• Emergency
  • 150 108

Tips Mencegah Penularan Covid-19 di Sekolah

Tips Mencegah Penularan Covid-19 di Sekolah

Keputusan membuka kembali sekolah dengan sejumlah syarat tentu membawa kabar gembira bagi para siswa yang kesulitan mengikuti pelajaran secara online. Orang tua juga lebih punya waktu untuk bekerja atau hal lain di rumah selain mendampingi anak belajar. Namun masih ada risiko penularan Covid-19 di sekolah yang patut menjadi perhatian.

 


Memberikan Pemahaman kepada Anak untuk Selalu Menerapkan Protokol Kesehatan

Sekolah sebagai tempat berkumpul banyak orang sangat berpotensi menjadi titik penyebaran virus corona. Terlebih anak-anak pada umumnya belum mampu mematuhi protokol kesehatan, terutama yang berusia muda. Karena itu, anak perlu diberi pemahaman agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna menekan risiko penularan.

Terdapat sejumlah cara sosialisasi protokol kesehatan bagi anak. Tentunya perlakuan terhadap anak mesti dibedakan dengan orang dewasa dalam hal penegakan protokol kesehatan di sekolah. Bagi anak, upaya yang sebaiknya dikedepankan adalah persuasi atau ajakan, tanpa hukuman. Berikut ini contohnya:

Poster

Pengelola sekolah bisa memasang berisi imbauan agar selalu menjalankan protokol kesehatan di titik-titik penting di sekolah. Agar menarik, poster sebaiknya berwarna dan dilengkapi gambar serta tulisan yang jelas.

Pengeras suara

Sebelum dan sesudah jam pelajaran, pengelola bisa menyiarkan imbauan terkait dengan protokol kesehatan lewat pengeras suara. Dengan demikian, semua penghuni sekolah bisa mendengarnya. Bila sekolah dilengkapi kamera pengawas (CCTV), imbauan itu bisa sekaligus disertai teguran bagi yang tertangkap kamera tidak menaati protokol kesehatan.

Imbauan di kelas

Guru bisa turut aktif berpartisipasi dengan selalu memberi tahu murid-muridnya di kelas agar taat protokol. Imbauan bisa diberikan sebelum dan sesudah jam pelajaran dimulai.

Video

Selain lewat poster dan tutur kata, imbauan protokol untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah bisa disampaikan melalui video. Ini terutama bagi siswa kelas kecil, seperti sekolah dasar dan taman kanak-kanak, yang umumnya lebih mudah memahami video dengan tampilan menarik.

 

Tetap di Rumah Jika Sakit (Siswa, Guru dan Staf Sekolah)

Upaya menghindari penularan Covid di sekolah memerlukan kerja sama semua penghuni sekolah. Jadi semua siswa, guru, dan staf sekolah perlu mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, surat keputusan bersama Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang pembelajaran di masa pandemi harus dijadikan pedoman.

Baca Juga:  Gangguan Jantung Setelah Terinfeksi Covid-19

Salah satunya mengenai aturan bahwa siswa, guru, dan staf sekolah mesti tetap di rumah bila sakit. Meski gejala sakit tidak berkaitan dengan Covid-19, tinggal di rumah jauh lebih aman dibanding ke sekolah. Tidak hanya aman bagi diri sendiri, penghuni sekolah yang sakit dan tetap di rumah akan mengurangi risiko penularan terhadap orang lain.

 

Tips dan Skema Menjaga Jarak di Sekolah

Surat keputusan bersama empat menteri juga mengatur soal jaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Untuk sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat, ada aturan jaga jarak minimal 1,5 meter dan tiap kelas berisi maksimal 18 peserta didik. Khusus bagi sekolah luar biasa dan pendidikan anak usia dini, maksimal peserta didik 5 orang per kelas.

Sekolah juga wajib mengatur tata letak ruangan dengan pedoman:

  • Jarak antar-orang 1,5 meter baik saat duduk, berdiri, maupun antre.
  • Memberikan tanda jaga jarak di ruang-ruang sekolah.
  • Sirkulasi udara di kelas harus memadai. Bila tak memadai, pembelajaran tatap muka dilangsungkan di ruang terbuka di area sekolah.
  • Membuat pengaturan lalu lintas satu arah di lorong atau koridor dan tangga. Bila tak memungkinkan, harus ada tanda pemisah dan penanda arah jalur.

 

Selalu Menjaga Kebersihan di Lingkungan Sekolah dan Ruang Kelas

Tidak cukup dengan protokol kesehatan, penghuni sekolah mesti senantiasa menjaga kebersihan selama di sekolah. Salah satu caranya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk membantu penerapan PHBS, sekolah harus menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti:

  • Toilet bersih dan layak
  • Tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer
  • Disinfektan

Sekolah juga wajib memiliki tim kesehatan dan kebersihan yang bertugas memastikan kebersihan selalu terjaga di lingkungan sekolah dan ruang kelas.

 

Memastikan Kebijakan dan Infrastruktur Mendukung Protokol Kesehatan

Pengelola sekolah harus bisa menunjukkan kesiapan sebelum mendapat izin menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kesiapan itu termasuk dalam hal penyediaan kebijakan dan infrastruktur untuk mendukung protokol kesehatan. In

Sekolah harus memiliki satuan tugas penanganan Covid-19 dengan berbagai tim di dalamnya. Tim ini berfungsi memastikan kebijakan dan infrastruktur guna mencegah penularan Covid-19 di sekolah telah tersedia dan terlaksana. Penyusunan kebijakan dan penyediaan infrastruktur berpedoman pada surat keputusan bersama empat menteri serta satuan tugas penanganan Covid-19.

Baca Juga:  Cara Daftar Vaksin Covid-19 Secara Online

Infrastruktur dalam hal ini termasuk tempat cuci tangan/hand sanitizer, thermo gun untuk mengecek suhu tubuh, ruangan dengan sirkulasi udara memadai, penanda jaga jarak di bangku dan lorong-lorong, serta ruangan isolasi bagi warga sekolah dengan gejala Covid-19. Adapun kebijakan mencakup aturan screening, penegakan protokol kesehatan, hingga tata cara ketika ada penghuni sekolah yang memerlukan penanganan karena sakit.

 

Apa Risiko Selama Transportasi ke dan dari Sekolah?

Penularan Covid-19 di sekolah bisa bermula dari perjalanan menuju dan dari sekolah. Karena itu, orang tua, siswa, dan warga sekolah wajib memperhatikan protokol kesehatan tidak hanya saat di sekolah. Itu sebabnya peraturan bersama empat menteri juga mensyaratkan ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke sekolah untuk membuka pembelajaran tatap muka.

Cara teraman adalah menggunakan kendaraan pribadi. Risiko penularan lebih tinggi bila siswa siswa menggunakan kendaraan umum untuk transportasi dari dan ke sekolah. Guna mengatasi masalah ini, sekolah diminta berkoordinasi dengan dinas perhubungan setempat untuk menyediakan kendaraan khusus bagi siswa sekolah masing-masing.

 

Mempertimbangkan untuk Penutupan dan Pembukaan Kembali Sekolah

Surat keputusan bersama empat menteri mencantumkan sejumlah faktor yang mendasari pemberian izin pembelajaran tatap muka, yakni:

  • Tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayah
  • Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan
  • Kesiapan sekolah sesuai dengan daftar periksa (check list) yang disyaratkan
  • Akses terhadap sumber belajar atau kemudahan belajar dari rumah
  • Kondisi psikososial siswa
  • Kebutuhan pendidikan bagi siswa yang orang tua atau walinya bekerja di luar rumah
  • Akses transportasi yang aman dari dan ke sekolah
  • Tempat tinggal warga sekolah
  • Mobilitas warga antar-provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa
  • Kondisi geografis wilayah

Dari faktor-faktor itu, pemerintah daerah bisa mengizinkan pembukaan sekolah atau tetap mempertahankan penutupan demi mencegah penularan Covid-19 di sekolah.

 

Ditinjau oleh:

dr. Ria Yoanita, SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

https://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/5baf1873d5766d3

https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2020/November/Salinan%20SKB%20PTM.pdf

https://www.ecdc.europa.eu/en/publications-data/children-and-school-settings-covid-19-transmission

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/schools-childcare/index.html

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.