• Emergency
  • 150 108

Saat Anak Sakit, Kapan Harus Periksa ke Dokter Anak?

Saat Anak Sakit, Kapan Harus Periksa ke Dokter Anak

Hampir semua orang tua pasti pernah merasa kebingungan ketika mendapati anaknya sakit. Bawa ke dokter anak atau tidak ya ?. Dilemma ini  membayangi terutama saat sakit anaknya dianggap ringan atau biasa, misalnya demam tidak tinggi, batuk, pilek. Bahkan orang tua yg sudah beprpengalaman setelah memiliki beberapa anak masih kerap merasa bingung.

Anak yang sakit memang menimbulkan situasi yang rumit, wajar jika orang tua merasa bimbang, terlebih bila baru pertama kali menjadi ayah atau ibu. Memahami gejala penyakit pada anak,  adalah menjadi salah satu kunci untuk mengatasi kebimbangan tersebut. Betapapun sakit anak “cuma” panas, tetapi ada resiko yang mengintai.


Oleh karena itu, bagi orang tua  penting untuk memahami  tanda dan gejala sakit yang sering dialami pada masa kanak-kanak, termasuk penanganan pertama, perawatan anak saat sakit serta cara pencegahan terhadap penyakit tersebut.

Pada periode anak,  merupakan usia yang tergolong  rentan dalam tahap kehidupan manusia. Dimasa kanak-kanak ini  system pertahanan tubuh (sistim imun) masih terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan hingga memasuki usia dewasa.

Anak-anak bisa mengalami penyakit serius dipengaruhi berbagai macam faktor,  seperti : usia, status gizi, kelengkapan status imunisasi, apakah cukup tidur, penyakit bawaan, dll.

Biasanya semakin muda usia anak semakin rentan terhadap penyakit, hal ini disebabkan sistim imun yang belum berkembang sempurna. Demikian juga status gizi anak sangat menentukan baik tidaknya daya tahan tubuh anak tersebut. ,Untuk membentuk antibody diperlukan kecukupan gizi yang seimbang dalam jumlah cukup. Beberapa penyakit anak dapat dihindari ( dicegah) dengan memberikan imunisasi yang lengkap sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Vaksin dibuat untuk panyakit-penyakit yang  ganas, yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan pada anak. Tidak semua penyakit ada vaksinnya.

 

BEBERAPA PENYAKIT YANG SERING MENYERANG ANAK.

Umumnya anak-anak mendapat penyakit akibat tertular dari teman-temannya atau  dari lingkungan dimana ada orang yang sedang sakit atau orang yang terpapar kuman/virus namun tanpa gejala. Demam sering kali merupakan gejala awal yang timbul saat anak terpapar kuman/virus, yang kemudian diikuti gejala-gejala lain seperti batuk, pilek, muntah, mencret dan lain-lain. Kuman/virus dapat menyerang anak-anak pada usia berapa saja yaitu dari usia 0-18 tahun.

Beberapa penyakit yg sering menyerang anak anak adalah :

1. Influenza

Influenza atau sering disebut Flu, merupakan penyakit  saluran nafas pada anak yang disebabkan oleh virus.  Berbagai macam jenis virus dapat menyebabkan flu pada anak, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Virus dapat menginfeksi tubuh dengan cara melalui lendir (droplet) dari penderita yg tertiup angin atau secara tidak sengaja tersentuh oleh orang sehat.

Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek dan tubuh terasa lemas. Pada kasus influenza yang ringan  biasanya anak dapat sembuh dalam kurun waktu  kurang dari 1 minggu tanpa perawatan dirumah sakit, namun pada kasus yang berat influenza dapat menyebabkan pneumonia pada anak dibawah 5 tahun (13% kasus). Pneumonia menyebabkan 1,9-2,2 juta kematian anak diseluruh dunia setiap tahun.

2. Diare

Diare adalah buang air besar yang frekuensinya lebih sering dan konsistensinya lebih encer dari biasanya. Selama terjadi diare tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Pada saat yang bersamaan usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan kepadanya. Pada kasus yang ringan dimana proses penyerapan belum terganggu, berbagai cairan  (oralit, air tajin yg diberi sedikit garam, kuah sop dll) yang diberikan kepadanya dapat mencegah dehidrasi. Bayi dan anak yang lebih kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar dan dewasa. Oleh karena itu mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam penanganan diare pada anak. Diare pada anak sering disebakan oleh infeksi virus , bakteri dan parasit. Virus Rotavirus merupakan penyebab utama  (60-70%) diare infeksi pada anak, sedangkan sekitar 10-20% adalah bakteri dan kurang dari 10% adalah parasit. Vaksinasi Rotavirus terbukti menurunkan angka terjadinya diare yang disebabkan virus rotavirus pada anak.

Baca Juga:  Sukses ASI Eksklusif dengan Aman dan Minim Efek Samping

3. Campak 

Campak merupakan penyakit infeksi virus akut serius yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxovirus dan ditularkan terutama melalui udara (airbone). Penularannya lebih dari 90% berasal dari individu yang terinfeksi sejak 4 hari sebelum sampai munculnya ruam. Masa inkubasi penyakit ini terjadi pada 7-18 hari. Gejala campak ditandai dengan demam tinggi selama 3-7 hari. Terdapat pula batuk, pilek , mata merah atau mata berair. Gejala pada tubuh berbentuk ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga kemudian menyebar keseluruh tubuh. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya,  dan ruam berachir dalam 5-6 hari. Campak dapat menjadi masalah serius, pada anak dibawah 5 tahun dapat mengalami komplikasi infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Anak dapat mengalami diare (1 dari 10 anak). Beberapa dapat mengalami komplikasi berat berupa pneumonia (1 dari 20 anak) yang merupakan penyebab kematian tersering. Anak juga dapat mengalami ensefalitis (1 dari 1000 anak) yang dapat berachir dengan kematian.  Vaksinasi Campak berhasil menurunkan 80% kematian akibat campak diseluruh dunia.

4. Cacar air (Varicella)

Varicella terkenal dengan nama chikenfox atau cacar air, disebakan oleh virus Herpes Varicella atau disebut juga varicella-zoster virus (VZV). Varicella sangat  mudah menular terutama melalui percikan ludah. Dapat juga kontak langsung dan jarang melalui kontak tidak langsung. Varicella dapat menyerang semua golongan umur termasuk bayi baru lahir. 90% kasus terjadi pada usia kurang dari 10 tahun, dan terbanyak pada usia 5-9 tahun. Gelaja dapat diawali dengan demam yang tidak terlalu tinggi disertai rasa lesu, nyeri kepala, tidak nafsu makan, nyeri punggung dan beberapa kasus dapt disertai nyeri tenggorokan. Dan batuk. Pada anak sehat, varicella merupakan penyakit ringan dan jarang  menimbulkan penyulit yang serius. Penyulit tersering adalah infeksi sekunder yang disebabkan bakteri pada kulit, sering menimbulkan jaringan parut (cacat pada kulit). Hal ini dapat dicegah dengan  imunisasi Varicella.

Baca Juga:  Perlukah Bayi Menggunakan Masker Ketika Hendak ke Rumah Sakit?

5. Konjungtivitis.

Konjungtivitis adalah mata merah akibat peradangan pada selaput yg melapisi permukaan bola mata dan  kelopak mata bagian dalam. Selain mata merah dapat disertai dengan rasa gatal pada mata dan mata berair, serta belekan. Konjungtivitis sering kali disebabkan oleh infeksi virus (konjungtivitis virus), selain virus dapat juga disebabkan infeksi bakteri (konjuntivitis bakteri) dan disebabkan reaksi alergi (konjungtivitis alergi). Konjungtivitis yg disebabkan oleh virus sangat mudah menular, baik melalui kontak langsung maupun kontak dengan barang yang terkontaminasi. Pengobatan konjungtivitis berbeda-beda tergantung penyebabnya.  Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi dapat menyebar ke area lain terutama kelapisan bening mata (kornea mata). Kondisi ini dinamakan keratitis. Jika anak mengalami konjungtivitis, sebaiknya periksa ke dokter agar kondisi dapat dipastikan aman.

 

HAL YANG DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA SAAT ANAK SAKIT.

Ketika anak sakit sebaiknya orang tua tidak perlu panik atau cemas. Sikap yang tenang akan membuat pikiran orang tua lebih jernih berfikir untuk melakukan hal-hal  baik yang diperlukan oleh anak yang sedang sakit. Sebaiknya orangtua menyediakan alat pengukur panas (termometer), dan  obat penurun panas di rumah,  sehingga saat anak terasa lebih hangat dari biasanya dapat melakukan pengukuran suhu tubuh anaknya, dan bila ternyata anaknya demam dapat memberikan obat penurun panas lebih dahulu sebagai pertolongan pertama. Sebaiknya orang tua dapat membuat suasana agar  anaknya merasa nyaman, dan memberi cairan yang cukup seperti memberi minum air putih, susu, kuah sop, sari buah yang tidak asam agar tidak mengganggu lambung. Dan memberi makanan2 yang lunak yang mudah diterima dan mudah dicerna.

 

KAPAN ANAK HARUS DIBAWA KE DOKTER?

Anak yang sedang sakit mungkin masih dapat bermain meski tidak seaktif biasanya. Adakalanya prilaku anak tampak berubah derastis seiring dengan gejala yang muncul. Beberapa gejala yang wajib diwaspai oleh orang tua adalah:

  1. Demam mendadak tinggi dan tidak turun walau sudah diberi obat penurun panas.
  2. Susah bernafas.
  3. Sekitar mulut dan ujung kuku tampak membiru.
  4. Cenderung tidur.(penurunan kesadaran)
  5. Muntah-muntah.
  6. Buang-buang air besar (diare)
  7. Perdarahan tak kunjung berhenti.
  8. Anak kehilangan nafsu makan
  9. Tidak tertarik beraktivitas sama sekali.
  10. Tampak lemas, lesu
  11. Mengeluh pusing.

Gejala2 tersebut bisa menjadi petanda bahwa anak memerlukan penanganan  oleh dokter anak secepatnya.

Pada usia dibawah lima tahun, terutama anak di usia  0-2 tahun, anak memerlukan pengawasan rutin oleh tenaga kesehatan (dokter anak) untuk memantau tumbuh kembang serta memberikan imunisasi lengkap sesuai anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Terbukti bahwa imunisasi yang lengkap dapat menurunkan resiko anak mederita penyakit yang berat yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan pada anak.

 

Narasumber:

dr. Tuty Mariana, SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.