Dibandingkan orang dewasa, sistem imun pada balita masih terbilang lemah. Hal ini menjadikannya rentan terhadap infeksi berbagai bakteri maupun virus. Salah satunya yakni sekelompok virus yang bernama Adenovirus.
Kelompok virus ini rentan menyerang anak berusia di bawah 5 tahun. Kondisi anak yang terserang pun bisa timbul gejala yang ringan, berat, maupun tanpa gejala sama sekali. Umumnya, gejala yang tampak mirip dengan flu hingga sesak nafas. Jadi, bunda perlu mewaspadainya bila anak menunjukkan gejala tersebut.
Pengertian Infeksi Adenovirus
Infeksi adenovirus adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh virus bernama HAdV (Human adenovirus). Yaitu sekelompok virus dengan DNA beruntai ganda yang terdiri atas 70+ jenis HAdV, spesies B (HAdV-3,7,11 & 14), spesies C (HAdV-1,2,5 & 6), dan juga spesies E (HAdV-4).
Virus tersebut dapat menyerang berbagai organ tubuh yang berbeda. Mulai dari saluran pencernaan, saluran pernafasan, sistem saraf pusat, saluran kemih, mata, hingga jantung.
Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus ini yakni ada pneumonia (infeksi paru-paru), tonsilitis, bronkitis, miokarditis, keratokonjungtivitis, meningitis, gastroenteritis, dan juga sistitis.
Walaupun lebih rentan menyerang anak-anak usia balita (di bawah usia 5 tahun), namun virus ini pun dapat menyerang manusia. Bahkan, dapat menyerang hewan karena spesiesnya yang cukup banyak dan terus berkembang.
Anak penderita infeksi adenovirus umumnya akan mengalami gejala seperti flu. Akan tetapi, biasanya diiringi juga dengan gejala lain seperti gagal nafas, pneumonia, sesak nafas, dan gejala lain sesuai sistem organ yang terserang.
Nama Penyakit | Infeksi Adenovirus |
---|---|
Gejala | Gangguan pernafasan, gangguan pencernaan, gangguan sistem saraf pusat |
Dokter Spesialis | Spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis paru |
Penyebab | Virus HAdV (Human adenovirus) |
Diagnosis | Pemeriksaan fisik & pemeriksaan penunjang |
Faktor Risiko | Anak balita |
Pengobatan | Perawatan suportif, perawatan sesuai kondisi pasien |
Komplikasi | Infeksi berat, pneumonia berat, kardiomiopati, gagal nafas |
Faktor Risiko
Terdapat beberapa faktor yang akan meningkatkan potensi seseorang terkena risiko infeksi adenovirus. Berikut di antaranya:
- Anak balita
- Sistem imun lemah
- Pengidap HIV/AIDS
- Pengidap kanker
- Penerima transplantasi organ
- Bermukim di hunian padat
Penyebab Infeksi Adenovirus
Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa penyebab utama infeksi penyakit ini yakni karena virus HAdV( Human adenovirus). Setidaknya, ada 70+ jenis HAdV, spesies B (HAdV-3,7,11 & 14), spesies C (HAdV-1,2,5 & 6), dan juga spesies E (HAdV-4).
Virus ini mudah menular dan mudah berkembang dari satu individu ke individu lain. Beberapa jenis metode penularan yang kerap terjadi yakni:
- Bersentuhan dengan penderita yang terinfeksi
- Terkena droplet dari batuk & bersin dari penderita
- Kontak dengan air kencing dan feses penderita terinfeksi
- Sentuhan terhadap benda yang terkontaminasi virus
Beberapa jenis virus adenovirus memiliki masalah kesehatan yang cukup serius, sebagian lainnya tidak. Berikut ini beberapa yang bersifat membahayakan:
- Tipe 3, 4, dan 7: menyebabkan infeksi pernafasan akut
- Tipe 8, 19, 37, 53, dan 54: konjungtivitis yang sangat menular
- Tipe 14: menyebabkan infeksi pernafasan akut
- Tipe 40 dan 41: mengakibatkan gastroenteritis, khususnya pada anak-anak
Gejala
Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bahwa gejala penyakit ini akan berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Hal ini karena sistem organ yang terkena pun berbeda-beda.
Umumnya, masa inkubasi (masa terkena infeksi) pada virus ini berkisar antara 2 – 14 hari sejak awal terserang. Berikut ini beberapa gejala yang sering muncul pada penderita:
- Gejala seperti flu
- Demam dan meriang
- Tenggorokan gatal dan sakit
- Pneumonia
- Inflamasi pada pencernaan
- Bronkitis akut
- Gastroenteritis akut
- Konjungtivitis (mata kemerahan)
Bila dilihat dari organ yang terserang, maka gejala yang tampak sebagai berikut:
1. Gejala Saluran Pernafasan
- Sakit kepala
- Demam
- Nyeri otot
- Mengi
- Pilek dan meler
- Sakit tenggorokan
- Batuk-batuk
- Sesak nafas
2. Gejala Saluran Pencernaan
- Diare terus menerus
- Nyeri perut
- Mual muntah
- Demam
3. Gejala pada Mata
- Konjungtivitis (mata merah)
- Nyeri mata
- Mata berair
- Sensitivitas terhadap cahaya
- Demam
- Penglihatan kabur
- Kesulitan membuka mata
4. Gejala di Sistem Saraf Pusat
- Demam
- Leher kaku
- Sakit kepala
- Sensitif terhadap cahaya
- Mual-mual
5. Gejala pada Jantung
- Kesulitan makan
- Nyeri dada
- Sesak nafas
- Detak jantung yang cepat
- Pembengkakan wajah
- Badan lemas
- Demam
6. Gejala pada Saluran Kemih
- Nyeri pada saat BAK
- Demam
- Mengompol
- Nyeri perut bawah
- Kencing berdarah
- Sering berkemih
Diagnosa
Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah seseorang terkena serangan adenovirus atau tidak.
Pemeriksaan fisik meliputi pengecakan tanda vital, keadaan umum, dan tanda-tanda infeksi adenovirus. Lalu untuk pemeriksaan penunjang meliputi:
- Tes darah
- Tes urine
- Kultur sel
- Tes antigen
- Rontgen
- CT scan
- Tes CPR
- Tes feses
Pencegahan Infeksi Adenovirus
Perlu Anda tahu, saat ini belum ada vaksin untuk penyakit infeksi adenovirus. Jadi, upaya pencegahan merupakan satu-satunya cara agar terhindar dari penyakit ini. Berikut ini caranya:
- Rajin cuci tangan, terutama sebelum makan
- Hindari memegang muka saat tangan kotor
- Terapkan etika batuk dan bersin
- Hindari kontak dengan penderita
Pengobatan
Pengobatan penyakit ini yakni melalui perawatan suportif yang meliputi:
- Isolasi dari orang lain
- Konsumsi obat demam
- Istirahat cukup
- Cukupi kebutuhan cairan
- Cukupi nutrisi harian
- Pemberian alat bantu oksigen
- Nebulizer bila diperlukan
Komplikasi
- Pneumonia akut
- Gagal napas
- Bronkiektasis
- Bronkiolitis obliterans
- Kardiomiopati
- Disseminated adenovirus infection
Kapan Harus ke Dokter?
Lakukan pemeriksaan ke dokter spesialisasi anak (untuk anak-anak) dan dokter spesialisasi penyakit dalam (untuk pasien dewasa) apabila menunjukkan salah satu ciri-ciri sebagai berikut:
- Kesulitan bernafas
- Nyeri dada
- Demam 5 hari atau lebih
- Dehidrasi parah
- Kesadaran yang berkurang
- Bengkak pada wajah
- Demam tinggi
Narasumber:
dr. Candra Segeren, Sp. A, M. Kes
Spesialis Anak
Primaya Hospital Karawang
Referensi:
- Adenoviruses. https://www.cdc.gov/adenovirus/index.html. Diakses pada 07 November 2023.
- Adenoviruses. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559072. Diakses pada 07 November 2023.
- When and how to wash your hands.https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html. Diakses pada 07 November 2023.
- Human adenovirus infections. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6367924/. Diakses pada 07 November 2023.
- Adenovirus infection. https://www.vdh.virginia.gov/epidemiology/epidemiology-fact-sheets/adenovirus-infection/. Diakses pada 07 November 2023.
- Acute gastroenteritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK518995/. Diakses pada 07 November 2023.
- Keratoconjunctivitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542279/. Diakses pada 07 November 2023.
- Viral pneumonia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513286/. Diakses pada 07 November 2023.
- Acute bronchitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448067/. Diakses pada 07 November 2023.
- Pneumonia symptoms and diagnosis. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/symptoms-and-diagnosis. Diakses pada 07 November 2023.
- Human adenovirus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4880082/. Diakses pada 07 November 2023.