• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Batuk Pilek: Apa yang Harus Dilakukan untuk Cepat Sembuh?

Batuk Pilek Apa yang Harus Dilakukan untuk Cepat Sembuh

Batuk pilek sering datang bersamaan sebagai gejala flu atau orang sering menyebutnya masuk angin. Flu dan masuk angin sebetulnya berbeda, tapi beberapa gejalanya sama, antara lain batuk dan pilek. Anak-anak lebih rentan mengalami gejala ini ketimbang orang dewasa karena sistem imunnya masih dalam perkembangan. Meski bisa reda hingga sembuh sendiri, batuk pilek kadang butuh perhatian ekstra terutama ketika terjadi pada balita.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Batuk Pilek

Batuk pilek biasanya mengacu pada kondisi yang disebut masuk angin atau selesma alias common cold. Selesma adalah infeksi terhadap hidung, sinus, tenggorokan, dan batang tenggorok. Ada lebih dari 200 jenis virus yang bisa menyebabkan gejala berupa batuk pilek. Virus yang paling sering menjadi penyebab adalah rhinovirus.

Batuk pilek sebetulnya reaksi alami tubuh manusia untuk melawan infeksi. Dengan batuk, tubuh berupaya mengeluarkan penyebab infeksi dari tubuh, terutama lewat dahak. Adapun pilek ditandai dengan hidung tersumbat dan berair atau kerap disebut ingusan. Selain karena infeksi virus, batuk pilek bisa terjadi akibat alergi.

Batuk pilek sangat umum terjadi di kalangan anak-anak. Selama satu tahun pertama, seorang anak bisa mengalami hingga delapan kali batuk pilek. Biasanya gejala ini terasa selama 7-10 hari, lalu reda sendiri. Namun tak tertutup kemungkinan gejala terasa lebih lama, khususnya pada anak berusia muda dan punya masalah kesehatan atau kekurangan nutrisi.

Adapun orang dewasa bisa mengalami batuk pilek empat hingga delapan kali tiap tahun. Batuk pilek sangat mudah menular. Penularan umumnya terjadi lewat droplet atau cairan dari bersin atau batuk orang yang sakit. Cairan ini mengandung virus yang bisa berpindah lewat sentuhan atau terhirup oleh orang lain.

Anak sekolah paling rentan tertular batuk pilek ketika ada teman sekelas yang sedang sakit. Itu sebabnya penting untuk mengajarkan anak perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko tertular, termasuk mencegah Covid-19 yang juga disebabkan oleh virus dengan gejala antara lain batuk dan pilek.

 

Gejala

Sebagai gejala infeksi virus, batuk pilek sering disertai dengan gejala lain. Gejala ini muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah awal kemunculan gejala, sedangkan tahap ketiga adalah ketika gejala mulai reda. Rinciannya:

Tahap 1 (Hari 1-3)

Pada tahap ini, gejala biasanya ringan karena baru muncul.

  • Tenggorokan gatal
  • Bersin
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Suara serak
Baca Juga:  Bayi Baru Lahir Tidak Menangis? Waspadai Gejala Asfiksia Neonatorum

Tahap 2 (Hari 4-7)

Gejala pada tahap ini kurang-lebih sama dengan sebelumnya, tapi lebih berat dengan beberapa gejala tambahan.

  • Pegal linu
  • Sakit kepala
  • Mata berair
  • Hidung meler
  • Kelelahan
  • Demam, terutama pada anak-anak

Tahap 3 (Hari 8-10)

Batuk pilek dan gejala lain mulai mereda pada tahap ini. Kadang batuk masih ada hingga beberapa pekan setelahnya jika terjadi infeksi saluran pernapasan.

 

Penyebab

Penyebab paling umum batuk pilek adalah virus, terutama rhinovirus. Kuman ini berukuran sangat kecil dan bisa dengan mudah masuk ke tubuh manusia, berbeda dengan bakteri yang ukurannya lebih besar. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia lewat droplet yang berasal dari bersin dan batuk. Transmisi juga bisa terjadi lewat kontak dengan benda yang sebelumnya dipegang orang yang sakit.

Di antara lebih dari 200 virus yang berbeda, rhinovirus paling sering menyebabkan batuk pilek. Menurut Lung.org, sebanyak 10-40 persen kasus masuk angin disebabkan oleh virus ini. Virus lain yang juga kerap menjadi penyebab adalah respiratory syncytial virus dan coronavirus, yang juga menyebabkan pandemi Covid-19.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Batuk Pilek

Untuk dapat mendiagnosis batuk pilek, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien. Dokter akan menanyakan serangkaian pertanyaan seputar gejala yang dialami, seperti berapa lama gejala itu terasa dan bagaimana rasanya. Dokter juga akan mengecek kondisi telinga, tenggorokan, sinus, dan paru-paru pasien.

Tes yang paling umum untuk menegakkan diagnosis adalah mengambil sampel dari belakang tenggorokan lewat teknik usap (swab). Tes ini sekaligus dapat memastikan apakah penyebab infeksi itu bakteri atau virus.

Tes lain yang kadang diperlukan adalah pemindaian sinar-X pada dada serta tes darah. Hasil pemindaian sinar-X bisa menunjukkan apakah batuk pilek berkembang menjadi gejala komplikasi seperti pneumonia atau bronkitis.

 

Cara Mengatasi Batuk Pilek

Batuk pilek bisa reda sendiri seiring dengan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Untuk membantu mempercepat pemulihan, pasien perlu:

  • Cukup istirahat dan tidur
  • Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, bisa juga jus buah segar
  • Berkumur air garam untuk meredakan tenggorokan yang gatal atau sakit, terutama untuk anak berusia lima tahun ke atas dan orang dewasa
Baca Juga:  Kelebihan ASI Eksklusif Dibanding Susu Formula

Dokter juga bisa meresepkan obat-obatan untuk meredakan gejala. Misalnya obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dan obat dekongestan untuk meredakan batuk. Jika penyebab batuk pilek adalah infeksi virus, antibiotik tidak direkomendasikan karena fungsinya adalah melawan bakteri. Bagi anak berusia kurang dari dua tahun, seperti dikutip dari FDA, tidak direkomendasikan obat yang dijual bebas di apotek karena ada risiko efek samping yang membahayakan.

 

Komplikasi

Normalnya batuk pilek akan hilang dalam 10 hari baik dengan obat-obatan maupun tidak. Namun virus bisa jauh menginvasi sistem tubuh dan menyebabkan infeksi yang lebih luas. Akibatnya, komplikasi yang kerap terjadi antara lain:

  • Infeksi sinus
  • Batuk berkepanjangan (kronis)
  • Asma kronis
  • Bronkitis
  • Emfisema

 

Pencegahan

Sulit untuk mencegah batuk pilek terutama di kalangan anak-anak. Cara yang utama adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk dengan:

  • Mengikuti vaksinasi atau imunisasi
  • Rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah beraktivitas di luar rumah
  • Bila ada orang di sekitar yang sakit batuk pilek, jaga jarak dan hindari menyentuh hidung serta mata
  • Bersihkan benda-benda di sekitar dengan disinfektan, terutama yang dipakai bersama
  • Kenakan masker di lingkungan yang ramai dan bila ada orang yang sedang sakit batuk pilek

 

Kapan Harus ke Dokter?

Batuk pilek memang bisa sembuh sendiri. Tapi, menurut CDC, seseorang yang mengalami batuk pilek dengan kondisi berikut ini perlu segera mendatangi dokter:

  • Gejala bertahan hingga lebih dari 10 hari
  • Gejala memburuk atau lebih parah dari biasanya
  • Anak berusia kurang dari 3 bulan batuk pilek disertai demam dan lemas

 

Reviewed by

dr Muhammad Enri Danni, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Barat

Referensi:

  • Facts About the Common Cold. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/facts-about-the-common-cold. Diakses 17 Februari 2023
  • Common Colds: Protect Yourself and Others. https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html. Diakses 17 Februari 2023
  • Common cold. https://www.nhs.uk/conditions/common-cold/. Diakses 17 Februari 2023
  • Should You Give Kids Medicine for Coughs and Colds?. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/should-you-give-kids-medicine-coughs-and-colds. Diakses 17 Februari 2023
  • Common Cold Diagnosis. https://www.healthline.com/health/common-cold-diagnosis
  • Common Cold. cdc.gov/antibiotic-use/colds.html. Diakses 17 Februari 2023
  • Common cold. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/common-cold
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.