Screening Jantung Anak: Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Screening Jantung Anak_ Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan adalah penyakit bawaan yang paling lazim terjadi pada bayi. Penyakit ini merupakan penyebab signifikan kematian bayi di banyak negara, terutama di negara berkembang. Salah satu kontributor angka kasus dan kematian akibat penyakit tersebut adalah kurangnya kesiapan klinis untuk mendiagnosis dan merawat bayi dengan penyakit jantung bawaan. Guna mencegah kondisi penyakit memburuk sebelum terdiagnosis dan dirawat, penting bagi orang tua untuk melakukan screening jantung anak sebagai langkah deteksi dini.

 

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan adalah masalah pada struktur jantung dalam kelahiran bayi. Sekitar 1 dari 100 bayi baru lahir memiliki penyakit jantung bawaan dengan kondisi bervariasi, dari ringan sampai berat. Penyakit ini muncul karena perkembangan jantung janin yang belum komplet atau abnormal pada awal masa kehamilan.

Beberapa kasus berkaitan dengan masalah genetik, seperti Down syndrome. Tapi penyebab pasti kebanyakan kelainan jantung bawaan tak diketahui. Terdapat cara mencegah penyakit jantung bawaan. Terdapat banyak pula pilihan penanganan pada anak dengan penyakit jantung bawaan.

Bila dilakukan screening jantung anak dalam janin dan setelah kelahiran, dokter dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat. Sejumlah jenis penyakit jantung bawaan tergolong kritis (critical congenital heart defect) yang mengancam  jiwa sehingga membutuhkan perawatan dan penanganan lebih baik. Berikut ini contoh jenis penyakit jantung bawaan kritis:

  • Koarktasio Aorta
  • Ventrikel Kanan outlet ganda
  • Transposisi Arteri Besar
  • Anomali Ebstein
  • Sindrom Jantung Kiri Hipoplastik
  • Ventrikel Tunggal
  • Atresia trikuspid
  • Truncus Arteriosus
Baca Juga:  Cukupi Nutrisi Untuk Pertumbuhan Gigi pada Bayi

 

Siapa yang Memerlukan Screening Jantung Anak?

Bila orang tua menduga terdapat kelainan jantung bawaan, sebaiknya segera lakukan screening jantung anak. Dugaan ini bisa berasal dari gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung bawaan, seperti susah bernapas dan menyusu atau lidah dan bibir berwarna biru.

Screening jantung juga bisa dilakukan pada tahap kehamilan. Dokter kandungan umumnya akan menyarankan screening jantung sebelum bayi lahir jika:

  • Orang tua dulu lahir dengan penyakit jantung bawaan
  • Anak sebelumnya memiliki penyakit jantung bawaan
  • Ibu mengonsumsi narkotik, alkohol, atau obat yang bisa memicu kelainan jantung
  • Orang tua mengidap diabetes
  • Detak jantung bayi abnormal saat dokter menjalankan tes ultrasonografi (USG)

Screening jantung sejak dini sangat penting untuk mengidentifikasi penyakit jantung bawaan kritis (CCHD). Anak yang lahir dengan diagnosis CCHD pada masa kehamilan lebih berpeluang selamat hingga menjalani operasi jantung ketimbang yang terdiagnosis ketika telah lahir.

 

Pentingnya Screening Jantung pada Anak

Seperti pada penyakit jantung lain, makin dini screening jantung anak, makin besar peluangnya mendapat penanganan yang tepat serta pulih dari penyakit itu. Screening untuk janin dalam kandungan biasanya menggunakan fetal echocardiogram. Alat USG ini dapat menghasilkan gambar perkembangan jantung janin. Namun tidak semua kelainan jantung bisa ditemukan saat kehamilan.

Baca Juga:  Panduan Isolasi Mandiri untuk Pasien Anak Covid-19

Itu sebabnya perlu juga screening jantung ketika sudah lahir. Untuk mendeteksi kelainan jantung anak yang baru lahir, dokter biasanya menggunakan oksimeter nadi. Ada bayi yang lahir tampak sehat, tapi ternyata menunjukkan gejala penyakit jantung setelah pulang. Dalam hal ini, orang tua perlu lebih proaktif untuk meminta screening jantung anak saat melihat adanya gejala demi keselamatan anak.

 

Prosedur Screening Jantung Anak

Prosedur screening jantung anak bergantung pada tahap dilakukannya screening, apakah pada masa kehamilan, saat baru lahir, atau ketika anak sudah beranjak besar. Proses tes echocardiogram saat janin dalam kandungan mirip dengan pemeriksaan USG biasa. Dokter kandungan akan mengecek kondisi jantung anak dengan alat echocardiogram khusus janin.

Sedangkan screening jantung anak dengan oksimeter nadi dilakukan ketika bayi baru beberapa jam lahir, umumnya 3-6 jam atau maksimal 72 jam setelah kelahiran. Prosedurnya, dokter atau perawat menggunakan alat oksimeter nadi dengan memasukkan jari bayi ke dalam alat itu. Oksimeter akan menunjukkan tingkat oksigen dalam darah arteri.

Baca Juga:  Kelelahan Hingga Pingsan Apakah Gejala Penyakit Jantung?

Jika hasil pengukuran oksimeter menunjukkan kelainan, prosedur akan diulang dalam 1-2 jam untuk hasil yang definitif. Bila tingkat oksigen kembali rendah, prosedur selanjutnya adalah echocardiogram. Dalam pemeriksaan, dokter akan melihat posisi, irama, suara, gumaman, dan volume denyut jantung. Setelah mendapat diagnosis, dokter akan melakukan tindakan sesuai dengan hasil screening jantung anak tersebut.

 

Narasumber

dr. Nuvi Nusarintowati Mardanus, SpA(K), Kardiologi Anak

Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi Anak

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/screening.html

https://www.aap.org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/PEHDIC/Pages/Newborn-Screening-for-CCHD.aspx

Illustrasi : Freepic

Bagikan ke :