• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Autisme: Memahami Gejala, Penyebab, dan Terapi Efektif

Autisme Memahami Gejala, Penyebab, dan Terapi Efektif

Autisme adalah gangguan perkembangan serius yang mempengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Seringnya masalah ini terdeteksi pada masa kanak-kanak. Anak dengan autisme memiliki perbedaan dalam berbagai hal dengan anak lain, tapi tetap dapat meraih kesuksesan dalam kehidupan terutama bila mendapat perawatan yang sesuai.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan tantangan dalam hal komunikasi, sosial, dan perilaku. Autisme juga dikenal dengan sebutan gangguan spektrum autisme. Kondisi ini bersifat seumur hidup dan gejalanya bisa berbeda-beda dari satu orang ke orang lain.

Autisme juga disebut gangguan spektrum karena ada banyak variasi terminologi jenis gejala yang dialami individu dan tingkat keparahan gejala tersebut. Tanda autisme biasanya mulai muncul pada usia dini. Intervensi sejak dini bisa membantu anak-anak dengan autisme menghadapi tantangan yang kelak muncul di dunia yang lebih luas.

Jumlah kasus autisme diketahui terus bertambah dari tahun ke tahun. Sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Pediatrics, misalnya, mendapati peningkatan angka kasus hampir tiga kali lipat selama 2000-2016 pada anak-anak berusia 8 tahun di area metropolitan New York-New Jersey, Amerika Serikat.

Ketika mendapat diagnosis autisme, tingkat fungsional individu tersebut juga akan diidentifikasi. Terdapat tiga tingkat gangguan spektrum autisme, yakni:

  • Tingkat 1: Autisme ringan, individu yang mengalaminya mungkin punya masalah dengan hubungan sosial dan perilaku restriktif. Biasanya hanya memerlukan bantuan minimal dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tingkat 2: Individu di level ini butuh dukungan lebih banyak. Kesulitannya dalam kehidupan sosial terlihat jelas, misalnya masalah komunikasi, dan butuh bantuan untuk mengendalikan perilakunya yang problematis.
  • Tingkat 3: Gejala autisme di level ini sudah sangat mengganggu kemampuan individu untuk hidup dan berfungsi secara mandiri. Orang di level ini sering tidak berkomunikasi secara verbal, sulit menerima perubahan, punya perilaku restriktif atau repetitif, dan sensitif terhadap rangsangan sensorik.

Mesti digarisbawahi bahwa autisme sendiri bukanlah penyakit meski bisa menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan seseorang. Bagi beberapa orang, autisme menyebabkan dirinya memerlukan bantuan seumur hidup. Sedangkan bagi orang lain, kondisi itu tidak menghalanginya untuk dapat hidup dan bekerja secara mandiri.

 

Gejala

Tanda dan gejala autisme berbeda-beda antara satu individu dan yang lain. Gejalanya juga berbeda pada usia tertentu.

Baca Juga:  Picky Eater, Tips Menghadapi dan Mencegahnya

Usia sebelum 3 tahun

  • Tidak berceloteh hingga umur 12 bulan atau mengucapkan kata hingga umur 16 bulan
  • Tidak merespons ketika diajak bicara oleh orang lain, tapi bereaksi terhadap suara lain
  • Tidak berkontak mata
  • Membuat barisan mainan atau benda lain secara berlebihan
  • Enggan dipeluk
  • Enggan bermain dengan orang lain atau melakukan permainan khayalan

Usia lebih tua

  • Sulit memulai percakapan
  • Sulit berteman dan berinteraksi dengan orang lain
  • Menggunakan bahasa yang berulang dan atipikal
  • Tidak nyaman dengan perubahan pada rutinitasnya
  • Sangat tertarik pada benda atau topik tertentu

 

Penyebab

Tidak ada penyebab tunggal autisme. Ada banyak faktor yang telah teridentifikasi bisa membuat anak lebih mungkin mengalami gangguan spektrum ini, termasuk lingkungan, biologis, dan genetik. CDC menyebutkan ada bukti beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami autisme, yaitu:

  • Punya saudara kandung yang memiliki autisme
  • Memiliki kondisi kromosom atau genetik tertentu, seperti sindrom X rapuh atau tuberous sklerosis
  • Mengalami komplikasi saat lahir
  • Lahir dari orang tua yang berusia lebih tua

 

Cara Dokter Mendiagnosis Autisme

Dokter membuat diagnosis autisme dengan mempertimbangkan riwayat tumbuh kembang individu serta keterampilan, daya, dan tantangan serta dampak tantangan tersebut terhadap kehidupan sehari-hari individu tersebut. Dokter akan mengamati perilaku serta memberi pertanyaan tentang perkembangan individu tersebut. Tidak ada tes yang secara spesifik dapat memastikan seseorang mengalami autisme.

Dokter mungkin mendapati adanya kendala atau hambatan dalam tumbuh kembang ketika melakukan pemeriksaan rutin pada masa kanak-kanak. Jika perlu, dokter akan meminta individu tersebut menjalani evaluasi lanjutan dengan sekelompok dokter spesialis, seperti tumbuh kembang anak, kejiwaan anak, dan patologi wicara-bahasa.

Para dokter ini akan menilai sejumlah hal, seperti apakah perilakunya sudah sesuai dengan usianya, bagaimana keterampilan kognitifnya, dan bagaimana kemampuan bahasanya. Tes yang digunakan antara lain:

  • Kuesioner gejala autisme
  • Pemantauan perkembangan
  • Tes pendengaran
  • Tes IQ

Diagnosis umumnya baru bisa dilakukan setelah umur 2 tahun agar hasilnya lebih tepercaya. Diagnosis pada usia remaja hingga dewasa lebih sulit karena gejalanya bisa bercampur dengan kondisi mental lain seperti gangguan kecemasan dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).

 

Cara Mengatasi Autisme

Autisme adalah kondisi seumur hidup, tapi ada perawatan yang bisa membantu pasien mengendalikan gejala dan meningkatkan keterampilan di berbagai bidang kehidupan. Menurut National Institute of Mental Health, perawatan harus langsung dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan.

Baca Juga:  Alergi Susu: Ketahui Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

Individu dengan autisme umumnya memerlukan kombinasi perawatan dengan obat-obatan dan berbagai terapi. Obat yang digunakan bertujuan untuk mengatasi gejala seperti agresi, kecemasan, kesulitan fokus, depresi, hiperaktivitas, dan penarikan diri dari lingkungan sosial.

Adapun jenis terapi yang diterapkan seringnya berfokus pada pelatihan pada keterampilan, psikologis, dan perilaku. Terapi wicara, okupasi, dan sosial serta dengan alat bantu teknologi juga bisa dilakukan. Selain oleh ahli terapi atau dokter, keluarga bisa membantu menjalankan program terapi ini di rumah sesuai dengan panduan medis.

 

Komplikasi

Autisme seringkali memicu munculnya berbagai masalah mental dan fisik. Di antaranya:

  • Masalah saluran pencernaan
  • Epilepsi
  • Gangguan makan
  • Gangguan tidur
  • Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD)
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Gangguan obsesif kompulsif
  • Skizofrenia
  • Gangguan bipolar

 

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah gangguan spektrum autisme. Namun diagnosis dan intervensi dini bisa membantu meningkatkan perkembangan perilaku, wicara, dan keterampilan dalam hidup. Untuk menurunkan risiko melahirkan anak dengan autisme, ibu hamil mesti memperhatikan asupan nutrisi dan menghindari obat-obatan non-resep dokter, rokok, serta minuman beralkohol.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Dalam hal autisme, deteksi, evaluasi, diagnosis, dan intervensi mesti dilakukan sedini mungkin. Bila Anda curiga anak mengalami autisme berdasarkan pengamatan terhadap perilakunya, segera datangi dokter. Makin cepat diagnosis dibuat, makin cepat pula bisa dilakukan tindakan demi kehidupan masa depan anak.

 

Reviewer

dr. Enny Febrianti, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

  • What is Autism Spectrum Disorder?. https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/facts.html. Diakses 9 Februari 2023
  • Prevalence and Disparities in the Detection of Autism Without Intellectual Disability. https://publications.aap.org/pediatrics/article-abstract/151/2/e2022056594/190525/Prevalence-and-Disparities-in-the-Detection-of?autologincheck=redirected. Diakses 9 Februari 2023
  • What Causes Autism?. https://www.autismspeaks.org/what-causes-autism. Diakses 9 Februari 2023
  • Autism: what is it?. https://raisingchildren.net.au/autism/learning-about-autism/about-autism/asd-overview. Diakses 9 Februari 2023
  • Autism Spectrum Disorder. https://www.nimh.nih.gov/health/topics/autism-spectrum-disorders-asd. Diakses 9 Februari 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.