Tips Pasien Dengan Penyakit Penyerta Dalam Menghadapi Covid-19

Tips Pasien Dengan Penyakit Penyerta Dalam Menghadapi Covid-19

Penyakit penyerta atau dikenal dengan istilah komorbid adalah suatu keadaan dimana terdapat lebih dari satu penyakit yang terjadi secara simultan pada seorang pasien. Jumlah penyakit penyerta meningkat seiring dengan pertambahan usia. Berdasarkan data yang dirilis oleh pemerintah, penyakit penyerta yang dijumpai pada pasien Corona Virus Disease (COVID-19) antara lain :

  1. Hipertensi
  2. Diabetes melitus
  3. Penyakit jantung
  4. Penyakit paru obstruktif kronis
  5. Penyakit ginjal
  6. Gangguan pernapasan lainnya
  7. Kehamilan
  8. Asma
  9. Penyakit hati
  10. Tuberkulosis
  11. Kanker
  12. Gangguan imun

Pasien COVID-19 dengan komorbid berisiko mengalami penyakit yang lebih berat dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa komorbid. Oleh karena itu, individu yang memiliki penyakit penyerta harus berupaya mencegah paparan  Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2).

 

Berikut adalah sejumlah tips untuk untuk mencegah paparan SARS-CoV-2 :

  1. Mencuci tangan

SARS-CoV-2 dapat menempel dan bertahan di benda mati sehingga berpotensi menjadi media penularan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau dengan cairan desinfektan tangan berbasis alkohol selama 20-30 detik mampu mengurangi risiko penularan tersebut.

  1. Menjaga jarak, hindari kerumunan

SARS-CoV-2 menular melalui udara yang terkontaminasi oleh virus. Penularan dapat terjadi jika seorang memiliki kontak jarak dekat (kurang dari 1-2 meter) dengan penderita COVID-19. Selain itu, ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya COVID-19.

  1. Menggunakan masker dengan tepat
Baca Juga:  Seberapa Cepat Penyebaran Virus Corona?

Penggunaan masker dapat mengurangi risiko penularan COVID-19. Bagi masyarakat umum, rekomendasi pemerintah adalah penggunaan masker bedah atau masker kain 3 lapis berbahan katun.

  1. Penuhi kebutuhan nutrisi harian

Dengan prinsip 3J (Tepat Jumlah, Jenis, dan Jadwal) yaitu :

Jumlah

Kebutuhan kalori harian setiap individu berbeda-beda bergantung kepada usia, jenis kelamin, status gizi, aktivitas fisik, dan penyakit yang diderita. Jumlah asupan makanan yang cukup akan mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan nutrisi. Secara praktis, porsi sekali makan dapat menggunakan metode PORSI PIRING atau metode PORSI TANGAN.

handy portion guide - isi piringku

Jenis                    

Pada prinsinya, tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi semua kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Oleh karena itu, pemerintah menganjurkan PEDOMAN GIZI SEIMBANG yaitu susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip 4 pilar yaitu

  1. keanekaragaman pangan agar semua zat gizi yang diperlukan terpenuhi
  2. perilaku hidup bersih agar terhindar dari infeksi
  3. aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran
  4. pemantauan berat badan secara teratur agar tercapai berat badan ideal
Baca Juga:  Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Menyusui?

Selain itu, makanan manis, asin, dan berlemak perlu dibatasi.

Jadwal

Jadwal makan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko kelainan kardiometabolik.

  1. Istirahat cukup
  2. Kelola Stres
  3. Kontrol penyakit penyerta

Penyakit penyerta harus terkontrol dengan baik. Setiap komorbid memiliki poin-      poin penting yang perlu dipantau secara rutin untuk mencegah komplikasi               penyakit, misalnya :

  • Pemeriksaan gula darah mandiri bagi penyandang diabetes melitus
  • Pemeriksaan tekanan darah mandiri bagi penderita hipertensi
  1. Konsultasi ke dokter jika mengalami tanda dan gejala COVID-19

 

Ditinjau oleh:

dr. Riska Amalia Ambarwati, Sp. PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Karawang

 

Referensi:

  • Peta Sebaran COVID-19 di Indonesia. Diakses 15 Oktober 2020 : https://covid19.go.id/peta-sebaran
  • Aguiar, Stollenwerk. September 2020. Condition-specific mortality risk can explain differences in COVID-19 case fatality ratios around the globe. Public Health.
  • Zhou Y, Yang Q, Chi J, Dong B, Lu W, Shen L, Wang Y. Oktober 2020. Comorbidities and the risk of severe or fatalmoutcomes associated with coronavirus disease 2019: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Infectious Disease.
  • Wiersinga WJ, Rhodes A, Cheng AC. Juli 2020. Pathophysiology, Transmission, Diagnosis, and Treatment of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). JAMA.
  • WHO Hand Hygiene.
  • Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19. Agustus 2020. Standar Alat Pelindung Diri untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang
  • Canadian Diabetes Association. 2014. Handy Portion Guide.
  • Nystoriak MA, Bhatnagar A. 2018. Cardiovascular effects and benefits of exercise. Frontier Cardiovascular Medicine.
Baca Juga:  Amankah Persalinan di Tengah Pandemi Covid-19?

 

Bagikan ke :