Pentingnya Vaksin Flu untuk Anak

Pentingnya Vaksin Flu untuk Anak

Flu adalah salah satu penyakit akibat virus yang paling banyak menyerang anak-anak. Tapi orang tua sering menyamakan flu dengan pilek. Meski sekilas gejala flu dan pilek tampak sama, ada perbedaan yang cukup besar di antara keduanya. Gejala pilek lebih ringan, biasanya batuk, bersin, dan hidung meler. Sedangkan gejala flu alias influenza lebih berat, seperti demam dan rasa lemas. Pilek juga bisa menjadi salah satu gejala flu. Flu lebih berisiko dan bahkan dapat memicu kematian, tapi bisa dicegah dengan vaksin anak.

Terdapat tiga tipe virus penyebab flu, yakni A, B, dan C. Virus flu tipe A dan B kerap memicu epidemi tiap tahun. Sedangkan flu tipe C biasanya lebih ringan dengan gejala minim, bahkan tanpa gejala. Dalam program vaksin anak, penyedia layanan kesehatan lebih berfokus pada virus flu tipe A dan B.

Seberapa Bahaya Penyakit Influenza

Flu tercatat dalam sejarah sebagai penyakit yang pernah menjadi pandemi mematikan. Pada 1918, flu Spanyol menyebabkan kematian puluhan juta orang di seluruh dunia. Indonesia, yang waktu itu masih bernama Hindia Belanda, turut terkena dampaknya. Kala itu belum ada vaksin flu, termasuk vaksin anak.

Baca Juga:  Bibir Bayi Warna Biru, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

Pada kalangan anak-anak, flu tergolong amat mudah menular karena sistem imunnya belum matang benar. Menurut penelitian pada 2018 yang terbit dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, anak-anak paling mungkin sakit akibat flu, sedangkan orang berusia 65 tahun ke atas paling jarang. Angka kejadian flu menurut kelompok usia adalah 9,3 persen (umur 0-17 tahun), 8,8 persen (18-64 tahun), 3,9 persen (65 tahun ke atas). Itu artinya anak berusia 18 tahun ke bawah dua kali lebih mungkin mengalami infeksi flu ketimbang para lansia. Ini sekaligus menandakan pentingnya vaksin anak untuk mencegah flu.

Virus flu menyebar dengan cepat antara lain di sekolah, tempat penitipan anak, dan tempat bermain. Anak bisa dengan mudah tertular ketika berdekatan dengan anak lain yang sakit flu. Penularan juga bisa terjadi saat anak memegang benda yang terhinggapi virus, seperti pensil, penghapus, dan mainan, lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut.

Di seluruh dunia, setiap tahun jutaan anak sakit flu musiman, ribuan harus masuk rumah sakit, dan beberapa di antaranya meninggal. Anak yang berusia 5 tahun ke bawah biasanya membutuhkan perawatan intensif. Tanpa vaksin anak, flu bisa menjadi lebih berbahaya dan menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Pneumonia: penyakit radang paru akibat infeksi virus
  • Dehidrasi: tubuh kekurangan cairan
  • Disfungsi otak
  • Sinus
  • Infeksi telinga
  • Memperparah penyakit yang sudah ada, seperti penyakit jantung atau asma
Baca Juga:  Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Hingga Usia 2 Tahun

 

Tanda Anak Terkena Influenza

Gejala flu bervariasi, dari ringan sampai amat parah. Orang tua mesti memahami gejala ini sekaligus membedakannya dengan pilek biasa. Berikut ini perbedaan gejala pilek dan flu menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC):

Tanda dan Gejala Pilek Flu
Kemunculan Bertahap Tiba-tiba
Demam Jarang Sering, bisa 3-4 hari
Nyeri Ringan Sering kali parah
Menggigil Sangat jarang Umum terjadi
Lelah, lemas Kadang Sering
Bersin Umum terjadi Kadang
Dada tidak nyaman, batuk Ringan hingga sedang, kering Umum terjadi, bisa sangat parah
Hidung tersumbat Umum terjadi Kadang
Tenggorokan sakit Umum terjadi Kadang
Sakit kepala Jarang Umum terjadi

 

Kapan Memberikan Vaksin Influenza Untuk Anak

Para pakar kesehatan menyarankan pemberian vaksin anak setahun sekali untuk mencegah flu musiman. Terutama bagi anak yang berisiko tertular serta mengalami komplikasi. Adapun Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin anak influenza mulai usia 6 bulan. Pemberian bisa diulang per tahun. Ketika berusia 6-8 tahun, vaksin anak diberikan dalam 2 dosis dengan jarak pemberian paling sedikit 4 pekan. Bagi usia 9 tahun ke atas, dalam vaksinasi pertama diberikan 1 dosis vaksin anak.

Baca Juga:  Tanda Bayi Tumbuh Gigi (Teething)

 

Ditinjau oleh:

dr. Baginda P. Hutahaean, Sp.A, MSi.Med

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Karawang

 

Referensi:

https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020

https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/829/764

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-similarities-and-differences-with-influenza

https://www.webmd.com/children/guide/children-and-flu

https://www.cdc.gov/flu/symptoms/symptoms.htm

Bagikan ke :