• Emergency
  • 150 108

Menderita Diabetes dan Covid-19, Harus Apa?

Menderita Diabetes dan Covid-19, Harus Apa_

Ketika Covid-19 merebak di seluruh dunia, orang yang sebelumnya memiliki penyakit diminta waspada. Salah satunya pengidap diabetes. Sebab, bila terinfeksi, ada kemungkinan orang yang menderita diabetes Covid-19 mengalami risiko sakit lebih parah. Bahkan ada temuan orang yang sebelumnya tak memiliki diabetes justru terdiagnosis diabetes begitu terjangkit virus corona atau setelah sembuh dari Covid-19. Karena itu, sejumlah pakar menduga virus corona bisa mengganggu metabolisme gula pada tubuh manusia.

 


Mengenal Penyakit Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang terjadi tatkala glukosa darah alias gula darah seseorang terlalu tinggi. Gula darah adalah sumber energi utama manusia dan berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Insulin, hormon yang dibuat oleh pankreas, membantu glukosa masuk ke sel tubuh untuk dimanfaatkan sebagai energi.

Namun kadang tubuh tak memproduksi cukup insulin, bahkan tak ada produksi sama sekali, atau tak bisa menggunakan insulin dengan baik. Walhasil, glukosa tertinggal di darah dan tak bisa mencapai sel tubuh. Seiring dengan waktu, akumulasi glukosa dalam darah dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Pengukuran kadar gula darah bisa dilakukan dalam beberapa cara, yaitu saat puasa 8 jam sebelum makan, 2 jam sesudah makan, sewaktu-waktu, dan rata-rata 2-3 bulan terakhir. Terdapat dua tipe diabetes yang utama, yaitu:

Diabetes tipe 1

Orang yang mengidap diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin. Sistem imun justru keliru menyerang dan menghancurkan sel di pankreas yang bertugas membuat insulin. Diabetes tipe ini umumnya terdiagnosis pada anak-anak dan orang dewasa berusia muda. Pengidap diabetes tipe 1 perlu mendapat insulin tiap hari untuk bertahan hidup.

Diabetes tipe 2

Ketika menderita diabetes tipe 2, artinya tubuh tak dapat membuat atau menggunakan insulin sebagai mestinya. Orang bisa terkena diabetes tipe ini pada usia berapa saja, termasuk saat kanak-kanak. Walau demikian, diabetes tipe 2 lebih kerap dijumpai pada orang yang berusia paruh baya dan yang lebih tua. Ini diabetes yang paling umum terjadi.

Selain dua tipe diabetes itu, ada masalah diabetes yang muncul pada perempuan ketika mereka hamil. Lazimnya, penyakit diabetes gestasional ini lenyap saat bayi sudah lahir. Meski begitu, ibu hamil yang mengalami diabetes berisiko mengidap diabetes tipe 2 di kemudian hari. Malah kadang diabetes yang terdiagnosis pada masa kehamilan sebenarnya adalah diabetes tipe 2.

 

Siapa Saja yang Bisa Terkena Penyakit Diabetes?

Diabetes tak mengenal usia. Dari anak kecil hingga kalangan lanjut usia bisa mengalaminya, termasuk ibu hamil. Tapi ada beberapa kalangan yang lebih mungkin terkena diabetes karena memiliki faktor risiko tertentu.

Baca Juga:  Panduan Isolasi Mandiri untuk Pasien Anak Covid-19

Faktor risiko diabetes tipe 1

Lebih banyak muncul pada anak-anak dan masa dewasa awal. Faktor risiko tidak terlalu jelas dibanding diabetes tipe 2. Di antaranya:

  • Riwayat keluarga: punya orang tua atau saudara dengan diabetes tipe 1
  • Usia: umumnya dijumpai pada masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa awal

Faktor risiko diabetes tipe 2

Kasus diabetes tipe 2 lebih banyak ketimbang diabetes tipe 1. Faktor risikonya pun lebih jelas. Contohnya:

  • Kelebihan berat badan
  • Berusia 45 tahun ke atas
  • Kurang aktif bergerak
  • Ada riwayat diabetes dalam keluarga
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Punya riwayat diabetes saat hamil
  • Pernah mengalami stroke atau penyakit jantung
  • Menderita depresi
  • Mengalami sindrom ovarium poliklistik (masalah hormonal yang menyebabkan ovarium membesar dan tumbuhnya kista kecil di tepian luar, biasanya pada remaja putri)
  • Ada tanda akantosis nigricans (lipatan kulit leher atau ketiak berwarna gelap, tebal, dan seperti beledu)

Faktor risiko diabetes gestasional

Seperti tersirat dari namanya, faktor risiko utama seseorang dapat mengalami diabetes ini adalah ketika sedang hamil. Namun peluang munculnya diabetes gestasional lebih besar bila:

  • Dalam kehamilan sebelumnya juga mengalami diabetes
  • Berat badan berlebih
  • Umur lebih dari 25 tahun
  • Ada keluarga yang mengidap diabetes tipe 2
  • Mengalami sindrom ovarium poliklistik

 

Mengapa Penderita Diabetes Rentan Terinfeksi Virus Corona?

Sampai sekarang, belum ada data memadai yang bisa memastikan bahwa penderita diabetes lebih mungkin terjangkit Covid-19 ketimbang masyarakat umum. Masalah yang dihadapi pengidap diabetes adalah komplikasi yang lebih buruk saat terkena diabetes Covid-19. Risiko ini bisa lebih kecil bagi penyandang diabetes yang bisa mengelola kondisinya.

Namun, di luar diabetes Covid-19, adanya penyakit penyerta lain (misalnya diabetes sekaligus penyakit jantung) akan menambah risiko komplikasi. Infeksi virus juga dapat meningkatkan peradangan atau pembengkakan internal pada orang dengan diabetes. Terlebih ada studi terbaru yang menyebutkan dugaan virus corona bisa mempengaruhi sistem tubuh dalam mengelola gula darah.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Penderita Diabetes Terinfeksi Covid-19?

Studi awal mengenai hubungan diabetes Covid-19 menunjukkan sekitar 25 persen dari pasien Covid-19 di rumah sakit dengan kondisi buruk memiliki diabetes. Kemungkinan komplikasi serius dan meninggal juga lebih besar. Salah satu penyebabnya adalah kadar gula darah yang tinggi membuat sistem imun lemah dan sulit melawan infeksi. Maka bila seseorang terkena diabetes Covid-19, penting untuk segera mengambil tindakan.

Tergantung kondisi sakitnya, pengidap diabetes Covid-19 bisa dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri di rumah. Yang pasti, gula darah harus selalu terkendali setiap hari agar bisa menghadapi infeksi virus. Kuncinya:

  • Tidak panik: hubungi dokter atau orang lain yang mengetahui kondisi diabetes untuk menanyakan apa langkah pertama yang mesti diambil saat tahu positif Covid pertama kali
  • Tetap konsumsi obat-obatan: pastikan tidak melewatkan jadwal minum obat. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat yang bisa diminum.
  • Cek gula darah lebih sering: setidaknya setiap empat jam sekali, termasuk saat malam hari.
  • Minum banyak air putih: jangan sampai mengalami dehidrasi, hindari minuman manis.
  • Ikuti saran dokter: dokter akan memberikan rekomendasi sesuai dengan hasil pemeriksaan terhadap kondisi diabetes Covid-19.
Baca Juga:  CEK KEKEBALAN TUBUH MELALUI TES ANTIBODI KUANTITATIF SARS COV 2

 

Bagaimana Cara Mencegah Diabetes?

Kita bisa mencegah diabetes. Tapi langkah pencegahan yang telah terbukti hanya untuk diabetes tipe 2. Sebab, penyebab diabetes tipe 1 lebih ke faktor riwayat kesehatan. Sedangkan diabetes gestasional umumnya datang bersamaan dengan masa kehamilan.

Untuk mencegah diabetes, kuncinya adalah menjalankan gaya hidup sehat. Contohnya:

  • Lebih aktif bergerak: Setidaknya 30 menit sehari selama 5 hari setiap minggu berolahraga.
  • Jaga berat badan: Ukur berat badan apakah sudah ideal. Bila kelebihan, saatnya menjalankan diet. Bila perlu, konsultasi dengan ahli nutrisi.
  • Makan dan minum yang menyehatkan: Kurangi asupan lemak dan kalori berlebih. Hindari minuman yang mengandung pemanis.

 

Penderita Diabetes, Apakah Boleh Divaksin Covid-19?

Sejumlah vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini aman untuk para penderita diabetes. Karena itulah para pakar merekomendasikan vaksinasi bagi mereka. Malah sebaiknya kelompok ini langsung divaksin begitu vaksin sudah tersedia demi mencegah risiko komplikasi ketika mengalami diabetes Covid-19.

Petugas medis pun akan lebih ringan menangani pasien positif dengan berkurangnya penderita diabetes Covid-19 yang dirawat. Walau begitu, orang dengan diabetes tetap perlu berkonsultasi dengan dokter dan menjalani screening sebelum menerima vaksin. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tidak menyarankan vaksinasi bila pengidap diabetes mengalami komplikasi akut.

PAPDI juga merekomendasikan penyandang diabetes yang bisa menerima vaksin adalah yang bisa mengontrol penyakitnya dengan kadar HbA1c (gula darah rata-rata) kurang dari 7,5 persen. Pengidap diabetes yang sedang menjalani terapi insulin juga tetap boleh mendapat vaksin asalkan memenuhi syarat.

 

Narasumber:

dr. Nugraheni Irda, Sp.PD, M.Kes

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

https://www.diabetes.org/coronavirus-covid-19/how-coronavirus-impacts-people-with-diabetes

https://www.idf.org/aboutdiabetes/what-is-diabetes/covid-19-and-diabetes/1-covid-19-and-diabetes.html

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.