• Emergency
  • 150 108

Infeksi Virus Hepatitis A: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Infeksi Virus Hepatiti A Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Hepatitis virus akut adalah sala satu jenis penyakit menular yang membutuhkan banyak perhatian dari masyarakat. Hepatitis menyerang hati yang merupakan organ vital dalam sistem tubuh manusia. Hepatitis virus akut sendiri terdiri atas beberapa macam, varian dari hepatitis A hingga E yaang sudah bisa dideteksi. Dari semua jenis hepatitis tersebut, hepatitis A termasuk yang paling tinggi angka kejadiannya.

 


Mengenal Hepatitis A

Hepatitis adalah segala bentuk peradangan pada hati. peradangan terjadi karena adanya infeksi atau masalah lain yang menimbulkan pembengkakan dan rasa sakit, misalnya virus, bakteri atau zat berbahaya yang dikonsumsi. Gangguan sistem imun juga dapat memicu hepatitis. Adapun hepatitis A adalah peradangan hati akibat infeksi virus hepatitis A.

Terdapat setidaknya lima varian hepatitis yang bisa menyebabkan peradangan hati, yakni A, B, C, D dan E. Cara penularan virus, lama infeksi, dan pengobatan penyakit dari virus-virus tersebut berlainan. Hepatitis A adalah salah satu virus yang paling sering menginfeksi manusia.

Dibanding hepatitis lain, hepatitis A sangatlah menular. Virus hepatitis A mudah berpindah dari satu orang ke orang lain lewat makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Gejala yang dialami bisa bervariasi, dari ringan hingga berat.

Dokter mendiagnosis adanya infeksi virus hepatitis A lewat tes darah. Tes darah juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat keparahan kondisi hati yang terinfeksi virus. Infeksi virus hepatitis A dapat dicegah dengan vaksin.

 

Penyebab

Penyebab hepatitis A adalah virus hepatitis A yang menyebar lewat tinja (jalur faekal-oral). Virus ini mudah menyebar di lingkungan dengan sanitasi yang tidak bersih. Ketika ada satu orang yang terinfeksi virus tersebut di satu rumah, ada kemungkinan orang lain yang menghuni rumah yang sama beresiko tertular.

Baca Juga:  Imunisasi Pneumonia PCV, Manfaat, dan Kapan Vaksin PCV Diberikan

Berikut ini beberpa cara penularan hepatitis A:

  • Memakan makanan yang disipakan oleh orang yang terinfeksi yang tidak mencuci tangannya dengan bersih atau mencuci tangannya dengan air yang terkontaminasi virus.
  • Meminum air yang terkontaminasi, termasuk es batu.
  • Memakan makanan semacam kerang, udang, lobster, kepiting dan tiram dari air yang terkontaminasi yang mentah tau tidak dimasak dengan benar.
  • Menyentuh benda yang sebelumnya disentuh oleh orang yang terinfeksi.
  • Kontak erat dengan orang yang terinfeksi.
  • Menggunakan peralatan yang terkontaminasi virus hepatitis A.

Penularan ini sering terjadi karena orang yang sudah terinfeksi tidak sadar telah terpapar virus tersebut. Virus hepatitis A dapat bertahan di tinja selama beberapa bulan setelah terjadi infeksi, khususnya pada bayi dan anak. Orang yang terjangkit hepatitis A lebih mudah menulari orang lain sekitar 2 minggu sebelum munculnya gejala hingga 1 minggu kemudian.

 

Gejala infeksi virus hepatitis A

Gejala awal hepatitis A relatif ringan, yang mulai disadari bila muncul tanda kuning di tubuh, mata dan kulit. Gejala-gejala yang sering muncul antara lain:

  1. Mata dan kuling tampak berwarna kuning.
  2. Urine berwarna gelap
  3. Tinja berwarna seperti tanah liat pucat
  4. Demam
  5. Mudah merasa lelah
  6. Kehilangan selera makan
  7. Mual
  8. Muntah
  9. Sakit perut dan diare

Gejala hepatitis A umumnya dialami beberapa hari hingga kurang dari 3 bulan. Hanya sebagian kecil pasien penyakit ini yang mengalami gejala hingga 6 bulan.

 

Pengobatan

Sejauh ini belum ada obat yang secara spesifik diperuntukan bagi pasien hepatitis A. Pengobatan hepatitis A biasanya berfokus pada upaya mengendalikan gejala jika ada (pengobatan simptumatik) misalnya banyak beristirahat, mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen, banyak minum air putih, mengenakan kaus longgar agar lebih nyaman dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Baca Juga:  Perlukah Bayi Menggunakan Masker Ketika Hendak ke Rumah Sakit?

Meski kebanyakan hepatitis A merupakan kasus yang relatif ringan, ada kemungkinan penyakit ini bisa berkembang dan mengakibatkan masalah hati yang lebih serius. Khususnya jika pasien dengan kondisi daya tahan tubuh tidak optimal, seperti: lansia, bayi dan pasien yang mengidap penyakit berat.

 

Kapan Ke Dokter

Hepatitis A termasuk penyakit yang mudah menular. Karena itu, jika anda terjangkit hepatitis A sebaiknya mendatangi dokter untuk berkonsultasi. Dokter akan meresepkan obat yang diperlukan dan menyarankan anda melakukan langkah antisipasi agar tidak menulari orang lain di sekitar anda. Untuk mencegah penularan, sudah tersedia vaksin hepatitis A. Vaksin hepatitis A terbukti efektif untuk mencegah terinfeksi virus hepatitis A.

 

Reviewed by

dr. Baginda P. Hutahaean, Sp.A, MSi.Med

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • Hepatitis A. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a diakses 27 mei 2022
  • Hepatitis A. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459290/. diakses 27 mei 2022
  • Hepatitis A Virus: Essential Knowledge and a Novel Identify-Isolate-Inform Tool for Frontline Healthcare Providers. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5654866/ diakses 27 mei 2022
  • Hepatitis A Virus: Epidemiology, High-RIsk Groups, Prevention and Research on Antiviral Treatment. https://www.mdpi.com/1999-4915/13/10/1900 .diakses 27 mei 2022
  • Hepatitis A. https://medlineplus.gov/hepatitisa.html. diakses 27 mei 2022
  • Viral Hepatitis https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/index.htm diakses 27 mei 2022
  • Evidence of Hepatitis A Virus Person-to-Person Tranmission in Household Outbreaks. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0102925. diakses 27 mei 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.