• Emergency
  • 150 108

Depresi pada Anak, Kapan Harus ke Dokter Anak

Depresi pada Anak, Kapan Harus ke Dokter Anak

Bukan cuma orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami depresi. Depresi pada anak membutuhkan perhatian dari orang tua demi kesehatan psikis maupun fisiknya. Pertolongan dokter anak amat penting terutama bagi anak dengan keluarga yang memiliki masalah.

 


Mengenal Depresi pada Anak

Masa kanak-kanak memang masanya bersenang-senang. Kebanyakan orang pun menganggap anak-anak cenderung lebih ceria dan bahagia ketimbang orang dewasa. Tapi ternyata tak semua anak dapat menjadi demikian. Di Amerika Serikat, 3,2 persen anak usia 3-17 tahun atau sekitar 1,9 juta jiwa pernah mendapat diagnosis depresi.

Depresi lebih dari sekadar bad mood alias suasana hati yang buruk yang membuat anak menjadi mudah tersinggung, putus asa, sedih, marah, atau frustrasi. Bad mood bisa hilang dengan cepat, digantikan dengan perasaan riang. Sedangkan depresi dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau lebih lama.

Perasaan depresi bisa membuat anak-anak tak dapat beraktivitas seperti biasanya. Mereka jadi sulit menemukan kegembiraan dalam hal-hal yang biasanya mereka nikmati. Bagi orang tua, penting untuk mengetahui soal depresi pada anak karena bimbingan dari dokter sangat dibutuhkan.

Terdapat beberapa jenis depresi, seperti depresi berat, distimia (depresi ringan tapi berlangsung lama), gangguan afektif musiman, dan gangguan bipolar. Semuanya itu dapat mempengaruhi anak-anak dan remaja.

Depresi berat, misalnya, adalah kondisi serius dengan ciri-ciri perasaan sedih, tak berharga, bersalah, dan tak mampu merasakan kebahagiaan yang bertahan lama. Anak yang menderita depresi berat akan merasakan depresi hampir setiap hari.

Adapun gangguan bipolar ditandai dengan gejala depresi seperti sedih dan tak berdaya sekaligus energi berlebih seperti emosi yang meledak-ledak dan lekas marah. Gangguan bipolar yang tak tertangani oleh dokter anak sejak masa anak hingga remaja dapat terus berkembang sampai usia dewasa.

 

Gejala

Gejala dan tanda-tanda depresi pada anak bervariasi. Anak yang mengalami depresi biasanya menunjukkan setidaknya satu dari beberapa gejala utama berikut ini:

  • Kemarahan, kesedihan, atau keputusasaan hampir sepanjang hari hampir setiap hari
  • Berkurangnya minat atau kesenangan dalam aktivitas yang biasanya disukai anak
  • Sulit tidur atau justru lebih banyak tidur daripada biasanya
  • Merasa sangat lelah atau memiliki sedikit energi
  • Merasa tidak berharga atau sangat bersalah
  • Mengalami kesulitan berkonsentrasi
  • Berpikir tentang kematian atau bunuh diri
  • Perubahan nafsu makan
Baca Juga:  Seputar Imunisasi MMR pada Anak

 

Penyebab Depresi pada Anak

Depresi pada anak biasanya tidak disebabkan oleh satu peristiwa atau kondisi tertentu. Dalam kebanyakan kasus, depresi terjadi karena beberapa faktor yang bervariasi antara satu orang dan orang lain. Dokter anak akan menelusuri faktor ini ketika melakukan pemeriksaan.

Depresi dapat disebabkan oleh penurunan kadar neurotransmitter (bahan kimia yang membawa sinyal melalui sistem saraf) di otak, yang membatasi kemampuan seseorang untuk merasa baik. Genetika mungkin berpengaruh karena depresi juga didapati secara turun-temurun dalam keluarga sehingga seseorang dengan kerabat dekat yang mengalami depresi pun lebih mungkin mengalaminya.

Peristiwa dalam kehidupan yang signifikan (seperti kematian orang yang dicintai, perceraian, bencana alam, dan pindah ke daerah baru) dapat membawa gejala depresi. Stres juga dapat menjadi faktor terutama bagi anak usia remaja. Sebab, periode ini kerap diwarnai gejolak emosi dan sosial yang kadang tak bisa diatasi oleh mereka. Selain itu, penyakit kronis dapat menyebabkan depresi, misalnya akibat efek samping dari obat-obatan atau infeksi tertentu.

 

Diagnosis

Langkah pertama dokter anak dalam diagnosis adalah melibatkan pemeriksaan medis menyeluruh dan evaluasi terhadap proses mental dan kognitif anak. Jika diperlukan, tes laboratorium dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada gangguan medis tertentu yang gejalanya dapat menyerupai masalah psikologis, termasuk gangguan hati atau ginjal, anemia, atau gangguan kejang.

Dari riwayat kondisi kejiwaan anak, dapat diperoleh informasi tentang gejala dan perkembangan psikologis anak. Informasi mengenai riwayat keluarga dan sosial, termasuk penyakit mental, serta lingkungan sekolah anak tersebut juga harus diperoleh.

Yang juga penting dalam diagnosis depresi pada anak adalah wawancara atau tanya-jawab kepada anak. Wawancara ini bisa dilakukan secara langsung atau lewat permainan oleh dokter anak. Orang tua semestinya mendampingi anak dalam wawancara karena kehadiran orang tua akan sangat membantu proses pemeriksaan, khususnya bagi anak yang memiliki masalah perkembangan.

 

Perawatan Depresi pada Anak

Depresi pada anak membutuhkan perawatan sedini mungkin. Deteksi dan diagnosis dini oleh dokter anak adalah kunci untuk merawat anak yang mengalami depresi. Psikiater atau psikolog anak akan memeriksa anak dulu agar dapat menentukan rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi anak.

Baca Juga:  Penyebab Hepatitis Akut, Benarkah Karena adenovirus?

Perawatan itu biasanya berupa konseling, obat-obatan, atau keduanya. Anak mungkin akan diikutsertakan dalam kelompok konseling yang melibatkan anak dari keluarga lain dalam sesi terapi. Keterlibatan anak dalam konseling amat menentukan peluang pemulihannya.

 

Pencegahan

Melindungi anak dari ancaman depresi adalah kewajiban orang tua. Namun, di era modern, makin banyak orang tua yang tak bisa senantiasa mendampingi kegiatan anak sehari-hari karena berbagai macam alasan, dari kesibukan kerja sampai tenggelam dalam dunia media sosial.

Cara utama untuk mencegah depresi pada anak adalah menjalin hubungan yang kuat, terbuka, dan jujur dengan anak. Hubungan ini akan membuat anak dekat dengan orang tua sehingga mereka sudi menceritakan masalah yang dihadapi sehingga dapat mencari solusi bersama dalam satu keluarga. Jika perlu, ikuti terapi pencegahan depresi oleh dokter anak bila orang tua curiga ada risiko depresi yang mengancam anak.

 

Kapan Harus ke Dokter Anak

Bila Anda merasa anak mungkin mengalami depresi, pertama-tama berkonsultasilah dengan dokter anak. Dokter akan mengevaluasi kondisi anak, termasuk merekomendasikan perawatan yang tepat. Dokter anak akan menyarankan orang tua membawa anak yang dicurigai menderita depresi ke psikolog atau psikiater demi penanganan yang lebih baik untuk masalah psikologis anak.

 

Ditinjau oleh

dr. Arie Dian Fatmawati, SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

Childhood Depression. https://adaa.org/learn-from-us/from-the-experts/blog-posts/consumer/childhood-depression. Diakses 26 Desember 2021

Early Childhood Depression. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3184299/. Diakses 26 Desember 2021

Children’s Health. https://www.childrens.com/health-wellness/signs-of-depression-in-children. Diakses 26 Desember 2021

Depression in Children: Systematic Review. https://effectivehealthcare.ahrq.gov/products/childhood-depression/protocol. Diakses 26 Desember 2021

Inappropriate and Excessive Guilt: Instrument Validation and Developmental Differences in Relation to Depression. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10802-011-9591-6. Diakses 26 Desember 2021

Depression in Children and Teens. https://www.aacap.org/AACAP/Families_and_Youth/Facts_for_Families/FFF-Guide/The-Depressed-Child-004.aspx. Diakses 26 Desember 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.