• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenal PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation)

PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation)

PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation)

Tumor bisa berkembang menjadi kanker yang mematikan. Maka penting untuk melakukan deteksi dan penanganan dini untuk mencegah perkembangan tumor yang berpotensi menjadi kanker. Di antara sejumlah pilihan terapi untuk menangani tumor, PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) bisa menjadi pilihan yang tepat, terutama pada tumor hati.

Mengenal PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation)

PEIA adalah prosedur medis minimal invasif untuk menangani tumor dengan menyuntikkan etanol atau alkohol terhadap tumor. Etanol yang disuntikkan langsung ke tumor ini bisa merusak sel-sel tumor dan mencegah perkembangannya. Prosedur ablasi ini terutama ditujukan untuk mengobati tumor yang berukuran kecil.

buat jani dokter primaya

PEIA umumnya digunakan pada pasien tumor hati, khususnya yang bersumber dari sel hati atau dari organ/jaringan lain (metastasis). Menurut penelitian, PEIA juga efektif sebagai prosedur penanganan utama untuk mengatasi nodul atau benjolan tiroid, seperti di leher.

Dalam prosedur PEIA, dokter memasukkan jarum tipis ke dalam kulit dan mengarahkannya area tumor dengan dipandu teknik pencitraan seperti ultrasonografi (USG) atau pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan). Begitu jarum sudah berada tepat di area tumor, dokter menyuntikkan alkohol pekat atau etanol yang berfungsi mematikan sel-sel tumor.

PEIA adalah pilihan pengobatan tumor hati kecil yang relatif aman dan efektif, khususnya bagi pasien yang tak dapat menjalani operasi atau transplantasi hati karena kondisi tertentu.

Siapa Saja yang Memerlukan PEIA

Seseorang mungkin memerlukan PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) bila terdiagnosis mengalami tumor hati. Kandidat PEIA umumnya memiliki tiga tumor hati atau kurang dan berukuran 3 sentimeter atau kurang dengan batas yang berbeda serta jauh dari permukaan hati dan harus memiliki enkapsulasi fibrosa.

PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) juga lebih efektif untuk mengobati pasien kanker hati yang juga mengidap sirosis hati. Bila ada tanda atau gejala gagal ginjal kronis, pasien tak bisa menjalani PEIA karena tak akan bisa menoleransi injeksi alkohol.

Kapan Seseorang Memerlukan PEIA

PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) biasanya disarankan bagi pasien tumor hati yang belum memerlukan prosedur yang lebih rumit seperti bedah terbuka atau transplantasi hati. Berikut ini sejumlah kondisi pasien yang mungkin memerlukan PEIA:

  • Tumor hati berkurang sama dengan atau kurang dari 3 cm
  • Memiliki kondisi medis tertentu yang membuat prosedur ablasi lain tak memungkinkan untuk dilakukan, seperti radiofrequency ablation
  • Menderita karsinoma hepatoseluler stadium awal yang tak memenuhi kriteria menjalani reseksi atau transplantasi hati
  • Menderita penyakit hati yang berat sehingga prosedur bedah invasif atau prosedur lain yang membutuhkan anestesi umum tak bisa dilakukan
Baca Juga:  Operasi Batu Empedu dengan Laparoskopi

Manfaat/Tujuan PEIA

PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) memberikan sederet manfaat bagi pasien tumor hati, seperti:

  • Mematikan sel tumor sehingga tak berkembang lebih lanjut
  • Mengendalikan gejala yang berkaitan dengan tumor hati
  • Memperbaiki fungsi hati
  • Meningkatkan harapan dan kualitas hidup

PEIA juga menjadi alternatif yang efektif bagi pasien yang tak bisa menjalani prosedur lain serta membuat pasien memiliki waktu lebih banyak untuk menerima perawatan tambahan seperti kemoterapi.

Persiapan Sebelum Menjalani PEIA

Agar PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) membuahkan hasil yang diharapkan, pasien mesti menjalani persiapan sesuai dengan instruksi dokter dan tim medis. Persiapan PEIA umumnya mencakup:

  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai seluk-beluk prosedur PEIA yang akan dijalani
  • Menjalani pemeriksaan penunjang, antara lain tes darah, tes pencitraan, dan evaluasi fungsi hati guna memastikan pasien dapat menerima PEIA
  • Memberi tahu tim medis bila ada masalah kesehatan atau alergi terhadap obat-obatan tertentu
  • Merencanakan transportasi kepulangan karena efek anestesi mungkin masih ada sehingga berbahaya bila berkendara sendiri

Prosedur dan Pelaksanaan PEIA

Prosedur PEIA umumnya dilakukan dengan anestesi lokal dan pasien tak perlu menjalani rawat inap. Mungkin dokter perlu melakukan beberapa kali PEIA, tergantung ukuran dan lokasi tumor. Tahap-tahap prosedur PEIA biasanya meliputi:

  • Pasien bersiap menjalani anestesi lokal yang akan membuat pasien tak merasa sakit ketika prosedur berlangsung
  • Tim medis menyiapkan USG atau CT scan untuk memandu jarum yang akan disuntikkan ke area tumor
  • Dokter memasukkan etanol melalui jarum yang sudah terpasang di area tumor
  • Setelah etanol masuk dan dokter mengecek kondisi pasien, jarum ditarik dan luka bekas suntikan ditutup dengan plester
Baca Juga:  Tak Perlu Panik! Ketahui Penyebab BAB Berdarah & Penangannya

Perawatan Pasca PEIA

Seusai prosedur, pasien mesti menjalani pemantauan kondisi sebagai bagian dari perawatan pasca PEIA (percutaneus ethanol injection ablation). Tim medis akan mengunjungi pasien di ruang observasi guna memastikan tak ada komplikasi yang terjadi. Dokter atau perawat akan memberikan panduan mengenai pemulihan pasca prosedur, termasuk perawatan luka dan aktivitas fisik yang aman dilakukan.

Adakah Efek Samping Setelah PEIA

Sebagai prosedur minimal invasif, PEIA tergolong aman. Efek samping yang mungkin muncul bersifat ringan, seperti sakit di area suntikan dan memar atau nyeri tumpul pada perut atau bahu kanan selama beberapa hari. Efek samping lain termasuk:

  • Demam atau tidak enak badan
  • Mual atau muntah
  • Perdarahan atau infeksi di titik suntikan atau area yang dilakukan ablasi

PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation) di Primaya Hospital

Dengan standar perawatan medis yang tinggi dan tenaga medis yang terampil serta berpengalaman, Primaya Hospital adalah pilihan yang tepat untuk menjalani PEIA (percutaneus ethanol injection ablation). Ketersediaan fasilitas medis yang modern juga mendukung akurasi diagnosis dan efektivitas penanganan sesuai dengan kondisi pasien.

Narasumber:

dr. Mulkyawan Bahrun, Sp. B-KBD

Spesialis Bedah Digestif

Primaya Hospital Hertasning

Referensi:

  • Percutaneous Ethanol Ablation for Management of Cystic Thyroid Nodules: A Case Report. https://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/743. Diakses 4 November 2023
  • Tumor Ablation: Common Modalities and General Practice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4281168/. Diakses 4 November 2023
  • Development of enhanced ethanol ablation as an alternative to surgery in treatment of superficial solid tumors. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5562881/. Diakses 4 November 2023
  • Endoscopic ultrasound-guided ethanol ablation therapy for tumors. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3683677/. Diakses 4 November 2023
  • Ablation for Liver Cancer. https://www.cancer.org/cancer/types/liver-cancer/treating/tumor-ablation.html. Diakses 4 November 2023
  • Tumor Ablation. https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/find-a-program-or-service/interventional-radiology/tumor-ablation. Diakses 4 November 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.