• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Saat Anak terkena Campak, Harus Apa?

Saat Anak terkena Campak, Harus Apa

Program imunisasi yang tersedia untuk anak-anak sejak berusia dini bertujuan mencegah penyebaran penyakit menular yang membahayakan. Salah satunya adalah campak yang kerap menyerang dan menjadi wabah di kalangan anak-anak. Penyakit ini sangat menular sehingga perlu kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebarannya.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Campak

Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat mudah dari satu orang ke orang lain melalui perantara udara. Terutama bila orang tersebut belum pernah terinfeksi virus campak atau belum mendapat imunisasi terhadap virus tersebut.

Campak atau measles atau rubeola dapat hilang sendiri dalam beberapa minggu, tapi bisa pula memicu komplikasi yang serius khususnya pada anak-anak berumur di bawah 5 tahun serta orang dewasa yang memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuhnya serta ibu hamil.

Tak ada obat khusus untuk campak, tapi sudah ada vaksin yang bisa mencegah munculnya gejala penyakit ini. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin campak tersedia gratis dan bisa diberikan pada anak mulai usia 9 bulan. Vaksin booster atau penguat kemudian bisa diperoleh ketika berumur 18 bulan dan 5-7 tahun.

Vaksin memang tak bisa sepenuhnya membuat seseorang terhindar dari penyakit. Namun, mengingat campak adalah penyakit yang kerap terjadi di masa anak-anak dan sangat menular serta bisa berakibat fatal, vaksinasi adalah cara terbaik agar selamat dari ancaman infeksi virus campak.

 

Gejala

Gejala campak umumnya muncul dalam 10-14 hari seusai paparan virus campak. Di antaranya:

  • Demam tinggi
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Mata merah dan berair
  • Bintik kecil putih di bagian dalam pipi
  • Ruam merah yang gatal pada seluruh tubuh, termasuk wajah, telinga, dan leher
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nyeri tenggorokan
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Sensitif terhadap cahaya

 

Penyebab

Campak disebabkan oleh virus campak (measles virus atau morbillivirus). Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui udara atau kontak dengan orang yang terinfeksi. Penularan virus terjadi lewat lendir atau cairan orang yang terinfeksi, misalnya droplet yang dihasilkan ketika bersin atau batuk.

Baca Juga:  Sakit saat menelan? Waspadai Akalasia

Measles virus bisa bertahan selama dua jam di udara ketika keluar lewat droplet dari orang yang terinfeksi. Jika ada orang lain di ruangan yang sama atau berada di dekatnya menghirup udara atau menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi, lalu menggosok mata atau menyentuh hidung atau mulut, ada kemungkinan orang tersebut akan turut terinfeksi.

Saat ada satu orang yang terinfeksi, 90% dari orang lain yang melakukan kontak dengan orang tersebut akan tertular bila mereka tak memiliki kekebalan. Kekebalan ini bisa diperoleh lewat imunisasi atau pernah terkena infeksi sebelumnya.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Campak

Umumnya dokter mendiagnosis campak dengan memeriksa ruam di kulit serta mengecek tanda-tanda bintik putih kecil di dalam mulut. Selain itu, dokter akan memeriksa gejala lain seperti batuk, demam, dan sakit tenggorokan serta menanyakan riwayat kontak dengan orang lain yang terinfeksi.

Jika dari pemeriksaan gejala klinis dan riwayat medis ini masih sulit menentukan diagnosis, dokter mungkin akan melakukan tes darah dengan mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa di laboratorium. Konfirmasi diagnosis juga bisa didapatkan lewat tes reaksi berantai polimerase (PCR) dengan mengambil sampel dari lendir di tenggorokan.

Hasil tes PCR ini sangat penting sebagai konfirmasi diagnosis karena gejala campak mirip dengan beberapa penyakit lain, termasuk ruam.

 

Cara Mengatasi Campak

Tidak ada obat yang bisa digunakan untuk mengatasi campak. Dokter hanya akan menyediakan obat untuk meredakan gejala agar tidak memburuk dan mempercepat pemulihan. Misalnya obat ibuprofen atau paracetamol sebagai pereda nyeri dan penurun demam atau obat batuk dan pilek.

Cara lainnya termasuk:

  • Istirahat yang cukup
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi
  • Minum banyak air putih
  • Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara
  • Menggunakan pelembab atau salep untuk mengurangi gatal-gatal dari ruam di kulit
  • Berkumur dengan air garam untuk mengatasi sakit tenggorokan
  • Vaksinasi dalam 72 jam setelah terpapar virus campak bagi orang, khususnya anak-anak, yang belum mendapat vaksin campak
Baca Juga:  Chikungunya: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Guna mencegah penyebaran virus, pasien campak mesti menjalani isolasi dan membatasi interaksi dengan orang lain.

 

Komplikasi

Sebagian besar pasien campak bisa sembuh tanpa komplikasi. Tapi tetap ada kemungkinan muncul komplikasi terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan gangguan sistem imun atau daya tahan tubuhnya lemah. Komplikasi itu antara lain:

  • Pneumonia atau radang paru
  • Ensefalitis atau radang otak
  • Infeksi telinga tengah
  • Kehilangan penglihatan
  • Kehilangan pendengaran
  • Gagal jantung akut
  • Keguguran, lahir mati, berat lahir rendah, atau persalinan prematur bagi ibu hamil
  • Kematian

 

Pencegahan

Cara utama untuk mencegah penularan campak adalah dengan menjalani imunisasi sesuai dengan jadwal. Cara lainnya termasuk:

  • Menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Mengenakan masker ketika berada di kerumunan atau tempat yang padat

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika ada gejala campak atau diduga terinfeksi campak, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat. Konsultasi juga diperlukan bagi orang tua yang anaknya belum divaksin untuk mendapat jadwal imunisasi yang dianjurkan guna mengantisipasi infeksi.

 

Reviewer

dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKes

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr. Diakses 8 Maret 2023
  • Rubeola (Measles). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557716/. Diakses 8 Maret 2023
  • Measles. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/measles. Diakses 8 Maret 2023
  • Measles (Rubeola). https://www.cdc.gov/measles/hcp/index.html. Diakses 8 Maret 2023
  • Measles. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles. Diakses 8 Maret 2023
  • Measles immunization research: a review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2491276/. Diakses 8 Maret 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.