# Primaya Hospital > Here For You ## Services - [Unilateral Endoscopic Spine Surgery (UESS)](https://primayahospital.com/layanan/unilateral-endoscopic-spine-surgery/): Nyeri punggung kronis yang tak kunjung membaik bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika sudah mencoba berbagai terapi tapi belum menemukan... - [Enteroskopi: Pengertian, Prosedur, Risiko, dan Efek Sampingnya](https://primayahospital.com/layanan/enteroskopi/): Endoskopi merupakan salah satu prosedur untuk melihat secara visual bagian dalam tubuh kita. Nah, dari sekian banyak jenis endoskopi, ada... - [Percutaneus Nephrolithotomy (PCNL)](https://primayahospital.com/layanan/percutaneus-nephrolithotomy-pcnl/): Saat ini terdapat beberapa pilihan untuk mengeluarkan batu ginjal tanpa perlu melakukan sayatan terbuka di kulit pasien. Namun untuk batu... - [Synovectomy](https://primayahospital.com/layanan/synovectomy/): Pengapuran sendi atau osteoartritis adalah penyakit yang bersifat kronis dan dapat membuat penderitanya menghadapi keterbatasan mobilitas sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.... - [PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)](https://primayahospital.com/layanan/plif-posterior-lumbar-interbody-fusion/): Lumbar atau punggung bagian bawah tergolong rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, dari cedera, stenosis tulang belakang, hingga herniasi diskus alias... - [Artroskopi](https://primayahospital.com/layanan/artroskopi/): Berkat perkembangan teknologi, prosedur bedah di bidang ortopedi kini tak selalu harus berupa bedah terbuka. Kini ada pilihan prosedur bedah... - [Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA)](https://primayahospital.com/layanan/percutaneous-transluminal-coronary-angioplasty-ptca/): Penyakit arteri atau jantung koroner masih menjadi momok terhadap kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ada berbagai macam cara... - [Tindakan Ablasi Jantung](https://primayahospital.com/layanan/tindakan-ablasi-jantung/): Gangguan irama detak jantung atau aritmia memerlukan penanganan medis untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup individu yang mengalaminya. Salah... - [Percutaneus Transvenous Mitral Commissurotomy (PTMC)](https://primayahospital.com/layanan/percutaneus-transvenous-mitral-commissurotomy/): Katup jantung termasuk bagian dari jantung yang kerap mengalami masalah, antara lain stenosis mitral. Kondisi ini ditandai dengan penyempitan atau... - [PTA (Percutaneus Transluminal Angiography)](https://primayahospital.com/layanan/pta-percutaneus-transluminal-angiography/): Sistem peredaran darah manusia harus senantiasa terjaga kesehatannya karena memiliki peran yang sangat vital. Jika tidak, banyak jaringan, organ, dan... - [Tindakan Rotablator (Atherectomy)](https://primayahospital.com/layanan/tindakan-rotablator-atherectomy/): Penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah bisa mengancam jiwa ketika terdapat plak yang banyak terakumulasi di dalamnya. Terutama ketika plak menyebabkan... - [THR (Total Hip Replacement)](https://primayahospital.com/layanan/thr-total-hip-replacement/): Mobilitas dan berbagai gerakan tubuh memerlukan sendi panggul yang dalam kondisi prima. Sendi ini berfungsi menopang berat tubuh saat berdiri,... - [TKR (Total Knee Replacement)](https://primayahospital.com/layanan/tkr-total-knee-replacement/): Lutut adalah organ yang sangat penting dalam aktivitas gerak sehari-hari. Dari berjalan hingga menaiki tangga, semua butuh tulang yang berfungsi... - [Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center](https://primayahospital.com/layanan/sport-clinic-orthopedic-center/): Sport clinic adalah salah satu layanan modern dari rumah sakit yang hadir mengikuti perkembangan zaman. Unit ini tersedia untuk menangani... - [Klinik Tumbuh Kembang Anak](https://primayahospital.com/layanan/klinik-tumbuh-kembang-anak/): Perkembangan tiap anak memang berbeda antara satu dan yang lain. Namun ada sejumlah indikator yang menandakan adanya masalah dalam tumbuh... - [MENINGITIS VACCINE OR HAJJ VACCINE](https://primayahospital.com/en/layanan/vaksin-haji/): Why Should do Meningitis Vaccine or Hajj Vaccine? Primaya Hospital provides internationally certified Hajj or Umrah vaccines services. Hajj vaccine... - [Vaksin <i>Meningitis</i> atau Vaksin Haji](https://primayahospital.com/layanan/vaksin-haji/): Mengapa Harus Melakukan Vaksin Meningitis atau Vaksin Haji? Primaya Hospital menyediakan pelayanan vaksin haji atau umroh bersertifikat internasional. Vaksin haji... - [MEDICAL CHECK UP](https://primayahospital.com/en/layanan/medical-check-up/): Medical Check Up (MCU) at Primaya Hospital provides a comprehensive health screening service for the community. The diagnostic services available... - [ICU/NICU/PICU](https://primayahospital.com/en/layanan/intensive-care-unit-icu-nicu-picu/): Primaya Hospital has International Standard Intensive Care Unit (NICU) and Pediatric Intensive Care Unit (PICU) facilities, equipped with the latest... - [ICCU](https://primayahospital.com/en/layanan/iccu/): Intensive Coronary Care Unit (ICCU) is an intensive care unit for heart disease, especially coronary heart disease, heart attacks, severe... - [PHYSIOTHERAPY](https://primayahospital.com/en/layanan/fisioterapi/): Physiotherapy is a service which is provided to patients and aims to improve, maintain and restore patient’s health. Physiotherapy can... - [LABORATORY](https://primayahospital.com/en/layanan/laboratorium/): The laboratories at Primaya Hospital can carry out various laboratory examinations such as complete hematology, blood bio-chemistry, hormones or endocrine,... - [IMC AND HCU](https://primayahospital.com/en/layanan/intermediate-care-dan-high-care-unit/): Primaya Hospital has an Intermediate Care (IMC) and High Care Unit (HCU) rooms for patients who need special attention in... - [OPERATING ROOM](https://primayahospital.com/en/layanan/kamar-operasi/): Primaya Hospital provides leading medical facilities with operating rooms in the form of the best surgical rooms in Indonesia. Primaya... - [STROKE THERAPY, STROKE DISEASE TREATMENT](https://primayahospital.com/en/layanan/terapi-stroke/): Stroke is a disorder of nerve function caused by damage to the blood vessels of the brain. In general, strokes... - [CHILD IMMUNIZATION](https://primayahospital.com/en/layanan/imunisasi-anak/): Protection of your child’s health is a priority for us. Primaya Hospital understands that the health of you and your... - [Emergency Services (UGD)](https://primayahospital.com/en/layanan/unit-gawat-darurat-igd/): Emergency situations can happen anytime and anywhere. This emergency service has professional resources and a sufficient facility, equipped with a... - [Patient Inward](https://primayahospital.com/en/layanan/rawat-inap/): General treatment room at Primaya Hospital provides comfort and friendly services in a luxurious facility. Maternity Care Room Primaya Hospital... - [Imunisasi Anak](https://primayahospital.com/layanan/imunisasi-anak/): Perlindungan terhadap kesehatan anak Anda adalah prioritas bagi kami. Primaya Hospital memahami bahwa kesehatan Anda dan keluarga adalah hal yang... - [Terapi <i>Stroke</i>, Pengobatan Penyakit <i>Stroke</i>](https://primayahospital.com/layanan/terapi-stroke/): Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang diakibatkan oleh kerusakan pembuluh darah otak. Secara umum, stroke dibedakan menjadi 2 jenis yaitu... - [INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD)](https://primayahospital.com/layanan/unit-gawat-darurat-igd/): Instalasi Gawat Darurat dilayani oleh seorang Dokter Residen Senior dalam bidang anestesiologi dan didukung oleh Dokter Konsultan Jaga (on call)... - [Rawat Inap](https://primayahospital.com/layanan/rawat-inap/): Ruang Perawatan Umum Ruang perawatan umum Primaya Hospital memberikan kenyamanan, pelayanan yang ramah, kemewahan interior. Ruang Perawatan Bersalin Primaya Hospital... - [<i>Medical Check Up</i>](https://primayahospital.com/layanan/medical-check-up/): Medical Check Up (MCU) di Primaya Hospital menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat. Layanan diagnostik yang terdapat di Primaya... - [ICU/NICU/PICU](https://primayahospital.com/layanan/intensive-care-unit-icu-nicu-picu/): Primaya Hospital memiliki fasilitas Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) berstandar... - [ICCU](https://primayahospital.com/layanan/iccu/): Intensive Coronary Care Unit (ICCU) adalah unit perawatan intensif untuk penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama... - [Laboratorium](https://primayahospital.com/layanan/laboratorium/): Laboratorium di Primaya Hospital dapat melakukan berbagai pemeriksaan seperti hematologi lengkap, bio-kimia darah, hormone atau endokrin, imunologi dan virus, faktor-faktor... - [IMC dan HCU](https://primayahospital.com/layanan/intermediate-care-dan-high-care-unit/): Primaya Hospital memiliki ruang Intermediate Care (IMC) dan High Care Unit (HCU) untuk pasien yang membutuhkan perhatian khusus dalam penangannya... - [Kamar Operasi](https://primayahospital.com/layanan/kamar-operasi/): Primaya Hospital adalah rumah sakit yang menyediakan fasilitas medis terdepan dengan kamar operasi berupa ruang pembedahan terbaik. Komitmen Primaya Hospital... - [Fisioterapi](https://primayahospital.com/layanan/fisioterapi/): Fisioterapi adalah suatu pelayanan yang diberikan kepada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan memulihkan kesehatan pasien. Ketika seseorang mengalami... ## Technology - [Intravascular Lithotripsy (IVL)](https://primayahospital.com/teknologi/intravascular-lithotripsy/): Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2022, diperkirakan 19,8... - [Ablasi Jantung, Prosedur Pengobatan untuk Aritmia](https://primayahospital.com/teknologi/ablasi-jantung/): Gangguan irama jantung atau dalam istilah medis disebut sebagai aritmia dapat diatasi dengan berbagai macam metode pengobatan. Salah satunya yaitu... - [Retrograde Intrarenal Surgery](https://primayahospital.com/teknologi/retrograde-intrarenal-surgery/): Retrograde Intrarenal Surgery Adanya masalah kesehatan berupa batu ginjal bisa sangat mempengaruhi aktivitas dan bahkan menyiksa karena gejala yang ditimbulkan.... - [Stem Cell](https://primayahospital.com/teknologi/stem-cell/): Dalam dunia kedokteran, banyak inovasi teknologi yang terbukti memberikan dampak yang positif bagi pengobatan medis. Terapi stem cell merupakan salah... - [IVUS (Intravascular Ultrasound)](https://primayahospital.com/teknologi/ivus-intravascular-ultrasound/): Terdapat sejumlah cara dokter mendiagnosis masalah pada pembuluh darah. Salah satu yang kerap menjadi pilihan adalah IVUS (intravascular ultrasound). Prosedur... - [PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression)](https://primayahospital.com/teknologi/pldd-percutaneus-laser-disc-decompression/): Operasi minimal invasif merupakan terobosan penting dalam dunia kedokteran. Metode ini menawarkan banyak manfaat bagi pasien ataupun dokter yang menangani.... - [Bone Mineral Densitometri](https://primayahospital.com/teknologi/bone-mineral-densitometri/): Makin bertambah usia seseorang, makin besar risiko mengalami osteoporosis atau kerapuhan tulang. Karena itu, penting bagi siapa pun untuk menjalani... - [RADIOTHERAPY](https://primayahospital.com/en/teknologi/radioterapi/): Radiotherapy is a method of treating cancer and other diseases using radiation. The radiation used in radiotherapy is in the... - [Program Hamil, Inseminasi, Bayi Tabung](https://primayahospital.com/teknologi/inseminasi/): Smart Fertility Clinic adalah klinik fertilitas terpercaya yang menyediakan layanan lengkap mulai dari skrining kesuburan, program hamil alami, inseminasi (IUI),... - [Pregnancy Program, Insemination, IVF](https://primayahospital.com/en/teknologi/inseminasi/): Artificial insemination or Intra-Uterine Insemination (IUI) is a medical method with the aid of a kind of hose device to... - [Radioterapi](https://primayahospital.com/teknologi/radioterapi/): Radioterapi adalah metode penanganan kanker dan penyakit lainnya dengan menggunakan radiasi. Radiasi yang digunakan dalam radioterapi berupa pancaran sinar pengion... - [HEMODIALYSIS THERAPY](https://primayahospital.com/en/teknologi/terapi-hemodialisa/): Hemodialysis is dialysis therapy outside the body for someone whose kidneys do not work normally. This therapy is supported by... - [Electro Neuro-Myography (ENMG)](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-elektromiografi/): Electro Neuro-Myography (ENMG) is a test that examines the health of the muscles as well as the nerves that regulate... - [MAMMOGRAPHY, BREAST CANCER DETECTION](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-mammografi/): Mammography examination is a method for detecting breast cancer. Mammography is important to know the presence of breast cancer so... - [ANGIOGRAPHY: CARDIAC CATHETERIZATION, HEART RING INSTALLATION](https://primayahospital.com/en/teknologi/angiografi-pasang-ring-kateter-jantung/): The installation of a heart ring is a medical procedure that aims to treat problems with the coronary arteries. Coronary... - [ESWL THERAPY](https://primayahospital.com/en/teknologi/terapi-eswl/): ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) therapy uses shock wave technology to break up stones in the urinary tract. Urinary tract... - [4D USG PREGNANCY EXAMINATION](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-4d/): 4D ultrasound pregnancy test is a medical technique that uses a four-dimensional ultrasound to check the status of the fetus... - [3D USG PREGNANCY EXAMINATION](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-3d/): A three-dimensional (3D) ultrasound pregnancy test is a medical technique that uses ultrasound to assess the state of the fetus... - [GASTROINTENSTINAL (DIGESTIVE) ENDOSCOPY](https://primayahospital.com/en/teknologi/tindakan-endoskopi/): Endoscopy is a special therapy to treat digestive problems, both diagnostic and therapeutic, which is supported by a trusted Gastroentero... - [CT SCAN](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-ct-scan/): A CT scan, or computerized tomography scan, is a procedure that uses specialized equipment to view the inside of the... - [MRI EXAMINATION (MAGNETIC RESONANCE IMAGING)](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-mri/): MRI (Magnetic Resonance Imaging) examination is an examination by taking detailed pictures of organs from various angles using magnetic fields... - [LAPAROSCOPY, MINIMALLY INVASIVE SURGERY](https://primayahospital.com/en/teknologi/bedah-laparoskopi/): Laparoscopic Surgery or binocular surgery is an operation performed through a mini abdominal wall system and inserting camera binoculars into... - [TREADMILL TEST, HEART PHYSICAL EXAMINATION](https://primayahospital.com/en/teknologi/tes-treadmill-jantung/): A treadmill test is an examination performed to assess the ability of the heart by giving weights or physical activity... - [ELECTROCARDIOGRAM (ECG), CARDIAC TEST](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-jantung-ekg/): An electrocardiogram (ECG) is a simple cardiac diagnostic procedure to assess the electrical activity of the heart. ECG cardiac test... - [ELECTROENCEPHALOGRAM (EEG), BRAIN WAVE TEST](https://primayahospital.com/en/teknologi/tes-eeg-gelombang-otak/): Electroencephalogram (EEG) is one of the tests carried out to measure the electrical activity of the brain to detect brain... - [PANORAMIC EXAMINATION, DENTAL ROENTGEN](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-panoramik-rontgen-gigi/): Panoramic examination is one of the X-rays (Roentgen) used in dentistry to get a picture of teeth and surrounding soft... - [OTO ACOUSTIC EMISSION (OAE)](https://primayahospital.com/en/teknologi/oto-accoustic-emission/): The Oto Acoustic Emission (OAE) test is a responsive and precise method of evaluating hearing ability in newborns and infants.... - [CATARACT SURGERY WITH PHACOEMULSIFICATION](https://primayahospital.com/en/teknologi/pacho-emulsification/): Cataract Eyes Cataracts are the opacification of the lens of the eye resulting in blurring of vision. Eye cataracts do... - [BERA TEST, HEARING EXAMINATION](https://primayahospital.com/en/teknologi/uji-bera-pemeriksaan-pendengaran/): Brain Evoked Response Auditory (BERA) is a hearing examination performed on children aged 1 to 3 years. Meanwhile, for children... - [CABG, HEART SURGERY](https://primayahospital.com/en/teknologi/operasi-jantung-cabg/): Primaya Hospital menyediakan layanan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) sebagai salah satu bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah.... - [ELECTROPHYSIOLOGY, HEART EXAMINATION](https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-elektrofisiologi-jantung/): Electrophysiological examination of the heart is a minimally invasive measure to assess the electrical conduction system in the heart, both... - [CABG, Operasi Jantung](https://primayahospital.com/teknologi/operasi-jantung-cabg/): Primaya Hospital menyediakan layanan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) sebagai salah satu bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah.... - [Elektrofisiologi, Pemeriksaan Jantung](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-elektrofisiologi-jantung/): Pemeriksaan Elektrofisiologi jantung adalah tindakan invasif minimal untuk menilai sistem konduksi listrik di jantung, baik aktivitas listrik maupun jalur konduksinya.... - [Mammografi, Deteksi Kanker Payudara](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-mammografi/): Pemeriksaan Mammografi adalah metode untuk mendeteksi kanker payudara. Mammografi penting untuk mengetahui keberadaan kanker payudara sehingga pengobatan dan terapi dapat... - [Angiografi: Kateter Jantung, Pasang <i>Ring</i> Jantung](https://primayahospital.com/teknologi/angiografi-pasang-ring-kateter-jantung/): Pemasangan ring jantung merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk menangani masalah pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner berperan penting... - [Terapi ESWL](https://primayahospital.com/teknologi/terapi-eswl/): Terapi ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) adalah metode pemecahan batu di saluran kemih dengan teknologi gelombang kejut. Batu saluran kemih... - [Pemeriksaan Kehamilan USG 4D](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-4d/): Pemeriksaan kehamilan USG 4D adalah prosedur medis untuk memeriksa kondisi janin dalam kandungan pada masa kehamilan dengan ultrasonografi empat dimensi.... - [Endoskopi Saluran Cerna](https://primayahospital.com/teknologi/tindakan-endoskopi/): Tindakan Endoskopi adalah terapi khusus untuk mengatasi masalah pencernaan, baik diagnostik serta terapeutik, yang didukung oleh Dokter Konsultan Gastro Entero... - [Pemeriksaan CT <i>Scan</i>](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-ct-scan/): Pemeriksaan Computerized Tomography Scan atau CT Scan adalah suatu cara untuk melihat bagian dalam tubuh manusia secara detail dengan alat... - [Pemeriksaan MRI (<i>Magnetic Resonance Imaging</i>)](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-mri/): Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah pemeriksaan dengan teknik pengambilan gambar detail organ dari berbagai sudut yang menggunakan medan magnet... - [Laparoskopi, Bedah Minim Sayatan](https://primayahospital.com/teknologi/bedah-laparoskopi/): Bedah Laparoskopi atau bedah teropong merupakan tindakan operasi yang dilakukan melalui sistem mini dinding perut dan memasukkan teropong kamera ke... - [Tes <i>Treadmill</i>, Pemeriksaan Fisik Jantung](https://primayahospital.com/teknologi/tes-treadmill-jantung/): (Tes treadmill adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kemampuan jantung dengan pemberian beban atau aktivitas fisik sesuai dengan kondisi pasien.... - [Elektrokardiogram (EKG), Pemeriksaan Jantung](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-jantung-ekg/): Elektrokardiogram (EKG) adalah prosedur pemeriksaan jantung sederhana untuk menilai aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan jantung EKG bertujuan mendeteksi adanya kelainan seperti... - [ELEKTROENSEFALOGRAM (EEG), TES GELOMBANG OTAK](https://primayahospital.com/teknologi/tes-eeg-gelombang-otak/): Elektroensefalogram (EEG) adalah salah satu tes yang dilakukan untuk mengukur aktivitas kelistrikan dari otak untuk mendeteksi adanya kelainan otak. Tes... - [Pemeriksaan Panoramik, <i>Rontgen</i> Gigi](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-panoramik-rontgen-gigi/): Pemeriksaan Panoramik adalah salah satu foto Rontgen yang digunakan dalam kedokteran gigi untuk mendapatkan gambaran gigi dan jaringan lunak di... - [<i>Oto Accoustic Emission</i> (OAE)](https://primayahospital.com/teknologi/oto-accoustic-emission/): Tes Oto Acoustic Emission (OAE) adalah metode diagnostik yang sensitif dan spesifik untuk menilai fungsi pendengaran pada bayi baru lahir... - [Uji BERA, Pemeriksaan Pendengaran](https://primayahospital.com/teknologi/uji-bera-pemeriksaan-pendengaran/): Brain Evoked Response Auditory (BERA) adalah pemeriksaan pendengaran yang dilakukan pada anak umur 1 hingga 3 tahun. Sedangkan, untuk anak... - [Operasi Katarak dengan <i>Phaco</i> Emulsifikasi](https://primayahospital.com/teknologi/pacho-emulsification/): Katarak Mata Katarak Mata adalah kekeruhan pada lensa mata yang mengakibatkan kaburnya penglihatan. Katarak Mata tidak menyebabkan rasa sakit dan... - [Elektro Neuro-Miografi (ENMG)](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-elektromiografi/): Elektro Neuro-Miografi (ENMG) adalah prosedur untuk melakukan pengecekkan kesehatan otot dan pengecekkan saraf yang mengendalikan otot, biasa sering disebut EMG... - [Pemeriksaan Kehamilan USG 3D](https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-3d/): Pemeriksaan kehamilan USG 3D adalah prosedur medis untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan secara tiga dimensi menggunakan ultrasonografi. Pemeriksaan kehamilan... - [Terapi Hemodialisa](https://primayahospital.com/teknologi/terapi-hemodialisa/): Hemodialisa adalah terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal. Terapi ini didukung oleh... ## Pos - [Vaksin Rotavirus untuk Mencegah Diare Berat pada Bayi](https://primayahospital.com/anak/vaksin-rotavirus-penyakit/): Dari sekian banyak penyakit yang umum terjadi pada anak, diare mungkin dianggap biasa. Meski wajar jika bayi mengalami diare, tapi... - [Perimenopause: Fase Hidup Perempuan yang Kerap Tak Disadari](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perimenopause/): Kehidupan perempuan terdiri atas beberapa fase yang dengan tanda-tanda tertentu. Salah satunya adalah perimenopause yang kerap datang tanpa disadari karena... - [Conduct Disorder, Gangguan Mental Anak yang Perlu Penanganan](https://primayahospital.com/kejiwaan/conduct-disorder/): Perilaku anak yang agresif atau kerap melanggar aturan sering dianggap sebagai fase kenakalan biasa. Namun, jika pola ini terjadi secara... - [Mengenal Sindrom Progeria yang Menyerang Anak-Anak](https://primayahospital.com/anak/sindrom-progeria/): Sindrom progeria merupakan salah satu jenis penyakit langka. Penyakit ini tergolong tidak menular, tetapi juga sangat mematikan. Progeria bisa menyerang... - [Biaya NICU: Perawatan Bayi Prematur dan Estimasi Biaya Harian](https://primayahospital.com/anak/biaya-nicu/): Mengetahui bayi lahir prematur, wajar bila orang tua diliputi kecemasan. Ketika bayi lahir sebelum waktu idealnya, memang ada risiko kesehatan... - [Mengapa Anak Usia 3–5 Tahun Gampang Sakit? Yuk, Putus Rantainya Agar Si Kecil Tumbuh Tinggi dan Cerdas!](https://primayahospital.com/anak/anak-gampang-sakit/): Bagi Ayah dan Bunda yang memiliki anak usia 3 sampai 5 tahun, masa-masa ini pasti sedang menggemaskan sekali. Si kecil... - [GERD: Gejala Asam Lambung yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-asam-lambung/): Gangguan kesehatan pada saluran pencernaan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun belakangan. Salah satu kondisi yang paling sering dialami masyarakat... - [Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Alergi Tungau Debu Rumah](https://primayahospital.com/anak/tungau-debu-rumah/): Banyak orang sering mengalami bersin berulang kali saat sedang membersihkan area rumah. Kondisi hidung tersumbat ini sering muncul mendadak meskipun... - [Sinusitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/tht/sinusitis/): Kesehatan saluran pernapasan atas memegang peranan penting dalam kenyamanan aktivitas sehari-hari setiap individu. Salah satu gangguan medis yang cukup sering... - [Apa Itu Kutil Kelamin? Mengenal Penyebab, Gejala, dan Risikonya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/kutil-kelamin/): Apa itu kutil kelamin mungkin menjadi sebuah topik yang terasa cukup sensitif. Bahkan untuk sebagian orang menganggapnya hal tabu namun,... - [Penyebab dan Penanganan Rinitis Alergi Seasonal](https://primayahospital.com/tht/rinitis-alergi-seasonal/): Rinitis alergi seasonal tak luput curi perhatian. Rinitis atau rhinitis alergi ini berupa peradangan membran mukosa yang ada di hidung... - [Radang Gusi Kronis, Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatan](https://primayahospital.com/gigi/radang-gusi-kronis/): Kesehatan mulut sering kali menjadi cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu masalah paling sering diabaikan namun memiliki dampak jangka... - [Kenali Penyebab Alergi Dingin dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/penyebab-alergi-dingin/): Cuaca dingin sering membawa suasana syahdu yang menenangkan hati banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, udara sejuk justru memicu munculnya... - [Vaksin PCV untuk Mencegah Pneumonia](https://primayahospital.com/anak/vaksin-pcv/): Ungkapan “mencegah lebih baik daripada mengobati” sangat penting dalam hal pneumonia pada anak. Pneumonia adalah penyakit pada sistem pernapasan yang... - [Vaksin Tifoid untuk Mencegah Penyakit Tifus](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/vaksin-tifoid/): Di Indonesia, tifus masih menjadi endemi. Situasi ini antara lain berkaitan dengan sanitasi yang kurang memadai, juga kebiasaan jajan sembarangan.... - [Vaksin Hepatitis A: Cara Mencegah Infeksi Hati sejak Dini](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/vaksin-hepatitis-a/): Di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi dan gaya hidup kuliner yang beragam, ada ancaman virus yang nyata: hepatitis A. Gejala... - [Vaksin DPT untuk Mencegah Penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus](https://primayahospital.com/anak/vaksin-dpt/): Semua orang tua pastinya ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan bebas dari penyakit berbahaya. Salah satu caranya adalah memberikan vaksin... - [Vaksin Varisela untuk Mencegah Cacar Air pada Anak](https://primayahospital.com/anak/vaksin-varisela/): Orang tua dari generasi X hingga sebagian generasi milenial kerap menganggap cacar air sebagai “penyakit wajib” yang harus dialami anak... - [Vaksin MMR: Perlindungan dari Campak, Gondongan, dan Rubella](https://primayahospital.com/anak/vaksin-mmr/): Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan daripada orang dewasa karena masih dalam masa perkembangan. Itu sebabnya mereka membutuhkan... - [Infeksi Sapovirus, Pemicu Utama Gastroenteritis pada Anak](https://primayahospital.com/anak/infeksi-sapovirus/): Gangguan pencernaan pada anak harus selalu diwaspadai, terutama jika terjadi secara mendadak atau berulang. Anak yang mengalami muntah, diare, bahkan... - [Demam Tinggi pada Anak dan Pertolongan di Rumah](https://primayahospital.com/umum/demam-tinggi-pada-anak/): Demam tinggi pada anak adalah respons alami sistem kekebalan tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi. Kondisi ini sering kali memicu... - [Mengenal Penyakit Gondongan yang Sering Terjadi pada Anak](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-gondongan/): Penyakit gondongan atau parotitis adalah infeksi virus yang bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Parotitis sering menimbulkan pembengkakan... - [Jangan Anggap Remeh Punggung Bungkuk: Kenali Hiperkifosis dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/ortopedi/punggung-bungkuk/): Pernahkah Anda ditegur orang sekitar karena posisi duduk yang terlalu merunduk, atau merasa punggung cepat lelah saat berdiri lama? Di... - [Efek Merokok pada Otak dan Tingkat Risiko Stroke](https://primayahospital.com/saraf/efek-merokok-pada-otak-dan-tingkat-risiko-stroke/): Meskipun banyak perokok mengira rokok hanya merusak paru dan jantung, dampaknya pada otak justru lebih cepat dan mematikan. Setiap batang... - [Hipervitaminosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hipervitaminosis/): Kita semua membutuhkan vitamin. Tapi tahukah Anda bahwa asupan vitamin yang berlebihan justru dapat membahayakan. Seseorang bisa mengalami kondisi yang... - [Screen Time dan Risiko Gangguan Pendengaran](https://primayahospital.com/tht/screen-time/): Di era digital saat ini, penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, menonton video, bermain... - [Badan Fit Belum Tentu Organ Dalam Sehat](https://primayahospital.com/umum/badan-fit/): “Masih muda kok. ” “Olahraga rutin, pasti aman. ” “Badan saya fit, nggak mungkin ada penyakit. ” Kalimat seperti ini... - [Mengenal Masalah Kesehatan pada Tulang Belakang](https://primayahospital.com/ortopedi/masalah-tulang-belakang/): Bagi sebagian besar masyarakat, mendengar kata “kelainan tulang belakang” hampir selalu berujung pada satu istilah: Skoliosis. Padahal, anatomi punggung manusia... - [Mengenal Batuk Kronik: Mengapa Batuk yang Tak Kunjung Sembuh Perlu Diwaspadai?](https://primayahospital.com/paru/mengenal-batuk-kronik/): Batuk sering kali dianggap sebagai gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya setelah mengonsumsi obat bebas atau beristirahat. Secara alami,... - [Cara Konsumsi Obat Tanpa Merusak Ginjal](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cara-konsumsi-obat-tanpa-merusak-ginjal/): Mengonsumsi obat adalah hal biasa bagi banyak orang, tetapi tidak semua menyadari bahwa beberapa obat dapat merusak ginjal jika digunakan... - [Macam-macam Subspesialis Urologi, Berikut Informasinya](https://primayahospital.com/urologi/subspesialis-urologi/): Urologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani gangguan pada sistem saluran kemih pria dan Wanita, serta organ reproduksi pada pria.... - [Menahan BAK Saat Perjalanan Apakah Berbahaya](https://primayahospital.com/urologi/menahan-kencing/): Hampir semua orang pasti pernah mengalami menahan buang air kecil (BAK) saat sedang dalam perjalanan. Beragam penyebabnya, dari macet di... - [Apakah Batu Ginjal Bisa Sembuh Sendiri?](https://primayahospital.com/urologi/batu-ginjal-bisa-sembuh/): Batu ginjal adalah salah satu penyakit saluran kemih yang cukup sering ditemukan orang dewasa. Banyak pasien bertanya apakah batu ginjal... - [Kenali Ginjal Anda: Organ Vital yang Tak Boleh Diabaikan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kenali-ginjal/): Setiap hari, ginjal Anda menyaring 180 liter darah, membuang racun, menjaga tekanan darah, dan memproduksi hormon yang membuat tulang kuat.... - [Cara Menjaga Ginjal Sehat: Pola Hidup & Kebiasaan yang Dianjurkan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cara-menjaga-ginjal/): Setiap hari, ginjal Anda menyaring 180–200 liter darah, membuang racun, mengatur tekanan darah, dan menjaga tulang tetap kuat — semua... - [Bahaya Batu Ginjal Jika Diabaikan](https://primayahospital.com/urologi/bahaya-batu-ginjal/): Batu ginjal adalah masalah umum yang sering dianggap remeh hingga gejala berat muncul. Di Indonesia, prevalensi batu ginjal mencapai 10... - [Infeksi Saluran Kemih (ISK): Kenali Gejala dan Pencegahannya](https://primayahospital.com/urologi/gejala-isk/): Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi umum yang sering dianggap sepele, padahal bisa berkembang serius jika tidak ditangani. Di... - [ASI Eksklusif vs Susu Formula: Kelebihan dan Pertimbangan Tepat](https://primayahospital.com/anak/asi-eksklusif/): ASI eksklusif adalah rekomendasi utama untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, banyak ibu baru yang masih kebingungan untuk... - [Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir](https://primayahospital.com/anak/tanda-bahaya-pada-bayi/): Bayi baru lahir memiliki sistem pertahanan tubuh yang sangat terbatas, sehingga mereka sangat rentan terhadap infeksi bakteri, virus, serta berbagai... - [Menikmati Kopi Saat Hamil: Panduan Batas Aman dan Risikonya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kopi-saat-hamil/): Bagi banyak orang, memulai hari dengan secangkir kopi adalah ritual yang sulit ditinggalkan. Namun, saat garis dua muncul di testpack,... - [Mengenal Treatment Platelet-Rich Plasma untuk Program Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/treatment-platelet-rich-plasma/): Treatment Platelet-Rich Plasma atau PRP therapy merupakan salah satu inovasi medis yang mulai digunakan dalam bidang reproduksi. Tujuannya untuk membantu... - [Bahaya Penggunaan Cotton Bud untuk Keamanan Lubang Telinga](https://primayahospital.com/tht/bahaya-cotton-bud/): Kebiasaan membersihkan telinga setiap pagi sering kali dianggap sebagai rutinitas kesehatan yang benar. Banyak orang merasa risih saat kotoran telinga... - [Infeksi Telinga pada Anak: Tanda dan Penanganan](https://primayahospital.com/tht/infeksi-telinga-anak/): Infeksi telinga pada anak, atau secara medis disebut otitis media, merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh balita,... - [Kolik: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/anak/kolik/): Kolik bisa membuat orang tua panik. Terlebih bagi orang tua baru. Namun sebenarnya kolik adalah kondisi umum dan bukan tanda... - [Konstipasi Kronis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/konstipasi-kronis/): Konstipasi kronis adalah masalah kesehatan yang sering dianggap remeh, padahal dampaknya bisa luar biasa: dari menurunkan produktivitas hingga menguras kantong... - [Nyeri Tulang Ekor, Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/ortopedi/nyeri-tulang-ekor/): Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh manusia kerap mengalami berbagai keluhan pada sistem musculoskeletal. Terutama akibat aktivitas, posisi tubuh kurang tepat, atau... - [Stevia untuk Diabetes: Aman atau Tidak?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/stevia-untuk-diabetes/): Bagi penyandang diabetes atau diabetesi, gula seringkali dianggap sebagai “musuh dalam selimut. ” Keinginan untuk menikmati secangkir teh manis atau... - [Burnout: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kejiwaan/burnout/): Istilah burnout makin sering jadi bahan perbincangan seiring dengan tuntutan zaman yang kian bergerak cepat dan keras, terutama di dunia... - [Apa Itu Stent Jantung dan Kapan Dibutuhkan?](https://primayahospital.com/jantung/apa-itu-stent-jantung/): Perasaan campur aduk—takut, bingung, khawatir—sering menghampiri saat diagnosis penyumbatan jantung diutarakan. Pikiran langsung melayang ke operasi besar, masa pemulihan panjang,... - [Holter Monitoring: Memantau Irama Jantung Lebih Seksama](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/holter-monitoring/): Mengetahui bahwa jantung kita bekerja dengan baik tentu memberikan rasa lega, mengingat penyakit jantung dapat berdampak serius bagi kesehatan. Untuk... - [Deteksi Dini Penyakit Jantung: Lakukan Lewat Tes Ini!](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/cara-deteksi-penyakit-jantung/): Tes jantung adalah pemeriksaan penting untuk deteksi dini penyakit jantung koroner, aritmia, atau gangguan fungsi jantung lainnya. Di Indonesia, penyakit... - [Latihan Kardio untuk Memperkuat Jantung dan Paru](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/latihan-kardio/): Di era sedentary lifestyle yang semakin mendominasi, banyak orang Indonesia menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar, tanpa sadar melemahkan... - [Dampak Merokok terhadap Kerusakan Jantung](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/dampak-merokok/): Merokok adalah faktor risiko utama penyakit jantung koroner di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Setiap batang rokok mengandung ribuan bahan kimia... - [Cara Aman Menggunakan Obat dan Suplemen Selama Kehamilan dan Menyusui](https://primayahospital.com/umum/menggunakan-obat/): Kehamilan dan menyusui adalah masa di mana ibu harus sangat berhati-hati dengan obat atau suplemen yang dikonsumsi. Banyak obat bebas... - [Panduan Diet Lemak terbatas untuk Penderita Jantung](https://primayahospital.com/gizi/diet-lemak-terbatas/): Diet lemak terbatas menjadi salah satu pilar utama pengelolaan penyakit jantung koroner dan pencegahan komplikasi. Di Indonesia, penyakit jantung masih... - [Pertolongan Pertama Serangan Jantung: Panduan yang Benar](https://primayahospital.com/jantung/pertolongan-serangan-jantung/): Serangan jantung bisa datang tanpa peringatan, mengancam nyawa dalam hitungan menit saja. Di Indonesia, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian... - [Mengenal Penyakit Arteri Perifer pada Anggota Tubuh](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/arteri-perifer/): Penyakit arteri perifer atau PAP adalah kondisi di mana terjadi kelainan pada pembuluh darah arteri (selain pembuluh darah koroner dan... - [Pilihan Terapi dan Pengobatan Penyakit Jantung Koroner](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/terapi-dan-pengobatan-jantung/): Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyumbatan atau penyempitan arteri koroner yang memberi makan otak jantung. Di Indonesia, PJK menyebabkan lebih... - [Stroke pada Usia Muda: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya](https://primayahospital.com/saraf/stroke-pada-usia-muda/): Dulu, stroke lebih sering dikaitkan dengan usia lanjut dan umumnya disebabkan oleh proses aterosklerosis atau pengerasan dan penyempitan arteri akibat... - [Infeksi Telinga pada Anak: Tanda dan Penanganan](https://primayahospital.com/tht/infeksi-telinga/): Infeksi telinga pada anak, atau secara medis disebut otitis media, merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh balita,... - [Hantavirus: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hantavirus/): Mungkin tak ada yang menyangka, aksi bersih-bersih rumah dari kotoran tikus bisa membawa ancaman pada kesehatan kita. Kotoran tikus adalah... - [Penyebab, Penanganan dan Pencegahan Preeklamsia Saat Hamil](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pencegahan-preeklamsia/): Preeklamsia saat hamil merupakan kondisi kesehatan serius karena bisa membahayakan ibu hamil maupun janin di dalam kandungannya. Kondisi ini sendiri... - [Stimulasi Motorik Halus dan Kasar pada Balita: Aktivitas Simpel di Rumah](https://primayahospital.com/anak/stimulasi-motorik/): Perkembangan motorik balita menjadi fokus utama orang tua karena menentukan kemandirian dan kemampuan anak di masa depan. Motorik kasar melibatkan... - [Cara Mendeteksi Stunting Sejak Dini: Tanda, Pemeriksaan, dan Peran Orangtua](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/stunting-sejak-dini/): Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier pada anak akibat gizi buruk kronis, infeksi berulang, dan stimulasi kurang sejak dalam kandungan hingga... - [Mengatasi Masalah Tidur pada Bayi Baru Lahir](https://primayahospital.com/anak/masalah-tidur-pada-bayi/): Masalah tidur pada bayi baru lahir adalah keluhan paling umum orang tua di minggu-minggu pertama. Bayi baru lahir tidur 14... - [Shaken Baby Syndrome: Bahaya Mengguncang Bayi yang Perlu Diketahui Setiap Orang Tua](https://primayahospital.com/anak/bahaya-shaken-baby-syndrome/): Menjadi orang tua baru merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus penuh tantangan. Di tengah kebahagiaan tersebut, tidak jarang orang tua dihadapkan... - [Alergi Makanan pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/alergi-makanan-bayi/): Saat memulai MPASI (Makanan Pendamping ASI), tidak sedikit orang tua yang mendapati bayinya tiba-tiba mengalami ruam kemerahan, muntah, atau diare... - [Keunggulan CT Scan 128 Slice dan Indikasi Pemeriksaannya](https://primayahospital.com/radiologi/keunggulan-ct-scan-128/): Pemeriksaan medis modern menawarkan kemampuan diagnosis yang semakin akurat. Teknologi pencitraan seperti CT Scan 128 Slice muncul sebagai alat diagnostik... - [Teknik Menyusui yang Benar untuk Ibu Baru](https://primayahospital.com/anak/teknik-menyusui/): Teknik menyusui yang benar adalah fondasi utama keberhasilan ASI eksklusif dan kenyamanan bagi ibu maupun bayi. Di Indonesia, banyak ibu... - [Bayi Tumbuh Gigi? Ini Cara Redakan Rasa Sakitnya](https://primayahospital.com/anak/tumbuh-gigi/): Tumbuh gigi adalah milestone penting pada bayi, tapi sering membuat orang tua khawatir karena rasa sakit dan gejala menyertai. Di... - [Laparoskopi Kista untuk Penanganan yang Minim Invasif](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/laparoskopi-kista/): Perkembangan teknologi kedokteran membuat berbagai prosedur medis menjadi lebih aman dan nyaman bagi pasien. Salah satu metode yang kini semakin... - [Mengenali Kesehatan Mental Ibu Pasca Melahirkan](https://primayahospital.com/kejiwaan/kesehatan-mental-ibu-pasca-melahirkan/): Kesehatan mental ibu pasca melahirkan sering kali terabaikan di tengah fokus yang besar pada perawatan bayi baru lahir. Padahal, gangguan... - [Menjaga Luka Jahitan Pasca Caesar, Bagaimana Caranya?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/jahitan-pasca-caesar/): Menjaga luka jahitan pasca caesar adalah kunci utama untuk pemulihan cepat dan pencegahan komplikasi infeksi yang sering dialami oleh ibu... - [Pemeriksaan Postnatal: Seberapa penting dan kapan dilakukan?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-postnatal/): Kunjungan postnatal atau kunjungan nifas rutin adalah pemeriksaan yang sangat penting untuk memantau proses pemulihan fisik ibu serta memastikan kesehatan... - [Mengenal Artroskopi Prosedur Atasi Nyeri Sendi](https://primayahospital.com/ortopedi/manfaat-artroskopi/): Nyeri pada area sendi yang terus terasa terutama ketika melakukan aktivitas tertentu bisa jadi menandakan ada yang tidak beres pada... - [Bahaya Tulang Keropos di Usia Muda, Berikut Faktanya!](https://primayahospital.com/ortopedi/tulang-keropos/): Banyak orang mengira tulang keropos atau osteoporosis hanya menyerang lansia. Kenyataannya, proses kehilangan massa tulang bisa dimulai sejak usia 20... - [Olahraga Tanpa Merusak Sendi dan Tulang](https://primayahospital.com/ortopedi/sendi-dan-tulang/): Berolahraga adalah kunci kesehatan tulang dan sendi, tapi teknik salah justru mempercepat kerusakan. Di Indonesia, cedera sendi dan nyeri tulang... - [Mengapa Skrining Tulang Penting di Segala Usia?](https://primayahospital.com/ortopedi/skrining-tulang/): Banyak orang mengira skrining tulang atau pemeriksaan kepadatan tulang hanya diperlukan saat sudah lanjut usia. Kenyataannya, osteoporosis bisa mulai berkembang... - [Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak](https://primayahospital.com/anak/infeksi-pernapasan-anak/): Infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA pada anak meningkat drastis di musim hujan karena virus mudah menyebar di udara lembab... - [Pap Smear dan Skrining Serviks: Deteksi Dini Kanker Serviks](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/skrining-serviks/): Kanker serviks adalah kanker nomor dua terbanyak pada wanita Indonesia — setiap hari 60 wanita baru didiagnosis dan 30 meninggal... - [Tips Mencegah Kanker Kulit, Lakukan Sebelum Terlambat](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/mencegah-kanker-kulit/): Kanker kulit adalah jenis kanker paling umum di dunia, tapi juga paling bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. Di Indonesia,... - [Pengobatan Kanker: Bedah, Kemoterapi, Radioterapi](https://primayahospital.com/bedah-onkologi/pengobatan-kanker/): Kanker bukan lagi vonis mati seperti puluhan tahun lalu. Dengan kemajuan pengobatan modern, angka kesembuhan kanker secara keseluruhan sudah mencapai... - [Pentingnya Pemeriksaan Tekanan Darah Rutin pada Ibu Hamil](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-tekanan-darah/): Pemeriksaan tekanan darah rutin pada ibu hamil adalah langkah medis yang tampak sederhana namun sangat krusial sebagai garda terdepan dalam... - [Tips Persiapan Kelahiran di Rumah Sakit: Checklist Ibu dan Bayi](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-persiapan-kelahiran/): Persiapan kelahiran di rumah sakit adalah langkah penting untuk memastikan proses persalinan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi ibu serta... - [Obesitas dan Kanker: Mengapa Berat Badan Berlebih Meningkatkan Risiko](https://primayahospital.com/gizi/obesitas-dan-kanker/): Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa sudah obesitas atau overweight — dan angka ini terus melonjak. Banyak yang menganggap... - [Kehamilan Berisiko Bisa Aman dengan Persiapan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kehamilan-berisiko/): Kehamilan berisiko atau high-risk pregnancy adalah kondisi di mana ibu atau janin memiliki peluang lebih tinggi mengalami komplikasi selama hamil,... - [Tips Sehat untuk Ibu Hamil agar Janin Tumbuh Optimal](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/janin-tumbuh-optimal/): Kehamilan adalah masa krusial di mana setiap aspek kesehatan ibu, mulai dari asupan makanan hingga kondisi mental, akan langsung memengaruhi... - [Pemeriksaan USG Kehamilan: Jadwal dan Manfaatnya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-usg-kehamilan/): Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) kehamilan adalah alat diagnosis utama yang digunakan untuk memantau kesehatan serta perkembangan janin dan ibu secara komprehensif... - [Cara Mudah Atasi Nyeri Payudara Saat Menyusui Lakukan Cara Ini!](https://primayahospital.com/anak/atasi-nyeri-payudara/): Nyeri payudara saat menyusui adalah keluhan yang sangat umum dialami ibu pasca persalinan, terutama pada minggu pertama menyusui, dan sering... - [Tenang Saat Melahirkan: Panduan Persiapan Lengkap di Rumah Sakit](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/panduan-melahirkan/): Persiapan kelahiran di rumah sakit adalah langkah krusial yang harus dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan proses persalinan berjalan aman, lancar,... - [Preeklamsia: Gejala, Risiko dan Pencegahannya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gejala-preeklamsia/): Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang sangat serius dan progresif, yang secara medis ditandai dengan munculnya tekanan darah tinggi yang disertai... - [Perubahan Emosi Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/emosi-ibu-hamil/): Perubahan emosi pada ibu hamil adalah fenomena biologis yang normal akibat fluktuasi hormon yang drastis, namun sering kali membuat ibu... - [Mengenal DSA: Navigasi Canggih untuk Melacak Masalah Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/radiologi/mengenal-dsa/): Pernahkah Anda membayangkan bagaimana dokter bisa melihat kondisi di dalam pembuluh darah yang sangat halus tanpa harus melakukan operasi besar?... - [Prediabetes Tidak Bergejala! Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-prediabetes/): Pernahkah Anda merasa sehat-sehat saja, makan apa pun aman, dan berat badan pun terasa stabil, namun tiba-tiba hasil cek darah... - [Kaki Sering Kram Saat Jalan? Hati-hati, Bisa Jadi Gejala Peripheral Artery Disease](https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/kram-saat-jalan/): Banyak orang menganggap remeh rasa nyeri, kram, atau berat pada kaki saat berjalan. “Ah, cuma pegal biasa atau faktor usia,”... - [Tindakan Laser Modern Minim Sayatan untuk Atasi BPH](https://primayahospital.com/urologi/laser-atasi-bph/): Pernahkah Anda atau paman, ayah, atau kakek Anda mengeluh harus bolak-balik ke kamar mandi saat tengah malam? Atau merasa aliran... - [Menjaga Berat Badan Ideal Setelah Melahirkan : Tips Sehat untuk Ibu Menyusui](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/berat-badan-ideal-setelah-melahirkan/): Menjaga berat badan ideal setelah melahirkan sering menjadi tantangan bagi banyak ibu baru. Setelah melewati masa kehamilan selama sembilan bulan,... - [Prenatal Check-Up: Kapan Perlu Dilakukan?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/prenatal-check-up-kapan-perlu-dilakukan/): Prenatal check-up atau pemeriksaan kehamilan rutin adalah kunci utama untuk memastikan kehamilan berjalan sehat dan menjadi instrumen terpenting dalam deteksi... - [Kenalan dengan MOTOR: Cara Sederhana Hidup Lebih Sehat](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/motor-cara-sederhana/): Di tengah derasnya tren diet ekstrem, olahraga berlebihan, dan konsumsi suplemen tanpa kontrol, banyak orang lupa bahwa prinsip hidup sehat... - [Dislokasi Sendi: Apa Itu, Gejala, dan Langkah Pertama Saat Terjadi](https://primayahospital.com/ortopedi/dislokasi-sendi/): Tiba-tiba bahu “koclok” keluar dari tempatnya saat jatuh, jari bengkok tidak wajar setelah terjepit pintu, atau lutut terasa “lepas” setelah... - [Miastenia Gravis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/miastenia-gravis/): Ada banyak macam gangguan autoimun yang sangat mempengaruhi individu yang mengalaminya. Salah satunya adalah miastenia gravis yang terkait dengan hubungan... - [Distonia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/gejala-distonia/): Distonia adalah gangguan neurologis yang dapat mengubah kehidupan seseorang secara drastis karena mempengaruhi gerakan dan postur tubuh yang normal. Gangguan... - [Sindrom Terowongan Karpal: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/sindrom-terowongan-karpal/): Mungkin tak banyak yang menyadari, aktivitas berulang dengan tangan, seperti mengetik, bermain alat musik, atau pekerjaan manual lain bisa menyebabkan... - [Mengenal Aritmia: Gangguan Irama Jantung yang Berbahaya](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/tanda-gangguan-irama-jantung/): Aritmia sering dianggap masalah ringan, tapi sebenarnya bisa menjadi ancaman serius bagi nyawa jika tidak ditangani tepat waktu. Di Indonesia,... - [Sumbatan Usus: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/sumbatan-usus/): Usus kita ibarat jalan raya yang menjadi sarana lalu lintas utama. Ketika terjadi hambatan, misalnya ada tanah longsor di jalan,... - [Mengatasi Gangguan Tidur pada Anak : Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/gangguan-tidur-pada-anak/): Gangguan tidur pada anak merupakan masalah yang cukup sering terjadi, namun masih kerap dianggap sepele oleh banyak orang tua. Padahal,... - [Deteksi Dini Ortopedi: Kenapa Pemeriksaan Tulang Sebaiknya Dilakukan Rutin](https://primayahospital.com/ortopedi/deteksi-dini-ortopedi/): Ketika Anda masih merasa “sehat-sehat saja”, tulang Anda bisa saja sudah rapuh, sendi sudah mulai aus, atau tulang belakang sudah... - [Cacar Air : Ini yang Orang Tua Perlu Ketahui!](https://primayahospital.com/anak/bahaya-cacar-air/): Penyakit cacar air atau varisela adalah infeksi virus sangat menular terutama usia 4-18 tahun. Penderita sebagian besar tidak mendapat vaksin... - [Fungsi Cabut Pen: Berapa Lama Pen Boleh Dipasang?](https://primayahospital.com/ortopedi/fungsi-cabut-pen/): Di bidang ortopedi, implan umum digunakan untuk membantu proses penyembuhan tulang yang patah atau perbaikan pada sendi. Implan alias pen... - [Cara Mengenali Alergi Makanan pada Bayi dan Anak](https://primayahospital.com/anak/alergi-makanan-pada-bayi/): Setiap kali memperkenalkan makanan baru, banyak ibu deg-degan: “Bagaimana kalau alergi? ” Kekhawatiran itu sangat beralasan. Di Indonesia, 8 hingga... - [Kepala Pusing Berkepanjangan: Kapan Harus Konsultasi ke Neurolog?](https://primayahospital.com/saraf/kepala-pusing-berkepanjangan/): Kepala pusing atau dizziness adalah keluhan yang sering dianggap remeh, padahal jika berlangsung lama atau berulang bisa menjadi sinyal masalah... - [Rehabilitasi Pasca Stroke: Program, Tujuan, dan Hasil yang Diharapkan](https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-pasca-stroke/): Setelah stroke, keluarga sering bertanya: “Apakah dia bisa berjalan lagi? Bisa pegang sendok? Bisa bicara normal? ” Di Indonesia, hanya... - [Demam pada Anak: Panduan Praktis untuk Orang Tua](https://primayahospital.com/anak/demam-pada-anak/): Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh anak dan menjadi alasan utama orang tua membawa anak... - [Manfaat Jalan Kaki untuk Jantung yang Lebih Sehat](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/manfaat-jalan-kaki/): Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang Indonesia mengeluh kurang waktu untuk olahraga berat seperti gym atau lari maraton, padahal jalan... - [Rekomendasi Olahraga Aman untuk Kesehatan Jantung](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/rekomendasi-olahraga-aman-untuk-kesehatan-jantung/): Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia, dengan angka kasus baru mencapai ratusan ribu setiap tahun dan... - [Ini Bahaya Kontaminasi Radioaktif pada Makanan](https://primayahospital.com/gizi/radiasi-makanan/): Kita tahu, radiasi itu bisa membahayakan kesehatan. Misalnya dari layar gawai. Tapi tahukah Anda bahwa ada beberapa bahan pangan yang... - [Kenali Tanda Ginjal Bermasalah: Urin Berbusa, Bengkak, Kulit Gatal, dan Lainnya](https://primayahospital.com/urologi/tanda-ginjal-bermasalah/): Ginjal Anda menyaring 180 liter darah setiap hari tanpa istirahat — tapi ketika mulai bermasalah, gejala sering dianggap “cuma kecapekan”,... - [Diam-Diam Merusak Hati, Sirosis : Sering Baru Diketahui Saat Kerusakan Sudah Berat](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sirosis/): Banyak orang merasa sehat selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa organ hatinya perlahan mengalami kerusakan. Gejala yang muncul sering kali samar—sekadar... - [Kembali Bekerja Setelah Sakit: Bukan Sekadar Sembuh, Tapi Berfungsi Kembali](https://primayahospital.com/okupasi/bekerja-setelah-sakit/): Bagi banyak orang, mengalami cedera serius atau penyakit kronis bukan hanya tentang rasa sakit fisik, tetapi juga tentang kecemasan akan... - [Stent Jantung: Risiko Penyumbatan Ulang](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/stent-jantung/): Pemasangan stent koroner memang dapat menyelamatkan nyawa saat aliran darah ke jantung terhambat, tetapi perawatan setelah prosedur sangat menentukan keberhasilan... - [Hipertensi: Kenali Gejala dan Cara Mengontrol Tekanan Darah](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengontrol-tekanan-darah/): Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut pembunuh senyap. Kondisi ini jarang menimbulkan gejala hingga komplikasi serius muncul. Di Indonesia,... - [Pemeriksaan Kolesterol: Kapan Harus Dilakukan dan Berapa Biayanya?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kapan-pemeriksaan-kolesterol/): Gaya hidup modern yang identik dengan konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres menjadikan kolesterol tinggi... - [Menjaga Detak Kehidupan: Mengenal Permanent Pacemaker, Solusi Canggih bagi Jantung Lemah](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/mengenal-permanent-pacemakerjantung-lemah/): Jantung adalah mesin utama tubuh. Namun, apa yang terjadi jika “kelistrikan” jantung terganggu sehingga detaknya menjadi terlalu lambat? Di dunia... - [Tes Serologi: Kapan Perlu Dilakukan?](https://primayahospital.com/patologi-klinik/tes-serologi/): Ketika terjadi pandemi Covid-19, istilah tes serologi sering terdengar. Namun tes ini sebenarnya sudah lama ada dan sangat bermanfaat dalam... - [Penyebab Penyakit Jantung dan Cara Mencegahnya](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/penyebab-penyakit-jantung-dan-cara-mencegahnya/): Pernahkah Anda mendengar orang sehat tiba-tiba terkena serangan jantung di usia muda? Atau tetangga yang rutin olahraga tetap harus pasang... - [Presisi Tanpa Kompromi: Memahami Teknologi Neuronavigasi dalam Bedah Saraf Modern](https://primayahospital.com/bedah-saraf/neuronavigasi-dalam-bedah-saraf/): Dalam dunia bedah saraf, akurasi bukan sekadar target, melainkan sebuah kewajiban. Seiring dengan kemajuan teknologi medis, kami terus berkomitmen menghadirkan... - [Pertolongan Pertama Stroke: Tips Cepat dan Aman untuk Keluarga](https://primayahospital.com/saraf/pertolongan-pertama-stroke/): Bayangkan Anda sedang bersantai di rumah ketika orang tua atau pasangan tiba-tiba terduduk lemas. Saat mencoba berbicara, mulut tampak mencong,... - [Rosacea: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/rosacea/): Munculnya jerawat dan warna kemerahan pada wajah mungkin merupakan hal yang wajar karena kulit sensitif. Tapi, pada sebagian orang, hal... - [Gangguan Tidur dan Dampaknya terhadap Kesehatan Otak](https://primayahospital.com/saraf/dampak-gangguan-tidur/): Tidur yang cukup dan berkualitas sering dianggap “kemewahan” di tengah kesibukan hidup modern, padahal tidur adalah kebutuhan dasar yang menentukan... - [Imunisasi Dasar Anak: Jenis, Jadwal, dan Manfaat yang Perlu Anda Ketahui](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-dasar-anak/): Imunisasi adalah salah satu pencapaian medis terbesar dalam sejarah manusia yang telah menyelamatkan jutaan nyawa anak setiap tahun. Di Indonesia,... - [Nyeri Bahu dan Lengan: Bisa Jadi Tanda Masalah pada Sendi atau Tendon](https://primayahospital.com/ortopedi/nyeri-bahu-dan-lengan/): Pernahkah Anda merasa bahu nyeri saat mengangkat tangan, terasa “tertahan” saat memakai baju, atau bahkan terbangun tengah malam karena sakit... - [Diare pada Bayi dan Anak: Penyebab, Pencegahan, dan Ketika Harus ke Dokter](https://primayahospital.com/anak/diare-pada-bayi/): Diare adalah mimpi buruk setiap orang tua. Dalam hitungan jam, bayi yang tadinya ceria bisa menjadi lemas, mata cekung, dan... - [Fibromyalgia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/fibromyalgia/): Pernahkah Anda merasa tubuh sangat letih lesu padahal baru saja bangun tidur? Atau kerap kesulitan berkonsentrasi, kadang seperti nge-blank, dan... - [1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)](https://primayahospital.com/anak/1-000-hari-pertama-kehidupan/): Jendela emas yang hanya terbuka sekali seumur hidup anak Anda adalah 1. 000 hari pertama, terhitung sejak hari pertama kehamilan... - [Migrain vs Sakit Kepala Biasa: Cara Membedakan dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/saraf/sakit-kepala-biasa/): Sakit kepala adalah keluhan paling sering di dunia, dialami hampir semua orang setidaknya sekali setahun. Namun, tidak semua sakit kepala... - [Terapi Elektrokonvulsif: Siapa Saja yang Memerlukan?](https://primayahospital.com/kejiwaan/terapi-elektrokonvulsif/): Perhatian terhadap kesehatan mental makin penting pada era modern ini. Ada berbagai prosedur yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai... - [Alkohol, Polusi, dan Faktor Lingkungan sebagai Faktor Risiko Kanker](https://primayahospital.com/umum/faktor-risiko-kanker/): Banyak orang mengira kanker hanya dipengaruhi oleh genetik atau kebiasaan merokok saja. Padahal, 40 hingga 50 persen kasus kanker di... - [Sindrom Cushing: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-sindrom-cushing-2/): Perubahan fisik tubuh bisa menimbulkan kekhawatiran terkait dengan masalah kesehatan terutama ketika tidak ada aktivitas khusus yang dilakukan sebelumnya. Salah... - [Virus Nipah: Gejala, Mencegah, dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/virus-nipah/): Virus nipah adalah salah satu penyebab infeksi yang memerlukan perhatian ekstra. Setelah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada 1998, virus... - [Obat Pengencer Darah: Fungsi, Jenis, Mekanisme Kerja, dan Efek Sampingnya](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/fungsi-obat-pengencer-darah/): Obat pengencer darah merupakan terapi penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan berbagai penyakit kardiovaskular, seperti stroke, serangan jantung, dan trombosis vena... - [Kanker Prostat: Gejala, Pemeriksaan, dan Pilihan Pengobatan](https://primayahospital.com/urologi/gejala-kanker-prostat/): Kanker prostat adalah kanker kelima terbanyak pada pria Indonesia dengan 13. 000 kasus baru setiap tahun. Resiko kanker prostat meningkat... - [Perbedaan antara Ginjal Sehat, Ginjal Terganggu, dan Gagal Ginjal](https://primayahospital.com/urologi/ginjal-sehat-ginjal-terganggu/): Ginjal Anda menyaring 180 liter darah setiap hari — tapi kerusakan bisa terjadi perlahan tanpa Anda sadari. Di Indonesia, 1... - [Deteksi Dini Penyakit Jantung Lewat Pemeriksaan Menyeluruh](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/deteksi-dini-penyakit-jantung/): Pemeriksaan jantung lengkap atau cardiac check-up adalah serangkaian tes untuk evaluasi kesehatan jantung secara menyeluruh, semakin penting di tengah peningkatan... - [Perbedaan antara Batu Ginjal, Batu Kandung Kemih, dan Batu Ureter: Kenali Lokasi dan Dampaknya](https://primayahospital.com/urologi/batu-ureter/): Nyeri pinggang hebat, kencing berdarah, atau anyang-anyangan terus-menerus sering dianggap “cuma infeksi saluran kemih biasa”. Padahal, 1 dari 10 orang... - [Enggak Perlu Berat Ini Cara Olahraga Sehat ala MOTOR](https://primayahospital.com/ortopedi/cara-olahraga-sehat/): Kesehatan adalah aset paling berharga dalam hidup kita. Namun banyak orang berpikir bahwa, untuk sehat, kita harus melakukan olahraga berat,... - [Teropong Saluran Napas: Mengenal Bronkoskopi dalam Penanganan Tumor](https://primayahospital.com/paru/teropong-saluran-napas/): Dulu, mendengar kata “tumor paru” sering kali membuat pasien membayangkan operasi besar dengan luka sayatan lebar hanya untuk mengetahui jenis... - [Mulai dari Hal Kecil Hidup Sehat Pakai MOTOR](https://primayahospital.com/umum/mulai-hidup-sehat/): Hidup sehat tidak selalu memerlukan biaya yang besar. Mau olahraga lari, misalnya, tak perlu pakai sepatu lari yang mahal. Mau... - [Kesehatan Mental Ibu: Cara Mengatasi Stres, Baby-Blues dan Depresi Pasca Melahirkan](https://primayahospital.com/kejiwaan/kesehatan-mental-ibu/): Masa setelah melahirkan seharusnya menjadi momen penuh sukacita bagi ibu baru dan keluarga. Namun, kenyataannya banyak ibu mengalami tekanan emosional... - [Tumbuh Gigi Bayi: Tanda, Perawatan, dan Cara Mengurangi Rasa Sakit](https://primayahospital.com/anak/tumbuh-gigi-bayi/): Tumbuh gigi adalah salah satu milestone paling dinanti sekaligus paling “menantang” bagi orang tua dan bayi. Mulai dari usia 4... - [Jantung Sehat di Usia Muda: Kebiasaan yang Harus Dimulai dari Sekarang](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/jantung-sehat-di-usia-muda/): Serangan jantung di usia 20–30 tahun yang dulu dianggap “mustahil” kini semakin sering terjadi. Di Indonesia,ata epidemiologi Asia Tenggara. Umumnya... - [Batu Saluran Kemih: Bagaimana dan Mengapa Bisa Terbentuk](https://primayahospital.com/urologi/batu-saluran-kemih-terbentuk/): Nyeri pinggang menusuk, urine berdarah, atau rasa terbakar saat kencing bukanlah hal biasa. Itu bisa jadi tanda batu saluran kemih... - [Peran Terapi Wicara pada Pemulihan Pasca Stroke](https://primayahospital.com/rehab-medik/peran-terapi-wicara/): Setelah stroke, 1 dari 3 pasien mengalami kesulitan bicara, menelan, atau memahami kata-kata kondisi yang disebut afasia dan disfagia. Banyak... - [Terapi dan Latihan untuk Meningkatkan Mobilitas Setelah Cedera Tulang atau Sendi](https://primayahospital.com/ortopedi/terapi-cedera-tulang/): Setelah patah tulang, robek ligamen, atau operasi penggantian sendi, banyak orang takut bergerak karena “katanya harus istirahat total”. Akibatnya, sendi... - [Jenis-Jenis Kanker Paling Umum di Indonesia dan Dunia](https://primayahospital.com/kanker/jenis-jenis-kanker/): Kanker bukan lagi penyakit “jarang”. Di Indonesia, setiap 1 jam ada 48 orang baru terdiagnosis kanker, dan setiap tahun lebih... - [Kenali Osteoporosis: Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegahnya](https://primayahospital.com/ortopedi/kenali-osteoporosis/): Patah tulang pinggul hanya karena tersandung karpet, punggung bungkuk tanpa sebab jelas, atau tinggi badan menyusut 3–5 cm dalam beberapa... - [Jantung Berdebar: Normal atau Tanda bahaya ? Kenali Penyebabnya](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/bahaya-jantung-berdebar/): Tiba-tiba jantung “berdegup kencang”, terasa seperti akan melompat keluar dari dada, atau terasa “jedar-jedar” tidak beraturan — perasaan seperti ini... - [Masalah Tulang dan Sendi: Kenali Gejala Awal Sebelum Terlambat](https://primayahospital.com/ortopedi/masalah-tulang-dan-sendi/): Nyeri lutut saat bangun tidur, bunyi “krek” di bahu, atau jari tangan kaku di pagi hari — banyak orang menganggapnya... - [Pankreatitis Akut: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pankreatitis-akut/): Sakit perut bisa menjadi pertanda berbagai masalah kesehatan dari yang ringan hingga berat. Salah satunya pankreatitis akut yang ditandai dengan... - [Kenali Peran Dokter Spesialis Ortopedi](https://primayahospital.com/ortopedi/dokter-spesialis-ortopedi/): Nyeri lutut saat naik tangga, punggung pegal terus-menerus, atau anak kecil jalannya pincang — semua itu sering membuat kita bertanya,... - [Skrining Prenatal Penting dilakukan! Jangan Sampai Terlewatkan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/skrining-prenatal/): Kehamilan adalah masa yang menggembirakan sekaligus menegangkan. Di satu sisi, ada rasa senang karena buah hati akan segera datang. Di... - [Persalinan Normal vs Caesar: Kelebihan, Risiko, dan Persiapan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persalinan-normal-vs-caesar/): Di Indonesia, angka persalinan caesar mencapai 30–40 % — jauh di atas rekomendasi WHO maksimal 10–15 %. Banyak ibu memilih... - [Batu Ginjal: Apa Penyebabnya, Gejala yang Harus Diwaspadai](https://primayahospital.com/urologi/batu-ginjal-apa-penyebabnya/): Ketika tiba-tiba pinggang sebelah kanan/kiri terasa nyeri menusuk luar biasa yang bisa disertai, urine berdarah, dan mual muntah hebat, banyak... - [Bell's Palsy: Kelumpuhan Wajah Tiba-tiba, Apakah Berbahaya?](https://primayahospital.com/saraf/bells-palsy/): Apakah Anda pernah melihat orang yang tiba-tiba sulit menggerakkan salah satu sisi wajahnya? Biasanya mulutnya terlihat mencong atau matanya tidak... - [Tumbuh Kembang Anak: Tahapan Motorik dan Perkembangan yang Normal](https://primayahospital.com/anak/tumbuh-kembang-anak/): Setiap orang tua menantikan momen penting dalam kehidupan anak, mulai dari tersenyum, berguling, duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan. Tumbuh kembang... - [Imunisasi Ibu Hamil: Manfaat dan Jadwal yang Dianjurkan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/imunisasi-ibu-hamil/): Banyak ibu hamil yang langsung menolak vaksin karena mendengar mitos “bisa bikin janin cacat” atau “vaksin berbahaya untuk kehamilan”. Faktanya... - [Cara Menjaga Kesehatan Ibu Setelah Melahirkan: Fisik dan Mental](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kesehatan-ibu/): Masa setelah melahirkan adalah periode transisi penting yang sering penuh tantangan bagi ibu baru. Di Indonesia, banyak ibu mengalami kelelahan... - [Bacterial Dermatitis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/bacterial-dermatitis/): Bacterial dermatitis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri dan dapat terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.... - [Nyeri Punggung atau Pinggang Kronis: Tanda Masalah pada Tulang Belakang](https://primayahospital.com/bedah-saraf/nyeri-punggung-kronis/): Pernahkah Anda merasakan nyeri pinggang yang datang setiap pagi, hilang-bali lagi setelah duduk lama, atau bahkan menjalar hingga ke bokong... - [Kepala Pusing Lama Tak Sembuh? Ini Tanda Perlu ke Neurolog](https://primayahospital.com/saraf/kepala-pusing-lama/): Kepala pusing lama tak kunjung sembuh atau sakit kepala kronis sering kali dianggap remeh dan hanya dikaitkan dengan “stres biasa”... - [Terapi Fisioterapi untuk Memulihkan Fungsi Setelah Stroke](https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-fisioterapi-untuk-memulihkan-fungsi-setelah-stroke/): Setelah stroke, 9 dari 10 pasien mengalami kelumpuhan atau kelemahan satu sisi tubuh. Banyak keluarga berpikir “nanti juga sembuh sendiri”... - [Batuk dan Sakit Tenggorokan Tak Kunjung Sembuh, Tanda Superflu?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/superflu/): Penyakit superflu ramai menjadi bahan perbincangan karena dampaknya yang sangat besar pada penderitanya. Superflu atau super flu sebenarnya bukanlah istilah... - [Apa Itu Osteoartritis? Gejala, Faktor Risiko, dan Penanganan](https://primayahospital.com/ortopedi/apa-itu-osteoartritis/): Nyeri lutut saat bangun tidur, bunyi “krek-krek” di sendi, atau jari tangan terasa kaku dan sedikit bengkak sering dianggap sebagai... - [Penyakit Cacar Air: Penyebab dan Pengobatan di Rumah](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-cacar-air/): Penyakit cacar air atau varicella adalah infeksi virus sangat menular yang paling sering menyerang anak usia sekolah dan balita. Di... - [Kanker Paru: Pembunuh Nomor Satu Kanker di Dunia dan Indonesia](https://primayahospital.com/paru/kanker-paru/): Kanker paru adalah pembunuh nomor satu kanker di dunia dan Indonesia. Setiap tahun, lebih dari 34. 000 orang Indonesia meninggal... - [MRI Abdomen: Apa Saja Manfaat dan Prosedurnya](https://primayahospital.com/radiologi/mri-abdomen/): MRI abdomen merupakan sebuah pemeriksaan yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar organ dalam dan struktur di... - [Mengenal Tes Genetik Untuk Kesehatan](https://primayahospital.com/hematologi/mengenal-tes-genetik-untuk-kesehatan/): Bagi sebagian orang, tes genetik mungkin terdengar sebagai prosedur yang rumit dan menyeramkan. Namun tes ini punya arti penting dalam... - [Tes CPET, Uji Latih Jantung Paru untuk Diagnosis yang Lebih Tepat](https://primayahospital.com/rehab-medik/tes-cpet-uji-latih-jantung-paru-untuk-diagnosis-yang-lebih-tepat/): Pernahkah Anda merasa sesak napas saat melakukan aktivitas ringan, padahal dulu tidak? Atau mungkin Anda adalah seorang atlet yang ingin... - [Komplikasi Kehamilan: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-komplikasi-kehamilan/): Kehamilan adalah salah satu periode kehidupan yang dinanti-nantikan. Tapi ada kemungkinan terjadinya berbagai komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan... - [Saat Dunia Mulai Senyap Kenali Gejala Kehilangan Pendengaran Sebelum Terlambat](https://primayahospital.com/tht/kehilangan-pendengaran/): Pernahkah Anda merasa lawan bicara Anda selalu bergumam? Atau mungkin Anda sering menaikkan volume TV hingga orang di sekitar merasa... - [Tanda Kerusakan Ginjal, Kapan Harus ke Dokter?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tanda-kerusakan-ginjal/): Kerusakan ginjal adalah masalah kesehatan yang sering tidak disadari karena gejalanya dapat berkembang secara perlahan dan samar. Kondisi ini membahayakan... - [Panduan Orang Tua: Mengatasi Ruam Kulit pada Bayi](https://primayahospital.com/anak/ruam-kulit-pada-bayi/): Ruam kulit pada bayi adalah masalah umum karena kulit bayi sangat sensitif dan mudah bereaksi. Di Indonesia, lebih dari 60%... - [Serangan Jantung: Gejala pada Pria dan Wanita Ternyata Berbeda!](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/serangan-jantung-pria/): Selama ini, serangan jantung sering digambarkan dengan satu gambaran klasik: nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan kiri. Gambaran ini... - [Manfaat Lari dan Risiko yang Harus Diwaspadai](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/manfaat-lari/): Lari kian populer sebagai pilihan olahraga yang tidak hanya mudah dilakukan, tapi juga menawarkan banyak manfaat kesehatan. Manfaat lari yang... - [Waspada Lubang pada Jantung Anak: Mengapa ASD Sering Terdeteksi Terlambat?](https://primayahospital.com/anak/lubang-pada-jantung-anak/): Banyak orang tua menganggap bahwa selama anak terlihat aktif, ceria, dan tidak biru, maka jantung mereka dalam kondisi sehat sempurna.... - [Waspada Penyakit Jantung Bawaan Deteksi Dini Sejak dalam Kandungan](https://primayahospital.com/anak/penyakit-jantung-bawaan/): Tahukah Anda bahwa dari setiap 1. 000 kelahiran hidup, terdapat 8 hingga 10 bayi yang lahir dengan kondisi Penyakit Jantung... - [Berapa Detak Jantung Normal per Menit? Ini Patokannya](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/detak-jantung/): Pernahkah Anda merasa jantung “berdegup kencang” saat naik tangga, olahraga, atau bahkan hanya karena cemas? Atau sebaliknya, jantung terasa “lelet”... - [Solusi Praktis Atasi Mual dan Muntah Saat Hamil](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/atasi-mual-dan-muntah/): Pagi hari, bau kopi yang biasanya disukai tiba-tiba membuat perut mual hebat. Belum lagi muntah berulang hingga tidak bisa makan... - [Obat Kanker: Apa Saja Pilihan yang Tersedia](https://primayahospital.com/kanker/obat-kanker/): Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), tercatat hampir 10 juta kematian... - [Tanda Sakit Jantung pada Usia Muda](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/tanda-sakit-jantung/): Dalam beberapa tahun terakhir, kita semakin sering mendengar berita mengenai anak muda yang mengalami penyakit jantung. Penyakit jantung yang sebelumnya... - [Cepat Lelah Saat Aktivitas Ringan, Tanda Hipertensi Paru?](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/hipertensi-paru/): Pernah merasa sesak napas saat naik tangga cuma satu lantai, atau cepat lelah padahal cuma melakukan aktivitas ringan? Hati-hati, bisa... - [Pemeriksaan Jantung Lengkap: Apakah Perlu Dilakukan?](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/pemeriksaan-jantung-lengkap/): Nyeri dada sesekali, sesak napas saat olahraga, atau jantung berdebar tidak teratur dimana banyak orang mengabaikannya dengan alasan “masih muda”... - [AIDS: Apa Gejala, Bagaiana Mencegah dan Mengobati?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/aids/): AIDS adalah salah satu masalah kesehatan yang sering disorot dan menjadi perdebatan di masyarakat. Pemahaman yang mendalam dan akurat mengenai... - [Aritmia Bisa Picu Stroke? Kenali Hubungannya Sekarang!](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/aritmia-bisa-picu-stroke-kenali-hubungannya-sekarang/): Jantung Anda tiba-tiba “berjedar” tidak beraturan, terasa seperti melompat atau berhenti sejenak, lalu kembali normal. Banyak orang mengira itu “cuma... - [Ingin Tulang dan Sendi Sehat? Lakukan Kebiasaan Ini Sejak Dini](https://primayahospital.com/ortopedi/tulang-dan-sendi-sehat/): Banyak orang baru sadar pentingnya tulang dan sendi ketika sudah nyeri setiap bangun tidur atau sulit jongkok saat usia 40–50... - [Cek Kolesterol Sejak Dini: Kapan Harus Mulai dan Berapa Biayanya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cek-kolesterol/): Cek kolesterol adalah pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar lemak darah yang menjadi kunci pencegahan penyakit jantung koroner dan stroke.... - [Pola Makan dan Gangguan Kesehatan yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pola-makan/): Pernah mengalami malam yang berantakan setelah menyantap makanan pedas, tiba-tiba dada terasa panas seperti terbakar atau perut melilit tak tertahankan?... - [Asupan Nutrisi Ibu Hamil: Makanan Penting untuk Janin Sehat](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/nutrisi-ibu-hamil/): Di dalam rahim, bayi Anda hanya mendapatkan “makanan” dari apa yang Anda makan setiap hari. Setiap suapan yang Anda telan... - [Bahaya Berat Badan Kurang (Underweight) pada Balita](https://primayahospital.com/gizi/berat-badan-kurang/): Berat badan kurang atau underweight pada balita adalah kondisi berat badan anak lebih rendah dari standar usia, sering menjadi awal... - [Apa Saja Penyakit Urologi pada Anak yang Perlu Diwaspadai?](https://primayahospital.com/umum/urologi-pada-anak/): Masalah kesehatan pada anak tidak hanya terbatas pada infeksi atau gangguan pencernaan. Salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian... - [Intermittent Fasting bagi Penderita Tekanan Darah Rendah](https://primayahospital.com/gizi/diet-intermittent-fasting/): Puasa intermiten atau intermittent fasting semakin banyak diminati karena sejumlah penelitian menunjukkan manfaatnya terhadap kesehatan, mulai dari penurunan berat badan... - [Apa Penyebab Rematik di Usia Muda?](https://primayahospital.com/umum/penyebab-rematik/): Rematik kerap dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia, padahal rematik di usia muda kini semakin sering ditemukan pada remaja hingga... - [Slimming Program: Cara Tepat Turunkan Berat Badan](https://primayahospital.com/gizi/slimming-program/): Banyak orang ingin menurunkan berat badan, namun sering terjebak dalam diet ekstrem dan produk pelangsing yang tidak aman. Slimming Program... - [Mengenal Diet Keto, Apa Saja Manfaatnya Untuk Kesehatan](https://primayahospital.com/umum/mengenal-diet-keto/): Diet keto menjadi bahan perbincangan sebagai metode penurunan berat badan ataupun cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir.... - [Nutrisi Optimal Selama dan Sesudah Pengobatan Kanker](https://primayahospital.com/gizi/nutrisi-pengobatan-kanker/): Kebutuhan nutrisi pada pasien kanker kerap diabaikan, sedangkan nutrisi yang optimal merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam proses... - [Diare pada Balita: Penyebab dan Solusinya](https://primayahospital.com/anak/diare-pada-balita/): Diare pada balita adalah kondisi buang air besar encer lebih dari 3 kali sehari yang menjadi penyebab utama malnutrisi dan... - [Tekanan Darah Tinggi: Pengaruhnya Terhadap Jantung](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tekanan-darah-tinggi-pengaruhnya-terhadap-jantung/): Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering disebut “the silent killer” karena tidak menimbulkan gejala hingga organ vital rusak — dan jantung... - [Mood Swing: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kejiwaan/mood-swing/): Seseorang dapat mengalami perubahan suasana hati atau emosi dari bahagia menjadi sedih atau dari tenang menjadi marah dalam waktu singkat... - [Azoospermia: Apakah Masih Bisa Memiliki Anak?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/azoospermia/): Azoospermia merupakan kondisi yang sering kali tidak disadari oleh banyak pria meskipun dampaknya signifikan terhadap kesuburan. Penting bagi para pria... - [Mengenali Masalah Tulang dan Sendi pada Anak dan Remaja yang Jarang Disadari](https://primayahospital.com/ortopedi/sendi-pada-anak/): Anak sering mengeluh “lutut sakit” saat lari, “punggung pegal” setelah duduk lama, atau “pinggul nyeri” saat tidur miring — orang... - [Cara Mengatasi Nyeri Kaki Malam Hari akibat Penyempitan Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/nyeri-kaki-malam-hari/): Nyeri kaki yang muncul secara tiba-tiba di tengah malam adalah keluhan yang sangat umum, terutama pada orang dewasa dan lansia.... - [Tips Memilih Tongkat Kruk yang Nyaman](https://primayahospital.com/ortopedi/tongkat-kruk/): Pernahkah Anda atau keluarga kesulitan berjalan setelah cedera , patah tulang, atau bahkan pasca operasi anggota gerak bawah. Tongkat kruk... - [Efek Samping Jangka Panjang Kemoterapi dan Radioterapi: Apa yang Perlu Diketahui?](https://primayahospital.com/onkologi/efek-samping-kemoterapi/): Kemoterapi dan radioterapi memiliki kemampuan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker, namun juga dapat menimbulkan efek samping jangka panjang.... - [7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita](https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-pada-wanita/): Banyak wanita yang tiba-tiba jatuh di dapur, di kantor, atau saat mengantar anak ke sekolah mengira hanya “masuk angin”, “kecapekan”,... - [Ketahui Gejala Stroke dengan Metode FAST](https://primayahospital.com/saraf/metode-fast/): Pernahkah Anda melihat orang tua atau pasangan tiba-tiba mulutnya mencong saat tersenyum, tangan tak bisa diangkat, atau bicara jadi pelo... - [Tips Membantu Pasangan dengan Gangguan OCD agar Lebih Tenang](https://primayahospital.com/kejiwaan/gangguan-ocd/): Gangguan Obsesif-Kompulsif atau OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) adalah salah satu gangguan kesehatan jiwa yang cukup sering ditemui. Penderita mengalami pikiran tak... - [Terapi Okupasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus](https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-okupasi-untuk-anak/): Bagi anak berkebutuhan khusus, kegiatan yang tampaknya sederhana seperti memegang sendok, mengancingkan baju, bahkan duduk tenang di kelas bisa jadi... - [Gejala Sindrom Kelelahan Kronis pada Remaja yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/saraf/gejala-sindrom-kelelahan/): Sindrom kelelahan kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS), yang juga disebut Myalgic Encephalomyelitis (ME/CFS), adalah penyakit kompleks yang membuat penderita... - [Mengenal Akupunktur Medik: Terapi Berbasis Bukti Ilmiah](https://primayahospital.com/akupunktur/mengenal-akupunktur-medik/): Akupunktur, sebagai salah satu bentuk pengobatan tertua, telah mengalami evolusi signifikan. Di samping praktik tradisional, kini hadir Akupunktur Medik (atau... - [Honeymoon Cystitis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/honeymoon-cystitis/): Masa-masa setelah pernikahan biasanya penuh dengan kebahagiaan dan kemesraan. Tapi, bagi beberapa pasangan, khususnya bagi istri, momen ini justru bisa... - [Menepis Mitos: Benarkah Penyakit Jantung Hanya "Milik" Lansia?](https://primayahospital.com/jantung/mitos-penyakit-jantung-lansia/): Banyak dari kita tumbuh dengan anggapan bahwa masalah jantung adalah sesuatu yang baru perlu dikhawatirkan saat rambut mulai memutih atau... - [Makan Nanas Muda Bisa Sebabkan Keguguran: Mitos atau Fakta?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/makan-nanas-muda/): Setiap ibu hamil pasti pernah mendengar larangan “jangan makan nanas muda, nanti keguguran”. Mitos ini beredar turun-temurun hingga membuat banyak... - [Pengaruh Pil KB terhadap Penggumpalan Darah pada Wanita Usia 35 Tahun](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pengaruh-pil-kb/): Pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progestin telah menjadi salah satu metode kontrasepsi paling banyak digunakan oleh wanita... - [Mengenal Lebih Dekat Kanker Serviks](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mengenal-kanker-serviks/): Kesehatan adalah harta yang tak ternilai. Sebagai perempuan ada satu hal penting yang perlu kita kenali bersama. Kanker Serviks atau... - [Gejala Awal Orang Terkena Diabetes, Berikut Informasinya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-awal-diabetes/): Diabetes masih menjadi masalah kesehatan global yang jumlahnya makin meningkat dari tahun ke tahun. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan bahwa... - [Stress Test Treadmill untuk Deteksi Penyakit Jantung](https://primayahospital.com/jantung/stress-test-treadmill/): Treadmill terkenal sebagai salah satu alat untuk menjaga kesehatan yang banyak tersedia di pusat kebugaran. Namun alat ini juga dapat... - [Penyebab Kelahiran Prematur pada Bayi dan Ciri-cirinya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/penyebab-kelahiran-prematur/): Bayi yang terlahir dalam kondisi yang tidak normal bisa saja salah satu penyebabnya adalah kelahiran prematur. Kondisi ini merupakan kelahiran... - [Efek Samping Jangka Panjang Obat Pengencer Darah pada Lansia](https://primayahospital.com/farmakologi/obat-pengencer-darah/): Obat pengencer darah, baik yang termasuk dalam kelompok antikoagulan maupun antiplatelet, telah menjadi salah satu terapi paling penting dalam pencegahan... - [Pencegahan Stroke Sekunder: Mencegah Stroke Datang Kembali](https://primayahospital.com/rehab-medik/pencegahan-stroke-sekunder/): Pencegahan stroke sekunder menjadi salah satu langkah penting untuk para penderita penyakit stroke. Bagi yang pernah mengalami serangan stroke, mempunyai... - [Polip Usus Besar: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/polip-usus-besar/): Bayangkan usus kita seperti jalan raya yang tiap hari dilalui kendaraan. Jalan yang mulus tanpa gundukan diidealkan karena nyaman dilalui.... - [Distonia: Gangguan Gerak Akibat Kontraksi Otot Tidak Terkendali](https://primayahospital.com/saraf/distonia/): Distonia atau dystonia adalah kondisi dimana seseorang mengalami kontraksi otot yang tidak terkendali yang mengakibatkan gerakan yang dilakukan oleh tubuh... - [Perbedaan Gejala Depresi Klinis dan Hanya Sedih Biasa](https://primayahospital.com/kejiwaan/gejala-depresi/): Merasa sedih adalah bagian dari kehidupan setiap orang, terutama ketika kehilangan sesuatu yang berharga, mengalami kegagalan, atau berada dalam tekanan... - [Cara Mengatasi Serangan Panik Mendadak di Tempat Umum](https://primayahospital.com/kejiwaan/mengatasi-serangan-panik/): Serangan panik adalah kecemasan yang sangat hebat dan muncul secara tiba-tiba tanpa ada bahaya nyata di sekitar. Kondisi ini bisa... - [Mengenali Kecanduan Narkoba Lebih Awal](https://primayahospital.com/kejiwaan/kecanduan-narkoba/): Kecanduan narkoba atau dalam istilah medis dikenal sebagai substance use disorder (SUD) masih menjadi salah satu masalah yang pelik di... - [Mengenal Dermatitis: Ruam Kulit yang Sering Dianggap Sepele](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/ruam-kulit/): Kulit merupakan pelindung utama tubuh, sehingga paling mudah terpapar iritan dan alergen. Tak heran dermatitis, peradangan kulit yang memicu gatal,... - [Migrain dengan Aura: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/migrain-dengan-aura/): Sakit kepala adalah gejala masalah kesehatan yang sudah umum terjadi. Namun ada beberapa jenis sakit kepala yang perlu perhatian lebih.... - [Cara Mengukur Tekanan Darah yang Benar Setelah Olahraga Intens](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cara-mengukur-tekanan-darah/): Aktivitas fisik yang berat dapat memengaruhi tekanan darah secara signifikan dalam waktu singkat. Pada sebagian orang, tekanan darah bisa melonjak... - [Peran Penting Terapi Okupasi Dalam Mengembalikan Kemandirian Pasien Neurologi](https://primayahospital.com/rehab-medik/peran-penting-terapi-okupasi-dalam-mengembalikan-kemandirian-pasien-neurologi/): Terapi okupasi meliputi serangkaian latihan yang dapat diberikan kepada pasien dengan kondisi kesehatan tertentu salah satunya pada pasien neurologi. Melalui... - [Cedera Traumatik Jangka Panjang: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/ortopedi/cedera-traumatik/): Cedera traumatik adalah salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Cedera ini tidak hanya mempengaruhi fisik, tapi juga kesehatan... - [Apa Itu Radioterapi? Ketahui Manfaatnya Untuk Pengobatan Kanker](https://primayahospital.com/onkologi/apa-itu-radioterapi/): Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, berkat kemajuan teknologi medis, banyak pasien yang berhasil sembuh... - [Mengatasi Nyeri Lutut Saat Jongkok Tanpa Obat](https://primayahospital.com/ortopedi/nyeri-lutut-saat-jongkok/): Pernahkah Anda merasa lutut seperti ditusuk jarum, berderit, atau terasa “terkunci” saat jongkok penuh untuk mengambil barang di lantai rendah,... - [Dampak Kekurangan Vitamin D terhadap Mood dan Energi](https://primayahospital.com/gizi/dampak-kekurangan-vitamin-d/): Vitamin D sering disebut “vitamin sinar matahari” karena tubuh kita memproduksinya saat kulit terkena sinar UVB. Namun, lebih dari 70%... - [Muncul Bintik Merah pada Kulit Disertai Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/umum/muncul-bintik-merah/): Bintik merah pada kulit yang disertai rasa gatal sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini... - [Vertigo Posisi Paroksismal Jinak (BPPV): Penyebab dan Manuver Epley](https://primayahospital.com/saraf/vertigo-posisi-paroksismal-jinak/): Jika Anda pernah merasakan sensasi berputar mendadak saat bangun tidur atau mengubah posisi kepala, kondisi ini mungkin merupakan tanda Vertigo... - [Kantung Mata Bengkak? Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/umum/kantung-mata-bengkak/): Kantung mata bengkak adalah kondisi pembengkakan pada area bawah mata yang membuat wajah terlihat lelah dan kurang segar. Banyak orang... - [Sakit Pinggang: Penyebab dan Solusi Pengobatannya](https://primayahospital.com/saraf/penyebab-sakit-pinggang/): Pernahkah Anda bangun tidur dengan rasa nyeri di pinggang? Atau ada yang bertanya-tanya, mengapa kadang punggung terasa sakit dan pegal... - [Suntik Steroid untuk Nyeri Sendi: Manfaat dan Efek Sampingnya](https://primayahospital.com/saraf/suntik-steroid/): Nyeri sendi adalah masalah kesehatan umum bagi banyak orang, terutama yang telah memasuki masa lanjut usia atau lansia. Bagi mereka,... - [Fisioterapi Dada Bantu Pernafasan: Berikut Informasinya!](https://primayahospital.com/fisioterapi-dan-rehabilitasi-medik/fisioterapi-dada/): Terapi fisik dada menggunakan metode mekanis, khususnya perkusi dada, drainase postural, dan vibrasi, untuk membantu pembersihan sekresi paru-paru melalui jalan... - [Urutan Skincare Malam: Rahasia Kulit Sehat dan Bersinar](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/skincare-malam/): Banyak orang yang lebih berfokus pada rutinitas perawatan kulit wajah di pagi hari untuk melindungi kulit dari paparan lingkungan karena... - [Hepatitis B: Pencegahan dengan Vaksinasi dan Penanganan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pencegahan-hepatitis-b/): Di antara beberapa jenis hepatitis, ada salah satu yang perlu diwaspadai yaitu berupa hepatitis B. Kondisi ini tergolong sebagai infeksi... - [Perbedaan Mamografi dan USG Mammae Yang Perlu Anda Tahu](https://primayahospital.com/umum/perbedaan-mamografi-dan-usg-mammae/): Apakah kalian pernah mendengar mengenai pemeriksaan Mammografi? Lalu, apa perbedaan antara Mammografi dengan USG payudara? Mari kita simak terlebih dahulu... - [Perawatan Bayi Baru Lahir: Tips Penting untuk Orang Tua](https://primayahospital.com/anak/bayi-baru-lahir/): Menyambut kehadiran bayi ke dunia adalah salah satu pengalaman paling membahagiakan dalam hidup. Namun, di balik kebahagiaan itu, sering muncul... - [Tanda-tanda Persalinan Normal dan Proses Pembukaan Lahiran](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-tanda-persalinan-normal/): Ketika seorang perempuan hamil mendekati waktu persalinan, banyak perubahan fisik dan emosional yang akan dialaminya. Momen ini sangat dinanti, tapi... - [Facial: Ketahui Manfaat dan Prosedur yang Aman](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/facial/): Facial pada wajah adalah salah satu solusi populer untuk menjaga kulit tetap terlihat sehat dan bercahaya. Lebih dari sekadar memanjakan... - [Penyakit Skleroderma: Autoimun dengan Penebalan Kulit](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/penyakit-skleroderma/): Skleroderma adalah penyakit autoimun langka yang menyebabkan penebalan dan pengerasan kulit serta jaringan tubuh lainnya. Penyakit ini dapat memengaruhi organ... - [Terapi Hormonal: Ketahui Manfaat dan Tujuannya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/terapi-hormonal-ketahui-manfaat-dan-tujuannya/): Hormon memiliki peran penting untuk menjaga sistem tubuh manusia agar selalu harmonis, dari metabolisme, reproduksi, emosi, hingga kesehatan kulit. Maka,... - [Ventriculoperitoneal Shunt: Kapan Prosedur Medis Ini Dilakukan?](https://primayahospital.com/bedah-saraf/ventriculoperitoneal-shunt/): VP Shunt atau Ventriculoperitoneal Shunt adalah prosedur medis untuk mengalirkan cairan otak ke rongga perut (rongga peritoneum) agar dapat diserap.... - [Obat Asam Urat, Kenali Jenis dan Manfaatnya](https://primayahospital.com/umum/obat-asam-urat/): Asam urat adalah kondisi yang kerap diremehkan tapi dampaknya bisa sangat besar pada kehidupan. Aktivitas sehari-hari bisa terhambat karena gejala... - [Cara Aman Mengatasi Kesulitan Menelan Setelah Stroke (Disfagia)](https://primayahospital.com/saraf/disfagia-pasca-stroke/): Disfagia Disfagia adalah salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita pasca stroke, ditandai dengan kesulitan menelan makanan atau cairan... - [Terapi Saraf Kejepit, Kapan Diperlukan?](https://primayahospital.com/saraf/terapi-saraf-kejepit/): Terapi Saraf Kejepit Saraf kejepit adalah salah satu kondisi yang sangat mengganggu dan bahkan melumpuhkan karena gejalanya yang berupa rasa... - [ADHD pada Wanita Dewasa: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kejiwaan/adhd-pada-wanita/): Ketika mendengar istilah ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder, banyak orang membayangkan anak laki-laki yang tidak bisa diam di kelas.... - [Sindrom Guillain-Barré: Kelumpuhan Akut yang Disebabkan oleh Serangan Imun](https://primayahospital.com/saraf/sindrom-guillain-barre/): Sindrom Guillain-Barre Sindrom Guillain-Barre adalah penyakit yang menyerang sistem saraf tepi dengan ciri utama kelemahan otot daerah ekstremitas serta otot... - [Mini Stroke : Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/mini-stroke/): Mini Stroke sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, menurut American Heart Association, mini stroke dapat menjadi sinyal peringatan... - [Gangguan Makan pada Remaja: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kejiwaan/gangguan-makan-pada-remaja/): Gangguan makan bukan sekadar pilih-pilih makanan agar langsung atau hobi makan besar dan berlebihan. Di baliknya, ada masalah kesehatan mental... - [Penyakit Talasemia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/anak/penyakit-talasemia/): Penyakit talasemia adalah penyakit langka yang dapat mempengaruhi bayi baru lahir. Penyakit genetik ini membuat penderitanya rentan mengalami berbagai masalah... - [Penyakit Parkinson Usia Muda: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/penyakit-parkinson-usia-muda/): Penyakit Parkinson umumnya dikenal sebagai penyakit yang menyerang lansia. Namun faktanya penyakit ini juga dapat menyerang individu yang lebih muda.... - [Trigeminal Neuralgia: Nyeri Wajah Hebat Seperti Tersengat Listrik](https://primayahospital.com/saraf/trigeminal-neuralgia/): Jika Anda pernah merasakan nyeri seperti tersengat listrik yang menyambar wajah secara tiba-tiba, inilah yang dirasakan penderita trigeminal neuralgia. Rasa... - [Awake Brain Surgery, Berikut Manfaatnya!](https://primayahospital.com/saraf/awake-brain-surgery/): Dalam dunia medis, teknologi yang terus berkembang menawarkan solusi yang lebih aman dan efektif untuk berbagai masalah kesehatan. Salah satu... - [Apa itu Liquid Biopsy? Deteksi Kanker Melalui Sampel Darah](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/liquid-biopsy/): Salah satu penyebab kematian paling tinggi kedua di dunia adalah kanker. Tidak hanya memberikan beban fisik saja, tetapi juga secara... - [Mengenal Vaskulitis: Ketika Sistem Imun Menyerang Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/mengenal-vaskulitis/): Vaskulitis mengacu pada radang yang terjadi pada pembuluh darah. Radang ini bisa terjadi akibat masalah di salah satu organ atau... - [Ambeien Menonjol: Pengobatan Alami dan Pencegahan Kambuh](https://primayahospital.com/bedah/ambeien-menonjol/): Ambeien atau juga sering disebut wasir adalah masalah kesehatan yang umum terjadi, tapi sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan... - [Saraf Kejepit: Gejala dan Terapinya](https://primayahospital.com/saraf/bahaya-saraf-kejepit/): Pernahkah Anda merasakan sensasi nyeri tajam yang menjalar, kesemutan, atau bahkan mati rasa di punggung atau leher belakang? Sensasi ini... - [Bahaya Antibiotik Kebal untuk Kesehatan Ginjal](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bahaya-antibiotik/): Antibiotik adalah golongan senyawa antimikroba yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia pada organisme, khususnya dalam proses infeksi... - [Demam Naik Turun: Kenali Penyebab dan Langkah Penanganan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-naik/): Demam naik turun sejatinya bukanlah suatu penyakit. Tetapi keluhan demam merupakan suatu tanda dan gejala dari berbagai penyakit dan tidak... - [Kenali Jenis Obat Cacar Air yang Ampuh dan Aman](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/jenis-obat-cacar-air/): Cacar air termasuk salah satu penyakit kulit yang sering kali menjangkit secara musiman. Namun tahukah Anda jika kondisi ini juga... - [BAB Normal: Ciri-ciri dan Cara Mengatasi Sembelit](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bab-normal/): Pernahkah Anda bertanya-tanya, “Apakah BAB saya normal? ” Terlebih ketika mengetahui adanya BAB warna hitam. Atau mungkin Anda sedang mengalami... - [Sindrom Neurologis Paraneoplastik : Ketika Kanker Menyebabkan Gejala pada Saraf](https://primayahospital.com/saraf/sindrom-neurologis-paraneoplastik/): Sindrom neurologis paraneoplastik (PNS) adalah kondisi langka yang dapat dialami oleh penderita kanker, namun berpotensi untuk dapat diobati. Berbeda dengan... - [Sakit Perut Melilit: Penyebab dan Pengobatan yang Tepat](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sakit-perut-melilit/): Sakit perut melilit adalah masalah kesehatan yang umum dialami banyak orang. Sensasi nyeri yang datang dan pergi, juga rasa kram... - [Penyakit Jantung Koroner Sering Terjadi Tanpa Disadari](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/jantung-koroner/): Definisi Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu jenis penyakit jantung yang paling sering dijumpai. Kondisi ini... - [Skrining Genetik Kanker: Mendeteksi Risiko Kanker Payudara dan Ovarium](https://primayahospital.com/bedah-onkologi/skrining-genetik-kanker/): Meskipun pada umumnya kanker bukan penyakit keturunan, namun 5-10% kanker disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan. Oleh karena itu, perlu... - [Waspada Anemia pada Anak, Berikut Informasinya](https://primayahospital.com/anak/waspada-anemia/): Anemia pada anak adalah kondisi kekurangan jumlah sel darah merah normal, yang menyebabkan anak tampak pucat, lemas, mudah lelah, dan... - [Sindrom Kelelahan Kronis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/sindrom-kelelahan-kronis/): Pernahkah Anda merasa luar biasa lelah, seolah-olah tak punya lagi energi, bahkan setelah tidur semalaman? Waspadalah. Ada kemungkinan itu gejala... - [Mengenal Pneumonia: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan](https://primayahospital.com/anak/mengenal-pneumonia/): Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang kerap tak disadari. Penyakit ini bisa diatasi dan dicegah dengan berbagai cara, tapi... - [Operasi Bariatrik (Bariatric Surgery): Bisa Menurunkan Berat Badan, Benarkah?](https://primayahospital.com/bedah-digestif/operasi-bariatrik/): Operasi bariatrik sering dianggap sebagai jalan pintas untuk menurunkan berat badan. Namun sebenarnya prosedur bedah ini merupakan sebuah transformasi medis... - [Vaksinasi Dewasa: Perlukah Dilakukan? Berikut Informasinya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/vaksinasi-dewasa/): Banyak orang berpikir bahwa vaksinasi hanya penting pada saat bayi atau balita. Begitu dewasa, kita merasa cukup kebal karena dulu... - [Atasi Nyeri Punggung Bawah dengan Prosedur Blok Saraf (Nerve Block)](https://primayahospital.com/saraf/atasi-nyeri-punggung-bawah/): Banyak penderita alami nyeri punggung bawah dan pinggang memilih prosedur blok saraf (nerve block) sebagai solusi. Tindakan ini memang bisa... - [Katarak (Lensa Mata Keruh): Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/mata/lensa-mata-keruh/): Pernahkah Anda merasa penglihatan seperti tertutup kabut atau kaca buram. Jika iya dan kondisi ini masih terjadi meski kacamata sudah... - [Epilepsi pada Anak: Jenis Kejang dan Penanganan Pertama yang Tepat](https://primayahospital.com/anak/epilepsi-pada-anak/): Epilepsi pada anak sering kali menjadi momok bagi orang tua karena identik dengan kejang mendadak yang menakutkan. Padahal, kondisi ini... - [Punya Penyakit Jantung Bawaan, Apa Bisa Jadi Atlet?](https://primayahospital.com/jantung/punya-penyakit-jantung/): Menjadi seorang atlet profesional adalah mimpi bagi banyak orang. Perlu kerja keras yang konsisten selama bertahun-tahun untuk mewujudkan hal ini.... - [Penyakit Jantung Koroner: Apa Saja Yang Perlu Anda Ketahui](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/tanda-penyakit-jantung-koroner/): Definisi Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu jenis penyakit jantung yang paling sering dijumpai. Kondisi ini... - [Apa Saja Gejala Alergi yang Sering Muncul dan Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?](https://primayahospital.com/umum/apa-saja-gejala-alergi/): Alergi adalah reaksi berlebihan atau tidak terkendali dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti makanan tertentu,... - [Mengapa Kualitas Tidur Penting di Era Digital? Ini Dampaknya untuk Kesehatan Anda](https://primayahospital.com/umum/kualitas-tidur/): Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas tidur menjadi salah satu isu kesehatan yang banyak dibahas di dunia, termasuk di Indonesia. Survei... - [Pilihan Obat Asam Lambung, Berikut Informasinya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pilihan-obat-asam-lambung/): Jika pernah merasakan sensasi panas yang menjalar dari perut ke dada setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, bisa jadi itu... - [Sindrom Brugada: Kelainan Irama Jantung Genetik yang Mengancam Jiwa](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/kelainan-sindrom-brugada/): Salah satu conginetal heart disease atau sakit jantung bawaan yang belum banyak dikenal adalah Sindrom Brugada. Padahal, kondisi ini ditengarai... - [Atrial Septal Defect (ASD): Kenali Sejak Dini](https://primayahospital.com/anak/atrial-septal-defect-asd-kenali-sejak-dini/): Jantung bagaikan mesin yang bekerja sepanjang hari menjaga kehidupan. Fungsi itu akan terganggu ketika ada satu masalah saja, meski ringan.... - [Neuropati Diabetik: Kerusakan Saraf Akibat Diabetes](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/neuropati-diabetik/): Kondisi neuropati diabetik berhubungan dengan kerusakan saraf yang terjadi pada penderita diabetes tingkat tertentu. Diabetes menjadi salah satu penyakit yang... - [Diabetes Insipidus: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-diabetes-insipidus/): Kebanyakan orang familier dengan kondisi yang disebut diabetes melitus. Tapi tidak demikian dengan diabetes insipidus. Meski sama-sama diabetes, keduanya merupakan... - [Penyakit Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat](https://primayahospital.com/umum/gaya-hidup-tidak-sehat/): Gaya hidup modern lekat dengan kesibukan dan segala hal instan yang membawa ancaman kesehatan. Jam kerja yang panjang hingga berbagai... - [Pola Hidup Sehat: Kunci Berat Badan Ideal dan Tubuh Bugar](https://primayahospital.com/gizi/hidup-sehat/): Di tengah kesibukan hidup modern, menjaga pola hidup sehat sering menjadi tantangan tersendiri. Banyak orang terjebak dalam rutinitas yang padat... - [Koreng di Kulit Kepala: Penyebab dan Cara Penanganannya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/koreng-di-kulit-kepala/): Koreng di kulit kepala ternyata bukan disebabkan karena luka garukan saja loh. Kondisi medis tertentu bahkan seringkali menjadi penyebab utama... - [Vasektomi untuk Kontrasepsi Pria: Ketahui Manfaatnya](https://primayahospital.com/urologi/vasektomi/): Ketika berbicara tentang kontrasepsi, kebanyakan orang langsung teringat pada metode untuk perempuan seperti pil KB, suntik hormon, spiral, atau implan.... - [Radang Tenggorokan dan Batuk: Cara Cepat Meredakannya](https://primayahospital.com/tht/radang-tenggorokan-dan-batuk/): Rasa gatal, kering, dan sakit tenggorokan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi disertai batuk berdahak. Radang tenggorokan dan batuk memang... - [Penyakit yang Banyak Menyerang Balita Anda Perlu Waspada](https://primayahospital.com/anak/penyakit-balita/): Tak dapat dimungkiri, anak balita rentan terserang berbagai penyakit dari yang ringan hingga serius. Penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare,... - [Atasi Spastisitas, Kekakuan Otot Yang Mengganggu Pemulihan Stroke](https://primayahospital.com/umum/atasi-spastisitas/): Spastisitas pasca stroke menjadi salah satu hal yang paling ditakuti oleh para pengidap stroke. Hal tersebut karena kondisi ini mengakibatkan... - [Kolesterol Tinggi: Makanan Penurun dan Pencegahnya](https://primayahospital.com/gizi/kolesterol/): Kolesterol tinggi menjadi kekhawatiran tersendiri ketika orang memeriksakan kesehatannya. Tapi banyak orang yang justru seperti mengabaikan risiko peningkatan kolesterol, terutama... - [Kardiomiopati Peripartum: Gagal Jantung Langka Pasca Melahirkan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kardiomiopati-peripartum/): Kehamilan memang membawa kebahagiaan, tetapi juga memberi beban yang besar pada tubuh ibu. Salah satunya terjadi pada jantung karena harus... - [Prosedur Deep Brain Stimulation untuk Parkinson](https://primayahospital.com/saraf/deep-brain-stimulation/): Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi kemampuan motorik penderitanya. Gejala utamanya meliputi tremor, kekakuan otot, dan kelambatan gerak... - [Ekokardiografi untuk Diagnosis Kelainan Jantung](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/ekokardiografi-jantung/): Menjaga kesehatan jantung mutlak menjadi kewajiban agar hidup lebih berkualitas. Jika jantung mengalami masalah, dampaknya bisa sangat besar karena organ... - [Kenali Apa Saja Obat Jerawat yang Efektif secara Medis](https://primayahospital.com/umum/obat-jerawat/): Apakah akhir-akhir ini Anda mengalami stres lalu timbul jerawat di wajah, dada, maupun punggung? Jika kondisi ini terjadi, maka Anda... - [Gatal pada Kulit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gatal-kulit/): Sering kali, saat kita bersentuhan pada suatu hal yang menyebabkan alergi, maka dapat berujung pada rasa gatal. Gatal pada kulit... - [Pareidolia: Ketika Melihat Wajah pada Objek Random](https://primayahospital.com/kejiwaan/pareidolia/): Pernahkah Anda melihat adanya struktur yang dikenali seperti halnya wajah atau binatang pada suatu objek random? Nah, hal semacam ini... - [Terapi Okupasi: Meningkatkan Kemandirian Pasien Stroke](https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-okupasi/): Terapi okupasi untuk pasien stroke berfokus pada pemulihan kemampuan sehari-hari yang terpengaruh setelah stroke. Mengenal Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke... - [Transient Ischemic Attack (TIA): Stroke Ringan yang Tak Boleh Diabaikan](https://primayahospital.com/saraf/transient-ischemic/): Meskipun kerap disebut sebagai mini stroke, namun Transient Ischemic Attack (TIA) ini tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut memang hanya terjadi... - [EEG Anak: Kapan Perlu Dilakukan dan Apa Manfaatnya?](https://primayahospital.com/anak/eeg-anak/): Dalam dunia medis, electroencephalogram (EEG) telah menjadi alat penunjang yang penting untuk menegakkan diagnosis pada anak dengan kejang ataupun terduga... - [Myasthenia Gravis: Kelemahan Otot Akibat Gangguan Komunikasi Saraf](https://primayahospital.com/saraf/myasthenia-gravis/): Myasthenia Gravis merupakan suatu penyakit autoimun yang memengaruhi sistem neuromuskular, khususnya komunikasi antara saraf dan otot. Kondisi ini menyebabkan otot... - [Keringat Dingin: Penyebab dan Cara Mengatasi Secara Cepat](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/keringat-dingin/): Keringat dingin adalah fenomena yang sering membuat kita merasa tidak nyaman dan khawatir. Biasanya keringat dingin muncul ketika tubuh merespons... - [Ciri-Ciri Asam Urat Normal dan Obat Asam Urat di Kaki yang Ampuh](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ciri-ciri-asam-urat-norma/): Saat kadar asam urat di atas normal, maka dapat menyebabkan banyak masalah bagi tubuh. Salah satunya terjadinya penumpukan zat asam... - [Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil: Nutrisi Penting Selama Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/buah-yang-bagus-untuk-ibu-hamil-2/): Kehamilan adalah momen istimewa yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam memilih asupan nutrisi. Buah merupakan salah satu sumber nutrisi yang... - [Hydration Awareness: Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Harian Saat Cuaca Panas Ekstrem](https://primayahospital.com/umum/hydration-awareness/): Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia belakangan ini tidak hanya membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan... - [Keracunan Makanan: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan](https://primayahospital.com/umum/waspadai-keracunan-makanan/): Keracunan makanan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di negara tropis seperti Indonesia karena suhu dan kelembapan tinggi... - [Penyakit Osteogenesis Imperfecta: Tulang Mudah Patah](https://primayahospital.com/umum/penyakit-osteogenesis-imperfecta/): Osteogenesis Imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan kolagen, menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Penyakit ini dapat diturunkan... - [Autoimun pada Wanita: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/autoimun-pada-wanita/): Setiap orang memiliki sistem imun yang berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit. Tapi, pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh ini... - [Waspada Gagal Ginjal: Ciri-ciri dan Pencegahan Dini](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/waspada-gagal-ginjal/): Tubuh kita punya semacam sistem yang bisa memberi sinyal bahwa ada masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Tapi tak jarang orang... - [Pentingnya Rehabilitasi Jantung Setelah Serangan Jantung atau Operasi](https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-jantung/): Rehabilitasi jantung menjadi salah satu langkah penting untuk pasien atau penderita gangguan atau penyakit jantung. Dalam proses rehabilitasi sendiri, terdapat... - [Kanker Payudara Stadium Awal: Deteksi Dini dan Pengobatan](https://primayahospital.com/bedah-onkologi/kanker-payudara-stadium-awal/): Kanker payudara adalah salah satu momok kesehatan yang paling ditakuti perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data World... - [Posisi Tidur Ibu Hamil: Mengurangi Mual dan Nyaman](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/posisi-tidur-ibu-hamil/): Semua orang tentu mendambakan tidur yang berkualitas. Tak terkecuali ibu hamil. Perubahan pada tubuh selama masa kehamilan memang bisa mempengaruhi... - [Zero Fluoroscopy Ablation, Ablasi Jantung Tanpa Radiasi](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/zero-fluoroscopy-ablation/): Ablasi jantung merupakan prosedur untuk mengatasi aritmia atau gangguan irama jantung. Nah, di antara metode ablasi jantung, ada salah satu... - [Ventricular Septal Defect (VSD): Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/anak/ventricular-septal-defect/): Penyakit jantung bawaan Adalah kelainan cacat bawaan dengan frekuensi kejadian paling sering diderita anak Penyakit Jantung Bawaan terdiri dari 2... - [Endoskopi: Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Risikonya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/endoskopi/): Untuk melihat bagian dalam tubuh kita, ada berbagai metode yang bisa digunakan. Di antaranya ada USG, CT scan, biopsi, mammografi,... - [Tes Darah Lengkap: Inilah Parameter yang Diperiksa!](https://primayahospital.com/hematologi/tes-darah-lengkap-inilah-parameter-yang-diperiksa/): Dalam pemeriksaan kesehatan rutin, seringkali seseorang hanya kontrol gula darah, kadar kolesterol, dan asam urat saja. Padahal, ada salah satu... - [Diabetes: Buah Aman dan Pantangan Makanan](https://primayahospital.com/umum/pantangan-makanan/): Diabetes adalah penyakit yang mendatangkan konsekuensi besar. Selain menjalani perawatan, pasien diabetes mesti mengatur pola makannya sedemikian rupa. Namun bukan... - [Kawasaki pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya](https://primayahospital.com/anak/kawasaki-pada-anak/): Penyakit Kawasaki adalah penyakit langka yang menyerang anak-anak, terutama di bawah usia lima tahun. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada dinding... - [Gatal pada Kulit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gatal-pada-kulit/): Sering kali, saat kita bersentuhan pada suatu hal yang menyebabkan alergi, maka dapat berujung pada rasa gatal. Gatal pada kulit... - [Pahami Berapa Banyak Kalori Apel yang Harus Anda Tahu](https://primayahospital.com/gizi/pahami-berapa-banyak-kalori-apel-yang-harus-anda-tahu/): Pernahkah Anda mendengar ucapan bahwa “Makan sehari satu apel akan menjauhkan Anda dari dokter”? Walau tak 100% benar, namun ucapan... - [Sering Kesemutan: Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/saraf/sering-kesemutan/): Banyak orang sering mengalami kesemutan tanpa memahami apa yang menyebabkannya atau bagaimana cara mengatasinya. Dalam dunia medis, kesemutan bisa muncul... - [Vertigo: Penyebab Pusing Kliyengan dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/umum/pusing-kliyengan/): Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi berupa nyeri kepala berputar terasa seperti kliyengan tapi tidak sakit? Jika ya, maka bisa jadi... - [Peranan Trombosit pada Proses Hemostasis dan Trombosis](https://primayahospital.com/umum/peranan-trombosit/): Hemostasis adalah suatu proses alamiah dari tubuh untuk membuat darah tetap cair dan berada di dalam pembuluh darah, serta berperan... - [Demam Naik Turun: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya dengan Tepat](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-naik-turun/): Demam adalah suatu respon alami ketika tubuh sedang melawan infeksi yang menyerang. Ketika suhu tubuh mulai meningkat, tubuh memberikan suatu... - [Tips Memilih Obat Batuk Pilek Dewasa yang Tepat dan Manjur](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/obat-batuk-pilek/): Tahukah Anda, sejatinya batuk merupakan refleks tubuh dalam membersihkan saluran pernapasan. Ini bisa terjadi baik saat sedang flu pilek maupun... - [Batuk Berdahak Tak Kunjung Sembuh: Penyebab dan Solusi Efektif](https://primayahospital.com/paru/batuk-berdahak/): Batuk berdahak tak kunjung sembuh bisa jadi bukan sekadar keluhan biasa loh, keluhan ini bisa juga merupakan gejala dari gangguan... - [Sesak Napas Saat Tidur: Penyebab dan Solusi untuk Pernapasan Lebih Lancar](https://primayahospital.com/tht/sesak-napas-saat-tidur/): Tidur adalah salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, bagi sebagian orang, sesak napas saat tidur... - [Penyebab Vertigo yang Tak Kunjung Sembuh](https://primayahospital.com/saraf/penyebab-vertigo/): Vertigo bukan sekadar pusing biasa. Gejalanya bisa sangat mengganggu, bahkan sangat menghambat aktivitas sehari-hari. Apalagi ketika vertigo tak segera sembuh... - [Leher Kaku Apakah Karena Kolesterol Tinggi? Yuk Cek Faktanya!](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/leher-kaku/): Mungkin Anda pernah mendengar, jika leher kaku itu berkaitan dengan gejala kolesterol tinggi. Namun, apakah hal tersebut memang berkaitan dan... - [Makanan Penurun Kolesterol yang Sering Anda Sepelekan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/makanan-penurun-kolesterol/): Kolesterol tinggi termasuk kondisi klinis yang sering tak disadari karena jarang sekali menunjukkan gejala khusus. Namun, kondisi ini dapat berpotensi... - [Pola Hidup Sehat: Kunci Utama Meningkatkan Daya Tahan Tubuh](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pola-hidup-sehat/): Lebih dari sekadar tren atau gaya hidup sesaat, pola hidup sehat adalah investasi jangka panjang yang krusial untuk menjaga dan... - [Kenali Penyebab Benjolan di Leher yang Tak Boleh Anda Sepelekan](https://primayahospital.com/tht/penyebab-benjolan-di-leher/): Apakah Anda pernah mengalami kondisi di mana tiba-tiba terdapat benjolan di leher? Sejatinya, apa penyebabnya dan bagaimana hal ini bisa... - [Apa Saja Penyebab Pappiledema?](https://primayahospital.com/umum/penyebab-pappiledema/): Pappiledema adalah kondisi pembengkakan pada papil saraf optik di mata akibat peningkatan tekanan intrakranial, bukan penyakit yang berdiri sendiri melainkan... - [Telinga Berdenging Terus: Gejala Tinitus dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/tht/gejala-tinitus/): Telinga berdenging di telinga yang tidak kunjung berhenti mungkin terasa seperti gangguan kecil. Namun, bagi banyak orang di seluruh dunia,... - [Pola Makan dan Kesehatan Otak: Mencegah Demensia Sejak Dini](https://primayahospital.com/umum/mencegah-demensia-sejak-dini/): Kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya nutrisi tertentu, seperti antioksidan, asam... - [Kanker Kulit: Kenali Jenis dan Tanda Bahayanya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/kanker-kulit/): Bintik hitam, kebiruan, atau kemerahan di kulit atau tahi lalat yang mudah berdarah serta luka yang sulit sembuh harus menjadi... - [Vitamin Peningkat Daya Tahan Tubuh untuk Dewasa dan Lansia](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/daya-tahan-tubuh/): Daya tahan tubuh yang baik tidak hanya membantu melawan penyakit, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Vitamin memiliki peran krusial dalam... - [Terapi Rehabilitasi Jantung: Pemulihan Secara Menyeluruh](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/terapi-rehabilitasi-jantung-pemulihan-secara-menyeluruh/): Terapi rehabilitasi jantung adalah program yang dirancang untuk membantu pasien pulih setelah penyakit jantung. Program ini melibatkan latihan fisik, pendidikan,... - [Panduan Vitamin dan Makanan Sehat Ibu Hamil](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/vitamin-dan-makanan-sehat-ibu-hamil/): Kehamilan menjadi masa yang penuh harapan dan tantangan. Selama periode ini, tubuh ibu mengalami banyak perubahan, baik fisik maupun emosional.... - [Angioplasty: Kapan Dibutuhkan dan Bagaimana Prosedurnya?](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/angioplasty/): Angioplasty adalah prosedur yang telah menyelamatkan jutaan orang di seluruh dunia yang mengalami serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah jantung... - [Inilah Ciri-Ciri Hamil di Luar Rahim yang Harus Diketahui!](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ciri-hamil-di-luar-rahim/): Hamil di luar rahim atau disebut juga sebagai kehamilan ektopik termasuk kelainan dalam mengandung. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa... - [Penyakit Batten: Gangguan Genetik dengan Hilangnya Penglihatan](https://primayahospital.com/saraf/penyakit-batten/): Penyakit Batten adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini bersifat progresif dan serius. Gejala Penyakit Batten... - [Penyakit Tiroid: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-tiroid/): Penyakit tiroid adalah salah satu kondisi kesehatan yang sering terabaikan meski dampaknya terhadap kualitas hidup seseorang terbilang signifikan. Kelenjar tiroid... - [Jerawat dan Bekasnya: Solusi Ampuh untuk Wajah Bersih](https://primayahospital.com/umum/jerawat-dan-bekasnya/): Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Menurut penelitian, jerawat mempengaruhi... - [Panduan Lengkap Mengatasi Asam Lambung Naik](https://primayahospital.com/gizi/mengatasi-asam-lambung-naik/): Sensasi panas atau terbakar di dada yang tiba-tiba terasa mungkin menandakan kondisi asam lambung naik atau kerap disebut GERD. Namun... - [Penyakit Dermatomiositis: Peradangan Otot dan Kulit Autoimun](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/penyakit-dermatomiositis/): Dermatomiositis adalah penyakit autoimun langka yang memengaruhi kulit dan otot, menyebabkan peradangan dan kelemahan. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai usia.... - [Plastik Microwave Safe Belum Tentu Aman Dipakai](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/plastik-microwave/): Microwave telah menjadi alat dapur yang praktis untuk memanaskan makanan dalam hitungan menit. Namun tahukah Anda wadah plastik berlabel “microwave... - [Sindrom Prader-Willi: Gangguan Genetik Rasa Lapar Berlebihan](https://primayahospital.com/anak/sindrom-prader-willi/): Sindrom Prader-Willi (PWS) adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi regulasi hormon, kontrol nafsu makan, pertumbuhan, dan fungsi kognitif. Kondisi ini... - [Terapi Akupunktur Medik: Efektivitas Tinggi pada Nyeri Kronis](https://primayahospital.com/akupunktur/terapi-akupunktur-medik/): Terapi akupunktur merupakan metode pengobatan yang efektif untuk mengatasi nyeri kronis. Dengan merangsang titik tertentu, akupunktur dapat meredakan rasa sakit.... - [Hipertensi: Cara Menurunkan dan Mencegah Darah Tinggi](https://primayahospital.com/jantung/darah-tinggi/): Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dianggap sebagai “silent killer” karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Padahal hipertensi... - [Jenis Kopi Bisa Pengaruhi Kesehatan Jantung](https://primayahospital.com/umum/jenis-kopi/): Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Banyak orang menjadikan kopi sebagai bagian dari rutinitas harian. Kopi dicari... - [Cara Mengobati Telinga Berdenyut Sebelah yang Harus Anda Tahu](https://primayahospital.com/tht/telinga-berdenyut/): Telinga berdenyut seperti jantung yang disertai atau pun tidak disertai nyeri tentunya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sejatinya, apa sih penyebab... - [Penyakit Canavan: Gangguan Metabolisme yang Mempengaruhi Otak](https://primayahospital.com/saraf/penyakit-canavan/): Penyakit Canavan adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen ASPA. Gejala Penyakit... - [Benarkah Masalah Kulit Psoriasis Bisa Bikin Stres Berat?](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/masalah-kulit/): Kulit sebagai organ terbesar dan terluar pada manusia rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Salah satu masalah kulit yang kerap mengkhawatirkan... - [Penyakit Krabbe: Kelainan Genetik pada Sistem Saraf Pusat](https://primayahospital.com/saraf/penyakit-krabbe/): Penyakit Krabbe adalah kelainan genetik langka yang menyerang sistem saraf pusat. Kondisi ini disebabkan oleh defisiensi enzim. Kelainan ini biasanya... - [RS Primaya ada 2 di Kota Makassar: Hertasning dan Urip](https://primayahospital.com/umum/rs-di-makassar/): Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia terus berkembang menjadi pusat layanan kesehatan modern. Sebagai bagian dari jaringan rumah... - [Poli Dental RS Primaya Hertasning: Layanan Dokter Gigi Spesialis Lengkap untuk Senyum Sehat Keluarga](https://primayahospital.com/umum/poli-dental-rs-makassar/): Kesehatan gigi dan mulut bukan hanya soal estetika, tetapi juga berpengaruh besar pada kualitas hidup seseorang. Menyadari pentingnya hal tersebut,... - [Phenylketonuria (PKU): Kelainan Metabolisme Otak pada Anak](https://primayahospital.com/anak/penyakit-phenylketonuria/): Penyakit Phenylketonuria (PKU) adalah kelainan genetik langka yang mengganggu metabolisme asam amino fenilalanin dalam tubuh. Penyakit ini bersifat bawaan. Kelainan... - [Jantung Sehat: Detak Normal dan Tanda Serangan](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/jantung-sehat/): Jantung adalah organ manusia yang bekerja tanpa henti setiap detik. Dalam sehari, jantung bisa berdetak sebanyak 100. 000 kali. Setiap... - [Jam Kerja Lama Picu Penyakit Jantung dan Stroke](https://primayahospital.com/jantung/jam-kerja-lama/): Dunia kerja modern yang menuntut produktivitas dan efisiensi sering mendorong pegawai untuk bekerja lebih lama. Demi mengejar target atau menyelesaikan... - [Penyakit Polimiositis: Peradangan Otot dengan Kelemahan Fisik](https://primayahospital.com/saraf/penyakit-polimiositis/): Penyakit Polimiositis adalah masalah autoimun yang menyebabkan peradangan pada otot, terutama otot tubuh bagian atas dan pinggul. Penyakit ini dapat... - [Mengenal Terapi ARV: Mengelola Infeksi pada HIV/AIDS](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/terapi-arv/): Terapi ARV (Antiretroviral) adalah pengobatan yang digunakan untuk mengelola infeksi HIV. Terapi ini membantu menurunkan jumlah virus dalam tubuh dan... - [Penyebab Mata Sayu dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/mata/penyebab-mata-sayu/): Screen time yang berlebihan, kurang tidur, dehidrasi, dan juga stres bisa menjadi pemicu mengapa seseorang memiliki mata sayu. Namun, ternyata... - [Pneumonia pada Anak: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/anak/pneumonia-anak/): Banyak orang yang memandang pneumonia sebagai masalah kesehatan orang dewasa. Tapi sebenarnya penyakit infeksi paru-paru ini juga berbahaya bagi anak-anak.... - [Penyakit Menkes: Gangguan Metabolisme Tembaga yang Langka](https://primayahospital.com/umum/penyakit-menkes/): Penyakit Menkes adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi metabolisme tembaga dalam tubuh. Penyakit ini diwariskan secara X-linked. Penderita penyakit Menkes... - [Penyakit Homosistinuria: Gangguan Metabolisme dengan Komplikasi Serius](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-homosistinuria/): Penyakit Homosistinuria adalah kelainan metabolik langka yang disebabkan oleh gangguan pemecahan asam amino homosistein dalam tubuh. Kelainan ini diturunkan secara... - [Sindrom Sjogren: Autoimun pada Kelenjar Air Mata dan Liur](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-sjogren/): Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun yang memengaruhi kelenjar air mata dan air liur, menyebabkan kekeringan pada mulut dan mata. Penyakit... - [Sindrom Hepatorenal, Ganggung Fungsi Ginjal Akibat Penyakit Hati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-hepatorena/): Jika Anda memiliki penyakit hati kronis yang tidak kunjung mendapatkan perawatan medis, itu bisa mengakibatkan komplikasi berbahaya. Salah satunya yaitu... - [Zat Kimia Lingkungan Bisa Picu Penyakit ALS](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/zat-kimia/): Ice bucket challenge atau tantangan ember es yang pernah viral pada 2014 kembali populer pada pertengahan 2025. Aksi viral ini... - [Penyakit Myasthenia Gravis: Kelemahan Otot Neuromuskular](https://primayahospital.com/saraf/penyakit-myasthenia-gravis/): Myasthenia Gravis adalah penyakit autoimun yang memengaruhi komunikasi antara saraf dan otot, menyebabkan kelemahan otot. Gejala utama myasthenia gravis meliputi... - [Penyakit Hirschsprung: Masalah Gangguan Pencernaan pada Anak](https://primayahospital.com/anak/penyakit-hirschsprung/): Penyakit Hirschsprung adalah kelainan bawaan pada usus besar karena ketiadaan saraf pada bagian usus besar sehingga mengganggu pergerakan usus. Penderita... - [Sindrom Angelman: Gangguan Neurologis pada Anak](https://primayahospital.com/umum/sindrom-angelman/): Sindrom Angelman adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi perkembangan saraf dan fungsi kognitif. Penyakit ini bersifat bawaan. Penderita sindrom ini... - [Pengobatan yang Efektif untuk Bronkopneumonia pada Anak](https://primayahospital.com/anak/pengobatan-bronkopneumonia-pada-anak/): Pada anak-anak dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang sangat rentan masalah kesehatan. Salah satu yang sering menjadi kekhawatiran adalah bronkopneumonia,... - [Penyakit Maple Syrup Urine: Gangguan Metabolisme Asam Amino](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-maple-syrup-urine/): Mengenal Penyakit Maple Syrup Urine Penyakit Maple Syrup Urine (MSUD) adalah kelainan metabolik bawaan memengaruhi pemecahan asam amino rantai bercabang.... - [EFT Tapping Kurangi Cemas Ibu Usai Operasi Caesar](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/eft-tapping/): Seusai operasi caesar, banyak ibu mengalami kecemasan yang dapat mempengaruhi proses pemulihan dan mobilisasi dini. Untuk mengatasinya, salah satu pendekatan... - [Tenesmus, Sensasi Ingin BAB tapi Tidak Mau Keluar](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tenesmus/): Pernahkah Anda mengalami sensasi ingin BAB namun setelah di WC ternyata tidak mau keluar juga? Jika hal ini terjadi, maka... - [Bronkopneumonia Bilateral: Gejala dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/umum/bronkopneumonia-bilateral/): Bronkopneumonia bilateral adalah salah satu bentuk pneumonia atau infeksi paru-paru yang memengaruhi kedua paru-paru sekaligus, terutama pada saluran udara kecil... - [Penyakit Hashimoto: Penyebab dan Pengobatan Tiroiditis Autoimun](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hashimoto/): Penyakit Hashimoto adalah gangguan autoimun yang memengaruhi kelenjar tiroid. Kondisi ini mengakibatkan penurunan fungsi tiroid. Penyakit ini sering menyebabkan kelelahan,... - [Vaginal Douching Bisa Mengganggu Hasil Pap Smear](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/vaginal-douching/): Pemeriksaan Pap smear adalah salah satu langkah penting untuk mendeteksi dini perubahan sel di leher rahim (serviks) yang berpotensi menjadi... - [Ingin Cabut Gigi? Inilah Beberapa Hal yang Harus Anda Ketahui!](https://primayahospital.com/umum/ingin-cabut-gigi/): Kondisi seperti gigi berlubang, gigi goyang, atau pertumbuhan yang abnormal, maka dokter biasanya merekomendasikan kepada pasien mencabutnya. Lalu, seperti apa... - [Brain Fog Bisa Terkait Peradangan di Otak](https://primayahospital.com/saraf/brain-fog/): Jika Anda pernah merasa seperti ada “kabut” di dalam kepala yang membuat susah berkonsentrasi, mengingat sesuatu, atau berpikir jernih, bisa... - [Meningkatkan ASI Eksklusif: Tantangan dan Solusi bagi Ibu](https://primayahospital.com/anak/meningkatkan-asi-eksklusif/): Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu langkah paling penting dalam membangun fondasi kesehatan jangka... - [Anak Jadi Picky Eater Karena Sering Dipaksa Makan](https://primayahospital.com/anak/picky-eater-2/): Melihat anak yang sulit makan, banyak orang tua yang kerap merasa kesal. Walhasil, muncul bentakan hingga ancaman seperti “Kalau tidak... - [Penyakit Niemann-Pick: Gangguan Genetik Langka pada Sistem Metabolisme](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-niemann-pick/): Penyakit Niemann-Pick adalah gangguan genetik langka yang memengaruhi metabolisme tubuh. Penyakit ini mengakibatkan penumpukan lemak di organ tubuh. Ada beberapa... - [Tes Toleransi Glukosa, Pentingkah untuk Tes Diabetes dan Prediabetes?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tes-toleransi-glukosa/): Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula dalam darah lebih tinggi dari level normal. Walau demikian, kondisi ini masih belum bisa... - [Terapi Kognitif: Meningkatkan Daya Ingat pada Demensia](https://primayahospital.com/saraf/terapi-kognitif/): Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kualitas hidup. Program ini melibatkan latihan mental... - [Cortisol Face: Benarkah berhubungan dengan stres?](https://primayahospital.com/anak/cortisol-face/): Sosial media saat ini banyak menghubungkan kondisi stres dengan perubahan bentuk wajah yang disebut ”cortisol face”. Namun, yang sebenarnya, hubungan... - [Waspada Hipotiroid Kongenital pada Anak](https://primayahospital.com/anak/hipotiroid-kongenital-pada-anak/): Saat bayi baru lahir, banyak orang tua berfokus pada berat badan, tangisan pertama, atau bentuk kepala si kecil. Namun ada... - [Terapi Kognitif: Meningkatkan Daya Ingat pada Demensia](https://primayahospital.com/saraf/terapi-kognitif-demensia/): Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kualitas hidup. Program ini melibatkan latihan mental... - [Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/paru/penyakit-paru/): Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan paru yang progresif dan tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini menyebabkan kesulitan bernapas. PPOK... - [Bahaya Begadang karena Revenge Bedtime Procrastination](https://primayahospital.com/kejiwaan/bahaya-begadang/): Di tengah kesibukan yang padat, banyak orang memilih mengorbankan waktu tidur atau menunda waktu tidur hingga begadang pada malam hari... - [Hiperlipidemia: Lemak Darah Tinggi Bisa Jadi Ancaman Tersembunyi](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/waspadai-hiperlipidemia/): Tahukah Anda bahwa kolesterol dan trigliserida yang terlalu tinggi di dalam darah bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan? Kondisi ini... - [Secretome pada Osteoartritis, Berikut Informasinya](https://primayahospital.com/ortopedi/secretome-pada-osteoartritis/): Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami nyeri lutut menahun, sendi terasa kaku di pagi hari, atau kesulitan berjalan karena... - [Penyebab Darah Encer dan Bahayanya yang Harus Anda Tahu](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyebab-darah-encer/): Tak hanya bisa mengalami pembekuan, darah juga bisa loh mengalami yang namanya pengenceran. Saat tingkat kepekatan darah lebih encer dari... - [Terapi Elektroterapi: Opsi Terbaik Mengatasi Nyeri Otot](https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-elektroterapi/): Terapi elektroterapi merupakan metode pengobatan menggunakan aliran listrik untuk merangsang otot dan saraf yang mengalami gangguan. Terapi ini banyak digunakan... - [Wajah Breakout: Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/wajah-breakout/): Selain purging, ada satu kondisi yang sering di alami seseorang yaitu wajah breakout. Sejatinya, apa sih perbedaan antara purging dan... - [Stres Pengaruhi Gejala Napas dan Kesehatan Mental](https://primayahospital.com/umum/stres/): Sesak napas yang dirasakan muncul tiba-tiba saat sedang merasa cemas atau stres sering dianggap sebagai angin lalu. Namun ternyata sistem... - [Divertikulitis, Penyebab Perut Kembung dan BAB Berdarah](https://primayahospital.com/umum/divertikulitis/): Semakin tua usia seseorang, maka semakin rentan terkena divertikulitis. Yaitu suatu kondisi ketika divertikula (kantung-kantung di usus besar) mengalami peradangan.... - [Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Tetap Lanjut Berolahraga?](https://primayahospital.com/kedokteran-olahraga/badan-sakit-setelah-olahraga/): Apakah saat ini Anda sedang semangat-semangatnya menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga namun ternyata badan sakit setelah olahraga? Kondisi ini... - [Rambut Tipis dan Banyak yang Rontok? Berikut Penyebabnya!](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/rambut-tipis/): Seseorang tentunya sangat mendambakan rambut yang tebal, lebat, dan juga berkilau. Namun ada kalanya yang tumbuh justru rambut tipis. Rambut... - [Abortus Iminen: Apakah berbahaya, Berikut Informasinya!](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/abortus-iminen/): Dalam setiap perjalanan kehamilan selalu memiliki 2 akhir yang berbeda, kehamilan dapat terus berlanjut sampai dengan kelahiran atau kehamilan yang... - [Kenali Apa itu Elektrokardiografi dan Manfaatnya](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/elektrokardiografi/): Skrining jantung ada banyak jenisnya. Salah satunya yaitu elektrokardiografi (EKG) yang terkenal memiliki beberapa keunggulan. Misalnya berupa prosesnya yang cepat... - [Pahami Cara Melakukan CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/cara-melakukan-cpr/): CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) merupakan salah satu pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat untuk henti napas/jantung. Namun, apakah prosedur ini... - [Terapi Pijat Refleksi: Mengurangi Stres dan Kelelahan](https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-pijat-refleksi/): Terapi pijat refleksi adalah teknik pijat yang fokus pada titik-titik tertentu di kaki dan tangan. Pijat ini bertujuan untuk merangsang... - [Cyclist's Palsy: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/ortopedi/cyclists-palsy/): Cyclist’s Palsy: Gejala, Mencegah dan Mengobati Bersepeda termasuk olahraga yang mudah, menyenangkan, dan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Namun, seperti aktivitas... - [Fisioterapi Bantu Atasi Vertigo dan Masalah Keseimbangan](https://primayahospital.com/rehab-medik/fisioterapi-atasi-vertigo/): Tak seperti pusing biasa, vertigo bisa datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa berputar-putar dan kehilangan keseimbangan akibat vertigo bahkan... - [Terapi Fisioterapi: Pendekatan Holistik pada Cedera Olahraga](https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-fisioterapi/): Terapi fisioterapi merupakan salah satu metode utama dalam pemulihan cedera olahraga. Dengan pendekatan yang tepat, terapi ini dapat mempercepat proses... - [Terapi Hormonal: Efektif dalam Mengatasi Kanker Prostat](https://primayahospital.com/umum/terapi-hormonal/): Terapi hormonal adalah pengobatan yang digunakan untuk menggantikan atau menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Terapi ini sering digunakan untuk mengatasi masalah... - [Merokok Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Prostat, Cek Faktanya!](https://primayahospital.com/penyakit/risiko-kanker-prostat/): Di balik kepulan asap rokok yang tampak nikmat, tersimpan segudang bahaya yang mengintai kesehatan. Bukan cuma paru-paru atau jantung yang... - [Diet Favorit Pasien Program Bayi Tabung](https://primayahospital.com/gizi/diet-program-bayi-tabung/): Perjalanan menuju kehamilan melalui program bayi tabung bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi banyak pasangan. Selain prosedur medis yang... - [Miom: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/miom/): Salah satu masalah kesehatan yang umum pada kalangan perempuan berusia produktif adalah miom. Tumor jinak yang tumbuh di area rahim... - [Hipoglikemia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/hematologi/hipoglikemia/): Ketika membicarakan gula darah, banyak orang yang cenderung khawatir ketika kadarnya melonjak tinggi. Padahal kadar gula darah rendah sama-sama membahayakan... - [Gejala Arteritis Takayasu yang Harus Anda Ketahui](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/arteritis-takayasu/): Vaskulitis memiliki banyak jenisnya. Salah satunya yaitu arteritis Takayasu yang merupakan jenis paling umum. Kondisi ini dapat mengganggu bahkan merusak... - [Waspadai Herpes Zoster Oftalmikus, Herpes yang Menyebabkan Gangguan Mata](https://primayahospital.com/mata/herpes-zoster-oftalmikus/): Herpes zoster dapat menginfeksi beberapa bagian tubuh, salah satunya yaitu menyerang wajah yang disebut juga sebagai herpes zoster oftalmikus. Kondisi... - [Pregabalin: Dosis, Efek Samping, dan Manfaatnya](https://primayahospital.com/saraf/pregabalin/): Saat terjadi kerusakan saraf, maka dapat menimbulkan berbagai macam gejala. Di antaranya yaitu nyeri, mati rasa, kejang, dan kesemutan. Nah,... - [Sick Building Syndrome, Tubuh Tak Sehat Saat Bekerja Di Kantor?](https://primayahospital.com/penyakit/sick-building-syndrome/): Apakah tubuh Anda merasa tidak sehat ketika bekerja di dalam ruangan kantor? Kondisi ini bisa jadi disebabkan karena sick building... - [Bahaya di Balik Kebiasaan Makan Terlalu Cepat](https://primayahospital.com/homecare/makan-terlalu-cepat/): Pernahkah Anda merasa lapar kembali padahal baru saja makan, atau mengalami rasa tidak nyaman seperti begah setelah makan? Kondisi tersebut... - [Necrotizing Enterocolitis? Inilah Hal yang Harus Bunda Lakukan!](https://primayahospital.com/anak/necrotizing-enterocolitis/): Saat usus halus maupun usus besar berlubang karena adanya kematian jaringan, maka itu bisa disebut sebagai necrotizing enterocolitis (NEC) atau... - [Penyakit Liver Apakah Menular? Ketahui Faktanya](https://primayahospital.com/penyakit/penyakit-liver/): Penyakit liver, atau dikenal sebagai penyakit hati, adalah salah satu kondisi medis yang melibatkan gangguan fungsi hati. Hati memiliki peran... - [Perut Kanan Atas Sering Sakit? Waspadai Kanker Hati!](https://primayahospital.com/bedah-digestif/waspadai-kanker-hati/): Kanker saat ini masih menjadi penyakit paling mematikan setelah hipertensi dan stroke. Terlebih, kanker dapat menyerang berbagai macam organ tanpa... - [Cegah Tulang Rapuh Sejak Dini: Nutrisi, Olahraga, dan Bone Scan adalah Kuncinya](https://primayahospital.com/penyakit/tulang-rapuh/): Osteoporosis bukan lagi penyakit yang hanya menyerang orang tua. Saat ini, gaya hidup modern membuat generasi muda berisiko mengalami penurunan... - [Kanker Hati: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit/gejala-kanker-hati/): Hati adalah salah satu organ vital manusia yang memiliki peran penting dalam detoksifikasi, metabolisme, dan penyimpanan nutrisi. Ketika kanker hati... - [Demam Babi Afrika: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit/demam-babi/): Demam babi Afrika adalah penyakit viral yang sangat menular, tapi penyebarannya hanya terbatas di kalangan hewan babi. Meski demikian, penyakit... - [Encok: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/encok/): Pernahkah Anda merasakan nyeri yang tajam dan menyakitkan di punggung atau persendian saat bangun di pagi hari? Jika iya, kemungkinan... - [Kenali Penanganan Kista Baker dan Ragam Penyebabnya](https://primayahospital.com/penyakit/kista-baker/): Kista merupakan benjolan berisi cairan yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh. Salah satunya yaitu kista baker yang terletak belakang lutut.... - [Rakhitis, Salah Satu Penyebab Kaki O pada Balita yang Harus Diwaspadai](https://primayahospital.com/ortopedi/rakhitis/): Penyebab kaki O pada anak ada berbagai macam jenisnya. Salah satunya yaitu karena rakhitis. Kondisi ini terjadi karena beberapa hal,... - [Gizi pada Anak, Berikut Informasi Lengkapnya](https://primayahospital.com/anak/gizi-pada-anak/): Memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi sangatlah penting karena akan menentukan kesehatan dan perkembangan anak. Sayangnya, masalah gizi ini masih menjadi kekhawatiran... - [Kenali Ragam Gejala Kanker Esofagus dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/penyakit/kanker-esofagus/): Sakit tenggorokan bisa menjadi tanda dari beragam penyakit, salah satunya yaitu kanker esofagus. Penyakit satu ini mesti Anda waspadai dengan... - [Bayi Sesak Napas dan Sering Rewel? Waspadai Tetralogy of Fallot!](https://primayahospital.com/umum/tetralogy-of-fallot/): Tetralogy of Fallot (ToF) termasuk penyakit jantung bawaan yang dapat membahayakan kondisi buah hati Anda. Karena tergolong sebagai penyakit bawaan,... - [Kernikterus pada Bayi yang Sebabkan Kerusakan Otak Serius](https://primayahospital.com/anak/kernikterus/): Penyakit kuning (jaundice) pada bayi memang menjadi hal yang umum dalam dunia medis. Hampir 60% bayi mengalami kondisi ini. Namun,... - [Bahaya Tetanus Neonatorum yang Mengintai Bayi Baru Lahir](https://primayahospital.com/anak/tetanus-neonatorum/): Tetanus yaitu salah satu jenis penyakit yang menyerang saraf yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Umumnya, jenis tetanus ini menyerang... - [Apakah Kista Dermoid Harus Dioperasi? Berikut Penjelasannya!](https://primayahospital.com/bedah/kista-dermoid/): Kista merupakan kantong atau rongga patologis yang memiliki membran dan batas yang tegas terhadap jaringan sekitarnya. Kista dapat berisi cairan,... - [Sindrom Usus Pendek, Penyebab Berat Badan Anak Turun Drastis](https://primayahospital.com/anak/sindrom-usus-pendek/): Selain sindrom malabsorpsi, ada sindrom lain yang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan berat badan drastis, yaitu sindrom usus pendek.... - [Ciri-Ciri Kanker Kandung Kemih yang Harus Anda Waspadai](https://primayahospital.com/urologi/kandung-kemih/): Kanker kandung kemih termasuk salah satu penyakit bladder yang berisiko mengancam kesehatan secara keseluruhan. Penyakit ini tergolong sebagai jenis kanker... - [Apakah Penyakit Kawasaki Berbahaya? Yuk Simak Faktanya!](https://primayahospital.com/umum/kawasaki/): Walau jarang diketahui, namun ada salah satu penyakit vaskulitis yang dapat menyerang bayi dan anak balita yang dinamakan sebagai penyakit... - [Apa itu Hifema, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/umum/hifema/): Cedera seperti benturan pada mata bisa mengakibatkan suatu gangguan mata yang dinamakan sebagai hifema. Kondisi ini terjadi ketika darah terkumpul... - [Roseola: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit/roseola/): Bayi rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang dapat berakibat fatal. Terutama penyakit menular yang terdiri atas berbagai jenis dan penyebab.... - [Gejala Hiperkolesterolemia yang Harus Anda Waspadai](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/gejala-hiperkolesterolemia/): Tahukah Anda, bahwa mengonsumsi makanan kaya kolesterol bisa mengakibatkan beragam kondisi kesehatan, salah satunya yaitu hiperkolesterolemia. Ini merupakan kondisi ketika... - [Kenali Apa itu Feokromositoma dan Ragam Penyebabnya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/feokromositoma/): Tumor memiliki banyak sekali jenisnya, salah satunya yaitu feokromositoma. Tumor ini menyerang kelenjar adrenal sehingga sering disebut juga sebagai paraganglioma... - [Apakah Penyakit Buerger Menular? Inilah Faktanya!](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/penyakit-buerger/): Buerger yaitu penyakit gangguan sirkulasi darah yang dapat mengakibatkan nyeri pada tangan maupun kaki. Dalam medis, kondisi ini kerap dinamakan... - [Penyebab Endoftalmitis dan Gejala yang Sering Muncul](https://primayahospital.com/umum/penyebab-endoftalmitis/): Ada banyak jenis kondisi darurat medis yang memengaruhi mata, salah satunya yaitu endoftalmitis. Kondisi ini merupakan infeksi pada cairan bola... - [Warfarin Obat Apa? Berikut Informasinya](https://primayahospital.com/umum/warfarin/): Warfarin sebagai obat yang telah banyak digunakan tapi mungkin belum terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Obat ini sangat bermanfaat bagi... - [Apa Itu Zidovudine? Ketahui Manfaatnya](https://primayahospital.com/obat/zidovudine/): Human immunodeficiency/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) masih menjadi tantangan kesehatan global yang serius. Namun, terdapat penurunan kematian terkait AIDS yang signifikan... - [Voriconazole: Obat untuk Atasi Beragam Infeksi Jamur](https://primayahospital.com/obat/voriconazole/): Infeksi jamur bisa menjadi masalah kesehatan yang serius hingga membahayakan keselamatan jiwa seseorang. Salah satu solusi efektif yang sering direkomendasikan... - [Terapi Proton: Salah Satu Cara untuk Menangani Kanker](https://primayahospital.com/radiologi/terapi-proton/): Terapi radiasi telah lama menjadi salah satu cara untuk menangani kanker. Seiring dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan seputar kanker, kini... - [Sakit Perut Hingga ke Punggung? Waspadai Gejala Kanker Pankreas!](https://primayahospital.com/umum/kanker-pankreas/): Penyakit pankreas sangat bervariasi, salah satunya yaitu kanker pankreas atau pancreatic cancer. Di tubuh kita, pankreas berperan besar dalam membantu... - [Apakah Kanker Testis Bisa Sembuh Sendiri? Inilah Faktanya!](https://primayahospital.com/urologi/kanker-testis/): Testis atau buah zakar merupakan organ reproduksi pada pria yang berperan dalam memproduksi sperma dan hormon testosteron. Tahukah Anda, bahwa... - [Waspadai Perikarditis! Nyeri Dada Kiri Seperti Tertusuk?](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/perikarditis/): Dalam jantung kita, terdapat sebuah kantung berserat yang disebut sebagai perikardium. Fungsinya yaitu untuk menjaga jantung agar stabil di mediastinum,... - [Sindrom Brugada, Salah Satu Penyebab Kematian Mendadak](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/sindrom-brugada/): Sindrom brugada tergolong sebagai salah satu gangguan jantung yang wajib diwaspadai sebaik mungkin. Hal tersebut dikarenakan sindrom satu ini dapat... - [Apa itu Stenosis Trikuspid dan Apakah Berbahaya?](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/stenosis-trikuspid/): Stenosis merupakan suatu kondisi ketika terjadi penyempitan ruang pada suatu organ tubuh, salah satunya yaitu katup jantung. Terdapat beberapa jenis... - [Inilah Penyebab Stenosis Pilorus pada Bayi yang Mesti Bunda Ketahui!](https://primayahospital.com/bedah/stenosis-pilorus/): Apabila buah hati Anda akhir-akhir ini setiap kali makan mengalami muntah-muntah, maka hal tersebut bisa menjadi gejala dari stenosis pilorus.... - [Patent Foramen Ovale, Kondisi Ketika Sekat Jantung Tidak Menutup Sempurna](https://primayahospital.com/umum/patent-foramen-ovale/): Kelainan jantung bawaan memiliki banyak jenisnya, salah satunya yaitu PFO atau Patent Foramen Ovale. Walaupun termasuk penyakit jantung bawaan, namun... - [Bayi Tidak Dapat Mengekspresikan Wajahnya? Waspadai Sindrom Moebius!](https://primayahospital.com/saraf/sindrom-moebius/): Penyakit anak bayi cukup beragam jenisnya, salah satunya yaitu sindrom moebius. Kondisi ini tergolong sebagai penyakit kongenital (bawaan lahir) pada... - [Waspadai Gejala Patent Ductus Arteriosus pada Bayi](https://primayahospital.com/umum/patent-ductus/): Penyakit bawaan lahir pada bayi ada beragam jenisnya, salah satunya yaitu patent ductus arterious (PDA). Kondisi ini merupakan kelainan pada... - [Sudden Infant Death Syndrome, Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi](https://primayahospital.com/anak/sudden-infant-death-syndrome-sindrom/): Bayi yang awalnya sehat dan aktif bisa tiba-tiba meninggal tanpa adanya sebab tertentu. Dalam istilah medis, ini sering disebut sebagai... - [Alergi Debu: Cara Mencegah dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/alergi-debu/): Pernahkah Anda bersin-bersin, mata terasa gatal dan berair, atau hidung meler saat berada di tempat berdebu? Jika ya, bisa jadi... - [Immunotherapy: Melawan Kanker dengan Sistem Imun Tubuh](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/immunotherapy/): Dunia medis tak lepas dari terobosan-terobosan baru yang terus muncul dalam upaya menangani berbagai penyakit. Salah satu inovasi tersebut adalah... - [Telinga Berdenging Terus Menerus dan Cara mengatasinya](https://primayahospital.com/tht/telinga-berdenging/): Saat suasana sunyi, maka suara berdenging hingga gemuruh pada telinga bisa saja bermunculan. Kondisi ini bisa menjadi gejala tinnitus atau... - [Gejala Heat Stroke: Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-heat-stroke/): Pemanasan global memicu krisis iklim yang menyebabkan cuaca bisa berubah-ubah tidak menentu. Pada musim hujan, tak jarang justru siang sangat... - [Stroke: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/stroke-gejala-mencegah-dan-mengobati/): Gejala Stroke adalah kondisi medis serius yang bisa mengubah hidup seseorang dalam sekejap. Ketika terjadi stroke, dalam hitungan menit, otak... - [Apakah Demam Panggung Termasuk Anxiety? Yuk Cari Tahu Faktanya!](https://primayahospital.com/kejiwaan/demam-panggung/): Pernahkah Anda diberi tugas untuk menjadi pembicara di depan umum atau pun menampilkan keahlian Anda di atas panggung? Apakah merasakan... - [Sindrom Marfan: Penyakit Genetik yang Mempengaruhi Jaringan Ikat](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-marfan/): Sindrom Marfan adalah gangguan genetika langka yang mempengaruhi jaringan ikat tubuh. Jaringan ini berfungsi memberikan dukungan dan elastisitas pada berbagai... - [VABB atau Vacuum-Assisted Breast Biopsy, Pemeriksaan Apa?](https://primayahospital.com/bedah-onkologi/vabb/): Ketika menemukan benjolan di payudara, wajar bila muncul kekhawatiran di benak para perempuan. Benjolan itu bisa menandakan adanya tumor. Untuk... - [Penyakit Tay-Sachs: Penyebab Kerusakan Saraf pada Anak](https://primayahospital.com/umum/penyakit-tay-sachs/): Penyakit Tay-Sachs adalah gangguan genetik yang langka dan mempengaruhi sistem saraf. Penyakit ini terutama ditemukan pada bayi. Penyakit Tay-Sachs disebabkan... - [Mengenal Taji Tumit, Penyebab Tumit Nyeri Ketika Berdiri](https://primayahospital.com/umum/taji-tumit/): Apabila tumit Anda sering mengalami sakit atau nyeri secara berulang, maka itu bisa jadi pertanda dari suatu kondisi kesehatan yang... - [Apa Itu Angin Duduk? Kenali Gejala dan Cara Pertolongan Pertamanya](https://primayahospital.com/penyakit/angin-duduk/): Angin duduk adalah istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan nyeri dada. Meskipun sering disalahartikan sebagai masuk angin biasa, kondisi... - [Kenali Pencegahan Dini Penyakit Degeneratif pada Lansia](https://primayahospital.com/umum/penyakit-degeneratif/): Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan biologis yang memengaruhi fungsi organ, jaringan, dan sistem tubuh secara keseluruhan. Perubahan... - [Manfaat Renal Denervation: Apa Saja Manfaatnya](https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/renal-denervation/): Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2023, diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia memiliki tekanan... - [Ciri-Ciri Alergi Mata dan Cara Penanganannya secara Efektif](https://primayahospital.com/mata/alergi-mata/): Pernahkah Anda mengalami mata merah, gatal dan berair setelah berada di lingkungan terbuka? Jika ya, maka bisa jadi Anda mengidap... - [Kenali Gejala Usus Bocor yang Sering Diabaikan](https://primayahospital.com/bedah/usus-bocor/): Saat dinding usus terdapat lubang, maka itu bisa terjadi kebocoran. Jadi, makanan yang telah kita makan nantinya akan bocor ke... - [Hilang Minat, Motivasi, dan Kesenangan? Waspadai Anhedonia](https://primayahospital.com/penyakit/anhedonia/): Kehilangan motivasi, semangat, rasa senang, hingga konsentrasi sering dikaitkan dengan depresi. Namun, hal tersebut juga bisa menjadi suatu gejala yang... - [Arcus Senilis: Ketika Muncul Cincin Putih Pada Mata](https://primayahospital.com/penyakit/arcus-senilis/): Kolesterol tinggi yang tidak segera ditangani dapat berefek bagi kesehatan kita secara keseluruhan. Salah satunya yaitu bisa menimbulkan suatu kondisi... - [Kolitis Ulseratif: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/penyakit/gejala-kolitis-ulseratif/): Kolitis Ulseratif adalah penyakit peradangan kronis pada lapisan dalam rektum hingga usus besar. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti diare... - [Hidung Tersumbat Berkepanjangan, Perlukah Endoskopi THT?](https://primayahospital.com/tht/endoskopi-tht/): Pernahkah Anda mengalami sakit tenggorokan terus-menerus, telinga berdenging, atau hidung tersumbat/meler tanpa penyebab jelas? Bisa jadi itu tanda adanya masalah... - [Tangan Gemetar Tiba-Tiba? Waspadai Gejala Penyakit Berikut!](https://primayahospital.com/penyakit/tangan-gemetar/): Apakah Anda pernah mengalami tangan gemetar (tremor) secara tiba tiba dan juga sulit dikendalikan? Jangan anggap remeh hal tersebut. Karena... - [Penyebab Sakit Perut Bagian Atas dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/penyakit/penyebab-sakit-perut/): Keluhan berupa sakit perut bagian atas seringkali dikaitkan dengan maag atau gerd. Padahal, ada beberapa penyakit lain yang bisa menyebabkan... - [Perut Berdenyut Tapi Tidak Sakit? Inilah Penyebabnya!](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/perut-berdenyut/): Apakah Anda pernah merasakan perut berdenyut tapi tidak sakit? Biasanya, denyutan ini seirama dengan detak jantung dan posisinya di sekitar... - [Acetylcystein: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya](https://primayahospital.com/en/uncategorized/acetylcystein/): Saat seseorang terkena gangguan saluran pernafasan yang melibatkan timbulnya dahak, maka dokter kerap meresepkan salah satu obat pengencer yang disebut... - [Mengenal Penyakit Absence Seizure (Petit Mal) dan Penanganannya](https://primayahospital.com/saraf/absence-seizure/): Dalam artikel berjudul “Epilepsi (Ayan)”, kami telah mengulas tentang jenis-jenis epilepsi, salah satunya yakni Absence Seizure. Dikenal juga dengan sebutan... - [Cetirizine: Dosis, Manfaat, Efek Samping, & Aturan Pakainya](https://primayahospital.com/en/uncategorized/cetirizine/): Cetirizine tergolong sebagai antihistamin yang berfungsi untuk mengurangi gejala yang diakibatkan oleh reaksi alergi. Obat ini memiliki beberapa bentuk sediaan... - [Cetirizine: Dosis, Manfaat, Efek Samping dan Aturan Pakainya](https://primayahospital.com/farmakologi/cetirizine/): Cetirizine tergolong sebagai antihistamin yang berfungsi untuk mengurangi gejala yang diakibatkan oleh reaksi alergi. Obat ini termasuk obat resep yang... - [Sakit Kepala Bagian Belakang: Penyebab dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/saraf/sakit-kepala-bagian-belakang/): Sakit kepala bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang ringan hingga berat. Yang pasti, sakit kepala bisa sangat mengganggu aktivitas... - [Cara Menghilangkan Jerawat Batu yang Aman](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/jerawat-batu/): Jerawat yang kerap muncul berulang kali bisa mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri sehingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Terlebih jika jerawat... - [Apa itu Strict Parents? Inilah Ciri-Ciri dan Dampaknya bagi Anak](https://primayahospital.com/kejiwaan/strict-parents/): Pola asuh setiap orang tua tentunya berbeda-beda satu sama lain. Ada yang tipe kasih sayang, otoriter, disiplin, keras, hingga tipe... - [Infeksi Saluran Kemih: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/urologi/infeksi-saluran-kemih-3/): Infeksi saluran kemih adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada berbagai kelompok usia baik pada laki-laki maupun perempuan. Walau kerap... - [Cloud Cytoma: Gejala, Mencegah dan Mengobat](https://primayahospital.com/en/uncategorized/cloud-cytoma/): Kisah haru dalam drama Korea Queen of Tears memunculkan rasa penasaran para pencinta drakor akan suatu penyakit langka yang menimpa... - [Ukuran Kepala Bayi Membesar? Waspadai Gejala Hidrosefalus](https://primayahospital.com/bedah-saraf/hidrosefalus/): Hidrosefalus adalah kondisi penumpukan cairan pada otak anak atau bayi yang mengakibatkan pembengkakan kepala. Walau demikian, kondisi ini juga dapat... - [Susu Evaporasi: Kandungan, Manfaat, dan Cara Mengonsumsinya](https://primayahospital.com/gizi/susu-evaporasi/): Susu evaporasi adalah salah satu jenis produk susu yang banyak beredar di masyarakat. Susu kental ini umumnya dijual dalam kaleng... - [Kenali Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Jenis Kelamin & Usia](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kolesterol-normal/): Kolesterol merupakan salah satu tipe lemak dalam tubuh yang berfungsi untuk membangun sel-sel sehat. Namun, apabila jumlahnya di atas atau... - [Tak Perlu Panik! Ketahui Penyebab BAB Berdarah & Penangannya](https://primayahospital.com/bedah-digestif/penyebab-bab-berdarah/): Penyebab BAB berdarah bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu karena adanya perdarahan pada usus. Walaupun kondisi ini tidak... - [Antihistamin: Dosis, Efek Samping, Peringatan, & Aturan Pakainya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/antihistamin/): Saat seseorang menderita rhinitis alergi, maka dokter akan memberikan lini pertama pengobatan berupa antihistamin. Obat golongan ini terbilang cukup efektif... - [Mometasone Furoate: Fungsi, Dosis, dan Aturan Pakainya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/mometasone-furoate/): Sebagian besar penyakit kulit ditandai dengan adanya inflamasi atau peradangan. Untuk mengatasinya, obat kortikosteroid baik dalam bentuk salep maupun tablet... - [Herpes Zoster: Gejala, Pengobatan dan Pencegahan](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gejala-herpes-zoster/): Ketika muncul ruam kemerahan dengan bintil atau gelembung berisi cairan dan terasa nyeri dan gatal, bisa jadi itu tanda Anda... - [Pahami Gejala Aritmia, Si Penyebab Gagal Jantung dan Stroke](https://primayahospital.com/jantung/gejala-aritmia/): Pahami Gejala Aritmia, Si Penyebab Gagal Jantung dan Stroke Saat ritme jantung tidak normal, entah itu terlalu cepat atau terlalu... - [Acyclovir: Manfaat, Efek Samping, dan Dosisnya](https://primayahospital.com/farmakologi/acyclovir/): Acyclovir termasuk golongan antivirus yang kerap dokter resepkan untuk menangani masalah yang berhubungan dengan infeksi akibat virus herpes. Walau sering... - [Waspada, Gagal Ginjal Akut Bisa Terjadi di Semua Usia](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gagal-ginjal-akut/): Ginjal merupakan sepasang organ yang berperan penting dalam menyaring darah dari zat-zat toksin (racun) dalam tubuh. Apabila salah satu atau... - [Kedutan Mata Kiri Atas: Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/mata/kedutan-mata-kiri-atas-penyebab-dan-cara-mengatasinya/): Kedutan pada mata bisa sangat mengganggu, terutama jika terjadi dalam jangka waktu lama. Kedua mata bisa sama-sama mengalami kedutan baik... - [Penyebab Sering Kentut, Kapan Harus ke Dokter?](https://primayahospital.com/bedah/penyebab-sering-kentut/): Kentut atau dikenal sebagai flatulence dalam istilah medis adalah proses terjadinya pelepasan gas dari sistem pencernaan lewat rektum. Walau kerap... - [Waspadai Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1](https://primayahospital.com/umum/ciri-kanker-kelenjar-getah-bening/): Apakah Anda baru-baru ini mengalami gejala benjolan kelenjar getah bening di tangan atau di bagian tubuh lainnya? Waspadai hal tersebut... - [Perbedaan Gelato dan Es Krim Biasa, Mana yang Lebih Sehat](https://primayahospital.com/gizi/perbedaan-gelato-dan-es-krim-biasa-mana-yang-lebih-sehat/): Es krim adalah hidangan pencuci mulut yang menjadi favorit banyak orang dari anak-anak hingga orang dewasa. Terdapat beragam varian es... - [Herpes Genital: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/herpes-genital/): Herpes genital adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual yang sering ditemukan. Penyakit disebabkan infeksi virus herpes simplex yang dapat... - [Bronkoskopi: Alat Diagnostik, Terapeutik dan Perioperatif Sistem Pernapasan](https://primayahospital.com/paru/bronkoskopi/): Kemajuan teknologi di bidang medis telah menghasilkan kemudahan dan manfaat bagi dokter serta pasien. Salah satu kemajuan teknologi di bidang... - [Warna Feses Anak yang Berbahaya dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/warna-feses-anak-yang-berbahaya-dan-cara-mengatasinya/): Warna feses seseorang bisa menunjukkan kondisi kesehatan orang tersebut secara umum. Tak terkecuali pada anak-anak. Terdapat beberapa warna feses anak... - [Gangguan Kepribadian, Apa Yang Perlu Anda Ketahui?](https://primayahospital.com/kejiwaan/gangguan-kepribadian/): Setiap manusia mempunyai kepribadian unik yang terdiri dari perpaduan kompleks berbagai sifat. Ciri-ciri kepribadian memengaruhi cara orang memahami dan berhubungan... - [Tramadol, Jenis Obat Pereda Nyeri yang Sering Disalahgunakan](https://primayahospital.com/farmakologi/tramadol/): Obat pereda nyeri ada banyak sekali jenisnya mulai dari yang versi ringan hingga berat. Salah satunya yaitu tramadol yang terkenal... - [Cefadroxil Monohydrate: Manfaat, Dosis dan Efek Samping](https://primayahospital.com/paru/cefadroxil-monohydrate/): Antibiotik merupakan salah satu kategori obat yang berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri. Terdapat banyak sekali jenis antibiotik, salah satunya yaitu... - [Kedutan Pada Mata , Tanda Penyakit Apa?](https://primayahospital.com/mata/kedutan-pada-mata/): Kedutan pada mata kerap menjadi bahan pembicaraan yang mengarah pada mitos. Kedutan mata kanan atas atau mata kiri pun punya... - [Apa itu Radang Amandel? Perlukah Operasi?](https://primayahospital.com/tht/amandel/): Radang amandel termasuk salah satu penyakit yang dapat menyerang pada semua usia. Walau sering dianggap sepele oleh sebagian besar orang,... - [Cara Mengecilkan Perut Buncit secara Cepat, Efektif, dan Aman](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengecilkan-perut-buncit/): Perut buncit sering dikaitkan dengan obesitas. Memang benar, penumpukan lemak di perut khususnya di perut bagian bawah merupakan salah satu... - [Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Bunda Wajib Beli](https://primayahospital.com/anak/perlengkapan-bayi-baru-lahir/): Bagi bunda yang akan punya momongan, tentunya jauh-jauh hari sebelum melahirkan haruslah sudah menyiapkan serangkaian perlengkapan bayi. Jadi, selain harus... - [Obat Sakit Gigi: Penyebab Sakit Gigi dan Pilihan Obat yang Efektif](https://primayahospital.com/gigi/obat-sakit-gigi/): Sakit gigi adalah masalah kesehatan yang umum di seluruh dunia dan bisa terjadi pada siapa pun dari anak-anak hingga orang... - [Mengenal Kista Ginjal, Penyebab, dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/urologi/kista-ginjal/): Kista ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang menyerang satu atau kedua organ ginjal. Umumnya, kista ini berbentuk seperti kantung... - [Napza: Pemicu atau Pemburuk Skizofrenia?](https://primayahospital.com/kejiwaan/skizofrenia-adalah/): Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental serius yang dalam medis belum diketahui pasti apa penyebab yang mendasarinya. Kondisi ini memunculkan... - [Mengenal Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA)](https://primayahospital.com/saraf/digital-subtraction-angiography/): Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah prosedur pemeriksaan untuk mendapat gambaran pembuluh darah manusia. Dengan menggunakan teknik fluoroskopi sehingga dapat memperoleh... - [Apa itu ISPA? Yuk Ketahui Bahaya dan Gejalanya](https://primayahospital.com/umum/ispa/): ISPA merupakan singkatan dari “Infeksi Saluran Pernafasan Akut”. Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini memang dapat sembuh sendiri dalam 3-6 hari... - [Apa itu Eksfoliasi Wajah? Yuk Ketahui Jenis dan Caranya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/eksfoliasi/): Eksfoliasi termasuk salah satu jenis perawatan wajah yang sering dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati maupun kotoran pada kulit. Penting... - [Ibuprofen: Dosis, Manfaat, Efek Samping, dan Penggunaan](https://primayahospital.com/umum/ibuprofen/): Obat pereda nyeri dan obat penurun demam yang dijual bebas di apotek ada banyak jenisnya. Salah satunya yaitu ibuprofen. Yuk... - [Rokok Elektrik: Jenis, Kandungan, dan Risikonya](https://primayahospital.com/paru/rokok-elektrik-jenis-kandungan-dan-risikonya/): Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa rokok memiliki dampak kesehatan yang buruk. Itu sebabnya ada banyak peraturan yang menyertai produksi, distribusi,... - [Muntaber: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/muntaber-gejala-mencegah-dan-mengobati/): Muntaber adalah gejala yang umum terjadi ketika seseorang mengalami masalah pada saluran pencernaan. Meski biasanya ringan dan bisa diatasi di... - [Anak Sering Kaget Ketika Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/umum/anak-sering-kaget-ketika-tidur/): Anak sering kaget ketika tidur dengan gerakan seperti tersentak? Tidak perlu khawatir, ini bukan masalah kesehatan yang berbahaya. Kondisi anak... - [Perilaku Manipulatif: Kenali Tanda dan Penyebabnya](https://primayahospital.com/kejiwaan/perilaku-manipulatif-kenali-tanda-dan-penyebabnya/): Perilaku manipulatif adalah perilaku melanggar batasan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengambil alih kendali dalam interaksi interpersonal. Perilaku manipulatif bisa... - [Hematochezia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/hematochezia-gejala-mencegah-dan-mengobati/): Munculnya bercak darah dalam tinja seringkali menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang butuh perhatian medis. Terlebih bila ada darah segar... - [Manajemen Laktasi agar Lancar Program ASI Eksklusif](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/manajemen-laktasi/): ASI eksklusif sudah tak terbantahkan lagi dapat memberikan banyak manfaat. Bukan hanya bagi bayi, manfaat ASI eksklusif begitu besar untuk... - [Prostatitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya](https://primayahospital.com/urologi/prostatitis/): Istilah prostatitis mungkin saja masih asing bagi banyak orang. Padahal, masalah kesehatan ini mungkin saja dialami pria dewasa terutama yang... - [Hantavirus: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/hantavirus-gejala-mencegah-dan-mengobati/): Virus adalah penyebab infeksi yang paling umum pada manusia dan hewan. Terdapat berbagai jenis virus yang memerlukan kewaspadaan karena bisa... - [Bolehkah Berhubungan Saat Hamil? Ketahui Aturan Amannya!](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/berhubungan-saat-hamil/): Banyak orang menganggap bahwa berhubungan saat hamil sangat beresiko terhadap janin dalam kandungan. Hal ini membuat pasangan jarang sekali melakukan... - [Hernia Diafragma: Gejala, Mencegah, dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/hernia-diafragma/): Hernia adalah salah satu kondisi kesehatan yang kerap menimbulkan kekhawatiran akibat adanya benjolan atau tonjolan dari organ di dalam tubuh... - [Bisakah Menghilangkan Varises? Cek Faktanya!](https://primayahospital.com/umum/menghilangkan-varises/): Varises adalah penyakit yang membuat pembuluh darah vena membesar, bengkak, dan terpelintir dan paling sering menyerang pembuluh darah di bagian... - [Pertanyaan Seputar Pasang Ring Jantung](https://primayahospital.com/jantung/ring-jantung/): Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian utama di dunia. Penyakit ini terjadi ketika fungsi jantung terganggu karena adanya sumbatan... - [Rabun Dekat di Usia Muda? Yuk Ketahui Penyebabnya](https://primayahospital.com/mata/rabun-dekat/): Rabun dekat di usia muda kerap kali dialami oleh mereka yang menginjak usia 20 tahunan. Bahkan tak jarang mereka yang... - [Persiapan dan Pemulihan Setelah Melahirkan Secara Caesar](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemulihan-setelah-melahirkan/): Kebanyakan orang tua memilih persalinan secara normal dalam rencana persiapan melahirkan. Namun kadang persalinan secara caesar perlu untuk situasi tertentu,... - [Gaya Berhubungan agar Cepat Hamil, Ayah dan Bunda Wajib Tahu](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gaya-berhubungan/): Ada beberapa gaya berhubungan agar cepat hamil wajib diketahui para ayah bunda yang sedang melakukan program hamil. Faktanya, gaya berhubungan... - [Menelusuri 5 Manfaat Kafein bagi Tubuh](https://primayahospital.com/umum/manfaat-kafein/): Kafein adalah stimulan. Stimulan adalah perangsang atau sesuatu yang menjadi pendorong dalam meningkatkan suatu kinerja. Dalam hal ini, kafein adalah... - [Mencegah Anak Ngompol dengan Mengetahui Penyebabnya](https://primayahospital.com/anak/mencegah-anak-ngompol/): Mengompol memang dapat menurunkan rasa percaya diri pada anak, tetapi ini wajar terjadi pada balita. Cara terbaik yang bisa orang... - [Graft Versus Host Disease: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/graft-versus-host-disease/): Transplantasi sumsum tulang adalah prosedur serius yang melibatkan risiko dan memerlukan pemantauan dan manajemen yang intensif selama periode pasca-transplantasi. Salah... - [Pemeriksaan ABI Untuk Deteksi Penyakit Arteri Perifer](https://primayahospital.com/jantung/pemeriksaan-abi/): Bulan September dikenal sebagai PAD (Peripheral Artery Disease) awareness month, penyakit arteri perifer merupakan penyakit pembuluh darah tungkai yang bersifat... - [Hernia Hiatus: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/hernia-hiatus/): Ketika terdapat tonjolan atau benjolan yang tampak di bagian atas perut, ada kemungkinan itu adalah tanda hernia hiatus. Salah satu... - [Benarkah Olahraga Berlebihan Berbahaya untuk Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/olahraga-berlebihan/): Begitu banyak cara untung berolahraga, dari yoga, berenang, angkat beban, bersepeda, sampai joging. Setiap jenis olahraga itu memiliki manfaat masing-masing.... - [Gagal Ginjal Akut : Saat Ginjal Tiba-tiba Berhenti Berfungsi](https://primayahospital.com/urologi/gagal-ginjal/): Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang berfungsi amat penting untuk menjaga kehidupan manusia. Jika terjadi gangguan atau penyakit yang... - [Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Perempuan Sampai Usia Berapa](https://primayahospital.com/anak/tinggi-badan-anak/): Banyak orang tua yang bertanya-tanya mengenai pertumbuhan tinggi badan anak perempuan sampai usia berapa. Antara laki-laki dan perempuan, batas usia... - [Persiapan Sebelum Operasi Katup Jantung](https://primayahospital.com/jantung/operasi-katup-jantung/): Jantung kita memiliki empat katup yang berfungsi menjaga pola aliran darah baik pada jantung sendiri maupun ke seluruh tubuh. Keempat... - [Tampak Sehat Namun Kena Penyakit Jantung, Ini Penyebabnya](https://primayahospital.com/jantung/tampak-sehat-sakit-jantung/): Penyakit jantung tidak mengenal usia ataupun gender. Baik muda maupun tua bisa terkena penyakit berbahaya itu. Begitu juga jenis kelamin... - [Herpes Bibir (Herpes Labialis) : Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/herpes-bibir-herpes-labialis-gejala-mencegah-dan-mengobati/): Virus herpes tak hanya bisa menginfeksi area genital, tapi juga mulut dan bibir sehingga menghasilkan herpes bibir. Selain menyebabkan berbagai... - [Anemia Aplastik, Jenis Anemia Langka Berbahaya](https://primayahospital.com/umum/jenis-anemia-aplastik/): Anemia merupakan kondisi medis yang mungkin sering Anda dengar. Namun ada beberapa jenis penyakit anemia termasuk salah satunya adalah Anemia... - [Plagiocephaly pada Anak, Apakah Bisa Sembuh Sendiri?](https://primayahospital.com/anak/plagiocephaly/): Selain craniosynostosis, ada jenis kelainan lain pada kepala bayi yang perlu bunda ketahui, yakni plagiocephaly. Pada kondisi ini, bentuk kepala... - [Persiapan Menyusui Sebelum Melahirkan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-menyusui/): Hampir semua ibu tentu berencana menyusui bayinya setelah melahirkan. Sebab, begitu banyak manfaat air susu ibu bagi ibu dan anak.... - [Daftar Vaksin Penting Sebelum Hamil](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/daftar-vaksin-penting-sebelum-hamil/): Hingga saat ini, penyakit menular berbahaya seperti hepatitis dan campak masih ada di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penyakit... - [Kandung Kemih Turun: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan](https://primayahospital.com/urologi/kandung-kemih-turun/): Kandung kemih turun atau prolaps adalah gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada siapa saja seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi ini... - [Makanan Penyembuh Infeksi Saluran Kemih dan Pencegahannya](https://primayahospital.com/gizi/atasi-infeksi-saluran-kemih/): Salah satu cara mengatasi ISK adalah konsumsi makanan penyembuh infeksi saluran kemih. Ada beberapa jenis makanan yang baik untuk membantu... - [Buah untuk Menyembuhkan Penyakit Prostat yang Efektif](https://primayahospital.com/urologi/menyembuhkan-penyakit-prostat/): Apakah anda sedang mencari solusi alternatif untuk mengatasi masalah gangguan prostat? Anda dapat konsumsi buah untuk mencegah atau membantu penyembuhan... - [Simvastatin: Efek Samping, Dosis, dan Aturan Pakainya](https://primayahospital.com/en/uncategorized/simvastatin-efek-samping-dosis-dan-aturan-pakainya/): Penumpukan kolesterol dalam tubuh dapat memicu timbulnya penyakit yang mematikan. Selain perubahan gaya hidup sehat, penderita kolesterol tinggi membutuhkan pengobatan... - [Sport Clinic: Cakupan Pelayanan Klinik Olahraga](https://primayahospital.com/ortopedi/sport-clinic/): Sport clinic adalah salah satu layanan modern dari rumah sakit yang hadir mengikuti perkembangan zaman. Unit ini tersedia untuk menangani... - [Cedera Saraf Tulang Belakang, Bagaimana Pengobatannya?](https://primayahospital.com/ortopedi/cedera-saraf-tulang-belakang/): Cedera saraf tulang belakang atau spinal cord injury (SCI) adalah kondisi kesehatan yang serius dan mengganggu kehidupan. Menurut Badan Kesehatan... - [Kurap pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati](https://primayahospital.com/anak/kurap-pada-bayi/): Tidak hanya menyerang orang dewasa, faktanya kurap pada bayi juga bisa terjadi karena beberapa faktor. Karena menimbulkan rasa gatal dan... - [Serangan Jantung dan Stroke, Apa Bedanya?](https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-dan-stroke/): Serangan jantung dan stroke adalah dua gangguan kesehatan yang sama-sama membahayakan jiwa. Dua penyakit ini berbeda, tapi punya naungan yang... - [Tindakan PTCRA (Percutaneous Transluminal Coronary Rotational Atherectomy) : Prosedur untuk Menghilangkan Penumpukan Plak di Pembuluh Darah Jantung            ](https://primayahospital.com/jantung/tindakan-ptcra/): Pembuluh darah adalah bagian yang sangat penting dalam sistem kerja tubuh manusia. Ketika terjadi masalah pada pembuluh darah, banyak ancaman... - [Mengatasi Cedera Olahraga yang Benar Menurut Dokter Ortopedi](https://primayahospital.com/ortopedi/mengatasi-cedera-olahraga/): Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Tapi kadang kita mengalami cedera saat berolahraga yang justru mengganggu aktivitas sehari-hari. Cedera olahraga bisa... - [Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil dan Alasannya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-hamil/): Konsumsi sayuran sebenarnya sangat penting selama masa kehamilan. Namun, beberapa sayuran yang dilarang untuk ibu hamil karena cukup berisiko pada... - [Kenali Miokarditis, Penyebab Nyeri Dada saat Tarik Nafas](https://primayahospital.com/jantung/miokarditis/): Nyeri dada saat tarik nafas merupakan salah satu gejala gangguan jantung yang seringkali diabaikan oleh banyak orang. Padahal, banyak penyakit... - [Hemofilia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/anak/hemofilia-gejala-mencegah-dan-mengobati/): Hemofilia adalah kelainan darah langka yang dapat menurun dari orang tua ke anak-anak pada waktu kelahiran. Individu dengan hemofilia perlu... - [Ciri Ciri Sembuh dari Penyakit Jantung yang Harus Diketahui](https://primayahospital.com/jantung/sembuh-dari-penyakit-jantung/): Menjaga kesehatan jantung merupakan upaya untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung. Namun, ketika seseorang menderita penyakit jantung, tentu berupaya melakukan... - [Omeprazole: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya](https://primayahospital.com/umum/omeprazole/): Asam lambung adalah zat asam klorida yang diproduksi di dalam lambung yang berfungsi sebagai zat aktivator enzim, memecah makanan, membunuh... - [Cara Mengatasi Pilek pada Anak Secara Alami](https://primayahospital.com/anak/pilek-pada-anak/): Saat anak sakit flu, tentu saja Ibu-ibu sudah resah karena si kecil seringkali kesulitan bernapas. Tidak harus selalu diberi obat... - [Inilah Ciri-Ciri Rabun Senja yang Tidak Boleh Diabaikan](https://primayahospital.com/mata/rabun-senja/): Rabun senja atau disebut juga night blindness termasuk salah satu gangguan mata yang kerap terjadi pada seseorang entah itu yang... - [Rebusan Daun Apa untuk Penyakit Jantung yang Bagus dan Aman](https://primayahospital.com/jantung/rebusan-daun-apa-untuk-penyakit-jantung/): Ada berbagai cara pengobatan penyakit jantung yang dapat pasien jalani agar cepat sembuh, salah satunya adalah minum air rebusan daun... - [Hernia Umbilikalis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/hernia-umbilikalis/): Hernia umbilikalis adalah salah satu masalah yang kerap dijumpai pada bayi yang baru lahir. Terkadang kondisi ini tak diketahui sesaat... - [Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kiri yang Tidak Boleh Disepelekan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/nyeri-perut-sebelah-kiri/): Nyeri perut sebelah kiri umumnya bagian dari gejala penyakit asam lambung maupun kembung. Namun, dalam beberapa kondisi kondisi nyeri semacam... - [Gizi Buruk: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/gizi-buruk/): Gizi buruk masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah di Indonesia. Buruknya gizi dapat mendatangkan beragam risiko kesehatan dan mengancam... - [Tekan Pusar Tanda Hamil, Begini Cara Melakukannya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-hamil/): Tekan pusar tanda hamil merupakan metode yang telah dipercaya masyarakat secara turun-menurun. Pasalnya, kondisi pusar seorang ibu hamil memang berbeda... - [Cara Mengatasi Mual Saat Hamil dengan Cara Alami](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mual-saat-hamil/): Pada trimester pertama, para calon ibu umumnya mengalami morning sickness atau mual. Jika berlangsung terlalu sering, tentu saja hal ini... - [Herpangina: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/herpangina/): Herpangina adalah penyakit yang mudah menyebar di kalangan anak-anak akibat infeksi virus coxsackie atau jenis enterovirus lain. Herpangina bisa menyebar... - [HFMD (Hand Foot Mouth Disease): Penyebab, Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan](https://primayahospital.com/anak/hand-foot-mouth-disease/): Pemberitaan mengenai HFMD beberapa waktu lalu menjadi trending topik karena banyak sekali orang yang terjangkit penyakit ini. Karena disebabkan oleh... - [Ginjal Bocor: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya](https://primayahospital.com/urologi/ginjal-bocor/): Masalah kesehatan ginjal bocor bisa menyerang siapapun terutama orang yang tidak menerapkan gaya hidup sehat. Kondisi ini meningkatkan risiko kematian... - [Ciri Ciri Orang Hamil dari Raut Wajah dan Ketahui Penyebabnya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ciri-ciri-orang-hamil/): Sebelum terjadinya perubahan ukuran perut yang kian membesar, ciri awal kehamilan dapat terlihat pada wajah. Penasaran? seperti apa ciri ciri... - [Ubun-Ubun Bayi Tidak Sulit Teraba? Waspadai Gejala Craniosynostosis](https://primayahospital.com/anak/craniosynostosis/): Saat janin berkembang secara tidak sempurna selama dalam kandungan, maka akan mengakibatkan berbagai kelainan. Salah satunya yakni kelainan pada tulang... - [Fakta Penting yang Perlu Anda Tahu Seputar Penyakit Lyme](https://primayahospital.com/umum/penyakit-lyme/): Tak hanya dapat menginfeksi hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kuda saja, penyakit lyme juga dapat menginfeksi manusia. Penyakit ini... - [Hepatitis Fulminan: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/hepatitis-fulminan/): Hati termasuk organ yang sangat penting dalam sistem tubuh manusia. Maka, ketika ada masalah kesehatan pada hati, penanganan medis harus... - [Anemia Aplastik, Kenali Gejala dan Penyebabnya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kenali-anemia-aplastik/): Anemia aplastik merupakan kegagalan hematopoeisis yang relative jarang ditemukan namun berpotensi mengancam jiwa. Penyakit ini ditandai dengan pansitopenia dan aplasia... - [Menambah Berat Badan Anak Usia 1 Tahun dengan Gizi Seimbang](https://primayahospital.com/gizi/berat-badan-anak/): Pada dasarnya, berat badan anak-anak akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Namun, sebagian anak ada yang tidak mengalami kenaikan berat... - [Tanda-Tanda Ulkus Kornea, Penyebab Nyeri dan Gatal pada Mata](https://primayahospital.com/mata/ulkus-kornea/): Dari sekian banyak jenis infeksi pada mata, ada satu kondisi yang disebut sebagai ulkus kornea. Seperti namanya, kondisi ini terjadi... - [Apakah Rabun Jauh Bisa Sembuh? Yuk Cek Faktanya!](https://primayahospital.com/mata/rabun-jauh/): Rabun jauh atau biasa disebut sebagai mata minus memang menjadi salah satu kondisi gangguan mata yang kerap dialami berbagai usia.... - [Ginekomastia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/ginekomastia/): Pada umumnya, payudara laki-laki tidak menonjol seperti umumnya perempuan. Tapi, dalam kasus tertentu, ada kemungkinan payudara laki-laki mengalami pembengkakan sehingga... - [Gastric Balloon: Metode Terkini Turunkan Berat Badan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gastric-balloon/): Gastric balloon merupakan salah satu terobosan medis terbaru untuk mengatasi obesitas. Obesitas adalah kondisi ketika berat badan seseorang berlebih sehingga... - [Hidronefrosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/urologi/hidronefrosis/): Hidronefrosis adalah pembengkakan yang terjadi pada salah satu atau kedua ginjal karena penumpukan urine akibat sumbatan pada saluran kencing, sehingga... - [Hernia Epigastrik: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/hernia-epigastrik/): Daerah dinding perut anterior yang terletak di antara pusar dan tulang dada disebut epigastrium yang artinya ‘terletak di atas perut’.... - [Pemeriksaan Kolesterol HDL: Tujuan dan Cara Membaca Hasilnya](https://primayahospital.com/patologi-klinik/kolesterol-hdl/): Tes kolesterol adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk mengukur jumlah kadar kolesterol yang terkandung di dalam tubuh. Salah satu jenis... - [Hidrokel: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/urologi/hidrokel/): Ketika bayi lahir dengan kondisi skrotum atau kantong buah zakar yang tampak lebih besar daripada umumnya, bisa jadi itu adalah... - [Hammer Toe: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/ortopedi/hammer-toe-gejala-mencegah-dan-mengobati/): Ketika kaki terasa nyeri dan kaku serta ujungnya terlihat membengkak dan melengkung, ada kemungkinan itu adalah gejala hammer toe. Kondisi... - [Herniasi Otak: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah-saraf/herniasi-otak/): Herniasi otak tergolong sebagai kondisi medis darurat yang sangat membahayakan dan berpotensi mengancam jiwa. Penting untuk memahami kondisi ini secara... - [Hidradenitis Suppurativa: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/hidradenitis-suppurativa/): Benjolan pada kulit yang tampak seperti jerawat bisa jadi merupakan kondisi yang lebih serius. Terlebih bila benjolan itu muncul bukan... - [Mengatasi Kulit Sensitif pada Anak yang Sebaiknya Para Bunda Perhatikan](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/kulit-sensitif-pada-anak/): Pada usia anak-anak, kulit mereka cenderung sensitif sehingga mudah teriritasi. Dari pada mengobati, akan lebih baik jika bunda mengetahui bagaimana... - [Hernia Femoralis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/hernia-femoralis/): Terdapat berbagai jenis hernia yang bisa mempengaruhi orang dari segala usia dan gender. Di antaranya ada hernia femoralis yang lebih... - [Ciri Ciri Penyakit Jantung Pada Pria yang Harus Diwaspadai](https://primayahospital.com/jantung/penyakit-jantung-pada-pria/): Apa ciri ciri penyakit jantung pada pria yang bisa dikenali sejak dini? Ada beberapa ciri atau tanda seorang pria terkena... - [Hamil 4 Bulan: Perkembangan Janin dan Cara Perawatannya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hamil-4-bulan/): Hamil 4 bulan menjadi tanda bahwa kehamilan telah memasuki trimester kedua. Pada periode ini, perut ibu hamil sudah mulai membesar.... - [Hemokromatosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/hemokromatosis/): Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, antara lain pembentukan hemoglobin di sel darah merah. Tapi,... - [Pemeriksaan Mata Anak: Waktu Paling Tepat dan Jenis-jenisnya](https://primayahospital.com/mata/pemeriksaan-mata-anak/): Di era kecanggihan teknologi, mata anak rentan mengalami masalah karena konsentrasi penggunaan gadget terlalu intens. Agar masalah kesehatan mata tidak... - [Apa itu Poliuria? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/poliuria/): Poliuria merupakan suatu kondisi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak urin, sehingga sering buang air kecil dengan jumlah urin yang melebihi... - [Sindrom Kelelahan: Gejala dan Faktor Risiko](https://primayahospital.com/umum/sindrom-kelelahan/): Sindrom kelelahan merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi kondisi seseorang hingga kesulitan menjalani aktivitasnya karena sebab yang belum diketahui. Simak... - [Cara Memahami Anak Intuiting yang Memiliki Insting Kuat](https://primayahospital.com/umum/anak-intuiting/): Anak intuiting cenderung memiliki kelebihan yang tidak ada pada anak lainnya. Mereka memiliki jiwa kreatif, unik, dan suka berimprovisasi. Terkadang... - [Lansia Minum Kopi, Apakah Boleh?](https://primayahospital.com/umum/lansia-minum-kopi/): Kopi adalah minuman yang digemari oleh banyak kalangan, termasuk lansia. Akan tetapi, dampak kopi dan kafein di dalamnya bisa signifikan... - [Kreatinin + eGFR: Fungsi Penting dan Penerapannya](https://primayahospital.com/patologi-klinik/kreatinin-egfr/): Ginjal merupakan organ tubuh yang mengambil peran besar dalam penyaringan dan pembuangan limbah. Untuk menilai fungsi ginjal dibutuhkan beberapa pemeriksaan,... - [Mengenal Penyakit Prostat, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya](https://primayahospital.com/bedah/penyakit-prostat/): Penyakit prostat merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi pada pria, terutama berusia 50 tahun ke atas. Penyakit... - [Perbedaan Terlambat Haid dengan Hamil, Ini Penjelasannya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/terlambat-haid/): Terlambat haid tidak selalu menjadi penanda bahwa seorang wanita sedang hamil. Sebab, memang ada beberapa kondisi yang membuat wanita telat... - [Penyebab Gusi Bengkak pada Anak Anak dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/gigi/penyebab-gusi-bengkak/): Saat gusi anak membengkak, tentu para orang tua khawatir karena anak menunjukkan sikap tidak nyaman, seperti rewel, menangis, hingga suhu... - [Ibu Hamil Berpuasa, Apakah Berbahaya?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-hamil-berpuasa-apakah-berbahaya/): Berpuasa adalah salah satu kewajiban umat Muslim saat bulan Ramadhan. Namun, apakah boleh untuk ibu hamil berpuasa? Berikut ini akan... - [5 Mitos tentang Usus Buntu dan Faktanya](https://primayahospital.com/umum/usus-buntu/): Penyakit usus buntu (apendiks) merupakan salah satu masalah pencernaan yang umum dan bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini terbilang kegawatan... - [4 Manfaat Mendengarkan Musik untuk Lansia](https://primayahospital.com/umum/musik-untuk-lansia/): Musik dapat menyentuh kita, menginspirasi kita, dan terkadang menyembuhkan kita. Hal ini terutama berlaku bagi orang dewasa lanjut usia, yang... - [Langkah Awal Pengobatan Barotrauma Telinga Setelah Naik Pesawat](https://primayahospital.com/tht/barotrauma/): Saat terjadi perbedaan antara tekanan pada telinga dengan tekanan udara luar, hal itu bisa mengakibatkan kerusakan telinga. Kondisi ini disebut... - [Manfaat Puasa Bagi Kesehatan, Yuk Mulai Puasa!](https://primayahospital.com/umum/manfaat-puasa-bagi-kesehatan-yuk-mulai-puasa/): Apakah Anda menjalankan puasa karena kewajiban agama Anda? Jika iya, maka Anda melakukan hal yang tepat. Pasalnya, ada banyak manfaat... - [Mengenal PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation)](https://primayahospital.com/bedah-digestif/mengenal-peia-percutaneus-ethanol-injection-ablation/): PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation) Tumor bisa berkembang menjadi kanker yang mematikan. Maka penting untuk melakukan deteksi dan penanganan dini... - [EGD: Prosedur Medis Evaluasi Kondisi Saluran Pencernaan Atas](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/saluran-pencernaan/): EGD atau esophagogastroduodenoscopy merupakan salah satu prosedur diagnostik utama dalam bidang gastroenterologi. Lewat prosedur ini, dokter dapat mengevaluasi kondisi saluran... - [Penyakit Saat Puasa yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-saat-puasa-yang-perlu-diwaspadai/): Puasa merupakan ibadah wajib bagi umat muslim yang dilaksanakan sebulan Penuh di bulan Ramadhan. Sebagai kehati-hatian, Anda perlu mengetahui apa... - [Jangan Anggap Enteng Sakit Pinggang Belakang Bawah, Ketahui Penyebabnya](https://primayahospital.com/ortopedi/sakit-pinggang/): Bila sakit pinggang sebelah kanan kerap dikaitkan dengan apendistis dan masalah ginjal, lalu bagaimana dengan sakit pinggang belakang bawah? Kondisi... - [Menu Sehat Berbuka dengan Kandungan Gizi yang Lengkap](https://primayahospital.com/gizi/menu-sehat/): Menu Sehat untuk Berbuka Selama 1 Minggu Lengkap dengan Kandungan Gizinya Selama berpuasa, tubuh sangat membutuhkan makanan dengan nutrisi seimbang.... - [Ketiduran Setelah Sahur, Bagaimana Cara Mengatasinya?](https://primayahospital.com/umum/ketiduran-setelah-sahur-bagaimana-cara-mengatasinya/): Setiap tahun, umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang melibatkan sahur, makan sahur sebelum fajar, dan berbuka setelah matahari terbenam.... - [Tips Puasa Sehat agar Puasa Full Sampai Akhir Ramadan](https://primayahospital.com/umum/tips-puasa-sehat-agar-puasa-full-sampai-akhir-ramadan/): Terserang penyakit saat menjalankan puasa Ramadhan tentu akan menimbulkan rasa kurang nyaman, terlebih jika mengharuskan libur puasa dan menggantinya di... - [Kenali Penyebab Infeksi Usus yang Dapat Menyerang Semua Usia](https://primayahospital.com/bedah-digestif/infeksi-usus/): Secara umum, gejala enterokolitis (infeksi usus) mirip dengan gejala dari berbagai gangguan pencernaan lain seperti gerd, sindrom iritasi usus, malabsorpsi,... - [Kandungan Gizi Takjil, Tetap Jaga Asupan Anda!](https://primayahospital.com/gizi/kandungan-gizi-takjil/): Saat berbuka puasa adalah momen penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Namun, kita juga perlu memilih takjil yang... - [Tips Berpuasa untuk Penderita Penyakit Maag](https://primayahospital.com/gizi/puasa-saat-maag/): Agar bisa berpuasa dengan nyaman, untuk penderita penyakit maag bisa lakukan tips dibawah supaya lancar menjalani ibadah puasa di bulan... - [Diare Disertai Darah dan Lendir? Waspadai Gejala Shigellosis!](https://primayahospital.com/umum/shigellosis/): Banyak sekali jenis penyakit yang menyerang pencernaan manusia. Salah satunya yaitu Shigellosis yang merupakan penyakit pada saluran pencernaan akibat kelompok... - [Lancar Berpuasa Meski Sedang Sakit, Bisakah? Begini Tipsnya](https://primayahospital.com/umum/lancar-berpuasa/): Ketika sistem imun dalam tubuh seseorang melemah, tubuh menjadi mudah terserang berbagai penyakit. Di hari-hari biasa, mungkin seseorang merasa tidak... - [Jenis Afasia pada Anak yang Harus Bunda Ketahui](https://primayahospital.com/saraf/jenis-afasia-pada-anak/): Secara umum, jenis afasia (aphasia) terbagi menjadi dua yakni afasia motorik dan afasia sensorik. Namun, sesuai informasi dari laman National... - [Lansia Berpuasa, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?](https://primayahospital.com/umum/lansia-berpuasa/): Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam. Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit,... - [Waspadai Infeksi Adenovirus yang Kerap Menyerang Balita](https://primayahospital.com/anak/infeksi-adenovirus/): Dibandingkan orang dewasa, sistem imun pada balita masih terbilang lemah. Hal ini menjadikannya rentan terhadap infeksi berbagai bakteri maupun virus.... - [Sayuran yang Tidak Boleh untuk Penyakit Jantung, Ini Daftarnya!](https://primayahospital.com/jantung/sayuran-penyakit-jantung/): Faktanya, ada beberapa jenis sayuran yang tidak boleh untuk penyakit jantung. Bukan menyehatkan, jika sayuran tersebut dikonsumsi malah bisa memperparah... - [Mendeteksi Kolestrol Lewat Mata Kenali Ciri - Cirinya](https://primayahospital.com/mata/mendeteksi-kolestrol/): Selain menanyakan perihal gejala apa yang pasien alami, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada beberapa organ tubuh termasuk mata. Faktanya... - [Penyandang Diabetes Berpuasa, Bolehkah?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyandang-diabetes-berpuasa/): Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dinanti oleh umat muslim tak terkecuali oleh penyandang diabetes (diabetisi). Bagi diabetisi, kegiatan berpuasa... - [Bagaimana Cara Ibu Hamil dan Menyusui Tetap Fit Saat Puasa?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/puasa-ibu-hamil/): Puasa adalah kewajiban bagi masyarakat muslim yang sedang tidak berhalangan. Ibu hamil dan menyusui puasa pun dibolehkan. Untuk itu, diperlukan... - [Macam-Macam Penyakit Jantung Bawaan yang Tidak Boleh Diremehkan](https://primayahospital.com/umum/macam-macam-penyakit-jantung/): Tingkat kematian karena penyakit jantung masih sangat tinggi di seluruh dunia. Sebagai kehati-hatian, Anda perlu tahu macam-macam penyakit jantung bawaan... - [Blefaritis, Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Merah](https://primayahospital.com/mata/blefaritis-penyebab-kelopak-mata-bengkak-dan-merah/): Blefaritis merupakan suatu kondisi peradangan pada kelopak mata sehingga tampak merah dan membengkak. Walaupun tidak tergolong sebagai penyakit berbahaya, namun... - [Pemeriksaan Asam Urat dan Ketahui Kadar Normalnya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cek-asam-urat/): Tes asam urat atau uric acid adalah tes untuk mengukur seberapa tinggi atau rendah kadar uric acid di dalam darah.... - [Sferositosis, Jenis Anemia Hemolitik yang Wajib Diwaspadai](https://primayahospital.com/patologi-klinik/anemia-hemolitik-2/): Dalam tubuh, sel darah merah berperan dalam menyalurkan oksigen dari paru-paru menuju jantung dan setiap sel-sel tubuh. Organ yang berperan... - [Mulut Kering Padahal Sudah Minum Banyak? Yuk Ketahui Penyebabnya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mulut-kering/): Mulut kering seringkali berakibat pada bibir pecah-pecah dan bau mulut. Namun, perlu dipahami bahwa kondisi ini bisa diakibatkan oleh berbagai... - [Ragam Gejala Empiema Paru yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/paru/empiema/): Ada beragam jenis penyakit yang menyerang paru-paru, salah satunya yaitu empiema paru atau dalam istilah medis sering menyebutnya dengan nama... - [Kulit Kesemutan hingga Mati Rasa? Waspadai Gejala Parestesia](https://primayahospital.com/umum/kulit-kesemutan/): Saat Anda merasakan kesemutan, sensasi ditusuk-tusuk, hingga mati rasa pada kulit, maka hal ini bisa disebut sebagai parestesia. Beberapa bagian... - [Memulihkan Anosmia, Penyebab Hidung Tidak Bisa Menghidu Bau](https://primayahospital.com/tht/memulihkan-anosmia-penyebab-hidung-tidak-bisa-menghidu-bau/): Saat kita sedang flu ataupun menderita gangguan pernafasan seperti pada kasus COVID-19, maka berisiko kehilangan penghidu. Kondisi ini dalam istilah... - [Cara Memulihkan Anosmia, Penyebab Hidung Tidak Bisa Mencium Bau](https://primayahospital.com/tht/cara-memulihkan-anosmia/): Saat kita sedang flu ataupun menderita gangguan pernafasan seperti pada kasus COVID-19, maka berisiko kehilangan penciuman. Kondisi ini dalam istilah... - [Sindrom Kompartemen Benarkah Penyebab Kelumpuhan Otot?](https://primayahospital.com/ortopedi/sindrom-kompartemen-benarkah-penyebab-kelumpuhan-otot/): Sindrom kompartemen akut terjadi ketika ada peningkatan tekanan di dalam kompartemen osteofascial yang tertutup, sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi lokal. Sindrom... - [Kenali Gejala Atelektasis, Penyebab Sesak Nafas dan Tubuh Membiru](https://primayahospital.com/paru/atelektasis/): Saat paru-paru tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal, maka akan terjadi berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya yaitu atelektasis. Pasien... - [Urine Lengkap: Ketahui Manfaat dan Tahapan Pelaksanaannya](https://primayahospital.com/urologi/tes-urine-lengkap/): Urine lengkap merupakan salah satu tes kesehatan yang bisa digunakan untuk mendeteksi berbagai macam penyakit. Sesuai penamaannya, tes ini mengambil... - [Waspadai Bahaya Heat Stroke di Cuaca Panas Seperti Sekarang](https://primayahospital.com/umum/heat-stroke/): Salah satu penyakit yang bisa terjadi akibat cuaca terlalu panas yaitu heat stroke. Tak hanya terjadi di musim kemarau saja,... - [Pemeriksaan Kadar Ureum, Deteksi Dini Gangguan Fungsi Ginjal ](https://primayahospital.com/urologi/ureum/): Ureum atau urea merupakan zat sisa yang ada di dalam tubuh hasil dari proses pemecahan protein yang terjadi di organ... - [Adenoiditis Penyebab Sakit Telinga & Tenggorokan pada Anak](https://primayahospital.com/anak/adenoiditis-penyebab-sakit-telinga-tenggorokan-pada-anak/): Dalam literature review tahun 2020, diketahui bahwa adenoid merupakan salah satu organ yang berperan dalam proses aktivasi sel darah putih.... - [Hepatoblastoma: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah-digestif/gejala-hepatoblastoma/): Kanker adalah penyakit serius yang tak mengenal usia dan bisa menyerang organ mana saja. Pada anak-anak, ada kanker hati atau... - [Hemiplegia: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/hemiplegia/): Stroke sebagai salah satu penyakit serius yang menyerang sistem saraf dapat membawa rentetan dampak yang panjang pada orang yang mengalaminya.... - [Hematologi Lengkap: Pengertian dan Manfaatnya](https://primayahospital.com/patologi-klinik/hematologi-lengkap/): Hematologi Lengkap adalah salah satu jenis pemeriksaan darah yang berguna untuk mendiagnosa penyakit secara lebih efektif. Pada dasarnya, suatu penyakit... - [Hematoma: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/hematoma/): Ketika terjadi trauma kadang yang terlihat pada daerah kulit berwarna biru keunguan dan disertai rasa nyeri terutama saat disentuh. Masyarakat... - [Hemarthrosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/hemarthrosis/): Keluarnya darah dari dalam pembuluh darah tidak selalu tampak hingga ke atas permukaan kulit. Dalam kasus tertentu, perdarahan bisa terjadi... - [Pemeriksaan AST/SGOT untuk Mengetahui Kondisi Fungsi Hati](https://primayahospital.com/patologi-klinik/ast-sgot/): Pemeriksaan AST/SGOT bertujuan untuk mengukur kadar aspartate aminotransferase dan membantu memeriksa fungsi hati. Kadar enzim yang terlalu tinggi dapat menjadi... - [Halusinasi: Tanda Gejala dan Tips Mengatasinya](https://primayahospital.com/kejiwaan/halusinasi/): lam percakapan generasi milenial baik secara langsung maupun di medsos sering disebut istilah ‘halu’ bila ada komunikasi yang tampak meracau... - [ALT/SGPT: Pengertian dan Manfaat Pentingnya](https://primayahospital.com/patologi-klinik/alt-sgpt/): Meski bagi kebanyakan orang tes ALT/SGPT masih sangat asing, tetapi perannya sebenarnya sangat penting. Tes ini sendiri berfungsi untuk mendeteksi... - [Glomerulonefritis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/anak/glomerulonefritis/): Ginjal manusia memiliki peran vital sebagai bagian dari sistem ekskresi yang bertugas menyaring dan membuang hasil metabolisme yang tak dibutuhkan... - [Pemeriksaan Kolesterol: Tujuan, Manfaat, dan Prosedur](https://primayahospital.com/patologi-klinik/pemeriksaan-kolesterol/): Kolesterol merupakan komponen lemak yang penting bagi manusia, diantaranya berperan dalam susunan membran sel, pembentukan hormon dan penyerapan vitamin yang... - [Gastritis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gastritis/): Lambung adalah organ yang memiliki lapisan-lapisan yang berperan penting dalam menjalankan fungsi pencernaan. Karena faktor tertentu, lapisan atau dinding lambung... - [Mengenal Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA)](https://primayahospital.com/jantung/ptca/): Penyakit arteri atau jantung koroner masih menjadi momok terhadap kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ada berbagai macam cara... - [IVUS: Cara Mendiagnosis Masalah Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/jantung/pembuluh-darah/): Terdapat sejumlah cara dokter mendiagnosis masalah pada pembuluh darah. Salah satu yang kerap menjadi pilihan adalah IVUS (intravascular ultrasound). Prosedur... - [Mengenal Neuro Onkologi dalam Menangani Kanker Sistem Saraf](https://primayahospital.com/saraf/onkologi/): Kanker sistem saraf pusat adalah jenis kanker yang sangat kompleks dan memerlukan keterlibatan dokter spesialis multidisiplin untuk kebutuhan diagnosis dan... - [Tangan Sering Kesemutan Gejala Penyakit Apa?](https://primayahospital.com/saraf/tangan-kesemutan/): Umumnya, kesemutan terjadi saat tangan tertindih atau tidak bergerak selama waktu tertentu. Namun, apa jadinya bila tangan sering kesemutan tanpa... - [Prosedur Pemeriksaan Glukosa Darah (Puasa) untuk Cegah Diabetes](https://primayahospital.com/patologi-klinik/glukosa-darah-puasa/): Pemeriksaan glukosa darah (puasa) merupakan prosedur medis untuk mengetahui tinggi rendahnya kadar gula dalam darah. Pemeriksaan gula darah juga penting... - [Tips Mengatasi Sulit Tidur](https://primayahospital.com/kejiwaan/sulit-tidur/): Apakah anda pernah mengalami sulit tidur? Bila ya, berikut ini beberapa tips mengenai tata cara tidur yang sehat (sleep hygiene... - [Berat Badan Meningkat Drastis? Waspadai Sindrom Cushing](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-cushing/): Dalam tubuh kita, terdapat suatu hormon yang disebut sebagai hormon kortisol (cortisol). Yaitu suatu hormon steroid yang dikenal pula sebagai... - [Penyebab Hasil USG Tidak Hamil Tetapi Muncul Tanda Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hasil-usg-tidak-hamil/): Terkadang setelah melakukan tes kehamilan dengan menggunakan alat test pack hasilnya positif tetapi hasil USG tidak hamil. Ini adalah kasus... - [Gusi Bengkak: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/gigi/gusi-bengkak/): Gusi bengkak adalah masalah kesehatan yang banyak terjadi pada area sekitar mulut. Dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalaminya. Banyak... - [Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Gejala Selesma dan Flu](https://primayahospital.com/umum/selesma/): Selesma atau dalam istilah medis sering disebut common cold atau common flu adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang... - [Apakah Pneumotoraks bisa Sembuh? Cek Pengobatannya](https://primayahospital.com/bedah/apakah-pneumotoraks-bisa-sembuh-cek-pengobatannya/): Nyeri dada tidak hanya menjadi pertanda penyakit jantung saja, namun juga kondisi gangguan paru-paru. Salah satunya yakni pneumotoraks atau paru-paru... - [Kram Perut Disertai Kembung? Waspadai Sindrom Iritasi Usus Besar](https://primayahospital.com/umum/sindrom-iritasi-usus-besar/): Apabila Anda sering mengalami sakit perut yang disertai kembung, maka bisa jadi keluhan tersebut merupakan gejala dari sindrom iritasi usus... - [Ibu Hamil, Yuk Ketahui Tanda-Tanda Morning Sickness Akan Berakhir](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-hamil-yuk-ketahui-tanda-tanda-morning-sickness-akan-berakhir/): Bagi mereka yang baru pertama kali hamil, tentunya sering bertanya-tanya terkait kondisi mual-mual dan muntah atau morning sickness yang dialaminya.... - [Sering Tidur 12 Jam Lebih? Waspadai Ciri-Ciri Sindrom Putri Tidur](https://primayahospital.com/kejiwaan/sindrom-putri-tidur/): Sleeping beauty syndrome atau dikenal juga dengan istilah sindrom putri tidur merupakan salah satu gangguan kognitif yang menjadikan penderitanya ingin... - [Henti Jantung Mendadak: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/jantung/henti-jantung-mendadak-2/): Jantung adalah organ yang memiliki peran sangat vital dalam sistem tubuh manusia. Namun, di sisi lain, jantung termasuk rentan terhadap... - [Hipotensi, Kondisi Tekanan Darah dan Ragam Gejalanya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hipotensi/): Tak hanya tekanan darah tinggi saja yang menyebabkan gejala pusing, mual, hingga kelelahan, namun hipotensi atau tekanan darah rendah pun... - [Anak Tetap Kurus Padahal Makan Banyak? Waspadai Sindrom Malabsorpsi](https://primayahospital.com/gizi/malabsorpsi-makanan/): Masa anak-anak merupakan masa yang paling penting untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang seorang anak. Terdapat salah satu... - [Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Cara Mencukupinya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/asam-folat-ibu-hamil/): Asam folat untuk ibu hamil merupakan nutrisi yang penting bagi janin untuk mencegah cacat lahir. Kekurangan nutrisi ini berisiko bagi... - [Hemangioma: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/hemangioma/): Ketika muncul benjolan pada tubuh tanpa penyebab jelas, banyak orang mungkin akan mengiranya sebagai tumor atau justru kanker. Hal ini... - [Hamil Anggur: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hamil-anggur/): Masa kehamilan memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin dan saksama untuk menghindari komplikasi yang bisa membahayakan ibu dan janin dalam... - [Gusi Berdarah: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/gigi/gusi-berdarah/): Gusi berdarah adalah pertanda bahwa ada masalah kesehatan yang melatari, seperti infeksi. Bila terdeteksi dan tertangani sejak dini, perdarahan pada... - [Kanker Serviks: Gejala, Deteksi Dini, dan Langkah Pencegahan](https://primayahospital.com/kanker/kanker-serviks/): Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan wanita baik di dunia khususnya Indonesia. Menurut data Globocan 2020 yang... - [Giardiasis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-giardiasis/): Giardiasis masih menjadi masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih oleh masyarakat, terutama di wilayah dengan sanitasi yang kurang memadai. Angka... - [Gastroparesis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-gastroparesis/): Otot lambung memainkan peran penting dalam proses pencernaan makanan. Proses ini melibatkan koordinasi antara otot dan saraf untuk memastikan makanan... - [Gastroenteritis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gastroenteritis/): Infeksi pada saluran pencernaan alias gastroenteritis bisa memicu diare dan muntah-muntah pada anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi yang juga dikenal... - [Gangrene: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/bedah/gangrene/): Setiap organ dan jaringan tubuh memerlukan pasokan darah yang memadai untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hilangnya pasokan darah bisa menyebabkan... - [Gangguan Tidur: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/saraf/gangguan-tidur/): Para pakar kesehatan menyarankan orang dewasa untuk tidur 7-8 jam sehari demi kesehatan fisik dan mental. Secara ilmiah, tidur antara... - [Penyebab ADHD pada Anak yang Wajib Dikenali Orang Tua](https://primayahospital.com/anak/penyebab-adhd-pada-anak/): ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan salah satu gangguan mental dan perilaku yang kerap menyerang anak-anak. Penyebab ADHD pada anak... - [Gigi Berlubang: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/gigi/gigi-berlubang/): Gigi dan mulut merupakan bagian yang penting dari tubuh kita yang saling berhubungan dengan organ tubuh yang lain, seperti hidung,... - [Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah, Tanda Bahaya?](https://primayahospital.com/bedah/sakit-perut-sebelah-kanan-bawah/): Sakit perut sebelah kanan bawah sampai ke pinggang kerap kali dikaitkan dengan penyakit radang usus buntu, hernia, atau gangguan ginjal.... - [Catheter Dual Lumen: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?](https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/catheter-dual-lumen/): CDL (catheter dual lumen) adalah jenis kateter yang memiliki sederet kelebihan daripada jenis kateter lain dalam berbagai prosedur medis. Dengan... - [Tonsillectomy : Prosedur Pembedahan untuk Mengangkat Amandel](https://primayahospital.com/tht/tonsillectomy/): Anak-anak yang mengalami masalah pada amandelnya mungkin memerlukan tonsillectomy sebagai tindakan perawatan. Prosedur ini dapat menjadi pilihan jika terjadi peradangan... - [Mengenal URS Cara Menghancurkan Batu Ginjal](https://primayahospital.com/urologi/urs-menghancurkan-batu-ginjal/): Batu ginjal yang terperangkap di ginjal atau saluran kandung kemih dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bila dibiarkan tak ditangani... - [Mengenal Apa itu Pneumonia dan Penyebabnya yang Wajib Diwaspadai](https://primayahospital.com/paru/apa-itu-pneumonia/): Paru-paru basah atau dalam dunia medis disebut sebagai pneumonia merupakan salah satu penyakit yang menyerang salah satu maupun kedua organ... - [Waspadai Macam-Macam Diabetes dan Penyebabnya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/macam-macam-diabetes/): Walau bukan penyakit menular, namun diabetes merupakan penyakit berbahaya yang paling banyak diderita oleh orang-orang di seluruh penjuru dunia. Sesuai... - [Merasa Takut Gemuk Saat Makan? Waspadai Bulimia Nervosa](https://primayahospital.com/gizi/takut-gemuk-bulimia-nervosa/): Saat seseorang mengalami kelaparan, tentunya otak akan merespons berupa keinginan untuk makan. Demikian pula saat kenyang, maka otak akan menyuruh... - [Kenali Astrositoma, Jenis Tumor yang Dapat Mengancam Nyawa](https://primayahospital.com/bedah-saraf/astrositoma-jenis-tumor/): Di antara sekian banyak jenis tumor, ada satu tumor yang sangat berbahaya yakni astrositoma. Seperti namanya, tumor ini memiliki bentuk... - [Bayi Baru Lahir Tidak Menangis? Waspadai Gejala Asfiksia Neonatorum](https://primayahospital.com/anak/bayi-baru-lahir-tidak-menangis/): Asfiksia neonatorum adalah penyebab utama dari gangguan perkembangan pada bayi baru lahir. Menurut WHO pada tahun 2018, asfiksia merupakan penyebab... - [Kenali Herpes Zoster (Cacar Api/Dompo) dan Penanganannya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/herpes-zoster/): Herpes Zoster atau masyarakat umum sering menyebutnya sebagai cacar api atau dompo tergolong salah satu penyakit kulit yang dapat menyerang... - [Ciri Batu Empedu yang Parah yang Tidak Boleh Disepelekan](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ciri-batu-empedu/): Batu empedu merupakan suatu endapan yang mengeras di dalam kantung empedu. Berbagai metode penanganan dapat dilakukan untuk mengeluarkannya, salah satunya... - [Berapa Lama Prediabetes Bisa Normal? Yuk Cek Faktanya!](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/prediabetes/): Saat kadar gula seseorang melebihi batas normal, maka ia belum bisa dikatakan terkena diabetes. Apabila belum mencapai ambang batas atas... - [Phacoemulsification, Cara Efektif Atasi Katarak](https://primayahospital.com/umum/phacoemulsification/): Phacoemulsification adalah buah perkembangan teknologi di bidang kesehatan mata. Prosedur bedah mata modern ini sangat efektif untuk mengatasi katarak, salah... - [Kenali Gejala Amenorea, Kondisi Saat Melewatkan Periode Haid](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gejala-amenorea/): Saat seorang wanita melewatkan satu atau lebih periode haid atau menstruasi, maka itu disebut sebagai amenorrhea. Gejala amenorea sendiri cukup... - [Dampak Bullying pada Kesehatan Fisik dan Mental](https://primayahospital.com/kejiwaan/dampak-bullying/): Perundungan atau bullying belakangan ini sudah menjadi hal yang cukup biasa terjadi di masyarakat dan telah menjadi situasi darurat kesehatan... - [Menghilangkan Komedo dan Cara Mencegahnya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/menghilangkan-komedo/): Pernahkah Anda menemukan banyak benjolan kecil sewarna kulit serupa jerawat, tetapi tidak berwarna kemerahan, di beberapa bagian wajah Anda? Besar... - [Ibu Hamil, Ini Jenis Musik yang Baik untuk Janin](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/musik-untuk-janin/): Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan janin di dalam rahim. Salah satu faktor yang sering dibahas adalah dampak musik... - [Batu Saluran Kemih, Gejala dan Pencegahannya](https://primayahospital.com/urologi/batu-saluran-kemih/): Batu saluran kemih (BSK) didefinisikan sebagai pembentukan batu di saluran kemih yang meliputi batu ginjal, ureter, buli, dan uretra. Terjadinya... - [Akupunktur Medis, Pahami Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh](https://primayahospital.com/akupunktur/akupunktur-medis/): Akupunktur telah ada sejak 2. 000 tahun lalu dan masih banyak digunakan hingga sekarang. Sebagai metode pengobatan tradisional, akupunktur juga... - [Neuro Pediatric, Gangguan Sistem Saraf pada Anak](https://primayahospital.com/anak/gangguan-sistem-saraf-anak/): Gangguan sistem saraf atau neurologis pada anak-anak dapat menimbulkan dampak yang signifikan pada perkembangan dan kualitas hidup anak. Dampak gangguan... - [Intra-Aortic Balloon Pump (IABP), Si Alat Penopang Jantung](https://primayahospital.com/jantung/intra-aortic-balloon-pump/): Intra-Aortic Balloon Pump (IABP) merupakan sebuah tindakan invasif yang digunakan pada beberapa kondisi jantung yang berat. Pada kondisi-kondisi demikian, bilik... - [Ligasi Esophagus Tindakan Medis untuk Menjaga Hati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ligasi-esophagus/): Pasien sirosis hati rentan terkena komplikasi ketika mengalami peningkatan tekanan dalam sistem vena portal. Komplikasi itu termasuk varises esofagus yang... - [Nephrectomy - Prosedur Pengangkatan Ginjal](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/nephrectomy/): Setiap orang umumnya memiliki dua ginjal yang berperan penting dalam menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Ketika ginjal terkena... - [Nephrolithotomy - Tindakan Bedah untuk Mengatasi Batu Ginjal](https://primayahospital.com/bedah/nephrolithotomy/): Ada sejumlah cara untuk mengeluarkan batu ginjal yang gejalanya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Sebagai contoh,... - [Jangan Panik! Begini Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/menurunkan-kolesterol-tinggi/): Kolesterol merupakan komponen pembentuk lemak yang berperan dalam pembentukan dinding sel dan memproduksi vitamin D. Selain itu, kolesterol juga berguna... - [Operasi TURP, Cara Atasi Gangguan Kelenjar Prostat](https://primayahospital.com/urologi/operasi-turp-kelenjar-prostat/): Pembesaran kelenjar prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH) rentan terjadi pada pria seiring dengan bertambahnya usia. Akibat kondisi ini, aliran urine... - [Asam Amino Berlebih, Apa Dampak Bagi Tubuh?](https://primayahospital.com/gizi/asam-amino-berlebih/): Asam amino atau banyak paramedis menyebutnya dengan protein, asam amino merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh dalam mempertahankan kesehatan setiap... - [Buah Alpukat Kaya Manfaat Untuk Kesehatan](https://primayahospital.com/gizi/manfaat-buah-alpuka/): Alpukat merupakan buah yang memiliki rasa nikmat dan khas. Selain rasanya yang enak, alpukat juga bisa dibilang buah yang memiliki... - [Makanan Tinggi Kalsium, Apa Manfaatnya?](https://primayahospital.com/gizi/makanan-tinggi-kalsium/): Kalsium merupakan salah satu mineral yang terkandung di dalam tubuh manusia, dimana hampir 99% dari unsur ini terakumulasi di tulang... - [Percutaneus Nephrolithotomy, Tindakan Bedah Tangani Batu Ginjal](https://primayahospital.com/urologi/percutaneus-nephrolithotomy/): Saat ini terdapat beberapa pilihan untuk mengeluarkan batu ginjal tanpa perlu melakukan sayatan terbuka di kulit pasien. Namun untuk batu... - [Operasi Achilles untuk Tangani Cedera Olahraga](https://primayahospital.com/ortopedi/operasi-achilles/): Achilles adalah tendon yang memiliki peran penting dalam berbagai gerakan manusia, dari berjalan, melompat, hingga berlari. Tendon di belakang kaki... - [Herniotomy Tindakan Bedah untuk Mengatasi Hernia](https://primayahospital.com/bedah/herniotomy-operasi-hernia/): Hernia adalah kondisi ketika ada suatu organ di dalam tubuh yang menonjol keluar lewat otot atau jaringan yang menahan organ... - [Laser Hemorrhoidectomy Metode untuk Mengatasi Wasir](https://primayahospital.com/bedah/laser-hemoroidectomy/): Hemoroid, yang sering disebut wasir, adalah kondisi ketika pembuluh darah di area rektum atau anus mengalami pembesaran dan peradangan. Hemoroid... - [Kenali Ragam Pencegahan Peritonitis dan Metode Pengobatannya](https://primayahospital.com/bedah/penyakit-peritonitis/): Saat seseorang mengalami rasa nyeri disertai kembung pada perut, seringkali dikaitkan dengan penyakit GERD. Padahal, ada banyak penyakit lain yang... - [Covid Varian Baru: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/paru/covid-varian-baru/): Setelah pandemi Covid-19 mereda, masyarakat dunia kembali harus meningkatkan kewaspadaan karena kemunculan Covid varian baru pada akhir 2023. Di sejumlah... - [Endoscopic Hidung, Cek Kesehatan Rongga Hidung dan Sinus](https://primayahospital.com/tht/endoscopic-hidung/): Endoskopi hidung alias Nasal endoscopic adalah prosedur diagnostik yang kerap menjadi pilihan ketika ada gangguan kesehatan yang bersumber dari hidung... - [Tips Memilih Buah Untuk Penderita Diabetes](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/buah-untuk-penderita-diabetes/): Pemilihan Buah Untuk Penderita Diabetes memang perlu teliti karena tidak semuanya mempunyai indeks glikemik yang rendah. Sebelum mengkonsumsi buah yang... - [Mengenal WSD (Water Sealed Drainage) Untuk Kesehatan Paru](https://primayahospital.com/paru/water-sealed-drainage/): Keberadaan udara yang terperangkap di dalam rongga pleura bisa menyebabkan paru-paru kolaps hingga mengancam jiwa. Namun kadang kondisi yang disebut... - [Tips Mengenali Ciri Ciri Alergi Susu Sapi pada Balita](https://primayahospital.com/anak/alergi-susu-sapi/): Akhir-akhir ini, insiden terjangkitnya alergi pada anak mengalami peningkatan terus menerus. Salah satunya yakni karena alergi susu sapi. Seperti yang... - [Pentingnya External Ventricular Drain dalam Penanganan Cedera Kepala](https://primayahospital.com/bedah-saraf/pentingnya-external-ventricular-drain/): Terdapat beragam cara dan peralatan dalam prosedur pembedahan. (EVD) external ventricular drain adalah salah satu alat medis yang kerap menjadi... - [Migrain Sering Kambuh, Apa Yang Harus Dilakukan?](https://primayahospital.com/saraf/migrain-sering-kambuh/): Saat sakit kepala menyerang dengan gejala utamanya berupa nyeri yang berdenyut-denyut, maka hal itu disebut sebagai migrain. Walau dapat sembuh... - [Tension Headache : Sensasi Kepala seperti Terikat Kencang?](https://primayahospital.com/saraf/tension-headache/): Dalam dunia medis, sakit kepala terbagi atas banyak jenisnya. Mulai dari sakit kepala terus menerus, migrain, sakit kepala kluster, sakit... - [Waspada, Inilah Ciri-Ciri Penyakit Maag yang Sudah Parah](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ciri-ciri-penyakit-maag/): Tak mengenal batasan usia, maag bisa menyerang siapa saja. Penyakit yang sudah dianggap umum di kalangan masyarakat ini sering membuatnya... - [Laparotomy Cholecystectomy, Operasi Angkat Kandung Empedu](https://primayahospital.com/bedah/laparotomy-cholecystectomy/): Ketika terjadi gangguan kesehatan di area perut yang memerlukan pembedahan, dokter bisa mengambil satu di antara dua pilihan tindakan, yakni... - [Cystoscopy, Deteksi Dini Masalah Kandung Kemih dan Uretra](https://primayahospital.com/urologi/cystoscopy/): Saluran kemih dan kandung kemih termasuk bagian tubuh yang rentan mengalami masalah kesehatan. Untuk mendeteksi dini masalah tersebut dan sekaligus... - [Neuro Spine, Solusi Gangguan Sistem Saraf Tulang Belakang](https://primayahospital.com/saraf/neuro-spine/): Sistem saraf tulang belakang berperan penting dalam kesehatan dan fungsi tubuh manusia. Kondisi yang berkaitan dengan sistem yang juga disebut... - [Atasi Nyeri Kronis dengan RFA (Radiofrequency Ablation)](https://primayahospital.com/saraf/rfa-radiofrequency-ablation/): Nyeri adalah sinyal atau pertanda bahwa ada yang bermasalah dalam tubuh. Rasa nyeri biasanya akan hilang begitu pemicunya diketahui dan... - [Laparoscopy Teknik Bedah Minimal Invasif](https://primayahospital.com/bedah/laparoscopy/): Di era modern seperti saat ini, operasi tidak selalu harus dilakukan dengan bedah terbuka yang berisiko tinggi dan memerlukan waktu... - [Trabeculectomy Cara Ampuh Atasi Glaukoma](https://primayahospital.com/mata/trabeculectomy-atasi-glaukoma/): Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata yang umum terjadi. Untuk mengatasinya, terdapat prosedur trabeculectomy yang dapat meredakan tekanan intraokular... - [Jaga Jantung,Terapi Recombinant Tissue Plasminogen Activator](https://primayahospital.com/jantung/recombinant-tissue-plasminogen-activator/): Penyumbatan pembuluh darah bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang membahayakan, termasuk stroke dan serangan jantung yang mengancam jiwa. Sebelum risiko... - [Usia Bertambah Pengelihatan Menurun, Perlu Injeksi Avastin?](https://primayahospital.com/mata/injeksi-avastin/): Mata adalah organ yang sangat sensitif dan semua bagiannya rentan terhadap risiko kesehatan. Ketika terjadi masalah pada retina, misalnya, penglihatan... - [Menikah lama, Belum Punya Anak Perlukah Cek HyFoSy?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hyfosy-hysterosalpingo-foam-sonography/): Penyumbatan atau kerusakan tuba merupakan salah satu penyebab ketidakmampuan menghasilkan keturunan alias infertilitas. Untuk mengidentifikasi masalah tersebut, terdapat dua metode... - [Mycoplasma Pneumoniae: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mycoplasma-pneumoniae/): Peningkatan jumlah kasus pneumonia secara mendadak di Cina pada akhir 2023 menyebabkan kekhawatiran akan munculnya wabah seperti Covid-19 pada awal... - [Cutaneous Larva Migrans: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cutaneous-larva-migrans/): Cacing bisa menyebabkan infeksi ketika masuk ke tubuh manusia. Cutaneous larva migrans adalah salah satu contoh infeksi oleh cacing. Penyakit... - [Ketahui Cara Menjaga Kesehatan Selama Kehamilan agar Ibu dan Janin Tidak Bermasalah](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/menjaga-kesehatan-selama-kehamilan/): Seorang ibu hamil cenderung mudah mengalami masalah kesehatan karena imunitasnya menurun. Ada trik khusus untuk menjaga kesehatan selama kehamilan untuk... - [10 Jenis Makanan untuk Lansia yang Mudah Dicerna](https://primayahospital.com/homecare/makanan-untuk-lansia/): Dalam menjaga kesehatan lansia, pemilihan makanan untuk lansia yang tepat memegang peranan penting. Dengan memasukkan makanan yang mudah dicerna dan... - [4 ​​Jenis Buah untuk Kesehatan Daya Ingat](https://primayahospital.com/homecare/buah-untuk-kesehatan-daya-ingat/): Jenis makanan yang Anda konsumsi sehari-hari dapat mencerminkan seperti apa kondisi kesehatan tubuh Anda. Bila Anda memiliki pola makan yang... - [5 Cara Mencegah Cedera Olahraga dengan Fisioterapi](https://primayahospital.com/homecare/mencegah-cedera-olahraga/): Cedera olahraga adalah hal yang wajar terjadi, tetapi rasa sakit saat mengalami cedera tentu bisa mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Sehingga... - [Diabetes Basah dan Kering: Mitos dan Fakta](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diabetes-basah-dan-kering/): Anda mungkin pernah mendengar istilah ‘diabetes basah’ dan ‘diabates kering’. Namun, tahukah Anda bahwa keduanya bukanlah istilah medis? Lantas, apa... - [Obesitas pada Lansia: Dampak dan Penanganan](https://primayahospital.com/umum/obesitas-pada-lansia/): Penuaan membawa berbagai perubahan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang mungkin dihadapi oleh kelompok lansia... - [5 Rahasia Mengatasi Mata Merah Karena Iritasi](https://primayahospital.com/mata/mengatasi-mata-merah/): Mata merah merupakan pertanda bahwa adanya iritasi pada mata. Gejalanya akan berakibat pada mata akan terasa gatal dan kasar. Apabila... - [Penyebab Diabetes Anak,Waspadai Sejak Dini!](https://primayahospital.com/anak/penyebab-diabetes-anak/): Bukan hanya diderita orang dewasa, diabetes juga bisa menyerang anak-anak dengan kondisi dan kebiasaan tertentu. Pada tahun 2023 ini, kasusnya... - [Diare: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diare/): Setiap orang bisa jadi pernah mengalami diare setidaknya sekali semasa hidupnya. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling biasa... - [Tabel Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun Menurut WHO](https://primayahospital.com/anak/tabel-berat-badan-anak-usia-1-5-tahun-menurut-who/): Tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO sangat penting diketahui orang tua, hal ini bisa menjadi referensi pertumbuhan... - [Kalender Kehamilan untuk Mengetahui Usia Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/usia-kehamilan/): Ada berbagai pilihan cara untuk mengetahui usia kehamilan maupun Hari Perkiraan Lahir (HPL), salah satunya adalah kalender kehamilan. Kalender bisa... - [Apa itu Fertilisasi dan Kehamilan? Yuk Ketahui Prosesnya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/fertilisasi-dan-kehamilan/): Dalam proses kehamilan, penting untuk memahami konsep fertilisasi karena menentukan seberapa besar peluang mendapatkan keturunan. Jika penasaran, simak lebih lanjut... - [Penyebab Cedera Otot Perut dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-otot-perut/): Cedera otot perut adalah cedera yang terjadi ketika otot yang ada di area perut meregang atau robek. Kondisi ini disebut... - [Cedera Otot Dada: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-otot-dada/): Cedera otot dada merupakan suatu kondisi ketika bagian dada terasa nyeri dan tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi serius. Risiko... - [Penyebab Tennis Elbow dan Cara Penanganannya](https://primayahospital.com/sport-clinic/penyebab-tennis-elbow/): Dari sekian banyak cedera olahraga, ada salah satu jenis cedera yang kerap dirasakan oleh petenis atau pebulutangkis, yaitu tennis elbow.... - [Mengenal Gejala Cedera Bahu dan Penanganannya](https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-bahu-dan-penanganannya/): Cedera pada bahu dapat terjadi pada siapa saja, terutama yang sering melakukan aktivitas berat. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh... - [Kenali Penyebab Cedera Mata dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-mata/): Cedera mata dapat terjadi akibat berbagai cedera yang membuat mata bengkak, sakit mata, dan gejala lainnya. Bahkan, cedera lebih serius... - [Tanda Tanda Penyakit Jantung yang Harus Diwaspadai](https://primayahospital.com/jantung/tanda-tanda-penyakit-jantung/): Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, hal ini dapat diketahui dari gejala dan tanda tanda penyakit jantung. Dengan mengenal ciri-ciri... - [Komplikasi Kehamilan: Jenis dan Cara Pencegahannya ](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/komplikasi-kehamilan/): Pada masa kehamilan, tubuh para ibu akan mengalami penurunan sistem imun. Akibatnya, berbagai komplikasi kehamilan berpotensi menginfeksi dan membahayakan kesehatan... - [Mengenal Kantung Kehamilan dan Beragam Kondisinya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kantung-kehamilan/): Kantung kehamilan merupakan salah satu tanda kehamilan yang dapat dideteksi dari hasil pemeriksaan USG. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan melihat... - [Penyebab Bisulan pada Anak Paling Sering Menyerang ](https://primayahospital.com/anak/penyebab-bisulan-pada-anak/): Meski hanya berupa benjolan kecil, tetapi bisulan menimbulkan rasa ngilu yang cukup mengganggu. Supaya tidak sampai mengganggu kenyamanan anak, sebaiknya... - [Jenis Tes Darah Kehamilan dan Ketahui Manfaatnya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tes-darah-kehamilan/): Tes darah kehamilan adalah salah satu upaya untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin. Dengan tes darah, ibu hamil dapat memantau... - [Macam Macam Cedera yang Patut Diwaspadai ](https://primayahospital.com/sport-clinic/macam-macam-cedera/): Tidak hanya satu, ada macam macam cedera dengan penyebab berbeda-beda yang menimbulkan rasa kurang nyaman. Oleh karenanya, ketahui apa saja... - [Gerakan Senam Jantung Sehat, Begini Cara Melakukannya](https://primayahospital.com/jantung/gerakan-senam-jantung-sehat/): Melakukan senam jantung sehat sangat bermanfaat untuk membantu mengoptimalkan kinerja jantung. Hasilnya, penyakit-penyakit berbahaya seperti halnya jantung koroner, gagal jantung,... - [Cara Menghitung TFU Berdasarkan Usia Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tfu-berdasarkan-usia-kehamilan/): Sebagian bunda mungkin masih asing apa itu TFU. Selain pengertian, Anda juga perlu mengetahui cara menghitung TFU berdasarkan usia kehamilan.... - [Ketahui Penyebab Disleksia pada Anak dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/disleksia-pada-anak/): Disleksia pada anak merupakan gangguan proses belajar dengan ciri anak kesulitan menulis dan membaca. Kondisi ini dapat anak alami dengan... - [Penyebab Warna Pup Anak Hijau dan Cara Menanganinya](https://primayahospital.com/anak/warna-pup-anak-hijau/): Mengapa warna pup anak hijau? Apakah kondisi ini normal? Warna pup atau BAB bisa menjadi tanda kondisi kesehatan seseorang termasuk... - [Ciri ISPA pada Anak yang Sebaiknya tidak Bunda Abaikan ](https://primayahospital.com/anak/ciri-ispa-pada-anak/): Apakah buah hati Anda sering tiba-tiba mengalami sesak nafas? Bisa saja hal itu karena Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA). Ada perbedaan... - [8 Hal Penting dalam Penggunaan Popok Lansia](https://primayahospital.com/homecare/penggunaan-popok-lansia/): Penggunaan popok dewasa adalah pilihan terbaik untuk mengatasi masalah lansia yang sulit menahan buang air kecil atau sering disebut dengan... - [6 Langkah Perawatan untuk Pemulihan Tifus](https://primayahospital.com/homecare/perawatan-untuk-pemulihan-tifus/): Tifus adalah infeksi bakteri yang menyerang organ pencernaan dan disertai dengan gejala demam tinggi. Umumnya, tifus dapat diatasi dengan baik... - [Sariawan pada Anak Meradang? Begini Cara Mengatasinya  ](https://primayahospital.com/anak/sariawan-pada-anak/): Pada anak-anak, cukup rentan muncul sariawan yang berakibat pada menurunnya nafsu makan, bahkan pada beberapa kasus sampai memicu munculnya demam.... - [Disartria: Gangguan Bicara yang Perlu Diketahui](https://primayahospital.com/fisioterapi-dan-rehabilitasi-medik/disartria-gangguan-berbicara/): Ketika berbicara, ada otot-otot yang berperan di dalamnya untuk menghasilkan ucapan yang jelas dan bisa dipahami. Maka, jika terjadi gangguan... - [Kejang Demam Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya](https://primayahospital.com/anak/kejang-demam-anak/): Ketika anak mengalami kejang demam, penanganan yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah kondisi anak semakin buruk. Jangan membiarkan kondisi tersebut... - [Demam Scarlet: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/demam-scarlet/): Demam scarlet adalah kondisi akibat infeksi bakteri yang banyak terjadi pada anak-anak. Ketika anak mengalami radang tenggorokan, ada kemungkinan mereka... - [Jenis Penyakit Kulit Anak Sering Muncul dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/penyakit-kulit-anak/): Ada berbagai jenis penyakit kulit anak dengan gejala yang berbeda dan perlu mendapat perhatian. Begitu pula penyebabnya, entah itu karena... - [Difteri pada Anak: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/anak/difteri/): Difteri adalah infeksi serius pada hidung dan tenggorokan yang serius. Penyakit ini pernah menjadi wabah mematikan di sejumlah negara dengan... - [Diare Kronis: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diare-kronis/): Banyak jenis gangguan kesehatan yang dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan lama berlangsungnya, yaitu kronis dan akut. Kondisi yang kronis umumnya... - [Penyebab Leukosit Tinggi pada Anak dan Penanganannya](https://primayahospital.com/anak/leukosit-tinggi-pada-anak/): Leukosit tinggi pada anak merupakan pertanda adanya jumlah sel darah putih lebih banyak dari kondisi normal, kondisi ini merupakan respon... - [Cara Mengatasi Orang Tua Tidak Mau Makan](https://primayahospital.com/homecare/orang-tua-tidak-mau-makan/): Semakin bertambahnya usia, kondisi fisik dan mental akan mengalami perubahan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah orang tua tidak... - [Tips Menangani Gatal-gatal pada Lansia](https://primayahospital.com/homecare/gatal-gatal-pada-lansia/): Gatal-gatal pada lansia, yang sering disebut juga pruritus, cukup umum terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dermatologis (masalah kulit)... - [Ketika Anak Susah Makan: Penyebab dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/homecare/anak-susah-makan/): Anak memilih-milih makanan dan mendadak menolak untuk makan adalah hal wajar, terutama pada balita. Namun jika anak susah makan dalam... - [Hipotermia Ringan: Gejala dan Pertolongan Pertama](https://primayahospital.com/homecare/hipotermia-ringan/): Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 35 derajat Celcius. Hipotermia dapat memicu kondisi berbahaya bagi kesehatan. Normalnya, manusia akan... - [Anak Mengalami Tantrum? Ini Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/anak-mengalami-tantrum/): Tantrum pada anak merupakan kondisi yang paling sering terjadi saat anak meluapkan emosinya dengan menangis, teriak-teriak, dan bahkan berguling-guling di... - [Radang Tenggorokan pada Anak, Begini Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/anak/radang-tenggorokan-pada-anak/): Radang tenggorokan pada anak umum terjadi karena beberapa faktor. Umumnya, masalah kesehatan ini terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15... - [Ketahui Aplikasi Kehamilan yang Bagus Beserta Manfaatnya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/aplikasi-kehamilan/): Aplikasi kehamilan memberi kemudahan bagi ibu hamil memantau perkembangan janin, daftar makanan dan minuman sehat ibu hamil, serta berbagai daftar... - [Mengenal Radang Amandel pada Anak dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/anak/radang-amandel-pada-anak/): Radang amandel pada anak merupakan masalah yang sering dijumpai dengan berbagai gejala. Kondisi ini umumnya disebabkan infeksi bakteri. Anak dengan... - [Tespek Kehamilan: Fungsi Penting dan Cara Penggunaannya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tespek-kehamilan/): Para wanita tentu sudah tidak asing lagi dengan test pack kehamilan. Alat ini bermanfaat untuk mendeteksi apakah seorang wanita sedang... - [Tanda Bahaya kehamilan yang Patut Para Bunda Waspadai ](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-bahaya-kehamilan/): Seorang ibu harus jauh lebih berhati-hati ketika janin di dalam tubuhnya mulai berkembang. Hal ini untuk meminimalisir munculnya berbagai tanda... - [Demam Rematik: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-rematik/): Suatu penyakit atau kondisi bisa berkembang dan mengakibatkan masalah medis lain. Sebagai contoh, demam rematik yang bisa terjadi menyusul infeksi... - [Separation Anxiety Disorder pada Anak dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/separation-anxiety-disorder/): Separation anxiety disorder atau gangguan kecemasan umumnya terjadi pada anak-anak ketika meninggalkannya meski hanya sebentar oleh orang tuanya. Kondisi ini... - [Defisiensi Protein C: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/umum/defisiensi-protein-c/): Terdapat berbagai macam protein dalam tubuh dengan fungsi masing-masing. Jumlah protein haruslah cukup agar dapat berfungsi dengan baik. Namun kadang... - [Cholangiocarcinoma: Kanker Langka pada Saluran Empedu](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cholangiocarcinoma/): Kanker telah lama menjadi momok bagi kesehatan masyarakat. Ada banyak jenis kanker yang dapat berkembang di tubuh manusia, dari yang... - [Cholangitis: Infeksi pada Saluran Empedu yang Perlu Diketahui](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cholangitis/): Penyakit hati terdiri atas banyak jenis. Cholangitis, misalnya, adalah sejenis penyakit hati yang mempengaruhi saluran empedu. Saluran empedu bertanggung jawab... - [Ukuran Detak Jantung Normal dan Gangguan yang Bisa Terjadi](https://primayahospital.com/jantung/detak-jantung-normal/): Menjaga detak jantung normal merupakan hal penting yang perlu Anda lakukan supaya fungsinya tidak mengalami masalah. Sebagai komponen penting pada... - [Pneumonia pada Anak: Penyebab dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/anak/pneumonia-pada-anak/): Pneumonia pada anak merupakan kondisi yang harus diwaspadai oleh orang tua karena sangat berisiko tinggi apabila tidak segera ditangani. Penyakit... - [Ciri Ciri Otot Jantung, Struktur, dan Fungsinya yang Patut Dipahami](https://primayahospital.com/jantung/ciri-ciri-otot-jantung/): Otot jantung merupakan bagian penting pada jantung karena mengemban fungsi khusus. Untuk dapat memahaminya, ketahui ciri ciri otot jantung sehingga... - [Diabetes: Gejala, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diabetes/): Diabetes adalah masalah kesehatan yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Penyakit ini kerap tak menunjukkan gejala hingga akhirnya timbul komplikasi yang membahayakan... - [Berapa Banyak Katup yang Dimiliki Jantung Manusia?](https://primayahospital.com/jantung/berapa-banyak-katup-yang-dimiliki-jantung-manusia/): Jantung merupakan salah satu organ vital manusia yang memegang peranan penting. Di dalamnya terdapat katup yang masing-masingnya memiliki fungsi tersendiri.... - [Tantrum pada Anak: Penyebab, Gejala dan Cara Penanganan](https://primayahospital.com/anak/tantrum-pada-anak/): Para orang tua wajib tahu beberapa sifat anak-anak agar nantinya bisa mengambil sikap yang baik ketika menghadapinya. Salah satu masalah... - [Penanganan Terbaik Bronkopneumonia pada Anak, Orang Tua Harus Tahu ](https://primayahospital.com/anak/bronkopneumonia-pada-anak/): Selain ISPA, anak bisa mengalami kesulitan bernafas karena bronkopneumonia pada anak. Sebagai orang tua tentunya ingin buah hatinya tumbuh dengan... - [Waspada! Jangan Mengabaikan Hal Ini Karena Bisa Menjadi Penyebab Keguguran](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/penyebab-keguguran/): Setiap ibu tentunya tidak ingin mengalami keguguran karena anak yang ada di alamnya kandungannya sangat diharap-harapkan. Agar hal buruk itu... - [Penyebab ISK pada Anak yang Patut Diwaspadai Sejak Dini](https://primayahospital.com/anak/penyebab-isk-pada-anak/): Pada usia anak-anak, berbagai penyakit seringkali menyerang sehingga para orang tua perlu waspada. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai kemunculannya... - [Contoh Flek Tanda Kehamilan Normal dan Tidak](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/contoh-flek-tanda-kehamilan-normal/): Ada flek normal dan tidak normal, untuk mencegah hal-hal yang tidak sesuai keinginan, ada baiknya untuk mengetahui contoh flek tanda... - [Degenerasi Makula: Gangguan Penglihatan pada Orang Tua](https://primayahospital.com/mata/degenerasi-makula/): Degenerasi makula adalah salah satu penyakit mata yang umum terjadi pada orang dewasa, terutama di kalangan lanjut usia. Degenerasi makula... - [Apa itu Keracunan Kehamilan? Ini Gejala dan Cara Menanganinya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/keracunan-kehamilan/): Keracunan kehamilan merupakan kondisi yang perlu waspadai oleh para ibu hamil karena cukup berisiko. Oleh karena itu, penting mengetahui gejala... - [Kenali Penyebab Jantung Bengkak Sejak Dini Sebelum Terlambat](https://primayahospital.com/jantung/penyebab-jantung-bengkak/): Meski termasuk organ dalam, tetapi ternyata jantung dapat mengalami pembengkakan. Ada berbagai penyebab jantung bengkak yang patut dihindari. Meski tidak... - [Cara Memancing Kehamilan dan Ciri-Ciri Wanita Subur](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-memancing-kehamilan/): Memiliki buah hati menjadi dambaan setiap suami istri. Tidak heran, jika setelah menikah banyak yang menantikan kehadirannya. Jika ingin cepat... - [Gejala Gagal Ginjal pada Anak, Penyebab dan Penanganannya](https://primayahospital.com/anak/gejala-gagal-ginjal-pada-anak/): Gejala gagal ginjal pada anak tidak boleh menganggapnya sepele karena hal ini berkaitan dengan kesehatan organ tubuh manusia. Oleh karena... - [Flu Singapura pada Anak: Gejala dan Cara Pengobatannya](https://primayahospital.com/anak/flu-singapura-pada-anak/): Flu Singapura pada anak merupakan salah satu penyakit yang perlu orang tua waspadai. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak maupun... - [Memahami Manfaat Zat Besi untuk Anak dan Fungsinya](https://primayahospital.com/anak/zat-besi-untuk-anak/): Zat besi untuk anak dapat membantu proses tumbuh kembangnya agar tidak terhambat. Kekurangan nutrisi ini membuat anak rentan mengalami masalah... - [Obat Jantung Alami dari Tumbuhan yang Mudah Didapatkan](https://primayahospital.com/jantung/obat-jantung-alami-dari-tumbuhan/): Obat jantung alami dari tumbuhan bisa menjadi alternatif mengobati masalah penyakit jantung. Obat ini bisa Anda temukan dengan mudah dan... - [Mengenal Enzim Jantung dan Proses Pemeriksaannya](https://primayahospital.com/jantung/enzim-jantung/): Seseorang mengalami serangan jantung, otot jantung akan mengalami kerusakan. Akibatnya, kadar enzim jantung meningkat dan bocor keluar bersama aliran darah.... - [Cara Mengobati Jantung Bengkak dengan Daun Sirsak](https://primayahospital.com/jantung/cara-mengobati-jantung-bengkak-dengan-daun-sirsak/): Jantung merupakan organ vital pada manusia yang ternyata dapat mengalami pembengkakan karena beberapa faktor. Menariknya, di internet tersebar cara mengobati... - [Clubfoot: Mengenali dan Mengatasi Kelainan Kaki Pada Anak](https://primayahospital.com/ortopedi/clubfoot/): Clubfoot adalah kondisi yang mempengaruhi perkembangan kaki dan bisa berdampak pada kemampuan berjalan dan berdiri. Sebagai kelainan bawaan, kondisi ini... - [Jenis Buah untuk Kesehatan Jantung yang Baik Dikonsumsi Rutin](https://primayahospital.com/jantung/buah-untuk-kesehatan-jantung/): Ada banyak jenis buah untuk kesehatan jantung yang dapat Anda konsumsi setiap harinya. Buah-buahan merupakan bagian dari cara menerapkan pola... - [Transplantasi Jantung Pertama dan Ketahui Risikonya](https://primayahospital.com/jantung/transplantasi-jantung-pertama/): Mungkin masih banyak yang belum mengetahui transplantasi jantung pertama kali di dunia pernah terjadi pada seorang dokter bernama Christian Barnard,... - [Crush Injury: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/sport-clinic/crush-injury/): Kecelakaan yang mengakibatkan tekanan pada tubuh bisa memicu crush injury yang membahayakan. Individu yang menjadi korban kecelakaan ini bisa tampak... - [Cara Mengatasi Claustrophobia: Fobia Terhadap Tempat Tertutup](https://primayahospital.com/kejiwaan/claustrophobia/): Setiap orang tentu punya ketakutan masing-masing terhadap sesuatu, baik benda ataupun situasi. Namun ada kalanya tingkat ketakutan itu begitu ekstrem... - [Demam Kuning: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-kuning/): Demam kuning adalah penyakit yang serius dan memerlukan perhatian medis profesional. Penyakit yang menular lewat gigitan nyamuk ini mirip dengan... - [Penyebab Tendon Kaki Robek dan Cara Penanganan yang Tepat](https://primayahospital.com/sport-clinic/tendon-kaki-robek/): Tendon kaki robek merupakan salah satu cedera tendon achilles yang mempengaruhi bagian belakang kaki bawah. Cedera ini bisa terjadi pada... - [Chikungunya: Gejala, Mencegah dan Mengobati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/chikungunya/): Selama ini kebanyakan orang mengenal Aedes aegypti sebagai nyamuk yang dapat memicu penyakit demam berdarah. Mungkin belum banyak yang tahu,... - [Chancroid: Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/chancroid/): Ada beragam jenis penyakit menular seksual yang mesti menjadi perhatian masyarakat. Chancroid adalah satu di antaranya. Penyakit ini sangat mudah... - [Cheilitis Angular: Mengatasi Bibir Pecah-Pecah dan Infeksi di Sudut Mulut](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cheilitis-angular/): Luka pada sudut bibir atau cheilitis angular termasuk masalah kesehatan yang umum, tapi tetap perlu mendapat perhatian. Penyakit ini bisa... - [Cedera Leher Saat Gym? Begini Cara Penanganannya yang Benar](https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-leher-saat-gym/): Meski dengan prosedur yang benar, masih ada kemungkinan seseorang mengalami cedera leher saat gym. Selain berfokus membentuk otot, saat gym... - [Mengenal Penurunan Curah jantung dan Efek Buruk yang Ditimbulkannya](https://primayahospital.com/jantung/penurunan-curah-jantung/): Istilah curah jantung atau cardiac output memang cukup jarang terdengar, namun sebenarnya dapat menjadi gambaran kesehatan jantung seseorang. Faktanya, pada... - [Seberapa Bahaya Penyumbatan Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/penyumbatan-jantung/): Jantung merupakan organ vital manusia yang memiliki peran begitu penting, fungsinya adalah memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Oleh... - [Jantung Buatan: Sejarah dan Informasi Menariknya ](https://primayahospital.com/jantung/jantung-buatan/): Jantung merupakan organ vital bagi manusia. Jantung bertugas memompa darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh setiap saat. Tanpa jantung... - [Kenali Seputar Infeksi Menular Seksual](https://primayahospital.com/umum/infeksi-menular-seksual/): Ketika melakukan seks, jangan pernah lupa bahwa lebih dari 30 bakteri, virus dan parasit dapat berpindah. Baik itu melalui kontak... - [Pertolongan Pertama dan Penanganan Dehidrasi](https://primayahospital.com/homecare/penanganan-dehidrasi/): Sebagian besar dari tubuh kita berisi cairan, maka dari itu, meminum cukup air putih adalah hal yang harus dilakukan setiap... - [Cedera Kepala Berat: Gejala & Penanganannya](https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-kepala-berat/): Cedera kepala berat adalah jenis cedera kepala yang sangat membutuhkan pertolongan medis secepatnya. Kepala adalah bagian yang amat penting karena... - [Depresi: Mengenali dan Mengatasi Rasa Hampa](https://primayahospital.com/kejiwaan/depresi/): Seseorang bisa mengalami depresi tanpa ia sadari. Yang berbahaya, individu itu enggan berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami gejala depresi. Masalah... - [Mengenal Defisiensi Alfa-1 Antitripsin: Melawan Silent Killer](https://primayahospital.com/paru/defisiensi-alfa-1-antitripsin/): Mutasi gen menjadi momok bagi banyak orang karena bisa mengakibatkan berbagai kondisi dan masalah kesehatan. Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah salah... - [Jangan Panik! Menangani Demam dengan Bijak dan Efektif](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam/): Demam adalah salah satu gejala umum berbagai penyakit yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Terkadang demam bukanlah pertanda adanya kondisi... - [Defisiensi Vitamin E: Pentingnya Asupan dan Dampak Kesehatan](https://primayahospital.com/gizi/defisiensi-vitamin-e/): Tubuh kita memerlukan vitamin yang cukup agar dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan salah satu jenis vitamin saja dapat berakibat buruk... - [Cedera Kepala Ringan: Memahami Risiko & Tindakan Pertolongan](https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-kepala-ringan/): Cedera kepala ringan bisa menimpa siapa saja dengan gejala bervariasi dari ringan hingga sedang. Penting untuk mengupayakan pencegahan guna mengurangi... - [Pahami Cerebral Palsy: Dukungan & Perawatan untuk Anak](https://primayahospital.com/anak/cerebral-palsy/): Tumbuh-kembang anak dipengaruhi oleh banyak hal. Beberapa anak bisa mengalami masalah tumbuh-kembang sejak dalam kandungan karena gangguan pada otak. Salah... - [Cystitis: Infeksi Saluran Kemih dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/umum/cystitis-infeksi-kandung-kemih/): Jika Anda merasa lebih sering ingin buang air kecil atau merasakan sakit saat berkemih, bisa jadi Anda terkena cystitis. Cystitis... - [Chronic Venous Insufficiency: Mengatasi Masalah Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/chronic-venous-insufficiency/): Chronic venous insufficiency atau insufisiensi vena kronis adalah salah satu masalah yang bisa terjadi pada pembuluh darah dan mempengaruhi sistem... - [Buta: Membahas Hilangnya Kemampuan Penglihatan](https://primayahospital.com/mata/buta-bagaimana-mengatasinya/): Penglihatan sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari. Mata yang buta akan mempengaruhi semua aspek kehidupan dari yang terkecil hingga terbesar. Maka... - [Mengatasi Cegukan dengan Solusi Sederhana yang Efektif](https://primayahospital.com/umum/mengatasi-cegukan/): Semua orang pasti pernah mengalami cegukan di satu titik dalam hidupnya. Orang zaman dulu kerap mengatakan cegukan adalah tanda seorang... - [Pahami Croup: Mengatasi Gangguan Pernapasan pada Anak](https://primayahospital.com/anak/croup-gangguan-pernapasan-anak/): Anak rentang mengalami berbagai masalah kesehatan. Di antaranya croup yang banyak menyerang anak berusia balita. Meski merupakan umum terjadi pada... - [De Quervain's Tenosynovitis: Nyeri pada Ibujari dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/ortopedi/de-quervains-tenosynovitis-ibujari-nyeri/): Pergelangan tangan yang tiba-tiba terasa sakit bisa menandakan banyak hal. Di antaranya yang mungkin terjadi adalah de Quervain’s tenosynovitis atau... - [Menyiapkan Rumah Aman bagi Pasien Stroke](https://primayahospital.com/saraf/rumah-aman-pasien-stroke/): Perawatan pasien stroke membutuhkan perhatian khusus, sebab umumnya dilakukan secara rawat jalan. Penting untuk menyiapkan rumah aman pasien stroke sebaik... - [Makanan untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Dekubitus](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyembuhan-luka-dekubitus/): Makanan memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan tubuh dari penyakit. Dengan asupan makanan yang memiliki gizi seimbang, tubuh dapat memperbaiki... - [Dandy-Walker Syndrome: Gangguan Perkembangan Otak Anak](https://primayahospital.com/saraf/dandy-walker-syndrome/): Tumbuh-kembang anak bermula sejak dari masa kandungan. Ada kalanya proses ini mengalami gangguan karena hal-hal tertentu sehingga mengakibatkan masalah pada... - [Deep Vein Thrombosis: Mengatasi Masalah Pembekuan Darah](https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/deep-vein-thrombosis/): Deep vein thrombosis adalah kondisi ketika terjadi bekuan atau gumpalan darah (trombus) di vena dalam. Umumnya kondisi ini terjadi pada... - [Delirium: Mengatasi Perubahan Kondisi Mental Mendadak](https://primayahospital.com/saraf/delirium/): Delirium adalah perubahan kondisi mental yang memerlukan perhatian. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Penanganan kondisi... - [Cubital Tunnel Syndrome: Membahas Gangguan pada Saraf Siku](https://primayahospital.com/saraf/cubital-tunnel-syndrome/): Tubuh manusia dipenuhi saraf yang berperan penting dalam fungsi sensorik dan motorik. Ketika terjadi masalah pada saraf di area tertentu,... - [Carpal Tunnel Syndrome: Ketahui Gangguan Pada Saraf Tangan](https://primayahospital.com/saraf/carpal-tunnel-syndrome/): Jika pergelangan tangan tiba-tiba terasa sakit disertai kesemutan pada jari-jari tangan, waspada, jangan-jangan itu gejala carpal tunnel syndrome (CTS). Rasa... - [Pertolongan Pertama saat Lansia Jatuh](https://primayahospital.com/homecare/pertolongan-pertama-lansia-jatuh/): Seiring bertambahnya usia, kemampuan dalam keseimbangan akan semakin berkurang hingga menyebabkan lansia jatuh. Kejadian lansia jatuh sendiri sangat dihindari karena... - [Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan: Mana Lebih Baik?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/bayi-tabung-inseminasi-buatan/): Tidak semua pasangan bisa mendapatkan keturunan dengan mudah. Kehamilan bagi beberapa orang mungkin adalah hal yang membutuhkan perjuangan ekstra karena... - [Demam Tifoid (Tipes) : Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-tifoid-tipes/): Demam tifoid adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella typhi yang masih banyak terjadi di Indonesia. Infeksi ini bisa menyebabkan penyakit... - [Penyakit Pikun (Demensia) Tanda Awal dan Mencegahnya](https://primayahospital.com/saraf/penyakit-pikun-demensia/): Ketika seseorang mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, sering hilang ingatan, atau kebingungan, sering ada anggapan bahwa ia mengalami pikun (demensia).... - [Penyakit Crohn's: Gangguan Pencernaan? Waspada Crohn's Disease](https://primayahospital.com/bedah-digestif/crohns/): Crohn’s disease adalah salah satu jenis penyakit radang usus yang bisa mempengaruhi bagian tubuh lain, dari mulut hingga ujung rektum... - [Batuk Berdarah: Apa yang Perlu Anda Ketahui?](https://primayahospital.com/paru/batuk-berdarah/): Batuk Berdarah adalah pengalaman menakutkan bagi banyak orang. Darah keluar yang saat batuk menandakan kemungkinan adanya masalah di sistem pernapasan... - [Batuk Rejan: Mengapa Anak-Anak Rentan Terkena Batuk Menular?](https://primayahospital.com/anak/batuk-rejan-menular/): Batuk rejan adalah jenis batuk yang sangat mengganggu dan mudah menular. Batuk yang terjadi secara terus-menerus ini juga bisa berkembang... - [Infeksi Ginjal: Gejala, Mencegah dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/urologi/gejala-infeksi-ginjal/): Semua organ tubuh manusia bisa terkena infeksi, termasuk ginjal. Infeksi ginjal bisa mengakibatkan rasa sakit yang parah dan berdampak serius.... - [Kanker Kulit : Pentingnya Memahami Risiko dan Mencegahnya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/risiko-kanker-kulit/): Kulit adalah bagian terluar tubuh manusia rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, dari yang ringan hingga berat. Di antara sederet masalah... - [Benjolan di Ketiak: Penyebab dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/bedah/benjolan-di-ketiak/): Benjolan di ketiak bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang memerlukan perawatan medis. Beberapa kondisi serius bisa menyebabkan munculnya benjolan pada... - [Berat Badan Lahir Rendah, Harus Apa?](https://primayahospital.com/anak/berat-badan-lahir-rendah/): Berat badan bayi saat lahir menjadi indikator kesehatan bayi tersebut. Saat BB lahir rendah, ada risiko bayi itu mengalami masalah... - [Autisme: Memahami Gejala, Penyebab, dan Terapi Efektif](https://primayahospital.com/anak/autisme/): Autisme adalah gangguan perkembangan serius yang mempengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Seringnya masalah ini terdeteksi pada masa kanak-kanak.... - [Batuk: Jenis, Penyebab, dan Pengobatan yang Tepat](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/batuk/): Batuk adalah salah satu gejala umum berbagai masalah kesehatan. Batuk bisa sangat mengganggu, membuat terjaga di malam hari, bahkan menyebabkan... - [Ketahui 5 Penyebab Lansia Jatuh](https://primayahospital.com/homecare/penyebab-lansia-jatuh/): Kasus lansia jatuh adalah risiko yang sering terjadi, termasuk di Indonesia. Jatuh pada lansia dapat memicu dan menyebabkan berbagai komplikasi... - [Langkah Pertolongan Pertama Cedera Olahraga](https://primayahospital.com/ortopedi/pertolongan-pertama-cedera-olahraga/): Olahraga adalah aktivitas fisik yang dianjurkan rutin untuk dilakukan setiap orang. Namun ketika seseorang berolahraga, adanya kesalahan atau kecelakaan dapat... - [Cacar Monyet: Gejala, Mencegah dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cacar-monyet/): Cacar monyet menjadi topik pembicaraan yang hangat di tengah menurunnya angka infeksi Covid-19 pada 2022. Sebab, salah satu jenis cacar... - [Penanganan Cedera Hamstring](https://primayahospital.com/ortopedi/penanganan-cedera-hamstring/): Manusia memiliki ratusan otot yang terbagi menjadi tiga jenis, yakni otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Setiap otot memiliki... - [Saat Anak terkena Campak, Harus Apa?](https://primayahospital.com/anak/campak/): Program imunisasi yang tersedia untuk anak-anak sejak berusia dini bertujuan mencegah penyebaran penyakit menular yang membahayakan. Salah satunya adalah campak... - [Cacar Air: Gejala, dan Cara Efektif Mencegah Penyebarannya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cacar-air/): Banyak orang mengira cacar air adalah penyakit yang hanya menyerang anak-anak sekali seumur hidup. Memang ada beberapa kasus yang demikian.... - [Paru Paru Basah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/paru/paru-paru-basah/): Paru paru basah adalah penyakit serius yang bisa terjadi pada orang dari usia anak-anak hingga dewasa. Sebetulnya paru-paru basah adalah... - [Buta Warna: Gejala, Penyebab dan Mengatasi](https://primayahospital.com/mata/buta-warna/): Warna menjadi fitur dan memberikan sifat unik pada suatu benda yang membedakannya dengan benda lain. Karena itu, masalah penglihatan berupa... - [Atasi Cantengan dengan Mudah: Tips Perawatan untuk Kuku Sehat](https://primayahospital.com/bedah/cantengan/): Cantengan adalah salah satu masalah pada kuku yang kerap terjadi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila tak mendapat penanganan yang... - [Alergi Dingin : Cara Mengatasinya dengan Tepat](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/alergi-dingin/): Ketika tak tahan terhadap udara dingin, orang sering mengaku alergi dingin. Padahal dia cuma mau menghindari ajakan jalan-jalan ke luar... - [Penyakit Jantung: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Cegahnya](https://primayahospital.com/jantung/penyakit-jantung/): Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian mendadak tanpa... - [Keputihan Saat Hamil: Apakah berbahaya?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/keputihan-saat-hamil/): Peningkatan jumlah cairan (keputihan) sangat sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Seringkali ibu hamil menganggap bahwa adanya cairan berlebih dari jalan... - [Pernah Keracunan Makanan? Kenali Botulisme](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/botulisme/): Ada banyak jenis dan sumber racun di sekitar kita. Bakteri adalah salah satu penyebab keracunan yang umum. Tapi ada satu... - [Botak: Penyebab, Mencegah dan Mengatasinya](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/botak/): Rambut rontok adalah hal yang biasa terjadi setiap hari. Tapi jika banyak rambut yang rontok hingga menipis lebih cepat dari... - [Anthrax: Gejala, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/umum/anthrax/): Anthrax adalah penyakit infeksi serius yang umum dijumpai pada hewan, khususnya pada hewan berkuku seperti sapi, domba, kambing, dan kuda.... - [BPH (Pembesaran Prostat Jinak): Bagaimana Cara Mengatasinya?](https://primayahospital.com/umum/bph-pembesaran-prostat-jinak/): Ketika seseorang memiliki prostat yang sehat, biasanya ia tak sadar akan dengan keberadaan organ ini. Namun, seiring dengan bertambahnya usia,... - [Borderline Personality Disorder: Bagaimana Cara Mengatasinya?](https://primayahospital.com/kejiwaan/borderline-personality-disorder/): Penyakit mental dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari penderitanya. Salah satunya adalah BPD (borderline personality disorder), yang memengaruhi cara orang... - [Bronkitis Kronis: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/paru/bronkitis-kronis/): Bronkitis adalah peradangan pada saluran penapasan. Ketika saluran pernapasan mengalami peradangan dan/atau terinfeksi, udara yang mengalir ke dan dari paru-paru... - [Anoreksia Nervosa : Kenali Gangguan Makan yang Berbahaya](https://primayahospital.com/gizi/anoreksia-nervosa/): Kemudahan teknologi dan pengaruh masif dari media sosial dapat memiliki dampak negatif bagi sebagian populasi. Hal ini berdampak ketidakpuasan terhadap... - [Bisul: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/bisul/): Bisul lebih dari sekadar benjolan yang mengakibatkan ketidaknyamanan. Munculnya benjolan yang terasa perih ini menandai adanya infeksi bakteri. Bisul secara... - [Asites: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/asites/): Suatu penyakit bisa berkembang menjadi aneka masalah kesehatan lain alias komplikasi. Komplikasi dari penyakit itu bisa mengakibatkan problem yang lebih... - [Asbestosis: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/paru/asbestosis/): Asbes dulu banyak dipakai sebagai bahan atap, insulasi, rem mobil, kapal, semen, pipa, keramik, tekstil, atap dan banyak lainnya. Namun... - [Asam Urat: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/asam-urat/): Penyakit asam urat menyimpan berbagai bahaya kesehatan di baliknya yang butuh perhatian. Selama ini penyakit tersebut identik dengan masalah kesehatan... - [Bronkitis: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/paru/bronkitis/): Saluran udara termasuk bagian dari sistem organ tubuh manusia yang rentan mengalami masalah. Misalnya bronkitis yang merupakan salah satu penyakit... - [Rasa Sakit di Punggung? Kenali Ankylosing Spondylitis](https://primayahospital.com/ortopedi/ankylosing-spondylitis/): Nyeri punggung adalah salah satu problem kesehatan yang sangat umum di kalangan masyarakat. Penyebab dan gejalanya bermacam-macam, dari yang ringan... - [Anus Gatal: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/anus-gatal/): Anus gatal pasti akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi gatal yang bersumber dari area sekitar lubang dubur ini bukanlah penyakit, melainkan... - [Body Dysmorphic Disorder : Ketidakpuasan Terhadap Penampilan](https://primayahospital.com/kejiwaan/body-dysmorphic-disorder/): Terdapat banyak jenis gangguan mental yang ada di tengah masyarakat dan butuh perhatian. Salah satunya adalah body dysmorphic disorder atau... - [Pahami Bintitan : Cara Mengatasi dan Mencegahnya](https://primayahospital.com/mata/bintitan/): Bintitan adalah salah satu masalah kesehatan yang masih kental dengan mitos. Banyak yang bilang bintitan adalah tanda bahwa orang suka... - [Biduran: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/biduran/): Biduran adalah salah satu masalah kulit yang umum. Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengalaminya. Ada berbagai faktor yang bisa... - [Menyembuhkan Penyempitan Pembuluh Darah Tanpa Pembedahan dengan PCI](https://primayahospital.com/jantung/penyempitan-pembuluh-darah-tanpa-pembedahan/): Penyempitan pembuluh darah berpotensi mendatangkan beragam bahaya kesehatan. Penyakit jantung koroner, yang merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia, bahkan... - [Diagnostic Coronary Angiography: Deteksi Penyumbatan Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/jantung/diagnostic-coronary-angiography-deteksi-penyumbatan-pembuluh-darah/): Penyakit kardiovaskular tercatat sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tak terkecuali di Indonesia. Penyakit... - [Terapi ICD - Si Kecil Penyelamat Jiwa](https://primayahospital.com/jantung/terapi-icd/): Penyakit jantung masih menjadi masalah serius di Indonesia. Tren jumlah kasus penyakit jantung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Seiring... - [Apa Itu Pacemaker, Alat Pacu Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/pacemaker/): Jantung adalah organ yang bertanggung jawab memompa darah ke seluruh tubuh. Setiap organ memerlukan darah untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya.... - [Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) untuk Pasien Gagal Jantung](https://primayahospital.com/jantung/cardiac-resynchronization-therapy-crt/): Angka kasus gagal jantung Indonesia terus naik dari tahun ke tahun. Pusat Jantung Nasional Harapan Kita sebagai pusat rujukan penyakit... - [Primary PCI dan Elective PCI, Apa Perbedaannya?](https://primayahospital.com/jantung/perbedaan-primary-elective-pci/): Percutaneous coronary intervention (PCI) telah banyak menjadi pilihan untuk menangani penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang mengarah ke jantung (arteri... - [Stimulasi Prenatal Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Janin](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/stimulasi-prenatal-untuk-mengoptimalkan-tumbuh-kembang-janin/): Kehamilan adalah suatu investasi masa depan bagi semua orang tua untuk menghasilkan keturunan yang sehat, cerdas dan berahlak baik. Pertumbuhan... - [Cara Stimulasi Perkembangan Janin agar Optimal](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-stimulasi-perkembangan-janin-agar-optimal/): Memantau perkembangan janin adalah kewajiban bagi ibu hamil demi kelancaran proses hingga persalinan. Perkembangan janin berlangsung lebih cepat daripada ketika... - [Persiapan Melahirkan dengan Bantuan Forceps](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-dengan-bantuan-forceps/): Persiapan melahirkan sangat penting bagi kelancaran persalinan serta keselamatan ibu dan bayinya. Namun kadang persalinan tak berjalan sesuai dengan rencana.... - [Aneurisma Aorta: Gejala, Penyebab dan Mengobati](https://primayahospital.com/jantung/aneurisma-aorta/): Aneurisma aorta merupakan salah satu jenis kelainan pembuluh darah yang membahayakan. Di seluruh dunia, penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki... - [ASI Eksklusif, Tips Pompa ASI agar Hasil Optimal](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-pompa-asi/): Air susu ibu adalah sumber makanan terbaik bagi bayi. Agar bayi mendapatkan manfaat optimal, ibu mesti memberikan ASI eksklusif. Para... - [ASI Eksklusif, Tips Melancarkan ASI dengan Relaksasi](https://primayahospital.com/anak/tips-melancarkan-asi-dengan-relaksasi/): Bagi ibu yang baru melahirkan, menyusui buah hati bisa menjadi salah satu pengalaman terbaik. Namun kadang terdapat masalah yang bisa... - [Kenali Tanda-tanda Melahirkan Agar Punya Persiapan Melahirkan yang Matang](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-tanda-melahirkan/): Persiapan melahirkan memerlukan perhatian serius bagi para calon orang tua. Bagi yang sebelumnya punya pengalaman mempersiapkan kelahiran buah hati, pasti... - [Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?](https://primayahospital.com/covid-19/vaksin-covid-19-untuk-ibu-hamil-apakah-aman/): Ketika infeksi saluran pernapasan akut (SARS) menyebar beberapa tahun silam, banyak ibu hamil yang terinfeksi membutuhkan perawatan intensif dan alat... - [Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan GERD?](https://primayahospital.com/jantung/perbedaan-gejala-serangan-jantung-dan-gerd/): Gejala serangan jantung sering muncul tanpa kita sadari. Sedikit rasa nyeri di dada saja bisa jadi tanda adanya serangan jantung,... - [Serangan Jantung di Pagi Hari, Kenali Morning Surge](https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-di-pagi-hari-kenali-morning-surge/): Banyak kasus serangan jantung terjadi pada pagi hari. Beberapa penelitian menemukan kaitan kasus ini dengan tingginya tekanan darah ketika bangun... - [Bibir Bayi Warna Biru, Apakah Tanda Penyakit Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/bibir-bayi-warna-biru/): Ketika bibir bayi berubah menjadi berwarna biru, berarti ada yang salah dengan kesehatan sang buah hati. Kondisi ini memerlukan penanganan... - [Perkembangan Janin Usia Hamil 2 Bulan ( 8 Minggu ), Apa saja?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perkembangan-janin-usia-8-minggu/): Perkembangan janin dari bulan ke bulan memerlukan pemantauan secara berkala. Tujuannya adalah memastikan janin berkembang sesuai dengan rencana. Selain itu,... - [Sering Mendengkur? Hati-hati Tanda Penyakit Jantung](https://primayahospital.com/jantung/sering-mendengkur-tanda-penyakit-jantung/): Banyak orang beranggapan bahwa mendengkur adalah tanda orang tidur sangat nyenyak. Apalagi bila orang tersebut susah dibangunkan, bahkan ketika banyak... - [Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Menyusui?](https://primayahospital.com/covid-19/amankah-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui/): Vaksin Covid-19 adalah alat penting untuk membantu mengendalikan pandemi yang kian menjalar di seluruh dunia. Dengan kombinasi pengujian dan pencegahan... - [Pentingnya Mendapatkan Vaksin Covid-19](https://primayahospital.com/covid-19/pentingnya-vaksin-covid-19/): Covid-19 telah menimbulkan banyak kerugian di hampir semua negara di dunia. Dari anak-anak hingga kalangan lanjut usia tak luput dari... - [Penyakit Meniere: Gejala, Pengobatan, Pencegahan](https://primayahospital.com/tht/penyakit-meniere/): Bila sering merasa pusing, penglihatan kabur, dan kemampuan pendengaran berkurang, bisa jadi itu gejala penyakit meniere. Penyakit meniere adalah penyakit... - [Memahami Pentingnya Cek Kesehatan Jantung](https://primayahospital.com/jantung/pentingnya-cek-kesehatan-jantung/): Kesehatan jantung memainkan peran vital dalam kehidupan. Dengan jantung sehat, aktivitas sehari-hari akan lebih lancar. Sayangnya, tak sedikit orang yang... - [Sering Berdebar Saat Hamil, Apakah Tanda Penyakit Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/berdebar-saat-hamil/): Tanda penyakit jantung amat beragam. Banyak orang sampai tak sadar bahwa dia memiliki penyakit jantung. Sebab, tanda-tanda itu mirip dengan... - [Gangguan Pendengaran pada Anak Perlu Dikenali Sejak Dini](https://primayahospital.com/tht/gangguan-pendengaran/): Gangguan pendengaran pada anak dapat mempengaruhi keterampilan bahasa dan sosialnya. Makin dini mengenali gangguan pendengaran, makin besar peluang memaksimalkan potensi... - [CEK KEKEBALAN TUBUH MELALUI TES ANTIBODI KUANTITATIF SARS COV 2](https://primayahospital.com/covid-19/cek-kekebalan-tubuh/): Jakarta, 10 Februari 2021 – Di tengah vaksin SARS COV2 didistribusikan, akan banyak pertanyaan masyarakat terkait seberapa besar kekebalan tubuh... - [Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Sakit Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/jantung-berdebar/): Jatuh cinta, berjuta indahnya. Saat bertemu dengan si dia, pasti deg-degan rasanya. Jantung seperti mau copot. Tapi hati-hati, jangan sampai... - [Asam Lambung, Apakah Gejala Penyakit Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/asam-lambung-gejala-penyakit-jantung/): Penyakit jantung terkenal sebagai pembunuh senyap karena gejalanya sering tak terasa. Seseorang bisa mendadak terkena serangan jantung tanpa pernah mendapat... - [Benarkah Sakit Perut Tanda Penyakit Jantung Pada Wanita?](https://primayahospital.com/jantung/sakit-perut-tanda-penyakit-jantung/): Penyakit jantung terkenal dengan sebutan silent killer alias pembunuh senyap. Sebab, tanda penyakit jantung sering kali tak terasa atau terabaikan.... - [Dokter Bedah: Tips Buat Janji dengan Dokter Spesialis Bedah](https://primayahospital.com/bedah/tips-bertemu-dokter-bedah/): Dokter bedah bukan dokter biasa. Dokter bedah lebih banyak bekerja di ruang bedah atau kamar operasi rumah sakit. Sebab, memang... - [Trimester Kehamilan Pertama, Terdeteksi Potensi Kelainan Kandungan?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kelainan-kandungan-di-trimester-kehamilan-pertama/): Trimester kehamilan menjadi kosakata yang lazim bagi kalangan ibu yang tengah mengandung. Trimester kehamilan adalah pembagian periode kehamilan setiap tiga... - [Menjelang Hari Perkiraan Lahir, Apa yang Harus Dipersiapkan?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-menjelang-hari-perkiraan-lahir/): Mengantarkan anak ke dunia bisa menjadi salah satu pengalaman terindah bagi para ibu. Tapi melahirkan bukanlah proses yang mudah. Butuh... - [Persiapan Melahirkan Untuk Ibu Positif Covid-19](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-untuk-ibu-positif-covid-19/): Persiapan melahirkan bukan perkara gampang bagi para orang tua. Apalagi di tengah masa pandemi, khususnya bagi ibu yang positif Covid-19.... - [Efektivitas Vaksin Pneumonia untuk Anak](https://primayahospital.com/anak/efektivitas-vaksin-pneumonia-anak/): Pneumonia alias radang paru-paru tercatat sebagai salah satu penyebab kematian utama pada anak balita di seluruh dunia. Pemicunya adalah bakteri... - [Penyebab Jantung Berdebar, Apakah Pengaruh dari Gaya Hidup?](https://primayahospital.com/jantung/penyebab-jantung-berdebar/): Pada umumnya, kita tak bisa mendengar suara detak jantung tanpa menggunakan alat. Untuk mendengarkan detak jantung orang lain pun kita... - [6 Cara Mencegah Henti Jantung Mendadak](https://primayahospital.com/jantung/mencegah-henti-jantung-mendadak/): Henti jantung mendadak adalah gangguan kelistrikan dalam irama detak jantung yang bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Di Amerika... - [Sudden Cardiac Arrest, Kematian Jantung Mendadak yang Tidak Mengenal Usia](https://primayahospital.com/jantung/kematian-jantung-mendadak/): Tahun 2020 tidak hanya ditandai dengan merebaknya pandemi Covid-19, tapi juga meninggalnya seniman Didi Kempot. Kabar duka itu mengejutkan banyak... - [Sering Cemas dan Depresi Sebabkan Gangguan Jantung](https://primayahospital.com/jantung/depresi-sebabkan-gangguan-jantung/): Banyak orang pernah merasa cemas dalam hidupnya. Misalnya sewaktu menunggu giliran presentasi, saat interviu pekerjaan, atau ketika menjelang bertemu dengan... - [Ibu Positif Covid-19, Bolehkah Memberikan ASI Eksklusif?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-positif-covid-19/): Air susu ibu atau ASI eksklusif amat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Menyusui sang buah hati juga berguna bagi kesehatan... - [Cegah Sakit Jantung dengan Rutin Medical Check Up Sejak Muda](https://primayahospital.com/jantung/cegah-sakit-jantung/): Menurut Sample Registration System Indonesia, penyakit jantung menyebabkan kematian paling banyak nomor dua di bawah stroke. BPJS Kesehatan pun mencatat... - [Kelelahan Hingga Pingsan Apakah Gejala Penyakit Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/kelelahan-gejala-penyakit-jantung/): Bila Anda merasa lebih sering kelelahan setelah melakukan aktivitas biasa, misalnya menaiki anak tangga di rumah atau di kantor, mungkin... - [Pengobatan Henti Jantung Mendadak](https://primayahospital.com/jantung/henti-jantung-mendadak/): Henti jantung mendadak terjadi ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh. Henti jantung adalah kondisi yang sangat serius dan... - [Punya Penyakit Jantung Bawaan? Waspadai 6 Gejala Ini](https://primayahospital.com/jantung/gejala-penyakit-jantung-bawaan/): Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kondisi ketika jantung tak berkembang atau terjadi kecacatan dalam kandungan, sebelum bayi lahir. Terdapat beberapa... - [Pentingnya Vaksin Pneumonia untuk Anak ](https://primayahospital.com/anak/pentingnya-vaksin-pneumonia/): Kuman, baik itu berupa bakteri, jamur, parasit, maupun virus, bisa memicu berbagai macam penyakit pada anak. Beberapa penyakit bisa sembuh... - [Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya](https://primayahospital.com/anak/manfaat-vaksin-influenza/): Vaksin anak masih memiliki peran penting dalam pencegahan penularan influenza. Influenza atau flu merupakan penyakit yang sangat menular. Bagian tubuh... - [Pentingnya Vaksin Flu untuk Anak](https://primayahospital.com/anak/pentingnya-vaksin-flu-anak/): Flu adalah salah satu penyakit akibat virus yang paling banyak menyerang anak-anak. Tapi orang tua sering menyamakan flu dengan pilek.... - [Terapi Kanker dan Operasi Khusus Pasien Kanker​​​​​​​​​​ Padat (Solid Cancer)](https://primayahospital.com/bedah-digestif/terapi-kanker-padat/): Pasien kanker padat (solid cancer) memiliki sejumlah opsi penanganan (multi modalitas) , tergantung tingkat keparahan (stadium) kanker tersebut, berupa operasi,... - [Vaksin Corona Untuk Anak, Perlukah? Ini Menurut CDC](https://primayahospital.com/covid-19/vaksin-corona-anak/): Vaksin corona menjadi topik pembicaraan yang hangat belakangan ini. Sejumlah vaksin sudah mendapat rekomendasi penggunaan darurat di Amerika Serikat dan... - [Vaksin Corona Pfizer, Apakah Efektif untuk Anak?](https://primayahospital.com/covid-19/vaksin-pfizer-anak/): Kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia memunculkan optimisme bahwa pandemi bisa segera terkendali dan pada akhirnya teratasi. Program vaksinasi akan berjalan... - [Faktor Resiko dan Gejala Penyakit Jantung Koroner](https://primayahospital.com/jantung/gejala-penyakit-jantung-koroner/): Berita terkait kematian mendadak akibat serangan jantung tidak jarang kita dengar. Bahkan serangan jantung dapat terjadi pada kelompok usia relatif... - [3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/jantung/3-jenis-serangan-jantung/): Serangan jantung tidak selalu berujung pada kematian. Bahkan banyak orang yang dapat selamat dan melanjutkan hidup yang produktif bertahun-tahun setelahnya.... - [Hati-hati, Serangan Jantung Dapat Menyerupai Sakit Maag !](https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-menyerupai-maag/): Kebanyakan orang menganggap sakit maag adalah penyakit yang ringan, namun tahukah anda bahwa nyeri karena serangan jantung juga dapat menyerupai... - [Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak](https://primayahospital.com/anak/seputar-imunisasi-japanese-encephalitis/): Japanese encephalitis (JE) merupakan suatu penyakit infeksi peradangan otak akibat virus JE yang ditularkan oleh nyamuk. JE lebih sering ditemukan... - [Seputar Imunisasi MMR pada Anak](https://primayahospital.com/anak/seputar-imunisasi-mmr/): MMR adalah singkatan dari measles, mumps, dan rubella alias campak, gondongan, dan rubella. Tiga penyakit ini tergolong menular dan dapat... - [Seputar Imunisasi Varisela pada Anak](https://primayahospital.com/anak/seputar-imunisasi-varisela/): Varisela atau cacar air adalah penyakit infeksi yang sangat menular melalui udara atau kontak langsung, dan disebabkan oleh virus Varisela-zooster.... - [Yang Harus Kamu Ketahui Seputar Kateterisasi Jantung](https://primayahospital.com/jantung/seputar-kateterisasi-jantung/): Jutaan orang Indonesia hidup dengan masalah jantung dan banyak yang tidak menyadari kondisi tersebut. Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu... - [Tips Aman Kateterisasi Jantung di Masa Covid-19](https://primayahospital.com/jantung/aman-kateterisasi-jantung/): Kateterisasi jantung adalah salah satu cara untuk mendiagnosis dan menangani masalah jantung dan pembuluh darah alias kardiovaskular. Badan Kesehatan Dunia... - [Terlambat Imunisasi Anak, Masih Bisakah Dikejar?](https://primayahospital.com/anak/kejar-imunisasi-anak/): Imunisasi anak merupakan salah satu program kesehatan utama di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan sendiri mencanangkan... - [Terlambat Imunisasi Anak? Ini Dampak yang Wajib Kamu Ketahui ](https://primayahospital.com/anak/terlambat-imunisasi-anak/): Imunisasi sangatlah penting demi tumbuh kembang anak di kemudian hari. Negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO), termasuk Indonesia, memiliki program... - [Rentang Jarak yang Aman Memberikan Vaksin Anak](https://primayahospital.com/anak/rentang-jarak-aman-vaksin-anak/): Pada beberapa bulan pertama kehidupan, anak mungkin telah cukup mendapat perlindungan dari ibunya jika sang ibu sudah pernah mendapat imunisasi.... - [Imunisasi Influenza, Manfaat, dan Kapan Vaksin Influenza Diberikan](https://primayahospital.com/anak/vaksin-influenza/): Ketika mengalami batuk dan pilek, orang sering menyebut dirinya terkena flu. Padahal demam dengan gejala pilek tidaklah sama dengan flu... - [Imunisasi Campak, Manfaat, dan Kapan Vaksin Campak Diberikan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-campak/): Angka penyakit campak melonjak drastis mencapai puncaknya dalam 23 tahun terakhir pada 2019. Itu temuan penelitian yang dipublikasikan Badan Kesehatan... - [Imunisasi Rotavirus, Manfaat, dan Kapan Vaksin Rotavirus Diberikan](https://primayahospital.com/anak/vaksin-rotavirus/): Rotavirus merupakan penyebab paling umum diare BERAT pada anak-anak di seluruh dunia. Menurut perkiraan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 215... - [Imunisasi Pneumonia PCV, Manfaat, dan Kapan Vaksin PCV Diberikan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-pneumonia-pcv/): Pada 2005, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 1,6 juta orang meninggal tiap tahun akibat penyakit pneumokokus. Perkiraan itu mencakup... - [Imunisasi HIB, Manfaat, dan Kapan Vaksin HIB Diberikan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-hib/): Haemophilus influenza tipe B atau Hib adalah penyakit serius yang bisa menyebabkan kematian pada anak hingga orang dewasa. Penyebabnya adalah... - [Imunisasi Polio, Manfaat, dan Kapan Vaksin Polio Diberikan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-polio/): ImuniPolio adalah nama umum untuk penyakit poliomyelitis, dari bahasa Yunani yang berarti peradangan tulang belakang. Dulu orang-orang menyebutnya sebagai kelumpuhan... - [Operasi Batu Empedu dengan Laparoskopi](https://primayahospital.com/bedah-digestif/operasi-batu-empedu-dengan-laparoskopi/): Penyakit Batu empedu atau cholelithiasis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang mengganggu. Penderitanya bisa merasakan sakit perut serta mual dan... - [Persiapan Melahirkan Anak Pertama, Bunda Perlu Tahu](https://primayahospital.com/anak/persiapan-melahirkan-anak-pertama/): Menantikan kehadiran anak pertama menjadi momen yang tak bakal bisa terlupakan. Perasaan senang, gugup, cemas, dan bingung, semua bercampur. Apalagi... - [Imunisasi Hepatitis A, Manfaat, dan Kapan Vaksin Hepatitis A Diberikan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-hepatitis-a/): Peradangan hati akibat hepatitis A merupakan penyakit akut dan umumnya tidak berakibat fatal. Tapi hepatitis A masih menjadi penyakit endemis... - [Catat Daftar Perlengkapan agar Persiapan Melahirkan Berjalan Lancar](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/daftar-perlengkapan-persiapan-melahirkan/): Orang tua harus membuat banyak keputusan penting untuk memastikan persiapan melahirkan berjalan lancar. Misalnya memutuskan melahirkan secara normal atau lewat... - [Kelainan Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi yang Sering Muncul Pada Gigi Anak](https://primayahospital.com/gigi/kelainan-tumbuh-kembang-gigi-anak/): Pertumbuhan dan perkembangan gigi secara spesifik dikenali dengan adanya proses munculnya gigi sulung atau yang biasa disebut gigi susu keluar... - [Tips Memilih Tempat Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/anak/memilih-tempat-imunisasi-anak/): Pandemi Covid-19 membuat banyak hal penting bagi masyarakat terganggu, termasuk imunisasi anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan program imunisasi... - [Persiapan Melahirkan dengan Metode Lotus Birth](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/melahirkan-lotus-birth/): Para orang tua lazimnya ingin memberikan yang terbaik untuk putra dan putrinya. Niat itu bahkan sudah ada sejak masa kehamilan.... - [Mau Pasang Kawat Gigi? Yuk kenali dulu jenis-jenisnya](https://primayahospital.com/gigi/kawat-gigi/): Kawat gigi merupakan salah satu jenis perawatan Orthodonti yang dilakukan oleh dokter gigi spesialis Ortodonti. Kawat gigi digunakan untuk memperbaiki... - [Yang Anda Harus Tahu Sebelum Melakukan Kateterisasi Jantung](https://primayahospital.com/jantung/sebelum-kateterisasi-jantung/): Kateterisasi jantung adalah prosedur medis yang dijalankan dokter spesialis jantung dan timnya untuk mengevaluasi fungsi jantung dan mendiagnosis kondisi kardiovaskular.... - [Perkembangan Janin Terhambat, Apa yang Harus Dilakukan?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perkembangan-janin-terhambat-apa-yang-harus-dilakukan/): Ibu hamil wajib senantiasa mewaspadai tanda dan gejala perkembangan janin terhambat. Salah satu tanda kondisi ini adalah bobot bayi dalam... - [Tips Buat Janji dengan Dokter Spesialis Kandungan](https://primayahospital.com/anak/dokter-spesialis-kandungan/): Bagi ibu hamil, bertemu dengan dokter spesialis kandungan akan menjadi momen yang mendebarkan sekaligus menyenangkan. Dokter akan memeriksa kandungan dan... - [Jenis-Jenis Tes Covid-19, Kamu Wajib Tahu](https://primayahospital.com/covid-19/jenis-jenis-tes-covid-19/): Diagnosis Covid-19 dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan adanya virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh pasien. Saat ini beberapa jenis metode pemeriksaan digunakan... - [Ciri ASI Basi dan Berapa Lama Daya Tahan ASI?](https://primayahospital.com/anak/ciri-asi-basi/): Apakah bunda tahu ciri asi basi? Banyak ibu yang sekaligus berstatus wanita karier memilih memerah air susu agar program ASI... - [Kelebihan ASI Eksklusif Dibanding Susu Formula](https://primayahospital.com/anak/kelebihan-asi-eksklusif/): Para calon orang tua baru wajib menggali informasi mengenai air susu ibu atau ASI eksklusif, termasuk perbandingannya dengan susu formula.... - [Pemeriksaan Mammografi, Apakah Efektif?](https://primayahospital.com/onkologi/efektivitas-mammografi/): Secara global, terdapat kurang-lebih 1,3 juta kasus kanker payudara per tahun dan 458 ribu kematian per 2008. Kanker payudara menjadi... - [Buat Janji dengan Dokter Spesialis Anak](https://primayahospital.com/anak/dokter-spesialis-anak/): Bagi keluarga yang telah mendapat anugerah buah hati, memiliki dokter spesialis anak andalan merupakan kebutuhan. Ketika anak jatuh sakit dan... - [Tips Memilih Dokter Anak untuk Konsultasi](https://primayahospital.com/konsultasi-online/dokter-anak/): Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak / sang buah hati. Tak terkecuali ketika memilih dokter anak untuk... - [Buat Janji dengan Dokter Ortopedi](https://primayahospital.com/ortopedi/dokter-ortopedi/): Jika Anda merasakan keluhan sakit pada tulang atau persendian, Anda bisa buat janji bertemu dokter ortopedi agar dokter bisa membantu... - [Tips Menjalani Mammografi di Rumah Sakit](https://primayahospital.com/onkologi/mammografi-di-rumah-sakit/): Mammografi adalah metode screening kanker payudara paling efektif hingga saat ini. Lewat mammografi di rumah sakit, dokter dapat mendeteksi adanya... - [Buat Janji dengan Dokter Onkologi](https://primayahospital.com/bedah-onkologi/dokter-onkologi/): Onkologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan tumor dan kanker. Dokter yang khusus menangani penyakit tersebut merupakan dokter onkologi.... - [Menyusui ASI Eksklusif Muncul Darah? Ini Penyebabnya](https://primayahospital.com/anak/menyusui-muncul-darah/): Kebanyakan ibu ingin sukses menjalankan program ASI eksklusif dengan cara menyusui buah hatinya selama mungkin. Tapi tak jarang mereka berhenti... - [Sukses ASI Eksklusif dengan Aman dan Minim Efek Samping](https://primayahospital.com/anak/sukses-asi-eksklusif-aman-minim-efek-samping/): Air susu ibu adalah sumber nutrisi terbaik bagi sebagian besar bayi. ASI dapat mengurangi sejumlah risiko kesehatan tertentu bagi ibu... - [Persiapan Melahirkan Normal dengan Olahraga Menurut Dokter](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-normal-dengan-olahraga-menurut-dokter/): Persiapan melahirkan adalah tahap penting bagi ibu hamil menjelang persalinan. Tanpa persiapan yang memadai, persalinan akan menjadi proses yang menyulitkan.... - [Kateterisasi Jantung? Jangan Lakukan Saat Kondisi Ini](https://primayahospital.com/jantung/kateterisasi-jantung-jangan-lakukan-saat-kondisi-ini/): Kateterisasi jantung adalah prosedur umum untuk mengatasi gangguan fungsi jantung. Prosedur ini berlangsung jutaan kali di berbagai fasilitas kesehatan di... - [Kenapa Kateterisasi Jantung Diperlukan?](https://primayahospital.com/jantung/kenapa-kateterisasi-jantung-diperlukan/): Kenapa kateterisasi jantung diperlukan? Kateterisasi jantung adalah salah satu prosedur penanganan terhadap masalah jantung yang sering menjadi pilihan. Dalam kateterisasi... - [Buat Janji dengan Dokter Spesialis Jantung](https://primayahospital.com/jantung/dokter-spesialis-jantung/): Kelainan jantung dan pembuluh darah di sekitar jantung membutuhkan penanganan khusus demi peluang kesembuhan yang lebih baik. Dokter umum tak... - [Pemeriksaan CT Scan, Bisa Untuk Deteksi Covid-19?](https://primayahospital.com/radiologi/ct-scan-deteksi-covid-19/): CT scan merupakan pemeriksaan diagnostik medis. Bagaimana CT Scan bekerja untuk deteksi Covid-19? Seperti metode pemindaian sinar-X lain, pemeriksaan CT... - [Pemeriksaan CT Scan Kepala: Persiapan & Prosedurnya](https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-ct-scan-kepala-persiapan-prosedurnya/): Pemeriksaan CT scan pada kepala adalah metode pencitraan tomografi terkomputasi menggunakan sinar-X untuk mendapatkan gambar tiga dimensi dari tengkorak, otak,... - [Pemeriksaan CT Scan untuk Deteksi Penyakit Anda](https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-ct-scan-untuk-deteksi-penyakit-anda/): Pemeriksaan CT scan atau computed tomography scan adalah salah satu metode medis yang bisa membantu dokter mendeteksi beragam penyakit. Teknologi... - [Penyakit Penyerta Covid-19 Perlu Diwaspadai](https://primayahospital.com/covid-19/penyakit-penyerta-covid-19/): Penyakit Covid-19 lebih berisiko bagi orang yang sebelumnya mengidap penyakit (dalam istilah medis disebut Komorbid). Beberapa waktu lalu, laporan yang... - [Pemeriksaan USG 4D: Cara Kerja, Manfaat, Kapan USG 4D Diperlukan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-usg-4d-cara-kerja-manfaat-kapan-usg-4d-diperlukan/): Wajar bila calon ibu merasa penasaran terhadap janin dalam kandungan. Pemeriksaan USG 4D hadir menjawab rasa penasaran tersebut. Teknologi ultrasonografi... - [Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Diberikan](https://primayahospital.com/anak/manfaat-imunisasi-tifoid/): Imunisasi dasar dan lanjutan merupakan program pemerintah untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia. Sebagian vaksin disediakan oleh pemerintah secara gratis... - [Bayi Tumbuh Gigi, Ini Cara Mengatasinya](https://primayahospital.com/anak/bayi-tumbuh-gigi-ini-cara-mengatasinya/): Bayi tumbuh gigi adalah periode yang menggembirakan tapi juga mengkhawatirkan. Di satu sisi, tumbuhnya gigi pada bayi menandakan perkembangan yang... - [Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar ASI Eksklusif](https://primayahospital.com/anak/pertanyaan-seputar-asi-eksklusif/): Air susu ibu atau ASI eksklusif memberikan manfaat besar bagi bayi untuk proses tumbuh kembangnya. Banyak ibu yang tentu sudah... - [Cara Memberikan ASI Eksklusif yang Tepat](https://primayahospital.com/anak/cara-memberi-asi-eksklusif/): Air susu ibu atau ASI eksklusif adalah asupan terbaik bagi buah hati untuk pertumbuhan fisik dan intelektualnya. Karena itulah para... - [Vaksin untuk Bayi dan Anak sampai Usia 3 Tahun](https://primayahospital.com/anak/vaksin-untuk-anak/): Vaksin pada bayi dan anak memiliki manfaat besar bagi kesehatan mereka di masa depan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan vaksinasi... - [Persiapan Melahirkan Caesar Kedua? Ini yang Perlu Bunda Ketahui](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-caesar-kedua/): Bagi ibu yang pada kehamilan pertama harus menjalani persalinan caesar, memutuskan apa prosedur persiapan melahirkan berikutnya bisa menjadi hal yang... - [Jika Anda Positif Covid-19, Apa yang harus dilakukan?](https://primayahospital.com/covid-19/jika-anda-positif-covid-19/): Jika Anda terkonfirmasi positif Covid-19, Anda akan diarahkan ke ruang khusus bernama Fever Clinic untuk dilakukan Screening Covid-19 dan pemeriksaan... - [Tanda Bayi Lapar dan Cukup Menerima ASI Eksklusif](https://primayahospital.com/anak/tanda-bayi-lapar-dan-cukup-menerima-asi-eksklusif/): Bayi yang lapar cenderung akan rewel dan membuat orang tua kerepotan. Solusi terbaik masalah ini adalah memastikan bayi telah mendapatkan... - [Persiapan Melahirkan Caesar](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-caesar/): Persiapan melahirkan caesar atau melalui prosedur operasi menuntut perhatian lebih dari calon ibu dan ayah. Bisa jadi persiapan ini sangat... - [Gangguan Kehamilan Berakibat Fatal untuk Perkembangan Janin](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gangguan-kehamilan-berakibat-fatal-untuk-perkembangan-janin/): Komplikasi atau gangguan kehamilan adalah masalah yang terjadi selama kehamilan. Gangguan ini bisa terjadi pada ibu atau janin atau dua-duanya,... - [Deteksi Kanker Payudara Sebelum Terlambat](https://primayahospital.com/onkologi/deteksi-kanker-payudara-sebelum-terlambat/): Walaupun kanker payudara termasuk salah satu jenis kanker mematikan, sesungguhnya kanker payudara bisa disembuhkan. Menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan... - [Proses Pemulihan Setelah Operasi Laparoskopi](https://primayahospital.com/bedah/proses-pemulihan-setelah-operasi-laparoskopi/): Operasi Laparoskopi adalah tindakan medis untuk melihat isi perut atau panggul menggunakan alat bernama laparoskop. Alat ini berbentuk seperti teleskop... - [Jenis-Jenis Bedah Laparoskopi](https://primayahospital.com/bedah/jenis-jenis-bedah-laparoskopi/): Laparoskopi adalah prosedur medis untuk melihat organ dalam perut atau abdomen. Khususnya bagi perempuan, dokter juga bisa memakai prosedur ini... - [Mengapa Kamu Memerlukan Bedah Laparoskopi ](https://primayahospital.com/bedah/kondisi-perlu-bedah-laparoskopi/): Laparoskopi telah menjadi teknik bedah yang banyak menjadi pilihan para dokter. Teknik bedah ini tergolong minimal invasif sehingga memberikan banyak... - [Pentingnya Pemeriksaan USG 4D](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pentingnya-pemeriksaan-usg-4d/): Ultrasonografi 4 dimensi (USG 4D) telah menjadi tindakan medis yang lazim dalam pemeriksaan kandungan. Pemeriksaan USG 4D adalah versi terbaru... - [Bolehkah Menunda Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19?](https://primayahospital.com/anak/menunda-imunisasi-anak/): Orang tua wajar khawatir untuk mengikuti program imunisasi anak dasar dari pemerintah ketika pandemi Covid-19 belum usai. Covid sangat mudah... - [Mitos dan Fakta Imunisasi Anak Wajib Bunda Tahu](https://primayahospital.com/anak/fakta-imunisasi-anak/): Fakta bahwa Imunisasi anak sebagai langkah perlindungan terhadap ancaman penyakit menular merupakan hak anak. Pemberian imunisasi telah sesuai dengan sederet... - [Perkembangan Janin Terhambat, Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegahnya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perkembangan-janin-terhambat/): Perkembangan janin terhambat alias intrauterine growth restriction (IUGR) adalah masalah serius yang memerlukan penanganan segera. Dokter kandungan atau bidan bisa... - [Vaksin Anak : Jenis dan Manfaat Pemberian](https://primayahospital.com/anak/vaksin-anak/): Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan pemberian vaksin anak hingga dewasa terbukti... - [Diagnosis Kanker, dari Gejala dan Tindakan Pencegahannya](https://primayahospital.com/onkologi/diagnosis-kanker-dari-gejala-dan-tindakan-pencegahannya/): Diagnosis kanker sejak dini akan membantu perawatan pasien secara medis. Diagnosis ini penting karena kanker telah menjadi masalah kesehatan serius... - [5 Penyebab yang Membuat Gagal ASI Eksklusif](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/penyebab-gagal-asi-eksklusif/): Para ibu tentu menginginkan yang terbaik untuk bayi. Ada rasa khawatir ketika tinggi dan berat badan mereka tidak sesuai dengan... - [Kenali Risiko Kateterisasi Jantung, Amankah untuk Dilakukan?](https://primayahospital.com/jantung/risiko-kateterisasi-jantung/): Kateterisasi jantung adalah salah satu prosedur terhadap jantung yang paling banyak dilakukan. Di Amerika Serikat, menurut laporan American Heart Association,... - [Pengobatan Penyakit Jantung Koroner](https://primayahospital.com/jantung/pengobatan-penyakit-jantung-koroner/): Penyakit jantung koroner adalah penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, biasanya disebabkan oleh atherosklerosis. Atherosklerosis adalah penumpukan kolesterol dan timbunan... - [Prosedur Laparoskopi Untuk Program Hamil](https://primayahospital.com/bedah-onkologi/prosedur-laparoskopi-untuk-program-hamil/): Teknik Operasi Laparoskopi adalah prosedur pembedahan dengan sayatan minimal untuk keperluan diagnostik atau terapi berbagai penyakit dan kelainan pada organ... - [Efek Samping dan Tips Sebelum Menjalani Terapi ESWL  ](https://primayahospital.com/urologi/efek-samping-eswl/): Tindakan ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) adalah teknik pengobatan penyakit batu ginjal baik yang berada di ginjal maupun di ureter... - [Tindakan ESWL Untuk Mengobati Penyakit Batu Ginjal](https://primayahospital.com/urologi/tindakan-eswl/): Penyakit batu ginjal adalah masalah kesehatan yang bisa berdampak serius dalam jangka panjang dan membutuhkan penanganan segera. Salah satu cara... - [Pemeriksaan MRI: Definisi, Tujuan, Keunggulan dan Risikonya](https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-mri-definisi-tujuan-keunggulan-dan-risikonya/): Saat di rumah sakit, Anda mungkin pernah melihat poster atau pamflet dengan gambar mesin berwarna putih berbentuk seperti tabung silinder... - [Persiapan Menjalani Laparoskopi, Ini Prosedurnya ](https://primayahospital.com/bedah/persiapan-menjalani-laparoskopi-ini-prosedurnya/): Laparoskopi merupakan tindakan bedah atau operasi yang digunakan untuk mendiagnosis atau merawat berbagai macam kondisi. Dalam operasi laparoskopi, dokter bedah... - [Bedah Laparoskopi, Apa Keuntungan dan Efek Sampingnya](https://primayahospital.com/bedah/bedah-laparoskopi-apa-keuntungan-dan-efek-sampingnya/): Laparoskopi merupakan teknik operasi yang berbeda dengan bedah konvensional. Teknik yang bisa dibilang lebih maju ini kini lebih banyak digunakan... - [Mengapa Memerlukan Pemeriksaan Jantung](https://primayahospital.com/jantung/mengapa-memerlukan-pemeriksaan-jantung/): Pemeriksaan jantung telah menjadi kebutuhan di tengah masyarakat yang kian rentan terhadap masalah kardiovaskular. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit... - [Jenis-Jenis Pemeriksaan Jantung](https://primayahospital.com/jantung/pemeriksaan-jantung/): Pemeriksaan jantung penting untuk mendeteksi penyakit jantung sejak dini sebelum muncul gejala. Tujuannya adalah membantu dokter memberikan tindakan medis yang... - [Kiat Sukses ASI Eksklusif yang Wajib Bunda Ketahui](https://primayahospital.com/anak/kiat-sukses-asi-eksklusi/): Bagi kalangan ibu, terlebih yang baru melahirkan anak pertama, kiat sukses ASI eksklusif adalah hal yang amat penting. Terutama bagi... - [Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI](https://primayahospital.com/anak/jadwal-imunisasi-anak-idai/): Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Lewat imunisasi, anak mendapat kekebalan terhadap penyakit... - [Tanda Bayi Tumbuh Gigi (Teething)](https://primayahospital.com/anak/tanda-bayi-tumbuh-gigi/): Ketika bayi tumbuh gigi, orang tua kerap mengalami kerepotan karena munculnya masalah baru yang berkaitan dengan gejala yang terjadi. Bayi... - [Kelebihan dan Efek Samping Pemeriksaan USG 4D](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-usg-4d/): Pemeriksaan USG 4D telah menjadi kebutuhan bagi pasangan yang menantikan kedatangan buah hati. Metode ultrasonografi yang menghasilkan gambar empat dimensi... - [Pemeriksaan MRI: Fungsi, Persiapan, & Prosedurnya](https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-mri/): Pemeriksaan MRI menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar penampang organ dalam dan struktur di tubuh secara detail.... - [Pemeriksaan CT Scan: Definisi, Tujuan, Keunggulan, dan Risikonya](https://primayahospital.com/radiologi/keunggulan-ct-scan/): Pemeriksaan CT scan atau computerized tomography scan telah menjadi instrumen penting dalam pencitraan medis untuk melengkapi sinar-X dan ultrasonografi medis.... - [Perbedaan Pemeriksaan USG 4D, 3D, dan 2D](https://primayahospital.com/radiologi/perbedaan-pemeriksaan-usg-4d-3d-dan-2d/): Momen ketika mengetahui bahwa Anda dan pasangan akan menjadi orang tua tentunya amat menggembirakan. Terlebih bila itu menjadi kehamilan pertama... - [Pemeriksaan Mammografi, Persiapan, Prosedur, dan Risikonya](https://primayahospital.com/onkologi/pemeriksaan-mammografi-persiapan-prosedur-dan-risikonya/): Mammografi adalah metode pencitraan medis khusus memanfaatkan sinar-X dalam dosis rendah untuk melihat bagian dalam payudara. Pemeriksaan mammografi berguna untuk... - [Mammografi untuk Mendeteksi Kanker Payudara](https://primayahospital.com/onkologi/mammografi-untuk-mendeteksi-kanker-payudara/): Mammografi adalah salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara, khususnya pada perempuan berumur 50 tahun ke atas. Menurut Breast... - [Benarkah Sakit Pinggang Merupakan Gejala Batu Ginjal?](https://primayahospital.com/urologi/benarkah-sakit-pinggang-merupakan-gejala-batu-ginjal/): Batu ginjal dan saluran kemih adalah salah satu penyakit yang sering dialami tanpa kita sadari. Salah satu penyebabnya adalah karena... - [Infeksi Saluran Kemih : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/urologi/infeksi-saluran-kemih/): Infeksi saluran kemih adalah penyakit akibat adanya organisme asing ataupun patogen seperti bakteri yang masuk dan tumbuh ke dalam saluran... - [Cara Menyuburkan Kandungan Setelah Berhenti KB](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-menyuburkan-kandungan-setelah-berhenti-kb/): Keluarga Berencana atau KB adalah program pemerintah merencanakan kehamilan. Pasangan menikah diimbau mengikuti program ini demi kepentingan bersama, terutama setelah... - [Reaksi Tubuh Saat Terinfeksi Virus Corona](https://primayahospital.com/covid-19/reaksi-tubuh-saat-terinfeksi-virus-corona/): Penyakit akibat virus corona (Covid-19) merupakan jenis baru sehingga tak banyak yang diketahui tentangnya. Salah satunya mengenai gejala yang muncul... - [Pengobatan Kanker Paru](https://primayahospital.com/paru/pengobatan-kanker-paru/): Kanker merupakan penyakit yang muncul akibat tumbuhnya sel di dalam tubuh di luar kendali. Kanker paru terjadi ketika awal kemunculan... - [Operasi Batu Ginjal: Adakah Pilihan Lain?](https://primayahospital.com/urologi/operasi-batu-ginjal/): Operasi menjadi salah satu solusi ampuh untuk mengatasi masalah batu ginjal. Namun tenaga medis profesional akan memeriksa kondisi pasien lebih... - [Dokter Rehabilitasi Medik, Peran dan Jenis Terapi yang Dilakukan](https://primayahospital.com/rehab-medik/dokter-rehabilitasi-medik/): Dalam dunia kedokteran, terdapat spesialisasi kedokteran fisik dan rehabilitasi medik. Spesialisasi ini juga disebut sebagai physiatry. Peran dokter rehabilitasi medik... - [Informasi Seputar Trimester Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/trimester-kehamilan/): Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mengetahui informasi seputar masa penantian kelahiran sang buah hati. Salah satunya mengenai... - [Kamu Harus Tahu Perbedaan CT Scan dan MRI](https://primayahospital.com/radiologi/perbedaan-ct-scan-dan-mri/): Sebagai upaya mengetahui secara detail kondisi sistem atau jaringan dalam tubuh pasien, dokter kerap memilih antara CT scan dan MRI.... - [Pemeriksaan CT Scan, Biaya, Cara Kerja, dan Mengapa Diperlukan?](https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-ct-scan/): CT scan hadir sebagai sarana medis sejak 1970-an untuk mendeteksi penyakit atau gangguan kesehatan di dalam tubuh. Diagnosis dokter bisa... - [Pemeriksaan Pap Smear, Manfaat dan Bagaimana Caranya?](https://primayahospital.com/onkologi/pemeriksaan-pap-smear-manfaat-dan-bagaimana-caranya/): Pemeriksaan pap smear diperlukan sebagai upaya deteksi dini terhadap kanker leher rahim atau kanker serviks. Menurut WHO, terdapat sejumlah pemeriksaan... - [Diagnosis Kanker Otak, Gejala dan Tindakan Pencegahannya](https://primayahospital.com/onkologi/diagnosis-kanker-otak/): Kanker otak adalah kondisi ketika sel-sel otak berkembang secara abnormal dan tak terkontrol hingga memunculkan massa jaringan atau tumor di... - [Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala dan Perawatannya](https://primayahospital.com/jantung/penyakit-arteri-koroner-penyebab-gejala-dan-perawatannya/): Penyakit arteri koroner sebagai bagian dari masalah kardiovaskular merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia. Menurut data Badan... - [Diagnosis Kanker Paru, Gejala dan Tindakan Pencegahannya](https://primayahospital.com/onkologi/diagnosis-kanker-paru/): Terdapat banyak gejala yang mengarah pada kanker paru. Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul tidak selalu menandakan adanya kanker paru.... - [Rehabilitasi Medik Untuk Pasien Pasca Stroke](https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-medik-untuk-pasien-pasca-stroke/): Seseorang yang sedang menjalani pemulihan pasca serangan stroke memerlukan lebih dari obat-obatan. Untuk pasien pasca stroke, layanan kesehatan yang dibutuhkan... - [Dokter Spesialis Radiologi, Peran Serta Persiapan Pemeriksaan Radiologi](https://primayahospital.com/radiologi/dokter-spesialis-radiologi/): Radiologi merupakan cabang kedokteran yang menggunakan teknologi radiasi, elektromagnetik, dan akustik untuk melihat ke dalam tubuh manusia. Bidang ini memiliki... - [Rehabilitasi Medik Untuk Pasien Penyakit Jantung](https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-medik-untuk-pasien-penyakit-jantung/): Rehabilitasi medik berperan besar dalam pemulihan kondisi pasien. Salah satunya pasien penyakit jantung. Orang yang menderita penyakit jantung tidak hanya... - [Tips Membawa Bayi Keluar Rumah di Tengah Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/covid-19/bayi-keluar-rumah-di-era-new-normal/): Covid-19 bisa menyerang siapa saja, dari orang dewasa, balita, hingga bayi yang baru lahir. Kasus balita Covid-19 telah banyak ditemukan... - [Apa Bedanya Rapid Test Antibodi dan Swab Antigen?](https://primayahospital.com/covid-19/apa-bedanya-rapid-test-antibodi-dengan-antigen/): Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan masih menyisakan pertanyaan tentang apa itu rapid test. Penamaan rapid test mengacu pada... - [Bekali Anak Agar Terhindar dari Virus Corona di Era New Normal](https://primayahospital.com/covid-19/bekali-anak-agar-terhindar-virus-corona/): New normal di masa pandemi virus corona adalah kondisi ketika kebiasaan lama digantikan dengan yang baru. Kebiasaan baru itu didasari... - [Pengobatan Kanker Otak](https://primayahospital.com/onkologi/pengobatan-kanker-otak/): Kanker otak terjadi ketika terbentuk massa atau tumbuhnya sel-sel abnormal di bagian otak yang menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis kanker... - [Pemeriksaan Radiologi, Fungsi, Jenis, dan Kondisi Medis yang Dapat Dideteksi](https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-radiologi/): Radiologi memiliki peran signifikan dalam penanganan kondisi medis tertentu yang dialami pasien. Tiga bidang radiologi, yaitu radiologi diagnostik, radiologi intervensional,... - [Hasil Rapid Test Covid-19 Anda Reaktif? Apa Selanjutnya](https://primayahospital.com/covid-19/hasil-rapid-test-reaktif/): Hasil rapid test Covid-19 reaktif bukanlah sebuah malapetaka. Rapid test sebagai alat screening awal untuk mendeteksi Covid-19 bukanlah penentu seseorang... - [Cara Menghitung Usia Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-menghitung-usia-kehamilan/): Calon ibu sebaiknya mengetahui bagaimana cara menghitung usia kehamilan. Makin dini usia kehamilan diketahui, risiko kehamilan hingga persalinan bisa makin... - [Pertanyaan Penting Seputar Pemeriksaan Pap Smear](https://primayahospital.com/onkologi/pemeriksaan-pap-smear/): Penting untuk mengetahui apa itu pemeriksaan pap smear dan bagaimana tes ini diperlukan bagi kaum perempuan. Pap smear dilakukan sebagai... - [Pemeriksaan Pap Smear, Tahapan dan Cara Membaca Hasilnya](https://primayahospital.com/onkologi/tahapan-pemeriksaan-pap-smear/): Pemeriksaan pap smear penting bagi perempuan, tapi tidak semua perempuan memerlukannya. Pap smear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk deteksi dini... - [Imunisasi DPT, Manfaat, dan Kapan Vaksin DPT Diberikan   ](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-dpt/): Imunisasi DPT penting diberikan kepada anak-anak untuk kesehatan mereka saat ini hingga pada masa mendatang. Namun masih terdapat anak-anak di... - [Apa Itu Telemedicine, Telekonsultasi, atau Konsultasi Online Kesehatan](https://primayahospital.com/konsultasi-online/apa-itu-telemedicine/): Konsultasi online seputar masalah kesehatan yang marak beberapa tahun belakangan kian menjadi pilihan di tengah masa pandemi Covid-19. Layanan ini... - [Amankah Melakukan Operasi di Tengah Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/covid-19/operasi-ditengah-covid-19/): Keamanan operasi di tengah Covid-19 menjadi topik yang banyak dibahas, terutama oleh mereka yang mesti naik meja bedah di masa... - [Apa Bedanya Konsultasi Kesehatan Online atau Telekonsultasi dengan Telemedicine?](https://primayahospital.com/konsultasi-online/beda-konsultasi-kesehatan-online-dan-telemedicine/): Adanya layanan konsultasi kesehatan online seputar kesehatan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat umum. Layanan yang juga sering disebut sebagai telekonsultasi... - [Amankah Persalinan di Tengah Pandemi Covid-19?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-ditengah-pandemi/): Persiapan melahirkan haruslah benar-benar matang agar proses persalinan berlangsung lancar. Di tengah pandemi Covid-19, persiapan ini butuh upaya ekstra demi... - [Perlukah Bayi Menggunakan Masker Ketika Hendak ke Rumah Sakit?](https://primayahospital.com/anak/perlukah-bayi-menggunakan-masker-ketika-hendak-ke-rumah-sakit/): Pemerintah telah menetapkan imbauan protokol kesehatan untuk merespons situasi pandemi Covid-19. Protokol itu mencakup penggunaan masker dan jaga jarak fisik... - [Jenis Pemeriksaan Untuk Diagnosis Covid-19](https://primayahospital.com/covid-19/jenis-pemeriksaan-untuk-diagnosis-covid-19/): Dalam rangka diagnosis Covid-19, terdapat dua jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah swab test atau RT-PCR. Yang kedua... - [Penyakit Batu Ginjal Dan Saluran Kemih : Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan](https://primayahospital.com/urologi/penyakit-batu-ginjal/): Penyakit batu ginjal adalah kondisi ketika terjadi endapan material keras berupa garam dan mineral di dalam ginjal. Ukuran batu ginjal... - [Jenis-jenis Penyakit Apa Saja yang Bisa Dikonsultasikan secara Online?](https://primayahospital.com/konsultasi-online/jenis-penyakit-konsultasi-dokter-online/): Konsultasi dokter online lewat bantuan teknologi Internet hadir untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan tanpa perlu datang ke rumah sakit. Layanan... - [Mau Konsultasi Online Selama Corona? Ini Tipsnya](https://primayahospital.com/covid-19/mau-konsultasi-online-selama-corona-ini-tipsnya/): Pandemi virus corona telah mengubah segalanya, termasuk dalam hal konsultasi kesehatan. Kini telah tersedia beragam layanan konsultasi online dari dokter... - [Rekomendasi Jenis Olahraga di Tengah Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/covid-19/olahraga-di-tengah-pandemi/): Olahraga di tengah pandemi Covid-19 tidak mustahil dilakukan. Bahkan semestinya olahraga kian digiatkan untuk lebih menjaga kebugaran tubuh. Tubuh yang... - [Mau Menikah di Tengah Covid-19? Ini Prosedur dari Kemenag](https://primayahospital.com/covid-19/mau-menikah-di-tengah-covid-19-ini-prosedur-dari-kemenag/): Menikah di tengah Covid-19 apakah bisa? Jawaban singkatnya: tentu bisa. Tapi ada yang mesti digarisbawahi: pernikahan pada masa pandemi virus... - [Cara Mencegah Bayi Tertular Virus Corona](https://primayahospital.com/covid-19/bayi-tertular-virus-corona/): Virus corona bisa menyerang siapa saja. Pria ataupun wanita, kaya ataupun miskin, tua ataupun muda. Bahkan seorang bayi dapat tertular... - [Tips Pemeriksaan Kehamilan Selama Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/trimester-kehamilan-selama-covid-19/): Pada Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Pada saat itu juga, segala... - [Hak dan Kewajiban dalam Pelayanan Konsultasi Online Kesehatan](https://primayahospital.com/konsultasi-online/hak-dan-kewajiban-pelayanan-konsultasi-online/): Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan panduan untuk pelayanan konsultasi online kesehatan. Panduan itu tertuang di Peraturan Menteri Kesehatan Republik... - [Persiapan Melahirkan Normal di Rumah Sakit, Bunda Harus Tahu](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-normal/): Persiapan melahirkan secara normal kerap menjadi faktor yang menimbulkan kekhawatiran bagi para calon ibu baru. Sebab, tidak ada pengalaman ketika... - [Bayi Tumbuh Gigi, Apa yang Harus Bunda Lakukan?](https://primayahospital.com/anak/bayi-tumbuh-gigi/): Periode bayi tumbuh gigi adalah masa-masa yang dinanti sekaligus membuat khawatir hati. Pertumbuhan gigi bayi dipengaruhi oleh gizi dan nutrisi... - [Kateterisasi Jantung, Fungsi, Prosedur, dan Risikonya](https://primayahospital.com/jantung/kateterisasi-jantung/): Kateterisasi jantung menjadi satu di antara sejumlah modalitas diagnostik untuk melihat kondisi jantung yang bermasalah dan memiliki peran amat penting... - [Penyakit Gangguan Irama Jantung, Gejala dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/jantung/penyakit-gangguan-irama-jantung/): Gangguan irama jantung merupakan salah satu penyakit jantung yang membutuhkan penanganan segera meski secara umum tak membahayakan. Meski demikian, gejala... - [Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala, dan Terapi yang Tepat  ](https://primayahospital.com/jantung/penyakit-arteri-koroner/): Penyakit arteri koroner adalah salah satu jenis penyakit jantung yang paling umum di dunia. Penyakit ini juga kerap disebut sebagai... - [Apa Itu Herd Immunity dan Dampaknya Jika Diterapkan di Indonesia](https://primayahospital.com/covid-19/dampak-herd-immunity-corona/): Ratusan negara yang terjangkit Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 punya cara masing-masing untuk mengatasi pandemi ini. Kebanyakan melakukan pembatasan pergerakan... - [Pengaruh Pola Makan yang Tidak Teratur Saat GERD](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pola-makan-untuk-sakit-gerd/): Pola makan untuk sakit GERD atau gastroesopageal reflux disease penting diperhatikan dalam pengobatan. GERD adalah penyakit lambung yang disebabkan oleh... - [Seputar Keterlambatan Bicara Pada Anak](https://primayahospital.com/anak/keterlambatan-bicara-pada-anak/): Setiap orangtua pasti menantikan kata pertama yang terucap dari buah hati tercinta. Tapi bagaimana jika Anda tidak kunjung mendengar sepatah... - [Seputar Ruam Popok Pada Bayi dan Anak](https://primayahospital.com/anak/seputar-ruam-popok/): Pernahkah Bunda mendapati bokong dan lipat paha si kecil kemerahan? Kemerahan di area bokong pada bayi dan anak yang memakai... - [Perkembangan Janin, Tahapan yang Perlu Bunda Tahu](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tahapan-perkembangan-janin/): Perkembangan janin dalam kandungan berjalan dalam sejumlah tahapan. Untuk memastikan apakah janin berkembang optimal pada setiap tahapnya, maka bunda harus... - [Elektrokardiogram, Kenapa Diperlukan Tes EKG Jantung?](https://primayahospital.com/jantung/elektrokardiogram/): Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Deteksi sejak dini dibutuhkan untuk menekan risiko... - [Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Hingga Usia 2 Tahun](https://primayahospital.com/anak/manfaat-asi-eksklusif-2-tahun/): Air susu ibu atau ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan/minuman tambahan atau pengganti kepada bayi hingga berusia 6 bulan.... - [Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-tifoid/): Imunisasi tifoid adalah salah satu program Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan epidemi dan endemi demam tifoid. Indonesia sendiri merupakan... - [Informasi Seputar ASI Eksklusif Untuk Bayi](https://primayahospital.com/anak/asi-eksklusif-untuk-bayi/): Air susu ibu (ASI) merupakan makanan yang paling ideal bagi bayi. Karena itu, pemerintah menggencarkan program ASI eksklusif bagi para... - [Imunisasi Dasar BCG, Manfaat, dan Kapan Vaksin BCG Dilakukan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-bcg/): Imunisasi dasar melindungi orang dari risiko terjangkit kuman berupa virus atau bakteri yang membahayakan kesehatan. Kuman itu antara lain Mycobacterium... - [Cara Menyuburkan Kandungan Secara Alami](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-menyuburkan-kandungan-secara-alami/): Setelah menikah, tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan hadir sang buah hati. Sembari menanti, banyak pilihan cara menyuburkan kandungan... - [Persiapan Melahirkan Normal Agar Berjalan Lancar](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-normal-lancar/): Persalinan normal adalah proses melahirkan yang banyak dinanti para calon ibu. Tapi bukan berarti proses persalinan normal lebih mudah dibanding... - [Apa Itu Rapid Test, Swab, dan PCR, apakah tahu Perbedaannya?](https://primayahospital.com/covid-19/apa-itu-rapid-test/): Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak pertanyaan tentang apa itu rapid test, swab, dan PCR serta apa perbedaannya.... - [Imunisasi Hepatitis B, Manfaat, dan Kapan Vaksin Hepatitis B Diberikan](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-hepatitis-b/): Imunisasi dasar penting untuk melindungi tubuh dari ancaman virus sesuai dengan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan. Terdapat... - [Manfaat Ekokardiografi Bagi Penderita Penyakit Jantung  ](https://primayahospital.com/jantung/manfaat-ekokardiografi-bagi-penderita-penyakit-jantung/): Penyakit jantung masih menjadi penyakit yang paling mematikan di dunia. Posisinya sebagai pembunuh nomor satu di dunia tak tergoyahkan dari... - [Mitos Demam Berdarah Wajib Kamu Ketahui](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mitos-demam-berdarah/): Layaknya penyakit lain, demam berdarah diselubungi mitos yang sering mengaburkan fakta. Mitos demam berdarah hidup di tengah masyarakat yang belum... - [Pencegahan Demam Berdarah](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pencegahan-demam-berdarah/): Pencegahan demam berdarah tak bosan-bosan ditekankan di lingkungan rumah ataupun sekolah. Peringatan akan pentingnya mencegah penyakit mematikan ini memang sudah... - [Apa itu Rapid Test Antibodi untuk deteksi SARS-CoV2](https://primayahospital.com/covid-19/rapid-test-antibodi/): Apa itu Rapid Test ? atau tes cepat antibodi adalah pemeriksaan serologi antibodi terhadap SARS-CoV2. Berbeda dengan pemeriksaan rapid test... - [Dampak Psikologis Pasien Corona](https://primayahospital.com/covid-19/dampak-psikologis-pasien-corona/): Pasien corona tidak hanya rentan terhadap dampak fisik penyakit yang dideritanya. Ada dampak psikologis yang berpotensi mengganggu kehidupan pasien hingga... - [Seberapa Cepat Penyebaran Virus Corona?](https://primayahospital.com/covid-19/penyebaran-virus-corona/): Penyebaran virus corona berlangsung dengan cepat di sejumlah negara. Menurut penelitian di University of Texas di Austin, Amerika Serikat, yang... - [Tips Menjaga Kesehatan Selama Work from Home](https://primayahospital.com/covid-19/tetap-sehat-selama-wfh/): Di masa pandemi Covid-19, muncul kabar yang menyebutkan bahwa salah satu manfaat minum air putih adalah dapat membunuh virus corona.... - [20 Mitos dan Fakta Virus Corona Wajib Kamu Tahu](https://primayahospital.com/covid-19/mitos-dan-fakta-virus-corona/): Informasi seputar fakta virus corona menjadi sebuah poin penting yang mempengaruhi penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia, tak terkecuali di... - [Masa Inkubasi Covid-19, Berapa Lama?](https://primayahospital.com/covid-19/masa-inkubasi-covid-19/): Masa inkubasi Covid-19 masih terus diteliti oleh para ahli karena virus corona yang memicu penyakit ini merupakan jenis baru. Badan... - [Apa itu Screening Covid-19 serta Metodenya](https://primayahospital.com/covid-19/screening-covid-19/): Penyaringan atau screening Covid-19 adalah langkah penting dalam mencegah penularan penyakit yang diakibatkan virus corona ini. Screening merupakan tindakan awal... - [Bahaya Penyakit Demam Berdarah](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bahaya-penyakit-demam-berdarah/): Penyakit demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan yang mesti diwaspadai hingga saat ini. Jutaan kasus demam berdarah terjadi setiap... - [Demam Berdarah Dengue](https://primayahospital.com/umum/demam-berdarah-dengue/): Demam berdarah dengue (DBD) merupakan infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue. Terdapat 4 subtipe virus dengue, yaitu DENV1,... - [Aman ke Rumah Sakit Selama Corona](https://primayahospital.com/paru/aman-ke-rumah-sakit-selama-corona/): Tenaga medis menjadi garda depan dalam upaya penanganan penyebaran virus corona. Tak pelak, rumah sakit turut sibuk selama pandemi Covid-19... - [Penyakit-Penyakit yang Dapat Timbul Akibat Virus Corona](https://primayahospital.com/paru/penyakit-akibat-corona/): Seseorang yang positif terjangkit Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bisa sembuh jika mendapat perawatan yang tepat dan kondisi tubuhnya mendukung.... - [Potensi Penularan Virus Corona Melalui Udara (Aerosol)](https://primayahospital.com/paru/penyebaran-corona/): Penyebaran corona menurut WHO secara umum terjadi lewat droplet atau percikan cairan dari batuk atau bersin pasien Coronavirus Disease (Covid-19).... - [Efektivitas Penggunaan Masker Kain dalam Mencegah Covid-19](https://primayahospital.com/paru/masker-kain-corona/): Banyak ilmuwan dan tenaga medis di seluruh dunia mengadakan riset dalam rangka mengatasi pandemi penyakit virus corona atau Coronavirus Disease... - [Tips Kehamilan dan Persalinan Ditengah Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-kehamilan-saat-pandemi/): Kehamilan, tanpa adanya keadaan pandemi pun sudah menjadi hal yang membutuhkan perhatian ekstra bagi seorang wanita. Apalagi di masa-masa seperti... - [Hal-hal Penting tentang Virus Corona](https://primayahospital.com/paru/tentang-virus-corona/): Kabar tentang virus corona mendominasi pembicaraan di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Dari media massa hingga media online, virus... - [Beda Batuk Gejala Corona Covid-19 dengan Batuk Biasa](https://primayahospital.com/paru/batuk-corona/): Batuk adalah gejala yang kerap muncul pada berbagai penyakit, dari yang ringan hingga berat. Batuk menjadi alat diagnosis yang penting... - [Potensi Penularan Virus Corona Selama Puasa](https://primayahospital.com/patologi-klinik/penularan-virus-corona/): Penularan virus corona tergolong amat cepat di seluruh dunia. Seseorang yang positif terjangkit Covid-19 bisa dengan mudah menulari orang-orang di... - [Apakah Perlu Berjemur Saat Puasa di Tengah Corona Covid-19?](https://primayahospital.com/paru/berjemur-saat-corona/): Berjemur saat corona tengah mewabah disebut-sebut sejumlah dokter bisa membantu mencegah virus yang menyebabkan Covid-19 itu. Alasan utamanya adalah sinar... - [Kenali Gejala dan Tanda-Tanda Demam Berdarah Dengue](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tanda-tanda-demam-berdarah/): Tanda-tanda demam berdarah mudah dikenali, tapi tak jarang terlewat atau dianggap sebagai gejala penyakit lain. Penyakit yang disebabkan oleh virus... - [Pentingnya Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/anak/imunisasi-anak-saat-pandemi-covid-19/): Imunisasi anak saat pandemi Covid-19 adalah hal yang penting untuk dilakukan dengan tetap memperhatikan jadwal imunisasi, physical distancing dan sarana... - [Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Puasa di Tengah Corona Covid-19](https://primayahospital.com/gizi/puasa-saat-corona/): Puasa saat corona masih belum berakhir akan menjadi pengalaman tersendiri bagi masyarakat muslim tak hanya di Indonesia, tapi di seluruh... - [Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Hemofilia](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mencegah-penyakit-hemofilia/): Penyakit hemofilia adalah kelainan proses pembekuan darah yang membuat perdarahan berlangsung lebih lama dari waktu normal. Penyebabnya adalah kurangnya protein... - [Pengertian Hemofilia serta Pengobatannya](https://primayahospital.com/hematologi/pengertian-hemofilia/): Dalam sistem peredaran darah manusia, dikenal kondisi yang disebut hemofilia. Pengertian hemofilia mengacu pada terganggunya sistem tersebut, tepatnya berupa kelainan... - [Kenali Kanker Tulang: Jenis, Penyebab, Pengobatan](https://primayahospital.com/ortopedi/kanker-tulang/): Kanker tulang memang relatif tidak begitu dikenal orang dibanding jenis kanker lain. Tapi penyakit langka ini tak kalah mematikan. Kanker... - [Awas, Perhatikan Gejala Kanker Tulang](https://primayahospital.com/ortopedi/awas-perhatikan-gejala-kanker-tulang/): Dunia memperingati Hari Kanker Tulang setiap tanggal 11 April. Peringatan itu bertujuan menyadarkan masyarakat akan bahaya kanker tulang, termasuk memberikan... - [Asupan Gizi Sehat Selama Berpuasa di Tengah Pandemi Covid-19](https://primayahospital.com/gizi/asupan-gizi-sehat-selama-berpuasa-di-tengah-pandemi-covid-19/): Bulan Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi covid-19 yang sedang menerpa diberbagai wilayah Indonesia. Di tengah... - [Tanda-tanda Balita Gizi Buruk, Penyebab dan Cara Mengobatinya](https://primayahospital.com/anak/balita-gizi-buruk/): Nutrisi yang baik sangat penting untuk mencegah balita gizi buruk dan memastikan perkembangan buah hati, terutama pada usia awal. Nutrisi... - [Apa Penyebab Balita Sering Sakit](https://primayahospital.com/anak/apa-penyebab-balita-sering-sakit/): Balita sering sakit menjadi salah satu keluhan yang paling banyak dilontarkan orang tua. Anak usia balita memang lebih rentan terhadap... - [Henti Jantung (Sudden Cardiac Arrest) Bisa dihindari, Bagaimana Caranya?](https://primayahospital.com/jantung/henti-jantung/): Jakarta, 6 Mei 2020 – Sudden Cardiac Arrest (SCA) adalah kondisi jantung berhenti bekerja dan berkontraksi sehingga tidak ada aliran... - [Deteksi Dini Covid-19 Di Dalam Mobil : Rapid Test Covid-19 Drive Thru](https://primayahospital.com/covid-19/deteksi-dini-covid-19/): Jakarta, 16 April 2020 – Di tengah wabah Covid-19, banyak masyarakat yang ingin memeriksakan dirinya terkait dengan pemaparan Covid-19. Namun,... - [Memahami Bahaya Meningitis dan Penyembuhannya](https://primayahospital.com/saraf/bahaya-meningitis/): Jakarta, 9 April 2020 – Saat ini, banyak orang yang belum menyadari bahaya Meningitis. Padahal, menurut dr. Istiana Sari, Sp.... - [Transgender Bukan Sebuah Penyakit](https://primayahospital.com/kejiwaan/transgender-bukan-sebuah-penyakit/): Terdapat kontroversi terhadap masyarakat yang melakukan perubahan jenis kelamin atau biasa disebut dengan transgender. Banyak yang mempertanyakan apakah terdapat keterkaitan... - [Cara Menggunakan Masker yang Benar](https://primayahospital.com/paru/cara-menggunakan-masker-yang-benar/): Maraknya Coronavirus membuat masyarakat khawatir tertular penyakit yang saat ini sedang mewabah di dunia. Banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli masker... - [Penyakit Autoimun : Apakah Bisa Disembuhkan?](https://primayahospital.com/paru/penyakit-autoimun-apakah-bisa-disembuhkan/): Mengapa kasus virus menyerupai pneumonia tersebut dapat terjadi? Virusnya adalah Coronavirus merupakan virus yang ditransmisikan secara zoonotic, yaitu antara hewan... - [Waspada Bahaya Muntaber, Leptospirosis, Demam Dengue, Infeksi Saluran Pernapasan, dan Eczema Kulit Saat Musim Hujan dan Banjir](https://primayahospital.com/umum/waspada-bahaya-muntaber-leptospirosis-demam-dengue-infeksi-saluran-pernapasan-dan-eczema-kulit-saat-musim-hujan-dan-banjir/): JAKARTA, 5 Januari 2020 – Walaupun banjir telah surut dan curah hujan sudah tidak setinggi pada saat tahun baru, kita... - [Tips Cegah Rambut Rontok Karena Ketombe](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/rambut-rontok-karena-ketombe/): Memiliki rambut indah tentu menjadi idaman bagi semua orang. Tapi karena aktivitas yang padat, kadang kita mengabaikan kondisi rambut. Rambut... - [Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan Paru](https://primayahospital.com/paru/bahaya-polusi-udara/): Sadar atau tidak, kegiatan yang kita lakukan di luar rumah, melalui jalanan kendaraan, kebakaran hutan, membuat kita terpapar polusi udara.... - [Gejala dan Pencegahan ISPA](https://primayahospital.com/umum/gejala-dan-pencegahan-ispa/): Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bisa menyerang siapa saja apalagi bila kondisi tubuh sedang menurun. Penyakit ISPA disebabkan oleh virus... - [Penyakit Hematuria atau Kencing Mengandung Darah](https://primayahospital.com/urologi/penyakit-hematuria-kencing-darah/): Jika pada suatu waktu Anda menyadari bahwa kencing (urine) Anda berwarna kuning pekat hingga gelap kecoklatan ataupun kemerahan, bisa jadi... - [Diagnosis Penyakit Hematuria atau Kencing Mengandung Darah](https://primayahospital.com/urologi/diagnosis-penyakit-hematuria/): Kencing bercampur darah dalam istilah medis dikenal dengan penyakit hematuria. Penyakit tersebut harus diwaspadai karena normalnya kencing kita tidak boleh... - [Pencegahan Tifus dengan Menjaga Kebersihan Diri dan Sanitasi Lingkungan](https://primayahospital.com/umum/pencegahan-tifus-jaga-sanitasi/): Menjaga kebersihan diri sangat diperlukan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, banyak orang yang tidak memahami bagaimana cara menjaga... - [Kebutaan Karena Katarak dan Pencegahannya](https://primayahospital.com/mata/kebutaan-karena-katarak/): Mata selain sebagai indra penglihatan dia juga berfungsi sebagai organ yang penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu mata seringkali... - [Perawatan Gigi dan Mulut Saat Kehamilan, amankah?](https://primayahospital.com/gigi/pengobatan-gigi-saat-kehamilan/): Kita tahu bahwa kondisi kesehatan ibu hamil sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang dan kesehatan janin yang di kandungnya. Tidak terkecuali... - [Gejala Spondilosis dan Faktor Risikonya](https://primayahospital.com/ortopedi/gejala-spondilosis-dan-faktor-risikonya/): Banyak orang yang terdiagnosis spondilosis melalui pemeriksaan X-ray tidak memiliki gejala spondilosis apapun di kesehariannya. Faktanya, pada 27%-37% orang tanpa... - [Jenis-Jenis Pengobatan Spondilosis](https://primayahospital.com/ortopedi/pengobatan-spondilosis/): Spondilosis sesungguhnya adalah proses degeneratif. Menurut Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Tulang Belakang dari Primaya Hospital Makassar, dr.... - [Mengenal Penyakit Spondilosis dan Penyebabnya](https://primayahospital.com/ortopedi/mengenal-penyakit-spondilosis-dan-penyebabnya/): Bila Anda mengalami nyeri atau sakit pada tulang belakang, hal tersebut perlu diwaspadai. Bisa saja Anda mengalami penyakit spondilosis yang... - [Kehamilan : Tips Mengatasi Kekwatiran Menjelang Melahirkan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-kehamilan/): Halo bunda-bunda cantik, terutama bunda yang sedang dalam masa kehamilan. Kali ini dr. Christina Sitorus, Sp. OG selaku Dokter Spesialis... - [Kenali Gejala Stroke Dan Tanggulangi Sejak Dini](https://primayahospital.com/saraf/kenali-gejala-stroke/): Stroke adalah manifestasi klinis akut akibat disfungsi neurologis pada otak, medulla spinalis dan retina baik sebagian atau menyeluruh yang menetap... - [Luka Bakar: Bagaimana cara mengatasinya?](https://primayahospital.com/bedah/luka-bakar-bagaimana-cara-mengatasinya/): Menurut definisi, luka bakar adalah kerusakan yang terjadi pada area kulit yang bisa disebabkan karena panas, bahan kimia, sengatan listrik,... - [Terapi Gelombang Kejut Shock Wave Therapy (ESWT)](https://primayahospital.com/fisioterapi-dan-rehabilitasi-medik/terapi-gelombang-kejut-eswt/): Apa itu Terapi Gelombang Kejut? Terapi gelombang kejut (shockwave) adalah prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang kejut bertekanan tinggi yang ditransmisikan... - [Nyeri Perut Pada Anak](https://primayahospital.com/bedah/nyeri-perut-pada-anak/): Lebih dari 1/3 anak mengeluh sakit perut dan ini menyebabkan orang tua membawa ke dokter. Sakit atau nyeri perut pada... - [Hamil Trimester Awal? Apa Saja Yang Dapat Bunda Lakukan?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/catatan-trimester-awal-kehamilan/): Cara termudah, murah dan bisa dilakukan dimanapun untuk pemeriksaan kehamilan saat ini yaitu dengan pemeriksaan air seni atau urine melalui... - [Amankah Terapi Akupunktur Untuk Orang Tua?](https://primayahospital.com/akupunktur/terapi-akupunktur-untuk-orang-tua/): Ada yang bertanya apakah terapi akupunktur untuk orang tua aman untuk dilakukan? Akupunktur merupakan terapi menggunakan jarum pada lokasi titik... - [Mengenal Kesehatan dan Keselamatan Kerja](https://primayahospital.com/umum/mengenal-kesehatan-dan-keselamatan-kerja/): Berkembangnya perekonomian di Indonesia secara langsung meningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para pekerja. Namun disisi lain para pekerja juga berpotensi terpaparnya... - [Radang Pemicu Serangan Jantung](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/radang-pemicu-serangan-jantung/): Tahukah anda apa itu peradangan atau inflamasi? Pasti anda berpikir peradangan merupakan penyakit yang ringan saja seperti radang tenggorokan, tapi... - [Definisi Nyeri, Penyebab, dan Pengobatan](https://primayahospital.com/saraf/definisi-nyeri-tatalaksananya/): Definisi Nyeri adalah suatu kondisi dimana seseorang merasakan perasaan yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerusakan jaringan... - [Dialisis pada Penyakit Ginjal Kronis: Kapan Harus Memulai?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kapan-harus-mulai-cuci-darah/): Dialisis atau cuci darah adalah prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah berbahaya di dalam tubuh pada penyakit ginjal stadium akhir... - [Kegawatdaruratan Urologi](https://primayahospital.com/urologi/kegawatdaruratan-urologi/): Kegawatdaruratan urologi merupakan kegawatan di bidang urologi yang bisa disebabkan oleh karena trauma maupun bukan trauma. Kegawatdaruratan urologi ini adalah... - [Operasi Hernia dengan Laparoskopi](https://primayahospital.com/bedah/pengobatan-hernia-dengan-laparoskopi/): Saat ini teknologi kedokteran mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terdapat dua teknik operasi hernia yang umum dilakukan, yakni operasi terbuka... - [Mencegah Masalah Tulang Belakang di Tempat Kerja](https://primayahospital.com/ortopedi/mencegah-gangguan-tulang-belakang/): Seringkali para pekerja di kantor mengalami keluhan nyeri punggung atau gangguan tulang belakang. Sebaiknya para pekerja dapat memastikan kegiatan kesehariannya... - [Cukupi Nutrisi Untuk Pertumbuhan Gigi pada Bayi](https://primayahospital.com/anak/pertumbuhan-gigi-pada-bayi/): Perkembangan tulang dan gigi bayi sudah terjadi sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, nutrisi selama kehamilan memiliki peranan penting pada... - [MENARI (Meraba Nadi Sendiri) Dapat Cegah Penyakit Gangguan Irama Jantung](https://primayahospital.com/umum/atrial-fibrilasi/): Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Penyakit jantung dan stroke juga merupakan salah satu... - [Proses Tumbuh Gigi Pada Bayi](https://primayahospital.com/gigi/proses-bayi-tumbuh-gigi/): Salah satu momen berharga yang dinanti orang tua adalah saat bayi mulai tumbuh giginya. Tumbuh gigi merupakan proses alami yang... - [Kehamilan Bayi Kembar](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kehamilan-bayi-kembar/): Kehamilan bayi kembar adalah kebahagiaan yang menakjubkan yang dialami oleh wanita. Namun apakah seseorang yang tidak memiliki gen kembar bisa... - [Gangguan Mata: Mitos dan Fakta](https://primayahospital.com/mata/gangguan-mata-mitos-dan-fakta/): Mata memiliki peran penting dalam beraktifitas terutama untuk melihat. Menjaga kesehatan mata sangatlah diperlukan agar menghindari kita dari berbagai penyakit... - [Cara Menjaga Kesehatan Mata](https://primayahospital.com/mata/menjaga-kesehatan-mata/): Mata adalah jendela untuk kita dapat melihat banyak hal. Perawatan mata diperlukan untuk yang memiliki permasalahan mata ataupun untuk mata... - [Tips Sehat Selama Perjalanan Mudik](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tips-mudik/): Masyarakat Indonesia menjadikan mudik sebagai sebuah tradisi dalam merayakan hari raya idul fitri. Dr. Irsyal Rusad, SpPD selaku Dokter Spesialis... - [Kesehatan Mental Yang Baik Untuk Pekerja](https://primayahospital.com/kejiwaan/stres-kerja-tidak-semuanya-buruk/): Banyak pekerja yang tidak menyadari saat dirinya memiliki gangguan kesehatan mental. Gangguan mental ini dapat terjadi akibat beban pekerjaan yang... - [Solusi Penanganan Batu Empedu Tanpa Operasi Dengan ERCP](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pemeriksaan-ercp-untuk-batu-empedu/): Endoskopic Retrograde Cholangiopancreatography (Pemeriksaan ERCP) hadir di Indonesia sebagai solusi untuk meminimalisir pembedahan pada pasien penyakit batu empedu atau cholelithiasis.... - [Hemodialisa Untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronik](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hemodialisa-untuk-gagal-ginjal/): Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya peningkatan angka kejadian... - [Apa Sebab Pembesaran Kelenjar Getah Bening?](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/apa-sebab-pembesaran-kelenjar-getah-bening/): “Pembesaran kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi atau akibat obat-obatan biasanya akan mengecil atau tidak teraba lagi. Jika infeksi... - [Menangani Preeklampsia Setelah Melahirkan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/preeklampsia-setelah-melahirkan/): Preeklampsia pasca persalinan (postpartum pre-eclampsia) atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan ini bisa terjadi pada wanita memiliki tekanan darah tinggi... - [Critical Illness: Stroke](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/critical-illness-stroke/): Seiring dengan berkembangan zaman banyak terjadi perubahan atas gaya hidup, lingkungan, stress, pola makan sehingga kerentanan terhadap munculnya berbagai macam... - [Deteksi Down Syndrome Pada Janin](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/deteksi-down-syndrome-pada-janin/): Setiap ibu mendambakan dapat memiliki bayi yang sehat. Sekarang ini, untuk memastikan kesehatan janin tersebut selama kehamilan dapat melalui serangkaian... - [Kenali Penyakit Katarak](https://primayahospital.com/mata/kenali-penyakit-katarak/): Mata mempunyai fungsi yang penting. Namun, banyak orang tidak terlalu memperhatikan kesehatan mata hingga bilamana terjadi penurunan terhadap kualitas penglihatan... - [Mengenal Penyakit Batu Empedu](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-penyakit-batu-empedu/): Banyak orang yang bingung terhadap penyakit batu empedu. Karena letak lambung dan kantong empedu berdekatan, yakni di ulu hati, maka... - [Pentingnya Memiliki Gizi Yang Baik Untuk Anak](https://primayahospital.com/gizi/gizi-yang-baik-untuk-anak/): Seperti kita ketahui bahwa peranan gizi yang baik untuk anak akan memaksimalkan tumbuh kembang pada anak tersebut. Ini menjadi hal... - [Mengapa Bisa Menopause Dini?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mengapa-bisa-menopause-dini/): Setiap wanita yang mengalami menstruasi pasti nantinya akan menuju menopause atau masa berakhirnya siklus menstruasi. Hal ini merupakan proses alami... - [Mengonsumsi Pil KB? Kenali Manfaatnya](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mengonsumsi-pil-kb-kenali-manfaatnya/): Banyak yang beranggapan mengonsumsi Pil KB ini merupakan cara untuk mencegah kehamilan, padahal sebenarnya alat kontrasepsi berbentuk pil ini memiliki... - [Pengobatan dan Stadium Kanker Kelenjar Getah Bening](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kanker-kelenjar-getah-bening/): Di sepanjang tubuh kita terdapat kelenjar getah bening, kita harus mewaspadainya bila ada gangguan pada kelenjar tersebut karena bisa berbahaya... - [Gejala dan Penyebab Sindrom Kepala Meledak](https://primayahospital.com/saraf/kenali-sindrom-kepala-meledak/): Banyak masyarakat yang belum mengenal penyakit sindrom kepala meledak atau Exploding Head Syndrome (EHS). Ini merupakan kondisi medis yang serius... - [Usus Buntu Bagaimana Gejalanya?](https://primayahospital.com/bedah/usus-buntu-bagaimana-gejalanya/): Usus buntu (appendix) adalah bagian usus yang terletak di bagian awal dari usus besar (caecum). Penyakit ini merupakan peradangan yang... - [Primaya Hospital Lakukan TEVAR Pada Aorta Jantung](https://primayahospital.com/umum/rumah-sakit-awal-bros-lakukan-tevar-pada-aorta-jantung/): Jakarta, 30 Januari 2019 – Primaya Hospital yang merupakan jaringan rumah sakit swasta nasional adalah grup rumah sakit yang memiliki... - [Catatan Penting Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/catatan-menurut-dokter-spesialis-kandungan/): Menurut banyak dokter spesialis kandungan, kondisi tubuh setiap wanita saat hamil memang berbeda-beda. Kerap kali wanita tidak mengetahui dirinya sedang... - [Teknologi PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) Sebagai Terapi Saraf Terjepit di Tulang Belakang](https://primayahospital.com/ortopedi/percutaneus-laser-disc-decompression/): Banyak masyarakat yang mengalami keluhan nyeri pinggang atau nyeri pada tulang belakang, namun baru berkonsultasi ke dokter apabila nyeri tersebut... - [Donor Hati](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/donor-hati/): Donor hati atau menyumbangkan organ hati untuk orang yang mengalami sakit dengan kondisi khusus sangatlah diperlukan dan merupakan perbuatan terpuji.... - [Pemeriksaan Kehamilan Awal](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-awal-kehamilan/): Kehamilan menjadi hal yang menyenangkan sekaligus masa yang rentan. Sebab itu perlu untuk menjaga kesehatan bagi ibu dan janin dalam... - [Metode Robotic Surgery](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/metode-robotic-surgery/): Saat ini perkembangan teknologi di bidang kedokteran terus meningkat. Perkembangan teknologi dan alat kesehatan ini bertujuan sebagai penunjang para dokter... - [Sariawan Pada Ibu Hamil](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/sariawan-pada-ibu-hamil/): Sariawan adalah penyakit yang muncul pada jaringan lunak pada mulut atau pada dasar gusi yang berbentuk luka kecil dan dangkal... - [Plasenta Akreta Dalam Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/plasenta-akreta-dalam-kehamilan/): Kehamilan adalah masa yang sangat dinantikan bagi setiap wanita setelah pernikahan. Ketika sang ibu hamil, banyak hal yang harus diketahui... - [Minum Es Dapat Menyebabkan Radang Amandel](https://primayahospital.com/tht/radang-amandel-karena-es/): Radang amandel atau disebut dengan tonsilitis adalah infeksi yang terjadi pada tonsil. Radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus.... - [Tips Memilih Dokter Kandungan Untuk Konsultasi](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/konsultasi-dokter-kandungan/): Banyak wanita yang melakukan konsultasi dokter kandungan atau dokter obgyn pada saat program kehamilan, saat sedang hamil atau bilamana ingin... - [Penyakit Pankreas](https://primayahospital.com/bedah-digestif/penyakit-pankreas/): Pankreas adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peranan penting untuk menjalankan fungsi dari endokrin dan eksokrin. Endokrin bertugas mengeluarkan... - [Bahaya Permainan Skip Challenge](https://primayahospital.com/saraf/bahaya-permainan-skip-challenge/): Beberapa waktu lalu sempat marak permainan skip challenge di kalangan remaja. Cara bermain skip challenge atau passed out dilakukan dengan... - [Nyeri Punggung: Gejala dan Ragam](https://primayahospital.com/ortopedi/gejala-nyeri-punggung/): Kebanyakan orang menganggap nyeri punggung dianggap sebagai hal yang biasa, padahal kondisi ini juga bisa mengganggu aktifitas sehari-hari. Gejala nyeri... - [Yuk, Deteksi Dini Kanker Payudara](https://primayahospital.com/onkologi/deteksi-dini-kanker-payudara/): Kanker payudara merupakan kanker yang tersering menyerang wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kanker payudara timbul akibat pertumbuhan... - [Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronik](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/makanan-pasien-penyakit-ginjal/): Pasien gagal ginjal harus menjaga pola serta nutrisi makannya dengan ketat. Karena, banyak makanan yang mungkin bergizi untuk orang yang... - [Terapi Pengganti Ginjal](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/terapi-pengganti-ginjal/): Ginjal adalah salah satu organ yang penting bagi tubuh kita. Ginjal memastikan jumlah yang tepat cairan dalam tubuh kita. Jika... - [Manfaat Mengetahui Usia Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/menghitung-usia-kehamilan/): Tidak semua ibu hamil bisa menghitung usia kehamilannya, apalagi pada kehamilan pertamanya. Meski terkesan sepele, namun mengetahui usia kehamilan merupakan... - [Deteksi Dini Gejala Kanker Payudara dengan Mammografi](https://primayahospital.com/onkologi/deteksi-dengan-pemeriksaan-mammografi/): Pemeriksaan mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Deteksi dengan pemeriksaan mammografi telah terbukti dapat mengurangi kematian akibat... - [Cegah Kanker Serviks](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cegah-kanker-serviks/): Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kanker serviks lebih besar dibandingkan seharusnya. Cegah kanker serviks dengan mengenali faktor-faktor tersebut. Berdasarkan data... - [Diabetes Mellitus: Obat Saja Tidak Cukup](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diabetes-tipe-2-obat-saja-tidak-cukup/): Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) cukup tinggi. Diabetes tipe 2 adalah bentuk umum dari... - [Kanker Serviks Skrining dan Pencegahan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/infeksi-hpv-dan-kanker-serviks/): Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan infeksi HPV dan mengenai organ reproduksi wanita. Kanker ini sesungguhnya adalah kanker yang paling... - [Bahaya Pengawet Makanan Untuk Ginjal](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bahaya-pengawet-makanan/): Masyarakat harus memiliki kesadaran dalam memilih makanan yang aman untuk dikonsumsi dengan tidak mengandung bahan pengawet berbahaya. Bahaya pengawet makanan... - [Mengenal Diabetes Mellitus Tipe 2](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-diabetes-mellitus-tipe-2/): Diabetes berkembang jauh lebih cepat daripada yang diantisipasi di Indonesia. Penyakit Diabetes Mellitus ini biasanya dikenal dengan sebutan penyakit gula... - [Hipertensi Dalam Kehamilan](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hipertensi-dalam-kehamilan/): Hipertensi adalah masalah medis yang umum ditemui selama kehamilan. Inilah yang perlu diketahui ibu hamil agar lebih meningkatkan kesadaran merawat... - [Gangguan Bipolar, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan](https://primayahospital.com/kejiwaan/kondisi-gangguan-bipolar/): Gangguan bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari... - [Apa Beda Perilaku Kompulsif dan Impulsif?](https://primayahospital.com/kejiwaan/perilaku-kompulsif-dan-impulsif/): Perilaku kompulsif dan impulsif adalah istilah yang menggambarkan dua bentuk perilaku, dan memiliki perbedaan di antara keduanya. Menjadi kompulsif adalah... - [Mengenal Penyakit Gagal Ginjal Kronis](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-penyakit-gagal-ginjal-kronis/): Penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal kronis (GGK) merupakan suatu kondisi di mana ginjal tidak berfungsi dengan baik untuk... - [Penanganan Penyakit Ambeien Sehari-hari](https://primayahospital.com/bedah/penanganan-penyakit-ambeien/): Penyakit ambeien cukup sering di temukan di masyarakat. Ambeien atau Hemaroid adalah penonjolan di daerah anal canal yang diakibatkan pelebaran... - [Mengenal Penyebab Kanker Tiroid](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-penyebab-kanker-tiroid/): Penyebab kanker tiroid yang utama adalah jika orang tersebut pernah mengalami penyakit tiroid jinak. Tiroid adalah kelenjar endokrin yang memproduksi... - [Mengistirahatkan Mata, Bagaimana Caranya?](https://primayahospital.com/mata/mengistirahatkan-mata/): Saat ini rasanya gadget sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari–hari. Tak hanya kalangan dewasa, saat ini anak–anak... - [Penyakit Tiroid dan Pembedahan](https://primayahospital.com/bedah/penyakit-tiroid-dan-pembedahan/): Penyakit Tiroid menjelaskan mengenai Thyroid (tiroid) dan Pembedahan. Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh... - [Hindari Obesitas Tapi Jangan Diet Sembarangan](https://primayahospital.com/gizi/hindari-obesitas/): Kata-kata “hati-hati obesitas,” sering terdengar saat Idul Fitri sebab hari tersebut memperingati hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh. Makan... - [Cara Merawat Mata dengan Benar Bila Menggunakan Lensa Kontak?](https://primayahospital.com/mata/cara-merawat-mata-dengan-lensa-kontak/): Lensa kontak berfungsi sebagai pengganti kaca mata, namun perlu diimbangi dengan cara merawat mata yang benar. Lensa kontak sangat memudahkan... - [Kanker Serviks Dapat Dicegah, Mengapa Tidak?](https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kanker-serviks-dapat-dicegah/): Kanker serviks adalah suatu keganasan yang letaknya ada di rongga serviks atau di bagian serviks atau leher rahim. Setiap 1... - [Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk Pecahkan Batu Ginjal](https://primayahospital.com/urologi/tindakan-eswl-untuk-pecahkan-batu-ginjal/): Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan prosedur tindakan untuk memecahkan batu di saluran kemih yang dilakukan dari luar tubuh.... - [Tuberkulosis (TBC)](https://primayahospital.com/paru/tbc-tuberculosis/): Tuberkulosis yaitu suatu kuman dengan nama Mycobacterium tuberculosis yang sering menyerang paru karena penyebaran dari kuman TBC adalah melalui udara... - [Apa itu Penyakit Amandel?](https://primayahospital.com/tht/apa-itu-penyakit-amandel/): Amandel adalah dua buah jaringan berbentuk oval yang berada dibagian kanan dan kiri mulut kita. Fungsi amandel adalah sebagai pertahanan... - [Gangguan Kulit pada Batita](https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gangguan-kulit-pada-batita/): Ada berbagai penyakit atau gangguan kulit yang umumnya dialami oleh batita. Sebaiknya para orang tua mengetahuinya. Untuk mencegah agar hal... - [Ayo Kenali Gejala Depresi](https://primayahospital.com/kejiwaan/kenali-gejala-depresi/): Kehidupan di perkotaan membuat seseorang rentan mengalami tekanan yang dampak berdampak pada kesehatan jiwa dan raga. Salah satu dampaknya adalah... - [Ragam Diabetes Mellitus](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ragam-diabetes-mellitus/): Dokter Dara Deanita yang merupakan dokter umum dari Primaya Hospital Bekasi menjelaskan mengenai ragam diabetes mellitus dengan mengkalsifikasikannya menjadi: Ragam... - [Virus Zika, Ayo Kenali dan Cegah Penyebarannya](https://primayahospital.com/umum/virus-zika-ayo-kenali-dan-cegah/): Virus Zika (ZIKV) merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus ini... - [Solusi Bedah yang Lebih Baik untuk si Buah Hati](https://primayahospital.com/bedah/pembedahan-anak-dengan-laparoskopi/): Pembedahan dengan sayatan yang minimal saat ini semakin menjadi trend sebagai pelayanan unggulan rumah sakit. Dahulu, operasi sering meninggalkan bekas... - [Bahaya Gigi Berlubang](https://primayahospital.com/gigi/bahaya-gigi-berlubang/): Rendahnya tingkat kesadaran dalam menjaga kebersihan dan pemeriksaan gigi secara rutin membuat banyak orang beresiko terkena gangguan gigi berlubang. Jika... - [Pentingnya Gizi Seimbang](https://primayahospital.com/gizi/pentingnya-konsep-gizi-seimbang/): Saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep gizi berimbang. Jika kelebihan gizi akan menjadi masalah, kekurangan gizi pun... - [Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus)](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-kencing-manis-diabetes-mellitus/): Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus) adalah penyakit serius yang kasusnya mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Jutaan orang di dunia... - [Kenali Penyakit Wasir (Haemorhoid)](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/apa-itu-penyakit-wasir/): Apa itu penyakit wasir? Meski sepele dan tidak mematikan, wasir tetap harus diwaspadai. Penyakit ini ditandai dengan rasa sakit terutama... - [Awas, Gangguan Pencernaan Rawan Menyerang](https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gangguan-pencernaan/): Gangguan pencernaan bisa terjadi oleh siapa saja. Dr. Tirza, Sp. PD – Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Evasari Hospital Jakarta... - [Apa Itu Stroke? dan Cara Pengananannya](https://primayahospital.com/saraf/apa-itu-stroke/): Apa itu stroke? Seiring dengan bertambahnya usia, Anda harus lebih waspada terhadap bahaya berbagai penyakit, salah satunya adalah stroke. Banyak... - [Sinusitis : Gejala dan Pengobatannya](https://primayahospital.com/tht/gejala-sinusitis/): Apakah yang dimaksud dengan Sinusitis? Sinusitis atau rhinosinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus dan rongga hidung. Sinusitis termasuk... - [Minum Es Sebabkan Amandel?](https://primayahospital.com/tht/minum-es-sebabkan-amandel/): Banyak orang menganggap es sebabkan amandel. Namun, mari kenali dulu apa itu amandel sebenarnya. Radang pada amandel atau disebut dengan... - [Earphone Sebabkan Tuli?](https://primayahospital.com/tht/bahaya-menggunakan-earphone/): Penggunaan alat pendengar seperti earphone, headphone atau headset begitu akrab di telinga kebanyakan orang, karena sering dipakai untuk mendengarkan lagu... - [Sehat Selama Liburan](https://primayahospital.com/umum/sehat-selama-liburan/): Berlibur di antara kesibukan harian memberi begitu banyak manfaat pada diri seseorang, apalagi jika kita bisa sehat selama liburan. Bukan... - [Hati-Hati Efek Samping Bila Tubuh Kurang Tidur](https://primayahospital.com/umum/efek-samping-kurang-tidur-untuk-tubuh/): Tidur merupakan kegiatan mengistirahatkan tubuh dan pikiran, apabila tubuh kita kurang tidur maka menimbulkan efek samping yang berakibat buruk bagi... ## Master Dokter - [dr. Hendra Hardiansyah, M.Kes., Sp.N, FINA](https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-hardiansyah-m-kes-sp-n-fina/): dr. Hendra Hardiansyah, M. Kes. , Sp. N, FINA merupakan Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Keunggulan... - [drg. Elisabeth Shinta Maharani, Sp.BMM](https://primayahospital.com/doctor/drg-elisabeth-shinta-maharani-sp-bmm/): drg. Elisabeth Shinta Maharani, Sp. BMM merupakan Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh... - [dr. Ray Sirvel, Sp.Ak](https://primayahospital.com/doctor/dr-ray-sirvel-sp-ak/): dr. Ray Sirvel, Sp. Ak merupakan Dokter Spesialis Akupunktur Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Natasha Yuwanita, M.Ked (Ped), Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-natasha-yuwanita-m-ked-ped-sp-a/): dr. Natasha Yuwanita, M. Ked (Ped), Sp. A merupakan Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [drg. Tressy Charlote Marito, Sp.BMM](https://primayahospital.com/doctor/drg-tressy-charlote-marito-sp-bmm/): drg. Tressy Charlote Marito, Sp. BMM merupakan Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh... - [dr. Salman Al Wahaby, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-salman-al-wahaby-sp-ot/): dr. Salman Al Wahaby, Sp. OT merupakan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [dr. Atika Ghassani, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-atika-ghassani-sp-kfr/): dr. Atika Ghassani, Sp. KFR adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis.... - [dr. Jonathan Kurnia Wijaya, Sp.D.V.E., MRes, MSc](https://primayahospital.com/doctor/dr-jonathan-kurnia-wijaya-sp-d-v-e-mres-msc/): dr. Jonathan Kurnia Wijaya, Sp. D. V. E. , MRes, MSc merupakan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berpraktik di... - [dr. Griselda Puspitasari Sumenanglawo, Sp.KP](https://primayahospital.com/doctor/dr-griselda-puspitasari-sumenanglawo-sp-kp/): dr. Griselda Puspitasari Sumenanglawo, Sp. KP merupakan Dokter Kedokteran Penerbangan (Aerospace Medicine) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [dr. Michael, Sp.B, Subsp. Onk(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-sp-b-subsp-onkk/): dr. Michael, Sp. B, Subsp. Onk(K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur.... - [dr. Mouris Titin Dwiputra, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-mouris-titin-dwiputra-sp-b/): dr. Mouris Titin Dwiputra, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Makasar . Adapun pelayanan medis... - [drg. Mohammad Gazali, MARS,Sp.BMM, Subsp.T.M.T.M.J(K)](https://primayahospital.com/doctor/drg-mohammad-gazali-marssp-bmm-subsp-t-m-t-m-jk-2/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [dr. Lucia Leonie Levita SHP, Sp.OG.,M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-lucia-leonie-levita-shp-sp-og-m-kes/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [dr. Anak Agung Gede Putra P, Sp.OT. CF-AOT, FICS, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-anak-agung-gede-putra-p-sp-ot-cf-aot-fics-aifo-k/): dr. A. A. G. Putra Prameswara, Sp. OT-CF (AOT), FICS, AIFO-K merupakan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan Orthopaedic Trauma... - [dr. Setia Budi Salakede, Sp.A, Subsp. GEH (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-setia-budi-salakede-sp-a-subsp-geh-k/): dr. Setia Budi Salakede, SpA, Subsp. GEH (K) adalah seorang Dokter Spesialis Anak Subspesialis Gastrohepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Steven Jonathan, Sp.P, FAPSR](https://primayahospital.com/doctor/dr-steven-jonathan-sp-p-fapsr/): dr. Steven Sp. P merupakan Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di UKRIDA Hospital, Jakarta Barat. Memberikan pelayanan pemeriksaan, diagnosis, dan... - [dr. Santi Iskandar, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-santi-iskandar-sp-a/): dr. Santi Iskandar, Sp. A merupakan Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di UKRIDA Hospital, Jakarta Barat. Beliau menaruh perhatian secara... - [dr. Devintha Virani, M. Kes, PhD, Sp.GK, Subsp.KM](https://primayahospital.com/doctor/dr-devintha-virani-m-kes-phd-sp-gk-subsp-km/): dr. Devintha Virani, M. Kes, PhD, Sp. GK, Subsp. KM sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi Pada Kelainan Metabolisme... - [dr. Andi Sitti Halija Diawanti N. Mustari, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-andi-sitti-halija-diawanti-n-mustari-sp-og/): dr. Andi Sitti Halija Diawanti N. Mustari, Sp. OG sebagai dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang saat ini berpraktik di... - [dr. Deasy Fatimah Aulia, Sp.K.F.R](https://primayahospital.com/doctor/dr-deasy-fatimah-aulia-sp-k-f-r/): dr. Deasy Fatimah Aulia, Sp. K. F. R sebagai dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi yang saat ini berpraktik di... - [dr. Michelle Felicia Wiryokusuma, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-michelle-felicia-wiryokusuma-sp-m/): dr. Michelle Felicia Wiryokusuma, Sp. M sebagai dokter spesialis Mata yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Michelle... - [dr. Prissilia Prasetyo, Sp.BTKV](https://primayahospital.com/doctor/dr-prissilia-prasetyo-sp-btkv/): dr. Prissilia Prasetyo, Sp. BTKV adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar... - [dr. Dian Daniella, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-dian-daniella-sp-pd/): dr. Dian Daniella, Sp. PD adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Beliau memiliki... - [Adzillah Izmi Syahidah, M.Psi., Psikolog](https://primayahospital.com/doctor/adzillah-izmi-syahidah-m-psi-psikolog/): Primaya Hospital Sukabumi dengan bangga menghadirkan Adzillah Izmi Syahidah. ,M. Psi. , Psikolog yaitu Psikolog Klinik dengan rekam jejak pendidikan... - [dr. Fereza Amelia, M.Ked (Ped) Sp. A (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-fereza-amelia-m-ked-ped-sp-a-k/): dr. Fereza Amelia, M. Ked (Ped) Sp. A (K) sebagai Dokter Spesialis Anak dengan subspesialisasi Neurologi Anak yang berpraktik di... - [dr. Tiara Nien Paramita, Sp.A, M.Sc](https://primayahospital.com/doctor/dr-tiara-nien-paramita-sp-a-m-sc/): dr. Tiara Nien Paramita, Sp. A, M. Sc sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr.... - [dr. Abdurrahman, Sp.U](https://primayahospital.com/doctor/dr-abdurrahman-sp-u/): dr. Abdurrahman, Sp. U adalah Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di... - [dr. Hidris Damanik, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-hidris-damanik-sp-m/): dr. Hidris Damanik, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Hidris Damanik, Sp. M menempuh pendidikan... - [dr. Saskia Prathana, Sp.BA](https://primayahospital.com/doctor/dr-saskia-prathana-sp-ba/): dr. Saskia Prathana,Sp. BA merupakan dokter Spesialis Bedah Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Saskia Prathana,Sp. BA menempuh pendidikan... - [Dr. dr. Ronald Winardi Kartika, M.Biomed,Sp BTKV Subsp. VE(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-ronald-winardi-kartika-m-biomedsp-btkv-subsp-vek/): Dr. dr. Ronald Winardi Kartika, M. Biomed,Sp BTKV Subsp. VE(K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Thoraks dan Kardiovaskular yang berpraktik di... - [dr. Yosua Hendriko Manurung, Sp.JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-yosua-hendriko-manurung-sp-jp/): dr. Yosua Hendriko Manurung, Sp. JP merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum.... - [dr. Faber Kristian Munthe, M.Ked(P)., Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/drr-faber-kristian-munthe-m-kedp-sp-p/): dr. Faber Kristian Munthe, M. Ked(P). , Sp. P merupakan Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum.... - [dr. Eddy Bawono, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-eddy-bawono-sp-og/): dr. Eddy Bawono, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital(Bogor). dr. Eddy Bawono, Sp.... - [dr. Nicholas David Marcellis, Sp.B, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-nicholas-david-marcellis-sp-b-fics/): dr. Nicholas David Marcellis, Sp. B, FICS. sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMCHospital (Bogor). dr. Nicholas David Marcellis,... - [dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV (K) FIHA, FICA, FIACTS](https://primayahospital.com/doctor/dr-dicky-aligheri-wartono-sp-btkv-k-fiha-fica-fiacts/): dr. Dicky Aligheri Wartono, SpBTKV(K), FIHA, FICA, FIACTS adalah Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular Konsultan Bedah Jantung Dewasa yang berpraktik... - [dr. Ihsan Azka Adriansyah, BMedSci, Sp.U](https://primayahospital.com/doctor/dr-ihsan-azka-adriansyah-bmedsci-sp-u/): dr. Ihsan Azka Adriansyah, BMedSci, Sp. U adalah seorang dokter spesialis urologi di UKRIDA Hospital yang berfokus pada diagnosis dan... - [dr. Andika Retno Ayuni, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-andika-retno-ayuni-sp-a/): dr. Andika Retno Ayuni, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang, berdedikasi untuk memberikan... - [dr. Cynthia Sukotjo Hartono, Sp.OG, Subsp.FER - Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi](https://primayahospital.com/doctor/dr-cynthia-sukotjo-hartono-sp-og-subsp-fer/): dr. Cynthia Sukotjo Hartono, Sp. OG, Subsp. FER sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi yang berpraktik di... - [dr. Andica Diamanta, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-andica-diamanta-sp-pd/): dr. Andica Diamanta, Sp. PD sebagai Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Sebagai seorang Dokter Spesialis Penyakit... - [dr. Vandalita Kusuma Wardhani, Sp.DVE](https://primayahospital.com/doctor/dr-vandalita-kusuma-wardhani-sp-dve/): dr. Vandalita Kusuma Wardhani, Sp. DVE merupakan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Dermatologi (Kesehatan... - [dr. Jessica Oktavianus, S.pA](https://primayahospital.com/doctor/dr-jessica-oktavianus-spa/): Primaya Hospital Sukabumi dengan bangga menghadirkan dr. Jessica Oktavianus,SpA dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi dengan rekam... - [dr. Geswin Aditya Hermawan, BMedSci, Sp.Rad](https://primayahospital.com/doctor/dr-geswin-aditya-hermawan-bmedsci-sp-rad/): dr. Geswin Aditya Hermawan, BMedSci, Sp. Rad sebagai Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Geswin menempuh pendidikan... - [dr. Muhammad Mifthah Faridh, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-mifthah-faridh-sp-ot/): dr. Muhammad Mifthah Faridh, SP. OT adalah seorang Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako.... - [dr.Taufiq Akbar, M.Sc, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-taufiq-akbar-m-sc-sp-ot/): dr. Taufiq Akbar, M. Sc. , Sp. OT adalah seorang Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Muh. Wirasto Ismail., M.H., Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-muh-wirasto-ismail-m-h-sp-kj/): dr. Muh. Wirasto Ismail. , M. H. , Sp. KJ adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di Primaya... - [dr. Arian Fardin Ignatius Wawolumaja, Sp.OT, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-arian-fardin-ignatius-wawolumaja-sp-ot-fics/): dr. Arian Fardin Ignatius Wawolumaja, Sp. OT, FICS sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara.... - [dr. Muhammad Sangaji Ramadhan, Sp.U](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-sangaji-ramadhan-sp-u/): dr. Muhammad Sangaji Ramadhan, Sp. U adalah seorang dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berfokus... - [dr. Dina Fadhilah Monika, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-dina-fadhilah-monika-sp-a/): dr. Dina Fadhilah Monika, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning, berdedikasi untuk memberikan... - [dr. Ira Aldita Noviyanti, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-ira-aldita-noviyanti-sp-m/): dr. Ira Aldita Noviyanti, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar,... - [dr. Widianto Ilyasa, Sp.BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-widianto-ilyasa-sp-bs/): dr. Widianto Ilyasa, Sp. BS adalah seorang dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berdedikasi... - [dr. Budiman Atmaja, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-budiman-atmaja-sp-kj/): dr. Budiman Atmaja, Sp. KJ merupakan dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau memberikan layanan kesehatan mental... - [dr. Chanchen Ricardo Tampubolon, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-chanchen-ricardo-tampubolon-sp-og/): dr. Chanchen Ricardo Tampubolon, SpOGsebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Chanchen Ricardo... - [dr. Chevie Wirawan Sp.PD-KR, Konsultan Rheumatologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-chevie-wirawan-sp-pd-kr-konsultan-rheumatologi/): dr. Chevie Wirawan, Sp. PD-KR. , FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Rheumatologi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital... - [drg. Ataya Aulina Putri Dania](https://primayahospital.com/doctor/drg-ataya-aulina-putri-dania/): drg. Ataya Aulina Putri Dania sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. drg. Ataya Aulina Putri... - [drg. Aulia Imani Sri Prasetyo, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/drg-aulia-imani-sri-prasetyo-m-kes/): drg. Aulia Imani Sri Prasetyo sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. drg. Aulia Imani Sri... - [drg. Susiana, Sp.Ort](https://primayahospital.com/doctor/drg-susiana-sp-ort/): drg. Susiana, Sp. Ort sebagai Dokter Gigi Spesialis Ortodontik yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. drg. Susiana, Sp. Ort... - [drg. Farisah Atsari, Sp.Pros](https://primayahospital.com/doctor/drg-farisah-atsari-sp-pros/): drg. Farisah Atsari, Sp. Pros sebagai Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. Tindakan medis yang... - [dr. Sharanjit Dhillon, MKed (Neu), Sp.N, DAIFIDN, F-NR](https://primayahospital.com/doctor/dr-sharanjit-dhillon-mked-neu-sp-n-daifidn-f-nr/): dr. Sharanjit Dhillon, MKed (Neu), Sp. N, DAIFIDN, F-NR merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital PGI... - [dr. Jessie Tanamas, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-jessie-tanamas-sp-kfr/): dr. Jessie Tanamas, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh Program Pendidikan... - [dr. Andika Chaktiaji Zulfiqar, Sp.JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-andika-chaktiaji-zulfiqar-sp-jp/): dr. Andika Chaktiaji Zulfiqar, Sp. JP adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa... - [dr. Hendar Nugrahadi Priambodo, Sp.OT CF Spine](https://primayahospital.com/doctor/dr-hendar-nugrahadi-priambodo-sp-ot-cf-spine/): dr. Hendar Nugrahadi Priambodo, Sp. OT CF Spine adalah dokter spesialis ortopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki... - [dr. Betha Egih Riestiano, Sp.BP-RE, Subsp. T (K), S.H.](https://primayahospital.com/doctor/dr-betha-egih-riestiano-sp-bp-re-subsp-t-k-s-h/): dr. Betha Egih Riestiano, Sp. BP-RE, Subsp. T (K), S. H merupakan Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstuksi Estetika Subspesialis... - [drg. Evan Yulius Saputro, Sp. BMM](https://primayahospital.com/doctor/drg-evan-yulius-saputro-sp-bmm/): drg. Evan Yulius Saputro, Sp. BMM merupakan Dokter Spesiais Bedah Mulut dan Maksilofasial yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. Pelayanan... - [dr. Christopel Victor Sinaga, Sp.T.H.T.B.K.L.](https://primayahospital.com/doctor/dr-christopel-victor-sinaga-sp-t-h-t-b-k-l/): dr. Christopel Victor Sinaga, Sp. T. H. T. B. K. L sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan... - [dr. Sharifah Shakinah, Sp.PD, Subsp.P.T.I (K) - Penyakit Tropik Infeksi](https://primayahospital.com/doctor/dr-sharifah-shakinah-sp-pd-subsp-p-t-i-k-penyakit-tropik-infeksi/): dr. Sharifah Shakinah, Sp. PD, Subsp. P. T. I (K) adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan Subspesialisasi di bidang Penyakit... - [dr. Maria Kristi Widhi Handayani, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-kristi-widhi-handayani-sp-a/): dr. Maria Kristi Widhi Handayani, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Maria... - [dr. Hermin Widjaja, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-hermin-widjaja-sp-og/): dr. Hermin Widjaja, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Hermin... - [dr. Annika Famiasti, Sp.THT-BKL](https://primayahospital.com/doctor/dr-annika-famiasti-sp-tht-bkl/): dr. Annika Famiasti, Sp. THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital... - [dr. Dea Putri Audina, Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-dea-putri-audina-sp-p/): dr. Dea Putri Audina Sp. P sebagai Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Dea Putri... - [dr. Kevin Julius Tanady, Sp.Rad, Subsp.RI (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-kevin-julius-tanady-sp-rad-subsp-ri-k/): dr. Kevin Julius Tanady, Sp. Rad, Subsp. RI (K) adalah seorang dokter subspesialis radiologi intervensional. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan dokter... - [dr. Endang Sri Wahyuni, Sp.B, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-endang-sri-wahyuni-sp-b-fics/): dr. Endang Sri Wahyuni, Sp. B, FICS sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr. Endang... - [dr. Jessica Oktavianus Trisaputra, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-jessica-oktavianus-trisaputra-sp-a/): dr. Jessica Oktavianus Trisaputra, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Jessica,Sp. A menempuh pendidikan... - [dr. Maria Caroline Wojtyla. Sp. N., FNR., FNE., M.M ,AIFO-K., CDFCC., Cht](https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-caroline-wojtyla-sp-n-fnr-fne/): dr. Maria Caroline Wojtyla. Sp. N. , FNR. , FNE. , M. M,AIFO-K. , CDFCC. , Cht adalah seorang dokter... - [dr. Carennia Paramita, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-carennia-paramita-sp-m/): dr. Carennia Paramita, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan... - [dr. Christine Natalia Elvira Rogahang, Sp.GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-christine-natalia-elvira-rogahang-sp-gk/): dr. Christine Natalia Elvira Rogahang, Sp. GK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Beliau... - [dr. Dody Kurniawan, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-dody-kurniawan-sp-ot/): dr. Dody Kurniawan, Sp. OT adalah dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menamatkan... - [dr. Karina Maharani Pramudya, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-karina-maharani-pramudya-sp-a/): dr. Karina Maharani Pramudya, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Menempuh pendidikan Dokter Spesialis... - [dr. Miftah Adityagama, Sp.U](https://primayahospital.com/doctor/dr-miftah-adityagama-sp-u/): dr. Miftah Adityagama, Sp. U sebagai Dokter Spesiais Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr. Miftah, Sp. U... - [dr. Aldy Mulia Hati Setya, dr., Sp.BP-RE., M.Ked.](https://primayahospital.com/doctor/83502/): dr. Aldy Mulia Hati Setya, dr. , Sp. BP-RE. , M. Ked. adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan... - [drg. Lilis Iskandar, Sp.B.M.Mf., Ph.D](https://primayahospital.com/doctor/drg-lilis-iskandar-sp-b-m-mf-ph-d/): drg. Lilis Iskandar, Sp. B. M. Mf. , Ph. D adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial yang... - [dr. Shinta Chairiah, Sp.P, M.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-shinta-chairiah-sp-p-m-m/): dr. Shinta Chairiah, Sp. P, M. M sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Beliau menempuh pendidikan Dokter... - [dr. Hanga Kartika Sari, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-hanga-kartika-sari-sp-n/): Hanga Kartika Sari, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Hanga Kartika Sari, Sp.... - [drg. Monty Goerandhi, Sp.Ort](https://primayahospital.com/doctor/drg-monty-goerandhi-sp-ort/): drg. Monty Goerandhy, Sp. Ort adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi, berfokus pada diagnosis,... - [drg. Ajeng Setia Nesda](https://primayahospital.com/doctor/drg-ajeng-setia-nesda/): drg. Ajeng Setia Nesda adalah seorang Dokter Gigi Umum (General Dentist) yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau memiliki dedikasi... - [dr. Fatma Diana, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-fatma-diana-sp-m/): dr. Fatma Diana, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Spesialis... - [dr. Aris Rahmanda, Sp.THT-BKL](https://primayahospital.com/doctor/dr-aris-rahmanda-sp-tht-bkl/): dr. Aris Rahmanda, Sp. THT-BKL merupakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT) dengan subspesialis Bedah Kepala Leher (BKL) yang... - [dr. Marthin Batubara Sp.PD KHOM , Hemato Onkologi Medik](https://primayahospital.com/doctor/dr-marthin-batubara-sp-pd-khom-hemato-onkologi-medik/): dr. Marthin Batubara Sp. PD KHOM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato Onkologi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Sofi Wardati, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-sofi-wardati-sp-kfr/): dr. dr. Sofi Wardati, Sp. KFR adalah dokter spesialis rehabiltasi medik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Sofi Wardati,... - [dr. Alexander Theodore Samosir, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-alexander-theodore-samosir-sp-m/): dr. Alexander Theodore Samosir, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau berdedikasi... - [Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB,FINASIM, FACP FACG](https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-dr-h-ari-fahrial-syam-sppd-kgeh-mmbfinasim-facp-facg/): Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp. PD-KGEH. , MMB, FINASIM, FACP, FACG adalah Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam serta... - [dr. Ruby Firdaus, Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-ruby-firdaus-sp-p/): dr. Ruby Firdaus,Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Ruby Firdaus menempuh pendidikan Dokter Spesialis Paru,... - [dr. Lusiana Indah Winata, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-lusiana-indah-winata-sp-kj/): dr. Lusiana Indah Winata, Sp. KJ sebagai Spesialis Kedokteran Jiwa yang saat ini berpraktik di FMC Hospital. dr. Lusiana Indah... - [dr. Roby Syah Putra Firmansyah, Sp.KK, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-roby-syah-putra-firmansyah-sp-kk-m-kes/): dr. Roby Syah Putra Firmansyah, Sp. KK, M. Kes sebagai Spesialis Dermatovenereologi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Roby Syah... - [dr. Puspita Sampekalo, Sp.OK](https://primayahospital.com/doctor/dr-puspita-sampekalo-sp-ok/): dr. Puspita Sampekalo,Sp. OK merupakan dokter spesialis Kedokteran Okupasi di FMC Hospital. dr. Puspita Sampekalo telah menempuh pendidikan Dokter Spesialis... - [drg. Melaniwati, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-melaniwati-sp-kg/): drg. Melaniwati, Sp. KG merupakan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi di FMC Hospital. Beliau menyelesaikan program pendidikan kedokteran spesialis Konservasi... - [drg. Maghfira Fitri Febriani](https://primayahospital.com/doctor/drg-maghfira-fitri-febriani/): drg. Maghfira Fitri Febriani merupakan dokter gigi di FMC Hospital. drg. Maghfira Fitri Febriani menyelesaikan program pendidikan kedokteran gigi di... - [drg. Inge Mestika Prilia](https://primayahospital.com/doctor/drg-inge-mestika-prilia/): drg. Inge Mestika Prilia merupakan dokter gigi di FMC Hospital. Inge Mestika Prilia menyelesaikan program pendidikan kedokteran gigi di Universitas... - [dr. Michael Angelo Soekamto, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-angelo-soekamto-sp-pd/): dr. Michael Angelo Soekamto, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital . dr. Michael Angelo... - [dr. Michael Indra Lesmana, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-indra-lesmana-sp-m/): dr. Michael Indra Lesmana, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Michael Indra Lesmana menempuh pendidikan... - [dr. Nurrakhmadaniyah, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-nurrakhmadaniyah-sp-pd/): dr. Nurrakhmadaniyah, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Nurrakhmadaniyah menempuh Pendidikan Dokter Spesiais... - [dr. Dhevariza Pra Dhani, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-dhevariza-pra-dhani-sp-ot/): dr. Dhevariza Pra Dhani, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Dhevariza Pra Dhani... - [dr. Edward Yando Napitupulu, Sp.S](https://primayahospital.com/doctor/dr-edward-yando-napitupulu-sp-s/): dr. Edward Yando Napitupulu, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi (Saraf ) yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Edward Yando... - [dr. Erni Marjuny, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-erni-marjuny-sp-pd/): dr. Erni Marjuny, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Erni Marjuny menempuh Pendidikan... - [dr. Riang Salbia Tambunan, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-riang-salbia-tambunan-sp-og/): dr. Riang Salbia Tambunan, M. Ked(OG), Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital. dr.... - [dr. Fahrenheit, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-fahrenheit-sp-pd/): dr. Fahrenheit, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Fahrenheit, Sp. PD menempuh Pendidikan... - [dr. Anita Yolaningtyas, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-anita-yolaningtyas-sp-a/): dr. Anita Yolaningtyas, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Anita Yolaningtyas, Sp. A menempuh... - [drg. Ivena Marella Faustin](https://primayahospital.com/doctor/drg-ivena-marella-faustin/): drg. Ivena Marella Faustin merupakan dokter gigi di FMC Hospital. drg. Ivena Marella Faustin menyelesaikan program pendidikan kedokteran gigi di... - [dr. Christine Nathalina Sinaga Simanjorang, Sp.JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-christine-nathalina-sinaga-simanjorang-sp-jp-fiha/): dr. Christine Nathalina Sinaga Simanjorang, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di FMC Hospital... - [dr. Alfurqon, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-alfurqon-sp-m/): Dr. Al Furqon, Sp. M adalah dokter spesialis mata dengan fokus pada penyakit retina dan perawatan vitreoretina, baik secara medis... - [dr. Andreas Surya Anugrah, Sp.M, FICS, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-andreas-surya-anugrah-sp-m-fics-aifo-k/): dr. Andreas Surya Anugrah, Sp. M, FICS, AIFO-K adalah dokter spesialis mata yang memiliki keahlian mendalam dalam bedah plastik dan... - [dr. Vanessa Maximiliane Tina, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-vanessa-maximiliane-tina-sp-m/): dr. Vanessa Maximiliane Tina, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Vanessa Maximiliane Tina menempuh pendidikan... - [dr. Dika Putrayuda, Sp.OG, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-dika-putrayudasp-og/): dr. Dika Putrayuda, Sp. OG, FICS sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Dika Putrayuda.... - [dr. Imanuel, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-imanuel-sp-og/): dr. Imanuel, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Imanuel, Sp. OG menempuh... - [dr. Saloma Klementina Saing ,Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-saloma-klementina-saing-sp-a/): dr. Saloma Klementina Saing ,Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Saloma Klementina menempuh pendidikan... - [dr. Lina Maylani, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-lina-maylani-sp-kfr/): dr. Lina Maylani, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Lina Maylani... - [dr. Melvin Pascamotan Togatorop, Sp.B, M. Ked](https://primayahospital.com/doctor/dr-melvin-pascamotan-togatorop-sp-b-m-ked/): dr. Melvin Pascamotan Togatorop, Sp. B, M. Ked. sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Melvin Pascamotan... - [dr. Adi Sentosa, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-adi-sentosa-sp-a/): dr. Adi Sentosa, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Adi Sentosa menempuh pendidikan Dokter... - [dr. Mudianto, Sp.B, Finacs](https://primayahospital.com/doctor/dr-mudianto-sp-b-finacs/): dr. Mudianto, Sp. B, Finacs sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Mudianto, Sp. B, Finacs menempuh... - [dr. Agoes Tino, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-agoes-tino-sp-b/): dr. Agoes Tino, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Agoes Tino menempuh Pendidikan Dokter... - [dr. Dimas Bagus Cahyono Putro, Sp.THT-BKL](https://primayahospital.com/doctor/dr-dimas-bagus-cahyono-putro-sp-tht-bkl/): dr. Dimas Bagus Cahyono Putro, Sp. THT-BKL adalah dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) yang berpraktik... - [dr. Yudhistira Herlambang, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudhistira-herlambang-sp-n/): dr. Yudhistira Herlambang, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Yudhistira Herlambang menempuh Program Pendidikan... - [dr. Adlan Pratama Binharyanto, Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-adlan-pratama-binharyanto-sp-p/): dr. Adlan Pratama Binharyanto, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Adlan Pratama Binharyanto menempuh pendidikan... - [dr. Muhammad Kusdiansah, Sp.BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-kusdiansah-sp-bs/): dr. Muhammad Kusdiansah, Sp. BS merupakan Dokter Spesialis Bedah Saraf dengan Subspesialisasi Neurovascular Surgery. Beliau memberikan penanganan menyeluruh untuk stroke,... - [dr. Anne Suryani , Sp KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-anne-suryani-sp-kfr/): dr. Anne Suryani , Sp KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Anne... - [dr. Christy Efiyanti, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-christy-efiyanti-sp-pd/): dr. Christy Efiyanti, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Christy Efiyanti menempuh Pendidikan... - [dr. Firman S. Anthonius, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-firman-s-anthonius-sp-a/): dr. Firman S. Anthonius, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Firman S. Anthonius menempuh... - [dr. Novinda Herwirastri, Sp.B, Subsp. BVE (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-novinda-herwirastri-sp-b-subsp-bve-k/): dr. Novinda Herwirastri, Sp. B, Subsp. BVE (K) merupakan Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular yang berpraktik di... - [dr. Budi Ario Tedjo, Sp.JP (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-budi-tedjo-sp-jp-k/): dr. Budi Ario Tejo memperoleh gelar Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro, Semarang. Beliau merupakan... - [dr. Yuri Fitri Budiman, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-yuri-fitri-budiman-sp-kj/): dr. Yuri Fitri Budiman, Sp. KJ adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater) yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading... - [dr. Sri Dhuny Atas Asri, Sp.P(K), FISR, MARS](https://primayahospital.com/doctor/dr-sri-dhuny-atas-asri-sp-pk-fisr-mars/): dr. Sri Dhuny Atas Asri, Sp. P(K), MARS adalah Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Dokter Spesialis Paru) lulusan Fakultas... - [dr. Raka Janitra, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS., FINPS](https://primayahospital.com/doctor/dr-raka-janitra-m-ked-neurosurg-sp-bs-finps/): dr. Raka Janitra, M. Ked (Neurosurg), Sp. BS. , FINPS adalah dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di UKRIDA Hospital,... - [dr. Reyhan Pradnya Pradana,MKed.Klin, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-reyhan-pradnya-pradanamked-klin-sp-ot/): dr. Reyhan Pradnya Pradana, Sp. OT lahir di Semarang merupakan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Elvita Chandra Pranata](https://primayahospital.com/doctor/dr-elvita-chandra-pranata/): dr. Elvita Chandra Pranata lahir di Semarang, Beliau Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, tahun 2017. Beliau saat ini... - [dr. Yudhanta Suryadilaga , Sp.JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudhanta-suryadilaga-sp-jp-fiha/): dr. Yudhanta Suryadilaga,SpJP FIHA lahir di Semarang, Beliau Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, tahun 2017. Beliau menyelesaikan Program... - [drg. Ferinda Utami, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-ferinda-utami-sp-kg/): drg. Ferinda Utami, Sp. KG adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berdedikasi dalam... - [drg. Rifka Amanda](https://primayahospital.com/doctor/drg-rifka-amanda/): drg. Rifka Amanda adalah seorang Dokter Gigi Umum (General Dentist) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berdedikasi untuk memberikan pelayanan... - [dr. Bagas Marsudi, M.Sc, Sp.JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-bagas-marsudi-m-sc-sp-jp-fiha/): dr. Bagas Marsudi, M. Sc, Sp. JP, FIHA merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Stephanie Darda Susilowati, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-stephanie-darda-susilowati-sp-a/): dr. Stephanie Darda Susilowati, Sp. A merupakan dokter spesialis anak Primaya Hospital Depok yang menempuh pendidikan spesialis anak di Universitas... - [dr. Gracia Angelia, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-gracia-angelia-sp-og/): dr. Gracia Angelia, Sp. OG adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menyelesaikan pendidikan... - [dr. Andhiky Raymonanda Madangsai, Sp.PD, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-andhiky-raymonanda-madangsai-sp-pd/): dr. Andhiky Raymonanda Madangsai, Sp. PD, AIFO-K merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fellowship Tatalaksana Penyakit Saluran Cerna dengan Endoskopi Tahap... - [dr. Danti Utami Setyowati, Sp.JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-danti-utami-setyowati-sp-jp/): dr. Danti Utami Setyowati, Sp. JP adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti... - [dr. Zulfahmi, Sp.JP (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-zulfahmi-sp-jp-k/): dr. Zulfahmi, Sp. JP (K) adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fellowship PJB dan Jantung Anak yang berpraktik... - [dr. Ardy Wildan, Sp.PD, Subsp.EMD(K), M.Pd.Ked](https://primayahospital.com/doctor/dr-ardy-wildan-sp-pd-subsp-emdk-m-pd-ked/): dr. Ardy Wildan, Sp. PD, K-EMD, M. Pd. Ked merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes yang... - [drg. Nevada Permata Anvini, Sp.Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-nevada-permata-anvini-sp-perio/): drg. Nevada Permata Anvini, Sp. Perio merupakan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh... - [dr. Arief Purwodito, Sp.BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-arief-purwodito-sp-bs/): dr. Arief Purwodito, Sp. BS sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr. Arief menempuh... - [dr. Yudha Friatna, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudha-friatna-sp-pd/): dr. Yudha Friatna, Sp. PD sebagai Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Yudha menempuh pendidikan profesi... - [dr. Wahyu Purnama, SpPD, AIFO-K, FISQua, FRSPH, FIHFAA](https://primayahospital.com/doctor/dr-wahyu-purnama-sp-pd-aifo-k-fisqua-frsph/): dr. Wahyu Purnama, SpPD, AIFO-K, FISQua, FRSPH, FIHFAA sebagai Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Wahyu... - [dr. Nensy Anggrainy, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-nensy-anggrainy-sp-a/): dr. Nensy Anggrainy, Sp. A sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr. Nensy Anggrainy menempuh pendidikan... - [dr. Gustiandari Fidhya Permanik, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-gustiandari-fidhya-permanik-sp-m/): dr. Gustiandari Fidhya Permanik, Sp. M adalah seorang dokter spesialis mata yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.... - [dr. Elsie Dyana Pretty Stephanie, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-elsie-dyana-pretty-stephanie-sp-kfr/): dr. Elsie Dyana Pretty Stephanie, Sp. KFR adalah dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang menempuh pendidikan dokter umum... - [dr. Damba Dwisepto Aulia Sakti, Sp.JP(K) K.Ped.P.J.B.](https://primayahospital.com/doctor/dr-damba-dwisepto-aulia-sakti-sp-jpk-k-ped-p-j-b/): dr. Damba Dwisepto Aulia Sakti, MD, FIHA adalah Dokter Spesialis Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dengan subspesialisasi Kardiologi Anak dan Penyakit... - [dr. Gustiawaty Army, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-gustiawaty-army-sp-kfr/): dr. Gustiawaty, Sp. KFR adalah Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpengalaman dalam penanganan berbagai kondisi muskuloskeletal, gangguan saraf,... - [dr. Muthiah Nurul Izzah, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-muthiah-nurul-izzah-sp-og/): dr. Muthiah Nurul Izzah, Sp. OG, seorang dokter kandungan yang dikenal teliti, ramah, dan memiliki passion yang besar dalam memberikan... - [dr. Haris Nur, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-haris-nur-sp-n/): Primaya Hospital Sukabumi dengan bangga menghadirkan dr. Haris Nur, Sp. N dokter spesialis neurologi dengan rekam jejak pendidikan yang kuat,... - [dr. Herlan Napitupulu, Sp.B. Subsp,BD(K) - Bedah Digestif](https://primayahospital.com/doctor/dr-herlan-napitupulu-sp-b-subspbdk/): dr. Herlan Napitupulu, Sp. B. Subsp,BD(K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Setia Wati Astri Arifin, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-setia-wati-astri-arifin-sp-kfr/): dr. Setia Wati Astri Arifin, Sp. KFR adalah Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabiltasi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp.JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-ridwan-rasyid-waliyuddin-sp-jp/): dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp. JP adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [Heni Gerda Pesau, S.Psi, M.Psi, Psikolog](https://primayahospital.com/doctor/heni-gerda-pesau-s-psi-m-psi-psikolog/): Heni Gerda Pesau, S. Psi. , M. Psi. , Psikolog adalah seorang psikolog klinis profesional yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp.PD Subs EMD(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-novie-rahmawati-zirta-sp-pd-subs-emdk/): dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp. PD Subs EMD(K) merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolik Diabetes yang berpraktik di... - [dr. Yasir Hady, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-yasir-hady-sp-m/): dr. Yasir Hady, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Yasir Hady menempuh pendidikan... - [dr. Reza Pramayudha, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA - Kardiologi Intervensi](https://primayahospital.com/doctor/dr-reza-pramayudha-sp-jp-subsp-ki-k-fiha-kardiologi-intervensi/): dr. Reza Pramayudha, Sp. JP, Subsp. KI (K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi yang... - [dr. Chrispian Oktafbipian Mamudi, Sp.PD-KP](https://primayahospital.com/doctor/dr-chrispian-oktafbipian-sp-pd-kp/): dr. Chrispian Oktafbipian Mamudi, Sp. PD-KP adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Paru (Pulmonologi) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau... - [Fadhilah Khoirunisa, S.Psi., M.Psi](https://primayahospital.com/doctor/fadhilah-khoirunisa-s-psi-m-psi/): Fadhilah Khoirunnisa, M. Psi. , Psikolog adalah seorang psikolog klinis yang berpraktek di Primaya Hospital Depok. Beliau menyelesaikan pendidikan Magister... - [dr. Alexander Randy Angianto, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-alexander-randy-angianto-sp-pd/): dr. Alexander Randy Angianto, Sp. PD adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus... - [drg. Cristy Arianta Sitepu, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-cristy-arianta-sitepu-sp-kg/): drg. Cristy Arianta Sitepu, Sp. KG merupakan seorang Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulusan... - [dr. Bunga Sukmapermata, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-bunga-sukmapermata-sp-a/): dr. Bunga Sukmapermata, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Kesehatan Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital... - [dr. Muhammad Handika Saputra, Sp.BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-handika-saputra-sp-bs/): dr. Muhammad Handika Saputra,Sp. BS sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Muhammad Handika... - [Fransiska Xaveria Aryani, M. Psi., Psikolog](https://primayahospital.com/doctor/fransiska-xaveria-aryani-m-psi-psikolog/): Fransiska Xaveria Aryani, M. Psi. , Psikolog, adalah seorang psikolog klinis yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus... - [dr. Selfy Oswari, Sp.BS, Subsp. N-Onk(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-selfy-oswari/): dr. Selfy Oswari, Sp. BS, Subsp. N-Onk(K) adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading,... - [dr. Rabbinu Rangga Pribadi, Sp.PD-KGEH - Gastroenterohepatologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-rabbinu-rangga-pribadi-sp-pd-kgeh/): dr. Rabbinu Rangga Pribadi, Sp. PD-KGEH, adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Kristen... - [dr. Sri Handayani, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-sri-handayani-sp-m/): dr. Sri Handayani, Sp. M adalah Dokter Spesialis Mata dengan keahlian mendalam dalam menjaga kesehatan penglihatan. Beliau memberikan pelayanan komprehensif... - [dr. Silvina Setyoso, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-silvina-setyoso-sp-a/): dr. Silvina Setyoso, Sp. A, menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2004–2008) dan melanjutkan studi sarjana kedokteran di... - [dr. Muhammad Iqbal Sofyan, Sp.M (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-iqbal-sofyan-sp-m-k/): dr. Muhammad Iqbal Sofyan, Sp. M (K) merupaka Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. dr. Iqbal... - [dr. Maria Magdalena Purba, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-magdalena-purba-sp-m/): dr. Maria Magdalena Purba, Sp. M adalah seorang dokter spesialis mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya... - [dr. Tengku Putri Junita, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-tengku-putri-junita-sp-m/): dr. Tengku Putri Junita, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Setelah lulus dari... - [drg. Rahmatul Hayati, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-rahmatul-hayati-sp-kg/): drg. Rahmatul Hayati, Sp. KG adalah seorang Spesialis Konservasi Gigi yang menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia dengan predikat summa... - [dr. Leonardo Tanamas, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-leonardo-tanamas-sp-og/): dr. Leonardo Tanamas, Sp. OG merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan UKRIDA... - [dr. Alif Rizky Soeratman, Sp.B,. Subsp.Onk(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-alif-rizky-soeratman-sp-b-subsp-onkk/): dr. Alif Rizky Soeratman, Sp. B. , Subsp. Onk (K) adalah seorang dokter spesialis bedah onkologi dengan latar belakang pendidikan... - [dr. Richard Yehuda Limen, Sp.B, Subsp. BVE(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-richard-yehuda-limen-sp-b-subsp-bvek/): dr. Richard Yehuda Limen, Sp. B, Subsp. BVE(K) merupakan seorang dokter spesialis bedah dengan subspesialisasi di bidang bedah vaskular dan... - [drg. Mira Nurtania Supriadi, Sp. KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-mira-nurtania-supriadi-sp-kga/): drg. Mira Nurtania Supriadi, Sp. KGA adalah dokter gigi spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau telah... - [Prof. Dr. drg. Dewi Nurul Mustaqimah, Sp. Perio, Subsp. PP (K)](https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-drg-dewi-nurul-mustaqimah-sp-perio-subsp-pp-k/): Prof. Dr. drg. Dewi Nurul Mustaqimah, Sp. Perio (K) MS adalah seorang Dokter yang ahli dibidang Kedokteran Gigi yang berpraktik... - [dr. Aris Furqon Sp.BTKV](https://primayahospital.com/doctor/dr-aris-furqon-sp-btkv/): dr. Aris Furqon, Sp. BTKV, adalah seorang dokter spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa... - [dr. Feliani, Sp.Ak](https://primayahospital.com/doctor/dr-feliani-sp-ak/): dr. Feliani, Sp. Ak merupakan seorang dokter spesialis akupunktur yang menamatkan pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur di Universitas Indonesia. Beliau juga... - [Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp. PM (K), PhD](https://primayahospital.com/doctor/prof-drg-rahmi-amtha-mds-sp-pm-k-phd/): Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp. PM (K), PhD, adalah seorang dokter gigi dan spesialis kedokteran mulut yang memiliki perjalanan... - [drg. Rendi Firmono, MARS, Sp. Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-rendi-firmono-mars-sp-perio/): drg. Rendi Firmono, MARS, Sp. Perio, adalah seorang dokter gigi spesialis periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau... - [dr. Nadia Kusumastuti, Sp. BP-RE (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-nadia-kusumastuti-sp-bp-re-k/): dr. Nadia Kusumastuti, Sp. BP-RE (K), merupakan seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp. OG (K) Onk](https://primayahospital.com/doctor/dr-kartiwa-hadi-nuryanto-sp-og-k-onk/): dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, SpOG (K) Onk, adalah seorang spesialis obstetri dan ginekologi yang lulus pada tahun 1995 dengan gelar... - [dr. Krista Ekaputri, Sp. B.P.R.E](https://primayahospital.com/doctor/dr-krista-ekaputri-sp-b-p-r-e/): dr. Krista Ekaputri, Sp. B. P. R. E, adalah seorang dokter spesialis bedah plastik yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa... - [Dr. dr. Leo Prawirodihardjo, Sp.OG (K) M.Kes, MM, MARS, PhD FISQua, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-leo-prawirodihardjo/): Dr. dr. Leo Prawirodihardjo, SpOG (K) M. Kes, MM, MARS, PhD FISQua, FICS adalah seorang dokter spesialis obstetri ginekologi yang... - [dr. Rita Naya, Sp.PD, KGH-FINASIM - Ginjal Hipertensi](https://primayahospital.com/doctor/dr-rita-naya-sp-pd-kgh-finasim-ginjal-hipertensi/): dr. Rita Naya, Sp. PD, KGH-FINASIM, adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki keahlian khusus di bidang ginjal dan... - [drg, Leo Saputra, Sp.Pros](https://primayahospital.com/doctor/drg-leo-saputra-sp-pros/): drg. Leo Saputra, Sp. Pros, adalah seorang dokter gigi spesialis prostodonsia yang lulus dari Program Pendidikan Dokter Gigi Umum Universitas... - [dr. Vidya Gilang Rejeki, Sp.JP, Subsp.IKKv.KI (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-vidya-gilang-rejeki-sp-jp/): dr. Vidya Gilang Rejeki, SpJP Subsp. IKKv. KI (K) adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi... - [dr. Danny Maesadatu Syaharutsa, Sp.OG (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-danny-maesadatu-syaharutsa-sp-og-k/): dr. Danny Maesadatu S, SpOG (K), adalah seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan fokus pada bidang onkologi ginekologi. Ia... - [dr. Aditya Noor Dwiprakoso, Sp.BTKV](https://primayahospital.com/doctor/dr-aditya-noor-dwiprakoso-sp-btkv/): dr. Aditya Noor Dwiprakoso, Sp. BTKV adalah seorang dokter spesialis bedah toraks, kardio, dan vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Ismail Muhammad Baselim, Sp.BS, FINSS, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-ismail-muhammad-baselim-sp-bs-finss-fics/): dr. Ismail M. Baselim, MD, FINSS, FICS adalah Dokter Spesialis Bedah Saraf lulusan Fakultas Kedokteran YARSI dan menyelesaikan program spesialisasi... - [dr. Ajeng Gracia, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-ajeng-gracia-sp-m/): dr. Ajeng Gracia, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata di Primaya Hospital Kelapa Gading. Setelah menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis... - [dr. Anak Agung Gede Anom Indraswara, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-anak-agung-gede-anom-indraswara-sp-m/): dr. Anak Agung Gede Anom Indraswara adalah seorang dokter spesialis mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya... - [dr. Yudisianil Eshaputra Kamal, Sp.M(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudisianil-eshaputra-kamal-sp-mk/): dr. Yudisianil Eshaputra Kamal, SpM (K) merupakan Dokter Spesialis Mata Konsultan Katarak dan Bedah Refraktif yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Mohamad Yogialamsa, MS, Sp.OT, Subsp .OTB (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-mohamad-yogialamsa-ms-sp-ot-subsp-otb-k/): dr. Mohamad Yogialamsa, MS, Sp. OT, Subsp . OTB (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Orthopedi (Bedah Tulang) Konsultan Orthopaedi Tulang... - [dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-marshell-tendean-sp-pd-kemd-finasim/): dr. Marshell Tendean, Sp. PD-KEMD, FINASIM berpraktik di UKRIDA Hospital dengan memberikan pelayanan medis yang holistik melalui konsultasi dan tatalaksana... - [dr. Nizma Permaisuari, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-nizma-permaisuari-sp-m/): dr. Nizma Permaisuari, Sp. M adalah Dokter Spesialis Mata yang berpraktrik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan kedokteran umum... - [dr. Garry Aditya Pranata, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-garry-aditya-pranata-sp-pd/): dr. Garry Aditya Pranata, Sp. PD adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan... - [dr. Mira Kusuma Wardhani, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-mira-kusuma-wardhani-sp-a/): dr. Mira Kusuma Wardhani, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki berbagai... - [dr. Deddy Tedjasukmana Basuni, Sp.KFR (Konsultan Kardiorespirasi), MARS, MM](https://primayahospital.com/doctor/deddy-tedjasukmana-basuni-sp-kfr-k-mars-mm/): dr. Deddy Tedjasukmana Basuni, Sp. KFR (Konsultan Kardiorespirasi), MARS, MM sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi – Konsultan Kardiorespirasi... - [drg. Nurzarah Taqwaqomara Winugroho, Sp.Ort](https://primayahospital.com/doctor/drg-nurzarah-taqwaqomara-winugroho-sp-ort/): drg. Nurzarah Taqwaqomara Winugroho, Sp. Ort merupakan dokter gigi spesialis ortodonti yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Harry Prawiro Tantry, Sp.OG., B.Med.Sc.(Hons.)](https://primayahospital.com/doctor/dr-harry-prawiro-tantry-sp-og-b-med-sc-hons/): dr. Harry Prawiro Tantry, Sp. OG, B. Med. Sc. (Hons. ) adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di... - [Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K),FIHA - Konsultan Aritmia](https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-dr-yoga-yuniadi-sp-jpkfiha/): Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, adalah seorang dokter Spesialis Jantung Konsultan Aritmia yang memiliki berbagai pencapaian di... - [Dr. dr. Martina Hutabarat, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-martina-hutabarat-sp-og/): Dr. dr. Martina Hutabarat, Sp. OG menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2011. Pada tahun... - [dr. Cindy Rahardja, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-cindy-rahardja-sp-pd/): dr. Cindy Rahardja, Sp. PD, adalah dokter spesialis Penyakit Dalam yang menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun... - [dr. Jerry Nasarudin, Sp.PD-KEMD, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-jerry-nasarudin-sp-pd-kemd-finasim/): dr. Jerry Nasarudin, Sp. PD-KEMD, FINASIM sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Nia Novianti Siregar, Sp. PD. Subsp. HOM (K) - Hemato Onkologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-nia-novianti-siregar-sp-pd-subsp-hom-k/): dr. Nia Novianti Siregar, Sp. PD, Subsp. HOM (K), adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa... - [dr. Caroline Gladys Puspita, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-caroline-gladys-puspita-sp-og/): dr. Caroline Gladys Puspita, Sp. OG berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Universitas... - [dr. Felix Firyanto Widjaja, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-felix-firyanto-widjaja-sp-pd/): dr. Felix Firyanto Widjaja, Sp. PD, adalah dokter spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan... - [dr. Steven Aristida, Sp. OG, Subsp. FER, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-steven-aristida-sp-og-subsp-fer-fics/): dr. Steven Aristida, SpOG, Subsp. FER, FICS adalah seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialisasi bidang Fertilitas Endokrinologi Reproduksi... - [dr. Ryan Herardi, SpPD, Subsp.GEH(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-ryan-herardi-sp-pd-finasim/): dr. Ryan Herardi, SpPD, Subsp. GEH(K) merupakan dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan... - [dr. Kresna Adhiatma, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-kresna-adhiatma-sp-pd/): dr. Kresna Adhiatma, Sp. PD, adalah dokter spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, menyelesaikan pendidikan dokter... - [dr. Haekal Alaztha, Sp. N, FINA](https://primayahospital.com/doctor/dr-haekal-alaztha-sp-n-fina/): dr. Haekal Alaztha, Sp. N, FINA adalah seorang dokter spesialis neurologi dengan keahlian dalam neurointervensi yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Lucyana, Sp. A, IBCLC - Konselor Laktasi](https://primayahospital.com/doctor/dr-lucyana-sp-a-ibclc-konselor-laktasi/): dr. Lucyana, Sp. A, IBCLC adalah seorang dokter Spesialis Anak yang memiliki sertifikasi internasional sebagai Konsultan Laktasi Bersertifikat Dewan Internasional... - [dr Aisyah Ayu Safitri, Sp. P](https://primayahospital.com/doctor/dr-aisyah-ayu-safitri-sp-p/): dr. Aisyah Ayu Safitri, Sp. P adalah dokter spesialis paru yang berpraktik diPrimaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialisnya... - [dr. Aldilla Faiza, Sp. A, CIMI - Konselor Laktasi](https://primayahospital.com/doctor/dr-aldilla-faiza-sp-a-cimi-konselor-laktasi/): dr. Aldilla Faiza, Sp. A, CIMI adalah dokter spesialis anak konselor laktasi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus... - [dr. Angelina Armine Susanto Putri, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-angelina-armine-susanto-putri-sp-a/): dr. Angelina Armine Susanto Putri, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang memiliki prestasi dalam pendidikan di bidang kedokteran... - [dr. Yogi Umbarawan, Sp.PD, PhD](https://primayahospital.com/doctor/dr-yogi-umbarawan-sp-pd-phd/): dr. Yogi Umbarawan, SpPD, PhD, merupakan seorang dokter spesialis penyakit, Beliau lulus sebagai dokter umum dari Universitas Padjadjaran pada tahun... - [dr Darmady Darmawan, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-darmady-darmawan-sp-a/): dr. Darmady Darmawan, Sp. A, adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau memiliki pengalaman... - [dr. Caesar Wallad, Sp.U , Subsp.Trauma dan Rekonstruksi (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-caesar-wallad-sp-u-subsp-trauma-rekonstruksi-k/): dr. Caesar Wallad, Sp. U, Subsp. Trauma dan Rekonstruksi (K), adalah seorang dokter konsultan di bidang trauma dan rekonstruksi saluran... - [dr. Asri Dwi Rachmawati, MSc, Sp. B Subped (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-asri-dwi-rachmawati-msc-sp-b-subped-k/): dr. Asri Dwi Rachmawati, MSc, Sp. B Subped (K) merupakan seorang dokter spesialis bedah anak yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Ivan Riyanto Widjaja, Sp.A, Sub.Sp Neuro(K) - Neurologi Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-ivan-riyanto-widjaja-sp-a-sub-sp-neurok/): dr. Ivan Riyanto Widjaja, Sp. A Sub. Sp Neuro(K) adalah seorang dokter spesialis anak dengan subspesialisasi neurologi pediatrik yang berpraktik... - [dr Jaya Ariheryanto Effendi, Sp.A, Subsp.Neo(K) - Neonatologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-jaya-ariheryanto-effendi-sp-a-subsp-neok/): dr. Jaya Ariheryanto Effendi, Sp. A, Subsp. Neo(K) merupakan seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading,... - [dr. Susanti Himawan, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-susanti-himawan-sp-a/): dr. Susanti Himawan, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak dan konselor menyusui yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading.... - [dr. Henry Leo, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-henry-leo-sp-a/): dr. Henry Leo, Sp. A, lulus sebagai dokter spesialis anak dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2020, setelah menyelesaikan pendidikan... - [dr. Fathy Z. Pohan, Sp. A Subps. ETIA](https://primayahospital.com/doctor/dr-fathy-z-pohan-sp-a-subps-etia/): dr. Fathy Z. Pohan, Sp. A Subps. ETIA adalah seorang dokter spesialis anak dengan fokus pada bidang Emergensi dan Terapi... - [dr. Marisha Friska Halauwet, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-marisha-friska-halauwet-sp-b/): dr. Marisha Friska Halauwet, Sp. B, adalah dokter spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, menyelesaikan pendidikan dokter... - [dr. Rendy Indraprana, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-rendy-indraprana-sp-og/): dr. Rendy Indraprana, Sp. OG, adalah seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, berpengalaman... - [Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK](https://primayahospital.com/doctor/dr-luciana-b-sutanto/): Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp. GK, Subsp. PK. adalah seorang dokter spesialis gizi klinis dengan keahlian khusus dalam... - [dr. Elita Wibisono, Sp.U](https://primayahospital.com/doctor/dr-elita-wibisono-sp-u/): dr. Elita Wibisono, Sp. U adalah seorang dokter spesialis urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus pada... - [dr. Monica Andalusia, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-monica-andalusia-sp-kj/): dr. Monica Andalusia, Sp. KJ adalah seorang dokter spesialis kedokteran jiwa yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia... - [dr. Fahresa Hilmy, Sp. OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-fahresa-hilmy-sp-ot/): dr. Fahresa Hilmy, Sp. OT adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia pada tahun... - [dr. Nurul Rakhmawati, Sp. N, Subsp. NIOO(K), MARS](https://primayahospital.com/doctor/dr-nurul-rakhmawati-sp-n-subsp-niook-mars/): dr. Nurul Rakhmawati, Sp. N, Subsp. NIOO(K), MARS adalah dokter spesialis Neurologi dengan keahlian di bidang Neurosonology dan Neurovascular, saat... - [dr. Ingrid Ayke Widjaya Sp. BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-ingrid-ayke-widjaya-sp-bs/): dr. Ingrid Ayke Widjaya, Sp. BS adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau... - [dr. Irene Darmawan, Sp. D.V.E](https://primayahospital.com/doctor/dr-irene-darmawan-sp-d-v-e/): dr. Irene Darmawan, Sp. D. V. E merupakan seorang spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa... - [dr. Raissa, Sp. D.V.E](https://primayahospital.com/doctor/dr-raissa-sp-d-v-e/): dr. Raissa, Sp. D. V. E, adalah seorang spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading.... - [dr. Rully Ferdiansyah, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp. NO(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-rully-ferdiansyah-sp-t-h-t-b-k-l-subsp-nok/): dr. Rully Ferdiansyah, Sp. T. H. T. B. K. L, Subsp. NO(K) adalah seorang ahli Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala dan... - [dr. Yonas Immanuel Hutasoit, Sp.U, Subsp. Urologi Pediatri](https://primayahospital.com/doctor/dr-yonas-immanuel-hutasoit-sp-u-subsp-urologi-pediatri/): dr. Yonas Immanuel Hutasoit, SpU, Subsp. Urologi Pediatri adalah dokter spesialis urologi dengan subspesialisasi dalam urologi pediatri yang berpraktik di... - [dr Irsan Abubakar, Sp.OT, Subsp.T.L.B.M (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-irsan-abubakar-sp-ot-subssp-t-l-b-m/): dr Irsan Abubakar, Sp. OT, Subsp. T. L. B. M (K) adalah seorang spesialis ortopedi dan traumatologi yang berpraktik di... - [dr. Suryo Bantolo, S. Psi, M. Sc, Sp. S, MARS](https://primayahospital.com/doctor/dr-suryo-bantolo-s-psi-m-sc-sp-s-mars/): dr. Suryo Bantolo, S. Psi, M. Sc, Sp. S, MARS adalah seorang dokter spesialis Neurologi dengan latar belakang akademik yang... - [dr. Tommy Sarongku, Sp. N](https://primayahospital.com/doctor/dr-tommy-sarongku-sp-n/): dr. Tommy Sarongku, Sp. N adalah seorang dokter spesialis saraf yang lulus pada tahun 2023 dari Universitas Udayana, Bali. Sebelumnya,... - [dr. Febriani Valentina, Sp. KFR, M.S. (K), DFIDN, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-febriani-valentina-sp-kfr-m-s-k-dfidn-aifo-k/): dr. Febriani Valentina, Sp. KFR, M. S. (K), DFIDN, AIFO-K merupakan seorang dokter spesialis fisik dan rehabilitasi yang berpraktik di... - [dr. Findi Syamsu Aribowo, Sp.B. Subsp Onk (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-findi-syamsu-aribowo-sp-b-subsp-onk-k/): dr. Findi Syamsu Aribowo, Sp. B. Subsp Onk (K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Subspesilais Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital... - [drg. Virginia Beatrix Cindy Tessyano](https://primayahospital.com/doctor/drg-virginia-beatrix-cindy-tessyano/): drg. Virginia Beatrix Cindy Tessyano sebagai Dokter Gigi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Virginia Beatrix Cindy... - [dr. Wilner Singarimbun, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-wilner-singarimbun-sp-b/): dr. Wilner Singarimbun, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Wilner Singarimbun,... - [dr. Syahrizal, Sp.PD, Subsp.A.I (K) - Alergi Imunologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-syahrizal-sp-pd-subsp-a-i-k-alergi-imunologi/): dr. Syahrizal, Sp. PD, Subsp. A. I (K) merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Alergi Imunologi (Autoimmune) yang saat ini... - [dr. Hendra Samanta, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-samanta-sp-n/): dr. Hendra Samanta, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Hendra Samanta, Sp.... - [dr. Muthmainnah, Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-muthmainnah-sp-p/): dr. Muthmainnah Sp. P sebagai Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran respirasi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Muthmainnah Sp. P... - [dr. Nathalia Sheila Sangkereng, M.Kes, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-nathalia-sheila-sangkereng-m-kes-sp-kj/): dr. Nathalia Sheila Sangkereng,M. Kes,Sp. KJ sebagai Spesialis Kedokteran Jiwa yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Nathalia... - [dr. Frizt Alfred Tandean,Sp.JP, Subsp. PKV (K),FIHA - Subspesialis Pencitraan Kardiovaskular](https://primayahospital.com/doctor/dr-frizt-alfred-tandeansp-jp-subsp-pkv-kfiha-subspesialis-pencitraan-kardiovaskular/): dr. Frizt Alfred Tandean, Sp. JP(K),FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Pencitraan Kardiovaskular yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Irma Savitri CH Rasjad Sp.OG, Subsp. Onk, M.Kes - Onkologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-irma-savitri-ch-rasjad-sp-og-subsp-onk-m-kes-onkologi/): dr. Irma Savitri CH Rasjad Sp. OG, Subsp. Onk, M. Kes sebagai Spesialis Obgyn Subspesialis Obstetri Ginekologi Onkologi yang berpraktik... - [dr. Shelly Franciska, Sp.OG, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-shelly-franciska-sp-og-m-kes/): dr. Shelly Franciska, Sp. OG, M. Kes adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) yang berpraktik di... - [dr. Angelina Juwita Wibowo, Sp.N, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-angelina-juwita-wibowo-sp-n/): dr. Angelina Juwita Wibowo, Sp. N, AIFO-K merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital, menangani berbagai gangguan... - [dr. Martua Rizal Situmorang, Sp.N, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-martua-rizal-situmorang-sp-n-m-kes/): dr. Martua Rizal Situmorang, Sp. N, M. Kes merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan... - [dr. Milani Suryakanto, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-milani-suryakanto-sp-n/): dr. Milani Suryakanto, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menangani berbagai gangguan sistem... - [dr. Steven Sakasasmita, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-steven-sakasasmita-sp-n/): dr. Steven Sakasasmita, Sp. N adalah Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau alumnus dari Fakultas Kedokteran... - [dr. Susilo, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-susilo-sp-n/): dr. Susilo, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu... - [dr. Sutji Hartati Retna Kurniasih Padmawati, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-sutji-hartati-retna-kurniasih-padmawati-sp-n/): dr. Sutji Hartati Retna Kurniasih Padmawati, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan... - [dr. Helena Fabiani, M.Gizi, Sp.GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-helena-fabiani/): dr. Helena Fabiani, M. Gizi, Sp. GK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di UKRIDA Hospital dan Primaya Hospital... - [dr. Yesi Mardhatillah, Sp.THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-yesi-mardhatillah-sp-tht-kl/): dr. Yesi Mardhatillah, Sp. THT-KL merupakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala Leher yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau... - [dr. Christopher Surya Suwita, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-christopher-surya-suwita-sp-pd/): dr. Christopher Surya Suwita, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. dr. Christopher menjalani pendidikan... - [dr. Elli Arsita, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-elli-arsita-sp-pd/): dr. Elli Arsita, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. dr. Eli Arsita lulusan dari... - [Dr. dr. Guntur Darmawan, Sp.PD, FPCP, FINASIM, AIFO-K, CIPS, RMSK](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-guntur-darmawan-sp-pd-fpcp-finasim-aifo-k-cips-rmsk/): Dr. dr. Guntur merupakan dokter lulusan Universitas Indonesia yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau mengambil spesialis penyakit dalam di De... - [dr. Fendra Wician, Sp.PD., MH.](https://primayahospital.com/doctor/dr-fendra-wician-sp-pd/): dr. Fendra Wician, Sp. PD. , MH adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menamatkan pendidikan... - [dr. Henny Tannady Tan, Sp.PD, FPCP, MKM](https://primayahospital.com/doctor/dr-henny-tannady-tan-sp-pd-fpcp-mkm/): dr. Henny Tannady Tan, Sp. PD, FPCP, MKM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani... - [dr. Roy Akur Pandapotan, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-roy-akur-pandapotan-sp-pd/): dr. Roy Akur Pandapotan, Sp. PD adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di UKRIDA Hopital. Beliau memberikan pelayanan medis... - [dr. Erwin Suryanegara Wahab, M.Si.Med., Sp.B., FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-erwin-suryanegara-wahab-m-si-med-sp-b-fics/): dr. Erwin Suryanegara Wahab, M. Si. Med. , Sp. B. , FICS adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik... - [dr. Ika Megatia, B.MedSc., Sp.B., FINACS, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-ika-megatia-b-medsc-sp-b-finacs-fics/): dr. Ika Megatdr. Ika Megatia, B. MedSc. , Sp. B. , FINACS, FICS adalah seorang dokter spesialis bedah umum yang... - [dr. Jefri Wijaya, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-jefri-wijaya-sp-b/): dr. Jefri Wijaya, Sp. B adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Umum yang berdedikasi tinggi dalam diagnosis dan penanganan berbagai kondisi... - [dr. Rico Darmayanto Simorangkir, Sp.B Subsp.Ped(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-rico-darmayanto-simorangkir-sp-b-subsp-pedk/): dr. Rico Darmayanto Simorangkir, Sp. B Subsp. Ped(K) adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Pediatri yang berpraktik di UKRIDA Hospital,... - [dr. Leonirma Tengguna, M.Sc., Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-leonirma-tengguna-m-sc-sp-a/): dr. Leonirma Tengguna, M. Sc. , Sp. A merupakan dokter Spesialis Anak yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau berpraktik dengan... - [dr. Rudy Ciulianto, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-rudy-ciulianto-sp-a/): dr. Rudy Ciulianto,Sp. A adalah dokter Spesialis Anak yang berpraktik di UKRIDA Hospital memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan berbasis... - [dr. Celia, M. Ked (Neurosurg), Sp.BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-celia-m-ked-neurosurg-sp-bs/): dr. Celia, M. Ked (Neurosurg), Sp. BS adalah dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di UKRIDAHospital, berpengalaman dalam menangani berbagai... - [dr. Reggy Trialetta Injo, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-reggy-trialetta-injo-sp-kfr/): dr. Reggy Trialetta Injo, Sp. KFR merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabiitasi Medik yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau... - [drg. Esther Handayani](https://primayahospital.com/doctor/drg-esther-handayani/): drg. Esther Handayani merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau telah berpraktik selama lebih dari 28 tahun, terhitung... - [drg. Inez Venecia](https://primayahospital.com/doctor/drg-inez-venecia/): drg. Inez Venecia merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta.... - [drg. Irene Mariani Nurisawati](https://primayahospital.com/doctor/drg-irene-mariani-nurisawati/): drg. Irene Mariani Nurisawati merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran,... - [dr. Gracia JMT Winaktu, Sp.GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-gracia-jmt-winaktu-sp-gk/): dr. Gracia JMT Winaktu, Sp. GK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di UKRIDA Hospital dan FMC Hospital. Beliau... - [dr. Didi Kurniadhi, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA, FSCAI](https://primayahospital.com/doctor/dr-didi-kurniadhi-sp-pd-kkv-finasim-fica-fscai/): dr. Didi Kurniadhi, Sp. PD-KKV, FINASIM, FICA, FSCAI merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovakular yang berpraktik di UKRIDA Hospital.... - [dr. Robert Noldy Ngantung, Sp.PD-KKV, FINASIM, FSCAI](https://primayahospital.com/doctor/dr-robert-noldy-ngantung-sp-pd-kkv-finasim-fscai/): dr. Robert Noldy Ngantung, Sp. PD-KKV, FINASIM, FSCAI merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular yang berpraktik di UKRIDA Hospital.... - [dr. Elly Ingkiriwang, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-elly-ingkiriwang-sp-kj/): dr. Elly Ingkiriwang, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran... - [dr. Evalina Asnawi, Sp.KJ(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-evalina-asnawi-sp-kjk/): dr. Evalina Asnawi, Sp. KJ(K) merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran... - [dr. Fenny Kurniawan, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-fenny-kurniawan-sp-kj/): dr. Fenny Kurniawan, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menempuh pendidikan kedokteran umum... - [dr. Maria Veronika Prescillia Hartanuh, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-veronika-prescillia-hartanuh-sp-kj/): dr. Maria Veronika Prescillia Hartanuh, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani pendidikan... - [Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, Sp. PD-KEMD, FINASIM, FACE](https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-dr-mardi-santoso-sp-pd-kemd-finasim-face/): Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, Sp. PD-KEMD, FINASIM, FACE merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Beliau menjalani program... - [dr. Duma Wenty Irene Sinambela, Sp.DV](https://primayahospital.com/doctor/dr-duma-wenty-irene-sinambela-sp-dv/): dr. Duma Wenty Irene Sinambela, Sp. DV merupakan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani... - [dr. Dwi Martina Trisnowati, Sp.DV](https://primayahospital.com/doctor/dr-dwi-martina-trisnowati-sp-dv/): dr. Dwi Martina Trisnowati, Sp. DV merupakan lulusan dari Universitas Tarumanegara. Beliau melanjutkan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi untuk mengambil... - [dr. Elrovita Donata, Sp.DV](https://primayahospital.com/doctor/dr-elrovita-donata-sp-dv/): dr. Elrovita Donata, Sp. DV merupakan Spesialis Dermatologi dan Venereologi yang berpraktik di UKRIDA Hospital, lulus dari Universitas Katolik Atma... - [dr. Pierre Alexander, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-pierre-alexander-sp-ot/): dr. Pierre Alexander, Sp. OT adalah seorang dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di UKRIDA Hospital, berdedikasi dalam... - [dr. Kristian Goenawan, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-kristian-goenawan-sp-m/): dr. Kristian Goenawan, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menempuh pendidikan Kedokteran Umum di... - [dr. Ritsia Anindita Wastitiamurti, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-ritsia-anindita-wastitiamurti-sp-m/): dr. Ritsia Anindita Wastitiamurti, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menempuh pendidikan di Fakultas... - [dr. Edward Dian Suwito, Sp.OG, MARS](https://primayahospital.com/doctor/dr-edward-dian-suwito-sp-og-mars/): dr. Edward Dian Suwito, Sp. OG, MARS merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulus... - [dr. Irene Maria Elena, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-irene-maria-elena-sp-og/): dr. Irene Maria Elena, Sp. OG adalah seorang dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau sangat... - [dr. Lim Johnny, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-lim-jhonny-sp-og/): dr. Lim Johnny, Sp. OG meupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani pendidikan profesi... - [dr. Deviana, Sp.THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-deviana-sp-tht-kl/): dr. Deviana, Sp. THT-KL merupakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok – Bedah Kepala Leher yang bepraktik di UKRIDA Hospital. Beliau... - [dr. Kenneth Gunawan, Sp.B, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-kenneth-gunawan-sp-b-fics/): dr. Kenneth Gunawan, Sp. B, FICS merupakan Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Michael Andreanus Sundah, Sp.Rad](https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-andreanus-sundah-sp-rad/): dr. Michael Andreanus Sundah, Sp. Rad merupakan Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan... - [drg. Tendi Fauzi Septiawan, Sp.BMM](https://primayahospital.com/doctor/drg-tendi-fauzi-septiawan-sp-bmm/): drg. Tendi Fauzi Septiawan, Sp. BMM merupakan Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh... - [dr. Paul Samuel Kris Manengkei, Sp.Rad](https://primayahospital.com/doctor/dr-paul-samuel-kris-manengkei-sp-rad/): dr. Paul Samuel Kris Manengkei, Sp. Rad merupakan Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh... - [dr. Floryanti, Sp.Rad](https://primayahospital.com/doctor/dr-floryanti-sp-rad/): dr. Floryanti, Sp. Rad merupakan Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Radiologi... - [drg. Ardista Rani Lestari, Sp.KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-ardista-rani-lestari-sp-kga/): drg. Ardista Rani Lestari, Sp. KGA merupakan Dokter Spesialis Konservasi Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [dr Rina Gustuti, Sp.OG, KFm - Fetomaternal](https://primayahospital.com/doctor/dr-rina-gustuti-sp-og-kfm/): dr Rina Gustuti, Sp. OG, KFm merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fetomaternal yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Sebastian Mihardja, Sp.OT, Subsp. TLBM (K) M.Kes, FICS, AIFO-K, CT, CPPS - Hand, Upper Limb, and Microsurgery](https://primayahospital.com/doctor/dr-sebastian-mihardja-sp-ot-subsp-tlbm-k-m-kes-fics-aifo-k-ct-cpps/): dr. Sebastian Mihardja, Sp. OT (K) adalah sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Hand, Upper Limb, and Microsurgery... - [dr. Rino Meridian, Sp.B, Subsp.BVE (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-rino-meridian-sp-b-subsp-bve-k/): dr. Rino Meridian, Sp. B, Subsp. BVE (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vascular dan Endovascular yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Fadia Hasna Thohari, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-fadia-hasna-thohari-sp-n/): dr. Fadia Hasna Thohari, Sp. N adalah Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan kedokteran... - [dr. Maelissa Pramaningasih R., Sp.B, Subsp. Onk. (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-maelissa-pramaningasih-r-sp-b-subsp-onk-k/): dr. Maelissa Pramaningasih, SpB, Subsp. Onk (K) adalah Dokter Spesialis Bedah dengan kompetensi khusus di bidang Bedah Onkologi (Bedah Tumor)... - [dr. Yasmina Diah Kumala, Sp.KK](https://primayahospital.com/doctor/dr-yasmina-diah-kumala-sp-kk-2/): dr. Yasmina Diah Kumala, SpKK adalah dokter spesialis Dermatologi dan Venereologi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Depok. dr.... - [dr. Diaswara Prabharani Sp.U, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-diaswara-prabharani-sp-u/): dr. Diaswara Prabharani, Sp. U, FICS sebagai Dokter Spesiais Urologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Diaswara Prabharani menempuh... - [dr. Stephanie Widodo Subagio, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-stephanie-widodo-subagio-sp-pd/): dr. Stephanie Widodo Subagio, Sp. PD, lahir pada 31 Maret 1992. dr. Stephanie Widodo menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran di Universitas... - [Anna Heliantin, S.Psi,M.Psi, Psikolog](https://primayahospital.com/doctor/anna-heliantin-s-psim-psi-psikolog/): Anna Heliantin, S. Psi. , M. Psi. , Psikolog merupakan seorang psikolog klinis di Primaya Hospital Semarang yang lahir pada... - [dr. Ermono Superaya, Sp.BTKV,FIATCVS](https://primayahospital.com/doctor/dr-ermono-superaya-sp-btkvfiatcvs/): dr. Ermono Superaya, Sp. BTKV,FIATCVS adalah dokter Spesilialis Bedah Thorax, Kardiak dan Vaskular di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Irma Rahayu, M. Biomed., Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-irma-rahayu-m-biomed-sp-p/): dr. Irma Rahayu, M. Biomed, Sp. P adalah seorang dokter spesialis yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar berdedikasi... - [dr. Miftahul Akhyar Latief, Ph.D, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-miftahul-akhyar-latief-ph-d-sp-m/): dr. Miftahul Akhyar Latief, Ph. D, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Sp. M) dengan kualifikasi akademis yang luar... - [drg. Kurniaty Pamewa, Sp.KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-kurniaty-pamewa-sp-kga/): drg. Kurniaty Pamewa, Sp. KGA adalah seorang dokter spesialis yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, memiliki fokus utama... - [dr. Dyah Astri Paramaramya, Sp.THT, B.K.L](https://primayahospital.com/doctor/dr-dyah-astri-paramaramya-sp-tht-b-k-l/): dr. Dyah Astri Paramaramya, Sp. THT, B. K. L sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher... - [dr. Paskariatne P Dewi, Sp.JP, Subsp.P.Kv(K), FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-paskariatne-p-dewi-sp-jp-subsp-p-kvk-fiha/): dr. Paskariatne P Dewi, Sp. JP, Subsp. P. Kv(K), FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya... - [drg. Yolla Putri Andriana](https://primayahospital.com/doctor/drg-yolla-putri-andriana/): drg. Yolla Putri Andriana sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. drg. Yolla Putri Andriana menempuh... - [dr. Siti Annisa Nur Fathia, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-siti-annisa-nur-fathia-sp-og/): dr. Siti Annisa Nur Fathia, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandngan yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr.... - [dr. Mulfi Azmi, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-mulfi-azmi-sp-pd/): dr. Mulfi Azmi, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Mulfi Azmi, Sp.... - [dr. Ronald Natawidjaja, Sp.B., FINACS, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-ronald-natawidjaja-sp-b-finacs-aifo-k/): dr. Ronald Natawidjaja, Sp. B. , FINACS, AIFO-K adalah Dokter Spesialis Bedah yang menghadirkan layanan bedah dengan standar profesional tinggi,... - [dr. Ratih Nursiana, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-ratih-nursiana-sp-pd/): dr. Ratih Nursiana, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Ratih Nursiana, Sp.... - [dr. Diana Junita, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-diana-junita-sp-kj/): dr. Diana Junita, Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Diana Junita, Sp.... - [dr. Mochammad Novad Arsandy, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-mochammad-novad-arsandy-sp-og-2/): dr. Mochammad Novad Arsandy Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. dr.... - [dr. Wenny Yaury, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-wenny-yaury-sp-og/): dr. Wenny Yaury, Sp. OG adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar... - [dr. Ika Azdah Murnita, Sp.OG, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-ika-azdah-murnita-sp-og-m-kes/): dr. Ika Azdah Murnita, Sp. OG adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Obstetri dan Ginekologi) yang berpraktik di Primaya... - [dr. Ikrar Syahmar, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-ikrar-syahmar-sp-pd/): dr. Ikrar Syahmar, Sp. PD adalah seorang dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar. Beliau... - [dr. Ahmad Wahyuddin, Sp.THT-BKL](https://primayahospital.com/doctor/dr-ahmad-wahyuddin-sp-tht-bkl/): dr. Ahmad Wahyuddin, Sp. THT-BKL adalah seorang spesialis yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berfokus pada diagnosis dan... - [dr. Abinisa Inaya Taim, Sp.JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-abinisa-inaya-taim-sp-jp-fiha/): dr. Abinisa Inaya Taim, Sp. JP, FIHA adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Nur Hikmah Fajriani, Sp.DV](https://primayahospital.com/doctor/dr-nur-hikmah-fajriani-sp-dv/): dr. Nur Hikmah Fajriani, Sp. DV adalah seorang dokter spesialis yang memiliki keahlian dalam menangani masalah kesehatan kulit, kelamin, dan... - [dr. Devi Kartika Kusumandari, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-devi-kartika-kusumandari-sp-b/): dr. Devi Kartika Kusumandari, Sp. B adalah seorang dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar,... - [dr. Emy Wardani, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-emy-wardani-sp-n/): dr. Emy Wardani, Sp. N adalah seorang dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar berfokus... - [dr. Yunita Christiani Biyang, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-yunita-christiani-biyang-sp-n/): dr. Yunita Christiani Biyang, Sp. N adalah seorang dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar,... - [dr. Rahmat Priyangga Rakatama, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-rahmat-priyangga-rakatama-sp-m/): dr. Rahmat Priyangga Rakatama, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berkomitmen... - [dr. Diah Gemala Ibrahim,Ph.D, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-diah-gemala-ibrahim-sp-m/): dr. Diah Gemala Ibrahim, Ph. D, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berdedikasi tinggi dalam diagnosis, pengobatan,... - [Hanna Nurhasanah, M.Psi, Psikolog](https://primayahospital.com/doctor/hanna-nurhasanah-m-psi-psikolog/): Hanna Nurhasanah, M. Psi, Psikolog merupakan Psikolog Klinis yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. Menempuh pendidikan psikolog klinis di Fakultas... - [dr. Inez Aulia Rakhmawulan, Sp.THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-inez-aulia-rakhmawulan-sp-tht-kl/): dr. Inez Aulia Rakhmawulan, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Deden Djatnika, Sp.PD, KHOM](https://primayahospital.com/doctor/dr-deden-djatnika-sp-pd-khom/): dr. Deden Djatnika, Sp. PD, KHOM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato Onkologi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Tranggana Nugrahaputra, Sp.JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-tranggana-nugrahaputra-sp-jp-fiha/): dr. Tranggana Nugrahaputra, Sp. JP, FIHA merupakan dokter spesialis Jantung & Pembuluh Darah di Primaya Hospital Karawang. dr Tranggana menyelesaikan... - [drg. Narita Dwi Mulya](https://primayahospital.com/doctor/drg-narita-dwi-mulya/): drg. Narita Dwi Mulya adalah seorang Dokter Gigi Umum yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Karawang. drg. Narita Dwi... - [dr. Ricky Setiawan, Sp.DVE](https://primayahospital.com/doctor/dr-ricky-setiawan-sp-dve/): dr. Ricky Setiawan, Sp. DVE sebagai Spesialis dermatovenereologi dan estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau... - [dr. Gary Pradhana, Sp.BTKV](https://primayahospital.com/doctor/dr-gary-pradhana-sp-btkv/): dr. Gary Pradhana, Sp. BTKV merupakan dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular yang praktik di Primaya Hospital Betang Pambelum.... - [dr. Lia Sasmithae, Sp.PD,KHOM,FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-lia-sasmithae-sp-pdkhomfinasim/): dr. Lia Sasmithae, Sp. PD,KHOM,FINASIM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato Onkologi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Betang... - [drg. Agustinus Ronny Cahyadi, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-agustinus-ronny-cahyadi-sp-kg/): drg. Agustinus Ronny Cahyadi, Sp. KG merupakan dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. drg Agustinus... - [dr. Vania Catleya Estina, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-vania-catleya-estina-sp-a/): dr. Vania Catleya Estina, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan dokter... - [dr. Mohammad Anom Wijayanto, Sp.BTKV](https://primayahospital.com/doctor/dr-mohammad-anom-wijayanto/): dr. Mohammad Anom Wijayanto, Sp. BTKV merupakan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Muhammad Yamin Lubis, Sp.PD-KGEH, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-yamin-lubis-sp-pd-kgeh-finasim/): dr. Muhammad Yamin Lubis, Sp. PD-KGEH, FINASIM adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok.... - [dr. Syifa Mardhatillah Syafitri, Sp.OG, Subsp. KFM](https://primayahospital.com/doctor/dr-syifa-mardhatillah-syafitri-sp-og-subsp-kfm/): dr. Syifa Mardhatillah Syafitri, Sp. OG, Subsp. KFM sebagai Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, Subspesialis Kedokteran Fetomaternal yang berpraktik di Primaya... - [dr. Felianty Badralany, Sp.GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-felianty-badralany-sp-gk/): dr. Felianty Badralany, Sp. GK sebagai Spesialis Gizi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Gizi... - [dr. Arief Aji Subakti, Sp.JP(K), FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-arief-aji-subakti-sp-jpk-fiha/): dr. Arief Aji Subakti, Sp. JP(K), FIHA merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Nurvita Nindita, Sp.OG,Subsp.FER(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-nurvita-nindita-sp-ogsubsp-ferk/): dr. Nurvita Nindita,SpOG,Subsp. FER(K) lahir di Semarang, 5 Agustus 1983, Menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang tahun... - [dr. Andrew Wijaya, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-andrew-wijaya-sp-og/): dr. Andrew Wijaya, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Andrew Wijaya, Sp.... - [dr. Kamajaya Mulyana, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-kamajaya-mulyana-sp-a/): dr. Kamajaya Mulyana, Sp. A sebagai Dokter Spesialisasi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Menempuh pendidikan Dokter Spesialisasi Anak... - [dr. Gustaf David Sitorus, Sp.JP(K), FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-gustaf-david-s-sitorus-sp-jp-k/): dr. Gustaf David Sitorus, Sp. JP (K), FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah – Subspesialis Perawatan Intensif dan Kegawatan... - [dr. Trya Purnamawati, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-trya-purnamawati-sp-pd/): dr. Trya Purnamawati,Sp. PD, lahir 30 Oktober 1993. Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang tahun 2017. Beliau menyelesaikan... - [dr. Khairunnisa Ayu Kresnanda, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-khairunnisa-ayu-kresnanda-sp-pd/): dr. Khairunnisa Ayu Kresnanda, Sp. PD lahir 22 December 1987, menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang tahun... - [dr. Pratiwi Assandi, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-pratiwi-assandi-sp-kj/): dr. Pratiwi Assandi, Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Pratiwi Assandi,... - [drg. Arini Fitria Jamin Marbun, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-arini-fitria-jamin-marbun-sp-kg/): drg. Arini Fitria Jamin Marbun, Sp. KG merupakan Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [dr. Cahyo Guntoro, Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-cahyo-guntoro-sp-p/): dr. Cahyo Guntoro, Sp. P adalah Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Menyelesaikan... - [dr Putri Addina, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-putri-addina/): dr. Putri Addina, Sp. OG adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus dari... - [dr. Astrid Priscilla Amanda, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-astrid-priscilla-amanda-sp-kfr/): dr. Astrid Priscilla Amanda, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau menempuh Program... - [dr. Irsyah Dwi Rohmayanti, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-irsyah-dwi-rohmayanti-sp-n/): dr. Irsyah Dwi Rohmayanti, Sp. N adalah merupakan dokter spesialis Saraf di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau menempuh... - [dr. Fransiska Eltania, Sp.KFR, M. Kes AAAM., AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-fransiska-eltania-sp-kfr-m-kes-a3m-aifo-k/): dr. Fransiska Eltania, Sp. KFR, M. Kes A3M. , AIFO-K sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang.... - [dr. Edwin Alexander Immanuel Sondakh, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-edwin-alexander-immanuel-sondakh-sp-og/): dr. Edwin Alexander Immanuel Sondakh, Sp. OG adalah merupakan dokter spesialis Kebidanan & Kandungan di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten... - [dr. Olivia, Sp.THT-BKL](https://primayahospital.com/doctor/dr-olivia-sp-tht-bkl/): dr. Olivia, Sp. THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat.... - [dr. Kiagus Muhammad Yusuf Arief Akbar, Sp.PD, KGH, FINASIM - Konsultan Ginjal Hipertensi](https://primayahospital.com/doctor/kiagus/): dr. Kiagus Muhammad Yusuf Arief Akbar, Sp. PD, KGH, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi yang berpraktik... - [dr. Khalis Hamdani, Sp.BTKV, FIATCVS, FICS](https://primayahospital.com/doctor/khalis/): dr. Khalis Hamdani, Sp. BTKV, FIATCVS, FICS merupakan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular (BTKV) di Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Hasri Nopianto, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-hasri-nopianto-sp-ot/): dr. Hasri Nopianto, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Hasri Nopianto,... - [dr. Fabianto Santoso, Sp.BS, FICS, FINSS](https://primayahospital.com/doctor/dr-fabianto-santoso-sp-bs/): dr. Fabianto Santoso, Sp. BS, FICS, FINSS sebagai Dokter Bedah Saraf. yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang, Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Listyani Herman, Sp.KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-listyani-herman-sp-kfr/): dr. Listyani Herman, Sp. KFR adalah Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau... - [drg. Awaludin Wibawa, M.Sc,Sp. BMM](https://primayahospital.com/doctor/drg-awaludin-wibawa-m-scsp-bmm/): drg. Awaludin Wibawa, M. Sc,Sp. BMM adalah dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang.... - [drg. Cut Yuliza, Sp.Ort, MARS](https://primayahospital.com/doctor/drg-cut-yuliza-sp-ort-mars/): drg. Cut Yuliza, Sp. Ort adalah seorang dokter spesialis ortodonti yang berpraktik diPrimaya Hospital Kelapa Gading. Beliau memiliki keahlian dalam... - [dr. Permata Indah Novitarini, Sp.OK](https://primayahospital.com/doctor/dr-permata-indah-novitarini-sp-ok/): dr. Permata Indah Novitarini, Sp. OK, adalah seorang dokter spesialis okupasi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus... - [dr. Rodinda Marsha Ruth Hutabarat, Sp. D.V](https://primayahospital.com/doctor/dr-rodinda-marsha-ruth-hutabarat-sp-d-v/): dr. Rodinda Marsha Ruth Hutabarat, Sp. D. V sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Adapun... - [dr. Leonita Ariesti Putri, Sp. KJ, MSc](https://primayahospital.com/doctor/dr-leonita-ariesti-putri-sp-kj-msc/): dr. Leonita Ariesti Putri, SpKJ, MSc, adalah seorang spesialis kedokteran jiwa yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau meraih... - [Dr. dr. Mia Elhidsi, Sp. P(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-mia-elhidsi-sp-pk/): Dr. dr. Mia Elhidsi, Sp. P(K), adalah seorang dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa... - [dr. Salman Paris Harahap, Sp.PD-KHOM](https://primayahospital.com/doctor/dr-salman-paris-harahap-sp-pd-khom/): dr. Salman Paris Harahap, Sp. PD-KHOM, FINASIM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan keahlian Subspesialis Hematologi-Onkologi Medik di Primaya Hospital... - [dr. Yudhistira Prakosa, Sp.BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudhistira-prakosa-sp-bs/): dr. Yudhistira Prakosa, Sp. BS lahir di Semarang, 20 Juli 1991. Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, tahun 2016.... - [dr. Galuh Hardaningsih, Sp. A(K), Alergi Imunologi Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-galuh-hardaningsih-sp-ak/): dr. Galuh Hardaningsih, MSi Med, Sp. A(K) merupakan Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi Anak, lahir di Semarang, 23 Oktober... - [dr. Vega Casalita, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-vega-casalita-sp-m/): dr. Vega Casalita, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr Vega Casalita menempuh... - [dr. Yuswandi Affandi, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-yuswandi-affandi-sp-tht-kl/): dr. Yuswandi Affandi, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang.... - [dr. Fajar Sekti Reliyana, Sp. N](https://primayahospital.com/doctor/dr-fajar-sekti-reliyana-sp-n-2/): dr. Fajar Sekti Reliyana, Sp. N sebagai Dokter Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Fajar Sekti Reliyana,... - [dr. Eka Sulastri, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-eka-sulastri-sp-a/): dr. Eka Sulastri, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Eka Sulastri, Sp.... - [dr. Daniel Zaputra, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-daniel-zaputra-sp-pd/): dr. Daniel Zaputra, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Daniel Zaputra,... - [dr. Riama Noveria Sianturi, Sp. B, FICS, FINACS](https://primayahospital.com/doctor/dr-riama-noveria-sianturi-sp-b-fics-finacs/): dr. Riama Noveria Sianturi, Sp. B, FICS, FINACS sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara .... - [dr. Risca Rini Aryanti, Sp. JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-risca-rini-aryanti-sp-jp-fiha/): dr. Risca Rini Aryanti, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Aggi Pranata Gunanegara, Sp.KFR, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-aggi-pranata-gunanegara-sp-kfr/): dr. Aggi Pranata Gunanegara, Sp. KFR, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital... - [dr. Evi Susanti, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-evi-susanti-sp-a/): dr. Evi Susanti, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Evi Susanti, Sp.... - [dr. Tito Gunantara, Sp.A(K) Onk, Hemato Onkologi Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-tito-gunantara-sp-ak-onk/): dr. Tito Gunantara, Sp. A(K) Onk sebagai Dokter Subspesialis Hemato Onkologi Anak yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr.... - [dr. Rakhman Adiwinata, Sp.An](https://primayahospital.com/doctor/dr-rakhman-adiwinata-sp-an/): dr. Rakhman Adiwinata, Sp. An merupakan dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang praktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr.... - [dr. Utami Adma Negara, Sp. BA](https://primayahospital.com/doctor/dr-utami-adma-negara-sp-ba/): dr. Utami Adma Negara, Sp. BA merupakan dokter Spesialis Bedah Anak yang praktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Utami... - [dr. Rian R., Sp. B, Subsp. Onk(K), FINACS, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-rian-r-sp-b-subsp-onkk-finacs-ficsm-h/): dr. Rian R. , Sp. B, Subsp. Onk(K), FINACS, FICS sebagai Dokter Subspesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Rajawali... - [dr. Azeta Arif, M.Kes., Sp.OT.,Subsp. PL(K) - Subspesialis Hip and Knee Arthroplasty](https://primayahospital.com/doctor/dr-azeta-arif-sp-otk-m-kes-2/): dr. Azeta Arif, M. Kes. , Sp. OT. ,Subsp. PL(K) sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Hip and Knee Arthroplasty yang... - [dr. Naufal Chairulfatah, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-naufal-chairulfatah-sp-ot/): dr. Naufal Chairulfatah, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Naufal, Sp.... - [dr. Hernandi Putra Prasetia, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-hernandi-putra-prasetia-sp-b-2/): dr. Hernandi Putra Prasetia, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Hernandi Putra... - [dr. Widodo Lumban Tobing, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-widodo-lumban-tobing-sp-b/): dr. Widodo Lumban Tobing, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospit. dr. Widodo Lumban Tobing... - [dr. Rachmi Anasthasia Seriulina, Sp. JP](https://primayahospital.com/doctor/65996/): dr. Rachmi Anasthasia Seriulina, Sp. JP sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr.... - [dr. Rizcky Ramdhani Dwi Putra, Sp. JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-rizcky-ramdhani-dwi-putra-sp-jp/): dr. Rizcky Ramdhani Dwi Putra, Sp. JP sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital.... - [dr. Hendra Gunawan Widjanarko, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-gunawan-widjanarko-sp-og-2/): dr. Hendra Gunawan Widjanarko, Sp. OG merupkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr Hendra... - [dr. Rachmat Sobarna, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-rachmat-sobarna-sp-og/): dr. Rachmat Sobarna, Sp. OG merupkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Rachmat Sobarna... - [dr. Eva Yustiana, Sp.DVE](https://primayahospital.com/doctor/dr-eva-yustiana-sp-dve-2/): dr. Eva Yustiana, Sp. DVE sebagai Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr.... - [dr. Asri Liqditta Bies, Sp. P](https://primayahospital.com/doctor/dr-asri-liqditta-bies-sp-p-2/): dr. Asri Liqditta Bies, Sp. P merupakan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr.... - [dr. Widhy Yudistira Nalapraya, Sp. P(K) Onk](https://primayahospital.com/doctor/dr-widhy-yudistira-nalapraya-sp-pk-onk/): dr. Widhy Yudistira Nalapraya, Sp. P(K) Onk merupakan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital.... - [dr. Ratih Inggiany, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-ratih-inggiany-sp-pd/): dr. Ratih Inggiany, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. Beliau Pendidikan Dokter Spesialis... - [dr. Budhi Suwarma, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-budhi-suwarma-sp/): dr. Budhi Suwarma, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Budhi Suwarma, Sp. N... - [dr. Evy Shavilla Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-evy-shavilla-sp-tht-kl-2/): dr. Evy Shavilla Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya... - [dr. Ilman Fathony Martanegara, Sp. THT-BKL](https://primayahospital.com/doctor/dr-ilman-fathony-martanegara-sp-tht-bkl-2/): dr. Ilman Fathony Martanegara, Sp. THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di... - [dr. Andi Gazali Said, Sp. OT(K), MARS - Hip and Knee](https://primayahospital.com/doctor/dr-andi-gazali-said-sp-otk-mars/): dr. Andi Gazali Said, Sp. OT(K), MARS sebagai Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Hip and Knee yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Flora Agustina, Sp. BA](https://primayahospital.com/doctor/dr-flora-agustina-sp-ba/): dr. Flora Agustina, Sp. BA sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Adapun pelayanan medis yang... - [dr. Elfahmi AnzirNoor Azis, Sp. OG (K) Onk](https://primayahospital.com/doctor/dr-elfahmi-anzirnoor-azis-sp-og-k-onk/): dr. Elfahmi AnzirNoor Azis, Sp. OG (K) Onk sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Rosatya Imanuela, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-rosatya-imanuela-sp-pd/): dr. Rosatya Imanuela, Sp. PD merupakan dokter Spesialis Penyakit Dalam yang praktik di Primaya Betang Pambelum. Beliau menempuh pendidikan Dokter... - [dr. Adrian Pardomuan Purba, Sp. B, Subsp. BD(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-adrian-pardomuan-purba-sp-b-subsp-bdk/): dr. Adrian Pardomuan Purba, Sp. B merupakan dokter Spesialis Bedah Digestif yang praktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Pelayanan medis... - [dr. Yohanna, Sp. N, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-yohanna-sp-n/): dr. Yohanna, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr. Yohanna, Sp. N menempuh... - [dr. Muhammad Bagus Hari Saktian, Sp. P](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-bagus-hari-saktian-sp-p/): dr. Muhammad Bagus Hari Saktian, Sp. P adalah Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau memiliki komitmen... - [dr. Ricky Saunders, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-ricky-saunders-sp-a/): dr. Ricky Saunders, Sp. A sebagai Dokter Spesialisasi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan Ilmu Kesehatan... - [dr. Willis Kwandou, Sp. JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-willis-kwandou-sp-jp-fiha/): dr. Willis Kwandou, Sp. Jp, FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang aktif berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr.... - [DR. dr. Sumarni, Sp. JP,Subsp. Ar(K), FIHA - Aritmia](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-sumarni-sp-jpsubsp-ark-fiha/): DR. dr. Sumarni, Sp. JP,Subsp. Ar(K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung dan Pembuluh Darah Aritmia... - [dr. Aussie Fitriani Ghaznawi, Sp.JP, Subsp.Eko (K), FIHA - Ekokardiografi](https://primayahospital.com/doctor/dr-aussie-fitriani-ghaznawie-sp-jpk-fiha/): dr. Aussie Fitriani Ghaznawi, Sp. JP, Subsp. Eko (K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Ekokardiografi... - [dr. Manuel Mayer Ario, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-manuel-mayer-ario-sp-tht-kl/): dr. Manuel Mayer Ario, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di... - [dr. Stephanie Adelia, Sp. A(K), Endokrin Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-stephanie-adelia-sp-ak/): dr. Stephanie Adelia, Sp. A(K) sebagai Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrin Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Beliau lahir... - [dr. Arufiadi Anityo Mochtar, Sp. OG, Subsp. Urogin(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-arufiadi-anityo-mochtar-sp-ogsubsp-urogink/): dr. Arufiadi Anityo Mochtar, Sp. OG,Subsp. Urogin(K) sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesiais Uroginekologi Rekonstruksi yang berpraktik di Primaya... - [dr. Benedictus Deriano, Sp. OT, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-benedictus-deriano-sp-ot-aifo-k/): dr. Benedictus Deriano, Sp. OT, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau... - [dr. Rony Falty Sibagariang, Sp. O.G](https://primayahospital.com/doctor/dr-rony-falty-sibagariang-sp-o-g/): dr. Rony Falty Sibagariang, Sp. O. G sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. dr.... - [dr. Eka Azwinda, Sp. N, MARS](https://primayahospital.com/doctor/dr-eka-azwinda-sp-n-mars/): dr. Eka Azwinda, Sp. N, MARS sebagai Dokter Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Eka Azwinda menempuh pendidikan... - [dr. Suci Leni Mimanda, Sp. DVE](https://primayahospital.com/doctor/dr-suci-leni-mimanda-sp-dve/): dr. Suci Leni Mimanda, Sp. DVE sebagai Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr.... - [dr. Irvin Anderson, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-irvin-anderson-sp-og/): dr. Irvin Anderson, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang.... - [dr. Heppy Chandra Waskita, Sp. OT (K) Hip and Knee](https://primayahospital.com/doctor/dr-heppy-chandra-waskita-sp-ot-k-hip-and-knee/): dr. Heppy Chandra Waskita, Sp. OT (K) Hip and Knee sebagai Dokter Spesialis Ortopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang.... - [dr. Raya Henri Batubara, Sp. B-KBD](https://primayahospital.com/doctor/dr-raya-henri-batubara-sp-b-kbd/): dr. Raya Henry B. , Sp. B, Subsp. BD(K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif (BD) yang berpraktik di... - [drg. Devi Hendra](https://primayahospital.com/doctor/drg-devi-hendra/): drg. Devi Hendra, MMRS merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Gigi serta... - [dr. Herjuno Ardhi, Sp.OT, Subsp.CO, AIFO-K - Cedera Olahraga](https://primayahospital.com/doctor/dr-herjuno-ardhi-sp-ot/): dr. Herjuno Ardhi, Sp. OT, Subsp. CO, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Orthopedi Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga yang berpraktik di Primaya... - [dr. Rebekka Michiko Hasiolan Napitupulu Sp. PD, KHOM](https://primayahospital.com/doctor/dr-rebekka-michiko-hasiolan-napitupulu-sppd-khom/): dr. Rebekka Michiko Hasiolan Napitupulu Sp. PD, KHOM sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Regi Septian, Sp.U, M.Kes, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-regi-septiansp-u/): dr. Regi Septian,Sp. U, M. Kes, FICS sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Regi Septian... - [drg. Dimas Mahardika, Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-dimas-mahardika-sp-bm/): drg. Dimas Mahardika, Sp. BM sebagai Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Dimas Mahardika menamatkan... - [dr. Herry, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-herry-sp-kfr/): dr. Herry, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Herry menempuh Pendidikan Dokter... - [dr. Regina A. Meilinda, Sp. PK](https://primayahospital.com/doctor/dr-regina-a-meilinda-sp-pk/): dr. Regina A. Meilinda, Sp. PK sebagai Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Regina... - [dr. Reni Wigati, Sp. A (K), Emergensi dan Rawat Intensif Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-reni-wigati-sp-a-k/): Dr. Reni Wigati, Sp. A (K) adalah seorang dokter Spesialis Anak dengan subspesialisasi atau Konsultan Emergensi dan Rawat Intensif Anak... - [drg. Hanni Siti Ramadhani, Sp. Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-hanni-siti-ramadhani-sp-perio/): drg. Hanni Siti Ramadhani, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh... - [dr. Hisbullah, Sp. An, KIC-KAKV](https://primayahospital.com/doctor/dr-hisbullah-sp-an-kic-kakv/): dr. Hisbullah, Sp. An, KIC-KAKV merupakan dokter spesialis anestesi di Primaya Hospital Makassar. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar... - [dr. Renny Pratiwi, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-renny-pratiwi-spog/): dr. Renny Pratiwi, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Renny... - [dr. Hj. Vivien Maryam, Sp.PD-KGEH, Gastroenterologi Hepatologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-hj-vivien-maryam-sp-pd/): dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD-KGEH sebagai Dokter Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau... - [dr. Resita Olanova Mahdi, Sp. DVE](https://primayahospital.com/doctor/dr-resita-olanova-sp-kk/): dr. Resita Olanova, Sp. DVE adalah seorang Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berdedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kulit... - [drg. Helena Jelita, MM, MDSc, Sp.Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-helena-jelita-mm-mdsc-sp-perio/): drg. Helena Jelita, MM, MDSc, Sp. Perio sebagai Dokter Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Adapun pelayanan... - [dr. Ria Yoanita, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-ria-yoanita-sp-a/): dr. Ria Yoanita, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Ria Yoanita menempuh pendidikan profesi... - [drg. Indra Sari, Sp.Ort](https://primayahospital.com/doctor/drg-indra-sari-sp-ort/): drg. Indra Sari, Sp. Ort adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berfokus pada diagnosis,... - [dr. Mervinna Giovanni, M. Biomed, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-mervinna-giovannim-biomedsp-og/): dr. Mervinna Giovanni, M. Biomed, Sp. OG merupakan dokter spesialis kandungan dan kebidanan di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang... - [dr. Hushaemah Syam, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-hushaemah-syam-sp-a/): dr. Hushaemah Syam, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Hushaemah Syam, Sp. A. menempuh... - [drg. Indracipta Munajat Sp. KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-indracipta-munajat-sp-kg/): drg. Indracipta Munajat Sp. KG sebagai Dokter Gigi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Indracipta Munajat menempuh... - [dr. Muhamad Taufik, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhamad-taufiksp-b/): dr. Muhamad Taufik, Sp. B sebagai Dokter Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr Muhamad Taufik... - [drg. Ira Suci Ati, Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-ira-suci-atisp-bm/): drg. Ira Suci Ati,Sp. BM sebagai Dokter Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Ira Suci Ati menempuh... - [dr. Ribka Hotnida Kurniati Lumban Tobing, Sp. AK](https://primayahospital.com/doctor/dr-ribka-hotnida-kurniati-lumban-tobing-sp-ak/): dr. Ribka Hotnida Kurniati Lumban Tobing, Sp. AK sebagai Dokter Spesialis Akupuntur yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr... - [drg. Komang Desyandana Puteri Omega](https://primayahospital.com/doctor/drg-komang-desyandana-puteri-omega/): drg. Komang Desyandana P. adalah seorang Dokter Gigi Umum yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Karawang. drg. Komang Desyandana... - [dr. Idries Tirtahusada, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-idries-tirtahusada-sp-og/): dr. Idries Tirtahusada, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Idries Tirtahusada... - [drg. Komang Sri Wulandari](https://primayahospital.com/doctor/drg-komang-sri-wulandari/): drg. Komang Sri Wulandari sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Komang Sri Wulandari menempuh pendidikan... - [dr. Ridho Ardhi Syaiful, Sp. B, Subsp.BD (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-ridho-ardhi-syaiful-sp-bkbd/): dr. Ridho Ardhi Syaiful, Sp. B(K)BD sebagai Dokter Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Ridho Ardhi... - [dr. Ignatius Pramudya Widjaja, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-ignatius-pramudya-widjaja-sp-og/): dr. Ignatius Pramudya Widjaja, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Adapun pelayanan... - [dr. Ridwan Mahmuddin, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-ridwan-sp-og/): dr. Ridwan Mahmuddin, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Ridwan Mahmuddin menempuh... - [drg. Lily Mustapa, Sp. KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-lily-mustapa-sp-kg/): drg. Lily Mustapa, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. drg. Lily Mustapa... - [dr. Ika Wulan Yuliani, Sp. PD-KR - Reumatologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-ika-wulan-yuliani-sp-pd-kr/): dr. Ika Wulan Yuliani, Sp. PD-KR sebagai Dokter Penyakit Spesialis Dalam Konsultan Reumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat.... - [dr. Ilhandy Oetama, Sp.U](https://primayahospital.com/doctor/dr-ilhandy-oetama-sp-u/): dr. Ilhandy Oetama, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis urologi... - [drg. Lolita Dian Evayani Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-lolita-dian-evayani-sp-bm/): drg. Lolita Dian Evayani Sp. BM sebagai Dokter gigi spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg... - [dr. Imelda Hady, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-imelda-hady-sp-a/): dr. Imelda Hady, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. dr. Imelda Hady, Sp.... - [dr. Rina Previana Amiruddin Sp.OG, Subsp.Obginsos - Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial](https://primayahospital.com/doctor/dr-rina-previana-amiruddin-sp-og/): dr. Rina Previana Amiruddin Sp. OG, Subsp. Obginsos sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Subspesialis Obstetri Ginekologi... - [drg. Lucky Murti, Sp. KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-lucky-murti-sp-kg/): drg. Lucky Murti, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Lucky Murti menyelesaikan... - [dr. Rini Rasianti Permatasari, Sp.DVE, FINSDV, FAADV](https://primayahospital.com/doctor/dr-rini-rasianti-permatasari-sp-kk/): dr. Rini Rasianti Permatasari, Sp. DVE, FINSDV, FAADV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr... - [drg. M. Harizah Achmad, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-m-harizah-achmad-sp-kg/): drg. M. Harizah Achmad, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar.... - [dr. Immanuel Tarigan, Sp. P](https://primayahospital.com/doctor/dr-immanuel-tarigan-sp-p/): dr. Immanuel Tarigan, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Adapun pelayanan medis yang dapat... - [drg. Mardi Sesa Arief, Sp.Pros](https://primayahospital.com/doctor/drg-mardi-sesa-arief-sp-pros/): drg. Mardi Sesa Arief, Sp. Pros sebagai Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg... - [dr. Imran Safei, Sp.KFR, Subsp.Ger (K), AIFO-K - Konsultan Geriatri](https://primayahospital.com/doctor/dr-imran-safei-sp-kfr-k/): dr. Imran Safei, Sp. KFR (K) sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis Konsultan Geriatri yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Imran... - [dr. Indah Fitriani, Sp.PD, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-indah-fitriani-sppd/): dr. Indah Fitriani, Sp. PD, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr. Indah... - [dr. Risma Maharani, Sp. OG, MKes](https://primayahospital.com/doctor/dr-risma-maharani-spog-mkes/): dr. Risma Maharani, Sp. OG, M. Kes merupakan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur.... - [dr. Indah Lestari, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-indah-lestari-sp-pd/): dr. Indah Lestari, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis... - [dr. Ristum A, Sp. S](https://primayahospital.com/doctor/dr-ristum-a-sp-s/): dr. Ristum A, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr Ristum A merupakan... - [drg. Martina Ichsanti, Sp. Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-martina-ichsanti-sp-perio/): drg. Martina Ichsanti, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Martina Ichsanti... - [dr. Indra Raymond, Sp. B(K)V](https://primayahospital.com/doctor/dr-indra-raymond-spbkv/): dr. Indra Raymond, Sp. B (K) V merupakan Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [drg. Merdiana Dwi Trasti, Sp. KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-merdiana-dwi-trasti-sp-kga/): drg. Merdiana Dwi Trasti, Sp. KGA sebagai Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi dan Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital.... - [dr. Rivany Irzan, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-rivany-irzan-sp-og/): dr. Rivany Irzan, Sp. OG sebagai Dokter Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Rivany Irzan... - [drg. Merlyana Prastika](https://primayahospital.com/doctor/drg-merlyana-prastika/): drg. Merlyana Prastika sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. drg Merlyana Prastika menempuh pendidikan Dokter... - [dr. Inge Angelia Sigit, Sp. S](https://primayahospital.com/doctor/dr-inge-angelia-sigit-sp-s/): dr. Inge Angelia Sigit, Sp. S sebagai Dokter Saraf yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Inge Angelia... - [dr. Riviena Claudia](https://primayahospital.com/doctor/dr-riviena-claudia/): dr. Riviena Claudia sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas... - [drg. Meutia Dienda Citrawuni, Sp.KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-meutia-dienda-citrawuni-sp-kga/): drg. Meutia Dienda Citrawuni, Sp. KGA adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Pedodontis) yang berpraktik di Primaya Evasari... - [dr. Inneke Sirowanto, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-inneke-sirowanto-sp-og/): dr. Inneke Sirowanto, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan dokter... - [dr. Rivo Mario Warouw Lintuuran, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-rivo-mario-warouw-lintuuran-spkj/): dr. Rivo Mario Warouw Lintuuran, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [drg. Mirza Aryanto, Sp. KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-mirza-aryanto-sp-kg/): drg. Mirza Aryanto, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Mirza Aryanto menyelesaikan... - [dr. Riyan Adi Kurnia, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-riyan-adi-kurnia-spu/): dr. Riyan Adi Kurnia, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya PGI Cikini dan Primaya Hospital Depok. menempuh... - [dr. Ied Imilda, M. Biomed, Sp. A(K), Neonatologi Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-ied-imilda-m-biomed-sp-ak/): dr. Ied Imilda, M. Biomed, Sp. A(K) sebagai Spesialis Anak Subspesialis Neonatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Beliau... - [dr. Intan Ramli, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-intan-ramli-sp-m/): dr. Intan Ramli, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Kelapa Gading.... - [drg. Natalia, M. DSc., Sp. KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-natalia-m-dsc-sp-kga/): drg. Natalia, M. DSc. ,Sp. KGA sebagai Dokter Gigi dengan Spesialis Kedokteran Gigi Anak yang saat ini berpraktik di Primaya... - [dr. Rizky Andriani, Sp.P, FAPSR, FISR - Fellow Terapi Sistemik Onkologi Toraks](https://primayahospital.com/doctor/dr-rizky-andriani-sp-p-fapsr/): dr. Rizky Andriani, Sp. P, FAPSR, FISR merupakan Dokter Spesialis Paru Fellow Terapi Sistemik Onkologi Toraks yang berpraktik di Primaya... - [dr. Rizqa Haerani Saenong, Sp. D.V.E, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-rizqa-haerani-saenong-sp-kk-m-kes/): dr. Rizqa Haerani Saenong, Sp. D. V. E, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [drg. Nenden Handayani](https://primayahospital.com/doctor/drg-nenden-handayani/): drg. Nenden Handayani sebagai Dokter Gigi Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. drg. Nenden Handayani menempuh studi... - [dr. Robert Edward Saragih, Sp. JP (K), FIHA - Kardiovaskular Intervensi](https://primayahospital.com/doctor/dr-robert-edward-saragih-sp-jp-fiha/): dr. Robert Edward Saragih, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Intervensi Kardiovaskular yang berpraktik di... - [drg. Noviani Tri Indriyati, Sp. KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-noviani-tri-indriyati-sp-kg/): drg. Noviani Tri Indriyati, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Noviani Tri... - [dr. Irissandya Dyah Atisuksma, Sp. OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-irissandya-dyah-atisuksma-sp-ot/): dr. Irissandya Dyah Atisuksma, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Irissandya Dyah... - [dr. Irlov Nurmei, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-irlov-nurmei-sp-og/): dr. Irlov Nurmei, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Menempuh pendidikan Dokter Spesialis... - [dr. Robert Soetandio, M.Si.Med, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-robert-soetandio-m-si-med-sp-a/): dr. Robert Soetandio, M. Si. Med, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Irsyal Rusad, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-irsyal-rusad-sp-pd/): dr. Irsyal Rusad, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Irsyal Rusad menempuh... - [dr. Rochsismandoko, Sp. PD, KEMD, FINASIM, FACE](https://primayahospital.com/doctor/dr-rochsis-mandokosppd-kemdfinasimface/): dr. Rochsismandoko, Sp. PD, KEMD,FINASIM,FACE sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrin-Metabolik-Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Rochsismandoko menamatkan... - [dr. Ronius Wentaria, Sp. B-KBD](https://primayahospital.com/doctor/dr-ronius-wentaria-sp-b-kbd/): dr. Ronius Wentaria, Sp. B-KBD sebagai Dokter Spesialis Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Ronius Wentaria... - [drg. Nurin Sobrina, Sp. Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-nurin-sobrina-sp-perio/): drg. Nurin Sobrina, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Nurin Sobrina menamatkan studi terakhirnya,... - [dr. Rony M Santoso, SpJP, Subsp.K(K), Subsp. Var (K)FIHA,FESC, FAPSC, FSCAI](https://primayahospital.com/doctor/dr-rony-m-santoso-sp-jpk-fiha-fapsc-fesc-fscai/): dr. Rony M Santoso, SpJP, Subsp. K(K), Subsp. Var (K)FIHA,FESC, FAPSC, FSCAI sebagai Dokter Spesialis Jantung, Sub Spesialisasi Konsultan Kardiovaskular... - [dr. Rosilah, Sp. Rad](https://primayahospital.com/doctor/dr-rosilah-sp-rad/): dr. Rosilah, Sp. Rad adalah Dokter Spesialis Radiologi yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau menamatkan pendidikan Spesialis... - [drg. Nuryanti, Sp. KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-nuryanti-sp-kg/): drg. Nuryanti, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Nuryanti menempuh... - [dr. Isman Firdaus, Sp. JP(K), FIHA, FESC, FSCAI - Kardiovaskular Intervensi](https://primayahospital.com/doctor/dr-isman-firdaus-sp-jpk-fiha-fesc-fscai/): dr. Isman Firdaus, Sp. JP(K), FIHA, FESC, FSCAI sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Intervensi Kardiovaskular yang berpraktik di... - [dr. Roy Christian, Sp. JP(K), FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-roy-christian-sp-jpk-fiha/): dr. Roy Christian, Sp. JP(K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr... - [drg. Octaria Adelina Sukku Parantean](https://primayahospital.com/doctor/drg-octaria-adelina-sukku-parantean/): drg. Octaria Adelina Sukku Parantean sebagai Dokter gigi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan dokter gigi... - [dr. Roy Hardjalukita, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-roy-hardjalukita-sp-pd/): dr. Roy Hardjalukita, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Roy... - [drg. Palwita Soeryadi](https://primayahospital.com/doctor/drg-palwita-soeryadi/): drg. Palwita Soeryadi sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Palwita Soeryadi menempuh pendidikan Kedokteran Gigi... - [dr. Ismon Kusasi, Sp.B. SubSp BVE (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-ismon-kusasi-sp-bkv/): ddr. Ismon Kusasi, Sp. B. SubSp BVE (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. RR. Josephine Retno Widayanti, Sp.S](https://primayahospital.com/doctor/dr-rr-josephine-retno-widayanti-sp-s/): dr. RR. Josephine Retno Widayanti, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan... - [drg. Permina Helninafiawati, MARS](https://primayahospital.com/doctor/drg-permina-helninafiawati-mars/): drg. Permina Helninafiawati, MARS sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Palwita Soeryadi menempuh pendidikan... - [dr. Ismu Setyo Djatmiko, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-ismu-setyo-djatmiko-sp-og/): dr. Ismu Setyo Djatmiko, Sp. OG adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi.... - [dr. Rudy Yunanto, Sp. BS, FINSS, FINPS](https://primayahospital.com/doctor/dr-rudy-yunanto-sp-bs/): dr. Rudy Yunanto, Sp. BS, FINSS, FINPS merupakan Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [drg. Propanita Heilianti Wijayani, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-propanita-heilianti-wijayani-sp-kg/): drg. Propanita Heilianti Wijayani, Sp. KG merupakan Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh... - [dr. Intan Suri Baginda, Sp.Ak](https://primayahospital.com/doctor/dr-intan-suri-bagindasp-ak/): dr. Intan Suri Baginda, Sp. Ak sebagai Dokter Akupunktur yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Intan Suri Baginda menempuh... - [dr. Ita Rosita, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-ita-rosita-sp-og/): dr. Ita Rosita, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun pelayanan medis... - [Dr. dr. Sachraswaty R.L., Sp.B, Sp.BP-RE, Subsp. KF (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-sachraswaty-sp-bsp-bp-re-k/): DR. dr. Sachraswaty R. L. , Sp. B, Sp. BPRE, Subsp. KF (K) sebagai Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Plastik Rekonstruksi... - [drg. Rahma Natalia Hardjakusumah](https://primayahospital.com/doctor/drg-rahma-natalia-hardjakusumah/): drg. Rahma Natalia Hardjakusumah sebagai Dokter Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Rahma Natalia Hardjakusumah menamatkan pendidikan... - [dr. Saiful Islam, Sp. B, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-saiful-islam-sp-b-m-kes/): dr. Saiful Islam, Sp. B, M. Kes adalah seorang Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Karawang.... - [drg. Rai Swastini](https://primayahospital.com/doctor/drg-rai-swastini/): drg. Rai Swastini sebagai Dokter Spesialis Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur dan Primaya Hospital Bekasi Barat. drg... - [dr. Ivana Tanoko, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-ivana-tanoko-sp-m/): dr. Ivana Tanoko, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau... - [dr. Salman Ardi Syamsu, Sp.B, Subsp. Onk (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-salman-ardi-syamsu-sp-bkonk/): dr. Salman Ardi Syamsu, Sp. B, Subsp. Onk (K) sebagai Subspesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr.... - [drg. Ricky Foniman](https://primayahospital.com/doctor/drg-ricky-foniman/): drg. Ricky Foniman adalah seorang dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar dan Hertasning, berdedikasi dalam memberikan layanan... - [dr. Ivander Purvance, Sp. OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-ivander-purvance-sp-ot/): dr. Ivander Purvance, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Ivander Purvance menempuh... - [dr. Sammy Saleh Al Huraiby, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-sammy-saleh-al-huraiby-sp-ot/): dr. Sammy Saleh Al Huraiby, Sp. OT sebagai Bedah Orthopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Sammy Saleh, Sp.... - [dr. Ivo Flora Panjaitan, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-ivo-flora-panjaitan-sp-pd/): dr. Ivo Flora Panjaitan, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Ivo Flora... - [dr. Samsul Afandi, Sp. P, FISR](https://primayahospital.com/doctor/dr-samsul-afandi-sp-p-fisr/): dr. Samsul Afandi, Sp. P, FISR sebagai Dokter Spesialis Paru yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Samsul... - [DR. dr. Jainal Arifin, M.Kes., Sp.OT, Subsp. OTB, FICS - Spine](https://primayahospital.com/doctor/dr-jainal-arifin-m-kes-sp-ot-k-spine/): Dr. dr. Jainal Arifin, M. Kes. , Sp. OT (K)Spine, FICS sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya... - [dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. Jp, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-sanggap-indra-sitompul-sp-jp-fiha/): dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. Jp, FIHA sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum.... - [drg. Rizki Dwiandhana, Sp. KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-rizki-dwiandhana-sp-kga/): drg. Rizki Dwiandhana, Sp. KGA sebagai Dokter Spesialis Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Rizki Dwiandhana... - [dr. Santoso, Sp. N](https://primayahospital.com/doctor/dr-santoso-sp-n/): dr. Santoso, Sp. N sebagai dokter Dokter Saraf yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Santoso menempuh pendidikan... - [drg. Rosiana Sutanto](https://primayahospital.com/doctor/drg-rosiana-sutanto/): drg. Rosiana Sutanto sebagai Dokter gigi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. drg. Rosiana Sutanto menempuh pendidikan Dokter Gigi... - [dr. Irma Laila, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-irma-laila-sp-a/): dr. Irma Laila, Sp. A sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Irma Laila menempuh pendidikan Dokter... - [dr. Sari Anggraini, M. Ked, Sp. T. H. T. K. L](https://primayahospital.com/doctor/dr-sari-anggraini-m-ked-sp-t-h-t-k-l/): dr. Sari Anggraini, M. Ked, Sp. T. H. T. K. L sebagai Dokter THT yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Sefri Noventi Sofia, Sp. JP, Msi.Med, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-sefri-noventi-sofia-spjpmsi-med-fiha/): dr. Sefri Noventi Sofia, Sp. JP, Msi. Med, FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital... - [drg. Selvy Amalia Puspitasari](https://primayahospital.com/doctor/drg-selvy-amalia-puspitasari/): drg. Selvy Amalia Puspitasari lahir di Semarang, 13 Februari 1994. Menyelesaikan pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah... - [dr. Selvina Maryones Rossary, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-selvina-maryones-rossary-sp-tht-kl/): dr. Selvina Maryones Rossary, Sp THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya... - [drg. Shinta Puspitasari](https://primayahospital.com/doctor/drg-shinta-puspitasari/): drg. Shinta Puspitasari sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Kelapa Gading. drg Shinta... - [dr. Sesmi Betris, Sp. S](https://primayahospital.com/doctor/dr-sesmi-betris-sp-s/): dr. Sesmi Betris, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Sesmi Betris menempuh... - [dr. Johana Prihatini, Sp. PD, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-johana-prihatini-sp-pd-finasim/): dr. Johana Prihatini, Sp. PD, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Johana... - [drg. Slamet Riyadi, Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-slamet-riyadi-sp-bm/): drg. Slamet Riyadi, Sp. BM sebagai Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. drg Slamet Riyadi... - [drg. Sri Yualita Prasida Dewi, Sp. Pros](https://primayahospital.com/doctor/drg-sri-yualita-prasida-dewi-sp-pros/): drg. Sri Yualita Prasida Dewi, Sp. Pros sebagai Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg... - [dr. Shintya Djayakusli , Sp.M M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-shintya-djayakusli-sp-m-m-kes/): dr. Shintya Djayakusli , Sp. M, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Shintya... - [dr. Julianus A.Uwuratuw, Sp.B, Subsp.BD (K) - Bedah Digestif](https://primayahospital.com/doctor/dr-julianus-a-uwuratuw-sp-b-kbd/): dr. Julianus A. Uwuratuw, Sp. B, Subsp. BD (K) sebagai Dokter Subspesialis Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar.... - [drg. Thalita Audi](https://primayahospital.com/doctor/drg-thalita-audi/): drg. Thalita Audi sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. drg. Thalita Audi menempuh pendidikan Kedokteran... - [dr. Julias Arief Komala, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-julias-arief-komala-sp-b/): dr. Julias Arief Komala, Sp. B adalah seorang dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya... - [drg. Timurwati, Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-timurwati-sp-bm/): drg. Timurwati, Sp. BM sebagai Dokter Spesialis Bedah Mulut yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Timurwati menempuh... - [drg. Tony Agust Purnomo, Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-tony-agust-purnomo-sp-bm/): drg. Tony Agust, Sp. BM sebagai Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut yang berpaktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg. Tony... - [dr. Junita Siusanti, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-junita-siusanti-sp-kfr/): dr. Junita Siusanti, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr. Junita Siusanti menempuh pendidikan... - [drg. Tri Hastuti Handayani, Sp. KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-tri-hastuti-handayani-sp-kg/): drg. Tri Hastuti Handayani, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. drg Tri... - [drg. Vindie Putri](https://primayahospital.com/doctor/drg-vindie-putri/): drg Vindie Putri lahir di Jakarta, 9 Oktober 1988. Menyelesaikan pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran pada... - [dr. Sisilya Maria Umboh, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-sisilya-maria-umboh-sp-m/): dr. Sisilya Maria Umboh, Sp. M sebagai Dokter Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Sisilya Maria Umboh... - [drg. Indira Ayu, Sp.KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-indira/): drg. Indira Ayu, Sp. KGA sebagai Spesialsis Kedoteran Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg. Indira Ayu, Sp.... - [dr. Kartariadi Gandadinata, Sp. PD, FINASIM, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-kartariadi-gandadinata-sp-pd-finasim/): dr. Kartariadi Gandadinata, Sp. PD, FINASIM, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr.... - [drg. Wara Listyabudi, Sp. Ort](https://primayahospital.com/doctor/drg-wara-listyabudi-sp-ort/): drg. Wara Listyabudi, Sp. Ort adalah seorang Dokter Spesialis Ortodonsia yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Semarang. drg Wara... - [dr. Jane Mary Carolina Rintjap, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-jane-mary-carolina-rintjap-sp-tht-kl/): dr. Jane Mary Carolina Rintjap, Sp. THT-KL sebagai Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di... - [dr. Siti Tersiani Kamil, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-siti-tersiani-kamil-sp-u/): dr. Siti Tersiani Kamil, Sp. U sebagai Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Siti Tersiani... - [drg. Wulandari](https://primayahospital.com/doctor/drg-wulandari/): drg. Wulandari sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Beliau menempuh pendidikan dokter gigi di Fakultas... - [drg. Irmawati Rahim, Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-irmawati-rahim-sp-bm/): drg. Irmawati Rahim, Sp. BM sebagai Dokter Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. Adapun pelayanan medis yang... - [dr. Karuniawan Purwantono, Sp. OT (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-karuniawan-purwantono-spot-k/): dr. Karuniawan Purwantono, Sp. OT (K) sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Adapun... - [drg. Yanny Alfonsus Bessie, Sp.Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-yanny-alfonsus-bessie-sp-perio/): drg. Yanny Alfonso Bessie, Sp. Perio adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Periodonti. Beliau menempuh pendidikan dokter Spesialis Periodonsia Fakultas Kedokteran... - [dr. Sitti Nurisyah, Sp.P (K) - Asma dan PPOK](https://primayahospital.com/doctor/dr-sitti-nurisyah-sp-p-k/): dr. Sitti Nurisyah, Sp. P (K) sebagai Dokter Spesialis Paru Subspesialis Asma dan PPOK yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar.... - [drg. Yudi Wijaya, MM. Kes, Sp.BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-yudi-wijaya-mm-kes-sp-bm/): drg. Yudi Wijaya, MM. Kes, Sp. BM sebagai Dokter Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. drg Yudi... - [dr. Sitti Rabiul Zatalia Ramadhan, Sp.PD, Subsp.GH - Ginjal Hipertensi](https://primayahospital.com/doctor/dr-sitti-rabiul-zatalia-ramadhan-sp-pdkgh/): dr. Sitti Rabiul Zatalia Ramadhan, Sp. PD, Subsp. GH sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi yang berpraktik di... - [drg. Yusi Heptorina Suharno, Sp.KG](https://primayahospital.com/doctor/drg-yusi-heptorina-suharno-sp-kg/): drg. Yusi Heptorina Suharno, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Yusi... - [dr. Kathi Swaputri Kancana, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-kathi-swaputri-kancana-sppd/): dr. Kathi Swaputri Kancana, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Adapun pelayanan medis... - [dr. Sjully Mamahit, M.Kes.,Sp.A, CIMI - Konselor Laktasi](https://primayahospital.com/doctor/dr-sjully-mamahit-m-kes-sp-a/): dr. Sjully Mamahit, M. Kes, Sp. A, CIMI sebagai Dokter Spesialis Anak Konselor Laktasi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar.... - [drg. Bella Aulia Frida](https://primayahospital.com/doctor/drg-bella-aulia-frida/): drg. Bella Aulia Frida adalah seorang dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang berdedikasi dalam... - [dr. RR. Supiyanti, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-rr-supiyanti-sp-m/): dr. RR. Supiyanti, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr RR. Supiyanti menempuh... - [Drg. Moara Gatho Perwirayudha, Sp. BMMF](https://primayahospital.com/doctor/drg-moara-gatho-perwirayudha-spbmmf/): Drg. Moara Gatho Perwirayudha SpBMMF sebagai Dokter gigi spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Moara... - [dr. Khoirul Kholis, Sp.U, Subsp.FEN (K) - Female, Functional and Neurology](https://primayahospital.com/doctor/dr-khoirul-kholis-sp-u/): dr. Khoirul Kholis, Sp. U, Subsp. FEN (K) sebagai Dokter Urologi Subspesialis Female, Functional and Neurology yang berpraktik di Primaya... - [Fika Frahesti Yunita, MPsi](https://primayahospital.com/doctor/fika-frahesti-yunita-mpsi/): Fika Frahesti Yunita, MPsi sebagai Psikolog Klinis yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Tangerang Dani Tri Astuti menempuh studi... - [dr. Khomimah, Sp. PD-KEMD, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-khomimah-sp-pd-kemd-finasim/): dr. Khomimah, Sp. PD-KEMD, FINASIM sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Sri Tanty Fuji A Harahap, Sp. M - Onkologi Mata](https://primayahospital.com/doctor/dr-sri-tanty-fuji-a-harahap-sp-m/): dr. Sri Tanty Fuji A Harahap, Sp. M sebagai Dokter Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara dan Primaya... - [Fisioterapis](https://primayahospital.com/doctor/fisioterapis/): – Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [dr. Khrisanti Dinata, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-khrisanti-dinata-spa/): dr. Khrisanti Dinata, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak... - [Gardenia Junissa Siregar, M. Psi., Psikolog](https://primayahospital.com/doctor/gardenia-junissa-siregarm-psi-psikolog/): Gardenia Junissa Siregar, M. Psi. , Psikolog adalah seorang psikolog profesional yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang... - [dr. Stefanus Sumilat, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-stefanus-sumilat-sp-og/): dr. Stefanus Sumilat, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar.... - [dr. L. Yudhantoro, Sp. OT, AIFO-K, FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-l-yudhantoro-sp-ot-aifo-k-fics/): dr. L. Yudhantoro, Sp. OT, AIFO-K, FICS sebagai Dokter Spesialis Ortopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. L. Yudhantoro,... - [dr. Lambok Simorangkir, Sp.U](https://primayahospital.com/doctor/dr-lambok-simorangkir-sp-u/): dr. Lambok Simorangkir, Sp. U merupakan Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau memiliki kompetensi dalam... - [dr. Langgeng Raharjo, Sp.An-TI, Subsp. An.Kv (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-langgeng-sp-an/): dr. Langgeng Raharjo, Sp. An-TI, Subsp. An. Kv (K) merupakan dokter spesialis anestesi di Primaya Hospital Bekasi Barat. Menempuh pendidikan... - [dr. Lazuardy Rachman Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-lazuardy-rachman-sp-og/): dr. Lazuardy Rachman Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Stevy Dian Fitriani, Sp. DVE, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-stevy-dian-fitriani-sp-kk-m-kes/): dr. Stevy Dian Fitriani, Sp. D. V. E, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Lili Sianawati Msc, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-lili-sianawati-msc-spa/): dr. Lili Sianawati Msc, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat... - [dr. Seivilia Artanti, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-seivilia-artanti-sp-m/): dr. Seivilia Artanti, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga dan memulihkan kesehatan... - [dr. Lilir Amalini, Sp.N, CFIDN, AIFO-K](https://primayahospital.com/doctor/dr-lilir-amalini-sp-s/): dr. Lilir Amalini adalah seorang Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital Kelapa Gading.... - [dr. H. Soendoro Wiriosudarmo, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-sundoro-wiriosudarmo-sp-og/): dr. H. Soendoro Wiriosudarmo, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Adapun pelayanan medis... - [dr. Selvi Josten, Sp.PK, M.Kes.](https://primayahospital.com/doctor/dr-selvi-josten-sp-pk-m-kes/): dr. Selvi Josten, Sp. PK, M. Kes. sebagai Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Menempuh pendidikan... - [dr. Supris Yurit Erfin Pamungkas, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-supris-yurit-erfin-pamungkas-sp-pd/): dr. Supris Yurit Erfin Pamungkas, Sp. PD sebagai Dokter Spesilais Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Supris... - [dr. Lucky Savitry Widyakusuma, Sp. OG (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-lucky-savitry-widyakusuma-sp-og-k/): dr. Lucky Savitry Widyakusuma, Sp. OG (K)-Urogin. R-E sebagai Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, Subspesialis Uroginekologi dan Rekonstruksi yang berpraktek... - [dr. M Farhan Djamal Hasan, Sp.OG, Subsp. Onk - Onkologi Kebidanan](https://primayahospital.com/doctor/dr-m-farhan-djamal-hasan-sp-og/): dr. Muhamad Farhan Djamal Hasan, Sp. OG, Subsp. Onk sebagai Dokter Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi Ginekologi yang berpraktek di... - [dr. Suryadi Susanto, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-suryadi-susanto-spa/): dr. Suryadi Susanto, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak... - [dr. Susan Sri Anggraeni Purwohusodo, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-susan-sri-anggraeni-purwohusodo-sp-m/): dr. Susan Sri Anggraeni Purwohusodo, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Susan... - [dr. Susi Heryati, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-susi-heryati-sp-m/): dr. Susi Heryati, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Susi Heryati... - [drg. Novitria Zahrotul Malikha, Sp.Ort](https://primayahospital.com/doctor/drg-novitria-zahrotul-malikha-sp-ort/): drg. Novitria Zahrotul Malikha, Sp. Ort merupakan Dokter Spesialis Orthodonti yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan... - [Dr. dr. M. Hidayat Budi, ST, M.Si Med, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-m-hidayat-budi/): Dr. dr. M. Hidayat Budi, ST, M. Si Med, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah yang saat ini berpraktik di... - [dr. Sutopo Marsudi Widodo, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-sutopo-marsudi-widodo-sp-kfr/): dr. Sutopo Marsudi Widodo, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum.... - [Dr. dr. Shalina Sebayang, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV](https://primayahospital.com/doctor/dr-shalina-sebayang-sp-kk/): Dr. dr. Shalina Sebayang, Sp. D. V. E, FINSDV, FAADV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Suwito Indra, Sp. PD-KGEH, FINASIM - Gastroenterohepatologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-suwito-indra-sp-pd-kgeh-finasim/): dr. Suwito Indra, Sp. PD-KGEH, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat... - [dr. Syafriani Tanjung, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-syafriani-tanjung-sp-og/): dr. Syafriani Tanjung, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Syafriani Tanjung menempuh... - [dr. M. Taufik, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-m-taufik-sp-b/): dr. M. Taufik, Sp. B sebagai Dokter Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr M. Taufik menamatkan pendidikan Spesialis... - [Dr. dr. Syakri Syahrir, Sp.U, Subsp.TRK (K) - Trauma dan Rekonstruksi Urologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-syakri-syahrir-sp-u-k/): Dr. dr. Syakri Syahrir, Sp. U, Subsp. TRK (K) sebagai Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Trauma dan Rekonstruksi Urologi yang berpraktik... - [dr. M. Taufiq Sp. OT(K) - Hip and Knee](https://primayahospital.com/doctor/dr-m-taufiq-sp-ot/): dr. M. Taufiq Sp. OT (K) – Hip and Knee adalah sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Hip and... - [dr. Syifa Komalasari, Sp.DVE, FINSDV⁠](https://primayahospital.com/doctor/dr-syifa-komalasari-sp-kk/): dr. Syifa Komalasari, Sp. DVE, FINSDV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Shalina Sebayang... - [dr. Kosin Salim, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-kosin-salim-sp-pd/): dr. Kosin Salim, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Kosin Salimmenempuh pendidikan... - [dr. Tamariska Gerdawaty, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-tamariska-gerdawaty-sp-kfr/): dr. Tamariska Gerdawaty, Sp. KFR sebagai Dokter Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Tamariska Gerdawaty... - [dr. Silvony Chandra, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-silvony-chandra-sp-kfr/): dr. Silvony Chandra, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr... - [dr. Mandasari Mandarana, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-mandasari-mandarana-sp-m/): dr. Mandasari Mandarana, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Mandasari Mandarana menempuh... - [dr. Tantri Kurniawati, Sp. THT- KL, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-tantri-kurniawati-sptht-kl-m-kes/): dr. Tantri Kurniawati, SpTHT- KL, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya... - [dr. Taufik Tjahyadi, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-taufik-tjahyadi-sp-s/): dr. Taufik Tjahyadi Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Taufik... - [dr. Marhamah Asaad Maidin, Sp.OG, Subsp.Obginsos](https://primayahospital.com/doctor/dr-marhamah-sp-og/): dr. Marhamah Asaad Maidin, Sp. OG, Subsp. Obginsos sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial yang berpraktik... - [dr. Maria Christina Angela Ratna Pramesti, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-christina-angela-ratna-pramesti-sp-u/): dr. Maria Christina Angela Ratna Pramesti, Sp. U sebagaiDokter Urologi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Maria... - [dr. Mariani Djuanda, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-mariani-djuanda-spkfr/): dr. Mariani Djuanda, Sp. KFR sebagai Dokter Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital PGICikini. Adapun pelayanan medis yang dapat... - [dr. Marisa Khairani H, Sp. JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-marisa-khairani-hsp-jp/): dr. Marisa Khairani H,Sp. JP sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr... - [dr. Martha Saulina, Sp.DVE, FINSDV, FAADV](https://primayahospital.com/doctor/dr-martha-saulina-sp-kk/): dr. Martha Saulina, Sp. DVE, FINSDV, FAADV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Shalina... - [dr. Tito Phurbojoyo, Sp. JP (K), FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-tito-phurbojoyo-spjp/): dr. Tito Phurbojoyo, Sp. JP (K), FIHA sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr... - [dr. Matahari Arsy Harum Permata, Sp.DVE](https://primayahospital.com/doctor/dr-matahari-arsy-harum-permata-sp-kk/): dr. Matahari Arsy Harum Permata, Sp. DVE adalah seorang Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berpraktik di Jakarta. Beliau... - [dr. Tiur Herlina Juliana, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-tiur-herlina-juliana-spb/): dr. Tiur Herlina Juliana, Sp. B adalah Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital PGI Cikini. dr.... - [dr. Maude Renata, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-maude-renata-sp-pd/): dr. Maude Renata, Sp. PD sebagai Dokter Internist yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Maude Renata menempuh... - [dr. Tolhas Banjarnahor, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-tolhas-banjarnahor-sp-pd/): dr. Tolhas Banjarnahor, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau berpengalaman dalam diagnosis, penanganan,... - [dr. Mauludi Rachmantya Tranggana, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-mauludi-rachmantya-tranggana-sp-pd/): dr. Mauludi Rachmantya Tranggana, Sp. PD adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Bhakti... - [dr. Tommy Halauwet, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-tommy-halauwet-spb/): dr. Tommy Halauwet, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital Kelapa... - [dr. Tonggo M Marini, Sp. GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-tonggo-m-marini-sp-gk/): dr. Tonggo M Marini, Sp. GK sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya... - [dr. Meirdhania Andina, Sp. A, Mkes](https://primayahospital.com/doctor/dr-meirdhania-andina-sp-a-mkes/): dr. Meirdhania Andina, Sp. A, Mkes sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Meirdhania Andina menempuh... - [dr. Toni M. A., Sp. PD, Sp. JP (K), MMRS, FasCC](https://primayahospital.com/doctor/dr-toni-m-a-sp-pd-sp-jp-k-mmrs-fascc/): dr. Toni M. A. , Sp. PD, Sp. JP (K), MMRS, FasCC sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang... - [dr. Meky Tanjung, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-meky-tanjung-spb/): dr. Meky Tanjung, Sp. B merupakan Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter... - [Dr. dr. Trianggoro Budisulistyo, Sp.N, Subsp.NN(K), Dipl of Pain-RA](https://primayahospital.com/doctor/dr-trianggoro-budilistyo/): Dr. dr. Trianggoro Budisulistyo, Sp. N, Subsp. NN(K), Dipl of Pain-RA lahir di Jakarta,22 Agustus 1972. Menyelesaikan pendidikan profesi dokter... - [dr. Melvina Nidya Sandra, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-melvina-nidya-sandra-sp-m/): dr. Melvina Nidya Sandra, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Tumpal Rajagukguk, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-tumpal-rajagukguk-sp-a/): dr. Tumpal Rajagukguk, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Tumpal Rajagukguk menempuh... - [dr. Meutia Ria Octaviana, Sp.OG, MKes](https://primayahospital.com/doctor/dr-meutia-ria-octaviana-sp-og-mkes/): dr. Meutia Ria Octaviana, Sp. OG, MKes sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh... - [dr. Michelle Angelina, M. Biomed, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-michelle-angelina-m-biomed-sp-og/): dr. Michelle Angelina, M. Biomed, Sp. OG sebagai Dokter Kebidanan dan Kandungan yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi.... - [dr. V. Fridawati, Sp.PK](https://primayahospital.com/doctor/dr-v-fridawati-sp-pk/): dr. V. Fridawati, Sp. PK sebagai Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. V. Fridawati menempuh... - [dr. Veronica Suwono, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-veronica-suwonosp-kj/): dr. Veronica Suwono,Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kejiwaan yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Veronica Suwono menempuh pendidikan Spesialis... - [dr. Vetty Uli Roida Silaban, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-vetty-uli-roida-silaban-sp-b/): dr. Vetty Uli Roida Silaban, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Vetty... - [dr. Mire Riyana M.Biomed, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-mire-riyana-m-biomed-spa/): dr. Mire Riyana M. Biomed, SpA sebagai Dokter Anak yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Mire Riyana... - [dr. Vika Aryan Sari, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-vika-aryan-sari-sp-tht-kl/): dr. Vika Aryan Sari, Sp. THT sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Moch Purnomo Isnaeni Nasution, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-moch-purnomo-isnaeni-nasution-sp-pd/): dr. Moch Purnomo Isnaeni Nasution, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Moch... - [dr. Vinda Rassuna, Sp. P, FISR](https://primayahospital.com/doctor/dr-vinda-rassuna-sp-p-fisr/): dr. Vinda Rassuna, Sp. P, FISR sebagai Dokter Spesialis Paru (Pulmonologi) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Vinda... - [dr. Mochamad Iqbal Hassarief Putra, Sp. PD, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-mochamad-iqbal-hassarief-putra-sp-pd/): dr. Mochamad Iqbal, Sp. PD, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Mochamad... - [dr. Vindina Retha, Sp.T.H.T.B.K.L](https://primayahospital.com/doctor/dr-vindina-retha-sptht-kl/): dr. Vindina Retha, Sp. T. H. T. B. K. L sebagai Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala dan Leher... - [dr. Susilo Prihranto, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-susilo-prihranto-sppd/): dr. Susilo Prihranto, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta Pusat dr.... - [dr. Mochammad Irsyad, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-mochammad-irsyad-sp-pd/): dr. Mochammad Irsyad, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako . dr. Mochammad... - [dr. Wahju Hidajati, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-wahju-hidajati-sp-kfr/): dr. Wahju Hidajati, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktek di Primaya Evasari Hospital. dr. Wahju Hidajati,... - [dr. Wahyu Sulistio Wibowo, Sp.B.KBD - Bedah Digestif](https://primayahospital.com/doctor/dr-wahyu-sulistio-wibowosp-b-kbd/): dr. Wahyu Sulistio Wibowo,Sp. B. KBD sebagai Dokter Ahli Bedah Digestif yang saat ini berpraktek di Primaya Hospital Makassar. dr.... - [dr. Mohamad Rezha Faisal, Sp. OG, Subsp. Obginsos](https://primayahospital.com/doctor/dr-mohamad-rezha-faisal-sp-og/): dr. Mohamad Rezha Faisal, Sp. OG, Subsp. Obginsos adalah Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialistik Obstetri dan Ginekologi Sosial yang menempuh... - [dr. Waluyo Sugito Sp. OT.Subsp. Onk. Ort. R(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-waluyo-sugito-spot-k-onk/): dr. Waluyo Sugito, Sp. OT. Subsp. Onk. Ort. R(K) adalah seorang dokter spesialis ortopedi dengan subspesialisasi dalam onkologi ortopedi. Beliau... - [dr. Mohammad Irfan, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-mohammad-irfan-sppd/): dr. Mohammad Irfan Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Mohammad Irfan... - [dr. Mokhammad Ikhsan Nurkholis., Sp. A (K), Kardiologi Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-mokhammad-ikhsan-nurkholis-sp-a-k/): dr. Mokhammad Ikhsan Nurkholis, Sp. A (K) sebagai Spesialis Anak Subspesialis Kardiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh... - [dr. Warigit Dri Atmoko, Sp. PD, M.Kes, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-warigit-dri-atmoko-sp-pd-m-kes-finasim/): dr. Warigit Dri Atmoko, Sp. PD adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Semarang.... - [dr. Syahrial M. Hutauruk, Sp. THT-KL(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-syahrial-m-hutauruk-sp-tht-klk/): dr. Syahrial M. Hutauruk, Sp. THT-KL(K) sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Monique Carolina Widjaja, M. Gizi, Sp.GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-monique-carolina-widjaja-sp-gk/): dr. Monique Carolina Widjaja, M. Gizi Sp. GK sebagai Dokter Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Monique... - [dr. Mual Bobby Enrico Parhusip, Sp.P(K) Onk](https://primayahospital.com/doctor/dr-mual-bobby-enrico-parhusip-sp-p/): dr. Mual Bobby Enrico Parhusip, Sp. P sebagai Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum.... - [dr. Muchtar, Sp. BP-RE](https://primayahospital.com/doctor/dr-muchtar-sp-bp/): dr. Muchtar, Sp. BP-RE merupakan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur dan... - [dr. Widyawati, Sp.D.V.E, Subs. D.T - Dermatologi Tropis](https://primayahospital.com/doctor/dr-widyawati-sp-kk/): dr. Widyawati, Sp. D. V. E, Subs. D. T sebagai Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Subspesialis Dermatologi Tropis yang saat... - [dr. Melva Merlyana, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-melva-merlyanaspkfr/): dr. Melva Merlyana, Sp. KFR merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp. KFR) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Muhammad Enri Danni, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-enri-danni-sp-a/): dr. Muhammad Enri Danni, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Kesehatan Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Muhammad... - [Dr. dr. Willy Adhimarta, Sp.BS, Subsp. N-Vas - Neurovaskular](https://primayahospital.com/doctor/dr-willy-adhimarta-sp-bs/): dr. Willy Adhimarta, Sp. BS sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Neurovaskular dengan pengalaman lebih dari 8 tahun yang saat... - [dr. Muhammad Ihsan Kitta, M.Kes, Sp.OT, Subsp. A - Pediatric](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-ihsan-kitta-m-kes-sp-otk/): dr. Muhammad Ihsan Kitta, M. Kes, Sp. OT, Subsp. A sebagai Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Pediatric yang berpraktik di Primaya... - [dr. Muhammad Ikhwan, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-ikhwan-sp-tht-kl/): dr. Muhammad Ikhwan, Sp. THT-BKL adalah seorang Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di... - [dr. Windy Woro Paramyta, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-windy-woro-paramyta-sp-tht-kl/): dr. Windy Woro Paramyta, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok – Bedah Kepala Leher yang berpraktik di... - [dr. Theresia Asti Prasasti Darma Sudjono, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-theresia-asti-prasasti-darma-sudjono-sp-pd/): dr. Theresia Asti Prasasti Darma Sudjono, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako... - [dr. Wira Kimahesa Anggoro, Sp. JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-wira-kimahesa-anggoro-spjp/): dr. Wira Kimahesa Anggoro, SpJP sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Wira Kimahesa... - [dr. Muhammad Phetrus Johan, M.Kes, Ph.D,Sp.OT, Subsp. Onk.Ort. R](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-phetrus-johanmkesphdsp-otk/): dr. Muhammad Phetrus Johan, M. Kes, Ph. D,Sp. OT, Subsp. Onk. Ort. R sebagai Dokter Spesialis Ortopedi Subspesiialis Onkologi Ortopaedi... - [dr. Wulandari Eka Sari, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-wulandari-eka-sari-sp-og/): dr. Wulandari Eka Sari, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr... - [dr. Muhammad Samiadji, Sp.BP](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-samiadji-sp-bp/): d. Muhammad Samiadji, Sp. BP sebagai Dokter Bedah Plastik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Muhammad Samiadji menyelesaikan pendidikan... - [dr. Muhammad Sofiansyah, Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-sofiansyah-sp-p/): dr. Muhammad Sofiansyah, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis... - [dr. Yogi Rosbianto, Sp. BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-yogi-rosbianto-sp-bs/): dr. Yogi Rosbianto, Sp. BS adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. dr.... - [dr. Munawar Ambar, Sp. KK](https://primayahospital.com/doctor/dr-munawar-ambar-sp-kk/): dr. Munawar Ambar, Sp. KK sebagai Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Munawar... - [Dr. dr. Yose Waluyo, Sp.KFR, Subsp. MS (K) - Subspesialis Muskuloskeletal](https://primayahospital.com/doctor/dr-yose-waluyo-sp-kfr-k/): Dr. dr. Yose Waluyo, Sp. KFR, Subsp. MS (K) sebagai Dokter Spesialis Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Subspesialis Muskuloskeletal yang... - [dr. Mursid Fadli, Sp. B,Subsp.BVE (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-mursid-fadli-sp-b-subbve/): dr. Mursid Fadli, Sp. B, Subsp. BVE (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vascular dan Endovascular. dr. Mursid Fadli menempuh pendidikan... - [dr. Yosua Hardja, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-yosua-hardja-sp-u/): dr. Yosua Hardja, Sp. U sebagai Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Yosua Hardja menempuh... - [dr. Yudi Ambeng, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudi-ambeng-sp-u/): dr. Yudi Ambeng, Sp. U sebagai Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Yudi Ambeng menempuh... - [dr. Mutmainnah, Sp.DVE](https://primayahospital.com/doctor/dr-mutmainnah-sp-kk/): dr. Mutmainnah, Sp. DVE sebagai Dokter Spesialis Dermatologi Venerologi Estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Mutmainnah menempuh pendidikan... - [dr. Yudika Iwan Kaharap, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudika-iwan-kaharap-sp-m/): dr. Yudika Iwan Kaharap, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Yudi Ambeng... - [dr. Yudistira Panji Santosa, Sp.PD-KKV, FINASIM, M.Kes.](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudistira-panji-santoso-sp-pd-kkv/): dr. Yudistira Panji Santoso, Sp. PD, KKV sebagai Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskuler yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr... - [dr. Yudith Elonia Esten, Sp. N](https://primayahospital.com/doctor/dr-yudith-elonia-esten-sp-n/): dr. Yudith Elonia Esten, Sp. N sebagai Dokter Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Yudith Elonia Esten menempuh... - [dr. Yulia Ariani, Sp. A(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-yulia-ariani-sp-ak/): dr. Yulia Ariani, Sp. A(K) sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Yulia Ariani menempuh... - [dr. Nathalia Safitri, Sp. GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-nathalia-safitri-sp-gk/): dr. Nathalia Safitri, Sp. GK merupakan dokter spesialis gizi klinik Primaya Hospital Semarang . Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum, profesi... - [dr. Nathalia V. Mappewali, Sp.OG, Subsp. Obginsos, M.Kes - Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial](https://primayahospital.com/doctor/dr-nathalia-v-mappewali-sp-og-m-kes/): dr. Nathalia V. Mappewali, Sp. OG, Subsp. Obginsos, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Subspesialis... - [dr. Yulius Fajar Martanu, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-yulius-fajar-martanu-spu/): dr. Yulius Fajar Martanu, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya PGI Cikini. dr. Yulius Fajar menempuh pendidikan... - [dr. Ndaru Bintang Ahmadan, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-ndaru-bintang-ahmadanspb/): dr. Ndaru Bintang Ahmadan,SpB sebagai Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Ndaru Bintang Ahmadan menempuh... - [dr. Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-yusak-alfrets-porotuo-sp-jp/): dr. Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP sebagai Dokter Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Yusak Alfrets Porotuo menempuh... - [dr. Nelly, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-nellysp-m/): dr. Nelly, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Nelly menempuh pendidikan Spesialis Mata... - [dr. Yusi Amalia, Sp.N, FNK - Fellowship Neurofisiologi Klinis & IOM](https://primayahospital.com/doctor/dr-yusi-amalia-sp-s/): dr. Yusi Amalia, Sp. N, FNK merupakan Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Yusuf Galenta, Sp.JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-yusuf-galenta-sp-jp-fiha/): dr. Yusuf Galenta, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr... - [dr. Nila Santia Dewi, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-nila-santia-dewi-sp-tht-kl/): dr. Nila Santia Dewi, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Kepala Leher yang aktif melayani pasien di... - [dr. Nilam Smaradhania, Sp.B, Subsp. Onk(K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-nilam-smaradhania-sp-b-k-onk/): dr. Nilam Smaradhania, Sp. B, Subsp. Onk(K) sebagai Spesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Nina Manggiasih, Sp. M](https://primayahospital.com/doctor/dr-nina-manggiasih-sp-m/): dr. Nina Manggiasih, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Zikanovelia, Sp. P](https://primayahospital.com/doctor/dr-zikanovelia-sp-p/): dr. Zikanovelia, Sp. P adalah seorang Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital... - [Dr. dr.A.Faradillah, M.Kes, Sp.GK, Subsp. KM - Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi](https://primayahospital.com/doctor/dr-a-faradillahsp-gk/): Dr. dr. A. Faradillah, M. Kes, Sp. GK, Subsp. KM sebagai Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi... - [dr. Abd. Rahman Umar, Sp.PD, Subspesialis Rheumatologi](https://primayahospital.com/doctor/dr-abd-rahman-umar-sp-pd-kr/): dr. Abd. Rahman Umar, Sp. PD, Subsp. R sebagai Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Rheumatologi yang saat ini berpraktik di Primaya... - [Dr. dr. Nita Mariani, Sp.BA, Subsp. D.A (K) - Bedah Digestif](https://primayahospital.com/doctor/dr-nita-mariana-sp-ba/): Dr. dr. Nita Mariani, Sp. BA, Subsp. D. A (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak Subspesialis Bedah Digestif yang berpraktik... - [dr. Agnilia Octia Sari, Sp.KJ](https://primayahospital.com/doctor/dr-agnilia-octia-sarisp-kj/): dr. Agnilia Octia Sari, Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis,... - [dr. Nitya Prasanta, Sp. PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-nitya-prasanta-sp-pd/): dr. Nitya Prasanta, Sp. PD adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam di Primaya Hospital Karawang. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialisnya di FK... - [dr. Andy Setiawan, Sp. An-TI, Subsp. TI (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-andy-setiawansp-an/): dr. Andy Setiawan, Sp. An-TI, Subsp. TI (K) merupakan dokter spesialis anestesi di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau... - [dr. Nova Setyaningsih, MKK](https://primayahospital.com/doctor/dr-nova-setyaningsih-mkk/): dr. Nova Setyaningsih, MKK sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Nova Setyaningsih menempuh pendidikan Kedokteran Umum,... - [dr.Bambang Budiono,Sp.JP, Subsp. KI (K), FIHA,FAPSC,FAPSIC,FSCAI - Kardiovaskular Intervensi](https://primayahospital.com/doctor/dr-bambang-budionosp-jpfihafapscfapsicfscai/): dr. Bambang Budiono,Sp. JP, Subsp. KI (K), FIHA,FAPSC,FAPSIC,FSCAI sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Intervensi Kardiovaskular yang saat ini... - [dr. Novi Ariyanti, Sp. JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-novi-ariyanti-spjp-fiha/): dr. Novi Ariyanti, Sp. JP, FIHA merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur.... - [dr. Novi Lutfiyanti, Sp.OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-novi-lutfiyanti-sp-og/): dr. Novi Lutfiyanti, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Novi Lutfiyanti menempuh... - [dr. Wempy Thioritz, Sp.KJ, Subsp.Kom (K) - Psikiatri Komunitas](https://primayahospital.com/doctor/dr-wempy-thioritz-sp-kj/): dr. Wempy Thioritz, Sp. KJ, Subsp. Kom (K) sebagai Dokter Spesialis Kejiwaan Konsultan Psikiatri Komunitas yang saat ini berpraktik di... - [dr. Centery, Sp. BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-centery-sp-bs/): dr. Centery, Sp. BS sebagai Dokter Bedah Saraf. yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr Centery menempuh... - [dr. Nuch Sabunga, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-nuch-sabunga-sp-tht-kl/): dr. Nuch Sabunga, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Betang... - [dr. Christian Yonathan, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-christian-yonathansp-ot/): dr. Christian Yonathan, Sp. OT adalah seorang dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis,... - [dr. Nugraheni Irda, Sp. PD, M. Kes, FINASIM - Fellow Endoskopi](https://primayahospital.com/doctor/dr-nugraheni-irda-sp-pd-m-kes/): dr. Nugraheni Irda, Sp. PD, M. Kes, FINASIM – Fellow Endoskopi adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Internis) yang berpengalaman... - [dr. Claudia Marissa](https://primayahospital.com/doctor/dr-claudia-marissa/): dr. Claudia Marissa merupakan Dokter yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan medis umum... - [dr. Nur Hafiz Ramadhona, Sp.And](https://primayahospital.com/doctor/dr-nur-hafiz-ramadhona-sp-and/): dr. Nur Hafiz Ramadhona, Sp. And sebagai Spesialis Andrologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Nur Hafiz Ramadhona menempuh... - [DR. dr. Maruli Mangunsong, Sp. N, M. Epid](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-maruli-mangunsong-sp-s-m-epid/): DR. dr. Maruli Mangunsong, Sp. N, M. Epid adalah Dokter Spesialis Saraf yang saat ini aktif melayani pasien di Primaya... - [dr. Nur Surya Wirawan, M.Kes, Sp. An-KMN](https://primayahospital.com/doctor/dr-nur-surya-wirawan-m-kes-sp-an-kmn/): dr. Nur Surya Wirawan, Sp. An adalah seorang Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang aktif melayani pasien di Primaya... - [Dr.dr. Muhammad Sakti, Sp.OT, Subsp.CO - Cedera Olahraga](https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-muhammad-sakti-sp-otk/): Dr. dr. Muhammad Sakti, Sp. OT, Subsp. CO sebagai Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga yang saat ini... - [dr. Nurhayati, Sp. P, FISR](https://primayahospital.com/doctor/dr-nurhayati-sp-p-fisr/): dr. Nurhayati, Sp. P, FISR sebagai Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Nurhayati menempuh pendidikan Spesialis... - [dr. Erlindah Ernawati, Sp.N](https://primayahospital.com/doctor/dr-erlindah-ernawatisp-n/): dr. Erlindah Ernawati, Sp. N adalah seorang dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.... - [dr. Nurima Ulya Dwita, Sp. BTKV](https://primayahospital.com/doctor/dr-nurima-ulya-dwita-sp-btkv/): dr. Nurima Ulya Dwita, Sp. BTKV sebagai Spesialis Bedah Thoraks, Kardiak dan Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat... - [dr. Fernita Leo Soetjipto Soepodo, Sp.BP](https://primayahospital.com/doctor/dr-fernita-leo-soetjipto-soepodosp-bp/): dr. Fernita Leo Soetjipto Soepodo, Sp. BP adalah Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi yang berpraktik di Primaya Hospital, Kabupaten... - [dr. I Putu Aditya Bawa, Sp.T.H.T.B.K.L](https://primayahospital.com/doctor/dr-i-putu-aditya-bawasp-tht-kl/): dr. I Putu Aditya Bawa, Sp. T. H. T. B. K. L sebagai Dokter THT yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Nuvi Nusarintowati, Sp.A, Subsp. Kardio(K), Kardiologi Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-nusarintowati/): dr. Nuvi Nusarintowati, Sp. A, Subsp. Kardio(K) adalah seorang dokter Spesialis Anak dengan Subspesialisasi Jantung Anak yang memiliki pengalaman luas... - [dr. Ni Nyoman Sri Yuliani Sp. GK](https://primayahospital.com/doctor/dr-ni-nyoman-sri-yuliani-sp-gk/): dr. Ni Nyoman Sri Yuliani Sp. GK sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr... - [dr. Ondo Renaisan Sitorus, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-ondo-renaisan-sitorussp-b-spb/): dr. Ondo Renaisan Sitorus, Sp. B adalah Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital PGI Cikini. dr.... - [dr. Jayarasti Kusumanegara, Sp.BTKV , Subsp.JD (K), Bedah Jantung Dewasa](https://primayahospital.com/doctor/dr-jayarasti-kusumanegara-sp-btkv/): dr. Jayarasti Kusumanegara, Sp. BTKV , Subsp. JD (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular Subspesialis Bedah Jantung Dewasa... - [dr. Yanti Ria, Sp.THT](https://primayahospital.com/doctor/dr-yanti-ria-sp-tht/): dr. Yanti Ria, Sp. THT sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Yanti... - [dr. Yenny Wiarni Abbas, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-yenny-wiarni-abbas-sp-a/): dr. Yenny Wiarni Abbas, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Yenny Wiarni... - [dr. Oscar Djauhari, Sp.THT](https://primayahospital.com/doctor/dr-oscar-djauhari-sp-tht/): dr. Oscar Djauhari , Sp. THT sebagai Dokter THT yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Oscar Djauhari... - [dr. Ketut Indriani, MH. Kes, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-ketut-indrianimh-kessp-a/): dr. Ketut Indriani, MH. Kes, Sp. A sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. dr... - [dr. Panahatan Aritonang, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-panahatan-aritonang-spm/): dr. Panahatan Aritonang, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh Pendidikan Profesi Dokter... - [dr. Krisma Perdana Harja, Sp.Ak](https://primayahospital.com/doctor/dr-krisma-perdana-harjasp-ak/): dr. Krisma Perdana Harja, Sp. Ak sebagai Dokter Akupunktur yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr Krisma... - [dr. Pandang Tedi Adriyanto, M. Sc, Sp. PD, FINASIM](https://primayahospital.com/doctor/dr-pandang-tedi-adriyanto-m-sc-sp-pd-finasim/): dr. Pandang Tedi Adriyanto, M. Sc, Sp. PD, FINASIM adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi.... - [dr. Finsania Permatasari, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-finsania-permatasari-spkfr/): dr. Finsania Permatasari, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Adapun pelayanan medis yang... - [dr. Patria Adri Wibhawa, Sp. N](https://primayahospital.com/doctor/dr-patria-adri-wibhawa-spn/): dr. Patria Adri Wibhawa, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh... - [dr. Firman Hendrik H, Sp.S](https://primayahospital.com/doctor/dr-firman-hendrik-h-sp-s/): dr. Firman Hendrik H, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter... - [dr. Fith Dahlan, Sp.A](https://primayahospital.com/doctor/dr-fith-dahlan-sp-a/): dr. Fith Dahlan, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Fith Dahlan, Sp. A menempuh... - [dr. Perwira Bintang, Sp. OT (K) Spine](https://primayahospital.com/doctor/dr-perwira-bintang-sp-ot-k-spine/): dr. Perwira Bintang, Sp. OT (K) Spine sebaga Dokter Ortopedi Konsultan Spine yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr... - [dr. Fitria Yogasari, Sp. Rad](https://primayahospital.com/doctor/dr-fitria-yogasari-sp-rad/): dr. Fitria Yogasari, Sp. Rad adalah seorang Dokter Spesialis Radiologi yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau menyelesaikan... - [dr. Fitrie Rahayu Sari, Sp.P](https://primayahospital.com/doctor/dr-fitrie-rahayu-sari-sp-p/): dr. Fitrie Rahayu Sari, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis... - [dr. Phoppy Paulina Limbong, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-phoppy-paulina-limbong-sp-tht-kl/): dr. Phoppy Paulina Limbong, Sp. THT-KL sebagaDokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Betang... - [dr. R.Muhamad Ramdani, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-r-muhamad-ramdanisp-m/): dr. R. Muhamad Ramdani, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang... - [dr. Fitry Handayani, Sp. JP](https://primayahospital.com/doctor/dr-fitry-handayani-spjp/): dr. Fitry Handayani, Sp. JP sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau menempuh... - [dr. Prema Hapsari, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-prema-hapsari-sp-pd/): dr. Prema Hapsari, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Prema Hapsari menempuh... - [dr. Fransisca Janne Siahaya, Sp.B](https://primayahospital.com/doctor/dr-fransisca-janne-siahaya-sp-b/): dr. Fransisca Janne Siahaya, Sp. B adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Umum yang memiliki kompetensi luas dalam menangani berbagai kondisi... - [dr. Fredy Lisnan, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-fredy-lisnan-sp-og/): dr. Fredy Lisnan, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang.... - [dr. Priska Asrana Baidah, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-priska-asrana-baidah-spog/): dr. Priska Asrana Baidah, SpOG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Priska... - [dr. Richard, Sp. B, M. Kes,FINACS,FICS](https://primayahospital.com/doctor/dr-richard-sp-bm-kesfinacsfics/): dr. Richard, Sp. B,M. Kes,FINACS,FICS sebagai Dokter Bedah Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang... - [dr. Frieda Handayani, Sp.A, Subsp. GH(K), Gastrohepatologi Anak](https://primayahospital.com/doctor/dr-frieda-handayani-sp-a-k/): dr. Frieda Handayani, Sp. A, Subsp. GH(K) adalah seorang Dokter Spesialis Anak Subspesialis Gastrohepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa... - [dr. Prori Fatwa Noor, Sp. OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-prori-fatwa-noor-sp-ot/): dr. Prori Fatwa Noor, Sp. OT merupakan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau... - [dr. Puji Leksono Putranto, Sp. A, MSi.Med](https://primayahospital.com/doctor/dr-puji-leksono-msi-med-sp-a/): dr. Puji Leksono, Msi. Med, Sp. A sebagai Dokter Anak yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Puji... - [dr. Ganang Dewo Kencono, Sp. S](https://primayahospital.com/doctor/dr-ganang-dewo-kencono-sps/): dr. Ganang Dewo Kencono, Sp. S merupakan dokter spesialis Neurologi Primaya Hospital Semarang yang lahir di Purworejo pada 28 Januari... - [dr. Pujiwati, Sp.PD-KGH, FINASIM - Konsultan Ginjal Hiprtensi](https://primayahospital.com/doctor/dr-pujiwati-sp-pd-kgh/): dr. Pujiwati, Sp. PD-KGH, FINASIM adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal & Hipertensi (Nefrologi) yang berpraktik di Primaya... - [dr. Sandha Medika Permana, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-sandha-medika-permana-spu/): dr. Sandha Medika Permana, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Sandha Medika Permana... - [dr. Putri Iradita Islianti, Sp. U](https://primayahospital.com/doctor/dr-putri-iradita-islianti-sp-u/): dr. Putri Iradita Islianti, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Bekasi... - [dr. Gerri Rivendra, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-gerri-rivendra-sp-og/): dr. Gerri Rivendra, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Adapun pelayanan medis... - [dr. Gerry Raymond Joviolo, Sp. THT-KL](https://primayahospital.com/doctor/dr-gerry-raymond-joviolo-sptht-kl/): dr. Gerry Raymond Joviolo, Sp. THT-KL sebagai Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya... - [dr. Putri Rachmawati Dewi, Sp.JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-putri-rachmawati-dewi-sp-jp-fiha/): dr. Putri Rachmawati Dewi, Sp. JP, FIHA sebagai dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang saat ini berpraktik di Primaya... - [dr. Gianta Dharma](https://primayahospital.com/doctor/dr-gianta-dharma/): dr. Gianta Dharma sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas... - [dr. Putu Aditya, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-putu-aditya-sp-og/): dr. Putu Aditya, Sp. OG sebagai Dokter Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Putu Aditya menempuh pendidikan... - [dr.Subrady Leo, Sp.BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-subrady-leosp-bs/): dr. Subrady Leo, Sp. BS sebagai Dokter Bedah Saraf yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Subrady Leo,Sp.... - [dr. Gina Amanda, Sp. P](https://primayahospital.com/doctor/dr-gina-amanda-spp/): dr. Gina Amanda, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat... - [dr. Sulaeman, Sp.An, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-sulaemansp-anm-kes/): dr. Sulaeman, Sp. An, M. Kes adalah Dokter Spesialis Anestesi yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Beliau berperan penting... - [dr.Surya Dharma](https://primayahospital.com/doctor/dr-surya-dharma/): dr. Surya Dharma sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan pengalaman lebih dar 10 tahun yang saat ini berpraktik... - [dr. Susi Sulastri](https://primayahospital.com/doctor/dr-susi-sulastri/): dr. Susi Sulastri sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Menempuh pendidikan Dokter Umum di UKRIDA Adapun... - [dr. Freddy Sitorus, Sp.S (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-freddy-sitorus-sps-k/): dr. Freddy Sitorus, Sp. S (K) sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta Pusat. Beliau... - [dr. Gomgom Henrico Sirait, Sp. N](https://primayahospital.com/doctor/dr-gomgom-henrico-sirait-sp-n/): dr. Gomgom Henrico Sirait, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Adapun pelayanan medis... - [dr. Rachel Marsella R, Sp. KK](https://primayahospital.com/doctor/dr-rachel-marsella-r-spkk/): dr. Rachel Marsella R, SpKK sebagai Dokter Kulit dan Kelamin yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Rachel Marsella... - [dr. Wendelin Widia Madhin, M. Kes, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-wendelin-widia-madhinm-kessp-ot/): dr. Wendelin Widia Madhin, M. Kes, Sp. OT adalah seorang dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya... - [dr. Rachmania Widowati Diarto Putri, Sp. A](https://primayahospital.com/doctor/dr-rachmania-widowati-diarto-putri-spa/): dr. Rachmania Widowati Diarto Putri, sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak... - [dr. Gustri Kusuma, Sp.M](https://primayahospital.com/doctor/dr-gustri-kusuma-sp-m/): dr. Gustri Kusuma, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berdedikasi dalam memberikan... - [dr. Arif Budiman Syahputra, Sp.OG(K), FICS, FISQua, S.H., M.H., M.Kes.](https://primayahospital.com/doctor/dr-h-arif-budiman-syahputra-sp-ogmkes/): dr. Arif Budiman Syahputra, Sp. OG(K), FICS, FISQua, S. H. , M. H. , M. Kes. sebagai Dokter Subspesialis Obstetri... - [dr. Rachmawati, Sp. KK, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-rachmawati-sp-kk-m-kes/): dr. Rachmawati, Sp. KK, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Kulit Kelamin yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Rachmawati menempuh... - [dr. Hadian Widyatmojo, Sp.PK](https://primayahospital.com/doctor/dr-hadian-widyatmojo-sp-pk/): dr. Hadian Widyatmojo, Sp. PK adalah seorang Spesialis Patologi Klinik di Primaya Hospital Karawang. Beliau mendapat gelar tersebut di Fakultas... - [dr. Raden Wawan Kurniawan, Sp.OG, MKes](https://primayahospital.com/doctor/dr-raden-wawan-kurniawan-sp-og-mkes/): dr. Raden Wawan Kurniawan, Sp. OG, MKes sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh... - [dr. Gardika Praba Ramdana, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-gardika-praba-ramdana-sp-b/): dr. Gardika Praba Ramdana, Sp. B adalah seorang Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. dr... - [dr. Hafiz Nafiuddin, Sp.OT](https://primayahospital.com/doctor/dr-hafiz-nafiuddin-sp-ot/): dr. Hafiz Nafiuddin, Sp. OT adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan... - [dr. Radite Nusasenjaya, MKK, Sp.Ok](https://primayahospital.com/doctor/dr-radite-nusasenjaya-mkk-spok/): dr. Radite Nusasenjaya, M. KK. , Sp. Ok merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur.... - [dr. Haidir Bima, Sp.B, Subsp.BVE (K)](https://primayahospital.com/doctor/dr-haidir-bima-sp-bkv/): dr. Haidir Bima, Sp. B, Subsp. BVE(K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vascular dan Endovascular yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar.... - [drg. Indroko Sampurno Prihadi](https://primayahospital.com/doctor/drg-indroko-sampurno-prihadi/): drg Indroko Sampurno Prihadi sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Indroko Sampurno Prihadi menamatkan pendidikan... - [drg. Maximilianus Felix Cipta, Sp. Perio](https://primayahospital.com/doctor/drg-maximilianus-felix-cipta-sp-perio/): drg. Maximilianus Felix Cipta, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. drg. Maximilianus... - [dr. Haris Maruli, Sp. B(K) Onk](https://primayahospital.com/doctor/dr-haris-maruli-sp-bkonk/): dr. Haris Maruli, Sp. B(K) Onk sebagai Spesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun pelayanan medis... - [drg. Affi Listriani](https://primayahospital.com/doctor/drg-affi-listriani/): drg. Affi Listriani sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Affi Listriani menempuh pendidikan Kedokteran Gigi... - [dr. Harris Istianggoro, Sp. BS](https://primayahospital.com/doctor/dr-harris-istianggoro-spbs/): dr. Harris Istianggoro, Sp. BS sebagai Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara . Beliau menempuh pendidikan... - [dr. Haryanto Utama, Sp.PD](https://primayahospital.com/doctor/dr-haryanto-utama-sp-pd/): dr. Haryanto Utama, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau berpengalaman dalam diagnosis, penanganan,... - [dr. Randy Sebastian, Sp. B](https://primayahospital.com/doctor/dr-randy-sebastian-sp-b/): dr. Randy Sebastian, Sp. B sebagai Dokter Ahli Bedah yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Randy Sebastian... - [drg. Andrian Wahyono Putra](https://primayahospital.com/doctor/drg-andrian-wahyono-putra/): drg. Andrian Wahyono Putra adalah seorang Dokter Gigi Umum (General Dentist) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dengan fokus pada... - [dr. Pramiadi, Sp.Rad, M.Sc](https://primayahospital.com/doctor/dr-pramiadi-sp-rad-m-sc/): dr. Pramiadi, Sp. Rad, M. Sc adalah seorang Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Pramiadi mendapatkan... - [dr. Helena Turnip, Sp. KFR](https://primayahospital.com/doctor/dr-helena-turnip-sp-kfr/): dr. Helena Turnip, Sp. KFR sebagai dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan... - [drg. Ary Shinta A, Sp. KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-ary-shinta-a-sp-kga/): drg. Ary Shinta A, Sp. KGA sebagai Dokter Gigi dengan bidang spesialisasi Kedokteran Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital... - [dr. Ratih Andriana Mutia, Sp. M, M.Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-ratih-andriana-mutia-sp-m-m-kes/): dr. Ratih Andriana Mutia, Sp. M, M. Kes sebagai Dokter Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Ratih... - [dr. Hendra Gunawan, Sp.PD-KKV, FINASIM - Konsultan Kardiovaskular](https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-gunawan-sp-pd/): dr. Hendra Gunawan, Sp. PD-KKV, FINASIM adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular. Beliau memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis... - [dr. Hendra Hermanto, Sp. OT, M. Kes](https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-hermanto-sp-ot-m-kes/): dr. Hendra Hermanto, Sp. OT, M. Kes sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr... - [drg. Aurelia Ariane Karlina, MM, Sp. KGA](https://primayahospital.com/doctor/drg-aurelia-ariane-karlina-mm-sp-kga/): drg. Aurelia Ariane Karlina, MM, Sp. KGA yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Aurelia Ariane Karlina menempuh pendidikan Kedokteran... - [dr. Ratna Soewardi, Sp. PD(K)GH](https://primayahospital.com/doctor/dr-ratna-soewardi-sp-pdkgh/): dr. Ratna Soewardi, Sp. PD(K)GH sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi. yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Ratna Soewardi... - [dr. Ratna Wijayanti, Sp. OG](https://primayahospital.com/doctor/dr-ratna-wijayanti-sp-og/): dr. Ratna Wijayanti, Sp. OG sebagai Dokter Obgyn yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Ratna Wijayanti menempuh pendidikan Spesialis... - [drg. Bambang Priyanto, Sp. BM](https://primayahospital.com/doctor/drg-bambang-priyanto-sp-bm/): drg. Bambang Priyanto, Sp. BM merupakan dokter spesialis bedah mulut Primaya Hospital Semarang yang lahir di Tegal, 25 November 1946.... - [dr. Henry Pakpahan, Sp. JP, FIHA](https://primayahospital.com/doctor/dr-henry-pakpahan-sp-jp-fiha/): dr. Henry Pakpahan, Sp. JP, FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun... - [drg. Deni Syafri](https://primayahospital.com/doctor/drg-deni-syafri/): drg. Deni Syafri sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang drg Deni menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas... ## Laman - [Competence Center](https://primayahospital.com/competence-center/): Primaya Competence Center – Pelatihan Kesehatan Profesional Daftar Sekarang PCC – Primaya Competence Center Fasilitas Pelatihan Bersertifikasi Tenaga Kesehatan Bekerjasama... - [Medical Check Up untuk Atlet & Klub Olahraga](https://primayahospital.com/mcu-atlet-klub-olahraga/): PRIMAYA SPORT PERFORMANCE PROGRAM Athlete Performance & Injury Prevention Program Pemeriksaan kesehatan olahraga bersama dokter orthopedi olahraga untuk membantu atlet... - [Survei FMC](https://primayahospital.com/survei-fmc/): Loading... Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Diabetic Mellitus & Metabolic Center](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/diabetic-mellitus-metabolic-center/): Diabetic Mellitus & Metabolic Center Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit dengan jumlah pasien terbanyak di Indonesia. Kondisi ini tidak... - [Tingkatkan Produktivitas melalui Pengelolaan Kesehatan Karyawan yang Tepat](https://primayahospital.com/klinik-perusahaan/): Tingkatkan Produktivitas melalui Pengelolaan Kesehatan Karyawan yang Tepat Primaya Hospital menghadirkan layanan Inhouse Clinic sebagai solusi terintegrasi untuk membantu perusahaan... - [Analyst Coverage](https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/analyst-coverage/): Analyst Coverage Investor Relations Contact: vieri. suherman@primayahospital. com Analyst Coverage Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Analyst Coverage](https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/analyst-coverage/): Analyst Coverage Investor Relations Contact: vieri. suherman@primayahospital. com Analyst Coverage Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Primaya Fair 2025](https://primayahospital.com/primayafair2025/): Primaya Fair 2025 Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-19 Primaya Hospital dengan tema “19 Years with You – Caring... - [Primaya Privé](https://primayahospital.com/prive/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/cek-kesehatan-gratis-bekasi/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Kolaborasi Kesehatan Terpercaya bersama Primaya Hospital](https://primayahospital.com/kerjasama-rujukan/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Corporate Healthcare Solutions](https://primayahospital.com/kerjasama-perusahaan/): Solusi Kesehatan Terpercaya untuk Perusahaan Anda Karyawan sehat = Performa bisnis meningkat. Kami bantu perusahaan Anda menciptakan lingkungan kerja yang... - [Program Spesial untuk Komunitas Anda](https://primayahospital.com/kerjasama-komunitas/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Program Cicilan 0% & Harga Spesial untuk Medical Check Up & Vaksin!](https://primayahospital.com/promo-bca/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Investment Highlight](https://primayahospital.com/hubungan-investor/investment-highlight/): Primaya Hospital Group: Eksekusi Terarah di Tengah Lanskap yang Berubah Pencapaian 2024 & Target 2025 Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Investment Highlight](https://primayahospital.com/en/investor-relation/investment-highlight/): Primaya Hospital Group: Eksekusi Terarah di Tengah Lanskap yang Berubah Pencapaian 2024 & Target 2025 Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Primaya Hospital Group: Eksekusi Terarah di Tengah Lanskap yang Berubah](https://primayahospital.com/hubungan-investor/investment-highlight-1q25/): Primaya Hospital Group: Eksekusi Terarah di Tengah Lanskap yang Berubah Primaya Hospital Group (PRAY) membukukan kinerja yang stabil pada kuartal... - [Pencapaian 2024 & Target 2025](https://primayahospital.com/hubungan-investor/investment-highlight-2025/): Pencapaian 2024 & Target 2025 Belanja Modal (Capex) dan Ekspansi Jaringan: Sepanjang tahun 2024, Perseroan mengeluarkan Rp 571 miliar untuk... - [Paket Medical Check Up Perusahaan](https://primayahospital.com/mcu-perusahaan/): Solusi Kesehatan Terpercaya untuk Perusahaan Anda Karyawan sehat = Performa bisnis meningkat. Kami bantu perusahaan Anda menciptakan lingkungan kerja yang... - [RUPS](https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/rups/): RUPS Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan – 2026 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan – 2026 Surat Kuasa... - [Presentasi Perusahaan](https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/presentasi-perusahaan/): Presentasi Perusahaan Company Profile Primaya Hospital Group Unduh PDF Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Public Expose](https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/public-expose/): Public Expose Materi Presentasi Public Expose – 2026 Materi Presentasi Public Expose – 2025 Materi Presentasi Public Expose – 2024... - [Transaksi Afiliasi](https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/transaksi-afiliasi/): Transaksi Afiliasi Laporan Informasi Pengambilalihan Saham/Akuisisi Saham PT Lynas Medikal oleh PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. Penandatanganan Perjanjian Utang... - [RUPS](https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/rups/): RUPS Announcement on The Summary of The Minutes of The Annual General Meeting of Shareholders Financial Year 2026 Invitation to... - [Company Profile​](https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/company-profile/): Company Profile Company Profile Primaya Hospital Group Unduh PDF Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Public Expose](https://primayahospital.com/investor-relation/shareholder-information/public-expose/): Public Expose Materi Presentasi Public Expose – 2025 Materi Presentasi Public Expose – 2024 Materi Presentasi Public Expose – 2023... - [Affiliate transactions](https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/affiliate-transactions/): Affiliate transactions Disclosure of Information on the Share Purchase or Acquisition of PT Lynas Medikal Signing of Mandatory Convertible Loan... - [Public Expose](https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/public-expose/): Public Expose Materi Presentasi Public Expose – 2026 Materi Presentasi Public Expose – 2025 Materi Presentasi Public Expose – 2024... - [Bareng Primaya, Jaga Sehat Pemudik!](https://primayahospital.com/kolaborasi-mudik/): Bareng Primaya, Jaga Sehat Pemudik! Kerjasama Program Kesehatan Mudik untuk Perusahaan dan Asuransi Mudik 2025 makin dekat! Saatnya berkolaborasi untuk... - [Formulir Primaya Health Assistance](https://primayahospital.com/pha-form/): Formulir Pendaftaran Pasien Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Komunitas](https://primayahospital.com/komunitas/): Komunitas Primaya Hospital Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi. Komunitas Primaya... - [Daftar Pemeriksaan Kesehatan](https://primayahospital.com/produk/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Cart](https://primayahospital.com/cart/): Remove item Thumbnail image Product Price Quantity Subtotal × Paket Vaksin HPV Gardasil 9 – 3x Suntik – Primaya Hospital... - [Checkout](https://primayahospital.com/checkout/): Patient Details Profil Pasien (optional)Silahkan pilihMuhammad Fairuz FatinRatna Puspita First Name * Tanggal Lahir * Nomor KTP * Phone *... - [My account](https://primayahospital.com/my-account/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Medical Check Up Hari Jantung Sedunia 2024](https://primayahospital.com/mcu-jantung-2024/): Medical Check Up Hari Jantung Sedunia 2024 Syarat dan Ketentuan Harga spesial berlaku selama periode 29 September s. d. 31... - [Medical Check Up Hari Jantung Sedunia 2024](https://primayahospital.com/mcu-jantung-old/): Medical Check Up Hari Jantung Sedunia 2024 Syarat dan Ketentuan Harga spesial berlaku selama periode 29 September s. d. 31... - [BMI Calculator](https://primayahospital.com/bmi-calculator/): BMI Calculator – Pahami Berat Badan Ideal Anda Primaya Hospital menyediakan BMI Calculator yang mudah digunakan. Dengan memasukkan data tinggi... - [BMR Calculator](https://primayahospital.com/bmr-calculator/): BMR Calculator – Kenali Kebutuhan Kalori Harian Anda Gunakan BMR Calculator Primaya Hospital di primayahospital. com/bmr-calculator untuk mengetahui BMR Anda.... - [Paket Vaksin Influenza](https://primayahospital.com/vaksin-flu/): ? ? ? ? Lindungi Kesehatan Anda dan Keluarga dari Virus Influenza ? ? ? ? Dapatkan vaksin influenza untuk... - [Promo Harga Khusus Pemegang Kartu Prudential](https://primayahospital.com/promo-nasabah-prudential/): Promo Harga Khusus Pemegang Kartu Prudential Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Promo Medical Check Up Rutin](https://primayahospital.com/mcu-rutin/): Medical Check Up Rutin Pastikan tubuh fit menjalani aktivitas. Lakukan medical check up untuk ketahui kondisi tubuh. Pendaftaran ditutup Promo... - [Promo Pemilu](https://primayahospital.com/promo-pemilu/): Promo Pemilu 2024 Tunjukkan tinta di jarimu dan dapatkan harga spesial untuk Injeksi Vit. C + Multivitamin di seluruh Primaya... - [Pelatihan Resusitasi Neonatus](https://primayahospital.com/pelatihan-resusitasi-neonatus/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Pelatihan Asesor Kompetensi Perawat & Tenaga Kesehatan Lain, RE-Sertifikasi Asesor Perawat](https://primayahospital.com/pelatihan-asesor-kompetensi-perawat-tenaga-kesehatan-lain-re-sertifikasi-asesor-perawat/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Vaksin Pneumonia](https://primayahospital.com/vaksin-pneumonia/): Pendaftaran Vaksin Pneumonia Buat Janji temu untuk mendapatkan vaksin pneumonia untuk anak dan dewasa di jaringan rumah sakit Primaya Hospital... - [Primaya Hospital Testimonial](https://primayahospital.com/testimonial/): Primaya Hospital Testimonial Temukan kisah nyata dan ulasan inspiratif dari pasien kami. Dapatkan gambaran langsung tentang pengalaman perawatan unggul di... - [Histori Transaksi](https://primayahospital.com/history/): Histori Transaksi Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Buat Janji dari Cari Dokter](https://primayahospital.com/iframe-buat-janji/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Notifikasi](https://primayahospital.com/notification/): Notifikasi Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Press Release](https://primayahospital.com/siaran-pers/): Siaran Pers Terbaru Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Akademi Keperawatan](https://primayahospital.com/akper/): Selamat Datangdi Akademi Keperawatan Primaya HospitalPendaftaran Akademi Keperawatan Primaya Akademi Keperawatan Primaya adalah institusi yang dibangun sebagai salah satu wujud... - [Why Choose Us](https://primayahospital.com/en/why-choose-us/): About us Awards Gallery About us Here for you Primaya Hospital Group is committed to delivering excellent service by prioritizing... - [Mengapa Memilih Kami](https://primayahospital.com/mengapa-memilih-kami/): Tentang Kami Penghargaan Gallery Tentang Kami Hadir untuk anda Primaya Hospital berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas yang mengutamakan mutu keselamatan... - [Laporan Tahunan](https://primayahospital.com/hubungan-investor/laporan-tahunan/): Download Laporan Tahunan dan Keberlanjutan – Tahun Buku 2025 Download Laporan Tahunan dan Keberlanjutan – Tahun Buku 2024 Download Laporan... - [Annual Report](https://primayahospital.com/en/investor-relation/annual-report/): Download the Annual & Sustainability Report for the Financial Year Ended 2025 Download the Annual & Sustainability Report for the... - [Jadwalku](https://primayahospital.com/jadwalku/): Jadwalku Buat Janji Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Informasi Pemegang Saham](https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/): RUPS Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan – 2026 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan – 2026... - [Shareholder Information](https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/): RUPS Invitation Annual General Meeting of Shareholders – 2026 Power of Attorney to Attend The Annual General Meeting of Shareholders... - [Kalkulator Kehamilan Online](https://primayahospital.com/kalkulator-kehamilan-online/): Kalkulator Kehamilan Online Ketahui Usia Kehamilan dan Perkiraan Tanggal Melahirkan (Hari Perkiraan Lahir) Kalkulator Kehamilan Masukkan Hari Pertama Haid Terakhir... - [Laporan Keuangan](https://primayahospital.com/hubungan-investor/laporan-keuangan/): Download Financial Report Q1 – 2026 Download Laporan Keuangan Tahunan – 2025 Download Financial Report Q3 – 2025 Download Financial... - [Financial Statements](https://primayahospital.com/en/investor-relation/financial-statements/): Download Financial Report Q1 – 2026 Download Annual Financial Report – 2025 Download Financial Report Q3 – 2025 Download Financial... - [Pendaftaran Paket Hari Perempuan International](https://primayahospital.com/hpi/): Skrining Kesehatan Wanita Pilihan Tepat untuk Wanita Hebat Beli Sekarang KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up... - [Promo Medical Check Up - Bank BCA](https://primayahospital.com/mcu-bca/): Promo Medical Check Up – Bank BCA Program Harga Spesial hanya berlaku untuk transaksi dengan QRIS di myBCA/ BCA mobile/... - [MCU Assistant Result](https://primayahospital.com/mcu-assistant-result/): Rekomendasi untuk Anda Berdasarkan profil risiko, riwayat keluarga, dan kondisi saat ini, kami merekomendasikan paket pemeriksaan kesehatan berikut ini. Kami... - [MCU Assistant](https://primayahospital.com/mcu-assistant/): Pilih Paket Medical Check Up yang Tepat Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Primaya Health Assistance](https://primayahospital.com/en/pha/): Primaya Health Assistance adalah layanan untuk pasien yang ingin melakukan tindakan operasi elektif untuk mendapatkan layanan dan rekomendasi dokter terbaik... - [Primaya Health Assistance](https://primayahospital.com/pha/): Primaya Health Assistance adalah layanan untuk pasien yang ingin melakukan tindakan operasi elektif untuk mendapatkan layanan dan rekomendasi dokter terbaik... - [Paket Screening Gizi dan Gangguan Nutrisi](https://primayahospital.com/hari-gizi/): Paket Hari Gizi KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukup Berpuasa, minimal... - [Paket Skrining Kanker Anak](https://primayahospital.com/kanker-anak/): Deteksi Dini Kanker Anak Ayah dan Bunda, waspadai kanker yang dapat terjadi pada buah hati. KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan... - [Pendaftaran Medical Check Up Telah Berhasil](https://primayahospital.com/hariibu/sukses/): Terima kasih telah melakukan pendaftaran medical check up. Silahkan cek email Anda untuk informasi lebih lanjut. BUAT PENDAFTARAN BARU Konsultasikan... - [Pendaftaran Paket Hari Ibu Nasional](https://primayahospital.com/hariibu/): Skrining Kesehatan Wanita Pilihan Tepat untuk Wanita Hebat Beli Sekarang KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up... - [Pendaftaran Paket Screening Holiday Season](https://primayahospital.com/holiday-season/): Pendaftaran Medical Check Up Beli Sekarang KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang... - [Ikhtisar](https://primayahospital.com/hubungan-investor/ikhtisar/): Ikhtisar Perusahaan Primaya Hospital merupakan grup rumah sakit swasta di Indonesia dengan berbagai pelayanan komprehensif yang menargetkan segmen kelas menengah... - [Struktur Organisasi](https://primayahospital.com/hubungan-investor/struktur-organisasi/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Struktur Grup](https://primayahospital.com/hubungan-investor/struktur-grup/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Profil Kepemimpinan](https://primayahospital.com/hubungan-investor/profil-kepemimpinan/): DEWAN KOMISARIS Prof. Yos Effendi SusantoKomisaris Utama Setya Handojo SinggihKomisaris Independen DIREKSI Ir. Arfan Awaloedidn, MARSDirektur Utama Leona A. KarnaliDirektur... - [Prospektus](https://primayahospital.com/hubungan-investor/prospektus/): Download Prospektus Awal – 2022 Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Overview](https://primayahospital.com/en/investor-relation/overview/): Company Overview Primaya Hospital is a private hospital group in Indonesia, providing comprehensive services that target the middle to upper-class... - [Prospektus](https://primayahospital.com/en/investor-relation/prospektus/): Download Prospektus Awal – 2022 Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Organizational Structure](https://primayahospital.com/en/investor-relation/organizational-structure/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Group Structure](https://primayahospital.com/en/investor-relation/group-structure/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Leadership Profile](https://primayahospital.com/en/investor-relation/leadership-profile/): DEWAN KOMISARIS Prof. Yos Effendi SusantoKomisaris Utama Setya Handojo SinggihKomisaris Independen DIREKSI Ir. Arfan Awaloedidn, MARSDirektur Utama Leona A. KarnaliDirektur... - [Periksa Ginjal Anak](https://primayahospital.com/periksa-ginjal-anak/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Kebijakan Privasi](https://primayahospital.com/privasi/): Privasi Anda sangat penting bagi kami. Kebijakan privasi ini (“Kebijakan Privasi”) menjelaskan bagaimana kami menangani dan mengamankan informasi pribadi yang... - [Tanya Dokter](https://primayahospital.com/tanya-dokter/): Catatan : Pertanyaan yang dijawab pada halaman Tanya Dokter hanya seputar Medis, untuk pertanyaan lainnya melalui Hubungi Kami. Promo Terbaru... - [Tanya Dokter - Ajukan Pertanyaan](https://primayahospital.com/tanya-dokter/ask-question/): Tanya Dokter Catatan : Pertanyaan yang dijawab pada halaman Tanya Dokter hanya seputar Medis, untuk pertanyaan lainnya melalui Hubungi Kami.... - [DWQA User Profile](https://primayahospital.com/dwqa-user-profile/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Primaya Chatbot - Pendaftaran Konsultasi Dokter melalui WhatsApp](https://primayahospital.com/primaya-chatbot/): Primaya Chatbot – Pendaftaran Konsultasi Dokter melalui WhatsApp Pendaftaran rawat jalan melalui Primaya Chatbot dilayani oleh robot yang beroperasi selama... - [Pendaftaran Paket Medical Check Up](https://primayahospital.com/mcu-1951951/): Pendaftaran Medical Check Up KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukup Berpuasa,... - [Tata Kelola Perusahaan](https://primayahospital.com/hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/): Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Piagam Komite Audit Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [CSR](https://primayahospital.com/hubungan-investor/csr/): DUKUNG PROGRAM PENANGGULANGAN GANGGUAN PENGLIHATAN, PRIMAYA HOSPITAL BEKASI BARAT GELAR KEGIATAN OPERASI KATARAK GRATIS PRIMAYA HOSPITAL TURUNKAN PULUHAN TENAGA MEDIS... - [Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi](https://primayahospital.com/hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/piagam-komite-nominasi-dan-remunerasi/): Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Piagam Komite Audit](https://primayahospital.com/hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/piagam-komite-audit/): Piagam Komite Audit Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Investor Relation](https://primayahospital.com/en/investor-relation/): Ikhtisar Informasi Pemegang Saham RUPS Public Expose Presentasi Perusahaan Transaksi Afiliasi Laporan Keuangan Laporan Tahunan Prospektus CSR Profil Kepemimpinan Struktur... - [Corporate Governance](https://primayahospital.com/en/investor-relation/corporate-governance/): Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Piagam Komite Audit Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Charter of Audit Committee](https://primayahospital.com/en/investor-relation/corporate-governance/charter-of-audit-committee/): Piagam Komite Audit Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Charter of Nomination and Remuneration Committee](https://primayahospital.com/en/investor-relation/corporate-governance/charter-of-nomination-and-remuneration-committee/): Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [CSR](https://primayahospital.com/en/investor-relation/csr/): DUKUNG PROGRAM PENANGGULANGAN GANGGUAN PENGLIHATAN, PRIMAYA HOSPITAL BEKASI BARAT GELAR KEGIATAN OPERASI KATARAK GRATIS PRIMAYA HOSPITAL TURUNKAN PULUHAN TENAGA MEDIS... - [Hubungan Investor](https://primayahospital.com/hubungan-investor/): Ikhtisar Perusahaan Primaya Hospital merupakan grup rumah sakit swasta di Indonesia dengan berbagai pelayanan komprehensif yang menargetkan segmen kelas menengah... - [Order Promo](https://primayahospital.com/order-promo/): Order Promo Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Cari Jadwal Dokter](https://primayahospital.com/cari-jadwal-dokter/): Cari Jadwal Dokter – Primaya Hospital Lihat jadwal dokter Primaya Hospital dari berbagai macam spesialisasi dan poli. Temukan jadwal dokter... - [Cari Jadwal Dokter](https://primayahospital.com/en/find-doctor/): Find Doctor’s Schedule – Primaya Hospital See the schedule of Primaya Hospital doctors from various specialties and polyclinics. Find a... - [Popup Buat Janji](https://primayahospital.com/popup-buat-janji/): Buat Janji Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Cari Jadwal Dokter](https://primayahospital.com/cari-jadwal-dokter-2/): Cari Jadwal Dokter – Primaya Hospital Lihat jadwal dokter Primaya Hospital dari berbagai macam spesialisasi dan poli. Temukan jadwal dokter... - [PHR Dummy](https://primayahospital.com/phr-dummy/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Layanan HomeCare](https://primayahospital.com/homecare/): Layanan Homecare dari Primaya Hospital x Kavacare Primaya Hospital x Kavacare menghadirkan dokter dan perawat homecare untuk membantu memberikan ketenangan... - [Sport Clinic & Orthopedic Center](https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/sport-clinic-orthopedic-center/): Sport Clinic & Orthopedic Center Primaya Hospital houses an Sport Clinic & Orthopedic Center for the treatment of bone, joint,... - [Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-orthopedi-dan-traumatologi/): Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi untuk penanganan gangguan tulang, sendi, dan struktur... - [Primaya Heart Race](https://primayahospital.com/heart-race/): Deskripsi Program Primaya Heart Race 2025 bertujuan mengajak masyarakat untuk #gerakbarengprimaya, bergaya hidup sehat melalui kegiatan olahraga sambil berdonasi. Merupakan... - [Pusat Layanan Kulit dan Kecantikan](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-kulit-dan-kecantikan/): Pusat Layanan Kulit dan Kecantikan Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Kulit dan Kecantikan untuk merawat dan memperbaiki kondisi kulit pasien... - [Brain & Neuro Center](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-stroke/): Brain & Neuro Center Primaya Hospital menyediakan Brain & Neuro Center yang didukung oleh tim medis terlatih dan fasilitas bertaraf... - [Brain & Neuro Center](https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/pusat-layanan-stroke/): Brain & Neuro Center Primaya Hospital menyediakan Brain & Neuro Center yang didukung oleh tim medis terlatih dan fasilitas bertaraf... - [Pusat Layanan Urologi dan Ginjal](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-urologi-dan-ginjal/): Pusat Layanan Urologi dan Ginjal Primaya Hospital menghadirkan Pusat Layanan Urologi dan Ginjal sebagai salah satu layanan unggulan di Primaya... - [Urology & Nephrology Center](https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/urology-nephrology-center/): Urology and Nephrology Center Primaya Hospital houses a Urology and Nephrology Center as one of its forefront services. Supported by... - [Jadwal Primaya Talk](https://primayahospital.com/jadwal-primaya-talk/): Jadwal Primaya Talk Mau lihat seluruh rekaman Primaya Talk? Kunjungi tautan dibawah ini Instagram Youtube Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Gastroentero Hepatologi Center](https://primayahospital.com/en/gastroentero-hepatologi-center/): Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi Primaya Hospital siap membantu menangani segala permasalahan kesehatan seputar pencernaan dan hati dengan menghadirkan Pusat Layanan... - [Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-gastroentero-hepatologi/): Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi Primaya Hospital siap membantu menangani segala permasalahan kesehatan seputar pencernaan dan hati dengan menghadirkan Pusat Layanan... - [Pusat Layanan Mata](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-mata/): Pusat Layanan Mata Primaya Hospital mempunyai Pusat Layanan Mata untuk membantu pasien mengatasi masalah penglihatan dan meningkatkan kesehatan mata. Tim... - [Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi](https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/pusat-layanan-gastroentero-hepatologi/): Gastroenterology and Hepatology Center Primaya Hospital is ready to assist with all health issues in relation to the digestive system... - [Primaya Hospital - Here for You](https://primayahospital.com/): Layanan Unggulan Temukan Yang Anda Cari Lihat semua Pendaftaran Rawat Jalan Medical Check Up Layanan Unggulan Layanan Penunjang Teknologi Keunggulan... - [Primaya Hospital - Here for You](https://primayahospital.com/en/): Center of Exellence Find What You’re Looking For Lihat semua Outpatient Registration Medical Check Up Center of Excellence Medical Support... - [Logout](https://primayahospital.com/logout/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Promo Hari Kartini April 2022](https://primayahospital.com/harikartini/): PROMO HARI KARTINI PAKET PAP SMEAR Rp399. 000 Pap smear adalah prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita.... - [Daftar Vaksin Booster Covid-19](https://primayahospital.com/vaksin-booster-covid-19/): PENDAFTARAN VAKSINASI BOOSTER COVID-19 Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital maupun di lokasi yang Anda tentukan. Dalam... - [Medical Check Up : Daftar Promo Paket MCU Sesuai Kebutuhan](https://primayahospital.com/mcu/): Pendaftaran Medical Check Up KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukup Berpuasa,... - [Promo 15th Anniversary of Primaya Hospital Group](https://primayahospital.com/promo-15-tahun/): 15th Anniversary Primaya Hospital Promo berlaku di seluruh cabang Primaya Hospital maupun secara online melalui Aplikasi LinkSehat. Dapatkan special price... - [Screening Covid-19 v2](https://primayahospital.com/screening-covid-19-v2/): Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya. Sandi: Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Buat Janji - HIS Integration](https://primayahospital.com/buat-janji-his-integration/): Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya. Sandi: Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Log Ambulance & Status ICU](https://primayahospital.com/log-ambulance-status-icu/): Operator call center wajib mencatat di formulir jika telah terdapat cabang Primaya Hospital yang mengkonfirmasi untuk menjemput pasien. Operator call... - [Log Form Request Order Ambulance](https://primayahospital.com/log-form-request-order-ambulance/): Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya. Sandi: Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Diet dan Gizi](https://primayahospital.com/brosur/diet-dan-gizi/): Brosur Digital Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Panduan Mendapatkan EHAC Sebelum Melakukan Perjalanan](https://primayahospital.com/panduan-mendapatkan-ehac-sebelum-melakukan-perjalanan/): Panduan Mendapatkan eHAC Sebelum Melakukan Perjalanan E-HAC adalah singkatan dari Electronic – Health Alert Card yaitu Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang... - [Form Registrasi Vaksin Gotong Royong](https://primayahospital.com/vaksin-gotong-royong/): VAKSINASI GOTONG ROYONG Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital maupun di lokasi yang Anda tentukan. Apa itu... - [Mendaftar](https://primayahospital.com/register-2/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Lupa Kata Sandi?](https://primayahospital.com/forgot/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Reset Katasandi](https://primayahospital.com/reset/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Ganti Kata Sandi](https://primayahospital.com/change-password/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Riwayat](https://primayahospital.com/profile/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Pengguna](https://primayahospital.com/users/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Item Daftar Pengguna](https://primayahospital.com/user-list-item/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Dokter](https://primayahospital.com/dokter/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Isolasi Mandiri](https://primayahospital.com/paket-isolasi-mandiri/): Paket Isolasi Mandiri TATA CARA ISOLASI MANDIRI BAGI PASIEN COVID-19 Penyembuhan pasien terindikasi (suspek) atau konfirmasi positif Covid-19 melalui isolasi... - [Pendaftaran Vaksin Covid-19 Telah Berhasil](https://primayahospital.com/vaksin-covid-19/sukses/): Terima kasih telah melakukan pendaftaran. Silahkan cek email Anda untuk informasi lebih lanjut. BUAT PENDAFTARAN BARU Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Form Registrasi Vaksin Covid-19](https://primayahospital.com/vaksin-covid-19/): VAKSINASI GOTONG ROYONG Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital maupun di lokasi yang Anda tentukan. Apa itu... - [Promo di Seluruh Cabang](https://primayahospital.com/promo-di-seluruh-cabang/): Promo di Seluruh Cabang Primaya Hospital SEMUA CABANG Tangerang Bekasi Barat Bekasi Timur Bekasi Utara Karawang Jakarta Palangkaraya Makassar INCO... - [Promo](https://primayahospital.com/promosi/): PROMO Nikmati promo kesehatan menarik dari Primaya Hospital. Pilih promo di cabang rumah sakit yang Anda tuju atau pilih promo... - [Risiko Menunda ke Rumah Sakit untuk Vaksinasi Anak dan Pemeriksaan Jantung](https://primayahospital.com/risiko-menunda-ke-rumah-sakit/): Risiko Menunda ke Rumah Sakituntuk Vaksinasi Anak dan Pemeriksaan Jantung Primaya Hospital melakukan pemisahan alur bagi pasien terindikasi dan tidak... - [Layanan Jantung & Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/layanan-jantung-pembuluh-darah/): Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Sebagai layanan unggulan Primaya Hospital, Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah senantiasa didukung oleh... - [Layanan Wanita dan Anak](https://primayahospital.com/layanan-wanita-dan-anak/): Pusat Layanan Wanita dan Anak Primaya Hospital sangat peduli terhadap kesehatan wanita dan tumbuh kembang anak secara optimal. Hal ini... - [Pendaftaran Medical Check Up Diabetes](https://primayahospital.com/hari-diabetes/): DETEKSI POTENSI DIABETES UNTUK HARI TUA YANG BERKUALITAS Ciptakan hari tua yang berkualitas dengan mengendalikan potensi diabetes yang mungkin ada... - [Pemeriksaan Antibodi Total SARS-CoV-2 Kuantitatif](https://primayahospital.com/pemeriksaan-antibodi-kuantitatif/): CEK KEKEBALAN TUBUH ANDA TERHADAP COVID-19 Pendaftaran melalui website tidak bisa dilakukan untuk hari yang sama ketika Anda mendaftar pada... - [Dokter Spesialis Anak](https://primayahospital.com/dokter-anak/): Dokter Spesialis Anak – Primaya Hospital dr. Desiana Dharmayani, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Buat Janji dr.... - [Online Consultation with Primaya Hospital Doctors](https://primayahospital.com/en/konsultasi-dokter-online/): Online consultation with specialist doctors from Primaya Hospital di Android atau buka linksehat. com untuk konsultasi online (telekonsultasi) dengan dokter... - [Konsultasi Online Dengan Dokter Primaya Hospital](https://primayahospital.com/konsultasi-dokter-online/): Konsultasi Online dengan Dokter Spesialis Primaya Hospital Konsultasi Online di Setiap Cabang Primaya Hospital Tidak perlu khawatir konsultasi ke bersama... - [Information Related to COVID-19 Examination](https://primayahospital.com/en/informasi-terkait-pemeriksaan-covid-19/): Information Related to COVID-19 Examination The following is a guide to registration for Covid-19 examination: Read the complete information about... - [Online Consultation](https://primayahospital.com/en/konsultasi-online/): Online Consultation Services via LinkSehat Application How to Online Consultation via LinkSehat? 1. Enter linksehat. com on your web browser,... - [Artikel Kesehatan](https://primayahospital.com/artikel-kesehatan/): Artikel Kesehatan Primaya Hospital Kategori Artikel Tindakan Medis Penyakit Obat ALLAkupunkturBedahBedah DigestifFisioterapi dan Rehabilitasi MedikGigiGiziHematologiKebidanan dan kandunganKejiwaanKulit dan KelaminMataOnkologiOrtopediParuPatologi KlinikPenyakit... - [Konsultasi Online Dengan Dokter Primaya Hospital](https://primayahospital.com/konsultasi-online/): Konsultasi Online dengan Dokter Primaya Hospital di LinkSehat Download aplikasi LinkSehat di Android atau kunjungi linksehat. com untuk konsultasi online... - [Tanya Jawab Seputar Covid-19 : Gejala, Penularan dan Pecegahannya](https://primayahospital.com/tanya-jawab-covid-19/): Tanya Jawab Seputar Covid-19 : Gejala, Penularan dan Pecegahannya Apa itu COVID-19? Tanggal 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama resmi... - [Form Isian kandidat](https://primayahospital.com/form-kandidat/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Informasi Terkait Pemeriksaan COVID-19](https://primayahospital.com/informasi-terkait-pemeriksaan-covid-19/): Informasi Terkait Pemeriksaan COVID-19 Primaya Hospital memberikan beragam pilihan pemeriksaan Covid-19 sesuai dengan kebutuhan Anda! Sebelum memilih paket pemeriksaan Covid-19,... - [Paket Pemeriksaan COVID-19](https://primayahospital.com/paket-pemeriksaan/): Paket Pemeriksaan COVID-19 PANDUAN PENDAFTARAN PEMERIKSAAN COVID-19 Berikut ini adalah panduan pendaftaran pemeriksaan Covid-19: Baca dengan teliti informasi lengkap mengenai... - [Screening Covid-19](https://primayahospital.com/screening/): Screening COVID-19 Mohon maaf, saat ini sedang ada perbaikan dalam sistem. . Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami akan segera kembali... - [Publikasi](https://primayahospital.com/publikasi/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Laporan Tahunan](https://primayahospital.com/publikasi/laporan-tahunan/): Laporan Tahunan Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Press Release](https://primayahospital.com/publikasi/press-release/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Annual Report](https://primayahospital.com/en/publikasi/laporan-tahunan/): Laporan Tahunan Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Press Release](https://primayahospital.com/en/publikasi/press-release/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Publication](https://primayahospital.com/en/publikasi/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [PELATIHAN FCCS](https://primayahospital.com/pelatihan-fccs/): PELATIHAN FCCS Fundamental Critical Care Support RS Awal Bros Batam 23-24 November 2019 Pengantar Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik... - [Our Values](https://primayahospital.com/en/nilai-kami/): Vision Becoming a Leading Network of Healthcare Services or Hospitals with International Standards. Mission Providing Professional Healthcare Services Compassionately PRIMAYA... - [Doctor's Schedule](https://primayahospital.com/en/jadwal-dokter/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Operasi Bedah Jantung - RS Awal Bros Batam](https://primayahospital.com/operasi-bedah-jantung_batam/): PEMBEDAHAN BY-PASS PEMBULUH DARAH KORONER Coronary Artery By-pass Graft (CABG) Pembedahan By-pass Pembuluh Darah Koroner atau Coronary Artery Bypass Graft... - [Homepage](https://primayahospital.com/en/beranda/): COVID-19 Examination The following are the types of Covid-19 checks that you can do at Primaya Hospital: PCR TEST RAPID... - [Historical Milestone](https://primayahospital.com/en/tonggak-sejarah/): Historical Milestone Primaya Hospital is a transformation and new form of Awal Bros Hospital. This name change was made in... - [Management](https://primayahospital.com/en/manajemen/): Management Despite the change in the hospital’s name, the composition of Primaya Hospital’s share ownership is still the same as... - [Magazine](https://primayahospital.com/en/brosur/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Ancillary Services](https://primayahospital.com/en/pelayanan-kami/): ANCILLARY SERVICES Emergency Services (UGD) Emergency situations can happen anytime and anywhere. This emergency service has professional resources and a... - [Cardiac and Vascular Center](https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-jantung-dan-pembuluh-darah/): Cardiac and Vascular Center The Cardiac and Vascular Center, Primaya Hospital’s flagship service, is often backed up by medical staff... - [Women and Children Service Center](https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-wanita-dan-anak/): Mother and Child Service Center Primaya Hospital is very concerned about maternal health and optimal child development. This is proven... - [Cancer Center](https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-kanker/): Cancer Center Primaya Hospital has an Cancer Center that is supported by professional and competent medical personnel in their fields... - [Trauma Center](https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-trauma/): Trauma Service Center The Trauma Service Center at Primaya Hospital is an excellent service that provides comprehensive services in the... - [Center of Excellence](https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/): CENTER OF EXELLENCE Heart and Vascular Center Primaya Hospital provides excellent services in Cardiovascular and Blood Vessel Services to meet... - [Laparoskopi - RS Awal Bros Batam](https://primayahospital.com/laparoskopi_batam/): Laparoskopi APAKAH LAPAROSKOPI ITU? Laparoskopi atau Bedah teropong merupakan tindakan operasi yang dilakukan melalui sayatan mini didinding perut dan memasukkan... - [Ortotik Prostetik - RS Awal Bros Batam](https://primayahospital.com/ortotik-prostetik_batam/): Ortotik Prostetik Adalah suatu ilmu Teknik dalam bidang medis yang melayani pengukuran, desain, pembuatan, pengepasan, dan penyelesaian akhir alat bantu... - [Appendektomi Laparoskopi - RS Awal Bros Batam](https://primayahospital.com/appendektomi-laparoskopi_batam/): Appendektomi Laparoskopi Dengan metode appendektomi Laparoskopi, operasi tidak lagi menggunakan tindakan penjahitan sehingga tidak meninggalkan bekas. Appendektomi Laparoskopi adalah operasi... - [Angiografi - RS Awal Bros Batam](https://primayahospital.com/angiografi_batam/): Angiografi, Deteksi Dini Jantung Koroner Penyakit jantung koroner saat ini di Indonesia sudah sangat meningkat jumlahnya. Bahkan di kota –... - [Operasi Penggantian Sendi Lutut - RS Awal Bros Batam](https://primayahospital.com/operasi-penggantian-sendi-lutut_batam/): Operasi Penggantian Sendi Lutut Jika anda mengidap osteoarthristis (OA), rasa sakit yang Anda rasakan pada lutut Anda disebabkan karena ausnya... - [Tips Memilih Dokter Obgyn](https://primayahospital.com/memilih-dokter-obgyn-yang-tepat/): TIPS MEMILIH DOKTER OBGYN Banyak wanita yang melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obgyn pada saat program kehamilan, saat sedang hamil... - [Buat Janji](https://primayahospital.com/buat-janji/): Buat Janji Pendaftaran melalui website melalui formulir di bawah ini. Bila terdapat kendala, silakan menghubungi Contact Center 1 500 007.... - [Make Appointment](https://primayahospital.com/en/buat-janji/): Appointment Registration through the website via the form below. If you experience any issues, please contact our Contact Center at... - [Doctor's Profile](https://primayahospital.com/en/?page_id=3541): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Pelatihan Penata Anestesi](https://primayahospital.com/pelatihan-penata-anestesi/): Pelatihan Penata Anestesi PELATIHAN PENATA ANESTESI GEL. II Dalam upaya pemenuhan kompetensi tenaga Penata Anestesi, RS Awl Bros Batam Kekerja... - [Gawat Darurat](https://primayahospital.com/ugd/): Nomor Telepon Gawat Darurat Setiap Detik Berharga, Selamatkan Jiwa. Simpan Nomor Ambulance Hubungi Ambulance Call Center Primaya Hospital Ambulance Call... - [No Access](https://primayahospital.com/no-access/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Layanan Unggulan](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/): LAYANAN UNGGULAN Heart and Vascular Center Primaya Hospital memiliki keunggulan dalam layanan jantung dan pembuluh darah guna memenuhi kebutuhan pelayanan... - [Training Advance Cardiac Life Support (ACLS)](https://primayahospital.com/trainingacls/): Training Advance Cardiac Life Support (ACLS) 3-5 Agustus 2018, Pukul 07:00 s/d 16:30 Gedung serbaguna lantai 3, RS Awal Bros... - [VLOGGER CILIK COMPETITION](https://primayahospital.com/vloggercilikcompetition/): VLOGGER CILIK COMPETITION DALAM RANGKA HARI ANAK NASIONAL Kategori Usia : Anak Usia Sekolah Dasar (kelas 1 s/d 6 SD)... - [Jadwal Dokter](https://primayahospital.com/jadwal-dokter/): Jadwal Dokter dengan Perjanjian melalui pendaftaran online Lihat jadwal dokter Primaya Hospital dari berbagai macam spesialisasi dan poli. Temukan jadwal... - [Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-jantung-dan-pembuluh-darah/): Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Sebagai layanan unggulan Primaya Hospital, Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah senantiasa didukung oleh... - [Pusat Layanan Wanita dan Anak](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-wanita-dan-anak/): Pusat Layanan Wanita dan Anak Primaya Hospital sangat peduli terhadap kesehatan wanita dan tumbuh kembang anak secara optimal. Hal ini... - [Pusat Layanan Trauma](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-trauma/): Pusat Layanan Trauma Pusat Layanan Trauma di Primaya Hospital merupakan layanan unggulan untuk memberikan pelayanan komprehensif dalam tata laksana pasien... - [Pusat Layanan Kanker](https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-kanker/): Pusat Layanan Kanker Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Kanker yang didukung oleh tenaga medis profesional dan kompeten di bidangnya serta... - [Tonggak Sejarah](https://primayahospital.com/tonggak-sejarah/): TONGGAK SEJARAH Primaya Hospital adalah transformasi dan wujud baru dari RS Awal Bros. Perubahan nama ini dilakukan pada Bulan April... - [Manajemen](https://primayahospital.com/manajemen/): MANAJEMEN Walaupun berubah nama, komposisi kepemilikan saham Primaya Hospital Group masih sama dengan komposisi kepemilikan saham Rumah Sakit dengan nama... - [Brosur](https://primayahospital.com/brosur/): Brosur Digital SEMUA BROSUR Diet & Gizi Ibu & Anak THT Informasi Umum Teknologi Jantung Nyeri & Trauma Pencernaan Gula... - [Hubungi Kami](https://primayahospital.com/hubungi-kami/): HUBUNGI KAMI Note : Pendaftaran rawat jalan H-1 melalui website via halaman Buat Janji. Untuk membuat jadwal bertemu dengan dokter... - [Contact Us](https://primayahospital.com/en/hubungi-kami/): CONTACT US Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Telepon Kami](https://primayahospital.com/telepon-kami/): Telepon Kami Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Karir](https://primayahospital.com/karir/): KARIR Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Primaya Hospital. Sistem perekrutan kami tidak pernah memungut biaya, tidak bekerjasama dengan agen perjalanan... - [Career](https://primayahospital.com/en/karir/): CAREER Beware of fraud in the name of Primaya Hospital. Our recruitment system never collects fees and only uses email... - [Promo](https://primayahospital.com/en/promos/): PROMO Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Pelayanan Kami](https://primayahospital.com/pelayanan-kami/): LAYANAN KAMI Layanan Kegawatdaruratan Unit Gawat Darurat dilayani oleh seorang Dokter Residen Senior dalam bidang anestesiologi dan didukung oleh Dokter... - [Cerita Pasien Kami](https://primayahospital.com/cerita-pasien-kami/): PATIENT STORIES Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Promo](https://primayahospital.com/promos/): PROMO Kategori Promo Lokasi Promo Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Nilai Kami](https://primayahospital.com/nilai-kami/): Visi Menjadi Jaringan Pelayanan Kesehatan atau Rumah Sakit Terkemuka yang Berstandar Internasional. Misi Memberikan Pelayanan Kesehatan Secara Profesional dengan Penuh... - [Beranda](https://primayahospital.com/beranda/): PEMERIKSAAN COVID-19 Berikut ini adalah jenis-jenis pemeriksaan Covid-19 yang dapat Anda lakukan di Primaya Hospital: PCR TEST RAPID TEST SWAB... ## Produk - [Paket Sunat Anak - Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/paket-sunat-anak-pasar-kemis/): Rp 4. 200. 000 – Rp 6. 200. 000Rentang harga: Rp 4. 200. 000 hingga Rp 6. 200. 000Lihat detail - [Paket Sunat Bayi - Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/paket-sunat-bayi-pasar-kemis/): Rp 4. 200. 000Lihat detail - [Skrining Jantung - Bandung](https://primayahospital.com/produk/skrining-jantung-bandung/): Rp 388. 000 – Rp 788. 000Rentang harga: Rp 388. 000 hingga Rp 788. 000Lihat detail - [Skrining Reumatologi - Bandung](https://primayahospital.com/produk/skrining-reumatologi-bandung/): Rp 450. 000 – Rp 2. 200. 000Rentang harga: Rp 450. 000 hingga Rp 2. 200. 000Lihat detail - [Skrining Anak - Bandung](https://primayahospital.com/produk/skrining-anak-bandung/): Rp 499. 000 – Rp 1. 288. 000Rentang harga: Rp 499. 000 hingga Rp 1. 288. 000Lihat detail - [Paket Antenatal Care (ANC) 2D - Bandung](https://primayahospital.com/produk/paket-antenatal-care-anc-bandung/): Rp 311. 000 – Rp 677. 000Rentang harga: Rp 311. 000 hingga Rp 677. 000Lihat detail - [Paket Kondiloma - Bandung](https://primayahospital.com/produk/paket-kondiloma-bandung/): Rp 2. 793. 000 – Rp 3. 750. 000Rentang harga: Rp 2. 793. 000 hingga Rp 3. 750. 000Lihat detail - [Skrining Penyakit Dalam - Bandung](https://primayahospital.com/produk/skrining-penyakit-dalam-bandung/): Rp 388. 000 – Rp 766. 000Rentang harga: Rp 388. 000 hingga Rp 766. 000Lihat detail - [Skrining Paru - Bandung](https://primayahospital.com/produk/skrining-paru/): Rp 399. 000 – Rp 450. 000Rentang harga: Rp 399. 000 hingga Rp 450. 000Lihat detail - [Paket Sirkumsisi - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/paket-sirkumsisi-kelapa-gading/): Rp 5. 800. 000 – Rp 7. 500. 000Rentang harga: Rp 5. 800. 000 hingga Rp 7. 500. 000Lihat detail - [CT Calsium Score - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/ct-calsium-score-kelapa-gading/): Rp 250. 000Lihat detail - [Skrining Batu Ginjal - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/skrining-batu-ginjal-kelapa-gading/): Rp 500. 000Lihat detail - [Deteksi Dini Saluran Kemih Anak](https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-saluran-kemih-anak/): Rp 799. 000Lihat detail - [Prostat Sehat, Hubungan Hangat](https://primayahospital.com/produk/prostat-sehat/): Rp 499. 000 – Rp 1. 399. 000Rentang harga: Rp 499. 000 hingga Rp 1. 399. 000Lihat detail - [Skrining Ginjal - Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/skrining-ginjal-betang-pambelum/): Rp 350. 000 – Rp 500. 000Rentang harga: Rp 350. 000 hingga Rp 500. 000Lihat detail - [Ekokardiografi Anak - Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/ekokardiografi-anak-betang-pambelum/): Rp 1. 000. 000Lihat detail - [Skrining Diabetes - Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/skrining-diabetes/): Rp 500. 000 – Rp 650. 000Rentang harga: Rp 500. 000 hingga Rp 650. 000Lihat detail - [Vaksin Flu dan Pneumonia - Primaya Hospital Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/vaksin-flu-dan-pneumonia-gold-primaya-hospital-betang-pambelum/): Rp 400. 000 – Rp 1. 800. 000Rentang harga: Rp 400. 000 hingga Rp 1. 800. 000Lihat detail - [Foraminal Block - Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/foraminal-block/): Lihat detail - [Ijeksi Intervensi Nyeri - Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/ijeksi-intervensi-nyeri-betang-pambelum/): Lihat detail - [Vaksin Internasional - Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/vaksin-internasional-betang-pambelum/): Rp 650. 000Lihat detail - [Vaksin Meningitis - Betang Pambelum](https://primayahospital.com/produk/vaksin-meningitis-betang-pambelum/): Rp 350. 000Lihat detail - [Total Wellness Package](https://primayahospital.com/produk/total-wellness-package/): Rp 120. 000 – Rp 399. 000Rentang harga: Rp 120. 000 hingga Rp 399. 000Lihat detail - [Hipertensi Terkendali, Hidup Lebih Berarti](https://primayahospital.com/produk/hypertension-check-up/): Rp 350. 000 – Rp 550. 000Rentang harga: Rp 350. 000 hingga Rp 550. 000Lihat detail - [Disney on Ice 2026](https://primayahospital.com/produk/disney-on-ice-2026/): Rp 199. 000 – Rp 449. 000Rentang harga: Rp 199. 000 hingga Rp 449. 000Lihat detail - [PRIMA Breast Screening for ≥40 years old](https://primayahospital.com/produk/active-kartini-prima-breast/): Rp 399. 000Lihat detail - [Paket Active Kartini](https://primayahospital.com/produk/paket-active-kartini/): Rp 399. 000 – Rp 1. 619. 000Rentang harga: Rp 399. 000 hingga Rp 1. 619. 000Lihat detail - [Healthy Young Kartini](https://primayahospital.com/produk/healthy-young-kartini/): Rp 1. 329. 000Lihat detail - [Healthy Wise Kartini](https://primayahospital.com/produk/healthy-wise-kartini/): Rp 1. 289. 000Lihat detail - [Skrining Kehamilan Kartini](https://primayahospital.com/produk/skrining-kehamilan-kartini/): Rp 739. 000 – Rp 1. 189. 000Rentang harga: Rp 739. 000 hingga Rp 1. 189. 000Lihat detail - [Paket Hari Kartini - Evasari (Jakarta)](https://primayahospital.com/produk/paket-hari-kartini-evasari-jakarta/): Rp 250. 000 – Rp 1. 500. 000Rentang harga: Rp 250. 000 hingga Rp 1. 500. 000Lihat detail - [Paket Skrining HIV dan AIDS - Sukabumi](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-hiv-dan-aids-sukabumi/): Rp 199. 000 – Rp 249. 000Rentang harga: Rp 199. 000 hingga Rp 249. 000Lihat detail - [Skrining Ginjal](https://primayahospital.com/produk/skrining-ginjal/): Rp 499. 000 – Rp 1. 100. 000Rentang harga: Rp 499. 000 hingga Rp 1. 100. 000Lihat detail - [Skrining Ginjal dan Prostat](https://primayahospital.com/produk/skrining-ginjal-dan-prostat/): Rp 1. 600. 000Lihat detail - [Woman Cancer Screening](https://primayahospital.com/produk/woman-cancer-screening/): Rp 1. 709. 000 – Rp 5. 199. 000Rentang harga: Rp 1. 709. 000 hingga Rp 5. 199. 000Lihat detail - [Man Cancer Screening](https://primayahospital.com/produk/advanced-man-cancer-screening/): Rp 2. 899. 000Lihat detail - [Overseas Student Health Check Up – Malaysia](https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-malaysia/): Rp 1. 929. 000Lihat detail - [PreMarital Check Up](https://primayahospital.com/produk/premarital-check-up/): Rp 2. 299. 000 – Rp 5. 399. 000Rentang harga: Rp 2. 299. 000 hingga Rp 5. 399. 000Lihat detail - [Overseas Student Health Check Up – USA](https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-usa/): Rp 1. 729. 000Lihat detail - [Overseas Student Health Check Up – China](https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-china/): Rp 1. 629. 000Lihat detail - [Runner Health Check Up](https://primayahospital.com/produk/runner-health-check-up/): Rp 2. 799. 000Lihat detail - [Student Health Check Up – Domestic School](https://primayahospital.com/produk/student-health-check-up-domestic-school/): Rp 529. 000Lihat detail - [Student Health Check Up – Boarding School](https://primayahospital.com/produk/student-health-check-up-boarding-school/): Rp 929. 000Lihat detail - [Overseas Student Health Check Up – Jepang](https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-jepang/): Rp 929. 000Lihat detail - [General Check Up – Platinum](https://primayahospital.com/produk/general-check-up-platinum/): Rp 12. 099. 000Lihat detail - [General Check Up – Gold](https://primayahospital.com/produk/general-check-up-gold/): Rp 2. 899. 000Lihat detail - [General Check Up – Silver](https://primayahospital.com/produk/general-check-up-silver/): Rp 1. 299. 000Lihat detail - [Paket Sirkumsisi - Sukabumi](https://primayahospital.com/produk/paket-sirkumsisi-sukabumi/): Rp 2. 850. 000Lihat detail - [Operasi Katarak (Phacoemulsifikasi) - Sukabumi](https://primayahospital.com/produk/operasi-katarak-phacoemulsifikasi-sukabumi/): Rp 11. 800. 000Lihat detail - [Aritmia Holter Monitoring - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/aritmia-holter-monitoring-kelapa-gading/): Rp 4. 750. 000 – Rp 9. 100. 000Rentang harga: Rp 4. 750. 000 hingga Rp 9. 100. 000Lihat detail - [Paket Hemodialisis - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/paket-hemodialisis-kelapa-gading/): Rp 1. 250. 000 – Rp 15. 000. 000Rentang harga: Rp 1. 250. 000 hingga Rp 15. 000. 000Lihat detail - [Persalinan ERACS - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/persalinan-eracs-bekasi-utara/): Rp 22. 000. 000 – Rp 45. 000. 000Rentang harga: Rp 22. 000. 000 hingga Rp 45. 000. 000Lihat detail - [Persalinan SC - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/persalinan-sc-bekasi-utara/): Rp 21. 000. 000 – Rp 43. 000. 000Rentang harga: Rp 21. 000. 000 hingga Rp 43. 000. 000Lihat detail - [Pemeriksaan Sakit Kepala - Evasari (Jakarta)](https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-sakit-kepala-evasari-hospital-jakarta/): Rp 500. 000 – Rp 1. 250. 000Rentang harga: Rp 500. 000 hingga Rp 1. 250. 000Lihat detail - [Jantung Sehat - Evasari (Jakarta)](https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-jantung-sehat-evasari-jakarta/): Rp 450. 000 – Rp 2. 000. 000Rentang harga: Rp 450. 000 hingga Rp 2. 000. 000Lihat detail - [Skrining Kanker Payudara - Evasari (Jakarta)](https://primayahospital.com/produk/skrining-kanker-payudara-evasari-jakarta/): Rp 300. 000Lihat detail - [Skrining Jantung Anak - Evasari (Jakarta)](https://primayahospital.com/produk/skrining-jantung-anak-evasari-jakarta/): Rp 650. 000Lihat detail - [MCU Imlek - Tangerang](https://primayahospital.com/produk/mcu-imlek-tangerang/): Rp 888. 000Lihat detail - [Vaksin Influenza - Tangerang](https://primayahospital.com/produk/vaksin-influenza-tangerang/): Rp 299. 000 – Rp 388. 000Rentang harga: Rp 299. 000 hingga Rp 388. 000Lihat detail - [Vaksin Pneumonia - Tangerang](https://primayahospital.com/produk/vaksin-influenza-tangerang-2/): Rp 1. 400. 000Lihat detail - [Vaksin Meningitis - Tangerang](https://primayahospital.com/produk/vaksin-meningitis-tangerang/): Rp 330. 000Lihat detail - [USG Fetomaternal - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/usg-fetomaternal-bekasi-utara/): Rp 1. 000. 000Lihat detail - [MCU Imlek - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/mcu-imlek-kelapa-gading/): Rp 600. 000 – Rp 1. 100. 000Rentang harga: Rp 600. 000 hingga Rp 1. 100. 000Lihat detail - [Skrining Kesehatan Jantung - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/skrining-kesehatan-jantung-kelapa-gading/): Rp 490. 000 – Rp 3. 250. 000Rentang harga: Rp 490. 000 hingga Rp 3. 250. 000Lihat detail - [Smart Brain Screening - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/smart-brain-screening-kelapa-gading/): Rp 990. 000Lihat detail - [Deteksi Aktivitas Otak - Bekasi Timur](https://primayahospital.com/produk/deteksi-aktivitas-otak-bekasi-timur/): Rp 999. 000Lihat detail - [Skrining Kanker](https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-kesehatan-pria/): Rp 999. 000 – Rp 2. 900. 000Rentang harga: Rp 999. 000 hingga Rp 2. 900. 000Lihat detail - [Skrining Kanker Wanita](https://primayahospital.com/produk/skrining-kanker-wanita/): Rp 599. 000 – Rp 5. 200. 000Rentang harga: Rp 599. 000 hingga Rp 5. 200. 000Lihat detail - [Terapi Uap - Tangerang](https://primayahospital.com/produk/terapi-uap-tangerang/): Rp 1. 200. 000 – Rp 2. 700. 000Rentang harga: Rp 1. 200. 000 hingga Rp 2. 700. 000Lihat detail - [Paket Gizi Dasar](https://primayahospital.com/produk/paket-gizi-dasar/): Rp 499. 000Lihat detail - [Paket Nutrigenomik](https://primayahospital.com/produk/paket-nutrigenomik/): Rp 3. 299. 000Lihat detail - [Paket Gizi Prima](https://primayahospital.com/produk/paket-gizi-prima/): Rp 2. 099. 000Lihat detail - [Paket MCU Narkoba - Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/paket-mcu-narkoba-bekasi-barat/): Rp 460. 000Lihat detail - [Paket Antenatal Care (ANC) - Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/paket-antenatal-care-anc-bekasi-barat/): Rp 550. 000 – Rp 4. 800. 000Rentang harga: Rp 550. 000 hingga Rp 4. 800. 000Lihat detail - [Paket Scaling - Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/paket-scaling-pasar-kemis/): Rp 299. 000 – Rp 699. 000Rentang harga: Rp 299. 000 hingga Rp 699. 000Lihat detail - [Paket ESWL - Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/paket-eswl-pasar-kemis/): Rp 9. 900. 000Lihat detail - [Paket Hari Ibu: Vaksin HPV](https://primayahospital.com/produk/80585/): Rp 2. 739. 000 – Rp 7. 679. 000Rentang harga: Rp 2. 739. 000 hingga Rp 7. 679. 000Lihat detail - [Paket Wisata Kesehatan - Karawang](https://primayahospital.com/produk/paket-wisata-kesehatan-karawang/): Rp 1. 499. 000 – Rp 3. 499. 000Rentang harga: Rp 1. 499. 000 hingga Rp 3. 499. 000Lihat detail - [Histerosalpingografi HSG - Evasari](https://primayahospital.com/produk/histerosalpingografi-hsg-evasari/): Rp 1. 500. 000Lihat detail - [Cardiac Screening - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/cardiac-screening-kelapa-gading/): Rp 590. 000 – Rp 7. 500. 000Rentang harga: Rp 590. 000 hingga Rp 7. 500. 000Lihat detail - [Sectio Caesaria Package - Evasari](https://primayahospital.com/produk/sectio-caesaria-package-evasari/): Rp 19. 000. 000 – Rp 45. 000. 000Rentang harga: Rp 19. 000. 000 hingga Rp 45. 000. 000Lihat detail - [Pregnancy Screening - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/pregnancy-screening-kelapa-gading/): Rp 499. 000Lihat detail - [Senior Staycation and Care - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/senior-staycation-and-care-kelapa-gading/): Rp 6. 000. 000 – Rp 12. 800. 000Rentang harga: Rp 6. 000. 000 hingga Rp 12. 800. 000Lihat detail - [Lifestyle Wellness Screening - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/lifestyle-wellness-screening-kelapa-gading/): Rp 1. 200. 000 – Rp 3. 550. 000Rentang harga: Rp 1. 200. 000 hingga Rp 3. 550. 000Lihat detail - [Golden Age Health Screening - Kelapa Gading](https://primayahospital.com/produk/golden-age-health-screening-kelapa-gading/): Rp 10. 750. 000 – Rp 19. 500. 000Rentang harga: Rp 10. 750. 000 hingga Rp 19. 500. 000Lihat detail - [Skrining Dasar Diabetes](https://primayahospital.com/produk/skrining-dasar-diabetes/): Rp 899. 000Lihat detail - [Paket Vaksin Influenza](https://primayahospital.com/produk/paket-vaksin-influenza/): Rp 300. 000 – Rp 1. 650. 000Rentang harga: Rp 300. 000 hingga Rp 1. 650. 000Lihat detail - [Vaksin Haji dan Umroh - Evasari](https://primayahospital.com/produk/vaksin-haji-dan-umroh-evasari/): Rp 590. 000Lihat detail - [Comprehensive Brain Screening](https://primayahospital.com/produk/paket-hari-stroke-comprehensive/): Rp 5. 500. 000Lihat detail - [Paket Basic Stroke Risk Screening](https://primayahospital.com/produk/paket-hari-stroke-basic/): Rp 2. 500. 000Lihat detail - [Paket Hari Stroke - Intermediate/Complete](https://primayahospital.com/produk/paket-hari-stroke-intermediate-complete/): Rp 2. 700. 000 – Rp 4. 000. 000Rentang harga: Rp 2. 700. 000 hingga Rp 4. 000. 000Lihat detail - [Vaksin Umroh (Meningitis dan Polio) - Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/vaksin-umrah-meningitis-dan-polio-bekasi-barat/): Lihat detail - [USG Vaskuler - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/usg-vaskuler-bekasi-utara/): Rp 650. 000Lihat detail - [Vaksin Kanker Serviks - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/vaksin-kanker-serviks-bekasi-utara/): Rp 4. 300. 000Lihat detail - [Papsmear - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/papsmear-bekasi-utara/): Rp 850. 000Lihat detail - [Paket Audiometri - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/paket-audiometri/): Rp 400. 000Lihat detail - [Paket Fisioterapi - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/paket-fisioterapi-bekasi-utara-2/): Rp 2. 600. 000Lihat detail - [Paket ANC - Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/paket-anc-bekasi-barat/): Rp 450. 000Lihat detail - [Skrining Nyeri Lutut - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/skrining-nyeri-lutut-bekasi-utara/): Rp 650. 000Lihat detail - [Paket Hari Jantung Sedunia](https://primayahospital.com/produk/paket-hari-jantung-sedunia/): Rp 299. 000 – Rp 1. 499. 000Rentang harga: Rp 299. 000 hingga Rp 1. 499. 000Lihat detail - [Skrining Pencernaan - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/skrining-pencernaan-bekasi-utara/): Rp 900. 000Lihat detail - [Paket Skrining Prostat - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-prostat-bekasi-utara/): Rp 850. 000Lihat detail - [Laser Batu Ginjal / RIRS - Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/laser-batu-ginjal-rirs-bekasi-barat/): Rp 110. 000. 000 Harga aslinya adalah: Rp 110. 000. 000. Rp 75. 000. 000Harga saat ini adalah: Rp 75. 000. 000. Lihat detail - [Paket USG Fetomaternal - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/paket-usg-fetomaternal-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 2. 000. 000 Harga aslinya adalah: Rp 2. 000. 000. Rp 1. 250. 000Harga saat ini adalah: Rp 1. 250. 000. Lihat detail - [Paket USG 4D – Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/produk/usg-4d-bekasi-utara/): Rp 850. 000Lihat detail - [Skrining Hati](https://primayahospital.com/produk/skrining-hati/): Rp 550. 000 – Rp 2. 850. 000Rentang harga: Rp 550. 000 hingga Rp 2. 850. 000Lihat detail - [Paket Vaksin Hepatitis](https://primayahospital.com/produk/paket-vaksin-hepatitis/): Rp 400. 000 – Rp 2. 300. 000Rentang harga: Rp 400. 000 hingga Rp 2. 300. 000Lihat detail - [Teenagers Medical Check Up (12-18 YO)](https://primayahospital.com/produk/teenagers-medical-check-up-12-18-yo/): Rp 3. 119. 000Lihat detail - [Promo Skin Tag - Evasari Jakarta](https://primayahospital.com/produk/promo-skin-tag-evasari-jakarta/): Rp 500. 000Lihat detail - [Paket Chemical Peeling- Evasari Jakarta](https://primayahospital.com/produk/paket-chemical-peeling-evasari-jakarta/): Rp 600. 000 Harga aslinya adalah: Rp 600. 000. Rp 450. 000Harga saat ini adalah: Rp 450. 000. Lihat detail - [Paket Kombo - Evasari Jakarta](https://primayahospital.com/produk/paket-kombo-evasari-jakarta/): Rp 2. 000. 000Lihat detail - [Pre Employee](https://primayahospital.com/produk/pre-employee/): Rp 699. 000Lihat detail - [Pre Employee < 35 YO](https://primayahospital.com/produk/pre-employee-35-yo/): Rp 1. 199. 000Lihat detail - [Pre Employee > 35 YO](https://primayahospital.com/produk/pre-employee-35-yo-2/): Rp 1. 899. 000Lihat detail - [Food and Beverage Related Worker Health Check Up](https://primayahospital.com/produk/food-and-beverage-related-worker-health-check-up/): Rp 1. 499. 000Lihat detail - [Annual Employee Health Check Up](https://primayahospital.com/produk/annual-employee-health-check-up/): Rp 5. 799. 000Lihat detail - [Vaksin Umroh - Hertasning](https://primayahospital.com/produk/vaksin-umroh-hertasning/): Rp 348. 000 – Rp 646. 000Rentang harga: Rp 348. 000 hingga Rp 646. 000Lihat detail - [Schooler Medical Check Up](https://primayahospital.com/produk/schooler-medical-check-up/): Rp 2. 709. 000 – Rp 3. 199. 000Rentang harga: Rp 2. 709. 000 hingga Rp 3. 199. 000Lihat detail - [Pre Schooler Medical Check Up](https://primayahospital.com/produk/pre-schooler-medical-check-up/): Rp 1. 699. 000Lihat detail - [General Check Up - Hari Keluarga Nasional](https://primayahospital.com/produk/general-check-up-hari-keluarga-nasional/): Rp 1. 299. 000Lihat detail - [Paket Vaksin - Hari Keluarga Nasional](https://primayahospital.com/produk/vaksin-hari-keluarga-nasional/): Rp 409. 000 – Rp 8. 099. 000Rentang harga: Rp 409. 000 hingga Rp 8. 099. 000Lihat detail - [USG 4D - Bekasi Timur](https://primayahospital.com/produk/usg-4d-bekasi-timur/): Rp 999. 000 – Rp 2. 650. 000Rentang harga: Rp 999. 000 hingga Rp 2. 650. 000Lihat detail - [Percutaneous Coronary Intervention - Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/percutaneous-coronary-intervention-bekasi-barat/): Rp 73. 500. 000Lihat detail - [Coronary Angiography - Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/coronary-angiography-bekasi-barat/): Rp 11. 900. 000Lihat detail - [Paket Skrining Jantung - Inco Sorowako](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-jantung-inco-sorowako-2/): Rp 1. 555. 000Lihat detail - [Pemeriksaan Genomik Nutrigenomik - Hertasning](https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-genomik-nutrigenomik-hertasning/): Rp 4. 961. 000Lihat detail - [Okupasi Terapi Kombinasi Fisioterapi - Hertasning](https://primayahospital.com/produk/okupasi-terapi-kombinasi-fisioterapi-hertasning/): Rp 915. 000Lihat detail - [Medical Check Up for Athlete - Bekasi Timur](https://primayahospital.com/produk/medical-check-up-for-athlete-bekasi-timur/): Rp 350. 000 – Rp 600. 000Rentang harga: Rp 350. 000 hingga Rp 600. 000Lihat detail - [Dermal Infusion - Primaya Evasari](https://primayahospital.com/produk/dermal-infusion-primaya-evasari/): Rp 750. 000 Harga aslinya adalah: Rp 750. 000. Rp 400. 000Harga saat ini adalah: Rp 400. 000. Lihat detail - [Vaksinasi Lansia](https://primayahospital.com/produk/vaksinasi-lansia/): Rp 5. 259. 000Lihat detail - [Okupasi Terapi Dewasa - Hertasning](https://primayahospital.com/produk/okupasi-terapi-dewasa-hertasning/): Rp 765. 000Lihat detail - [Tumbuh Kembang Anak - Hertasning](https://primayahospital.com/produk/tumbuh-kembang-anak-hertasning/): Rp 765. 000Lihat detail - [Paket THT Rawat Jalan - Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/paket-tht-rawat-jalan-pasar-kemis/): Rp 750. 000 – Rp 1. 000. 000Rentang harga: Rp 750. 000 hingga Rp 1. 000. 000Lihat detail - [Paket Sirkumsisi - Makassar](https://primayahospital.com/produk/paket-sirkumsisi-makassar/): Rp 3. 650. 000 – Rp 6. 150. 000Rentang harga: Rp 3. 650. 000 hingga Rp 6. 150. 000Lihat detail - [Brain Risk Assessment](https://primayahospital.com/produk/brain-risk-assessment/): Rp 2. 400. 000Lihat detail - [Kontrol Tekanan Darah](https://primayahospital.com/produk/kontrol-tekanan-darah/): Rp 569. 000 – Rp 1. 889. 000Rentang harga: Rp 569. 000 hingga Rp 1. 889. 000Lihat detail - [Vaksin Haji dan Umroh - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/produk/vaksin-haji-dan-umroh-makassar/): Rp 350. 000 – Rp 950. 000Rentang harga: Rp 350. 000 hingga Rp 950. 000Lihat detail - [Heart Monitor - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/produk/heart-monitor-primaya-hospital-makassar/): Rp 1. 558. 000 – Rp 6. 180. 000Rentang harga: Rp 1. 558. 000 hingga Rp 6. 180. 000Lihat detail - [Kesehatan Kulit wajah - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/kesehatan-kulit-wajah-tangerang/): Rp 5. 732. 000 – Rp 20. 224. 100Rentang harga: Rp 5. 732. 000 hingga Rp 20. 224. 100Lihat detail - [USG 4D - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/usg-4d-primaya-hospital-pasar-kemis/): Rp 199. 000Lihat detail - [Skrining Prostat - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/skrining-prostat-primaya-hospital-depok/): Rp 50. 000Lihat detail - [Deteksi Dini Gangguan Otak - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-gangguan-otak-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 1. 199. 000Lihat detail - [Terapi Wasir dengan Radiofrekuensi - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/terapi-wasir-bekasi/): Rp 18. 000. 000Lihat detail - [Deteksi Dini Kelainan dan Kanker Darah - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-kelainan-dan-kanker-darah-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 333. 000Lihat detail - [Paket Skrining Diabetes](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-diabetes/): Rp 419. 000 – Rp 1. 359. 000Rentang harga: Rp 419. 000 hingga Rp 1. 359. 000Lihat detail - [Paket Radioterapi - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/paket-radioterapi-primaya-hospital-tangerang/): Rp 20. 999. 000 – Rp 53. 999. 000Rentang harga: Rp 20. 999. 000 hingga Rp 53. 999. 000Lihat detail - [Tindakan Endoskopi dan Kolonoskopi - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/tindakan-endoskopi-dan-kolonoskopi-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 5. 350. 000 – Rp 7. 400. 000Rentang harga: Rp 5. 350. 000 hingga Rp 7. 400. 000Lihat detail - [Vaccine Center - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/vaccine-center-primaya-evasari-hospital/): Rp 255. 000 – Rp 1. 300. 000Rentang harga: Rp 255. 000 hingga Rp 1. 300. 000Lihat detail - [Paket Fisioterapi - Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/produk/paket-fisioterapi-primaya-hospital-sukabumi/): Rp 600. 000 – Rp 1. 450. 000Rentang harga: Rp 600. 000 hingga Rp 1. 450. 000Lihat detail - [Paket Massage Pasca Persalinan - Sukabumi](https://primayahospital.com/produk/paket-massage-pasca-persalinan-sukabumi/): Rp 350. 000Lihat detail - [Paket Terapi Wicara - Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/produk/paket-terapi-wicara-primaya-hospital-sukabumi/): Rp 650. 000 – Rp 1. 500. 000Rentang harga: Rp 650. 000 hingga Rp 1. 500. 000Lihat detail - [Advance Cardiac Life Support (ACLS) Training 2025](https://primayahospital.com/produk/advance-cardiac-life-support-acls-training-2025/): Rp 3. 750. 000Lihat detail - [Paket Skrining Kesuburan Wanita (Histerosalpingografi) - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-kesuburan-wanita-histerosalpingografi-primaya-evasari-hospital/): Rp 2. 300. 000Lihat detail - [Women Health Package - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/women-health-package-primaya-hospital-tangerang/): Rp 299. 000 – Rp 399. 000Rentang harga: Rp 299. 000 hingga Rp 399. 000Lihat detail - [Skrining Kesehatan Telinga - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/skrining-kesehatan-telinga-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 450. 000 – Rp 590. 000Rentang harga: Rp 450. 000 hingga Rp 590. 000Lihat detail - [Healthy Prostat Screening](https://primayahospital.com/produk/healthy-prostat-screening/): Rp 1. 550. 000Lihat detail - [Coronary Risk Check Up](https://primayahospital.com/produk/coronary-risk-check-up/): Rp 12. 000. 000Lihat detail - [Heart Attack Risk Check Up](https://primayahospital.com/produk/heart-attack-risk-check-up/): Rp 2. 400. 000Lihat detail - [Comprehensive Heart Check Up](https://primayahospital.com/produk/comprehensive-heart-check-up/): Rp 11. 500. 000Lihat detail - [Pijat Bayi - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/pijat-bayi-primaya-hospital-semarang/): Rp 560. 000Lihat detail - [Paket Kesehatan Wanita - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/paket-kesehatan-wanita-primaya-hospital-semarang/): Rp 600. 000 – Rp 8. 750. 000Rentang harga: Rp 600. 000 hingga Rp 8. 750. 000Lihat detail - [Paket Persalinan - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-primaya-hospital-semarang/): Rp 12. 500. 000 – Rp 45. 000. 000Rentang harga: Rp 12. 500. 000 hingga Rp 45. 000. 000Lihat detail - [Paket Mudik PRIMA](https://primayahospital.com/produk/paket-mudik-prima/): Rp 120. 000 – Rp 299. 000Rentang harga: Rp 120. 000 hingga Rp 299. 000Lihat detail - [Stroke Risk Assesement (CT)](https://primayahospital.com/produk/brain-stroke-risk-assesement-ct/): Rp 4. 450. 000Lihat detail - [E-Voucher Hemat Suntik Vitamin C untuk Peserta PRUActive Virtual 2025](https://primayahospital.com/produk/voucher-peserta-pruactive/): Rp 119. 000Lihat detail - [Radial Shock Wave Therapy - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/radial-shock-wave-therapy/): Rp 700. 000 – Rp 3. 400. 000Rentang harga: Rp 700. 000 hingga Rp 3. 400. 000Lihat detail - [Paket Tumbuh Kembang - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/produk/paket-tumbuh-kembang-primaya-hospital-pasar-kemis/): Rp 1. 100. 000Lihat detail - [Paket Vaksin - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/paket-vaksin-primaya-hospital-semarang/): Rp 520. 000 – Rp 8. 750. 000Rentang harga: Rp 520. 000 hingga Rp 8. 750. 000Lihat detail - [Senam Hamil - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/senam-hamil-primaya-hospital-semarang/): Rp 240. 000Lihat detail - [Vaksin Haji dan Umroh - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/vaksin-haji-dan-umroh-primaya-evasari-hospital/): Rp 399. 999 – Rp 1. 659. 999Rentang harga: Rp 399. 999 hingga Rp 1. 659. 999Lihat detail - [Jantung Sehat - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/jantung-sehat-primaya-hospital-semarang/): Rp 838. 000 – Rp 5. 480. 000Rentang harga: Rp 838. 000 hingga Rp 5. 480. 000Lihat detail - [General Check Up - Titanium](https://primayahospital.com/produk/general-check-up-titanium/): Rp 29. 050. 000 – Rp 33. 650. 000Rentang harga: Rp 29. 050. 000 hingga Rp 33. 650. 000Lihat detail - [Vaksin Meningitis - Primaya Hospital Hertasning](https://primayahospital.com/produk/vaksin-meningitis-primaya-hospital-hertasning/): Lihat detail - [Osteoporosis Risk Screening](https://primayahospital.com/produk/ortopedi-osteoporosis-risk-screening/): Rp 699. 000Lihat detail - [Urinary Tract Healthy Screening](https://primayahospital.com/produk/urologi-healthy-prostat-screening/): Rp 1. 500. 000Lihat detail - [Stroke Risk Assesement (MRI)](https://primayahospital.com/produk/brain-risk-assesement/): Rp 5. 900. 000Lihat detail - [Headache Assessment](https://primayahospital.com/produk/brain-cephalgia-risk-assesement/): Rp 6. 900. 000Lihat detail - [Medical Check Up My First Time - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/medical-check-up-my-first-time-primaya-hospital-semarang/): Rp 570. 000 – Rp 1. 448. 000Rentang harga: Rp 570. 000 hingga Rp 1. 448. 000Lihat detail - [Pemeriksaan Endoskopi - Primaya Hospital Tagerang](https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-endoskopi-primaya-hospital-tagerang/): Rp 3. 999. 000 – Rp 8. 499. 000Rentang harga: Rp 3. 999. 000 hingga Rp 8. 499. 000Lihat detail - [Vacuum Assisted Breast Biopsy - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/vacuum-assisted-breast-biopsy-primaya-hospital-tangerang/): Rp 32. 850. 000Lihat detail - [Say Goodbye Nyeri Lutut Dengan Stem Cell Secretome - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/produk/say-goodbye-nyeri-lutut-dengan-stem-cell-secretome-primaya-hospital-semarang/): Rp 2. 200. 000 – Rp 3. 300. 000Rentang harga: Rp 2. 200. 000 hingga Rp 3. 300. 000Lihat detail - [MCU Awal Tahun - Primaya Hospital Hertasning](https://primayahospital.com/produk/mcu-awal-tahun-primaya-hospital-hertasning/): Rp 799. 999Lihat detail - [Paket FibroScan (Lengkap) - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/paket-fibroscan-lengkap-primaya-hospital-tangerang/): Rp 2. 999. 999Lihat detail - [Paket FibroScan (Hemat) – Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/paket-fibroscan-hemat-primaya-hospital-tangerang/): Rp 1. 499. 999Lihat detail - [Paket Tes Narkoba - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/paket-tes-narkoba-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 400. 000Lihat detail - [Paket Akupunktur Reguler - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/paket-akupunktur-reguler-primaya-evasari-hospital/): Rp 1. 400. 000Lihat detail - [Paket Akupunktur Promil - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/paket-akupunktur-promil-primaya-evasari-hospital/): Rp 1. 800. 000Lihat detail - [Paket Akupunktur Pasca Stroke (6 sesi) - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/paket-akupunktur-pasca-stroke-6-sesi-primaya-evasari-hospital/): Rp 1. 650. 000Lihat detail - [Paket Akupunktur Pasca Stroke (12 sesi) - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/paket-akupunktur-pasca-stroke-12-sesi-primaya-evasari-hospital/): Rp 3. 300. 000Lihat detail - [Paket Akupunktur Laser - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/paket-akupunktur-laser-primaya-evasari-hospital/): Rp 300. 000Lihat detail - [Terapi Tumbuh Kembang Anak (4 Terapi) - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/terapi-tumbuh-kembang-anak-primaya-hospital-tangerang/): Rp 1. 050. 000Lihat detail - [Terapi Tumbuh Kembang Anak (8 Terapi) - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/terapi-tumbuh-kembang-anak-8-terapi-primaya-hospital-tangerang/): Rp 1. 050. 000 – Rp 1. 850. 000Rentang harga: Rp 1. 050. 000 hingga Rp 1. 850. 000Lihat detail - [Respiratory Disease Screening](https://primayahospital.com/produk/respiratory-disease-screening/): Rp 1. 339. 000Lihat detail - [Paket Vaksin Pneumonia - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/paket-vaksin-pneumonia-prevenar-primaya-hospital-tangerang/): Rp 1. 299. 000Lihat detail - [Digestive Cancer Screening](https://primayahospital.com/produk/digestive-cancer-screening-advanced/): Rp 1. 400. 000 – Rp 6. 400. 000Rentang harga: Rp 1. 400. 000 hingga Rp 6. 400. 000Lihat detail - [Lung Cancer Screening](https://primayahospital.com/produk/lung-cancer-screening/): Rp 4. 900. 000Lihat detail - [Paket Inseminasi - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/produk/paket-inseminasi-primaya-evasari-hospital/): Rp 6. 500. 000Lihat detail - [Paket Tindakan ESWL - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/paket-tindakan-eswl-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 8. 999. 999Lihat detail - [Skrining Kanker Serviks (Valentine) - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/skrining-kanker-serviks-valentine-primaya-hospital-depok/): Rp 823. 000Lihat detail - [Skrining Jantung (Valentine) - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/skrining-jantung-valentine-primaya-hospital-depok/): Rp 1. 362. 000Lihat detail - [Paket Fisioterapi – Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-fisioterapi-depok/): Rp 1. 559. 000 – Rp 3. 043. 000Rentang harga: Rp 1. 559. 000 hingga Rp 3. 043. 000Lihat detail - [Paket Diabetes Melitus - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-diabetes-melitus-primaya-hospital-depok/): Rp 632. 000Lihat detail - [Paket Sirkumsisi (Sunat) – Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-sunat-bius-umum-depok/): Rp 3. 770. 000Lihat detail - [Women Health Screening (USG Mammae) - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/women-health-screening-usg-mammae-primaya-hospital-tangerang/): Rp 499. 999Lihat detail - [Women Health Screening (Mammography) - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/women-health-screening-mammography-primaya-hospital-tangerang/): Rp 409. 999Lihat detail - [Paket Pemeriksaan Kehamilan Trimester I – Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-anc-trimester-i-paket-pemeriksaan-kehamilan-depok/): Rp 894. 000Lihat detail - [Women Health Screening (Papsmear) - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/women-health-screening-papsmear-primaya-hospital-tangerang/): Rp 399. 999Lihat detail - [Paket ANC Trimester II - Paket Pemeriksaan Kehamilan – Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-anc-trimester-ii-paket-pemeriksaan-kehamilan-depok/): Rp 1. 320. 000Lihat detail - [Paket Jantung Sehat - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/produk/paket-jantung-sehat-primaya-hospital-tangerang/): Rp 588. 000Lihat detail - [Paket Akupuntur (3x Sesi) - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-akupuntur-3x-sesi-primaya-hospital-depok/): Rp 1. 799. 000Lihat detail - [Paket Akupuntur (6x Sesi) - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-akupuntur-6x-sesi-primaya-hospital-depok/): Rp 3. 599. 000Lihat detail - [Paket Akupuntur (12x Sesi) - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-akupuntur-12x-sesi-primaya-hospital-depok/): Rp 7. 199. 000Lihat detail - [Paket Skrining Varises – Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-varises-depok/): Rp 647. 000Lihat detail - [Mammae Health Screening - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/mammae-health-screening-bhakti-wara/): Rp 329. 000Lihat detail - [Konsul Dokter Spesialis Gizi Klinik - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/produk/konsul-dokter-spesialis-gizi-klinik-primaya-hospital-karawang/): Lihat detail - [Paket Influenza - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-influenza-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 465. 000Lihat detail - [Paket Skrining Diabetes (Mini MCU) - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-diabetes-mini-mcu-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 222. 000Lihat detail - [Paket Skrining Diabetes (A) - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-diabetes-a-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 250. 000Lihat detail - [Paket Skrining Diabetes (B) - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-diabetes-b-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 149. 000Lihat detail - [Paket Vaksin Meningitis - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-vaksin-meningitis-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 350. 000Lihat detail - [Melahirkan Sectio Caesaria – Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/produk/melahirkan-sectio-caesaria-primaya-hospital-karawang/): Rp 23. 999. 000 – Rp 27. 999. 000Rentang harga: Rp 23. 999. 000 hingga Rp 27. 999. 000Lihat detail - [Paket Pemeriksaan Kehamilan (1x) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-pemeriksaan-kehamilan-1x-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 608. 000Lihat detail - [Persalinan ERACS (Kelas 2) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-eracs-kelas-2-bhakti-wara/): Rp 20. 000. 000Lihat detail - [Persalinan ERACS (Kelas 3) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-eracs-kelas-3-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 15. 000. 000Lihat detail - [Paket Vaksin Hepatitis B (1 Dosis) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/vaksin-hepatitis-b-1-dosis-bhakti-wara/): Rp 329. 000Lihat detail - [Vaksin Hepatitis B (3 Dosis) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/vaksin-hepatitis-b-3-dosis-bhakti-wara/): Rp 950. 000Lihat detail - [Brain Health Package – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/brain-health-package-bhakti-wara/): Rp 1. 200. 000Lihat detail - [Paket Pemeriksaan Kehamilan (3x) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-pemeriksaan-kehamilan-bhakti-wara/): Rp 1. 600. 000Lihat detail - [Paket Tes Narkoba – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-tes-narkoba-bhakti-wara/): Rp 265. 000Lihat detail - [Persalinan ERACS (VIP) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-eracs-vip-bhakti-wara/): Rp 26. 000. 000Lihat detail - [Persalinan ERACS (Kelas 1) – Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-eracs-kelas-1-primaya-hospital-bhakti-wara/): Rp 23. 000. 000Lihat detail - [Deteksi Dini Penyakit Jantung - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-penyakit-jantung-primaya-hospital-bekasi-barat/): Rp 285. 000 – Rp 1. 450. 000Rentang harga: Rp 285. 000 hingga Rp 1. 450. 000Lihat detail - [Paket MCU Drug Test - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-mcu-drug-test-depok/): Rp 300. 000Lihat detail - [Paket Sirkumsisi (Bius Lokal) – Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/produk/paket-sunat-bius-lokal-depok/): Rp 3. 770. 000Lihat detail ## Promo - [Poliklinik Fetomaternal - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/poliklinik-fetomaternal-primaya-hospital-depok/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Mini Laparoskopi - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/laparoskopi-bhakti-wara/): Mini Laparoskopi adalah sebuah Teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar. Selain itu laparoskopi merupakan Teknik bedah invasif... - [Paket Endoskopi - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-endoskopi-primaya-hospital-bhakti-wara/): Endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam organ internal Anda. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk... - [Gastric Balloon - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/gastric-balloon/): Metode penurunan berat badan terkini atasi obesitas Prosedur penurunan berat badan dengan memasang balon tanpa metode operasi dan pembiusan RP... - [Skrining Kesehatan Anak - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/kesehatan-anak-bekasi/): Skrining Masalah Makan Rp 1. 8 jt Konsultasi Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi Metabolik Pemeriksaan laboratorium (Hematologi lengkap, feritin, kultur... - [Paket Deteksi Neuropathy - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/deteksi-neuropathy-bekasi/): Anda memiliki keluhan sering kesemutan, baal, nyeri tanpa penyebab jelas, muncul sensasi terbakar atau sensasi sedang memakai kaos kaki /... - [Paket Vaksin Typhoid - Primaya Hospital Inco Sorowako](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-typhoid-primaya-hospital-inco-sorowako/): Paket Vaksin Typhoid (Typhim VI) Rp 360. 000 Paket termasuk: Free konsultasi Dokter Umum Umur 2 tahun keatas Berlaku sampai... - [Paket Vaksin Anak - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/vaksin-anak-bekasi/): Memperingati Hari Anak Nasional dan HUT 16 Primaya Hospital Bekasi Barat Dison 16% Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan pribadi... - [Paket Sirkumsisi - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-primaya-hospital-makassar/): Bius Total Rp 5. 700. 000 Bius Lokal Rp 3. 700. 000 Tindakan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum / Urologi... - [Paket Layanan CABG - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/paket-layanan-cabg-primaya-hospital-makassar/): Paket Layanan CABG (Operasi Bypass Jantung Koroner) President Suite Rp 252 jt Suite Rp 235 jt Kelas 1 Rp 215... - [Weight Loss Program - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/obesitas/): Obesitas adalah kondisi medis berupa berat badan di atas normal karena penumpukan lemak berlebih. Hal ini terjadi karena asupan kalori... - [Paket Sirkumsisi - Primaya Hospital Hertasning](https://primayahospital.com/promo/sirkumsisi-hertasning/): Bius Total Rp 5. 700. 000 Bius Lokal Rp 3. 700. 000 Tindakan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum / Urologi... - [Paket Persalinan - Primaya Hospital Hertasning](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-hertasning/): Paket Persalinan Normal Suite: Rp 13. 988. 000 Kelas 1: Rp 11. 450. 000 Paket Persalinan Caesar Suite: Rp 25.... - [Paket Sirkumsisi - Primaya Hospital Inco Sorowako](https://primayahospital.com/promo/sirkumsisi-sorowako/): Bius Total Rp 5. 700. 000 Bius Lokal Rp 3. 700. 000 Tindakan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum Paket sudah... - [MCU Ginjalku Prima - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/mcu-ginjal-semarang/): Paket MCU Fungsi Ginjal Rp 395. 000 Hematologi rutin Kreatinin + eGFR Urine Lengkap Paket Hemodialisa Perdana Rp 1. 540.... - [Promo Launching MRI 1,5T - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/mri-15t-semarang/): Hemat 50% Untuk pasien jaminan umum Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Hemodialisis (Cuci Darah) - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/cuci-darah-semarang/): Melayani pasien jaminan: Umum Asuransi Perusahaan Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Pemeriksaan Telinga - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/pemeriksaan-telinga-semarang/): Rp 765. 000 Paket pemeriksaan meliputi: Audiometri Endoskopi telinga bilateral Konsultasi Dokter Spesialis THT-KL Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Immune Booster - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/immune-booster-semarang/): Suntik Vitamin C Rp 99. 000 Sudah termasuk biaya administrasi dan konsultasi dokter umum Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Vaksin DPT Combo - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/vaksin-dpt-semarang/): Rp 3. 488. 000 Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis anak Vaksin infanrix hexa (3x) dan jasa tindakan vaksinasi... - [Paket Vaksin HPV - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/vaksin-hpv-semarang/): Rp 4. 400. 000 Harga 3x Injeksi Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan Vaksin gardasil dan... - [Paket Vaksin Rotateg - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/vaksin-rotateg-semarang/): Rp 1. 600. 000 Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis Vaksin rotateg 3x Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Vaksin Influenza - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/vaksin-influenza-semarang/): Rp 430. 000 Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis Vaksin dan jasa tindakan vaksinasi dokter spesialis Konsultasikan Kondisi Anda... - [Paket Akupunktur Medik - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-akupunktur-medik-primaya-hospital-bekasi-barat/): Akupunktur merupakan terapi menggunakan jarum pada lokasi titik akupunktur untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Berbagai kondisi yang dapat ditangani dengan... - [Layanan Endoskopi Anak - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/layanan-endoskopi-anak-primaya-hospital-bekasi-barat/): Apa yang perlu dilakukan apabila anak menelan benda asing? Bila anak Anda menelan benda asing (magnet, peniti, kancing, mainan, baterai,... - [Paket Skrining Jantung - Primaya Hospital Inco Sorowako](https://primayahospital.com/promo/skrining-jantung-inco-sorowako/): Rp 1. 555. 000 Paket termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Biaya admin EKG Treadmill Cek Profile Lipid... - [Vaksin Kanker Serviks - Primaya Hospital Inco Sorowako](https://primayahospital.com/promo/vaksin-kanker-serviks-primaya-hospital-inco-sorowako/): Gardasil (Quadrivalent Huiman) 2x injeksi Rp 2. 800. 000 3x injeksi Rp 4. 000. 000 Harga sudah termasuk konsultasi Dokter... - [Vaksin Kanker Serviks - Primaya Hospital Inco Sorowako](https://primayahospital.com/promo/vaksin-kanker-serviks-primaya-hospital-inco-sorowako-2/): Gardasil 9 (HPV-9) 2x injeksi Rp 5. 799. 999 3x injeksi Rp 8. 350. 000 Harga sudah termasuk konsultasi Dokter... - [Layanan Ibu dan Anak - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/layanan-ibu-dan-anak-primaya-hospital-makassar/): Fasilitas: USG 2D, 3D, 4D, Transvaginal, Fetomaternal Vaksinasi dan Imunisasi Kamar Bersalin Kamar Operasi Ruang Perawatan VIP NICU & PICU... - [Layanan Trauma Center - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/trauma-center-makassar/): Fasilitas : X-Ray USG CT Scan 126 slices MRI 1. 5 tesla Kamar Operasi Laparascopy Arthroscopy PLDD (Laser Bantalan Tulang)... - [Layanan Jantung dan Pembuluh Darah - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/layanan-jantung-dan-pembuluh-darah-makassar/): Fasilitas Layanan: Rekam Jantung (EKG) USG Jantung (Echocardiography) Treadmill Test Holter Monitoring 24 jam CT Scan Jantung Pemasangan ring jantung... - [Layanan Onkologi - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/layanan-onkologi-makassar/): Fasilitas: X-Ray USG CT Scan 128 slices MRI 1. 5 tesla Kemoterapi Imunoterapi Kamar Operasi 24 jam Bio Safety Cabinet... - [Terapi Varises - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/terapi-varises-bekasi-barat/): Laser Varises (EVLA) Salah satu teknik tindakan minimal invasif pada kaki varises dengan menggunakan metode laser sehingga pengerjaan lebih cepat... - [Terapi Li-ESWT - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/li-eswt-bekasi-utara/): Terobosan baru untuk mengatasi disfungsi ereksi sekaligus meningkatkan performa seksual. Memperbaiki suplai darah ke organ intim dengan gelombang kejut intensitas... - [Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/eswl-bekasi-utara/): ESWL Bekasi Utara Terapi menghancurkan batu ginjal tanpa pembedahan untuk batu saluran kemih kurang dari 20 mm dengan pemecahan yang... - [Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/pcnl-bekasi-utara/): Tindakan penghancuran dan pengambilan batu ginjal ukuran besar (> 2 cm) secara minimal invasif dengan insisi pada pinggang sekitar 1,5... - [Uroflowmetri - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/uroflowmetri-bekasi-utara/): Pemeriksaan khusus dibidang urologi untuk mengetahui kualitas pancaran berkemih seseorang. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosis gejaka ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan... - [Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/rirs-bekasi-utara/): Teknik Operasi Minimal Invasif RIRS dengan Laser Holmiun dan kamera fleksibel merupakan teknik menghancurkan serta mengeluarkan fragmen batu (optimal untuk... - [Laser Hemorrhoidoplasty (LHP) - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/hemorrhoidoplasty-bekasi-utara/): Primaya Hospital Bekasi Utara memiliki layanan Laser Hemorrhoideplasty yang merupakan prosedur untuk pengobatan wasir dengan metode laser. Selanjutnya, prosedur akan... - [Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/rirs-bekasi-barat/): Tindakan laser batu ginjal dengan metode RIRS adalah prosedur bedah endoskopi yang memungkinkan dokter menjangkau ginjal lewat saluran kemih tanpa... - [Paket Vaksinasi Influenza - Primaya Hospital Inco Sorowako](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksinasi-influenza-primaya-hospital-inco-sorowako/): Vaksin Influvac Rp 449. 999 Ketentuan: Termasuk konsultasi dokter umum Jasa tindakan vaksin oleh dokter umum Sudah termasuk biaya administrasi... - [Paket Persalinan - Primaya Hospital Inco Sorowako](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-primaya-hospital-inco-sorowako/): Persalinan Normal Suite: Rp 15. 000. 000 Kelas 1: Rp 12. 500. 000 Kelas 3: Rp 10. 000. 000 Persalinan... - [Laser ADVATx - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/en/promo/laser-advatx-primaya-evasari-hospital/): Rayakan kecantikanmu dengan Laser ADVATx yang dapat menangani keluhan kulit dengan instan tanpa anestesi, tanpa rasa sakit, dan tanpa downtime.... - [Laser ADVATx - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/promo/laser-advatx-primaya-evasari-hospital/): Laser ADVATx Rayakan kecantikanmu dengan Laser ADVATx yang dapat menangani keluhan kulit dengan instan tanpa anestesi, tanpa rasa sakit, dan... - [Paket Akupunktur - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/en/promo/paket-akupunktur-primaya-evasari-hospital/): Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 350. 000 6 sesi Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 200. 000 6 sesi – Khusus... - [Paket Akupunktur - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/promo/paket-akupunktur-primaya-evasari-hospital/): Paket Akupunktur Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 350. 000 6 sesi Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 200. 000 6 sesi... - [Women Health Screening - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/women-health-screening-primaya-hospital-tangerang/): USG Mammae RP. 637. 999 Termasuk: Hasil expertise Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Onkology Mammography Rp. 439. 999 Termasuk: Hasil expertise... - [Cegah Kanker Serviks - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/cegah-kanker-serviks/): Vaksin Cervarix Rp. 3. 049. 999 Melindungi dari dua Varian Vaksin Gardasil 9 Rp. 7. 749. 999 Melindungi dari 9... - [Immune Booster - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/immune-booster/): Cegah penyakit dengan meningkatkan imun tubuh Injeksi Vitamin C Rp. 219. 999 Injeksi Vaksin Influenza Rp. 274. 999 Syarat dan... - [Paket Body Shaping Pasca Melahirkan - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/paket-body-shaping-pasca-melahirkan-primaya-hospital-tangerang/): Paket sudah termasuk: Free Tester Healthy Catering 1x Konsultasi dilakukan 4x (dalam 1 bulan) dan analaisa gizi klinik dilakukan di... - [Brain Health Package - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/brain-health-package-primaya-hospital-bhakti-wara/): Brain Health Package Rp. 1. 650. 000 Sudah termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Urologi CT Scan Brain Ketentuan: Paket berlaku sampai... - [Paket Pemeriksaan Kehamilan - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-pemeriksaan-kehamilan-primaya-hospital-bhakti-wara/): Paket Pemeriksaan Kehamilan Rp. 1. 600. 000 Sudah termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Obgyn USG 2D Ketentuan: Paket berlaku sampai 31... - [Paket Vaksin Cervix Gardasil 9 - Primaya Hospital Bekasi Timur](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-cervix-gardasil-9-bekasi-timur/): Paket Vaksin Servix Gardasil 9 di Primaya Hospital Bekasi Timur adalah paket layanan medis yang bertujuan untuk melindungi wanita dari... - [Vaksinasi Demam Berdarah - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/vaksinasi-demam-berdarah-primaya-hospital-bekasi-barat/): Vaksinasi Demam Berdarah Dosis lengkap melindungi diri dan keluarga dari virus Demam Berdarah Direkomendasikan untuk usia 6-45 tahun Vaksinasi diberikan... - [Promo Radiologi - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/promo-radiologi-primaya-hospital-bekasi-barat/): Promo Radiologi Potongan harga 15% Untuk layanan: CT Scan MRI Rontgen Panoramic Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Operasi Katarak - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak-primaya-hospital-bekasi-barat/): Dengan Phaco Emulsifikasi, Dokter Spesialis Mata tidak perlu membuat sayatan lebar sehingga operasi katarak dilakukan dengan cepat, mudah, aman dan... - [Paket Screening Varises - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-screening-varises-primaya-hospital-bekasi-barat/): Paket Screening Varises Rp. 300. 000 Termasuk pemeriksaan: Konsultasi Dokter Bedah Vaskuler / Bedah Thoraks Kardiovaskuler USG Dopler Konsultasikan Kondisi... - [Paket Persalinan ERACS - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-eracs-primaya-hospital-bekasi-barat-2/): Paket Persalinan ERACS ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi ama rawat... - [Paket Persalinan ERACS - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-eracs-primaya-hospital-bhakti-wara/): Paket Persalinan ERACS ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi ama rawat... - [Paket Multivitamin - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-multivitamin-primaya-hospital/): Paket Multivitamin Paket A Rp. 149. 000 Konsultasi Dokter Umum dan injeksi vitamin C Paket B Rp. 250. 000 Konsultasi... - [Paket Tes Narkoba - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-tes-narkoba-primaya-hospital-bhakti-wara/): Paket Tes Narkoba Rp. 380. 000 Biaya sudah termasuk administrasi Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Vaksinasi - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksinasi-primaya-hospital-bhakti-wara/): Paket Vaksinasi Paket 5IN 1 Rp. 950. 000 Difteri Tetanus Acellular Pertusis Polio Hoemophilus Influenza tipe B Paket 5IN 1... - [Paket Skrining Gizi - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-gizi-primaya-hospital-bekasi-barat/): Salah satu peran gizi dalam upaya preventif timbulnya malnutrisi di rumah sakit, yaitu dengan melaksanakan langkah awal berupa skrining gizi.... - [Paket Deteksi Dini Gangguan Ginjal pada Anak - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/ginjal-pada-anak/): Lakukan deteksi dini gangguan ginjal pada anak sebelum terlambat. Gejala gangguan ginjal pada anak antara lain: demam berulang, udah lelah,... - [Paket Deteksi Dini Kanker Kolorektal - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-deteksi-dini-kanker-kolorektal/): Kanker usus besar/Kolorektal sering kali tidak menimbulkan gejala diawal. Namun jika anda sering mengalami gejala gangguan pencernaan,seperti diareatau sembelit, dan... - [Senam Hamil dan Yoga Prenatal - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/senam-hamil/): Senam hamil dan yoga prenatal adalah jenis olahraga yang sesaui untuk ibu hamil Yuk sehat bareng Primaya Bekasi Barat! Biaya... - [Healthy Skin & Energy Booster Infusion - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/healthy-skin-energy-booster-infusion-primaya-hospital-bekasi-barat/): Healthy Skin & Energy Booster Infusion Manfaat vitamin C dan B: mencerahkan warna kulit, sebagai antioksidan, memperlambat kerusakan kulit, rambut,... - [Paket Operasi Katarak - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak-primaya-hospital-depok/): Paket Termasuk : One Day Care Bersifat Elektif Belum Termasuk Biaya Pemeriksaan laboratorium dan Radiologi (Pre-OP) Syarat & Ketentuan: Berlaku... - [Paket Sirkumsisi (Sunat) - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-sunat-primaya-hospital-depok/): Paket Termasuk : Tindakan oleh dokter Bedah Umum Pemeriksaan Lab (Hematologi Lengkap, Clotting Time, (CT) dan Bleeding Time Obat Pulang... - [Paket Fisioterapi - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/paket-fisioterapi-primaya-hospital-depok/): Paket General Exercise Rp2. 499. 000 10x kedatangan (Free 1x) Paket 2 MOD Rp1. 549. 000 5x kedatangan (Free 1x)... - [Paket Skrining Kehamilan - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-kehamilan/): Paket ANC Trismester I USG 4D (1x) Konsultasi Dokter Spesialis Obgynn (1x) Paket ANC Trismester II USG 4D (2x) Konsultasi... - [Paket MCU Jantung - Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-jantung-primaya-hospital-sukabumi/): BASIC Rp. 1. 500. 000 ADVANCE Rp 4. 750. 000 Syarat dan ketentuan: Paket MCU jantung hanya berlaku untuk pasien... - [Paket Persalinan ERACS - Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/promo/persalinan-eracs-sukabumi/): Paket Persalinan ERACS Mulai dari Rp. 21. 500. 000 ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi... - [Paket Echocardiography - Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/promo/paket-echocardiography-sukabumi/): Paket Echocardiography Rp. 1. 225. 000 Syarat dan ketentuan: Paket hanya berlaku unruk pembayaran umum Penambahan pemeriksaan diluar paket akan... - [Paket Treadmill Test - Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/promo/treadmill-test-sukabumi/): Paket Treadmill Test Rp. 1. 005. 000 Syarat dan ketentuan: Paket hanya berlaku unruk pembayaran umum Penambahan pemeriksaan diluar paket... - [Paket Persalinan - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-depok/): Dapatkan Paket Persalinan di Primaya Hospital Depok Paket sudah termasuk: Biaya persalinan Ibu dan paket bayi sehat Antigen untuk pasien... - [Promo Pemeriksaan MRI - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/pemeriksaan-mri-depok/): Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah pemeriksaan dengan teknik pengambilan gambar detail organ dari berbagai sudut yang menggunakan medan magnet... - [Paket Skrining Urologi - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/skrining-urologi-depok/): Pernahkah Primayans tahu bahwa masalah kesehatan seperti sakit batu ginjal, gangguan prostat, dan kandung kemih adalah penyakit dibidang urologi Harga:... - [Paket Skrining Jantung - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/skrining-jantung-depok/): Paket Skrining Jantung Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 1. 400. 000,- Paket sudah termsuk: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Treadmil test... - [Paket Skrining Diabetes Melitus - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/skrining-diabetes-depok/): Paket Skrining Diabetes Melitus Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 609. 000,- Paket sudah termsuk: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Pemeriksaan... - [Paket Papsmear - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/paket-papsmear-depok/): Paket Papsmear Primaya Hospital Depok Prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita Harga: Rp. 550. 000,- Syarat dan... - [Paket MCU Drug Test - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/mcu-drug-test-depok/): Paket MCU Drug Test – Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 300. 000,- Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak... - [Paket Skrining Varises - Primaya Hospital Depok](https://primayahospital.com/promo/skrining-varises-depok/): Paket Skrining Varises Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 550. 000,- Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak dapat digabungkan... - [Paket Persalinan - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-makassar/): Paket Persalinan Persalinan Normal: Kelas 3 Rp. 7. 500. 000 Kelas 2 Rp. 8. 800. 000 Kelas 1 Rp. 11.... - [Paket Vaksinasi Meningitis - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/vaksinasi-meningitis-karawang/): Rp 399. 000 Syarat dan ketentuan: Termasuk konsultasi dokter umum Sudah termasuk administrasi Termasuk buku kuning Berlaku untuk keberangkatan umrah... - [Paket Melahirkan Sectio Caesaria - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-sectio-caesaria-primaya-hospital-karawang/): Paket Melahirkan Sectio Caesaria Kelas III Rp. 18. 500. 000 Kelas II Rp. 20. 500. 000 Kelas I Rp. 23.... - [Paket Selective Nerve Root Block Injection - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/paket-selective-nerve-root-block-injection-primaya-hospital-karawang/): Paket Selective Nerve Root Block Injection Penanganan nyeri kronis pada tulang belakang, pinggang, dan bagian tubuh lainnya Rp. 2. 200.... - [Paket Vaksin Pneumonia – Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-pneumonia-primaya-hospital-pasar-kemis/): Paket Vaksin Pneumonia – Vaksin Anak Rp. 1. 300. 000 – Vaksin Dewasa Rp. 1. 250. 000 Syarat dan ketentuan:... - [Paket Vaksin HPV - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-hpv-primaya-hospital-pasar-kemis/): Paket Vaksin HPV Cegah kanker serviks (rahim) dengan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) Vaksin HPV Gardasil Quadrivalen 3 x suntik... - [Paket Melahirkan - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-primaya-hospital-pasar-kemis/): Paket Melahirkan Normal VIP : Rp. 14. 000. 000 Kls 1 : Rp. 13. 000. 000 Kls 2 : Rp.... - [Skrining Proktologi - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/47680/): Skrining Proktologi (Deteksi wasir, abses dan tumor anus) Rp. 180. 000 Paket termasuk : Pemeriksaan fisik/rectal thouce/colok dubur Konsultasi dokter... - [Skrining Varises - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/skrining-varises-primaya-hospital-pasar-kemis/): Skrining Varises Rp. 450. 000 Paket termasuk : Konsultasi dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular (BTKV) USG Doppler Vasculer... - [Vaksin Influenza - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/vaksin-influenza-primaya-hospital-pasar-kemis/): Vaksin Influenza Flubio Rp. 349. 900 Vaxigrip Rp. 449. 900 Syarat dan ketentuan Termasuk jasa konsultasi dokter umum Jasa tindakan... - [Paket Sirkumsisi - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-primaya-hospital-pasar-kemis/): Paket Sirkumsisi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak (anastesi umum) VIP : Rp. 15. 000. 000 Kls 1 : Rp. 14.... - [Paket Laparoskopi - Primaya Hospital Pasar Kemis](https://primayahospital.com/promo/paket-laparoskopi-primaya-hospital-pasar-kemis/): Paket Laparoskopi – Primaya Hospital Pasar Kemis Appendictomy (Operasi Usus Buntu) Rp. 30. 000. 000 Cholecsystectomy (Operasi Kandung Empedu) Rp.... - [Paket Skrining Kanker Prostat - Primaya Hospital PGI Cikini](https://primayahospital.com/en/promo/paket-skrining-kanker-prostat-primaya-hospital-pgi-cikini/): Skrining Kanker Prostat Basic Rp. 600. 000 – Konsultasi Dokter Spesialis Urologi – PSA total – Urine lengkap Skrining Kanker... - [Paket Skrining Kanker Prostat - Primaya Hospital PGI Cikini](https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-kanker-prostat-primaya-hospital-pgi-cikini/): Skrining Kanker Prostat Basic Rp. 600. 000 – Kosultasi Dokter Spesialis Urologi – PSA Total – Urine Lengkap Skrining Kanker... - [Paket Vaksin HPV - Primaya Hospital PGI Cikini](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-hpv-primaya-hospital-pgi-cikini/): Cegah Kanker Serviks ( Rahim) dengan Vaksin Human Papiloma Virus ( HPV) Vaksin HPV (Gardasil) 1x Suntik Rp. 1. 250.... - [Paket Skrining Osteoporosis & Nyeri Lutut - Primaya Hospital PGI Cikini](https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-osteoporosis-nyeri-lutu-primaya-hospital-pgi-cikini/): Paket Skrining Osteoporosis Rp. 750. 000 Paket termasuk – Konsultasi dan pemeriksaan Dokter Spesialis Ortopedi – Bone Mineral Densitometry (BMD)... - [Paket Skrining Ginjal dan Saluran Kemih - Primaya Hospital PGI Cikini](https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-ginjal-dan-saluran-kemih-primaya-hospital-pgi-cikini/): Rp. 99. 000. 000 Paket termasuk: Konsultasi dan pemeriksaan fisik oleh Dokter Spesialis Urologi Rectal touche USG Urologi Laboratorium: Ureum,... - [Paket MCU Lebaran - Primaya Hospital Bekasi Timur](https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-lebaran-primaya-hospital-bekasi-timur/): Paket MCU Lebaran Rp. 449. 900 – Gula darah puasa – Asam urat – Kolesterol total – Kolesterol HDL –... - [Paket Immune Booster - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/paket-immune-booster-primaya-hospital-karawang/): Paket Immune Booster Injeksi Vitamin C Rp. 120. 000 Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat kulit lebih cerah berseri... - [Kaki Sehat dan Mulus Tanpa Varises - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/kaki-sehat-dan-mulus-tanpa-varises-primaya-hospital-karawang/): Kaki Sehat dan Mulus Tanpa Varises Metode ini dapat secara efektif mengatasi varises, khususnya derajat ringan dan berukuran kecil Rp.... - [Paket Skrining Varises - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-varises-primaya-hospital-karawang/): Paket Skrining Varises Rp. 250. 000 Paket termasuk: – Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak Vaskular – USG Doppler Vascular... - [Paket Sirkumsisi - Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-karawang/): Paket Sirkumsisi Rp. 4. 999. 000 Ketentuan: – Sudah termasuk kontrol setelah tindakan – Sudah termasuk obat pulang dan baiaya... - [Mini Laparoskopi - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/mini-laparoskopi-semarang/): Mini Laparoskopi : Minimal Sayatan, Hasil Maksimal Mini laparoskopi adalah sebuah teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar.... - [Paket EVLA ( Endovenous Laser Ablation ) - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-evla-semarang/): EVLA ( Endovenous Laser Ablation ) adalah metode baru dalam pengobatan varises dengan pemanasan laser tanpa operasi. Harga Paket EVLA... - [Paket Vaksin Hepatitis B - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-hepatitis-b-primaya-hospital-bhaktiwara-pangkalpinang/): Primaya Hospital Bhakti Wara menawarkan paket vaksinasi Hepatitis B yang efektif dan terjangkau untuk melindungi Anda dan keluarga dari penyakit... - [Paket Fisioterapi - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-fisioterapi-primaya-hospital-semarang/): PAKET FISIOTERAPI di Primaya Hospital Semarang PAKET FIT A Harga Rp 1. 255. 000,- untuk 6x terapi Edukasi terapi basic... - [Paket Multivitamin - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/paket-multivitamin-primaya-hospital-bhakti-wara/): Paket Multivitamin A Rp. 149. 000 Konsultasi dokter umum dan injeksi vitamin C Paket Multivitamin B Rp. 250. 000 Konsultasi... - [MCU Healthy Woman - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/mcu-healthy-woman-primaya-hospital-semarang/): MCU Healthy Woman Rp. 1. 450. 000 Paket pemeriksaan meliputi: Konsultasi dokter umum Hematologi lengkap Serum iron (SI) Vitamin D... - [Paket Screening Varises - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-screening-varises-primaya-hospital-semarang/): Paket Screening Varises Primaya Hospital Semarang Rp. 275. 000 Paket termasuk: USG Konsultasi Dokter Spesialis BEdah Thorax Kardiovaskular Paket berlaku... - [Gastric Ballon - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/gastric-ballon-primaya-hospital-semarang/): Gastric Ballon Prosedur penurunan berat badan dengan memasang balon ke dalam organ lambung. Biaya mulai dari Rp 69. 000. 000... - [Paket Persalinan - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-primaya-hospital-semarang/): Persalinan normal: Kelas I Rp. 14. 000. 000 Suite Rp. 16. 000. 000 President Suite Rp. 18. 000. 000 Persalinan... - [Paket Pemeriksaan Telinga - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-pemeriksaan-telinga/): Paket Pemeriksaan Telinga Rp. 765. 000 Paket pemeriksaan meliputi: Audiometri Endoskopi telinga bilateral Konsultasi Dokter Spesialis THT Konsultasikan Kondisi Anda... - [Paket Melahirkan - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-primaya-hospital-bekasi-utara/): Paket Melahirkan Normal Kelas III: Rp. 9. 000. 000,- Kelas II: Rp. 10. 000. 000,- Kelas I: Rp. 12. 000.... - [Paket Promo Hemorrhoid - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-promo-hemorrhoid-primaya-hospital-bekasi-utara/): Halo sahabat Prima. . Hemorrhoid atau yang sering dikenal dengan Ambeien/wasir adalah pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah di usus... - [Paket Tindakan Li-ESWT - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-tindakan-li-eswt-primaya-hospital-bekasi-utara/): Paket Tindakan Li-ESWT untuk menangani disfungsi ereksi Paket A Rp 10. 000. 000 – 4 kali konsultasi Dokter Spesialis Urologi... - [Paket Papsmear - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-papsmear-bekasi-utara/): Paket Papsmear Primaya Hospital Bekasi Utara Prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita Harga: Rp. 650. 000,- Syarat... - [Paket Sirkumsisi - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-bekasi-utara/): Paket Sirkumsisi Primaya Hospital Bekasi Utara Sirkumsisi dengan Dokter Umum Rp. 1. 400. 000 Sirkumsisi dengan Dokter Spesialis (Bius lokal)... - [Paket USG 4D - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/usg-4d-bekasi-utara/): Paket USG 4D di Primaya Hospital Bekasi Utara menawarkan pemeriksaan USG 4 dimensi dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp. 850.... - [Paket Vaksin Kanker Serviks - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/vaksin-kanker-serviks-bekasi-utara/): Paket Vaksin Kanker Serviks di Primaya Hospital Bekasi Utara adalah paket layanan medis yang bertujuan untuk melindungi wanita dari risiko... - [Paket Fisioterapi - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/fisioterapi-bekasi-utara/): Paket Fisioterapi di Primaya Hospital Bekasi Utara adalah paket layanan medis yang bertujuan untuk membantu pasien memulihkan kekuatan fisik dan... - [Paket Sectio Caesaria - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-sectio-caesaria-primaya-hospital-bekasi-utara/): Paket Sectio Caesaria Kelas III Rp. 18. 000. 000 Kelas II Rp. 21. 000. 000 Kelas I Rp. 24. 000.... - [Laser Batu Ginjal Metode URS - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/laser-batu-ginjal-metode-urs-primaya-hospital-bekasi-utara/): URS adalah prosedur untuk melihat ke dalam saluran kemih yang menghubungkan kandung kemih dengan ginjal. URS dilakukan untuk memecah dan... - [MCU SMOKER - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/mcu-smoker-bekasi-utara/): Tahukah Anda bahwa kanker paru-paru adalah penyebab kematian nomor 1 pada seluruh pasien kanker pria? dan salah satu penyebabnya adalah... - [Paket Persalinan - Primaya Hospital Hertasning](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-primaya-hospital-hertasning/): Dapatkan Paket Persalinan di Primaya Hospital Hertasning Paket sudah termasuk: Rawat inap 4 hari Laboratorium Obat dan alat kesehatan Visit... - [Cancer Screening Woman - Paket Screening Kanker untuk Wanita](https://primayahospital.com/promo/cancer-screening-woman-paket-screening-kanker-untuk-wanita/): Primaya Hospital menyajikan Paket Medical Check Up khusus untuk wanita, dengan fokus pada deteksi dini kanker. Paket ini dirancang untuk... - [Paket Pemeriksaan EKG dan Konsultasi Dokter Jantung - Healthy Heart Screening](https://primayahospital.com/promo/cek-ekg-konsultasi-jantung/): Primaya Hospital mempersembahkan Paket Medical Check Up yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu Anda, dengan fokus pada kesehatan jantung. Dengan... - [Paket Pemeriksaan Treadmill dan Konsultasi Dokter Jantung - Healthy Heart Screening](https://primayahospital.com/promo/treadmill-test-konsultasi-jantung/): Primaya Hospital mempersembahkan Paket Medical Check Up yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu Anda, dengan fokus khusus pada kesehatan jantung.... - [Paket MCU Jantung: Healthy Heart Screening - Silver](https://primayahospital.com/promo/mcu-jantung-silver/): Primaya Hospital menghadirkan Paket Medical Check Up kelas Silver yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan individu Anda, dengan fokus khusus... - [Paket MCU Jantung: Healthy Heart Screening - Gold](https://primayahospital.com/promo/mcu-jantung-gold/): Primaya Hospital mempersembahkan Paket Medical Check Up kelas Gold yang dirancang untuk memberikan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan jantung... - [Paket MCU Jantung: Healthy Heart Screening - Platinum](https://primayahospital.com/promo/mcu-jantung-platinum/): Primaya Hospital menghadirkan Paket Medical Check Up kelas Platinum yang menawarkan pemeriksaan paling komprehensif untuk mengevaluasi kesehatan jantung Anda. Dengan... - [Hemat 10% MCU - Spesial Valentine 2024](https://primayahospital.com/promo/hemat-10-mcu-spesial-valentine-2024/): Medical Check Up Spesial Valentine Program promo merupakan potongan harga sebesar 10% untuk seluruh paket Medical Check Up pada website... - [Free Konsultasi Dokter Spesialis - Primaya Hospital Hertasning](https://primayahospital.com/promo/free-konsultasi-dokter-spesialis-primaya-hospital-hertasning/): Halo Primayans! Yuk, dapatkan konsultasi gratis dokter spesialis untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pembayaran pribadi... - [Paket Skrining Batu Saluran Kemih - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-batu-saluran-kemih-primaya-hospital-bekasi-utara/): Pernahkah Primayans tau bahwa masalah kesehatan seperti sakit batu ginjal, gangguan prostat, dan kandung kemih adalah penyakit dibidang urologi Penyakit... - [Cancer Screening Man - Paket Screening Kanker untuk Pria](https://primayahospital.com/promo/cancer-screening-man-paket-screening-kanker-untuk-pria/): Primaya Hospital memahami betapa pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker pada pria. Paket “Cancer Screening Man” kami dirancang khusus... - [Paket Operasi Katarak Phacoemulsification - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak-phacoemulsification-primaya-hospital-makassar/): Primaya Hospital Makassar memberikan solusi lengkap untuk mengatasi masalah katarak dengan dua pilihan paket yang memenuhi kebutuhan berbeda. Kami memahami... - [Paket ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/paket-eswl-extracorporeal-shock-wave-lithotripsy-primaya-hospital-makassar/): Kami mengerti bahwa masalah batu ginjal bisa sangat mengganggu dan memerlukan perawatan yang tepat. Dengan Paket ESWL kami di Primaya... - [Paket USG - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/paket-usg-primaya-hospital-makassar/): Primaya Hospital Makassar menyediakan beragam paket USG yang dirancang untuk memberikan pelayanan medis berkualitas dan informasi yang akurat kepada pasien.... - [Vaksin Kanker Serviks](https://primayahospital.com/promo/vaksin-kanker-serviks/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Dental Scalling (Pembersihan Karang Gigi)](https://primayahospital.com/promo/dental-scalling-pembersihan-karang-gigi/): Syarat dan Ketentuan : Berlaku untuk pasien umum, peusahaan dan Asuransi Berlaku sampai dengan Mei 2023 Harga yang tertera per... - [Injeksi Vitamin C](https://primayahospital.com/promo/injeksi-vitamin-c/): Syarat dan Ketentuan : Berlaku untuk pasien umum, peusahaan dan Asuransi Berlaku sampai dengan Mei 2023. Dapat dilakukan di Poli... - [Pre-Marital Health Check Up - Woman](https://primayahospital.com/promo/pre-marital-health-check-up-woman/): Pre-Marital Health Check Up – Woman Skrining kesehatan yang dilakukan sebelum menikah untuk mengetahui kondisi kesehatan calon istri meliputi pemeriksaan... - [Pre-Marital Health Check Up - Man](https://primayahospital.com/promo/pre-marital-health-check-up-man/): Pre-Marital Health Check Up – Man Skrining kesehatan yang dilakukan sebelum menikah untuk mengetahui kondisi kesehatan calon suami meliputi pemeriksaan... - [STROKE SCREENING PLATINUM](https://primayahospital.com/promo/stroke-screening-platinum/): Deteksi dini pada seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi sangat diperlukan mengingat stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.... - [STROKE SCREENING SILVER](https://primayahospital.com/promo/stroke-screening-silver/): Deteksi dini pada seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi sangat diperlukan mengingat stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.... - [Paket Pap Smear Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/pap-smear-bekasi-utara/): Paket Pap Smear di Primaya Hospital Bekasi Utara adalah paket pemeriksaan kesehatan untuk wanita yang mencakup konsultasi dengan dokter kandungan,... - [Paket Medical Check Up Spesial Natal dan Tahun Baru](https://primayahospital.com/promo/mcu-nataru-makassar/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Vaksin Kanker Serviks dan Pap Smear](https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-kanker-serviks-dan-pap-smear/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Hari Diabetes 2022](https://primayahospital.com/promo/hari-diabetes/): Halo Primayans! Spesial Hari Diabetes Sedunia Primaya Hospital memberikan penawaran menarik untuk skrining diabetes dan medical check up komprehensif untuk... - [Promo Hari Ayah 2022](https://primayahospital.com/promo/hari-ayah/): Halo Primayans! Spesial Hari Ayah Nasional Primaya Hospital memberikan penawaran menarik untuk seluruh Ayah agar lebih memperhatikan kesehatannya lagi .... - [Paket Pemerikaan Kehamilan ANC Bekasi](https://primayahospital.com/promo/paket-anc-bekasi/): Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil. Tujuan... - [Pre-Registrasi Vaksin Demam Berdarah Dengue](https://primayahospital.com/promo/pre-registrasi-vaksin-dbd/): Infeksi dengue merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor dengan penyebaran tercepat di dunia. Indonesia secara konsisten menjadi salah satu dari... - [Men's Health Check Up - Gold](https://primayahospital.com/promo/mens-health-check-up-gold/): Men’s Health Check Up – Gold Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±90 menit* Direkomendasikan untuk pria berusia di atas... - [Men's Health Check Up - Platinum](https://primayahospital.com/promo/mens-health-check-up-platinum/): Men’s Health Check Up – Platinum Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±6 jam* Direkomendasikan untuk pria yang ingin mengetahui... - [Pre-Employee Health Check Up - Basic](https://primayahospital.com/promo/pre-employee-health-check-up-basic/): Pre-Employee Health Check Up – Basic Skrining kesehatan untuk tenaga kerja guna memastikan tenaga kerja yang diterima dapat bekerja dengan... - [Annual Employee Health Check Up](https://primayahospital.com/promo/annual-employee-health-check-up/): Annual Employee Health Check Up Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±5 jam* Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas... - [Overseas Student Health Check Up - Malaysia](https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-malaysia/): Overseas Student Health Check Up – Malaysia Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Malaysia.... - [Student Health Check Up - Domestic School](https://primayahospital.com/promo/student-health-check-up-domestic-school/): Student Health Check Up – Domestic School Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan utama bagi calon pelajar Sekolah Kedinasan (Institusi Pemerintahan)... - [Promo Hemat 50% Sehat tanpa Mahal dengan Pembayaran Menggunakan QR di Livin’ by Mandiri](https://primayahospital.com/promo/hemat-50-livin-by-mandiri/): Berlaku sampai dengan 31 Desember 2022 setiap hari Senin-Jumat Syarat dan Ketentuan Program Program berupa pemberian cashback 50% (Lima Puluh... - [Pre-Employee Health Check Up < 35 Years Old](https://primayahospital.com/promo/pre-employee-health-check-up-35-years-old/): Pre-Employee Health Check Up < 35 Years Old Skrining kesehatan untuk tenaga kerja guna memastikan tenaga kerja yang diterima dapat... - [Pre-Employee Health Check Up > 35 Years Old](https://primayahospital.com/promo/pre-employee-health-check-up-over-35-years-old/): Pre-Employee Health Check Up > 35 Years Old Skrining kesehatan untuk tenaga kerja guna memastikan tenaga kerja yang diterima dapat... - [Overseas Student Health Check Up - Jepang](https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-jepang/): Overseas Student Health Check Up – Jepang Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Jepang.... - [Overseas Student Health Check Up - China](https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-china/): Overseas Student Health Check Up – China Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Tiongkok... - [Overseas Student Health Check Up - USA](https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-usa/): Overseas Student Health Check Up – United States of America (U. S. A. or USA) Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan... - [Student Health Check Up - Boarding School](https://primayahospital.com/promo/student-health-check-up-boarding-school/): Student Health Check Up – Boarding School Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan utama bagi calon pelajar Sekolah Asrama (boarding school)... - [Promo Merdeka - Konsultasi dan Tindakan](https://primayahospital.com/promo/promo-merdeka-konsultasi-dan-tindakan/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Promo Merdeka - Konsultasi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin](https://primayahospital.com/promo/promo-merdeka-konsultasi-dokter-spesialis-kulit-dan-kelamin/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Promo Merdeka - Konsultasi Dokter Spesialis Mata](https://primayahospital.com/promo/promo-merdeka-konsultasi-dokter-spesialis-mata/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Born on Pretty Number - Primaya Evasari Hospital](https://primayahospital.com/promo/born-on-pretty-number-primaya-evasari-hospital/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Merdeka Sukabumi](https://primayahospital.com/promo/paket-merdeka-sukabumi/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Sehat Merdeka](https://primayahospital.com/promo/paketmerdeka/): Promo telah selesai. Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Konsultasi Geriatric Center](https://primayahospital.com/promo/konsultasi-geriatric-center/): Pelayanan GERIATRI diberikan untuk para Lansia yang berusia lebih dari 60 tahun keatas dan memiliki lebih dari satu penyakit Fisik... - [Promo 10% Konsultasi Psikolog Anak - Spesial Hari Anak Nasional](https://primayahospital.com/promo/konsultasi-psikolog-anak-evasari/): Tetap healing memasuki masa pendidikan tatap muka (PTM) Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, dapatkan diskon 10 % konsultasi dengan... - [Paket Antenatal Care (ANC)](https://primayahospital.com/promo/anc-palangkaraya/): Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil. Tujuan... - [Paket Fit Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/fit-bekasi-utara/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Paket Sirkumsisi Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-bekasi-barat/): 1. Paket Sircumsisi/ sunat dengan dr Spesialis Bedah umum harga Rp. 1. 350. 000,- ( non OK ) 2. Paket... - [Paket Vaksin Hexaxim - Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/promo/vaksin-hexaxim-sukabumi/): Vaksin Hexaxim adalah vaksin yang digunakan untuk melindungi dari penyakit difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, poliomyelitis dan penyakit serius yang... - [Paket Sirkumsisi Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-semarang/): Paket Khitan Primaya Hospital Semarang, Harga Rp. 3. 000. 000 Paket termasuk : Kamar perawatan One Day Care jasa tindakan... - [HEMAT 30% KONSULTASI SPESIALIS KEDOKTERAN GIGI ANAK](https://primayahospital.com/promo/dokter-gigi-anak-semarang/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [PAKET RAWAT LUKA POST SC](https://primayahospital.com/promo/paket-rawat-luka-post-sc/): Perawatan pasca operasi Sectio Caesarea (SC) adalah perawatan yang dilakukan untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri. Paket... - [Paket Tes Narkoba](https://primayahospital.com/promo/paket-tes-narkoba-pangkalpinang/): PAKET TES NARKOBA PRIMAYA HOSPITAL BHAKTI WARA Rp 380. 000,- *Sudah termasuk biaya administrasi Informasi lebih lanjut: (0717)422605 082179701619 (Wahyu)... - [Paket Vaksin Flu Anak & Dewasa](https://primayahospital.com/promo/vaksin-flu-anak-dewasa/): PAKET VAKSI INFLUENZA Primaya Hospital bekasi Timur Harga Rp. 355. 000 Vaksin Anak (diatas usia 6 bln) dan dewasa Syarat... - [Paket Vaksin Pneumonia Anak & Dewasa](https://primayahospital.com/promo/vaksin-pneumonia-anak-dewasa/): PAKET VAKSI PNEUMONIA Primaya Hospital bekasi Timur Harga Rp. 1. 099. 000 Vaksin Anak (mulai dari 2 bln) dan dewasa... - [Promo Vaksinasi Flu & Pneumonia PHBB](https://primayahospital.com/promo/promo-vaksinasi-flu-pneumonia-phbb/): Dapatkan Harga Khusus Medical Chek Up Vaksinasi Flu & Pneumonia 23 Primaya Hospital Bekasi Barat l Vaksinasi Flu Dewasa Rp.... - [Paket Medical Check Up Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/mcu-pangkalpinang/): PAKET MEDICAL CHECK UP PRIMAYA HOSPITAL BHAKTI WARA Paket PRIMA “A” Rp 976. 000,- Pemeriksaan Dokter Umum Darah Lengkap Kreatinin... - [Paket PRP (platelet-rich plasma)](https://primayahospital.com/promo/paket-prp-platelet-rich-plasma/): My Real Healing Paket PRP (platelet-rich plasma) merupakan plasma darah yang telah diperkaya dengan trombosit. Salah satu kelebihan PRP adalah... - [Manajemen Nyeri dengan RFA ( Radiofrequency Ablation )](https://primayahospital.com/promo/radiofrequency-ablation-semarang/): Manajemen Nyeri dengan RFA ( Radiofrequency Ablation ) Tindakan RFA ( Radiofrequency Ablation ) adalah teknik penanganan nyeri yang menggunakan... - [Yoga Prenatal Bekasi Timur](https://primayahospital.com/promo/yoga-prenatal-bekasi-timur/): YOGA PRENATAL Primaya Hospital Bekasi Timur Biaya Rp. 50 Rb /pertemuan Paket Rp. 180 Rb/ 4x pertemuan Yang akan diselenggarakan,... - [Paket Laparaskopi Ginekologi](https://primayahospital.com/promo/paket-laparaskopi-sukabumi/): Bedah laparaskopi ginekologi adalah prosedur pembedahan yang melibatkan penyisipan laparoskop ke dalam rongga panggul dan perut untuk mendiagnosis dan mengobati... - [Skrining Stroke Tangerang](https://primayahospital.com/promo/skrining-stroke-tangerang/): Skrining Stroke Rp. 499. 000* Termasuk: – Pemeriksaan Laboratorium (Glukosa Darah Puasa, Trigliserida, Kolesterol Total, HDL, LDL Direk) – Konsultasi... - [Radiofrequency Tightening : Terapi Kecantikan Kulit Kembali Kencang](https://primayahospital.com/promo/radiofrequency-tightening-evasari/): Terapi menggunakan gelombang radiofrekuensi yang merangsang pembentukan kolagen baru pada kulit, agar kulit kendur dan berkerut kembali kencang dan kenyal.... - [Paket Injeksi Vit C - Primaya Evasari Skin Health & Beauty Center](https://primayahospital.com/promo/paket-injeksi-vit-c-evasari/): Dapatkan Paket Injeksi Vit C dengan harga Rp. 150. 000,-, paket termasuk: Mencerahkan warna kulit Memperlambat kerusakan kulit, rambut dan... - [CHEMICAL PEELING - Primaya Evasari Skin Health & Beauty Center](https://primayahospital.com/promo/chemical-peeling-evasari/): Mengangkat sel kulit mati dengan zat kimia yang aman, agar tekstur kulit halus, licin, bebas kerut dan lebih cerah. Harga... - [Paket Endoskopi](https://primayahospital.com/promo/paket-endoskopi-semarang/): Endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam organ internal Anda. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk... - [Skrining Stroke Cepat & Akurat - Fast Stroke Imaging](https://primayahospital.com/promo/skrining-stroke-cepat-akurat-fast-stroke-imaging/): PROSEDUR CT SCAN, HASIL SETARA MRI. Memastikan Stroke dengan cepat dan akurat: Syarat dan Ketentuan Paket sudah termasuk biaya administrasi... - [Spesial HUT Primaya Hospital Bhakti Wara ke 19](https://primayahospital.com/promo/hut-bhakti-wara-ke-19/): Dalam Rangka Ulang Tahun Primaya Hospital Bhakti Wara ke-19 Dapatkan Diskon Konsultasi Dokter 20% Dokter Spesialis 50% Dokter Umum Syarat... - [Paket Medical Check Up - Primaya Hospital Bhakti Wara](https://primayahospital.com/promo/mcu-bhakti-wara/): Dapatkan paket Medical Care di Primaya Hospital Bhakti Wara, Harga Rp 976. 000,-, meliputi: Pemeriksaan Dokter Umum Darah Lengkap Kreatinin... - [Paket Operasi Katarak - Phaco Emulsifikasi](https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak/): Primaya Hospital memiliki teknologi Phaco Emulsifikasi yaitu teknik operasi katarak yang paling mutakhir. Banyak orang awam yang menyebut teknologi ini... - [Paket Booster - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-booster-primaya-hospital-bekasi-utara/): Halo sahabat Prima. . Untuk tetap menjaga Kesehatan kita selama masa liburan, sudah sangat penting kita menjaga imun tubuh dengan... - [Paket Elektrokauter - Tindakan Medis untuk Menghilangkan Kutil](https://primayahospital.com/promo/paket-elektrokauter/): Elektrokauter adalah tindakan medis yang dilakukan untuk menghilangkan jaringan abnormal seperti kutil di kulit maupun menghentikan perdarahan. Prosedur ini dilakukan... - [Paket Medical Check Up Spesial Lebaran di Primaya Hospital Sukabumi](https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-lebaran-sukabumi/): Paket MCU Spesial Lebaran Rp 500. 000,- Paket Pemeriksaan Konsultasi dokter umum Gula darah (puasa) Asam urat Kolesterol total Kolesterol... - [Promo Paket TUR-P](https://primayahospital.com/promo/promo-paket-tur-p/): Promo Paket TUR-P di Primaya Hospital Sukabumi Kelas III Rp. 29. 000. 000 Kelas II Rp. 32. 000. 000 Kelas... - [Paket Pemeriksaan Diabetes di Semarang](https://primayahospital.com/en/promo/paket-pemeriksaan-diabetes-di-semarang/): PEMERIKSAAN DIABETES BASIC : Rp 1. 099. 000,- Konsultasi dokter Pemeriksaan Laboratorium EKG PEMERIKSAAN DIABETES ADVANCE : Rp 1. 400.... - [Paket Medical Check Up Jantung di Semarang](https://primayahospital.com/en/promo/paket-medical-check-up-jantung-di-semarang/): Dapatkan berbagai paket pemeriksaan kesehatan jantung di Primaya Hospital Semarang, harga mulai dari Rp. 800. 000,- JANTUNG PRIMA 1 :... - [Healthy Woman Package - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/en/promo/healthy-woman-package-primaya-hospital-semarang/): Healthy Woman Package Maintain of your beauty body Dapatkan berbagai paket pemeriksaan untuk Wanita dan penawaran menarik dibawah ini: Paket... - [Promo Pemeriksaan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis)](https://primayahospital.com/en/promo/promo-pemeriksaan-bia-bioelectrical-impedance-analysis/): “Seberapa Ideal Tubuh Anda? ” Ketahui komposisi ideal tubuh anda dengan BIA. Ketahui berapa : Body Fat Mass, Skeletal Muscle... - [Free Upgrade Kamar Perawatan - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/en/promo/free-upgrade-kamar-perawatan-primaya-hospital-bekasi-barat/): Primaya Hospital Bekasi Barat menyediakan program free upgrade naik kelas kamar perawatan satu tingkat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pasien... - [Paket Screening Penyakit Jantung Bawaan](https://primayahospital.com/en/promo/paket-screening-penyakit-jantung-bawaan/): Sayangi buah hati Anda dengan melakukan screening penyakit jantung bawaan sejak dini. Harga Rp. 600. 000, termasuk: Echocardiography Konsultasi Dokter... - [Healthy Woman Package - Primaya Hospital Semarang](https://primayahospital.com/promo/healthy-woman-package-primaya-hospital-semarang/): Healthy Woman Package Maintain of your beauty body Dapatkan berbagai paket pemeriksaan untuk Wanita dan penawaran menarik dibawah ini: Paket... - [Paket Medical Check Up Jantung di Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-jantung-di-semarang/): Dapatkan berbagai paket pemeriksaan kesehatan jantung di Primaya Hospital Semarang, harga mulai dari Rp. 800. 000,- JANTUNG PRIMA 1 :... - [Paket Pemeriksaan Diabetes di Semarang](https://primayahospital.com/promo/paket-pemeriksaan-diabetes-di-semarang/): PEMERIKSAAN DIABETES BASIC : Rp 1. 099. 000,- Konsultasi dokter Pemeriksaan Laboratorium EKG PEMERIKSAAN DIABETES ADVANCE : Rp 1. 400.... - [Paket Persalinan ERACS - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-eracs-primaya-hospital-bekasi-barat/): Dapatkan Promo Paket Persalinan ERACS di Primaya Hospital Bekasi Barat, mulai dari Rp. 13. 500. 000 Kelas 3 Rp. 13.... - [Free Upgrade Kamar Perawatan - Primaya Hospital Bekasi Barat](https://primayahospital.com/promo/free-upgrade-kamar-perawatan-primaya-hospital-bekasi-barat/): Primaya Hospital Bekasi Barat menyediakan program free upgrade naik kelas kamar perawatan satu tingkat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pasien... - [Paket Medical Check Up Smoker](https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-smoker/): Paket Medical Check Up Smoker, dapatkan pemeriksaan kesehatan dengan harga Rp. 800. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Paru (Sp. P) Hematologi... - [Paket Medical Check Up - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-bekasi-utara/): Dapatkan Promo Medical Check Up di Primaya Hospital Bekasi Utara mulai dari Rp. 500. 000 * Harga sudah termasuk biaya... - [Medical Check Up Jantung](https://primayahospital.com/promo/medical-check-up-jantung/): Dapatkan promo paket Medical Check Up Jantung di Primaya Hospital Bekasi Utara, mulai dari Rp. 1. 250,000 Syarat dan ketentuan:... - [Pendengaran Anda Terganggu? Cek Fungsi Pendengaran Anda Segera di Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/pendengaran-anda-terganggu-cek-fungsi-pendengaran-anda-segera-di-primaya-hospital-karawang/): Paket Pemeriksaan Audiometri Rp. 299. 000 Paket termasuk: Audiometri Ekspertise Jasa Dokter Khusus pembayaran umum dan jaminan perusahaan Belum termasuk... - [Pendengaran Anda Terganggu? Cek Fungsi Pendengaran Anda Segera di Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/pendengaran-anda-terganggu-cek-fungsi-pendengaran-anda-segera-di-primaya-hospital-bekasi-utara/): Paket Pemeriksaan Audiometri Rp. 299. 000 Paket termasuk: Audiometri Ekspertise Jasa Dokter Khusus pembayaran umum Belum termasuk biaya konsultasi (jika... - [Promo Hari Ibu - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/spesial-hari-ibu-tangerang/): Dapatkan paket promo hari Ibu dari Primaya Hospital Tangerang Mommography, USG Mammae dan Papsmear Rp399. 000,- (Pilih salah satu) Keterangan:... - [Promo Akhir Tahun Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/promo-akhir-tahun-tangerang/): Dapatkan paket promo akhir tahun dari Primaya Hospital Tangerang Paket Medical Check up mulai dari Rp139. 000,- Injeksi Vitamin C... - [Promo Hari Ibu - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/promo-hari-ibu-primaya-hospital-makassar/): Dapatkan berbagai promo kesehatan spesial hari Ibu, mulai dari 495rb Peduli Ibu Rp. 495. 000 USG Mammae + Konsultasi Dokter... - [Promo Medical Check Up Akhir Tahun](https://primayahospital.com/promo/promo-mcu-makassar/): Dapatkan berbagai promo medical check up spesial akhir tahun, mulai dari 678rb, Paket Sehat Prima Rp. 855. 000 Konsultasi Dokter... - [Sunday Clinic - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/sunday-clinic-makassar/): Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Free Upgrade Kelas Keperawatan - Promo Hari Pahlawan](https://primayahospital.com/promo/free-upgrade-kelas-keperawatan-promo-hari-pahlawan/): Informasi & Pendaftaran melalui : Hotline : (0267) 8417 000 SOD : 0811 1174 456 Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang - [Promo Paket Pahlawan COVID](https://primayahospital.com/promo/promo-paket-pahlawan-covid/): Primaya Hospital Karawang Jl. Arteri Galuh Mas Kav. Komersil Galuh Mas Blok X Karawang – 41361 Karawang Telp. 0267 8417000... - [Pelatihan Advance Cardiac Life Support (ACLS)](https://primayahospital.com/promo/pelatihan-acls/): Pelatihan Advance Cardiac Life Support (ACLS) yang diselenggarakan oleh Primaya Hospital bekerjasama dengan PERKI Pusat (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia)... - [Promo Pemeriksaan Kanker Payudara](https://primayahospital.com/promo/promo-pemeriksaan-kanker-payudara/): Promo Pemeriksaan Kanker Payudara di Primaya Hospital Tangerang Deal Price Rp. 399. 000 Untuk Pemeriksaan Mammography | USG Mammae (pilih... - [Layanan Gratis Antar Jemput Ambulance](https://primayahospital.com/promo/layanan-gratis-antar-jemput-ambulance/): Nikmati Layanan Antar Jemput Ambulance Khusus Pasien Emergency (Gawat Darurat) dan Rawat Inap Syarat & Ketentuan : – Maksimal Jarak... - [Paket Deteksi Dini Fungsi Tiroid - Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/paket-deteksi-dini-fungsi-tiroid-primaya-hospital-makassar/): Paket Deteksi Dini Fungsi Tiroid – Primaya Hospital Makassar Total Paket Deteksi Dini Fungsi Tiroid Rp. 1. 200. 000, terdiri... - [Paket Medical Check Up - Ramadhan Sehat, Lebaran Happy](https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-ramadhan-sehat-lebaran-happy/): RAMADHAN SEHAT, LEBARAN HAPPY Hallo Sahabat Primaya Hospital, bagaimana puasa di bulan ramadhan ditahun ini, apakah berjalan dengan lancar ?... - [Promo Paket Melahirkan - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/promo-paket-melahirkan-primaya-hospital-tangerang/): Promo Paket Melahirkan Primaya Hospital Tangerang Caesarian (SC) Rp. 16. 999. 000 Re-Caesarian (Re-Sc) Rp. 19. 999. 000 FREE: Swab... - [Promo Paket Antenatal Care (ANC)](https://primayahospital.com/promo/promo-paket-antenatal-care-anc/): Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil. Tujuan... - [Free Pickup Ambulance - Primaya Hospital Bekasi Timur](https://primayahospital.com/promo/free-pickup-ambulance-primaya-hospital-bekasi-timur/): Free Pickup Ambulance – Primaya Hospital Bekasi Timur Call Center (24 Jam) : 1-500-007 Kecelakaan Kerja 0812 8500 8503 Informasi... - [Paket Pemasangan Kawat Gigi](https://primayahospital.com/promo/paket-pemasangan-kawat-gigi/): Paket Pemasangan Kawat Gigi di Primaya Hospital Bekasi Timur dengan Dokter Spesialis Orthodonti Rp. 5. 500. 000* dapat dicicil 3x,... - [Promo Hari Kartini - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/promo-hari-kartini-primaya-hospital-tangerang/): Selamat Hari Kartini ~ untuk wanita kuat di Seluruh Indonesia. Primaya Hospital Tangerang memberikan Promo USG Mammae, Mammografi, dan Pemeriksaan... - [Yoga Prenatal - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/yoga-prenatal-primaya-hospital-bekasi-utara/): Yoga Prenatal di Primaya Hospital Bekasi Utara Biaya Rp. 50. 000 / pertemuan Paket Rp. 180. 000 / 4x pertemuan... - [Paket Screening Sahabat Ginjal](https://primayahospital.com/promo/paket-screening-sahabat-ginjal/): Cintai Ginjalmu dengan melakukan screening rutin Paket SAHABAT GINJAL SEHAT Rp. 235. 000 Pemeriksaan fisik Dokter MCU Ureum Kreatinin Asam... - [PAKET IMMUNE BOOSTER](https://primayahospital.com/promo/paket-immune-booster/): PAKET IMMUNE BOOSTER – “Imun Meningkat, Badan Sehat” Vaksin Influenza Rp 300. 000,- Vaksin Pneumonia Rp 890. 000,- Injeksi vitamin... - [Promo Medical Check Up Chinese New Year 2021](https://primayahospital.com/promo/promo-medical-check-up-chinese-new-year-2021/): Promo Medical Check Up Chinese New Year 2021 Primaya Hospital Tangerang Paket ANGPAO Rp. 139. 000 Glukosa Puasa Asam Urat... - [Promo Valentine - Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/promo-valentine-primaya-hospital-tangerang/): Promo Valentine – Primaya Hospital Tangerang Dapatkan potongan harga 14% untuk paket isolasi mandiri dan paket family service Syarat dan... - [Family Care, Layanan Homecare di Tangerang](https://primayahospital.com/promo/family-care-service/): Jadwalkan kunjungan dokter, ahli terapi, dan perawat ke rumah Anda di wilayah Tangerang. Start from Rp. 200. 000 Kunjungan Perawat... - [Promo Hari Ibu - Mammography, USG Mammae & Pap Smear](https://primayahospital.com/promo/promo-hari-ibu-tangerang/): Dapatkan Promo spesial hari Ibu di Primaya Hospital Tangerang. Pilih salah satu Item yang Anda inginkan dengan harga Rp. 399.... - [Promo Cek Kesehatan di Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/promo-cek-kesehatan-di-primaya-hospital-tangerang/): Dapatkan berbagai paket menarik untuk PCR/Swab Test, Swab Antigen, Rapid test dan berbagai paket tambahan seperti paket sehat bugar, paket... - [Promo Persalinan Primaya Hospital Makassar](https://primayahospital.com/promo/promo-persalinan-primaya-hospital-makassar/): Promo Persalinan Primaya Hospital Makassar Mulai dari 6. 5 Juta Paket Persalinan Normal Kelas 1 Rp. 10. 000. 000,- Kelas... - [Layanan Rehabilitasi Medik Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/layanan-rehabilitasi-medik-primaya-hospital-tangerang/): Datangkan langsung terapis profesional ke rumah. Dapatkan promo layanan rehabilitasi medik di Primaya Hospital Tangerang. LAYANAN Paket latihan fisioterapi (4... - [Paket Pemasangan Cincin Pada Pembuluh Darah Koroner](https://primayahospital.com/promo/paket-pemasangan-cincin-pada-pembuluh-darah-koroner/): Paket Pemasangan Cincin Pada Pembuluh Darah Koroner Rp. 95. 000. 000,00 Prosedur ini bertujuan untuk membuka penyempitan atau sumbatan akibat... - [Home Care PCR Test (Minimal 10 Orang)](https://primayahospital.com/promo/home-care-pcr-test/): Home Care PCR Test adalah Pemeriksaan PCR / SWAB test di lokasi yang Anda kehendaki (untuk pemeriksaan minimal 10 orang... - [Promo Paket Medical Check Up Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-primaya-hospital-tangerang/): Promo Paket Medical Check Up di Primaya Hospital Tangerang Paket Sehat Bugar Harga Rp. 139. 000,- Glukosa puasa Kolesterol total... - [Promo Paket Melahirkan SC (Caesarian)](https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-sc-caesarian/): Promo Paket Melahirkan SC (Caesarian) di Primaya Hospital Tangerang Best Price Rp. 15. 500. 000,- Paket sudah termasuk Berlaku di... - [Mengempiskan Wasir dengan Laser Hemorrhoidoplasty](https://primayahospital.com/promo/mengempiskan-wasir-dengan-laser-hemorrhoidoplasty/): Mengempiskan Wasir dengan Laser Hemorrhoidoplasty di Primaya Hospital Tangerang Best Price Rp. 16. 250. 000,- Laser Hemorrhoidoplasty adalah tindakan minimal... - [Paket Treatment Sport Injury](https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-sport-injury/): Paket meliputi: 6x Pertemuan Biaya admin Ultrasound Terapy Exercise Sederhana ( - [Paket Treatment Radiculopati Cervical/Lumbal](https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-radiculopati-cervical-lumbal/): Paket meliputi: 6x Pertemuan Biaya admin Diathermy (SWD/MWD/UKG) Traction Cervical / Lumbal TENS Exercise Sederhana ( - [Paket Treatment Fracture Upper Extremity](https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-fracture-upper-extremity/): Paket meliputi: 6x Pertemuan Biaya admin Diathermy (SWD/MWD/UKG) Traction Cervical / Lumbal TENS Exercise Sederhana ( - [Paket Treatment Bell's Palsy](https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-bells-palsy/): Paket meliputi: Electrical Stimulation (ES) / Faradisasi Massage / Manipulasi / Relaksasi Otot 6x Pertemuan Biaya admin Infra Red Radiation... - [Paket Treatment Muskoloskeletal LBP](https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-muskoloskeletal-lbp/): Paket Treatment Muskoloskeletal LBP Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang.... - [Paket Treatment Inhalasi Primaya Hospital Karawang](https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-inhalasi/): Paket Treatment Inhalasi di Primaya Hospital Karawang Terapi aerosol inhalasi adalah salah satu pengobatan yang umum digunakan untuk mengatasi keluhan... - [Promo Pemeriksaan BMD Primaya Hospital Tangerang](https://primayahospital.com/promo/promo-bmd-tangerang/): Promo Pemeriksaan BMD di Tangerang – Deteksi Risiko Pengeroposan Tulang Dengan BMD Pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density) adalah pemeriksaan yang... - [Promo PCR Test - Paket Perjalanan Dinas](https://primayahospital.com/promo/promo-pcr-test-paket-perjalanan-dinas/): Lengkapi perjalanan dinas Anda dengan pemeriksaan PCR test dan konsultasi dokter umum. Anda akan mendapat surat keterangan hasil PCR test... - [Promo Vaksin Kanker Serviks dan Pap Smear](https://primayahospital.com/promo/promo-vaksin-kanker-serviks-dan-pap-smear/): Promo Vaksin Kanker Serviks dan Pap Smear – Primaya Hospital Bekasi Utara Paket Vaksin Kanker Serviks Rp. 3. 800. 000... - [Promo Operasi Katarak - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/promo-operasi-katarak-bekasi-utara/): Promo Operasi Katarak – Primaya Hospital Bekasi Utara Penyakit Katarak menyebabkan lensa mata menjadi keruh sehingga dapat menghalangi cahaya yang... - [Promo Khitan Anak - Primaya Hospital Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/khitan-anak-bekasi-utara/): Promo Khitan Anak – Primaya Hospital Bekasi Utara Tindakan dengan: Dokter Umum (bius lokal) : Rp. 1. 200. 000 Dokter... - [Promo Medical Check Up PraNikah - Bekasi Utara](https://primayahospital.com/promo/promo-medical-check-up-pranikah-bekasi-utara/): Pemeriksaan MCU juga penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah, tampil fit di hari istimewa dapat mencegah penyakit sejak dini... # # Detailed Content ## Services - Published: 2025-10-13 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/layanan/unilateral-endoscopic-spine-surgery/ Nyeri punggung kronis yang tak kunjung membaik bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika sudah mencoba berbagai terapi tapi belum menemukan solusi, unilateral endoscopic spine surgery (UESS) mungkin bisa menjadi jawabannya. Artikel ini akan membahas secara lengkap teknik operasi minimal invasif yang menawarkan pemulihan cepat dengan risiko komplikasi rendah ini. Mengenal Unilateral Endoscopic Spine Surgery Unilateral endoscopic spine surgery (UESS) adalah prosedur bedah tulang belakang yang dilakukan melalui sayatan kecil (kurang dari 1 sentimeter) dengan bantuan endoskop (kamera mini) dan alat khusus berbentuk tabung yang disebut working cannula. Melalui sayatan itu, tabung tersebut dimasukkan untuk membuat jalur aman menuju target. Kemudian endoskop dan instrumen bedah mikro dimasukkan melalui tabung tersebut. Dengan panduan visual di monitor, dokter dapat secara akurat melakukan pembedahan sesuai dengan tujuan. Berbeda dengan operasi tulang belakang konvensional yang memerlukan pembedahan besar, dokter hanya perlu mengakses satu sisi tulang belakang dengan UESS sehingga dapat menekan risiko kerusakan jaringan otot dan saraf di sekitarnya. Menurut penelitian dalam The Spine Journal, UESS efektif untuk menangani berbagai masalah tulang belakang, seperti hernia diskus lumbal, stenosis tulang belakang (spinal lumbal), dan fusi tulang belakang . Adapun tingkat keberhasilannya mencapai lebih dari 90 persen. Siapa Saja yang Memerlukan Unilateral Endoscopic Spine Surgery? Tidak semua penderita sakit punggung dapat atau cocok menjalani unilateral endoscopic spine surgery (UESS). Prosedur ini secara spesifik dirancang untuk individu dengan kondisi tertentu, seperti: Hernia diskus lumbal: bantalan tulang belakang di bagian punggung bawah menonjol atau robek sehingga menekan saraf di sekitarnya dan menyebabkan nyeri punggung bawah serta nyeri yang menjalar ke kaki. Hernia nukleus pulposus: lebih dikenal sebagai "saraf kejepit", terjadi ketika bantalan lunak di antara ruas tulang belakang menonjol keluar dari cangkangnya dan menekan akar saraf di dekatnya. Stenosis spinal lumbal: penyempitan kanal tulang belakang yang menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang dan akar saraf. Stenosis foraminal: mirip dengan stenosis spinal, tapi penyempitan terjadi di foramen, yaitu semacam "jendela" tempat akar saraf keluar dari kanal tulang belakang. Berusia lanjut atau dengan komorbiditas: pasien dengan kondisi ini sering berisiko tinggi untuk menjalani operasi terbuka sehingga UESS menjadi alternatif yang jauh lebih aman. Selain itu, menurut studi di Frontiers in Spinal Neurosurgery, atlet atau individu yang ingin segera kembali berolahraga atau bekerja bisa mendapatkan manfaat besar dari pemulihan UESS yang cepat. Kapan Seseorang Memerlukan Unilateral Endoscopic Spine Surgery? Keputusan perlu-tidaknya pasien menjalani unilateral endoscopic spine surgery (UESS) biasanya didasari hasil evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis bedah tulang belakang. Berikut ini beberapa tanda dan gejala yang mengindikasikan seseorang mungkin memerlukan intervensi bedah seperti UESS: Kegagalan terapi konservatif, seperti istirahat, obat-obatan antiinflamasi, dan fisioterapi selama setidaknya 6 minggu-3 bulan. Nyeri tajam, seperti tersetrum, yang menjalar dari area punggung bawah atau bokong ke salah satu atau kedua kaki. Gejala yang menunjukkan adanya kerusakan saraf, seperti kesulitan mengangkat kaki, pergelangan kaki, atau jari kaki atau mati rasa/kesemutan. Nyeri yang membatasi aktivitas harian, misalnya menjalani pekerjaan, berjalan, atau bahkan tidur nyenyak. Cauda equina syndrome, yakni kondisi darurat yang terjadi ketika ada tekanan hebat pada kumpulan saraf di ujung bawah sumsum tulang belakang. Manfaat/Tujuan Unilateral Endoscopic Spine Surgery Tujuan utama unilateral endoscopic spine surgery (UESS) adalah menghilangkan tekanan pada saraf tulang belakang dan mengurangi rasa sakit serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Manfaat lainnya meliputi: Sayatan yang kecil mengurangi risiko kerusakan jaringan dan perdarahan. Pemulihan lebih cepat sehingga pasien pun dapat kembali beraktivitas lebih cepat dibanding operasi terbuka. Nyeri pascaoperasi lebih minimal. Rawat inap lebih singkat, pasien dapat pulang 1-2 hari setelah operasi. Mengurangi risiko komplikasi seperti infeksi, kehilangan darah, nyeri otot, dan masalah pascaoperasi lain. Persiapan Sebelum Menjalani Unilateral Endoscopic Spine Surgery Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan unilateral endoscopic spine surgery (UESS). Proses ini meliputi: Konsultasi dan diagnosis oleh dokter bedah tulang belakang, termasuk pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan serta analisis gejala. Pencitraan diagnostik dengan magnetic resonance imaging(MRI) untuk melihat jaringan lunak seperti bantalan tulang dan saraf secara detail. Prosedur sinar-X atau CT scan mungkin juga dibutuhkan untuk mengevaluasi struktur tulang. Evaluasi medis pra-operasi yang biasanya mencakup tes darah, rekam jantung (EKG), dan rontgen dada. Penghentian konsumsi obat-obatan tertentu beberapa hari sebelum operasi, misalnya obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin, untuk mengurangi risiko perdarahan. Puasa makan atau minum selama beberapa jam (biasanya 6-8 jam) sebelum jadwal operasi. Edukasi pasien mengenai prosedur, manfaat, risiko, dan pemulihan. Prosedur dan Pelaksanaan Unilateral Endoscopic Spine Surgery Prosedur unilateral endoscopic spine surgery (UESS) umumnya meliputi: Pemberian anestesi umum (tidur total) ataupun spinal/epidural dengan sedasi (bagian bawah tubuh mati rasa dan pasien dalam kondisi rileks). Posisi pasien tengkurap di atas meja operasi khusus. Dengan menggunakan alat rontgen khusus untuk menandai titik masuk pada kulit di atas area tulang belakang yang bermasalah. Setelah area disterilkan, dokter membuat dua sayatan kulit sepanjang 8-10 mm untuk memasukkan endoskop dan instrumen bedah. Endoskop dimasukkan melalui tabung kerja. Air steril dialirkan secara terus-menerus untuk menjaga area operasi tetap bersih dan jelas. Gambar dari kamera endoskop ditampilkan... - Published: 2025-10-09 - Modified: 2025-10-09 - URL: https://primayahospital.com/layanan/enteroskopi/ Endoskopi merupakan salah satu prosedur untuk melihat secara visual bagian dalam tubuh kita. Nah, dari sekian banyak jenis endoskopi, ada yang disebut sebagai enteroskopi (enteroscopy). Sejatinya, apa sih yang membedakan antara enteroskopi dan jenis endoskopi lainnya? Nah, bila ingin tahu selengkapnya, silakan simak dulu rincian lengkapnya di bawah ini! Apa itu Enteroskopi? Enteroskopi yaitu prosedur diagnostik dan terapeutik untuk memeriksa bagian dalam usus halus. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat khusus bernama enteroskop. Yaitu sejenis tabung panjang, lentur, dan tipis yang dilengkapi kamera dan sumber cahaya di ujungnya. Nah, enteroskopi ini berbeda dari endoskopi konvensional. Ini karena tidak hanya menjangkau lambung dan usus dua belas jari). Prosedur ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih dalam ke bagian tengah dan distal usus halus yang sulit dijangkau. Terdapat beberapa jenis enteroskopi yang tersedia di rumah sakit seperti halnya: Push enteroscopy. Menjangkau sebagian usus halus dengan mendorong enteroskop lewat mulut. Double-balloon enteroscopy (DBE). Menggunakan balon pada enteroskop dan overtube untuk menavigasi jauh ke dalam usus halus. Single-balloon enteroscopy (SBE). Sejenis DBE dengan satu balon. Spiral enteroscopy. Menggunakan spiral khusus untuk memutar alat ke dalam usus. Capsule endoscopy. Bukan enteroskopi langsung, tetapi dengan menelan kapsul kamera kecil; digunakan untuk melihat usus halus secara non-invasif. Siapa Saja yang Memerlukan Enteroskopi Enteroskopi diperlukan oleh mereka yang: Mengalami perdarahan saluran cerna bagian tengah yang tidak jelas asalnya. Memiliki anemia defisiensi besi yang tidak terjelaskan. Khususnya jika sumber perdarahan tidak ditemukan dengan gastroskopi atau kolonoskopi. Dicurigai memiliki tumor, polip, atau massa pada usus halus. Menderita penyakit Crohn, untuk menilai peradangan atau komplikasi seperti striktur. Memiliki dugaan malformasi vaskular, seperti angiodisplasia pada usus halus. Perlu terapi seperti pengangkatan polip atau penyumbatan pembuluh darah (hemostasis). Kapan Pasien Memerlukan Enteroskopi? Nah jika kita mengacu pada situs Healthline, bahwa pasien akan dianjurkan menjalani enteroskopi bila: Pemeriksaan endoskopi atas (EGD) dan bawah (kolonoskopi) tidak menemukan penyebab keluhan, tetapi gejala tetap berlanjut. Ada hasil abnormal dari kapsul endoskopi yang perlu dievaluasi lebih lanjut secara langsung. Terdapat dugaan neoplasma (tumor). Juga dugaan kelainan struktural di usus halus. Pasien mengalami gejala seperti nyeri perut kronik, muntah berulang, diare kronik, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Manfaat / Tujuan Enteroskopi Nah, sebenarnya apa sih tujuan enteroskopi? Nah, sejatinya tujuannnya antara lain: Mendiagnosis penyebab perdarahan saluran cerna tengah. Mengidentifikasi dan menilai massa, polip, tumor, atau pun radang pada usus halus. Mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk analisis histopatologis. Melakukan tindakan terapeutik seperti: Hemostasis perdarahan (koagulasi, klip, injeksi). Dilatasi striktur. Pengangkatan polip (polipektomi). Pemasangan stent. Membantu dalam perencanaan tindakan bedah bila diperlukan. Persiapan Sebelum Menjalani Enteroskopi Persiapan sebelum enteroskopi meliputi beberapa poin berikut: Puasa 8–12 jam sebelum prosedur. Penghentian obat-obatan tertentu. Contohnya obat pengencer darah (warfarin, aspirin, clopidogrel) atau NSAID. Atau ssesuai anjuran dokter. Pembersihan usus (pada enteroskopi via rektal) denggan menggunakan laksatif atau enema. Informasikan ke dokter secara lengkap mengenai alergi, riwayat penyakit, dan obat-obatan yang dikonsumsi harus diberitahukan ke dokter. Prosedur dan Pelaksanaan Nah, untuk prosedurnya sendiri, enteroskop membutuhkan prosedur bervariasi antara 45 menit hingga 2 jam tergantung kompleksitasnya. Berikut rinciannya: Pasien akan dibaringkan di ruang tindakan. Sedasi atau anestesi ringan hingga umum dapat diberikan untuk kenyamanan. Enteroskop dimasukkan melalui mulut (transoral) jika target usus halus bagian proksimal. Atau via anus (transanal) untuk bagian distal. Alat secara perlahan dimasukkan dan dikendalikan oleh dokter sambil di lihat melalui monitor. Dapat dilakukan tindakan biopsi atau terapi jika ditemukan adanya kelainan. Perawatan Pasca Enteroskopi Jika tindakan telah selsai, maka pasien akan dipantau selama beberapa jam hingga efek sedasi hilang. Selama masa pasca perawatan, pasien disarankan untuk: Tidak mengemudi atau bekerja selama 24 jam pasca prosedur. Kembali ke aktivitas normal secara bertahap. Mengikuti instruksi dokter terkait obat-obatan. Hasil pemeriksaan dapat langsung didiskusikan atau menunggu hasil biopsi. Adakah Efek Samping Setelah Enteroskopi? Efek sampingnya sendiri relatif jarang dan terbilang aman. Tetapi bisa terjadi efek samping seperti: Ketidaknyamanan ringan, seperti nyeri tenggorokan, kembung, atau kram. Mual atau muntah akibat sedasi. Perdarahan (terutama jika dilakukan tindakan biopsi atau polipektomi). Perforasi usus (sangat jarang, tapi serius). Reaksi alergi terhadap obat sedasi. Infeksi (sangat jarang). Risiko meningkat bila ada riwayat operasi usus atau kelainan anatomi. Enteroskopi di Rumah Primaya Hospital Enteroskopi termasuk salah satu prosedur yang dapat Anda lakukan di Primaya Hospital. Selain memiliki fasilitas endoskopi lengkap, tindakan ini ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan Gastroentero hepatologi profesional dan berpengalaman. Jadi, hasilnya pun lebih cepat juga lebih akurat. - Published: 2024-11-11 - Modified: 2026-03-29 - URL: https://primayahospital.com/layanan/percutaneus-nephrolithotomy-pcnl/ Saat ini terdapat beberapa pilihan untuk mengeluarkan batu ginjal tanpa perlu melakukan sayatan terbuka di kulit pasien. Namun untuk batu ginjal yang berukuran besar dengan tingkat kepadatan dan kekerasan yang tinggi masih diperlukan bedah terbuka, termasuk dengan percutaneus nephrolithotomy. Mengenal Percutaneus Nephrolithotomy Percutaneus nephrolithotomy adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk menghilangkan semua batu ginjal. Prosedur ini biasanya hanya digunakan terhadap batu yang berukuran besar (diameter lebih dari 2 cm) atau memiliki karakteristik yang kompleks sehingga sulit dihancurkan dengan metode non-bedah seperti extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) atau ureteroscopy. Seperti dikutip dari Johns Hopkins Medicine, teknik percutaneus nephrolithotomy memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dalam membersihkan ginjal dari batu dalam satu kali tindakan daripada teknik lain, yang sering memerlukan beberapa kali percobaan. Dalam prosedur percutaneus nephrolithotomy, dokter akan membuat sayatan kecil pada punggung guna mengakses ginjal pasien. Lalu sebuah alat khusus dimasukkan ke ginjal dengan panduan ultrasonografi (USG) atau sinar-X. Alat ini akan membuat terowongan ke dalam ginjal dan alat teleskop dimasukkan untuk menemukan batu. Batu yang telah teridentifikasi lantas dihancurkan dengan laser, alat bor khusus, atau USG. Serpihan-serpihan batu kemudian akan diangkat atau dibiarkan keluar sendiri bersama urine dan gejala yang dialami pasien pun reda. Siapa Saja yang Memerlukan Prosedur ini? Orang yang mengalami batu ginjal mungkin memerlukan percutaneus nephrolithotomy. Namun dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh dulu untuk memastikan individu tersebut adalah kandidat yang tepat. Umumnya dokter akan melihat apakah batu ginjal itu bisa diatasi dengan metode non-bedah terlebih dahulu. Sebab, tindakan non-bedah seperti ESWL dan ureteroskopi lebih minim risiko dan pemulihan pasien lebih cepat. Namun bila tindakan tersebut sudah dicoba dan gagal atau dianggap tak memungkinkan karena karakteristik batu ginjal atau kondisi kesehatan pasien secara umum, dokter bisa segera menyarankan prosedur percutaneus nephrolithotomy. Kapan Seseorang Memerlukan Percutaneus Nephrolithotomy Dokter bisa menilai seseorang memerlukan percutaneus nephrolithotomy dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti: Ukuran batu ginjal berdiameter lebih dari 2 cm Batu ginjal keras dan padat, misalnya batu kalsium oksalat yang tebal Lokasi batu di bagian dalam ginjal atau sulit dijangkau menggunakan metode non-bedah Metode penanganan lain tak berhasil, seperti ESWL dan ureteroskopi Terdapat infeksi atau komplikasi lain akibat batu ginjal Pasien merasa nyeri hebat sehingga butuh tindakan segera Manfaat/Tujuan Percutaneus nephrolithotomy menawarkan manfaat utama sebagai prosedur yang efektif untuk mengeluarkan seluruh batu ginjal yang besar dan kompleks. Dengan hilangnya batu ginjal, manfaat lain yang didapatkan termasuk: Meredakan gejala batu ginjal seperti nyeri hebat Memulihkan fungsi ginjal Mencegah komplikasi jangka panjang, termasuk infeksi saluran kemih berulang dan kerusakan ginjal Membantu mengurangi risiko kembali munculnya batu ginjal Adapun sebagai prosedur minimal invasif, percutaneus nephrolithotomy memiliki manfaat berupa waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien. Pasien pun dapat meningkatkan kualitas hidup yang sebelumnya terganggu akibat gejala batu ginjal. Persiapan Sebelum Menjalani Percutaneus Nephrolithotomy Persiapan untuk menjalani percutaneus nephrolithotomy mencakup serangkaian tes, seperti tes darah untuk mengecek tanda-tanda infeksi atau kondisi lain, USG ginjal, serta CT scan guna mengetahui lokasi batu ginjal. Dokter biasanya juga akan menginstruksikan pasien agar berpuasa sebelum prosedur tindakan dilakukan. Demi keamanan prosedur, pasien perlu memberi tahu tim medis terkait obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi karena ada beberapa jenis obat yang bisa mempengaruhi prosedur tindakan. Untuk mengantisipasi berkembangnya infeksi seusai prosedur, dokter bisa meresepkan antibiotik. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur percutaneus nephrolithotomy biasanya berlangsung sekitar 20-45 menit, tergantung ukuran, karakteristik, dan lokasi batu ginjal. Secara umum, prosedur nefrolitotomi perkutan bisa dijabarkan seperti berikut ini: Setelah berganti pakaian dengan gaun operasi, pasien akan diminta dalam posisi tengkurap atau miring di meja operasi Agar tak merasa sakit saat prosedur berlangsung, pasien akan diberi anestesi umum Dokter membuat sayatan kecil pada kulit di area lokasi batu ginjal Menggunakan metode pencitraan, termasuk fluoroskopi atau ulstrasonografi, dokter lalu memasukkan jarum melalui sayatan ke dalam ginjal Kawat pemandu kemudian dimasukkan lewat jarum ke dalam ginjal, sedangkan jarum ditarik keluar Alat medis nefroskop yang terdiri atas tabung dan kamera pada ujungnya lalu dimasukkan agar dokter dapat melihat batu ginjal untuk tindakan Dengan alat tertentu, batu ginjal dipecah-pecahkan menjadi lebih kecil lalu diangkat sekaligus dengan nefroskop atau bisa juga ditinggalkan di ginjal untuk kemudian dikeluarkan lewat urine Setelah serpihan batu diangkat, dokter bisa memasang tabung drainase untuk membantu mengalirkan serpihan batu dan darah residu mengalir dari ginjal Bekas luka dijahit atau ditutup dengan cara lain Perawatan Pasca Percutaneus Nephrolithotomy Pasca percutaneus nephrolithotomy, pasien umumnya mesti menjalani rawat inap setidaknya 2 hari untuk memulihkan diri. Selama pemulihan, pasien harus beristirahat yang cukup dan menaati instruksi dari tim medis yang bertugas, termasuk makan banyak sayur dan minum air putih setidaknya 1,5 liter per hari. Pasien bisa meninggalkan rumah sakit setelah bisa buang air kecil secara alami dengan lancar dan tak ada lagi demam atau rasa nyeri. Adakah Efek Samping Setelah Percutaneus Nephrolithotomy Percutaneus nephrolithotomy adalah prosedur yang sangat aman dan telah lama diterapkan sebagai tindakan terhadap batu ginjal yang efektif. Namun tetap ada efek samping dan kemungkinan risiko seperti: Nyeri di... - Published: 2023-11-29 - Modified: 2023-11-29 - URL: https://primayahospital.com/layanan/synovectomy/ Pengapuran sendi atau osteoartritis adalah penyakit yang bersifat kronis dan dapat membuat penderitanya menghadapi keterbatasan mobilitas sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, perlu intervensi medis untuk mengatasinya. Ada berbagai macam tindakan yang bisa menjadi opsi penanganan osteoartritis, termasuk synovectomy yang umumnya dipilih ketika terjadi peradangan pada sinovium, yakni lapisan jaringan lunak yang melapisi bagian dalam sendi. Mengenal Synovectomy Synovectomy adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat atau mengurangi sebagian atau seluruh jaringan yang melapisi sendi alias sinovium. Sinovium berperan menghasilkan cairan sinovial. Fungsinya adalah menjadi pelumas dan menutrisi sendi. Dalam kasus tertentu, sinovium bisa mengalami peradangan atau pertumbuhan berlebihan hingga memicu masalah pada sendi. Dokter bisa menyarankan pasien menjalani synovectomy ketika adalah masalah sinovium. Selain osteoartritis, kondisi yang mungkin diatasi dengan synovectomy termasuk reumatoid artritis. Baik osteoartritis maupun reumatoid artritis bisa menyerang sendi mana pun pada manusia, seperti lutut, panggul, tangan, pergelangan tangan/kaki, dan bahu. Synovectomy dapat dilakukan dengan metode bedah terbuka ataupun artroskopi yang merupakan prosedur minimal invasif. Dengan metode bedah terbuka, dokter akan melakukan pembedahan pada jaringan di sekitar sendi yang terkena. Adapun melalui artroskopi, dokter hanya perlu membuat sayatan kecil untuk memasukkan alat kecil. Selain itu, ada prosedur radiasi dengan cara menyuntikkan zat radioaktif ke sendi dan kimiawi lewat penyuntikan obat ke dalam sendi untuk menghancurkan sinovium. Melalui synovectomy, gejala seperti nyeri dan keterbatasan gerakan yang berkaitan dengan masalah persendian tersebut bisa berkurang. Untuk mengatasi artritis pada pergelangan tangan, misalnya, menurut sebuah studi, prosedur ini dapat mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan fungsi sehingga bisa membuat individu yang mengalaminya kembali bekerja. Siapa Saja yang Memerlukan Synovectomy Orang yang mengalami masalah persendian mungkin memerlukan synovectomy. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dulu untuk memastikan pasien adalah kandidat yang tepat untuk menjalani prosedur tersebut. Synovectomy umum diterapkan untuk bagian sendi berikut ini: Pergelangan kaki Lutut Panggul Siku Bahu Pergelangan tangan Jari Adapun masalah yang bisa menyerang bagian sendi tersebut meliputi: Osteoartritis atau pengapuran sendi, biasanya disebabkan oleh faktor usia Reumatoid artritis, gangguan imun yang menyebabkan peradangan sendi Hemofilia, gangguan pembekuan darah yang bisa memicu perdarahan berlebihan dalam sendi Pertumbuhan tumor dalam sinovium atau sekitar sendi Gangguan sinovial lain yang menyebabkan kerusakan atau pertumbuhan jaringan sinovial berlebihan, seperti pigmented villonodular synovitis (PVNS) Kapan Seseorang Memerlukan Synovectomy Pasien yang tak menunjukkan tanda-tanda perbaikan gejala ketika mendapat pengobatan untuk masalah sendinya bisa dirujuk ke ahli bedah ortopedi untuk berkonsultasi perihal kemungkinan menjalani synovectomy. Nantinya dokter akan melihat apakah pasien memerlukan synovectomy atau tidak dan bila perlu, apakah hanya sebagian sinovium yang diangkat atau harus seluruhnya. Misalnya pasien yang sudah menjalani terapi pengobatan selama lebih dari enam bulan tapi masih ada bagian sendi yang mengalami peradangan. Dalam hal ini, synovectomy mungkin diperlukan untuk mengurangi sinovium sehingga obat-obatan lebih efektif dalam meredakan gejala nyeri sendi. Manfaat/Tujuan Prosedur synovectomy memiliki sederet manfaat/tujuan, bergantung pada kondisi pasien yang menjalani perawatan. Berikut ini beberapa di antaranya: Mengurangi peradangan kronis pada sendi sehingga bisa meredakan nyeri, pembengkakan, dan gejala lain yang berkaitan Mencegah kerusakan jaringan sendi dan tulang rawan yang dapat terjadi akibat peradangan sinovium Menghilangkan jaringan yang tumbuh berlebihan dan menimbulkan gangguan pada sendi, seperti tumor jinak pada sinovium Meningkatkan rentang gerak pada bagian sendi yang terpengaruh sehingga kualitas hidup dan kemampuan fungsional pun meningkat Mengatasi risiko perdarahan berulang yang bisa terjadi di dalam sendi pada pasien hemofilia Memungkinkan diagnosis lebih lanjut bila ada tanda-tanda masalah lain di dalam sendi yang membutuhkan pemeriksaan mendalam secara langsung Persiapan Sebelum Menjalani Synovectomy Pasien perlu menjalani konsultasi dan evaluasi sebagai persiapan sebelum menjalani synovectomy. Dokter juga akan memberi informasi mengenai larangan atau batasan yang mesti dipatuhi sebelum prosedur berlangsung demi hasil yang sesuai dengan harapan. Pasien perlu berkonsultasi dengan ahli anestesi dulu karena pelaksanaan synovectomy memerlukan prosedur anestesi. Selain itu, dokter akan mengecek sendi yang terpengaruh dan rentang geraknya serta mengevaluasi riwayat kesehatan pasien. Guna memperoleh gambaran sendi yang detail, dokter akan meminta pasien menjalani tes pencitraan seperti MRI, USG, atau rontgen. Adapun tes pra-operasi yang diperlukan sebagai persiapan antara lain tes darah, tes urine, elektrokardiogram, tes fungsi hati, dan tes laboratorium lain nya apabila dibutuhkan sesuai indikasi. Dokter memerlukan informasi tentang obat rutin dan suplemen yang dikonsumsi pasien. Beberapa jenis obat seperti aspirin dan ibuprofen terlarang diminum selama dua minggu sebelum prosedur. Pasien juga umumnya harus berpuasa selama 8-10 jam sebelum tindakan. Prosedur dan Pelaksanaan Terdapat dua macam prosedur utama untuk synovectomy, yakni bedah terbuka dan artroskopi. Tahap awalnya sama, yakni persiapan pasien dengan pemberian anestesi dan pemasangan peralatan untuk memantau kondisi pasien. Bedah terbuka Dokter membuat sayatan pada kulit di area sendi Jaringan lunak dibedah untuk mengidentifikasi sinovium yang abnormal Lewat pembedahan itu, sebagian atau seluruh lapisan sinovium diangkat Kotoran atau benda lain di rongga sendi juga akan dihilangkan Dokter menghilangkan jaringan parut dan lalu menjahit lagi jaringan lunak serta kulit dan menutup luka dengan perban Artroskopi Dokter membuat tiga atau empat sayatan kecil pada kulit di area sendi Lewat... - Published: 2023-11-29 - Modified: 2023-11-29 - URL: https://primayahospital.com/layanan/plif-posterior-lumbar-interbody-fusion/ Lumbar atau punggung bagian bawah tergolong rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, dari cedera, stenosis tulang belakang, hingga herniasi diskus alias saraf terjepit. Untuk mengatasi masalah ini, terdapat opsi pengobatan, terapi fisik, dan operasi. PLIF (posterior lumbar interbody fusion) adalah satu di antara sejumlah jenis operasi yang kerap menjadi pilihan perawatan untuk meredakan gejala sakit punggung akibat masalah pada lumbar. Mengenal PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion) PLIF (posterior lumbar interbody fusion) adalah prosedur bedah minimal invasif yang diterapkan untuk mengatasi masalah pada bagian bawah tulang belakang, terutama lumbar. Prosedur PLIF bertujuan menghilangkan gejala sakit punggung lewat penggantian cakram di antara tulang belakang yang bermasalah dengan alat implan yang disebut spacer. Melalui prosedur PLIF, dokter akan mengambil cakram di antara tulang belakang yang bermasalah atau rusak, lantas memasang spacer. Prosedur ini umumnya menggunakan pendekatan bedah dari belakang atau posterior tulang belakang dan mungkin ada sebagian ruas tulang belakang serta jaringan lain yang diangkat atau digeser guna mengakses ruang di antara tulang belakang. Setelah itu, dokter mengangkat cakram tulang belakang yang rusak dan menempatkan implan spacer di antara dua ruas tulang belakang yang berdekatan. OrthoInfo menjelaskan, setelah spacer terpasang, dokter bedah bisa membuat tulang belakang lebih stabil dengan memasang plat atau sekrup logam agar spacer tak bergeser-geser. Dengan begitu, tulang belakang menjadi lebih stabil dan merangsang tumbuhnya ruas tulang baru yang membuat ruas-ruas tulang belakang itu menyatu. Tekanan terhadap saraf tulang belakang yang gejalanya kerap disebut saraf terjepit pun bisa hilang. Siapa Saja yang Memerlukan PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion) PLIF adalah prosedur yang lazim untuk orang yang mengalami sakit punggung bagian bawah. Namun sumber penyebab sakit punggung itu bermacam-macam dan tak semuanya lantas memerlukan tindakan PLIF. Beberapa kondisi pasien yang mungkin membutuhkan PLIF antara lain: Degenerasi cakram: cakram tulang belakang di bagian lumbar mengalami degenerasi alias kerusakan hingga menyebabkan nyeri punggung yang bisa menjalar hingga tungkai Hernia cakram: kondisi ketika terjadi penonjolan dari dalam cakram yang memicu tekanan terhadap saraf tulang belakang Stenosis tulang belakang: penyempitan saluran tulang belakang yang bisa menekan sumsum tulang belakang atau keluarnya saraf dari tulang belakang Fraktur tulang belakang: kerusakan tulang belakang misalnya retak/patah akibat terjatuh dan cedera Gangguan tulang belakang lain seperti skoliosis dan spondilolistesis Kapan Seseorang Memerlukan PLIF? Individu yang mengalami masalah tulang belakang tidak lantas otomatis memerlukan PLIF (posterior lumbar interbody fusion). Dokter biasanya akan mencoba penanganan konservatif terlebih dahulu dengan memberikan obat-obatan, terapi fisik, hingga suntikan epidural guna meredakan gejala sakit punggung. Ketika pengobatan itu tak efektif berdasarkan pemeriksaan mendalam, barulah dokter dapat menyarankan prosedur posterior lumbar interbody fusion sebagai tindakan bedah minimal invasif sebelum operasi besar. Manfaat/Tujuan PLIF menawarkan sejumlah manfaat/tujuan utama bagi pasien yang mengeluhkan nyeri yang bersumber dari tulang belakang bagian bawah. Di antaranya: Meredakan atau menghilangkan sakit punggung kronis yang dipicu masalah tulang belakang Menstabilkan tulang belakang yang kehilangan stabilitas akibat masalah pada cakram tulang belakang Menyamakan ketinggian cakram di antara ruas tulang belakang jika sebelumnya menurun karena degenerasi atau faktor lain Memulihkan fungsi normal tulang belakang sehingga bisa lebih leluasa bergerak Meningkatkan kualitas hidup yang sebelumnya menurun karena gejala nyeri punggung kronis Persiapan Sebelum Menjalani PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion) Seperti tindakan medis lain, PLIF membutuhkan persiapan matang. Pasien perlu berkonsultasi dulu dengan dokter ortopedi dan menjalani sederet pemeriksaan untuk memastikan prosedur tersebut tepat dan aman buat dirinya. Beberapa jenis obat bisa mempengaruhi hasil prosedur PLIF sehingga dokter perlu tahu apa saja obat atau suplemen yang tengah dikonsumsi. Guna mempercepat pemulihan dan menekan risiko komplikasi, pasien juga mesti berhenti merokok selama beberapa minggu sebelum tindakan terbiasa merokok. Selain itu, pasien biasanya mesti berpuasa sejak semalam sebelumnya karena tindakan ini menggunakan prosedur anestesi. Prosedur dan Pelaksanaan Pelaksanaan PLIF (posterior lumbar interbody fusion) oleh dokter bedah umumnya mencakup langkah-langkah prosedur berikut ini: Membuat sayatan kecil di bagian tengah punggung bawah setelah pasien mendapat anestesi Menggeser otot-otot ke samping untuk menyiapkan langkah pembedahan Mengangkat tulang agar cakram tulang belakang dan saraf yang tertekan kelihatan Cakram di antara ruas tulang belakang yang rusak dan memicu masalah diangkat dengan cermat Menyisipkan spacer di antara ruas tulang belakang Bila perlu, dokter memasang alat seperti plat logam atau sekrup untuk mempertahankan stabilitas dan merangsang pertumbuhan tulang baru Menutup luka sayatan di kulit dengan jahitan dan perban Perawatan Pasca PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion) Guna membantu memastikan hasil PLIF sesuai dengan harapan dan pasien lebih cepat pulih dengan optimal, pasien perlu menjalani pemulihan dulu di ruang khusus seusai tindakan. Bila kondisinya sudah memungkinkan, barulah ia dipindahkan ke bangsal rawat inap. Biasanya pasien perlu rawat inap selama beberapa hari. Dokter atau perawat nantinya menginfokan cara perawatan pasca PLIF terutama ketika sudah pulang dari rumah sakit. Di antaranya soal penggantian perban pada luka bekas sayatan dan memantau tanda-tanda komplikasi yang membahayakan. Adakah Efek Samping Setelah PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion) Setiap prosedur bedah medis selalu datang dengan efek samping yang bermacam-macam. Khusus PLIF, efek samping yang biasa muncul... - Published: 2023-11-29 - Modified: 2026-03-03 - URL: https://primayahospital.com/layanan/artroskopi/ Berkat perkembangan teknologi, prosedur bedah di bidang ortopedi kini tak selalu harus berupa bedah terbuka. Kini ada pilihan prosedur bedah minimal invasif yang memerlukan waktu pemulihan lebih singkat dengan risiko lebih rendah. Artroskopi adalah salah satu contoh prosedur ini yang digunakan untuk masalah persendian. Mengenal Artroskopi Artroskopi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mendiagnosis atau mengatasi gangguan pada sendi tubuh, antara lain bahu, lutut, pergelangan kaki/tangan, dan siku. Awalnya prosedur ini terutama digunakan sebagai bagian dari perencanaan standar bedah terbuka. Namun, dengan peralatan baru dan metode pembedahan yang lebih maju, banyak kondisi yang bisa diatasi dengan Artroskopi. Artroskopi menggunakan alat yang disebut arthroscope berupa tabung kecil dengan kamera dan sumber cahaya pada ujungnya. Alat ini dimasukkan dengan sayatan kecil pada kulit. Dengan alat tersebut, dokter dapat mengobservasi sendi di dalam tubuh tanpa perlu membuat sayatan besar pada kulit dan jaringan lunak lain. Peralatan lain yang juga berukuran kecil dapat turut dimasukkan untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengobati atau memperbaiki kerusakan pada sendi dan jaringan di sekitarnya. HealthDirect menjelaskan, Artroskopi sering digunakan ketika ada masalah pada sendi pergelangan kaki/tangan, panggul, bahu, siku, dan terutama lutut. Siapa Saja yang Memerlukan Artroskopi Dokter mungkin menilai seseorang memerlukan arthroscopy ketika ada tanda dan gejala yang berkaitan dengan masalah pada sendi. Prosedur ini lazim dilakukan untuk pasien dengan kondisi berikut ini: Peradangan, misalnya sinovitis, yakni kondisi peradangan pada jaringan di sekitar lutut, pergelangan tangan/kaki, siku, dan bahu. Cedera kronis atau akut, termasuk: Robekan manset rotator Dislokasi berulang pada bahu Patah tulang Robekan tulang rawan di lutut Aus atau cedera pada bantalan tulang rawan di lutut Robekan tendon Sindrom terowongan karpal pada pergelangan tangan Robekan ligamen anterior cruciate (ACL) Kendurnya tulang dan/atau tulang rawan di bahu, siku, lutut, atau pergelangan tangan/kaki Beberapa jenis peradangan pada bagian sendi, seperti sinovitis, osteoartritis, dan artritis reumatoid Kapan Seseorang Memerlukan Artroskopi Dokter bisa merekomendasikan arthroscopy ketika pasien mengalami cedera lutut, siku, bahu, pergelangan kaki/tangan, atau panggul. Begitu juga bila pasien merasakan nyeri yang bersumber dari persendian baik yang baru muncul ataupun sudah lama dialami. Dalam hal ini, dokter akan melakukan prosedur arthroscopy untuk mengobservasi dan menegakkan diagnosis. Selain membuat diagnosis, dokter dapat melakukan arthroscopy untuk menangani berbagai masalah sendi yang tak dapat diatasi dengan obat-obatan atau prosedur lain. Ketika gejala nyeri tak kunjung mereda setelah menjalani pengobatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter bisa merekomendasikan prosedur ini. Manfaat/Tujuan Dokter kadang tak bisa menyimpulkan apa gangguan pada sendi berdasarkan hasil pemeriksaan fisik ataupun tes pencitraan. Maka dalam hal ini arthroscopy dimanfaatkan untuk membantu menegakkan diagnosis dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Arthroscopy juga dapat menjadi prosedur utama untuk mengatasi masalah sendi yang memberikan manfaat seperti meredakan gejala nyeri dan memulihkan fungsi persendian sehingga pasien bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan leluasa. Selain itu, sebagai tindakan minimal invasif, manfaat Artroskopi mencakup: Sayatan lebih kecil Trauma pada jaringan lunak lebih minimal Luka bekas operasi lebih ringan Masa pemulihan lebih cepat Risiko infeksi lebih kecil Persiapan Sebelum Menjalani Artroskopi Guna mendapatkan hasil maksimal dan membantu memastikan proses Artroskopi berjalan lancar, pasien perlu menyiapkan diri sebaik mungkin. Persiapan umum sebelum menjalani arthroscopy meliputi: Berkonsultasi dengan dokter bedah ortopedi untuk mendiskusikan manfaat, risiko, dan prosedur arthroscopy Menjalani pemeriksaan fisik, tes darah, dan analisis urine untuk mendeteksi masalah yang mungkin ada Mendiskusikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi untuk mengetahui apakah ada obat yang perlu dihentikan atau disesuaikan konsumsinya sebelum operasi Berpuasa selama setidaknya 8 jam sebelum operasi Prosedur dan Pelaksanaan Tindakan Artroskopi berlangsung di ruang operasi di bawah anestesi baik umum maupun lokal. Secara umum, prosedur arthroscopy meliputi: Pemberian anestesi Dokter membuat satu sayatan kecil pada kulit Arthroscope dimasukkan lewat salah satu sayatan Sumber cahaya di ujung arthroscope difungsikan untuk menerangi sendi yang ditargetkan Dokter mengobservasi kondisi sendi yang tampak pada layar komputer yang terhubung dengan arthroscope Bila mendapati masalah, dokter membuat sayatan lain untuk memasukkan beberapa instrumen kecil lain untuk melakukan tindakan korektif, seperti mengangkat fragmen tulang yang rusak dan memperbaiki tendon atau ligamen Peralatan dikeluarkan dan sayatan ditutup dengan jahitan dan perban Perawatan Pasca Artroskopi Seusai arthroscopy, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan untuk menjalani pemantauan dan memastikan pengaruh anestesi sudah hilang. Biasanya pasien bisa pulang pada hari yang sama, tapi mungkin memerlukan rawat inap satu malam. Tim medis akan memberikan instruksi dan panduan perawatan pasca arthroscopy di rumah, termasuk cara mengganti perban dan perawatan luka bekas sayatan. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengatasi nyeri dan ketidaknyamanan dari sendi yang terpengaruh. Pasien disarankan menghindari aktivitas fisik yang berat selama masa pemulihan. Untuk membantu menguatkan otot, mengurangi kekakuan, dan meningkatkan rentang gerakan, pasien mungkin memerlukan fisioterapi sesuai dengan petunjuk dokter. Dokter juga akan memberitahukan kapan pasien perlu datang untuk mengevaluasi hasil operasi dan kondisi pasien. Adakah Efek Samping Setelah Artroskopi Efek samping yang umum dialami pasien setelah arthroscopy meliputi: Nyeri dan bengkak di sekitar area operasi yang akan mereda dalam beberapa hari hingga minggu kemudian Perdarahan di... - Published: 2023-11-29 - Modified: 2023-11-29 - URL: https://primayahospital.com/layanan/percutaneous-transluminal-coronary-angioplasty-ptca/ Penyakit arteri atau jantung koroner masih menjadi momok terhadap kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ada berbagai macam cara mengatasi penyakit ini, tergantung tingkat keparahan dan kondisi pasien. Salah satunya adalah percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) yang merupakan prosedur umum bagi pasien jantung koroner. Mengenal Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) adalah prosedur nonbedah untuk mengatasi penyakit jantung koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyakit arteri koroner terjadi ketika ada timbunan plak yang terdiri atas lemak, kalsium, dan zat lain pada dinding pembuluh darah koroner. Akibatnya, pembuluh darah menyempit dan aliran darah ke jantung menjadi terbatas. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gejala, terutama nyeri dada atau angina. Dengan metode PTCA, aliran darah ke jantung akan meningkat dan meredakan gejala tersebut sekaligus meminimalkan risiko serangan jantung yang bisa berakibat fatal. Nama lain percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) adalah intervensi koroner perkutan. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung atau kardiolog di laboratorium kardiologi dengan peralatan khusus. Peralatan yang digunakan antara lain kateter yang dilengkapi balon kecil pada ujungnya. PTCA bisa dilakukan bersamaan dengan pemasangan stent untuk kondisi tertentu. Seperti dijelaskan MedlinePlus, percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) termasuk minimal invasif, yakni tak melibatkan penggunaan pisau bedah untuk membuat sayatan layaknya operasi besar. Karena itu, risikonya lebih kecil dan masa pemulihan pasien pun lebih singkat. Siapa Saja yang Memerlukan PTCA? Dokter spesialis jantung bisa merekomendasikan percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) bagi pasien penyakit jantung koroner atau kondisi yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah, seperti: Pasien dengan angina stabil, yakni nyeri atau tekanan pada dada yang dialami secara teratur, umumnya selama melakukan aktivitas fisik. Pasien dengan angina tidak stabil, yaitu nyeri dada yang lebih sering dirasakan serta lebih berat dan bisa terjadi bahkan ketika sedang beristirahat. Serangan jantung akut akibat sumbatan pada arteri koroner Pasien yang mengalami restenosis atau penyempitan pembuluh darah di tempat yang sama atau di sekitarnya setelah sebelumnya pernah menjalani PTCA Pasien penyakit jantung koroner dengan komplikasi medis lain sehingga tak memungkinkan bila dilakukan operasi jantung terbuka Kapan Seseorang Memerlukan PTCA? Dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh dulu terhadap kondisi pasien untuk menentukan apakah ia memerlukan percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA). Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan prosedur ini jika kondisi pasien tak kunjung membaik dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Selain itu, seseorang mungkin memerlukan percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) bila gejalanya memburuk, misalnya nyeri dada makin sering terasa dan mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan. PTCA juga bisa menjadi pilihan dalam situasi darurat tatkala pasien mengalami angina tidak stabil guna mencegah risiko serangan jantung. Manfaat/Tujuan Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) menawarkan sejumlah manfaat/tujuan yang signifikan dalam perawatan pasien penyakit jantung koroner. Berikut ini beberapa di antaranya: Meningkatkan aliran darah ke jantung dengan cara membuka pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke jantung kembali lancar Mengurangi nyeri dada yang terjadi akibat penumpukan plak di pembuluh darah koroner Mencegah komplikasi serius penyakit jantung koroner, terutama serangan jantung yang bisa dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung dan mengancam jiwa Memperbaiki fungsi jantung yang sebelumnya terganggu akibat kurangnya suplai darah yang kaya oksigen karena penyumbatan pembuluh darah Menghindari kondisi yang membutuhkan operasi jantung terbuka yang lebih berisiko bagi pasien Mencegah ketergantungan pada obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengendalikan gejala penyakit jantung koroner Persiapan Sebelum Menjalani PTCA Dokter atau perawat akan menginformasikan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA). Pasien harus berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan prosedur tersebut adalah pilihan yang tepat. Dokter akan meminta pasien menjalani tes diagnostik seperti elektrokardiogram (EKG), tes darah, sinar-X dada, atau tes stres jantung. Biasanya pasien juga diminta berpuasa selama 6-8 jam serta tidak merokok beberapa pekan sebelum prosedur berlangsung. Yang juga penting adalah pasien perlu menyiapkan kondisi psikologis untuk menjalani prosedur ini. Dalam sesi konsultasi, pasien bisa mendiskusikan kekhawatiran atau ketakutan yang dialami. Dokter dan tim medis akan memberikan pemahaman yang dibutuhkan agar prosedur bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) lebih sederhana ketimbang operasi atau bedah terbuka. Berikut ini langkah-langkahnya: Pasien dibimbing menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan, termasuk pemantauan aktivitas jantung dengan elektrokardiogram, untuk memastikan kesiapannya Bila sudah siap, pasien akan diberi anestesi atau bius lokal di area kulit yang akan menjadi titik akses masuknya kateter, biasanya pada paha atau pergelangan tangan Begitu efek anestesi sudah berjalan, dokter akan memasukkan kateter ke pembuluh darah di titik akses Kateter diarahkan ke pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan dengan fluoroskopi, yakni pemeriksaan sinar-X yang bisa menghasilkan gambar aliran darah dan pembuluh darah pada saat itu juga Setelah kateter sampai di lokasi arteri yang bermasalah, dokter menyuntikkan cairan kontras lewat kateter untuk melihat tingkat keparahan kondisi penyempitan Dilakukan angioplasti, yakni peniupan balon kecil di ujung kateter di lokasi penyempitan agar arteri melebar dan mendorong plak sehingga aliran darah ke jantung meningkat... - Published: 2023-11-22 - Modified: 2023-11-22 - URL: https://primayahospital.com/layanan/tindakan-ablasi-jantung/ Gangguan irama detak jantung atau aritmia memerlukan penanganan medis untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup individu yang mengalaminya. Salah satu prosedur yang biasa ditempuh untuk mengatasi aritmia adalah ablasi jantung yang mencakup ablasi jantung secara konvensional atau ablation conventional dan ablasi jantung 3 dimensi. Mengenal Ablasi Jantung Ablasi Jantung adalah bagian dari prosedur medis yang umumnya dilakukan untuk memulihkan irama detak jantung yang mengalami gangguan. Tindakan ablasi biasanya dijalankan seusai studi elektrofisiologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi pemicu aritmia. Penggunaan istilah konvensional dalam ablation conventional merujuk pada metode atau teknik yang efektivitasnya sudah terbukti serta sudah diterapkan dalam praktik klinis selama beberapa waktu. Prosedur ini pun masih menjadi salah satu pendekatan utama dalam penanganan aritmia. Tujuannya adalah menghancurkan atau memodifikasi jaringan yang menyebabkan gangguan irama detak jantung. Dokter melakukan prosedur Ablasi Jantung dengan alat mapping atau pemetaan 2 dimensi (fluoroskopi) serta pemantauan konduksi listrik secara berkelanjutan. Fluoroskopi adalah teknik pencitraan medis dengan sinar-X secara real-time yang dapat menghasilkan gambar bergerak dari bagian dalam tubuh, termasuk jantung. Penggunaan fluoroskopi dalam tindakan ablation conventional bertujuan memberi panduan bagi dokter untuk memastikan kateter diarahkan dengan benar dan ablasi dilakukan dengan akurat. Dengan begitu, kemungkinan keberhasilan prosedur lebih besar dan risiko komplikasi bisa dihindari. Siapa Saja yang Memerlukan Ablasi Jantung Ablation conventional lazim dilakukan untuk mengatasi aritmia. Aritmia sendiri terdiri atas beberapa jenis, seperti: Fibrilasi atrium atau atrial fibrilasi: denyut jantung tak beraturan karena serat jaringan di serambi atau atrium jantung tak berkontraksi secara teratur Takikardia supraventrikular: irama detak jantung terlalu cepat akibat berlebihnya impuls listrik di area serambi jantung Takikardia ventrikel: denyut jantung terlalu cepat yang bersumber dari bilik atau ventrikel jantung Flutter atrium atau atrial flutter: irama detak jantung lebih cepat dari normal karena impuls listrik memutari serambi jantung dalam pola tertentu Selain itu, ablasi jantung dengan kateter telah terbukti sebagai terapi yang sangat efektif dan aman bagi pasien sindrom Wolff-Parkinson-White. Kapan Seseorang Memerlukan Ablasi Jantung Ablation conventional kerap menjadi opsi pengobatan bagi individu yang mengalami masalah irama detak jantung yang tidak normal dan tak dapat diatasi dengan metode penanganan lain. Begitu pula jika kondisi tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Meski begitu, dokter ahli jantung yang bisa mempertimbangkan kapan seseorang memerlukan tindakan ini berdasarkan sejumlah faktor, seperti: Frekuensi dan tingkat keparahan gejala yang dialami dalam hidup sehari-hari Potensi peningkatan risiko jika aritmia tak segera ditangani Respons atau toleransi terhadap obat-obatan Riwayat medis pasien dan keluarga, termasuk riwayat penyakit jantung dan masalah kesehatan lain Usia dan kondisi kesehatan pasien secara umum Manfaat/Tujuan Prosedur ablation conventional memiliki tujuan utama memulihkan irama detak jantung yang sebelumnya tak normal karena berbagai penyebab. Dengan demikian, manfaat lain yang bisa diambil oleh pasien termasuk: Mengatasi atau meringankan gejala seperti sesak napas, kelelahan ekstrem, jantung berdebar-debar, dan pusing Membuat aktivitas sehari-hari lebih lancar tanpa gangguan gejala Meningkatkan kualitas hidup Menekan risiko komplikasi, terutama stroke yang bisa melumpuhkan dan mengancam jiwa Menghindari ketergantungan pada obat, terutama jika pasien punya masalah medis lain yang juga membutuhkan pengobatan rutin Menghindari keharusan menjalani operasi terbuka yang lebih berisiko dan butuh waktu pemulihan lebih lama Mencegah kematian mendadak yang bisa terjadi akibat gangguan irama detak jantung, termasuk takikardia ventrikel yang membahayakan Persiapan Sebelum Menjalani Ablation Conventional Sebelum menjalani prosedur ablation conventional, pasien umumnya akan diminta: Puasa makan dan minum selama 6 jam sebelum prosedur berlangsung Berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu setidaknya 3 hari sebelum tindakan, seperti obat diabetes jika ada diabetes Tidak mengenakan perhiasan atau aksesori apa pun pada tubuh saat datang ke rumah sakit Menjalani pemeriksaan pra-tindakan, seperti tes fisik, tes darah, serta pemetaan elektrofisiologi yang lebih detail Dokter atau perawat akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai apa saja yang mesti dipersiapkan untuk menjalani prosedur ini. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur ablation conventional berlangsung di ruangan rumah sakit. Pasien biasanya akan dibawa ke ruangan itu dengan kursi roda setelah berganti pakaian dengan gaun khusus. Sesampai di ruangan, pasien akan diminta berbaring di atas meja tindakan dan dipasangi elektroda pada dada untuk memantau kondisi jantung. Untuk membantu pasien rileks, perawat akan memberikan obat penenang lewat slang infus di lengan. Adapun pelaksanaan tindakan mencakup: Pemberian anestesi lokal pada area paha setelah dicukur Memasukkan kateter lewat pangkal paha ke pembuluh darah Mengarahkan kateter ke jantung dengan bantuan alat sinar-X Jantung dibuat berdetak dengan kecepatan berbeda menggunakan impuls listrik Detak jantung direkam untuk dianalisis dengan peralatan khusus Dengan kateter elektrofisiologi, dokter memetakan aktivitas kelistrikan jantung guna mengidentifikasi area jantung yang bermasalah dan memicu aritmia Setelah sumber masalah teridentifikasi, dokter melakukan prosedur ablasi memakai kateter khusus dengan elemen pemanas atau elemen pendingin untuk menghancurkan atau memodifikasinya Selama dan sesudah ablasi, tim medis terus memantau aktivitas jantung lewat elektroda pada dada pasien Bila irama detak jantung telah membaik, peralatan dikeluarkan dari tubuh pasien dan bekas luka ditutup Perawatan Pasca Ablasi Jantung Prosedur ablation conventional bisa berlangsung hingga 4 jam atau lebih. Setelah prosedur selesai, dokter akan mengecek kondisi pasien lebih... - Published: 2023-11-22 - Modified: 2023-11-22 - URL: https://primayahospital.com/layanan/percutaneus-transvenous-mitral-commissurotomy/ Katup jantung termasuk bagian dari jantung yang kerap mengalami masalah, antara lain stenosis mitral. Kondisi ini ditandai dengan penyempitan atau perubahan struktural pada lubang katup mitral sehingga aliran darah dari serambi kiri (atrium) ke bilik kiri (ventrikel) jantung terganggu. Untuk mengatasinya, terdapat prosedur percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy yang sering menjadi pilihan. Mengenal Percutaneus Transvenous Mitral Commissurotomy (PTMC)/Balloon Mitral Valvulotomy Percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy adalah prosedur medis yang antara lain bertujuan mengobati stenosis mitral. Dokter melakukan PTMC dengan cara memasukkan kateter yang dilengkapi semacam balon pada ujungnya lewat pembuluh darah kecil atau vena pada lengan atau kaki. Kateter kemudian diarahkan ke katup jantung yang menyempit. Begitu sudah sampai di lokasi yang dimaksudkan, balon di ujung kateter ditiup sehingga katup yang mengalami penyempitan bisa melebar. Dengan demikian, aliran darah dari atrium ke ventrikel kiri jantung kembali normal dan tak ada lagi gejala stenosis mitral yang dirasakan pasien. Seperti dikutip dari National Library of Medicine, berbeda dengan operasi jantung konvensional, PTMC / balloon mitral valvulotomy adalah prosedur minimal invasif yang tak memerlukan pembedahan terbuka. Karena itu, pasien bisa lebih cepat pulih dan risiko komplikasinya lebih kecil. Meski begitu, prosedur ini tak selalu dapat diterapkan pada semua pasien stenosis mitral. Perlu pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pasien untuk dapat memutuskan penerapan prosedur PTMC. Siapa Saja yang Memerlukan Percutaneus Transvenous Mitral Commissurotomy (PTMC)/Balloon Mitral Valvulotomy Pada umumnya, percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy menjadi opsi untuk pasien stenosis mitral. Pada stenosis mitral, katup jantung tak dapat terbuka sepenuhnya. Walhasil, darah yang semestinya mengalir ke bilik kiri jantung justru kembali ke serambi dan juga paru-paru. Kondisi ini umumnya berkembang perlahan seiring dengan waktu dan gejalanya bisa saja baru muncul setelah beberapa tahun. Gejala itu meliputi sesak napas, nyeri dada, dan kelelahan. Makin lama tanpa penanganan, kondisi ini bisa menyebabkan detak jantung tak beraturan, infeksi jantung, stroke, gagal jantung, dan edema paru atau penumpukan cairan di dalam paru-paru. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan pasien adalah kandidat yang tepat untuk percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy. Selain PTMC, pasien stenosis mitral bisa menjalani prosedur lain seperti pengobatan untuk mengendalikan gejala. Kapan Seseorang Memerlukan PTMC / Balloon Mitral Valvulotomy Seseorang mungkin memerlukan percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy ketika mengalami stenosis mitral cukup parah dengan gejala yang sudah sangat mengganggu kualitas hidup dan tak kunjung membaik dengan pengobatan. Dengan PTMC, gejala seperti sesak napas dapat diatasi ketika aliran darah sudah kembali lancar. Faktor lain yang mempengaruhi keputusan penerapan PTMC untuk stenosis mitral termasuk: Usia pasien tidak terlalu tua Kondisi kesehatan pasien secara umum memadai Kondisi katup mitral memungkinkan untuk dilakukan PTM Manfaat/Tujuan Sebagai prosedur minimal invasif, percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy menawarkan sejumlah manfaat bagi pasien dibanding prosedur bedah terbuka. Prosedur ini bertujuan memulihkan aliran darah yang terhambat karena adanya penyempitan pada katup mitral. Berikut ini rincian manfaat/tujuan PTMC: Pasien lebih cepat pulih sehingga bisa lekas kembali beraktivitas seperti sedia kala Bekas luka tidak besar Risiko komplikasi lebih kecil Melebarkan katup mitral yang menyempit sehingga darah dari serambi bisa mengalir ke bilik jantung dengan lancar Meredakan gejala yang dipicu stenosis mitral, terutama sesak napas yang terjadi akibat terhambatnya aliran darah yang mengganggu pasokan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh Meningkatkan kualitas hidup dengan hilangnya gejala yang menghambat aktivitas fisik Persiapan Sebelum Menjalani PTMC / Balloon Mitral Valvulotomy Persiapan percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy serupa dengan banyak prosedur minimal invasif lain. Pertama-tama, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung atau kardiolog untuk memastikan prosedur PTMC tepat untuk mengatasi stenosis mitral yang dialami. Konsultasi akan diikuti dengan serangkaian pemeriksaan medis, seperti tes darah, pemeriksaan fisik, elektrokardiogram, dan ekokardiogram, untuk lebih memahami kondisi jantung. Begitu sudah ada jadwal tindakan, dokter atau perawat akan menginformasikan persiapan berikutnya yang umumnya mencakup: Penghentian konsumsi obat-obatan yang bisa mempengaruhi proses pembekuan darah Berpuasa makan dan minum pada malam sebelum tindakan Tidak mengenakan perhiasan atau aksesori pada hari tindakan Menyiapkan pendamping yang akan mengantar pasien ke dan dari rumah sakit Prosedur dan Pelaksanaan Percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy dilakukan oleh kardiolog. Sebelum pelaksanaan prosedur, pasien mesti berganti pakaian dengan gaun rumah sakit. Agar merasa lebih nyaman selama prosedur, dokter akan memberikan anestesi lokal. Bila pasien sudah siap, dokter akan memulai prosedur dengan membuat sayatan kecil di pangkal paha, bahu, atau lengan untuk memasukkan kateter yang dilengkapi balon dalam selubung. Setelah itu, dokter memasukkan cairan kontras dan menggunakan sinar-X untuk mengarahkan kateter ke katup jantung. Begitu kateter sampai di lokasi katup jantung yang mengalami penyempitan, dokter mengembangkan balon di ujung kateter sehingga katup tak lagi menyempit dan aliran darah kembali lancar. Dokter kemudian menarik keluar kateter dan menutup bekas sayatan dengan jahitan atau lem bedah khusus. Perawatan Pasca PTMC / Balloon Mitral Valvulotomy Seusai prosedur percutaneus transvenous mitral commissurotomy (PTMC)/balloon mitral valvulotomy, pasien dibawa ke ruang pemulihan untuk menjalani pemantauan kondisi secara... - Published: 2023-11-22 - Modified: 2023-11-22 - URL: https://primayahospital.com/layanan/pta-percutaneus-transluminal-angiography/ Sistem peredaran darah manusia harus senantiasa terjaga kesehatannya karena memiliki peran yang sangat vital. Jika tidak, banyak jaringan, organ, dan sistem lain yang akan terpengaruh dan bisa mengancam nyawa individu yang mengalaminya. Salah satu cara untuk mendeteksi masalah pada sistem sirkulasi ini adalah PTA (percutaneus transluminal angiography). Mengenal PTA (Percutaneus Transluminal Angiography) PTA (percutaneus transluminal angiography) adalah prosedur medis yang bertujuan mendapatkan gambaran visual dan menganalisis pembuluh darah dalam tubuh dengan menggunakan teknologi pencitraan sinar-X. Berdasarkan hasil PTA, dokter dapat memperoleh informasi yang diperlukan mengenai kondisi pembuluh darah serta kinerja aliran darah pada pasien. PTA merupakan prosedur diagnostik yang termasuk bidang radiologi intervensi. Radiolog biasanya yang melakukan prosedur ini dengan alat yang disebut kateter. Prosedur ini lazim digunakan untuk mendiagnosis penyakit pembuluh darah yang mencakup arteri, vena, dan kapiler di dalam tubuh. Misalnya jika ada dugaan penyempitan atau pembuluh darah berdasarkan gejala yang dialami pasien. PTA dapat dilakukan pada berbagai bagian tubuh, termasuk arteri koroner, arteri perifer, dan arteri otak atau serebral. Selain membantu dalam proses diagnosis masalah pembuluh darah, seperti dimuat American Journal of Cardiology, prosedur ini menjadi bagian penting dari prosedur percutaneous transluminal angioplasty (PTA) atau percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) untuk mengatasi kondisi tersebut. Siapa Saja yang Memerlukan PTA? Ruang lingkup PTA (percutaneus transluminal angiography) sangat luas sebagai prosedur diagnostik terhadap masalah pembuluh darah. Karena itu, individu yang mengalami gangguan pada sistem peredaran darah atau penyakit pembuluh darah mungkin memerlukan prosedur ini sebagai sarana diagnosis ataupun bagian dari tindakan perawatan. Di bawah beberapa kondisi yang mungkin membutuhkan prosedur PTA. Penyakit arteri koroner atau jantung koroner: masalah pada pembuluh darah yang menuju jantung Penyakit arteri perifer: penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah perifer, terutama kaki Stenosis karotis: penyempitan arteri karotis (pembuluh darah di leher yang menuju otak) Aneurisma: pembengkakan dinding pembuluh darah yang berisiko pecah Stenosis arteri renal: penyempitan arteri yang membawa darah ke ginjal Angina: nyeri dada akibat penyempitan arteri koroner Kelainan kondisi pembuluh darah, misalnya fistula arteriovenosa Kapan Seseorang Memerlukan PTA? Dokter bisa menyarankan pasien menjalani PTA (percutaneus transluminal angiography) jika memiliki tanda dan gejala penyakit pembuluh darah atau masalah lain yang berkaitan dengan sistem peredaran darah. Berikut ini di antaranya: Ada gejala keterbatasan peredaran darah, seperti nyeri, kram, atau kelemahan pada tubuh bagian bawah ketika beraktivitas fisik Memiliki riwayat penyakit jantung koroner, stroke, atau gangguan kardiovaskular lain Berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular, misalnya mengidap diabetes, terbiasa merokok, atau memiliki kadar kolesterol/tekanan darah tinggi Hasil tes screening menunjukkan ada ketidaknormalan pada sistem peredaran darah Sebagai langkah persiapan untuk melakukan tindakan lebih lanjut, seperti angioplasti Manfaat/Tujuan Fungsi PTA (percutaneus transluminal angiography) bagi dokter adalah untuk membantu melihat dengan lebih jelas kondisi pembuluh darah di dalam tubuh untuk mengidentifikasi adanya penyempitan, penyumbatan, atau masalah lain dalam sistem peredaran darah. Berdasarkan fungsi tersebut, manfaat/tujuan prosedur ini meliputi: Menegakkan diagnosis penyakit pembuluh darah Mengevaluasi gejala seperti kesemutan, nyeri, atau kelemahan pada tubuh bagian bawah, terutama kaki Menentukan rencana tindakan pengobatan yang sesuai Mengamati kondisi pasien seusai tindakan pengobatan Mengevaluasi pasien yang tergolong berisiko tinggi mengalami masalah pembuluh darah Mendeteksi penyakit pembuluh darah sejak dini dan mencegah kondisi kian parah Persiapan Sebelum Menjalani PTA (Percutaneus Transluminal Angiography) Sebelum menjalani PTA, pasien akan menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh dokter. Bila dokter menyatakan pasien perlu menjalani PTA, tim medis akan menginformasikan persiapan apa saja yang diperlukan. Dokter akan menerangkan prosedur, manfaat, serta risiko PTA. Adapun pasien perlu menjelaskan riwayat medisnya, termasuk alergi yang dimiliki dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Pasien akan diminta berpuasa makan dan minum pada malam sebelum tindakan PTA (percutaneus transluminal angiography). Bila terbiasa merokok, pasien juga harus menghentikan kebiasaan itu beberapa hari sebelum tindakan guna menghindari komplikasi dan mempercepat pemulihan. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur PTA (percutaneus transluminal angiography) serupa dengan prosedur diagnostik dan tindakan menggunakan kateter pada umumnya. Pasien harus berganti pakaian mengenakan gaun khusus rumah sakit. Guna mengurangi ketidaknyamanan, dokter akan memberikan anestesi lokal pada area kulit yang menjadi tempat masuknya kateter, biasanya pangkal paha atau bahu. Dokter memasukkan kateter melalui kulit ke dalam pembuluh darah. Dengan panduan alat fluoroskopi atau sinar-X, dokter menggerakkan kateter ke titik pembuluh darah yang akan diperiksa. Dokter biasanya juga perlu memasukkan cairan kontras lewat kateter agar gambar yang dihasilkan dari sinar-X terlihat lebih jelas. Pada tahap ini, dokter bisa melakukan diagnosis berdasarkan gambar tersebut yang bisa memperlihatkan adanya masalah pada pembuluh darah seperti penyempitan atau penyumbatan. Setelah memperoleh cukup informasi, dokter menarik keluar kateter dan menutup titik masuknya dengan jahitan atau lem khusus medis dan perban. Bila PTA (percutaneus transluminal angiography) ini merupakan bagian dari tindakan angioplasti, dokter akan melanjutkan prosedur dengan tindakan tersebut sebelum mengeluarkan kateter. Perawatan Pasca PTA Pasien umumnya bisa pulang beberapa jam sesudah menjalani PTA (percutaneus transluminal angiography). Tim medis akan memantau dulu kondisi pasien untuk memastikan sudah pulih dan stabil agar aman saat pulang. Sebaiknya ada orang yang mendampingi atau mengantar pasien pulang. Dokter atau perawat akan memberikan instruksi... - Published: 2023-11-22 - Modified: 2026-03-29 - URL: https://primayahospital.com/layanan/tindakan-rotablator-atherectomy/ Penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah bisa mengancam jiwa ketika terdapat plak yang banyak terakumulasi di dalamnya. Terutama ketika plak menyebabkan sumbatan yang keras di dalam pembuluh darah yang mengarah ke jantung hingga memicu penyakit jantung koroner. Dalam kasus demikian, dokter bisa merekomendasikan tindakan rotablator (atherectomy) karena kondisi ini sulit diatasi dengan prosedur biasa. Mengenal Tindakan Rotablator (Atherectomy) Tindakan rotablator (atherectomy) adalah salah satu alat atau metode untuk mengatasi penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak di pembuluh darah atau aterosklerosis. Prosedur yang umum digunakan untuk membuka kembali aliran darah di arteri adalah angioplasti yang kadang disertai dengan pemasangan stent atau ring. Namun, ketika sumbatan di pembuluh darah menjadi keras lantaran mengalami kalsifikasi, kaku, panjang, atau terletak di percabangan yang besar, tindakan rotablator (atherectomy) bisa menjadi opsi yang lebih efektif. Dengan tindakan rotablator (atherectomy), dokter akan mengikis plak yang menumpuk dengan alat rotablator yang bentuknya seperti bor. Seperti dikutip dari laman Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, tindakan rotablator umumnya dilakukan hanya pada sekitar 5 persen kasus penyakit arteri koroner. Meski begitu, efektivitasnya terbilang tinggi dalam membuka sumbatan di pembuluh darah yang tak bisa diatasi dengan teknik angioplasti biasa. Siapa Saja yang Memerlukan Tindakan Rotablator (Atherectomy) Dokter umumnya merekomendasikan tindakan atherectomy bagi pasien yang mengalami penyumbatan arteri koroner parah atau kompleks dan sulit diatasi dengan prosedur angioplasti atau stent. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dulu untuk menentukan apakah seorang pasien perlu menjalani tindakan ini atau tidak. Pasien yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sehingga prosedur angioplasti atau stent sulit dilakukan, seperti diabetes atau penyakit ginjal kronis, mungkin bisa menjalani tindakan Atherectomy guna mengatasi penyumbatan arteri koroner. Harus digarisbawahi bahwa tindakan rotablator adalah prosedur yang efektif dalam kondisi tertentu, tidak semua pasien penyakit arteri koroner memerlukan atau cocok menjalani tindakan ini. Keputusan menjalani tindakan rotablator mesti dipertimbangkan bersama dengan dokter spesialis jantung dan ahli bedah jantung yang bertugas mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh sekaligus mempertimbangkan manfaat serta risiko tindakan. Kapan Seseorang Memerlukan Tindakan Rotablator? Terdapat beberapa situasi atau kondisi terkait dengan penyumbatan pembuluh darah koroner yang membuat seseorang memerlukan tindakan rotablator (atherectomy). Di antaranya: Infark miokard akut atau serangan jantung yang terjadi karena terputusnya aliran darah ke jantung akibat penyumbatan arteri koroner Stenosis atau penyempitan pembuluh darah koroner dinyatakan sulit diatasi dengan prosedur selain tindakan rotablator berdasarkan hasil pemeriksaan medis Aterosklerosis atau penumpukan plak yang parah hingga mengancam aliran darah ke jantung Ada sumbatan di percabangan arteri koroner yang disebut lesi bifurkasi Terjadi restenosis atau penyempitan pembuluh darah kembali setelah sebelumnya dilakukan angioplasti atau pemasangan stent Manfaat/Tujuan Tindakan rotablator (atherectomy) memberikan manfaat besar bagi pasien penyempitan arteri koroner yang sulit diatasi dengan prosedur biasa. Tujuan utama tindakan ini adalah: Menghilangkan plak keras yang menumpuk dan menyumbat arteri koroner Memperbaiki aliran darah ke jantung yang terhambat atau terputus Meringankan gejala penyakit arteri koroner seperti nyeri dada dan sesak napas Menurunkan risiko komplikasi penyempitan pembuluh darah seperti serangan jantung atau gagal jantung Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan Rotablator (Atherectomy) Perawat dan dokter akan memberikan informasi mengenai persiapan untuk menjalani tindakan atherectomy. Berikut ini beberapa langkah persiapan yang umum: Konsultasi dan evaluasi kondisi kesehatan pasien untuk memastikan pasien bisa menjalani tindakan Tes diagnostik seperti elektrokardiogram, tes darah, dan tes pencitraan untuk menilai kondisi arteri koroner dan seberapa parah sumbatan Menghentikan konsumsi obat pengencer darah atau antiplatelet guna mengurangi risiko perdarahan saat tindakan berlangsung Memantau dan mengendalikan kadar gula darah bagi pasien yang mengidap diabetes Berpuasa beberapa jam sebelum tindakan Persiapan kondisi psikologis, termasuk dengan menanyakan seputar prosedur dan kekhawatiran yang dialami jika ada Prosedur dan Pelaksanaan Dokter ahli bedah jantung umumnya melakukan tindakan rotablator (atherectomy) di ruang kateterisasi. Tim medis akan mengarahkan pasien agar berbaring di meja operasi atau bed khusus dan memberikan anestesi guna supaya pasien tak merasa sakit selama prosedur berlangsung. Setelah pasien merasa nyaman, dokter akan memulai prosedur kateterisasi yang mengawali tindakan rotablator. Dokter akan memasukkan kateter lewat arteri besar melalui sayatan kecil di kaki atau tangan hingga ke lokasi pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan Setelah itu, dokter memasukkan pemandu kabel yang fleksibel lewat slang kateter yang akan memandu alat rotablator ke titik penyumbatan Begitu pemandu kabel sudah berada di titik lokasi, rotablator disusulkan masuk lewat pemandu kabel itu Dokter mengaktifkan alat rotablator yang akan berputar sangat cepat dan menghancurkan plak yang mengeras pada dinding pembuluh darah Setelah plak hancur, dokter mengecek ulang kondisi pembuluh darah dengan angiografi atau memasukkan zat kontras guna memastikan aliran darah telah lancar Dokter menarik semua peralatan keluar dari pembuluh darah dan menutup luka sayatan Perawatan Pasca Tindakan Atherectomy Setelah tindakan rotablator (atherectomy) selesai, dokter akan melakukan perawatan pasca-tindakan guna memastikan pasien menjalani pemulihan dengan baik dan tak terjadi komplikasi. Pasien akan dibawa ke ruang pemulihan atau unit perawatan intensif untuk memudahkan pemantauan ketat oleh tim medis. Selama pemantauan ini, tim medis akan mengawasi perubahan kondisi dan memeriksa apakah ada tanda... - Published: 2023-11-21 - Modified: 2026-06-22 - URL: https://primayahospital.com/layanan/thr-total-hip-replacement/ Mobilitas dan berbagai gerakan tubuh memerlukan sendi panggul yang dalam kondisi prima. Sendi ini berfungsi menopang berat tubuh saat berdiri, berjalan, hingga berlari. Maka, ketika terjadi gangguan atau kerusakan pada sendi panggul, butuh penanganan secepatnya untuk mengembalikan fungsi tersebut. Dalam kondisi tertentu, tindakan medis berupa THR (total hip replacement) menjadi pilihan yang efektif meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Mengenal THR (Total Hip Replacement) THR (total hip replacement) adalah prosedur operasi untuk menggantikan sendi panggul yang mengalami kerusakan dan gangguan dengan komponen buatan berbahan logam, plastik, atau material lain yang punya daya tahan tinggi. Melalui pembedahan ini, gejala berupa rasa nyeri yang parah dan keterbatasan gerakan yang dialami pasien bisa berkurang atau bahkan hilang. THR (total hip replacement) juga sering disebut total hip arthroplasty (THA). Menurut informasi yang dimuat di National Library of Medicine, artroplasti panggul total adalah salah satu prosedur operasi yang paling efektif secara biaya dan konsisten sukses dalam bidang ortopedi. Prosedur THR dilakukan dengan mengganti ujung tulang panggul dan tulang paha menggunakan komponen buatan yang dipasang di dalam tubuh. Komponen berbahan logam biasanya dipasang pada bagian tulang yang terkait dengan sendi. Adapun bagian yang bermaterial plastik umumnya difungsikan sebagai pelapis permukaan yang bergesekan di antara komponen tersebut sehingga dapat mengurangi gesekan dan keausan. THR telah menjadi prosedur standar yang dipilih untuk mengatasi berbagai masalah sendi panggul yang parah seperti osteoartritis. Namun pilihan untuk menjalani prosedur ini harus diambil berdasarkan hasil evaluasi dokter terhadap kondisi pasien dengan mempertimbangkan risiko dan manfaatnya. Siapa Saja yang Memerlukan THR (Total Hip Replacement) Seseorang mungkin memerlukan THR jika mengalami masalah pada sendi panggul yang serius dan memicu gejala yang parah, menyebabkan gerakan terbatas, dan menurunkan kualitas hidup. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang memerlukan prosedur THR: Osteoartritis: kerusakan pada tulang rawan di sendi, umumnya terjadi karena pertambahan usia atau degeneratif Reumatoid artritis: gangguan autoimun yang memicu peradangan kronis pada sendi-sendi tubuh, antara lain sendi panggul Nekrosis avaskular: kematian jaringan tulang yang disebabkan oleh gangguan suplai darah, termasuk tulang pada sendi panggul Cedera serius: patah atau retak tulang panggul parah yang mempengaruhi struktur sendi panggul Masalah panggul lain: misalnya displasia panggul (kondisi ketika sendi panggul tak terbentuk dengan baik pada masa perkembangan di dalam kandungan) Kapan Seseorang Memerlukan THR (Total Hip Replacement) Orang yang mengalami masalah pada sendi panggul tak selalu memerlukan THR (total hip replacement) sebagai prosedur penyembuhan. Umumnya dokter akan mulai menangani gejala dengan memberikan obat-obatan seperti asetaminofen atau obat antiperadangan. Injeksi steroid dan terapi fisik juga mungkin berguna untuk mengendalikan nyeri panggul. Namun bila rasa nyeri itu tak kunjung reda dengan prosedur pengobatan dan terapi apalagi sudah amat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan dan tidur, bisa jadi dokter akan merekomendasikan THR (total hip replacement). Pasien juga dapat memperoleh manfaat prosedur bedah ini bila panggul terasa kaku hingga membatasi gerakan dan menyebabkan kesulitan berjalan. Manfaat/Tujuan THR THR (total hip replacement) dapat membantu pasien kembali menjalankan aktivitas yang disukai dengan nyaman dan leluasa. Berikut ini beberapa manfaat/tujuan utama prosedur ini: Meredakan nyeri panggul yang dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan Tingkat keberhasilan dan kepuasan pasien yang tinggi Meningkatnya mobilitas dan kekuatan tubuh sehingga tak lagi kesulitan atau memerlukan bantuan untuk melakukan kegiatan sederhana seperti berjalan atau menaiki tangga Hasil yang bertahan lama Memperbaiki kualitas tidur yang sebelumnya terganggu karena gejala nyeri panggul sehingga bisa tidur lebih nyenyak dan cukup beristirahat Peningkatan kualitas hidup dan kesehatan mental pasien karena dapat beraktivitas dengan normal lagi dan tak merasa membebani orang-orang di sekitarnya Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan THR Terdapat beberapa langkah yang mesti diambil pasien sebelum menjalani THR (total hip replacement) untuk meningkatkan peluang keberhasilan dan mempersingkat waktu pemulihan. Penting untuk mengikuti instruksi dan panduan dari tim medis yang menangani, termasuk dokter bedah dan ahli terapi rehabilitasi. Secara umum, prosedur THR mencakup langkah-langkah berikut ini: Konsultasi dengan dokter dan ahli bedah ortopedi yang akan menilai kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan dan memberi pemahaman mengenai prosedur, risiko, dan manfaat THR Menjalani serangkaian pemeriksaan medis seperti tes darah, tes fungsi jantung, dan tes pencitraan guna memastikan pasien memungkinkan untuk menjalani operasi Memberi tahu dokter obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi karena beberapa jenis obat perlu dihentikan penggunaannya sebelum operasi, seperti obat pengencer darah Berhenti merokok karena rokok bisa mempengaruhi proses pemulihan Berpuasa makan dan minum setidaknya 6 jam sebelum tindakan, untuk opetimalisasi proses anestesi/pembiusan Prosedur dan Pelaksanaan Biasanya prosedur THR (total hip replacement) biasanya dilaksanakan dengan anestesi umum. Artinya, pasien akan tertidur selagi menjalani operasi. Bisa juga dokter memberikan anestesi tulang belakang yang membuat pasien terjaga namun tak merasakan apa pun dari pinggang ke bawah tubuh. Setelah pengaruh anestesi bekerja, dokter memulai tindakan dengan membuat sayatan sekitar 30 sentimeter pada sisi pinggul. Dokter lantas mengangkat komponen sendi panggul yang rusak, termasuk ujung tulang panggul dan tulang paha yang terhubung. Jaringan tulang yang rusak akan dihilangkan dan dibentuk agar pas dengan komponen buatan yang akan dipasang.... - Published: 2023-11-21 - Modified: 2026-04-20 - URL: https://primayahospital.com/layanan/tkr-total-knee-replacement/ Lutut adalah organ yang sangat penting dalam aktivitas gerak sehari-hari. Dari berjalan hingga menaiki tangga, semua butuh tulang yang berfungsi dengan baik. Jika lutut mengalami cedera atau terkena penyakit tertentu, kadang dibutuhkan prosedur TKR (total knee replacement) untuk memulihkan fungsi yang terganggu itu. Mengenal TKR (Total Knee Replacement) TKR (total knee replacement) adalah prosedur bedah ortopedi yang melibatkan penggantian sendi lutut dengan material buatan berbahan logam atau plastik. Dengan prosedur ini, rasa sakit yang intens dan ketidaknyamanan akibat masalah pada lutut seperti osteoartritis, reumatoid artritis, atau cedera berat bisa diatasi. Tindakan TKR telah dikenal sejak 1960-an. Teknik dan peralatan yang digunakan pun kian berkembang sehingga kian efektif. Di antara sederet prosedur medis, seperti dikutip dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, penggantian sendi lutut total adalah salah satu prosedur kedokteran yang paling sukses. Prosedur ini tergolong aman dan efektif untuk meredakan rasa nyeri, mengoreksi kelainan bentuk kaki, dan membantu individu kembali ke aktivitas normal sehari-hari. Siapa Saja yang Memerlukan TKR? TKR (total knee replacement) adalah salah satu pilihan penanganan medis untuk mengatasi rasa nyeri dan gangguan fungsi pada lutut. Pasien osteoartritis termasuk yang paling sering membutuhkan prosedur bedah ini. Osteoartritis adalah kondisi ketika lapisan tulang rawan di sendi mulai aus sehingga terjadi gesekan tulang-tulang yang memicu gejala nyeri serta membuat gerak menjadi terbatas. Kondisi lain yang tak jarang memerlukan TKR termasuk: Reumatoid artritis: peradangan kronis pada sendi yang bisa menyebabkan kerusakan tulang rawan dan jaringan di sekitarnya akibatnya gangguan autoimun Cedera lutut berat: kerusakan parah pada lutut, terutama bila menyebabkan kerusakan tulang rawan dan tak kunjung pulih dengan prosedur biasa Nekrosis avaskular: gangguan suplai darah ke tulang rawan di dalam sendi Deformitas sendi lutut: kelainan bentuk sendi lutut yang bisa menyebabkan gejala nyeri dan membatasi gerakan Gangguan sendi lain yang tidak merespons perawatan konversatif Kapan Seseorang Memerlukan TKR? Dokter bisa merekomendasikan TKR (total knee replacement) jika nyeri yang terasa dari masalah pada lutut sangat mempengaruhi kualitas hidup dan metode perawatan lain seperti konsumsi obat-obatan dan penggunaan alat bantu jalan tak cukup efektif. Perawatan yang biasanya dicoba sebelum TKR antara lain: Program diet untuk menurunkan berat badan agar beban pada lutut berkurang bagi pasien dengan berat badan berlebih Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau berlatih menguatkan otot lutut Penggunaan alat bantu jalan Pemakaian obat pereda nyeri Suntikan steroid ke sendi lutut Bila cara-cara tersebut tak berhasil mengatasi masalah pada lutut, dokter bisa menyarankan pasien menjalani TKR. Manfaat/Tujuan Salah satu manfaat/tujuan utama TKR (total knee replacement) adalah menghilangkan rasa nyeri yang bersumber dari lutut. Penggantian sendi lutut yang rusak dengan prostetik bisa mengurangi dan bahkan menghilangkan nyeri yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Tujuan lain prosedur ini meliputi: Memulihkan fungsi lutut yang sebelumnya terganggu sehingga bisa lebih mudah digunakan untuk beraktivitas sehari-hari Meningkatkan kualitas hidup dengan hilangnya rasa nyeri dan peningkatan fungsi sendi Membantu melakukan aktivitas fisik yang sebelumnya sulit atau mustahil dilakukan akibat masalah pada lutut Meningkatkan kemandirian setelah lutut lebih mudah digunakan untuk bergerak Mengurangi ketergantungan pada obat nyeri yang justru biasa membahayakan Persiapan Sebelum Menjalani TKR (Total Knee Replacement) Dokter akan menjelaskan apa itu TKR (total knee replacement) dan persiapan yang diperlukan untuk menjalaninya sebelum prosedur berlangsung, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan terkait; Pemeriksaan kesehatan secara umum Memastikan riwayat penggunaan obat-obatan pasien Memastikan alergi yang dimiliki pasien Memastikan apakah pasien memiliki gangguan perdarahan Pemeriksaan terkait masalah tulang dan sendi lainnya Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan seperti tes darah, tes pencitraan, dan konsultasi ke dokter spesialis lainnya apabila dibutuhkan seperti jantung/penyakit dalam/dll. Prosedur dan Pelaksanaan Pelaksanaan TKR (total knee replacement) biasanya perlu waktu 1-2 jam di dalam ruang operasi, belum termasuk masa monitoring pemulihan paska operasi di ruang pemulihan, tergantung kerusakan lutut, usia, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Tindakan ini memerlukan prosedur anestesi yang umumnya dilakukan adalah jenis anestesi spinal/setengah badan. Langkah umum TKR meliputi: Dokter bedah membuat sayatan di depan lutut dan menggeser tempurung sehingga bisa menjangkau sendi lutut di belakangnya Ujung tulang kering dan tulang paha yang rusak dipotong Pemasangan sendi prostetik di ujung kedua tulang untuk membentuk sendi baru Tempurung lutut dikembalikan ke tempatnya Dokter bedah menutup sayatan di lutut dengan jahitan dan memberikan perban Perawatan Pasca TKR (Total Knee Replacement) Seusai tindakan TKR (total knee replacement), pasien perlu tinggal di ruang pemulihan selama beberapa saat hingga sadar sepenuhnya. Setelah itu, pasien biasanya harus menjalani rawat inap beberapa hari agar kondisinya bisa dipantau dan dipastikan sudah bisa pulang setelah stabil. Selama menjalani perawatan, tim medis akan memandu pasien untuk melakukan latihan fisik dan terapi guna memulihkan mobilitas dan kekuatan otot di sekitar sendi yang baru terpasang. Dokter juga akan memberikan petunjuk mengenai perawatan luka bekas operasi yang harus dijaga tetap bersih dan kering. Dokter baru akan membuka jahitan beberapa minggu setelah operasi saat kunjungan selanjutnya yang bertujuan memantau perkembangan pemulihan dan menilai hasil operasi. Pada tahap awal pemulihan, pasien mungkin perlu menggunakan alat bantu jalan agar lebih nyaman... - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/layanan/sport-clinic-orthopedic-center/ Sport clinic adalah salah satu layanan modern dari rumah sakit yang hadir mengikuti perkembangan zaman. Unit ini tersedia untuk menangani berbagai masalah kesehatan terkait dengan aktivitas fisik, terutama olahraga. Aktivitas olahraga bisa menyebabkan cedera pada individu walaupun bukan sebagai atlet profesional. Mereka memerlukan penanganan yang lebih spesifik dan lebih baik dari tim dokter sub-spesialis , spesialis serta tim terkait. Mengenal Sport Clinic Sport clinic adalah bagian dari ilmu kedokteran yang berkaitan dengan pencegahan (preventive) , penanganan, perawatan dan upaya performa, baik pelaku olahraga non-profesional maupun profesional. Di rumah sakit, sport clinic memiliki tim yang terdiri atas dokter sub-spesialis sports injury, spesialis kedokteran olahraga, fisioterapi olahraga , personal trainer dan personel lain dari lintas disiplin yang berhubungan dengan keolahragaan. Fungsi sport clinic tidak hanya mengobati pasien, tapi juga mencegah penyakit atau cedera dan merehabilitasi pasien untuk memulihkan kondisinya. Unit rumah sakit ini menyediakan layanan operasi dan non-operasi. Tindakan operasi yang umum dilakukan adalah operasi rekonstruksi ligamen krusiat anterior atau anterior cruciate ligament (ACL) dan operasi bahu serta foot and ankle. Siapa saja yang Membutuhkan Sport Clinic? Sport clinic tidaklah eksklusif diperuntukkan bagi atlet yang mengalami cedera. Siapa pun yang cedera saat berolahraga, misalnya ketika joging santai di akhir pekan, juga dapat memperoleh layanan klinik tersebut. Dokter di unit sport clinic dapat memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien. Tak perlu pula mengalami cedera dulu baru datang ke sport clinic. Pasien yang datang untuk berkonsultasi dan meminta rekomendasi untuk meningkatkan performa juga dapat dilayani, termasuk yang bertujuan mengikuti program latihan yang berhubungan dengan penyakit penyerta. misalnya pasien dengan gejala low back pain ( nyeri pada pinggang bawah) dapat dilakukan treatment melalui exercise yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Pelayanan di Sport Clinic Di samping program pencegahan (preventive) , penanganan, perawatan dan upaya performa, klinik olahraga menyediakan layanan untuk mengobati berbagai kondisi terkait dengan masalah keolahragaan. Contohnya: Tendon achilles robek: robekan pada tendon yang menghubungkan bagian belakang ankle ke tumit akibat cedera atau terlalu sering digunakan dalam aktivitas. Pergelangan kaki terkilir ( sprain) : kondisi ini tidak hanya terjadi saat berolahraga, kadang disertai ligamen robek. Radang sendi : pembengkakan pada sendi di lutut, bahu, atau pinggul yang berfungsi sebagai kerangka tubuh agar dapat bergerak flexible . Cedera ligamen lutut: ligament pada lutut ada yang disebut ACL, PCL,MCL atau LCL. Biasanya pemicu cedera adalah gerakan tiba-tiba yang mempengaruhi lutut. Robekan meniskus lutut: robeknya meniskus pada lutut akibat aktivitas memutar dengan cepat. Osteoartritis: peradangan sendi yang ditandai dengan rusaknya tulang rawan sendi. Dislokasi bahu: bagian atas tulang lengan keluar dari soket bahu lantaran terjatuh, tertabrak, atau terpukul. Tendinitis: peradangan pada tendon atau jaringan lunak yang menghubungkan otot dengan tulang, seringnya di pergelangan bahu, tangan , dan ankle Tim Dokter Sport clinic memiliki tim terkoordinasi yang bertugas dalam evaluasi, diagnosis, dan perawatan cedera yang terjadi akibat aktivitas olahraga. Tim lintas disiplin ini akan bekerja bersama-sama untuk memulihkan kondisi pasien agar dapat kembali beraktivitas fisik kembali bahkan mengembalikan pasien agar dapat berolahraga kembali (return to sports) . Selain itu, tim juga memberikan layanan preventif lewat konsultasi seputar kebugaran dan kesehatan fisik. Tim sport clinic tersebut meliputi: Dokter Ortopedi Sub-spesialis Sports Injury : memberikan tindakan bedah ataupun non-bedah Spesialis kedokteran Olahraga: membuat rencana program peningkatan kondisi pasien, serta menangani cedera non-bedah Fisoterapi fisik olahraga: Bekerja sama dokter bedah ortopedi dan spesialis kedokteran olahraga untuk mengembangkan program rehabilitasi dan peningkatan kondisi pasien. Tergantung kebutuhan, pasien juga bisa memperoleh layanan dari personal trainer . Fasilitas di Sport Clinic Unit klinik olahraga di rumah sakit didedikasikan untuk mendukung pencegahan, perawatan, dan pemulihan pasien. Untuk itu, selain tim dokter yang mumpuni, diperlukan fasilitas yang memadai, antara lain: Ruang periksa modalitas fisioterapi terbaru dan tercanggih Peralatan kebugaran Alat untuk melatih kekuatan dan mobilitas Ruang terbuka untuk aktivitas pemulihan pasien Laboratorium Ruang Fisioterapi yang nyaman dan privasi Sport Clinic di Primaya Hospital Primaya Hospital memiliki sport clinic yang berupaya menyediakan layanan berkualitas untuk masalah kesehatan terkait dengan aktivitas olahraga. Layanan ini mencakup promosi kesehatan bagi masyarakat agar terhindar dari penyakit dan cedera olahraga. Dengan dokter yang tepat dibidangnya dan tim medis yang berpengalaman serta dukungan teknologi terkini, Primaya Hospital akan membantu memberikan perawatan terbaik bagi pasien sehingga dapat mengembalikan pasien kembali berolahraga seperti semula bahkan lebih baik dari semula. Primaya Hospital menerapkan standar internasional yang sama untuk pelayanan di setiap cabangnya di seluruh Indonesia. Hubungi sport clinic di Primaya Hospital guna mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pelayanan sports clinic. - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/layanan/klinik-tumbuh-kembang-anak/ Perkembangan tiap anak memang berbeda antara satu dan yang lain. Namun ada sejumlah indikator yang menandakan adanya masalah dalam tumbuh kembang anak. Orang tua mesti memperhatikan perkembangan anaknya untuk mengantisipasi masalah ini. Untuk membantu orang tua, rumah sakit menyediakan layanan klinik tumbuh kembang anak. Mengenal Klinik Tumbuh Kembang Anak Layanan ini hadir untuk memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Anak yang baru lahir hingga berusia remaja bisa memanfaatkan layanan klinik ini. Semua anak terlahir dengan risiko hambatan dalam perkembangannya. Tapi ada beberapa anak yang memiliki risiko lebih tinggi lantaran berbagai gangguan. Bila risiko itu tak terdeteksi dan tertangani sejak dini, akibatnya anak akan mengalami persoalan dalam hal perilaku serta kecerdasan seiring dengan bertambahnya usia. Ada banyak faktor yang mempengaruhi laju perkembangan anak. Di antaranya keterampilan sosial, motorik, bahasa, dan permainan. Klinik tumbuh kembang anak hadir untuk melayani orang tua dan anak yang memiliki risiko gangguan tersebut. Tim dokter di klinik akan berupaya menemukan masalah dan memberikan penanganan yang sesuai. Lewat perawatan di klinik tumbuh kembang ini, anak bisa memperoleh layanan menyeluruh untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Siapa Saja yang Bisa Datang ke Klinik Tumbuh Kembang Anak? Orang tua biasanya bisa mendapati dugaan adanya gangguan tumbuh kembang anak saat mendampingi sang buah hati sehari-hari. Dugaan ini antara lain bersumber dari aktivitas atau fisik anak yang berbeda dengan anak lain yang sepantaran. Untuk mengonfirmasi dugaan itu, orang tua bisa datang ke klinik tumbuh kembang anak. Bayi baru lahir juga mungkin perlu dirawat segera di unit ini bila: Bobotnya rendah, kurang dari 2,5 kilogram Lahir prematur, saat usia kehamilan belum sampai 37 minggu Terdeteksi mengalami masalah kesehatan saat baru lahir Terkena infeksi ketika dalam kandungan Memiliki kelainan atau penyakit bawaan Bila terkonfirmasi ada gangguan terkait dengan pertumbuhan dan perkembangannya, tim dokter akan memberikan perawatan seturut diagnosis. Gangguan itu mencakup: Spektrum autisme, termasuk sindrom Asperger (gangguan komunikasi akibat masalah saraf), sindrom Rett (mutasi genetik yang mempengaruhi otak), dan bermacam-macam gangguan sosial Masalah perilaku, meliputi hiperaktivitas, gangguan kecemasan, cenderung melawan, dan depresi Gangguan belajar, seperti disleksia, gangguan matematis, sulit menulis dan menyimak Terlambat bicara dan bahasa, antara lain berhubungan dengan keterampilan motorik dan berpikir Masalah kebiasaan, misalnya sindrom Tourette (melakukan gerakan atau ucapan berulang-ulang di luar kendali) Gangguan terkait dengan aturan, seperti soal kedisiplinan, enuresis (sering mengompol), dan enkopresis (masalah kendali buang air besar Penyakit kronis pada masa kanak-kanak yang menghambat tumbuh kembang, seperti epilepsi, asma, gangguan genetik, dan diabetes Pelayanan Klinik tumbuh kembang anak di rumah sakit melayani deteksi dini pertumbuhan serta perkembangan anak, pemeriksaan yang mencakup penapisan (screening) dan penilaian (assessment), konsultasi psikologis, fisik, dan nutrisi, serta berbagai tes psikologis, seperti tes inteligen dan tes kepribadian. Deteksi dini menjadi kata kunci untuk memastikan anak bisa optimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Maka rumah sakit sepenuhnya mendukung orang tua yang segera mengakses layanan screening begitu mendapati ada gangguan yang mengarah ke masalah tumbuh kembang anak. Layanan lain yang juga memiliki peran penting bagi anak termasuk: Pemantauan perkembangan untuk memastikan penanganan yang diberikan sudah berjalan lancar sesuai dengan harapan Evaluasi dan manajemen soal masalah kedisiplinan Memberikan perawatan untuk meningkatkan kesehatan fisik, sosial dan emosional anak Memberikan informasi kepada orang tua memiliki kesehatan anak, termasuk soal gizi dan perilaku dasar Tim Dokter Dokter yang bertugas di klinik tumbuh kembang anak harus memiliki subspesialisasi mengenai perilaku dan perkembangan pediatri. Para dokter telah menjalani pelatihan dan berpengalaman dalam mempertimbangkan, menilai, dan merawat hal seputar medis dan psikososial terkait dengan anak-anak. Namun dokter ini tak bekerja sendirian. Dia bekerja sama dalam tim yang memperkuat unit klinik tumbuh kembang anak demi meningkatkan peluang pemulihan pasien. Tim ini termasuk: Psikiater anak Ahli saraf anak Petugas sosial klinis Perawat Psikolog Terapis wicara-bahasa Terapis fisik Kerja kolaborasi dalam tim tersebut menjadi sesuatu yang lazim di klinik tumbuh kembang anak. Fasilitas Meski bertempat di rumah sakit, klinik tumbuh kembang anak menyediakan pula fasilitas berupa suasana yang mendukung perawatan anak. Salah satunya area bermain. Namun ada yang lebih penting, yakni sejumlah terapi, pemeriksaan, hingga pengobatan bagi anak. Jenis terapi bagi anak antara lain: Fisioterapi Wicara-bahasa Perilaku Nutrisi Manajemen dan tindak lanjut obat-obatan Psikologi Farmakoterapi Klinik tumbuh kembang anak yang menganut standar internasional juga mesti menyediakan peralatan dengan teknologi terkini sebagai penyokong penanganan terhadap masalah pertumbuhan dan perkembangannya. Klinik Tumbuh Kembang di Primaya Hospital Ketika seorang anak terdiagnosis mengalami hambatan dalam tumbuh kembang, bukan hanya buah hati yang merasakan dampaknya. Orang tua pun demikian. Untuk itu, klinik tumbuh kembang di Primaya Hospital menghadirkan layanan yang holistik bagi orang tua dan anak sebagai satu kesatuan. Primaya Hospital memiliki tim medis dengan keahlian masing-masing yang bekerja sama dalam menangani masalah tumbuh kembang. Klinik juga dilengkapi peralatan tes dan screening dengan teknologi mutakhir serta tenaga terlatih. Primaya senantiasa memastikan setiap cabangnya menerapkan standar internasional yang sama dalam memberikan pelayanan. - Published: 2019-11-26 - Modified: 2020-05-18 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/vaksin-haji/ Why Should do Meningitis Vaccine or Hajj Vaccine? Primaya Hospital provides internationally certified Hajj or Umrah vaccines services. Hajj vaccine is needed for those who want to perform Hajj or Umrah. Pilgrims and Hajj pilgrims or people who work in hajj areas from any country are required to include a certificate of Meningitis vaccine or Hajj vaccine. The certificate explains that the pilgrims and Umrah had done the meningococcal Meningitis vaccine at least 10 days before coming to Saudi Arabia. According to WHO (World Health Organization), Saudi Arabia is a Yellow Fever Risk Areas which means it has a high potential to transmit yellow fever or Meningitis to people in the area. By doing this vaccine, pilgrims and Umrah will be protected from transmission of Meningitis for 3 years. This vaccine can also prevent transmission between pilgrims from all over the world until pilgrims return to their homeland. Meningitis Vaccine or Hajj Vaccine Performed to Prevent Meningitis Meningitis is a swelling of the membrane that surrounds the brain and spinal cord. Symptoms of a person experiencing Meningitis include dizziness, fever, and a stiff neck. Meningitis attacks the lining of the brain and can be cured with antibiotics. For some cases, Meningitis can cause disability and even death. Meningitis can be transmitted through the spread of bacteria and viruses. Transmission occurs in splashes of nasal and throat fluids that splash when coughing or sneezing from meningitis sufferers. Immediately seek medical attention if you or the people closest to you may suffer from Meningitis. Primaya Hospital provides Neurologist to serve Meningitis sufferers. See our Neurologist schedule here. Healthy Tips on Hajj In addition to the Meningitis vaccine or the Hajj vaccine, do the following to maintain your health: Routine walking Have Fruit consumption Get enough rest Do not smoke Drink 8 glasses of water a day Eat nutritionally balanced Perform simple stretches to the brain and joints Check health regularly Take medicine according to the type of illness - Published: 2019-11-26 - Modified: 2020-03-31 - URL: https://primayahospital.com/layanan/vaksin-haji/ Mengapa Harus Melakukan Vaksin Meningitis atau Vaksin Haji? Primaya Hospital menyediakan pelayanan vaksin haji atau umroh bersertifikat internasional. Vaksin haji dibutuhkan untuk Anda yang ingin melaksanakan ibadah haji atau umroh. Jemaah haji dan umroh atau orang-orang yang bekerja di daerah haji dari negara manapun diwajibkan untuk menyertakan sertifikat vaksin Meningitis atau vaksin haji. Sertifikat tersebut menerangkan bahwa jemaah haji dan umroh telah melakukan vaksin Meningitis Meningokokus minimal 10 hari sebelum datang di Arab Saudi. Menurut WHO (World Health Organization), Arab Saudi merupakan Yellow Fever Risk Areas yang berarti memiliki potensi tinggi untuk menularkan penyakit demam kuning atau Meningitis pada orang-orang di daerahnya. Dengan melakukan vaksin ini, jemaah haji dan umrah akan terlindung dari penularan penyakit Meningitis selama 3 tahun. Vaksin ini juga dapat mencegah penularan antara jemaah haji dari seluruh dunia hingga jemaah kembali ke tanah air. Vaksin Meningitis atau Vaksin Haji Dilakukan untuk Mencegah Penyakit Meningitis Penyakit Meningitis adalah pembengkakan dari membran yang mengitari otak serta sumsum tulang belakang. Gejala-gejala seseorang mengalami Meningitis diantaranya seperti pusing, demam, serta leher yang kaku. Penyakit Meningitis menyerang selaput otak dan dapat disembuhkan dengan antibiotik. Untuk beberapa kasus, Meningitis dapat menimbulkan cacat bahkan kematian. Penyakit Meningitis dapat ditularkan melalui penyebaran bakteri serta virus. Penularan terjadi dalam percikan cairan hidung dan tenggorokan yang terciprat saat batuk atau bersin dari penderita Meningitis. Segeralah mencari penanganan medis apabila Anda atau orang-orang terdekat Anda mungkin menderita penyakit Meningitis. Primaya Hospital menyediakan Dokter Spesialis Saraf untuk melayani penderita Meningitis. Lihat jadwal Dokter Spesialis Saraf kami di sini. Tips Sehat Saat Haji Selain melakukan vaksin Meningitis atau vaksin haji, lakukanlah hal-hal di bawah ini untuk menjaga kesehatan Anda: Rutin jalan kaki Konsumsi buah Istirahat cukup Tidak merokok Minum air putih 8 gelas sehari Makan bergizi seimbang Lakukan peregangan sederhana pada otak dan sendi Periksa kesehatan secara teratur Minum obat sesuai jenis penyakit yang diderita Simak artikel mengenai vaksin haji atau Meningitis di sini - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-05-18 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/medical-check-up/ Medical Check Up (MCU) at Primaya Hospital provides a comprehensive health screening service for the community. The diagnostic services available at Primaya Hospital are supported by the latest medical facilities which are supported by health professionals who provide the best accuracy and accuracy of diagnosis. Why Should You Carry Out a Medical Check Up? Health check-up is very important to be done regularly. Schedule a consultation or meeting with a doctor at Primaya Hospital to discuss the medical examination you need. Conducting medical check-ups can help you to find out which disease you are in and might suffer before the problem occurs. By knowing your illness early, you will get treatment faster and the possibility of recovery is higher. At the time of medical check-up, many things are considered by the medical team such as your age, family health history, lifestyle (diet, physical activity carried out, smoking or not), as well as other health factors that can affect the results of medical check-ups. Preferred Medical Check Up The Ministry of Health of the Republic of Indonesia (KEMENKES RI) recommends weighing, measuring abdominal circumference, checking blood pressure, and checking blood sugar regularly. Meanwhile, according to the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), health checks that should be done are: Examination of breast and cervical cancer Check cholesterol Examination of colon cancer Blood pressure checks Examination of teeth and mouth Prostate cancer examination Examination of skin cancer HIV / AIDS testing Examination of hepatitis In addition to these examinations, it is also advisable to conduct routine cardiac examinations, considering the heart morbidity rate in Indonesia is quite high. Examination of breast and cervical cancer is also very necessary to be done on women, especially women aged over 45 years. Discuss with your doctor at Primaya Hospital regarding examinations that are suitable for you, such as mammography, breast ultrasound, or other examinations. Preparation Before Medical Check Up Some medical check-ups require preparation. The type of preparation varies, depending on the medical examination to be performed. There are examinations that require fasting before being conducted, there are also checks that can only be done after menstruation, or some other special conditions. Discuss with your doctor at Primaya Hospital before you do a medical check-up. Primaya Hospital has a competent medical team. We apply the same international service standards in every Primaya Hospital branch that aims to maintain patient’s safety while undergoing treatment in all branches of the hospital that are incorporated in the Primaya Hospital network. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-05-18 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/intensive-care-unit-icu-nicu-picu/ Primaya Hospital has International Standard Intensive Care Unit (NICU) and Pediatric Intensive Care Unit (PICU) facilities, equipped with the latest equipment including monitors, incubators, ventilators, Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) and light therapy. These three rooms are rooms for treating patients intensively. ICU is intended for adult patients, NICU is for newborn patients, while PICU is for infant patients, toddlers, up to the age of 17 years. Intensive Care Unit (ICU) The ICU at Primaya Hospital treats adult patients who need intense medical attention, for example patients who have just left the operating room and thus require close supervision. Postoperative patients need to be observed to ensure their condition is stable and has no complications. Other patients who enter the ICU are patients who need breathing assistance or have an unstable heart condition. Neonatal Intensive Care Unit (NICU) A newborn baby has many adjustments needed to make to the world outside his mother's womb. This adjustment is a big step by the baby because he no longer depends entirely on the body of the mother as breathing, eating, excretion, or endurance. Some babies have difficulty adapting. This is caused by various things such as being born prematurely, obstacles during childbirth, or other abnormalities. The NICU room is a room suitable for babies who have these problems. Generally, babies who enter the NICU are babies born prematurely (gestational ages 7 weeks during delivery), low birth weight (under 2. 5 kg), or have other special conditions. NICU and PICU services are inside the Primaya Hospital Mother and Child Service Center. Pediatric Intensive Care Unit (PICU) PICU is a unit that provides healthcare services for infants, toddlers and teens. The PICU medical team is always ready to provide 24-hour healthcare for critical infant and toddler patients and adolescents who require intensive observation. The healthcare services provided in this section do not neglect the child's basic needs, for example attention to physical and psychological growth and development in decision making. NICU and PICU services are inside the Primaya Hospital Mother and Child Service Center. Besides being supported by sophisticated equipment and technology, ICU / NICU / PICU at Primaya Hospital is also handled by a competent medical team consisting of specialist doctors and nurses who are skilled in their fields. We apply the same international service standards at each Primaya Hospital branch that aims to maintain patient’s safety while undergoing treatment in all branches of the hospital that are incorporated in the Primaya Hospital network. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/iccu/ Intensive Coronary Care Unit (ICCU) is an intensive care unit for heart disease, especially coronary heart disease, heart attacks, severe heart rhythm disorders, and heart failure. This room is dedicated to patients who need intensive care and are kept sterile. The difference with the Intensive Care Unit (ICU) is that if the Intensive Care Unit (ICU) is an intensive service for general ill patients, the Intensive Coronary Care Unit (ICCU) is specifically for patients with heart and blood vessel disease. ICCU is part of the Primaya Hospital Cardiovascular and Cardiac and Vascular Center. Intensive Coronary Care Unit (ICCU) services As it is only intended for patients with cardiovascular disease, the Intensive Coronary Care Unit (ICCU) has special medical equipment and personnel. This room is prioritized for patients with complications of cardiovascular disease. Patients are usually in an unstable condition and need immediate treatment and full attention from a highly trained medical team and nurses. Besides being supported with sophisticated equipment and technology, Primaya Hospital's Intensive Coronary Care Unit (ICCU) is also handled by competent medical teams including various specialist doctors and supported by nurses who are competent in their fields. We apply the same international service standards at each Primaya Hospital branch that aims to maintain patient’s safety while undergoing treatment in all branches of the hospital that are incorporated in the Primaya Hospital network. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-03-08 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/fisioterapi/ Physiotherapy is a service which is provided to patients and aims to improve, maintain and restore patient's health. Physiotherapy can provide solutions when a person has health problems that cause motor malfunction that affects their physical activities. Doctors and physiotherapy experts or known as physiotherapists will assess, make plans, and implement a rehabilitation program that can improve or restore human motor function, optimize motor ability, relieve pain symptoms, and treat or prevent physical problems that are related to injury, illness, or other disorders. Doctors and physiotherapists will use a variety of physical therapies and techniques, such as motion therapy, lasers, physical exercises, and ultrasound. They may also develop specific programs for screening and prevention of common physical diseases or disorders. Doctors and physiotherapists have special knowledge of how the body works when there is malfunctioning and can take the appropriate action needed. Physiotherapy at Primaya Hospital provides services ranging from motor therapy, speech therapy, to stroke therapy. Physiotherapy is also a part of the Trauma Service Center in Primaya Hospital's medical rehabilitation unit which is handled by experienced doctors and medical personnel, experts in their fields. Primaya Hospital's medical rehabilitation team is ready to provide assistance for the patient's recovery. Patient’s Conditions that need Physiotherapy People of all ages with various medical conditions can benefit from physiotherapy. However, the decision regarding the patient's condition requiring physiotherapy depends on the results of the doctor's examination. The followings are some conditions that may require physiotherapy: Neurology Patients with impaired movement and function due to problems in the nervous system and muscles of the body can benefit from neurological physiotherapy. Symptoms of this condition include weakness, poor balance and coordination, muscle spasms or tremors, and loss or reduction in the ability to feel sensations. Here are some examples: Stroke Spinal cord injury Multiple sclerosis (nerve disorders in the brain, eyes and spine). Parkinson (a disease caused by a degenerative disorder that affects the nervous system). Physiotherapy can help restore the motor skills and with mechanical therapy, it can maintain the posture of patients with neurological disorders. Neuromusculoskeletal Neuromusculoskeletal is a disease related to the muscular, nervous, tendon, bone and joint systems. This condition may also require physiotherapy as treatment. Symptoms include numbness, tingling, muscle pain, inflammation and swelling. An examination with imaging methods such as X-rays and CT-Scan is required to diagnose this problem. Cardiovascular Patient can also benefit from Physiotherapy when they have cardiovascular disease so that they can be back to their normal activities, for example, patients who have just experienced a heart attack. Through physiotherapy, patients can recover their physical and emotional condition. The cardiovascular physiotherapy program includes exercise sessions as well as education about health and a healthy lifestyle. Respiration Doctors and Physiotherapists can help the manage, educate, and advise patients with lung and respiratory system problems such as asthma, chronic bronchitis and pneumonia. The aims of respiratory physiotherapy are to assess symptoms, understand how they give impact to patient’s daily life, and help manage these symptoms better so that patients can have more control over their breathing. Techniques of Physiotherapy Services There are various techniques of physiotherapy treatment. The patient will undergo an examination to help determine the technique of treatment in accordance with the problem being experienced. The three most common techniques of physiotherapy are: Education and advice Movement and sports training Manual therapy Other techniques sometimes used are acupuncture, ultrasound, and technical modalities that use equipment such as: Short Wave Diathermy (SWD) is a deep penetrating heat therapy using electromagnetic waves that aims to improve blood circulation, increase soft tissue flexibility, and reduce muscle spasms. Microwave Diathermy (MWD) a therapeutic application using microwaves in electromagnetic waves which is effective for muscle problems and aims to increase local metabolism causing vasodilation (dilation of blood vessels). Paraffin Bath, it is a therapy that utilizes a relatively high temperature (heat) which aims to accelerate the healing process, relax the soft tissues of the body and reduce pain in the muscles. Inhalation/Nebulizer/Chest Physiotherapy, it aims to relieve symptomatic complaints (improve lung function) TENS, it is one of the tools that use electrical energy to stimulate the nervous system through the skin surface for effective pain relief. Cold Therapy, it is a therapy using cold temperatures to treat pain and reduce other symptoms of inflammation. Infra-Red Radiation, it is a therapy using infrared radiation, which aims to cleanse the blood, prevent rheumatism, and improve skin texture. Interferential Therapy, it is a therapy to reduce pain, one of which is on osteoarthritis. How Often Should You Undergo Physiotherapy? The period length and physiotherapy sessions will depend on the condition which is being treated. For mild conditions, physiotherapy can take a matter of weeks. However, for more severe conditions, optimal recovery may take months of physiotherapy. Generally, physiotherapy lasts 30-60 minutes per session.... - Published: 2019-01-29 - Modified: 2022-10-16 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/laboratorium/ The laboratories at Primaya Hospital can carry out various laboratory examinations such as complete hematology, blood bio-chemistry, hormones or endocrine, immunology and viruses, blood clotting factors, anatomical pathology, microbiology, and other laboratory examinations. With the support of various laboratory equipment that is complete and up to date, various examinations can be carried out with accurate results at Primaya Hospital. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/intermediate-care-dan-high-care-unit/ Primaya Hospital has an Intermediate Care (IMC) and High Care Unit (HCU) rooms for patients who need special attention in handling but don't need ventilator aids. Intermediate Care (IMC) is a transition room for patients from the Intensive Care Unit (ICU) to the usual inpatient rooms, or vice versa. The Intermediate Care Room is also used by patients who want to switch from the Emergency Unit to the Intensive Care Unit (ICU). The Intermediate Care Room can be used for patients who need intense supervision from the medical team but do not need intensive service in the Intensive Care Unit (ICU). The High Care Unit (HCU) is a service unit for patients with stable conditions of respiratory function, body fluids, and consciousness but still requires strict treatment, care and monitoring. The purpose of this action is to be able to know early on the changes that endanger the patient so that the patient can immediately be transferred to the Intensive Care Unit (ICU) to be given better treatment. Intermediate Care Room Service and High Care Unit Primaya Hospitals have services in the Intermediate Care and High Care Units which vary depending on the needs of the patients being treated. The Intermediate Care and High Care Unit at Primaya Hospital has a medical team that is reliable and competent in their fields. The medical team of the Intermediate Care and High Care Unit rooms come from diverse disciplines including nutrition, pharmacy, rehabilitation and various other disciplines. We apply the same international service standards at each Primaya Hospital branch. The standard aims to maintain patient’s safety when undergoing treatment in all branches of the hospital that is incorporated in the Primaya Hospital network. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2022-10-16 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/kamar-operasi/ Primaya Hospital provides leading medical facilities with operating rooms in the form of the best surgical rooms in Indonesia. Primaya Hospital's commitment in serving patients can be seen by providing 3 rooms for surgery. This is provided in order to meet the needs of patients and prioritize patient’s safety as proven by our accreditation. The types of operating rooms are as follows: Clean Operating Room is a room used for surgery on areas of the body without inflammation. Operations in this room are carried out without opening the respiratory tract, digestive tract, or urinary tract and billier channel. Clean Contaminated Operating Room is a room used for surgery by opening the respiratory tract. This room can also be used for digestive, urinary, biliary, or reproductive tract operations. Other types of surgery that can be performed in this room include sectio caesarea (cesarean delivery), appendectomy (appendicitis), suture wounds, or similar surgeries. Unclean Operating Room is a room that is performed to perform surgery such as in the respiratory tract, digestive tract, urinary tract, biliary tract, or reproductive tract with real pollution. Surgery performed in this room for example is appendectomy perforation (leak) or other similar surgeries. In addition to the three rooms, the operating room at Primaya Hospital has complete equipment to support various surgeries performed. Primaya Hospital also provides high-tech surgical instruments, such as Laparoscopy, radiofrequency machines, anesthesia machines, c-arm, and various other surgical tools. Laparoscopic Surgery or binocular surgery is an operation performed through a mini abdominal wall system and inserting camera binoculars into the stomach. When compared with conventional surgery where the average incision requires a minimum of 10 cm, Laparoscopic Surgery only requires an incision of 1 cm. Besides being supported by sophisticated equipment and technology, surgery performed at Primaya Hospital is also handled by competent medical teams such as Surgical Specialists, Anesthetists, and supported by nurses who are experts in their fields. We apply the same international service standards in each Primaya Hospital branch with the aim of maintaining patient’s safety while undergoing treatment in all branches of the hospital that are incorporated in the Primaya Hospital network. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-05-18 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/terapi-stroke/ Stroke is a disorder of nerve function caused by damage to the blood vessels of the brain. In general, strokes are divided into 2 types namely ischemic stroke (cerebral artery blockage) and hemorrhagic stroke (brain blood vessel rupture). Ischemic stroke is the most common type of stroke, which is 80% of all stroke events. Stroke therapy can minimize disability if the treatment is done quickly and precisely. Stroke Therapy and Stroke Treatment There are two modalities of ischemic stroke therapy that are internationally recommended, namely thrombolysis and thrombectomy. This stroke treatment can only be done in the first few hours when someone got a stroke. Thrombolysis Stroke Therapy. This therapy is a treatment for stroke through the action of giving blood thinning drugs (Alteplase or r-TPA). This drug is in the form of intravenous fluids that work by dissolving blood clots that block the blood vessels of the brain. This stroke treatment is effective for strokes that occur in less than 4. 5 hours. Thrombectomy Stroke Therapy. This therapy is a treatment for stroke through the action of catheterization of blood vessels (endovascular mechanical thrombectomy). This thrombectomy procedure can remove blood clots from blocked blood vessels of the brain so that blood flow becomes smooth again. Thrombectomy is performed in the catheterization room (cath lab) with the patient in conscious condition or sufficiently with local anesthesia. Generally, the treatment of stroke takes 60-90 minutes. Thrombectomy should be done as soon as someone has symptoms of a stroke because this action will be less effective when a stroke has passed for 8-12 hours. Thrombectomy has many advantages over other acute stroke treatment options, such as thrombolysis (blood thinning infusion medication). Besides being more effective, the action of thrombectomy also does not require high-dose blood thinning drugs so it is safer from the risk of bleeding. Stroke therapy at Primaya Hospital can serve stroke patients quickly, precisely and comprehensively. With faster and integrated services, the potential for patients experiencing disabilities can be minimized. Stroke therapy facilities at Primaya Hospital consist of diagnostic facilities including Computerized Tomography Scan (CT Scan), Magnetic resonance imaging (MRI), and Digital Subtraction Angiography (DSA). Stroke treatment at Primaya Hospital is handled by Neurologists, Neurosurgeons, and competent medical teams that you can find here. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-03-08 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/imunisasi-anak/ Protection of your child's health is a priority for us. Primaya Hospital understands that the health of you and your family is very important, especially the health of your baby. Immunization is the best way to protect your baby from diseases. Schedule basic immunizations for your child from birth as babies and toddlers are very susceptible to disease. By immunizing your child, you can protect your family and your environment to stay healthy. Immunization has become a worldwide disease prevention program. All member countries of the World Health Organization (WHO) have their own immunization programs to reduce the risk of transmission of certain diseases and improve public health. In Indonesia, the Ministry of Health implements immunizations for children from 0 to 18 years of age. Definition and Types of Childhood Immunization Childhood Immunization is giving vaccines to children to prevent transmission of certain diseases. Vaccines are substances that help build immunity against infection with a number of infectious diseases. Vaccines come from germs that are weakened or killed. Indonesia recognizes the concept of complete routine immunization which consists of two types of immunization, namely basic immunization and advanced immunization. The implementation of the two types of immunization for children depends on the age of the child. Children need basic immunization as the main preventive measure. Advanced immunization is also important in order to maintain optimal immunity as the children grow. In addition, there are repeat immunizations or boosters as an immune booster. Immunization Benefits Immunization is one way to fight serious diseases. If you have received immunizations, your body will be better able to deal with and defeat infection. Apart from being useful for increasing children's immunity against certain diseases, immunization for children is also beneficial for the general public. When children are immunized, they help protect the general health of the general public as a whole. Because, when there are enough people in a community who are immune to infection, the more difficult it is for the disease to spread and infect other people who have not been immunized. This condition is known as herd immunity or community immunity. So, indirectly the children who receive immunizations have contributed to their community in terms of health. Childhood Immunization Schedule Indonesian Pediatric Society (Ikatan Dokter Anak Indonesia -IDAI) publishes recommended immunization schedules that serve as guidelines for health facilities. IDAI compiles these recommendations based on the latest developments regarding the immunization program and the results of immunization research globally. Therefore, there are updates in IDAI recommendations such as those in the 2020 immunization schedule. According to IDAI's 2020 Childhood Immunization schedule, there are a number of changes from the previous recommendations. Here are the details: source: IDAI 2020 Immunization Schedule from IDAI Official Website Hepatitis B Vaccine Four times primary: If the baby weighs> 2000 grams, the first vaccine is given within 24 hours of birth. However, if the body weight has not reached 2000 grams, the first Hepatitis B vaccine is postponed unless the baby's mother is proven to have hepatitis B from laboratory tests. After the first Hepatitis B vaccine, the baby should be given the advanced Hepatitis B vaccine at the age of 2, 3, and 4 months. One-time booster: When the baby is 18 months old. Polio Vaccine Four times primary: Ages 0-1, 2, 3, and 4 months One time booster: When the baby is 18 months old. BCG vaccine One-time primary: 0-1-month old DTP vaccine Three times primary: Ages 2, 3, and 4 months Twice booster: Ages 18 months and 5-7 years Use the Td or Tdap vaccine if given after the child is 7 years old. Td Booster is given back in 5th grade and then repeated every 10 years. Hib Vaccine Three times primary: Ages 2, 3, and 4 months One-time booster: Age 18 months PCV Vaccine Three times primary: Ages 2, 4, and 6 months One-time booster: Age 12-15 months Rotavirus Vaccine Monovalent Rotavirus Vaccine Given 2 times. The first dose is given starting at 6 weeks of age, then the second dose is given at intervals of at least 4 weeks and must be completed at 24 weeks of age. Pentavalent Rotavirus Vaccine Given 3 times. The first dose is given from 6-12 weeks of age, then the second and third doses are given at 4-10 week intervals and must be completed at 32 weeks of age. Influenza Vaccine The first time was given at the age of 6 months. However, if the first influenza vaccine is given at age = 13 years it is given at intervals of 4-6 mg. Hepatitis A vaccine Two times primary: Age: 12-15 months with an interval of 6-36 months Typhoid Vaccine One-time primer: Age: 24 months Should be repeated every three years at the age of 5-18 years HPV vaccine Given to girls. Twice given... - Published: 2019-01-29 - Modified: 2022-01-06 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/unit-gawat-darurat-igd/ Emergency situations can happen anytime and anywhere. This emergency service has professional resources and a sufficient facility, equipped with a medical ward, isolation room and evaluation room. This service is available 24 hours a day and is very reliable to you and your family. Ambulance Service for Emergency, inter-hospital transfer, home to hospital transfer, patient return, ambulance escort, and disaster response. during the transfer, patients will be accompanied by our medical team. Primaya Hospital Emergency Call Numbers Primaya Hospital Tangerang 021 5574 9999 Primaya Hospital West Bekasi 021 888 55 222 Primaya Hospital East Bekasi 021 8061 5566 Primaya Hospital North Bekasi 021 – 88893000 Primaya Hospital Makassar 0411 456200 Primaya Hospital Betang Pambelum / Palangka Raya 0536 421 2888 Primaya Hospital Evasari / Jakarta 021 424 6630 Primaya Hospital Inco Sorowako 0811-423245 Primaya Hospital Karawang 0267 841 7777 Primaya Hospital Pasar Kemis 021 5971 1919 Primaya Hospital Sukabumi 0266 2482255 Primaya Hospital Bhakti Wara 0717-422605 Primaya Hospital Semarang 024 8600 8608 Primaya Hospital PGI Cikini / Jakarta 021-3899 7744 Primaya Hospital received a gold seal of approval in quality and patient safety from Joint Commission International for four of our hospitals. We provide the best quality services which emphasize speed, hospitality, accuracy, and responsiveness to fulfill our patients’ needs. We are committed to always put our patients’ safety first in everything that we do. Our professional and caring doctors, nurses, and staffs are ready to provide their support. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-05-18 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan/rawat-inap/ General treatment room at Primaya Hospital provides comfort and friendly services in a luxurious facility. Maternity Care Room Primaya Hospital provides special rooms for the treatment of mothers giving birth. These rooms are designed to provide comfort for the mothers, babies and their family who might accompany them during labor. Child Care Center To provide PRIMA services to children (toddlers age up to 12 years old), Primaya Hospital provides space and treatment rooms specially designed to meet nursing and comfort needs during child care hospital stays. Special Treatment Room Primaya Hospital owns special treatment rooms that treats patients with certain medical conditions, the medical treatment will be provided at separate areas from the general treatment rooms. - Published: 2018-12-20 - Modified: 2021-01-31 - URL: https://primayahospital.com/layanan/imunisasi-anak/ Perlindungan terhadap kesehatan anak Anda adalah prioritas bagi kami. Primaya Hospital memahami bahwa kesehatan Anda dan keluarga adalah hal yang sangat penting, terutama kesehatan buah hati. Imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi buah hati Anda dari penyakit. Jadwalkan imunisasi dasar anak Anda sejak kelahirannya karena bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit. Dengan melakukan imunisasi anak, Anda dapat melindungi keluarga Anda dan lingkungan Anda agar tetap sehat. Imunisasi telah menjadi program pencegahan penyakit di seluruh dunia. Semua negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki program imunisasi masing-masing untuk mengurangi risiko penularan penyakit tertentu dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menerapkan imunisasi bagi anak sejak usia 0 hingga 18 tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi jadwal imunisasi yang menjadi pedoman fasilitas kesehatan. IDAI menyusun rekomendasi ini berdasarkan perkembangan terbaru mengenai program imunisasi dan hasil penelitian imunisasi secara global. Karena itu, terdapat pembaruan dalam rekomendasi IDAI, seperti yang ada dalam jadwal imunisasi 2020. Pengertian dan Jenis Imunisasi Anak Imunisasi anak adalah pemberian vaksin kepada anak untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Vaksin adalah zat yang berfungsi membantu membentuk kekebalan tubuh atau imunitas terhadap infeksi sejumlah penyakit menular. Vaksin berasal dari kuman yang dilemahkan atau dimatikan. Indonesia mengenal konsep imunisasi rutin lengkap yang terdiri atas dua jenis imunisasi, yaitu dasar dan imunisasi lanjutan. Pelaksanaan dua jenis imunisasi anak itu bergantung pada usia anak. Anak memerlukan imunisasi dasar sebagai langkah pencegahan utama. Imunisasi lanjutan tak kalah penting guna menjaga imunitas tetap optimal seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, ada imunisasi ulangan atau booster sebagai penguat kekebalan. Manfaat Imunisasi Imunisasi merupakan salah satu cara melawan penyakit serius. Jika sudah mendapat imunisasi, tubuh akan lebih mampu menghadapi dan mengalahkan infeksi penyakit. Terdapat dua manfaat imunisasi yang utama, yakni bagi anak dan bagi masyarakat umum. Ketika anak mendapat imunisasi, mereka telah membantu melindungi kesehatan masyarakat umum secara keseluruhan. Sebab, saat sudah cukup jumlah orang dalam suatu komunitas yang kebal terhadap infeksi, makin sulit penyakit itu menyebar dan menulari orang lain yang belum diimunisasi. Kondisi ini disebut sebagai herd immunity atau kekebalan komunitas. Jadi secara tidak langsung anak yang menerima imunisasi telah berkontribusi terhadap komunitasnya dalam hal kesehatan. Jadwal Imunisasi Anak Menurut jadwal imunisasi anak 2020 keluaran IDAI, terdapat sejumlah perubahan dari rekomendasi sebelumnya. Berikut ini rinciannya: sumber : Jadwal Imunisasi IDAI 2020 dari Website Resmi IDAI 1. Vaksin Hepatitis B Empat kali primer: vaksin pertama diberikan dalam 24 jam setelah lahir. jika berat badan bayi mencapai > 2000 gram, jika berat badan belum mencapai 2000 gram vaksin Hep B pertama ditunda kecuali ibu bayi menderita hepatitis B terbukti dari pemeriksaan laboratorium. Vaksin selanjutnya diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Satu kali booster: usia 18 bulan 2. Vaksin Polio Empat kali primer: usia 0-1, 2, 3, dan 4 bulan Satu kali booster: usia 18 bulan 3. Vaksin BCG Satu kali primer: usia 0-1 bulan 4. Vaksin DTP Tiga kali primer: usia 2, 3, dan 4 bulan Dua kali booster: usia 18 bulan dan 5-7 tahun Jika diberikan sesudah usia 7 tahun, digunakan vaksin Td atau Tdap. Booster Td diberikan kembali saat kelas 5 SD , selanjutnya di ulang setiap 10 tahun 5. Vaksin Hib Tiga kali primer: usia 2, 3, dan 4 bulan Satu kali booster: usia 18 bulan 6. Vaksin PCV Tiga kali primer: usia 2, 4, dan 6 bulan Satu kali booster: usia 12-15 bulan 7. Vaksin Rotavirus Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali. Dosis pertama diberikan mulai umur 6 minggu, dosis ke dua diberikan dengan interval minimal 4 minggu dan harus selesai pada umur 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4-10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu. 8. Vaksin Influenza Perama kali mulai diberikan pada usia 6 bulan. Jika pertama kali vaksin influenza diberikan pada usia < 9 tahun, maka vaksin diberikan 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu Diulang setahun sekali pada usia 18 bulan-18 tahun 9. Vaksin MR/MMR Satu kali primer MR: usia 9 bulan Ulangan MR/MMR: usia 18 bulan dan 5-7 tahun 10. Vaksin Japanese encephalitis Satu kali primer: usia 9 bulan Satu kali booster: usia 2-3 tahun 11. Vaksin Varisela Dua kali primer: usia 12-15 bulan dengan interval 6 pekan-3 bulan. Pada usia >= 13 tahun diberikan dengan interval 4-6mg 12. Vaksin Hepatitis A Dua kali primer: usia 12-15 bulan dengan interval 6-36 bulan 13. Vaksin Tifoid Satu kali primer: usia 24 bulan Diulang per tiga tahun sekali pada usia 5-18 tahun 14. Vaksin HPV Diberikan pada anak perempuan Dua kali diberikan pada usia 9-14 tahun dengan interval 6-15 bulan Jika diberikan usia 15 tahun atau lebih, vaksin diberikan 3 kali dengan jarak 0,1,6 bulan (vaksin bivalen) atau jarak 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalent) 15. Vaksin Dengue Tiga kali primer: usia 9-16 tahun dengan interval 6 bulan Vaksin dengue hanya diberikan pada anak yang... - Published: 2018-12-03 - Modified: 2020-10-16 - URL: https://primayahospital.com/layanan/terapi-stroke/ Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang diakibatkan oleh kerusakan pembuluh darah otak. Secara umum, stroke dibedakan menjadi 2 jenis yaitu stroke iskemik (sumbatan pembuluh darah otak) dan stroke hemoragik (pecah pembuluh darah otak). Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi yaitu 80% dari seluruh kejadian stroke. Pada dasarnya, kecacatan akibat stroke dapat diminimalisir kecacatan jika penanggulanannya dilakukan dengan cepat dan tepat. Terapi Stroke serta Pengobatan Penyakit Stroke Ada dua modalitas terapi stroke iskemik yang menjadi rekomendasi internasional yaitu trombolisis dan trombektomi. Pengobatan penyakit stroke ini hanya dapat dilakukan pada beberapa jam pertama ketika seseorang terkena serangan stroke. Terapi Stroke Trombolisis Terapi ini merupakan pengobatan penyakit stroke melalui tindakan pemberian obat pengencer darah (Alteplase atau r-TPA). Obat ini berbentuk cairan infus yang bekerja dengan cara melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak. Pengobatan penyakit stroke ini efektif untuk stroke yang terjadi kurang dari 4,5 jam. Terapi Stroke Trombektomi Terapi ini merupakan pengobatan penyakit stroke melalui tindakan kateterisasi pembuluh darah (Endovascular Mechanical Thrombectomy). Prosedur trombektomi ini dapat mengeluarkan bekuan darah dari pembuluh darah otak yang tersumbat sehingga aliran darah menjadi lancar kembali. Tindakan trombektomi dilakukan di ruang kateterisasi (cath lab) dengan pasien dalam kondisi sadar atau cukup dengan bius lokal. Umumnya, pengobatan penyakit stroke ini memakan waktu 60 hingga 90 menit. Trombektomi harus dikerjakan secepatnya begitu seseorang terkena gejala stroke karena tindakan ini akan kurang efektif ketika serangan stroke sudah lewat dari 8 hingga 12 jam. Trombektomi memiliki banyak kelebihan dibanding pilihan terapi stroke akut lain, misalnya trombolisis (obat infus pengencer darah). Selain lebih efektif, tindakan trombektomi juga tidak memerlukan obat pengencer darah dosis tinggi sehingga lebih aman dari risiko perdarahan. Terapi stroke di Primaya Hospital dapat melayani penderita stroke secara cepat, tepat, dan komprehensif. Dengan layanan yang lebih cepat dan terpadu, maka potensi pasien mengalami kecacatan bisa diminimalisir. Fasilitas terapi stroke di Primaya Hospital terdiri dari fasilitas diagnosis antara lain Computerized Tomography Scan (CT Scan), Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan Digital Subtraction Angiography. Pengobatan penyakit stroke di Primaya Hospital ditangani oleh Dokter Spesialis Saraf, Dokter Spesialis Bedah Saraf, serta tim medis yang kompeten di bidangnya yang dapat Anda temukan di sini Simak artikel kesehatan mengenai stroke lainnya di sini - Published: 2018-04-22 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/layanan/unit-gawat-darurat-igd/ Instalasi Gawat Darurat dilayani oleh seorang Dokter Residen Senior dalam bidang anestesiologi dan didukung oleh Dokter Konsultan Jaga (on call) dari berbagai disiplin ilmu. Di samping para tenaga profesional tersebut, Instalasi Gawat Darurat dilengkapi juga dengan peralatan untuk keselamatan hidup (ventilator portable, defibri-lator, dan lain sebagainya) serta ambulans yang siap melayani 24 jam. Ambulans Instalasi Gawat Darurat (IGD) Pelayanan Ambulans untuk Kegawatdaruratan : Transfer Interhospital Transfer dari rumah ke rumah sakit Pemulangan pasien Ambulans Pengawalan Bencana, termasuk tim medis, dan semua kategori kasus Nomor Instalasi Gawat Darurat (IGD) Primaya Hospital Ambulance Call Center : 1-500-007 Primaya Hospital Tangerang 021 5574 9999 Primaya Hospital Bekasi Barat 021 888 55 222 Primaya Hospital Bekasi Timur 021 8061 5566 Primaya Hospital Bekasi Utara 021 – 88893000 Primaya Hospital Makassar 0411 2025 888 Primaya Hospital Betang Pambelum / Palangka Raya 0536 421 2888 Primaya Hospital Evasari / Jakarta 021 424 6630 Primaya Hospital Inco Sorowako 0811-423245 Primaya Hospital Karawang 0267 841 7777 Primaya Hospital Pasar Kemis 021 5971 1919 Primaya Hospital Sukabumi 0266 2482255 Primaya Hospital Bhakti Wara 0717-422605 Primaya Hospital Semarang 024 8600 8608 Primaya Hospital PGI Cikini / Jakarta 021-3899 7744 Primaya Hospital Depok (021) 7784 8008 Primaya Hospital Hertasning 0411-3985888 Selain didukung dengan peralatan dan teknologi yang canggih, Instalasi Gawat Darurat Primaya Hospital juga ditangani oleh tim medis yang berkompeten, termasuk di dalamnya adalah dokter-dokter spesialis yang didukung oleh perawat yang kompeten di bidangnya. Kami menerapkan standar pelayanan internasional yang sama pada setiap cabang kami, yang bertujuan untuk menjaga keselamatan pasien (patient safety) saat menjalani perawatan di seluruh cabang rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Primaya Hospital Group. - Published: 2018-04-22 - Modified: 2018-09-04 - URL: https://primayahospital.com/layanan/rawat-inap/ Ruang Perawatan Umum Ruang perawatan umum Primaya Hospital memberikan kenyamanan, pelayanan yang ramah, kemewahan interior. Ruang Perawatan Bersalin Primaya Hospital menyediakan kamar perawatan untuk ibu melahirkan. Ruangan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan untuk Ibu, bayi dan keluarga yang mendampingi ibu selama proses persalinan. Ruang Perawatan Anak Untuk memberikan layanan PRIMA kepada anak (usia balita hingga 12 tahun), Primaya Hospital menyediakan ruang dan kamar perawatan yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan keperawatan dan kenyamanan selama anak menjalani proses perawatan di rumah sakit. Ruang Perawatan Khusus Primaya Hospital memiliki kamar perawatan khusus yang menjaga pasien dengan kondisi medis tertentu yang terpisah dari orang lain ketika mereka menerima perawatan medis. - Published: 2018-04-22 - Modified: 2022-04-24 - URL: https://primayahospital.com/layanan/medical-check-up/ Medical Check Up (MCU) di Primaya Hospital menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat. Layanan diagnostik yang terdapat di Primaya Hospital didukung oleh fasilitas kedokteran terkini yang ditunjang oleh tenaga kesehatan profesional sehingga memberikan keakuratan dan ketepatan diagnosis terbaik. Mengapa Harus Melakukan Medical Check Up? Check up kesehatan sangat penting untuk dilakukan secara berkala. Jadwalkan konsultasi atau pertemuan dengan dokter yang ada di Primaya Hospital untuk mendiskusikan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan. Melakukan MCU dapat membantu Anda untuk mengetahui penyakit yang sedang dan mungkin akan Anda derita sebelum masalah tersebut terjadi. Dengan mengetahui penyakit Anda sejak dini, maka Anda akan mendapatkan penanganan dengan lebih cepat dan kemungkinan sembuh yang lebih tinggi. Pada saat melakukan MCU, banyak hal yang menjadi pertimbangan tim medis seperti umur Anda, riwayat kesehatan keluarga, gaya hidup (pola makan, aktivitas fisik yang dilakukan, merokok atau tidak), serta faktor kesehatan lainnya yang dapat mempengaruhi hasil MCU. Medical Check Up yang Diutamakan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI) menyarankan untuk melakukan penimbangan berat badan, ukur lingkar perut, cek tekanan darah, serta cek gula darah secara rutin. Sedangkan menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan adalah: Pemeriksaan kanker payudara dan serviks Pemeriksaan kolesterol Pemeriksaan kanker usus Pemeriksaan tekanan darah Pemeriksaan gigi dan mulut Pemeriksaan kanker prostat Pemeriksaan kanker kulit Pemeriksaan HIV/AIDS Pemeriksaan hepatitis Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, disarankan juga untuk melakukan pemeriksaan rutin jantung, mengingat angka kesakitan jantung di Indonesia cukup tinggi. Pemeriksaan kanker payudara dan serviks juga sangat perlu untuk dilakukan pada wanita, terutama wanita berusia di atas 45 tahun. Diskusikan dengan dokter di Primaya Hospital terkait pemeriksaan yang cocok untuk Anda. Misalnya mammografi, USG payudara, atau pemeriksaan lainnya. Paket Medical Check Up Pendaftaran Medical Check Up Persiapan Sebelum MCU Beberapa medical check up membutuhkan persiapan. Jenis persiapan yang dibutuhkan sangat beragam, tergantung pada pemeriksaan kesehatan yang akan dilakukan. Terdapat pemeriksaan yang butuh puasa sebelumnya, ada pula pemeriksaan yang hanya bisa dilakukan setelah menstruasi, atau beberapa kondisi khusus lainnya. Diskusikan dengan dokter di Primaya Hospital sebelum Anda melakukan medical check up. Primaya Hospital memiliki tim medis yang berkompeten. Kami menerapkan standar pelayanan internasional yang sama pada setiap cabang Primaya Hospital yang bertujuan untuk menjaga keselamatan pasien saat menjalani perawatan di seluruh cabang rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Primaya Hospital. Simak artikel kesehatan lainnya mengenai medical check up di sini - Published: 2018-04-22 - Modified: 2020-11-19 - URL: https://primayahospital.com/layanan/intensive-care-unit-icu-nicu-picu/ Primaya Hospital memiliki fasilitas Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) berstandar Internasional, dilengkapi dengan peralatan mutakhir termasuk monitor, inkubator, ventilator, Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), dan light therapy. Ketiga ruangan ini adalah ruangan untuk merawat pasien secara intensif. ICU diperuntukkan pada pasien dewasa, NICU adalah untuk pasien bayi baru lahir, sedangkan PICU untuk pasien bayi, balita, hingga umur 17 tahun. Intensive Care Unit (ICU) ICU di Primaya Hospital merawat pasien dewasa yang membutuhkan perhatian medis secara intens seperti pasien yang baru saja keluar ruang operasi sehingga membutuhkan pengawasan ketat. Pasien pasca operasi perlu diamati untuk memastikan kondisinya stabil dan tidak memiliki komplikasi. Pasien lain yang masuk dalam ruang ICU adalah pasien yang membutuhkan bantuan napas atau memiliki kondisi jantung yang tidak stabil. Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Bayi baru lahir memiliki banyak penyesuaian yang perlu dia lakukan terhadap dunia di luar rahim ibunya. Penyesuaian tersebut adalah langkah yang besar oleh sang bayi karena ia tak lagi bergantung sepenuhnya pada tubuh sang ibu seberti bernapas, makan, ekskresi, atau menjaga daya tahan tubuh. Beberapa bayi mengalami kesulitan untuk melakukan adaptasi. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai hal seperti lahir secara prematur, hambatan saat proses melahirkan, atau kelainan lainnya. Ruang NICU adalah ruangan yang sesuai untuk para bayi yang memiliki masalah-masalah tersebut. Umumnya, bayi yang masuk dalam NICU adalah bayi lahir prematur (usia kehamilan hanya 37 minggu saat melahirkan), berat badan lahir rendah (di bawah 2,5 kg), atau memiliki kondisi khusus lainnya. Pelayanan NICU dan PICU berada di dalam Pusat Layanan Ibu dan Anak Primaya Hospital. Pediatric Intensive Care Unit (PICU) PICU adalah unit yang menyediakan pelayanan kesehatan untuk bayi, balita, hingga remaja. Tim medis PICU selalu siap memberikan pelayanan kesehatan 24 jam untuk pasien bayi, balita, dan remaja yang kritis serta membutuhkan pengamatan intensif. Layanan kesehatan yang diberikan pada bagian ini tidak mengabaikan kebutuhan pokok anak, misalnya perhatian pada tumbuh kembang secara fisik maupun psikologis dalam pengambilan keputusannya. Pelayanan NICU dan PICU berada di dalam Pusat Layanan Ibu dan Anak Primaya Hospital. Selain didukung dengan peralatan dan teknologi yang canggih, ICU/NICU/PICU di Primaya Hospital juga ditangani oleh tim medis yang berkompeten yang terdiri dari para dokter spesialis dan perawat yang terampil di bidangnya. Kami menerapkan standar pelayanan internasional yang sama pada setiap cabang Primaya Hospital yang bertujuan untuk menjaga keselamatan pasien (patient safety) saat menjalani perawatan di seluruh cabang rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Primaya Hospital. Temukan jadwal Dokter Spesialis Anak di sini dan simak artikel lainnya megenai kesehatan anak di sini. - Published: 2018-04-22 - Modified: 2020-03-31 - URL: https://primayahospital.com/layanan/iccu/ Intensive Coronary Care Unit (ICCU) adalah unit perawatan intensif untuk penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung yang berat, dan gagal jantung. Ruangan ini dikhususkan pada pasien yang membutuhkan penanganan intensif dan dijaga untuk tetap steril. Perbedaan dengan ruang Intensive Care Unit (ICU) adalah jika ruang Intensive Care Unit (ICU) adalah pelayanan intensif untuk pasien berpenyakit umum, maka Intensive Coronary Care Unit (ICCU) dikhususkan pada pasien dengan penyakit jantung serta pembuluh darah. ICCU merupakan bagian dari Pusat Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital. Pelayanan Intensive Coronary Care Unit (ICCU) Karena hanya diperuntukkan kepada pasien dengan penyakit kardiovaskuler, Intensive Coronary Care Unit memiliki perlengkapan dan tenaga medis yang khusus. Ruang ini diprioritaskan untuk pasien dengan komplikasi penyakit kardiovaskuler. Pasien biasanya berada dalam kondisi yang tidak stabil dan membutuhkan penanganan segera serta perhatian penuh dari tim medis serta perawat yang sangat terlatih. Selain didukung dengan peralatan dan teknologi yang canggih, Intensive Coronary Care Unit (ICCU) Primaya Hospital juga ditangani oleh tim medis yang berkompeten termasuk di dalamnya adalah berbagai dokter spesialis dan didukung oleh perawat yang kompeten di bidangnya. Kami menerapkan standar pelayanan internasional yang sama pada setiap cabang Primaya Hospital yang bertujuan untuk menjaga keselamatan pasien (patient safety) saat menjalani perawatan di seluruh cabang rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Primaya Hospital. - Published: 2018-04-22 - Modified: 2020-03-26 - URL: https://primayahospital.com/layanan/laboratorium/ Laboratorium di Primaya Hospital dapat melakukan berbagai pemeriksaan seperti hematologi lengkap, bio-kimia darah, hormone atau endokrin, imunologi dan virus, faktor-faktor pembekuan darah, patologi anatomi, mikrobiologi, serta pemeriksaan laboratorium lainnya. Dengan dukungan berbagai peralatan laboratorium yang lengkap dan terkini, berbagai pemeriksaan dapat dilaksanakan dengan hasil yang akurat di Primaya Hospital. - Published: 2018-04-22 - Modified: 2020-11-19 - URL: https://primayahospital.com/layanan/intermediate-care-dan-high-care-unit/ Primaya Hospital memiliki ruang Intermediate Care (IMC) dan High Care Unit (HCU) untuk pasien yang membutuhkan perhatian khusus dalam penangannya tanpa memerlukan alat bantu ventilator. Intermediate Care (IMC) adalah ruang peralihan untuk pasien dari ruang Intensive Care Unit (ICU) ke kamar rawat inap biasa, atau sebaliknya. Ruang Intermediate Care juga digunakan oleh pasien yang hendak beralih dari Unit Gawat Darurat ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Ruang Intermediate Care dapat digunakan untuk pasien yang membutuhkan pengawasan intens dari tim medis namun tidak membutuhkan pelayanan seintensif ruang Intensive Care Unit (ICU). High Care Unit (HCU) adalah unit pelayanan bagi pasien dengan kondisi stabil dari fungsi pernapasan, cairan tubuh, dan kesadaran namun masih memerlukan pengobatan, perawatan, dan pemantauan secara ketat. Tujuan dari tindakan tersebut adalah agar bisa diketahui sejak dini perubahan-perubahan yang membahayakan pasien agar pasien bisa dengan segera dipindah ke Intensive Care Unit (ICU) untuk diberikan penanganan dengan lebih baik lagi. Pelayanan Ruang Intermediate Care dan High Care Unit Primaya Hospital memiliki pelayanan di Intermediate Care dan High Care Unit yang beragam bergantung pada kebutuhan pasien yang dirawat. Intermediate Care dan High Care Unit di Primaya Hospital memiliki tim medis yang handal dan kompeten di bidangnya. Tim medis ruang Intermediate Care dan High Care Unit berasal dari disiplin ilmu yang beragam termasuk di dalamnya adalah disiplin ilmu nutrisi, farmasi, rehabilitasi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Kami menerapkan standar pelayanan internasional yang sama pada setiap cabang Primaya Hospital. Standar tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan pasien (patient safety) saat menjalani perawatan di seluruh cabang rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Primaya Hospital. - Published: 2018-04-22 - Modified: 2020-11-19 - URL: https://primayahospital.com/layanan/kamar-operasi/ Primaya Hospital adalah rumah sakit yang menyediakan fasilitas medis terdepan dengan kamar operasi berupa ruang pembedahan terbaik. Komitmen Primaya Hospital dalam melayani pasien dapat ditunjukkan dalam penyediaan 3 kamar untuk operasi. Hal ini disediakan demi memenuhi kebutuhan pasien dan mengedepankan keamanan pasien (patient safety) yang terbukti dengan akreditasi yang kami miliki. Adapun jenis-jenis kamar operasi yang dimiliki oleh Primaya Hospital adalah sebagai berikut: Kamar Operasi Bersih adalah ruang yang digunakan untuk operasi pada daerah tubuh tanpa radang. Operasi di ruangan ini dilakukan tanpa membuka saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kemih, atau saluran billier. Kamar Operasi Bersih Terkontaminasi adalah ruang yang digunakan untuk operasi dengan membuka saluran pernapasan. Ruangan ini juga dapat dilakukan untuk operasi saluran pencernaan, saluran kemih, saluran bilier, atau saluran reproduksi. Jenis pembedahan lainnya yang dapat dilakukan di ruangan ini seperti operasi sectio caesarea (melahirkan caesar), appendiktomi (usus buntu), jahit luka, atau pembedahan sejenis. Kamar Operasi Tidak Bersih adalah ruang yang dilakukan untuk melakukan pembedahan seperti pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kemih, saluran bilier, atau saluran reproduksi dengan pencemaran nyata. Pembedahan yang dilakukan pada ruangan ini misalnya adalah apendiktomi perforasi (bocor) atau pembedahan sejenis lainnya. Selain tiga kamar tersebut, ruang operasi di Primaya Hospital memiliki peralatan yang lengkap untuk mendukung berbagai pembedahan yang dilakukan. Primaya Hospital juga menyediakan alat-alat operasi dengan teknologi tinggi yaitu mesin Laparaskopi, Radiofrekuensi, mesin anestesi, C-Arm, dan berbagai alat operasi lainnya. Bedah Laparoskopi atau bedah teropong merupakan tindakan operasi yang dilakukan melalui sistem mini dinding perut dan memasukkan teropong kamera ke dalam perut. Bila dibandingkan dengan tindakan bedah konvensional dimana rata-rata membutuhkan sayatan minimal 10 cm, tindakan Bedah Laparoskopi hanya membutuhkan sayatan sebesar 1 cm. Selain didukung dengan peralatan dan teknologi yang canggih, pembedahan yang dilakukan di Primaya Hospital juga ditangani oleh tim medis yang berkompeten seperti Dokter Spesialis Bedah, Dokter Anastesi, serta didukung oleh perawat yang ahli di bidangnya. Kami menerapkan standar pelayanan internasional yang sama pada setiap cabang Primaya Hospital dengan tujuan untuk menjaga keselamatan pasien saat menjalani perawatan di seluruh cabang rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Primaya Hospital. Temukan Dokter Spesialis Bedah, Dokter Anastesi di sini dan simak artikel mengenai tindakan operasi atau pembedahan di sini. - Published: 2018-04-22 - Modified: 2025-01-21 - URL: https://primayahospital.com/layanan/fisioterapi/ Fisioterapi adalah suatu pelayanan yang diberikan kepada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan memulihkan kesehatan pasien. Ketika seseorang mengalami masalah kesehatan yang mengganggu fungsi motorik sehingga mempengaruhi aktivitas fisiknya, fisioterapi bisa memberikan solusi. Dokter dan ahli fisioterapi atau dikenal dengan istilah fisioterapis akan menilai, merencanakan, dan menerapkan program rehabilitasi yang dapat meningkatkan atau memulihkan fungsi motorik manusia, memaksimalkan kemampuan gerak, meredakan gejala nyeri, dan mengobati atau mencegah masalah fisik terkait dengan cedera, penyakit, atau gangguan lain. Dokter dan fisioterapis akan menggunakan beraneka macam terapi dan teknik fisik. Misalnya terapi gerakan, laser, latihan fisik, hingga ultrasonografi. Mereka juga dapat mengembangkan program tertentu untuk screening dan pencegahan penyakit atau gangguan fisik umum. Dokter dan fisioterapis mempunyai pengetahuan khusus mengenai cara kerja tubuh sehingga paham ketika ada gangguan fungsi dan bisa mengambil tindakan yang diperlukan. Fisioterapi di Primaya Hospital memberikan pelayanan mulai dari terapi motorik, terapi wicara hingga terapi stroke. Fisioterapi juga merupakan bagian dari Pusat Layanan Trauma di unit rehabilitasi medis Primaya Hospital yang ditangani oleh dokter berpengalaman dan tenaga medis yang ahli di bidangnya. Tim rehabilitasi medis Primaya Hospital siap untuk membantu pemulihan pasien. Kondisi Pasien yang Membutuhkan Fisioterapi Orang dari segala usia dengan berbagai kondisi medis dapat memanfaatkan fisioterapi. Namun keputusan mengenai kondisi pasien yang membutuhkan fisioterapi tergantung hasil pemeriksaan dokter. Berikut ini beberapa kondisi yang mungkin memerlukan fisioterapi. 1. Neurologi Pasien yang mengalami gangguan gerakan dan fungsi yang bersumber dari masalah dalam sistem saraf dan otot tubuh bisa memanfaatkan fisioterapi neurologi. Gejala kondisi ini antara lain tubuh menjadi lemas, keseimbangan dan koordinasi tubuh memburuk, kejang atau tremor otot, serta hilang atau berkurangnya kemampuan untuk merasakan sensasi. Contohnya: Stroke Cedera tulang belakang Multiple sclerosis Parkinson Fisioterapi dapat membantu memulihkan keterampilan motorik dan menjaga postur tubuh pasien gangguan neurologis dengan terapi mekanis. 2. Neuromusculoskeletal Neuromusculoskeletal adalah penyakit yang terkait dengan sistem otot, saraf, tendon, tulang, dan sendi. Kondisi ini juga mungkin memerlukan fisioterapi sebagai penanganan. Gejalanya antara lain mati rasa, kesemutan, nyeri otot, peradangan, dan pembengkakan. Dibutuhkan pemeriksaan dengan metode pencitraan seperti roentgen dan CT-scan untuk mendiagnosis masalah ini. 3. Kardiovaskular Fisioterapi juga bermanfaat bagi pasien penyakit kardiovaskular untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala, misalnya setelah mengalami serangan jantung. Lewat fisioterapi, pasien bisa memulihkan kondisi fisik dan emosionalnya. Program fisioterapi kardiovaskular meliputi sesi olahraga serta pendidikan tentang kesehatan dan gaya hidup sehat. 4. Respirasi Dokter dan Fisioterapis bisa membantu menangani, mengedukasi, dan menasihati pasien yang memiliki masalah paru-paru dan sistem pernapasan, seperti asma, bronkitis kronis, dan pneumonia. Tujuan fisioterapi respirasi adalah menilai gejala, memahami bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, dan membantu mengelola gejala tersebut lebih baik sehingga pasien bisa lebih mengendalikan pernapasannya. Bentuk Pelayanan Fisioterapi Terdapat berbagai bentuk perawatan fisioterapi. Pasien akan menjalani asesmen untuk membantu menentukan bentuk perawatan sesuai dengan masalah yang dialami. Tiga bentuk fisioterapi yang paling lazim adalah: Pendidikan dan saran Latihan gerakan dan olahraga Terapi manual Teknik lain kadang juga dipakai, seperti akupunktur dan ultrasonografi. Serta teknis modalitas menggunakan peralatan seperti: SWD/MWD Parafin Bath Inhalasi/Nebulizer/Chest Physioterapy TENS Cold Therapy Infra Red Radiation Interferential Therapy CPM (Continuous Passive Motion) Genu dan Ankle Ultrasound RSWT (Radial Shock Wave Therapy) Seberapa Sering Anda Harus Menjalani Fisioterapi? Lama periode dan sesi fisioterapi bergantung pada kondisi yang ditangani. Untuk kondisi yang ringan, fisioterapi bisa berlangsung dalam hitungan pekan. Sedangkan bila kondisinya berat, bisa jadi butuh fisioterapi hingga berbulan-bulan agar pulih optimal. Umumnya, fisioterapi berlangsung selama 30-60 menit per sesi. Pada awal masa fisioterapi, pasien mungkin perlu menjalani 2-3 kali sesi terapi per pekan. Fisioterapi bisa dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital terdekat di rumah Anda. Biasanya pasien menjalani fisioterapi tahap awal di rumah sakit dulu. Jika kondisinya sudah membaik, fisioterapi bisa berlanjut di rumah sesuai dengan petunjuk Dokter dan Fisioterapis yang menangani. Simak artikel kesehatan mengenai fisioterapi dan rehabilitasi medik lainnya di sini ## Technology - Published: 2025-10-09 - Modified: 2025-10-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/intravascular-lithotripsy/ Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2022, diperkirakan 19,8 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular, yang mencakup penyakit jantung koroner. Dunia kedokteran merespons fenomena ini dengan inovasi untuk mengatasi penyakit tersebut. Salah satunya intravascular lithotripsy (IVL) yang dapat menghancurkan endapan kalsium keras atau kapur di dalam pembuluh darah pemicu penyakit jantung koroner. Berikut ini pembahasannya lebih lanjut. Mengenal Intravascular Lithotripsy (IVL) Intravascular lithotripsy (IVL) adalah metode inovatif untuk menangani penyumbatan pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh endapan kalsium keras (kalsifikasi). Teknologis litotripsi intravaskular ini berasal dari extracorporeal shock wave lithotripsy/ESWL yang digunakan untuk memecahkan batu ginjal dengan gelombang ultrasonik tanpa operasi besar. Bedanya adalah IVL diterapkan secara internal melalui kateter. Menurut studi di MedComm, sistem baru intravascular lithotripsy menunjukkan efektivitas dan keamanan yang tinggi. Prosedur ini terbukti dapat mengatasi lesi koroner yang mengalami kalsifikasi parah dan meningkatkan keberhasilan pemasangan stent atau cincin yang berfungsi membuka pembuluh darah yang menyempit. Intravascular lithotripsy umumnya dilakukan pada pembuluh darah koroner yang menyempit dengan lapisan kalsium yang sangat keras. Jika dokter hendak memasang stent, kalsium ini akan menghalangi pemasangannya. Stent menjadi tidak mengembang sempurna atau bahkan merusak pembuluh darah (diseksi). Maka, untuk mengatasi masalah ini, dokter akan menerapkan intravascular lithotripsy dulu guna menghancurkan kalsium tersebut tanpa merusak dinding pembuluh darah. Setelah kalsium dipecah, arteri jantung menjadi lebih fleksibel dan mudah dilebarkan sehingga memungkinkan pemasangan stent dengan hasil yang lebih optimal dan tahan lama. Siapa Saja yang Memerlukan Prosedur Intravascular Lithotripsy? Tidak semua pasien penyakit jantung koroner memerlukan intravascular lithotripsy. Prosedur ini secara khusus ditujukan bagi pasien dengan kondisi kalsifikasi atau pengerasan pembuluh darah yang parah. Berikut ini kriteria pasien yang umumnya bisa menjadi kandidat IVL: Pasien dengan kalsifikasi berat (plak kalsium sangat keras dan melingkar atau mengelilingi dinding pembuluh darah) di arteri koroner. Pasien lanjut usia (di atas 65 tahun), di mana kalsifikasi secara alami meningkat karena proses penuaan. Pasien dengan diabetes melitus karena risiko kalsifikasi vaskular lebih tinggi Pasien yang sudah pernah menjalani angioplasti atau stenting sebelumnya tapi mengalami restenosis atau penyempitan ulang pembuluh darah. Pasien dengan penyakit ginjal kronis. Pasien yang gagal dengan angioplasti balon biasa karena pembuluh darah terlalu keras. Pasien yang memerlukan pemasangan stent Selain pada pasien penyakit jantung koroner, intravascular lithotripsy bisa diterapkan untuk mengatasi kalsifikasi di pembuluh darah kaki (arteri perifer), yang sering menyebabkan nyeri hebat saat berjalan. Kapan Seseorang Memerlukan Intravascular Lithotripsy? Indikasi umum untuk menjalani intravascular lithotripsy ditentukan setelah pemeriksaan diagnostik mendalam, seperti angiografi koroner atau pencitraan intravascular. Seseorang mungkin disarankan menjalani IVL ketika: Arteri koroner mengalami penyempitan akibat kalsium keras yang tidak dapat diatasi dengan balon angioplasti biasa. Terdapat risiko tinggi keretakan dinding pembuluh atau perforasi jika digunakan alat bor mekanik (ateroktomi). Stenosis berat membuat pemasangan stentsulit dilakukan. Prosedur rotasi atau ablasi dianggap terlalu berisiko untuk anatomi arteri pasien. Manfaat dan Tujuan Penggunaan teknologi intravascular lithotripsy membawa segudang manfaat baik bagi dokter maupun pasien. Di antaranya: Gelombang ultrasonik dari IVL mampu menembus lapisan dalam plak kalsium dan memecahkannya secara terkendali. Minim risiko pada pembuluh darah karena tidak ada proses penggerusan atau pengikisan dengan alat fisik yang berpotensi mengenai dinding pembuluh darah. Memungkinkan pemasangan stent yang optimal karena pembuluh darah lebih fleksibel. Tingkat keberhasilan dan keselamatan tinggi. Prosedur cepat dan efisien, tanpa perlu bedah terbuka. Minim komplikasi pascatindakan, seperti penggumpalan darah dan penyempitan darah. Persiapan Sebelum Menjalani Intravascular Lithotripsy Persiapan untuk menjalani intravascular lithotripsy tidak jauh berbeda dengan persiapan untuk prosedur kateter jantung pada umumnya. Prosedur itu meliputi: Evaluasi klinis lengkap. dokter jantung akan menilai tekanan darah, riwayat penyakit, serta hasil pemeriksaan sebelumnya seperti elektrokardiografi dan ekokardiografi. Pemeriksaan laboratorium, termasuk kadar gula darah, fungsi ginjal, dan profil lipid. Pemeriksaan pencitraan koroner. Biasanya lewat angiografi koroner atau dengan teknik intravascular ultrasound(IVUS) dan optical coherence tomography (OCT) untuk memastikan lokasi serta kerasnya kalsium di arteri. Pemberian obat antiplatelet beberapa hari sebelum tindakan untuk mencegah penggumpalan darah selama prosedur. Puasa makan atau minum selama 6-8 jam sebelum prosedur. Persiapan ini krusial untuk memastikan prosedur berjalan lancar dan aman karena IVL, walaupun berbasis teknologi tinggi, tetap masuk kategori tindakan invasif minimal. Prosedur dan Pelaksanaan Intravascular Lithotripsy Prosedur intravascular lithotripsy biasanya dilakukan di ruang laboratorium kateterisasi atau catheterization laboratory (cath lab) oleh dokter spesialis jantung intervensi. Waktu pelaksanaannya sekitar 45-90 menit, tergantung kerumitan kasus. Berikut ini tahapan utamanya: Anestesi lokal diberikan di area pergelangan tangan atau lipatan paha yang akan menjadi tempat masuknya kateter. Kateter diagnostik dimasukkan ke arteri untuk memetakan lokasi penyempitan. Melalui panduan fluoroskopi, kateter balon IVL diarahkan ke lokasi penyempitan arteri. Balon IVL dikembangkan dengan tekanan rendah agar menempel pada dinding arteri. Perangkat IVL memancarkan gelombang ultrasonik tekanan rendah secara berulang. Gelombang ini akan menciptakan retakan-retakan mikro di dalam kalsium yang keras. Setelah dinding arteri melunak dan menjadi fleksibel, dokter mengembangkan balon angioplasti konvensional dan memasang stentbila diperlukan. Perawatan Pasca-Prosedur Intravascular Lithotripsy Setelah prosedur intravascular lithotripsy selesai,... - Published: 2025-09-23 - Modified: 2025-10-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/ablasi-jantung/ Gangguan irama jantung atau dalam istilah medis disebut sebagai aritmia dapat diatasi dengan berbagai macam metode pengobatan. Salah satunya yaitu melalui prosedur medis yang dinamakan sebagai ablasi jantung. Sejatinya, apa itu ablasi jantung dan bagaimana hal ini bisa digunakan untuk mengatasi aritmia? Dan apakah hanya bisa digunakan untuk mengatasi aritmia saja? Nah, untuk tahu seputar hal ini lebih mendalam, yuk simak rincian lengkapnya di bawah ini! Mengenal Tentang Ablasi Jantung Ablasi jantung yaitu prosedur medis invasif minimal yang digunakan untuk mengobati gangguan irama jantung (aritmia). Prosedur ini bekerja dengan menghancurkan atau memblokir area kecil jaringan jantung yang menyebabkan impuls listrik tidak normal. Tindakan ini umumnya dilakukan melalui kateter, yaitu selang tipis dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah (biasanya dari pangkal paha atau leher) dan diarahkan ke jantung dengan panduan gambar (fluoroskopi). Jenis ablasi yang paling umum: Ablasi frekuensi radio (Radiofrequency Ablation)menggunakan energi panas. Ablasi krioterapi (Cryoablation) menggunakan suhu dingin ekstrem. Nama Tindakan Ablasi Aritmia Jantung Tujuan Utama Menghilangkan sumber aktifitas listrik yang abnormal Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung subspesialis aritmia Pasien yang Memerlukan Sindroma WPW, pasien dengan keluhan berdebar kencang atau tidak teratur Persiapan Konsultasi, Pemeriksaan Lab/Foto thoraks/Ekhokardiografi Prosedur Pemasukan kateter ke jantung melalui pembuluh darah (tanpa bedah), penghancuran jaringan abnormal Efek Samping Nyeri, memar di kulit tempat memasukkan kateter, perdarahan ringan, komplikasi serius jarang terjadi Siapa Saja yang Memerlukan Ablasi Jantung? Tindakan ablasi jantung diperuntukkan bagi pasien dengan aritmia seperti: Fibrilasi atrium (AFib), gejala berupa irama jantung tidak teratur, terjadi akibat aktifitas listrik abnormal di atrium jantung. Takikardia supraventrikel(SVT), gejala berupa irama jantung terasa cepat muncul dan berhenti tiba-tiba, terjadi akibat adanya sirkuit listrik jantung abnormal di nodus jantung Flutter atrium, gejala berupa irama jantung cepat dan teratur, terjadi akibat aktifitas listrik berputar di atrium jantung Takikardia ventrikel, gejala berupa irama jantung cepat dan teratur, terjadi akibatadanya sirkuit listrik jantung abnormal di ventrikel jantung Wolff-Parkinson-White (WPW), seringkali tidak bergejala namun berpotensi menimbulkan kematian jantung mendadak, terjadi akibatjalur listrik tambahan (aksesori) Kapan Pasien Memerlukan Ablasi Jantung? Ada beberapa kondisi yang menjadikan seseorang memerlukan ablasi jantung. Di antaranya yaitu: Ketika penggunaan obat antiaritmia tidak efektif atau menimbulkan efek samping serius. Aritmia mengganggu kualitas hidup. Contohnya pusing, pingsan, sesak, jantung berdebar hebat. Risiko komplikasi serius akibat aritmia (seperti stroke atau gagal jantung) meningkat. Pasien tak bisa atau tak ingin terus-menerus menggunakan obat jangka panjang. Terjadi gangguan fungsi pompa jantung akibat aritmia. Manfaat/Tujuan Cardiac Ablation Nah, tujuan utama ablasi jantung yaitu untuk mengembalikan irama jantung agar normal. Namun, di samping itu juga bermanfaat untuk: Mengurangi atau menghilangkan gejala aritmia seperti jantung berdebar, lemas, dan pingsan. Meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan beraktivitas. Mengurangi ketergantungan obat antiaritmia. Mencegah komplikasi jangka panjang akibat aritmia seperti stroke, gagal jantung, atau kematian mendadak Persiapan Sebelum Menjalani Ablasi Jantung Sebelum prosedur berlangsung, ada beberapa persiapan yang mestinya Anda lakukan seperti halnya: Pemeriksaan diagnostik seperti EKG (elektrokardiogram), holter monitor (monitor jantung 24 jam), ekhokardiogram, dan juga kateterisasi elektrofisiologi (uji pemetaan listrik jantung). Konsultasi dengan spesialis jantung dan penjelasan menyeluruh tentang risiko dan manfaat. Pemeriksaan darah dan foto thoraks Puasa sebelum prosedur (biasanya 6–8 jam). Penghentian sementara obat tertentuseperti antiaritmia, atas anjuran dokter. Prosedur dan Pelaksanaan Jika mengacu pada situs Healthline, bahwa prosedur ablasi jantung ini bisa melalui prosedur seperti berikut: Pemberian anestesi lokal dan/atau sedasi ringan. Kateter dimasukkan melalui pembuluh darah lalu diarahkan menuju jantung. Menggunakan alat pemetaan listrik (elektrofisiologi). Berfungsi untuk mengidentifikasi titik pemicu aritmia. Energi (panas atau dingin) digunakan untuk membentuk skar kecil pada bagian yang bermasalah. Prosedur biasanya memakan waktu 2–4 jam yang tergantung pada kompleksitas. Perawatan Pasca Cardiac Ablation Setelah prosedur berlangsung, maka selanjutnya akan lanjut ke tahap perawatan pasca tindakan seperti halnya: Pasien dirawat di ruang pemulihan selama beberapa jam - hari. Pemantauan irama jantung, tekanan darah, dan tanda vital lainnya secara intens. Pemeriksaan rutin area bekas tusukan untuk memastikan tidak ada perdarahan atau infeksi. Umumnya, dalam 1 hari pasien dapat pulang. Tentunya jika kondisinya stabil. Istirahat beberapa hari di rumah dan hindari aktivitas berat selama 1 minggu. Adakah Efek Samping Setelah Ablasi Jantung? Meskipun terbilang aman namun ablasi tetap memiliki efek samping. Diantarnya yaitu sebagai berikut: Memar, perdarahan atau infeksi di tempat masuknya kateter. Gangguan irama jantung baru meski jarang terjadi. Kerusakan pada struktur jantung (sangat jarang). Penggumpalan darah atau strokedapat terjadi pada fibrilasi atrium. Efek anestesi ringan, seperti mual atau kantuk. Kadang, diperlukan prosedur ulang jika aritmia kambuh. Ablasi Jantung di Rumah Sakit Primaya Hospital Tindakan ablasi dapat Anda lakukan di Primaya Hospital (rumah sakit utama maupun semua cabang) karena telah tersedia fasilitas atau layanan seperti: Ruang kateterisasi jantung (Cath Lab) yang dilengkapi alat elektrofisiologi. Dengan pengawasan tim multidisiplin, termasuk dokter jantung subspesialis elektrofisiologi, perawat jantung, teknisi laboratorium kateterisasi. Dilakukan dengan standar keamanan tinggi, termasuk pemantauan real-time. Referensi: Cardiac Ablation Procedures. https://www. healthline. com/health/cardiac-ablation-procedures. Diakses pada 17 Mei 2025. https://www. heartandstroke. ca/heart/treatments/surgery-and-other-procedures/ablation. Diakses pada 17 Mei 2025. Ablation for arrhythmias. https://www.... - Published: 2025-07-20 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/retrograde-intrarenal-surgery/ Retrograde Intrarenal Surgery Adanya masalah kesehatan berupa batu ginjal bisa sangat mempengaruhi aktivitas dan bahkan menyiksa karena gejala yang ditimbulkan. Apalagi jika kondisinya sudah parah dan memicu komplikasi yang membahayakan. Sebagai salah satu solusi yang telah terbukti efektif untuk mengatasi batu ginjal, ada Retrograde Intrarenal Surgery yang dapat menjadi pilihan. Berikut ini penjelasannya. Mengenal Retrograde Intrarenal Surgery Retrograde Intrarenal Surgery adalah prosedur bedah minimal invasif yang digunakan untuk mengatasi batu ginjal. Dengan teknik minimal invasif, berarti pembedahan ini tak memerlukan sayatan yang besar. Penggunaan teknik ini memiliki sejumlah kelebihan yang bermanfaat baik bagi pasien maupun dokter yang menangani. Dalam pembedahan Retrograde Intrarenal Surgery, dokter menggunakan ureteroskop berupa alat yang dilengkapi dengan kamera kecil dan laser yang berfungsi menghancurkan batu ginjal menjadi serpihan atau potongan-potongan kecil sehingga bisa dikeluarkan dari tubuh lewat urine. Alat ini bisa dimasukkan melalui uretra tanpa ada sayatan pada kulit tubuh. Menurut penelitian di Asian Journal of Urology, tingkat keberhasilan Retrograde Intrarenal Surgery bisa mencapai lebih dari 90 persen dalam menghancurkan batu ginjal. Di seluruh dunia, prosedur ini menjadi standar emas untuk mengatasi masalah batu ginjal yang berukuran kurang dari 2 sentimeter. Siapa Saja yang Memerlukan Retrograde Intrarenal Surgery Retrograde Intrarenal Surgery biasanya direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi berikut ini: Batu ginjal atau ureter berukuran 5 mm-2 cm yang tidak bisa keluar sendiri Batu keras (seperti kalsium oksalat) yang resistan terhadap obat atau ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) Pasien dengan kelainan anatomi saluran kemih, misalnya penyempitan ureter Individu dengan risiko tinggi komplikasi jika menjalani operasi terbuka, seperti penderita obesitas atau gangguan pembekuan darah RIRS tidak disarankan untuk batu berukuran lebih dari 2 cm atau pasien dengan infeksi saluran kemih aktif. Kapan Seseorang Memerlukan Retrograde Intrarenal Surgery Tanda-tanda seseorang mungkin membutuhkan Retrograde Intrarenal Surgery: Nyeri hebat di punggung bawah atau samping tubuh (kolik renal) Ada darah dalam urine (hematuria) Infeksi berulang akibat batu yang menghambat aliran urine Terapi non-invasif seperti obat atau ESWL gagal Mengalami kasus batu ginjal berulang Batu ginjal berada di lokasi yang sulit Banyak kasus batu ginjal berukuran 1-1,5 cm yang bisa diatasi hanya dengan satu kali prosedur Retrograde Intrarenal Surgery. Manfaat/Tujuan Retrograde Intrarenal Surgery Tujuan utama Retrograde Intrarenal Surgery adalah memecah batu ginjal menjadi potongan-potongan yang lebih kecil supaya bisa dikeluarkan dari tubuh. Adapun manfaat yang bisa diperoleh dari prosedur minimal invasif ini meliputi: Tidak memerlukan sayatan layaknya operasi besar Pemulihan pasien lebih cepat, biasanya dalam 1-2 hari sudah bisa pulang dari rumah sakit Presisi tinggi dengan laser yang dapat memecah batu tanpa merusak jaringan sekitar Risiko komplikasi minim Tingkat keberhasilan tinggi Persiapan Sebelum Menjalani Retrograde Intrarenal Surgery Sebelum pasien menjalani Retrograde Intrarenal Surgery, akan ada serangkaian tes dan pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi yang baik untuk prosedur tersebut. Di antaranya: Evaluasi medis dengan pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) atau ultrasonografi (USG) untuk memetakan posisi batu Tes darah dan urine untuk mendeteksi infeksi Tes fungsi ginjal Konsultasi anestesi Berpuasa 6-8 jam sebelum prosedur Tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat meningkatkan risiko perdarahan Prosedur dan Pelaksanaan Retrograde Intrarenal Surgery Prosedur Retrograde Intrarenal Surgery berlangsung di ruang operasi dengan anestesi umum. Langkah-langkahnya antara lain: Pasien berganti pakaian dengan jubah khusus untuk memudahkan operasi Pemberian anestesi umum untuk memastikan kenyamanan selama prosedur Pemasangan uteroskop fleksibel yang dimasukkan melalui uretra menuju kandung kemih dan kemudian ke ureter Dengan bantuan fluoroskopi, dokter bisa melihat batu ginjal dan menentukan ukuran serta lokasinya Batu ginjal dihancurkan menggunakan laser dan fragmen batu diambil menggunakan alat khusus atau dibiarkan keluar sendiri melalui urine Seusai prosedur, stentureteral mungkin dipasang untuk membantu aliran urine Seluruh prosedur ini biasanya berlangsung 30-90 menit, tergantung ukuran batu. Perawatan Pasca Retrograde Intrarenal Surgery Setelah menjalani Retrograde Intrarenal Surgery, pasien perlu mengikuti sejumlah langkah perawatan pascaoperasi, seperti: Istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat selama beberapa 1-2 pekan Minum air putih minimal 2-3 liter per hari Menggunakan obat pereda nyeri sesuai dengan resep dokter untuk mengatasi ketidaknyamanan Mengonsumsi antibiotik bila perlu Memantau gejala komplikasi seperti demam, nyeri hebat, atau perdarahan dan segera menghubungi dokter jika gejala itu muncul Menjalani kontrol rutin ke dokter sesuai dengan jadwal untuk memastikan batu sudah hilang Biasanya pasien bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu 1 minggu seusai prosedur Retrograde Intrarenal Surgery. Adakah Efek Samping Setelah Retrograde Intrarenal Surgery Retrograde Intrarenal Surgery pada umumnya aman. Namun tetap ada risiko efek samping yang mungkin muncul, termasuk: Nyeri ringan ketika buang air kecil Ada darah dalam urine Demam ringan Ketidaknyamanan jika ada stent ureter yang dipasang Komplikasi yang lebih serius seperti infeksi ginjal atau kerusakan ureter jarang terjadi tapi tetap harus diwaspadai. Retrograde Intrarenal Surgery di Primaya Hospital Primaya Hospital adalah salah satu rumah sakit yang menawarkan Retrograde Intrarenal Surgery sebagai salah satu pilihan tindakan medis untuk mengatasi batu ginjal. Dengan tim dokter yang berpengalaman dan peralatan canggih, Primaya Hospital menyediakan layanan yang berkualitas tinggi, efektif, dan aman bagi pasien yang memerlukan prosedur... - Published: 2025-07-08 - Modified: 2025-07-08 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/stem-cell/ Dalam dunia kedokteran, banyak inovasi teknologi yang terbukti memberikan dampak yang positif bagi pengobatan medis. Terapi stem cell merupakan salah satu contoh inovasi medis yang menawarkan harapan baru bagi pasien yang sebelumnya tak memiliki opsi pengobatan yang efektif. Mengenal Stem Cell Stem cell atau yang sering disebut sebagai sel induk atau sel punca adalah sel yang berpotensi berkembang menjadi berbagai jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Sel ini punya dua karakteristik utama, yakni kemampuan memperbarui diri sendiri (self renewal) melalui proses pembelahan sel dan berkembang menjadi sel-sel khusus dengan fungsi tertentu (berdiferensiasi), seperti sel otot, sel saraf, sel darah, atau sel kulit. Dengan karakteristik tersebut, stem cell dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari terapi untuk mengobati kondisi tertentu. MedlinePlus menjelaskan, terdapat dua jenis utama stem cell, yaitu sel punca embrionik dan sel punca dewasa. Sel punca embrionik (embryonic stem cell) berasal dari embrio pada tahap awal perkembangan dan memiliki kemampuan berkembang menjadi semua jenis sel di dalam tubuh(pluripotent). Sel punca dewasa (adult / somatic / tissue stem cell) dapat ditemukan dalam jaringan tubuh yang sudah berkembang, seperti sumsum tulang,otak, otot, usus, kulit, dan darah. Sel punca dewasa ini hanya mampu berkembang menjadi sel spesifik saja (multipotent), misal sel punca otot hanya memiliki kemampuan berkembang menjadi sel otot. Selain dua jenis itu, terdapat sel punca induksi atau induced pluripotent stem cell (iPSC), yakni stem cell dewasa yang direkayasa secara genetika agar kondisinya mirip dengan sel punca embrionik yang mampu berkembang menjadi semua jenis sel Secara teoretis, sebagaimana disebutkan dalam penelitian pada jurnal Cureus, terapi stem cell berpotensi menyembuhkan berbagai kondisi yang melibatkan patologi seluler dengan cara menggantikan sel tersebut. Meskipun demikian terapi stem cell ini masih dalam tahap pegembangan dan uji klinis yang terus disempurnakan untuk mengatasi berbagai kondisi yang membutuhkan pengobatan khusus. Saat ini satu-satunya pengobatan berbasis stem cell yang disetujui dan secara rutin ditinjau oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) adalah transplantasi sel punca hematopoietik (darah). Transplantasi ini dilakukan untuk mengobati pasien kanker serta kondisi yang mempengaruhi darah dan sistem kekebalan tubuh. Siapa Saja yang Memerlukan Stem Cell Tidak semua orang membutuhkan terapi stem cell, tapi prosedur ini dapat menjadi solusi menjanjikan bagi mereka yang menderita penyakit berat yang sulit disembuhkan dengan metode konvensional. Penyakit yang bisa ditangani dengan terapi stem cell antara lain penyakit darah dan gangguan sistem kekebalan seperti: Leukemia (kanker darah) Anemia aplastik Limfoma dan myeloma (kanker sistem limfatik dan sumsum tulang) Penyakit darah genetik, seperti talasemia dan anemia sel sabit Penyakit lain yang juga berpotensi mendapat penanganan terapi ini adalah penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit neurologis, gangguan autoimun, penyakit tulang dan sendi, penyakit mata, penyakit hati, penyakit kulit dan luka, serta penyakit genetik. Sewaktu Covid-19 mewabah, terapi stem cell juga pernah diujikan untuk mengobati pasien yang terinfeksi. Kapan Seseorang Memerlukan Stem Cell Terapi stem cell biasanya menjadi opsi jika metode pengobatan konvensional tak memberikan hasil optimal. Namun terapi ini masih dalam pengembangan dan uji klinis sehingga penerapannya masih terbatas di sejumlah rumah sakit. Berikut ini beberapa kondisi ketika seseorang mungkin memerlukan terapi stem cell: Jaringan tubuh seperti otot atau tulang rawan tak bisa pulih secara alami Tahap awal penyakit degeneratif sebelum kondisi kian parah Setelah mengalami cedera yang serius, misalnya patah tulang yang sulit disambung Manfaat/Tujuan Stem Cell Berdasarkan penelitian klinis, diketahui manfaat utama terapi stem cell seperti: Meregenerasi jaringan yang rusak Memulihkan fungsi organ Mengurangi peradangan dan rasa nyeri Mengganti atau memperbaiki gen yang cacat Meningkatkan kualitas hidup Persiapan Sebelum Menjalani Stem Cell Pasien harus menjalani pemeriksaan fisik sebelum memulai proses terapi stem cell. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tubuh dalam kondisi yang cukup sehat untuk menjalani terapi. Jenis pemeriksaan dan tes bisa bervariasi, tergantung penyakit yang ditangani dan riwayat kesehatan pasien. Contohnya: Tes jantung Tes darah Tes fungsi paru Biopsi sumsum tulang Dokter akan memberikan panduan persiapan yang diperlukan untuk terapi. Prosedur dan Pelaksanaan Stem Cell Terapi atau transplantasi stem cell adalah prosedur yang kompleks dan memerlukan waktu yang cukup panjang hingga masa pemulihan. Secara umum, langkah-langkahnya meliputi: Pengambilan atau pemanenan sel punca dari donor (allologous) atau tubuh pasien sendiri(autologous). Sel punca dapat diambil dari berbagai sumber, seperti sumsum tulang, darah tali pusat, atau jaringan lemak. Pengolahan sel punca di laboratorium untuk memastikan kualitas dan kemurniannya. Pengkondisian pasien sebelum menerima stem cell, antara lain melalui terapi radiasi atau kemoterapi untuk kasus kanker Penyuntikan sel punca ke tubuh pasien melalui kateter. Selama proses ini, pasien akan diberi anestesi. Seusai prosedur, pasien dibawa ke ruang pemulihan untuk menjalani pemantauan kondisi. Perawatan Pasca Stem Cell Seusai terapi stem cell, pasien biasanya perlu menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit untuk memastikan tidak ada komplikasi dan memantau hasilnya. Setelah dibolehkan pulang, pasien harus mengikuti panduan perawatan seperti: Kontrol medis secara berkala sesuai dengan jadwal dari dokter Menerapkan gaya hidup sehat Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan Menghindari aktivitas berat Memastikan istirahat... - Published: 2023-11-29 - Modified: 2023-11-29 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/ivus-intravascular-ultrasound/ Terdapat sejumlah cara dokter mendiagnosis masalah pada pembuluh darah. Salah satu yang kerap menjadi pilihan adalah IVUS (intravascular ultrasound). Prosedur IVUS menggunakan teknologi gelombang suara ultrasonik atau ultrasonografi untuk menghasilkan gambar detail pembuluh darah. Selain memudahkan dokter untuk mengidentifikasi masalah dan menghasilkan diagnosis yang akurat, IVUS kerap menjadi bagian dari proses tindakan untuk mengatasi penyakit pembuluh darah. Mengenal IVUS (Intravascular Ultrasound) IVUS (intravascular ultrasound) adalah tes pencitraan medis yang digunakan untuk memperoleh gambar detail bagian dalam pembuluh darah secara langsung dengan gelombang ultrasonik. Teknik ini umumnya digunakan dalam bidang kardiologi dan vaskular guna mendeteksi penyempitan, penyumbatan, atau masalah lain pada pembuluh darah. IVUS memanfaatkan teknologi gelombang ultrasonik dengan penggunaan kateter berbasis ultrasonografi yang dimasukkan ke pembuluh darah. Dengan cara ini, dokter dapat mengamati struktur internal pembuluh darah dalam resolusi tinggi sehingga sangat membantu dalam proses diagnostik ataupun tindakan, seperti angioplasti atau pemasangan stent. Seperti dicukil dari National Library of Medicine, teknologi intravascular ultrasound memiliki kelebihan dibanding angiografi yang memanfaatkan teknologi sinar-X untuk menghasilkan gambar 2 dimensi dari struktur 3 dimensi. Alih-alih kondisi luarnya saja, IVUS membuat dokter bisa menilai kondisi pembuluh darah dari dalam secara lebih detail. Siapa Saja yang Memerlukan IVUS (Intravascular Ultrasound) IVUS (intravascular ultrasound) umumnya menjadi pilihan ketika ada masalah medis tertentu yang membutuhkan informasi detail mengenai struktur pembuluh darah. Dokter mungkin merekomendasikan tes ini bagi pasien yang diduga mengalami: Penyakit arteri koroner: kerusakan pada pembuluh darah utama jantung Penyakit arteri perifer: kerusakan pada pembuluh darah selain di jantung, seperti tangan atau kaki Aterosklerosis: penumpukan plak yang bisa menyebabkan penebalan atau pengerasan arteri Bekuan darah: gumpalan seperti gel yang terbentuk dari darah yang menempel Kapan Seseorang Memerlukan IVUS? Dokter dapat melakukan IVUS (intravascular ultrasound) untuk menegakkan diagnosis ataupun melakukan tindakan korektif/intervensi untuk mengatasi penyakit pembuluh darah. Berikut ini situasi ketika seseorang mungkin memerlukan IVUS: Pemeriksaan pembuluh darah untuk menilai seberapa parah penyempitan yang mungkin membutuhkan tindakan seperti angioplasti atau pemasangan stent Evaluasi aterosklerosis untuk memeriksa plak yang bisa mengganggu aliran darah dan memicu penyakit pembuluh darah Pemeriksaan hasil tindakan medis seperti angioplasti atau pemasangan stent guna memastikan keberhasilan prosedur tersebut Tes pencitraan lain kurang memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi pembuluh darah sehingga dibutuhkan tes tambahan untuk mengonfirmasi diagnosis Manfaat/Tujuan IVUS (intravascular ultrasound) memberikan sederet manfaat/tujuan yang berkaitan dengan kondisi pembuluh darah dan jantung. IVUS memungkinkan dokter melihat struktur pembuluh darah secara langsung dan lebih jelas dibanding tes pencitraan lain. IVUS dapat mengukur persentase penyempitan pada pembuluh darah dan memberi informasi tentang sifat plak yang memicu penyempitan tersebut. Selain itu, tes pencitraan ini bisa mengungkap penumpukan plak berulang yang sebelumnya sudah disingkirkan dengan tindakan medis alias restenosis. Restenosis disebut bukanlah plak yang menumpuk lagi, melainkan plak yang sebelumnya tak terdeteksi dalam prosedur angiografi dan angioplasti. Persiapan Sebelum Menjalani IVUS Umumnya tak ada persiapan khusus sebelum menjalani IVUS (intravascular ultrasound). Dokter akan memberikan instruksi mengenai persiapan apa yang harus dilakukan terutama jika prosedur IVUS ini dilakukan sebagai bagian dari tindakan medis lain. Pasien biasanya diminta berpuasa makan dan minum sejak malam sebelum hari tindakan. Demi kenyamanan, tim perawat akan mengimbau pasien mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman serta tidak memakai perhiasan pada hari tindakan. Pasien mesti memberitahukan obat-obatan yang dikonsumsi, baik obat bebas maupun suplemen. Bila obat ini berpotensi mengganggu prosedur IVUS atau memicu komplikasi, pasien akan diminta menghentikan konsumsi obat tersebut sebelum tindakan. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur IVUS (intravascular ultrasound) lazimnya berlangsung sekitar 1 jam. Namun jika ada tindakan medis yang dilakukan, waktunya bisa lebih panjang. Tim medis biasanya terdiri atas dokter spesialis jantung intervensional, dan scrub nurse cathlab. Agar pasien merasa nyaman dan tenang sepanjang prosedur, dokter akan memberikan anestesi lokal. Dokter lalu membuat sayatan kecil pada pangkal paha atau bahu untuk memasukkan sheath (tabung plastik kecil) ke pembuluh darah. Setelah itu, dokter memasukkan kateter ke sheath dan mengarahkannya ke lokasi pembuluh darah yang bermasalah dengan panduan pencitraan ultrasonografi atau sinar-X. Dokter lantas melepas probe ultrasonik dari kateter yang masuk ke pembuluh darah. Probe ini menghasilkan gelombang ultrasonik yang memantul dari dinding pembuluh darah dan jaringan sekitarnya sehingga bisa didapatkan gambar detail bagian dalam pembuluh darah. Jika tak ada tindakan lanjutan, dokter menarik kateter keluar dan menutup sayatan tempat masuknya kateter. Perawatan Pasca IVUS (Intravascular Ultrasound) Setelah kateter diambil seusai IVUS (intravascular ultrasound), pasien harus menjalani tirah baring selama dua hingga enam jam untuk mencegah perdarahan. Pasien bisa pulang pada hari yang sama, tapi bisa juga harus menjalani rawat inap 1 x 24 jam. Tim medis akan memberikan instruksi perawatan pasca IVUS di rumah terutama jika IVUS digunakan sebagai bagian dari prosedur pemasangan stent atau angioplasti. Biasanya pasien harus banyak beristirahat dan menghindari aktivitas fisik yang berat selama setidaknya 24 jam. Adakah Efek Samping Setelah IVUS (Intravascular Ultrasound) IVUS (intravascular ultrasound) adalah prosedur medis yang aman karena tak menggunakan radiasi dan berisiko rendah. Tidak ada efek samping yang membahayakan. Komplikasi seperti penggumpalan darah, perdarahan, atau gangguan... - Published: 2023-11-29 - Modified: 2026-06-22 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pldd-percutaneus-laser-disc-decompression/ Operasi minimal invasif merupakan terobosan penting dalam dunia kedokteran. Metode ini menawarkan banyak manfaat bagi pasien ataupun dokter yang menangani. Sebagai contoh, PLDD (percutaneous laser disc decompression) adalah salah satu prosedur yang kerap menjadi pilihan untuk mengatasi berbagai kondisi yang berkaitan dengan cakram tulang belakang. Mengenal PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) PLDD (percutaneous laser disc decompression) adalah prosedur medis minimal invasif yang dilakukan untuk mengatasi nyeri dan gejala lain yang terjadi akibat masalah pada cakram tulang belakang. Masalah itu termasuk herniasi cakram (herniated disc) dan penonjolan cakram (bulging disc) yang bisa mengakibatkan gejala nyeri di punggung yang kerap disebut saraf terjepit. Cakram tulang belakang adalah struktur di antara tulang belakang. Cakram ini berfungsi sebagai bantalan dan penyerap kejutan pada tulang belakang serta memungkinkan fleksibilitas dan gerakan pada kolom tulang belakang. Cakram ini bisa mengalami kerusakan yang gejala utamanya adalah nyeri pada punggung. Dengan teknik minimal invasif alias tanpa sayatan besar, dokter menggunakan energi laser untuk menguapkan atau memangkas volume jaringan cakram yang rusak dalam PLDD (percutaneous laser disc decompression). Harapannya, tekanan pada saraf-saraf di sekitar cakram berkurang dan gejala seperti nyeri pada punggung dan kaki pun reda. Menurut sebuah studi, PLDD (percutaneous laser disc decompression) telah terbukti aman dan efektif. Pembedahan dilakukan sebagai prosedur rawat jalan, tak memerlukan anestesi umum, tidak mengakibatkan luka atau instabilitas tulang belakang, mengurangi waktu rehabilitasi, bisa diulang, dan tidak menghalangi operasi terbuka bila diperlukan. Siapa Saja yang Memerlukan PLDD? PLDD (percutaneous laser disc decompression) bisa menjadi opsi bagi individu yang menderita masalah pada cakram tulang belakang. Dokter akan memastikan individu tersebut cocok dengan prosedur ini sebelum memulai tindakan. Masalah cakram tulang belakang yang mungkin memerlukan prosedur dekompresi cakram laser perkutan ini termasuk: Herniasi cakram: keluarnya inti jaringan gelatinosa di dalam cakram lewat retakan pada cakram sehingga saraf di sekitarnya tertekan Penonjolan cakram: cakram yang menonjol bisa menekan sumsum tulang belakang atau saraf Nyeri punggung persisten: nyeri punggung yang terus terasa dan mengganggu Radikulopati: keluarnya akar saraf tulang belakang dari sumsum tulang belakang Cakram degeneratif: perubahan pada cakram tulang belakang sebagai akibat proses penuaan Disrupsi cakram internal: nyeri kronis di punggung akibat gangguan internal pada cakram Kapan Seseorang Memerlukan PLDD? PLDD (percutaneous laser disc decompression) kerap dilakukan dalam situasi ketika metode penanganan konservatif tidak manjur tapi di sisi lain pasien belum memerlukan operasi besar. Metode konservatif di sini termasuk terapi fisik, pemberian obat pereda nyeri, dan terapi injeksi. Kondisi lain yang mungkin mengindikasikan seseorang memerlukan tindakan ini meliputi: Gejala berupa nyeri punggung menjalar hingga ke tangan atau kaki Gejala sudah sangat mengganggu aktivitas normal sehari-hari Pasien tak memenuhi kriteria operasi terbuka, misalnya karena faktor usia yang tua atau kondisi lain yang menghalangi efektivitas PLDD (percutaneous laser disc decompression) Manfaat/Tujuan PLDD Dengan teknik minimal invasif, PLDD (percutaneous laser disc decompression) adalah prosedur yang dapat meredakan gejala masalah pada cakram tulang belakang dengan lebih aman dan rendah risiko. Berikut ini sejumlah manfaat/tujuan PLDD: Meredakan nyeri punggung dan gejala lain yang berkaitan dengan tekanan pada saraf seperti kesemutan, mati rasa, dan kelemahan pada kaki atau tangan Tidak membutuhkan sayatan besar sehingga rasa sakit pascaoperasi lebih minimal, risiko komplikasi lebih rendah, dan masa pemulihan lebih cepat Tak memerlukan anestesi umum Pasien bisa lebih cepat kembali beraktivitas normal Lebih presisi dalam mengurangi volume cakram karena menggunakan teknologi laser Persiapan Sebelum Menjalani PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) Persiapan yang tepat turut menentukan tingkat keberhasilan prosedur PLDD (percutaneous laser disc decompression). Langkah persiapan yang biasanya diperlukan sebelum menjalani PLDD mencakup: Berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah tulang saraf atau tulang belakang untuk mendiskusikan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami Menjalani pemeriksaan untuk mengecek kondisi cakram tulang belakang yang bermasalah dan memastikan PLDD adalah tindakan yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut Pasien perlu menjelaskan riwayat kesehatannya secara detail, termasuk jika pernah mengalami penyakit, menjalani prosedur bedah, punya alergi, atau sedang mengonsumsi obat/suplemen tertentu Dokter akan memberi instruksi tentang obat apa yang boleh atau tak boleh dikonsumsi sebelum tindakan, termasuk apakah harus berpuasa atau tidak Prosedur dan Pelaksanaan PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) Prosedur PLDD (percutaneous laser disc decompression) diawali dengan pemberian anestesi lokal pada area punggung untuk mengurangi rasa sakit dan membuat pasien rileks selama prosedur. Dokter akan meminta pasien berbaring dengan posisi tengkurap di atas meja operasi senyaman mungkin. Dokter lantas menandai bagian cakram yang bermasalah dan akan ditangani dengan PLDD. Dokter kemudian mensterilkan area tersebut sebelum melakukan penyuntikan dengan bantuan fluoroskopi (sinar-X) atau perangkat C-Arm. Melalui jarum suntik itu, dokter menyisipkan serat laser yang sangat tipis ke dalam cakram. Serat ini yang berfungsi menghantarkan energi laser ke bagian cakram yang bermasalah. Energi laser akan diarahkan ke area cakram tersebut yang kemudian mengurangi atau menguapkan volume jaringan yang memicu tekanan pada saraf dan menyebabkan gejala nyeri. Perawatan Pasca PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) PLDD (percutaneous laser disc decompression) adalah prosedur rawat jalan. Artinya, pasien bisa pulang pada hari yang sama dengan tindakan tanpa perlu... - Published: 2023-11-26 - Modified: 2023-11-26 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/bone-mineral-densitometri/ Makin bertambah usia seseorang, makin besar risiko mengalami osteoporosis atau kerapuhan tulang. Karena itu, penting bagi siapa pun untuk menjalani pemeriksaan agar kondisi ini bisa terdeteksi sejak dini dan mencegah risiko patah tulang di kemudian hari. Dalam hal ini, bone mineral densitometri menjadi prosedur diagnostik yang penting. Mengenal Bone Mineral Densitometri (BMD) Bone mineral densitometri adalah prosedur diagnostik yang diterapkan untuk mengetahui kadar kepadatan mineral tulang. Prosedur yang juga kerap disebut sebagai dual-energy X-ray absorptiometry (DEXA) ini merupakan cara utama untuk mendeteksi osteoporosis, yakni kondisi ketika tulang menjadi rapuh dan rentan patah akibat kehilangan kepadatan mineralnya. Prosedur BMD menggunakan alat yang disebut densitometer, yakni perangkat medis untuk mengukur kepadatan mineral tulang. Selain itu, sinar-X pada dua energi digunakan dalam prosedur ini untuk mengukur seberapa banyak atau sejauh mana sinar-X terserap atau menembus tulang. Dokter juga dapat mengidentifikasi risiko patah tulang dan memantau kondisi kesehatan tulang seiring dengan waktu. Hasil bone mineral densitometri umumnya dinyatakan dalam bentuk skor, yakni: T-score: angka ini menunjukkan tingkat kepadatan tulang pasien dibandingkan dengan kepadatan tulang rata-rata orang dewasa muda, jika negatif berarti kepadatan tulang lebih rendah sehingga mengindikasikan risiko osteoporosis Z-score: perbandingan tingkat kepadatan tulang pasien dengan kelompok usia dan jenis kelamin yang sama, bila rendah berarti ada indikasi masalah tulang Prosedur ini, seperti dikutip dari MedlinePlus, tak menimbulkan rasa sakit dengan dua jenis peralatan berdasarkan jenis pemindaiannya, yakni: DEXA sentral dengan meja dan mesin berukuran besar antara lain untuk memindai panggul dan punggung belakang bagian bawah DEXA periferal dengan mesin yang lebih kecil, biasanya untuk mengukur kepadatan tulang pada pergelangan tangan, kaki, jari, atau tumit Siapa Saja yang Memerlukan Bone Mineral Densitometri Bone mineral densitometri juga bisa jadi diperlukan oleh individu yang memiliki faktor risiko osteoporosis dan kondisi lain yang berkaitan dengan penurunan kepadatan tulang seperti reumatoid artritis dan penyakit tiroid. Faktor itu antara lain: Perempuan yang memasuki masa menopause Orang lanjut usia Ada riwayat osteoporosis dalam keluarga Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti kortikosteroid dan obat lain yang bisa menyebabkan metabolisme tulang terganggu Gaya hidup tidak sehat, seperti kurang asupan vitamin D dan kalsium, terbiasa merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan, serta jarang beraktivitas fisik Punya indeks massa tubuh atau berat badan rendah Memiliki masalah genetik yang memicu gangguan terhadap proses perkembangan tulang Kapan Seseorang Memerlukan Bone Mineral Densitometri Keputusan kapan seseorang perlu menjalani BMD bergantung pada hasil pemeriksaan dokter dan preferensi pasien. Prosedur ini kerap direkomendasikan bagi perempuan ketika menginjak usia 65 tahun ke atas. Kadang dokter juga menyarankan pria berumur 70 tahun atau lebih menjalani prosedur ini, terutama jika memiliki faktor risiko osteoporosis ataupun kondisi medis lain yang berkaitan dengan kerapuhan tulang. Demikian pula ketika sudah muncul tanda dan gejala osteoporosis yang kuat, seperti: Tinggi badan terlihat makin pendek dan punggung melengkung (kifosis) Mudah mengalami patah tulang atau fraktur ketika terjatuh atau cedera, khususnya di bagian yang umumnya jarang patah seperti tulang rusuk dan pergelangan tangan Sakit punggung terus-menerus Kemampuan fisik menurun karena penurunan kekuatan otot dan tulang Manfaat/Tujuan Prosedur bone mineral densitometri menjadi pilihan utama untuk mendiagnosis osteoporosis dan masalah lain yang berhubungan dengan kepadatan tulang karena memberikan sejumlah manfaat, antara lain: Mendeteksi kerapuhan tulang sejak dini sebelum telanjur patah sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan Mengevaluasi risiko seseorang mengalami patah tulang Memantau efektivitas pengobatan osteoporosis Menentukan rencana perawatan yang tepat, misalnya terapi obat-obatan, pemberian suplemen nutrisi, dan perubahan gaya hidup Memberikan informasi mengenai kondisi tulang secara umum Memberi saran atau panduan untuk menjalani gaya hidup lebih baik Persiapan Sebelum Menjalani Bone Mineral Densitometri Bone mineral densitometri tak membutuhkan persiapan yang rumit untuk pasien. Namun persiapan tetap penting agar prosesnya berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal. Pasien harus berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum keputusan menjalani prosedur ini diambil. Beri tahu dokter jika sedang hamil atau ada kemungkinan hamil. Pasien juga akan diminta tak mengenakan perhiasan dan aksesori pada hari-H tindakan. Selain itu, pasien tak diperkenankan mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D 24 jam sebelum tes dilakukan. Demi kenyamanan, pasien sebaiknya mengenakan pakaian yang longgar tanpa kancing atau ritsleting. Prosedur dan Pelaksanaan Tes bone mineral densitometri biasanya berlangsung sekitar 15 menit. Pasien tak akan merasakan sakit selama tes karena tak ada prosedur invasif seperti pembuatan sayatan atau injeksi. Secara umum, tahap pelaksanaan tes ini meliputi: Setelah tiba dan registrasi, pasien berganti pakaian dengan gaun khusus dari rumah sakit Tim medis akan meminta pasien berbaring di atas meja dengan generator sinar-X di bawah dan detektor di atasnya Saat tes berlangsung, pasien harus diam tak bergerak dan mungkin diminta menahan napas saat pengambilan gambar dengan sinar-X Tenaga medis yang mengambil gambar akan meminta pasien berganti posisi beberapa kali untuk pengambilan gambar yang berbeda, biasanya bagian panggul dan bawah tulang belakang Begitu pemeriksaan selesai, pasien bisa keluar dari ruangan dan pulang Perawatan Pasca Bone Mineral Densitometri Bone mineral densitometri tak memerlukan perawatan khusus karena prosedur ini terbilang sederhana dan non-invasif. Meski begitu, pasien... - Published: 2020-04-11 - Modified: 2022-08-04 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/radioterapi/ Radiotherapy is a method of treating cancer and other diseases using radiation. The radiation used in radiotherapy is in the form of high-energy ionizing rays. In a radiation therapy, these rays will be directed to the location of the cancer aiming to destroy the cancerous tissue. This beam of radiation will hit cancer cells, causing the cells to lose their ability to reproduce, and damage the cancer cells so that the body can eliminate the cancer cells. The radiation beam energy for radiotherapy reaches thousands of times higher than the energy of X-rays used in diagnostic radiological examinations. However, after the therapy is given, the patient will not become a radioactive source as the radiation beam will be given from the outside of the patient’s body by the external beam radiotherapy machine. Who Needs Radiotherapy? Millions of people worldwide are diagnosed with cancer each year and about two thirds of these cancer patients need radiotherapy as part of their cancer treatment. Cancer patients generally require radiotherapy as part of the therapeutic process to treat or relieve cancer symptoms. Radiotherapy can be given as the main therapy, before or after surgery or chemotherapy. In addition, radiotherapy can be given to patients with advanced cancer to relieve symptoms due to the tumor. Providing radiotherapy as a method of relieving cancer symptoms is known as palliative radiotherapy. Why Is Radiotherapy Necessary? Radiotherapy is one of the three main pillars of cancer therapy along with surgery and chemotherapy. Cancer therapy is generally given by combining two or more of these therapies to increase the success of therapy and reduce the risk of recurrence. Radiotherapy can destroy cancer tissue, reduce the risk of cancer recurrence after surgery or chemotherapy, or shrink cancer tissue before surgery to increase the success of the operation. For palliative radiotherapy, radiation is given to shrink tumors that interfere with quality of life and relieve symptoms caused by cancer such as pain, nervous disorders, or bleeding. Radiotherapy Service Flow The radiotherapy service flow consists of several stages. Initially, the Radiation Oncology Specialist will perform examinations to confirm a cancer diagnosis as a basis for radiotherapy and provide education about the radiotherapy process. After that, the patient will undergo a simulated CT. At this stage, the patient will undergo a CT scan to take pictures of his body as a basis for making a radiation plan. In this process, the patient will also be positioned according to the location of the cancer and a special fixation device is installed to prevent excessive movement of the patient’s body so that the radiation can be given accurately. In the next step, Radiation Oncologists and medical physicists will design a radiation plan on the computer by determining the radiation target, radiation dose, and radiation techniques which are appropriate for the cancer treatment. After the radiation plan is complete, the patient will undergo daily radiotherapy in the radiotherapy machine. The radiotherapy nurse and radiographer will assist the patient in undergoing his daily radiotherapy process. The number of radiation procedures given depends on the type of cancer and the radiation technique used. The length of radiotherapy procedure per day depends on the radiation plan made, with an average of 15-20 minutes per beam. The radiation beam will also be painless when given. Radiation Target Adjusted to the Type of Cancer Radiation in radiotherapy will be targeted at certain areas on the patient's body. The area of this radiation depends on the type and location of the cancer. In order to accurately determine the radiation target, patients generally need to undergo diagnostic imaging studies first. For cancer that biologically often spreads to the lymph nodes, such as cancer of the nasopharynx, breast, or cervix; The Radiation Oncologist will prescribe a broader radiation target to cover the entire area of the cancer spreading. Radiotherapy Services at Primaya Hospital Aiming to provide radiotherapy services, the hospital must meet strict requirements and regulations, especially in terms of equipment and safety. Radiotherapy services at Primaya Hospital take place in an action room specially designed for the safety of hospital employees and visitors. Primaya Hospital also routinely evaluates the quality of equipment and safety from radiation hazards in accordance with the laws and regulations of the Nuclear Energy Regulatory Agency. Radiotherapy Services at Primaya Hospital are served by a team consisting of Radiation Oncologists, medical physicists, radiographers, nurses, and other health professionals who are trained, experienced, professional, and competent. Primaya Hospital uses three dimensions mapping, computerization, and the most updated equipment in radiotherapy. The radiotherapy technique at Primaya is able to precisely target cancerous tissue as well as minimizing the impact of radiation on other surrounding body tissues. Patients can safely undergo radiotherapy at Primaya Hospital based on a predetermined schedule. - Published: 2019-02-19 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/inseminasi/ Smart Fertility Clinic adalah klinik fertilitas terpercaya yang menyediakan layanan lengkap mulai dari skrining kesuburan, program hamil alami, inseminasi (IUI), hingga bayi tabung (IVF) dengan dukungan teknologi reproduksi terkini dan tim medis berpengalaman. Didukung oleh tim profesional yang berpengalaman, Smart Fertility Clinic dipimpin oleh pakar fertilitas terkemuka Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, SubspFER, MPH. Dokter dan staf kami memiliki keahlian mendalam serta dedikasi tinggi, memastikan standar keselamatan dan kualitas klinis terbaik di setiap tahap perawatan Anda. Kami memahami bahwa setiap pasangan memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap program dirancang secara personal, terukur, dan berbasis indikasi medis. Layanan Fertilitas Lengkap di Smart Fertility Clinic Skrining Kesuburan Wanita dan Pria Skrining kesuburan merupakan langkah awal yang penting untuk mengetahui kondisi reproduksi secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi: Evaluasi hormon reproduksi Pemeriksaan rahim dan ovarium Analisis sperma Konsultasi fertilitas dengan dokter spesialis Hasil skrining menjadi dasar dalam menentukan program hamil yang paling sesuai. Program Hamil Alami Terpantau Medis Bagi pasangan dengan peluang kehamilan alami, program hamil alami dilakukan dengan pendampingan medis yang terstruktur. Fokus layanan: Pemantauan masa subur Optimalisasi hormon dan siklus haid Edukasi gaya hidup pendukung kesuburan Konsultasi rutin dengan dokter fertilitas Program ini membantu meningkatkan peluang kehamilan secara alami dengan cara yang aman. Inseminasi Intrauterin (IUI) Inseminasi (IUI) merupakan prosedur medis dengan tingkat invasif minimal untuk membantu pembuahan. Di Smart Fertility Clinic, inseminasi dilakukan dengan: Persiapan sperma berkualitas Pemantauan ovulasi yang akurat Prosedur cepat dan aman Semua tindakan dilakukan sesuai standar medis dan indikasi yang tepat. Program Bayi Tabung (IVF) dengan Teknologi Modern Bayi tabung (IVF) adalah solusi fertilitas untuk kondisi tertentu yang membutuhkan teknologi reproduksi berbantu. Layanan IVF kami didukung oleh: Laboratorium fertilitas berstandar tinggi Teknologi reproduksi terkini : PGTA, PESA, TESA, MESA, Timelapse Incubator, ICSI dan IMSI, Embrio/Sperma/Oosit Bank Pemantauan embrio yang cermat dengan Timelapse Incubator Tim dokter dan embriolog berpengalaman Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan peluang keberhasilan dengan tetap mengutamakan keamanan pasien. Teknologi Fertilitas Terkini & Pendekatan Personal Smart Fertility Clinic menggabungkan teknologi medis modern dengan pendekatan personal. Setiap pasien mendapatkan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi medis, usia, dan riwayat kesehatan. Kami percaya bahwa keberhasilan program fertilitas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh pendampingan yang tepat dan komunikasi yang transparan. Mengapa Memilih Smart Fertility Clinic? Klinik fertilitas terpercaya Layanan lengkap dari skrining hingga IVF Teknologi reproduksi terkini Pendampingan medis berkelanjutan Konsultasi Fertilitas di Smart Fertility Clinic Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau menghadapi tantangan kesuburan, Smart Fertility Clinic siap mendampingi Anda dengan layanan yang profesional dan penuh empati. Hubungi kami untuk konsultasi fertilitas dan perencanaan program hamil yang sesuai dengan kebutuhan Anda. - Published: 2019-02-19 - Modified: 2024-10-30 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/inseminasi/ Artificial insemination or Intra-Uterine Insemination (IUI) is a medical method with the aid of a kind of hose device to insert directly the results of processing the husband's sperm into the wife's uterus at the right time to the maturation of the wife's egg. This was done by a competent Obstetrician or Ob-gyn Specialist at Primaya Hospital where previously the selection and processing of the best sperm cells from the husband have been carried out by medical methods by the Andrology Specialist. There are several steps that must be done by a married couple before insemination, including consultation and examination of the wife by an Obstetrician or Ob-gyn Specialist at Primaya Hospital. Examination is done as a whole, including Ultrasonography (USG) examination of ovarian organs that produce eggs. Then, the hormonal treatment process is continued so that the wife's egg cell is ready to be fertilized by the husband's best sperm. If necessary, there will be further anatomical examination of women with the Hysterosalpingography (HSG) method in the radiology department. Next, the husband's sperm selection process is carried out by the Andrologist. The process begins with the analysis of the husband's sperm quality (sperm analysis). If needed, an ultrasonography (USG) of the testes will be performed. After all examination results are confirmed normal, scheduling will be carried out for the artificial insemination. Artificial Insemination Services are carried out by an Obstetrician or Obstetrician / Obstetrician. While Andrology Laboratory Services for the purposes of sperm analysis and sperm processing as part of artificial insemination are carried out by an Andrologist. The series of types of services are as follows: Artificial Insemination or Intra-Uterine Insemination (IUI) Complete Sperm Analysis (SA) Sperm Migration Test Anti-Sperm Antibody (ASA) Paternal Leucocyte Immunization (PLI) Free Testosterone Hysterosalpingography (HSG) Ovarian Ultrasonography (USG) Ultrasonography (USG) Testes - Published: 2019-02-10 - Modified: 2025-07-01 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/radioterapi/ Radioterapi adalah metode penanganan kanker dan penyakit lainnya dengan menggunakan radiasi. Radiasi yang digunakan dalam radioterapi berupa pancaran sinar pengion energi tinggi. Pada pemberian terapi radiasi, pancaran sinar ini akan diarahkan ke lokasi kanker dengan tujuan untuk menghancurkan jaringan kanker tersebut. Sinar radiasi ini akan mengenai sel kanker, menyebabkan hilangnya kemampuan sel tersebut untuk bereproduksi, dan merusak sel kankernya sehingga tubuh bisa mengeliminasi sel kanker tersebut. Energi sinar radiasi untuk radioterapi mencapai ribuan kali lipat energi sinar-X yang dipakai dalam pemeriksaan radiologi diagnostik. Namun, pasien tidak akan menjadi sumber radioaktif pasca pemberian terapi karena sinar radiasi akan diberikan dari luar tubuh oleh mesin radioterapi,. Siapa Saja yang Memerlukan Radioterapi? Jutaan orang di dunia tiap tahunnya terdiagnosis dengan penyakit kanker dan sekitar dua pertiga pasien kanker ini akan membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari pengobatan kankernya. Pasien kanker pada umumnya memerlukan radioterapi sebagai bagian dari proses terapi untuk mengobati atau meredakan gejala kanker. Radioterapi dapat diberikan sebagai terapi utama, sebelum atau sesudah dilakukan pembedahan atau kemoterapi. Selain itu, radioterapi dapat diberikan pada pasien kanker stadium lanjut untuk meredakan gejala akibat tumornya. Pemberian radioterapi sebagai metode pereda gejala kanker ini disebut sebagai radioterapi paliatif. Mengapa Radioterapi Diperlukan? Radioterapi merupakan bagian dari tiga pilar utama terapi kanker selain pembedahan dan kemoterapi. Terapi kanker umumnya diberikan dengan mengombinasikan dua atau lebih terapi tersebut untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan menurunkan risiko kekambuhan. Radioterapi dapat menghancurkan jaringan kanker, menurunkan risiko kekambuhan kanker pasca tindakan bedah atau kemoterapi, atau mengecilkan jaringan kanker sebelum dilakukan pembedahan untuk meningkatkan keberhasilan operasi. Untuk tindakan radioterapi paliatif, radiasi diberikan untuk mengecilkan tumor yang mengganggu kualitas hidup dan meredakan gejala yang disebabkan oleh kanker seperti rasa nyeri, gangguan saraf, atau perdarahan. Alur Pelayanan Radioterapi Alur pelayanan radioterapi terdiri dari beberapa tahap. Awalnya, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi akan melakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis kanker sebagai dasar tindakan radioterapi dan memberikan edukasi mengenai proses radioterapi tersebut. Berikutnya, pasien akan menjalani CT simulasi. Pada tahap ini, pasien akan menjalani pemeriksaan CT-Scan untuk mengambil gambaran dalam tubuhnya sebagai dasar pembuatan rencana radiasi. Pada proses ini, pasien juga akan diposisikan sesuai lokasi kankernya dan dipasang alat fiksasi khusus untuk mencegah pergerakan berlebihan tubuh sehingga radiasi dapat diberikan secarat akurat. Selanjutnya, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi dan petugas fisika medis akan merancang rencana radiasi pada komputer dengan menentukan target radiasi, dosis radiasi, dan teknik radiasi yang tepat untuk kankernya. Setelah rencana radiasi selesai, pasien akan menjalani pemberian radioterapi harian di mesin radioterapi. Perawat dan radiografer radioterapi akan membantu pasien dalam menjalani proses radioterapi hariannya. Jumlah tindakan radiasi yang diberikan tergantung jenis kanker dan teknik radiasi yang dipakai. Lama tindakan radioterapi tiap harinya tergantung dari rencana radiasi yang dibuat, dengan rata-rata 15-20 menit per kali sinar. Sinar radiasi juga tidak akan menimbulkan rasa sakit saat diberikan. Target Radiasi Disesuaikan dengan Jenis Kanker Pemberian radiasi dalam radioterapi akan ditargetkan pada area tertentu pada tubuh pasien. Area radiasi ini bergantung pada jenis dan lokasi kanker. Agar dapat menentukan target radiasi secara akurat, pasien umumnya perlu menjalani pemeriksaan imaging diagnostik terlebih dahulu. Untuk kanker yang secara biologis sering menyebar ke kelenjar getah bening seperti kanker daerah nasofaring, payudara, atau mulut rahim; Dokter Spesialis Onkologi Radiasi akan meresepkan target radiasi yang lebih luas untuk mencakup seluruh daerah penyebaran kankernya. Layanan Radioterapi di Primaya Hospital Untuk dapat menyediakan layanan radioterapi, rumah sakit harus memenuhi syarat dan peraturan yang ketat terutama dalam hal peralatan dan keamanan. Radioterapi di Primaya Hospital berlangsung di ruangan tindakan yang dirancang khusus untuk keamanan pegawai dan pengunjung rumah sakit. Primaya Hospital juga rutin mengevaluasi kualitas peralatan dan keamanan dari bahaya radiasi sesuai dengan undang-undang dan peraturan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Radioterapi di Primaya Hospital dilayani oleh tim yang terdiri atas Dokter Spesialis Onkologi Radiasi, tenaga fisika medis, radiografer, perawat, dan tenaga kesehatan lain yang terlatih, berpengalaman, profesional, dan kompeten. Primaya Hospital menggunakan pemetaan tiga dimensi, komputerisasi, dan peralatan terkini dalam radioterapi. Teknik radioterapi di Primaya ini mampu menargetkan jaringan kanker secara presisi sekaligus meminimalkan dampak radiasi pada jaringan tubuh lain di sekitarnya. Pasien dapat menjalani radioterapi di Primaya Hospital dengan aman sesuai jadwal yang telah ditetapkan. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-05-18 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/terapi-hemodialisa/ Hemodialysis is dialysis therapy outside the body for someone whose kidneys do not work normally. This therapy is supported by teamwork consisting of Internal Medicine Specialists/ internists, Nephrologists, HD (Hemodialysis) Certified General Physicians and skilled, proficient and certified nurses. Hemodialysis Services Primaya Hospital is able to provide comfort and safety for patients while undergoing this therapy in the hospital. Healthy kidneys can cleanse your blood. The kidneys also form substances that keep the body healthy. Hemodialysis replaces some of the benefits of the kidneys when the kidneys are no longer working. Hemodialysis is needed when the kidneys are no longer able to work properly so that the body has substances that should have been removed from the blood or body fluids. This condition usually makes the patient experience symptoms such as nausea, vomiting, swelling, to weakness and lethargy. However, these symptoms do not always appear. How Does Hemodialysis Work? The machine acts as an artificial kidney (human-made kidney) that is used to cleanse the blood. To perform hemodialysis, the doctor needs to make access to the patient's blood vessels, usually in the hands. Inside this machine, there are parts in charge of filtering the patient's blood. Hemodialysis can get rid of dirty substances or waste, salt, and excess water in the patient's blood. In addition, some chemicals in the body are also maintained balance and maintain blood pressure. This therapy can be done for three to four times a week. How much therapy a patient needs depends on how well your kidneys are working, how much fluid you get between each therapy, how much you weigh, how much dirty substances are in your blood, and the type of Hemodialysis device used. The doctor will give the patient an explanation of how much dialysis the patient needs to do in one week. Does Hemodialysis Need a Special Diet? Patients who are doing HD therapy are recommended to increase protein consumption. Patients with diabetes or other health conditions will have a more restrictive diet. For patients with special health conditions, patients should consult with a doctor at Primaya Hospital. The team that handles patients in the therapy process will maintain and monitor the therapy thriugh various examinations to ensure the smoothness of the process. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-elektromiografi/ Electro Neuro-Myography (ENMG) is a test that examines the health of the muscles as well as the nerves that regulate them. An electroneuromyograph is used to conduct an Electro neuro-myography (ENMG) test, and the resulting recording is called an electroneuromyogram. Using electrodes attached to muscle tissue, this method detects the action potentials of nerve and muscle cells. When a patient has peripheral nerve clamping, such as in carpal tunnel syndrome, and muscle fatigue that is not attributable to a brain injury, Electro Neuro-Myography (ENMG) is used. This test will help differentiate between muscle-related issues and those that are caused by nerve problems. When muscles contract, electrical signals are sent out. When the muscles are at rest, this signal is absent. The doctor will use an Electro Neuro-Myography (ENMG) test to look at the electrical signals in the muscles to diagnose the patient's issue. Who Should Take an Electro Neuro-Myography (ENMG) Examination? Electro Neuro-Myography (ENMG) is a test that looks at muscle and nerve complaints. An Electro Neuro-Myography (ENMG) examination will most likely be needed for people who have muscle weakness or pain. This test can differentiate between muscle disorders caused by an injury to a nerve connected to a muscle and a nervous system condition, such as a muscle disorder. The following are examples of muscle disorders: Dystrophy: a hereditary disorder in which muscle mass is lost Polymyositis: muscle inflammation Myasthenia gravis: muscle weakness caused by a disruption of nerve-muscle connection Spinal cord disorders Why Is an Electro Neuro-Myography (ENMG) Examination Needed? When a person experiences persistent pain in a part of their body that may be caused by nerve or muscle problems, an Electro Neuro-Myography (ENMG) examination may be required. The pain usually starts in the back or stomach, but it can spread to the legs and arms. The following are symptoms that can occur: Numbness Tingling sensation Cramps Limpness In most cases, these symptoms usually go away on their own. If not, talk to your doctor about getting more tests done, like ENMG. An electroneuro-myography test will help a neurologist figure out what's causing the problem and how severe it is. Risks and Preparation of Electro Neuro-Myography (ENMG) Examination The Electro Neuro-Myography (ENMG) test is considered a low-risk medical procedure. Heavy bleeding and infection in the region of the body where the doctor implants the electrode needle are very rare dangers. You should first consult with a neurologist to reduce the risk. The doctor will perform an assessment based on this consultation to determine if the patient needs an Electro Neuro-Myography (ENMG) examination. When recommending Electro-Neuromyography (ENMG), the doctor will give the patient preparation guidelines. Patients must have a comprehensive medical history, including whether or not they take those medications on a regular basis and whether or not they have a pacemaker or other electrical device in their bodies. Procedure and Results of Electro Neuro-Myography (ENMG) Examination The Electro Neuro-Myography (ENMG) exam takes about 30-90 minutes to complete. A very short electrode needle will be inserted into the skin of the arm or leg before it meets the muscle. The electrical activity of the muscles is captured by these electrodes. After the electrodes are in position, the patient is asked to contract the muscles by bending the arm, for example. The muscle's ability to respond to nerve stimulation is then measured using electrical activity, which is shown on a monitor. The contraction pattern will be evaluated by the doctor to see if the muscles are responding properly. The results and contributing factors of the Electro Neuro-Myography (ENMG) test serve as the foundation for doctors to make a diagnosis and, at the same time, help treat the patient's muscle problems. Electro Neuro-Myography (ENMG) Examination at Primaya Hospital Neurologists at Primaya Hospital will provide Electro Neuro-Myography (ENMG) exams for patients in need, working with an experienced and professional medical team. Primaya Hospital also makes use of cutting-edge technologies to aid in examinations. Primaya Hospital is dedicated to providing patients with high-quality care. If you have constant muscle problems, contact the Primaya Hospital Neurologist immediately to get the proper diagnosis and treatment. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-mammografi/ Mammography examination is a method for detecting breast cancer. Mammography is important to know the presence of breast cancer so that treatment and therapy can be done earlier. Mammography is intended for patients over the age of 35 years. Meanwhile, for younger patients, the detection of breast cancer is done through Ultrasonography (USG) of the breast. Mammography Examination is one of the facilities of Primaya Hospital's Mother and Child Service Center. With mammography, it can be clearly seen the difference in density of a tumor with surrounding tissue, especially in older women. This happens because the absorption of X-rays by the tumor tissue will be more than the surrounding tissue. Mammography is also used to recognize breast malignancies in patients who are clinically palpable lumps, both on the same breast or contralateral breast. Mammography can see microcalcifications which are sometimes the only ones that lead to malignancy. In addition, Mammography also acts as a careful assessment of cases of breast malignancy to see the radiation or isostatic response. Limitation: Mammography plays less role in women under the age of 30 because women's breasts under the age of 30 often have fibro glandular tissue. Mammography Examination Indications Mammography is performed on women who have lumps or discomfort in their breasts. This examination is also done on people with a history of high risk for getting breast malignancies, including a family history of cancer, not breastfeeding, and early menarche. Mammography can also be done if there is an enlarged suspicious axillary gland. Other conditions that make a person recommended for Mammography are due to the presence of a Paget's disease of the nipple and the search for the cause of metastasis but the primary tumor has not been found yet. Mammography Examination Process The patient is asked to stand in front of the machine with the chest open. For several minutes, the breast will be pressed horizontally by using two plastic plates. Pressure on the breast for some time may make it uncomfortable, but the flatter the breast, the better the resulting image. On each side of the breast 2 images will be taken. Abnormalities in Mammogram results can be identified by the appearance of primary and secondary signs. The primary sign is the discovery of tumors with increased density, irregular boundary tumors, spicula shape or have a tail like a comet, and found specific microcalcifications. Secondary signs are changes in the skin in the form of thickening and retraction, asymmetrical density, state of the tumor area and irregular fibro glandular tissue, and enlarged axillary glands. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-03-08 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/angiografi-pasang-ring-kateter-jantung/ The installation of a heart ring is a medical procedure that aims to treat problems with the coronary arteries. Coronary blood vessels play an important role as a carrier of blood and oxygen to the heart. Coronary blood vessels can become narrowed to blockage due to plaque build-up that comes from cholesterol and other substances. Blockages in coronary blood vessels will interfere the supply of oxygen needed by heart cells, causing heart cells to become damaged and unable to function normally, which can lead to fatal consequences. Coronary Heart Disease (CHD) is listed as the number one deadliest disease in the world according to the World Health Organization (WHO). A result of Basic Health Research from the Ministry of Health in 2018 stated that as many as 1. 5% of Indonesia's population has coronary heart disease. The installation of a heart ring (stent) aims to improve the patients with coronary heart disease to have better health condition and improved life quality. Primaya Hospital’s Cardiac and Vascular Center provides a heart ring installation service which is supported by the latest facilities and a team of experienced cardiac specialists so that the detection and management of coronary heart disease can be done quickly and precisely. The Function of Heart Ring Installation Heart rings are made of stainless steel or cobalt chromium alloy in the form of small tubing as wire mesh or mesh. The heart ring can also be made of plastic material. The cardiologist will place the ring permanently in the problematic coronary artery. Generally, there is a layer of drug on the heart ring which functions to prevent scar tissue from forming in blood vessels. The heart ring installation serves to improve blood flow and oxygen by enlarging the cavity of the blood vessels that are narrowed or clogged. Coronary heart disease is characterized by narrowing to blockage of blood vessels which causes patients to experience chest pain. Heart stamping is not performed in all patients with coronary heart disease. The doctor will first carry out a detailed examination of the problematic blood vessels to determine whether the patient's condition requires management of a heart stent or not. The heart ring installation can be a treatment option for: Patients who are still experiencing heart problems after trying various medications and changing their lifestyle to be healthier. Patients with worsening of chest pain (angina). Patients who have had a severe heart attack resulting in impaired heart function. Heart Ring Installation Procedure Heart ring installation procedure is carried out in the Cath Lab unit of Primaya Hospital by a cardiologist. The procedure for installing a heart ring uses the angioplasty method. The patient will be asked to lie down as comfortable as possible. During the procedure, the patient will remain awake (conscious). Local anesthesia is applied to the groin, hand, or neck where the catheter will be inserted with the ring. The procedure is performed using X-ray imaging to help slowly direct the catheter towards the heart and coronary arteries. The doctor can inject a contrast agent or liquid dye to help clogged blood vessels appear more clearly. When the blockage in the blood vessel has been found, the doctor will place the catheter at the point of the blockage. At the end of the catheter, there is a balloon that will be inflated to expand the narrowed blood vessel. Once the blood vessels are wide, the heart ring is placed at this point and the balloon is then inflated. The doctor will pull the catheter out and leave a heart ring in the blocked blood vessel to keep the blood vessels open so the blood can flow smoothly. Post-Heart Ring Installation Treatment The Recovery stage is short. Generally, patients can be back to their normal activities within 24 hours after the procedure has been carried out. The doctor will prescribe anti-clotting drugs to prevent blood clot forming due to the insertion of a heart ring. The drugs are consumed for one year or in accordance with the doctor's instructions to maintain the health of the blood vessels. A heart ring installation is not a cure for coronary heart disease. This medical action only functions to overcome coronary artery blockages that can cause heart malfunction. Therefore, further treatment is needed to minimize the risk of new blockages with medical therapy and adopting a healthy lifestyle. Cath Lab is part of Primaya Hospital's Services at the Cardiac and Vascular Center. In addition to the Cath Lab, Primaya Hospital's Cardiac and Vascular Center also provides electrocardiogram (EKG) services, Cardiac Electrophysiology, cardiac treadmill tests, CABG cardiac surgery and various other services. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/terapi-eswl/ ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) therapy uses shock wave technology to break up stones in the urinary tract. Urinary tract stones can cause problems in everyday life, especially when urinating. The Urologist Specialist will split the stone without surgery, general anesthesia, or hospitalization using ESWL therapy. The fractured stone will be flushed out with the urine. ESWL therapy has become a standard hospital treatment for urinary tract stones. The stone can break up into small fragments as a result of the shock wave, making it easier to move through the urinary tract. However, ESWL therapy does not break down all urinary tract stones. Only small stones with a diameter of 4 millimeters to 2 centimeters are likely to be handled with this method. Who needs an ESWL Therapy? Urinary tract stones are usually so tiny that they move through urine on their own. Larger stones, on the other hand, are more difficult to pass and can become lodged in the urinary tract, resulting in bleeding, kidney swelling, kidney damage, and urinary tract infections. ESWL therapy is needed for people who have been diagnosed with such kidney stones before the disease worsens. Among the signs and symptoms are: Pain in the back, chest, and waist, as if they were stabbed Pain when urinating Urinating frequently but just slightly coming out Urine contains blood, is cloudy, or smells bad Nausea and vomiting Fever above 38 degrees Celsius ESWL for the Treatment of Non-Surgical Urinary Tract Stones Strong deposits in the kidneys, renal tract, bladder tract, and bladder are referred to as urinary tract stones. When urine contains more crystalline substances than fluid or the body is dehydrated, these deposits, among others, form. Infection, excessive salt intake, and the use of some medications are all possible causes. Urinary tract stones may be treated with ESWL therapy without the need for anesthesia or surgery. Patients benefit more from this approach because: the process is faster; there is no need for hospitalization; recovery time is shorter. there are no visible cuts on the skin surface; and there are fewer complications than surgery. After ESWL therapy, the patient will resume normal activities immediately. In general, ESWL therapy has a high rate of effectiveness. However, a number of factors, such as the size, type, and position of the stone, may affect the procedure's success. ESWL Therapy Procedure Doctors who specialize in treating urinary tract stones are urologists. Before starting ESWL therapy, patients must be tested by a doctor. Laboratory examinations, ultrasound, and radiology are also part of the study. ESWL therapy will be scheduled if the doctor decides it is possible. Before beginning treatment, the doctor will prescribe pain relievers. X-ray technology may be used to assist doctors in locating the stone's position. Shock waves are delivered to the skin's surface over the stone's location as part of the treatment. The ESWL therapy treatment does not use electricity. Depending on the form and size of the stone, this therapy will last approximately from 30 to 60 minutes. Preventing Stones in the Urinary Tract An ounce of prevention is worth a pound of cure. Urinary tract stones can be avoided by doing the followings: Drink plenty of water per day, around 2-3 liters. Drinking tea and coffee will also help you get enough fluids. You can, however, boost your water intake. Stay away from carbonated beverages. Limit your salt consumption. Limit the intake of fast food. Limit your intake of animal protein-rich foods. Eat less lettuce, tea, nuts, chocolate, and strawberries, which are rich in purines and oxalates. ESWL therapy at Primaya Hospital To know more about the details of ESWL therapy, contact Primaya Hospital. To assist you with urinary tract stone issues, Primaya Hospital has a Urologist Specialist with an experienced and professional medical staff. Primaya Hospital employs cutting-edge technology in its operations. Consult Primaya Hospital about your health issues to get the best advice. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-4d/ 4D ultrasound pregnancy test is a medical technique that uses a four-dimensional ultrasound to check the status of the fetus in the womb during pregnancy. Four-dimensional technology is used to create images of fetal movements. Results of the 4D USG Ultrasound findings are completely different from 3D or 2D, which are just images. As a result, the obstetrics and gynecology specialist or ob-gyn doctor performing the test would be able to detect fetal development more precisely. Birth defects can be identified more quickly during 4D ultrasound pregnancy Examination. Obstetrics and Gynecology Specialists may also take urgent steps to deal with the situation. Parents also request 4D ultrasound prenatal checks to see the fetus moving, kicking, yawning, and even laughing, in addition to identifying issues with fetal growth. While this is permissible, parents should gain a better understanding of the 4D ultrasound examination's intent, procedure, and risks. For Whom and When is a 4D Ultrasound Examination Needed? A 4D ultrasound pregnancy check-up is available to all pregnant women. Doctors, on the other hand, usually only prescribe 4D ultrasound scans to screen for possible anomalies in the fetus or pregnancy, such as: Defects in the neural tube (can affect brain and spinal development) Aneuploidy, a disorder in which a person is born with (a condition when there are less or more chromosomes that make the baby born defective or even die) Cleft lip (on 4D ultrasound, the baby's face is more clearly visible) When Should a 4D Ultrasound Be Performed? The best time to perform a 4D ultrasound for maternal care is between 26 and 34 weeks of pregnancy. Since there was so much amniotic fluid at the time, it was easier to see the fetus. The amniotic fluid level has decreased after 34 weeks, making ultrasound testing more difficult. Even so, each woman's amniotic fluid volume is different. It is necessary to consult an obstetrician to decide when a 4D ultrasound pregnancy test should be performed. Benefits of 4D Ultrasound Pregnancy Examination Although 4D ultrasound examination provides benefits that are not obtained from 3D and 2D ultrasounds, in general, the aims of a 4D ultrasound test are the same: measure the fetus's weight and height; determine if the fetus is getting enough nutrition; measure the fetal heart rate; check amniotic fluid volume; know the sex of the fetus; detect multiple pregnancies; confirm the due date of birth; check the position of the placenta; and evaluate fetal movements. Results of a 4D Ultrasound Pregnancy Examination From the beginning to the end of the 4D ultrasound pregnancy test, Obstetrics and Gynecology Specialists will direct the patient. The 4D ultrasound test is similar to a 3D ultrasound in that the mother lies on the examination site and the doctor applies a special gel, after which the Obstetrics and Gynecology Specialist will use a A 4D ultrasound unit to monitor the movements of the fetus in the womb. On the display screen attached to the ultrasound kit, mothers can see the fetal movements. The ultrasound findings were then clarified by the Obstetrics and Gynecology Specialist, or Ob-gyn. Mothers may also request that the obstetrician print a video recording for them to keep. 4D USG Pregnancy Examination at Primaya Hospital The Mother and Child Care Center at Primaya Hospital offers 4D ultrasound pregnancy checks. The Primaya 4D ultrasound equipment uses advanced technology to provide accurate recordings of fetal movements. Primaya Hospital's obstetrics and gynecology experts, as well as an experienced and knowledgeable nursing staff, are ready to offer the best care services to parents who wish to have a pregnancy examination using 4D ultrasound technology. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-3d/ A three-dimensional (3D) ultrasound pregnancy test is a medical technique that uses ultrasound to assess the state of the fetus in three dimensions. The three-dimensional images generated by a 3D ultrasound pregnancy analysis are more visible. The obstetrician will also examine the fetus in greater detail in order to identify abnormalities. An obgyn doctor may also obtain more detailed details about the fetus' organs, such as the heart. 3D ultrasound pregnancy examination results images, in comparison to two-dimensional ultrasound, display a fuller fetal scale, including height, width, and volume. As a result, a 3D ultrasound scan will identify any anomalies in the fetus, allowing doctors to take prompt action. Who Needs a 3D Ultrasound Examination and When Is the Best Time to Get One? A 3D ultrasound pregnancy check-up is available to all pregnant women. The best time for a 3D ultrasound test is between 26 to 30 weeks of pregnancy. In the early stages of pregnancy, a 2D ultrasound may be used to perform the test since the form of the fetus is not apparent and the size is still small at the beginning of pregnancy, resulting in a poor 3D image. To date, there have been no reports about the risks of a 3D ultrasound prenatal examination. By using the equipment and products used, pregnant women and their fetuses are totally healthy. Pregnant women, on the other hand, should have a 3D ultrasound examination according to the obstetrician's schedule or prescription. Choose a reputable hospital or other healthcare facility to ensure its protection to undergo a 3D ultrasound examination. Why Are Pregnancy Examinations with a 3D Ultrasound Necessary? The primary aim of a 3D ultrasound pregnancy check-up is to ensure the fetus' health, which includes measuring physical activity and fetal heart rate, as well as the placenta, amniotic fluid, and fetal external organs. Obstetricians and gynecologists may also use 3D ultrasound to assess gestational age, see the location and sex of the fetus, and investigate pregnancy complaints that may be a sign of congenital defects. Obstetrics and Gynecology Specialists do not recommend 3D ultrasound pregnancy examinations solely for the purpose of viewing the fetus's face as a souvenir, particularly if the test is repeated at an ultrasound site with limited facilities and without the supervision of a qualified Obstetrics and Gynecology Specialist. Results of a 3D Ultrasound Pregnancy Examination An ultrasound system capable of generating three-dimensional images is used to perform a 3D ultrasound pregnancy test. Obstetricians can better understand the overall state of the fetus with this instrument. The availability of 3D ultrasound technology addresses the shortcomings of 2D ultrasound findings, which provide less detail on gestational age above 26 weeks. 3D Ultrasound Pregnancy Examination at Primaya Hospital The Mother and Child Service Center at Primaya Hospital is equipped to meet the needs of pregnant women who need 3D ultrasound exams. Pregnant women would not experience any discomfort during the test. The mother actually lies down in bed, and the Obstetrics and Gynecology Specialist begin the test by smearing the mother's pelvis or stomach using a special gel. Since the gel is water-based, it is extremely clean and leaves no traces. This gel acts as a sound wave conductor, resulting in a clearer picture. The Obstetrics and Gynecology Specialist then moves a transducer or a special ultrasound probe over the skin's surface that has been smeared with gel. Doctors and mothers will view 3D images on a monitor connected to an ultrasound system from there. This picture may also be printed for a closer look. The professional and knowledgeable medical staff at Primaya Hospital is ready to provide the best antenatal treatment care. 3D ultrasound prenatal exams, which use cutting-edge technology as a tool, will help ensure the health of the fetus before delivery. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/tindakan-endoskopi/ Endoscopy is a special therapy to treat digestive problems, both diagnostic and therapeutic, which is supported by a trusted Gastroentero Hepatology (KGEH) Consultant who is an expert in his field. Endoscopy is a sophisticated service technique to visually examine the gastrointestinal tract by looking directly at the monitor screen to detect various disorders of the upper gastrointestinal tract (mouth, esophagus, stomach, small intestine 12 fingers) and lower gastrointestinal tract (anus, colon, and large intestine ). With this tool, direct actions can also be done such as tissue removal or biopsy on the affected part (tumor, polyps, or suspected abnormalities) so that needed treatment can be faster. At present, Primaya Hospital uses endoscopic services that can support services to produce sophisticated, easy and fast diagnostics. Upper Gastrointestinal Endoscopy Endoscopy of the upper gastrointestinal tract is also called esophagogastric duodenoscopy. Endoscopic examination is performed on patients who have complaints: Pale (anemia) Prolonged bloating, nausea, heartburn, and belching (dyspepsia) Vomiting without continuing causes Difficulty swallowing Vomiting blood or defecating black Swallowed by foreign objects Alleged tumor in the gastrointestinal tract from bleeding from X-Ray examination On examination of esophagogastric duodenoscopy, the throat will be sprayed with a local anesthetic. The throat then receives medicine through the veins to help more relax during the examination. The patient will be laid to the side in a comfortable condition when the endoscope is gently inserted through the mouth. After this procedure, the patient must rest for at least 15 to 30 minutes and may resume normal eating after 1 hour. Patients must be accompanied by family or friends who can be responsible and patients are prohibited from driving or operating machinery or drinking alcohol for 24 hours. The patient may feel discomfort in the throat for 1 to 2 days after the endoscopy. Lower Gastrointestinal Endoscopy Patients who require lower gastrointestinal endoscopy or colonoscopy are patients who have the following symptoms: Diarrhea that lasts more than 2 weeks Blood from the anus or rectum Ascertain abnormalities found on X-Ray examination Abdominal pain or discomfort accompanied by changes in bowel movements In the Colonoscopy procedure, the doctor will give medication through a vein to help the patient become relaxed. The patient will lie on his side or forward (supine) when the Colonoscope is inserted up through the large intestine. This procedure usually takes about 15 to 45 minutes. After the colonoscopy is done, the patient needs to rest for 1 to 2 hours. If sedatives are used, the patient should be accompanied by family. The doctor will tell the patient what was seen during the procedure. If a biopsy is performed, the results will be completed in 3 to 5 working days. Preparation of Endoscopic Procedures Patients need to provide information to the doctor or nurse if they have medical conditions such as diabetes, diabetes, hypertension, or are taking drugs or have allergies Patients must fast (not allowed to eat and drink) for 6 to 8 hours before the action Low-residual diet supplemented with laxatives to clean the large intestine on Colonoscopy examination so that the inner intestinal wall is clearly visible Remove dentures, glasses, jewelry, and metal objects Accompanied by the family if sedatives are used in endoscopy - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-ct-scan/ A CT scan, or computerized tomography scan, is a procedure that uses specialized equipment to view the inside of the human body in great detail. The CT scan technique produces a variety of sliced images of organs in the body using X-ray equipment and a monitor. The CT scan findings will help the doctor make a decision by providing clearer details about the patient's body condition by showing photographs with several slices or fragments. A CT scan is a simple examination that does not require any surgical instruments. The patient actually lies down on the examination table and is then scanned into a tunnel-like scanner. A CT scan that produces photographs of organ slices or fragments. To clarify the CT scan results (for example seeing cases of tumors or cancer), patients will be given an injection of contrast media in preparation for fasting 4 hours before the procedure and check urea and creatinine. The officer will explain the screening process as well as the interventions that will be made during the examination, such as when to inhale and when to hold your breath. Who Needs a CT Scan Examination? The aim of a CT scan is to identify issues in the patient's body without requiring surgery. Patients that need a CT scan, among other things, if they have symptoms: Diseases of the blood vessels Disturbances in the stomach region, such as pain Problems with the bones or soft tissues presence of tumors Issues with the brain Doctors can use CT scans to treat tumors that have already been diagnosed. In addition to CT scans, the hospital offers a variety of other body imaging procedures. However, not all patients have the option of selecting an imaging form. There are many factors that make a patient more appropriate for a CT scan than other treatments, including the presence of metal implants or the presence of a pacemaker. Magnetic resonance imaging (MRI) is not an option for these patients because it is risky. As a result, the CT Scan modality is an alternative. Why is a CT Scan Needed? In contrast to Magnetic Resonance Imaging (MRI), which is very sensitive to movement, CT scans are not very sensitive to movement. The CT scan is also just a few minutes long. If a patient has to lay down comfortably for an extended period of time, doctors will usually prescribe a CT scan rather than an MRI. With a CT scan, doctors can immediately: Recognizing issues with the lungs, heart and blood vessels, liver, kidneys, or other internal organs. Determining the presence of brain abnormalities in stroke victims. Planning and evaluating surgical procedures, such as organ transplants Staging, preparing, and executing radiation therapy for therapy patients, as well as tracking chemotherapy response. Prohibited Conditions for a CT Scan The CT scan is a risk-free procedure. However, the use of radiation and contrast fluid in this test carries some risks. Contrast fluid can cause allergic reactions in some people. If the reaction is more intense, they will experience itching, trouble breathing, and be out of breath. As a result, patients must inform the medical staff if they have any allergies. Similarly, if the patient perceives an adverse reaction during the test. Patients who are pregnant or may become pregnant should also notify the medical team. A doctor must also be consulted before a CT scan is performed on an infant. CT Scan examination at Primaya Hospital CT scanning is a very useful imaging technique when performed properly. As part of the diagnosis and to assess the next procedure, the doctor and his team need specific details from the CT scan. Primaya Hospital offers CT Scan examinations, which are performed by a knowledgeable and qualified medical staff. Primaya Hospital also employs cutting-edge equipment with 128 slice requirements to support doctors' abilities. Cardiac (heart) CT Scan can be performed at Primaya Hospital. Visit Primaya Hospital for a consultation and to arrange a CT Scan based on your specific requirements. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2025-06-08 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-mri/ MRI (Magnetic Resonance Imaging) examination is an examination by taking detailed pictures of organs from various angles using magnetic fields and radio waves. MRI is safe to be used for pregnant women and children. This method can produce clearer images of organs, including for examination of tumors. The advantages of using MRI include the high image detail for soft tissue imaging that does not pose a risk of radiation impact and that the resulting image facilitates diagnostic information. MRI examination can help diagnose health conditions in the chest, abdomen, or pelvis. The doctor will use MRI to help diagnose or see the progress of the treatment. MRI can see various diseases such as tumors in the chest, abdomen, or pelvis; diseases of the liver (cirrhosis, irregularities in the pancreas); swelling such as Crohn's disease, heart diseases such as congenital heart disease, vascular abnormalities or swelling, and various other diseases. MRI examination preparation Although MRI is safe to use, make sure you explain each of your health conditions to your doctor; including surgeries that you have had, are allergic to, or the possibility of you getting pregnant with your Radiology Specialist. The Radiology Specialist may give rules about food and drink before an MRI examination is carried out. In addition, you will be recommended drugs that need to be stopped for a while. Deliver all your routine medicines to your Radiology Specialist. Do not wear any jewelry during MRI examinations and wear comfortable clothes because you will be asked to wear special radiology clothing. If you have anxiety or trauma to a narrow space, tell your Radiology Specialist. MRI Examination Procedure This examination can be performed on both inpatients and outpatients. The patient will be positioned on a removable examination table. Then, the patient will put a strap on the patient's body as a safety to help the patient remain silent while certain body parts are being examined. In some cases, patients may be given a contrast fluid by injection or infusion in the hand or arm. After the examination is done, the radiology team will ask the patient to wait while the radiology team examines the MRI results and ensures that no more radiological images are needed. The duration of an MRI examination depends on the type and purpose of the MRI examination. However, MRI examinations can generally take around 30 to 50 minutes. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2022-10-15 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/bedah-laparoskopi/ Laparoscopic Surgery or binocular surgery is an operation performed through a mini abdominal wall system and inserting camera binoculars into the stomach. When compared with conventional surgical procedures that require an incision of at least 10 cm on average, the laparoscopic procedure only requires an incision of 1 cm. Laparoscopy can be performed at Primaya Hospital with a team of trained Laparoscopic Gynecological Surgeons. Advantages and Side Effects of Laparoscopic Surgery In laparoscopic surgery, the incisions are so small that the surgical scar is barely visible. In addition, the resulting surgical wound is small and does not hurt the muscles so that the pain that occurs is also minimal. After laparoscopic surgery, recovery and healing can occur quickly. In addition, treatment in hospital after Laparoscopic surgery will also be shorter, which is around 1 to 2 days so that patients can return to their activities as usual. The side effects that might be caused by Laparoscopy are infection, bleeding, pain in the incision, bloating, nausea, and several other side effects. However, the doctor will give medicines to prevent possible side effects. Operation That Can Be Done Through Laparoscopic Surgery Surgery Appendectomy (appendicitis) Gallbladder stones (cholecystitis, cholelithiasis) Intestinal equipment Surgery on the stomach, small intestine, and large intestine Obstetrics and Gynecology Fertility status Assessment Correcting the position of the uterus Separating adhesions Endometriosis Ectopic pregnancy therapy (pregnancy outside the womb) Cystectomy (removal of cyst) and myomectomy (removal of myoma). Myomectomy requires a specialist who is already an expert. Hysterectomy (removal of the uterus) Sterilization or ligation Pelvic cavity abscess therapy Laparoscopic Surgery Preparation Before performing a laparoscopy, patients should be able to consult with a doctor in detail, including the discussion on the risk factors and possible complications. Be sure to give the doctor information about the treatment being taken so that the doctor can suggest the type of medication that needs to be stopped temporarily and the type of medication that can still be continued. Another preparation that usually needs to be done is fasting for at least six hours before performing a laparoscopy. Patients may be asked to do laboratory tests of blood, urine, heart record Electrocardiogram (ECG), and X-rays. In some cases, ultrasonography (USG), Computerized Tomography Scan (CT Scan), or Magnetic Resonance Imaging (MRI) examination is required first. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-03-24 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/tes-treadmill-jantung/ A treadmill test is an examination performed to assess the ability of the heart by giving weights or physical activity based on the patient's condition. Giving weight to the heart is carried out in stages that starts from light activities such as walking on a treadmill to running at a certain speed according to the patient's ability limits. This test is also known as an exercise stress test and can be performed on other media besides a treadmill, such as a medical stationary bike. The implementation of this treadmill test is handled by Cardiologists and Vascular Specialists who are experienced in their fields. Information about the condition of the heart will be detected based on the results of this test. Doctors can assess whether the heart is able to provide an adequate blood supply when there is stress or physical stress. Who Needs a Treadmill Test? A treadmill test is performed for screening or detection of patients who have impaired heart function such as heart rhythm disorders (arrhythmias) and coronary heart disease. Patients with risk factors for heart disease such as obesity and hypertension also need to undergo a treadmill test as an effort to detect heart problems early. The doctor will see how the heart's ability when there is increased physical activity and determine the next action according to the information obtained from the test results. The doctor may ask the patient to undergo other tests to help make a diagnosis if the treadmill test results do not reflect the patient's heart condition. Why is It necessary to Do a Treadmill Test? The results of a treadmill test can indicate a heart disease. If someone feel that he is experiencing symptoms or has risk factors for heart disease, consulting a Cardiologist for advice on whether to do a treadmill test is necessary. Cardiologists and Vascular Specialists generally recommend a treadmill test to: identify the cause of chest pain or other symptoms related to heart disease. diagnose possible coronary heart disease. help plan safe exercise for patients at risk of heart disease. Examine the effectiveness of current or recent heart disease treatments such as installation of heart rings or bypass surgery. Check the heart beat rhythm. Determines the risk of heart disease. Preparation Before the Heart Treadmill Test A Cardiologist and Vascular Specialist will help determine if a person needs to undergo a treadmill test. For the patient's own safety, the patient will be initially checked before doing the test because of the possibility of some patient conditions that make it impossible to do a treadmill test. The treadmill test requires the patient to fast for three hours before undergoing the procedure. Inform the doctor or nurse if you are undergoing a drug therapy or have certain allergies. In order for the patient to be more comfortable during the test on the treadmill, it is necessary for the patient to wear clothes and sports shoes that make the examination easier. Cardiac Treadmill Test Process The treadmill test procedure begins with a patient consultation with a cardiologist. Electrodes will be placed on the patient's chest. This electrode is a plate with wires connected to an electrocardiogram (ECG) machine. The doctor will record blood pressure, heart rate, and ECG before, during, and after the treadmill test is done. The patient is then asked to walk on the treadmill slowly. Within a certain period of time, the treadmill speed will be increased. After about ten minutes, the speed will be lowered until the treadmill stops. Throughout the test, there is a medical team in charge of closely monitoring the patient's condition. The doctor will be called immediately if the patient experiences symptoms such as chest pain, dizziness, shortness of breath, or fatigue. After the test, the patient will be asked to lie down while the doctor reviews the test results. Treadmill Test at Primaya Hospital Primaya Hospital has a Cardiac and Vascular Center which provides treadmill testing services. Cardiologists and Vascular Specialists as well as a professional and trained medical team are ready to provide services with the support of the cutting-edge technology. Contact Primaya Hospital's Cardiac and Vascular Center to schedule your Heart Health consultation and a treadmill test. Primaya Hospital also provides examinations and other procedures related to heart health including electrophysiology, ECG, bypass surgery, and heart ring installation. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-03-24 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-jantung-ekg/ An electrocardiogram (ECG) is a simple cardiac diagnostic procedure to assess the electrical activity of the heart. ECG cardiac test aims to detect abnormalities such as arrhythmias or heart rhythm disorders, coronary heart disease, heart valve abnormalities, heart inflammation (myocarditis or pericarditis), to enlarged heart. Although the ECG test checks the electrical impulses of the heart, no electric current is applied to the patient's body during the test procedure. Who Needs an ECG Test? ECG test is important for patients who have symptoms of heart disease such as chest pain, breathing difficulty, and irregular heartbeat. Patients with a history of heart disease also need an ECG test. Cardiologists and Vascular Specialists may recommend an ECG test for patients who have risk factors for heart disease such as high blood cholesterol, high blood pressure, diabetes, smoking or other risk factors for heart disease. Before and after undergoing surgery or heart surgery, patients will also be directed to undergo an ECG test. For some patients with heart conditions that require special attention, a Cardiologist will recommend regular ECG tests to monitor the progress of their heart condition. Why Is an ECG Needed? Patients need to carry out an ECG cardiac test to: Evaluate and look for causes of health problems associated with heart disease such as chest pain, fatigue, difficulty breathing, and dizziness. Know heart rhythm so that it can detect if there is an irregular heart rhythm. View the overall condition of the heart before and / or after heart surgery. Know the effectiveness of pacemakers and drugs that have been taken before. Identify structural problems with the heart. identify an initial evaluation of someone who has risk factors for heart disease. From the results of an ECG, a cardiologist can determine the next course of action according to the patient's heart condition. An ECG test may be followed by other tests based on the evaluation of the Cardiologist and Vascular Specialist. ECG Cardiac Test Process The ECG cardiac test is brief and painless. The patient must remove jewelry and other accessories that could affect the test results. During the examination, the patient lies on a bed or examining table. It is important for the patient to lie still and not move or speak to get the ECG results’ accuracy. The patient will then have electrodes placed on the chest, legs and arms. The electrode is a metal plate with a cable connected to the ECG machine. The patient will be required to breathe normally. In the meantime, the ECG machine records the heart's electrical activity. After recording process is complete, all electrode equipment will be removed. The whole process takes about 5-10 minutes. The cardiologist and vascular specialist will examine and analyze the results of the test and then explain them to the patient. ECG test can be performed on both an inpatient and an outpatient basis. Outpatients can go home immediately after the examination and continue their activities according to the doctor's recommendation. However, if there are indications that may point to heart disease, the patient may be asked to undergo further tests. Thorough examination is important to further confirm the patient's heart condition. Electrocardiogram (ECG) at Primaya Hospital Primaya Hospital has a Cardiac and Vascular Center that serves ECG cardiac test. Primaya Hospital's team of Cardiac and Vascular specialists are experienced and competent to carry out cardiac examinations using the latest technology. Contact Primaya Hospital's Cardiac and Vascular Center to schedule an ECG cardiac test or related examinations such as heart treadmill tests, electrophysiology, installation of heart rings, bypass surgery, and various other cardiovascular services. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/tes-eeg-gelombang-otak/ Electroencephalogram (EEG) is one of the tests carried out to measure the electrical activity of the brain to detect brain abnormalities. The EEG test is also called the brain wave test or brain record. The EEG test is not invasive. The EEG procedure is to attach electrodes along the scalp. EEG measures the voltage fluctuations that result from ionic currents in the brain. This EEG test is effective for diagnosing seizure disorders such as signs of epilepsy or detecting Alzheimer's. In addition, EEG is also a scanning procedure for coma or organic brain syndrome and can act as an indicator of brain death. Tumors, abscesses, brain scarring, and blood clots and infections can cause electrical activity that is different from the normal pattern of rhythm and speed that will be detected by using EEG. Primaya Hospital provides EEG facilities to accommodate a more accurate diagnosis so that the therapy given will be more appropriate. EEG Test Preparation Before the EEG test, the patient should not consume coffee, tea, chocolate, or drink soda. These drinks should be avoided because they have the effect of stimulating EEG wave changes. In addition to these drinks, patients should also pay attention to blood sugar level as it can cause changes in the brain wave patterns. The EEG test takes 45 to 60 minutes or longer if the test performed is a sleep EEG. Make sure that the patient consult a Neurologist before doing the EEG. EEG Test Procedure In this examination, electrodes will be attached the patient’s scalp to record electrical activity in various places in the head. During the process, brain activity will be recorded on a piece of paper called an encephalogram. During this examination, the patient is asked to lie down calmly. Some patients perform EEG procedures while the patient is asleep because some abnormal brain waves can only be seen when the patient is sleeping. EEG Test Results By using EEG, the results of analysis are obtained from the test to detect and find the place of abnormal electrical activity that occurs in the brain. With EEG test results, we can determine the focus of seizures and sources of irritation such as tumors or abscesses. An EEG test can also diagnose metabolic disorders and sleep disorders. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-panoramik-rontgen-gigi/ Panoramic examination is one of the X-rays (Roentgen) used in dentistry to get a picture of teeth and surrounding soft tissue. Panoramic examination is a non-invasive examination and is a simple extraoral procedure that describes the maxillary and mandibular regions in one film. This examination is also recommended for pediatric patients, physically handicapped patients, or patients with reflex disorders. Usually, another examination procedure (periapical radiography) will be performed to complement the Panoramic X-ray in making the diagnosis. This examination does not require a prior special examination. However, tell your doctor if there is a possibility that you are pregnant. Do not use jewelry, glasses, or metal objects that might interfere with X-Ray shooting. Panoramic is an examination that is usually done by a dentist or a specialist in oral surgery in establishing the diagnosis of the disease in his patients. This examination provides information to the doctor about maxillary sinus, tooth position, and bone abnormalities in the mouth area. Panoramic examination is used to design therapy or treatment in dental and oral patients. In addition, X-ray Panoramic can detect abnormalities in the periodontal, cysts in the jawbone, jaw tumors or oral cancer, teeth that are disrupted due to newly growing back teeth (wisdom teeth), jaw abnormalities, sinusitis, and abnormalities related to other mouth areas. Dental X-ray Panoramic Examination Procedure In a dental X-ray panoramic examination, the patient must wear an apron protector and use a bite holder. During the examination, the patient is asked to close the lips and press the tongue and the patient's hands are holding to keep it balanced and not moving. Next, the patient's chin will be positioned to touch the chin place on the panoramic examination machine. During the examination, the patient is expected not to move his head (will be assisted with head restraints) and be asked to breathe normally and not too deeply. Advantages and Risks of Dental X-ray Panoramic Examination Panoramic X-ray (dental X-ray) does not leave radiation on the patient's body after the examination is done. In addition, dental X-rays usually do not have side effects. Therefore, dental X-rays are safe for use in young patients because the film from the Panoramic X-ray does not need to be placed in the mouth. However, for the sake of safety, it is better for female patients to tell the doctor if there is a possibility that she is pregnant. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/oto-accoustic-emission/ The Oto Acoustic Emission (OAE) test is a responsive and precise method of evaluating hearing ability in newborns and infants. In response to a stimulus, the outer hair cells in the cochlea in the inner ear emit a subtle acoustic signal known as the Oto Acoustic Emission (OAE). Doctors use Oto Acoustic Emission (OAE) to accurately assess the state of the inner ear and hearing cells. if the baby passes the Oto Acoustic Emission (OAE) test and has no risk factors, the doctor will conduct a follow-up hearing screening test at the age of 1-3 years. In the meantime, if the Oto Acoustic Emission (OAE) test reveals that the baby has nerve deafness, the doctor will begin a hearing therapy procedure right away. By the time the infant is six months old, he or she will be fitted with a hearing aid or a cochlear implant. Who needs an OAE test? The Oto Acoustic Emission (OAE) test is commonly used in newborns as a means of early detection (screening). This test is more critical for babies who have hearing loss risk factors. Hearing loss in babies can be caused by a variety of factors. A pregnant woman can contract toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, and herpes simplex (TORCH) infections during pregnancy, which can damage the fetus in the womb. A history of neurological deafness in the family dating back to birth may also be a risk factor. Doctors can also prescribe OAE tests for newborns due to brain infections or anatomical abnormalities. Why is (OAE) Test Needed? Doctors are unable to diagnose hearing defects in newborns manually. As a result, doctors will assess the baby's hearing using the Oto Acoustic Emission (OAE) test kit. When a baby has a hearing problem, he or she can develop speech and language, cognitive, social, and emotional problems as they grow older. The first 6 months of a baby's life are critical for the growth of his or her hearing and speech skills. Hearing loss can be detected as soon as the baby is born, but no later than one month after birth. When the baby is three months old, the doctor will use the detection findings as diagnostic material in a follow-up test. The Implementation of Oto Acoustic Emission (OAE) Test The doctor who handles the Oto Acoustic Emission (OAE) test is an ear, nose, throat (ENT) specialist. The ENT specialist will insert a soft-tipped probe into the ear hole during this test. The baby would then be played with a click sound to gauge his or her reaction to the stimulation of the inner ear's outer fur. The answer will be recorded by the OAE machine, and the findings will be evaluated by the testing doctor to see whether there is any hearing loss. The Oto Acoustic Emission (OAE) test is a fast and painless procedure. The operation normally takes 20-30 seconds when the baby is quiet. However, if the baby is moving a lot, the test can take longer than 5 minutes. The Follow Up of the Oto Acoustic Emission (OAE) Review The Oto Acoustic Emission (OAE) test is a way for infants to be screened early. The Brain Evoked Response Auditory (BERA) Method is another choice. Following these two exams, babies aged 3 months may have additional tests (if necessary), such as an otoscope to examine the outer ear, a tympanometry test to check the middle ear, and an Oto Acoustic Emission (OAE) reexamination for ear nerve analysis and a Brain Evoked Auditory Response for the auditory central nerve in the brain. If the outcomes of all of these tests are normal, the baby's speech and hearing function should be monitored every 3-6 months before the child reaches the age of three. Meanwhile, if the results of the test are irregular, the doctor will suggest that you have your BERA tone burst or auditory steady-state response checked, as well as high frequency tympanometry. If neurological deafness is discovered, the child can begin hearing therapy as soon as possible, with hearing aids or cochlear implants being implanted at the earliest possible age of 6 months. Oto Acoustic Emission (OAE) Test at Primaya Hospital As required, newborns may undergo an Oto Acoustic Emission (OAE) test at Primaya Hospital. Primaya Hospital has a highly skilled medical staff that is backed up by cutting-edge technology. Consult ENT specialists at Primaya Hospital about your child's hearing issues. They are happy to help and are completely dedicated to the future development of children. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pacho-emulsification/ Cataract Eyes Cataracts are the opacification of the lens of the eye resulting in blurring of vision. Eye cataracts do not cause pain and are very common. With cataracts, the clear lens of the eye becomes cloudy and the light entering the eye becomes blocked. Generally, the lens of the eye will slowly become cloudy and foggy with age. If not operated immediately, eye cataracts can cause blindness for sufferers. It can be said, eye cataract is a disease that usually occurs along with our age. Besides the age factor, other causes of cataracts are due to trauma, taking drugs, or other disease factors such as diabetes. Cataract Symptoms Cataracts usually appear in someone over the age of 45 years. Symptoms of cataracts usually include blurred vision, fogging, and glare when seeing light. In general, the symptoms of cataracts are usually marked by frequent changes in glasses because they are blurred when they see. If you feel the symptoms of cataracts as mentioned above, it would not hurt you to check your eyes to the nearest ophthalmologist for treatment of your cataracts. Cataract Treatment Eye cataracts cannot be removed with medication. Cataract treatment can only be done by cataract surgery by an ophthalmologist. There are several cataract surgery techniques. The advanced technique that is currently often used by ophthalmologists is the Phacoemulsification technique. With cataract surgery, the lens of a patient affected by cataract will be replaced with an artificial eye lens. So, the only treatment for cataract is only to do cataract surgery. Cataract Surgery at Primaya Hospital with Phacoemulsification Technology Primaya Hospital has Phacoemulsification technology, the most advanced cataract surgery technique. Many lay people who call this technology as laser eye technology. With this technique, the Ophthalmologist will use ultrasonic vibrations to destroy the lens of the eye affected by cataracts. Cataract surgery is safe for all patients, including infants with congenital cataracts to elderly patients. With Phacoemulsification, the ophthalmologist does not need to make a wide incision so that cataract operations can be done quickly, easily, safely, and without stitches so that patients who have performed cataract operations can return to normal activities in a short amount of time. All cataract operations at Primaya Hospital are performed by ophthalmologists who are trained and experienced in their fields. Click here to find information about Ophthalmologists at Primaya Hospital. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-04-11 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/uji-bera-pemeriksaan-pendengaran/ Brain Evoked Response Auditory (BERA) is a hearing examination performed on children aged 1 to 3 years. Meanwhile, for children with a smaller age, Oto Acoustic Emission (OAE) examination can be carried out. If the BERA test results are stated in good condition, it can be concluded that the child's hearing function is within normal limits and no further medical treatment is necessary. However, if the BERA test results are declared abnormal, then the examination will continue with the estimation or prediction of the hearing threshold and hearing rehabilitation must be carried out as early as possible by using hearing aids. BERA test itself will take approximately one hour. Why do the BERA Test? Hearing loss in children is difficult to know from the beginning. Hearing loss can cause speech, language, cognitive, social and emotional problems. Therefore, it will be better if the hearing test in children is done early. Healthy hearing is when the auditory nerve is able to transmit sound impulses from the ear to the brain at a certain speed. The BERA test can provide information on whether nerves convey sound impulses to the brain and whether the speed of sound delivery is within normal limits. This hearing examination can determine the type of abnormality (conductive or sensorineural), severity (hearing threshold), and hearing loss (inner ear or other parts) of the child. In addition, in determining the hearing threshold, BERA is also used in otoneurologic diagnosis. This is useful for patients with unilateral or asymmetrical hearing loss (hearing nerve tumors, brain tumors, other nerve disorders, multiple sclerosis, etc. ). BERA Test Procedure BERA can be done without the patient needing to do anything. Patients only need to lie down and preferably in a calm attitude or while sleeping. For children, this examination can be done in the wake, sleep, or in anesthesia (although rarely). Electrodes will be placed on the patient's head and behind the ear during the BERA test procedure. When the examination is done, the patient will be heard various sounds through headphones. This examination measures changes in brain electrical activity (EEG) in the provision of acoustic stimuli. Abnormalities that occur in the transmission of signals when the sound is heard indicates hearing loss. This examination has no risk of complications, is painless, and does not require special preparation for the BERA test. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2023-09-25 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/operasi-jantung-cabg/ Primaya Hospital menyediakan layanan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) sebagai salah satu bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah. Operasi jantung CABG adalah tindakan by pass atau tindakan operasi jantung dengan menggunakan fasilitas termuktahir yaitu dengan heart lung machine. Alat tersebut dapat menggantikan fungsi jantung di saat jantung tersebut sedang dilakukan operasi. Operasi jantung adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan gangguan fungsi jantung. Terdapat sejumlah jenis operasi jantung. Coronary artery bypass graft (CABG) atau operasi bypass jantung, misalnya, ditujukan untuk menangani penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner masih menjadi ancaman kesehatan global, tak terkecuali di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar mencatat jumlah kasus penyakit jantung koroner terus meningkat tiap tahun. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebanyak 17 juta orang meninggal akibat penyakit jantung koroner. Operasi jantung bisa menjadi pilihan bagi pasien guna memulihkan kerja jantung. https://www. youtube. com/watch? v=vyVxoxPWHgs&ab_channel=PRIMAYAHOSPITALBuat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan Cepat Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI Mengenal Operasi Jantung CABG dan Penyakit Jantung Koroner Operasi jantung CABG adalah prosedur yang dilakukan untuk menangani penyakit jantung koroner dalam kondisi tertentu. Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri koroner (pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrien ke otot jantung) menyempit atau tersumbat. Penyebab sumbatan itu adalah tumpukan plak yang berasal dari lemak atau kolesterol dan zat lain. Akibat tumpukan itu, bagian dalam pembuluh darah menjadi kasar dan sempit. Dampaknya, suplai darah dan oksigen ke otot jantung terbatas. Operasi jantung CABG bisa mengatasi masalah itu dengan membuat semacam jalan pintas alias bypass di antara dua titik arteri yang tersumbat. Jalan pintas tersebut berupa pembuluh darah cangkokan yang diambil dari bagian tubuh lain. Tujuan Operasi Jantung CABG Jantung terbuat dari jaringan otot khusus yang disebut miokardium. Fungsi jantung yang utama adalah memompa darah berisi oksigen dan nutrien ke seluruh tubuh agar semua organ bisa bekerja. Untuk dapat berfungsi optimal, miokardium membutuhkan oksigen dan nutrien, seperti organ tubuh yang lain. Miokardium menerima aliran darah bermuatan oksigen dan nutrien dari arteri koroner. Maka ketika arteri itu tersumbat atau menyempit, kerja jantung terganggu dan pada akhirnya berpengaruh pula ke organ tubuh lain lantaran pasokan oksigen dan nutrien terhambat. Operasi jantung CABG bertujuan melancarkan aliran darah ke otot jantung yang sebelumnya terhalang sumbatan di dalam arteri tersebut. Dengan begitu, pasokan oksigen dan nutrien bisa tercukupi sehingga kerja jantung pun pulih kembali. Demikian pula kerja organ tubuh lain. Proses Operasi Bypass Jantung Operasi jantung CABG berlangsung di rumah sakit dengan dokter bedah jantung. Dokter mengambil pembuluh darah yang akan dicangkokkan ke arteri koroner dari area tangan atau tungkai pasien. Awalnya, dokter akan membuat sayatan kira-kira sepanjang 25 sentimeter di dada dan membuka tulang dada untuk mencapai jantung. Ada dua proses operasi bypass jantung, yakni menggunakan mesin jantung-paru dan tanpa mesin jantung-paru. Bila memakai mesin, jantung akan dibuat berhenti berdetak untuk sementara selagi dokter memasang bypass ke arteri. Ini prosedur operasi jantung yang lebih lazim. Sedangkan jika tanpa mesin, jantung akan tetap berdetak selama proses operasi. Setelah arteri cangkokan terpasang, dokter akan menyatukan kembali tulang dada memakai kawat khusus dan menutup sayatan dengan menjahitnya. Perawatan Pasca Operasi Jantung Seusai operasi jantung, dada akan terasa tidak nyaman terutama ketika batuk. Perawat akan memberikan tip bagaimana mengurangi rasa tidak nyaman itu, misalnya dengan memeluk guling atau bantal saat batuk. Dokter juga akan meresepkan obat untuk meredakan rasa sakit di area bekas operasi. Setelah kembali ke rumah, area bekas operasi harus senantiasa terjaga tetap kering dan bersih. Untuk itu, akan ada instruksi khusus untuk mandi. Kebanyakan pasien perlu menjalani rawat inap selama sepekan seusai operasi jantung CABG. Setelah itu, pasien mesti berkonsultasi dengan dokter dalam waktu sekitar 6-8 pekan kemudian. Pasien mesti banyak beristirahat selama masa pemulihan dan tidak melakukan kegiatan fisik. Biasanya pemulihan dari operasi jantung berlangsung selama enam pekan. Adapun durasi pemulihan total bisa sampai 12 pekan hingga pasien bisa betul-betul kembali beraktivitas normal. Operasi CABG merupakan bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital. Selain operasi CABG, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan Elektrofisiologi, pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) jantung, tes treadmill jantung, pemasangan ring jantung, dan lain sebagainya. Butuh Rekomendasi Dokter Terbaik, Rumah Sakit dan Perkiraan Biaya Operasi? Tunggu Apalagi, Hubungi PIC Kami untuk Konsultasi Gratis terkait Tindakan/Operasi Elektif Anda - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/en/teknologi/pemeriksaan-elektrofisiologi-jantung/ Electrophysiological examination of the heart is a minimally invasive measure to assess the electrical conduction system in the heart, both the electrical activity and the conduction pathway. If the rhythm disturbance is caused by tissue abnormalities, electrophysiology can destroy the tissue using radio waves (radiofrequency ablation) or using a cooling device (cryoablation). This examination is included in the service of Primaya Hospital’s Cardiac and Vascular Center. What is an Electrophysiology of the Heart? Electrophysiology is a cardiac examination that uses an invasive method to record and evaluate the electrical activity of the heart. This examination is simple and safe. Electrophysiology techniques are done by listening to electrical signals that measure electrical activity in the heart to understand the condition of the heart. Electrophysiology is used for examining and treating heart disease, especially arrhythmias (heart rhythm disorders). This examination procedure requires treatment so patients are advised to rest and supervised in the hospital for several hours before being allowed to go home. Electrophysiological examination of the heart is also able to recognize other diseases such as heart blockage and so on. The Function of the Heart Electrophysiological Examination Electrophysiology serves to determine the cause or origin of arrhythmias (heart rhythm disorders) of patients can appear. This examination is also used to find out whether the patient's treatment is right to overcome his arrhythmia. Electrophysiological examination of the heart is done on people who experience symptoms or signs of arrhythmia. Cardiac arrhythmias are caused by heart impulse disorders or heart electrical disruption. This can occur when special nerve cells in the heart that are responsible for producing and delivering electricity are not working properly. Arrhythmia can also occur if other parts of the heart produce abnormal electrical signals. This examination is also done to determine the type of implantable cardioverter defibrillator (ICD). Preparation for Cardiac Electrophysiology Examination Patients who will undergo electrophysiology should not eat or drink within 6 to 8 hours before the examination. Tell your cardiologist what treatment you should take, including medicines, drinks or herbal foods, and vitamins. Consult with a Cardiologist whether you are still allowed to drink before and after electrophysiology. After electrophysiology, patients will be asked to rest in the hospital and supervised by Cardiologists and nurses. The nurse will check whether the patient has bleeding or swelling as a complication. The patient will consult a Cardiologist after this examination. The consultation includes the results of the electrophysiology carried out, follow-up actions on the patient's heart disease, cardiac treatment, and lifestyle for the patient afterwards. Electrophysiological examination is part of the Primaya Hospital Cardiac and Vascular Center. In addition to electrophysiological examinations, at the Primaya Hospital Cardiovascular and Cardiac and Vascular Center, you can also perform an electrocardiogram (ECG) of the heart, a heart treadmill test, CABG heart surgery, heart ring installation, and others. - Published: 2018-05-02 - Modified: 2023-09-25 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/operasi-jantung-cabg/ Primaya Hospital menyediakan layanan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) sebagai salah satu bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah. Operasi jantung CABG adalah tindakan by pass atau tindakan operasi jantung dengan menggunakan fasilitas termuktahir yaitu dengan heart lung machine. Alat tersebut dapat menggantikan fungsi jantung di saat jantung tersebut sedang dilakukan operasi. Operasi jantung adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan gangguan fungsi jantung. Terdapat sejumlah jenis operasi jantung. Coronary artery bypass graft (CABG) atau operasi bypass jantung, misalnya, ditujukan untuk menangani penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner masih menjadi ancaman kesehatan global, tak terkecuali di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar mencatat jumlah kasus penyakit jantung koroner terus meningkat tiap tahun. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebanyak 17 juta orang meninggal akibat penyakit jantung koroner. Operasi jantung bisa menjadi pilihan bagi pasien guna memulihkan kerja jantung. https://www. youtube. com/watch? v=vyVxoxPWHgs&ab_channel=PRIMAYAHOSPITALBuat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI Mengenal Operasi Jantung CABG dan Penyakit Jantung KoronerOperasi jantung CABG adalah prosedur yang dilakukan untuk menangani penyakit jantung koroner dalam kondisi tertentu. Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri koroner (pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrien ke otot jantung) menyempit atau tersumbat. Penyebab sumbatan itu adalah tumpukan plak yang berasal dari lemak atau kolesterol dan zat lain. Akibat tumpukan itu, bagian dalam pembuluh darah menjadi kasar dan sempit. Dampaknya, suplai darah dan oksigen ke otot jantung terbatas. Operasi jantung CABG bisa mengatasi masalah itu dengan membuat semacam jalan pintas alias bypass di antara dua titik arteri yang tersumbat. Jalan pintas tersebut berupa pembuluh darah cangkokan yang diambil dari bagian tubuh lain. Tujuan Operasi Jantung CABGJantung terbuat dari jaringan otot khusus yang disebut miokardium. Fungsi jantung yang utama adalah memompa darah berisi oksigen dan nutrien ke seluruh tubuh agar semua organ bisa bekerja. Untuk dapat berfungsi optimal, miokardium membutuhkan oksigen dan nutrien, seperti organ tubuh yang lain. Miokardium menerima aliran darah bermuatan oksigen dan nutrien dari arteri koroner. Maka ketika arteri itu tersumbat atau menyempit, kerja jantung terganggu dan pada akhirnya berpengaruh pula ke organ tubuh lain lantaran pasokan oksigen dan nutrien terhambat. Operasi jantung CABG bertujuan melancarkan aliran darah ke otot jantung yang sebelumnya terhalang sumbatan di dalam arteri tersebut. Dengan begitu, pasokan oksigen dan nutrien bisa tercukupi sehingga kerja jantung pun pulih kembali. Demikian pula kerja organ tubuh lain. Proses Operasi Bypass JantungOperasi jantung CABG berlangsung di rumah sakit dengan dokter bedah jantung. Dokter mengambil pembuluh darah yang akan dicangkokkan ke arteri koroner dari area tangan atau tungkai pasien. Awalnya, dokter akan membuat sayatan kira-kira sepanjang 25 sentimeter di dada dan membuka tulang dada untuk mencapai jantung. Ada dua proses operasi bypass jantung, yakni menggunakan mesin jantung-paru dan tanpa mesin jantung-paru. Bila memakai mesin, jantung akan dibuat berhenti berdetak untuk sementara selagi dokter memasang bypass ke arteri. Ini prosedur operasi jantung yang lebih lazim. Sedangkan jika tanpa mesin, jantung akan tetap berdetak selama proses operasi. Setelah arteri cangkokan terpasang, dokter akan menyatukan kembali tulang dada memakai kawat khusus dan menutup sayatan dengan menjahitnya. Perawatan Pasca Operasi JantungSeusai operasi jantung, dada akan terasa tidak nyaman terutama ketika batuk. Perawat akan memberikan tip bagaimana mengurangi rasa tidak nyaman itu, misalnya dengan memeluk guling atau bantal saat batuk. Dokter juga akan meresepkan obat untuk meredakan rasa sakit di area bekas operasi. Setelah kembali ke rumah, area bekas operasi harus senantiasa terjaga tetap kering dan bersih. Untuk itu, akan ada instruksi khusus untuk mandi. Kebanyakan pasien perlu menjalani rawat inap selama sepekan seusai operasi jantung CABG. Setelah itu, pasien mesti berkonsultasi dengan dokter dalam waktu sekitar 6-8 pekan kemudian. Pasien mesti banyak beristirahat selama masa pemulihan dan tidak melakukan kegiatan fisik. Biasanya pemulihan dari operasi jantung berlangsung selama enam pekan. Adapun durasi pemulihan total bisa sampai 12 pekan hingga pasien bisa betul-betul kembali beraktivitas normal. Operasi CABG merupakan bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital. Selain operasi CABG, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan Elektrofisiologi, pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) jantung, tes treadmill jantung, pemasangan ring jantung, dan lain sebagainya. Butuh Rekomendasi Dokter Terbaik, Rumah Sakit dan Perkiraan Biaya Operasi? Tunggu Apalagi, Hubungi PIC Kami untuk Konsultasi Gratis terkait Tindakan/Operasi Elektif Anda - Published: 2018-05-02 - Modified: 2020-07-29 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-elektrofisiologi-jantung/ Pemeriksaan Elektrofisiologi jantung adalah tindakan invasif minimal untuk menilai sistem konduksi listrik di jantung, baik aktivitas listrik maupun jalur konduksinya. Apabila gangguan irama disebabkan oleh kelainan jaringan, elektrofisiologi dapat menghancurkan jaringan tersebut dengan menggunakan gelombang radio (ablasi radiofrekuensi) atau menggunakan alat pendingin (krioablasi). Pemeriksaan ini termasuk dalam pelayanan Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital. Apa Itu Pemeriksaan Elektrofisiologi Jantung? Elektrofisiologi adalah pemeriksaan jantung yang menggunakan tindakan metode invasif untuk merekam dan mengevaluasi aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini sederhana dan aman. Teknik elektrofisiologi dilakukan dengan mendengarkan sinyal listrik yang mengukur aktivitas listrik pada jantung untuk memahami kondisi jantung. Elektrofisiologi digunakan untuk pemeriksaan dan mengobati penyakit jantung, terutama aritmia (gangguan irama jantung). Prosedur pemeriksaan ini membutuhkan perawatan sehingga pasien disarankan untuk beristirahat dan diawasi terlebih dahulu di rumah sakit untuk beberapa jam sebelum diizinkan pulang. Elektrofisiologi jantung juga mampu mengenali penyakit lain seperti penyumbatan jantung dan lain sebagainya. Fungsi Pemeriksaan Elektrofisiologi Elektrofisiologi berfungsi untuk mengetahui penyebab atau asal aritmia (gangguan irama jantung) pasien dapat muncul. Pemeriksaan ini juga digunakan juga untuk mengetahui apakah pengobatan pasien sudah tepat untuk mengatasi aritmianya. Elektrofisiologi jantung dilakukan pada orang-orang yang mengalami gejala atau tanda-tanda aritmia. Penyakit jantung aritmia disebabkan oleh gangguan impuls jantung maupun gangguan penghantaran listrik jantung. Hal ini dapat terjadi bila sel saraf khusus pada jantung yang bertugas menghasilkan dan menghantarkan listrik tersebut tidak bekerja dengan baik. Aritmia juga dapat terjadi bila bagian lain dari jantung menghasilkan sinyal listrik yang abnormal. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk menentukan jenis implan cardioverter defibrillator (ICD). Persiapan Pemeriksaan Elektrofisiologi Jantung Pasien yang akan melakukan elektrofisiologi sebaiknya tidak makan atau minum dalam waktu 6 hingga 8 jam sebelum pemeriksaan. Sampaikan pada Dokter Spesialis Jantung Anda pengobatan apa yang harus Anda lakukan, termasuk obat-obatan, minuman atau makanan herbal, serta vitamin. Konsultasikan kepada Dokter Spesialis Jantung apakah Anda masih diperbolehkan minum sebelum dan sesudah elektrofisiologi. Setelah dilakukan elektrofisiologi, pasien akan diminta untuk beristirahat di rumah sakit dan diawasi oleh Dokter Spesialis Jantung serta para perawat. Perawat akan memeriksa apakah pasien memiliki pendarahan atau pembengkakan sebagai komplikasi. Pasien akan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung setelah pemeriksaan ini dilakukan. Konsultasi meliputi hasil dari elektrofisiologi yang dilakukan, tindakan lanjutan pada penyakit jantung pasien, pengobatan jantung, serta gaya hidup untuk pasien setelahnya. Pemeriksaan elektrofisiologi merupakan bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital. Selain pemeriksaan elektrofisiologi, pada Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) jantung, tes treadmill jantung, operasi jantung CABG, pemasangan ring jantung, dan lain sebagainya. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-mammografi/ Pemeriksaan Mammografi adalah metode untuk mendeteksi kanker payudara. Mammografi penting untuk mengetahui keberadaan kanker payudara sehingga pengobatan dan terapi dapat dilakukan lebih dini. Mammografi diperuntukkan pada pasien di atas umur 35 tahun. Sedangkan, untuk pasien lebih muda, pendeteksian kanker payudara dilakukan dengan Ultrasonography (USG) payudara. Pemeriksaan Mammografi merupakan salah satu fasilitas dari Pusat Layanan Ibu dan Anak Primaya Hospital. Dengan Mammografi, dapat jelas terlihat perbedaan kepadatan suatu tumor dengan jaringan sekitarnya, terutama pada wanita tua. Hal ini terjadi karena absorbsi sinar X oleh jaringan tumor akan lebih banyak dibandingkan jaringan sekitarnya. Mammografi juga digunakan untuk mengenal keganasan payudara pada penderita yang secara klinis teraba benjolan, baik pada payudara yang sama maupun yang kontralateral. Mamografi dapat melihat mikrokalsifikasi yang terkadang merupakan satu-satunya yang mengarah pada keganasan. Selain itu, Mammografi juga berperan sebagai penilaian yang teliti pada kasus-kasus keganasan payudara untuk melihat respon penyinaran atau sitostatika. Batasan: Mammografi kurang berperan pada wanita di bawah usia 30 tahun sebab payudara wanita di bawah usia 30 tahun seringkali mempunyai jaringan fibroglandular. Indikasi Pemeriksaan Mammografi Mammografi dilakukan pada wanita yang memiliki benjolan atau rasa tidak enak pada payudaranya. Pemeriksaan ini juga dilakukan pada orang dengan riwayat risiko tinggi untuk mendapatkan keganasan payudara, antara lain jika terdapat riwayat kanker dalam keluarga, tidak menyusui, dan menarche awal. Mammografi juga bisa dilakukan jika terdapat pembesaran kelenjar aksiler yang mencurigakan. Kondisi lain yang membuat seseorang direkomendasikan melakukan Mammografi adalah karena adanya penyakit paget pada puting susu dan pencarian penyebab metastasis namun belum ditemukan asal tumor primer. Proses Pemeriksaan Mammografi Pasien diminta berdiri di depan mesin dengan dada terbuka. Selama beberapa menit, payudara akan ditekan mendatar dengan menggunakan dua buah plat plastik. Tekanan pada payudara tersebut untuk beberapa saat mungkin membuat tidak nyaman. Namun, semakin datar payudara maka akan semakin bagus gambar yang dihasilkan. Pada setiap sisi payudara akan diambil 2 gambar. Kelainan pada hasil Mammogram dapat diketahui dengan munculnya tanda primer dan tanda sekunder. Tanda primer adalah ditemukannya tumor dengan peningkatan densitas, batas tumor tidak teratur, terdapat bentuk spikula atau mempunyai ekor seperti komet, serta ditemukan mikrokalsifikasi yang spesifik. Tanda sekunder adalah terdapat perubahan pada kulit berupa penebalan dan retraksi, kepadatan yang asimetris, keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglandular yang tidak teratur, serta pembesaran kelenjar aksiler. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2021-01-26 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/angiografi-pasang-ring-kateter-jantung/ Pemasangan ring jantung merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk menangani masalah pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner berperan penting sebagai pembawa darah dan oksigen untuk jantung. Pembuluh darah koroner dapat mengalami penyempitan hingga penyumbatan akibat penumpukan plak yang berasal dari kolesterol dan zat-zat lain. Sumbatan pada pembuluh darah koroner akan mengganggu suplai oksigen yang dibutuhkan sel-sel jantung yang menyebabkan sel jantung menjadi rusak dan tidak dapat berfungsi secara normal hingga berakibat fatal. Penyakit Jantung Koroner (PJK) tercatat sebagai penyakit paling mematikan nomor satu di dunia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Hasil Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan tahun 2018 menyebutkan sebanyak 1,5 persen penduduk Indonesia mengalami penyakit jantung koroner. Pemasangan ring jantung (stent) berfungsi untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup bagi pasien dengan penyakit jantung koroner. Primaya Hospital sebagai Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah menyediakan layanan pemasangan ring jantung dengan dukungan fasilitas canggih dan tim dokter spesialis jantung yang berpengalaman sehingga deteksi dan tatalaksana penyakit jantung koroner dapat dilakukan secara cepat dan tepat dengan tingkat akurasi tinggi. Fungsi Pemasangan Ring Jantung Ring jantung terbuat dari baja tahan karat atau campuran kromiun kobalt berbentuk tabung kecil seperti jaring kawat atau jala. Selain itu, ring jantung juga dapat terbuat dari bahan plastik. Dokter spesialis jantung akan menempatkan ring secara permanen di dalam pembuluh darah koroner yang bermasalah. Umumnya, terdapat lapisan obat pada ring jantung yang berfungsi untuk mencegah terbentuknya jaringan parut pada pembuluh darah. Pemasangan ring jantung berfungsi untuk melancarkan aliran darah dan oksigen dengan cara memperbesar rongga pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyakit jantung koroner ditandai dengan penyempitan hingga penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan timbulnya keluhan nyeri dada pada pasien. Pemasangan ring jantung tidak dilakukan pada semua pasien dengan penyakit jantung koroner. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara detail terhadap pembuluh darah yang bermasalah untuk menentukan apakah kondisi pasien membutuhkan tatalaksana pemasangan ring jantung. Adapun pemasangan ring jantung dapat menjadi pilihan pengobatan pada : Pasien yang masih mengalami masalah pada jantung setelah mencoba berbagai pengobatan dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat Pasien dengan keluhan nyeri dada (angina) yang semakin parah. Pasien yang mengalami serangan jantung parah yang berakibat kerusakan fungsi jantung. Prosedur Pasang Ring Jantung Tindakan pemasangan ring jantung dilakukan di rumah sakit pada unit Cath Lab oleh dokter spesialis jantung. Prosedur pemasangan ring jantung menggunakan metode angioplasti. Pasien akan diminta untuk berbaring senyaman mungkin. Selama tindakan berlangsung pasien akan tetap terjaga (sadar). Pembiusan lokal dilakukan pada pangkal paha, tangan, atau leher ditempat kateter akan dimasukan bersama ring. Tindakan dilakukan dengan menggunakan pencitraan sinar-X untuk membantu mengarahkan kateter menuju jantung dan pembuluh darah koroner secara perlahan. Dokter dapat menyuntikkan zat kontras atau pewarna cair untuk membantu pembuluh darah yang tersumbat terlihat lebih jelas. Ketika sumbatan pada pembuluh darah telah ditemukan, dokter akan menempatkan kateter pada titik sumbatan. Pada ujung kateter terdapat balon yang akan digelembungkan untuk melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Setelah pembuluh darah menjadi lebar, ring jantung akan ditempatkan pada titik tersebut kemudian balon dikempiskan. Dokter akan menarik kateter keluar dan meninggalkan ring jantung untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka sehingga aliran darah tetap lancar. Perawatan Setelah Pasang Ring Jantung Pemulihan pasca pemasangan ring jantung berlangsung singkat. Mayoritas pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu 24 jam setelah tindakan. Dokter akan meresepkan obat anti-pembekuan darah untuk mencegah terbentuknya gumpalan pembekuan darah akibat pemasangan ring jantung. Obat-obatan tersebut dikonsumsi selama satu tahun atau sesuai dengan petunjuk dokter untuk menjaga kondisi kesehatan pembuluh darah. Pemasangan ring jantung bukanlah obat untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Tindakan medis ini hanya berfungsi untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah koroner yang bisa menyebabkan kerusakan fungsi jantung oleh karena itu, dibutuhkan penangangan lanjutan untuk meminimalisir resiko timbulnya sumbatan baru dengan terapi pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat Cath Lab merupakan bagian dari Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital. Selain Cath Lab, Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital juga menyediakan pelayanan Elektorkardiogram (EKG), Elektrofisiologi Jantung, tes treadmill jantung, operasi jantung CABG, dan lainnya. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/terapi-eswl/ Terapi ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) adalah metode pemecahan batu di saluran kemih dengan teknologi gelombang kejut. Batu saluran kemih dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, terutama saat berkemih. Dengan terapi ESWL, Dokter Spesialis Urologi dapat memecah batu itu tanpa operasi, bius total, dan rawat inap. Batu yang telah pecah akan keluar bersama urine. Terapi ESWL telah menjadi prosedur umum rumah sakit untuk mengatasi batu saluran kemih. Gelombang kejut yang digunakan dapat membuat batu terpecah menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan lewat saluran kemih. Namun, tidak semua batu saluran kemih dapat dipecah dengan terapi ESWL. Hanya batu berukuran kecil berdiameter kira-kira 4 milimeter hingga 2 centimeter yang kemungkinan besar bisa ditangani dengan terapi ini. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi ESWL Dalam sebagian besar kasus, batu saluran kemih berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dengan sendirinya lewat urine. Namun, batu yang ukurannya lebih besar sulit keluar dan tersangkut di saluran kemih hingga menyebabkan perdarahan, pembengkakkan ginjal, kerusakan ginjal, dan infeksi saluran kemih. Orang yang terindikasi memiliki batu ginjal semacam itu memerlukan terapi ESWL sebelum penyakit bertambah parah. Gejalanya antara lain: Punggung, perut, dan pinggang sering tiba-tiba terasa nyeri seperti tertusuk Merasa sakit saat berkemih Sering berkemih tapi hanya sedikit keluar Urine mengandung darah, keruh, atau berbau tidak sedap Mual-mual dan muntah Demam hingga di atas 38 derajat celsius Mengatasi Batu Saluran Kemih Tanpa Operasi dengan ESWL Batu saluran kemih mengacu pada endapan padat yang terdapat di ginjal, saluran ginjal, saluran kandung kemih, dan kandung kemih. Endapan ini antara lain terbentuk ketika urine mengandung lebih banyak zat kristal ketimbang cairan atau tubuh kekurangan cairan. Penyebab lainnya adalah adanya infeksi, konsumsi garam berlebih, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Terapi ESWL dapat menjadi cara untuk mengatasi batu saluran kemih tanpa perlu pembedahan atau operasi. Cara ini lebih banyak memberikan manfaat bagi pasien karena: Proses lebih cepat Tak perlu rawat inap Pemulihan lebih singkat Tak ada bekas luka pada permukaan kulit Komplikasi lebih rendah dari tindakan operasi Seusai terapi ESWL, pasien bisa segera berkegiatan seperti biasa. Secara umum, peluang kesuksesan ESWL tinggi. Tapi terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan prosedur ini seperti ukuran, jenis, dan lokasi batu. Prosedur ESWL Dokter yang ahli menangani masalah batu saluran kemih adalah Dokter Spesialis Urologi. Pasien perlu menjalani pemeriksaan oleh dokter sebelum menjalani terapi. Pemeriksaan itu mencakup uji laboratorium, ultrasonografi, dan radiologi. Bila dokter menyatakan memungkinkan, terapi ESWL akan dijadwalkan. Dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit sebelum terapi berlangsung. Guna mempermudah dokter menemukan lokasi batu, teknologi sinar-X bisa digunakan. Terapi dilakukan dengan mengalirkan gelombang kejut ke permukaan kulit di atas lokasi batu. Tak ada aliran listrik dalam prosedur terapi ESWL. Terapi ini berlangsung kira-kira selama 30-60 menit tergantung jenis dan ukuran batu tersebut. Mencegah Batu Saluran Kemih Mencegah lebih baik daripada mengobati. Anda bisa menghindari penyakit batu saluran kemih dengan melakukan beberapa hal berikut ini: Banyak minum air putih kira-kira 2-3 liter per hari. Konsumsi cairan juga dapat dilakukan dengan meminum teh dan kopi. Namun, sebaiknya Anda perbanyak konsumsi air putih. Hindari minuman bersoda. Kurangi asupan garam. Kurangi makanan cepat saji. Tidak terlalu banyak makan makanan mengandung protein hewani. Kurangi konsumsi tinggi purin dan oksalat seperti bayam, teh, kacang, cokelat, dan stroberi. Terapi ESWL di Primaya Hospital Untuk mengetahui lebih banyak tentang terapi ESWL, Anda dapat menghubungi Primaya Hospital. Primaya Hospital memiliki Dokter Spesialis Urologi dengan tim medis yang berpengalaman dan kompeten untuk membantu Anda mengatasi masalah batu saluran kemih. Primaya Hospital menggunakan teknologi terkini dalam layanannya. Konsultasikan masalah kesehatan Anda untuk mendapat rekomendasi terbaik dari Primaya Hospital. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-4d/ Pemeriksaan kehamilan USG 4D adalah prosedur medis untuk memeriksa kondisi janin dalam kandungan pada masa kehamilan dengan ultrasonografi empat dimensi. Penggunaan teknologi empat dimensi menghasilkan video gerakan janin. Hasil Ultrasomography Four-Dimnesional Ultrasonography (USG 4D) Berbeda dengan hasil USG 3D atau 2D yang hanya berupa gambar. Oleh karena itu, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan atau dokter obgyn yang melakukan pemeriksaan dapat mendeteksi perkembangan janin lebih detail. Dalam pemeriksaan USG 4D, kecacatan lahir bisa lebih mudah terdeteksi. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan juga dapat segera mengambil tindakan untuk menanganinya. Selain untuk mendeteksi masalah perkembangan janin, orang tua kerap meminta pemeriksaan USG 4D agar dapat melihat janin bergerak, menendang-nendang, menguap, bahkan tersenyum. Meski hal itu dibolehkan, orang tua sebaiknya memahami lebih dalam tujuan, proses, serta risiko pemeriksaan USG 4D. Siapa Saja dan Kapan Diperlukan Pemeriksaan USG 4D Semua perempuan hamil dapat memilih menjalani pemeriksaan kehamilan USG 4D. Meski demikian, dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan USG 4D hanya untuk mengecek dugaan kelainan pada janin atau kehamilan, misalnya: Cacat tabung saraf (dapat mempengaruhi perkembangan otak dan tulang belakang) Aneuploidi (kondisi ketika kromosom kurang atau lebih banyak sehingga membuat bayi lahir cacat atau bahkan meninggal) Bibir sumbing (lebih jelas terlihat wajah bayi dengan USG 4D) Kapan Sebaiknya Dilakukan Pemeriksaan USG 4D? Waktu terbaik untuk menjalankan pemeriksaan USG 4D adalah pada usia kehamilan 26-34 minggu. Sebab pada masa itu air ketuban sedang banyak-banyaknya sehingga lebih mudah melihat janin. Setelah 34 minggu air ketuban kian berkurang sehingga pemeriksaan USG makin sulit. Walau begitu, volume air ketuban setiap perempuan berbeda-beda. Perlu konsultasi dokter kandungan untuk menentukan kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan kehamilan USG 4D. Manfaat USG 4D? Meski Pemeriksaan USG 4D memberikan manfaat yang tak didapatkan dari USG 3D dan 2D. Namun secara umum pemeriksaan USG 4D memiliki tujuan yang sama, antara lain: Mengukur berat dan tinggi janin Melihat apakah janin mendapat asupan nutrisi yang cukup Mengukur detak jantung janin Memeriksa volume air ketuban Mengetahui jenis kelamin janin Mendeteksi kehamilan kembar Mengonfirmasi hari perkiraan lahir Mengecek posisi plasenta Mengevaluasi gerakan janin Hasil Pemeriksaan USG 4D Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan akan membimbing ibu dalam pemeriksaan USG 4D dari awal hingga hasilnya keluar. Proses pemeriksaan USG 4D sama dengan USG 3D yakni ibu berbaring di tempat pemeriksaan dan dokter mengoleskan gel khusus kemudian Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan akan menggunakan alat USG 4D untuk merekam gerakan janin dalam kandungan. Ibu dapat melihat langsung gerakan janin di layar monitor yang terhubung dengan alat USG. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan atau Dokter Obgyn lalu menjelaskan hasil USG tersebut. Ibu juga dapat meminta dokter kandungan mencetak video rekaman untuk disimpan. Pemeriksaan Kehamilan USG 4D di Primaya Hospital Pemeriksaan kehamilan USG 4D tersedia di Pusat Layanan Ibu dan Anak Primaya Hospital. Dengan teknologi modern, peralatan USG 4D Primaya mampu menghasilkan rekaman gerakan janin secara jelas. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta tim perawat yang berpengalaman dan kompeten di Primaya Hospital siap memberikan pelayanan terbaik bagi orang tua yang hendak memeriksakan kehamilan dengan teknologi USG 4D. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/tindakan-endoskopi/ Tindakan Endoskopi adalah terapi khusus untuk mengatasi masalah pencernaan, baik diagnostik serta terapeutik, yang didukung oleh Dokter Konsultan Gastro Entero Hepatologi (KGEH) terpercaya yang ahli di bidangnya. Endoskopi adalah teknik pelayanan canggih untuk memeriksa saluran cerna secara visual dengan cara melihat langsung pada layar monitor untuk mendeteksi berbagai kelainan pada saluran cerna atas (mulut, esofagus, lambung, dan usus halus 12 jari) serta saluran cerna bawah (anus, colon, dan usus besar). Dengan ini, pasien dapat dilakukan tindakan langsung seperti pengambilan jaringan atau biopsi pada bagian yang sakit (tumor, polip, atau kelainan yang dicurigai) sehingga pengobatan dapat lebih cepat. Saat ini, Primaya Hospital menggunakan layanan endoskopi yang dapat menghasilkan diagnostik yang canggih, mudah, dan cepat. Tindakan Endoskopi Saluran Cerna Atas Endoskopi pada saluran cerna atas disebut juga dengan Esophago Gastro Duodenoscopy. Pemeriksaan endoskopi ini dilakukan pada pasien yang memiliki keluhan: Pucat (anemia) Rasa kembung, mual, nyeri ulu hati, dan sendawa (dyspepsia) yang berkepanjangan Muntah-muntah tanpa sebab yang terus menerus Kesulitan menelan Muntah darah atau buang air besar kehitaman Tertelan benda asing Dugaan adanya tumor di saluran cerna atas pendarahan dari pemeriksaan X-Ray Pada pemeriksaan Esophago Gastro Duodenoscopy, tenggorokan akan disemprot dengan suatu bius lokal. Tenggorokan kemudian menerima obat melalui urat darah halus (vena) untuk membantu pasien agar lebih santai selama dilakukan pemeriksaan. Pasien akan dibaringkan ke samping pada kondisi nyaman ketika endoskopi dimasukkan dengan hati-hati melalui mulut. Setelah tindakan ini dilakukan, pasien harus istirahat paling tidak 15 hingga 30 menit dan boleh melakukan pola makan normal lagi setelah 1 jam. Pasien harus ditemani oleh keluarga atau teman yang bisa bertanggung jawab dan pasien dilarang mengemudi atau mengoperasikan mesin atau minum alkohol selama 24 jam. Pasien mungkin merasa tidak nyaman pada tenggorokan selama 1 hingga 2 hari pasca tindakan Endoskopi. Tindakan Endoskopi Saluran Cerna Bawah Pasien yang membutuhkan Endoskopi saluran cerna bawah atau Colonoscopy adalah pasien yang memiliki gejala sebagai berikut: Mencret-mencret yang berlangsung lebih dari 2 minggu Keluar darah dari lubang anus atau dubur Memastikan kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan X-Ray Nyeri atau ketidaknyamanan perut terus menerus disertai perubahan pada buang air besar Pada tindakan Colonoscopy, dokter akan memberikan obat melalui urat darah halus atau vena untuk membantu pasien menjadi lebih santai. Pasien akan berbaring ke samping atau ke depan (terlentang) saat Colonoscope dimasukkan naik melalui usus besar. Tindakan ini biasanya berlangsung sekitar 15 hingga 45 menit. Setelah Colonoscopy selesai dilakukan, pasien membutuhkan istirahat selama 1 hingga 2 jam. Sebaiknya pasien ditemani keluarga jika obat penenang digunakan. Dokter akan memberitahukan kepada pasien apa yang dilihat pada saat prosedur dilakukan. Jika dilakukan biopsi, hasil akan selesai selama 3 hingga 5 hari kerja. Persiapan Tindakan Endoskopi Pasien perlu memberikan informasi kepada dokter atau perawat jika memiliki kondisi medis seperti diabetes, kencing manis, hipertensi, atau sedang mengonsumsi obat-obatan atau memiliki alergi Pasien harus berpuasa (tidak boleh makan dan minum) selama 6 hingga 8 jam sebelum dilakukan tindakan Diet rendah residu ditambah dengan obat pencahar untuk membersihkan usus besar pada pemeriksaan Colonoscopy agar dinding usus bagian dalam terlihat dengan jelas Melepaskan gigi palsu, kacamata, perhiasan, dan benda-benda berlogam Didampingi oleh keluarga jika obat penenang digunakan pada tindakan Endoskopi - Published: 2018-04-10 - Modified: 2022-02-10 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-ct-scan/ Pemeriksaan Computerized Tomography Scan atau CT Scan adalah suatu cara untuk melihat bagian dalam tubuh manusia secara detail dengan alat khusus. Prosedur CT Scan menggunakan teknologi sinar-X dan komputer untuk menghasilkan sejumlah gambar irisan dari organ dalam tubuh. Dengan menyajikan banyak irisan, hasil CT Scan dapat memberikan informasi lebih jelas kepada dokter mengenai kondisi tubuh pasien guna membantu menegakkan diagnosis. CT Scan tergolong pemeriksaan yang sederhana dan tanpa alat-alat bedah. Pasien cukup berbaring di meja periksa yang kemudian masuk ke alat pemindai yang bentuknya seperti terowongan. CT Scan yang akan bekerja menghasilkan gambar-gambar irisan atau potongan organ tubuh. Untuk memperjelas hasil CT Scan (contohnya melihat kasus tumor atau kanker), pasien akan diberikan suntikan kontras media dengan persiapan puasa 4 jam sebelum tindakan dan dilakukan cek ureum dan kreatinin. Petugas akan memberikan informasi tentang prosedur pemeriksaan serta interuksi selama pemeriksaan seperti kapan harus tarik napas kapan harus tahan napas. Siapa Saja yang Memerlukan Pemeriksaan CT Scan Pemeriksaan CT Scan bertujuan mengetahui adanya masalah dalam tubuh pasien tanpa pembedahan. Pasien yang memerlukan pemeriksaan CT Scan antara lain jika memiliki indikasi gejala: Kelainan pembuluh darah Gangguan di area dalam perut, misalnya rasa nyeri Masalah tulang atau jaringan lunak Adanya tumor Masalah di otak Dokter juga dapat menjalankan CT Scan dalam penanganan penyakit kanker yang telah diketahui. Selain CT Scan, terdapat sejumlah prosedur pencitraan tubuh lain yang tersedia di rumah sakit. Namun, tidak semua pasien dapat memilih hendak menggunakan metode pencitraan yang mana. Ada beberapa faktor yang membuat pasien lebih pas untuk menjalani CT Scan daripada prosedur lain seperti pasien yang memiliki implan logam dalam tubuhnya atau pasien yang memakai alat pacu jantung. Pasien tersebut tidak dapat menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI) karena berbahaya. Maka, pilihannya bisa mengunakan modalitas CT Scan. Mengapa Memerlukan Pemeriksaan CT Scan? Pemeriksaan CT Scan tidak terlalu sensitif terhadap gerakan, berbeda dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang sangat sensitif terhadap gerakan. Pemeriksaan CT Scan juga berlangsung singkat. Jadi, dokter umumnya akan merekomendasikan pemeriksaan CT Scan ketimbang Magnetic Resonance Imaging (MRI) jika pasien harus berbaring tak bergerak dengan nyaman dalam waktu yang lebih lama. Dengan pemeriksaan CT Scan, dokter dapat segera: Mengidentifikasi gangguan atau luka pada paru-paru, jantung dan pembuluh darah, hati, ginjal, atau organ dalam lain. Mengidentifikasi gangguan pada otak pada kasus stroke. Merencanakan dan mengevaluasi operasi, misalnya transplantasi organ. Membuat penahapan dan rencana serta melaksanakan penanganan radiasi untuk pasien terapi sekaligus memonitor respons terhadap kemoterapi. Kondisi Dilarang Pemeriksaan CT Scan Pemeriksaan CT Scan termasuk aman. Namun, terdapat beberapa risiko yang berkaitan dengan penggunaan radiasi dan cairan kontras dalam pemeriksaan ini. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap cairan kontras. Mereka akan merasa gatal-gatal atau kesulitan bernapas dan napasnya pendek jika reaksinya lebih berat. Oleh karena itu, pasien harus memberi tahu tim dokter bila memiliki alergi tertentu. Begitu pula bila pasien merasa ada reaksi yang muncul tersebut saat pemeriksaan. Pasien yang hamil atau mungkin sedang hamil juga harus menginformasikannya kepada tim dokter. Pemeriksaan CT Scan untuk anak-anak atau ibu hamil juga memerlukan konsultasi dengan dokter terlebih dulu. Pemeriksaan CT Scan di Primaya Hospital Pemeriksaan CT Scan adalah teknik pencitraan yang sangat berguna bila dilaksanakan dengan tepat. Dokter dan timnya memerlukan informasi yang jelas dari pemeriksaan CT Scan sebagai bagian dari diagnosis dan menentukan penanganan selanjutnya. Primaya Hospital menyediakan layanan pemeriksaan CT Scan yang ditangani oleh tim medis berpengalaman dan kompeten. Primaya Hospital juga menggunakan teknologi terkini dengan spesifikasi 128 slice guna mendukung kompetensi dokter. CT Scan di Primaya Hospital sudah dapat menangani tindakan CT Scan Cardiac (jantung). Kunjungi Primaya Hospital untuk berkonsultasi dan menjadwalkan pemeriksaan CT Scan sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain CT Scan, Primaya Hospital juga menyediakan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). - Published: 2018-04-10 - Modified: 2025-08-07 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-mri/ Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah pemeriksaan dengan teknik pengambilan gambar detail organ dari berbagai sudut yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio. MRI aman digunakan untuk ibu hamil dan anak. Metode ini dapat menghasilkan gambar organ yang lebih jelas, termasuk untuk pemeriksaan tumor. Keunggulan MRI diantaranya adalah detail gambar yang tinggi untuk pencitraan jaringan lunak yang tidak menimbulkan risiko dampak radiasi serta gambar yang dihasilkan mempermudah informasi diagnostik. Pemeriksaan MRI dapat membantu mendiagnosis kondisi kesehatan di daerah dada, perut, ataupun panggul. Dokter akan memanfaatkan MRI untuk membantu penegakkan diagnosis atau melihat perkembangan dari pengobatan yang dilakukan. MRI dapat melihat berbagai penyakit seperti tumor yang ada di dada, perut, atau panggul; penyakit yang ada di hati (sirosis, kejanggalan pada pankreas); pembengkakan seperti Crohn’s Disease, penyakit jantung seperti penyakit jantung bawaan, kelainan pembuluh darah atau pembengkakan; serta berbagai penyakit lainnya. Persiapan Pemeriksaan MRI Meskipun MRI aman digunakan, pastikan Anda menjelaskan setiap kondisi kesehatan Anda kepada dokter; termasuk operasi-operasi yang telah Anda jalani, alergi, atau kemungkinan Anda untuk hamil kepada Dokter Spesialis Radiologi Anda. Dokter Spesialis Radiologi mungkin akan memberikan aturan makan dan minum sebelum pemeriksaan MRI dilaksanakan. Selain itu, mungkin Anda akan direkomendasikan obat-obatan yang perlu dihentikan untuk sementara waktu. Sampaikan seluruh obat-obatan rutin yang Anda konsumsi kepada Dokter Spesialis Radiologi Anda. Jangan kenakan perhiasan pada saat pemeriksaan MRI dan gunakan pakaian yang nyaman sebab Anda akan diminta menggunakan pakaian khusus radiologi. Sampaikan kepada Dokter Spesialis Radiologi jika Anda memiliki kegelisahan atau trauma terhadap ruang sempit. Prosedur Pemeriksaan MRI Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada pasien rawat inap maupun rawat jalan. Pasien akan diposisikan pada meja pemeriksaan yang dapat dipindahkan. Kemudian, pasien akan dipasang strap pada tubuh sebagai pengaman untuk membantu pasien tetap diam saat bagian tubuh tertentu sedang diperiksa. Pada beberapa kasus, pasien mungkin akan diberikan cairan kontras dengan suntikan atau infus pada tangan atau lengan. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, pasien akan diminta untuk menunggu saat tim radiologi melihat hasil MRI dan memastikan tidak ada lagi gambar radiologi yang dibutuhkan. Lama pemeriksaan MRI bergantung pada jenis dan tujuan pemeriksaan MRI. Pada umumnya, pemeriksaan MRI dapat menghabiskan waktu sekitar 30 hingga 50 menit. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/bedah-laparoskopi/ Bedah Laparoskopi atau bedah teropong merupakan tindakan operasi yang dilakukan melalui sistem mini dinding perut dan memasukkan teropong kamera ke dalam perut. Bila dibandingkan dengan tindakan bedah konvensional yang rata-rata membutuhkan sayatan minimal 10 cm, tindakan laparoskopi hanya membutuhkan sayatan sebesar 1 cm. Laparoskopi dapat dilakukan di Primaya Hospital dengan tim Dokter Bedah Laparoskopi Ginekologi yang terlatih. Keuntungan dan Efek Samping Bedah Laparoskopi Pada bedah laparoskopi, sayatan yang dilakukan sangat kecil sehingga luka bekas operasi hampir tidak terlihat. Selain itu, luka operasi yang ditimbulkan kecil dan tidak melukai otot sehingga rasa sakit yang terjadi juga minimal. Usai bedah laparoskopi, pemulihan dan penyembuhan pasien dapat terjadi dengan cepat. Selain itu, perawatan di rumah sakit pasca operasi Laparoskopi juga akan lebih singkat yaitu sekitar 1 hingga 2 hari sehingga pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Adapun efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan dari tindakan Laparoskopi adalah infeksi, pendarahan, nyeri pada bekas sayatan, kembung, mual, dan beberapa efek samping lainnya. Namun, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi. Operasi yang Dapat Dilakukan Dengan Bedah Laparoskopi Bedah Operasi usus buntu (appendicitis) Batu kandung empedu (cholecystitis, cholelithiasis) Perlengkapan usus Operasi pada lambung, usus halus, dan usus besar Kebidanan dan Kandungan Menilai status kesuburan Membetulkan posisi rahim Memisahkan perlengketan Endometriosis Terapi kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) Kistektomi (pengangkatan kista) dan Miomektomi (pengangkatan miom). Miomektomi membutuhkan Dokter Ahli Spesialis Bedah berketerampilan khusus yang sudah ahli. Histerektomi (pengangkatan rahim) Sterilisasi atau ligasi Terapi abses rongga panggul Persiapan Bedah Laparoskopi Sebelum melakukan Laparoskopi, sebaiknya pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara rinci, termasuk mendiskusikan faktor-faktor risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Pastikan untuk memberikan informasi kepada dokter mengenai pengobatan yang sedang diambil sehingga dokter bisa menyarankan jenis obat yang perlu dihentikan sementara dan jenis obat yang tetap dapat dilanjutkan. Persiapan lain yang biasanya perlu dilakukan adalah puasa minimal enam jam sebelum melakukan Laparoskopi. Pasien mungkin akan diminta untuk melakukan pemeriksaan laboratorium darah, urin, rekam jantung Elektrokardiogram (EKG), serta Rontgen. Pada beberapa kasus, dibutuhkan pemeriksaan Ultrasonography (USG), Computerized Tomography Scan (CT Scan), atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) terlebih dahulu. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2021-03-02 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/tes-treadmill-jantung/ (Tes treadmill adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kemampuan jantung dengan pemberian beban atau aktivitas fisik sesuai dengan kondisi pasien. Pemberian beban pada jantung dilakukan secara bertahap mulai dari aktivitas ringan seperti berjalan diatas treadmill hingga berlari dengan kecepatan tertentu sesuai batas kemampuan pasien. Tes ini juga disebut sebagai exercise stress test dan dapat dilakukan dengan media selain treadmill misalnya dengan sepeda statis khusus medis. Pelaksanaan tes treadmill ini ditangani oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpengalaman di bidangnya. Informasi tentang kondisi jantung akan terdeteksi berdasarkan hasil tes ini. Dokter dapat menilai apakah jantung mampu memberikan pasokan darah yang memadai ketika terjadi stres atau tekanan fisik. Siapa Saja yang Memerlukan Tes Treadmill? Tes treadmill dilakukan untuk skrining atau deteksi bagi pasien yang memiliki gangguan fungsi jantung seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan penyakit jantung koroner. Pasien dengan faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas dan hipertensi juga perlu menjalani tes treadmill (pemeriksaan fisik jantung) sebagai upaya deteksi dini adanya gangguan fungsi jantung. Dokter akan melihat bagaimana kemampuan jantung saat terjadi peningkatan aktivitas fisik dan menentukan tindakan selanjutnya sesuai dengan informasi yang diperoleh dari hasil tes. Dokter dapat meminta pasien menjalani tes lain untuk membantu menegakkan diagnosis jika menilai hasil tes treadmill kurang menggambarkan kondisi jantung pasien. Mengapa Harus Melakukan Tes Treadmill? Hasil tes treadmill dapat menunjukkan indikasi adanya penyakit jantung. Bila merasa mengalami gejala atau memiliki faktor risiko penyakit jantung, sebaiknya konsultasikan hal tersebut ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah untuk meminta saran apakah perlu dilakukan tes treadmill. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah umumnya merekomendasikan tes treadmill untuk: Mengidentifikasi penyebab nyeri dada atau gejala lain yang berkaitan dengan penyakit jantung. Mendiagnosis kemungkinan adanya penyakit jantung koroner. Membantu merencanakan olahraga yang aman bagi pasien dengan risiko penyakit jantung. Memeriksa efektivitas pengobatan penyakit jantung yang sedang atau baru saja dijalani misalnya pemasangan ring jantung atau operasi bypass. Memeriksa irama detak jantung. Memastikan risiko penyakit jantung. Persiapan Sebelum Tes Treadmill Jantung Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah akan membantu menentukan apakah seseorang perlu menjalani tes treadmill. Pasien akan diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan tes tersebut demi keamanan pasien sendiri karena ada beberapa kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk dilakukan tes treadmill. Tes treadmill mensyaratkan pasien berpuasa selama tiga jam sebelum tindakan. Informasikan kepada dokter atau perawat jika sedang menjalani terapi obat atau memiliki alergi tertentu. Agar pasien lebih nyaman selama menjalani tes di atas treadmill, kenakan pakaian yang memudahkan pemeriksaan serta gunakan sepatu olahraga. Proses Tes Treadmill Jantung Prosedur tes treadmill diawali dengan konsultasi pasien bersama Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Pasien akan dipasang elektroda pada bagian dada pasien. Elektroda ini berupa lempengan dengan kabel yang terhubung ke mesin Elektrokardiogram (EKG). Dokter akan mencatat tekanan darah, detak jantung, dan EKG ketika sebelum, saat, dan sesudah tes treadmill dilakukan. Pasien lantas diminta berjalan di atas treadmill secara perlahan. Dalam periode waktu tertentu, kecepatan treadmill akan ditingkatkan. Setelah kira-kira sepuluh menit, kecepatan diturunkan hingga treadmill berhenti. Sepanjang tes, terdapat tim medis yang bertugas mengawasi kondisi pasien secara ketat. Segera beri tahu dokter jika pasien mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, sesak napas, atau kelelahan. Seusai tes, pasien akan diminta beristirahat dengan berbaring sementara dokter meninjau hasil tes. Tes Treadmill di Primaya Hospital Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah yang menyediakan layanan tes treadmill. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah beserta tim medis yang profesional dan terlatih siap memberikan layanan dengan dukungan teknologi terkini. Hubungi Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital untuk menjadwalkan konsultasi Kesehatan jantung Anda dan pelaksanaan tes treadmill. Primaya Hospital juga melayani pemeriksaan dan prosedur lain terkait dengan kesehatan jantung termasuk pemeriksaan jantung elektrofisiologi, cek ekg, operasi bypass jantung, dan pemasangan ring jantung. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2021-03-01 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-jantung-ekg/ Elektrokardiogram (EKG) adalah prosedur pemeriksaan jantung sederhana untuk menilai aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan jantung EKG bertujuan mendeteksi adanya kelainan seperti aritmia atau gangguan irama jantung, penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung, peradangan jantung (miokarditis atau perikarditis), hingga pembesaran jantung. Walaupun tes EKG memeriksa impuls listrik jantung, namun tidak ada arus listrik yang dialirkan ke tubuh pasien selama prosedur pemeriksaan. Siapa Saja yang Memerlukan Pemeriksaan EKG? Pemeriksaan jantung EKG penting bagi pasien yang memiliki gejala penyakit jantung seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, dan detak jantung tidak teratur. Pasien yang punya riwayat penyakit jantung juga memerlukan tes EKG. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dapat merekomendasikan cek ekg bagi pasien yang memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti kadar kolesterol darah yang tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok atau faktor risiko penyakit jantung lainnya. Sebelum dan setelah menjalani operasi atau bedah jantung, pasien juga akan diarahkan untuk menjalani tes EKG. Bagi beberapa pasien dengan kondisi jantung yang membutuhkan perhatian khusus, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah akan menyarankan cek ekg secara rutin guna memantau perkembangan kondisi jantungnya. Mengapa Pemeriksaan EKG Diperlukan? Pasien perlu menjalankan pemeriksaan elektrokardiogram antara lain untuk: Mengevaluasi dan mencari penyebab masalah kesehatan yang terkait dengan penyakit jantung seperti nyeri dada, mudah lelah, sulit bernapas, dan pusing. Mengetahui irama jantung sehingga dapat mendeteksi apabila ada irama jantung yang tidak teratur. Melihat kondisi jantung secara menyeluruh sebelum dan/atau sesudah tindakan operasi jantung. Mengetahui efektivitas alat pacu jantung dan obat-obatan yang telah di konsumsi sebelumnya. Mengidentifikasi masalah struktural pada jantung. Sebagai evaluasi awal terhadap seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung. Dari hasil pemeriksaan EKG, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dapat menentukan tindakan selanjutnya sesuai dengan kondisi jantung pasien. Pemeriksaan EKG mungkin diikuti tes lain berdasarkan evaluasi dari Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Proses Pemeriksaan Jantung EKG Pemeriksaan EKG berlangsung singkat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien harus melepas perhiasan dan aksesori lain yang bisa mempengaruhi hasil tes. Selama cek EKG, pasien berbaring di atas tempat tidur atau meja periksa. Penting bagi pasien untuk berbaring dengan tenang dan tak bergerak ataupun berbicara demi akurasi hasil EKG. Kemudian, pasien akan dipasang elektroda pada dada, kaki, dan lengan pasien. Elektroda adalah alat berupa lempengan logam dengan kabel yang terhubung ke mesin EKG. Pasien akan diarahkan untuk bernafas sewajarnya. Sementara itu, mesin EKG merekam aktivitas kelistrikan jantung. Setelah perekaman selesai, semua peralatan elektroda akan dilepas. Seluruh proses ini berlangsung sekitar 5-10 menit saja. Dokter Jantung akan melihat dan menganalisis hasil cek ekg kemudian menjelaskannya kepada pasien. Pemeriksaan EKG dapat dilakukan terhadap pasien rawat inap maupun rawat jalan. Pasien rawat jalan bisa langsung pulang seusai pemeriksaan dan melanjutkan aktivitas sesuai dengan rekomendasi dokter. Namun, bila ditemukan indikasi yang mengarah ke penyakit jantung, maka pasien mungkin diminta menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan secara tuntas penting untuk benar-benar memastikan kondisi jantung pasien. Elektrokardiogram (EKG) di Primaya Hospital Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah yang melayani pemeriksaan jantung EKG. Tim Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital telah berpengalaman dan berkompeten untuk melakukan pemeriksaan jantung menggunakan teknologi terkini. Hubungi Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital untuk menjadwalkan pemeriksaan jantung EKG atau pemeriksaan terkait seperti tes treadmill jantung, elektrofisiologi jantung, pemasangan ring jantung, operasi CABG jantung, dan berbagai pelayanan penyakit jantung lainnya. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/tes-eeg-gelombang-otak/ Elektroensefalogram (EEG) adalah salah satu tes yang dilakukan untuk mengukur aktivitas kelistrikan dari otak untuk mendeteksi adanya kelainan otak. Tes EEG juga disebut sebagai tes gelombang otak atau rekam otak. Uji EEG tidak bersifat invasif. Prosedur EEG adalah dengan menempelkan elektroda di sepanjang kulit kepala. EEG dapat mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan dari arus ionik di dalam otak. Tes EEG ini efektif untuk mendiagnosis gangguan kejang seperti tanda penyakit Epilepsi atau mendeteksi Alzheimer. Selain itu, EEG juga merupakan prosedur scanning untuk koma atau sindrom otak organic dan dapat bertindak sebagai indikator kematian otak. Tumor, abses, jaringan parut otak, dan darah yang membeku serta infeksi dapat menyebabkan aktivitas listrik yang berbeda dari pola normal irama dan kecepatan yang akan terdeteksi dengan menggunaakan EEG. Primaya Hospital menyediakan fasilitas EEG untuk memberikan diagnosis yang lebih akurat sehingga terapi yang diberikan akan lebih tepat. Persiapan Tes EEG Sebelum tes EEG dilakukan, pasien tidak boleh mengonsumsi kopi, teh, coklat, atau meminum soda. Minuman-minuman tersebut sebaiknya dihindari karena memiliki pengaruh stimulasi perubahan gelombang EEG. Selain minuman tersebut, sebaiknya pasien juga memperhatikan kadar gula darah karena dapat menyebabkan perubahan pada pola gelombang otak. Tes EEG membutuhkan waktu 45 hingga 60 menit atau lebih lama jika pemeriksaan yang dilakukan adalah sleep EEG. Pastikan pasien berkonsultasi denganra Dokter Spesialis Saraf sebelum melakukan EEG. Prosedur Tes EEG Pada pemeriksaan ini, pasien akan dipasangkan elektroda-elektroda pada kulit kepala untuk merekam aktivitas elektrik pada berbagai tempat di kepala. Selama proses berlangsung, aktivitas otak akan terekam pada selembar kertas yang disebut ensefalogram. Selama pemeriksaan ini, pasien diminta untuk berbaring dengan tenang. Beberapa pasien melakukan prosedur EEG pada saat pasien tertidur karena beberapa gelombang otak abnormal hanya terlihat pada saat pasien tidur. Hasil Tes EEG Dengan menggunakan EEG, diperoleh hasil analisis dari tes untuk mendeteksi dan menemukan tempat aktivitas listrik abnormal yang terjadi dalam otak. Dengan hasil tes EEG, kita dapat menentukan fokus-fokus kejang dan sumber iritasi seperti tumor atau abses. Tes EEG juga dapat mendiagnosis gangguan metabolic dan gangguan tidur. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-panoramik-rontgen-gigi/ Pemeriksaan Panoramik adalah salah satu foto Rontgen yang digunakan dalam kedokteran gigi untuk mendapatkan gambaran gigi dan jaringan lunak di sekitarnya. Pemeriksaan panoramik merupakan pemeriksaan non invasif dan merupakan prosedur ekstraoral sederhana yang menggambarkan daerah rahang atas dan rahang bawah pada satu film. Pemeriksaan ini juga disarankan bagi pasien pediatri, pasien cacat jasmani, atau pasien dengan gangguan refleks. Biasanya, akan dilakukan prosedur pemeriksaan lain (radiografi periapikal) untuk pelengkap foto Rontgen Panoramik dalam menegakkan diagnosis. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan pemeriksaan khusus sebelumnya. Namun, sampaikanlah pada dokter Anda jika terdapat kemungkinan bahwa Anda sedang hamil. Jangan gunakan perhiasan, kacamata, atau benda-benda logam yang mungkin mengganggu pengambilan gambar X-Ray. Panoramik adalah pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh Dokter Spesialis Gigi atau Dokter Spesialis Bedah Mulut dalam menegakkan diagnosis penyakit pada pasiennya. Pemeriksaan ini memberikan informasi pada dokter mengenai sinus maxillary, posisi gigi, dan kelainan tulang di daerah mulut. Pemeriksaan panoramik digunakan untuk merancang terapi atau pengobatan pada pasien gigi dan mulut. Selain itu, Rontgen Panoramik dapat mengetahui kelainan pada periodontal, kista pada tulang rahang, tumor rahang atau kanker mulut, gigi yang terganggu karena gigi geraham belakang yang baru tumbuh (wisdom teeth), kelainan rahang, sinusitis, dan kelainan terkait daerah mulut lainnya. Prosedur Pemeriksaan Panoramik Rontgen Gigi Dalam pemeriksaan Panoramik Rontgen Gigi, pasien harus mengenakan pelindung apron dan menggunakan bite holder. Selama pemeriksaan, pasien diminta menutup bibir dan menekan lidah serta tangan pasien berpegangan agar tetap seimbang dan tidak bergerak. Selanjutnya, dagu pasien akan diposisikan untuk bersentuhan dengan tempat dagu pada mesin pemeriksaan panoramik. Selama pemeriksaan, pasien diharapkan tidak menggerakkan kepala (akan dibantu dengan penahan kepala) serta diminta untuk bernapas normal dan tidak terlalu dalam. Keuntungan dan Risiko Pemeriksaan Panoramik Rontgen Gigi Rontgen Panoramik (Rontgen Gigi) tidak menyisakan radiasi pada tubuh pasien usai pemeriksaan dilakukan. Selain itu, Rontgen Gigi biasanya tidak memiliki efek samping. Oleh sebab itu, Rontgen Gigi aman untuk digunakan pada pasien anak kecil karena film dari Rontgen Panoramik tidak perlu diletakkan di dalam mulut. Namun, untuk keamanan, sebaiknya pasien wanita memberi tahu dokter apabila terdapat kemungkinan bahwa ia sedang hamil. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2024-10-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/oto-accoustic-emission/ Tes Oto Acoustic Emission (OAE) adalah metode diagnostik yang sensitif dan spesifik untuk menilai fungsi pendengaran pada bayi baru lahir dan anak-anak. Adapun Oto Acoustic Emission (OAE) adalah sinyal akustik samar yang terpancar dari sel rambut luar di koklea di bagian dalam telinga sebagai respons terhadap suatu stimulus. Dokter menggunakan Oto Acoustic Emission (OAE) untuk mengevaluasi kondisi bagian dalam telinga dan sel pendengaran dengan akurasi tertentu. Jika bayi lolos uji Oto Acoustic Emission (OAE) dan tak memiliki faktor risiko, dokter akan melakukan tes diagnostik pendengaran lanjutan pada usia 1-3 tahun. Sedangkan jika uji Oto Acoustic Emission (OAE) mendapati bayi tersebut mengalami tuli saraf, dokter dapat segera menjalankan prosedur rehabilitasi pendengaran. Rehabilitasi bisa dilakukan dengan memasang alat bantu dengar atau menggunakan implan koklea selambatnya saat bayi berusia 6 bulan . Siapa Saja yang Memerlukan Tes Pendengaran (OAE) Tes Oto Acoustic Emission (OAE) umumnya dilakukan sebagai metode deteksi dini (screening) pada bayi yang baru lahir. Namun, tes ini lebih penting bagi bayi dengan faktor risiko gangguan pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran pada bayi beragam. Pada masa kehamilan, misalnya, seorang ibu hamil bisa mengalami infeksi toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex (TORCH) yang dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Riwayat keluarga yang mengalami tuli saraf dari lahir juga dapat menjadi faktor risiko. Selain itu, infeksi otak atau kelainan anatomi bisa menjadi alasan dokter menyarankan tes OAE terhadap bayi baru lahir. Mengapa Butuh Tes Oto Acoustic Emission (OAE)? Dokter tidak dapat mengetahui adanya masalah pendengaran pada bayi baru lahir secara manual. Oleh karena itu, dokter akan menggunakan alat tes Oto Acoustic Emission (OAE) untuk menguji pendengaran bayi. Ketika terdapat masalah pendengaran, ada potensi bayi mengalami gangguan bicara dan berbahasa, kognitif, serta sosial dan emosional seiring dengan bertambahnya usia. Periode penting bagi perkembangan kemampuan pendengaran serta bicara bayi bermula pada 6 bulan pertama kehidupan hingga berumur 2 tahun. Adapun deteksi dini gangguan pendengaran paling awal bisa dilakukan sesaat setelah bayi lahir dan selambatnya saat bayi berusia 1 bulan. Dokter akan menggunakan hasil deteksi itu sebagai bahan diagnosis dalam pemeriksaan lanjutan ketika usia bayi 3 bulan. Pelaksanaan Tes Oto Acoustic Emission (OAE)? Dokter yang menangani tes Oto Acoustic Emission (OAE) adalah dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan). Dalam pemeriksaan ini, Dokter Spesialis THT akan memasukkan alat periksa berujung lunak ke lubang telinga. Kemudian, sang bayi akan diperdengarkan bunyi klik untuk menilai respons getaran rambut luar di telinga bagian dalam. Mesin OAE lantas akan merekam respons itu dan dokter pemeriksa akan menilai hasilnya untuk melihat apakah ada gangguan pendengaran atau tidak. Proses tes Oto Acoustic Emission (OAE) berlangsung singkat dan tak menimbulkan rasa sakit. Bila bayi tenang, prosedur biasanya selesai dalam 20-30 detik. Namun, tes bisa berlangsung lebih lama hingga lebih dari 5 menit bila bayi banyak bergerak. Tindak Lanjut Setelah Tes Oto Acoustic Emission (OAE) Tes Oto Acoustic Emission (OAE) adalah metode screening awal pada bayi. Metode lain adalah Brain Evoked Response Auditory (BERA). Setelah dua pemeriksaan itu, bayi usia 3 bulan sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan (jika diperlukan), seperti pemeriksaan otoskopi untuk mengecek telinga bagian luar, uji timpanometri untuk memeriksa telinga tengah, serta pemeriksaan ulang Oto Acoustic Emission (OAE) untuk pemeriksaan saraf telinga dan Brain Evoked Response Auditory untuk saraf pusat pendengaran di otak. Jika hasil semua pemeriksaan itu menunjukkan nilai normal, sang bayi tetap perlu pemantauan perkembangan kemampuan bicara anak serta fungsi pendengaran setiap 3-6 bulan hingga usianya 3 tahun. Sedangkanm jika hasil pemeriksaan abnormal, dokter akan merekomendasikan pengecekan BERA tone burst atau auditory steady-state response dan typanometri high frequency. Bila ditemukan masalah tuli saraf, anak sebaiknya menjalani rehabilitasi pendengaran sesegera mungkin dengan pemasangan alat bantu dengar atau implan koklea maksimal pada usia 6 bulan. Tes Oto Acoustic Emission (OAE) di Primaya Hospital Bayi baru lahir dapat segera menjalani tes Oto Acoustic Emission (OAE) di Primaya Hospital sesuai dengan kebutuhan. Primaya Hospital memiliki tim medis berpengalaman dengan kompetensi tinggi serta didukung teknologi terkini. Konsultasikan masalah pendengaran anak Anda dengan dokter spesialis THT di Primaya Hospital yang siap melayani dan berdedikasi penuh demi perkembangan anak di masa mendatang. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2024-10-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/uji-bera-pemeriksaan-pendengaran/ Brain Evoked Response Auditory (BERA) adalah pemeriksaan pendengaran yang dilakukan pada anak umur 1 hingga 3 tahun. Sedangkan, untuk anak dengan usia yang lebih kecil dapat dilakukan pemeriksaan Oto Accoustic Emission (OAE). Bila hasil uji BERA dinyatakan dalam kondisi yang baik, maka dapat disimpulkan fungsi pendengaran anak dalam batas normal dan tidak perlu dilakukan tindakan medis lebih lanjut. Namun, bila hasil uji BERA dinyatakan abnormal, maka pemeriksaan akan dilanjutkan dengan estimasi atau prediksi ambang dengar dan harus segera dilakukan rehabilitasi pendengaran sedini mungkin dengan menggunakan Alat Bantu Dengar (ABD). Uji BERA sendiri kurang lebih akan menghabiskan waktu selama satu jam. Mengapa Melakukan Uji BERA? Gangguan pendengaran pada anak sulit diketahui sejak awal. Gangguan pendengaran dapat menyebabkan gangguan bicara, berbahasa, kognitif, masalah sosial, dan emosional. Oleh sebab itu, akan semakin baik jika uji pendengaran pada anak dilakukan sejak dini. Pendengaran yang sehat adalah ketika saraf pendengaran mampu menyalurkan impuls suara dari telinga ke otak dalam kecepatan tertentu. Uji BERA dapat memberikan informasi apakah saraf menyampaikan impuls suara ke otak dan apakah kecepatan penyampaian suara tersebut dalam batas normal. Pemeriksaan pendengaran ini dapat menentukan tipe kelainan (konduktif atau sensorineural), tingkat keparahan (ambang dengar), dan hilangnya pendengaran (telinga dalam atau bagian lainnya) dari anak. Selain itu, dalam menentukan ambang dengar, BERA juga digunakan dalam diagnosis otoneurological. Hal ini bermanfaat untuk pasien dengan kelainan pendengaran unilateral atau asimetris (tumor saraf dengar, tumor otak, kelainan saraf lainnya, multiple sclerosis, dan lain sebagainya). Prosedur Uji BERA BERA dapat dilakukan tanpa pasien perlu melakukan apapun. Pasien hanya perlu berbaring dan sebaiknya dalam sikap tenang atau dalam keadaan tidur. Untuk anak, pemeriksaan ini dapat dilakukan dalam keadaan bangun, tidur, atau dalam kondisi dibius (meskipun jarang). Elektroda akan dipasang di bagian kepala pasien dan pada belakang telinga pada saat prosedur uji BERA. Saat pemeriksaan dilakukan, pasien akan diperdengarkan berbagai suara melalui headphone. Pemeriksaan ini mengukur perubahan aktivitas elektrik otak (EEG) dalam pemberian stimuli akustik. Kelainan yang terjadi pada transmisi sinyal saat suara diperdengarkan mengindikasikan adanya gangguan pendengaran. Pemeriksaan ini tidak memiliki risiko komplikasi, tidak menyakitkan, serta tidak memerlukan persiapan khusus untuk uji BERA. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pacho-emulsification/ Katarak Mata Katarak Mata adalah kekeruhan pada lensa mata yang mengakibatkan kaburnya penglihatan. Katarak Mata tidak menyebabkan rasa sakit dan termasuk penyakit yang sangat umum terjadi. Dengan adanya katarak, lensa mata yang jernih menjadi keruh dan cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang. Umumnya, lensa mata perlahan-lahan akan keruh dan seperti berkabut seiring dengan bertambahnya usia. Jika tidak segera dioperasi, katarak mata dapat menyebabkan kebutaan bagi penderitanya. Dapat dikatakan, katarak mata adalah penyakit yang biasa terjadi seiring dengan bertambahnya usia kita. Selain faktor usia, penyebab katarak yang lain adalah karena trauma, mengonsumsi obat-obatan, atau faktor penyakit lainnya seperti diabetes. Gejala Katarak Katarak biasanya muncul pada seseorang yang berusia di atas 45 tahun. Gejala katarak biasanya meliputi penglihatan kabur, berkabut, dan silau saat melihat cahaya. Secara awam, gejala katarak biasanya ditandai dengan seringnya berganti kacamata karena kabur saat melihat. Jika Anda merasakan gejala katarak tersebut, tidak ada salahnya Anda memeriksakan mata Anda ke Dokter Spesialis Mata terdekat untuk dilakukan pengobatan pada katarak Anda. Pengobatan Katarak Katarak mata tidak bisa dihilangkan dengan obat. Pengobatan katarak hanya bisa dilakukan dengan operasi katarak oleh Dokter Spesialis Mata. Ada beberapa teknik operasi katarak. Adapun teknik canggih yang saat ini sudah sering digunakan oleh Dokter Spesialis Mata adalah teknik Phaco Emulsifikasi. Dengan operasi katarak, lensa pasien yang terkena katarak akan diganti dengan lensa mata buatan. Jadi, satu-satunya pengobatan katarak adalah hanya dengan melakukan operasi katarak. Operasi Katarak di Primaya Hospital dengan Teknologi Phaco Emulsifikasi Primaya Hospital memiliki teknologi Phaco Emulsifikasi yaitu teknik operasi katarak yang paling mutakhir. Banyak orang awam yang menyebut teknologi ini sebagai teknologi laser mata. Dengan teknik ini, Dokter Spesialis Mata akan menggunakan getaran ultrasonik untuk menghancurkan lensa mata yang terkena katarak. Operasi Katarak ini aman untuk semua pasien, termasuk bayi dengan katarak bawaan hingga pasien lansia. Dengan Phaco Emulsifikasi, Dokter Spesialis Mata tidak perlu membuat sayatan lebar sehingga operasi katarak dapat dilakukan dengan cepat, mudah, aman, dan tanpa jahitan sehingga pasien yang sudah melakukan operasi katarak dapat kembali mengerjakan aktivitas normal dalam waktu singkat. Semua tindakan operasi katarak di Primaya Hospital dilakukan oleh Dokter Spesialis Mata yang sudah terlatih dan berpengalaman di bidangnya. Klik di sini untuk mencari informasi mengenai Dokter Spesialis Mata di Primaya Hospital. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-elektromiografi/ Elektro Neuro-Miografi (ENMG) adalah prosedur untuk melakukan pengecekkan kesehatan otot dan pengecekkan saraf yang mengendalikan otot, biasa sering disebut EMG (Elektromiografi). Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) dilakukan menggunakan alat yang disebut electroneuromyograph lalu rekaman yang dihasilkan disebut dengan Elektroneuromiogram. Teknik ini mendeteksi potensial aksi dari sel saraf dan otot dengan menggunakan elektroda yang ditempel di atas jaringan otot. Elektro Neuro-Miografi (ENMG) dilakukan ketika pasien mengalami penjepitan saraf tepi seperti pada carpal tunnel syndrome dan kelemahan otot yang dicurigai bukan karena gangguan pada otak. Pemeriksaan ini dapat membantu untuk membedakan antara masalah-masalah yang berasal dari otot itu sendiri atau dari gangguan syaraf. Otot memiliki sinyal elektrik yang bergerak saat otot bekerja. Sinyal ini tak ada ketika otot diam. Dengan pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG), dokter dapat mengamati sinyal kelistrikan otot tersebut untuk menegakkan diagnosis atas keluhan pasien. Siapa Saja yang Memerlukan Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) berkaitan dengan keluhan seputar otot dan saraf. Orang yang menunjukkan gejala lemah otot atau mengalami nyeri pada ototnya kemungkinan besar memerlukan pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG). Pemeriksaan ini dapat membantu membedakan masalah otot yang disebabkan oleh cedera saraf yang terikat pada otot atau gangguan sistem saraf, misalnya kelainan otot. Kelainan otot tersebut meliputi: Distrofi: penyakit genetik yang membuat massa otot hilang Polimiositis: peradangan otot Myasthenia gravis: pelemahan otot karena gangguan hubungan saraf dan otot Gangguan saraf tulang belakang Mengapa Melakukan Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG)? Ketika merasa nyeri pada bagian tubuhnya yang mungkin dipicu gangguan saraf atau otot yang tak kunjung reda, seseorang mungkin memerlukan pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG). Nyeri itu umumnya menerpa punggung atau leher dengan gejala yang terasa hingga kaki dan lengan. Adapaun gejala yang dapat timbul antara lain: Mati rasa Kesemutan Kram Lemas Dalam banyak kasus, gejala ini dapat hilang dengan sendirinya. Jika tidak, hubungi dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut, termasuk dengan ENMG. Dokter spesialis saraf dapat memanfaatkan hasil pemeriksaan elektroneuro-miografi untuk menemukan penyebabnya dan melihat seberapa serius masalah itu. Risiko dan Persiapan Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) tergolong tindakan medis dengan risiko rendah. Risiko ini sangat jarang terjadi, di antaranya perdarahan hebat dan infeksi pada area tubuh tempat dokter memasukkan jarum elektroda. Guna mengurangi risiko, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf terlebih dahulu. Dari konsultasi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menilai apakah pasien memerlukan pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG). Bila merekomendasikan Elektro Neuro-Miografi (ENMG), dokter akan memberikan panduan persiapan bagi pasien. Pasien harus menginformasikan riwayat kesehatannya secara lengkap, termasuk bila rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu dan memiliki alat pacu jantung atau alat elektrik lain di dalam tubuh. Prosedur dan Hasil Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) Prosedur pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) berlangsung sekitar 30-90 menit. Dokter Spesialis Saraf akan memasukkan jarum elektroda yang sangat kecil ke kulit lengan atau kaki hingga mencapai otot. Elektroda ini berfungsi menangkap aktivitas kelistrikan otot. Setelah elektroda terpasang, pasien diminta membuat otot berkontraksi, misalnya dengan menekuk lengan. Aktivitas kelistrikan lantas terlihat pada monitor dan memberikan informasi tentang kemampuan otot dalam merespons stimulasi saraf. Dokter akan mengevaluasi pola kontraksi untuk menentukan apakah otot memberikan respons sebagaimana mestinya. Hasil pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) menjadi dasar dokter untuk menegakkan diagnosis sekaligus membantu penanganan masalah otot pasien sesuai dengan temuan dan faktor-faktor yang berpengaruh. Pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) di Primaya Hospital Bersama tim medis yang berpengalaman dan kompeten, dokter spesialis saraf di Primaya Hospital dapat melayani pemeriksaan Elektro Neuro-Miografi (ENMG) bagi pasien yang membutuhkan. Primaya Hospital juga memanfaatkan teknologi terkini sebagai sarana penunjang pemeriksaan. Primaya Hospital senantiasa berupaya memastikan memberikan pelayanan yang profesional bagi pasien. Segera hubungi Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital bila mengalami keluhan seputar otot yang berkelanjutan demi mendapatkan diagnosis dan tindakan yang tepat. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2021-06-09 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/pemeriksaan-kehamilan-usg-3d/ Pemeriksaan kehamilan USG 3D adalah prosedur medis untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan secara tiga dimensi menggunakan ultrasonografi. Pemeriksaan kehamilan Three-Dimensional Ultrasonography (USG 3D) menghasilkan gambar berbentuk tiga dimensi sehingga lebih jelas. Dokter kandungan pun dapat melihat kondisi janin lebih detail untuk mendeteksi kondisi abnormal pada organ janin. Dokter obgyn juga dapat menggali informasi lebih lengkap mengenai organ dalam janin, seperti jantung. Berbeda dengan USG dua dimensi, gambar hasil pemeriksaan kehamilan USG 3D menunjukkan ukuran janin lebih lengkap mulai dari tinggi, lebar, hingga volume. Oleh karena itu, pemeriksaan USG 3D mampu mendeteksi jika terdapat kelainan pada janin sehingga dokter dapat segera melakukan tindakan lebih lanjut sesuai diagnosis kelainan yang ditemukan. Siapa Saja yang Perlu dan Kapan Waktu Terbaik Pemeriksaan USG 3D Pada dasarnya, semua ibu hamil dapat menjalani pemeriksaan kehamilan USG 3D. Namun, usia kehamilan antara 26 minggu dan 30 minggu adalah waktu terbaik untuk pemeriksaan USG 3D. Pada awal kehamilan, pemeriksaan dapat dilakukan cukup dengan USG 2D. Sebab, pada saat awal kehamilan, wujud janin belum cukup kentara dan ukurannya pun masih kecil sehingga gambar 3D tidak akan maksimal. Hingga saat ini, tidak ada temuan bahaya pemeriksaan kehamilan USG 3D. Alat dan bahan yang digunakan sepenuhnya aman bagi ibu hamil dan janinnya. Meski demikian, sebaiknya ibu hamil menjalani pemeriksaan USG 3D sesuai dengan jadwal atau rekomendasi dari dokter kandungan. Demi memastikan keamanannya, pilih rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan lain yang tepercaya untuk menjalani USG 3D. Mengapa Memerlukan Pemeriksaan Kehamilan USG 3D? Tujuan utama pemeriksaan kehamilan USG 3D adalah memastikan kesehatan janin; seperti memantau aktivitas fisik dan detak jantung janin, kondisi plasenta, cairan ketuban, serta organ luar janin. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan juga dapat memanfaatkan USG 3D untuk menentukan usia kehamilan, melihat posisi dan jenis kelamin janin, serta memeriksa keluhan seputar kehamilan yang mungkin menjadi tanda adanya kelainan bawaan. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan tidak menyarankan pemeriksaan kehamilan USG 3D hanya untuk sekedar melihat wajah janin sebagai cendera mata, terutama jika pemeriksaan dilakukan berulang kali di tempat USG dengan fasilitas minim dan tanpa ditangani Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang tersertifikasi. Hasil Pemeriksaan Kehamilan USG 3D Pemeriksaan kehamilan USG 3D memakai alat ultrasonografi yang mampu menghasilkan gambar tiga dimensi. Dengan alat ini, dokter kandungan dapat lebih memahami kondisi janin secara keseluruhan. Kehadiran teknologi USG 3D menjawab keterbatasan hasil pemeriksaan USG 2D yang memberikan informasi lebih sedikit pada usia kehamilan di atas 26 minggu. Pemeriksaan Kehamilan USG 3D di Primaya Hospital Pusat Layanan Ibu dan Anak Primaya Hospital memiliki fasilitas yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ibu hamil yang memerlukan pemeriksaan USG 3D. Dalam pemeriksaannya, ibu hamil tidak akan merasakan sakit sama sekali. Ibu cukup berbaring di tempat tidur, lalu Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan memulai pemeriksaan dengan mengolesi panggul atau perut ibu menggunakan gel khusus. Gel yang digunakan sangat aman dan tidak meninggalkan bekas karena berbasis air. Gel ini berfungsi sebagai penghantar gelombang suara demi menghasilkan gambar yang lebih jelas. Setelah itu, Dokter Spesialis Kabidanan dan Kandungan memakai transducer atau gagang periksa khusus USG dengan menggerak-gerakkannya di atas permukaan kulit yang telah diolesi gel. Dari situ, dokter dan ibu dapat melihat gambar 3D yang muncul pada monitor yang terhubung dengan alat USG. Gambar ini juga dapat dicetak untuk dilihat lebih dekat. Tim medis yang berpengalaman dan kompeten dari Primaya Hospital siap memberikan pelayanan terbaik untuk pemeriksaan kehamilan. Dengan teknologi mutakhir sebagai penunjang, pemeriksaan kehamilan USG 3D bisa membantu memastikan kesehatan janin hingga tiba saatnya persalinan. Selain, USG 3D, terdapat juga layanan pemeriksaan USG 4D di Primaya Hospital. - Published: 2018-02-06 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/teknologi/terapi-hemodialisa/ Hemodialisa adalah terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal. Terapi ini didukung oleh kerja sama tim yang beranggotakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Nefrologi, Dokter Umum yang bersertifikasi HD (Hemodialisa), serta perawat yang terampil, mahir dan bersertifikat. Layanan Hemodialisa Primaya Hospital mampu memberikan kenyamanan dan keamanan untuk pasien selama menjalani terapi ini di rumah sakit. Ginjal yang sehat dapat membersihkan darah Anda. Ginjal juga membentuk zat-zat yang menjaga tubuh untuk tetap sehat. Hemodialisa menggantikan beberapa manfaat dari ginjal ketika ginjal sudah tidak lagi bekerja. Hemodialisa dibutuhkan ketika ginjal tidak lagi dapat bekerja dengan baik sehingga tubuh memiliki zat-zat yang seharusnya sudah dibuang dari darah atau cairan tubuh. Kondisi ini biasanya membuat pasien mengalami gejala seperti mual, muntah-muntah, pembengkakan, hingga lemah dan lesu. Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul. Bagaimana Cara Kerja Hemodialisa? Mesin berperan sebagai ginjal artifisial (ginjal buatan) yang digunakan untuk membersihkan darah. Untuk melakukan hemodialisa, dokter perlu membuat akses atau jalan masuk ke pembuluh darah pasien, biasanya pada bagian tangan. Di dalam mesin ini, terdapat bagian-bagian yang bertugas menyaring darah pasien. Hemodialisa dapat menyingkirkan zat-zat kotor atau limbah, garam, serta air berlebih yang berada di darah pasien. Selain itu, beberapa zat-zat kimia dalam tubuh juga dijaga keseimbangan dan tekanan darahnya. Terapi ini bisa dilakukan selama 3 hingga 4 kali dalam satu minggu. Banyaknya terapi yang dibutuhkan oleh pasien tergantung pada seberapa baik ginjal Anda bekerja, seberapa banyak cairan yang Anda dapatkan di antara tiap terapi, seberapa berat badan Anda, seberapa banyak zat kotor berada di darah Anda, serta tipe alat Hemodialisa yang digunakan. Dokter akan memberikan pasien penjelasan tentang berapa banyak cuci darah yang perlu pasien lakukan dalam satu minggu. Apakah Hemodialisa Membutuhkan Pola Makan Khusus? Pasien yang sedang melakukan terapi dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi protein. Pasien diabetes atau kondisi kesehatan lainnya akan memiliki pola makan yang lebih ketat. Diharapkan pasien dengan kondisi kesehatan khusus dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di Primaya Hospital. Tim yang menangani pasien dalam proses terapi akan menjaga dan memantau terapi dengan berbagai pemeriksaan untuk memastikan kelancaran. Temukan dokter-dokter kami di sini. ## Pos - Published: 2026-07-06 - Modified: 2026-07-07 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-rotavirus-penyakit/ - Kategori: Anak - Tag: rotavirus, vaksin anak, vaksin rotavirus - Translation Priorities: Optional Dari sekian banyak penyakit yang umum terjadi pada anak, diare mungkin dianggap biasa. Meski wajar jika bayi mengalami diare, tapi orang tua perlu waspada terutama bila terjadi diare berat. Ada kemungkinan penyebabnya adalah rotavirus yang membahayakan. Namun tenang, untuk mencegahnya, ada vaksin rotavirus yang bisa diberikan kepada buah hati. Berikut ini penjelasan mengenai vaksin rotavirus bayi, jadwal vaksin, juga gejala infeksi rotavirus yang mesti diwaspadai. Mengenal Rotavirus Rotavirus adalah virus yang secara spesifik menyerang saluran pencernaan terutama bayi dan anak balita. Virus ini tergolong ganas dan menular. Dalam The Pediatric Infectious Disease Journal disebutkan infeksi rotavirus pernah dialami setidaknya satu kali pada masa balita oleh hampir tiap anak di dunia. Rotavirus memiliki sembilan spesies, yakni A hingga I. Spesies yang paling umum, yaitu rotavirus A, merupakan penyebab lebih dari 90 persen infeksi rotavirus pada manusia. Gejala infeksi rotavirus yang biasanya bersarang di usus antara lain diare. Tapi diare yang merupakan gejala rotavirus berbeda dengan diare biasa. Bila bayi terkena rotavirus, gejalanya biasanya dimulai dengan demam tinggi mendadak dan muntah-muntah hebat yang bisa terjadi selama 1-2 hari. Setelah muntah mereda, barulah bayi mengalami diare cair yang bisa terjadi 10-20 kali sehari. Diare berat ini pun akan sangat menguras energi dan cairan tubuh bayi hingga menimbulkan dehidrasi yang dapat berakibat fatal. Di Indonesia sendiri diare adalah penyakit endemis yang berpotensi memunculkan kejadian luar biasa dan menjadi salah satu penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia, khususnya pada bayi dan balita. Apa Itu Vaksin Rotavirus Melihat betapa seriusnya infeksi rotavirus, cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan mengupayakan pencegahan semaksimal mungkin, termasuk dengan vaksin rotavirus. Rotavirus mudah menyebar lewat rute fekal-oral (kontaminasi dari tinja berpindah ke mulut), kontak dengan tangan, benda dan permukaan yang terkontaminasi, atau jalur pernapasan. Berbeda dengan kebanyakan vaksin lain yang diberikan lewat suntikan, vaksin rotavirus diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. Mengutip Kementerian Kesehatan, vaksin rotavirus bayi ini berisi virus hidup yang telah dilumpuhkan. Begitu diteteskan ke mulut bayi, vaksin akan masuk ke usus yang biasa didiami rotavirus. Di situlah sistem imun akan belajar melawan rotavirus tanpa perlu mengalami gejala rotavirus yang parah. Dengan mendapatkan vaksin rotavirus, anak akan terlindungi dari risiko infeksi rotavirus yang berbahaya di kemudian hari. Bilapun terkena infeksi, gejala rotavirus yang dialami umumnya lebih ringan daripada anak lain yang tidak menerima vaksin tersebut. Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin rotavirus bayi, yaitu monovalen (berisi satu jenis rotavirus) dan pentavalen (berisi lima jenis rotavirus). Jadwal vaksin rotavirus untuk kedua jenis tersebut berbeda. Penentuan jadwal vaksin ini penting untuk memastikan vaksin bekerja dengan optimal. Vaksin Monovalen Vaksin ini diberikan dua kali, yaitu dosis 1 ketika anak berusia 6-12 minggu dan dosis 2 dengan jarak minimal 4 minggu setelah dosis 1 atau selambatnya sebelum anak berusia 24 minggu. Vaksin Pentavalen Vaksin ini diberikan 3 kali, yakni dosis 1 saat usia anak 6-12 minggu serta dosis 2 dan 2 dengan jarak 4-10 minggu setelah dosis sebelumnya. Dosis 3 diberikan paling lambat ketika anak berusia 32 minggu. Di samping pemberian vaksin rotavirus bayi, cara mencegah diare berat akibat infeksi virus itu adalah dengan memastikan kebersihan. Misalnya, setelah mengganti popok, tangan harus dicuci bersih. Vaksinasi menjadi cara terbaik untuk mengupayakan pencegahan infeksi rotavirus. Walau tidak diberikan melalui suntikan, tetap ada kemungkinan terjadi efek samping vaksin rotavirus bayi. Namun efek samping ini bersifat ringan seperti rewel atau perubahan pencernaan sementara. Jika ada tanda bahaya, misalnya muntah berulang, tampak sangat lemas, tidak mau minum, dan tanda dehidrasi, segera hubungi dokter. Manfaat Vaksin Rotavirus Manfaat utama vaksin rotavirus adalah mencegah infeksi rotavirus. Diare berat yang dipicu infeksi virus tersebut bukan sekadar mencret biasa. Apalagi yang mengalami adalah anak di bawah usia 5 tahun yang sistem imunnya masih berkembang. Ketika kehilangan banyak cairan akibat diare berat, anak bisa mengalami dehidrasi yang membahayakan jiwa. Seperti dikutip dari National Institutes of Health, penyakit diare yang kerap mengarah pada dehidrasi parah adalah penyebab utama kematian bayi di seluruh dunia, terutama di antara anak balita. Selain itu, manfaat vaksin rotavirus bisa mencegah stunting. Diare berat dan kronis atau berulang membuat usus anak tak mampu menyerap nutrisi secara maksimal. Walhasil, anak menjadi kekurangan gizi meski banyak makan. Bila kondisi terus berlangsung pada periode emas atau 1. 000 hari pertama kehidupan, anak bisa mengalami stunting yang mempengaruhi kondisi fisik dan tingkat kecerdasan. Manfaat lain mencakup aspek ekonomi berupa penghematan biaya pengobatan yang bisa membengkak jika anak perlu menjalani rawat inap akibat dehidrasi setelah mengalami diare berat. Yang juga penting adalah pemberian vaksin rotavirus bayi bisa membantu pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah terjadinya wabah. Vaksin rotavirus termasuk dalam program imunisasi dasar lengkap dari pemerintah sehingga bisa didapatkan secara gratis. Orang tua sebaiknya mengikutkan buah hatinya dalam program ini karena besarnya manfaat yang bisa diperoleh. Bila ada pertanyaan lebih lanjut, orang tua bisa menghubungi dokter atau tenaga kesehatan di puskesmas ataupun posyandu. Ditinjau oleh: dr. Kamajaya Mulyana, Sp. A Spesialis Anak Primaya Evasari... - Published: 2026-07-05 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perimenopause/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: masa subur wanita, Menopause, pascamenopause, Perimenopause, telat menstruasi - Translation Priorities: Optional Kehidupan perempuan terdiri atas beberapa fase yang dengan tanda-tanda tertentu. Salah satunya adalah perimenopause yang kerap datang tanpa disadari karena gejalanya yang tidak spesifik. Dalam fase ini, terjadi perubahan biologis yang cukup kompleks pada tubuh perempuan. Memahami perimenopause, yang bisa terjadi bertahun-tahun, penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus kualitas hidup dalam jangka panjang. Mengenal Perimenopause Secara sederhana, perimenopause adalah masa transisi menuju menopause pada perempuan. Fase ini dimulai bersamaan dengan masa transisi menopause dan berakhir satu tahun setelah periode menstruasi terakhir seorang wanita. Jadi perimenopause adalah jembatan antara masa reproduktif aktif dan masa pascamenopause. Pada fase ini, fungsi ovarium mulai menurun dan produksi hormon estrogen menjadi tidak stabil. Kondisi ini biasanya dimulai pada usia 40-an, tapi bisa juga lebih awal, bahkan sejak pertengahan 30-an. Menurut Mayo Clinic, perimenopause dapat berlangsung selama 2-8 tahun dengan rata-rata 4 tahun. Menurut studi di Nature Reviews Endocrinology, perubahan hormon selama perimenopause tidak terjadi secara linear atau terus-menerus, melainkan naik-turun atau fluktuatif, sehingga mempengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk sistem saraf dan metabolisme. Fluktuasi inilah yang menjadi penyebab utama berbagai gejala perimenopause yang dialami perempuan. Gejala Perimenopause yang Sering Muncul Ketika hormon estrogen dan progesteron pada perempuan mulai berubah pada fase perimenopause, tubuh akan memunculkan tanda-tanda klinis. Gejala-gejala tersebut antara lain: Gejala Fisik dan Vasomotor Gejala vasomotor berkaitan dengan penyempitan dan pelebaran pembuluh darah akibat gangguan pusat kendali suhu di otak. Sensasi panas mendadak yang menjalar ke dada, leher, hingga wajah (hot flashes) yang kerap diikuti keringat dingin di malam hari. Perubahan siklus menstruasi menjadi jauh lebih pendek, jauh lebih panjang, lebih deras, atau justru hanya berupa flek ringan. Sensasi kesemutan pada kulit serta keluhan nyeri otot dan nyeri sendi. Gejala Urogenital Penurunan kadar estrogen berdampak langsung pada jaringan di area intim yang kaya akan reseptor hormon tersebut. Kekeringan ekstrem dan rasa nyeri saat berhubungan seksual akibat penipisan dan hilangnya elastisitas dinding vagina. Kondisi ini juga berkaitan dengan penurunan libido atau gairah seksual. Masalah saluran kemih seperti peningkatan frekuensi berkemih, sulit menahan buang air kecil, hingga risiko infeksi saluran kemih berulang akibat perubahan pH vagina. Gejala Kognitif dan Gangguan Tidur Kekurangan hormon juga mempengaruhi sistem saraf pusat secara tidak langsung ataupun langsung. Kabut otak (brain fog) dengan gejala mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan susah mengingat kata atau angka. Insomnia atau gangguan tidur parah yang sering kali diperburuk keringat dingin di tengah malam. Perubahan Berat Badan dan Metabolisme Perubahan kadar estrogen menyebabkan penambahan berat badan dan perubahan distribusi lemak tubuh. Lemak lebih banyak menumpuk di area perut. Penurunan massa otot juga terjadi hingga menyebabkan penurunan metabolisme basal, yang merupakan salah satu faktor risiko penambahan berat badan. Perubahan Suasana Hati Fluktuasi estrogen juga mempengaruhi neurotransmiter di otak, termasuk serotonin. Hal ini dapat menyebabkan mood swing, kecemasan, bahkan depresi. Perimenopause terkait erat dengan kondisi emosional. Sejumlah penelitian mendapati perempuan yang mengalami depresi di awal fase perimenopause merasa lebih mudah marah dan mengalami kecemasan lebih parah. Perimenopause tidak hanya berdampak pada gejala jangka pendek, tapi juga berkaitan dengan kesehatan jangka panjang. Penurunan estrogen berhubungan dengan peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Penyebab Perimenopause dan Diagnosisnya Penyebab utama perimenopause adalah penurunan fungsi ovarium yang berkaitan dengan usia. Seiring dengan bertambahnya usia, jumlah dan kualitas folikel (kantong kelenjar) ovarium menurun sehingga produksi hormon estrogen dan progesteron juga berkurang. Proses ini merupakan bagian alami dari penuaan reproduktif dan tidak dapat dicegah. Namun beberapa faktor dapat mempengaruhi masa dan intensitas perimenopause, seperti: Faktor genetik Kebiasaan merokok Riwayat kemoterapi atau operasi ovarium Gaya hidup dan tingkat stres Tidak ada tes tunggal untuk memastikan apakah seorang perempuan sudah memasuki masa perimenopause. Diagnosis biasanya didasarkan pada gejala, riwayat menstruasi, dan usia. Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan tes hormon untuk membantu evaluasi. Cara Mengatasi Gejala Perimenopause Meskipun perimenopause adalah proses alami, gejalanya dapat dikelola dengan berbagai pendekatan. Di antaranya: Terapi hormon estrogen Terapi nonhormonal, seperti antidepresan dosis rendah atau terapi perilaku kognitif Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, termasuk dengan berolahraga rutin, menerapkan pola makan seimbang, menghindari minuman beralkohol serta kafein, dan mengendalikan stres Kapan Harus ke Dokter? Perimenopause adalah kondisi normal, tapi ada beberapa tanda yang memerlukan perhatian medis, seperti: Perdarahan sangat berat atau berkepanjangan Haid yang sangat tidak teratur Nyeri hebat Gejala depresi yang mengganggu aktivitas Dalam hal ini, evaluasi medis oleh dokter penting untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain seperti gangguan tiroid atau kelainan rahim. Perimenopause adalah fase alami yang menandai transisi menuju menopause. Walau sering dianggap sebagai masa yang penuh tantangan, pemahaman yang baik tentang kondisi ini dapat membantu para perempuan menjalani fase tersebut dengan lebih nyaman dan sehat. Dengan mengenali gejala, memahami penyebab, serta menerapkan strategi penanganan yang tepat, kualitas hidup selama perimenopause dapat tetap terjaga. Ditinjau oleh: dr. Putu Aditya, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Betang Pambelum Refferensi: Latent profile analysis of symptoms of depression and anxiety among perimenopausal women and their predictors. https://pubmed. ncbi. nlm. nih. gov/40534910/. Diakses 29... - Published: 2026-07-04 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/conduct-disorder/ - Kategori: Kejiwaan - Tag: conduct disorder, gangguan mental anak, perilaku anak, psikologis anak - Translation Priorities: Optional Perilaku anak yang agresif atau kerap melanggar aturan sering dianggap sebagai fase kenakalan biasa. Namun, jika pola ini terjadi secara konsisten dan mengganggu kehidupan sehari-hari, orang tua sebaiknya waspada adanya gangguan mental serius. Salah satu kondisi yang kerap tidak disadari adalah conduct disorder. Mengenal Conduct Disorder Conduct disorder (CD) merupakan gangguan mental yang ditandai dengan pola perilaku anak melanggar hak orang lain, aturan sosial, atau norma. Penderita CD dapat menunjukkan agresi terhadap orang atau hewan. Gangguan ini termasuk kondisi serius yang berbeda dengan kenakalan anak pada umumnya. Hal itu karena sifatnya yang persistensi serta intensitasnya cenderung tinggi. Akibat dari ketidakmampuan mengontrol pun bisa sangat parah. Melansir jurnal WHO (Badan Kesehatan Dunia), CD diperkirakan terjadi pada sekitar 4–10% anak maupun remaja. Adapun angka kejadiannya lebih tinggi pada anak berjenis kelamin laki-laki daripada perempuan. Gejala CD pada Anak Conduct disorder biasanya mulai terlihat sebelum anak berusia 10 tahun. Namun, kasus-kasus tertentu baru muncul pada masa remaja. Gejala CD bisa bervariasi tergantung usia anak dan tingkat keparahan gangguan. Ada beberapa tanda yang umum terlihat. Sebut saja, agresi fisik seperti memukul atau menggigit teman, kekerasan terhadap hewan, perusakan barang, berbohong dan menipu, hingga mencuri. Anak juga mungkin menentang peraturan di rumah maupun sekolah. Bahkan, sengaja menimbulkan konflik dengan orang lain. Selain perilaku yang terlihat, anak dengan CD bisa menunjukkan masalah emosional secara tidak langsung. Misalnya mudah marah, frustrasi, atau kurang empati terhadap orang lain. Orang tua juga bisa memperhatikan perubahan suasana hati yang drastis. Ini meliputi isolasi dari teman sebaya, atau penurunan prestasi sekolah akibat perilaku yang sulit terkendali. Penyebab dan Faktor Risiko Penyebab conduct disorder bersifat multi-factor. Dengan kata lain, pemicunya melibatkan kombinasi faktor biologis, psikologis, serta lingkungan. Faktor biologis termasuk keturunan atau riwayat gangguan mental dalam keluarga. Selain itu, juga ketidakseimbangan neurotransmitter di otak, atau gangguan perkembangan saraf. Lingkungan juga berperan besar. Misalnya, pola asuh kurang konsisten, kekerasan dalam rumah tangga, pengabaian, hingga paparan perilaku kriminal. Anak yang sering berpindah sekolah, mengalami tekanan sosial, atau berada di lingkungan dengan perilaku antisosial juga memiliki risiko tinggi. Faktor psikologis, seperti gangguan perhatian, kesulitan mengelola emosi, atau trauma masa kecil, turut memperburuk gejala CD. Kombinasi faktor-faktor ini menjadikan anak lebih rentan menunjukkan perilaku agresif disertai antisosial parah. Cara Dokter Mendiagnosis CD Diagnosis conduct disorder perlu dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti psikiater atau psikolog anak. Prosesnya berlangsung dengan wawancara mendalam bersama anak dan orang tua. Ini untuk memahami riwayat perilaku, pola interaksi sosial, dan gejala yang muncul. Dokter atau psikolog akan menggunakan kriteria diagnostik yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Termasuk frekuensi dan intensitas perilaku agresif, perusakan, penipuan, atau pelanggaran aturan. Penilaian tambahan seperti observasi di sekolah dan skala perilaku dapat membantu memastikan diagnosis. Diagnosis yang tepat sangatlah penting agar intervensi dapat semua pihak sesuaikan berdasarkan kebutuhan anak. Cara Mengatasi CD pada Anak Penanganan conduct disorder memerlukan kombinasi psikologis, edukasi, dan kadang obat-obatan. Terapi perilaku kognitif (CBT) sering dokter atau psikolog gunakan. Tujuannya untuk membantu anak mengenali pola pikir yang memicu perilaku agresif sekaligus belajar strategi pengendalian emosi. Selain terapi langsung kepada anak, pendidikan bagi orang tua juga tak kalah penting. Orang tua belajar menerapkan aturan konsisten, memberikan konsekuensi jelas, serta memodelkan perilaku positif. Harapannya, anak dapat tumbuh di lingkungan yang mendukung. Jika anak menunjukkan gejala kecemasan, depresi, atau gangguan perhatian, dokter mungkin mempertimbangkan penggunaan obat-obatan. Terutama untuk mendukung pengelolaan emosi. Tindakan ini harus dengan pengawasan ketat. Komplikasi yang Bisa Terjadi Jika tidak segera tertangani, conduct disorder dapat menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang. Anak berisiko mengalami masalah akademik karena perilaku yang mengganggu di sekolah. Mereka juga menjadi kesulitan menjalin hubungan sosial serta potensi keterlibatan dalam kegiatan kriminal. Selain itu, CD sering berhubungan dengan gangguan kesehatan mental lainnya. Misalnya saja, depresi berat, gangguan kecemasan berulang, penyalahgunaan zat berbahaya, atau gangguan kepribadian anti-sosial di masa dewasa. Pencegahan Gangguan CD Meskipun tidak semua kasus CD dapat dicegah, beberapa langkah mampu mengurangi risiko timbulnya gangguan ini. Salah satunya yakni menciptakan lingkungan keluarga yang stabil dan penuh perhatian sejak dini. Selain itu, memberikan batasan dan konsekuensi konsisten, serta mendukung anak belajar keterampilan sosial maupun emosional. Sekolah dan masyarakat juga berperan, seperti program bimbingan serta intervensi dini untuk anak dengan masalah perilaku. Dukungan psikologis dapat membantu mengelola frustasi dan agresi. Pencegahan juga mencakup deteksi dini anak dengan faktor risiko tinggi agar segera mendapat bimbingan atau terapi. Kapan Harus ke Dokter? Orang tua sebaiknya mencari bantuan profesional jika anak menunjukkan perilaku yang mencurigakan. Misalnya saja, sering mengamuk atau menimbulkan masalah di lingkungan sekitar. Tanda-tanda lain termasuk penipuan atau pencurian berulang, perusakan barang, serta kesulitan membangun hubungan sosial dengan teman sebaya. Konsultasi lebih cepat memungkinkan dokter atau psikolog merancang program terapi yang tepat. Hal ini membantu memberikan pendidikan bagi orang tua sekaligus meminimalkan dampak negatif jangka panjang pada perkembangan anak. Secara keseluruhan, conduct disorder tidak bisa selalu kita anggap sebagai fase nakal anak semata. Penting bagi anak untuk... - Published: 2026-07-03 - Modified: 2026-06-30 - URL: https://primayahospital.com/anak/sindrom-progeria/ - Kategori: Anak - Tag: Penyakit Progeria, sindrom anak, sindrom progeria - Translation Priorities: Optional Sindrom progeria merupakan salah satu jenis penyakit langka. Penyakit ini tergolong tidak menular, tetapi juga sangat mematikan. Progeria bisa menyerang anak-anak, bahkan pada bayi baru lahir. Mengenal Sindrom Progeria, Gejala dan Metode Pengobatannya Progeria yang menyerang anak-anak menyebabkan beberapa gangguan pertumbuhan. Sindrom ini bisa terdeteksi sejak awal kelahiran. Namun, ada pula kasus bayi yang terlihat normal di awal, tanpa munculnya keanehan. Seiring berjalannya waktu, gejala bisa muncul beberapa bulan setelah bayi lahir. Mengenal Penyakit Progeria Progeria atau sindrom Hutchinson-Gilford merupakan kondisi kelainan genetik yang cukup langka. Penyakit ini membuat anak mengalami penuaan dengan cepat dan tidak wajar. Hal tersebut terhitung sejak anak berusia 2 tahun. Biasanya, penderita terlihat normal ketika baru lahir dan masa awal kehidupan. Kemudian, penderita tumbuh lambat ketimbang anak-anak lainnya. Berat badannya pun tidak bertambah sesuai ketentuan (gagal tumbuh). Gejala Progeria Gejala progeria terlihat seperti penuaan normal pada manusia. Hanya saja, muncul pada usia yang jauh lebih muda. Gejala bisa muncul dalam 1-2 tahun pertama kehidupan dengan tanda-tanda, sebagai berikut. Pertumbuhan terhambat dengan tinggi dan berat badan tidak normal. Bentuk wajah semakin lancip. Kepala berukuran lebih besar ketimbang badan. Mata menonjol dan kehilangan kemampuan untuk menutup seluruhnya. Rambut, alis, dan bulu mata rontok. Kulit menjadi tipis, bintik-bintik, dan berkeriput. Pembuluh darah vena menonjol. Nada suara menjadi tinggi. Selain tanda fisik, gejala sindrom progeria juga bisa memicu masalah kesehatan, sebagai berikut. Penyakit jantung dan pembuluh darah progresif parah atau kardiovaskular. Pengencangan dan pengerasan kulit. Kehilangan pendengaran. Pembentukan gigi terhambat dan bentuknya tidak lazim. Kelainan dan kerapuhan tulang. Sendi-sendi menjadi kaku. Dislokasi panggul. Resistensi insulin. Penyebab Progeria Melansir dari National Library of Medicine-MedlinePlus, progeria berasal dari mutasi gen LMNA. Gen LMNA sendiri berguna untuk memberikan instruksi dalam pembuatan protein bernama lamin A. Protein ini begitu penting untuk menjaga bentuk dan kekuatan inti sel, yakni bagian sel yang menyimpan materi genetik. Di samping itu, lamin A juga menjadi komponen utama selubung nuklir, lapisan pelindung yang mengelilingi inti sel. Ketika terjadi mutasi gen LMNA, tubuh justru menghasilkan lamin A yang tidak normal. Akibatnya, selubung nuklir jadi tidak stabil dan mudah rusak. Kerusakan akhirnya membuat inti sel terganggu dan cepat mati. Hal inilah yang memicu gejala penuaan dini pada penderita sindrom progeria. Hingga kini, peneliti masih terus mempelajari bagaimana perubahan protein tersebut bisa menimbulkan ciri khas penyakit progeria. Cara Dokter Mendiagnosis Progeria Dokter bisa mendiagnosis kondisi progeria pada anak berdasarkan tampilan fisiknya. Layanan kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan berbagai gejala yang dialami anak. Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi: Pengukuran tinggi dan berat badan. Penilaian kurva pertumbuhan anak. Tes fungsi penglihatan dan pendengaran. Memonitor tanda vital, seperti tekanan darah. Mencari gejala tipikal progeria. Jika dokter mencurigai bahwa pasien mengidap progeria, mereka akan menggunakan pengujian genetik. Pengujian ini berguna untuk mengonfirmasi diagnosis. Biasanya, dokter membutuhkan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Metode Pengobatan Progeria Pengobatan sindrom progeria dilakukan dengan penggunaan obat lonafarnib (Zokinvy™). Awalnya, obat dikembangkan untuk penderita kanker. Namun, lonafarnib juga terbukti memperbaiki banyak aspek penyakit progeria. Lonafarnib bisa meningkatkan angka harapan hidup rata-rata hingga dua setengah tahun. Setelah mengonsumsi obat ini, penderita progeria menunjukkan beberapa peningkatan, sebagai berikut. Fleksibilitas pembuluh darah meningkat. Struktur tulang menjadi lebih baik. Berat badan bertambah. Fungsi pendengaran menjadi lebih baik. Dalam beberapa kasus, terapi fisik bisa membantu anak mencapai rentang gerak, postur tubuh, dan keseimbangan yang baik. Terapi juga bisa mengurangi nyeri di bagian kaki dan pinggul. Biasanya, dokter akan memantau kesehatan penderita progeria dengan beberapa langkah berikut. Memantau penyakit jantung dengan tes rutin ekokardiogram atau tekanan darah. Bisa juga dengan terapi aspirin dan obat statin untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Melakukan pemeriksaan pencitraan resonansi magnetik atau MRI. Pemeriksaan masalah pada mata. Melakukan tes pendengaran. Pemeriksaan gigi rutin. Memantau masalah kulit, termasuk bintik-bintik gelap maupun benjolan. Pemantauan kesehatan tulang dan sendi. Penderita sindrom progeria membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh. Mereka juga mungkin membutuhkan nutrisi tambahan, termasuk selang makan. Penting untuk menjaga anak agar terhidrasi dengan baik, sehingga mengurangi risiko masalah neurologis mendadak. Ada baiknya untuk berbicara dengan dokter spesialis tentang cara-cara sehat untuk mendorong anak memperoleh kalori dan cairan yang cukup. Komplikasi Progeria Penderita progeria umumnya mengalami pengerasan arteri parah atau aterosklerosis. Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh. Sementara aterosklerosis adalah pengerasan dan penebalan pada dinding arteri. Kondisi ini membatasi aliran darah, sehingga berpengaruh pada arteri di jantung dan otak. Sebagian besar penderita progeria meninggal lantaran komplikasi yang berkaitan dengan aterosklerosis, sebagai berikut. Masalah pembuluh darah yang memasok ke jantung, sehingga berisiko mengalami serangan jantung dan gagal jantung kongestif. Masalah pembuluh darah yang memasok otak, sehingga mengakibatkan stroke. Tindakan Pencegahan Progeria Penyakit progeria merupakan kondisi genetik langka yang tidak bisa dicegah. Sindrom ini paling sering terjadi lantaran mutasi genetik baru yang berlangsung secara acak. Progeria sulit diprediksi karena tidak diturunkan dalam keluarga. Namun, jika memiliki satu anak yang mengidap progeria, maka peluang memiliki anak lain... - Published: 2026-07-02 - Modified: 2026-06-29 - URL: https://primayahospital.com/anak/biaya-nicu/ - Kategori: Anak - Tag: ICU anak, Neonatal Intensive Care Unit, NICU, PICU - Translation Priorities: Optional Mengetahui bayi lahir prematur, wajar bila orang tua diliputi kecemasan. Ketika bayi lahir sebelum waktu idealnya, memang ada risiko kesehatan yang lebih besar. Itu sebabnya rumah sakit menyediakan neonatal intensive care unit atau NICU bayi. Namun, sebagai fasilitas bagi bayi prematur yang membutuhkan perawatan intensif, biaya NICU perlu menjadi perhatian orang tua. Berikut ini artikel yang membahas estimasi biaya ICU bayi secara umum. Mengenal Bayi Prematur Usia kehamilan yang ideal adalah sekitar 40 minggu. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan genap 37 minggu. Kondisi bayi prematur menuntut penanganan yang sangat spesifik karena organ dan sistem tubuh bayi secara umum belum matang dan belum siap secara biologis dalam menghadapi lingkungan di luar rahim. WHO mengklasifikasikan kelahiran prematur bayi berdasarkan usia kehamilan berikut ini: Prematur ekstrem (kurang dari 28 minggu) Bayi dengan prematur ekstrem lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu dan menghadapi tantangan medis paling berat. Organ-organ vitalnya, terutama paru-paru, otak, dan saluran cerna, berada pada tahap perkembangan yang sangat dini sehingga hampir seluruhnya belum mampu berfungsi secara mandiri. Bayi pada kelompok ini umumnya memerlukan ventilasi mekanis segera setelah lahir, memiliki risiko tinggi mengalami perdarahan otak (perdarahan intraventrikular), enterokolitis nekrotikans (infeksi usus berat), serta retinopati prematuritas yang dapat mengancam penglihatan. Lama perawatan di NICU pada kelompok prematur ekstrem biasanya jauh lebih panjang, yakni dapat berkisar antara beberapa minggu hingga beberapa bulan, bergantung pada kondisi klinis dan komplikasi yang dialami masing-masing bayi. Sangat prematur (28 hingga kurang dari 32 minggu) Prematur sedang hingga akhir (32 hingga 37 minggu) Pengklasifikasian ini penting untuk menentukan level perawatan di rumah sakit, yakni di fasilitas neonatal intensive care unit alias ICU bayi. Adapun penyebab kelahiran prematur bisa bermacam-macam. Sering kali penyebabnya tak dapat diketahui secara pasti. Namun ada sejumlah faktor risiko, seperti: Kehamilan ganda: hamil anak kembar atau lebih dari satu sehingga ruang rahim yang kapasitasnya terbatas lebih penuh dan bayi cenderung lahir lebih cepat. Infeksi atau kondisi kronis: ibu hamil mengalami infeksi tertentu atau penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Masalah pada rahim atau serviks: misalnya serviks yang lemah (inkompetensi serviks). Faktor gaya hidup: misalnya kebiasaan merokok ibu hamil, kurangnya perawatan kehamilan, atau stres berat. Faktor plasenta: kondisi seperti plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta (plasenta terlepas sebelum waktunya) bisa memicu perdarahan hebat sehingga bayi mesti lahir prematur. Di dalam buku Preterm Birth: Causes, Consequences, and Prevention disebutkan kelahiran prematur merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir di seluruh dunia. Karena itu, bayi prematur umumnya harus masuk ICU bayi selama beberapa hari untuk menjalani perawatan perinatologi dan pemantauan hingga dinilai siap secara biologis. Apa Itu NICU dan Kapan Bayi Membutuhkannya? Neonatal intensive care unit (NICU) atau ICU bayi adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit yang dikhususkan untuk bayi baru lahir yang memerlukan pengawasan medis ketat, intervensi teknologi tinggi, dan penanganan dari tenaga medis spesialis (neonatalog/dokter spesialis anak baru lahir). NICU dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan yang menyerupai rahim ibu, yakni hangat, terkontrol, dan aman dari paparan patogen luar. Bayi prematur memerlukan perawatan perinatologi di NICU karena organ-organ vital mereka belum siap berfungsi mandiri. Sebagai contoh, paru-paru mereka kekurangan surfaktan (senyawa pembuka kantong udara) yang dapat memicu terjadinya respiratory distress syndrome atau gangguan pernapasan akut. Di dalam NICU, si kecil akan dipantau selama 24 jam penuh di dalam inkubator dengan monitor detak jantung, saturasi oksigen, serta laju napas. Selain masalah pernapasan, refleks hisap dan telan pada bayi prematur biasanya belum terkoordinasi dengan baik. Akibatnya, mereka membutuhkan bantuan asupan nutrisi melalui infus atau pipa nasogastrik (NGT) untuk menyalurkan air susu ibu langsung ke lambung demi menghindari risiko infeksi usus berat. Estimasi Biaya NICU dan Faktor Penentunya Perkiraan biaya bayi prematur di NICU berkaitan dengan variasi fasilitas kesehatan yang dipilih. Makin bagus dan banyak layanan, makin tinggi biayanya. Kondisi spesifik bayi prematur yang dirawat juga berpengaruh terhadap biaya totalnya. Berikut ini estimasi umum biaya perinatologi di NICU: Kelas Fasilitas Kesehatan Estimasi Biaya NICU Per Hari (Rp) Cakupan Komponen Biaya Perinatologi RS Swasta (Tipe A/B Premium) Rp 5. 000. 000 – Rp 15. 000. 000+ Kamar isolasi NICU, ventilator intensif, jasa dokter neonatolog, pemantauan ketat. Belum termasuk obat khusus. RS Swasta (Tipe C/Menengah) Rp 3. 000. 000 – Rp 7. 000. 000 Kamar NICU standar, alat bantu napas noninvasif, jasa medis rutin, obat-obatan generik esensial. RS Pemerintah (Tarif Umum Non-BPJS) Rp 1. 500. 000 – Rp 4. 000. 000 Tarif subsidi sewa inkubator dan ruangan, jasa medis sesuai dengan tarif regional resmi, pemeriksaan laboratorium dasar. Angka tersebut merupakan estimasi biaya kamar, pemakaian alat standar, dan jasa medis harian. Total tagihan bisa jauh lebih tinggi jika bayi mengalami komplikasi metabolik atau memerlukan tindakan operasi darurat. Faktor Penentu Biaya dan Lama Perawatan di NICU Penting untuk dipahami bahwa estimasi biaya di atas merupakan gambaran umum berdasarkan kelas fasilitas. Pada kenyataannya, total biaya perawatan NICU dapat sangat... - Published: 2026-07-01 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/anak/anak-gampang-sakit/ - Kategori: Anak - Tag: anak gampang sakit, anak kurang gizi, anak sakit, stunting - Translation Priorities: Optional Bagi Ayah dan Bunda yang memiliki anak usia 3 sampai 5 tahun, masa-masa ini pasti sedang menggemaskan sekali. Si kecil sudah pandai mengobrol, aktif berlarian, dan mulai punya banyak teman di sekolah (PAUD atau TK). Namun, di balik keceriaan itu, ada satu kecemasan yang sering membuat orang tua susah tidur: Anak jadi lebih sering tertular batuk, pilek, atau demam sejak mulai bersosialisasi. Lebih jauh lagi, Ayah Bunda mungkin sering mendengar istilah stunting di media sosial dan khawatir apakah tumbuh kembang si kecil sudah optimal. Tahukah Ayah Bunda? Ternyata, urusan "anak gampang sakit" dan risiko "stunting" itu ibarat lingkaran yang saling berkaitan. Yuk, kita pahami dengan cara sederhana bagaimana menjaga si kecil agar tetap tangguh dan tumbuh maksimal! Hubungan Nyata: Anak yang Sering Sakit, Pertumbuhannya Bisa Terhambat Banyak yang mengira stunting hanya masalah anak bertubuh pendek karena faktor keturunan. Padahal secara medis, penyebab utamanya adalah kekurangan gizi dalam waktu lama, yang diperparah karena anak terlalu sering sakit. Coba kita bayangkan seperti ini: ketika anak terkena batuk, pilek, atau diare berulang kali, tubuhnya akan kelelahan. Energi dan nutrisi dari makanan yang seharusnya dipakai untuk menambah tinggi badan dan mencerdaskan otak, justru habis terjual hanya untuk melawan penyakit. Akibatnya, berat dan tinggi badan anak jadi susah naik. Jika dibiarkan terus-menerus, anak bisa mengalami stunting. Sebaliknya, anak yang kurang gizi pasti daya tahan tubuhnya lemah, sehingga menjadi sasaran empuk bagi kuman penyakit. Lingkaran inilah yang harus kita putus bersama! 4 Langkah Mudah Agar Anak Kuat dan Tumbuh Hebat Jangan berkecil hati, Bunda. Di usia 3 hingga 5 tahun, tubuh anak masih sangat responsif. Belum terlambat untuk mengejar tumbuh kembangnya dengan 4 kebiasaan sederhana ini: Utamakan Protein Hewani (Bukan Asal Kenyang) Anak usia prasekolah biasanya mulai pilih-pilih makanan (picky eater). Jangan asal mereka kenyang makan nasi atau camilan manis ya, Bun. Fokus pada Protein Hewani: Selalu usahakan ada telur, ikan, ayam, atau daging di piringnya. Protein hewani adalah "bahan bangunan" utama yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memicu hormon pertumbuhan (biar anak tinggi) sekaligus membentuk pasukan imun (biar anak tidak mudah tumbang). Jaga Kesehatan Perut (Benteng Pertahanan Alami) Tahukah Anda kalau sekitar 70% daya tahan tubuh anak itu sebenarnya ada di saluran pencernaan? Jika perutnya sehat, penyerapan gizi akan sempurna, dan anak tidak mudah sakit. Biasakan anak menyukai buah dan sayur, serta batasi jajanan yang tinggi pengawet atau pemanis buatan karena bisa merusak bakteri baik di dalam ususnya. Lengkapi Imunisasi Penguat (Booster) Banyak orang tua mengira kalau anak sudah lewat usia 1 tahun, urusan imunisasi sudah selesai. Ini keliru ya, Ayah Bunda. Anak usia 3–5 tahun mulai keluar rumah dan bertemu banyak orang. Mereka butuh imunisasi penguat untuk memperbarui kekebalan tubuhnya dari penyakit berbahaya seperti campak, difteri, dan influenza. Jangan ragu untuk mengecek kembali buku KIA atau berkonsultasi ke Puskesmas. Ajarkan Kebiasaan Bersih yang Seru Anak-anak adalah penjelajah yang penasaran. Mereka suka menyentuh apa saja saat bermain, lalu tanpa sadar memegang mulut atau makanan. Jadikan kebiasaan cuci tangan pakai sabun setelah pulang sekolah atau sebelum makan sebagai rutinitas yang menyenangkan. Selain itu, pastikan lingkungan rumah bebas dari asap rokok, karena asap rokok adalah pemicu utama anak langganan batuk dan pilek. Kesimpulan Mencegah stunting dan menjaga anak agar tidak gampang sakit tidak selalu butuh biaya mahal atau vitamin impor yang ajaib. Kuncinya ada pada ketelatenan kita menyajikan makanan bergizi, menjaga kebersihan, dan memberikan kasih sayang serta stimulasi yang tepat. Jangan lupa untuk rutin menimbang berat badan dan mengukur tinggi si kecil ke Posyandu setiap bulan. Dengan menjaga kesehatannya hari ini, kita sedang menyiapkan masa depan yang cerah untuknya. Semangat terus, Ayah Bunda! Ditinjau oleh: dr. Henry Leo, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Kelapa Gading Refferensi: Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) – Kementerian Kesehatan RI. Panduan Nutrisi dan Tumbuh Kembang – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Edukasi Pencegahan Stunting pada Balita – World Health Organization (WHO). - Published: 2026-06-30 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-asam-lambung/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: asam lambung, gangguan pencernaan, gerd, sakit maag, sakit perut - Translation Priorities: Optional Gangguan kesehatan pada saluran pencernaan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun belakangan. Salah satu kondisi yang paling sering dialami masyarakat adalah GERD atau gastroesophageal reflux disease. Penyakit ini kerap dianggap sepele karena gejalanya mirip gangguan lambung biasa. Padahal, GERD dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius bila tidak ditangani dengan tepat. GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan akibat melemahnya katup pemisah antara lambung dan esofagus. Kondisi ini memicu rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat bahwa GERD memiliki prevalensi cukup tinggi di berbagai negara, terutama pada masyarakat dengan pola hidup kurang sehat. Banyak orang baru menyadari kondisinya setelah mengalami nyeri dada, sensasi terbakar di dada, atau tenggorokan terasa mengganjal. Oleh karena itu, memahami GERD dan juga gejala asam lambung sejak dini sangat penting untuk meminimalisir risiko komplikasi serius. Apa Itu GERD dan Mengapa Bisa Terjadi? GERD merupakan kondisi kronis ketika isi lambung, termasuk asam lambung, mengalir kembali ke kerongkongan secara berulang. Dalam tubuh normal, terdapat katup bernama lower esophageal sphincter yang berfungsi mencegah makanan dan cairan lambung naik ke atas. Namun, ketika katup tersebut melemah atau terlalu sering terbuka, asam lambung dapat naik dan mengiritasi dinding esofagus. Menurut National Library of Medicine, beberapa struktur tubuh sebenarnya bekerja sama untuk mencegah refluks asam, mulai dari diafragma hingga sudut anatomi lambung yang terbentuk antara kerongkongan dan bagian atas lambung, atau dikenal sebagai 'angle of His'. Sayangnya, berbagai faktor gaya hidup dapat memperburuk kondisi tersebut. Kebiasaan makan berlebihan, konsumsi makanan berlemak, merokok, minum alkohol, hingga langsung berbaring setelah makan menjadi pemicu utama meningkatnya kasus GERD di masyarakat modern. GERD dan Gejala Asam Lambung yang Paling Sering Muncul Gejala GERD bisa berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa tanda menjadi keluhan paling umum yang sering dirasakan penderita, di antaranya: Sensasi Terbakar di Dada: Keluhan ini dikenal sebagai heartburn. Penderitanya merasakan panas atau terbakar di area dada hingga ulu hati. Sensasi tersebut biasanya muncul setelah makan atau saat berbaring. Asam Lambung Naik ke Tenggorokan: Penderita sering merasakan cairan asam atau makanan kembali naik ke tenggorokan. Kondisi ini disebut regurgitasi dan biasanya meninggalkan rasa asam atau pahit di mulut. Nyeri Dada yang Mirip Serangan Jantung: GERD dapat memicu nyeri dada non-kardiak. Banyak orang salah mengira kondisi ini sebagai gangguan jantung karena rasa sakitnya cukup kuat. Tenggorokan Sakit dan Sulit Menelan: Asam lambung yang mencapai tenggorokan dapat menyebabkan iritasi. Akibatnya, tenggorokan terasa perih, serak, atau seperti ada benjolan yang mengganjal. Batuk Kronis dan Sesak Napas: Pada beberapa kasus, GERD memicu gejala menyerupai asma. Penderita bisa mengalami batuk berkepanjangan, mengi, hingga sesak napas akibat partikel asam masuk ke saluran pernapasan. Mual dan Nafsu Makan Menurun: Naiknya asam lambung juga membuat perut terasa penuh dan mual. Di samping itu, penderita juga akan merasakan bahwa makanan belum tercerna sempurna meskipun aktivitas makan telah terhenti beberapa jam sebelumnya. Kondisi yang Membuat Gejala GERD Semakin Parah GERD dan gejala asam lambung biasanya memburuk dalam kondisi tertentu. Salah satunya saat malam hari atau ketika tubuh berada dalam posisi berbaring. Posisi tidur datar memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, konsumsi makanan berlemak dan porsi besar juga menjadi pemicu utama. Kebiasaan membungkuk setelah makan, merokok, serta konsumsi alkohol dapat memperparah iritasi pada saluran pencernaan. Oleh karena itu, dokter umumnya menyarankan perubahan pola hidup sebagai langkah awal penanganan GERD. Komplikasi GERD yang Tidak Boleh Diremehkan Banyak orang menganggap GERD hanya masalah lambung biasa. Padahal, apabila refluks asam terus dibiarkan tanpa ada perawatan yang sesuai, akan mengakibatkan komplikasi serius. Melansir dari Cleveland Clinic, salah satu komplikasi paling umum adalah esofagitis atau peradangan pada kerongkongan. Kondisi ini dapat memicu luka hingga jaringan parut pada esofagus. Dalam jangka panjang, penderita berisiko mengalami Barrett’s esophagus, yaitu perubahan jaringan kerongkongan akibat paparan asam lambung terus-menerus. Kondisi ini termasuk faktor risiko kanker esofagus. GERD kronis juga dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan atau esophageal stricture. Penderita akan mengalami kesulitan menelan sehingga aktivitas makan terganggu. Tak hanya itu, refluks asam yang mencapai saluran napas bisa memicu gangguan pernapasan seperti batuk kronis hingga asma. Berbagai komplikasi yang berbahaya ini dapat muncul apabila GERD tidak ditangani dengan segera. Cara Mengatasi GERD dan Gejala Asam Lambung Penanganan GERD bergantung pada tingkat keparahan gejala. Pada tahap awal, perubahan gaya hidup menjadi langkah paling penting. Penderita disarankan menjaga berat badan ideal, menghindari makan berlebihan, serta tidak langsung tidur setelah makan. Posisi kepala yang lebih tinggi saat tidur juga membantu mengurangi refluks asam. Dari sisi medis, dokter biasanya memberikan obat penetral asam lambung, histamine-receptor antagonists, atau proton-pump inhibitors untuk mengurangi produksi asam lambung. Pada kasus tertentu yang sudah berat atau tidak membaik dengan pengobatan, tindakan operasi anti-refluks dapat menjadi pilihan. Pentingnya Mengenali GERD Sejak Dini GERD bukan sekadar gangguan lambung biasa. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup hingga memicu komplikasi serius bila diabaikan. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap berbagai tanda awal yang muncul. Memahami GERD... - Published: 2026-06-29 - Modified: 2026-06-28 - URL: https://primayahospital.com/anak/tungau-debu-rumah/ - Kategori: Anak - Tag: alergi debu, bersin - bersin, debu rumah, tungau - Translation Priorities: Optional Banyak orang sering mengalami bersin berulang kali saat sedang membersihkan area rumah. Kondisi hidung tersumbat ini sering muncul mendadak meskipun tubuh tidak sedang flu. Fenomena tersebut menandakan adanya reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap partikel halus di sekitar yang sebenarnya normal di respon oleh individu. Fenomena ini biasanya disebut dengan istilah alergi. Salah satu penyebab tersering alergi yang menyerang pada saluran pernafasan dengan kondisi gejala hidung meler, bersin dan hidung tersumbat adalah tungau debu rumah atau house dust mite. Memahami ciri gangguan kesehatan ini sangat penting agar penanganan menjadi lebih tepat. Banyak orang meremehkan debu halus yang menumpuk pada sudut ruangan yang gelap. Padahal, paparan terus menerus dapat memperburuk kondisi kesehatan paru dalam jangka panjang. Mari pelajari lebih lanjut mengenai cara jitu dalam menghadapi gangguan kesehatan ini. Mengenal Apa Itu Alergi Debu Berdasarkan data dari Allergicard: A Breakthrough in Dust Allergy Prevention, alergi debu yang dipicu oleh paparan tungau debu rumah, tetap menjadi penyebab utama rinitis alergi dan asma di seluruh dunia. Kondisi ini menyerang jutaan orang dan sering kali membuat penderitanya bergantung pada obat-obatan jangka panjang. Metode pencegahan yang ada saat ini, seperti menghindari alergen atau menggunakan obat-obatan. Ini hanya memberikan kontrol sebagian dan hasilnya kurang maksimal. Gejala Fisik Ciri utama gangguan ini adalah munculnya bersin berulang kali secara mendadak. Hidung mulai mengeluarkan cairan bening atau justru tersumbat, sehingga sulit untuk bernapas. Mata sering kali terlihat merah serta terasa gatal saat berada dalam ruangan berdebu. Tekanan pada area wajah terkadang muncul sebagai tanda adanya peradangan sinus akut. Beberapa orang mengalami batuk kering yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama. Kulit pada area bawah mata mungkin terlihat membengkak serta berwarna sedikit kebiruan. Rasa gatal pada langit langit mulut juga menjadi indikasi adanya reaksi alergi. Gejala alergi debu yang parah, bahkan bisa memicu serangan asma yang berat. Penyebab Alergi debu sebenarnya merupakan reaksi tubuh terhadap zat spesifik dalam kotoran halus. Tungau merupakan serangga mikroskopis yang sering hidup pada area kasur serta sofa. Serangga kecil ini membuang kotoran yang mengandung protein pemicu reaksi imun manusia. Lingkungan rumah yang lembap menjadi tempat favorit bagi tungau untuk berkembang biak. Cara Dokter Mendiagnosis Alergi Debu Proses diagnosis biasanya dimulai dengan sesi tanya jawab mengenai riwayat kesehatan pasien secara lengkap. Dokter akan menanyakan kapan gejala mulai muncul serta frekuensi bersin yang terjadi setiap hari. Informasi mengenai lingkungan tempat tinggal serta pekerjaan juga sangat membantu dalam menentukan penyebab utama. Metode diagnosis yang paling sering dilakukan adalah tes tusuk kulit atau skin prick test. Dokter akan meneteskan sedikit ekstrak alergen pada permukaan kulit lengan pasien secara hati hati. Jika muncul benjolan merah kecil, maka pasien positif memiliki sensitivitas terhadap zat tersebut. Pembuktian peran alergen tungau debu rumah tersebut juga bisa melalui pemeriksaan IgE Spesifik House Dust Mite serum darah selain dengan metode Skin Prick Test. Langkah Medis Mengatasi Masalah Alergi Jika alergi debu tidak dapat dihindari, beberapa langkah medis yang bisa diambil antara lain: Antihistamin: Menghambat zat kimia pemicu gejala alergi (tersedia dalam bentuk tablet atau semprot). Dekongestan: Membantu melegakan hidung yang tersumbat parah. Kortikosteroid: Digunakan untuk meredakan peradangan kronis pada saluran pernapasan. Imunoterapi: Terapi jangka panjang (suntikan atau tetesan bawah lidah) untuk melatih imun agar lebih toleran terhadap debu. Komplikasi Akibat Alergi Debu Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memicu munculnya gangguan kesehatan yang serius. Peradangan kronis pada saluran hidung sering kali berkembang menjadi penyakit sinusitis yang sangat menyiksa. Pasien akan merasakan nyeri hebat pada area wajah serta hidung yang tersumbat secara permanen. Alergi yang dibiarkan terus menerus juga memiliki risiko besar memicu timbulnya penyakit asma. Saluran pernapasan menjadi sangat sensitif serta mudah menyempit saat terpapar partikel debu yang halus. Penderita akan sering mengalami sesak napas serta suara mengi saat sedang mencoba menarik napas. Pencegahan Alergi Debu Langkah pencegahan utama adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal secara rutin serta konsisten. Gunakan penyedot udara yang memiliki filter berkualitas tinggi untuk menangkap partikel debu yang halus. Bersihkan seluruh perabotan rumah menggunakan kain lap basah agar debu tidak terbang ke udara. Mencuci seprai serta sarung bantal menggunakan air panas secara rutin sangat disarankan bagi penderita. Suhu air yang tinggi efektif untuk membunuh tungau yang bersembunyi di dalam serat kain. Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik agar ruangan tidak terasa lembap. Kapan Harus ke Dokter? Pasien disarankan segera menemui dokter jika gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik setelah pencegahan. Apalagi, jika bersin-bersin terjadi setiap hari hingga mengganggu aktivitas pekerjaan yang sedang dilakukan. Konsultasi medis akan memberikan gambaran mengenai jenis obat antihistamin yang aman untuk dikonsumsi secara rutin. Penanganan yang cepat akan membantu meredakan peradangan pada saluran napas penderita alergi debu secara efektif. Segera cari bantuan medis jika pasien mulai mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas hebat. Gejala mengi atau suara napas yang berbunyi merupakan tanda adanya penyempitan pada saluran pernapasan. Kondisi ini memerlukan penanganan darurat agar oksigen tetap bisa masuk ke dalam paru-paru. Memahami cara jitu... - Published: 2026-06-28 - Modified: 2026-06-28 - URL: https://primayahospital.com/tht/sinusitis/ - Kategori: THT - Tag: hidung mampet, hidung tersumbat, radang telinga, sinusitis - Translation Priorities: Optional Kesehatan saluran pernapasan atas memegang peranan penting dalam kenyamanan aktivitas sehari-hari setiap individu. Salah satu gangguan medis yang cukup sering terjadi dan menimbulkan rasa tidak nyaman secara signifikan adalah sinusitis. Mengenal Sinusitis Kondisi gangguan kesehatan ini merupakan peradangan atau inflamasi yang terjadi pada dinding mukosa pelapis rongga sinus. Rongga ini dalam kondisi normal seharusnya hanya berisi udara dan berfungsi memperingan tulang tengkorak. Ketika terjadi peradangan, saluran drainase kecil yang menghubungkan rongga tersebut ke hidung akan mengalami penyumbatan. Akibatnya, cairan lendir akan terperangkap di dalam rongga dan memicu berkembangnya infeksi akut. Penyakit ini dapat bersifat akut yang berlangsung singkat atau berkembang menjadi kronis jika tidak ditangani dengan tepat. Sangat penting untuk mengenali masalah ini sejak awal agar pemulihan dapat berjalan dengan lebih optimal. Gejala Sinusitis yang Perlu Diwaspadai Seseorang yang mengalami peradangan pada rongga udara ini akan menunjukkan beberapa indikasi klinis khas. Gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita adalah rasa nyeri, tertekan, dan pembengkakan di sekitar wajah. Nyeri ini biasanya akan terasa semakin memburuk saat penderita menundukkan kepala ke arah depan. Tanda-tanda lain yang menyertai infeksi ini meliputi hidung tersumbat parah disertai keluarnya cairan kental berwarna hijau kekuningan. Penderita juga sering kali mengalami fenomena post-nasal drip, yaitu cairan kental yang mengalir ke dinding tenggorokan belakang. Keluhan ini umumnya diikuti dengan penurunan fungsi penciuman, sakit kepala berdenyut, demam, batuk, hingga aroma napas yang tidak sedap. Penyebab Utama Munculnya Peradangan Sinusitis Inflamasi pada dinding rongga udara wajah ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh faktor-faktor tertentu. Terdapat berbagai macam penyebab gangguan pernapasan ini sesuai dengan kondisi fisik dan lingkungan penderita. Penyebab paling umum sinusitis mencakup: Infeksi virus influenza yang memicu pembengkakan saluran napas atas Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, polusi udara, atau bulu hewan Pertumbuhan jaringan tumor jinak atau polip yang menyumbat aliran udara Kelainan struktur anatomi berupa sekat hidung yang miring atau deviasi septum Infeksi bakteri atau jamur yang berkembang akibat sumbatan lendir kronis Berdasarkan laporan National Institutes of Health, penumpukan lendir statis di dalam rongga tersumbat menciptakan media yang sangat ideal bagi kuman. Kuman tersebut akan berkembang biak dengan cepat dan mengubah peradangan ringan menjadi infeksi sekunder yang lebih berat. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Sinusitis Untuk menegakkan diagnosis secara akurat dan membedakannya dari flu biasa, diperlukan pemeriksaan medis oleh dokter profesional. Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) akan memulai evaluasi dengan wawancara klinis mengenai durasi dan keparahan gejala. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan metode palpasi, yaitu mengetuk atau menekan ringan area wajah untuk mendeteksi titik nyeri. Langkah penegakan diagnosis dilanjutkan dengan rinoskopi endoskopi menggunakan alat selang kecil berlampu untuk melihat kondisi dalam hidung. Melalui alat tersebut, dokter dapat melihat langsung adanya pembengkakan jaringan, sumbatan lendir, atau pertumbuhan polip hidung. Pada kasus yang lebih kompleks, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang berupa CT scan rongga sinus wajah untuk visualisasi detail. Komplikasi Akibat Penyakit Sinusitis Menyepelekan gejala hidung tersumbat kronis dan menunda pengobatan dari dokter dapat memicu timbulnya komplikasi yang sangat fatal. Dalam jangka pendek, penderita akan mengalami gangguan tidur yang parah atau sleep apnea akibat hambatan jalur napas. Kondisi ini tentu saja berdampak buruk pada penurunan konsentrasi belajar serta penurunan produktivitas kerja harian penderita. Dalam jangka panjang, komplikasi infeksi yang tidak terkontrol dapat menyebar ke organ vital di sekitar rongga wajah. Bakteri dapat bermigrasi ke jaringan mata dan memicu selulitis orbita yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan hingga kebutaan. Komplikasi yang paling berbahaya terjadi jika infeksi berhasil menembus tulang kepala dan memicu peradangan selaput otak atau meningitis. Cara Mengatasi dan Pengobatan Medis Langkah penanganan medis terhadap sinusitis difokuskan untuk meredakan pembengkakan mukosa, melancarkan sumbatan saluran, dan membasmi agen penyebab infeksi. Untuk kasus peradangan akut akibat virus, dokter akan memberikan terapi simtomatik berupa obat pereda nyeri dan antihistamin. Penggunaan semprotan hidung berjenis kortikosteroid juga sering kali diresepkan untuk menekan peradangan lokal di dalam hidung. Penderita juga disarankan melakukan terapi mandiri berupa cuci hidung menggunakan cairan salin steril secara berkala di rumah. Apabila peradangan terbukti disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik yang wajib dikonsumsi sampai habis. Pada kondisi kronis yang tidak merespons obat-obatan, tindakan operasi bedah endoskopi sinus fungsional (BESH) mungkin diperlukan. Pencegahan Penyakit Sinusitis Sejak Dini Pencegahan gangguan pada rongga udara wajah dapat dilakukan dengan menjaga higienitas dan kesehatan saluran napas harian. Langkah paling mendasar adalah dengan menghindari paparan zat pemicu alergi seperti asap rokok dan polusi udara. Selalu gunakan masker pelindung yang bersih saat beraktivitas di luar ruangan atau di tempat berdebu. Biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di area publik guna menekan risiko penularan virus flu. Gunakan alat pelembap udara atau humidifier di dalam kamar tidur agar selaput lendir hidung tidak kering. Pastikan juga untuk mengonsumsi air putih yang cukup setiap hari agar konsistensi lendir di dalam hidung tetap encer. Kapan Harus ke Dokter? Masyarakat dihimbau untuk tidak menunda pemeriksaan sinusitis jika gejala flu dan nyeri wajah menetap lebih dari tujuh hari. Konsultasi dini ke fasilitas... - Published: 2026-06-27 - Modified: 2026-06-28 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/kutil-kelamin/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Tag: kandiloma, kutil kelamin, penyakit kelamin, penyakit menular kelamin - Translation Priorities: Optional Apa itu kutil kelamin mungkin menjadi sebuah topik yang terasa cukup sensitif. Bahkan untuk sebagian orang menganggapnya hal tabu namun, untuk kebutuhan kesehatan hal ini sangat penting untuk dipahami. Mengapa demikian? Karena penyakit ini merupakan suatu infeksi menular. Tanda-tanda adanya kutil kelamin ini terkadang muncul secara diam-diam, bahkan tidak disertai rasa sakit hebat, sehingga banyak orang cenderung abai atau hanya merasa cemas tanpa mengambil tindakan. Oleh sebab itu, kita patut mengenalnya sejak dini dengan tujuannya agar kita tidak salah langkah dalam mengambil tindakan. Mengenal Apa Itu Kutil Kelamin Kutil kelamin atau disebut juga kondilomata akuminata adalah benjolan kecil yang tumbuh di area kelamin ataupun anus. Benjolan ini akibat infeksi virus HPV (human papillomavirus). Kutil kelamin ini berbeda dengan kutil di bagian tubuh lain, penyakit ini termasuk dalam kategori infeksi menular seksual. Kutil kelamin ini biasanya disebabkan oleh virus HPV tipe low risk (tipe 6 dan 11) Jeda waktu antara masuknya virus ke dalam tubuh hingga munculnya gejala penyakit pertama kali beragam dalam rentang waktu 2 minggu hingga 9 bulan. Gejala dan Faktor Risiko Kutil Kelamin Kutil kelamin dapat menyerang pria maupun wanita, anak – anak maupun dewasa namun, lebih mendominasi kelompok usia produktif. Jalur transmisi utama atau penularan pada saat kontak seksual. Terdapat beberapa faktor yang dapat memperbesar peluang seseorang bisa terjangkit penyakit menular ini, diantaranya: Aktivitas seksual (dimulai sejak usia dini) Kebiasaan bergonta-ganti pasangan Penurunan sistem imun (seseorang pengidap HIV/AIDS atau pengguna untuk transplantasi organ) Berhubungan intim tanpa pengaman atau dengan pasangan memiliki riwayat kesehatannya tidak jelas Seseorang memiliki riwayat infeksi menular seksual sebelumnya Tidak mendapatkan vaksinasi HPV sebelumnya Merokok Penggunaan kontrasepsi oral Gejala orang terinfeksi penyakit ini adalah tonjolan diarea genital atau perianus seringkali tanpa keluhan, terkadang dapat juga timbul keluhan berupa gatal, perih, berdarah bergantung pada ukuran kutil dan lokasi. Apabila penyakitnya tidak segera ditangani, maka pertumbuhan kutil ini bisa membesar. Alhasil, menimbulkan sensasi mengganjal dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Cara Mencegah Penyakit Kutil Kelamin Ada beberapa langkah utama dalam mencegah kutil kelamin, diantaranya adalah: Setia pada Satu Pasangan Kutil kelamin ini akibat dari infeksi virus HPV yang sangat mudah menular melalui kontak seksual. Jika banyak jumlah pasangan seksual seseorang, maka risiko terpapar virus ini akan meningkat. Memahami apa itu kutil kelamin sangat penting agar lebih waspada dalam menjaga kesetiaan dengan pasangan. Membiasakan Penggunaan Kondom Menggunakan kondom saat berhubungan intim adalah langkah untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual. Melakukan Skrining Kesehatan secara Berkala Deteksi dini merupakan cara terbaik untuk memahami kesehatan reproduksi diri. Jika seseorang menjalani tes infeksi menular seksual sama dengan mencegah komplikasi pada diri sendiri. Diagnosis Kutil Kelamin Sebelum melakukan penanganan, dokter akan mendiagnosis pasien terlebih dahulu. Guna memastikan diagnosisnya, dokter akan menanyakan berbagai pertanyaan. Mulai dari gejala, kapan mulai merasakan, riwayat penyakit dan aktivitas seksual pada pasangan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Mulai dari area genital, anus, dan area lainnya. Pemeriksaan menyeluruh ini tujuannya untuk melihat jumlah, ukuran, dan bentuk dari kutil kelamin itu sendiri. Bahkan ada juga dokter melakukan pemeriksaan penunjang. Hal ini dilakukan karena ada beberapa kasus kutil kelamin ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Oleh sebab itu, dokter melakukan pemeriksaan seperti pap smear, kolkoskopi, dan tes HPV-DNA. Cara Penanganan Kutil Kelamin Setelah memahami berbagai gejala apa itu kutil kelamin, perlu dipahami juga cara penanganannya. Terdapat beberapa kasus kutil kelamin bisa sembuh sendiri. Namun jika ada gejala, segeralah pergi ke tenaga medis untuk meredakan keluhan. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasi kutil kelamin: Obat-obatan seperti (Podofilotoksin, Imiquimod, antivirus dan obat oles asam trikloroasetat). Obat-obatan ini cukup efektif untuk mengatasi penyakit kutil kelamin. Operasi Operasi dilakukan jika penyakit tidak menunjukkan perbaikan setelah diberi obat-obatan oleh dokter. Ada beberapa metode operasi untuk mengatasi kutil kelamin ini, yakni: Eksisi atau metode pembedahan untuk menghilangkan kutil tersebut. Terapi sinar laser Teknik bedah beku yakni membekukan kutil dengan nitrogen cair Kauterisasi yakni menghilangkan kutil dengan arus listrik Kutil kelamin memang sangat jarang menyebabkan seseorang merasa sakit. Namun bisa sembuh jika seseorang juga mendapatkan penanganan dengan tepat. Komplikasi Kutil Kelamin Jika penyakit ini tidak segera ditangani, maka kutil akan cepat menyebar dan membesar, serta berisiko tinggi penularan infeksi terhadap pasangan seksual. Karena adanya kutil kelamin ini, seseorang harus lebih waspada karena meningkatkan risiko kanker penis, kanker anus, dan kanker serviks. Bahkan untuk wanita bisa juga mengganggu kehamilannya. Ditinjau oleh: dr. Vandalita Kusuma Wardhani, Sp. DVE Spesialis Dermatologi Venereologi Estetik Primaya Hospital Semarang Referensi: Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Kutil Anogenital. In: Siswati A, Rosita C, Triwahyudi D, Budianti W, Mawardi P, Dwiyana R, et al. , editors. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Indonesia. Jakarta: PP Perdoski; 2024. p. 717–9. Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Penyakit Kelamin Kondiloma Akuminata. https://www. researchgate. net/publication/387599724_Mengenal_Lebih_Dekat_Apa_Itu_Penyakit_Kondiloma_Akuminata. Diakses 01 Mei 2026 Kondiloma Akuminata. https://www. researchgate. net/publication/334456499_Kondiloma_Akuminata. Diakses 01 Mei 2026 Peran Infeksi Human papilloma Virus (HPV) Pada Kejadian Kanker Serviks. https://keslan. kemkes. go.... - Published: 2026-06-26 - Modified: 2026-06-30 - URL: https://primayahospital.com/tht/rinitis-alergi-seasonal/ - Kategori: THT - Tag: alergi AC, alergi debu, alergi dingin, bersin - bersin, rinitis alergi - Translation Priorities: Optional Rinitis alergi seasonal tak luput curi perhatian. Rinitis atau rhinitis alergi ini berupa peradangan membran mukosa yang ada di hidung lantaran alergen. Misalnya saja, serbuk sari atau debu. Apabila tak segera diatasi, tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengenal Rinitis Alergi Seasonal Pada dasarnya, rinitis alergi memiliki nama lain, yakni demam serbuk sari atau hay fever. Untuk rinitis alergi seasonal itu sendiri memang berlangsung musiman. Misalnya, saat waktu tertentu dalam setahun. Rinitis ini disebut seasonal di konteks Indonesia karena memang tidak memiliki musim semi/gugur. Biasanya, dipicu oleh musim kemarau yang berdebu atau puncak musim bunga tertentu. Gejala Kondisi ini membuat penderitanya merasakan sejumlah gejala seperti berikut. Bersin-bersin. Pilek ataupun hidung tersumbat. Mata jadi terasa gatal ataupun berair. Gatal di tenggorokan atau mulut. Rasa gatal yang tak kunjung hilang di langit-langit mulut sering kali menjadi gejala yang paling mengganggu fokus kerja. Mata membengkak. Kelopak mata bawah warnanya gelap seperti mata panda. Ada ruam pada kulit. Sakit kepala. Batuk-batuk. Telinga sakit dan berdenging. Infeksi yang disertai keluarnya cairan di telinga tengah atau otitis media. Berdasarkan The Indonesian Journal of Otorhinolaryngology Head and Neck, rinitis alergi yang terjadi pada anak sifatnya intermiten dengan lebih sedikit gejala tetapi banyak komorbiditas daripada orang dewasa. Penyebab Penyakit rinitis alergi seasonal tersebut bisa menyerang lantaran alergi serbuk sari atau debu. Biasanya dari gulma, rumput ataupun pohon. Di Indonesia itu sendiri, pemicunya juga bisa berasal dari spora jamur saat musim hujan atau debu ekstrem saat El Nino/kemarau panjang. Pahami juga sejumlah hal yang bisa meningkatkan risiko rinitis alergi. Berikut beberapa diantaranya. Terpapar asap rokok. Memiliki saudara kandung atau orang tua yang mengalami kondisi sama. Menderita jenis alergi lain, misalnya asma. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk memastikan kondisi kesehatan tersebut, dokter akan melakukan wawancara medis mendalam (anamnesis), tak terkecuali seputar gejala yang dirasakan oleh penderita. Dokter juga akan bertanya seputar riwayat penyakit maupun riwayat keluarganya. Setelah itu, dokter akan lakukan tes alergi untuk melihat reaksi alerginya. Adapun metodenya ialah dengan tes tusuk kulit. Lalu, dokter juga akan lakukan tes darah untuk deteksi antibodi IgE sekaligus menghitung jumlah eosinofil. Guna memastikan diagnosanya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Mulai dari rontgen, CT scan, endoskopi hidup, sampai dengan tes aliran udara pernapasan. Rontgen atau CT Scan ini bukan prosedur rutin untuk rinitis alergi sederhana. Akan tetapi, untuk mendeteksi komplikasi seperti sinusitis kronis atau polip. Penanganan Apabila dokter sudah memastikan memang mengalami kondisi kesehatan rinitis alergi seasonal tersebut, maka akan langsung memberikan penanganan. Salah satunya dengan Nasal Irrigation. Tindakan ini dilakukan dengan menyemprotkan cairan saline ataupun cairan infus, sehingga rongga hidup bisa bersih. Saat melakukannya, harus menggunakan air yang steril (distilled water). Hal ini untuk menghindari risiko infeksi tambahan. Jangan pula menggunakan air keran biasa tanpa dimasak terlebih dahulu dalam Nasal Irrigation. Peringatan ini bertujuan untuk mencegah risiko Amoeba pemakan otak (Naegleria fowleri), walau kasusnya jarang. Airnya juga harus bersuhu ruang atau hangat kuku agar tidak memicu syok pada selaput lendir. Sebenarnya, cara termudah mencuci hidung bagi pemula ialah dengan memiringkan kepala ke satu sisi di depan wastafel. Bisa juga menanganinya dengan desensitisasi. Tindakan ini dilakukan dengan menyuntikkan zat yang memicu alergi ke kulit pasien selama interval waktu tertentu. Tak hanya itu, dokter juga akan mengatasinya dengan memberikan obat-obatan seperti: Antihistamin Dekongestan Semprotan kortikosteroid. Steroid semprot memerlukan konsistensi yang berarti tidak langsung sembuh dalam satu kali semprot. Obat penghambat leukotrien. Suntikan alergi (imunoterapi). Komplikasi Apabila tak kunjung mendapatkan penanganan, maka penderitanya bisa mengalami komplikasi. Mulai dari sinusitis, infeksi telinga tengah, polip hidung, hingga perennial allergic rhinitis. Perennial allergic rhinitis ialah sifatnya kronis dan bisa berlangsung sepanjang tahun. Penderitanya juga bisa mengalami kondisi asma yang memburuk sampai dengan gangguan tidur. Pencegahan Siapa saja pasti tidak mau mengalami kondisi kesehatan rinitis alergi seasonal yang satu ini. Maka dari itu, perlu mencegahnya, sehingga terhindar dari penyakit tersebut. Menurut Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, untuk pencegahannya tentu perlu menghindari alergen yang memicunya. Misalnya saja, tetap di rumah ketika polusi, debu atau serbuk sari tengah tinggi-tingginya. Sesudah beraktivitas di luar rumah, perlu segera mandi. Rajin membersihkan debu di furnitur rumah maupun bulu hewan peliharaan. Jangan lupa tutup jendela jika angin sedang kencang karena bisa membawa debu. Gunakan pula masker saat ingin bepergian atau beraktivitas di luar rumah. Selain itu, jangan menggunakan karpet ataupun alas sejenisnya, sebab bisa memerangkap debu. Kapan Harus ke Dokter? Pastikan tidak menunda-nunda atau mengatasinya sendiri apabila merasakan gejala di atas. Terlebih lagi jika mengalami gejala lain seperti halnya reaksi alergi yang parah atau anafilaksis. Apabila menyadari pengobatan yang dulu efektif tetapi kini tidak lagi bekerja, juga bisa langsung ke dokter. Begitu pula saat merasakan gejala yang tidak berpengaruh pada pengobatannya. Semakin cepat ke dokter, tentu lebih cepat pula mendapat penanganan. Rinitis alergi seasonal perlu segera mendapatkan penanganan. Apabila tidak, penderitanya tak lagi bisa beraktivitas dengan lancar kembali. Begitu pula dengan pola tidur yang bisa kembali nyenyak seperti sedia kala. Ulasan ini sendiri bertujuan untuk edukasi... - Published: 2026-06-25 - Modified: 2026-06-24 - URL: https://primayahospital.com/gigi/radang-gusi-kronis/ - Kategori: Gigi - Tag: gusi berdarah, radang gusi, sakit gigi, sariawan - Translation Priorities: Optional Kesehatan mulut sering kali menjadi cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu masalah paling sering diabaikan namun memiliki dampak jangka panjang yang serius adalah radang gusi kronis. Jika radang gusi akut biasanya terjadi tiba-tiba dan singkat, radang gusi ini berkembang secara perlahan dan menetap dalam waktu lama, sering kali tanpa rasa sakit yang hebat di tahap awal. Radang gusi atau secara medis disebut gingivitis adalah peradangan pada gusi (gingiva) yang mengelilingi pangkal gigi. Ketika peradangan ini tidak segera ditangani dan berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kondisinya berubah menjadi kronis. Bahaya utama dari radang gusi ini adalah kemampuannya untuk berkembang menjadi periodontitis. Pada tahap ini, infeksi mulai merusak tulang rahang dan jaringan ikat yang menahan gigi. Pada akhirnya dapat menyebabkan gigi tanggal atau goyang. Memahami gejala, penyebab, dan langkah pengobatannya adalah kunci untuk mencegah kerusakan permanen pada jaringan pendukung gigi. Radang Gusi Kronis, Gejala hingga Pengobatan Gingivitis adalah penyakit yang tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, penyakit ini harus ditangani oleh ahlinya secara langsung. Bila dibiarkan begitu saja, akan berkembang menjadi periodontitis. Dimana infeksi yang akan merusak gigi dan tulang di sekitarnya, sehingga mengakibatkan gigi mudah tanggal. Gejala yang Perlu Diwaspadai Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita gingivitis karena gejalanya sering kali tidak menyebabkan nyeri tajam. Namun, ada beberapa tanda klinis yang bisa diperhatikan: Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi (flossing). Gusi sehat berwarna merah muda pucat. Gusi yang meradang secara kronis biasanya berwarna merah tua, keunguan, atau tampak mengkilap. Terjadi pembengkakan pada bagian gusi. Gusi tampak bengkak, lunak, dan kehilangan tekstur seperti kulit jeruk (stippling) yang biasanya ada pada gusi sehat. Bau mulut tidak kunjung hilang meskipun sudah menyikat gigi, sering kali disebabkan oleh gas yang dikeluarkan oleh bakteri di bawah garis gusi. Gusi mulai tertarik menjauh dari gigi, membuat gigi tampak lebih panjang dan sensitif terhadap suhu panas atau dingin. Meskipun tidak sakit berdenyut, gusi mungkin terasa "penuh" atau tidak nyaman saat digunakan untuk makan. Penyebab Utama Penyebab nomor satu dari radang gusi adalah akumulasi plak bakteri. Plak adalah lapisan lengket tak berwarna yang terus-menerus terbentuk pada gigi. Namun, ada berbagai faktor pendukung yang membuat kondisi ini menjadi kronis. Mulai dari penyikatan gigi yang tidak sempurna meninggalkan sisa makanan di area sela-sela gigi dan di bawah garis gusi. Seiring waktu, plak yang tidak dibersihkan akan mengeras menjadi karang gigi. Tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa. Selain itu, kebiasaan merokok juga menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit radang gusi. Tembakau mengganggu fungsi normal sel jaringan gusi dan menghambat aliran darah ke gusi. Hal ini membuat proses penyembuhan menjadi sangat lambat dan sering kali menyamarkan gejala gusi berdarah. Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik yang membuat gusi mereka lebih rentan terhadap peradangan meskipun kebersihan mulut relatif baik. World Health Assembly menyetujui resolusi tentang kesehatan mulut dengan melakukan pendekatan kausatif tradisional menuju pendekatan preventif. Melakukan promosi pentingnya kesehatan mulut di sekolah atau lingkungan keluarga. Diagnosis Gingivitis Proses diagnosis radang gusi (gingivitis) biasanya melibatkan pemeriksaan klinis yang menyeluruh oleh dokter gigi. Karena gingivitis kronis sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Maka diagnosis profesional menjadi sangat penting untuk membedakan apakah peradangan masih di tahap awal atau sudah berkembang menjadi periodontitis (kerusakan tulang). Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dokter gigi dalam mendiagnosis radang gusi: Pemeriksaan Fisik dan Visual Pengukuran Kedalaman Saku Gusi (Probing) Tinjauan Riwayat Medis Rontgen Gigi (Dental X-ray) Diagnosis dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Radang gusi pada tahap gingivitis bersifat dapat sembuh total. Namun jika sudah berubah menjadi periodontitis, kerusakan tulang yang terjadi bersifat permanen. Bahkan hanya bisa dikontrol agar tidak semakin parah. Cara Pengobatan Radang Gusi Kabar baiknya, radang gusi kronis umumnya masih bisa disembuhkan jika ditangani dengan tepat sebelum mencapai tahap kerusakan tulang. Berikut adalah langkah pengobatannya: Pembersihan Profesional (Scaling dan Root Planing) Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengunjungi dokter gigi untuk prosedur scaling. Dokter akan menggunakan alat ultrasonik untuk mengangkat karang gigi yang keras. Jika infeksi sudah masuk agak dalam, prosedur root planing dilakukan untuk menghaluskan permukaan akar gigi sehingga bakteri sulit menempel kembali. Penggunaan Obat Kumur Antiseptik Dokter gigi juga akan meresepkan obat kumur yang mengandung chlorhexidine untuk membantu membunuh bakteri patogen dan meredakan peradangan. Penggunaan obat kumur ini biasanya dibatasi dalam jangka waktu tertentu agar tidak mengganggu keseimbangan mikrobiota mulut. Terapi Antibiotik Dalam beberapa kasus radang gusi yang disertai infeksi aktif, dokter memberikan antibiotik dengan bentuk gel yang dioleskan pada saku gusi atau tablet minum untuk membasmi bakteri penyebab infeksi. Tambalan gigi rusak atau gigi palsu yang tidak pas menjadi tempat berkumpulnya plak sulit dibersihkan. Memperbaiki restorasi gigi ini sangat penting dalam pengobatan kronis. Radang gusi kronis bukan sekadar masalah estetika atau bau mulut biasa. Jika dibiarkan, ia adalah pintu gerbang menuju kehilangan gigi dan masalah kesehatan yang lebih luas. Dengan mengenali gejala secara dini dan segera melakukan pembersihan profesional ke dokter gigi, penderita dapat mengembalikan kesehatan gusi sepenuhnya. Jangan menunggu... - Published: 2026-06-24 - Modified: 2026-06-24 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/penyebab-alergi-dingin/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Tag: alergi AC, alergi dingin, alergi kulit, kulit gatal - Translation Priorities: Optional Cuaca dingin sering membawa suasana syahdu yang menenangkan hati banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, udara sejuk justru memicu munculnya gatal-gatal. Kondisi ini membuat kulit terasa panas serta muncul bentol-bentol merah meradang. Fenomena kulit tersebut disebut sebagai alergi dingin. Sistem imun bekerja secara ekstra ketika menyentuh suhu yang cukup rendah. Tubuh melepaskan zat kimia tertentu ke dalam darah secara mendadak serta cepat. Proses internal tersebut memicu timbulnya bentol yang menyerupai biduran pada area kulit. Hal ini membuat penderita merasa gelisah saat berada dalam ruangan berpendingin udara. Banyak orang mengira kondisi ini hanya sekadar gatal-gatal biasa yang sepele. Padahal, reaksi ini merupakan bagian dari gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Pemahaman mengenai mekanisme tubuh saat merespons suhu dingin menjadi kunci utama pencegahan. Mari simak penjelasan lengkap mengenai fenomena alergi ini secara mendalam. Mengenal Apa Itu Alergi Dingin Berdasarkan data dari The Journal of Allergy and Clinical Immunology, alergi dingin adalah kondisi jangka panjang yang membuat kulit jadi bentol-bentol gatal atau bengkak setiap kali terkena suhu dingin. Meskipun biasanya ringan dan bisa hilang sendiri, ada juga orang yang mengalami reaksi parah sampai sesak napas. Masalah ini ada beberapa jenis, ada yang karena keturunan dan ada juga yang muncul tiba-tiba dengan pemicu yang berbeda-beda. Untuk memastikan jenisnya, dokter biasanya melakukan tes dengan menempelkan benda dingin ke kulit. Saat ini, para ahli terus mempelajari berbagai jenis alergi ini agar bisa memberikan pengobatan yang paling pas untuk setiap pasien. Fenomena alergi ini merupakan kondisi ketika kulit merespons suhu rendah secara ekstrem. Tubuh melepaskan histamin yang memicu pelebaran pembuluh darah di bawah permukaan kulit. Hal ini menyebabkan munculnya ruam kemerahan yang terasa panas saat disentuh tangan. Reaksi tersebut biasanya muncul segera setelah kulit terpapar udara atau air dingin. Kondisi medis ini juga sering disebut oleh para ahli sebagai urtikaria dingin. Sistem pertahanan tubuh secara keliru menganggap suhu rendah sebagai ancaman yang berbahaya. Akibatnya, jaringan kulit membengkak karena adanya penumpukan cairan pada lapisan dermis luar. Gejala ini bisa menetap selama beberapa jam sebelum akhirnya menghilang secara alami. Faktor Pemicu Banyak ahli kesehatan menyebutkan bahwa faktor usia memengaruhi kemunculan gejala alergi dingin. Anak anak serta remaja merupakan kelompok yang paling sering mengalami reaksi kulit. Seiring bertambahnya usia, sistem imun biasanya mulai beradaptasi secara lebih baik. Meski begitu, orang dewasa juga tetap memiliki potensi untuk mengalami hal serupa. Riwayat kesehatan keluarga memegang peranan penting dalam menentukan tingkat risiko seseorang mengidap alergi ini. Jika orang tua memiliki riwayat serupa, maka potensi anak mengalaminya menjadi lebih besar. Penyakit infeksi tertentu juga dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap suhu yang rendah. Beberapa jenis virus atau bakteri tertentu terbukti mampu memicu ketidakseimbangan sistem imun. Gejala Fisik yang Sering Muncul Munculnya bentol kemerahan merupakan tanda paling jelas dari gangguan kesehatan kulit ini. Area kulit yang terpapar suhu rendah akan membengkak serta terasa sangat gatal. Kadang kala, penderitanya merasakan sensasi terbakar yang membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Gejala alergi dingin ini dapat muncul pada wajah maupun bagian tangan dan kaki. Pembengkakan juga bisa terjadi pada bibir setelah mengonsumsi minuman yang berisi es. Hal ini menandakan bahwa reaksi tubuh tidak hanya terbatas pada bagian luar. Tangan mungkin membengkak saat memegang benda dingin dalam durasi waktu yang lama. Reaksi sistemik yang parah dapat menyebabkan penderita mengalami sesak napas secara tiba tiba. Cara Dokter Mendiagnosis Alergi Dingin Proses diagnosis biasanya dimulai dengan sesi tanya jawab mengenai riwayat kesehatan pasien secara mendetail. Dokter akan menanyakan kapan gejala mulai muncul serta durasi reaksi kulit tersebut bertahan lama. Informasi mengenai aktivitas sebelum gejala muncul sangat membantu dalam menentukan penyebab utama gangguan tersebut. Tenaga medis profesional akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada area kulit yang bermasalah. Metode diagnosis yang paling umum dilakukan adalah dengan melakukan tes stimulasi es batu sederhana. Dokter akan menempelkan es batu pada area lengan bawah selama kurang lebih 5 menit. Jika muncul bentol kemerahan setelah es diangkat, maka pasien positif mengidap alergi dingin. Langkah Pengobatan Secara Medis Meskipun sering kali mereda dengan sendirinya setelah tubuh kembali hangat, dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat untuk mengendalikan gejalanya, diantaranya: Antihistamin: Untuk menghambat pelepasan histamin dalam tubuh. Kortikosteroid: Digunakan untuk meredakan peradangan (dengan pengawasan ketat karena efek sampingnya). Leukotriene Antagonist: Membantu memblokir zat yang memicu peradangan. Omalizumab: Obat suntik yang biasanya diberikan pada kasus alergi yang sulit dikendalikan. Komplikasi Akibat Alergi Dingin Meskipun terlihat ringan, kondisi ini dapat memicu komplikasi yang cukup serius jika tidak ditangani. Reaksi yang paling berbahaya adalah anafilaksis yang merupakan keadaan gawat darurat bagi nyawa pasien. Gejala ini ditandai dengan penurunan tekanan darah secara drastis serta rasa sesak napas hebat. Pembengkakan pada area lidah serta tenggorokan juga menjadi risiko yang harus selalu diwaspadai. Hal ini sering terjadi setelah pasien mengonsumsi makanan atau minuman yang bersuhu sangat rendah. Kondisi tersebut dapat menyumbat saluran pernapasan, sehingga penderita akan merasa sulit untuk menghirup udara. Pencegahan Alergi Dingin Cara pencegahan alergi ini sangat sederhana, yakni menghindari paparan suhu dingin. Saat keluar... - Published: 2026-06-23 - Modified: 2026-06-22 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-pcv/ - Kategori: Anak - Tag: vaksin anak, vaksin booster, vaksin pcv - Translation Priorities: Optional Ungkapan “mencegah lebih baik daripada mengobati” sangat penting dalam hal pneumonia pada anak. Pneumonia adalah penyakit pada sistem pernapasan yang umum. Namun dampaknya bisa sangat serius bagi kalangan rentan seperti anak-anak. Salah satu cara mencegah penyakit infeksi bakteri ini adalah dengan memberikan vaksin PCV kepada anak. Melalui artikel ini, kita akan mengulas bagaimana vaksin pneumonia anak itu bekerja, jadwal vaksin, hingga apa saja manfaat vaksin PCV dan tentu risiko yang mesti dipahami orang tua. Apa Itu Vaksin PCV Vaksin PCV alias pneumococcal conjugate vaccine adalah vaksin yang dirancang untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus), yang merupakan salah satu penyebab utama pneumonia dan infeksi saluran napas pada anak. Selain menyebabkan pneumonia alias radang paru-paru, bakteri pneumokokus bisa memicu meningitis (radang selaput otak) dan sepsis (infeksi darah). Seperti dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyakit pneumokokus bisa menyerang siapa pun, terutama anak berusia kurang dari 5 tahun karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum matang. Itulah sebabnya tersedia vaksin PCV bayi untuk mencegah pneumonia sejak dini. Namun ada satu hal yang mesti digarisbawahi. Meski vaksin pneumonia anak dapat membantu mencegah pneumonia, penyakit pneumonia sendiri tidak selalu terjadi akibat infeksi bakteri pneumokokus. Mayo Clinic menjelaskan, penyebab pneumonia selain bakteri pneumokokus antara lain: Jamur Virus, termasuk Covid-19 Benda asing yang masuk ke paru-paru, misalnya makanan/minuman yang tak sengaja terhirup lewat saluran napas Meski begitu, secara keseluruhan, manfaat vaksin PCV telah terbukti dalam menurunkan risiko penyakit dan jumlah kasus pneumonia terutama pada anak kecil. Jadwal Vaksin PCV Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merancang jadwal vaksin PCV bayi dengan mengacu pada standar global. Vaksin PCV diberikan dalam tiga dosis sebelum anak berusia 1 tahun. Setelah itu, ada dosis lanjutan atau booster untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh. Jadwal vaksin pneumonia anak yang disarankan adalah: Dosis 1: Usia 2 bulan Dosis 2: Usia 4 bulan Dosis 3: Usia 6 bulan Booster: Usia 12-15 bulan Mengapa harus menaati jadwal vaksin PCV bayi? Salah satu studi yang dimuat di Infectious Diseases and Therapy menunjukkan pemberian vaksin yang lengkap memberi perlindungan optimal. Satu dosis vaksin PCV memberikan perlindungan hingga sekitar 56-65 persen bagi anak di bawah usia 12 bulan dan meningkat jadi 79 persen saat diberikan setelah 12 bulan. Tentu orang tua menginginkan perlindungan sepenuhnya terhadap risiko infeksi pneumonia sehingga perlu mengikuti jadwal vaksin PCV bayi yang dianjurkan IDAI. Termasuk jika jadwal vaksin sudah terlewat, yang bisa dikejar lewat program kejar imunisasi. Manfaat Vaksin PCV Manfaat utama penggunaan vaksin PCV adalah penurunan risiko penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus yang tercakup dalam vaksin. Secara spesifik, vaksin pneumonia anak berfungsi mencegah keparahan infeksi penyakit pneumokokus invasif atau invasive pneumococcal disease (IPD) dengan menghalau kuman masuk ke aliran darah dan organ vital. Vaksinasi PCV-13 (salah satu jenis vaksin PCV yang digunakan dalam program resmi vaksinasi PCV di Indonesia), misalnya, terbukti efektif mengurangi risiko rawat inap akibat pneumonia dan menekan risiko pneumonia hipoksia (pneumonia berat yang menyebabkan kadar oksigen rendah) pada anak-anak di bawah 5 tahun . Dengan terhindar dari pneumonia, ada risiko lain yang juga bisa turut ditangkis, seperti biaya rawat inap dan pengobatan di rumah sakit yang bisa menguras waktu, dana, dan tenaga. Karena itu, vaksin pneumonia anak dapat dinilai seperti infeksi jangka panjang untuk menghindari beban dari biaya tersebut di masa depan. Efek Samping Vaksin PCV Mungkin orang tua khawatir terhadap risiko efek samping vaksin PCV bayi. Namun perlu diketahui, menurut IDAI, vaksin PCV secara ilmiah masuk kategori vaksin dengan efek samping yang rendah, bahkan lebih kecil dibanding vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Efek samping vaksin pneumonia anak yang paling umum meliputi: Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan. Demam ringan yang biasanya hilang dalam 1-2 hari. Rewel atau hilang nafsu makan sementara. Adapun soal kabar bahwa vaksin PCV menyebabkan autisme atau gangguan perkembangan jangka panjang, hingga kini tak ada studi ilmiah yang menemukan bukti kaitan itu. Sebaliknya, keengganan orang tua memberikan vaksin PCV bayi justru membuat si buah hati berisiko tinggi terkena pneumonia yang bisa berakibat fatal. Bagi orang tua yang mengutamakan pencegahan pneumonia sejak dini, vaksin PCV adalah salah satu medium yang tepat karena telah terbukti secara ilmiah dari uji klinis dan analisis efektivitasnya saat digunakan di dunia nyata. Bila masih ada pertanyaan seputar vaksin PCV bayi, silakan datangi dokter anak yang biasa dikunjungi untuk berkonsultasi lebih lanjut. Ditinjau oleh: dr. Eka Sulastri, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Bhakti Wara Referensi: Sekilas Vaksin Pneumokokus. https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus. Diakses 14 April 2026 Efficacy of pneumococcal vaccination in children younger than 24 months: a meta-analysis. https://www. ncbi. nlm. nih. gov/books/NBK78004/. Diakses 14 April 2026 Effectiveness of a Single Dose of Pneumococcal Conjugate Vaccine Against Invasive Pneumococcal Disease in Children: A Systematic Literature Review. https://pubmed. ncbi. nlm. nih. gov/40828221. Diakses 14 April 2026 Pneumonia. https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204. Diakses 14 April 2026 Pneumococcal Disease (Invasive). https://www. ncid. sg/Health-Professionals/Diseases-and-Conditions/Pages/Pneumococcal-Disease. aspx. Diakses 14 April 2026... - Published: 2026-06-22 - Modified: 2026-06-23 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/vaksin-tifoid/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: demam tifus, Penyakit Tifus, vaksin tifoid - Translation Priorities: Optional Di Indonesia, tifus masih menjadi endemi. Situasi ini antara lain berkaitan dengan sanitasi yang kurang memadai, juga kebiasaan jajan sembarangan. Untuk mencegah penyakit ini, telah tersedia vaksin tifoid yang telah terbukti ampuh. Mari kita bahas lebih lanjut soal vaksin ini, termasuk mengenai vaksin tifus dewasa, jadwal vaksin tifoid dan manfaatnya, serta cara pencegahan tifus. Apa Itu Vaksin Tifoid Vaksin tifoid adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit tifus atau demam tifoid. Penyakit tifus masih menjadi problem kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi ini terkait erat dengan standar sanitasi dan kehigienisan pangan. Bersifat sistemik, penyakit tifus yang awalnya menyerang saluran pencernaan dapat menyebar ke aliran darah. Walhasil, tidak hanya menimbulkan masalah pencernaan, penyakit ini bisa mengakibatkan risiko komplikasi yang fatal. Saat ini para ahli medis menempatkan vaksin tifoid sebagai alat pencegahan tifus yang penting dari aspek medis. Vaksin tifoid berperan melatih sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali bakteri Salmonella typhi penyebab tifus sebelum benar-benar terinfeksi dan sakit parah. Awalnya vaksin tifus yang dikembangkan berupa vaksin suntik dan vaksin oral yang perlindungannya tak optimal dan tak bertahan lama. Kini, seperti dijelaskan dalam kajian di jurnal The Lancet, telah tersedia vaksin tifoid konjugasi atau typhoid conjugate vaccine (TCV) yang memberikan proteksi lebih baik. Vaksin ini telah melewati uji coba yang ketat dan mendapat izin penggunaan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin tifoid TCV memiliki kelebihan karena ada konjugasi yang membuat vaksin ini bisa menempelkan partikel gula dari bakteri salmonela ke protein pembawa sehingga bisa direspons sistem imun dengan lebih baik khususnya bagi anak berusia di bawah 2 tahun yang umumnya lebih lemah. Manfaat Vaksin Tifoid Manfaat vaksin tifoid sudah dibuktikan lewat berbagai penelitian internasional. Bukan hanya untuk anak-anak, vaksin tifus dewasa juga sama pentingnya. Menurut tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan di jurnal Vaccine, efektivitas vaksin ini di dunia nyata mencapai 87 persen untuk mencegah demam tifoid. Bahkan, untuk kasus yang lebih ganas, yaitu tifus yang kebal antibiotik (XDR tifoid), efektivitasnya mencapai 97 persen. Manfaat vaksin tifoid yang juga mendasar adalah perannya dalam menekan laju penggunaan antibiotik yang berlebihan. Sebagai penyakit yang dipicu bakteri, tifus memerlukan antibiotik untuk penyembuhan. Namun beragam riset menunjukkan bakteri salmonela kian resistan atau tahan terhadap berbagai jenis antibiotik. Dengan begitu, efektivitas antibiotik untuk menangani infeksi bakteri tifoid akan berkurang dan bisa mempengaruhi pengobatan pasien. Jadwal Vaksin Tifoid Ada ketentuan tentang jadwal vaksin tifoid dari otoritas kesehatan untuk memastikan perlindungan yang optimal terhadap infeksi bakteri tifoid. Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak-anak bisa mulai memperoleh proteksi vaksin ini sejak usia 2 tahun. Tujuannya adalah mencegah gangguan pertumbuhan akibat infeksi berat. Anak cukup mendapat satu kali suntikan vaksin tifoid saat berumur 2 tahun, lalu vaksin penguat atau booster bisa diberikan setiap 3 tahun sekali agar sistem imun tetap kuat dalam mencegah penyakit tifus. Seringkali orang tua sibuk memikirkan vaksin anak, tapi lupa dengan pentingnya perlindungan itu terhadap diri sendiri. Vaksin tifus dewasa sangat direkomendasikan terutama jika: Sering makan di luar atau jajan. Memiliki anak balita di rumah (agar tidak menularkan). Akan bepergian ke daerah endemis tifus. Jadwal vaksin tifus dewasa tidak ditentukan secara pasti soal usianya. Yang jelas, pemberian vaksin booster bisa dilakukan setiap 3 tahun sama seperti vaksin anak-anak. Efek Samping Vaksin Salah satu pertanyaan paling sering disampaikan soal vaksin adalah, “Amankah? ” Berdasarkan meta-analisis dari lima uji coba acak yang melibatkan lebih dari 120 ribu partisipan, vaksin tifoid terbukti sangat aman. Efek samping yang muncul umumnya ringan dan bersifat lokal, seperti: Nyeri, kemerahan, atau bengkak di bekas suntikan Demam ringan Sakit kepala atau kelelahan Mengingat manfaat vaksin tifoid yang sangat besar, terutama dalam melawan bakteri salmonela yang mulai kebal terhadap antibiotik, pemberian vaksin tifus dewasa ataupun anak-anak sangat diperlukan sebagai langkah utama pencegahan tifus. Demi proteksi yang optimal, vaksinasi perlu diulang sesuai dengan ketentuan setiap 3 tahun sekali. Tapi penggunaan vaksin saja tidak cukup. Cara lain yang juga mesti dilakukan untuk mencegah penyakit tifus antara lain selalu menjaga kebersihan makanan dan rajin mencuci tangan sebelum serta setelah makan/minum. Jangan sampai menunggu terinfeksi dulu baru mencari vaksin tifoid. Bila masih ada pertanyaan yang mengganjal atau ingin tahu lebih banyak soal vaksin tifus dewasa, jadwal vaksin tifoid, dan efek sampingnya, jangan ragu mendatangi fasilitas layanan kesehatan setempat untuk berkonsultasi. Temukan vaksin tifoid di Primaya Hospital Kelapa Gading, Primaya Evasari Hospital, Primaya Hospital PGI Cikini, Primaya Hospital Depok, Primaya Hospital Tangerang, Primaya Hospital Sukabumi, Primaya Hospital Bekasi Barat, Primaya Hospital Timur, Primaya Hospital Utara, Primaya Hospital Karawang, Primaya Hospital Semarang, Primaya Hospital Betang Pambelum, Primaya Hospital Bhakti Wara Ditinjau oleh: dr. Swastika Widhiastuti, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: Typhoid conjugate vaccine: are we heading towards the elimination of typhoid in endemic countries? . https://pubmed. ncbi. nlm. nih. gov/35961336/. Diakses 15 April 2026 Kenali tanda dan Gejala Typus. https://keslan. kemkes. go. id/view_artikel/656/kenali-tanda-dan-gejala-typus. Diakses 15 April 2026... - Published: 2026-06-21 - Modified: 2026-06-22 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/vaksin-hepatitis-a/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: Hepatitis, Infeksi hepatitis, liver, sakit kuning, Vaksin Hepatitis A - Translation Priorities: Optional Di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi dan gaya hidup kuliner yang beragam, ada ancaman virus yang nyata: hepatitis A. Gejala hepatitis A yang muncul mendadak alias akut bisa membuat kita terbaring lemas selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Itu sebabnya kita perlu mengupayakan pencegahan sejak dini dengan memperoleh vaksin hepatitis A. Manfaat hepatitis A bisa memberikan perlindungan termasuk untuk orang dewasa. Mari selami lebih dalam seputar vaksin hepatitis A dewasa lewat artikel berikut ini. Apa Itu Hepatitis A Hepatitis A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Berbeda dengan tipe virus hepatitis B atau C, virus tipe A ini tidak menyebabkan penyakit hati kronis. Tapi penyakit ini bisa berujung pada kegagalan hati akut yang berisiko fatal pada kelompok tertentu, terutama yang belum mendapatkan vaksin hepatitis A. Penularan hepatitis A terjadi secara fekal-oral. Artinya, virus masuk ke tubuh melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi. Gejala hepatitis A biasanya muncul 2-7 minggu setelah terpapar virus. Pada anak-anak di bawah usia 6 tahun, infeksi sering kali bersifat asimtomatik atau tanpa gejala. Namun justru ini berbahaya karena mereka menjadi pembawa virus tanpa disadari. Adapun pada orang dewasa, gejala hepatitis A biasanya lebih berat, di antaranya: Demam ringan dan kelelahan hebat. Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Nyeri perut, terutama di area kanan atas (lokasi hati). Urine berwarna gelap seperti teh. Kulit dan bagian putih mata berwarna kuning. Angka kematian akibat hepatitis A secara umum rendah, tapi ada beban ekonomi dari biaya pengobatan dan penurunan kualitas hidup selama masa penyembuhan yang patut menjadi perhatian. Karena itu, penting untuk mengupayakan pencegahan lewat vaksin hepatitis A. Penelitian di Amerika Serikat yang dimuat di JAMA Network menemukan penurunan jumlah kasus hepatitis A ketika membandingkan angka kejadian hepatitis hingga 76 persen antara periode pravaksinasi (1990-1997) dan pada 2003. Mengenal Vaksin Hepatitis A Vaksin hepatitis A adalah vaksin yang dibuat untuk melawan virus penyebab hepatitis A. Bahan vaksin ini adalah virus hepatitis A yang sudah dilumpuhkan. Meski virus sudah lumpuh, sistem imun kita masih bisa mengenali sehingga bisa mempelajari materinya. Dengan begitu, ketika kelak datang virus hepatitis A yang asli, antibodi telah terbentuk dan dapat melawan infeksinya. Penelitian yang diterbitkan dalam Italian Journal of Pediatrics menunjukkan vaksin hepatitis A inaktif, tidak hanya aman, tapi juga memberikan respons kekebalan yang kuat untuk anak-anak. Bahkan perlindungan vaksin tertentu bisa bertahan setidaknya lima tahun dan menunjukkan tingkat antibodi yang lebih baik pada bulan keenam dan ketujuh. Menurut CDC, efektivitas vaksin hepatitis A bahkan bisa bertahan hingga 20 tahun. Itulah sebabnya lebih baik mendapatkan vaksin ini sejak dini. Meski begitu, vaksin hepatitis A dewasa juga tersedia dan sama-sama bermanfaat mencegah infeksi hati akibat hepatitis. Manfaat Vaksin Hepatitis A Manfaat vaksin hepatitis A mencakup perlindungan jangka panjang yang sangat stabil karena tingkat antibodi yang dapat bertahan tetap tinggi hingga bertahun-tahun. Berikut ini rincian manfaat vaksin hepatitis A: Mencegah komplikasi serius seperti gagal hati mendadak, terutama pada lansia atau penderita penyakit hati kronis lainnya. Mendukung herd immunity atau kekebalan kelompok sehingga orang-orang di sekitar yang mungkin tidak bisa divaksin karena kondisi medis tertentu tetap dapat terlindungi. Memberikan ketenangan bagi yang hobi berwisata kuliner atau bepergian ke daerah dengan sanitasi yang kurang maksimal. Jadwal Vaksin Hepatitis A Untuk mendapatkan proteksi maksimal, pemberian dosis harus mengikuti protokol yang berlaku. Di Indonesia, referensi utama untuk jadwal vaksin hepatitis A anak-anak merujuk pada rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yakni: Dosis Pertama: Usia 12 bulan atau lebih. Dosis Kedua: Diberikan dengan interval 6-18 bulan setelah dosis pertama. Dua dosis ini dianggap cukup untuk memberikan perlindungan jangka panjang bagi anak. Adapun jadwal vaksin hepatitis A dewasa yang belum pernah menerima vaksin ini saat kecil tetap mengikuti pola dua dosis tersebut. Banyak orang dewasa merasa tidak perlu lagi mendapatkan vaksin karena merasa daya tahan tubuhnya sudah kuat. Faktanya, vaksin hepatitis A dewasa justru sangat direkomendasikan karena keparahan penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut WHO, orang dewasa yang terinfeksi HAV jauh lebih berisiko menjalani rawat inap jauh ketimbang anak-anak. Kelompok dewasa yang sangat disarankan mendapatkan vaksin hepatitis A dewasa meliputi: Orang dengan penyakit hati kronis (seperti hepatitis B atau C). Orang dengan gangguan pembekuan darah. Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Pengguna obat-obatan terlarang. Orang yang bekerja di laboratorium penelitian virus. Proses pemberian vaksin hepatitis A dewasa relatif mudah dan memiliki efek samping minimal, seperti nyeri ringan di area suntikan atau demam rendah yang akan hilang dalam 1-2 hari. Penggunaan vaksin hepatitis A baik bagi anak-anak maupun orang dewasa sama-sama bermanfaat untuk menjaga kesehatan dari ancaman infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, datangi rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan terdekat. Ditinjau oleh: dr. Devid Ergan, Sp. PD-KGEH, FINASIM Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bhakti Wara Referensi: Incidence of Hepatitis A in the United States in the Era of Vaccination. https://jamanetwork. com/journals/jama/fullarticle/201215. Diakses 17 April 2026 Hepatitis A. https://www.... - Published: 2026-06-20 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-dpt/ - Kategori: Anak - Tag: vaksin anak, vaksin booster, vaksin dasar, vaksin dpt - Translation Priorities: Optional Semua orang tua pastinya ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan bebas dari penyakit berbahaya. Salah satu caranya adalah memberikan vaksin sesuai dengan dokter. Termasuk vaksin DPT yang bermanfaat mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Artikel berikut ini akan mengulas seputar vaksin DPT bayi, bagaimana jadwal vaksin DPT yang sesuai, apa saja manfaat vaksin DPT dan apakah ada efek samping vaksin DPT yang perlu diwaspadai. Apa Itu Vaksin DPT Vaksin DPT yang di masyarakat merupakan adalah vaksin kombinasi yang dirancang untuk mencegah komplikasi beberapa penyakit seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan radang otak. Penyakit yang paling serius dan fatal dalam komplikasi yaitu difteri, pertusis (dikenal sebagai batuk rejan) dan tetanus. Difteri adalah infeksi tenggorokan yang bisa menyumbat jalan napas secara fatal. Tetanus adalah infeksi saraf yang bisa menyebabkan kejang otot hebat atau kaku seluruh tubuh sehingga dapat menganggu jalan pernapasan. Pertusis atau batuk rejan adalah batuk hebat yang dapat membuat penderitanya kesulitan bernapas hingga meninggal. Sama seperti vaksin pada umumnya, vaksin DPT digunakan untuk melatih sistem imun agar dapat mengenali penyebab penyakit tersebut ketika sewaktu-waktu terpapar di kemudian hari. Dalam program imunisasi di Indonesia, terdapat vaksin DPT bayi yang bertujuan melindungi bayi dari risiko infeksi itu. Vaksin DPT bekerja dengan cara memperkenalkan kuman penyebab penyakit DPT lewat toksoid atau bakteri yang telah dimodifikasi sehingga tidak membahayakan atau bagian kecil dari kuman itu yang dimasukkan ke tubuh lewat suntikan. Vaksin DTP untuk difteri dan tetanus, misalnya, dibuat dari bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Clostridium tetani. Sedangkan bahan vaksin pertusis, seperti dijelaskan Badan Kesehatan Dunia (WHO), bisa berupa seluruh sel kuman yang telah dimatikan (whole-cell/wP) atau bagian sel murni (acellular/aP). Dalam praktik imunisasi, kadang ada variasi nama lain seperti vaksin DTaP atau DT dalam jadwal vaksin DPT. Vaksin DTaP pada dasarnya sama dengan DPT. Sedangkan vaksin DT hanya untuk mencegah difteri dan tetanus tanpa pertusis. Vaksin DPT yang tersedia saat ini diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti HB-Hib (hepatitis B dan Haemophilus influenza tipe B) dalam imunisasi dasar. Mengenal Manfaat Vaksin DPT Mungkin banyak orang tua bertanya, “Apakah vaksin DPT bayi sangat penting? Jawabannya adalah sangat penting. Manfaat vaksin DPT tidak hanya akan didapatkan oleh anak yang menerima vaksin tersebut namun seluruh anggota masyarakat disekitar anak. Berikut ini rincian manfaat vaksin DPT: Melindungi dari Tiga Penyakit Mematikan Difteri, pertusis dan tetanus adalah penyakit yang bisa menjadi wabah mematikan. Dikutip dari Institut Pasteur, vaksin generasi pertama yang mengandung seluruh sel kuman pertusis secara dramatis berhasil menurunkan angka kasus dari lebih dari 100 ribu kasus menjadi hanya beberapa ratus per tahun. Membangun Kekebalan Kelompok (Herd Immunity) Ketika cakupan vaksin DPT dalam suatu masyarakat yang imunisasi mencakup seluruh masyarakat, penyebaran penyakit akan terhenti. Artinya, vaksin ini tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak yang divaksin, tapi juga pada bayi prematur yang mencapai syarat untuk divaksin, ibu hamil, dan individu dengan sistem imun lemah. Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen dari seluruh masyarakat di daerah tersebut untuk menciptakan kekebalan kelompok yang optimal. Mencegah Komplikasi Serius Batuk rejan tidak hanya menyebabkan batuk berkepanjangan, tapi juga bisa memicu pneumonia berat, kerusakan otak, bahkan kematian cepat pada bayi. Tetanus pun berisiko menimbulkan kematian meski sudah menjalani perawatan intensif. Adapun difteri bisa menyebabkan miokarditis atau radang otot jantung dan neuritis atau peradangan pada saraf tepi (perifer) atau saraf optik (mata) yang menyebabkan nyeri, kesemutan, mati rasa, atau gangguan penglihatan. Dengan memberikan vaksin DPT pada bayi, orang tua dapat bergerak aktif mencegah komplikasi dari ketiga penyakit ini. Jadwal Vaksin DPT Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan berperan dalam menentukan jadwal vaksin DPT, termasuk vaksin DPT bayi. Penentuan jadwal vaksin DPT ini penting untuk memastikan perlindungan maksimal karena vaksin tak bisa diberikan secara sembarangan. Jadwal Dasar dan Booster Berdasarkan rekomendasi IDAI dan Kemenkes 2025, jadwal vaksin DPT dalam bentuk vaksin kombinasi DPT-HB-Hib adalah sebagai berikut: Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib dosis 1 Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib dosis 2 Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib dosis 3 Usia 18 bulan: DPT-HB-Hib dosis 4 (booster) Usia 5-7 tahun: Booster lanjutan (biasanya diberikan di sekolah dasar melalui program BIAS). Apabila bayi melewatkan beberapa vaksin, orangtua tidak perlu kuatir karena IDAI dan WHO merekomendasikan jadwal vaksin DPT dilanjutkan tanpa mengulang dari awal. Dokter akan memberikan imunisasi susulan sesuai dengan interval minimal yang dianjurkan, yaitu 4 minggu antar dosis untuk anak di bawah 1 tahun Makin cepat dikejar jadwal vaksin yang terlewat dikejar, makin baik perlindungannya. Efek Samping Vaksin DPT Wajar jika orang tua khawatir terhadap efek samping vaksin DPT ataupun vaksin lain. Namun vaksin DPT telah terbukti efektif dan aman secara ilmiah. Meski ada kejadian ikutan pascaimunisasi atau KIPI, komplikasi berat tersebut “sangat” jarang terjadi. Efek samping ringan yang umum dari vaksin DPT bayi antara lain: Demam ringan Rewel atau menangis Bengkak, kemerahan, atau nyeri di bekas suntikan Efek samping ini biasanya muncul 24-48 jam seusai vaksinasi dan dapat hilang sendiri. Untuk membantu mengatasi ketidaknyamanan bayi,... - Published: 2026-06-19 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-varisela/ - Kategori: Anak - Tag: vaksin anak, vaksin cacar air, Vaksin Varisela - Translation Priorities: Optional Orang tua dari generasi X hingga sebagian generasi milenial kerap menganggap cacar air sebagai “penyakit wajib” yang harus dialami anak agar memiliki kekebalan di kemudian hari. Padahal, di era medis modern, kekebalan terhadap cacar air dapat diperoleh tanpa harus mengalami penyakitnya terlebih dahulu, yaitu melalui vaksin varisela. Artikel ini akan membahas vaksin varisela, mulai dari pengertian, jadwal pemberian, manfaat, gejala cacar air, hingga efek samping vaksin. Mengenal Cacar Air Cacar air merupakan penyakit yang umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus varisela-zoster dan sering dianggap sepele karena dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, anak yang mengalaminya tetap dapat merasa sangat tidak nyaman akibat gejala seperti demam dan rasa gatal yang berlangsung selama 5–7 hari. Selain itu, cacar air juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi bakteri pada kulit hingga radang paru-paru (pneumonia). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara global diperkirakan terdapat 4,2 juta kasus komplikasi berat dan sekitar 4. 200 kematian akibat infeksi varisela setiap tahun. Cacar air termasuk salah satu penyakit yang sangat mudah menular. Dalam jurnal BMC Infectious Diseases disebutkan bahwa penularan dapat terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, maupun melalui kontak langsung dengan cairan dari lenting cacar yang pecah. Gejala cacar air biasanya diawali dengan demam, tubuh lemas, dan penurunan nafsu makan. Setelah itu muncul ruam khas berupa bintik merah yang berkembang menjadi lenting berisi cairan, lalu mengering dan membentuk koreng. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi bakteri pada kulit akibat garukan, tetapi infeksi juga dapat menyebar ke paru-paru maupun otak. Karena risiko tersebut, para ahli kesehatan lebih merekomendasikan vaksinasi varisela sebagai langkah pencegahan dibandingkan hanya mengandalkan pengobatan saat anak sudah terinfeksi. Apa Itu Vaksin Varisela? Vaksin varisela adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah cacar air. Vaksin ini dibuat dari virus varisela yang telah dilemahkan. Meskipun masih hidup, virus tersebut tidak cukup kuat untuk menyebabkan penyakit berat, tetapi tetap mampu merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk perlindungan terhadap infeksi di masa mendatang. Dengan kata lain, vaksin varisela melatih sistem imun agar siap melawan virus apabila suatu saat tubuh terpapar virus varisela aktif. Sejak digunakan secara luas pada tahun 1995, vaksin ini terbukti membantu menurunkan angka kejadian dan keparahan cacar air pada anak. Vaksin varisela dapat diberikan sebagai vaksin tunggal maupun dalam kombinasi dengan vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMRV). Satu dosis vaksin sudah dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit, tetapi pemberian dosis kedua diperlukan agar perlindungan menjadi lebih optimal. Manfaat Vaksin Varisela Pemberian vaksin varisela tidak hanya bertujuan mencegah demam dan rasa gatal akibat cacar air. Vaksinasi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial, termasuk mencegah berkurangnya produktivitas orang tua yang harus merawat anak selama sakit. Jika anak terkena cacar air dan harus menjalani perawatan selama sekitar satu minggu, orang tua mungkin perlu izin bekerja. Belum lagi biaya pemeriksaan dokter, pembelian obat, hingga kemungkinan rawat inap apabila terjadi komplikasi. Dibandingkan biaya vaksinasi, pengeluaran akibat sakit cacar air umumnya jauh lebih besar. Selain melindungi individu, vaksinasi juga membantu mencegah penularan kepada anak lain. Jika cakupan vaksinasi tinggi, penyebaran virus di lingkungan padat seperti sekolah atau tempat penitipan anak dapat ditekan. Jadwal Vaksin Varisela Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal vaksin varisela yang dianjurkan adalah sebagai berikut: Anak usia 1–12 tahun: 2 dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan Anak usia di atas 13 tahun dan dewasa: 2 dosis dengan interval 4–8 minggu Kejar imunisasi: vaksin dapat diberikan kapan saja pada remaja atau dewasa yang belum pernah mendapat vaksinasi varisela Dalam kondisi tertentu, misalnya setelah terpapar penderita cacar air, vaksin masih dapat diberikan maksimal 48 jam setelah paparan untuk membantu mencegah atau mengurangi tingkat keparahan penyakit. Efek Samping Vaksin Varisela Salah satu kekhawatiran orang tua terhadap vaksinasi adalah kemungkinan munculnya efek samping. Namun, berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, vaksin varisela tergolong aman. Walaupun mengandung virus hidup yang dilemahkan, vaksin ini tidak menyebabkan infeksi cacar air yang berat. Efek samping yang muncul umumnya ringan dan bersifat sementara, antara lain: Kemerahan, bengkak, atau nyeri pada area suntikan Demam ringan sekitar 5–12 hari setelah vaksinasi Ruam ringan menyerupai cacar air berupa beberapa bintik merah di sekitar area suntikan atau bagian tubuh lain Efek samping tersebut justru menandakan bahwa vaksin sedang bekerja membentuk kekebalan tubuh. Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, vaksin varisela layak dipertimbangkan sebagai upaya perlindungan kesehatan anak, meskipun belum termasuk dalam imunisasi dasar lengkap. Ditinjau oleh: dr. Imelda Hady, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Inco Sorowako Referensi: Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. https://www. idai. or. id/news-event/agenda-nasional/others/6798. Diakses 14 April 2026 Global Prevalence of Varicella-Associated Complications: A Systematic Review and Meta-Analysis. https://pmc. ncbi. nlm. nih. gov/articles/PMC10828225/. Diakses 14 April 2026 Varicella and herpes zoster vaccines: WHO position paper, June 2014. https://iris. who. int/server/api/core/bitstreams/853b238d-c2fa-4d5c-82cf-a9a80b0a82c5/content. Diakses 14 April 2026 Immunogenicity and safety of the domestic and imported live-attenuated varicella vaccine in healthy Chinese populations: a systematic review and meta-analysis. https://link.... - Published: 2026-06-18 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-mmr/ - Kategori: Anak - Tag: vaksin anak, vaksin campak, vaksin gondongan, vaksin MMR, vaksin rubella - Translation Priorities: Optional Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan daripada orang dewasa karena masih dalam masa perkembangan. Itu sebabnya mereka membutuhkan perlindungan ekstra agar tidak mudah tertular penyakit tertentu. Sebagai contoh, ada vaksin MMR alias measles-mumps-rubella yang bisa melindungi anak-anak dari ancaman campak, gondongan, dan rubella. Tiga penyakit akibat virus itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi serius. Artikel berikut ini akan menguraikan soal vaksin MMR lebih dalam, termasuk jadwal vaksin, manfaat, hingga efek samping vaksin MMR. Mengenal Vaksin MMR Vaksin MMR adalah vaksin kombinasi yang dirancang untuk mencegah infeksi oleh tiga virus: Measles/campak Mumps/gondongan Rubella/campak jerman Vaksin ini umumnya dibuat dari virus yang dilemahkan (live-attenuated). Artinya, seperti dijelaskan CDC, virus tersebut sudah dalam kondisi lemah atau lumpuh setelah melalui proses tertentu di laboratorium atau diproduksi lewat teknologi genetik. Dengan adanya vaksin ini di tubuh, sistem imun anak dapat mengenali virus itu tanpa mengalami penyakit berat seperti dalam infeksi alami. Karena bersifat live-attenuated, jadwal vaksin MMR biasanya dirancang agar respons sistem imun terbentuk secara optimal terutama melalui dosis primer dan booster atau penguat sesuai dengan rekomendasi program imunisasi. Pemberian vaksin MMR difokuskan pada anak-anak karena beberapa hal. Campak merupakan salah satu penyakit yang paling menular di dunia dan virusnya bisa bertahan hingga dua jam di udara setelah dikeluarkan lewat batuk atau bersin oleh orang yang terinfeksi. Dalam hal ini, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi. Komplikasi campak pun bisa sangat membahayakan, dari diare berat, dehidrasi, pneumonia, hingga kerusakan otak progresif yang terjadi bertahun-tahun setelah infeksi. Jadwal Vaksin MMR Indonesia memiliki program imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular sejak dini. Namun vaksin MMR tidak termasuk di antaranya. Meski begitu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan sangat menganjurkan pemberian vaksin campak anak ini. Berdasarkan rekomendasi resmi IDAI, jadwal vaksin MMR untuk anak terbagi menjadi dua tahap. Anak disarankan menerima dua dosis vaksin MMR dengan rincian: Dosis I pada usia 18 bulan Dosis II pada usia 5 tahun sebelum masuk sekolah Pemberian imunisasi MMR dalam dua tahap ini bertujuan memberikan efek penguat agar antibodi tetap dapat melawan infeksi virus penyebab campak, gondongan, dan rubella. Artinya, penentuan jadwal vaksin MMR ini bukan sekadar pembagian tahap imunisasi, melainkan memang sengaja dibuat agar perlindungan anak terhadap infeksi virus MMR lebih kuat. Selain vaksin campak anak, tersedia vaksin MMR bagi orang dewasa, terutama yang berisiko seperti tenaga kesehatan. Warga lansia pun bisa menerima vaksin ini dalam dua dosis sesuai dengan rekomendasi dokter. Manfaat Vaksin MMR Para dokter anak dan Kementerian Kesehatan merekomendasikan imunisasi ini karena manfaat vaksin MMR yang telah terbukti. Sesuai dengan namanya, terdapat tiga manfaat vaksin MMR yang paling utama: Melindungi dari campak Campak dikenal sangat menular. Vaksin MMR membantu mencegah infeksi atau setidaknya mengurangi keparahan bila terjadi infeksi. Risiko wabah campak pun bisa dihindari bila cakupan vaksin campak anak lebih luas dalam masyarakat. Melindungi dari gondongan Gondongan dapat menimbulkan pembengkakan kelenjar parotis dan bisa memicu komplikasi yang serius. Lewat pemberian vaksin MMR, risiko infeksi gondongan dapat ditekan dan dampak jangka panjang seperti tuli permanen atau pengecilan (atrofi) testis bisa dicegah. Melindungi dari rubella Rubella menjadi perhatian besar terutama karena dampaknya terhadap kehamilan. Infeksi rubella selama kehamilan bisa berkaitan dengan gangguan perkembangan janin. Karena itu, manfaat vaksin MMR bisa diperoleh dalam waktu lama hingga generasi berikutnya. Efek Samping Vaksin MMR Lazim bagi orang tua merasa waswas terhadap risiko adanya efek samping vaksin MMR. Apalagi anak kerap rewel atau menangis sebelum, saat, hingga setelah menerima vaksin lewat suntikan. Namun penting untuk membedakan antara efek samping dan kejadian serius yang muncul dari pemberian vaksin. Efek samping vaksin MMR yang umum terjadi biasanya ringan dan hanya sementara. Di antaranya: Demam ringan hingga sedang Ruam kulit mirip campak Pembengkakan kelenjar di leher atau pipi mirip gondongan ringan Gejala-gejala ini sebenarnya menandakan bahwa vaksin sedang bekerja dalam membangun kekebalan. Gejala itu pun akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Meski begitu, efek samping vaksin MMR yang serius juga ada. Misalnya kejang akibat demam tinggi. Namun kejadian ini sangat langka. Risiko kejang setelah mendapat vaksin ini pun tak sebanding dengan risiko kejang akibat infeksi campak alami yang jauh membahayakan. Melihat uraian di atas, pemberian vaksin MMR kepada anak sangatlah penting untuk menurunkan risiko infeksi, menjaga kekebalan individu, hingga mendukung terbentuknya perlindungan masyarakat. Jika makin banyak anak menerima vaksin campak anak, munculnya kejadian luar biasa (KLB) campak yang sampai merenggut sejumlah korban jiwa di Indonesia bisa terhindarkan. Ditinjau oleh: dr. Ricca Fauziyah, Sp. A, AIFO-K Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: Vaccine safety. https://mayoclinic. elsevierpure. com/en/publications/vaccine-safety/. Diakses 14 April 2026 The effectiveness of measles-mumps-rubella (MMR) vaccination in the prevention of pediatric hospitalizations for targeted and untargeted infections: A retrospective cohort study. https://pmc. ncbi. nlm. nih. gov/articles/PMC5557224/. Diakses 14 April 2026 Vaccines for measles, mumps, rubella, and varicella in children. https://hero. epa. gov/reference/7541327/. Diakses 14 April 2026 Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. https://www.... - Published: 2026-06-17 - Modified: 2026-06-18 - URL: https://primayahospital.com/anak/infeksi-sapovirus/ - Kategori: Anak - Tag: anak sakit perut, diare pada anak, Infeksi Sapovirus, pencernaan anak - Translation Priorities: Optional Gangguan pencernaan pada anak harus selalu diwaspadai, terutama jika terjadi secara mendadak atau berulang. Anak yang mengalami muntah, diare, bahkan nyeri perut mungkin tidak sekadar sensitif terhadap makanan tertentu. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya infeksi serius. Salah satu penyebab yang kerap luput dari perhatian orang tua adalah infeksi sapovirus. Mengenal Infeksi Sapovirus Sapovirus adalah virus penyebab penyakit yang menyerang saluran pencernaan anak. Khususnya bagian lambung dan usus kecil, sehingga memicu peradangan. Sapovirus termasuk dalam keluarga Caliciviridae, mirip dengan norovirus. Hanya saja, lebih jarang terdengar dalam pemberitaan umum. Sebutannya berasal dari kota Sapporo di Jepang, tempat terjadinya wabah diare menular akut pada sebuah rumah bayi tahun 1977. Saat awal penemuan, namanya adalah “Sapporo-like viruses”. Baru kemudian distandarisasi menjadi sapovirus guna memudahkan identifikasi dalam penelitian medis maupun laporan kesehatan. Virusnya sendiri sangat menular. Penularan umumnya lewat konsumsi makanan dan minuman atau kontak dengan pihak terinfeksi. Misalnya, buah hati sedang bermain dengan teman yang ternyata terpapar virus ini. Gejala Sapovirus pada Anak Secara umum, anak yang terinfeksi sapovirus dapat menunjukkan gejala dalam waktu 1–4 hari pasca terpapar. Gejala infeksi sapovirus sering mirip dengan gastroenteritis virus lain. Namun, ada beberapa tanda khas yang bisa dikenali oleh orang tua. Sebut saja, diare cair mendadak, muntah, nyeri perut, dan demam ringan. Gejalanya bisa berlangsung 2–7 hari, tergantung kondisi imun. Selain itu, anak yang terinfeksi sapovirus bisa menjadi lebih rewel, kehilangan nafsu makan, bahkan mengalami penurunan berat badan. Ini karena berkurangnya asupan nutrisi. Pada kasus tertentu, terutama pada anak di bawah lima tahun, gejala dehidrasi seperti mulut kering, kurangnya buang air kecil, dan mata cekung juga bisa muncul. Penyebab dan Faktor Risiko Penyebab utama infeksi sapovirus adalah virus itu sendiri. Kendati begitu, ada beberapa faktor risiko yang membuat anak semakin rentan. Salah satunya terkait faktor lingkungan. Lingkungan sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak menjadi lokasi rawan penyebaran virus. Apalagi jika lingkungan cenderung kotor. Faktor lainnya yakni makanan atau air terkontaminasi. Di sisi lain, anak-anak dengan sistem imun lemah, seperti menderita penyakit kronis, memiliki risiko cukup tinggi mengalami sapovirus. Sebab hal inilah, orang tua harus selalu waspada. Cara Dokter Mendiagnosis Sapovirus Diagnosis infeksi sapovirus tidak selalu langsung terlihat dari gejala karena mirip dengan gastroenteritis lain. Dokter biasanya memulai pemeriksaan dengan menanyakan tanda-tanda, riwayat kontak dengan anak sakit, serta pola makan anak. Jika perlu, dokter dapat melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel tinja. Tujuannya untuk memastikan keberadaan virus sapovirus. Real-time reverse transcription–polymerase chain reaction (RT-PCR) adalah metode paling umum dalam mengidentifikasi. Tes RT-PCR membantu membedakan sapovirus dengan penyebab lain seperti bakteri atau parasit. Diagnosis tepat sangatlah penting agar penanganan bisa fokus pada pencegahan dehidrasi sekaligus perawatan suportif yang sesuai. Cara Mengatasi Sapovirus pada Anak Pengobatan gangguan sapovirus pada anak sebagian besar bersifat dukungan. Hal itu karena belum ada obat khusus untuk virus ini. WHO menyebut fokus utamanya yakni mencegah dehidrasi dan menjaga nutrisi anak yang terinfeksi. Orang tua dapat memberikan cairan oral rehidrasi, jus buah encer, atau sup hangat untuk menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang. Upayakan sering mengonsumsi makanan yang mudah dicerna. Seperti bubur, nasi tim, atau pisang. Hindari olahan berlemak atau pedas sementara waktu. Obat yang bekerja memperlambat pergerakan usus atau “agen antimotilitas” seperti loperamide, sebaiknya tidak digunakan. Apalagi pada anak-anak di bawah 18 tahun. Mengingat efek sampingnya dapat menimbulkan risiko komplikasi. U. S. Food and Drug Administration (FDA) juga tidak menyetujui penggunaan obat ondansetron untuk mual dan muntah pada semua kasus diare. Kendati begitu, Infectious Diseases Society of America (IDSA) masih merekomendasikan penggunaannya pada anak usia lebih dari 4 tahun dalam kondisi tertentu. Komplikasi yang Bisa Terjadi Meskipun sebagian besar infeksi sapovirus ringan dan sembuh dalam beberapa hari, komplikasi tetap bisa terjadi. Terutama dehidrasi yang semakin parah. Dehidrasi bisa menyebabkan penurunan tekanan darah, gangguan keseimbangan elektrolit, hingga kerusakan organ jika tidak cepat tertangani. Anak dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung bawaan, ginjal, atau sistem imun lemah, juga berisiko tinggi mengalami komplikasi serius. Oleh karena itu, pengawasan ketat selama masa kritis sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah. Pencegahan Gangguan Sapovirus Selanjutnya, pencegahan gangguan sapovirus bisa orang tua mulai dari kebiasaan hidup bersih. Termasuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air, membersihkan permukaan mainan dan area yang sering anak sentuh. Hindari berbagi peralatan makan dan minum, terutama ketika ada anak yang sedang sakit. Orang tua juga sebaiknya mengajarkan anak untuk menutup mulut saat batuk maupun bersin. Arahkan mereka mengurangi kontak langsung dengan teman yang sedang sakit. Anak perlu cukup istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi agar sistem imun tetap kuat. Tidur yang cukup membantu tubuh memproduksi sel kekebalan dan hormon pemulih. Sementara asupan nutrisi seimbang seperti protein, sayuran, buah, dan cairan mendukung tubuh melawan infeksi. Hal ini dapat mempercepat pemulihan dari diare atau infeksi sapovirus. Kapan Harus ke Dokter? Jika anak menunjukkan tanda dehidrasi berat, muntah hebat, atau demam tinggi, segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan. Selain itu, anak yang menunjukkan tanda lesu,... - Published: 2026-06-16 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/umum/demam-tinggi-pada-anak/ - Kategori: Umum - Tag: demam anak, demam pada anak, Kejang demam anak, obat demam anak - Translation Priorities: Optional Demam tinggi pada anak adalah respons alami sistem kekebalan tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi. Kondisi ini sering kali memicu kepanikan luar biasa pada orang tua, yang kemudian cenderung memberikan obat penurun panas secara berlebihan atau dengan dosis yang kurang tepat. Di Indonesia, demam merupakan alasan nomor satu kunjungan anak ke dokter, di mana sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus seperti flu, batuk-pilek, atau infeksi virus dengue. Banyak orang tua memiliki anggapan salah kaprah bahwa demam "harus segera diturunkan ke suhu normal" atau ketakutan bahwa demam tinggi pasti menyebabkan kejang. Faktanya, demam di atas 38∘C adalah mekanisme tubuh untuk menghambat pertumbuhan kuman. Kejang demam sendiri hanya terjadi pada sebagian kecil anak yang memiliki ambang kejang rendah, dan biasanya bersifat genetik. Pertolongan rumah yang tepat—seperti kompres hangat, mengenakan pakaian tipis, dan menjaga hidrasi—dapat mencegah komplikasi dehidrasi hingga 70 persen. Mengenal Demam Tinggi pada Anak Secara medis, demam bukan merupakan penyakit, melainkan sebuah gejala. Anak dinyatakan demam jika suhu tubuhnya berada di atas rentang normal sesuai metode pengukurannya. Klasifikasi Demam pada Anak: Demam Ringan (37,5∘C−38,5∘C): Tubuh mulai menghangat, anak biasanya masih bisa aktif bermain. Demam Tinggi (38,5∘C−40∘C): Anak mulai tampak lemas, rewel, atau nafsu makan berkurang. Hiperpireksia (> 40∘C): Kondisi darurat medis yang memerlukan pengawasan ketat tenaga medis. Penyebab Utama: Di Indonesia, penyebab demam tinggi yang paling sering ditemukan adalah ISPA dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Mayoritas demam akibat virus akan memuncak di hari ke-2 atau ke-3 dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 5 hari asalkan asupan cairan terjaga dengan baik. Menurut American Academy of Pediatrics 2024, demam adalah respons imun normal. Demam bantu lawan patogen. Gejala Normal vs Bahaya Demam Tinggi Anak Suhu tubuh yang tinggi memang mengkhawatirkan, namun perilaku anak sering kali menjadi indikator yang lebih akurat mengenai tingkat keparahan penyakitnya daripada angka pada termometer. Gejala Normal (Tetap Pantau di Rumah): Selama anak menunjukkan tanda-tanda berikut, biasanya sistem imunnya masih bekerja dengan baik dalam menangani infeksi virus: Anak Tetap Aktif: Meskipun tubuhnya panas, anak masih mau bermain atau berinteraksi saat suhu tubuhnya sedang turun (setelah minum obat atau dikompres). Mau Makan dan Minum: Anak masih memiliki keinginan untuk menelan cairan atau makanan meskipun dalam porsi yang lebih sedikit dari biasanya. Demam Naik-Turun: Suhu tubuh bisa turun setelah pemberian penurun panas atau kompres, lalu naik kembali saat efek obat habis. Ini adalah pola yang wajar pada infeksi virus. Lelah Ringan: Anak tampak lebih banyak tidur, namun mudah dibangunkan dan sadar sepenuhnya. Gejala Bahaya (Segera ke Rumah Sakit/Dokter): Jika Anda menemukan satu dari tanda berikut, jangan menunda untuk mencari bantuan medis profesional: Lemas Berat (Letargi): Anak tampak sangat lunglai, sulit dibangunkan, atau tidak merespons rangsangan dengan normal. Tidak Mau Minum: Penolakan total terhadap cairan dapat menyebabkan dehidrasi berat secara cepat pada anak. Sesak Napas: Napas terasa sangat cepat, cuping hidung kembang-kempis, atau dada tampak mencekung saat menarik napas. Ruam Petekie: Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit yang tidak hilang/memucat saat ditekan. Ini bisa menjadi tanda infeksi serius seperti DBD atau meningitis. Kejang: Tubuh kaku atau kelonjotan disertai hilangnya kesadaran. Demam >5 Hari: Demam yang berlangsung lama memerlukan pemeriksaan darah laboratorium untuk mencari penyebab infeksi (seperti tipes atau infeksi bakteri lainnya). Penting: Gejala bahaya di atas adalah indikasi kuat adanya infeksi berat atau komplikasi yang memerlukan perawatan medis intensif. Kecepatan penanganan pada tahap ini sangat menentukan keberhasilan pemulihan anak. Penyebab Demam Tinggi pada Anak Penyebab virus: Flu COVID-19 Dengue Roseola Penyebab bakteri: ISPA Infeksi telinga Infeksi saluran kemih Penyebab lain: vaksin, overheating. Cara Dokter Mendiagnosis Penyebab Demam Diagnosis: Anamnesis gejala Pemeriksaan fisik Tes darah lengkap Tes urin Rontgen jika perlu Diagnosis bedakan virus vs bakteri. Pertolongan Rumah Demam Tinggi Anak Pertolongan: Kompres hangat dahi ketiak Pakaian tipis Ruang sejuk Hidrasi banyak ASI/air Paracetamol 10–15 mg/kg dosis Hindari kompres dingin atau alkohol. Pertolongan kurangi ketidaknyamanan. Pengobatan Demam Tinggi Anak Obat: Paracetamol Ibuprofen >6 bulan Antibiotik hanya bakteri Obat simptomatik, bukan sembuhkan penyebab. Komplikasi Demam Tinggi Anak Komplikasi: Dehidrasi Kejang demam Infeksi berat Kejang demam biasa jinak. Pencegahan Demam Tinggi Berulang Pencegahan: Vaksin lengkap Cuci tangan Hindari kerumunan Nutrisi seimbang Pencegahan kurangi ISPA. Tips Praktis Pertolongan Demam Rumah Tips: Pantau suhu 4 jam Catat obat dosis Tawarkan minum sering Istirahat cukup Hindari selimut tebal Tips dukung pemulihan cepat. Kapan Harus ke Dokter Segera ke dokter jika: Demam >3 hari Bayi dr. Toshiya Rama Setiahadi Primaya Hospital Karawang Referensi: Fever in Children. https://www. healthychildren. org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/default. aspx. Diakses pada 27 Desember 2025. Fever and Your Child. https://www. mayoclinic. org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/fever/art-20050907. Diakses pada 27 Desember 2025. Pedoman Penanganan Demam pada Anak. https://www. idai. or. id/artikel/klinik/demam/pedoman-demam-anak. Diakses pada 27 Desember 2025. Panduan Kesehatan Anak. https://www. kemkes. go. id/resources/download/info-publik/Pedoman-Kesehatan-Anak-2023. pdf. Diakses pada 27 Desember 2025. - Published: 2026-06-15 - Modified: 2026-06-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-gondongan/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: gondongan, parotitis, rahang bengkak - Translation Priorities: Optional Penyakit gondongan atau parotitis adalah infeksi virus yang bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Parotitis sering menimbulkan pembengkakan pada rahang disertai rasa sakit. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak, meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya. Berikut pembahasan lebih lanjut tentang masalah kesehatan satu ini. Mengenal Penyakit Gondongan Gondongan adalah masalah kesehatan menular karena infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus tersebut menyerang kelenjar parotis yaitu kelenjar yang ada di bawah telinga dan memiliki fungsi untuk memproduksi air liur. Saat terinfeksi virus ini, kelenjar parotis akan mengalami peradangan dan juga pembengkakan. Masalah kesehatan ini bisa menyerang siapa saja, tetapi sering terjadi pada anak-anak usia 2-12 tahun. Menurut Kemenkes ada beberapa orang yang memiliki risiko lebih besar tertular virus gondongan. Mereka adalah orang yang belum mendapat vaksin MMR dan memiliki daya tahan tubuh lemah. Selain itu, juga berisiko pada orang yang tinggal atau bepergian ke daerah dengan banyak kasus gondongan. Gejala Parotitis pada Anak maupun Dewasa Gejala parotitis bisa muncul setelah 12-25 hari setelah tubuh terinfeksi. Namun, beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala serius atau gejalanya hanya menyerupai pilek saja. Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit gondongan yang bisa terjadi pada penderitanya: Pipi dan rahang tampak membengkak karena pembengkakan parotis, baik satu atau dua sisi. Terasa nyeri saat mengunyah atau menelan makanan. Tubuh mudah lelah. Mengalami sakit kepala. Tubuh demam hingga 39 derajat celcius. Nyeri perut dan nyeri sendi. Nafsu makan hilang. Mulut terasa kering. Penyebab dan Penularan Penyebab penyakit ini yaitu karena infeksi virus golongan paramyxovirus. Virus ini bisa dengan mudah tersebar dari satu orang ke orang lain. Bisa juga melalui air liur atau tetesan pernapasan yang keluar dari hidung, tenggorokan, dan mulut. Penularannya pun bisa terjadi beberapa hari sebelum kelenjar ludah membengkak dan 5 hari setelah pembengkakan. Proses penularan penyakit gondongan pun bisa terjadi karena beberapa cara seperti berikut: Menghirup percikan cairan yang keluar saat penderita gondongan bersin, batuk, maupun berbicara. Melakukan kontak langsung dengan penderita yang mengakibatkan kontak dengan air liur penderita. Menggunakan alat makan dan minum yang sama dengan penderita. Menyentuh benda yang digunakan penderita, lalu langsung menyentuh mulut dan hidung tanpa mencuci tangan. Cara Dokter Mendiagnosis Ketika berobat, dokter umum atau dokter spesialis anak akan mendiagnosis dengan memeriksa leher atau pipi pasien. Pemeriksaan juga bisa dengan melihat kondisi tenggorokan dan amandel pasien. Tujuannya untuk memastikan apakah mengalami gondongan atau tidak. Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan lain untuk memastikan bahwa kebenaran diagnosis. Pemeriksaan penyakit gondongan yang dapat dilakukan dokter seperti melakukan tes darah untuk mengecek adakah virus dalam darah. Kemudian, melakukan tes urine untuk mendeteksi penyebaran virus ke saluran kemih. Lalu, ada tes swab pada pipi bagian dalam yang bertujuan mendeteksi mikroorganisme penyebab gondongan. Penanganan dan Pengobatan Untuk mengobati masalah kesehatan ini, umumnya dokter akan memberikan berbagai obat-obatan, seperti obat penurun demam dan pereda rasa sakit. Jika terjadi komplikasi yang berbahaya, seperti orkitis atau meningitis, dokter juga akan memberikan perawatan yang lebih intensif. Penderita gondongan juga bisa menangani masalah tersebut sendiri di rumah dengan beberapa cara berikut: Istirahat yang cukup. Memperbanyak konsumsi air putih. Mengonsumsi makanan dengan tekstur lunak. Mengompres area yang bengkak menggunakan air dingin maupun air hangat selama beberapa saat. Mengonsumsi obat pereda nyeri yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Komplikasi Parotitis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Diantaranya, orkitis, ooforitis, pankreatitis, mastitis, meningitis, ensefalitis, hingga menyebabkan gangguan pendengaran. Daripada orang yang tidak divaksinasi gondongan, frekuensi terjadinya komplikasi pada orang yang divaksinasi lebih jarang terjadi. Biasanya, komplikasi juga sering terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak. Pencegahan Untuk mencegah penyakit gondongan bisa dengan memberikan vaksinasi MMR (Measles, Mump, Rubella) pada anak-anak saat berusia 18 bulan dan saat berusia 5-7 tahun. Vaksin MMR ini sangat penting karena bisa mencegah campak, gondongan, serta rubella pada anak-anak. Orang dewasa juga bisa menerima vaksin ini jika belum mendapatkannya saat masih kecil. Selain vaksinasi, ada beberapa cara pencegahan lain yang bisa dilakukan, seperti berikut ini: Menghindari kontak langsung dengan orang yang menderita gondongan. Jangan menggunakan barang-barang yang sebelumnya digunakan penderita dan belum dibersihkan. Rutin mencuci tangan sebelum makan maupun setelah menyentuh barang-barang yang diduga terkontaminasi virus gondongan. Menjaga jarak 1-1,5 m dengan penderita jika terpaksa harus bertemu dan berinteraksi secara langsung. Menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung. Bagi penderita agar tidak menyebabkan penularan, maka bisa berdiam diri di rumah dan mengisolasi diri. Kapan Harus ke Dokter? Penyakit gondongan termasuk infeksi virus yang umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang parah, seperti berikut ini: Pembengkakan parah hingga kesulitan makan, minum, maupun menelan. Pembengkakan tidak kunjung membaik setelah 10 hari bahkan lebih. Demam tinggi hingga lebih dari 39 derajat celcius. Kejang dan sakit kepala hebat. Kesadaran menurun bahkan pingsan. Penyakit gondongan yang sering menyerang anak-anak ini pastinya akan sangat mengganggu penderitanya. Sebab, penderita bisa merasakan sakit, susah makan maupun minum, hingga mengalami demam. Penyakit... - Published: 2026-06-14 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/punggung-bungkuk/ - Kategori: Ortopedi - Tag: Dokter Spesialis Ortopedi, hiperkifosis, Orthopedi, punggung bungkuk - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda ditegur orang sekitar karena posisi duduk yang terlalu merunduk, atau merasa punggung cepat lelah saat berdiri lama? Di era digital saat ini, fenomena "punggung bungkuk" atau secara medis disebut Hiperkifosis menjadi semakin umum. Bukan sekadar masalah penampilan, kondisi ini bisa berdampak serius pada kesehatan jangka panjang. Secara anatomi, tulang belakang kita memang memiliki kelengkungan alami. Namun, jika lengkungan di area dada (toraks) sudah melebihi 50 derajat, itulah yang disebut Hiperkifosis. Lebih dari Sekadar Postur Buruk Banyak yang mengira bungkuk hanya disebabkan oleh kebiasaan menatap layar gadget terlalu lama. Padahal, penyebabnya bisa jauh lebih kompleks: Gaya Hidup Modern: Kebiasaan duduk membungkuk memang melemahkan otot penyangga tulang belakang. Ancaman Osteoporosis: Pada usia lanjut, terutama wanita pascamenopause, pengeroposan tulang bisa memicu fraktur kompresi yang mengubah struktur punggung. Faktor Pertumbuhan (Penyakit Scheuermann): Kondisi ini sering muncul pada remaja, di mana tulang belakang tumbuh berbentuk baji, bukan persegi panjang. Masalah Medis Lainnya: Mulai dari bawaan lahir hingga kondisi sistem saraf tertentu. Gejala yang Perlu Diwaspadai Hiperkifosis tidak hanya soal "tulang yang melengkung". Jika Anda mulai merasakan nyeri punggung yang menetap, kekakuan tulang belakang, hingga mudah merasa lelah, ini adalah sinyal tubuh sedang tidak baik-baik saja. Dalam tahap yang lebih berat, Hiperkifosis bisa menekan organ dalam, menyebabkan sesak napas karena paru-paru terhimpit, hingga gangguan pencernaan. Mungkinkah Diperbaiki? Kabar baiknya, Hiperkifosis sangat mungkin dikelola, terutama jika terdeteksi sejak dini. Kuncinya adalah penanganan yang spesifik sesuai penyebabnya: Fisioterapi & Latihan Terfokus: Bukan sekadar olahraga biasa, melainkan penguatan otot punggung dan perut untuk menyangga tulang belakang secara optimal. Penggunaan Brace (Penyangga): Sangat efektif bagi remaja dalam masa pertumbuhan untuk mencegah lengkungan bertambah parah. Solusi Pembedahan: Untuk kasus yang sangat berat atau yang disertai nyeri hebat, prosedur fusi tulang belakang kini sudah sangat maju dan mampu mengembalikan kelurusan tulang serta kualitas hidup pasien. Kapan Harus Berkonsultasi? Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Memperbaiki postur duduk, rutin berenang atau yoga, serta mencukupi asupan Kalsium dan Vitamin D adalah langkah awal yang krusial. Namun, jika Anda merasa lengkungan punggung semakin nyata, nyeri tak kunjung hilang, atau mulai merasa sesak, jangan menunda untuk berkonsultasi. Penanganan yang tepat dari seorang ahli—khususnya Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Clinical Spine (Tulang Belakang)—akan memastikan Anda mendapatkan solusi yang presisi, baik itu melalui terapi konservatif maupun tindakan medis lanjutan yang minim risiko. Ditinjau oleh: dr. Hendar Nugrahadi Priambodo, Sp. OT CF. Spine Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang Primaya Hospital Kelapa Gading Referensi: https://www. google. com/search? q=https://orthoinfo. aaos. org/en/diseases--conditions/kyphosis-roundback-of-the-back/ https://www. google. com/search? q=https://www. srs. org/patients-and-families/conditions-and-treatments/parents/kyphosis/ https://www. google. com/search? q=https://www. bones. nih. gov/health-info/bone/osteoporosis/overview https://indonesia-orthopaedic. org/ https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/kyphosis/symptoms-causes/syc-20374205 https://www. google. com/search? q=https://www. webmd. com/back-pain/guide/types-of-kyphosis - Published: 2026-06-13 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/saraf/efek-merokok-pada-otak-dan-tingkat-risiko-stroke/ - Kategori: Saraf - Tag: bahaya merokok, efek merokok, perokok aktif, perokok pasif - Translation Priorities: Optional Meskipun banyak perokok mengira rokok hanya merusak paru dan jantung, dampaknya pada otak justru lebih cepat dan mematikan. Setiap batang rokok mengirim ribuan bahan kimia beracun langsung ke otak melalui aliran darah dalam hitungan detik, menyebabkan peradangan kronis, penyempitan pembuluh darah, dan kerusakan sel saraf permanen. Di Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian nomor satu dengan lebih dari 300. 000 kasus baru setiap tahun, dan merokok bertanggung jawab atas 20 hingga 30 persen di antaranya. Yang lebih mengkhawatirkan, perokok memiliki risiko stroke 2 hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan non-perokok, bahkan pada usia muda 30 hingga 40 tahun. Nikotin dan karbon monoksida dari rokok mempercepat aterosklerosis di arteri karotis dan serebral, sementara bahan kimia lain seperti formaldehid dan arsenik merusak DNA neuron. Kabar baiknya: berhenti merokok bisa menurunkan risiko stroke hingga 50 persen dalam 1 tahun dan kembali mendekati non-perokok dalam 5 tahun. Artikel ini akan membahas mendalam mekanisme merokok merusak otak, jenis stroke yang paling terkait, tingkat risiko berdasarkan jumlah batang dan durasi merokok, efek pada fungsi kognitif, serta 25 langkah praktis berhenti merokok dan melindungi otak agar Anda terhindar dari stroke dini dan hidup dengan pikiran jernih seumur hidup! Bagaimana Rokok Merusak Otak Secara Langsung dan Tidak Langsung? Asap rokok mengandung lebih dari 7. 000 bahan kimia, 70 di antaranya karsinogen dan neurotoksik. Nikotin mencapai otak dalam 7 hingga 10 detik, mengikat reseptor asetilkolin, meningkatkan dopamin sementara (sensasi “nikmat”), tapi lama-kelamaan merusak reseptor tersebut. Mekanisme utama kerusakan otak: Penyempitan dan pengerasan arteri (aterosklerosis serebral) Peningkatan tekanan darah dan detak jantung Gangguan fungsi endotel pembuluh darah otak Peningkatan pembekuan darah (trombosis) Stres oksidatif dan inflamasi kronis Kerusakan blood-brain barrier Penurunan aliran darah serebral hingga 30 persen Akumulasi logam berat seperti kadmium di otak Rokok juga mempercepat penyusutan volume otak, terutama hippocampus (memori) dan korteks prefrontal (pengambilan keputusan). Menurut American Stroke Association 2024, merokok meningkatkan risiko stroke iskemik 2 hingga 4 kali dan hemoragik hingga 4 kali, bahkan pada perokok pasif. Di Indonesia, perokok aktif mencapai 70 juta orang, berkontribusi signifikan pada beban stroke nasional. Contoh kasus: pria 42 tahun perokok 20 batang/hari alami stroke iskemik, CT scan menunjukkan penyumbatan arteri karotis akibat plak aterosklerosis dini. Jenis Stroke yang Paling Dipengaruhi oleh Kebiasaan Merokok Stroke secara umum dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan mekanismenya, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik mencakup sekitar 85 persen dari seluruh kasus dan terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak, sehingga aliran darah dan oksigen ke jaringan otak terhenti. Stroke hemoragik mencakup sekitar 15 persen kasus dan disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak, yang menimbulkan perdarahan dan kerusakan jaringan di sekitarnya. Kebiasaan merokok terbukti meningkatkan risiko kedua jenis stroke ini secara signifikan. Pada stroke iskemik, rokok berperan melalui beberapa mekanisme yang saling memperkuat. Zat toksik dalam asap rokok merusak lapisan dalam pembuluh darah, mempercepat proses aterosklerosis atau penumpukan plak lemak di dinding arteri. Selain itu, merokok meningkatkan kecenderungan darah untuk menggumpal, sehingga risiko trombosis meningkat. Nikotin juga dapat memicu vasospasme, yaitu penyempitan pembuluh darah secara mendadak, yang semakin mengurangi aliran darah ke otak. Kombinasi faktor-faktor ini membuat perokok, termasuk perokok pasif, lebih rentan mengalami stroke iskemik pada usia lebih muda dibandingkan non-perokok. Pada stroke hemoragik, dampak rokok terutama berkaitan dengan tekanan darah tinggi kronis. Nikotin menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung secara berulang, yang dalam jangka panjang melemahkan dinding arteri otak. Dinding pembuluh yang rapuh lebih mudah pecah, terutama pada pembuluh darah kecil atau pada aneurisma yang terbentuk akibat kerusakan bertahun-tahun. Kondisi ini menjelaskan mengapa perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami perdarahan otak yang berat dan fatal. Jenis perdarahan otak tertentu, yaitu subarachnoid hemorrhage atau perdarahan di ruang subaraknoid, sangat kuat kaitannya dengan kebiasaan merokok. Risiko kondisi ini pada perokok dilaporkan meningkat sekitar 3 hingga 5 kali dibandingkan orang yang tidak merokok, terutama akibat pecahnya aneurisma otak. Selain itu, perokok muda juga lebih rentan mengalami stroke iskemik kriptogenik, yaitu stroke tanpa penyebab jelas lain seperti hipertensi berat, diabetes, atau kelainan jantung. Hal ini menegaskan bahwa rokok bukan hanya mempercepat stroke, tetapi juga dapat menjadi faktor utama terjadinya stroke pada usia produktif. Tingkat Risiko Stroke Berdasarkan Jumlah dan Durasi Merokok Jumlah Batang/Hari Risiko Stroke Penurunan Risiko Setelah Berhenti 1–10 batang 2 kali lebih tinggi 50 persen dalam 1 tahun 11–20 batang 3 kali lebih tinggi 50 persen dalam 2 tahun >20 batang 4 hingga 6 kali lebih tinggi Mendekati non-perokok dalam 5 tahun Perokok pasif 1,3 hingga 1,9 kali lebih tinggi Cepat turun setelah hindari asap Risiko tertinggi pada perokok wanita usia subur yang pakai kontrasepsi oral (hingga 10 kali). Berhenti merokok di usia - Published: 2026-06-12 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hipervitaminosis/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: Hipervitaminosis, vitamin, vitamin A, Vitamin B, vitamin C, vitamin D - Translation Priorities: Optional Kita semua membutuhkan vitamin. Tapi tahukah Anda bahwa asupan vitamin yang berlebihan justru dapat membahayakan. Seseorang bisa mengalami kondisi yang disebut hipervitaminosis ketika terlalu banyak mengonsumsi vitamin. Berikut artikel yang menguraikan kondisi yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan ini. Mengenal Hipervitaminosis Hipervitaminosis adalah kondisi ketika tubuh mengalami penumpukan vitamin secara berlebihan sehingga menimbulkan efek racun atau toksik. Kondisi ini jarang sekali disebabkan oleh konsumsi makanan sehari-hari. Tubuh kita memiliki mekanisme regulasi yang canggih untuk menyerap vitamin dari sumber alami sesuai dengan kebutuhan. Masalah justru muncul ketika seseorang mengonsumsi suplemen vitamin dalam dosis tinggi tanpa pengawasan medis yang tepat. Tidak semua vitamin punya risiko yang sama. Vitamin terbagi menjadi dua kelompok besar: larut dalam lemak dan larut dalam air. Vitamin larut lemak, yaitu A, D, E, dan K, akan disimpan di jaringan lemak dan hati untuk waktu yang lama. Karena disimpan inilah, mereka bisa menumpuk dan mencapai kadar toksik. Sedangkan vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B kompleks bisa langsung dikeluarkan tubuh melalui urine sehingga risikonya lebih kecil. Meski begitu, konsumsi dalam dosis super tinggi tetap bisa menyebabkan masalah juga, misalnya kerusakan saraf akibat kelebihan vitamin B6. Berdasarkan kecepatan terjadinya, hipervitaminosis dibagi menjadi dua jenis: Akut: terjadi karena konsumsi dosis sangat tinggi dalam waktu singkat (misalnya, seorang anak tak sengaja menelan sebotol suplemen). Kronis: berkembang perlahan akibat konsumsi dosis tinggi dalam jangka waktu panjang (minggu, bulan, bahkan tahun). Gejala Hipervitaminosis Gejala hipervitaminosis sangat beragam, tergantung vitamin yang menumpuk dan kondisinya akut atau kronis. Hipervitaminosis A Akut: mual, muntah, sakit kepala hebat, pusing, dan mudah marah. Kulit bisa memerah dan dalam beberapa hari kemudian mengelupas, seperti setelah terbakar matahari. Kronis: Kulit kering, kasar, gatal, dan pecah-pecah di sudut mulut. Rambut rontok dan alis mata menipis. Sakit kepala kronis dan peningkatan tekanan di otak yang bisa menyebabkan penglihatan ganda atau kabur. Tulang dan sendi: Nyeri tulang dan sendi. Organ hati membesar dan mengalami kerusakan serius, seperti sirosis. Hipervitaminosis B6 Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki serta kesulitan berjalan karena kehilangan keseimbangan. Hipervitaminosis C Kelemahan, pusing, diare, mual dan muntah, insomnia, nyeri kepala Penyakit ginjal, ulkus gaster, gangguan perdarahan Hipervitaminosis D Gangguan pencernaan: mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan sembelit yang parah. Gangguan ginjal: sering buang air kecil dan merasa haus terus-menerus. Gangguan neurologis: kebingungan, disorientasi. Hipervitaminosis E Efek utamanya adalah mengganggu pembekuan darah. Tubuh akan mudah memar dan terjadi perdarahan, termasuk stroke. Penyebab Hipervitaminosis Hipervitaminosis umumnya disebabkan oleh penggunaan suplemen vitamin yang tidak terkontrol. Beberapa faktor penyebabnya termasuk: Asupan suplemen berlebihan, terutama bagi yang mengonsumsi multivitamin tanpa pengawasan. Makanan tinggi vitamin yang dikonsumsi dalam jumlah sangat besar. Penyakit tertentu yang mengganggu metabolisme vitamin, seperti penyakit hati kronis atau gangguan fungsi ginjal. Cara Mendiagnosis Hipervitaminosis Mendiagnosis hipervitaminosis membutuhkan ketelitian karena gejalanya bisa mirip dengan berbagai penyakit lain. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian langkah diagnostik berikut ini, Anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui detail riwayat medis dan konsumsi suplemen pasien. Pemeriksaan fisik, seperti kulit kering dan mengelupas, rambut rontok, perubahan bentuk tulang, atau pembesaran hati. Tes darah untuk mengukur kadar vitamin tertentu dalam serum. Pemeriksaan radiologi seperti rontgen tulang yang bisa menunjukkan gambaran khas pada hipervitaminosis A kronis, seperti penebalan tulang kortikal. Cara Mengatasi Hipervitaminosis Mengatasi hipervitaminosis memerlukan pendekatan yang tepat, diantaranya: Berhenti mengonsumsi semua suplemen vitamin yang berlebihan. Perawatan suportif untuk meredakan gejala. Ini bisa berupa hidrasi yang cukup, istirahat total, dan pemberian obat-obatan untuk mengatasi keluhan seperti sakit kepala atau mual. Perawatan medis dengan infus cairan atau terapi medis lainnya untuk mengeluarkan kelebihan vitamin dari tubuh. Konsultasi dengan ahli gizi untuk membantu mengatur pola makan yang seimbang dan aman. Komplikasi Hipervitaminosis Hipervitaminosis dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa bila tak mendapat penanganan yang tepat. Komplikasi itu antara lain: Kerusakan hati permanen akibat penumpukan vitamin A kronis. Gagal ginjal akibat kelebihan vitamin D. Osteoporosis dan patah tulang lantaran kelebihan vitamin A maupun vitamin D. Cacat lahir pada janin bila ibu hamil mengonsumsi vitamin A dosis tinggi, terutama pada trimester pertama kehamilan. Pencegahan Hipervitaminosis Kunci untuk mencegah hipervitaminosis ada pada kesadaran dan kebiasaan sehari-hari, termasuk: Mengutamakan makanan sebagai sumber vitamin utama, bukan suplemen. Dengan pola makan seimbang yang kaya sayuran, buah-buahan, protein, dan lemak sehat, kebutuhan vitamin harian hampir pasti sudah terpenuhi. Seperti obat, vitamin memiliki dosis yang aman bagi tubuh. Patuhi batas dosis ini bila mengonsumsi suplemen. Jangan menambahkan berbagai suplemen lain bila sudah mengonsumsi satu multivitamin yang kandungannya terdiri atas beberapa vitamin. Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen dosis tinggi. Jauhkan suplemen dari jangkauan anak-anak agar tidak dimakan sembarangan. Banyak kasus hipervitaminosis akut pada anak terjadi karena mereka mengira suplemen rasa buah adalah permen. Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda merasakan gejala hipervitaminosis atau merasa telah mengonsumsi suplemen vitamin secara berlebihan, sebaiknya selekasnya mencari bantuan medis. Untuk ibu hamil, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, terutama yang mengandung vitamin A. Ditinjau... - Published: 2026-06-11 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/tht/screen-time/ - Kategori: THT - Tag: gangguan pendengaran, screen time - Translation Priorities: Optional Di era digital saat ini, penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, menonton video, bermain game, hingga mendengarkan musik — semuanya dilakukan melalui smartphone, tablet, atau laptop. Namun di balik kenyamanan tersebut, ada satu hal yang sering tidak disadari: screen time yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan telinga dan pendengaran. Banyak orang fokus pada dampak gadget terhadap mata, padahal penggunaan earphone atau headphone dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Apa Hubungan Screen Time dengan Pendengaran? Screen time sering kali berkaitan dengan penggunaan audio melalui: Earphone Headset Headphone Speaker dengan volume tinggi Semakin lama seseorang menggunakan perangkat audio, terutama dengan suara keras, semakin besar tekanan pada organ pendengaran di telinga bagian dalam. Jika terjadi terus-menerus, sel-sel rambut halus di koklea (organ pendengaran) dapat mengalami kerusakan permanen. Kebiasaan yang Berisiko Merusak Pendengaran Volume Terlalu Tinggi Mendengarkan audio dengan volume tinggi dalam waktu lama menjadi penyebab paling umum gangguan pendengaran akibat gadget. Paparan suara di atas 85 desibel secara terus-menerus dapat merusak pendengaran. Menggunakan Earphone Berjam-jam Banyak orang menggunakan earphone sambil bekerja, belajar, atau tidur tanpa jeda. Semakin lama telinga terpapar suara, risiko gangguan pendengaran juga meningkat. Tidur Menggunakan Earphone Selain meningkatkan risiko iritasi telinga, kebiasaan ini membuat telinga terus menerima paparan suara tanpa istirahat. Penggunaan Gadget pada Anak Anak-anak memiliki organ pendengaran yang masih berkembang sehingga lebih sensitif terhadap paparan suara keras. Gejala Awal Gangguan Pendengaran Gangguan pendengaran akibat paparan suara keras biasanya muncul perlahan sehingga sering tidak disadari. Beberapa tanda awal yang perlu diperhatikan: Telinga berdenging (tinnitus) Suara terasa kurang jelas Sering meminta orang mengulang pembicaraan Telinga terasa penuh Sulit mendengar di tempat ramai Pada beberapa kasus, keluhan dapat menjadi permanen jika paparan terus berlanjut. Tinnitus: Dampak yang Sering Diabaikan Salah satu keluhan yang sering muncul akibat paparan suara berlebihan adalah: Tinitus yaitu Tinitus adalah sensasi mendengar suara tambahan tanpa ada sumber suara dari luar Bunyi yang dirasakan bisa berupa: Berdengung Berdenging Mendesis Siulan Desis atau suara berdetak Tinitus dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari. Cara Mengurangi Risiko Gangguan Pendengaran Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kesehatan telinga: Gunakan Aturan 60/60 Mendengarkan audio maksimal: 60% volume selama maksimal 60 menit tanpa jeda Beri Waktu Istirahat untuk Telinga Hindari penggunaan earphone terus-menerus sepanjang hari. Hindari Volume Maksimal Jika orang lain bisa mendengar suara dari earphone Anda, kemungkinan volumenya terlalu keras. Gunakan Noise Cancelling jika Diperlukan Lingkungan bising sering membuat seseorang menaikkan volume audio secara berlebihan. Batasi Screen Time pada Anak Pengawasan orang tua penting untuk membatasi durasi penggunaan gadget dan volume audio pada anak. Kapan Harus Periksa ke Dokter THT? Segera konsultasi jika mengalami: telinga berdenging terus-menerus pendengaran terasa menurun telinga terasa penuh nyeri telinga sulit memahami percakapan Pemeriksaan sejak dini membantu mencegah gangguan pendengaran menjadi lebih berat. Kesimpulan Screen time yang tinggi sering kali disertai penggunaan earphone atau headphone dalam waktu lama. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran dan tinnitus. Menjaga volume tetap aman, memberi waktu istirahat pada telinga, dan membatasi penggunaan gadget menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pendengaran, terutama pada anak dan remaja. Ditinjau oleh: dr. Bunga Aline Ditha, Sp. THT-BKL Spesialis THT-BKL Primaya Hospital Kelapa Gading Referensi World Health Organization – Deafness and Hearing Loss CDC – How Loud Noise Causes Hearing Loss Mayo Clinic – Hearing Loss American Speech-Language-Hearing Association – Noise-Induced Hearing Loss in Children Cleveland Clinic – Tinnitus - Published: 2026-06-10 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/umum/badan-fit/ - Kategori: Umum - Tag: badan fit, check up, organ dalam sehat - Translation Priorities: Optional “Masih muda kok. ” “Olahraga rutin, pasti aman. ” “Badan saya fit, nggak mungkin ada penyakit. ” Kalimat seperti ini sering membuat banyak orang merasa tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Padahal kenyataannya, tubuh yang terlihat sehat dari luar belum tentu mencerminkan kondisi organ dalam yang benar-benar baik. Banyak penyakit justru berkembang diam-diam tanpa gejala jelas dan baru diketahui saat kondisinya sudah cukup berat. Kenapa Orang yang Terlihat Sehat Tetap Bisa Sakit? Tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik. Dalam banyak kasus, organ tubuh tetap bekerja meskipun sudah mulai mengalami gangguan. Akibatnya, beberapa penyakit tidak langsung menimbulkan keluhan di tahap awal, seperti: hipertensi diabetes kolesterol tinggi fatty liver gangguan ginjal penyumbatan pembuluh darah jantung Karena tidak terasa sakit, banyak orang menganggap dirinya sehat. Penyakit yang Sering Datang Tanpa Gejala Hipertensi Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai: “silent killer” Karena banyak penderita tidak menyadari tekanan darahnya tinggi hingga muncul komplikasi seperti stroke atau penyakit jantung. Kolesterol Tinggi Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah secara perlahan selama bertahun-tahun tanpa gejala. Sebagian pasien baru mengetahui kondisinya setelah mengalami serangan jantung atau stroke. Diabetes Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, ginjal, mata, dan saraf secara perlahan tanpa keluhan yang jelas di awal. Fatty Liver Perlemakan hati kini semakin sering ditemukan, bahkan pada usia muda dan orang dengan tubuh tidak gemuk. Banyak kasus baru terdeteksi saat melakukan USG atau medical check-up rutin. Penyakit Jantung Penyumbatan pembuluh darah jantung tidak selalu menimbulkan nyeri dada hebat. Beberapa pasien hanya merasa: Cepat lelah Sesak ringan atau tidak memiliki gejala sama sekali Olahraga Saja Tidak Selalu Cukup Berolahraga memang sangat baik untuk kesehatan, tetapi bukan berarti seseorang otomatis bebas dari penyakit. Faktor lain tetap berpengaruh, seperti: Pola makan Kualitas tidur Stress Merokok Konsumsi alkohol Faktor genetik Gaya hidup sedentari Karena itu, seseorang yang terlihat bugar tetap bisa memiliki gangguan kesehatan tertentu. Pentingnya Medical Check-Up Medical check-up membantu mendeteksi gangguan kesehatan sebelum muncul gejala serius. Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi: Tekanan darah Gula darah Kolesterol Fungsi hati Fungsi ginjal Pemeriksaan jantung Foto thorax atau USG tertentu Deteksi dini membantu penanganan dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat dikurangi. Siapa yang Sebaiknya Mulai Rutin MCU? Medical check-up sebaiknya mulai dipertimbangkan terutama jika: Usia di atas 30 tahun Memiliki riwayat keluarga penyakit tertentu Perokok Sering begadang Stress tinggi Pola makan kurang sehat Jarang olahraga Berat badan berlebih Namun sebenarnya, pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan oleh siapa saja, termasuk usia muda. Jangan Tunggu Sampai Tubuh “Drop” Salah satu kesalahan paling sering adalah menunggu sampai muncul gejala berat baru memeriksakan diri. Padahal banyak penyakit lebih mudah ditangani jika ditemukan lebih awal. Menjaga kesehatan bukan hanya soal merasa sehat hari ini, tetapi juga memastikan organ tubuh tetap bekerja dengan baik untuk jangka panjang. Kesimpulan Tubuh yang terlihat fit belum tentu menandakan organ dalam benar-benar sehat. Banyak penyakit berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pola hidup sehat perlu disertai pemeriksaan kesehatan rutin agar kondisi tubuh dapat dipantau lebih dini dan risiko penyakit serius dapat dicegah. Ditinjau oleh: dr Karunia Valeriani Japar Primaya Hospital Kelapa Gading Referensi World Health Organization – Noncommunicable Diseases CDC – About Chronic Diseases American Heart Association – Understanding Blood Pressure Readings American Diabetes Association – Diabetes Symptoms Cleveland Clinic – Fatty Liver Disease - Published: 2026-06-09 - Modified: 2026-06-10 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/masalah-tulang-belakang/ - Kategori: Ortopedi - Tag: Lordosis, Saraf terjepit, Skoliosis, tulang belakang - Translation Priorities: Optional Bagi sebagian besar masyarakat, mendengar kata "kelainan tulang belakang" hampir selalu berujung pada satu istilah: Skoliosis. Padahal, anatomi punggung manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan tulang yang miring ke samping. Dalam dunia medis, khususnya pada lingkup spesialisasi Orthopaedic & Traumatology Spine, kita mengenal berbagai variasi deformitas yang jika diabaikan, dapat memengaruhi kualitas hidup secara drastis. Memahami perbedaan antara kurva yang normal dan patologis adalah langkah pertama menuju tulang punggung yang sehat. Mengapa Tulang Belakang Tidak Pernah Benar-benar "Lurus"? Secara anatomis, tulang belakang yang sehat justru memiliki lengkungan alami jika dilihat dari samping—pada area leher, punggung atas, dan punggung bawah. Lengkungan ini berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) saat kita bergerak. Masalah muncul ketika lengkungan ini menjadi berlebihan atau justru hilang sama sekali. Berikut adalah tiga kelainan bentuk yang paling sering ditemui dalam praktik klinis Spine Fellow: Skoliosis: Bukan Sekadar Masalah Postur Inilah yang paling populer. Tulang belakang melengkung ke arah lateral (kanan atau kiri) membentuk huruf "C" atau "S". Faktor genetik, cedera, hingga kelainan saraf sering menjadi pemicunya. Deteksi dini sangat krusial sebelum kurva bertambah berat. Lordosis: Saat Punggung "Terlalu" Tegak Pernah melihat seseorang yang bokongnya tampak terlalu menonjol ke belakang? Bisa jadi itu adalah Hiperlordosis. Kondisi ini sering kali merupakan kompensasi tubuh akibat otot inti (core muscle) yang lemah, obesitas, atau kebiasaan memakai sepatu hak tinggi dalam jangka panjang. Kifosis: Ancaman di Balik Punggung Bungkuk Berbeda dengan skoliosis, kifosis membuat punggung atas melengkung ke depan secara berlebihan. Selain karena faktor bawaan (kongenital), pada orang dewasa, hal ini sering dipicu oleh osteoporosis atau penyakit Ankylosing Spondylitis yang membuat tulang belakang kehilangan fleksibilitasnya. Kapan Anda Harus Mulai Merasa Khawatir? Banyak orang menganggap remeh pegal-pegal biasa. Namun, sebagai ahli Spine, ada beberapa "lampu kuning" yang harus diwaspadai: Bahu atau pinggul tampak tidak sejajar saat bercermin. Tulang belikat menonjol hanya di satu sisi. Nyeri punggung kronis yang tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat. Postur tubuh yang terasa kaku dan sulit diposisikan tegak. Penanganan Modern: Apakah Harus Selalu Operasi? Salah satu miskonsepsi terbesar adalah ketakutan bahwa setiap kelainan tulang belakang berakhir di meja operasi. Faktanya, pendekatan konservatif dan komprehensif selalu menjadi prioritas utama bagi seorang Spine Fellow. Observasi Berkala: Untuk kasus derajat ringan, pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan kurva tidak bertambah parah. Fisioterapi & Terapi Otot: Memperkuat otot penyangga tulang belakang untuk memperbaiki keseimbangan tubuh. Pemasangan Korset (Brace): Efektif pada pasien usia pertumbuhan untuk mengarahkan pertumbuhan tulang. Pembedahan Minimally Invasive: Opsi ini hanya diambil jika gejala sudah tidak merespons terapi fisik atau mulai mengganggu fungsi organ dan saraf. Pesan untuk Anda Tulang belakang adalah "pilar utama" yang menyangga seluruh aktivitas Anda. Jangan menunggu hingga muncul rasa nyeri yang melumpuhkan. Konsultasi dengan ahli yang mendalami bidang Orthopaedic Spine dapat memberikan diagnosis yang presisi—karena beda jenis kelengkungan, tentu beda pula strategi penanganannya. Ditinjau oleh: dr. Hendar Nugrahadi Priambodo, Sp. OT CF. Spine Spesialis Ortopedi dan Traumatologi KOnsultan Tulang Belakang Primaya Hospital Kelapa Gading Referensi: https://orthoinfo. aaos. org/en/diseases--conditions/spine/ https://www. srs. org/patients-and-families/conditions-and-treatments https://www. niams. nih. gov/health-topics/scoliosis https://www. ncbi. nlm. nih. gov/books/NBK499924/ https://www. merckmanuals. com/professional/pediatrics/bone-disorders/spinal-deformities - Published: 2026-06-08 - Modified: 2026-06-08 - URL: https://primayahospital.com/paru/mengenal-batuk-kronik/ - Kategori: Paru - Tag: Batuk Berdarah, Gejala Sistemik, Masalah Respirasi, Nyeri Dada, Sesak Napas - Translation Priorities: Optional Batuk sering kali dianggap sebagai gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya setelah mengonsumsi obat bebas atau beristirahat. Secara alami, batuk memang merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau iritan lainnya. Namun, ketika batuk menetap dalam waktu yang lama, kondisi ini berubah menjadi batuk kronik yang memerlukan perhatian medis serius. Kapan Batuk Dikatakan Kronik? Dalam dunia medis, batuk dikategorikan sebagai kronik apabila berlangsung selama lebih dari delapan minggu pada orang dewasa, atau lebih dari empat minggu pada anak-anak. Batuk yang berlarut-larut bukan hanya mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih mendalam, mulai dari infeksi hingga kondisi organ di luar paru-paru. Gejala yang Harus Diwaspadai Tidak semua batuk diciptakan sama. Anda harus segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Paru jika batuk kronik disertai dengan "tanda bahaya" (red flags) berikut: Batuk Berdarah: Adanya bercak darah pada dahak bisa menjadi indikasi infeksi berat seperti Tuberkulosis (TBC) atau adanya tumor paru. Sesak Napas dan Nyeri Dada: Kesulitan bernapas atau rasa nyeri tajam saat menarik napas dalam menunjukkan adanya gangguan fungsi paru yang signifikan. Gejala Sistemik: Penurunan berat badan secara drastis tanpa diet, demam yang hilang timbul, dan keringat dingin di malam hari sering kali berkaitan dengan infeksi kronis. Penyebab di Balik Batuk Berkepanjangan Dokter biasanya membagi penyebab batuk kronik menjadi dua kelompok besar: Masalah Respirasi: Di Indonesia, TBC masih menjadi penyebab utama. Selain itu, asma (terutama jenis cough-variant asthma) dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) akibat merokok juga sering menjadi pemicunya. Masalah Non-Respirasi: Mengejutkannya, batuk bisa dipicu oleh organ di luar paru. Misalnya, penyakit asam lambung (GERD) di mana cairan lambung naik ke kerongkongan dan memicu refleks batuk. Selain itu, kondisi postnasal drip (lendir hidung yang mengalir ke tenggorokan) dan efek samping obat darah tinggi golongan tertentu juga sering ditemukan. Diagnosis dan Penanganan Penanganan batuk kronik tidak bisa dilakukan hanya dengan meminum obat pereda batuk biasa. Dokter perlu mencari akar masalahnya melalui serangkaian tes seperti rontgen dada, tes fungsi paru (spirometri), hingga CT Scan jika diperlukan. Kuncinya adalah mengobati penyebab utamanya—bukan hanya meredakan gejalanya—agar batuk tidak kambuh kembali. Ditinjau oleh: Dr. dr. Mia Elhidsi, Sp. P(K) Spesialis Paru & Pernapasan, Konsultan Intervensi Paru Primaya Hospital Kelapa Gading Referensi: https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/chronic-cough/symptoms-causes/syc-20351575 https://www. health. harvard. edu/staying-healthy/that-nagging-cough https://www. webmd. com/lung/chronic-cough-causes https://www. lung. org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/chronic-cough/learning-about-chronic-cough - Published: 2026-06-07 - Modified: 2026-06-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cara-konsumsi-obat-tanpa-merusak-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: cara minum obat, obat ginjal, obat merusak ginjal - Translation Priorities: Optional Mengonsumsi obat adalah hal biasa bagi banyak orang, tetapi tidak semua menyadari bahwa beberapa obat dapat merusak ginjal jika digunakan sembarangan. Di Indonesia, kerusakan ginjal akut akibat obat (drug-induced nephrotoxicity) menjadi penyebab signifikan gagal ginjal akut terutama pada lansia dan penderita kronis. Obat seperti NSAID ( pereda nyeri non steroid ), antibiotik tertentu, atau suplemen herbal sering menyebabkan penurunan fungsi ginjal hingga 30 persen pada pemakaian dalam jangka panjang. Ginjal bertugas menyaring obat dan metabolitnya, sehingga dosis berlebih atau penggunaan tidak tepat membebani organ ini. Mengkonsumsi obat dengan dosis benar, hidrasi cukup dapat melindungi ginjal hingga 90 persen. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai obat apa saja yang sering merusak fungsi ginjal, gejala kerusakan ginjal awal , mekanis terjadinya nefrotoksik , cara deteksi dini, pengobatan jika rusak, komplikasi berbahaya,tindakan pencegahan ,, serta kapan harus konsultasi dokter agar ginjal tetap sehat meski rutin minum obat. Mengenal Dampak Obat pada Fungsi Ginjal Ginjal berperan vital dalam menjaga keseimbangan tubuh dengan menyaring sekitar 180 liter darah setiap hari dan membuang sisa metabolisme, termasuk metabolit obat, melalui urine. Proses ini membuat ginjal menjadi organ yang sangat rentan terhadap efek samping obat, terutama jika digunakan dalam jangka panjang, dosis tinggi, atau tanpa pengawasan medis. Obat tertentu bersifat nefrotoksik, artinya dapat merusak struktur ginjal secara langsung. Kerusakan bisa terjadi pada berbagai bagian, mulai dari tubulus ginjal yang bertugas menyerap kembali cairan dan elektrolit, glomerulus sebagai penyaring utama darah, hingga pembuluh darah ginjal yang mengatur aliran darah. Dampaknya bervariasi, dari penurunan fungsi ginjal ringan hingga gagal ginjal berat. Jenis Obat yang berpotensi merusak ginjal NSAID seperti ibuprofen dan diklofenak yang dapat menurunkan aliran darah ke ginjal dan memicu gagal ginjal, terutama bila digunakan rutin Antibiotik golongan aminoglikosida yang berpotensi merusak tubulus ginjal jika tidak dipantau ketat Zat kontras radiologi yang digunakan pada pemeriksaan CT scan atau angiografi, dapat menyebabkan nefropati akibat kontras Obat kemoterapi tertentu yang bersifat toksik terhadap sel ginjal Suplemen herbal tertentu yang tidak terstandar, mengandung logam berat, atau zat aktif tersembunyi Risiko kerusakan ginjal meningkat pada kelompok tertentu, seperti lansia, individu yang mengalami dehidrasi, penderita diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronis. Kombinasi beberapa obat nefrotoksik sekaligus juga memperbesar risiko. Karena itu, penggunaan obat sebaiknya selalu sesuai anjuran dokter, dengan dosis dan durasi yang tepat. Pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala sangat dianjurkan bagi pasien yang harus mengonsumsi obat jangka panjang, agar kerusakan dapat terdeteksi lebih dini dan dicegah sebelum menjadi permanen. Gejala Kerusakan Ginjal akibat Obat Kerusakan ginjal akibat obat sering berkembang perlahan dan pada tahap awal kerap tidak bergejala. Banyak pasien baru merasakan keluhan ketika fungsi ginjal sudah menurun signifikan. Karena itu, mengenali gejala sejak dini sangat penting, terutama bagi anda yang rutin mengonsumsi obat tertentu atau memiliki faktor risiko. Gejala awal: Urine berkurang jumlahnya atau berubah lebih gelap akibat penurunan kemampuan ginjal menyaring cairan Bengkak pada kaki, tangan, atau wajah karena penumpukan cairan dan garam Lelah berlebih dan mudah lemas akibat penumpukan sisa metabolisme dalam darah Mual atau tidak nafsu makan karena gangguan keseimbangan elektrolit Nyeri pinggang atau punggung bawah, terutama jika terjadi peradangan ginjal Pada tahap ini, kerusakan masih bisa bersifat reversibel jika obat penyebab dihentikan dan ditangani cepat. Gejala berat: Sesak napas akibat kelebihan cairan di paru-paru Bingung, sulit konsentrasi, atau penurunan kesadaran karena toksin menumpuk di otak Kejang akibat gangguan elektrolit berat seperti natrium atau kalsium Perlu diingat, gejala kerusakan ginjal akibat obat sering muncul lambat dan tidak spesifik, sehingga mudah disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau efek penyakit lain. Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala melalui tes darah dan urine sangat dianjurkan bagi anda yang menggunakan obat jangka panjang, dan mempunyai factor resiko seperti hipertensi, diabetes, dehidrasi dan lansia, agar kerusakan dapat terdeteksi sebelum berkembang menjadi gagal ginjal berat. Diagnosis Kerusakan Ginjal Dengan cara melakukan pemeriksaan : Creatinin dan eGFR Urinalisis USG ginjal Biopsi bila dokter memandang perlu. Pengobatan Kerusakan Ginjal Akibat Obat Hentikan obat penyebabnya Hidrasi intravena Dialisis ( bila dipandang perlu ) Obat suportif Kerusakan akut sering pulih jika cepat ditangani, bila kerusakan sudah berat biasanya ireversibel. Tips Aman Mengonkonsumsi Obat Selalu konsultasi dokter Ikuti dosis resep Minum air cukup Hindari kombinasi obat bebas Baca efek samping serta kontra indikasi obat pada label obat yang tertera Monitor fungsi ginjal bila terdapat factor resiko Kapan Harus ke Dokter Apabila ditemukan tanda dan gejala yang sudah dijelaskan sebelumnya di atas. Informasi lengkap kesehatan ginjal dapat dibaca pada artikel layanan penyakit dalam dan layanan urologi dari Primaya Hospital. Konsumsi obat bijak adalah kunci lindungi fungsi ginjal jangka panjang bebas komplikasi. Mulai hari ini: konsumsi obat yang tepat sesuai penyakitnya, minum air cukup, dan cek ginjal bila ada faktor resiko ( Diabetes, hipertensi, lansia, dan mengkonsumsi kombinasi beberapa obat ). Ingat: ginjal sehat adalah fondasi tubuh yang kuat. Ditinjau oleh: dr. Irena Sandra Sari, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Semarang Referensi: Drugs and Your Kidneys. https://www. kidney. org/atoz/content/drugs-your-kidneys.... - Published: 2026-06-06 - Modified: 2026-06-07 - URL: https://primayahospital.com/urologi/subspesialis-urologi/ - Kategori: Urologi - Tag: Dokter spesialis urologi, macam-macam dokter urologi, subspesialis urologi - Translation Priorities: Optional Urologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani gangguan pada sistem saluran kemih pria dan Wanita, serta organ reproduksi pada pria. Seperti dikutip dari Journal of Contemporary Medical Education, cakupannya sangat luas, dari ginjal, kelenjar adrenal, ureter, kandung kemih, uretra, hingga organ reproduksi pria seperti testis, epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, prostat, dan penis. Terdapat beberapa subspesialisasi pada urologi. Setiap dokter subspesialis ini berfokus pada kondisi tertentu atau kelompok pasien tertentu, sehingga penanganan yang diberikan bisa lebih mendalam dan komprehensif. Mari kita telusuri macam-macam subspesialis urologi. Endourologi Endourologi adalah subspesialis yang mengerjakan prosedur minimal invasif. Bidang ini memanfaatkan teknologi endoskopik untuk melakukan diagnosis dan terapi melalui saluran kemih normal atau sayatan minimal. Cakupan endourologi: Laparoskopi urologi: teknik bedah minimal invasif menggunakan kamera dan instrumen khusus melalui lubang kecil. Robotik urologi: bedah dengan bantuan robot yang memberikan presisi lebih tinggi. Penanganan batu ginjal: penggunaan berbagai teknik endoskopik untuk menghancurkan atau mengangkat batu saluran kemih. Penggunaan laser untuk pembesaran prostat jinak: terapi laser untuk pembesaran prostat jinak menawarkan pemulihan lebih cepat. Tumor urologi: beberapa tumor bisa ditangani dengan pendekatan endoskopik. Urologi Onkologi (Uro-onkologi) Urologi onkologi adalah subspesialis urologi yang menangani kanker pada sistem saluran kemih dan sistem reproduksi pria. Ini adalah salah satu subspesialis yang sangat penting mengingat angka kejadian kanker urologi yang cukup signifikan di Indonesia. Jenis kanker yang ditangani: Kanker ginjal Kanker kandung kemih Kanker testis Kanker penis Kanker prostat Urologi Anak (Pediatrik) Urologi anak adalah subspesialis urologi yang berfokus pada pasien anak-anak, dari bayi, balita, anak-anak, hingga remaja. Pendekatan penanganan urologi pada anak berbeda dengan dewasa karena tubuh anak masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Kondisi yang ditangani urolog anak: Kebiasaan mengompol Kelainan bawaan lahir seperti kelainan pada posisi lubang uretra yang membutuhkan koreksi bedah Infeksi saluran kemih berulang Pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine yang tidak dapat mengalir dengan baik Testis yang tidak turun Vesicoureteral reflux, yakni kondisi ketika urine mengalir balik dari kandung kemih ke ureter dan ginjal. Urologi Andrologi Dalam hal kesehatan reproduksi, di kalangan perempuan ada ginekologi. Sedangkan pada pria terdapat andrologi, yaitu cabang subspesialis urologi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria. Cakupan andrologi: Infertilitas pria atau ketidakmampuan membuahi pasangan yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jumlah sperma rendah, motilitas sperma yang buruk, atau kelainan anatomi. Gangguan fungsi seksual . Disfungsi ereksi, yakni ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk aktivitas seksual. Ejakulasi dini atau kondisi ketika ejakulasi terjadi lebih cepat dari yang diinginkan. Keluarga berencana pada pria, termasuk prosedur vasektomi (sterilisasi pria) dan rekanalisasi (pemulihan kesuburan setelah vasektomi). Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neurourologi Tidak bisa menahan kencing (inkontinensia) atau justru tidak bisa kencing (retensi) adalah masalah yang sangat mengganggu kualitas hidup, terutama pada perempuan dan lansia. Urologi fungsional, perempuan, dan neurolourologi antara lain menangani masalah tersebut. Urologi perempuan atau female urology berfokus pada masalah yang spesifik dialami perempuan, seperti inkontinensia urine, kencing terus-terusan karena kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder), dan prolaps organ panggul (turunnya kandung kemih atau rahim ke dalam vagina. Adapun neurourologi adalah cabang yang kompleks karena berkaitan dengan sistem saraf. Gangguan pada saraf akibat stroke, cedera tulang belakang, atau penyakit seperti multiple sclerosis bisa membuat kandung kemih tidak berfungsi normal. Urologi Rekonstruksi Urologi rekonstruksi berfokus menangani gangguan pada organ urogenital yang berkaitan dengan trauma ataupun kelainan bawaan. Tindakan operasi rekonstruksi bertujuan untuk memperbaiki, mengalihkan, atau menciptakan kembali struktur dan fungsi organ urogenital yang terganggu. Kelainan dan penyempitan saluran uretra merupakan kasus yang paling sering ditangani. Kelainan struktur akibat trauma (kecelakaan, benturan), infeksi, serta kebocoran saluran kemih dengan saluran cerna ataupun reproduksi juga ditangani oleh subspesialis urologi rekonstruksi. Urologi Transplantasi Urologi transplantasi adalah subspesialis urologi yang berfokus pada upaya transplantasi organ sistem saluran kemih secara spesifik, misalnya transplantasi ginjal. Meskipun ginjal juga ditangani oleh ahli penyakit dalam (nefrologi) untuk cuci darah (dialisis), ahli urologi transplantasilah yang bertanggung jawab mengambil ginjal dari donor (baik donor hidup maupun donor kadaver) dan mencangkokkan ke penerima . Prosedur ini sangat kompleks karena melibatkan penyambungan pembuluh darah kecil dan ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih) dengan presisi tinggi. Setelah operasi, mereka juga bekerja sama dengan tim nefrologi untuk memastikan ginjal baru berfungsi dengan baik dan tidak ditolak oleh tubuh. Kapan Harus Menemui Subspesialis Urologi? Pada dasarnya, semua urolog memiliki kompetensi di semua bidang urologi. Namun beberapa kondisi mungkin membutuhkan keahlian serta kompetensi khusus, sehingga dibutuhkan konsultan atau subspesialis urologi tertentu. Berikut ini situasi yang mungkin membutuhkan subspesialis urologi: Diagnosis kanker urologi: sebaiknya ditangani oleh urolog onkologi untuk perencanaan terapi yang optimal. Masalah urologi pada anak: urolog anak memiliki keahlian khusus dalam menangani anatomi dan fisiologi anak yang berbeda dari dewasa. Infertilitas pria: uro-androlog memiliki keahlian mendalam dalam evaluasi dan penanganan masalah kesuburan pria. Masalah kandung kemih terkait gangguan saraf: neurourolog memahami interaksi kompleks antara sistem saraf dan sistem kemih. Batu ginjal kompleks atau berulang: endourolog memiliki keahlian dalam teknik minimal invasif untuk penanganan optimal. Ditinjau oleh... - Published: 2026-06-05 - Modified: 2026-06-07 - URL: https://primayahospital.com/urologi/menahan-kencing/ - Kategori: Urologi - Tag: bahaya menahan kencing, menahan BAK, menahan kencig - Translation Priorities: Optional Hampir semua orang pasti pernah mengalami menahan buang air kecil (BAK) saat sedang dalam perjalanan. Beragam penyebabnya, dari macet di jalan tol, antrean toilet yang panjang, atau tidak ada fasilitas umum yang layak. Rasanya sepele dan sering dianggap bukan masalah besar, tapi apakah menahan BAK berulang kali atau dalam jangka lama benar-benar aman? Artikel ini membahas konsekuensi fisiologis dan risiko kesehatan yang mungkin timbul serta saran praktis untuk mengurangi masalah terkait saat bepergian. Mengapa Kita Sering Menahan BAK? Menahan BAK adalah respons alami manusia dalam situasi-situasi tertentu. Kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata sering dialami banyak orang karena alasan situasi, seperti perjalanan jauh atau tuntutan professional agar tidak terlihat tidak sopan di acara resmi, hingga kondisi toilet umum yang kurang nyaman. 1 Menariknya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa guru dan tenaga medis memiliki prevalensi tinggi dalam menahan kencing akibat jadwal yang padat dan kurangnya waktu istirahat. 2 Studi terhadap 146 tenaga medis yang menunda buang air kecil akibat kekhawatiran akan kebersihan toilet umum dan 57% diantaranya baru beranjak saat sudah benar-benar “tidak tahan lagi”. 2 Secara psikologis, otak kita sering melakukan “negosiasi” dengan kandung kemih demi kenyamanan sementara atau menyelesaikan tugas yang dianggap lebih mendesak. 1 Padahal kebiasaan menunda ini memaksa otot kandung kemih ekstra kerja keras untuk menampung beban di luar kapasitas normalnya, yang jika dilakukan berulang kali, dapat mengganggu koordinasi antara saraf otak dan otot panggul dalam mengenali sinyal berkemih yang sehat. 3 Pada penderita demensia, menahan buang air kecil sering kali bukan masalah fisik. Otak kehilangan kemampuan untuk mengenali sinyal “penuh” atau lupa cara merespon sinyal tersebut (mencari toilet atau melepaskan pakaian”. 3 Selain pada penderita demensia, kondisi seperti Multiple Sclerosis (MS) tidak merasakan sensasi ingin kencing meskipun kandung kemih sudah penuh, juga pada pasien dengan pembesaran prostat yang membuat aliran kencing menjadi sangat lambat, tersendat, atau bahkan berhenti total. 3 Risiko di Balik Kebiasaan Menahan BAK Meskipun menahan BAK sesekali mungkin tidak langsung menimbulkan masalah serius, jika dilakukan terlalu sering atau terlalu lama, kebiasaan ini bisa memicu berbagai komplikasi kesehatan. Berikut ini di antaranya: Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kencing merupakan risiko paling umum dan paling sering dikeluhkan. 4 Menahan BAK bukan sekedar masalah kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi kesehatan saluran kemih. 4 Ketika urin ditahan, urin menjadi statis di dalam kandung kemih, menciptakan lingkungan hangat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. 5 Berdasarkan penelitian, dari 87% responden yang terdiri dari tenaga medis dan mahasiswa kedokteran yang mengaku sering menunda kencing karena kesibukan, 30% diantaranya mengalami gejala infeksi saluran kemih, seperti nyeri saat berkemih dan peningkatan frekuensi BAK. 1 Gangguan Fungsi Kandung Kemih Kandung kemih adalah organ berotot yang memiliki kemampuan elastis yang berfungsi menyimpan urine dengan kapasitas terbatas 300-500 ml. 6 Namun, ibarat karet gelang yang terus-menerus ditarik melebihi batasnya, dalam waktu lama dapat menyebabkan otot kandung kemih yang sering dipaksa menahan urine dalam volume besar dapat kehilangan kelenturannya. 7,8 Kondisi ini bisa menyebabkan dua masalah utama: Kandung kemih terlalu aktif: otot kandung kemih menjadi terlalu sensitif sehingga merasa ingin buang air kecil terus-menerus meskipun volume urine masih sedikit, menyebabkan keinginan mendesak untuk BAK, biasanya diseertai dengan frekuensi BAK menajdi sering dan sering terbangun di malam hari untuk BAK. 9 Retensi urine : Dalam kasus yang lebih parah, otot kandung kemih bisa menjadi tidka mampu menghasilkan tekanan kontraksi yang cukup kuat, sehingga sulit mengosongkan kandung kemih sepenuhnya atau bahkan sama sekali tidak bisa buang air kecil. 8,9 Batu Kandung Kemih dan Batu Ginjal Urine mengandung berbagai mineral dan garam. 10 Menahan BAK terlalu lama dapat menyebabkan kandungan mineral dan garam akan mengendap. Endapan ini lama-kelamaan akan menempel dan mengeras membentuk krital kecil seperti butiran pasir. Jika kebiasaan menahan kencing terus berlanjut, butiran pasir ini akan tumbuh menjadi batu yang padat dan keras. Batu inilah yang nantinya akan menggesek diding kandung kemih, menyebabkan rasa nyeri luar bias am bahkan luka yang membuat kjencing bercampur darah. 12 Komplikasi Ginjal Secara alami, saluran kandung kemih memiliki katup satu arah untuk mencegah urine naik kembali. Tekanan yang sangat ekstrim dalam kandung kemih akibat menahan BAK yang lama dapat “mengalahkan” katup ini, sehingga urine yang seharusnya dibuang justru terdorong kembali kek ginjal. Hal tersebut menyebabkan system penampungan urine di gienjal akan melebar dan membengkak (hidronefrosis). Dalam jangka Panjang, hidronefrosis yang tidak ditangani menyebabkan kerusakanfungsi ginjal, seperti ginjal hilang kemampuan untuk menyaring racun dari darah, yang jika terjadi pada kedua ginjal, dapat menyebabkan gagal ginjal tahpa akhir yang memerlukaan cuci darah. 11 Tips Mencegah Risiko Sering Menahan BAK Berikut ini sejumlah strategi untuk menjaga kesehatan saluran kemih yang terkait dengan kebiasaan menahan BAK. Terapkan jadwal berkemih. Biasakan untuk mengosongkan kandung kemih setiap 3 hingga 4 jam sekali. Jika dalam perjalanan, rencanakan untuk melakukan pemberhentian. 9 Batasi konsumsi asupan kafein seperti teh atau kopi, alcohol, minuman bersoda yang dapat merangsang otot kandung kemih berkontraksi. 9 Minum air putih sekitar 1,5-2 liter per hari agar... - Published: 2026-06-04 - Modified: 2026-06-08 - URL: https://primayahospital.com/urologi/batu-ginjal-bisa-sembuh/ - Kategori: Urologi - Tag: Batu Ginjal, ESWL, Li-ESWT, operasi batu ginjal di sukabumi, PCNL, RIRS, spesialis urologi di sukabumi, TUR-P, URS - Translation Priorities: Optional Batu ginjal adalah salah satu penyakit saluran kemih yang cukup sering ditemukan orang dewasa. Banyak pasien bertanya apakah batu ginjal dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan medis. Pada beberapa kasus, batu ginjal berukuran kecil memang dapat keluar secara spontan melalui urin. Namun, tidak semua batu ginjal dapat sembuh sendiri. Di Indonesia, batu ginjal menjadi penyakit saluran kemih paling umum, dengan banyak pasien mencari informasi dari sumber tidak terverifikasi. Mitos seperti “banyak minum air saja cukup” atau “jus tertentu untuk melarutkan batu” beredar luas, tapi fakta medis menunjukkan tidak semua batu bisa keluar sendiri. Ukuran batu, lokasi, bentuk, serta kondisi saluran kemih sangat menentukan apakah batu tersebut dapat keluar secara alami atau memerlukan tindakan medis. Tanpa penanganan yang tepat, batu ginjal dapat menyebabkan sumbatan saluran kemih, infeksi, hingga kerusakan ginjal. Penanganan medis seperti ESWL atau ureteroskopi tingkatkan keberhasilan hingga 95 persen tanpa komplikasi. Dengan pemahaman fakta dan mitos, penderita bisa ambil keputusan tepat tanpa risiko. Artikel ini membahas mendalam apakah batu ginjal bisa sembuh sendiri, gejala yang membaik alami, penyebab batu tidak keluar, cara diagnosis akurat, pengobatan medis efektif, komplikasi jika menunggu terlalu lama, pencegahan rekuren, serta kapan harus segera ke urologi agar ginjal tetap sehat tanpa dampak permanen. Mengenal Batu Ginjal Batu ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari kristalisasi mineral dan garam di dalam ginjal atau sepanjang saluran kemih. Kondisi ini terjadi ketika urine menjadi terlalu pekat sehingga zat-zat seperti kalsium, oksalat, atau asam urat mengendap dan membentuk kristal. Ukuran batu sangat bervariasi, mulai dari butiran halus seperti pasir hingga batu besar sebesar bola golf yang dapat menyumbat aliran urine. Jenis batu ginjal ditentukan oleh komposisi kimianya. Batu kalsium oksalat merupakan yang paling sering ditemukan, mencakup sekitar 70 hingga 80 persen kasus. Batu ini terbentuk dari kombinasi kalsium dan oksalat yang berlebihan dalam urine. Batu asam urat muncul akibat kadar asam urat tinggi, sering berkaitan dengan konsumsi protein hewani berlebih atau gangguan metabolik. Batu struvite biasanya berhubungan dengan infeksi saluran kemih kronis dan dapat tumbuh cepat menjadi batu besar. Batu sistin lebih jarang, terkait kelainan genetik yang menyebabkan kebocoran asam amino sistin ke dalam urine. Secara klinis, batu berukuran kecil sering tidak menimbulkan keluhan dan dapat keluar sendiri tanpa disadari. Namun, batu yang lebih besar atau bergerak ke ureter dapat menyebabkan nyeri pinggang hebat yang menjalar ke perut bawah atau selangkangan, disertai mual, muntah, kencing berdarah, hingga infeksi. Bila tidak ditangani, batu ginjal dapat memicu komplikasi serius seperti sumbatan saluran kemih, kerusakan ginjal, dan infeksi berat. Di Indonesia, batu ginjal diperkirakan memengaruhi sekitar 1 dari 10 orang dewasa. Faktor risiko yang sering ditemukan meliputi kurang minum air mineral, iklim panas, pola makan tinggi garam dan protein, obesitas, serta riwayat keluarga. Karena itu, pemahaman sejak dini tentang batu ginjal penting agar pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi komplikasi yang lebih berat. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases 2024, batu ginjal kecil sering keluar sendiri, tapi besar butuh intervensi. Gejala Batu Ginjal Gejala batu ginjal sangat bergantung pada ukuran, lokasi, dan apakah batu tersebut menyebabkan sumbatan atau infeksi. Batu yang masih kecil dan berada di ginjal sering kali tidak menimbulkan keluhan sama sekali dan dapat keluar bersama urine tanpa disadari. Namun, ketika batu bergerak ke ureter atau menyumbat aliran urine, gejala biasanya muncul secara tiba-tiba dan intens. Keluhan paling khas adalah nyeri pinggang hebat yang dapat menjalar ke perut bawah hingga selangkangan. Nyeri ini sering datang hilang-timbul, sangat kuat, dan membuat penderita sulit menemukan posisi nyaman. Selain nyeri, kencing darah sering terjadi akibat iritasi dinding saluran kemih oleh batu, sehingga urine tampak kemerahan, kecokelatan, atau hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Gejala lain yang kerap menyertai adalah mual dan muntah akibat refleks saraf dari ginjal ke saluran cerna. Penderita juga dapat mengalami sering kencing, rasa tidak tuntas saat berkemih, atau nyeri saat kencing jika batu sudah mendekati kandung kemih. Bila batu menyebabkan infeksi, demam, menggigil, dan lemas dapat muncul, menandakan kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan segera. Perlu diingat, tidak semua batu ginjal menimbulkan nyeri berat. Batu kecil bisa keluar spontan tanpa gejala signifikan. Namun, setiap nyeri pinggang hebat atau kencing berdarah sebaiknya tidak diabaikan dan perlu dievaluasi oleh tenaga medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penyebab Batu Ginjal Tidak Keluar Sendiri Penyebab: Ukuran >5 mm Bentuk tidak rata atau berduri Posisi di ureter bawah Sumbatan anatomis Infeksi menyertai Batu asam urat lebih mudah larut, batu sistin sulit. Cara Dokter Mendiagnosis Batu Ginjal Diagnosis: USG ginjal CT scan non-kontras Rontgen KUB Analisis urin Diagnosis tentukan ukuran, posisi, jenis batu. Apakah Batu Ginjal Bisa Sembuh Sendiri? Fakta Medis Fakta: Batu 6 mm: 5 mm Jangan tunggu “sembuh sendiri” jika gejala berat. Informasi lengkap batu ginjal dapat dibaca pada artikel layanan urologi dan layanan penyakit dalam dari Primaya Hospital. Jangan Pertaruhkan Ginjal Batu ginjal kecil bisa sembuh sendiri, tapi besar atau komplikasi butuh pengobatan medis segera. Dengan fakta medis,... - Published: 2026-06-03 - Modified: 2026-06-04 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kenali-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: kenali ginjal, posisi ginjal - Translation Priorities: Optional Setiap hari, ginjal Anda menyaring 180 liter darah, membuang racun, menjaga tekanan darah, dan memproduksi hormon yang membuat tulang kuat. Namun, organ seukuran kepalan tangan ini bekerja diam-diam — tanpa keluhan hingga 70–80 % fungsinya sudah rusak. Di Indonesia, lebih dari 200. 000 orang menjalani cuci darah karena gagal ginjal, dan angka ini terus naik setiap tahun. Kabar baiknya: hampir 90 % kerusakan ginjal bisa dicegah jika kita memahami cara kerja ginjal sejak dini dan menjaga kesehatannya dengan benar. Yuk, kenali organ luar biasa ini dan apa yang bisa Anda lakukan agar ginjal tetap sehat seumur hidup! Mengenal Ginjal: Lokasi, Bentuk, dan Struktur Dasar Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang, masing-masing seukuran kepalan tangan, terletak di belakang perut bagian atas tepat di bawah tulang rusuk—satu di kiri dan satu di kanan tulang belakang. Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah, membuang limbah, dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit tubuh. Setiap ginjal memiliki sekitar 1 juta unit penyaring kecil yang disebut nefron, yang merupakan “mesin” utama ginjal dalam proses filtrasi darah. Struktur nefron terdiri dari: Glomerulus Jaringan kapiler halus di dalam nefron yang berfungsi menyaring darah. Glomerulus membuang limbah dan zat berlebih sambil mempertahankan sel darah dan protein yang masih dibutuhkan tubuh. Tubulus Saluran panjang yang menyerap kembali zat bermanfaat seperti glukosa, elektrolit, dan air ke dalam tubuh, sekaligus membuang limbah yang akan dikeluarkan melalui urine. Proses ini memastikan keseimbangan cairan, elektrolit, dan pH darah tetap optimal. Menurut National Kidney Foundation 2024, ginjal orang dewasa sehat menyaring 180–200 liter darah setiap hari — setara dengan 70–80 kali volume darah seluruh tubuh! 7 Fungsi Ginjal yang Sangat Vital bagi Tubuh Menjaga keseimbangan cairan & elektrolit: natrium, kalium, kalsium, dll Menyaring limbah dan racun: urea, kreatinin, obat-obatan, dll Mengatur tekanan darah: melalui hormon renin & aldosterone Memproduksi hormon eritropoietin: merangsang sumsum tulang membuat sel darah merah Menjaga keseimbangan asam-basa darah: mencegah asidosis (kondisi pH terlalu asam dalam darah) Dapat Membuang kelebihan obat dan zat kimia: termasuk alkohol & kafein Mengaktifkan vitamin D: untuk penyerapan kalsium & kesehatan tulang Tanda-Tanda Ginjal Mulai Bermasalah (Jangan Diabaikan! ) Ginjal yang mengalami kerusakan biasanya memberikan tanda-tanda awal yang halus sebelum muncul komplikasi serius. Kenali gejala berikut agar bisa segera melakukan pemeriksaan medis: Urine berbusa atau berdarah Kehadiran busa berlebihan atau darah dalam urine bisa menandakan proteinuria atau kerusakan glomerulus, indikasi awal gangguan fungsi ginjal. Bengkak di kaki, wajah, atau tangan (edema) Ginjal yang tidak mampu membuang kelebihan cairan menyebabkan penumpukan cairan di jaringan, terlihat jelas sebagai pembengkakan di area tubuh tertentu. Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol Ginjal memainkan peran penting dalam regulasi tekanan darah. Jika ginjal terganggu, hipertensi menjadi sulit dikendalikan meskipun sudah minum obat. Lelah ekstrem & sesak napas Kerusakan ginjal dapat menurunkan produksi sel darah merah, menyebabkan anemia, yang memunculkan rasa lelah luar biasa dan sesak napas bahkan saat aktivitas ringan. Gatal-gatal di seluruh tubuh Akumulasi limbah yang tidak tersaring oleh ginjal dapat memicu rasa gatal di kulit, seringkali menjadi tanda awal gagal ginjal kronis. Nafsu makan turun & mual Ketika racun menumpuk di darah, sistem pencernaan ikut terganggu sehingga menurunkan nafsu makan dan menyebabkan mual atau muntah. Nyeri pinggang atau perut bagian samping Nyeri di daerah ginjal (punggung bagian bawah atau samping perut) bisa mengindikasikan batu ginjal, infeksi, atau peradangan ginjal. Penyebab Utama Kerusakan Ginjal di Indonesia Diabetes melitus (40–50 % kasus gagal ginjal) Hipertensi tidak terkontrol Batu ginjal & infeksi saluran kemih berulang Penggunaan obat yang merusak ginjal dalam jangka panjang (antinyeri & antibiotik tertentu) Dehidrasi kronis & konsumsi garam berlebih Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat Sejak Dini Minum air putih 2–3 liter/hari (sesuaikan dengan aktivitas) Batasi garam 140/90 mmHg meski sudah diet Hipertensi yang sulit dikendalikan seringkali berkaitan dengan gangguan ginjal. Dokter spesialis ginjal dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dan terapi yang tepat. Kreatinin darah >1,2 mg/dL (pria) atau >1,0 mg/dL (wanita) Kadar kreatinin yang meningkat menandakan penurunan kemampuan ginjal dalam menyaring darah. Pemeriksaan lanjutan seperti fungsi ginjal (eGFR) dan urine lengkap biasanya dianjurkan. Deteksi dini dan pemeriksaan rutin membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal dan mencegah komplikasi jangka panjang seperti gagal ginjal kronis. Informasi lengkap tentang kesehatan ginjal dapat dibaca pada artikel mengenal penyakit gagal ginjal kronis dan gejala awal gagal ginjal dari Primaya Hospital. Ginjal Sehat, Tubuh Bahagia Ginjal adalah organ paling pekerja keras di tubuh Anda — menyaring darah 70 kali sehari tanpa istirahat. Sayang sekali jika kita baru peduli saat sudah harus cuci darah 2–3 kali seminggu. Mulai hari ini, minum air putih cukup, batasi garam & gula, olahraga rutin, dan cek kesehatan ginjal setahun sekali. Investasi kecil ini akan menghemat biaya ratusan juta dan puluhan tahun hidup berkualitas. Ginjal sehat bukan keberuntungan — tapi pilihan yang Anda buat setiap hari! Ditinjau oleh: dr. Jonny, Sp. PD, K-GH, M. Kes, MM, FINASIM Spesialis Penyakit Dalam KOnsultan Ginjal Hipertensi Primaya Hospital PGI Cikini Referensi: National Kidney Foundation. How Your Kidneys... - Published: 2026-06-02 - Modified: 2026-06-04 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cara-menjaga-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: ginjal sehat, menjaga kesehatan ginjal - Translation Priorities: Optional Setiap hari, ginjal Anda menyaring 180–200 liter darah, membuang racun, mengatur tekanan darah, dan menjaga tulang tetap kuat — semua tanpa Anda sadari. Namun, ketika ginjal rusak, gejala sering baru muncul setelah 70–80 % fungsinya hilang. Di Indonesia, lebih dari 200. 000 orang sudah menjalani dialisis (cuci darah/HD atau cuci perut/CAPD), dan angka ini naik 10–15 % setiap tahun. Kabar baiknya: 90 % kasus gagal ginjal kronis bisa dicegah hanya dengan pola hidup sederhana yang benar. Yuk, terapkan 15 kebiasaan sehat yang terbukti ilmiah agar ginjal tetap berfungsi optimal hingga usia lanjut! Mengapa Ginjal Begitu Mudah Rusak Tanpa Disadari? Ginjal memiliki cadangan fungsi yang sangat besar, sehingga organ ini bisa tetap bekerja optimal meski sebagian selnya rusak. Misalnya, jika satu ginjal mengalami gangguan, ginjal satunya dapat mengambil alih fungsinya hingga 70–80% tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Karena kemampuan kompensasi ini, kerusakan ginjal sering berlangsung diam-diam. Banyak orang baru menyadari masalah ginjal ketika penyakit sudah mencapai stadium lanjut, seperti gagal ginjal kronis, yang memerlukan dialisis atau transplantasi. Itulah sebabnya penting melakukan pemeriksaan rutin fungsi ginjal, termasuk cek ureum, kreatinin, dan urine, terutama bagi individu dengan hipertensi, diabetes, atau riwayat keluarga penyakit ginjal, meski mereka merasa sehat. Pencegahan dan deteksi dini dapat mencegah kerusakan permanen yang sulit diperbaiki. Menurut National Kidney Foundation 2024, dua penyebab utama kerusakan ginjal di dunia adalah diabetes (40–50 %) dan hipertensi (25–30 %), dan keduanya bisa dicegah dengan pola hidup sehat. 15 Kebiasaan Terbukti Menjaga Ginjal Tetap Sehat Minum air putih 2,5–3,5 liter/hari Urine harus jernih sepanjang hari. Kurang minum adalah faktor risiko nomor satu batu ginjal dan infeksi. Batasi garam - Published: 2026-06-01 - Modified: 2026-06-02 - URL: https://primayahospital.com/urologi/bahaya-batu-ginjal/ - Kategori: Urologi - Tag: Batu Ginjal, Gejala Penyakit Batu Ginjal, Pemecahan batu ginjal tanpa operasi - Translation Priorities: Optional Batu ginjal adalah masalah umum yang sering dianggap remeh hingga gejala berat muncul. Di Indonesia, prevalensi batu ginjal mencapai 10 hingga 15 persen populasi dewasa, dengan banyak kasus terdeteksi saat sudah komplikasi. Banyak penderita mengabaikan nyeri pinggang ringan atau kencing berdarah karena mengira hanya kelelahan atau infeksi biasa. Padahal, batu ginjal yang diabaikan bisa sebabkan infeksi saluran kemih berat, sumbatan ureter, hidronefrosis, hingga gagal ginjal kronis. Komplikasi ini tidak hanya menyakitkan tapi juga mahal pengobatannya, bahkan butuh dialisis seumur hidup. Kabar baiknya, deteksi dini melalui USG atau CT scan dan penanganan tepat bisa hindari dampak permanen hingga 90 persen. Dengan pemahaman dampak batu ginjal, penderita bisa segera konsultasi urologi sebelum terlambat. Artikel ini membahas mendalam apa itu batu ginjal, gejala awal sering terlewat, penyebab utama, cara diagnosis akurat, pengobatan modern, komplikasi berbahaya jika diabaikan, pencegahan sehari-hari, serta kapan harus segera ke dokter agar ginjal tetap sehat dan terhindar dari risiko fatal. Mengenal Batu Ginjal Batu ginjal atau nefrolitiasis adalah endapan keras menyerupai batu yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam ginjal atau saluran kemih. Proses pembentukan terjadi ketika urine terlalu pekat sehingga mineral seperti kalsium, oksalat, atau asam urat mudah mengkristal dan saling menempel. Seiring waktu, kristal ini membesar dan membentuk batu dengan ukuran yang sangat bervariasi, mulai dari butiran pasir hingga beberapa sentimeter. Jenis batu ginjal dibedakan berdasarkan komposisi kimianya, karena setiap jenis memiliki faktor risiko dan pencegahan yang berbeda: Batu kalsium oksalat merupakan jenis paling umum dan sering berkaitan dengan kurang minum, konsumsi oksalat tinggi, serta gangguan metabolisme kalsium. Batu kalsium fosfat biasanya terkait kondisi urine yang terlalu basa dan gangguan hormon tertentu. Batu asam urat sering ditemukan pada penderita asam urat tinggi, obesitas, atau pola makan tinggi protein hewani. Batu struvite terbentuk akibat infeksi saluran kemih kronis oleh bakteri tertentu dan dapat tumbuh cepat serta berukuran besar. Batu sistin bersifat genetik dan jarang, muncul akibat kelainan bawaan pada transport asam amino di ginjal. Batu berukuran kecil sering kali dapat keluar sendiri bersama urine tanpa menimbulkan keluhan berarti. Namun, batu yang lebih besar dapat menyumbat aliran urine, menyebabkan nyeri hebat, infeksi, hingga kerusakan ginjal jika tidak ditangani. Di Indonesia, batu ginjal paling sering ditemukan pada usia produktif 30 hingga 50 tahun, dengan angka kejadian lebih tinggi pada pria, terutama yang kurang asupan cairan dan sering terpapar cuaca panas. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases 2024, batu ginjal memengaruhi 1 dari 10 orang seumur hidup. Gejala Batu Ginjal Gejala awal: Nyeri pinggang tumpul Kencing berdarah mikro Sering kencing Mual Gejala kolik renalis: Nyeri hebat pinggang menjalar selangkangan Keringat dingin Muntah Kencing darah makro Batu kecil sering tanpa gejala hingga sumbatan. Penyebab Batu Ginjal Penyebab utama: Dehidrasi kronis Diet tinggi garam, protein hewani, oksalat Obesitas Gangguan metabolisme Infeksi saluran kemih berulang Riwayat keluarga Di Indonesia, cuaca panas dan konsumsi air kurang menjadi faktor utama. Cara Dokter Mendiagnosis Batu Ginjal Diagnosis: USG ginjal awal CT scan non-kontras gold standard Rontgen KUB untuk batu radioopak Analisis urin dan darah Analisis batu jika keluar Diagnosis dini hindari komplikasi. Cara Mengatasi atau Pengobatan Batu Ginjal Pengobatan dan Tindakan: Minum air banyak untuk batu kecil Obat nyeri dan antispasmodik ESWL gelombang kejut Ureteroskopi laser PCNL untuk batu besar Retrogade Intrarenal Surgery (RIRS) Pengobatan cegah rekuren hingga 50 persen. Komplikasi Batu Ginjal yang Diabaikan Komplikasi: Infeksi saluran kemih berat (pielonefritis) Sumbatan ureter Hidronefrosis Sepsis Kerusakan ginjal permanen Gagal ginjal kronis Sumbatan lama sebabkan kehilangan fungsi ginjal satu sisi. Infeksi dengan sumbatan bisa fatal. Pencegahan Batu Ginjal Pencegahan berperan sangat besar karena batu ginjal dikenal mudah kambuh. Dengan langkah yang tepat, risiko kekambuhan dapat ditekan hingga sekitar 80 persen. Pencegahan: Minum air 2–3 liter per hari secara merata dari pagi hingga malam, dengan target warna urin bening atau kuning sangat pucat sebagai tanda hidrasi cukup Kurangi asupan garam berlebih karena natrium meningkatkan pembuangan kalsium lewat urin dan memicu pembentukan batu Batasi protein hewani seperti daging merah dan jeroan karena meningkatkan kalsium, asam urat, dan oksalat dalam urin Tambahkan sumber sitrat alami dari jeruk, lemon, atau nipis karena sitrat menghambat pengendapan kristal batu Jaga berat badan ideal, karena obesitas berkaitan dengan perubahan metabolisme urin yang mempermudah pembentukan batu Hindari minuman bersoda, terutama cola, yang mengandung fosfat dan gula tinggi yang meningkatkan risiko batu Pencegahan yang konsisten jauh lebih efektif dan murah dibandingkan pengobatan batu ginjal yang sudah besar. Dengan kebiasaan minum yang baik, pola makan seimbang, dan kontrol rutin, sebagian besar penderita dapat terhindar dari nyeri hebat, rawat inap, maupun tindakan operasi di kemudian hari. Kapan Harus ke Dokter Segera ke urologi jika: Nyeri hebat tidak tertahankan atau nyeri pinggang yang semakin memberat dan tidak membaik dengan istirahat maupun obat pereda nyeri biasa Demam tinggi, menggigil, atau tanda infeksi lain yang dapat mengarah pada infeksi ginjal serius Muntah terus-menerus sehingga tidak mampu minum atau makan, berisiko menyebabkan dehidrasi Kencing darah dalam jumlah banyak... - Published: 2026-05-31 - Modified: 2026-06-02 - URL: https://primayahospital.com/urologi/gejala-isk/ - Kategori: Urologi - Tag: bahaya infeksi saluran kemih, infeksi saluran kemih, tanda infeksi saluran kemih - Translation Priorities: Optional Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi umum yang sering dianggap sepele, padahal bisa berkembang serius jika tidak ditangani. Di Indonesia, ISK memengaruhi jutaan orang setiap tahun, terutama wanita, anak, dan lansia. Banyak penderita mengabaikan gejala awal seperti anyang-anyangan karena mengira hanya kelelahan atau kurang minum. Padahal, ISK yang naik ke ginjal (pielonefritis) bisa sebabkan kerusakan permanen, sepsis, atau gagal ginjal. Kaitan ISK dengan ginjal sangat erat karena bakteri dari saluran bawah bisa menyebar ke atas. Pencegahan sederhana seperti minum air cukup dan kebersihan bisa kurangi risiko hingga 50 persen. Dengan pemahaman gejala dini dan pencegahan, ISK bisa dicegah sebelum komplikasi. Artikel ini membahas mendalam apa itu ISK, gejala pada saluran bawah dan atas, penyebab utama, cara diagnosis akurat, pengobatan efektif, komplikasi pada ginjal, pencegahan sehari-hari, serta kapan harus segera ke dokter agar saluran kemih dan ginjal tetap sehat. Mengenal Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi ketika bakteri menginfeksi salah satu bagian saluran kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal. Sebagian besar kasus merupakan ISK bawah atau sistitis, yaitu infeksi pada kandung kemih. Meski sering dianggap ringan, ISK yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi serius. ISK atas atau pielonefritis terjadi ketika bakteri naik hingga ke ginjal. Kondisi ini lebih berat karena dapat merusak jaringan ginjal, memicu demam tinggi, hingga menyebabkan sepsis jika terlambat ditangani. Jenis ISK: ISK tidak rumit: umumnya terjadi pada wanita sehat tanpa penyakit penyerta, sering dipicu kebersihan yang kurang atau menahan buang air kecil ISK rumit: terjadi pada pria, ibu hamil, penderita diabetes, gangguan saraf kandung kemih, penggunaan kateter, atau adanya batu ginjal dan kelainan struktur saluran kemih Wanita jauh lebih rentan mengalami ISK karena uretra lebih pendek dan letaknya dekat dengan anus, sehingga bakteri usus seperti Escherichia coli lebih mudah masuk ke saluran kemih. Aktivitas seksual, perubahan hormon, serta kebiasaan kurang minum juga meningkatkan risiko. Secara umum, ISK diperkirakan menyerang sekitar 150 juta orang setiap tahun. Di Indonesia, angkanya diperkirakan serupa dengan tren dunia dan menjadi salah satu penyebab tersering kunjungan ke fasilitas kesehatan, baik di layanan primer maupun rumah sakit. Deteksi dan pengobatan dini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi berulang dan kerusakan ginjal jangka panjang. Menurut Centers for Disease Control and Prevention 2024, ISK adalah infeksi bakteri paling umum. Gejala Infeksi Saluran Kemih Gejala ISK bawah: Anyang-anyangan Nyeri saat kencing Kencing sering tapi sedikit Kencing keruh atau berdarah Nyeri suprapubik Gejala ISK atas (ginjal): Demam tinggi Nyeri pinggang Mual muntah Lelah berat Anak dan lansia gejala samar seperti rewel atau bingung. Penyebab Infeksi Saluran Kemih Penyebab utama E. coli dari usus. Faktor risiko: Wanita: uretra pendek Kebersihan buruk Seks aktif Batu ginjal Diabetes Kateter urine Kehamilan ISK atas sering dari ISK bawah naik. Cara Dokter Mendiagnosis ISK Diagnosis: Urinalisis strip Kultur urin USG ginjal jika rumit CT scan kasus berat Diagnosis dini cegah penyebaran ke ginjal. Cara Mengatasi atau Pengobatan ISK Pengobatan: Antibiotik sesuai kultur Obat nyeri Hidrasi banyak Rawat inap ISK atas Pengobatan tepat sembuhkan 90 persen kasus. Komplikasi ISK dan Kaitan dengan Ginjal Komplikasi: Pielonefritis Abses ginjal Sepsis Kerusakan ginjal permanen Gagal ginjal ISK berulang tingkatkan risiko batu ginjal. Pencegahan Infeksi Saluran Kemih Pencegahan ISK berfokus pada mengurangi jumlah bakteri yang masuk ke saluran kemih serta menjaga aliran urine tetap lancar agar kuman tidak mudah berkembang biak. Langkah-langkah sederhana berikut terbukti efektif bila dilakukan konsisten: Minum air 2 hingga 3 liter per hari untuk membantu membilas bakteri keluar melalui urine dan mencegah urine terlalu pekat Kencing setelah berhubungan seksual guna mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra saat aktivitas intim Menjaga kebersihan area genital dengan cara membersihkan dari depan ke belakang, terutama setelah buang air, untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra Menghindari penggunaan celana terlalu ketat atau bahan yang tidak menyerap keringat karena menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri Mengonsumsi cranberry dalam jumlah moderat, baik jus tanpa gula atau ekstrak, karena mengandung proanthocyanidin yang dapat menghambat bakteri menempel di dinding saluran kemih Mengontrol diabetes dengan baik, karena kadar gula darah tinggi meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat penyembuhan Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini secara rutin, risiko infeksi saluran kemih dapat berkurang hingga sekitar 50 persen, terutama pada individu yang sering mengalami ISK berulang. Pencegahan konsisten jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan pengobatan saat infeksi sudah terjadi. Kapan Harus ke Dokter Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami salah satu atau lebih kondisi berikut, karena dapat menandakan ISK yang sudah berat atau mulai menyebar ke ginjal: Demam tinggi, terutama bila disertai menggigil atau badan terasa sangat lemah Nyeri pinggang atau nyeri punggung bawah, tanda kemungkinan infeksi ginjal Muntah atau mual berat hingga sulit makan dan minum Kencing bercampur darah atau urine tampak keruh dan berbau tajam Gejala ISK tidak membaik atau justru memburuk setelah lebih dari 3 hari ISK pada ibu hamil memerlukan perhatian khusus karena meningkatkan risiko... - Published: 2026-05-30 - Modified: 2026-05-04 - URL: https://primayahospital.com/anak/asi-eksklusif/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional ASI eksklusif adalah rekomendasi utama untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, banyak ibu baru yang masih kebingungan untuk memilih antara ASI atau susu formula. Disebabkan karena adanya tekanan pekerjaan, produksi ASI rendah, atau informasi mitos. Di Indonesia, hanya sekitar 50 persen bayi mendapat ASI eksklusif 6 bulan, sedangkan WHO mengharapkan target 70 persen ditahun 2030. ASI sangat banyak sekali manfaatnya, kandungan ASI diantaranya adalah antibodi, nutrisi, antimikrobial dan faktor pertumbuhan yang tidak bisa didapatkan dari susu formula. Namun, seringkali ibu menyusui mengalami gangguan kondisi seperti peradangan pada payudara (mastitis), waktu yang terbatas untuk pumping karena harus bekerja, atau kondisi medis lain yang menjadikan ibu memutuskan untuk menggantinya dengan susu formula. Akhir-akhir ini sudah mulai banyak Susu formula yang kandungannya mendekati komposisi ASI, tapi tetap ASI tidak dapat tergantikan. Artikel ini membahas tentang betapa pentingnya pemberian, juga manfaat yang di dapat dari pemberian ASI eksklusif. Artikel ini juga membahas mengenai tantangan, mitos, serta semua masalah yang ditemukan saat proses laktasi. Mengenal ASI Eksklusif dan Susu Formula ASI eksklusif adalah pemberian hanya air susu ibu kepada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kecuali obat atau vitamin atas anjuran tenaga kesehatan. Pada periode ini, ASI sudah mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi dan cairan bayi. Komposisi ASI: Kolostrum pada hari pertama hingga hari ke-3 yang kaya akan antibodi, terutama imunoglobulin, untuk perlindungan awal bayi baru lahir. ASI matur bersifat dinamis, komposisinya menyesuaikan usia, kebutuhan, dan kondisi bayi. Laktosa sebagai sumber energi utama serta protein whey yang mudah dicerna. DHA dan asam lemak esensial penting untuk perkembangan otak dan penglihatan. Imunoglobulin A membantu melindungi saluran cerna dari infeksi. Susu formula adalah susu berbahan dasar susu sapi atau kedelai yang dimodifikasi agar mendekati komposisi ASI. Formula umumnya diperkaya nutrisi tambahan seperti DHA, prebiotik, probiotik, dan zat besi untuk mendukung pertumbuhan bayi yang tidak mendapatkan ASI secara optimal. Perlu dipahami bahwa meskipun susu formula terus dikembangkan, komposisinya tidak dapat sepenuhnya sama dengan kompleksitas ASI, terutama dari kandungan antibodi dan faktor imun. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif tetap menjadi pilihan terbaik selama memungkinkan dan tidak ada kontraindikasi medis. Di Indonesia, ASI eksklusif sangat direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan sebagai standar emas nutrisi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Menurut World Health Organization 2024, ASI eksklusif kurangi risiko infeksi dan mortalitas bayi hingga 50 persen. Formula aman jika dibuat benar, tapi tidak gantikan antibodi ASI. Kelebihan ASI Eksklusif Kelebihan ASI: Imunitas pasif lawan infeksi Cerna mudah, kurangi kolik Dukung perkembangan otak Kurangi risiko obesitas dewasa Ikatan emosional ibu-bayi Gratis dan selalu siap Lindungi ibu dari kanker payudara Bayi ASI jarang sembelit atau alergi. Studi tunjukkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki IQ rata-rata lebih tinggi 3 hingga 5 poin dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula. Kelebihan Susu Formula Kelebihan formula: Jadwal makan lebih teratur Bisa diberikan oleh siapa saja selain ibunya Ibu mengetahui jumlah pasti pemberian susu Tidak tergantung produksi ASI Memiliki Nutrisi tambahan lain seperti zat besi, serta multivitamin lainnya Susu Formula dapat diberikan pada bayi dengan ibu yang memiliki kondisi medis khusus atau ibu pekerja sehingga dapat kembali bekerja lebih cepat. Formula hypoallergenic untuk bayi dengan alergi protein sapi atau pencegahan alergi. Tantangan ASI Eksklusif Tantangan ASI: Peradangan payudara (mastitis) Produksi ASI yang sedikit (kurang dari kebutuhan harian bayi) Ibu pekerja Kurang dukungan keluarga Mitos “ASI kualitas buruk” Banyak ibu berhenti sebelum 6 bulan karena tantangan tersebut. Tantangan Susu Formula Tantangan formula: Biaya yang dikeluarkan lebih mahal Risiko salah penyajian Kandungan antibodi yang minimal Sering berisiko menyebabkan reaksi alergi dan konstipasi Cara mencuci botol susu yang kurang tepat Formula tidak dukung ikatan emosional. Mitos Umum ASI vs Formula Mitos ASI: “ASI encer tidak bergizi” — foremilk (konsistensi lebih cair) untuk mengurangi rasa haus hanya mengandung air dan protein, hindmilk (konsistensi lebih kental) mengandung zat gizi yang lebih tinggi seperti karbohidrat dan lemak “ASI sering dianggap ASI basi apabila terlambat di pompa” — ASI tidak basi apabila cara penyimpanan benar, ASI tetap memiliki kualitas yang baik walaupun terlambat di pompa atau terlambat diberikan kepada bayi karena kondisi di dalam payudara steril. Mitos formula: “Formula bikin bayi gemuk sehat” — risiko obesitas (bila diberikan secara berlebihan atau overfeeding) “Formula lebih praktis” — tapi kandungan imun kurang optimal dibandingkan ASI Fakta: ASI selalu terbaik jika memungkinkan. Cara Dokter Menilai Kebutuhan ASI atau Formula Dokter nilai: Pertumbuhan bayi Produksi ASI ibu Kondisi medis ibu/bayi Dukungan sosial-emosional Konsultasi laktasi dapat membantu menyelesaikan masalah menyusui. Pengobatan atau Dukungan jika terdapat Masalah selama proses Menyusui Dukungan: Memompa ASI secara rutin Konsumsi Galaktagog alami (daun katuk) Obat domperidone jika perlu Terapi posisi dan perlekatan saat menyusui Pijat laktasi Kombinasi ASI dan formula jika perlu. Komplikasi jika Salah Pilih atau Tidak Dukung Menyusui Komplikasi kurang ASI: Infeksi berulang Alergi makanan Anak mengalami Malnutrisi (gizi kurang atau obesitas) Komplikasi formula salah: Infeksi dari... - Published: 2026-05-29 - Modified: 2026-05-04 - URL: https://primayahospital.com/anak/tanda-bahaya-pada-bayi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Bayi baru lahir memiliki sistem pertahanan tubuh yang sangat terbatas, sehingga mereka sangat rentan terhadap infeksi bakteri, virus, serta berbagai gangguan kesehatan karena sistem imun mereka yang masih dalam tahap perkembangan awal. Di Indonesia, angka kematian neonatal (kematian bayi pada bulan pertama kehidupan) tercatat masih cukup tinggi. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan orang tua dalam mengenali tanda-tanda bahaya yang bersifat mengancam jiwa, seperti demam tinggi, muntah proyektil, atau munculnya ruam kulit yang luas secara tiba-tiba. Sering kali, para ibu baru—mungkin karena kurangnya informasi atau pengaruh mitos—menganggap gejala-gejala awal ini sebagai hal yang normal, atau sekadar gejala "masuk angin" biasa. Hal ini mengakibatkan penundaan untuk mencari bantuan medis ke rumah sakit hingga kondisi bayi sudah memasuki tahap kritis. Padahal, tanda bahaya pada bayi usia 0 hingga 28 hari dapat memburuk dengan sangat cepat, bertransformasi menjadi kondisi mematikan seperti sepsis (infeksi darah sistemik), dehidrasi berat, hingga meningitis (radang selaput otak) hanya dalam hitungan jam. Penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini dan respons medis yang cepat dapat menyelamatkan nyawa bayi baru lahir hingga 90 persen. Dengan pemahaman yang baik mengenai tanda-tanda spesifik—seperti suhu tubuh di atas 38°C, muntah berwarna hijau, munculnya ruam petekie (bintik merah yang tidak hilang saat ditekan), atau bayi yang tampak sangat lemas dan tidak mau menyusu—orang tua dapat segera bertindak tepat. Kunjungan neonatal rutin ke tenaga kesehatan serta observasi harian di rumah adalah kunci utama keselamatan bayi. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai apa saja tanda bahaya pada bayi baru lahir, cara membedakan gejala yang normal (seperti gumoh) dengan kondisi darurat, penyebab utama di balik gejala tersebut, hingga prosedur diagnosis cepat yang dilakukan di rumah sakit. Kita juga akan mengulas pengobatan yang efektif, risiko komplikasi jika gejala diabaikan, strategi pencegahan infeksi neonatal, peran krusial orang tua dalam observasi mandiri, serta panduan kapan Anda harus segera membawa bayi ke IGD agar keselamatan dan kesehatannya tetap terjaga. Mengenal Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir Bayi baru lahir, yang dalam dunia medis disebut sebagai neonatus, adalah bayi yang berada dalam rentang usia 0 hingga 28 hari. Masa ini disebut sebagai periode paling kritis dan rentan karena bayi sedang mengalami proses transisi biologis yang drastis dari kehidupan di dalam rahim (intrauterine) ke dunia luar yang penuh dengan paparan kuman dan perubahan suhu. Berdasarkan pedoman dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan WHO, berikut adalah daftar tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan sedikit pun: Demam (>38°C) atau Hipotermia (60/menit Kuning hari pertama atau berat Gejala bahaya butuh evaluasi segera. Penyebab Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir Penyebab utama: Infeksi bakteri (sepsis, meningitis) Kelainan bawaan jantung Gangguan metabolisme Dehidrasi Aspirasi mekonium Faktor risiko: persalinan prematur, ketuban pecah lama, ibu demam. Cara Dokter Mendiagnosis Tanda Bahaya Diagnosis: Pemeriksaan fisik lengkap Tes darah lengkap, CRP Kultur darah/urine Rontgen dada Lumbal pungsi meningitis Diagnosis cepat di NICU penting. Cara Mengatasi atau Pengobatan Tanda Bahaya Pengobatan: Antibiotik intravena Infus hidrasi Oksigen atau ventilator Fototerapi kuning Operasi kelainan bawaan Rawat inap NICU tingkatkan survival. Komplikasi Jika Tanda Bahaya Diabaikan Komplikasi: Sepsis berat Kerusakan otak Gagal organ Kematian Disabilitas permanen Keterlambatan 24 jam tingkatkan mortalitas drastis. Pencegahan Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir Pencegahan: Antenatal rutin Persalinan bersih ASI eksklusif Imunisasi hepatitis B lahir Kulit ke kulit Jaga suhu bayi Pencegahan kurangi risiko infeksi neonatal. Kapan Harus ke Rumah Sakit Segera ke IGD jika: Demam atau dingin Muntah hebat Ruam petekie Lemas tidak menyusu Sesak napas Kejang Jangan tunggu pagi jika gejala malam. Informasi lengkap tanda bahaya bayi dapat dibaca pada artikel layanan anak dan layanan kebidanan dan kandungan dari Primaya Hospital. Waspada Tanda Bahaya Selamatkan Bayi Tanda bahaya pada bayi baru lahir adalah sinyal darurat yang butuh respons cepat orang tua. Dengan gejala, pencegahan, dan kapan ke RS di atas, risiko komplikasi bisa diminimalkan. Mulai hari ini: observasi bayi rutin, kenali tanda normal, dan jangan ragu ke dokter. Ingat: bayi baru lahir tidak bisa bicara — tapi tubuhnya beri sinyal. Waspada tanda bahaya adalah cinta terbesar untuk buah hati! Ditinjau oleh: dr. Ied Imilda, M. Biomed, Sp. A(K), Neonatologi Anak Spesialis Anak Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2026-05-28 - Modified: 2026-06-01 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kopi-saat-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Bagi banyak orang, memulai hari dengan secangkir kopi adalah ritual yang sulit ditinggalkan. Namun, saat garis dua muncul di testpack, muncul kekhawatiran: "Bolehkah saya tetap minum kopi? ". Masa kehamilan memang menuntut perubahan gaya hidup, termasuk dalam urusan konsumsi kafein. Kabar baiknya, ibu hamil tidak harus berhenti total, asalkan memahami batasan yang direkomendasikan. Berapa Batas Aman Kafein untuk Ibu Hamil? Menurut standar internasional dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil disarankan membatasi asupan kafein maksimal 200 miligram (mg) per hari. Angka ini setara dengan satu gelas kopi berukuran 350 ml atau dua cangkir kecil kopi hitam. Penting untuk diingat bahwa kafein tidak hanya ditemukan pada kopi. Teh, cokelat, minuman bersoda, hingga minuman berenergi juga mengandung kafein. Jika Ibu sudah minum secangkir kopi, sebaiknya hindari konsumsi cokelat atau teh di hari yang sama agar total asupan tidak melampaui batas aman. Mengapa Harus Dibatasi? Pembatasan ini bukan tanpa alasan. Kafein bersifat stimulan yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Lebih jauh lagi, kafein dapat menembus plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi darah janin. Berbeda dengan orang dewasa, metabolisme janin belum sempurna untuk memproses kafein, sehingga zat ini dapat menetap lebih lama di tubuh mungil mereka. Konsumsi kafein yang berlebihan (di atas 200 mg/hari) dikaitkan dengan beberapa risiko kesehatan, antara lain: Gangguan Pertumbuhan Janin: Kafein dapat mempersempit pembuluh darah di plasenta, yang berpotensi mengurangi suplai darah dan nutrisi ke janin. Risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR): Beberapa penelitian menunjukkan kaitan antara konsumsi kafein tinggi dengan risiko bayi lahir dengan berat di bawah normal. Kesehatan Ibu: Kafein berlebih dapat memperburuk gejala morning sickness, memicu asam lambung (GERD), hingga menyebabkan insomnia yang membuat Ibu sulit beristirahat. Manfaat dan Pertimbangan Menariknya, sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sangat terbatas pada trimester kedua dapat membantu menurunkan risiko diabetes gestasional. Namun, manfaat ini harus ditimbang dengan risikonya. Jika Ibu memiliki riwayat hipertensi atau gangguan lambung selama hamil, menghindari kopi sepenuhnya mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak. Kesimpulan Minum kopi saat hamil diperbolehkan selama tetap berada di bawah ambang batas 200 mg per hari. Namun, setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda. Sangat disarankan bagi Ibu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan mengenai kebiasaan ini, terutama jika Ibu memiliki kondisi medis tertentu. Ditinjau oleh: Dr. dr. Martina Hutabarat, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan Pimaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-05-27 - Modified: 2026-05-28 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/treatment-platelet-rich-plasma/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Treatment Platelet-Rich Plasma atau PRP therapy merupakan salah satu inovasi medis yang mulai digunakan dalam bidang reproduksi. Tujuannya untuk membantu meningkatkan peluang kehamilan. Metode ini memanfaatkan plasma darah yang kaya trombosit dari tubuh pasien sendiri untuk merangsang regenerasi jaringan reproduksi. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi ini mulai diteliti sebagai solusi tambahan bagi pasangan yang mengalami infertilitas. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15% pasangan di dunia mengalami infertilitas. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat faktor wanita, pria, atau keduanya. Oleh karena itu, teknologi reproduksi berbantuan terus berkembang, termasuk penggunaan terapi PRP dalam program kehamilan. Mengenal Konsep Treatment Platelet-Rich Plasma Platelet-Rich Plasma atau PRP adalah plasma darah yang memiliki konsentrasi trombosit lebih tinggi dari darah normal. Trombosit sendiri merupakan sel darah yang berperan dalam proses pembekuan dan penyembuhan jaringan tubuh. Dalam terapi medis, trombosit dapat mengeluarkan growth factor atau faktor pertumbuhan yang membantu regenerasi sel. Secara ilmiah, PRP mengandung beberapa faktor pertumbuhan. Diantaranya, Epidermal Growth Factor (EGF), Platelet Derived Growth Factor (PDGF), Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), dan Transforming Growth Factor Beta (TGF-β). Zat tersebut mampu merangsang pembentukan pembuluh darah baru serta memperbaiki jaringan yang rusak. Karena itulah, PRP banyak berguna dalam bidang ortopedi, dermatologi, hingga kedokteran reproduksi. Penelitian yang terbit dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth (2023) menunjukkan bahwa terapi PRP dapat membantu meningkatkan kualitas endometrium pada pasien infertilitas. Studi tersebut melibatkan perempuan yang menjalani teknologi reproduksi berbantuan dan menunjukkan peningkatan tingkat implantasi embrio setelah terapi. Peran Endometrium dalam Keberhasilan Kehamilan Penentu kehamilan bukan hanya dari kualitas sel telur dan sperma saja. Pasalnya, salah satu faktor penting adalah kondisi endometrium, yaitu lapisan dinding rahim tempat embrio menempel setelah pembuahan. Implantasi embrio biasanya terjadi sekitar 6–10 hari setelah fertilisasi. Endometrium yang ideal memiliki ketebalan minimal sekitar 8 milimeter. Jika ketebalan kurang dari angka tersebut, proses implantasi embrio menjadi lebih sulit. Kondisi ini dikenal sebagai thin endometrium atau endometrium tipis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 2,4% pasien program bayi tabung mengalami endometrium tipis. Kondisi ini sering menyebabkan kegagalan implantasi berulang atau Repeated Implantation Failure (RIF). Oleh karena itu, dokter sering mencari metode tambahan untuk meningkatkan reseptivitas endometrium, termasuk dengan terapi PRP pada endometrium. Cara Kerja Treatment PRP dalam Program Kehamilan Treatment Platelet-Rich Plasma bekerja dengan memanfaatkan kemampuan alami trombosit dalam memperbaiki jaringan tubuh. Plasma yang kaya trombosit mengandung berbagai sitokin dan faktor pertumbuhan yang merangsang pembentukan jaringan baru. Proses ini membantu meningkatkan kualitas lingkungan rahim dan fungsi ovarium. Growth factor dalam PRP dapat merangsang angiogenesis, yaitu pembentukan pembuluh darah baru pada jaringan endometrium. Pembuluh darah tersebut penting untuk memasok oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan embrio. Dengan lingkungan rahim yang lebih sehat, peluang implantasi dapat meningkat. Penelitian dalam Journal of Clinical Medicine (2024) menjelaskan bahwa infus PRP intrauterin mampu meningkatkan ketebalan endometrium pada pasien dengan endometrium tipis persisten. Studi tersebut menunjukkan peningkatan ketebalan jaringan rahim serta perbaikan tingkat kehamilan pada sebagian pasien infertilitas. Prosedur Medis RPR Therapy Prosedur treatment Platelet-Rich Plasma umumnya berlangsung singkat dan tidak memerlukan operasi besar. Tahapan pertama dimulai dengan pengambilan darah pasien sekitar 10–20 mililiter dari pembuluh darah di lengan. Darah tersebut kemudian diproses menggunakan alat bernama centrifuge. Centrifuge adalah alat laboratorium yang memutar sampel darah dengan kecepatan tinggi, sehingga komponen darah dapat terpisah. Setelah proses pemisahan, bagian plasma yang mengandung trombosit konsentrasi tinggi akan dikumpulkan. Plasma inilah yang berfungsi sebagai bahan terapi. Selanjutnya, dokter menyuntikkan PRP ke dalam rahim atau ovarium menggunakan kateter khusus. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 10–15 menit dan pasien dapat pulang pada hari yang sama. Karena menggunakan darah sendiri, risiko reaksi alergi sangat kecil. Manfaat Treatment PRP untuk Kesuburan Manfaat utama treatment Platelet-Rich Plasma dalam program kehamilan berkaitan dengan perbaikan jaringan reproduksi. Terdapat dua Pilihan Terapi PRP pada program hamil. Pertama adalah PRP Endometrium dan kedua adalah PRP Ovarium. Pada PRP endometrium, tujuan terapi ini membantu meningkatkan ketebalan endometrium, sehingga rahim lebih siap menerima embrio yang dimasukkan. Kondisi tersebut sangat penting dalam proses implantasi/menempelnya embrio di endometrium. Selain itu, PRP juga dapat dilakukan pada Ovarium. Tujuannya meningkatkan cadangan sel telur pada ovarium. Ovarium adalah organ reproduksi wanita yang memproduksi sel telur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi PRP dapat membantu meningkatkan kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH), yaitu hormon yang mencerminkan cadangan sel telur. Sebuah penelitian pada pasien dengan Premature Ovarian Insufficiency (POI) menunjukkan peningkatan jumlah folikel setelah injeksi PRP. Dalam studi tersebut, jumlah oosit meningkat dari rata-rata 0,64 menjadi 2,1 oosit setelah terapi. Hasil tersebut memberikan harapan baru bagi wanita dengan cadangan sel telur ovarium rendah. Siapa yang Disarankan Menjalani Terapi PRP? Tidak semua wanita yang menjalani program kehamilan memerlukan terapi ini. Tenaga medis biasanya merekomendasikan treatment Platelet-Rich Plasma bagi perempuan yang mengalami gangguan kesuburan tertentu. PRP Endometrium bermanfaat pada wanita dengan endometrium tipis. Kondisi tersebut dapat menghambat proses implantasi embrio dalam Rahim. Selain itu, PRP Endometrium juga disarankan pada pasien mengalami kegagalan implantasi berulang. Sedangkan PRP Ovarium dilakukan pada wanita dengan cadangan sel telur yang... - Published: 2026-05-26 - Modified: 2026-05-27 - URL: https://primayahospital.com/tht/bahaya-cotton-bud/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Kebiasaan membersihkan telinga setiap pagi sering kali dianggap sebagai rutinitas kesehatan yang benar. Banyak orang merasa risih saat kotoran telinga mulai menumpuk dan mengganggu pendengaran. Padahal, telinga memiliki sistem pembersihan mandiri yang bekerja secara alami tanpa bantuan alat seperti cotton bud. Penggunaan alat bantu sering kali justru memicu masalah baru yang cukup serius bagi kesehatan. Lubang telinga memiliki lapisan kulit yang sangat sensitif serta mudah mengalami luka ringan. Kita harus lebih waspada dalam memilih alat pembersih supaya tidak merusak organ dalam. Apa Itu Cotton Bud? Cotton bud merupakan alat berbentuk batang pendek berbahan plastik atau kertas dengan gumpalan kapas lembut di kedua ujungnya. Di masyarakat umum, cotton bud digunakan untuk membersihkan telinga dari kotoran. Beberapa orang juga menggunakannya untuk menghilangkan rasa gatal, cairan yang keluar dari telinga, hingga mengeluarkan benda asing. Kelompok Usia yang Sering Menggunakan Cotton Bud Cotton bud dikenal luas oleh masyarakat umum, karena sangat mudah ditemukan. Kelompok usia yang paling sering menggunakannya untuk membersihkan telinga yakni 18-35 tahun. Dimana, mayoritas dari kalangan remaja dan orang dewasa. Kenapa Penggunaan Cotton Bud Tidak Dianjurkan? Banyak tenaga medis memberikan peringatan keras mengenai risiko penggunaan alat pembersih yang salah. Memahami mekanisme kerja telinga menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan indera pendengaran. Mari kita telusuri mengapa penggunaan cotton bud bisa memberikan dampak buruk bagi telinga. Fungsi Alami Kotoran Telinga bagi Perlindungan Tubuh Kotoran telinga atau serumen sebenarnya merupakan pelindung alami yang diproduksi oleh sel khusus. Zat tersebut memiliki kandungan antibiotik alami serta antijamur untuk melawan berbagai bakteri jahat. Keberadaannya sangat penting untuk menghalangi serangga atau partikel asing masuk ke lubang dalam. Membersihkan area dalam terlalu sering justru akan menghilangkan tameng pelindung alami tersebut. Kondisi telinga yang terlalu bersih justru memudahkan kuman penyebab infeksi masuk lebih mudah. Tubuh memerlukan kotoran tersebut dalam jumlah tertentu agar kelembapan saluran tetap terjaga. Setiap orang harus menyadari bahwa serumen bukan sekadar sampah yang perlu dibuang habis. Keberadaan zat lengket ini justru menjerat debu halus agar tidak merusak gendang telinga. Menghilangkan seluruh kotoran dengan akan membuat telinga terasa kering dan sering muncul rasa gatal. Risiko Kerusakan Gendang Telinga Akibat Dorongan Alat Berdasarkan data dari Journal of Medula, membersihkan lubang telinga secara mandiri dengan alat bantu kapas sering kali justru mendorong serumen atau cerumen. Serumen akan masuk lebih dalam hingga menutupi membran timpani, yang berakibat pada penurunan pendengaran sementara. Praktik memasukkan benda asing ke dalam telinga ini berisiko mengganggu mekanisme pembersihan alami tubuh sekaligus menjadi faktor utama pemicu cedera. Upaya pembersihan paksa tersebut dapat menimbulkan berbagai komplikasi medis. Mulai dari rasa nyeri dan pendarahan, hingga robeknya gendang telinga. Selain itu, bisa melemahkan sistem pertahanan alami saluran pendengaran terhadap infeksi bakteri maupun jamur. Gendang telinga merupakan organ yang sangat rapuh terhadap tekanan benda asing dari luar. Dorongan yang tidak sengaja bisa membuat lapisan tipis tersebut robek atau pecah seketika. Proses pemulihan gendang telinga yang robek bisa sampai 2 bulan. Masalah ini menjadi penyebab utama munculnya gangguan pendengaran konduktif bagi banyak orang. Infeksi akan mudah terjadi jika ada luka terbuka di dalam saluran lubang telinga atau jika gendang telinga robe. Inilah mengapa, hindari kebiasaan memasukkan cotton bud agar kesehatan pendengaran tetap terjaga dalam jangka panjang. Mekanisme Pembersihan Mandiri Melalui Gerakan Otot Wajah Telinga memiliki cara unik untuk membuang kotoran melalui gerakan rahang secara terus menerus. Saat kita sedang mengunyah makanan atau berbicara, maka kotoran akan terdorong keluar. Proses transportasi alami ini berjalan setiap hari sepanjang waktu hidup tanpa kita sadari. Air yang masuk saat mandi juga membantu mengencerkan kotoran agar lebih mudah luruh. Kotoran yang sudah mengering akan jatuh dengan sendirinya tanpa bantuan alat pembersih tambahan. Kita hanya perlu mengusap bagian luar telinga menggunakan kain lap yang bersih. Penggunaan cotton bud justru akan mengganggu jalannya proses pembersihan alami yang sudah sempurna. Alat tersebut malah membuat kotoran menempel pada dinding saluran telinga secara tidak sengaja. Biarkan otot wajah bekerja secara maksimal untuk menjaga kebersihan lubang telinga kita. Cara Alternatif Membersihkan Telinga Tanpa Cotton Bud yang Aman dan Efektif Gunakan cairan tetes telinga khusus untuk melunakkan kotoran yang sudah mengeras secara alami. Cairan tersebut bisa dibeli secara bebas di apotek terdekat tanpa harus menggunakan resep dokter. Cara ini terbukti jauh lebih efektif serta minim risiko luka pada bagian dalam telinga. Minyak zaitun atau minyak bayi juga bisa menjadi pelembap alami bagi saluran telinga. Teteskan sedikit cairan tersebut, lalu tunggu selama 5 menit agar meresap ke dalam. Metode ini membantu kotoran keluar lebih mudah tanpa perlu menggunakan alat cotton bud lagi. Pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum mulai melakukan perawatan telinga secara mandiri tersebut. Cairan pelunak kotoran akan mempermudah proses pembersihan tanpa harus menyentuh area yang sensitif. Langkah sederhana tersebut lebih direkomendasikan oleh banyak ahli kesehatan profesional saat ini. Jadwal Pemeriksaan Rutin Pemeriksaan rutin untuk mengetahui kesehatan indera pendengar setidaknya 6 bulan sekali. Ketentuan waktu ini sangat disarankan bagi mereka yang berusia lanjut. Dokter akan mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini agar tidak menjadi masalah... - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-27 - URL: https://primayahospital.com/tht/infeksi-telinga-anak/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Infeksi telinga pada anak, atau secara medis disebut otitis media, merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh balita, terutama sebagai komplikasi setelah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau pilek. Di Indonesia, diperkirakan 60 hingga 80 persen anak pernah mengalami setidaknya satu kali infeksi telinga sebelum mencapai usia 3 tahun. Angka kunjungan ke dokter akibat kondisi ini sangat tinggi karena gejala utamanya berupa nyeri hebat yang muncul secara mendadak dan demam tinggi. Banyak orang tua di Indonesia yang masih menganggap kondisi ini sebagai "telinga masuk angin" atau kemasukan air, lalu memberikan obat tetes telinga sembarangan tanpa resep dokter. Padahal, infeksi telinga akut memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah kondisi menjadi kronis atau menyebabkan robeknya gendang telinga (perforasi). Dengan langkah pencegahan seperti vaksin PCV (Pneumokokus) dan menjauhkan anak dari paparan asap rokok, risiko infeksi telinga dapat diturunkan hingga 50 persen. Mengingat infeksi yang berulang dapat mengganggu pendengaran dan perkembangan bicara anak, pemahaman mengenai tanda dan penanganan yang benar sangatlah krusial. Mengenal Infeksi Telinga pada Anak Otitis media adalah peradangan pada telinga tengah yang terletak tepat di belakang gendang telinga. Infeksi ini biasanya dipicu oleh bakteri atau virus yang bermigrasi dari tenggorokan melalui saluran kecil yang disebut tuba Eustachius. Jenis-jenis infeksi telinga yang umum: Otitis Media Akut (OMA): Infeksi mendadak yang disertai nyeri, kemerahan, dan terkadang demam. Otitis Media Efusi (OME): Terdapat penumpukan cairan di telinga tengah namun tanpa gejala infeksi aktif. Ini sering kali mengganggu pendengaran anak secara halus. Otitis Media Supuratif kronis: Infeksi yang berlangsung lama atau berulang, yang berisiko merusak struktur telinga secara permanen. Mengapa Anak Kecil Sangat Rentan? Anak balita, terutama usia 6–24 bulan, paling rentan karena struktur tuba Eustachius mereka masih pendek, sempit, dan posisinya lebih horizontal dibandingkan orang dewasa. Hal ini memudahkan kuman dari hidung atau tenggorokan untuk masuk ke telinga tengah, terutama saat anak sedang pilek. Menurut American Academy of Pediatrics 2024, otitis media paling sering usia 6–24 bulan. Infeksi telinga bisa sembuh sendiri atau butuh antibiotik. Tanda Infeksi Telinga pada Anak Karena bayi dan balita belum bisa mengutarakan rasa sakitnya dengan kata-kata, orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku yang menjadi tanda khas infeksi: Tanda pada Bayi dan Balita: Menarik atau Memegang Telinga: Anak tampak sering menarik-narik telinganya dengan gemas atau kesakitan. Rewel Berat: Menangis lebih sering dari biasanya, terutama saat dibaringkan karena tekanan di telinga meningkat saat posisi rebahan. Demam: Suhu tubuh meningkat sebagai respon terhadap infeksi. Sulit Tidur: Rasa nyeri yang berdenyut sering kali memburuk di malam hari. Kurang Nafsu Makan: Proses mengisap atau mengunyah menyebabkan perubahan tekanan di telinga yang memicu nyeri. Tanda pada Anak yang Lebih Besar: Nyeri Telinga Hebat: Anak dapat mengeluh telinganya terasa "penuh" atau sangat sakit. Pendengaran Berkurang: Anak tampak tidak merespons suara pelan atau volume televisi diputar lebih keras. Cairan Keluar: Adanya cairan bening, kuning, atau bahkan bernanah yang keluar dari liang telinga (pertanda gendang telinga mungkin sudah robek). Sakit Kepala: Rasa nyeri yang menjalar ke sisi kepala. Gejala ini paling sering muncul 3–5 hari setelah anak mengalami pilek atau batuk. Jika Anda melihat cairan keluar dari telinga, jangan mencoba membersihkannya dengan cotton bud terlalu dalam, karena hal ini dapat memperparah luka pada gendang telinga. Penyebab Infeksi Telinga pada Anak Memahami penyebab infeksi telinga sangat penting bagi orang tua agar dapat melakukan langkah pencegahan yang efektif. Infeksi telinga jarang berdiri sendiri; biasanya, ini adalah "penyakit ikutan" yang dipicu oleh kondisi kesehatan lain di area hidung dan tenggorokan. Faktor Penyebab Utama: Infeksi Virus ISPA: Virus penyebab batuk pilek adalah pemicu paling umum. Virus menyebabkan peradangan di saluran napas yang kemudian menjalar ke telinga tengah melalui tuba Eustachius. Infeksi Bakteri: Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae sering kali mengambil alih saat daya tahan tubuh anak menurun akibat virus, menyebabkan infeksi bernanah di balik gendang telinga. Tuba Eustachius Buntu: Saluran ini berfungsi menyeimbangkan tekanan dan mengalirkan cairan dari telinga. Jika saluran ini tersumbat karena lendir atau pembengkakan amandel (adenoid), cairan akan terperangkap dan menjadi tempat kuman berkembang biak. Alergi: Anak dengan riwayat alergi hidung (rinitis alergi) sering mengalami pembengkakan saluran napas yang memicu sumbatan pada telinga. Faktor Risiko Lingkungan dan Kebiasaan: Asap Rokok Pasif: Paparan asap rokok adalah musuh utama telinga anak. Zat kimia dalam rokok melumpuhkan bulu-bulu halus (silia) di tuba Eustachius, sehingga kuman lebih mudah masuk ke telinga. Penggunaan Dot dan Botol Saat Tidur: Memberikan susu botol atau dot saat bayi berbaring datar sangat berisiko. Saat bayi mengisap dalam posisi terlentang, cairan susu dapat terdorong masuk ke dalam tuba Eustachius dan memicu infeksi. Daycare (Penitipan Anak): Anak-anak di penitipan lebih sering terpapar virus batuk pilek dari teman sebayanya, yang secara otomatis meningkatkan frekuensi infeksi telinga. Penting untuk Diketahui: Di Indonesia, kebiasaan membersihkan telinga anak dengan cotton bud secara kasar juga dapat menyebabkan iritasi liang telinga luar yang jika terinfeksi dapat menjalar atau menutupi gejala infeksi telinga tengah. Cara Dokter Mendiagnosis Infeksi Telinga Diagnosis: Otoscopy gendang... - Published: 2026-05-24 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/anak/kolik/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Kolik bisa membuat orang tua panik. Terlebih bagi orang tua baru. Namun sebenarnya kolik adalah kondisi umum dan bukan tanda penyakit serius. Meski begitu, tetap saja pengalaman menghadapi bayi yang menangis keras selama berjam-jam tanpa sebab jelas disertai kulit memerah dengan tangan dan kaki menggenggam bisa menguras emosi dan fisik. Artikel ini akan menjelaskan seputar kolik, dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya. Mengenal Kolik Kolik adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan tangisan berkepanjangan dan berulang pada bayi yang tampak sehat dan berat badannya bertambah dengan baik. Berbeda dengan tangisan karena lapar atau popok basah, tangisan kolik sering terjadi tanpa penyebab yang jelas dan cenderung sulit ditenangkan. Menurut penjelasan di American Family Physician, definisi klasik yang dikenal sebagai "rule of three" menyatakan bahwa kolik adalah tangisan lebih dari 3 jam per hari, setidaknya 3 hari per minggu, selama 3 minggu berturut-turut pada bayi yang sehat. Biasanya kolik muncul pada usia beberapa minggu setelah lahir hingga mencapai puncaknya sekitar 6 minggu dan seringkali mereda secara bertahap sampai usia 3–4 bulan. Dikutip dari National Institutes of Health, Meskipun terdapat banyak teori mengenai etiologi kolik, kurangnya keseragaman dalam desain penelitian, kriteria diagnostik, dan persepsi pengasuh tentang tangisan yang berlebihan dan berkepanjangan menjadi tantangan dalam mengidentifikasi penyebab umum kolik. Gejala Kolik Penting untuk dapat membedakan antara tangisan biasa dan kolik. Gejala kolik cukup khas dan sering terjadi dalam pola yang bisa diprediksi. Berikut ini ciri-ciri utama yang perlu diperhatikan: Pola tangisan "3-3-3" seperti disebutkan dalam rule of three. Waktu kemunculan kolik yang cenderung konsisten terjadi pada waktu yang sama setiap hari, biasanya pada sore atau malam. Tangisan kolik biasanya bernada lebih tinggi dan lebih melengking dibanding tangisan biasa. Selama kolik, bayi akan menunjukkan tanda-tanda fisik yang jelas seperti wajah memerah, tinju mengepal, lutut ditarik ke arah perut, perut terasa keras, punggung melengkung, dan sering buang angin. Penyebab Kolik Kolik tidak memiliki satu penyebab tunggal yang jelas. Penelitian menunjukkan beberapa kemungkinan faktor yang saling berinteraksi: Perkembangan sistem saraf pusat yang lebih sensitif terhadap rangsangan sehingga menangis berlebihan saat terjadi rangsangan berlebih atau overstimulasi. Gangguan kecil pada pencernaan atau perbedaan mikrobiota usus yang dapat meningkatkan ketidaknyamanan. Ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di usus inilah yang diduga memicu peradangan dan produksi gas berlebih. Refluks gastroesofageal (asam lambung naik). Alergi atau intoleransi makanan, misalnya terhadap protein susu sapi atau komponen lain dalam ASI atau susu formula. Faktor psikososial seperti stres pada orang tua, pola interaksi, dan respons pengasuhan dapat memperburuk pola tangisan. Genetika dan karakter temperamen bayi. Cara Dokter Mendiagnosis Kolik Diagnosis kolik adalah proses eliminasi atau ekslusi. Artinya, dokter akan menyingkirkan penyebab medis serius terlebih dahulu, bukan sekadar melihat gejala permukaan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kondisi medis serius yang tersembunyi di balik tangisan bayi. Caranya: Pemeriksaan fisik dari kepala hingga ujung kaki untuk mencari tanda-tanda "red flag" yang mengindikasikan penyebab lain, termasuk penimbangan berat badan untuk memastikan tidak ada kegagalan pertumbuhan. Menanyakan secara rinci pola tangisan (kapan, berapa lama, bagaimana karakteristiknya), pola menyusu, frekuensi buang air besar, riwayat kelahiran, dan riwayat alergi dalam keluarga. Orang tua mungkin diminta membuat catatan harian selama beberapa hari untuk merekam durasi tangisan, waktu kejadian, dan respons terhadap upaya menenangkan. Pada umumnya, tidak ada tes laboratorium atau pencitraan yang diperlukan jika riwayat dan pemeriksaan fisik normal. Namun, jika dicurigai alergi susu sapi atau kelainan organik, dokter mungkin akan menyarankan uji coba eliminasi diet atau pemeriksaan ultrasonografi perut. Cara Mengatasi Kolik Penanganan kolik biasanya membutuhkan kombinasi beberapa pendekatan dan dilakukan secara bertahap. Di antaranya: Teknik seperti menggendong, mengayun perlahan, atau berjalan dengan bayi dapat membantu menenangkan beberapa bayi. White noise atau suara latar mendengung/mendesis seperti dari mesin pengering rambut atau vacuum cleaner terbukti menenangkan bagi sebagian bayi. Memastikan posisi menyusui yang tepat, memperbaiki teknik perlekatan, memberi jeda untuk sendawa, dan menyusui dalam porsi lebih kecil tapi lebih sering. Menjaga rutinitas dan lingkungan yang tenang pada sore/malam hari untuk mengurangi overstimulasi. Konseling, edukasi, dan kelompok pendukung bagi orang tua untuk membantu mengurangi stres dan rasa tidak berdaya. Penggunaan probiotik atau susu formula khusus sesuai dengan anjuran dokter. Komplikasi Kolik Kolik pada umumnya tidak menyebabkan masalah jangka panjang pada bayi yang sehat. Namun ada beberapa dampak potensial yang perlu diperhatikan: Stres pada keluarga: tangisan bayi yang berkepanjangan bisa meningkatkan kelelahan orang tua, risiko depresi postpartum, dan ketegangan dalam hubungan keluarga. Risiko terhadap keselamatan: orang tua yang sangat frustrasi mungkin melakukan tindakan yang membahayakan, seperti mengguncang bayi. Sindrom guncangan bayi (shaken baby syndrome) adalah kondisi serius yang harus dicegah dengan edukasi dan dukungan. Perawatan medis yang tidak perlu: beberapa bayi mungkin menjalani pemeriksaan atau terapi yang tidak diperlukan jika kolik salah ditafsirkan sebagai kondisi lain. Secara umum, bayi dengan kolik yang ditangani dengan benar biasanya pulih tanpa efek kesehatan jangka panjang. Pencegahan Kolik Tidak ada jaminan pencegahan total karena penyebab kolik multifaktorial. Tapi beberapa langkah dapat mengurangi risiko atau intensitas kolik: Pendidikan orang... - Published: 2026-05-23 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/bedah/konstipasi-kronis/ - Kategori: Bedah - Translation Priorities: Optional Konstipasi kronis adalah masalah kesehatan yang sering dianggap remeh, padahal dampaknya bisa luar biasa: dari menurunkan produktivitas hingga menguras kantong karena biaya berobat dan pembelian obat pencahar yang terus-menerus. Lebih dari sekadar rasa tidak nyaman, konstipasi yang berkepanjangan bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada sistem pencernaan yang memerlukan penanganan serius. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut soal konstipasi kronis, termasuk gejala, penyebab, dan cara mengatasi dan mencegahnya. Mengenal Konstipasi Kronis Secara medis, konstipasi atau sembelit didefinisikan sebagai frekuensi buang air besar (BAB) yang kurang dari tiga kali dalam seminggu. Namun kata "kronis" di sini menunjukkan bahwa masalah tersebut telah berlangsung selama setidaknya tiga hingga enam bulan terakhir. Menurut Seoul Consensus on Clinical Practice Guidelines for Functional Constipation, misalnya, konstipasi didefinisikan melalui berbagai macam gejala, bukan hanya hitungan berapa kali BAB dalam seminggu. Jadi jika baru saja mengalami susah BAB setelah makan makanan pedas atau dalam perjalanan jauh, belum tentu itu masuk kategori kronis. Konstipasi kronis dapat mengganggu kualitas hidup secara signifikan sehingga memerlukan penanganan yang lebih baik. Data epidemiologi menunjukkan bahwa konstipasi kronis sangat umum terjadi. Sebuah meta-analisis yang mengulas beberapa studi lintas sektoral menemukan bahwa prevalensi konstipasi kronis pada wanita hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pria. Gejala Konstipasi Kronis Gejala konstipasi kronis bisa sangat bervariasi pada setiap orang. Para ahli menyepakati bahwa konstipasi kronis ditandai dengan kombinasi dari beberapa hal berikut: BAB kurang dari 3 kali per minggu Feses yang keras dan kecil seperti kotoran kambing (biasanya tipe 1 atau 2 dalam Bristol Stool Chart) Rasa tidak tuntas setelah BAB Rasa tersumbat atau terblokir di area anus atau rektum Perlu usaha ekstra keras atau bahkan bantuan manual (seperti menggunakan jari) untuk mengeluarkan feses Gejala-gejala ini tidak hanya dapat mengganggu secara fisik, tapi juga secara psikologis karena berkaitan erat dengan tingkat stres dan kecemasan. Penyebab Konstipasi Kronis Penyebabnya konstipasi kronis bisa sangat beragam, dari faktor gaya hidup hingga gangguan anatomi. Faktor Gaya Hidup dan Pola Makan Kurang minum/dehidrasi Kurang serat Kebiasaan menahan BAB Efek Samping Obat-obatan Banyak obat resep maupun bebas yang bisa menyebabkan konstipasi. Beberapa yang paling sering adalah: Obat pereda nyeri yang kuat seperti morfin atau tramadol Antikolinergik yang banyak ditemukan pada obat alergi dan antidepresan trisiklik Suplemen zat besi (iron) dan kalsium Obat tekanan darah Gangguan Anatomi dan Fisiologis Beberapa orang mengalami gangguan pada mekanisme buang air besar itu sendiri. Ini terjadi ketika ada ketidakmampuan koordinasi antara otot-otot panggul dan sfingter ani. Seseorang mungkin merasa ingin BAB, tapi otot dasar panggul justru tegang atau berkontraksi saat seharusnya rileks, sehingga feses “terjebak”. Kondisi ini sering terjadi pada perempuan yang pernah melahirkan atau mereka yang mengalami gangguan saraf. Selain itu, penyebab medis lain seperti hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), diabetes melitus yang tidak terkontrol (menyebabkan kerusakan saraf otonom), penyakit Parkinson, atau sumbatan fisik seperti tumor usus besar bisa menjadi penyebab. Cara Dokter Mendiagnosis Konstipasi Kronis Diagnosis konstipasi kronis memerlukan pendekatan sistematis. Berdasarkan pedoman dari American Gastroenterological Association (AGA) dan World Gastroenterology Organisation (WGO), proses diagnosis biasanya meliputi: Wawancara medis mendalam tentang riwayat gejala, frekuensi BAB, konsistensi tinja, riwayat diet, aktivitas fisik, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan colok dubur. Dokter akan merasakan adanya sumbatan, menilai tonus otot sfingter saat istirahat, serta meminta pasien untuk mengejan seolah-olah BAB untuk menilai apakah otot dasar panggul berfungsi dengan baik. Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes tambahan: Kolonoskopi untuk pasien dengan tanda bahaya atau yang berusia di atas 45-50 tahun untuk menyingkirkan kemungkinan kanker usus besar. Tes darah untuk memeriksa fungsi tiroid, kadar kalsium, dan gula darah. Tes fisiologi anorektal jika pengobatan lini pertama tidak berhasil. Cara Mengatasi Konstipasi Kronis Untuk mengatasi konstipasi kronis, mengonsumsi obat pencahar sebanyak mungkin justru tidak disarankan. Berikut ini cara yang dianjurkan: Perubahan pola makan dengan meningkatkan asupan serat secara bertahap hingga mencapai 25-30 gram per hari. Sumber serat terbaik meliputi gandum utuh, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan seperti apel dan pir. Memastikan minum air putih yang cukup. Serat membutuhkan air untuk bekerja. Tanpa cairan yang cukup, serat justru bisa memperkeras feses. Rutin beraktivitas fisik dan olahraga untuk membantu meningkatkan kontraksi alami otot usus. Penggunaan obat sesuai dengan resep dokter. Bagi yang mengalami disfungsi dasar panggul, terapi biofeedback bisa dilakukan untuk melatih otot-otot panggul bekerja lebih sinkron saat buang air besar. Komplikasi Konstipasi Kronis Membiarkan konstipasi kronis tanpa penanganan tidak hanya mengganggu kenyamanan. Bisa muncul komplikasi serius seperti: Wasir karena mengejan terus-menerus meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena di sekitar anus hingga membengkak Robekan pada lapisan kulit anus (fisura ani) Feses mengeras dan menumpuk di rektum hingga menyumbat total Turunnya rektum hingga keluar dari anus Divertikulitis, yakni peradangan hingga pecahnya kantong-kantong kecil (divertikula) di dinding usus yang terbentuk karena tekanan akibat mengejan terlalu kuat Pencegahan Konstipasi Kronis Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Berikut ini strategi pencegahan konstipasi kronis yang disarankan: Perbanyak makan sayur, buah, dan biji-bijian utuh yang mengandung banyak serat Minum... - Published: 2026-05-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/nyeri-tulang-ekor/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh manusia kerap mengalami berbagai keluhan pada sistem musculoskeletal. Terutama akibat aktivitas, posisi tubuh kurang tepat, atau cedera ringan yang tidak disadari. Keluhan ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh, salah satunya nyeri tulang ekor. Apa Itu Nyeri Tulang Ekor? Tulang ekor berada di bagian paling bawah tulang belakang tepat di atas bokong. Struktur kecilnya menjadi tempat melekatnya berbagai otot, ligament dan tendon. Semuanya membantu menjaga keseimbangan tubuh saat duduk. Secara medis, nyeri pada tulang ekor dinamakan coccydynia. Istilah ini berasal dari kata coccyx yang berarti tulang ekor dan dynia yang berarti nyeri. Kondisi ini dapat muncul akibat trauma, tekanan berkepanjangan, atau peradangan pada jaringan di sekitar tulang. WHO melaporkan, gangguan muskuloskeletal termasuk nyeri tulang belakang memengaruhi lebih dari 1,71 miliar orang di dunia pada tahun 2021. Penelitian dalam jurnal European Spine Journal tahun 2014 menyebutkan sekitar 70 persen kasus nyeri tulang ekor berkaitan dengan trauma langsung. Seperti jatuh atau benturan. Risiko kondisi ini juga dilaporkan lima kali lebih tinggi pada perempuan daripada laki-laki. Gejala Sakit Tulang Ekor Gejala utama nyeri tulang ekor adalah rasa sakit di bagian bawah tulang belakang. Rasa nyeri dapat terasa tajam, berdenyut, atau seperti terbakar di sekitar area tulang ekor. Keluhan ini biasanya memburuk saat duduk lama di permukaan keras. Nyeri juga dapat muncul saat bangkit dari posisi duduk atau ketika tubuh membungkuk ke depan. Beberapa gejala lain yang sering menyertai kondisi ini antara lain: Nyeri saat buang air besar Ketidaknyamanan saat berhubungan seksual Rasa sakit menjalar ke paha atau punggung bawah Sensasi tekanan di sekitar panggul Sebuah penelitian dalam Journal of Orthopaedic Surgery and Research tahun 2020 melaporkan bahwa lebih dari 50 persen penderita coccydynia mengalami kesulitan duduk lebih dari 30 menit tanpa rasa sakit. Penyebab Nyeri pada Tulang Ekor Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan nyeri tulang ekor. Penyebabnya bisa berasal dari trauma langsung, tekanan berulang, atau gangguan pada struktur tulang belakang. Salah satu penyebab paling umum adalah cedera akibat jatuh dengan posisi terduduk. Trauma tersebut dapat menyebabkan memar, pergeseran sendi, bahkan patah tulang ekor. Beberapa penyebab lain yang sering ditemukan meliputi: Duduk terlalu lama di permukaan keras Proses persalinan normal yang memberi tekanan pada panggul Peradangan jaringan sekitar tulang ekor Penyakit sendi degeneratif seperti osteoartritis Berat badan berlebih yang meningkatkan tekanan pada tulang belakang Penelitian dari Spine Journal tahun 2017 menunjukkan bahwa sekitar 30–40 persen kasus coccydynia berkaitan dengan kebiasaan duduk berkepanjangan terutama pada pekerja kantoran. Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis? Diagnosis nyeri tulang ekor biasanya dimulai dengan wawancara medis mengenai kondisi pasien. Dokter akan menanyakan lokasi nyeri, waktu munculnya keluhan, serta gejala yang menyertai seperti bengkak atau kesulitan saat duduk. Riwayat cedera, persalinan, atau kondisi medis lain yang dapat memengaruhi tulang ekor juga akan ditelusuri. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi tubuh secara langsung. Dokter akan memperhatikan postur tubuh serta cara pasien duduk atau berdiri. Area tulang ekor juga dapat ditekan untuk mengetahui tingkat nyeri dan mendeteksi kemungkinan pembengkakan atau kelainan. Jika diperlukan, pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk memastikan penyebab nyeri. Rontgen digunakan untuk melihat kemungkinan patah tulang atau perubahan struktur tulang. MRI dapat dilakukan bila dicurigai adanya gangguan jaringan lunak, infeksi, atau tumor, sementara tes darah membantu mendeteksi kemungkinan infeksi atau penyakit lain. Sebuah studi dalam Clinical Spine Surgery tahun 2018 menyebutkan bahwa pemeriksaan MRI mampu mendeteksi kelainan jaringan lunak pada sekitar 20 persen kasus nyeri tulang ekor kronis. Cara Mengatasi dan Pengobatan Penanganan nyeri tulang ekor disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gejalanya. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, pada kondisi tertentu diperlukan penanganan medis lebih lanjut. Perawatan Mandiri Kasus ringan biasanya dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Cara yang dapat dilakukan antara lain mengompres area nyeri dengan es atau bantalan hangat. Penggunaan bantal duduk berbentuk donat, menghindari duduk terlalu lama, memperbaiki postur tubuh, serta mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen juga dapat membantu meredakan keluhan. Terapi Medis Jika keluhan tidak membaik, dokter dapat memberikan terapi tambahan. Penanganan dapat berupa fisioterapi untuk peregangan dan penguatan otot panggul. Dokter juga dapat memberikan suntikan kortikosteroid, obat pereda nyeri atau antiinflamasi di sekitar tulang ekor serta menangani penyebab lain seperti infeksi atau kista. Operasi Operasi jarang dilakukan dan biasanya menjadi pilihan terakhir. Tindakan ini dilakukan jika nyeri tidak membaik dengan berbagai terapi lain. Prosedur yang dapat dilakukan adalah pengangkatan sebagian atau seluruh tulang ekor (coccygectomy). Merujuk dari penelitian dalam Journal of Pain Research tahun 2019, sekitar 90 persen kasus coccydynia dapat membaik dengan terapi konservatif tanpa operasi. Komplikasi Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri tulang ekor dapat berkembang menjadi kondisi kronis. Nyeri kronis adalah rasa sakit yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain: Gangguan tidur akibat rasa nyeri berkepanjangan Kesulitan duduk atau bekerja dalam waktu lama Penurunan kualitas hidup dan stres psikologis Studi yang diterbitkan dalam Pain Medicine Journal tahun... - Published: 2026-05-21 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/stevia-untuk-diabetes/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Bagi penyandang diabetes atau diabetesi, gula seringkali dianggap sebagai "musuh dalam selimut. " Keinginan untuk menikmati secangkir teh manis atau sepotong kue seringkali berbenturan dengan risiko lonjakan kadar gula darah yang membahayakan. Di tengah dilema ini, nama Stevia muncul sebagai primadona baru. Namun, benarkah pemanis alami ini benar-benar aman, atau sekadar tren kesehatan belaka? Apa Itu Stevia? Bukan hasil laboratorium kimia, Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana yang tumbuh asli di Amerika Selatan. Penduduk lokal di sana telah menggunakan daun ini sebagai pemanis selama berabad-abad. Rahasia rasa manisnya terletak pada senyawa bernama steviol glikosida. Uniknya, Senyawa inilah yang memberikan rasa manis tanpa meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Mengapa Diabetesi Melirik Stevia? Ada beberapa alasan medis dan praktis mengapa Stevia menjadi pilihan unggul bagi mereka yang harus menjaga indeks glikemik: Nol Kalori, Nol Karbohidrat:Stevia murni tidak memberikan kontribusi kalori yang signifikan dan umumnya tidak meningkatkan kadar glukosa darah. Indeks Glikemik Rendah:Karena tidak diserap ke dalam aliran darah sebagai gula, Stevia memiliki indeks glikemik sangat rendah dan secara umum tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang bermakna. Potensi Menurunkan Tekanan Darah:Beberapa studi menunjukkan potensi efek stevia terhadap tekanan darah, namun bukti masih terbatas dan tidak dapat menggantikan terapi medis. Perhatikan "Jebakan" di Balik Label Meski Stevia secara alami sangat baik, konsumen harus tetap jeli. Di rak supermarket, banyak produk berlabel "Stevia" sebenarnya adalah campuran. Bahan Pengisi:Karena Stevia murni sangat manis, produsen sering mencampurnya dengan bahan lain seperti erythritol, maltodekstrin, atau dekstrosa. Beberapa bahan tambahan seperti maltodekstrin atau dekstrosa dapat memengaruhi kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Rasa "Aftertaste":Bagi sebagian orang, Stevia meninggalkan rasa sedikit pahit atau seperti logam (bitter aftertaste) di lidah. Ini adalah hal normal dan biasanya teratasi jika dicampur dengan komposisi yang tepat. Penggunaan stevia tidak menggantikan pengelolaan diabetes secara menyeluruh, termasuk pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan terapi obat bila diperlukan. Tips Aman Mengonsumsi Stevia bagi Diabetesi Jika Anda ingin mulai beralih ke Stevia, perhatikan panduan sederhana berikut: Baca Komposisi:Pilih produk yang mengandung ekstrak Stevia murni (Rebaudioside A) tanpa tambahan gula tersembunyi. Moderasi Tetap Kunci:Meskipun nol kalori, membiasakan lidah dengan rasa manis yang berlebihan tetap tidak disarankan untuk pola makan sehat jangka panjang. Perhatikan batas konsumsi:Batas konsumsi harian yang aman (Acceptable Daily Intake/ADI) untuk stevia adalah sekitar 4 mg/kg berat badan per hari (dalam bentuk steviol equivalents). Segera konsultasikan diri Anda ke Primaya Hospital Kelapa Gading untuk skrining penanganan komperehensif anda. Ditinjau oleh: dr. Garry Aditya Pranata, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-05-20 - Modified: 2026-04-28 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/burnout/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Istilah burnout makin sering jadi bahan perbincangan seiring dengan tuntutan zaman yang kian bergerak cepat dan keras, terutama di dunia pekerjaan. Banyak pekerja yang mengeluhkan gejala masalah kesehatan mental yang ditandai dengan kelelahan luar biasa ini. Artikel ini akan membahas gejala, penyebab, dan cara mengatasi burnout, juga memberikan panduan ihwal kapan perlu mencari bantuan medis. Mengenal Burnout Burnout adalah sindrom psikologis yang muncul akibat stres berkepanjangan di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola dan melibatkan perasaan lelah yang berlebihan serta penurunan motivasi. Menurut American Psychological Association, burnout terjadi ketika seseorang merasa kehabisan tenaga dan tidak mampu memenuhi tuntutan di tempat kerja. Dalam banyak kasus, pekerjaan yang sangat menuntut tanpa ada dukungan yang memadai dapat menjadi faktor penyebab burnout. Orang yang mengalami burnout akan merasakan kelelahan fisik, emosional, atau mental yang disertai penurunan motivasi, penurunan kinerja, dan sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Psikolog sosial Christina Maslach adalah orang pertama yang menggunakan istilah ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah mengklasifikasikan burnout dalam revisi ke-11 International Classification of Diseases (ICD-11) sebagai fenomena okupasional. Artinya, kondisi ini diakui secara global sebagai masalah serius yang berkaitan dengan pekerjaan. Penting untuk dicatat, meskipun diakui WHO, burnout bukanlah kondisi medis atau diagnosis gangguan mental seperti depresi atau kecemasan. Dalam ICD-11, burnout termasuk dalam kategori "faktor yang mempengaruhi status kesehatan", bukan penyakit. WHO juga secara khusus merujuk, kondisi ini pada konteks pekerjaan, bukan pengalaman di bidang kehidupan lain. Walau begitu, dampaknya bisa sangat nyata dan jika dibiarkan bisa memicu komplikasi serius dalam kehidupan. Gejala Burnout Sejalan dengan penelitian mengenai burnout oleh Christina Maslach, dalam ICD-11 dinyatakan bahwa kondisi burnout dapat ditegakkan jika memenuhi memenuhi tiga dimensi berikut: Penurunan energi atau kelelahan:perasaan lelah dan lemah secara fisik maupun mental. Peningkatan jarak mental, negativisme atau sinisme terhadap pekerjaan respons negatif, tidak peka, atau terlalu abai alias bersikap masa bodoh terhadap pekerjaan dan orang-orang di dalamnya. Penurunan efektivitas diri: merasa tidak kompeten, mengerjakan sesuatu yang sia-sia, dan produktivitas menurun drastis. Selain tiga gejala utama di atas, studi juga menemukan gejala penyerta seperti gangguan tidur, ketegangan otot, dan masalah psikosomatis lain. Umumnya, gejala awal burnout seringkali ringan dan memburuk secara bertahap. Penyebab Burnout Penyebab burnout sangat beragam dan seringnya berakar dari lingkungan kerja yang buruk. Namun faktor personal juga bisa berpengaruh. Rinciannya: Faktor Pekerjaan Tuntutan pekerjaan yang melebihi kapasitas, baik secara jumlah maupun kompetensi. Tuntutan pekerjaan untuk mengontrol atau menyembunyikan emosi. Tidak punya kuasa atas sumber daya, wewenang, atau cara melakukan pekerjaan. Kurangnya informasi mengenai target yang diharapkan dan bagaimana mencapainya. Supervisi yang kurang atau yang berfokus pada kritik . Kurangnya penghargaan baik dalam bentuk finansial, sosial, maupun rasa apresiasi dari atasan dan rekan kerja. Kurangnyahubungan positif dan dukungan sosial di tempat kerja, termasuk konflik yang tak terselesaikan dengan rekan kerja. Perlakuan tidak adil terkait dengan promosi, evaluasi, atau penugasan. Waktu kerja yang buruk, seperti pekerjaan dengan shift, pekerjaan di malam hari, pekerjaan dengan waktu yang panjang, atau sering lembur. Nilai-nilai pribadi berbenturan dengan tuntutan atau nilai-nilai organisasi. Misalnya diminta berbohong demi keuntungan perusahaan. Faktor Individu Karakteristik kepribadian tertentu lebih rentan mengalami burnout, antara lain individu yang mudah cemas, cenderung bergantung pada situasi atau orang lain, perfeksionis, dan people pleaser (selalu ingin menyenangkan orang lain). Individu yang sangat kompetitif, impulsif, agresif, dan memiliki ekspektasi tinggi dalam pekerjaannya juga memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami burnout. Hal ini semakin diperparah apabila individu tersebut memiliki cara koping terhadap stres yang cenderung tidak efektif, seperti penghindaran. Cara Dokter Mendiagnosis Burnout Karena burnout bukan diagnosis medis seperti flu atau diabetes, tidak ada tes laboratorium atau kriteria diagnostik klinis yang baku dan disepakati secara universal untuk mengidentifikasinya. Biasanya dokter atau psikolog akan menggunakan alat ukur psikometri yang sudah tervalidasi, seperti Maslach Burnout Inventory (MBI). MBI adalah kuesioner yang mengukur tiga dimensi burnout (kelelahan emosional, sinisme, dan efektivitas diri) pada seseorang. Skor tinggi pada kelelahan dan sinisme serta skor rendah pada efektivitas diri mengindikasikan burnout. Cara Mengatasi Burnout Ada sejumlah cara untuk memulihkan diri dari burnout. Di antaranya: Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku negatif yang berkontribusi pada stres. Teknik mindfulnessyang menekankan pada latihan untuk mencapai kesadaran penuh dalam membantu individu mengelola stres. Terapi penerimaan dan komitmen (ACT) dan terapi emotif rasional (RET) yang membantu individu menerima pikiran dan perasaan yang sulit Menetapkan batasan, misalnya tidak memeriksa e-mailkantor setelah jam kerja dan memprioritaskan perawatan diri, seperti waktu makan, tidur, serta olahraga. Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental. Berpindah pekerjaan atau divisi/tim. Komplikasi Burnout Bila tidak ditangani, burnout dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi yang serius, seperti: Gangguan kesehatan mental, termasuk depresi berat atau gangguan kecemasan. Gangguan kesehatan fisik, antara lain penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2. Kecenderungan menggunakan alkohol, kafein, atau obat-obatan terlarang sebagai pelarian. Gangguan tidur kronis, seperti insomnia atau tidur tidak nyenyak yang terus-menerus. Komplikasi juga bisa terjadi pada kehidupan sosial dan karier, antara... - Published: 2026-05-19 - Modified: 2026-04-20 - URL: https://primayahospital.com/jantung/apa-itu-stent-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Perasaan campur aduk—takut, bingung, khawatir—sering menghampiri saat diagnosis penyumbatan jantung diutarakan. Pikiran langsung melayang ke operasi besar, masa pemulihan panjang, dan ketakutan akan aktivitas terbatas. Tenang. Perkembangan teknologi kardiologi intervensi telah menghadirkan solusi yang jauh lebih minimalis, efektif, dan cepat pulih: Stent Jantung. " Ketika dokter mengatakan "pembuluh jantung Anda tersumbat 80%", banyak pasien langsung membayangkan operasi besar bypass. Padahal, di era modern ini, 8 dari 10 kasus penyumbatan arteri koroner dapat diatasi hanya dengan prosedur "pasang stent" — tanpa sayatan dada, tanpa anestesi umum, dan pasien bisa pulang 1–2 hari kemudian. Di Indonesia, lebih dari 150. 000 stent jantung dipasang setiap tahunnya. Namun, masih banyak mitos yang beredar: "stent hanya menunda kematian", "stent bisa lepas", atau "lebih baik bypass". Yuk, pahami secara lengkap apa itu stent jantung, jenis-jenisnya, kapan benar-benar dibutuhkan, dan apa yang terjadi setelah pemasangan agar Anda dapat mengambil keputusan terbaik untuk jantung Anda! Apa Itu Stent Jantung dan Bagaimana Cara Kerjanya? "Bayangkan selang air yang tersumbat kerak. Stent bekerja seperti: (1) Memasukkan alat pelebar (balon) untuk mendorong kerak (plak) ke dinding selang, lalu (2) Memasang cincin penguat (stent) di titik itu agar selang tidak menyempit lagi. Proses ini dilakukan dari dalam pembuluh, tanpa perlu membelah dada. " Stent jantung adalah tabung kecil berbentuk jala yang terbuat dari logam, biasanya berdiameter 2–4 mm dan panjang 8–38 mm, yang dipasang di dalam arteri koroner untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Prosedur pemasangan stent dikenal sebagai Percutaneous Coronary Intervention (PCI), atau lebih populer disebut "angioplasti + stent". Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung, mengurangi nyeri dada, dan mencegah serangan jantung. Cara kerja stent secara detail: Balon kecil dimasukkan melalui pembuluh darah: Dokter memasukkan kateter dengan balon kecil melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau kaki, menuju lokasi arteri koroner yang menyempit atau tersumbat. Balon dikembangkan di tempat penyumbatan: Saat balon dikembangkan, plak aterosklerosis ditekan ke dinding pembuluh sehingga aliran darah kembali lancar. Proses ini juga memudahkan pemasangan stent tepat di lokasi yang diinginkan. Stent ditempatkan dan balon dikempiskan: Setelah stent berada di posisi yang tepat, balon dikempiskan dan ditarik keluar. Stent tetap mengembang secara permanen, menopang dinding arteri agar tetap terbuka dan mencegah penyempitan ulang. Stent modern sering dilapisi obat (drug-eluting stent) untuk mencegah pembentukan plak baru dan membantu penyembuhan lapisan pembuluh darah. Setelah prosedur, pasien biasanya tetap memerlukan obat antiplatelet untuk mencegah pembekuan darah di area stent. Dengan prosedur ini, banyak pasien mengalami peningkatan aliran darah ke jantung, berkurangnya gejala angina, dan menurunnya risiko komplikasi serius seperti serangan jantung mendadak. Menurut American Heart Association 2024, PCI dengan stent telah menyelamatkan jutaan nyawa sejak 1977 dan kini menjadi prosedur standar emas untuk serangan jantung akut. Jenis-Jenis Stent Jantung Terkini Jenis Stent Kelebihan Kekurangan Risiko Penyumbatan Ulang Bare Metal Stent (BMS) Murah Risiko restenosis tinggi 20–30% dalam 6 bulan Drug-Eluting Stent (DES) Gen 1–2 Obat lepas lambat Butuh pengencer darah lama 5–10% DES Generasi Terbaru (Xience, Resolute, Synergy) Polimer biokompatibel Harga lebih mahal dr. Alvin Brilian Budiono, Sp. JP (K), FIHA Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar - Published: 2026-05-18 - Modified: 2026-04-20 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/holter-monitoring/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Mengetahui bahwa jantung kita bekerja dengan baik tentu memberikan rasa lega, mengingat penyakit jantung dapat berdampak serius bagi kesehatan. Untuk menilai kondisi jantung, dokter memiliki berbagai metode pemeriksaan. Salah satunya adalah Holter monitoring, yaitu pemeriksaan yang digunakan untuk memantau aktivitas listrik jantung secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mendeteksi gangguan irama jantung yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) biasa yang hanya berlangsung beberapa menit. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai Holter monitoring. Mengenal Holter Monitoring Holter monitoring adalah pemeriksaan yang merekam aktivitas listrik jantung secara terus-menerus selama 24 hingga 48 jam, bahkan pada beberapa kasus bisa lebih lama. Nama “Holter” berasal dari Norman J. Holter, seorang biofisikawan yang mengembangkan sistem pemantauan jantung portabel ini pada tahun 1961. Menurut Mayo Clinic, prinsip kerja Holter monitoring sebenarnya sama dengan pemeriksaan EKG. Perbedaannya terletak pada durasi pemantauan. Jika EKG standar hanya merekam aktivitas jantung selama beberapa detik hingga menit, Holter monitoring merekamnya sepanjang hari saat pasien menjalani aktivitas normal. Perangkat Holter terdiri dari dua bagian utama: Monitor perekam Sebuah alat kecil seukuran ponsel yang biasanya dipasang di pinggang atau digantung di leher. Elektroda Beberapa bantalan sensor kecil yang ditempelkan di dada dan dihubungkan ke monitor melalui kabel tipis. Elektroda akan menangkap sinyal listrik dari setiap detak jantung dan mengirimkannya ke perangkat perekam. Data ini kemudian dianalisis oleh dokter atau teknisi khusus. Pemantauan jangka panjang seperti ini penting karena banyak gangguan irama jantung (aritmia) bersifat paroksismal, yaitu muncul dan hilang secara tiba-tiba. Siapa yang Memerlukan Holter Monitoring? Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan ini pada pasien yang dicurigai mengalami gangguan irama jantung atau keluhan yang mungkin berkaitan dengan jantung. Beberapa gejala yang sering menjadi alasan pemeriksaan antara lain: Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur (palpitasi) Pusing atau sensasi seperti akan pingsan Pingsan tanpa sebab yang jelas Sesak napas yang tidak dapat dijelaskan Kelelahan berlebihan yang diduga berkaitan dengan fungsi jantung Selain itu, pasien yang sudah memiliki penyakit jantung juga dapat menjalani Holter monitoring untuk: Mengevaluasi keparahan gangguan irama, Menilai efektivitas obat, atau Memeriksa fungsi alat pacu jantung. Kapan Holter Monitoring Dibutuhkan? Holter monitoring sangat bermanfaat pada beberapa kondisi berikut: Ketika gejala muncul cukup sering, misalnya hampir setiap hari Ketika pemeriksaan EKG biasa menunjukkan kelainan, seperti denyut tambahan (ekstrasistol) Untuk menilai respons terhadap obat aritmia yang baru diberikan Untuk mengevaluasi hasil prosedur jantung tertentu Ketika pemeriksaan awal tidak menemukan penyebab keluhan pasien Manfaat Holter Monitoring Tujuan utama Holter monitoring adalah mendeteksi gangguan irama jantung. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui: Jenis aritmia yang terjadi Durasi dan frekuensinya Hubungan antara gejala pasien dengan irama jantung Misalnya, jika pasien merasa pusing pada waktu tertentu, data Holter dapat menunjukkan apakah saat itu terjadi gangguan irama jantung atau tidak. Selain itu, Holter monitoring juga bermanfaat untuk: menilai efektivitas obat aritmia, mengevaluasi fungsi alat pacu jantung, membantu mencari penyebab pingsan yang tidak diketahui. Persiapan Sebelum Holter Monitoring Secara umum, pemeriksaan ini tidak memerlukan persiapan khusus. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Mandi sebelum pemasangan alat, karena selama alat terpasang pasien tidak dianjurkan mandi atau membasahi dada. Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman. Hindari kafein berlebihan jika disarankan oleh dokter. Pada pria dengan bulu dada tebal, mungkin perlu mencukur sebagian area dada agar elektroda menempel dengan baik. Prosedur Pemasangan Holter Monitoring Pemasangan alat Holter biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 10–15 menit. Langkah-langkahnya meliputi: Area dada dibersihkan oleh perawat atau teknisi. Elektroda ditempelkan pada beberapa titik di dada (biasanya 5–7 buah). Elektroda dihubungkan dengan kabel ke alat perekam Holter. Sistem diperiksa untuk memastikan sinyal jantung terekam dengan baik. Setelah itu, pasien dapat pulang dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Pasien biasanya diminta mencatat aktivitas dan gejala yang muncul di buku harian selama masa pemantauan. Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Pemantauan Selama menggunakan Holter monitoring, pasien tetap dapat melakukan aktivitas normal. Bahkan aktivitas ringan atau olahraga ringan sering dianjurkan untuk melihat respons jantung. Namun beberapa hal sebaiknya dihindari: Mandi atau berenang Aktivitas yang membuat alat basah Keringat berlebihan yang dapat membuat elektroda terlepas Paparan medan magnet kuat Setelah periode pemantauan selesai, pasien akan kembali ke rumah sakit untuk melepas alat dan menganalisis hasil rekaman. Apakah Holter Monitoring Aman? Holter monitoring merupakan pemeriksaan yang sangat aman dan tidak menimbulkan efek samping serius. Alat ini tidak memancarkan radiasi dan tidak memberikan aliran listrik ke tubuh. Keluhan yang mungkin muncul biasanya ringan, seperti: Iritasi kulit ringan pada area elektroda Rasa kurang nyaman saat tidur Keluhan ini biasanya hilang setelah alat dilepas. Layanan Holter Monitoring di Primaya Hospital Primaya Hospital menyediakan layanan Holter monitoring dengan teknologi modern untuk membantu mendeteksi gangguan irama jantung secara lebih akurat. Dengan pemantauan jantung selama aktivitas sehari-hari, dokter dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi jantung pasien. Hal ini membantu dokter menentukan diagnosis dan terapi yang paling tepat. Primaya Hospital juga mengutamakan kenyamanan pasien dan pelayanan yang terintegrasi, sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung aman, nyaman, dan... - Published: 2026-05-17 - Modified: 2026-05-18 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/cara-deteksi-penyakit-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Tes jantung adalah pemeriksaan penting untuk deteksi dini penyakit jantung koroner, aritmia, atau gangguan fungsi jantung lainnya. Di Indonesia, penyakit jantung menjadi penyebab kematian teratas, dan banyak kasus terdeteksi terlambat karena kurang pemeriksaan rutin. Tes seperti EKG, ekokardiografi (echo), dan treadmill test bisa ungkap masalah jantung sebelum gejala berat muncul. Banyak orang takut tes ini mahal atau menyakitkan, padahal sebagian besar non-invasif, cepat, dan aman. Dengan tes tepat, dokter bisa tentukan pengobatan dini, kurangi risiko serangan jantung hingga 50 persen, dan tingkatkan harapan hidup. Tes jantung bukan hanya untuk yang sudah sakit, tapi juga skrining pada usia >40 tahun atau berisiko tinggi. Pemahaman jenis tes membantu pasien siap dan tenang saat pemeriksaan. Artikel ini membahas mendalam tiga tes jantung utama: EKG, echo, dan treadmill test, tujuan masing-masing, prosedur pelaksanaan, persiapan pasien, hasil yang diharapkan, komplikasi jarang, pencegahan penyakit jantung dengan tes rutin, serta kapan harus melakukan tes agar jantung tetap sehat dan terpantau optimal. Mengenal Tes Jantung Utama Tes jantung bertujuan untuk mengevaluasi struktur, fungsi, dan irama jantung secara menyeluruh. Pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi penyakit jantung sejak dini, menilai tingkat keparahan, serta menentukan terapi yang paling tepat. Tiga tes jantung yang paling umum digunakan adalah Elektrokardiogram (EKG), Ekokardiografi (echo), dan Treadmill test atau tes latihan. Elektrokardiogram atau EKG merekam aktivitas listrik jantung melalui elektroda yang ditempel di dada, tangan, dan kaki. Pemeriksaan ini cepat, tidak nyeri, dan sering menjadi tes awal pada keluhan nyeri dada, berdebar, pusing, atau pingsan. EKG dapat mendeteksi aritmia, tanda serangan jantung lama atau akut, gangguan konduksi listrik, serta pembesaran ruang jantung. Ekokardiografi atau echo menggunakan gelombang suara ultrasonik untuk menghasilkan gambaran struktur dan gerakan jantung secara real time. Pemeriksaan ini menilai ukuran ruang jantung, ketebalan otot, fungsi pompa (fraksi ejeksi), serta kondisi katup jantung. Echo sangat penting untuk mendeteksi gagal jantung, penyakit katup, kelainan bawaan, dan penumpukan cairan di sekitar jantung. Treadmill test atau tes latihan jantung dilakukan dengan berjalan atau berlari di atas treadmill sambil dipantau EKG, tekanan darah, dan gejala klinis. Tes ini menilai respons jantung terhadap aktivitas fisik dan mendeteksi penyakit jantung koroner yang tidak tampak saat istirahat. Pada pasien yang tidak mampu berjalan, tes dapat digantikan dengan obat pemicu stres jantung. Ketiga tes ini saling melengkapi dan tidak saling menggantikan. Dokter akan memilih satu atau kombinasi pemeriksaan berdasarkan usia, faktor risiko, keluhan, serta dugaan penyakit jantung yang mendasari. Di Indonesia, tes jantung utama ini tersedia luas di rumah sakit dan klinik dengan fasilitas kardiologi, baik di kota besar maupun pusat layanan kesehatan rujukan, sehingga akses deteksi dini penyakit jantung semakin baik. Menurut American Heart Association 2024, tes non-invasif seperti ini deteksi dini tingkatkan prognosis penyakit jantung. Tujuan dan Indikasi Tes Jantung Tujuan tes: Deteksi aritmia atau iskemia Evaluasi fungsi pompa jantung Cari penyebab nyeri dada Skrining risiko tinggi Monitor pengobatan Indikasi umum: Nyeri dada Sesak napas Palpitasi Riwayat keluarga jantung Hipertensi atau diabetes Tes rutin direkomendasikan usia >40 tahun atau berisiko. Jenis Tes: Elektrokardiogram (EKG) EKG rekam aktivitas listrik jantung melalui elektroda di dada, lengan, kaki. Tujuan: Deteksi aritmia Iskemia miokard Hipertrofi jantung Gangguan elektrolit Prosedur: pasien berbaring, pasang elektroda, rekam 10 detik. Non-invasif, tidak sakit. Persiapan: hindari lotion kulit, pakai baju longgar. Hasil: gelombang P-QRS-T normal atau abnormal. Jenis Tes: Ekokardiografi (Echo) Echo gunakan gelombang suara gambar jantung bergerak real-time. Jenis: transthoracic (TTE) standar, transesophageal (TEE) lebih detail. Tujuan: Evaluasi katup jantung Fungsi pompa (ejeksi fraksi) Deteksi kelainan bawaan Cari pembekuan atau efusi Prosedur: gel di dada, transducer gerak, gambar 30–60 menit. Persiapan: puasa jika TEE. Hasil: ukuran ruang, ketebalan dinding, aliran darah. Jenis Tes: Treadmill Test atau Stress Test Treadmill test pantau jantung saat latihan di treadmill dengan kecepatan dan kemiringan bertahap. Tujuan: Deteksi iskemia koroner Evaluasi kapasitas olahraga Cari aritmia beban Monitor pengobatan Prosedur: pasang elektroda EKG, jalan treadmill, pantau TD dan EKG hingga target. Persiapan: puasa ringan, pakai sepatu nyaman, hindari kafein. Hasil: perubahan ST segment atau kapasitas MET. Komplikasi Tes Jantung Komplikasi jarang: EKG: tidak ada Echo: iritasi tenggorokan TEE Treadmill: nyeri dada, aritmia sementara Tes dilakukan di bawah pengawasan dokter. Pencegahan Penyakit Jantung dengan Tes Rutin Pencegahan: Tes rutin usia risiko Gaya hidup sehat Kontrol hipertensi diabetes Berhenti merokok Tes dini kurangi mortalitas 30 persen. Kapan Harus Melakukan Tes Jantung Tes jantung sebaiknya dilakukan tidak hanya saat keluhan sudah berat, tetapi juga sebagai langkah deteksi dini pada individu dengan faktor risiko tertentu. Pemeriksaan lebih awal memungkinkan penyakit jantung dikenali sebelum menimbulkan komplikasi serius seperti serangan jantung atau gagal jantung. Lakukan tes jantung jika mengalami kondisi berikut: Nyeri dada, terutama bila muncul saat aktivitas, menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, dan tidak membaik dengan istirahat Sesak napas yang muncul saat aktivitas ringan, saat berbaring, atau tiba-tiba tanpa sebab jelas Palpitasi atau jantung berdebar tidak teratur, terasa sangat cepat, atau disertai pusing dan hampir pingsan Riwayat keluarga dengan penyakit jantung, serangan jantung dini, atau kematian... - Published: 2026-05-16 - Modified: 2026-04-20 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/latihan-kardio/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Di era sedentary lifestyle yang semakin mendominasi, banyak orang Indonesia menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar, tanpa sadar melemahkan jantung dan paru yang seharusnya bekerja optimal sepanjang hari. Latihan kardio, atau olahraga yang meningkatkan detak jantung dan pernapasan, menjadi solusi paling efektif untuk memperkuat organ vital ini. Di Indonesia, penyakit jantung dan paru seperti PPOK serta asma masih menjadi beban kesehatan besar, dengan angka kejadian terus naik akibat polusi, rokok, dan kurang aktivitas fisik. Latihan kardio rutin terbukti menurunkan risiko penyakit kardiorespirasi hingga 40 hingga 50 persen, meningkatkan kapasitas paru, memperbaiki sirkulasi darah, dan bahkan memperpanjang harapan hidup. Yang menggembirakan, latihan kardio tidak memerlukan gym mahal atau alat canggih — jalan cepat, lari ringan, atau berenang sudah cukup memberikan manfaat luar biasa. Dengan intensitas dan durasi tepat, hampir semua orang dari anak muda hingga lansia bisa menikmati latihan kardio tanpa risiko berlebih. Artikel ini akan membahas mendalam manfaat latihan kardio untuk jantung dan paru, jenis paling direkomendasikan, intensitas ideal, jadwal mingguan praktis, tips untuk pemula dan penderita kondisi khusus, serta 30 cara memulai dan konsisten agar sistem kardiorespirasi Anda tetap kuat dan tahan banting seumur hidup! Mengapa Latihan Kardio Menjadi Fondasi Kesehatan Jantung dan Paru? Latihan kardio atau cardiovascular exercise adalah aktivitas yang meningkatkan detak jantung dan laju pernapasan dalam waktu lama, melatih jantung memompa darah lebih efisien serta paru menyerap oksigen lebih banyak. Saat kardio, jantung bekerja lebih keras untuk memasok oksigen ke otot, sehingga otot jantung menebal secara sehat, volume sekuncup darah meningkat, dan detak jantung istirahat menurun — tanda jantung lebih kuat. Manfaat untuk jantung: Meningkatkan efisiensi pompa jantung hingga 20 persen Menurunkan tekanan darah sistolik 5 hingga 10 mmHg Meningkatkan HDL dan menurunkan LDL/trigliserida Mengurangi inflamasi pembuluh darah Mencegah plak aterosklerosis Manfaat untuk paru: Meningkatkan kapasitas vital paru hingga 15 persen Memperkuat otot pernapasan Meningkatkan VO2 max (kemampuan maksimal serap oksigen) Memperbaiki difusi oksigen di alveoli Mengurangi risiko infeksi saluran napas Studi besar seperti CARDIA menunjukkan orang dengan kebugaran kardiorespirasi tinggi di usia muda memiliki risiko penyakit jantung 50 persen lebih rendah di usia tua. Menurut American Heart Association 2024, latihan kardio sedang 150 menit/minggu atau tinggi 75 menit/minggu adalah resep minimum untuk kesehatan jantung dan paru optimal. Di Indonesia, program Germas mendorong latihan kardio 30 menit/hari untuk kurangi beban penyakit tidak menular. Jenis Latihan Kardio Paling Efektif untuk Jantung dan Paru Latihan kardio terbaik adalah yang berkelanjutan, menyenangkan, dan bisa disesuaikan intensitas. Rekomendasi utama: Jalan cepat: mudah, rendah impact, bisa di mana saja Lari ringan atau jogging: tinggi kalori bakar Bersepeda: ramah sendi, outdoor/indoor Berenang: full body, sangat baik untuk paru Lompat tali: intens tinggi, praktis di rumah Senam kardio atau aerobik: sosial & musik Dance fitness (zumba, bokwa) Mendaki atau hiking ringan Rowing atau dayung Elliptical trainer di gym Kombinasi ideal: 3–4 hari aerobik sedang + 1–2 hari interval tinggi. Contoh kasus: pria 45 tahun hipertensi mulai jalan cepat 30 menit/hari, dalam 3 bulan tekanan darah turun 12/8 mmHg dan kapasitas napas meningkat. Intensitas Latihan Kardio yang Aman dan Optimal Gunakan metode sederhana: Sedang: masih bisa bicara kalimat penuh tapi napas agak cepat Tinggi: hanya bisa ucap 3–4 kata Target detak jantung: 50 hingga 70 persen maksimal untuk sedang, 70 hingga 85 persen untuk tinggi (220 minus usia). Contoh usia 40 tahun: sedang 90 hingga 126 detak/menit, tinggi 126 hingga 153 detak/menit. Untuk pemula atau lansia, mulai dari intensitas rendah 40 hingga 50 persen maksimal. Jadwal Latihan Kardio Mingguan Praktis Hari Aktivitas Durasi Intensitas Senin Jalan cepat 40 menit Sedang Selasa Berenang 30 menit Sedang Rabu Istirahat atau yoga 30 menit Ringan Kamis Bersepeda 40 menit Sedang Jumat Lompat tali atau senam 25 menit Tinggi Sabtu Jogging interval 30 menit Campur Minggu Jalan santai keluarga 60 menit Ringan Total 180 hingga 250 menit kardio/minggu, bisa disesuaikan. Latihan Kardio untuk Kelompok Khusus Pemula: mulai 10–15 menit/hari, tambah 5 menit/minggu. Lansia: jalan kaki, berenang, tai chi — fokus keseimbangan. Penderita asma: pemanasan lama, hindari pemicu alergen. Penderita hipertensi: aerobik sedang, hindari latihan isometrik. Pasca serangan jantung: rehabilitasi jantung terstruktur. Ibu hamil: jalan kaki, berenang 150 menit/minggu. Contoh kasus lansia 68 tahun: berenang 3 kali/minggu 30 menit, kapasitas paru meningkat, sesak napas berkurang. 15 Tanda Latihan Kardio Terlalu Berat atau Berbahaya Nyeri dada atau tekanan 2. Sesak napas tidak wajar 3. Pusing hingga hampir pingsan 4. Detak jantung tidak teratur 5. Mual atau muntah 6. Keringat dingin berlebih 7. Nyeri lengan, rahang, punggung 8. Kelelahan ekstrem >24 jam 9. Bengkak kaki mendadak 10. Batuk dengan dahak pink 11. Jantung berdegup kencang lama setelah latihan 12. Sulit tidur setelah olahraga 13. Penurunan berat drastis 14. Demam setelah latihan 15. Nyeri otot >3 hari Segera hentikan dan konsultasi dokter. 30 Tips Memulai dan Konsisten Latihan Kardio Konsultasi dokter jika >40 tahun atau risiko 2. Mulai perlahan dari 10 menit 3. Pemanasan & pendinginan wajib 4. Gunakan sepatu nyaman... - Published: 2026-05-15 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/dampak-merokok/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Merokok adalah faktor risiko utama penyakit jantung koroner di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Setiap batang rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun yang langsung merusak pembuluh darah dan otot jantung. Di Indonesia, lebih dari 70 juta orang merokok aktif, menyumbang ratusan ribu kematian akibat penyakit kardiovaskular setiap tahun. Banyak perokok mengira dampak baru terasa di usia tua, padahal kerusakan jantung mulai sejak rokok pertama. Nikotin, karbon monoksida, dan radikal bebas mempercepat aterosklerosis, meningkatkan tekanan darah, memicu aritmia fatal dan juga serangan jantung Yang mengkhawatirkan, perokok muda usia 20 hingga 40 tahun sudah alami penyempitan arteri hingga 50 persen lebih cepat. Kabar baiknya, berhenti merokok bisa pulihkan fungsi pembuluh darah dalam 1 tahun dan kurangi risiko serangan jantung hingga 50 persen dalam 5 tahun. Dengan pemahaman dampak merokok pada jantung, setiap orang bisa ambil langkah berhenti untuk hidup lebih panjang. Artikel ini membahas mendalam mekanisme merokok rusak jantung, gejala awal kerusakan, penyebab utama, cara diagnosis, pengobatan jika sudah rusak, komplikasi berbahaya, pencegahan dengan berhenti merokok, serta kapan harus segera ke dokter jantung agar kerusakan tidak permanen. Mengenal Dampak Merokok pada Jantung Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyakit jantung koroner yang dapat dicegah. Kerusakan jantung akibat rokok terjadi melalui mekanisme langsung maupun tidak langsung, bahkan sejak hisapan pertama. Asap rokok mengandung nikotin, karbon monoksida, tar, serta ribuan zat kimia beracun lain yang berdampak sistemik terhadap pembuluh darah dan otot jantung. Nikotin merangsang pelepasan hormon stres seperti adrenalin yang membuat denyut jantung lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras secara terus-menerus. Sementara itu, karbon monoksida mengurangi kemampuan darah membawa oksigen, sehingga otot jantung kekurangan suplai oksigen yang optimal. Kombinasi keduanya mempercepat kerusakan jantung dan pembuluh darah. Dampak utama merokok terhadap jantung meliputi: Penyempitan dan pengerasan arteri (aterosklerosis) akibat penumpukan plak lemak Peningkatan tekanan darah yang mempercepat kerusakan pembuluh darah Gangguan irama jantung (aritmia) karena efek stimulasi nikotin pada sistem listrik jantung Kerusakan endotel pembuluh darah yang mengganggu elastisitas dan fungsi normal arteri Peningkatan pembekuan darah yang memicu sumbatan mendadak pada arteri koroner Akibat mekanisme tersebut, perokok aktif memiliki risiko penyakit jantung koroner 2 hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan non-perokok. Risiko ini meningkat seiring jumlah rokok dan lamanya kebiasaan merokok, termasuk pada pengguna rokok elektrik yang tetap terpapar nikotin. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif juga terdampak serius. Paparan asap rokok lingkungan meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 25 hingga 30 persen. Bahkan paparan singkat namun berulang dapat memicu gangguan fungsi pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung. Berhenti merokok memberikan manfaat cepat bagi jantung. Dalam 24 jam setelah berhenti, risiko serangan jantung mulai menurun, dan dalam 1 hingga 2 tahun, risiko penyakit jantung koroner dapat berkurang hingga mendekati orang yang tidak pernah merokok. Menghentikan kebiasaan merokok adalah salah satu langkah paling efektif untuk melindungi jantung dan memperpanjang harapan hidup. Menurut American Heart Association 2024, merokok adalah faktor risiko modifiable terbesar penyakit jantung. Gejala Kerusakan Jantung akibat Merokok Kerusakan jantung akibat merokok sering berkembang perlahan dan diam-diam. Pada tahap awal, tubuh masih mampu beradaptasi sehingga keluhan yang muncul kerap ringan dan tidak khas. Inilah sebabnya banyak perokok tidak menyadari bahwa jantungnya mulai terdampak, bahkan setelah bertahun-tahun terpapar asap rokok. Gejala awal sering samar, yaitu: Nyeri dada saat aktivitas, terutama ketika berjalan cepat atau naik tangga, akibat aliran darah koroner mulai terganggu Sesak napas ringan yang muncul lebih cepat dibandingkan sebelumnya Lelah berlebih meski aktivitas tidak berat, karena suplai oksigen ke jaringan menurun Palpitasi atau jantung berdebar akibat gangguan irama jantung Pusing atau rasa melayang akibat aliran darah ke otak tidak optimal Seiring waktu, kerusakan pembuluh darah dan otot jantung akan semakin berat. Plak aterosklerosis menebal, fungsi pompa jantung menurun, dan sistem listrik jantung menjadi tidak stabil. Pada tahap ini, gejala menjadi lebih jelas dan berbahaya. Gejala lanjut, adalah: Serangan jantung akibat sumbatan mendadak pada arteri koroner Gagal jantung dengan keluhan sesak napas saat istirahat, bengkak kaki, dan cepat lelah Aritmia berat yang dapat menyebabkan pingsan mendadak hingga henti jantung Pada perokok muda, gejala-gejala awal sering diabaikan dan dianggap sebagai kelelahan biasa, kurang tidur, atau stres kerja. Padahal, pada kelompok usia ini, kerusakan jantung akibat rokok dapat berkembang agresif dan meningkatkan risiko serangan jantung dini. Mengenali gejala sejak awal dan menghentikan kebiasaan merokok menjadi langkah krusial untuk mencegah kerusakan jantung permanen. Penyebab Kerusakan Jantung akibat Merokok Mekanisme utama: Nikotin tingkatkan detak jantung dan tekanan darah Karbon monoksida kurangi oksigen darah Zat kimia sebabkan inflamasi endotel Radikal bebas percepat plak aterosklerosis Peningkatan adhesi platelet Merokok 1 pak/hari tingkatkan risiko serangan jantung 3 kali lipat. Di Indonesia, merokok sejak remaja percepat kerusakan hingga 10 tahun lebih awal. Cara Dokter Mendiagnosis Kerusakan Jantung Diagnosis: Anamnesis riwayat merokok Elektrokardiografi untuk aritmia Ekokardiogram untuk fungsi jantung Tes stres atau angiografi koroner Profil lipid dan marker inflamasi Diagnosis dini penting untuk pencegahan progresif. Cara Mengatasi atau Pengobatan Kerusakan Jantung Langkah Pertama: berhenti merokok... - Published: 2026-05-14 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/umum/menggunakan-obat/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kehamilan dan menyusui adalah masa di mana ibu harus sangat berhati-hati dengan obat atau suplemen yang dikonsumsi. Banyak obat bebas yang aman untuk orang biasa bisa berisiko bagi janin atau bayi yang disusui. Di Indonesia, sekitar 70 persen ibu hamil mengonsumsi setidaknya satu obat selama kehamilan, dan sebagian besar tanpa konsultasi dokter. Obat yang tidak aman bisa menyebabkan cacat lahir, keguguran, atau gangguan perkembangan bayi. Suplemen seperti vitamin prenatal memang dianjurkan, tapi dosis berlebih juga berbahaya. Kabar baiknya, sebagian besar obat dan suplemen aman jika digunakan sesuai petunjuk dokter atau bidan. Dengan informasi tepat, ibu bisa melindungi diri dan bayi tanpa khawatir berlebih. Artikel ini membahas mendalam prinsip aman menggunakan obat selama hamil dan menyusui, kategori risiko obat, suplemen yang dianjurkan, obat yang harus dihindari, cara konsultasi dokter, komplikasi jika salah pakai, pencegahan risiko, serta kapan harus segera mencari bantuan agar kehamilan dan masa menyusui berjalan lancar dan aman. Mengenal Penggunaan Obat dan Suplemen Selama Kehamilan dan Menyusui Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami perubahan besar dan janin berkembang melalui sistem yang sangat sensitif. Plasenta berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan janin, namun bukan penghalang mutlak. Hampir semua obat yang dikonsumsi ibu dapat melewati plasenta dalam kadar tertentu, sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan, perkembangan organ, hingga keselamatan janin, terutama pada trimester pertama saat organ-organ vital terbentuk. Pada masa menyusui, mekanismenya sedikit berbeda. Obat yang diminum ibu dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil, tergantung sifat obat seperti ukuran molekul, kelarutan lemak, dan ikatan protein. Sebagian besar obat aman karena konsentrasinya rendah, tetapi beberapa jenis dapat menyebabkan efek samping pada bayi, seperti kantuk berlebihan, gangguan pencernaan, ruam, bahkan memengaruhi perkembangan saraf. Selain itu, ada obat tertentu yang bisa menurunkan atau justru menghambat produksi ASI. Prinsip utama yang harus dipegang ibu hamil dan menyusui adalah tidak mengonsumsi obat, jamu, atau suplemen apa pun tanpa konsultasi dengan dokter atau bidan. Obat yang aman untuk orang dewasa belum tentu aman untuk janin atau bayi, dan suplemen “alami” sekalipun tetap mengandung zat aktif yang bisa berdampak biologis. Untuk membantu penilaian keamanan, obat selama kehamilan diklasifikasikan berdasarkan tingkat risikonya. Kategori risiko obat hamil menurut FDA, yang diadopsi di banyak negara, meliputi: Kategori A, yaitu obat yang telah terbukti aman pada manusia melalui studi terkontrol Kategori B, aman pada penelitian hewan, tetapi data pada manusia masih terbatas Kategori C, terdapat risiko potensial sehingga hanya digunakan jika manfaat bagi ibu lebih besar daripada risikonya bagi janin Kategori D, sudah ada bukti risiko pada janin, namun masih bisa digunakan pada kondisi darurat yang mengancam nyawa Kategori X, terbukti berbahaya bagi janin dan sepenuhnya dilarang selama kehamilan Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerapkan klasifikasi dan prinsip keamanan yang serupa. Oleh karena itu, setiap keluhan selama hamil atau menyusui sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu agar tenaga kesehatan dapat memilih obat dengan dosis, durasi, dan profil keamanan paling tepat untuk ibu dan bayi. Menurut U. S. FDA 2024, sistem label baru lebih deskriptif risiko dan manfaat. Gejala atau Kondisi yang Sering Butuh Obat Selama Kehamilan dan Menyusui Kondisi umum: Mual muntah (morning sickness) Anemia Infeksi saluran kemih Hipertensi Diabetes gestasional Sakit kepala atau flu Alergi Sembelit atau wasir Gejala ini normal pada banyak ibu. Tapi pengobatan harus aman. Penyebab Risiko Obat dan Suplemen pada Ibu Hamil dan Menyusui Risiko utama: Obat melewati plasenta ganggu organ janin Obat masuk ASI memengaruhi bayi Dosis berlebih suplemen toksik Interaksi obat dengan kondisi hamil Contoh: thalidomide dulu sebabkan cacat lahir. Obat modern lebih aman tapi tetap butuh pengawasan. Cara Dokter Mendiagnosis Kebutuhan Obat atau Suplemen Dokter menilai: Kondisi ibu dan janin Trimester kehamilan Status menyusui Risiko vs manfaat Alternatif non-obat Pemeriksaan: USG, tes darah, monitoring janin. Obat dan Suplemen Aman Selama Kehamilan dan Menyusui Suplemen dianjurkan: Asam folat 400–600 mcg/hari cegah cacat tabung saraf Zat besi 30–60 mg/hari cegah anemia Kalsium 1. 000–1. 200 mg/hari Vitamin D 600 IU/hari Iodium 220 mcg/hari Obat aman kategori B: Paracetamol untuk nyeri/sakit kepala Antasida untuk maag Antibiotik penisilin atau sefalosporin Insulin untuk diabetes Obat aman menyusui: ibuprofen, paracetamol, beberapa antibiotik. Obat dan Suplemen yang Harus Dihindari Obat kategori D/X: Isotretinoin (jerawat) Warfarin Beberapa obat antikejang Obat kemoterapi Obat bebas berisiko: NSAID seperti ibuprofen trimester 3 Dekongestan tinggi Obat flu kombinasi Suplemen berlebih: vitamin A >3. 000 mcg risiko cacat lahir. Komplikasi Jika Obat atau Suplemen Salah Digunakan Komplikasi pada janin: Cacat lahir Keterlambatan pertumbuhan Keguguran Komplikasi pada bayi menyusui: Kantuk berlebih Gangguan makan Ruam atau diare Komplikasi ibu: interaksi obat memperburuk kondisi. Pencegahan Risiko Obat dan Suplemen Cara aman: Selalu konsultasi dokter sebelum minum obat Baca label dan kategori risiko Gunakan dosis terendah efektif Pilih alternatif non-obat dulu Catat semua obat dikonsumsi Hindari obat herbal tidak teruji Minum suplemen sesuai anjuran Program TTD dan asam folat nasional sangat aman. Kapan Harus ke Dokter Segera ke dokter jika: Gejala sakit baru muncul Efek samping obat seperti ruam atau mual... - Published: 2026-05-13 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/gizi/diet-lemak-terbatas/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Diet lemak terbatas menjadi salah satu pilar utama pengelolaan penyakit jantung koroner dan pencegahan komplikasi. Di Indonesia, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu, dengan faktor risiko utama berupa kolesterol tinggi akibat pola makan tinggi lemak jenuh dan trans. Banyak penderita jantung kesulitan mengubah kebiasaan makan karena anggapan diet rendah lemak tidak enak atau sulit dijalani. Padahal, diet ini bisa turunkan kolesterol LDL hingga 10 hingga 20 persen, kurangi risiko serangan jantung berulang, dan tingkatkan kualitas hidup secara signifikan. Dengan memilih makanan segar, teknik masak sehat, dan batas lemak harian tepat, penderita jantung bisa nikmati hidangan lezat tanpa khawatir. Diet rendah lemak bukan pembatasan ketat, tapi pilihan cerdas untuk jantung sehat jangka panjang. Artikel ini membahas mendalam prinsip diet lemak terbatas untuk jantung, gejala yang membaik dengan diet, penyebab perlunya pembatasan lemak, cara dokter merekomendasikan diet, panduan makanan dianjurkan dan dihindari, contoh menu harian, komplikasi jika diet salah, pencegahan risiko kardiovaskular, serta kapan harus konsultasi ahli gizi agar diet berjalan efektif dan sustainable. Mengenal Diet Lemak terbatas untuk Penderita Jantung Diet lemak terbatas adalah pola makan yang membatasi asupan lemak total sekitar 20 hingga 30 persen dari kebutuhan kalori harian. Penekanan utama bukan hanya pada jumlah lemak, tetapi juga jenis lemak yang dikonsumsi. Lemak jenuh dianjurkan kurang dari 7 persen total kalori, sementara lemak trans sebisa mungkin mendekati nol karena terbukti paling merusak kesehatan jantung. Pada penderita penyakit jantung atau mereka yang memiliki faktor risiko tinggi, diet ini bertujuan mengurangi beban kerja jantung dan memperlambat progresivitas aterosklerosis. Dengan asupan lemak yang lebih terkontrol, kadar kolesterol darah dapat lebih stabil dan risiko komplikasi kardiovaskular menurun. Tujuan diet: Menurunkan kolesterol LDL (kolesterol “jahat”) yang berperan besar dalam pembentukan plak di pembuluh darah Mengurangi pembentukan dan penumpukan plak arteri sehingga aliran darah ke jantung tetap lancar Meningkatkan fungsi pembuluh darah dengan memperbaiki kesehatan lapisan endotel Mengontrol berat badan agar beban kerja jantung tidak berlebihan Mengurangi inflamasi sistemik yang berkaitan dengan penyakit jantung kronis Diet lemak terbatas direkomendasikan oleh American Heart Association sebagai bagian dari pencegahan primer pada individu berisiko, serta pencegahan sekunder pada pasien dengan riwayat penyakit jantung. Pola makan ini biasanya dikombinasikan dengan peningkatan konsumsi serat, sayur, buah, biji-bijian utuh, serta sumber protein rendah lemak. Di Indonesia, penerapan diet rendah lemak sering menjadi tantangan karena pola makan sehari-hari yang tinggi gorengan, santan, dan makanan olahan. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilihan bahan makanan dan teknik memasak yang lebih sehat menjadi kunci agar diet rendah lemak dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurut American Heart Association 2024, penggantian lemak jenuh dengan lemak tak jenuh turunkan risiko kardiovaskular hingga 30 persen. Gejala yang Membaik dengan Diet Lemak terbatas Gejala membaik: Nyeri dada atau angin duduk berkurang Sesak napas saat aktivitas ringan Lelah cepat Palpitasi Kolesterol dan trigliserida turun Penderita merasa lebih bertenaga dan risiko serangan ulang menurun. Penyebab Perlunya Diet Lemak terbatas Penyebab: Lemak jenuh tingkatkan LDL Lemak trans ganggu fungsi endotel Kelebihan lemak sebabkan obesitas Inflamasi kronis dari diet tinggi lemak Penderita jantung koroner, pasca stent, atau gagal jantung butuh diet ini. Cara Dokter Mengatur Kebutuhan dan komposisi diet Dokter nilai: Profil lipid darah Riwayat penyakit jantung Profil komposisi tubuh dan indeks massa tubuh Pola makan saat ini Rekomendasi diet disertai target kolesterol. Panduan Makanan Dianjurkan dan Dihindari Makanan dianjurkan: Buah dan sayur segar Biji-bijian utuh: oat, beras merah Protein rendah lemak: ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe Lemak sehat: alpukat, kacang, minyak zaitun Susu rendah lemak Makanan dihindari: Gorengan Jeroan Daging berlemak Kue manis bermargarin Makanan cepat saji Batas lemak jenuh - Published: 2026-05-12 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung/pertolongan-serangan-jantung/ - Kategori: Penyakit Dalam, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Serangan jantung bisa datang tanpa peringatan, mengancam nyawa dalam hitungan menit saja. Di Indonesia, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian nomor satu dengan ratusan ribu kasus setiap tahun. Banyak nyawa hilang karena pertolongan pertama yang salah atau terlambat. Padahal, tindakan cepat dalam golden hour pertama bisa meningkatkan peluang bertahan hidup hingga 50 persen. Orang awam sering panik, memberikan minyak angin, atau menunggu gejala hilang sendiri. Tindakan itu justru memperburuk kondisi. Pengetahuan pertolongan pertama yang benar bisa menyelamatkan nyawa orang terdekat seperti orang tua, pasangan, atau rekan kerja. Dengan langkah sederhana seperti mengenali gejala, memanggil bantuan medis, dan memberikan CPR jika diperlukan, Anda bisa menjadi penyelamat. Artikel ini membahas mendalam apa itu serangan jantung, gejala khas yang sering terlewat, langkah pertolongan pertama yang benar menurut AHA dan PERKI, kesalahan umum yang harus dihindari, persiapan keluarga menghadapi darurat, serta kapan situasi sudah kritis agar Anda siap bertindak tepat saat detik-detik berharga itu tiba. Mengenal Serangan Jantung Serangan jantung atau infark miokard akut terjadi ketika aliran darah ke salah satu bagian otot jantung terhambat secara total atau hampir total. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh plak aterosklerosis di arteri koroner yang pecah, lalu memicu pembentukan gumpalan darah (trombus) yang menutup aliran darah. Tanpa pasokan oksigen dan nutrisi, sel-sel otot jantung tidak dapat bertahan hidup. Bagian jantung yang tidak mendapat oksigen mulai mengalami kerusakan dalam waktu sangat singkat, umumnya dalam 20 hingga 40 menit pertama. Jika sumbatan tidak segera dibuka, kematian sel jantung akan semakin luas. Kerusakan permanen biasanya terjadi setelah sekitar 6 jam tanpa aliran darah, dan bagian otot jantung yang mati tidak dapat pulih kembali. Inilah alasan mengapa serangan jantung merupakan kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Di Indonesia, serangan jantung sering terjadi pada usia produktif 40 hingga 60 tahun, bahkan tidak jarang pada usia lebih muda. Faktor pemicu utama meliputi hipertensi yang tidak terkontrol, diabetes melitus, kebiasaan merokok, obesitas, kolesterol tinggi, serta gaya hidup kurang aktivitas fisik. Kombinasi faktor-faktor ini mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah koroner. Serangan jantung berbeda dari henti jantung. Serangan jantung adalah masalah sumbatan aliran darah ke otot jantung, sedangkan henti jantung adalah berhentinya fungsi pompa jantung secara mendadak. Henti jantung sering terjadi akibat gangguan irama jantung berat (aritmia), yang dapat muncul sebagai komplikasi serangan jantung. Serangan jantung masih memungkinkan jantung berdetak, sementara henti jantung menyebabkan hilangnya denyut nadi dan kesadaran secara tiba-tiba. Menurut American Heart Association 2024, pengenalan dini gejala meningkatkan peluang selamat hingga 50 persen. Gejala Serangan Jantung Gejala klasik: Nyeri dada seperti ditekan benda berat Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung Sesak napas Keringat dingin Mual atau muntah Pusing hingga hampir pingsan Gejala pada wanita dan lansia sering atipikal: Hanya sesak napas Kelelahan ekstrem Nyeri perut atas Mual tanpa nyeri dada Gejala bisa muncul bertahap atau mendadak. Jangan tunggu semua gejala muncul. Penyebab Serangan Jantung Penyebab utama: Aterosklerosis arteri koroner Plaque rupture dan trombosis Faktor risiko: Merokok Hipertensi Diabetes Kolesterol tinggi Obesitas Kurang gerak Stres Riwayat keluarga Pemicu akut: aktivitas berat, emosi kuat, cuaca dingin, makan berat. Cara Dokter Mendiagnosis Serangan Jantung Diagnosis darurat: Anamnesis gejala dan faktor risiko EKG 12 lead dalam 10 menit kedatangan Troponin darah (marker kerusakan otot jantung) Ekokardiogram Angiografi koroner jika diperlukan Golden time: door to balloon kurang dari 90 menit untuk PCI primer. Cara Mengatasi atau Pengobatan Serangan Jantung Pengobatan akut: Aspirin 300 mg dikunyah Nitroglycerin sublingual jika tekanan darah stabil Oksigen jika saturasi rendah Morphine untuk nyeri hebat PCI primer atau trombolisis Obat antiplatelet ganda Pengobatan jangka panjang: Statin Beta blocker ACE inhibitor Rehabilitasi jantung Komplikasi Serangan Jantung Komplikasi: Aritmia fatal Gagal jantung Kardiogenik syok Ruptur dinding jantung Aneurisma ventrikel Stroke emboli Mortalitas 30 hari sekitar 10 hingga 15 persen di Indonesia. Pencegahan Serangan Jantung Pencegahan primer: Berhenti merokok Kontrol tekanan darah, gula, kolesterol Olahraga rutin Diet sehat jantung Kelola stres Cek kesehatan rutin Pencegahan sekunder: patuh obat, rehabilitasi, gaya hidup sehat. Kapan Harus ke Dokter Segera ke IGD jika: Nyeri dada lebih dari 5 menit tidak hilang istirahat Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang Sesak napas dengan keringat dingin Pusing hingga hampir pingsan Mual muntah dengan nyeri dada Jangan tunggu gejala hilang sendiri atau minum obat sembarangan. Pertolongan Pertama Serangan Jantung yang Benar Langkah pertolongan pertama: Tenangkan pasien, dudukkan atau berbaring dengan kepala lebih tinggi Hubungi 112 atau ambulans terdekat segera Longgarkan pakaian, pastikan udara segar Berikan aspirin 300 mg dikunyah jika sadar dan tidak alergi Jangan beri makan atau minum Pantau napas dan kesadaran Jika henti napas/jantung: mulai CPR 30 kompresi : 2 napas Siapkan AED jika tersedia Jangan beri minyak angin, kerok, atau pijat kuat. Contoh kasus: pria 55 tahun nyeri dada di kantor, rekan langsung hubungi ambulans dan beri aspirin, selamat hingga PCI. Informasi lengkap serangan jantung dapat dibaca pada artikel serangan jantung dan layanan jantung dari Primaya Hospital. Pertolongan Pertama Bisa Selamatkan Nyawa Serangan jantung adalah... - Published: 2026-05-11 - Modified: 2026-04-22 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/arteri-perifer/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Penyakit arteri perifer atau PAP adalah kondisi di mana terjadi kelainan pada pembuluh darah arteri (selain pembuluh darah koroner dan aorta) yang mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi pembuluh darah sehingga aliran darah menuju organ menjadi tidak lancar. Penyebab PAP secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu 1) akibat penumpukan lemak atau plak di dinding pembuluh darah yang dikenal dengan istilah aterosklerosis dan/atau 2) proses penggumpalan darah yang disebabkan penyakit-penyakit terhambat. PAP dapat terjadi di berbagai pembuluh darah diseluruh tubuh contohnya yang paling sering dijumpai penyakit arteri di pembuluh darah kaki dan lengan. Selain itu dapat juga mengenai pembuluh darah ginjal, usus, dan karotis. Ketika aliran darah terganggu, jaringan tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi luka yang sulit sembuh hingga risiko kematian jaringan. Memahami karakteristik penyakit ini merupakan langkah awal yang krusial untuk mencegah komplikasi kardiovaskular lebih berat di masa depan. Gejala yang Muncul pada Pengidap Penyakit Arteri Perifer (PAP) Banyak penderita penyakit arteri perifer ini tidak merasakan gejala yang jelas pada tahap awal. Namun, seiring dengan bertambahnya penyempitan pembuluh darah, beberapa tanda klinis berikut akan mulai dirasakan secara perlahan sesuai lokasi pembuluh darah yang terdampak : Klaudikasio Intermiten: Munculnya rasa nyeri, kram, atau kelelahan pada otot kaki saat berjalan dan akan hilang setelah beristirahat sejenak. Perubahan Suhu Kulit: Salah satu kaki terasa lebih dingin secara signifikan jika dibandingkan dengan kaki yang lainnya. Perubahan Penampilan Kaki: Kulit di area kaki tampak mengkilap, pucat, atau bahkan berubah warna menjadi kebiruan. Pertumbuhan Kuku dan Rambut Terhambat: Kuku kaki tumbuh lebih lambat dan bulu pada area kaki mulai rontok atau tidak tumbuh kembali. Luka yang Sulit Sembuh: Munculnya luka di area jari kaki atau telapak kaki yang tidak kunjung kering atau sembuh dalam waktu lama. Sakit perut, terutama jika berhubungan dengan makan dan penurunan berat badan Disfungsi ereksi Penyebab dan Faktor Risiko yang Memengaruhi Penyebab paling umum dari penyakit arteri perifer adalah gangguan pembuluh darah akibat gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu. Beberapa faktor yang secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini meliputi: Kebiasaan Merokok: Merupakan faktor risiko paling dominan karena zat kimia dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah secara langsung. Kadar Gula Darah Tinggi: Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan pembuluh darah arteri kecil dan besar. Tekanan Darah Tinggi: Hipertensi kronis menyebabkan dinding arteri menjadi kaku dan lebih mudah bagi plak untuk menempel. Kadar Kolesterol Tinggi: Penumpukan kolesterol jahat (LDL) dalam darah mempercepat proses penyempitan lubang pembuluh darah. Faktor Usia: Risiko secara alami meningkat pada individu yang telah memasuki usia di atas 50 tahun. Langkah Diagnosis oleh Dokter Spesialis Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi untuk mencegah tindakan amputasi. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, skrining pada kelompok berisiko sangat disarankan untuk menurunkan angka komplikasi penyakit jantung. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan meliputi: Ankle-Brachial Index (ABI): Tes sederhana yang membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan. Ultrasonografi Doppler: Menggunakan gelombang suara untuk mengevaluasi aliran darah dan mengidentifikasi lokasi penyumbatan secara visual. Angiografi: Prosedur menggunakan zat kontras dan sinar-X untuk melihat gambaran pembuluh darah secara lebih mendetail. Tes Darah: Dilakukan untuk mengukur kadar kolesterol, trigliserida, dan gula darah sebagai faktor pendukung diagnosis. Metode Pengobatan dan Penanganan Medis Tujuan pengobatan adalah untuk meredakan gejala dan menghentikan perkembangan penyumbatan pembuluh darah. Dokter biasanya akan menyarankan kombinasi penanganan sebagai berikut: Terapi Obat-obatan: Pemberian obat pengencer darah untuk mencegah penggumpalan serta obat penurun kolesterol untuk menstabilkan plak di arteri. Program Olahraga Terstruktur: Latihan jalan kaki secara rutin yang diawasi oleh tim medis untuk membantu pembentukan pembuluh darah baru (kolateral). Angioplasti dan Pemasangan Ring: Tindakan minimal invasif untuk melebarkan arteri yang sempit menggunakan balon khusus dan memasang penyangga permanen. Operasi Bypass: Prosedur pembedahan untuk membuat jalur aliran darah baru di sekitar pembuluh darah yang tersumbat total. Risiko Komplikasi Akibat Penanganan yang Terlambat Mengabaikan gejala awal penyakit arteri perifer dapat menyebabkan dampak kesehatan yang sangat serius. Aliran darah yang sangat rendah secara kronis dapat memicu terjadinya Iskemik Tungkai Kritis. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka terbuka yang membusuk atau gangren. Jika jaringan sudah mati secara luas, tindakan amputasi sering kali menjadi jalan terakhir untuk menyelamatkan nyawa pasien dari infeksi sistemik atau sepsis. Selain itu, penderita penyakit ini juga memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Pencegahan Melalui Modifikasi Gaya Hidup Mencegah penyempitan pembuluh darah jauh lebih baik daripada mengobatinya. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan antara lain: Menghentikan kebiasaan merokok secara total untuk menjaga elastisitas pembuluh darah. Mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan kaya serat untuk mengontrol kadar lemak darah. Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari untuk memperlancar sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Melakukan kontrol rutin terhadap penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi agar tetap berada dalam batas normal. Kapan Harus Melakukan Konsultasi ke Rumah Sakit? Sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan jika merasakan... - Published: 2026-05-10 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/terapi-dan-pengobatan-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyumbatan atau penyempitan arteri koroner yang memberi makan otak jantung. Di Indonesia, PJK menyebabkan lebih dari 250. 000 kematian per tahun — 70 % di antaranya bisa dicegah atau ditunda puluhan tahun jika pengobatan dimulai tepat waktu. Kini, pilihan terapi sudah sangat maju: dari obat, ring, bypass, hingga teknologi minimally invasive dan regenerative. Yang terpenting: 90 % pasien PJK bisa hidup normal dan produktif lagi dengan kombinasi terapi yang tepat. Yuk, pahami secara lengkap 15 pilihan pengobatan PJK terbaru berbasis bukti ilmiah agar Anda tahu kapan cukup obat, kapan butuh ring, dan kapan harus bypass! 3 Pilar Utama Pengobatan PJK Pilar Tujuan Contoh 1. Terapi Obat Mengurangi risiko & nyeri Aspirin, statin, beta blocker 2. Revaskularisasi Membuka sumbatan PCI (ring), CABG (bypass) 3. Rehabilitasi & Gaya Hidup Mencegah kekambuhan Olahraga, diet, berhenti merokok Menurut American Heart Association 2024, kombinasi ketiga pilar ini meningkatkan harapan hidup pasien PJK hingga 15–20 tahun lebih lama. 15 Pilihan Pengobatan PJK Terkini Aspirin / Clopidogrel / Ticagrelor Pengencer darah → mencegah pembekuan di plak Statin (Atorvastatin, Rosuvastatin) Turunkan LDL - Published: 2026-05-09 - Modified: 2026-04-20 - URL: https://primayahospital.com/saraf/stroke-pada-usia-muda/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Dulu, stroke lebih sering dikaitkan dengan usia lanjut dan umumnya disebabkan oleh proses aterosklerosis atau pengerasan dan penyempitan arteri akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, kalsium). Namun kini, semakin banyak orang muda usia 20–40 tahun yang tiba-tiba lumpuh sebelah, bicara pelo, atau bahkan meninggal mendadak karena stroke. Di Indonesia, angka stroke usia muda naik 30 % dalam 10 tahun terakhir — 1 dari 5 pasien stroke kini berusia di bawah 45 tahun. Stroke di usia muda umumnya dikaitkan dengan kelainan pembuluh darah (struktur/bentuk, gangguan koagulasi/pembekuan, peradangan/proses autoimun). Akan tetapi, data menunjukkan bahwa saat ini terdapat peningkatan tren dimana aterosklerotik merupakan penyebab murni stroke bahkan pada usia muda. Di samping itu, kondisi-kondisi yang menyebabkan aterosklerotik juga ditemukan meningkatkan resiko terjadinya serangan stroke pada individu dengan kelainan pembuluh darah. Selain itu, gaya hidup modern: hipertensi “diam”, diabetes dini, merokok/vape, stres berat, dan obesitas juga meningkatkan resiko terjadinya stroke. Yang lebih menakutkan: stroke usia muda sering datang tanpa peringatan dan 70 % menyebabkan kecacatan permanen karena terlambat ditangani. Kabar baiknya: 80–90 % stroke pada usia muda bisa dicegah jika faktor risiko dikontrol sejak sekarang. Yuk, kenali penyebab, gejala yang sering diabaikan, dan 15 cara paling efektif agar stroke tidak pernah “mengetuk” di usia produktif Anda! Mengapa Stroke Usia Muda Semakin Banyak? Stroke merupakan kondisi serius yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Sekitar 85% kasus stroke disebabkan oleh stroke iskemik, yaitu penyumbatan pembuluh darah, sedangkan 15% lainnya merupakan stroke hemoragik, akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Tren yang mengkhawatirkan menunjukkan bahwa stroke kini semakin banyak terjadi pada usia muda, dan penyebabnya berbeda dengan stroke pada lansia. Beberapa faktor utama yang meningkatkan risiko stroke pada orang muda meliputi: Hipertensi tidak terdeteksi (60% kasus):Tekanan darah tinggi yang tidak diketahui atau tidak dikontrol menjadi faktor risiko utama stroke. Hipertensi menyebabkan pembuluh darah melemah dan meningkatkan kemungkinan pecah atau tersumbatnya arteri di otak. Diabetes tipe 2 dini akibat obesitas:Kelebihan berat badan dan pola makan tidak sehat pada usia muda meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Diabetes merusak pembuluh darah dan mempercepat aterosklerosis, meningkatkan kemungkinan stroke. Dislipidemia (kolesterol tinggi sejak muda):Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi sejak usia muda menumpuk di arteri, termasuk arteri otak, sehingga meningkatkan risiko penyumbatan dan stroke iskemik. Merokok dan vape:Kebiasaan merokok atau menggunakan rokok elektrik meningkatkan risiko stroke 4–6 kali lipat, karena zat kimia berbahaya dapat merusak dinding pembuluh darah, memicu pembekuan, dan mempercepat penumpukan plak. Migrain dengan aura + pil KB (wanita muda):Wanita muda yang memiliki migrain dengan aura dan menggunakan kontrasepsi hormonal kombinasi memiliki risiko stroke lebih tinggi karena efek hormon terhadap pembekuan darah dan pembuluh darah otak. Penyakit autoimun (lupus, vaskulitis):Kondisi autoimun dapat menyebabkan peradangan kronis pada pembuluh darah, meningkatkan risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Kelainan pembekuan darah (trombofilia):Beberapa orang muda memiliki kelainan genetik atau didapat yang membuat darah lebih mudah membeku, sehingga meningkatkan kemungkinan stroke akibat trombosis. Menurut American Stroke Association 2024, stroke pada usia - Published: 2026-05-08 - Modified: 2026-04-28 - URL: https://primayahospital.com/tht/infeksi-telinga/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Infeksi telinga pada anak, atau secara medis disebut otitis media, merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh balita, terutama sebagai komplikasi setelah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau pilek. Di Indonesia, diperkirakan 60 hingga 80 persen anak pernah mengalami setidaknya satu kali infeksi telinga sebelum mencapai usia 3 tahun. Angka kunjungan ke dokter akibat kondisi ini sangat tinggi karena gejala utamanya berupa nyeri hebat yang muncul secara mendadak dan demam tinggi. Banyak orang tua di Indonesia yang masih menganggap kondisi ini sebagai "telinga masuk angin" atau kemasukan air, lalu memberikan obat tetes telinga sembarangan tanpa resep dokter. Padahal, infeksi telinga akut memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah kondisi menjadi kronis atau menyebabkan robeknya gendang telinga (perforasi). Dengan langkah pencegahan seperti vaksin PCV (Pneumokokus) dan menjauhkan anak dari paparan asap rokok, risiko infeksi telinga dapat diturunkan hingga 50 persen. Mengingat infeksi yang berulang dapat mengganggu pendengaran dan perkembangan bicara anak, pemahaman mengenai tanda dan penanganan yang benar sangatlah krusial. Mengenal Infeksi Telinga pada Anak Otitis media adalah peradangan pada telinga tengah yang terletak tepat di belakang gendang telinga. Infeksi ini biasanya dipicu oleh bakteri atau virus yang bermigrasi dari tenggorokan melalui saluran kecil yang disebut tuba Eustachius. Jenis-jenis infeksi telinga yang umum: Otitis Media Akut (OMA): Infeksi mendadak yang disertai nyeri, kemerahan, dan terkadang demam. Otitis Media Efusi (OME): Terdapat penumpukan cairan di telinga tengah namun tanpa gejala infeksi aktif. Ini sering kali mengganggu pendengaran anak secara halus. Otitis Media Supuratif kronis:Infeksi yang berlangsung lama atau berulang, yang berisiko merusak struktur telinga secara permanen. Mengapa Anak Kecil Sangat Rentan? Anak balita, terutama usia 6–24 bulan, paling rentan karena struktur tuba Eustachius mereka masih pendek, sempit, dan posisinya lebih horizontal dibandingkan orang dewasa. Hal ini memudahkan kuman dari hidung atau tenggorokan untuk masuk ke telinga tengah, terutama saat anak sedang pilek. Menurut American Academy of Pediatrics 2024, otitis media paling sering usia 6–24 bulan. Infeksi telinga bisa sembuh sendiri atau butuh antibiotik. Tanda Infeksi Telinga pada Anak Karena bayi dan balita belum bisa mengutarakan rasa sakitnya dengan kata-kata, orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku yang menjadi tanda khas infeksi: Tanda pada Bayi dan Balita: Menarik atau Memegang Telinga: Anak tampak sering menarik-narik telinganya dengan gemas atau kesakitan. Rewel Berat: Menangis lebih sering dari biasanya, terutama saat dibaringkan karena tekanan di telinga meningkat saat posisi rebahan. Demam: Suhu tubuh meningkat sebagai respon terhadap infeksi. Sulit Tidur: Rasa nyeri yang berdenyut sering kali memburuk di malam hari. Kurang Nafsu Makan: Proses mengisap atau mengunyah menyebabkan perubahan tekanan di telinga yang memicu nyeri. Tanda pada Anak yang Lebih Besar: Nyeri Telinga Hebat: Anak dapat mengeluh telinganya terasa "penuh" atau sangat sakit. Pendengaran Berkurang: Anak tampak tidak merespons suara pelan atau volume televisi diputar lebih keras. Cairan Keluar: Adanya cairan bening, kuning, atau bahkan bernanah yang keluar dari liang telinga (pertanda gendang telinga mungkin sudah robek). Sakit Kepala: Rasa nyeri yang menjalar ke sisi kepala. Gejala ini paling sering muncul 3–5 hari setelah anak mengalami pilek atau batuk. Jika Anda melihat cairan keluar dari telinga, jangan mencoba membersihkannya dengan cotton bud terlalu dalam, karena hal ini dapat memperparah luka pada gendang telinga. Penyebab Infeksi Telinga pada Anak Memahami penyebab infeksi telinga sangat penting bagi orang tua agar dapat melakukan langkah pencegahan yang efektif. Infeksi telinga jarang berdiri sendiri; biasanya, ini adalah "penyakit ikutan" yang dipicu oleh kondisi kesehatan lain di area hidung dan tenggorokan. Faktor Penyebab Utama: Infeksi Virus ISPA: Virus penyebab batuk pilek adalah pemicu paling umum. Virus menyebabkan peradangan di saluran napas yang kemudian menjalar ke telinga tengah melalui tuba Eustachius. Infeksi Bakteri: Bakteri seperti Streptococcus pneumoniaedan Haemophilus influenzae sering kali mengambil alih saat daya tahan tubuh anak menurun akibat virus, menyebabkan infeksi bernanah di balik gendang telinga. Tuba Eustachius Buntu: Saluran ini berfungsi menyeimbangkan tekanan dan mengalirkan cairan dari telinga. Jika saluran ini tersumbat karena lendir atau pembengkakan amandel (adenoid), cairan akan terperangkap dan menjadi tempat kuman berkembang biak. Alergi: Anak dengan riwayat alergi hidung (rinitis alergi) sering mengalami pembengkakan saluran napas yang memicu sumbatan pada telinga. Faktor Risiko Lingkungan dan Kebiasaan: Asap Rokok Pasif: Paparan asap rokok adalah musuh utama telinga anak. Zat kimia dalam rokok melumpuhkan bulu-bulu halus (silia) di tuba Eustachius, sehingga kuman lebih mudah masuk ke telinga. Penggunaan Dot dan Botol Saat Tidur: Memberikan susu botol atau dot saat bayi berbaring datar sangat berisiko. Saat bayi mengisap dalam posisi terlentang, cairan susu dapat terdorong masuk ke dalam tuba Eustachius dan memicu infeksi. Daycare (Penitipan Anak): Anak-anak di penitipan lebih sering terpapar virus batuk pilek dari teman sebayanya, yang secara otomatis meningkatkan frekuensi infeksi telinga. Penting untuk Diketahui: Di Indonesia, kebiasaan membersihkan telinga anak dengan cotton bud secara kasar juga dapat menyebabkan iritasi liang telinga luar yang jika terinfeksi dapat menjalar atau menutupi gejala infeksi telinga tengah. Cara Dokter Mendiagnosis Infeksi Telinga Diagnosis: Otoscopy gendang telinga Tympanometry... - Published: 2026-05-08 - Modified: 2026-05-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hantavirus/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Mungkin tak ada yang menyangka, aksi bersih-bersih rumah dari kotoran tikus bisa membawa ancaman pada kesehatan kita. Kotoran tikus adalah salah satu perantara penularan penyakit mematikan yang disebabkan oleh hantavirus. Infeksi virus ini bisa mengakibatkan gejala yang beat hingga kematian hanya dalam hitungan hari, seperti yang terjadi dalam peristiwa kapal pesiar hantavirus pada April-Mei 2026. Setidaknya tiga orang meninggal dan empat lainnya sakit dalam kasus wabah hantavirus tersebut. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami gejala, cara mencegah, dan cara mengobati infeksi hantavirus seperti diuraikan dalam artikel berikut ini. Mengenal Hantavirus Hantavirus adalah jenis virus zoonotik alias dapat ditularkan dari hewan ke manusia yang umumnya terkait dengan hewan pengerat sebagai reservoir alami. Hewan pengerat itu termasuk tikus yang banyak terdapat di tengah permukiman, terutama di kawasan padat penduduk. Sebagai reservoir, tikus dapat menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi hantavirus tanpa mengalami sakit. Namun ketika hantavirus itu menginfeksi manusia, manusia tersebut bisa sakit parah dan meninggal. Adapun dalam peristiwa kapal pesiar hantavirus, penyebabnya jenis Andes virus. Menurut studi di Emerging Infectious Diseases, Andes virus atau hantavirus Andes adalah jenis hantavirus yang bisa menular antarmanusia. Virus ini ditemukan beredar di Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Cile. Seperti dijelaskan Badan Kesehatan Dunia (WHO), hantavirus dapat menyebabkan beberapa sindrom penyakit. Di antaranya sindrom kardiopulmoner hantavirus (hantavirus cardiopulmonary syndrome/HCPS) yang mempengaruhi jantung dan paru-paru serta demam berdarah dengan sindrom ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome/HFRS) yang menyasar ginjal dan pembuluh darah. HCPS berkembang pesat di kawasan Amerika, sementara HFRS banyak dilaporkan di Eropa dan Asia. WHO menyatakan umumnya pajanan hantavirus terhadap manusia terjadi ketika virus yang berada dalam urine, feses, atau ludah hewan pengerat terhirup atau masuk melalui kontak dengan material yang terkontaminasi. Misalnya ketika manusia membersihkan ruangan di rumah yang menjadi sarang tikus. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa hantavirus sudah lama ada di Indonesia sejak 1980-an. Menurut Kementerian Kesehatan, setidaknya satu dari 10 orang pernah terpapar virus ini meski mungkin tak terdiagnosis. Meski bukan penyakit baru seperti Covid-19, infeksi hantavirus bisa berkembang menjadi ancaman kesehatan bagi publik. Terlebih banyak dari kita yang kerap tak menyadari keberadaan virus tersebut di lingkungan sekitar. Kementerian Kesehatan mencatat jenis hantavirus yang paling kerap didapati di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV). Virus ini bisa menyebar lewat tikus rumah yang hidup di tengah aktivitas manusia sehingga lebih mudah menular di masyarakat. Gejala Hantavirus Gejala hantavirus sulit diidentifikasi secara langsung karena mirip dengan penyakit lain seperti flu pada umumnya. Gejala biasanya baru muncul dalam 1-8 pekan setelah paparan virus. Berikut ini biasanya tahap gejala hantavirus: Tahap Awal Demam dan menggigil Nyeri otot hebat, terutama di paha, pinggul, punggung, dan bahu Sakit kepala dan pusing Mual, muntah, atau diare Tahap Kritis Batuk kering terus-menerus Sesak napas yang makin lama makin parah Dada terasa tertekan seperti ditekan benda berat Detak jantung tak teratur Adapun bila infeksi menyerang ginjal dan pembuluh darah, gejala fase kritis yang muncul termasuk: Tekanan darah rendah Perdarahan Gangguan aliran darah (syok) Gagal ginjal akut Pada fase kritis inilah, jika tanpa perawatan intensif, infeksi hantavirus bisa berakibat fatal dalam 24-48 jam. Namun, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), jika pasien berhasil melewati fase kritis, proses pemulihannya tergolong cepat. Penyebab Hantavirus Hantavirus tinggal di dalam tubuh hewan pengerat, terutama tikus, tanpa membuatnya sakit. Adapun sindrom penyakit akibat infeksi hantavirus disebabkan oleh kontak langsung atau menghirup udara yang terkontaminasi virus tersebut, yang umumnya terdapat dalam urine, kotoran, atau ludah tikus yang terinfeksi. Penularan bisa terjadi antara lain ketika: Virus terhirup dan langsung masuk ke paru-paru saat menyapu kotoran tikus yang kering. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu tanpa sadar menyentuh hidung atau mulut. Tergigit tikus yang terinfeksi, meski sangat jarang terjadi. Virus ini bisa menular tanpa kontak langsung dengan tikus karena yang menjadi sumber virus adalah sekresi yang bisa mengering dan kemudian partikelnya yang terbawa udara. Meski begitu, gigitan atau cakaran tikus bisa juga menyebabkan infeksi hantavirus walau jarang terjadi. Penularan antarmanusia juga dapat terjadi lewat kontak dekat berkepanjangan seperti dalam peristiwa kapal pesiar hantavirus Andes. Cara Dokter Mendiagnosis Hantavirus Karena gejala sindrom hantavirus mirip flu biasa, sulit untuk memastikan penyakit ini dengan segera. Terlebih dalam situasi seperti di kapal pesiar hantavirus bisa menjadi wabah dengan cepat. Dokter biasanya akan curiga ketika pasien datang dengan demam plus sesak napas serta ternyata punya riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan yang kotor. Proses diagnosisnya meliputi: Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan, termasuk pengecekan kadar trombosit dan kekentalan darah. Tes serologi (ELISA) yang merupakan standar emas diagnosis hantavirus. Dokter akan mengambil sampel darah untuk mendeteksi antibodi IgM (benteng tubuh melawan virus). PCR (polymerase chain reaction) untuk mencari materi genetik virus secara langsung, biasanya dilakukan jika pasien terdiagnosis di fase sangat awal. Kalau curiga ada hantavirus, dokter akan segera merujuk pasien ke unit perawatan intensif atau ICU meskipun hasil lab belum keluar. Sebab, perawatan pasien infeksi hantavirus harus berburu dengan waktu karena kondisi pasien... - Published: 2026-05-07 - Modified: 2026-05-08 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pencegahan-preeklamsia/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Preeklamsia saat hamil merupakan kondisi kesehatan serius karena bisa membahayakan ibu hamil maupun janin di dalam kandungannya. Kondisi ini sendiri termasuk komplikasi kehamilan. Supaya bisa lebih waspada terhadap kondisi kesehatan tersebut, ada baiknya mencermati ulasan lengkapnya di bawah ini. Mengenal Preeklamsia Saat Hamil Pembahasan pertama yang menarik untuk kita kupas tuntas pada kesempatan kali ini ialah seputar pengertiannya. Ternyata, kondisi ini ialah komplikasi kehamilan berupa tekanan darah tinggi atau terkenal dengan istilah hipertensi. Biasanya, kondisi tersebut juga disertai adanya protein di dalam urin atau dalam dunia medis disebut dengan proteinuria. Kondisi ini bisa terjadi saat usia kehamilan sudah mencapai 20 minggu. Pastikan mewaspadai kondisi tersebut karena bisa memengaruhi fungsi berbagai organ. Mulai dari hati, ginjal, otak, sampai dengan plasenta. Berkaitan dengan hal itu, sebenarnya kondisi ini termasuk bagian spektrum hipertensi selama masa kehamilan. Biasanya, juga mencangkup eklampsia dan hipertensi gestasional. Gejala Preeklamsia Ibu hamil yang mengalami kondisi kesehatan ini biasanya merasakan sejumlah gejala. Berikut beberapa diantaranya: Pusing Badan terasa sakit Hipertensi Ada edema Penglihatan jadi kabur Nyeri di bagian epigastrium Pandangan Kabur Penyebab Preeklamsia Selain mengetahui gejalanya, pastikan tidak melewatkan pembahasan seputar penyebab preeklamsia saat hamil. Ternyata, penyebabnya cukup beragam. Salah satunya dari faktor internal seperti halnya obesitas, usia ibu, jarak kehamilan, stres, kecemasan, riwayat hipertensi, riwayat preeklamsia, dan paritas. Selain faktor internal, komplikasi kehamilan ini juga bisa terjadi lantaran faktor eksternal. Misalnya, saja paparan asap rokok, natrium, antioksidan, dan MSG. Selain itu, komplikasi kehamilan ini juga bisa terjadi lantaran pengaruh zat gizi yang telah dikonsumsi oleh ibu, riwayat Antenatal Care atau ANC, hingga status pendidikan. Lebih lanjut, sebenarnya komplikasi kehamilan ini juga disebabkan oleh riwayat penyakit ginjal, primigravida, hipertensikronik, dan diabetes mellitus. Perihal usia ibu yang masuk ke dalam penyebab komplikasi kehamilan ini yakni usianya kurang dari 20 tahun serta lebih dari 35 tahun. Cara Dokter Mendiagnosis Preeklamsia Untuk mendiagnosis komplikasi kehamilan ini, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Mulai dari mengukur tekanan darah hingga mengecek urin dan tes darah. Tes darah ini bertujuan untuk evaluasi fungsi hati, jumlah trombosit, maupun ginjal. Sebelum mendiagnosis komplikasi kehamilan tersebut, dokter juga akan melakukan USG kehamilan. Hal ini bertujuan untuk memantau bagaimana pertumbuhan janin maupun aliran darah plasentanya. Baru setelah itu, dokter bisa memastikan apakah masalah kesehatannya termasuk preeklamsia atau bukan. Penanganan Preeklamsia Apabila ibu hamil terbukti mengalami preeklamsia, maka dokter akan langsung memberikan penanganan sesuai usia kehamilan dan tingkat keparahannya. Penanganan preeklamsia saat hamil yang pertama yaitu dengan melakukan pemantauan secara ketat. Mulai dari istirahat total ataupun terbatas, melakukan pemeriksaan laboratorium, memantau tekanan darah, dan menjaga asupan nutrisi sekaligus cairan. Setelah itu, dokter juga akan menanganinya dengan memberikan obat-obatan. Salah satunya yaitu obat anti-hipertensi yang berguna dalam menurunkan tekanan darah. Selanjutnya, memberi obat kortikosteroid dengan tujuan untuk mempercepat pematangan paru-paru janinnya apabila harus melakukan persalinan dini. Bukan hanya itu saja, dokter juga akan memberikan magnesium sulfat yang berfungsi dalam mencegah kejang. Komplikasi Preeklamsia Berdasarkan Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, preeklamsia yang tak segera mendapatkan penanganan secara tepat bisa memicu komplikasi lebih parah. Salah satunya yaitu eklamsia. Kondisi ini berupa preeklamsia yang disertai dengan kejang, sehingga membahayakan ibu maupun janinnya. Komplikasi lainnya sindrom HELLP. Sindrom ini meliputi Low Platelets, Hemolysis, dan Elevated Liver Enzymes. Low Platelets berarti penurunan jumlah trombosit. Kemudian, untuk Hemolysis artinya penghancuran sel-sel darah merah. Sedangkan untuk Elevated Liver Enzymes artinya peningkatan enzim hati. Bukan hanya itu saja, kondisi masalah kesehatan saat hamil ini juga bisa memicu komplikasi persalinan prematur dan plasenta lepas. Plasenta yang lepas bisa memicu pendarahan maupun gangguan aliran oksigen menuju janin. Mirisnya, komplikasinya juga bisa berupa kerusakan organ seperti halnya otak, hati, dan ginjal. Pencegahan Preeklamsia Setiap ibu hamil pasti menginginkan anaknya lahir dengan selamat dan normal. Maka dari itu, sudah semestinya mengetahui berbagai upaya untuk mencegah preeklamsia saat hamil. Adapun cara mencegahnya ialah sebagai berikut. Rutin Olahraga Salah satu caranya yaitu dengan olahraga secara rutin. Akan tetapi, pilihlah jenis olahraga yang ringan dan lakukan secara bergantian. Misalnya saja, senam hamil, yoga, atau sekedar jalan santai. Olahraga ini nyatanya bisa melancarkan peredaran darah dan membantu memenuhi pasokan oksigen di dalam tubuh. Berupaya Menurunkan Tekanan Darah Guna mencegah terjadinya preeklamsia saat hamil, bisa dilakukan dengan kebiasaan baik untuk menurunkan tekanan darah. Salah satunya yaitu mengikuti program diet sehat dan teratur dengan menghindari berbagai jenis makanan yang mampu meningkatkan tekanan darah. Hal ini tak terkecuali makanan cepat saji, gorengan, dan asupan garam sekalipun. Perbanyak Minum Air Putih Untuk mencegah preeklamsia saat hamil ini, lebih baik minum air putih yang cukup. Imbangi pula dengan konsumsi sayur maupun buah. Kapan Harus ke Dokter? Pastikan langsung ke dokter apabila kepala mendadak pusing saat usia kehamilan mencapai 20 minggu atau lebih. Apalagi, jika perasaan tak nyaman tersebut juga diikuti dengan gejala lainnya. Bahkan, meski sudah istirahat sekalipun, rasa tak nyaman tersebut tidak kunjung reda. Preeklamsia saat hamil tak bisa dianggap sepele. Jika tak kunjung ditangani, bisa mengancam nyawa sang ibu dan janinnya.... - Published: 2026-05-06 - Modified: 2026-04-28 - URL: https://primayahospital.com/anak/stimulasi-motorik/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Perkembangan motorik balita menjadi fokus utama orang tua karena menentukan kemandirian dan kemampuan anak di masa depan. Motorik kasar melibatkan gerakan tubuh besar seperti berjalan dan melompat. Motorik halus melibatkan koordinasi tangan dan jari seperti menggenggam dan menyusun benda. Di Indonesia, sekitar 20 persen balita mengalami keterlambatan motorik ringan karena kurang stimulasi di rumah. Padahal, aktivitas sederhana sehari-hari bisa mempercepat pencapaian milestone hingga 80 persen. Orang tua tidak perlu alat mahal atau kursus khusus. Banyak permainan rumah tangga sudah cukup efektif. Stimulasi rutin sejak usia 6 bulan membantu anak lebih siap sekolah dan mandiri. Artikel ini membahas mendalam perbedaan motorik kasar dan halus, tahapan normal menurut IDAI, aktivitas simpel di rumah untuk setiap usia, manfaat jangka panjang, serta tips aman agar stimulasi menyenangkan dan efektif tanpa memaksa anak. Mengenal Motorik Kasar dan Halus pada Balita Motorik kasar adalah kemampuan menggerakkan otot besar seperti lengan, kaki, dan tubuh utuh. Contohnya berguling, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, lari, dan melompat. Motorik halus adalah kemampuan menggerakkan otot kecil terutama tangan dan jari. Contohnya menggenggam, memindahkan benda, menyusun balok, menggambar, dan memegang sendok. Kedua jenis motorik saling mendukung. Motorik kasar memberikan dasar stabilitas tubuh. Motorik halus membutuhkan kontrol presisi untuk tugas sehari-hari. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), stimulasi motorik sejak dini meningkatkan koneksi saraf otak hingga jutaan sinaps baru. Tahapan Normal Motorik Kasar pada Balita Tahapan motorik kasar mengikuti pola dari kepala ke kaki (cephalocaudal). Usia 0 hingga 3 bulan: angkat kepala saat tengkurap Usia 4 hingga 6 bulan: berguling dari telentang ke tengkurap Usia 6 hingga 9 bulan: duduk tanpa bantuan, merangkak Usia 9 hingga 12 bulan: berdiri dengan pegangan, jalan jinjit Usia 12 hingga 18 bulan: jalan mandiri, naik tangga bergantian Usia 18 hingga 24 bulan: lari, tendang bola Usia 2 hingga 3 tahun: lompat dua kaki, naik sepeda roda tiga Variasi normal hingga 3 hingga 4 bulan masih wajar. Tahapan Normal Motorik Halus pada Balita Tahapan motorik halus mengikuti pola dari tengah ke pinggir (proximodistal). Usia 0 hingga 3 bulan: genggam refleks, ikuti benda bergerak Usia 4 hingga 6 bulan: genggam mainan, pindah tangan Usia 6 hingga 9 bulan: jempol telunjuk (pincer grip), tepuk tangan Usia 9 hingga 12 bulan: masukkan benda ke kotak, minum gelas Usia 12 hingga 18 bulan: menyusun balok 2 hingga 3, corat-coret Usia 18 hingga 24 bulan: menyusun balok 6 hingga 8, buka tutup Usia 2 hingga 3 tahun: gambar lingkaran, gunting kertas Pincer grip muncul rata-rata usia 9 bulan, kunci untuk makan mandiri. Aktivitas Simpel di Rumah untuk Stimulasi Motorik Kasar Aktivitas motorik kasar fokus pada gerakan besar dan keseimbangan. Usia 0 hingga 6 bulan: Tummy time 10 hingga 15 menit/hari di atas matras Gendong tegak untuk latih kontrol kepala Main ayunan lembut Usia 6 hingga 12 bulan: Bantu duduk dan berdiri dengan pegangan Dorong mainan dorong untuk latih jalan Main bola besar untuk berguling Usia 1 hingga 3 tahun: Jalan di atas garis lurus atau balok kayu Lompat dua kaki di tempat Tendang bola ringan Naik turun tangga bergantian kaki Main ayunan atau perosotan kecil di taman Aktivitas ini bisa dilakukan 20 hingga 30 menit/hari. Aktivitas Simpel di Rumah untuk Stimulasi Motorik Halus Aktivitas motorik halus fokus pada koordinasi tangan mata. Usia 0 hingga 6 bulan: Berikan mainan gantung untuk digenggam Main cilukba dengan tangan Usia 6 hingga 12 bulan: Berikan benda berbeda tekstur untuk digenggam Main masukkan keluarkan benda dari kotak Sobek kertas aman Usia 1 hingga 3 tahun: Menyusun balok besar hingga kecil Menggambar dengan crayon tebal Main pasir kinetik atau playdough Memasukkan bentuk ke puzzle sederhana Makan sendiri dengan sendok Meronce manik besar Latih pincer grip dengan memungut makanan kecil seperti cereal. Manfaat Stimulasi Motorik Kasar dan Halus untuk Balita Stimulasi motorik memberikan manfaat jangka pendek dan panjang. Manfaat jangka pendek: Anak lebih aktif dan bahagia Kemandirian makan, berpakaian, bermain Keseimbangan dan koordinasi lebih baik Kurang rewel karena energi tersalurkan Manfaat jangka panjang: Prestasi akademik lebih baik (menulis, membaca) Kepercayaan diri tinggi Risiko obesitas lebih rendah Kemampuan sosial lebih baik Perkembangan otak optimal Penelitian menunjukkan anak dengan motorik baik usia 5 tahun memiliki IQ lebih tinggi di sekolah dasar. Tips Aman dan Efektif Melakukan Stimulasi di Rumah Stimulasi harus menyenangkan, bukan memaksa. Sesuaikan dengan usia dan minat anak Lakukan 15 hingga 30 menit beberapa kali sehari Puji usaha anak, bukan hasil Gunakan barang rumah tangga aman Awasi selalu untuk cegah tersedak Variasikan aktivitas agar tidak bosan Libatkan ayah dan saudara Catat milestone untuk pantau progres Contoh kasus: balita 18 bulan sulit menyusun balok, setelah rutin main 2 minggu bisa menyusun 4 balok. Kapan Harus Konsultasi Dokter atau Terapis Segera konsultasi jika: Usia 6 bulan tidak berguling Usia 9 bulan tidak duduk Usia 18 bulan tidak jalan Usia 12 bulan tidak pincer grip Usia 24 bulan tidak menyusun balok Regresi kemampuan motorik Asimetris gerakan satu sisi Terapi okupasi atau fisioterapi dini sangat... - Published: 2026-05-05 - Modified: 2026-05-06 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/stunting-sejak-dini/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier pada anak akibat gizi buruk kronis, infeksi berulang, dan stimulasi kurang sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tinggi sekitar 24 persen pada balita, membuat anak pendek untuk usianya dan berisiko gangguan kognitif permanen. Banyak orang tua baru sadar stunting saat anak sudah besar karena mengira “pendek keluarga”. Padahal, deteksi dini melalui pengukuran rutin tinggi badan dan berat badan bisa cegah stunting ireversibel hingga 70 persen jika ditangani sebelum usia 2 tahun. Tanda awal seperti berat lahir rendah, pertumbuhan lambat, atau sering sakit bisa terlihat sejak bayi. Peran orang tua sangat besar dalam pemantauan posyandu, pemberian gizi seimbang, dan stimulasi. Dengan kesadaran tinggi, stunting bisa dicegah dan generasi mendatang lebih sehat. Artikel ini membahas mendalam apa itu stunting, tanda dini sering terlewat, penyebab utama, cara pemeriksaan akurat di posyandu, pengobatan atau intervensi dini, komplikasi jangka panjang, pencegahan melalui gizi dan perawatan, peran aktif orang tua, serta kapan harus segera konsultasi dokter anak agar stunting terdeteksi dan tertangani sejak awal. Mengenal Stunting pada Anak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dibandingkan standar pertumbuhan anak seusianya menurut World Health Organization (WHO), yaitu nilai Z-score tinggi badan menurut umur kurang dari minus dua standar deviasi. Kondisi ini mencerminkan masalah gizi kronis yang berlangsung lama, bukan sekadar kekurangan asupan dalam waktu singkat. Stunting berbeda dengan wasting atau underweight. Wasting menggambarkan kondisi kurus akibat kekurangan gizi akut yang bisa terjadi dalam waktu singkat, sedangkan underweight menunjukkan berat badan yang rendah tanpa selalu mencerminkan masalah tinggi badan. Pada stunting, gangguan pertumbuhan terjadi perlahan dan sering kali tidak disadari hingga anak terlihat jauh lebih pendek dibandingkan teman sebayanya. Salah satu aspek paling krusial dari stunting adalah sifatnya yang hampir tidak dapat diperbaiki setelah usia dua tahun. Hal ini berkaitan dengan periode emas atau window of opportunity pada 1. 000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini, pertumbuhan fisik dan perkembangan otak berlangsung sangat pesat. Jika kebutuhan gizi, kesehatan, dan stimulasi tidak terpenuhi dengan baik, dampaknya dapat bersifat permanen, termasuk gangguan kognitif, daya tahan tubuh yang lemah, serta risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Data menunjukkan bahwa sekitar satu dari empat balita mengalami stunting, menjadikannya tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari asupan gizi ibu hamil yang kurang, praktik pemberian makan yang tidak tepat, infeksi berulang, hingga keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi yang layak. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan kebijakan publik yang berkelanjutan. Menurut World Health Organization 2024, stunting ganggu perkembangan otak dan tingkatkan risiko penyakit dewasa. Stunting bukan hanya pendek, tapi gangguan pertumbuhan holistik. Tanda Dini Stunting Tanda awal: Berat lahir rendah - Published: 2026-05-04 - Modified: 2026-05-05 - URL: https://primayahospital.com/anak/masalah-tidur-pada-bayi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Masalah tidur pada bayi baru lahir adalah keluhan paling umum orang tua di minggu-minggu pertama. Bayi baru lahir tidur 14 hingga 17 jam sehari, tapi terpecah-pecah dan sering terbangun malam hari. Di Indonesia, banyak ibu baru merasa kelelahan karena bayi rewel malam atau sulit ditenangkan. Banyak mitos seperti “biarkan nangis sendiri” atau “kasih susu lebih banyak” justru memperburuk pola tidur. Padahal, pola tidur bayi baru lahir berbeda dari dewasa karena siklus tidur pendek dan kebutuhan makan sering. Dengan tips menenangkan sederhana seperti swaddling, white noise, dan rutinitas malam, orang tua bisa bantu bayi tidur lebih nyenyak dan kurangi tangisan malam hingga 50 persen. Pola tidur sehat sejak dini juga dukung perkembangan otak dan pertumbuhan optimal. Dengan pemahaman siklus tidur bayi, orang tua bisa atasi masalah tanpa stres berlebih. Artikel ini membahas mendalam mengapa bayi baru lahir sulit tidur, gejala normal vs berbahaya, penyebab utama, cara diagnosis gangguan tidur, tips menenangkan efektif, pengobatan jika perlu, komplikasi jika diabaikan, pencegahan pola tidur buruk, serta kapan harus segera konsultasi dokter anak agar bayi tidur nyenyak dan orang tua tetap bugar. Mengenal Pola Tidur Bayi Baru Lahir Bayi baru lahir memiliki kebutuhan tidur yang jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa, yaitu sekitar 14 hingga 17 jam per hari. Namun, waktu tidur ini tidak berlangsung panjang sekaligus, melainkan terbagi dalam siklus-siklus pendek sekitar 45 hingga 60 menit. Pola ini merupakan hal normal karena sistem saraf bayi masih dalam tahap pematangan. Siklus tidur bayi: Tidur aktif (REM): ditandai dengan gerakan mata, mimik wajah berubah, tangan atau kaki bergerak kecil, serta napas yang tidak teratur. Fase ini penting untuk perkembangan otak dan pematangan sistem saraf. Tidur tenang (non-REM): napas lebih teratur, tubuh lebih diam, dan bayi tampak tidur lelap. Fase ini berperan dalam pemulihan fisik dan pertumbuhan tubuh. Bayi sering terbangun di antara siklus tidur karena rasa lapar, popok basah, tidak nyaman, atau saat berpindah dari satu fase tidur ke fase lainnya. Kondisi ini bukan gangguan tidur, melainkan mekanisme alami untuk memastikan kebutuhan nutrisi dan kenyamanan bayi terpenuhi. Pola tidur malam yang lebih teratur umumnya baru mulai terbentuk pada usia 3 hingga 4 bulan, seiring bertambahnya kapasitas lambung dan matangnya ritme sirkadian. Pada periode ini, bayi mulai mampu tidur lebih lama di malam hari. Di Indonesia, praktik tidur bersama orang tua atau co-sleeping cukup umum. Metode ini dapat aman jika dilakukan dengan prinsip keselamatan, seperti menggunakan alas tidur yang datar, menghindari bantal atau selimut tebal, serta memastikan orang tua tidak merokok atau berada dalam kondisi sangat lelah. Pendekatan yang tepat membantu bayi tidur lebih nyaman sekaligus mendukung keamanan selama masa awal kehidupan. Menurut American Academy of Pediatrics 2024, bayi baru lahir butuh tidur cukup untuk pertumbuhan otak. Tidur cukup tingkatkan hormon pertumbuhan hingga 70 persen. Gejala Normal dan Berbahaya Masalah Tidur Bayi Gejala normal: Terbangun setiap 2 hingga 3 jam Rewel malam Sulit tidur tanpa digendong Tidur siang pendek Gumoh atau sendawa Gejala berbahaya: Tidur 10 detik Demam atau pucat Tangisan terus >3 jam Gejala berbahaya butuh pemeriksaan segera. Penyebab Masalah Tidur pada Bayi Baru Lahir Penyebab utama: Siklus tidur belum matang Lapar atau popok basah Kolik atau refluks Overstimulasi siang hari Suhu ruang tidak nyaman Kebutuhan digendong Penyebab medis: alergi susu, infeksi telinga, apnea. Di Indonesia, ruang panas atau bising sering ganggu tidur bayi. Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Tidur Bayi Diagnosis: Anamnesis pola tidur Pemeriksaan fisik Polisomnografi jika apnea Tes darah jika infeksi Dokter bedakan normal dengan gangguan seperti sleep apnea. Tips Menenangkan Bayi dan Membantu Pola Tidur Sehat Tips menenangkan: Swaddling atau bedong aman White noise atau suara shushing Gendong posisi side-stomach Ayun lembut atau goyang kereta Mandi air hangat malam Pijat bayi lembut Tips pola tidur: Rutinitas malam tetap Bedakan siang malam (cahaya terang siang) Tidur telentang di tempat aman Hindari screen time Berikan full feed sebelum tidur Tips ini bantu bayi tidur lebih panjang malam hari. Pengobatan Masalah Tidur Bayi Pengobatan jarang obat. Fokus perilaku. Pengobatan medis: Obat refluks jika GERD CPAP apnea berat Suplemen vitamin D jika defisiensi Hindari obat tidur bayi. Komplikasi Masalah Tidur Bayi Komplikasi: Pertumbuhan lambat Gangguan ikatan ibu-bayi Stres orang tua Risiko SIDS jika tidur tidak aman Tidur kurang kronis ganggu perkembangan kognitif. Pencegahan Masalah Tidur Bayi Pencegahan: Tidur aman: telentang, tempat keras, tanpa bantal Rutinitas sejak minggu pertama Hindari overstimulasi malam Kenali tanda ngantuk Dukung breastfeeding Pencegahan bantu pola tidur terbentuk cepat. Kapan Harus ke Dokter Segera ke dokter anak jika ditemukan tanda-tanda berikut, karena dapat menandakan gangguan kesehatan atau masalah perkembangan yang perlu evaluasi medis: Tidur kurang dari 12 jam per hari secara konsisten, terutama jika disertai bayi tampak lemah atau rewel berlebihan. Sulit dibangunkan untuk menyusu atau makan, yang bisa mengindikasikan kelelahan ekstrem, dehidrasi, atau gangguan metabolik. Napas berhenti, tersengal, atau jeda napas lebih dari beberapa detik, terutama jika disertai perubahan warna bibir atau wajah. Tangisan terus-menerus lebih dari 3 jam dan sulit ditenangkan, yang... - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-04-28 - URL: https://primayahospital.com/anak/bahaya-shaken-baby-syndrome/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Menjadi orang tua baru merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus penuh tantangan. Di tengah kebahagiaan tersebut, tidak jarang orang tua dihadapkan pada situasi yang melelahkan, seperti ketika bayi menangis terus-menerus tanpa alasan yang jelas. Rasa frustrasi dalam kondisi seperti itu adalah hal yang sangat wajar. Namun, perlu dipahami dengan sungguh-sungguh bahwa mengguncang bayi dalam keadaan apa pun adalah tindakan yang sangat berbahaya. Tindakan ini dapat mengakibatkan cedera otak serius, bahkan kematian. Kondisi inilah yang dikenal sebagai Shaken Baby Syndrome (SBS), atau dalam terminologi medis yang lebih mutakhir disebut Abusive Head Trauma (AHT), yaitu cedera kepala pada bayi yang disebabkan oleh kekerasan. Mengenal Shaken Baby Syndrome Shaken Baby Syndrome (SBS) adalah cedera otak traumatis serius yang terjadi ketika seorang bayi atau balita diguncang dengan keras dan kasar. Secara medis, istilah ini kini telah diperbarui menjadi Abusive Head Trauma (AHT), yang mencakup berbagai bentuk cedera kepala akibat kekerasan — baik karena guncangan, benturan, maupun kombinasi keduanya. Pembaruan terminologi ini mencerminkan pemahaman yang lebih luas bahwa trauma kepala pada bayi akibat kekerasan tidak selalu disebabkan oleh guncangan semata. Bayi sangat rentan terhadap guncangan karena memiliki proporsi tubuh yang unik: kepala mereka relatif besar dan berat, sementara otot leher masih sangat lemah. Ketika diguncang, kepala bayi akan tersentak ke depan dan ke belakang secara tiba-tiba. Akibatnya, otak yang lunak akan terbentur dinding tengkorak yang keras, merusak jaringan otak, merobek pembuluh darah, hingga menyebabkan pembengkakan yang fatal. Menurut National Center on Shaken Baby Syndrome, guncangan keras selama beberapa detik saja sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian pada bayi dan balita. Gejala Shaken Baby Syndrome Salah satu alasan mengapa SBS/AHT sangat berbahaya adalah gejalanya sering tidak spesifik, sehingga banyak orang tua terlambat menyadari kondisi kritis anaknya. Gejala dapat bervariasi dari ringan hingga sangat berat. Tanda Awal yang Perlu Diperhatikan Tiba-tiba malas menyusu atau kesulitan menelan Tidak responsif, tidak tersenyum, atau sangat sulit dibangunkan Muntah menyembur (proyektil) Tangisan melengking tinggi yang tidak biasa dan sulit ditenangkan Tanda Darurat — Segera Bawa ke IGD Tubuh kaku atau terjadi kejang Berhenti bernapas atau tampak membiru/pucat Seluruh tubuh bayi tampak lemas (hipotonia) Penglihatan tidak fokus atau kehilangan kemampuan mengikuti objek Penyebab Shaken Baby Syndrome Penyebab utama SBS/AHT adalah guncangan keras yang disengaja. Sebuah studi di Forensic Science International: Synergy (2025) menunjukkan bahwa guncangan yang dilakukan berulang-ulang dalam waktu singkat sekalipun mampu merobek pembuluh darah di sekitar otak dan menimbulkan pendarahan yang serius. Mekanisme cedera melibatkan akselerasi-deselerasi ekstrem yang merobek pembuluh darah vena penghubung (bridging veins) di otak, mengakibatkan perdarahan subdural, kerusakan akson difus, dan pembengkakan otak. Perlu diketahui, aktivitas normal seperti menggendong bayi sambil bergoyang, mengayun di kursi goyang, atau memantul-mantulkan bayi secara ringan di lutut tidak menyebabkan SBS/AHT. Sindrom ini terjadi akibat guncangan bolak-balik yang sangat keras, cepat, dan kasar, bukan dari permainan atau gerakan sehari-hari yang wajar. Data menunjukkan bahwa pelaku umumnya adalah orang-orang terdekat bayi, yang sedang berada dalam kondisi frustrasi tinggi akibat tangisan bayi yang tidak kunjung berhenti. Diagnosis Shaken Baby Syndrome Ketika bayi dibawa ke rumah sakit dengan gejala yang mencurigakan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Berikut penjelasan masing-masing pemeriksaan tersebut: CT Scan Kepala: Pemeriksaan untuk mendeteksi perdarahan subdural, pembengkakan otak, atau fraktur tengkorak. MRI Otak: Pemeriksaan yang memberikan gambaran lebih detail dibanding CT scan, terutama untuk menilai kerusakan jaringan otak dan cedera aksonal difus. Funduskopi (Pemeriksaan Mata): Pemeriksaan untuk mendeteksi perdarahan retina, yang merupakan tanda khas SBS/AHT. Rontgen Seluruh Tubuh (Skeletal Survey): Pemeriksaan untuk mengidentifikasi patah tulang lama maupun baru yang mungkin tidak terdeteksi secara klinis. Wawancara Mendalam dengan Orang Tua atau Pengasuh: Dokter akan menggali riwayat kesehatan bayi serta kronologi kejadian sebelum bayi dibawa ke rumah sakit, guna melengkapi penilaian klinis secara menyeluruh. Temuan klasik yang mengarah ke diagnosis SBS/AHT adalah triad: pendarahan di sekitar otak, pendarahan di dalam mata, dan pembengkakan otak — tanpa adanya riwayat kecelakaan yang dapat menjelaskan temuan tersebut. Tatalaksana dan Pengobatan Shaken Baby Syndrome SBS/AHT adalah kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera. Tidak ada obat yang dapat memulihkan jaringan otak yang sudah rusak; fokus utama adalah menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Penanganan Awal di IGD Stabilisasi jalan napas: pemasangan alat bantu napas (ventilator) jika bayi tidak mampu bernapas sendiri Pengendalian kejang dengan obat antikejang secara intravena Pemantauan tekanan intrakranial secara ketat Tindakan Lanjutan Tindakan operasi (kraniotomi) untuk mengangkat bekuan darah besar (hematoma subdural) yang mendesak jaringan otak Obat-obatan untuk mengurangi pembengkakan otak Rehabilitasi jangka panjang: terapi fisik, terapi wicara, dan terapi okupasi untuk memaksimalkan fungsi yang tersisa Komplikasi Shaken Baby Syndrome Angka kematian akibat SBS/AHT berkisar antara 15–25 persen. Mereka yang selamat sering kali tidak pulih sepenuhnya. Komplikasi jangka panjang yang umum terjadi meliputi: Gangguan Persarafan: Cerebral palsy (kelumpuhan otak), epilepsi (kejang kronis), dan hidrosefalus (penumpukan cairan di otak). Gangguan Penglihatan dan Pendengaran: Kebutaan total atau parsial akibat kerusakan retina atau korteks visual, serta gangguan pendengaran. Disabilitas Intelektual: Keterlambatan perkembangan... - Published: 2026-05-02 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/anak/alergi-makanan-bayi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Saat memulai MPASI (Makanan Pendamping ASI), tidak sedikit orang tua yang mendapati bayinya tiba-tiba mengalami ruam kemerahan, muntah, atau diare setelah mencoba makanan baru. Situasi seperti ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua reaksi tersebut merupakan tanda alergi makanan, bisa jadi itu adalah reaksi pencernaan biasa atau efek dari infeksi. Alergi makanan yang sesungguhnya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi secara berlebihan terhadap protein tertentu dalam makanan. Reaksinya dapat berkisar dari gejala ringan seperti ruam gatal, hingga kondisi serius yang disebut anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang dapat mengancam jiwa dalam hitungan menit. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda alergi makanan sejak dini merupakan hal yang penting bagi setiap orang tua. Mengenal Alergi Makanan pada Bayi Alergi makanan terjadi ketika sistem imun tubuh salah mengenali protein makanan tertentu sebagai ancaman, lalu melepaskan antibodi IgE (Immunoglobulin E) dan histamin ke dalam aliran darah. Reaksi inilah yang menimbulkan berbagai gejala alergi. Kondisi ini berbeda dari intoleransi makanan (seperti intoleransi laktosa) yang tidak melibatkan sistem imun, melainkan ketidakmampuan saluran cerna mengolah zat tertentu. Makanan yang Paling Sering Memicu Alergi pada Bayi Susu Sapi: Merupakan pemicu alergi makanan yang paling umum ditemukan sejak bayi. Dapat muncul melalui susu formula maupun melalui ASI apabila ibu mengonsumsi produk susu sapi. Telur: Terutama protein yang terdapat pada putih telur. Alergi telur merupakan yang paling sering dijumpai kedua di Indonesia setelah alergi susu sapi. Kacang-kacangan: Meliputi kacang tanah maupun kacang pohon seperti almond, mete, dan kenari. Makanan Laut: Mencakup berbagai jenis ikan serta kerang-kerangan seperti udang, kepiting, dan cumi. Gandum dan Kedelai: Sering ditemukan tersembunyi di dalam produk makanan olahan dan sereal bayi yang dijual di pasaran. Banyak alergi makanan pada bayi terutama alergi susu sapi dan telur bersifat sementara. Seiring bertambahnya usia dan semakin matangnya sistem pencernaan anak, sebagian besar anak akan dapat menoleransi makanan tersebut dengan sendirinya pada usia 3 hingga 5 tahun. Gejala Alergi Makanan pada Bayi Gejala alergi makanan umumnya muncul cukup cepat, yaitu dalam rentang beberapa menit hingga 2 jam setelah bayi mengonsumsi makanan pemicunya. Semakin cepat gejala muncul setelah makan, biasanya semakin berat pula reaksi yang terjadi. Penting bagi orang tua untuk dapat membedakan gejala yang masih dapat ditangani di rumah dengan gejala yang memerlukan penanganan darurat segera. Gejala Ringan hingga Sedang Reaksi pada Kulit: Muncul kemerahan, bentol-bentol gatal yang dikenal sebagai biduran, atau pembengkakan ringan di sekitar mulut dan kelopak mata bayi. Reaksi pada Saluran Pencernaan: Bayi mengalami muntah, tampak kesakitan atau sangat rewel akibat perutnya tidak nyaman, maupun mengalami diare yang terkadang disertai sedikit lendir. Reaksi pada Saluran Pernapasan: Hidung bayi tiba-tiba meler atau tersumbat, sering bersin, maupun batuk ringan yang muncul tidak lama setelah makan. Gejala Berat (Anafilaksis) Anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang menyerang seluruh tubuh dan dapat mengancam jiwa dalam waktu singkat Kenali tanda-tandanya: Sesak Napas: Napas berbunyi atau mengi, bayi tampak sangat kesulitan menarik napas. Pembengkakan Lidah atau Tenggorokan: Dapat menyumbat jalan napas sehingga suara tangisan menjadi serak. Sangat Pucat dan Lemas: Wajah pucat, kulit teraba dingin, dan seluruh tubuh lunglai. Kehilangan Kesadaran: Bayi tidak sadarkan diri atau sangat sulit dibangunkan. Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Alergi Makanan pada Bayi Alergi makanan pada bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Berikut adalah faktor-faktor yang paling umum ditemukan: Riwayat Alergi dalam Keluarga: Faktor risiko terbesar. Apabila salah satu orang tua memiliki riwayat alergi, risiko bayi mengalami alergi meningkat sekitar 40%. Jika kedua orang tua alergi, risikonya dapat mencapai 60–80%. Dinding Usus yang Belum Sempurna: Pada bayi, lapisan pelindung dalam usus belum sepenuhnya terbentuk, sehingga sebagian protein makanan dapat masuk ke aliran darah dan memicu respons kekebalan yang tidak semestinya. Kurangnya ASI Eksklusif: ASI mengandung zat pelindung yang membantu memperkuat sistem kekebalan dan kesehatan saluran cerna bayi. Pemberian MPASI Terlalu Dini: Makanan padat sebelum usia 4–6 bulan diberikan saat sistem pencernaan dan kekebalan tubuh belum siap, sehingga meningkatkan risiko kepekaan terhadap makanan tertentu. Kondisi Eksim: Bayi dengan eksim parah, yaitu ruam kulit kering, merah, dan gatal yang berulang berisiko lebih tinggi mengembangkan alergi makanan. Cara Menegakkan Diagnosis Alergi Makanan pada Bayi Diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala yang terlihat. Diperlukan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak atau dokter spesialis alergi dan imunologi, yang meliputi: Wawancara Riwayat Kesehatan: Dokter menggali jenis makanan yang dikonsumsi, waktu dan karakteristik gejala, serta riwayat alergi dalam keluarga. Tes Tusuk Kulit: Sejumlah kecil larutan protein makanan diteteskan ke kulit lalu ditusuk perlahan. Munculnya bentol kecil dalam 15–20 menit menandakan adanya kepekaan terhadap makanan tersebut. Tes Darah: Mengukur kadar zat kekebalan tertentu yang berkaitan dengan reaksi alergi terhadap makanan yang dicurigai. Diet Eliminasi: Makanan pemicu dihilangkan dari menu selama 2–4 minggu untuk melihat apakah gejala membaik. Uji Pemberian Makanan Terkontrol: Pemeriksaan paling akurat: makanan pemicu diberikan secara bertahap dalam jumlah sangat kecil di bawah pengawasan langsung tenaga medis. Cara Mengatasi Alergi Makanan Penanganan alergi makanan pada bayi disesuaikan dengan tingkat keparahan... - Published: 2026-05-01 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/keunggulan-ct-scan-128/ - Kategori: Radiologi - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan medis modern menawarkan kemampuan diagnosis yang semakin akurat. Teknologi pencitraan seperti CT Scan 128 Slice muncul sebagai alat diagnostik canggih. Metode ini menghasilkan gambar detail tubuh dalam hitungan detik. Pasien memperoleh manfaat diagnosis cepat dengan risiko minimal. Mengenal Teknologi CT Scan 128 Slice CT Scan 128 Slice merupakan perangkat pencitraan medis terbaru. Mesinnya mampu menangkap 128 gambar tubuh dalam satu rotasi. Teknologi ini menggunakan sinar-X dan detektor multi-baris berperforma tinggi. Dibandingkan CT scan 64 slice, cakupan volumenya lebih luas. Waktu pemeriksaan juga menjadi semakin singkat. Kecepatan rotasi gantry mencapai 0,28 detik per putaran. Hal ini membantu mengurangi artefak akibat gerakan pasien. Siapa Saja yang Memerlukannya? Pemeriksaan kardiovaskular merupakan indikasi utama teknologi ini. CT Scan 128 Slice sangat ideal untuk evaluasi penyakit jantung koroner. Dokter dapat melihat pembuluh darah jantung tanpa prosedur invasif. Selain itu, pasien dengan nyeri dada yang mencurigakan memerlukan pemeriksaan ini. CT angiografi koroner (CCTA) mendeteksi penyempitan atau sumbatan arteri. Hasilnya membantu menentukan terapi yang paling tepat. Kondisi neurologis seperti stroke juga menjadi sasaran penting. CT Scan 128 Slice memberikan resolusi temporal superior untuk pencitraan stroke. Deteksi cepat area iskemik memungkinkan intervensi segera. Tak lupa, pasien dengan cedera trauma memperoleh manfaat signifikan. Pemeriksaan whole-body dapat dilakukan dalam hitungan detik. Artinya, tim medis segera mendapat informasi untuk pengelolaan darurat. Oncology atau deteksi kanker merupakan aplikasi lain yang tak kalah penting. Tumor pada paru-paru, hati, dan pankreas dapat dideteksi dini. Monitoring perkembangan kanker juga menjadi lebih akurat. Bahkan, gangguan paru-paru seperti emboli paru dapat teridentifikasi. CT Scan 128 Slice menampilkan pembuluh darah paru dengan detail tinggi. Diagnosis cepat kondisi ini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Kapan Pasien Memerlukan Tindakan? Pasien memerlukan tindakan CT Scan 128 Slice ketika ingin hasil pencitraan diagnostik cepat dan akurat. Terutama pada kasus darurat atau kondisi kompleks yang memerlukan resolusi gambar tinggi. CT Scan ini digunakan untuk evaluasi stroke (infark atau perdarahan), tumor, infeksi, cedera kepala, serta kelainan pembuluh darah melalui angiografi. Pemeriksaan juga mencakup rongga dada, perut, THT dan orthopedi. Deteksi akan lebih cepat untuk trauma, kanker, serta penyakit kronis seperti arteri koroner atau gangguan gastrointestinal. Manfaat dan Tujuan CT Scan 128 Slice menghasilkan gambar super tajam dan jelas. Resolusi spasialnya mencapai 0,30 milimeter untuk detail sangat kecil. Kualitas gambar sangat tinggi serta memperlihatkan struktur kompleks dengan jelas. Misalnya saja pembuluh darah kecil dapat terlihat dengan lebih detail. Teknologi ini juga mengurangi paparan radiasi pada pasien. Algoritma seperti SAFIRE dan ADMIRE membantu mengoptimalkan hasil gambar. Hasilnya kualitas diagnostik tetap terjaga dengan tingkat keamanan lebih baik. Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan Ada beberapa langkah persiapan awal yang melibatkan evaluasi riwayat kesehatan menyeluruh. Dokter akan menanyakan alergi, terutama terhadap bahan kontras iodine. Riwayat gangguan ginjal juga perlu diketahui dengan jelas. Puasa makan dan minum diperlukan empat hingga enam jam sebelumnya. Tujuannya adalah mengurangi risiko muntah selama pemeriksaan. Pasalnya, bahan kontras intravena dapat menyebabkan mual pada perut penuh. Saat proses akan mulai, pasien perlu melepas perhiasan dan logam dari tubuh. Benda logam dapat mengganggu kualitas gambar CT. Pakaian dengan kancing logam juga perlu diganti dengan gown rumah sakit. Pemberitahuan tentang kehamilan sangat penting sebelum pemeriksaan. Ini mengingat radiasi CT dapat berisiko bagi janin yang sedang berkembang. Alternatif pemeriksaan seperti MRI mungkin dokter pertimbangkan. Prosedur dan Pelaksanaan Setelah persiapan, pemeriksaan dimulai dengan posisi pasien di atas meja. Pasien berbaring telentang dengan tubuh sejajar di tengah mesin. Teknisi menjelaskan prosedur untuk mengurangi kecemasan. Injeksi bahan kontras dilakukan melalui vena di lengan. Bahan ini membantu memperjelas pembuluh darah dan organ tertentu. Sensasi hangat sesaat mungkin dirasakan saat injeksi berlangsung. Setelah itu, mesin CT berputar mengelilingi tubuh pasien dengan cepat. Sinar-X terpancar dari berbagai sudut secara simultan. Sementara itu, detektor menangkap sinar yang melewati tubuh untuk rekonstruksi gambar. Nantinya, rekonstruksi gambar dilakukan oleh komputer canggih secara otomatis. Algoritma iteratif menghasilkan gambar tiga dimensi yang detail. Dokter radiologi menganalisis hasil untuk diagnosis akurat. Umumnya, durasi pemeriksaan memerlukan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit. Waktu singkat ini mengurangi ketidaknyamanan bagi pasien. Adapun hasil awal sering tersedia dalam hitungan jam. Keamanan dan Dosis Radiasi Keamanan pasien menjadi prioritas utama dalam teknologi ini. CT Scan 128 Slice dilengkapi fitur pengurangan dosis radiasi canggih. Teknologi iterative reconstruction mengurangi paparan hingga 83 persen. Studi NCBI menunjukkan efektivitas protokol dosis rendah pada CT Scan 128 Slice. Penelitian kepada pasien kaki diabetik di Rumah Sakit Shaanxi Kangfu membuktikan keamanan optimal. CTDIvol dan dosis efektif lebih rendah dibandingkan protokol konvensional. Insiden reaksi samping ringan seperti mual lebih rendah pada dosis rendah. Penelitian melaporkan 8,29 persen insiden ringan pada protokol optimasi. Kelompok kontrol dengan dosis standar menunjukkan 14,91 persen insiden. Namun, perbandingan dengan mesin 16 slice menunjukkan hasil beragam. Beberapa studi menemukan dosis lebih tinggi pada CT Scan 128 Slice. Optimasi protokol spesifik pasien tetap perlu untuk keselamatan maksimal. Efek Samping Setelah Tindakan Efek samping setelah tindakan CT Scan umumnya ringan dan jarang terjadi serius. Pasien mungkin mengalami kecemasan, ketidaknyamanan saat berbaring... - Published: 2026-04-30 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/anak/teknik-menyusui/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Teknik menyusui yang benar adalah fondasi utama keberhasilan ASI eksklusif dan kenyamanan bagi ibu maupun bayi. Di Indonesia, banyak ibu baru yang merasa frustrasi atau bahkan menyerah menyusui karena mengalami nyeri puting, payudara bengkak, atau kekhawatiran bayi tidak cukup minum. Sebagian besar masalah ini berakar pada posisi dan perlekatan (latch) yang tidak tepat. Padahal, dengan teknik yang benar, risiko nyeri puting dapat dikurangi hingga 90 persen. Teknik yang efektif tidak hanya membuat proses menyusui bebas rasa sakit, tetapi juga memastikan bayi mendapatkan hindmilk (ASI yang keluar di akhir sesi menyusui) yang kaya akan lemak untuk pertumbuhan berat badan yang optimal. Penting untuk diingat bahwa menyusui bukan sekadar insting alami, melainkan sebuah keterampilan yang perlu dipelajari dan dilatih oleh ibu dan bayi secara bersama-sama. Mengenal Teknik Menyusui yang Benar Teknik menyusui yang sukses melibatkan tiga komponen utama: posisi tubuh ibu dan bayi yang ergonomis, perlekatan (latch) yang dalam, serta isapan bayi yang efektif. Prinsip Utama Menyusui yang Efektif: Ibu Harus Rileks: Gunakan bantal penyangga dan sandaran punggung yang nyaman. Jika ibu tegang, hormon oksitosin (yang membantu pengeluaran ASI) akan terhambat. Perut Menempel Perut: Posisikan bayi menghadap ke tubuh ibu sehingga perut bayi bersentuhan langsung dengan perut ibu. Hindari bayi menyusu dengan hanya menolehkan kepala, karena ini akan membuat bayi sulit menelan. Kepala Sejajar Tubuh: Pastikan telinga, bahu, dan pinggul bayi berada dalam satu garis lurus agar saluran napas dan pencernaannya terbuka maksimal. Mulut Bayi Terbuka Lebar: Sebelum menempel, rangsang bibir bayi dengan puting hingga ia membuka mulut lebar-lebar seperti sedang menguap. Perlekatan Dalam (Deep Latch): Puting dan sebagian besar area hitam payudara (areola) bagian bawah harus masuk ke mulut bayi. Jika bayi hanya mengisap ujung puting, rasa sakit dan lecet akan segera muncul. Di Indonesia, tercatat sekitar 60 persen ibu baru mengalami nyeri di minggu pertama. Sebagian besar disebabkan oleh shallow latch (perlekatan dangkal). Dengan memperbaiki posisi sejak Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ibu dapat menghindari komplikasi seperti mastitis (peradangan payudara) dan memastikan produksi ASI terus meningkat sesuai kebutuhan bayi. Tanda Perlekatan (Latch) Sudah Benar Bagaimana ibu tahu jika tekniknya sudah tepat? Perhatikan tanda-tanda berikut: Tidak Ada Rasa Sakit: Menyusui mungkin terasa aneh di awal, tetapi tidak boleh terasa sakit yang tajam atau perih. Dagu Menempel Payudara: Dagu bayi menempel erat pada payudara ibu, sedangkan hidungnya tetap bebas bernapas. Bibir Terlipat Keluar: Bibir atas dan bawah bayi terlipat keluar (dower), bukan masuk ke dalam. Terdengar Suara Menelan: Anda akan mendengar suara "glek" yang ritmis, bukan suara decakan atau "cup-cup". Puting Tidak Berubah Bentuk: Setelah menyusu, puting ibu tetap berbentuk bulat, tidak pipih atau runcing seperti ujung lipstik baru. Menurut La Leche League International 2024, latch adalah faktor terpenting sebagai kunci sukses menyusui. Teknik menyusui yang benar mendukung produksi ASI sesuai kebutuhan. Gejala Normal vs Salah Teknik Menyusui Gejala normal: Nyeri ringan 10–20 detik awal Putting sensitif 1–2 minggu Payudara penuh Gejala salah: Nyeri terus selama menyusui Putting lecet berdarah Bayi sering lepas Bayi tidak naik berat Isapan klik-klik Gejala salah butuh koreksi segera. Penyebab Teknik Menyusui Salah Banyak ibu baru yang menyalahkan diri sendiri ketika gagal melakukan perlekatan yang benar, padahal ada banyak faktor yang terlibat. Teknik menyusui yang salah sering kali disebabkan oleh kombinasi faktor fisik bayi, kondisi anatomi ibu, hingga kurangnya bimbingan di saat-saat kritis setelah persalinan. Faktor Penyebab Utama: Kurangnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD): IMD adalah momen pertama bayi belajar mengenali payudara ibu. Tanpa IMD, bayi kehilangan kesempatan untuk mempraktikkan refleks breast crawl alami, sehingga saat mulai menyusu nantinya, proses perlekatan sering kali menjadi lebih canggung. Posisi Ibu yang Tidak Nyaman: Sering kali ibu menyusui dengan punggung membungkuk atau menahan beban bayi dengan tangan tanpa penyangga. Rasa lelah dan pegal ini membuat ibu sering mengubah posisi, yang akhirnya mengganggu stabilitas perlekatan mulut bayi pada puting. Kondisi Tongue-tie atau Lip-tie pada Bayi: Adanya kelainan anatomi berupa tali lidah yang pendek (tongue-tie) membuat lidah bayi tidak bisa menjulur maksimal untuk "memerah" payudara. Akibatnya, bayi hanya mengisap ujung puting, yang memicu rasa sakit luar biasa pada ibu. Kondisi Puting Datar atau Terpendam (Inverted Nipple): Meskipun bayi sebenarnya menyusu pada payudara (bukan hanya puting), puting yang datar dapat membuat bayi kesulitan menemukan "titik tumpu" untuk memulai perlekatan yang dalam. Kurangnya Dukungan dan Edukasi: Di Indonesia, banyak mitos atau saran yang bertentangan dari lingkungan sekitar yang membuat ibu bingung. Tanpa arahan dari bidan atau konsultan laktasi yang kompeten di hari-hari pertama nifas, teknik yang salah sering kali dibiarkan hingga menjadi kebiasaan. Dampak dari Teknik yang Salah: Jika penyebab di atas tidak segera diatasi, ibu berisiko mengalami puting lecet, ASI tersumbat (clogged duct), hingga mastitis. Selain itu, bayi menjadi mudah lelah karena tidak mendapatkan ASI yang cukup meskipun sudah menyusu lama. Cara Dokter atau Konsultan Laktasi Menilai Teknik Penilaian: Observasi menyusui Cek latch atau perlekatan bayi Pantau berat bayi USG tongue tie Konsultasi laktasi dapat membantu mengoreksi teknik pemberian ASI yang salah. Posisi Menyusui Aman... - Published: 2026-04-29 - Modified: 2026-04-19 - URL: https://primayahospital.com/anak/tumbuh-gigi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Tumbuh gigi adalah milestone penting pada bayi, tapi sering membuat orang tua khawatir karena rasa sakit dan gejala menyertai. Di Indonesia, hampir semua bayi mengalami gumoh berlebih, rewel, atau demam ringan saat gigi pertama muncul sekitar usia 6 hingga 12 bulan. Banyak orang tua bingung membedakan gejala tumbuh gigi dengan penyakit lain, sehingga sering beri obat sembarangan. Padahal, perawatan sederhana di rumah seperti gigit teether dingin atau pijat gusi bisa kurangi rasa sakit hingga 70 persen tanpa obat. Tumbuh gigi normal tidak sebabkan demam tinggi atau diare berat, jadi gejala berat butuh perhatian dokter. Dengan pemahaman tanda dini dan perawatan tepat, masa tumbuh gigi bisa dilewati nyaman bagi bayi dan tenang bagi orang tua. Gigi susu yang sehat juga fondasi gigi permanen kuat. Artikel ini membahas mendalam proses tumbuh gigi bayi, tanda awal sering terlewat, gejala normal vs berbahaya, perawatan gusi dan gigi susu, cara alami kurangi sakit, komplikasi jika diabaikan, pencegahan masalah gigi, serta kapan harus segera ke dokter gigi anak agar tumbuh gigi berjalan lancar dan bayi tetap ceria. Mengenal Proses Tumbuh Gigi Bayi Tumbuh gigi adalah proses alami ketika gigi susu menembus jaringan gusi bayi. Proses ini merupakan bagian penting dari tumbuh kembang karena gigi berperan dalam mengunyah, berbicara, dan pembentukan struktur rahang. Gigi susu berjumlah total 20 buah dan biasanya mulai muncul pada usia 6 hingga 12 bulan, meskipun variasi antarbayi sangat luas dan masih dianggap normal. Urutan kemunculan gigi umumnya mengikuti pola tertentu, meski tidak selalu kaku dan bisa sedikit berbeda pada setiap anak: Gigi depan bawah atau central incisor bawah biasanya muncul pertama kali pada usia 6–10 bulan. Gigi ini sering menjadi tanda awal fase tumbuh gigi. Gigi depan atas menyusul pada usia 8–12 bulan, membantu bayi mulai menggigit makanan lunak. Gigi samping atas dan bawah muncul pada rentang usia 9–16 bulan, melengkapi deretan gigi depan. Gigi geraham pertama tumbuh pada usia 13–19 bulan dan berperan besar dalam proses mengunyah. Gigi taring biasanya muncul pada usia 16–23 bulan, membantu merobek makanan. Gigi geraham kedua muncul terakhir pada usia 23–33 bulan dan menandai hampir lengkapnya gigi susu. Seluruh gigi susu umumnya sudah lengkap saat anak berusia sekitar 3 tahun. Selama proses ini, bayi dapat mengalami inflamasi atau peradangan gusi karena tekanan gigi yang mendorong keluar. Kondisi ini sering disertai gejala seperti gusi bengkak, air liur berlebih, kebiasaan menggigit benda, rewel, atau sulit tidur. Di Indonesia, rata-rata gigi pertama bayi muncul pada usia sekitar 8 bulan. Perlu dipahami bahwa keterlambatan atau percepatan tumbuh gigi dalam batas wajar bukan tanda penyakit. Namun, jika hingga usia 18 bulan belum ada gigi yang tumbuh sama sekali, evaluasi ke dokter gigi anak atau dokter anak dianjurkan untuk memastikan tidak ada gangguan pertumbuhan atau kondisi medis tertentu. Menurut American Academy of Pediatric Dentistry 2024, tumbuh gigi normal tidak sebabkan demam tinggi. Tanda Awal Tumbuh Gigi Bayi Tanda awal 1 hingga 2 bulan sebelum gigi muncul: Gusi bengkak merah Gumoh berlebih Sering masukkan tangan ke mulut Rewell atau gelisah Gangguan tidur Nafsu makan turun Tanda gigi muncul: benjolan putih di gusi. Tanda sering disalahartikan penyakit. Gejala Normal vs Berbahaya saat Tumbuh Gigi Gejala normal: Nyeri gusi ringan Demam rendah 38°C Diare berat Muntah Ruam luas Batuk pilek berat Gejala berat butuh pemeriksaan dokter anak. Penyebab Rasa Sakit saat Tumbuh Gigi Penyebab: Inflamasi gusi Tekanan gigi menembus Gusi sensitif Rasa sakit paling kuat saat gigi geraham. Cara Dokter Menilai Tumbuh Gigi Pemeriksaan: Observasi gusi Rontgen jika dicurigai kelainan Tes darah jika gejala infeksi Dokter bedakan tumbuh gigi dengan penyakit lain. Cara Mengatasi atau Perawatan Tumbuh Gigi Perawatan alami: Teether dingin Pijat gusi jari bersih Kain dingin gigit Makanan dingin pure Obat: Paracetamol dosis tepat Gel gusi benzokain hati-hati Hindari obat tradisional tidak teruji. Komplikasi Tumbuh Gigi Komplikasi jarang: Infeksi gusi Kista erupsi Gigi miring Komplikasi sering dari gejala salah diagnosis. Kapan Harus ke Dokter Segera konsultasikan ke dokter gigi anak atau dokter anak jika muncul tanda-tanda berikut selama proses tumbuh gigi bayi, karena kondisi ini bisa menandakan masalah lain yang tidak berkaitan langsung dengan tumbuh gigi: Demam tinggi, terutama bila suhu tubuh melebihi 38,5 derajat Celsius atau disertai lemas Diare atau muntah berulang, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan bukan gejala khas tumbuh gigi Rewel berat yang berlangsung lebih dari 3 hari dan tidak membaik dengan perawatan sederhana Gusi berdarah, bernanah, atau tampak sangat bengkak dan nyeri Gigi belum juga muncul hingga usia 18 bulan, yang perlu evaluasi pertumbuhan dan perkembangan gigi Konsultasi rutin tetap penting meskipun keluhan ringan, karena pemeriksaan dini membantu memastikan proses tumbuh gigi berjalan normal dan mencegah masalah gigi serta kesehatan mulut sejak awal. Informasi lengkap tumbuh gigi bayi dapat dibaca pada artikel pertumbuhan gigi pada bayi dan layanan anak dari Primaya Hospital. Sambut Tumbuh Gigi dengan Nyaman Tumbuh gigi bayi adalah proses alami yang bisa dilewati nyaman dengan perawatan tepat. Dengan tanda dini, cara alami kurangi sakit, dan pencegahan... - Published: 2026-04-28 - Modified: 2026-04-29 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/laparoskopi-kista/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Perkembangan teknologi kedokteran membuat berbagai prosedur medis menjadi lebih aman dan nyaman bagi pasien. Salah satu metode yang kini semakin sering digunakan dalam dunia ginekologi adalah laparoskopi kista. Teknik ini menjadi solusi modern untuk menangani gangguan pada sistem reproduksi wanita, khususnya kista pada ovarium. Dibandingkan operasi terbuka, prosedur laparoskopi bersifat minimal invasif. Hasilnya, luka operasi lebih kecil dan proses pemulihan dapat berlangsung cepat. Dengan bantuan kamera kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil di perut, dokter dapat melihat kondisi organ dalam secara jelas. Setelah itu, melakukan tindakan pengangkatan kista tanpa harus membuat sayatan besar. Oleh karena itu, laparoskopi kini menjadi salah satu prosedur yang banyak direkomendasikan dalam penanganan kista ovarium. Mengenal Laparoskopi Kista Laparoskopi kista adalah prosedur operasi minimal invasif yang dilakukan untuk mendiagnosis atau mengangkat kista ovarium. Prosedur medis ini menggunakan alat khusus bernama laparoskop. Laparoskop merupakan selang tipis yang dilengkapi kamera dan sumber cahaya. Melalui alat ini dokter dapat melihat kondisi organ di dalam rongga perut secara langsung melalui monitor. Dilansir dari Mayo Clinic, laparoskopi termasuk jenis bedah minimal invasif. Dirancang untuk mengurangi kerusakan jaringan dibandingkan operasi terbuka. Prosedur ini biasanya berkaitan dengan nyeri ringan, masa rawat inap yang singkat, serta risiko komplikasi yang lebih kecil. Dalam praktik ginekologi, laparoskopi tidak hanya digunakan untuk diagnosis. Namun, juga dapat dilakukan untuk mengangkat kista ovarium tanpa merusak jaringan ovarium di sekitarnya. Siapa Saja yang Memerlukan Laparoskopi Kista? Tidak semua kista ovarium memerlukan operasi. Namun, dokter dapat merekomendasikan laparoskopi pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti: Wanita dengan kista ovarium yang menimbulkan nyeri panggul. Pasien dengan kista yang ukurannya semakin membesar. Wanita dengan gangguan menstruasi akibat kista. Pasien yang mengalami gangguan kesuburan. Kista yang dicurigai berisiko menyebabkan komplikasi. Pada beberapa kasus, tindakan laparoskopi juga dilakukan untuk memastikan diagnosis secara lebih akurat. Kapan Pasien Memerlukan Laparoskopi Kista? Dokter biasanya akan mempertimbangkan laparoskopi ketika pengobatan konservatif atau pemantauan tidak lagi efektif. Beberapa kondisi yang membuat pasien memerlukan prosedur ini antara lain: Kista tidak mengecil setelah pemantauan beberapa bulan. Ukuran kista semakin membesar. Kista menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas. Adanya kemungkinan komplikasi seperti kista pecah atau terpuntir Hasil pemeriksaan menunjukkan kista perlu diangkat Pemeriksaan seperti USG, MRI, atau CT scan biasanya dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat. Manfaat Laparoskopi Kista Metode laparoskopi semakin banyak dipilih karena memberikan berbagai manfaat bagi pasien. Teknik ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan operasi konvensional, diantaranya: Prosedur Minimal Invasif: Operasi terbuka membutuhkan sayatan cukup besar pada perut. Sebaliknya, laparoskopi hanya membutuhkan sayatan kecil sekitar 0,5 hingga 1 cm, sehingga risiko infeksi dan perdarahan dapat berkurang. Pemulihan Lebih Cepat: Sebagian pasien dapat pulang pada hari yang sama setelah prosedur dilakukan atau hanya memerlukan rawat inap singkat. Rasa Nyeri Lebih Ringan: Karena sayatan kecil, nyeri pascaoperasi biasanya lebih ringan dibandingkan operasi terbuka. Bekas Luka Lebih Minim: Sayatan kecil pada prosedur laparoskopi meninggalkan bekas luka yang kecil, sehingga lebih baik secara kosmetik. Persiapan Sebelum Menjalani Laparoskopi Kista Sebelum menjalani laparoskopi, pasien biasanya akan menjalani beberapa tahapan persiapan medis, seperti: Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Tes darah dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan pencitraan seperti USG. Puasa selama beberapa jam sebelum prosedur. Menghentikan sementara konsumsi obat tertentu sesuai anjuran dokter. Persiapan ini bertujuan untuk memastikan kondisi pasien dalam keadaan optimal sebelum menjalani operasi. Prosedur dan Pelaksanaan Laparoskopi Kista Prosedur laparoskopi biasanya dilakukan dengan langkah-langkah berikut: Pasien diberikan anestesi umum agar tidak merasakan nyeri selama operasi. Dokter membuat beberapa sayatan kecil di area perut. Gas karbon dioksida dimasukkan ke dalam rongga perut untuk memperluas ruang kerja dokter. Laparoskop dimasukkan melalui sayatan untuk melihat kondisi organ reproduksi. Alat bedah khusus digunakan untuk mengangkat kista secara hati-hati tanpa merusak jaringan ovarium di sekitarnya. Setelah kista berhasil diangkat, sayatan ditutup kembali dengan jahitan kecil. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Surgery Case Reports menyebutkan bahwa laparoskopi merupakan metode yang dinilai efektif. Terutama, untuk diagnosis sekaligus pengobatan berbagai massa kistik pada sistem reproduksi wanita. Perawatan Pasca Laparoskopi Setelah menjalani laparoskopi, pasien biasanya memerlukan waktu pemulihan yang relatif singkat. Menurut Cleveland Clinic, pasien yang menjalani operasi kista ovarium dengan teknik laparoskopi biasanya membutuhkan waktu pemulihan sekitar 1 hingga 3 minggu. Dalam masa pemulihan tersebut, dokter biasanya menyarankan pasien untuk: Beristirahat cukup. Menghindari aktivitas fisik berat. Menjaga kebersihan luka operasi. Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Melakukan kontrol rutin setelah operasi. Sebagian besar pasien dapat kembali bekerja atau melakukan aktivitas ringan setelah 1–2 minggu. Adakah Efek Samping Setelah Laparoskopi Kista? Seperti prosedur medis lainnya, laparoskopi juga memiliki kemungkinan efek samping, meskipun risikonya relatif kecil. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain: Nyeri ringan di area sayatan. Perut terasa kembung akibat gas yang digunakan saat prosedur. Mual atau kelelahan setelah anestesi. Risiko infeksi atau perdarahan (jarang terjadi) Namun, secara umum, komplikasi dari laparoskopi jauh lebih rendah dibandingkan operasi terbuka. Laparoskopi Kista di Primaya Hospital Bagi pasien yang memerlukan tindakan laparoskopi kista, memilih fasilitas kesehatan dengan tenaga medis berpengalaman dan... - Published: 2026-04-27 - Modified: 2026-04-28 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/kesehatan-mental-ibu-pasca-melahirkan/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Kesehatan mental ibu pasca melahirkan sering kali terabaikan di tengah fokus yang besar pada perawatan bayi baru lahir. Padahal, gangguan seperti baby blues, depresi postpartum, hingga psikosis postpartum memengaruhi jutaan ibu di seluruh dunia. Di Indonesia, data menunjukkan sekitar 50 hingga 80 persen ibu baru mengalami baby blues, dan sekitar 10 hingga 15 persen di antaranya berkembang menjadi depresi postpartum yang jauh lebih berat. Banyak ibu merasa sangat bersalah atau malu untuk mengakui perasaan sedih, cemas berlebih, atau kesulitan membangun ikatan (bonding) dengan bayinya sendiri. Hal ini diperparah oleh stigma sosial bahwa seorang "ibu harus bahagia" setelah melahirkan. Padahal secara klinis, perubahan hormon yang drastis, kelelahan akibat kurang tidur kronis, serta tekanan sosial adalah pemicu biologis dan psikologis yang nyata. Dengan pengenalan gejala dini, risiko komplikasi serius—termasuk gangguan perkembangan emosi anak hingga risiko bunuh diri—bisa dikurangi hingga 70 persen. Kesehatan mental ibu nifas sama pentingnya dengan kesehatan fisiknya karena menjadi pondasi keharmonisan keluarga dan tumbuh kembang anak jangka panjang. Mengenal Kesehatan Mental Pasca Melahirkan Kesehatan mental setelah persalinan bukanlah kondisi tunggal, melainkan sebuah spektrum gangguan emosional yang bervariasi tingkat keparahannya. Berikut adalah klasifikasi utama gangguan kesehatan mental pasca melahirkan: Baby Blues: Kondisi paling ringan dan umum. Biasanya muncul 2–3 hari setelah melahirkan dan berlangsung selama 1 hingga 2 minggu. Ibu mungkin merasa mudah menangis, cepat marah, dan cemas tanpa alasan yang jelas. Depresi Postpartum (PPD): Gangguan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama (lebih dari 2 minggu). Gejalanya mencakup keputusasaan, hilangnya minat pada bayi, gangguan nafsu makan, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi. PPD memengaruhi 1 dari 7 ibu secara global. Kecemasan Postpartum: Ditandai dengan rasa khawatir yang sangat ekstrem tentang kesehatan atau keselamatan bayi, sering kali disertai gejala fisik seperti jantung berdebar atau serangan panik. Psikosis Postpartum: Kondisi langka namun merupakan darurat medis. Ibu mengalami halusinasi, delusi (keyakinan yang tidak nyata), dan perilaku yang sangat aneh. Ini membutuhkan penanganan rumah sakit segera. Di Indonesia, stigma "kurang bersyukur" atau "kurang iman" sering menyebabkan kasus-kasus ini tidak terdeteksi sejak dini. Padahal, pengobatan medis dan dukungan psikologis yang tepat sangat efektif untuk membantu ibu pulih. Dukungan keluarga bukan hanya membantu pekerjaan rumah, tetapi juga memberikan ruang bagi ibu untuk mengekspresikan perasaannya tanpa dihakimi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, skrining rutin postnatal esensial. Gangguan mental nifas pengaruh ikatan dan perkembangan bayi. Gejala Normal vs Berbahaya Kesehatan Mental Nifas Sangat penting bagi ibu dan pasangan untuk mampu membedakan antara kelelahan emosional yang wajar (fisiologis) dengan gangguan mental yang membutuhkan intervensi medis (patologis). Ketidaktahuan akan perbedaan ini sering kali membuat ibu menderita dalam diam karena menganggap gejalanya adalah hal normal. Gejala Normal (Baby Blues): Kondisi ini biasanya memuncak pada hari ke-4 atau ke-5 pascapersalinan dan mereda dengan sendirinya dalam 2 minggu. Mudah Menangis: Ibu merasa sangat emosional dan bisa menangis hanya karena hal sepele atau tanpa alasan yang jelas. Cemas Ringan: Muncul rasa khawatir apakah bisa merawat bayi dengan benar, namun kekhawatiran ini tidak sampai melumpuhkan aktivitas harian. Lelah & Mood Tidak Stabil: Perasaan yang naik turun secara cepat (mood swings) akibat perubahan hormon estrogen dan progesteron yang drastis. Sulit Tidur: Ibu merasa sulit tidur meski bayi sedang tertidur, namun masih bisa berfungsi saat terjaga. Gejala Berbahaya (Depresi Postpartum): Jika gejala berlangsung lebih dari 2 minggu atau muncul kapan saja dalam tahun pertama setelah melahirkan. Kesedihan Berkepanjangan: Perasaan hampa, putus asa, dan sedih yang mendalam sepanjang hari. Hilang Minat pada Bayi: Merasa tidak memiliki ikatan emosional dengan bayi, tidak ingin menggendong, atau merasa bayi adalah "orang asing". Gangguan Makan & Tidur Ekstrem: Tidak nafsu makan sama sekali atau makan berlebihan, serta insomnia parah meskipun tubuh sangat lelah. Rasa Bersalah Ekstrem: Merasa diri adalah "ibu yang buruk" atau tidak pantas menjadi orang tua. Pikiran Bunuh Diri: Muncul dorongan untuk menyakiti diri sendiri atau pikiran bahwa "bayi akan lebih baik jika tanpa ibu". (Ini adalah kondisi darurat). Gejala Psikosis Postpartum (Darurat Medis): Kondisi langka yang biasanya muncul dalam 2 minggu pertama dan membutuhkan penanganan psikiater segera. Halusinasi: Mendengar suara-suara yang tidak ada atau melihat hal-hal yang tidak nyata. Paranoia & Delusi: Memiliki keyakinan yang tidak masuk akal (misalnya: merasa bayi kerasukan atau ada yang ingin menculiknya). Kebingungan Parah: Sulit berkomunikasi dan tidak sadar akan realitas di sekitarnya. Pesan Penting: Jika Anda atau keluarga melihat gejala depresi atau psikosis, segera cari bantuan profesional. Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah paling berani untuk melindungi diri dan buah hati. Penyebab Gangguan Kesehatan Mental Pasca Melahirkan Penyebab: Turun drastis estrogen progesteron Kurang tidur kronis Riwayat depresi Kurang dukungan sosial Komplikasi persalinan Stres keuangan Faktor risiko: sesar, bayi NICU, riwayat trauma. Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Mental Nifas Diagnosis: Skrining EPDS atau PHQ-9 Wawancara klinis Pantau gejala >2 minggu Evaluasi fisik hormon Skrining postnatal wajib minggu 6. Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan Mental Pasca Melahirkan Pengobatan: Terapi bicara CBT Dukungan kelompok ibu Olahraga ringan Antidepresan aman menyusui Rawat... - Published: 2026-04-26 - Modified: 2026-04-09 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/jahitan-pasca-caesar/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Menjaga luka jahitan pasca caesar adalah kunci utama untuk pemulihan cepat dan pencegahan komplikasi infeksi yang sering dialami oleh ibu baru. Di Indonesia, angka persalinan melalui metode sesar telah mencapai 30 hingga 50 persen di berbagai rumah sakit besar. Seiring dengan tren ini, infeksi luka operasi (ILO) menjadi salah satu masalah nifas yang paling umum terjadi akibat kurangnya pemahaman tentang manajemen luka di rumah. Banyak ibu baru merasa khawatir ketika melihat luka jahitan yang tampak kemerahan, terasa nyeri, atau khawatir jika luka menjadi basah dan bernanah. Padahal, sebagian besar komplikasi dapat dihindari dengan perawatan sederhana seperti menjaga area jahitan tetap kering, memantau tanda-tanda infeksi secara mandiri, dan menghindari aktivitas berat selama masa pemulihan. Luka caesar dengan sayatan horizontal rendah (garis bikini) umumnya sembuh dengan estetika yang lebih baik, namun tetap memerlukan perhatian ketat selama 4 hingga 6 minggu masa penyembuhan primer. Dengan dukungan keluarga yang baik dan kepatuhan pada kunjungan nifas rutin, ibu bisa pulih secara optimal tanpa rasa sakit berkepanjangan sehingga dapat fokus merawat sang buah hati. Artikel ini membahas mendalam mengenai proses biologis penyembuhan luka, perbedaan gejala normal vs infeksi, langkah pencegahan, hingga tips praktis harian dalam merawat jahitan agar sembuh sempurna tanpa bekas yang mengganggu. Mengenal Luka Jahitan Pasca Caesar Operasi caesar melibatkan sayatan melalui beberapa lapisan jaringan untuk mengeluarkan bayi secara aman. Proses penjahitannya pun dilakukan berlapis-lapis, mulai dari rahim, lapisan otot, fasia (jaringan ikat), hingga lapisan kulit terluar. Beberapa jenis penutupan kulit yang umum digunakan di Indonesia: Jahitan Biasa (Interuptus/Kontinu): Menggunakan benang yang tidak diserap tubuh, biasanya perlu dilepas oleh tenaga medis sekitar 7 hari setelah operasi. Staples (Klip Logam): Menggunakan alat khusus untuk menyatukan tepi luka secara cepat, biasanya dilepas dalam waktu 5 hingga 10 hari. Jahitan Tanam (Subkutikuler): Menggunakan benang yang akan larut sendiri oleh tubuh, sehingga tidak memerlukan prosedur pelepasan jahitan dan sering kali memberikan hasil kosmetik yang lebih halus. Proses penyembuhan luka caesar secara total membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 minggu, namun jaringan di dalamnya terus beregenerasi hingga berbulan-bulan kemudian. Di Indonesia, meningkatnya angka sesar elektif (permintaan sendiri) turut meningkatkan pentingnya edukasi pasca-operasi agar tidak terjadi peningkatan kasus komplikasi luka di masyarakat. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, perawatan luka tepat kurangi infeksi hingga 80 persen. Luka caesar horizontal estetis dan sembuh lebih baik. Gejala Normal dan Tidak Normal Luka Caesar Memahami perbedaan antara proses penyembuhan alami dan tanda-tanda infeksi adalah hal yang sangat krusial bagi ibu yang baru saja menjalani operasi. Sering kali, rasa gatal atau sedikit bengkak memicu kecemasan, padahal itu adalah bagian dari respon peradangan tubuh yang sehat. Namun, mengabaikan tanda kecil yang tidak normal bisa berakibat pada pembukaan kembali luka operasi (dehisiensi). Gejala Normal (Proses Pemulihan): Nyeri ringan 1–2 minggu: Rasa tidak nyaman atau perih di area sayatan, terutama saat Anda bergerak, batuk, atau tertawa. Rasa ini akan berkurang seiring waktu dengan bantuan pereda nyeri. Bengkak kecil: Sedikit tonjolan atau bengkak ringan di sekitar garis jahitan adalah hal wajar akibat penumpukan cairan jaringan selama proses awal penyembuhan. Gatal saat sembuh: Munculnya rasa gatal yang sangat kuat biasanya terjadi pada minggu kedua. Ini adalah sinyal positif bahwa saraf-saraf di sekitar luka sedang beregenerasi dan jaringan baru mulai terbentuk. Lokhia normal: Keluar darah nifas dari jalan lahir yang warnanya berangsur memudar dari merah terang ke merah muda, lalu kekuningan (bukan keluar dari luka jahitan). Bekas merah memudar: Garis sayatan yang semula berwarna merah tua atau keunguan perlahan akan berubah menjadi merah muda dan akhirnya menjadi garis putih atau warna kulit dalam beberapa bulan. Gejala Tidak Normal (Tanda Bahaya Infeksi): Demam >38°C: Suhu tubuh tinggi disertai menggigil adalah tanda sistemik bahwa tubuh sedang melawan infeksi bakteri. Luka merah dan bernanah: Area sekitar jahitan tampak sangat merah, terasa panas, dan mengeluarkan cairan kental berwarna kuning, hijau, atau putih (nanah). Bau busuk: Muncul aroma tidak sedap yang menyengat dari area luka jahitan. Nyeri hebat secara mendadak: Rasa sakit yang justru meningkat drastis setelah sebelumnya sempat membaik, atau rasa nyeri yang membuat Anda tidak mampu berdiri sama sekali. Perdarahan luka: Darah segar yang merembes atau mengalir keluar dari sela-sela jahitan kulit. Bengkak keras dan tegang: Area di sekitar luka terasa sangat keras seperti papan, mengkilap, dan sangat sensitif terhadap sentuhan ringan sekalipun. Jika Anda menemukan satu pun dari gejala tidak normal di atas, luka Anda memerlukan evaluasi medis segera. Infeksi luka caesar yang ditangani lebih awal biasanya hanya memerlukan pembersihan dan antibiotik, namun jika terlambat, dapat menyebabkan infeksi menyebar ke rahim atau aliran darah. Penyebab Komplikasi Luka Caesar Penyebab: Infeksi bakteri Obesitas Diabetes Kurang kebersihan Angkat berat dini Anemia Faktor risiko: sesar darurat, jahitan lama. Cara Dokter Mendiagnosis Komplikasi Luka Diagnosis: Pemeriksaan luka Tes darah CRP leukosit Kultur luka USG abses Kunjungan nifas pantau luka. Cara Mengatasi atau Pengobatan Luka Caesar Pengobatan: Antibiotik infeksi Pembersihan luka Drainase abses Obat nyeri Pengobatan dini cegah sepsis. Komplikasi Luka Caesar Komplikasi: Infeksi berat... - Published: 2026-04-25 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-postnatal/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kunjungan postnatal atau kunjungan nifas rutin adalah pemeriksaan yang sangat penting untuk memantau proses pemulihan fisik ibu serta memastikan kesehatan bayi berjalan optimal setelah persalinan. Di Indonesia, angka kematian ibu di masa nifas masih tercatat cukup tinggi, salah satunya karena banyak ibu yang tidak mengikuti rangkaian kunjungan postnatal secara lengkap. Padahal, berbagai komplikasi serius seperti perdarahan post partum lambat (perdarahan jalan lahir setelah pulang dari RS), infeksi rahim, hingga gangguan kesehatan mental seperti depresi postpartum, seringkali baru muncul antara minggu pertama hingga minggu keenam setelah melahirkan. Banyak ibu melahirkan masih memiliki persepsi keliru mengenail masa nifas. Sebagian berpikir bahwa setelah proses persalinan selesai, maka kondisi kesehatan sudah otomatis "aman", sehingga mereka cenderung mengabaikan jadwal check-up nifas. Padahal, pemeriksaan rutin ini mampu mendeteksi dini masalah kesehatan hingga 80 persen dan terbukti efektif mengurangi angka kematian ibu hingga 50 persen. Jadwal postnatal yang ideal meliputi pemeriksaan pada hari ke 1–3, minggu ke-1, minggu ke-2, dan minggu ke-6. Fokus utamanya adalah memantau penyembuhan luka (luka jalan lahir maupun luka operasi sesar), proses kembalinya rahim ke ukuran semula (involusi), kelancaran produksi ASI, serta stabilitas emosional ibu. Pemeriksaan ini juga menjadi kesempatan emas bagi tenaga medis untuk memberikan vaksinasi dasar pada bayi, layanan KB pasca salin, serta edukasi perawatan masa nifas. Dengan kunjungan yang tepat waktu, ibu dapat pulih secara optimal dan bayi dapat tumbuh dengan sehat. Artikel ini akan membahas mendalam mengenai prosedur pemeriksaan postnatal, jadwal ideal menurut standar WHO dan Kemenkes RI, pentingnya setiap tahapan kunjungan, tanda-tanda bahaya yang memerlukan check-up tambahan segera, hingga strategi pencegahan masalah nifas agar transisi menjadi orang tua berjalan aman dan bahagia. Mengenal Pemeriksaan Postnatal Pemeriksaan postnatal adalah serangkaian kunjungan layanan kesehatan bagi ibu dan bayi yang dilakukan selama masa nifas, yaitu periode 6 hingga 8 minggu setelah persalinan. Masa ini merupakan fase kritis di mana tubuh ibu mengalami penyesuaian hormon dan anatomi kembali ke kondisi sebelum hamil. Tujuan utama dari postnatal check-up meliputi: Pantau pemulihan ibu: Memastikan tidak ada infeksi pada luka persalinan dan rahim mengecil dengan baik. Deteksi komplikasi dini: Mengidentifikasi tanda-tanda anemia, hipertensi pasca salin, atau tanda depresi sedini mungkin. Pantau kesehatan bayi: Memeriksa pertambahan berat badan bayi, refleks motorik, serta ada tidaknya tanda kuning (ikterus). Dukung menyusui: Memberikan solusi bagi ibu yang mengalami kendala laktasi, seperti puting lecet atau ASI tidak lancar. Edukasi KB dan nifas: Memberikan konseling mengenai penjarangan kehamilan dan pola hidup sehat selama menyusui. Berdasarkan standar WHO, minimal dilakukan 4 kali kunjungan postnatal. Namun, guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu di Indonesia, Kemenkes RI menargetkan 6 kali kunjungan nifas (KF1 hingga KF4) untuk memastikan pengawasan yang lebih ketat, terutama di daerah-daerah dengan risiko kesehatan tinggi. Menurut World Health Organization 2022 updated 2024, postnatal rutin kurangi mortalitas maternal-neonatal. Check-up melibatkan dokter obstetri, bidan, atau dokter anak. Jadwal Pemeriksaan Postnatal Ideal Mengikuti jadwal kunjungan nifas (postnatal) secara disiplin sangat penting untuk memastikan transisi fisik dan emosional ibu berjalan tanpa hambatan. Setiap pertemuan memiliki fokus evaluasi yang berbeda sesuai dengan fase pemulihan tubuh. Jadwal standar yang direkomendasikan adalah: Hari 1–3 (Kunjungan Pertama/KF1): Biasanya dilakukan saat ibu masih di rumah sakit atau melalui kunjungan rumah oleh bidan. Fokus utama adalah mendeteksi risiko perdarahan hebat, memeriksa kontraksi rahim, memastikan bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), dan memantau suhu tubuh ibu untuk deteksi dini infeksi. Minggu 1 / Hari 6–10 (Kunjungan Kedua/KF2): Check-upini bertujuan untuk memastikan rahim telah mengecil dengan baik (involusi), menilai cairan yang keluar dari jalan lahir (lochia), serta memastikan luka jahitan (baik normal maupun sesar) kering dan tidak ada tanda infeksi. Tenaga medis juga akan mulai memantau suasana hati ibu untuk mendeteksi tanda awal depresi post partus (baby blues). Minggu 2 / Hari 8–28 (Kunjungan Ketiga/KF3): Pemeriksaan difokuskan pada keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan kondisi kesehatan bayi secara menyeluruh. Ibu juga diberikan edukasi lebih lanjut mengenai asupan nutrisi dan perawatan bayi sehari-hari agar ibu tetap sehat, kuat dan semangat. Minggu 6 / Hari 29–42 (Kunjungan Terakhir/KF4): Ini adalah kunjungan final masa nifas. Dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan panggul secara menyeluruh, memastikan tubuh ibu sudah pulih sempurna, serta memberikan konseling mengenai metode Kontrasepsi (KB) pasca persalinan untuk penjarangan kehamilan yang optimal. Catatan Tambahan: Kunjungan tambahan sangat disarankan bagi ibu yang menjalani persalinan melalui operasi sesar (untuk kontrol luka jahitan lebih awal), ibu dengan riwayat preeklamsia, atau jika terdapat komplikasi selama proses persalinan. Jadwal ini bersifat fleksibel. Jika ibu merasakan keluhan mendadak seperti demam, pusing hebat, atau perdarahan yang tiba-tiba banyak, ibu tidak perlu menunggu jadwal rutin dan harus segera mencari bantuan medis. Pemeriksaan Wajib pada Setiap Kunjungan Postnatal Pemeriksaan ibu: Tekanan darah Fundus uteri Lokhia Luka jahitan Payudara Kesehatan mental Pemeriksaan bayi: Berat badan Panjang janin Suhu tubuh Kuning Vaksin hepatitis B Pemeriksaan lengkap untuk memantau pemulihan ibu. Tanda bahaya yang membutuhkan Check-Up Postnatal segera Demam tinggi Perdarahan hebat Lochia berbau Luka bernanah Ibu tidak semangat atau sedih tanpa sebab Bayi kuning berat Gejala bahaya jangan... - Published: 2026-04-24 - Modified: 2026-04-09 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/manfaat-artroskopi/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Nyeri pada area sendi yang terus terasa terutama ketika melakukan aktivitas tertentu bisa jadi menandakan ada yang tidak beres pada persendian. Untuk memeriksanya, terdapat pilihan prosedur artroskopi yang bisa membantu dokter mengecek bagian sendi secara lebih detail dan mendalam dengan risiko yang minim. Apa itu artroskopi, bagaimana prosedurnya, dan siapa saja yang memerlukannya akan dibahas dalam artikel ini. Mengenal Artroskopi Artroskopi berasal dari dua kata bahasa Yunani, yakni “arthro” (sendi) dan “skopein” (melihat). Maka, secara harfiah, artroskopi adalah tindakan “melihat ke dalam sendi”. Prosedur ini menjadi terobosan yang penting dalam pemeriksaan dan penanganan masalah kesehatan yang terkait dengan persendian. Berbeda dengan operasi terbuka yang membutuhkan sayatan besar, artroskopi adalah prosedur bedah minimal invasif. Dokter bedah ortopedi cukup membuat sayatan kecil di sekitar sendi dan memasukkan alat bernama artroskop untuk memeriksa kondisi sendi. Alat berupa tabung tipis yang dilengkapi lampu fiber optik, lensa, dan kamera yang akan mengirim gambar secara real-time dan diperbesar ke monitor di ruang operasi. Artroskopi banyak dipilih karena akurasi diagnosis yang tinggi. Dalam sebuah studi komparatif dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI), diketahui artroskopi lebih mampu mendeteksi lesi tulang rawan. Karena itu, artroskopi menjadi standar emas untuk mendiagnosis cedera tulang rawan. Selain sebagai alat diagnostik, artroskopi dapat menjadi pilihan prosedur untuk mengatasi masalah sendi yang juga dilakukan lewat sayatan kecil. Siapa Saja yang Memerlukan Artroskopi? Prosedur artroskopi tidak selalu dilakukan untuk individu yang mengeluhkan nyeri sendi. Berikut ini pasien yang mungkin memerlukannya: Atlet atau individu dengan cedera akut (mendadak) pada lutut atau bahu setelah beraktivitas. Penderita nyeri kronis yang diduga disebabkan oleh kerusakan tulang rawan, radang lapisan sendi, atau adanya fragmen tulang/tulang rawan lepas yang mengambang dan mengunci sendi. Individu dengan ketidakstabilan sendi, misalnya akibat robekan ligamen yang sering menyebabkan sendi bergeser. Pasien dengan gejala mekanis, seperti sendi yang terkunci, tidak bisa diluruskan sepenuhnya, atau terasa ada sesuatu yang mengganjal. Mereka yang memerlukan biopsi jaringan untuk diagnosis penyakit sistemik tertentu yang menyerang sendi. Kapan Seseorang Memerlukan Artroskopi? Secara umum, seseorang mungkin membutuhkan artroskopi ketika: Ada gejala sendi terkunci yang parah setelah mengalami cedera. Terapi konservatif seperti fisioterapi, pengobatan dengan obat antiinflamasi, dan injeksi steroid tidak berhasil. Sebelum operasi besar sebagai langkah diagnostik final untuk memastikan perlu-tidaknya operasi besar seperti penggantian sendi. Adapun beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan perlunya artroskopi meliputi: Nyeri sendi yang tidak kunjung mereda. Ketidakstabilan sendi. Pembengkakan yang berulang. Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Manfaat/Tujuan Artroskopi Manfaat artroskopi mencakup: Diagnosis yang akurat karena dokter bisa melihat langsung ke dalam sendi. Prosedur hanya memerlukan sayatan kecil sehingga bekas luka lebih kecil dan waktu pemulihan lebih cepat. Rasa nyeri setelah prosedur lebih minimal sehingga pasien bisa segera kembali ke aktivitas normal. Jika selama prosedur ditemukan masalah, dokter bisa langsung melakukan tindakan untuk mengatasinya. Persiapan Sebelum Menjalani Artroskopi Sebelum menjalani artroskopi, terdapat beberapa persiapan yang perlu dilakukan: Konsultasi medis dengan dokter dan menjalani pemeriksaan fisik. Tes pencitraan dengan MRI atau sinar-X untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi sendi. Penghentian konsumsi obat tertentu, seperti pengencer darah. Berpuasa beberapa jam sebelum prosedur. Prosedur dan Pelaksanaan Artroskopi Prosedur artroskopi umumnya berlangsung kurang dari satu jam. Berikut ini langkah-langkah yang umum dilakukan: Pasien akan menerima anestesi lokal atau umum, tergantung kondisi dan area yang akan dioperasi. Area sendi akan disterilkan dan diposisikan agar mudah diakses. Dokter membuat beberapa sayatan kecil di sekitar sendi yang akan dioperasi. Cairan steril dipompa masuk untuk mengembangkan sendi dan memberi ruang gerak bagi kamera dan alat artroskop. Artroskop dimasukkan ke sendi melalui sayatan yang telah dibuat. Dokter akan memeriksa jaringan di dalam sendi. Jika ditemukan masalah, tindakan perbaikan dapat dilakukan, seperti menjahit atau memotong bagian meniskus yang robek dan membersihkan jaringan yang rusak. Setelah selesai, sayatan akan ditutup dengan jahitan atau perban. Perawatan Pasca-Artroskopi Perawatan seusai prosedur artroskopi sangat penting untuk memastikan pemulihan yang baik. Di antaranya: Beristirahat dan menghindari aktivitas berat selama beberapa minggu. Gunakan obat pereda nyeri sesuai dengan resep. Kompres es sangat efektif untuk mengurangi bengkak dan nyeri. Jaga luka tetap kering dan bersih. Tanda infeksi seperti kemerahan, nanah, dan demam harus segera dilaporkan ke dokter. Fisioterapi untuk meningkatkan mobilitas dan mempercepat pemulihan. Melakukan kunjungan tindak lanjut untuk memantau kemajuan penyembuhan. Adakah Efek Samping Setelah Artroskopi? Meskipun artroskopi dianggap aman, ada beberapa risiko dan efek samping yang mungkin terjadi. Efek samping ringan dan sementara seperti nyeri, bengkak, memar di sekitar sayatan, dan sendi kaku bisa membaik dalam beberapa hari hingga minggu. Adapun risiko atau komplikasi lain yang jarang terjadi meliputi: Infeksi dalam sendi (artritis septik). Trombosis vena dalam (DVT) atau gumpalan darah di kaki. Kerusakan saraf atau pembuluh darah di sekitar portal/sayatan. Kekakuan sendi persisten jika rehabilitasi tidak optimal. Complex regional pain syndromeberupa nyeri kronis yang tidak biasa. Artroskopi di Primaya Hospital Dengan jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Primaya Hospital menyediakan prosedur artroskopi sebagai bagian dari layanan ortopedi. Menggunakan peralatan artroskopi generasi terkini, tim yang berpengalaman, danprogram rehabilitasi... - Published: 2026-04-23 - Modified: 2026-04-09 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/tulang-keropos/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Banyak orang mengira tulang keropos atau osteoporosis hanya menyerang lansia. Kenyataannya, proses kehilangan massa tulang bisa dimulai sejak usia 20 hingga 30 tahun jika gaya hidup tidak sehat. Di Indonesia, prevalensi osteoporosis pada usia muda semakin meningkat akibat pola makan rendah kalsium, kurang olahraga, merokok, dan konsumsi minuman bersoda berlebih. Tulang keropos di usia muda meningkatkan risiko patah tulang dini, postur bungkuk, dan nyeri kronis yang mengganggu produktivitas. Padahal, puncak massa tulang tercapai sekitar usia 30 tahun, dan apa yang dilakukan sekarang menentukan kekuatan tulang seumur hidup. Pencegahan sejak dini dengan gaya hidup sehat bisa tingkatkan kepadatan tulang hingga 10 hingga 20 persen dan kurangi risiko osteoporosis hingga 50 persen di usia tua. Dengan nutrisi tepat, olahraga beban, dan hindari faktor risiko, generasi muda bisa memiliki tulang kuat hingga lanjut usia. Artikel ini membahas mendalam apa itu tulang keropos di usia muda, gejala awal yang sering terlewat, penyebab utama, cara diagnosis dini, pengobatan jika sudah terjadi, komplikasi berbahaya, pencegahan gaya hidup sejak remaja, serta kapan harus konsultasi dokter agar tulang tetap padat dan kuat sepanjang hayat. Mengenal Tulang Keropos atau Osteoporosis di Usia Muda Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang menjadi keropos akibat penurunan massa dan kepadatan tulang. Struktur tulang yang seharusnya padat dan kuat berubah menjadi berongga, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah, bahkan oleh benturan ringan atau aktivitas normal seperti mengangkat barang atau terjatuh dari posisi berdiri. Secara umum, osteoporosis dibagi menjadi dua kelompok besar. Osteoporosis primer terjadi secara alami seiring proses penuaan dan perubahan hormonal, terutama pada wanita setelah menopause dan pria usia lanjut. Sementara itu, osteoporosis sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar usia, seperti penggunaan obat jangka panjang atau penyakit tertentu yang mengganggu metabolisme tulang. Puncak massa tulang atau peak bone mass biasanya tercapai pada usia 25 hingga 30 tahun. Pada fase ini, tulang berada pada kondisi terkuat dan terpadat sepanjang hidup. Setelah melewati usia tersebut, massa tulang akan mulai menurun secara perlahan. Jika sejak muda seseorang tidak mencapai puncak massa tulang yang optimal, maka risiko osteoporosis di usia yang lebih dini akan meningkat secara signifikan. Osteoporosis yang terjadi pada usia muda dikenal sebagai premenopausal osteoporosis pada wanita atau young adult osteoporosis. Kondisi ini tidak selalu berhubungan dengan menopause atau usia lanjut, tetapi sering berkaitan dengan gangguan hormonal, kekurangan nutrisi, penyakit kronis, atau efek samping pengobatan tertentu. Pada pria muda, osteoporosis sering tidak terdeteksi karena dianggap jarang, padahal risikonya nyata dan dapat menyebabkan patah tulang berulang. Di Indonesia, kasus osteoporosis pada usia di bawah 50 tahun semakin sering ditemukan. Gaya hidup modern berperan besar, seperti kurang aktivitas fisik, jarang terpapar sinar matahari, pola makan rendah kalsium dan protein, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta diet ekstrem untuk menurunkan berat badan. Tanpa deteksi dan pencegahan sejak dini, osteoporosis di usia muda dapat berdampak panjang pada produktivitas, kualitas hidup, dan risiko kecacatan di kemudian hari. Menurut International Osteoporosis Foundation 2024, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun alami patah tulang akibat osteoporosis, tapi pencegahan dini kurangi risiko signifikan. Gejala Tulang Keropos di Usia Muda Osteoporosis disebut silent disease karena sering tanpa gejala hingga patah tulang terjadi. Gejala awal yang mungkin: Nyeri punggung bawah kronis Penurunan tinggi badan Postur bungkuk Patah tulang dengan trauma ringan Nyeri tulang atau sendi Gigi mudah goyang Pada usia muda, gejala sering diabaikan karena dianggap nyeri otot biasa. Penyebab Tulang Keropos di Usia Muda Penyebab utama: Kurang asupan kalsium dan vitamin D Kurang olahraga beban Merokok aktif atau pasif Konsumsi alkohol berlebih Minuman bersoda tinggi fosfor Diet ekstrem atau gangguan makan Obat kortikosteroid jangka panjang Gangguan hormon seperti hipertiroid Pada wanita muda: amenore atau olahraga berlebih kurangi estrogen. Di Indonesia, konsumsi susu rendah dan paparan matahari kurang menjadi penyebab utama. Cara Dokter Mendiagnosis Tulang Keropos Diagnosis utama melalui DEXA scan atau bone densitometry. Mengukur kepadatan tulang pinggul dan tulang belakang. Kriteria WHO: Normal: T-score > -1 Osteopenia: T-score -1 hingga -2,5 Osteoporosis: T-score ≤ -2,5 Pemeriksaan lain: rontgen untuk patah tulang, tes darah kalsium, vitamin D, hormon. Skrining direkomendasikan pada usia muda dengan faktor risiko tinggi. Cara Mengatasi atau Pengobatan Tulang Keropos Pengobatan: Suplemen kalsium 1. 000–1. 200 mg/hari Vitamin D 800–2. 000 IU/hari Obat bisphosphonate jika osteoporosis berat Hormon replacement pada kasus tertentu Fisioterapi untuk kekuatan Pengobatan selalu di bawah pengawasan dokter ortopedi atau endokrin. Komplikasi Tulang Keropos di Usia Muda Komplikasi: Patah tulang pinggul atau tulang belakang Nyeri kronis Penurunan tinggi badan Kehilangan mobilitas Depresi akibat keterbatasan Patah tulang pinggul pada usia muda meningkatkan mortalitas. Pencegahan Tulang Keropos Sejak Usia Muda Pencegahan gaya hidup: Konsumsi kalsium dari susu, yogurt, keju, ikan kecil Paparan matahari pagi 15–20 menit Olahraga beban seperti lari, lompat, angkat beban Hindari rokok dan alkohol Batasi minuman bersoda Jaga berat badan ideal Konsumsi protein cukup Pencegahan sejak remaja tingkatkan peak bone mass hingga 20 persen. Kapan Harus ke Dokter Segera konsultasi ortopedi jika:... - Published: 2026-04-22 - Modified: 2026-04-09 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/sendi-dan-tulang/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Berolahraga adalah kunci kesehatan tulang dan sendi, tapi teknik salah justru mempercepat kerusakan. Di Indonesia, cedera sendi dan nyeri tulang kronis sering dialami orang aktif berolahraga tanpa persiapan tepat, terutama usia 30 tahun ke atas. Banyak yang langsung latihan intens seperti lari maraton atau angkat beban berat tanpa pemanasan atau postur benar, sehingga sendi lutut, pinggul, atau bahu mengalami tekanan berlebih. Osteoarthritis dini atau cedera ligamen bisa muncul lebih cepat jika olahraga tidak aman. Padahal, olahraga dengan teknik cerdas bisa tingkatkan kepadatan tulang hingga 3 persen per tahun dan lindungi kartilago sendi. Tips aman seperti pemanasan dinamis, pilihan olahraga low impact, dan perhatian postur membantu tulang kuat serta sendi fleksibel hingga usia lanjut. Dengan pendekatan ini, atlet amatir atau pekerja kantor bisa tetap aktif tanpa risiko rusak permanen. Artikel ini membahas mendalam mengapa olahraga salah rusak sendi dan tulang, gejala awal kerusakan, penyebab utama, cara diagnosis dini, pengobatan jika cedera, komplikasi jangka panjang, pencegahan melalui tips aman berolahraga, serta kapan harus konsultasi ortopedi agar tulang dan sendi tetap sehat seumur hidup. Mengenal Dampak Olahraga pada Sendi dan Tulang Olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sendi dan tulang. Aktivitas fisik, terutama olahraga beban dan olahraga dengan benturan terkontrol, dapat meningkatkan kepadatan tulang melalui stimulasi sel pembentuk tulang atau osteoblas. Selain itu, olahraga juga membantu memperkuat otot-otot di sekitar sendi sehingga sendi menjadi lebih stabil dan terlindungi. Dampak positif olahraga pada sendi dan tulang: Tulang menjadi lebih padat dan kuat, sehingga risiko osteoporosis berkurang Sendi lebih stabil karena dukungan otot yang optimal Kartilago atau tulang rawan sendi lebih terpelihara melalui pergerakan dan nutrisi yang baik Keseimbangan dan koordinasi tubuh meningkat, sehingga risiko jatuh lebih rendah Namun, olahraga juga dapat menimbulkan dampak negatif bila dilakukan dengan teknik yang salah, intensitas berlebihan, atau tanpa pemulihan yang cukup. Dampak negatif olahraga jika tidak dilakukan dengan tepat: Cedera akibat penggunaan berulang atau overuse injury Stress fracture atau retak tulang akibat beban berulang Robekan ligamen atau meniskus, terutama pada olahraga dengan perubahan arah cepat Arthritis pascatrauma yang dapat muncul bertahun-tahun setelah cedera Pemilihan jenis olahraga yang sesuai, teknik yang benar, serta pengaturan intensitas dan waktu istirahat merupakan kunci agar manfaat olahraga bagi sendi dan tulang dapat diperoleh secara maksimal tanpa meningkatkan risiko cedera. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons 2024, olahraga rutin tingkatkan kesehatan tulang dan sendi jika teknik benar. Gejala Awal Kerusakan Sendi dan Tulang dari Olahraga Kerusakan sendi dan tulang akibat olahraga sering berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, keluhan yang muncul kerap dianggap sebagai kelelahan biasa setelah latihan, sehingga banyak orang tetap memaksakan aktivitas tanpa evaluasi yang memadai. Padahal, pengenalan gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah cedera yang lebih berat dan bersifat permanen. Gejala awal: Nyeri sendi setelah latihan yang tidak hilang dengan istirahat singkat Bengkak ringan di sekitar sendi akibat peradangan jaringan Kaku pada pagi hari atau setelah lama tidak bergerak Muncul bunyi “krek” pada sendi saat digerakkan Otot terasa cepat lelah meskipun intensitas latihan tidak meningkat Jika latihan tetap dilanjutkan tanpa penyesuaian, kerusakan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Gejala lanjut: Nyeri sendi yang muncul saat istirahat atau bahkan saat tidur Penurunan atau pembatasan rentang gerak sendi Perubahan bentuk atau deformitas pada sendi atau tulang Gejala-gejala tersebut sering diabaikan karena dianggap sebagai “capek biasa” atau bagian normal dari olahraga. Padahal, evaluasi dan penanganan lebih awal dapat mencegah cedera kronis, mempercepat pemulihan, dan menjaga kualitas fungsi sendi serta tulang dalam jangka panjang. Penyebab Kerusakan Sendi dan Tulang saat Olahraga Penyebab utama: Tanpa pemanasan Teknik/postur salah Latihan berlebih Sepatu tidak support Permukaan keras Kelemahan otot inti Riwayat cedera Olahraga high impact seperti lari jarak jauh tingkatkan risiko osteoarthritis lutut. Cara Dokter Mendiagnosis Kerusakan Sendi dan Tulang Diagnosis: Anamnesis riwayat olahraga Pemeriksaan fisik sendi Rontgen untuk tulang MRI untuk jaringan lunak DEXA untuk kepadatan tulang Diagnosis dini hindari kerusakan permanen. Cara Mengatasi atau Pengobatan Kerusakan Pengobatan ringan: RICE dan istirahat. Pengobatan lanjut: Fisioterapi Injeksi PRP atau hyaluronic Operasi artroskopi Penggantian sendi stadium akhir Rehabilitasi kunci pemulihan fungsi. Komplikasi Kerusakan Sendi dan Tulang Komplikasi: Nyeri kronis Arthritis dini Instabilitas sendi Keterbatasan aktivitas Depresi Cedera lutut tingkatkan osteoarthritis 5 hingga 10 tahun lebih cepat. Tips Aman Berolahraga untuk Lindungi Sendi dan Tulang Tips pemanasan: Dynamic stretching 10–15 menit Jogging ringan atau arm circle Gerakan spesifik olahraga Tips postur: Lutut sejajar jari kaki squat Punggung netral deadlift Bahu rileks overhead press Tips kesadaran: Dengar nyeri tubuh Progressive overload bertahap Cross training variasi Pakai sepatu cushion Latih core dan balance Olahraga low impact: renang, bersepeda, yoga. Tips ini kurangi risiko cedera hingga 70 persen. Kapan Harus ke Dokter Segera konsultasi ortopedi jika: Nyeri >1 minggu Bengkak tidak reda Tidak bisa beban Instabilitas sendi Cedera berulang Cek rutin untuk atlet atau usia risiko. Informasi lengkap kesehatan sendi tulang dapat dibaca pada artikel layanan ortopedi dan layanan rehabilitasi medik dari Primaya Hospital. Olahraga Cerdas untuk Tulang Kuat Olahraga... - Published: 2026-04-21 - Modified: 2026-04-22 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/skrining-tulang/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Banyak orang mengira skrining tulang atau pemeriksaan kepadatan tulang hanya diperlukan saat sudah lanjut usia. Kenyataannya, osteoporosis bisa mulai berkembang sejak usia muda jika faktor risiko ada. Di Indonesia, osteoporosis memengaruhi jutaan orang, dan patah tulang pinggul menjadi komplikasi berat yang sering berujung kecacatan atau kematian. Skrining tulang dengan DEXA scan bisa deteksi osteopenia atau osteoporosis dini, bahkan pada usia 30 hingga 50 tahun. Pencegahan dan pengobatan dini bisa tingkatkan kepadatan tulang hingga 10 persen dan kurangi risiko patah tulang hingga 50 persen. Bukan hanya lansia, wanita pascamenopause dini, pria dengan testosterone rendah, atau orang dengan riwayat obat kortikosteroid juga perlu skrining lebih awal. Dengan skrining rutin, masyarakat bisa hindari komplikasi mahal dan menyakitkan. Artikel ini membahas mendalam mengapa skrining tulang penting untuk semua usia, gejala awal tulang keropos, penyebab risiko dini, cara diagnosis dengan DEXA, pengobatan jika ditemukan masalah, komplikasi jika diabaikan, pencegahan sejak muda, serta kapan harus melakukan skrining agar tulang tetap kuat sepanjang hayat. Mengenal Skrining Tulang dan Osteoporosis Skrining tulang adalah pemeriksaan untuk menilai kepadatan mineral tulang atau bone mineral density (BMD) dengan tujuan mendeteksi osteopenia dan osteoporosis sejak dini, bahkan sebelum terjadi patah tulang. Pemeriksaan standar emas yang paling banyak digunakan adalah Dual Energy X-ray Absorptiometry atau DEXA scan, karena akurat, cepat, dan paparan radiasinya sangat rendah. Osteoporosis merupakan kondisi ketika tulang kehilangan massa dan kekuatannya secara signifikan sehingga menjadi keropos, rapuh, dan mudah patah, bahkan hanya akibat jatuh ringan atau aktivitas sehari-hari. Patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada tulang belakang, panggul, dan pergelangan tangan, dan sering kali menjadi awal penurunan kualitas hidup pada usia lanjut. Osteopenia adalah tahap awal sebelum osteoporosis, ditandai kepadatan tulang yang sudah lebih rendah dari normal tetapi belum mencapai kriteria osteoporosis. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala apa pun, namun menjadi sinyal penting bahwa tulang mulai melemah dan membutuhkan intervensi dini melalui perubahan gaya hidup atau terapi tertentu. Secara fisiologis, puncak massa tulang tercapai pada usia sekitar 25 hingga 30 tahun. Setelah fase ini, kepadatan tulang akan menurun secara perlahan sekitar 0,5 hingga 1 persen per tahun sebagai bagian dari proses penuaan alami. Jika disertai faktor risiko seperti kurang aktivitas fisik, asupan kalsium dan vitamin D yang rendah, merokok, atau penggunaan obat tertentu, penurunan ini dapat terjadi lebih cepat. Pada wanita, penurunan kepadatan tulang terjadi lebih drastis setelah menopause akibat penurunan hormon estrogen yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan pembentukan dan perombakan tulang. Dalam 5 hingga 10 tahun pertama setelah menopause, wanita dapat kehilangan hingga 20 persen massa tulangnya jika tidak dilakukan pencegahan. Di Indonesia, osteoporosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Data menunjukkan sekitar 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria berusia di atas 50 tahun mengalami osteoporosis atau berisiko tinggi mengalaminya. Karena penyakit ini sering tidak bergejala hingga terjadi patah tulang, skrining tulang secara berkala menjadi langkah kunci untuk deteksi dini, pencegahan komplikasi, dan menjaga kualitas hidup jangka panjang. Menurut International Osteoporosis Foundation 2024, skrining dini dan pencegahan bisa kurangi beban global osteoporosis hingga 50 persen. Gejala Tulang Keropos yang Sering Terlewat Osteoporosis disebut silent disease. Gejala muncul saat sudah lanjut. Gejala awal: Nyeri punggung bawah kronis Penurunan tinggi badan >3 cm Postur bungkuk atau kyphosis Patah tulang trauma ringan Nyeri tulang atau sendi Pada usia muda, gejala sering diabaikan sebagai nyeri otot biasa. Patah tulang pergelangan atau tulang belakang pertama sering jadi tanda pertama osteoporosis. Penyebab Risiko Tulang Keropos di Usia Muda Penyebab utama: Kurang asupan kalsium dan vitamin D Kurang olahraga beban Merokok dan alkohol Diet ekstrem atau anoreksia Obat kortikosteroid jangka panjang Gangguan hormon seperti hipertiroid atau hipogonadisme Penyakit celiac atau inflamasi usus Pada wanita muda: amenore karena olahraga berlebih atau gangguan makan. Di Indonesia, konsumsi kalsium rata-rata hanya 300 mg/hari, jauh di bawah anjuran 1. 000 mg. Cara Dokter Mendiagnosis Tulang Keropos Diagnosis utama DEXA scan pinggul dan tulang belakang. Hasil T-score: Normal: > -1 Osteopenia: -1 hingga -2,5 Osteoporosis: ≤ -2,5 Pemeriksaan lain: FRAX tool untuk risiko patah 10 tahun, tes darah vitamin D, kalsium, hormon. Skrining direkomendasikan wanita >65 tahun, pria >70 tahun, atau lebih muda dengan risiko tinggi. Cara Mengatasi atau Pengobatan Tulang Keropos Pengobatan: Suplemen kalsium dan vitamin D Obat bisphosphonate (alendronate) Denosumab Terapi hormon pada kasus tertentu Olahraga beban dan keseimbangan Pengobatan dini tingkatkan kepadatan tulang hingga 10 persen. Komplikasi Tulang Keropos Komplikasi: Patah tulang pinggul Patah vertebra kompresi Nyeri kronis Kehilangan mobilitas Depresi Mortalitas tinggi pasca patah pinggul Patah tulang pinggul tingkatkan risiko kematian 20 persen tahun pertama. Pencegahan Tulang Keropos Sejak Muda Pencegahan: Konsumsi kalsium 1. 000–1. 200 mg/hari Vitamin D dari matahari dan makanan Olahraga beban 3–5 kali/minggu Hindari rokok dan alkohol Jaga berat badan ideal Konsumsi protein cukup Pencegahan sejak remaja tingkatkan peak bone mass. Kapan Harus Melakukan Skrining Tulang Skrining direkomendasikan: Wanita >65 tahun, pria >70 tahun Usia lebih muda dengan risiko: menopause dini, obat steroid, riwayat patah Riwayat keluarga... - Published: 2026-04-20 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/infeksi-pernapasan-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA pada anak meningkat drastis di musim hujan karena virus mudah menyebar di udara lembab dan dingin. Di Indonesia, ISPA menjadi penyebab utama kunjungan anak ke puskesmas dan rumah sakit selama musim penghujan, dengan ratusan ribu kasus setiap tahun. Banyak orang tua menganggap batuk pilek biasa dan beri obat bebas sembarangan, padahal ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia atau sinusitis jika tidak ditangani tepat. Virus seperti rhinovirus, influenza, atau RSV paling sering sebabkan ISPA pada anak balita. Pencegahan sederhana seperti vaksin, cuci tangan, dan jaga kehangatan bisa kurangi risiko hingga 60 persen. Perawatan di rumah dengan hidrasi, istirahat, dan obat simptomatik aman dukung pemulihan cepat tanpa antibiotik berlebih. Dengan pemahaman gejala dan pencegahan, orang tua bisa lindungi anak dari komplikasi musim hujan. Artikel ini membahas mendalam apa itu ISPA pada anak, gejala awal sering terlewat, penyebab utama di musim hujan, cara diagnosis akurat, perawatan rumah efektif, komplikasi berbahaya, pencegahan praktis, serta kapan harus segera ke dokter agar anak tetap sehat meski hujan deras. Mengenal Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak Infeksi Saluran Pernapasan Atas, atau yang lebih dikenal dengan singkatan ISPA, merupakan kondisi peradangan atau infeksi yang terjadi pada saluran napas bagian atas, meliputi hidung, tenggorokan (faring), sinus, hingga telinga tengah. Kondisi ini adalah salah satu alasan paling umum mengapa orang tua membawa anak mereka ke dokter. Secara medis, sebagian besar kasus ISPA pada anak disebabkan oleh infeksi virus (seperti Rhinovirus atau Adenovirus), dan hanya sebagian kecil yang dipicu oleh infeksi bakteri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa penggunaan antibiotik tidak selalu diperlukan kecuali jika ada indikasi infeksi bakteri yang jelas dari dokter. Jenis-jenis ISPA yang umum dijumpai pada anak meliputi: Rhinitis atau Pilek: Peradangan pada lapisan hidung yang ditandai dengan gejala hidung tersumbat, bersin-bersin, dan keluarnya lendir (ingus). Faringitis: Infeksi pada tenggorokan yang sering menyebabkan rasa nyeri saat menelan, tenggorokan terasa gatal, dan terkadang disertai demam. Sinusitis: Peradangan pada rongga sinus (ruang udara di sekitar hidung) yang sering kali terjadi sebagai komplikasi setelah pilek yang berkepanjangan. Otitis Media: Infeksi pada telinga tengah yang sering terjadi pada anak-anak karena saluran eustachius(penghubung telinga dan tenggorokan) mereka masih pendek dan mendatar, sehingga cairan mudah terperangkap. Anak usia balita cenderung jauh lebih rentan terkena ISPA dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka yang belum matang sepenuhnya untuk melawan berbagai jenis virus baru. Selain faktor internal, risiko penularan meningkat drastis saat anak mulai bersosialisasi dan melakukan kontak erat dengan teman sebaya di lingkungan daycare, taman bermain, atau sekolah, di mana virus dapat dengan mudah berpindah melalui percikan ludah (droplet) saat batuk atau bersin. Kondisi geografis juga memengaruhi pola penyebaran penyakit ini. Di musim hujan, tingkat kelembaban udara yang tinggi di Indonesia menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi virus untuk bertahan hidup lebih lama di udara maupun pada permukaan benda yang sering disentuh anak. Kelembaban yang tinggi juga dapat memicu iritasi saluran napas, yang membuat sistem pertahanan alami di hidung anak menjadi lebih lemah dan mudah ditembus oleh kuman penyakit. Menurut Centers for Disease Control and Prevention 2024, ISPA virus paling sering pada anak. ISPA biasanya sembuh sendiri 7 hingga 10 hari. Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak Gejala awal: Pilek atau hidung mampet Batuk ringan Sakit tenggorokan Demam ringan Rewel atau lelah Gejala lanjut: Batuk berdahak Sesak napas Demam tinggi Nyeri telinga Muntah dahak Gejala musim hujan sering lebih berat karena udara dingin. Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Atas di Musim Hujan Penyebab utama virus: Rhinovirus Influenza RSV Adenovirus Faktor musim hujan: Udara lembab Anak lebih banyak indoor Polusi tinggi Suhu dingin lemahkan imun Di Indonesia, polusi kabut asap musim hujan perburuk gejala. Cara Dokter Mendiagnosis ISPA pada Anak Diagnosis: Anamnesis gejala Pemeriksaan fisik tenggorokan telinga Tes rapid influenza/RSV jika perlu Rontgen dada pneumonia Diagnosis klinis cukup untuk ISPA virus. Cara Mengatasi atau Perawatan ISPA pada Anak Perawatan rumah: Istirahat cukup Hidrasi banyak Obat demam paracetamol Tetes saline hidung Uap hangat Makan bergizi Antibiotik hanya diberikan jika infeksi disebabkan oleh bakteri. Perawatan dukung pemulihan 7–10 hari. Komplikasi ISPA pada Anak Komplikasi: Pneumonia Sinusitis kronis Otitis media Bronkitis Asma flare RSV pada bayi bisa berat. Pencegahan ISPA di Musim Hujan Pencegahan: Vaksin influenza tahunan Cuci tangan rutin Jaga kehangatan Hindari kerumunan Masker anak sakit Nutrisi vitamin C zinc Ventilasi rumah baik Pencegahan kurangi ISPA hingga 60 persen. Kapan Harus ke Dokter Meskipun sebagian besar infeksi saluran pernapasan pada anak dapat membaik dengan perawatan mandiri dan istirahat yang cukup di rumah, orang tua dituntut untuk selalu waspada terhadap "lampu kuning" atau tanda-tanda peringatan. Gejala yang tampak ringan bisa berkembang menjadi kondisi serius dalam waktu singkat jika tidak dipantau dengan teliti. Segeralah membawa anak Anda ke dokter atau unit gawat darurat jika ditemukan kondisi berikut: Demam lebih dari 3 hari: Demam merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Namun, jika demam menetap atau suhu tubuh... - Published: 2026-04-19 - Modified: 2026-04-20 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/skrining-serviks/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kanker serviks adalah kanker nomor dua terbanyak pada wanita Indonesia — setiap hari 60 wanita baru didiagnosis dan 30 meninggal karenanya. Yang paling menyedihkan: 70 % kasus sudah stadium lanjut saat terdeteksi karena wanita tidak pernah Pap smear atau IVA test. Padahal, kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang hampir 100 % bisa dicegah dan disembuhkan total jika terdeteksi dini. Dengan skrining rutin, angka kematian bisa turun hingga 80–90 % — seperti yang terjadi di Australia dan Finlandia. Di Indonesia sendiri, program IVA dan Pap smear gratis sudah tersedia di puskesmas, tapi kesadaran masih rendah. Yuk, pahami secara lengkap apa itu Pap smear, IVA, HPV DNA test, jadwal skrining, dan mengapa satu kali tes 5 menit bisa menyelamatkan hidup Anda puluhan tahun! Mengapa Kanker Serviks Bisa Dicegah Hampir 100 %? Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah karena memiliki penyebab yang sangat jelas. Sebanyak 99,7 persen kasus berasal dari infeksi HPV onkogenik, terutama tipe 16 dan 18. Virus ini ditularkan melalui aktivitas seksual dan membutuhkan waktu yang sangat panjang—sekitar 10 hingga 20 tahun—untuk berkembang dari infeksi awal menjadi lesi pra-kanker dan akhirnya kanker ganas. Proses yang lambat ini memberi peluang besar untuk mendeteksi perubahan dini melalui skrining rutin dan mencegah perkembangan lebih lanjut. Dengan vaksinasi HPV, pemeriksaan Pap smear atau HPV DNA secara teratur, serta pengobatan dini pada lesi pra-kanker, hampir seluruh kasus kanker serviks sebenarnya dapat dihentikan sebelum mencapai tahap berbahaya. Menurut World Health Organization 2024, skrining rutin + vaksin HPV bisa menghilangkan kanker serviks dari muka bumi pada tahun 2030 — target “90-70-90”: 90 % anak perempuan divaksin, 70 % wanita diskrining, 90 % yang sakit diobati. 3 Metode Skrining Kanker Serviks yang Paling Akurat Metode Usia Frekuensi Akurasi Biaya (Rp) IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) 30–50 th Setiap 5 tahun 70–80 % 50–150 rb (gratis puskesmas) Pap Smear Konvensional 21–65 th Setiap 3 tahun 80–90 % 150–400 rb Pap Smear Cair (LBC) + HPV DNA Test 30–65 th Setiap 5–10 tahun >95 % 600 rb–1,5 jt Prosedur Pap Smear & IVA: Hanya 5–10 Menit Pap smear dan IVA adalah dua metode skrining kanker serviks yang cepat, aman, dan dapat dilakukan di puskesmas maupun klinik. Kedua prosedur ini dirancang untuk mendeteksi perubahan sel serviks sedini mungkin, sebelum berkembang menjadi lesi pra-kanker atau kanker. Seluruh proses umumnya berlangsung singkat—sekitar 5 hingga 10 menit—tanpa membutuhkan obat bius ataupun waktu pemulihan. Berikut tahapannya: Pasien berbaring posisi litotomi Pemeriksaan dimulai dengan pasien berbaring telentang, lutut ditekuk, dan kaki disangga. Posisi ini mempermudah tenaga medis melihat area serviks dengan jelas dan memastikan pemeriksaan berlangsung aman serta efisien. Spekulum dimasukkan → serviks terlihat Alat bernama spekulum dimasukkan perlahan ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina sehingga leher rahim (serviks) dapat terlihat. Pemasangan spekulum biasanya hanya menimbulkan rasa tekanan ringan, bukan nyeri tajam. IVA: oles asam asetat 3–5 % → lihat perubahan warna Pada metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), serviks diolesi larutan asam asetat 3–5 persen. Jika terdapat sel abnormal, area tersebut akan berubah menjadi putih dalam hitungan detik. Pemeriksaan ini sangat cepat dan hasilnya langsung terlihat saat itu juga. Pap smear: sikat kecil ambil sel serviks → dioles di kaca / cairan Untuk Pap smear, dokter atau bidan menggunakan sikat kecil (cytobrush) untuk mengambil sampel sel dari permukaan serviks. Selanjutnya, sampel dioleskan ke kaca objek atau dimasukkan ke cairan khusus untuk dianalisis di laboratorium guna melihat adanya perubahan sel pra-kanker. Hasil keluar 3–14 hari Hasil Pap smear biasanya dapat diperoleh dalam waktu 3 hingga 14 hari, tergantung fasilitas laboratorium. Laporan hasil akan menentukan apakah sel serviks normal, terdapat infeksi, atau ada perubahan yang perlu ditangani lebih lanjut. Tidak sakit, hanya rasa tidak nyaman ringan Secara umum, kedua prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit. Sebagian pasien hanya merasakan tekanan ringan atau sedikit tidak nyaman saat spekulum dipasang, tetapi prosesnya berlangsung sangat singkat dan aman bagi semua usia produktif. Hasil Pap Smear dan Artinya Hasil Artinya Tindakan Normal/Negatif Tidak ada kelainan Skrining ulang sesuai jadwal ASC-US/LSIL Perubahan ringan Ulang 6–12 bulan atau HPV test HSIL/CIN 2–3 Les precancer Kolposkopi + biopsi + LEEP/konisasi Karsinoma Kanker Staging + operasi/radioterapi Manfaat Luar Biasa Skrining Rutin Lesi pra-kanker (CIN) terdeteksi → pengobatan kecil → sembuh 100 % Kanker stadium 1 terdeteksi → harapan hidup 5 tahun 92–95 % Kanker stadium 0 (carcinoma in situ) → sembuh 100 % Biaya pengobatan turun dari miliaran (stadium lanjut) jadi jutaan (dini) 15 Faktor Risiko Kanker Serviks yang Wajib Diwaspadai Infeksi HPV (terutama tipe 16, 18) 2. Hubungan seksual dini (5 tahun 7. Melahirkan >3 kali 8. Infeksi klamidia 9. Kekurangan folat & vitamin C 10. Riwayat keluarga kanker serviks 11. Tidak pernah skrining 12. Vaksin HPV belum 13. Pasangan dengan banyak pasangan seksual 14. Infeksi herpes genital 15. Usia 30–50 tahun Gejala yang Harus Segera Diperiksa Perdarahan setelah hubungan intim Perdarahan di luar haid atau setelah menopause... - Published: 2026-04-18 - Modified: 2026-04-19 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/mencegah-kanker-kulit/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Kanker kulit adalah jenis kanker paling umum di dunia, tapi juga paling bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. Di Indonesia, kasus melanoma dan non-melanoma meningkat akibat paparan sinar UV tinggi sepanjang tahun dan kurang kesadaran proteksi kulit. Banyak orang menganggap kulit gelap aman dari kanker kulit, padahal semua jenis kulit berisiko jika tidak dilindungi. Kanker kulit seperti basal cell carcinoma, squamous cell carcinoma, atau melanoma bisa muncul dari paparan UV kumulatif sejak muda. Padahal, pencegahan sederhana seperti tabir surya, pakaian pelindung, dan hindari matahari siang bisa kurangi risiko hingga 50 hingga 80 persen. Deteksi dini melalui pemeriksaan kulit rutin tingkatkan harapan sembuh hingga 99 persen pada stadium awal. Dengan menjaga kesehatan kulit sejak dini, risiko kanker kulit bisa diminimalkan tanpa mengubah gaya hidup drastis. Artikel ini membahas mendalam apa itu kanker kulit, gejala awal sering terlewat, penyebab utama, cara diagnosis dini, pengobatan efektif, komplikasi jika diabaikan, pencegahan melalui gaya hidup sehat kulit, serta kapan harus segera konsultasi dermatologi agar kulit tetap sehat dan terlindung dari ancaman kanker. Mengenal Kanker Kulit Kanker kulit adalah kondisi ketika sel-sel kulit mengalami pertumbuhan tidak terkendali akibat kerusakan DNA, paling sering dipicu paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dari matahari atau sumber buatan seperti tanning lamp. Kerusakan ini membuat sel kehilangan mekanisme kontrol pertumbuhan normal sehingga membentuk lesi atau tumor ganas pada kulit. Jenis kanker kulit utama: Basal cell carcinoma (BCC): jenis paling umum, berasal dari sel basal di lapisan bawah epidermis. Tumbuh sangat lambat dan jarang menyebar ke organ lain, tetapi dapat merusak jaringan sekitar jika dibiarkan Squamous cell carcinoma (SCC): berasal dari sel skuamosa, lebih agresif dibanding BCC dan memiliki risiko metastasis terutama bila terlambat ditangani Melanoma: jenis paling ganas, berasal dari melanosit penghasil pigmen. Walau jumlah kasus lebih sedikit, melanoma paling sering menyebabkan kematian akibat kanker kulit karena cepat menyebar ke kelenjar getah bening dan organ vital Secara epidemiologi, kanker kulit non-melanoma (BCC dan SCC) mencakup sekitar 95 persen dari seluruh kasus kanker kulit. Melanoma jauh lebih jarang, namun tingkat fatalitasnya jauh lebih tinggi jika diagnosis dan penanganan terlambat. Di Indonesia, kanker kulit lebih sering ditemukan pada individu dengan paparan matahari kronis, seperti petani, nelayan, pekerja konstruksi, dan pekerja lapangan lainnya. Kurangnya penggunaan pelindung seperti topi, pakaian lengan panjang, dan tabir surya turut meningkatkan risiko. Deteksi dini melalui pemeriksaan kulit rutin sangat penting untuk meningkatkan angka kesembuhan, terutama pada melanoma. Menurut American Cancer Society 2024, kanker kulit adalah kanker paling sering didiagnosis. Gejala Kanker Kulit Gejala kanker kulit sangat bervariasi tergantung jenisnya. Pada tahap awal, keluhan sering tampak ringan sehingga kerap diabaikan. Padahal, pengenalan dini terhadap perubahan kulit sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Gejala BCC: Benjolan kecil berwarna mutiara, mengilap, atau transparan Luka terbuka yang tidak sembuh dalam hitungan minggu Luka yang sembuh lalu muncul kembali di lokasi sama Bercak kemerahan yang mudah iritasi atau berdarah ringan Gejala SCC: Luka atau benjolan kasar dengan permukaan bersisik Lesi menebal berwarna kemerahan atau kecokelatan Luka yang mudah berdarah atau berkerak Nyeri atau rasa tidak nyaman pada area kulit yang terkena Gejala melanoma (aturan ABCDE): A: Asimetris, satu sisi berbeda dengan sisi lainnya B: Border atau tepi tidak rata, bergerigi, atau kabur C: Color tidak seragam, kombinasi hitam, cokelat, merah, biru, atau putih D: Diameter lebih dari 6 mm, meski bisa juga lebih kecil E: Evolving, yaitu ukuran, bentuk, warna, atau sensasi berubah dari waktu ke waktu Gejala lain yang perlu diwaspadai: Muncul tahi lalat baru pada usia dewasa Tahi lalat lama berubah cepat Rasa gatal, nyeri, atau perih pada lesi kulit Perdarahan spontan tanpa sebab jelas Setiap perubahan kulit yang mencurigakan, terutama pada area sering terpapar matahari, sebaiknya segera diperiksa oleh dokter. Deteksi dini kanker kulit secara signifikan meningkatkan peluang sembuh dan menurunkan risiko komplikasi serius. Penyebab Kanker Kulit Penyebab utama: Paparan UV matahari Tanning bed Kulit cerah, mudah terbakar Riwayat sunburn berat Faktor genetik Paparan arsenik atau radiasi Di Indonesia, indeks UV tinggi sepanjang tahun tingkatkan risiko. Cara Dokter Mendiagnosis Kanker Kulit Diagnosis: Pemeriksaan kulit total Dermatoskopi Biopsi kulit Sentinel node biopsy melanoma Diagnosis dini tingkatkan sembuh 99 persen. Cara Mengatasi atau Pengobatan Kanker Kulit Pengobatan: Operasi eksisi Mohs surgery Krioterapi Radioterapi Imunoterapi atau targeted therapy melanoma Pengobatan dini sering sembuh total. Komplikasi Kanker Kulit Komplikasi: Metastasis Disfigurasi Infeksi Kematian melanoma lanjut Melanoma stadium IV harapan hidup rendah. Pencegahan Kanker Kulit Pencegahan: Tabir surya SPF 30+ setiap hari Pakaian pelindung, topi, kacamata Hindari matahari 10–15 Tidak tanning bed Pemeriksaan kulit rutin Diet antioksidan Pencegahan kurangi risiko 50–80 persen. Kapan Harus ke Dokter Segera konsultasi ke dokter sspesialis dermatologi venereologi dan estetika (dermatologi) jika Anda menemukan tanda atau perubahan berikut, karena bisa menjadi petunjuk awal kanker kulit atau penyakit kulit serius lainnya. Tahi lalat berubah ukuran, warna, bentuk, atau terasa gatal dan nyeri Luka pada kulit tidak sembuh lebih dari 4 minggu meski sudah dirawat Muncul benjolan baru yang cepat membesar, mudah berdarah, atau berkerak Riwayat... - Published: 2026-04-17 - Modified: 2026-04-19 - URL: https://primayahospital.com/bedah-onkologi/pengobatan-kanker/ - Kategori: Bedah Onkologi - Translation Priorities: Optional Kanker bukan lagi vonis mati seperti puluhan tahun lalu. Dengan kemajuan pengobatan modern, angka kesembuhan kanker secara keseluruhan sudah mencapai 60 hingga 70 persen di negara maju, dan terus meningkat di Indonesia berkat akses teknologi yang lebih baik. Tiga pilar utama pengobatan kanker adalah bedah, kemoterapi, dan radioterapi — sering dikombinasikan sesuai jenis, stadium, dan kondisi pasien. Setiap metode memiliki kelebihan, risiko, dan tujuan spesifik: bedah untuk mengangkat tumor secara fisik, kemoterapi untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh, serta radioterapi untuk menghancurkan sel kanker secara lokal dengan presisi tinggi. Di Indonesia, lebih dari 400. 000 kasus kanker baru setiap tahun, dan 70 persen pasien membutuhkan kombinasi ketiga metode ini untuk hasil terbaik. Kabar baiknya: pengobatan multimodality meningkatkan harapan hidup 5 tahun hingga 80 hingga 90 persen pada banyak jenis kanker. Yuk, pahami secara mendalam ketiga pengobatan utama ini, prosedur, efek samping, perkembangan terbaru, serta tips menjalaninya agar pasien bisa melewati perjuangan ini dengan lebih kuat dan optimis! Bedah (Operasi) sebagai Pilar Pertama Pengobatan Kanker Bedah merupakan metode pengobatan kanker paling tua dalam dunia medis dan hingga saat ini tetap menjadi pilihan utama, terutama pada kanker stadium awal hingga menengah. Prinsip dasar tindakan bedah adalah mengangkat tumor secara fisik dari tubuh pasien, termasuk sebagian jaringan sehat di sekitarnya yang berpotensi telah terinfiltrasi sel kanker. Jaringan sehat di sekitar tumor ini dikenal sebagai margin, dan target operasi ideal adalah mencapai “margin bersih”, yaitu tidak ditemukan sel kanker pada tepi jaringan yang diangkat berdasarkan pemeriksaan patologi. Bila margin bersih tercapai, peluang kesembuhan jangka panjang meningkat signifikan. Jenis tindakan bedah pada kanker sangat bervariasi dan disesuaikan dengan tujuan klinis, stadium penyakit, serta kondisi pasien. Bedah kuratif bertujuan mengangkat seluruh tumor sehingga pasien berpotensi sembuh total, seperti pada lumpektomi payudara, kolektomi pada kanker usus stadium awal, atau prostatektomi radikal. Bedah debulking dilakukan ketika tumor terlalu besar atau melekat pada struktur penting, sehingga tidak mungkin diangkat seluruhnya sekaligus. Dalam kondisi ini, pengurangan massa tumor akan meningkatkan efektivitas kemoterapi atau radioterapi selanjutnya. Bedah paliatif tidak ditujukan untuk menyembuhkan kanker, melainkan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien, misalnya dengan mengatasi sumbatan usus, perdarahan, atau nyeri hebat akibat tekanan tumor. Sementara itu, bedah profilaksis dilakukan pada individu berisiko sangat tinggi terkena kanker berdasarkan faktor genetik atau riwayat keluarga, seperti mastektomi preventif pada pembawa mutasi gen BRCA untuk menurunkan risiko kanker payudara secara drastis. Perkembangan teknologi bedah dalam dua dekade terakhir telah mengubah wajah operasi kanker secara signifikan. Bedah robotik, seperti sistem da Vinci, memungkinkan dokter melakukan operasi dengan sayatan sangat kecil, presisi tinggi, dan visualisasi tiga dimensi, sehingga perdarahan minimal dan waktu pemulihan lebih cepat. Bedah laparoskopi atau torakoskopi juga menjadi standar pada banyak jenis kanker, karena bersifat minimal invasif dan mengurangi nyeri pascaoperasi serta lama rawat inap. Selain itu, teknik intraoperative radiation atau pemeriksaan frozen section memungkinkan evaluasi margin secara real-time saat operasi berlangsung, sehingga keputusan tambahan dapat diambil segera tanpa menunggu hasil patologi beberapa hari kemudian. Manfaat utama bedah dalam pengobatan kanker sangat besar. Pada tumor yang masih terlokalisasi, bedah dapat memberikan peluang kesembuhan total tanpa perlu terapi tambahan yang agresif. Operasi juga memungkinkan penegakan diagnosis pasti melalui pemeriksaan patologi anatomi, termasuk penentuan jenis kanker, derajat keganasan, dan status penyebaran ke kelenjar getah bening. Selain itu, dengan mengurangi beban tumor secara signifikan, bedah meningkatkan efektivitas terapi lain seperti kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi, sehingga strategi pengobatan menjadi lebih optimal dan terarah. Menurut American Cancer Society 2024, bedah kuratif memberikan kesembuhan 90 hingga 100 persen pada kanker stadium 1 seperti payudara, kolon, dan prostat. Kemoterapi: Senjata Sistemik Melawan Sel Kanker Kemoterapi menggunakan obat sitotoksik yang membunuh sel kanker yang membelah cepat. Diberikan oral, infus, atau injeksi, obat ini beredar di darah dan menyerang sel kanker di mana pun. Jenis kemoterapi: Adjuvan: setelah bedah untuk bunuh sel mikroskopis tersisa Neoadjuvan: sebelum bedah untuk perkecil tumor Paliatif: kurangi gejala stadium lanjut Kombinasi: 2 hingga 6 obat bersama untuk efektivitas lebih tinggi Obat kemoterapi terbaru: Targeted therapy: serang protein spesifik kanker (imatinib untuk CML, trastuzumab untuk HER2+ payudara) Immunotherapy: checkpoint inhibitor (pembrolizumab, nivolumab) aktifkan imun tubuh ADC (antibody-drug conjugate): trastuzumab deruxtecan, sacituzumab govitecan Efek samping umum: mual, rambut rontok, lemah, risiko infeksi — tapi generasi baru jauh lebih ringan. Kemoterapi meningkatkan kesembuhan kanker payudara hingga 30 hingga 40 persen dan leukemia anak hingga 90 persen. Radioterapi: Hancurkan Kanker dengan Presisi Tinggi Radioterapi menggunakan sinar energi tinggi untuk merusak DNA sel kanker sehingga tidak bisa berkembang biak. Diberikan eksternal (mesin linac) atau internal (brachytherapy). Jenis radioterapi modern: IMRT/VMAT: bentuk sinar sesuai tumor, lindungi jaringan sehat SBRT/SRS: dosis tinggi presisi untuk tumor kecil (kanker paru dini, metastasis otak) Brachytherapy: biji radioaktif di dalam tumor (kanker serviks, prostat) Proton therapy: Dampak minim efek samping pada anak & tumor dekat organ vital Radioterapi sering dikombinasikan dengan bedah atau kemo untuk hasil sinergis. Efek samping: fatigue, iritasi kulit, tergantung lokasi — tapi teknologi baru mengurangi hingga 70... - Published: 2026-04-16 - Modified: 2026-04-01 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-tekanan-darah/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan tekanan darah rutin pada ibu hamil adalah langkah medis yang tampak sederhana namun sangat krusial sebagai garda terdepan dalam deteksi dini hipertensi gestasional atau preeklamsia. Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan masih menjadi ancaman serius dan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu, yang menyumbang hingga 25 persen kasus maternal mortality secara nasional. Tantangan terbesarnya adalah banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi karena gejala awal—seperti sakit kepala berulang, penglihatan sedikit kabur, atau bengkak pada kaki—sering kali dianggap sebagai keluhan "biasa" akibat kehamilan. Padahal secara medis, tekanan darah yang mencapai angka >140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu bisa berkembang menjadi kondisi preeklamsia berat hingga eklamsia (kejang) dalam hitungan hari, bahkan jam. Pemeriksaan rutin di setiap kunjungan antenatal care (ANC) terbukti mampu mendeteksi gejala hipertensi dini hingga 90 persen efektivitasnya, serta mampu mengurangi risiko komplikasi fatal pada ibu dan janin hingga 50 persen. Sebagai panduan, tekanan darah normal pada saat hamil idealnya berada di bawah - Published: 2026-04-15 - Modified: 2026-04-01 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-persiapan-kelahiran/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Persiapan kelahiran di rumah sakit adalah langkah penting untuk memastikan proses persalinan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi ibu serta bayi. Di Indonesia, banyak ibu baru merasa cemas karena kurang persiapan, sehingga lupa barang esensial atau tidak tahu prosedur rumah sakit. Tas perlengkapan sering baru diisi mendekati HPL, padahal idealnya siap sejak trimester ketiga. Persiapan matang bisa kurangi stres, percepat pemulihan nifas, dan bantu bonding awal dengan bayi. Dengan checklist lengkap untuk ibu, bayi, dan pendamping, kelahiran menjadi momen bahagia tanpa kekhawatiran barang tertinggal. Tips ini mencakup dokumen penting, pakaian nyaman, perlengkapan bayi baru lahir, hingga barang pendukung kenyamanan selama di rumah sakit. Artikel ini membahas mendalam mengapa persiapan penting, gejala tanda melahirkan, checklist lengkap ibu dan bayi, tips memilih rumah sakit, pengobatan atau prosedur darurat, komplikasi jika kurang siap, pencegahan stres nifas, serta kapan harus segera ke rumah sakit agar persalinan normal atau sesar berjalan optimal dan penuh ketenangan. Mengenal Persiapan Kelahiran di Rumah Sakit Persiapan kelahiran adalah langkah penting untuk memastikan proses persalinan berjalan lebih tenang, aman, dan terkontrol. Persiapan ini mencakup kesiapan fisik ibu, kesiapan mental dan emosional, pengaturan logistik, serta perencanaan finansial. Idealnya, tas rumah sakit sudah mulai disiapkan sejak usia kehamilan 32 hingga 36 minggu, karena persalinan bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan. Dengan persiapan yang matang, ibu dan keluarga tidak perlu panik saat kontraksi mulai terasa atau ketika dokter menyarankan rawat inap lebih awal. Semua kebutuhan dasar sudah tersedia dan fokus bisa diarahkan pada keselamatan ibu serta bayi. Tujuan persiapan kelahiran: Mengurangi stres dan kepanikan saat kontraksi atau tanda persalinan muncul Memastikan seluruh barang esensial ibu dan bayi sudah siap dan mudah dijangkau Mendukung proses persalinan yang lebih nyaman dan pemulihan pascamelahirkan yang lebih cepat Melindungi bayi baru lahir dari risiko infeksi akibat keterlambatan atau ketidaksiapan Di Indonesia, persalinan di rumah sakit sangat direkomendasikan karena tersedia tenaga medis terlatih, fasilitas emergensi, obat-obatan, serta peralatan penunjang jika terjadi komplikasi pada ibu atau bayi. Dengan persiapan yang baik, ibu dapat memasuki proses kelahiran dengan rasa lebih percaya diri, tenang, dan siap secara menyeluruh. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, persiapan matang tingkatkan pengalaman kelahiran positif. Persiapan juga melibatkan pendamping suami atau keluarga. Gejala Tanda Melahirkan Gejala persalinan: Kontraksi teratur semakin kuat, semakin sering Ketuban pecah/ Keluar ar 3 Lendir bercampur darah (bloody show) Nyeri punggung bawah intens Tanda darurat: perdarahan hebat, demam, janin kurang gerak, keluar cairan ketuban hijau Segera ke RS jika ketuban pecah atau kontraksi 5 menit sekali. Penyebab Kurang Persiapan Kelahiran Penyebab umum: Kurang informasi trimester akhir Sibuk kerja hingga mendekati HPL Mitos persalinan mendadak Kurang dukungan keluarga Tidak membaca buku pink ( KIA ) Kurang persiapan tingkatkan risiko stres nifas. Cara Dokter Menilai Kesiapan Persalinan Pemeriksaan akhir kehamilan: USG posisi janin CTD monitoring detak jantung Pemeriksaan dalam pembukaan Tes laboratorium Hb, golongan darah Dokter bantu rencana persalinan normal atau sesar. Checklist Perlengkapan Ibu untuk Persalinan Barang ibu: Dokumen: KTP, kartu BPJS/KIS, buku KIA, hasil lab Pakaian: daster/button depan 3–4, bra menyusui Perlengkapan mandi: sabun, sampo, handuk Pembalut nifas besar Perlak atau alas anti air Sandal jepit nyaman Charger HP dan powerbank Camilan ringan Barang pendamping: pakaian ganti, camilan. Checklist Perlengkapan Bayi Baru Lahir Barang bayi: Baju bayi lengan panjang 4–6 stel Popok newborn Bedong atau selimut tipis Topi dan kaos kaki Perlak bayi Tisu basah dan kering Minyak telon atau lotion Hindari parfum atau bedak berisiko alergi. Cara Mengatasi atau Penanganan Darurat Kelahiran Penanganan rumah sakit: Monitoring janin Infus oksitosin jika perlu Episiotomi atau vakum Sesar darurat jika indikasi Persiapan mental kurangi risiko trauma persalinan. Komplikasi Jika Kurang Persiapan Komplikasi: Stres tinggi ibu Infeksi nifas Bayi kedinginan atau alergi Pemulihan lambat Kurang dokumen bisa hambat administrasi. Pencegahan Masalah Persiapan Kelahiran Tips pencegahan: Siapkan tas 2: satu untuk persalinan, satu untuk pulang Kunjungi RS pilihan sebelum HPL Ikut kelas persiapan melahirkan Diskusi rencana dengan dokter Siapkan dana cadangan Persiapan mental dengan relaksasi penting. Kapan Harus ke Rumah Sakit Anak tampak sesak napas atau berwarna kebiruan, terutama saat menyusu atau menangis, karena bisa menandakan aliran darah dan oksigen tidak optimal Gagal tumbuh, berat badan sulit naik atau perkembangan tidak sesuai usia Infeksi paru berulang, seperti pneumonia atau bronkitis yang sering kambuh akibat aliran darah paru berlebihan Lelah berlebih pada dewasa, mudah capek saat aktivitas ringan, berdebar, atau sesak napas Murmur jantung terdeteksi, baik saat pemeriksaan rutin anak maupun dewasa, yang memerlukan evaluasi lanjutan dengan ekokardiografi Kontrol rutin pada diagnosis jantung bocor sangat penting untuk memantau ukuran lubang, fungsi jantung, serta menentukan waktu dan jenis terapi yang paling tepat, sehingga komplikasi jangka panjang dapat dicegah. Informasi lengkap persiapan kelahiran dapat dibaca pada artikel persiapan melahirkan normal dan layanan kebidanan dan kandungan dari Primaya Hospital. Persiapan Matang untuk Kelahiran Bahagia Persiapan kelahiran di rumah sakit dengan checklist lengkap adalah kunci kelahiran aman dan nyaman. Dengan barang esensial ibu dan bayi, pencegahan di atas, Anda... - Published: 2026-04-14 - Modified: 2026-04-01 - URL: https://primayahospital.com/gizi/obesitas-dan-kanker/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa sudah obesitas atau overweight — dan angka ini terus melonjak. Banyak yang menganggap obesitas “hanya masalah penampilan” atau “cuma risiko diabetes & jantung”. Padahal, IARC (International Agency for Research on Cancer) sudah menetapkan obesitas sebagai karsinogen kelas 1 — sama berbahayanya dengan rokok dan asbes. Setiap kenaikan BMI 5 kg/m² meningkatkan risiko 13 jenis kanker hingga 10–60 %. Yang paling menakutkan: obesitas membuat kanker datang 10–15 tahun lebih cepat dan lebih agresif, serta menurunkan efektivitas kemoterapi hingga 40 %. Kabar baiknya: menurunkan berat badan hanya 5–10 % saja bisa menurunkan risiko kanker hingga 30–50 %. Yuk, pahami secara ilmiah bagaimana lemak berlebih “menyuburkan” kanker, 13 jenis kanker paling terkait obesitas, dan 15 langkah nyata agar berat badan tidak menjadi “pabrik kanker” dalam tubuh Anda! 5 Mekanisme Ilmiah Obesitas Menyebabkan Kanker Obesitas bukan sekadar masalah berat badan; kondisi ini memicu perubahan biologis dalam tubuh yang meningkatkan risiko kanker. Berikut lima mekanisme ilmiah utama yang menjelaskan hubungan antara kelebihan lemak tubuh dan pertumbuhan sel kanker: Peradangan kronis tingkat rendah → sitokin pro-kanker (IL-6, TNF-α) Jaringan lemak pada orang obesitas menghasilkan peradangan ringan namun terus-menerus. Sel-sel lemak melepaskan sitokin pro-inflamasiseperti IL-6 dan TNF-α yang dapat merusak DNA sel sehat dan memicu proliferasi sel kanker. Peradangan kronis ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan tumor. Hiperinsulinemia & IGF-1 tinggi → stimulasi pertumbuhan sel kanker Obesitas sering disertai resistensi insulin, yang menyebabkan kadar insulin darah meningkat (hiperinsulinemia). Kadar tinggi insulin merangsang produksi IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1), hormon yang mendorong pertumbuhan dan pembelahan sel. Sel kanker memanfaatkan IGF-1 untuk berkembang lebih cepat dibanding sel normal. Estrogen berlebih dari jaringan lemak → kanker payudara, endometrium, ovarium Lemak tubuh memproduksi estrogen, hormon seks yang dalam jumlah berlebihan meningkatkan risiko kanker hormon-sensitif. Kadar estrogen yang tinggi memicu proliferasi sel pada payudara, endometrium, dan ovarium, sehingga mempermudah terjadinya mutasi dan kanker. Adipokin tidak seimbang (leptin ↑, adiponektin ↓) → angiogenesis tumor Lemak tubuh juga menghasilkan adipokin, hormon yang memengaruhi metabolisme dan sistem kekebalan. Pada obesitas, leptin meningkatsementara adiponektin menurun. Kondisi ini mendorong angiogenesis—pertumbuhan pembuluh darah baru—yang memberi suplai nutrisi untuk sel kanker, sehingga tumor dapat bertumbuh lebih cepat. Refluks asam lambung kronis → kanker kerongkongan Barrett Kelebihan berat badan, terutama obesitas perut, meningkatkan tekanan di lambung sehingga memicu GERD kronis(refluks asam lambung). Paparan asam berulang pada esofagus dapat menyebabkan perubahan sel pra-kanker, kondisi yang dikenal sebagai esophagus Barrett, yang meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Menurut National Cancer Institute 2024, obesitas bertanggung jawab atas 4–8 % dari seluruh kasus kanker baru di dunia — angka yang terus naik seiring epidemi obesitas global. 13 Jenis Kanker yang Paling Kuat Berhubungan dengan Obesitas Kanker Risiko Meningkat per 5 kg/m² BMI Persentase Kasus Akibat Obesitas Endometrium 50–60 % 50–60 % Kerongkongan (adenokarsinoma) 48 % 40–50 % Payudara pascamenopause 20–40 % 20–30 % Kolon & rektum 30 % 15–25 % Ginjal (sel ginjal) 30 % 25–30 % Pankreas 20–30 % 15–25 % Kandung empedu 20–60 % 20–30 % Hati 2–4 kali 30–40 % (NAFLD) Ovari 10–20 % 10–15 % Tiroid 10–30 % 10–20 % Multiple myeloma 10–20 % 15–20 % Meningioma 20–50 % 20–30 % Gastric cardia 40–80 % 30–40 % Obesitas Sentral (Perut Buncit) Lebih Berbahaya Lingkar perut pria >90 cm, wanita >80 cm → risiko kanker ↑ 50–100 % lebih tinggi daripada obesitas umum Lemak visceral → pelepasan asam lemak bebas → resistensi insulin → kanker Dampakwa Ganda: Obesitas + Faktor Lain Obesitas + merokok → risiko kanker paru ↑ 50 kali Obesitas + alkohol → kanker hati ↑ 10 kali Obesitas + HPV → kanker serviks lebih agresif Obesitas + diabetes → kanker pankreas ↑ 5–6 kali 15 Langkah Nyata Menurunkan Risiko Kanker dengan Mengendalikan Berat Badan Turunkan BB 5–10 % → risiko kanker ↓ 30–50 % 2. Olahraga 150–300 menit/minggu (kardio + beban) 3. Diet Mediterania / DASH 4. Batasi gula tambahan 30 g/hari 7. Protein berkualitas (ikan, kacang, ayam) 8. Puasa intermiten 16:8 (bukti awal positif) 9. Tidur 7–9 jam (kurang tidur → obesitas) 10. Kelola stres (kortisol → lemak perut) 11. Hindari makan malam >19. 00 12. Minum air putih sebelum makan 13. Gunakan piring kecil 14. Berdiri/jalan setiap 30 menit duduk 15. Konsultasi dokter gizi/endokrin jika BB sulit turun Manfaat Penurunan Berat Badan pada Pasien Kanker Risiko kekambuhan ↓ 30–40 % Efektivitas kemoterapi ↑ 30–50 % Harapan hidup ↑ 5–15 tahun Kualitas hidup jauh lebih baik Contoh Nyata Wanita 48 tahun, BMI 34 → turun 12 kg → risiko kanker payudara & endometrium turun 40 % Pria 55 tahun, lingkar perut 110 cm → turun ke 92 cm → risiko kanker kolon turun 50 % Pasien kanker kolon stadium 3 + obesitas → turun BB 10 % selama kemo → sembuh total Informasi lengkap obesitas dan kanker dapat diakses pada artikel diet sehat dan layanan onkologi dari Primaya Hospital. Berat Badan Bukan... - Published: 2026-04-13 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kehamilan-berisiko/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kehamilan berisiko atau high-risk pregnancy adalah kondisi di mana ibu atau janin memiliki peluang lebih tinggi mengalami komplikasi selama hamil, melahirkan, atau nifas. Di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen kehamilan termasuk berisiko karena faktor usia, penyakit penyerta, atau komplikasi obstetri. Banyak ibu baru tidak sadar kehamilannya berisiko hingga muncul gejala berat seperti perdarahan atau preeklamsia. Padahal, deteksi dini melalui kunjungan antenatal rutin bisa kurangi angka kematian ibu dan bayi hingga 50 persen. Pencegahan melalui gaya hidup sehat, kontrol penyakit kronis, dan persiapan persalinan matang sangat penting. Persalinan aman pada kehamilan berisiko sering butuh tim multidisiplin dan fasilitas RS lengkap. Dengan pemantauan ketat dan persiapan tepat, sebagian besar ibu berisiko bisa lahirkan bayi sehat. Artikel ini membahas mendalam apa itu kehamilan berisiko, faktor utama penyebab, gejala awal sering terlewat, cara diagnosis akurat, pengobatan atau penanganan medis, komplikasi berbahaya, pencegahan sejak pra-kehamilan, persiapan persalinan aman, serta kapan harus segera ke dokter agar kehamilan berjalan lancar dan ibu-bayi selamat. Mengenal Kehamilan Berisiko Kehamilan berisiko adalah kehamilan dengan potensi komplikasi lebih tinggi bagi ibu, janin, atau keduanya. Faktor risiko: Usia ibu 35 tahun Penyakit kronis: hipertensi, diabetes, autoimun Komplikasi obstetri: preeklamsia, perdarahan Kehamilan multiple Riwayat keguguran atau prematur Di Indonesia, hipertensi dan diabetes gestasional paling sering sebabkan kehamilan berisiko. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, pemantauan ketat tingkatkan outcome kehamilan berisiko. Kehamilan berisiko butuh kunjungan lebih sering. Gejala Kehamilan Berisiko Gejala awal: Perdarahan vagina Nyeri perut hebat Demam Bengkak kaki/tangan/muka Sakit kepala berat Penglihatan kabur Janin kurang gerak Gejala sering mirip keluhan hamil biasa. Penyebab Kehamilan Berisiko Penyebab maternal: Usia ekstrem Obesitas Penyakit kronis Infeksi Penyebab janin/plasenta: Kelainan kromosom Plasenta previa Ketuban pecah dini Faktor lingkungan: nutrisi buruk, paparan asap. Cara Dokter Mendiagnosis Kehamilan Berisiko Diagnosis: Anamnesis riwayat Pemeriksaan fisik TD, berat USG rutin Tes laboratorium Hb, gula darah Non-stress test janin Skrining antenatal 10 kali direkomendasikan WHO. Cara Mengatasi atau Penanganan Kehamilan Berisiko Penanganan: Obat hipertensi aman hamil Insulin diabetes gestasional Bed rest ketuban pecah Injeksi kortikosteroid paru janin prematur Persalinan sesar indikasi Tim obstetri, perinatologi, neonatologi penting. Komplikasi Kehamilan Berisiko Komplikasi ibu: Preeklamsia/eklamsia Perdarahan Gagal ginjal Komplikasi janin: Prematur BBLR Distres janin Kematian janin Komplikasi tingkatkan mortalitas maternal-neonatal. Pencegahan Kehamilan Berisiko Pencegahan pra-kehamilan: Plan kehamilan usia ideal Kontrol penyakit kronis Vaksin lengkap Nutrisi cukup Hindari rokok alkohol Pencegahan selama hamil: antenatal rutin, gaya hidup sehat. Persiapan Persalinan Aman pada Kehamilan Berisiko Persiapan: Pilih RS dengan NICU level 3 Rencana persalinan dengan dokter Siapkan darah donor Persiapan sesar darurat Dukungan psikologis Persiapan kurangi risiko komplikasi persalinan. Kapan Harus ke Dokter Segera ke dokter jika: Perdarahan Nyeri hebat Demam Bengkak mendadak Janin kurang gerak Sakit kepala penglihatan kabur Kunjungan rutin minimal 10 kali. Informasi lengkap kehamilan berisiko dapat dibaca pada artikel layanan kebidanan dan kandungan dan layanan anak dari Primaya Hospital. Kehamilan Berisiko Bisa Aman dengan Persiapan Kehamilan berisiko adalah kondisi yang bisa dikelola dengan deteksi, pencegahan, dan persiapan tepat. Dengan faktor risiko, penanganan medis, dan tips persalinan aman di atas, ibu dan bayi bisa selamat. Mulai hari ini: kunjungan antenatal rutin, kontrol penyakit, dan pilih RS lengkap. Ingat: kehamilan berisiko bukan akhir — tapi awal perjuangan untuk kelahiran bahagia. Persiapan matang adalah kunci ibu dan bayi sehat! Ditinjau oleh: dr Rina Gustuti, Sp. OG, KFm Spesialis Kebidanan dan Kandungan KOnsultan Fetomaernal Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2026-04-12 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/janin-tumbuh-optimal/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kehamilan adalah masa krusial di mana setiap aspek kesehatan ibu, mulai dari asupan makanan hingga kondisi mental, akan langsung memengaruhi kualitas pertumbuhan janin di dalam rahim. Di Indonesia, tantangan kesehatan maternal masih cukup besar; banyak ibu hamil yang masih mengalami kekurangan nutrisi mikro, kurangnya aktivitas fisik, atau waktu istirahat yang tidak mencukupi. Hal ini secara sistematis meningkatkan risiko bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, atau gangguan perkembangan organ janin yang menetap. Hambatan lainnya adalah maraknya mitos yang menyesatkan, seperti anjuran "makan untuk dua orang" yang sering kali memicu obesitas gestasional, atau mitos "harus istirahat total (bedrest)" yang justru menghambat aliran oksigen dan nutrisi ke janin. Padahal, penerapan tips sehat yang sederhana namun konsisten—seperti makan dengan gizi seimbang, olahraga ringan yang teratur, tidur yang cukup, serta pemantauan antenatal yang disiplin—dapat mendukung janin tumbuh optimal hingga 90 persen. Nutrisi esensial seperti asam folat untuk tulang, zat besi untuk mencegah anemia, protein untuk pembentukan jaringan, dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak, tulang, dan organ janin. Aktivitas fisik seperti jalan kaki santai atau yoga hamil juga terbukti meningkatkan aliran darah ke plasenta. Dengan gaya hidup yang tepat, ibu bisa mencegah komplikasi dan melahirkan bayi dengan berat badan ideal yang sehat. Artikel ini membahas secara mendalam tips sehat ibu hamil untuk pertumbuhan janin optimal, rincian nutrisi esensial di setiap trimester, jenis aktivitas fisik yang aman, pentingnya istirahat dan manajemen stres, serta membedakan gejala normal vs bahaya. Kami juga mengulas penyebab pertumbuhan janin lambat, cara diagnosis IUGR (Intrauterine Growth Restriction), langkah pengobatan jika terdeteksi risiko, komplikasi yang mungkin timbul jika diabaikan, strategi pencegahan masalah kehamilan, serta kapan Anda harus segera mencari bantuan medis agar janin tumbuh sempurna dan ibu tetap bugar sepanjang masa kehamilan. Mengenal Pertumbuhan Janin dan Peran Kesehatan Ibu Pertumbuhan janin di dalam rahim adalah proses yang sangat kompleks dan sangat bergantung pada kualitas suplai nutrisi, oksigen, dan keseimbangan hormon yang disalurkan dari ibu melalui plasenta. Secara garis besar, berat janin akan mengalami kenaikan drastis, mulai dari hanya hitungan gram pada Trimester 1 hingga mencapai rata-rata 3 kg pada saat memasuki Trimester 3. Terdapat beberapa faktor utama dari sisi ibu yang secara langsung memengaruhi pertumbuhan janin: Nutrisi: Kualitas dan kuantitas asupan makronutrisi dan mikronutrisi harian ibu. Aktivitas Fisik: Berpengaruh pada kelancaran sirkulasi darah ke plasenta dan metabolisme glukosa ibu. Istirahat: Tidur yang berkualitas mendukung regenerasi sel dan stabilitas hormon pertumbuhan janin. Stres: Tingkat kortisol ibu yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan dan memengaruhi sistem saraf janin. Paparan Toksin: Hindari asap rokok, polusi berat, serta konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter yang dapat merusak perkembangan sel. Kesehatan ibu yang optimal merupakan prasyarat agar janin mampu mencapai potensi genetiknya secara maksimal. Hal ini menjadi urgensi nasional karena di Indonesia, kasus BBLR masih memengaruhi sekitar 10 hingga 15 persen dari total kelahiran, yang sering kali menjadi akar masalah stunting di masa kanak-kanak. Oleh karena itu, persiapan kesehatan ibu adalah investasi terbaik bagi masa depan anak. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, nutrisi ibu tingkatkan pertumbuhan janin signifikan. Gizi buruk sebabkan IUGR permanen. Gejala Normal dan Tanda Janin Tidak Tumbuh Optimal Memantau perkembangan janin secara mandiri di rumah sangat penting untuk memberikan ketenangan pikiran sekaligus kewaspadaan bagi ibu hamil. Orang tua perlu memahami parameter fisik yang menunjukkan bahwa kehamilan berjalan di jalur yang tepat. Gejala normal yang menunjukkan pertumbuhan janin yang baik: Perut membesar sesuai usia: Tinggi fundus uteri (puncak rahim) mengalami peningkatan secara konsisten setiap bulannya. Secara medis, ukuran perut harus selaras dengan penambahan usia kehamilan dalam hitungan minggu. Gerakan janin terasa: Memasuki trimester kedua dan ketiga, gerakan janin (tendangan, putaran, atau sundulan) harus dirasakan secara rutin setiap hari. Gerakan yang aktif adalah indikator utama janin mendapatkan oksigen yang cukup. Berat ibu naik 11–16 kg: Untuk ibu dengan indeks massa tubuh (IMT) normal sebelum hamil, kenaikan berat badan total antara 11 hingga 16 kg adalah standar kesehatan yang direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan jaringan janin dan plasenta. Nafsu makan baik: Ibu mampu mengonsumsi nutrisi seimbang tanpa gangguan mual yang berlebihan pada trimester kedua dan ketiga, sehingga janin mendapatkan pasokan energi yang stabil. Tanda bahaya yang menunjukkan janin tidak tumbuh optimal (IUGR): Perut tampak kecil untuk usia kehamilan: Jika ukuran perut ibu tidak menunjukkan perubahan yang berarti atau terasa lebih kecil dibandingkan usia kehamilan seharusnya, hal ini bisa menandakan volume air ketuban sedikit (oligohidramnion) atau pertumbuhan janin terhambat. Janin kurang gerak: Penurunan frekuensi atau intensitas gerakan janin secara drastis dalam satu hari adalah tanda bahaya serius yang menunjukkan janin mungkin dalam keadaan stres (fetal distress). Berat badan ibu tidak naik: Jika dalam pemeriksaan bulanan berat badan ibu justru stagnan atau menurun pada trimester kedua dan ketiga, hal ini memerlukan evaluasi nutrisi dan fungsi plasenta segera. Hipertensi: Tekanan darah di atas 140/90 mmHg dapat menyempitkan pembuluh darah plasenta, sehingga aliran nutrisi ke janin terganggu dan menghambat pertumbuhannya. Protein urine: Adanya protein dalam urin yang disertai... - Published: 2026-04-11 - Modified: 2026-04-12 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-usg-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) kehamilan adalah alat diagnosis utama yang digunakan untuk memantau kesehatan serta perkembangan janin dan ibu secara komprehensif sepanjang 9 bulan masa kehamilan. Di Indonesia, tantangannya adalah masih banyak ibu hamil yang hanya melakukan USG satu atau dua kali saja—sering kali karena kendala biaya atau kurangnya informasi mengenai urgensi pemeriksaan berkala. Padahal, pemeriksaan USG yang rutin dan terencana dapat membantu dokter mendeteksi kelainan janin secara dini dengan tingkat akurasi hingga 90 persen. USG bekerja dengan menggunakan teknologi gelombang suara frekuensi tinggi yang sepenuhnya aman bagi ibu dan janin karena tanpa radiasi, berbeda dengan prosedur sinar-X. Teknologi ini membantu dokter memantau posisi janin, memastikan detak jantung yang stabil, menilai kesehatan plasenta, serta mengukur kecukupan cairan ketuban. Berdasarkan panduan medis, jadwal USG ideal minimal dilakukan 3 kali: pada Trimester 1 untuk konfirmasi kehamilan, Trimester 2 untuk pemindaian morfologi detail, dan Trimester 3 untuk memantau pertumbuhan akhir serta posisi bayi menjelang persalinan. Manfaat USG jauh melampaui sekadar mengetahui jenis kelamin bayi. Pemeriksaan ini sangat krusial untuk mendeteksi adanya kelainan kongenital seperti spina bifida, Down syndrome, atau kondisi IUGR (Intrauterine Growth Restriction)—di mana pertumbuhan janin terhambat—sebelum terlambat untuk diintervensi. Dengan teknologi USG 4D modern, orang tua bahkan bisa melihat ekspresi wajah dan gerakan janin dengan lebih jelas, yang terbukti meningkatkan ikatan emosional (bonding) sejak dalam kandungan. Secara klinis, pemeriksaan rutin ini mampu mengurangi risiko komplikasi saat persalinan hingga 40 persen. Artikel ini membahas secara mendalam mengenai apa itu USG kehamilan, perbedaan jenis USG (2D, 3D, 4D), jadwal ideal untuk setiap trimester, manfaat spesifik di tiap tahapan, serta gejala-gejala tertentu yang memerlukan USG tambahan segera. Kami juga mengulas bagaimana dokter mendiagnosis kelainan, langkah penanganan jika ditemukan masalah dini, risiko komplikasi jika kurang pemantauan USG, strategi pencegahan masalah kehamilan, serta kapan Anda harus segera melakukan USG agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga secara optimal. Mengenal Pemeriksaan USG Kehamilan USG atau ultrasonografi kehamilan adalah prosedur pencitraan medis yang menggunakan gelombang suara tinggi untuk memvisualisasikan gambar janin, kondisi plasenta, serta struktur rahim ibu tanpa menimbulkan rasa sakit. Beberapa jenis USG yang tersedia saat ini meliputi: USG 2D: Standar pemeriksaan dasar dengan hasil gambar hitam-putih yang sangat efektif untuk memantau pertumbuhan tulang dan organ dalam janin. USG 3D: Menghasilkan gambar statis tiga dimensi yang lebih detail, biasanya digunakan untuk mendeteksi kelainan struktur luar seperti bibir sumbing. USG 4D: Versi video gerak secara real-time, memungkinkan orang tua melihat janin mengisap jempol, menguap, atau menendang. USG Doppler: Digunakan khusus untuk mengukur aliran darah janin, plasenta, dan jantung, guna memastikan pasokan oksigen tercukupi. Pada trimester awal (biasanya di bawah 10 minggu), dokter sering menyarankan USG transvaginal untuk mendapatkan gambaran yang lebih tajam karena posisi janin yang masih sangat kecil. Pada trimester selanjutnya, dilakukan USG transabdominal melalui dinding perut. Teknologi USG telah dinyatakan sepenuhnya aman tanpa radiasi dan sangat direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) serta IDAI. Di Indonesia sendiri, pemeriksaan USG kini telah menjadi bagian wajib dalam standar Antenatal Care (ANC) untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, USG rutin tingkatkan deteksi kelainan dini. USG juga dukung ikatan orang tua-janin. Jadwal Pemeriksaan USG Kehamilan Jadwal ideal: Trimester 1 (6–12 minggu): konfirmasi, detak jantung, usia kehamilan Trimester 2 (18–22 minggu): morfologi detail organ Trimester 3 (30–34 minggu): pertumbuhan, posisi, plasenta USG tambahan jika risiko tinggi atau gejala. Total minimal 3 kali normal, lebih jika komplikasi. Manfaat USG Trimester 1 Manfaat: Konfirmasi kehamilan intrauterin Deteksi detak jantung Hitung usia kehamilan akurat Deteksi kehamilan multiple Cek risiko keguguran USG awal bantu deteksi ektopik dini. Manfaat USG Trimester 2 Manfaat: Anatomi janin detail Deteksi kelainan organ Cek jenis kelamin Pantau cairan ketuban Plasenta posisi USG morfologi deteksi 70–90 persen kelainan mayor. Manfaat USG Trimester 3 Manfaat: Pantau pertumbuhan Estimasi berat janin Posisi janin Aliran darah Doppler Cek kematangan paru USG akhir bantu rencana persalinan. Gejala Butuh USG Tambahan Gejala: Perdarahan Nyeri hebat Janin kurang gerak Bengkak mendadak Tekanan darah tinggi USG tambahan pantau IUGR atau preeklamsia. Penyebab Kelainan Terdeteksi USG Penyebab: Kelainan kromosom Infeksi TORCH Gizi ibu kurang Paparan toksin USG bantu deteksi dini intervensi. Cara Dokter Melakukan dan Membaca USG Prosedur: Gel perut Transducer gerak Gambar real-time Dokter ukur CRL, BPD, FL, AC. Pengobatan atau Tindak Lanjut Kelainan USG Tindak lanjut: USG lanjut Amniosentesis Konsultasi perinatologi Persalinan direncanakan Intervensi dini tingkatkan prognosis. Komplikasi Jika Kurang USG Komplikasi: Kelainan terlambat Prematur tidak terdeteksi Distres janin Kematian janin Kurang USG tingkatkan risiko maternal-fetal. Pencegahan Masalah Kehamilan dengan USG Rutin Pencegahan: Ikuti jadwal USG Pilih dokter berpengalaman USG 4D tambahan opsional USG rutin bagian antenatal care. Kapan Harus USG Tambahan Segera USG jika: Perdarahan Nyeri Janin kurang gerak Risiko tinggi Jangan tunda pemeriksaan. Informasi lengkap USG kehamilan dapat dibaca pada artikel layanan kebidanan dan kandungan dan layanan radiologi dari Primaya Hospital. USG Rutin untuk Kehamilan Aman Pemeriksaan USG kehamilan dengan jadwal tepat adalah kunci pantau kesehatan janin... - Published: 2026-04-10 - Modified: 2026-04-12 - URL: https://primayahospital.com/anak/atasi-nyeri-payudara/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Nyeri payudara saat menyusui adalah keluhan yang sangat umum dialami ibu pasca persalinan, terutama pada minggu pertama menyusui, dan sering menjadi penyebab berhentinya menyusui secara dini. Di Indonesia, data menunjukkan sekitar 60–80% ibu menyusui mengalami nyeri payudara pada minggu pertama. Penyebab utama nyeri ini bervariasi, antara lain posisi dan perlekatan (latch) yang tidak tepat, payudara bengkak (engorgement), puting lecet, serta infeksi seperti mastitis atau kandidiasis. Banyak ibu yang keliru menganggap nyeri ini sebagai hal yang “harus ditahan” atau sebagai tanda produksi ASI kurang. Padahal, sebagian besar nyeri dapat diatasi dengan teknik menyusui yang tepat dan perawatan sederhana di rumah. Jika tidak ditangani, nyeri payudara dapat berkembang menjadi puting lecet, infeksi bakteri, atau abses payudara, yang mungkin memerlukan antibiotik atau intervensi bedah. Dengan posisi menyusui yang benar, penggunaan kompres hangat atau dingin, dan perawatan puting secara rutin, nyeri dapat berkurang hingga 90% dalam beberapa hari. Dukungan dari konsultan laktasi atau tenaga kesehatan sangat penting untuk keberhasilan menyusui eksklusif. Dengan pemahaman yang tepat, ibu dapat memberikan nutrisi terbaik bagi bayi secara nyaman dan tanpa rasa sakit yang berlebihan. Artikel ini membahas penyebab nyeri payudara, membedakan gejala normal dan tanda bahaya, diagnosis mastitis atau infeksi jamur, pengobatan yang aman, serta tips praktis untuk mencegah dan mengatasi nyeri. Mengenal Nyeri Payudara Saat Menyusui Nyeri payudara biasanya muncul pada minggu pertama hingga bulan pertama pasca persalinan, saat tubuh beradaptasi dengan produksi ASI yang meningkat dan teknik menyusui yang mungkin belum optimal. Jenis Nyeri yang Sering Dialami: Nyeri Latch Awal: Nyeri muncul sesaat saat bayi mulai mengisap, normalnya hilang dalam 1–2 menit. Engorgement (Payudara Bengkak): Rasa penuh dan kencang akibat ASI tidak segera dikeluarkan. Puting Lecet: Luka atau retakan akibat perlekatan mulut bayi dangkal. Mastitis: Peradangan jaringan payudara, kadang disertai infeksi, ditandai dengan kemerahan, bengkak, dan gejala mirip flu; prevalensi di Indonesia sekitar 10–20%. Thrush (Kandidiasis): Infeksi jamur pada puting atau saluran susu, menimbulkan nyeri tajam atau terbakar. Duct Plugged (Sumbatan Saluran ASI): Benjolan keras dan nyeri akibat aliran ASI tersumbat di satu titik. Catatan: Menyusui seharusnya tidak terus-menerus menyakitkan. Nyeri menetap sepanjang menyusui menandakan masalah yang perlu evaluasi tenaga kesehatan. Gejala Normal vs Tanda Bahaya Gejala Normal: Nyeri sesaat saat latch awal, muncul pada detik-detik pertama bayi mulai menghisap hilang dalam 1–2 menit saat aliran ASI mulai lancar. Payudara penuh (engorgement): rasa kencang dan sedikit nyeri yang muncul saat jadwal menyusui tiba, membaik setelah payudara dikosongkan setelah menyusui atau memompa ASI. Puting sensitif: sedikit perih selama pada area putting pada 1–2 minggu pertama, normal saat kulit mulai beradaptasi dengan isapan bayi. Tanda Bahaya (Perlu Penanganan Medis Segera): Nyeri menetap selama menyusui bahkan setelahnya. Hal ini dapat menandakan pelekatan yang salah atau infeksi jamur. Demam >38°C, menggigil, lemas yang dapat menandakan adanya peradangan atau infeksi pada jaringan payudara. Payudara merah, bengkak, terasa panas, keras seperti batu atau bengkak yang terlokalisasi pada area tertentu di payudara. Puting berdarah atau bernanah. Gejala mirip flu berat (flu-like symptoms) seperti keluhan mengigil, nyeri sendi, nyeri kepala, lemas dan gejala lain yang menyerupai keluhan saat terkena flu. Tanda bahaya ini dapat mengindikasikan mastitis atau infeksi. Jika diabaikan, dapat berkembang menjadi abses payudara yang memerlukan tindakan medis sehingga penting bagi ibu untuk tidak mengabaikan tanda bahaya tersebut dan segera mencari pertolongan ke tenaga kesehatan terdekat. Penyebab Nyeri Payudara Saat Menyusui Pelekatan/latch tidak dalam atau salah posisi. Engorgement (payudara penuh). Infeksi bakteri atau jamur. Saluran ASI yang tersumbat. Tongue tiepada bayi. Seringkali penyebab bersifat kombinasi dari beberapa penyebab di atas. Cara Dokter Mendiagnosis Nyeri Payudara Observasi teknik pelekatan dan posisi menyusui. Pemeriksaan tanda-tanda vital seperti adanya demam Pemeriksaan fisik payudara. Kultur ASI jika dicurigai infeksi. USG payudara untuk mengevaluasi mastitis atau abses. Konsultan laktasi membantu evaluasi dan koreksi teknik menyusui. Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat Menyusui Teknik Pelekatan Tepat: Mulut bayi membuka lebar. Puting dan areola masuk ke mulut bayi. Dagu bayi menempel pada payudara. Bibir bawah bayi Engorgement: Kompres hangat sebelum menyusui. Kompres dingin setelah menyusui. Pompa ASI dengan lembut jika perlu. Mastitis: Antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Istirahat cukup. Menyusui lebih sering untuk mengosongkan payudara. Thrush (Kandidiasis): Obat antifungal (misal nystatin) untuk ibu dan bayi secara bersamaan. Komplikasi Jika Tidak Ditangani Abses payudara. Infeksi berat. Produksi ASI menurun. Berhenti menyusui dini. Risiko depresi pada ibu karena merasa nyeri atau gagal memberikan ASI. Pencegahan Nyeri Payudara Pelekatan yang tepat sejak Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Menyusu on demand, sesuai tanda lapar dan kenyang bayi. Hindari dot atau empeng terlalu awal. Jaga kebersihan putting payudara. Gunakan bra menyusui yang nyaman. Tips Praktis Kompres menggunakan daun kubis dingin. Gunakan lanolin untuk puting. Pijat ringan payudara sebelum menyusui. Posisi menyusui football holdatau posisi nyaman lainnya. Cukupi hidrasi ibu. Kapan Harus ke Dokter Segera konsultasi jika muncul: Demam >38°C Payudara merah, panas, nyeri hebat Puting berdarah atau bernanah Pelekatan bayi sulit atau tidak mau menyusu Konsultan laktasi dapat membantu evaluasi cepat dan memastikan kelancaran menyusui. Kesimpulan... - Published: 2026-04-09 - Modified: 2026-04-12 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/panduan-melahirkan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Persiapan kelahiran di rumah sakit adalah langkah krusial yang harus dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan proses persalinan berjalan aman, lancar, dan minim stres bagi ibu serta bayi. Di Indonesia, banyak ibu baru yang sering merasa kewalahan karena tas perlengkapan atau "Hospital Bag" baru disiapkan saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL), atau bahkan lebih buruk lagi, melupakan barang-barang vital seperti dokumen administrasi (KTP, kartu asuransi, atau buku KIA). Padahal, menyusun checklist yang matang sejak memasuki trimester ketiga tidak hanya membantu sisi logistik, tetapi juga bisa secara signifikan mengurangi risiko komplikasi akibat kepanikan, mempercepat proses masuk ke ruang perawatan rumah sakit, dan mendukung masa pemulihan nifas yang optimal. Persiapan yang komprehensif ini mencakup barang-barang esensial untuk kebutuhan ibu, perlengkapan bayi baru lahir, kebutuhan pendamping (suami/keluarga), serta dokumen medis dan persyaratan administrasi yang lengkap. Dengan tas nifas yang sudah siap sedia, ibu bisa sepenuhnya fokus pada proses persalinan tanpa perlu khawatir ada barang yang tertinggal atau merasa kurang nyaman selama masa rawat inap. Tips persiapan ini juga sangat membantu kesiapan mental dan fisik agar baik persalinan normal maupun operasi sesar dapat berjalan dengan suasana yang tenang. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa persiapan itu sangat penting, apa saja tanda-tanda persalinan yang mengharuskan Anda segera ke RS, checklist lengkap kebutuhan ibu dan bayi, hingga tips memilih rumah sakit yang tepat. Selain itu, kita juga akan mengulas persiapan bagi pendamping, prosedur pengobatan darurat jika terjadi komplikasi, dampak buruk jika kurang persiapan, cara pencegahan stres nifas, serta panduan mengenai kapan harus segera berangkat ke rumah sakit agar momen kelahiran menjadi saat-saat bahagia yang penuh dengan kesiapan. Mengenal Persiapan Kelahiran di Rumah Sakit Persiapan kelahiran bukan hanya soal mengemas baju, melainkan mencakup empat pilar utama: logistik, fisik, mental, dan finansial. Para ahli merekomendasikan agar tas rumah sakit sebaiknya sudah siap sepenuhnya saat usia kehamilan mencapai 32 hingga 36 minggu, untuk mengantisipasi jika bayi lahir lebih awal dari jadwal (prematur). Tujuan utama dari persiapan ini adalah: Kurangi panik saat kontraksi: Ketika kontraksi mulai datang secara teratur, fokus ibu dan pendamping harus tertuju pada manajemen nyeri dan pernapasan, bukan lagi sibuk mencari barang-barang. Pastikan barang esensial ada: Menjamin ketersediaan barang yang sulit dicari di apotek rumah sakit, seperti pembalut nifas khusus atau bra menyusui yang nyaman. Dukung persalinan nyaman: Membawa benda-benda personal (seperti bantal favorit atau minyak aromaterapi) dapat membantu ibu merasa lebih rileks di lingkungan medis. Lindungi bayi dari infeksi: Memastikan pakaian dan kain bedong yang dibawa sudah dicuci bersih dengan deterjen khusus bayi agar kulit sensitifnya terlindungi. Percepat administrasi RS: Mempersiapkan fotokopi dokumen medis dan asuransi dalam satu map membantu proses pendaftaran menjadi lebih cepat sehingga tindakan medis bisa segera diberikan. Di Indonesia, persalinan di rumah sakit sangat direkomendasikan demi faktor keamanan. Hal ini karena fasilitas rumah sakit memiliki peralatan medis yang lengkap serta tenaga spesialis yang siap siaga jika terjadi kondisi darurat yang memerlukan tindakan cepat demi keselamatan ibu dan bayi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, persiapan matang tingkatkan pengalaman positif. Persiapan juga libatkan pendamping suami atau keluarga. Tanda Persalinan Harus Segera ke RS Tanda persalinan: Kontraksi teratur semakin kuat Ketuban pecah Perdarahan Lendir bercampur darah Nyeri punggung intens Tanda darurat: Perdarahan hebat Demam Janin kurang gerak Sakit kepala penglihatan kabur Segera ke RS jika ketuban pecah atau kontraksi 5 menit. Penyebab Kurang Persiapan Kelahiran Penyebab: Sibuk kerja Kurang informasi Mitos persalinan mendadak Kurang dukungan Kurang persiapan tingkatkan stres nifas. Cara Dokter Menilai Kesiapan Persalinan Pemeriksaan akhir: USG posisi janin CTD detak jantung Pembukaan serviks Tes Hb golongan darah Dokter bantu rencana persalinan. Checklist Perlengkapan Ibu untuk Kelahiran Barang ibu: Dokumen: KTP, kartu BPJS, buku KIA, hasil USG Pakaian: daster kancing depan 4–5, bra menyusui Perlengkapan mandi: sabun, sampo, handuk kecil Pembalut nifas besar Perlak atau alas Sandal jepit Charger, powerbank Camilan ringan Buku catatan atau app Barang pendamping: pakaian ganti, camilan, uang tunai. Checklist Perlengkapan Bayi Baru Lahir Barang bayi: Baju lengan panjang 6–8 stel Popok newborn Bedong atau selimut Topi, kaos kaki, sarung tangan Perlak bayi Tisu basah kering Minyak telon Termometer Hindari parfum atau bedak berisiko. Cara Mengatasi atau Penanganan Darurat Kelahiran Penanganan RS: Monitoring janin Infus oksitosin Episiotomi atau vakum Sesar darurat Persiapan mental kurangi trauma. Komplikasi Jika Kurang Persiapan Komplikasi: Stres tinggi Infeksi nifas Bayi kedinginan Pemulihan lambat Hambat administrasi Kurang dokumen tunda perawatan. Pencegahan Masalah Persiapan Kelahiran Pencegahan: Siapkan tas 2: persalinan dan pulang Kunjungi RS sebelum HPL Ikut kelas persalinan Diskusi dokter Siapkan dana Rencana nifas kurangi stres. Kapan Harus ke Rumah Sakit Segera ke RS jika: Ketuban pecah Kontraksi teratur Perdarahan Janin kurang gerak Nyeri hebat Datang awal primipara. Informasi lengkap persiapan kelahiran dapat dibaca pada artikel persiapan melahirkan normal dan layanan kebidanan dan kandungan dari Primaya Hospital. Persiapan Matang untuk Kelahiran Tenang Persiapan kelahiran di rumah sakit dengan checklist lengkap adalah kunci aman dan nyaman bagi ibu dan bayi. Dengan barang esensial, pencegahan,... - Published: 2026-04-08 - Modified: 2026-04-08 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gejala-preeklamsia/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang sangat serius dan progresif, yang secara medis ditandai dengan munculnya tekanan darah tinggi yang disertai tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain (seperti ginjal atau hati) setelah usia kehamilan melewati 20 minggu. Di Indonesia, preeklamsia menempati posisi sebagai penyebab utama kematian ibu hamil, dengan kontribusi angka mencapai 25 persen dari seluruh kasus mortalitas maternal. Kondisi ini sering disebut sebagai "penyakit yang penuh teka-teki" karena banyak ibu hamil yang sama sekali tidak menyadari gejala awalnya; keluhan seperti sakit kepala yang hilang timbul atau pembengkakan di kaki sering kali dianggap sebagai keluhan umum kehamilan biasa. Padahal, jika tidak dipantau secara ketat, preeklamsia bisa berkembang dengan sangat cepat menjadi eklamsia—kondisi darurat yang disertai kejang—atau menjadi HELLP syndrome (penghancuran sel darah merah, peningkatan enzim hati, dan penurunan kadar trombosit) yang sangat mengancam nyawa ibu dan janin dalam waktu singkat. Risiko ini tercatat lebih tinggi pada ibu yang baru pertama kali hamil, usia ibu yang ekstrem (di bawah 20 atau di atas 35 tahun), obesitas, atau mereka yang memiliki riwayat hipertensi sebelum hamil. Namun, preeklamsia bukan tidak mungkin untuk dicegah atau dikelola. Intervensi medis seperti pemberian aspirin dosis rendah (sesuai anjuran dokter), kontrol antenatal yang disiplin dan rutin, serta penerapan gaya hidup sehat dapat mengurangi risiko perkembangan kondisi ini hingga 30 hingga 50 persen. Deteksi dini melalui pengukuran tekanan darah secara berkala dan tes urin untuk memeriksa kadar protein menjadi langkah yang sangat krusial. Dengan pemahaman yang tepat dan tindakan medis yang cepat, preeklamsia dapat dikelola dengan baik sebelum mencapai tahap yang fatal. Artikel ini membahas secara mendalam mengenai apa itu preeklamsia, mengenali gejala-gejala awal yang sering kali terlewatkan, memetakan faktor risiko utama, hingga prosedur diagnosis yang akurat. Kami juga akan mengulas metode pengobatan yang efektif, komplikasi berbahaya yang mungkin muncul, langkah-langkah pencegahan yang bisa dimulai sejak masa pra-kehamilan, serta panduan mengenai kapan Anda harus segera ke dokter agar ibu dan janin tetap selamat dari ancaman komplikasi ini. Mengenal Preeklamsia Secara klinis, preeklamsia didefinisikan sebagai timbulnya hipertensi gestasional (tekanan darah ≥ 140/90 mmHg) setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu pada ibu yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal, yang disertai dengan proteinuria (adanya protein dalam urin) atau tanda-tanda kerusakan organ lain seperti gangguan fungsi hati atau kegagalan ginjal. Berdasarkan tingkat keparahannya, preeklamsia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis: Preeklamsia Ringan: Hipertensi dengan proteinuria tanpa gejala gangguan organ yang berat (istilah ini sekarang sering disatukan menjadi preeklamsia tanpa fitur berat). Preeklamsia Berat: Tekanan darah yang sangat tinggi (≥ 160/110 mmHg) disertai kerusakan organ, nyeri ulu hati, atau gangguan penglihatan. Eklamsia: Tahap lanjutan dari preeklamsia di mana ibu mengalami kejang-kejang, yang dapat mengakibatkan koma dan kegagalan fungsi otak. HELLP Syndrome: Bentuk preeklamsia yang sangat berat yang melibatkan kerusakan sel darah dan gangguan fungsi hati secara masif. Secara global, insidens preeklamsia memengaruhi sekitar 5 hingga 8 persen dari seluruh kehamilan di dunia. Namun, di Indonesia, urgensinya jauh lebih tinggi karena preeklamsia bertanggung jawab atas 25 persen kematian ibu, menjadikannya isu kesehatan nasional yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari setiap calon orang tua. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, preeklamsia disebabkan gangguan plasenta. Preeklamsia bisa muncul postpartum hingga 6 minggu. Gejala Preeklamsia Preeklamsia sering kali disebut sebagai "peniru ulung" karena gejala-gejalanya dapat menyerupai ketidaknyamanan kehamilan yang normal. Namun, terdapat indikator medis yang menjadi standar dalam mengidentifikasi kondisi ini secara dini. Gejala klasik yang menjadi dasar diagnosis utama meliputi: Tekanan darah >140/90 mmHg: Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara konsisten dalam dua kali pengukuran dengan jarak waktu minimal 4 jam setelah usia kehamilan 20 minggu. Proteinuria: Adanya kelebihan protein dalam urin yang terdeteksi melalui tes laboratorium (dipstick atau urin 24 jam). Ini merupakan tanda kuat bahwa ginjal mulai mengalami gangguan fungsi akibat tekanan darah tinggi. Selain gejala klasik di atas, orang tua harus sangat waspada jika muncul gejala lain yang menandakan keterlibatan organ lain atau memburuknya kondisi: Sakit kepala berat: Rasa nyeri di kepala yang sangat tajam, terus-menerus, dan tidak mereda meskipun ibu sudah beristirahat atau meminum obat sakit kepala yang aman untuk kehamilan. Penglihatan kabur: Terjadinya perubahan pada daya pandang secara tiba-tiba, seperti pandangan yang menjadi ganda, kehilangan penglihatan sesaat, atau munculnya bintik-bintik gelap (scotoma) di depan mata. Nyeri epigastrium: Rasa sakit yang hebat di daerah ulu hati atau perut bagian kanan atas. Nyeri ini sering kali disalahartikan sebagai sakit maag kronis, padahal merupakan indikasi adanya pembengkakan atau gangguan pada organ hati. Bengkak mendadak (Edema): Pembengkakan yang muncul secara drastis dalam waktu singkat, terutama pada area wajah, tangan, dan area sekitar mata. Pembengkakan ini berbeda dengan bengkak kaki biasa yang umumnya muncul setelah ibu lama berdiri. Nafsu makan hilang: Keengganan untuk makan yang muncul tiba-tiba bersamaan dengan perasaan tidak enak badan secara umum (malaise). Mual dan muntah lanjut: Munculnya mual dan muntah yang parah pada trimester kedua atau ketiga, yang bukan lagi merupakan morning sicknessbiasa dari trimester pertama. Penting untuk dipahami bahwa gejala sering kali tampak... - Published: 2026-04-07 - Modified: 2026-04-08 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/emosi-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Perubahan emosi pada ibu hamil adalah fenomena biologis yang normal akibat fluktuasi hormon yang drastis, namun sering kali membuat ibu baru merasa bingung, tertekan, atau bahkan merasa bersalah karena mood swing yang muncul secara mendadak. Di Indonesia, banyak ibu hamil yang mengalami kecemasan tinggi, menjadi lebih mudah menangis, atau merasakan iritabilitas (mudah marah) tanpa menyadari bahwa ini adalah bagian dari dinamika kehamilan. Penyebab utamanya adalah lonjakan hormon progesteron dan estrogen yang memengaruhi neurotransmiter di otak, ditambah lagi dengan faktor fisik seperti mual di pagi hari (morning sickness), rasa lelah yang ekstrem, serta kekhawatiran alami mengenai kesehatan janin. Padahal, perubahan emosi yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi antenatal hingga 15 persen, yang jika dibiarkan, berpotensi berlanjut menjadi depresi postpartum setelah melahirkan. Kabar baiknya, cara mengatasi kondisi ini cukup sederhana namun efektif. Dukungan penuh dari pasangan, latihan relaksasi seperti yoga prenatal, olahraga ringan secara rutin, dan komunikasi terbuka mengenai perasaan dapat mengurangi gejala gangguan emosi hingga 60 persen. Dengan pemahaman ini, ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang, yang pada gilirannya akan mendukung kesehatan mental janin sejak dalam kandungan. Perlu diingat bahwa stabilitas emosi ibu juga sangat memengaruhi pembentukan ikatan awal (bonding) antara ibu dan bayi. Artikel ini membahas secara mendalam mengenai penyebab perubahan emosi, membedakan gejala yang normal versus yang berbahaya, dampak psikologis pada janin, cara diagnosis depresi saat hamil, hingga metode pengobatan yang aman. Selain itu, kami menyajikan tips praktis mengatasi mood swing sehari-hari, pencegahannya, serta kapan waktu yang tepat untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog agar emosi tetap stabil dan masa kehamilan menjadi momen yang bahagia. Mengenal Perubahan Emosi Ibu Hamil Perubahan emosi pada ibu hamil dipicu secara biologis oleh lonjakan hormon kehamilan seperti hCG, progesteron, dan estrogen, serta adanya perubahan pada fungsi kelenjar tiroid yang mengatur metabolisme dan energi tubuh. Gejala umum yang sering dirasakan meliputi: Mood swingmendadak: Perubahan suasana hati dari sangat bahagia menjadi sedih atau marah dalam waktu singkat. Mudah menangis: Perasaan yang menjadi sangat sensitif bahkan terhadap hal-hal kecil. Kecemasan berlebih: Kekhawatiran yang tidak rasional mengenai persalinan atau masa depan anak. Iritabilitas: Menjadi lebih cepat tersinggung atau tidak sabar. Sulit konsentrasi: Sering disebut sebagai "pregnancy brain" atau mudah lupa. Perubahan ini biasanya terasa paling kuat pada trimester 1 (akibat penyesuaian hormon awal) dan trimester 3 (akibat kelelahan fisik dan persiapan mental menjelang persalinan). Di Indonesia, stigma mengenai kesehatan mental sering kali membuat banyak ibu memilih untuk diam dan memendam perasaannya, padahal kondisi ini memerlukan dukungan sosial yang kuat. Menurut data dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) tahun 2024, meskipun perubahan emosi adalah hal yang normal, kondisi tersebut tetap membutuhkan pemantauan berkala. Hal ini dikarenakan emosi ibu secara langsung memengaruhi epigenetik janin, yaitu bagaimana lingkungan (termasuk stres ibu) dapat memengaruhi cara gen janin bekerja dan berkembang di masa depan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, perubahan emosi normal tapi butuh pantau. Emosi ibu pengaruh epigenetik janin. Gejala Normal vs Berbahaya Perubahan Emosi Penting bagi keluarga untuk bisa membedakan mana perubahan perasaan yang bersifat wajar dan mana yang merupakan tanda gangguan mental yang memerlukan intervensi profesional. Gejala Normal: Mood swingyang bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitas harian. Kecemasan sementara yang biasanya muncul saat menghadapi pemeriksaan dokter atau menjelang HPL. Perasaan mudah tersentuh oleh cerita sedih atau momen haru. Gejala Berbahaya (Depresi Antenatal): Kesedihan berkepanjangan: Merasa sedih, hampa, atau putus asa hampir setiap hari selama lebih dari dua minggu. Hilang minat pada aktivitas: Tidak lagi menikmati hobi atau hal-hal yang biasanya disukai. Gangguan tidur dan makan: Kesulitan tidur yang ekstrem (bukan karena posisi perut) atau kehilangan nafsu makan secara total. Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri: Ini adalah tanda darurat medis yang memerlukan pertolongan segera. Depresi selama masa kehamilan bukanlah hal yang langka; kondisi ini memengaruhi sekitar 10 hingga 15 persen ibu hamil di seluruh dunia. Penanganan yang cepat tidak hanya menyelamatkan ibu, tetapi juga menjamin tumbuh kembang janin yang lebih optimal. Penyebab Perubahan Emosi Ibu Hamil Penyebab: Hormon fluktuasi Perubahan fisik Kekhawatiran janin Kurang dukungan Riwayat depresi Stres keuangan Trimester 1 hormon hCG tinggi sebabkan mual dan mood swing. Cara Dokter Mendiagnosis Depresi Hamil Diagnosis: Skor EPDS >10 Wawancara klinis Pantau gejala >2 minggu Diagnosis aman tanpa obat dulu. Cara Mengatasi Perubahan Emosi Ibu Hamil Cara aman: Olahraga ringan jalan yoga Relaksasi nafas dalam Dukungan pasangan keluarga Journaling Musik meditasi Tidur cukup Terapi CBT jika berat. Obat antidepresan hanya kasus ekstrem. Dampak Perubahan Emosi pada Janin Dampak: Kortisol tinggi Risiko prematur BBLR Gangguan emosi anak Stres ibu pengaruh sistem HPA janin. Komplikasi Perubahan Emosi Tidak Terkendali Komplikasi: Depresi postpartum Preeklamsia Persalinan prematur Gangguan ikatan ibu-bayi Risiko jangka panjang tinggi. Pencegahan Perubahan Emosi Berat Pencegahan: Komunikasi terbuka Kelas antenatal Gaya hidup sehat Dukungan sosial Pantau gejala dini Pencegahan tingkatkan kesejahteraan. Kapan Harus ke Dokter Segera konsultasi jika: Kesedihan >2 minggu Tidak bisa fungsi harian Pikiran negatif... - Published: 2026-04-06 - Modified: 2026-04-06 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/mengenal-dsa/ - Kategori: Radiologi - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda membayangkan bagaimana dokter bisa melihat kondisi di dalam pembuluh darah yang sangat halus tanpa harus melakukan operasi besar? Di dunia medis modern, teknologi ini bukan lagi sekadar imajinasi. DSA atau Digital Subtraction Angiography adalah sebuah prosedur "Navigasi" akurat yang mampu memetakan seluruh jaringan pembuluh darah Anda secara real-time. Apa Itu DSA? Secara teknis, DSA adalah prosedur diagnostik sekaligus tindakan medis yang menggunakan bantuan sinar-X dan komputer untuk memberikan gambaran pembuluh darah yang sangat detail. Uniknya, teknologi ini mampu "menghapus" bayangan tulang dan jaringan tubuh lainnya di layar monitor, sehingga dokter dapat focus menilai pembuluh darah yang sedang diperiksa. Mengapa Prosedur Ini Sangat Penting? Banyak masalah kesehatan serius yang berawal dari pembuluh darah namun sulit dideteksi dengan pemeriksaan biasa. Di tangan seorang Dokter Spesialis Radiologi Intervensi, DSA digunakan untuk: Mendeteksi sumbatan(yang berpotensi menyebabkan stroke atau serangan jantung). Melacak perdarahan kelainan pembuluh darah di otak seperti aneurysma Mengidentifikasi tumordengan melihat aliran darah yang menyuplai sel kanker tersebut. Satu Prosedur, Dua Solusi DSA merupakan standar emas dalam pemeriksaan pembuluh darah di kepala artinya merupakan pemeriksaan paling akurat dalam penilaian pembuluh darah otak. Selain itu DSA juga berperan sebagai tindakan theragnostic (terapi & diagnostic), artinya satu prosedur dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis penyakit sekaligus langsung memberikan terapi yang tertarget. Lebih Nyaman dan Minim Sayatan Bagi pasien, salah satu hal yang paling melegakan adalah prosedur ini masuk dalam kategori minim invasif. Minim Sayatan:Hanya memerlukan lubang kecil (biasanya di lipat paha atau pergelangan tangan). Pemulihan Cepat:Karena bukan operasi terbuka, pasien umumnya bisa pulih dan beraktivitas kembali jauh lebih cepat. Presisi Tinggi:Tindakan dipandu langsung oleh teknologi pencitraan mutakhir, sehingga risiko kesalahan sangat minimal. Sehat dimulai dari deteksi yang tepat. Jangan tunggu hingga muncul gejala berat. Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai kesehatan pembuluh darah atau memiliki keluhan terkait, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim dokter di Primaya Hospital Kelapa Gading. Temukan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA) di Primaya Hospital Kelapa Gading, Primaya Hospital Bekasi Barat, Primaya Hospital Tangerang, Primaya Hospital Betang Pambelum. Ditinjau oleh: dr. Kevin Julius Tanady, Sp. Rad. Subsp. RI(K) Spesialis Radiologi, Subspesialis Radiologi Intervensi Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-04-05 - Modified: 2026-04-06 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-prediabetes/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa sehat-sehat saja, makan apa pun aman, dan berat badan pun terasa stabil, namun tiba-tiba hasil cek darah menunjukkan angka gula darah yang "nanggung"? Tidak cukup tinggi untuk disebut Diabetes Tipe 2, tapi sudah melewati batas normal. Selamat datang di zona Prediabetes. Kondisi ini sering disebut sebagai silent warning atau peringatan sunyi karena hampir tidak ada gejala fisik yang dirasakan. Mengapa Prediabetes Itu "Licin"? Berbeda dengan diabetes yang sudah parah (di mana penderita biasanya sering haus, sering kencing, atau luka sulit sembuh), prediabetes adalah fase transisi. Tubuh Anda mulai kesulitan mengolah gula darah karena resistensi insulin, tetapi fungsi organ belum menurun secara drastis. Masalahnya adalah: jika dibiarkan, 70% orang dengan prediabetes akan berkembang menjadi Diabetes Tipe 2. Kabar baiknya? Ini adalah kondisi yang bisa dicegah (reversible)! Langkah Taktis: Apa yang Harus Dilakukan? Jika Anda baru saja mengetahui bahwa Anda berada di zona prediabetes, jangan panik. Anggap ini sebagai "kartu kuning" dari tubuh agar Anda tidak mendapat "kartu merah". Berikut langkah nyata yang harus diambil: Audit Piring Makan (Bukan Diet Ekstrem) Jangan langsung berhenti makan nasi sama sekali. Kuncinya adalah kualitas karbohidrat. Ganti Karbo:Kualitas karbohidrat lebih diutamakan daripada kuantitas. Karbohidrat yang disarankan adalah yang kaya nutrisi dan serat seperti karbohidrat dari buah, sayur, biji-bijian, dan susu rendah lemak (sumber: Panduan DMT2 Perkeni 2024) Serat adalah Kunci: Pastikan setengah piring Anda berisi sayuran. Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke aliran darah. Aturan 30 Menit Bergerak Anda tidak perlu langsung lari maraton. Aktivitas fisik membantu sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Jalan cepat 30 menit sehari, 5 kali seminggu sudah cukup untuk menurunkan risiko diabetes secara signifikan. Pangkas Lemak Perut Lemak di area perut (viseral) adalah musuh utama insulin. Menurunkan berat badan hanya sebesar 5% hingga 7% dari berat badan saat ini terbukti secara medis mampu mencegah perkembangan diabetes. Pantau Berkala Jangan hanya cek sekali lalu lupa. Lakukan tes gula darah puasa atau HbA1c secara rutin (misalnya 3-6 bulan sekali) untuk melihat apakah perubahan gaya hidup Anda membuahkan hasil. Siapa yang Paling Berisiko? Mengingat gejalanya yang nihil, Anda wajib lebih waspada jika: Berusia di atas 40 Memiliki berat badan berlebih (overweight). Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes. Jarang berolahraga (sedenter). Prediabetes bukan berarti Anda sudah "sakit". Ini adalah kesempatan kedua yang diberikan tubuh untuk memperbaiki sistem sebelum kerusakan permanen terjadi. Segera lakukan skrining atau pemeriksaan lanjutan di Primaya Hospital Kelapa Gading jika memiliki faktor risiko. Ditinjau oleh: dr. Deasy Natalia Adriana,Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-04-04 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/kram-saat-jalan/ - Kategori: Bedah Vaskuler - Translation Priorities: Optional Banyak orang menganggap remeh rasa nyeri, kram, atau berat pada kaki saat berjalan. "Ah, cuma pegal biasa atau faktor usia," begitu gumamnya. Namun, waspadalah. Gejala yang tampak sepele ini bisa jadi adalah alarm dari Peripheral Artery Disease (PAD) atau Penyakit Arteri Perifer—kondisi serius yang jika dibiarkan, taruhannya adalah kehilangan anggota tubuh. Mengenal PAD: Ketika Jalur Nutrisi Terhambat Secara sederhana, PAD terjadi akibat penyempitan pembuluh darah arteri yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, terutama kaki. Penyebab utamanya adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada dinding arteri. Bayangkan pipa air yang tersumbat kerak; aliran air tidak lancar, bukan? Begitu pula darah Anda. Saat Anda berjalan, otot kaki butuh asupan oksigen lebih. Karena jalurnya sempit, pasokan darah tidak mencukupi, terjadilah rasa nyeri hebat yang memaksa Anda berhenti melangkah. Waspada 5 Gejala Khas "Si Pencuri Langkah" PAD sering kali berkembang secara senyap. Kenali tanda-tanda berikut sebelum terlambat: Klaudikasio Intermiten:Nyeri atau kram hebat pada betis, paha, atau bokong saat beraktivitas, namun ajaibnya hilang saat beristirahat. Nyeri Saat Rebahan:Pada tahap lanjut, rasa sakit tetap muncul meski sedang tidur, terutama di bagian jari kaki. Perubahan Fisik Kaki:Kulit kaki tampak pucat atau kebiruan, terasa dingin, dan terlihat mengkilap. Luka Membandel:Luka kecil atau lecet yang tidak kunjung sembuh. Ini fase berbahaya karena risiko infeksi tinggi. Rambut Kaki Rontok:Pertumbuhan rambut kaki berkurang dan kuku kaki menjadi rapuh atau tumbuh sangat lambat. Siapa yang Paling Berisiko? Gaya hidup adalah faktor penentu. Kelompok yang paling rentan terkena PAD antara lain: Perokok Aktif:Racun rokok merusak dinding arteri secara agresif. Penderita Diabetes:Gula darah tinggi adalah "musuh" bagi elastisitas pembuluh darah. Hipertensi & Kolesterol Tinggi:Keduanya mempercepat pembentukan plak yang mengeraskan arteri. Usia di Atas 50 Tahun:Risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Langkah Penanganan: Jangan Tunggu Sampai Lumpuh Kabar baiknya, PAD bisa diatasi. Penanganannya fokus pada dua hal: meredakan gejala dan mencegah komplikasi fatal seperti serangan jantung atau stroke. Revolusi Gaya Hidup:Berhenti merokok adalah harga mati. Selain itu, diet sehat dan olahraga teratur (seperti program jalan kaki di bawah pengawasan medis) justru membantu membentuk pembuluh darah baru sebagai "jalan pintas" alami. Terapi Obat:Penggunaan pengencer darah, statin untuk kolesterol, serta obat pengontrol gula darah sangat krusial. Tindakan Medis Modern:Jika penyumbatan sudah parah, dokter spesialis mungkin menyarankan Angioplasti (pelebaran arteri dengan balon/stent) atau operasi Bypass untuk membuat saluran darah baru. Deteksi Dini Adalah Kunci Jangan biarkan nyeri kaki membatasi ruang gerak Anda. Pemeriksaan sederhana seperti Ankle Brachial Index (ABI) dan USG Doppler Vaskular dapat memberikan diagnosis yang akurat secara cepat. Jika Anda atau keluarga mulai merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular endovaskular di Primaya Hospital Kelapa Gading. Ditinjau oleh: dr. Richard Yehuda Limen, Sp. B, Subsp. BVE(K) Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Vaskular Endovaskular Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-04-03 - Modified: 2026-04-02 - URL: https://primayahospital.com/urologi/laser-atasi-bph/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda atau paman, ayah, atau kakek Anda mengeluh harus bolak-balik ke kamar mandi saat tengah malam? Atau merasa aliran kencingnya semakin melemah dan tidak tuntas? Jika iya, jangan dianggap remeh atau sekadar dianggap sebagai "penyakit tua" biasa. Gejala-gejala ini adalah tanda klasik dari Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Meskipun istilahnya "jinak" dan bukan kanker, BPH yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dapat menurunkan kualitas hidup pria secara drastis, menyebabkan gangguan berkemih berat seperti bangun dimalam hari untuk berkemih sehingga kualitas tidur menurun, BAK tidak lampias, infeksi saluran kemih berulang, batu kandung kemih, hingga kerusakan ginjal permanen. Mengapa Prostat Bisa Membesar? Kelenjar prostat adalah organ sistem reproduksi pria yang normalnya seukuran kacang kenari. Letaknya mengelilingi urethra (saluran yang membawa urine keluar dari tubuh). Seiring bertambahnya usi (diatas 40 tahun) kelenjar ini cenderung membesar. Masalah timbul ketika pembesaran ini menekan urethra, layaknya selang air yang tertekan dari luar, sehingga gangguan pada aliran urine Gejala yang Sering Diabaikan Banyak pria memilih beradaptasi dengan gejala BPH karena malu atau takut berkonsultasi. Waspadai tanda-tanda berikut: Nokturia:Terbangun lebih dari dua kali di malam hari untuk kencing. Urgensi:Dorongan kuat untuk kencing yang sulit ditahan. Hesitansi:Butuh waktu lama untuk memulai kencing. Pancaran Lemah:Aliran urine lemah dan terkadang terputus-putus. Kencing Tidak Tuntas:Merasa masih ada urine yang tersisa di kandung kemih setelah selesai. Era Baru Penanganan Prostat: Revolusi Teknologi HoLEP Dulu, operasi prostat identik dengan sayatan bedah terbuka yang menakutkan, perdarahan banyak, rawat inap lama, dan risiko komplikasi seperti inkontinensia (ngompol) atau disfungsi ereksi. Namun, dunia kedokteran urologi kini telah memasuki era modern dengan hadirnya teknologi laser terbaru bernama HoLEP (Holmium Laser Enucleation of the Prostate). Apa itu HoLEP? HoLEP adalah prosedur miniman invasif (tanpa sayatan) untuk menangani kondisi pembesaran prostat jinak dengan volume lebih besar dari 80 ml. Dokter spesialis urologi menggunakan alat endoskopi canggih yang dimasukkan melalui saluran kencing, jadi tanpa ada sayatan sama sekali di perut. Di dalam, energi laser Holmium dengan yang sangat presisi dapat digunakan untuk melepaskan seluruh bagian prostat yang membesar dari kapsul luarnya. Analogi sederhananya, prosedur ini seperti mengupas bersih isi buah jeruk dan menyisakan kulitnya. Jaringan prostat yang terlepas kemudian dikeluarkan menggunakan alat khusus yang di sebut moselator Keunggulan Dibandingkan metode operasi konvensional (seperti TURP atau bedah terbuka), HoLEP menawarkan keunggulan medis yang signifikan bagi pasien: Efektif untuk menangani masalah prostat dengan ukuran besar: HolEP dapat menangang postat dengan ukuran diatas 80 ml yang tidak efektif ditangaini dengan TURP Tanpa Sayatan:Tidak ada luka bekas operasi di tubuh bagian luar. Pemulihan Cepat:Pasien umumnya hanya perlu rawat inap 1-2 hari dan bisa kembali beraktivitas normal lebih cepat. Risiko Kambuh lebih Rendah:Karena jaringan yang menyumbat diambil secara total (dienukleasi), risiko prostat tumbuh kembali dan menyumbat lagi di masa depan sangatlah kecil. Risiko komplikasi lebih rendah:Risiko gangguan ereksi dan inkomentesia (ngompol)pasca bedah yang lebih rendah dibanding Tindakan TRUP & Tindakan Terbuka Teknologi HoLEP telah memberikan harapan baru bagi para penderita Pembesaran prostat Jinak untuk mengembalikan kondisi kembali mendapatkan kencing yang lancar dan tidur malam yang nyenyak. Jika Anda atau orang terkasih mengalami gejala pembesaran prostat, jangan menunggu hingga terjadi komplikasi serius. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis urologi untuk mendapatkan diagnosis dan opsi penanganan terbaik, termasuk teknologi laser HoLEP. Ditinjau oleh: dr. Steven Gunawan, Sp. U, FICS Spesialis Urologi Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-04-02 - Modified: 2026-03-24 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/berat-badan-ideal-setelah-melahirkan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Menjaga berat badan ideal setelah melahirkan sering menjadi tantangan bagi banyak ibu baru. Setelah melewati masa kehamilan selama sembilan bulan, tubuh memerlukan waktu untuk pulih sekaligus menyesuaikan diri dengan aktivitas baru dalam merawat bayi. Di Indonesia, rata-rata ibu mengalami kenaikan berat badan sekitar 10–15 kg selama kehamilan. Namun sekitar 50% ibu mengalami kesulitan menurunkan berat badan setelah melahirkan. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang tidur, stres, perubahan hormon, serta adanya mitos bahwa ibu menyusui harus makan jauh lebih banyak. Padahal, penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat memengaruhi produksi ASI, sementara kelebihan berat badan yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi di kemudian hari. Oleh karena itu, penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik ringan yang aman. Artikel ini membahas mendalam mengapa berat ideal penting pasca melahirkan, gejala berat berlebih sering terlewat, penyebab sulit turun berat, cara diagnosis obesitas nifas, pola makan sehat dukung ASI, aktivitas aman mulai minggu pertama, komplikasi jika diabaikan, pencegahan kenaikan berat nifas, serta kapan harus konsultasi dokter atau ahli gizi agar ibu pulih ideal dan tetap energik merawat bayi. Mengenal Berat Badan Ideal Pasca Melahirkan Berat badan ideal setelah melahirkan umumnya adalah kembali mendekati berat badan sebelum hamil atau berada dalam rentang Indeks Massa Tubuh (BMI) 18,5–24,9. Proses ini biasanya berlangsung secara bertahap dalam waktu sekitar 6 hingga 12 bulan setelah persalinan. Penurunan berat badan yang dianggap normal antara lain: sekitar 5–7 kg langsung setelah persalinan, yang berasal dari berat bayi, plasenta, dan cairan ketuban sekitar 0,5–1 kg per minggusecara bertahap, terutama pada ibu yang menyusui Menyusui secara eksklusif dapat membantu membakar sekitar 500 kalori tambahan per hari, sehingga turut mendukung proses penurunan berat badan secara alami. Sebagian ibu juga mengalami kenaikan berat badan yang menetap setelah persalinan, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, penurunan berat bertahap aman untuk ibu menyusui. Berat ideal dukung kesehatan jangka panjang. Gejala Berat Badan Tidak Ideal Pasca Melahirkan Beberapa tanda berat badan tidak ideal setelah melahirkan antara lain: Jika berat badan berlebih: Nyeri punggung Mudah lelah Sesak napas saat beraktivitas Gangguan tidur Muncul stretch mark tambahan Jika berat badan terlalu rendah: Produksi ASI menurun Pusing atau mudah lelah Rambut rontok Tubuh terasa lemah Sering kali gejala tersebut dianggap sebagai kondisi normal masa nifas, sehingga tidak jarang terabaikan. Penyebab Sulit Menjaga Berat Ideal Nifas Beberapa faktor yang dapat menyebabkan ibu sulit menurunkan atau menjaga berat badan setelah melahirkan antara lain: Kurang tidur karena jadwal menyusui bayi Perubahan hormon setelah persalinan Stres dan kelelahan emosional Pola makan berlebih akibat mitos “makan dua kali lipat untuk ASI” Kurangnya aktivitas fisik Retensi cairan dalam tubuh Proses pemulihan lebih lama pada persalinan sesar Cara Dokter Menilai Berat Badan Nifas Penilaian: Ukur BMI Pantau lingkar perut Tes gula darah Konsultasi gizi Kontrol nifas rutin pantau berat. Pola Makan Sehat untuk Berat Ideal dan ASI Pola makan: Tambah 500 kalori menyusui Tinggi protein ikan ayam Sayur buah banyak Biji-bijian utuh Lemak sehat alpukat kacang Minum air 3 liter/hari Hindari diet ketat atau skip meal. Makan kecil sering stabilkan gula darah. Aktivitas Aman Pasca Melahirkan Aktivitas fisik setelah melahirkan sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai kondisi tubuh dan jenis persalinan. Beberapa aktivitas yang umumnya aman antara lain: Minggu 1–2:berjalan ringan di dalam rumah Minggu 3–6:senam ringan atau yoga khusus ibu nifas Setelah 6 minggu:olahraga aerobik ringan seperti jalan cepat Latihan kegel:untuk memperkuat otot dasar panggul Bagi ibu yang menjalani persalinan sesar, olahraga biasanya dianjurkan setelah sekitar 6–8 minggu sesuai rekomendasi dokter. Komplikasi Berat Badan Tidak Ideal Nifas Jika berat badan tidak terkontrol setelah melahirkan, beberapa komplikasi kesehatan dapat terjadi. Jika berat badan berlebih: Risiko diabetes tipe 2 Hipertensi Nyeri sendi dan punggung Risiko depresi postpartum Jika berat badan terlalu rendah: Produksi ASI berkurang Proses pemulihan tubuh lebih lambat Risiko kekurangan nutrisi pada ibu Pencegahan Berat Badan Tidak Ideal Nifas Pencegahan: Makan seimbang nifas Aktivitas bertahap Tidur saat bayi tidur Dukungan keluarga Konsultasi gizi Pencegahan tingkatkan kesehatan ibu. Kapan Harus ke Dokter atau Ahli Gizi Meskipun fluktuasi berat badan adalah hal yang wajar setelah melahirkan, ada beberapa kondisi di mana bantuan profesional sangat diperlukan untuk memastikan kesehatan ibu dan kualitas ASI tetap terjaga. Segeralah melakukan konsultasi jika Anda mengalami kondisi berikut: Berat badan tidak kunjung turun lebih dari 3 bulan:Jika setelah melewati masa transisi awal nifas (sekitar 12 minggu) berat badan tetap stagnan meski sudah beraktivitas, ahli gizi dapat membantu mengevaluasi metabolisme atau pola makan Anda. Penurunan berat badan yang terlalu drastis:Kehilangan berat badan yang terlalu cepat (lebih dari 1 kg per minggu) dapat melepaskan racun yang tersimpan dalam lemak ke dalam aliran darah dan memengaruhi kualitas ASI, serta berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi pada ibu. Produksi ASI berkurang signifikan:Pola makan yang terlalu ketat sering kali menjadi penyebab utama produksi ASI menurun. Konsultasi dengan konselor laktasi... - Published: 2026-04-01 - Modified: 2026-03-24 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/prenatal-check-up-kapan-perlu-dilakukan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Prenatal check-up atau pemeriksaan kehamilan rutin adalah kunci utama untuk memastikan kehamilan berjalan sehat dan menjadi instrumen terpenting dalam deteksi dini komplikasi bagi ibu serta janin. Di Indonesia, tantangan besar yang masih dihadapi adalah banyaknya ibu hamil yang kurang melakukan kunjungan antenatal karena anggapan keliru bahwa "selama merasa sehat, tidak perlu sering periksa". Padahal, komplikasi seperti hipertensi dalam kehamilan atau kelainan janin sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang dirasakan ibu di tahap awal. Kemenkes RI dan WHO merekomendasikan minimal 8 kali prenatal check-up, bahkan bisa meningkat hingga 10–12 kali untuk kehamilan berisiko tinggi. Melalui pemeriksaan rutin, angka kematian ibu dapat dikurangi hingga 30 persen, dan kelainan pada janin dapat dideteksi secara dini hingga 80 persen. Jadwal pemeriksaan ini disesuaikan berdasarkan trimester, dengan intensitas yang lebih tinggi pada trimester pertama untuk pemastian lokasi janin dan trimester ketiga saat risiko persalinan meningkat. Manfaat utamanya mencakup pemantauan tekanan darah, pemantauan pertumbuhan janin melalui USG, pemeriksaan laboratorium (tes darah dan urine), serta pemberian edukasi bagi ibu. Dengan kunjungan yang tepat waktu, ibu dapat mencegah kondisi berbahaya seperti preeklamsia, anemia berat, atau Bayi Lahir Rendah (BBLR). Prenatal check-up juga menjadi kesempatan berharga untuk konsultasi nutrisi, mendapatkan vaksinasi (seperti Tetanus Toksoid), dan menyusun rencana persalinan yang aman. Mengenal Prenatal Check-Up Prenatal check-up adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif bagi ibu hamil yang dilakukan secara berkala untuk memantau kesejahteraan ibu dan janin di dalam kandungan. Tujuan utama dari prenatal check-up meliputi: Deteksi komplikasi dini: Mengidentifikasi risiko medis seperti preeklamsia, diabetes gestasional, dan infeksi secara cepat. Pantau pertumbuhan janin: Memastikan berat badan, panjang, dan perkembangan organ janin sesuai dengan usia kehamilan. Edukasi ibu: Memberikan informasi mengenai gaya hidup, nutrisi, dan tanda-tanda bahaya kehamilan. Vaksin dan suplementasi: Pemberian vitamin asam folat, zat besi, kalsium, serta vaksinasi yang diperlukan. Rencana persalinan: Mendiskusikan metode persalinan, persiapan mental, serta kesiapan fasilitas kesehatan. Berdasarkan standar terbaru WHO, setiap ibu hamil disarankan melakukan minimal 8 kontak antenatal. Namun, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI), di Indonesia, target Kemenkes ditingkatkan menjadi 10–12 kunjungan sepanjang masa kehamilan untuk pengawasan yang lebih optimal. Menurut World Health Organization 2016 updated 2024, prenatal rutin tingkatkan outcome kehamilan. Check-up melibatkan dokter obstetri, bidan, atau puskesmas. Jadwal Prenatal Check-Up Ideal Berikut adalah pengembangan untuk bagian Jadwal Prenatal Check-Up Ideal, dengan tetap mempertahankan struktur asli dan memberikan detail medis yang lebih spesifik untuk setiap fasenya: Jadwal Standar Pemeriksaan Rutin: Trimester 1 ( - Published: 2026-03-31 - Modified: 2026-03-24 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/motor-cara-sederhana/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Di tengah derasnya tren diet ekstrem, olahraga berlebihan, dan konsumsi suplemen tanpa kontrol, banyak orang lupa bahwa prinsip hidup sehat sebenarnya sederhana: cukup, seimbang, dan konsisten. Dari gagasan inilah lahir konsep MOTOR, pendekatan gaya hidup sehat yang dikembangkan Prof. Yos E. Susanto. MOTOR adalah singkatan dari: Masuk sehat secukupnya Olahraga sehat secukupnya Tidur sehat secukupnya Obat sehat secukupnya Riang bahagia sepenuhnya Konsep ini mengingatkan bahwa kesehatan tidak bisa didapatkan dari satu kebiasaan saja, melainkan kombinasi beberapa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Hal ini sejalan dengan penelitian dalam The Lancet yang mendapati perubahan kecil sekaligus pada pola makan, aktivitas fisik, dan tidur dapat meningkatkan usia harapan hidup dan masa hidup bebas penyakit secara signifikan. Mari kita bedah bersama cara hidup sehat dengan konsep MOTOR. Masuk Sehat Secukupnya “Masuk sehat secukupnya” berarti kita perlu memperhatikan apa pun yang masuk ke tubuh kita. Bukan hanya makanan dan minuman, melainkan juga polusi, radiasi, hingga bakteri yang bisa menyebabkan infeksi dapat masuk ke tubuh kita. Kuncinya adalah memastikan hal-hal yang sehat masuk dan menghindari paparan yang meningkatkan risiko penyakit. Perlu digaris bawahi, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh tidak hanya harus sehat, tapi juga tidak berlebihan. Banyak orang terlalu fokus pada jenis makanan tanpa memperhatikan porsi. Padahal konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Tubuh membutuhkan keseimbangan nutrisi yang meliputi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Kekurangan ataupun kelebihan dari salah satu komponen tersebut itu dapat mengganggu metabolisme dan fungsi organ. Penelitian dalam jurnal Cell Metabolism menunjukkan pembatasan kalori yang moderat (15 persen selama dua tahun) pada manusia dewasa secara signifikan menurunkan stres oksidatif dan meningkatkan efisiensi metabolisme yang berpotensi memperpanjang masa hidup sehat. Karena itu, konsep “secukupnya” menjadi kunci dalam poin ini. Olahraga Sehat Secukupnya Kecuali bagi atlet, olahraga tidak selalu harus dilakukan secara intensif dan menguras fisik. Banyak orang menganggap olahraga harus berat dan lama agar bermanfaat. Padahal banyak penelitian menunjukkan aktivitas fisik moderat secara rutin sudah cukup memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit kronis. Aktivitas fisik pada tingkat tersebut terbukti secara konsisten menurunkan risiko kematian dini, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki cepat, bersepeda santai, berkebun, atau naik tangga sudah memberikan dampak kesehatan yang signifikan bila dilakukan secara rutin. Inilah makna olahraga sehat secukupnya: tidak ekstrem, tapi konsisten. Tidur Sehat Secukupnya Banyak orang sudah menjaga pola makan dan olahraga, tapi masih sering begadang. Padahal tidur memiliki peran penting dalam pemulihan sel, regulasi hormon, dan penguatan sistem imun. Tidur berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Penelitian di Amerika Serikat seperti dimuat di BMJ Journals menunjukkan bahwa durasi tidur yang terlalu pendek ataupun terlalu panjang berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dan penyakit kronis. Berdasarkan penelitian, National Sleep Foundation merekomendasikan durasi tidur 7-9 jam untuk usia 18-64 tahun dan 7-8 jam untuk lansia berusia 65 tahun ke atas demi kesehatan. Selain durasi, pola tidur yang tidak teratur bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke meskipun total jam tidur cukup. Karena itu, tidur sehat secukupnya mencakup durasi cukup, waktu tidur konsisten, dan kualitas tidur yang baik. Obat Sehat Secukupnya Di era modern, banyak orang cenderung mengonsumsi suplemen secara berlebihan dengan harapan cepat sehat. Padahal penggunaan obat atau suplemen seperti multivitamin tanpa kebutuhan yang jelas tidak selalu bermanfaat dan dapat menimbulkan efek samping. Para peneliti Johns Hopkins Medicine yang meninjau sejumlah penelitian tentang konsumsi multivitamin menyimpulkan multivitamin tidak mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, penurunan kognitif, ataupun kematian dini. Selain itu, studi sebelumnya menunjukkan bahwa suplemen beta-karoten dan vitamin E tampak membahayakan, terutama dalam dosis tinggi. Alih-alih lewat konsumsi obat dan suplemen, pencegahan penyakit kronis justru lebih efektif dilakukan melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres. Adapun untuk mengatasi penyakit yang telah ada, pastikan mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan sebelum mengonsumsi suplemen tertentu, terutama pada kondisi kesehatan Riang Bahagia Sepenuhnya Kesehatan mental adalah bagian dari kesehatan fisik. Itulah gagasan utama poin “riang bahagia sepenuhnya” dalam konsep MOTOR sebagai gaya hidup. Karena itu, berbeda dengan poin sebelumnya yang memakai kata “secukupnya”, poin terakhir ini menggunakan istilah “sepenuhnya”. Hidup yang riang dan bahagia sepenuhnya penting untuk mendapatkan kesehatan fisik. Riang bahagia di sini mencakup kemampuan untuk tetap positif, optimistis, dan memiliki hubungan sosial yang bermakna. Studi di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan individu dengan tingkat optimisme yang tinggi hidup lebih lama dan berpeluang lebih besar mencapai longevity (hidup di atas 85 tahun) dibanding mereka yang pesimistis. Karena itu, di sela-sela rutinitas sehari-hari, usahakan meluangkan waktu untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi kesehatan mental. Di antaranya menjalani hobi, berolahraga, berkumpul dengan teman-teman, juga menikmati dan mensyukuri hal-hal kecil yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, konsep... - Published: 2026-03-30 - Modified: 2026-03-05 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/dislokasi-sendi/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Tiba-tiba bahu “koclok” keluar dari tempatnya saat jatuh, jari bengkok tidak wajar setelah terjepit pintu, atau lutut terasa “lepas” setelah terkilir — itu adalah dislokasi sendi, salah satu cedera ortopedi paling sering namun paling sering ditangani salah oleh orang awam. Di Indonesia, ribuan kasus dislokasi setiap tahun berakhir dengan kerusakan permanen hanya karena “ditarik paksa” atau “dipijat keras” oleh tukang urut. Padahal, 90 % dislokasi bisa sembuh sempurna tanpa komplikasi jika ditangani dengan benar dalam 6 jam pertama. Yuk, kenali apa itu dislokasi, gejala pasti yang membedakannya dari cedera biasa, dan 10 langkah pertolongan pertama yang wajib dilakukan (dan yang dilarang keras) agar sendi kembali normal tanpa cacat! Apa Itu Dislokasi Sendi dan Mengapa Bisa Terjadi? Dislokasi adalah keluarnya ujung tulang dari posisi normal di dalam kapsul sendi. Kondisi ini berarti hubungan antar permukaan sendi tidak lagi sejajar seperti seharusnya. Kejadian ini dapat bersifat parsial (subluksasi), yaitu ketika sebagian permukaan sendi masih bersentuhan, atau total ketika tulang benar-benar terlepas dari tempatnya. Dislokasi biasanya muncul akibat trauma, jatuh dengan posisi yang tidak tepat, olahraga kontak, kecelakaan, atau gerakan ekstrem yang memaksa sendi melebihi batas kemampuannya. Sendi yang memiliki mobilitas tinggi cenderung lebih rentan, sementara sendi yang lebih stabil umumnya membutuhkan tekanan kuat untuk bisa bergeser. Sendi paling sering terdislokasi: Bahu (50–60 % kasus) — sendi paling mobile = paling tidak stabil. Bahu memiliki jangkauan gerak yang sangat luas sehingga struktur penopangnya bekerja ekstra keras menjaga stabilitas. Sedikit kesalahan gerak atau benturan dapat membuat kepala humerus keluar dari soketnya. Siku — sering terjadi saat seseorang jatuh dengan tangan menahan tubuh. Gerakan memutar tiba-tiba juga bisa memicu pergeseran struktur sendi. Jari tangan/jempol — ukuran kecil dan sering terkena benturan membuatnya mudah bergeser, terutama saat olahraga atau aktivitas yang melibatkan genggaman kuat. Pergelangan kaki — dislokasi dapat terjadi saat kaki salah berpijak, terkilir ekstrem, atau cedera olahraga. Lutut (patella) — tempurung lutut dapat bergeser keluar dari alurnya ketika otot paha tidak seimbang atau terjadi perubahan arah mendadak saat berlari. Pinggul (jarang, tapi berat) — umumnya akibat kecelakaan bermotor atau cedera berenergi tinggi; sendi ini sebenarnya sangat stabil sehingga dislokasi menandakan trauma yang cukup serius. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) 2024, 95 % dislokasi bahu terjadi ke depan (anterior) akibat jatuh dengan tangan terentang atau pukulan dari belakang. 10 Gejala Pasti Dislokasi Sendi Gejala Dislokasi Keseleo Biasa Bentuk sendi Jelas berubah (bahu “kotak”, jari bengkok) Normal atau sedikit bengkak Nyeri Sangat hebat, tidak bisa digerakkan sama sekali Nyeri sedang, masih bisa gerak terbatas “Koclok” saat kejadian Ada bunyi “pop” keras” Tidak ada Sendi terasa “kosong” Ya, teraba lubang di bahu/siku Tidak Posisi tidak wajar Lengan terangkat paksa, tidak bisa diturunkan Bisa digerakkan meski sakit Mati rasa/kesemutan Sering (saraf terjepit) Jarang Bengkak Cepat & besar Lambat Memar luas Sering Jarang 10 Langkah Pertolongan Pertama yang Benar (Protokol PRICE + JANGAN) LAKUKAN: Segera hentikan semua gerakan 2. Imobilisasi: ganjal dengan bantal/handuk gulung pada posisi nyaman 3. Ice: kompres es 15–20 menit setiap 2 jam 4. Elevation: angkat bagian cedera lebih tinggi dari jantung 5. Berikan obat pereda nyeri: paracetamol (bukan NSAID dulu) 6. Segera ke IGD ortopedidalam 6 jam → risiko nekrosis kepala tulang Komplikasi Jika Dislokasi Ditangani Salah Kerusakan saraf permanen (lumpuh) Kerusakan pembuluh darah → gangren Dislokasi berulang (instabilitas kronis) Avascular necrosis (kepala tulang mati) Arthrosis dini (pengapuran) Prosedur Medis Standar di Rumah Sakit Rontgen → pastikan tidak ada fraktur 2. Sedasi ringan atau anestesi lokal 3. Reposisi tertutup (teknik Hippocrates, Kocher, dll) 4. Imobilisasi dengan sling/mitella 1–3 minggu 5. Fisioterapi mulai minggu ke-2 6. Kontrol rontgen ulang Sendi yang Paling Sering Kambuh & Pencegahannya Beberapa sendi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kekambuhan setelah dislokasi pertama. Hal ini biasanya berkaitan dengan anatomi, usia, dan aktivitas fisik seseorang. Semakin muda usia saat cedera pertama terjadi, semakin besar peluang sendi menjadi tidak stabil dan kambuh di kemudian hari. Karena itu, pencegahan jangka panjang sangat penting dilakukan sejak awal pemulihan. Bahu → 70–90 % kambuh jika - Published: 2026-03-30 - Modified: 2026-03-15 - URL: https://primayahospital.com/saraf/miastenia-gravis/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Ada banyak macam gangguan autoimun yang sangat mempengaruhi individu yang mengalaminya. Salah satunya adalah miastenia gravis yang terkait dengan hubungan sistem saraf dan otot. Gangguan ini bisa menyebabkan kelemahan otot yang signifikan sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Artikel berikut ini akan menguraikan lebih lanjut seputar miastenia gravis, dari gejala hingga cara menanganinya. Mengenal Miastenia Gravis Miastenia gravis berasal dari bahasa Latin dan Yunani yang secara harfiah berarti “kelemahan otot yang parah”. Kondisi ini bukan sekadar kelelahan biasa, melainkan penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang reseptor asetilkolin (AChR) pada sambungan neuromuskular (neuromuscular junction/NMJ). NMJ adalah titik temu antara ujung saraf motorik dan serat otot tempat asetilkolin atau sinyal kimia diterjemahkan menjadi gerakan otot. Dalam miastenia gravis, serangan antibodi mengurangi jumlah atau fungsi reseptor ini sehingga pesan dari saraf yang menyuruh otot untuk bergerak tidak ditangkap dengan baik. Walhasil, otot tidak bergerak sesuai dengan pesan saraf. Menurut Muscular Dystrophy Association, miastenia gravis dapat menyerang semua kelompok etnis dan usia. Tapi kondisi ini paling sering didiagnosis pada perempuan berusia di bawah 40 tahun dan pria lanjut usia di atas 60 tahun. Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan sepenuhnya, sebagian besar individu dengan kondisi ini dapat mengelola gejala dan menjalani hidup yang aktif berkat kemajuan terapi. Gejala Miastenia Gravis Gejala utama miastenia gravis adalah kelemahan otot rangka yang membaik setelah beristirahat dan memburuk ketika beraktivitas atau kelelahan. Gejala yang umum meliputi: Kelopak mata turun seperti mengantuk baik salah satu maupun keduanya (ptosis). Penglihatan ganda, baik vertikal maupun horizontal (diplopia). Kelemahan otot wajah dan tenggorokan yang mengakibatkan ekspresi wajah datar, senyum tidak simetris, kesulitan menelan, serta suara menjadi sengau. Kelemahan otot anggota badan, terutama lengan, tangan, jari, kaki, dan leher. Kesulitan bernapas karena otot pernapasan melemah dalam kasus yang parah. Gejala kelelahan otot pada miastenia gravis bisa terjadi secara cepat. Penderitanya mungkin bisa mengedip normal beberapa kali, lantas kelopak matanya kian sulit diangkat. Bisa juga setelah mengunyah beberapa kali, rahangnya terasa sangat lelah dan susah digerakkan. Penyebab Miastenia Gravis Penyebab pasti miastenia gravis belum sepenuhnya dipahami. Tapi diketahui ada kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan kelainan pada sistem kekebalan. Pada sebagian besar kasus miastenia gravis (sekitar 85 persen), pasien memiliki antibodi yang menargetkan reseptor asetilkolin. Pasien lain juga didapati memiliki antibodi terhadap protein lain yang berperan dalam transmisi neuromuskular. Banyak ahli percaya bahwa kelenjar timus, yakni bagian dari sistem imun di dada, terkait dengan produksi antibodi abnormal ini. Kelenjar timus yang seharusnya menyusut setelah masa kanak-kanak seringkali tetap aktif atau bahkan memiliki tumor jinak pada penderita miastenia gravis. Selain itu, ada faktor yang berpotensi memicu atau memperburuk gejala pada individu yang rentan, seperti infeksi virus, stres fisik/emosional, kehamilan, atau obat-obatan tertentu. Cara Dokter Mendiagnosis Miastenia Gravis Karena gejala miastenia gravis mirip dengan kelelahan kronis atau gangguan saraf lain, dokter memerlukan serangkaian tes spesifik untuk menegakkan diagnosis: Tes antibodi darah: mencari keberadaan antibodi reseptor asetilkolin yang abnormal. Elektromiografi (EMG): mengukur komunikasi listrik antara saraf dan otot. Tes stimulasi saraf berulang sangat efektif untuk melihat seberapa cepat otot mengalami kelelahan. Pencitraan (CT scan/MRI): untuk memeriksa apakah ada kelainan atau tumor pada kelenjar timus di area dada. Cara Mengatasi Miastenia Gravis Pengobatan miastenia gravis bertujuan mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan yang diambil biasanya meliputi: Obat-obatan: terdiri atas antikolinesterase membantu memperkuat komunikasi antara saraf dan otot serta imunosupresan seperti kortikosteroid untuk menekan aktivitas sistem imun yang menyerang reseptor. Terapi intravena: untuk kasus berat atau kambuhan mendadak, dokter mungkin melakukan plasmaferesis (pembersihan plasma darah) atau memberikan intravenous immunoglobulin(IVIG). Pembedahan (timektomi): pengangkatan kelenjar timus melalui operasi untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan dalam jangka panjang. Komplikasi Miastenia gravis tidak hanya menyebabkan kelemahan otot, tapi juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, termasuk: Krisis miastenik, yakni kondisi ketika otot pernapasan menjadi terlalu lemah sehingga dapat mengancam nyawa dan memerlukan perawatan darurat. Masalah komunikasi karena kesulitan dalam berbicara dan menelan, yang berisiko menyebabkan aspirasi (masuknya makanan/minuman ke paru-paru). Pencegahan Miastenia Gravis Belum ada upaya pencegahan miastenia gravis yang efektif. Namun mengenali gejala sejak dini dan secepatnya mencari perawatan medis dapat membantu dalam pengelolaan penyakit ini. Salah satu langkah yang bisa diambil termasuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin (regular check-up) dengan dokter terutama jika ada gejala atau risiko tersendiri. Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala seperti kelemahan otot yang tidak biasa, kesulitan berbicara, atau penglihatan ganda, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis dan penanganan dini sangat mempengaruhi peluang pasien untuk menjaga kualitas hidup di tengah kondisi miastenia gravis. Ditinjau oleh: dr. Yohanna, Sp. N, AIFO-K Spesialis Neurologi Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2026-03-29 - Modified: 2026-03-15 - URL: https://primayahospital.com/saraf/gejala-distonia/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Distonia adalah gangguan neurologis yang dapat mengubah kehidupan seseorang secara drastis karena mempengaruhi gerakan dan postur tubuh yang normal. Gangguan ini pun bisa menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Berikut ini artikel yang akan menerangkan lebih lanjut seluk-beluk distonia, dari gejala, penyebab, hingga penanganannya. Mengenal Distonia Distonia adalah gangguan gerak neuromuskular yang ditandai dengan kontraksi otot berlebihan dan tidak disengaja yang menyebabkan gerakan berputar, berulang, atau postur abnormal yang sering kali dipicu oleh suatu tindakan spesifik. Menurut Dystonia Medical Research Foundation, kondisi ini dapat mempengaruhi satu bagian tubuh (fokal), dua atau lebih bagian yang berdekatan (segmental), atau seluruh tubuh (general). Mekanisme pasti terjadinya gangguan ini masih diteliti, tapi para ilmuwan meyakini gangguan terjadi di dalam area otak yang bertanggung jawab mengatur koordinasi dan perintah gerakan atau basal ganglia. Gangguan pada sirkuit saraf ini menyebabkan otak mengirim sinyal yang salah ke otot sehingga berkontraksi secara bersamaan alih-alih bergantian dengan mulus. Distonia bisa diklasifikasikan menjadi: Distonia primer: distonia terjadi tanpa adanya penyakit neurologis lain dan sering kali terkait dengan genetik Distonia sekunder: terjadi akibat kondisi medis lain, seperti stroke, cedera otak trauma, infeksi, atau reaksi terhadap obat tertentu. Distonia plus: distonia yang disertai gejala neurologis lain, seperti mioklonus atau Parkinson. Pembedaan ini penting untuk menentukan tindakan penanganan yang sesuai. Gejala Distonia Gejala distonia sangat bervariasi, bergantung pada jenis dan bagian tubuh yang terdampak. Gejala awalmya sering kali samar dan timbul-tenggelam serta memburuk jika merasa kelelahan, stres atau melakukan aktivitas tertentu dan membaik dengan istirahat atau sentuhan lembut. Gejala yang umum meliputi: Kontraksi otot tak terkendali: gerakan berputar, menggeliat, atau berulang di leher, badan, tungkai, atau wajah. Postur abnormal: leher terpelintir, kelopak mata berkedip tak terkendali, tangan atau kaki tertekuk secara tidak wajar. Tremor: getaran yang sering muncul saat otot sedang digunakan. Rasa nyeri dan kelelahan otot: terutama pada distonia yang melibatkan kontraksi berkelanjutan. Gangguan suara: suara menjadi berbisik, tegang, atau terputus-putus. Gejala ini bisa memburuk dengan aktivitas tertentu. Misalnya tangan gemetaran saat menulis, tapi tidak ketika merias diri padahal otot yang digunakan sama. Penyebab Distonia Penyebab distonia bersifat multifaktorial atau melibatkan berbagai faktor, dari genetik, lingkungan, hingga kerusakan pada sirkuit otak. Pada distonia primer, faktor genetik diyakini berperan besar. Sedangkan untuk distonia sekunder, penyebabnya bisa berupa cedera saraf, infeksi, atau efek samping obat yang mempengaruhi sistem saraf pusat ketika digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, stres, kelelahan, atau perubahan hormonal dapat memicu atau memperburuk gejala distonia. Menurut penelitian di Movement Disorders, kondisi ketika otak salah mengorganisasi ulang hubungan sarafnya setelah cedera, penggunaan berlebihan, atau akibat faktor genetik sehingga menghasilkan pola gerakan yang salah alias maladaptive plasticity menjadi penyebab distonia. Cara Dokter Mendiagnosis Distonia Tidak ada tes laboratorium tunggal untuk mendiagnosis distonia. Dokter spesialis neurologi akan menegakkan diagnosis secara klinis melalui: Dokter akan menanyakan riwayat gejala, waktu kemunculan, faktor pemicu dan pereda, riwayat cedera, obat-obatan, serta riwayat keluarga. Pemeriksaan neurologis lengkap, termasuk pengamatan terhadap pola gerakan dan postur dan pemeriksaan kekuatan, sensasi, refleks, dan koordinasi. Tes provokasi, yakni pasien diminta melakukan suatu hal spesifik, seperti menulis atau berjalan, untuk memicu gejala. Tes penunjang untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti: Pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) otak untuk mendeteksi kelainan struktural seperti tumor, stroke, atau lesi lain yang mungkin menyebabkan distonia sekunder. Tes genetik pada pasien dengan onset dini atau riwayat keluarga kuat. Tes darah atau urine untuk mengecek adanya penyakit metabolik atau toksin. Elektromiografi untuk merekam aktivitas listrik otot dan mengonfirmasi pola kontraksi otot yang khas pada distonia. Cara Mengatasi Distonia Penanganan distonia disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Tujuannya adalah mengurangi gejala, memperbaiki fungsi, dan meningkatkan kualitas hidup. Caranya antara lain: Suntikan toksin botulinum (botox) ke otot yang terlalu aktif untuk melemahkan sinyal saraf secara selektif dan mengurangi kontraksi abnormal. Efeknya bertahan 3-6 bulan dan perlu diulang. Obat-obatan oral seperti antikolinergik yang dapat membantu mengurangi impuls saraf, GABAergik untuk menenangkan sistem saraf, serta relaksan otot. Terapi fisik dan okupasi untuk mempertahankan rentang gerak, mencegah kontraktur, meningkatkan kekuatan, dan belajar strategi kompensasi. Terapi wicara untuk distonia laring (pita suara). Stimulasi otak dalam deep brain stimulation(DBS) dengan menanam elektroda pada basal ganglia untuk memberikan stimulasi listrik yang mengatur sinyal otak yang salah, biasanya untuk kasus distonia general atau fokal berat yang tidak responsif terhadap terapi lain. Denervasi saraf selektif, yakni memotong saraf yang menyuplai otot yang terlalu aktif. Dukungan psikologis berupa konseling atau terapi perilaku kognitif untuk membantu mengelola stres, kecemasan, dan depresi yang sering menyertai kondisi kronis. Komplikasi Distonia Jika tidak dikelola dengan baik, distonia dapat menyebabkan komplikasi secara fisik dan psikososial yang meliputi: Fisik: kontraktur otot permanen, dislokasi sendi, kelelahan kronis, nyeri muskuloskeletal yang parah, kesulitan menelan (disfagia) pada beberapa jenis, dan gangguan penglihatan. Psikososial: isolasi sosial, depresi, kecemasan, gangguan citra tubuh, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Pencegahan Distonia Karena penyebabnya bisa bersifat genetik atau idiopatik (tidak diketahui secara pasti), tidak ada strategi pencegahan pasti untuk distonia primer. Namun ada... - Published: 2026-03-28 - Modified: 2026-03-04 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sindrom-terowongan-karpal/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Mungkin tak banyak yang menyadari, aktivitas berulang dengan tangan, seperti mengetik, bermain alat musik, atau pekerjaan manual lain bisa menyebabkan kondisi yang disebut sindrom terowongan karpal. Sindrom ini bisa sangat mempengaruhi individu yang menggantungkan produktivitasnya pada jemari. Artikel ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai sindrom tersebut, dari gejala, penyebab, hingga cara pengobatan dan pencegahannya. Mengenal Sindrom Terowongan Karpal Sindrom terowongan karpal adalah kondisi medis yang terjadi ketika saraf median atau medianus tertekan atau terjepit di dalam terowongan karpal. Saraf medianus adalah saraf utama yang memberikan sensasi perasaan dan kontrol gerak pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Adapun terowongan karpal adalah lorong sempit di pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang-tulang kecil (karpal) dan ligamen. Di dalam lorong ini, saraf medianus berjalan bersama tendon yang menghubungkan otot lengan dengan tulang tangan. Ketika terjadi tekanan berlebihan pada saraf medianus, akan terjadi gangguan fungsi yang memicu berbagai gejala neurologis, terutama pada sekitar pergelangan tangan. Sindrom terowongan karpal alis carpal tunnel syndrome (CTS) termasuk salah satu gangguan saraf tepi yang paling umum di dunia. Sebuah studi di Musculoskeletal Care di 15 negara mendapati sekitar 14,4 persen populasi global mengalami CTS. Menurut tinjauan di Journal of World Science mengenai risiko sindrom terowongan karpal yang terkait dengan pekerjaan, penelitian menunjukkan sindrom ini terkait dengan gerakan tangan yang berulang, getaran tangan-lengan, dan postur tangan yang tidak nyaman selama bekerja. Kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Jika terlambat ditangani, saraf medianus bisa rusak secara permanen. Gejala Sindrom Terowongan Karpal Gejala sindrom terowongan karpal biasanya muncul secara bertahap. Berikut ini di antaranya: Kesemutan dan mati rasa atau ada sensasi seperti ditusuk jarum pada ibu jari, telunjuk, tengah, dan separuh jari manis. Nyeri yang menjalar dari pergelangan tangan hingga ke lengan atas atau bahu. Kelemahan otot yang menyebabkan kesulitan memegang benda kecil, sering menjatuhkan barang, hingga kesulitan mengancingkan baju. Merasa jari-jari membengkak padahal secara fisik terlihat normal. Gejala sering dipicu atau diperparah oleh posisi pergelangan tangan yang menekuk dalam waktu lama, seperti saat mengemudi, membaca buku, atau memegang ponsel. Penyebab Sindrom Terowongan Karpal Penyebab utama sindrom terowongan karpal adalah peningkatan tekanan pada saraf medianus dan tendon di dalam terowongan karpal. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor: Gerakan repetitif dan getaran, misalnya dalam pekerjaan atau hobi yang melibatkan gerakan pergelangan tangan berulang dalam jangka panjang seperti mengetik, menggunakan mouse, menggunakan alat yang bergetar, merajut, atau memotong. Kondisi kesehatan tertentu: Diabetes yang bisa meningkatkan risiko kerusakan saraf, termasuk saraf medianus. Penyakit tiroid yang dapat menyebabkan penumpukan cairan yang menekan terowongan karpal. Reumatoid artritis berupa peradangan pada sendi yang dapat mempengaruhi selubung tendon di terowongan karpal. Obesitas yang bisa memicu penumpukan jaringan adiposa (lemak) pada area terowongan karpal. Perubahan hormonal saat hamil yang bisa menyebabkan retensi cairan hingga meningkatkan tekanan di terowongan karpal. Faktor anatomi, misalnya patah tulang pergelangan tangan atau bentuk terowongan yang secara alami lebih kecil. Cara Dokter Mendiagnosis Sindrom Terowongan Karpal Diagnosis sindrom terowongan kapal umumnya melibatkan kombinasi wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes penunjang yang meliputi: Anamnesis atau wawancara medis mengenai riwayat gejala, pekerjaan, kebiasaan, dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Pemeriksaan fisik, seperti: Tes Tinel: dokter mengetuk ringan saraf medianus di pergelangan tangan. Jika muncul rasa kesemutan atau nyeri seperti sengatan listrik, hasilnya positif. Tes Phalen: pasien diminta menekuk pergelangan tangan sepenuhnya selama 60 detik. Munculnya mati rasa atau kesemutan mengindikasikan CTS. Uji kekuatan dan sensasi: dokter memeriksa kekuatan genggaman dan kemampuan merasakan sentuhan halus di ujung jari. Elektromiografi (EMG) dan studi konduksi saraf yang menurut American Family Physicianmerupakan standar emas diagnosis sindrom terowongan karpal. Tes ini mengukur seberapa cepat sinyal listrik bergerak melalui saraf medianus dan mengevaluasi aktivitas listrik otot. Pemeriksaan pencitraan dengan ultrasonografi atau MRI untuk melihat struktur terowongan karpal. Cara Mengatasi Sindrom Terowongan Karpal Penanganan sindrom terowongan karpal dibagi menjadi dua kategori, yakni nonbedah dan bedah: Nonbedah (Konservatif) Mengistirahatkan tangan dan menghindari gerakan yang memicu gejala. Menggunakan alat penyangga pergelangan tangan terutama di malam hari ketika tidur untuk menjaga tangan tetap dalam posisi netral. Mengonsumsi obat antiinflamasi seperti ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan bengkak dalam jangka pendek. Suntikan langsung kortikosteroid ke terowongan karpal untuk meredakan peradangan hebat. Fisioterapi berupa latihan peregangan dan penguatan otot tangan. Bedah (Operasi) Jika metode konservatif gagal, operasi pelepasan terowongan karpal atau carpal tunnel release dilakukan untuk memotong ligamen yang menekan saraf medianus guna memperlebar ruang di terowongan karpal. Operasi ini sekarang banyak dilakukan dengan teknik endoskopi dengan sayatan yang sangat kecil dan masa pemulihan lebih cepat. Komplikasi Sindrom Terowongan Karpal Bila sindrom terowongan karpal dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, bisa terjadi kerusakan saraf permanen dan menyebabkan komplikasi seperti: Atrofi (kelemahan dan pengecilan) otot pada pangkal ibu jari yang tidak dapat pulih. Kehilangan fungsi sensorik permanen pada ujung jari. Gangguan mobilitas dan kualitas hidup karena kondisi kronis dan kelemahan tangan yang membatasi kemampuan bekerja, merawat diri, serta menikmati hobi. Pencegahan Sindrom Terowongan Karpal Terdapat beberapa... - Published: 2026-03-28 - Modified: 2026-04-02 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/tanda-gangguan-irama-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Aritmia sering dianggap masalah ringan, tapi sebenarnya bisa menjadi ancaman serius bagi nyawa jika tidak ditangani tepat waktu. Di Indonesia, gangguan irama jantung ini menyumbang ribuan kasus kematian mendadak setiap tahun, terutama pada orang dewasa dengan faktor risiko seperti hipertensi atau penyakit jantung koroner. Banyak penderita tidak menyadari gejala awal karena terasa seperti jantung berdebar biasa atau lelah. Padahal, aritmia bisa menyebabkan stroke, gagal jantung, atau henti jantung mendadak. Yang mengkhawatirkan, aritmia semakin sering terjadi pada usia muda akibat stres, kurang tidur, dan konsumsi kafein berlebih. Kabar baiknya, sebagian besar aritmia bisa dideteksi dini melalui EKG sederhana dan diobati efektif dengan obat, ablasi, atau pacemaker. Dengan pemahaman dan pengelolaan tepat, penderita aritmia bisa hidup normal dan produktif. Artikel ini membahas mendalam apa itu aritmia, gejala yang sering terlewat, penyebab utama, cara diagnosis akurat, pengobatan terkini, komplikasi berbahaya, pencegahan sehari-hari, serta kapan harus segera ke dokter agar irama jantung Anda tetap stabil dan aman. Mengenal Aritmia Aritmia adalah gangguan irama jantung yang tidak normal, baik dari segi kecepatan, keteraturan, maupun asal impuls listriknya. Pada kondisi normal, jantung berdetak 60 hingga 100 kali per menit dengan irama sinus yang teratur, diatur oleh pusat listrik alami yang disebut nodus sinus di atrium kanan. Irama ini memastikan aliran darah ke seluruh tubuh berjalan efisien dan stabil. Aritmia terjadi ketika sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan, baik pada pembentukan sinyal, jalur penghantaran, maupun respons otot jantung terhadap sinyal tersebut. Akibatnya, denyut jantung bisa menjadi terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur. Gangguan ini dapat muncul sesaat, berulang, atau menetap dalam jangka panjang, tergantung penyebab dan kondisi jantung yang mendasari. Jenis aritmia utama meliputi fibrilasi atrium, yaitu irama listrik di ruang atas jantung yang kacau dan tidak terkoordinasi sehingga denyut menjadi tidak teratur dan meningkatkan risiko stroke. Takikardia supraventrikular ditandai denyut cepat yang berasal dari atas ventrikel dan sering menyerang usia muda. Takikardia ventrikel berasal dari bilik jantung, bersifat lebih berbahaya karena dapat menurunkan curah jantung secara drastis. Fibrilasi ventrikel merupakan kondisi paling gawat, di mana aktivitas listrik jantung menjadi kacau total dan menyebabkan henti jantung dalam hitungan detik. Bradikardia sinus terjadi ketika nodus sinus bekerja terlalu lambat, sedangkan blok AV muncul saat sinyal listrik dari atrium terhambat sebelum mencapai ventrikel. Aritmia dapat bersifat jinak dan tidak menimbulkan gejala berarti, seperti pada sebagian denyut ekstra (ekstrasistol). Namun, beberapa jenis aritmia dapat menyebabkan pusing, sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, hingga kematian mendadak jika tidak ditangani. Risiko aritmia meningkat pada penderita penyakit jantung koroner, gagal jantung, hipertensi lama, kelainan katup, gangguan elektrolit, serta penggunaan obat tertentu. Di Indonesia, fibrilasi atrium diperkirakan memengaruhi sekitar 1 hingga 2 persen populasi dewasa, dan angkanya meningkat tajam pada usia di atas 60 tahun. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis karena gejalanya ringan atau tidak khas, padahal dampaknya serius jika tidak dikendalikan dengan baik. Menurut American Heart Association 2024, aritmia memengaruhi jutaan orang di dunia dan menjadi penyebab utama kematian mendadak. Gejala Aritmia Gejala aritmia bervariasi. Banyak pasien tanpa gejala. Gejala umum: Jantung berdebar atau palpitasi Pusing atau hampir pingsan Sesak napas Nyeri dada Kelelahan berlebih Keringat dingin Kebingungan mendadak Gejala berbahaya: Pingsan mendadak Henti napas Nyeri dada hebat Pada lansia, gejala sering samar seperti lemah atau bingung. Gejala bisa muncul saat istirahat atau aktivitas. Penyebab Aritmia Penyebab aritmia primer: Gangguan listrik bawaan Penuaan node sinus Penyebab sekunder: Penyakit jantung koroner Hipertensi Gagal jantung Kardiomiopati Gangguan tiroid Apnea tidur Elektrolit tidak seimbang (kalium, magnesium) Obat tertentu atau stimulan Alkohol atau kafein berlebih Di Indonesia, hipertensi dan penyakit jantung koroner penyebab utama. Contoh kasus: pria 50 tahun hipertensi alami fibrilasi atrium karena tekanan darah tidak terkontrol. Cara Dokter Mendiagnosis Aritmia Diagnosis dimulai anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang: EKG 12 lead: deteksi irama saat itu Holter monitor 24 hingga 48 jam Event recorder hingga 30 hari Ekokardiogram: struktur jantung Tes darah: elektrolit, tiroid Stres test: aritmia saat olahraga Studi elektrofisiologi invasif jika perlu Diagnosis akurat penting untuk terapi tepat. Cara Mengatasi atau Pengobatan Aritmia Pengobatan tergantung jenis dan penyebab. Pengobatan non-obat: Manuver vagal untuk SVT Kardioversi listrik untuk fibrilasi atrium Ablasi kateter radiofrequency Pemasangan pacemaker untuk bradikardia ICD untuk takikardia ventrikel Obat: Beta blocker (bisoprolol) Calcium channel blocker (diltiazem) Anti aritmia (amiodarone, sotalol) Antikoagulan untuk fibrilasi atrium Ablasi sukses hingga 90 persen untuk jenis tertentu. Komplikasi Aritmia Aritmia tidak terkontrol menyebabkan: Stroke emboli dari fibrilasi atrium Gagal jantung Henti jantung mendadak Sinkop berulang Kardiomiopati takiaritmia Risiko stroke 5 kali lebih tinggi pada fibrilasi atrium. Pencegahan Aritmia Pencegahan fokus gaya hidup sehat. Kontrol tekanan darah dan kolesterol Olahraga rutin Diet rendah garam dan lemak jenuh Hindari rokok dan alkohol Kelola stres Tidur cukup Pantau berat badan Cek kesehatan rutin Skor CHA2DS2-VASc digunakan untuk risiko stroke pada fibrilasi atrium. Kapan Harus ke Dokter Segera ke dokter jika: Jantung berdebar lama lebih dari 10 menit Pusing hingga pingsan Nyeri dada dengan palpitasi Sesak napas mendadak Pingsan... - Published: 2026-03-27 - Modified: 2026-03-04 - URL: https://primayahospital.com/bedah/sumbatan-usus/ - Kategori: Bedah - Translation Priorities: Optional Usus kita ibarat jalan raya yang menjadi sarana lalu lintas utama. Ketika terjadi hambatan, misalnya ada tanah longsor di jalan, lalu lintas akan macet dan terjadi kekacauan. Begitu pula saat terjadi sumbatan usus. Kondisi yang juga disebut obstruksi usus atau intestinal ini bahkan bisa mengancam jiwa bila tak ditangani segera. Berikut ini penjelasannya. Mengenal Sumbatan Usus Sumbatan usus adalah kondisi ketika terjadi penyumbatan yang menghalangi makanan, cairan, dan gas melewati usus kecil atau usus besar secara normal. Seperti diterangkan National Institutes of Health, penyumbatan ini bisa bersifat parsial (sebagian), yakni masih ada sedikit materi yang bisa lewat, atau total (sepenuhnya), yaitu ketika tidak ada sama sekali yang bisa melalui usus. Selain parsial dan total, sumbatan usus bisa berupa closed loop, yakni kondisi ketika ada segmen dari usus kecil yang tersumbat pada dua titik sehingga material terperangkap di dalamnya. Sumbatan usus biasanya dibagi menjadi dua kategori utama: Obstruksi Mekanis: Ini jenis sumbatan yang paling umum, di mana ada penghalang fisik yang secara harfiah memblokir jalur usus. Penyebabnya bisa berupa perlengketan jaringan parut, hernia, tumor, atau benda asing yang tertelan. Obstruksi Fungsional: Pada jenis ini, tidak ada sumbatan fisik. Masalahnya terletak pada otot-otot dinding usus yang berhenti berkontraksi sebagaimana mestinya. Akibatnya, isi usus tidak dapat bergerak maju. Kondisi ini sering terjadi setelah operasi perut, akibat infeksi, atau karena efek samping obat-obatan tertentu. Sumbatan usus bisa terjadi pada usus kecil ataupun usus besar. Tapi sumbatan usus kecil (small bowel obstruction/SBO) lebih jamak dijumpai daripada sumbatan usus besar (large bowel obstruction/LBO). Gejala Sumbatan Usus Gejala sumbatan usus dapat bervariasi, tergantung lokasi dan tingkat keparahan penyumbatan. Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat intens, terutama pada kasus sumbatan total. Gejala yang utama meliputi: Nyeri perut hebat seperti kram yang sering datang dan pergi dalam gelombang. Nyeri mungkin awalnya terasa seperti kram perut biasa, tapi intensitasnya akan meningkat seiring waktu. Mual dan muntah karena makanan dan cairan tidak bisa bergerak ke bawah sehingga tubuh akan mencoba mengeluarkannya kembali ke atas. Jika sumbatan terjadi di bagian bawah usus, muntahan bisa berwarna kehijauan karena cairan empedu atau bahkan kecokelatan dan berbau seperti feses, yang artinya kondisinya sudah parah. Perut kembung dan membengkak karena penumpukan gas dan cairan di belakang titik sumbatan. Tidak bisa atau hanya bisa sedikit buang angin atau buang air besar selama berjam-jam. Penyebab Sumbatan Usus Penyebab sumbatan usus bisa bermacam-macam, tergantung lokasi dan jenisnya. Di antaranya: Adesi atau perlengketan perut akibat pita jaringan parut yang terbentuk di antara organ-organ perut menarik, menjepit, atau melilit usus. Hernia, yaitu kondisi ketika sebagian usus menonjol melalui titik lemah pada otot perut. Penyakit Crohn atau radang usus kronis yang bisa menyebabkan penebalan dinding usus dan pembentukan jaringan parut dalam usus. Tumor baik jinak maupun ganas yang tumbuh di dalam atau di luar usus kecil. Intususepsi, yakni kondisi di mana satu bagian usus "melipat" masuk ke bagian usus di sebelahnya, yang umum terjadi pada anak-anak. Volvulus, yakni kondisi ketika usus terpelintir dengan sendirinya sehingga memotong aliran materi dan suplai darah. Divertikulitis, yaitu peradangan pada kantong-kantong kecil di dinding usus (divertikula) yang dapat menyebabkan pembengkakan dan pembentukan jaringan parut yang menyumbat usus. impaksi feses : kondisi medis dimana feses mengeras, mengering, dan tersangkut di usus besar atau rektum, sehingga tidak bisa dikeluarkan secara normal. Cara Dokter Mendiagnosis Sumbatan Usus Diagnosis sumbatan usus adalah proses yang cepat dan sistematis di unit gawat darurat. Dokter akan memulai langkah diagnostik dengan wawancara medis untuk menanyakan riwayat gejala, riwayat operasi sebelumnya, dan kondisi medis lain. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat apakah perut bengkak, menekan perut untuk memeriksa adanya nyeri atau benjolan, dan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara usus. Langkah selanjutnya adalah tes pencitraan yang penting untuk mengonfirmasi diagnosis. Di antaranya: Rontgen (sinar-X) abdomen untuk melihat adanya pelebaran loop usus dan tingkat cairan-udara yang khas pada sumbatan. CT scanabdomen yang merupakan “standar emas” untuk diagnosis sumbatan usus karena bisa memberikan gambar tiga dimensi yang sangat detail sehingga dokter dapat melihat lokasi pasti, tingkat keparahan, hingga penyebab sumbatan. USG (ultrasonografi) kadang juga digunakan, terutama pada anak-anak untuk mendeteksi intususepsi atau pada perempuan hamil untuk menghindari radiasi. Cara Mengatasi Sumbatan Usus Sumbatan usus adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan dan rawat inap di rumah sakit. Setelah kondisi pasien stabil, dokter akan menegakkan diagnosis untuk menentukan tindakan yang tepat. Penanganan awal yang diberikan biasanya berupa: Larangan makan/minum agar materi di dalam usus tak makin menumpuk. Pemberian cairan infus untuk mengembalikan hidrasi dan menyeimbangkan kadar elektrolit. Pemasangan slang nasogastrik (NG) melalui hidung sampai ke lambung. Slang ini terhubung ke alat isap untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan gas yang terperangkap. Dalam banyak kasus sumbatan mekanis parsial, langkah ini mungkin sudah cukup. Jika usus mulai berfungsi kembali yang ditandai dengan bisa buang angin dan berkurangnya volume cairan dari slang NG), pasien dapat pulih tanpa operasi. Adapun jika kondisi tidak membaik atau ada tanda-tanda sumbatan total atau... - Published: 2026-03-27 - Modified: 2026-03-12 - URL: https://primayahospital.com/anak/gangguan-tidur-pada-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Gangguan tidur pada anak merupakan masalah yang cukup sering terjadi, namun masih kerap dianggap sepele oleh banyak orang tua. Padahal, kualitas dan durasi tidur memiliki peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kestabilan emosi anak. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 30–40 persen anak usia sekolah mengalami masalah tidur, mulai dari kesulitan untuk tertidur, sering terbangun di malam hari, hingga gangguan pernapasan saat tidur. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang anak. Padahal, kurang tidur yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menghambat pelepasan hormon pertumbuhan, menurunkan konsentrasi dan kemampuan belajar, serta meningkatkan risiko gangguan perilaku seperti hiperaktivitas, kecemasan, hingga gangguan perhatian. Kebutuhan tidur anak berbeda-beda sesuai dengan usia. Secara umum, kebutuhan tidur yang dianjurkan adalah: Usia 1–3 tahun:sekitar 11–14 jam per hari Usia 3–5 tahun:sekitar 10–13 jam per hari Usia sekolah:sekitar 9–12 jam per malam Tidur yang cukup sangat penting untuk mendukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta keseimbangan emosi anak. Artikel ini membahas secara menyeluruh mengenai gangguan tidur pada anak, mulai dari pengertian, jenis-jenis yang paling sering terjadi, gejala awal yang kerap terlewat, penyebab utama, hingga dampaknya pada pertumbuhan dan emosi. Selain itu, akan dibahas pula cara pencegahan sehari-hari serta kapan orang tua perlu segera berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis tidur agar anak mendapatkan tidur berkualitas dan tumbuh optimal. Mengenal Gangguan Tidur pada Anak Gangguan tidur pada anak adalah kondisi yang mengganggu kualitas, durasi, atau pola tidur sehingga memengaruhi aktivitas dan fungsi anak di siang hari, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Gangguan ini dapat bersifat sementara, tetapi juga bisa menjadi kronis jika tidak ditangani dengan tepat. Beberapa jenis gangguan tidur yang sering terjadi pada anak antara lain: Insomnia Kesulitan untuk mulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi dan sulit tidur kembali. Sleep apnea Kondisi ketika napas anak berhenti sementara saat tidur akibat sumbatan pada saluran napas. Biasanya ditandai dengan dengkuran keras. Parasomnia Gangguan perilaku saat tidur seperti berjalan saat tidur (sleepwalking), teror malam (night terror), atau mimpi buruk berulang. Restless legs syndrome Sensasi tidak nyaman pada kaki yang membuat anak terus ingin menggerakkannya sehingga mengganggu proses tidur. Gangguan ritme sirkadian Ketidaksesuaian antara jam biologis tubuh dengan waktu tidur yang seharusnya. Pada anak usia balita dan usia sekolah, insomnia dan parasomnia merupakan gangguan yang paling sering ditemukan. Di Indonesia, peningkatan waktu paparan layar seperti televisi, ponsel, dan tablet sebelum tidur menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya gangguan tidur pada anak. Cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur rasa kantuk, sehingga anak menjadi lebih sulit tidur dan kualitas tidurnya menurun. Dengan pemahaman yang baik mengenai jenis dan penyebab gangguan tidur, orang tua dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang lebih tepat sejak dini. Menurut American Academy of Pediatrics, tidur yang cukup merupakan komponen penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan emosional anak. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu pelepasan hormon pertumbuhan serta memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku anak. Gejala Gangguan Tidur pada Anak Gangguan tidur pada anak dapat menimbulkan berbagai tanda yang terlihat baik pada malam maupun siang hari. Gejala fisik saat tidur: Sulit tertidur di malam hari Sering terbangun saat tidur Mendengkur keras Napas terhenti beberapa saat saat tidur Berkeringat berlebihan pada malam hari Gejala perilaku di siang hari: Mudah rewel atau marah Sulit berkonsentrasi Terlihat hiperaktif Mengantuk di siang hari Gejala emosional: Mudah cemas Perubahan suasana hati Sensitif atau mudah menangis Sering kali gejala ini disalahartikan sebagai perilaku “nakal” atau “manja”, padahal sebenarnya berkaitan dengan kurangnya kualitas tidur. Penyebab Gangguan Tidur pada Anak Beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan tidur pada anak antara lain: Paparan gadget atau layar elektronik sebelum tidur Rutinitas tidur yang tidak konsisten Stres atau perubahan lingkungan keluarga Pembesaran amandel atau adenoid Alergi atau asma yang mengganggu pernapasan Gangguan neurologis tertentu Paparan cahaya biru dari layar televisi, ponsel, atau tablet sebelum tidur dapat menghambat produksi hormon melatonin sehingga anak menjadi lebih sulit mengantuk. Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Tidur Diagnosis: Wawancara orang tua Diary tidur Polisomnografi Aktigrafi Pemeriksaan THT apnea Diagnosis dini cegah dampak jangka panjang. Cara Mengatasi atau Pengobatan Gangguan Tidur Penanganan gangguan tidur pada anak bergantung pada penyebabnya. Beberapa metode yang umum dilakukan antara lain: Terapi perilaku kognitifuntuk memperbaiki kebiasaan tidur Membentuk rutinitas tidur yang konsisten setiap hari Membatasi penggunaan gadget sebelum tidur Penanganan medis pada kondisi tertentu, seperti operasi pengangkatan amandel dan adenoidpada kasus sleep apnea Penggunaan alat bantu napas seperti CPAPpada kasus yang lebih berat Terapi perilaku diketahui cukup efektif dan dapat memperbaiki pola tidur pada sebagian besar anak. Dampak Gangguan Tidur pada Pertumbuhan & Emosi Dampak pertumbuhan: Hormon pertumbuhan kurang Stunting risiko Obesitas Dampak emosi: Gangguan mood ADHD risiko Kecemasan depresi Prestasi belajar turun Dampak jangka panjang hingga dewasa. Komplikasi Gangguan Tidur pada Anak Komplikasi: Gangguan belajar Hipertensi dini Diabetes risiko Depresi Kurang tidur kronis ganggu sistem imun. Pencegahan Gangguan Tidur pada Anak Orang... - Published: 2026-03-26 - Modified: 2026-03-04 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/deteksi-dini-ortopedi/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Ketika Anda masih merasa “sehat-sehat saja”, tulang Anda bisa saja sudah rapuh, sendi sudah mulai aus, atau tulang belakang sudah melengkung tanpa Anda sadari. Di Indonesia, 70 % patah tulang pinggul akibat osteoporosis terjadi pada orang yang sebelumnya “tidak pernah keluhan”, dan 65 % anak skoliosis baru terdeteksi saat sudut lengkung sudah >40° — terlambat untuk koreksi sederhana. Padahal, hampir semua penyakit tulang & sendi memberikan “peringatan diam” bertahun-tahun sebelum akhirnya menimbulkan nyeri atau cacat. Kabar baiknya: dengan cek tulang rutin sejak usia muda, 90 % masalah ortopedi bisa dicegah atau disembuhkan total sebelum menjadi permanen. Yuk, pahami 15 alasan kuat mengapa Anda HARUS cek tulang secara berkala — meskipun belum ada keluhan sama sekali! Mengapa Tulang dan Sendi Bisa Rusak Tanpa Gejala? Tulang dan sendi bisa mengalami kerusakan diam-diam karena proses perubahan di dalam tubuh berlangsung sangat perlahan. Tulang yang terus mengalami remodeling tidak selalu memberi sinyal bahaya sejak awal. Itulah mengapa seseorang bisa merasa “baik-baik saja” padahal struktur tulangnya sudah melemah. Pada osteoporosis, misalnya, kepadatan tulang menurun sedikit demi sedikit tanpa rasa sakit, sampai akhirnya terjadi patah tulang hanya karena jatuh ringan atau aktivitas sehari-hari. Skoliosis juga menjadi contoh yang sering luput diperhatikan. Kelengkungan tulang belakang dapat bertambah 1–2 derajat per tahun tanpa gejala apa pun. Orang biasanya baru sadar ketika postur sudah berubah, pakaian tampak miring, atau mulai terasa pegal setelah beraktivitas. Pada pengapuran sendi, kerusakan tulang rawan dapat berlangsung 10–20 tahun sebelum timbul nyeri. Artinya, rasa sakit bukanlah indikator awal yang bisa anda andalkan. Termasuk juga tumor tulang jinak. Banyak kasus menunjukkan pertumbuhan massa di tulang bisa menetap bertahun-tahun tanpa menyebabkan nyeri, sehingga baru terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan penunjang untuk keluhan lain. Inilah alasan mengapa pemeriksaan rutin, postur yang benar, dan gaya hidup sehat menjadi langkah kunci untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi jangka panjang. Menurut International Osteoporosis Foundation 2024, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis — 80 % di antaranya tidak pernah cek tulang sebelumnya. 15 Kondisi Ortopedi yang Sering “Diam” Bertahun-tahun Kondisi Usia Risiko Gejala Awal Deteksi Tanpa Keluhan 1. Osteoporosis >40 th wanita, >50 th pria Tidak ada DEXA scan   2. Osteopenia 30–50 th Tidak ada DEXA   3. Skoliosis idiopatik 8–15 th Tidak nyeri Adam’s test + rontgen   4. Kifosis Scheuermann 10–18 th Hanya postur jelek Rontgen tulang belakang   5. Spondilolistesis dini 10–20 th Tidak nyeri Rontgen lateral   6. Legg-Calvé-Perthes 4–10 th Hanya pincang ringan Rontgen/MRI pinggul   7. Slipped Capital Femoral Epiphysis 10–16 th Pincang tanpa trauma Rontgen pinggul   8. Osteoarthritis dini 30–50 th Tidak ada MRI / artrografi   9. Tumor tulang jinak (osteoid osteoma) 5–20 th Nyeri malam hilang dengan aspirin CT scan Pemeriksaan Usia Mulai Frekuensi Manfaat 1. DEXA Scan (Bone Density) Wanita 50 th, pria 60 th (atau lebih awal jika risiko) Setiap 2–5 tahun Deteksi osteoporosis 2. Rontgen Whole Spine Anak 8–15 th Setiap 6–12 bulan jika risiko Skoliosis, kifosis 3. MRI Tulang Belakang Jika ada kecurigaan Sesuai indikasi Disc hernia, tumor 4. CT Calcium Score >40 th + risiko kardio Sekali, ulang 5 tahun Kalsifikasi koroner dini 5. Vitamin D dan Kalsium Darah Setiap check up Tahunan Kekurangan nutrisi tulang 6. X-ray Pinggul Anak Usia 4–12 th jika pincang Sesuai indikasi Perthes, SCFE 7. USG Panggul Bayi Usia 0–6 bulan Sekali Developmental Dysplasia of Hip 10. Disc degeneration dini 20–40 th Tidak ada MRI lumbal 7 Pemeriksaan Tulang Rutin yang Wajib Dilakukan Pemeriksaan Usia Mulai Frekuensi Manfaat 1. DEXA Scan (Bone Density) Wanita 50 th, pria 60 th (atau lebih awal jika risiko) Setiap 2–5 tahun Deteksi osteoporosis 2. Rontgen Whole Spine Anak 8–15 th Setiap 6–12 bulan jika risiko Skoliosis, kifosis 3. MRI Tulang Belakang Jika ada kecurigaan Sesuai indikasi Disc hernia, tumor 4. CT Calcium Score >40 th + risiko kardio Sekali, ulang 5 tahun Kalsifikasi koroner dini 5. Vitamin D dan Kalsium Darah Setiap check up Tahunan Kekurangan nutrisi tulang 6. X-ray Pinggul Anak Usia 4–12 th jika pincang Sesuai indikasi Perthes, SCFE 7. USG Panggul Bayi Usia 0–6 bulan Sekali Developmental Dysplasia of Hip Manfaat Luar Biasa Cek Tulang Rutin Osteoporosis terdeteksi → terapi dini → risiko patah tulang ↓ 50 % Skoliosis 60 tahun atau >50 tahun dengan risiko Anak/remaja dengan postur tidak simetris Orang dengan riwayat keluarga osteoporosis/patah pinggul Pengguna kortikosteroid jangka panjang Pasien autoimun (RA, lupus) Anak dengan berat badan sangat rendah/tinggi Atlet remaja dengan nyeri kronis Contoh Kasus Nyata Contoh-contoh berikut menunjukkan bagaimana masalah serius bisa tersembunyi di balik kondisi yang tampak “baik-baik saja”. Seorang wanita berusia 52 tahun yang merasa dirinya sehat akhirnya menjalani DEXA scan karena faktor risiko keluarga. Hasilnya mengejutkan: osteoporosis berat. Namun karena ditemukan lebih awal, ia langsung mendapat terapi bifosfonat dan vitamin D. Kini, ia tetap aktif tanpa pernah mengalami patah tulang. Pada kasus... - Published: 2026-03-26 - Modified: 2026-03-12 - URL: https://primayahospital.com/anak/bahaya-cacar-air/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Penyakit cacar air atau varisela adalah infeksi virus sangat menular terutama usia 4-18 tahun. Penderita sebagian besar tidak mendapat vaksin varisela. Banyak orang tua panik saat anak mengalami cacar air berupa demam tinggi diikuti timbulnya ruam yang disertai gatal. Cacar air biasanya sembuh sendiri dalam 7 hingga 10 hari tanpa komplikasi jika ditangani tepat di rumah. Penyebab utama cacar air adalah virus varicella-zoster yang menyebar lewat udara atau kontak langsung terhadap cairan lenting di kulit. Masa inkubasi virus varicella-zoster berlangsung selama 10–21 hari. Gejala khas cacar air ditandai munculnya ruam berupa bintik merah berisi cairan. Ruam ini disertai rasa gatal hebat, demam, dan rasa lelah. Pengobatan rumah fokus untuk mengurangi keluhan gatal, mencegah infeksi sekunder, dan menjaga kenyamanan anak. Hal ini dapat dilakukan dengan kompres dingin, oatmeal bath, dan pemberian obat suportif seperti paraseatamol. Vaksin cacar air dapat mencegah hingga 90 persen kasus berat. Dengan perawatan yang tepat, anak bisa pulih tanpa bekas luka permanen. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai penyebab, gejala, cara penularan, diagnosis klinis, pengobatan rumah efektif, komplikasi, pencegahan vaksin dan isolasi, serta kapan harus segera ke dokter agar cacar air tertangani aman di rumah dan anak cepat sembuh. Mengenal Penyakit Cacar Air Cacar air, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Varicella, adalah penyakit infeksi yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Varicella-Zoster (VZV), yang termasuk dalam kelompok virus Herpesviridae. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit "masa kanak-kanak" yang ringan, cacar air tetap membutuhkan perhatian khusus karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya serta adanya potensi komplikasi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Di Indonesia, cacar air paling sering menyerang anak-anak berusia 4 hingga 10 tahun. Periode usia ini merupakan periode usia sekolah di mana interaksi fisik antar anak sangat intens. Namun, orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi juga bisa tertular dengan gejala yang biasanya lebih berat. Ciri Khas dan Gejala Perjalanan penyakit cacar air biasanya mengikuti pola yang sangat khas, dimulai dari gejala mirip flu hingga munculnya lenting di seluruh tubuh. Berikut adalah fase perjalanan penyakit cacar air : Fase Gejala Awal (Prodromal): Muncul 1–2 hari sebelum ruam. Anak akan mengalami demam (mulai dari ringan hingga tinggi), merasa sangat lelah, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Fase Ruam dan Lenting (Vesikel): Ruam biasanya muncul pertama kali di dada, punggung, atau wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Prosesnya sangat cepat: Bintik Merah: Ruam kecil kemerahan. Vesikel: Bintik tersebut berubah menjadi lenting berisi cairan bening yang sangat gatal. Krusta: Lenting akan pecah atau mengering menjadi keropeng (kerak) dalam waktu 3-4 hari Gatal Hebat: Ini adalah keluhan utama yang membuat anak rewel. Menggaruk lenting sangat tidak disarankan karena dapat memicu infeksi bakteri sekunder dan meninggalkan bekas luka permanen. Cara dan Masa Penularan Cacar Air Cacar air menular melalui percikan ludah (droplets) saat penderita batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan cairan dari lenting. Bila seseorang dapat menularkan virus sejak 1 hingga 2 hari SEBELUM ruam muncul. Masa penularan ini baru berakhir ketika seluruh lenting telah kering menjadi krusta (keropeng). Selama masih ada satu saja lenting yang basah, anak harus tetap diisolasi di rumah agar tidak memicu wabah di sekolah atau lingkungan sekitar. Menurut Centers for Disease Control and Prevention 2024, cacar air dapat sembuh sendiri tetapi vaksin dapat mencegah komplikasi. Setelah sembuh, virus dapat menjadi laten di sel-sel saraf otak dan dapat menjadi aktif kembali sehingga menyebabkan herpes zoster pada usia dewasa. Cara Dokter Mendiagnosis Cacar Air Diagnosis cacar air ditegakkan berdasarkan gejala yang ditemukan disertai adanya riwayat kontak. Pemeriksaan penunjang seperti PCR atau serologi dapat membantu menegakkan diagnosis cacar air namun jarang dilakukan. Pengobatan Cacar Air di Rumah Pengobatan yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah : Pemberian obat suportif seperti paracetamol bila demam Kompres dingin untuk mengurangi rasa gatal Oatmeal bath Lotion calamine untuk mengurangi rasa gatal Hindari garuk Potong kuku agar tidak terjadi infeksi sekunder bila anak menggaruk ruam/lenting Hidrasi banyak Ruang sejuk Hindari pemberian obat aspirin karena meningkatkan risiko terjanya Reye syndrome yang ditandai gejala muntah berulang, lemas, hingga sesak. Pemberian obat antivirus seperti asiklovir hanya pada kelompok penderita dengan risiko tinggi mengalami gejala berat. Kelompok pasien ini adalah pasien dengan gangguan kekebalan tubuh (keganasan, penyakit ginjal kronis), berusia > 12 tahun, penderita penyakit paru kronis, konsumsi obat salisilat jangka panjang, dan konsumsi steroid. Komplikasi Cacar Air Hampir semua anak yang menderita cacar air, pulih total tanpa komplikasi. Cacar air pada remaja dan dewasa biasanya lebih berat, ditandai dengan lebih banyak ruam dan lenting. Komplikasi berat dapat dialami oleh individu dewasa, gangguan kekebalan tubuh, dan ibu hamil. Komplikasi penyakit cacar air: Infeksi sekunder pada kulit oleh bakteri (selulitis, impetigo, atau erisipelas) Pneumonia Ensefalitis Cacar kongenital janin Pencegahan Cacar Air Pencegahan terhadap penyakit cacar air dapat dilakukan : Vaksin varicella 2 dosis dimulai sejak usia 1 tahun. Isolasi anak sakit Hindari kontak risiko tinggi Vaksin varicella dapat mencegah... - Published: 2026-03-25 - Modified: 2026-03-04 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/fungsi-cabut-pen/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Di bidang ortopedi, implan umum digunakan untuk membantu proses penyembuhan tulang yang patah atau perbaikan pada sendi. Implan alias pen ini menjadi penyokong tulang selama penyembuhan berlangsung dan mesti dilepas dalam jangka waktu tertentu. Pemahaman mengenai fungsi cabut pen dalam proses perawatan ortopedi ini penting agar pemulihan bisa optimal dan terhindar dari efek samping yang merugikan. Apa Itu Pen Ortopedi Dalam istilah medis, “pen” yang sering disebut orang awam biasanya merujuk pada intramedullary nail atau batang intramedula. Alat ini berupa implan logam yang biasanya berasal dari baja tahan karat atau titanium berbentuk batang panjang yang dimasukkan ke rongga sumsum tulang untuk menyatukan dan menstabilkan tulang panjang yang patah, seperti tulang paha (femur), tulang kering (tibia), atau lengan atas (humerus). Selain batang intramedula, seperti dijelaskan American Academy of Orthopaedic Surgeons, ada jenis implan lain seperti pelat dan sekrup serta pen yang lebih kecil. Meski bentuknya berbeda-beda, fungsinya sama, yakni menjadi kerangka internal yang menahan fragmen tulang di posisi yang benar sambil menanggung beban agar proses penyembuhan alami tubuh dapat berjalan optimal. Penggunaan pen ortopedi juga memungkinkan pasien meminimalkan pergerakan tulang dan menghindari komplikasi lebih lanjut. Namun, sebagai alat medis, pen mesti dicabut dari dalam tubuh sesuai dengan rekomendasi dokter. Dokter akan menjelaskan apa saja fungsi cabut pen dan kapan pen bisa dicabut pada saat awal pemasangan. Apa Saja Fungsi Pen? Fungsi utama pen adalah memberikan stabilitas pada tulang yang patah. Berikut ini beberapa fungsi spesifik pen dalam konteks ortopedi: Menyokong tulang: pen membantu menjaga posisi tulang selama proses penyembuhan. Mengoreksi deformitas: pada kasus patah tulang yang mengalami pergeseran signifikan, pen membantu mengembalikan posisi tulang ke bentuk anatomi normalnya. Mempercepat penyembuhan: dengan memberikan stabilitas, pen memungkinkan jaringan lunak dan tulang menyatu lebih cepat. Mengurangi nyeri: dengan stabilisasi yang baik, nyeri yang dirasakan pasien dapat diminimalkan. Meningkatkan mobilitas: setelah penyembuhan, pen memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat. Kenapa Pen Harus Dicabut? Pen adalah alat bantu, bukan bagian dari tubuh. Karena itu, cepat atau lambat alat tersebut harus dikeluarkan dari tubuh. Keputusan cabut pen bersifat individual yang dipertimbangkan berdasarkan gejala pasien, usia, dan jenis implan. Secara umum, pen dapat dipasang selama 6-12 bulan. Namun dokter akan melakukan evaluasi rutin untuk memantau proses penyembuhan. Selain selesainya proses penyembuhan, pen bisa dicabut dengan alasan: Ada iritasi mekanik karena gesekan ujung pen atau sekrup pada otot, tendon, atau jaringan ikat di atasnya yang bisa menyebabkan nyeri terutama ketika beraktivitas. Nyeri kronis atau ketidaknyamanan pada area pen tanpa penyebab yang jelas. Salah satu fungsi cabut pen adalah mengatasi kondisi ini. Kebutuhan untuk pencitraan medis seperti MRI karena implan logam bisa membuat gambar yang dihasilkan tidak jelas. Muncul rasa cemas karena adanya benda asing di dalam tubuh. Mencegah risiko jangka panjang karena ada risiko tulang di area pen menjadi rapuh, terjadi korosi, atau pen patah jika sudah sangat lama di dalam tubuh bahkan hingga puluhan tahun. Terjadi alergi atau reaksi imun yang berkaitan dengan keberadaan material logam pada pen. Prosedur Pencabutan Pen Prosedur cabut pen secara teknis disebut sebagai hardware removal. Meskipun terkesan sederhana, prosedur ini harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh dokter bedah ortopedi. Tahap-tahapnya biasanya meliputi: Evaluasi praoperasi: dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan radiologi untuk mengecek kondisi tulang dan pen. Jika pen dicabut karena tulang diduga sudah sembuh, dokter akan mengecek antara lain lewat CT scanuntuk memastikannya. Anestesi: prosedur ini memerlukan penggunaan anestesi agar pasien tak merasa kesakitan atau tidak nyaman selama prosedur berlangsung. Jenis anestesi bisa spinal, regional, atau umum, tergantung lokasi dan preferensi. Pembedahan: dokter membuat sayatan di lokasi yang sama atau di dekat bekas luka operasi pemasangan pen sebelumnya. Sekrup-sekrup pen lali dibuka dan batang pen ditarik keluar dengan alat khusus. Penutupan: setelah pen keluar, rongga bekas sekrup akan dibiarkan. Tubuh secara alami akan mengisi lubang-lubang kecil ini dengan jaringan tulang baru dalam beberapa bulan. Luka bekas sayatan lalu dibersihkan dan ditutup dengan jahitan atau staples. Pemulihan: pasien biasanya boleh pulang pada hari yang sama atau esok hari (rawat inap singkat). Risiko Cabut Pen Setiap tindakan bedah mengandung risiko, termasuk pencabutan pen. Beberapa risiko yang mungkin timbul antara lain: Patah tulang berulang karena ada bekas lubang sekrup yang membuat tulang lebih rentan. Untuk mengantisipasinya, pasien biasanya dilarang melakukan aktivitas berat selama 6-12 minggu pasca-operasi. Cedera saraf ketika dokter tengah mencari posisi sekrup di bawah jaringan parut. Infeksi karena adanya luka baru dari sayatan yang bisa menjadi pintu masuk baru bagi bakteri. Kegagalan pencabutan ketika pen sudah sangat menyatu dengan tulang sehingga tidak bisa dilepas tanpa merusak tulang secara masif. Dalam kasus ini, dokter mungkin memutuskan untuk membiarkan sisa pen berada di dalam. Berdasarkan uraian di atas, keputusan untuk mencabut pen harus didasarkan pada diskusi mendalam antara pasien dan dokter spesialis ortopedi. Secara umum, pencabutan pen sering menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan tulang dalam jangka panjang. Namun, dalam beberapa kasus, pen mungkin boleh dibiarkan terpasang dalam waktu lama jika memang diperlukan. Misalnya pada pasien... - Published: 2026-03-25 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/anak/alergi-makanan-pada-bayi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Setiap kali memperkenalkan makanan baru, banyak ibu deg-degan: “Bagaimana kalau alergi? ” Kekhawatiran itu sangat beralasan. Di Indonesia, 8 hingga 10 persen anak di bawah 5 tahun memiliki alergi makanan, dan angka ini terus meningkat. Reaksi alergi bisa ringan berupa ruam, tapi juga bisa berat hingga syok anafilaksis yang mengancam nyawa dalam hitungan menit. Yang sering membuat orang tua bingung: gejala alergi makanan sangat beragam dan sering mirip penyakit lain, seperti kolik, dermatitis popok, atau masuk angin. Akibatnya, banyak kasus alergi terdeteksi terlambat atau salah diagnosis. Kabar baiknya: dengan mengenali tanda awal, memperkenalkan makanan secara bertahap, dan tahu langkah darurat, 90 persen kasus alergi makanan bisa dikelola dengan baik tanpa komplikasi berat. Yuk, pelajari secara lengkap 20 tanda alergi makanan pada bayi dan anak, makanan pemicu paling sering, tes yang akurat, serta panduan lengkap penanganan agar anak tetap aman dan bisa menikmati makanan tanpa ketakutan! Apa Bedanya Alergi Makanan, Intoleransi, dan Sensitivitas? Alergi makanan adalah reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap protein tertentu, bisa mengancam nyawa. Intoleransi makanan (misalnya laktosa) tidak melibatkan imun, gejala hanya saluran cerna. Sensitivitas makanan gejala ringan, tidak jelas mekanismenya. Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology 2024, alergi makanan pada anak meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir, terutama kacang tanah, telur, dan susu sapi. 20 Tanda Alergi Makanan pada Bayi dan Anak Kategori Gejala Waktu Muncul Tingkat Keparahan Kulit Biduran, ruam merah, gatal, eksim memburuk Beberapa menit hingga 2 jam Ringan sampai sedang Saluran napas Bersin berulang, hidung meler, batuk, mengi, sesak 5 menit hingga 1 jam Bisa berat Mata Mata merah, gatal, berair, bengkak Beberapa menit Ringan Mulut Bibir/mulut gatal, bengkak lidah Sangat cepat Sedang Saluran cerna Muntah, diare, kolik hebat, darah di tinja 30 menit hingga 6 jam Sedang Anafiksisis Sesak napas, tekanan darah turun, pingsan, pucat 5–30 menit Darurat nyawa 9 Makanan Pemicu Alergi Terbanyak pada Anak (The Big 9) Susu sapi 2. Telur 3. Kacang tanah 4. Kacang pohon (almond, mede, walnut) 5. Ikan 6. Udang & seafood 7. Kedelai 8. Gandum 9. Wijen Cara Memperkenalkan Makanan Berisiko Alergi dengan Aman Mulai satu jenis makanan baru setiap 3–5 hari Berikan di pagi/siang hari (bukan malam) Mulai dengan jumlah sangat kecil (1/4 sendok teh) Pantau selama 2 jam setelah pemberian Berikan saat anak sehat, tidak sedang pilek/demam Siapkan epinefrin (EpiPen) jika ada riwayat alergi berat di keluarga Tes Alergi yang Akurat untuk Anak Tes Usia Aman Akurasi Skin Prick Test >6 bulan 80–90 persen IgE Spesifik Darah >3 bulan 70–85 persen Oral Food Challenge Sesuai indikasi Gold standard 100 persen Patch Test Anak besar Terbatas untuk eksim Langkah Darurat Jika Anak Alergi Berat (Anafilaksis) Segera berikan epinephrine autoinjector (EpiPen) di paha luar Epinephrine adalah obat utama yang dapat menyelamatkan nyawa pada anafilaksis. Suntikkan pada paha luar bagian tengah, bisa menembus pakaian, dan tahan sesuai petunjuk alat. Jangan menunda pemberian karena semakin cepat diberikan, semakin besar peluang menghentikan reaksi alergi berat. Hubungi 112 atau segera bawa ke IGD terdekat Meskipun gejala tampak membaik setelah epinephrine, anak tetap harus mendapat penanganan medis. Anafilaksis bisa kambuh kembali dalam beberapa jam sehingga observasi di rumah sakit sangat penting. Posisikan anak berbaring dengan kaki diangkat sekitar 30 derajat Posisi ini membantu mempertahankan aliran darah ke jantung dan otak serta mencegah penurunan tekanan darah yang bisa terjadi pada syok anafilaksis. Jika anak muntah atau sulit bernapas, posisikan miring untuk mencegah tersedak. Jangan berikan minum atau makanan Memberi minum atau makanan berisiko menyebabkan tersedak, terutama bila anak mengalami pembengkakan di tenggorokan atau gangguan kesadaran. Fokus utama adalah menjaga jalan napas tetap aman. Siapkan dosis kedua epinephrine jika tidak membaik dalam 5–15 menit Bila gejala seperti sesak napas, lemas, atau pembengkakan tidak membaik atau kembali memburuk setelah 5 hingga 15 menit, dosis kedua epinephrine dapat diberikan sesuai anjuran dokter sambil tetap menuju fasilitas kesehatan. Makanan yang Boleh Diberikan Meski Ada Riwayat Alergi Studi terbaru menunjukkan bahwa memperkenalkan makanan yang berpotensi alergen sejak dini, yaitu pada usia sekitar 4 hingga 6 bulan saat bayi sudah siap MPASI, justru dapat menurunkan risiko alergi hingga sekitar 80 persen. Pendekatan ini membantu sistem imun bayi belajar mengenali makanan sebagai sesuatu yang aman, bukan ancaman. Dengan catatan, pemberian dilakukan bertahap, dalam jumlah kecil, dan dipantau ketat terhadap reaksi yang muncul. Beberapa makanan yang dapat diperkenalkan antara lain: Telur rebus matang, dimulai dari kuning telur terlebih dahulu karena risiko alerginya lebih rendah, kemudian dilanjutkan putih telur bila tidak muncul reaksi. Kacang tanah, diberikan dalam bentuk bubuk halus atau selai encer yang dicampur dengan ASI atau MPASI, bukan dalam bentuk utuh untuk mencegah tersedak. Ikan, terutama ikan yang dimasak matang dan dihaluskan, sebagai sumber protein dan asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak. Gandum, diberikan dalam bentuk bubur atau produk gandum yang sudah dimasak dan dihaluskan agar mudah dicerna oleh bayi. Mitos vs Fakta Alergi Makanan Mitos Fakta Alergi makanan selalu muncul pertama... - Published: 2026-03-24 - Modified: 2026-03-10 - URL: https://primayahospital.com/saraf/kepala-pusing-berkepanjangan/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Kepala pusing atau dizziness adalah keluhan yang sering dianggap remeh, padahal jika berlangsung lama atau berulang bisa menjadi sinyal masalah serius di otak atau sistem saraf. Di Indonesia, pusing berkepanjangan menjadi salah satu alasan utama pasien datang ke dokter saraf, dengan jutaan kasus setiap tahun yang sering terlambat didiagnosis. Banyak orang mengira pusing hanya karena kurang tidur, tekanan darah rendah, atau “masuk angin”, sehingga mengobati sendiri dengan obat warung atau istirahat biasa. Padahal, pusing kronis bisa menandakan kondisi berbahaya seperti tumor otak, multiple sclerosis, stroke ringan berulang, atau gangguan vestibular kronis yang mengganggu keseimbangan seumur hidup. Yang mengkhawatirkan, 10 hingga 20 persen pusing berkepanjangan adalah gejala neurologis serius yang butuh penanganan spesialis. Kabar baiknya: konsultasi dini ke neurolog bisa mencegah komplikasi permanen hingga 80 persen, dengan diagnosis akurat melalui MRI, EEG, atau tes vestibular. Artikel ini akan membahas mendalam jenis pusing berkepanjangan, penyebab umum dan serius, 20 tanda bahaya harus segera ke neurolog, pemeriksaan yang direkomendasikan, serta 25 tips mengelola pusing di rumah sambil menunggu konsultasi agar Anda tidak lagi abaikan gejala yang bisa mengubah hidup. Apa yang Dimaksud Kepala Pusing Berkepanjangan dan Jenisnya Pusing atau dizziness adalah keluhan yang sering disalahartikan sebagai sakit kepala, padahal keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Sakit kepala biasanya berupa rasa nyeri atau tekanan di kepala, sedangkan pusing adalah sensasi gangguan keseimbangan atau persepsi posisi tubuh. Pusing dapat dirasakan sebagai dunia berputar, tubuh melayang, atau perasaan hampir pingsan, dan sering kali memengaruhi kemampuan seseorang untuk berdiri, berjalan, atau beraktivitas normal. Pusing berkepanjangan didefinisikan sebagai pusing yang berlangsung lebih dari 2 minggu tanpa perbaikan jelas, atau pusing yang muncul berulang lebih dari 3 kali dalam satu bulan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menandakan gangguan pada sistem keseimbangan, jantung, pembuluh darah, atau sistem saraf pusat. Selain menurunkan kualitas hidup, pusing berkepanjangan juga meningkatkan risiko jatuh dan cedera, terutama pada lansia. Jenis pusing utama dibedakan berdasarkan sensasi yang dirasakan dan sumber gangguannya: Vertigo, yaitu sensasi berputar seolah-olah lingkungan atau tubuh bergerak, paling sering berasal dari gangguan telinga dalam sebagai pusat keseimbangan. Vertigo juga dapat berasal dari otak, khususnya batang otak atau otak kecil, dan biasanya disertai gejala neurologis lain. Presinkop, yaitu rasa hampir pingsan atau gelap berkunang-kunang, yang umumnya berkaitan dengan penurunan aliran darah ke otak akibat tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, dehidrasi, atau anemia. Disequilibrium, berupa rasa tidak seimbang atau oleng saat berdiri atau berjalan, sering dikaitkan dengan gangguan saraf, otot, sendi, atau sistem vestibular kronis. Lightheadedness, yaitu pusing ringan seperti melayang atau kepala terasa kosong, yang sering berhubungan dengan kecemasan, kelelahan, kurang tidur, atau perubahan posisi tubuh secara cepat. Di Indonesia, penyebab pusing paling sering adalah vertigo perifer, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo atau BPPV dan labirintitis, yang berasal dari telinga dalam dan umumnya dapat ditangani dengan baik. Namun, sekitar 10 hingga 15 persen kasus pusing merupakan vertigo sentral yang berasal dari otak, misalnya akibat stroke, tumor, atau gangguan saraf lainnya. Oleh karena itu, pusing yang berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti lemah satu sisi, bicara pelo, atau gangguan penglihatan memerlukan evaluasi medis menyeluruh untuk memastikan penyebab dan penanganan yang tepat. Menurut American Academy of Neurology 2024, pusing kronis memengaruhi 20 hingga 30 persen orang dewasa, dengan 5 persen butuh evaluasi neurologis mendalam. Penyebab Umum dan Serius Pusing Berkepanjangan Penyebab benign: BPPV (benign paroxysmal positional vertigo) Vestibular neuritis/labirintitis Meniere disease Migrain vestibular Anemia atau hipotensi Dehidrasi kronis Gangguan kecemasan Penyebab serius neurologis: Stroke atau TIA berulang Tumor otak (akustik neuroma, meningioma) Multiple sclerosis Chiari malformation Hidrosefalus tekanan normal Ensefalitis atau meningitis kronis Parkinson atau ataksia Contoh kasus: wanita 38 tahun pusing berputar 3 bulan, awalnya didiagnosis BPPV, tapi MRI menemukan akustik neuroma kecil. 20 Tanda Bahaya Pusing yang Harus Segera Konsultasi Neurolog Pusing mendadak sangat hebat (“terburuk seumur hidup”) 2. Disertai sakit kepala baru/hebat 3. Disertai kelemahan satu sisi tubuh 4. Disertai bicara pelo atau penglihatan ganda 5. Disertai muntah terus-menerus 6. Disertai kejang atau kesadaran menurun 7. Disertai demam tinggi & leher kaku 8. Pusing >1 jam tanpa henti 9. Pusing dengan gangguan pendengaran satu sisi 10. Pusing dengan mati rasa wajah/tangan 11. Pusing baru setelah trauma kepala 12. Pusing dengan penurunan berat badan tidak jelas 13. Pusing pada usia >50 tahun pertama kali 14. Pusing tidak membaik dengan obat vertigo biasa 15. Pusing dengan riwayat kanker 16. Pusing dengan detak jantung tidak teratur 17. Pusing dengan gangguan menelan 18. Pusing dengan tremor atau kaku 19. Pusing dengan memori menurun progresif 20. Pusing dengan riwayat keluarga stroke dini Jika ada salah satu, segera ke IGD atau neurolog. Pemeriksaan yang Direkomendasikan Neurolog untuk Pusing Berkepanjangan Pemeriksaan Tujuan Kapan Direkomendasikan Anamnesis & neurologis fisik Deteksi tanda sentral Semua kasus Audiometri & VNG Gangguan vestibular Vertigo perifer MRI otak + IAM Tumor, stroke, MS Tanda sentral CT scan kepala Perdarahan akut Pusing mendadak hebat EEG Kejang tersembunyi Disertai kesadaran hilang Doppler... - Published: 2026-03-24 - Modified: 2026-03-04 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-pasca-stroke/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Setelah stroke, keluarga sering bertanya: “Apakah dia bisa berjalan lagi? Bisa pegang sendok? Bisa bicara normal? ” Di Indonesia, hanya 15–25 % pasien stroke yang mendapat rehabilitasi adekuat — akibatnya 60 % tetap bergantung pada orang lain seumur hidup. Padahal, penelitian global membuktikan: setiap 1 jam keterlambatan rehabilitasi mengurangi peluang pemulihan hingga 10–15 %. Yuk, pahami program rehabilitasi pasca stroke terlengkap, tujuan tiap fase, dan hasil realistis yang bisa dicapai agar pasien bisa kembali berjalan, berbicara, bahkan bekerja seperti sediakala! Mengapa Rehabilitasi Harus Dimulai SEGERA MUNGKIN? Setelah stroke, kemampuan otak untuk membentuk kembali koneksi saraf yang rusak—dikenal sebagai neuroplastisitas—menjadi kunci pemulihan. Otak memiliki “jendela plastisitas” tertinggi selama 3–6 bulan pertama pasca-stroke. Pada periode ini, latihan fisik, bicara, dan aktivitas kognitif memberikan efek maksimal untuk memulihkan fungsi tubuh yang terganggu. Setiap hari tanpa latihan atau stimulasi, peluang otak membentuk jalur saraf baru akan menurun. Artinya, keterlambatan memulai rehabilitasi dapat memperlambat pemulihan, menyebabkan otot melemah, kemampuan bicara menurun, dan fungsi tubuh sulit kembali seperti semula. Memulai rehabilitasi segera bukan hanya tentang mempercepat pemulihan, tetapi juga mencegah komplikasi sekunder seperti kontraktur otot, kekakuan sendi, depresi, dan penurunan mobilitas. Tim fisioterapis, terapis okupasi, dan terapis wicara dapat menyusun program latihan yang sesuai dengan kondisi pasien, sehingga setiap latihan memberi manfaat optimal bagi pemulihan jangka panjang. Dengan kata lain, semakin cepat rehabilitasi dimulai, semakin besar peluang pasien kembali mandiri dalam aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kualitas hidupnya pasca-stroke. Menurut Stroke Association UK 2024 dan guideline AHA/ASA 2023, pasien yang memulai rehabilitasi dalam 24–48 jam pertama memiliki peluang 3 kali lebih besar untuk berjalan mandiri dibandingkan yang menunda >2 minggu. 3 Fase Rehabilitasi Pasca Stroke Fase Waktu Tujuan Utama Tempat Fase Akut Hari 1–14 Cegah komplikasi, mulai gerak dasar ICU / HCU / Bangsal Stroke Fase Subakut Minggu 2–12 Regain fungsi motorik dan kognitif Rawat Inap Rehab atau Rawat Jalan Intensif Fase Kronik Bulan 3–lifetime Mandiri & kembali ke masyarakat Rawat Jalan + Rumah 15 Program Rehabilitasi Pasca Stroke yang Terbukti Efektif Mobilisasi Dini 24–48 jam→ duduk, berdiri, jalan dengan bantuan Bobath / Neurodevelopmental Treatment (NDT)→ pola gerak normal Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT)→ paksa tangan lumpuh dipakai Mirror Therapy→ “menipu” otak untuk gerak tangan Robot-Assisted Therapy (Lokomat, Armeo)→ repetisi ribuan kali Functional Electrical Stimulation (FES)→ bangkitkan otot lumpuh Treadmill dengan Body Weight Support→ latihan jalan aman Virtual Reality & Gaming Rehab→ motivasi tinggi Hydrotherapy→ latihan di kolam kurangi beban Speech and Language Therapy→ Untuk mengatasi afasia & disfagia Occupational Therapy→ latihan ADL (makan, mandi, berpakaian) Cognitive Rehabilitation→ memori, konsentrasi, problem solving Swallow Therapy + VitalStim→ cegah aspirasi pneumonia Orthotic and Prosthetic→ AFO, hand splint, walker Home Program + Tele-Rehab→ latihan mandiri di rumah Hasil yang Diharapkan Berdasarkan Tingkat Keparahan Stroke Keparahan Rehab Intensif Hasil 6–12 Bulan Stroke Ringan (mRS 0–2) 3–6 bulan 95 % mandiri total Stroke Sedang (mRS 3) 6–12 bulan 70–80 % berjalan mandiri Stroke Berat (mRS 4–5) 12–24 bulan 30–50 % bisa jalan dengan alat bantu Jadwal Rehabilitasi Ideal Minggu 1–4: 5–7 sesi/minggu (minimal 3 jam/hari) Bulan 2–6: 3–5 sesi/minggu Bulan 6–12: 2–3 sesi/minggu + mandiri >1 tahun: 1 sesi/bulan + latihan seumur hidup Teknologi Terbaru Rehabilitasi Stroke di Indonesia Exoskeleton robotik (bantu berdiri & jalan) Armeo Power/Spring (latihan tangan robotik) Lokomat (treadmill robotik) VR headset + game rehabilitasi Tele-rehab via Zoom + sensor gerak Peran Keluarga dalam Keberhasilan Rehabilitasi Motivasi & dukungan emosional (faktor terpenting) Bantu latihan di rumah setiap hari Pastikan nutrisi tinggi protein & vitamin D Cegah depresi pasca stroke Tanda Pemulihan yang Positif Pemulihan setelah stroke membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi dalam menjalani program rehabilitasi. Meskipun kecepatan pemulihan tiap pasien berbeda, ada beberapa indikator umum yang menunjukkan kemajuan positif dalam kemampuan fisik, mobilitas, dan kemandirian sehari-hari: Bisa duduk sendiri dalam 1 minggu: Menunjukkan kekuatan otot inti (core) mulai pulih dan keseimbangan dasar membaik. Duduk stabil menjadi fondasi penting sebelum pasien belajar berdiri atau berjalan. Berdiri dengan bantuan dalam 2 minggu: Mencerminkan koordinasi otot kaki dan keseimbangan tubuh mulai pulih. Pada tahap ini, pasien mulai dilatih untuk menyesuaikan berat badan dan gerakan tubuh agar aman saat berdiri. Berjalan 10 meter dengan alat bantu dalam 1 bulan: Menggunakan alat bantu seperti walker atau tongkat menandakan kemajuan signifikan dalam kekuatan otot, keseimbangan, dan kepercayaan diri pasien. Latihan berjalan membantu otak memetakan ulang jalur motorik yang terganggu. Makan sendiri dalam 2–3 bulan: Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari seperti makan menandakan kemampuan tangan, koordinasi, dan kontrol otot wajah serta tangan membaik, sekaligus menurunkan risiko ketergantungan pada orang lain. Kembali bekerja ringan dalam 6–12 bulan: Kemampuan kembali melakukan pekerjaan ringan atau aktivitas rutin menunjukkan pemulihan fisik dan mental yang cukup, serta adaptasi tubuh terhadap tuntutan kegiatan sehari-hari. Mengamati tanda-tanda pemulihan positif membantu pasien, keluarga, dan tim rehabilitasi menilai efektivitas program latihan serta menyesuaikan target berikutnya. Pemantauan rutin dan latihan konsisten akan memaksimalkan peluang pasien kembali mandiri dan meningkatkan kualitas hidup pasca-stroke. Informasi lengkap rehabilitasi stroke dapat dibaca... - Published: 2026-03-23 - Modified: 2026-03-10 - URL: https://primayahospital.com/anak/demam-pada-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh anak dan menjadi alasan utama orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan. Demam adalah peningkatan suhu tubuh sebagai respons alami terhadap infeksi. Demam bukanlah penyakit, melainkan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan kuman. Anak dianggap demam jika suhu tubuh mencapai 38°C (diukur dari dubur), 37,8°C (mulut), atau 37,5°C (ketiak). Perlu dipahami bahwa tingginya demam tidak selalu menunjukkan keparahan penyakit. Yang lebih penting adalah kondisi umum anak, apakah masih aktif, mau minum, dan responsif terhadap lingkungan sekitar. Penyebab Demam Mayoritas demam pada anak, yaitu sekitar 90%, disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus yang paling sering menyebabkan demam antara lain influenza, pilek (common cold), gastroenteritis (muntaber), roseola infantum, varisela (cacar air), dan penyakit tangan-kaki-mulut (hand-foot-mouth disease). Infeksi virus umumnya bersifat self-limiting, artinya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus seperti antibiotik. Infeksi bakteri merupakan penyebab demam yang lebih jarang, namun umumnya lebih serius dan memerlukan pengobatan antibiotik. Beberapa infeksi bakteri yang sering dijumpai pada anak antara lain infeksi saluran kemih, pneumonia (radang paru), otitis media (infeksi telinga tengah), faringitis streptokokus (radang tenggorokan oleh bakteri Streptococcus), dan infeksi kulit. Penyebab demam lainnya yang perlu diketahui adalah reaksi pasca imunisasi. Demam ringan selama 1-2 hari setelah pemberian vaksin merupakan respons normal tubuh yang menunjukkan sistem kekebalan sedang membentuk perlindungan terhadap penyakit. Demam pasca imunisasi umumnya tidak memerlukan penanganan khusus selain pemberian obat penurun demam bila diperlukan. Cara Menangani Demam di Rumah Perawatan Tanpa Obat Langkah pertama dalam menangani demam adalah dengan cara-cara berikut: Berikan kompres dengan air hangat (bukan air dingin atau es) di dahi, ketiak, atau lipat paha selama 10-15 menit Kenakan pakaian yang tipis dan longgar, hindari membedong anak dengan selimut tebal Atur ruangan agar sejuk dengan suhu sekitar 24-26°C dan sirkulasi udara yang baik Pastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup: ASI untuk bayi, air putih untuk anak yang lebih besar Biarkan anak beristirahat dengan cukup, hindari melakukan aktivitas yang melelahkan Berikan makanan bergizi dalam porsi kecil, serta tidak memaksa anak untuk makan jika tidak mau Perawatan Dengan Obat Obat penurun demam diberikan apabila anak merasa tidak nyaman, rewel, atau suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih tinggi. Terdapat dua pilihan obat yang aman untuk anak: Tabel 1. Obat Penurun Demam yang Direkomendasikan Obat Dosis Interval Pemberian Usia Minimal Parasetamol 10-15 mg per kilogram berat badan Setiap 4-6 jam bila diperlukan Sejak bayi baru lahir Ibuprofen 5-10 mg per kilogram berat badan Setiap 6-8 jam bila diperlukan 6 bulan ke atas Sebagai contoh, untuk anak dengan berat badan 10 kilogram, dosis parasetamol yang diberikan adalah 100-150 miligram per pemberian. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat penurun demam: Pilih satu jenis obat saja, hindari memberikan parasetamol dan ibuprofen secara bersamaan atau bergantian Hindari pemberian aspirin pada anak karena berisiko menyebabkan sindrom Reye yang berbahaya Antibiotik tidak diperlukan untuk demam yang disebabkan oleh virus dan hanya diberikan atas indikasi serta resep dokter Selalu baca aturan pakai pada kemasan obat dan sesuaikan dosis dengan berat badan anak Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter? Terdapat beberapa kondisi yang memerlukan evaluasi medis dan perlu diwaspadai oleh orang tua. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami kondisi berikut: Bayi berusia di bawah 3 bulan dengan demam 38°C atau lebih tinggi Anak mengalami kejang bersamaan dengan demam Terdapat kesulitan bernapas atau sesak napas yang berat Anak tampak sangat lemas, tidak responsif, atau sulit dibangunkan Muncul bintik-bintik merah atau ungu pada kulit yang tidak hilang ketika ditekan Tanda-tanda dehidrasi seperti mata cekung, tidak buang air kecil lebih dari 6 jam, atau tidak ada air mata saat menangis Leher terasa kaku sehingga anak tidak dapat menundukkan dagu ke dada Muntah yang terus-menerus atau terdapat perdarahan spontan Demam berlangsung lebih dari 3 hari tanpa menunjukkan perbaikan Anak sama sekali tidak mau makan atau minum Batuk berdahak berwarna kuning atau hijau yang tidak membaik setelah beberapa hari Terdapat keluhan nyeri pada telinga atau keluar cairan dari telinga Anak mengeluh nyeri saat buang air kecil atau urin berbau tidak sedap Orang tua perlu cermat dalam menilai kondisi anak. Apabila merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Mitos dan Fakta Seputar Demam Terdapat beberapa pemahaman keliru mengenai demam yang masih sering ditemukan di masyarakat: Tabel 2. Mitos dan Fakta tentang Demam Mitos Fakta Demam tinggi dapat merusak otak anak Demam di bawah 42°C tidak menyebabkan kerusakan otak Kompres air dingin atau alkohol lebih efektif menurunkan demam Air dingin menyebabkan menggigil yang justru meningkatkan suhu tubuh, sedangkan alkohol dapat terserap dan berbahaya. Gunakan air hangat Tumbuh gigi menyebabkan demam tinggi Proses tumbuh gigi hanya menyebabkan demam ringan di bawah 38,5°C Semua demam memerlukan antibiotik Mayoritas demam disebabkan oleh virus yang tidak memerlukan antibiotik Mandi malam atau terkena air hujan menyebabkan demam Demam disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, bukan oleh paparan... - Published: 2026-03-23 - Modified: 2026-03-04 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/manfaat-jalan-kaki/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang Indonesia mengeluh kurang waktu untuk olahraga berat seperti gym atau lari maraton, padahal jalan kaki sederhana sudah terbukti menjadi salah satu aktivitas paling efektif untuk menjaga kesehatan jantung. Penyakit jantung koroner masih menjadi pembunuh nomor satu di negeri ini, dengan lebih dari 400. 000 kematian setiap tahun, sebagian besar dipicu oleh gaya hidup kurang gerak, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Namun, penelitian global menunjukkan jalan kaki rutin 30 menit sehari bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30 hingga 40 persen, tanpa biaya mahal atau peralatan khusus. Aktivitas ini mudah dilakukan siapa saja, dari anak muda hingga lansia, di mana saja — trotoar kota, taman, atau bahkan koridor kantor. Jalan kaki tidak hanya memperkuat otot jantung dan meningkatkan sirkulasi darah, tapi juga membantu mengontrol berat badan, menurunkan kolesterol jahat, serta mengurangi stres yang sering memicu hipertensi. Artikel ini akan membahas mendalam berbagai manfaat jalan kaki untuk jantung, berapa langkah dan durasi ideal per hari, intensitas yang aman, tips praktis memulai untuk pemula dan kelompok khusus, serta bukti ilmiah yang mendukung agar Anda termotivasi menjadikan jalan kaki sebagai kebiasaan sehari-hari untuk jantung lebih sehat dan hidup lebih panjang. Mengapa Jalan Kaki Menjadi Olahraga Paling Direkomendasikan untuk Kesehatan Jantung? Jalan kaki adalah latihan aerobik rendah impact yang melibatkan otot besar kaki, pinggul, dan punggung, sehingga memaksa jantung memompa darah lebih banyak untuk memasok oksigen. Lama-kelamaan, jantung menjadi lebih efisien: volume sekuncup darah meningkat, detak jantung istirahat menurun, dan tekanan pada dinding arteri berkurang. Manfaat fisiologis utama: Memperkuat otot jantung dan meningkatkan kapasitas pompa hingga 20 persen Menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4 hingga 9 mmHg Meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) hingga 5 hingga 10 persen Menurunkan LDL dan trigliserida melalui aktivasi enzim lipase Memperbaiki sensitivitas insulin, mencegah diabetes tipe 2 Mengurangi inflamasi kronis dengan penurunan marker CRP Meningkatkan fungsi endotel pembuluh darah Membantu penurunan berat badan 0,5 hingga 1 kg/bulan jika konsisten Mengurangi risiko pembekuan darah abnormal Studi Harvard Alumni Health Study selama puluhan tahun menemukan pria yang jalan kaki 30 menit/hari memiliki risiko penyakit jantung 18 persen lebih rendah dibandingkan yang sedentary. Menurut American Heart Association 2024, jalan kaki cepat 150 menit/minggu sudah cukup memenuhi rekomendasi aerobik untuk kesehatan jantung optimal. Di Indonesia, program “Ayo Jalan Kaki” dari Kemenkes mendorong 10. 000 langkah/hari untuk kurangi beban penyakit tidak menular. Contoh kasus: seorang wanita 52 tahun dengan hipertensi mulai jalan kaki 40 menit/hari, dalam 4 bulan tekanan darah turun dari 150/95 menjadi 130/85 mmHg tanpa tambah obat. Berapa Durasi, Langkah, dan Intensitas Jalan Kaki Ideal untuk Jantung? Rekomendasi minimum: 150 menit/minggu jalan kaki cepat (brisk walking) Atau 75 menit/minggu aktivitas aerobik tinggi Ideal: 300 menit/minggu untuk manfaat ekstra Target langkah harian: Minimum 7. 000 hingga 8. 000 langkah/hari Optimal 10. 000 hingga 12. 000 langkah/hari Pemula mulai dari 5. 000 langkah/hari Intensitas brisk walking: 3 hingga 4 mph atau 100 langkah/menit, masih bisa bicara tapi tidak nyanyi. Contoh: jalan kaki 30 menit = sekitar 3. 000 hingga 4. 000 langkah. Manfaat Jalan Kaki untuk Berbagai Aspek Kesehatan Jantung Selain efek langsung pada jantung, jalan kaki memberikan manfaat holistik: Menurunkan risiko stroke iskemik hingga 30 persen Mencegah diabetes tipe 2 hingga 50 persen Mengurangi risiko atrial fibrillation Memperbaiki fungsi paru dan kapasitas oksigen Meningkatkan kesehatan mental, mengurangi depresi yang memicu jantung Memperkuat tulang dan sendi, cegah osteoporosis Meningkatkan kualitas tidur Memperpanjang harapan hidup 3 hingga 7 tahun Studi Women’s Health Study menemukan wanita yang jalan kaki 3 jam/minggu memiliki risiko serangan jantung 35 persen lebih rendah. Jadwal Jalan Kaki Mingguan Praktis untuk Pemula hingga Mahir Hari Durasi Intensitas Tips Senin 30 menit Sedang Pagi sebelum kerja Selasa 20 menit Tinggi Interval cepat-lambat Rabu Istirahat atau 15 menit ringan Ringan Jalan santai Kamis 35 menit Sedang Setelah makan malam Jumat 25 menit Tinggi Dengan musik Sabtu 45–60 menit Sedang Di taman dengan keluarga Minggu 30 menit Ringan Jalan pagi Total 200 hingga 250 menit/minggu, bisa disesuaikan. Jalan Kaki untuk Kelompok Usia dan Kondisi Khusus Pemula atau overweight: mulai 10–15 menit/hari, tambah 5 menit/minggu. Lansia: jalan kaki ringan dengan tongkat jika perlu, fokus keseimbangan. Penderita hipertensi: jalan kaki sedang, hindari cuaca panas. Penderita diabetes: jalan kaki setelah makan untuk kontrol gula darah. Pasca serangan jantung: ikut rehabilitasi jantung, mulai ringan. Ibu hamil: jalan kaki 30 menit/hari aman hingga trimester akhir. Contoh kasus: lansia 72 tahun dengan hipertensi mulai jalan kaki 20 menit/hari, dalam 3 bulan tekanan darah stabil dan stamina meningkat. 15 Tanda Jalan Kaki Terlalu Berat atau Berbahaya Nyeri dada atau tekanan 2. Sesak napas tidak wajar 3. Pusing hingga hampir pingsan 4. Detak jantung tidak teratur 5. Mual atau muntah 6. Keringat dingin berlebih 7. Nyeri lengan atau rahang 8. Kelelahan ekstrem >24 jam 9. Bengkak kaki mendadak 10. Batuk pink atau berbusa 11. Jantung berdegup lama setelah 12. Sulit tidur setelah jalan 13. Penurunan berat drastis 14.... - Published: 2026-03-22 - Modified: 2026-03-04 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/rekomendasi-olahraga-aman-untuk-kesehatan-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia, dengan angka kasus baru mencapai ratusan ribu setiap tahun dan biaya pengobatan yang membebani keluarga serta negara. Banyak orang mengira olahraga berat diperlukan untuk menjaga jantung, atau malah takut bergerak karena khawatir memicu serangan. Padahal, olahraga rutin dengan intensitas sedang justru menjadi “obat alami” paling ampuh untuk memperkuat jantung, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 50 persen. Di Indonesia, kurang dari 30 persen orang dewasa memenuhi rekomendasi aktivitas fisik WHO, padahal olahraga aman seperti jalan kaki atau berenang bisa dilakukan siapa saja tanpa peralatan mahal. Dengan memilih jenis olahraga yang sesuai kondisi tubuh, usia, dan risiko, hampir semua orang bisa mendapatkan manfaat maksimal tanpa efek samping berbahaya. Artikel ini akan membahas mendalam rekomendasi olahraga aman untuk jantung dari PERKI dan AHA, jenis paling efektif, intensitas ideal, jadwal mingguan praktis, tips khusus untuk pemula, lansia, dan penderita penyakit penyerta, serta cara mengatasi hambatan umum agar Anda bisa memulai dan konsisten menjaga jantung tetap sehat seumur hidup! Mengapa Olahraga Rutin Menjadi Pilar Utama Kesehatan Jantung? Olahraga teratur memberikan efek multi-level pada sistem kardiovaskular. Saat beraktivitas fisik, jantung memompa lebih banyak darah untuk memasok oksigen ke otot, sehingga otot jantung menjadi lebih kuat dan efisien. Lama-kelamaan, detak jantung istirahat turun, volume sekuncup darah meningkat, dan tekanan darah sistolik menurun rata-rata 5 hingga 10 mmHg. Manfaat olahraga untuk jantung secara ilmiah: Meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik hingga 5 hingga 10 persen Menurunkan LDL dan trigliserida melalui peningkatan enzim lipase Memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah, mengurangi plak aterosklerosis Meningkatkan sensitivitas insulin, mencegah diabetes tipe 2 Mengurangi inflamasi kronis dengan penurunan CRP dan IL-6 Memperkuat otot pernapasan dan meningkatkan kapasitas paru Menurunkan berat badan dan lemak visceral Mengurangi stres oksidatif dan risiko aritmia Memperpanjang harapan hidup 3 hingga 7 tahun menurut studi besar Menurut American Heart Association 2024, kombinasi aerobik sedang 150 menit/minggu dengan latihan kekuatan 2 kali/minggu adalah resep optimal untuk kesehatan jantung. Di Indonesia, program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) mendorong olahraga 30 menit/hari untuk kurangi beban penyakit tidak menular. Jenis Olahraga Paling Direkomendasikan untuk Kesehatan Jantung Olahraga untuk jantung dibagi tiga kategori: aerobik, kekuatan, dan fleksibilitas/keseimbangan. Olahraga aerobik (kardio) paling utama karena meningkatkan denyut jantung dan kapasitas oksigen: Jalan cepat atau power walking: mudah, gratis, bisa di mana saja Jogging atau lari ringan: efektif bakar kalori Bersepeda statis atau luar ruangan: rendah impact pada sendi Berenang: full body, sangat aman untuk lansia & obesitas Senam aerobik, zumba, atau dance fitness: menyenangkan & sosial Mendaki ringan atau trekking Dayung atau rowing machine Olahraga kekuatan untuk memperkuat otot dan tulang: Angkat beban ringan 1 hingga 5 kg Resistance band latihan Bodyweight exercise: squat, push up modifikasi, plank Yoga dengan pose kekuatan Olahraga fleksibilitas & keseimbangan: Peregangan statis setelah aerobik Tai chi: sangat direkomendasikan lansia Yoga gentle atau restorative Pilates untuk core strength Olahraga yang perlu hati-hati jika ada penyakit jantung: angkat beban sangat berat, lari maraton tanpa latihan, olahraga kompetitif ekstrem. Contoh kombinasi ideal: 4 hari jalan cepat 40 menit + 2 hari latihan kekuatan 30 menit + 1 hari tai chi. Intensitas dan Durasi Olahraga Aman untuk Jantung Intensitas diukur dengan “talk test” sederhana: Sedang: masih bisa bicara penuh kalimat tapi tidak nyanyi Tinggi: hanya bisa ucap 3–4 kata sebelum tarik napas Target detak jantung: 50 hingga 70 persen maksimal untuk sedang, 70 hingga 85 persen untuk tinggi. Rumus maksimal: 220 minus usia. Contoh usia 50 tahun: sedang 85 hingga 119 detak/menit, tinggi 119 hingga 145 detak/menit. Rekomendasi minimum AHA/PERKI: Aerobik sedang 150 menit/minggu atau tinggi 75 menit/minggu Kekuatan sedang hingga berat 2 hari/minggu Fleksibilitas & keseimbangan 2–3 hari/minggu Lebih baik lagi 300 menit aerobik sedang/minggu untuk manfaat maksimal. Jadwal Olahraga Mingguan Praktis untuk Pemula hingga Mahir Hari Aktivitas Durasi Intensitas Senin Jalan cepat atau jogging 30–45 menit Sedang Selasa Latihan kekuatan full body 30 menit Sedang Rabu Berenang atau bersepeda 30–45 menit Sedang Kamis Latihan kekuatan upper body 30 menit Sedang Jumat Senam aerobik atau zumba 30–45 menit Sedang hingga tinggi Sabtu Tai chi atau yoga 45–60 menit Ringan hingga sedang Minggu Jalan santai keluarga atau istirahat aktif 30 menit Ringan Total aerobik 180–270 menit + kekuatan 2 kali + fleksibilitas 1–2 kali. Untuk pemula: mulai 10–15 menit/hari, tambah 5 menit/minggu. Rekomendasi Khusus untuk Kelompok Usia dan Kondisi Tertentu Lansia >65 tahun: fokus jalan kaki, berenang, tai chi, senam lansia — 3–5 hari/minggu, tambah latihan keseimbangan untuk cegah jatuh. Penderita hipertensi: aerobik sedang, hindari latihan isometrik berat seperti angkat beban statis. Penderita diabetes: kombinasi aerobik dan kekuatan untuk kontrol gula darah lebih baik. Pasca serangan jantung atau stent: ikut rehabilitasi jantung fase 2–3 di RS, mulai aerobik ringan di bawah pengawasan. Ibu hamil: jalan kaki, berenang, yoga prenatal 150 menit/minggu, hindari olahraga kontak. Anak & remaja: bermain aktif 60 menit/hari, campur aerobik, kekuatan, tulang. Contoh kasus lansia 70 tahun... - Published: 2026-03-22 - Modified: 2026-03-10 - URL: https://primayahospital.com/gizi/radiasi-makanan/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Kita tahu, radiasi itu bisa membahayakan kesehatan. Misalnya dari layar gawai. Tapi tahukah Anda bahwa ada beberapa bahan pangan yang memang sengaja diberi radiasi atau paparan radioaktif? Namun pemberian radiasi atau zat radioaktif pada makanan ini tidak sembarangan. Tujuannya adalah membunuh bakteri dan memperpanjang umur simpan makanan. Walau begitu, perlu digarisbawahi bahwa ada bahaya kontaminasi zat radioaktif pada makanan yang mesti kita waspadai. Berikut ini penjelasannya. Mengenal Radiasi Makanan Mendengar kata “radiasi”, wajar jika orang langsung berpikir soal gangguan kesehatan dari masalah penglihatan hingga risiko kanker. Tapi di bidang teknologi pangan terdapat istilah radiasi makanan atau lebih tepatnya iradiasi pangan (food irradiation) yang mengacu pada pemaparan makanan terhadap sumber energi radiasi untuk membunuh bakteri atau serangga sekaligus membuat makanan tersebut lebih tahan lama. Dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), iradiasi pangan adalah proses yang aman dan sudah mendapat persetujuan dari sekitar 50 negara di seluruh dunia. Prosedur ini pun sudah dipraktikkan secara komersial selama puluhan tahun di Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara Eropa. USDA menjelaskan, radiasi tidak membuat makanan menjadi bersifat radioaktif, menurunkan kualitas nutrisi, ataupun mengubah rasa, tekstur, atau penampilan makanan secara nyata. Kunci dari teknologi ini adalah makanan tidak bersentuhan dengan bahan radioaktif. Makanan hanya terkena sinar energinya sehingga tidak mungkin menjadi radioaktif. Faktanya, makanan iradiasi justru dirancang untuk mengurangi risiko keracunan makanan akibat bakteri seperti Salmonella dan E. coli. Jadi bahaya radiasi dari proses ini secara ilmiah dianggap minimal dengan keamanan yang telah diverifikasi puluhan tahun. Kontaminasi Radioaktif pada Makanan Berbeda 180 derajat dengan iradiasi, kontaminasi makanan radioaktif adalah kejadian tidak sengaja dan tidak diinginkan ketika zat radioaktif (radionuklida), salah satunya Cesium-137, mencemari lingkungan lalu masuk ke rantai makanan. Misalnya tanaman bisa menyerapnya dari tanah, ikan dari perairan yang tercemar, dan hewan ternak dari rumput yang dimakan. Pencemaran itu bisa terjadi karena berbagai hal. Misalnya dari limbah industri yang tak diolah dengan benar. Bisa juga dari kebocoran atau kecelakaan pada fasilitas nuklir. Zat radioaktif ini dapat secara fisik menempel dan menumpuk di dalam jaringan makhluk hidup. Alih-alih radiasi makanan, inilah sumber bahaya radioaktif yang nyata. Ketika dikonsumsi manusia, zat ini memancarkan radiasi dari dalam tubuh. Paparan internal ini, yang jauh lebih berisiko daripada paparan eksternal, dapat merusak sel, meningkatkan risiko kanker tiroid, leukemia, dan penyakit lain dalam jangka panjang. Berdasarkan uraian di atas, ada perbedaan jelas antara radiasi makanan dan kontaminasi radioaktif pada makanan. Intinya: Radiasi makanan: prosesnya disengaja, terkendali, dan berizin. Makanan tidak bersentuhan dengan zat radioaktif dan tidak meninggalkan residu radioaktif. Tujuannya meningkatkan keamanan pangan (membunuh patogen). Kontaminasi radioaktif: kejadian tidak sengaja, tidak diinginkan, dan melanggar hukum. Zat radioaktif secara fisik menempel/masuk ke makanan serta meninggalkan residu radioaktif yang dapat terdeteksi. Dampaknya antara lain menurunkan keamanan pangan dan menimbulkan bahaya radiasi internal. Mengapa Kontaminasi Radioaktif Sangat Berbahaya? Ada berbagai penelitian yang mendapati kaitan antara paparan kontaminasi radioaktif dan masalah kesehatan pada orang yang terpapar radiasi. Misalnya pada korban selamat bom atom dan bencana nuklir Chernobyl yang banyak menderita kanker tiroid dan kanker payudara secara leukemia terkait dengan makanan yang terkontaminasi, terutama di kalangan anak-anak. Selain itu, dilansir dari National Institutes of Health, paparan Cesium-137 khususnya bisa berdampak buruk pada sistem neurologis, perkembangan, dan reproduksi serta meningkatkan risiko kanker. Dampak bahaya zat radioaktif pada makanan ini yang termakan dalam tubuh sulit dideteksi. Efeknya pun tak langsung muncul, tapi bisa hingga bertahun-tahun kemudian. Cara Mencegah Kontaminasi Radioaktif pada Makanan Kasus kontaminasi radioaktif pada makanan terbilang jarang terjadi. Namun, jika sudah kejadian, dampaknya terhadap kesehatan bisa sangat membahayakan. Karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah konsumsi makanan yang berpotensi terkontaminasi bahan radioaktif. Berikut ini di antaranya: Beli sumber makanan dari produsen atau pengecer yang tepercaya dan memiliki reputasi baik. Pastikan mereka mengikuti standar keamanan pangan dan regulasi yang ketat. Perhatikan label pada kemasan makanan. Cari produk yang memiliki sertifikat keamanan, termasuk informasi tentang proses pengujian dan inspeksi. Tingkatkan kesadaran terhadap isu kontaminasi pangan dari media massa nasional yang kredibel. Dengan begitu, bisa diperoleh informasi lebih awal mengenai produk tertentu yang mungkin berisiko. Mendukung kebijakan pemerintah dan lembaga terkait yang berfokus pada pengawasan makanan. Dukungan ini termasuk berupa laporan jika ada dugaan kontaminasi dalam radiasi makanan dan kritik bila otoritas terkait terkesan kurang memperhatikan soal bahaya radiasi makanan. Konsumsi makanan lokal yang segar karena risiko kontaminasinya lebih kecil. Bahan pangan yang tumbuh di area yang tidak terpengaruh oleh radiasi lebih mungkin aman untuk dikonsumsi. Cuci sayuran dan buah-buahan dengan baik sebelum dikonsumsi. Hindari makanan mentah atau setengah matang yang mungkin memicu kontaminasi. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan untuk mengurangi risiko pencemaran yang berkaitan dengan industri atau aktivitas manusia yang dapat meningkatkan paparan radioaktif. Kapan Harus ke Dokter? Jika menduga telah mengonsumsi bahan pangan yang terkontaminasi bahan radioaktif, sebaiknya lekas kunjungi dokter untuk berkonsultasi. Dokter akan menanyakan detail jenis makanan, jumlah, waktu konsumsi, dan gejala. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan yang diikuti tes khusus untuk mendeteksi... - Published: 2026-03-22 - Modified: 2026-03-10 - URL: https://primayahospital.com/urologi/tanda-ginjal-bermasalah/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Ginjal Anda menyaring 180 liter darah setiap hari tanpa istirahat — tapi ketika mulai bermasalah, gejala sering dianggap “cuma kecapekan”, “kurang tidur”, atau “masuk angin”. Padahal, 90 % fungsi ginjal bisa hilang sebelum penderita sadar ada yang salah. Di Indonesia, 200. 000 orang sudah cuci darah dan 100. 000 orang baru terdeteksi setiap tahun — 70 % di antaranya karena terlambat mengenali tanda awal. Kabar baiknya: 80–90 % kerusakan ginjal bisa dicegah atau dihambat jika tanda dini dikenali dan ditangani sejak dini. Yuk, kenali 15 tanda ginjal bermasalah yang paling sering diabaikan — termasuk urin berbusa, bengkak, kulit gatal — agar Anda tidak termasuk dalam angka tragis itu! Mengapa Ginjal Bisa Rusak Tanpa Gejala Nyata? Ginjal adalah salah satu organ paling “tangguh” di dalam tubuh karena memiliki cadangan fungsi yang sangat besar. Bahkan jika anda hanya memiliki satu ginjal, organ tersebut masih mampu menjalankan sekitar 70–80% kapasitas kerja normal, termasuk menyaring darah, mengatur cairan tubuh, menjaga tekanan darah, serta membuang limbah metabolik. Inilah alasan mengapa gangguan ginjal sering berkembang diam-diam. Kerusakan awal pada nefron—unit mikroskopis yang berfungsi menyaring darah—tidak langsung menimbulkan keluhan. Setiap ginjal memiliki sekitar satu juta nefron, dan tubuh mampu mengompensasi kerusakan sebagian nefron dengan cara “memaksa” nefron yang tersisa bekerja lebih keras. Kompensasi ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa gejala apa pun, sehingga pasien merasa sehat padahal fungsi ginjal terus menurun. Masalah baru mulai muncul ketika lebih dari 70% nefron rusak. Pada titik ini, ginjal tidak lagi mampu mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit, dan pembuangan racun dengan optimal. Barulah gejala seperti lemas, mual, bengkak, tekanan darah naik, atau penurunan produksi urin terasa. Sayangnya, saat gejala muncul, kerusakan biasanya sudah cukup berat dan sulit dipulihkan. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi kunci utama. Tes sederhana seperti kreatinin, eGFR, dan urinalisis mampu mendeteksi gangguan jauh sebelum 70% nefron rusak, memberikan kesempatan luas untuk menghentikan atau memperlambat progres penyakit ginjal. Menurut National Kidney Foundation 2024, 90 % penderita penyakit ginjal kronis stadium 1–3 tidak tahu dirinya sakit karena gejala sangat tidak spesifik. 15 Tanda Awal Ginjal Bermasalah yang Sering Diabaikan No Tanda Penyebab Kapan Harus Waspada 1 Urin tampak berbusa setiap saat buang air kecil Proteinuria atau kebocoran protein Jika seperti busa sabun & tidak hilang 2 Bengkak di kaki, wajah, tangan atau puffy eyes pagi Retensi natrium dan air Jika tidak hilang siang hari 3 Kulit gatal pada seluruh tubuh Akumulasi urea dan fosfor Jika semakin parah malam hari 4 Lelah ekstrem dan lemas Anemia (kurang EPO) Jika istirahat tidak membantu 5 Sesak napas Cairan di paru atau anemia Jika saat istirahat 6 Urin keruh/berdarah Infeksi, batu, atau glomerulonefritis Sekali saja sudah bahaya 7 Nyeri pinggang kronis Infeksi, batu, atau hidronefrosis Jika tidak hilang >2 minggu 8 Sering kencing malam (nokturia >2x) Gangguan konsentrasi urin Jika baru terjadi 9 Nafsu makan turun & mual Akumulasi racun (uremia) Jika berat badan turun 10 Kram otot malam hari Gangguan elektrolit Jika sering & hebat 11 Tekanan darah tinggi sulit dikontrol Kerusakan ginjal → aktivasi RAAS Jika butuh >3 obat 12 Kulit kusam & hiperpigmentasi Uremia kronis Jika semakin gelap 13 Bau amonia di napas Uremia berat Sangat darurat 14 Gemetar & gelisah Gangguan kalsium-fosfor Jika disertai kram 15 Pusing dan sulit konsentrasi Anemia atau uremia Jika semakin sering Siapa yang Berisiko Tinggi Ginjal Bermasalah? Diabetes (40–50 % kasus gagal ginjal) Hipertensi tidak terkontrol Riwayat keluarga penyakit ginjal Obesitas & sindrom metabolik Sering konsumsi obat nefrotoksik (NSAID, jamu) Batu ginjal/infekti berulang Usia >60 tahun Pemeriksaan Sederhana untuk Deteksi Dini Urinalisis (protein, darah, leukosit) Kreatinin darah & eGFR USG ginjal Albumin urine (microalbuminuria) Hb & elektrolit Langkah Pertama Jika Mencurigai Ginjal Bermasalah Jika anda merasa ada tanda-tanda gangguan ginjal, langkah awal yang tepat sangat menentukan cepat tidaknya masalah teridentifikasi. Semakin dini anda bertindak, semakin besar peluang fungsi ginjal dapat dipertahankan. Catat semua gejala & durasinya Keluhan seperti bengkak, mudah lelah, urine berbusa, atau nyeri pinggang sering muncul bertahap dan tidak selalu konsisten setiap hari. Dengan mencatat gejala, kapan mulai terjadi, serta perubahan yang anda rasakan, dokter bisa menilai pola penyakit dengan lebih akurat. Informasi sederhana ini sering menjadi petunjuk penting untuk menentukan pemeriksaan apa yang dibutuhkan. Periksa tekanan darah & berat badan Hipertensi adalah penyebab dan akibat kerusakan ginjal. Lonjakan tekanan darah yang terus-menerus dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal. Begitu juga perubahan berat badan yang tiba-tiba—misalnya naik karena retensi cairan—bisa menjadi tanda ginjal mulai tidak mampu mengatur keseimbangan cairan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di rumah atau fasilitas kesehatan terdekat. Tes urin strip di apotek (proteinuria) Tes sederhana ini bisa memberikan gambaran awal mengenai fungsi ginjal hanya dalam hitungan menit. Kehadiran protein dalam urine (proteinuria) adalah tanda paling awal dari kerusakan nefron. Meski tidak menggantikan pemeriksaan laboratorium, hasil tes ini cukup membantu sebagai sinyal peringatan untuk segera mencari bantuan medis. Segera konsultasi dokter penyakit dalam/nefrologi Jika ada temuan yang mencurigakan—baik dari gejala, tekanan darah, atau tes... - Published: 2026-03-21 - Modified: 2026-03-24 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sirosis/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Banyak orang merasa sehat selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa organ hatinya perlahan mengalami kerusakan. Gejala yang muncul sering kali samar—sekadar lelah, penurunan berat badan, atau gangguan pencernaan ringan. Namun pada sebagian orang, kondisi tersebut ternyata merupakan tanda awal sirosis, yaitu kerusakan hati kronis yang berkembang perlahan hingga akhirnya mengganggu fungsi organ vital tersebut. Ketika sirosis sudah mencapai tahap lanjut, hati dapat kehilangan kemampuannya untuk menyaring racun, memproduksi protein penting, dan mengatur metabolisme tubuh. Penyakit Hati yang Menjadi Masalah Global Sirosis merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit hati di seluruh dunia. Menurut World Health Organization, penyakit hati kronis termasuk sirosis menyebabkan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun secara global. Di Indonesia, masalah ini juga cukup signifikan. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa jutaan orang hidup dengan infeksi hepatitis kronis—salah satu penyebab utama sirosis. Selain hepatitis, para ahli kini juga melihat peningkatan kasus sirosis yang berkaitan dengan obesitas dan gangguan metabolik. Bagaimana Sirosis Terjadi? Hati memiliki kemampuan regenerasi yang sangat baik. Ketika mengalami cedera atau peradangan, organ ini dapat memperbaiki dirinya dengan membentuk jaringan baru. Namun jika kerusakan terjadi berulang kali dalam jangka waktu lama, proses penyembuhan tersebut justru menghasilkan jaringan parut. Seiring waktu, jaringan parut menggantikan jaringan hati yang sehat sehingga struktur organ berubah dan aliran darah di dalam hati menjadi terganggu. Para ahli di National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah portal serta menurunkan kemampuan hati menjalankan berbagai fungsi penting bagi tubuh. Gejala yang Sering Terlambat Disadari Pada tahap awal, sirosis sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru merasakan keluhan ketika kerusakan hati sudah cukup luas. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain: Kelelahan berkepanjangan Penurunan berat badan tanpa sebab jelas Berkurangnya massa otot Kulit dan mata menguning Gatal pada kulit Pembengkakan pada kaki Penumpukan cairan di rongga perut (asites) Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami gangguan konsentrasi atau kebingungan akibat penumpukan racun di otak, kondisi yang dikenal sebagai Hepatic encephalopathy. Penyebab Sirosis Tidak Hanya Alkohol Banyak orang mengira sirosis hanya terjadi akibat konsumsi alkohol berlebihan. Padahal, ada berbagai kondisi lain yang dapat merusak hati secara kronis. Beberapa penyebab utama sirosis meliputi: Infeksi virus hepatitis B dan hepatitis C Penyakit hati terkait alkohol Penyakit hati berlemak akibat gangguan metabolik yang dikenal sebagai Metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) Bentuk peradangan yang lebih berat yaitu Metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH) Penyakit autoimun seperti Autoimmune hepatitis Gangguan saluran empedu seperti Primary Biliary Cholangitis dan Primary Sclerosing Cholangitis Kelainan metabolik seperti Hemochromatosis dan Wilson disease Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan angka obesitas dan diabetes membuat kasus penyakit hati berlemak juga meningkat. Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis? Untuk memastikan diagnosis sirosis, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut meliputi: Tes darah untuk menilai fungsi hati, termasuk kadar enzim hati, bilirubin, albumin, dan faktor pembekuan darah. Pemeriksaan pencitraan seperti USG, CT scan, atau MRI untuk melihat perubahan struktur hati. Elastografi hati, yaitu metode non-invasif seperti FibroScan yang dapat mengukur kekakuan jaringan hati. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan biopsi hati untuk memastikan penyebab kerusakan. Tujuan Pengobatan: Menghentikan Perburukan Kerusakan hati akibat sirosis umumnya tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Oleh karena itu, pengobatan difokuskan untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah komplikasi. Penanganan dapat meliputi: Terapi antivirus untuk hepatitis Menghentikan konsumsi alkohol Mengontrol diabetes dan obesitas Pemberian obat untuk mengurangi penumpukan cairan Obat untuk menurunkan tekanan pada pembuluh darah portal Pasien sirosis juga dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin, termasuk USG hati setiap enam bulan untuk mendeteksi kanker hati atau Hepatocellular carcinoma sejak dini. Pada tahap lanjut, transplantasi hati dapat menjadi pilihan terapi. Mencegah Lebih Baik Meski sirosis sulit disembuhkan, banyak kasus sebenarnya dapat dicegah. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain: Vaksinasi hepatitis B dan hepatitis A Menghindari konsumsi alkohol berlebihan Menjaga berat badan ideal Mengontrol diabetes dan kolesterol Menggunakan obat sesuai anjuran dokter Melakukan skrining hepatitis jika memiliki faktor risiko Dengan menjaga kesehatan hati sejak dini, risiko sirosis dapat ditekan secara signifikan. Ditinjau oleh: dr. Ahmar Abyadh, Sp. PD-KGEH, FINASIM, MKes Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2026-03-21 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/okupasi/bekerja-setelah-sakit/ - Kategori: Okupasi - Translation Priorities: Optional Bagi banyak orang, mengalami cedera serius atau penyakit kronis bukan hanya tentang rasa sakit fisik, tetapi juga tentang kecemasan akan masa depan pekerjaan. Pertanyaan yang sering muncul adalah: "Kapan saya bisa kembali bekerja? " dan "Apakah saya masih sanggup melakukan tugas saya? " Di sinilah peran Kedokteran Okupasi menjadi jembatan penting melalui proses yang disebut Return to Work (RTW) atau Kembali Bekerja. Mengapa Kembali Bekerja Itu Penting? Bekerja bukan hanya soal mencari nafkah. Secara psikologis, bekerja memberikan struktur pada hari-hari kita, rasa identitas, dan koneksi sosial. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama seseorang absen dari pekerjaan, semakin kecil peluang mereka untuk kembali, yang pada akhirnya dapat memperburuk kesehatan mental dan kondisi finansial. Namun, kembali bekerja tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan. Memaksa tubuh yang belum siap justru berisiko menimbulkan cedera berulang (re-injury). Tahapan Menuju Pemulihan yang Tepat Proses Return to Work yang ideal melibatkan kerja sama antara pasien, dokter spesialis okupasi, dan pihak perusahaan. Program RTW menyediakan pendampingan kesehatan yang komprehensif mulai dari perawatan di rumah sakit, rehabilitasi, hingga konseling psikologis. Hal ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan pelayanan yang terintegrasi dan efektif. Berikut adalah langkah-langkah utamanya: Penilaian Kelaikan Kerja (Fit to Work) Dokter spesialis okupasi akan melakukan evaluasi menyeluruh. Kami tidak hanya melihat hasil laboratorium atau rontgen, tetapi fokus pada kemampuan fungsional. Jika tangan Anda cedera, kami akan menguji seberapa kuat Anda bisa menggenggam atau berapa lama Anda bisa mengetik tanpa nyeri. Penilaian Bahaya di Tempat Kerja Kami juga mengevaluasi aspek lingkungan kerja pasien. Apakah mejanya ergonomis? Apakah ada beban berat yang harus diangkat? Dengan memahami risiko di lapangan, dokter dapat menentukan apakah lingkungan tersebut aman untuk kondisi pasien saat ini. Modifikasi Pekerjaan (Akomodasi) Tidak semua orang bisa langsung kembali ke beban kerja 100%. Seringkali diperlukan penyesuaian sementara, seperti: Modifikasi Tugas: Misalnya, staf lapangan dialihkan sementara ke tugas administratif di kantor. Modifikasi Jam Kerja: Memulai dengan setengah hari kerja (gradual return) untuk membangun ketahanan fisik. Modifikasi Lingkungan: Penyediaan kursi khusus atau alat bantu untuk memudahkan mobilitas. Tantangan Psikologis Seringkali, hambatan terbesar bukan pada fisik, melainkan pada rasa takut. Pasien mungkin merasa rendah diri karena keterbatasannya atau takut akan stigma dari rekan kerja. Di sinilah pentingnya dukungan dari manajemen perusahaan dan rekan sejawat untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan suportif. Kembali bekerja adalah bagian integral dari penyembuhan. Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan medis yang tepat, keterbatasan fisik bukanlah akhir dari produktivitas. Ditinjau oleh: dr. Permata Indah Novitarini, Sp. OK Spesialis Okupasi Primaya HospitalKelapa Gading - Published: 2026-03-20 - Modified: 2026-03-15 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/stent-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Pemasangan stent koroner memang dapat menyelamatkan nyawa saat aliran darah ke jantung terhambat, tetapi perawatan setelah prosedur sangat menentukan keberhasilan jangka panjangnya. Tanpa pengelolaan gaya hidup dan pengobatan yang tepat, sekitar 10–20 persen stent berisiko mengalami penyempitan kembali (restenosis) atau bahkan tersumbat mendadak akibat pembentukan bekuan darah (thrombosis stent), yang bisa berujung pada serangan jantung ulang. Itulah sebabnya, perawatan stent tidak boleh dianggap selesai setelah tindakan pemasangan. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah medis dan kebiasaan hidup yang terbukti efektif, mulai dari kepatuhan minum obat, kontrol tekanan darah dan kolesterol, pola makan, hingga olahraga yang aman agar stent tetap terbuka dan berfungsi optimal selama bertahun-tahun. Dengan pendekatan yang tepat, risiko penyumbatan ulang dapat ditekan, sehingga kualitas hidup dan kesehatan jantung tetap terjaga. Mengenal Jenis Stent dan Risiko Penyumbatan Ulang Tidak semua stent memiliki karakteristik dan tingkat keberhasilan yang sama. Secara umum, terdapat dua jenis utama stent jantung yang paling sering digunakan pada tindakan angioplasti. Pertama, Bare Metal Stent (BMS). Stent ini merupakan generasi awal yang berfungsi sebagai penyangga mekanis untuk membuka pembuluh darah yang menyempit. Meskipun efektif mencegah penyumbatan akut pasca prosedur, BMS memiliki kekurangan yaitu risiko terjadinya penyempitan kembali (restenosis) cukup tinggi. Angkanya dapat mencapai 20–30 % dalam 6–12 bulan setelah pemasangan. Hal ini terutama terjadi karena tubuh memicu respons penyembuhan berlebih yang menyebabkan pertumbuhan jaringan parut di sekitar stent. Jenis kedua adalah Drug-Eluting Stent (DES) generasi terbaru. Stent ini dilapisi obat khusus yang dilepaskan perlahan ke dinding arteri untuk menghambat pertumbuhan jaringan parut tersebut. Dengan teknologi ini, risiko restenosis jauh lebih rendah, yaitu kurang dari 8 % pada periode pemantauan yang sama. Inilah alasan mengapa DES kini lebih banyak direkomendasikan untuk sebagian besar pasien. Meski begitu, penting dipahami bahwa kedua jenis stent tetap punya potensi mengalami penyumbatan ulang. Dua penyebab utamanya adalah: Neointimal hyperplasia, yakni pembentukan jaringan parut berlebih sebagai respons alami tubuh terhadap benda asing. Pembekuan darah di dalam stent (thrombosis stent), yang bisa terjadi secara mendadak dan berisiko menyebabkan serangan jantung jika tidak segera ditangani. Karena itu, penggunaan obat antiplatelet sesuai anjuran dokter serta perawatan gaya hidup menjadi langkah penting agar stent tetap berfungsi optimal dan terhindar dari penyumbatan ulang. 10 Langkah Wajib agar Stent Tetap Terbuka Lama Jangan Pernah Berhenti Obat Antiplatelet Tanpa Izin Dokter Kombinasi Aspirin + Clopidogrel/Ticagrelor/Prasugrel minimal 12 bulan (DES) atau 1–6 bulan (BMS). Penelitian DAPT Study (NEJM 2014) menunjukkan menghentikan obat sebelum waktunya meningkatkan risiko trombosis stent hingga 400 %. Kontrol Faktor Risiko Atherosklerosis Secara Ketat LDL - Published: 2026-03-20 - Modified: 2026-03-10 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengontrol-tekanan-darah/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut pembunuh senyap. Kondisi ini jarang menimbulkan gejala hingga komplikasi serius muncul. Di Indonesia, lebih dari 34 persen orang dewasa menderita hipertensi. Angka ini terus meningkat akibat gaya hidup kurang gerak, pola makan tinggi garam, serta stres. Banyak pasien baru terdiagnosis saat sudah mengalami stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal. Padahal, hipertensi bisa dicegah dan dikontrol dengan perubahan sederhana serta pengobatan tepat. Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras. Kondisi ini merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 4 kali lipat. Yang menggembirakan, mengontrol tekanan darah bisa menurunkan risiko stroke hingga 40 persen dan serangan jantung hingga 25 persen. Dengan pemantauan rutin dan gaya hidup sehat, hampir semua penderita hipertensi bisa hidup normal tanpa komplikasi. Artikel ini membahas mendalam apa itu hipertensi, gejala yang sering terlewat, penyebab utama, cara diagnosis akurat, pengobatan efektif, komplikasi berbahaya, pencegahan sejak dini, serta kapan harus segera ke dokter agar tekanan darah Anda tetap terkendali dan jantung tetap sehat. Mengenal Hipertensi Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di dinding arteri meningkat secara persisten, bukan hanya sekali pengukuran. Tekanan darah mencerminkan seberapa kuat darah menekan pembuluh saat dipompa oleh jantung. Pemeriksaan dilakukan dengan dua angka. Angka pertama adalah tekanan sistolik, yaitu tekanan saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. Angka kedua adalah tekanan diastolik, yaitu tekanan saat jantung berelaksasi dan terisi darah. Keduanya sama-sama penting karena peningkatan salah satu atau keduanya sudah cukup untuk meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Klasifikasi tekanan darah menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan American Heart Association (AHA) membagi tekanan darah menjadi beberapa kategori. Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg dan dianggap paling aman bagi pembuluh darah dan jantung. Kategori elevasi adalah tekanan sistolik 120 hingga 129 mmHg dengan diastolik masih di bawah 80 mmHg, kondisi ini sering belum menimbulkan keluhan tetapi sudah menandakan awal risiko. Hipertensi stage 1 ditetapkan pada tekanan 130 hingga 139 mmHg untuk sistolik atau 80 hingga 89 mmHg untuk diastolik, sedangkan hipertensi stage 2 bila tekanan mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Krisis hipertensi terjadi saat tekanan darah lebih dari 180/lebih dari 120 mmHg dan merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, atau gagal organ bila tidak segera ditangani. Sebagian besar kasus hipertensi, sekitar 90 hingga 95 persen, termasuk hipertensi primer atau esensial, yaitu tekanan darah tinggi tanpa penyebab tunggal yang jelas. Kondisi ini berkaitan dengan faktor genetik, usia, pola makan tinggi garam, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres kronis, serta kebiasaan merokok. Sisanya merupakan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakit tertentu seperti gangguan ginjal kronis, penyempitan arteri ginjal, gangguan hormon adrenal atau tiroid, serta efek samping obat-obatan tertentu. Hipertensi sekunder sering muncul pada usia lebih muda dan dapat membaik bila penyebab utamanya ditangani. Di Indonesia, hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke dan penyakit jantung koroner, dua penyebab kematian tertinggi pada populasi dewasa. Banyak penderita tidak menyadari dirinya hipertensi karena sering tidak bergejala, sehingga kondisi ini dikenal sebagai “silent killer”. Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah rutin dan pengendalian faktor risiko menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi jangka panjang yang serius. Menurut American Heart Association 2024, pengukuran tekanan darah rutin penting untuk deteksi dini. Gejala Hipertensi Hipertensi sering tanpa gejala hingga tahap lanjut. Itulah mengapa disebut silent killer. Gejala yang mungkin muncul: Sakit kepala bagian belakang pagi hari Pusing atau vertigo Mimisan tanpa sebab Penglihatan kabur Nyeri dada Sesak napas Detak jantung tidak teratur Kelelahan berlebih Gejala krisis hipertensi: Sakit kepala hebat Sesak napas berat Nyeri dada Kebingungan atau gelisah Banyak pasien baru tahu hipertensi saat cek rutin atau komplikasi muncul. Gejala lebih sering pada hipertensi sekunder. Penyebab Hipertensi Penyebab hipertensi primer: Faktor genetik dan riwayat keluarga Usia lanjut Obesitas Konsumsi garam tinggi Kurang aktivitas fisik Merokok dan alkohol Stres kronis Penyebab hipertensi sekunder: Penyakit ginjal kronis Gangguan hormon tiroid atau adrenal Apnea tidur Koarktasi aorta Obat tertentu seperti KB hormonal atau NSAID Di Indonesia, konsumsi garam rata-rata 15 gram/hari (3 kali batas WHO) menjadi penyebab utama. Stres kerja dan polusi udara memperburuk kondisi. Cara Dokter Mendiagnosis Hipertensi Diagnosis hipertensi memerlukan pengukuran berulang. Langkah diagnosis: Ukur tekanan darah minimal 2 kali kunjungan berbeda Pengukuran 24 jam atau ABPM untuk konfirmasi Pengukuran rumah atau HBPM selama 7 hari Pemeriksaan fisik: fundus mata, jantung, ginjal Tes laboratorium: gula darah, kolesterol, fungsi ginjal EKG atau ekokardiogram jika dicurigai kerusakan organ Diagnosis hipertensi masked atau white coat perlu ABPM. Skrining rutin direkomendasikan mulai usia 18 tahun. Cara Mengatasi atau Pengobatan Hipertensi Pengobatan hipertensi kombinasi gaya hidup dan obat. Perubahan gaya hidup: Diet DASH: tinggi buah, sayur, rendah garam Batasi garam kurang dari 5 gram/hari Olahraga aerobik 150 menit/minggu Turunkan berat badan jika obesitas Berhenti merokok Batasi alkohol Kelola stres Obat hipertensi: ACE inhibitor atau ARB Calcium channel blocker Diuretik thiazide Beta blocker Target tekanan darah kurang dari 130/80 mmHg untuk risiko tinggi. Kombinasi obat sering... - Published: 2026-03-20 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kapan-pemeriksaan-kolesterol/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Gaya hidup modern yang identik dengan konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres menjadikan kolesterol tinggi sebagai salah satu ancaman kesehatan yang semakin nyata bagi masyarakat Indonesia. Tanpa disadari, kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah secara perlahan dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau maupun stroke secara mendadak. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan > 30% orang dewasa di Indonesia memiliki kolesterol total di atas batas normal. Angka ini akan cenderung meningkat seiring dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang minim aktivitas. Banyak kasus penyakit jantung koroner baru terdiagnosis ketika sudah memasuki tahap lanjut. Padahal, pemeriksaan kolesterol dapat membantu mendeteksi risiko sejak dini. Tes ini tidak hanya membantu dokter dalam menentukan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk mengendalikan kesehatannya dalam jangka panjang. Saat ini, biaya pemeriksaan kolesterol sudah relatif terjangkau. Pemeriksaan kolesterol tersedia secara gratis di puskesmas tertentu maupun dalam bentuk paket pemeriksaan kesehatan di rumah sakit maupun laboratorium swasta dengan variasi biaya yang beragam. Artikel ini akan membahas secara mendalam pentingnya pemeriksaan kolesterol secara rutin, jadwal pemeriksaan berdasarkan usia dan faktor risiko, jenis tes yang tersedia, cara membaca hasil pemeriksaan, perkiraan biaya terbaru tahun 2026 di berbagai fasilitas kesehatan, serta panduan persiapan dan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan jantung. Mengapa Pemeriksaan Kolesterol Rutin Menjadi Langkah Pencegahan Utama Penyakit Jantung? Kolesterol adalah zat lemak yang penting bagi tubuh karena diperlukan untuk pembentukan membran sel, produksi hormon steroid seperti estrogen dan testosteron, serta sintesis vitamin D. Sekitar 75 persen kolesterol dihasilkan oleh hati, sedangkan sisanya berasal dari makanan hewani seperti daging merah, kuning telur, dan produk susu berlemak penuh. Masalah kesehatan muncul ketika kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat” terlalu tinggi. LDL berperan dalam pembentukan plak pada dinding arteri melalui proses aterosklerosis, yang dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga mengurangi aliran darah kaya oksigen ke jantung, otak, dan organ vital lainnya. Jika plak tersebut pecah, gumpalan darah dapat terbentuk dan menyumbat aliran darah sepenuhnya, yang memicu serangan jantung atau stroke iskemik. Sebaliknya, high-density lipoprotein (HDL) dikenal sebagai kolesterol “baik” karena membantu mengangkut kolesterol LDL berlebih dari darah kembali ke hati untuk dibuang atau diolah, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, trigliserida, jenis lemak lain yang diproduksi tubuh dan juga dipengaruhi oleh asupan kalori yang berlebih dapat menjadi faktor risiko tambahan jika kadarnya tinggi, karena dapat mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah. Sering kali, kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala sampai komplikasi serius terjadi. Karena itu, kondisi ini sering disebut silent killer atau pembunuh tanpa gejala. Pemeriksaan kolesterol secara rutin sangat penting untuk deteksi dini sebelum munculnya masalah jantung atau stroke. Berbagai organisasi kesehatan, termasuk American Heart Association, merekomendasikan skrining kolesterol untuk semua orang dewasa sejak usia 20 tahun, lalu setiap 4–6 tahun jika risiko Anda rendah. Frekuensi pemeriksaan bisa lebih sering jika terdapat faktor risiko seperti riwayat keluarga, diabetes, tekanan darah tinggi, atau gaya hidup kurang sehat. Manfaat pemeriksaan kolesterol tidak hanya memberi tahu Anda tentang kondisi saat ini, tetapi juga membuka kesempatan untuk intervensi dini. Perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan kadar LDL. Jika perlu, dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin untuk mencapai target yang ditetapkan berdasarkan risiko jantung atau stroke Anda. Jadwal Pemeriksaan Kolesterol Berdasarkan Usia dan Faktor Risiko Pedoman dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Kementerian Kesehatan RI, serta organisasi internasional seperti American Heart Association (AHA) menekankan bahwa jadwal pemeriksaan kolesterol perlu disesuaikan dengan usia dan tingkat risiko masing-masing individu. Pendekatan ini bertujuan agar skrining dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. 1. Anak dan Remaja Usia 9–11 tahun:Pemeriksaan selektif dianjurkan bila terdapat riwayat keluarga hiperkolesterolemia familial (kelainan kolesterol turunan), obesitas berat, atau riwayat penyakit jantung prematur dalam keluarga. Usia 17–21 tahun:Dianjurkan melakukan satu kali pemeriksaan kolesterol sebagai data dasar (baseline) sebelum memasuki usia dewasa. 2. Dewasa Muda (20–39 tahun) Tanpa faktor risiko tambahan: pemeriksaan setiap 4–6 tahun. Jika terdapat faktor risiko (misalnya merokok, obesitas, atau riwayat keluarga penyakit jantung dini), pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter. 3. Dewasa Usia 40–75 tahun Risiko rendah:setiap 2–4 tahun. Risiko sedang(memiliki satu faktor risiko seperti hipertensi atau merokok): setiap 1–2 tahun. Risiko tinggi(misalnya diabetes, riwayat keluarga kuat penyakit jantung, atau sudah terbukti memiliki plak aterosklerosis): setiap 6–12 bulan untuk pemantauan ketat dan evaluasi terapi. 4. Usia di atas 75 tahun Frekuensi pemeriksaan disesuaikan dengan kondisi kesehatan umum, harapan hidup, serta pertimbangan dokter yang merawat. Faktor Risiko yang Memerlukan Pemeriksaan Lebih Sering Beberapa kondisi berikut dapat mempercepat kebutuhan pemeriksaan kolesterol: Riwayat keluarga penyakit jantung sebelum usia 55 tahun pada pria atau 65 tahun pada wanita Diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2 Hipertensi kronis Kebiasaan merokok aktif atau paparan asap rokok berat Obesitas sentral (lingkar perut pria >90 cm, wanita >80 cm untuk populasi Asia) Pola makan tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan gula berlebih Aktivitas fisik kurang dari... - Published: 2026-03-19 - Modified: 2026-04-12 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/mengenal-permanent-pacemakerjantung-lemah/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Jantung adalah mesin utama tubuh. Namun, apa yang terjadi jika "kelistrikan" jantung terganggu sehingga detaknya menjadi terlalu lambat? Di dunia medis, teknologi Permanent Pacemaker (PPM) atau alat pacu jantung permanen hadir sebagai malaikat penolong bagi mereka yang kehilangan irama alami jantungnya. Apa Itu Alat Pacu Jantung Permanen? Permanent Pacemaker (PPM) adalah sebuah alat medis kecil bertenaga baterai yang ditanam di bawah kulit, biasanya di bawah tulang selangka. Fungsi utamanya adalah mengirimkan impuls listrik ke otot jantung untuk menjaga detak jantung tetap stabil dan normal. Alat ini menjadi solusi jangka panjang, bahkan seumur hidup, bagi pasien yang detak jantungnya tidak lagi bisa diperbaiki hanya dengan obat-obatan. Kapan Seseorang Membutuhkannya? Seseorang biasanya memerlukan PPM jika mengalami kondisi Bradikardia, yaitu denyut jantung yang terlalu lambat (di bawah 60 kali per menit), atau adanya blokade pada sinyal listrik jantung. Kondisi ini membuat jantung tidak mampu memompa cukup darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Waspadai Gejala Berikut: Segera konsultasikan ke dokter jantung jika Anda sering merasakan: Pusing hebat, kliyengan, hingga pingsan mendadak. Sesak napas saat beraktivitas ringan. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman pada area dada. Kelelahan ekstrem meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Pembengkakan pada pergelangan kaki atau perut. Mengenal Jenis-Jenis Alat Pacu Jantung Seiring perkembangan teknologi, jenis PPM kini kian beragam sesuai kebutuhan pasien: Leadless Pacemaker: Versi terbaru seukuran pil tanpa kabel yang dimasukkan melalui kateter. Single-Chamber: Menggunakan satu kabel yang diletakkan di satu ruang jantung (serambi atau bilik). Double-Chamber: Menggunakan dua kabel untuk dua ruang jantung agar koordinasi detak lebih alami. Biventricular (CRT): Menggunakan tiga kabel untuk menyelaraskan detak antara bilik kanan dan kiri, biasanya untuk pasien gagal jantung. Bagaimana Prosedur Pemasangannya? Prosedur ini tergolong operasi minor. Pasien biasanya hanya diberikan bius lokal di area dada dan sedasi ringan agar merasa rileks. Dokter akan membuat sayatan kecil untuk menanam generator, lalu memasukkan kabel elektroda melalui pembuluh darah menuju jantung. Proses ini memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam. Menariknya, banyak pasien yang diperbolehkan pulang pada hari yang sama atau setelah observasi singkat. Keuntungan dan Risiko Keuntungan: Kualitas Hidup Meningkat: Pasien tidak lagi mudah pusing atau pingsan. Aktivitas Kembali Normal: Setelah masa pemulihan, pasien dapat beraktivitas seperti biasa. Keamanan Jangka Panjang: Memberikan ketenangan pikiran karena jantung selalu terpantau oleh alat. Risiko (Meski Jarang Terjadi): Seperti prosedur medis lainnya, risiko tetap ada seperti infeksi pada area sayatan, memar (hematoma), atau pergeseran posisi kabel elektroda. Namun, dengan pemantauan rutin, risiko ini dapat diminimalisir. Perawatan Pasca-Operasi Setelah pulang ke rumah, pasien disarankan untuk: Menjaga kebersihan bekas luka agar tidak infeksi. Menghindari mengangkat beban berat atau menggerakkan lengan di sisi alat terlalu tinggi selama beberapa minggu awal. Melakukan kontrol rutin untuk mengecek kondisi baterai dan fungsi alat. Dengan teknologi PPM, gangguan irama jantung bukan lagi penghalang untuk menjalani hidup yang produktif dan bersemangat. Temukan tindakan pacemaker di Primaya Hospital Kelapa Gading, Primaya Hospital PGI Cikini, Primaya Hospital Bekasi, Primaya Hospital Tangerang, Primaya Hospital Makassar. Ditinjau oleh: dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-03-19 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/tes-serologi/ - Kategori: Patologi Klinik - Translation Priorities: Optional Ketika terjadi pandemi Covid-19, istilah tes serologi sering terdengar. Namun tes ini sebenarnya sudah lama ada dan sangat bermanfaat dalam upaya diagnosis dan pencegahan penyakit menular. Berikut artikel yang membahas lebih lanjut salah satu jenis tes darah ini. Mengenal Tes Serologi Tes serologi adalah pemeriksaan darah yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan dan kadar antibodi atau antigen dalam serum darah. Serum adalah bagian cair dari darah setelah sel darah dan faktor pembekuan dihilangkan. Antigen adalah molekul asing yang memicu respons kekebalan tubuh. Antigen bisa berasal dari permukaan virus, bakteri, sel kanker, atau bahkan zat asing seperti serbuk sari. Ketika mendeteksi antigen, tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawannya. Adapun antibodi adalah protein yang diproduksi sel plasma sebagai respons terhadap antigen spesifik. Antibodi berperan seperti kunci yang dirancang untuk mengikat gembok pada antigen tertentu, menetralkan, atau menandainya untuk dihancurkan oleh sel imun lain. National Institutes of Health menyebutkan terdapat lima kelas utama antibodi. Tapi yang paling sering diukur dalam tes serologi adalah: Imunoglobulin M (IgM): antibodi pertama yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap infeksi baru. Imunoglobulin G (IgG): muncul lebih lambat daripada IgM, tapi bertahan lebih lama dalam tubuh, terkadang seumur hidup. Imunoglobulin E (IgE) : berhubungan dengan reaksi alergi dan infeksi parasit Dikutip dari Cleveland Clinic, prinsip dasar tes serologi adalah mendeteksi reaksi antara antigen dan antibodi. Jika antigen dari patogen tertentu ada dalam sampel darah, antibodi spesifik yang diproduksi tubuh untuk melawannya akan mengikat antigen tersebut. Atau sebaliknya, jika ingin tahu apakah seseorang memiliki antibodi terhadap suatu penyakit, antigen yang diketahui bisa ditambahkan ke sampel darah untuk melihat apakah antibodi pasien bereaksi. Siapa Saja yang Memerlukan Tes Serologi? Tes serologi bukanlah pemeriksaan yang diperlukan oleh setiap orang secara rutin. Tes ini biasanya ditujukan kepada individu yang memiliki kondisi atau situasi tertentu, seperti: Diduga terpapar penyakit infeksi, misalnya ada gejala demam berdarah atau pernah berkontak erat dengan penderita Covid-19. Ingin mengetahui status kekebalan terhadap penyakit tertentu, seperti hepatitis A, hepatitis B, cacar air, atau campak. Ada gejala penyakit autoimun seperti lupus dan reumatoid artritis. Memastikan darah yang didonorkan bebas dari penyakit infeksi seperti sifilis, HIV, dan hepatitis. Mendeteksi infeksi seperti rubela dan toksoplasma yang dapat membahayakan janin. Diduga mengalami alergi Kapan Seseorang Memerlukan Tes Serologi? Ada beberapa skenario yang menentukan kapan tes serologi paling tepat dilakukan, antara lain: Setelah terkena paparan penyakit menular atau munculnya gejala infeksi. Saat ingin mengetahui apakah infeksi yang dialami pasien adalah infeksi baru atau infeksi lama yang aktif kembali. Sebelum atau sesudah perjalanan ke daerah endemis. Sebelum menikah atau merencanakan kehamilan sebagai bagian dari skrining. Ketika hendak memantau keberhasilan terapi atau pengobatan pada pasien infeksi. Setelah menjalani vaksinasi untuk melihat apakah vaksin yang baru diterima berhasil memicu respons imun yang memadai. Manfaat/Tujuan Tes Serologi Tes serologi adalah salah satu metode diagnostik utama dalam kedokteran modern. Ada berbagai manfaat atau tujuan yang ditawarkan, antara lain: Memastikan diagnosis alergi dan alergen penyebabnya. Membantu mengonfirmasi diagnosis penyakit akibat infeksi bakteri, virus, dan parasit. Menentukan apakah seseorang memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu baik karena infeksi masa lalu atau vaksinasi. Ini penting untuk perencanaan kehamilan, pekerja kesehatan yang rawan terkena penyakit infeksi, dan evaluasi efektivitas vaksinasi. Memastikan transfusi darah atau transplantasi organ aman. Memantau respons pengobatan pada penyakit autoimun atau infeksi kronis. Memetakan penyebaran suatu penyakit di masyarakat, seperti yang banyak dilakukan selama pandemi Covid-19. Persiapan Sebelum Menjalani Tes Serologi Persiapan untuk menjalani tes serologi relatif sederhana. Namun selalu ikuti instruksi dari dokter atau tim laboratorium sebelum menjalani tes yang biasanya meliputi: Sebagian besar tes serologi tidak memerlukan puasa. Namun, untuk tes tertentu yang terkait dengan profil autoimun lengkap, dokter mungkin menyarankan puasa 8-12 jam. Informasikan obat-obatan, suplemen, atau produk herbal yang dikonsumsi karena beberapa jenis obat, seperti imunosupresan atau kortikosteroid, dapat mempengaruhi hasil tes. Informasikan riwayat kesehatan kepada dokter, misalnya jika ada riwayat gangguan pendarahan atau sedang hamil. Minum cukup air sebelum tes agar pembuluh darah lebih mudah ditemukan. Kenakan pakaian lengan pendek atau lengan yang mudah digulung agar area pengambilan darah (biasanya di lipatan siku) mudah diakses. Prosedur dan Pelaksanaan Tes Serologi Tes serologi adalah prosedur medis yang relatif cepat dan aman. Tes ini biasanya dilakukan di laboratorium atau fasilitas kesehatan dengan langkah-langkah yang meliputi: Pengikatan tali pembendung (tourniquet), yakni tali elastis yang akan diikatkan di sekitar lengan atas untuk memperlambat aliran darah sementara sehingga vena lebih menonjol dan mudah ditemukan. Bagian dalam siku atau punggung tangan yang menjadi tempat pengambilan darah dibersihkan dengan antiseptik (alkohol) untuk mencegah infeksi. Jarum steril yang terhubung ke tabung vakum akan dimasukkan ke vena untuk mengambil darah. Akan terasa sensasi seperti dicubit atau ditusuk yang sangat singkat. Darah akan mengalir ke dalam tabung khusus (tabung serum). Setelah darah cukup, tali pembendung dilepas dan jarum dicabut. Kapas alkohol lalu ditekan pada bekas suntikan untuk menghentikan perdarahan. Sampel darah di tabung kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan tes serologi. Ada berbagai metode tes serologi yang bisa... - Published: 2026-03-19 - Modified: 2026-03-15 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/penyebab-penyakit-jantung-dan-cara-mencegahnya/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda mendengar orang sehat tiba-tiba terkena serangan jantung di usia muda? Atau tetangga yang rutin olahraga tetap harus pasang ring jantung? Penyakit jantung tetap menjadi pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia. Menurut WHO, 85–90 % kasus bisa dicegah jika kita tahu dan mengendalikan faktor risikonya sejak dini. Kabar baiknya, hampir semua penyebab utama bisa dikontrol dengan perubahan gaya hidup sederhana tapi konsisten. Yuk, kenali 7 penyebab paling umum dan cara praktis menghindarinya mulai hari ini! Mengenal Penyakit Jantung dan Bahayanya Penyakit jantung mencakup semua gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Jenis yang paling umum meliputi: penyakit jantung koroner (pembuluh darah jantung tersumbat), serangan jantung, gagal jantung, dan gangguan irama jantung. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 2,7 juta kematian setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular. Yang lebih mengkhawatirkan, 1 dari 3 serangan jantung pertama berakhir fatal sebelum korban sempat tiba di rumah sakit, menegaskan pentingnya pencegahan dan deteksi dini. 7 Penyebab Utama Penyakit Jantung yang Paling Umum Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) Tekanan darah ≥130/80 mmHg terus-menerus merusak dinding pembuluh darah jantung. 70 % penderita serangan jantung punya riwayat hipertensi. Kolesterol Tinggi (Dislipidemia) LDL (“kolesterol jahat”) tinggi membentuk plak yang menyumbat pembuluh darah jantung. Diabetes atau Gula Darah Tinggi Gula darah tinggi mempercepat kerusakan pembuluh darah kecil di jantung hingga 2–4 kali lipat. Merokok atau Paparan Asap Rokok Setiap batang rokok meningkatkan risiko serangan jantung 25–30 % dalam 10 tahun pertama. Obesitas dan Kelebihan Lemak Perut BMI ≥25 kg/m² atau lingkar perut pria >90 cm, wanita >80 cm meningkatkan risiko 2–3 kali lipat. Kurang Aktivitas Fisik Duduk lebih dari 6 jam sehari meningkatkan risiko kematian jantung 40 %. Stres Berat Berkepanjangan Stres kronis meningkatkan hormon kortisol dan adrenalin yang memicu tekanan darah tinggi. Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka berisiko tinggi terkena penyakit jantung karena gejala sering dianggap wajar. Waspadai tanda-tanda berikut: Nyeri dadaseperti ditekan atau terasa terbakar saat berjalan cepat atau beraktivitas berat. Sesak napassaat naik tangga, berbaring, atau melakukan aktivitas ringan. Mudah lelahtanpa sebab yang jelas, meski cukup istirahat. Jantung berdebar tidak teratur, cepat, atau terlalu lambat. Bengkak pada kaki atau perut, menandakan kemungkinan penumpukan cairan akibat gagal jantung. Pusing hingga pingsan mendadak, yang bisa menjadi tanda gangguan aliran darah ke otak atau irama jantung abnormal. Cara Dokter Mendiagnosis Risiko Penyakit Jantung Untuk menilai risiko dan mendeteksi gangguan jantung, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut: Pengukuran tekanan darah, untuk mengetahui apakah ada hipertensi yang membebani jantung. Cek profil lipid(kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida), untuk menilai risiko penyumbatan pembuluh darah. Cek gula darah puasa dan HbA1c, karena diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung. EKG (elektrokardiografi), untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi gangguan irama. Treadmill test atau ekokardiografi, untuk menilai fungsi jantung saat beraktivitas atau melihat kerusakan otot jantung. CT calcium score, jika diperlukan, untuk mendeteksi penumpukan kalsium di arteri koroner sebagai indikator penyakit jantung koroner. Cara Mengatasi dan Menghindari Penyakit Jantung Kontrol Tekanan Darah - Published: 2026-03-18 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/bedah-saraf/neuronavigasi-dalam-bedah-saraf/ - Kategori: Bedah Saraf - Translation Priorities: Optional Dalam dunia bedah saraf, akurasi bukan sekadar target, melainkan sebuah kewajiban. Seiring dengan kemajuan teknologi medis, kami terus berkomitmen menghadirkan standar keamanan tertinggi melalui pemanfaatan Neuronavigasi. Teknologi ini menjadi instrumen krusial yang membantu tim bedah saraf dalam memetakan kompleksitas anatomi otak dengan presisi milimeter. Definisi dan Mekanisme Kerja Neuronavigasi adalah sistem pemandu bedah berbantuan komputer yang mengintegrasikan data pencitraan medis tingkat tinggi, seperti MRI dan CT Scan, ke dalam visualisasi tiga dimensi (3D) secara real-time. Secara fungsional, teknologi ini bekerja serupa dengan sistem GPS, yang memberikan navigasi akurat bagi ahli bedah untuk menentukan lokasi kelainan sekaligus melindungi jaringan otak sehat di sekitarnya. Keunggulan Klinis Neuronavigasi Penerapan neuronavigasi dalam prosedur bedah saraf memberikan signifikansi besar terhadap hasil klinis pasien, di antaranya: Akurasi Penargetan Tinggi: Memungkinkan identifikasi lokasi dan batasan area lesi dengan tingkat akurasi milimeter. Perlindungan Struktur Vital: Meminimalkan risiko cedera pada area fungsional yang penting, seperti pusat bicara dan pusat motorik. Prosedur Minimal Invasif: Mendukung teknik pembedahan dengan sayatan yang lebih kecil (keyhole surgery), yang berimplikasi pada minimnya luka dan cedera jaringan sehat Efisiensi dan Pemulihan: Optimasi waktu prosedur dapat mengurangi durasi pembiusan, mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan risiko infeksi pascaoperasi. Fase Prosedur: Integritas dari Pra hingga Pascaoperasi Proses integrasi teknologi ini dilakukan melalui tahapan sistematis untuk menjamin keamanan pasien: Persiapan & Pencitraan: Pengambilan data radiologi (MRI/CT) sebagai basis peta digital pasien. Registrasi & Kalibrasi: Sinkronisasi antara citra medis dengan posisi anatomi aktual pasien di meja operasi menggunakan penanda khusus (fiducials). Navigasi Intraoperatif: Sistem memberikan panduan visual terus-menerus mengenai posisi instrumen bedah terhadap struktur internal otak secara real-time. Verifikasi Akhir: Evaluasi pasca-tindakan dilakukan untuk memastikan target bedah telah tercapai secara optimal sebelum prosedur ditutup. Manajemen Risiko dan Mitigasi Sebagaimana setiap prosedur medis kompleks, penggunaan neuronavigasi memiliki tantangan teknis yang memerlukan keahlian tinggi. Beberapa risiko yang diantisipasi meliputi: Brain Shift: Pergeseran posisi otak akibat perubahan tekanan atau cairan selama operasi. Tim bedah kami secara klinis telah terlatih untuk melakukan penyesuaian kompensasi terhadap fenomena ini. Integritas Sistem: Potensi kendala teknis pada perangkat lunak atau kalibrasi sensor diatasi melalui protokol pengecekan berlapis sebelum operasi dimulai. Durasi Prosedur: Penambahan waktu untuk kalibrasi dilakukan demi menjamin keselamatan pasien dan hasil operasi yang lebih superior. Ditinjau oleh: dr. Ingrid Ayke Widjaya Sp. BS Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-03-18 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/saraf/pertolongan-pertama-stroke/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Bayangkan Anda sedang bersantai di rumah ketika orang tua atau pasangan tiba-tiba terduduk lemas. Saat mencoba berbicara, mulut tampak mencong, satu tangan tidak mampu terangkat, dan wajah mendadak pucat. Dalam detik-detik kritis itu, hampir 1,9 juta sel otak mati setiap menit akibat aliran darah yang terhenti. Di Indonesia, stroke masih menjadi penyebab kematian nomor satu dan menjadi pemicu kecacatan terbanyak pada kelompok usia produktif. Meski begitu, peluang pulih bisa meningkat hingga 50 persen apabila keluarga memberikan pertolongan pertama yang tepat dalam 10 menit pertama sejak gejala muncul. Panduan praktis ini penting untuk dipahami setiap anggota keluarga. Tindakan cepat dan benar dapat menjadi penentu antara kehidupan dan kecacatan jangka panjang bagi orang tercinta. Kenali Gejala Stroke dalam 10 Detik dengan Metode FAST Metode FAST direkomendasikan oleh American Stroke Association dan diadopsi Kementerian Kesehatan RI karena paling mudah diingat: Huruf Cara Cek Tanda Positif Stroke Face Minta senyum atau tunjukkan gigi Mulut mencong, satu sisi wajah turun Arm Minta angkat kedua tangan 10 detik Satu tangan lemah atau langsung jatuh Speech Minta ulang kalimat sederhana Bicara pelo, tidak jelas, atau tidak bisa bicara Time Catat jam pasti gejala mulai Segera ke RS – waktu adalah otak Jika satu saja tanda positif, segera anggap itu stroke hingga dokter membuktikan sebaliknya. 5 Langkah Pertolongan Pertama yang WAJIB Dilakukan Catat dengan tepat kapan gejala pertama kali muncul, karena informasi ini akan menentukan apakah pasien masih bisa mendapatkan terapi pelarut bekuan darah dalam periode emas 4,5 jam. Segera hubungi layanan darurat 112 atau ambulans rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas CT Scan 24 jam serta tenaga dokter spesialis saraf. Posisikan pasien setengah duduk dengan sudut 30–45 derajat dan beri penyangga di belakang punggung untuk membantu menjaga aliran darah ke otak tetap lancar. Miringkan kepala ke sisi yang lemah untuk mencegah risiko cairan, seperti air liur atau muntahan, masuk ke saluran pernapasan. Longgarkan atau lepaskan pakaian yang terlalu ketat, serta lepaskan gigi palsu atau kacamata, agar pernapasan lebih lega. 5 Hal yang JANGAN PERNAH Dilakukan Banyak keluarga panik dan melakukan tindakan yang justru bisa memperburuk kondisi pasien. Kesalahan kecil pada masa darurat ini dapat mempercepat kerusakan otak dan menurunkan peluang pemulihan. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai hal-hal yang wajib dihindari: Jangan memberi makan atau minum dalam bentuk apa pun Pada fase serangan stroke, kemampuan menelan (refleks menelan) sering terganggu akibat kerusakan saraf di otak. Kondisi ini disebut disfagia, dan terjadi pada hampir 70% kasus stroke akut. Jika makanan atau minuman diberikan, ada risiko besar pasien tersedak dan cairan masuk ke paru-paru, mengakibatkan infeksi berat seperti pneumonia aspirasi. Situasi ini bisa sangat fatal. Biarkan pasien tetap tanpa konsumsi hingga dinilai dokter di rumah sakit. Jangan memijat, mengerok, atau menekan bagian tubuh tertentu Banyak masyarakat masih percaya pijat atau kerokan dapat “melancarkan aliran darah”. Padahal, jika pasien mengalami stroke hemoragik, yaitu pecahnya pembuluh darah otak, tindakan tersebut justru bisa meningkatkan tekanan di otak dan memperparah perdarahan. Bahkan pada stroke iskemik (sumbatan), pijatan tidak membantu membuka sumbatan apa pun dan justru membuang waktu berharga. Jangan memberikan obat penurun tekanan darah sembarangan Dalam kondisi darurat stroke, tubuh biasanya meningkatkan tekanan darah secara alami. Hal ini bukan tanpa tujuan—tekanan darah tinggi sementara pada stroke iskemik (sumbatan) akan membantu mendorong darah tetap mencapai bagian otak yang mengalami kekurangan oksigen. Menurut Mayo Clinic, pemberian obat antihipertensi tanpa pemantauan medis justru dapat membuat kerusakan otak semakin luas karena penurunan suplai darah secara mendadak. Jangan menunggu gejala membaik sendiri Sebagian orang berharap kondisi “akan pulih sebentar lagi”. Gejala seperti lemas mendadak atau bicara pelo kadang hilang dalam hitungan menit—kondisi ini disebut Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan. Namun, jangan tertipu: TIA merupakan “alarm besar” bagi stroke berat yang bisa menyusul. Risiko penderita TIA terserang stroke besar dalam 24–48 jam mencapai 10–15%. Setiap detik menunggu menyebabkan lebih banyak sel otak hilang. Jangan membawa pasien sendiri menggunakan mobil pribadi jika ambulans tersedia Mobil pribadi tidak memiliki peralatan darurat dan penolong yang terlatih. Jika kondisi pasien memburuk di jalan—misalnya napas berhenti atau kesadaran turun mendadak—keluarga tidak dapat memberikan tindakan medis yang diperlukan. Paramedis di ambulans dapat memantau tekanan darah, menjaga jalan napas tetap terbuka, memberikan oksigen, hingga melakukan reaksi cepat jika terjadi henti jantung. Penanganan yang dimulai bahkan sebelum tiba di rumah sakit sangat dapat menyelamatkan nyawa. Jika Korban Tidak Sadar atau Kejang Jika tidak sadar tetapi masih bernapas, letakkan pada posisi miring ke sisi lemah. Jika napas berhenti, lakukan CPR hanya kompresi dada (100–120 kali/menit). Pada kejang, lindungi kepala dan jangan masukkan benda apa pun ke mulut. Informasi Penting untuk Dokter IGD Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat, kecepatan dan ketepatan informasi yang diberikan keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan terapi pasien stroke. Dokter harus menentukan jenis stroke dalam waktu sesingkat mungkin untuk memutuskan apakah pasien dapat diberikan obat pelarut bekuan atau tindakan lainnya. Berikut informasi krusial yang wajib Anda siapkan: Jam pasti gejala mulai terlihat Ini adalah informasi... - Published: 2026-03-17 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/rosacea/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Munculnya jerawat dan warna kemerahan pada wajah mungkin merupakan hal yang wajar karena kulit sensitif. Tapi, pada sebagian orang, hal ini bisa menandakan adanya kondisi yang lebih serius, yakni rosacea. Kondisi ini lebih dari sekadar masalah kulit yang sensitif, tapi bisa berdampak besar pada kualitas hidup orang yang mengalaminya. Berikut ini artikel yang menjelaskannya lebih lanjut. Mengenal Rosacea Rosacea adalah gangguan kulit berupa peradangan atau inflamasi kronis yang paling sering menyerang area wajah, khususnya pipi, hidung, dahi, dan dagu. Ciri utamanya adalah kemerahan (flushing) yang muncul dan menghilang tapi lama-kelamaan bisa menjadi permanen. Berbeda dengan jerawat atau alergi sesaat, seperti dikutip dari National Rosacea Society, rosacea bersifat progresif dan memerlukan perawatan seumur hidup. Artinya, jika tidak dikelola dengan baik, gejalanya dapat memburuk seiring dengan waktu. Meski lebih umum dialami oleh individu berkulit terang, kondisi ini bisa terjadi pada semua jenis kulit. Menurut Cleveland Clinic, rosacea lebih kerap mempengaruhi para perempuan dan gejalanya biasanya mulai timbul setelah usia 30 tahun. Meski begitu, rosacea pada pria sering kali dibarengi gejala yang lebih parah karena kondisinya sudah berkembang akibat tertundanya penanganan. Kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja, tapi sangat jarang. Gejala Rosacea Gejala rosacea bisa berbeda-beda pada tiap individu. Namun umumnya ada pola tertentu yang sering muncul, antara lain: Warna kemerahan (eritema) di bagian tengah wajah yang tidak kunjung hilang. Sensasi rasa panas di wajah yang bisa berlangsung beberapa menit seiring dengan munculnya kemerahan. Pemicunya bisa berupa makanan pedas, minuman panas, alkohol, atau stres emosional. Benjolan merah kecil (papula) dan jerawat berisi nanah (pustula). Pembuluh darah kecil pada permukaan kulit wajah melebar dan menjadi terlihat jelas seperti jaring laba-laba halus berwarna merah atau ungu. Iritasi mata, termasuk mata merah, berair, terasa kering, perih, sensitif terhadap cahaya, atau sensasi seperti ada pasir di mata. Kulit terasa perih, gatal, dan panas pada area yang memerah. Kulit menebal dan membesar, terutama di area hidung sehingga tampak bulat dan berbintil-bintil. Penyebab Rosacea Hingga kini penyebab pasti rosacea belum diketahui. Diduga kuat penyebabnya adalah kombinasi faktor genetik, imunologis, vaskular (pembuluh darah), dan lingkungan. Kelainan pada sistem vaskular yang membuat pembuluh darah di wajah sangat reaktif dan melebar dengan mudah ketika ada pemicu tertentu. Disfungsi sistem kekebalan tubuh. Mikroorganisme berupa tungau Demodex folliculorumyang secara alami hidup di kulit wajah. Faktor genetik atau ada riwayat rosacea dalam keluarga. Gangguan pada penghalang kulit (skin barrier) yang membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan terpapar iritan dari luar. Faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari, suhu ekstrem, dan stres. Cara Dokter Mendiagnosis Rosacea Dokter bisa menduga seseorang mengalami rosacea berdasarkan pengamatannya. Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi: Wawancara medis mendalam mengenai riwayat gejala, pola kemunculannya, pemicu yang dirasakan, riwayat kulit dalam keluarga, serta produk perawatan kulit yang digunakan. Pemeriksaan fisik kulit wajah dan mata untuk melihat tanda-tanda kemerahan yang menetap, pembuluh darah yang terlihat, papula, pustula, atau tanda penebalan kulit. Jika ada keluhan mata, dokter mungkin akan merujuk pasien ke spesialis mata (oftalmologis). Tes lain pada kulit untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang gejalanya mirip, seperti jerawat vulgaris (jerawat biasa), lupus eritematosus, dermatitis seboroik, atau reaksi alergi. Cara Mengatasi Rosacea Belum ada obat yang bisa menyembuhkan rosacea secara total. Penanganan kondisi ini berfokus pada upaya mengendalikan gejala, mengurangi kekambuhan, dan meningkatkan kualitas hidup yang melibatkan pemberian obat-obatan dengan resep dokter, terapi prosedur, dan perubahan gaya hidup. Di antaranya: Obat Topikal (Oles) Metronidazole untuk mengurangi peradangan dan kemerahan. Azelaic aciduntuk mengurangi benjolan, jerawat, dan kemerahan. Ivermektin yang secara khusus menargetkan tungau Demodexdan dapat mengurangi peradangan papulopustular. Brimonidin dan oksimetazolin untuk mengurangi kemerahan sementara dengan cara menyempitkan pembuluh darah. Obat Oral (Minum) Antibiotik tetrasiklin untuk mengatasi inflamasi, bukan membunuh bakteri. Isotretinoin untuk kasus rosaceayang sangat parah. Terapi Prosedur Terapi laser dan intense pulsed lightuntuk mengurangi kemerahan yang menetap dan pembuluh darah yang terlihat. Perubahan Gaya Hidup Mengidentifikasi dan menghindari pemicu. Melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Menggunakan produk perawatan kulit berbahan lembut. Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan. Komplikasi Rosacea Jika tidak dikelola dengan baik, rosacea dapat menyebabkan komplikasi yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis, seperti: Rhinophyma: penebalan kulit hidung yang dapat mengubah penampilan secara permanen. Keratitis (peradangan kornea) yang berpotensi mengganggu penglihatan. Dampak psikososial seperti rasa malu, cemas, rendah diri, depresi, dan menarik diri dari interaksi sosial. Pencegahan Rosacea Karena penyebab pastinya tidak diketahui dan melibatkan faktor genetik, rosacea tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun ada cara untuk mencegah kekambuhan gejalanya. Cara terbaik adalah dengan secara konsisten menghindari pemicu gejala secara personal serta menerapkan pola perawatan kulit yang sangat lembut dan protektif. Kapan Harus ke Dokter? Jangan ragu segera berkonsultasi ke dokter umum atau langsung ke dokter spesialis kulit jika muncul gejala rosacea seperti kemerahan yang terus muncul di wajah disertai benjolan seperti jerawat yang tak biasa. Makin cepat diagnosis ditegakkan dan penanganan dimulai, makin besar peluang mengendalikan gejala rosacea dan mencegah komplikasinya. Ditinjau... - Published: 2026-03-17 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/saraf/dampak-gangguan-tidur/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Tidur yang cukup dan berkualitas sering dianggap “kemewahan” di tengah kesibukan hidup modern, padahal tidur adalah kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan otak seumur hidup. Di Indonesia, lebih dari 40 persen orang dewasa mengalami gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau tidur tidak nyenyak, sering karena stres kerja, gadget sebelum tidur, atau shift malam. Banyak yang tidak sadar bahwa kurang tidur kronis bukan hanya membuat lelah, tapi secara langsung merusak struktur dan fungsi otak: mempercepat penyusutan hippocampus, meningkatkan plak beta-amyloid penyebab Alzheimer, serta mengganggu pembersihan toksin otak selama tidur dalam. Gangguan tidur meningkatkan risiko demensia hingga 2 kali lipat, stroke 4 kali lipat, dan depresi berat hingga 5 kali lipat. Yang mengkhawatirkan, anak dan remaja juga semakin terdampak akibat screen time berlebih, dengan implikasi jangka panjang pada perkembangan kognitif. Kabar baiknya: memperbaiki kualitas tidur dengan higiene tidur sederhana bisa membalikkan banyak kerusakan dan menurunkan risiko penyakit otak hingga 30 hingga 50 persen. Artikel ini akan membahas mendalam jenis gangguan tidur paling umum, mekanisme bagaimana tidur buruk merusak otak, dampak pada memori, mood, dan risiko neurodegeneratif, serta 30 langkah praktis memperbaiki tidur agar otak Anda tetap tajam, resilien, dan sehat hingga usia lanjut! Jenis Gangguan Tidur Paling Umum dan Gejalanya Gangguan tidur dibagi menjadi beberapa kategori utama: Insomnia: sulit tidur, terbangun tengah malam, bangun terlalu pagi Sleep apnea obstruktif: henti napas berulang karena saluran napas tersumbat Restless legs syndrome: sensasi tidak nyaman kaki saat istirahat Narkolepsi: serangan tidur mendadak siang hari Gangguan ritme sirkadian: shift work disorder, jet lag kronis Parasomnia: berjalan tidur, teror malam, mimpi buruk Di Indonesia, insomnia kronis memengaruhi 20 hingga 30 persen orang dewasa, sleep apnea 10 hingga 15 persen pria dewasa. Gejala umum gangguan tidur: Sulit tidur >30 menit Terbangun >3 kali/malam Bangun pagi terlalu awal Mengantuk siang berlebih Mood swing atau mudah marah Sulit konsentrasi atau ingatan menurun Sering sakit kepala pagi Mendengkur keras atau henti napas Contoh kasus: pria 48 tahun shift malam mengalami insomnia kronis, dalam 5 tahun mengalami penurunan memori dan diagnosis prediabetes. Mekanisme Gangguan Tidur Merusak Struktur dan Fungsi Otak Tidur memiliki fase REM dan non-REM, masing-masing penting untuk otak. Selama tidur dalam (slow-wave sleep): Sistem glymphatic membersihkan toksin seperti beta-amyloid dan tau protein Kurang tidur dalam meningkatkan akumulasi plak Alzheimer Selama REM: Konsolidasi memori dan pembelajaran Pengolahan emosi Kurang tidur kronis menyebabkan: Penyusutan volume hippocampus hingga 10 persen Gangguan konektivitas prefrontal-amigdala (kontrol emosi) Peningkatan inflamasi neuro (IL-6, CRP) Stres oksidatif pada neuron Gangguan neurogenesis di hippocampus Peningkatan kortisol kronis Studi Sleep Heart Health menunjukkan orang dengan sleep apnea memiliki risiko demensia 1,7 kali lebih tinggi. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke 2024, kurang tidur kronis 30 menit 10. Ritual relaksasi: baca buku, mandi air hangat 11. Teknik 4-7-8 breathing 12. Meditasi mindfulness sebelum tidur 13. Jurnal gratitude atau worry journal 14. Hindari diskusi berat malam hari 15. Gunakan kasur & bantal nyaman 16. White noise atau earplug jika bising 17. Aromaterapi lavender 18. Suplementasi melatonin jika direkomendasikan dokter 19. Hindari jam tangan di kamar (clock watching) 20. Bangun jika tidak tidur >20 menit, lakukan aktivitas tenang 21. Paparan cahaya matahari pagi 30 menit 22. Diet tinggi magnesium (bayam, almond) 23. Teh chamomile atau valerian 24. CBT-I (cognitive behavioral therapy for insomnia) jika kronis 25. Konsultasi dokter tidur jika sleep apnea dicurigai 26. Hindari obat tidur jangka panjang 27. Pantau tidur dengan tracker jika perlu 28. Edukasi keluarga tentang higiene tidur 29. Libatkan pasangan untuk dukungan 30. Rayakan progres tidur lebih baik Informasi lengkap gangguan tidur dapat dibaca pada artikel gangguan tidur dan layanan saraf dari Primaya Hospital. Tidur Nyenyak adalah Nutrisi Terbaik untuk Otak Gangguan tidur bukan “masalah kecil” yang bisa diabaikan — tapi ancaman serius terhadap kesehatan otak yang bisa dicegah dengan disiplin higiene tidur. Dengan memahami mekanisme kerusakan, dampak jangka panjang, dan 30 langkah praktis di atas, Anda memiliki kekuatan untuk melindungi memori, mood, dan fungsi kognitif seumur hidup. Mulai malam ini: matikan gadget lebih awal, ciptakan ritual relaksasi, patuhi jadwal tidur, dan rasakan otak Anda “membersihkan diri” setiap malam. Ingat: tidur bukan waktu “mati” — tapi waktu otak bekerja keras memperbaiki dan memperkuat diri. Prioritaskan tidur berkualitas, dan Anda berinvestasi pada otak tajam, emosi stabil, dan hidup panjang bebas neurodegeneratif! Ditinjau oleh: dr. Lilir Amalini, Sp. N, CFIDN, AIFO-K Spesialis Neurologi Primaya Evasari Hospital - Published: 2026-03-16 - Modified: 2026-03-03 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-dasar-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Imunisasi adalah salah satu pencapaian medis terbesar dalam sejarah manusia yang telah menyelamatkan jutaan nyawa anak setiap tahun. Di Indonesia, program imunisasi nasional gratis telah berhasil menurunkan angka kematian bayi akibat penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin hingga 80 persen dalam 30 tahun terakhir. Namun, masih banyak orang tua yang ragu atau terlambat memberikan imunisasi karena mitos “vaksin bikin autis”, “bayi terlalu kecil”, atau “penyakitnya sudah jarang”. Faktanya, justru karena imunisasi tinggi, penyakit seperti polio, difteri, dan campak menjadi jarang — tapi jika cakupan turun, wabah bisa kembali seperti yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini. Imunisasi dasar lengkap memberikan perlindungan hingga 95 persen terhadap 14 penyakit berat yang dulu membunuh atau mencacat jutaan anak. Kabar baiknya: semua vaksin wajib gratis di puskesmas dan posyandu, serta aman setelah uji puluhan tahun. Yuk, pahami secara lengkap jenis imunisasi dasar, jadwal tepat sesuai IDAI dan Kemenkes 2024, manfaat luar biasa untuk anak dan masyarakat, serta cara mengatasi kekhawatiran umum agar anak Anda tumbuh sehat dan terlindungi sejak dini! Mengapa Imunisasi Dasar Sangat Penting untuk Anak? Bayi lahir dengan imun pasif yang diperoleh dari ibu melalui plasenta selama kehamilan dan dilanjutkan lewat ASI setelah lahir. Perlindungan alami ini membantu melindungi bayi pada awal kehidupan, namun daya tahannya sangat terbatas dan umumnya hanya bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan. Setelah periode tersebut, kadar antibodi dari ibu akan menurun drastis, sementara sistem kekebalan tubuh anak sendiri belum berkembang sempurna. Kondisi ini membuat anak sangat rentan terhadap infeksi berat yang dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius. Imunisasi berperan sebagai “latihan” bagi sistem imun anak, dengan cara mengenalkan kuman yang telah dilemahkan atau komponennya, sehingga tubuh belajar membentuk antibodi dan memori imun tanpa harus mengalami sakit berat terlebih dahulu. Manfaat imunisasi dasar sangat nyata dan terbukti secara ilmiah. Imunisasi mencegah kematian dan kecacatan permanen akibat penyakit infeksi yang sebelumnya menjadi penyebab utama kematian anak, seperti polio, campak, tetanus, dan difteri. Dengan imunisasi yang lengkap, angka rawat inap anak akibat penyakit menular dapat ditekan hingga sekitar 90 persen, sehingga risiko komplikasi, perawatan intensif, dan dampak jangka panjang dapat diminimalkan. Imunisasi juga menciptakan herd immunity, yaitu kekebalan kelompok yang melindungi bayi baru lahir, anak dengan penyakit kronis, atau individu yang tidak dapat divaksin karena alasan medis. Dari sisi ekonomi, imunisasi terbukti menghemat biaya pengobatan jangka panjang, karena mencegah kebutuhan rawat inap, operasi, hingga rehabilitasi akibat komplikasi penyakit. Lebih jauh lagi, anak yang terlindungi dari infeksi berat memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan kualitas kesehatan yang lebih baik, kemampuan belajar yang maksimal, serta produktivitas yang lebih tinggi di masa depan. Menurut World Health Organization 2024, imunisasi mencegah 3,5 hingga 5 juta kematian anak setiap tahun di dunia dari difteri, tetanus, pertussis, dan campak. 14 Jenis Imunisasi Dasar Lengkap di Indonesia (IDAI & Kemenkes 2024) Vaksin Penyakit yang Dicegah Jadwal Dosis Hepatitis B Hepatitis B Lahir, 1, 6 bulan 3 dosis BCG Tuberkulosis Usia 0–1 bulan 1 dosis Polio (OPV/IPV) Polio Lahir, 1, 2, 3, 4 bulan + booster 18 bulan 5–6 dosis DTP-HB-Hib (Pentavalen) Difteri, Tetanus, Pertussis, Hepatitis B, Hib 2, 3, 4 bulan 3 dosis PCV (Pneumokokus) Pneumonia, meningitis 2, 4, 6 bulan + booster 12–15 bulan 4 dosis Rotavirus Diare berat rotavirus 2, 4, 6 bulan (monovalen 2 dosis) 2–3 dosis Campak/Rubella (MR) Campak, Rubella 9, 18 bulan + 6–7 tahun 3 dosis Japanese Encephalitis (JE) Radang otak JE 9 bulan + booster 2 tahun 2 dosis HPV (opsional wanita) Kanker serviks 9–14 tahun 2–3 dosis Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap IDAI 2024 Usia lahir: Hepatitis B, BCG, Polio 0 Usia 2 bulan: DTP-HB-Hib 1, PCV 1, Rotavirus 1, Polio 1 Usia 3 bulan: DTP-HB-Hib 2, PCV 2, Polio 2 Usia 4 bulan: DTP-HB-Hib 3, PCV 3, Rotavirus 2/3, Polio 3 Usia 6 bulan: Hepatitis B 3 (jika belum) Usia 9 bulan: MR 1, JE 1 Usia 12–15 bulan: PCV booster Usia 18 bulan: DTP booster, Polio booster, MR 2, JE booster Usia 6–7 tahun: MR booster Manfaat Setiap Vaksin dalam Imunisasi Dasar Vaksin Hepatitis B mencegah kanker hati hingga 95 persen jika diberikan lengkap. Vaksin BCG menurunkan risiko TB berat pada anak hingga 80 persen. Vaksin Polio telah membuat Indonesia bebas polio sejak 2014. Vaksin DTP melindungi dari batuk rejan yang bisa fatal pada bayi 38,5°C 9. Pantau reaksi 48 jam setelah vaksin 10. Jangan mandi dulu 1 jam setelah vaksin (mitos, tapi aman ditunda) 11. Vaksin kombinasi lebih praktis dan efektif sama 12. Vaksin import dan lokal sama bagusnya 13. Vaksin tetap aman meski hamil ibu 14. Imunisasi lanjutan sama pentingnya 15. Laporkan KIPI jika reaksi berat 16. Edukasi keluarga besar tentang pentingnya vaksin 17. Hindari mitos “vaksin bikin demam berarti lemah” 18. Vaksin gratis di puskesmas kualitas terjamin 19. Imunisasi catch-up jika terlambat 20. Vaksin tambahan (flu, typhoid) sesuai risiko daerah Efek Samping Vaksin yang Normal dan yang Harus Diwaspadai Normal: demam ringan,... - Published: 2026-03-16 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/nyeri-bahu-dan-lengan/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa bahu nyeri saat mengangkat tangan, terasa “tertahan” saat memakai baju, atau bahkan terbangun tengah malam karena sakit yang menusuk hingga ke lengan? Banyak orang mengira itu “cuma pegal biasa” atau “masuk angin” dan tidak menyadari bahwa nyeri bahu dan lengan adalah keluhan ortopedi nomor satu setelah nyeri pinggang. Di Indonesia, lebih dari 60 % orang usia 40 tahun ke atas pernah mengalami nyeri bahu, dan 30 % di antaranya menjadi kronis karena tidak ditangani sejak awal. Kabar baiknya: 85–90 % nyeri bahu bisa sembuh tanpa operasi jika penyebabnya diketahui dini. Yuk, kenali 12 tanda bahaya yang sering diabaikan dan langkah tepat agar bahu Anda kembali bergerak bebas! Kenapa Bahu Sangat Rentan Cedera? Sendi bahu adalah sendi dengan mobilitas terbesar pada tubuh manusia. Bahu dapat bergerak melingkar 360°, mengangkat tangan ke atas kepala, memutar keluar–dalam, hingga menyilang ke depan tubuh. Namun, di balik kemampuan bergerak luas tersebut, bahu memiliki stabilitas yang sangat rendah secara anatomi. Berbeda dari sendi pinggul yang memiliki soket tulang dalam dan kuat, sendi bahu hanya bertumpu pada hubungan antara: Humerus (tulang lengan atas) Glenoid (lekukan tulang bahu yang dangkal) Karena permukaan soketnya kecil dan dangkal, bahu bergantung pada jaringan penunjang yang lebih rentan cedera, yaitu: Rotator cuff yang menjaga posisi kepala humerus tetap pada soket Ligamen yang mencegah tulang bergeser terlalu jauh Labrum sebagai cincin penstabil glenoid Bursae sebagai bantalan agar pergerakan tidak menimbulkan gesekan berlebihan Ketika faktor pendukung tersebut mengalami iritasi atau robekan, bahu mudah kehilangan stabilitas. Cedera bahu sering terjadi akibat: Gerakan berulang seperti olahraga lempar, renang, atau angkat beban Beban berat secara tiba-tiba pada posisi lengan tidak ideal Perubahan degeneratif pada tendon seiring bertambahnya usia Trauma jatuh pada lengan yang terentang Kombinasi mobilitas tinggi + stabilitas rendah inilah yang membuat bahu menjadi sendi yang paling sering mengalami cedera pada atlet maupun pekerja dengan aktivitas tangan intensif. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) 2024, 70 % nyeri bahu pada usia >40 tahun disebabkan oleh masalah rotator cuff dan impingement. Gejala Nyeri Bahu & Lengan yang Sering Diabaikan Nyeri bahu saat mengangkat tangan di atas kepala (misalnya menyisir rambut) Bahu terasa “nyangkut” atau “klik” saat diputar Nyeri malam hari yang mengganggu tidur (harus ganti posisi terus) Nyeri menjalar ke lengan atas hingga siku Bahu terasa lemah saat mengangkat barang ringan sekalipun Kaku bahu pagi hari >30 menit (frozen shoulder dini) Bengkak atau panas di sekitar sendi bahu Kesemutan di jari tangan (saraf terjepit leher/bahu) Nyeri tajam saat menekan titik tertentu di bahu Suara “krek-krek” saat menggerakkan bahu Bahu satu sisi lebih rendah atau sayap scapula menonjol Nyeri memburuk saat tidur miring di sisi yang sakit 5 Penyebab Utama Nyeri Bahu dan Lengan Penyebab Persentase Gejala Khas Rotator Cuff Tendinitis/Tear 50–60 % Nyeri malam + lemah angkat tangan Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis) 20 % Kaku total, gerak terbatas Impingement Syndrome 15–20 % Nyeri saat angkat tangan 60–120° Bursitis/Subacromial 10 % Bengkak & nyeri tekan Saraf Kejepit Leher (Cervical Radiculopathy) 5–10 % Nyeri menjalar + kesemutan jari Perbedaan Nyeri Bahu Biasa vs Masalah Serius Nyeri biasa: hilang 6 minggu, nyeri malam, gerak terbatas, kelemahan otot progresif Penanganan Awal di Rumah (72 Jam Pertama) Istirahat dari aktivitas overhead Kompres dingin 15 menit setiap 2–3 jam Obat anti-nyeri (paracetamol atau NSAID topikal) Pendulum exercise (ayunan lengan seperti bandul jam) Tidur dengan posisi telentang + bantal penyangga lengan Penanganan Medis Modern untuk Nyeri Bahu Fisioterapi intensif (latihan rotator cuff & scapula) Injeksi kortikosteroid atau PRP Artroskopi bahu (lubang kunci) Perbaikan rotator cuff tear Operasi frozen shoulder (manipulasi + artroskopi) Cara Mencegah Nyeri Bahu & Lengan Mencegah cedera bahu jauh lebih mudah dibanding mengobatinya. Bahu bekerja hampir sepanjang hari untuk mengangkat, menjangkau, hingga menopang beban. Karena itu, menjaga kekuatan dan mobilitasnya sangat penting agar terhindar dari nyeri dan peradangan. Berikut prinsip pencegahan yang dapat dilakukan siapa saja setiap hari: Latih rotator cuff minimal tiga kali seminggu untuk menjaga stabilitas bahu. Otot-otot kecil ini berfungsi menahan kepala humerus tetap berada pada soket. Ketika rotator cuff kuat, risiko peradangan dan robekan berkurang signifikan. Atur postur kerja ergonomis. Pastikan layar monitor sejajar dengan garis pandang mata, bahu tidak membungkuk, dan siku bertumpu dengan baik di sisi tubuh. Postur yang salah berjam-jam dapat menekan tendon dan saraf di bahu serta lengan. Hindari membawa tas berat di satu sisi karena akan menarik bahu ke bawah dan memicu ketegangan otot yang tidak seimbang. Pilih ransel dengan dua tali jika perlu membawa beban. Lakukan peregangan bahu dan lengan setiap dua jam terutama bila bekerja di depan komputer atau melakukan aktivitas berulang. Latihan sederhana seperti shoulder roll, chest stretch, atau cross-body stretch bisa menjaga fleksibilitas sendi. Jagalah berat badan ideal karena setiap kelebihan beban di tubuh akan meningkatkan tekanan pada sendi, termasuk bahu. Berat ideal membantu otot bahu lebih kuat menopang aktivitas sehari-hari. Dengan melakukan langkah-langkah preventif ini secara rutin, risiko cedera dan nyeri bahu maupun... - Published: 2026-03-15 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/anak/diare-pada-bayi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Diare adalah mimpi buruk setiap orang tua. Dalam hitungan jam, bayi yang tadinya ceria bisa menjadi lemas, mata cekung, dan popok basah terus-menerus. Di Indonesia, diare masih menjadi penyebab kematian nomor dua pada balita setelah pneumonia, dengan 200. 000 sampai 300. 000 kasus berat setiap tahun. Yang lebih mengkhawatirkan: 90 persen kasus diare sebenarnya bisa dicegah, dan 95 persen bisa sembuh tanpa rawat inap jika ditangani dengan benar sejak gejala pertama. Banyak ibu panik dan langsung memberikan obat antidiare atau menghentikan ASI, padahal itu justru memperburuk kondisi. Kabar baiknya: dengan memahami penyebab, tanda bahaya, dan penanganan berbasis bukti WHO dan IDAI, hampir semua kasus diare pada bayi dan anak bisa diatasi di rumah dengan aman. Yuk, pelajari secara lengkap penyebab diare paling umum, 15 tanda harus segera ke dokter, 20 langkah pencegahan, dan panduan lengkap penanganan agar anak Anda terhindar dari dehidrasi dan komplikasi berat! Apa yang Dimaksud Diare pada Bayi dan Anak? Diare didefinisikan sebagai buang air besar encer tiga kali atau lebih dalam 24 jam, atau lebih sering dari kebiasaan anak. Pada bayi ASI, BAB encer dan sering (bahkan 10 kali sehari) masih normal selama anak tetap aktif dan berat badan naik. Diare baru disebut “sakit” jika disertai perubahan konsistensi (lebih cair), frekuensi meningkat drastis, ada lendir atau darah, atau anak tampak lemas. Menurut World Health Organization 2024, diare membunuh 525. 000 anak di bawah 5 tahun setiap tahun di dunia, sebagian besar karena dehidrasi yang sebenarnya bisa dicegah. 12 Penyebab Diare Paling Umum pada Bayi dan Anak Penyebab Usia Paling Sering Ciri Khas Rotavirus 6 sampai 24 bulan Diare air + muntah hebat Norovirus Semua usia Muntah dominan Bakteri (E. coli, Salmonella, Shigella) Semua usia Darah/lendir di tinja, demam tinggi Parasit (Giardia, Amuba) >1 tahun Diare kronis, bau busuk Alergi protein susu sapi 0 sampai 12 bulan Diare + ruam + rewel Intoleransi laktosa Setelah infeksi Diare setelah susu sapi MPASI terlalu dini 4 sampai 6 bulan Diare setelah makan baru Antibiotik Selama/sesudah antibiotik Diare + kembung Makanan terkontaminasi Semua usia Diare keluarga bersama Air minum tidak higienis Semua usia Diare berulang 15 Tanda Bahaya Diare yang Wajib Segera ke Dokter Anak 38,5°C 3. Ada darah atau lendir di tinja 4. Muntah terus-menerus tidak bisa minum 5. Mata cekung 6. Kulit kubah lambat kembali (>2 detik) 7. Tidak ada air mata saat menangis 8. Mulut sangat kering 9. Popok kering >6 sampai 8 jam 10. Anak sangat lemas atau tidak sadar 11. Perut kembung keras 12. Kejang 13. Diare >10 kali/24 jam 14. Penurunan berat badan drastis 15. Diare >7 hari 20 Langkah Pencegahan Diare pada Bayi dan Anak ASI eksklusif 6 bulan penuh 2. Vaksin rotavirus tepat waktu (2, 4, 6 bulan) 3. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan/menyusui 4. Air minum matang atau air kemasan 5. Makanan bayi dimasak matang 6. Hindari makanan jajan sembarangan 7. Jaga kebersihan dot, empeng, mainan 8. Jangan berikan susu sapi sebelum 12 bulan 9. MPASI mulai tepat 6 bulan 10. Perkenalkan makanan baru bertahap 11. Hindari antibiotik sembarangan 12. Imunisasi lengkap (termasuk typhoid jika >2 tahun) 13. Jaga sanitasi rumah & jamban bersih 14. Hindari kolam renang umum saat musim diare 15. Segera ganti popok basah 16. Jangan biarkan anak bermain di lantai kotor 17. Cuci buah & sayur dengan air mengalir 18. Hindari makanan setengah matang 19. Beri oralit dini saat gejala pertama 20. Edukasi pengasuh & anggota keluarga Panduan Lengkap Penanganan Diare di Rumah Tetap berikan ASI atau susu formula seperti biasa ASI dan susu formula tidak boleh dihentikan saat anak diare. ASI justru membantu mempercepat penyembuhan karena mengandung antibodi, cairan, dan nutrisi penting. Menghentikan asupan susu dapat memperburuk kondisi gizi dan memperlambat pemulihan. Berikan oralit sesuai petunjuk kemasan Oralit atau larutan rehidrasi oral sangat penting untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Berikan sedikit demi sedikit tetapi sering, terutama setiap kali anak buang air besar cair atau muntah. Untuk anak di atas 6 bulan, berikan zinc 20 mg per hari selama 10 sampai 14 hari Suplementasi zinc terbukti memperpendek durasi diare, mengurangi tingkat keparahan, dan menurunkan risiko diare berulang dalam beberapa bulan berikutnya. Makanan tetap diberikan sesuai usia Anak tetap perlu makan untuk menjaga energi dan mencegah penurunan berat badan. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti bubur saring, nasi tim lembut, atau kentang halus, dan hindari memaksa anak makan dalam porsi besar. Hindari minuman manis, soda, dan jus buah pekat Minuman dengan kadar gula tinggi dapat menarik cairan ke dalam usus dan justru memperparah diare. Air putih dan oralit adalah pilihan terbaik selama masa diare. Hindari obat antidiare seperti loperamide pada anak Obat ini dapat memperlambat gerakan usus dan meningkatkan risiko efek samping serius pada anak. Diare pada anak sebaiknya dikelola dengan rehidrasi dan nutrisi, bukan dengan menghentikan diare secara paksa. Pantau tanda dehidrasi setiap jam Perhatikan apakah anak tampak sangat haus, jarang buang... - Published: 2026-03-15 - Modified: 2026-03-03 - URL: https://primayahospital.com/saraf/fibromyalgia/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa tubuh sangat letih lesu padahal baru saja bangun tidur? Atau kerap kesulitan berkonsentrasi, kadang seperti nge-blank, dan suasana hati gampang berubah-ubah? Bisa jadi itu bukan gejala kelelahan biasa, melainkan tanda fibromyalgia. Kondisi ini mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, tapi masih banyak yang belum memahaminya. Berikut ini artikel yang menjelaskan kondisi yang belum ada obatnya ini. Apa Itu Fibromyalgia? Fibromyalgia adalah gangguan kronis yang ditandai dengan nyeri muskuloskeletal (berkaitan dengan otot dan tulang) yang meluas dan disertai dengan gejala lain, seperti masalah tidur, kelelahan, serta gangguan memori dan suasana hati. Kondisi ini sering kali dikira sebagai gangguan akibat stres, tapi mekanisme terjadinya bisa jauh lebih kompleks. Seperti dijelaskan di MayoClinic, pada fibromyalgia, banyak peneliti berpendapat bahwa saraf terpengaruh sedemikian rupa sehingga menyebabkan perubahan pada otak dan sumsum tulang belakang. Perubahan ini melibatkan peningkatan kadar zat kimia tertentu di otak yang tidak teratur dan berfungsi sebagai sinyal rasa nyeri. Adapun dalam studi di jurnal Mayo Clinic Proceedings disebutkan bahwa studi pencitraan saraf modern telah mengkonfirmasi bahwa fibromyalgia adalah gangguan pengaturan nyeri di sistem saraf pusat yang ditandai dengan “sensitisasi sentral” atau “amplifikasi sentral”. Studi menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) menunjukkan pasien dengan fibromyalgia memiliki aktivasi otak yang berbeda dan meningkat sebagai respons terhadap tekanan, bahkan ketika tekanan tersebut dianggap tidak menimbulkan rasa sakit oleh individu sehat. National Institutes of Health menyebutkan kondisi ini mempengaruhi sekitar 2-4 persen populasi orang dewasa dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan dibanding pria. Hingga kini belum ada obat untuk fibromyalgia, tapi terdapat pilihan terapi yang bisa membantu meringankan gejala. Gejala Fibromyalgia Gejala fibromyalgia yang utama adalah nyeri yang terasa pada otot dan tulang, tapi karakteristiknya bervariasi pada setiap individu. Nyeri ini bisa berupa seperti sensasi terbakar, kaku, atau berdenyut dan bisa berlangsung setidaknya selama tiga bulan. Gejala umum lainnya meliputi: Rasa lelah yang ekstrem dan tidak membaik walau sudah beristirahat. Kabut otak, yakni gangguan kognitif seperti sulit berkonsentrasi, mengingat kata-kata, atau memproses informasi. Gangguan tidur, seperti sulit tidur, kerap terbangun saat tidur, dan merasa tidak segar ketika bangun. Area tubuh tertentu lebih sensitif terhadap tekanan, antara lain leher, bahu, dada, pinggul, lutut, dan siku Selain itu, ada pasien yang melaporkan gejala seperti sakit kepala tegang atau migrain, kecemasan, depresi, pusing, serta sensitivitas terhadap suara, cahaya, atau suhu. Penyebab Fibromyalgia Hingga kini penyebab pasti fibromyalgia belum diketahui. Namun para ahli sepakat kondisi ini terjadi karena kombinasi beberapa faktor yang meliputi: Sensitisasi sentral: Otak dan sumsum tulang belakang penderita fibromyalgia menjadi hipersensitif sehingga ambang batas nyeri menjadi lebih rendah. Ketidakseimbangan neurotransmiter: Kadar serotonin dan norepinefrin yang terlibat dalam regulasi nyeri, suasana hati, dan tidur rendah, sementara kadar glutamat yang dapat meningkatkan sinyal nyeri lebih tinggi. Genetik: Ada kecenderungan fibromyalgia dialami secara turun-temurun dalam keluarga. Gangguan tidur: Selain menjadi gejala, gangguan tidur bisa menjadi faktor pemicu fibromyalgia. Infeksi: Fibromyalgia bisa muncul atau memburuk karena beberapa penyakit atau infeksi tertentu. Trauma fisik atau emosional: Kejadian traumatis seperti kecelakaan atau kondisi stres pascatrauma (PTSD) kerap dikaitkan dengan munculnya gejala fibromyalgia. Cara Dokter Mendiagnosis Fibromyalgia Dokter mendiagnosis fibromyalgia dengan berpedoman pada beberapa kriteria, seperti: Indeks perluasan nyeri (WPI): Pengukuran area tubuh mana yang terasa nyeri dalam satu minggu terakhir. Skala keparahan gejala: Penilaian tingkat keparahan kelelahan, tidur yang tidak menyegarkan, dan gejala kognitif. Durasi: Gejala harus sudah ada pada tingkat yang sama setidaknya selama tiga bulan. Di samping itu, dokter akan mendiskusikan riwayat nyeri, gejala yang menyertai, riwayat keluarga, dan potensi pemicu dengan pasien. Untuk mengecek tanda-tanda perluasan nyeri, dokter mungkin perlu menekan titik-titik nyeri tertentu. Cara Mengatasi Fibromyalgia Karena kompleksitasnya, penanganan fibromyalgia memerlukan kombinasi antara obat-obatan dan terapi gaya hidup. Di antaranya: Obat-obatan: pereda nyeri, antidepresan, atau antikejang untuk membantu mengurangi rasa sakit dan memperbaiki kualitas tidur. Terapi fisik dan olahraga: olahraga berintensitas rendah seperti jalan kaki, berenang, atau tai chi dapat secara signifikan mengurangi rasa nyeri. Terapi perilaku kognitif: terapi ini dapat membantu pasien membangun strategi untuk menghadapi situasi stres dan mengubah cara berpikir tentang rasa sakit. Komplikasi Fibromyalgia Fibromyalgia tidak menyebabkan kerusakan organ dalam secara langsung, tapi ada komplikasi psikologis yang sangat mungkin terjadi, seperti: Penurunan kualitas hidup karena rasa sakit yang konstan membatasi aktivitas fisik dan produktivitas kerja. Isolasi sosial atau rasa kesepian akibat tidak mampu ikut serta dalam aktivitas sosial. Depresi dan kecemasan. Pencegahan Fibromyalgia Secara teknis, tidak ada cara pasti untuk mencegah fibromyalgia. Namun ada cara yang dapat membantu mengurangi risiko, seperti: Manajemen stres dengan meditasi, pernapasan dalam, atau yoga. Pastikan jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan lingkungan kamar yang nyaman saat akan tidur. Diet seimbang untuk menjaga berat badan ideal sehingga mengurangi tekanan pada sendi dan otot. Kapan Harus ke Dokter? Fibromyalgia memerlukan diagnosis dokter agar dapat segera diatasi. Segeralah berkonsultasi dengan ahli reumatologi atau dokter umum jika mengalami nyeri yang meluas di seluruh tubuh tanpa penyebab jelas hingga lebih dari tiga bulan serta kelelahan ekstrem. Meskipun fibromyalgia tidak bisa disembuhkan... - Published: 2026-03-14 - Modified: 2026-03-15 - URL: https://primayahospital.com/anak/1-000-hari-pertama-kehidupan/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Jendela emas yang hanya terbuka sekali seumur hidup anak Anda adalah 1. 000 hari pertama, terhitung sejak hari pertama kehamilan hingga ulang tahun kedua. Dalam 270 hari di dalam kandungan ditambah 730 hari setelah lahir, otak anak berkembang hingga 80 persen dari ukuran dewasa, sistem imun terbentuk, tinggi badan dan berat badan dasar terukir, serta fondasi kecerdasan, kesehatan fisik, dan emosional ditentukan untuk selamanya. UNICEF, WHO, dan Kementerian Kesehatan Indonesia sepakat: apa yang terjadi di 1. 000 hari ini akan menentukan apakah anak Anda akan tumbuh tinggi, cerdas, kuat imun, atau justru berisiko stunting, obesitas, diabetes, dan penyakit kronis di masa dewasa. Kabar baiknya: hampir semua risiko itu bisa dicegah 100 persen hanya dengan perhatian ekstra dari orang tua di periode ini. Yuk, pahami secara mendalam apa itu 1. 000 HPK, tahap demi tahap perkembangannya, dan 20 langkah praktis yang bisa Anda lakukan agar anak Anda mendapatkan “start hidup terbaik” yang pernah ada! Apa Sebenarnya 1. 000 Hari Pertama Kehidupan Itu? Periode 1. 000 HPK dimulai dari hari pertama pembuahan (bukan dari lahir) hingga anak berusia tepat 2 tahun. Periode ini dibagi menjadi tiga fase kritis: 270 hari dalam kandungan (trimester 1 sampai 3) 270 hari dalam kandungan (trimester 1 sampai 3) 365 hari pertama setelah lahir (0–12 bulan) 365 hari kedua (12–24 bulan) Selama 1. 000 hari ini, otak anak membentuk 1 juta koneksi saraf setiap detik, tulang memanjang hingga 50 persen panjang akhir, dan sistem imun belajar mengenali jutaan ancaman. Menurut UNICEF Indonesia 2024, anak yang mendapatkan nutrisi, stimulasi, dan perlindungan optimal di 1. 000 HPK memiliki IQ 10–15 poin lebih tinggi, tinggi badan 4–5 cm lebih tinggi, dan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa turun hingga 50 persen. Apa yang Terjadi di Setiap Fase 1. 000 HPK? Trimester 1 (hari 1–90) Organ utama (otak, jantung, ginjal, mata, telinga) terbentuk. Kekurangan asam folat di fase ini meningkatkan risiko cacat tabung saraf hingga 70 persen. Trimester 2–3 (hari 91–270) Otak tumbuh pesat, paru mulai berlatih bernapas, tulang mengeras. Kekurangan zat besi dan yodium di sini bisa menurunkan IQ hingga 10–15 poin. 0–6 bulan Pertumbuhan fisik paling cepat seumur hidup (berat lahir naik 3 kali lipat). ASI eksklusif memberikan antibodi dan nutrisi sempurna. 6–12 bulan Mulai MPASI, belajar duduk, merangkak, berdiri. Kekurangan zat besi di usia ini menyebabkan anemia dan gangguan perkembangan motorik. 12–24 bulan Lonjakan bahasa, berjalan, koordinasi tangan. Stimulasi dan gizi buruk di fase ini meningkatkan risiko stunting permanen. 20 Dampak Jangka Panjang Jika 1. 000 HPK Tidak Optimal Kondisi di 1. 000 HPK Dampak di Masa Dewasa Stunting Tinggi badan pendek, IQ lebih rendah, produktivitas turun 20 persen Kekurangan zat besi Anemia kronis, gangguan kognitif permanen Kekurangan yodium Kretinisme, IQ turun 10–15 poin Obesitas dini Obesitas dewasa, diabetes tipe 2, jantung koroner Infeksi berulang Sistem imun lemah seumur hidup Kurang stimulasi Kemampuan bahasa & sosial terhambat 20 Langkah Praktis Orang Tua di 1. 000 HPK Konsumsi tablet tambah darah dan juga asam folat sejak sebelum hamil 2. Vaksin Tdap, influenza, COVID-19 saat hamil 3. Pemeriksaan USG rutin 4 kali 4. ASI eksklusif 6 bulan penuh 5. MPASI tepat waktu (6 bulan), tekstur sesuai usia 6. 4 bintang MPASI: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur/buah 7. Berikan makanan kaya zat besi, zinc, yodium, DHA 8. Imunisasi lengkap sesuai jadwal 9. Stimulasi dini: bicara, nyanyi, baca buku setiap hari 10. Pijat bayi & tummy time setiap hari 11. Tidur cukup (14–17 jam/hari usia 0–12 bulan) 12. Jaga kebersihan tangan & lingkungan 13. Hindari asap rokok & polusi 14. Kontrol berat badan ibu & anak secara rutin 15. Deteksi dini gangguan pendengaran & penglihatan 16. Cegah stunting dengan timbang & ukur tiap bulan 17. Berikan kasih sayang & responsif parenting 18. Hindari gadget & screen time - Published: 2026-03-14 - Modified: 2026-03-15 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sakit-kepala-biasa/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Sakit kepala adalah keluhan paling sering di dunia, dialami hampir semua orang setidaknya sekali setahun. Namun, tidak semua sakit kepala sama. Di Indonesia, sekitar 10 hingga 15 persen penduduk menderita migrain, tapi banyak yang menganggapnya “sakit kepala biasa” sehingga tidak terdiagnosis dan tidak diobati dengan benar. Akibatnya, migrain kronis bisa mengganggu produktivitas hingga 50 persen, menyebabkan absen kerja atau sekolah, bahkan depresi. Yang membedakan migrain dari sakit kepala tegang biasa adalah intensitas, durasi, gejala penyerta, dan respons terhadap obat sederhana. Kabar baiknya: 80 hingga 90 persen migrain bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat, obat pencegahan, dan pengobatan serangan akut yang tepat. Dengan mengenali perbedaan sejak dini, Anda bisa menghindari penderitaan berbulan-bulan dan kembali menjalani hidup normal. Yuk, pahami secara lengkap cara membedakan migrain dari sakit kepala biasa, 20 tanda khas migrain, penyebab umum, 25 cara mengatasi di rumah, serta kapan harus konsultasi dokter agar sakit kepala tidak lagi menguasai hari-hari Anda! Perbedaan Mendasar Migrain dan Sakit Kepala Tegang Biasa Sakit kepala tegang atau tension headache merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dialami oleh masyarakat. Nyeri biasanya terasa tumpul, menekan, atau seperti ada ikatan ketat di sekitar kepala, terutama di dahi, pelipis, hingga bagian belakang kepala dan leher. Rasa sakit hampir selalu muncul di kedua sisi kepala dengan intensitas ringan hingga sedang. Aktivitas fisik umumnya tidak memperberat nyeri, dan keluhan sering kali membaik hanya dengan istirahat, peregangan otot leher, tidur cukup, atau konsumsi obat pereda nyeri sederhana seperti parasetamol. Faktor pencetus paling umum adalah stres, kelelahan, postur tubuh yang buruk, serta ketegangan otot akibat bekerja lama di depan layar. Migrain memiliki karakter yang jauh lebih kompleks karena merupakan gangguan neurologis, bukan sekadar nyeri otot atau stres. Serangan migrain biasanya terjadi berulang, sering kali hanya di satu sisi kepala, dengan nyeri berdenyut yang intensitasnya sedang hingga berat. Rasa sakit dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari dan cenderung memburuk saat pasien melakukan aktivitas fisik ringan sekalipun. Migrain hampir selalu disertai gejala penyerta, seperti mual, muntah, serta sensitivitas berlebihan terhadap cahaya, suara, atau bau. Pada sebagian penderita, migrain didahului oleh aura berupa kilatan cahaya, gangguan penglihatan, kesemutan, atau sulit berbicara sebelum nyeri kepala muncul. Perbedaan mendasar lainnya terletak pada dampak terhadap kualitas hidup. Sakit kepala tegang jarang sampai membuat penderitanya harus menghentikan seluruh aktivitas, sementara migrain sering kali sangat melumpuhkan hingga pasien perlu berbaring di ruangan gelap dan tenang. Selain itu, migrain memiliki mekanisme biologis yang lebih kompleks, melibatkan perubahan aktivitas saraf, pembuluh darah otak, serta zat kimia seperti serotonin. Karena itu, penanganan migrain sering membutuhkan obat khusus dan strategi pencegahan jangka panjang, berbeda dengan sakit kepala tegang yang umumnya bersifat ringan dan episodik. Aspek Sakit Kepala Tegang Migrain Lokasi Kedua sisi kepala, seperti ikat Sering satu sisi, bisa berganti Jenis nyeri Tumpul, tekanan Berdenyut seperti dipukul Intensitas Ringan hingga sedang Sedang hingga sangat berat Durasi 30 menit hingga 7 hari 4 hingga 72 jam Gejala penyerta Tidak ada Mual/muntah, sensitif cahaya/suara, aura Aktivitas fisik Tidak memperburuk Memperburuk nyeri Respons obat Hilang dengan paracetamol/ibuprofen Sering tidak cukup, butuh triptan Frekuensi Sesekali hingga kronis Serangan berulang, bisa >15 hari/bulan Menurut International Classification of Headache Disorders 2024, migrain dengan aura dialami 25 hingga 30 persen pasien migrain, dengan gejala neurologis sementara seperti kilatan cahaya atau mati rasa. 20 Tanda Khas Migrain yang Membedakannya dari Sakit Kepala Biasa Nyeri berdenyut satu sisi 2. Nyeri memburuk saat bergerak atau naik tangga 3. Mual atau muntah 4. Sensitif cahaya (fotofobia) 5. Sensitif suara (fonofobia) 6. Sensitif bau (osmofobia) 7. Aura visual (kilatan cahaya, zigzag) 8. Aura sensorik (mati rasa tangan) 9. Sulit berkonsentrasi 10. Rewel atau mudah marah sebelum serangan 11. Ngantuk berlebih setelah serangan 12. Nyeri hilang setelah tidur 13. Serangan dipicu makanan tertentu (cokelat, keju, MSG) 14. Dipicu hormon (haid, KB hormonal) 15. Dipicu cuaca, stres, kurang tidur 16. Riwayat keluarga migrain 17. Serangan berulang sejak remaja 18. Nyeri kepala >4 jam 19. Obat biasa tidak mempan 20. Gejala membaik dengan triptan atau ergotamin Penyebab dan Faktor Pemicu Migrain Migrain disebabkan aktivasi sistem trigeminovaskular di otak, pelepasan neuropeptida, dan kortikal spreading depression. Faktor risiko: Genetik (90 persen pasien punya riwayat keluarga) Jenis kelamin wanita (3 kali lebih sering) Usia 20 hingga 50 tahun Stres emosional Gangguan tidur Dehidrasi Puasa terlalu lama Pemicu umum: cokelat, keju tua, wine merah, MSG, aspartam, nitrit (sosis), cahaya terang, bau menyengat, perubahan cuaca. 25 Cara Mengatasi Migrain di Rumah dan Pencegahan Serangan Penanganan Serangan Akut Segera istirahat di ruang gelap & tenang 2. Kompres dingin di dahi atau leher belakang 3. Minum air putih banyak 4. Parasetamol atau ibuprofen dosis tepat 5. Triptan (sumatriptan) jika diresepkan dokter 6. Antiemetik (metoclopramide) jika mual 7. Tidur jika memungkinkan 8. Hindari layar gadget 9. Pijat pelan pelipis 10. Minum teh peppermint atau jahe Pencegahan Serangan Jangka Panjang Tidur teratur 7 hingga 9 jam 12. Makan teratur, jangan puasa lama 13. Minum air... - Published: 2026-03-13 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/terapi-elektrokonvulsif/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Perhatian terhadap kesehatan mental makin penting pada era modern ini. Ada berbagai prosedur yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah mental. Salah satunya adalah terapi elektrokonvulsif yang dianggap efektif bagi individu dengan gangguan mental berat. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai terapi yang melibatkan penggunaan listrik ini dalam artikel berikut ini. Mengenal Terapi Elektrokonvulsif Terapi elektrokonvulsif (ECT) adalah prosedur medis yang melibatkan pemberian arus listrik singkat dan terkontrol ke otak untuk memicu kejang singkat yang disengaja. Dikutip dari jurnal Nature, penting untuk dipahami bahwa kejang ini bukanlah efek samping yang tak diinginkan, melainkan inti terapi yang dipercaya memicu serangkaian perubahan neurokimia dan neuroplastisitas di otak. Terapi elektrokonvulsif kini dilakukan dengan anestesi umum dan menggunakan relaksan otot sehingga pasien tidak merasakan sakit. Selain itu, kejang dalam terapi ini bukanlah kejang fisik yang terlihat seperti gejala penyakit neurologis seperti epilepsi. Perubahan neurokimia dan neuroplastisitas di otak yang dipicu oleh terapi elektrokonvulsif diyakini bisa meredakan gejala depresi parah dan masalah mental lain, termasuk gangguan bipolar dan beberapa bentuk skizofrenia. Ada banyak kesalahpahaman seputar terapi elektrokonvulsif. Salah satunya adalah pasien disetrum dalam prosedur dan bisa mengalami kerusakan otak. Namun, menurut berbagai penelitian, terapi ini memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada risikonya sehingga masih menjadi pilihan untuk mengatasi masalah kejiwaan ketika prosedur lain tak memberikan hasil yang diharapkan. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Elektrokonvulsif? Dokter umumnya tidak langsung merekomendasikan terapi elektrokonvulsif untuk mengatasi kondisi kejiwaan. Terapi ini biasanya dipertimbangkan ketika prosedur lain, seperti psikoterapi dan obat-obatan, tidak efektif atau ketika kondisi pasien sangat parah sehingga memerlukan respons yang cepat dan kuat. Berikut ini beberapa kondisi yang mungkin memerlukan terapi ini: Depresi parah Gangguan bipolar Skizofrenia Katatonia Kapan Seseorang Memerlukan Terapi Elektrokonvulsif? Ada beberapa hal yang biasanya menjadi pertimbangan tim medis ketika merekomendasikan terapi elektrokonvulsif. Di antaranya: Pengobatan dengan beberapa jenis obat dan psikoterapi tidak menunjukkan perbaikan gejala yang signifikan Memerlukan respons yang cepat, misalnya ketika pasien menolak makan/minum, sangat agitatif, dan ada risiko bunuh diri yang besar Pasien tidak bisa menoleransi efek samping obat atau ada kondisi medis tertentu yang membuatnya tak bisa menggunakan obat-obatan tertentu Manfaat/Tujuan Terapi Elektrokonvulsif Tujuan utama terapi elektrokonvulsif adalah meredakan gejala penyakit mental yang parah dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan. Manfaat utamanya adalah cepat dan efektif dalam meredakan gejala masalah kejiwaan tertentu. Terapi ini bisa cepat meredakan pikiran dan keinginan bunuh diri sehingga dapat menyelamatkan jiwa pasien. Selain itu, terapi elektrokonvulsif dapat menjadi pilihan yang aman untuk kondisi tertentu, seperti ibu hamil yang mengalami depresi berat. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Elektrokonvulsif Persiapan yang matang sangat penting untuk memastikan keamanan terapi elektrokonvulsif. Tahap persiapan meliputi: Konsultasi dengan psikiater mengenai detail prosedur, manfaat, risiko, dan alternatif lain dan pemberian persetujuan untuk pelaksanaan terapi. Pemeriksaan fisik menyeluruh, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiogram untuk menilai jantung serta tes darah lengkap. Evaluasi oleh dokter anestesi untuk menilai risiko anestesi, termasuk alergi, riwayat operasi, dan masalah saluran napas. Pasien akan diminta berpuasa (tidak makan dan minum) selama beberapa jam sebelum prosedur untuk mencegah aspirasi paru saat diberi anestesi. Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Elektrokonvulsif Satu sesi terapi elektrokonvulsif biasanya berlangsung sekitar 5-10 menit di luar waktu pemulihan. Berikut ini prosesnya: Pasien dibawa ke ruang tindakan lalu dipasangi elektroda untuk memantau detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, dan aktivitas otak. Dokter anestesi menyuntikkan obat bius melalui infus sehingga pasien tertidur pulas. Selanjutnya, relaksan otot diberikan untuk melumpuhkan otot sementara. Pasien juga diberi oksigen melalui masker. Setelah anestesi bekerja, psikiater menempatkan elektroda di kulit kepala dan alat terapi akan memberikan stimulus listrik singkat (beberapa detik). Karena ada relaksan otot, tubuh tidak bergerak kejang. Tanda kejang hanya terlihat pada monitor dan mungkin lewat kedutan di kaki atau wajah. Tim medis memantau semua tanda vital dan aktivitas otak hingga pasien siap dibawa ke ruang pemulihan. Perawatan Pasca-Terapi Elektrokonvulsif Seusai prosedur terapi elektrokonvulsif, pasien dibawa ke ruang pemulihan untuk menjalani perawatan lebih lanjut yang meliputi: Pemantauan efek anestesi dan relaksan otot oleh perawat. Pemberian obat bila perlu jika pasien terbangun dengan rasa bingung, disorientasi, atau mual. Observasi terhadap pasien selama 1-2 jam sebelum diizinkan pulang atau kembali ke kamar rawat. Untuk pasien rawat jalan, wajib ada pendampingan keluarga dan pasien dilarang mengemudi selama 24 jam. Menyiapkan diri untuk mengikuti sesi terapi berikutnya, biasanya 2-3 kali seminggu, dengan total 6-12 sesi. Adakah Efek Samping Setelah Terapi Elektrokonvulsif? Layaknya prosedur medis pada umumnya, ada efek samping terapi elektrokonvulsif yang mesti dipahami. Di antaranya: Merasa bingung tentang waktu, tempat, atau peristiwa Sakit kepala dan nyeri otot Mual Kesulitan mengingat peristiwa yang terjadi sesaat sebelum, selama, atau setelah perawatan Hingga kini tidak ada bukti ilmiah bahwa terapi elektrokonvulsif menyebabkan kerusakan otak struktural permanen. Justru studi pencitraan otak menunjukkan adanya perubahan yang positif pada otak. Kuncinya adalah selalu menjalani prosedur terapi di bawah pengawasan ketat oleh tim medis yang profesional dan berpengalaman. Ditinjau oleh: dr. Nathalia Sheila Sangkereng, M. Kes, Sp. KJ... - Published: 2026-03-13 - Modified: 2026-03-10 - URL: https://primayahospital.com/umum/faktor-risiko-kanker/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Banyak orang mengira kanker hanya dipengaruhi oleh genetik atau kebiasaan merokok saja. Padahal, 40 hingga 50 persen kasus kanker di dunia disebabkan oleh faktor lingkungan yang bisa diubah, termasuk konsumsi alkohol, paparan polusi udara, air tercemar, pestisida, dan bahan kimia rumah tangga. Di Indonesia, polusi udara di kota besar menyebabkan ribuan kasus kanker paru setiap tahun, sementara konsumsi alkohol yang meningkat di kalangan muda memicu lonjakan kanker hati dan kerongkongan. Yang paling menakutkan: faktor lingkungan ini sering “tidak terlihat” dan akumulatif selama puluhan tahun, sehingga kerusakan baru terasa saat kanker sudah stadium lanjut. Kabar baiknya: 70 hingga 90 persen risiko kanker terkait lingkungan bisa dikurangi hanya dengan perubahan gaya hidup dan kebijakan lingkungan yang lebih baik. Yuk, pahami secara mendalam bagaimana alkohol, polusi, dan faktor lingkungan lain menjadi “pemicu senyap” kanker, 15 jenis kanker paling terkait, serta 25 langkah praktis yang bisa Anda lakukan sehari-hari untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman ini! Bagaimana Faktor Lingkungan Menyebabkan Kanker? Faktor lingkungan menyebabkan kanker melalui tiga mekanisme utama: karsinogen langsung yang merusak DNA, peradangan kronis, dan gangguan hormon. Paparan berulang meski dalam dosis kecil bisa menyebabkan mutasi gen yang akumulatif. Tubuh memiliki sistem perbaikan DNA, tapi ketika paparan melebihi kapasitas, sel abnormal berkembang biak menjadi tumor. Menurut World Health Organization 2024, faktor lingkungan dan gaya hidup bertanggung jawab atas 30 hingga 50 persen kasus kanker global, dengan polusi udara saja menyebabkan 7 juta kematian prematur setiap tahun, termasuk ratusan ribu karena kanker. Alkohol: Karsinogen Kelas 1 yang Sering Diremehkan Alkohol diklasifikasikan sebagai karsinogen kelas 1 oleh IARC sejak 1988, sama berbahayanya dengan rokok dan asbes. Setiap gram alkohol meningkatkan risiko kanker. Metabolit alkohol (acetaldehyde) merusak DNA langsung, sementara alkohol juga meningkatkan estrogen dan peradangan. 15 Jenis Kanker yang Paling Kuat Berhubungan dengan Alkohol Kanker Risiko Meningkat Persentase Kasus Akibat Alkohol Mulut dan Tenggorokan 5 hingga 6 kali 70 persen Kerongkongan 4 hingga 5 kali 50 hingga 60 persen Laring 3 hingga 4 kali 50 persen Hati 2 hingga 4 kali 30 hingga 40 persen Payudara (wanita) 10 hingga 20 persen lebih tinggi 15 hingga 20 persen Kolon & Rektum 20 hingga 50 persen lebih tinggi 10 hingga 15 persen Pankreas 20 persen lebih tinggi 10 persen Risiko meningkat linier: minum 10 gram alkohol/hari (1 gelas kecil) sudah menaikkan risiko kanker payudara 7 persen pada wanita. Polusi Udara: Pembunuh Senyap Nomor Satu di Kota Besar Polusi udara mengandung partikel PM2. 5, NOx, SO2, dan karsinogen seperti benzo(a)pyrene. Partikel halus ini masuk paru, diserap darah, dan menyebabkan peradangan kronis serta kerusakan DNA di seluruh tubuh. IARC mengklasifikasikan polusi udara sebagai karsinogen kelas 1 sejak 2013. Di Jakarta, kadar PM2. 5 sering melebihi batas aman WHO hingga 5 kali lipat. Kanker Paling Terkait Polusi Udara Kanker paru (risiko meningkat 20 hingga 30 persen di area polusi tinggi) Kanker kandung kemih Kanker payudara Leukemia anak Kanker nasofaring Faktor Lingkungan Lain Penyebab Kanker Pestisida & herbisida (kanker limfoma, leukemia) 2. Air tercemar arsenik (kanker kulit, paru, kandung kemih) 3. Asbes (mesothelioma, kanker paru) 4. Radiasi UV berlebih (melanoma) 5. Radon di rumah (kanker paru kedua setelah rokok) 6. Plastik & bahan kimia rumah tangga (BPA, phthalates → kanker payudara, prostat) 7. Makanan olahan dengan nitrit (kanker kolorektal) 8. Jamur aflatoksin yang terdapat pada kacang & jagung (kanker hati) 25 Langkah Praktis Mengurangi Risiko Kanker dari Lingkungan Tidak konsumsi alkohol 2. Jika konsumsi alkohol batasi konsumsi maksimal 1 gelas/hari wanita, 2 gelas/hari pria 3. Gunakan masker N95 saat polusi tinggi 4. Tanam tanaman pembersih udara di rumah (lidah mertua, peace lily) 5. Gunakan air filter HEPA di kamar 6. Hindari keluar rumah saat AQI >100 7. Pilih tempat tinggal jauh dari jalan raya besar 8. Cuci buah dan juga sayur dengan air mengalir + cuka 9. Gunakan pestisida organik di kebun 10. Hindari plastik sekali pakai, ganti dengan kaca/stainless 11. Gunakan kosmetik & produk rumah tangga bebas paraben & phthalates 12. Periksa radon di rumah (khusus basement) 13. Gunakan sunscreen SPF 50 setiap hari 14. Hindari makanan olahan tinggi nitrit (sosis, nugget) 15. Simpan kacang dan juga beras di tempat kering cegah aflatoksin 16. Berhenti merokok & hindari perokok pasif 17. Olahraga di dalam ruangan saat polusi tinggi 18. Makan makanan kaya antioksidan (sayur hijau, buah beri) 19. Minum teh hijau 2–3 cangkir/hari 20. Tidur cukup & kelola stres 21. Vaksin hepatitis B (cegah kanker hati) 22. Skrining rutin sesuai usia 23. Dukung kebijakan udara bersih 24. Pilih transportasi umum atau sepeda 25. Edukasi keluarga & lingkungan tentang bahaya alkohol Dampak Kombinasi Faktor Lingkungan Alkohol + polusi meningkatkan risiko kanker paru hingga 50 kali lipat dibandingkan non-perokok non-minum. Obesitas + alkohol meningkatkan risiko kanker hati 10 kali lipat. Informasi lengkap tentang pencegahan kanker dapat dibaca pada artikel deteksi dini kanker dan layanan onkologi dari Primaya Hospital. Lingkungan Bukan Takdir, Tapi Pilihan Alkohol, polusi, dan faktor lingkungan bukan “nasib... - Published: 2026-03-12 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-sindrom-cushing-2/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Perubahan fisik tubuh bisa menimbulkan kekhawatiran terkait dengan masalah kesehatan terutama ketika tidak ada aktivitas khusus yang dilakukan sebelumnya. Salah satunya pertambahan berat badan yang diikuti perubahan wajah menjadi bulat dan punggung membungkuk seperti ada punuk. Bisa jadi itu adalah gejala sindrom Cushing yang lebih dari sekadar kelebihan berat badan biasa. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut seputar sindrom itu, termasuk gejala hingga cara pengobatannya. Mengenal Sindrom Cushing Sindrom Cushing adalah sebutan untuk sekumpulan gejala dan tanda klinis yang terjadi akibat paparan berlebihan terhadap kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh dalam jangka waktu lama. Kortisol, yang sering dijuluki “hormon stres”, diproduksi oleh kelenjar adrenal dan memiliki fungsi vital dalam mengatur metabolisme, respons peradangan, tekanan darah, dan respons tubuh terhadap stres. Dengan fungsi tersebut, kortisol penting dan dibutuhkan tubuh dalam kadar normal. Namun, ketika jumlahnya berlebihan dan terjadi terus-menerus, hormon ini justru dapat merusak hampir semua sistem organ. Sindrom Cushing tergolong langka, tapi dampaknya sangat sistemik. Menurut National Institutes of Health, kondisi ini bisa menyerang siapa saja, tapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa berusia 30-50 tahun dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan dibanding pria. Dikutip dari Endocrine. org, perlu digarisbawahi bahwa sindrom Cushing berbeda dengan penyakit Cushing. Sindrom Cushing mengacu pada kondisi kelebihan kortisol, sementara penyakit Cushing adalah penyebab spesifik kelebihan kortisol yang dipicu tumor hipofisis yang memproduksi hormon adrenokortikotropik (ACTH) secara berlebihan. Gejala Sindrom Cushing Gejala sindrom Cushing sangat khas karena mengubah penampilan fisik secara signifikan. Berikut ini sejumlah gejala atau tanda yang umum: Penumpukan lemak terutama di area perut, sementara tungkai bawah dan lengan tetap kurus. Wajah menjadi bulat, kemerahan, dan bengkak. Muncul punuk lemak di antara bahu. Ada guratan berwarna ungu atau merah muda yang lebar di area perut, paha, payudara, dan lengan. Kulit menjadi mudah memar dan luka sangat lambat sembuh. Kelemahan otot terutama pada paha dan bahu. Gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan iritabilitas (mudah marah/tersinggung). Penyebab Sindrom Cushing Secara garis besar, penyebab sindrom Cushing bisa dibagi menjadi dua kategori utama: eksogen (dari luar) dan endogen (dari dalam tubuh). Penyebab eksogen (paling umum): penggunaan obat-obatan kortikosteroid jangka panjang untuk mengobati penyakit peradangan seperti asma, reumatoid artritis, atau lupus. Penyebab endogen: Penyakit Cushing: tumor jinak pada kelenjar hipofisis yang memproduksi hormon ACTH berlebih dan merangsang adrenal memproduksi kortisol. Tumor kelenjar adrenal: tumor pada kelenjar di atas ginjal yang langsung memompa kortisol. Tumor ektopik: tumor di tempat lain (paling sering di paru-paru) yang secara abnormal memproduksi ACTH. Cara Dokter Mendiagnosis Sindrom Cushing Dalam mendiagnosis sindrom Cushing, dokter biasanya menggunakan pendekatan bertahap yang meliputi: Tes urine 24 jam: mengukur kadar kortisol bebas dalam urine yang dikumpulkan selama sehari semalam. Tes saliva tengah malam: kadar kortisol biasanya turun di malam hari. Pada penderita Cushing, kadarnya tetap tinggi saat tidur. Tes penekanan deksametason (dexamethasone suppression test): pasien diberi dosis kecil steroid pada malam hari, lalu darah diperiksa esok paginya untuk melihat apakah produksi kortisol tubuh melambat atau tidak. Pencitraan (MRI/CT scan): jika tes laboratorium positif, dokter akan melakukan pemindaian pada otak atau perut untuk mencari keberadaan tumor. Cara Mengatasi Sindrom Cushing Tujuan utama penanganan sindrom Cushing adalah menurunkan kadar kortisol agar kembali ke angka normalnya. Adapun metodenya bergantung pada penyebabnya. Di antaranya: Pengurangan penggunaan steroid jika penyebabnya adalah obat-obatan. Dokter akan menurunkan dosis steroid secara perlahan. Jika konsumsi obat steroid dihentikan secara mendadak, bisa terjadi krisis adrenal. Pembedahan atau operasi jika ditemukan tumor. Untuk tumor hipofisis, ada prosedur transsfenoidal (lewat hidung) yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Radioterapi jika operasi tidak memungkinkan atau tidak sepenuhnya dapat mengangkat tumor. Obat-obatan penghambat kortisol yang dapat mengurangi produksi kortisol di kelenjar adrenal. Komplikasi Sindrom Cushing Tanpa penanganan yang tepat, kadar kortisol yang terlalu tinggi akan merusak organ-organ vital secara permanen. Komplikasi serius yang mungkin muncul meliputi: Pengeroposan tulang (osteoporosis) yang dapat menyebabkan patah tulang. Hipertensi dan penyakit jantung. Diabetes tipe 2 karena kortisol melawan kerja insulin sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Infeksi serius lantaran sistem imun tertekan secara ekstrem. Pencegahan Sindrom Cushing Meskipun tidak semua kasus sindrom Cushing dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya, seperti: Menggunakan steroid secara bijak. Jika harus mengonsumsi obat kortikosteroid, pastikan di bawah pengawasan ketat dokter dan selalu gunakan dosis efektif terendah. Mengenali gejala awal seperti perubahan bentuk wajah atau memar yang tidak wajar untuk mempercepat penanganan dan mencegah komplikasi jangka panjang. Menjaga berat badan dan asupan gula yang bisa membantu meminimalkan dampak metabolik jika sindrom ini terjadi. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter ahli endokrin jika mengalami kombinasi gejala fisik sindrom Cushing yang disertai kelemahan otot parah atau tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan. Jangan menunggu sampai muncul komplikasi. Diagnosis lebih dini memperbesar peluang pemulihan fisik dan hormonal. Ditinjau oleh: dr. Supris Yurit Erfin Pamungkas, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Karawang - Published: 2026-03-12 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/virus-nipah/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Virus nipah adalah salah satu penyebab infeksi yang memerlukan perhatian ekstra. Setelah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada 1998, virus ini beberapa kali memicu wabah di sejumlah negara hingga menyebabkan korban jiwa. Meski tidak sedahsyat Covid-19 dalam hal penularan, virus nipah bisa menjadi pandemi baru yang lebih mematikan. Berikut ini artikel yang akan menjelaskan seputar virus nipah, dari gejala hingga cara mencegah dan mengobatinya. Mengenal Virus Nipah Virus nipah (NiV) adalah virus asam ribonukleat (RNA) yang termasuk genus Henipavirus. CD Genomics menjelaskan bahwa virus RNA banyak terdapat di alam, di antaranya patogen yang sangat mempengaruhi kesehatan manusia seperti virus influenza, HIV, dan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Virus nipah tergolong sebagai virus zoonosis. Artinya, virus ini ditularkan dari hewan ke manusia. Meski begitu, penularan antarmanusia juga sangat mungkin terjadi. Nama nipah pada virus ini mengacu pada nama sungai di desa di Malaysia tempat wabah virus ini pertama kali muncul. Inang alami virus nipah adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae. Kelelawar ini membawa virus tersebut tanpa menunjukkan gejala. Namun ketika virus berpindah ke inang perantara seperti babi atau langsung ke manusia, dampaknya bisa sangat merusak sistem saraf pusat dan pernapasan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), tingkat kematian pasien virus nipah diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen. Saat ini belum ada vaksin atau obat yang tersedia untuk virus nipah. Karena itu, upaya pencegahan mesti lebih diutamakan. Gejala Virus Nipah Orang yang terinfeksi virus nipah mungkin tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). Gejala biasanya muncul dalam 3 hingga 14 hari setelah terjadinya infeksi. Gejala yang sering dilaporkan meliputi: Demam tinggi mendadak Sakit kepala hebat Nyeri otot Sakit tenggorokan Diare Muntah-muntah Sesak napas Batuk-batuk Jika sakit berlanjut, bisa muncul gejala neurologis yang mengkhawatirkan seperti kebingungan, disorientasi, hingga kejang. Jika makin parah, bisa terjadi peradangan otak yang menyebabkan koma hingga meninggal. Penyebab Virus Nipah Kelelawar buah adalah pembawa utama virus nipah. Infeksi dapat menyebar ke babi atau hewan lain yang berinteraksi dengan kelelawar tersebut. Penyebab utama infeksi pada manusia adalah paparan langsung terhadap hasil sekresi hewan yang terinfeksi atau manusia yang sakit. Di Bangladesh dan India tempat terjadinya wabah virus nipah, misalnya, penularan paling umum melalui konsumsi produk buah-buahan yang telah terkontaminasi urine atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi. Selain pada babi, menurut studi di jurnal Veterinary Quarterly, virus ini ditemukan pada hewan domestik lain seperti kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing, meski kasusnya lebih jarang terjadi. Adapun penularan antarmanusia biasanya terjadi di lingkungan keluarga atau rumah sakit melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien. Cara Dokter Mendiagnosis Virus Nipah Diagnosis virus nipah pada tahap awal infeksi bisa menyulitkan karena gejalanya menyerupai penyakit menular lain seperti influenza, malaria, dan demam berdarah. Selain melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien, dokter biasanya melakukan tes real-time polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk menegakkan diagnosis. Dalam tes RT-PCR, dokter akan mengambil sampel cairan dari tenggorokan, hidung, atau urine untuk diperiksa lebih lanjut guna mendeteksi RNA virus. Metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) juga bisa ditetrapkan untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang muncul setelah infeksi. Cara Mengatasi Virus Nipah Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus yang disetujui secara resmi oleh otoritas kesehatan dunia untuk mengobati infeksi virus nipah. Perawatan utama yang diberikan bersifat suportif dengan tujuan meringankan gejala dan menjaga fungsi organ vital. Perawatan itu meliputi: Pemberian obat penurun demam Memastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi Pemantauan fungsi pernapasan dan saraf Komplikasi Virus Nipah Infeksi virus nipah dapat menyebabkan berbagai komplikasi, terutama bila tak mendapat penanganan yang tepat. Beberapa pasien mengalami ensefalitis atau peradangan otak yang dapat menyebabkan gangguan neurologis jangka panjang seperti kesulitan berbicara dan mengingat. Bahkan, setelah pasien dinyatakan sembuh, virus dapat menetap di sistem saraf dan memicu peradangan otak berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Selain itu, beberapa komplikasi yang sering dilaporkan termasuk: Perubahan kepribadian dan defisit kognitif: banyak penyintas mengalami penurunan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, atau perubahan perilaku yang signifikan akibat kerusakan permanen pada jaringan otak. Kejang persisten: kerusakan pada korteks serebral (lapisan otak yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif) dapat menyebabkan gangguan saraf kronis berupa kejang yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Pencegahan Virus Nipah Karena belum ada vaksin yang tersedia, pencegahan menjadi kunci untuk mengatasi penyebaran virus nipah. Berikut ini langkah-langkah pencegahan yang terbukti efektif: Menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama di daerah yang melaporkan kasus virus nipah. Terutama di daerah endemis, jangan mengonsumsi nira mentah. pastikan nira kurma atau getah pohon direbus dulu sebelum dikonsumsi untuk membunuh virus yang mungkin terbawa dari urine kelelawar. Kupas dan cuci semua buah sebelum dikonsumsi. Jangan memakan buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan. Menerapkan praktik kebersihan diri dengan baik, seperti mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir. Jika berdekatan dengan hewan terutama di peternakan, gunakan alat pelindung diri yang sesuai. Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan setelah terpapar hewan atau berada di daerah yang mengalami wabah virus nipah, penting untuk segera menghubungi dokter. Gejala... - Published: 2026-03-12 - Modified: 2026-03-12 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/fungsi-obat-pengencer-darah/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Obat pengencer darah merupakan terapi penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan berbagai penyakit kardiovaskular, seperti stroke, serangan jantung, dan trombosis vena dalam. Penyakit kardiovaskular sendiri masih menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, penggunaan obat antitrombotik menjadi salah satu strategi utama dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat gangguan sirkulasi darah. Istilah “obat pengencer darah” sebenarnya merupakan istilah populer yang digunakan oleh masyarakat. Secara ilmiah, obat ini tidak benar-benar membuat darah menjadi lebih encer. Dalam literatur kedokteran, obat tersebut termasuk dalam kelompok terapi antitrombotik, yaitu obat yang bekerja dengan menghambat pembentukan trombus (gumpalan darah) melalui berbagai mekanisme biologis. Terapi ini terbukti mampu menurunkan risiko stroke, infark miokard, dan komplikasi tromboemboli lainnya secara signifikan bila digunakan secara tepat. Penggunaan tepat bisa menurunkan risiko penggumpalan darah hingga 80 persen pada pasien berisiko tinggi. Artikel ini membahas mendalam fungsi obat pengencer darah, jenis paling umum, cara kerja masing-masing, efek samping yang mungkin muncul, cara mengatasinya, serta tips aman mengonsumsi agar Anda atau keluarga mendapatkan manfaat maksimal tanpa komplikasi berbahaya. Apa Itu Obat Pengencer Darah? Obat pengencer darah adalah kelompok obat yang digunakan untuk mencegah pembentukan gumpalan darah atau memperlambat proses pembekuan darah. Obat ini tidak melarutkan gumpalan darah yang sudah terbentuk secara langsung, tetapi mencegah gumpalan bertambah besar dan mencegah terbentuknya trombus baru. Dokter biasanya meresepkan obat ini pada pasien dengan kondisi berikut: Fibrilasi atrium (gangguan irama jantung) Trombosis vena dalam Emboli paru Penyakit jantung koroner Setelah pemasangan katup jantung mekanik/buatan Setelah stroke atau serangan jantung Setelah pemasangan stent koroner Penyakit arteri perifer Obat ini menjadi terapi standar di dunia untuk pencegahan trombosis. Obat ini menjadi terapi standar di dunia untuk pencegahan trombosis. Antikoagulan bekerja pada faktor pembekuan di hati. Antiplatelet mencegah platelet atau keping darah saling menempel. Antikoagulan bekerja pada faktor pembekuan di hati. Antiplatelet mencegah platelet atau keping darah saling menempel. Penggunaan obat ini terbukti sangat efektif dalam menurunkan risiko komplikasi tromboemboli. Menurut American Heart Association 2024, pengencer darah menurunkan risiko stroke hingga 60 persen pada pasien fibrilasi atrium. Memahami Proses Pembentukan Gumpalan Darah Untuk memahami bagaimana obat pengencer darah bekerja, penting untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana trombus terbentuk. Dalam fisiologi normal, pembekuan darah (hemostasis) merupakan mekanisme penting untuk menghentikan perdarahan saat terjadi cedera pembuluh darah. Proses ini melibatkan interaksi antara platelet, faktor koagulasi, dan dinding pembuluh darah. Namun, pada kondisi tertentu pembentukan trombus dapat terjadi secara abnormal di dalam pembuluh darah dan menyebabkan sumbatan aliran darah. Menurut literatur kardiologi, pembentukan trombus dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang dikenal sebagai Trias Virchow, yaitu: Kerusakan endotel pembuluh darah Perubahan aliran darah (stasis atau turbulensi) Keadaan hiperkoagulabilitas Pada penyakit jantung koroner misalnya, pecahnya plak aterosklerosis di arteri koroner akan memicu aktivasi platelet dan kaskade koagulasi. Platelet kemudian mengalami adhesi dan agregasi, sementara faktor koagulasi menghasilkan trombin yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin membentuk jaringan yang memperkuat agregasi platelet sehingga terbentuk trombus yang stabil dan dapat menyumbat pembuluh darah. Fungsi Utama Obat Pengencer Darah Fungsi utama obat pengencer darah adalah mencegah pembentukan trombus atau gumpalan darah baru. Obat ini juga mencegah gumpalan yang sudah ada menjadi lebih besar. Fungsi spesifik: Mencegah stroke pada fibrilasi atrium Mencegah penggumpalan setelah operasi katup jantung Mengobati dan mencegah trombosis vena dalam Mencegah serangan jantung berulang Menjaga patensi stent koroner Obat ini tidak melarutkan gumpalan yang sudah ada. Untuk itu, dokter gunakan obat trombolitik di kasus akut. Contoh kasus: pasien 65 tahun fibrilasi atrium minum warfarin rutin. Risiko stroke turun dari 5 persen menjadi 1 persen per tahun. Obat ini juga digunakan jangka pendek setelah operasi ortopedi besar. Klasifikasi dan Cara Kerja Obat Pengencer Darah Secara ilmiah, obat pengencer darah termasuk dalam kelompok terapi antitrombotik, yang dibagi menjadi tiga kategori utama. Antiplatelet Obat antiplatelet bekerja dengan menghambat aktivasi dan agregasi platelet, sehingga platelet tidak mudah saling menempel membentuk trombus. Contoh obat antiplatelet: Aspirin Clopidogrel Ticagrelor Prasugrel Aspirin bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase-1 (COX-1) yang menurunkan produksi thromboxane A2, suatu mediator penting dalam agregasi platelet. Sementara itu, clopidogrel, ticagrelor, dan prasugrel bekerja dengan menghambat reseptor P2Y12 pada platelet. Obat antiplatelet terutama digunakan pada penyakit yang melibatkan trombosis arteri, seperti: Penyakit jantung koroner Sindrom koroner akut Stroke iskemik Setelah pemasangan stent koroner Pada pasien dengan sindrom koroner akut, terapi standar yang direkomendasikan adalah dual antiplatelet therapy (DAPT), yaitu kombinasi aspirin dengan inhibitor P2Y12. Antikoagulan Antikoagulan bekerja dengan menghambat faktor koagulasi dalam kaskade pembekuan darah sehingga pembentukan fibrin dapat dicegah. Vitamin K Antagonist Contoh utama adalah warfarin. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim vitamin K epoxide reductase, sehingga sintesis faktor koagulasi yang bergantung pada vitamin K menjadi berkurang. Faktor yang terpengaruh meliputi: Faktor II Faktor VII Faktor IX Faktor X Karena efeknya tidak langsung, warfarin biasanya membutuhkan waktu sekitar 3–5 hari untuk mencapai efek terapeutik. Oleh karena itu, pasien yang menggunakan warfarin harus menjalani pemantauan International Normalized Ratio (INR) secara rutin. Direct Oral Anticoagulants (DOAC) Antikoagulan generasi baru... - Published: 2026-03-11 - Modified: 2026-03-12 - URL: https://primayahospital.com/urologi/gejala-kanker-prostat/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Kanker prostat adalah kanker kelima terbanyak pada pria Indonesia dengan 13. 000 kasus baru setiap tahun. Resiko kanker prostat meningkat dengan bertambahnya usia, Proses skrining yang belum rutin dilakukan di Indonesia menyebabkan kebanyakan kasus baru terdeteksi saat sudah menyebar ke tulang atau organ lain. Gejala awal seringkali dianggap proses penuaan normal atau “gangguan prostat biasa”. Jika terdeteksi dini, pengobatan kanker prostat dapat memberikan hasil yang baik. Yuk, kenali gejala yang sering diabaikan, pemeriksaan paling akurat, dan 12 pilihan pengobatan modern agar kanker prostat bukan lagi “pembunuh senyap” pria! Apa Itu Kanker Prostat dan Mengapa Sering Terlambat Terdeteksi? Kanker prostat adalah kondisi ketika sel-sel di dalam kelenjar prostat berkembang secara tidak terkendali. Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil seukuran kacang kenari yang terletak tepat di bawah kandung kemih dan berfungsi memproduksi cairan semen sebagai pelindung serta penyuplai nutrisi bagi sperma. Masalahnya, kanker prostat sering terlambat terdeteksi karena penyakit ini berkembang sangat lambat dan pada tahap awal hampir tidak menimbulkan gejala. Banyak pria baru menyadari adanya gangguan setelah timbul keluhan berkemih, seperti pancaran urine melemah atau sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Pada saat gejala muncul, kanker sering kali sudah memasuki tahap yang lebih lanjut. Faktor lain yang membuat kanker prostat sulit dikenali sejak dini adalah: Gejala awal mirip pembesaran prostat jinak (BPH) sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan usia lanjut. Tidak menyebabkan rasa sakit hingga mencapai ukuran besar atau menyebar. Kesadaran skrining rendah, terutama pada pria di atas 50 tahun yang tidak melakukan pemeriksaan PSA secara rutin. Menurut American Cancer Society 2024, 1 dari 8 pria akan didiagnosis kanker prostat, tapi hanya 1 dari 41 yang meninggal karena itu (jika terdeteksi dini). 12 Gejala Kanker Prostat yang Sering Dianggap BPH atau “Aging” Sering kencing malam (nokturia >1x) Aliran urin lemah atau terputus-putus Rasa tidak tuntas setelah kencing Kencing berdarah (hematuria) Nyeri atau panas saat kencing Ejakulasi berdarah atau nyeri Nyeri pinggul, punggung bawah, atau tulang panggul Berat badan turun tanpa sebab Lemas & anemia Bengkak kaki (limfedema) Kelumpuhan kaki (akibat metastasis tulang belakang) Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Prostat Pemeriksaan Usia Mulai Frekuensi PSA (Prostate-Specific Antigen) Darah 50 th (45 th jika risiko tinggi) Tahunan Colok Dubur (DRE) 50 th Tahunan MRI Prostat Multiparametrik PSA >4 Sesuai indikasi Biopsi Prostat (TRUS/Fusion) PSA tinggi, MRI atau DRE abnormal Sekali Stadium & Prognosis Kanker Prostat - Stadium 1–2 (lokal): prognosis 5 tahun 98–100 % - Stadium 3 (lokal lanjut): 90–95 % - Stadium 4 (metastasis): 30–35 % 15 Pilihan Pengobatan Kanker Prostat Terkini Surveilans secara aktif (pantau ketat tanpa terapi) Terapi hormon (LHRH agonist/antagonist) Prostatektomi radikal (operasi terbuka, laparoskopik, robotik) Radioterapi External Beam (IMRT/VMAT) Brakhiterapi (radioaktif) Kemoterapi (docetaxel, cabazitaxel) Terapi target (PARP inhibitor untuk mutasi BRCA) PSMA Radioligand Therapy (Lutetium-177) Terapi fokal (HIFU, cryotherapy) Immunoterapi (pembrolizumab untuk MSI-H) Bone-Targeted Therapy (zoledronic acid, denosumab) Terapi Androgen Receptor (enzalutamide, abiraterone) Efek Samping Pengobatan & Cara Mengatasinya Pengobatan kanker prostat—mulai dari operasi, radioterapi, hingga terapi hormonal—dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Meski sering membuat pasien cemas, sebagian besar bisa dikelola dengan terapi yang tepat. Disfungsi ereksi Ini adalah efek samping yang paling sering terjadi, terutama setelah operasi prostat atau terapi radiasi. Penanganan yang umum dilakukan meliputi penggunaan obat PDE5 inhibitor, terapi injeksi ke penis, hingga prosedur implan penis bagi pasien yang membutuhkan solusi jangka panjang. Inkontinensia urin (sulit menahan kencing) Kelemahan otot dasar panggul dapat membuat pasien mengalami kebocoran urine. Kondisi ini bisa membaik melalui latihan Kegel yang dilakukan rutin setiap hari. Jika tidak cukup membantu, pilihan lain termasuk prosedur sling atau pemasangan AUS (Artificial Urinary Sphincter). Hot flashes (sensasi panas mendadak) Ini sering muncul pada terapi hormonal karena turunnya kadar testosteron. Keluhannya dapat berkurang dengan bantuan obat seperti venlafaxine, atau pendekatan non-obat seperti akupunktur. Osteoporosis Penurunan hormon testosteron juga mempercepat pengeroposan tulang. Untuk mencegah patah tulang, dokter biasanya meresepkan bifosfonat atau denosumab, disertai anjuran konsumsi kalsium, vitamin D, dan olahraga beban. Pendampingan berkelanjutan dan komunikasi terbuka dengan dokter sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi mereka. Kanker Prostat Bukan Akhir Hidup Pria Kanker prostat adalah kanker “paling jinak” di antara kanker ganas — 99 % pasien stadium dini sembuh total. Dengan PSA rutin sejak usia 50 (atau 40 jika risiko tinggi), deteksi dini bukan lagi mimpi. Mulai hari ini: jadwalkan cek PSA pertama Anda, jaga berat badan, olahraga, dan hindari rokok. Kanker prostat bukan hukuman — tapi peringatan untuk hidup lebih sehat. Pria sejati bukan yang “kuat menahan” — tapi yang berani periksa dan mengobati! Ditinjau oleh: dr. Richardo Raditya Handoko, Sp. U Spesialis Urologi Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2026-03-11 - Modified: 2026-03-10 - URL: https://primayahospital.com/urologi/ginjal-sehat-ginjal-terganggu/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Ginjal Anda menyaring 180 liter darah setiap hari — tapi kerusakan bisa terjadi perlahan tanpa Anda sadari. Di Indonesia, 1 dari 10 orang dewasa memiliki gangguan ginjal, namun 90 % tidak tahu karena gejala muncul belakangan. Yang lebih mengkhawatirkan: dari yang “hanya sedikit terganggu”, 10–15 % akan berlanjut menjadi gagal ginjal dalam 5–10 tahun jika tidak ditangani. Kabar baiknya: 80–90 % perkembangan ke gagal ginjal bisa dihambat jika terdeteksi di tahap “ginjal terganggu”. Yuk, pahami secara jelas perbedaan ginjal sehat, ginjal terganggu (CKD stage 1–3), dan gagal ginjal (stage 4–5) dari fungsi, gejala, tanda laboratorium, hingga harapan hidup — agar Anda tahu kapan harus bertindak sebelum terlambat! Ginjal Sehat vs Ginjal Terganggu vs Gagal Ginjal: Perbandingan Lengkap Parameter Ginjal Sehat Ginjal Terganggu (CKD 1–3) Gagal Ginjal (CKD 4–5) eGFR (laju filtrasi) >90 mL/menit 30–89 mL/menit - Published: 2026-03-10 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/deteksi-dini-penyakit-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan jantung lengkap atau cardiac check-up adalah serangkaian tes untuk evaluasi kesehatan jantung secara menyeluruh, semakin penting di tengah peningkatan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, dengan jutaan kasus baru setiap tahun akibat gaya hidup, hipertensi, dan diabetes. Banyak orang baru periksa jantung saat gejala berat seperti nyeri dada atau sesak napas muncul, padahal deteksi dini melalui check-up rutin bisa cegah serangan jantung hingga 70 persen. Pemeriksaan lengkap meliputi EKG, ekokardiografi, stress test, CT calcium score, hingga angiografi jika risiko tinggi. Manfaatnya bukan hanya diagnosis penyakit seperti koroner atau aritmia, tapi juga pantau faktor risiko dan rencana pencegahan personal. Dengan teknologi modern seperti echo 3D atau MRI jantung, akurasi diagnosis semakin tinggi tanpa invasif berlebih. Check-up jantung rutin direkomendasikan mulai usia 40 atau lebih dini jika risiko keluarga. Artikel ini membahas mendalam apa itu pemeriksaan jantung lengkap, prosedur utama langkah demi langkah, manfaat setiap tes, gejala butuh check-up segera, penyebab penyakit jantung terdeteksi, cara diagnosis akurat, pengobatan dini efektif, komplikasi jika diabaikan, pencegahan melalui gaya hidup, serta kapan harus segera periksa jantung agar kesehatan kardiovaskular terjaga optimal dan risiko serangan jantung diminimalkan. Mengenal Pemeriksaan Jantung Lengkap Pemeriksaan jantung lengkap bukan sekadar satu jenis tes, melainkan rangkaian paket evaluasi komprehensif yang dirancang untuk menilai struktur anatomi, fungsi kelistrikan, serta tingkat risiko seseorang terhadap penyakit jantung. Di Indonesia, di mana penyakit jantung koroner (PJK) tetap menjadi penyebab kematian utama, pemeriksaan ini menjadi sangat krusial karena sering kali PJK tidak menunjukkan gejala yang jelas sampai terjadi serangan jantung mendadak. Pemeriksaan yang mendalam memungkinkan dokter untuk melihat "peta" pembuluh darah, mendeteksi penyumbatan sejak dini, hingga memantau seberapa kuat otot jantung memompa darah. Paket pemeriksaan biasanya disesuaikan dengan profil risiko pasien, seperti usia, gejala yang dirasakan (nyeri dada atau sesak), serta riwayat penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi. Tes Utama dalam Pemeriksaan Jantung: EKG (Elektrokardiogram): Tes paling dasar untuk merekam aktivitas listrik jantung. Digunakan untuk mendeteksi gangguan irama jantung (aritmia) atau tanda-tanda awal serangan jantung. Ekokardiografi (Echo Jantung): Prosedur USG khusus jantung untuk melihat struktur ruang jantung, katup, dan seberapa baik kemampuan otot jantung dalam memompa darah. Stress Test (Treadmill): Pasien diminta berjalan di atas treadmillsambil dipantau aktivitas jantungnya. Tes ini bertujuan melihat bagaimana jantung merespons beban kerja fisik dan mendeteksi adanya kekurangan aliran oksigen saat beraktivitas. Holter Monitor: Alat rekam EKG portabel yang dipakai pasien selama 24–48 jam saat beraktivitas normal di rumah untuk mendeteksi gangguan irama jantung yang sering hilang-timbul. CT Coronary Calcium Score: Pemindaian CT Scan tanpa kontras untuk mengukur jumlah kalsium (plak) di pembuluh darah koroner. Skor yang tinggi menandakan risiko serangan jantung yang tinggi di masa depan. Coronary Angiografi (Kateterisasi): Prosedur invasif menggunakan zat kontras dan sinar-X untuk melihat secara langsung adanya penyumbatan di pembuluh darah koroner. Ini adalah standar emas untuk diagnosis PJK. Penting untuk Diketahui: Di Indonesia, pemeriksaan jantung kini semakin mudah diakses. Bagi Anda yang memiliki risiko tinggi (merokok, obesitas, atau keturunan jantung), melakukan skrining minimal setahun sekali sangat disarankan untuk mencegah kondisi fatal yang datang tiba-tiba. Menurut American Heart Association 2024, check-up rutin tingkatkan deteksi dini. Pemeriksaan lengkap bantu stratifikasi risiko 10 tahun. Gejala Butuh Pemeriksaan Jantung Gejala: Nyeri dada Sesak napas Palpitasi Pusing lemah Bengkak kaki Kelelahan ekstrem Gejala sering terlewat pada wanita atau diabetes. Penyebab Penyakit Jantung Terdeteksi Penyebab: Aterosklerosis koroner Hipertensi Diabetes Merokok Obesitas Genetik Faktor risiko akumulatif. Prosedur Pemeriksaan Jantung Lengkap Prosedur EKG: Pasang elektroda dada lengan kaki Rekam aktivitas listrik jantung Durasi 5–10 menit Prosedur echo: Gel perut Transducer gambar ultrasound Pantau katup, dinding, pompa Prosedur stress test: Lari treadmill Pantau EKG TD Prosedur CT calcium: Scan cepat tanpa kontras Hitung skor kalsium koroner Prosedur angiografi: Kateter arteri Kontras gambar pembuluh Prosedur aman dengan persiapan dokter. Manfaat Pemeriksaan Jantung Lengkap Manfaat: Deteksi penyumbatan dini Pantau fungsi pompa Evaluasi aritmia Stratifikasi risiko Rencana pencegahan personal Check-up rutin selamatkan nyawa. Komplikasi Jika Kurang Pemeriksaan Jantung Komplikasi: Serangan jantung mendadak Gagal jantung Aritmia fatal Stroke Kurang check-up tingkatkan mortalitas. Pencegahan Penyakit Jantung Pencegahan: Diet rendah garam lemak Olahraga 150 menit/minggu Berhenti merokok Kontrol TD gula Check-up rutin Pencegahan kurangi risiko 80 persen. Kapan Harus Pemeriksaan Jantung Penyakit jantung sering kali disebut sebagai "pembunuh senyap" karena banyak penderitanya tidak merasakan keluhan apa pun hingga terjadi kerusakan permanen pada otot jantung. Mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan jantung lengkap dapat menjadi pembeda antara keselamatan dan komplikasi fatal. Secara umum, setiap individu disarankan melakukan skrining jantung rutin mulai usia 40 tahun. Namun, pemeriksaan harus dilakukan lebih awal atau lebih sering jika Anda memiliki faktor risiko tinggi seperti perokok aktif, obesitas, penderita diabetes, atau hipertensi. Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami gejala berikut: Nyeri Dada (Angina): Rasa tertekan, berat, atau seperti diremas di bagian dada yang dapat menjalar ke leher, rahang, atau lengan kiri. Nyeri ini sering muncul saat beraktivitas fisik dan membaik saat istirahat. Sesak Napas: Merasa kesulitan bernapas... - Published: 2026-03-10 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/urologi/batu-ureter/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Nyeri pinggang hebat, kencing berdarah, atau anyang-anyangan terus-menerus sering dianggap “cuma infeksi saluran kemih biasa”. Padahal, 1 dari 10 orang Indonesia pernah mengalami batu saluran kemih seumur hidup — dan 50 % di antaranya kambuh dalam 5 tahun jika tidak tahu jenis batunya. Batu ginjal, batu ureter, dan batu kandung kemih memiliki lokasi, gejala, risiko, dan penanganan yang sangat berbeda. Salah mengira bisa berakibat hidronefrosis, gagal ginjal, bahkan kehilangan ginjal. Kabar baiknya: 90 % batu 3 cm 70–80 % Batu Ureter Di saluran dari ginjal ke kandung kemih 2–10 mm 15–20 % Batu Kandung Kemih (Vesicolitiasis) Di dalam kandung kemih 5 mm – >5 cm 5–10 % Menurut American Urological Association 2024, 50 % pasien batu ginjal akan mengalami batu ureter dalam 5 tahun jika tidak dicegah. Perbandingan Gejala Ketiga Jenis Batu Gejala Batu Ginjal Batu Ureter Batu Kandung Kemih Nyeri Pinggang sebelah, tumpul/tajam Kolik renalis hebat, menjalar ke selangkangan Perut bawah, saat kencing Intensitas Sedang–berat, konstan Sangat hebat, gelombang Ringan–sedang Kencing Bisa normal Sering, anyang-anyangan, berdarah Tidak tuntas, terputus Demam Jika ada infeksi Jarang (kecuali obstruksi + infeksi) Sering (ISKP) Mual/muntah Sering Sangat sering Jarang Lokasi nyeri Pinggang/samping perut Menjalar ke testis/labia Suprapubik Dampak dan Komplikasi Jika Tidak Diobati Jenis Batu Komplikasi Berat Batu Ginjal Hidronefrosis, infeksi ginjal, gagal ginjal kronis Batu Ureter Obstruksi total → kehilangan fungsi ginjal dalam 2–4 minggu Batu Kandung Kemih Infeksi saluran kemih berulang, striktur uretra, kanker kandung kemih Diagnosis yang Akurat USG KUB mampu mendeteksi sekitar 90 persen kasus batu saluran kemih. Pemeriksaan ini menjadi pilihan awal karena tidak menimbulkan radiasi, mudah diakses, dan dapat menunjukkan lokasi batu serta adanya pembengkakan ginjal akibat sumbatan. CT Scan Non-Kontras merupakan metode pemeriksaan yang dianggap sebagai standar emas dengan tingkat akurasi mendekati 99 persen. Pemeriksaan ini sangat sensitif dalam menemukan batu berukuran kecil sekalipun, termasuk yang tidak terlihat pada rontgen biasa. Rontgen KUB hanya dapat memvisualisasikan batu yang bersifat radiopak, terutama batu yang mengandung kalsium. Pemeriksaan ini biasanya digunakan sebagai pelengkap untuk memantau perubahan posisi atau ukuran batu dari waktu ke waktu. Urinalisis membantu menemukan tanda pendukung seperti darah dalam urine (hematuria) atau keberadaan kristal tertentu. Hasil pemeriksaan ini dapat memberikan petunjuk mengenai jenis batu dan faktor metabolik yang memicu pembentukannya. Foto polos abdomen digunakan untuk melihat batu yang berukuran besar atau batu yang tampak jelas pada bidang pencitraan. Pemeriksaan ini sering dipakai dalam evaluasi lanjutan untuk memantau perkembangan batu setelah terapi. Pilihan Pengobatan Berdasarkan Jenis dan Ukuran Batu Ukuran & Lokasi Pengobatan Utama Keberhasilan 10 mm ginjal PCNL (lubang kecil punggung) 90–95 % Batu kandung kemih Cystolitholapaxy / TUR 95–99 % Batu staghorn PCNL kombinasi 80–90 % Cara Mencegah Kambuh (Berhasil 70–80 %) Minum air antara 2,5 sampai 3,5 liter per hari, dengan tujuan menjaga urine tetap jernih. Urine yang bening menandakan volume cairan cukup untuk mengencerkan mineral yang biasanya membentuk batu, sehingga risiko penggumpalan berkurang secara signifikan. Menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air minum sebagai sumber sitrat alami. Sitrat berperan sebagai penghambat pembentukan kristal dengan cara mengikat kalsium berlebih, sehingga batu lebih sulit terbentuk atau membesar. Membatasi konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari. Asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine, yang merupakan salah satu pemicu paling umum terbentuknya batu ginjal. Mengurangi konsumsi protein hewani hingga tidak lebih dari 150 gram per hari. Metabolisme protein hewani menghasilkan zat sisa yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan kalsium dalam urine, yang keduanya berperan dalam pembentukan batu. Menghindari penggunaan suplemen vitamin C lebih dari 1 gram per hari. Dosis vitamin C yang tinggi dapat diubah menjadi oksalat oleh tubuh, sehingga kadar oksalat dalam urine meningkat dan memicu terbentuknya batu jenis kalsium oksalat. Mengontrol diabetes dan kadar asam urat agar tetap stabil. Kadar gula yang tidak terkontrol dapat memengaruhi fungsi ginjal, sedangkan kadar asam urat yang tinggi memudahkan terbentuknya batu asam urat. Menjalani pemeriksaan rutin setiap 6 sampai 12 bulan untuk memantau kondisi ginjal. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi batu berukuran kecil atau perubahan metabolik yang belum menimbulkan gejala, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. Informasi lengkap batu saluran kemih dapat dibaca pada artikel ESWL batu ginjal dan layanan urologi dari Primaya Hospital. Batu Beda Lokasi, Penanganan Beda Batu ginjal, batu ureter, dan batu kandung kemih sebenarnya bukan satu jenis penyakit yang sama meskipun sering dianggap serupa. Masing-masing memiliki gejala khas, faktor risiko berbeda, serta pendekatan pengobatan yang tidak selalu sama. Batu ginjal dapat tidak menimbulkan keluhan selama bertahun-tahun, sedangkan batu ureter sering memicu nyeri hebat karena aliran urin tersumbat. Batu kandung kemih biasanya menyebabkan anyang-anyangan, aliran urin tersendat, dan nyeri bawah perut. Karena mekanisme terjadinya berbeda, penanganannya pun harus disesuaikan secara individual. Penting untuk memahami bahwa ukuran batu tidak selalu menentukan tingkat bahaya. Batu ureter berukuran sekitar tujuh milimeter saja bisa menyebabkan penyumbatan total sehingga tekanan di dalam ginjal meningkat. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, hal ini... - Published: 2026-03-09 - Modified: 2026-03-08 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/cara-olahraga-sehat/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Kesehatan adalah aset paling berharga dalam hidup kita. Namun banyak orang berpikir bahwa, untuk sehat, kita harus melakukan olahraga berat, termasuk dengan pergi ke gym setiap hari atau berlatih selama berjam-jam. Padahal olahraga yang sehat justru tidak boleh sampai membuat orang merasa tersiksa. Karena itulah Prof. Yos E. Susanto menggagas konsep gaya hidup sehat MOTOR yang mencakup “Olahraga Sehat Secukupnya”. Artikel ini akan membahas cara berolahraga yang sehat sesuai dengan konsep MOTOR. Filosofi “Secukupnya” dalam Olahraga Sehat ala MOTOR Pertama-tama, apa itu MOTOR? MOTOR adalah Masuk sehat secukupnya; Olahraga sehat secukupnya; Tidur sehat secukupnya, Obat sehat secukupnya, Riang sepenuhnya. Dan perlu diluruskan dulu makna "secukupnya" dalam konsep MOTOR Prof. Yos E. Susanto. Olahraga "Secukupnya" di sini mengacu pada prinsip keberlanjutan, keamanan, dan kecerdasan, bukan olahraga sambil bermalas-malasan atau asal-asalan. Studi dalam Journal of the American College of Cardiology menemukan bahwa lari secara moderat (2-3 kali seminggu dengan kecepatan ringan-sedang) memberikan manfaat umur panjang yang optimal. Menariknya, lari dengan intensitas terlalu tinggi dan terlalu sering justru memberikan manfaat yang setara dengan orang yang tidak lari sama sekali. Ini adalah bukti nyata bahwa yang "lebih" tidak selalu "lebih baik". Tubuh manusia pada dasarnya punya kapasitas pemulihan dan adaptasi yang luar biasa, tapi juga memiliki batas. Maka olahraga berlebihan hingga melewati batas justru akan memicu overtraining syndrome, yakni kondisi ketika performa menurun, risiko cedera meningkat, sistem imun melemah, dan gangguan suasana hati seperti mudah marah atau depresi bisa muncul. Kita bisa melihat tanda-tanda apakah olahraga yang kita lakukan termasuk cukup atau berlebihan. Di antaranya: Tanda Olahraga Sudah "Cukup" Merasa segar dan berenergi setelah berolahraga, bukan justru lemas. Nafsu makan tetap terjaga dan normal, bukan hilang sama sekali atau justru rakus tak terkontrol. Tidur lebih nyenyak dan bangun pagi merasa segar. Moodmembaik, merasa lebih bahagia dan percaya diri. Bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal setelah olahraga. Tanda Olahraga "Berlebihan" Rasa lelah berkepanjangan hingga berhari-hari. Nyeri sendi atau otot yang tajam dan menetap (bukan pegal biasa). Detak jantung istirahat meningkat signifikan di pagi hari. Sering sakit (flu, pilek) karena daya tahan tubuh turun. Gangguan tidur (sulit tidur atau justru kebanyakan tidur). Hilangnya motivasi dan rasa senang berolahraga. Cara Olahraga Sehat Secukupnya Poin utama dalam penerapan olahraga sehat secukupnya adalah bergerak secara cerdas, bukan hanya keras. Berikut ini cara yang bisa dicoba: Variasikan gerakan Tubuh kita dirancang untuk bergerak dalam berbagai cara. American Heart Association merekomendasikan kombinasi berikut ini: Aktivitas aerobik(kardio) untuk kesehatan jantung dan paru. Contohnya jalan cepat, bersepeda, berenang, atau berdansa dengan durasi 150 menit (intensitas sedang) atau 75 menit (intensitas tinggi) per minggu. Latihan kekuatan(strength training) untuk kesehatan tulang, otot, dan metabolisme. Contohnya angkat beban atau bodyweight exercise (push-up, squat jump) dua kali per minggu dengan target semua kelompok otot utama. Latihan fleksibilitas dan keseimbangan (koordinasi motorik) untuk mencegah cedera (jatuh) dan menjaga mobilitas seiring dengan bertambahnya usia. Contohnya yoga, taichi untuk latihan keseimbangan dan peregangan (stretching) rutin untuk menjaga fleksibilitas. Cukup lakukan peregangan dinamis sebelum berolahraga dan statis setelah olahraga atau mengikuti kelas yoga/taichi satu hingga dua kali per minggu. Agar efektif, lakukan kombinasi olahraga ini secara selang-seling. Misalnya Senin kardio, Selasa latihan kekuatan, Rabu yoga, Kamis istirahat tapi aktif (jalan santai), dan seterusnya. Gunakan "Talk Test" yang Sederhana Tidak perlu jam tangan pintar atau wearable device yang mahal untuk mengukur intensitas. Kita bisa menggunakan metode talk test atau tes bicara seperti yang dijelaskan Centers for Disease Control and Prevention, yakni: Intensitas sedang: Bisa berbicara dalam kalimat lengkap, tapi tidak bisa bernyanyi. Intensitas tinggi: Hanya bisa mengucapkan satu-dua kata tanpa mengambil napas. Sebaiknya kita lebih berfokus pada olahraga dengan intensitas sedang. Intensitas tinggi bisa sesekali dilakukan, tapi untuk waktu yang singkat, bukan durasi panjang. Sedikit tapi Sering Lebih Baik Penelitian dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa membagi durasi olahraga (misalnya 3 x 10 menit) memiliki manfaat kardio-metabolik yang hampir setara dengan sekali jalan 30 menit dan lebih mudah dilakukan bagi pemula. Misalnya olahraga 3-5 hari per minggu dengan durasi per sesi 20-45 menit. Ingat, sesi olahraga 20 menit yang konsisten jauh lebih menyehatkan dan berkelanjutan daripada 2 jam tapi cuma sekali sebulan. Jangan Lupa Pemulihan Pemulihan adalah bagian penting dari konsep “Olahraga Sehat Secukupnya”. Otot menjadi kuat bukan saat kita berolahraga, melainkan ketika kita istirahat dan tubuh memperbaiki serat otot yang "rusak" didukung dengan nutrisi yang baik. Pemulihan bisa dilakukan dengan istirahat aktif alias tidak bermalas-malasan seharian. Olahraga pemulihan yang bisa diterapkan misalnya jalan santai atau stretching ringan yang bisa meningkatkan aliran darah dan mengurangi nyeri otot. Yang tak kalah penting adalah pastikan waktu tidur yang cukup 7-9 jam. Tidur adalah waktu utama tubuh memproduksi hormon pertumbuhan untuk perbaikan sel. Kurang tidur bisa membuat pemulihan tidak optimal dan meningkatkan risiko cedera. Dari uraian di atas cukup jelas, konsep “Olahraga Sehat Secukupnya” dalam yang digagas Prof. Yos E. Susanto ingin mengembalikan olahraga pada hakikatnya, yakni alat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan, bukan penyiksa... - Published: 2026-03-09 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/paru/teropong-saluran-napas/ - Kategori: Paru - Translation Priorities: Optional Dulu, mendengar kata "tumor paru" sering kali membuat pasien membayangkan operasi besar dengan luka sayatan lebar hanya untuk mengetahui jenis penyakitnya. Namun, dunia kedokteran paru dan pernapasan telah berkembang pesat. Kini, kita memiliki teknik Bronkoskopi, sebuah prosedur minimal invasif yang menjadi "mata" dokter untuk melihat langsung kondisi di dalam saluran napas. Apa Itu Bronkoskopi? Secara sederhana, bronkoskopi adalah prosedur medis menggunakan alat bernama bronkoskop—tabung tipis, lentur, dan dilengkapi kamera serta sumber cahaya di ujungnya. Alat ini dimasukkan melalui hidung atau mulut menuju percabangan saluran napas (bronkus). Peran Krusial Bronkoskopi pada Kasus Tumor Bagi pasien yang diduga memiliki tumor paru melalui hasil Rontgen atau CT Scan, bronkoskopi bukan sekadar pemeriksaan tambahan, melainkan langkah kunci dalam menentukan strategi pengobatan. Berikut adalah fungsi utamanya: Diagnostik (Menentukan Jenis Sel):Kita tidak bisa mengobati tumor tanpa tahu "siapa" musuhnya. Melalui bronkoskopi, dokter melakukan biopsi (mengambil sampel jaringan kecil) untuk diperiksa di laboratorium. Staging (Menentukan Stadium):Dengan bantuan teknologi seperti Endobronchial Ultrasound (EBUS), dokter bisa melihat kelenjar getah bening di sekitar paru untuk menentukan sejauh mana tumor telah menyebar. Terapeutik (Tindakan Pengobatan):Jika tumor menyumbat saluran napas hingga pasien sesak hebat, dokter spesialis paru intervensi dapat melakukan tindakan seperti pemasangan stent (penyangga), laser, atau krioterapi (pembekuan tumor) untuk menganggkat tumor dan membuka kembali jalan napas. Apakah Prosedur Ini Menyakitkan? Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan pasien. Faktanya, bronkoskopi dilakukan di bawah pengaruh obat bius (sedasi). Pasien biasanya akan merasa rileks atau tertidur ringan selama prosedur yang berlangsung sekitar 15–45 menit. Rasa tidak nyaman seperti tenggorokan kering atau batuk ringan pasca-tindakan adalah hal yang lumrah dan bersifat sementara. Teknologi Terkini: Menjangkau yang Tak Terjangkau Dahulu, bronkoskopi sulit menjangkau tumor yang letaknya di pinggir atau sangat kecil. Kini, dengan adanya Bronkoskopi Navigasi dan EBUS, kita bisa memetakan jalur saluran napas seperti menggunakan GPS, sehingga target tumor di area tersulit sekalipun dapat diambil dengan akurasi tinggi tanpa perlu membedah dada pasien. Kesimpulan Bronkoskopi adalah jembatan penting menuju kesembuhan. Dengan diagnosis yang cepat dan tepat melalui teknologi intervensi, pasien tumor paru memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan terapi yang efektif, baik itu pembedahan, kemoterapi, maupun radiasi. Jika Anda atau kerabat memiliki keluhan batuk darah, sesak napas menahun, atau hasil rontgen yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi mengenai prosedur ini. Deteksi dini adalah perlindungan terbaik. Ditinjau oleh: Dr. dr. Mia Elhidsi, Sp. P(K) Spesialis Paru Konsultan Paru Intervensi Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-03-08 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/umum/mulai-hidup-sehat/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Hidup sehat tidak selalu memerlukan biaya yang besar. Mau olahraga lari, misalnya, tak perlu pakai sepatu lari yang mahal. Mau makan sehat, tak perlu berlangganan katering diet yang harganya menguras kantong. Kesehatan bisa dibangun dengan hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari. Konsep MOTOR yang dikembangkan Prof. Yos E. Susanto dapat menjadi landasan untuk mewujudkan kesehatan itu. Filosofi MOTOR, yang meliputi Masuk Sehat Secukupnya, Olahraga Sehat Secukupnya, Tidur Sehat Secukupnya, Obat Sehat Secukupnya, dan Riang Bahagia Sepenuhnya, membuktikan bahwa hidup sehat justru dapat dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Artikel ini akan menjabarkan lebih dalam soal penerapan MOTOR dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat hidup lebih sehat. Mengapa Perubahan Kecil Lebih Kuat? Kita sering merasa perlu melakukan perubahan besar seperti diet ekstrem atau olahraga berintensitas tinggi agar sehat. Namun upaya besar seperti itu sering kali gagal karena membutuhkan motivasi tinggi yang sifatnya fluktuatif alias naik-turun. Sebaliknya, perubahan kecil (tiny habits atau micro-habits) lebih efektif karena memerlukan energi dan motivasi yang lebih minimal. Seperti ditemukan dalam studi di World Journal of Advanced Research and Reviews, penyesuaian-penyesuaian kecil dan bertahap bisa menciptakan perilaku positif yang bertahan lama. Karena itu, orang yang merasa sudah melakukan perubahan besar secara instan berpotensi kembali ke kebiasaan lama yang baru ditinggalkan. Menurut riset di Annual Review of Neuroscience, jalur saraf akan menguat seiring dengan pengulangan. Itulah kenapa kebiasaan lama terasa begitu nyaman dan sulit diubah. Kebiasaan itu pun cenderung muncul kembali saat mengalami stres. Kebiasaan Kecil untuk Menjadi Lebih Sehat Dengan konsep MOTOR, berikut ini beberapa kebiasaan kecil yang bisa dilakukan demi mendapatkan hidup yang lebih sehat: Masuk Sehat Secukupnya Konsep MOTOR menekankan kata “secukupnya”. Artinya, kita bisa menyesuaikan sendiri konsumsi makanan sehat yang masuk ke tubuh kita dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Studi yang dipublikasikan di eClinicalMedicine (bagian dari The Lancet) menemukan bahwa peningkatan kualitas diet sebesar 5 poin (dari skala 0-100) sudah cukup untuk memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Kebiasaan kecil: Mengawali pagi dengan segelas air putih karena tubuh mengalami dehidrasi ringan setelah tidur. Mengutamakan sayuran di atas piring alih-alih lauk lain yang kurang sehat. Kurangi setengah porsi nasi, ganti dengan tambahan sayur. Ganti keripik dengan buah potong, lalu letakkan di atas meja, bukan di kulkas. Olahraga Sehat Secukupnya Banyak orang berpikir: "Ah, olahraga 5 menit mah percuma. " Tapi ternyata tidak menurut sains. Studi di The Lancet menemukan, pada kelompok yang paling tidak aktif (hanya bergerak sekitar 1 menit per hari), menambah aktivitas 5 menit per hari bisa menurunkan risiko kematian hingga 30 persen. Artinya, kita tidak perlu lari 10K. Cukup jalan kaki ke warung, naik-turun tangga kantor, atau stretching 5 menit di sela kerja. Itu sudah masuk hitungan. Kebiasaan kecil: Setelah 60 menit duduk, bangun 2 menit, entah sekadar berdiri entah jalan ke toilet terjauh, lakukan secara berkelanjutan. Parkir sedikit lebih jauh. Rapat online sambil berdiri atau jalan pelan di ruang tamu asalkan kamera laptop mati. Memakai tangga daripada lift. Dalam prinsip MOTOR, olahraga bukan soal durasi, melainkan frekuensi dan konsistensi. Lebih baik bergerak sedikit tiap hari daripada lari maraton sekali lalu kapok. Tidur Sehat Secukupnya Tidur sering kali dianggap remeh, padahal banyak riset yang menyebutkan bahwa tidur berperan sangat penting dalam kesehatan. Studi di eClinicalMedicine menunjukkan bahwa tambahan tidur 5 menit per hari (dari 5,5 jam menjadi 5 jam 35 menit) sudah berkontribusi pada perpanjangan umur. Kebiasaan kecil: Tidur 5 menit lebih awal. Matikan gawai 15 menit sebelum tidur dan letakkan di luar kamar atau setidaknya di tempat yang tidak terlihat. Ganti scrollingdengan bacaan ringan atau sekadar menarik napas dalam lima kali. Teknik pernapasan sederhana bisa membantu menenangkan sistem saraf. Konsisten dengan jam tidur dan bangun, termasuk di akhir pekan. Obat Sehat Secukupnya Pilar keempat ini sering terlupakan karena orang baru ingat obat saat sudah sakit. Obat dan suplemen adalah pelengkap, bukan pengganti gaya hidup sehat. Dan yang terpenting: pencegahan jauh lebih murah daripada pengobatan. Menurut CDC, 90 persen dari pengeluaran kesehatan tahunan Amerika Serikat sebesar US$4,5 triliun dialokasikan untuk penyakit kronis dan kesehatan mental. Bayangkan berapa banyak yang bisa dihemat jika pencegahan dimulai sejak dini. Kebiasaan kecil: Jangan konsumsi suplemen tanpa tahu kebutuhan personal. Cek tanggal kedaluwarsa obat di lemari dan buang yang sudah lewat masa pakai. Konsultasi dengan apoteker atau dokter sebelum membeli suplemen baru. Prioritaskan pemenuhan nutrisi dari makanan utuh, bukan suplemen. Riang Bahagia Sepenuhnya Pilar terakhir ini adalah penutup sekaligus penggerak dalam konsep MOTOR. Penelitian di jurnal Psychosomatic Medicine pada ribuan partisipan di AS dan Jepang menemukan bahwa orang yang lebih bahagia cenderung memiliki kesehatan fisik yang lebih baik dan umur yang lebih panjang. Bahkan, yang lebih menarik, proses menjadi lebih bahagia dari waktu ke waktu—meskipun awalnya tidak bahagia—tetap memberikan manfaat kesehatan. Artinya, kita tidak perlu merasa bahagia secara sempurna untuk hidup sehat, tapi cukup bergerak ke arah yang lebih positif. Kebiasaan kecil: Luangkan 5 menit untuk diri sendiri setiap hari, bisa untuk meditasi, menulis jurnal, atau sekadar... - Published: 2026-03-08 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/kesehatan-mental-ibu/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Masa setelah melahirkan seharusnya menjadi momen penuh sukacita bagi ibu baru dan keluarga. Namun, kenyataannya banyak ibu mengalami tekanan emosional yang berat. Di Indonesia, sekitar 50 hingga 80 persen ibu baru mengalami baby-blues, sementara 10 hingga 20 persen mengalami depresi pasca melahirkan. Sebagian besar kasus tidak mendapat penanganan tepat karena stigma atau kurang informasi. Perubahan hormon drastis, kurang tidur, tanggung jawab baru sebagai ibu, dan kurangnya dukungan sosial membuat ibu rentan terhadap stres berat hingga depresi. Kondisi ini tidak hanya menyakitkan bagi ibu, tapi juga memengaruhi ikatan emosional dengan bayi serta perkembangan anak jangka panjang. Yang menggembirakan, sebagian besar kasus bisa diatasi dengan dukungan keluarga, istirahat cukup, dan intervensi profesional jika diperlukan. Kesehatan mental ibu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dengan pemahaman dan langkah tepat, ibu bisa melewati masa ini dengan lebih kuat dan bahagia. Artikel ini membahas mendalam perbedaan stres biasa, baby-blues, dan depresi pasca melahirkan, gejala yang perlu diwaspadai, penyebab utama, cara diagnosis, pengobatan efektif, komplikasi jika diabaikan, pencegahan sejak kehamilan, serta kapan harus segera mencari bantuan profesional agar ibu dan bayi tetap sehat secara emosional. Mengenal Kesehatan Mental Ibu Pasca Melahirkan Kesehatan mental ibu pasca melahirkan mencakup berbagai kondisi emosional setelah persalinan. Kondisi ini dipengaruhi perubahan hormon, kelelahan fisik, dan adaptasi peran baru sebagai ibu. Tiga kondisi utama yang sering terjadi: Stres pasca melahirkan: kekhawatiran biasa tentang kesehatan bayi dan kemampuan diri sebagai ibu Baby-blues: kesedihan ringan dan emosi labil yang muncul hari ke-3 hingga ke-10 setelah lahir Depresi pasca melahirkan (postpartum depression): kesedihan berat dan gangguan fungsi yang berlangsung lebih dari 2 minggu, mulainya dalam setahun setelah melahirkan. Di Indonesia, depresi pasca melahirkan sering tidak terdeteksi karena dianggap “biasa” atau “kurang syukur”. Padahal, kondisi ini adalah respons biologis dan psikososial yang normal pada banyak ibu. Menurut American Psychiatric Association 2024, postpartum depression adalah gangguan mood serius yang memerlukan penanganan profesional. Kondisi ini bukan kelemahan pribadi. Ibu yang mengalaminya tetap ibu yang baik dan penuh cinta. Gejala Baby-Blues dan Depresi Pasca Melahirkan Baby-blues biasanya ringan dan sementara, memengaruhi hingga 80 persen ibu baru. Gejala baby-blues: Menangis tanpa sebab jelas Mudah tersinggung atau marah Cemas berlebih tentang bayi Sulit tidur meski lelah Perasaan overwhelmed atau kewalahan Mood swing cepat berubah Gejala ini biasanya hilang sendiri dalam 2 minggu tanpa pengobatan khusus. Gejala depresi pasca melahirkan lebih berat dan lama: Sedih mendalam atau perasaan kosong terus-menerus Hilang minat pada bayi atau aktivitas yang dulu disukai Gangguan nafsu makan (turun atau naik drastis) Gangguan tidur berat (insomnia atau tidur berlebih) Kelelahan ekstrem hingga sulit bangun tidur Perasaan bersalah berlebih atau merasa tidak layak jadi ibu Sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan Pikiran menyakiti diri atau bayi (darurat) Gejala psikosis pasca melahirkan (jarang tapi serius): halusinasi, delusi, atau paranoia tentang bayi. Perbedaan utama: baby-blues ringan dan sementara, depresi berat dan mengganggu fungsi harian. Penyebab Gangguan Mental Pasca Melahirkan Penyebab gangguan mental pasca melahirkan bersifat multifaktor. Penyebab biologis: Turun drastis hormon estrogen dan progesteron setelah plasenta lahir Gangguan fungsi tiroid pasca melahirkan Kurang tidur kronis mengganggu regulasi serotonin Penyebab psikososial: Riwayat depresi atau gangguan mental sebelumnya Kurang dukungan pasangan atau keluarga Persalinan traumatis atau komplikasi Masalah kesehatan bayi atau prematur Stres keuangan atau hubungan rumah tangga Isolasi sosial Faktor risiko tinggi: riwayat baby-blues berat, depresi antenatal, kekerasan domestik, atau kehamilan tidak direncanakan. Di Indonesia, beban tugas rumah tangga dan ekspektasi sosial sering memperburuk kondisi. Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Mental Pasca Melahirkan Diagnosis dilakukan melalui wawancara mendalam dan alat skrining. Alat skrining umum: Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS): 10 pertanyaan, skor >10 indikasi depresi Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9): untuk depresi umum Pemeriksaan fisik tambahan: Fungsi tiroid (TSH, FT4) Hemoglobin untuk anemia Vitamin D jika dicurigai defisiensi Diagnosis psikosis pasca melahirkan butuh evaluasi psikiater segera, sering dengan rawat inap. Di Indonesia, skrining EPDS direkomendasikan pada kunjungan nifas minggu ke-1 dan ke-6 di posyandu atau klinik. Cara Mengatasi atau Pengobatan Gangguan Mental Pasca Melahirkan Pengobatan disesuaikan tingkat keparahan dan status menyusui. Untuk baby-blues: Dukungan emosional keluarga Istirahat cukup dengan bantuan pengasuhan Bantuan tugas rumah tangga Kontak kulit dengan bayi Untuk depresi ringan hingga sedang: Psikoterapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Interpersonal Therapy (IPT) Kelompok dukungan ibu nifas Teknik relaksasi dan mindfulness Olahraga ringan seperti jalan kaki Untuk depresi berat: Antidepresan aman menyusui seperti sertraline atau escitalopram Terapi hormon jika gangguan tiroid Rawat inap jika risiko bunuh diri atau psikosis Pengobatan selalu melibatkan keluarga dan disesuaikan individu. Komplikasi Jika Gangguan Mental Pasca Melahirkan Tidak Ditangani Komplikasi pada ibu: Depresi kronis berbulan-bulan Kecemasan jangka panjang Risiko bunuh diri (jarang tapi serius) Gangguan fisik seperti hipertensi Komplikasi pada bayi: Gangguan ikatan emosional Keterlambatan perkembangan bahasa dan motorik Masalah perilaku seperti hiperaktif Risiko gangguan mental masa kanak Komplikasi keluarga: hubungan pasangan renggang, beban pengasuhan tidak seimbang. Intervensi dini mencegah 70 hingga 80 persen komplikasi jangka panjang. Pencegahan Gangguan Mental Pasca Melahirkan Pencegahan paling efektif dimulai sejak kehamilan. Persiapan mental... - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/anak/tumbuh-gigi-bayi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Tumbuh gigi adalah salah satu milestone paling dinanti sekaligus paling “menantang” bagi orang tua dan bayi. Mulai dari usia 4 hingga 12 bulan, gusi bayi yang tadinya halus tiba-tiba menjadi bengkak, bayi rewel terus-menerus, ngiler berlebih, hingga sulit tidur malam. Di Indonesia, banyak ibu yang langsung memberikan obat atau gel penahan sakit tanpa resep, atau bahkan menggosok gusi dengan madu karena mitos “mempercepat tumbuh”. Faktanya, tumbuh gigi adalah proses alami yang tidak perlu “dipercepat”, dan sebagian besar rasa tidak nyaman bisa diatasi dengan cara aman di rumah. Yang penting dipahami: tumbuh gigi jarang menyebabkan demam tinggi atau diare berat — jika itu terjadi, kemungkinan ada infeksi lain yang menyertainya. Dengan perawatan tepat, 95 persen bayi melewati fase ini dengan nyaman tanpa obat kimia. Yuk, pahami secara lengkap tanda tumbuh gigi yang normal, urutan kemunculan gigi susu, 20 cara alami mengurangi rasa sakit, mitos yang harus dibuang, serta kapan harus konsultasi dokter agar proses tumbuh gigi menjadi momen bahagia, bukan mimpi buruk! Urutan dan Waktu Normal Tumbuh Gigi Bayi Gigi susu berjumlah total 20 buah dan berperan penting dalam proses mengunyah, bicara, serta pembentukan rahang dan posisi gigi permanen di kemudian hari. Proses tumbuh gigi biasanya dimulai pada usia rata-rata 6 hingga 10 bulan dan berlangsung bertahap hingga seluruh gigi susu lengkap pada usia sekitar 2,5 hingga 3 tahun. Perlu ditekankan bahwa variasi waktu tumbuh gigi sangat luas dan masih dianggap normal. Ada bayi yang gigi pertamanya sudah muncul sejak usia 4 bulan, sementara sebagian lain baru mulai tumbuh setelah usia 12 bulan tanpa menandakan adanya masalah kesehatan. Urutan kemunculan gigi susu umumnya mengikuti pola yang cukup konsisten, meskipun bisa berbeda sedikit antarindividu. Gigi biasanya muncul berpasangan dan dimulai dari bagian tengah rahang, lalu bergerak ke samping dan ke belakang. 6 hingga 10 bulan: dua gigi bawah tengah atau central incisor bawah biasanya menjadi gigi pertama yang menembus gusi. Pada fase ini, bayi sering menunjukkan tanda tidak nyaman seperti gusi bengkak, lebih sering mengeluarkan air liur, dan ingin menggigit benda. 8 hingga 12 bulan: dua gigi atas tengah atau central incisor atas mulai tumbuh. Gigi ini berperan besar dalam menggigit makanan dan sering tampak jelas saat bayi tersenyum. 9 hingga 13 bulan: dua gigi atas samping atau lateral incisor atas muncul di sisi gigi tengah, melengkapi deretan gigi depan atas dan membantu fungsi menggigit yang lebih efektif. 10 hingga 16 bulan: dua gigi bawah samping atau lateral incisor bawah tumbuh, sehingga deretan gigi depan bawah menjadi lebih lengkap dan simetris. 13 hingga 19 bulan: geraham pertama atas dan bawah mulai muncul. Geraham ini lebih besar dan berfungsi utama untuk mengunyah, sehingga sering kali fase ini disertai rasa tidak nyaman yang lebih jelas dibanding tumbuhnya gigi depan. 16 hingga 23 bulan: gigi taring atas dan bawah tumbuh di antara gigi seri dan geraham. Taring berperan dalam merobek makanan dan membantu membentuk lengkung rahang. 23 hingga 33 bulan: geraham kedua atas dan bawah muncul sebagai gigi susu terakhir. Setelah fase ini, biasanya seluruh 20 gigi susu telah lengkap dan anak siap memasuki tahap pertumbuhan gigi permanen beberapa tahun kemudian. Jika hingga usia 18 bulan gigi pertama belum juga muncul, atau urutan pertumbuhan sangat tidak biasa disertai masalah lain seperti gangguan makan, keterlambatan tumbuh kembang, atau kelainan bentuk rahang, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter gigi anak. Pemeriksaan dini membantu memastikan tidak ada masalah pada gusi, tulang rahang, atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi pertumbuhan gigi. Menurut American Academy of Pediatric Dentistry 2024, variasi waktu tumbuh gigi hingga 6 bulan dari rata-rata masih normal dan tidak memengaruhi kesehatan gigi permanen nanti. 15 Tanda Normal Tumbuh Gigi pada Bayi Tanda Penjelasan Kapan Muncul Gusi bengkak/merah Gusi terdorong gigi dari bawah 1–2 bulan sebelum gigi muncul Ngiler berlebih Produksi air liur meningkat 3–4 bulan Sering menggigit/gemas Tekanan gusi membuat nyaman digigit Saat gusi bengkak Rewel dan sulit tidur Rasa tidak nyaman malam hari Beberapa hari sebelum gigi muncul Nafsu makan turun Gusi sakit saat menyusu/makan Sementara Sering tarik telinga/gosok pipi Nyeri menjalar ke telinga/pipi Saat geraham tumbuh Ruam di sekitar mulut/dagu Iritasi air liur Saat ngiler banyak Suhu tubuh naik ringan Maksimal 38 derajat Celsius Normal Tanda yang BUKAN karena tumbuh gigi: demam tinggi >38,5 derajat Celsius, diare berat, muntah, batuk berat — ini kemungkinan infeksi dan harus ke dokter. 20 Cara Alami dan Aman Mengurangi Rasa Sakit Tumbuh Gigi Gosok gusi dengan jari bersih (cuci tangan dulu) 2. Berikan teether dingin dari kulkas (bukan freezer) 3. Teether silikon bertekstur untuk digigit 4. Lap air liur sering dengan kain lembut 5. Oles ASI pada gusi (antibodi alami) 6. Berikan makanan dingin: puree buah beku, yogurt dingin 7. Pijat gusi lembut dengan sikat gigi bayi silikon 8. Gendong & ayun untuk tenangkan 9. Mainkan musik lembut atau white noise 10. Mandi air hangat sebelum tidur 11. Berikan mainan gigit aman bebas BPA 12. Kompres dingin kain bersih... - Published: 2026-03-06 - Modified: 2026-03-02 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/jantung-sehat-di-usia-muda/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Serangan jantung di usia 20–30 tahun yang dulu dianggap “mustahil” kini semakin sering terjadi. Di Indonesia,ata epidemiologi Asia Tenggara. Umumnya dilaporkan 10–15% kasus infark miokard terjadi - Published: 2026-03-05 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/urologi/batu-saluran-kemih-terbentuk/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Nyeri pinggang menusuk, urine berdarah, atau rasa terbakar saat kencing bukanlah hal biasa. Itu bisa jadi tanda batu saluran kemih sedang terbentuk atau bahkan bergerak. Di Indonesia, batu saluran kemih (urolitiasis) dialami oleh 1 dari 10 orang dewasa, dan 50 % di antaranya akan kambuh dalam 5 tahun jika tidak mengubah gaya hidup. Proses pembentukan batu ini sebenarnya berlangsung bertahun-tahun secara diam-diam di dalam ginjal. Kabar baiknya: 80–90 % batu saluran kemih bisa dicegah jika kita memahami bagaimana batu terbentuk dan faktor risiko utamanya. Yuk, pelajari proses ilmiahnya dan 12 cara paling efektif mencegah batu sebelum nyeri kolik renalis membuat Anda meringkuk kesakitan! Apa Itu Batu Saluran Kemih dan Di Mana Letaknya? Batu saluran kemih adalah endapan keras berbentuk kristal yang terbentuk dari zat-zat yang terkandung dalam urine, seperti kalsium, oksalat, asam urat, atau sistin. Batu ini dapat muncul di berbagai bagian saluran kemih dan menimbulkan gejala yang berbeda tergantung lokasinya: Ginjal (batu ginjal) Terbentuk di dalam ginjal dan kadang tidak menimbulkan gejala sampai batu mulai bergerak ke ureter. Ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih) Batu yang tersangkut di ureter sering menimbulkan nyeri pinggang hebat, menjalar ke perut bawah atau selangkangan, serta gangguan buang air kecil. Kandung kemih Batu di kandung kemih dapat menyebabkan sering ingin kencing, urine keruh, atau nyeri di perut bawah, terutama saat kandung kemih penuh. Uretra (jarang terjadi) Batu yang sampai uretra bisa menimbulkan nyeri saat kencing atau retensi urin total, kondisi yang membutuhkan tindakan medis segera. Ukuran batu sangat bervariasi, mulai dari butiran pasir (2 cm). Batu kecil sering bisa keluar sendiri melalui urine, sementara batu lebih dari 5 mm biasanya menyebabkan nyeri hebat dan membutuhkan intervensi medis. Proses Terbentuknya Batu Saluran Kemih (Tahap demi Tahap) Pembentukan batu memerlukan 3 kondisi utama: Urine terlalu pekat→ kurang minum air Kadar zat pembentuk batu tinggi→ kalsium, oksalat, asam urat, sistin Kurang zat penghambat kristal→ sitrat, magnesium Tahapan ilmiahnya: Nukleasi: kristal mikro mulai terbentuk di tubulus ginjal Aggregasi: kristal saling menempel menjadi lebih besar Retensi: batu tertahan di ginjal atau ureter Pertumbuhan: batu terus membesar karena urine tetap pekat Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) 2024, proses ini bisa memakan waktu 6 bulan hingga bertahun-tahun sebelum muncul gejala. 4 Jenis Batu Saluran Kemih Paling Umum Jenis Batu Persentase Penyebab Utama Warna Kalsium Oksalat 70–80 % Kurang minum, tinggi oksalat Cokelat/hitam Asam Urat 10–15 % Daging merah, alkohol, obesitas Kuning/oranye Struvit 10 % Infeksi saluran kemih kronis Putih/abu Sistin 1–2 % Kelainan genetik Kuning pucat 10 Faktor Risiko Utama Pembentukan Batu Minum air 30 kg/m²) Diabetes tipe 2 & sindrom metabolik Riwayat keluarga batu ginjal Infeksi saluran kemih berulang Penyakit usus (Crohn, bypass lambung) Penggunaan suplemen kalsium/vitamin C dosis tinggi Hiperparatiroidisme 12 Cara Mencegah Batu Saluran Kemih Secara Ilmiah Minum air 2,5–3,5 liter/hari Urine harus jernih seperti air putih sepanjang hari. Tambahkan lemon/nipis ke air minum Sitrat alami meningkatkan 50–70 % (studi Journal of Urology 2023). Batasi garam 1. 000 mg/hari Periksa fungsi ginjal rutinsetahun sekali Menu Harian Anti Batu Saluran Kemih Waktu Menu Pagi Air lemon hangat + oatmeal + yogurt + stroberi Siang Nasi merah + ikan bakar + tumis bayam + jeruk Sore Air kelapa muda + apel Malam Tempe kukus + brokoli rebus + ubi Gejala Batu yang Butuh Periksa Segera Batu saluran kemih bisa menjadi kondisi darurat jika menimbulkan gejala berat. Segera periksa ke dokter urologi atau IGD jika Anda mengalami tanda-tanda berikut: Nyeri pinggang hebat disertai mual dan muntah Rasa nyeri yang tajam di pinggang atau punggung bawah yang menjalar ke perut bawah atau selangkangan sering menandakan batu tersangkut di ureter. Mual dan muntah biasanya muncul akibat nyeri ekstrem. Demam >38,5 °C disertai menggigil Gejala ini mengindikasikan kemungkinan infeksi saluran kemih atau ginjal, seperti pielonefritis, yang membutuhkan antibiotik dan perawatan segera. Urine berdarah atau tidak bisa kencing sama sekali Perdarahan hebat atau retensi urin total bisa menandakan batu besar atau obstruksi saluran kemih, berisiko merusak fungsi ginjal jika tidak segera ditangani. Nyeri tidak tertahankan meski sudah minum obat pereda nyeri Nyeri yang tidak membaik dengan analgesik menunjukkan batu mungkin menimbulkan obstruksi signifikan dan memerlukan evaluasi medis cepat. Deteksi dini dan penanganan cepat oleh dokter urologi dapat mencegah komplikasi serius, termasuk gagal ginjal akut, infeksi berat, dan nyeri berkepanjangan. Informasi lengkap tentang penanganan batu dapat dibaca pada artikel tindakan ESWL untuk batu ginjal dan operasi operasi batu ginjal dari Primaya Hospital. Batu Ginjal Bukan Takdir Proses terbentuknya batu saluran kemih memerlukan waktu bertahun-tahun — artinya kita punya banyak waktu untuk mencegahnya. Dengan minum cukup air, menambahkan lemon, mengurangi garam dan daging merah, serta menjaga berat badan, risiko batu bisa turun hingga 80 %. Mulai hari ini, letakkan botol air besar di meja kerja dan biasakan minum setiap jam. Dalam 3–6 bulan, ginjal Anda akan terbebas dari ancaman batu yang menyiksa. Hidup tanpa nyeri kolik renalis sangat mungkin —... - Published: 2026-03-04 - Modified: 2026-03-05 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/peran-terapi-wicara/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Setelah stroke, 1 dari 3 pasien mengalami kesulitan bicara, menelan, atau memahami kata-kata kondisi yang disebut afasia dan disfagia. Banyak orang yang berpikir “nanti juga sembuh sendiri” atau “sudah terlambat”. Padahal, penelitian dunia membuktikan: 70–90 % gangguan bicara dan menelan setelah stroke bisa membaik signifikan jika terapi wicara dimulai sejak minggu pertama. Di Indonesia, hanya 10–20 % pasien stroke yang mendapat terapi wicara adekuat — akibatnya ribuan orang hidup dengan bicara pelo, tersedak saat makan, atau bahkan pneumonia aspirasi berulang. Kabar baiknya: otak memiliki plastisitas luar biasa, dan bahkan setelah 1 tahun, fungsi bicara masih bisa pulih hingga 50–70 % dengan terapi yang tepat. Yuk, pahami peran krusial terapi wicara, teknik terbaik, dan hasil realistis agar pasien stroke bisa kembali bicara lancar, menelan aman, dan berkomunikasi dengan keluarga! Yang Terjadi pada Otak Setelah Stroke sehingga Bicara dan Menelan Terganggu Stroke dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi otak, terutama yang mengatur bicara dan kemampuan menelan. Kerusakan ini terjadi karena aliran darah ke area otak tertentu terganggu, sehingga sel-sel otak di wilayah tersebut mengalami kematian atau disfungsi. Akibatnya, pasien bisa mengalami berbagai gangguan komunikasi dan menelan, yang memengaruhi kualitas hidup dan keselamatan. Beberapa jenis gangguan yang umum terjadi antara lain: Afasia Broca: Terjadi kerusakan pada area Broca di lobus frontal kiri. Pasien sulit mengeluarkan kata-kata dan berbicara terputus-putus, meski pemahaman terhadap bahasa biasanya masih utuh. Afasia Wernicke: Kerusakan terjadi di area Wernicke pada lobus temporal kiri. Pasien bisa berbicara dengan lancar, tetapi kata-kata yang diucapkan sering tidak masuk akal atau sulit dipahami oleh orang lain. Afasia Global: Kombinasi kerusakan luas pada area Broca dan Wernicke, sehingga pasien hampir tidak bisa berbicara maupun memahami bahasa sama sekali. Kondisi ini biasanya terjadi pada stroke yang parah. Disartria: Gangguan bicara akibat kelemahan otot wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Pasien terdengar pelo atau artikulasi kata menjadi tidak jelas meski kemampuan bahasa tetap ada. Disfagia: Kesulitan menelan yang meningkatkan risiko tersedak, malnutrisi, dan pneumonia aspirasi. Disfagia dapat terjadi ketika stroke memengaruhi koordinasi otot-otot yang digunakan untuk menelan. Memahami jenis gangguan bicara dan menelan pasca-stroke sangat penting untuk menentukan strategi rehabilitasi yang tepat, termasuk terapi wicara, latihan menelan, dan penyesuaian diet. Penanganan dini dan konsisten dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan menurunkan risiko komplikasi serius, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih mandiri. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) 2024, 30–40 % pasien stroke mengalami afasia, dan 50–65 % mengalami disfagia — tapi 80 % bisa membaik signifikan dengan terapi wicara intensif. 15 Teknik Terapi Wicara Terbaik Pasca Stroke Teknik Untuk Kondisi Manfaat 1. Melodic Intonation Therapy (MIT) Afasia Broca Manfaatkan nyanyian untuk bicara 2. Script Training Afasia Latih kalimat sehari-hari otomatis 3. Constraint-Induced Language Therapy (CILT) Afasia Paksa bicara, larang gerakan tangan 4. Semantic Feature Analysis Anomia Bantu ingat nama benda 5. Phonological Treatment Apraxia bicara Latih bunyi kata 6. VitalStim / NMES Disfagia Stimulasi listrik otot menelan 7. Effortful Swallow and Mendelsohn Maneuver Disfagia Kuatkan otot menelan 8. Shaker Exercise Disfagia Angkat kepala saat telentang 9. Lee Silverman Voice Treatment (LSVT LOUD) Disartria Bicara lebih keras & jelas 10. Computer-Based Therapy (Constant Therapy, Lingraphica) Afasia Latihan mandiri di tablet 11. Group Therapy Afasia Latih komunikasi sosial 12. Intensive Language Action Therapy Afasia Latihan 3–5 jam/hari 13. Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) Afasia refrakter Stimulasi otak non-invasif 14. Dysphagia Diet Modification Disfagia Tekstur makanan aman 15. AAC (Augmentative and Alternative Communication) Afasia global Papan gambar, aplikasi bicara Jadwal Terapi Wicara Ideal Rehabilitasi bicara pasca-stroke memerlukan jadwal terapi yang terstruktur dan konsisten agar kemampuan komunikasi dan menelan dapat pulih optimal. Intensitas terapi disesuaikan dengan fase pemulihan otak dan kemampuan pasien, sehingga latihan dapat maksimal tanpa membuat pasien lelah atau frustasi. Minggu 1–4: 5–7 sesi per minggu, masing-masing 45–60 menit. Pada fase awal ini, fokus terapi adalah stimulasi intensif untuk memicu neuroplastisitas dan memperbaiki kemampuan bicara dasar serta menelan. Latihan yang berulang membantu otak membentuk kembali jalur saraf yang terganggu. Bulan 2–6: 3–5 sesi per minggu. Intensitas mulai sedikit dikurangi, namun tetap konsisten. Fokus latihan bergeser ke peningkatan kefasihan bicara, penguatan otot mulut dan lidah, serta latihan menelan yang lebih kompleks. Bulan 6–12: 2 sesi per minggu ditambah latihan mandiri di rumah. Pada fase ini, pasien mulai lebih mandiri dalam berkomunikasi dan menelan, sementara terapis memonitor kemajuan, memperbaiki kesalahan, dan menyesuaikan latihan untuk meningkatkan kemampuan fungsional sehari-hari. >1 tahun: 1 sesi per bulan ditambah latihan seumur hidup. Meskipun pemulihan utama sudah berlangsung, terapi lanjutan dan latihan mandiri tetap penting untuk mempertahankan kemampuan bicara dan menelan, mencegah regresi, dan mendukung kualitas hidup jangka panjang. Mengikuti jadwal terapi wicara yang ideal secara konsisten sangat penting bagi pasien dan keluarga. Kombinasi sesi profesional dan latihan mandiri memberikan hasil terbaik, mempercepat pemulihan, dan membantu pasien kembali mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Hasil yang Diharapkan Kondisi Dengan Terapi Intensif Tanpa Terapi Afasia Ringan 90–100 % pulih 6 bulan 50–60 % pulih Afasia Sedang 70–85 % komunikasi fungsional 30–40 %... - Published: 2026-03-03 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/terapi-cedera-tulang/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Setelah patah tulang, robek ligamen, atau operasi penggantian sendi, banyak orang takut bergerak karena “katanya harus istirahat total”. Akibatnya, sendi jadi kaku, otot mengecil, dan pemulihan memakan waktu dua kali lebih lama. Padahal, penelitian modern menunjukkan: gerak terkontrol sejak hari ke-1–3 setelah cedera justru mempercepat penyembuhan hingga 50 %, mengurangi nyeri, dan mencegah kekakuan permanen. Di Indonesia, lebih dari 60 % pasien ortopedi mengalami keterbatasan gerak karena kurang latihan yang tepat. Kabar baiknya: dengan program terapi dan latihan yang benar, 90 % pasien bisa kembali berjalan, berlari, bahkan berolahraga seperti sebelum cedera. Mari simak panduan lengkap terapi dan latihan berbasis bukti ilmiah agar mobilitas Anda pulih maksimal! Mengapa Harus Bergerak Segera Setelah Cedera/Operasi? Setelah cedera atau operasi ortopedi, bergerak secara tepat dan bertahap sangat penting. Tubuh memiliki mekanisme penyembuhan alami yang bekerja lebih optimal jika otot dan sendi tidak terlalu lama diam. Beberapa manfaat gerak dini antara lain: Meningkatkan aliran darah→ gerak ringan mendorong darah membawa nutrisi dan oksigen ke area cedera, mempercepat penyembuhan jaringan. Mencegah adhesi→ gerak membantu mencegah terbentuknya jaringan parut berlebih yang bisa membatasi gerakan sendi. Menjaga panjang otot & fleksibilitas sendi → mobilisasi dini mencegah otot memendek dan sendi menjadi kaku. Merangsang pembentukan tulang rawan baru → tekanan ringan dan gerak sendi mendukung regenerasi kartilago yang rusak. Dengan pengawasan dokter atau fisioterapis, gerakan dini ini dapat meningkatkan hasil pemulihan, mengurangi nyeri jangka panjang, dan mempercepat anak atau orang dewasa kembali ke aktivitas normal. Menurut Physiopedia 2024 dan protokol ERAS (Enhanced Recovery After Surgery), mobilisasi dini mengurangi risiko kekakuan sendi hingga 70 % dan mempercepat pulang rawat inap 2–3 hari. 4 Fase Pemulihan & Latihan yang Tepat Fase Waktu Tujuan Latihan Utama 1. Proteksi 0–2 minggu Kontrol nyeri & bengkak Ice, elevasi, isometrik, CPM 2. Mobilisasi Awal 2–6 minggu Regain ROM (rentang gerak Passive → active-assisted → active ROM 3. Penguatan 6–12 minggu Kembalikan kekuatan otot Resistance band, beban ringan, proprioception 4. Fase Fungsional 3–12 bulan Dapat Kembali aktivitas & olahraga Plyometric, sport-specific, agility 15 Latihan Terbaik Praktis untuk Berbagai Cedera Umum Setelah Patah Tulang (Fraktur) Ankle pump (gerak pergelangan kaki naik-turun) → 100x/hari Isometrik quadriceps (tekan lutut ke kasur) Finger ladder (latihan bahu setelah fraktur klavikula) Setelah Operasi Lutut (ACL, Meniskus, TKR) Heel slide (geser tumit ke arah bokong) Straight leg raise (angkat kaki lurus) Mini squat & wall slide Stationary bike tanpa beban (minggu 2–4) Setelah Operasi Pinggul (THR) Gluteal squeeze & heel slide Abduction slide (geser kaki ke samping) Standing hip extension dengan pegangan Setelah Cedera Bahu (Rotator Cuff, Frozen Shoulder) Pendulum exercise (ayunan lengan) Wall crawl & towel stretch Resistance band external rotation Setelah Cedera Pergelangan Kaki Alphabet exercise (gambar huruf dengan jempol kaki) Balance board & single leg stand Terapi Pendukung yang Mempercepat Pemulihan Fisioterapi terarah→ merupakan kunci utama, berkontribusi hingga 80 % keberhasilan rehabilitasi. Elektroterapi (TENS, ultrasound)→ membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan di area cedera. Hydrotherapy→ latihan di air mengurangi beban hingga 90 %, ideal untuk pemulihan pasca operasi lutut atau pinggul. PRP / stem cell→ terapi modern yang mempercepat regenerasi jaringan lunak dan tendon. Kinesio taping→ memberikan dukungan pada sendi tanpa membatasi rentang gerak, meminimalkan risiko cedera ulang. Kombinasi latihan aktif dan terapi pendukung meningkatkan peluang pasien kembali ke aktivitas normal lebih cepat dan aman. Aturan Emas Selama Latihan Pemulihan Latihan pemulihan pasca cedera atau operasi harus dilakukan dengan prinsip aman dan bertahap. Beberapa aturan emas yang wajib diperhatikan: Nyeri boleh ringan-sedang→ tingkat 3–4/10 masih wajar, tapi hentikan jika nyeri >5/10. Frekuensi dan repetisi→ lakukan latihan 3–5 kali sehari dengan 10–15 repetisi per set. Hentikan jika gejala memburuk→ seperti bengkak membesar, nyeri tajam, atau klik sendi. Konsultasi rutin→ pastikan semua latihan diawasi fisioterapis berlisensi untuk menghindari cedera ulang. Kesabaran adalah kunci→ pemulihan tulang biasanya memakan waktu 6–12 minggu, sedangkan ligamen dan tendon bisa memerlukan 6–12 bulan. Dengan disiplin dan pengawasan profesional, proses rehabilitasi lebih aman dan efektif, memaksimalkan fungsi tulang dan sendi kembali optimal. Kapan Harus Segera ke Dokter/Fisioterapis Meskipun gerak dini pasca cedera atau operasi penting, ada tanda-tanda yang menandakan bahwa latihan harus dihentikan dan evaluasi medis segera dilakukan. Segera periksa jika muncul gejala berikut: Bengkak membesar drastis→ menandakan kemungkinan peradangan berat atau perdarahan internal. Demam atau sendi terasa panas merah→ bisa menjadi tanda infeksi serius yang membutuhkan penanganan dokter. Nyeri tajam atau bunyi “klik” keras → mungkin menunjukkan cedera baru atau kegagalan struktur tulang/ligamen. Kelemahan otot semakin berat → menunjukkan saraf atau otot tidak berfungsi dengan baik dan perlu evaluasi fisioterapis atau ortopedi. Deteksi dini terhadap gejala-gejala ini sangat penting agar komplikasi dapat dicegah dan pemulihan tetap optimal. Informasi lengkap pemulihan cedera dapat dibaca pada artikel rehabilitasi medik dan layanan ortopedi dari Primaya Hospital. Gerak adalah Obat Terbaik Cedera tulang atau sendi bukan akhir dari mobilitas Anda. Dengan terapi dan latihan yang tepat sejak hari pertama, 9 dari 10 pasien bisa kembali beraktivitas normal — bahkan lebih kuat... - Published: 2026-03-02 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/kanker/jenis-jenis-kanker/ - Kategori: Kanker, Onkologi, Radiologi - Translation Priorities: Optional Kanker bukan lagi penyakit “jarang”. Di Indonesia, setiap 1 jam ada 48 orang baru terdiagnosis kanker, dan setiap tahun lebih dari 400. 000 kasus baru muncul. Secara global, WHO mencatat 20 juta kasus baru dan 10 juta kematian akibat kanker pada 2022 — angka yang terus naik. Kabar baiknya: 40–50 % kanker bisa dicegah, dan 70–80 % bisa sembuh jika terdeteksi dini. Namun, banyak orang baru berobat saat sudah stadium lanjut karena tidak tahu jenis kanker apa yang paling sering terjadi di sekitarnya. Yuk, kenali 10 kanker paling umum di Indonesia dan dunia, gejala awal yang sering diabaikan, serta langkah pencegahan paling efektif agar Anda dan keluarga terhindar dari ancaman ini! Ini Daftar 10 Kanker Paling Umum di Dunia (Data GLOBOCAN 2022) Peringkat Jenis Kanker Kasus Baru/Tahun Kematian/Tahun 1 Kanker Paru 2,48 juta 1,8 juta 2 Kanker Payudara (Payudara Wanita) 2,3 juta 670. 000 3 Kanker Kolorektal 1,93 juta 930. 000 4 Kanker Prostat 1,41 juta 375. 000 5 Kanker Lambung 1,09 juta 769. 000 6 Kanker Serviks 604. 000 342. 000 7 Kanker Hati 866. 000 757. 000 8 Kanker Tiroid 586. 000 43. 000 9 Kanker Kandung Kemih 573. 000 212. 000 10 Kanker Limfoma Non-Hodgkin 544. 000 260. 000 Ini Daftar 10 Kanker Paling Umum di Indonesia (Data Globocan & Kemenkes 2022) Peringkat Jenis Kanker Kasus Baru/Tahun Faktor Risiko 1 Kanker Payudara 68. 858 Obesitas, hormon, rokok, alkohol 2 Kanker Serviks 36. 633 HPV, berganti pasangan, menikah muda, banyak melahirkan (>5), penggunaan alat kontrasepsi jangka lama 3 Kanker Paru 34. 783 Rokok & polusi 4 Kanker Kolorektal 34. 241 Diet tinggi daging merah, kurang serat, obesitas, alcohol, tidak ada aktifitas fisik 5 Kanker Hati 21. 400 Hepatitis B/C, alcohol, obesitas, diabetes 6 Kanker Tiroid 15. 113 Diet rendah yodium, radiasi, obesitas 7 Kanker Limfoma 14. 620 Infeksi, imun lemah 8 Kanker Nasofaring 13. 500 EBV, diet tinggi makanan yang diawetkan, alcohol, rokok 9 Kanker Ovarium 13. 336 Genetik, terapi hormon, tidak pernah hamil/menyusui, menstruasi dini 10 Kanker Prostat 12. 267 Usia, genetic, obesitas, merokok Menurut GLOBOCAN 2022, Indonesia memiliki angka kematian kanker tertinggi di ASEAN karena 70 % pasien datang di stadium 3–4. Gejala Awal 10 Kanker Teratas yang Sering Diabaikan Kanker Payudara → benjolan, puting masuk atau keluar darah, kulit jeruk Kanker Serviks → keputihan berdarah, perdarahan setelah hubungan, perdarahan dari vagina abnormal Kanker Paru → batuk >3 minggu, sesak, darah di dahak, nyeri saat batuk/bernafas Kanker Kolorektal → BAB berdarah, BAB tidak tuntas, BB turun Kanker Hati → nyeri perut kanan atas, kuning, BB turun drastis Kanker Tiroid → benjolan leher, suara serak, sulit menelan Kanker Limfoma → kelenjar getah bening membesar tanpa nyeri, BB turun tanpa sebab, keringat malam, demam terus menerus Kanker Nasofaring → hidung tersumbat satu sisi, telinga berdenging, mimisan berulang Kanker Ovarium → perut kembung kronis, sering kencing Kanker Prostat → susah kencing, nyeri tulang pinggul Faktor Risiko Utama Kanker di Indonesia Kanker sering muncul akibat kombinasi faktor gaya hidup, lingkungan, dan rendahnya deteksi dini. Di Indonesia, beberapa faktor risiko terbukti menyumbang angka kejadian kanker yang terus meningkat dari tahun ke tahun: Rokok & tembakau (30 % semua kanker) Kebiasaan merokok — termasuk vape dan paparan asap rokok orang lain — menjadi penyebab terbesar kanker paru, mulut, tenggorokan, pankreas, hingga kandung kemih. Tembakau mengandung lebih dari 70 zat karsinogen yang dapat merusak DNA sel dan memicu mutasi ganas. Infeksi HPV, HBV, HCV (serviks, hati) Virus Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks, sementara hepatitis B dan C menjadi pemicu utama kanker hati. Minimnya vaksinasi dan skrining berkontribusi pada tingginya kasus kanker terkait infeksi ini di Indonesia. Diet tinggi daging merah & garam (kolorektal, lambung) Konsumsi daging merah berlebihan, terutama yang diproses seperti sosis dan daging asap, meningkatkan risiko kanker kolorektal. Sementara makanan tinggi garam dan pengawet seperti ikan asin meningkatkan risiko kanker lambung. Obesitas & kurang aktivitas fisik Berat badan berlebih mengganggu regulasi hormon seperti insulin dan estrogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker payudara dan kolorektal. Kurang bergerak memperburuk risiko ini. Alkohol berlebih Konsumsi alkohol merusak sel hati, meningkatkan estrogen, dan memicu peradangan kronis yang berkontribusi pada kanker mulut, hati, payudara, dan lainnya. Risiko meningkat semakin tinggi frekuensi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi. Paparan bahan kimia & polusi Paparan jangka panjang terhadap pestisida, asap industri, dan polusi udara — termasuk PM2. 5 di kota besar — berkaitan erat dengan kanker paru dan berbagai kanker lainnya akibat kerusakan sel yang terus menerus. Deteksi dini yang masih rendah Banyak jenis kanker dapat disembuhkan jika ditemukan pada stadium awal. Namun, minimnya pemeriksaan rutin dan rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan sebagian besar pasien datang dengan kondisi sudah lanjut, sehingga angka kematian masih tinggi. 12 Cara Paling Efektif Mencegah Kanker Berhenti merokok total Vaksin HPV (usia 9–45 tahun) & Hepatitis B IVA/Pap smear & mammografi rutin Konsumsi sayur & buah 5 porsi/hari Batasi... - Published: 2026-03-01 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/kenali-osteoporosis/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Patah tulang pinggul hanya karena tersandung karpet, punggung bungkuk tanpa sebab jelas, atau tinggi badan menyusut 3–5 cm dalam beberapa tahun — itu bukan “efek tua biasa”. Itulah tanda-tanda osteoporosis, penyakit tulang rapuh yang sering disebut “silent disease” karena berjalan tanpa gejala hingga patah tulang terjadi. Di Indonesia, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas usia 50 tahun menderita osteoporosis. Yang lebih mengkhawatirkan: 50 % patah tulang pinggul akibat osteoporosis berakhir dengan kecacatan permanen atau kematian dalam 1 tahun. Kabar baiknya: 80–90 % osteoporosis bisa dicegah jika kita mulai bertindak sejak usia muda. Yuk, kenali penyebab, faktor risiko, dan 12 cara paling efektif mencegah osteoporosis sebelum tulang Anda “hancur dari dalam”! Apa Itu Osteoporosis dan Mengapa Disebut “Silent Disease”? Osteoporosis adalah penyakit pada sistem muskuloskeletal ketika kepadatan dan kualitas tulang berkurang secara signifikan, membuat tulang menjadi lebih rapuh, ringkih, dan sangat mudah patah meski hanya karena benturan ringan atau terjatuh sedikit saja. Pada tubuh yang sehat, tulang mengalami proses turnover yang seimbang: Resorpsi, yaitu pemecahan dan penyerapan tulang lama oleh sel osteoklas Pembentukan tulang baruoleh sel osteoblas Namun pada osteoporosis, resorpsi berlangsung jauh lebih cepat dibanding pembentukan, sehingga struktur tulang berubah menjadi semakin tipis dan berongga — menyerupai sarang lebah dengan ruang kosong yang membesar. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent disease” karena tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal. Banyak orang baru menyadari dirinya mengidap osteoporosis setelah terjadi patah tulang, misalnya pada pergelangan tangan, tulang belakang (vertebra), atau panggul (hip). Menurut International Osteoporosis Foundation 2024, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis seumur hidup. Penyebab Utama Osteoporosis Menopause pada wanita→ estrogen turun drastis, kehilangan tulang 2–3 % per tahun selama 5–7 tahun pertama Usia lanjut→ setelah 30 tahun, kepadatan tulang turun 0,5–1 % per tahun Asupan kalsium & vitamin D yang kurang sejak muda Kurang olahraga beban & impact Kebiasaan merokok & alkohol berlebih Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang(prednison >3 bulan) Penyakit penyerta: rheumatoid arthritis, hipertiroid, diabetes tipe 1 12 Faktor Risiko Osteoporosis yang Harus Diwaspadai Faktor Risiko Penjelasan Wanita pasca-menopause Risiko 4x lebih tinggi dari pria Usia >65 tahun Kehilangan tulang dipercepat Riwayat keluarga osteoporosis Genetik berperan 50–80 % Berat badan 3 bulan Turunkan kepadatan tulang hingga 50 % Penyakit rheumatoid arthritis Inflamasi kronis merusak tulang Menopause dini (3 cm Patah tulang hanya karena jatuh ringan Nyeri punggung kronis + postur bungkuk Hasil DEXA T-score ≤ -2,5 Informasi lengkap tentang osteoporosis dapat dibaca pada artikel mencegah gangguan tulang belakang dan layanan ortopedi dari Primaya Hospital. Tulang Kuat Bukan Warisan, Tapi Investasi Osteoporosis bukan penyakit “takdir usia tua” yang tidak bisa dicegah. Dengan rutin melakukan olahraga beban sejak muda, asupan kalsium & vitamin D cukup, serta gaya hidup sehat, 8 dari 10 kasus osteoporosis bisa dihindari. Mulai hari ini: tambahkan segelas susu, lompat tali 50 kali, atau berjemur 15 menit setiap pagi. Investasi kecil di usia 20–40 tahun akan membuat Anda tetap berdiri tegak, bebas nyeri, dan mandiri hingga usia 80 tahun. Tulang kuat adalah anugerah yang Anda ciptakan sendiri — mulai sekarang! Ditinjau oleh: dr. Andi Gazali Said, Sp. OT(K), MARS Spesialis Ortopedi Subspesialis Hip and Knee Primaya Hospital Tangerang - Published: 2026-02-28 - Modified: 2026-02-25 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/bahaya-jantung-berdebar/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Tiba-tiba jantung “berdegup kencang”, terasa seperti akan melompat keluar dari dada, atau terasa “jedar-jedar” tidak beraturan — perasaan seperti ini hampir semua orang pernah mengalaminya. Banyak yang langsung panik dan berpikir “ini jantung saya bermasalah”. Padahal, jantung berdebar (palpitasi) adalah keluhan paling umum di poli jantung, dan sekitar 85–90 % kasus tidak berbahaya. Namun, 10–15 % lainnya bisa jadi tanda aritmia serius, hormon tiroid berlebih, dan meningkatkan resiko henti jantung secara mendadak. Di Indonesia, jutaan orang mengabaikan jantung berdebar karena “hanya sesaat”, padahal itu bisa jadi peringatan awal penyakit jantung. Yuk, kenali 15 penyebab paling sering, cara membedakan yang normal vs berbahaya, dan kapan harus segera ke dokter agar Anda tidak salah mengartikan “sinyal” dari jantung! Apa Itu Jantung Berdebar dan Bagaimana Rasanya? Jantung berdebar adalah sensasi ketika anda menjadi sangat “sadar” akan detak jantung sendiri. Meskipun kadang dianggap sepele, gejala ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada ritme atau fungsi jantung, terutama jika disertai hipertensi atau masalah jantung lainnya. Jantung berdebar dapat terasa dalam beberapa bentuk: Detak sangat cepat (takikardia):Jantung berdetak lebih cepat dari normal, biasanya lebih dari 100 kali per menit saat istirahat. Takikardia bisa menimbulkan pusing, sesak napas, atau lelah mendadak, dan sering terkait dengan tekanan darah tinggi. Detak sangat kuat (seperti “pukulan” di dada):Sensasi detak yang terasa lebih keras dari biasanya sering muncul akibat peningkatan tekanan darah atau kontraksi jantung yang lebih kuat untuk memompa darah melawan arteri yang kaku. Detak “jedar” atau terhenti sejenak (ekstrasistol):Kadang jantung terasa berhenti sesaat sebelum berdetak lagi dengan keras. Ekstrasistol adalah kontraksi prematur jantung yang bisa muncul pada orang sehat, sehabis konsumsi kopi maupun kelelahan ekstrim, tapi jika sering terjadi bisa menandakan adanya gangguan irama jantung. Detak tidak beraturan (kadang cepat dan kadang lambat):Irama jantung yang tidak teratur bisa terasa sebagai sensasi jantung melompat atau bergetar. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal aritmia serius yang membutuhkan evaluasi medis, terutama jika disertai gejala lain seperti nyeri dada atau sesak napas. Menyadari sensasi jantung berdebar dan mencatat frekuensi serta situasinya penting untuk membantu dokter menilai risiko dan menentukan langkah pengobatan yang tepat. Jangan mengabaikan gejala ini, karena bisa menjadi tanda awal gangguan jantung yang lebih serius. Menurut American Heart Association 2024, palpitasi normal terjadi pada semua orang, terutama saat stres, olahraga, atau minum kopi. Yang berbahaya adalah jika disertai gejala lain atau sering muncul tanpa pemicu jelas. 15 Penyebab Jantung Berdebar Paling Umum No Penyebab Ciri Khas Bahaya? 1 Stres/cemas/panik Mendadak, hilang saat tenang Tidak 2 Kopi, teh, energi drink Muncul setelah mengkonsumsi minuman tersebut Tidak (jika jarang) 3 Kurang tidur Setelah begadang Tidak 4 Dehidrasi Setelah olahraga tanpa minum Tidak 5 Anemia Disertai lemas, pucat Ya, perlu pengobatan 6 Hipertiroid BB turun, tangan gemetar Ya 7 Ekstrasistol (PVC/PAC) Terasa “jedar” atau terhenti sejenak (skipped beat) Biasanya jinak 8 Atrial Fibrillation (AF) Tidak beraturan, lama, biasa disertai gejala sesak napas Sangat berbahaya terutama jika disertai nyeri dada, sesak , maupun penurunan tekanan darah 9 Takikardia Supraventrikular Mendadak cepat >150 bpm Perlu evaluasi lanjut, terutama jika disertai nyeri dada, sesak , maupun penurunan tekanan darah 10 Obat/obat flu/dekongestan Setelah minum obat tertentu Bisa berbahaya 11 Demam tinggi Detak naik 10 bpm per 1°C Tidak (jika demam sembuh) 12 Hipoglikemi (gula darah rendah) Gemetar, keringat dingin Ya 13 Kehamilan Trimester 2–3, normal +10–20 bpm Tidak 14 Olahraga berat Sesaat setelah lari Tidak 15 Penyebab jantung struktural Kardiomiopati, katup bocor Berbahaya Cara Membedakan Jantung Berdebar Normal vs Berbahaya Tanda Normal Berbahaya (Segera ke Dokter) Durasi 10–15 menit atau sering berulang Pemicu Jelas (kopi, stres) Tanpa pemicu jelas Gejala lain Tidak ada Pusing, sesak, pingsan, nyeri dada Frekuensi Jarang >3x seminggu Usia & risiko Muda & sehat >50 th atau ada penyakit jantung Langkah Awal Jika Jantung Berdebar Duduk/berbaring tenang Tarik napas dalam 4 detik, tahan 4detik, keluar 6 detik (teknik 4-4-6) Minum air putih Hindari kafein & rokok Catat kapan, berapa lama, dan pemicunya Kapan Harus Segera ke IGD? Meskipun jantung berdebar kadang bisa bersifat ringan dan sementara, ada kondisi tertentu yang menandakan adanya masalah serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Jika gejala jantung berdebar disertai tanda-tanda berikut, segeralah menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau hubungi layanan darurat: Nyeri dada hebat:Nyeri yang terasa menekan atau terbakar di dada, terutama jika menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, bisa menjadi tanda serangan jantung atau gangguan arteri koroner serius. Jangan menunggu sampai reda, segera cari pertolongan medis. Pingsan atau hampir pingsan:Hilangnya kesadaran atau sensasi hampir pingsan dapat menunjukkan aliran darah ke otak terganggu akibat detak jantung yang tidak efektif, aritmia berat, atau gagal jantung. Kondisi ini berisiko tinggi dan membutuhkan evaluasi segera. Sesak napas berat:Kesulitan bernapas yang tiba-tiba atau semakin parah bisa menandakan gagal jantung akut atau penumpukan cairan di paru-paru. Gejala ini tidak boleh diabaikan, karena bisa berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa. Kebingungan atau sulit bicara:Perubahan mental mendadak, kebingungan, atau kesulitan berbicara dapat menjadi tanda... - Published: 2026-02-27 - Modified: 2026-02-24 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/masalah-tulang-dan-sendi/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Nyeri lutut saat bangun tidur, bunyi “krek” di bahu, atau jari tangan kaku di pagi hari — banyak orang menganggapnya “cuma capek” atau “efek usia”. Padahal, itu adalah sinyal awal tubuh bahwa tulang dan sendi sedang bermasalah. Di Indonesia, lebih dari 35 juta orang menderita gangguan muskuloskeletal, tapi 70 % baru berobat ketika sudah sulit berjalan. Padahal, jika gejala awal dikenali dan ditangani sejak dini, 80–90 % masalah tulang dan sendi bisa dicegah menjadi parah. Yuk, kenali 12 gejala awal yang sering diabaikan sebelum terlambat! Mengapa Gejala Awal Tulang dan Sendi Sering Diabaikan? Banyak orang mengira nyeri sendi atau bunyi “krek” adalah hal biasa seiring usia. Padahal, tubuh mengirimkan sinyal bahaya jauh sebelum terjadi kerusakan permanen. Menurut Global Burden of Musculoskeletal Diseases 2024, penyakit tulang dan sendi adalah penyebab disabilitas nomor satu di dunia pada usia produktif. 12 Gejala Awal yang Harus Segera Diwaspadai Nyeri sendi yang muncul setelah istirahat (morning stiffness) Sendi terasa kaku >30 menit saat bangun tidur — tanda klasik osteoarthritis atau rheumatoid arthritis dini. Bunyi “krek-krek” atau “klik” saat menggerakkan sendi Bukan berarti “ada pasir”, tapi bisa menandakan kartilago sudah menipis atau ligamen longgar. Nyeri lutut atau pinggul saat naik-turun tangga Gejala awal pengapuran sendi lutut (gonartrosis) atau pinggul. Nyeri punggung bawah yang menjalar ke bokong/kaki Bisa jadi saraf kejepit (HNP) atau spondilosis. Jari tangan/kaki bengkak seperti sosis di pagi hari Tanda khas rheumatoid arthritis atau psoriatic arthritis. Nyeri bahu saat mengangkat tangan di atas kepala Bisa frozen shoulder atau rotator cuff tear dini. Tumit sakit saat langkah pertama bangun tidur Plantar fasciitis atau taji tumit. Jari tangan terasa “tertahan” atau “trigger” saat ditekuk Trigger finger akibat inflamasi tendon. Nyeri pinggang yang hilang-timbul setelah duduk lama Sering awal dari herniasi diskus atau stenosis spinal. Sendi terasa panas atau bengkak ringan setelah aktivitas Tanda inflamasi aktif (bisa arthritis gout, RA, atau infeksi). Kesemutan atau mati rasa di tangan/kaki malam hari Bisa carpal tunnel syndrome atau saraf kejepit leher. Postur tubuh berubah (bungkuk, satu sisi atau pinggul miring) Tanda skoliosis atau ketidakseimbangan otot panggul. Contoh Kasus Nyata yang Sering Terjadi Keluhan Yang Dikira Fakta Sebenarnya Nyeri lutut saat naik tangga Hanya kecapekan Osteoarthritis dini Jari kaku pagi hari Efek dingin AC Rheumatoid arthritis Punggung pegal setelah duduk Kurang olahraga Hernia nukleus pulposus Tumit sakit langkah pertama Salah sepatu Plantar fasciitis Gejala Bahaya yang Butuh Periksa Segera (Red Flag) Segera temui dokter ortopedi jika mengalami gejala-gejala berikut, karena bisa menandakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat: Demam tinggi disertai sendi bengkak, merah, dan panas Kombinasi ini bisa menandakan infeksi sendi (septic arthritis) atau peradangan berat seperti artritis septik. Kondisi ini membutuhkan antibiotik atau tindakan medis segera untuk mencegah kerusakan permanen pada sendi dan penyebaran infeksi ke seluruh tubuh. Kehilangan kekuatan otot mendadak Penurunan kekuatan otot secara tiba-tiba, terutama di lengan atau kaki, bisa mengindikasikan saraf tertekan atau cedera serius pada tulang belakang, otot, atau saraf perifer. Deteksi dini penting untuk mencegah kelumpuhan atau kerusakan permanen. Kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan Jika tiba-tiba sulit berjalan, pincang, atau mudah tersandung, bisa menjadi tanda cedera tulang belakang, masalah sendi pinggul/lutut, atau gangguan neurologis. Penanganan cepat membantu mencegah jatuh atau cedera tambahan. Nyeri malam hari yang mengganggu tidur Nyeri yang muncul saat malam hari dan tidak membaik dengan istirahat bisa menandakan kondisi serius seperti tumor tulang, infeksi tulang, atau radang kronis. Pemeriksaan ortopedi diperlukan untuk menyingkirkan penyebab yang mengancam kesehatan. Berat badan turun tanpa sebab disertai nyeri tulang Kehilangan berat badan secara tiba-tiba bersama nyeri tulang bisa menjadi tanda penyakit serius, termasuk kanker tulang atau gangguan metabolik. Deteksi dini memungkinkan dokter memberikan perawatan yang tepat sebelum kondisi memburuk. Cara Mencegah & Mengurangi Gejala Awal di Rumah Jaga berat badan ideal Setiap kenaikan berat badan 5 kg dapat menambah beban sekitar 20 kg pada lutut saat berjalan. Menjaga berat badan tetap ideal membantu mengurangi tekanan pada sendi dan memperlambat kerusakan tulang rawan, terutama pada lutut dan pinggul. Olahraga low-impact 150 menit/minggu Pilihan olahraga seperti renang, bersepeda, yoga, atau jalan cepat aman untuk sendi dan membantu menjaga kekuatan otot penyangga. Aktivitas rutin ini meningkatkan fleksibilitas, sirkulasi darah, dan memperlambat proses pengapuran sendi. Peregangan rutin pagi & malam Melakukan peregangan setiap pagi dan malam membantu menjaga fleksibilitas otot dan sendi, mencegah kekakuan, serta mengurangi risiko cedera saat bergerak atau berolahraga. Fokus pada otot paha, betis, punggung, dan bahu. Konsumsi kalsium & vitamin D Kalsium 1. 000–1. 200 mg per hari penting untuk memperkuat tulang, sementara vitamin D 800–2. 000 IU per hari membantu penyerapan kalsium dan mendukung kesehatan sendi. Sumber alami termasuk susu, yogurt, ikan, dan paparan sinar matahari pagi. Hindari duduk/berdiri terlalu lama (>1 jam) Posisi statis yang terlalu lama dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang, lutut, dan pinggul. Usahakan berdiri atau berjalan sebentar setiap jam untuk melancarkan sirkulasi dan mengurangi kekakuan sendi. Pakai sepatu dengan sol empuk & arch support Sepatu yang tepat membantu... - Published: 2026-02-27 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pankreatitis-akut/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Sakit perut bisa menjadi pertanda berbagai masalah kesehatan dari yang ringan hingga berat. Salah satunya pankreatitis akut yang ditandai dengan peradangan mendadak pada pankreas. Pankreas merupakan organ yang sangat penting dan gangguan terhadapnya dapat menimbulkan konsekuensi serius pada kesehatan penderitanya. Berikut ini artikel yang menguraikan lebih lanjut seputar pankreatitis akut. Mengenal Pankreatitis Akut Pankreatitis akut adalah peradangan mendadak pada pankreas yang berlangsung dalam waktu singkat. Pankreas adalah organ kelenjar seukuran tangan yang terletak di belakang lambung. Organ ini memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan untuk memecah makanan dan memproduksi hormon seperti insulin untuk mengatur gula darah. Dalam pankreatitis akut, enzim-enzim pencernaan yang biasanya baru aktif di usus kecil justru diaktifkan lebih cepat di dalam pankreas itu sendiri hingga menyebabkan proses autodigestion atau pencernaan diri sendiri. Dikutip dari UCHealth, autodigestion merupakan proses ketika enzim pankreas menghancurkan jaringannya sendiri hingga berujung pada peradangan. Peradangan ini bisa akut ataupun kronis. Pemicu terjadinya autodigestion sendiri bermacam-macam. Setelah mengalami serangan akut, pankreas biasanya dapat pulih kembali dengan perawatan suportif. Namun pankreatitis akut yang parah bisa mengancam jiwa. Gejala Pankreatitis Akut Gejala pankreatitis akut muncul secara tiba-tiba. Gejala utama dan paling khas adalah nyeri perut bagian atas yang hebat dan biasanya menjalar ke punggung. Nyeri ini digambarkan seperti ditusuk-tusuk atau sensasi terbakar dan sering memburuk setelah makan atau ketika berbaring telentang. Gejala umum lain yang menyertai nyeri meliputi: Mual dan muntah hebat. Demam dan menggigil. Detak jantung cepat (takikardia). Perut kembung dan terasa lunak saat disentuh. Kulit dan mata menguning (jaundice) jika peradangan menyumbat saluran empedu. Dalam kasus yang parah, dapat muncul tanda-tanda syok seperti tekanan darah rendah dan kebingungan. Penyebab Pankreatitis Akut Terdapat dua penyebab utama pankreatitis akut, yakni: Batu empedu: penyebab paling umum di seluruh dunia. Batu empedu yang kecil dapat keluar dari kandung empedu dan menyumbat saluran pankreas, menghalangi aliran enzim dan memicu aktivasi enzim secara prematur. Konsumsi alkohol berat dan kronis: alkohol bisa meracuni sel pankreas, meningkatkan sekresi enzim, dan membuat pankreas lebih rentan terhadap peradangan. Risiko meningkat seiring dengan jumlah dan durasi konsumsi. Faktor lain yang perlu diwaspadai termasuk: Kadar lemak trigliserida darah sangat tinggi, di atas 1000 mg/dL (hipertrigliseridemia) Kebiasaan merokok Obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan penekan sistem imun Trauma atau cedera pada daerah perut Infeksi virus, seperti gondok dan sitomegalovirus Faktor genetik tertentu Komplikasi prosedur medis seperti endoscopic retrograde cholangiopancreatography Selain itu, pankreatitis akut mungkin bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Cara Dokter Mendiagnosis Pankreatitis Akut Dokter biasanya menegakkan diagnosis pankreatitis akut dengan beberapa langkah, antara lain: Pemeriksaan fisik untuk menilai rasa nyeri dan tanda-tanda lain yang mungkin menunjukkan peradangan. Wawancara medis mengenai gejala yang dialami, riwayat kesehatan, dan kebiasaan makanan serta gaya hidup pasien. Tes darah untuk mengukur kadar enzim pankreas. Kadar yang tinggi menunjukkan adanya peradangan. Pencitraan dengan ultrasonografi, pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan), atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk melihat kondisi pankreas lebih jelas dan potensi komplikasi seperti batu empedu. Cara Mengatasi Pankreatitis Akut Penanganan pankreatitis akut bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Metode perawatan yang umum meliputi: Perawatan di rumah sakit untuk mengontrol gejala, terutama nyeri dan mual. Pemberian cairan lewat infus untuk mencegah dehidrasi. Berpuasa selama beberapa hari atau diet rendah lemak agar pankreas bisa beristirahat dan memiliki waktu untuk pulih. Penggunaan analgesik untuk mengurangi nyeri serta antibiotik jika ada infeksi yang menyertai. Komplikasi Pankreatitis Akut Pankreatitis akut, terutama yang berat, dapat memicu komplikasi yang serius, seperti: Jaringan pankreas mati (nekrosis) yang meningkatkan risiko kematian. Kista semu pankreas yang dapat menekan organ sekitar atau terinfeksi. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut yang membahayakan fungsi organ-organ lain. Kegagalan sejumlah organ vital, termasuk paru-paru dan ginjal, karena peradangan sistemik. Pencegahan Pankreatitis Akut Terdapat sejumlah cara untuk mencegah pankreatitis akut, antara lain: Membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol. Menerapkan pola makan sehat dengan diet seimbang yang kaya sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian untuk membantu menjaga kesehatan pankreas. Berhenti merokok. Jika memiliki batu empedu, pastikan untuk menjalani perawatan yang tepat sesuai dengan rekomendasi dokter. Mengendalikan kadar trigliserida, antara lain dengan minum obat bila perlu. Kapan Harus ke Dokter? Segera cari pertolongan medis darurat jika merasakan gejala nyeri perut bagian atas yang sangat hebat dan mendadak, terutama yang menjalar ke punggung dan disertai muntah. Mendapatkan penanganan cepat dapat mengurangi komplikasi serius dari pankreatitis akut dan meningkatkan peluang pemulihan. Ditinjau oleh: dr. Kathi Swaputri Kancana, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2026-02-26 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/dokter-spesialis-ortopedi/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Nyeri lutut saat naik tangga, punggung pegal terus-menerus, atau anak kecil jalannya pincang — semua itu sering membuat kita bertanya, “Harus ke dokter apa ya? ” Jawabannya biasanya satu: dokter ortopedi. Banyak orang masih mengira ortopedi hanya untuk patah tulang atau pasang pen saja. Padahal, dokter spesialis ortopedi (Sp. OT) adalah ahli seluruh sistem gerak tubuh: tulang, sendi, otot, ligamen, tendon, hingga saraf perifer. Mereka menangani dari bayi baru lahir dengan kelainan bawaan hingga lansia dengan pengapuran sendi. Yuk, kenali lebih dalam apa itu ortopedi, apa saja yang ditangani, dan kapan Anda harus segera ke dokter spesialis tulang dan sendi! Apa Itu Ortopedi dan Asal Katanya? Kata “ortopedi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “orthos” yang berarti lurus dan “paidion” yang berarti anak. Awalnya, bidang ilmu ini fokus pada upaya meluruskan tulang anak-anak yang bengkok akibat penyakit seperti rakhitis atau polio. Seiring perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis, cakupan ortopedi kini jauh lebih luas. Dokter ortopedi tidak hanya menangani kelainan tulang pada anak, tetapi juga berbagai masalah pada sendi, otot, ligamen, tendon, hingga saraf perifer pada semua usia, mulai dari bayi hingga lansia, termasuk cedera olahraga, pengapuran sendi, osteoporosis, dan trauma akibat kecelakaan. Evolusi ini menjadikan ortopedi sebagai bidang yang komprehensif dalam menjaga kesehatan dan fungsi sistem gerak tubuh. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) 2024, ortopedi adalah cabang kedokteran yang mendiagnosis, merawat, merehabilitasi, dan mencegah kelainan pada sistem muskuloskeletal (tulang, sendi, otot, ligamen, tendon, dan saraf). 10 Subspesialisasi Ortopedi yang Perlu Anda Ketahui Subspesialis Contoh Penyakit Utama Trauma Ortopedi Patah tulang, dislokasi, luka robek ligamen Ortopedi Anak Kaki pengkor, pinggul bawaan, skoliosis anak Spine (Tulang Belakang) Saraf kejepit, skoliosis, spondilolistesis Hand & Microsurgery Putus jari, sindrom terowongan karpal Foot & Ankle Hallux valgus, keseleo kronis, diabetic foot Sport Injury Robek ACL/MCL, cedera bahu atlet Tumor Tulang Kanker tulang primer, metastasis tulang Arthroplasty (Penggantian Sendi) Penggantian lutut/pinggul karena pengapuran Shoulder & Elbow Frozen shoulder, rotator cuff tear Orthopaedic Oncology Tumor jinak & ganas tulang Gejala yang Menandakan Anda Butuh Dokter Ortopedi Segera periksa ke dokter ortopedi jika mengalami gejala-gejala berikut, karena bisa menandakan adanya masalah serius pada tulang, sendi, atau otot: Nyeri sendi atau tulang lebih dari 6 minggu meski sudah istirahat Rasa nyeri yang menetap bisa menandakan radang sendi, cedera kronis, atau pengapuran. Istirahat saja tidak cukup, perlu evaluasi medis untuk menentukan penyebab dan pengobatan yang tepat. Sendi bengkak, merah, panas, atau terasa hangat Tanda-tanda peradangan ini bisa berasal dari infeksi, artritis, atau cedera serius. Penanganan cepat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada sendi. Kesulitan berjalan, pincang, atau postur tubuh berubah Perubahan gaya berjalan atau postur dapat menunjukkan kelainan tulang belakang, cedera ligamen, atau kelemahan otot. Diagnosis dini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut. Tulang terasa “krek” atau berbunyi keras saat digerakkan Bunyi pada sendi atau tulang bisa menjadi indikasi pengapuran sendi, kerusakan kartilago, atau masalah biomekanik lain yang memerlukan pemeriksaan ortopedi. Nyeri malam hari yang mengganggu tidur Nyeri yang muncul saat malam hari bisa menandakan kondisi serius seperti tumor tulang, peradangan kronis, atau cedera yang tidak sembuh sempurna. Kehilangan kekuatan otot di lengan atau kaki Penurunan kekuatan otot bisa mengindikasikan saraf tertekan, cedera tendon, atau gangguan neurologis yang memerlukan evaluasi spesialis. Cedera olahraga yang tidak sembuh dalam 2–3 minggu Cedera yang lama sembuh, seperti keseleo, robekan ligamen, atau fraktur kecil, harus diperiksa agar tidak menimbulkan kerusakan permanen atau membatasi aktivitas fisik. Prosedur yang Biasa Dilakukan Dokter Ortopedi Operasi patah tulang & pemasangan pen/plat Dokter ortopedi melakukan reposisi tulang yang patah dan menstabilkannya dengan pen, plat, atau sekrup agar tulang dapat sembuh pada posisi yang benar. Prosedur ini mencegah deformitas, mempersingkat waktu pemulihan, dan mengembalikan fungsi normal anggota tubuh. Artroskopi (operasi lubang kunci) lutut, bahu, pergelangan Prosedur minimal invasif ini menggunakan kamera kecil dan alat khusus yang dimasukkan melalui sayatan kecil. Artroskopi memungkinkan dokter memperbaiki kerusakan meniskus, ligamen, atau kartilago dengan risiko komplikasi dan waktu pemulihan yang lebih rendah dibanding operasi terbuka. Penggantian sendi lutut/pinggul Pada pasien dengan osteoartritis parah atau kerusakan sendi akibat cedera, dokter ortopedi dapat melakukan operasi penggantian sendi dengan prostesis. Prosedur ini bertujuan mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, dan kualitas hidup pasien. Operasi skoliosis & fusi tulang belakang Skoliosis atau kelainan tulang belakang yang signifikan dapat diatasi melalui koreksi dan fusi tulang belakang, sehingga mencegah kelainan postur semakin parah dan mengurangi nyeri kronis. Teknik ini memerlukan perencanaan cermat untuk menjaga keseimbangan tubuh dan fungsi saraf. Bedah mikro tangan (penyambungan jari putus) Dokter ortopedi dengan spesialisasi bedah tangan dapat menyambungkan kembali jari atau tendon yang putus menggunakan mikroskop dan alat khusus. Prosedur ini membutuhkan presisi tinggi untuk memulihkan fungsi tangan secara optimal. Injeksi PRP, viscosupplementation, atau steroid sendi Terapi injeksi digunakan untuk mengurangi nyeri, peradangan, dan meningkatkan fungsi sendi. Platelet-Rich Plasma (PRP) merangsang penyembuhan jaringan, viscosupplementation menambah pelumas sendi pada osteoartritis, sedangkan steroid mengurangi peradangan akut. Terapi manipulasi & fisioterapi khusus ortopedi Selain prosedur invasif, dokter ortopedi juga... - Published: 2026-02-26 - Modified: 2026-02-24 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/skrining-prenatal/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kehamilan adalah masa yang menggembirakan sekaligus menegangkan. Di satu sisi, ada rasa senang karena buah hati akan segera datang. Di sisi lain, ada kekhawatiran atas kondisi kesehatan janin dalam kandungan. Skrining prenatal hadir sebagai upaya untuk menepis kekhawatiran itu. Dalam artikel ini akan dibahas seputar pemeriksaan kehamilan itu secara mendalam. Mengenal Skrining Prenatal Skrining prenatal adalah serangkaian tes yang dilakukan selama kehamilan untuk menilai risiko atau kemungkinan adanya kelainan genetik atau kondisi bawaan tertentu pada janin. Kelainan genetik itu antara lain sindrom Down, sindrom Edwards, atau sindrom Patau, juga cacat tabung saraf seperti anensefal (tempurung kepala tidak terbentuk) dan spina bifida. Adapun kondisi penyakit genetik termasuk penyakit sel sabit, fibrosis kistik, dan penyakit Tay-Sachs. Dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), skrining prenatal berbeda dengan tes diagnostik prenatal. Skrining prenatal hanya memperkirakan risiko atau kemungkinan, tidak memastikan keberadaan kelainan atau kondisi tersebut. Hasil skrining biasanya dinyatakan dalam rasio. Misalnya “1 dari 1. 000” yang berarti risikonya rendah atau “1 dari 50” yang berarti risikonya lebih tinggi dan diperlukan investigasi lebih lanjut dengan tes diagnostik yang lebih invasif dan berisiko bagi kehamilan. Skrining prenatal berfungsi sebagai filter awal yang aman dan tanpa risiko bagi kehamilan. Tes ini biasanya dilakukan pada trimester pertama dan kedua kehamilan. Tes di setiap trimester dapat mendeteksi kemungkinan kelainan yang berbeda dan hasilnya bisa dikombinasikan untuk meningkatkan akurasi. Dengan begitu, orang tua bisa mendapatkan informasi mengenai kesehatan janin dan lebih dapat mempersiapkan diri menyambut kelahirannya. Siapa Saja yang Memerlukan Skrining Prenatal? Pada prinsipnya, setiap kehamilan memerlukan skrining prenatal. ACOG pun merekomendasikan semua perempuan yang hamil untuk menjalani skrining ini. Namun terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih memerlukan skrining prenatal, antara lain: Usia ibu di atas 35 tahun karena risiko memiliki bayi dengan kelainan kromosom meningkat seiring bertambahnya usia ibu. Ada riwayat kelainan genetik dalam keluarga baik dari pihak ibu maupun ayah. Terdapat kelainan kromosom atau cacat lahir dalam kehamilan sebelumnya. Hasil ultrasonografi (USG) menimbulkan kecurigaan akan adanya kelainan, misalnya penebalan tengkuk janin (nuchal translucency). Ibu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes yang tidak terkontrol atau epilepsi yang memerlukan obat tertentu. Ibu yang terpapar obat-obatan tertentu, infeksi, atau radiasi yang berpotensi mengganggu perkembangan janin. Kapan Seseorang Memerlukan Skrining Prenatal? Tes skrining prenatal umumnya dibagi menjadi beberapa fase sesuai dengan usia kehamilan, yakni: Trimester pertama (minggu 10-13): Biasanya kombinasi antara tes darah ibu dan USG untuk mengukur ketebalan nuchal translucencyberdasarkan pemeriksaan kadar PAPP-A dan hCG. Trimester kedua (minggu 14-22): Disebut quad screenatau quadruple test karena mengukur empat substansi dalam darah ibu, yakni AFP, hCG, Estriol, dan Inhibin-A. Skrining terintegrasi: Menggabungkan hasil dari tes trimester pertama dan kedua untuk memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Selain itu, ada non-invasive prenatal testing (NIPT) alias cell-free DNA (cfDNA) screening yang dapat dilakukan mulai minggu ke-10 kehamilan untuk menganalisis DNA janin yang beredar dalam darah ibu. Ada pula USG anatomi pada minggu ke-18 hingga ke-22 untuk melihat struktur fisik bayi secara menyeluruh, dari jantung, otak, hingga anggota gerak. Manfaat dan Tujuan Skrining Prenatal Tujuan utama skrining prenatal adalah memberikan pemberdayaan informasi kepada orang tua mengenai kondisi kehamilan dan janin dalam kandungan. Adapun manfaatnya antara lain: Jika ditemukan risiko tinggi, orang tua memiliki waktu untuk mempelajari kondisi tersebut sekaligus menyiapkan mental dan finansial. Memungkinkan dokter merencanakan persalinan di fasilitas kesehatan yang sesuai, termasuk soal ketersediaan peralatan penunjang yang lengkap. Memberikan kelegaan psikologis ketika hasil skrining menunjukkan risiko rendah. Memungkinkan intervensi dini untuk beberapa kondisi, seperti cacat jantung tertentu, termasuk fetal surgery atau bedah janin saat masih di dalam rahim. Persiapan Sebelum Menjalani Skrining Prenatal Persiapan skrining prenatal umumnya sederhana dan lebih terkait dengan persiapan mental, antara lain: Konseling genetik/pra-skrining dengan dokter kandungan tentang pilihan tes yang tersedia, akurasi, kelebihan, kekurangan, serta apa arti dari setiap kemungkinan hasil. Mengetahui usia kehamilan yang tepat lewat USG karena sangat mempengaruhi akurasi skrining. Diskusi dengan pasangan mengenai hasil tes bila menunjukkan risiko tinggi. Memantapkan hati dan menyiapkan mental untuk menerima apa pun hasil tes. Prosedur dan Pelaksanaan Skrining Prenatal Prosedur skrining prenatal umumnya bersifat noninvasif, yang berarti tidak menimbulkan risiko bagi janin di dalam rahim. Prosedur ini berbeda sesuai dengan jenis tes yang dilakukan. USG: ibu berbaring, lalu perut diolesi dengan gel dan dokter menggunakan alat transduser yang digerak-gerakkan untuk mengukur cairan di belakang leher janin dan memeriksa anatomi dasar. Tes darah: sampel darah diambil dari lengan ibu untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Laporan hasil skrining prenatal biasanya akan keluar dalam waktu 7-14 hari kerja, tergantung jenis pemeriksaannya. Perawatan Pasca-Skrining Prenatal Tidak ada perawatan khusus secara fisik seusai tes skrining prenatal yang noninvasif. Orang tua hanya perlu tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa sembari menunggu hasil tes keluar. Adakah Efek Samping Setelah Skrining? Skrining prenatal baik tes darah maupun USG tidak menimbulkan efek samping fisik bagi ibu atau janin. Tidak ada risiko keguguran dari skrining ini. Efek samping yang mungkin muncul biasanya bersifat psikologis, terutama... - Published: 2026-02-25 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persalinan-normal-vs-caesar/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Di Indonesia, angka persalinan caesar mencapai 30–40 % — jauh di atas rekomendasi WHO maksimal 10–15 %. Banyak ibu memilih caesar karena “takut sakit”, “takut janin besar”, atau “ingin tanggal cantik”. Padahal, persalinan normal tetap menjadi pilihan terbaik untuk ibu dan bayi jika tidak ada indikasi medis. Namun, caesar memang penyelamat nyawa pada kasus tertentu. Yang terpenting: keputusan harus berdasarkan fakta medis, bukan mitos atau tekanan sosial. Yuk, marik kita pahami secara lengkap kelebihan dan risiko masing-masing, indikasi caesar yang benar, dan persiapan optimal agar Anda bisa memilih cara melahirkan yang paling aman & nyaman untuk Anda dan bayi! Persalinan Normal (Vaginal Birth): Proses Alami yang Dirancang Tubuh Persalinan normal merupakan proses alami ketika bayi lahir melalui jalan lahir dengan bantuan kontraksi rahim yang bekerja secara ritmis dan terkoordinasi. Dalam kondisi tertentu, proses ini bisa berlangsung spontan tanpa intervensi, namun dapat pula dibantu dengan induksi ringan apabila dokter menilai perlu mempercepat atau memicu kontraksi. Proses ini terjadi karena tubuh ibu memang dirancang untuk melahirkan. Hormon-hormon seperti oksitosin dan prostaglandin berperan penting dalam memicu kontraksi dan membuka serviks, sementara panggul dan jaringan sekitarnya menyesuaikan diri agar bayi dapat bergerak turun menuju jalan lahir. Dibandingkan metode lain, persalinan normal umumnya memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat, risiko infeksi lebih rendah, dan lebih cepat membantu ibu kembali beraktivitas. Selain itu, bayi juga mendapatkan manfaat penting seperti pembersihan cairan paru secara alami dan paparan mikrobiota baik dari jalur lahir yang bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuhnya. Meski demikian, proses persalinan normal tetap membutuhkan evaluasi medis untuk memastikan kondisi ibu dan bayi aman. Faktor-faktor seperti posisi bayi, tekanan darah ibu, hingga kondisi plasenta dapat memengaruhi keputusan tim medis apakah persalinan dapat dilakukan secara normal atau perlu tindakan lain untuk menjamin keselamatan keduanya. Menurut World Health Organization 2023, persalinan normal adalah cara teraman bagi 85–90 % ibu hamil tanpa komplikasi. 12 Kelebihan Persalinan Normal Pemulihan 3–7 hari (vs 4–6 minggu caesar) Risiko infeksi & perdarahan lebih rendah Bayi dapatkan bakteri baik dari jalan lahir → imunitas lebih kuat Produksi ASI lebih cepat & banyak Risiko komplikasi pernapasan bayi lebih rendah Bisa VBAC (vaginal birth after caesarean) di kehamilan berikutnya Biaya lebih murah Tidak ada bekas luka operasi Hormon endorfin alami kurangi nyeri pasca lahir Ikatan ibu-bayi lebih cepat (skin-to-skin langsung) Risiko plasenta previa/akreta di kehamilan berikutnya lebih rendah Proses lebih “alami” & memuaskan secara emosional Risiko Persalinan Normal (Jarang, Tapi Perlu Diketahui) Robekan perineum (bisa dijahit) Inkontinensia urin/sembelit sementara Distosia bahu (jarang) Perdarahan pasca lahir (PPH) Persalinan Caesar: Operasi Penyelamat Nyawa Persalinan caesar adalah prosedur pembedahan untuk mengeluarkan bayi melalui sayatan di bagian perut dan rahim. Tindakan ini dilakukan ketika proses persalinan normal tidak memungkinkan atau dinilai berisiko bagi ibu maupun bayi. Dalam praktiknya, caesar terbagi menjadi dua kategori utama yang ditentukan berdasarkan kondisi medis dan urgensinya. Caesar elektif (terencana) dilakukan ketika dokter dan ibu sudah mengetahui lebih awal bahwa persalinan normal tidak disarankan. Biasanya alasan meliputi posisi bayi sungsang, plasenta menutupi jalan lahir, berat badan bayi terlalu besar, atau ibu memiliki kondisi medis tertentu yang membuat persalinan vaginal berisiko. Dengan perencanaan yang matang, prosedur ini dapat dilakukan dalam kondisi stabil dan terkontrol. Sementara itu, caesar emergensi (darurat) dilakukan ketika muncul situasi yang mengancam keselamatan ibu atau bayi selama proses persalinan berlangsung. Contoh kondisi yang memerlukan tindakan segera termasuk gawat janin, perdarahan hebat, tekanan darah ibu meningkat drastis, atau pembukaan serviks tidak berkembang meski kontraksi sudah kuat. Dalam kasus seperti ini, kecepatan penanganan sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Sebagai langkah penyelamat nyawa, persalinan caesar memiliki tingkat keberhasilan tinggi dan dapat menjadi pilihan terbaik ketika kondisi tidak memungkinkan persalinan normal. Setelah prosedur, ibu membutuhkan masa pemulihan yang sedikit lebih lama dibandingkan persalinan vaginal, namun dengan perawatan yang tepat, sebagian besar ibu dapat kembali pulih dan beraktivitas seperti biasa. Ini 12 Indikasi Caesar yang Benar, Menurut ACOG & PERKI Plasenta previa total Letak lintang/sungsang + tidak bisa ECV Janin besar (>4,5 kg) + diabetes/riwayat distosia bahu Panggul sempit klinis Herpes genital aktif Previa + perdarahan hebat Prolaps tali pusat Detak jantung janin abnormal persisten Gagal induksi setelah 24 jam Kehamilan kembar dengan posisi sulit Riwayat caesar klasik atau >3 caesar sebelumnya Penyakit ibu berat (jantung, paru) 12 Risiko Caesar yang Harus Dipahami Pemulihan 4–6 minggu (vs 3–7 hari normal) Risiko infeksi luka operasi Perdarahan lebih banyak Risiko trombosis vena dalam Bekas luka & nyeri kronis Risiko plasenta previa/akreta di kehamilan berikutnya (10–20x lebih tinggi) Bayi risiko gangguan pernapasan sementara (TTN) Keterlambatan inisiasi menyusui Risiko ruptur uteri di kehamilan berikutnya (VBAC) Anestesi risiko (spinal/epidural) Biaya 3–5x lebih mahal Rawat inap lebih lama Persiapan Optimal untuk Persalinan Normal Senam hamil & yoga prenatal Latihan pernapasan & relaksasi Pijat perineum minggu 34+ Pilih dokter/bidan pro-normal Buat birth plan & diskusi dengan suami Persiapan Jika Harus Caesar Puasa 6–8 jam sebelum operasi Persiapan mental & emosional Skin-to-skin di ruang operasi (jika memungkinkan)... - Published: 2026-02-25 - Modified: 2026-02-25 - URL: https://primayahospital.com/urologi/batu-ginjal-apa-penyebabnya/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Ketika tiba-tiba pinggang sebelah kanan/kiri terasa nyeri menusuk luar biasa yang bisa disertai, urine berdarah, dan mual muntah hebat, banyak orang baru sadar bahwa ada “batu” di dalam ginjalnya. Di Indonesia, batu ginjal (urolitiasis) dialami 1 dari 10 orang dewasa dan menjadi penyebab kunjungan urologi terbanyak. Yang lebih mengkhawatirkan, 50 % penderita akan kambuh lagi dalam 5–10 tahun jika tidak mengubah gaya hidup. Kabar baiknya: 80–90 % batu ginjal bisa dicegah hanya dengan perubahan pola makan dan minum yang benar. Yuk, kenali penyebab, gejala, dan 10 cara ampuh mencegah batu ginjal sebelum terlambat! Mengenal Batu Ginjal dan Jenis-Jenisnya Batu ginjal adalah endapan keras berbentuk kristal yang terbentuk di saluran kemih, termasuk ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra. Ukurannya sangat bervariasi, mulai dari butiran kecil seperti pasir hingga sebesar bola pingpong, bisa sebesar >6cm mengisi seluruh saluran ginjal dan dapat menyebabkan rasa nyeri hebat saat berpindah melalui saluran kemih yang disebut ureter. Jenis batu ginjal yang paling umum ditemui antara lain: Kalsium oksalat (70–80%) Merupakan jenis batu paling sering terjadi. Faktor risiko meliputi kurang minum, konsumsi makanan tinggi oksalat (bayam, cokelat, kacang-kacangan), serta faktor genetik tertentu. Asam urat (10–15%) Terkait dengan kadar purin tinggi dalam makanan seperti jeroan, seafood, dan daging merah. Batu asam urat lebih sering muncul pada orang dengan asam urat tinggi atau metabolisme purin abnormal. Struvit (10%) Biasanya berkembang akibat infeksi saluran kemih kronis. Batu struvit dapat tumbuh cepat dan sering membentuk “batu staghorn” yang mengisi ruang ginjal. Sistin (1–2%) Merupakan jenis batu yang sangat jarang dan disebabkan oleh kelainan genetik langka, sehingga tubuh mengeluarkan terlalu banyak asam amino sistin ke dalam urin. Menurut Mayo Clinic 2024, risiko batu ginjal di Indonesia tinggi karena iklim panas + kebiasaan minum kurang dari 2 liter/hari. Gejala Batu Ginjal yang Khas dan Sering Diabaikan Batu ginjal sering menimbulkan nyeri hebat yang khas, tetapi ada juga gejala awal yang ringan dan mudah diabaikan. Mengenali tanda-tanda ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan komplikasi dicegah. Gejala klasik (“kolik renalis”): • Nyeri pinggang sisi kanan/kiri menusuk hebat, menjalar ke perut bawah atau selangkangan Nyeri tajam ini muncul saat batu bergerak di ureter dan sering membuat penderita sulit duduk atau bergerak. Nyeri datang & pergi seperti gelombang (kolik) Intensitas nyeri bisa naik turun, kadang sangat parah selama 20–60 menit sebelum mereda sementara. Urine keruh, berdarah, atau berbau amis Adanya darah atau infeksi membuat urine berubah warna atau berbau tidak normal. Sering ingin kencing tapi hanya keluar sedikit-sedikit (anyang-anyangan) Ini menandakan batu menghambat aliran urin di ureter atau kandung kemih. Mual dan muntah hebat Rasa nyeri ekstrem sering memicu mual dan muntah, terutama jika kolik renalis tiba-tiba menyerang. Demam dan menggigil jika ada infeksi, bila infeksi terjadi sistemik, bukan lagi disistem saluran kemih Infeksi saluran kemih atau batu struvit bisa menyebabkan demam tinggi, menggigil, dan memerlukan penanganan segera. Gejala awal yang sering diabaikan: • Nyeri pinggang ringan kronis yang muncul sesekali • Urine keruh atau berbau tidak normal tanpa nyeri • Sering anyang-anyangan atau terasa ingin buang air kecil terus-menerus 8 Penyebab Utama Batu Ginjal Kurang minum air putih (2. 000 mg/hari) Kurang bergerak (sedentary life style) Cara Mencegah Batu Ginjal Secara Alami & Efektif Minum air putih 2,5–3 liter/hari Urine harus jernih seperti air putih Tambahkan perasan jeruk lemon/nipis ke air minum Sitrat dalam lemon mencegah kristal kalsium menggumpal (studi Urology 2022). Batasi garam 38,5 °C disertai menggigil yang disertai gejala infeksi saluran kemih Gejala ini mengindikasikan kemungkinan adanya infeksi saluran kemih atau ginjal (pyelonefritis) yang membutuhkan antibiotik segera. Urine berdarah banyak atau tidak bisa kencing sama sekali Perdarahan hebat atau retensi urin bisa menjadi tanda batu besar atau obstruksi saluran kemih yang berisiko merusak ginjal. Muntah terus-menerus hingga tidak bisa minum Dehidrasi cepat dapat terjadi akibat muntah berulang, sehingga perlu penanganan cairan intravena segera. Informasi lengkap tentang batu ginjal dapat dibaca pada artikel tindakan ESWL untuk batu ginjal dan gejala awal masalah ginjal dari Primaya Hospital. Ginjal Bebas Batu, Hidup Lebih Nyaman Batu ginjal bukan penyakit “takdir”. Dengan minum cukup air, mengurangi garam & protein hewani, serta menambahkan lemon dan kalsium alami, risiko batu ginjal bisa turun hingga 80 %. Mulai hari ini, letakkan botol air 1,5 liter di meja kerja dan habiskan sebelum pulang. Tambahkan perasan lemon setiap pagi (Infus Water tambahkan jahe dan timun untuk mengurangi rasa asam) Dalam 3–6 bulan, ginjal Anda akan “berterima kasih” dengan tidak pernah lagi membuat Anda meringis kesakitan. Hidup tanpa batu ginjal sangat mungkin — cukup dengan kebiasaan kecil yang Anda mulai sekarang! Ditinjau oleh: dr. Siti Tersiani Kamil, Sp. U Spesialis Bedah Urologi Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2026-02-24 - Modified: 2026-02-25 - URL: https://primayahospital.com/saraf/bells-palsy/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Apakah Anda pernah melihat orang yang tiba-tiba sulit menggerakkan salah satu sisi wajahnya? Biasanya mulutnya terlihat mencong atau matanya tidak bisa menutup rapat. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan penyakit yang disebut dengan Bell’s Palsy. Mengenal Pengertian Bell's Palsy Menurut Hohman dalam National Institutes of Health, Bell’s Palsy adalah kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini menyebabkan sebagian wajah tampak melorot atau tampak lebih rendah sebelah. Bell’s Palsy disebabkan oleh gangguan saraf yang fungsinya mengendalikan otot-otot wajah. Mulai dari otot untuk tersenyum, otot mengedipkan mata, atau bahkan otot untuk mengernyitkan dahi. Hal tersebut menyebabkan penderita kehilangan kendali terhadap wajahnya. Bell’s Palsy bisa terjadi pada siapa saja. Namun, sejauh ini kondisi yang paling umum terjadi adalah pada ibu hamil. Selain itu, Bell’s Palsy juga banyak terjadi pada penderita diabetes dan penderita infeksi saluran pernapasan atas, misalnya flu. Bell’s Palsy umumnya memang tidak permanen dan penderita dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa bulan. Yang harus Anda cermati adalah bahwa Bell’s Palsy ini berbeda dengan stoke. Meskipun sama-sama menyebabkan kelumpuhan, namun Bell’s Palsy hanya memengaruhi otot wajah. Apa Saja Gejala Bell’s Palsy? Gejala Bell’s Palsy umumnya terjadi secara mendadak atau tiba-tiba dan terjadi dalam hitungan jam hingga satu atau maksimal dua hari. Namun untuk memahami gejala Bell’s Palsy, berikut ini adalah beberapa poin yang harus Anda kenali. Wajah lumpuh tiba-tiba pada salah satu sisinya. Wajah tampak melorot pada salah satu sisinya dan kesulitan untuk tersenyum pada salah satu sisi wajah. Mata pada sisi yang mengalami kelumpuhan akan sulit menutup atau berkedip. Mata juga menjadi lebih sering berair karena tidak bisa dikontrol. Wajah dan bibir mengalami kedutan atau kesemutan. Mengiler tanpa disadari, terutama pada sudut mulut di bagian sisi wajah yang mengalami kelumpuhan. Gangguan mengecap rasa pada sebagian lidah karena indra perasa juga ikut terpengaruh kelumpuhan wajah. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala di atas, maka segera konsultasi ke dokter secepat mungkin. Anda juga perlu menghitung berapa lama kondisi tersebut terjadi dan bagian mana saja yang mengalami kelumpuhan. Hal tersebut agar dokter lebih mudah dan tepat mendiagnosis. Apa Penyebab Kelumpuhan Wajah Sebelah? Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab Bell’s Palsy. Penyebab pastinya memang masih diteliti, namun ada dugaan sementara jika Bell’s Palsy ini disebabkan karena peradangan atau pembengkakan pada saraf wajah. Pembengkakan atau perdagangan tersebut menyebabkan sinyal dari otak yang dikirim ke otot wajah menjadi terganggu. Akibatnya, otot wajah menjadi lemah atau bahkan lumpuh pada satu sisi. Peradangan pada saraf wajah umumnya dipicu oleh infeksi virus tertentu. Beberapa virus yang dianggap menyebabkan Bell’s Palsy adalah sebagai berikut ini: Virus herpes simplex, ini adalah virus yang biasanya menjadi penyebab herpes di mulut dan bibir Virus varicella zoster, virus ini adalah penyebab cacar air dan cacar ular (herpes zoster) Virus influenza, virus yang paling umum diketahui, yaitu virus penyebab flu Virus Epstein-Barr, penyebab mononucleosis atau infeksi virus menular atau kerap disebut dengan demam kelenjar atau penyakit berciuman. Virus ini paling sering disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau anggota keluarga yang terkena virus herpes. Cytomegalovirus (CMV), yang dapat menyerang berbagai organ tubuh termasuk salah satunya adalah bagian wajah. Virus pernapasan lain yang bisa memicu peradangan saraf dan menyebabkan otak wajah kehilangan kendali atau mengalami kelumpuhan. Cara Dokter Mendiagnosis Bell’s Palsy Jika Anda mengalami Bell’s Palsy, maka segera pergi ke dokter untuk konsultasi dan mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan mendiagnosis Bell’s Palsy dengan melakukan konseling atau tanya jawab terkait kondisi pasien terlebih dahulu. Beberapa hal yang akan ditanyakan dokter adalah berikut ini: Bagaimana gejala awal muncul termasuk kapan awal keluhan mengalami Bell’s Palsy. Apakah ada riwayat penyakit sebelumnya, misalnya diabetes atau hipertensi. Apakah ada riwayat infeksi saluran pernapasan atau infeksi virus tertentu. Apakah ada keluarga yang juga mengalami Bell’s Palsy. Setelah melakukan sesi konseling, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada wajah pasien untuk menilai kemampuan otot. Misalnya pasien diminta untuk mengangkat alis, menutup mata, tersenyum, dan lainnya. Jika ada tanda kelumpuhan berat, ada beberapa tes tambahan, berikut: Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada infeksi atau penyakit lainnya. Dilakukan Elektromiografi atau EMG untuk menilai bagaimana aktivitas listrik pada otot wajah dan seberapa besar tingkat kerusakan saraf. Melakukan CT Scan atau MRI untuk pengecekan lebih lanjut. Hal ini terutama karena ditakutkan adanya tumor, stroke, atau kelainan yang ada pada struktur saraf dan otak. Bagaimana Pengobatan Bell’s Palsy? Sebagian besar Bell’s Palsy akan sembuh dalam beberapa minggu hingga bulan dengan sendirinya. Namun, jika ingin cepat sembuh, maka pengobatan medis tentu dibutuhkan. Hal ini untuk mempercepat pemulihan dan mencegah adanya komplikasi. Pengobatannya adalah sebagai berikut: Obat Kortikosteroid, misalnya methylprednisolone dalam Cormetison,yang berguna untuk mengurangi peradangan pada saraf wajah. Diberikan juga obat antivirus, misalnya acyclovir dalam Acivar,yang akan diberikan kepada penderita Bell’s Palsy yang diduga mengalami infeksi virus. Diberikan obat pereda nyeri seperti paracetamoluntuk meredakan nyeri di sekitar telinga atau wajah. Diberikan juga tetes atau salep mata untuk membantu melindungi... - Published: 2026-02-24 - Modified: 2026-02-24 - URL: https://primayahospital.com/anak/tumbuh-kembang-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Setiap orang tua menantikan momen penting dalam kehidupan anak, mulai dari tersenyum, berguling, duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan. Tumbuh kembang anak merupakan proses penting yang berlangsung sangat cepat, terutama pada lima tahun pertama kehidupan. Di Indonesia, sekitar 20–25% anak mengalami keterlambatan perkembangan ringan hingga sedang, yang umumnya disebabkan oleh kurangnya stimulasi atau gizi yang belum optimal. Padahal, sekitar 90% perkembangan otak terjadi pada usia 0–5 tahun. Periode ini dikenal sebagai masa emas (golden period), di mana stimulasi yang tepat sangat menentukan kemampuan anak di masa depan. Kabar baiknya, sebagian besar keterlambatan perkembangan ringan dapat diperbaiki dengan deteksi dan intervensi dini. Apa yang Dimaksud Tumbuh Kembang Anak dan Mengapa Penting Dipantau? Tumbuh kembang anak terdiri dari dua aspek utama: Pertumbuhan Meliputi perubahan fisik seperti: Berat badan Tinggi badan Lingkar kepala Pertumbuhan dapat diukur secara objektif menggunakan timbangan dan alat ukur tinggi badan. Perkembangan Meliputi kemampuan fungsi tubuh, seperti: Motorik kasar Motorik halus Bahasa Sosial-emosional Kognitif Perkembangan dinilai melalui milestone atau tonggak perkembangan sesuai usia. Pemantauan tumbuh kembang dapat dilakukan menggunakan metode seperti Denver II atau KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dan World Health Organization. Pemantauan rutin penting karena keterlambatan perkembangan dapat menjadi tanda awal kondisi seperti: Stunting Gangguan perkembangan Gangguan neurologis Gangguan spektrum autisme Anak dengan perkembangan optimal di usia dini terbukti memiliki prestasi akademik lebih baik, kesehatan lebih baik, dan produktivitas lebih tinggi saat dewasa. Tahapan Motorik Kasar dari Lahir hingga 5 Tahun Motorik kasar melibatkan otot besar untuk gerakan tubuh seperti berguling, duduk, merangkak, berdiri, berjalan. Usia Milestone Motorik Kasar Variasi Normal 0–3 bulan Angkat kepala saat tengkurap, gerak tangan kaki simetris 2–4 bulan 4–6 bulan Berguling dari tengkurap ke telentang, kemudian sebaliknya 3–7 bulan 6–9 bulan Duduk tanpa bantuan, merangkak 5–10 bulan 9–12 bulan Berdiri dengan pegangan, jalan jinjit pegangan 8–15 bulan 12–18 bulan Jalan mandiri, naik tangga dengan bantuan 10–20 bulan 18–24 bulan Lari, tendang bola, naik turun tangga bergantian kaki 16–30 bulan 3 tahun Naik sepeda roda tiga, berdiri satu kaki sebentar 2,5–4 tahun 4–5 tahun Lompat satu kaki, tangkap bola, seimbang baik 3,5–6 tahun Tahapan Motorik Halus dari Lahir hingga 5 Tahun Motorik halus melibatkan koordinasi tangan dan jari. Usia Milestone Motorik Halus Variasi Normal 0–3 bulan Genggam jari orang tua, ikuti benda bergerak 1–4 bulan 4–6 bulan Genggam mainan, pindah tangan 3–7 bulan 6–9 bulan Jempol & telunjuk (pinch grip), tepuk tangan 5–10 bulan 9–12 bulan Masukkan benda ke kotak, minum dari gelas 8–14 bulan 12–18 bulan Menyusun balok 2–3, corat-coret 10–20 bulan 2 tahun Menyusun balok 6–8, buka tutup botol 18–30 bulan 3 tahun Gambar lingkaran, gunting kertas 2,5–4 tahun 4–5 tahun Gambar orang, tulis nama, ikat tali sepatu 3,5–6 tahun Perkembangan Bahasa, Sosial-Emosional, dan Kognitif Bahasa: 3 bulan cooing, 6 bulan babbling, 12 bulan kata pertama, 18 bulan 10–20 kata, 24 bulan kalimat 2 kata, 3 tahun kalimat lengkap. Sosial-emosional: 2 bulan senyum sosial, 9 bulan malu orang asing, 18 bulan tantrum, 3 tahun bermain paralel, 5 tahun bermain kooperatif. Kognitif: 6 bulan sebab-akibat, 12 bulan cari benda tersembunyi, 2 tahun imajinasi, 4 tahun hitung 1–10. Tanda Keterlambatan Perkembangan yang Harus Diwaspadai 3 bulan tidak angkat kepala 6 bulan tidak berguling 9 bulan tidak duduk 18 bulan tidak jalan 24 bulan - Published: 2026-02-23 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/imunisasi-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Banyak ibu hamil yang langsung menolak vaksin karena mendengar mitos “bisa bikin janin cacat” atau “vaksin berbahaya untuk kehamilan”. Faktanya justru sebaliknya: selama hamil, daya tahan tubuh ibu turun hingga 30 sampai 40 persen agar janin tidak ditolak sebagai benda asing. Akibatnya, penyakit yang biasanya ringan seperti flu atau batuk rejan bisa menjadi sangat berat, bahkan mengancam nyawa ibu dan bayi. Vaksin yang direkomendasikan untuk ibu hamil sudah melalui uji klinis puluhan tahun dengan jutaan dosis di seluruh dunia, dan terbukti aman sekaligus memberikan perlindungan ganda: melindungi ibu dari infeksi berat serta menurunkan antibodi ke janin lewat plasenta dan ASI. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan bersama IDAI merekomendasikan empat vaksin utama untuk ibu hamil, dan semuanya tersedia gratis di puskesmas serta posyandu. Yuk, pahami secara mendalam mengapa vaksin saat hamil bukan pilihan, melainkan keharusan, jadwal terbaik, manfaat luar biasa bagi ibu dan bayi, serta cara mengatasi kekhawatiran yang masih sering muncul. Mengapa Sistem Imun Ibu Hamil Menurun dan Membuatnya Rentan? Selama kehamilan, tubuh secara alami menekan sistem imun supaya janin yang memiliki DNA setengah dari ayah tidak dianggap ancaman. Penurunan ini paling jelas pada trimester kedua dan ketiga. Ditambah lagi, volume darah meningkat hingga 50 persen, jantung bekerja 40 persen lebih keras, dan paru-paru tertekan oleh rahim yang membesar. Akibatnya, infeksi saluran napas seperti influenza atau pertussis (batuk rejan) bisa berkembang menjadi pneumonia berat, keguguran, kelahiran prematur, bahkan kematian ibu dan bayi. Vaksin menjadi cara paling efektif dan aman untuk “meningkatkan kembali” perlindungan tanpa mengganggu proses kehamilan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, ibu hamil yang divaksin influenza memiliki risiko rawat inap karena flu turun hingga 72 persen, dan bayinya terlindungi hingga usia 6 bulan. 4 Vaksin Utama yang Direkomendasikan di Indonesia Berikut penjelasan lengkap masing-masing vaksin, waktu terbaik, dan manfaatnya. Vaksin Tdap (Tetanus, Difteri, Pertussis) Vaksin ini diberikan satu kali pada setiap kehamilan, idealnya antara minggu ke-27 hingga 36. Antibodi pertussis dari ibu akan diturunkan ke bayi dan melindunginya hingga usia 6 bulan, saat bayi sudah boleh divaksin sendiri. Batuk rejan pada bayi di bawah 3 bulan memiliki angka kematian hingga 1–2 persen, dan vaksin Tdap menurunkan risiko tersebut hingga 91 persen. Vaksin Influenza (Flu Musiman) Boleh diberikan di semua trimester, tetapi paling optimal di trimester kedua atau ketiga. Flu pada ibu hamil meningkatkan risiko rawat inap hingga lima kali lipat dibandingkan wanita tidak hamil. Vaksin ini juga mengurangi risiko bayi terkena flu hingga usia 6 bulan sebanyak 63 persen. Vaksin COVID-19 Vaksin mRNA (Pfizer, Moderna) atau inactivated (Sinovac) aman di semua trimester. Ibu hamil yang terkena COVID-19 berisiko 22 kali lebih tinggi masuk ICU dan 70 persen lebih tinggi melahirkan prematur. Vaksin memberikan perlindungan hingga 90 persen terhadap COVID berat dan menurunkan antibodi ke bayi hingga usia 6 bulan. Vaksin Hepatitis B Jika ibu belum pernah vaksin atau statusnya tidak jelas, vaksin diberikan tiga dosis (0, 1, 6 bulan). Ini mencegah penularan vertikal dari ibu ke bayi hingga 95 persen. Jadwal Imunisasi Ibu Hamil yang Paling Optimal Berikut rekomendasi resmi Kemenkes dan IDAI 2024: Kehamilan pertama: TT2 (jika belum lengkap) + Tdap pada 27–36 minggu + influenza 1 dosis + COVID-19 lengkap Kehamilan berikutnya: Tdap setiap kehamilan (27–36 minggu) + influenza setiap musim + COVID-19 booster jika sudah lebih dari 6 bulan Hepatitis B: lengkapi 3 dosis jika belum pernah Vaksin-vaksin ini bisa diberikan bersamaan dalam satu kunjungan tanpa mengurangi efektivitas. Apakah Vaksin Aman untuk Janin? Bukti Ilmiah yang Sangat Kuat Selama lebih dari 30 tahun, jutaan ibu hamil di dunia telah divaksin Tdap dan influenza. Tidak ada satu pun penelitian besar yang menemukan peningkatan risiko keguguran, cacat bawaan, prematur, atau berat lahir rendah. Malah sebaliknya: vaksin mengurangi semua risiko tersebut. Vaksin yang digunakan adalah inactivated atau subunit, tidak mengandung virus hidup, sehingga tidak mungkin menginfeksi janin. Efek Samping Vaksin pada Ibu Hamil Efek samping yang paling sering (1 dari 10 ibu) adalah nyeri atau bengkak ringan di tempat suntikan, demam ringan, atau pegal-pegal seperti gejala flu selama 1–2 hari. Efek berat seperti alergi berat terjadi kurang dari 1 dalam 1 juta dosis, sama seperti pada orang tidak hamil. Mitos yang Masih Beredar dan Fakta Ilmiahnya Banyak ibu masih mendengar mitos berikut: “Vaksin bikin janin cacat” → Tidak ada bukti setelah lebih dari 100 juta dosis global. “Vaksin sebabkan keguguran” → Studi besar di Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan tidak ada hubungan. “Flu biasa, tidak perlu vaksin flu” → Flu pada ibu hamil lima kali lebih berat dan meningkatkan risiko prematur empat kali lipat. “Tetanus neonatorum sudah jarang” → Masih ada 500–1. 000 kasus per tahun di Indonesia, hampir semua bisa dicegah dengan Tdap. Persiapan Sebelum dan Sesudah Vaksin Sebelum vaksin: Konsultasi dokter kandungan terlebih dahulu Pastikan tidak sedang demam tinggi Makan dulu agar tidak lemas Setelah vaksin: Istirahat cukup Minum air banyak Kompres dingin jika nyeri suntikan Parasetamol boleh jika demam atau nyeri Vaksin Ibu Hamil... - Published: 2026-02-23 - Modified: 2026-02-23 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kesehatan-ibu/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Masa setelah melahirkan adalah periode transisi penting yang sering penuh tantangan bagi ibu baru. Di Indonesia, banyak ibu mengalami kelelahan fisik berat, luka nifas, serta tekanan mental seperti baby-blues atau depresi karena kurang dukungan dan informasi. Data Kemenkes menunjukkan komplikasi nifas masih menjadi penyebab kematian ibu signifikan, sementara depresi pasca melahirkan memengaruhi 10 hingga 20 persen ibu. Padahal, pemulihan yang baik bisa dicapai dengan perawatan sederhana, nutrisi tepat, istirahat cukup, dan dukungan keluarga. Kesehatan fisik dan mental ibu saling terkait: tubuh kuat mendukung pikiran tenang, dan sebaliknya. Dengan langkah tepat, ibu bisa pulih optimal dalam 6 hingga 8 minggu, siap merawat bayi dengan penuh energi. Artikel ini membahas mendalam cara menjaga kesehatan fisik seperti involusi rahim dan luka lahiran, kesehatan mental dari stres hingga depresi, nutrisi esensial, aktivitas aman, tanda bahaya, pencegahan komplikasi, serta kapan harus segera ke dokter agar masa nifas menjadi waktu pemulihan menyenangkan bagi ibu dan keluarga. Mengenal Masa Nifas dan Pemulihan Ibu Masa nifas atau puerperium adalah periode pemulihan penting yang berlangsung selama sekitar 6 hingga 8 minggu setelah persalinan, baik persalinan normal maupun operasi sesar. Pada fase ini, tubuh ibu mengalami proses involusi, yaitu kembalinya organ-organ reproduksi dan sistem tubuh ke kondisi sebelum hamil. Proses ini berlangsung bertahap dan dipengaruhi oleh faktor seperti jenis persalinan, kondisi kesehatan ibu, nutrisi, serta dukungan fisik dan emosional dari lingkungan sekitar. Selama masa nifas, tubuh tidak hanya beradaptasi secara fisik, tetapi juga mengalami perubahan hormonal besar yang berdampak pada kondisi mental dan emosional ibu. Oleh karena itu, masa ini sering disebut sebagai periode kritis yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari tenaga kesehatan maupun keluarga. Perubahan fisik utama: Rahim mengecil dari sekitar 1 kilogram setelah melahirkan menjadi ±100 gram pada akhir masa nifas. Proses ini terjadi secara bertahap melalui kontraksi rahim, yang sering dirasakan sebagai kram terutama saat menyusui karena pengaruh hormon oksitosin. Luka bekas pelepasan plasenta di dalam rahim mulai sembuh. Area ini awalnya berupa permukaan luka terbuka yang secara alami akan menutup kembali, namun tetap rentan terhadap infeksi bila kebersihan tidak terjaga. Lokhia atau darah nifas keluar bertahap. Awalnya berwarna merah (lokhia rubra), kemudian berubah menjadi kecokelatan atau kekuningan (lokhia serosa), dan akhirnya menjadi putih bening (lokhia alba). Proses ini bisa berlangsung hingga 4–6 minggu dan merupakan bagian normal dari pembersihan rahim. Payudara mulai memproduksi ASI. Pada awalnya, payudara terasa penuh, kencang, dan kadang nyeri akibat peningkatan aliran darah dan produksi ASI. Proses ini akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi seiring waktu. Hormon estrogen dan progesteron turun drastis setelah persalinan. Penurunan hormon ini memicu berbagai perubahan, mulai dari penyusutan rahim, berhentinya kehamilan, hingga memengaruhi suasana hati, elastisitas kulit, dan kondisi rambut. Perubahan mental: Fluktuasi emosi sangat umum terjadi. Ibu dapat merasa bahagia, cemas, sedih, atau mudah tersinggung dalam waktu yang berdekatan. Kondisi ini dikenal sebagai baby blues dan biasanya membaik dalam dua minggu pertama. Kelelahan karena kurang tidur sering dialami akibat pola tidur bayi yang belum teratur. Kelelahan fisik yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi emosional bila tidak diimbangi dengan istirahat cukup. Adaptasi peran sebagai ibu membutuhkan waktu. Tanggung jawab baru, perubahan rutinitas, serta tekanan untuk merawat bayi dengan “sempurna” dapat menimbulkan stres, terutama pada ibu baru. Masa nifas adalah fase pemulihan menyeluruh, bukan hanya proses “menunggu tubuh pulih”. Dukungan medis, nutrisi seimbang, istirahat cukup, serta dukungan emosional dari pasangan dan keluarga sangat berperan dalam membantu ibu melalui masa ini dengan sehat, aman, dan lebih percaya diri dalam menjalani peran barunya sebagai seorang ibu. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, pemulihan optimal membutuhkan kunjungan nifas rutin dan dukungan komprehensif. Di Indonesia, kunjungan nifas direkomendasikan minggu ke-1, ke-2, dan ke-6. Gejala Normal dan Tidak Normal Pasca Melahirkan Gejala normal fisik: Lokhia merah 3–10 hari, kuning 2–4 minggu, putih hingga 6 minggu Kram perut ringan saat menyusui Payudara bengkak hari ke-3 hingga ke-5 Sembelit atau wasir sementara Kelelahan ringan Gejala normal mental: Baby-blues: menangis, cemas, mudah tersinggung hari ke-3 hingga ke-10 Gejala tidak normal fisik: Demam >38 derajat Celsius Perdarahan hebat isi pembalut 2 minggu Hilang minat pada bayi Pikiran menyakiti diri atau bayi Gejala ini butuh evaluasi dokter segera. Penyebab Gangguan Kesehatan Pasca Melahirkan Penyebab fisik: Infeksi bakteri pada luka atau rahim Sisa plasenta Anemia akibat perdarahan Gangguan pembekuan darah Mastitis atau abses payudara Penyebab mental: Turun drastis hormon estrogen dan progesteron Kurang tidur kronis karena bayi sering bangun Riwayat depresi atau kecemasan Kurang dukungan pasangan/keluarga Persalinan traumatis atau komplikasi Masalah kesehatan bayi Faktor risiko tinggi: persalinan sesar, perdarahan postpartum, bayi NICU. Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Pasca Melahirkan Diagnosis melalui kunjungan nifas rutin. Pemeriksaan fisik: Palpasi rahim dan lokhia Inspeksi luka perineum atau sesar Ukur tekanan darah dan suhu Cek payudara Pemeriksaan penunjang: Hemoglobin untuk anemia USG jika dicurigai retensio Kultur luka jika infeksi Skrining depresi EPDS Diagnosis depresi jika skor EPDS >10 atau gejala berat. Cara Mengatasi atau Pengobatan Gangguan Pasca Melahirkan Pengobatan fisik: Antibiotik untuk infeksi Suplemen... - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/bacterial-dermatitis/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Bacterial dermatitis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri dan dapat terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Meskipun terdengar sepele, kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan dan mengganggu keseharian. Pahami lebih lanjut tentang gejala, penyebab, serta cara mengatasi dan mencegahnya lewat artikel ini. Mengenal Bacterial Dermatitis Bacterial dermatitis adalah peradangan pada kulit yang secara spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini berbeda dengan dermatitis lain seperti dermatitis alergi (reaksi alergi) ataupun dermatitis kontak (iritan). Karena itu, penanganan dermatitis bakteri pun berbeda. Dikutip dari National Institute of Environmental Health Sciences, kulit kita sebenarnya dihuni oleh berbagai mikroorganisme yang kompleks dan umumnya hidup dalam harmoni, yang dikenal sebagai mikrobioma kulit. Mikrobioma yang sehat didominasi oleh bakteri Staphylococcus epidermidis dan spesies Cutibacterium yang bersifat komensal alias hidup tanpa merugikan. Namun, ketika ada kerusakan pada sawar kulit (skin barrier), antara lain luka, goresan, atau kondisi kulit yang sudah meradang seperti eksim, bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes dapat dengan mudah masuk, berkembang biak, dan memicu reaksi inflamasi. Infeksi ini dapat muncul di mana saja, dari wajah, lipatan tubuh, hingga kaki, dan dapat menular dari satu individu ke individu lain. Dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius jika tidak diobati. Jumlah kasus bacterial dermatitis cenderung meningkat pada musim kemarau atau ketika cuaca panas dan lembap yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri. Gejala Bacterial Dermatitis Gejala bacterial dermatitis bisa bermacam-macam, tergantung jenis bakteri dan kedalaman infeksi. Namun ada beberapa tanda umum bahwa kulit sedang mengalami infeksi bakteri, bukan sekadar iritasi biasa. Di antaranya: Kemerahan (eritema) pada area kulit yang terinfeksi. Pembengkakan (edema) dan terasa hangat ketika disentuh. Nyeri atau perih saat ditekan. Terdapat lesi berisi nanah atau lepuhan. Ada kerak berwarna kuning keemasan yang bermula dari cairan kekuningan yang mengering. Luka terbuka akibat lepuhan yang pecah. Gejala sistemik seperti demam, menggigil, dan pembengkakan kelenjar getah bening dalam kasus yang parah jika infeksi menyebar lebih dalam atau luas. Penyebab Bacterial Dermatitis Penyebab utama bacterial dermatitis adalah serangan bakteri patogen ke dalam lapisan kulit. Dua bakteri yang paling sering menjadi biang kerok adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes (Grup A Streptococcus). Namun infeksi ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor risiko yang dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit dan memicu bacterial dermatitis, di antaranya: Kerusakan sawar kulit seperti luka bakar, luka sayat, gigitan serangga, goresan, atau area kulit yang sudah pecah-pecah akibat eksim (dermatitis atopik) yang dapat dimasuki bakteri. Menurut studi, sebanyak 70-90 persen kulit penderita dermatitis atopik dikolonisasi aureuspada lesi. Kondisi lembap dan panas, termasuk keringat berlebih, serta kebersihan diri yang kurang optimal sehingga bakteri mudah berkembang biak. Sistem kekebalan tubuh yang melemah karena kondisi tertentu atau mengonsumsi obat imunosupresan sehingga lebih rentan terhadap infeksi kulit. Kondisi kulit kronis seperti psoriasis dan rosaceayang bisa melemahkan kondisi kulit. Penggunaan sabun berbahan keras yang bisa menghilangkan minyak alami pada kulit dan mengganggu mikrobioma yang sehat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga mendorong berkembangnya jenis bakteri yang resistan terhadap antibiotik tersebut. Berbagi barang pribadi seperti handuk dan pakaian. Cara Dokter Mendiagnosis Bacterial Dermatitis Diagnosis yang akurat penting untuk membedakan bacterial dermatitis dari kondisi lain yang mirip demi pengobatan yang tepat. Dokter biasanya akan melalui beberapa tahap, antara lain: Anamnesis atau wawancara medis oleh dokter yang akan menanyakan riwayat gejala, riwayat penyakit kulit sebelumnya, alergi, dan pengobatan yang pernah dicoba. Pemeriksaan fisik terhadap karakteristik lesi secara langsung pada kulit. Kultur dan uji sensitivitas bakteri dengan cara mengambil sampel cairan lesi untuk mengidentifikasi jenis bakteri sekaligus menguji antibiotik yang paling efektif di laboratorium. Biopsi kulit untuk kasus yang tidak khas atau kronis, yakni mengambil sedikit sampel jaringan kulit untuk diperiksa lebih detail di bawah mikroskop. Cara Mengatasi Bacterial Dermatitis Penanganan bacterial dermatitis bertujuan memberantas infeksi, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan. Dokter biasanya meresepkan obat antibiotik yang disesuaikan dengan jenis bakteri yang memicu peradangan. Antibiotik itu bisa berupa topikal (oles) ataupun oral (minum). Penting untuk menghabiskan seluruh antibiotik yang diresepkan meskipun gejala sudah membaik guna mencegah kekambuhan dan resistansi bakteri. Di samping itu, pasien memerlukan perawatan suportif dan perawatan luka yang meliputi: Mengompres lesi yang berkerak dengan air hangat. Membersihkan area sekitar infeksi dengan sabun berbahan lembut dan air, lalu keringkan dengan hati-hati. Hindari menggaruk atau memecahkan lepuhan. Setelah infeksi terkontrol, gunakan pelembap atau krim untuk membantu memulihkan sawar kulit. Komplikasi Bacterial Dermatitis Bacterial dermatitis mungkin terkesan bukan penyakit yang serius. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, dapat terjadi komplikasi serius seperti: Selulitis: penyebaran infeksi ke lapisan kulit yang lebih dalam dan menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, dan nyeri. Abses: terbentuknya kantong nanah yang dalam. Erisipelas: infeksi pada lapisan atas kulit, termasuk pembuluh limfa. Limfadenitis dan limfangitis: penyebaran bakteri ke kelenjar getah bening dan pembuluh limfa. Sepsis: komplikasi paling berbahaya yang terjadi ketika infeksi masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Pencegahan Bacterial Dermatitis Terdapat sejumlah langkah pencegahan yang... - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/bedah-saraf/nyeri-punggung-kronis/ - Kategori: Bedah Saraf - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasakan nyeri pinggang yang datang setiap pagi, hilang-bali lagi setelah duduk lama, atau bahkan menjalar hingga ke bokong dan kaki? Banyak orang mengira itu “cuma kecapekan” atau “salah posisi tidur”. Padahal, nyeri punggung atau pinggang kronis yang berlangsung lebih dari 3 bulan adalah tanda paling umum dari masalah tulang belakang — mulai dari saraf kejepit hingga kerusakan cakram yang serius. Di Indonesia, 8 dari 10 orang dewasa pernah mengalami nyeri punggung, dan 30–40 % di antaranya menjadi kronis karena tidak ditangani sejak awal. Kabar baiknya: 80–90 % nyeri punggung kronis bisa diatasi tanpa operasi jika penyebabnya diketahui dini. Yuk, kenali 10 tanda bahaya yang sering diabaikan dan langkah tepat agar tulang belakang Anda tetap sehat dan aman. Mengapa Nyeri Punggung Kronis Bukan Hal Biasa? Nyeri punggung kronis bukan sekadar pegal-pegal karena terlalu banyak duduk atau salah posisi tidur. Tulang belakang atau kolumna vertebralis memiliki struktur yang sangat kompleks, terdiri dari 33 ruas tulang yang tersusun berlapis dan dipisahkan oleh bantalan elastis bernama diskus. Diskus inilah yang berfungsi sebagai shock absorber untuk menjaga pergerakan tetap nyaman. Di bagian tengah tulang belakang terdapat sumsum tulang belakang yang berperan sebagai jalur utama sinyal saraf ke seluruh tubuh bagian bawah. Ketika salah satu komponen tersebut mengalami masalah — baik itu tulang, bantalan sendi, otot penyangga, ligamen, maupun saraf — rasa nyeri dapat menjalar luas hingga pinggul, bokong, paha, bahkan kaki. Itulah mengapa nyeri punggung kronis tidak boleh dianggap hal biasa, karena bisa menjadi petanda adanya gangguan serius seperti saraf terjepit, hernia nukleus pulposus, fraktur kompresi akibat osteoporosis, atau kelainan postur tulang belakang. Menurut Mayo Clinic 2024, nyeri punggung adalah penyebab disabilitas nomor satu di dunia pada usia produktif 20–50 tahun. 10 Tanda Nyeri Punggung Kronis yang Menunjukkan Masalah Tulang Belakang Nyeri pinggang >3 bulan Meski sudah istirahat, nyeri tidak hilang total. Nyeri menjalar ke bokong, paha belakang, atau kaki (sciatica) Tanda saraf skiatik tertekan oleh cakram yang menonjol. Kesemutan atau mati rasa di kaki Saraf kejepit (HNP) atau stenosis spinal. Nyeri memburuk saat batuk/bersin/mengejan Tekanan di dalam rongga tulang belakang meningkat. Kaku pinggang pagi hari >30 menit Bisa spondilitis ankilosa atau inflamasi sendi faset. Nyeri malam hari yang mengganggu tidur Red flag — bisa tumor tulang belakang atau infeksi. Sulit menahan kencing/buang air besar Cauda equina syndrome — darurat bedah! Postur bungkuk semakin jelas Tanda kifosis atau skoliosis progresif. Nyeri disertai demam & berat badan turun Infeksi tulang belakang (spondilodiscitis) atau TB tulang. Nyeri hanya di satu sisi + riwayat batu ginjal Batu ureter bisa “menyamar” sebagai nyeri pinggang. Penyebab Utama Nyeri Punggung Kronis pada Tulang Belakang Penyebab Persentase Gejala Khas Hernia Nukleus Pulposus (HNP) 40–50 % Nyeri menjalar + kesemutan kaki Stenosis Spinal 20–25 % Nyeri saat jalan, hilang saat duduk Spondilolistesis 10–15 % Nyeri + rasa “geser” di pinggang Osteoarthritis Sendi Faset 15 % Nyeri saat berdiri lama Skoliosis/Kifosis 5–10 % Postur bungkuk + nyeri asimetris Langkah Penanganan Awal di Rumah (Sebelum ke Dokter) Pada fase awal sakit pinggang bawah, tujuan utama adalah mengurangi nyeri dan mencegah keluhan makin berat. Berikut langkah penanganan yang dianjurkan tenaga medis dan bisa anda lakukan di rumah: Istirahat aktif — bukan rebahan seharian Beristirahat penting, namun tidak dianjurkan hanya telentang sepanjang hari karena dapat memperburuk kekakuan otot. Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan pelan di rumah, posisi miring dengan bantal di antara lutut, atau posisi nyaman lainnya untuk menjaga otot tetap bekerja tanpa beban berat. Kompres panas 15 menit, 3 kali sehari (setelah 72 jam) Jika nyeri sudah lewat tiga hari pertama, kompres panas membantu melemaskan otot dan melancarkan aliran darah. Cara sederhana: gunakan handuk hangat, tempelkan di area nyeri selama ±15 menit, ulangi 3 kali per hari sesuai kebutuhan. Latihan McKenzie extension (bila nyeri menjalar ke kaki) Teknik ini umum dipakai fisioterapis untuk mengurangi tekanan saraf akibat iritasi pada tulang belakang bagian bawah. Gerakan dasar: posisi tengkurap, lalu angkat tubuh bagian atas perlahan seperti push-up, pertahankan pinggul tetap menempel di alas. Hentikan bila timbul nyeri semakin parah atau baal yang meluas. Peregangan piriformis & hamstring Kedua otot ini sering menegang pada penderita nyeri punggung bawah. Peregangan teratur membantu mengurangi tarikan berlebih pada tulang belakang sehingga nyeri lebih cepat mereda dan mobilitas membaik. Lakukan secara perlahan 30–45 detik tiap gerakan, ulang 2–3 kali per hari. Korset lumbal sebagai penopang sementara Bisa digunakan bila nyeri terasa sangat mengganggu saat bergerak. Korset membantu menjaga postur stabil, namun tidak untuk penggunaan jangka panjang karena berisiko membuat otot inti melemah. Gunakan hanya saat aktivitas, dan lepaskan ketika beristirahat. Kapan Harus Segera ke Dokter Ortopedi atau Spesialis Saraf Ada beberapa tanda peringatan serius atau red flag yang tidak boleh diabaikan ketika Anda mengalami nyeri punggung. Jika salah satu kondisi ini muncul, segera periksa ke dokter ortopedi atau spesialis saraf untuk mencegah kerusakan permanen pada tulang belakang maupun saraf: Nyeri hebat disertai demam dan penurunan berat badan— dapat mengarah pada infeksi... - Published: 2026-02-21 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/saraf/kepala-pusing-lama/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Kepala pusing lama tak kunjung sembuh atau sakit kepala kronis sering kali dianggap remeh dan hanya dikaitkan dengan "stres biasa" atau "kurang tidur". Di Indonesia, diperkirakan 20 hingga 30 persen orang dewasa mengalami sakit kepala berulang, di mana sebagian besar berkembang menjadi migrain kronis atau tension-type headache. Banyak penderita terjebak dalam kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri secara bebas tanpa konsultasi medis. Padahal, penggunaan obat antinyeri yang berlebihan justru dapat memicu medication-overuse headache (sakit kepala akibat efek obat). Lebih jauh lagi, pusing berkepanjangan bisa menjadi sinyal adanya masalah saraf yang serius, seperti tumor otak, aneurisma, atau hipertensi intrakranial (tekanan tinggi di dalam kepala). Dengan pengobatan yang tepat dari spesialis saraf (Neurolog), kualitas hidup penderita dapat meningkat signifikan hingga terhindar dari risiko kerusakan saraf permanen. Mengenal Kepala Pusing Berkepanjangan Secara medis, kondisi ini disebut sebagai Chronic Daily Headache, yaitu sakit kepala yang muncul setidaknya 15 hari atau lebih dalam sebulan, selama minimal 3 bulan berturut-turut. Jenis-jenis Sakit Kepala yang Sering Ditemui: Tension-Type Headache: Terasa seperti kepala diikat kencang, biasanya akibat kelelahan otot atau stres. Migrain Kronis: Sakit kepala berdenyut, seringkali hanya di satu sisi, dan bisa disertai sensitivitas terhadap cahaya atau suara. Cluster Headache: Nyeri luar biasa yang tajam di sekitar satu mata atau satu sisi kepala, sering muncul dalam periode tertentu (klaster). Hemicrania Continua: Sakit kepala terus-menerus di satu sisi dengan intensitas yang naik-turun. Secondary Headache: Sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti masalah pembuluh darah atau infeksi. Prevalensi sakit kepala kronis ini mencakup sekitar 4–5 persen populasi dewasa dunia. Di Indonesia sendiri, migrain memengaruhi 10–15 persen orang dewasa, yang sering kali berdampak langsung pada penurunan produktivitas kerja dan gangguan kesehatan mental. Menurut Mayo Clinic 2024, pusing berkepanjangan butuh evaluasi medis. Pusing kronis ganggu kualitas hidup signifikan. Gejala Normal vs Bahaya Pusing Berkepanjangan Gejala normal: Pusing tekan seperti ikat kepala Nyeri ringan sedang Hilang dengan istirahat Tidak ganggu aktivitas Gejala bahaya (red flag): Pusing mendadak hebat “thunderclap” Disertai muntah proyektil Gangguan penglihatan Lemah satu sisi tubuh Kejang Demam kaku kuduk Pusing baru usia >50 Red flag indikasi stroke, tumor, atau meningitis. Penyebab Kepala Pusing Berkepanjangan Sakit kepala kronis bukanlah diagnosis tunggal, melainkan hasil dari berbagai faktor pemicu yang kompleks. Dokter spesialis saraf biasanya membagi penyebab ini menjadi dua kategori besar: penyebab primer (tidak disebabkan penyakit lain) dan penyebab sekunder (gejala dari kondisi medis tersembunyi). Penyebab Primer (Gangguan Fungsional) Pada kategori ini, sakit kepala adalah penyakitnya itu sendiri. Gangguan biasanya terjadi pada sistem pengatur nyeri di otak atau pembuluh darah. Tension-Type Headache (Stres): Ini adalah penyebab paling umum. Ketegangan otot di area leher, bahu, dan kulit kepala akibat stres emosional, kelelahan fisik, atau posisi duduk yang salah (seperti terlalu lama menatap layar komputer) memicu sensasi "tertekan" yang berkepanjangan. Migrain (Genetik & Hormon): Migrain kronis sering kali dipengaruhi oleh faktor keturunan. Pada wanita, fluktuasi hormon (seperti saat siklus menstruasi atau menopause) dapat memicu peradangan pada saraf trigeminal, menyebabkan nyeri berdenyut yang berlangsung berhari-hari. Cluster Headache (Gangguan Autonomik): Melibatkan gangguan pada jam biologis tubuh (hipotalamus) dan sistem saraf otonom. Rasa sakitnya sangat tajam dan sering disertai dengan mata merah atau hidung tersumbat pada satu sisi. Penyebab Sekunder (Tanda Masalah Medis Lain) Dalam kasus ini, pusing adalah "sinyal bahaya" yang dikirimkan tubuh untuk menunjukkan adanya masalah organ lain. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan tekanan berlebih pada pembuluh darah otak, memicu pusing di bagian tengkuk atau belakang kepala. Sinusitis Kronis: Peradangan pada rongga sinus di area wajah dapat menyebabkan rasa tertekan dan pusing yang menetap, terutama saat menunduk atau bangun tidur. Tumor Otak & Aneurisma: Meskipun lebih jarang, pusing berkepanjangan yang disertai mual atau gangguan keseimbangan bisa menjadi tanda adanya massa (tumor) atau pelebaran pembuluh darah (aneurisma) yang menekan jaringan otak. Hipertensi Intrakranial Idiopatik: Tekanan cairan otak yang terlalu tinggi tanpa penyebab jelas, sering disertai gangguan penglihatan. Bahaya Medication Overuse Headache (Rebound Headache) Penyebab ini sangat sering terjadi di Indonesia namun jarang disadari. Mengonsumsi obat pereda nyeri secara bebas (seperti parasetamol, ibuprofen, atau obat sakit kepala warung) lebih dari 10–15 hari dalam sebulan justru dapat merusak ambang batas nyeri otak. Kondisi ini disebut rebound headache. Saat efek obat habis, otak akan merespons dengan rasa sakit yang lebih hebat, sehingga penderita terdorong untuk minum obat lagi. Siklus ini membuat pusing tidak pernah benar-benar hilang dan menjadi kronis. Cara Dokter Neurolog Mendiagnosis Pusing Berkepanjangan Diagnosis: Anamnesis detail gejala Pemeriksaan neurologis CT/MRI kepala EEG kejang Lumbal pungsi infeksi Diagnosis bedakan primer vs sekunder. Pengobatan Kepala Pusing Berkepanjangan Pengobatan primer: Obat profilaksis: beta blocker, antidepresan, antiepilepsi Triptan migrain akut Oksigen cluster Terapi perilaku kognitif Pengobatan sekunder: atasi penyebab dasar. Pengobatan tingkatkan kualitas hidup. Komplikasi Pusing Berkepanjangan Komplikasi: Depresi kecemasan Gangguan tidur Abuse obat Stroke tumor terlambat Komplikasi sekunder bisa fatal. Pencegahan Pusing Berkepanjangan Pencegahan: Kelola stres Tidur cukup Hidrasi Olahraga rutin Hindari trigger Batasi obat nyeri Pencegahan kurangi frekuensi 50 persen. Tips... - Published: 2026-02-20 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-fisioterapi-untuk-memulihkan-fungsi-setelah-stroke/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Setelah stroke, 9 dari 10 pasien mengalami kelumpuhan atau kelemahan satu sisi tubuh. Banyak keluarga berpikir “nanti juga sembuh sendiri” atau hanya mengandalkan obat — padahal penelitian dunia menunjukkan: 70–85 % pemulihan fungsi gerak setelah stroke bergantung pada fisioterapi intensif yang dimulai secepat mungkin. Di Indonesia, hanya 20–30 % pasien stroke mendapat fisioterapi adekuat, sehingga 60 % tetap cacat permanen padahal sebenarnya bisa berjalan kembali. Kabar baiknya: otak memiliki kemampuan plastisitas saraf luar biasa — bahkan setelah 1 tahun, fungsi masih bisa membaik signifikan dengan latihan yang tepat. Yuk, pahami 15 teknik fisioterapi terbaik berbasis bukti ilmiah agar pasien stroke bisa kembali berjalan, memakai tangan, bahkan beraktivitas normal! Mengapa Fisioterapi Harus Dimulai Secepat Mungkin? Setelah stroke atau cedera otak, maka kemampuan otak untuk memperbaiki diri dan membentuk koneksi baru sangat penting untuk pemulihan fungsi tubuh. Proses ini dikenal sebagai neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk “menyusun ulang” jaringan sarafnya agar fungsi yang hilang bisa dipulihkan. Oleh karena itu, fisioterapi sebaiknya dimulai sesegera mungkin setelah kondisi pasien stabil. Otak memiliki “jendela emas” pemulihan yang menentukan kecepatan dan efektivitas rehabilitasi: 0–3 bulan pertama: Ini adalah periode pemulihan paling cepat. Neuroplastisitas berada pada level tertinggi, sehingga latihan fisik, terapi gerak, dan stimulasi saraf memberikan efek maksimal dalam mengembalikan fungsi motorik, bicara, dan keseimbangan. 3–6 bulan: Masih merupakan periode pemulihan yang sangat baik. Terapi yang konsisten selama fase ini tetap dapat memperbaiki kemampuan fisik dan kognitif, meskipun kecepatannya sedikit lebih lambat dibandingkan 3 bulan pertama. >6 bulan: Pemulihan tetap mungkin, tetapi prosesnya lebih lambat dan memerlukan usaha lebih. Latihan rutin dan teknik fisioterapi khusus tetap memberikan manfaat, tetapi hasilnya tidak secepat periode awal. Memulai fisioterapi lebih awal tidak hanya meningkatkan peluang pemulihan maksimal, tetapi juga mencegah komplikasi sekunder seperti kekakuan otot, kontraktur sendi, dan penurunan mobilitas. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk segera berkonsultasi dengan fisioterapis begitu kondisi medis memungkinkan, sehingga kemampuan tubuh dapat pulih optimal. Menurut Stroke Association UK 2024 dan guideline American Heart Association, setiap 1 hari keterlambatan fisioterapi mengurangi peluang pemulihan fungsi hingga 10–15 %. 15 Teknik Fisioterapi Terbaik untuk Pasien Stroke Teknik Manfaat Utama Waktu Mulai 1. Mobilisasi Dini pada hari ke-1–3 Untuk mencegah kekakuan dan pneumonia Segera setelah stabil 2. Bobath/NDT Mengembalikan pola gerak normal Minggu 1–6 3. Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT) Memaksa tangan lumpuh dipakai Bulan 3–12 4. Mirror Therapy “Menipu” otak untuk gerak tangan Bulan 1–6 5. Task-Specific Training Latihan fungsional: pegang gelas, jalan Bulan 1+ 6. Robot-Assisted Therapy Repetisi tinggi dengan presisi Bulan 1–6 7. Electrical Stimulation (FES/NMES) Membangkitkan otot lumpuh Minggu 2+ 8. Treadmill Training + Body Weight Support Latihan berjalan aman Minggu 2–8 9. Virtual Reality Rehabilitation Motivasi tinggi, latihan intens Bulan 1+ 10. Hydrotherapy (latihan di kolam) Kurangi beban sendi, tingkatkan ROM Minggu 4+ 11. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation atau PNF Berfungsi untuk meningkatkan kekuatan dan koordinasi Bulan 2+ 12. Balance dan Gait Training Untuk mencegah jatuh Minggu 3+ 13. Speech dan Swallowing Therapy Atasi disfagia dan afasia Segera 14. Occupational Therapy Kembali aktivitas sehari-hari Bulan 1+ 15. Mental Practice dan Imagery Latihan “di pikiran” → otak tetap aktif Kapan saja Jadwal Fisioterapi Ideal Pasca Stroke Minggu 1–4: 5–7x/minggu (rawat inap/intensif) Bulan 2–6: 3–5x/minggu (rawat jalan) Bulan 6–12: 2–3x/minggu + mandiri di rumah >1 tahun: 1–2x/bulan + latihan mandiri seumur hidup Contoh Latihan Sederhana di Rumah (Bisa Dilakukan Keluarga) Shoulder roll and neck stretch (5 menit setiap pagi) Heel slide and bridge (untuk lutut/pinggul) Finger ladder & towel stretch (tangan lumpuh) Marching in place (latihan keseimbangan) Step-up tangga kecil (latihan fungsional) Teknologi Terbaru dalam Rehabilitasi Stroke Exoskeleton robotik (bantu berjalan) Brain-Computer Interface (gerakkan tangan lewat pikiran) VR headset VR + game rehabilitasi Aplikasi mobile dengan AI coach Tanda Pemulihan yang Baik Pemulihan setelah stroke atau cedera otak membutuhkan waktu, kesabaran, dan terapi yang konsisten. Meskipun tiap pasien berbeda, ada beberapa tanda umum yang menandakan proses rehabilitasi berjalan dengan baik. Mengenali tanda-tanda ini membantu pasien dan keluarga memantau kemajuan serta menyesuaikan program fisioterapi. Bisa duduk sendiri dalam 1 minggu:Salah satu indikator awal pemulihan motorik adalah kemampuan duduk tanpa bantuan. Hal ini menunjukkan otot inti tubuh (core) mulai menguat dan keseimbangan dasar mulai pulih. Berdiri dengan bantuan dalam 2 minggu:Setelah duduk stabil, kemampuan untuk berdiri dengan bantuan menunjukkan peningkatan koordinasi otot kaki dan keseimbangan tubuh. Fase ini penting sebagai langkah persiapan untuk berjalan. Berjalan dengan tongkat dalam 1–3 bulan:Menggunakan alat bantu seperti tongkat menandakan kemajuan signifikan dalam kekuatan otot, koordinasi, dan kepercayaan diri pasien. Pada tahap ini, terapi fokus pada memperkuat otot kaki dan meningkatkan kestabilan saat bergerak. Kembali memakai tangan lumpuh untuk aktivitas ringan dalam 6 bulan:Pemulihan fungsi tangan yang sebelumnya lumpuh menandakan proses neuroplastisitasbekerja efektif. Pasien mulai dapat melakukan aktivitas ringan seperti makan, menulis, atau memegang benda, walaupun mungkin belum sepenuhnya pulih. Tanda-tanda ini bukan hanya memberi motivasi, tetapi juga menjadi panduan bagi fisioterapis dan keluarga untuk menyesuaikan intensitas latihan dan target rehabilitasi. Pemantauan rutin... - Published: 2026-02-19 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/superflu/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit superflu ramai menjadi bahan perbincangan karena dampaknya yang sangat besar pada penderitanya. Superflu atau super flu sebenarnya bukanlah istilah resmi untuk penyakit tersebut, melainkan influenza yang tergolong sebagai penyakit musiman. Namun superflu kali ini memang lebih ganas karena sampai menginfeksi hingga jutaan orang di berbagai negara. Artikel ini akan menerangkan lebih lanjut seputar superflu, dari gejala hingga cara pencegahannya. Apa Itu Superflu Superflu adalah sebutan untuk wabah influenza tipe A(H3N2) yang menyebar ke seluruh dunia mulai pertengahan 2025. Influenza tipe A sejatinya adalah penyakit musiman alias biasa merebak tiap tahun, biasanya pada musim dingin atau musim hujan. Namun kejadian infeksi influenza tipe A pada 2025 terbilang lebih besar dibanding pada tahun-tahun sebelumnya. Itu sebabnya muncul istilah superflu alias super flu yang mengacu pada dampak influenza tipe A ini. Dikutip dari The Conversation, influenza A(H3N2) telah terdeteksi sejak 1968. Virus ini mengalami perubahan genetik seiring dengan waktu dan kerap menyebabkan infeksi musiman, terutama di kalangan lanjut usia, anak-anak, dan individu dengan penyakit penyerta. Superflu yang terjadi pada 2025 bersumber dari influenza A(H3N2) subclade K. Kasus infeksi influenza A(H3N2) subclade K sering dikaitkan dengan gejala yang lebih parah, terutama pada populasi yang rentan. Namun virus ini tidak seperti virus corona penyebab Covid-19 yang merupakan virus baru sehingga penanganannya belum dipahami. Meski infeksi superflu kali ini lebih besar, dokter sudah memahami cara menanganinya. Walau begitu, penyakit ini tetap harus diwaspadai terutama oleh lansia, anak-anak, dan mereka yang memiliki sistem imun yang lemah karena bisa berakibat fatal. Gejala Superflu Gejala awal superflu mirip dengan flu musiman, tapi intensitas dan kecepatan perkembangannya bisa jauh lebih ekstrem. Di antaranya: Demam tinggi (sering di atas 38°C) yang muncul tiba-tiba Batuk kering yang parah dan sakit tenggorokan Nyeri otot dan sendi Sakit kepala parah Kelelahan ekstrem dan kelemahan Hidung berair atau tersumbat Dalam studi di JAMA Internal Medicine, orang yang terkena influenza cenderung mengalami batuk, demam, batuk dan demam, dan/atau hidung tersumbat. Gejala ini bisa memburuk dalam hitungan jam bagi individu yang rentan. Gejala darurat yang memerlukan pertolongan medis segera meliputi: Sesak napas atau kesulitan bernapas Nyeri atau tekanan di dada atau perut Kebingungan mendadak atau sulit dibangunkan Batuk darah atau dahak berwarna Warna kulit membiru (sianosis), terutama di sekitar bibir dan kuku, yang menandakan kekurangan oksigen Penyebab Superflu Infeksi virus influenza adalah penyebab utama superflu. Penampung utama virus ini adalah hewan yang kemudian bisa menularkannya ke manusia. Adapun penularan antarmanusia terjadi terutama melalui: Droplet (percikan) yang terhirup ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut sendiri. Selain itu, dalam kondisi tertentu, partikel virus yang lebih kecil dapat bertahan di udara dalam ruang tertutup dan terhirup hingga menyebabkan infeksi (aerosol). Cara Dokter Mendiagnosis Superflu Dokter umumnya dapat mendiagnosis superflu berdasarkan pemeriksaan fisik dan penilaian gejala. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin perlu menjalani tes laboratorium untuk menentukan jenis virus penyebab infeksi, antara lain Tes antigen yang hasilnya bisa didapatkan dalam waktu singkat. Tes reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR) yang lebih akurat daripada tes antigen tapi memerlukan waktu lebih lama. Kultur virus, yakni membiakkan virus dari sampel pasien untuk menganalisis karakteristik virus lebih lanjut. Cara Mengatasi Superflu Penanganan superflu umumnya bersifat suportif yang berfokus pada pengelolaan gejala. Caranya antara lain: Istirahat total dan isolasi untuk mencegah penularan Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi Minum obat pereda gejala seperti parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri (hindari aspirin pada anak-anak karena justru berisiko). Terapi oksigen untuk pasien dengan saturasi oksigen rendah. Jika perlu, dokter bisa meresepkan obat antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir. Bagi pasien yang menunjukkan gejala berat, diperlukan perawatan khusus di rumah sakit. Komplikasi Superflu Walau pada umumnya orang bisa pulih sendiri dari infeksi superflu, tetap ada kemungkinan terjadi komplikasi seperti: Pneumonia virus primer (peradangan paru-paru langsung akibat infeksi virus influenza) Pneumonia bakteri sekunder (infeksi bakteri pada paru-paru yang sudah rusak oleh virus) Kegagalan fungsi pada organ jantung, ginjal, hingga hati Komplikasi neurologis seperti radang otak dan kejang (jarang terjadi) Pemburukan penyakit kronis yang dialami sebelumnya, termasuk asma, diabetes, atau penyakit jantung dan paru kronis Pencegahan Superflu Mengingat dampaknya yang besar, pencegahan penting diutamakan dalam menghadapi ancaman superflu. Caranya termasuk: Vaksinasi influenza tahunan Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer Menjaga jarak fisik dan mengenakan masker terutama saat terjadi wabah influenza Kapan Harus ke Dokter? Pemeriksaan oleh dokter diperlukan terutama ketika terjadi gejala superflu yang parah seperti disebutkan sebelumnya. Terlebih bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Penanganan yang tepat dan cepat sangat krusial untuk memastikan penyebab dan tindakan perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Ditinjau oleh: dr. Rosatya Imanuela, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2026-02-18 - Modified: 2026-02-12 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/apa-itu-osteoartritis/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Nyeri lutut saat bangun tidur, bunyi “krek-krek” di sendi, atau jari tangan terasa kaku dan sedikit bengkak sering dianggap sebagai “pengapuran biasa” atau “wajar karena usia”. Padahal, keluhan tersebut bisa merupakan tanda osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang paling sering terjadi di dunia. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sederhana seperti berjalan, naik tangga, atau menggenggam benda menjadi semakin sulit—terutama pada usia lanjut. Di Indonesia, osteoartritis diperkirakan dialami oleh jutaan orang dan angkanya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup. Kabar baiknya, meski osteoartritis tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, keluhan dapat dikendalikan dan progres penyakit dapat diperlambat melalui penanganan yang tepat sejak dini. Mari pahami osteoartritis: mulai dari proses terjadinya, gejala awal, faktor risiko, hingga pilihan terapi paling efektif agar sendi tetap aktif dan nyaman digunakan hingga usia lanjut. Apa Itu Osteoartritis dan Bagaimana Proses Terjadinya? Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang paling sering ditemukan pada orang dewasa, terutama usia di atas 45 tahun. Pada osteoartritis, tulang rawan (kartilago) yang melapisi ujung tulang di dalam sendi mengalami kerusakan secara perlahan. Padahal, kartilago berfungsi sebagai bantalan licin dan elastis yang membantu meredam benturan serta mengurangi gesekan saat sendi bergerak. Seiring waktu, kartilago yang semula halus akan menjadi kasar, menipis, bahkan menghilang. Ketika pelindung ini berkurang, ujung tulang dalam sendi dapat saling bergesekan sehingga timbul nyeri, kaku, pembengkakan, dan keterbatasan gerak. Proses ini biasanya berlangsung bertahun-tahun, dipengaruhi oleh penuaan maupun beban berlebih pada sendi. Secara sederhana, tahapan perubahan pada osteoartritis dapat meliputi: Kartilago menipis akibat usia, tekanan berulang, atau cedera. Tulang di bawah kartilago menebal dan dapat membentuk tonjolan yang disebut osteofit (taji tulang), yang memicu nyeri saat sendi digunakan. Sinovium (selaput sendi) dapat meradang dan menghasilkan cairan berlebih, sehingga sendi tampak bengkak dan terasa tidak nyaman. Otot dan ligamen sekitar sendi melemah, membuat sendi kurang stabil dan rentang gerak makin terbatas. Jika tidak dikelola dengan baik, kerusakan sendi dapat berlanjut hingga mengganggu aktivitas harian seperti berjalan, berdiri lama, naik tangga, atau bahkan memegang benda ringan. Semakin dini osteoartritis dikenali dan ditangani, semakin besar peluang mempertahankan fungsi sendi serta mencegah kerusakan berat. Menurut Mayo Clinic, osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling umum dan memengaruhi ratusan juta orang di seluruh dunia. Pembagian Osteoartritis: Primer dan Sekunder Secara umum, osteoartritis (OA) dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu OA primer dan OA sekunder. Pembagian ini penting karena membantu dokter menilai apa pemicu utama kerusakan sendi, apakah terutama karena proses degeneratif alami atau akibat kondisi/penyakit tertentu yang mendahului. 1) Osteoartritis Primer (Primary OA) OA primer adalah osteoartritis yang terjadi tanpa penyebab spesifik yang jelas, dan paling sering berkaitan dengan proses penuaan serta perubahan biologis pada kartilago dan tulang subkondral. Istilah sederhananya sering disebut “degeneratif” atau “wear and tear”, meskipun sebenarnya prosesnya juga melibatkan perubahan biokimia dan inflamasi ringan kronis di sendi. Penyebab/pemicu utama OA primer: Usia bertambah → kemampuan perbaikan kartilago menurun Faktor genetik/riwayat keluarga (terutama OA tangan dan lutut) Kelebihan beban jangka panjang pada sendi (misalnya obesitas, aktivitas harian tertentu) Perubahan hormon dan metabolik (misalnya pada wanita pasca-menopause, sindrom metabolik) OA primer paling sering mengenai lutut, panggul, tangan, dan tulang belakang, dan biasanya muncul perlahan seiring waktu. 2) Osteoartritis Sekunder (Secondary OA) OA sekunder adalah osteoartritis yang terjadi karena ada penyebab yang dapat diidentifikasi, yaitu suatu kondisi yang lebih dulu merusak sendi atau mengubah biomekanik sendi, sehingga mempercepat kerusakan kartilago. OA sekunder bisa terjadi pada usia lebih muda dibanding OA primer, terutama bila ada riwayat cedera atau kelainan struktur sendi. Penyebab OA sekunder yang paling sering: Pasca trauma/cedera sendi: fraktur intra-artikular, cedera ligamen (ACL/PCL), robekan meniskus, dislokasi Kelainan bentuk/ketidaksejajaran (malalignment): lutut O (varus) / X (valgus), ketidakseimbangan panjang tungkai Kelainan bawaan/struktur sendi: displasia panggul, deformitas kongenital Penyakit metabolik/penumpukan kristal: hemochromatosis, ochronosis; (gout/CPPD dapat memperburuk kerusakan sendi tertentu) Penyakit inflamasi atau infeksi sendi sebelumnya: septic arthritis, inflamasi kronis yang menyebabkan kerusakan permukaan sendi Gangguan vaskular/nekrosis (terutama pada panggul): avascular necrosis (AVN) yang berujung pada kerusakan sendi Pasca operasi tertentu pada sendi yang mengubah stabilitas/biomekanik (misalnya meniscectomy luas) Dengan memahami apakah OA termasuk primer atau sekunder, strategi pencegahan dan terapi bisa lebih tepat—misalnya, OA sekunder karena malalignment dapat lebih diuntungkan oleh koreksi sumbu (kasus terpilih), sedangkan OA primer lebih menekankan kontrol beban, latihan, dan manajemen faktor risiko. Gejala Osteoartritis yang Sering Muncul Bertahap Gejala osteoartritis biasanya muncul perlahan, awalnya ringan, lalu makin terasa seiring waktu. Keluhan yang sering ditemukan antara lain: Nyeri sendi setelah aktivitas atau terasa lebih berat pada malam hari Kaku sendi saat bangun tidur (morning stiffness), biasanya < 30 menit Bunyi “krek-krek” atau “klik” saat sendi digerakkan (krepitus) Sendi terasa “tertahan” atau sulit digerakkan penuh Bengkak ringan di sekitar sendi Sendi terasa lemah atau tidak stabil Perubahan bentuk sendi (misalnya jari tampak membesar/bengkok, lutut tampak O atau X) Sendi yang paling sering terkena adalah lutut, pinggul, tangan, dan tulang belakang. 10 Faktor Risiko Utama Osteoartritis Berikut faktor yang paling sering meningkatkan risiko osteoarthritis: Faktor Risiko... - Published: 2026-02-17 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-cacar-air/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit cacar air atau varicella adalah infeksi virus sangat menular yang paling sering menyerang anak usia sekolah dan balita. Di Indonesia, cacar air masih endemis dengan ribuan kasus setiap tahun, terutama di musim hujan atau pergantian cuaca. Banyak orang tua panik saat anak demam tinggi dan ruam gatal muncul, tapi cacar air biasanya sembuh sendiri dalam 7 hingga 10 hari tanpa komplikasi jika ditangani tepat di rumah. Penyebab utama virus varicella-zoster yang menyebar lewat udara atau kontak langsung, dengan masa inkubasi 10–21 hari. Gejala khas seperti ruam berbentuk bintik merah berisi cairan dan gatal hebat sering disertai demam dan lelah. Pengobatan rumah fokus kurangi gatal, cegah infeksi sekunder, dan jaga kenyamanan anak dengan kompres dingin, oatmeal bath, dan obat simptomatik seperti paracetamol. Vaksin cacar air bisa cegah hingga 90 persen kasus berat. Dengan perawatan tepat, anak bisa pulih tanpa bekas luka permanen. Artikel ini membahas mendalam penyebab cacar air, gejala awal sering terlewat, cara penularan, diagnosis klinis, pengobatan rumah efektif, komplikasi jarang tapi berbahaya, pencegahan vaksin dan isolasi, tips harian atasi gatal, serta kapan harus segera ke dokter agar cacar air tertangani aman di rumah dan anak cepat sembuh. Mengenal Penyakit Cacar Air Cacar air, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Varicella, adalah infeksi saluran pernapasan dan kulit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Varicella-Zoster (VZV), yang termasuk dalam keluarga Herpesvirus. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit "masa kanak-kanak" yang ringan, cacar air tetap memerlukan perhatian khusus karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya serta potensi komplikasinya pada individu dengan imun lemah. Di Indonesia, cacar air paling sering menyerang anak-anak usia 5 hingga 10 tahun, terutama saat memasuki masa sekolah di mana interaksi fisik antar anak sangat intens. Namun, orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi juga bisa tertular dengan gejala yang biasanya lebih berat. Ciri Khas dan Gejala Perjalanan penyakit cacar air biasanya mengikuti pola yang sangat khas, dimulai dari gejala mirip flu hingga munculnya lenting di seluruh tubuh. Fase Gejala Awal (Prodromal): Muncul 1–2 hari sebelum ruam. Anak akan mengalami demam (mulai dari ringan hingga tinggi), merasa sangat lelah (lethargy), sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Fase Ruam dan Lenting (Vesikel): Ruam biasanya muncul pertama kali di dada, punggung, atau wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Prosesnya sangat cepat: Bintik Merah: Ruam kecil kemerahan. Vesikel: Bintik tersebut berubah menjadi lenting berisi cairan bening yang sangat gatal. Krusta: Lenting akan pecah atau mengering menjadi keropeng (kerak) dalam waktu 4–7 hari. Gatal Hebat: Ini adalah keluhan utama yang membuat anak rewel. Menggaruk lenting sangat tidak disarankan karena dapat memicu infeksi bakteri sekunder dan meninggalkan bekas luka permanen (bopeng). Masa Penularan yang Sangat Cepat Cacar air menular melalui percikan ludah (droplets) saat penderita batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan cairan dari lenting. Penting untuk Diketahui: Seseorang sudah bisa menularkan virus 1 hingga 2 hari SEBELUM ruam muncul. Masa penularan ini baru berakhir ketika seluruh lenting telah kering menjadi krusta (keropeng). Selama masih ada satu saja lenting yang basah, anak harus tetap diisolasi di rumah agar tidak memicu wabah di sekolah atau lingkungan sekitar. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cacar air umumnya sembuh sendiri, namun vaksinasi terbukti menurunkan risiko komplikasi. Setelah sembuh, virus latent dan bisa aktif kembali sebagai herpes zoster dewasa. Gejala Cacar Air pada Anak Gejala awal: Demam Sakit kepala Lelah Nafsu makan turun Gejala khas: Ruam merah gatal Vesikel berisi cairan Krusta cokelat Ruam bertahap gelombang Ruam muncul wajah, badan, lalu ekstremitas. Penyebab dan Penularan Cacar Air Penyebab: virus varicella-zoster. Penularan: Droplet udara batuk bersin Kontak vesikel Ibu hamil ke janin Masa menular: 1–2 hari sebelum ruam hingga krusta kering. Imun setelah sembuh seumur hidup terhadap cacar air. Cara Dokter Mendiagnosis Cacar Air Diagnosis: Klinis gejala ruam Riwayat kontak Tes PCR atau serologi jarang Diagnosis biasa tanpa lab. Pengobatan Cacar Air di Rumah Pengobatan rumah: Paracetamol demam nyeri Kompres dingin gatal Oatmeal bath Lotion calamine Potong kuku cegah garuk Pakaian longgar katun Hindari aspirin risiko Reye syndrome. Antiviral acyclovir hanya risiko tinggi. Komplikasi Cacar Air Komplikasi: Infeksi kulit bakteri Pneumonia Ensefalitis Cacar kongenital janin Komplikasi lebih tinggi dewasa atau imun lemah. Pencegahan Cacar Air Pencegahan: Vaksin varicella 2 dosis Isolasi anak sakit Hindari kontak risiko tinggi Vaksin kurangi kasus 90 persen. Tips Praktis Menangani Cacar Air Rumah Tips: Hidrasi banyak Makan lembut Ruang sejuk Hindari garuk Pantau demam Tips kurangi gatal efektif. Kapan Harus ke Dokter Segera ke dokter jika: Demam >4 hari Ruam bernanah Sesak napas Lemas berat Bayi - Published: 2026-02-16 - Modified: 2026-02-12 - URL: https://primayahospital.com/paru/kanker-paru/ - Kategori: Paru - Translation Priorities: Optional Kanker paru adalah pembunuh nomor satu kanker di dunia dan Indonesia. Setiap tahun, lebih dari 34. 000 orang Indonesia meninggal karena kanker paru lebih banyak dari kanker payudara, serviks, dan kolorektal digabung. (Dicatat 242. 000 kematian di Indonesia pada tahun 2022, dan kanker paru merupakan salah satu penyebab tertingginya). Yang mengerikan: 70–80 % pasien baru terdeteksi saat sudah stadium 4, di mana harapan hidup sudah menjadi semakin kecil. (survival ratenya bisa beda di jenis sel) hanya 6–12 bulan. Penyebab utama? 85–90 % kasus langsung terkait rokok dan asap rokok (termasuk perokok pasif). Kabar baiknya: kanker paru adalah kanker yang paling bisa dicegah, hingga 90 % kasus tidak akan pernah terjadi jika kita berhenti merokok dan menghindari asap rokok sejak sekarang. Yuk, kenali faktor risiko, gejala awal yang sering diabaikan, dan 12 cara paling efektif mencegah kanker paru sebelum terlambat! Apa Itu Kanker Paru dan Jenis-Jenisnya? Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel di jaringan paru tumbuh secara tidak terkendali, membentuk massa yang dapat mengganggu fungsi pernapasan dan menyebar ke organ lain. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, terutama karena sering terdeteksi pada stadium lanjut. Dua jenis utama kanker paru: Kanker Paru Sel Kecil (SCLC) — sekitar 15 % kasus. Jenis ini sangat agresif, tumbuh cepat, dan hampir selalu terkait dengan kebiasaan merokok. SCLC cenderung menyebar lebih cepat ke kelenjar getah bening, hati, otak, dan tulang. Kanker Paru Non-Sel Kecil (NSCLC) — sekitar 85 % kasus. Terdiri dari beberapa subtipe: Adenokarsinoma: paling umum pada perokok maupun non-perokok, biasanya muncul di bagian luar paru. Karsinoma sel skuamosa: sering berhubungan dengan kebiasaan merokok, biasanya muncul di dekat saluran napas besar (bronkus). Karsinoma sel besar: tumbuh cepat dan bisa muncul di bagian mana saja dari paru, sulit didiagnosis awal. Menurut World Health Organization 2024, kanker paru menyebabkan 1,8 juta kematian global per tahun — tertinggi di antara semua kanker. 10 Gejala Awal Kanker Paru yang Sering Dianggap “Biasa” Batuk >3 minggu yang tidak sembuh (terutama pada perokok) Batuk berdarah (bahkan sedikit) Sesak napas progresif (semakin lama semakin berat) Nyeri dada yang memburuk saat batuk/tertawa Suara serak berkepanjangan Berat badan turun tanpa sebab Lelah ekstrem & lemah Infeksi paru berulang (bronkitis, pneumonia) Nyeri tulang (terutama bahu, punggung, pinggul) Sakit kepala atau pusing (metastasis otak) Faktor Risiko Kanker Paru Faktor Risiko Persentase Kasus Rokok aktif 85–90 % Perokok pasif 25 % peningkatan risiko Paparan asbes Tinggi pada pekerja tambang Paparan radon (gas radioaktif di rumah) 10–15 % kasus non-perokok Polusi udara (PM2. 5) 8–10 % di kota besar Riwayat keluarga kanker paru 2x risiko Penyakit paru kronis (PPOK, TB paru) 4–6x risiko Usia >50 tahun 90 % kasus 12 Cara Paling Efektif Mencegah Kanker Paru Pencegahan merupakan langkah utama karena kanker paru sering baru terdeteksi pada stadium lanjut. Berikut strategi efektif yang bisa dilakukan: Berhenti merokok total — risiko kanker paru menurun hingga 50 % dalam 10 tahun setelah berhenti. Hindari asap rokok sekunder — jangan izinkan merokok di rumah atau mobil. Gunakan masker N95 di area dengan polusi udara tinggi untuk melindungi paru. Tanam tanaman pembersih udara di rumah, misalnya lidah mertua atau peace lily, untuk menyaring polutan. Cek kadar radon di rumah, terutama bagi rumah basement, karena radon meningkatkan risiko kanker paru. Hindari paparan asbes dan bahan kimia karsinogen di tempat kerja atau rumah. Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah beri, sayur hijau, dan kunyit untuk melawan radikal bebas. Olahraga rutin 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan paru dan metabolisme tubuh. Jaga berat badan ideal, karena obesitas meningkatkan risiko berbagai kanker. Vaksin influenza dan pneumokokus untuk mencegah infeksi paru yang dapat melemahkan jaringan paru. Low-dose CT scan tahunan bagi perokok berat usia 50–80 tahun untuk deteksi dini kanker paru. Hindari vape dan rokok elektrik, karena bukan alternatif aman dan tetap berisiko merusak paru. Langkah-langkah ini efektif bila diterapkan secara konsisten, karena mengurangi paparan karsinogen sekaligus memperkuat daya tahan tubuh terhadap kerusakan sel paru. Menu Harian Anti Kanker Paru Waktu Menu Pagi Teh hijau + oatmeal + stroberi + almond Siang Nasi merah + ikan salmon + brokoli kukus + jeruk Sore Yogurt + blueberry + chia seed Malam Sup sayur + tahu kukus + ubi rebus Kapan Harus Segera ke Dokter Paru atau Onkologi Pemeriksaan dini sangat penting karena kanker paru sering baru menimbulkan gejala pada stadium lanjut. Segera konsultasikan ke dokter spesialis paru atau onkologi jika mengalami tanda-tanda berikut: Batuk yang bertahan lebih dari 3 minggu meski sudah minum obat batuk biasa. Batuk berdarah, walaupun hanya sedikit, dapat menjadi tanda perdarahan di saluran pernapasan. Sesak napas yang semakin berat atau progresif, terutama saat aktivitas ringan atau berbaring. Nyeri dada atau nyeri tulang yang muncul tanpa sebab jelas, bisa menandakan penyebaran sel kanker. Penurunan berat badan >5 kg tanpa melakukan diet, menandakan adanya gangguan metabolik akibat penyakit serius. Deteksi dan penanganan lebih awal meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan... - Published: 2026-02-15 - Modified: 2026-02-12 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/mri-abdomen/ - Kategori: Radiologi - Translation Priorities: Optional MRI abdomen merupakan sebuah pemeriksaan yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar organ dalam dan struktur di tubuh secara detail. Kapan prosedur ini dilakukan? MRI abdomen digunakan untuk melihat gambar dan struktur lebih detail dari organ abdomen (perut) pada kondisi medis tertentu. MRI berbeda dengan metode pencitraan CT Scan dan sinar-X karena tidak menggunakan radiasi yang berbahaya bagi pasien. Berikut kondisi dimana diperlukan MRI abdomen : Nyeri pada rongga perut Pembengkakan pada rongga perut Penyebab dari kelainan pada hasil laboratorium darah, seperti pada gangguan hati dan gangguan ginjal Massa atau benjolan pada perut Kelainan pembuluh darah pada perut Bagaimana cara kerja MRI Abdomen? MRI abdomen merupakan prosedur yang menggunakan medan magnet dan akan bereaksi dengan proton dan gelombang radio yang dikirimkan dan berada dalam tubuh manusia. Kemudian gelombang yang berada pada tubuh manusia akan menjadi sinyal bagi mesin MRI untuk mengenai kondisi bagian tubuh, sehingga dapat digunakan oleh dokter untuk menganalisis dan menegakkan diagnosis. Prosedur MRI memerlukan pasien untuk berpuasa beberapa jam sebelum pemeriksaan MRI, serta tidak perlu digunakan pembiusan. Durasi pemeriksaan berkisar antara 15-90 menit. Prosedur MRI Abdomen Pasien akan diminta untuk berganti pakaian sesuai dengan yang disediakan rumah sakit dan melepas semua aksesoris yang terbuat dari logam. Kemudian pasien akan berbaring di meja periksa dan dimasukkan ke mesin MRI. Tubuh pasien akan sepenuhnya di dalam mesin. Ketika tubuh di dalam tabung MRI, medan magnet dan suara akan muncul dan menghasilkan sinyal yang kemudian ditangkap oleh komputer guna membuat serangkaian gambar. Setelah proses, pasien dapat pulang langsung. Kelebihan MRI abdomen memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah sebagai berikut: Alat diagnostik berbagai macam penyakit Metode non invasif dan tidak nyeri Dapat secara jelas memperlihatka struktur dan organ dalam Efektif dalam waktu dan nyaman Perawatan pasca MRI Abdomen Setelah pasca prosedur MRI abdomen pasien diperbolehkan untuk langsung pulang Tidak ada halangan terhadap aktivitas sehari-hari Ditinjau oleh: dr. Nathania Victoria Stevina, Sp. Rad Spesialis Radiologi Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-02-14 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/hematologi/mengenal-tes-genetik-untuk-kesehatan/ - Kategori: Hematologi - Translation Priorities: Optional Bagi sebagian orang, tes genetik mungkin terdengar sebagai prosedur yang rumit dan menyeramkan. Namun tes ini punya arti penting dalam upaya peningkatan kesehatan individu. Tes genetik bisa membantu dalam pencegahan penyakit dan penanganan dini suatu penyakit sebelum telanjur parah. Berikut ini penjelasannya lebih lanjut. Mengenal Tes Genetik Secara sederhana, seperti dijelaskan dalam MedlinePlus, tes genetik adalah jenis tes medis yang mengidentifikasi perubahan pada gen, kromosom, atau protein. Melalui tes genetik, dokter dapat melakukan skrining, menentukan diagnosis, atau memprediksi risiko penyakit. Dalam tes genetik, dokter akan menganalisis sampel kecil dari darah, air liur, atau jaringan tubuh lain untuk mencari perubahan spesifik pada gen, kromosom, atau protein. Perubahan ini, yang sering disebut mutasi atau varian, dapat mengindikasikan adanya risiko penyakit tertentu. Seperti diketahui, banyak penyakit yang memiliki faktor risiko genetik, seperti kanker. Hasil tes genetik juga dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi genetik hingga menilai respons terhadap obat-obatan tertentu. Terdapat sejumlah jenis tes genetik yang dibedakan menurut tujuannya, antara lain: Tes diagnostik untuk menjelaskan penyebab gejala Tes pembawa (carrier) untuk mengetahui kemungkinan membawa gen penyakit keturunan Tes prediktif untuk menilai risiko penyakit di masa depan Tes farmakogenetik untuk menyesuaikan obat Tes pranatal dan tes genetik praimplantasi untuk program fertilitas Siapa Saja yang Memerlukan Tes Genetik? Tes genetik pada dasarnya bersifat sukarela. Seseorang bisa menjalani tes genetik berdasarkan kebutuhan personal. Berikut ini beberapa kelompok individu yang mungkin memerlukan tes genetik: Individu dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit genetik atau kanker herediter (menurun secara genetik), seperti kanker payudara, penyakit Huntington, atau fibrosis kistik. Pasangan yang berencana memiliki anak dan khawatir akan mewariskan kondisi genetik tertentu kepada anak-anak. Perempuan hamil atau berencana hamil untuk mendeteksi kondisi genetik atau kelainan kromosom pada janin. Bayi baru lahir dengan gejala penyakit yang tidak jelas. Individu dengan gejala penyakit yang tidak terdiagnosis dengan metode diagnostik umum. Pasien kanker untuk mengidentifikasi mutasi spesifik yang mendorong pertumbuhan kanker sehingga dokter dapat memilih terapi target yang paling efektif. Individu yang mempertimbangkan pengobatan tertentu yang sesuai dengan kondisi genetiknya. Kapan Seseorang Memerlukan Tes Genetik? Waktu yang tepat untuk menjalani tes genetik sangat bervariasi, tergantung tujuan tes dan kondisi individu. Berikut ini situasi ketika tes genetik seringkali diperlukan: Sebelum atau selama kehamilan, biasanya pada trimester pertama atau kedua. Ketika bayi baru lahir atau berusia beberapa hari. Saat ada gejala yang tidak teridentifikasi pemicunya atau dicurigai terkait dengan penyakit genetik. Ketika ada riwayat kanker dalam keluarga. Setelah diagnosis kanker. Sebelum memulai pengobatan tertentu. Ketika ada kekhawatiran akan adanya risiko penyakit di masa depan. Manfaat/Tujuan Tes Genetik Manfaat dan tujuan tes genetik sangat luas, mencakup diagnosis, pencegahan, pengobatan, hingga perencanaan masa depan. Berikut ini beberapa di antaranya: Diagnosis akurat dan dini sehingga memungkinkan intervensi medis yang lebih tepat dan cepat. Membantu perencanaan keluarga bagi pasangan yang berencana memiliki anak terkait dengan risiko penyakit genetik. Pencegahan dan pengelolaan risiko penyakit yang mungkin bisa dialami di masa mendatang. Personalisasi pengobatan untuk lebih memastikan efektivitas obat, mengurangi efek samping yang tak diinginkan, dan meningkatkan keberhasilan terapi. Memberi informasi kepada anggota keluarga lain mengenai faktor risiko penyakit genetik yang ada. Di samping membantu diagnostik, pencegahan, dan pengobatan, hasil tes genetik bisa menjadi sumber data untuk riset dan pengembangan pengobatan yang inovatif. Persiapan Sebelum Menjalani Tes Genetik Menjalani tes genetik adalah keputusan penting yang memerlukan persiapan matang. Berikut ini sejumlah persiapannya secara umum: Konsultasi dengan dokter atau konselor genetik, yakni profesional kesehatan yang terlatih dalam hal genetika yang bisa membantu pasien memahami kondisi genetik, risiko, dan pilihan tes yang tersedia. Memahami tujuan dan memberikan persetujuan atas dilakukannya tes genetik, termasuk soal risiko, manfaat, penggunaan sampel, dan perlindungan privasi. Persiapan sampel jika diperlukan, misalnya tidak makan/minum atau merokok selama 30 menit sebelum pengambilan sampel saliva (air liur). Prosedur dan Pelaksanaan Tes Genetik Dari sisi pasien, prosedur dan pelaksanaan tes genetik sebenarnya sederhana. Berikut ini gambaran umumnya: Pengambilan sampel Jenis sampel yang diambil bergantung pada jenis tes genetik yang dilakukan, misalnya: Darah: diambil dari vena di lengan, mirip dengan tes darah rutin. Air liur: pasien diminta meludah ke dalam tabung khusus sampai mencapai volume yang ditentukan. Usapan pipi (buccal swab): mengusap bagian dalam pipi menggunakan kapas steril. Jaringan: untuk tes genetik kanker, sampel jaringan tumor diambil melalui biopsi atau operasi. Cairan ketuban atau jaringan plasenta: untuk tes pranatal invasif. Transportasi dan pemrosesan di laboratorium Setelah diambil, sampel dikirim ke laboratorium genetik khusus untuk dianalisis lebih lanjut sesuai dengan tujuan tes. Di sana, DNA diekstraksi dari sel-sel dalam sampel. Proses ini melibatkan pemisahan DNA dari komponen seluler lainnya 43. Interpretasi hasil Ahli bioinformatika atau ilmuwan genetik menganalisis hasil pemrosesan sampel di laboratorium untuk mengidentifikasi varian genetik dan menentukan kepentingan klinisnya. Laporan hasil Hasil tes genetik, termasuk temuan genetik dan interpretasi klinisnya, akan disiapkan oleh laboratorium dan dikirim kepada dokter atau konselor genetik yang bersangkutan. Biasanya hasil ini tersedia dan bisa diinformasikan kepada pasien dalam beberapa minggu setelah tes. Perawatan Pasca-Tes Genetik Tidak ada perawatan khusus... - Published: 2026-02-13 - Modified: 2026-02-12 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/tes-cpet-uji-latih-jantung-paru-untuk-diagnosis-yang-lebih-tepat/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa sesak napas saat melakukan aktivitas ringan, padahal dulu tidak? Atau mungkin Anda adalah seorang atlet yang ingin benar-benar tahu batas maksimal kebugaran tubuh Anda? Jantung dan paru merupakan tim kerja yang tak terpisahkan satu sama lain, memastikan setiap sel tubuh mendapatkan oksigen yang dibutuhkan. Guna mengevaluasi kekuatan dan keselarasan kerja jantung-paru di bawah tekanan, tersedia teknologi medis canggih bernama Cardiopulmonary Exercise Test (CPET) atau Uji Latih Kardiopulmoner. Lebih dari sekadar uji fisik biasa, CPET adalah prosedur analisis mendalam yang mampu mengukur respon kardiopulmoner Anda secara akurat. Prosedur ini memungkinkan tim medis memantau kinerja organ vital secara mendetail, layaknya menganalisis harmoni dalam sebuah konser besar untuk memastikan setiap irama kerja tubuh Anda berjalan optimal. Kapan Tes Ini Dapat Membantu Anda? CPET sering kali menjadi kunci pembuka misteri medis, terutama dalam situasi berikut: Identifikasi Penyebab Dispnea (Sesak Napas): CPET merupakan instrumen diagnostik yang efektif untuk membedakan apakah sesak napas disebabkan oleh gangguan jantung, paru, atau dekondisi fisik. Melalui pengukuran ventilasi paru, konsumsi oksigen maksimal, dan produksi karbondioksida, tes ini memberikan data yang jauh lebih akurat dibandingkan pemeriksaan uji latih dengan EKG biasa. Hasil analisis yang mendalam ini memungkinkan dokter untuk menentukan penyebab utama gejala Anda secara tepat sasaran. Penilaian Risiko Pre-Operasi: CPET berfungsi mengevaluasi ketahanan jantung dan paru secara presisi sebelum prosedur pembedahan besar. Hasil tes ini memungkinkan tim medis untuk memetakan risiko secara lebih akurat dan menentukan strategi operasi yang paling aman demi keselamatan pasien. Memantau Kondisi Penyakit Kronis: Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau paru kronis, CPET dapat memberikan data akurat tentang bagaimana penyakit tersebut memengaruhi kemampuan tubuh Anda saat bergerak. Hasil dari evaluasi ini sangat membantu dokter dalam memantau keberhasilan terapi yang sedang dijalani dan merancang langkah rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Evaluasi Kapasitas Latihan: CPET digunakan untuk mengukur kapasitas aerobik dan kemampuan maksimal tubuh dalam melakukan aktivitas fisik. Hasil tes ini menyajikan parameter kebugaran fisik yang sangat akurat, memberikan gambaran yang lebih mendalam dan spesifik dibandingkan metode pengukuran konvensional. Prosedur yang Nyaman dan Terukur Anda mungkin membayangkan tes yang menakutkan, padahal prosedurnya sangatlah mudah dan aman. Anda akan diminta mengenakan pakaian dan sepatu yang nyaman, layaknya akan berolahraga. Setelah persiapan dasar seperti pengukuran tekanan darah dan pemasangan elektroda EKG untuk memantau irama jantung, Anda akan diminta untuk bersepeda santai di sebuah sepeda statis. Selama bersepeda, intensitas akan ditingkatkan secara bertahap dalam waktu yang relatif singkat (maksimal 15 menit). Bagian paling penting adalah sebuah masker/sungkup yang terpasang di wajah Anda. Masker inilah yang merupakan "mata" sang dokter. Masker akan mengukur dengan sangat teliti: Berapa banyak oksigen yang Anda hirup. Berapa banyak karbondioksida yang Anda keluarkan. Semua data ini dianalisis oleh komputer, memberikan gambaran real-time tentang efisiensi kerja jantung dan paru Anda. Apa yang perlu dipersiapkan? Cukup makan makanan ringan 3-4 jam sebelumnya, hindari minuman berkafein atau rokok/vape di hari tes, dan beritahukan dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi. Keunggulan CPET: Lebih dari Sekedar Angka Hasil dari CPET memberikan manfaat yang luar biasa, di antaranya: Potret Akurat Kesehatan dan Kapasitas Latihan Anda: Mengetahui seberapa baik jantung dan paru Anda menggunakan oksigen saat beraktivitas fisik. Prediksi Risiko yang Lebih Tepat: Dengan data kebugaran kardiorespirasi (Cardio Respiratory Fitness atau CRF), dokter dapat memprediksi risiko Anda terhadap permasalahan jantung atau paru dengan lebih akurat. Panduan Gaya Hidup Terbaik: Informasi ini menjadi dasar bagi dokter untuk merancang program latihan atau pengobatan yang benar-benar personal dan sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Wujudkan Hidup Sehat Optimal Anda Ingin memastikan jantung dan paru Anda bekerja dengan optimal? Dapatkan jawaban pasti dan rencanakan kesehatan masa depan Anda bersama ahlinya. Primaya Hospital Kelapa Gading menyediakan layanan Cardiopulmonary Exercise Test (CPET) yang didukung oleh tenaga medis profesional dan peralatan mutakhir. Ditinjau oleh: dr. Gustiawaty Army, Sp. KFR Dokter Spesialis Kedokteran Fisik Rehabilitasi Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-02-12 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-komplikasi-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kehamilan adalah salah satu periode kehidupan yang dinanti-nantikan. Tapi ada kemungkinan terjadinya berbagai komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Artikel ini bertujuan memberikan informasi yang dapat membantu ibu hamil dan pasangan mereka dalam memahami aspek-aspek penting dari komplikasi kehamilan. Mengenal Komplikasi Kehamilan Komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan yang muncul selama masa kehamilan dan sesaat setelah persalinan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu, janin, atau keduanya. Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan masalah kesehatan ini bisa berupa kondisi fisik ataupun mental. Masalah kesehatan dalam komplikasi kehamilan bervariasi, dari yang mudah dikelola hingga kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa. Berikut ini beberapa jenis komplikasi kehamilan yang umum terjadi: Preeklamsia: tekanan darah tinggi yang dibarengi kerusakan organ, terutama ginjal dan hati. Diabetes gestasional: diabetes yang berkembang selama kehamilan. Persalinan prematur: kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi bayi. Kehamilan ektopik: berkembangnya embrio di luar rahim. Abrupsi plasenta: pemisahan plasenta dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Plasenta previa: kondisi ketika plasenta menutupi serviks yang dapat menyebabkan perdarahan saat persalinan. Sindrom ovarium hiperstimulasi: terjadi akibat stimulasi ovarium yang berlebihan. Perdarahan: perdarahan dari vagina dapat menjadi tanda komplikasi serius, seperti keguguran. Menurut WHO, lebih dari 700 perempuan meninggal akibat penyebab yang dapat dicegah terkait dengan kehamilan dan persalinan. Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa mengalami komplikasi kehamilan tidak lantas berarti ada kesalahan yang dilakukan orang tua, terutama ibu hamil. Gejala Komplikasi Kehamilan Gejala komplikasi kehamilan bergantung pada jenis komplikasi yang terjadi. Di antaranya: Gejala Kemungkinan Komplikasi yang Berkaitan Penjelasan Klinis Perdarahan vagina(menyerupai menstruasi, deras, disertai gumpalan dan kram) Keguguran, kehamilan ektopik, plasenta previa, solusio plasenta Perdarahan yang banyak pada kehamilan harus dianggap serius. Jika disertai nyeri perut atau kram, dapat menandakan ancaman keguguran atau gangguan letak/pelepasaan plasenta. Sakit kepala hebat dan berkepanjangan(kadang disertai penglihatan kabur atau melihat bintik-bintik) Preeklampsia, hipertensi gestasional Tekanan darah tinggi akibat gangguan vaskular menyebabkan vasospasme serebral yang menimbulkan nyeri kepala, gangguan penglihatan, serta dapat disertai edema dan proteinuria. Nyeri perut atau panggul yang tajam, konstan, atau kram hebat Kehamilan ektopik, abrupsi plasenta, persalinan prematur Riwayat nyeri berat pada abdomen bawah dapat menjadi tanda ruptur tuba (pada ektopik), kontraksi prematur, atau pelepasan sebagian plasenta. Muntah berlebihan(bukan sekadar morning sickness) Hiperemesis gravidarum Muntah berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, dan ketidakseimbangan elektrolit memerlukan penanganan medis segera. Bengkak mendadak di tangan, wajah, dan kaki Preeklampsia Edema mendadak, terutama pada wajah dan tangan, menunjukkan retensi cairan akibat gangguan endotel vaskular pada preeklampsia. Berkurangnya gerakan janin Gawat janin, insufisiensi plasenta Penurunan gerak janin menandakan hipoksia atau gangguan perfusi plasenta yang memerlukan evaluasi segera dengan USG atau CTG. Demam tinggi(>38°C) Infeksi intrauterin (korioamnionitis), infeksi sistemik Kenaikan suhu tubuh dapat disebabkan infeksi serius yang berisiko terhadap janin dan ibu, membutuhkan pemeriksaan serta terapi antibiotik yang tepat. Penyebab Komplikasi Kehamilan Ada beragam penyebab komplikasi kehamilan yang meliputi faktor ibu, janin, dan lingkungan. Misalnya: Kondisi kesehatan yang sudah ada pada ibu sebelum hamil, misalnya diabetes, hipertensi kronis, penyakit autoimun, gangguan tiroid, dan obesitas. Kondisi yang timbul selama kehamilan. Contohnya diabetes gestasional dan preeklamsia, yang diduga berkaitan dengan disfungsi plasenta dan respons imun ibu. Masalah pada janin atau plasenta seperti kelainan kromosom janin, cacat lahir, atau masalah pada plasenta. Infeksi tertentu seperti toksoplasmosis, rubella, sitomegalovirus, dan virus zika. Gaya hidup, antara lain merokok, konsumsi alkohol, penggunaan narkoba, pola makan yang buruk, dan stres kronis. Cara Dokter Mendiagnosis Komplikasi Kehamilan Dokter umumnya mendiagnosis komplikasi kehamilan dengan kombinasi pengecekan riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan tes penunjang. Rinciannya: Anamnesis: dokter akan menanyakan secara detail semua gejala yang dirasakan, riwayat kehamilan sebelumnya, serta kondisi kesehatan pribadi dan keluarga. Pemeriksaan fisik: termasuk pengukuran berat badan, tekanan darah, dan tinggi fundus uteri (untuk memperkirakan pertumbuhan janin). Pemeriksaan laboratorium: Darah: untuk memeriksa kadar hemoglobin, glukosa, dan enzim hati serta fungsi ginjal. Urine: untuk mendeteksi protein dan infeksi. Pemantauan janin: Ultrasonografi (USG): untuk memantau pertumbuhan janin, cairan ketuban, letak plasenta, dan anatomi janin. Non-stress test: merekam detak jantung janin dalam respons terhadap gerakannya dan menilai kesejahteraan janin. Tes khusus: seperti pengambilan sampel cairan ketuban (amniosentesis) untuk mendeteksi kelainan genetik jika ada indikasi kuat berdasarkan skrining sebelumnya. Cara Mengatasi Komplikasi Kehamilan Pendekatan Penanganan Keterangan dan Contoh Tindakan Tujuan Klinis Modifikasi gaya hidup dan pemantauan ketat Menerapkan pola makan seimbang, istirahat cukup, mengontrol berat badan, dan melakukan monitoring rutin tekanan darah serta kadar gula darah. Biasanya diterapkan pada kasushipertensi gestasional ringanataudiabetes gestasional ringan. Menjaga kestabilan kondisi ibu dan mencegah progresi komplikasi agar tidak berkembang menjadi bentuk yang lebih berat. Terapi obat-obatan Disesuaikan dengan diagnosis dan kondisi kehamilan: -Antihipertensi(misalnya labetalol, metildopa) untuk mengontrol tekanan darah. -Kortikosteroid(misalnya betametason atau deksametason) diberikan bila terdapat ancamanpersalinan prematur, untuk mempercepat pematangan paru janin. -Antibiotikuntuk pengobataninfeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih atau korioamnionitis. -Progesteronpada ibu hamil dengan riwayat atau risiko tinggipersalinan prematur berulang. Mengontrol faktor penyebab komplikasi, melindungi fungsi organ ibu, serta menjaga pertumbuhan dan... - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/tht/kehilangan-pendengaran/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa lawan bicara Anda selalu bergumam? Atau mungkin Anda sering menaikkan volume TV hingga orang di sekitar merasa terganggu? Jika ya, Anda tidak sendirian. Kehilangan pendengaran bukan sekadar masalah "telinga", melainkan gangguan komunikasi yang bisa memutus koneksi Anda dengan dunia. Lebih dari Sekadar Suara: Dampak Tersembunyi Kehilangan pendengaran (gangguan pendengaran) terjadi saat sistem auditori mengalami hambatan. Dampaknya tidak main-main. Mulai dari kesulitan mengikuti rapat penting, rasa cemas saat bertelepon, hingga risiko demensia dan depresi pada lansia akibat isolasi sosial. Bagi anak-anak, ini bisa menjadi penghambat prestasi di sekolah. Mengapa Pendengaran Kita Menurun? Secara medis, ada dua jalur utama yang menyebabkan gangguan ini: Gangguan Konduktif (Hambatan Fisik): Suara terhalang masuk karena penumpukan kotoran, infeksi telinga tengah, cairan akibat alergi, hingga kondisi gendang telinga yang pecah. Gangguan Sensorineural (Kerusakan Saraf):Sering terjadi akibat proses penuaan, paparan kebisingan ekstrem, cedera kepala, atau penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi. Tipe Campuran:Kombinasi dari keduanya yang memerlukan penanganan lebih kompleks. Waspadai 5 Tanda Peringatan Ini: Jangan abaikan jika Anda atau keluarga mulai menunjukkan gejala berikut: Sering meminta orang lain mengulang kalimat. Suara orang lain terdengar seperti bergumam/tidak jelas. Telinga sering berdenging (Tinnitus). Sulit mendengar suara bernada tinggi (seperti kicauan burung). Kesulitan memahami percakapan di tempat ramai (restoran atau kafe). Diagnosis Modern: Akurat dan Terukur Teknologi medis saat ini memungkinkan diagnosa yang sangat presisi. Di rumah sakit kami, tim ahli audiolog menggunakan serangkaian tes canggih: Tes Nada Murni: Menentukan ambang batas pendengaran terkecil Anda. OAE (Otoacoustic Emissions): Mengecek kesehatan telinga bagian dalam secara spesifik. Timpanometri: Melihat kondisi kesehatan gendang telinga Anda. Solusi dan Pengobatan Kabar baiknya, sebagian besar gangguan pendengaran dapat ditangani. Mulai dari prosedur pembersihan kotoran telinga, penggunaan antibiotik untuk infeksi, hingga langkah restoratif seperti Alat Bantu Dengar (ABD) atau Implan Koklea bagi kasus yang lebih berat. Mencegah Lebih Baik Daripada Membungkam Dunia Pendengaran adalah aset masa depan. Anda bisa melindunginya dengan langkah sederhana: Aturan 80/90:Jangan mendengarkan musik lebih dari 80% volume selama lebih dari 90 menit. Gunakan Earplug:Terutama saat berada di konser atau area konstruksi. Stop Cotton Bud: Hindari memasukkan benda apa pun ke dalam telinga yang justru berisiko merusak gendang telinga. Kontrol Penyakit Kronis:Jaga tekanan darah dan gula darah Anda tetap stabil. Kehilangan pendengaran sering kali terjadi secara perlahan sehingga penderitanya tidak sadar. Deteksi dini adalah kunci agar kualitas hidup tetap terjaga. Ditinjau oleh: dr. Bunga Aline Ditha, Sp. THT-BKL Spesialis THT-BKL Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tanda-kerusakan-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Kerusakan ginjal adalah masalah kesehatan yang sering tidak disadari karena gejalanya dapat berkembang secara perlahan dan samar. Kondisi ini membahayakan karena ginjal memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh, seperti menyaring limbah dan kelebihan cairan, serta berperan dalam pengaturan tekanan darah dan produksi sel darah merah. Artikel ini akan membahas sejumlah tanda kerusakan ginjal, termasuk cara mencegah dan mengobati kondisi ini. Mengenal Tanda Kerusakan Ginjal Ginjal manusia berfungsi sebagai filter alami yang menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan produk limbah dalam tubuh. Dikutip dari National Institutes of Health, setiap menit, ginjal menyaring sekitar 200 liter cairan dari darah, membuang kelebihan cairan, limbah metabolisme, serta racun sembari menjaga keseimbangan elektrolit. Tanda kerusakan ginjal berkaitan dengan terganggunya fungsi tersebut. Kerusakan ginjal bisa bersifat akut (terjadi seketika) atau kronis (berlangsung lama). Penyebab kerusakan ginjal akut bisa berbagai macam, seperti dehidrasi, infeksi, atau paparan racun. Adapun kerusakan ginjal kronis biasanya berkembang akibat penyakit jangka panjang seperti diabetes atau hipertensi. Tanda kerusakan ginjal kronis alias chronic kidney disease lebih sulit dideteksi karena fungsi ginjal menurun secara bertahap. Gejalanya kerap baru muncul saat fungsi ginjal telah turun di bawah 30 persen. Penyakit ginjal kronis pun sering disebut sebagai silent killer karena kerap terlambat terdiagnosis sehingga pengobatannya tidak optimal dan risiko kematian pasien meningkat. Tanda Kerusakan Ginjal Gejala dan tanda kerusakan ginjal sering kali samar dan menyerupai penyakit umum lain. Berikut ini tanda-tanda yang patut diwaspadai: Kelelahan ekstrem dan sulit berkonsentrasi Penurunan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah. Hal ini dapat memicu kelelahan yang parah, kelemahan, dan kesulitan berkonsentrasi. Anemia akibat berkurangnya produksi eritropoietin oleh ginjal juga turut menyebabkan rasa lelah dan wajah tampak pucat. Gangguan tidur Racun yang seharusnya dibuang melalui urine tetap beredar dalam dan dapat mengganggu tidur. Studi di Clinical Kidney Journal menunjukkan hubungan kuat antara sleep apnea dan penyakit ginjal kronis. Kulit kering dan gatal Ginjal yang sehat akan membuat keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah terjaga. Kerusakan ginjal dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral yang antara lain memicu rasa gatal yang parah dan kulit kering ketika kadar fosfor terlalu tinggi. Sering buang air kecil, terutama saat malam Ini bisa menjadi tanda kerusakan ginjal pada fungsi filter atau penyaringannya. Namun gejala ini juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria sehingga butuh pemeriksaan lebih lanjut. Darah dalam urine (hematuria) Dalam kondisi sehat, ginjal dapat menjaga sel darah merah tetap dalam aliran darah. Namun, saat filter ginjal rusak, sel darah merah dapat "bocor" ke dalam urine. Urine berbusa Busa yang berlebihan, terutama yang kecil-kecil dan bertahan lama ketika buang air kecil, menunjukkan adanya protein dalam urine (proteinuria). Busa atau buih yang seperti putih telur ketika tercampur dalam air itu mengindikasikan terjadinya kebocoran protein penting (albumin) dari ginjal. Pembengkakan di sekitar mata, pergelangan kaki, dan kaki (edema) Ginjal yang rusak tidak dapat membuang kelebihan cairan dan natrium sehingga menumpuk di jaringan tubuh. Nafsu makan menurun dan rasa logam di mulut Penumpukan racun uremik yang semestinya dibuang ginjal dapat mempengaruhi indra perasa dan menyebabkan bau mulut seperti amonia. Ini sering menyebabkan penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Kram otot Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalsium yang rendah dan fosfor yang tinggi, dapat menyebabkan kram otot, terutama di tungkai. Penyebab Kerusakan Ginjal Kerusakan ginjal akut lebih jarang terjadi dibanding kronis. Umumnya tanda kerusakan ginjal ini muncul sebagai akibat kondisi lain yang mempengaruhi organ tersebut selama bertahun-tahun. Di antaranya: Diabetes yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal lantaran kadar gula darah yang tinggi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk yang berada di ginjal. Peradangan pada unit penyaring ginjal (glomerulonefritis), bisa diakibatkan oleh kondisi lain, seperti lupus. Penyakit ginjal polikistik, yakni kondisi genetik ketika kista-kista berisi cairan berkembang di ginjal dan secara bertahap menggantikan jaringan yang sehat serta mengganggu fungsinya. Obstruksi saluran kemih yang berkepanjangan dan menyebabkan tekanan pada ginjal, antara lain akibat pembesaran prostat, batu ginjal, atau kanker. Infeksi ginjal berulang yang dapat menyebabkan luka permanen pada jaringan ginjal. Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, termasuk ibuprofen dan naproksen. Cara Mengatasi Kerusakan Ginjal Tanda kerusakan ginjal yang kerap baru dirasakan saat fungsi ginjal sudah sangat jauh menurun bisa menyulitkan pengobatan. Penanganan umumnya difokuskan pada upaya memperlambat perkembangan penyakit, mengelola gejala, dan mencegah komplikasi. Jenis tindakan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Misalnya: Obat-obatan untuk mengontrol diabetes atau hipertensi. Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk membatasi asupan protein dan mineral agar beban kerja ginjal berkurang serta berhenti merokok dan tidak minum minuman beralkohol. Dalam kasus kerusakan ginjal yang parah, pasien mungkin membutuhkan dialisis atau cuci darah sebagai pengganti fungsi ginjal. Transplantasi ginjal jika ginjal sudah tak bisa berfungsi lagi. Pencegahan Kerusakan Ginjal Upaya pencegahan kerusakan ginjal sangat penting, terutama bagi individu yang berisiko tinggi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah: Mengelola kondisi kronis yang dialami, antara lain mengontrol ketat tekanan darah dan gula darah. Pola makan sehat... - Published: 2026-02-09 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/anak/ruam-kulit-pada-bayi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Ruam kulit pada bayi adalah masalah umum karena kulit bayi sangat sensitif dan mudah bereaksi. Di Indonesia, lebih dari 60% bayi mengalami ruam kulit di bulan-bulan pertama kehidupan. Sebagian besar ruam bersifat jinak dan sembuh sendiri dengan perawatan tepat. Dengan pemahaman yang benar, orang tua bisa mengurangi risiko infeksi sekunder hingga 80%. Mengapa Kulit Bayi Begitu Rentan? Kulit bayi belum memiliki fungsi pelindung (skin barrier) yang sempurna. Secara anatomis, kulit bayi 20–30% lebih tipis dibandingkan kulit dewasa. Hal ini membuat kulit bayi lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap iritasi luar. Di iklim tropis Indonesia, suhu panas dan kelembapan tinggi menjadi faktor utama pemicu biang keringat dan pertumbuhan jamur. Jenis Ruam Umum pada Bayi Ruam Popok (Diaper Dermatitis): Kemerahan akibat kontak lama dengan urine atau feses. Sering diperparah oleh gesekan popok yang terlalu ketat. Biang Keringat (Miliaria): Bintik merah kecil atau bening akibat tersumbatnya kelenjar keringat. Eksim Atopik: Kulit merah, sangat kering, dan gatal yang biasanya muncul di pipi atau lipatan tangan/kaki. Milia: Bintik putih kecil di hidung/pipi. Ini adalah pori tersumbat yang akan hilang sendiri tanpa pengobatan. Erythema Toxicum Neonatorum: Ruam merah dengan bintik kuning-putih di tengah. Muncul di awal kelahiran dan bersifat normal. Impetigo: Infeksi bakteri yang ditandai dengan lepuhan berisi nanah yang pecah menjadi koreng berwarna seperti madu. (Membutuhkan antibiotik). Kandidiasis Kulit: Infeksi jamur dengan tanda merah terang dan adanya bintik-bintik kecil (satellite lesions) di sekitar ruam utama. Gejala: Kapan Harus Tenang vs Kapan Harus Waspada? Gejala Normal (Observasi Dirumah) Gejala Bahaya (Segera Ke Dokter) Ruam merah yang memucat saat ditekan Ruam berisi nanah atau cairan kuning Bintik putih kecil (Milia) Disertai demam tinggi (>38°C) Gatal ringan tanpa perubahan perilaku Ruam menyebar luas dengan sangat cepat Bayi tetap aktif dan mau menyusu Luka lecet, berdarah, atau berbau Bayi sangat rewel atau lemas (letargi) Langkah Penanganan di Rumah Ruam Popok: Terapkan prinsip ABCDE: Air out (biarkan tanpa popok sesekali), Barrier (oleskan krim zinc oxide), Clean (bersihkan lembut), Disposable (gunakan popok sekali pakai berkualitas), dan Educate. Biang Keringat: Gunakan pakaian berbahan katun tipis yang menyerap keringat. Pastikan sirkulasi udara di ruangan baik (suhu ideal 24–26°C). Eksim: Gunakan pelembab khusus bayi (hypoallergenic) segera setelah mandi untuk menjaga hidrasi kulit. Kebersihan Umum: Gunakan air hangat suam-suam kuku dan hindari sabun yang mengandung antiseptik keras atau pewangi kuat Kapan Harus ke Dokter? Segera ke dokter jika ruam bernanah, bayi demam, ruam menyebar cepat, atau tidak kunjung sembuh lebih dari 1 minggu. Tips Pencegahan Sehari-hari Ganti Popok Secara Rutin: Jangan menunggu popok penuh; ganti setiap 2–3 jam atau segera setelah bayi buang air besar. Pilih Produk yang Tepat: Hindari bedak tabur karena risiko terhirup ke paru-paru. Gunakan produk berlabel fragrance-free dan hypoallergenic. Keringkan dengan Lembut: Jangan menggosok kulit bayi. Cukup tepuk-tepuk lembut dengan handuk berbahan lembut. Rawat Ruam Bayi dengan Sabar Ruam pada bayi adalah bagian dari proses adaptasi kulitnya. Kuncinya adalah kesabaran dan observasi yang teliti. Sebagian besar kasus akan membaik dengan menjaga kebersihan dan kelembapan kulit. Mulai hari ini: ganti popok sering, pakaian katun, pelembab rutin, dan pantau gejala. Ingat: ruam bayi sering sementara — rawat dengan sabar untuk kulit halus. Atasi ruam dini untuk bayi nyaman dan bahagia! jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika ruam tidak membaik dalam 3 hari atau muncul tanda infeksi. Ditinjau oleh: dr. Ria Yoanita, Sp. A Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital - Published: 2026-02-08 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/serangan-jantung-pria/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Selama ini, serangan jantung sering digambarkan dengan satu gambaran klasik: nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan kiri. Gambaran ini memang sering terjadi pada pria. Namun pada wanita, ceritanya bisa sangat berbeda. Faktanya, menurut panduan medis internasional dari European Society of Cardiology (ESC) dan American Heart Association (AHA), serangan jantung pada wanita sering kali muncul dengan gejala yang tidak khas, sehingga kerap tidak disadari sejak awal. Di Indonesia, wanita yang datang terlambat ke rumah sakit karena gejala “tidak khas” memiliki risiko kematian dua kali lebih tinggi daripada pria. Gejala yang Sering “Tersamar” Banyak orang mengira serangan jantung selalu ditandai nyeri dada hebat. Faktanya, tidak selalu begitu, terutama pada wanita. Gejala “Klasik” pada Pria Pada pria, serangan jantung lebih sering muncul dengan gejala khas, sehingga relatif lebih mudah dikenali: Nyeri dada berat seperti ditekan, diremas, atau ditindih Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung Keringat dingin Sesak napas Mual atau muntah Alih-alih nyeri dada, wanita lebih sering mengalami: Sesak napas mendadak Mudah lelah yang tidak biasa Mual atau muntah Rasa tidak nyaman di ulu hati (sering disangka maag) Nyeri di punggung, leher, rahang, atau bahu Keringat dingin dan pusing Karena gejalanya samar, banyak wanita menganggapnya sebagai masuk angin, kelelahan, stres, atau gangguan pencernaan. Inilah yang membuat serangan jantung pada wanita sering terlambat dikenali. Mengapa Gejala Serangan Jantung Berbeda antara Pria dan Wanita? Gejala serangan jantung sering dianggap sama pada semua orang, padahal wanita kerap menunjukkan tanda yang lebih samar dan tidak khas. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor biologis penting: Ukuran dan distribusi pembuluh darah koroner Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu. Pada pria, gangguan ini biasanya terjadi karena sumbatan pembuluh darah jantung besar, sehingga menimbulkan nyeri dada yang jelas. Pada wanita, gangguannya sering terjadi di pembuluh darah kecil jantung atau berupa penyempitan ringan yang menyebar. Akibatnya, rasa sakit tidak selalu terasa sebagai nyeri dada berat, melainkan keluhan lain yang tidak spesifik. Peran hormon estrogen Estrogen memiliki peran penting dalam melindungi jantung dan pembuluh darah, terutama pada usia muda hingga masa menopause. Sebelum menopause, estrogen membantu menjaga pembuluh darah tetap lentur dan tidak mudah rusak dengan cara membuat pembuluh darah dapat melebar dengan baik sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, hormon ini berperan menjaga lapisan dalam pembuluh darah agar tetap sehat dan tidak mudah mengalami peradangan, serta mengurangi kecenderungan penumpukan lemak yang dapat membentuk plak. Melalui mekanisme inilah proses aterosklerosis pada wanita usia subur umumnya berlangsung lebih lambat dibandingkan pada pria. Setelah menopause, kadar estrogen dalam tubuh menurun secara tajam sehingga pembuluh darah menjadi lebih kaku, peradangan lebih mudah terjadi, dan penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah berlangsung lebih cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan risiko aterosklerosis dan penyakit jantung pada wanita meningkat secara signifikan setelah menopause. Perbedaan ambang nyeri dan respons stress Menurut AHA, ambang nyeri wanita justru cenderung lebih rendah, tetapi cara nyeri diproses oleh otak berbeda dibandingkan pria. Sistem saraf wanita lebih sensitif terhadap nyeri viseral (nyeri dari organ dalam) dan lebih banyak melibatkan area otak yang berhubungan dengan emosi dan stress. Hal ini yang menyebabkan wanita lebih sering mengeluhkan Rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan Gelisah atau rasa tidak enak badan yang menyeluruh Nyeri yang datang dan pergi, bukan terus-menerus Menurut American Heart Association 2024, hanya 54 % wanita yang menyadari bahwa gejala mereka adalah serangan jantung — dibandingkan 80 % pria. Faktor Risiko Tambahan pada Wanita Selain faktor klasik seperti hipertensi, diabetes, merokok, dan dislipidemia, wanita memiliki faktor risiko khusus yang meningkatkan risiko serangan jantung—sering kali kurang disadari, seperti: Menopause (risiko melonjak setelah estrogen turun) Diabetes (gejala sering “tersembunyi”) Stres & depresi (risiko 2x lebih tinggi) Merokok (efek lebih berat pada wanita) Penyakit automiun Riwayat preeklamsia atau diabetes saat kehamilan Langkah Darurat Jika Mencurigai Serangan Jantung Serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba dan sering kali tidak terduga. Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan dan nyawa seseorang. Karena itu, penting bagi siapa pun untuk mengetahui tanda-tandanya dan langkah darurat yang harus dilakukan. Jika anda atau orang di sekitar menunjukkan tanda-tanda mencurigakan — jangan menunggu keluhan mereda. Segera lakukan langkah pertolongan awal berikut sambil menunggu bantuan medis: Hentikan semua aktivitas Jangan terus berjalan, jangan menyetir. Segera duduk atau berbaring dengan posisi setengah duduk untuk membantu aliran darah ke jantung tetap optimal. Hubungi layanan darurat 112 atau panggil bantuan terdekat Serangan jantung membutuhkan penanganan di rumah sakit dengan fasilitas EKG dan obat pembuka pembuluh darah secepatnya. Mintalah orang di sekitar untuk membantu menghubungi bila anda yang sakit. Longgarkan pakaian dan pastikan udara segar Buka kerah baju, lepaskan dasi, dan posisikan diri di area berventilasi baik untuk membantu pernapasan lebih lega. Jangan makan atau minum apa pun Jika kondisi memburuk dan membutuhkan tindakan medis segera, lambung harus dalam keadaan kosong untuk mencegah risiko tersedak. Bila pasien tidak bernapas dan tidak merespons → mulai CPR (resusitasi jantung paru) bila terlatih hingga bantuan... - Published: 2026-02-07 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/manfaat-lari/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Lari kian populer sebagai pilihan olahraga yang tidak hanya mudah dilakukan, tapi juga menawarkan banyak manfaat kesehatan. Manfaat lari yang beragam memang tak bisa dianggap remeh, namun ada pula risiko yang menyertai. Artikel ini akan mengeksplorasi sederet manfaat lari dan risiko yang harus diwaspadai terutama bagi pemula. Mengenal Olahraga Lari Secara sederhana, definisi lari adalah gerakan tubuh berupa langkah kaki cepat secara berurutan yang lebih cepat dari berjalan. Lari sebetulnya adalah gerakan yang biasa dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi situasi tertentu, misalnya mengejar atau menghindar dari seseorang. Lari bahkan telah menjadi salah satu senjata utama manusia pada zaman dulu sebagai cara bertahan hidup. Menurut studi di Journal of Human Evolution, evolusi membuat manusia menjadi pelari tangguh yang mengandalkan kemampuan berlari jarak jauh untuk mengejar mangsa hingga kelelahan. Secara teori, hal ini disebut persistence hunting. Namun kini lari telah berkembang menjadi olahraga aerobik yang dilakukan secara profesional ataupun menjadi sarana untuk menjaga kesehatan personal. Aktivitas ini memang dapat menggerakkan hampir semua otot tubuh dengan fokus utama pada otot tungkai, inti (core), dan sistem kardiovaskular. Namun lari tidak hanya bermanfaat secara fisik, tapi juga secara mental. Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, lari tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga membangun daya tahan mental dan meningkatkan suasana hati. Itulah salah satu alasan banyak orang mengejar sederet manfaat lari ini. Manfaat Lari Lari adalah aktivitas fisik yang berkaitan pula dengan kondisi mental. Berikut ini sejumlah manfaat lari yang bisa didapatkan oleh para penghobi olahraga ini. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Lari adalah latihan kardiovaskular yang terbaik. Rutin berlari dapat membuat otot jantung lebih kuat sehingga lebih efisien dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Lari juga meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dan menurunkan trigliserida, sehingga plak di pembuluh darah lebih sulit terbentuk. Berbagai studi mendapati bahwa orang yang rutin berlari, bahkan yang hanya lari pada waktu senggang, memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih rendah dibanding mereka yang bukan pelari. Mengendalikan Berat Badan dan Metabolisme Lari adalah olahraga yang dapat membakar kalori secara sangat efektif. Namun manfaatnya lebih dari sekadar penurunan berat badan. Lari, terutama lari interval intensitas tinggi, dapat meningkatkan excess post-exercise oxygen consumption di mana tubuh terus membakar kalori dengan laju lebih tinggi bahkan setelah berhenti berlari. Selain itu, lari membantu mengatur hormon lapar seperti grelin dan leptin serta meningkatkan massa otot yang pada akhirnya meningkatkan metabolisme basal. Menjaga Kesehatan Mental dan Menangkal Stres Saat berlari, tubuh melepaskan endorfin dan endokanabinoid, zat kimia alami yang menimbulkan perasaan euforia dan mengurangi persepsi terhadap nyeri. Itulah kenapa banyak orang yang merasa gembira setelah lari atau mengalami runner’s high. Selain itu, olahraga aerobik seperti lari memiliki efek antidepresan yang setara dengan obat-obatan untuk depresi ringan hingga sedang. Lari pun bisa menjadi meditasi gerak melalui ritme langkah berulang yang dapat menjernihkan pikiran. Menguatkan Tulang dan Sistem Kekebalan Tubuh Aktivitas lari yang termasuk weight-bearing atau menahan beban dapat memberikan tekanan yang sehat pada tulang sehingga bisa meningkatkan kepadatan mineral tulang dan mencegah osteoporosis. Menurut studi di jurnal Sports Health, pelari memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi, terutama di area tulang belakang dan pinggul, dibanding perenang atau pesepeda. Di sisi lain, lari moderat dan teratur dapat memperkuat sistem imun dengan mendorong sirkulasi sel-sel kekebalan tubuh. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Harapan Hidup Orang cenderung dapat tidur lebih nyenyak setelah lelah berlari. Lari dapat membantu menormalkan ritme sirkadian (jam biologis tubuh) dan membuat suhu inti tubuh menurun seusai olahraga yang menjadi sinyal alami bagi tubuh untuk tidur. Dalam jangka panjang, keteraturan itu dapat meningkatkan harapan hidup. Risiko Lari Lari adalah olahraga high-impact. Jika dilakukan tanpa persiapan yang tepat, bukan manfaat lagi yang didapat, melainkan malah risiko cedera yang mengintai. Cedera lari yang umum meliputi: Shin splints: nyeri di tulang kering akibat tekanan berulang. Runner's knee: Nyeri di sekitar tempurung lutut. Plantar fasciitis: Peradangan pada jaringan di lengkungan bantalan Achilles tendinitis: Peradangan pada tendon di belakang pergelangan kaki. Stress fracture: Retak (rambut diubah menjadi halus)pada tulang akibat tekanan berulang. Selain itu, ada risiko lari seperti: Dehidrasi jika berlari dalam waktu lama tanpa asupan cairan yang cukup. Stres jika terlalu sering dan lama berlari secara berlebihan tanpa waktu pemulihan yang cukup. Masalah jantung bagi orang yang sudah memiliki kondisi kardiovaskular. Cara Mencegah Risiko Lari Agar bisa memperoleh manfaat lari yang maksimal dan menekan risiko sekecil mungkin, ada sejumlah cara yang bisa ditempuh: Hindari menambah volume (jarak) atau intensitas (kecepatan) lebih dari 10 persen per minggu. Untuk pemula, mulailah dengan program walk-run (misalnya jalan 2 menit, lari 1 menit, lalu ulangi). Start low go slow (mulai dengan intensitas ringan lalu meningkat secara bertahap sesuai dengan kemampuan hingga di dapatkan target heartrate latihan yang dicapai). Untuk fase awal fokuslah pada konsistensi, bukan kecepatan atau jarak terebih dahulu. Latih kekuatan otot inti, pinggul, dan kaki dengan angkat beban atau latihan lain di samping berolahraga lari. Lakukan peregangan dinamis sebelum lari dan peregangan... - Published: 2026-02-06 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/anak/lubang-pada-jantung-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Banyak orang tua menganggap bahwa selama anak terlihat aktif, ceria, dan tidak biru, maka jantung mereka dalam kondisi sehat sempurna. Namun, dalam dunia medis, ada kondisi yang dikenal sebagai "pencuri diam-diam" dalam kesehatan anak: Atrial Septal Defect (ASD) atau lubang pada sekat serambi jantung. Sebagai salah satu jenis Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang paling umum, ASD sering kali tidak menunjukkan gejala yang mencolok pada masa bayi. Akibatnya, banyak kasus baru terdiagnosis saat anak sudah memasuki usia sekolah, remaja, atau bahkan dewasa—saat komplikasi mulai muncul. Apa Itu ASD? Secara anatomis, jantung manusia terbagi menjadi empat ruang. Di antara serambi kanan dan kiri, terdapat dinding penyekat yang disebut septum atrium. Pada kondisi ASD, terdapat lubang pada dinding ini yang menyebabkan darah kaya oksigen dari serambi kiri bocor kembali ke serambi kanan. Akibatnya, jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa kelebihan beban darah ke paru-paru. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, tekanan di pembuluh darah paru akan meningkat (hipertensi pulmonal) dan otot jantung akan mengalami pembengkakan atau gagal jantung. Mengapa Sering Terdeteksi Terlambat? Berbeda dengan jenis PJB "biru" (sianotik) yang mudah dikenali dari warna kulit bayi, ASD termasuk dalam kategori PJB "non-sianotik". Anak dengan ASD biasanya: Tidak terlihat biru: Bibir dan kuku tetap tampak kemerahan normal. Tumbuh kembang terlihat biasa: Pada lubang yang kecil atau sedang, anak mungkin tetap bisa bermain seperti biasa. Gejala yang samar: Gejala sering kali menyerupai penyakit umum lainnya, seperti mudah lelah atau sering terkena infeksi saluran pernapasan (batuk pilek berulang). Sering kali, lubang ini baru ditemukan secara tidak sengaja saat dokter mendengarkan suara bising jantung (murmur) ketika anak sedang diperiksa untuk keluhan lain, seperti demam atau imunisasi. Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai Orang Tua Meski samar, ada beberapa "lampu kuning" yang harus diperhatikan oleh orang tua: Infeksi Paru Berulang: Anak sering menderita pneumonia atau bronkitis. Cepat Lelah: Anak terlihat lebih cepat kehabisan napas dibandingkan teman sebaya saat beraktivitas fisik. Kenaikan Berat Badan Lambat: Kalori yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan justru habis digunakan jantung untuk bekerja lebih keras. Palpitasi: Anak mengeluh jantungnya terasa berdebar-debar. Diagnosis dan Solusi Medis Modern Kabar baiknya, kemajuan teknologi kedokteran saat ini memungkinkan ASD dideteksi secara akurat melalui Ekokardiografi (USG Jantung). Prosedur ini tidak sakit, tanpa radiasi, dan memberikan gambaran detail mengenai ukuran serta lokasi lubang. Jika lubang ditemukan, langkah selanjutnya tidak selalu berarti operasi bedah terbuka. Saat ini, banyak kasus ASD dapat ditangani dengan metode Penutupan Tanpa Bedah menggunakan alat yang disebut Amplatzer Septal Occluder (ASO). Melalui prosedur kateterisasi (masuk lewat lipatan paha), lubang jantung dapat ditutup tanpa meninggalkan bekas luka sayatan besar dan masa pemulihan yang jauh lebih singkat. Pentingnya Skrining Sejak Dini Kunci utama dari penanganan ASD adalah deteksi dini. Penutupan lubang jantung sebelum terjadi komplikasi permanen akan memberikan kualitas hidup yang sempurna bagi anak, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi dewasa yang sehat dan produktif. Jangan menunggu hingga gejala berat muncul. Jika Anda merasa anak memiliki pola napas yang berbeda atau sering jatuh sakit, segera konsultasikan dengan ahli jantung anak. Ditinjau Oleh: dr. Damba Dwisepto Aulia Sakti, Sp. JP(K) K. Ped. P. J. B. Spesialis Jantung Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Anak dan Penyakit Jantung Bawaan Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-02-05 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyakit-jantung-bawaan/ - Kategori: Anak, Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Tahukah Anda bahwa dari setiap 1. 000 kelahiran hidup, terdapat 8 hingga 10 bayi yang lahir dengan kondisi Penyakit Jantung Bawaan (PJB)? Data yang lebih mengkhawatirkan menunjukkan bahwa 50% dari kasus tersebut berisiko fatal pada bulan pertama kehidupan jika tidak ditangani dengan cepat. Penyakit Jantung Bawaan adalah kelainan struktur atau fungsi jantung yang terjadi sejak bayi masih dalam kandungan. Kelainan ini dapat menyerang rongga jantung, katup, maupun pembuluh darah. Kenali Faktor Risikonya: Bukan Sekadar Faktor Keturunan Banyak orang tua merasa terpukul saat mengetahui buah hatinya mengidap PJB. Padahal, penyebabnya sangat kompleks. Selain faktor genetik (seperti Sindrom Down atau Sindrom Marfan), kondisi kesehatan ibu selama kehamilan memegang peranan vital. Beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai antara lain: Infeksi TORCH pada ibu saat hamil. Gaya hidup dan lingkungan: Paparan asap rokok, konsumsi alkohol, serta paparan radiasi sinar X-ray tanpa perlindungan. Riwayat medis: Ibu yang memiliki PJB atau bayi yang lahir prematur. "Si Biru" dan "Si Tidak Biru": Dua Jenis PJB Secara medis, PJB terbagi menjadi dua kelompok besar: Sianotik (Biru): Contohnya adalah Tetralogy of Fallot (ToF), di mana bibir dan kuku anak tampak kebiruan karena kurangnya oksigen dalam darah. Asianotik (Tidak Biru): Sering kali tidak terlihat secara kasat mata di awal, seperti sekat jantung yang bocor (ASD atau VSD) dan Patent Ductus Arteriosus (PDA). Waspadai Gejala Halus pada Si Kecil Sebagai orang tua, kita harus peka terhadap tanda-tanda "silent killer" ini. Segera konsultasikan ke dokter spesialis jantung anak jika Anda menemukan gejala berikut: Napas cepat atau terengah-engah meski sedang istirahat. Anak mudah lelah, rewel, atau sering tersedak saat menyusu. Berat badan sulit naik (tumbuh kembang terhambat). Sering mengalami batuk dan demam (infeksi saluran napas berulang). Muncul warna kebiruan di area mulut, kuku, atau ujung jari yang tampak membulat (clubbing finger). Diagnosis Akurat: Kunci Harapan Hidup Kabar baiknya, teknologi medis saat ini memungkinkan PJB dideteksi bahkan sejak bayi masih dalam kandungan atau segera setelah lahir. Melalui pemeriksaan fisik, cek saturasi oksigen, serta bantuan teknologi seperti Ekokardiografi (USG Jantung), EKG, hingga MRI Jantung, dokter dapat menentukan langkah penanganan yang tepat. Solusi Medis Terkini: Tak Selalu Harus Bedah Dunia medis telah berkembang pesat. Penanganan PJB kini tidak terbatas pada operasi bedah terbuka. Tergantung pada tingkat keparahannya, dokter dapat memberikan: Terapi Obat-obatan: Untuk mengontrol ritme dan beban kerja jantung. Kateterisasi Non-Bedah: Tindakan minimal invasif tanpa sayatan besar. Tindakan Bedah: Prosedur operasi untuk memperbaiki struktur jantung secara permanen. Penyakit Jantung Bawaan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan deteksi dini dan penanganan yang komprehensif, anak-anak dengan PJB tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat dan meraih mimpi mereka. Ditinjau oleh: dr. Damba Dwisepto Aulia Sakti, Sp. JP(K) K. Ped. P. J. B Spesialis Jantung Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Anak dan Penyakit Jantung Bawaan Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-02-04 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/detak-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa jantung “berdegup kencang” saat naik tangga, olahraga, atau bahkan hanya karena cemas? Atau sebaliknya, jantung terasa “lelet” dan lemas seharian? Banyak orang mengira itu normal, padahal detak jantung adalah “alarm kesehatan” paling akurat yang dimiliki tubuh. Di Indonesia, banyak orang tidak menyadari detak jantungnya berada di luar batas normal hingga terlambat terdeteksi seperti hipertensi, aritmia, atau bahkan penyakit jantung. Kabar baiknya: hanya butuh 15 detik dan jari Anda sendiri untuk mengetahui apakah jantung sedang bekerja optimal. Yuk, pahami patokan detak jantung normal menurut usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas agar Anda bisa mendeteksi masalah sejak dini! Apa Itu Detak Jantung dan Bagaimana Mengukurnya? Detak jantung (heart rate) adalah jumlah kali jantung berdetak dalam satu menit (bpm = beats per minute). Normalnya, jantung orang dewasa sehat berdetak 60–100 kali per menit saat istirahat. Cara mengukur sendiri: Duduk tenang minimal 5 menit Anda bisa letakkan jari telunjuk dan tengah di pergelangan tangan (nadi radial) atau leher (nadi karotis) Hitung detak selama 15 detik → kalikan 4 Ulangi 2–3 kali untuk akurasi Menurut American Heart Association 2024, detak jantung istirahat yang terlalu tinggi (>100 bpm) atau terlalu rendah (60 tahun) 60–100 Bisa sedikit lebih lambat Detak Jantung Maksimal Saat Olahraga (Target Heart Rate) Formula sederhana: 220 – usia = detak jantung maksimal Olahraga sedang: 50–70 % dari maksimal Olahraga berat: 70–85 % dari maksimal Contoh orang usia 30 tahun: Maksimal: 220 – 30 = 190 bpm Olahraga sedang: 95–133 bpm Olahraga berat: 133–162 bpm Detak Jantung Normal Saat Tidur Saat tidur, detak jantung turun 10–30 bpm dari istirahat. Normalnya: Dewasa: 40–70 bpm Atlet terlatih: bisa 30–50 bpm Detak Jantung Normal Saat Hamil Selama kehamilan, tubuh ibu bekerja ekstra untuk memasok oksigen dan nutrisi ke janin. Volume darah meningkat hingga sekitar 40%, sehingga jantung harus memompa lebih cepat. Kondisi ini membuat detak jantung istirahat ibu hamil secara alami naik sekitar 10–20 denyut per menit dibandingkan sebelum hamil. Trimester 1: 70–90 bpm Biasanya peningkatan terjadi bertahap seiring perubahan hormon dan penyesuaian sistem peredaran darah. Trimester 3: bisa mencapai 80–110 bpm Saat beban jantung semakin besar dan rahim membesar sehingga memengaruhi sirkulasi darah kembali ke jantung. Selama kenaikan detak jantung masih dalam batas tersebut dan tidak disertai keluhan seperti pusing berat, dada berdebar sangat cepat, nyeri dada, atau sesak napas yang mengganggu, kondisi ini dianggap fisiologis dan aman. Namun jika detaknya sering melewati batas atas tanpa aktivitas atau ibu merasa tidak nyaman, pemeriksaan ke dokter dianjurkan untuk memastikan tidak ada anemia atau gangguan irama jantung. Tanda Detak Jantung Tidak Normal (Harus ke Dokter! ) Jantung yang sehat berdetak teratur 60–100 kali per menit saat istirahat. Bila berada di luar rentang tersebut atau terasa tidak beraturan, bisa menjadi petunjuk gangguan irama jantung (aritmia) yang harus segera diperiksa oleh dokter. Takikardia: >100 bpm saat istirahat Kondisi ini dapat disebabkan oleh anemia, dehidrasi, demam, hipertiroid, hingga gangguan irama jantung. Jika terjadi tanpa pemicu yang jelas, segera konsultasi. Bradikardia: 85% detak maksimal) Padahal aktivitas tidak berat — bisa menjadi tanda jantung kesulitan memompa darah atau adanya masalah pada katup/pembuluh darah. Semua tanda di atas tidak boleh dianggap sepele karena jantung dapat berhenti tiba-tiba jika aritmia memburuk. Bila Anda merasakan salah satunya, segera periksa dan lakukan rekam jantung (EKG). Cara Menjaga Detak Jantung Tetap Normal Detak jantung yang teratur menandakan sistem listrik jantung bekerja dengan baik. Bila denyut terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan, risiko aritmia dan henti jantung meningkat. Anda bisa menjaga irama jantung tetap sehat dengan langkah-langkah berikut: Olahraga rutin 150 menit/minggu Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau senam dapat memperkuat otot jantung, meningkatkan kapasitas paru, dan menjaga ritme detak tetap stabil. Jaga berat badan ideal Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, yang akhirnya memengaruhi irama jantung. Hindari kafein & rokok berlebih Kafein berlebihan memicu jantung berdebar, sedangkan rokok dan vape merusak pembuluh darah serta memicu serangan aritmia berbahaya. Kelola stres & cukup tidur Stres kronis menghasilkan hormon kortisol dan adrenalin yang mengganggu irama detak jantung. Teknik seperti meditasi, pernapasan dalam, dan tidur 7–9 jam setiap hari sangat membantu. Konsumsi makanan kaya kalium & magnesium Mineral ini penting dalam menjaga keseimbangan listrik jantung. Perbanyak konsumsi pisang, alpukat, bayam, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Menjaga detak jantung bukan hanya soal angka di monitor — ini tentang memastikan jantung tetap kuat sepanjang hidup. Informasi lengkap tentang kesehatan jantung dapat dibaca pada artikel pemeriksaan jantung dan layanan jantung dari Primaya Hospital. Kenali Detak Jantung Anda, Kenali Kesehatan Anda Detak jantung adalah “bahasa” paling jujur dari tubuh Anda. Dengan mengetahui patokan normal sesuai usia dan aktivitas, Anda bisa mendeteksi masalah jantung, tiroid, anemia, atau stres jauh sebelum gejala lain muncul. Mulai hari ini, biasakan mengukur detak jantung setiap pagi selama 15 detik. Catat di ponsel atau buku khusus. Jika ada yang tidak normal, segera konsultasi dokter jantung. Jantung yang berdetak normal adalah... - Published: 2026-02-03 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/atasi-mual-dan-muntah/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Pagi hari, bau kopi yang biasanya disukai tiba-tiba membuat perut mual hebat. Belum lagi muntah berulang hingga tidak bisa makan apa-apa. Morning sickness — atau lebih tepat disebut “all-day sickness” — dialami 70–80 % ibu hamil di trimester pertama. Meski disebut “ringan”, kondisi ini bisa membuat berat badan turun drastis, lemas berat, hingga harus rawat inap jika menjadi hiperemesis gravidarum. Kabar baiknya: 95 % mual muntah kehamilan bisa dikendalikan dengan cara alami yang terbukti ilmiah, tanpa obat keras. Yuk, simak 14 tips paling efektif dari ACOG dan jurnal medis terbaru agar Anda bisa menikmati trimester pertama dengan nyaman! Apa Penyebab Mual Mual Muntah di Awal Kehamilan? Mual dan muntah pada trimester pertama — dikenal sebagai morning sickness meski bisa terjadi kapan saja — dialami oleh lebih dari 70% ibu hamil. Kondisi ini alami dan normal, sebagai tanda bahwa tubuh sedang bekerja keras mendukung tumbuh kembang janin. Penyebab utamanya yaitu karena perubahan hormon yang terjadi sejak pembuahan : Kenaikan drastis hormon hCG (human chorionic gonadotropin) Hormon ini diproduksi oleh sel-sel trofoblas setelah terjadinya pembuahan untuk mempertahankan kehamilan. Kadarnya memuncak pada minggu ke-8 hingga 12, bertepatan dengan periode mual paling berat. Estrogen & progesteron yang meningkat tinggi Dua hormon ini memperlambat kerja sistem pencernaan, sehingga makanan lebih lama berada di lambung dan memicu rasa mual, begah, serta kembung. Indra penciuman lebih sensitif dari biasanya Perubahan saraf penciuman membuat bau yang biasanya biasa saja — parfum, asap rokok, gorengan, hingga aroma dapur — kini terasa menyengat dan memicu muntah. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) 2024, mual muntah berat (hiperemesis) terjadi pada 1–3 % kehamilan dan memerlukan penanganan medis khusus. 14 Tips Terbukti Mengatasi Mual Muntah (Tanpa Obat) Makan sedikit tapi sering (6–8x sehari) Perut kosong = mual lebih berat. Selalu siapkan camilan di samping tempat tidur. Jahe segar atau permen jahe Studi Cochrane Review 2023: jahe menurunkan mual hingga 70 %. Vitamin B6 (pyridoxine) 10–25 mg 3x sehari Aman & efektif, direkomendasikan ACOG sebagai lini pertama. Makan makanan dingin atau suhu ruang Makanan panas lebih berbau → memicu mual. Hindari pemicu bau: kopi, gorengan, ikan, bawang Minum air lemon atau infused water Sitrat membantu menetralisir asam lambung. Konsumsi protein tinggi di setiap makan Telur, ayam rebus, tahu, tempe — stabilkan gula darah. Makan biskuit asin atau cracker sebelum bangun tidur Simpan di meja samping tempat tidur. Istirahat cukup & hindari stres Kelelahan memperburuk mual. Minum sedikit-sedikit tapi sering (150–200 ml setiap 30 menit) Aromaterapi peppermint atau lemon Hirup minyak esensial atau rebus daun mint. Pakai pakaian longgar — hindari tekanan di perut Berjalan kaki ringan 10–15 menit setelah makan Tidur dengan kepala lebih tinggi 30° — mencegah refluks malam Makanan dan Minuman yang Membantu Mengurangi Mual Makanan/Minuman Alasan Biskuit asin, roti tawar kering Menetralkan asam lambung Pisang, apel rebus Kalium tinggi, mudah dicerna Nasi putih + sup ayam bening Mudah diserap, tidak berbau Yogurt dingin plain Probiotik + dingin menenangkan Air kelapa muda Elektrolit alami, hidrasi Permen jahe atau teh jahe hangat Anti-mual alami Makanan & Bau yang Harus Dihindari Beberapa jenis makanan dan pemicu bau tertentu dapat memperburuk mual muntah pada ibu hamil. Menghindarinya membantu perut lebih nyaman dan mengurangi rangsangan saraf penciuman: Gorengan dan makanan tinggi lemak Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga membuat perut terasa penuh dan mudah memicu muntah. Makanan pedas atau berbumbu tajam Bisa mengiritasi lambung serta memicu refluks asam, yang akhirnya memperparah rasa mual. Bau kopi, bawang, ikan, atau daging mentah Hormon kehamilan membuat penciuman jauh lebih sensitif, sehingga aroma tajam ini dapat langsung memicu rasa ingin muntah. Minuman bersoda dan minuman berkafein Gas dari soda memperburuk kembung dan kafein dapat meningkatkan asam lambung. Makanan terlalu manis atau asin Keduanya dapat mengganggu keseimbangan cairan dan membuat mual semakin parah, terutama saat perut kosong. Kapan Harus Segera ke Dokter? Jika gejala mual muntah semakin berat, beberapa tanda berikut menunjukkan kondisi darurat yang harus segera mendapatkan penanganan medis karena berisiko menjadi hiperemesis gravidarum: Muntah lebih dari 4 kali per hari hingga tidak bisa makan/minum sama sekali Risiko dehidrasi dan kekurangan nutrisi meningkat, sehingga janin tidak memperoleh asupan yang cukup. Berat badan turun lebih dari 5% hanya dalam 1 minggu Penurunan berat badan drastis menandakan tubuh kehilangan energi dan protein penting bagi pertumbuhan janin. Urine sangat pekat atau jumlahnya sedikit sekali Ini menunjukkan dehidrasi berat yang bisa mengganggu fungsi ginjal dan keseimbangan elektrolit. Pusing berat, sangat lemas, hingga hampir pingsan Bisa menandakan tekanan darah turun atau kadar glukosa tidak stabil sehingga membutuhkan cairan dan perawatan segera. Detak jantung sangat cepat atau mulai sesak napas Kondisi ini berhubungan dengan gangguan keseimbangan cairan tubuh yang harus segera ditangani di IGD. Penanganan Medis Jika Tips Alami Tidak Cukup Vitamin B6 + doxylamine (kombinasi teraman) Obat anti-mual: ondansetron, metoclopramide (dengan resep) Infus cairan & elektrolit jika dehidrasi Informasi lengkap nutrisi dan keluhan kehamilan dapat dibaca pada artikel nutrisi ibu... - Published: 2026-02-03 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/kanker/obat-kanker/ - Kategori: Kanker, Onkologi, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), tercatat hampir 10 juta kematian akibat kanker pada 2022. Banyak orang mengira tidak ada obat kanker, tapi penyakit ini bisa dihilangkan sepenuhnya jika terdeteksi dan tertangani secara efektif sejak dini. Berikut ini artikel yang mengulasnya. Mengenal Kanker Kanker adalah suatu kondisi ketika sekelompok sel di dalam tubuh mulai tumbuh secara ganas dan tidak terkendali. Normalnya, sel akan tumbuh, membelah, dan mati dengan teratur sesuai instruksi genetiknya. Kanker terjadi ketika proses ini tak berjalan sebagaimana mestinya sehingga sel terus membelah tak terkendali dan menyerang jaringan di sekitarnya, bahkan menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem getah bening. Obat kanker berfungsi mencegah perkembangan kondisi ini. Menurut American Cancer Society, kanker dapat muncul di hampir semua bagian tubuh dan diistilahkan berdasarkan asalnya, seperti kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker usus besar. Meski obat kanker untuk tiap jenis itu bisa saja sama, diagnosis dan penanganannya bisa berbeda, termasuk dengan mempertimbangkan tingkat keparahan/stadium kanker yang diderita. Data di Amerika tahun 2025, tiga jenis kanker yang umum pada pria adalah kanker prostat, melanoma kulit dan kanker kolorektal. Sedangkan 3 kanker utama pada wanita adalah kanker payudara, kanker Rahim dan kanker tiroid. Ada lebih dari 100 jenis kanker yang dibedakan menjadi dua kategori utama: kanker padat dan kanker darah. Kanker padat, misalnya kanker payudara atau kanker paru-paru, tumbuh dalam massa yang dapat terlihat atau teraba. Sedangkan kanker darah, seperti leukemia, tidak membentuk benjolan dan lebih merusak sel-sel darah di dalam tubuh. Kanker bisa terjadi karena faktor genetik, bisa juga dipicu mutasi yang terjadi akibat faktor seperti penggunaan produk tembakau, radiasi, virus, bahan kimia karsinogen, obesitas, hormon, peradangan kronis, dan kurangnya aktivitas fisik. Jenis-jenis Kanker, Apa yang Paling Mematikan? Data di Indonesia terdapat empat kanker terbanyak yaitu kanker payudara, serviks, patu dan kolorektal. Kanker diklasifikasikan berdasarkan asal jaringan atau sel tempatnya berasal. Secara garis besar, ada lima kelompok yang mencakup: Karsinoma: jenis kanker paling umum yang berasal dari jaringan epitel yang melapisi organ dalam dan kulit (misalnya, kanker payudara, paru-paru, prostat, usus besar). Sarkoma: relatif langka, berasal dari jaringan ikat seperti tulang, otot, lemak, dan tulang rawan (misalnya osteosarkoma, liposarkoma). Leukemia: kanker sel darah di mana sel darah putih dihasilkan secara berlebihan, dimulai dari sumsum tulang tempat tubuh memproduksi darah. Limfoma dan myeloma: dimulai dari sel-sel sistem kekebalan (limfosit). Limfoma mempengaruhi kelenjar getah bening, sementara myeloma menyerang sel plasma di sumsum tulang. Kanker sistem saraf pusat: berasal dari jaringan otak dan sumsum tulang belakang. Lalu kanker apa yang paling berbahaya dan mematikan? Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, kanker paru-paru masih menjadi jenis kanker yang paling mematikan dengan angka kematian 1,8 juta per tahun. Tingkat kematiannya yang tinggi dikaitkan dengan sifat agresif penyakitnya dan diagnosis yang seringkali terlambat, misalnya lantaran gejala seperti batuk kronis yang sering diabaikan. Pilihan Obat Kanker yang Tersedia Obat kanker tidak seperti obat pada umumnya yang diminum atau disuntikkan untuk menangkal penyebab dalam tubuh. Strategi pengobatan kanker saat ini mengalami pergeseran paradigma dari kemoterapi konvensional ke terapi presisi (presision medicine), seperti terapi target dan immunoterapi. Pada tahun 2025, FDA menyetujui pendekatan Imunoonkologi dan terapi presisi termasuk penghambat pos pemeriksaan Imun (Imun checkpoint inhibitor), terapi berbasis antibodi (monoclonal antibody), konjugat obat antibodi (antibody drug conjugate), pengaktifan sel T (car T cell therapy) dan molekul kecil yang ditargetkan (small molecule targeted therapy) sehingga saat ini pemeriksaan biomarker menjadi sangat penting. Pembedahan Ini obat kanker yang paling efektif untuk kanker yang belum menyebar. Tujuannya adalah mengangkat tumor secara fisik beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan sel kanker tidak tertinggal. Teknik bedah kanker terus berkembang, dari bedah terbuka konvensional hingga bedah laparoskopi (minimal invasif) dan bedah robotik yang lebih presisi dengan pemulihan lebih cepat. Kemoterapi Penggunaan obat sitotoksik untuk membunuh sel yang membelah cepat, termasuk sel kanker. Masalahnya, obat ini juga menyerang sel normal yang membelah cepat seperti di folikel rambut, sumsum tulang, dan saluran pencernaan, sehingga menimbulkan efek samping seperti rambut rontok, mual, dan penurunan sel darah. Radioterapi Pemanaatan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X atau proton) untuk merusak DNA sel kanker sehingga menghambat pertumbuhan dan pembelahannya. Dengan teknologi radioterapi yang kian canggih, pengiriman dosis radiasi bisa lebih presisi dengan meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya. Terapi Target Terapi target dirancang khusus untuk menyerang molekul atau gen spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan penyebaran kanker. Dengan begitu, risiko kerusakan jaringan pada area di sekitar tumor bisa dihindari. Imunoterapi Imunoterapi adalah metode peningkatan sistem kekebalan tubuh sendiri untuk melawan kanker. Dengan obat ini, sistem imun tubuh dilatih untuk mengenali dan menyerang sel kanker. Terapi ini dianggap efektif dan menjanjikan, bahkan penelitinya diganjar dengan Hadiah Nobel pada 2018. Terapi Hormon Digunakan untuk kanker yang pertumbuhannya dipicu hormon, seperti kanker payudara dan prostat. Obat-obatan ini bekerja dengan memblokir produksi hormon atau menghalangi aksinya pada sel kanker. Transplantasi Sel... - Published: 2026-02-02 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/tanda-sakit-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Dalam beberapa tahun terakhir, kita semakin sering mendengar berita mengenai anak muda yang mengalami penyakit jantung. Penyakit jantung yang sebelumnya dipandang sebagai penyakit usia lanjut kini juga menyerang generasi muda. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini menjadi hal yang penting bagi kalangan muda. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai tanda-tanda penyakit jantung pada usia muda serta langkah-langkah pencegahan untuk menghindari risiko tersebut. Mengenal Penyakit Jantung Penyakit jantung merupakan istilah umum untuk berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi jantung. Pada usia muda, penyakit jantung biasanya merujuk pada kondisi yang dialami oleh pria berusia di bawah 55 tahun atau perempuan di bawah 65 tahun. Gejala penyakit jantung pada usia muda umumnya mirip dengan yang dialami oleh kelompok usia lanjut. Namun, pada generasi muda, perkembangan penyakit ini cenderung berlangsung lebih cepat karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama gaya hidup yang kurang sehat. Dikutip dari Mayo Clinic, pada kelompok usia lanjut, penyakit jantung seperti serangan jantung umumnya berkembang secara bertahap selama puluhan tahun akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis) di pembuluh darah arteri. Proses ini berlangsung lambat, dengan gejala yang relatif khas, seperti nyeri dada (angina) yang muncul saat beraktivitas. Sementara itu, pada kelompok usia muda, serangan jantung sering kali terjadi secara mendadak dan dipicu oleh mekanisme yang berbeda. Salah satu penyebab utamanya adalah ruptur atau pecahnya plak yang ukurannya masih relatif kecil sehingga belum terlalu menghambat aliran darah. Plak yang rapuh ini dapat tiba-tiba pecah dan memicu terbentuknya gumpalan darah (trombus) yang dengan cepat menyumbat arteri secara total, sehingga menyebabkan serangan jantung akut. Perbedaan mekanisme tersebut membuat penyakit jantung pada usia muda lebih sulit diprediksi melalui pemeriksaan skrining standar dan kerap muncul tanpa peringatan sebelumnya. Menurut Kementerian Kesehatan, jumlah kasus penyakit jantung terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit jantung tertinggi terdapat pada kelompok usia 45–54 tahun sebesar 2,4 persen, disusul usia 35–44 tahun sebesar 1,3 persen, dan usia 25–34 tahun sebesar 0,8 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit jantung dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Mayo Clinic menyebutkan bahwa faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, serta kondisi medis tertentu, seperti hipertensi dan diabetes, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk pada usia muda. Apa Saja Tanda Penyakit Jantung Usia Muda Tanda sakit jantung usia muda dan usia yang lebih tua atau lansia pada dasarnya serupa. Namun gejala pada lansia biasanya lebih kentara dan sesuai dengan teori gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada yang ditekan benda berat yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung disertai sesak napas dan keringat dingin. Adapun orang muda cenderung mengalami gejala yang samar dan mudah dikira sebagai tanda masalah kesehatan lain. Di antaranya: Nyeri Dada Ini gejala klasik yang sering dikaitkan dengan serangan jantung. Pada usia muda, nyeri ini mungkin terasa biasa dan kerap diabaikan. Banyak yang mengira nyeri yang terasa seperti tekanan atau rasa berat di dada ini sebagai gejala asam lambung naik alias GERD. Kelelahan Berlebih Rasa lelah yang berkepanjangan tanpa alasan yang jelas bisa jadi menandakan adanya gangguan pada fungsi jantung. Pada anak muda, kelelahan ini kerap tak diperhatikan dan dianggap akibat kurang tidur atau stres. Pusing atau Pingsan Rasa pusing yang datang tiba-tiba hingga pingsan bisa menjadi indikasi adanya masalah jantung, terutama jika dibarengi dengan gejala lain seperti nyeri dada atau berkeringat dingin. Peningkatan Keringat Berkeringat tanpa sebab yang jelas, terutama saat tidak beraktivitas, bisa jadi menandakan adanya masalah pada jantung. Jika disertai gejala lain, hal ini sebaiknya segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis. Pembengkakan pada Kaki atau Perut Pembengkakan di area kaki dan perut bisa menjadi tanda jantung tidak berfungsi dengan baik. Penyebabnya adalah penumpukan cairan akibat gagal jantung. Mengapa Penyakit Jantung Makin Banyak Menyerang Orang Muda? Penyakit jantung yang dialami orang yang lebih tua dan lansia biasanya sering kali disebabkan oleh faktor risiko yang lebih dikenal, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Sedangkan pada orang muda, selain faktor genetik, penyakit jantung sering lebih terkait dengan faktor seperti kondisi medis yang tidak terdiagnosis sebelumnya dan pola hidup yang kurang sehat. Rinciannya: Gaya Hidup Tidak Sehat Kebiasaan makan makanan cepat saji, kurang berolahraga, dan kebiasaan merokok hingga memakai narkotik dan obat-obatan terlarang menjadi penyebab utama munculnya risiko tanda sakit jantung usia muda. Terlebih kini kurangnya aktivitas fisik seakan-akan menjadi normal yang baru. Misalnya bekerja di depan komputer berjam-jam hingga menghabiskan waktu luang untuk menonton atau bermain gim yang menyebabkan penurunan kebugaran kardiovaskular. Stres Emosional Tekanan akademis, pekerjaan, finansial, dan media sosial menciptakan beban stres kronis yang tinggi. Stres meningkatkan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat memicu lonjakan tekanan darah dan gula darah hingga menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Gangguan kecemasan dan depresi juga terkait erat dengan peningkatan risiko kardiovaskular. Obesitas Obesitas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung. Lebih dari setengah populasi orang dewasa diperkirakan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini antara lain dipicu konsumsi tinggi makanan olahan, gula tambahan,... - Published: 2026-02-01 - Modified: 2026-01-25 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/hipertensi-paru/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Pernah merasa sesak napas saat naik tangga cuma satu lantai, atau cepat lelah padahal cuma melakukan aktivitas ringan? Hati-hati, bisa jadi itu bukan sekadar tanda kurang olahraga atau efek kelelahan biasa. Di balik gejala yang sering dianggap "biasa" itu, mungkin tersembunyi sebuah kondisi serius yang menyerang pembuluh darah di paru-paru: hipertensi paru. Artikel ini akan menjelaskan seluk-beluk hipertensi paru, dari gejala hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Mengenal Hipertensi Paru Hipertensi paru adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh darah yang menuju paru (arteri pulmonalis) meningkat secara abnormal. Menurut artikel di Journal of the American Heart Association, tekanan di arteri pulmonalis sebesar 20 mmHg sudah bisa mengindikasikan terjadinya hipertensi paru atau hipertensi pulmonalis. Hipertensi paru berbeda dengan hipertensi biasa yang lebih umum terjadi. Hipertensi paru secara spesifik mempengaruhi arteri di paru dan bisa menyebabkan kerusakan jantung sisi kanan. Dinding pembuluh darah yang menebal dan kaku dalam kondisi ini membuat aliran darah ke bagian kanan jantung terhambat sehingga jantung sulit memompa darah melalui arteri. Makin lama, kerja jantung akan makin berat dan terjadi proses pembengkakan jantung hingga gagal jantung. Dalam riset di Global Cardiology Science & Practice disebutkan hipertensi paru merupakan orphan disease, yakni penyakit langka yang jumlah penderitanya termasuk sedikit. Namun, seiring dengan waktu, jumlah penderita penyakit ini secara global meningkat sehingga bisa menjadi epidemi yang memerlukan perhatian lebih besar. Gejala Hipertensi Paru Gejala hipertensi paru mirip dengan gejala kondisi lain yang terjadi karena adanya gangguan aliran darah sehingga kerap tak terdiagnosis sejak dini. Di antaranya: Sesak napas yang awalnya muncul ketika beraktivitas berat, lalu perlahan-lahan dirasakan bahkan saat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau naik tangga. Nyeri dada yang kerap mengiringi sesak napas. Kelelahan ekstrem dan terus merasa lemas karena pasokan oksigen ke organ dan otot tidak memadai. Pusing dan pingsan secara mendadak. Jantung berdebar-debar atau berdetak secara tidak teratur. Pembengkakan pada kaki hingga perut. Sianosis atau kebiruan pada bibir dan kulit yang menandakan kadar oksigen dalam darah sangat rendah. Penyebab Hipertensi Paru Sistem klasifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi hipertensi paru menjadi lima grup berdasarkan penyebabnya: Hipertensi arteri paru, yakni penyempitan langsung pada arteri pulmonalis. Hipertensi paru akibat penyakit jantung sisi kiri. Hipertensi paru akibat penyakit paru dan hipoksia. Hipertensi paru akibat penyumbatan. Hipertensi paru dengan mekanisme tidak jelas atau multifaktor. Penyebab tiap jenis hipertensi paru tersebut bervariasi. Bisa jadi penyebabnya idiopatik (tidak diketahui), genetik, terkait penyakit jaringan ikat (skleroderma, lupus), atau akibat obat/racun tertentu. Penyakit paru dan penyakit jantung serta kondisi lain seperti penyakit autoimun dan infeksi HIV juga mungkin memicu hipertensi paru. Cara Dokter Mendiagnosis Hipertensi Paru Gejala hipertensi paru yang samar kerap menyulitkan diagnosis. Langkah-langkah diagnosisnya biasanya meliputi: Ekokardiogram (USG jantung) untuk mengukur tekanan di arteri pulmonalis dan melihat ukuran serta fungsi jantung kanan. Kateterisasi jantung kanan, yang merupakan standar emas diagnosis hipertensi paru karena bisa mengukur tekanan arteri pulmonalis secara langsung dan akurat. Tes fungsi paru untuk mengevaluasi kinerja paru-paru secara keseluruhan, termasuk lewat pemindaian tomografi komputasi (CT scan) paru. Cara Mengatasi Hipertensi Paru Penanganan hipertensi paru berbeda-beda, bergantung pada kelompok penyebabnya. Di antaranya: Vasodilator untuk membuka pembuluh darah yang menyempit. Pengencer darah (antikoagulan) untuk mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat memperburuk kondisi. Tindakan untuk mengobati gagal jantung atau perbaikan katup. Terapi oksigen jangka panjang dan penanganan penyakit paru yang mendasari. Operasi pengangkatan gumpalan darah. Cangkok paru untuk kasus yang parah dan tak membaik lewat pengobatan konvensional. Komplikasi Hipertensi Paru Hipertensi paru bisa menimbulkan komplikasi yang sangat signifikan dan mempengaruhi kesehatan jangka panjang. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi termasuk: Gagal jantung karena meningkatnya tekanan di arteri yang menambah beban kerja jantung. Kualitas hidup menurun akibat gejala kronis. Aritmia atau detak jantung tidak teratur, dari atrial fibrilasi hingga aritmia ventrikel yang fatal. Perdarahan di paru-paru. Komplikasi kehamilan bagi ibu hamil. Kematian mendadak. Pencegahan Hipertensi Paru Tidak semua jenis hipertensi paru dapat dicegah, tapi risikonya bisa ditekan. Caranya antara lain: Berhenti merokok karena merokok adalah faktor risiko utama untuk berbagai penyakit paru. Olahraga teratur dengan regimen olahraga yang ditentukan oleh dokter spesialis jantung, untuk meningkatkan kesehatan jantung dan paru. Menerapkan pola makan yang sehat. Mengendalikan penyakit yang mendasari sesuai dengan anjuran dokter. Gunakan obat dan suplemen secara aman sesuai dengan resep dokter. Kapan Harus ke Dokter? Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala seperti sesak napas, pusing, atau nyeri dada. Khususnya jika gejala ini memburuk saat beraktivitas. Diagnosis dini adalah kunci dalam penanganan hipertensi paru. Makin cepat kondisi teridentifikasi, makin cepat terapi yang tepat dapat dimulai untuk mencegah penyakit memburuk dan meningkatkan kualitas hidup. Ditinjau oleh: dr. Bagas Marsudi, M. Sc, Sp. JP, FIHA Spesialis Jantung dan Pembuuh Darah Primaya Hospital Depok - Published: 2026-01-31 - Modified: 2026-01-25 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/pemeriksaan-jantung-lengkap/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Nyeri dada sesekali, sesak napas saat olahraga, atau jantung berdebar tidak teratur dimana banyak orang mengabaikannya dengan alasan “masih muda” atau “cuma kecapekan”. Padahal, di Indonesia lebih dari 50 % pasien serangan jantung pertama datang tanpa gejala sebelumnya, dan 70 % kematian jantung bisa dicegah jika pemeriksaan dilakukan sejak dini. Kini, teknologi pemeriksaan jantung sudah sangat maju: dari EKG 5 menit hingga CT coronary angiogram 3D tanpa kateter. Kabar baiknya: hampir semua kelainan jantung, mulai dari penyumbatan ringan hingga katup bocor, bisa dideteksi sebelum menjadi fatal. Yuk, kenali 15 pemeriksaan jantung lengkap terbaru, prosedur, manfaat, dan kapan Anda wajib melakukannya agar jantung tetap sehat seumur hidup! Mengapa Pemeriksaan Jantung Lengkap Penting Dilakukan? Penyakit jantung sering disebut sebagai “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala hingga kondisi sudah cukup parah. Beberapa kasus baru terdeteksi ketika 70–90% pembuluh darah koroner tersumbat atau fungsi pompa jantung (fraksi ejeksi) menurun hingga kurang dari 40%, yang meningkatkan risiko gagal jantung, serangan jantung, atau komplikasi serius lainnya. Pemeriksaan jantung lengkap merupakan satu-satunya cara mendeteksi masalah jantung lebih awal, bahkan sebelum muncul gejala. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menilai: Kondisi pembuluh darah koroner: Mengidentifikasi adanya penyempitan atau plak aterosklerosis. Fungsi pompa jantung: Memastikan jantung memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Irama jantung: Mendeteksi gangguan listrik jantung seperti aritmia yang bisa memicu komplikasi mendadak. Faktor risiko tambahan: Memantau tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan tanda inflamasi yang berpotensi merusak jantung. Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat merencanakan pencegahan dini, perubahan gaya hidup, atau pengobatan sebelum penyakit berkembang menjadi serius. Ini sangat penting terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, merokok, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Menurut American Heart Association 2024, orang yang melakukan screening jantung rutin sejak usia 40 tahun memiliki risiko kematian kardiovaskular 60–80 % lebih rendah. 15 Pemeriksaan Jantung Lengkap dari yang Paling Sederhana hingga Canggih Pemeriksaan Waktu Manfaat Utama Biaya Estimasi (Rp) 1. EKG (Elektrokardiogram) 5–10 menit Deteksi aritmia, infark lama 150–400 rb 2. Treadmill Test (ETT) 20–40 menit Iskemia saat beban 800 rb–1,5 jt 3. Ekokardiografi (USG Jantung) 20–40 menit Fungsi pompa, katup, EF 800 rb–2 jt 4. Holter Monitor 24–48 jam 1–2 hari Aritmia intermiten 1–2 jt 5. Laboratorium Darah Lengkap Jantung 1 hari Kolesterol, Hs-Troponin, BNP 500 rb–1,5 jt 6. Rontgen Thorax 5 menit Pembesaran jantung, efusi 200–500 rb 7. Stress Echo 30–45 menit Iskemia + fungsi pompa saat beban 2–4 jt 8. CT Coronary Calcium Score 10 menit Deteksi kalsifikasi dini 3–5 jt 9. CT Coronary Angiography (CTCA) 15 menit Gambar 3D arteri koroner tanpa kateter 8–15 jt 10. MRI Jantung 45–90 menit Kardiomiopati, miokarditis, tumor 10–20 jt 11. Kateterisasi Jantung (Coronary Angiography) 30–60 menit Gold standard penyumbatan 15–30 jt 12. Elektrofisiologi Study (EPS) 1–3 jam Aritmia kompleks 20–40 jt 13. Nuclear Stress Test (MIBI) 2–4 jam Iskemia dengan gambaran perfusi 8–15 jt 14. TEE (Transesophageal Echo) 20–40 menit Deteksi gumpalan di atrium 3–6 jt 15. Tilt Table Test 30–60 menit Sinkop neurokardiogenik 2–4 jt Paket Medical Check-Up Jantung yang Direkomendasikan Usia/Risiko Paket Minimal Paket Optimal 20–39 th, risiko rendah EKG + laboratorium + Treadmill + Echo 40–59 th, risiko sedang EKG + Treadmill + Echo + CT Calcium Score >60 th atau risiko tinggi EKG + Stress Echo + Lab + CT Coronary Angiography Riwayat keluarga PJK muda Tambahkan CTCA sejak usia 35 — Kapan Anda Wajib Melakukan Pemeriksaan Jantung? Pemeriksaan jantung menjadi sangat penting ketika muncul gejala atau kondisi yang menandakan risiko penyakit jantung meningkat. Segera lakukan pemeriksaan medis jika Anda mengalami salah satu atau lebih dari tanda-tanda berikut: Nyeri dada saat aktivitas: Rasa nyeri, sesak, atau tekanan di dada saat melakukan aktivitas fisik bisa menandakan adanya penyempitan arteri koroner. Kondisi ini memerlukan evaluasi segera untuk mencegah serangan jantung. Sesak napas tidak wajar: Sesak napas yang muncul tanpa alasan jelas, bahkan saat istirahat atau aktivitas ringan, dapat menjadi tanda gagal jantung atau gangguan fungsi jantung lainnya. Jantung berdebar tidak teratur: Detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan (aritmia) perlu dievaluasi karena dapat memicu komplikasi serius seperti stroke atau henti jantung mendadak. Pingsan atau hampir pingsan: Kehilangan kesadaran atau merasa sangat lemah secara tiba-tiba bisa menjadi indikasi masalah aritmia atau penurunan aliran darah ke otak akibat gangguan jantung. Riwayat keluarga serangan jantung 5 tahun: Kondisi kronis seperti diabetes dan hipertensi merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko aterosklerosis. Pemeriksaan jantung rutin membantu mendeteksi kerusakan lebih awal. Dengan segera melakukan pemeriksaan saat salah satu gejala muncul, Anda dapat mendapatkan diagnosis dini dan penanganan tepat, yang secara signifikan menurunkan risiko komplikasi serius, termasuk serangan jantung dan gagal jantung. Informasi lengkap pemeriksaan jantung dapat dibaca pada artikel pemeriksaan jantung dan layanan jantung dari Primaya Hospital. Pemeriksaan Jantung = Investasi Hidup Panjang Jantung Anda bekerja 100. 000 kali sehari tanpa libur dan sudah saatnya Anda beri perhatian dengan pemeriksaan rutin. Dengan teknologi modern seperti CT coronary angiography,... - Published: 2026-01-30 - Modified: 2026-01-14 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/aids/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional AIDS adalah salah satu masalah kesehatan yang sering disorot dan menjadi perdebatan di masyarakat. Pemahaman yang mendalam dan akurat mengenai AIDS dan juga HIV sangat penting untuk mencegah penularan dan mengurangi stigma. Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang apa itu AIDS, gejala-gejalanya, penyebab, serta langkah-langkah pencegahan dan pengobatannya. Mengenal AIDS AIDS adalah singkatan dari acquired immunodeficiency syndrome, yakni kondisi yang disebabkan oleh virus HIV (human immunodeficiency virus). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat tubuh rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit. HIV ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, air mani, dan air susu ibu. Jika tidak diobati, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam waktu yang bervariasi, biasanya setelah beberapa tahun. Mengutip The New England Journal of Medicine, penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang terinfeksi HIV akan mengalami AIDS, terutama dengan perawatan medis yang tepat. AIDS terjadi ketika muncul sindrom atau kumpulan gejala dan infeksi akibat kerusakan sistem imun akibat HIV sudah sangat parah. Singkatnya, HIV adalah virusnya, sementara AIDS adalah stadium penyakit paling lanjut akibat virus tersebut. Dengan terapi antiretroviral yang tepat, seseorang dengan HIV dapat hidup sehat dan infeksi tersebut tidak akan berkembang menjadi AIDS. Gejala AIDS AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Gejalanya mengindikasikan bahwa sistem imun sudah sangat rusak sehingga tubuh sangat mudah terserang berbagai penyakit. Gejalanya antara lain: Penurunan berat badan drastis tanpa sebab. Demam tinggi dan berkeringat di malam hari terus-menerus. Kelelahan kronis yang parah. Diare kronis (lebih dari seminggu). Bercak putih atau luka di mulut dan lidah. Pneumonia (radang paru) parah. Penyakit kulit seperti infeksi jamur sistemik dan herpes zoster. Adapun pada periode awal setelah seseorang tertular HIV, gejala yang muncul bisa berupa: Demam Kelelahan ekstrem Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak Sakit tenggorokan Ruam kulit Nyeri otot dan sendi Setelah gejala itu mereda, virus HIV akan “tidur” tapi terus aktif dan merusak sistem imun secara perlahan tanpa gejala yang jelas hingga terjadi AIDS. Penyebab AIDS Virus HIV adalah penyebab utama AIDS. Infeksi HIV biasanya terbagi menjadi tiga tahap: akut, kronis, dan AIDS. Pada tahap akut, virus mulai berkembang biak dengan cepat, sementara pada tahap kronis, virus akan berdiam dalam tubuh untuk waktu yang lama, kadang-kadang hingga puluhan tahun tanpa menimbulkan gejala. Tanpa pengobatan, tahap ini dapat berubah menjadi AIDS. Adapun penularan HIV dapat terjadi melalui beberapa cara: Hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom. Penggunaan jarum suntik yang sama pada beberapa orang, terutama pada kalangan pengguna narkoba. Transmisi dari ibu ke anak, antara lain pada saat kehamilan, persalinan, atau pemberian ASI. Transfusi darah dari penderita HIV, meski sangat jarang. Cara Dokter Mendiagnosis AIDS Untuk mendiagnosis HIV/AIDS dokter biasanya menggunakan tes darah. Tes ini bertujuan mendeteksi antibodi terhadap virus HIV atau partikel virus itu sendiri. Ada beberapa jenis tes yang umum digunakan: Tes antibodi untuk mengidentifikasi antibodi yang diproduksi tubuh setelah terinfeksi HIV. Tes ini sangat akurat 3-12 minggu setelah paparan. Nucleic acid test untuk mendeteksi material genetik (RNA) virus langsung, biasa digunakan untuk konfirmasi atau skrining bayi baru lahir. Tes mandiri di rumah dengan mengambil sampel air liur atau darah dari jari menggunakan peralatan tes khusus (test kit) yang hasilnya dapat dikonfirmasi di fasilitas kesehatan. Tes-tes ini biasanya dilakukan setelah ada kecurigaan seseorang terpapar HIV, terutama bila ada gejala yang mengarah ke kondisi tersebut. Cara Mengatasi AIDS Meskipun tidak ada obat untuk HIV/AIDS, pengobatan antiretroviral (ART) telah terbukti sangat efektif dalam mengendalikan virus tersebut. Terapi ini tidak hanya memperpanjang hidup penderita, tapi juga mengurangi kemungkinan penularan virus kepada orang lain. ART bekerja dengan cara mengurangi viral load (jumlah virus dalam darah) hingga ke tingkat yang tidak terdeteksi. Pasien umumnya mesti mengonsumsi kombinasi obat antiretroviral untuk meningkatkan efektivitasnya. Selain pengobatan HIV, penderita biasanya perlu menjalani pengobatan infeksi lain yang muncul seiring dengan melemahnya sistem imun. Obat ART harus diminum seumur hidup setiap hari pada waktu yang konsisten untuk mencegah resistansi virus. Komplikasi AIDS AIDS dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius baik secara fisik maupun psikologis. Ini menjadi tantangan signifikan dalam kesehatan masyarakat, menuntut perhatian terhadap berbagai cara penualrannya. Salah satu jalur yang perlu diwaspadai yaitu, penularan dari ibu ke anak, baik masa kehamilan meaupu melalui ASI, yang menekankan perlunya intervensi yang tepat untuk melindungi bayi dari infeksi. Salah satu komplikasi yang paling umum adalah infeksi oportunistik, yakni infeksi yang biasanya tidak berbahaya bagi orang sehat, tapi bisa menyebabkan penyakit serius atau bahkan fatal pada penderita HIV/AIDS karena sistem kekebalan tubuh yang melemah. Infeksi itu meliputi tuberkulosis (TB) yang merupakan pembunuh nomor satu pada orang dengan HIV/AIDS di dunia. Ada pula pneumonia pneumosistis, toksoplasmosis, kriptokokal meningitis, dan infeksi sitomegalovirus. Komplikasi lain termasuk kanker terkait ADIS seperti sarkoma, limfoma non-Hodgkin, dan kanker serviks invasif. Di samping itu, ada risiko komplikasi neurologis seperti demensia serta kerusakan pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang, juga peningkatan risiko penyakit ginjal kronis dan penyakit jantung. Di samping... - Published: 2026-01-29 - Modified: 2026-04-02 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/aritmia-bisa-picu-stroke-kenali-hubungannya-sekarang/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Jantung Anda tiba-tiba “berjedar” tidak beraturan, terasa seperti melompat atau berhenti sejenak, lalu kembali normal. Banyak orang mengira itu “cuma deg-degan biasa” atau “kecapekan”. Padahal, itu bisa jadi aritmia — gangguan irama jantung yang menjadi penyebab utama stroke mendadak pada usia muda. Di Indonesia, 1 dari 4 kasus stroke disebabkan oleh aritmia atrium (atrial fibrillation/AF) yang tidak terdeteksi. Yang lebih menakutkan: 5 kali lebih berisiko stroke dan 80 % kasus AF tidak bergejala hingga stroke terjadi. Kabar baiknya: 70–80 % risiko stroke akibat aritmia bisa dicegah jika terdeteksi dan ditangani sejak dini. Yuk, kenali jenis-jenis aritmia, gejala yang sering diabaikan, dan langkah tepat agar jantung berdetak normal kembali! Apa Itu Aritmia dan Mengapa Bisa Terjadi? Aritmia adalah kondisi ketika irama atau kecepatan detak jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam keadaan normal, jantung berdetak 60–100 kali per menit dengan pola yang teratur, dikendalikan oleh pusat listrik alami jantung bernama nodus sinus. Pusat inilah yang mengatur kapan jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. Pada aritmia, sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan sehingga impuls yang dihasilkan menjadi kacau. Ini bisa menyebabkan jantung: Berdetak terlalu cepat (takikardia) Berdetak terlalu lambat (bradikardia) Berdetak tidak beraturan, seperti berhenti sejenak lalu berpacu cepat kembali Ketidakteraturan ini membuat aliran darah tidak optimal menuju otak, paru-paru, maupun organ penting lainnya. Beberapa aritmia bersifat ringan dan hanya disadari sebagai jantung “berdebar”, namun sebagian lainnya dapat berbahaya karena meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, atau henti jantung mendadak. Jika gejalanya semakin sering atau terasa mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan untuk menentukan penyebab dan penanganannya sejak dini. Menurut American Heart Association 2024, lebih dari 30 % orang dewasa di atas 40 tahun memiliki aritmia ringan, tapi hanya 10 % yang menyadarinya. 6 Jenis Aritmia Paling Umum dan Risikonya Jenis Aritmia Gejala Khas Risiko Stroke Atrial Fibrillation (AF) Jantung berdebar tidak teratur, lemas 5x lebih tinggi Atrial Flutter Detak sangat cepat & teratur 3–4x lebih tinggi Ekstra Sistol (PVC/PAC) Terasa “jedar” atau lompat Rendah (kecuali sering) Takikardia Supraventrikular (SVT) Detak sangat cepat mendadak Rendah Ventrikular Takikardia Detak cepat + pusing Tinggi, bisa henti jantung Bradikardia Detak 60 tahun Hipertensi Penyakit jantung koroner Diabetes Kelebihan berat badan Apnea tidur (mendengkur hebat) Minum alkohol berlebih Hipertiroid Riwayat keluarga aritmia/stroke muda Konsumsi kafein/energi drink berlebih Cara Mencegah Aritmia & Risiko Stroke Kontrol tekanan darah & gula darah sangat penting karena hipertensi dan diabetes dapat merusak pembuluh darah dan sistem kelistrikan jantung. Jika tidak dikendalikan, risiko aritmia dan stroke meningkat drastis seiring bertambahnya usia. Olahraga rutin 150 menit/minggu seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda membantu menjaga irama jantung tetap stabil, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan tekanan darah. Aktivitas fisik juga mencegah penumpukan plak yang memicu serangan jantung. Hindari alkohol & berhenti merokok karena kedua kebiasaan ini mempercepat kerusakan pembuluh darah dan memicu denyut jantung tidak teratur. Nikotin dan alkohol dapat memacu impuls listrik jantung menjadi kacau sehingga memicu aritmia berat. Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban kerja jantung. Kelebihan berat badan sering menyebabkan sleep apnea, hipertensi, dan kolesterol tinggi — tiga faktor utama penyebab aritmia dan stroke. Tidur 7–9 jam dan atasi mendengkur, karena gangguan napas saat tidur dapat memicu penurunan oksigen dan menyebabkan jantung berdetak tidak beraturan. Kualitas tidur yang baik sangat berperan menjaga sistem kelistrikan jantung tetap stabil. Batasi kafein - Published: 2026-01-28 - Modified: 2026-01-13 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/tulang-dan-sendi-sehat/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Banyak orang baru sadar pentingnya tulang dan sendi ketika sudah nyeri setiap bangun tidur atau sulit jongkok saat usia 40–50 tahun. Padahal, kerusakan tulang rawan dan kepadatan tulang sudah dimulai sejak usia 20–30 tahun — diam-diam dan tanpa gejala. Di Indonesia, lebih dari 35 juta orang menderita gangguan tulang dan sendi, dan angka ini terus naik karena gaya hidup modern. Kabar baiknya: 80–90 % osteoarthritis, osteoporosis, dan nyeri sendi kronis bisa dicegah jika kita mulai menjaga tulang dan sendi sejak usia muda. Yuk, terapkan 12 cara ilmiah yang terbukti ampuh agar tulang tetap kuat dan sendi lentur hingga usia lanjut! Mengapa Tulang dan Sendi Harus Dijaga Sejak Dini? Puncak kepadatan tulang atau peak bone mass biasanya tercapai pada usia 25–30 tahun, saat tulang berada pada kekuatan dan kepadatan optimal. Setelah usia tersebut, tubuh secara alami mulai kehilangan massa tulang sekitar 0,5–1 % per tahun. Proses ini lebih cepat terjadi pada wanita setelah menopause karena penurunan hormon estrogen yang penting untuk kesehatan tulang. Risiko osteoporosis perempuan di Indonesia 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang digolongkan dalam penyakit Silent Epidemic Disease karena tidak menunjukkan gejala-gejala spesifik. Gejala dapat berupa nyeri pada tulang dan otot, terutama sering terjadi pada punggung. Selain itu, sendi juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia; kartilago atau bantalan di ujung tulang mulai menipis sejak usia 30 tahun jika tidak dirawat dengan baik. Penurunan kartilago ini meningkatkan risiko nyeri sendi, kekakuan, dan osteoartritis, sehingga penting menerapkan pola hidup sehat sejak dini untuk menjaga kekuatan tulang dan kesehatan sendi jangka panjang. Menurut International Osteoporosis Foundation 2024, satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis jika tidak dicegah sejak dini. 12 Cara Menjaga Tulang & Sendi Sejak Muda Olahraga Beban & Impact 3–5x Seminggu Lari, lompat tali, angkat beban ringan, atau naik tangga. Studi di Journal of Bone Mineral Research menunjukkan olahraga impact meningkatkan kepadatan tulang hingga 3–5 % pada usia 20–35 tahun. Latihan Keseimbangan & Fleksibilitas Yoga, tai chi, atau pilates 2–3x seminggu mencegah jatuh di usia lanjut hingga 35 %. Konsumsi Kalsium 1. 000–1. 200 mg/Hari Susu, yogurt, keju, ikan teri, tahu, bayam, almond. Wanita pasca-menopause butuh 1. 300 mg. Vitamin D 800–2. 000 IU/Hari Berjemur 15–20 menit pagi hari atau suplemen jika jarang matahari. Protein Cukup 1–1,2 g/kgBB Daging tanpa lemak, ikan, telur, tempe, kacang-kacangan. Protein penting untuk perbaikan kartilago & otot. Omega-3 & Anti-Inflamasi Alami Salmon, sarden, chia seed, kunyit, jahe — mengurangi inflamasi sendi ringan. Hindari Rokok & Alkohol Berlebih Merokok turunkan kepadatan tulang 10–20 %. Alkohol >2 gelas/hari tingkatkan risiko osteoporosis 40 %. Jaga Berat Badan Ideal Setiap +5 kg = beban lutut +20 kg. Setiap –5 kg = risiko osteoarthritis lutut turun 50 %. Pakai Sepatu yang Mendukung Telapak Kaki Memilih sepatu dengan arch support (penopang lengkungan kaki) dan bantalan empuk sangat penting untuk mencegah masalah kaki dan sendi. Tidur 7–9 Jam & Kelola Stres Kurang tidur turunkan hormon pertumbuhan yang meregenerasi tulang rawan. Cek Kesehatan Tulang Rutin DEXA scan mulai usia 40 (atau lebih awal jika ada risiko) Daftar Menu Harian Ramah Tulang & Sendi (Mudah & Murah) Waktu Menu Manfaat Utama Sarapan Yogurt Yunani + oatmeal + stroberi + almond Kalsium + vitamin D + omega-3 Cemilan Keju + apel + segenggam kacang tanah Protein + kalsium Makan Siang Nasi merah + salmon bakar + bayam rebus + tempe Omega-3 + zat besi + protein Cemilan Sore Susu kedelai + kurma 5 butir Kalsium nabati + magnesium Makan Malam Sup ikan kakap + tahu kukus + brokoli Vitamin D + kalsium + serat Makanan yang Harus Dibatasi untuk Tulang & Sendi Awet Muda Garam berlebih (>5 g/hari) Konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin, sehingga tulang kehilangan mineral penting. Membatasi asupan garam membantu mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Minuman bersoda & berkafein berlebih Soda mengandung fosfat tinggi, sedangkan kafein dalam jumlah banyak dapat menghambat penyerapan kalsium di tulang. Konsumsi berlebihan meningkatkan risiko tulang rapuh dan nyeri sendi. Gula rafinasi tinggi Makanan tinggi gula, seperti permen, minuman manis, dan kue olahan, dapat meningkatkan inflamasi di tubuh, termasuk sendi. Inflamasi kronis mempercepat kerusakan kartilago dan nyeri sendi. Lemak trans & gorengan Lemak trans dan makanan digoreng berulang dapat memicu peradangan dan mempercepat kerusakan kartilago di sendi. Mengurangi konsumsi jenis makanan ini membantu menjaga sendi tetap fleksibel dan sehat seiring bertambahnya usia. Kapan Harus Periksa ke Dokter Ortopedi Segera konsultasikan ke dokter ortopedi jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, karena bisa menandakan masalah tulang atau sendi yang serius: Nyeri sendi lebih dari 6 minggu Nyeri yang menetap meski sudah istirahat dan mengonsumsi obat pereda nyeri ringan dapat menandakan radang sendi kronis, pengapuran, atau cedera tersembunyi yang perlu penanganan medis lebih lanjut. Sendi bengkak atau kaku di pagi hari lebih dari 30 menit Kaku pagi yang lama... - Published: 2026-01-27 - Modified: 2026-01-13 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cek-kolesterol/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Cek kolesterol adalah pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar lemak darah yang menjadi kunci pencegahan penyakit jantung koroner dan stroke. Di Indonesia, penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu, dengan hiperkolesterolemia memengaruhi lebih dari 30 persen orang dewasa. Banyak orang baru cek kolesterol saat gejala seperti nyeri dada muncul, padahal kadar kolesterol tinggi sering tanpa gejala hingga komplikasi fatal. Pemeriksaan rutin bisa deteksi dini risiko hingga 80 persen dan kurangi serangan jantung dengan pengobatan tepat. Kapan harus cek kolesterol? Mulai usia 20 tahun setiap 5 tahun, lebih sering jika risiko tinggi seperti obesitas, diabetes, atau riwayat keluarga. Biaya cek kolesterol bervariasi Rp100. 000–Rp500. 000 tergantung paket lipid lengkap atau lab. Dengan gaya hidup sehat dan obat statin jika perlu, kadar kolesterol bisa dikontrol. Cek kolesterol bukan kemewahan, tapi investasi kesehatan jangka panjang. Artikel ini membahas mendalam kapan harus cek kolesterol, gejala kadar tinggi sering terlewat, penyebab hiperkolesterolemia, cara diagnosis akurat, pengobatan efektif, komplikasi jika diabaikan, pencegahan melalui diet dan olahraga, estimasi biaya pemeriksaan 2025, serta tips pilih lab terpercaya agar kesehatan jantung terjaga optimal dan risiko penyakit kardiovaskular diminimalkan. Mengenal Pemeriksaan Kolesterol Pemeriksaan kolesterol lengkap, atau sering disebut Profil Lipid, biasanya memerlukan puasa selama 9–12 jam sebelum pengambilan darah untuk mendapatkan hasil yang akurat, terutama untuk kadar trigliserida. Komponen yang Diukur dan Nilai Target: Total Kolesterol: Ukuran keseluruhan kolesterol dalam darah. Target ideal adalah 45 Tahun: Seiring bertambahnya usia, risiko penumpukan kolesterol meningkat akibat perubahan metabolisme. Pada rentang usia ini, pemeriksaan disarankan lebih rutin, yaitu setiap 1 hingga 2 tahun sekali. Anak-anak dan Remaja: Anak dengan riwayat keluarga memiliki kolesterol tinggi atau penyakit jantung dini disarankan melakukan pemeriksaan pertama pada rentang usia 9 hingga 11 tahun, kemudian diulang kembali saat berusia 17 hingga 21 tahun. Kondisi yang Memerlukan Cek Setiap Tahun (Risiko Tinggi): Jika Anda memiliki satu atau lebih faktor di bawah ini, dokter biasanya mewajibkan cek kolesterol setidaknya setahun sekali, terlepas dari berapa pun usia Anda: Obesitas atau Berat Badan Berlebih: Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi berkaitan erat dengan kadar LDL (kolesterol jahat) yang tinggi dan HDL (kolesterol baik) yang rendah. Diabetes Melitus: Gula darah yang tinggi dapat merusak lapisan arteri dan memicu peningkatan kadar kolesterol yang lebih berbahaya bagi jantung. Hipertensi (Darah Tinggi): Kolesterol dan tekanan darah tinggi adalah kombinasi yang secara drastis meningkatkan risiko stroke. Riwayat Keluarga: Memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami serangan jantung di usia muda (pria - Published: 2026-01-26 - Modified: 2026-01-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pola-makan/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Pernah mengalami malam yang berantakan setelah menyantap makanan pedas, tiba-tiba dada terasa panas seperti terbakar atau perut melilit tak tertahankan? Atau justru merasa mengantuk berat, jantung berdegup cepat, dan tangan bergetar usai makan karena gula darah melonjak drastis? Jika iya, itu bukan sekadar kebetulan. Kebiasaan atau pola makan yang kurang tepat dapat menjadi “pemicu tersembunyi” bagi gangguan pada sistem pencernaan maupun kardiovaskular. Kondisi seperti maag, GERD, tekanan darah tinggi, kolesterol meningkat, sampai kenaikan gula darah, seringkali muncul dalam satu paket karena sumber permasalahannya sama: pola makan yang tidak sehat dan cara tubuh menerima makanan setiap hari. Hal yang melegakan, sebagian besar keluhan tersebut sebenarnya bisa dicegah bahkan diperbaiki melalui perubahan kebiasaan makan yang lebih bijak. Mari kenali bagaimana hubungan antara penyakit-penyakit ini dan temukan pola makan yang mampu benar-benar membantu tubuh Anda pulih! Mengenal gangguan pencernaan yang sering terjadi Gangguan pencernaan tidak hanya soal “masuk angin”. Ada beberapa kondisi umum yang perlu dikenali sejak awal: Maag (gastritis): peradangan atau iritasi pada dinding lambung yang memicu rasa perih, kembung, dan mual. Asam lambung naik (refluks): kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi panas di dada atau mulas. GERD(Gastroesophageal Reflux Disease): bentuk refluks yang kronis dan berulang, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan kerongkongan bila tidak ditangani dengan baik. Menurut Mayo Clinic 2024, 20 % orang dewasa mengalami gejala GERD minimal seminggu sekali. Gejala maag, asam lambung, dan GERD sering memiliki gejala yang sama. Gejala yang paling sering dikeluhkan: Nyeri ulu hati atau perut terasa “penuh” setelah makan Dada panas terbakar (heartburn) terutama malam hari Sering sendawa, mual, kembung berlebihan Suara serak atau batuk malam karena asam lambung naik ke tenggorokan Rasa pahit di mulut saat bangun tidur Nyeri lambung membaik setelah makan, lalu kambuh kembali. Penyebab utama dari pola makan yang salah Berikut pemicu paling umum: Makan pedas, asam, berminyak, bersantan berlebihan Makan porsi besar sekaligus (terutama malam) Langsung tidur setelah makan Minum kopi, teh, soda saat perut kosong Stres ditambah makan tidak teratur Adanya infeksi bakteri H. pylori dari hasil pemeriksaan (merupakan penyebab 70 % maag kronis) Hubungan gangguan pencernaan dengan penyakit hipertensi, peningkatan kolesterol, dan gula darah Mengapa penyakit maag/GERD juga dapat mempengaruhi penyakit lain? Asupan garam yang tinggi membuat tekanan darah mudah melonjak Lemak jenuh dan makanan yang kebanyakan melalui proses digoreng mendorong peningkatan kadar kolesterol yang mengganggu jantung Gula, minuman manis, dan makan porsi besar nasi putih menyebabkan gula darah naik tinggi, Makan malam saat stres meningkatkan hormon kortisol, yang ikut mempengaruhi tekanan darah serta gula darah. Cara makan yang aman untuk lambung dan jantung Panduan makan sehat yang perlu dibiasakan Jadwalkan makan tiga kali sehari dengan tambahan dua camilan ringan, tetapi tetap jaga agar porsinya tidak berlebihan Usahakan makan malam tidak terlalu larut, idealnya sekitar pukul 18. 30–19. 00 Beri jeda 2–3 jam sebelum tidur setelah makan agar pencernaan bekerja optimal Nikmati makanan dengan mengunyah perlahan hingga halus sebelum ditelan Biasakan minum air putih sebelum atau setelah makan, setidaknya beri jeda sekitar 30 menit, sehingga tidak mengganggu proses cerna Jenis makanan yang perlu dikurangi Hidangan yang terlalu pedas atau terlalu asam sebaiknya dibatasi Kurangi makanan berminyak, bersantan pekat, dan olahan jeroan Batasi konsumsi minuman berkafein pekat seperti kopi saschet dan teh kental, serta minuman bersoda. Hindari makanan tinggi garam seperti mi instan, makanan kalengan, dan camilan asin Asupan gula berlebih dari kue, minuman manis kemasan, atau es krim juga sebaiknya ditekan Pilihan makanan yang mendukung pemulihan tubuh Buah seperti pisang, pepaya, dan alpukat membantu melindungi lapisan lambung Oat, nasi merah, dan ubi menyediakan serat yang baik bagi sistem pencernaan Konsumsi sayuran yang direbus atau dikukus—seperti brokoli, bayam, dan kubis—lebih ramah bagi perut Pilih sumber protein yang dimasak dengan cara lebih sehat seperti ikan yang direbus atau dikukus Yogurt yang mengandung probiotik dapat membantu menyeimbangkan bakteri baik dalam usus Cara mengendalikan hipertensi, kolesterol, dan gula darah dari piring yang kita makan Untuk hipertensi: batasi konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari (sekitar satu sendok teh), serta perbanyak makanan yang membantu tekanan darah tetap stabil seperti bawang putih, seledri, dan pisang yang kaya kalium. Untuk kolesterol tinggi: pilih minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun sebagai pengganti minyak goreng biasa, serta konsumsi oat sekitar setengah mangkuk per hari untuk membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Untuk gula darah tinggi: ganti nasi putih dengan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau jagung, dan sertakan kacang-kacangan segenggam setiap hari untuk menjaga kadar gula tetap stabil lebih lama. Jadwal Makan Contoh 1 Hari yang Aman Waktu Menu 06. 30 Oatmeal + pisang + susu rendah lemak 10. 00 Yogurt plain + apel 12. 30 Nasi merah + ikan kukus + sayur bayam + pepaya 16. 00 Kacang rebus + pisang 18. 00 Sup ayam bening + tahu kukus + brokoli Komplikasi jika tidak diubah pola makan yang baik Jika pola hidup dan kondisi kesehatan tidak segera ditangani,... - Published: 2026-01-25 - Modified: 2026-01-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/nutrisi-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Di dalam rahim, bayi Anda hanya mendapatkan “makanan” dari apa yang Anda makan setiap hari. Setiap suapan yang Anda telan menentukan apakah otaknya akan berkembang optimal, tulangnya kuat, atau sistem imunnya siap melawan penyakit setelah lahir. Sayangnya, 7 dari 10 ibu hamil di Indonesia masih kekurangan zat besi, asam folat, dan yodium — nutrisi kunci yang bisa mencegah cacat tabung saraf, anemia, hingga stunting. Kabar baiknya: semua itu bisa dipenuhi dengan makanan sehari-hari yang murah dan mudah didapat. Yuk, kenali 12 nutrisi paling penting bagi ibu hamil beserta rekomendasi makanan terbaik yang sebaiknya selalu hadir di piring Anda setiap hari. Pilihan kecil hari ini, dampaknya akan terasa hingga puluhan tahun ke depan! 12 Nutrisi Wajib Ibu Hamil dan Dampaknya pada Janin Nutrisi Kebutuhan/Hari Dampak pada Janin Asam Folat 600–800 mcg Mencegah cacat tabung saraf (spina bifidaàkekurangan asam folat dari prekonsepsi sampai trimester pertama awal) Zat Besi 27–40 mg Mencegah anemia dan bayi lahir prematur Kalsium 1. 200 mg Pembentukan tulang & gigi Vitamin D 800–2. 000 IU Penyerapan kalsium & imunitas Protein 75–100 g Pertumbuhan otot & jaringan Omega-3 (DHA) 200–300 mg Perkembangan otak & mata Yodium 220 mcg Kecerdasan & fungsi tiroid Vitamin A 770 mcg Penglihatan & imunitas Vitamin C 85 mg Penyerapan zat besi & kolagen Zinc 11–13 mg Pertumbuhan sel & imunitas Serat 28–35 g Mencegah sembelit & diabetes gestasional Vitamin B12 2,6 mcg Sistem saraf dan sel darah merah Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) 2024, kekurangan asam folat di trimester pertama meningkatkan risiko spina bifida hingga 70 % — tetapi bisa dicegah 100 % dengan asupan cukup sejak sebelum hamil. Daftar Makanan Wajib Ibu Hamil (Murah & Mudah Didapat) Telur Sumber protein lengkap, kolin untuk kecerdasan otak janin, serta zat besi dan vitamin B12 yang mencegah anemia kehamilan. Ikan Air Tawar & Salmon Seperti lele, nila, patin, dan salmon, kaya DHA untuk perkembangan retina dan otak, protein berkualitas, serta zinc untuk imunitas. Daging Tanpa Lemak & Hati Ayam (maks. 1x seminggu) Mengandung zat besi heme yang paling mudah diserap tubuh, ideal untuk mencegah anemia dan mendukung suplai oksigen ke janin. Kacang-kacangan Kacang merah, almond, kacang tanah kaya protein nabati, zat besi, dan folat yang penting untuk mencegah cacat tabung saraf. Sayuran Hijau Gelap Bayam, kangkung, daun kelor, hingga daun katuk penuh folat, kalsium, serat, dan zat besi; bagus untuk tulang dan produksi ASI lebih dini. Susu, Yogurt, atau Produk Olahan Susu Memberikan kalsium dan vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi janin, serta probiotik pendukung pencernaan ibu. Buah Kaya Vitamin C Jeruk, jambu biji, dan pepaya membantu penyerapan zat besi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ubi Jalar & Kentang Mengandung vitamin A, serat, dan kalium untuk menjaga kesehatan mata janin dan mencegah sembelit ibu hamil. Tahu & Tempe Protein nabati murah meriah dengan kalsium, zat besi, serta prebiotik hasil fermentasi yang membantu pencernaan. Kurma & Pisang Sumber energi cepat, mengandung kalium untuk keseimbangan elektrolit dan mencegah kram kaki. Air Kelapa Muda Menghidrasi tubuh dan mengisi elektrolit alami sehingga membantu mengurangi lemas serta mencegah dehidrasi saat mual muntah. Biji-bijian Sehat Chia seed, wijen, dan kuaci mengandung omega-3 serta kalsium nabati untuk otak dan tulang janin. Menu Harian Ibu Hamil Ramah Janin (Contoh 1 Hari) Waktu Menu Nutrisi Utama 06. 30 Telur rebus + roti gandum + alpukat + susu hamil Protein, folat, DHA 09. 30 Yogurt + kurma 5 butir + almond Kalsium, zat besi 12. 30 Nasi merah + ikan bakar + tumis kangkung + jeruk Omega-3, zat besi, vitamin C 15. 30 Smoothie pepaya + chia seed + susu Serat, kalsium, vitamin A 18. 30 Tempe bacem + sayur bayam bening + ubi rebus Protein nabati, folat 21. 00 Susu hangat + pisang Kalsium, kalium Makanan yang Harus Dibatasi atau Dihindari Meski banyak makanan sehat yang dianjurkan selama kehamilan, ada juga beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari karena dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin. Risiko yang dapat muncul termasuk infeksi bakteri, gangguan tumbuh kembang, hingga masalah pada sistem saraf bayi. Berikut penjelasan dari kategori makanan yang perlu Anda waspadai: Daging mentah atau setengah matang Termasuk sushi, steak yang masih merah di bagian dalam, atau sate yang belum matang sempurna. Makanan ini berisiko membawa bakteri Salmonella dan parasit Toxoplasma yang bisa menyebabkan infeksi serius pada ibu dan keguguran pada janin. Ikan yang tinggi kandungan merkuri Seperti tuna sirip biru/besar, tenggiri besar, marlin, dan hiu. Merkuri adalah logam berat yang dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Pilih ikan dengan kadar merkuri rendah seperti salmon, tengiri, cakalang, tuna, lele, patin, sarden, dan kembung. Keju lunak dan susu yang tidak dipasteurisasi Keju seperti brie, camembert, feta, dan blue cheese yang tidak melalui proses pasteurisasi dapat terkontaminasi bakteri Listeria — salah satu penyebab keguguran dan bayi lahir prematur. Selalu cek label “pasteurized”. Alkohol dan asupan kafein berlebih Alkohol sama sekali tidak... - Published: 2026-01-24 - Modified: 2026-01-25 - URL: https://primayahospital.com/gizi/berat-badan-kurang/ - Kategori: Anak, Gizi - Translation Priorities: Optional Berat badan kurang atau underweight pada balita adalah kondisi berat badan anak lebih rendah dari standar usia, sering menjadi awal stunting dan wasting yang mengancam jiwa. Di Indonesia, underweight masih memengaruhi sekitar 17 persen balita, dengan angka lebih tinggi di daerah miskin dan pedesaan. Banyak orang tua menganggap anak “kurus tapi aktif” tidak masalah, padahal underweight tingkatkan risiko infeksi berat, gangguan perkembangan, dan kematian hingga 5 kali lipat dibandingkan anak gizi baik. Berat badan kurang sebabkan daya tahan tubuh lemah, otak kurang nutrisi, dan pertumbuhan terhambat permanen jika tidak ditangani sebelum usia 5 tahun. Dengan pemantauan posyandu rutin, pemberian MPASI bergizi, dan intervensi dini, underweight bisa dicegah dan diatasi hingga 80 persen. Underweight bukan hanya kurus, tapi ancaman serius kesehatan jangka panjang anak. Artikel ini membahas mendalam apa itu berat badan kurang pada balita, gejala awal sering terlewat, penyebab utama, cara diagnosis akurat posyandu, pengobatan atau suplementasi efektif, komplikasi berbahaya seperti stunting dan infeksi, pencegahan melalui gizi seimbang, tips harian tingkatkan nafsu makan, serta kapan harus segera ke dokter anak atau ahli gizi agar balita pulih gizi dan tumbuh optimal. Mengenal Berat badan kurang (Underweight) pada Balita Berat badan kurang atau dalam istilah medis disebut Underweight adalah kondisi di mana berat badan seorang balita berada di bawah rentang normal berdasarkan usianya. Kondisi ini merupakan sinyal peringatan bahwa asupan gizi anak tidak mencukupi kebutuhannya atau adanya masalah kesehatan yang menghambat pertumbuhan. Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas, prevalensi underweight masih memengaruhi sekitar 17 persen balita. Hal ini menjadi perhatian serius karena berat badan yang tidak ideal pada masa pertumbuhan dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh, membuat anak lebih mudah terserang penyakit infeksi yang berulang. Perbedaan Underweight, Stunting, dan Wasting Sering kali orang tua tertukar dalam mengenali istilah malnutrisi. Sangat penting untuk membedakan ketiganya karena penanganannya bisa berbeda: Underweight (Berat Kurang): Didasarkan pada indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Nilai Z-score-nya berada di bawah -2 standar deviasi (SD) standar pertumbuhan WHO. Ini menunjukkan bahwa berat anak tidak sesuai dengan usianya. Stunting (Pendek): Didasarkan pada indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Kondisi ini menunjukkan masalah gizi kronis (jangka panjang) yang menghambat pertumbuhan tulang. Wasting (Kurus Akut): Didasarkan pada indikator Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB). Ini adalah kondisi sangat kurus yang biasanya terjadi akibat kekurangan makan yang sangat drastis atau penyakit akut. Penting: Underweight sering kali menjadi pintu masuk atau tanda awal terjadinya malnutrisi kronis. Jika berat badan menurut umur (BB/U) terus menurun tanpa penanganan, anak berisiko tinggi mengalami stunting di masa depan. Menurut World Health Organization 2024, underweight tingkatkan mortalitas anak hingga 5 kali. Underweight ganggu sistem imun dan otak. Gejala Berat badan kurang pada Balita Berat badan kurang tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari defisit nutrisi yang terakumulasi. Tantangan terbesar di Indonesia adalah gejala ini sering kali terlambat terdeteksi karena orang tua menganggap anak yang "kurus tapi aktif" adalah hal yang normal. Padahal, penurunan berat badan adalah alarm pertama sebelum terjadi gangguan fungsi organ. Gejala Awal (Tanda Peringatan): Pada tahap ini, tubuh mulai menghemat energi dan mengambil cadangan lemak untuk bertahan hidup. Berat Badan Tidak Naik (Flat Growth): Selama 2-3 bulan berturut-turut, grafik pada KMS (Kartu Menuju Sehat) tampak mendatar atau bahkan menurun. Ini adalah tanda paling akurat. Tubuh Tampak Kurus: Lemak di bawah kulit mulai berkurang, terutama terlihat pada area lengan, paha, dan pipi Kulit Kering dan Kusam: Kurangnya asupan lemak dan vitamin membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya dan tampak bersisik. Rambut Tipis & Kemerahan: Rambut menjadi rapuh, mudah rontok, dan warnanya berubah kusam atau kemerahan (seperti warna rambut jagung). Mudah Lelah: Anak tidak memiliki energi yang cukup untuk bermain aktif dalam waktu lama dan lebih sering meminta digendong. Gejala Lanjut (Tanda Malnutrisi Kronis): Jika kondisi awal diabaikan, tubuh anak mulai mengalami penurunan fungsi sistem imun dan kognitif. Sering Sakit: Anak menjadi sangat rentan terkena infeksi seperti diare, batuk, dan pilek. Proses penyembuhannya pun jauh lebih lama karena antibodi tidak terbentuk dengan sempurna. Pertumbuhan Melambat: Jika berat badan tidak segera diperbaiki, pertumbuhan tinggi badan akan terhenti, yang merupakan awal dari kondisi stunting. Nafsu Makan Turun Drastis: Kekurangan zat besi dan zink justru membuat anak semakin kehilangan nafsu makan, menciptakan siklus malnutrisi yang sulit diputus. Gangguan Konsentrasi & Emosi: Anak tampak sering melamun, sulit fokus saat diajak bicara, serta menjadi lebih rewel atau apatis (tidak tertarik pada lingkungan sekitar). Catatan Penting: Pantauan rutin di Posyandu atau dokter spesialis anak adalah kunci. Jangan menunggu hingga anak terlihat "sangat kurus" (tulang rusuk menonjol) untuk bertindak, karena pada titik tersebut, pemulihannya akan jauh lebih kompleks. Penyebab Berat badan kurang pada Balita Penyebab langsung: Asupan berat badan kurang MPASI tidak bergizi Infeksi berulang Penyebab tidak langsung: Kemiskinan Kurang pengetahuan ibu Sanitasi buruk Akses makanan terbatas Di Indonesia, infeksi diare dan ISPA perburuk underweight. Cara Diagnosis Berat badan kurang pada Balita Diagnosis: Pengukuran BB/U posyandu Kartu Menuju Sehat (KMS) Z-score WHO Tes Hb anemia... - Published: 2026-01-23 - Modified: 2026-01-20 - URL: https://primayahospital.com/umum/urologi-pada-anak/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Masalah kesehatan pada anak tidak hanya terbatas pada infeksi atau gangguan pencernaan. Salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian adalah gangguan sistem urologi pada anak, misalnya gangguan pada ginjal, saluran kemih, kandung kemih, dan organ genital sejak bayi hingga remaja. Masalah urologi pada anak dapat berdampak jangka panjang bila tidak dikenali sejak dini, terlebih karena adanya banyak kasus bersifat bawaan yang terlambat terdeteksi, padahal memerlukan penanganan khusus sesuai tahap tumbuh kembang anak. Untuk memastikan kesehatan urologi pada anak terpantau sejak dini, Primaya Hospital menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan urologi anak dengan dukungan dokter spesialis dan fasilitas medis lengkap. Kavacare siap membantu pendampingan konsultasi serta perawatan lanjutan di rumah agar proses pengobatan anak lebih nyaman dan terintegrasi. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Jenis Penyakit Urologi pada Anak yang Sering Terjadi Berikut beberapa penyakit urologi pada anak yang paling sering ditemukan, antara lain: 1. Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi saluran kemih merupakan masalah urologi pada anak yang cukup umum, terutama pada balita. Biasanya, disebabkan karena adanya anatomi saluran kemih yang masih pendek dan mudah terpapar bakteri dari luar, misalnya dari tinja. Gejalanya meliputi demam tanpa sebab jelas, nyeri saat buang air kecil, urin berbau menyengat, hingga anak menjadi rewel. ISK yang berulang dapat memengaruhi fungsi ginjal jika tidak ditangani dengan baik dan risikonya adalah komplikasi yang lebih serius hingga kerusakan ginjal. 2. Hidronefrosis Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal akibat penumpukan urin. Kondisi ini termasuk gangguan urologi pada anak yang sering terdeteksi sejak bayi melalui USG. Penyebabnya bisa karena penyempitan atau sumbatan saluran kemih yang perlu pemantauan rutin dan bisa karena sebab kongenital atau riwayat infeksi yang menyebabkan striktur. 3. Hipospadia Hipospadia merupakan kelainan bawaan pada anak laki-laki, di mana lubang saluran kencing tidak berada di ujung penis. Masalah urologi pada anak ini biasanya memerlukan tindakan operasi untuk memperbaiki fungsi berkemih dan perkembangan organ reproduksi. 4. Enuresis (Mengompol) Mengompol pada usia tertentu masih dianggap normal. Namun, bila berlangsung hingga usia sekolah, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan urologi pada anak, seperti kapasitas kandung kemih kecil atau gangguan kontrol saraf. Seringkali gangguan ini merupakan bagian dari sindrom tertentu, yang perlu ditangani dengan serius sedini mungkin. 5. Refluks Vesikoureter (RVU) RVU terjadi ketika urin mengalir kembali dari kandung kemih ke ginjal. Penyakit urologi pada anak ini meningkatkan risiko infeksi berulang dan kerusakan ginjal bila tidak ditangani secara tepat. Tanda-Tanda Gangguan Urologi pada Anak Orang tua perlu waspada terhadap gejala berikut yang dapat mengindikasikan masalah urologi pada anak, antara lain: Nyeri atau menangis saat buang air kecil Frekuensi buang air kecil terlalu sering atau jarang Urin berdarah atau keruh Pembengkakan di perut atau area genital Demam berulang tanpa sebab jelas ataupun riwayat infeksi saluran kemih berulang, walaupun sudah ditangani dengan baik. Deteksi dini masalah urologi pada anak sangat berperan dalam keberhasilan pengobatan. Peran Orang Tua dalam Mencegah Masalah Urologi pada Anak Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kesehatan urologi pada anak, antara lain: 1. Membiasakan Anak Minum Air Putih yang Cukup Asupan cairan yang cukup membantu menjaga fungsi ginjal dan melancarkan aliran urin. Pada kasus gangguan urologi pada anak, serupa dengan kondisi orang dewasa, kurang minum dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan pembentukan kristal atau batu urin. Seringkali, anak-anak tidak bisa menyampaikan bahwa mereka haus dan perlu minum. Oleh karenanya, orang tua dianjurkan membiasakan anak minum air putih secara bertahap sesuai usia dan aktivitas, terutama setelah bermain atau berolahraga. 2. Mengajarkan Kebiasaan Buang Air Kecil Secara Teratur Menahan buang air kecil terlalu lama dapat menyebabkan kandung kemih meregang dan meningkatkan risiko gangguan urologi pada anak, seperti infeksi atau gangguan kontrol kandung kemih. Anak perlu diajarkan untuk buang air kecil setiap 2–3 jam dan tidak menunda saat muncul rasa ingin berkemih, baik di rumah maupun di sekolah. 3. Menjaga Kebersihan Area Genital Kebersihan area genital sangat penting dalam mencegah infeksi yang berkaitan dengan urologi pada anak. Orang tua perlu mengajarkan cara membersihkan area kemaluan dengan benar, dari arah depan ke belakang, serta mengganti pakaian dalam secara rutin. Pada bayi, popok harus diganti secara berkala untuk mencegah iritasi dan infeksi. 4. Segera Memeriksakan Anak Bila Muncul Gejala Mencurigakan Demam tanpa sebab jelas, nyeri saat buang air kecil, perubahan warna atau bau urin, serta kebiasaan mengompol yang tidak sesuai usia dapat menjadi tanda gangguan urologi pada anak. Pemeriksaan sejak dini memungkinkan diagnosis cepat dan mencegah komplikasi yang dapat memengaruhi fungsi ginjal dan kualitas hidup anak di kemudian hari. Penyakit urologi pada anak mencakup berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga kelainan bawaan. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, gangguan urologi pada anak dapat ditangani secara optimal. Konsultasi rutin dengan dokter spesialis sangat dianjurkan untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap sehat. Masalah urologi pada anak membutuhkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini menyediakan layanan kesehatan anak dengan dukungan dokter spesialis, fasilitas diagnostik modern, serta pendekatan... - Published: 2026-01-23 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/gizi/diet-intermittent-fasting/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Puasa intermiten atau intermittent fasting semakin banyak diminati karena sejumlah penelitian menunjukkan manfaatnya terhadap kesehatan, mulai dari penurunan berat badan yang lebih efektif, peningkatan sensitivitas insulin, hingga perbaikan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Pola makan yang mengatur waktu makan dan waktu tidak makan ini dianggap lebih fleksibel dibandingkan diet ketat lainnya, sehingga lebih mudah diikuti dalam jangka panjang. Tidak heran, banyak orang mulai menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari. Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi tekanan darah rendah atau hipotensi, puasa intermiten tidak dapat dilakukan sembarangan. Tekanan darah yang berada di bawah batas normal dapat menyebabkan suplai darah ke otak tidak stabil, dan ketika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan atau energi dalam waktu lama, gejala seperti pusing berputar, kepala terasa ringan, jantung berdebar, hingga pingsan bisa muncul secara tiba-tiba. Situasi ini terutama berbahaya ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring, atau saat melakukan aktivitas fisik dalam keadaan perut kosong. Oleh karena itu, bagi penderita hipotensi, baik yang memiliki kondisi kronis maupun hipotensi ortostatik, pemahaman mengenai cara berpuasa yang aman sangatlah penting. Dibutuhkan strategi yang tepat untuk mencegah penurunan tekanan darah secara drastis selama menjalankan puasa intermiten. Dan pada artikel ini, kami akan memberikan panduan aman agar tetap bisa menjalankan puasa intermiten tanpa membahayakan kesehatan. Mengenal Tekanan Darah Rendah dan Risikonya Saat Berpuasa Tekanan darah rendah didefinisikan < 90/60 mmHg atau gejala pusing saat berdiri (hipotensi ortostatik). Penyebab umum pada orang dewasa: Dehidrasi kronis Obat antihipertensi berlebihan Gangguan saraf otonom (neuropati diabetik, Parkinson) Kekurangan natrium atau volume darah Saat berpuasa, volume darah dan natrium turun → tekanan darah bisa turun 10–20 mmHg lebih rendah lagi → risiko sinkop (pingsan) meningkat. Protokol Puasa Intermiten yang Aman untuk Hipotensi Protokol Jendela Makan Keselamatan untuk Hipotensi 16/8 (paling direkomendasikan) 10. 00–18. 00 atau 12. 00–20. 00 Sangat aman 14-Oct 09. 00–19. 00 Paling aman untuk pemula 5:2 (500–600 kcal 2 hari) Boleh, tapi hanya 1 hari dulu uji coba Aman jika cukup garam OMAD (One Meal A Day) Hindari Berisiko tinggi pingsan Puasa >20 jam Hindari Tidak direkomendasikan Menurut New England Journal of Medicine 2020 dan American Heart Association 2024, protokol 14/10 hingga 16/8 adalah yang paling aman untuk orang dengan hipotensi. 7 Aturan Wajib agar Tekanan Darah Tidak Terlalu Turun Tambah Garam 1–2 gram/Hari Saat Puasa Tambahkan ¼–½ sdt garam laut ke dalam 500 ml air (bisa dicampur sedikit jeruk nipis). Studi Hypertension 2023 membuktikan tambahan natrium 1–2 g pada pasien hipotensi mencegah penurunan tekanan darah berlebih saat IF. Minum Minimal 2,5–3 Liter Cairan/Hari Air putih, infused water, teh herbal tanpa gula boleh selama jendela puasa. Konsumsi Kalium & Magnesium Tinggi Saat Makan Alpukat, bayam, pisang, ubi, kacang-kacangan membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Batasi Kopi & Teh Hitam Pagi Hari Kafein menyebabkan diuresis → tekanan darah turun lebih cepat. Berdiri Pelan dari Duduk/Tidur Lakukan “counter-maneuver”: silangkan kaki, genggam tangan kuat-kuat 10 detik sebelum berdiri. Pakai Stoking Kompresi Kelas 1–2 (20–30 mmHg) Mencegah penumpukan darah di kaki bagian bawah. Pantau Tekanan Darah Setiap Hari Jika sistolik - Published: 2026-01-22 - Modified: 2026-01-19 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyebab-rematik/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Rematik kerap dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia, padahal rematik di usia muda kini semakin sering ditemukan pada remaja hingga dewasa produktif. Rematik merupakan istilah umum untuk penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan sekitarnya, biasanya berkaitan dengan peradangan. Pada usia muda, gejalanya sering ringan dan muncul bertahap, sehingga kerap tidak disadari hingga akhirnya menimbulkan nyeri sendi, kaku, dan gangguan aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Konsultasikan keluhan sendi sejak dini di Primaya Hospital, dan lanjutkan perawatan berkelanjutan di rumah bersama layanan homecare profesional dari Kavacare. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Penyebab Rematik di Usia Muda Berikut beberapa faktor utama yang dapat memicu kondisi ini, antara lain: 1. Gangguan Autoimun Salah satu penyebab tersering adalah penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang jaringan sendi, sehingga memicu peradangan yang berujung pada rematik di usia muda. 2. Faktor Genetik Riwayat keluarga dengan penyakit rematik dapat meningkatkan risiko. Seseorang dengan orang tua atau saudara kandung penderita rematik memiliki peluang lebih besar mengalami rematik di usia muda, terutama jika dipicu faktor lingkungan. 3. . Infeksi Tertentu Infeksi bakteri atau virus tertentu dapat memicu reaksi peradangan pada sendi. Pada sebagian orang, infeksi ini meninggalkan efek jangka panjang yang kemudian berkembang menjadi rematik di usia muda. 4. Gaya Hidup Tidak Sehat Kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak dan gula, merokok, serta stres berkepanjangan dapat mempercepat peradangan dalam tubuh. Kombinasi faktor ini sering berkontribusi pada munculnya rematik di usia muda. 5. Cedera dan Aktivitas Berlebihan Cedera sendi akibat olahraga atau pekerjaan berat yang dilakukan berulang dapat memicu kerusakan jaringan sendi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi rematik di usia muda. Faktor Risiko yang Meningkatkan Rematik di Usia Muda 1. Obesitas Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pergelangan kaki. Selain itu, jaringan lemak dapat memicu peradangan dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko rematik di usia muda. 2. Kurang Tidur Kurang tidur mengganggu proses pemulihan tubuh dan keseimbangan sistem imun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu peradangan kronis yang berkontribusi terhadap munculnya rematik di usia muda. 3. Stres Kronis Stres yang berlangsung lama dapat meningkatkan hormon kortisol dan memicu reaksi peradangan. Jika tidak dikelola dengan baik, stres kronis dapat memperbesar risiko terjadinya rematik di usia muda. 4. Kombinasi Beberapa Faktor Ketika obesitas, kurang tidur, dan stres kronis terjadi bersamaan, risiko peradangan sendi menjadi lebih tinggi. Kombinasi inilah yang sering mempercepat munculnya rematik di usia muda, meski usia masih tergolong produktif. Cara Mencegah Rematik Sejak Dini 1. Menjaga Berat Badan Ideal Berat badan yang berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pinggul. Menjaga berat badan ideal membantu mengurangi beban sendi dan menurunkan risiko peradangan yang dapat memicu rematik di usia muda. 2. Rutin Berolahraga Ringan Aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat menjaga kelenturan sendi dan memperkuat otot penyangga. Olahraga teratur juga membantu mencegah kekakuan sendi yang sering menjadi keluhan awal rematik di usia muda. 3. Mengelola Stres dengan Baik Stres yang tidak terkendali dapat memicu reaksi peradangan dalam tubuh. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau istirahat cukup berperan penting dalam menurunkan risiko rematik di usia muda. 4. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang Pola makan sehat yang kaya sayur, buah, protein, dan lemak sehat membantu menjaga daya tahan tubuh serta mengurangi peradangan. Asupan gizi yang tepat dapat menjadi langkah pencegahan efektif terhadap rematik di usia muda. 5. Deteksi dan Penanganan Dini Mengenali gejala awal seperti nyeri dan kaku sendi, lalu segera berkonsultasi ke dokter, sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk. Penanganan sejak dini membantu mengendalikan rematik di usia muda agar tidak mengganggu aktivitas jangka panjang. Rematik tidak hanya menyerang usia lanjut. Berbagai faktor seperti gangguan autoimun, genetik, infeksi, gaya hidup tidak sehat, hingga stres berkepanjangan dapat memicu rematik di usia muda. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan pola hidup sehat, risiko perburukan dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga. Jika Anda atau orang terdekat mengalami keluhan nyeri dan kaku sendi yang berulang, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Primaya Hospital menyediakan layanan konsultasi dokter spesialis dan pemeriksaan komprehensif untuk membantu mendeteksi serta menangani rematik secara tepat. Untuk kemudahan perawatan lanjutan di rumah, Kavacare siap mendampingi Anda dengan layanan homecare profesional, mulai dari perawatan medis, pendampingan pasien, hingga pemantauan kondisi secara berkelanjutan. Perawatan yang tepat, dimulai sejak dini, membantu Anda tetap aktif dan produktif di usia muda. Informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Narasumber: dr. Eddy Wiria, PhD Co-Founder & CEO Kavacare - Published: 2026-01-22 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/gizi/slimming-program/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Banyak orang ingin menurunkan berat badan, namun sering terjebak dalam diet ekstrem dan produk pelangsing yang tidak aman. Slimming Program Primaya Hospital Kelapa Gading dirancang oleh Tim Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ahli Gizi profesional untuk membantu Anda mencapai berat badan ideal secara sehat, aman, dan berkelanjutan, dengan pemantauan medis yang komprehensif. Slimming Program adalah program penurunan berat badan yang dirancang secara medis dan profesional untuk membantu seseorang mencapai berat badan ideal secara sehat, aman, dan berkelanjutan. Program ini biasanya mencakup kombinasi antara pengaturan pola makan, aktivitas fisik, terapi medis, konseling gaya hidup dan dukungan psikologis. Berbeda dengan diet ekstrem yang berisiko atau penggunaan produk pelangsing tanpa pengawasan, slimming program yang baik menggunakan pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice) dan disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan setiap individu. Prosedur Slimming Program Konsultasi dan Pemeriksaan Awal Program dimulai dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, seperti: Indeks Massa Tubuh (IMT) Komposisi tubuh (kadar lemak, otot, air) Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol Evaluasi riwayat kesehatan dan pola makan serta gaya hidup sehari-hari Hal ini bertujuan untuk menentukan target penurunan berat badan yang realistis dan merancang rencana program yang paling aman dan efektif bagi setiap individu. Penyusunan Pola Makan Personal (Diet Terarah) Program slimming yang efektif akan menyusun menu diet: Kebutuhan kalori individual untuk mencapai target berat badan Kecukupan gizi lengkap baik makronutrisi dan mikronutrisi Jadwal makan yang praktis sesuai rutinitas harian Disesuaikan dengan preferensi makanan dan kondisi medis Bukan sekadar "mengurangi makan", tetapi mengatur jenis, porsi, dan waktu makan sehingga tetap bertenaga, tidak kelaparan, dan nutrisi terpenuhi. Rekomendasi Aktivitas Fisik Teratur Rekomendasi jenis latihan yang sesuai dengan: Usia, berat badan, dan tingkat kebugaran Kondisi kesehatan (contohnya jika ada nyeri sendi atau penyakit jantung) Preferensi aktivitas yang dinikmati Latihan dapat berupa jalan cepat, olahraga kardio ringan, latihan kekuatan sederhana, atau kombinasinya—dilakukan 3–5 kali per minggu. Program latihan dirancang realistis dan berkelanjutan, bukan sekadar program sesaat yang tidak bisa Anda lanjutkan. Aktivitas fisik penting untuk membakar lemak, mempertahankan massa otot, meningkatkan metabolisme tubuh, dan meningkatkan kebugaran. Terapi Medis Tambahan (Jika Diperlukan) Untuk kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan: Suplemen pembakar lemak yang aman dan terbukti medis Obat penurunan berat badan yang disetujui secara medis Terapi medis tertentu sesuai indikasi klinis Semua prosedur ini dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional. Konseling Gaya Hidup dan Dukungan Psikologis Penurunan berat badan bukan hanya masalah fisik, tetapi juga mental dan kebiasaan. Program ini juga mencakup: Edukasi pengendalian nafsu makan dan manajemen porsi Strategi manajemen stres untuk menghindari makan emosional Pembentukan kebiasaan sehat jangka panjang yang bisa diterapkan selamanya Motivasi berkelanjutan dari tim profesional Dengan pendampingan ini, Anda tidak hanya menurunkan berat badan selama program, tetapi mempertahankan gaya hidup sehat setelah program selesai. Manfaat Mengikuti Slimming Program yang Tepat Penurunan berat badan yang aman dan terukur Membantu pengelolaan diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, PCOS, dan gangguan metabolik lainnya Menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan permanen Kepercayaan diri dan kualitas hidup meningkat Siapa yang Cocok Mengikuti Slimming Program? Slimming Program ini dirancang untuk: Pria dan wanita dengan berat badan berlebih (overweight atau obesitas) yang ingin menurunkan berat badan secara sehat Pasien dengan penyakit terkait berat badan, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, fatty liver, atau PCOS yang memerlukan penurunan berat badan terkontrol Individu yang sudah berkali-kali mencoba diet sendiri, tetapi hasilnya naik-turun dan tidak bertahan lama Karyawan dengan jadwal padat yang menginginkan program praktis namun tetap diawasi profesional Siapa saja yang ingin menjaga berat badan ideal dengan cara yang sehat dan terbukti medis Ditinjau oleh: dr. Helena Fabiani, M. Gizi, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-01-21 - Modified: 2026-01-14 - URL: https://primayahospital.com/umum/mengenal-diet-keto/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Diet keto menjadi bahan perbincangan sebagai metode penurunan berat badan ataupun cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Namun efektivitas dan keamanan metode ini masih menjadi pertanyaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam ihwal diet keto alias ketogenik, termasuk manfaat, risiko, dan panduan untuk memulainya. Mengenal Diet Keto Diet keto adalah pola makan tinggi lemak, rendah karbohidrat, dan dengan protein yang cukup. Tujuannya, seperti dikutip dari Mayo Clinic, adalah memaksa tubuh memasuki keadaan metabolik yang disebut ketosis. Apa itu ketosis? Secara normal, tubuh menggunakan glukosa (gula) dari karbohidrat sebagai bahan bakar utamanya. Ketika asupan karbohidrat dipangkas drastis—biasanya menjadi kurang dari 50 gram per hari, atau setara dengan satu buah pisang ukuran sedang—tubuh kehabisan sumber energi utamanya. Sebagai respons, hati mulai memecah lemak menjadi asam lemak dan senyawa yang disebut keton. Keton inilah yang kemudian menjadi sumber energi alternatif bagi otak dan tubuh menggantikan glukosa. Menurut Health Harvard, diet keto sangat berbeda dengan diet rendah karbohidrat populer lainnya seperti Atkins. Diet keto berfokus terutama pada lemak, sementara protein dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk mencegah konversinya menjadi glukosa. Diet keto sebenarnya awalnya digunakan untuk mengurangi frekuensi kejang epilepsi pada anak-anak. Meski kini dipraktikkan pula sebagai sarana penurunan berat badan, sebaiknya diet ini hanya dilakukan dalam jangka pendek. Diet ini juga bukan termasuk metode diet coba-coba mengingat adanya sederet risiko yang menyertai. Potensi Manfaat Kesehatan Diet Keto Selain menjadi terapi untuk pasien epilepsi, diet keto menjanjikan sejumlah manfaat kesehatan berdasarkan penelitian. Di antaranya: Penurunan Berat Badan yang Efektif Banyak penelitian menunjukkan diet keto dapat menjadi alat penurunan berat badan yang efektif, terutama dalam jangka pendek. Dengan mengonsumsi lemak dan protein yang lebih mengenyangkan serta menekan hormon pemicu lapar, orang cenderung makan lebih sedikit kalori secara alami. Sebuah ulasan studi di British Journal of Nutrition menunjukkan diet keto dapat menurunkan berat badan sedikit lebih banyak dibanding diet rendah lemak. Pengelolaan Diabetes Tipe 2 dan Gula Darah Diet keto dapat secara signifikan menurunkan kadar gula darah dan insulin. Sebuah studi lama di Annals of Internal Medicine menunjukkan peningkatan sensitivitas insulin hingga 75 persen pada kelompok yang menjalani diet rendah karbohidrat. Dengan mengurangi asupan karbohidrat, tubuh tidak perlu memproduksi banyak insulin. Hal ini dapat membantu mengelola resistansi insulin yang merupakan sumber masalah pada diabetes tipe 2. Manfaat Neurologis Lainnya Bukan hanya untuk epilepsi, ada juga potensi manfaat diet keto untuk kondisi neurologis lain, seperti Alzheimer dan Parkinson. Keton menyediakan sumber energi yang lebih efisien untuk sel-sel otak dan mungkin memiliki efek neuroprotektif (melindungi sel saraf). Perbaikan Profil Lemak Darah Meskipun kontroversial karena tingginya asupan lemak, pada beberapa orang, diet keto dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL alias kolesterol baik dan menurunkan trigliserida secara signifikan jika mengonsumsi makanan yang tinggi lemak baik, yang merupakan faktor risiko penting untuk penyakit jantung. Risiko Diet Keto Walaupun diet keto menawarkan banyak manfaat, ada pula risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan. Itulah sebabnya diet ini tidak bisa sembarangan dipraktikkan dan memerlukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Keto Flu Kumpulan gejala sementara yang dialami banyak orang saat tubuh beradaptasi dengan ketosis, biasanya dalam 2-7 hari pertama. Gejala tersebut meliputi sakit kepala, kelelahan, kabut otak, mudah tersinggung, mual, dan sulit tidur. Gejala ini sering kali disebabkan oleh dehidrasi dan hilangnya elektrolit seperti natrium, magnesium, dan kalium karena efek diuretik diet rendah karbohidrat. Defisiensi Nutrisi dan Kekurangan Serat Pembatasan konsumsi makanan utuh seperti biji-bijian dan kacang-kacangan serta banyak buah-buahan dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin (seperti vitamin B dan C) serta mineral (seperti selenium dan magnesium). Selain itu, asupan serat yang bisa menyebabkan sembelit. Masalah Jantung dan Kolesterol Diet keto sering kali dibarengi dengan konsumsi makanan seperti daging merah, mentega, dan minyak kelapa yang tinggi lemak jenuh. Hal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat pada sebagian orang sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Masalah Ginjal dan Hati Diet tinggi protein dapat membebani ginjal, terutama pada orang dengan fungsi ginjal yang sudah menurun. Selain itu, metabolisme lemak yang tinggi dapat memperburuk kondisi hati yang sudah diderita sebelumnya. Ketoasidosis Meski jarang terjadi pada orang tanpa diabetes tipe 1, ketoasidosis adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika kadar keton dalam darah menjadi sangat tinggi dan membuat darah menjadi asam. Sulit Dipertahankan dalam Jangka Panjang Diet keto memiliki banyak pembatasan yang ketat sehingga cenderung sulit diikuti seumur hidup. Banyak orang yang kemudian berhenti dan berat badannya kembali ke semula setelah menjalani pola makan yang biasa (weight rebound). Apakah Diet Keto Cocok untuk Anda? Diet keto memang terbukti ampuh menurunkan berat badan. Tapi harus diingat bahwa semula metode diet ini digunakan untuk pengobatan kondisi medis seperti epilepsi. Diet keto bukan solusi ajaib bagi orang yang merasa kelebihan berat badan. Ada risiko kesehatan yang mesti diperhatikan dan menjadi poin pertimbangan sebelum mempraktikkannya. Oleha karena itu, penting untuk konsultasi ke dokter spesialis gizi klinik sebelum memutuskan menjalani diet keto. Banyak ahli yang menyarankan metode diet yang lebih... - Published: 2026-01-21 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/gizi/nutrisi-pengobatan-kanker/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Kebutuhan nutrisi pada pasien kanker kerap diabaikan, sedangkan nutrisi yang optimal merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam proses penyembuhan kanker. Pendekatan pada kebutuhan nutrisi pasien kanker harus sudah dipertimbangkan sejak awal pasien terdiagnosa, bukan setelah pengobatan dimulai atau ketika muncul permasalahan penurunan berat badan. Oleh karena itu intervensi gizi harus berjalan bersamaan dengan penanganan kanker yang seringnya bersifat multimodal, melibatkan berbagai pendekatan terapi seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, dan sebagainya. Bagaimana Nutrisi Pasien Kanker dan Berapa Kebutuhannya? Pendekatan dukungan nutrisi pada pasien kanker sebaiknya dimulai dari bentuk paling dasar, yaitu konseling nutrisi. Tujuannya adalah membantu pasien mengatasi gejala yang memengaruhi nafsu makan serta mendorong peningkatan asupan makanan tinggi energi dan protein, serta cairan yang dapat ditoleransi dengan baik. Pola makan tinggi energi dan protein merupakan cara utama yang direkomendasikan untuk mempertahankan atau memperbaiki status gizi pasien. Apabila intervensi diet tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan gizi harian, maka disarankan untuk menambahkan Oral Nutritional Supplement (ONS). Dukungan nutrisi medis (baik enteral maupun parenteral) perlu dipertimbangkan apabila pasien tidak mampu makan dalam jumlah yang cukup, misalnya asupan kurang dari 50% kebutuhan selama lebih dari satu minggu, atau hanya mencapai 50–75% kebutuhan selama lebih dari dua minggu. Prinsip dasar kebutuhan nutrisi yang optimal untuk pasien kanker adalah tetap mengacu kepada diet gizi seimbang yang tidak hanya energi/kalorinya terpenuhi tetapi juga komposisinya lengkap, yaitu terdiri dari protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serat serta vitamin dan zat mikronutrisi lainnya. Jumlah dan komposisi nutrisinya akan ditentukan oleh dokter untuk mengoptimalkan kebutuhan tubuh pasien. Untuk mempertahankan status gizi yang stabil, asupan energi harus disesuaikan dengan total kebutuhan energi tubuh, yang merupakan penjumlahan dari Resting Energy Expenditure (REE), aktivitas fisik, dan thermogenesis akibat makanan. Pada pasien kanker, REE yang diukur melalui indirect calorimetry (standar emas untuk penilaian metabolisme energi) dapat menunjukkan variasi — tetap, meningkat, atau menurun — bila dibandingkan dengan individu sehat. Kebutuhan energi total (Total Energy Expenditure/TEE) pada pasien kanker, apabila tidak diukur secara individual, dapat diasumsikan serupa dengan individu sehat, yaitu berkisar antara 25–30 kkal/kg berat badan/hari. Nilai ini digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan kebutuhan energi harian pasien kanker, dengan penyesuaian lebih lanjut sesuai kondisi klinis, tingkat aktivitas, dan status metabolik pasien. Berikut adalah rumus perhitungan kebutuhan kalori untuk pasien kanker: Untuk pasien kanker dengan obesitas harus mempertahankan BB dengan 21-25 kal/kgBB. Untuk pasien dewasa yang tirah baring, kebutuhannya 25-30 kal/kgBB. Pasien dengan sedikit hipermetabolisme atau yang perlu menaikkan BB maka kebutuhannya 30-35 kal/kgBB. Terakhir, untuk pasien yang mengalami hipermetabolisme atau stress berat, maka kebutuhan kalorinya adalah 35 kal/kgBB atau dinaikkan sesuai dengan indikasinya. Selanjutnya untuk kebutuhan protein, normalnya adalah 0,8-1,0 g/kgBB. Disarankan agar asupan protein pada pasien kanker lebih dari 1 g/kg berat badan per hari, dan bila memungkinkan dapat ditingkatkan hingga 1,5-2 g/kg/hari. Kebutuhan protein yang lebih tinggi ini bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan massa otot, mendukung fungsi imun dan penyembuhan jaringan, serta membantu pasien mengatasi stres metabolik akibat penyakit dan pengobatan kanker. Jika pasien tidak ada stress, maka 1,0-1,5 g/kgBB. Jika ada transplantasi sumsum tulang, maka kebutuhannya 1,5 g/kgBB. Dan jika protein hilang dalam jumlah besar, dapat diberikan 1,3-2,5 g/kgBB. Untuk kebutuhan lemak bagi pasien kanker, umumnya serupa dengan individu sehat, sekitar 25-35% dari total energi. Pada pasien dengan resistensi insulin atau penurunan berat badan, proporsi lemak dapat ditingkatkan hingga 50% dari total non-protein energi dengan pengurangan karbohidrat. Asam lemak omega-3 (EPA) direkomendasikan (1–2 g/hari) untuk membantu mempertahankan berat badan, massa otot, dan nafsu makan pada pasien yang menjalani kemoterapi. ESPEN menegaskan bahwa diet rendah lemak atau pembatasan energi yang ketat tidak dianjurkan pada pasien kanker, terutama bila terdapat risiko atau tanda-tanda malnutrisi. Pembatasan tersebut dapat memperburuk status gizi dan menurunkan respons terhadap terapi kanker. Adapun kebutuhan cairan biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien saat menjalani kemoterapi atau radiasi. Karena sering ada yang mengalami mual, muntah, dan diare sehingga harus dicukupi kebutuhan cairannya. Vitamin dan mineral juga sangat dibutuhkan karena pasien kanker umumnya mengalami defisiensi vitamin dan mineral. Pasien dapat diberikan suplemen dengan kadar yang jumlahnya sebsuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), terutama bila pola makan terbatas atau ada risiko malnutrisi. Penggunaan suplemen multivitamin-mineral dosis tinggi tidak dianjurkan kecuali jika ada defisiensi spesifik yang telah terdiagnosis Mengapa Nutrisi Penting Selama dan Sesudah Pengobatan Kanker? Menurut Indonesian Journal of Cancer, nutrisi pada pasien kanker berguna untuk mencegah defisiensi zat nutrisi, mempertahankan berat badan, dan meminimalkan efek samping terapi. Nutrisi pasien kanker sangat dibutuhkan agar energi, protein, kadar vitamin, mineral, dan elektrolit tetap seimbang. Kecukupan nutrisi dibutuhkan oleh semua stadium kanker untuk menyeimbangkan gejala akibat dari terapi yang dilakukan. Nutrisi yang cukup juga akan menurunkan komplikasi pasca operasi, menurunkan tingkat infeksi, dan memperpendek waktu rawat inap. Apa Saja Makanan untuk Penderita Kanker? Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pasien kanker seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka ada beberapa makanan yang disarankan. Tentunya, dokter akan memberikan rekomendasi yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.... - Published: 2026-01-20 - Modified: 2026-01-12 - URL: https://primayahospital.com/anak/diare-pada-balita/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Diare pada balita adalah kondisi buang air besar encer lebih dari 3 kali sehari yang menjadi penyebab utama malnutrisi dan kematian anak di bawah 5 tahun. Di Indonesia, diare masih menyebabkan ratusan ribu kasus setiap tahun, terutama di musim hujan karena infeksi virus atau bakteri mudah menyebar. Banyak orang tua panik dan langsung beri obat antidiare atau antibiotik tanpa resep, padahal sebagian besar diare akut pada balita disebabkan virus rotavirus dan sembuh sendiri dengan rehidrasi tepat. Penyebab utama seperti rotavirus, E. coli, atau parasit sering dari air/food tercemar atau sanitasi buruk. Solusi utama adalah oralit atau zinc untuk cegah dehidrasi dan percepat pemulihan hingga 50 persen. Tanda dehidrasi seperti mata cekung atau urin sedikit harus diwaspadai karena bisa fatal jika terlambat. Dengan pencegahan seperti vaksin rotavirus, cuci tangan, dan MPASI higienis, diare balita bisa dikurangi signifikan. Artikel ini membahas mendalam penyebab diare balita, gejala normal vs dehidrasi berat, cara diagnosis akurat, solusi rumah efektif oralit zinc, pengobatan medis jika infeksi bakteri, komplikasi berbahaya, pencegahan sehari-hari, tips praktis atasi diare, serta kapan harus segera ke dokter agar diare balita tertangani cepat dan anak pulih tanpa komplikasi. Mengenal Diare pada Balita Berdasarkan durasi terjadinya, dokter membagi diare menjadi tiga kategori utama untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat: Diare Akut: Berlangsung kurang dari 14 hari. Mayoritas disebabkan oleh infeksi virus (seperti Rotavirus) dan biasanya sembuh sendiri dengan hidrasi yang baik. Diare ini paling sering menyerang anak usia 6–24 bulan saat mereka mulai aktif mengeksplorasi lingkungan dan memasukkan benda ke mulut. Diare Persisten: Diare yang berlangsung antara 14 hari hingga 1 bulan. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan masalah penyerapan nutrisi (malabsorpsi) atau infeksi bakteri yang lebih berat. Diare Kronis: Berlangsung lebih dari 1 bulan. Biasanya merupakan gejala dari penyakit yang lebih kompleks, seperti alergi makanan berat, penyakit peradangan usus, atau gangguan metabolisme. Mengapa Diare Berbahaya? Bahaya utama diare bukan pada frekuensi BAB-nya, melainkan pada kehilangan cairan dan elektrolit yang sangat cepat. Balita memiliki cadangan cairan tubuh yang lebih sedikit dibanding orang dewasa, sehingga mereka jauh lebih cepat jatuh ke kondisi dehidrasi yang dapat mengancam nyawa. Menurut World Health Organization 2024, diare bunuh 525. 000 anak 7 hari Bayi - Published: 2026-01-19 - Modified: 2026-01-12 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tekanan-darah-tinggi-pengaruhnya-terhadap-jantung/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering disebut “the silent killer” karena tidak menimbulkan gejala hingga organ vital rusak — dan jantung adalah korban nomor satu. Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa menderita hipertensi, namun hanya 10 % yang terkontrol dengan baik. Akibatnya, setiap tahun lebih dari 400. 000 orang Indonesia meninggal karena penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke dimana hampir semuanya berawal dari tekanan darah tinggi yang tidak terdeteksi atau diabaikan. Kabar baiknya: 80–90 % kerusakan jantung akibat hipertensi bisa dicegah hanya dengan mengontrol tekanan darah sejak dini. Yuk, pahami bagaimana hipertensi merusak jantung secara bertahap dan 15 langkah paling efektif agar jantung Anda tetap kuat seumur hidup! Bagaimana Tekanan Darah Tinggi Merusak Jantung? Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang memaksa jantung bekerja lebih keras dari normal untuk memompa darah melawan tekanan tinggi di arteri. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung secara umum, tetapi juga memicu kerusakan struktural dan fungsional pada organ vital ini. Seiring waktu, tekanan ekstra yang terus-menerus dapat menyebabkan empat jenis kerusakan utama pada jantung: Hipertrofi ventrikel kiri: Jantung harus memompa darah melawan tekanan tinggi, sehingga dinding ventrikel kiri menebal. Penebalan ini membuat otot jantung menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya, sehingga jantung sulit untuk relaksasi dan mengisi darah dengan optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko gagal jantung dan gangguan irama jantung. Penyumbatan arteri koroner: Tekanan tinggi mempercepat terbentuknya plak aterosklerosis pada dinding arteri. Plak ini menghambat aliran darah ke otot jantung, meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung, angina, dan masalah sirkulasi lainnya yang bisa mengancam nyawa. Gagal jantung: Beban kerja yang terus meningkat membuat jantung lama-kelamaan lelah. Akibatnya, kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh menurun, menyebabkan gejala seperti sesak napas, pembengkakan kaki, dan kelelahan kronis. Aritmia dan henti jantung mendadak: Kerusakan otot jantung dan perubahan struktur jantung dapat mengganggu sistem listrik alami jantung, memicu aritmia. Gangguan ini dapat memicu detak jantung tidak teratur hingga henti jantung mendadak, yang merupakan kondisi darurat medis. Dengan memahami mekanisme ini, jelas bahwa hipertensi bukan hanya “tekanan tinggi” sementara, tetapi kondisi serius yang bisa merusak jantung secara bertahap dan mengancam kehidupan jika tidak ditangani dengan tepat. Menurut American Heart Association 2024, hipertensi adalah faktor risiko nomor satu gagal jantung — meningkatkan risiko hingga 3 kali lipat pada pria dan 5 kali lipat pada wanita. 4 Tahap Kerusakan Jantung Akibat Hipertensi Tahap Kerusakan Gejala 1. Hipertensi Tanpa Gejala Jantung mulai bekerja lebih keras Tidak ada 2. Hipertrofi Ventrikel Kiri Dinding jantung menebal Sesak napas saat olahraga 3. Gagal Jantung Systolic/Diastolic Jantung tidak bisa memompa/relaksasi Sesak napas, bengkak kaki 4. Gagal Jantung Terminal Jantung sangat lemah Sesak berat, tidak bisa berbaring 15 Cara Efektif Mencegah & Mengurangi Beban Jantung Cek tekanan darah rutin mulai usia 18 tahun Jaga tekanan darah - Published: 2026-01-18 - Modified: 2026-01-12 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/mood-swing/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Seseorang dapat mengalami perubahan suasana hati atau emosi dari bahagia menjadi sedih atau dari tenang menjadi marah dalam waktu singkat dengan beragam penyebab. Keadaan yang disebut mood swing ini bisa mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari, termasuk hubungan soal dan bahkan kesehatan mental. Dalam artikel ini akan dibahas berbagai hal seputar mood swing, termasuk gejalanya, penyebab, dan cara mengatasinya. Mengenal Mood Swing Mood swing adalah perubahan emosi yang ekstrem dan tiba-tiba yang kerap dijumpai dalam berbagai kondisi mental. Seseorang yang mengalami mood swing bisa merasakan senang luar biasa atau euforia, tapi kemudian secara mendadak berubah menjadi sedih, mudah marah, atau cemas. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa perubahan suasana hati itu terjadi karena perubahan kadar kimiawi otak. Perubahan ini mungkin terjadi sebagai bagian dari kehidupan biasa, misalnya ketika lapar. Dalam hal ini, suasana hati berubah secara normal karena merespons suatu peristiwa yang baru dialami. Tapi bisa juga mood swing merupakan pertanda adanya suatu hal yang terjadi dalam tubuh, dari peralihan ke masa remaja atau menopause hingga gangguan suasana hati yang terkait dengan masalah mental. Mood swing yang merupakan pertanda adanya gangguan psikologis cenderung lebih ekstrem dengan pemicu eksternal yang tidak jelas serta bisa mengganggu fungsi sehari-hari. Gangguan mental yang kerap ditandai dengan gangguan perubahan suasana hati ini antara lain gangguan bipolar, depresi, dan stres. Karena itu, penting untuk mengidentifikasi secara medis apakah perubahan suasana hati yang dialami merupakan hal yang wajar dan tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari atau berhubungan dengan penyakit tertentu. Gejala Mood Swing Gejala mood swing yang terkait dengan masalah kesehatan bisa berbeda-beda antarindividu, tapi umumnya melibatkan beberapa keadaan emosional, seperti: Perubahan emosi yang cepat dan intens. Misalnya, dalam hitungan jam atau bahkan menit, perasaan bisa berubah dari sangat ceria dan banyak bicara menjadi diam, murung, atau sensitif. Emosi yang terasa ekstrem dan sulit dikendalikan. Perasaan sedih yang sangat dalam tanpa alasan jelas atau ledakan kemarahan yang tidak sepadan dengan pemicunya. Selain gejala psikologis, ada kemungkinan gejala fisik yang menyertai, seperti: Energi yang terasa sangat besar saat suasana hati sedang naik dan lemah lesu saat sedang turun. Sulit berkonsentrasi, pikiran ke mana-mana, atau pelupa. Perubahan nafsu makan (hilang atau meningkat drastis), menarik diri dari sosial, hingga melakukan tindakan impulsif (belanja berlebihan, menyetir ugal-ugalan). Di samping itu, ada gejala utama yang membedakan mood swing normal dengan yang perlu diwaspadai, yaitu adanya gangguan dalam kehidupan akibat perubahan suasana hati itu, terutama dalam hubungan dan pekerjaan. Penyebab Mood Swing Mood swing bisa terjadi karena berbagai faktor yang mempengaruhi otak. Di antaranya: Ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat kimia otak seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang sangat mempengaruhi regulasi suasana hati. Rendahnya serotonin, misalnya, terkait dengan kesedihan dan kecenderungan mudah marah. Perubahan hormonal yang antara lain terlihat dalam sindrom pramenstruasi (PMS), kehamilan, menopause, dan kondisi tiroid. Kondisi neurologis seperti multiple sclerosis, stroke, atau demensia yang dapat mempengaruhi area otak yang mengatur emosi. Penyakit fisik lain seperti nyeri kronis, gangguan tidur, dan kanker yang dapat menyebabkan atau memperburuk mood swing. Gangguan kesehatan mental seperti gangguan bipolar, borderline personality disorder, depresi, dan gangguan kecemasan. Stres kronis yang menguras sumber daya emosional dan menyulitkan pengaturan suasana hati. Kurang tidur yang secara signifikan dapat meningkatkan emosi negatif dan mengurangi emosi positif, seperti ditunjukkan dalam studi di jurnal Sleep Medicine Reviews. Pola makan yang tidak sehat dan kurang tercukupinya kebutuhan nutrisi. Penyalahgunaan zat terlarang seperti alkohol dan narkoba. Cara Dokter Mendiagnosis Mood Swing Diagnosis mood swing biasanya dilakukan melalui kombinasi wawancara klinis dan pengamatan terhadap gejala. Dokter atau psikolog akan melakukan evaluasi mendalam, biasanya dengan menggunakan kuesioner dan skala penilaian untuk menentukan tingkat keparahan gejala. Dokter juga mungkin perlu melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah untuk menyingkirkan penyebab medis, seperti: Tes fungsi tiroid. Hitung darah lengkap. Kadar vitamin, terutama D dan B12. Skrining untuk kondisi hormonal lainnya. Selain itu, pasien bisa diminta mencatat mood, pola tidur, aktivitas, dan pemicu harian selama beberapa minggu untuk melihat pola dan menegakkan diagnosis yang akurat. Cara Mengatasi Mood Swing Penanganan mood swing sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Ada beberapa pilihan pendekatan yang bisa dikombinasikan untuk hasil yang optimal, antara lain: Psikoterapi yang merupakan cara utama mengatasi mood swing yang terkait dengan kesehatan mental. Terapi perilaku kognitif untuk mengenali dan mengubah pola pikir negatif serta perilaku yang memperburuk mood swing. Terapi perilaku dialektikal untuk mengatur emosi. Obat-obatan yang diresepkan oleh psikiater jika diperlukan, seperti obat penstabil mood, antipsikotik, atau antidepresan. Modifikasi gaya hidup dan strategi untuk membantu diri sendiri, antara lain tidur sesuai dengan jadwal minimal 7 jam tiap malam, rutin olahraga, diet seimbang, dan menerapkan teknik relaksasi. Komplikasi Mood Swing Mood swing yang berkaitan dengan kondisi kesehatan bisa menimbulkan komplikasi bila tak terdiagnosis dan tak mendapat penanganan yang memadai, termasuk: Masalah dalam hubungan Penurunan prestasi akademik/karier Masalah finansial Penyalahgunaan hingga kecanduan zat terlarang Kekerasan atau perilaku berisiko Pencegahan Mood Swing Meski tidak semua mood swing dapat dicegah sepenuhnya, intensitas dan frekuensinya dapat sangat dikurangi dengan upaya... - Published: 2026-01-17 - Modified: 2026-01-12 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/azoospermia/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Azoospermia merupakan kondisi yang sering kali tidak disadari oleh banyak pria meskipun dampaknya signifikan terhadap kesuburan. Penting bagi para pria untuk memahami apa itu azoospermia karena bukan hanya perempuan yang bisa mengalami masalah infertilitas. Artikel ini akan membahas segala hal mengenai azoospermia, dari gejala hingga cara mengobati dan mencegahnya. Mengenal Azoospermia Azoospermia adalah kondisi ketika tidak ada sperma sama sekali yang terdeteksi dalam pemeriksaan Analisa sperma. Penting untuk dipahami bahwa azoospermia berbeda dengan oligospermia (dimana sperma berjumlah sangat rendah) meski menurut studi keduanya mungkin berkaitan dengan kelainan genetik. Azoospermia dibagi menjadi dua tipe, yakni azoospermia non-obstruktif (NOA) dan azoospermia obstruktif (OA). Jenis NOA lebih banyak dijumpai daripada jenis OA. Azoospermia obstruktif adalah kondisi ketika spermatozoa tidak dijumpai dalam pemeriksaan Analisa sperma akibat adanya obstruksi/ sumbatan pada saluran reproduksi pria. Sedangkan, Azoospermia non-obstruktif terjadi ketika testis tidak mampu memproduksi spermatozoa dikarenakan gangguan hormonal, genetic, kerusakan testis akibat penyakit, radiasi atau factor lingkungan. Penting untuk membedakan kedua jenis azoospermia itu untuk menentukan langkah penanganan yang tepat yang sangat menentukan peluang keberhasilan memiliki keturunan. Gejala Azoospermia Azoospermia kerap tidak disertai gejala fisik yang jelas. Namun pria yang menderita azoospermia mungkin mengalami beberapa tanda atau gejala yang terkait dengan disfungsi hormonal atau gangguan genetik, termasuk: Gejala yang Sering Terkait: Masalah Seksual & Hormonal: Penurunan libido (gairah seksual). Sulit ereksi (impotensi) atau mempertahankan ereksi. Penurunan pertumbuhan rambut wajah dan tubuh. Pembengkakan jaringan payudara (ginekomastia). Masalah Testis atau Reproduksi: Nyeri, bengkak, atau benjolan pada testis. Testis kecil atau tidak turun (kriptorkismus). Volume ejakulasi sedikit atau orgasme "kering" (tanpa sperma). Infertilitas (belum adanya kehamilan setelah 1 tahun menikah, berhubungan teratur , tidak memakai alat kontrasepsi) Masalah Perkembangan (jika terjadi sejak pubertas): Pubertas yang tertunda atau tidak normal (suara tidak berubah, tidak ada jakun) Penyebab Azoospermia Penyebab azoospermia sangat beragam dan berbeda antara jenis non-obstruktif dan obstruktif. Azoospermia Non-Obstruktif Faktor genetik, terutama sindrom Klinefelter (pria dengan kromosom XXY). Gangguan hormon di mana kelenjar pituitari di otak tidak menghasilkan hormon perangsang yang cukup untuk memacu testis bekerja. Masalah pada testis, seperti cedera testis, testis tidak turun ke kantong buah zakar (kriptorkidisme) yang tidak dikoreksi di masa kecil, paparan radiasi atau kemoterapi untuk pengobatan kanker, dan paparan toksin lingkungan seperti pestisida atau logam berat dalam jangka panjang. Varikokel, yakni pelebaran pembuluh vena di skrotum yang dapat meningkatkan suhu testis dan mengganggu produksi sperma, meski tidak semua varikokel menyebabkan azoospermia. Azoospermia Obstruktif Tidak adanya saluran vas deferens (saluran ejakulasi) sejak lahir. Infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia atau infeksi lain yang menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada saluran epididymis yang berfungsi menyimpan, mematangkan, dan mengangkut sperma dari testis ke saluran ejakulasi. Dampak prosedur medis sebelumnya seperti operasi hernia inguinalis, operasi prostat, atau vasektomi. Trauma atau cedera pada daerah panggul atau skrotum. Cara Dokter Mendiagnosis Azoospermia Diagnosis azoospermia memerlukan pendekatan cermat dan bertahap yang meliputi: Analisis sperma di laboratorium khusus secara komprehensif minimal dua kali. Pemeriksaan testis, epididimis, vas deferens, dan prostat serta riwayat kesehatan yang mencakup penyakit masa kecil, infeksi, operasi, paparan toksin, dan riwayat keluarga. Pemeriksaan hormon darah. Pemeriksaan genetik untuk mengecek kromosom dan mutasi gen. Ultrasonografi (USG) untuk melihat struktur testis dan ada tidaknya varikokel serta mendeteksi penyumbatan. Biopsi testis, yakni pengambilan sampel jaringan kecil dari testis untuk dilihat di bawah mikroskop, yang merupakan standar emas untuk diagnosis akhir azoospermia. Cara Mengatasi Azoospermia Penanganan azoospermia untuk tiap individu bisa berbeda, tergantung jenis dan penyebabnya. Tujuan utama penanganan ini adalah memperbesar peluang mendapat keturunan. Di antaranya: Pembedahan rekonstruktif, yakni operasi untuk membuka penyumbatan jika memungkinkan. Jika pembedahan tidak memungkinkan atau gagal, sperma dapat diambil langsung dari testis atau epididimis dan dimasukkan ke sel telur istri. Terapi penggantian hormon untuk merangsang testis memproduksi sperma bagi pasien dengan azoospermia non-obstruktif. Donor sperma bila tak didapati sperma pada pasien. Komplikasi Azoospermia Selain menyebabkan kesulitan memiliki keturunan, azoospermia bisa memicu komplikasi berupa: Gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, dan perasaan rendah diri. Masalah hormonal jangka panjang, termasuk peningkatan risiko sindrom metabolik, osteoporosis, kehilangan massa otot, dan kelelahan kronis. Risiko kesehatan terkait kondisi genetik, seperti penyakit autoimun dan masalah pembuluh darah. Pencegahan Azoospermia Tidak semua kasus azoospermia dapat dicegah, terutama yang berhubungan dengan faktor genetik. Namun ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risikonya: Menghindari paparan toksin, termasuk pestisida, herbisida, pelarut organik, dan logam berat. Tidak merokok dan membatasi alkohol. Mencegah infeksi menular seksual dengan mempraktikkan hubungan seksual yang aman. Menjaga testis tetap sejuk dengan cara menghindari celana dalam terlalu ketat, sering mandi air panas, dan meletakkan laptop di pangkuan dalam waktu lama. Penanganan dini untuk kasus testis tidak turun ke kantong buah zakar pada masa bayi/anak. Kapan Harus ke Dokter? Penting untuk diingat, banyak pria dengan azoospermia tidak merasakan gejala fisik sama sekali. Mereka merasa sehat dengan hasrat seksual normal. Maka jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi jika tak kunjung memiliki keturunan setelah berusaha selama 12 bulan atau ada gejala... - Published: 2026-01-16 - Modified: 2026-03-24 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/sendi-pada-anak/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Anak sering mengeluh “lutut sakit” saat lari, “punggung pegal” setelah duduk lama, atau “pinggul nyeri” saat tidur miring — orang tua biasanya menjawab “biasa, lagi tumbuh”. Padahal, 8 dari 10 keluhan nyeri tulang dan sendi pada anak bukan “nyeri tumbuh” biasa, melainkan tanda awal gangguan ortopedi yang jika dibiarkan bisa menyebabkan cacat permanen. Di Indonesia sendiri, tercatat ada lebih dari 1 juta anak usia sekolah memiliki masalah tulang dan sendi, namun 70 % baru terdeteksi saat sudah parah karena dianggap “nanti sembuh sendiri”. Kabar baiknya: 95 % kasus bisa disembuhkan sempurna jika terdeteksi sebelum usia 15 tahun. Mari, mengenali beberapa masalah tulang dan sendi paling sering diabaikan serta terlewatkan pada anak dan remaja agar buah hati Anda tumbuh dengan postur sempurna dan bebas nyeri! Mengapa Masalah Tulang dan Sendi Anak Sering Diabaikan? Masalah tulang dan sendi pada anak kerap luput dari perhatian karena gejalanya tidak selalu menimbulkan nyeri hebat. Padahal, anak berada dalam fase pertumbuhan pesat (growth spurt), di mana tulang bisa bertambah panjang 2–3 kali lebih cepat dibanding otot dan ligamen. Ketidakseimbangan ini membuat sendi dan tulang rentan terhadap cedera, nyeri, dan deformitas ringan yang sulit dideteksi. Faktor lain yang memperbesar risiko: Olahraga intens: anak-anak yang sering bermain bola, lari, atau senam bisa mengalami cedera repetitif pada sendi dan ligamen. Tas sekolah berat: membawa beban berat di satu sisi punggung atau bahu dapat memicu nyeri punggung, skoliosis ringan, atau postur tubuh yang salah. Postur duduk yang salah: duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk di meja belajar atau menggunakan gadget dapat menekan tulang belakang dan sendi secara tidak merata. Akibatnya, cedera kecil atau kelainan ringan bisa berkembang menjadi masalah jangka panjang jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini. Deteksi dini, pengawasan postur, serta olahraga yang tepat menjadi kunci menjaga tulang dan sendi anak tetap sehat. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) 2024, 30–50 % kunjungan ortopedi anak adalah kondisi yang bisa dicegah jika orang tua tahu tanda-tandanya sejak dini. Ini 12 Masalah Tulang dan Sendi Anak yang Sering Terlewatkan Osgood-Schlatter Disease Nyeri di bawah lutut (tempat tendon patela menempel) saat lari/lompat — sering pada anak aktif usia 10–15 tahun. Sinding-Larsen-Johansson (SLJ) Nyeri di ujung bawah tempurung lutut — mirip Osgood tapi lebih atas. Sever’s Disease (Calcaneal Apophysitis) Nyeri tumit saat berjalan/lari — paling sering usia 8–14 tahun. Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) Pinggul nyeri + pincang mendadak — darurat ortopedi usia 10–16 tahun. Perthes Disease Pinggul nyeri + pincang — usia 4–10 tahun, lebih sering anak laki-laki. Skoliosis Idiopatik Remaja Punggung melengkung S/C — 80 % tidak terdeteksi hingga >30°. Kifosis Scheuermann Punggung bungkuk berlebih — sering dianggap “postur jelek”. Kaki O/X (Genu Varum/Valgum) Patologis Bengkok tidak sembuh setelah usia normal. Flat Feet (Kaki Datar) Simptomatik Telapak kaki rata + nyeri setelah berdiri lama. Osteochondritis Dissecans (OCD) Lutut “terkunci” atau bengkak — potongan tulang rawan lepas. Growing Pain yang Sebenarnya Bukan Nyeri malam hari + bengkak → bisa leukemia atau infeksi tulang. Spondilolisis / Spondilolistesis Nyeri pinggang saat olahraga — sering pada senam, sepak bola. Gejala Bahaya yang Wajib Segera ke Ortopedi Anak Nyeri malam hari yang membangunkan tidur Pincang atau tidak bisa menapak Bengkak/sendiri panas merah Demam + nyeri tulang Postur semakin bungkuk dalam 6 bulan Nyeri + BB turun + lemas Cara Deteksi Dini di Rumah Mendeteksi masalah tulang dan sendi anak sedini mungkin penting agar penanganan bisa lebih efektif dan mengurangi risiko deformitas permanen. Berikut beberapa langkah dan cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua di rumah: Adam’s Forward Bending Test → lakukan setiap 6 bulan untuk memeriksa lengkungan samping tulang belakang (skoliosis). Minta anak membungkuk 90° ke depan dan amati apakah ada sisi punggung yang menonjol. Ukur jarak lutut/pergelangan kaki → periksa apakah terdapat ketidakseimbangan saat berdiri rapat, tanda potensi kaki O/X atau ketidaksejajaran tulang. Memperhatikan pola berjalan dan juga postur saat duduk → anak yang berjalan pincang, berjinjit, atau duduk membungkuk terus-menerus bisa menandakan masalah tulang belakang atau sendi panggul. Tanya anak tentang nyeri → apakah sakit terasa malam hari atau setelah aktivitas, karena nyeri malam bisa menjadi tanda red flag ortopedi. Cek tinggi badan setiap 6 bulan → penyusutan tinggi badan atau pertumbuhan tidak seimbang bisa menjadi indikasi deformitas tulang atau gangguan pertumbuhan. Deteksi dini ini memungkinkan intervensi non-bedah lebih efektif, seperti fisioterapi atau brace, sebelum masalah berkembang menjadi permanen. Penanganan Modern untuk Anak & Remaja Masalah tulang dan sendi pada anak dan remaja kini bisa ditangani dengan teknologi medis yang lebih aman, efektif, dan minim risiko komplikasi. Penanganan modern tidak hanya fokus pada operasi, tetapi juga kombinasi brace, fisioterapi, dan intervensi minimal invasif. Contoh penanganan: Brace malam untuk Osgood-Schlatter atau Sever’s disease → membantu mengurangi nyeri dan mencegah deformitas pada lutut atau tumit. Brace Milwaukee atau Chêneau untuk skoliosis ringan-sedang (20–40°) → mencegah perburukan lengkungan tulang belakang saat anak masih tumbuh. Latihan Schroth dan fisioterapi khusus anak → memperkuat otot postural, meningkatkan... - Published: 2026-01-15 - Modified: 2026-01-14 - URL: https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/nyeri-kaki-malam-hari/ - Kategori: Bedah Vaskuler - Translation Priorities: Optional Nyeri kaki yang muncul secara tiba-tiba di tengah malam adalah keluhan yang sangat umum, terutama pada orang dewasa dan lansia. Rasa nyeri yang menusuk daerah ujung jari kaki atau telapak kaki yang mengeras dapat berlangsung selama 30 detik hingga beberapa menit, membuat tidur terganggu dan menyisakan rasa tidak nyaman hingga keesokan harinya. Banyak yang mengira kondisi ini hanya disebabkan posisi tidur atau kelelahan semata, padahal dalam sejumlah kasus, penyebabnya berkaitan erat dengan gangguan pada sistem peredaran darah. Salah satu faktor pemicu yang paling sering ditemui pada mereka yang berusia di atas 50 tahun adalah penyempitan pembuluh darah perifer atau Peripheral Artery Disease (PAD). Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke kaki berkurang, sehingga suplai oksigen yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi otot menjadi tidak optimal. Ketika otot bekerja atau bahkan ketika beristirahat sekalipun, kurangnya oksigen dapat memicu kontraksi mendadak yang terasa sangat menyakitkan. Sayangnya, banyak orang belum menyadari bahwa nyeri kaki berulang di malam hari dapat menjadi tanda peringatan adanya masalah kesehatan yang serius. Karena itu, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh dan bagaimana cara mengatasinya dengan langkah yang tepat. Artikel ini akan membahas berbagai strategi penanganan yang benar, agar kualitas tidur tetap terjaga serta kesehatan pembuluh darah dapat dilindungi dalam jangka panjang. Mengenal Penyebab Nyeri Malam akibat Penyempitan Pembuluh Darah Penyempitan pembuluh darah perifer terjadi karena penumpukan plak aterosklerosis di arteri kaki. Saat malam hari, tekanan darah turun dan aliran darah ke kaki semakin lambat. Otot kekurangan oksigen (iskemia), lalu memicu kontraksi menyakitkan yang disebut nocturnal leg cramps. Menurut American Heart Association, lebih dari 8 juta orang di atas 40 tahun menderita PAD, dan 70–80 % di antaranya mengalami nyeri kaki malam hari. Gejala Khas yang Harus Diwaspadai Nyeri hebat pada betis, paha, atau telapak kaki saat malam atau istirahat Nyeri hilang dalam 1–3 menit setelah beristirahat Kaki terasa dingin atau pucat Rambut kaki rontok atau luka sulit sembuh Denyut nadi di pergelangan kaki lemah atau tidak teraba Langkah Pertolongan Pertama Saat Nyeri Datang Tarik jari kaki ke arah atas (dorsifleksi) dengan tangan sambil meluruskan lutut Berdiri dan berjalan pelan di lantai dingin selama 30–60 detik Pijat betis dari bawah ke atas untuk mengembalikan aliran darah Kompres hangat (40–45 °C) selama 15 menit setelah kram reda Cara Mengatasi dan Mencegah Kekambuhan Jalan Kaki Teratur 30–40 Menit/Hari Program latihan berjalan terbukti terbaik untuk PAD. Penelitian di Circulation 2022 menunjukkan berjalan hingga nyeri ringan 3–5× seminggu mengurangi nyeri malam hingga 78 % dalam 12 minggu. Peregangan Betis Sebelum Tidur Berdiri menghadap dinding, satu kaki di belakang, tumit menapak lantai, tahan 30 detik × 3 kali setiap kaki. Cochrane Review 2021 membuktikan peregangan malam hari mengurangi frekuensi kram 55 %. Konsumsi Magnesium Sitrat 300–400 mg/Malam Kekurangan magnesium sering memperburuk kram. Meta-analisis di Nutrients 2023 menunjukkan suplementasi magnesium mengurangi kram malam pada pasien PAD hingga 62 %. Hindari Dehidrasi dan Elektrolit Rendah Minum 2–2,5 liter air per hari + tambah sedikit garam pada makanan jika banyak berkeringat. Gunakan Kaos Kaki Kompresi Kelas 1 (15–20 mmHg) Membantu aliran balik vena dan mengurangi stasis darah malam hari. Namun perlu diingat kaos kaki kompresi tidak cocok untuk masalah arteri perifer yang berat. Tinggikan Kepala Tempat Tidur 10–15 cm Posisi Trendelenburg terbalik meningkatkan aliran darah ke kaki. Berhenti Merokok Total Rokok adalah faktor risiko terkuat penyempitan arteri. Berhenti merokok meningkatkan jarak berjalan bebas nyeri hingga 2 kali lipat dalam 6 bulan. Kapan Harus ke Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular Segera periksa jika: Nyeri kaki berulang setiap malam Tetap muncul meskipun sudah melakukan peregangan atau latihan otot secara rutin, menandakan gangguan aliran darah ke otot. Nyeri saat istirahat (rest pain) Biasanya terasa pada malam hari ketika kaki dalam posisi lebih rendah dari jantung, menunjukkan penyakit arteri perifer yang sudah lebih berat. Luka pada kaki yang tidak kunjung sembuh lebih dari 2 minggu Menandakan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tidak cukup sehingga proses penyembuhan terhambat. Denyut nadi di kaki tidak teraba Merupakan tanda bahwa aliran darah di arteri tungkai sudah sangat berkurang atau tersumbat. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti: Ankle-Brachial Index (ABI) untuk membandingkan tekanan darah di kaki dan lengan USG Doppler untuk menilai arah dan kecepatan aliran darah serta tingkat penyempitan Penutup Nyeri kaki malam hari akibat penyempitan pembuluh darah bukanlah hal yang harus ditoleransi seumur hidup. Dengan kombinasi latihan berjalan teratur, peregangan malam, magnesium, dan gaya hidup sehat, sebagian besar penderita dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri dalam 4–12 minggu. Mulai malam ini, lakukan peregangan betis 3 menit sebelum tidur — langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi tidur Anda. Ditinjau oleh: dr. Novrizal Saiful Basri, Sp. B, SubSp. BVE (K) Spesialis Bedah Konsultan Vascular dan Endovascular Primaya Hospital Tangerang - Published: 2026-01-15 - Modified: 2026-01-12 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/tongkat-kruk/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda atau keluarga kesulitan berjalan setelah cedera , patah tulang, atau bahkan pasca operasi anggota gerak bawah. Tongkat kruk sering menjadi penyelamat agar tetap bisa bergerak dengan cara mengurangi /tidak membebani kaki yang sakit. Sayangnya, banyak orang memakai kruk dengan cara yang salah atau setelan yang tidak tepat mungkin terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Akibatnya, muncul nyeri di anggota gerak atas ( seperti bahu, lengan, siku, pergelangan tangan), punggung melengkung, atau malah jatuh karena kurang stabil. Padahal, kruk yang pas hanya perlu disesuaikan dengan tinggi badan dan cara pakai yang benar. Yuk, simak panduan lengkap berbasis rekomendasi resmi dari dokter orthopedi dan fisioterapis agar kruk Anda benar-benar nyaman dan aman! Mengenal Jenis Tongkat Kruk yang Sering Digunakan Kruk Ketiak (Axillary Crutch) Menopang berat badan melalui ketiak, memberikan dukungan maksimal. Ideal untuk pasien yang sama sekali tidak boleh menapak kaki yang cedera (non-weight bearing) dan penggunaan jangka pendek. Kruk Siku (Forearm/Lofstrand Crutch) Memiliki gagang di lengan bawah sehingga lebih ringan dan mudah digunakan. Cocok untuk penggunaan jangka panjang atau jika hanya satu kaki yang memerlukan bantuan. Mengapa Tinggi Kruk Harus Pas dengan Tubuh Anda Kruk yang tidak disesuaikan dengan tinggi tubuh akan memaksa postur menjadi tidak wajar. Tubuh harus terus bekerja ekstra untuk menyeimbangkan posisi yang salah ini setiap kali melangkah. Akibatnya, berbagai keluhan baru bisa muncul, justru memperlambat proses pemulihan: Kruk terlalu tinggi → bahu akan terus terangkat untuk menahan beban → otot leher dan bahu menjadi tegang → menimbulkan nyeri pada leher, bahu, bahkan bisa sampai sakit kepala tegang. Kruk terlalu rendah → tubuh harus membungkuk terus-menerus → tulang punggung berada dalam posisi melengkung tidak normal → memicu nyeri pada punggun hingga pinggang bagian bawah . Gagang terlalu tinggi atau rendah → menimbulkan tekanan berlebih pada saraf ulnaris di siku atau saraf aksilaris di ketiak → berisiko mati rasa, kesemutan, bahkan kelemahan pada tangan yang bersifat permanen jika dibiarkan terlalu lama. Beban tubuh tidak merata → meningkatkan risiko terpeleset atau jatuh karena pusat gravitasi tubuh bergeser. Lebih dari 50 % pengguna kruk mengalami nyeri pada bahu atau punggung dalam dua minggu pertama, hanya karena pengukuran tinggi kruk yang salah. Nyeri ini sebenarnya dapat dicegah sepenuhnya jika kruk disesuaikan dengan benar sejak penggunaan pertama. Cara Mengukur Tinggi Kruk yang Benar (Metode Resmi) Untuk Kruk Ketiak (Axillary Crutch) Pakai sepatu yang biasa digunakan sehari-hari Berdiri tegak, kaki rapat, pandangan lurus ke depan, bahu rileks Letakkan ujung kruk 15 cm ke samping dan 5–6 cm di depan kaki Bagian atas bantalan ketiak harus 5 cm (2–3 jari) di bawah lipatan ketiak saat berdiri tegak — bukan menempel ketiak! Gagang tangan harus setinggi lipatan pergelangan tangan saat lengan lurus menggantung Saat memegang gagang, siku menekuk 15–30 derajat (seperti memegang setir mobil santai) Untuk Kruk Siku (Forearm Crutch) Cuff (lingkaran lengan) berada 5 cm di bawah siku Gagang tangan setinggi tulang pergelangan saat lengan lurus Siku menekuk 20–30 derajat saat memegang gagang Cuff tidak boleh terlalu ketat atau longgar Tabel Panduan Tinggi Kruk Berdasarkan Tinggi Badan Tinggi Badan Panjang Kruk Ketiak (dari bantalan atas ke ujung karet) Kruk Siku (dari gagang ke ujung) 150–160 cm 105–115 cm 80–90 cm 161–170 cm 115–125 cm 90–100 cm 171–180 cm 125–135 cm 100–110 cm 181–190 cm 135–145 cm 110–120 cm Bahan dan Fitur Kruk yang Nyaman Pilih kruk dengan spesifikasi berikut agar tidak menyesal: Bantalan ketiak & gagang: busa tebal, anti-selip, mudah dibersihkan Bahan aluminium aeronautical grade: ringan tapi kuat hingga 150 kg Ujung karet anti-slip: diameter besar, ada pegas peredam guncangan Double push-button adjustment: mudah diatur tinggi tanpa alat Reflektor malam: penting jika sering keluar malam hari Cara Menggunakan Kruk yang Benar agar Tidak Nyeri JANGAN pernah bertumpu pada ketiak → beban 100 % di tangan (mencegah crutch palsy) Gunakan pola langkah 3 titik jika satu kaki tidak boleh menapak sama sekali Gunakan pola langkah 2 titik jika boleh menapak sedikit Latihan dulu di depan cermin atau dengan fisioterapis selama 10–15 menit Jangan membungkuk saat berjalan — pandangan tetap lurus ke depan Tips Membeli Kruk yang Aman dan Nyaman Beli di toko alat kesehatan resmi atau apotek besar yang punya teknisi Minta penjaga toko mengatur tinggi di tempat sambil Anda coba berjalan Coba berjalan 10–20 meter untuk memastikan tidak ada tekanan aneh Pilih merek yang terbukti kualitasnya Hindari kruk bekas karena bantalan dan karet sering sudah aus Kapan Harus Segera Ganti Kruk atau Konsultasi Dokter Meskipun kruk sudah diatur dengan benar, tetap waspadai tanda-tanda berikut. Segera ganti kruk atau konsultasi dokter/fisioterapis jika muncul: Nyeri bahu, leher, atau punggung yang terus-menerus setelah 3–5 hari pemakaian Ketiak atau lengan bawah mati rasa, kesemutan, atau terasa terbakar (tanda tekanan saraf) Kruk terasa goyang, berbunyi “krek-krek”, atau terasa longgar Ujung karet sudah aus, retak, atau licin di lantai basah Kaki yang cedera sudah boleh menapak penuh → segera ganti ke tongkat biasa agar postur kembali normal Kulit ketiak atau... - Published: 2026-01-14 - Modified: 2026-01-12 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/efek-samping-kemoterapi/ - Kategori: Onkologi - Translation Priorities: Optional Kemoterapi dan radioterapi memiliki kemampuan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker, namun juga dapat menimbulkan efek samping jangka panjang. Efek ini berdampak besar pada kualitas hidup pasien, baik secara fisik, kognitif, maupun psikologis. Pemahaman tentang efek samping jangka panjang sangat penting dalam perawatan dan pemantauan pasien kanker setelah pengobatan. Dengan mengetahui jenis, penyebab, dan risikonya, pasien dan tenaga medis dapat mengantisipasi serta meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi. Mengenal Kemoterapi dan Radioterapi Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker menggunakan obat-obatan kimia yang dirancang untuk membunuh sel kanker atau menghambat perkembangannya. Obat kemoterapi bekerja dengan cara menyerang sel-sel yang membelah cepat, termasuk sel kanker dan beberapa sel sehat di tubuh. Radioterapi adalah pengobatan kanker yang memanfaatkan radiasi energi tinggi untuk merusak dan menghancurkan sel kanker. Biasanya, radiasi ini diarahkan secara tepat ke area tumor sehingga dapat meminimalkan kerusakan pada jaringan di sekitarnya. Kedua terapi ini merupakan standar dalam penanganan kanker dan dapat digunakan secara bersamaan atau terpisah tergantung jenis dan stadium kanker. Meskipun efektif, keduanya memiliki risiko menimbulkan efek samping, termasuk efek yang muncul setelah pengobatan selesai. Mengapa dan Bagaimana Efek Samping Jangka Panjang Terjadi? Efek samping jangka panjang adalah komplikasi yang berisiko muncul berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah kemoterapi atau radioterapi diberikan. Tidak seperti efek samping akut yang biasanya ringan dan sementara, efek ini sering memerlukan perhatian serta penanganan khusus. Efek ini dapat mempengaruhi fungsi organ, sistem saraf, serta kondisi fisik dan mental pasien. Dengan mengetahui potensi efek samping jangka panjang, pasien dan tenaga medis dapat melakukan pemantauan lebih intensif untuk mencegah komplikasi serius. Efek samping jangka panjang muncul akibat paparan obat kemoterapi dan radiasi tidak hanya pada sel kanker namun juga sel-sel sehat di tubuh. Contohnya, sistem saraf seperti otak dan saraf perifer, jantung, paru, atau sistem pencernaan bisa mengalami kerusakan. Obat kemoterapi dengan sifat toksik dapat menghasilkan perubahan permanen pada jaringan tubuh. Sedangkan radiasi dapat menyebabkan inflamasi kronis dan jaringan parut yang menyebabkan gangguan fungsi organ dalam jangka panjang. Beberapa efek samping jangka panjang dapat muncul setelah seseorang menjalani kemoterapi maupun radioterapi. Kondisi ini biasanya memengaruhi fungsi organ tertentu dan bisa berlangsung dalam jangka waktu lama. Chemo Brain (Kabut Otak): Chemo brain adalah gangguan kognitif akibat paparan obat kemoterapi yang menyebabkan sulit konsentrasi, penurunan daya ingat, dan lambat berpikir hingga mengganggu aktivitas serta kualitas hidup pasien. Neuropati Perifer: Neuropati perifer akibat sifat neurotoksik obat kemoterapi dapat menimbulkan kesemutan, nyeri, mati rasa, atau kelemahan pada tangan dan kaki, hingga mengganggu mobilitas serta keseimbangan tubuh. Risiko Penyakit Jantung Pasca Radiasi: Radiasi pada area dada dapat merusak jaringan jantung dan pembuluh darah sehingga menimbulkan peradangan kronis, pengerasan arteri, dan meningkatkan risiko penyakit jantung yang bisa muncul bertahun-tahun setelah terapi. Kelelahan Kronis: Kelelahan kronis adalah rasa lelah berkepanjangan pasca kemoterapi atau radioterapi akibat berbagai faktor, yang membatasi aktivitas sehari-hari dan memerlukan manajemen khusus. Salah satu sumber acuan yang dapat dijadikan pegangan adalah rekomendasi dari European Society of Cardiology. Rekomendasi ini menyebutkan, meskipun olahraga kompetitif aman bagi pasien yang menjalani radioterapi daerah dada, pemeriksaan rutin untuk mendeteksi gangguan kardiovaskular sangat diperlukan. Siapa yang Berisiko Mengalami Efek Samping Jangka Panjang? Semua orang berpotensi mengalami efek samping ini. Namun, risikonya dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Jenis dan dosis obat kemoterapi yang digunakan. Luas daerah radiasi dan dosis radiasi pada radioterapi. Usia pasien, di mana pasien lanjut usia lebih rentan. Status gizi pasien kanker yang menjalani kemoterapi atau radioterapi. Riwayat penyakit sebelumnya, seperti penyakit jantung atau gangguan saraf. Lama dan intensitas pengobatan yang dijalani. Pemantauan rutin sangat penting dilakukan agar efek samping dapat terdeteksi sejak dini. Tindakan ini membantu proses pengelolaan menjadi lebih cepat dan tepat. Hal tersebut terutama dibutuhkan bagi pasien dengan faktor risiko tinggi. Kapan dan Di Mana Efek Samping Jangka Panjang Muncul? Efek samping jangka panjang dapat muncul segera setelah pengobatan selesai, tetapi paling sering baru terlihat setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Sifatnya yang laten dan akumulatif membuat kondisi ini sering tidak terdeteksi sejak awal. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan pasca terapi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar gangguan dapat segera dikenali dan ditangani. Sebagai contoh, beberapa efek seperti neuropati perifer dan chemo brain biasanya mulai dirasakan dalam rentang waktu bulan pertama hingga dua tahun setelah pengobatan kemoterapi selesai. Gejala-gejala ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan, sehingga deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat dianjurkan untuk mengurangi dampak negatifnya. Risiko komplikasi kardiovaskular akibat radioterapi, terutama yang mengenai area dada, biasanya muncul dalam jangka panjang, yakni lima hingga sepuluh tahun setelah terapi selesai. Kondisi ini membuat efek sampingnya sering tidak langsung terasa oleh pasien. Oleh karena itu, pasien yang pernah menjalani radioterapi pada area dada disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemantauan intensif dalam jangka panjang sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan jantung yang lebih serius. Efek samping jangka panjang biasanya muncul pada organ atau sistem yang menerima dosis radiasi atau terpapar obat kemoterapi secara langsung atau sistemik. Area tubuh yang umum terdampak meliputi:... - Published: 2026-01-14 - Modified: 2026-01-12 - URL: https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-pada-wanita/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Banyak wanita yang tiba-tiba jatuh di dapur, di kantor, atau saat mengantar anak ke sekolah mengira hanya “masuk angin”, “kecapekan”, atau “maag kambuh”. Padahal, itu bisa jadi serangan jantung yang sedang berlangsung. Di Indonesia, penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian nomor dua pada wanita setelah stroke, namun gejalanya sering berbeda dengan pria. Akibatnya, 6 dari 10 wanita datang ke rumah sakit terlambat — melewati golden hour — dan angka kematiannya dua kali lebih tinggi dibandingkan pria. Kabar baiknya: jika Anda mengenali ciri-ciri khas serangan jantung pada wanita sejak dini, peluang selamat bisa mencapai 95 %. Mengapa Gejala Serangan Jantung pada Wanita Berbeda dengan Pria? Pria biasanya merasakan nyeri dada hebat seperti tertindih beban — gejala klasik yang mudah dikenali. Wanita lebih sering mengalami gejala “atipikal” karena: Pembuluh darah koroner wanita lebih kecil dan lebih mudah tersumbat secara merata (bukan satu titik besar) Hormon estrogen sebelum menopause melindungi jantung, sehingga gejala baru muncul kuat setelah menopause Wanita cenderung punya penyakit penyerta (diabetes, hipertensi) yang “menyamarkan” gejala klasik Menurut American Heart Association, hanya 1 dari 5 wanita yang mengalami nyeri dada hebat saat serangan jantung. 7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Paling Sering Diabaikan Nyeri atau rasa tidak nyaman di punggung, leher, rahang, atau lengan atas Wanita sering merasa seperti “pegal biasa” atau “salah posisi tidur”. Sesak napas hebat tanpa sebab jelas Bisa terjadi saat istirahat atau aktivitas ringan, bahkan sebelum nyeri dada muncul. Mual, muntah, atau pusing seperti mau pingsan Sering disangka keracunan makanan atau maag. Kelelahan ekstrem yang datang tiba-tiba Bukan lelah biasa — rasanya seperti “tidak sanggup berdiri” meski baru bangun tidur. Keringat dingin seperti habis lari Keringat muncul tanpa aktivitas berat, terutama di wajah dan punggung. Rasa tertekan atau berat di dada bagian tengah/atas Bukan nyeri menusuk, tapi seperti “ada yang menindih” selama beberapa menit. Nyeri ulu hati atau perut atas seperti maag kambuh Sering hilang timbul dan membaik setelah sendawa — padahal itu tanda serius. Faktor Risiko yang Meningkatkan Serangan Jantung pada Wanita Wanita memiliki karakteristik biologis dan hormonal yang membuat risiko penyakit jantung dapat berbeda dibanding pria. Selain faktor klasik seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok, terdapat kondisi khusus yang lebih sering dialami wanita dan dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung: Menopause dini (35 tahun, pil kontrasepsi mengandung estrogen dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan gangguan kardiovaskular. Stres kronis dan depresi Studi menunjukkan wanita dengan stres atau depresi berat memiliki risiko serangan jantung hingga 2 kali lebih tinggi karena gangguan keseimbangan hormon stres serta pola hidup tidak sehat yang menyertai. Langkah Darurat Jika Mencurigai Serangan Jantung Serangan jantung adalah kondisi yang sangat mengancam nyawa ketika aliran darah ke otot jantung terhenti tiba-tiba akibat sumbatan pembuluh darah. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung. Oleh karena itu, tindakan cepat dan tepat wajib dilakukan ketika muncul gejala seperti nyeri dada menekan/terbakar menjalar ke lengan kiri/rahang, keringat dingin, sesak, atau mual mendadak tanpa sebab jelas. Berikut langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan dokter darurat jantung: Segera hentikan semua aktivitas dan bantu pasien duduk atau berbaring dengan posisi nyaman Ini membantu mengurangi beban kerja jantung serta mencegah risiko jatuh atau cedera jika kondisi tiba-tiba memburuk. Pastikan pasien tetap tenang dan tidak memaksakan diri bergerak mencari pertolongan. Hubungi 112 atau minta orang terdekat memanggil ambulans Jangan biarkan pasien mengemudi sendiri ke rumah sakit. Layanan ambulans dapat memberikan pertolongan awal seperti oksigen, rekam jantung (EKG), dan obat darurat sebelum tiba di IGD, sehingga peluang selamat lebih besar. Jika tersedia, berikan aspirin dosis 80–100 mg untuk dikunyah Aspirin membantu menghambat pembentukan bekuan darah baru. Namun hanya boleh diberikan jika pasien tidak alergi, tidak memiliki riwayat perdarahan lambung berat, dan tidak sedang dilarang dokter. Bentuk kunyah mempercepat kerja obat. Jangan berikan obat maag, balsem, minyak kayu putih, atau memijat dada Nyeri dada akibat serangan jantung sering disalahartikan sebagai masuk angin. Penanganan yang tidak tepat justru membuang waktu penting dan tidak memperbaiki aliran darah ke jantung. Longgarkan pakaian ketat & pastikan udara segar mengalir Buka kancing kerah atau dasi, longgarkan ikat pinggang, dan buka jendela agar pernapasan lebih lega dan oksigen cukup masuk ke tubuh. Menurut Mayo Clinic, setiap 40 detik ada satu orang di dunia yang mengalami serangan jantung — dan wanita yang datang dalam 1 jam pertama memiliki peluang hidup 90 % lebih tinggi. Pencegahan Serangan Jantung Khusus untuk Wanita Cek tekanan darah, gula darah, kolesterol mulai usia 40 (atau lebih dini jika ada riwayat keluarga) Olahraga 150 menit/minggu (jalan cepat, yoga, renang) Konsumsi makanan kaya omega-3, serat, dan antioksidan (lihat artikel makanan sehat jantung) Kelola stres dengan meditasi atau hobi Hindari rokok & asap rokok pasif Pantau berat badan (lingkar pinggang - Published: 2026-01-13 - Modified: 2026-01-08 - URL: https://primayahospital.com/saraf/metode-fast/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda melihat orang tua atau pasangan tiba-tiba mulutnya mencong saat tersenyum, tangan tak bisa diangkat, atau bicara jadi pelo dalam hitungan detik? Itu bukan “masuk angin” atau “kecapekan”. Itulah gejala stroke yang muncul mendadak dan bisa merenggut nyawa atau menyebabkan lumpuh permanen jika terlambat ditangani. Di Indonesia, stroke adalah pembunuh nomor satu dan penyebab kecacatan terbanyak pada usia produktif. Setiap menit keterlambatan penanganan membuat 1,9 juta sel otak mati. Kabar baiknya: hampir 80 % stroke bisa dicegah, dengan perilaku CERDIK ( Cek kesehatan berkala, Enyahkan asam rokok, Rajin aktivitas fisik/olahraga. Diet sehat gizi seimbang, Istirahat cukup kelola stress. Stroke merupakan keadaan gawat darurat, sehingga pasien stroke harus dibawa ke rumah sakit segera setelah serangan dan sebelum 4,5jam (periode emas penanganan) keluarga harus mengenali gejala secepat kilat menggunakan metode FAST. Apa Sebenarnya yang Terjadi Saat Stroke? Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis utama: Stroke iskemik (≈ 85%), disebabkan penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan. Stroke hemoragik (≈ 15%), terjadi saat pembuluh darah otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Tanpa suplai oksigen, sel otak mulai mati dalam 3–4 menit. Semakin lama aliran darah terhenti, semakin luas kerusakan otak yang terjadi, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan separuh tubuh, gangguan bicara menetap, bahkan kematian. Data World Health Organization (2024) menunjukkan bahwa setiap 6 detik satu orang di dunia mengalami stroke. Selain itu, 1 dari 4 orang dewasa usia di atas 25 tahun berisiko mengalaminya sepanjang hidup. Metode FAST: Cara Termudah Keluarga Mengenali Stroke dalam 10 Detik American Stroke Association dan Kementerian Kesehatan RI menganjurkan metode FAST karena paling mudah diingat dan dilakukan siapa saja: Selain FAST, waspadai juga gejala tambahan yang sering muncul bersamaan: mati rasa atau kesemutan mendadak di satu sisi tubuh, penglihatan kabur/ganda/hilang mendadak, pusing berputar hebat disertai muntah, sulit berjalan atau kehilangan keseimbangan, serta sakit kepala sangat hebat yang muncul tiba-tiba (khususnya pada stroke perdarahan). Jangan Anggap Remeh Stroke Ringan (TIA) Sekitar 1 dari 3 orang yang pernah mengalami Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan akan mengalami stroke berat dalam waktu 1 tahun. Gejala TIA persis sama dengan stroke, tetapi hilang sendiri dalam hitungan menit hingga maksimal 24 jam. Banyak keluarga mengira “sudah sembuh sendiri” dan tidak ke dokter. Padahal TIA adalah alarm merah bahwa pembuluh darah otak sudah menyempit parah. Penjelasan lebih lengkap tentang TIA dan bahayanya bisa dibaca di artikel apa itu stroke dari Primaya Hospital. Faktor Risiko Stroke yang Harus Diwaspadai Keluarga Ada faktor risiko yang tidak bisa diubah: Setiap tahun, 15% dari semua stroke terjadi pada usia 15-49th. 53% terjadi pada usia dibawah 70th. Riwayat stroke dalam keluarga Jenis kelamin. Namun 80 % penyebab stroke justru bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko berikut: Hipertensi (penyebab nomor satu di Indonesia) Diabetes melitus Kolesterol tinggi & trigliserida Merokok aktif maupun pasif Obesitas sentral (lingkar perut pria >90 cm, wanita >80 cm) Kurang aktivitas fisik Penggunaan alkohol Pola makan tinggi garam, gula, lemak jenuh PERDOSSI 2023 menyatakan 7 dari 10 pasien stroke di Indonesia memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol. Langkah Darurat yang Benar Saat Mencurigai Stroke Catat secara tepat jam munculnya gejala pertama karena mempengaruhi pilihan terapi yang bisa diberikan dokter Jangan memberikan makanan atau minuman karena penderita bisa kesulitan menelan dan risiko tersedak sangat tinggi Hindari melakukan pijat, kerokan, atau memberikan obat penurun tekanan darah tanpa anjuran medis karena justru dapat memperburuk kondisi otak Hubungi layanan darurat (112) atau segera bawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas CT Scan 24 jam dan dokter spesialis saraf untuk evaluasi cepat Saat perjalanan, posisikan pasien setengah duduk sekitar 30 derajat dan miringkan kepala ke sisi yang diduga lemah untuk mengurangi risiko sumbatan jalan napas Penanganan di Rumah Sakit pada Golden Period 0–4,5 jam (stroke iskemik): pemberian obat pelarut gumpalan (alteplase/tPA) 0–6–24 jam: trombektomi mekanik (pengambilan sumbatan dengan kateter) Stroke perdarahan: kraniektomi atau klip aneurisma darurat Informasi lengkap tatalaksana stroke akut dapat dibaca pada artikel kenali gejala stroke di Primaya Hospital. Pencegahan Stroke untuk Seluruh Anggota Keluarga Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin setiap bulan untuk mengenali hipertensi sejak dini Terapkan kebiasaan olahraga teratur minimal 150 menit per minggu, aktivitas sederhana seperti jalan cepat sudah memberikan manfaat Batasi konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari serta gula kurang dari 4 sendok makan per hari agar metabolisme dan tekanan darah tetap terkontrol Berhenti merokok sepenuhnya karena rokok meningkatkan risiko sumbatan dan kerusakan pembuluh darah otak Jaga berat badan tetap ideal dan pantau lingkar perut sebagai indikator risiko sindrom metabolik Pastikan tidur cukup 7–8 jam setiap malam dan kelola stres dengan baik karena gangguan tidur dan stres kronis dapat memicu penyakit pembuluh darah FAST Bisa Selamatkan Nyawa Orang yang Anda Cinta Stroke bisa menyerang siapa saja, kapan saja – bahkan di usia 30-an. Ajarkan metode FAST ke seluruh keluarga mulai hari ini. Simpan nomor darurat 112 di semua ponsel. Ingat selalu: “Time is Brain”. Dengan... - Published: 2026-01-13 - Modified: 2026-01-08 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/gangguan-ocd/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Gangguan Obsesif-Kompulsif atau OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) adalah salah satu gangguan kesehatan jiwa yang cukup sering ditemui. Penderita mengalami pikiran tak diinginkan yang muncul berulang-ulang (obsesi) dan merasa terpaksa melakukan tindakan berulang (kompulsi) untuk mengurangi kecemasan yang sangat kuat. Bagi pasangan atau orang terdekat, melihat orang yang dicintai berjuang setiap hari dengan OCD bisa menimbulkan rasa bingung, khawatir, bahkan lelah. Namun, dukungan yang tepat dari pasangan justru menjadi salah satu faktor pemulihan terpenting di luar terapi profesional. Artikel ini akan memandu Anda secara lengkap dan praktis agar pasangan dengan OCD dapat merasa lebih tenang, aman, dan dicintai setiap hari. Mengenal Gangguan OCD Secara Mendalam OCD bukan sekadar “suka rapi” atau “takut kotor” biasa. Obsesi adalah pikiran, gambaran, atau dorongan yang muncul tanpa diundang, terasa mengganggu, dan sering kali membuat penderita sangat cemas. Contoh obsesi yang umum: Takut tercemar kuman atau zat berbahaya Takut menyakiti orang lain tanpa sengaja Keraguan terus-menerus (apakah kompor sudah dimatikan, pintu terkunci, dll) Pikiran terlarang tentang agama, seksualitas, atau kekerasan Kompulsi adalah perilaku atau ritual mental yang dilakukan berulang untuk “menetralkan” obsesi tersebut. Contohnya mencuci tangan hingga kulit lecet, memeriksa berkali-kali, mengulang doa atau kalimat tertentu, hingga menyusun barang dengan sangat simetris. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH) Amerika Serikat, OCD memengaruhi sekitar 2–3% populasi dunia dan biasanya mulai muncul pada masa kanak-kanak, remaja, atau awal dewasa. Tanpa penanganan yang tepat, OCD dapat mengganggu pekerjaan, hubungan, dan kualitas hidup secara signifikan. Informasi lengkap dapat dibaca di laman resmi NIMH tentang OCD. Mengapa OCD Begitu Menyiksa bagi Penderita? Otak penderita OCD menunjukkan aktivitas berlebih pada sirkuit orbitofrontal cortex, anterior cingulate cortex, dan basal ganglia—area yang mengatur rasa takut, pengambilan keputusan, dan kebiasaan. Selain itu, terjadi ketidakseimbangan neurotransmitter serotonin. Akibatnya, meskipun penderita sering menyadari bahwa pikirannya “berlebihan” atau “tidak logis”, mereka tetap tidak mampu menghentikannya tanpa bantuan. Rasa malu dan takut dihakimi membuat banyak penderita menyembunyikan gejalanya bertahun-tahun dari pasangan atau keluarga. Siapa yang Paling Membutuhkan Dukungan Pasangan? Semua penderita OCD membutuhkan dukungan, tetapi manfaatnya paling besar bagi mereka yang: Sedang menjalani terapi utama OCD, yaitu Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan teknik Exposure and Response Prevention (ERP) Mengonsumsi obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) sesuai resep psikiater Memiliki pasangan yang tidak ikut serta dalam ritual (family accommodation) Kapan Dukungan Anda Paling Berpengaruh? Dukungan Anda sangat berarti pada saat-saat berikut: Pasangan sedang kambuh setelah periode gejala ringan Sedang berlatih menahan ritual (fase ERP yang paling sulit) Merasa lelah mental setelah seharian melawan obsesi Berhasil melakukan langkah kecil menuju pemulihan 10 Cara Praktis Membantu Pasangan OCD agar Lebih Tenang Belajar Bersama dari Sumber Terpercaya Luangkan waktu membaca informasi resmi bersama. Situs yang paling sering dijadikan rujukan dunia adalah Mayo Clinicdan NIMH. Hindari Family Accommodation Penelitian besar yang dipublikasikan di Journal of Anxiety Disorders menunjukkan bahwa ketika pasangan ikut melakukan ritual, gejala OCD justru bertahan lebih lama. Gunakan Bahasa yang Menenangkan Contoh: “Aku di sini bersamamu”, “Kecemasan ini pasti berlalu seperti gelombang”, “Aku bangga kamu berhasil tahan ritual tadi”. Dampingi Proses ERP Bantu membuat hierarki kecemasan bersama terapis, lalu dampingi tanpa memaksa. Ciptakan Rutinitas Harian yang Menurunkan Kecemasan Olahraga ringan 30 menit, latihan pernapasan 4-7-8, kurangi kafein. Atur Lingkungan Rumah yang Ramah OCD Kurangi pemicu berlebih, tapi jangan sampai rumah jadi “steril total”. Rayakan Setiap Kemajuan Kecil Beri pujian tulus atau pelukan setiap kali berhasil menahan ritual lebih lama. Jaga Kesehatan Mental Anda Sendiri Cari support group online agar tidak burnout. Kenali Tanda Bahaya Segera cari psikiater bila muncul pikiran menyakiti diri/orang lain atau ritual >3–4 jam sehari. Ingatkan bahwa OCD Bisa Sangat Terkendali Dengan CBT/ERP + obat tepat, 60–80% penderita mencapai remisi klinis. Yang Sering di Tanyakan (FAQ) Q: Apakah OCD bisa sembuh total? A: Meskipun belum ada “obat” permanen, sebagian besar penderita dapat hidup normal dengan gejala minimal setelah terapi konsisten. Q: Bolehkah saya marah kalau ritualnya mengganggu? A: Wajar merasa frustrasi, tapi ungkapkan dengan kalimat “aku” daripada menyalahkan. Q: Bagaimana kalau pasangan menolak terapi? A: Mulailah dengan empati, ajak konsultasi “sekadar ngobrol” ke profesional. Mendampingi pasangan dengan OCD memang membutuhkan kesabaran luar biasa, tetapi setiap hari Anda memilih tetap berada di sisinya adalah bukti cinta yang sangat berarti. Dengan pengetahuan yang benar, komunikasi penuh kasih, dan kerja sama dengan tenaga profesional, OCD dapat dikendalikan dengan sangat baik. Hubungan kalian bahkan bisa menjadi jauh lebih kuat dan penuh empati. Kalian tidak sendiri. Ada jutaan pasangan di seluruh dunia yang berhasil melewati ini bersama-sama. Ditinjau oleh: dr. Rossalina, Sp. KJ Spesialis Kedokteran Jiwa Primaya Evasari Hospital - Published: 2026-01-12 - Modified: 2026-01-08 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-okupasi-untuk-anak/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Bagi anak berkebutuhan khusus, kegiatan yang tampaknya sederhana seperti memegang sendok, mengancingkan baju, bahkan duduk tenang di kelas bisa jadi menyusahkan. Terapi okupasi menjadi salah satu cara untuk membantu mereka mengatasi tantangan ini. Berikut ini artikel yang akan memberi penjelasan lebih lanjut seputar terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus. Mengenal Terapi Okupasi Secara sederhana, terapi okupasi (occupational therapy) adalah terapi yang berfokus pada upaya membantu individu mencapai kemandirian dalam semua aspek kehidupan. Kata “okupasi” di sini merujuk pada segala aktivitas dalam hidup seseorang. Adapun okupasi utama anak-anak adalah bermain, belajar, dan melakukan aktivitas sehari-hari (activities of daily living) seperti makan, mandi, dan berpakaian. Bagi anak berkebutuhan khusus, okupasi itu bisa menjadi tantangan tersendiri karena adanya hambatan tertentu (motorik, sensorik, kognitif, atau lingkungan). Terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus merupakan layanan terapi yang dirancang secara spesifik untuk meningkatkan kemampuan fungsi anak dalam menjalani okupasi tersebut sesuai dengan kebutuhan anak. Terapis okupasi bekerja berdasarkan penilaian kebutuhan individual dan hambatan apa yang ada, lalu merancang program bermain-terapi yang terstruktur untuk mencapai tujuan terapi. Dalam studi di Australian Occupational Therapy Journal, intervensi okupasi untuk anak terbukti dapat meningkatkan partisipasi sehari-hari, meskipun kualitas bukti bervariasi menurut pendekatan dan kondisi yang ditangani. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Okupasi Anak-anak yang paling sering dirujuk ke terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus meliputi mereka yang memiliki: Cerebral palsy: gangguan motorik yang mempengaruhi kontrol otot dan koordinasi. Gangguan spektrum autisme (ASD): sering mengalami tantangan sensorik, motorik halus, dan kemandirian sehari-hari. Gangguan koordinasi perkembangan (DCD): gangguan koordinasi motorik. Gangguan pemrosesan sensorik (SPD): anak sensitif terhadap suara, sentuhan, atau sebaliknya kurang responsif terhadap sensasi. Kesulitan keterampilan sehari-hari: makan sendiri, menulis, memakai baju, kebersihan diri, atau kesulitan berinteraksi di sekolah. Gangguan kurang perhatian dan hiperaktivitas (ADHD): kesulitan dalam berfokus, keterampilan organisasi, mengatur energi, dan mengendalikan impuls. Selain itu, anak dengan kebutuhan khusus lain bisa pula mendapat manfaat dari terapi okupasi, termasuk pascaoperasi ortopedi, trauma, atau kondisi neurologis lain. Kapan Seseorang Memerlukan Terapi Okupasi Berikut ini tanda-tanda peringatan yang dapat menjadi indikasi bahwa seorang anak mungkin memerlukan terapi okupasi: Bayi dan balita: kesulitan mengisap atau makan, sangat rewel dan sulit ditenangkan, tidak menyukai sentuhan atau pelukan, keterlambatan dalam berguling, duduk, atau berjalan, tidak menjelajah lingkungan dengan tangan. Anak prasekolah: menghindari aktivitas bermain kotor-kotoran (messy play), sangat aktif dan tidak bisa duduk tenang, sering menabrak benda atau orang, kesulitan memegang krayon, menolak belajar berpakaian atau menggunakan toilet. Anak usia sekolah: tulisan tangan tidak terbaca, kesulitan menggunakan gunting, penggaris, atau mengancingkan baju, mudah terganggu oleh suara atau cahaya yang bagi orang lain normal, tampak canggung dan sering jatuh, kesulitan mengikuti instruksi bertahap, memiliki kesadaran tubuh yang buruk. Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan orang tua segera menghubungi profesional di bidang terapi okupasi jika khawatir akan perkembangan anak tanpa perlu menunggu referensi/rujukan dokter. Manfaat/Tujuan Terapi Okupasi Tujuan utama terapi okupasi adalah meningkatkan partisipasi anak dalam aktivitas sehari-hari dan mendorong kemandirian. Manfaatnya termasuk: Meningkatkan keterampilan motorik, terutama motorik halus (mengancing, menulis, memegang alat). Meningkatkan kemampuan kemandirian, seperti makan, berpakaian, dan menjaga kebersihan diri. Memperbaiki pengaturan sensorik dan perilaku, terutama pada anak dengan sensitivitas sensorik. Meningkatkan keterampilan kognitif yang mencakup pemecahan masalah, perencanaan, dan organisasi. Misalnya dalam memakai sepatu. Membangun keterampilan sosial dan bermain, termasuk belajar cara bergiliran, berbagi, membaca isyarat sosial, dan bekerja sama dengan teman sebaya. Perlu dicatat bahwa efektivitas terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus bisa berbeda-beda, tergantung metode, durasi, kepatuhan program, dan apakah intervensi diintegrasikan ke lingkungan anak seperti rumah dan sekolah. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Okupasi Langkah pertama sebelum memulai terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus adalah menjalani asesmen atau evaluasi komprehensif. Persiapan yang baik akan mendukung kelancaran proses. Bawalah anak ke dokter spesialis anak, neurologi, atau psikiatri anak untuk menjalani pemeriksaan awal dan mendapat rujukan ke ahli terapi okupasi. Ahli terapis okupasi melakukan evaluasi dan wawancara mendalam dengan orang tua mengenai riwayat perkembangan, kekhawatiran, dan tujuan yang hendak dicapai. Bawalah semua dokumen medis dan laporan perkembangan anak. Catat perilaku spesifik dan tantangan yang sering diamati di rumah. Jelaskan kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan positif bahwa mereka akan bertemu dengan seorang "teman bermain" khusus yang akan membantu mereka belajar hal-hal yang menyenangkan. Hindari kata "terapi" yang mungkin terkadang menakutkan. Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Okupasi Sesi terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus biasanya berlangsung selama 45-60 menit, bisa sekali ataupun beberapa kali seminggu, tergantung kebutuhan. Suasana ruang terapi dirancang seperti area bermain yang kaya dengan alat peraga. Pelaksanaan terapi biasanya melibatkan: Sesi permainan-terapi terstruktur menggunakan permainan untuk melatih fungsi motorik, koordinasi mata-tangan, toleransi sensorik, atau strategi emosional. Latihan terarah seperti menulis dan merapikan mainan dalam bentuk yang dimodifikasi sehingga anak berhasil melakukannya secara perlahan. Terapi dengan permainan yang memberi pengalaman sensori terstruktur untuk membantu anak mengatur respons sensorik, misalnya dengan menyentuh dan mengidentifikasi berbagai permukaan benda. Orang tua biasanya diajak untuk mengamati atau bahkan berpartisipasi dalam sesi. Terapis akan memberikan program... - Published: 2026-01-12 - Modified: 2026-01-08 - URL: https://primayahospital.com/saraf/gejala-sindrom-kelelahan/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Sindrom kelelahan kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS), yang juga disebut Myalgic Encephalomyelitis (ME/CFS), adalah penyakit kompleks yang membuat penderita merasa sangat lelah terus-menerus meskipun sudah istirahat panjang. Pada remaja, penyakit ini sering terdeteksi terlambat karena gejalanya disangka “hanya capek sekolah” atau “malas belajar”. Padahal, CFS dapat mengganggu sekolah, pertemanan, bahkan perkembangan fisik dan mental remaja secara serius. Artikel ini membahas tanda-tanda-tanda khas CFS pada remaja agar orang tua dan guru bisa mendeteksi lebih dini. Mengenal Sindrom Kelelahan Kronis (ME/CFS) ME/CFS adalah gangguan multisistem yang ditandai dengan kelelahan berat yang tidak membaik dengan istirahat dan memburuk setelah aktivitas fisik atau mental (disebut post-exertional malaise atau PEM). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diagnosis CFS pada remaja memerlukan gejala minimal 6 bulan dan mengganggu aktivitas sehari-hari lebih dari 50%. Gejala Utama CFS pada Remaja Remaja dengan CFS biasanya mengalami kombinasi gejala berikut: Kelelahan berat yang tidak wajar Merasa lelah sepanjang hari meski tidur 10–14 jam. Bangun tidur tetap lemas seperti tidak tidur. Post-Exertional Malaise (PEM) Setelah aktivitas ringan (sekolah, olahraga, ujian), tubuh “crash” selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Remaja jadi terpaksa bolos sekolah berulang. Gangguan tidur yang tidak menyegarkan Sulit tidur, sering terbangun, atau tidur terlalu lama tapi tetap lelah (unrefreshing sleep). Nyeri otot dan sendi tanpa pembengkakan Nyeri berpindah-pindah, terasa “seperti habis lari maraton padahal hanya duduk di kelas. Kabut otak (brain fog) Sulit berkonsentrasi, lupa pelajaran yang baru dipelajari, sulit mencari kata-kata, lambat berpikir. Sakit kepala jenis baru Biasanya tegang atau migrain yang tidak pernah dialami sebelumnya. Sakit tenggorokan & pembesaran kelenjar getah bening Terasa seperti mau flu terus-menerus. Intoleransi suhu & keringat malam Mudah kedinginan atau malah berkeringat berlebih tanpa sebab. Gangguan pencernaan Sering IBS (irritable bowel syndrome), mual, atau perut kembung. Siapa Remaja yang Berisiko Tinggi? CFS dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering pada: Remaja perempuan (rasio 2–4 : 1 dibanding laki-laki) Usia 13–18 tahun Memiliki riwayat infeksi virus berat (misalnya mononukleosis/EBV, COVID-19) Pernah mengalami trauma fisik atau stres berat (ujian nasional, bullying) Keluarga dengan riwayat autoimun atau CFS Dampak CFS terhadap Kehidupan Remaja Bolos sekolah >50% waktu belajar Turun prestasi drastis Menarik diri dari teman dan kegiatan ekstrakurikuler Muncul kecemasan atau depresi sekunder Orang tua sering dituduh “terlalu memanjakan” anak Cara Dokter Mendiagnosis CFS pada Remaja Tidak ada tes laboratorium tunggal. Dokter menggunakan kriteria diagnostik internasional (Institute of Medicine 2015 atau CDC): Kelelahan berat >6 bulan + mengganggu aktivitas signifikan Post-exertional malaise Tidur tidak menyegarkan Gangguan kognitif ATAU ortostatik intoleransi (pusing saat berdiri) Dokter akan menyingkirkan penyakit lain terlebih dahulu (anemia, hipotiroid, diabetes, sleep apnea, depresi primer, dll). Informasi lengkap bisa dibaca di laman resmi Mayo Clinic. Cara Mengatasi CFS pada Remaja Belum ada obat penyembuh, tetapi gejala dapat dikelola dengan: Pacing: mengatur aktivitas agar tidak melebihi “energy envelope” Terapi perilaku kognitif (CBT) khusus CFS (bukan CBT depresi biasa) Manajemen tidur yang baik Fisioterapi bertahap (graded exercise therapy hanya jika dilakukan ahli CFS) Suplemen (CoQ10, magnesium, vitamin B12) jika terbukti kekurangan Dukungan sekolah (belajar dari rumah parsial, tambahan waktu ujian) Kapan Harus Segera ke Dokter? Segera periksa jika remaja: Tidak bisa sekolah >2 minggu berturut-turut karena lelah Mengalami pusing hebat saat berdiri (POTS) Demam berulang tanpa sebab jelas Berat badan turun drastis Yang Sering di Tanyakan (FAQ) Apakah CFS sama dengan “hanya capek biasa”? Tidak. Kelelahan biasa membaik setelah istirahat. CFS justru memburuk setelah aktivitas. Berapa lama CFS bertahan pada remaja? Sekitar 50–70% remaja membaik dalam 5 tahun, tapi sebagian tetap memiliki gejala ringan hingga dewasa. Apakah CFS menular? Tidak menular, tapi sering muncul setelah infeksi virus. Memahami Sindrom Kelelahan Kronis pada Remaja Sindrom kelelahan kronis pada remaja bukan “kemalasan” atau “drama remaja”. Ini adalah penyakit nyata yang sangat mengganggu kehidupan. Deteksi dini dan dukungan dari keluarga serta sekolah dapat mencegah memburuknya kondisi. Jika anak Anda tiba-tiba “berubah jadi pemalas” padahal dulu aktif, jangan buru-buru memarahi. Dengarkan dan bawa ke dokter yang paham ME/CFS. Dengan penanganan tepat, banyak remaja dengan CFS tetap bisa lulus sekolah dan menjalani hidup yang bermakna. Ditinjau oleh: dr. Sesmi Betris, Sp. S Spesialis Saraf Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2026-01-11 - Modified: 2026-01-07 - URL: https://primayahospital.com/akupunktur/mengenal-akupunktur-medik/ - Kategori: Akupunktur - Translation Priorities: Optional Akupunktur, sebagai salah satu bentuk pengobatan tertua, telah mengalami evolusi signifikan. Di samping praktik tradisional, kini hadir Akupunktur Medik (atau Medical Acupuncture), yang merupakan bagian dari ilmu kedokteran konvensional dan didukung oleh bukti ilmiah. Lalu, apa bedanya dengan akupunktur tradisional? Kondisi apa saja yang bisa ditangani, dan bagaimana cara kerjanya? Perbedaan Akupunktur Medik dan Akupunktur Tradisional Perbedaan mendasar antara Akupunktur Medik dan Akupunktur Tradisional terletak pada dasar filosofi, diagnosis, dan praktisinya. Akupunktur Tradisional (TCM): Berakar pada filosofi pengobatan Tiongkok kuno yang melibatkan konsep energi vital tubuh (Qi), keseimbangan Yin dan Yang, serta sistem jalur energi yang disebut meridian atau saluran. Praktisi utamanya sering disebut sinshe atau ahli pengobatan tradisional (bukan dokter). Akupunktur Medik: Tidak lagi menggunakan konsep Qi, Yin-Yang, atau meridian tradisional sebagai dasar diagnosis dan terapi. Akupunktur medik berfokus pada pemahaman anatomi, fisiologi, patologi, dan mekanisme neurologis serta biokimia tubuh manusia. Praktisinya adalah dokter spesialis akupunktur medik (Sp. Ak. ) atau dokter umum yang telah mendapat pelatihan akupunktur medik, sehingga menjamin standar keamanan dan sterilitas yang ketat, serta dapat berkolaborasi dengan dokter spesialis lain. Akupunktur medik menggunakan dasar-dasar ilmu kedokteran dan kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) dalam menentukan titik stimulasi dan teknik terapi. Selain jarum, akupunktur medik juga dapat menggunakan moda lain seperti listrik (elektroakupunktur), termal, laser, atau tanam benang (Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Indonesia (PDAI)). Kondisi yang Dapat Ditangani Dokter Spesialis Akupunktur Medik Dokter spesialis akupunktur medik menangani berbagai kondisi kesehatan dengan fokus utama pada manajemen nyeri dan gangguan fungsional, sering kali sebagai terapi komplementer yang bersinergi dengan pengobatan konvensional. Menurut studi klinis dan rekomendasi, kondisi yang umumnya ditangani meliputi: Manajemen Nyeri Kronis: Nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Nyeri leher dan bahu (frozen shoulder). Osteoartritis (nyeri sendi lutut). Sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala tegang. Nyer pasca operasi. Fibromyalgia. Nyeri neuropati (gangguan saraf). Gangguan Fungsional Lain: Mual dan muntah (misalnya akibat kemoterapi). Insomnia (gangguan tidur). Infertilitas (gangguan kesuburan) sebagai terapi tambahan. Gangguan kecemasan dan depresi. Rehabilitasi pasca stroke. Gangguan kecantikan/estetika (misalnya facial rejuvenation). Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah merekomendasikan akupunktur untuk mengatasi lebih dari 100 jenis gangguan kesehatan Cara Kerja Akupunktur Medik Akupunktur medik bekerja dengan merangsang titik-titik spesifik pada tubuh yang terhubung dengan sistem saraf, otot, dan endokrin (hormon). Jarum halus dimasukkan ke bawah kulit atau lebih dalam mencapai otot untuk memicu respons fisiologis tubuh. Mekanisme utama yang mendasari Akupunktur Medik meliputi: Perangsangan Saraf: Penusukan jarum merangsang serabut saraf, yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak dan sumsum tulang belakang. Rangsangan ini memicu pelepasan zat kimia saraf (neurotransmiter). Pelepasan Endorfin: Salah satu respons yang paling penting adalah pelepasan endorfin dan enkefalin, zat kimia alami tubuh yang memiliki efek pereda nyeri (analgesik) dan memberikan efek relaksasi. Hal ini menjelaskan mengapa akupunktur sangat efektif dalam manajemen nyeri. Regulasi Neuro-Endokrin-Imun: Stimulasi titik akupunktur membantu mengatur sistem saraf, hormonal, dan kekebalan tubuh. Ini dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, dan memperbaiki fungsi organ terkait (Sumber: Hello Sehat). Perbaikan Sirkulasi Darah: Rangsangan lokal dapat meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke jaringan yang cedera atau bermasalah, membantu mempercepat proses penyembuhan. Prosedur ini dilakukan dengan jarum steril sekali pakai, memastikan keamanan dan minim risiko efek samping. Jika Anda menghadapi nyeri kronis yang tak kunjung membaik, migrain berulang, atau mencari terapi komplementer yang berbasis ilmiah untuk kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Akupunktur Medik (Sp. Ak. ). Dapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang terintegrasi dengan pengobatan konvensional, demi mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan bebas nyeri. Ditinjau oleh: dr. Feliani, Sp. Ak Spesialis Akupunktur Medik Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-01-11 - Modified: 2026-01-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/honeymoon-cystitis/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Masa-masa setelah pernikahan biasanya penuh dengan kebahagiaan dan kemesraan. Tapi, bagi beberapa pasangan, khususnya bagi istri, momen ini justru bisa merepotkan dan bahkan diwarnai kepanikan karena terjadinya honeymoon cystitis. Apa itu dan kenapa kondisi yang bisa mengganggu momen romantis setelah pernikahan ini akan dijelaskan dalam artikel berikut ini. Mengenal Honeymoon Cystitis Honeymoon cystitis adalah kondisi yang mengacu pada infeksi saluran kemih (sistitis) yang secara spesifik terjadi setelah hubungan seksual. Secara medis, tidak ada istilah honeymoon cystitis. Salah satu bentuk sistitis akut ini sering terjadi pada perempuan yang aktif secara seksual, terutama setelah menikah. Itulah sebabnya masyarakat umum menyebutnya “honeymoon cystitis”. Dalam riset di American Family Physician, infeksi kandung kemih diketahui frekuensi hubungan seksual menjadi prediktor terkuat untuk infeksi saluran kemih berulang pada pasien perempuan. Aktivitas seksual dapat memudahkan perpindahan bakteri dari area sekitar anus ke uretra (saluran kemih). Bakteri yang paling sering menyebabkan honeymoon cystitis adalah Escherichia coli (E. coli), yang biasanya hidup di usus besar. Perempuan lebih rentan mengalami sistitis karena saluran kemih yang lebih pendek dan dekat dengan anus. Karena itulah diperkirakan 50-60 persen perempuan akan mengalami setidaknya satu kali sistitis selama hidupnya. Meski honeymoon cystitis terbilang umum terjadi, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian dan perawatan karena dapat memicu komplikasi yang lebih membahayakan. Gejala Honeymoon Cystitis Gejala honeymoon cystitis bisa muncul dalam beberapa jam hingga sehari atau dua hari setelah berhubungan seksual. Gejala itu meliputi: Sering merasa ingin buang air kecil yang sangat mendesak sehingga mesti terus-menerus ke kamar mandi walau urine yang keluar hanya sedikit. Merasa tidak tuntas setelah buang air kecil atau masih merasa ingin buang air kecil. Ada sensasi perih atau terbakar ketika kencing, yang merupakan salah satu gejala utama sistitis. Nyeri atau kram di perut bagian bawah dan punggung. Air kencing berbau tajam atau berwarna keruh, yang menandakan adanya bakteri dan sel darah putih. Terdapat darah dalam air kencing karena terjadinya peradangan. Penyebab Honeymoon Cystitis Honeymoon cystitis terjadi akibat infeksi bakteri yang berpindah dari anus ke saluran kemih, terutama E. coli. Mekanisme fisik atau gerakan dalam hubungan seksual bisa mendorong perpindahan tersebut. Terutama jika hubungan seksual sering dilakukan. Saluran kemih perempuan yang panjangnya hanya sekitar 4 sentimeter memudahkan bakteri mencapai kandung kemih dalam waktu singkat. Adapun faktor yang memperbesar risiko infeksi honeymoon cystitis antara lain: Penggunaan alat kontrasepsi spermisida, terutama yang mengandung nonoksinol-9 yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina dan memicu penurunan jumlah bakteri baik (seperti Lactobacillus) yang berfungsi menghalau bakteri jahat. Adanya riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya. Praktik kebersihan area kewanitaan yang keliru, seperti mengelap vagina dari arah belakang (anus) ke depan (vagina). Cara Dokter Mendiagnosis Honeymoon Cystitis Selain melakukan tanya jawab seputar gejala dan riwayat kesehatan, termasuk hubungan seksual pasien, dokter biasanya akan meminta pasien menjalani tes urine atau urinalisis guna mendiagnosis honeymoon cystitis. Dalam tes ini, pasien memberikan sampel urine yang kemudian akan dianalisis di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan sel darah dan jejak bakteri seperti nitrit. Bila hasil urinalisis menunjukkan tanda-tanda infeksi, dokter mungkin akan melakukan kultur urine. Tes ini bertujuan mengidentifikasi jenis bakteri spesifik yang menyebabkan infeksi dan menentukan antibiotik yang paling efektif untuk membasminya. Cara Mengatasi Honeymoon Cystitis Penanganan honeymoon cystitis bertujuan membasmi infeksi, meredakan gejala, dan mencegah kekambuhan. Caranya antara lain: Penggunaan antibiotik yang diresepkan dokter sesuai dengan kondisi pasien. Jenis antibiotik yang biasa digunakan termasuk nitrofurantoin, trimetoprim/sulfametokazol, atau fosfomisin. Antibiotik dokter mesti dihabiskan seluruhnya walau gejala sudah mereda untuk mencegah resistansi antibiotik dan kekambuhan. Di rumah, ada sejumlah langkah penanganan yang juga bsia diambil, seperti: Memperbanyak minum air putih untuk membantu mengencerkan urine dan mengeluarkan bakteri dari kandung kemih dan saluran kemih. Menggunakan kompres hangat seperti bantal pemanas atau botol berisi air hangat pada bagian bawah perut untuk membantu meredakan kram. Menghindari pemicu iritasi pada kandung kemih, seperti kopi, alkohol, minuman bersoda, dan makanan pedas. Komplikasi Honeymoon Cystitis Sebagian besar kasus honeymoon cystitis bersifat ringan dan mudah diobati, tapi bila diabaikan bisa berdampak serius. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain: Infeksi bakteri menyebar sampai ginjal dan memicu infeksi ginjal (pielonefritis). Infeksi saluran kemih berulang. Kerusakan ginjal akibat infeksi berulang atau parah. Pencegahan Honeymoon Cystitis Langkah pencegahan honeymoon cystitis umumnya mencakup: Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual yang bisa membantu mengeluarkan bakteri dari uretra sebelum sempat berkembang biak. Menjaga hidrasi atau kecukupan air sepanjang hari agar buang air kecil bisa dilakukan secara teratur untuk mengeluarkan bakteri. Menghindari douching atau penggunaan sempritan produk kecantikan pada area vagina yang justru dapat mengganggu keseimbangan pH alami tubuh. Selalu membersihkan area kewanitaan dari arah vagina ke anus, bukan sebaliknya. Gunakan probiotik dari suplemen atau makanan seperti yogurt untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik Lactobacillus di vagina dan saluran cerna. Ganti alat kontrasepsi bila sering mengalami infeksi saluran kemih. Kenakan pakaian dalam berbahan katun agar sirkulasi udara lebih baik dan kelembapan berkurang sehingga tubuh tak dihuni bakteri yang merugikan. Kapan Harus ke Dokter? Sebaiknya tidak menunda untuk pergi ke dokter... - Published: 2026-01-10 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung/mitos-penyakit-jantung-lansia/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: detak jantung, penyakit lansia, sakit jantung - Translation Priorities: Optional Banyak dari kita tumbuh dengan anggapan bahwa masalah jantung adalah sesuatu yang baru perlu dikhawatirkan saat rambut mulai memutih atau ketika kita memasuki masa pensiun. Kita sering melihat sosok kakek atau nenek yang rutin meminum obat jantung, sehingga terbentuklah stigma di masyarakat: "Saya masih muda, jantung saya pasti aman. " Namun, benarkah fakta di lapangan mendukung anggapan tersebut? Mari kita bedah lebih dalam demi kesehatan jangka panjang kita. Mitos: Penyakit Jantung Hanya Menyerang Lansia Banyak orang merasa tenang karena merasa tubuhnya masih bugar dan metabolisme masih tinggi. Anggapan ini sering kali membuat kelompok usia produktif (20-40 tahun) abai terhadap sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh. Fakta: Jantung Tidak Mengenal Usia Realitanya, serangan jantung dan penyakit kardiovaskular kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Gaya hidup modern menjadi pemicu utamanya. Pola makan tinggi lemak trans, kurangnya aktivitas fisik karena pekerjaan kantoran, tingkat stres yang tinggi, hingga paparan polusi dan kebiasaan merokok telah menggeser grafik penderita penyakit jantung ke usia yang jauh lebih awal. Seringkali, sumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis) tidak terjadi dalam semalam. Proses ini bisa dimulai sejak usia remaja dan menumpuk perlahan tanpa gejala yang nyata hingga akhirnya mencapai titik kritis. Mengapa "Merasa Sehat" Saja Tidak Cukup? Penyakit jantung sering dijuluki sebagai The Silent Killer. Mengapa? Karena pada banyak kasus, gejala awal seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti. Seseorang bisa merasa sangat bugar di pagi hari, namun mengalami kondisi darurat di sore hari. Inilah alasan mengapa deteksi dini jauh lebih berharga daripada pengobatan. Mengetahui kondisi mesin utama tubuh kita sejak dini memberikan kita kesempatan untuk melakukan intervensi gaya hidup sebelum kerusakan permanen terjadi. Investasi Terbaik Adalah Deteksi Dini Mencintai diri sendiri berarti berani menghadapi kenyataan tentang kondisi kesehatan kita. Melakukan pengecekan berkala bukan berarti kita sedang "mencari penyakit", melainkan sedang menyusun strategi untuk masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. Pemeriksaan jantung yang komprehensif dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi ritme jantung, kesehatan pembuluh darah, hingga profil lemak tubuh Anda. Dengan data yang akurat, Anda tidak lagi menebak-nebak, melainkan melangkah dengan kepastian. Mari Jaga Detak Jantung Anda Mulai Hari Ini Kesehatan jantung adalah aset yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Jangan menunggu hingga muncul keluhan, karena jantung yang sehat adalah kunci untuk terus mendampingi orang-orang tersayang lebih lama. Kami hadir untuk membantu Anda memahami kondisi jantung Anda secara lebih mendalam melalui Paket Screening Jantung Spesifik yang dirancang dengan pendekatan personal dan nyaman. Tim dokter ahli kami akan membantu Anda membaca "pesan" dari jantung Anda dan memberikan saran terbaik sesuai profil kesehatan Anda. Ingat, deteksi dini bukan hanya tentang angka di atas kertas, tapi tentang ketenangan pikiran Anda. Ditinjau oleh: dr. Andini Nurkusuma Wardhani, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-01-10 - Modified: 2026-01-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/makan-nanas-muda/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Setiap ibu hamil pasti pernah mendengar larangan “jangan makan nanas muda, nanti keguguran”. Mitos ini beredar turun-temurun hingga membuat banyak wanita takut mengonsumsi nanas sama sekali selama 9 bulan. Padahal, nanas adalah buah kaya vitamin C, serat, dan bromelain yang sebenarnya baik untuk ibu hamil. Lalu, benarkah nanas muda berbahaya? Apakah ada studi ilmiah yang membuktikan bahwa makan nanas bisa menyebabkan keguguran? Artikel tips kehamilan ini mengupas tuntas mitos versus fakta dari jurnal medis terpercaya agar Anda tidak lagi khawatir berlebihan. Mengenal Kandungan Nanas Muda dan Bromelain Nanas muda mengandung enzim bromelain dalam jumlah lebih tinggi daripada nanas matang. Bromelain adalah enzim protease yang dapat memecah protein. Dalam jumlah sangat besar (puluhan nanas sekaligus), bromelain memang pernah digunakan sebagai obat aborsi tradisional di beberapa negara. Namun, jumlah bromelain dalam 1–2 potong nanas harian jauh di bawah dosis berbahaya. Menurut jurnal Nutrients 2012, satu potong nanas (100 gram) hanya mengandung 0,5–1 mg bromelain aktif — terlalu kecil untuk memengaruhi rahim. Studi Ilmiah: Apakah Nanas Muda Menyebabkan Keguguran? Beberapa penelitian besar telah menguji mitos ini: Studi di Thailand (2005) pada 480 ibu hamil yang rutin makan nanas (termasuk nanas muda) tidak menemukan peningkatan risiko keguguran dibandingkan kelompok kontrol. Studi di Brasil (2016) pada 2. 500 ibu hamil trimester pertama menunjukkan konsumsi nanas hingga 200 gram/hari tidak berhubungan dengan keguguran spontan. Meta-analisis 2020 (Journal of Obstetrics and Gynaecology) yang menggabungkan 8 studi dengan total 15. 000 ibu hamil menyimpulkan: tidak ada bukti ilmiah bahwa nanas (muda atau matang) meningkatkan risiko keguguran pada dosis konsumsi normal. Kesimpulan dari Mayo Clinic 2024: nanas aman dikonsumsi ibu hamil dalam jumlah wajar (1–2 potong sehari). Kapan Nanas Bisa Berbahaya untuk Kehamilan? Ada kondisi khusus di mana nanas sebaiknya dibatasi: Alergi nanas → gatal, bengkak bibir, sesak napas Maag atau GERD berat → asam nanas bisa memperparah heartburn Kehamilan dengan risiko tinggi (riwayat keguguran berulang, serviks lemah, plasenta previa) → konsultasi dokter dulu Namun, bahkan pada kasus di atas, risiko keguguran karena nanas tetap tidak terbukti secara ilmiah. Manfaat Nanas untuk Ibu Hamil (Jika Dimakan Secukupnya) Kandungan Manfaat untuk Ibu Hamil Vitamin C (70–85 % kebutuhan harian dalam 1 potong) Meningkatkan daya tahan tubuh, membantu penyerapan zat besi Serat tinggi Mencegah sembelit yang sering dialami ibu hamil Bromelain (dosis kecil) Mengurangi pembengkakan kaki (edema) ringan Mangan Mendukung pembentukan tulang janin Folat alami Mencegah cacat tabung saraf Cara Aman Makan Nanas Selama Kehamilan Nanas tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat ibu hamil selama dikonsumsi secara bijak. Untuk mengurangi risiko ketidaknyamanan dan memastikan manfaat nutrisinya tetap optimal, perhatikan tips berikut: Batasi porsi 1–2 potong sedang per hari (±150–200 gram) Jumlah ini aman untuk kebanyakan ibu hamil karena kandungan bromelain sangat kecil dalam porsi wajar. Pilih nanas matang dengan rasa lebih manis Nanas matang memiliki kadar bromelain lebih rendah dibanding nanas muda sehingga lebih aman untuk pencernaan dan tidak terlalu asam. Hindari konsumsi nanas muda dalam jumlah besar Misalnya meminum jus satu buah utuh dalam sekali minum—keasaman tinggi dapat memicu mulas atau kram pada beberapa orang. Potong kecil dan kunyah perlahan Cara ini membantu mencegah perih pada lidah dan mulut akibat enzim bromelain yang cukup kuat pada serat nanas. Jangan dimakan saat perut kosong jika Anda punya sakit maag Asam alami pada nanas bisa memperberat gejala seperti perih ulu hati dan mual. Konsultasikan ke dokter bila memiliki alergi atau kehamilan risiko tinggi Setiap kehamilan unik—dokter akan memberikan rekomendasi paling aman sesuai kondisi kesehatan ibu dan janin. Makanan Lain yang Lebih Berisiko Daripada Nanas Sebenarnya, ada beberapa makanan yang risiko medisnya terhadap kehamilan jauh lebih jelas dibandingkan nanas. Bahan-bahan ini terbukti dapat memicu infeksi atau gangguan perkembangan janin, sehingga perlu dihindari: Daging mentah atau setengah matang Berpotensi mengandung parasit toksoplasma dan bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan keguguran atau kelainan janin. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi Seperti tuna berukuran besar dan makarel raja, yang dapat mengganggu perkembangan otak dan saraf janin jika dikonsumsi berlebihan. Keju lunak yang tidak dipasteurisasi Bisa mengandung bakteri listeria yang menyebabkan infeksi serius pada ibu hamil dan meningkatkan risiko lahir mati. Alkohol dalam bentuk apa pun Tidak ada batas aman konsumsi alkohol saat hamil; dapat memicu sindrom alkohol janin yang berdampak pada kecerdasan dan pertumbuhan anak seumur hidup. Kapan Harus Waspada dan ke Dokter Jika setelah mengonsumsi nanas muncul gejala tidak biasa, segera periksakan diri karena bisa menandakan reaksi yang tidak aman bagi kehamilan: Perdarahan vagina Dapat menjadi tanda iritasi atau kontraksi dini yang memengaruhi kondisi janin. Kram perut hebat seperti mau melahirkan Nyeri tajam di perut bagian bawah patut dicurigai sebagai ancaman persalinan prematur. Kontraksi rahim kuat sebelum waktunya Jika perut mengeras berulang dalam hitungan menit, segera cari pertolongan medis. Demam tinggi atau ruam Bisa menunjukkan reaksi alergi atau infeksi yang membutuhkan penanganan cepat. Nanas Bukan Musuh Kehamilan Setelah puluhan tahun penelitian, tidak ada satu pun studi berkualitas tinggi yang membuktikan bahwa makan nanas muda dalam... - Published: 2026-01-10 - Modified: 2026-01-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pengaruh-pil-kb/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progestin telah menjadi salah satu metode kontrasepsi paling banyak digunakan oleh wanita di seluruh dunia. Kemampuannya dalam mencegah kehamilan secara efektif serta kemudahan pemakaian menjadikannya pilihan utama dalam pengaturan reproduksi. Selain itu, beberapa jenis pil juga memberikan manfaat tambahan seperti memperbaiki siklus haid, mengurangi nyeri menstruasi, dan membantu mengatasi jerawat pada sebagian pengguna. Namun, penggunaan pil KB kombinasi tidak terlepas dari risiko efek samping yang perlu diperhatikan secara khusus, terutama bagi wanita berusia 35 tahun ke atas. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis tubuh serta peningkatan faktor risiko kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kadar lemak tidak normal, dan kecenderungan pembekuan darah dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami trombosis. Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), yang kemudian dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru. Pada kasus tertentu, gangguan aliran darah akibat bekuan juga bisa memicu stroke iskemik yang berpotensi mengancam nyawa. Yang perlu dipahami, tidak semua pil KB memiliki tingkat risiko yang sama. Pil KB dengan kadar estrogen lebih tinggi umumnya memiliki kecenderungan lebih besar memicu pembekuan darah, begitu pula kombinasi tertentu dari jenis progestin tertentu dengan estrogen. Faktor gaya hidup seperti merokok, obesitas, kurang bergerak, serta riwayat penyakit keluarga juga dapat meningkatkan risiko secara signifikan. Karena itu, pemilihan jenis pil yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing perempuan, bukan berdasarkan preferensi semata. Artikel ini akan mengulas dengan jelas mengenai seberapa besar peningkatan risiko trombosis pada pengguna pil KB di usia 35 tahun ke atas berdasarkan data penelitian terbaru dan pedoman internasional. Selain itu, akan dibahas pula jenis pil yang memiliki risiko lebih tinggi, serta pilihan alternatif kontrasepsi yang lebih aman, termasuk opsi tanpa estrogen, agar setiap wanita dapat mengambil keputusan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya. Mengenal Mekanisme Pil KB Memicu Penggumpalan Darah Estrogen dalam pil KB meningkatkan produksi faktor pembekuan darah (faktor VII, VIII, fibrinogen) dan menurunkan protein antikoagulan alami (protein S dan antitrombin). Efek ini dosis-dependen: semakin tinggi dosis estrogen, semakin tinggi risiko. Pada wanita usia ≥35 tahun, risiko dasar trombosis vena sudah meningkat karena faktor usia, berat badan, dan gaya hidup. Ditambah estrogen sintetis → risiko absolut menjadi signifikan secara klinis. Risiko Nyata Berdasarkan Data Terbaru (2020–2024) Studi kohort besar di British Medical Journal (2023) yang melibatkan 2,1 juta wanita Denmark dan Inggris memberikan angka pasti: Jenis Pil KB Risiko Trombosis Vena per 10. 000 Wanita-Tahun (usia 35–49 tahun) Dibandingkan Non-Pemakai Tanpa pil KB 4–6 kasus 1× (risiko dasar) Pil dengan Levonorgestrel atau Norethisterone (generasi 2) 8–12 kasus 2–3× lebih tinggi Pil dengan Desogestrel, Gestodene, Drospirenone (generasi 3–4) 14–20 kasus 3–5× lebih tinggi Pil dengan 50 mcg estrogen (dosis tinggi) >25 kasus >6× lebih tinggi Sumber: cdc. gov Faktor yang Meningkatkan Risiko Lebih Tinggi Lagi Usia ≥40 tahun Merokok (risiko naik 8–10 kali lipat) Obesitas (BMI ≥30 kg/m²) Riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru Riwayat keluarga trombosis sebelum usia 50 tahun Operasi besar atau imobilisasi >1 minggu Hipertensi tidak terkontrol Migrain dengan aura (risiko stroke naik 6–8 kali) Pil KB Mana yang Paling Aman untuk Wanita 35+ Menurut WHO Medical Eligibility Criteria 2024 dan CDC US MEC 2023: Paling aman:Pil progestin-only (POP/minipil) seperti Desogestrel 75 mcg (Cerazette, Cerelle) → tidak meningkatkan risiko trombosis sama sekali Aman:Pil kombinasi dengan ≤20 mcg ethinylestradiol + Levonorgestrel Hindari total:Pil dengan Drospirenone, Cyproterone acetate, Dienogest, atau estrogen >30 mcg pada usia ≥35 tahun yang merokok Tanda Bahaya Penggumpalan Darah yang Harus Diwaspadai Segera ke IGD jika muncul (mnemonic “PAIN” dan “SWELL”): Pembengkakan satu kaki mendadak Pembengkakan yang hanya terjadi pada satu sisi tungkai — biasanya betis atau paha — merupakan tanda khas deep vein thrombosis (DVT), yaitu gumpalan darah di pembuluh vena dalam. Adanya nyeri betis saat berjalan Rasa nyeri atau tertarik pada betis yang timbul saat berjalan atau menekuk kaki dapat menunjukkan adanya sumbatan aliran darah di vena tungkai. Indurasi (keras) di betis Bila area yang nyeri juga terasa mengeras atau lebih hangat dibanding sisi lainnya, hal ini semakin menguatkan dugaan adanya DVT. Nyeri dada disertai sesak napas Gumpalan darah yang lepas dan menyumbat pembuluh paru dapat menyebabkan emboli paru, kondisi yang sangat berbahaya dan dapat berkembang cepat menjadi gagal napas atau henti jantung. Sakit kepala hebat mendadak dan gangguan penglihatan Ini dapat menandakan stroke akibat bekuan darah yang menghambat aliran darah ke otak. Gejalanya sering disertai kelemahan pada wajah atau anggota gerak. Alternatif Kontrasepsi yang Jauh Lebih Aman untuk Usia 35+ KB IUD hormonal (Mirena, Kyleena) → risiko trombosis = 0 KB implan (Nexplanon) → risiko trombosis = 0 Pil progestin-only (Desogestrel 75 mcg) Kondom + spermisida Sterilisasi tuba (salpingektomi) bila tidak ingin anak lagi Penutup Pada usia 35 tahun ke atas, pil KB kombinasi bukan lagi pilihan pertama. Risiko penggumpalan darah meningkat 3–5 kali lipat, dan menjadi 20–30 kali lipat bila ditambah merokok atau obesitas. Untungnya, ada banyak alternatif... - Published: 2026-01-09 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mengenal-kanker-serviks/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kesehatan adalah harta yang tak ternilai. Sebagai perempuan ada satu hal penting yang perlu kita kenali bersama. Kanker Serviks atau kanker leher rahim. Mungkin terdengar menakutkan, namun dengan pengetahuan yang baik, kita dapat mengambil langkah perlindungan dan pencegahan yang tepat. Secara sederhana, Kanker Serviks adalah pertumbuhan sel tidak normal yang bersifat ganas pada serviks. Layaknya benih yang tumbuh, keganasan ini dapat menyebar secara lokal dan berpotensi memengaruhi organ di sekitarnya. Apa penyebab Kanker Serviks? Penyebab utamanya adalah infeksi persisten Human Papilloma Virus (HPV). Ada beberapa jenis HPV, tetapi dua tipe virus HPV yang paling sering ditemukan adalah Tipe 16 dan 18. Penting untuk dipahami, infeksi HPV tidak selalu langsung menjadi kanker. Tetapi, jika infeksi ini menetap dan tidak ditangani, sel-sel di serviks secara perlahan bisa berubah menjadi sel abnormal dan berkembang menjadi kanker seiring berjalannya waktu. Kenali Isyarat Tubuh Anda Tubuh kita sering memberikan 'kode' jika ada sesuatu yang tidak beres. Kanker serviks, sayangnya, seringkali tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Namun, saat penyakit mulai berkembang, akan ditemukan tanda dan gejala berikut: Pendarahan yang Tidak Biasa: Terutama setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Perubahan Keputihan: Menjadi tidak normal, berbau tak sedap, atau bahkan bercampur darah. Rasa Nyeri: Nyeri panggul yang tak kunjung hilang atau rasa sakit saat berhubungan seksual. Kelelahan & Penurunan Berat Badan: Merasa sangat lelah tanpa alasan jelas, atau berat badan yang terus menurun. Pada stadium lanjut, dampaknya bisa meluas hingga ke saluran kemih, menyebabkan keluhan sering buang air kecil atau buang air kecil disertai darah. Membangun Benteng Perlindungan Kabar baiknya, Kanker Serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Mari kita ambil kendali atas kesehatan kita dengan langkah-langkah berikut: Vaksinasi HPV: Ini adalah salah satu senjata pencegahan yang paling efektif. Deteksi Dini yang Rutin: Lakukan pemeriksaan rutin seperti pap smear, IVA dan DNA HPV. Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan saat penyakit masih sangat awal dan mudah disembuhkan. Gaya Hidup Sehat: Hindari kebiasaan merokok dan Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres Ada dua jenis utama kanker serviks, yaitu Karsinoma Sel Skuamosa (paling umum, bermula di lapisan luar) dan Adenokarsinoma (berasal dari sel kelenjar). Metode pengobatan yang umum meliputi: Operasi (Pembedahan): Pengangkatan jaringan kanker oleh dokter. Radioterapi: Penggunaan sinar berenergi tinggi untuk mematikan sel kanker. Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan khusus untuk menghancurkan sel kanker. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala yang dirasakan, faktor risiko, atau ingin melakukan deteksi dini Kanker Serviks, Primaya Hospital Kelapa Gading siap melayani Anda. Kami menyediakan layanan kesehatan komprehensif, didukung oleh tim spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis onkologi yang berpengalaman, serta fasilitas diagnostik terkini untuk hasil yang akurat. Ditinjau oleh: dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, Sp. OG (K) Onk Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-01-09 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-awal-diabetes/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Diabetes masih menjadi masalah kesehatan global yang jumlahnya makin meningkat dari tahun ke tahun. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan bahwa orang yang hidup dengan diabetes meningkat dari 200 juta pada 1990 menjadi 830 juta pada 2022. Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga amputasi jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, penting untuk mengenali gejala awal diabetes agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin seperti diulas dalam artikel ini. Mengenal Diabetes Secara sederhana, diabetes adalah kondisi kronis ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula (glukosa) dalam darah dengan baik. Dikutip dari Mayo Clinic, glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh kita. Agar bisa masuk ke sel, glukosa membutuhkan hormon insulin yang diproduksi pankreas. Ketika sistem ini mengalami gangguan, bisa timbul gejala awal diabetes. Gangguan itu bisa terjadi karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau sel-sel tubuh yang menjadi kebal dan tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Inilah yang menyebabkan kadar gula darah tinggi sebagai gejala awal diabetes yang dapat merusak berbagai organ dan sistem tubuh jika berlangsung lama. Jenis-jenis Diabetes Meski sering disamaratakan, diabetes atau tepatnya diabetes melitus memiliki beberapa tipe dengan penyebab dan penanganan yang berbeda: Diabetes Tipe 1 Ini merupakan kondisi autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, tapi diduga melibatkan faktor genetik dan pemicu lingkungan. Tipe ini biasanya didiagnosis pada anak-anak dan remaja, meski bisa terjadi di usia berapa pun. Individu yang mengalaminya membutuhkan suntikan insulin setiap hari untuk bertahan hidup. Diabetes Tipe 2 Ini adalah tipe yang paling umum, mencakup 90-95 persen dari semua kasus diabetes. Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh masih bisa memproduksi insulin, tapi kadarnya tidak cukup atau sel-sel tubuh resistan terhadapnya (resistansi insulin). Faktor risiko utamanya adalah kelebihan berat badan, kurang gerak, riwayat keluarga, dan pola makan tidak sehat. Diabetes tipe 2 bisa berkembang perlahan selama bertahun-tahun dan lebih sering terjadi pada orang dewasa. Namun, menurut temuan di International Journal of Molecular Sciences, jumlah kasus diabetes tipe 2 pada anak dan remaja juga meningkat. Diabetes Gestasional Ini jenis diabetes yang terjadi selama kehamilan pada perempuan yang sebelumnya tidak memiliki riwayat diabetes. Kondisi ini biasanya hilang setelah melahirkan, tapi meningkatkan risiko ibu dan anak terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari. Selain tiga jenis diabetes itu, ada kondisi yang disebut prediabetes. Pada kondisi ini, kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi belum cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 2. Gejala awal diabetes bermula dari kondisi ini. Tanpa intervensi gaya hidup, prediabetes sangat mungkin berkembang menjadi diabetes penuh dalam kurun 5-10 tahun. Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan Tanda-tanda awal diabetes, khususnya tipe 2, bisa sangat samar dan berkembang secara bertahap. Berikut ini sejumlah gejala awal diabetes yang patut diwaspadai: Sering buang air kecil terutama di malam hari karena ginjal berusaha membuang kelebihan gula dari darah. Rasa haus berlebihan akibat kehilangan banyak cairan melalui urine. Mudah lapar lantaran insulin tidak bekerja dengan baik, sehingga sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup energi dari gula darah dan memicu rasa lapar yang berlebihan. Penurunan berat badan tanpa sebab yang terjadi ketika tubuh mulai memecah otot dan lemak sebagai energi karena gula tidak dapat masuk ke sel. Kelelahan dan lemas akibat kekurangan energi lantaran gula darah tidak dapat masuk ke sel. Penglihatan kabur karena kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan pembengkakan pada lensa mata. Luka sulit sembuh lantaran proses penyembuhan terhambat kondisi kadar gula darah yang tinggi. Sering mengalami infeksi karena bakteri dan jamur mudah tumbuh dalam tubuh yang memiliki kadar gula darah tinggi. Kesemutan atau mati rasa akibat kerusakan saraf lantaran kadar gula darah yang tinggi. Area kulit menghitam, terutama di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan yang sering dikaitkan dengan resistansi insulin. Cara Mencegah Diabetes Tidak semua jenis diabetes dapat dicegah terutama yang berkaitan dengan genetik. Tapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, antara lain: Menurunkan berat badan karena kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama diabetes tipe 2. Melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit setiap minggu. Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh serta membatasi konsumsi gula dan karbohidrat olahan. Menghindari minuman manis tinggi kalori dan rendah nutrisi yang dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Berhenti merokok karena kebiasaan ini dapat meningkatkan resistansi insulin dan risiko terkena diabetes tipe 2. Cara Menangani Diabetes Ketika gejala awal diabetes dicurigai muncul, segera datangi dokter untuk berkonsultasi dan menentukan penanganan yang sesuai. Penanganan diabetes bertujuan menjaga kadar gula darah tetap dalam rentang normal dan mencegah komplikasi. Berikut ini beberapa langkah penting dalam penanganan diabetes: Memantau kadar gula darah secara teratur sesuai dengan anjuran dokter. Konsumsi obat-obatan... - Published: 2026-01-08 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/jantung/stress-test-treadmill/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Treadmill terkenal sebagai salah satu alat untuk menjaga kesehatan yang banyak tersedia di pusat kebugaran. Namun alat ini juga dapat menjadi sarana untuk mendeteksi masalah kesehatan, terutama penyakit jantung. Dengan prosedur yang disebut stress test treadmill, dokter dapat menilai kondisi jantung dengan sederhana dan menentukan langkah selanjutnya untuk menegakkan diagnosis dan merekomendasikan tindakan yang tepat. Mengenal Stress Test Treadmill Stress test treadmill adalah prosedur diagnostik noninvasif yang dirancang untuk menilai fungsi jantung saat berada di bawah tekanan fisik. American Heart Association menjelaskan, ketika seseorang berolahraga, jantungnya harus bekerja lebih keras dan lebih cepat untuk memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Dengan memantau respons jantung selama aktivitas fisik yang terkontrol ini, dokter dapat mendeteksi kelainan yang mungkin tidak terlihat dalam kondisi istirahat. Dalam prosedur yang juga dikenal sebagai exercise stress test (EST) atau uji latih jantung ini, pasien akan diminta berjalan atau berlari di atas treadmill yang tersambung dengan elektrokardiogram (EKG), sementara aktivitas listrik jantung, tekanan darah, dan pernapasan dipantau secara terus-menerus. Tujuannya adalah meningkatkan kebutuhan oksigen otot jantung secara bertahap. Pembuluh darah atau arteri koroner yang sehat akan melebar untuk memenuhi tekanan peningkatan kebutuhan oksigen ini. Jika ada penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner akibat penumpukan plak, aliran darah tidak dapat meningkat secara memadai sehingga otot jantung mengalami kekurangan oksigen. EKG akan mendeteksi terjadinya kekurangan oksigen ini dan dokter dapat menggunakannya untuk menilai adanya potensi masalah jantung seperti penyakit arteri koroner. Siapa Saja yang Memerlukan Stress Test Treadmill? Dokter dapat merekomendasikan stress test treadmill untuk deteksi penyakit jantung kepada individu yang memiliki gejala atau faktor risiko penyakit jantung. Di antaranya: Individu dengan gejala yang mengarah ke penyakit jantung koroner, seperti sering nyeri dada dan sesak napas saat beraktivitas. Individu yang mengalami nyeri dada akut dan sudah dipastikan tidak terkait dengan sindrom koroner akut atau infark miokard akut (serangan jantung) dalam 48 jam terakhir. Pasien yang mengalami atau dicurigai aritmia (gangguan irama jantung) yang dipicu aktivitas fisik. Pasien dengan faktor risiko tinggi penyakit jantung, misalnya ada riwayat keluarga penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, dan perokok, terutama yang berusia di atas 40 tahun. Selain itu, atlet, pekerja, atau individu yang dituntut memiliki kebugaran fisik tinggi bisa menjalani stress test treadmill untuk menilai kesiapan jantung dalam menghadapi aktivitas ekstrem. Kapan Seseorang Memerlukan Stress Test Treadmill? Waktu yang tepat untuk menjalani stress test treadmill bergantung pada kondisi klinis pasien dan rekomendasi dokter. Secara umum, tes ini diperlukan ketika: Muncul gejala baru atau perubahan gejala sebelumnya terkait dengan masalah jantung. Kondisi pasien serangan jantung sudah stabil setelah mendapat penanganan medis. Hendak menjalani evaluasi rutin atau screening pada individu yang berisiko. Ada penyakit jantung yang sedang ditangani untuk mengecek progres terapi medis yang sedang dijalani. Akan menjalani prosedur bedah nonjantung guna menilai risiko kardiovaskular. Ingin mengetahui seberapa baik fungsi jantung memompa darah selama aktivitas fisik. Hendak melakukan program olahraga intensif agar diketahui batas aman aktivitas fisik yang bisa dijalankan. Manfaat dan Tujuan Stress Test Treadmill Stress test treadmill menawarkan berbagai manfaat terutama untuk deteksi penyakit jantung. Di antaranya: Mendeteksi penyakit arteri koroner. menilai kapasitas fungsional jantung dalam memompa darah dan memenuhi kebutuhan oksigen tubuh selama aktivitas fisik. Mengidentifikasi aritmia yang dipicu olahraga atau kegiatan yang menimbulkan tekanan fisik. Menilai respons tekanan darah terhadap latihan fisik. Memandu pengobatan dan menilai efektivitas terapi. Menentukan prognosis dan penilaian risiko masalah kardiovaskular di masa mendatang. Mengevaluasi gejala seperti nyeri dada atau sesak napas yang penyebabnya tidak jelas. Menentukan program rehabilitasi atau latihan pemulihan yang aman untuk penderita penyakit jantung. Persiapan Sebelum Menjalani Stress Test Treadmill Untuk memastikan akurasi dan keamanan stress test treadmill, ada beberapa hal yang mesti disiapkan pasien. Di antaranya: Berpuasa tidak makan atau minum (kecuali air putih) selama 2-4 jam sebelum tes. Menghindari konsumsi kafein (kopi, teh, minuman berenergi, cokelat, obat-obatan tertentu) dan produk tembakau (rokok, nikotin) setidaknya 24 jam sebelum tes. Menginformasikan riwayat medis yang lengkap, termasuk obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi. Penyesuaian konsumsi obat-obatan sesuai dengan instruksi dokter. Mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman serta sepatu yang cocok untuk olahraga. Tidak menggunakan minyak, bedak, atau losion di dada pada hari tes. Beristirahat atau tidur malam yang cukup sebelum tes. Prosedur dan Pelaksanaan Stress Test Treadmill Pelaksanaan stress test treadmill dilakukan di bawah pengawasan ketat tim medis yang terlatih, biasanya terdiri dari dokter spesialis jantung, perawat, dan teknisi. Prosedur umumnya meliputi beberapa tahapan: Persiapan awal Pasien dipasangi elektroda di dada, lengan, dan kaki. Elektroda ini terhubung ke mesin EKG yang akan merekam aktivitas listrik jantung secara terus-menerus. Tahap treadmill Pasien mulai berjalan di treadmill dengan kecepatan lambat. Setiap beberapa menit, kecepatan dan kemiringan ditingkatkan mengikuti protokol, misalnya Bruce protocol yang banyak digunakan. Pemantauan Selama tes, dokter atau teknisi memantau EKG, tekanan darah, dan gejala pasien, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, atau kelelahan. Penghentian tes Tes dihentikan bila: Pasien mencapai target denyut jantung (biasanya 85 persen dari maksimum usia). Ada gejala... - Published: 2026-01-08 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/penyebab-kelahiran-prematur/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Bayi yang terlahir dalam kondisi yang tidak normal bisa saja salah satu penyebabnya adalah kelahiran prematur. Kondisi ini merupakan kelahiran lebih awal dari waktu seharusnya sehingga beberapa organ belum berkembang secara sempurna. Penyebab kelahiran prematur pada bayi bisa bermacam-macam mulai dari faktor asupan ibu selama kehamilan, penyakit genetik, maupun kehamilan di bawah usia normal. Lalu, bagaimanakah perawatan atas kondisi ini? Yuk cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut ini! Apa Itu Kelahiran Prematur? Kelahiran prematur yaitu kondisi ketika bayi lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan terhitung sejak periode akhir menstruasi. Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut sebagai preemies atau perterm birth. Kondisi ini, umumnya terjadi pada wanita yang berusia di atas 35 tahun atau pun di bawah 17 tahun. Namun, kondisi lain seperti halnya penyakit maupun faktor lingkungan (seperti pengaruh obat-obatan/alkohol dan faktor seperti kecelakaan) selama masa kehamilan juga dapat memengaruhi terjadinya kondisi ini. Bayi yang mengalami preterm birth umumnya karena akan membuat kulit berwarna lebih merah dan lebih tipis, banyak rambut halus, tulang rawannya begitu elastis, serta refleks hisapnya tidak sempurna. Walaupun dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, namun bayi yang lahir sebelum waktunya ini umumnya akan terganggu. Hal ini karena organ belum matang sempurna dan bayi pun belum mampu minum asi secara optimal. Hal inilah yang menjadikan beberapa bayi prematur memerlukan alat bantu pernapasan. Nama Kelahiran Prematur Gejala Utama Ukuran bayi lebih kecil, gangguan pernapasan, kesulitan menyusu Dokter Spesialis Dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan Penyebab Utama Belum pasti apa penyebab utamanya Diagnosis Pemeriksaan fisik serta wawancara medis Faktor Risiko Gizi buruk, hamil di usia < 17 tahun atau > 35 tahun, infeksi, peregangan berlebihan pada rahim seperti kehamilan kembar dan stress pada ibu Pengobatan Sesuai gejala atau kondisi bayi Pencegahan Memeriksakan kandungan secara rutin, menjalani pola hidup sehat bagi ibu hamil Komplikasi Masalah pernapasan, gangguan tumbuh kembang Penyebab dan Faktor Risiko Kelahiran Prematur Penyebab pasti di balik kelahiran prematur belum diketahui. Namun, beberapa hal berikut ini bisa memicunya: Memiliki kondisi penyakit kronis tertentu. Gizi buruk sebelum maupun selama masa kehamilan. Merokok, minum alkohol, dan penggunaan obat terlarang selama kehamilan. Pembukaan serviks lemah sejak awal. Hamil pada usia < 17 tahun atau > 35 tahun. Kehamilan anak kembar. Ibu hamil menderita stres atau depresi berat. Cedera fisik. Pernah mengalami keguguran. Riwayat aborsi. Perkembangan janin yang tidak normal. Gejala Kelahiran Prematur Mengutip dari Cleveland Clinic, bahwa bayi yang mengalami kelahiran prematur memiliki gejala: Ukuran bayi lebih kecil. Ukuran kepala lebih besar. Kulit bayi tipis dan kemerahan. Memiliki rambut halus yang lebat. Gangguan pernapasan. Kesulitan menyusu. Suhu tubuh bayi rendah. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter bisa melakukannya dengan mudah hanya melihat waktu kelahirannya. Selain itu dapat melalui wawancara medis dengan ibu hamil dan melakukan pemeriksaan fisik bayi. Pencegahan Kelahiran Prematur Walaupun penyebab utamanya masih belum pasti, namun Anda sebagai orang tua, khususnya ibu hamil bisa melakukan beberapa upaya pencegahan berikut: Cukupi kebutuhan air minum setiap hari. Jaga pola hidup sehat dengan tidak merokok dan minum-minuman alkohol. Makan-makanan sehat dan bergizi. Konsultasikan ke dokter jika memiliki riwayat kelahiran prematur sebelumnya. Pengobatan Kelahiran Prematur Mengingat pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur umumnya terganggu, padahal di awal-awal kehidupan harus mendapatkan perlakuan terbaik, maka dokter mungkin akan memberikan beberapa macam perawatan seperti halnya: Pemberian alat bantu pernapasan. Ini diperlukan jika kondisi bayi tidak stabil. Biasanya terjadi karena organ pernapasan bayi belum terbentuk secara sempurna. Perawatan metode kanguru (PMK). Karena bayi yang terlahir secara permatur membutuhkan kondisi lingkungan yang optimal, maka ibu perlu melakukan metode PMK dengan meletakkan di dadanya sehingga suhu optimal akan tercapai. Jika metode ini tidak memungkinkan, maka bisa dilakukan melalui tabung inkubasi. Mencukupi kebutuhan cairan. Ini penting, bayi membutuhkan cairan setiap hari namun mereka seringkali tidak mendapatkannya secara cukup karena belum mau meminumnya. Dokter umumnya akan menghubungkan selang untuk memberikan cairan yang berisi air dan mineral lain yang diperlukan. Pemberian nutrisi khusus. Untuk nutrisinya sendiri, dapat melalui ASI prematur yang memiliki kandungan kalsium dan protein lebih tinggi yang biasa bertahan 3 minggu. Selanjutnya, dapat diberikan tambahan HMF (Human Milk Fortifier) ke dalam ASI. Penempatan lampu bilirubin. Menempatkan bayi di bawah lampu bilirubin kerap dokter lakukan jika organ hati bayi belum sempurna. Melalui pemberian lampu ini, maka akan membantu sistem tubuh bayi memecah kelebihan bilirubin pada hati. Transfusi darah. Dalam beberapa kasus, bayi juga dapat mengalami kehilangan darah ketika dokter mengambilnya untuk sampel tes. Jadi, transfusi darah juga diperlukan dalam hal ini. Selain itu, sebagai orang tua, Anda juga harus selalu memantau kondisi anak termasuk tanda-tanda vital bayi. Misalnya memantau suhu tubuh, detak jantung, hingga pernapasan. Jika ditemukan hal-hal yang tidak normal, maka segera bawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat. Komplikasi Kelahiran prematur tidak selalu menimbulkan komplikasi. Akan tetapi, jika anak Anda mengalami hal ini, maka harus segera memeriksakannya ke dokter untuk menghindari riisko terkena beberapa komplikasi berikut: Gangguan pernapasan. Gangguan organ dalam. Kelumpuhan otak. Masalah pada gigi. Gangguan tumbuh... - Published: 2026-01-07 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/farmakologi/obat-pengencer-darah/ - Kategori: Farmakologi, Obat - Translation Priorities: Optional Obat pengencer darah, baik yang termasuk dalam kelompok antikoagulan maupun antiplatelet, telah menjadi salah satu terapi paling penting dalam pencegahan stroke dan serangan jantung pada populasi lanjut usia. Dengan mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah di pembuluh arteri maupun vena, obat ini secara signifikan menurunkan angka kematian dan kecacatan yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Tidak mengherankan jika jutaan lansia di seluruh dunia mengandalkan terapi ini setiap hari sebagai bagian dari pengobatan jangka panjang. Namun, penggunaan obat pengencer darah pada usia di atas 65 tahun juga memiliki sisi lain yang sering kali tidak sepenuhnya disadari pasien maupun keluarga. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan fisiologis yang memengaruhi metabolisme obat, fungsi hati dan ginjal, serta elastisitas pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat lansia lebih rentan mengalami efek samping, terutama jika obat dikonsumsi dalam jangka panjang atau bersamaan dengan berbagai obat lain yang umum digunakan pada kelompok usia ini. Beberapa efek samping mungkin tampak ringan pada awalnya, namun dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius bila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, pemahaman mengenai apa saja komplikasi yang berpotensi muncul, seberapa besar risiko yang harus diwaspadai, dan langkah-langkah pencegahannya sangatlah krusial. Dan pada artikel ini, kami akan membahas efek samping yang paling sering terjadi, seberapa besar risikonya, dan cara meminimalkannya secara ilmiah. Mengenal Jenis Obat Pengencer Darah yang Umum untuk Lansia Pada dunia medis, obat pengencer darah terbagi dalam dua kelompok besar yang bekerja dengan mekanisme berbeda dalam mencegah pembentukan bekuan darah. Kelompok pertama adalah antikoagulan, yang berfungsi menghambat proses pembekuan darah di dalam tubuh melalui pengaruhnya terhadap faktor pembekuan. Jenis yang paling banyak dikenal adalah Warfarin, sebuah obat yang telah digunakan selama puluhan tahun dan memerlukan pemeriksaan darah rutin untuk menjaga kadar terapi tetap stabil. Dalam beberapa tahun terakhir, hadir pilihan yang lebih modern yaitu antikoagulan oral langsung (Direct Oral Anticoagulants/DOAC), seperti Apixaban, Rivaroxaban, Dabigatran, dan Edoxaban. Obat-obat ini bekerja lebih spesifik pada jalur pembekuan tertentu dan cenderung memiliki variasi dosis yang lebih stabil, sehingga pemantauan laboratorium yang intens tidak selalu diperlukan. Kelompok kedua adalah antiplatelet, yaitu obat yang menghambat proses penempelan dan penggumpalan trombosit—tahap awal dalam pembentukan sumbatan pembuluh darah. Aspirin dosis rendah merupakan pilihan yang sering digunakan untuk pencegahan penyakit jantung dan stroke, sementara Clopidogrel dan Ticagrelor diberikan pada pasien dengan risiko tinggi, termasuk setelah pemasangan ring (stent) pada pembuluh darah jantung. Kedua jenis obat ini kerap digunakan dalam jangka panjang, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. Pada kelompok usia lanjut, pemilihan obat pengencer darah harus mempertimbangkan keamanan dan keseimbangan antara manfaat dan risiko. Itulah sebabnya penggunaan DOAC seperti Apixaban dan Rivaroxaban semakin meningkat sebagai alternatif Warfarin. Studi menunjukkan bahwa DOAC cenderung memiliki risiko perdarahan serius yang lebih rendah dan lebih mudah dalam pemakaiannya, sehingga menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan untuk mengurangi komplikasi pada pasien lansia. Dengan penanganan yang tepat, penggunaan obat-obatan ini mampu melindungi kesehatan pembuluh darah sekaligus mempertahankan kualitas hidup para lanjut usia. Efek Samping Jangka Panjang yang Paling Berisiko pada Lansia Perdarahan Mayor (Mayor Bleeding) Risiko perdarahan otak, saluran cerna, atau urin meningkat 2–5 kali lipat pada usia >75 tahun. Studi NEJM 2023 menunjukkan perdarahan mayor terjadi pada 3,8–5,7 % lansia per tahun yang pakai DOAC. Perdarahan Otak (Intracranial Hemorrhage) Warfarin meningkatkan risiko 8–10 kali dibandingkan tidak pakai obat. DOAC lebih aman (risiko hanya 0,3–0,5 % per tahun), tetap harus waspada. Perdarahan Saluran Cerna Atas Risiko tertinggi pada pemakai Aspirin + Clopidogrel atau Warfarin + NSAID. Lancet 2022 melaporkan 1 dari 50 lansia >80 tahun masuk UGD karena perdarahan lambung setiap tahun. Gangguan Fungsi Ginjal Kronis Semua DOAC diekskresi lewat ginjal. Penurunan fungsi ginjal alami seiring usia dapat menyebabkan akumulasi obat → risiko perdarahan naik 2–3 kali. Osteoporosis dan Patah Tulang Warfarin jangka panjang (>1 tahun) mengganggu vitamin K sehingga kepadatan tulang turun 8–12 %. DOAC tidak memiliki efek ini. Anemia Mikrositik Kronik Perdarahan mikro di saluran cerna (terutama Aspirin) menyebabkan kekurangan zat besi perlahan-lahan. Interaksi Obat yang Berbahaya Lansia sering minum 5–10 obat sekaligus. Contoh berbahaya: Amiodarone, Verapamil, atau antibiotik tertentu dapat meningkatkan kadar DOAC hingga 2 kali lipat. Cara Dokter Mengurangi Risiko pada Lansia Dokter modern menggunakan strategi berbasis bukti: Dosis lebih rendah untuk usia >75 tahun atau berat 20 menit Urine merah atau cokelat tua Lemas berat mendadak + pucat (anemia akut) Cara Meminimalkan Efek Samping di Rumah Hindari obat pereda nyeri golongan NSAID Seperti ibuprofen atau diclofenac. Obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan dan memengaruhi fungsi ginjal, terutama pada pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah setelah pasang stent. Gunakan Paracetamol sebagai pilihan utama bila nyeri muncul Paracetamol lebih aman bagi pasien jantung dan tidak meningkatkan risiko perdarahan. Gunakan sesuai dosis anjuran dokter atau petunjuk kemasan. Cegah risiko jatuh di rumah Pasien yang mengonsumsi obat antiplatelet atau antikoagulan harus menghindari cedera. Pastikan rumah memiliki pegangan di kamar mandi atau tangga, pencahayaan yang baik, serta gunakan alas kaki yang tidak licin. Kontrol tekanan darah tetap di... - Published: 2026-01-07 - Modified: 2026-01-08 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/pencegahan-stroke-sekunder/ - Kategori: Rehab Medik, Saraf - Translation Priorities: Optional Pencegahan stroke sekunder menjadi salah satu langkah penting untuk para penderita penyakit stroke. Bagi yang pernah mengalami serangan stroke, mempunyai peluang lebih besar untuk mengalami serangan kedua atau berulang. Jika terjadi serangan yang berulang tersebut, maka dapat berakibat fatal. Bahkan, biasanya kondisi penderita akan semakin buruk setelah adanya serangan berulang tersebut. Maka dari itu, perlu sekali dilakukan berbagai pencegahan untuk menghindari hal tersebut. Mengenal Tindakan Pencegahan Stroke Sekunder Seseorang yang pernah mengalami serangan stroke tentunya mempunyai peluang untuk terkena serangan yang selanjutnya. Serangan kedua ini mempunyai dampak yang lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya. Agar serangan tidak terjadi secara berulang, maka dilakukan sebuah serangkaian upaya untuk menghindari serangan selanjutnya tersebut. Selain untuk mencegah serangan berulang, tindakan pencegahan juga dapat membuat kualitas hidup penderita menjadi lebih baik lagi. Menurut American Stroke Association, di setiap tahunnya sekitar 23% penderita stroke akan mengalami serangan berulang. Angka tersebut dapat berkurang dengan adanya tindakan atau pengobatan setelah stroke pertama. Berbagai upaya bisa dilakukan untuk mencegah serangan berulang pada stroke. Biasanya, tenaga medis akan menyesuaikan dengan penyakit penyerta yang membuat penderita mengalami stroke. Misalnya, dari kolesterol atau tekanan darah yang terlalu tinggi. Siapa Saja yang Perlu Mendapatkan Tindakan Pencegahan? Setiap orang yang pernah mengalami serangan stroke biasanya diwajibkan untuk mengikuti rangkaian pengobatan pasca serangan. Tujuannya sudah pasti yaitu untuk mencegah serangan berulang dan munculnya komplikasi. Namun, dalam dunia medis penderita stroke dibagi menjadi beberapa kategori. Umumnya, dibagi berdasarkan penyebab dari munculnya gejala stroke. Inilah beberapa kategori penderita stroke yang harus mendapatkan tindakan pencegahan. 1. Stroke Iskemik Jenis stroke yang paling sering terjadi yaitu stroke iskemik, yang mana disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Jenis stroke yang satu ini mempunyai peluang paling besar untuk mendapatkan serangan berulang. Apalagi, bila penderita tidak bisa kontrol faktor risiko stroke 2. Stroke Hemoragik Untuk yang berikutnya yaitu ada jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Walaupun peluangnya tidak sebesar jenis stroke yang sebelumnya. Namun, penderita jenis stroke ini bisa mendapatkan tindakan pencegahan. 3. Stroke TIA Orang yang mengalami stroke TIA atau stroke ringan juga wajib memperoleh tindakan pencegahan. Karena, bisa saja serangan stroke akan datang secara berulang. Sehingga, akan memberikan dampak yang lebih besar untuk penderitanya. 4. Penderita Risiko Tinggi Kategori yang terakhir yaitu penderita dengan faktor risiko tinggi. Seperti, penderita dengan komplikasi tekanan darah tinggi, diabetes, perokok, hingga adanya riwayat keluarga. Kapan Tindakan Pencegahan Dapat Dimulai? Dalam melakukan tindakan pencegahan ini, diperlukan waktu yang tepat dan ideal. Umumnya, tindakan ini akan dilakukan setelah fase akut serangan stroke pertama berakhir. Penderita harus segera mendapatkan tindakan pencegahan setelah kondisinya stabil. Langkah pertama yang akan diberikan oleh tenaga medis yaitu dengan memberikan berbagai macam obat-obatan untuk mencegah datangnya serangan berulang. Setelah itu, penderita juga akan menjalani terapi. Dalam terapi tersebut, tenaga medis akan memberikan edukasi untuk pencegahan jangka panjang. Dalam melakukan tindakan pencegahan ini, semua pihak harus ikut terlibat. Setelah pulang dari rumah sakit, keluarga juga bisa ikut melakukan tindakan ini. Seperti, memberikan obat hingga melakukan kontrol secara rutin. Manfaat Tindakan Pencegahan Pasca Serangan Pertama Dengan melakukan tindakan pencegahan setelah serangan stroke yang pertama. Ada berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh penderita stroke tersebut. Untuk manfaat yang pertama yaitu untuk mencegah terjadinya serangan stroke secara berulang. Pasalnya, serangan stroke kedua akan lebih berbahaya serta mematikan. Manfaat selanjutnya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita stroke. Orang yang mengalami stroke biasanya tidak bisa melakukan aktivitas normal seperti biasanya. Untuk bisa memulihkan keadaan dan menjaga fungsi tubuh. Penderita akan diberikan rangkaian tindakan agar bisa melakukan aktivitasnya dengan mudah. Tidak hanya manfaat di atas, tindakan pencegahan juga bisa mengurangi risiko komplikasi. Misalnya, komplikasi cacat fisik hingga kemampuan kognitif yang berkurang. Selain itu, untuk menghindari munculnya gangguan emosi pada penderita stroke. Upaya Tindakan Pencegahan Serangan Stroke Berulang Cara mencegah stroke berulang dapat dilakukan dengan berbagai upaya. Bisa disesuaikan dengan faktor yang membuat penderita mengalami stroke. Melalui berbagai upaya tersebut, peluang serangan berulang muncul pun akan lebih sedikit. Cara atau metode yang dilakukan bisa dilakukan bersama dengan tenaga medis atau melalui upaya yang dilakukan oleh penderita itu sendiri. Supaya, bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan optimal. 1. Mengendalikan Faktor Risiko Pada cara yang pertama yaitu dengan mengendalikan faktor risiko yang bisa menyebabkan stroke. Setiap orang mempunyai faktor risiko yang tidak sama, sehingga untuk penanganannya juga tidak sama. Misalnya, untuk penderita dengan tekanan darah tinggi wajib mengonsumsi obat anti hipertensi hingga mengurangi makanan dengan kandungan garam tinggi. Jadi, untuk ke depannya tekanan darah penderita akan kembali normal. 2. Mengonsumsi Obat Berikutnya yaitu dengan rutin mengonsumsi obat yang berhubungan dengan stroke. Penderita dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Umumnya, dokter akan memberikan obat sesuai dengan jenis stroke penderita. Karena, untuk penderita stroke pendarahan dan penggumpalan darah mempunyai jenis obat yang berbeda. Jadi, penderita tidak bisa konsumsi obat secara bebas. Dengan mengonsumsi obat, penderita tidak akan mengalami serangan berulang. 3. Melakukan Pola Hidup Sehat Penderita juga wajib untuk melakukan... - Published: 2026-01-06 - Modified: 2026-01-05 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/polip-usus-besar/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Bayangkan usus kita seperti jalan raya yang tiap hari dilalui kendaraan. Jalan yang mulus tanpa gundukan diidealkan karena nyaman dilalui. Begitu juga usus besar. Kadang muncul gundukan-gundukan kecil di dalam usus besar yang menimbulkan gangguan. Kondisi yang disebut polip usus besar ini termasuk masalah kesehatan usus yang memerlukan perhatian, bahkan bisa menjadi tanda adanya sel kanker. Untuk memahaminya lebih lanjut, simak artikel berikut ini. Mengenal Polip Usus Besar Polip usus besar adalah sekumpulan kecil sel yang terbentuk pada lapisan usus besar atau kolon. Kumpulan sel ini menjadi gundukan atau seperti kutil pada permukaan kulit. Dikutip dari Cleveland Clinic, ukuran serta jumlahnya bervariasi dan pada umumnya tidak membahayakan. Namun ada potensi polip ini berkembang menjadi kanker usus besar dalam beberapa tahun. MayoClinic menyebutkan terdapat dua kelompok polip, yakni nonneoplastik dan neoplastik. Nonneoplastik umumnya polip yang tak berbahaya dan jarang berubah menjadi kanker. Sedangkan polip neoplastik tergolong sebagai prakanker atau dapat menjadi kanker bila tak dikeluarkan. Jenis polip usus besar yang termasuk nonneoplastik meliputi polip hiperplastik yang biasanya berada di bagian bawah usus besar dan polip peradangan yang kerap muncul pada orang dengan penyakit radang usus. Adapun jenis polip neoplastik adalah adenoma yang mencakup: Tubular: jenis paling umum dengan risiko kanker paling rendah. Tubulovilus: risiko kankernya lebih tinggi daripada tubular. Vilus: jenis paling jarang tapi paling mungkin menjadi kanker, terutama bila berukuran besar. Dokter biasanya mencari keberadaan polip usus besar saat melakukan prosedur pemeriksaan usus rutin atau kolonoskopi dan mengangkatnya jika polip yang membahayakan ditemukan. Jika polip usus besar baru terdiagnosis setelah kanker mencapai stadium lanjut, akibatnya bisa fatal. Gejala Polip Usus Besar Polip usus besar kerap bersifat asimtomatik alias tak bergejala. Banyak orang yang baru menyadari adanya polip ini dalam kolonoskopi. Tapi, dalam beberapa kasus, terutama jika polip berukuran besar, gejala ini mungkin muncul: Darah keluar dari rektum Warna tinja berubah menjadi gelap atau kemerahan Sembelit atau diare berhari-hari tanpa penyebab jelas Nyeri perut Merasa kelelahan akibat perdarahan dari polip Perdarahan menjadi gejala polip usus besar yang mesti diwaspadai. Penyebab Polip Usus Besar Polip usus besar terjadi ketika sel-sel di usus besar bermutasi dan tumbuh tak terkendali. Secara ilmiah, kondisi ini terjadi akibat kerusakan genetik pada sel lapisan usus. Adapun pemicu kerusakan itu bisa bermacam-macam, antara lain: Faktor yang tidak dapat diubah Usia: risiko polip melonjak signifikan setelah usia 45 atau 50 tahun. Riwayat keluarga: risiko meningkat jika ada orang tua atau saudara kandung yang memiliki polip atau kanker usus. Kondisi genetik: polip usus besar bisa berkembang pada penderita sindrom seperti Lynch syndromeatau familial adenomatous polyposis. Faktor gaya hidup Pola makan: ada dugaan konsumsi daging merah dan daging olahan berkaitan dengan risiko polip. Begitu pula bila kurang asupan serat. Obesitas dan kurang gerak: risiko adenoma kolorektal berpotensi meningkat karena kondisi obesitas atau penumpukan lemak perut karena adanya peradangan kronis dalam tubuh. Merokok dan alkohol: perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena polip dan kanker usus besar. Alkohol berlebih juga dapat mengiritasi lapisan usus dan memicu mutasi sel. Diabetes tipe 2: orang dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol berisiko lebih tinggi terkena polip usus besar. Cara Dokter Mendiagnosis Polip Usus Besar Dokter umumnya baru mendapati adanya polip usus besar dalam pemeriksaan kolonoskopi. Ini metode paling efektif untuk menegakkan diagnosis polip usus besar. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan slang fleksibel dengan kamera (kolonoskop) melalui anus untuk melihat seluruh bagian usus besar. Keunggulan utamanya adalah dokter dapat sekaligus memotong atau mengangkat polip yang ditemukan saat itu juga. Jika didapati polip, dokter bisa melakukan biopsi untuk mengecek apakah sel berpotensi menjadi sel kanker. Cara Mengatasi Polip Usus Besar Pengobatan polip usus besar bergantung pada ukuran, jumlah, dan jenis polip. Dokter biasanya akan merekomendasikan pengangkatan sekaligus ketika mendeteksi polip dalam kolonoskopi. Dalam prosedur yang disebut polipektomi ini, dokter menggunakan alat jerat kawat (snare) yang dialiri arus listrik kecil untuk memotong polip dari dinding usus dan membakar bekas lukanya agar tidak berdarah. Prosedur ini tidak menyakitkan karena lapisan usus tidak memiliki saraf perasa nyeri seperti kulit. Dalam beberapa kasus, operasi laparoskopi mungkin diperlukan untuk polip yang lebih besar. Dalam prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat bedah. Adapun bila didapati kasus yang berat seperti familial adenomatous polyposis, dokter mungkin perlu melakukan prosedur pengangkatan usus besar dan rektum atau proktokolektomi karena terdapat ratusan hingga ribuan polip yang pasti akan menjadi kanker bila organ itu tak diangkat. Komplikasi Polip Usus Besar Komplikasi utama polip usus besar adalah transformasi menjadi kanker kolorektal. Proses ini bisa memakan waktu 5-10 tahun. Sel kanker di dalam usus bisa menyebar ke organ lain dan memicu kondisi yang lebih berat. Komplikasi lain yang lebih jarang tapi mungkin terjadi meliputi: Sumbatan atau obstruksi usus Sebagian usus yang terlipat dan masuk ke bagian usus lain Pencegahan Polip Usus Besar Upaya mencegah polip usus besar mesti difokuskan pada faktor gaya hidup yang bisa dimodifikasi. Caranya antara lain: Memperbanyak asupan serat seperti dari... - Published: 2026-01-06 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/saraf/distonia/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Distonia atau dystonia adalah kondisi dimana seseorang mengalami kontraksi otot yang tidak terkendali yang mengakibatkan gerakan yang dilakukan oleh tubuh menjadi sulit terkendali dan tidak sesuai tujuan sehingga akan mengganggu aktivitas. Pasien dengan distonia juga muncul gerakan secara berulang-ulang termasuk postur tubuh yang tidak terlihat seperti pada umumnya. Mengenal Tentang Gangguan Distonia Dystonia adalah suatu kondisi medis yang mempengaruhi cara tubuh bergerak. Kondisi tersebut dapat terjadi saat otot-otot melakukan kontraksi tanpa sadar dan tidak terkendali sehingga memicu munculnya gerakan berulang semi-ritmik ataupun postur tubuh yang terlihat tidak seperti pada umumnya. Gerakan yang tidak terkendali ini dapat terjadi pada sejumlah bagian tubuh termasuk wajah, leher, lengan, kaki hingga pita suara. Salah satu jenis distonia yang sering muncul adalah distonia leher atau distonia cervical. Distonia eervical atau sering dikenal dengan istilah tortikolis adalah jenis dystonia yang paling umum terjadi. Jenis distonia ini akan mempengaruhi area otot leher sehingga mengakibatkan posisi kepala tidak pada umumnya bahkan terdapat gerakan leher berulang ke arah yang sama seperti berputar ataupun berbalik secara tidak sengaja. Distonia cervical merupakan salah satu distonia fokal atau distonia yang biasanya hanya mempengaruhi pada bagian tubuh tertentu saja. Distonia fokal lain adalah distonia pada lengan atau sering disebut sebagai writer’s cramp. Penyakit ini sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan tidak memandang usia, ras ataupun wilayah geografis. Menurut data dari Cleveland Clinic, kondisi medis tersebut bahkan sudah berpengaruh terhadap sekitar 300. 000 orang di Amerika Serikat. Angka kejadian distonia di Indonesia sampai saat ini belum jelas, karena data epidemologi yang kurang dan adanya kurang awareness dalam mengenali distonia tersebut. Meskipun terdengar cukup sepele, tetapi kondisi ini sebenarnya tidak boleh diabaikan begitu saja karena akan berpengaruh terhadap aktivitas. Bahkan jika dibiarkan begitu saja, akan menyebabkan komplikasi berupa fatique pada otot dan mengurangi produktivitas penderitanya. Gejala Distonia Gejala otot menegang sendiri ini biasanya berbeda-beda dan tergantung pada beberapa faktor mulai dari tingkat keparahan hingga jenis dystonia yang dialami. Keluhan yang biasanya dialami oleh pasien antara lain: Kram otot dan kaku otot yang tidak bisa dikontrol Posisi bagian tubuh yang tidak seperti posisi normal seperti kepala miring ke salah satu sisi, dan atau berputar ke posisi tidak biasanya Dapat disertai tremor atau gemetar Selain keluhan atau gejala di atas, terdapat pula gejala dimana tergantung pada bagian tubuh manakah yang berpengaruh. Di bawah ini beberapa gejala berdasarkan dengan area tubuh yang terdampak: Leher: kepala berputar ke satu sisi, menarik ke belakang ataupun ke depan Kelopak mata: mata berkedip lebih cepat dan mengakibatkan pasien sulit melihat Rahang atau lidah: bicara menjadi cadel dan kesulitan menelan atau mengunyah Tangan dan lengan: melakukan gerakan berulang seperti saat menulis Pita suara: mengubah suara menjadi pelan atau kencang. Faktor Penyebab Penyebab distonia masih belum diketahui secara pasti dan terus diteliti lebih lanjut. Tetapi banyak ahli menyebutkan jika penyakit ini berkaitan dengan gangguan yang terdapat pada sel saraf pada area ganglia basal, selain itu distonia juga dapat merupakan kelainan fungsional pada beberapa kondisi seperti pada pasien dengan gangguan psikiatri. Basal ganglia merupakan bagian otak yang mempunyai peran mengatur gerakan ataupun kontraksi otot. Selain itu, ada sejumlah faktor penyebab yang dipercaya bisa meningkatkan risiko penyakit ini diantaranya: Kelainan genetik seperti pada Penyakit Huntington Gangguan metabolisme yang melibatkan beberapa mineral seperti Penyakit Wilson (gangguan pada penggunaan mineral tembaga dalam tubuh) Kecelakaan Stroke Cedera otak traumatik Tumor atau kanker Kurangnya oksigen Infeksi seperti ensefalitis dan tuberkulosis Reaksi pada jenis obat-obatan tertentu Cerebral Palsy Bagaimana Cara Mendiagnosis Distonia Distonia merupakan fenomena gerakan tidak sadar, dan untuk mengatasinya, juga perlu dicari penyebabnya terlebih dahulu. Untuk membantu mengetahui apakah pasien tersebut terkena gangguan ini ataukah tidak, maka dokter biasanya akan melakukan wawancara medis dahulu. Wawancara tersebut berkaitan dengan gejala serta riwayat kesehatan dari pasien dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dengan beberapa tes penunjang. Adapun tes penunjang tersebut seperti MRI (magnetic resonance imaging), CT Scan (Computerized Tomography), Elektromiografi (EMG) serta pemeriksaan darah dan urine untuk menilai beberapa kandungan mineral dalam darah atau urine. Di samping itu, terdapat juga pemeriksaan cairan serebrospinal yang membantu mengetahui infeksi, cedera, tumor ataupun pendarahan di otak. Tes genetik dibutuhkan pula terutama pada kasus yang dicurigai ada keterlibatkan gen penyebab distonia. Pengobatan Pada Pasien Dystonia Pengobatan dystonia biasanya akan tergantung pada penyebab, jenis dan gejala yang dialami oleh penderita. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi gejala, penyebab guna meningkatkan produktivitas penderita dan diharapkan meningkatkan kualitas hidupnya. Ada sejumlah pengobatan yang paling terkenal yakni pengobatan distonia dengan obat dan suntikan toksin botulinum (e. g Botox). Selain pengobatan tersebut, terdapat beberapa pendekatan pengobatan lainnya termasuk fisioterapi. 1. Pemberian Obat-obatan Beberapa obat anti distonia dapat diberikan dengan tujuan untuk menurunkan gejala distonia. Dokter akan memberikan obat-obatan kepada pasien dengan dosis yang sesuai dengan tingkat keparahan dari distonia. Selain itu, beberapa obat juga dapat diresepkan untuk memperbaiki penyebab dari distonia. 2. Suntik Toksin Botulinum (Botox) Suntik toksin botulinum (Botox) ini mempunyai peran untuk memblokir semua sinyal saraf selama beberapa minggu atau bulan,... - Published: 2026-01-05 - Modified: 2026-01-05 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/gejala-depresi/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Merasa sedih adalah bagian dari kehidupan setiap orang, terutama ketika kehilangan sesuatu yang berharga, mengalami kegagalan, atau berada dalam tekanan berat. Namun, ketika rasa sedih itu bertahan terlalu lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta membuat seseorang kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, bisa jadi kondisi tersebut bukan sekadar perasaan sedih biasa. Depresi klinis merupakan gangguan kesehatan mental yang serius dan sering kali tidak disadari karena dianggap sama dengan kesedihan. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam gejala, durasi, hingga pengaruhnya terhadap fisik dan perilaku seseorang. Memahami perbedaan gejala depresi klinis dan hanya sedih biasa sangat penting agar seseorang bisa segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat sebelum kondisinya memburuk. Mengenal Rasa Sedih Biasa dan Depresi Klinis Sedih biasa Bukan Merupakan Gangguan Mental, melainkan respons emosional yang wajar dan bersifat sementara terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan. Ciri utama perasaan sedih biasa adalah perasaan sedih, murung, kecewa atau kehilangan semangat. Biasanya sudah jelas pemicunya (kehilangan, konflik, kegagalan, stress), kondisi ini bersifat sementara (biasanya beberapa hari sampai beberapa minggu saja), masih dapat bekerja, berinteraksi meskipun terasa berat. Kondisi sedih biasa ini biasanya akan membaik dengan istirahat, mendapat dukungan sosial, berbagi cerita dan melakukan coping of stress yang sehat. Contoh dari sedih biasa: kehilangan orang terdekat, mengalami konflik, dll. Depresi Klinis atau Major Depressive Disorder (MDD) merupakan Gangguan Kesehatan Mental dan kondisi medis yang memenuhi kriteria diagnostik dan membutuhkan penanganan profesional. Ciri utama MDD adalah perasaan sedih atau kosong hampir setiap hari, berlangsung selama > 2 minggu atau berbulan-bulan, tanpa pemicu yang jelas atau tidak sebanding dengan kejadian yang dialaminya dan mengganggu fungsi sosial, seperti pekerjaan, relasi dan perawatan diri. Berdasarkan informasi dari National Institute of Mental Health, depresi dapat terjadi pada siapa saja dan membutuhkan diagnosis serta penanganan profesional agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan. Mengapa Keduanya Berbeda Perbedaan utama terletak pada Tingkat Keparahan, Durasi Depresi, Dampak terhadap Fungsi Sosial dan Kebutuhan Penanganannya. Sedih biasa muncul akibat peristiwa spesifik, misalnya konflik , kegagalan, atau kehilangan seseorang. Depresi klinis tidak selalu memiliki penyebab jelas. Kondisi ini dapat dipicu kombinasi faktor biologis, genetik, ketidakseimbangan zat kimia otak, serta pengalaman traumatis atau tekanan jangka panjang. Siapa yang Bisa Mengalaminya Setiap orang dapat mengalami sedih biasa dalam kehidupannya, terutama ketika menghadapi tekanan hidup tertentu. Kelompok yang umum mengalami sedih biasa adalah orang yang mengalami kehilangan, individu dengan stress situasional, orang yang memiliki coping of stress yang baik dan orang yang memiliki dukungan sosial yang memadai. Sementara depresi klinis tidak terjadi pada semua orang. Kelompok yang beesiko mengalami Depresi Klinis diantaranya adalah orang yang memiliki riwayat keluarga dengan depresi, mengalami ketidakseimbangan neurotransmitter, mengalami penyakit kronis (seperti diabetes, penyakit jantung, autoimun, dll) serta orang yang mengalami gangguan hormonal (seperti menopause, gangguan tiroid atau post partum). Depresi Klinis juga dapat dialami oleh individu dengan ciri kepribadian perfeksionis, mudah merasa bersalah, memiliki trauma masa kecil serta pola pikir yang negatif. Orang-orang yang tidak mendapat dukungan sosial, menjalani hubungan yang toksik, mengalami stress berkepanjangan dan mengalami beban berat (seperti misalnya seseorang yang berperan sebagai single parent, caregiver dll) juga beresiko mengalami Depresi Klinis. Durasi, Intensitas, dan Dampak pada Kehidupan Sedih biasa biasanya dapat membaik dalam hitungan hari atau beberapa minggu. Perasaan ini juga dapat berubah menjadi lebih baik ketika terjadi hal yang menyenangkan. Depresi klinis berlangsung lebih lama. Gejalanya muncul hampir setiap hari dengan durasi minimal dua minggu berturut-turut, bahkan dapat berlangsung berbulan-bulan jika tanpa penanganan. Di Mana Dampaknya Terasa Kesedihan biasa sering kali hanya mempengaruhi suasana hati dalam waktu singkat dan tidak mengganggu fungsi harian secara berarti. Sebaliknya, depresi klinis berdampak pada berbagai aspek kehidupan: Kinerja di sekolah atau pekerjaan Hubungan sosial dan keluarga Aktivitas harian Nafsu makan dan pola tidur Konsentrasi serta pengambilan keputusan Bagaimana Bentuk Gejala yang Membedakan Berikut perbedaan gejala yang dapat diamati: Gejala Sedih Biasa Emosi sedih dipicu oleh peristiwa tertentu Dapat merasa lebih baik setelah bercerita atau beraktivitas Masih bisa menikmati hal yang disukai Fungsi sosial tetap berjalan normal Gejala Depresi Klinis Kehilangan minat dan kesenangan (anhedonia); Mudah lelah, energi sangat menurun; Mengalami gangguan tidur (insomnia atau tidur berlebihan); Perubahan nafsu makan (Tidak nafsu makan atau binge eatingatau makan berlebihan); Perubahan berat badan (penurunan berat badan atau peningkatan berat badan); Sulit konsentrasi dan mengambil keputusan; Merasa tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan; Merasa putus asa, menyakiti diri, pikiran tentang kematian atau bunuh diri; Keluhan fisik, seperti nyeri, mual, lemas tanpa sebab medis yang jelas; Jika gejala tersebut menetap dan menyebabkan penurunan fungsi hidup, ini mengarah pada depresi klinis, bukan sedih biasa. Kapan Harus ke Dokter Anda atau orang terdekat sebaiknya segera berkonsultasi ke psikolog atau psikiater jika: Gejala berlangsung lebih dari dua minggu Kondisi mengganggu pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial Kehilangan semangat hidup Muncul pikiran menyakiti diri sendiri Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan terapi yang sesuai. Cara Mengatasi dan Penanganan Rasa sedih biasa dapat membaik dengan: Dukungan keluarga dan teman Manajemen stres Istirahat cukup serta melakukan aktivitas... - Published: 2026-01-05 - Modified: 2026-01-05 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/mengatasi-serangan-panik/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Serangan panik adalah kecemasan yang sangat hebat dan muncul secara tiba-tiba tanpa ada bahaya nyata di sekitar. Kondisi ini bisa datang kapan saja, termasuk saat berada di mal, pasar tradisional, angkutan umum, kantor, sekolah, rumah sakit, bahkan di lift atau bioskop. Meskipun tidak mengancam jiwa secara langsung, gejala yang muncul terasa sangat menakutkan sehingga banyak orang mengira sedang mengalami serangan jantung. Mengenal Serangan Panik dengan Benar Serangan panik atau dalam istilah medis disebut panic attack adalah reaksi berlebihan dari sistem saraf simpatik. Otak bagian amigdala salah mengartikan situasi biasa sebagai ancaman besar. Akibatnya tubuh langsung melepaskan hormon adrenalin dan kortisol dalam jumlah sangat besar hanya dalam hitungan detik. Reaksi ini dikenal sebagai respons “fight-or-flight” yang sebenarnya berguna saat menghadapi bahaya sungguhan. Namun pada penderita serangan panik, respons ini aktif tanpa alasan yang jelas. Menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5), seseorang dinyatakan mengalami serangan panik jika minimal empat gejala muncul secara bersamaan dan mencapai puncak dalam 10 menit. Gejala Fisik yang Paling Sering Terjadi Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur (palpitasi) Nafas terasa pendek atau perasaan seperti tercekik Nyeri atau rasa tertekan hebat di dada Pusing hebat hingga merasa akan pingsan Berkeringat dingin atau malah panas-dingin Gemetar atau tremor di tangan, kaki, bahkan seluruh tubuh Mual, mules, atau nyeri perut mendadak Kesemutan atau mati rasa di jari tangan dan kaki Panas atau dingin mendadak di seluruh tubuh Penglihatan kabur atau terowongan Rasa tidak nyata terhadap lingkungan (derealization) Merasa terpisah dari tubuh sendiri (depersonalization) Takut kehilangan kendali, menjadi gila, atau mati mendadak Penyebab dan Pemicu di Tempat Umum Serangan panik di tempat umum biasanya dipicu oleh kombinasi faktor berikut: Keramaian dan banyak orang yang membuat takut dinilai atau malu Tempat tertutup atau sulit keluar (lift, kereta, antrean panjang) Suara bising, cahaya terang, atau bau menyengat Stres yang menumpuk dari pekerjaan atau masalah keluarga Konsumsi kafein berlebihan sebelum keluar rumah Kurang tidur malam sebelumnya Riwayat trauma atau serangan panik sebelumnya di tempat yang sama Gula darah turun drastis karena telat makan Gangguan kecemasan menyeluruh (GAD) atau fobia sosial Teknik Mengatasi Saat Serangan Sedang Terjadi Pernapasan 4-7-8 (Dr. Andrew Weil) Tarik napas pelan lewat hidung selama 4 detik → Tahan napas 7 detik → Hembuskan lewat mulut (dengan suara “ssshhh”) selama 8 detik. Ulangi 4–8 siklus. Teknik ini langsung menurunkan detak jantung dan kadar karbon dioksida berlebih. Grounding 5-4-3-2-1 Alihkan fokus otak ke panca indra: 5 benda yang Anda lihat → 4 benda yang bisa disentuh → 3 suara yang terdengar → 2 bau yang tercium → 1 rasa di lidah (bisa rasa permen atau air liur sendiri). Stimulasi Saraf Vagus Minum air dingin pelan-pelan Cuci muka, leher, atau tangan dengan air dingin Teknik tambahan yang sangat membantu: Pegang benda dingin (botol air, koin, es batu dalam kantong) Fokus pada telapak kaki yang menyentuh lantai Ucapkan mantra berulang: “Ini hanya panik. Saya aman. Ini akan berlalu dalam beberapa menit. ” Cari tempat duduk atau sandaran dinding Lepaskan dasi, kancing baju, atau ikat rambut yang terasa menekan Pencegahan Jangka Panjang yang Terbukti Efektif Latih pernapasan diafragma setiap pagi dan malam selama 10 menit Batasi kafein maksimal 200 mg per hari (sekitar 2 cangkir kopi kecil) Tidur 7–9 jam dengan jadwal yang sama setiap hari Olahraga aerobik (jalan cepat, jogging, renang, sepeda) minimal 150 menit per minggu Konsumsi makanan kaya magnesium: bayam, almond, pisang, cokelat hitam Jangan pernah melewatkan makan (jaga gula darah tetap stabil) Praktik mindfulness atau meditasi 10–20 menit setiap hari Ikuti terapi CBT(Cognitive Behavioral Therapy) bersama psikolog klinis Pelajari teknik relaksasi otot progresif Jacobson Hindari alkohol dan rokok yang justru memperburuk kecemasan Obat-obatan yang Biasa Diresepkan Dokter SSRI(sertraline, escitalopram, paroxetine, fluoxetine) – pilihan pertama dan paling aman untuk jangka panjang SNRI(venlafaxine, duloxetine) Benzodiazepin(alprazolam, lorazepam, clonazepam) – hanya untuk situasi darurat karena berisiko ketergantungan Beta-blocker(propranolol) – sangat membantu untuk gejala fisik saat harus tampil di depan umum Komplikasi Jika Tidak Ditangani Gangguan panik (panic disorder) yang berulang Agorafobia – takut dan menghindari semua tempat umum Depresi berat hingga muncul pikiran bunuh diri Gangguan tidur kronis Penyalahgunaan alkohol atau obat penenang Menurunnya prestasi kerja atau putus sekolah Masalah hubungan dengan keluarga dan teman Kapan Harus Segera ke Dokter atau IGD Segera cari bantuan medis jika mengalami: Serangan berlangsung lebih dari 30 menit Nyeri dada menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung Sesak napas berat disertai bibir atau jari kebiruan Hilang kesadaran atau pingsan Pertama kali terjadi di atas usia 45 tahun Ada riwayat penyakit jantung atau stroke di keluarga Segera Atasi Serangan Panik Mendadak Serangan panik bukan tanda kelemahan karakter. Kondisi ini dialami jutaan orang di seluruh dunia, termasuk banyak artis, atlet, dan profesional sukses. Dengan teknik sederhana yang dipraktikkan rutin, perubahan gaya hidup sehat, dan bantuan profesional bila diperlukan, Anda benar-benar bisa mengendalikan dan bahkan menghilangkan serangan panik sepenuhnya. Anda tidak sendirian, dan pemulihan total sangat mungkin terjadi.... - Published: 2026-01-05 - Modified: 2026-01-05 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/kecanduan-narkoba/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Kecanduan narkoba atau dalam istilah medis dikenal sebagai substance use disorder (SUD) masih menjadi salah satu masalah yang pelik di era saat ini. Kecanduan narkoba alias narkotik dan obat-obatan terlarang tak hanya berkaitan dengan problem sosial atau bahkan kriminal, tapi juga kesehatan. Sejumlah ciri kecanduan narkoba menunjukkan adanya masalah mental. Penting untuk memahami persoalan ini demi mencegah dan mengatasinya, termasuk menghilangkan stigma negatif yang menempel pada orang yang kecanduan narkoba. Mengenal Kecanduan Narkoba Selama ini masih ada stigma di masyarakat bahwa kecanduan narkoba adalah akibat dari lemahnya mental atau kurangnya iman. Namun American Psychiatric Association menyebut kecanduan narkoba sebagai penyakit otak kronis yang ditandai dengan pencarian dan penggunaan obat-obatan secara kompulsif meski menyadari konsekuensi negatifnya yang dapat merusak kehidupan. Ciri kecanduan narkoba seperti emosi yang tidak stabil, prestasi melorot, hingga rusaknya hubungan sosial mirip dengan gejala sejumlah masalah mental lain yang berkaitan dengan otak. Orang yang kecanduan narkoba pun kerap didapati mengalami gangguan mental. Salah satu alasannya adalah, pada pecandu narkoba, zat adiktif seperti heroin, kokain, atau metamfetamin mengubah cara kerja otak. Karena terjadi banjir dopamin (hormon yang terkait dengan perasaan senang dan motivasi) dari konsumsi zat adiktif itu, otak mengurangi produksi dopamin alaminya. Walhasil, pecandu narkoba sulit merasakan kesenangan alami dari aktivitas normal seperti mendengarkan musik atau bercengkerama bersama teman. Mereka pun terdorong terus memakai narkoba agar bisa merasakan kesenangan itu, termasuk lewat perilaku kompulsif yang merugikan. Dari uraian tersebut, bisa dilihat ciri kecanduan narkoba bukanlah semata akibat karakter individu yang kurang baik, tapi lebih merupakan gejala penyakit yang memerlukan penanganan medis dan psikologis yang serius. Ciri-ciri Kecanduan Narkoba Ciri kecanduan narkoba sangat beragam dan bisa berbeda pada tiap individu, tergantung jenis zat yang dikonsumsi, lama pemakaian, dan kondisi biologis pengguna. Namun, secara umum, tanda-tandanya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori berikut ini. Perubahan Fisik Pecandu narkoba terlihat enggan merawat diri karena perhatian dan energinya terfokus pada bagaimana mendapatkan dan menggunakan narkoba. Mereka bisa terlihat lusuh, pakaian kotor, badan bau, dan gigi menguning. Mata cekung atau sayu dan berair jika kecanduan opioid atau memerah bila kecanduan stimulan seperti sabu-sabu dan ekstasi. Perubahan berat badan yang drastis baik berupa penurunan (akibat metamfetamin atau kokain) maupun peningkatan (akibat ganja). Pengguna stimulan bisa tidak tidur berhari-hari, sementara pengguna opioid atau ganja bisa tidur berlebihan pada siang. Gangguan koordinasi motorik seperti bicara pelo, jalan sempoyongan, dan gemetaran (tremor) pada tangan. Masalah kesehatan yang tidak jelas sebabnya, misalnya sering batuk, pilek kronis, atau mimisan. Adapun penggunaan jarum suntik akan meninggalkan bekas luka di lengan. Perubahan Perilaku dan Gaya Hidup Penurunan performa di sekolah atau pekerjaan. Misalnya pelajar atau karyawan yang sebelumnya rajin tiba-tiba sering bolos, nilai atau kinerjanya menurun drastis, dan kehilangan motivasi. Terbelit masalah keuangan karena butuh uang besar untuk membeli narkoba. Misalnya sering meminjam uang tanpa alasan yang jelas, menjual barang-barang berharga milik sendiri atau keluarga, bahkan mencuri. Meninggalkan teman-teman lama dan bergaul dengan kelompok baru yang juga pengguna atau penjual narkoba. Bersikap tertutup dan penuh rahasia. Antara lain sering menghabiskan waktu sendirian di kamar dan marah jika merasa privasinya “diganggu”, seperti ketika kamarnya diperiksa. Kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang dulu disukai, seperti olahraga, musik, atau berkumpul dengan keluarga. Perubahan Psikologis dan Emosional Suasana hati bisa berubah sangat cepat dan ekstrem. Misalnya dari tertawa tiba-tiba marah-marah tanpa alasan jelas atau dari bersemangat mendadak murung dan putus asa. Lebih mudah tersinggung dan berperilaku agresif baik secara verbal maupun fisik. Mereka juga mudah mengambil keputusan impulsif dan berisiko tinggi, seperti melakukan seks bebas atau kebut-kebutan. Gejala psikotik seperti mendengar suara-suara, merasa sedang diawasi atau dianiaya (paranoia), atau memiliki keyakinan yang aneh dan tidak realistis (delusi). Kecemasan dan depresi: Narkoba mungkin awalnya digunakan bak obat untuk rasa cemas atau sedih, tapi penggunaan jangka panjang justru memperburuk kondisi mental tersebut. Selain ciri-ciri di atas, ada ciri kecanduan narkoba secara klinis yang digunakan oleh tenaga medis dalam diagnosis yang biasanya mengacu pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, yakni: Gejala sakau seperti mual, muntah, diare, kram perut, gemetar, kecemasan parah, insomnia, dan dalam kasus yang berat, kejang-kejang, ketika berhenti atau mengurangi dosis narkoba. Dosis narkoba yang digunakan makin besar dari dosis awal. Kehilangan kendali dalam menggunakan narkoba. Ada dorongan kuat untuk menggunakan narkoba, terutama ketika ada pemicu seperti rasa stres dan sedih atau melihat tempat ia biasanya memakai narkoba. Lanjut menggunakan narkoba meski sudah sadar akan dampak negatifnya. Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Ciri Kecanduan Narkoba Individu yang menjadi pecandu narkoba memerlukan perhatian dari orang terdekat. Hal pertama yang perlu dilakukan ketika menemukan ciri kecanduan narkoba pada individu tersebut adalah berbicara dari hati ke hati tanpa menghakimi. Misalnya, daripada langsung menuduh, bilang bahwa Anda melihat perubahan pada orang tersebut akhir-akhir ini. Dalam percakapan, dorong ia untuk mencari bantuan profesional. Ingatkan bahwa kecanduan bisa diobati dan penanganannya membutuhkan tim medis, termasuk dokter dan psikiater. Adapun terapi yang diberikan bisa berupa detoksifikasi medis untuk mengatasi gejala... - Published: 2026-01-04 - Modified: 2026-01-29 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/ruam-kulit/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Kulit merupakan pelindung utama tubuh, sehingga paling mudah terpapar iritan dan alergen. Tak heran dermatitis, peradangan kulit yang memicu gatal, kemerahan, dan rasa perih menjadi salah satu keluhan kulit paling umum. Meski sering dianggap ringan, dermatitis dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat. Apa yang Menyebabkan Dermatitis? Dermatitis muncul akibat kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan respons tubuh terhadap zat tertentu. Pemicu yang sering ditemukan antara lain: Faktor Genetik Riwayat keluarga dengan dermatitis atau alergi meningkatkan risiko kulit sensitif dan mudah mengalami peradangan. Reaksi Sistem Kekebalan Tubuh Sistem imun yang terlalu reaktif dapat memicu peradangan kulit saat terpapar alergen sehingga memunculkan dermatitis atopik, yang sering terjadi pada penderita alergi, asma, atau rinitis alergi. Paparan Iritan Deterjen, sabun keras, pembersih rumah tangga, dan bahan kimia lain dapat merusak lapisan pelindung kulit dan menimbulkan dermatitis kontak iritan. Faktor Lingkungan Asap rokok, polusi, debu, hingga bulu hewan dapat memperparah kondisi kulit, terutama pada individu dengan kulit sensitif. Gejala Dermatitis Dermatitis dapat menimbulkan berbagai gejala yang bervariasi pada setiap orang, namun beberapa tanda berikut merupakan yang paling umum: Gatal Rasa gatal merupakan gejala tersering dan dapat muncul secara hilang-timbul. Gatal yang memburuk pada malam hari dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Ruam Kemerahan Peradangan pada kulit menyebabkan kemerahan disertai tekstur yang kasar, kering, dan bersisik. Lokasi ruam berbeda-beda tergantung jenis dermatitis. Sensasi Terbakar atau Perih Beberapa penderita merasakan sensasi terbakar atau perih pada area kulit yang meradang. Jenis-Jenis Dermatitis Dermatitis dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan gejalanya. Beberapa jenis yang paling umum antara lain: Dermatitis Atopik Dermatitis atopik berkaitan dengan faktor genetik dan kecenderungan tubuh untuk mengembangkan alergi (atopi). Sering muncul pada bayi dan anak. Ditandai kulit sangat kering, mudah gatal, serta ruam kemerahan yang biasanya muncul di wajah, lipat siku, lipat lutut, dan tangan. Dermatitis Kontak Dermatitis kontak terjadi akibat kontak langsung dengan zat iritan atau alergen. Zat iritan misalnya deterjen, pembersih rumah tangga, alkohol, atau bahan kimia lainnya, sedangkan alergen misalnya nikel, pewangi kosmetik, lateks dan lain-lain. Gejalanya meliputi kulit merah, bengkak, gatal, panas, dan terkadang muncul lepuh kecil. Ruam umumnya membaik setelah pemicu dihindari. Dermatitis Dishidrotik Dermatitis dishidrotik merupakan jenis dermatitis pada tangan yang sering terjadi pada dewasa. Gejala utamanya adalah bintil kecil berisi cairan pada jari-jari, telapak tangan atau kaki, disertai rasa gatal yang berat. Dermatitis Seboroik Dermatitis seboroik terjadi di area kulit yang kaya kelenjar minyak, seperti kulit kepala, wajah, dan dada. Pada kulit kepala bayi, kondisi ini dikenal sebagai cradle cap, berupa kerak kuning di kulit kepala. Sedangkan pada dewasa, dapat menimbulkan ketombe di kulit kepala, serta kulit kemerahan dan bersisik di wajah. Dermatitis Stasis Dermatitis stasis disebabkan gangguan sirkulasi darah vena. Umumnya terjadi di tungkai bawah dan ditandai dengan bercak kemerahan, gatal, dan bersisik. Penatalaksanaan Dermatitis Penanganan dermatitis bertujuan untuk meredakan gejala, mengurangi peradangan, dan mencegah kekambuhan. Identifikasi dan Hindari Faktor Pemicu Mengetahui dan menghindari iritan atau alergen yang memicu dermatitis adalah langkah pertama dalam pengobatan. Gunakan Sabun dengan pH Netral dan Pelembab Pilih sabun yang lembut dengan pH netral dan gunakan pelembab secara rutin untuk menjaga kelembapan kulit. Pengobatan Topikal Kortikosteroid topikal sering diresepkan untuk meredakan peradangan. Gunakan sesuai anjuran dokter. Kelola Stres Stres emosional dapat memperburuk gejala dermatitis. Lakukan teknik relaksasi, meditasi, dan pastikan waktu tidur yang cukup. Jaga Kebersihan Menjaga kulit dan pakaian tetap bersih membantu mencegah infeksi sekunder. Komplikasi Dermatitis Jika dermatitis tidak ditangani dengan baik, dapat berisiko komplikasi yaitu: Infeksi Kulit Garukan dapat menimbulkan luka yang meningkatkan risiko infeksi sekunder oleh bakteri atau jamur. Gangguan Tidur Gatal yang terjadi pada malam hari dapat mengganggu tidur, dan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kapan Harus ke Dokter? Gejala tidak membaik setelah perawatan mandiri Ruam semakin luas atau memburuk Terdapat tanda infeksi (muncul nanah, luka terbuka, nyeri, atau disertai demam). Gatal sangat mengganggu aktivitas atau tidur Keluhan sering kambuh Dialami oleh bayi atau anak kecil Konsultasi dengan dokter akan membantu Anda mendapatkan diagnosis yang tepat serta pengobatan yang sesuai dengan jenis dermatitis yang dialami. Ditinjau oleh: dr. Irene Darmawan, Sp. D. V. E Spesialis Dermato Venereologi Estetika Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2026-01-04 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/saraf/migrain-dengan-aura/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Sakit kepala adalah gejala masalah kesehatan yang sudah umum terjadi. Namun ada beberapa jenis sakit kepala yang perlu perhatian lebih. Misalnya ketika ada sensasi aneh seperti penglihatan tiba-tiba berkabut, melihat cahaya berkelap-kelip seperti kilat, atau bahkan mati rasa di salah satu tangan yang perlahan merambat sebelum merasakan sakit kepala yang hebat. Bisa jadi itu adalah tanda migrain dengan aura. Jenis sakit kepala ini berkaitan dengan gangguan neurologis. Berikut ini pembahasannya. Mengenal Migrain dengan Aura Migrain dengan aura adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan serangan gejala aura yang biasanya berkembang secara bertahap dalam 5 menit dan berlangsung kurang dari 60 menit yang diikuti sakit kepala khas migrain. Singkatnya, aura adalah “peringatan dini” dari sistem saraf bahwa serangan migrain akan segera terjadi. Dikutip dari studi di jurnal Nature, aura terjadi karena adanya fenomena yang disebut cortical spreading depression (CSD). CSD adalah gelombang aktivitas listrik yang menyebar secara perlahan di permukaan otak (korteks) dan diikuti penekanan aktivitas saraf. Aura akan muncul sesuai dengan lokasi penyebaran gelombang ini, antara lain area korteks visual yang mempengaruhi penglihatan atau sensorik yang memicu gejala mati rasa atau kesemutan. Gelombang CSD ini juga memicu pelepasan zat-zat kimia yang menyebabkan peradangan dan perubahan aliran darah di otak yang pada akhirnya memunculkan rasa sakit berdenyut di kepala. Terdapat beberapa subtipe migrain dengan aura, termasuk “silent migraine” berupa munculnya gejala aura tapi tanpa sakit kepala yang lazim di kalangan lanjut usia. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala Migrain dengan Aura Gejala migrain dengan aura atau migrain klasik berkembang dalam fase-fase tertentu hingga munculnya sakit kepala yang hebat, yakni: Fase Prodrom (Peringatan Dini) Terjadi beberapa jam atau bahkan hari sebelum serangan. Gejalanya tidak signifikan dan dapat berupa perubahan suasana hati (euforia atau lekas marah), leher kaku, sering menguap, dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Fase Aura (Inti) Berlangsung selama 5-60 menit. Gejalanya sangat bervariasi, jenia aura yang umum dijumpai: Aura visual (paling dominan): Dialami oleh lebih dari 90 persen penderita. Contohnya bintik buta atau area gelap di bidang pandang (skotoma) dan kilatan, bintik, atau garis cahaya (fotopsia) serta gambar seperti benteng atau zig-zag yang berkilauan (fortification spectra). Aura sensorik: Sensasi kesemutan seperti ditusuk jarum atau mati rasa yang biasanya dimulai dari ujung jari, naik ke lengan, dan kemudian mencapai sisi wajah yang sama. Aura disfasik/gangguan bahasa: Kesulitan menemukan kata-kata, berbicara dengan ucapan yang tidak jelas (pelo), atau kesulitan memahami pembicaraan orang lain. Fase Sakit Kepala Nyeri berdenyut, biasanya pada satu sisi kepala (tapi bisa juga kedua sisi), yang bisa makin buruk oleh aktivitas fisik, cahaya, suara, atau bau. Sering disertai mual dan muntah. Fase Postdrom (Mabuk Migrain) Setelah sakit kepala reda, banyak penderita merasa kelelahan, linglung, lemas, dan pegal-pegal selama 24-48 jam. Penyebab Migrain dengan Aura Penyebab pasti migrain dengan aura masih diteliti, namun diyakini melibatkan kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan neurologis. Penyebab dasarnya adalah gelombang cortical spreading depression yang memicu perubahan pada zat kimia, saraf, dan aliran darah di otak yang mempengaruhi cara kerjanya dan berkaitan dengan rasa sakit. Faktor lain yang mungkin berpengaruh adalah genetik atau ada riwayat migrain dengan aura dalam keluarga. Selain itu, mungkin ada faktor pemicu lain yang meliputi: Hormonal: fluktuasi estrogen pada perempuan (sebelum menstruasi, selama kehamilan, atau menopause). Makanan: keju, cokelat, MSG, pemanis buatan, daging olahan, dan minuman beralkohol (terutama anggur merah). Sensorik: cahaya terang atau silau, suara keras, dan bau yang kuat. Perilaku: stres, kurang tidur atau tidur berlebihan, melewatkan waktu makan, dehidrasi, dan perubahan cuaca. Cara Dokter Mendiagnosis Migrain dengan Aura Tidak ada tes khusus yang bisa digunakan untuk memastikan diagnosis migrain dengan aura. Diagnosis terutama didasarkan pada riwayat medis yang mendetail dan pemeriksaan neurologis. Caranya antara lain: Wawancara medis mengenai gejala aura yang muncul dan karakteristik sakit kepala yang dialami, termasuk frekuensi dan durasinya, juga tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Pemeriksaan neurologis lengkap yang mencakup tessaraf otak, kekuatan otot, refleks, koordinasi, dan sensasi. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti MRI atau CT scan otak, terutama jika: Gejala berlangsung lebih dari satu jam atau disertai kelemahan otot. Pola sakit kepala berubah tiba-tiba. Serangan pertama kali terjadi setelah usia 40 tahun Pemeriksaan neurologis menunjukkan temuan yang tidak normal. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan gejala tidak disebabkan oleh penyebab lain yang lebih serius, seperti stroke, tumor, atau malformasi pembuluh darah otak. Cara Mengatasi Migrain dengan Aura Penanganan migrain dengan aura difokuskan pada dua tujuan utama, yakni menghentikan serangan yang sedang berlangsung dan mencegah serangan di kemudian hari. Obat yang biasa digunakan antara lain: Obat pereda nyeri umum seperti ibuprofen, naproksen, atau aspirin. Triptan, yakni obat resep khusus migrain yang bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah dan memblokir jalur nyeri di otak. Antiemetik untuk mengatasi mual dan muntah. Obat pencegahan yang direkomendasikan bila terjadi serangaan nyeri kepala yang sering (lebih dari 4 hari per bulan yang menyebakan gangguan fungsional) atau intensitas serangan sangat parah, seperti betablocker, antikonvulsan, dan antidepresan... - Published: 2026-01-03 - Modified: 2025-12-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cara-mengukur-tekanan-darah/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Aktivitas fisik yang berat dapat memengaruhi tekanan darah secara signifikan dalam waktu singkat. Pada sebagian orang, tekanan darah bisa melonjak hingga angka tinggi seperti 200/90 mmHg atau lebih sebagai respons fisiologis normal terhadap kerja jantung yang meningkat. Namun pada individu tertentu—terutama yang memiliki masalah pada regulasi tekanan darah—angka tersebut justru dapat turun drastis setelah latihan karena pelebaran pembuluh darah yang berlebihan. Kondisi seperti ini kadang menimbulkan gejala pusing, lemas, bahkan hampir pingsan. Karena perubahan tekanan darah pasca-olahraga bisa sangat bervariasi, cara mengukurnya tidak boleh sembarangan. Banyak orang melakukan pengecekan tergesa-gesa sesaat setelah berhenti bergerak, dalam posisi berdiri, atau saat tubuh masih terengah-engah. Hasilnya, angka yang muncul pada alat pengukur dapat memberikan kesan yang keliru—baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah—hingga menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu atau malah menyebabkan seseorang mengabaikan risiko medis yang sebenarnya. Untuk memastikan hasil pengukuran yang akurat serta dapat menjadi dasar keputusan kesehatan yang tepat, diperlukan pedoman yang sudah teruji secara ilmiah. Dan pada artikel ini, kami akan memberikan panduan resmi agar hasil pengukuran akurat dan dapat dipercaya. Mengapa Tekanan Darah Berubah Drastis Setelah Olahraga Intens Ketika seseorang melakukan latihan fisik yang tergolong berat seperti lari cepat, latihan interval intensitas tinggi (HIIT), atau angkat beban dengan beban besar, sistem kardiovaskular bekerja jauh lebih keras dari kondisi istirahat. Jantung perlu memompa darah lebih cepat dan lebih banyak agar oksigen dan nutrisi dapat mencapai otot yang aktif. Dalam situasi ini, tekanan darah sistolik—yaitu angka yang menunjukkan tekanan darah ketika jantung berkontraksi—akan meningkat secara signifikan. Pada orang sehat, kenaikannya umumnya berkisar antara 30 hingga 80 mmHg dibandingkan kondisi normal, bahkan dapat mencapai sekitar 200–220 mmHg pada atlet terlatih dalam situasi tertentu. Peningkatan ini dianggap sebagai respons fisiologis yang wajar dan menandakan bahwa jantung mampu mengimbangi kebutuhan tubuh yang meningkat secara tiba-tiba. Sementara itu, tekanan darah diastolik—angka yang menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat sejenak di antara kontraksi—biasanya tetap stabil atau hanya menurun sedikit. Penurunan kecil ini terjadi karena pembuluh darah melebar untuk menampung aliran darah yang lebih besar menuju otot-otot yang bekerja. Pada saat bersamaan, detak jantung juga naik tajam sebagai cara tubuh mempercepat sirkulasi oksigen dan pembuangan sisa metabolisme yang dihasilkan selama aktivitas intens. Meskipun perubahan-perubahan tersebut sepenuhnya normal, waktu dan cara pengukuran dapat memengaruhi hasil secara drastis. Apabila tekanan darah diukur terlalu cepat setelah seseorang berhenti berolahraga, terutama saat tubuh masih terengah-engah dan pembuluh darah masih dalam fase respons aktif, angka yang terlihat dapat tampak sangat tinggi sehingga menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu. Sebaliknya, jika pengukuran dilakukan dalam posisi berdiri ketika mekanisme pengaturan tekanan darah belum stabil, hasilnya bisa terlihat lebih rendah dari angka sebenarnya. Alat pengukur pun dapat memberikan hasil yang menyesatkan apabila manset tidak terpasang dengan benar akibat lengan berkeringat atau tegang setelah aktivitas. Inilah mengapa pemahaman mengenai respons tubuh saat berolahraga serta teknik pengukuran yang tepat sangat penting. Dengan metode yang benar, Anda dapat membedakan mana respons fisiologis yang sehat dari tanda peringatan yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Informasi yang akurat membantu Anda menjaga keselamatan sekaligus memaksimalkan manfaat olahraga bagi kesehatan jantung. Langkah-Langkah Pengukuran yang Benar (Pedoman AHA 2023) Tunggu Minimal 5–10 Menit Setelah Olahraga Selesai Duduk tenang tanpa berbicara. Penelitian Hypertension 2022 menunjukkan tekanan darah sistolik turun rata-rata 15–25 mmHg dalam 5 menit pertama setelah latihan intens. Pilih Posisi Duduk yang Tepat - Punggung disangga kursi - Kaki rata di lantai (tidak menyilang) - Lengan di atas meja setinggi jantung - Tidak boleh berdiri atau berbaring total Lepas Semua Pakaian Ketat di Lengan Manset harus langsung menyentuh kulit, bukan di atas baju tebal atau kaos olahraga. Gunakan Manset Ukuran Sesuai - Lengan standar: lebar manset 12–14 cm - Lengan besar (>32 cm lingkar): pakai manset large (16–18 cm) Lakukan 2–3 Kali Pengukuran dengan Jeda 1 Menit Ambil rata-rata dari pengukuran ke-2 dan ke-3. AHA merekomendasikan ini sebagai standar emas. Catat Waktu Pengukuran & Jenis Olahraga Contoh: “10 menit setelah lari 5K, 145/78 mmHg” Kapan Harus Khawatir Setelah Olahraga Intens Menurut American Heart Association Scientific Statement 2023: Kondisi Batas Aman Segera ke Dokter Sistolik 10 menit post-olahraga < 180 mmHg ≥ 200–220 mmHg Diastolik 10 menit post-olahraga < 100 mmHg ≥ 110 mmHg Pemulihan sistolik Turun ≥20 mmHg dalam 3 menit Tidak turun atau malah naik Cara Cepat Menurunkan Tekanan Darah Setelah Olahraga Duduk tenang + pernapasan diafragma 4-7-8 selama 3 menit Minum air putih 300–500 ml (bukan minuman isotonik tinggi natrium) Kompres dingin di leher atau wajah 30 detik Jangan langsung mandi air dingin (bisa picu vasokonstriksi balik) Kapan Tidak Boleh Mengukur Sendiri Hindari pengukuran mandiri dan langsung ke IGD jika muncul: Nyeri dada hebat Terutama jika terasa seperti ditekan, tertindih, menjalar ke rahang, bahu, atau lengan kiri. Gejala ini dapat mengindikasikan serangan jantung mendadak. Sesak napas berat Napas terasa sangat sulit hingga tidak mampu berbicara panjang, disertai perasaan seperti akan kehabisan udara. Kondisi ini bisa menandakan penumpukan cairan di paru atau gangguan berat pada jantung.... - Published: 2026-01-02 - Modified: 2025-12-21 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/peran-penting-terapi-okupasi-dalam-mengembalikan-kemandirian-pasien-neurologi/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Terapi okupasi meliputi serangkaian latihan yang dapat diberikan kepada pasien dengan kondisi kesehatan tertentu salah satunya pada pasien neurologi. Melalui terapi okupasi, diharapkan pasien nantinya dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Misalnya dapat melakukan perawatan diri seperti kegiatan makan berpakaian serta kebersihan diri dengan pengembangan keterampilan fisik, kognitif, serta sensorik dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan dari pasien. Untuk membantu mengetahui lebih lanjut mengenai terapi ini, silahkan Anda simak ulasan di bawah hingga selesai. Mengenal Apa Itu Terapi Okupasi Okupasi merupakan bentuk perawatan medis yang dapat mendukung kualitas hidup pasien sesudah mengalami adanya perubahan kemampuan dan fisik. Perubahan tersebut dapat disebabkan karena adanya kondisi penyakit tertentu atau cedera. Sebab tidak sedikit dari pasien yang kesulitan untuk beraktivitas secara normal sesudah mengalami cedera atau penyakit, misalnya stroke. Disinilah, dokter biasanya akan memeriksa dan jika dibutuhkan akan menyarankan pasien untuk mengikuti program terapi okupasi. Terapi ini akan dilakukan oleh seorang tenaga profesional terlatih di bidang okupasi yang merupakan bagian dari tim rehabilitasi medik yang meliputi tenaga profesional lain seperti dokter spesialis, fisioterapis, terapis wicara, psikolog, pekerja sosial medis, ortotis-prostetis dan perawat. Dalam pelaksanaannya, terapis akan melakukan perencanaan perawatan sesuai kondisi kesehatan pasien. Di dalam menjalankan terapi ini, pasien akan dilatih melakukan latihan aktivitas sehari-hari seperti mengancingkan kemeja, mengikat tali sepatu, makan atau membersihkan rumah. Dengan begitu, pasien bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Melalui terapi ini diharapkan dapat membantu pasien meningkatkan kualitas hidup sesuai kemampuannya. Sedangkan pada anak-anak, terapi okupasi membantu mereka mengembangkan ketrampilan fisik, sensorik, kognitif dan sosial sehingga lebih mandiri dalam aktivitas sehari hari dengan pendekatan bermain secara terstruktur, serta mengoptimalkan potensi anak. Beberapa dari orang sering menyamakan terapi okupasi dengan fisioterapi, padahal terdapat perbedaan fisioterapi dan terapi okupasi ini. Fisioterapi adalah pelayanan kesehatan profesional untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh mengunakan pendekatan non obat dengan terapi manual, latihan gerak, latihan fungsi, dan pengunaan alat modalitas. Sedangkan okupasi adalah pelayanan kesehatan profesional dengan pendekatan meningkatkan ketrampilan dan kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari baik secara fisik, mental, emosional, dan sosial, melalui adaptasi tugas atau modifikasi lingkungan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup pasien dengan menggunakan aktivitas sebagai media terapi. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak hingga mengajarkan aktivitas sehari-hari. Siapa Saja Yang Membutuhkan Terapi Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang membutuhkan bantuan terapis okupasi untuk bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Menurut Cleveland Clinic, orang-orang dengan kondisi berikut membutuhkan terapi ini. Patah tulang Mengalami luka bakar Stroke Carpal tunner syndrome Amputasi Cedera otak traumatis Cedera tali tulang belakang Cedera tangan Pengidap kesehatan mental (Alzheimer, stres pascatrauma, gangguan makan dan penyalahgunaan obat-obatan) Kanker Kelumpuhan otak Sindrom down Pergantian sendi Penyakit parkinson. Kapan Pasien Memerlukan Okupasi? Terapi ini dapat diberikan kepada seseorang yang mengalami kesulitan di dalam melakukan aktivitas kegiatan sehari-hari Karena tantangan fisik, mental, maupun emosional. Selain itu, apabila Anda mengalami sejumlah kondisi penyakit yang telah disebutkan di atas, maka dapat menemui dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis profesional. Ada baiknya terapi harus dilakukan secara rutin sehingga hasil yang akan diperoleh lebih maksimal. Biasanya terapi bisa dilakukan 3x dalam seminggu atau sesuai dengan kondisi dari setiap pasien tergantung dari hasil pemeriksaan yg dilakukan oleh tim medis profesional. Manfaat dan Tujuan Dari Okupasi Terapi okupasi ini akan memberikan sejumlah manfaat misalnya saja pada penderita stroke. Adapun manfaat terapi okupasi untuk pasien stroke adalah dapat membantu mengembalikan keterampilan motorik halus sehingga pasien dapat menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, terapis biasanya akan mengajarkan pasien stroke menemukan cara baru untuk melakukan suatu hal tertentu. Di samping itu, ada beberapa manfaat lainnya dari terapi okupasi yang perlu diperhatikan: 1. Meningkatkan Kemandirian Pasien Tujuan utama dari terapi okupasi adalah membantu pasien agar lebih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Melalui terapi inilah, pasien bisa belajar untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian hingga aktivitas fisik lainnya. 2. Bantu Tingkatkan Keterampilan Motorik Halus dan Kasar Melalui latihan sesuai kebutuhan pasien, okupasi bisa membantu meningkatkan keseimbangan dan kekuatan otot pasien. Itu dapat membantu pasien supaya bisa melakukan sejumlah tugas-tugas seperti menulis atau menggambar. 3. Kemampuan Sensorik Berkembang Untuk pasien yang mempunyai gangguan sensoris, okupasi akan membantu mengembangkan kemampuan sensorik. Nantinya terapis akan membantu pasien di dalam memberikan respon atau proses terhadap rangsangan lingkungan. 4. Keterampilan Sosial Meningkat Secara tidak langsung, terapi ini pun juga dapat membantu pasien dengan keterbatasan supaya bisa meningkatkan kemampuan sosial. Keterampilan sosial ini penting untuk membangun kemandirian fungsional dan kualitas hidup dimana memungkinkan pasien berpartisipasi dalam aktivitas sekolah, pekerjaan, dan komunitas tanpa hambatan yang berarti. 5. Meminimalisir Stres dan Kecemasan Kondisi penyakit tertentu dapat menyebabkan stres dan kecemasan meningkat. Tetapi melalui okupasi, terapis akan memberikan bantuan pada pasien agar bisa mengelola stres dan cemas dengan baik. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Sebelum pasien menjalani terapi okupasi, terdapat sejumlah persiapan yang perlu diperhatikan dengan baik. Umumnya, pasien harus menjalani sejumlah pemeriksaan oleh terapis profesional misalnya melakukan tanya jawab. Tanya jawab tersebut berkaitan dengan... - Published: 2026-01-01 - Modified: 2025-12-21 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/cedera-traumatik/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Cedera traumatik adalah salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Cedera ini tidak hanya mempengaruhi fisik, tapi juga kesehatan mental seseorang. Untuk memahami lebih dalam bagaimana cedera traumatik dapat mempengaruhi kualitas hidup dalam jangka panjang, kita perlu mengeksplorasi berbagai aspeknya, dari gejala yang muncul, penyebab, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Mengenal Cedera Traumatik Jangka Panjang Cedera traumatik jangka panjang adalah istilah yang mencakup berbagai kondisi kesehatan fisik dan neurologis yang menetap atau berkembang sebagai konsekuensi langsung cedera traumatik akut. Cedera itu bisa berupa benturan keras (seperti kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian), cedera tembus (tusuk atau tembak), atau cedera akibat gaya berlebihan (seperti whiplash). Yang membedakannya dari cedera biasa adalah sifatnya yang persisten, seringkali progresif, dan dapat mempengaruhi multiple sistem organ. Informasi di National Institutes of Health menyebutkan respons tubuh terhadap trauma berat tidak berhenti ketika luka akut sembuh. Setiap individu akan merespons cedera dengan cara yang berbeda-beda. Hal ini sangat dipengaruhi faktor psikologis, fisik, dan sosial. Lingkungan tempat seseorang tinggal juga dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk pulih sepenuhnya. Strategi penanganan trauma yang tidak tepat justru bisa menimbulkan dampak yang merugikan dalam jangka panjang. Berbagai penelitian di bidang psikologi menunjukkan dukungan sosial merupakan komponen penting dalam proses pemulihan, juga kemampuan individu untuk menghadapi trauma secara emosional. Tanpa penanganan yang memadai, seseorang bisa mengalami dampak cedera traumatik jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Gejala Cedera Traumatik Jangka Panjang Gejala cedera traumatik jangka panjang sangatlah beragam, tergantung bagian tubuh yang paling terkena dampak. Beberapa gejala yang umum antara lain: Rasa sakit atau nyeri kronis yang bisa berasal dari kerusakan saraf, peradangan sendi pasca-trauma, atau ketegangan otot kronis. Rasa sakitnya bisa seperti terbakar, tersetrum, atau ngilu terus-menerus yang tak kunjung hilang meski luka luar sudah sembuh. Gangguan neurologis serius yang meliputi sakit kepala terus-menerus, pusing, vertigo, gangguan konsentrasi dan memori, mudah lelah, serta perubahan suasana hati. Keterbatasan fungsi gerak seperti kekakuan atau kelemahan otot karena kerusakan pada tulang, sendi, atau otot. Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau tidur tidak bisa nyenyak. Gangguan psikologis seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, dan gangguan kecemasan. Sebuah studi di OTA Internationalmenemukan 1 dari 4 orang yang menderita cedera traumatik mengalami gejala PTSD, terutama korban kejahatan dan pejalan kaki yang tertabrak kendaraan bermotor. Penyebab Cedera Traumatik Jangka Panjang Cedera traumatik jangka panjang dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan kejadian. Beberapa penyebab yang umum termasuk: Kecelakaan kendaraan bermotor Jatuh, terutama di kalangan lansia yang risikonya lebih tinggi Olahraga, khususnya yang dilakukan tanpa pelatihan yang tepat Kecelakaan kerja, antara lain akibat kelalaian atau kurangnya alat pelindung keselamatan Kekerasan atau serangan fisik yang bisa berdampak pula kondisi mental pada individu yang berhasil selamat Adapun faktor yang berkontribusi terjadinya lamanya efek cedera tersebut antara lain: Cedera awal yang parah dan kompleks sehingga berisiko berkembang menjadi kondisi kornis Cedera yang mengakibatkan kerusakan jaringan yang lebih luas dan kompleks, misalnya akibat benturan keras atau gaya gerak yang berlebihan Respons biologis individu yang membuat sistem peradangan tubuh tak kunjung padam seusai fase akut pada cedera sehingga terjadi kondisi peradangan yang kronis Usia yang lebih tua, terutama lansia Adanya masalah kesehatan yang menyertai, seperti osteoporosis, diabetes, atau penyakit kardiovaskular Penanganan awal tidak optimal, misalnya telat mendapat bantuan medis atau diagnosis terlambat Cara Dokter Mendiagnosis Cedera Traumatik Jangka Panjang Diagnosis cedera traumatik jangka panjang membutuhkan kombinasi berbagai pendekatan dari berbagai disiplin. Dokter tidak hanya melihat cedera lama, tapi juga memahami keseluruhan gambaran kondisi pasien. Prosesnya biasanya meliputi: Anamnesis atau wawancara medis di mana dokter akan mengajukan sederet pertanyaan detail tentang kecelakaan awal, perawatan apa saja yang telah dilakukan, dan semua gejala yang dirasakan hingga saat ini. Suatu kuesioner standar bisa digunakan untuk menilai nyeri, fungsi kognitif, atau gejala PTSD. Pemeriksaan fisik yang meliputi penilaian terhadap kekuatan otot, rentang gerak sendi, refleks, sensasi, keseimbangan, dan koordinasi. Dokter akan mencari tanda-tanda kerusakan saraf, ketidakstabilan sendi, atau kelemahan otot. Pemeriksaan penunjang yang mencakup: Pencitraan dengan computed tomography(CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat kerusakan pada jaringan lunak seperti ligamen, tendon, tulang rawan, dan sumsum tulang belakang. Elektromiografi (EMG) dan studi konduksi saraf (NCS) untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot. Pemeriksaan neuropsikologis untuk mengevaluasi fungsi memori, perhatian, pemecahan masalah, dan kesehatan mental secara mendalam. Cara Mengatasi Cedera Traumatik Jangka Panjang Fokus penanganan cedera traumatik jangka panjang adalah pada pengelolaan gejala, pengoptimalan fungsi, dan peningkatan kualitas hidup. Caranya antara lain: Terapi fisik dan rehabilitasi untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, daya tahan, dan keseimbangan. Manajemen nyeri, misalnya dengan obat-obatan hingga akupunktur dan latihan mindfulness. Terapi psikologis yang terutama efektif untuk mengelola nyeri kronis, PTSD, dan depresi. Intervensi medis spesifik sesuai dengan kondisinya, misalnya operasi untuk memperbaiki ligamen atau sendi yang rusak. Modifikasi gaya hidup untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Penanganan ini umumnya bersifat jangka panjang dan memerlukan keterlibatan berbagai ahli kesehatan untuk mencapai hasil yang optimal. Komplikasi Cedera Traumatik Jangka Panjang Cedera traumatik jangka panjang... - Published: 2025-12-31 - Modified: 2026-04-09 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/apa-itu-radioterapi/ - Kategori: Onkologi, Radiologi - Translation Priorities: Optional Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, berkat kemajuan teknologi medis, banyak pasien yang berhasil sembuh atau hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang baik. Salah satu terapi andalan dalam pengobatan kanker adalah radioterapi. Di tengah meningkatnya angka penderita kanker di seluruh dunia, penting bagi kita untuk memahami apa itu radioterapi, siapa yang memerlukannya, dan bagaimana prosesnya seperti dijelaskan dalam artikel berikut ini. Mengenal Radioterapi Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan yang menggunakan sinar energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Metode ini bekerja dengan cara mematikan atau merusak sel kanker sehingga tak bisa berkembang lagi. Ada berbagai jenis radiasi yang digunakan dalam teknik ini, antara lain: Sinar-X, yang paling sering digunakan Elektron Gamma Proton Menurut American Cancer Society, radioterapi efektif untuk berbagai jenis kanker, baik sebagai terapi utama, kombinasi dengan terapi lain seperti kemoterapi, maupun terapi adjuvan (tambahan) setelah operasi. Ada dua jenis radioterapi yang umum digunakan: Radioterapi eksternal: sumber radiasi berasal dari mesin di luar tubuh Radioterapi internal: sumber radiasi ditempatkan di dalam atau dekat tumor Selain itu, ada terapi radiasi sistemik dengan menggunakan obat yang diberikan lewat mulut atau pembuluh darah untuk beberapa jenis kanker. Jenis radioterapi yang sesuai bergantung pada berbagai faktor, seperti: Jenis kanker Ukuran tumor Lokasi tumor Seberapa dekat tumor dengan jaringan normal yang sensitif pada radiasi Riwayat medis dan kondisi kesehatan secara umum Apakah ada jenis perawatan kanker lain yang sedang dilakukan Faktor lain, seperti umur dan kondisi medis lain Seperti banyak metode pengobatan lain, radioterapi juga memiliki risiko. Namun perkembangan teknologi radioterapi yang pesat memungkinkan pengobatan yang lebih akurat dengan efek samping lebih minimal. Siapa Saja yang Memerlukan Radioterapi Radioterapi dapat digunakan untuk berbagai jenis kanker. Namun dokter harus melakukan serangkaian pemeriksaan dulu guna memastikan apakah metode ini memang diperlukan. Jenis kanker yang kerap ditangani dengan metode terapi radiasi ini meliputi: Kanker payudara, biasanya setelah operasi untuk mencegah kekambuhan Kanker prostat, menjadi alternatif bedah atau diberikan setelah bedah Kanker kepala dan leher untuk membantu mempertahankan fungsi seperti berbicara dan menelan Kanker otak untuk mengecilkan tumor atau mencegah pertumbuhan lebih lanjut Radioterapi kadang juga digunakan untuk tumor nonkanker seperti meningioma. Di sisi lain, pasien dengan kanker metastatik—yang telah menyebar ke organ lain—juga dapat memperoleh manfaat radioterapi sebagai bagian dari perawatan paliatif untuk mengurangi gejala. Kapan Seseorang Memerlukan Radioterapi Waku yang tepat untuk menjalani radioterapi bergantung pada karakteristik kanker serta kondisi pasien. Di antaranya: Sebelum operasi: mengecilkan tumor agar lebih mudah diangkat Setelah operasi: membunuh sel kanker yang mungkin tersisa Sebagai pengobatan utama: untuk kanker yang sensitif terhadap radiasi atau bila operasi tidak mungkin dilakukan Pada kanker kambuh: jika kanker kembali setelah pengobatan sebelumnya Terapi paliatif: untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup, bukan menyembuhkan Manfaat/Tujuan Radioterapi Radioterapi memiliki sederet manfaat yang menjadikannya penting dalam penanganan kanker di era modern: Membunuh sel kanker tanpa operasi Mengontrol pertumbuhan tumor atau memperkecil risiko penyebaran Mengurangi gejala seperti nyeri Meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien Mengurangi risiko kekambuhan setelah pembedahan Alternatif pengganti operasi pengangkatan organ Persiapan Sebelum Menjalani Radioterapi Sebelum memulai radioterapi, pasien perlu menjalani beberapa tahap persiapan yang biasanya meliputi: Konsultasi awal dengan ahli onkologi radiasi Pencitraan (CT scan, MRI, atau PET scan) untuk pemetaan area yang akan diberi radiasi Penandaan kulit dengan tinta atau tato kecil untuk panduan posisi Perhitungan dosis radiasi menggunakan komputer Simulasi pengobatan Konsultasi gizi dan evaluasi kondisi umum Prosedur dan Pelaksanaan Radioterapi Proses pelaksanaan radioterapi biasanya berlangsung dalam beberapa langkah: Pemeriksaan awal untuk memastikan tidak ada kontraindikasi atau hal yang membahayakan jika dilakukan radioterapi. Pasien berbaring di meja perawatan dalam posisi tertentu untuk memastikan radiasi tepat mengenai area yang ditargetkan. Pengiriman radiasi dengan durasi 10-30 menit di setiap sesi. Frekuensi dan total sesi bergantung pada rencana perawatan sebelumnya. Proses radioterapi tidak menimbulkan rasa sakit dan pasien tidak akan merasa apa pun saat radiasi diberikan. Pasien pun tetap terjaga selama proses berlangsung dan dapat segera pulang setelahnya. Perawatan Pasca Radioterapi Setelah menyelesaikan radioterapi, pasien perlu melakukan beberapa hal untuk membantu pemulihan: Beristirahat yang cukup dan menjaga pola makan sehat Menghindari paparan sinar matahari langsung pada area yang diradiasi Menggunakan pelembap kulit sesuai dengan anjuran dokter Menjaga pola makan bergizi untuk pemulihan sel sehat Memantau efek samping seperti kelelahan, kulit kemerahan, atau mual Menjalani kontrol rutin untuk mengevaluasi hasil terapi Adakah Efek Samping Setelah Radioterapi Tim medis akan memantau kemungkinan efek samping dan memberikan penanganan bila muncul masalah. Kebanyakan efek samping ini bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa minggu setelah terapi. Di antaranya: Kelelahan ekstrem Iritasi kulit berupa kemerahan, gatal, atau mengelupas Rambut rontok pada area yang diradiasi Mual jika radiasi di area perut Gangguan menelan atau suara jika radiasi pada leher Perubahan nafsu makan Radioterapi di Primaya Hospital Primaya Hospital menyediakan layanan radioterapi modern dengan teknologi modern dan tim medis yang berpengalaman dan terlatih. Dengan pendekatan yang holistik dan berkomitmen kepada pasien, Primaya Hospital akan berupaya memberikan... - Published: 2025-12-31 - Modified: 2025-12-21 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/nyeri-lutut-saat-jongkok/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa lutut seperti ditusuk jarum, berderit, atau terasa “terkunci” saat jongkok penuh untuk mengambil barang di lantai rendah, sholat, atau berolahraga? Banyak orang langsung takut terdiagnosis “pengapuran lutut” atau harus operasi. Padahal, penelitian besar menunjukkan bahwa lebih dari 85 % kasus nyeri lutut saat jongkok pada usia di bawah 55 tahun bukan karena kerusakan tulang rawan, melainkan karena otot paha, bokong, dan betis yang lemah serta jaringan lunak yang kaku. Kabar baiknya, hampir semua bisa diatasi sendiri di rumah tanpa obat pereda nyeri, suntikan, apalagi operasi. Yuk, simak panduan lengkap berbasis bukti ilmiah yang sudah membantu ribuan orang kembali jongkok nyaman dalam 6–12 minggu saja! Mengenal Penyebab Utama Nyeri Lutut Saat Jongkok Penuh Jongkok penuh adalah gerakan alami manusia sejak ribuan tahun lalu. Namun, gaya hidup duduk lama membuat beberapa struktur lutut “tertidur”: Otot paha depan (quadriceps) melemah sehingga tempurung lutut (patela) tidak stabil Otot paha belakang (hamstring) dan bokong (gluteus) tidak bekerja maksimal Pergelangan kaki kaku sehingga lutut terpaksa menanggung beban ekstra Jaringan ikat di sekitar lutut (IT band, quadriceps tendon) menjadi kaku Keseimbangan dan proprioception (kemampuan otak merasakan posisi sendi) menurun Menurut Clinical Practice Guidelines Patellofemoral Pain – Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy 2019, 87 % nyeri lutut anterior saat jongkok disebabkan oleh patellofemoral pain syndrome (PFPS) akibat ketidakseimbangan otot, bukan osteoarthritis. PFPS bisa sembuh total dengan latihan yang tepat. Gejala Nyeri Lutut Saat Jongkok yang Sering Dikeluhkan Nyeri lutut saat jongkok penuh biasanya memiliki pola khas yang membedakannya dari cedera berat. Berikut gejala yang paling sering dirasakan orang-orang dengan patellofemoral pain syndrome (nyeri di sekitar tempurung lutut): Nyeri terasa tepat di bawah atau sekeliling tempurung lutut (patela). Bukan di samping dalam atau luar lutut. Sensasi berderit, “krek-krek”, atau “grasak-grusuk”. Terjadi saat menekuk atau meluruskan lutut, tapi tidak disertai rasa terkunci. Lutut terasa “tertahan” atau berat saat turun ke posisi jongkok dalam. Seolah ada yang menghambat gerakan. Nyeri memburuk setelah duduk lama (lebih dari 20–30 menit) lalu berdiri atau naik tangga. Fenomena ini disebut “movie sign” atau “theater sign”. Nyeri terasa saat menekuk lutut lebih dari 90 derajat. Misalnya saat sholat duduk, jongkok membersihkan lantai, atau berolahraga squat. Tidak ada pembengkakan hebat atau memar besar. Hanya kadang sedikit bengkak ringan setelah aktivitas panjang. Lutut masih bisa diluruskan dan dibengkokkan penuh. Meski terasa nyeri atau tidak nyaman. Nyeri hilang atau berkurang saat istirahat total. Tapi kembali muncul saat aktivitas menekuk lutut lagi. Jika gejala Anda persis seperti daftar di atas dan tidak ada tanda bahaya, kemungkinan besar 90 % ini adalah nyeri lutut fungsional yang bisa diatasi dengan latihan penguatan dan peregangan yang tepat tanpa obat atau operasi. 10 Tips Terbukti Ilmiah Tanpa Obat Penghilang Nyeri Peregangan Quadriceps Standing (30–45 detik × 4 tiap kaki) Tarik tumit ke bokong sambil menjaga lutut rapat. Peregangan ini meningkatkan fleksibilitas hingga 22 % dalam 4 minggu. Peregangan Hip Flexor (Lunge Stretch) Lutut belakang menapak, dorong pinggul ke depan hingga terasa tarikan di lipatan paha depan. Calf Stretch & Ankle Dorsiflexion Mobility Gunakan dinding. Target: jarak tumit-dinding ≥12 cm saat lutut menyentuh dinding. Terminal Knee Extension dengan Handuk Letakkan handuk kecil di bawah lutut, tekan ke bawah sambil meluruskan lutut. 3 set × 15 repetisi. Spanish Squat Isometric Ikat sabuk/tali di belakang lutut, jongkok hingga 90–110°, tahan 45 detik × 5. Sangat efektif menguatkan quadriceps tanpa tekanan patela berlebih. Glute Bridge + Banded Clamshell Aktivasi otot bokong mengurangi beban lutut hingga 40 % saat jongkok. Single Leg Romanian Deadlift (tanpa beban) Melatih stabilitas pinggul dan hamstring sekaligus. Foam Rolling Quadriceps & IT Band Gulung perlahan 60–90 detik tiap sisi setiap malam. Mengurangi kekakuan fascia 35 %. Wall Sit dengan Bola di Antara Lutut Meningkatkan kontrol otot dalam tanpa gerakan. Progressive Deep Squat Training Mulai dari box squat tinggi → turunkan 2–3 cm setiap minggu → akhirnya full squat tanpa nyeri. Contoh Program 4–8 Minggu (15–20 Menit/Hari) Minggu Peregangan Penguatan Mobility 1–2 Quad + Hip Flexor + Calf 3×30 detik Spanish Squat 5×30 detik Foam Rolling + Ankle Rocking Glute Bridge 3×15 3–4 Tambah 45 detik Tambah Single Leg Balance Box Squat (kursi tinggi) Wall Sit 3×45 detik 5–8 60 detik Full Spanish Squat 5×60 detik Full squat hold 5×30 detik Progressive lower box Cara Jongkok yang Benar agar Tidak Cedera Lutut sejajar dengan jari kaki (bukan masuk ke dalam) Pinggul dorong ke belakang dulu (hip hinge) Dada tetap tegak, pandangan lurus Tumit selalu menapak penuh Tarik napas turun, hembuskan naik Makanan & Kebiasaan Pendukung Pemulihan Konsumsi protein 1,2–1,6 g/kgBB untuk perbaikan otot Vitamin D + Kalsium untuk kesehatan tulang rawan Omega-3 (ikan salmon, sarden) untuk mengurangi inflamasi ringan Tidur 7–9 jam (hormon pertumbuhan untuk regenerasi jaringan) Hindari duduk “W” atau bersila terlalu lama Kapan Harus Segera ke Dokter atau Fisioterapis Meskipun sebagian besar nyeri lutut saat jongkok bisa sembuh sendiri dengan latihan di rumah, ada beberapa tanda bahaya yang... - Published: 2025-12-31 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/gizi/dampak-kekurangan-vitamin-d/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Vitamin D sering disebut “vitamin sinar matahari” karena tubuh kita memproduksinya saat kulit terkena sinar UVB. Namun, lebih dari 70% orang Indonesia kekurangan vitamin D. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tulang, tetapi juga suasana hati dan tingkat energi sehari-hari secara signifikan. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap bagaimana kekurangan vitamin D dapat membuat Anda mudah lelah, murung, bahkan sampai depresi ringan. Mengenal Vitamin D dan Fungsinya Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang berperan sebagai hormon steroid dalam tubuh. Fungsi utamanya meliputi penyerapan kalsium, kesehatan tulang, sistem imun, hingga mengatur kerja otak. Tubuh mendapatkan vitamin D dari tiga sumber utama: Sinar matahari pagi (pukul 06. 00–09. 00) Makanan (ikan berlemak, kuning telur, jamur, susu fortifikasi) Suplemen vitamin D3 (cholecalciferol) Menurut Mayo Clinic, kadar normal vitamin D dalam darah adalah 30–100 ng/mL. Jika di bawah 20 ng/mL disebut defisiensi, sedangkan 20–29 ng/mL disebut insufisiensi. Gejala Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan Banyak orang tidak menyadari kekurangan vitamin D karena gejalanya tidak spesifik: Mudah lelah meski tidur cukup Sakit-sakit otot dan tulang Sering merasa murung atau sedih tanpa sebab jelas Sulit berkonsentrasi Rambut rontok lebih banyak Penurunan daya tahan tubuh (sering sakit) Mengapa Kekurangan Vitamin D Bisa Mood Menjadi Buruk? Otak memiliki banyak reseptor vitamin D, terutama di area hippocampus dan prefrontal cortex yang mengatur emosi dan suasana hati. Vitamin D membantu: Meningkatkan produksi serotonin (hormon bahagia) Mengurangi peradangan di otak Melindungi sel saraf dari kerusakan Studi besar yang dipublikasikan di Journal of Affective Disorders (2020) menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin D di bawah 20 ng/mL memiliki risiko 2 kali lebih tinggi mengalami depresi klinis dibandingkan yang kadarnya normal. Dampak Kekurangan Vitamin D terhadap Energi Sehari-hari Vitamin D berperan dalam produksi energi di dalam sel melalui mitokondria. Kekurangan vitamin D menyebabkan: Penurunan efisiensi mitokondria → tubuh cepat lelah Gangguan tidur (sulit tidur nyenyak atau sering terbangun) Nyeri otot kronis yang membuat aktivitas terasa berat Penelitian dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D selama 8–12 minggu pada orang defisiensi dapat meningkatkan skor energi hingga 35%. Siapa yang Berisiko Kekurangan Vitamin D? Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi: Orang yang jarang terkena sinar matahari pagi (pekerja kantor, pemakai hijab tertutup) Lansia (kemampuan kulit memproduksi vitamin D menurun 75% setelah usia 70 tahun) Orang dengan kulit gelap (melanin menghalangi penyerapan UVB) Penderita obesitas (vitamin D terperangkap di jaringan lemak) Ibu hamil dan menyusui Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D secara Alami dan Aman Jemur Diri di Bawah Sinar Matahari Pagi Cukup 15–30 menit per hari (pukul 06. 00–09. 00) dengan ekspos lengan, punggung, atau kaki tanpa tabir surya. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin D Salmon, makarel, sarden, kuning telur, jamur shitake yang dijemur, susu/sereal fortifikasi. Suplementasi Jika Diperlukan Setelah cek darah, dokter biasanya menganjurkan 1. 000–4. 000 IU vitamin D3 per hari (dosis aman menurut Endocrine Society). Olahraga Ringan di Luar Ruangan Berjalan kaki atau yoga di taman pagi hari memberikan double benefit: sinar matahari + gerak tubuh. Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan kadar vitamin D jika Anda mengalami: Kelelahan kronis yang tidak membaik setelah berjemur Depresi musiman (seasonal affective disorder) Nyeri tulang atau otot yang tidak jelas penyebabnya Sering sakit flu atau infeksi Yang Sering di Tanyakan (FAQ) Apakah terlalu banyak vitamin D berbahaya? Ya, kadar >150 ng/mL (hipervitaminosis D) bisa menyebabkan mual, lemah, hingga batu ginjal. Selalu cek darah sebelum suplementasi dosis tinggi. Berapa lama efek positif terasa setelah mengonsumsi vitamin D? Biasanya energi mulai membaik dalam 2–4 minggu, sedangkan mood membutuhkan 8–12 minggu. Apakah vitamin D dari suplemen sama efektifnya dengan sinar matahari? Sama efektifnya, bahkan lebih terukur. Vitamin D3 (cholecalciferol) dari suplemen lebih baik daripada D2 dari tumbuhan. Pentingnya Memahami Manfaat Vitamin D Kekurangan vitamin D bukan hanya masalah tulang, tetapi juga penyebab tersembunyi di balik rasa lelah, murung, dan kurang semangat yang Anda rasakan setiap hari. Dengan menjaga kadar vitamin D tetap optimal melalui sinar matahari, makanan, atau suplemen yang tepat, Anda bisa mendapatkan kembali energi penuh dan mood yang jauh lebih cerah. Mulailah dari hal sederhana: jemur diri 15 menit setiap pagi. Tubuh dan pikiran Anda akan berterima kasih. Ditinjau oleh: dr. Noviyanti, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2025-12-30 - Modified: 2025-12-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/muncul-bintik-merah/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Bintik merah pada kulit yang disertai rasa gatal sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba, menyebar di area tertentu, atau bahkan berlangsung cukup lama. Bintik merah pada kulit dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan penyebab yang beragam. Jika bintik merah pada kulit disertai gatal tidak kunjung membaik, Kavacare siap membantu Anda menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit di Primaya Hospital secara mudah dan terpercaya. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Penyebab Bintik Merah pada Kulit Ada berbagai kondisi medis yang dapat memicu bintik merah pada kulit, terutama jika disertai rasa gatal. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi: 1. Reaksi Alergi Reaksi alergi merupakan salah satu penyebab paling umum munculnya bintik merah pada kulit yang disertai rasa gatal. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu (alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya. Alergen tersebut bisa berasal dari makanan (seperti seafood, telur, atau kacang), obat-obatan, debu, serbuk sari, bulu hewan, hingga produk perawatan kulit. Pada reaksi alergi, bintik merah pada kulit biasanya muncul secara tiba-tiba, menyebar dengan cepat, dan disertai gatal intens. Pada beberapa orang, bintik juga dapat disertai bentol atau pembengkakan ringan. Jika pemicunya tidak segera dihindari, keluhan dapat bertahan lebih lama atau semakin parah. 2. Dermatitis Kontak Dermatitis kontak terjadi ketika kulit bersentuhan langsung dengan zat iritan atau alergen tertentu. Paparan ini memicu peradangan pada lapisan kulit luar sehingga muncul bintik merah pada kulit yang terasa gatal, perih, atau panas. Zat pemicu dermatitis kontak antara lain deterjen, sabun keras, parfum, kosmetik, logam (seperti nikel), hingga bahan kimia pembersih rumah tangga. Bintik merah pada kulit akibat dermatitis kontak biasanya muncul di area yang langsung terpapar, misalnya tangan, leher, atau wajah. Jika paparan terus berulang, kulit bisa menjadi kering, menebal, dan mudah iritasi. 3. Infeksi Jamur atau Bakteri Infeksi jamur atau bakteri juga sering menjadi penyebab bintik merah pada kulit, terutama di area yang lembap seperti lipatan tubuh, ketiak, selangkangan, atau sela-sela jari. Jamur dan bakteri mudah berkembang pada kulit yang sering berkeringat dan kurang terjaga kebersihannya. Pada kondisi ini, bintik merah pada kulit biasanya disertai rasa gatal, perih, kulit bersisik, bahkan dapat mengeluarkan cairan. Infeksi jamur sering tampak berbatas jelas dan melingkar, sedangkan infeksi bakteri dapat menyebabkan kemerahan yang nyeri dan membengkak. Penanganan yang tepat penting agar infeksi tidak menyebar. 4. Gigitan Serangga Gigitan serangga seperti nyamuk, tungau, kutu, atau kutu busuk dapat memicu bintik merah pada kulit akibat reaksi lokal terhadap air liur serangga. Reaksi ini memicu pelepasan histamin yang menyebabkan gatal dan kemerahan. Bintik merah pada kulit akibat gigitan serangga umumnya terasa sangat gatal, muncul berkelompok, dan sering kali memburuk pada malam hari. Jika sering digaruk, area gigitan dapat mengalami luka terbuka dan berisiko terinfeksi bakteri sekunder. Oleh karena itu, penting untuk menghindari menggaruk dan menjaga kebersihan kulit. Gejala Bintik Merah pada Kulit Selain munculnya bintik merah pada kulit, beberapa gejala lain yang sering menyertai antara lain: 1. Rasa Gatal Ringan Hingga Berat Rasa gatal merupakan keluhan paling umum yang muncul bersama bintik merah pada kulit. Tingkat gatal dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga sangat mengganggu aktivitas. Gatal biasanya terjadi akibat pelepasan histamin pada kulit sebagai respons terhadap alergi, iritasi, atau infeksi. Pada kondisi tertentu, bintik merah pada kulit dapat terasa semakin gatal pada malam hari atau saat berkeringat. Jika sering digaruk, gatal dapat memperparah peradangan, menyebabkan luka, dan meningkatkan risiko infeksi sekunder pada kulit. 2. Kulit Terasa Panas atau Perih Selain gatal, bintik merah pada kulit juga sering disertai sensasi panas atau perih. Kondisi ini menandakan adanya peradangan pada lapisan kulit, baik akibat iritasi, dermatitis, maupun infeksi. Sensasi panas biasanya terasa lebih jelas saat kulit terkena gesekan, air hangat, atau produk perawatan tertentu. Pada beberapa kasus, bintik merah pada kulit yang terasa perih dapat menandakan iritasi berat atau reaksi alergi yang cukup kuat. 3. Kulit Kering, Bersisik atau Mengelupas Pada kondisi yang berlangsung lebih lama, bintik merah pada kulit dapat disertai perubahan tekstur kulit seperti kering, bersisik, atau mengelupas. Hal ini terjadi karena lapisan pelindung kulit mengalami kerusakan sehingga kelembapan alami kulit berkurang. Kulit yang kering dan bersisik sering ditemukan pada dermatitis atau infeksi jamur. Jika tidak ditangani, bintik merah pada kulit dengan kondisi ini dapat meluas dan menimbulkan rasa tidak nyaman berkepanjangan. 4. Bengkak di Area Tertentu Pembengkakan pada area bintik merah pada kulit biasanya terjadi akibat peradangan atau reaksi alergi. Bengkak bisa bersifat ringan hingga cukup jelas terlihat, terutama pada area wajah, tangan, atau kaki. Pada beberapa kasus, bengkak disertai nyeri tekan dan rasa hangat. Jika bintik merah pada kulit disertai pembengkakan yang cepat memburuk, kondisi ini perlu mendapat perhatian medis untuk mencegah komplikasi. Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit Penanganan bintik merah pada kulit tergantung pada penyebab dasarnya. Beberapa langkah umum yang dapat dilakukan meliputi: 1. Menjaga Kebersihan Kulit dan Tetap Kering Kebersihan kulit sangat berperan dalam mempercepat... - Published: 2025-12-29 - Modified: 2025-12-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/vertigo-posisi-paroksismal-jinak/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Jika Anda pernah merasakan sensasi berputar mendadak saat bangun tidur atau mengubah posisi kepala, kondisi ini mungkin merupakan tanda Vertigo Posisi Paroksismal Jinak (BPPV). Vertigo adalah gangguan telinga dalam yang paling umum menyebabkan pusing berputar. Kondisi ini cukup umum di masyarakat, dengan gejala utama berupa vertigo mendadak yang dipicu oleh perubahan posisi kepala. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang BPPV, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya dengan manuver Epley. Untuk informasi selengkapnya, yuk simak terus! Mengenal Vertigo Posisi Paroksismal Jinak Menurut Laryngoscope Investig Otolaryngol, Vertigo Posisi Paroksismal Jinak (BPPV) adalah gangguan pada telinga dalam yang menyebabkan episode vertigo singkat namun intens. BPPV didefinisikan sebagai gangguan telinga dalam yang ditandai dengan episode berulang vertigo posisional. Kondisi ini terjadi ketika kristal kalsium karbonat kecil yang disebut otolith terlepas dari tempat normalnya dan masuk ke dalam kanalis semisirkularis. BPPV bukanlah kondisi yang mengancam jiwa, namun dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit ini lebih sering menyerang orang dewasa di atas 50 tahun dan wanita lebih rentan dibandingkan pria. Dalam artikel ilmiah StatPearls NCBI, vertigo digambarkan seperti persepsi gerakan tanpa adanya gerakan yang sebenarnya, yang dapat digambarkan sebagai sensasi bergoyang, miring, berputar, atau merasa tidak seimbang. Gejala Vertigo Posisi Paroksismal Jinak Gejala BPPV yang paling khas adalah sensasi berputar yang terjadi secara tiba-tiba saat mengubah posisi kepala. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain: Gejala Utama: Vertigo atau pusing berputar yang berlangsung kurang dari satu menit Sensasi berputar saat mengubah posisi kepala secara mendadak Pusing saat bangun tidur atau membalikkan badan di tempat tidur Sensasi berputar saat menoleh ke atas atau ke bawah Gejala Penyerta: Mual dan muntah Kehilangan keseimbangan Nistagmus (gerakan mata yang tidak terkendali) Keringat dingin Rasa tidak stabil saat berjalan Penderita BPPV dapat mengalami sensasi berputar kapan saja ada perubahan posisi kepala. Gejala ini tentunya sangat mengganggu, dalam jurnal ilmiah Johns Hopkins Medicine juga disebutkan bahwa kondisi vertigo ini dapat menyebabkan seseorang terjatuh dari tempat tidur atau kehilangan keseimbangan saat bangun tidur. Penyebab Vertigo Posisi Paroksismal Jinak Seperti yang telah dijelaskan sebenelumnya, penyebab vertigo saat mengubah posisi kepala pada BPPV berkaitan dengan gangguan pada sistem keseimbangan di telinga dalam. Beberapa faktor yang dapat memicu BPPV antara lain: Penyebab Primer: Lepasnya kristal otolith (kalsium karbonat) dari utrikulus Masuknya kristal tersebut ke dalam kanalis semisirkularis Gangguan pada organ keseimbangan telinga dalam Faktor Risiko: Usia lanjut (di atas 50 tahun) Jenis kelamin wanita Trauma kepala atau cedera telinga Infeksi telinga dalam Migrain Penyakit Meniere Osteoporosis Imobilitas berkepanjangan BPPV adalah jenis vertigo spesifik yang dipicu oleh perubahan posisi kepala terhadap gravitasi. Dalam kebanyakan kasus, penyebab pasti BPPV tidak diketahui dan disebut sebagai BPPV idiopatik. Cara Dokter Mendiagnosis Vertigo Posisi Paroksismal Jinak Diagnosis BPPV dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh dokter THT atau dokter saraf: Pemeriksaan Klinis: Anamnesis atau wawancara medis tentang gejala Pemeriksaan fisik umum Pemeriksaan neurologis dasar Tes Khusus: Tes Dix-Hallpike:Tes utama untuk mendiagnosis BPPV kanalis posterior Tes Supine Roll:Untuk mendeteksi BPPV kanalis horizontal Tes Head Impulse:Untuk menilai fungsi kanalis semisirkularis Pemeriksaan Penunjang: Audiometri untuk mengevaluasi pendengaran Videonystagmography (VNG) jika diperlukan MRI kepala dalam kasus tertentu untuk menyingkirkan penyebab lain Dokter akan mengamati adanya nistagmus (gerakan mata tidak terkendali) yang khas untuk BPPV. Pola nistagmus yang berbeda menunjukkan kanalis mana yang terkena. Cara Mengatasi Vertigo Posisi Paroksismal Jinak Pengobatan vertigo oleh dokter THT/saraf untuk BPPV berfokus utama pada manuver reposisi kanaliths. Penelitian Manuver Epley (Canalith Repositioning Procedure) selama beberapa dekade menunjukkan bahwa manuver reposisi kanaliths sangat berhasil dengan tingkat keberhasilan rata-rata 80%. Banyak penyedia layanan kesehatan merekomendasikan manuver Epley sebagai terapi lini pertama untuk BPPV. Lalu, bagaimana Anda dapat berlatih di rumah? Cara melakukan manuver Epley di rumah: Duduk di tepi tempat tidur dengan kaki tergantung Putar kepala 45 derajat ke sisi yang terkena Berbaring dengan cepat ke belakang, pertahankan posisi kepala Tahan posisi selama 30 detik Putar kepala 90 derajat ke sisi berlawanan Tahan selama 30 detik Putar seluruh tubuh ke sisi yang sama dengan kepala Tahan selama 30 detik Duduk perlahan Terapi Lainnya: Manuver Semont untuk kanalis posterior Manuver Barbecue Roll untuk kanalis horizontal Terapi vestibular rehabilitation Obat anti-vertigo dalam kasus tertentu Manuver Epley di rumah adalah prosedur yang aman dan tidak mahal. Prosedur ini sering kali bekerja dengan baik untuk mengobati gejala BPPV. Komplikasi Vertigo Posisi Paroksismal Jinak Meskipun BPPV bukanlah kondisi yang mengancam jiwa, beberapa komplikasi dapat terjadi jika tidak ditangani dengan baik: Komplikasi Fisik: Jatuh dan cedera akibat kehilangan keseimbangan Fraktur tulang pada lansia Keterbatasan mobilitas Penurunan kualitas hidup Komplikasi Psikologis: Kecemasan berlebihan Depresi Fobia terhadap gerakan tertentu Isolasi sosial Dampak Fungsional: Gangguan tidur Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari Keterbatasan dalam bekerja Ketergantungan pada orang lain Dalam studi observasional prospektif dalam International Journal of (2015), manuver Epley terbukti lebih efektif daripada obat-obatan saja, tidak hanya dalam mengobati kondisi tetapi juga dalam mencegah kekambuhan. Pencegahan Vertigo Posisi Paroksismal Jinak Meskipun tidak semua kasus BPPV dapat dicegah, beberapa langkah... - Published: 2025-12-28 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/umum/kantung-mata-bengkak/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kantung mata bengkak adalah kondisi pembengkakan pada area bawah mata yang membuat wajah terlihat lelah dan kurang segar. Banyak orang mengira kantung mata bengkak hanya disebabkan oleh kurang tidur, padahal kondisi ini juga bisa terjadi akibat penumpukan cairan, lemak, peradangan, atau faktor lain seperti alergi dan penuaan. Umumnya kantung mata bengkak bersifat sementara, namun pada beberapa orang dapat berlangsung lama dan mengganggu kenyamanan maupun penampilan. Butuh konsultasi lebih lanjut terkait kantung mata bengkak? Kavacare siap membantu menjadwalkan konsultasi dokter yang tepat dan menghubungkan Anda dengan Primaya Hospital di berbagai wilayah untuk pemeriksaan dan perawatan profesional. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Penyebab Kantung Mata Bengkak Berikut beberapa penyebab umum kantung mata bengkak yang perlu Anda ketahui, antara lain: 1. Kurang Tidur dan Kelelahan Kurang tidur membuat sirkulasi darah di sekitar mata menjadi tidak optimal. Akibatnya, cairan lebih mudah menumpuk di area bawah mata dan memicu kantung mata bengkak. Selain itu, kelelahan juga menyebabkan kulit tampak kusam dan elastisitasnya menurun, sehingga kantung mata bengkak terlihat lebih jelas terutama saat bangun tidur. 2. Alergi Alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau produk kosmetik dapat memicu pelepasan histamin dalam tubuh. Histamin menyebabkan pembuluh darah melebar dan menimbulkan peradangan, yang akhirnya membuat kantung mata bengkak. Pada kondisi ini, pembengkakan sering disertai gatal, mata berair, dan kemerahan. 3. Penumpukan Cairan Konsumsi makanan tinggi garam, perubahan hormon, atau kebiasaan tidur telentang dapat menyebabkan cairan tertahan di jaringan bawah mata. Saat cairan tidak terdistribusi dengan baik, area mata menjadi bengkak dan membentuk kantung mata bengkak, terutama pada pagi hari. Kondisi ini biasanya membaik seiring aktivitas sepanjang hari. 4. Penuaan Seiring bertambahnya usia, jaringan penyangga di sekitar mata melemah dan kulit kehilangan elastisitasnya. Lemak yang seharusnya menopang mata dapat turun ke area bawah mata, menyebabkan kantung mata bengkak yang cenderung menetap. Faktor penuaan ini membuat kantung mata lebih sulit hilang tanpa perawatan khusus. 5. Menangis Terlalu Lama Menangis meningkatkan aliran darah dan tekanan cairan di sekitar mata. Hal ini membuat pembuluh darah melebar dan cairan menumpuk, sehingga muncul kantung mata bengkak dalam waktu singkat. Biasanya kondisi ini bersifat sementara dan akan berkurang setelah cairan kembali seimbang. Cara Mengatasi Kantung Mata Bengkak Beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan kantung mata bengkak secara efektif, antara lain: 1. Kompres Dingin Kompres dingin membantu menyempitkan pembuluh darah di sekitar mata sehingga aliran cairan berlebih dapat berkurang. Cara ini efektif untuk meredakan pembengkakan dan membuat kantung mata bengkak terlihat lebih kempis. Anda bisa menggunakan es batu yang dibungkus kain bersih, sendok dingin, atau eye patch dingin selama 10–15 menit. 2. Tidur Cukup dan Berkualitas Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat kurang tidur, tubuh lebih mudah menahan cairan sehingga memicu kantung mata bengkak. Usahakan tidur 7–9 jam per malam dengan waktu tidur yang teratur agar area mata terlihat lebih segar dan tidak mudah bengkak. 3. Kurangi Konsumsi Garam Garam berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, termasuk di area bawah mata. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kondisi ini dapat memperparah kantung mata bengkak, terutama di pagi hari. Mengurangi makanan asin dan memperbanyak minum air putih dapat membantu mengurangi pembengkakan secara alami. 4. Gunakan Krim Mata Krim mata dengan kandungan kafein dapat membantu mengecilkan pembuluh darah, sementara hyaluronic acid menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Pemakaian rutin krim mata dapat membantu menyamarkan dan mengurangi kantung mata bengkak, terutama yang disebabkan oleh kelelahan atau penuaan. 5. Atur Posisi Tidur Krim mata dengan kandungan kafein dapat membantu mengecilkan pembuluh darah, sementara hyaluronic acid menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Pemakaian rutin krim mata dapat membantu menyamarkan dan mengurangi kantung mata bengkak, terutama yang disebabkan oleh kelelahan atau penuaan. Kantung mata bengkak dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari kurang tidur, alergi, penumpukan cairan, hingga proses penuaan. Meski sering kali tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan kepercayaan diri. Dengan pola hidup sehat dan perawatan yang tepat, kantung mata bengkak dapat dicegah dan dikurangi secara efektif. Jika kantung mata bengkak tidak kunjung membaik atau disertai keluhan lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata atau kulit. Kavacare siap membantu mengatur konsultasi medis secara praktis dan nyaman, serta menghubungkan Anda dengan Primaya Hospital untuk pemeriksaan dan perawatan yang profesional dan terpercaya. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Narasumber: dr. Eddy Wiria, PhD Co-Founder & CEO Kavacare - Published: 2025-12-28 - Modified: 2025-12-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyebab-sakit-pinggang/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda bangun tidur dengan rasa nyeri di pinggang? Atau ada yang bertanya-tanya, mengapa kadang punggung terasa sakit dan pegal pada wanita? Sakit pinggang sebelah kanan, sebelah kiri, ataupun bagian lain bisa menandakan berbagai masalah kesehatan. Faktor penyebabnya pun beragam. Artikel ini akan mengupas seputar sakit pinggang, dari penyebab hingga solusi pengobatan yang tepat, termasuk cara mengatasi sakit pinggang saat bangun tidur. Apa Itu Sakit Pinggang? Sakit pinggang adalah istilah umum yang merujuk pada nyeri atau ketidaknyamanan yang terasa di area punggung bawah. Dalam dunia medis, sakit pinggang disebut low back pain (LBP) atau lumbago. Kondisi ini bukanlah suatu penyakit spesifik, melainkan gejala dari berbagai masalah medis yang mendasarinya. Sakit pinggang sebelah kanan sering kali berhubungan dengan masalah pada organ-organ di sisi kanan tubuh, seperti ginjal atau usus buntu. Sedangkan sakit pinggang sebelah kiri dapat terkait dengan kondisi serupa di sisi kiri. Sakit ini dapat terjadi di satu sisi atau kedua sisi punggung serta dapat bersifat akut (tiba-tiba) atau kronis (berlangsung lama). Sakit punggung akut antara lain seperti yang dialami sebagian wanita ketika datang bulan. Cedera pada otot atau tendon juga kerap menjadi pemicu. Rasa nyeri akibat sakit punggung akut biasanya dapat reda sendiri dengan pengobatan di rumah dan terapi fisik. Adapun berdasarkan studi di Medical Clinics of North America, sakit pinggang kronis yang berlangsung selama lebih dari 6 bulan hanya sebagian kecil dari kasus sakit pinggang secara umum. Namun dokter keras kesulitan memastikan diagnosis penyebabnya sehingga pasien sulit pulih secara total. Perawatan pada pasien sakit pinggang kronis berfokus pada upaya meredakan nyeri dan meningkatkan fungsi. Sakit Pinggang Sebelah Kanan dan Kiri Sakit pinggang sebelah kanan ataupun kiri bisa jadi mengindikasikan indikasi adanya masalah pada struktur muskuloskeletal (sistem tubuh yang terdiri atas tulang, otot, sendi, dan jaringan ikat) di area tersebut. Bisa juga penyebabnya bersumber dari organ internal yang terletak di sisi kanan tubuh. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab sakit pinggang sebelah kanan ataupun sebelah kiri: Ketegangan atau keseleo otot (muscle strain or sprain) Ini penyebab sakit pinggang paling umum. Ketegangan otot terjadi ketika serat otot meregang atau robek, sementara keseleo ligamen dipicu peregangan atau robekan pada ligamen. Penyebabnya antara lain mengangkat beban yang terlalu berat, gerakan memutar yang tiba-tiba, postur tubuh yang buruk, salah posisi tidur, aktivitas berlebihan, atau cedera. Saraf skiatik terjepit Ketika terjadi kompresi pada saraf skiatik yang membentang dari punggung bawah hingga ke bagian belakang kaki, akan muncul rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar di sisi kanan punggung bawah. Pemicunya yang umum adalah herniasi diskus (robekan atau tonjolan cakram di antara tulang belakang yang menekan saraf di sekitarnya). Osteoartritis Ini adalah kondisi ketika tulang rawan di antara tulang belakang mulai rusak seiring dengan bertambahnya usia. Gerakan memutar atau membungkuk dapat memperburuk nyeri di sisi kanan akibat kondisi ini. Disfungsi sendi sakroiliaka Peradangan pada sendi yang menghubungkan tulang belakang dengan panggul ini dapat menyebabkan nyeri di punggung bawah dan bokong. Sakit pinggang bisa terasa di sebelah kanan, kiri, atau keduanya. Masalah Ginjal Ginjal terdapat di sebelah kiri dan kanan pinggang. Masalah ginjal yang bisa memicu gejala sakit pinggang termasuk batu ginjal dan infeksi ginjal. Usus buntu Peradangan pada usus buntu (apendisitis) bisa menyebabkan nyeri yang biasanya dimulai di dekat pusar dan bergeser ke sisi kanan bawah perut. Nyeri ini kadang dapat menjalar hingga memicu sakit pinggang sebelah kanan. Fibroid Fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim dan dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, termasuk di sisi kanan. Ini juga mungkin menjadi penyebab mengapa punggung terasa sakit dan pegal pada wanita. Endometriosis Ketika datang bulan, sel-sel endometriosis dapat membengkak dan berdarah serta menyebabkan rasa pegal dan sakit pinggang sebelah kiri dan nyeri panggul. Kondisi ini paling umum pada wanita berusia 30-an dan 40-an. Kehamilan Sakit pinggang adalah keluhan yang sangat umum selama kehamilan. Beberapa faktor berkontribusi pada punggung terasa sakit dan pegal pada wanita hamil termasuk pertambahan berat badan, pergeseran pusat gravitasi tubuh ke depan, perubahan hormon, dan pelemahan otot perut. Solusi Pengobatan Sakit Pinggang Pengobatan sakit pinggang bervariasi, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Banyak kasus sakit pinggang dapat diatasi dengan perawatan di rumah, tapi beberapa memerlukan intervensi medis. Perawatan mandiri Istirahat singkat, tapi hindari istirahat total di tempat tidur dalam waktu lama karena dapat memperburuk nyeri. Gunakan kompres es dan panas secara bergantian. Kompres es untuk membantu mengurangi peradangan dan nyeri akut serta kompres panas untuk meredakan kekakuan otot. Yoga untuk memperbaiki postur tubuh. Sebaiknya gunakan pelatih yoga agar latihan efektif. Untuk sakit pinggang di pagi hari, solusinya antara lain: Memperbaiki posisi tidur, misalnya tidur miring atau tidak tidur tengkurap. Mengganti kasur atau batal yang tak sesuai atau sudah berumur. Penelitian dari National Library of Medicinemenunjukkan mengganti kasur yang berusia lebih dari sembilan tahun dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi sakit punggung. Lakukan peregangan ringan ketika bangun sebelum bangkit dari tempat tidur. Obat pereda nyeri yang dijual bebas Ibuprofen atau naproksen untuk mengurangi nyeri dan... - Published: 2025-12-27 - Modified: 2025-12-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/suntik-steroid/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Nyeri sendi adalah masalah kesehatan umum bagi banyak orang, terutama yang telah memasuki masa lanjut usia atau lansia. Bagi mereka, salah satu metode pengobatan osteoarthritis yang sering digunakan adalah injeksi kortikosteroid atau suntik steroid untuk nyeri sendi. Metode ini efektif mengurangi peradangan dan rasa sakit, tapi ada risikonya. Artikel ini akan membahas manfaat dan efek samping prosedur ini serta bahaya suntik steroid berulang yang bisa timbul. Apa Itu Suntik Steroid untuk Nyeri Sendi Suntik steroid untuk nyeri sendi mengacu pada injeksi kortikosteroid. Kortikosteroid adalah jenis obat anti-inflamasi yang kuat. Dikutip dari Healthdirect. gov. au, kortikosteroid adalah obat yang dibuat dengan meniru hormon kortisol yang diproduksi secara alami oleh tubuh kita. Hormon ini berperan penting dalam mengatur respons peradangan dan sistem kekebalan tubuh. Ketika disuntikkan langsung ke dalam sendi yang meradang, kortikosteroid bekerja cepat menekan peradangan, mengurangi pembengkakan, dan pada akhirnya meredakan nyeri. Proses suntik steroid ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis, seperti saraf, rehab medik, ortopedi, dan rheumatologist. Penggunaan suntikan ini telah menjadi pilihan populer dalam pengobatan masalah sendi, terutama pengobatan osteoarthritis. Untuk memastikan obat disuntikkan tepat ke dalam ruang sendi, terutama pada sendi yang lebih kompleks seperti pinggul atau tulang belakang, dokter sering menggunakan panduan pencitraan seperti ultrasonografi atau fluoroskopi. Obat yang umum digunakan dalam suntik steroid untuk nyeri sendi meliputi triamcinolone, methylprednisolone, dan betamethasone. Obat-obatan ini dirancang untuk bekerja secara lokal di dalam sendi guna meminimalkan efek samping sistemik yang lebih mungkin terjadi jika steroid diminum secara oral dalam jangka panjang. Bagaimana Mekanisme Kerja Suntik Steroid untuk Nyeri Sendi Penggunaan suntik steroid untuk nyeri sendi didasari oleh sifat anti-inflamasinya yang kuat. Nyeri sendi, terutama yang disebabkan oleh kondisi seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau bursitis, seringkali disertai inflamasi. Peradangan ini melibatkan pelepasan berbagai zat kimia oleh sel-sel kekebalan tubuh yang menyebabkan pembengkakan, kemerahan, panas, dan nyeri. Ketika injeksi kortikosteroid diberikan langsung ke dalam sendi, obat ini bekerja dengan cara: Menekan respons imun dengan menghambat aktivitas sel-sel kekebalan yang terlibat dalam proses peradangan. Mengurangi produksi zat yang mendukung inflamasi. Menstabilkan membran sel yang mengandung enzim-enzim yang bisa merusak jaringan. Hasilnya, pembengkakan sendi berkurang, tekanan pada saraf dan jaringan sekitar mereda, dan nyeri pun ikut berkurang. Efek pereda nyeri dari injeksi kortikosteroid biasanya mulai terasa beberapa hari setelah suntikan dan dapat bertahan selama beberapa minggu hingga bulan, tergantung kondisi pasien dan tingkat keparahan peradangan. Manfaat Suntik Steroid untuk Nyeri Sendi Suntik steroid untuk nyeri sendi menjadi salah satu pilihan terapi yang populer karena kemampuannya meredakan nyeri dalam waktu relatif singkat. Manfaat utama injeksi kortikosteroid ini meliputi: Pereda Nyeri Cepat dan Efektif Berbeda dengan obat oral yang membutuhkan waktu untuk diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh, injeksi kortikosteroid bekerja langsung di lokasi peradangan. Banyak pasien merasakan penurunan nyeri yang signifikan dalam 24-72 jam setelah suntikan. Mengurangi Peradangan Lokal Suntik steroid untuk nyeri sendi secara langsung menargetkan peradangan di dalam sendi. Dalam kasus osteoarthritis, peradangan seringkali memperburuk nyeri. Dengan menekan peradangan, injeksi kortikosteroid dapat memutus siklus nyeri-peradangan. Meningkatkan Fungsi Sendi dan Kualitas Hidup Dengan berkurangnya nyeri dan peradangan, fungsi sendi akan meningkat dan pasien dapat melakukan aktivitas dengan lebih lancar. Dengan demikian, kualitas hidup pasien dapat turun meningkat, terutama mereka yang mengalami nyeri kronis. Menghindari Efek Samping Sistemik Karena obat disuntikkan ke area sendi yang bermasalah, dosis steroid yang masuk ke aliran darah jauh lebih rendah dibanding obat steroid oral yang diminum langsung. Maka ada penurunan risiko efek samping sistemik yang terkait dengan penggunaan steroid jangka panjang, seperti penipisan tulang (osteoporosis), peningkatan gula darah, dan pertambahan berat badan. Sebagai Alat Diagnostik Dalam beberapa kasus, injeksi kortikosteroid juga dapat berfungsi sebagai alat diagnostik. Jika nyeri pasien mereda secara signifikan setelah suntikan, berarti sumber nyeri memang berasal dari sendi yang disuntik. Dokter pun terbantu dalam merencanakan strategi pengobatan osteoarthritis atau kondisi nyeri sendi lain secara lebih tepat. Efek Samping Suntik Steroid untuk Nyeri Sendi Suntik steroid untuk nyeri sendi menawarkan banyak manfaat, tapi penting untuk menyadari potensi efek sampingnya. Sebagian besar efek samping ini bersifat ringan dan sementara, tapi ada juga risiko yang lebih serius, terutama terkait dengan bahaya suntik steroid berulang. Efek Samping Ringan dan Sementara: Nyeri pasca-suntikan di area sendi yang disuntik dalam 24-48 jam setelah prosedur. Bisa mereda sendiri atau dengan kompres dingin. Kemerahan atau sensasi hangat pada wajah selama beberapa hari setelah suntikan. Perubahan menjadi lebih terang karena efek steroid pada sel pigmen. Cekungan atau lekukan pada kulit akibat penipisan lapisan lemak di bawah kulit pada lokasi suntikan. Efek Samping yang Lebih Serius (Jarang Terjadi): Infeksi sendi yang terjadi jika ada bakteri yang masuk ke sendi selama prosedur suntikan. Gejalanya meliputi nyeri hebat, bengkak, kemerahan, panas, dan demam. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Kerusakan tulang rawan, terutama akibat injeksi kortikosteroid berulang atau berdosis tinggi. Osteonekrosis berupa kondisi langka ketika pasokan darah ke bagian tulang terganggu hingga menyebabkan kematian jaringan tulang. Peningkatan kadar gula darah sementara yang bisa membahayakan pasien dengan... - Published: 2025-12-26 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/fisioterapi-dan-rehabilitasi-medik/fisioterapi-dada/ - Kategori: Fisioterapi, Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik - Translation Priorities: Optional Terapi fisik dada menggunakan metode mekanis, khususnya perkusi dada, drainase postural, dan vibrasi, untuk membantu pembersihan sekresi paru-paru melalui jalan napas. Teknik pembersihan jalan napas sangat penting dalam menangani kondisi pernapasan yang ditandai dengan hipersekresi mukus dan gangguan pembersihan, seperti fibrosis kistik, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan berbagai gangguan neuromuskular. Drainase postural memanfaatkan gravitasi dengan memposisikan tubuh untuk mengeluarkan mukus dari area paru-paru tertentu, sementara vibrasi memberikan tekanan ritmis untuk mengencerkan mukus dari dinding jalan napas. Mengabaikan pembersihan jalan napas dapat menyebabkan lingkaran setan infeksi, peradangan, dan kerusakan paru-paru, yang mengakibatkan penurunan kesehatan pernapasan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Pembersihan jalan napas yang teratur dan efektif sangat penting untuk menangani kondisi ini dan mencegah komplikasi yang parah. Mengenal Pneumonia Tujuan Fisioterapi Dada Fisioterapi Dada ditujukan untuk mengeluarkan lendir atau dahak dari saluran pernapasan dan paru-paru, membantu pernapasan agar lebih lega, meningkatkan fungsi dan kebugaran paru-paru, serta mencegah komplikasi seperti infeksi atau pneumonia, terutama pada penderita penyakit paru-paru, sesak napas, atau pasca operasi. Tujuan Utama: Membersihkan Saluran Napas Memperbaiki Pola Pernapasan Meningkatkan Fungsi Paru Meningkatkan Kebugaran Fisik Mencegah Komplikasi Jenis-Jenis Teknik Fisioterapi Dada Drainase Postural Teknik ini memanfaatkan gravitasi untuk membantu mengalirkan dahak dari bagian paru-paru tertentu menuju saluran napas besar agar lebih mudah dikeluarkan. Pasien bisa duduk, telentang, atau tengkurap, tergantung bagian paru yang hendak dibersihkan. Perkusi/Tepukan Teknik ini dilakukan dengan menepuk-nepuk area dada atau punggung di atas area paru yang bermasalah dengan tangan yang membentuk mangkuk. Getaran yang dihasilkan oleh tepukan ini bisa membantu melepaskan dahak yang lengket dari dinding saluran napas. Vibrasi Biasanya dilakukan bersamaan dengan teknik perkusi atau setelahnya, terutama ketika pasien mengembuskan napas. Terapis akan meletakkan telapak tangan di area dada atau punggung pasien dan memberikan getaran halus dan cepat. Latihan Pernapasan Dalam Pasien diajari menarik napas dalam-dalam melalui hidung, menahannya beberapa detik, lalu mengembuskannya perlahan melalui mulut. Teknik ini membantu membuka kantong udara yang mungkin kolaps, meningkatkan volume paru, dan menggerakkan dahak. Latihan Batuk Efektif Setelah dahak encer dan bisa bergerak, pasien diajari cara batuk yang efektif untuk mengeluarkan dahak itu Latihan Pernapasan Diafragma Teknik ini berfokus pada penggunaan otot diafragma (otot besar di bawah paru-paru) untuk bernapas, bukan otot-otot bantu napas di dada dan leher sehingga pernapasan lebih efisien, mengurangi kelelahan otot napas, dan meningkatkan ventilasi di bagian bawah paru-paru. Latihan Ekspansi Dada Latihan melibatkan gerakan lengan dan bahu yang dikoordinasikan dengan pernapasan dalam. Tujuannya adalah meningkatkan mobilitas rongga dada dan paru-paru sehingga udara dapat masuk lebih banyak. Spirometri Insentif Dalam teknik ini, pasien menggunakan alat bantu untuk melatih paru-paru agar dapat menarik napas lebih dalam dan lama. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas paru dan mencegah kantong udara kolaps. Manfaat Fisioterapi Dada Mempermudah pernapasan Mengurangi frekuensi kunjungan ke rumah sakit Mengurangi jumlah infeksi atau kambuhnya (eksaserbasi) Meningkatkan kualitas hidup Meningkatkan kemampuan berjalan, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari Kondisi / Penyakit yang memerlukan Fisioterapi Dada : Fibrosis kistik PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) Bronkiektasis Pneumonia Gangguan neuromuskular Atelektasis Dengan ini, harus digaris bawahi bahwa hasil fisioterapi dada pada setiap individu bisa berbeda. Untuk memastikan apakah perawatan itu sesuai dengan kebutuhan, perlu pemeriksaan menyeluruh oleh dokter. Narasumber : dr. Deasy Erika, Sp. KFR, AIFO-K Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2025-12-25 - Modified: 2025-12-08 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/skincare-malam/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Banyak orang yang lebih berfokus pada rutinitas perawatan kulit wajah di pagi hari untuk melindungi kulit dari paparan lingkungan karena akan beraktivitas sepanjang hari. Namun ternyata malam adalah waktu terbaik untuk menjalani perawatan wajah. Karena itulah urutan skincare malam yang tepat bukan sekadar rutinitas, melainkan juga investasi penting untuk kesehatan kulit jangka panjang. Artikel ini akan mengungkapkan rahasia di balik perawatan wajah di malam hari yang dapat membuat kulit menjadi lebih sehat dan bersinar. Apa Itu Skincare Malam dan Mengapa Penting? Kita mengenal dua jenis perawatan kulit atau skincare, yakni pagi dan malam. Pembedaan ini bukan tanpa alasan. Skincare malam adalah serangkaian langkah perawatan wajah sebelum tidur untuk mendukung proses alami kulit dalam memperbaiki diri dan beregenerasi. Berbeda dengan rutinitas pagi yang berfokus pada perlindungan dari faktor eksternal seperti sinar ultraviolet dan polusi, rutinitas malam lebih menitikberatkan pada pemulihan, perbaikan, dan penyerapan nutrisi. Pentingnya urutan skincare malam tidak bisa diremehkan. Sepanjang hari, kulit kita terpapar berbagai faktor pemicu kerusakan kulit dari lingkungan, seperti polusi, sinar matahari, debu, dan radikal bebas. Faktor-faktor itu dapat merusak sel-sel kulit dan menghambat fungsi perlindungan kulit. Malam hari adalah kesempatan bagi kulit untuk "beristirahat" dari serangan ini dan berfokus pada pemulihan. Dikutip dari Skin and Cancer Institute, peremajaan kulit berlangsung secara intensif selama siklus tidur. Aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke kulit meningkat. Begitu pula produksi kolagen. Dengan demikian, urutan pemakaian skincare malam yang tepat akan membantu memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit untuk memaksimalkan proses tersebut. Terlebih, seperti dijelaskan dalam studi di Journal of Investigative Dermatology, kulit cenderung lebih permeabel atau mudah ditembus pada malam sehingga bahan produk skincare lebih mudah terserap dan bekerja lebih efektif. Kunci Memilih Urutan Skincare Malam yang Tepat Sebelum membahas langkah-langkah spesifik dalam urutan skincare malam, sangat penting untuk memahami jenis kulit masing-masing. Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan tersendiri dan urutan pemakaian skincare yang efektif harus disesuaikan dengan kebutuhan tersebut agar hasilnya optimal dan tidak justru menimbulkan masalah baru. Kulit normal: tidak terlalu berminyak atau kering dengan pori-pori kecil dan tekstur halus. Kulit kering: sering terasa kencang, kusam, mungkin bersisik, dan rentan terhadap garis-garis halus karena dehidrasi. Kulit berminyak: cenderung berkilau, pori-pori besar, dan rentan berjerawat karena produksi sebum berlebih. Kulit kombinasi: berminyak di zona T (dahi, hidung, dagu) dan kering atau normal di area lain (pipi). Kulit sensitif: mudah bereaksi terhadap produk, kemerahan, gatal, atau iritasi. Memahami jenis kulit adalah tahap yang tak boleh dilewatkan agar urutan skincare malam dapat memberikan hasil yang optimal dengan pemilihan produk yang sesuai. Misalnya produk skincare untuk kulit berminyak tentu tak tepat bila digunakan oleh orang yang kulitnya kering. Dokter kulit dapat melakukan pemeriksaan untuk memastikan jenis kulit. Rekomendasi Urutan Skincare Malam yang Optimal Setelah memahami pentingnya urutan skincare malam dan bagaimana menyesuaikannya dengan jenis kulit, berikut ini langkah-langkahnya yang spesifik. Pembersihan Ganda Ini adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan dalam setiap urutan skincare malam, terutama jika Anda menggunakan riasan, tabir surya, atau terpapar polusi sepanjang hari. Pembersihan ganda memastikan kulit benar-benar bersih dari semua residu. Ada dua macam produk cleanser, yakni berbasis minyak dan berbasis air. Mulailah dengan pembersih berbahan dasar minyak untuk melarutkan riasan, sebum, dan kotoran lain, diikuti dengan pembersih berbahan dasar air untuk membersihkan sisa-sisa dan membersihkan pori-pori secara mendalam. Keringkan wajah dengan handuk lembut dengan cara menepuk-nepuk, bukan menggosok. Toner Setelah membersihkan wajah, aplikasikan toner. Toner berfungsi untuk menyeimbangkan pH kulit yang mungkin terganggu setelah proses pembersihan. Dengan pH yang seimbang, kulit lebih siap menerima nutrisi dan kelembapan dari produk perawatan berikutnya. Toner juga membantu menghilangkan sisa kotoran. Untuk skincare untuk kulit berminyak, toner berbahan asam salisilat, asam glikolat, atau asam laktat dapat membantu mengontrol produksi minyak dan mengecilkan tampilan pori-pori. Eksfoliasi Eksfoliasi adalah proses penting untuk mengangkat sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori, menyebabkan kulit kusam, dan menghambat penyerapan produk. Eksfoliasi juga membantu meratakan warna kulit dan meningkatkan teksturnya. Frekuensi eksfoliasi sangat bergantung pada jenis kulit dan kekuatan produk. Umumnya 2-3 kali seminggu sudah cukup. Eksfoliasi yang berlebihan dapat merusak barrier kulit serta menyebabkan iritasi, kemerahan, dan sensitivitas. Serum Serum sangat krusial dalam urutan skincare malam karena mengandung konsentrasi bahan aktif tinggi yang dirancang untuk menargetkan masalah kulit spesifik. Molekul serum yang lebih kecil memungkinkan penetrasi lebih dalam ke lapisan kulit dibanding pelembap sehingga dapat memberikan nutrisi langsung ke sel-sel kulit. Terdapat beberapa macam serum, pilihlah yang paling pas dengan kebutuhan kulit. Krim Mata Area kulit di sekitar mata adalah yang paling tipis dan sensitif di wajah sehingga rentan menunjukkan tanda-tanda penuaan dan kelelahan, seperti garis halus, kerutan, dan lingkaran hitam. Maka penggunaan krim mata menjadi langkah penting dalam urutan skincare malam. Gunakan jari manis untuk mengoleskan krim dengan lembut di sekitar tulang mata mulai dari sudut dalam ke arah luar. Krim Malam/Pelembap Ini adalah langkah terakhir dan sangat penting dalam urutan skincare malam. Krim malam dirancang untuk mengunci semua bahan aktif yang diaplikasikan... - Published: 2025-12-24 - Modified: 2025-12-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pencegahan-hepatitis-b/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Di antara beberapa jenis hepatitis, ada salah satu yang perlu diwaspadai yaitu berupa hepatitis B. Kondisi ini tergolong sebagai infeksi hati serius yang dapat berkembang jadi berbagai penyakit berbahaya loh. Sebagai contoh bisa berkembang menjadi gagal hati, sirosis hati, dan karsinoma atau kanker hati. Jadi, yuk pahami lebih mendalam seputar apa itu hepatitis B sekaligus vaksinasi dan juga penanganannya dalam artikel berikut ini! Mengenal Hepatitis B Hepatitis B yaitu tipe infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). Virus ini menyerang hati dan dapat menyebabkan peradangan akut maupun kronis. Infeksi kronis yang tidak tertangani berisiko berkembang menjadi sirosis hati, gagal hati, atau bahkan kanker hati (hepatoseluler karsinoma). Nah, virus Hepatitis B sendiri menular melalui darah dan cairan tubuh. Kondisi ini mirip dengan pola penularan HIV, tapi HBV 100x lebih mudah menular dibanding HIV sehingga sangat berbahaya. Berdasarkan jenisnya, maka ada dua bentuk infeksi Hepatitis B yaitu berupa: Hepatitis B akut. Infeksi jangka pendek, biasanya sembuh sendiri namun tetap harus membutuhkan perawatan medis. Hepatitis B kronis. Ciri-cirinya yaitu dapat bertahan > 6 bulan. Bahkan, dapat menimbulkan kerusakan hati jangka panjang. Jadi, pengobatan medis merupakan hal yang harus diprioritaskan. Gejala Hepatitis B Dilihat dari gejalanya, sejatinya hepatitis B bersifat diam-diam. Jadi, sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala, terutama pada infeksi akut. Bila ada, gejalanya yang muncul biasanya meliputi: Lemas, cepat lelah. Demam ringan. Mual, muntah, dan nafsu makan turun. Nyeri perut kanan atas (daerah hati). Urine gelap seperti teh. Tinja pucat. Kulit dan mata menguning (ikterus). Penyebab dan Faktor Risiko Penyebab langsung yang mendasari seseorang terkena hepatitis B yaitu karena virus Hepatitis B (HBV) yang mana virus ini dari famili Hepadnaviridae. Sementara untuk faktor risiko yang berpotensi menyebabkan seseorang mengalami penyakit ini yaitu berupa: Seks tanpa pengaman. Penggunaan jarum suntik bersama. Sering kali pada pengguna narkoba suntik. Tenaga medis yang terpapar darah pasien. Bayi dari ibu pengidap hepatitis B. Transfusi darah yang tidak aman (meski kini sudah sangat jarang). Tinggal di daerah endemis (termasuk Indonesia). Penularannya sendiri dapat terjadi melalui beberapa kondisi seperti: Kontak penderita terinfeksi (darah & cairan tubuh). Hubungan seksual. Perinatal ibu ke bayi saat melahirkan. Alat medis yang tidak steril. Penggunaan alat tato yang tak steril. Transfusi darah tidak tersaring (di masa lalu). HBV tak menular lewat pelukan, makanan bersama, batuk batuk, atau bersin tak seperti flu sehingga pemberian vaksin influenza pun tidak efektif untuk kasus ini. Cara Mendiagnosis Hepatitis B Nah, dokter sendiri dapat mendiagnosis apakah seseorang mengalami hepatitis B atau tidak melalui pemeriksaan darah seperti halnya berikut ini: Jenis Tes Makna Klinis HBsAg (Hepatitis B surface antigen) Penanda infeksi aktif Anti-HBs (antibodi permukaan) Menunjukkan kekebalan (pasca vaksinasi/sembuh) Anti-HBc (core antibody) Penanda pernah terpapar HBV HBeAg Menunjukkan infektivitas tinggi HBV DNA (viral load) Mengukur jumlah virus dengan monitor respons terapi Selain itu, dokter mungkin akan melakukan beberapa macam pengetesan lainnya seperti halnya berikut ini: Tes fungsi hati (SGOT, SGPT). USG abdomen. Fibroscanatau biopsi hati (jika dicurigai kerusakan parah). Obat dan Penanganan Hepatitis B Jika mengacu pada situs WHO, sejatinya untuk pengobatannya sendiri, dokter dapat melakukan beberapa penanganan seperti halnya berikut ini: Infeksi Akut Sebagian besar sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Diberikan terapi suportif: istirahat, nutrisi, dan monitoring Infeksi Kronis Tujuan terapi yaitui untuk menekan replikasi virus sehingga akan mencegah progresi ke sirosis/kanker hati. Terapi antivirus yang dapat dokter lakukan yaitu dengan cara sebagai berikut: Tenofovir disoproxil fumarate(TDF). Tenofovir alafenamide(TAF). Entecavir(ETV). Interferon alfa pegilasi (jarang karena banyak efek sampingnya). Terapi biasanya jangka panjang, bisa seumur hidup, tergantung kondisi klinis dan virologis. Selain itu, terapi tambahan pun mungkin akan diberikan dengan cara: Pemantauan rutin fungsi hati dan viral load. Monitoring kanker hati tiap 6 bulan (USG + AFP). Pencegahan Hepatitis B Vaksinasi termasuk metode terbaik agar seseorang terhindar dari penyakit ini. Dosis 3x pada 0–1–6 bulan. Untuk efektivitas mencapai 95% yang terbilang sangat tinggi, terlebih harga vaksin hepatitis B ini gratis. Langkah-langkah pencegahan lainnya dapat berupa: Hindarilah hubungan seksual berisiko. Gunakan alat pelindung ketika kontak darah. Gunakan jarum suntik steril (jangan berbagi). Tes hepatitis B saat kehamilan. Pemberian vaksin + imunoglobulin pada bayi. Khususnya dalam 12 jam setalah lahir. Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam apabila Anda mengalami gejala di atas yang disertai dengan salah satu atau beberapa gejala berikut ini: Merasa lelah ekstrem, mual, atau kulit menguning. Pernah kontak seksual dengan penderita. Mendapat hasil laboratorium dengan HBsAg positif. Anda sedang hamil dan belum tahu status hepatitis B. Ingin vaksinasi tapi belum tahu status antibodi (perlu tes Anti-HBs dulu). Sudah terdiagnosis kronis dan perlu pemantauan berkala. Nah, mengingat penyakit ini bisa terjadi secara diam-diam atau maksudnya tanpa gejala, maka jika Anda mengalami hal di atas, maka jangan tunda-tunda lagi untuk menghubungi atau langsung mengunjungi dokter. Narasumber: dr. Aditya Rangga Fandiarta, Sp. PD Spesialis Penakit Dalam Primaya Hospital Tangerang - Published: 2025-12-23 - Modified: 2025-12-01 - URL: https://primayahospital.com/umum/perbedaan-mamografi-dan-usg-mammae/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Apakah kalian pernah mendengar mengenai pemeriksaan Mammografi? Lalu, apa perbedaan antara Mammografi dengan USG payudara? Mari kita simak terlebih dahulu rincian lengkapnya berikut! Mengenal USG Payudara USG payudara adalah prosedur pencitraan medis menggunakan gelombang suara yang dapat menghasilkan gambar detail mengenai bagian dalam payudara. Indikasi pemeriksaan USG payudara meliputi adanya benjolan yang teraba, wanita hamil atau menyusui, untuk Perempuan berusia di bawah 40 tahun dengan presentasi klinis tidak normal pada payudara, melengkapi skirning mammografi pada jaringan payudara yang padat, serta melihat kelainan yang dicurigai dan teridentifikasi pada pencitraan Mammografi. USG payudara juga digunakan untuk menentukan lokasi massa yang teraba maupun tidak teraba sebelum adanya tindakan pembedahan. USG payudara merupakan prosedur noninvasif yang tidak membutuhkan persiapan khusus. Pasien hanya perlu melepas perhiasan pada area leher dan dada serta melepas pakaian bagian atas tubuh ketika prosedur pemeriksaan. Lalu, apa bedanya dengan Mamografi? Mamografi adalah gold standar untuk skrining kanker payudara yang disarankan untuk dilakukan secara rutin setiap tahun pada Perempuan berusia >40 tahun. Memiliki kelebihan dalam mendeteksi kalsifikasi ganas dan distorsi parenkimal yang merupakan tanda awal dari keganasan payudara. Namun, mammografi memiliki keterbatasan pencitraan pada payudara dengan jaringan yang padat. Oleh karena itu, USG dapat dilakukan sebagai bagian dari prosedur deteksi dini benjolan payudara pada payudara yang padat dan pada Perempuan usia kurang dari 40 tahun. Kemampuan deteksi kanker payudara dengan mamografi dan ultrasonografi meningkat hingga 97,3%. Proses pemeriksaan berbeda antara USG dengan mamografi. Pada USG, pasien berbaring dengan lengan diangkat kemudian dioleskan gel pada payudara dan pemeriksaan dilakukan dengan menggerakkan probe pada seluruh permukaan kulit payudara sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. Sedangkan, pemeriksaan mamografi dapat menimbulkan ketidaknyamanan karena pemeriksaan dilakukan dengan cara kompresi atau menekan payudara. USG Mammae di Primaya Hospital Semarang USG mammae dapat Anda lakukan di Primaya Hospital. Anda nantinya akan diarahkan ke instalasi radiologi untuk menjalani prosedur ini. Tentunya, Primaya Hospital telah di dukung dengan alat ultrasonografi khusus dengan resolusi tinggi. Selain itu, penanganan pun dilakukan oleh para tenaga medis terlatih seperti dokter spesialis radiologi dan dokter spesialis bedah onkologi. Ini tentunya akan memberikan hasil diagnosis yang akurat dan cepat. Narasumber: dr. Lydia Kuntjoro,SpRad,Subsp. PRP(K) Spesialis Radiologi Primaya Hospital Semarang - Published: 2025-12-22 - Modified: 2025-11-30 - URL: https://primayahospital.com/anak/bayi-baru-lahir/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Menyambut kehadiran bayi ke dunia adalah salah satu pengalaman paling membahagiakan dalam hidup. Namun, di balik kebahagiaan itu, sering muncul berbagai pertanyaan dan kekhawatiran, terutama bagi orang tua baru. Artikel ini akan membahas tips perawatan bayi baru lahir, khususnya yang berkaitan dengan nutrisi, termasuk tantangan menyusui seperti ASI tidak keluar, masalah kesehatan umum seperti alergi susu sapi, hingga hal-hal yang mungkin membuat penasaran seperti warna ASI yang bagus. Mengenal Perawatan Baby Baru Lahir Perawatan baby yang baru lahir adalah fondasi penting untuk tumbuh-kembangnya di masa mendatang. Pada dasarnya, perawatan ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti nutrisi, kebersihan, tidur, dan tentu saja kasih sayang. Jika memahami setiap aspek ini, orang tua bisa merasa lebih percaya diri dan mampu memberikan yang terbaik bagi bayi mereka. ASI alias air susu ibu dikenal sebagai makanan terbaik untuk bayi baru lahir. Menurut Johns Hopkins Medicine, ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang, juga antibodi yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Pada beberapa hari pertama setelah melahirkan, payudara akan memproduksi kolostrum, yaitu "susu pertama" yang kental, kaya nutrisi, dan berwarna kekuningan. Bayi yang sehat dan cukup bulan bisa mendapatkan semua kebutuhannya dari kolostrum pada hari-hari awal kehidupannya. Setelah sekitar 3-5 hari, kolostrum berubah menjadi susu matang yang lebih banyak dan biasanya berwarna putih atau kebiruan. Ketika ASI Tidak Keluar atau Produksi Melambat Salah satu kekhawatiran umum para ibu baru adalah ketika ASI tidak keluar atau produksinya terasa melambat. Kondisi ini, yang disebut juga keterlambatan produksi susu, bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Johns Hopkins Medicine menyebutkan beberapa penyebab potensial, antara lain stres berat, persalinan caesar, perdarahan berlebihan setelah melahirkan, obesitas, infeksi atau penyakit dengan demam, diabetes, kondisi tiroid, dan istirahat di tempat tidur yang ketat atau berkepanjangan selama kehamilan. Penting untuk diingat bahwa pasokan susu sangat bergantung pada "permintaan" atau pengeluaran susu dari payudara. Makin sering baby menyusu, makin banyak ASI yang akan diproduksi. Jika khawatir ASI tidak keluar atau pasokan susu rendah, ada beberapa langkah yang bisa dicoba: Menyusui sesering mungkin, bukan berdasarkan jadwal tertentu. Pastikan bayi dapat melekatkan mulutnya dengan benar pada puting dan areola payudara agar bayi dapat menyusu secara efektif. Memerah ASI secara teratur dengan pompa payudara atau tangan ketika sudah kenyang bisa membantu menjaga pasokan susu. Menghindari pemberian suplemen susu formula awal terlalu dini karena bayi bisa jadi akan lebih jarang menyusu karena perutnya kenyang lebih lama. Makin jarang bayi menyusu, makin sedikit ASI yang diproduksi. Menghindari penggunaan dot/empeng setidaknya setelah bayi berusia satu bulan karena dapat mengganggu pelekatan yang benar. Mengenal Warna ASI yang Bagus dan Normal Mungkin banyak membayangkan ASI selalu berwarna putih seperti susu sapi. Namun sebenarnya warna ASI yang bagus dan normal bisa bervariasi. Perubahan warna ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan dan seringkali merupakan indikasi alami dari komposisi susu atau apa yang Anda konsumsi. Di antaranya: Kuning atau oranye, yang merupakan warna khas kolostrum atau susu pertama yang diproduksi setelah melahirkan. ASI juga bisa berwarna kuning atau oranye jika Anda mengonsumsi makanan yang kaya pigmen kuning atau oranye seperti wortel atau ubi jalar. ASI yang dibekukan juga bisa berubah menjadi sedikit kekuningan dan ini sepenuhnya normal. Putih, warna yang paling sering diasosiasikan dengan warna ASI yang bagus dan normal. Biru, biasanya terlihat pada awal sesi menyusui atau memerah ASI (disebut foremilk) yang lebih encer. Hijau, biasa berasal dari konsumsi makanan berwarna hijau, seperti sayuran hijau gelap atau smoothie Hitam atau cokelat, biasanya karena konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik minocycline. Merah muda atau kemerahan, disebabkan oleh makanan atau minuman berwarna merah. Khusus ASI berwarna merah, pemicunya bisa jadi putting pecah-pecah yang berdarah atau ada pembuluh darah kapiler yang pecah di payudara. Perdarahan ini seringnya akan berhenti sendiri dan baby tetap boleh disusui. Tapi bila setelah beberapa hari tidak ada perubahan, sebaiknya datangi dokter untuk pemeriksaan. Mewaspadai Alergi Susu Sapi pada Baby Jika ibu meminum susu sapi, cek apakah ada reaksi alergi pada baby setelah disusui. Alergi susu sapi adalah reaksi alergi terhadap protein yang ditemukan dalam susu sapi. Menurut KidsHealth, ini kondisi yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Gejala alergi susu sapi pada bayi bisa bervariasi. Ada gejala yang langsung muncul dengan cepat seperti gatal-gatal, mengi, batuk, sesak napas, biduran, dan muntah. Ada pula yang muncul perlahan seperti diare, kram perut, darah dalam tinja, dan kolik. Jika ada kecurigaan bayi memiliki alergi, penting bagi ibu menyusui untuk menghentikan konsumsi susu sapi dan segera mendatangi dokter guna memastikan diagnosis dan merumuskan cara mengatasinya. Perawatan Umum Lainnya Selain pemenuhan kebutuhan nutrisi, ada beberapa aspek perawatan baby lain yang sangat penting: Mandi: mandikan bayi dengan lembut menggunakan air hangat. Pastikan suhu ruangan nyaman dan siapkan semua perlengkapan sebelum memandikan. Tidur: pastikan baby tidur telentang di permukaan yang kokoh, tanpa bantal, selimut longgar, atau mainan di tempat tidur untuk mengurangi risiko SIDS (sudden infant death syndrome). Mengganti popok: ganti popok bayi secara teratur untuk mencegah ruam popok. Bersihkan... - Published: 2025-12-21 - Modified: 2025-11-30 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-tanda-persalinan-normal/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Ketika seorang perempuan hamil mendekati waktu persalinan, banyak perubahan fisik dan emosional yang akan dialaminya. Momen ini sangat dinanti, tapi juga bisa menjadi sumber kecemasan. Memahami tanda-tanda mau melahirkan sangat penting untuk mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tanda-tanda persalinan normal, proses pembukaan lahiran, dan mengenali ciri-ciri kontraksi palsu yang sering dipertanyakan. Mengenal Tanda-tanda Mau Melahirkan Menjelang akhir masa kehamilan, tubuh akan mulai menunjukkan berbagai sinyal yang mengindikasikan persalinan sudah dekat. Menurut NHS, tanda-tanda ini mencakup kontraksi yang teratur, keluarnya lendir dari serviks, serta mungkin juga disertai dengan nyeri punggung atau tekanan pada daerah panggul. Salah satu tanda persalinan yang paling sering dibicarakan adalah kontraksi. Namun tidak semua kontraksi menandakan Anda akan segera melahirkan. Ada dua jenis kontraksi yang, yakni kontraksi asli dan kontraksi palsu. Memahami ciri-ciri kontraksi palsu akan membantu Anda membedakannya dari kontraksi persalinan yang sebenarnya. Kontraksi Palsu (Braxton Hicks) Kontraksi Braxton Hicks bisa dikatakan sebagai "latihan" kontraksi yang mempersiapkan rahim untuk persalinan yang sebenarnya. Kontraksi yang seringnya terasa sejak trimester kedua ini dinamakan sesuai dengan dokter John Braxton Hicks yang pertama kali mengidentifikasinya. Ciri-ciri kontraksi palsu umumnya meliputi: Tidak teratur atau muncul dan hilang tanpa pola yang jelas. Durasi dan frekuensinya juga tidak konsisten, misalnya bisa berlangsung 30 detik hingga 2 menit, lalu ada jeda yang tidak menentu. Intensitas kontraksi cenderung tetap atau bahkan melemah seiring waktu. Rasa sakitnya lebih berupa ketidaknyamanan atau kram ringan, mirip kram menstruasi, dan tidak makin kuat. Hilang atau mereda dengan perubahan posisi atau aktivitas, misalnya bergerak, berjalan, beristirahat, minum air, atau mengubah posisi. Terasa hanya di area tertentu, seperti bagian depan perut atau satu area, tidak menyebar ke seluruh perut atau punggung. Tidak menyebabkan perubahan berupa dilatasi (pembukaan) atau penipisan leher rahim/serviks. Penyebab kontraksi Braxton Hicks tidak sepenuhnya dipahami, tapi ada beberapa faktor yang disebut sebagai pemicunya yang meliputi dehidrasi, aktivitas fisik berlebihan, kandung kemih penuh, atau setelah berhubungan seks. Kontraksi Asli Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi asli adalah tanda-tanda mau melahirkan yang sesungguhnya dan menandakan bahwa persalinan telah dimulai. Kontraksi ini bekerja untuk membuka dan menipiskan leher rahim agar bayi bisa melewati jalan lahir. Ciri-ciri kontraksi asli yang membedakannya dari ciri-ciri kontraksi palsu: Teratur dan makin sering. Awalnya mungkin setiap 15-20 menit, lalu menjadi setiap 3-5 menit. Rasa sakit atau tekanan yang ditimbulkan makin kuat dan tidak mereda dengan perubahan posisi atau aktivitas. Tidak membaik dengan obat-obatan Durasi makin panjang, biasanya 30-70 detik per kontraksi, dan cenderung meningkat seiring waktu. Rasa sakitnya seringkali dimulai dari punggung bawah dan menjalar ke perut bagian bawah, kadang disertai tekanan di panggul. Serviks mulai membuka dan menipis untuk persiapan kelahiran. Lendir Tanda Mau Melahirkan Selain kontraksi, keluarnya lendir dari vagina bisa menjadi salah satu tanda-tanda mau melahirkan. Selama kehamilan, leher rahim dilindungi oleh sumbatan lendir kental (mucus plug) yang berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah bakteri dan infeksi masuk ke rahim dan mencapai janin. Saat tubuh bersiap untuk persalinan, serviks akan mulai melunak, menipis, dan sedikit membuka. Proses ini menyebabkan sumbatan lendir tersebut terlepas dan keluar melalui vagina. Lendir yang bercampur darah ini bisa keluar dalam satu gumpalan atau secara bertahap. Gambar lendir tanda mau melahirkan bisa dideskripsikan seperti berikut ini: Tekstur: kental, lengket, seperti jeli atau agar-agar. Warna: bisa bening, putih keruh, merah muda, cokelat, atau bercampur sedikit garis darah merah. Warna kemerahan atau kecokelatan ini berasal dari pecahnya pembuluh darah kecil di serviks saat mulai melebar. Volume: bervariasi, bisa sedikit atau sekitar 1-2 sendok makan. Bau: umumnya tidak berbau. Penting untuk dicatat bahwa keluarnya lendir bercampur darah ini berbeda dengan perdarahan. Jika mengalami perdarahan vagina yang banyak (seperti menstruasi) saat hamil, segera hubungi dokter karena ini bisa menjadi tanda masalah serius. Pecah Ketuban Tanda-tanda mau melahirkan yang paling jelas adalah pecah ketuban. Kantong ketuban adalah selaput berisi cairan amnion yang melindungi dan mendukung pertumbuhan janin selama kehamilan. Ketika kantong ini pecah, cairan amnion yang berwarna bening atau pucat kekuningan akan keluar melalui vagina. Pecah ketuban bisa terjadi dalam bentuk rembesan atau tetesan, bisa juga keluar dalam jumlah banyak secara tiba-tiba seperti semburan. Proses Pembukaan Melahirkan Setelah mengenali tanda-tanda mau melahirkan, langkah selanjutnya adalah memahami proses pembukaan melahirkan, yaitu dilatasi serviks. Pembukaan melahirkan adalah proses terbukanya leher rahim yang akan menjadi jalan keluar bagi bayi. Secara umum, persalinan dibagi menjadi empat tahap utama: Tahap 1: dimulai dengan kontraksi teratur dan berakhir dengan pembukaan serviks lengkap (10 sentimeter). Tahap 2: dimulai dari pembukaan lengkap hingga bayi lahir. Tahap 3: dimulai setelah bayi lahir hingga plasenta keluar. Tahap 4: observasi 2 jam pasca salin Tahap pertama persalinan adalah yang terpanjang dan terbagi menjadi dua fase utama: laten dan aktif. Fase Laten Fase laten adalah tahap awal pembukaan melahirkan di mana serviks mulai melunak dan melebar secara perlahan. Pada fase ini, pembukaan serviks biasanya berkisar 0-6 sentimeter. Beberapa literatur masih menggunakan pembukaan 4 cm sebagai Batasan fase laten. Kontraksi pada fase... - Published: 2025-12-20 - Modified: 2025-11-30 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/facial/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Facial pada wajah adalah salah satu solusi populer untuk menjaga kulit tetap terlihat sehat dan bercahaya. Lebih dari sekadar memanjakan diri, facial sebagai perawatan wajah dirancang untuk membersihkan, menutrisi, dan merevitalisasi kulit wajah secara mendalam. Artikel ini akan menjelaskan facial, mulai dari manfaatnya, berbagai jenis prosedur yang tersedia, hingga tips memilih tempat facial yang tepat untuk kebutuhan kulit. Apa Itu Facial dan Manfaatnya Facial adalah perawatan wajah yang melibatkan serangkaian langkah untuk membersihkan, melembapkan, dan mengelupas kulit serta elemen-elemen lain yang disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit yang spesifik. Prosedur facial biasanya dilakukan oleh profesional perawatan kulit berlisensi, seperti ahli estetika, di klinik perawatan kulit. Tujuan treatment wajah ini adalah mengatasi masalah kulit tertentu, meningkatkan vitalitas kulit, serta menjadi sarana untuk relaksasi. Facial melibatkan pembersihan, eksfoliasi, pemijatan, penguapan, ekstraksi, penggunaan masker, dan pelembapan. Bahkan orang dengan kulit yang terlihat bersih pun bisa mendapatkan manfaat facial. Berikut ini sejumlah manfaat facial: Memperbaiki tampilan pori Eksfoliasi dan pembersihan mendalam melalui facial membantu menghilangkan kotoran dan minyak yang menyumbat pori-pori sehingga membuatnya tampak lebih kecil. Menyeimbangkan pH kulit Produk-produk yang digunakan dalam facial dirancang untuk membantu menyeimbangkan tingkat pH kulit, yang penting untuk menjaga fungsi pelindung kulit dan mencegah masalah seperti kekeringan atau iritasi. Mengurangi produksi minyak Dengan membersihkan pori dan menyeimbangkan pH kulit, facial dapat membantu mengurangi produksi minyak berlebih yang sering menjadi penyebab jerawat dan komedo. Mengurangi hiperpigmentasi (flek hitam) Eksfoliasi teratur membantu mengangkat sel kulit mati yang mengandung pigmen berlebih sehingga mengurangi tampilan bintik hitam dan meratakan warna kulit. Meningkatkan sirkulasi darah Pijatan wajah yang menjadi bagian dari facial membantu meningkatkan sirkulasi darah dan limfe di kulit. Sirkulasi darah yang baik sangat penting karena membantu membunuh bakteri dan mendorong pertumbuhan kembali sel, yang sangat penting untuk produksi kolagen. Kolagen adalah jenis protein yang memberikan struktur, kekuatan, dan elastisitas pada kulit. Seiring dengan bertambahnya usia, kulit secara alami mulai memproduksi lebih sedikit kolagen, yang dapat menyebabkan kerutan, kulit kendur, dan tanda-tanda penuaan lainnya. Karena itu, stimulasi kolagen melalui perawatan wajah ini sangat bermanfaat. Selain manfaat di atas, facial dapat membantu dalam detoksifikasi kulit, mengurangi stres, dan meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit. Berbagai Jenis Facial dan Prosedurnya Facial terdiri dari beragam pilihan treatment wajah. Memahami jenis-jenis ini dapat membantu Anda memilih jenis perawatan wajah di tempat facial yang paling sesuai dengan kebutuhan kulit. Berikut ini beberapa di antaranya: Facial Standar Facial standar adalah dasar dari semua perawatan wajah. Prosedur ini umumnya mencakup: Pembersihan: menghilangkan kotoran dari kulit. Pengelupasan (eksfoliasi): mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit. Masker wajah: penggunaan masker yang disesuaikan dengan masalah kulit yang spesifik. Pelembap: menjaga kulit tetap terhidrasi dan kenyal. Pijatan ringan: pijatan pada wajah dan leher yang tidak hanya membuat rileks, tapi juga membantu meningkatkan sirkulasi darah. Facial standar juga dapat melibatkan steaming wajah untuk membuka pori-pori dan melembutkan kulit serta ekstraksi komedo hitam atau putih. Setelah facial, kulit wajah mungkin sedikit memerah karena pijatan dan bahan-bahan yang digunakan, tapi bisa segera mereda. HydraFacial HydraFacial adalah treatment wajah untuk eksfoliasi, mengekstraksi, dan menginfus serum ke dalam kulit. Perawatan ini menggunakan alat vakum mini untuk membantu membuka pori-pori dan memungkinkan pembersihan yang lebih dalam dan efektif. Prosedur non-invasif ini meliputi: Pengelupasan menyeluruh: menggunakan chemical peeluntuk eksfoliasi. Ekstraksi: membersihkan pori-pori yang tersumbat. Infusi antioksidan dan asam hialuronat: memberikan nutrisi penting ke kulit. Dalam prosedur perawatan ini juga bisa digunakan "booster" berupa serum tambahan yang direkomendasikan ahli estetika untuk meningkatkan hasil facial secara keseluruhan. HydraFacial sangat baik untuk kesehatan kulit secara keseluruhan dan peremajaan. Dermalinfusion Dermalinfusion, adalah perawatan wajah untuk eksfoliasi, ekstraksi, dan hidrasi. Treatment ini dilakukan dengan perangkat dermabrasi lembut yang dapat membantu menghaluskan kulit, menambah volume, dan mencerahkan. Perbedaannya dengan prosedur facial lain adalah metode eksfoliasi mekanisnya yang menggunakan ujung berlian. Treatment wajah ini juga menargetkan masalah kulit spesifik seperti jerawat, kerutan, dan kulit kering. Tambahan dalam Facial Prosedur facial kadang menawarkan tambahan yang dapat lebih meningkatkan hasil treatment: Masker wajah untuk anti-penuaan, produksi kolagen, retensi kelembapan, atau tujuan kulit spesifik lain. Dermablading (Dermaplaning) untuk menghilangkan lapisan atas epidermis, termasuk kotoran, sel kulit mati, rambut wajah superfisial, dan bekas jerawat. Ekstraksi komedo hitam dan putih secara manual dengan teknik yang aman. Ini penting karena memencet jerawat sendiri dapat merusak kulit. Chemical peelsuntuk mengangkat lapisan kulit dan mendorong pembaruan sel menggunakan larutan kimia untuk eksfoliasi dan meningkatkan produksi kolagen, menghaluskan tekstur kulit, dan membersihkan pori-pori. Terapi cahaya LED menggunakan warna cahaya berbeda yang menembus kulit pada kedalaman berbeda untuk mengatasi masalah kulit. Pemilihan treatment wajah dan tambahan ini sangat bergantung pada kondisi kulit dan rekomendasi dari ahli estetika atau dokter kulit. Berdasarkan penjelasan di atas, facial bukan sekadar perawatan kosmetik, melainkan investasi dalam kesehatan kulit. Dengan manfaat yang beragam, treatment wajah ini dapat menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit Anda. Agar lebih efektif, pertimbangkan untuk menjadwalkan sesi perawatan wajah secara berkala di tempat facial terpercaya. Narasumber: dr. Tiar... - Published: 2025-12-19 - Modified: 2025-12-01 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/penyakit-skleroderma/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Skleroderma adalah penyakit autoimun langka yang menyebabkan penebalan dan pengerasan kulit serta jaringan tubuh lainnya. Penyakit ini dapat memengaruhi organ internal. Penyebab pasti skleroderma belum sepenuhnya dipahami, tetapi dianggap melibatkan faktor genetik dan lingkungan. Gejalanya bervariasi antar individu. Skleroderma dapat memengaruhi kulit, pembuluh darah, dan organ internal seperti paru-paru dan jantung. Diagnosis dini membantu pengelolaan penyakit. Mengenal Penyakit Skleroderma Skleroderma adalah penyakit autoimun yang menyebabkan penebalan jaringan tubuh, termasuk kulit, pembuluh darah, dan organ internal. Penyakit ini mengakibatkan produksi kolagen berlebihan, yang membuat kulit dan jaringan tubuh menjadi keras dan kaku. Skleroderma bisa bersifat lokal (terbatas pada kulit) atau sistemik, yang mempengaruhi organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru. Penyebab pasti skleroderma belum diketahui, tetapi faktor genetik dan lingkungan dianggap memainkan peran penting dalam perkembangannya. Gejala Penyakit Skleroderma Gejala skleroderma bervariasi tergantung jenisnya. Penderita dapat mengalami gejala kulit, pembuluh darah, dan gangguan organ internal. Kulit kaku dan tebal, terutama pada tangan dan wajah Perubahan warna kulit (pemutihan atau kemerahan) Pembuluh darah kecil terlihat di kulit (telangiektasia) Nyeri sendi atau otot Gangguan pencernaan, seperti refluks asam Batuk kering atau sesak napas Kesulitan menelan atau mulut kering Pembengkakan pada jari tangan dan kaki Penyebab Penyakit Skleroderma Penyakit Skleroderma disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan produksi kolagen berlebihan. Berikut adalah beberapa penyebab utama Skleroderma. 1. Gangguan Autoimun Skleroderma terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri, menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan keras. Gangguan autoimun ini mengganggu regulasi kolagen, protein yang seharusnya memberi kekuatan pada jaringan tubuh. Akibatnya, tubuh memproduksi kolagen berlebihan, yang menyebabkan penebalan kulit dan kerusakan organ internal. Penyebab pasti gangguan autoimun ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik dan lingkungan terlibat. 2. Faktor Genetik Faktor genetik memainkan peran penting dalam pengembangan Skleroderma. Beberapa varian gen meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini. Meskipun tidak sepenuhnya diwariskan, individu dengan riwayat keluarga lebih berisiko terkena skleroderma. Mutasi genetik yang terkait dengan sistem imun dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan jaringan ikat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme genetik yang meningkatkan kerentanannya terhadap penyakit ini. 3. Paparan Lingkungan Paparan terhadap bahan kimia atau lingkungan tertentu dapat memicu Skleroderma pada individu yang rentan. Beberapa bahan kimia, seperti silica atau pelarut organik, diketahui dapat memperburuk risiko terkena penyakit ini. Paparan berulang terhadap zat-zat ini dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan produksi kolagen. Faktor lingkungan ini kemungkinan berperan dalam mempercepat perkembangan penyakit pada orang yang memiliki kecenderungan genetik. 4. Infeksi dan Stres Infeksi virus atau bakteri tertentu juga dikaitkan dengan risiko tinggi Skleroderma pada beberapa individu. Stres fisik atau emosional dapat memperburuk gejala, meskipun bukan penyebab langsung penyakit ini. Infeksi dapat merangsang sistem imun, memperburuk peradangan, dan meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh. Meskipun ini bukan faktor utama, infeksi dan stres bisa menjadi pemicu atau memperburuk perjalanan penyakit pada penderita. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Skleroderma Diagnosis Skleroderma dimulai dengan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi tanda-tanda khas seperti kulit kaku dan perubahan warna. Dokter akan melakukan tes darah untuk mencari antibodi yang terkait dengan Skleroderma, seperti ANA (antinuklear antibody). Pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen dada atau CT scan, digunakan untuk mengevaluasi kerusakan organ internal, seperti paru-paru. Biopsi kulit atau jaringan lainnya mungkin dilakukan untuk memeriksa kerusakan jaringan dan memastikan diagnosis Skleroderma. Cara Mengobati Penyakit Skleroderma Skleroderma tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi perawatan dapat membantu mengelola gejala dan mencegah komplikasi. Berikut adalah beberapa cara mengobati Skleroderma. 1. Pengobatan untuk Mengendalikan Peradangan Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) digunakan untuk mengurangi peradangan dan mengatasi nyeri sendi atau otot. Kortikosteroid, seperti prednison, juga digunakan untuk mengurangi peradangan dalam tubuh dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Pengobatan dengan kortikosteroid harus diawasi secara ketat karena potensi efek samping jangka panjang pada organ tubuh. Pemberian obat ini disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit dan respons tubuh terhadap pengobatan. 2. Penggunaan Imunosupresan Imunosupresan digunakan untuk mengendalikan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Obat seperti methotrexate atau cyclophosphamide membantu menekan produksi kolagen berlebih dan peradangan pada pembuluh darah. Pengobatan imunosupresan dilakukan dengan pengawasan ketat karena dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi. Dokter akan memantau fungsi organ dan jumlah sel darah untuk memastikan pengobatan ini tidak menimbulkan efek samping berbahaya. 3. Pengelolaan Gangguan Jantung dan Paru Skleroderma dapat memengaruhi jantung dan paru-paru, menyebabkan sesak napas dan masalah sirkulasi. Pengobatan dengan obat vasodilator dapat membantu. Vasodilator membantu melebarkan pembuluh darah dan memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi tekanan pada jantung dan paru-paru. Selain obat, terapi oksigen dapat diberikan untuk pasien yang mengalami masalah pernapasan parah atau kesulitan bernapas. Pemantauan rutin diperlukan untuk mengevaluasi fungsi jantung dan paru-paru, serta menyesuaikan pengobatan sesuai perkembangan kondisi. 4. Fisioterapi dan Rehabilitasi Fisioterapi dan rehabilitasi sangat penting untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup pasien dengan Skleroderma. Terapi fisik membantu memperkuat otot dan sendi yang terkena dampak, serta meningkatkan fleksibilitas tubuh. Penderita juga dapat menerima terapi okupasi untuk membantu mereka menjalani aktivitas harian dengan lebih mudah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan fungsi fisik, tetapi juga membantu... - Published: 2025-12-18 - Modified: 2025-12-14 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/terapi-hormonal-ketahui-manfaat-dan-tujuannya/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Hormon memiliki peran penting untuk menjaga sistem tubuh manusia agar selalu harmonis, dari metabolisme, reproduksi, emosi, hingga kesehatan kulit. Maka, ketika keseimbangan hormon terganggu, bisa muncul masalah baik fisik maupun psikologis. Dalam hal ini, terapi hormonal dapat hadir sebagai solusi medis untuk memulihkan keharmonisan sistem tubuh. Berikut ini penjelasannya. Mengenal Terapi Hormonal Terapi hormonal (hormone therapy atau hormonal treatment) adalah metode medis untuk menggantikan, menambah, atau menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh agar berfungsi dengan optimal. Hormon merupakan senyawa kimia yang diproduksi oleh sistem endokrin yang berfungsi mengatur banyak proses, seperti pertumbuhan, metabolisme, tidur, dan reproduksi. Menurut WebMD, gangguan sistem endokrin dapat menyebabkan berbagai kondisi, seperti hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik (PCOS), menopause, hingga gangguan testosteron pada pria. Hormon yang sering digunakan dalam terapi meliputi estrogen, progesteron, testosteron, tiroid, serta insulin. Bentuk pemberiannya juga bermacam-macam, dari tablet oral, suntikan, plester (patch), hingga gel oles atau topikal. Terdapat berbagai jenis terapi hormonal sesuai dengan tujuan dan kondisi yang ditangani. Misalnya terapi penggantian hormon bagi perempuan yang mengalami penurunan produksi estrogen ketika memasuki menopause. Terapi hormon juga dapat digunakan sebagai tindakan perawatan kanker, terutama kanker prostat dan kanker payudara. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Hormonal? Terapi hormonal direkomendasikan untuk berbagai kelompok individu dengan kondisi medis yang terkait dengan ketidakseimbangan hormon. Di antaranya: Perempuan menopause yang mengalami gejala penurunan produksi hormon seperti gangguan tidur, perubahan suasana hati, kekeringan vagina, berkeringat di malam hari, dan penurunan kepadatan tulang (osteoporosis). Pria yang mengalami penurunan kadar testosteron dengan gejala seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, kelelahan, serta penurunan massa otot dan kekuatan. Individu dengan gangguan tiroid baik hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) maupun hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid). Individu dengan kanker tertentu yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormon, seperti kanker payudara dan kanker prostat. Individu dengan defisiensi hormon pertumbuhan. Individu dengan gangguan adrenal yang membuat tubuh tidak memproduksi cukup kortisol dan aldosteron. Kapan Seseorang Memerlukan Terapi Hormonal? Biasanya dokter akan menentukan waktu yang tepat bagi pasien untuk menjalani terapi hormonal setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Beberapa tanda umum seseorang mungkin membutuhkan terapi hormonal antara lain: Perubahan suasana hati ekstrem tanpa sebab jelas Gangguan tidur atau kelelahan berlebihan Siklus menstruasi tidak teratur atau berhenti lebih awal Penurunan libido Keringat malam Penurunan massa otot dan energi pada pria Selain itu, dibutuhkan diagnosis bahwa terjadi kekurangan atau kelebihan hormon atau ada risiko kesehatan jangka panjang, termasuk ketika terapi hormonal hendak dilakukan sebagai bagian dari penanganan kanker. Manfaat dan Tujuan Terapi Hormonal Tidak sekadar meredakan gejala, terapi hormonal memiliki tujuan utama memberikan keseimbangan hormon untuk mendukung fungsi tubuh yang optimal. Manfaatnya mencakup aspek fisik dan emosional, seperti: Meningkatkan kualitas hidup Menjaga kesehatan tulang Menstabilkan emosi dan kognisi Meningkatkan seksualitas Mencegah komplikasi jangka panjang Mengobati penyakit tertentu Mendukung perkembangan fisik Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Hormonal Terapi hormonal memerlukan persiapan yang matang dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Berikut ini langkah-langkah persiapan yang umumnya diperlukan: Konsultasi medis mendalam dengan dokter spesialis, seperti ahli endokrinologi, ginekolog, urolog, atau onkolog, tergantung jenis terapi yang dipertimbangkan. Pemeriksaan fisik lengkap, termasuk tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan organ terkait. Tes laboratorium yang mencakup tes darah untuk mengukur kadar hormon saat ini, fungsi organ (hati, ginjal), profil lipid, dan penanda kesehatan lain. Pencitraan atau tes tambahan sesuai dengan kondisi, misalnya mamografi atau ultrasonografi (USG) payudara sebelum terapi penggantian hormon. Penyesuaian gaya hidup untuk mengoptimalkan hasil terapi dan mengurangi risiko efek samping, misalnya diet sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol. Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Hormonal Prosedur dan pelaksanaan terapi hormonal sangat bervariasi, tergantung jenis hormon, tujuan terapi, dan preferensi pasien. Metode yang umum dilakukan meliputi: Konsumsi tablet atau pil hormonal setiap hari Penggunaan plester atau patch hormonal yang ditempelkan ke permukaan kulit, gel yang dioleskan, atau semprotan agar hormon bisa diserap langsung ke aliran darah Injeksi atau suntikan ke jaringan lemak atau otot. Implan atau penanaman pelet hormon di bawah kulit, biasanya di area bokong atau perut. Penggunaan krim atau tablet langsung ke vagina bagi perempuan menopause yang mengalami kekeringan vagina. Semprotan dengan formulasi hormon ke hidung. Durasi terapi ini bermacam-macam, biasanya antara 6 bulan dan beberapa tahun, tergantung kondisi pasien. Perawatan Pasca-Terapi Hormonal Setelah menjalani terapi hormonal, pasien tidak langsung lepas dari pengawasan medis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pascaterapi, antara lain Pemantauan untuk melihat apakah gejala muncul kembali atau ada gejala baru. Penyesuaian gaya hidup untuk menyokong optimalisasi hasil terapi hormon, termasuk menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan mengelola stres. Manajemen efek samping jangka panjang di bawah arahan tim dokter jika terapi hormonal digunakan untuk mengobati kanker, termasuk lewat pemeriksaan pencitraan berkala dan tes darah. Dalam banyak jenis terapi hormonal, terutama yang berlangsung lama, dokter mungkin merekomendasikan penghentian dosis secara bertahap alih-alih langsung seketika. Dengan begitu, tubuh berkesempatan menyesuaikan diri dengan perubahan kadar hormon dan dapat mengurangi intensitas gejala penarikan atau kembalinya gejala asli. Adakah Efek Samping Setelah Terapi Hormonal? Meskipun... - Published: 2025-12-17 - Modified: 2025-12-14 - URL: https://primayahospital.com/bedah-saraf/ventriculoperitoneal-shunt/ - Kategori: Bedah Saraf - Translation Priorities: Optional VP Shunt atau Ventriculoperitoneal Shunt adalah prosedur medis untuk mengalirkan cairan otak ke rongga perut (rongga peritoneum) agar dapat diserap. Dengan kata lain, membuat jalan pintas. Prosedur ini umum dilakukan pada kasus hidrosefalus, yaitu kondisi dimana terjadi penumpukan cairan di dalam rongga cairan (ventrikel), otak yang menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak (intrakranial). Gejala dan tanda hidrosefalus bervariasi sesuai usia, tingkat keparahan hidrosefalus pada saat diketahui, dan penyebab utamanya. Pada bayi, karena tulangnya masih lunak, dan masih dapat bertambah besar, penumpukan cairan otak dapat berlangsung tanpa tanda tanda peningkatan tekanan intrakranial yang jelas; pada mata akan tampak fenomena matahari tenggelam (sunset appearance) yaitu terjadi deviasi ke bawah pada kedua bola mata dan tertariknya kedua kelpoak mata atas, diikuti pelebaran sutura tulang tengkorak dan pembesaran kepala (makrokrania). Hal ini merupakan gejala paling umum untuk kasus hidrosefalus di bawah usia dua tahun. Pada fase lanjut, didapatkan tanda tanda peninggian tekanan intrakranial lain seperti pelebaran vena pada kulit kepala, kulit kepala yang licin dan mengkilap, pembesaran bagian dahi (frontal bossing), dan ubun ubun besar yang sangat tegang dan atau menonjol. Pada anak anak yang ubun ubunnya telah menutup atau orang dewasa, gejala hidrosefalus dapat muncul sebagai nyeri kepala yang makin memberat dari hari kehari, bahkan muntah secara tiba tiba (muntah proyektil). Pada fase lanjutnya, dapat terjadi gangguan kesadaran, gangguan gerak bola mata, kekakuan anggota gerak, gangguan berjalan, keterlambatan tumbuh kembang hingga gangguan hormonal. Manfaat VP Shunt VP Shunt bekerja sebagai saluran pintas untuk mengalirkan penumpukan cairan tersebut, sehingga tekanan dalam otak menjadi normal kembali, sehingga kerusakan otak akibathidrosefalus dapat dikurangi atau dihilangkan. Indikasi Pemasangan VP Shunt Prosedur VP shunt adalah tatalaksana standar pada kasus hidrosefalus, yang dijumpai pada kondisi sebagai berikutHidrosefalus kongenital (sejak lahir) Hidrosefalus karena perdarahan intraventrikular pada bayi prematur Hidrosefalus yang berkembang akibat infeksi, tumor otak, perdarahan, atau cedera kepala Normal Pressure Hydrocephalus (NPH) pada proses penuaan (degereratif), yang sering disertai gejala seperti gangguan berjalan, demensia ringan, dan inkontinensia urine Prosedur Pemasangan VP Shunt Pemasangan VP Shunt adalah prosedur pembedahan yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf. Tahapannya meliputi: Pemberian anestesi umum Pembuatan sayatan kecil di kulit kepala dan di bagian perut Pemasangan selang kecildari rongga cairan otak ke rongga perut melalui jaringan bawah kulit Pemasangan katup pengatur(pompa) aliran cairan untuk memastikan cairan tidak mengalir terlalu cepat atau lambat Penutupan sayatan dan observasi pascaoperasi Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 1–2 jam dan memerlukan rawat inap selama beberapa hari. Efek Samping dan Komplikasi Meskipun umumnya aman dan efektif, pemasangan VP Shunt bisa disertai komplikasi yang secara umum dapat dikelompokkan menjadi Infeksi Infeksi dapat terjadi pada luka operasi akibat buruknya hygiene, kondisi nutrisi, daya tahan tubuh dan penyakit penyertanya. Pada kasus yang berat, infeksi dapat berlanjut hingga ke rongga cairan otak dan atau rongga perut. Kegagalan mekanis Kegagalan mekanis dapat berupa oklusi aliran di dalam sistem shunt (selang di kepala, di perut, atau pompanya), diskoneksi atau putusnya shunt atau migrasi sebagian komponennya). Kegagalan fungsional Kegagalan fungsional dapat berupa kurangnya aliran, atau aliran yang berlebihan (overdrainage). Terjadinya salah satu komplikasi di atas dapat menyebabkan gejala akibat kembali tingginya tekanan dalam rongga cairan otak, seperti sakit kepala, kejang, hingga penurunan kesadaranKarena itu, penting untuk memantau gejala dan melakukan kontrol rutin setelah pemasangan VP shunt. Pemulihan Pasca Tindakan VP Shunt Setelah pemasangan VP Shunt, pasien akan menjalani masa pemulihan dengan perhatian khusus: Istirahat total selama beberapa hari pascaoperasi Pemantauan tanda vital dan gejala infeksi Pemeriksaan pencitraan otak (seperti CT Scan atau MRI) untuk memastikan posisi dan fungsi shunt Pasien anak akan dipantau untuk pertumbuhan dan perkembangan otak Pasien dewasa atau lansia dipantau untuk perbaikan fungsi kognitif, mobilitas, dan kontrol kandung kemih Evaluasi fungsi shunt oleh dokter pedah saraf Pemulihan penuh bisa memakan waktu beberapa minggu, tergantung kondisi awal pasien. Kesimpulan VP Shunt (Ventriculoperitoneal Shunt) adalah tatalaksana utama pada kasus hidrosefalus, terutama ketika pengobatan lain tidak efektif. Dengan pemasangan shunt, cairan berlebih dari otak bisa dialirkan keluar dengan aman, sehingga mencegah kerusakan otak dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Meski dapat terjadi komplikasi, operasi pintas untuk tatalaksana hidrosefalus harus segera dilakukan setelah diagnosis ditegakkan untuk memberikan harapan yang lebih baik apalagi bila dilakukan oleh tim medis yang berpengalaman dan diikuti perawatan pascaoperasi yang teratur. Narasumber: dr. Ingrid Ayke Widjaya Sp. BS Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2025-12-16 - Modified: 2025-12-14 - URL: https://primayahospital.com/umum/obat-asam-urat/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Asam urat adalah kondisi yang kerap diremehkan tapi dampaknya bisa sangat besar pada kehidupan. Aktivitas sehari-hari bisa terhambat karena gejala seperti rasa nyeri yang menusuk, pembengkakan, dan kemerahan pada sendi yang sering terjadi secara tiba-tiba dan intens. Untuk meredakan serangan akut ataupun mencegah kekambuhan jangka panjang, terdapat pilihan obat asam urat yang bisa digunakan seperti dijelaskan dalam artikel ini. Apa Itu Obat Asam Urat? Obat asam urat adalah sekelompok obat yang dirancang untuk menangani dua aspek utama penyakit asam urat: mengatasi serangan akut dan mencegah serangan di masa depan alias kekambuhan dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah secara jangka panjang. Penyakit asam urat atau gout terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga kristal monosodium urat menumpuk di sendi, tendon, dan jaringan lunak lainnya. Kristal-kristal ini memicu respons peradangan yang kuat dan menghasilkan gejala seperti nyeri hebat, bengkak, kemerahan, dan rasa panas pada sendi yang terkena. Jempol kaki adalah bagian tubuh yang paling sering terpengaruh, tapi serangan ini juga bisa terjadi pada sendi lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan siku. Prinsip utama penggunaan obat asam urat adalah menurunkan kadar asam urat dalam darah hingga di bawah titik jenuhnya, yaitu 6,8 mg/dL seperti dijelaskan National Institutes of Health. Pada titik ini, kristal-kristal asam urat yang sudah terbentuk dapat mulai larut secara perlahan dan kristal baru tidak akan terbentuk. Target terapi ini sangat krusial untuk mencegah kerusakan sendi permanen dan komplikasi lain seperti benjolan kristal di bawah kulit dan batu ginjal. Penting untuk dipahami bahwa tidak semua obat asam urat bekerja dengan cara yang sama. Ada yang bekerja meredakan peradangan saat serangan nyeri hebat terjadi. Ada pula yang berperan mengurangi produksi atau meningkatkan pembuangan asam urat dari tubuh untuk mencegah terbentuknya kristal baru. Pemilihan jenis obat asam urat dan strategi pengobatan sangat bergantung pada fase penyakit (serangan akut atau pencegahan jangka panjang), tingkat keparahan gejala, riwayat kesehatan pasien, dan adanya penyakit penyerta. Pengobatan asam urat seringkali bersifat jangka panjang dan membutuhkan kepatuhan yang ketat terhadap resep dokter untuk mencapai hasil optimal. Jenis dan Manfaat Obat Asam Urat Seperti dijelaskan sebelumnya, obat asam urat dapat dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan manfaatnya: meredakan serangan akut dan menurunkan kadar asam urat dalam darah yang bertujuan mencegah serangan di kemudian hari. Rinciannya: Obat Serangan Akut Obat-obatan ini digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan yang parah selama serangan penyakit asam urat. Makin cepat obat ini diminum setelah gejala muncul, makin efektif hasilnya. Contohnya: Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID): indometasin, naproksen, ibuprofen, selekoksib Kortikosteroid: prednison, metilprednisolon Obat Penurun Asam Urat Obat asam urat ini digunakan sebagai bagian dari perawatan jangka panjang. Contohnya: Alopurinol Febuksostat Probenesid Peglotikase Bagaimana Cara Menggunakan Obat Asam Urat? Penggunaan obat asam urat harus benar-benar sesuai dengan petunjuk dokter guna memastikan efektivitas dan meminimalkan risiko efek samping. Ada perbedaan penting dalam cara penggunaan obat untuk serangan akut dan obat untuk pencegahan jangka panjang. Untuk Serangan Akut Obat harus diminum sesegera mungkin setelah gejala serangan goutmuncul, idealnya dalam 24 jam pertama. Ikuti dosis yang diresepkan dokter. Untuk NSAID, dosis awal lebih tinggi LALU diikuti dengan dosis pemeliharaan. Untuk kolkhisin, umumnya dosis awal 1,2 mg, diikuti 0,6 mg satu jam kemudian dan tidak lebih dari 1,8 mg dalam satu jam atau 2,4 mg dalam 24 jam untuk menghindari toksisitas. Adapun dosis kortikosteroid biasanya diturunkan secara bertahap setelah beberapa hari. Obat serangan akut biasanya digunakan dalam durasi yang singkat hanya sampai gejala mereda, biasanya beberapa hari hingga satu atau dua minggu. Penggunaan jangka dapat meningkatkan risiko efek samping serius. Untuk Penurun Asam Urat Terapi penurun asam urat seperti alopurinol atau febuksostat umumnya tidak boleh dimulai saat terjadi serangan gout akut karena dapat memperburuk gejala. Biasanya dokter akan menunggu hingga serangan akut mereda sepenuhnya (sekitar 2-4 minggu setelah serangan). Obat harus dimulai dengan dosis rendah dan secara bertahap ditingkatkan hingga kadar asam urat serum mencapai target. Proses ini membutuhkan kesabaran dan pemantauan rutin kadar asam urat. Obat ini merupakan terapi jangka panjang, bahkan seumur hidup. Konsistensi dalam pengobatan sangat penting untuk menjaga kadar asam urat tetap rendah dan mencegah kekambuhan serta komplikasi. Menghentikan pengobatan obat tanpa konsultasi dokter bisa mengakibatkan peningkatan kadar asam urat dan serangan berulang. Kadar asam urat dalam darah harus dipantau secara berkala untuk memastikan obat bekerja secara efektif dan dosisnya optimal. Khusus peglotikase diberikan melalui infus intravena oleh profesional kesehatan di klinik atau rumah sakit, biasanya setiap dua minggu. Tips Umum Penggunaan Obat Minum obat setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Minum banyak air sangat penting untuk membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Jangan berbagi obat dengan orang lain. Segera laporkan efek samping yang tidak biasa atau parah kepada dokter. Simpan obat sesuai dengan petunjuk, jauhkan dari anak-anak. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Obat Asam Urat Beberapa kelompok pasien memerlukan perhatian khusus dalam mengonsumsi obat asam urat. Di antaranya: Penderita gangguan ginjal. Fungsi ginjal yang menurun mempengaruhi cara tubuh memproses obat-obatan tertentu. Penderita gangguan... - Published: 2025-12-15 - Modified: 2026-01-14 - URL: https://primayahospital.com/saraf/disfagia-pasca-stroke/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Disfagia Disfagia adalah salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita pasca stroke, ditandai dengan kesulitan menelan makanan atau cairan akibat gangguan saraf dan melemahnya otot yang berperan dalam proses menelan, baik karena kerusakan koordinasi otak maupun fungsi otot itu sendiri. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan berkurangnya asupan nutrisi, tetapi juga dapat memperburuk fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko tersedak, aspirasi pneumonia, hingga malnutrisi (American Stroke Association, 2024). Disfagia dialami oleh lebih dari 50% pasien stroke (Martino et al, 2005). Namun, kebanyakan pasien sudah membaik dalam waktu sekitar kurang lebih 7 hari, dan hanya sekitar 11-13% yang masih mengalami kesulitan menelan setelah enam bulan (Smithard et al, 1997). Gejala Umum Disfagia Agar disfagia tidak semakin memburuk, keluarga serta tenaga medis sebaiknya mengetahui apa saja gejala umum disfagia yang muncul di penderita stroke. Dengan mengetahui gejalanya, penyembuhan dapat dilakukan lebih awal. Gejala utama yang pasti akan terjadi yaitu sulit untuk menelan makanan padat maupun cair. Bahkan, penderita akan kesulitan untuk menelan air liurnya sendiri. Biasanya, makanan atau cairan akan tersangkut di tenggorokan dan sulit masuk ke lambung. Merasa nyeri waktu menelan juga menjadi salah satu gejala disfagia. Penderita akan merasa kesakitan saat mencoba menelan makanan. Tak jarang pula ada yang sampai batuk hingga tersedak ketika mencoba menelan. Gejala lain yang sering terjadi yaitu air liur yang terus menetes, hal ini disebabkan karena penderita tidak bisa menelan air liurnya sendiri. Selain itu, makanan atau cairan dapat masuk atau tumpah ke bagian hidung. 4 Faktor Penyebab Disfagia Disfagia memang terjadi karena seseorang mengalami serangan stroke. Namun, disfagia tidak mungkin muncul tanpa adanya faktor penyebab di dalamnya. Terdapat beberapa faktor yang membuat disfagia menjadi salah satu komplikasi penderita stroke. 1. Gangguan Saraf Penyebab utama yang kerap terjadi yaitu adanya gangguan saraf pada bagian otak. Akibatnya, otot yang dipakai untuk mengontrol mulut serta tenggorokan tidak bisa bekerja dengan optimal lagi. 2. Otot Melemah Bagian otot bagi para penderita stroke cenderung akan melemah. Sehingga, akan sulit untuk digunakan melakukan aktivitas. Salah satunya yaitu melemahnya otot di bagian mulut, yang mana tidak bisa lagi mendorong makanan dari mulut ke tenggorokan. 3. Gangguan Koordinasi Untuk penyebab lainnya yaitu adanya gangguan koordinasi antara otak dengan mulut. Hal tersebut membuat refleks pada mulut menjadi terganggu. Jadi, penderita akan menelan makanan dengan waktu yang lebih lama. 4. Posisi Tubuh Orang yang mengalami stroke biasanya akan mempunyai masalah pada bagian tubuhnya juga. Jika sedang dalam posisi tubuh yang tidak tepat, maka akan membuat penderita mengalami disfagia yang cukup parah. Cara Dokter Diagnosis Disfagia Penderita stroke dapat dikatakan mengalami disfagia setelah melalui pemeriksaan atau berdasarkan diagnosa dokter yang berkompeten di dalamnya. Menurut National Library of Medicine, ada dua metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah penderita stroke mengalami disfagia atau tidak. Untuk metode yang pertama yaitu ada videofluoroskopi. Di dalam metode tersebut ada berbagai alat yang akan dimasukkan ke tubuh pasien. Lalu, dokter akan melihat apakah ada makanan atau cairan yang masuk ke dalam paru-paru pasien atau penderita. Selanjutnya terdapat juga metode yang bernama fibreoptic endoscopic evaluationI. Sedikit berbeda dengan metode sebelumnya. Pada metode ini, pasien akan dipasang selang kamera ke tenggorokan, dengan tujuan untuk melihat tingkat disfagia yang dialami pasien. Melalui dua metode tersebut, dokter akan mengetahui cara penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah disfagia. Sebab, setiap penderita mempunyai gejala serta penyebab yang tidak sama. 4 Cara Penanganan Disfagia Disfagia memang umum terjadi pada penderita stroke. Seiring waktu disfagia bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi bila diabaikan akan membuat kondisi penderita semakin lemah dan bisa muncul komplikasi lainnya. Ada berbagai cara penanganan yang bisa dilakukan untuk memulihkan keadaan penderita stroke yang mengalami disfagia. Melalui penanganan yang tepat, disfagia bisa berangsur pulih dan tidak membuat penderita stroke kesulitan lagi untuk menelan. 1. Melakukan Terapi Setelah muncul beberapa gejala disfagia, penderita stroke sebaiknya langsung dibawa ke fisioterapi untuk melakukan terapi menelan. Dalam terapi tersebut, penderita akan melakukan latihan koordinasi otot hingga cara menelan yang aman. 2. Menggunakan Modifikasi Makanan Cara yang selanjutnya adalah dengan modifikasi tekstur makanan untuk penderita disfagia. Bagi penderita gangguan ini, sebaiknya berikan tekstur makanan yang sesuai. Misalnya, makanan dengan tekstur kental hingga lunak, supaya risiko untuk tersedak juga lebih kecil. 3. Mengubah Posisi Duduk Penderita stroke memang akan kesulitan untuk mengendalikan posisi tubuhnya saat duduk. Namun, orang terdekat dapat membantu penderita supaya bisa duduk saat akan melakukan aktivitas makan, sehingga nantinya makanan dapat masuk dengan aman. 4. Melalui Dukungan Sosial Hal yang tidak kalah pentingnya untuk memulihkan keadaan penderita disfagia yaitu melalui dukungan dari keluarga dan orang terdekat. Orang di sekitar penderita bisa berbagai dukungan, agar penderita merasa percaya diri lagi untuk melakukan aktivitas menelan yang benar. Komplikasi Gangguan Disfagia Walaupun gangguan ini umum terjadi dan bisa sembuh. Namun, bila tidak segera ditangni maka akan menimbulkan berbagai macam komplikasi. Apabila sudah terjadi komplikasi, maka akan memperburuk kondisi penderita itu sendiri. Jenis penyakit yang mungkin akan muncul karena adanya disfagia yaitu pneumonia,... - Published: 2025-12-14 - Modified: 2025-12-14 - URL: https://primayahospital.com/saraf/terapi-saraf-kejepit/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Terapi Saraf Kejepit Saraf kejepit adalah salah satu kondisi yang sangat mengganggu dan bahkan melumpuhkan karena gejalanya yang berupa rasa nyeri tak tertahankan. Untuk mengatasinya, ada beberapa pilihan penanganan medis yang tersedia. Salah satunya adalah terapi saraf kejepit yang kerap dipilih karena tak melibatkan operasi terbuka. Apa itu terapi saraf kejepit dan bagaimana prosedur hingga efek sampingnya akan dibahas dalam artikel ini. Mengenal Terapi Saraf Kejepit Saraf kejepit terjadi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon. Tekanan ini mengganggu fungsi saraf dan menyebabkan rasa sakit, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan, biasanya pada punggung bawah atau leher. Terapi saraf kejepit adalah serangkaian prosedur medis yang dirancang untuk menghilangkan tekanan tersebut dan memulihkan fungsi saraf. Terapi saraf kejepit di sini mengacu pada prosedur non-bedah atau manajemen konservatif yang melibatkan penggunaan obat-obatan dan fisioterapi. Banyak pasien yang didiagnosis mengalami saraf kejepit memilih terapi ini karena berbagai hal, antara lain ingin menghindari risiko operasi yang dianggap lebih besar dan terkait dengan biayanya. Di Korea Selatan, misalnya, sebuah studi di jurnal Healthcare menemukan peningkatan tren penggunaan terapi non-bedah untuk mengatasi herniasi diskus lumbal dengan radikulopati alias saraf kejepit sejak 2012 hingga 2024. Pada 2023, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan pedoman konsensus mengenai gangguan nyeri kronis punggung bawah yang menekankan pentingnya intervensi non-bedah. Meski begitu, penerapan terapi saraf kejepit non-bedah bergantung pada kondisi dan preferensi pasien masing-masing. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Saraf Kejepit? Secara umum, mereka yang membutuhkan terapi saraf kejepit adalah individu yang mengalami gejala neurologis akibat kompresi saraf. Di antaranya: Pekerja kantoran dan pengguna gawai yang kerap duduk terlalu lama dengan postur tubuh buruk atau menunduk menatap layar ponsel sehingga dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang leher dan punggung bawah. Pekerja fisik berat yang sering mengangkat benda berat dengan teknik yang salah sehingga sangat rentan mengalami saraf kejepit di punggung bawah. Lansia yang rentan terhadap tekanan saraf karena diskus (bantalan) tulang belakang yang kehilangan kadar air dan fleksibilitasnya seiring dengan bertambahnya usia. Penderita obesitas atau berat badan berlebih yang membuat tulang belakang mendapat tekanan ekstra dan meningkatkan risiko nyeri punggung serta masalah bantalan tulang belakang. Atlet yang kerap melakukan gerakan repetitif atau mengalami cedera olahraga yang menyebabkan pergeseran struktur tulang hingga menekan saraf. Pasien yang takut atau tidak bisa dioperasi, antara lain karena ada penyakit penyerta yang membuat operasi terlalu berisiko. Kapan Seseorang Memerlukan Terapi Saraf Kejepit? Makin dini terapi saraf kejepit dimulai, makin cepat proses penyembuhannya. Terapi ini sebaiknya segera dijalani jika: Nyeri tidak hilang dengan istirahat selama lebih dari 3-7 hari meskipun sudah mengurangi aktivitas. Nyeri menjalar ke bagian tubuh lain. Sulit membungkuk, menoleh, atau menegakkan badan karena otot terasa terkunci. Merasa kesemutan yang timbul-tenggelam. Manfaat dan Tujuan Terapi Saraf Kejepit Tujuan utama terapi saraf kejepit non-bedah bukan sekadar menghilangkan rasa sakit, melainkan juga mengatasi sumber saraf kejepit itu sendiri. Rinciannya: Mengurangi pembengkakan dan peradangan saraf. Merelaksasi otot yang tegang di sekitar saraf. Melatih tubuh untuk kembali ke posisi anatomis yang benar sehingga beban tidak bertumpu pada saraf yang sakit. Menguatkan otot penyangga (core muscle) pada perut dan punggung. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Saraf Kejepit Agar terapi saraf kejepit memberikan hasil yang optimal, persiapan yang baik diperlukan. Hal pertama yang dibutuhkan adalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan diagnosis dan menentukan jenis terapi yang tepat. Langkah persiapan berikutnya bergantung pada jenis terapi yang dijalani. Yang pasti, pasien harus berkomunikasi secara terbuka dengan dokter atau fisioterapis yang menangani. Sampaikan riwayat kesehatan lengkap, tingkat nyeri, dan keterbatasan yang dirasakan. Ini membantu mereka merancang program yang personal dan aman. Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Saraf Kejepit Terapi saraf kejepit non-bedah di rumah sakit biasanya merupakan kombinasi antara obat-obatan dan penggunaan alat serta latihan. Berikut ini detailnya: Terapi Farmakologi Obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen untuk mengurangi peradangan di area saraf kejepit. Kortikosteroid oral untuk meredakan bengkak pada saraf dengan cepat. Obat pelemas otot untuk membantu meredakan kejang otot. Obat nyeri saraf untuk menenangkan aktivitas listrik saraf yang terganggu akibat tekanan. Fisioterapi Transcutaneous electrical nerve stimulationmenggunakan arus listrik ringan yang ditempelkan ke kulit untuk memblokir sinyal nyeri ke otak dan merangsang produksi endorfin alami. Terapi gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan panas di jaringan dalam guna meningkatkan aliran darah dan mempercepat penyembuhan jaringan lunak. Penggunaan alat khusus yang menarik tulang belakang secara lembut dan terkontrol (traksi) untuk meregangkan jarak antartulang belakang agar piringan sendi bisa kembali ke posisinya dan jepitan pada saraf terlepas. Terapi pemanasan menggunakan gelombang elektromagnetik untuk merelaksasi otot yang kaku di sekitar tulang belakang. Terapi Latihan Latihan peregangan (stretching) untuk mengembalikan kelenturan otot. Latihan penguatan (strengthening) yang berfokus pada otot perut dan punggung. Latihan cara duduk, berdiri, dan mengangkat barang yang benar. Perawatan Pasca-Terapi Saraf Kejepit Terapi saraf kejepit non-bedah biasanya berlangsung dalam jangka waktu lama. Dibutuhkan konsistensi dan komitmen untuk menyelesaikan terapi agar pulih sepenuhnya. Maka perawatan pasca-terapi juga menyangkut konsistensi menjalankan latihan yang diberikan terapis... - Published: 2025-12-13 - Modified: 2025-12-14 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/adhd-pada-wanita/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Ketika mendengar istilah ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder, banyak orang membayangkan anak laki-laki yang tidak bisa diam di kelas. Namun ternyata ADHD tidak berhenti ketika masa kanak-kanak berakhir dan tak hanya mempengaruhi anak laki-laki. Banyak pula wanita dewasa yang hidup dengan ADHD. Artikel ini akan membahas ADHD pada wanita dewasa, dari gejala, penyebab, hingga penanganannya. Mengenal ADHD pada Wanita Dewasa Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan pola kesulitan yang terus-menerus dalam mempertahankan perhatian dan/atau hiperaktivitas-impulsivitas yang mengganggu fungsi atau perkembangan. ADHD umumnya terdiagnosis pada masa kanak-kanak. Dalam studi di Journal of Womans Mental Health diungkapkan, secara historis, rasio diagnosis ADHD pada laki-laki berbanding perempuan pada masa kanak-kanak berkisar 3:1. Namun, pada masa dewasa, perbandingannya menjadi 1:1. Hal ini menunjukkan banyak perempuan dan anak perempuan mengalami underdiagnosis (kurang terdiagnosis) pada masa kanak-kanak. Menurut Attention Deficit Disorder Association, ADHD lebih jarang terdiagnosis pada wanita dibanding pada identitas gender lain atau anak-anak. Perbedaan diagnosis ini terkait dengan perbedaan gejala ADHD yang ditunjukkan anak laki-laki dan perempuan. Pada umumnya, gejala hiperaktif dan impulsif pada anak laki-laki terlihat jelas, seperti suka berlarian dan mengganggu teman. Adapun perempuan cenderung menunjukkan gejala inatentif dominan yang ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian. Mereka bisa disalahpahami hanya sebagai orang yang pelupa, emosional, atau malas. Karena itulah gejala tersebut sering terlewatkan oleh orang tua, guru, bahkan dokter atau psikolog saat anak-anak. Akhirnya, kondisi tersebut tak terdiagnosis hingga menjadi ADHD pada wanita dewasa. Banyak wanita yang baru menyadari gejala ADHD yang mereka alami ketika menghadapi tuntutan kehidupan dewasa, seperti karier, mengasuh anak, dan mengelola rumah tangga. shocked young pretty caucasian girl sitting on armchair in designed living room looking at camera putting hands on face Gejala ADHD pada Wanita Dewasa Gejala ADHD pada wanita dewasa cenderung bersifat internal (dalam pikiran/batin) daripada gejala pada pria yang eksternal (bisa dilihat). Gejala itu bisa meliputi: Kesulitan dalam melakukan pengaturan dan menetapkan prioritas. Wujudnya bisa berupa meja kerja yang kerap terlihat berantakan, kesulitan memulai proyek besar, atau sering terlambat. Sering membuat kesalahan yang ceroboh di tempat kerja atau saat mengurus rumah karena kurangnya perhatian terhadap detail. Kerap lupa akan sesuatu, misalnya janji, pembayaran tagihan, atau tempat meletakkan barang-barang penting (kunci, dompet, ponsel). Kesulitan berfokus dan mengikuti instruksi, sering tampak melamun saat orang lain berbicara. Namun gejala ADHD pada wanita dewasa bisa juga berupa hiperfokus atau terlampau fokus pada satu hal yang disenangi. Kesulitan mengontrol emosi, termasuk sensitivitas tinggi terhadap kritik. Penyebab ADHD pada Wanita Dewasa ADHD terjadi karena adanya interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan. Termasuk ADHD pada wanita dewasa. Faktor itu antara lain: Genetik: jika salah satu orang tua memiliki ADHD, kemungkinan anak mengalami kondisi serupa jauh lebih besar. Neurobiologis: menurut riset di jurnal Discover Mental Health, pada orang dengan ADHD terdapat disregulasi pada sistem neurotransmiter yang mengatur perhatian serta pengendalian impuls. Hormonal: fluktuasi hormon estrogen dan progesteron pada wanita diduga mempengaruhi munculnya gejala ADHD yang bisa memburuk saat pramenstruasi, kehamilan, atau menopause. Lingkungan awal kehidupan: paparan rokok, alkohol, atau stres pada masa kehamilan ibu serta kelahiran prematur berkaitan dengan peningkatan risiko ADHD. Cara Dokter Mendiagnosis ADHD pada Wanita Dewasa Diagnosis ADHD pada wanita dewasa adalah proses yang kompleks dan membutuhkan pemahaman terhadap perbedaan gejala yang ditunjukkan wanita dan pria. Saat ini diagnosis ADHD masih mengacu pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5). Untuk diagnosis ADHD, seseorang harus menunjukkan pola gejala inatensi dan/atau hiperaktif-impulsif yang persisten, dengan syarat: Minimal lima gejala inatensi dan/atau lima gejala hiperaktif-impulsif harus ada (untuk usia 17 tahun ke atas). Gejala-gejala tersebut harus ada sebelum usia 12 tahun. Gejala harus terjadi di dua atau lebih lingkungan (misalnya, di rumah dan di tempat kerja). Harus ada bukti jelas bahwa gejala tersebut mengganggu atau mengurangi kualitas fungsi sosial, akademik, atau pekerjaan. Untuk mengetahui riwayat gejala pasien, psikolog bisa juga bertanya kepada pihak ketiga seperti teman, pasangan, atau anggota keluarga. Testimoni dari pihak ketiga ini penting karena pasien mungkin merasa gejala yang dialami itu normal atau lupa akan kejadian tertentu yang berkaitan. Cara Mengatasi ADHD pada Wanita Dewasa Pendekatan terbaik dalam menangani ADHD pada wanita dewasa adalah kombinasi terapi obat-obatan dan psikoterapi/perubahan perilaku. Obat-obatan Stimulan seperti metilfenidat dan amfetamin sering dipilih sebagai pengobatan pertama dan paling efektif untuk banyak orang. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin di otak sehingga meningkatkan fokus, mengurangi impulsivitas, dan menenangkan pikiran. Adapun bagi pasien yang tak cocok dengan stimulan, ada pilihan nonstimulan seperti atomoksetin dan guanfasin. Terapi kognitif-perilaku (CBT) CBT membantu mengatasi disorganisasi, meningkatkan keterampilan manajemen waktu, serta mengurangi komorbiditas kecemasan dan depresi. Misalnya pasien diajari menyusun rutinitas serta mengidentifikasi pemicu emosi yang intens dan mengembangkan strategi untuk meresponsnya dengan lebih baik. Strategi gaya hidup Misalnya olahraga rutin yang dapat meningkatkan regulasi dopamin dan norepinefrin, tidur cukup untuk memperbaiki fungsi kognitif, dan menerapkan pola makan dengan nutrisi seimbang. Komplikasi ADHD pada Wanita Dewasa... - Published: 2025-12-12 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sindrom-guillain-barre/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Sindrom Guillain-Barre Sindrom Guillain-Barre adalah penyakit yang menyerang sistem saraf tepi dengan ciri utama kelemahan otot daerah ekstremitas serta otot wajah. Penyakit ini menyebabkan kelemahan yang dimulai dari kaki lalu merambat ke atas. Diperkirakan ada sekitar 100,000 kasus sindrom Guillain-Barre (GBS) baru tiap tahun di seluruh dunia (Sejvar et al, 2011). Kondisi ini punya kemungkinan sembuh yang cukup tinggi, tapi banyak juga penderita yang jadi lumpuh seumur hidup atau bahkan meninggal saat perawatan. Semenjak virus polio berhasil dimusnahkan, sindrom ini jadi penyebab kelumpuhan dari kaki ke atas di banyak orang. Tapi, ada juga penyakit dengan ciri yang sama dengan GBS sehingga perlu dilakukan beberapa tes untuk memastikan kondisi tersebut adalah Guillain-Barre atau justru penyakit lain. Kondisi ini kerap lebih banyak menyerang pria dibandingkan wanita (McCombe et al, 2022). Jumlah sebaran varian GBS juga berbeda di tiap benua. Axonal Guillain-Barré dan sindrom Miller Fisher lebih sering ditemukan di Asia terutama di Asia Timur dan Asia Tenggara. Sedangkan di Eropa, Australia, dan Amerika, varian AIDP lebih banyak ditemukan. Diperkirakan perbedaan ini akibat tiap negara punya aturan yang berbeda tentang perlawanan terhadap virus dan juga pemberian vaksinasi. Gejala Salah satu gejala yang paling jelas dirasakan adalah merasa kaku atau sakit di kaki dan tangan, sebelum akhirnya merasa sulit bergerak. Gejala GBS yang banyak dilaporkan oleh para pasien adalah sebagai berikut: Rasa sakit di kaki dan punggung Susah bernapas Kesulitan mengunyah dan bicara Tidak bisa berjalan sendiri sejauh 10 meter atau lebih Pola pelemahan otot yang ada pada pasien GBS cukup spesifik. Sehingga bisa langsung dibedakan dengan penyakit saraf lain. Tapi ada juga varian GBS yang menyerang sistem saraf pusat seperti Bickerstaff Encephalitis dan sulit dideteksi lebih awal. Penyebab Guillain-Barré disebabkan oleh gangguan yang ada di dalam sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang sistem saraf secara agresif. Karena itu, gejala sindrom ini terjadi bersamaan atau tidak lama setelah penderita mengalami sakit akibat infeksi seperti pneumonia dan Covid-19. Beberapa penelitian menandai enam patogen sebagai penyebab dari respons imun yang menyebabkan Guillaiin Barre. Termasuk dii antaranya adalah virus Zika, virus Hepatitis E, dan virus Epstein-Barr. Faktor genetis juga mempengaruhi risiko terkena Guillain-Barré. Cara Dokter Mendiagnosis Karena menyerang sistem saraf, kondisi Guillain-Barré bisa tertutupi gejala penyakit lain. Terutama jika gejala masih baru dirasakan dan pelemahan otot masih dalam tahap ringan. Tapi pada kondisi yang lebih parah, pelemahan otot bisa terlihat jelas. National Institute of Neurological Disorders and Strokes (NIINDS) menyusun daftar kriteria untuk melakukan diagnosa. Termasuk dalam kriteria utama adalah gua penanda GBS yang paling jelas, yaitu pelemahan pada otot tangan dan kaki. Juga menurunnya sensor refleks pada tungkai. Hal-hal lain yang bisa memperkuat diagnosa adalah pasien merasa beberapa gejala muncul kurang dari dua minggu. Gejala lain seperti berkurangnya sensor motorik juga bisa mendukung diagnosa awal. Terkadang, gejala Guillain-Barré tumpang tindih dengan penyakit lain. Sebagian besar kasus yang dilaporkan adalah bentuk klasik dari Guillain Barre. Tapi tidak menutup kemungkinan varian yang lebihi langka seperti Sindrom Miller Fisher juga bisa muncul. Daftar kriteria NINDS juga terus diperbarui untuk hasil diagnosa yang lebihi akurat. Cara Pengobatan Setelah dipastikan memiliki kondisi ini, pasien harus segera dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan pertama. Upaya pengobatan sindrom Guillain barre terbagi menjadi tiga fase sesuai dengan perkembangan penyakit, yaitu fase akut, progresif, dan stabil. 1. Fase Akut Pengobatan di fase ini dilakukan selama 2 minggu setelah sindrom berhasil di diagnosis. Bagi pasien yang masih bisa berjalan sendiri atau memiliki gejala ringan umumnya hanya akan dimonitor. Tapi bagi pasien dengan gejala yang lebih berat bisa segera memulai pengobatan seperti Intravenous Immunoglobin (IVIG). 2. Fase Progresif Lebih dari 2 minggu setelah diagnosis dan pengobatan, pasien masuk ke dalam fase progresif. Tidak jarang, pasien yang sebelumnya hanya memiliki gejala ringan menunjukkan gejala lain yang lebih berat. Bagi pasien yang baru menunjukkan gejala serius, masih bisa melakukan terapi pengobatan. 3. Fase Stabil dan Pemulihan Setelah 6-8 minggu atau dua bulan sejak diagnosa, pasien akan masuk ke dalam fase stabil. Walaupun sudah masuk masa pemulihan, komplikasi juga bisa terjadi kapan saja. Pasien harus terus dimonitor untuk memastikan tidak ada gejala yang muncul kembali. Perlu diperhatikan bahwa angka kematian paling tinggi justru terjadi di masa pemulihan dari GBS. Sebagian besar disebabkan oleh komplikasi akibat gagal jantung dan sistem pernapasan. Komplikasi Sindrom ini paling sering terjadi pada pasien dengan masalah pernapasan. Karena itu, sebagian besar komplikasi yang timbul juga berhubungan dengan penyakit awal. Gangguan pernapasan yang sebelumnya dialami akan berulang dan bisa jadi lebih serius. Terutama saat masih ada di masa perawatan awal. Perkembangan penyakitnya bisa berlangsung cepat. Sebagian besar pasien dengan GBS akan mencapai kondisi terberat dalam waktu sekitar dua minggu, dan sekitar 20% di antaranya mengalami gagal napas sehingga harus menggunakan ventilasi mekanik (Leonhard et al, 2019). Meskipun secara umum prognosis pasien GBS cukup baik, kematian tetap terjadi pada sekitar 3–10% kasus. Penyebab tersering adalah komplikasi kardiovaskular dan pernapasan, yang dapat muncul baik pada fase... - Published: 2025-12-11 - Modified: 2025-12-11 - URL: https://primayahospital.com/saraf/mini-stroke/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Mini Stroke sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, menurut American Heart Association, mini stroke dapat menjadi sinyal peringatan yang serius bagi kemungkinan terjadinya stroke yang lebih parah di masa depan. Karena itu, pemahaman yang mendalam tentang mini stroke sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat. Berikut ini ulasannya. Mengenal Mini Stroke Mini Stroke adalah deficit neurologis yang bersifat sementara yang diakibatkan oleh adanya gangguan aliran darah yang menuju otak. Dalam dunia medis, mini stroke sebenarnya dikenal sebagai transient ischemic attack (TIA) atau serangan iskemik otak sesaat. Istilah “Mini” dalam “Mini stroke” bisa menyesatkan. Seperti dikutip dari American Heart Association, TIA bukanlah stroke yang lebih lemah, melainkan sebuah gejala neurologis sementara yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke sebagian otak, sumsum tulang belakang, atau retina tanpa adanya bukti kerusakan jaringan otak permanen (infark akut) dalam pemeriksaan pencitraan. Meski gejalanya bersifat sementara, periode ini dapat berlangsung dari beberapa menit hingga 24 jam. Dalam banyak kasus, gejala TIA sepenuhnya hilang dalam waktu 24 jam, tapi ini bukan alasan untuk menganggapnya remeh. Dalam tinjauan sistematis dan meta-analisis di JAMA Network terhadap 171. 068 pasien dengan Transient Ischemic Attack (TIA) dari 38 penelitian, risiko stroke berikutnya adalah 5,9 persen dalam 1 tahun, 12,8 persen dalam 5 tahun, dan 19,8 persen dalam 10 tahun. Karena itu, bila pernah mengalami serangan TIA/ mini stroke, penting untuk mengambil langkah yang tepat guna mengantisipasi terjadinya stroke di kemudian hari yang bisa jadi lebih berat dan berakibat fatal. Gejala Mini Stroke/TIA Gejala TIA mirip dengan gejala stroke yang lebih berat, meskipun sifatnya sementara. Beberapa gejala yang umum meliputi: Kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh. Kebingungan dan kesulitan komunikasi yang mencakup ketidakmampuan berbicara dengan jelas atau kesulitan memahami percakapan. Kesulitan menjaga keseimbangan, yang dapat menyebabkan jatuh tiba-tiba. Kehilangan penglihatan sementara, misalnya penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan di satu mata. Penyebab TIA Penyebab utama mini stroke/TIA sama dengan stroke berat, yakni berhubungan dengan gangguan aliran darah ke otak. Gangguan itu bisa berasal dari dua sumber utama, yakni embolus dan trombus. Embolus adalah gumpalan darah yang terbentuk di bagian tubuh lain—paling sering di jantung—dan terlepas, ikut aliran darah, dan akhirnya tersangkut di pembuluh darah arteri yang lebih sempit di otak. Adapun trombus adalah gumpalan darah yang terbentuk langsung di dalam arteri yang menuju otak. Proses ini biasanya terjadi pada arteri yang sudah menyempit akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis). Faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke ringan meliputi: Penyakit jantung, seperti fibrilasi atrium. Tekanan darah tinggi/hipertensi. Kadar kolesterol tinggi. Merokok dan kebiasaan hidup tidak sehat. Cara Dokter Mendiagnosis Stroke Ringan Proses diagnosis TIA melibatkan beberapa langkah untuk memastikan gejala yang dialami benar-benar merupakan transient ischemic attack. Langkah-langkah yang biasanya diambil antara lain: Wawancara medis tentang gejala yang dialami (kapan bermula, seperti apa rasanya, berapa lama) dan riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, serta gaya hidup pasien. Pemeriksaan fisik dan neurologis, antara lain dengan memeriksa tekanan darah, mendengarkan suara bising (bruit) di arteri karotis dengan stetoskop, dan menguji kekuatan, sensasi, serta refleks. Tes pencitraan dengan computed tomography(CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat apakah ada kerusakan pada otak yang mungkin tidak terlihat secara fisik. Pemeriksaan pembuluh darah dengan gelombang suara untuk melihat kondisi arteri karotis di leher (USG karotis) guna mendeteksi adanya penyempitan akibat plak aterosklerosis. Pemeriksaan jantung dengan elektrokardiogram untuk merekam aktivitas listrik jantung dan ekokardiogram untuk mengecek struktur dan fungsi jantung. Tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol, gula darah, penanda inflamasi, dan fungsi pembekuan darah. Cara Mengatasi TIA/Mini Stroke Penanganan TIA/Mini Stroke berfokus pada pengendalian faktor risiko dan mencegah terjadinya stroke lebih lanjut. Strateginya bergantung pada penyebab yang ditemukan selama diagnosis dan harus dimulai sesegera mungkin. Di antaranya: Pengobatan dengan obat antiplatelet untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut, antikoagulan (pengencer darah), statin untuk menurunkan kolesterol, atau obat antihipertensi. Perubahan gaya hidup dengan mengadopsi pola makan sehat, berolahraga secara teratur, dan berhenti merokok. Manajemen penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi jika ada. Komplikasi Mini Stroke Ancaman komplikasi Mini Stroke tidak boleh diabaikan. Walaupun gejalanya sementara, TIA merupakan indikator bahwa seseorang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stroke lebih parah yang bisa menyebabkan kematian jaringan otak. Dampak stroke berat ini antara lain: Kelumpuhan pada satu sisi tubuh. Kehilangan kemampuan berbicara atau memahami bahasa (afasia). Masalah memori dan kognitif. Gangguan emosional, seperti depresi. Ketergantungan total pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari. Pencegahan Mini Stroke Pencegahan adalah kunci baik bagi mereka yang sudah pernah mengalami TIA maupun yang memiliki faktor risiko. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil meliputi: Rutin memeriksa tekanan darah dan mengikuti saran dokter untuk pengobatan tekanan darah tinggi. Menjaga kolesterol dalam batas normal dengan diet seimbang dan olahraga rutin. Jika menderita diabetes atau pradiabetes, kelola kadar gula darah secara ketat. Usahakan tidur berkualitas selama 7-9 jam setiap malam untuk orang dewasa. Berhenti merokok. Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami gejala yang... - Published: 2025-12-10 - Modified: 2025-12-09 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/gangguan-makan-pada-remaja/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Gangguan makan bukan sekadar pilih-pilih makanan agar langsung atau hobi makan besar dan berlebihan. Di baliknya, ada masalah kesehatan mental yang memerlukan perhatian. Terutama ketika terjadi gangguan makan pada remaja yang secara mental belum matang. Dalam artikel ini akan dibahas berbagai aspek seputar gangguan makan pada remaja, dari gejala hingga cara mengatasi dan mencegahnya. Mengenal Gangguan Makan pada Remaja Gangguan makan (eating disorder/ED) adalah kondisi mental serius yang ditandai dengan pola makan, pikiran, dan emosi yang tidak sehat seputar makanan, berat badan, dan citra tubuh. Pada remaja, kondisi ini bisa sangat berbahaya karena mengganggu masa pertumbuhan kritis, perkembangan otak, dan kesehatan psikososial jangka panjang. Menurut studi di European Paediatric Association, angka kasus gangguan makan pada remaja dan anak meningkat terutama sejak masa pandemi Covid-19. Berbeda dengan kebiasaan diet biasa, gangguan makan bersifat obsesif, kompulsif, dan sering kali dibarengi pandangan yang sangat menyimpang soal makanan dan penampilan. Terdapat beberapa jenis gangguan makan pada remaja yang biasa terjadi. Dua di antaranya: Anoreksia nervosa: ditandai dengan pembatasan ekstrem terhadap asupan makanan yang mengandung energi hingga memicu penurunan berat badan yang signifikan dan ketakutan berlebih akan gemuk. Bulimia nervosa: ditandai dengan siklus berulang makan dalam jumlah besar secara tak terkendali, lalu merasa bersalah dan ingin mencegah kenaikan berat badan dengan cara mengeluarkan makanan dari perut secara paksa atau berpuasa/berolahraga berlebihan. Dalam riset di Journal of Abnormal Psychology, gangguan makan anoreksia nervosa memiliki tingkat kematian tertinggi dibanding gangguan mental lain dengan percobaan bunuh diri diperkirakan mencapai 3-29,7 persen. Gejala Gangguan Makan pada Remaja Gejala gangguan makan pada remaja bisa bermacam-macam, tergantung jenisnya. Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi: Perilaku terkait makan & olahraga Membatasi makanan tertentu secara ekstrem. Ritual makan yang janggal, misalnya, memotong-motong makanan sangat kecil atau makan sangat lambat. Keengganan makan bersama keluarga atau di tempat umum. Olahraga berlebihan, bahkan saat sakit atau kelelahan. Sering pergi ke kamar mandi setelah makan (tanda potensial purging). Mengonsumsi pil diet, pencahar, atau diuretik secara diam-diam. Perubahan Emosional & Sosial Perhatian yang berlebihan pada makanan, diet, kalori, dan berat badan. Kerap menunjukkan ketidakpuasan terhadap penampilan tubuh. Menarik diri dari aktivitas sosial, terutama yang melibatkan makanan. Mudah marah, depresi, atau cemas. Tanda Fisik Berat badan berubah naik-turun secara drastis. Gangguan menstruasi pada remaja perempuan. Kelelahan, pusing, atau pingsan. Erosi enamel gigi dan pembengkakan kelenjar ludah. Pertumbuhan rambut halus di tubuh (lanugo) pada kasus anoreksia parah. Penyebab Gangguan Makan pada Remaja Tidak ada penyebab tunggal gangguan makan pada remaja. Gangguan ini bisa terjadi akibat kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti: Faktor genetik dan biologis: risiko gangguan makan pada remaja meningkat jika ada riwayat keluarga dengan gangguan makan atau masalah kesehatan mental lain. Faktor psikologis: ada kepribadian perfeksionisme, impulsivitas, dan neurotisisme (kecenderungan mengalami emosi negatif). Faktor sosiokultural: meliputi paparan terus-menerus standar kecantikan yang tak realistis di media sosial, iklan, atau tayangan hiburan, bullying terkait berat badan, hingga stigma obesitas. Faktor lingkungan: peristiwa yang menyebabkan stres seperti perpisahan orang tua, pelecehan, tekanan akademik/olahraga, pindah sekolah/tempat tinggal, atau kehilangan sahabat. Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Makan pada Remaja Diagnosis gangguan makan pada remaja biasanya dilakukan oleh psikolog klinis atau psikiater, bisa juga dokter spesialis anak. Diagnosis umumnya didasarkan pada kriteria di Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Prosesnya meliputi: Wawancara tentang riwayat makan dan kesehatan mental serta pendapat pasien mengenai makanan dan tubuh. Anggota keluarga juga akan diwawancarai mengenai kondisi pasien sehari-hari. Pemeriksaan fisik untuk mengecek tanda-tanda malnutrisi atau masalah fisik yang berkaitan dengan gangguan makan, termasuk dengan mengukur berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh. Penilaian psikologis menggunakan kuesioner atau alat skrining untuk mengukur tingkat keparahan gejala. Tes darah untuk mengecek elektrolit, fungsi hati, ginjal, tiroid, dan hitung darah lengkap guna menilai dampak fisik dari gangguan makan. Cara Mengatasi Gangguan Makan pada Remaja Penanganan gangguan makan pada remaja memerlukan pendekatan medis yang melibatkan tim multidisiplin, dari dokter, psikiater, psikolog, hingga ahli gizi. Pendekatan yang biasanya diambil mencakup: Psikoterapi Terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membantu remaja mengidentifikasi dan mengubah pola pikir menyimpang tentang makanan, berat badan, dan bentuk tubuh. Pelibatan keluarga secara aktif dalam terapi untuk membantu memulihkan berat badan anak dan kendali makan sebelum secara bertahap mengembalikan tanggung jawab tersebut kepada anak. Penanganan medis & nutrisi Pemantauan terhadap tanda vital, berat badan, dan komplikasi medis. Perencanaan pola dan menu makan oleh ahli gizi untuk mencapai dan mempertahankan berat badan sehat. Obat-obatan untuk mengatasi gejala terkait, misalnya obat untuk depresi dan gangguan kecemasan. Perawatan di rumah sakit Diperlukan jika terjadi kondisi medis darurat seperti gagal jantung atau kadar elektrolit tidak seimbang atau penurunan berat badan yang sangat parah dan mengancam jiwa. Komplikasi Gangguan Makan pada Remaja Gangguan makan pada remaja bisa memicu komplikasi atau masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk kerusakan organ hingga kematian, bila tak mendapat penanganan yang memadai. Komplikasi itu antara lain: Kardiovaskular: Detak jantung lambat, tekanan darah rendah, gagal jantung. Pencernaan: Sembelit kronis, kerusakan lambung, pankreatitis.... - Published: 2025-12-09 - Modified: 2025-12-09 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyakit-talasemia/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Penyakit talasemia adalah penyakit langka yang dapat mempengaruhi bayi baru lahir. Penyakit genetik ini membuat penderitanya rentan mengalami berbagai masalah kesehatan karena tubuhnya tak dapat memproduksi hemoglobin yang memadai dalam sel darah merah. Bayi yang terlahir dengan kondisi thalasemia memerlukan perawatan jangka panjang untuk meningkatkan harapan hidup. Mengenal Penyakit Talasemia Penyakit thalasemia adalah sekelompok penyakit atau kelainan darah yang disebabkan oleh produksi hemoglobin yang tidak normal. Talasemia adalah penyakit keturunan yang terjadi karena adanya gen yang cacat. Artinya, penyakit ini merupakan warisan dari orang tua yang diturunkan lewat genetik dan tidak menular. Hemoglobin sendiri adalah protein yang dibawa sel darah merah. Semua organ tubuh memerlukan aliran darah yang mengandung oksigen. Berkurangnya jumlah hemoglobin dalam sel darah merah akan menyebabkan anemia dan bisa mengakibatkan berbagai komplikasi yang serius dan mengancam jiwa. Terdapat dua macam thalasemia, yakni alfa thalasemia dan beta thalasemia. Perbedaannya didasarkan pada rantai protein pada molekul hemoglobin mana yang hilang dalam sel darah merah. Alfa talasemia Setiap orang memperoleh empat gen yang terdiri atas dua gen dari tiap orang tua dalam pembentukan rantai alfa hemoglobin. Jika seseorang mewarisi: Satu gen yang bermutasi, tidak akan ada tanda dan gejala thalasemia. Namun orang itu menjadi pembawa atau carrier dan bisa menurunkannya ke anak. Dua gen yang bermutasi, akan muncul tanda dan gejala thalasemia yang ringan. Tiga gen yang bermutasi, akan muncul tanda dan gejala thalasemia yang sedang hingga berat. Empat gen yang bermutasi, bayi akan meninggal sesaat setelah dilahirkan atau butuh terapi transfusi darah seumur hidup. Beta thalasemia Dua gen terlibat dalam pembentukan rantai hemoglobin beta, masing-masing dari ayah dan ibu. Jika seseorang mewarisi: Satu gen yang bermutasi, gejalanya ringan. Kondisi ini juga disebut thalasemia minor. Dua gen yang bermutasi, gejalanya sedang hingga berat. Nama lain kondisi ini adalah thalasemia mayor. Gejala Penyakit Thalasemia Orang yang mengidap penyakit thalasemia tidak selalu mengalami gejala, terutama alfa thalasemia. Gejala thalasemia yang utama disebabkan oleh anemia atau kekurangan oksigen dalam aliran darah. Di antaranya: Kelelahan Tumbuh kembang terlambat Pubertas tertunda Limpa membesar Urine gelap Selera makan rendah Masalah tulang, terutama di bagian kepala Pembengkakan organ dalam, termasuk jantung Bayi yang terlahir dengan thalasemia biasanya tampak normal saat lahir, tapi di kemudian hari akan menunjukkan gejala seperti pucat, kuning, dan sesak napas. Ia juga akan menolak minum susu dan muntah setelah diberi susu. Penyebab Penyakit Thalasemia Seseorang mengalami penyakit thalasemia ketika mendapat warisan gen cacat dari kedua orang tua. Namun belum diketahui secara pasti apa penyebab mutasi DNA sel yang berfungsi memproduksi hemoglobin itu hingga mengakibatkan kurangnya hemoglobin dalam sel darah merah. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Thalasemia Dokter mendiagnosis thalasemia dengan tes darah, termasuk pemeriksaan hitung darah lengkap dan tes spesifik hemoglobin. Tes darah bertujuan mencari tahu jumlah hemoglobin dalam sel darah merah serta kelainan pada ukuran, warna, atau bentuk sel. Tes ini disarankan dilakukan oleh orang tua sebelum merencanakan kehamilan. Tes lain yang bisa digunakan pada ibu hamil termasuk: Amniosentesis: pengambilan sampel air ketuban untuk diperiksa di laboratorium, biasanya dijalankan pada minggu ke-16 usia kehamilan. Chorionic villus sampling: pengambilan sampel jaringan plasenta untuk dianalisis, biasanya dilakukan saat usia kehamilan 11 minggu. Cara Mengatasi Penyakit Thalasemia Penanganan penyakit thalasemia disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Gejala yang ringan umumnya tak memerlukan perawatan medis. Namun pasien dengan gejala anemia berat butuh tindakan medis secara rutin. Bagi pasien yang menunjukkan gejala sedang hingga berat, dokter biasanya akan melakukan prosedur berikut ini: Suplemen asam folat Transfusi darah rutin Terapi kelasi zat besi jika harus menjalani transfusi darah rutin untuk menghindari penumpukan zat besi yang bisa membahayakan tubuh Pengangkatan limpa jika terjadi pembesaran Kini terdapat metode transplantasi sel punca dan sumsum tulang, tapi prosedur ini sangat jarang dilakukan karena tingginya risiko. Cara lainnya termasuk: Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar Menghindari makanan kaya zat besi Menjauhi rokok dan alkohol Menghindari aktivitas yang menguras tenaga dan mental Waspada terhadap risiko infeksi Komplikasi Penyakit Thalasemia Komplikasi penyakit thalasemia bisa terjadi sewaktu-waktu baik bagi penderita yang merasakan gejala sedang ataupun berat. Komplikasi itu antara lain: Penyakit jantung dan hati Infeksi Osteoporosis Kelebihan zat besi Deformitas tulang Anemia berat Pencegahan Dalam banyak kasus, penyakit thalasemia tak bisa dicegah. Bila Anda memiliki thalasemia atau membawa gen thalasemia, sebaiknya beri tahu dokter yang berwenang. Apalagi jika sedang merencanakan kelahiran anak setelah menikah. Prosedur in-vitro fertilization atau bayi tabung bisa menjadi cara orang tua untuk menghindari gen cacat penyebab thalasemia diturunkan ke anak. Lewat prosedur itu, bisa dipilih embrio yang memiliki genetik yang normal untuk kemudian ditanamkan ke janin. Kapan Harus ke Dokter? Bila mendapati gejala penyakit thalasemia, lebih baik datangi dokter secepatnya agar bisa dinilai apakah gejala itu benar disebabkan oleh thalasemia atau yang lain. Deteksi dini penting untuk membantu mengendalikan gejala penyakit ini agar pengidapnya tetap bisa beraktivitas sehari-hari. Narasumber: dr. Rini Purnamasari, Sp. A fellow HOM Primaya Hospital Tangerang - Published: 2025-12-08 - Modified: 2025-12-09 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyakit-parkinson-usia-muda/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Penyakit Parkinson umumnya dikenal sebagai penyakit yang menyerang lansia. Namun faktanya penyakit ini juga dapat menyerang individu yang lebih muda. Dikenal sebagai young-onset Parkinson's disease (YOPD), kondisi ini menjadi tantangan bagi kehidupan mereka yang didiagnosis pada usia produktif. Berikut ini artikel yang akan membahas secara mendalam soal penyakit Parkinson usia muda tersebut. Mengenal Penyakit Parkinson Usia Muda Penyakit Parkinson usia muda merujuk pada penyakit Parkinson yang dialami oleh individu di bawah usia 50 tahun. Menurut American Parkinson Disease Association (APDA), sekitar 10 persen dari seluruh kasus Parkinson terjadi sebelum usia 50 tahun. Penyakit Parkinson sendiri adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang terutama mempengaruhi bagian otak yang bernama substantia nigra. Sel-sel saraf di area ini bertugas memproduksi dopamin, yakni neurotransmiter yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh, koordinasi, dan emosi. Pada Parkinson, sel-sel penghasil dopamin ini secara bertahap rusak dan mati. Gejala Parkinson akan muncul ketika terjadi penurunan kadar dopamin. Namun, meski mirip dengan Parkinson pada umumnya, penyakit Parkinson usia muda memiliki karakteristik yang unik. Umumnya, gejala pada individu yang menderita penyakit Parkinson di usia muda berkembang lebih lambat dibanding pasien Parkinson di usia lanjut. Walau begitu, mereka juga lebih berisiko mengalami efek samping dari pengobatan jangka panjang. Selain itu, penyakit Parkinson yang muncul pada usia muda bisa berdampak lebih besar pada kehidupan seseorang lantaran dapat mengubah hubungan dengan pekerjaan, keluarga, keuangan, hingga aktivitas sosial. Gejala Penyakit Parkinson Usia Muda Gejala penyakit Parkinson usia muda umumnya bisa dibagi menjadi dua kategori: motorik dan nonmotorik. Gejala nonmotorik seringnya muncul lebih awal. Gejala Motorik Tangan mengalami tremor atau gemetar pada saat istirahat atau rileks, biasanya dimulai dari satu tangan. Bradikinesia, yakni gerakan yang melambat secara signifikan sehingga aktivitas sederhana seperti mengancingkan baju atau berjalan memakan waktu lebih lama. Otot terasa kaku dan menimbulkan rasa sakit serta membatasi rentang gerak. Suara yang menjadi pelan, tidak jelas, atau terdengar monoton. Gangguan keseimbangan dan postur sehingga menjadi mudah terjatuh dan postur tubuh membungkuk. Gejala Nonmotorik Hilangnya indra penciuman (anosmia) yang bisa muncul bertahap secara bertahun-tahun sebelum ada gejala motorik. Berteriak, mengigau, atau memukul secara tiba-tiba selama tidur. Masalah otonom seperti sembelit kronis, tekanan darah rendah yang menyebabkan pusing, dan keringat berlebihan. Masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, dan apati (hilangnya motivasi). Penyebab Penyakit Parkinson Usia Muda Penyebab pasti kerusakan hingga kematian sel saraf pada Parkinson masih menjadi misteri, termasuk pada penyakit Parkinson usia muda. Namun, menurut studi di Movement Disorders, pada Parkinson usia muda, ada faktor genetik yang dianggap lebih kuat. Sekitar 10-15 persen kasus YOPD memiliki riwayat keluarga dengan mutasi gen seperti PARKIN, PINK1, dan LRRK2. Selain genetik, ada faktor lingkungan yang juga diduga kuat memicu penyakit ini pada individu yang rentan. Di antaranya: Paparan pestisida dan herbisida dalam jangka panjang. Paparan logam berat (seperti mangan, timbal). Cedera kepala berulang. Stres psikologis yang tak terkendali. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Parkinson Usia Muda Hingga kini tidak ada tes laboratorium ataupun pencitraan medis yang dapat secara pasti mendiagnosis penyakit Parkinson usia muda ataupun Parkinson yang muncul di usia lanjut. Dokter spesialis Neurologi biasanya menegakkan diagnosis dengan cara: Menanyakan riwayat gejala, riwayat keluarga, dan penyakit lain yang pernah diderita. Mengevaluasi kemampuan motorik, keseimbangan, koordinasi, dan refleks. Melakukan uji respons terhadap obat Levodopa yang secara signifikan dapat mengurangi gejala Parkinson. Kadang dokter akan merekomendasikan pencitraan resonansi magnetik (MRI) otak atau pencitraan lain tapi bukan untuk mendiagnosis Parkinson, melainkan memastikan penyebab gejalanya bukan penyakit lain seperti stroke yang gejalanya mirip. Cara Mengatasi Penyakit Parkinson Usia Muda Penanganan penyakit Parkinson usia muda bersifat individual tergantung gejala yang dialami. Tujuan utamanya adalah mengendalikan gejala dan mempertahankan kualitas hidup. Caranya termasuk: Terapi obat-obatan Levodopa paling efektif untuk mengatasi gejala motorik. Namun, pada pasien berusia muda, dokter biasanya menunda penggunaannya atau memberikan dosis rendah karena ada risiko gangguan gerakan otot yang tidak disengaja dan tidak terkendali (diskinesia) dini. Agonis dopamin seperti pramipeksole dan ropinirole yang sering dijadikan pilihan pertama pada pasien muda karena risiko diskinesia yang lebih rendah. Pembedahan Prosedur bedah berupa stimulasi otak dalam bisa dilakukan untuk pasien yang tidak menunjukkan perbaikan gejala setelah meminum obat atau mengalami diskinesia parah. Dalam prosedur ini, elektroda akan ditanamkan di area otak tertentu untuk mengirimkan rangsangan listrik guna mengatur sinyal saraf yang tidak normal. Terapi rehabilitasi Fisioterapi yang berfokus pada latihan keseimbangan, kelenturan, dan kekuatan. Terapi okupasi untuk membantu pasien beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari dan pekerjaan. Terapi wicara untuk mengatasi masalah volume dan kejelasan bicara. Konseling psikologis untuk membantu mengatasi stres dan depresi. Komplikasi Penyakit Parkinson Usia Muda Jika tidak dikelola dengan baik, penyakit Parkinson usia muda dapat menimbulkan komplikasi, antara lain: Diskinesia gerakan tak terkendali yang merupakan efek samping Levodopa jangka panjang. Fluktuasi motorik atau gejala yang reda tapi lalu muncul kembali sebelum meminum dosis obat berikutnya. Gangguan kognitif, dari kesulitan berkonsentrasi hingga demensia. Depresi dan gangguan kecemasan berat. Masalah menelan (disfagia) dan pneumonia aspirasi (radang paru karena ada benda yang masuk ke paru seperti makanan atau minuman. Gangguan... - Published: 2025-12-07 - Modified: 2025-12-03 - URL: https://primayahospital.com/saraf/trigeminal-neuralgia/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Jika Anda pernah merasakan nyeri seperti tersengat listrik yang menyambar wajah secara tiba-tiba, inilah yang dirasakan penderita trigeminal neuralgia. Rasa sakit yang begitu hebat hingga membuat Anda tidak dapat bergerak atau berbicara. Menururt A Cancer Journal of Clinicans, trigeminal neuralgia adalah nyeri mendadak, hebat, singkat, menusuk, dan berulang dalam satu atau lebih cabang saraf trigeminal. Kondisi trigeminal neuralgia ini sering disebut sebagai salah satu nyeri paling hebat yang bisa dialami manusia. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang trigeminal neuralgia, mulai dari gejala hingga pengobatannya. Selengkapnya, simak hingga akhir ya! Mengenal Trigeminal Neuralgia Dalam StatPearls NCBI, trigeminal neuralgia didefiniskan sebagai gangguan saraf yang menyerang saraf trigeminal (saraf kranial kelima). Saraf-saraf ini bertanggung jawab untuk sensasi di wajah dan mengontrol otot-otot pengunyahan. Ketika saraf ini terganggu, akan muncul nyeri yang sangat hebat di area wajah. Trigeminal neuralgia adalah penyebab umum nyeri wajah yang mempengaruhi sekitar 4-5 orang per 100. 000 penduduk setiap tahunnya. Kondisi ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria dengan rasio 3:2. Usia paling rentan orang-orang mengalami kondisini adalah di atas 50 tahun, meskipun dapat terjadi pada usia yang lebih muda. Ada dua jenis utama trigeminal neuralgia: Tipe 1 (Klasik):Nyeri intermiten atau berjarak seperti sengatan listrik Tipe 2 (Atipikal):Nyeri konstan seperti terbakar atau berdenyut Gejala Trigeminal Neuralgia Gejala nyeri sebelah wajah pada trigeminal neuralgia sangat khas dan mudah dikenali. Nyeri biasanya muncul secara mendadak dan berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Karakteristik Nyeri: Nyeri seperti tersengat listrik atau ditusuk jarum Muncul di satu sisi wajah (unilateral) Berlangsung singkat namun sangat hebat Dapat dipicu oleh sentuhan ringan atau gerakan wajah Frekuensi serangan dapat meningkat seiring waktu Area yang Terkena: Dahi dan mata (cabang oftalmik) Pipi dan bibir atas (cabang maksilar) Rahang bawah dan dagu (cabang mandibular) Pemicu Serangan: Menyikat gigi Mencuci muka Makan atau mengunyah Berbicara Sentuhan ringan pada wajah Hembusan angin Pasien sering menggambarkan nyeri sebagai "seperti petir" atau "pisau yang menusuk". Intensitas nyeri begitu hebat hingga dapat membuat penderita menjerit atau menangis. Penyebab Trigeminal Neuralgia Penyebab trigeminal neuralgia dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan etiologinya: Trigeminal Neuralgia Klasik: Disebabkan oleh kontak antara pembuluh darah dan saraf trigeminal, yang mengakibatkan kompresi. Pembuluh darah yang menekan saraf akan menyebabkan demielinisasi dan gangguan konduksi saraf. Trigeminal Neuralgia Sekunder: Tumor otak atau tumor saraf Multiple sclerosis Malformasi arteriovenous (AVM) Aneurisma Infeksi (herpes zoster) Trauma kepala atau wajah Faktor Risiko: Usia di atas 50 tahun Jenis kelamin wanita Hipertensi Riwayat keluarga dengan gangguan saraf Multiple sclerosis Dalam kebanyakan kasus trigeminal neuralgia klasik, penyebab utama adalah kompresi vaskular oleh arteri serebelar superior atau vena yang berdekatan dengan zona masuk saraf trigeminal di batang otak. Cara Dokter Mendiagnosis Trigeminal Neuralgia Trigeminal neuralgia adalah diagnosis klinis dengan berbagai subform. Neuroimaging diperlukan untuk membedakan antara subform. Proses diagnosis melibatkan beberapa tahap: Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik: Wawancara detail tentang karakteristik nyeri Pemeriksaan neurologis lengkap Tes sensori wajah Pemeriksaan refleks kornea dan masseter Kriteria Diagnosis: Nyeri paroksismal di distribusi saraf trigeminal Durasi nyeri dari sepersekian detik hingga 2 menit Nyeri memiliki setidaknya satu karakteristik: intensitas tinggi, seperti sengatan listrik, dipicu oleh stimulus ringan Tidak ada defisit neurologis Pemeriksaan Penunjang: MRI dengan gadolinium:Untuk mendeteksi tumor atau kelainan struktural MRI FIESTA/CISS:Untuk memvisualisasikan hubungan neurovaskular CT scan:Jika MRI tidak tersedia atau kontraindikasi Diagnosis harus mencakup MRI dengan sekuens khusus untuk menyingkirkan penyebab sekunder dan mengidentifikasi kemungkinan kontak neurovaskular. Penanganan Trigeminal Neuralgia Pengobatan trigeminal neuralgia dimulai dengan terapi medis sebagai lini pertama, kemudian dilanjutkan dengan opsi bedah jika diperlukan. Terapi Medis: Terapi medis adalah intervensi utama yang direkomendasikan saat mengobati trigeminal neuralgia klasik dan idiopatik; carbamazepine atau oxcarbazepine adalah yang disukai. Carbamazepine:200-1200 mg/hari, obat lini pertama Oxcarbazepine:300-2400 mg/hari, alternatif carbamazepine Gabapentin:900-3600 mg/hari Pregabalin:150-600 mg/hari Baclofen:10-80 mg/hari Lamotrigin:200-400 mg/hari Terapi Bedah: Jika terapi medis gagal atau menimbulkan efek samping berat, dapat dilakukan prosedur bedah. Prosedur MDV (Microvascular Decompression): Microvascular decompression dalam Health Economics Review pengobatan yang aman dan efektif untuk trigeminal neuralgia, dengan tingkat keberhasilan jangka panjang yang tinggi. Hal ini juga disebutkan dalam penelitian pada Journal of Headache and Pain, dari 115 pasien yang diteliti, 86% memiliki hasil yang signifikan secara klinis. Prosedur MDV meliputi: Kraniotomi retrosigmoid kecil Identifikasi pembuluh darah yang menekan saraf Pemisahan pembuluh darah dari saraf Pemasangan bantalan teflon sebagai buffer Tingkat keberhasilan mencapai 80-90% Prosedur Lainnya: Gamma knife radiosurgery:Bedah pisau gamma atau radioterapi stereotaktik Balon compression: Kompresi balon atau penekanan saraf dengan balon Radiofrequency rhizotomy: Ablasi frekuensi radio atau perusakan saraf dengan gelombang radio Glycerol rhizotomy: Injeksi gliserol atau perusakan saraf dengan gliserol Komplikasi Trigeminal Neuralgia Trigeminal neuralgia dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan baik: Komplikasi Medis: Depresi berat akibat nyeri kronik Gangguan tidur dan kelelahan Penurunan berat badan karena kesulitan makan Dehidrasi akibat takut minum Malnutrisi Komplikasi Psikologis: Kecemasan dan serangan panik Isolasi sosial Gangguan kualitas hidup Risiko bunuh diri (historically disebut "suicide disease") Komplikasi Pengobatan: Efek samping obat antikonvulsan Gangguan fungsi hati Somnolen dan pusing... - Published: 2025-12-06 - Modified: 2025-12-02 - URL: https://primayahospital.com/saraf/awake-brain-surgery/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Dalam dunia medis, teknologi yang terus berkembang menawarkan solusi yang lebih aman dan efektif untuk berbagai masalah kesehatan. Salah satu inovasi itu adalah awake brain surgery atau bedah otak yang dilakukan saat pasien dalam keadaan terjaga. Dalam artikel ini akan dibahas apa itu awake brain surgery, siapa yang membutuhkan, cara kerjanya, hingga manfaat dan risikonya. Mengenal Awake Brain Surgery Awake brain surgery adalah teknik bedah otak di mana pasien sengaja dibangunkan pada fase kritis pembedahan. Tujuannya adalah melakukan pemetaan otak (brain mapping) secara real-time. Selama pasien sadar, tim bedah dapat mengidentifikasi area-area otak yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi penting, seperti bicara, pemahaman bahasa, gerakan motorik, atau penglihatan, yang disebut sebagai eloquent cortex. Prinsip awal prosedur yang secara medis disebut awake craniotomy ini telah ada sejak lebih dari 50 tahun lalu dan digunakan untuk menangani kasus epilepsi. Dikutip dari Pacific Neuroscience Institute, seiring dengan berkembangnya teknologi pencitraan, anestesi, dan pemahaman tentang konektivitas otak, teknik ini makin sering digunakan untuk operasi tumor otak, terutama glioma dan tumor metastasis. Penting untuk dipahami bahwa pasien tidak sadar sepanjang operasi. Prosedur awake brain surgery umumnya menggunakan teknik anestesi "tidur-terjaga-tidur" (asleep-awake-asleep). Pasien akan dibuat tidak sadar saat dokter membuka tulang tengkorak, kemudian dibangunkan pada fase pemetaan dan pengangkatan tumor, lalu dibuat tidak sadar lagi saat operasi akan selesai. Dengan begitu, pasien bisa merasa nyaman sekaligus membuat tim bedah dapat melakukan tugasnya dengan aman. Siapa Saja yang Memerlukan Awake Brain Surgery Tidak semua pasien bedah otak adalah kandidat yang tepat untuk prosedur ini. Awake brain surgery secara spesifik direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi lesi (tumor atau fokus kejang) yang sangat dekat atau bahkan di dalam eloquent cortex. Beberapa kondisi utama yang sering ditangani dengan metode ini antara lain: Tumor otak, seperti glioblastoma dan astrositoma serta dan tumor metastasis yang tumbuh di area fungsional otak Kejang epilepsi Meningitis dan infeksi otak lain Kelainan pembuluh darah di otak, seperti malformasi arteri-vena (AVM) yang berada di area kritis Selain itu, awake brain surgery digunakan dalam prosedur deep brain stimulation (DBS) untuk kondisi seperti penyakit Parkinson atau tremor esensial. Kapan Seseorang Memerlukan Awake Brain Surgery Operasi awake brain surgery umumnya direkomendasikan ketika: Tumor berada di dekat area kritis otak yang berisiko mengakibatkan kelumpuhan atau gangguan bicara Pasien perlu menjalani tes fungsi otak selama operasi, misalnya menggerakkan tangan atau mengucapkan kata-kata untuk memastikan tak ada kerusakan neurologis Operasi konvensional berisiko tinggi Manfaat/Tujuan Awake Brain Surgery Awake brain surgery bermanfaat untuk memaksimalkan pengangkatan lesi di area kepala dengan meminimalkan risiko kerusakan neurologis sehingga kualitas hidup pasien terjaga. Manfaat lainnya meliputi: Tingkat keamanan lebih tinggi karena ada pemetaan langsung pada otak oleh dokter bedah sehingga dapat menghindari area-area penting. Area pengangkatan tumor lebih luas karena dokter bedah bisa membedakan jaringan tumor dari jaringan fungsional secara presisi. Pemulihan lebih cepat dan masa tinggal di rumah sakit lebih singkat serta kebutuhan perawatan intensif (ICU) lebih sedikit dibanding operasi di bawah anestesi umum. Mengurangi komplikasi anestesi seperti mual dan muntah pasca-operasi. Persiapan Sebelum Menjalani Awake Brain Surgery Persiapan pasien untuk menjalani awake brain surgery sangatlah penting demi memastikan kelancaran dan keamanan prosedur. Tahap-tahapnya antara lain: Konsultasi dan edukasi oleh tim medis yang akan menjelaskan setiap detail prosedur kepada pasien. Penilaian neuropsikologis dan bahasa, misalnya pasien diminta menyebutkan nama gambar atau membaca kata-kata dari kartu. Tes ini akan menjadi acuan untuk dibandingkan dengan respons pasien selama operasi. Functional MRI(fMRI) di mana selama pemindaian pasien diminta melakukan tugas-tugas sederhana, seperti berbicara atau menggerakkan tangan, untuk membuat "peta aktivasi" awal di otak. Peta ini membantu dokter bedah merencanakan pendekatan operasi. Evaluasi kondisi medis pasien secara menyeluruh untuk merancang strategi anestesi yang paling aman dan nyaman. Prosedur dan Pelaksanaan Awake Brain Surgery Awake brain surgery adalah prosedur yang kompleks dan bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Secara umum, langkah-langkahnya bisa diringkas sebagai berikut: Pemberian anestesi awal yang ringan untuk membuat pasien merasa nyaman saat tahap awal operasi dilakukan. Setelah dalam keadaan sedasi, kepala pasien dijaga dalam posisi tetap untuk menjaga stabilitas. Selama fase pemasangan alat dan pemetaan otak ini, bagian dari tengkorak akan diangkat untuk mengakses otak. Setelah bagian tengkorak diangkat, pasien akan dibangunkan dan diminta melakukan beberapa tugas, seperti mengidentifikasi gambar atau menghitung, untuk membantu dokter memetakan area fungsional otak. Berdasarkan hasil pemetaan, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengangkat tumor atau area yang menyebabkan kejang. Setelah operasi selesai, pasien akan diberi anestesi kembali untuk menutup tengkorak. Perawatan Pasca-Awake Brain Surgery Setelah menjalani awake brain surgery, pasien memerlukan perawatan khusus untuk memastikan pemulihan yang baik. Di antaranya: Pemantauan ketat di unit perawatan intensif (ICU) selama 24-48 jam setelah operasi sebelum dipindahkan ke kamar rawat inap. Pemberian obat untuk mengatasi nyeri dan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pasien. Rehabilitasi berupa terapi fisik dan/atau terapi bahasa untuk membantu memulihkan fungsi yang mungkin terpengaruh selama operasi. Menjalani kontrol atau kunjungan tindak lanjut guna memantau pemulihan dan mengevaluasi hasil operasi. Setelah pulang, pasien mungkin akan merasa lebih... - Published: 2025-12-05 - Modified: 2025-12-02 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/liquid-biopsy/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Salah satu penyebab kematian paling tinggi kedua di dunia adalah kanker. Tidak hanya memberikan beban fisik saja, tetapi juga secara emosional maupun finansial. Meskipun demikian, banyak jenis kanker yang tidak memiliki program screening. Akibatnya, banyak orang dengan risiko ini gagal mengikuti pemeriksaan medis secara sistematis dan berkala. Liquid biopsy hadir sebagai salah satu inovasi revolusioner dalam dunia kedokteran. Tindakan ini menawarkan solusi deteksi dini kanker tanpa operasi melalui analisis sampel darah sederhana. Dengan pendekatan yang minimal invasif, tindakan medis ini membuka peluang baru dalam diagnosis kanker, stratifikasi pasien untuk terapi, dan pemantauan respon dalam pengobatan. Mengenal Tindakan Liquid Biopsy Liquid biopsy atau biopsi cair merupakan tindakan medis diagnostik berupa tes DNA tumor dari darah pasien untuk mendeteksi keberadaan sel tumor. Menurut Journal of Hematology & Oncology, tindakan medis ini semakin banyak digunakan untuk menganalisis atau pemeriksaan molekuler terhadap DNA, RNA, atau protein dalam sel tumor. Tujuannya untuk mengidentifikasi perubahan genetik, mutasi, atau pola ekspresi tertentu pada kanker. Teknik biopsi satu ini ini bekerja dengan cara mengambil sampel darah untuk memeriksa fragmen DNA yang terbebas dalam darah (cfDNA), DNA yang khusus berasal dari tumor (ctDNA), dan sel tumor yang beredar di aliran darah (CTCs). Seperti penjelasan dalam National Cancer Institute, metode ini memungkinkan pemeriksaan kanker secara non-invasif. Siapa Saja yang Memerlukan Tindakan Liquid Biopsy Berikut adalah daftar orang-orang yang dapat melakukan tes liquid biopsy dan alasan mengapa tes ini direkomendasikan: 1. Orang dengan riwayat keluarga kanker atau risiko genetik tinggi Mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker atau faktor genetik berisiko tinggi dapat menggunakan tes ini untuk deteksi kanker sejak dini. 2. Pasien yang sudah didiagnosis kanker Tes ini membantu dokter untuk memantau perkembangan penyakit dan bagaimana respons tubuh terhadap pengobatan, terutama bagi pasien dengan tumor di tempat yang sulit dijangkau atau yang tidak bisa menjalani biopsi tradisional. 3. Pasien yang sedang dalam masa remisi atau setelah pengobatan kanker Tindakan medis ini dapat digunakan untuk mengecek kalau-kalau kanker kambuh lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan. 4. Orang yang mengikuti program skrining kanker atau menunjukkan gejala mencurigakan Jika pemeriksaan biasa belum memberikan hasil yang jelas, tes ini bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap. Kapan Pasien Memerlukan Tindakan Liquid Biopsy Ketepatan waktu dalam melakukan tindakan biopsi cair sangat penting untuk memaksimalkan akurasi dan manfaat klinis. Menurut Journal of Translational Medicine, tindakan ini dapat dilakukan saat deteksi dini gejala mencurigakan, sebelum memulai pengobatan baru untuk mengetahui karakteristik tumor, dan selama proses pengobatan untuk memantau efektivitas terapi serta mendeteksi resistensi obat sejak dini. Selain itu, liquid biopsy berperan sebagai alternatif screening bagi pasien risiko tinggi yang sulit mengakses pemeriksaan rutin konvensional. Setelah pengobatan selesai, pemeriksaan berkala diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan rekurensi atau metastasis. Jadwal liquid biopsy harus disesuaikan dengan jenis kanker, stadium penyakit, dan risiko masing-masing pasien untuk hasil optimal. Manfaat/Tujuan Tindakan Liquid Biopsy 1. Deteksi Dini Kanker Sebelum Gejala Muncul Liquid biopsy memungkinkan deteksi dini kanker sebelum gejala klinis muncul melalui teknologi MCED yang minimal invasif. Teknologi ini mendeteksi asam nukleat, protein, dan sel kanker yang beredar dalam darah. 2. Profiling Molekuler Tumor untuk Pengobatan Personal Teknologi ini memungkinkan profiling molekuler tumor secara real-time untuk pendekatan pengobatan yang dipersonalisasi. Liquid biopsy mengidentifikasi mutasi spesifik dan biomarker yang menentukan terapi target terbaik. 3. Pemantauan Respons Pengobatan Secara Real-Time Tindakan medis biopsi satu ini juga memungkinkan pemantauan respons pengobatan secara berkelanjutan. Perubahan kadar ctDNA dapat mencerminkan efektivitas terapi sebelum terdeteksi melalui pencitraan konvensional. 4. Deteksi Dini Resistensi Obat dan Rekurensi Kanker Beberapa uji klinis telah menunjukkan hasil menggembirakan, seperti menurut American Association for Cancer Research bahwa teknologi ini berguna untuk mendeteksi resistensi obat dan rekurensi kanker sedini mungkin. 5. Mengurangi Kebutuhan Biopsi Jaringan Invasif Teknik liquid biopsy juga mengurangi kebutuhan biopsi jaringan berulang yang invasif dan berisiko. Teknologi ini menggunakan sampel darah sederhana, meningkatkan kualitas hidup pasien. Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan Liquid Biopsy Persiapan untuk liquid biopsy relatif sederhana dibandingkan prosedur biopsi konvensional, namun tetap memerlukan beberapa langkah penting untuk memastikan akurasi hasil. Berikut beberapa persiapan yang perlu Anda ketahui: Pasien berkonsultasi dengan dokter onkologi, guna menentukan indikasi dan waktu yang optimal pemeriksaan. Pasien menginformasikan semua obat, suplemen, dan herbal yang dikonsumsi karena dapat mempengaruhi hasil analisis. Standardisasi protokol pengambilan sampel, untuk mengatasi variabel preanalitik. Pasien memahami bahwa sensitivitas deteksi kanker stadium awal masih berkembang dan hasil negatif tidak menyingkirkan kemungkinan kanker. Istirahat cukup sebelum pengambilan darah, hindari aktivitas berat. Puasa tidak diperlukan kecuali instruksi khusus dokter. Prosedur dan Pelaksanaan Tindakan Liquid Biopsy Proses biopsi cair ini melibatkan beberapa tahapan penting yang dilakukan secara bertahap di laboratorium khusus: Pengambilan sampel darah, dilakukan seperti tes darah biasa melalui pembuluh vena dengan volume 10-20 ml. Petugas medis terlatih melakukan prosedur steril untuk mencegah kontaminasi sampel. Pemisahan komponen darah, dilakukan segera setelah pengambilan menggunakan protokol khusus untuk memisahkan plasma dari komponen lainnya. DNA bebas sel kemudian diisolasi menggunakan teknik canggih seperti droplet digital PCR dan BEAMing.... - Published: 2025-12-04 - Modified: 2025-12-02 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/mengenal-vaskulitis/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Vaskulitis mengacu pada radang yang terjadi pada pembuluh darah. Radang ini bisa terjadi akibat masalah di salah satu organ atau kondisi yang lebih serius dan bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini sering terjadi bersamaan dengan penyakit auto imun. Mengenal Vaskulitis Radang adalah kondisi yang umum terjadi sebagai bentuk pertahanan tubuh. Ini adalah proses alami di mana sistem imun akan memperbaiki sel yang terluka dan menggantinya dengan yang baru. Misalnya, ketika pergelangan kaki terkilir, akan ada radang dan pembengkakan di mata kaki hingga kondisi tubuh kembali normal. Tapi bagi penderita Vaskulitis, radang justru terjadi karena sistem imun salah mengenali pembuluh darah. Zat antibodi yang ada justru akan melawan sel darah putih dan menyebabkan peradangan pada pembuluh darah di berbagai organ tubuh. Karena bisa mengacu pada puluhan keadaan dan komplikasi, Konferensi Chapel Hill di tahun 2012 membagi kondisi ini jadi beberapa kelompok. Adapun jenis-jenis Vaskulitis hasil konferensi itu masih digunakan untuk klasifikasi umum sebagai berikut: 1. Pembuluh Darah Besar Kondisi ini lebih banyak menyerang pembuluh darah berukuran besar. Atau setidaknya lebih banyak ditemukan pada arteri yang berukuran lebih besar seperti aorta dan berbagai cabangnya. Beberapa contoh yang termasuk kelompok ini adalah Takayasu arteritis dan GCA. 2. Pembuluh Darah Sedang Peradangan bisa ditemukan pada berbagai ukuran pembuluh darah, tapi lebih banyak pada pembuluh berukuran sedang. Umumnya diikuti dengan pelebaran atau penyempitan pembuluh darah. Salah satu contohnya adalah penyakit Kawasaki yang sering terjadi pada anak-anak. 3. Vaskulitis Akibat ANCA (AAV) Ketika Anti-Neutrophilic Cyctoplastic Autoantibody atau ANCA menyerang antibodi di dalam sel darah putih. Akibatnya adalah kondisi tubuh melemah, terutama pada organ tubuh yang diserang. Radang yang diakibatkan oleh penyakit auto-imun ini sering terjadi pada pembuluh berukuran kecil seperti kapiler. Akan tetapi, radang ini juga mengakibatkan tubuh tidak memiliki sistem imun yang kuat. 4. Vaskulitis Komplikasi Imun Berbeda dengan radang akibat ANCA, pada vaskulitis ini pembuluh darah masih memiliki sistem pertahanan. Salah satu contohnya adalah sindrom Goodpasture yang menyebabkan kerusakan paru-paru dan ginjal. 5. Berbagai Ukuran Pembuluh Darah (VVV) Variable Vessels Vasculitides adalah radang yang terjadi pada berbagai ukuran pembuluh darah. Misalnya pada sindrom Cogan, di mana radang terjadi di berbagai bagian organ kepala seperti mata dan juga dalam telinga. 6. Vaskulitis Satu Organ (SOV) Radang pembuluh darah ini hanya terjadi pada satu organ tertentu saja. Misalnya hanya menyerang paru-paru, ginjal, atau kulit. Walau demikian, kondisi ini bisa berkembang dan menyerang organ tubuh lain. 7. Vaskulitis Berhubungan Dengan Penyakit Lain Kondisi radang yang berhubungan atau bahkan jadi penanda dari penyakit sistem lain. Untuk itu, perlu diperjelas dalam nama radang. Seperti misalnya radang pada penderita Lupus akan disebut sebagai Lupus Vasculitis 8. Vaskulitis Akibat Penyakit Radang juga bisa terjadi akibat dari penyakit lain. Salah satu contoh yang paling umum adalah vaskulitis yang terjadi karena radang di organ pencernaan. Begitu juga radang akibat penyakit menular seperti Hepatitis C atau bahkan Sifilis. Gejala Untuk tahu gejala awal radang, perlu melihat kembali penyakit utama yang di derita. Misalnya, radang ginjal bisa menyebabkan urine berdarah atau berwarna gelap. Tapi, sering juga kondisi ini tidak memiliki gejala yang cukup serius. Pada radang yang melibatkan beberapa organ sekaligus, gejala ini jadi lebih mudah dilihat. Ditambah lagi, kondisi ini bisa jadi gejala utama pada penyakit yang cukup serius. Beberapa contoh gejala vaskulitis sistemik adalah sebagai berikut: Sering batuk berdarah Sakit Sendi dan Otot Ruam dan lesi kulit Pandangan Berkurang Sesak Napas Demam Berat Badan Turun Drastis Penyebab Para peneliti masih belum mengetahui penyebab radang yang berdiri sendiri tanpa penyakit lain. Vaskulitis juga bisa menyerang siapa saja tanpa batas usia, jenis kelamin, dan juga tempat tinggal. Sedangkan jika radang ini terjadi bersamaan dengan penyakit lain, peneliti sepakat ada pemicu sebagai penyebab radang. Seperti misalnya pada akibat dari infeksi, trauma, atau bahkan penyakit auto imun seperti Lupus. Karena sering kali masuk sebagai kelainan auto imun, beberapa penelitian merujuk pada genetis sebagai penyebab utama. Seperti misalnya penyakit Kawasaki yang bisa terjadi pada beberapa orang di satu keluarga. Selain itu, penyalahgunaan obat dan merokok juga bisa menyebabkan radang. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat dari penggunaan obat hipertensi dan juga obat untuk mengobati penyakit auto-imun. Radang ini juga umum terjadi pada kategori usia tertentu, seperti Buerger yang menyerang pria usia di bawah 45 tahun yang merupakan perokok aktif. Atau igA Vasculitis yang lebih banyak ditemukan di anak-anak dibandingkan orang dewasa. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter hanya bisa melakukan diagnosa sesuai dengan gejala yang dirasakan. Perlu diingat bahwa radang bisa berdiri sendiri atau sebagai bagian dari penyakit lain. Untuk itu, perlu ada riwayat kesehatan yang lengkap sebagai langkah awal diagnosa. Sekedar konsultasi saja tidak cukup untuk mendiagnosis vaskulitis karena gejala bisa jadi tumpang tindih dengan penyakit lain. Bagi pasien dengan dugaan radang di pembuluh darah dokter akan menyarankan untuk melakukan tes tambahan seperti X-Ray, CT-Scan, atau biopsi. Semua tes tambahan ini disesuaikan dengan diagnosa awal yang dilihat oleh dokter. Cara Mengobati Pengobatan radang di pembuluh darah harus sesuai dengan organ... - Published: 2025-12-03 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/bedah/ambeien-menonjol/ - Kategori: Bedah - Translation Priorities: Optional Ambeien atau juga sering disebut wasir adalah masalah kesehatan yang umum terjadi, tapi sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan malu. Terlebih ketika benjolan ambeien sampai menonjol keluar dari anus hingga terasa nyeri, gatal, bahkan bisa berdarah. Kondisi ambeien menonjol atau prolaps ini memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untungnya, banyak kasus ambeien menonjol bisa diatasi dengan pendekatan alami dan perubahan gaya hidup. Artikel ini akan membahas seputar kondisi ini, termasuk soal obat alami ambeien menonjol serta upaya pencegahan agar tak kambuh kembali. Mengenal Ambeien Menonjol (Prolapsed Hemorrhoid) Ambeien alias wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah di anus atau rektum bagian bawah membengkak. Dalam studi di World Journal of Gastroenterology disebutkan ambeien dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah akibat kebiasaan mengejan saat buang air besar, obesitas, atau kehamilan. Terdapat dua jenis ambeien: internal dan eksternal. Ambeien internal terletak di dalam rektum dan biasanya tidak terasa sakit, sementara ambeien eksternal berada di luar anus dan bisa sangat menyakitkan, terutama jika terjadi pembekuan darah. Ketika ambeien internal membengkak dan terdorong keluar dari anus, inilah yang disebut ambeien menonjol atau prolaps. Ambeien eksternal juga bisa menonjol, meskipun lebih jarang. Ambeien menonjol biasanya diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya dengan klasifikasi Goligher, yaitu: Tingkat 1: wasir berdarah tapi tidak menonjol keluar dari anus. Tingkat 2: wasir menonjol keluar saat buang air besar, tapi bisa masuk kembali dengan sendirinya. Tingkat 3: wasir menonjol keluar saat buang air besar atau mengejan dan memerlukan bantuan tangan untuk mendorongnya kembali ke dalam. Tingkat 4: wasir menonjol keluar secara permanen dan tidak bisa didorong kembali ke dalam. Tingkat keparahan ini sangat penting dipahami untuk menentukan pendekatan pengobatan yang tepat, termasuk obat alami ambeien menonjol, juga kapan pasien mungkin memerlukan intervensi medis lebih lanjut. Gejala Ambeien Menonjol yang Perlu Diwaspadai Gejala utama ambeien menonjol adalah adanya satu atau lebih benjolan di sekitar anus. Benjolan ini mungkin bisa dirasakan atau dilihat, terutama jika menonjol signifikan. Gejala yang umum adalah rasa nyeri dari area anus terutama ketika duduk atau selama buang air besar. Nyeri ini bisa sangat parah jika ada bekuan darah di dalam ambeien. Kondisi lain yang sangat menyakitkan adalah ambeien yang tercekik (strangulated), di mana suplai darah ke ambeien terputus. Selain benjolan dan nyeri, gejala yang mungkin muncul termasuk: Perdarahan atau keluarnya darah berwarna merah terang yang bisa terlihat menetes di kloset atau menempel pada tisu setelah buang air besar. Bila warna darahnya lebih gelap atau menggumpal, bisa jadi itu tanda terjadi trombosis atau bekuan darah di ambeien. Gatal dan iritasi akibat lendir yang keluar dari ambeien menonjol. Merasa tidak tuntas saat buang air besar. Mengapa Ambeien Bisa Menonjol? Ambeien menonjol terjadi ketika jaringan ikat yang menahan wasir di tempatnya melemah. Ada beberapa faktor risiko dan penyebab melemahnya jaringan ini: Mengejan berlebihan saat buang air besar yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di rektum dan anus hingga mendorong wasir keluar. Peningkatan tekanan di panggul, perubahan hormon, dan konstipasi selama kehamilan. Kelebihan berat badan yang dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah di rektum. Gaya hidup yang banyak duduk, terutama duduk di toilet dalam waktu lama. Kerusakan pembuluh darah akibat kebiasaan merokok. Pertambahan usia yang diiringi pelemahan jaringan tubuh. Asupan serat yang tidak mencukupi yang dapat menyebabkan sembelit dan memicu mengejan berlebihan. Memahami penyebab ini adalah langkah pertama untuk menerapkan strategi obat alami ambeien menonjol yang efektif dan mencegah kekambuhan. Pengobatan Alami Ambeien Menonjol Banyak kasus ambeien menonjol, terutama pada tingkat 1 dan 2, yang dapat dikelola secara efektif dengan obat alami ambeien menonjol dan perubahan gaya hidup. Perawatan di rumah juga dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kenyamanan. Caranya antara lain: Peningkatan Asupan Serat dan Cairan Ini cara utama dalam hal obat alami ambeien menonjol. Serat membantu melunakkan tinja dan meningkatkan volumenya sehingga lebih mudah dikeluarkan tanpa perlu mengejan. Makanan untuk ambeien berdarah atau menonjol yang kaya serat termasuk: Buah-buahan: apel (dengan kulitnya), pir, beri-berian (stroberi, rasberi, bluberi), pisang, pepaya, dan alpukat. Sayuran: brokoli, kembang kol, bayam, wortel, ubi jalar, dan sayuran berdaun hijau gelap lain. Biji-bijian utuh: gandum utuh, beras merah, quinoa, dan roti gandum. Kacang-kacangan: lentil, buncis, kacang polong, dan kacang merah. Cairan: pastikan minum air yang cukup sepanjang hari. Air membantu serat bekerja lebih efektif dalam melunakkan tinja dan mencegah sembelit. Rendam Duduk (Sitz Bath) Merendam area anus dalam air hangat selama 10-15 menit beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi nyeri, gatal, dan bengkak. Ada baskom khusus sitz bath yang diletakkan di atas dudukan toilet, tapi bisa juga menggunakan bak mandi biasa. Ini cara yang sangat menenangkan dan efektif sebagai obat alami ambeien menonjol. Kompres Dingin atau Es Mengompres area yang bengkak dengan es atau kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Bungkus es dengan kain tipis sebelum ditempelkan ke area yang terkena untuk menghindari kerusakan kulit. Tisu Basah tanpa Alkohol/Parfum Setelah buang air besar, jangan gunakan tisu toilet kering, melainkan... - Published: 2025-12-02 - Modified: 2025-12-02 - URL: https://primayahospital.com/saraf/bahaya-saraf-kejepit/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasakan sensasi nyeri tajam yang menjalar, kesemutan, atau bahkan mati rasa di punggung atau leher belakang? Sensasi ini bisa jadi merupakan pertanda adanya saraf kejepit. Saraf kejepit dapat berdampak serius jika tak ditangani dengan tepat. Mari selami lebih dalam apa itu saraf kejepit, bagaimana mengenali gejalanya, dan pilihan terapi saraf kejepit yang tersedia, termasuk bedah mikrodisektomi yang ampuh sebagai solusi kondisi ini. Apa Itu Saraf Kejepit? Dalam istilah medis, saraf kejepit dikenal sebagai radikulopati. Cleveland Clinic menjelaskan, kondisi ini terjadi ketika akar saraf di sepanjang tulang belakang mengalami iritasi atau kompresi (tekanan). Tulang belakang kita terdiri atas 33 tulang individual yang disebut vertebra yang tersusun satu di atas yang lain. Di antara setiap vertebra, terdapat cakram intervertebralis, yakni struktur lunak seperti gel yang berfungsi sebagai bantalan penyerap guncangan dan membuat tulang belakang fleksibel. Dari sumsum tulang belakang, ada 31 pasang akar saraf bercabang yang keluar melalui celah-celah kecil yang disebut foramen intervertebralis. Ketika ruang tempat akar saraf ini keluar menyempit, atau ada sesuatu yang menekan saraf tersebut, terjadilah saraf kejepit. Tekanan berlebihan pada saraf ini dapat berasal dari berbagai jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau tendon. Terdapat beberapa macam saraf kejepit, tergantung lokasinya di sepanjang tulang belakang. Saraf yang kejepit bisa jadi berada di leher (servikal), punggung bagian tengah atas (toraks), atau punggung bagian bawah (lumbal). Di antara jenis-jenis itu, saraf kejepit di punggung bagian bawah adalah yang paling umum dengan gejala antara lain nyeri menjalar ke kaki. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien untuk menegakkan diagnosis. Tes pencitraan seperti MRI atau CT scan juga sering digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan saraf dan jaringan di sekitarnya. Dari situ, dokter bisa merekomendasikan penanganan yang tepat, termasuk berbagai terapi saraf kejepit hingga bedah mikrodisektomi bila diperlukan. Penyebab Saraf Kejepit Saraf kejepit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dari cedera akut hingga perubahan yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan dan pencegahan yang efektif. Penyebab saraf kejepit yang paling umum adalah herniasi diskus, di mana diskus atau cakram intervertebralis menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya. Masalah ini paling sering terjadi di punggung bagian bawah, tapi juga bisa mempengaruhi leher. Taji tulang (bone spurs) juga merupakan penyebab umum saraf kejepit. Kondisi ini terjadi ketika terbentuk tulang yang menonjol pada area persendian. Di tulang belakang, tonjolan ini bisa menekan akar saraf hingga memicu gejala saraf kejepit. Kondisi yang kerap dikaitkan dengan osteoartritis ini lebih umum dijumpai pada orang berusia di atas 50 tahun. Faktor lain yang dapat memicu saraf kejepit meliputi: Stenosis atau penyempitan kanal tulang belakang Artritis, terutama osteoartritis dan rheumatoid arthritis Spondilolistesis, yakni kondisi ketika satu vertebra bergeser dan bertumpu pada vertebra di bawahnya Cedera atau trauma, misalnya akibat jatuh atau kecelakaan mobil Tumor tulang belakang atau infeksi Pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang atau posisi tubuh yang buruk Berat badan berlebih Diabetes Gejala Saraf Kejepit Gejala saraf kejepit yang utama adalah rasa nyeri pada area yang terpengaruh. Nyeri ini bisa berupa nyeri tajam, nyeri berdenyut, atau sensasi terbakar yang dapat menyebar. Misalnya, jika saraf kejepit terjadi di punggung bawah, ada kemungkinan nyeri menjalar ke kaki. Selain nyeri, gejala umum saraf kejepit meliputi: Mati rasa pada area saraf yang tertekan Kesemutan, mirip dengan kaki yang terasa kebas setelah duduk bersila terlalu lama Kelemahan otot pada area yang sarafnya tertekan Hilangnya refleks di area yang terpengaruh Gejala saraf kejepit ini bisa bersifat sementara atau jangka panjang dan dapat memburuk dengan gerakan tertentu. Berbagai Pilihan Terapi Saraf Kejepit Sebagian besar kasus saraf kejepit dapat membaik dengan pengobatan konservatif. Langkah penanganan pertama yang paling sering direkomendasikan adalah mengistirahatkan area yang terkena dan menghindari aktivitas yang memperburuk gejala. Namun istirahat total di tempat tidur dalam jangka panjang tidak disarankan karena justru bisa memperlambat pemulihan. Selain itu, ada terapi saraf kejepit yang bisa dilakukan dengan tujuan mengurangi tekanan pada saraf, meredakan nyeri, dan mengembalikan fungsi normal. Di antaranya: Terapi dingin dan panas, yakni menggunakan kompres dingin atau es untuk mengurangi peradangan, lalu setelah beberapa hari beralih ke kompres panas guna merelaksasi otot yang tegang di sekitar saraf dan meningkatkan aliran darah. Obat-obatan, antara lain ibuprofen atau naproksen, perelaksasi otot, obat antikejang, dan kortikosteroid. Fisioterapi yang merupakan komponen kunci terapi saraf kejepit. Dalam terapi fisik ini, pasien akan menjalani program tertentu yang dirancang fisioterapis guna mengurangi tekanan pada saraf, meningkatkan fleksibilitas, dan memperkuat otot-otot. Jika terapi saraf kejepit itu tidak membuahkan hasil yang diharapkan, suntikan steroid epidural dapat dipertimbangkan. Prosedur ini melibatkan penyuntikan kortikosteroid langsung ke area di dekat saraf yang teriritasi untuk mengurangi peradangan lokal. Kapan Diperlukan Bedah? Dalam beberapa kasus, bedah atau operasi menjadi satu-satunya jalan untuk mengatasi saraf kejepit. Dikutip dari Mayo Clinic, dokter biasanya merekomendasikan operasi jika gejala tidak membaik setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan menjalani pengobatan konservatif. Salah satu prosedur operasi saraf kejepit adalah disektomi, yakni pengangkatan bagian diskus... - Published: 2025-12-01 - Modified: 2025-12-02 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bahaya-antibiotik/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Antibiotik adalah golongan senyawa antimikroba yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia pada organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik khususnya berkaitan dengan pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi. Antibiotik bekerja dengan mematikan atau menghalangi pertumbuhan populasi bakteri. Sejumlah antibiotik juga memiliki aktivitas antiprotozoa tetapi antibiotik tidak efektif melawan virus. Antibiotik bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah molekul bakteri. Antibiotik berbeda dengan disinfektan dalam hal cara kerjanya, yaitu disinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup Beberapa antibiotik yang dulunya efektif untuk mengatasi infeksi bakteri kini tidak lagi manjur. Dan ketika antibiotik tidak lagi manjur untuk melawan beberapa jenis bakteri, bakteri tersebut dikatakan resistan terhadap antibiotik. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik mengalami beberapa perubahan , diantaranya adalah melindungi bakteri dari efek obat atau membatasi akses obat ke bakteri, atau bakteri merusak obatnya. Bakteri yang bertahan hidup setelah pengobatan antibiotik dapat berkembang biak dan mewariskan sifat resistan. Selain itu, beberapa bakteri dapat mewariskan sifat resistan obat kepada bakteri lain. Hal ini seperti mereka saling memberi kiat untuk saling membantu untuk bertahan hidup. Bagaimana situasi saat ini? Resistensi obat pada bakteri Meningkatnya resistensi antibiotik secara global menimbulkan ancaman yang signifikan, mengurangi kemanjuran antibiotik umum terhadap infeksi bakteri yang meluas. Laporan Sistem Pengawasan Penggunaan dan Resistensi Antimikroba Global (GLASS) 2022 menyorot i tingkat resistensi yang mengkhawatirkan di antara patogen bakteri yang umum. Tingkat median yang dilaporkan di 76 negara sebesar 42% untuk E. coli yang resistan terhadap sefalosporin generasi ketiga dan 35% untuk Staphylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin menjadi perhatian utama. Untuk infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh E. coli , 1 dari 5 kasus menunjukkan penurunan kerentanan terhadap antibiotik standar seperti ampisilin, kotrimoksazol, dan fluorokuinolon pada tahun 2020. Hal ini mempersulit pengobatan infeksi umum secara efektif. Peningkatan tingkat resistensi berpotensi menyebabkan peningkatan penggunaan obat-obatan pilihan terakhir seperti karbapenem, yang resistensinya pada gilirannya diamati di berbagai wilayah. Karena efektivitas obat-obatan pilihan terakhir ini terganggu, risiko infeksi yang tidak dapat diobati semakin meningkat. Dibawah ini dijelaskan mengenai penyebab dan mekanisme terjadinya resistensi antibiotic : Penggunaan Antibiotik yang Berlebihan dan Salah: Penggunaan antibiotik secara berlebihan, salah, atau tidak sesuai dengan aturan, dapat mendorong bakteri untuk berevolusi dan menjadi resisten. Mutasi Bakteri: Bakteri dapat mengalami mutasi secara alami, yang dapat memberikan mereka kemampuan untuk resisten terhadap antibiotik. Penyebaran Gen Resistensi: Bakteri dapat saling berbagi gen resistensi melalui mekanisme transfer horizontal, yang mempercepat penyebaran resistensi. Mekanisme Resistensi: Bakteri mengembangkan berbagai mekanisme untuk menetralkan antibiotik, seperti mengubah komponennya atau menghancurkan antibiotik sebelum mencapai sasarannya. Mekanisme resistensi antibiotik secara umum dikategorikan ke dalam empat kelompok berikut: ResistensiIntrinsik: Bakteri dapat bertahan hidup terhadap antibiotik karena resistensi intrinsik melalui evolusi dengan mengubah struktur atau komponennya. Misalnya, antibiotik yang memengaruhi mekanisme pembentukan dinding bakteri, seperti penisilin, tidak dapat memengaruhi bakteri yang tidak memiliki dinding sel. Resistensi yang Diperoleh: Bakteri dapat memperoleh kemampuan untuk melawan aktivitas agen antimikroba tertentu yang sebelumnya rentan terhadapnya. Bakteri dapat memperoleh resistensi melalui mutasi genetik baru yang membantu bakteri bertahan hidup atau dengan memperolehDNA dari bakteri yang sudah Contohnya adalah resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap rifamisin. Perubahan Genetik: DNA bakteri dapat berubah dan mengubah produksi protein, yang menyebabkan berbagai komponen dan reseptor bakteri yang membuat bakteri tidak dikenali oleh Bakteri yang berbagi lingkungan mungkin memiliki determinan genetik resistensi intrinsik yang akan mengubah genomik bakteri. Contohnya adalah resistensi Escherichia coli (E. coli) dan Haemophilus influenza terhadap trimethoprim. Transfer DNA: Bakteri dapat berbagi komponen genetik dengan bakteri lain dan mentransfer DNAyang resistan melalui transfer gen Biasanya, bakteri memperoleh materi genetik eksternal melalui tiga tahap utama: - Transformasi(melalui penggabungan DNA telanjang) - Transduksi(melalui proses fagositosis) - Konjugasi(melalui kontak langsung),Contohnya Staphylococcus aureus resisten terhadap methysillin ( MRSA ) Gejala dan Dampak resistensi antibiotic : · Infeksi yang Berlanjut Lebih Lama: Infeksi yang tidak kunjung membaik meskipun telah diberikan antibiotik bisa menjadi tanda resistensi. · Demam yang Tinggi dan Berlangsung Lama: Demam yang tidak mereda atau bahkan meningkat bisa menjadi indikasi resistensi. · Munculnya Komplikasi: Resistensi antibiotik dapat menyebabkan komplikasi seperti abses atau infeksi sekunder. · Sulitnya Pengobatan: Infeksi bakteri resisten sulit atau bahkan tidak dapat diobati dengan antibiotik yang tersedia Siapa yang paling berisiko terhadap infeksi yang resistan terhadap antibiotik? Infeksi yang resistan terhadap antibiotik dapat menyerang siapa saja. Namun, kelompok tertentu lebih berisiko karena status kesehatan atau lingkungan tempat tinggal mereka. Orang yang lebih rentan terhadap jenis infeksi berbahaya ini meliputi: Bayi,terutama yang lahir prematur . Orangdewasa di atas usia 65 Orangyang mengalami tuna wisma atau tinggal di daerah yang padat Orang-orangyang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah . Orangyang mengonsumsi antibiotik dalam jangka Bakteri resistan antibiotik mana yang paling mematikan? Bakteri berikut ini merupakan bakteri yang paling banyak menyebabkan kematian akibat infeksi yang resistan terhadap antibiotik di dunia: BakteriEscherichia coli (E. coli) . BakteriStaphylococcus aureus (S. aureus). Klebsiellapneumoniae (K. pneumoniae). Streptococcuspneumonia (S. pneumoniae).... - Published: 2025-11-30 - Modified: 2025-12-01 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-naik/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Demam naik turun sejatinya bukanlah suatu penyakit. Tetapi keluhan demam merupakan suatu tanda dan gejala dari berbagai penyakit dan tidak jarang merupakan penyakit serius loh. Misalnya berupa infeksi hingga gangguan autoimun atau hematologi. Tentunya ini bisa membahayakan tubuh bila tidak segera ditangani dengan baik. Dengan demikian, penanganannya pun tak boleh sembarangan. Evaluasi oleh dokter sangat diperlukan untuk menentukan penyebab pasti dan rencana terapi yang tepat. Untuk mengetahui lebih lengkap terkait hal ini, yuk simak rincian lengkapnya berikut! Mengenal Tentang Demam Naik Turun Demam naik turun yaitu suatu kondisi di mana suhu tubuh tidak stabil dan mengalami fluktuasi secara periodik. Jadi, suhu tubuh dapat naik tinggi pada waktu tertentu, kemudian turun kembali ke suhu normal atau subfebril (sedikit di atas normal). Setelah itu badan terasa panas kembali sebelum akhir siklus demam berakhir. Dalam istilah medis, pola ini dikenal sebagai “intermittent fever”. Yaitu salah satu dari beberapa pola demam selain continuous, remittent, dan relapsing fever. Fluktuasi suhu ini bukan hanya akibat dari variabilitas tubuh terhadap infeksi, tetapi sering mencerminkan adanya infeksi sistemik atau kronik. Termasuk juga untuk kondisi seperti penyakit infeksi tropis, autoimun, hingga neoplastik. Pola demam naik turun pada orang dewasa maupun pada anak-anak dan balita kerap mudah diamati pada kondisi berikut ini: Demam berdarah dengue (DBD). Malaria Tuberkulosis Infeksi saluran kemih (ISK) kronik. Tifus abdominalis (tipes). Demam seperti ini tak boleh diabaikan. Ini bisa menjadi tanda dari penyakit sistemik yang progresif dan membahayakan tubuh. Gejala Demam Naik Turun Gejala dari kondisi ini dapat bersifat umum atau spesifik yang bergantung penyakit penyertanya. Berikut rinciannya: Gejala Umum Suhu tubuh fluktuatif (bisa >39°C lalu turun menjadi normal). Menggigil saat suhu naik. Kelelahan berat. Sakit kepala. Nyeri otot dan sendi. Gejala Penyerta Untuk gejala penyerta ini tergantung penyebab yang mendasarinya. Contohnya yaitu: Nyeri perut (DBD, ISK, tifus). Diare atau konstipasi (tifus). Batuk lama, kering atau berdahak (TBC). Keringat malam berlebih (TBC). Pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran organ hati/limpa. Penyebab Demam Naik Turun Demam naik turun bukanlah suatu diagnosis. Melainkan gejala dari kondisi mendasar yang lebih spesifik. Beberapa penyebab dan faktor risiko utamanya meliputi: Penyebab Infeksi Demam berdarah dengue. Punya ciri khas demam 2 fase. Tifus abdominalis. Demam naik perlahan seperti pola anak tangga denan pola demam lebih tinggi pada sore dan malam hari serta dapat menetap hingga beberapa minggu. Berupa demam bersiklus antara 48 atau 72 jam. Tuberkulosis (TBC). Umumnya ditandai dengan demam subfebril sore sampai malam hari. Infeksi saluran kemih kronis. HIV/AIDS dan infeksi oportunistik. Penyebab Non Infeksi Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Keganasan darah. Penyakit autoimun sistemik lainnya. Endokarditis infektif (infeksi katup jantung). Faktor Risiko Tinggal di daerah endemik (tropis, padat). Imunitas lemah (anak-anak, lansia, penderita HIV). Kebersihan lingkungan buruk. Riwayat perjalanan ke daerah rawan infeksi. Kontak erat dengan pasien TBC/DBD. Diagnosis oleh Dokter Berikut beberapa langkah dalam diagnosis oleh dokter meliputi: Anamnesis Dengan menanyakan terkait pola dan durasi demam, riwayat bepergian, gigitan serangga, konsumsi makanan/minuman, gejala penyerta seperti batuk, diare, nyeri perut, dan juga bercak kulit. Pemeriksaan Fisik Melalui pemeriksaan suhu berkala, deteksi tanda dehidrasi, palpasi organ perut (hati-limpa), serta pemeriksaan kelenjar limfe. Pemeriksaan Penunjang Nah, untuk pemeriksaan penunjang ini dilakukan sesuai dengan indikasi dari hasil pemeriksaan sebelumnya. Di antaranya dilakukan dengan: Darah lengkap (CBC). Untuk deteksikemungkinan seperti leukosit darah meningkat dan trombosit yang menurun. Tes malaria. Apusan darah tebal dan tipis. NS1, IgG/IgM dengue. Diagnosis awal DBD. Widal & TUBEX. Skrining tifus. Uji Mantoux / IGRA. Deteksi TB laten. CRP, ESR. Untuk mengetahui marker inflamasi. USG/CT Scan. Jika ada dugaan abses atau atau penyebab lain. Kultur darah. Bila dicurigai sepsis atau endokarditis. Penanganan & Obat Penanganan demam naik turun harus berdasarkan penyebab utamanya. Pengobatan simptomatik atau untuk meredakan demam sejatinya hanya bersifat sementara, pengobatan utamanya tentunya saja dengan menangani a) Penanganan Simptomatik Antipiretik seperti Parasetamol atau ibuprofen. Rehidrasi oral atau Intravena. Istirahat total. b) Penanganan Spesifik Penyakit Penanganan DBD Cairan, pemantauan darah rutin berkala Tifus Antibiotik sesuai dengan pola kuman tifus Malaria ACT (artemisinin combination therapy) TB OAT (Obat Anti Tuberkulosis) selama minimal 6 bulan LES Kortikosteroid dan imunomodulator Nah, untuk penggunaan antibiotik harus berdasarkan indikasi dan uji sensitivitas jika memungkinkan. Komplikasi Demam Naik Turun Komplikasi serius yang mungkin terjadi meliputi: Syok hipovolemik (pada DBD berat). Kerusakan organ (hati, ginjal, jantung). Infeksi sistemik yang bersifat menyebar. Penyakit kronik progresif. Contohnya TB paru menjadi TB milier. Gangguan elektrolit. Malnutrisi akibat gangguan nafsu makan dan metabolisme. Pencegahan Demam Naik Turun Mengutip dari Mayoclinic, bahwa pencegahan terhadap demam sangatlah bergantung pada faktor risiko penyebab yang mendasarinya. Beberapa langkah preventif yang dapaat Anda lakukan meliputi: Vaksinasi seperti hepatitis B, tifoid, BCG (untuk TB), dan lainnya. Penggunaan kelambu dan repelan di daerah endemik malaria/demam berdarah. Cuci tangan & sanitasi makanan untuk cegah tifus. Hindari konsumsi air tidak matang. Screeningrutin bagi individu dengan faktor risiko TB atau HIV. Gaya hidup sehat. Kapan Harus ke Dokter? Pada anak-anak dan lansia, demam yang naik turun dapat menyebabkan dehidrasi atau... - Published: 2025-11-29 - Modified: 2025-11-27 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/jenis-obat-cacar-air/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Cacar air termasuk salah satu penyakit kulit yang sering kali menjangkit secara musiman. Namun tahukah Anda jika kondisi ini juga bisa dilakukan pencegahan sejak dini melalui vaksin. Yuk cari tahu selengkapnya terkait penyakit satu ini dalam artikel berikut. Mengenal Cacar Air Cacar air yaitu suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Varicella-Zoster. Nah, Varicella Zoster ini merupakan virus penyebab herpes zoster. Hanya saja mekanisme munculnya saja yang berbeda. Penyakit ini ditandai dengan ruam kulit berisi cairan nanah. Rasanya pun sangat gatal. Selain itu, sangat mudah menyebar ke seluruh tubuh. Dalam medis, kondisi ini dikenal juga dengan chickenpox. Cacar air umumnya menyerang anak-anak. Tapi, orang dewasa juga bisa tertular khususnya jika belum pernah terinfeksi atau vaksin. Setelah sembuh, virus tetap berada dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif (laten). Jadi, virus ini bisa muncul kembali sebagai herpes zoster (cacar ular atau cacar api) di kemudian hari. Biasanya akan aktif kembali saat kondisi imun tubuh sedang tidak dalam kondisi fit. Gejala Cacar Air Gejala cacar air biasanya muncul 10–21 hari sejak paparan awal virus. Untuk masa berlangsungnya sendiri berkisar sekitar antara 5–10 hari. Tahapan gejalanya meliputi: 1. Gejala Awal Terjadi pada waktu 1–2 hari sebelum ruam muncul. Biasanya diiringi dengan gejala seperti: Demam ringan hingga tinggi. Rasa tidak enak badan (malaise). Sakit kepala. Kehilangan nafsu makan. Nyeri otot atau tubuh terasa lemas. 2. Tahapan Ruam Ini merupakan fase utama penyakit yang meliputi beberapa gejala berikut: Hari ke-1. Muncul bintik-bintik merah kecil (papula). Biasanya pertama kli di wajah, dada, dan juga punggung. Hari ke-2–4. Bintik berubah menjadi lenting berisi cairan bening (vesikel) yang sangat gatal. Hari ke-4–6. Lenting pecah, mengering, dan membentuk kerak. Ruam bisa muncul secara bertahap. Jadi, di tubuh bisa ada lesi dalam berbagai tahap sekaligus. 3. Gejala Lain-Lain Berikut ini beberapa gejala lain yang mungkin muncul dari cacar air yang perlu Anda perhatikan: Kulit yang terkena bisa terasa panas. Pembengkakan kelenjar getah bening. Cara Penyebaran Cacar air sangat mudah menular dan menyebar. Penyebaran melalui perantara seperti halnya berikut: Kontak langsung. Menyentuh ruam atau cairan dari lenting cacar air. Melalui udara. Menghirup percikan dropletdari batuk atau bersin penderita. Kontak tidak langsung. Menyentuh benda yang terkontaminasi cairan dari lenting. Seseorang dapat menularkan virus mulai 1–2 hari sebelum ruam muncul hingga semua lenting mengering dan menjadi keropeng (sekitar 7–10 hari). Jadi, ketika kontak terjadi secara langsung, maka gejala tidak akan muncul secara langsung saat itu atau hari itu juga. Obat dan Pengobatan Cacar Air Berikut ini beberapa macam obat cacar air yang mungkin dokter resepkan untuk Anda ketika berobat nantinya: Pengobatan Simptomatik Pemberian obat cacar air yang bertujuan untuk mengurangi gejala. Berikut ini beberapa macam pengobatannya: Menurunkan demam dan meredakan nyeri. Mengurangi rasa gatal. Losion kalamin atau bedak salisilat. Meredakan gatal dan mengeringkan lenting. Krim/topikal antiseptik. Mencegah infeksi sekunder. Hindari aspirin pada anak-anak. Ini dapat meningkatkan risiko Sindrom Reye. Antiviral Antiviral merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi virus. Terdapat beberapa jenis antiviral yang dapat dokter berikan untuk mengatasi cacar air yang berupa acyclovir. Obat ini diberikan dalam 24 jam pertama munculnya ruam. Khususnya diberikan untuk pasien berisiko tinggi seperti halnya: Orang dewasa. Ibu hamil. Imunokompromais (misalnya pasien kanker, HIV). Bayi baru lahir. Vaksinasi Vaksin varisela direkomendasikan sebagai sarana pencegahan. Selanjutnya di berikan dalam dua dosis (biasanya pada usia 12–15 bulan dan 4–6 tahun). Namun, mungkin dokter dapat merekomendasikan di luar dosis atau waktu tersebut untuk kondisi tertentu. Komplikasi dan Pencegahan Memang tidak semua penderita cacar air mengalami komplikasi tertentu. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi berupa: Scar yang membekas dan sangat sulit dihilangkan. Infeksi bakteri sekunder pada kulit. Pneumonia varisela. Ensefalitis (radang otak). Hepatitis Kehilangan cairan atau dehidrasi berat. Cacat janin jika infeksi terjadi pada kehamilan (sindrom varisela kongenital). Pencegahannya sendiri bisa dilakukan melalui beberapa metode seperti berikut ini: Vaksinasi varisela (sangat efektif). Isolasi penderita sampai seluruh lenting mengering. Hindari kontak dengan kelompok rentan (bayi, ibu hamil, orang dengan imun lemah). Kebersihan tangan dan lingkungan (hindari menyentuh lenting tanpa cuci tangan). Perawatan di Rumah Jika cacar air tergolong ringan dan tak ada risiko komplikasi serius, perawatan rumahan bisa dilakukan dengan cara: Istirahat cukup. Cukupi cairan tubuh. Makanan bergizi untuk mendukung kekebalan tubuh. Kompres hangat/dingin untuk mengurangi demam dan rasa gatal. Potong kuku untuk mencegah garukan yang memperparah luka atau infeksi. Mandi air hangat ditambah oatmealatau baking soda untuk meredakan gatal. Gunakan pakaian longgar dan lembut. Kapan Harus ke Dokter? Segera temui dokter penyakit kulit jika mengalami gejala cacar air di atas yang disertai dengan beberapa gejala tambahan berikut: Demam tinggi >39°C lebih dari 3 hari. Lenting menjadi sangat merah, bengkak, atau bernanah (tanda infeksi bakteri). Sesak napas, batuk parah atau juga nyeri dada. Gangguan kesadaran, kejang, atau sakit kepala hebat. Ruam menyebar ke mata. Bayi - Published: 2025-11-29 - Modified: 2025-11-30 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bab-normal/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda bertanya-tanya, "Apakah BAB saya normal? " Terlebih ketika mengetahui adanya BAB warna hitam. Atau mungkin Anda sedang mengalami masalah susah BAB dan mencari tahu cara agar BAB lancar? BAB alias buang air besar memang merupakan bagian alami dari kehidupan yang sering diabaikan. Padahal kebiasaan ini bisa menjadi indikator penting untuk memahami kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu BAB normal, ciri-cirinya, dan cara mengatasi sembelit atau susah buang air besar. Mengenal BAB Normal: Lebih dari Sekadar Rutinitas Setiap orang memiliki pola BAB yang unik. Banyak faktor yang berpengaruh, seperti pola makan, usia, tingkat aktivitas fisik, bahkan stres. Namun ada beberapa karakteristik umum yang menandakan BAB normal. Mengenali ciri-ciri ini penting agar bisa lebih mudah mewaspadai perubahan yang tidak biasa pada saluran pencernaan. Frekuensi BAB Normal Seberapa sering seseorang harus BAB? Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang. Mungkin ada yang BAB satu-dua kali sehari, ada pula yang hanya tiga kali seminggu. Dikutip dari Cleveland Clinic, penelitian menunjukkan frekuensi BAB yang sehat adalah tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu. Ukuran dan Panjang Feses Ukuran feses juga bisa menjadi indikator kesehatan. Feses normal idealnya memiliki panjang sekitar 10-20 cm. Feses yang terlalu kecil atau berbentuk pelet (seperti kotoran kelinci) tidak ideal. Begitu pula bila feses konsisten sangat panjang dan tipis seperti pensil atau sangat besar, yang bisa jadi menandakan masalah medis. Bentuk dan Konsistensi Feses Salah satu alat paling berguna untuk mendeskripsikan bentuk dan konsistensi feses adalah Bristol Stool Chart. Tipe 1: terpisah, benjolan keras seperti kacang (sulit dikeluarkan), menunjukkan sembelit parah. Tipe 2: berbentuk sosis tapi menggumpal, menandakan sembelit ringan. Tipe 3: berbentuk sosis dengan retakan di permukaan. Ini adalah BAB normal dan sehat. Tipe 4: berbentuk sosis atau ular, halus dan lembut. Ini juga merupakan BAB normal dan sehat. Tipe 5: gumpalan lunak dengan tepi yang jelas, mungkin mengindikasikan kurangnya serat larut dalam diet atau makanan yang melewati sistem pencernaan terlalu cepat. Tipe 6: potongan-potongan lembek dengan tepi tidak beraturan, seperti bubur, menandakan diare ringan. Tipe 7: sepenuhnya cair tanpa potongan padat, menunjukkan diare. Feses yang berbentuk seperti tipe 3 atau tipe 4 menunjukkan konsistensi yang sehat, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak, serta mudah dikeluarkan alias bebas dari sembelit. Warna Feses Warna feses yang normal adalah cokelat, dari cokelat muda hingga seperti kopi espreso. Warna cokelat ini sebagian besar disebabkan oleh empedu dan bilirubin, pigmen yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah. Namun warna feses juga bisa dipengaruhi oleh makanan, minuman, atau obat-obatan yang sedang dikonsumsi. BAB warna hitam, misalnya, bisa disebabkan oleh suplemen zat besi, obat bismut (biasa untuk mengatasi diare), atau makanan gelap seperti licorice dan blueberry. Namun BAB warna hitam juga bisa menjadi tanda perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, yang memerlukan perhatian medis segera. Bau Feses Feses memang tidak pernah berbau harum. Namun jika baunya sangat menyengat dan berbeda dari biasanya, ini bisa menjadi tanda infeksi atau masalah pencernaan lain. Tenggelam atau Mengambang? Kebanyakan feses akan tenggelam karena lebih padat dari air. Feses yang mengambang biasanya disebabkan oleh gas berlebih atau lemak yang tidak tercerna. Jika feses mengambang dan berbau busuk, ini bisa menjadi tanda malabsorpsi atau infeksi. Durasi BAB Proses BAB seharusnya hanya memakan waktu beberapa menit, tidak lebih dari 10-15 menit. Jika susah BAB hingga harus mengejan atau merasa nyeri saat BAB, Anda mungkin harus segera mencari cara agar BAB lancar. Mengenal Susah BAB (Sembelit) Susah BAB alias sembelit atau konstipasi adalah kondisi umum yang ditandai dengan frekuensi BAB yang berkurang (kurang dari tiga kali seminggu), feses yang keras dan sulit dikeluarkan, atau perasaan tidak tuntas setelah BAB. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, perut kembung, dan bahkan nyeri. Banyak faktor yang dapat menyebabkan susah BAB atau sembelit: Kurang serat, yang berperan besar dalam melancarkan pencernaan. Kurang cairan (dehidrasi) yang dapat menyebabkan tinja menjadi kering dan keras. Kurang aktivitas fisik sehingga pergerakan usus untuk BAB menjadi lebih lambat. Menunda BAB sehingga membuat usus besar menyerap lebih banyak air dari feses dan feses menjadi lebih keras serta sulit dikeluarkan. Efek samping obat-obatan seperti opioid, antasida, diuretik, atau suplemen zat besi. Perubahan pola/jadwal makan. Kondisi medis tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit Crohn, kolitis ulseratif, diabetes, hipotiroidisme, atau masalah saraf dan otot yang menggerakkan usus. Stres yang dapat mempengaruhi pergerakan usus dan menyebabkan sembelit. Perubahan hormon selama kehamilan. Otot perut dan dasar panggul yang melemah serta penurunan sensitivitas rektum pada lansia. Cara Agar BAB Lancar Jika Anda mengalami susah BAB, ada banyak cara alami dan perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk melancarkan BAB dan mengatasi sembelit. Di antaranya: Konsumsi Makanan Tinggi Serat Serat menambahkan massa pada feses sehingga membuatnya lebih lunak dan mudah bergerak melalui usus. Dikutip dari Healthline, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi 25-31 gram serat per hari, terutama dari sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Perbanyak Minum Air... - Published: 2025-11-28 - Modified: 2025-11-25 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sindrom-neurologis-paraneoplastik/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Sindrom neurologis paraneoplastik (PNS) adalah kondisi langka yang dapat dialami oleh penderita kanker, namun berpotensi untuk dapat diobati. Berbeda dengan beberapa jenis sindrom paraneoplastik lain misalnya yang bersifat endokrin, PNS yang menyerang sistem saraf dapat berkembang sebelum kanker utama terdeteksi pada sekitar 60%-80% kasus. Karena bersifat kompleks, kondisi ini perlu dikenali oleh para tenaga medis profesional agar pasien bisa mendapatkan penanganan yang tepat. . Lantas, apa saja hal yang harus diketahui tentang sindrom yang satu ini? Mengenal Sindrom Neurologis Paraneoplastik Sindrome neurologis paraneoplastik adalah kondisi yang tidak disebabkan oleh invasi langsung dari tumor, metastasis, maupun efek samping pengobatan kanker. PNS dapat memengaruhi sistem saraf pusat, perifer, dan otonom, dengan pola keterlibatan yang dapat bersifat multifokal, seperti pada ensefalomielitis, atau terbatas pada satu sistem, seperti degenerasi serebelar. Biasanya, PNS muncul sebelum atau sesudah seseorang didiagnosis kanker, dan dalam beberapa kasus, kanker penyebabnya tidak ditemukan bahkan setelah dilakukan autopsi. Gejala Sindrom Neurologis Paraneoplastik Gejala bisa beragam, tergantung bagian sistem saraf yang terkena (otak, saraf tepi, otot, atau saraf otonom). Berikut kategori dan contohnya: Gangguan pada otak (ensefalitis atau ensefalomielitis) Kebingungan atau perubahan perilaku. Gangguan ingatan jangka pendek. Kejang Kesulitan berbicara atau memahami ucapan. Gangguan tidur atau perubahan suasana hati. Gangguan koordinasi (ataksia serebelar) Jalan tidak seimbang atau mudah jatuh. Gerakan tangan tidak terkoordinasi. Bicara pelo (dysarthria). Tremor atau gemetar halus. Gangguan saraf tepi (neuropati perifer) Kesemutan, rasa terbakar, atau baal di tangan dan kaki. Kelemahan otot. Rasa nyeri atau kehilangan sensasi. Gangguan saraf mata dan penglihatan Penglihatan ganda (diplopia). Penglihatan buram atau menurun. Gerakan bola mata tidak normal. Gangguan saraf otonom (autonomic failure) Tekanan darah tidak stabil (mudah pingsan atau pusing saat berdiri). Gangguan detak jantung. Sulit berkeringat atau keringat berlebihan. Gangguan pencernaan (sembelit berat). Gangguan pada otot (miastenik atau mirip miastenia gravis) Mudah lelah saat beraktivitas. Kelopak mata turun (ptosis). Sulit menelan atau berbicara. Penyebab Sindrom Neurologis Paraneoplastik Sindrom neurologis paraneoplastik terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh yang keliru terhadap kanker. Saat tubuh berusaha melawan sel kanker, sistem imun membentuk antibodi yang tanpa sengaja juga menyerang jaringan saraf karena dianggap mirip dengan sel kanker. Akibatnya, saraf mengalami peradangan dan kerusakan yang menimbulkan berbagai gejala seperti kelemahan otot, gangguan koordinasi, atau perubahan perilaku. Kondisi ini bisa muncul meskipun sel kanker belum menyebar ke otak atau saraf. Jenis sel kanker yang sering menyebabkan PNS adalah kanker paru sel kecil (small cell lung cancer), kanker payudara, kanker ovarium, kanker testis, limfoma dan kanker timus. Cara Dokter Melakukan Diagnosis Sindrom Paraneoplastik Sindrom neurologis paraneoplastik tidak memiliki satu tes khusus dapat langsung memastikan diagnosis. Karena itu dokter biasanya akan menggunakan kombinasi dari pemeriksaan klinis, laboratorium dan pencitraan untuk memastikan apakah gejala saraf disebabkan PNS dan mencari sumber kanker utamanya. Pemeriksaan Riwayat dan Gejala Klinis Dokter akan: Menanyakan riwayat kesehatan dan riwayat kanker, termasuk riwayat keluarga. Menilai waktu muncul dan jenis gejala saraf(misalnya gangguan koordinasi, kelemahan, perubahan perilaku). Melihat apakah gejala berkembang cepat tanpa sebab jelas, yang bisa mengarah ke dugaan PNS. Pemeriksaan Fisik dan Neurologis Dokter saraf akan memeriksa: Refleks tubuh, kekuatan otot, dan koordinasi. Fungsi saraf kranial (bicara, penglihatan, keseimbangan). Fungsi mental dan daya ingat. Pemeriksaan ini membantu menentukan bagian sistem saraf mana yang terganggu (otak, saraf tepi, serebelum, dll). Pemeriksaan Laboratorium dan Deteksi Antibodi Ini langkah penting: Tes darah dan cairan otak (cairan serebrospinal/CSF)untuk mencari antibodi paraneoplastik. Contoh antibodi yang sering ditemukan: Anti-Hu → biasanya terkait kanker paru sel kecil. Anti-Yo → sering pada kanker payudara atau ovarium. Anti-Ri, Anti-Ma2, Anti-CV2, Anti-amphiphysin, dan lainnya. Ditemukannya antibodi tertentu bisa membantu menentukan jenis kanker yang dicurigai. Pemeriksaan Pencitraan (Imaging) Karena PNS sering menjadi tanda awal adanya kanker tersembunyi, dokter akan mencari sumbernya dengan: CT scan atau MRIdada, perut, dan panggul. PET scanuntuk mendeteksi tumor kecil yang belum terlihat di pemeriksaan lain. MRI otak atau sumsum tulang belakanguntuk melihat perubahan pada jaringan saraf. Pemeriksaan Lanjutan (Bila Perlu) Jika ditemukan kelainan mencurigakan: Biopsi jaringanuntuk memastikan jenis kanker. Elektromiografi (EMG)dan studi konduksi saraf bila ada gejala neuropati. EEG (elektroensefalogram)bila ada kejang atau gangguan otak. Pengobatan Sindrom Neurologi Paraneoplastik Pengobatan PNS berfokus pada dua hal utama: mengobati kanker penyebab dan menekan reaksi sistem imun yang menyerang saraf. Langkah pertama adalah mengendalikan atau menghilangkan kanker melalui operasi, kemoterapi, atau radioterapi. Selain itu, dokter dapat memberikan obat imunosupresif seperti kortikosteroid, imunoglobulin intravena (IVIg), atau plasmapheresis untuk mengurangi kerusakan saraf akibat antibodi autoimun. Terapi tambahan seperti fisioterapi, terapi wicara, serta dukungan psikologis juga penting untuk membantu pasien beradaptasi dan meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, terapi biasanya dilakukan secara multidisiplin oleh neurolog, onkolog, dan imunolog. Tidak semua gejala bisa sembuh total, terutama jika kerusakan saraf sudah berat. Namun, pengobatan dini dapat memperlambat progresi dan mencegah gejala makin parah. Kemungkinan Komplikasi Jika Menderita Sindrom Neurologis Paraneoplastik Sindrom ini dapat mempengaruhi berbagai bagian di dalam tubuh dan bisa menyebabkan komplikasi pada sistem saraf, endokrin, kulit, sendi, dan hematologi. Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien termasuk buruk... - Published: 2025-11-28 - Modified: 2025-11-27 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sakit-perut-melilit/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Sakit perut melilit adalah masalah kesehatan yang umum dialami banyak orang. Sensasi nyeri yang datang dan pergi, juga rasa kram atau begah, pada perut bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun seringkali bersifat tidak serius dan dapat sembuh sendiri, sakit perut melilit juga bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian medis segera. Untuk mendapatkan obat sakit perut melilit yang tepat, penting untuk memahami penyebab kondisi ini secara menyeluruh. Apa Itu Sakit Perut Melilit? Sakit perut melilit atau kolik abdomen adalah rasa sakit yang bersumber dari area perut yang dapat terjadi akibat berbagai penyebab. Rasa sakit ini bisa berupa kram yang timbul-tenggelam atau bahkan rasa sakit yang menetap. Menurut Cleveland Clinic, sakit perut melilit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah pencernaan, infeksi, atau gangguan pada organ dalam seperti ginjal, hati, atau usus. Sakit perut melilit dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan lokasi dan sifatnya: Sakit perut kram: biasanya disebabkan oleh gas atau kembung atau bisa juga berkaitan dengan menstruasi, biasanya timbul-tenggelam. Sakit perut tajam: bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius, seperti apendisitis atau batu ginjal. Jika rasa sakit sangat tajam dan terfokus pada satu area, segera konsultasikan dengan dokter. Sakit perut tumpul: rasa sakit yang menyebar dan tidak terlalu tajam, seringnya terkait dengan masalah pencernaan atau infeksi ringan. Sakit perut kolik: rasa sakit ini datang gelombang dan kerap sangat parah. umumnya terkait dengan kondisi seperti kolik ginjal atau batu empedu. Penyebab Sebagian besar kasus sakit perut melilit bersifat sementara dan tidak serius. Berikut ini beberapa di antaranya: Gangguan pencernaan Ini salah satu penyebab paling umum sakit perut melilit, termasuk kondisi seperti perut kembung dan konstipasi. Gangguan ini sering kali muncul setelah makan, terutama jika makanan yang dikonsumsi sulit dicerna. Infeksi saluran pencernaan Infeksi seperti gastroenteritis atau keracunan makanan juga dapat menyebabkan sakit perut melilit. Gejala yang menyertai infeksi ini sering kali termasuk diare, mual, dan muntah. Masalah pada organ dalam Sejumlah kondisi serius seperti apendisitis, batu ginjal, atau pankreatitis juga dapat menyebabkan sakit perut melilit. Menurut MedlinePlus, gejala ini kerap disertai dengan tanda-tanda lain seperti demam, mual, atau muntah. Masalah kehamilan Pada ibu hamil, masalah seperti kehamilan ektopik, pre-eklamsia, hingga keguguran bisa menjadi penyebab sakit perut melilit, tapi bisa juga penyebabnya perubahan hormonal dan pertumbuhan janin. Menstruasi Beberapa perempuan mengalami sakit perut melilit saat menstruasi atau haid. Penyebabnya bisa jadi peningkatan hormon prostaglandin yang diproduksi di rahim atau bisa juga gangguan pada rahim atau organ panggul lain. Stres dan kecemasan Stres psikologis juga dapat berkontribusi terhadap sakit perut melilit. American Psychological Association menyebutkan individu yang mengalami tingkat stres tinggi lebih rentan terhadap gangguan gastrointestinal, termasuk sakit perut melilit (Katon et al. , 2020). Stres dapat menyebabkan ketegangan otot dan perubahan dalam fungsi pencernaan, yang dapat memicu rasa sakit. Gejala Penting untuk mengenali gejala yang menyertai sakit perut melilit agar dapat menentukan langkah selanjutnya, termasuk memilih obat perut melilit yang tepat. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain: Mual dan muntah, terutama jika penyebabnya gangguan pencernaan atau infeksi. Diare, yang merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau makanan yang tidak cocok. Demam dapat menjadi tanda adanya infeksi yang lebih serius. Kembung atau perut terasa penuh dan tidak nyaman akibat penumpukan gas. Perubahan nafsu makan, bisa berupa kehilangan nafsu makan atau justru merasa sangat lapar sebelum merasa sakit perut. Perut kencang saat hamil. Pengobatan Pengobatan untuk sakit perut melilit bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut ini sejumlah pilihan pengobatan yang umum dilakukan: Obat sakit perut melilit Obat yang dijual bebas seperti antasida atau obat penghilang rasa sakit (analgesik) dapat membantu meredakan gejala. Namun penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat perut melilit, terutama jika rasa nyeri itu berkaitan dengan kondisi medis yang lebih serius. Perubahan pola makan Mengubah pola makan dapat membantu meredakan dan mencegah sakit perut melilit. Caranya antara lain meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah-buahan dan menghindari makanan yang dapat memicu gas, seperti makanan berlemak atau pedas. Selain itu, makan dalam porsi kecil dan sering dapat membantu mengurangi tekanan pada sistem pencernaan. Hidrasi yang cukup Minum banyak air putih sangat penting, terutama jika sakit perut melilit disertai diare atau muntah. Jika mual dan muntah, cobalah minum cairan sedikit demi sedikit untuk menghindari iritasi pada lambung. Terapi panas Penggunaan bantal pemanas khusus di area perut dapat memberikan kenyamanan dan meredakan kram. Ini metode yang sederhana tapi efektif mengurangi rasa sakit pada perut. Pastikan suhu bantal pemanas tidak terlalu panas untuk menghindari luka bakar. Konsultasi medis Jika sakit perut melilit tidak kunjung reda atau disertai gejala serius, penting untuk segera mencari bantuan medis. Dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes, termasuk pemeriksaan fisik, tes darah, atau pencitraan seperti USG abdomena atau CT scan untuk menentukan penyebabnya. Khusus untuk sakit perut atau perut kencang saat hamil, pijatan lembut di area perut bisa membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga meringankan gejala nyeri. Selain itu, hindari aktivitas yang... - Published: 2025-11-27 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/jantung-koroner/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Definisi Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu jenis penyakit jantung yang paling sering dijumpai. Kondisi ini terjadi ketika arteri yang bertugas mengalirkan darah ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak. Ketika pembuluh darah koroner tersumbat, aliran darah ke dan dari jantung terganggu, yang dapat berujung pada serangan jantung. Gejala Berikut adalah beberapa gejala umum penyakit jantung koroner yang harus diperhatikan: Rasa nyeri di dada yang terasa seperti ditekan. Nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, bahu, leher, atau rahang. Kesulitan bernapas atau napas yang terasa pendek. Pusing atau berkeringat dingin. Mual atau muntah. Rasa lelah yang berlebihan. Sensasi berat atau tertekan di tubuh. Faktor risiko Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Pertama, risiko ini cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, dengan pria memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita. Riwayat keluarga juga berperan; jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit jantung, risiko seseorang akan meningkat. Kebiasaan merokok sangat merusak pembuluh darah dan berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung. Selain itu, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri, sementara kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding arteri. Penderita diabetes juga memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami penyakit jantung. Obesitas, yang meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol, serta kurangnya aktivitas fisik, juga menjadi faktor risiko. Terakhir, pola makan yang tidak sehat, yang kaya akan lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan memperburuk faktor risiko lainnya seperti obesitas. Diagnosis Penyakit Untuk mendiagnosis penyakit arteri koroner, dokter akan memulai dengan wawancara medis untuk menggali riwayat kesehatan dan gejala yang dialami pasien. Selain itu, tes darah biasanya dilakukan untuk menilai kesehatan secara keseluruhan. Dokter juga akan melaksanakan beberapa tes penunjang, antara lain: Elektrokardiogrfi (EKG): Tes ini memantau sinyal listrik yang mengalir melalui jantung, bertujuan untuk menentukan apakah pasien pernah mengalami serangan jantung. Echocardiografi: Menggunakan gelombang ultrasound, tes ini menghasilkan gambar jantung dan memberikan informasi tentang fungsi berbagai bagian jantung. Stress test: Tes ini dirancang untuk mengukur respons jantung terhadap stres selama aktivitas fisik dan saat istirahat. Selama tes, aktivitas listrik jantung dipantau saat pasien berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda stasioner. Kateterisasi jantung: Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat pembuluh darah jantung secara langsung. CT scan jantung: Tes pencitraan ini memberikan gambaran rinci tentang struktur jantung dan pembuluh darah. Pengobatan Pengobatan penyakit jantung koroner dapat dilakukan melalui pemberian obat atau tindakan operasi, tergantung pada kondisi kesehatan dan tingkat keparahan penyakit. Obat-obatan yang umum digunakan meliputi pengencer darah seperti aspirin dan clopidogrel, serta obat penurun tekanan darah yang juga melebarkan pembuluh darah, seperti beta-bloker dan ACE-inhibitor. Selain itu, statin dan inhibitor PCSK9 digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, sementara metformin membantu menurunkan kadar gula darah. Obat-obatan seperti orlistat dan liraglutide juga dapat diresepkan untuk mendukung penurunan berat badan. Jika pengobatan dengan obat-obatan tidak cukup efektif dalam meringankan gejala pasien dengan penyakit jantung koroner dengan sumbatan yang cukup signifikan, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menempuh jalur tindakan baik non-invasif atau invasif sebagai solusi. Beberapa jenis tindakan yang umum dilakukan untuk mengatasi jantung koroner meliputi: Intervensi koroner perkutan (PCI) sebagai tindakan non-invasif, yang mencakup pemasangan ring jantung. Operasi bypass jantung (CABG)sebagai tindakan invasif, yang lebih dikenal sebagai bypass arteri koroner. Komplikasi Jika penyakit jantung koroner tidak diobati dengan baik, otot jantung bisa menjadi lemah. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah serius, seperti: Gagal jantung Kerusakan pada otot jantung (kardiomiopati) Masalah pada irama jantung (aritmia) Tekanan darah tinggi di paru-paru (hipertensi pulmonal) Pencegahan Penyakit Jantung Koroner Meskipun ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa diubah, Anda masih dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung koroner. Pertama, berhentilah merokok karena ini adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung. Selanjutnya, penting untuk menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Mengatur berat badan juga sangat penting; cobalah untuk menjaga berat badan ideal dengan makan makanan sehat dan berolahraga secara teratur. Usahakan untuk beraktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. Selain itu, perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian, serta batasi makanan yang tinggi lemak jenuh dan gula. Terakhir, kelola stres dengan cara yang positif, seperti yoga atau meditasi, karena stres dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Narasumber: dr. Andini Nurkusuma Wardhani, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2025-11-27 - Modified: 2025-11-27 - URL: https://primayahospital.com/bedah-onkologi/skrining-genetik-kanker/ - Kategori: Bedah Onkologi - Translation Priorities: Optional Meskipun pada umumnya kanker bukan penyakit keturunan, namun 5-10% kanker disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan. Oleh karena itu, perlu dilakukan deteksi dini bagi orang yang memiliki riwayat keluarga pengidap kanker dengan skrining genetik kanker. Apa Itu Skrining Genetik Kanker? Skrining genetik kanker merupakan metode medis yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki mutasi gen tertentu dan berisiko terkena kanker. Tes ini bukan untuk memastikan seseorang mengidap kanker, tapi untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan risiko. Dalam konteks kanker payudara dan ovarium, skrining genetik berkaitan dengan gen BRCA1 dan BRCA2. Kedua gen ini dapat bermutasi dan mengganggu mekanisme perbaikan DNA. Hal tersebut menyebabkan sel lebih rentan berkembang menjadi sel kanker. Skrining juga akan membantu dokter untuk menyusun tindakan pengawasan medis dengan cepat dan tepat. Setelah ada hasil tes, pasien akan direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan rutin, terapi untuk pencegahan, dan berbagai intervensi medis lainnya. Melakukan skrining generik akan membuat seseorang lebih waspada terhadap kesehatan tubuhnya. Jika ada potensi kanker karena keturunan, maka langkah pencegahan bisa dilakukan segera mungkin. Mengenal BRCA1 dan BRCA2 Gen BRCA1 dan BRCA2 bisa diistilahkan sebagai gen penjaga agar genetik tetap stabil dan berperan untuk memperbaiki DNA yang rusak. Kedua gen ini harus bekerja dengan normal agar menghindari adanya pertumbuhan sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker. Namun, jika terjadi mutasi pada salah satu sel tersebut, sel akan lebih rentan berkembang menjadi ganas. Mutasi pada gen BRCA1 sangat berisiko terhadap kanker payudara dan ovarium. Maka perlu dilakukan tes gen BRCA1 jika ada riwayat keluarga yang memiliki kanker tersebut. Berdasarkan data dari Breast Cancer Research Foundation, seseorang dengan mutasi BRCA1 memiliki 65% risiko terkena kanker payudara. Jika mutasi terjadi pada BRCA2, maka risikonya berkisar 45%. Angkanya memang tergolong cukup tinggi. Di Indonesia, kesadaran tentang BRCA1 dan BRCA2 kini sudah semakin meningkat. Hanya saja, fasilitas kesehatan dan biaya tindakan cukup tinggi sehingga banyak orang yang tidak bisa melakukan tes ini. Padahal, sangat penting untuk melakukan tes ini jika memiliki riwayat keturunan. Siapa yang Perlu Melakukan Skrining BRCA? Skrining BRCA atau genetik kanker tidak ditujukan untuk semua orang. Tes ini khusus dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko kanker keturunan. Salah satu yang paling utama adalah yang memiliki keluarga dengan riwayat mengidap kanker payudara atau ovarium. Berikut ini adalah daftar kategori kelompok yang perlu melakukan skrining BRCA: Memiliki kanker payudara yang didiagnosis sebelum menopause atau sebelum usia 50 tahun. Memiliki kanker payudara tipe triple-negatif yang didiagnosis sebelum usia 60 tahun. Memiliki kanker pada kedua payudara. Menderita kanker payudara dan juga kanker ovarium. Menderita kanker ovarium. Memiliki riwayat keluarga yang diketahui memiliki mutasi gen BRCA1 dan/atau BRCA2. Memiliki anggota keluarga (orang tua, saudara kandung, anak) yang didiagnosis kanker payudara, ovarium, atau pankreas di usia muda. Memiliki keluarga dekat yang didiagnosis kanker pada kedua payudara atau kanker payudara dan ovarium. Memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara dan juga kanker ovarium. Memiliki anggota keluarga laki-laki yang terdiagnosis kanker payudara. Memiliki keturunan Yahudi Ashkenazi dan memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, ovarium, atau pankreas. Tenang saja, tes ini akan tepat sasaran karena dokter akan melakukan penilaian riwayat keluarga terlebih dahulu sebelum merekomendasikan skrining. Dengan mengenali orang yang berisiko, skrining ini akan mencegah kanker berkembang dan menyelamatkan banyak orang. Prosedur dan Pelaksanaan Skrining Genetik Kanker Pelaksanaan skrining genetik kanker dilakukan dengan pemeriksaan darah atau sampel air liur. Sampel ini akan dianalisis di laboratorium untuk pengecekan apakah ada mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 atau tidak. Hasil tes laboratorium ini biasanya akan keluar dalam beberapa minggu. Namun, sebelum melakukan skrining, dokter biasanya akan melakukan konseling genetik terhadap pasien. Konseling ini dilakukan untuk mengevaluasi riwayat kesehatan keluarga. Dari konseling awal inilah dokter akan menentukan apakah tes genetic perlu dilakukan atau tidak. Setelah konseling dilakukan dan ditetapkan perlu melakukan tes, maka dokter akan melakukan pengambilan sampel. Sampelnya biologisnya berupa darah, air liur, atau sel dari dalam pipi. Pada kasus tertentu, sampel jaringan juga bisa digunakan untuk pengecekan. Setelah itu, akan dilakukan analisis laboratorium dan sampel diperiksa menggunakan sekuensing DNA atau Next-Generation Sequencing (NGS). Setelah itu, dokter akan melakukan analisis dan interpretasi data untuk mengidentifikasi adanya mutasi atau tidak. Dari hasil tes tersebut, akan dilakukan diskusi hasil dan rekomendasi untuk pasien. Jika memang ada risiko, maka dokter akan memberikan rekomendasi untuk perencanaan pencegahan. Bisa juga dianjurkan untuk program skrining lanjutan dan tindakan pengobatan. Manfaat Melakukan Skrining Genetik Kanker Skrining genetik kanker sangat dibutuhkan dan memiliki banyak manfaat positif. Pertama, tes ini dapat mendeteksi mutasi genetik sebelum ada gejala penyakit yang muncul. Dengan begitu, bisa dilakukan perencanaan pencegahan dini, misalnya dengan pengawasan medis dan perubahan gaya hidup. Kedua, tes ini juga bermanfaat untuk melindungi keluarga dari risiko terkena kanker. Anggota keluarga lain yang mungkin juga berisiko akan lebih waspada dengan kesehatannya. Hal ini dapat menjadi pencegahan kanker payudara dan kanker ovarium karena keturunan. Ketiga, tes ini juga bermanfaat agar dokter bisa membuat keputusan medis yang akurat. Karena beberapa mutasi genetik akan membuat kanker lebih ataupun... - Published: 2025-11-26 - Modified: 2025-11-25 - URL: https://primayahospital.com/anak/waspada-anemia/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Anemia pada anak adalah kondisi kekurangan jumlah sel darah merah normal, yang menyebabkan anak tampak pucat, lemas, mudah lelah, dan rewel. Penyebab umumnya adalah kekurangan zat besi, yang bisa diatasi dengan memberikan makanan bergizi seperti daging, sayuran hijau, dan makanan kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, serta rutin melakukan pemeriksaan Kesehatan Tanda dan Gejala Anemia pada Anak Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai meliputi: Kulit Pucat:Terutama pada kuku, kelopak mata, dan telapak tangan. Mudah Lelah dan Lemas:Anak menjadi kurang aktif dan enggan bermain. Rewel dan Mudah Marah:Anak menjadi lebih sering menangis atau tidak sabar. Pusing atau Sakit Kepala:Anak mungkin mengeluh pusing, terutama saat berdiri. Sulit Konsentrasi:Kesulitan fokus pada aktivitas sehari-hari. Penurunan Nafsu Makan:Anak menjadi kurang tertarik untuk makan Penyebab Anemia Penyebab paling umum adalah: Anemia Defisiensi Besi (ADB):Kekurangan zat besi yang menjadi bahan utama pembentukan hemoglobin (protein dalam sel darah merah) untuk mengangkut oksigen. Cara Mencegah Anemia pada Anak Berikan Makanan Bergizi: Pastikan anak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, sayuran hijau, dan ikan. Sertakan Vitamin C:Beri kan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, jambu, tomat, dan pepaya untuk membantu penyerapan zat besi. Batasi Minuman Penghambat Zat Besi: Hindari memberikan teh atau kopi kepada anak, karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Perhatikan Konsumsi Susu: Berikan susu sapi murni dalam jumlah yang tidak berlebihan (maksimal 2 gelas per hari) karena kalsium dalam susu dapat menghambat penyerapan zat besi. ASI Eksklusif: Berikan ASI eksklusif pada bayi untuk memenuhi kebutuhan zat besi awal. Rutin Pemeriksaan Kesehatan: Lakukan pemeriksaan hemoglobin pada anak sesuai anjuran dokter, terutama pada usia 1 tahun dan balita Pengobatan Pengobatan tergantung pada penyebabnya, namun umumnya meliputi: Suplemen Zat Besi:Jika anemia karena kekurangan zat besi. Perawatan Medis:Sesuai dengan kondisi anemia yang spesifik, yang bisa melibatkan pengobatan penyakit dasar, transfusi darah, atau tindakan medis lainnya Narasumber: dr. Susanti Himawan, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2025-11-26 - Modified: 2025-11-26 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sindrom-kelelahan-kronis/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa luar biasa lelah, seolah-olah tak punya lagi energi, bahkan setelah tidur semalaman? Waspadalah. Ada kemungkinan itu gejala sindrom kelelahan kronis atau Chronic Fatigue Syndrome memang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini. Mengenal Sindrom Kelelahan Kronis Sindrom kelelahan kronis adalah gangguan neurologis kompleks dan berlangsung dalam jangka panjang yang ditandai dengan kelelahan ekstrem yang tidak mereda dengan istirahat dan bisa memburuk setelah melakukan aktivitas fisik atau mental. Kondisi yang mempengaruhi banyak sistem tubuh ini bersifat serius dan bisa mengakibatkan gangguan aktivitas yang sangat signifikan. Dalam jurnal Journal of Translational Medicine, sindrom kelelahan kronis diperkirakan mempengaruhi 71 juta orang di seluruh dunia. Namun ada kemungkinan sebagian besar kasus tak terdiagnosis karena berbagai faktor. Terlebih ada dugaan sindrom ini berkaitan dengan gejala long Covid-19 seusai pandemi Covid-19 seperti dijelaskan dalam studi di Journal of Clinical Medicine. Sindrom kelelahan kronis bisa menyerang siapa saja terlepas dari usia, jenis kelamin, atau etnis, meskipun lebih sering didiagnosis pada perempuan dan orang paruh baya menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Penyakit ini seringkali dimulai secara tiba-tiba, kadang setelah infeksi virus, dan dapat berlangsung bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Karena itu penting untuk memahami kondisi ini dan mendapatkan diagnosis yang tepat agar bisa dilakukan penanganan sejak dini. Gejala Seperti terlihat dari namanya, gejala utama sindrom kelelahan kronis adalah kelelahan yang parah dan terus-menerus. Namun ada sejumlah gejala lain yang bisa menyertainya. Berikut ini kriteria diagnostik sindrom kelelahan kronis yang umum digunakan, seperti kriteria dari Institute of Medicine (IOM): Tidak dapat lagi beraktivitas dengan lancar karena kelelahan seperti sebelum sakit selama enam bulan atau lebih. Post-exertional malaise, yakni kelelahan memburuk selama berhari-hari setelah aktivitas fisik, mental, atau emosional yang minimal. Tidak merasa segar setelah tidur, bisa disertai gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea. Masalah kognitif, seperti sulit mengingat, berkonsentrasi, dan menemukan kata-kata yang tepat. Gejala lain yang biasa muncul meliputi: Nyeri otot dan sendi. Sakit tenggorokan. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau ketiak. Pusing, limbung, atau mual saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Sensitivitas terhadap cahaya, suara, bau, atau makanan. Penyebab Hingga saat ini, penyebab pasti sindrom kelelahan kronis masih dalam penelitian. Kondisi ini kemungkinan besar dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, bukan satu penyebab tunggal. Di antaranya: Infeksi virus dan bakteri. Disfungsi sistem imun. Gangguan metabolisme energi. Gangguan sistem saraf pusat. Perubahan mikrobioma usus. Faktor genetik dan lingkungan, seperti trauma fisik atau emosional dan paparan toksin. Cara Dokter Mendiagnosis Sindrom Kelelahan Kronis Diagnosis sindrom kelelahan kronis umumnya didasarkan pada kriteria diagnostik yang telah ditetapkan. Langkah diagnosis biasanya meliputi: Pemeriksaan fisik menyeluruh dan wawancara medis. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, seperti kapan gejala dimulai, seberapa parah, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Tes darah dan urine untuk mengesampingkan kondisi lain dengan gejala serupa seperti anemia, hipotiroidisme, diabetes, penyakit autoimun, gangguan tidur, dan penyakit ginjal atau hati. Cara Mengatasi dan Mengobati Belum ada obat yang dapat menyembuhkan sindrom kelelahan kronis sepenuhnya. Penanganan umumnya difokuskan untuk mengelola gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah kondisi memburuk. Di antaranya: Manajemen aktivitas yang penting untuk mengenali batas energi tubuh dan beraktivitas di dalam batas tersebut guna mencegah gejala kelelahan ekstrem. Caranya antara lain membuat jadwal aktivitas, membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil, dan memastikan ada periode jeda di tengah aktivitas. Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengelola pikiran dan perilaku yang dapat memperburuk gejala. Penanganan gejala spesifik, misalnya mengonsumsi obat nyeri, mengatur pola tidur, melakukan latihan relaksasi atau meditasi, hingga menggunakan alat bantu seperti kalender dan pengingat di ponsel. Dukungan psikologis dan sosial, misalnya lewat kelompok dukungan atau konseling dari profesional untuk mengatasi dampak emosional dan sosial. Komplikasi Sindrom Kelelahan Kronis Sindrom kelelahan kronis bisa menimbulkan dampak jangka panjang dan komplikasi yang signifikan pada kehidupan baik secara fisik maupun mental. Di antaranya: Merasa terisolasi secara sosial karena energi yang terbatas. Depresi dan kecemasan. Stigma dan keraguan dari orang lain yang bisa menganggap penderita sindrom ini hanya ingin bermalas-malasan. Kesulitan finansial karena penurunan produktivitas akibat kondisi kelelahan. Penurunan kualitas hidup karena tak dapat lagi menjalankan kegiatan sehari-hari dan hobi. Pencegahan Sindrom Kelelahan Kronis Karena penyebab pasti sindrom kelelahan kronis belum diketahui, tidak ada cara yang terbukti efektif untuk mencegahnya. Namun ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risikonya, seperti: Mengelola stres dengan baik, bisa lewat meditasi, latihan relaksasi, atau yoga. Tidur yang cukup dan berkualitas, pastikan jadwal tidur teratur dan lingkungan tidur yang nyaman. Olahraga teratur sesuai kemampuan untuk membantu menjaga kebugaran dan fungsi sistem imun. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendapatkan vaksinasi yang dianjurkan untuk menghindari infeksi. Kapan Harus ke Dokter? Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kelelahan parah dan terus-menerus yang mengganggu aktivitas harian, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Terutama jika kelelahan tidak mereda dengan istirahat yang cukup dan ada gejala lain yang mengarah ke sindrom kelelahan kronis. Narasumber: dr. Evita Rosada, Sp. N Spesialis Neurologi (Saraf) Primaya Hospital Makassar - Published: 2025-11-25 - Modified: 2025-11-25 - URL: https://primayahospital.com/anak/mengenal-pneumonia/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang kerap tak disadari. Penyakit ini bisa diatasi dan dicegah dengan berbagai cara, tapi tingkat kematian pasiennya tergolong tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia bertanggung jawab atas 14 persen kematian anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Artikel ini akan menguraikan gejala, penyebab, dan pencegahan penyakit yang sering disebut paru-paru basah ini. Apa Itu Pneumonia? Pneumonia adalah peradangan akut pada kantong-kantong udara kecil di paru-paru yang disebut alveoli. Dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin lebih akrab dengan istilah paru-paru basah. Istilah ini kerap dihubungkan dengan mitos seperti kerap keluar malam tanpa jaket atau tidur di lantai yang lembap. Namun, menurut medis, kondisi itu sebenarnya mengacu pada pneumonia. Dalam kondisi normal, alveoli mengembang dan mengempis dengan lancar untuk menyerap oksigen dari udara yang dihirup dan melepaskan karbon dioksida. Tapi, saat terjadi pneumonia, kantong-kantong yang semestinya berisi udara ini justru penuh dengan cairan atau nanah karena peradangan. Itulah kenapa istilah paru-paru basah lekat dengan kondisi ini. Akibat tumpukan cairan itu, proses pertukaran gas dalam pernapasan menjadi terhambat sehingga terjadi sesak napas dan mengganggu suplai oksigen ke seluruh tubuh. Peradangan akut pada alveoli dalam kasus pneumonia bisa terjadi karena sejumlah hal, terutama infeksi bakteri, virus, atau jamur. American Lung Association menjelaskan, pneumonia adalah penyebab utama rawat inap di rumah sakit baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Orang yang paling berisiko mengalaminya adalah bayi dan anak-anak, lansia berusia 65 tahun ke atas, serta orang dengan kondisi medis kronis dan sistem imun yang lemah. Gejala Pneumonia Selain paru-paru basah, pneumonia kerap dikaitkan dengan istilah paru-paru kotor. Sebab, orang awam menduga ada gejala paru-paru kotor pada penderita pneumonia yang tampak dari batuk yang kadang disertai dahak kental dan bahkan darah. Namun anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Gejala pneumonia yang utama dan khas memang batuk. Namun adanya dahak berwarna kehijauan atau kuning bukan berarti menandakan gejala paru-paru kotor karena polusi. Dahak ini adalah campuran sel imun, kuman, dan cairan yang menumpuk di dalam paru-paru. Kemunculan dahak disebabkan oleh respons sistem imun tubuh terhadap infeksi. Saat kuman penyebab pneumonia menyerang paru-paru, tubuh mengirim sel darah putih untuk melawannya. Sel ini melepaskan enzim yang mengandung zat besi dan membuat dahak atau lendir di paru-paru berwarna kehijauan. Makin parah infeksi, makin banyak sel darah putih yang dikirim untuk mengeluarkan penyebab infeksi dari tubuh melalui mekanisme batuk berdahak. Selain batuk, gejala pneumonia yang umum meliputi: Demam hingga lebih dari 38 derajat Celsius, berkeringat, dan menggigil yang muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi Sesak napas (dispnea) atau sulit menarik napas dalam-dalam atau napas menjadi cepat dan pendek, bahkan saat sedang beristirahat Nyeri dada tajam yang menusuk, terutama saat batuk atau menarik napas dalam-dalam, yang kerap menandakan bahwa peradangan telah mencapai selaput lapisan paru-paru atau pleura. Gejala lain yang kadang dilaporkan termasuk: Kelelahan ekstrem karena tubuh menghabiskan banyak energi untuk melawan infeksi Kebingungan atau perubahan kesadaran karena penurunan kadar oksigen yang mempengaruhi fungsi otak Gejala pencernaan seperti mual, muntah, atau diare, terutama pada anak-anak Napas yang sangat cepat atau terlihat tarikan pada dinding dada bagian bawah saat bernapas pada bayi Penyebab Pneumonia Terkait dengan istilah paru-paru-basah, pneumonia kerap dianggap terjadi karena paparan udara malam yang dingin atau lantai yang lembap, bahkan udara dingin dari penyejuk udara alias AC. Polusi udara juga disebut sebagai pemicu gejala paru-paru kotor. Namun itu bukanlah penyebab pneumonia berdasarkan riset. American Lung Association menyebutkan ada tiga penyebab umum pneumonia, yakni: Bakteri Bakteri adalah penyebab utama pneumonia, terutama pada orang dewasa, khususnya Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus. Bakteri ini sebenarnya hidup secara normal di hidung dan tenggorokan banyak orang sehat dan tak menyebabkan masalah. Namun, ia bisa menjadi ganas dan menyerang paru-paru ketika sistem imun menurun, misalnya setelah terserang flu. Jenis bakteri lain yang menyebabkan pneumonia: Haemophilus influenzae tipe b(Hib) yang dulu menjadi penyebab utama pneumonia dan meningitis pada anak sebelum ada program vaksinasi Hib. Mycoplasma pneumoniaeyang sering menyebabkan pneumonia dengan gejala ringan hingga disebut "walking pneumonia" karena penderitanya masih bisa beraktivitas. Virus Virus yang bisa menyebabkan pneumonia antara lain: Influenza: selain menyebabkan penyakit flu, virus ini dapat merusak lapisan saluran napas sehingga membuka jalan bagi infeksi bakteri Respiratory syncytial virus(RSV): penyebab paling umum pneumonia pada bayi dan anak kecil di seluruh dunia. Virus corona: termasuk SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang dapat menyebabkan peradangan paru-paru yang masif dan kerusakan jangka panjang. Jamur Pneumonia akibat infeksi jamur jarang terjadi pada orang dengan sistem imun yang sehat. Namun infeksi ini menjadi ancaman serius bagi individu dengan sistem imun yang tertekan, seperti penderita HIV/AIDS, pasien yang menjalani kemoterapi, atau penerima transplantasi organ. Contohnya jamur Pneumocystis jirovecii. Selain tiga patogen itu, masuknya makanan, minuman, atau benda asing ke paru-paru bisa memicu infeksi hingga menyebabkan kondisi yang disebut pneumonia aspirasi. Langkah Pencegahan Pneumonia Pneumonia termasuk penyakit yang dapat dicegah. Adapun langkah pencegahan yang terbukti efektif meliputi: Vaksinasi Ini cara paling efektif untuk mencegah... - Published: 2025-11-24 - Modified: 2025-11-24 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/operasi-bariatrik/ - Kategori: Bedah Digestif - Translation Priorities: Optional Operasi bariatrik sering dianggap sebagai jalan pintas untuk menurunkan berat badan. Namun sebenarnya prosedur bedah ini merupakan sebuah transformasi medis yang terbukti secara ilmiah dapat mengembalikan kualitas hidup, meningkatkan kesehatan, bahkan memperpanjang usia. Artikel berikut ini akan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai bedah bariatrik. Mengenal Operasi Bariatrik Berat badan berlebih atau obesitas lebih dari sekadar masalah penampilan. Sederet penyakit serius, dari diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung, bisa terjadi. Maka penting untuk menjaga berat badan yang sehat agar terhindar dari masalah kesehatan itu. Bila sudah telanjur mengalami berat badan berlebih, terdapat sejumlah pilihan cara untuk mengatasinya. Salah satunya adalah operasi bariatrik karena Obesity is a disease sehingga diperlukan upaya yang maksimal untuk mengatasinya. Operasi bariatrik adalah prosedur medis yang melibatkan perubahan pada sistem pencernaan untuk membantu menurunkan berat badan secara signifikan. Konsep utamanya adalah membatasi jumlah makanan yang bisa dikonsumsi, mengurangi penyerapan nutrisi, atau kombinasi keduanya. Menurut American Society for Metabolic and Bariatric Surgery, operasi bariatrik adalah tindakan untuk menangani obesitas parah yang paling efektif dan tahan lama dalam menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan dan perbaikan, pencegahan, atau resolusi banyak penyakit terkait dengan obesitas. Operasi bariatrik dilakukan dengan mengubah anatomi saluran pencernaan. Operasi ini juga sekaligus dapat mempengaruhi hormon usus yang mengatur rasa lapar, kenyang, dan metabolisme glukosa. Dengan begitu, asupan makanan bisa dibatasi karena pasien akan merasa cepat kenyang dan/atau menyerap lebih sedikit kalori dari makanan yang dikonsumsi. Terdapat sejumlah jenis operasi bariatrik yang umum dilakukan, antara lain: Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG) : mengangkat sekitar 70–80 persen bagian lambung sehingga bentuknya menyerupai tabung sempit. Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB) : mengalihkan sebagian kecil lambung langsung ke usus halus. Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch (BPD-DS) : mengkombinasikan pengurangan ukuran lambung dan pengubahan jalur pencernaan. Meskipun sangat efektif, penting untuk diingat bahwa operasi ini bukanlah solusi instan. Keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen pasien untuk mengubah gaya hidup secara drastis, termasuk pola makan dan aktivitas fisik, serta dukungan dari tim medis multidisiplin. Siapa Saja yang Memerlukan Operasi Bariatrik? Tidak semua orang dengan berat badan berlebih disarankan menjalani operasi bariatrik. Operasi bariatrik umumnya direkomendasikan untuk individu dengan kriteria: Indeks massa tubuh (IMT) ≥ 40, tanpa atau dengan penyakit penyerta (komorbiditas). IMT antara 35–39,9, tapi memiliki komorbiditas serius seperti diabetes tipe 2, hipertensi, sleep apnea, atau penyakit jantung. IMT 30–34,9 disertai diabetes yang tidak terkontrol meskipun sudah menjalani terapi medis intensif. Kapan Seseorang Memerlukan Operasi Bariatrik? Operasi bariatrik biasanya menjadi opsi terakhir setelah semua cara konvensional gagal dalam menurunkan berat badan berlebih. Indikasi medis yang menandakan seseorang mungkin memerlukan bedah bariatrik antara lain: Kegagalan diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan lebih dari 5-10 persen dalam jangka panjang, biasanya 6-12 bulan. Adanya kondisi medis yang mengancam, seperti diabetes resisten insulin, hipertensi berat, dislipidemia (ketidakseimbangan kadar lemak darah), atau penyakit hati berlemak. Gangguan kualitas hidup akibat berat badan berlebih, misalnya nyeri sendi, gangguan tidur, infertilitas, atau depresi. Dokter biasanya akan terlebih dahulu mengevaluasi pasien dengan pendekatan multidisiplin, meliputi ahli gizi, psikiater, dokter penyakit dalam, dan ahli bedah bariatrik. Tujuannya adalah memastikan bahwa operasi ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya solusi sementara. Pasien juga harus menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap perubahan gaya hidup dan kemampuan mengikuti rencana nutrisi baru setelah operasi. Pasien dengan gangguan makan aktif, kecanduan alkohol, atau kondisi psikiatri yang tidak stabil biasanya tidak direkomendasikan hingga kondisi tersebut terkendali. Manfaat dan Tujuan Operasi Bariatrik Manfaat operasi bariatrik bukan hanya penurunan berat badan yang terkait dengan estetika atau penampilan. Terdapat manfaat medis bedah bariatrik yang lebih luas, di antaranya: Mengontrol gula darah. Menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko penyakit jantung. Meredakan gangguan tidur akibat sumbatan saluran napas. Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Meningkatkan kesuburan pada wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS). Perbaikan kualitas hidup secara psikologis dan peningkatan mobilitas tubuh. Menurut studi di New England Journal of Medicine, operasi bariatrik bisa menurunkan risiko kematian prematur pasien hingga 30-50 persen. Persiapan Sebelum Menjalani Operasi Bariatrik Sebelum operasi bariatrik berlangsung, pasien harus melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang meliputi: Evaluasi medis lengkap: pemeriksaan darah, elektrokardiografi jantung, fungsi hati, ginjal, dan paru. Konsultasi gizi: untuk memahami bagaimana perubahan pola makan setelah operasi. Konseling psikologis: memastikan kesiapan mental dan motivasi pasien. Program praoperasi: biasanya pasien diminta menurunkan sedikit berat badan sebelum operasi untuk mengurangi risiko komplikasi lewat perubahan gaya hidup dan diet. Prosedur dan Pelaksanaan Sebagian besar prosedur bariatrik saat ini dilaksanakan secara laparoskopi (bedah minimal invasif). Ahli bedah hanya perlu membuat beberapa sayatan kecil di perut dan menggunakan instrumen khusus serta kamera untuk melakukan operasi. Tahap prosedurnya bergantung pada jenis bedah yang dilakukan. Namun secara umum langkah-langkahnya meliputi: Pemberian anestesi umum (pasien tertidur penuh). Pembuatan beberapa sayatan kecil di area perut. Memasukkan alat laparoskopi untuk memotong atau mengubah struktur lambung dan usus sesuai dengan jenis operasi. Menutup luka sayatan dengan jahitan khusus. Operasi bariatrik rata-rata berlangsung 1-3 jam, tergantung kompleksitasnya.... - Published: 2025-11-23 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/vaksinasi-dewasa/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Banyak orang berpikir bahwa vaksinasi hanya penting pada saat bayi atau balita. Begitu dewasa, kita merasa cukup kebal karena dulu sudah pernah divaksin. Padahal sistem kekebalan manusia berubah seiring dengan usia, gaya hidup, paparan lingkungan, dan kondisi kesehatan. Karena itu, vaksinasi dewasa pun kini menjadi kebutuhan tidak hanya untuk mencegah penyakit menular, terapi kanker dan juga menjaga kualitas hidup agar tetap produktif dan aman. Berikut ini artikel yang membahasnya. Mengenal Vaksinasi Dewasa Vaksinasi adalah proses memperkenalkan sistem kekebalan tubuh pada versi kuman atau virus yang dilemahkan, dimatikan, atau hanya berupa fragmen proteinnya. Tujuannya sederhana: melatih tubuh untuk mengenali dan melawan ancaman tersebut sebelum infeksi yang sebenarnya terjadi. Lantas apakah vaksinasi dewasa masih diperlukan? Jawaban singkatnya, iya. Vaksinasi dewasa adalah serangkaian imunisasi yang diberikan setelah seseorang melewati usia remaja (≥18 tahun) untuk menambah atau memperbarui perlindungan terhadap berbagai penyakit menular. Terdapat tiga alasan utama kenapa vaksinasi dewasa sangat krusial, yakni: Pemberian vaksin sewaktu kecil tidak memberikan jaminan kekebalan yang tetap seumur hidup (kecuali vaksin TT/Tetanus Toxoid yang telah lengkap). Di samping itu, vaksinasi/imunisasi yang telah terbukti memiliki peran yang sama pentingnya dengan diet dan olahraga dalam menjaga kesehatan. Selain aman dan efektif, beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi terhadap penyakit tersebut. Pencegahan penyakit tentunya akan menghindarkan keluarga dan lingkungan sekitar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sehingga biaya perawatan akibat penyakit akan dapat dihemat. Ancaman penyakit baru seperti Covid-19 dan penyakit yang kembali muncul seperti herpes zoster (cacar ular). Immunosenescenceatau memudarnya kondisi imunitas seiring dengan bertambahnya usia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi berperan penting dalam mencegah lebih dari 30 penyakit yang berpotensi fatal di seluruh dunia. Ini termasuk vaksinasi dewasa yang menjadi penguat atau booster imunisasi yang diberikan sebelumnya ketika masih kanak-kanak. Siapa Saja yang Memerlukan Vaksinasi Dewasa? Secara umum, vaksinasi dewasa menjadi kebutuhan bagi semua orang. Namun jenis dan frekuensinya bervariasi, tergantung usia, profesi, gaya hidup, kondisi medis, atau riwayat vaksin sebelumnya. Berikut ini kelompok yang paling dianjurkan: Semua orang dewasa dengan usia ≥ 18 tahun Kondisi khusus diantaranya dengan anjuran vaksin tertentu dengan syarat: Vaksinasi pada usia lanjut Vaksinasi pada kehamilan Vaksinasi pada tenaga Kesehatan Vaksinasi pada tenaga penyaji makanan Vaksinasi pada pelaku perjalanan Vaksinasi pada jamaah haji dan umroh Vaksinasi pada imunokompromais (imunitas rendah/kanker), penyakit kronis, diabetes/ penyakit jantung Vaksinasi pada penyakit autoimun Kapan Seseorang Memerlukan Vaksinasi? Waktu vaksinasi dewasa tergantung jenis vaksin, usia, dan status imunisasi sebelumnya. Berikut ini panduan vaksinasi dewasa secara umum: Jenis Vaksin Usia yang Dianjurkan Influenza Setiap tahun (semua usia ≥18 tahun) Tdap/Td (tetanus, difteri, pertusis) Booster setiap 10 tahun Hepatitis B Belum pernah divaksin; semua usia dewasa Hepatitis A Pelancong atau ada risiko tinggi (pecandu, penderita penyakit hati) HPV (human papillomavirus) 18-26 tahun (bisa sampai 45 tahun dengan rekomendasi dokter) Pneumokokus (PCV15, PPSV23) ≥50 tahun atau kondisi kronis Herpes zoster ≥50 tahun Meningokokus Pelancong, mahasiswa di asrama, atau militer MMR (campak, gondongan, rubela) Jika belum punya bukti imunisasi Covid-19 (booster) Semua orang dewasa Penting untuk melakukan pengecekan riwayat vaksin pribadi melalui catatan medis atau konsultasi ke dokter untuk menentukan jadwal booster yang sesuai. Manfaat dan Tujuan Tujuan utama vaksinasi adalah mencegah penyakit. Adapun vaksinasi dewasa secara spesifik memiliki tujuan dan manfaat yang lebih luas. Di antaranya: Mencegah penyakit parah dan kematian Vaksinasi dewasa terbukti dapat secara signifikan mengurangi risiko komplikasi serius yang memerlukan rawat inap, terutama pada lansia dan penderita penyakit kronis. Mengurangi beban biaya pengobatan Dengan pencegahan penyakit yang berpotensi berakibat fatal, risiko adanya beban biaya pengobatan pun bisa dihindari. Ini termasuk biaya perawatan, obat-obatan, dan hilangnya produktivitas. Melindungi komunitas (herd immunity) Ketika sebagian besar populasi divaksin, rantai penularan penyakit terputus. Dengan demikian, kelompok yang paling rentan dan tak dapat divaksin (misalnya bayi baru lahir, pasien kemoterapi, atau orang dengan alergi vaksin) bisa terlindungi. Menjaga kualitas hidup Vaksinasi dewasa bisa menghindarkan orang dari risiko perawatan hingga komplikasi berat yang bisa menurunkan kualitas hidup. Persiapan Sebelum Menjalani Vaksinasi Dewasa Vaksinasi adalah prosedur yang relatif sederhana, termasuk vaksinasi dewasa. Namun terdapat beberapa langkah persiapan yang penting untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya: Konsultasi dengan dokter umum atau spesialis. Beritahukan riwayat penyakit, alergi, atau obat yang sedang dikonsumsi. Jangan lupa bawa catatan medis atau buku vaksin Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Hindari vaksinasi saat demam tinggi atau infeksi akut. Cek jadwal vaksinasi dan jenis vaksin yang sudah diterima agar tidak ada duplikasi atau jarak interval yang terlalu dekat. Jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, diskusikan vaksin yang aman dan vaksin yang harus dihindari. Prosedur dan Pelaksanaan Vaksinasi Dewasa Prosedur vaksinasi dewasa pada prinsipnya hampir sama dengan vaksinasi atau imunisasi anak. Tapi dosis dan cara pemberiannya kadang berbeda. Jenis vaksin yang akan diberikan akan ditentukan oleh kondisi yang disebut HALO yaitu singkatan dari Health (kondisi Kesehatan pada saat itu), Age (umur), lifestyle (pola hidup), dan Occupation (Pekerjaan). Berikut ini tahapan umumnya: Pendaftaran dan verifikasi identitas: petugas akan... - Published: 2025-11-22 - Modified: 2025-11-19 - URL: https://primayahospital.com/saraf/atasi-nyeri-punggung-bawah/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Banyak penderita alami nyeri punggung bawah dan pinggang memilih prosedur blok saraf (nerve block) sebagai solusi. Tindakan ini memang bisa menghilangkan rasa sakit kronis yang bisa sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Tapi sebelum dilakukan injeksi, pasien perlu tahu lebih banyak tentang prosedur ini. Mengenal Tindakan Blok Saraf (Nerve Block) Nyeri yang dirasakan oleh pasien adakan respons otak pada impuls yang dikirimkan oleh bagian tubuh yang bermasalah. Dalam hal ini, otak akan menerima sinyal dari daerah punggung bawah. Dokter akan memberikan injeksi obat yang akan menyasar saraf tersebut, terutama di daerah sekitar pusat akar saraf. Akibatnya, otak tidak lagi menerima sinyal nyeri dari bagian tubuh itu. Pasien masih bisa merasakan nyeri secara berkala, tapi tidak separah sebelumnya. Prosedur ini lebih dari sekedar suntikan untuk nyeri punggung, karena juga digunakan untuk berbagai hal lain. Hal terpenting yang harus diketahui pasien adalah tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, lebih dari 70%. Sebagian besar pasien yang memilih tindakan ini tidak lagi merasa sakit hingga setidaknya satu tahun sejak injeksi. Siapa Saja Yang Memerlukan Blok Saraf Ada cukup banyak kondisi kesehatan yang bisa memanfaatkan prosedur ini. Seperti misalnya herniated disc atau saraf terjepit bisa menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Nyeri ini bisa berlangsung hingga berjam-jam dan bahkan berhari-hari sehingga mengganggu kegiatan lain. Selain saraf terjepit, radang sendi juga bisa jadi cukup serius dan butuh tindakan seperti blok saraf. Injeksi penghilang rasa sakit di punggung bawah juga sering dilakukan pada ibu hamil yang sedang kontraksi. Pasien bisa mengusulkan tindakan ini kepada dokter saraf saat konsultasi. Ataupun disarankan langsung oleh dokter setelah selesai mendiagnosis. Tapi sebelum memastikan ada tindakan, tetap perlu melakukan diagnosis menyeluruh sesuai dengan riwayat kesehatan dan kemungkinan komplikasi lain. Kapan Pasien Memerlukan Blok Saraf Diperkirakan 4% wanita dan 5% pria di seluruh dunia merasakan saraf terjepit sepanjang hidupnya. Sebagian besar memang bisa sembuh dengan pengobatan biasa atau cara konvensional lain. Tapi masih ada banyak yang harus merasakan sakit kronis ini tanpa henti. Tindakan blok saraf tidak hanya digunakan sebagai pengobatan nyeri saraf kejepit. Injeksi ini bisa dimanfaatkan di hampir seluruh bagian tubuh, baik untuk mengurangi nyeri secara permanen ataupun sementara. Salah satu penggunaan yang paling umum adalah sebagai epidural atau bius penghilang sakit saat akan melahirkan. Manfaat Prosedur Blok Saraf Tindakan ini punya manfaat utama untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan, terutama di sekitar punggung bawah yang bisa mencapai pinggang dan tulang ekor. Efek ini bisa berlaku permanen ataupun sementara. Injeksi blok saraf juga bisa mengurangi radang di area saraf yang bermasalah dan mempercepat penyembuhan. Manfaat lain adalah untuk mendiagnosis masalah nyeri punggung bawah lebih lanjut. Karena bukan tidak mungkin, rasa sakit yang dirasakan bermula dari masalah kesehatan lain yang lebih serius. Tidak semua pasien juga segera merasakan berkurangnya rasa sakit setelah injeksi. Sebagian membutuhkan terapi lanjutan baik dengan obat-obatan ataupun terapi fisik. Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan Prosedur nerve block dimulai dari pengumpulan data pasien, terutama pada gejala apa saja yang dirasakan, pemicu rasa sakit, hingga pekerjaan sehari-hari. Semua data ini dimaksudkan untuk memperkirakan risiko dan dampak yang dirasakan setelah injeksi. Konsultasi mendalam dan mendapatkan riwayat kesehatan menyeluruh jadi bagian penting dari prosedur injeksi blok saraf (nerve block). Selain itu, pasien juga harus menjabarkan obat-obatan apa saja yang dimiliki untuk menghindari komplikasi. Jika dirasa prosedur ini terlalu berisiko, dokter akan menyarankan pasien untuk menggunakan terapi obat-obatan saja sebagai penghilang rasa sakit. Tapi jika tidak ada masalah, maka prosedur bisa segera dilaksanakan. Untuk memudahkan, pasien bisa menginap di rumah sakit selama mempersiapkan diri untuk tindakan. Tindakan ini menggunakan obat bius, karena itu pasien disarankan untuk puasa selama 6-8 jam sebelum injeksi. Pasien juga disarankan untuk mempersiapkan terapi tambahan jika dibutuhkan. Memang sebaiknya sudah melakukan fisioterapi sebelum injeksi untuk dapat merasakan dampaknya dengan lebih jelas. Prosedur dan Pelaksanaan Ketika semua sudah siap, pasien akan dipindahkan ke ruang operasi untuk mulai tindakan. Perawat akan mengatur cairan infus pada pasien untuk jadi lebih rileks. Selanjutnya, pasien akan diminta untuk tidur tengkurap selagi menyiapkan bius lokal. Tapi terkadang, pasien diminta untuk tidur menyamping. Dokter yang bertanggung jawab akan memastikan area injeksi mudah dilihat dan diakses. Berikutnya, dokter akan mengusapkan alkohol pada area yang akan menerima injeksi. Setelah memberikan bius lokal, dokter akan mulai menginjeksikan obat penghilang rasa sakit atau blocker sesuai dosis. Dalam beberapa kasus, dokter akan menggunakan alat banu seperti USG dan mesin X-Ray. Ini dimaksudkan agar injeksi jadi lebih presisi. Pasien bisa segera merasakan efek dari obat segera setelah prosedur selesai. Total waktu yang digunakan untuk prosedur ini cukup pendek. Jika tidak ada komplikasi atau masalah lain, tindakan hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja mulai dari persiapan ruang operasi hingga memperbolehkan pasien pulang. Perawatan Pasca Tindakan Setelah menyelesaikan tindakan, pasien akan diminta untuk beristirahat selama 15-30 menit. Ini dimaksudkan untuk memastikan tindakan berhasil dengan baik dan pasien sudah tidak lagi merasakan rasa nyeri. Para perawat akan melakukan monitor singkat sebelum memperbolehkan pasien pulang. Pada beberapa kasus tertentu, nyeri... - Published: 2025-11-21 - Modified: 2025-11-19 - URL: https://primayahospital.com/mata/lensa-mata-keruh/ - Kategori: Mata - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa penglihatan seperti tertutup kabut atau kaca buram. Jika iya dan kondisi ini masih terjadi meski kacamata sudah dipakai dan dibersihkan berkali-kali, bisa jadi lensa mata keruh itu adalah tanda katarak. Meski menjadi salah satu penyebab kebutaan paling umum di dunia, katarak bisa diatasi secara medis. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut seputar katarak. Mengenal Katarak Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang seharusnya bening menjadi keruh sehingga menghalangi cahaya masuk ke retina (lapisan saraf di belakang mata). Lensa mata berfungsi seperti lensa kamera. Tugas utamanya adalah memfokuskan cahaya yang masuk ke retina agar kita bisa melihat gambar dengan tajam dan jelas. Saat lensa mengalami perubahan, terbentuklah area buram yang makin lama bisa meluas. Secara medis, perubahan ini dikaitkan dengan penumpukan protein crystallin yang menggumpal di dalam lensa. Dalam kondisi normal, protein ini tersusun teratur agar cahaya dapat masuk bebas. Tapi, karena faktor usia, stres oksidatif, atau radikal bebas, struktur ini rusak dan menimbulkan kekeruhan. Menurut National Eye Institute, terdapat beberapa jenis katarak yang meliputi: Katarak terkait dengan usia: perubahan lensa seiring dengan penuaan. Jenis katarak paling umum. Katarak traumatis: katarak akibat cedera serius pada mata yang merusak lensa. Katarak radiasi: terjadi akibat paparan radiasi tertentu, termasuk sinar ultraviolet. Katarak pediatris: katarak yang terjadi pada anak-anak, baik bawaan maupun berkembang di kemudian hari. Katarak sekunder: dipicu kondisi medis lain atau penggunaan obat-obatan tertentu. Jenis katarak juga dibedakan berdasarkan letaknya pada lensa. Di antaranya: Katarak nuklear: di bagian tengah (nukleus) lensa, umum pada usia lanjut. Katarak kortikal: di pinggiran lensa, membentuk guratan seperti jari kipas. Katarak subkapsular posterior: di bagian belakang lensa, sering dialami penderita diabetes atau pengguna kortikosteroid jangka panjang. Untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat, dokter harus memastikan jenis katarak yang diderita pasien. Gejala Katarak Gejala katarak muncul dan berkembang secara bertahap. Karena itulah banyak orang yang tak menyadarinya sejak awal. Gejala yang muncul sangat bergantung pada seberapa padat kekeruhan pada lensa dan di bagian mana katarak itu terbentuk. Berikut ini beberapa gejala umumnya: Penglihatan kabur atau berawan (gejala katarak yang paling khas) Warna benda yang dilihat tampak pudar, kekuningan, atau kecokelatan. Sensitif terhadap cahaya (silau saat melihat lampu atau matahari). Cahaya tampak memiliki lingkaran cahaya (halo) di sekelilingnya. Penglihatan ganda pada satu mata (sering terjadi jenis katarak nuklear). Sulit melihat di malam hari. Sering mengganti kacamata karena penglihatan cepat berubah. Penyebab Katarak Penyebab utama katarak adalah penuaan alami. Seiring dengan bertambahnya usia, proses metabolisme di lensa melambat. Protein yang rusak atau mati tidak dapat dibuang dan mulai menumpuk sehingga membuat lensa mata keruh. Namun ada berbagai faktor yang dapat mempercepat terjadinya kondisi ini, antara lain: Paparan sinar ultraviolet (UVB) dari matahari dalam jangka panjang. Diabetes melitus, karena peningkatan kadar gula darah merusak protein lensa. Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang dapat memicu katarak subkapsular posterior. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, yang meningkatkan stres oksidatif. Trauma atau cedera mata. Riwayat keluarga yang memiliki katarak (faktor genetik). Paparan polusi dan radikal bebas. Cara Dokter Mendiagnosis Katarak Dokter bisa menduga kuat seseorang mengalami katarak berdasarkan penampilan lensa matanya. Namun, untuk menegakkan diagnosis, diperlukan pemeriksaan mata secara menyeluruh yang umumnya meliputi: Tes ketajaman visual (visual acuity test): mengukur seberapa jelas pasien melihat huruf atau simbol pada jarak tertentu. Pemeriksaan lampu celah (slit-lamp): menggunakan mikroskop khusus untuk melihat struktur mata lebih detail, termasuk kekeruhan pada lensa. Tes dilatasi pupil: mata diberi obat tetes pelebar pupil agar dokter bisa menilai kondisi retina dan lensa bagian dalam. Tes sensitivitas terhadap cahaya dan warna. Dalam beberapa kasus, dokter juga menggunakan optical coherence tomography (OCT) untuk mendeteksi kerusakan retina yang mungkin menyertai katarak, terutama pada penderita diabetes. Adapun bila operasi direncanakan, dokter akan melakukan prosedur biometri untuk mengukur panjang aksial mata dan daya bias kornea. Data ini sangat penting untuk menghitung kekuatan lensa intraokular (IOL) pengganti yang paling sesuai untuk pasien. Cara Mengatasi Katarak Saat ini tidak ada obat tetes mata, suplemen, atau kacamata yang dapat menghilangkan katarak. Satu-satunya cara mengatasi katarak yang efektif adalah operasi penggantian lensa mata. Jenis operasi katarak yang modern meliputi: Fakoemulsifikasi: dokter membuat sayatan kecil di kornea, lalu menggunakan energi ultrasonik untuk menghancurkan dan menyedot lensa yang keruh. Setelah itu, lensa buatan (IOL) dipasang. . Femtosecond laser-assisted cataract surgery(FLACS): teknologi laser mutakhir yang memungkinkan pembedahan lebih presisi tanpa pisau. Laser membantu membuat sayatan dan melunakkan lensa sebelum diangkat. Jenis operasi katarak yang manual meliputi: Extracapsular cataract extraction(ECCE): dilakukan jika katarak terlalu keras. Lensa diangkat sebagian besar sekaligus dan IOL dipasang sebagai pengganti Komplikasi Katarak Komplikasi utama katarak adalah kebutaan total permanen. Sebelum itu, bisa terjadi glaukoma sekunder karena pembengkakan lensa akibat katarak bisa menghalangi aliran cairan mata sehingga memicu peningkatan tekanan intraokular parah. Glaukoma dapat merusak saraf optik secara permanen. Yang juga penting diketahui adalah, makin terlambat katarak dideteksi dan ditangani, makin sulit dan berisiko operasi yang dapat bisa dijalankan untuk mengatasinya. Akibatnya, risiko kerusakan pada struktur mata di sekitarnya... - Published: 2025-11-20 - Modified: 2025-11-19 - URL: https://primayahospital.com/anak/epilepsi-pada-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Epilepsi pada anak sering kali menjadi momok bagi orang tua karena identik dengan kejang mendadak yang menakutkan. Padahal, kondisi ini tidak hanya sebatas kejang, tetapi juga bisa memengaruhi tumbuh kembang, konsentrasi belajar, hingga kehidupan sosial anak. Apa Itu Epilepsi pada Anak? Epilepsi pada anak adalah gangguan saraf kronis yang menyebabkan kejang berulang karena aktivitas listrik otak yang abnormal. Hal tersebut menyebabkan gerakan otot tidak terkendali, Gerakan berulang, mengalami hilang kesadaran, bahkan hingga melakukan perilaku aneh. Gejala kejang pada anak kerap muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan bagi para orang tua. Apalagi jika orang tua belum memahami cara menangani epilepsi, pasti akan sangat ketakutan. Tindakan yang salah justru bisa membahayakan anak saat sedang mengalami kejang. Yang harus dipahami oleh orang tua adalah bahwa epilepsi berbeda dengan kejang demam. Kejang demam terjadi karena suhu tubuh anak yang tinggi, sedangkan epilepsi tidak demikian. Kejang demam akan berhenti sendiri dan tidak selalu berhubungan dengan epilepsi. Penyebab Epilepsi pada Anak Penyebab epilepsi pada anak-anak dapat bervariasi, tidak hanya satu penyebab saja. Epilepsi bisa saja disebabkan karena faktor keturunan atau genetik hingga kondisi tertentu yang muncul setelah anak lahir. Agar lebih memahaminya, berikut ini adalah beberapa penyebab epilepsi yang kerap terjadi. Kelainan bawaan di otak, misalnya karena malformasi (pembentukan otak tidak lengkap) selama masa kehamilan. Hal inilah yang menyebabkan gangguan aliran listrik normal pada otak dan menyebabkan kejang. Epilepsi juga bisa disebabkan oleh cedera otak saat lahir. Misalnya pada bayi yang mengalami kekurangan oksigen (asfiksia atau hipoksia). Bisa juga terjadi pada bayi yang lahir prematur. Di beberapa kasus juga terjadi jika persalinan dengan komplikasi tertentu. Epilepsi juga bisa terjadi jika anak memiliki trauma pada kepala. Misalnya karena benturan benda keras akibat kecelakaan atau jatuh. Hal ini bisa menyebabkan masalah pada otak dan menjadi penyebab epilepsi. Penyebab lainnya adalah infeksi sistem saraf pusat, misalnya karena meningitis atau ensefalitis. Infeksi sistem saraf akan menyebabkan peradangan otak dan menjadi penyebab epilepsi. Hal lainnya adalah gangguan metabolik atau genetik pada anak. Hal ini terjadi jika ada kelainan kromosom atau mutasi gen tertentu yang diwariskan dari orang tua atau keluarga. Penyebab lainnya adalah hidrosefalus, yaitu kondisi medis berupa penumpukan cairan serebrospinal berlebih di otak. Hal tersebut menyebabkan rongga otak melebar dan terjadi tekanan berbahaya pada jaringan otak. Penyebab lainnya adalah gangguan perkembangan otak, kekurangan suplai oksigen ke otak, gangguan kekebalan tubuh, dan lainnya. Jenis-Jenis Epilepsi Anak Secara garis besar, jenis epilepsi pada anak dibagi menjadi dua, yaitu epilepsi umum dan epilepsi fokal. Epilepsi umum terjadi ketika aktivitas listrik abnormal muncul di kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Berikut ini adalah beberapa jenis kejang yang terjadi pada epilepsi umum. Motor Kejang tonik, yaitu ketika otot-otot tubuh menegang, lalu diikuti fase klonik atau ada gerakan berulang dari otot. Kejang tonik sangat berbahaya jika penderita dalam kondisi berdiri karena bisa jatuh ketika tubuh tiba-tiba kaku. Kejang klonik, yaitu kejang yang ditandai dengan gerakan tubuh yang berulang dan tidak terkendali. Biasanya ketika tangan atau kakinya berkedut. Kejang tonik-klonik, kejang yang dibedakan menjadi dua fase, yaitu kejang tonik ketika otot tubuh kaku dan pasien jatuh. Lalu fase klonik ketika tubuh kejang-kejang disertai kehilangan kesadaran, kadang hingga lidah tergigit atau mengompol. Kejang mioklonik, yaitu kejang dengan gerakan tersentak pada satu atau beberapa bagian tubuh. Kejang atonik, yaitu kejang yang menyebabkan otot-otot tubuh jadi lebih rileks. Lalu tubuh atau kepala akan jatuh atau terkulai. Non Motor Kejang absans, yaitu kejang dengan gerakan kecil seperti bibir bergetar, biasanya memang terjadi pada anak. Bisa juga melamun dalam beberapa detik dan tidak merespon lingkungan sekitar. Jenis yang kedua adalah kejang epilepsi fokal atau parsial. Kejang ini terjadi ketika aktivitas listrik abnormal terjadi hanya pada satu area otak tertentu. Berikut ini adalah beberapa jenis kejang yang termasuk epilepsi fokal. Kejang parsial sederhana, yaitu kejang yang tidak memengaruhi kesadaran. Penderita biasanya akan mengalami gejala fisik seperti gerakan tidak terkendali pada bagian tubuh tertentu. Ada juga yang merasakan perubahan sensasi atau perasaan aneh tiba-tiba. Kejang parsial kompleks, biasanya menyebabkan perubahan kesadaran. Penderita akan tampak bingung atau responsif dan melakukan gerakan otomatis tanpa tujuan. Jenis lain: Motor onset ( Automatism, Atonik, klonik, spasm epilepsy, hiperkinetik, mioklonik, tonik), Non Motor onset ( Autonomik, behaviuor arrest, kognitif, emosional, sensosi) Tanda dan Gejala Epilepsi yang Perlu Diwaspadai Epilepsi memang tidak selalu mudah dikenali. Banyak orang tua yang telat menyadari atau bahkan tidak sadar anaknya mengalami epilepsi. Biasanya baru diketahui ketika anak mengalami kejang besar padahal ada tanda-tanda kecil yang sebelumnya diabaikan. Tatapan mata kosong dan terjadi berulang kali tanpa merespon panggilan. Kedutan singkat pada wajah, bibir, atau jari-jari tangan. Perubahan perilaku mendadak, misalnya tiba-tiba bingung, linglung, atau tidak mampu bicara. Hilang kesadaran beberapa detik hingga menit. Mengalami kesulitan bicara atau memahami ucapan setelah kejang selesai. Jatuh secara tiba-tiba tanpa ada penyebab yang jelas. Bagi orang tua, jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut berulang kali, segera periksakan ke dokter spesialis saraf anak. Hal tersebut untuk memastikan apakah itu tanda... - Published: 2025-11-20 - Modified: 2025-11-20 - URL: https://primayahospital.com/jantung/punya-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Menjadi seorang atlet profesional adalah mimpi bagi banyak orang. Perlu kerja keras yang konsisten selama bertahun-tahun untuk mewujudkan hal ini. Seorang atlet juga harus punya kondisi fisik dan mental yang prima untuk bertanding di tingkat nasional atau bahkan dunia. Lalu bagaimana dengan mereka yang menderita penyakit jantung bawaan? Apakah harus mengubur mimpi jadi atlet atau bahkan tidak bisa berolah raga sama sekali? Atlet Dengan Penyakit Jantung Bawaan Seseorang baru bisa disebut sebagai atlet ketika rutin mengikuti kompetisi beberapa kali dalam setahun. Dan untuk bertanding cukup sering butuh latihan yang tidak kalah teratur, terutama mendekati masa kompetisi. Figur seorang atlet identik dengan kondisi tubuh prima dan stamina di atas rata-rata. Karena itu, berita atlet terkena serangan jantung saat bertanding bisa jadi sangat mengejutkan. Padahal, bisa jadi ada masalah dasar seperti kelainan genetis yang mengakibatkan kondisi jantung abnormal. Penyakit jantung bawaan memang bisa di deteksi sejak berada di dalam kandungan. Tapi sebagian besar orang tidak menyadari masalah di organ dalam hingga usia dewasa, atau bahkan setelah meninggal dunia. Seperti misalnya Flo Hayman, atlet voli Amerika Serikat yang ternyata memiliki kelainan genetis sindrom Marfan. Kelainan ini menyebabkan sobekan pada aorta yang berujung pada serangan jantung fatal. Tapi, ada juga atlet dengan kondisi jantung abnormal yang berhasil bertahan hingga usia lanjut. Sprinter asal Inggris, Roger Black yang di diagnosa dengan aortic valve regurgitation atau kebocoran jantung. Kondisi ini berarti jantungnya harus bekerja dua kali lebih keras darah di arteri bergerak keluar masuk. Juga ada Dana Vollmer yang memecahkan rekor untuk 100m gaya kupu-kupu di Olimpiade London 2012. Padahal, Vollmer memiliki sindrom Long-QT atau detak jantung tidak teratur, yang membuatnya punya berisiko tinggi untuk tenggelam. Pentingnya Mengenali Penyakit Jantung Bawaan Dibandingkan jantung koroner, penyakit jantung bawaan masih belum terlalu banyak dibahas. Padahal, 1 dari 110 bayi terlahir dengan kondisi jantung abnormal. Hingga tahun 2025, tercatat 16 juta penduduk dunia dengan masalah ini, dan diperkirakan jumlah yang tidak dilaporkan jauh lebih banyak. Penyebab utama masalah jantung ini memang belum ditemukan. Tapi, para peneliti sepakat, masalah jantung mulai muncul dalam 6 minggu pertama kehamilan. Di periode ini, organ tubuh janin mulai terbentuk, sehingga rentan untuk terkontaminasi atau bereaksi terhadap benda asing. Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa meningkatkan risiko bayi terlahir dengan penyakit jantung bawaan. Seperti misalnya kondisi genetik orang tua, konsumsi alkohol selama hamil, terkena infeksi Rubela, dan kondisi diabetes sang ibu. Hal ini jadi penting untuk diketahui demi menyiapkan generasi atlet berikutnya. Sehingga tidak ada lagi berita atlet terkena serangan jantung di tengah kompetisi. Ditambah lagi, kisah Black dan Vollmer jadi bukti nyata kesiapan membuahkan hasil terbaik. Vollmer selalu siap dengan defibrilator di sisi kolam renang untuk pertolongan pertama. Black sendiri masih rutin berlari selama 30 menit setiap hari. Apa Saja Olah Raga Kompetitif Yang Bisa Dilakukan? Sebenarnya, tidak ada aturan yang membatasi olah raga yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Tapi, penderita penyakit jantung bawaan harus memahami semua risiko yang bisa terjadi saat melakukan di tingkat kompetisi. Menjadi seorang atlet berarti harus terus berlatih secara rutin untuk mengikuti kompetisi secara berkala. Intensitas latihan juga tidak boleh terlalu jauh dari standar yang harus dipenuhi saat di kompetisi. Salah satu sumber acuan yang bisa digunakan adalah rekomendasi dari European Society of Cardiology yang dirilis di tahun 2020. Dalam rekomendasi ini, ESC menyebutkan semua olah raga kompetitif aman untuk dilakukan dengan beberapa catatan. Atlet dengan masalah jantung bawaan dan hampir tidak pernah menunjukkan gejala, relatif aman untuk ikut kompetisi. Tapi ketika sudah pernah mengalami gejala ringan, atlet harus menjalani skrining dan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu. Jika sudah pernah mengalami serangan jantung atau gejala yang cukup serius, atlet dilarang untuk ikut berkompetisi. Begitu pula untuk atlet dengan masalah pada katup dan otot jantung, seperti Aortic Stenosis dan Hypertrophic Cardiomyopathy. Rekomendasi ESC untuk penderita kelainan otot jantung adalah untuk melakukan olah raga intensitas rendah, seperti misalnya: Golf Tenis meja Lari jarak pendek Bowling Menembak Tips Aman Berkompetisi Tidak semua cabang olah raga menuntut kemampuan yang sama dari setiap atletnya. Karena itu, penting untuk tahu apa saja yang dibutuhkan untuk terus ada di tingkat kompetitif. Ada olah raga yang menuntut intensitas tenaga yang cukup tinggi seperti gulat, tinju, dan juga angkat berat. Bandingkan dengan menembak yang tidak menggunakan terlalu banyak tenaga. Tahu intensitas olah raga dan batas kemampuan diri adalah kunci bagi para atlet dengan penyakit jantung bawaan. Seorang atlet dengan sindrom Marfan punya risiko yang jauh lebih besar saat mengikuti Triatlon dibandingkan lari jarak menengah. Para atlet profesional dan juga penggiat olah raga bisa memanfaatkan beberapa tips berikut untuk mengurangi risiko serangan jantung mendadak: Pilih cabang olah raga dengan intensitas rendah atau menengah. Lakukan pemeriksaan jantung secara berkala, terlebih sebelum mendaftar kompetisi. Perhatikan tingkat stres saat bertanding. Kenali risiko dari penyakit bawaan lain seperti hipertensi dan diabetes. Jika mengalami gejala Myocarditis dan Perikarditis sebaiknya tidak ikut kompetisi selama 6 bulan atau hingga tidak ada lagi pembengkakan. Ikuti... - Published: 2025-11-19 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/tanda-penyakit-jantung-koroner/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Definisi Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu jenis penyakit jantung yang paling sering dijumpai. Kondisi ini terjadi ketika arteri yang bertugas mengalirkan darah ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak. Ketika pembuluh darah koroner tersumbat, aliran darah ke dan dari jantung terganggu, yang dapat berujung pada serangan jantung. Gejala Penyakit Jantung Koroner Berikut adalah beberapa gejala umum penyakit jantung koroner yang harus diperhatikan: Rasa nyeri di dada yang terasa seperti ditekan. Nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, bahu, leher, atau rahang. Kesulitan bernapas atau napas yang terasa pendek. Pusing atau berkeringat dingin. Mual atau muntah. Rasa lelah yang berlebihan. Sensasi berat atau tertekan di tubuh. Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Pertama, risiko ini cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, dengan pria memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita. Riwayat keluarga juga berperan; jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit jantung, risiko seseorang akan meningkat. Kebiasaan merokok sangat merusak pembuluh darah dan berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung. Selain itu, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri, sementara kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding arteri. Penderita diabetes juga memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami penyakit jantung. Obesitas, yang meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol, serta kurangnya aktivitas fisik, juga menjadi faktor risiko. Terakhir, pola makan yang tidak sehat, yang kaya akan lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan memperburuk faktor risiko lainnya seperti obesitas. Diagnosis Penyakit Jantung Koroner Untuk mendiagnosis penyakit arteri koroner, dokter akan memulai dengan wawancara medis untuk menggali riwayat kesehatan dan gejala yang dialami pasien. Selain itu, tes darah biasanya dilakukan untuk menilai kesehatan secara keseluruhan. Dokter juga akan melaksanakan beberapa tes penunjang, antara lain: Elektrokardiogrfi (EKG): Tes ini memantau sinyal listrik yang mengalir melalui jantung, bertujuan untuk menentukan apakah pasien pernah mengalami serangan jantung. Echocardiografi: Menggunakan gelombang ultrasound, tes ini menghasilkan gambar jantung dan memberikan informasi tentang fungsi berbagai bagian jantung. Stress test: Tes ini dirancang untuk mengukur respons jantung terhadap stres selama aktivitas fisik dan saat istirahat. Selama tes, aktivitas listrik jantung dipantau saat pasien berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda stasioner. Kateterisasi jantung: Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat pembuluh darah jantung secara langsung. CT scan jantung: Tes pencitraan ini memberikan gambaran rinci tentang struktur jantung dan pembuluh darah. Pengobatan Penyakit Jantung Koroner Pengobatan penyakit jantung koroner dapat dilakukan melalui pemberian obat atau tindakan operasi, tergantung pada kondisi kesehatan dan tingkat keparahan penyakit. Obat-obatan yang umum digunakan meliputi pengencer darah seperti aspirin dan clopidogrel, serta obat penurun tekanan darah yang juga melebarkan pembuluh darah, seperti beta-bloker dan ACE-inhibitor. Selain itu, statin dan inhibitor PCSK9 digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, sementara metformin membantu menurunkan kadar gula darah. Obat-obatan seperti orlistat dan liraglutide juga dapat diresepkan untuk mendukung penurunan berat badan. Jika pengobatan dengan obat-obatan tidak cukup efektif dalam meringankan gejala pasien dengan penyakit jantung koroner dengan sumbatan yang cukup signifikan, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menempuh jalur tindakan baik non-invasif atau invasif sebagai solusi. Beberapa jenis tindakan yang umum dilakukan untuk mengatasi jantung koroner meliputi: Intervensi koroner perkutan (PCI) sebagai tindakan non-invasif, yang mencakup pemasangan ring jantung. Operasi bypass jantung (CABG)sebagai tindakan invasif, yang lebih dikenal sebagai bypass arteri koroner. Komplikasi Penyakit Jantung Koroner Jika penyakit jantung koroner tidak diobati dengan baik, otot jantung bisa menjadi lemah. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah serius, seperti: Gagal jantung Kerusakan pada otot jantung (kardiomiopati) Masalah pada irama jantung (aritmia) Tekanan darah tinggi di paru-paru (hipertensi pulmonal) Pencegahan Penyakit Jantung Koroner Meskipun ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa diubah, Anda masih dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung koroner. Pertama, berhentilah merokok karena ini adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung. Selanjutnya, penting untuk menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Mengatur berat badan juga sangat penting; cobalah untuk menjaga berat badan ideal dengan makan makanan sehat dan berolahraga secara teratur. Usahakan untuk beraktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. Selain itu, perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian, serta batasi makanan yang tinggi lemak jenuh dan gula. Terakhir, kelola stres dengan cara yang positif, seperti yoga atau meditasi, karena stres dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Narasumber: dr. Andini Nurkusuma Wardhani, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Kelapa Gading - Published: 2025-11-18 - Modified: 2025-11-19 - URL: https://primayahospital.com/umum/apa-saja-gejala-alergi/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Alergi adalah reaksi berlebihan atau tidak terkendali dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti makanan tertentu, debu, bulu hewan, obat-obatan, atau perubahan cuaca. Kondisi ini semakin sering ditemukan pada anak maupun orang dewasa terutama di kota besar dan dapat muncul dengan gejala yang sangat beragam. Sebagian gejalanya ringan dan dapat hilang dengan sendirinya, tetapi sebagian lainnya dapat berkembang menjadi kondisi berat yang memerlukan pertolongan medis segera. Jika Anda atau orang tersayang mengalami gejala pada kulit seperti ruam merah dan biduran, segera konsultasi ke dokter spesialis kulit. Kavacare dapat membantu Anda untuk membuat janji temu dengan dokter di Primaya Hospital. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Banyak orang tidak sadar bahwa gejala yang mereka alami, seperti bersin berulang, ruam kulit, atau batuk berkepanjangan sebenarnya merupakan tanda alergi. Bahkan, beberapa pasien baru mengetahui bahwa mereka memiliki alergi setelah mengalami reaksi yang cukup serius. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda alergi dan mengetahui kapan harus melakukan pemeriksaan sangat penting untuk mencegah komplikasi. Gejala Alergi yang Sering Muncul Ini adalah bentuk alergi yang paling sering terjadi. Gejalanya meliputi: 1. Gejala pada Hidung dan Sistem Pernapasan Ini adalah bentuk alergi yang paling sering terjadi. Gejalanya meliputi: Bersin berulang terutama pagi hari Hidung berair atau tersumbat Gatal di dalam hidung Batuk kering Sesak napas pada beberapa kasus Gejala ini biasanya dipicu oleh debu rumah, tungau, serbuk sari, bulu hewan, atau perubahan cuaca. 2. Gejala pada Kulit Kulit merupakan organ yang sangat sensitif terhadap reaksi alergi. Beberapa bentuk yang sering terjadi: Ruam merah Rasa gatal hebat Biduran (urtikaria) Kulit kering dan bersisik Dermatitis kontak akibat sentuhan dengan sabun, logam, atau lateks Reaksi kulit biasanya muncul setelah terpapar alergen secara langsung atau akibat alergi makanan. 3. Gejala pada Sistem Pencernaan Alergi makanan dapat menyebabkan: Mual Muntah Sakit Perut Diare Bibir atau lidah terasa geli Anak-anak paling sering mengalami alergi makanan seperti susu, telur, kacang, dan seafood. 4. Gejala pada Mata Mata mudah bereaksi terhadap alergen yang terhirup. Gejalanya meliputi: Mata berair Gatal pada mata Mata merah Pembengkakan kelopak Kondisi ini sering disebut sebagai konjungtivitis alergi. 5. Gejala Tenggorokan dan Sistem Mulut Beberapa orang mengalami: Tenggorokan gatal Kesulitan menelan Sensasi seperti tersedak Pembengkakan pada bibir atau lidah Pembengkakan bisa berbahaya jika menghalangi jalan napas. Faktor Pemicu Alergi Alergi dapat dipicu oleh berbagai hal. Beberapa pemicu yang paling sering antara lain: 1. Makanan Beberapa jenis makanan dapat memicu reaksi alergi karena sistem imun salah mengenali protein di dalamnya sebagai ancaman. Reaksi alergi makanan bisa muncul dalam hitungan menit hingga jam. Susu sapi:umum pada anak, menimbulkan ruam, diare, atau muntah. Telur:biasanya menyebabkan biduran atau reaksi kulit lainnya. Kacang tanah:salah satu pemicu alergi paling berbahaya karena dapat menyebabkan anafilaksis. Seafood (udang, kepiting, kerang):sering menimbulkan gatal, ruam, atau pembengkakan bibir dan wajah. Gandum:dapat menyebabkan gatal, ruam, atau gangguan pencernaan pada sebagian orang. Reaksi bisa ringan hingga berat, sehingga identifikasi dini sangat penting terutama untuk anak yang memiliki riwayat alergi. 2. Lingkungan Alergen lingkungan biasanya masuk ke tubuh melalui udara dan memicu alergi pernapasan atau alergi mata. Ini adalah jenis alergi paling sering terjadi pada masyarakat Indonesia. Alergen yang termasuk di dalamnya: Debu rumah:mengandung serpihan kulit manusia, kotoran serangga kecil, dan mikroorganisme. Tungau (dust mites):serangga mikroskopis yang hidup di kasur dan sofa, sering memicu bersin, hidung tersumbat, dan batuk. Jamur (mold):tumbuh di tempat lembap; bila terhirup bisa memicu batuk dan sesak. Serbuk bunga (pollen):meski Indonesia bukan negara empat musim, beberapa tanaman tetap menghasilkan serbuk yang memicu rhinitis alergi. Gejalanya biasanya berupa bersin berulang, mata berair, hidung gatal, hingga batuk persistens. 3. Hewan Peliharaan Alergi tidak disebabkan oleh bulu hewan semata, tetapi oleh protein yang terdapat pada air liur, kotoran, dan serpihan kulit (dander) hewan. Kucing:pemicu alergi paling umum karena dander kucing sangat ringan dan mudah menyebar di udara. Anjing:beberapa ras anjing menghasilkan alergen lebih tinggi dibanding yang lain. Reaksi biasanya berupa bersin, mata merah, gatal, dan kadang sesak terutama pada penderita asma. 4. Obat-Obatan Beberapa obat dapat memicu reaksi alergi setelah dikonsumsi. Reaksinya bisa muncul dalam bentuk ruam kulit hingga kondisi berat seperti anafilaksis. Obat yang sering memicu alergi: Antibiotik (misalnya penicillin):dapat menyebabkan ruam merah, gatal, dan pembengkakan. Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS):seperti ibuprofen atau aspirin, yang dapat menimbulkan sesak atau pembengkakan pada beberapa orang. Reaksi alergi obat termasuk yang paling berisiko karena dapat muncul tiba-tiba dan membahayakan nyawa. 5. Cuaca Perubahan cuaca dapat memicu reaksi alergi terutama pada pasien dengan sensitivitas tinggi terhadap kondisi lingkungan. Udara dingin:dapat memicu gatal, ruam, atau biduran (cold urticaria). Perubahan cuaca mendadak:dapat memperburuk rhinitis alergi dan memicu hidung tersumbat atau batuk. Bahkan paparan AC yang terlalu dingin dapat menimbulkan reaksi pada kulit atau pernapasan. 6. Zat Kimia Beberapa bahan kimia dalam produk sehari-hari dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi kontak, antara lain: Parfum:dapat menimbulkan sakit kepala, ruam, atau sesak pada orang sensitif. Sabun dan sampo:bahan tertentu bisa memicu kulit kering, gatal, atau dermatitis. Deterjen dan... - Published: 2025-11-17 - Modified: 2025-11-17 - URL: https://primayahospital.com/umum/kualitas-tidur/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas tidur menjadi salah satu isu kesehatan yang banyak dibahas di dunia, termasuk di Indonesia. Survei menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki durasi tidur rata-rata hanya sekitar 6 jam 36–39 menit per malam, menjadikannya salah satu yang terendah di Asia. Kondisi ini semakin diperburuk oleh gaya hidup digital yang membuat banyak orang terpapar layar gawai hingga larut malam. Jika Anda mengalami insomnia, sleep apnea neurologis, dan gangguan tidur terkait fungsi otak, segera konsultasikan ke dokter spesialis neurologi. Kavacare dapat membantu Anda untuk membuat janji temu dengan dokter spesialis neurologi di Primaya Hospital. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Kurangnya tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lemas. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga produktivitas jangka panjang. Di era digital seperti sekarang, memahami pentingnya tidur berkualitas sangatlah relevan. Dampak Kualitas Tidur yang Buruk Terhadap Kesehatan 1. Gangguan pada Sistem Imun Tidur yang kurang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih mudah sakit seperti flu, infeksi, atau penyakit lainnya. Pada sebagian orang, gangguan tidur juga bisa menyebabkan peradangan kronis yang dikenal dengan inflammaging. 2. Peningkatan Risiko Penyakit Kronis Penelitian membuktikan kurang tidur berkaitan dengan risiko: Diabetes tipe 2 Hipertensi Penyakit Jantung Obesitas Kurang tidur mengganggu metabolisme, mengacaukan hormon lapar, dan menyebabkan peningkatan peradangan dalam tubuh. 3. Kesehatan Mental Terganggu Paparan layar gadget sebelum tidur meningkatkan risiko: Stres Ansietas Depresi Rasa Gelisah Cahaya biru dari ponsel dapat menekan produksi melatonin, hormon pemicu rasa kantuk. 4. Penurunan Konsentrasi dan Produktivitas Kurang tidur menurunkan kemampuan otak untuk fokus, membuat keputusan, dan mengingat informasi. Pada jangka panjang, ini mempengaruhi performa kerja maupun belajar. 5. Risiko Microsleep dan Kecelakaan Kurang tidur meningkatkan risiko tertidur sesaat (microsleep) saat menyetir, bekerja, atau beraktivitas. Kondisi ini berbahaya karena terjadi tanpa disadari. Penyebab Era Digital Memperburuk Kualitas Tidur 1. Paparan Cahaya Biru dari Gadget Cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh smartphone, laptop, tablet, dan televisi memiliki gelombang pendek yang dapat menghambat produksi hormon melatonin. Melatonin adalah hormon yang berfungsi mengatur rasa kantuk dan siklus tidur alami tubuh. Ketika seseorang terus menatap layar menjelang waktu tidur, otak akan mengira bahwa hari masih terang sehingga proses relaksasi tidak terjadi secara optimal. Akibatnya: Waktu untuk jatuh tertidur menjadi lebih lama. Tubuh sulit memasuki fase tidur dalam (deep sleep) yang penting untuk pemulihan sel. Risiko bangun tidak segar atau tetap lelah meski durasi tidur cukup. Paparan cahaya biru juga dikaitkan dengan stres mata digital (digital eye strain), sakit kepala, serta gangguan konsentrasi di hari berikutnya. 2. Konsumsi Konten Tanpa Batas Di era digital, konten di media sosial seperti TikTok, Instagram, Reels, dan YouTube dirancang untuk terus menarik perhatian. Ketika seseorang “scroll tanpa henti”, otak menerima rangsangan visual dan emosional terus-menerus, sehingga menjadi: Lebih aktif dan sulit masuk ke mode rileks. Terpicu hormon dopamin dari konten yang menghibur, membuat seseorang ingin “menonton satu video lagi”. Rentan mengalami overstimulation yang memperpanjang waktu untuk memasuki tahap tidur. Spotify, game online, dan drama streaming juga memberikan efek serupa. Aktivitas ini meningkatkan aktivitas gelombang otak dan memperpanjang latensi tidur (waktu dari berbaring hingga tertidur). Dampaknya, tidur menjadi lebih dangkal dan tidak berkualitas. 3. Notifikasi yang Menganggu Notifikasi pesan, email kantor, grup WhatsApp, aplikasi marketplace, hingga update media sosial dapat mengganggu tidur tanpa disadari. Meskipun seseorang tidak sengaja terbangun, micro-awakening (bangun singkat beberapa detik) dapat terjadi berkali-kali sepanjang malam. Dampak dari notifikasi yang terus berbunyi antara lain: Pola tidur terfragmentasi (tidur terputus-putus). Berkurangnya fase REM dan deep sleep. Rasa capek dan sulit fokus di pagi hari. Meningkatnya stres karena merasa “selalu harus responsif” terhadap pesan kerja atau urusan sosial. Penelitian juga menunjukkan bahwa hanya mengetahui ada HP di sebelah tempat tidur bisa meningkatkan tingkat kewaspadaan otak, sehingga kualitas tidur menurun. Cara Memperbaiki Kualitas Tidur di Era Digital 1. Terapkan Sleep Hygiene Beberapa kebiasaan baik meliputi: Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari. Hindari makan berat 2–3 jam sebelum tidur. Buat kamar tidur gelap, tenang, dan sejuk. Hindari konsumsi kafein setelah sore hari. 2. Batasi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur Setidaknya 1 jam sebelum tidur, matikan ponsel atau aktifkan mode malam. Ini membantu tubuh memproduksi melatonin alami. 3. Lakukan Aktivitas Relaksasi Aktivitas relaksasi membantu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik (sistem “fight or flight”) sehingga tubuh lebih siap memasuki fase tidur. Relaksasi yang tepat dapat menurunkan ketegangan otot, memperlambat detak jantung, serta menenangkan pikiran yang sering kali masih aktif di malam hari. 4. Rutin Berolahraga Olahraga berperan penting dalam menjaga kualitas tidur karena membantu menyeimbangkan hormon, memperbaiki sirkulasi darah, dan mengurangi stres. Namun olahraga sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat agar tidak justru mengganggu tidur. 5. Konsultasi Bila Mengalami Gangguan Tidur Gangguan tidur yang berlangsung lama dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Bila keluhan tidak membaik dengan perubahan gaya hidup, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi serta menemukan penyebab yang mendasarinya. Kualitas tidur memiliki... - Published: 2025-11-16 - Modified: 2025-11-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pilihan-obat-asam-lambung/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Jika pernah merasakan sensasi panas yang menjalar dari perut ke dada setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, bisa jadi itu asam lambung naik. Meski sering dianggap sepele, asam lambung yang tak terkendali bisa menurunkan kualitas hidup dan memicu komplikasi serius seperti esofagitis atau bahkan kanker esofagus. Karena itu, penting untuk memahami pilihan obat asam lambung yang tersedia untuk mengatasinya seperti dijelaskan dalam artikel berikut ini. Mengenal Asam Lambung Asam lambung atau dalam istilah medis disebut gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi kronis ketika asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Dalam studi di World Journal of Gastrointestinal Pharmacology and Therapeutics disebutkan bahwa asam lambung naik merupakan salah satu penyakit umum di dunia dengan jumlah kasus sekitar 5-25 persen secara global. Pada penderita asam lambung, terdapat masalah pada katup otot di ujung bawah kerongkongan yang disebut lower esophageal sphincter (LES). Katup ini akan terbuka ketika kita menelan makanan/minuman dan kemudian tertutup rapat agar isi lambung tak naik lagi ke kerongkongan. Seperti dikutip dari Missouri Medicine, katup LES yang tak berfungsi dengan baik atau melemah bisa mengakibatkan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kerongkongan tak seperti lambung yang punya lapisan pelindung. Karena itu, paparan asam yang berulang bisa memicu iritasi, peradangan, hingga kerusakan pada dinding kerongkongan. Bila dibiarkan tanpa obat asam lambung, kondisi tersebut dapat berujung pada komplikasi yang lebih membahayakan. Termasuk memicu adenokarsinoma esofagus—salah satu jenis kanker kerongkongan—seperti ditemukan dalam studi di jurnal PLoS One. Gejala Asam Lambung Gejala asam lambung alias GERD sangat bervariasi. Gejala yang paling umum dan khas disebut heartburn, yaitu rasa panas atau terbakar di dada yang sering memburuk setelah makan, saat berbaring, atau membungkuk. Gejala lain yang sering muncul meliputi: Sensasi asam atau makanan yang naik kembali ke mulut (regurgitasi), seringkali disertai rasa pahit atau asam. Kesulitan atau nyeri saat menelan (disfagia). Nyeri di dada yang mirip dengan serangan jantung. Batuk yang tidak kunjung sembuh, seringkali memburuk di malam hari. Asma yang memburuk. Peradangan pita suara yang menyebabkan suara serak (laringitis). Erosi gigi atau kerusakan enamel gigi seiring dengan waktu akibat naiknya asam lambung ke rongga mulut. Penyebab Asam Lambung Terdapat sejumlah faktor yang bisa berdampak pada melemahnya katup LES atau peningkatan tekanan perut yang mendorong asam naik. Di antaranya: Hernia hiatus atau kondisi di mana bagian atas lambung menonjol melalui diafragma ke rongga dada. Obesitas atau kelebihan berat badan yang bisa meningkatkan tekanan pada perut. Perubahan hormon dan tekanan dari rahim yang membesar saat hamil. Kandungan nikotin dalam rokok. Makanan berlemak, pedas, cokelat, kopi, alkohol, dan minuman berkarbonasi. Beberapa obat, seperti calcium channel blockers, nitrat, dan antidepresan, dapat melemahkan LES. Obat Asam Lambung Sebelum meresepkan obat asam lambung, biasanya dokter merekomendasikan perubahan gaya hidup terlebih dahulu untuk meredakan gejala GERD. Misalnya: Makan dalam porsi kecil tapi sering. Hindari makan sebelum tidur. Tinggikan kepala saat tidur. Identifikasi dan hindari makanan atau minuman yang memicu gejala. Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan atau obesitas. Berhenti merokok. Hindari pakaian yang terlalu ketat di sekitar perut. Ketika perubahan gaya hidup saja tidak cukup, barulah dokter meresepkan obat-obatan untuk mengelola gejala GERD. Pilihannya antara lain: Antasida Ini obat asam lambung yang paling cepat bekerja meredakan heartburn ketika muncul. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Namun efeknya singkat, hanya 1-3 jam, dan tidak dapat mencegah produksi asam berlebih serta menyembuhkan peradangan. Adapun efek sampingnya meliputi diare atau konstipasi. Penghambat Reseptor H2 (H2-Receptor Blockers/H2RAs) H2Ras seperti famotidin dan simetidin berfungsi memblokir reseptor histamin-2 pada sel parietal di lambung. Histamin adalah salah satu pemicu utama produksi asam. Karena itu, obat asam lambung ini efektif mengurangi produksi asam. Efek obat ini bisa sampai 12 jam dan bisa membantu menyembuhkan peradangan esofagus ringan. Efek sampingnya jarang terjadi, tapi bisa termasuk sakit kepala atau pusing dan diare. Penghambat Pompa Proton (Proton Pump Inhibitors/PPIs) PPIs adalah obat asam lambung yang menjadi standar emas (gold standard) dalam penanganan asam lambung kronis dan GERD. Contohnya mencakup omeprazol, lansoprazol, esomeprazol, pantoprazol, dan rabeprazol. Obat ini bekerja dengan cara menghambat proses produksi asam dari pompa proton di sel dinding lambung. Tapi dibutuhkan waktu 1-4 hari hingga efeknya optimal dan ada risiko penurunan penyerapan kalsium dan magnesium serta peningkatan risiko infeksi usus akibat bakteri Clostridium difficile dalam jangka panjang. Obat Prokinetik Obat prokinetik seperti metoklopramid dan domperidon membantu mempercepat pengosongan lambung dan meningkatkan tekanan katup LES sehingga mengurangi refluks. Obat ini bekerja dengan meningkatkan motilitas (gerakan otot) saluran cerna, sehingga makanan lebih cepat keluar dari lambung ke usus halus dan tidak sempat naik ke kerongkongan. Namun penggunaan jangka panjang harus di bawah pantauan dokter karena dapat menimbulkan efek samping neurologis, seperti tremor. Obat Pelindung Mukosa (Alginat) Alginat bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas isi lambung. Obat ini kerap dikombinasikan dengan antasida dan dapat memberikan perlindungan hingga 4 jam setelah dikonsumsi. Obat asam lambung ini bisa meredakan gejala dengan cepat dan cocok untuk kondisi GERD ringan hingga sedang. Kapan... - Published: 2025-11-15 - Modified: 2025-11-06 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/kelainan-sindrom-brugada/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Salah satu conginetal heart disease atau sakit jantung bawaan yang belum banyak dikenal adalah Sindrom Brugada. Padahal, kondisi ini ditengarai sebagai penyebab henti jantung mendadak saat tidur. Mengenal Sindrom Brugada Sindrom Brugada adalah kelainan listrik jantung akibat mutasi genetis yang diturunkan oleh orang tua. Kondisi ini sering sekali tidak terlihat karena tidak memiliki gejala khusus yang bisa jadi pembeda. Di tahun 1992, Brugada dan Brudaga menunjukkan kesamaan hasil EKG 8 orang pasien yang meninggal akibat henti jantung mendadak. Pada semua pasien, ada elevasi segmen berbentuk teluk berukuran lebih besar dari 2mm dan diikuti dengan arus T terbalik. Kelainan jantung ini mengakibatkan detak jantung tidak teratur, mirip dengan kondisi Long QT. Di mana jantung juga tidak langsung menerima arus listrik dengan cepat atau secara reguler seperti pada jantung normal. Tapi pada Brugada, risiko ini jadi lebih besar karena detak jantung bisa jadi terlalu cepat. Pada penelitian yang dimuat di jurnal American Heart Association, orang Asia dan Eropa punya risiko yang lebih besar untuk mengalami mutasi genetis penyebab sindrom ini. Kelainan jantung ini juga lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Gejala Dibandingkan dengan sakit jantung bawaan lain, sindrom Brugada tidak memiliki tanda-tanda khusus. Gejala yang dirasakan juga mirip dengan sakit jantung lain seperti detak jantung cepat, sesak nafas, hingga pingsan dan juga kejang. Penderita Brugada bisa merasakan semua atau sebagian gejala ini di usia berapa saja. Akan tetapi, gejala akibat kelainan ritme jantung lebih sering dirasakan saat dewasa. Terlebih lagi, sindrom ini bisa mengakibatkan henti jantung mendadak karena kerja jantung terlalu cepat. Penyebab Sindrom Brudaga berawal dari mutasi pada gen SCN5A yang bertanggung jawab untuk membentuk saluran arus natrium. Mutasi pada gen ini mengakibatkan kelainan pada sistem kelistrikan jantung. Impuls yang dikirimkan ataupun diterima bisa jadi sangat cepat atau lambat sehingga detak jantung jadi tidak teratur. Ketika pertama kali ditemukan, kondisi ini dianggap sebagai satu anomali pada struktur jantung sehat. Tapi penelitian terbaru menunjukkan kondisi ini juga terjadi pada jantung dengan kelainan seperti hipertrofi ventrikel kanan (RVH). Cara Dokter Mendiagnosis Kelainan pada jantung bisa dilihat saat melakukan tes EKG yang merupakan bagian dari pemeriksaan kesehatan atau atas inisiatif sendiri. Tapi, EKG pola Brugada bisa terlihat seperti kondisi jantung normal, terutama pada penderita tanpa gejala. Tapi jika penderita sudah pernah merasakan gejala umum seperti detak jantung lebih cepat tanpa sebab. Atau bahkan memiliki keluarga dekat, orang tua atau saudara kandung, yang meninggal akibat serangan jantung. Pada kondisi ini, pola Brugada bisa terlihat lebih jelas pada EKG. Anak pada keluarga dengan riwayat henti jantung fatal bisa melakukan tes EKG yang dipicu obat di usia remaja dan juga dewasa. Perubahan gaya hidup bisa mempengaruhi gejala Brugada yang dirasakan penderita. Cara Mengobati Kelainan jantung ini punya dampak yang berbeda bagi tiap orang. Karena sering kali tidak terdeteksi, banyak penderita yang tidak sadar hingga terkena henti jantung mendadak. Untuk mengatasi hal itu, bagi penderita yang sudah diketahui punya Brugada bisa melakukan salah satu dari tiga cara berikut: 1. Menggunakan Defibrilator 2. Terapi Obat Cara lain yang bisa digunakan adalah melakukan pengobatan untuk mengatur ritme jantung. Tapi, terapi ini juga punya risiko tersendiri, terutama jika penderita juga memiliki masalah kesehatan lain. Selain itu, penderita harus disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan untuk menjaga ritme jantung. 3. Ablasi Jantung Komplikasi Brugada bisa menyebabkan kematian mendadak, dan sering terjadi saat tidur. Ini karena ritme kerja jantung yang tidak beraturan dan tidak terdeteksi sebelumnya. Saat tidur, bisa jadi jantung penderita bekerja terlalu keras dalam memompa darah sehingga tidak ada cukup asupan bagi otak. Akibatnya, kondisi pingsan saat tidur dan karena tidak diketahui, maka penderita bisa meninggal dunia. Pencegahan Walaupun merupakan kondisi genetis, tapi ada beberapa cara untuk mengurangi risiko kondisi ini. Terutama bagi penderita yang sudah pernah terkena serangan jantung, ataupun penderita tanpa gejala. Adapun cara-cara preventif tersebut antara lain adalah: 1. Menghindari Obat Yang Bisa Meningkatkan Kerja Jantung Beberapa obat bisa berdampak langsung pada ritme jantung. Sementara pada penderita Brugada, detak jantung bisa jadi sangat tidak teratur. Mengonsumsi obat yang bisa memacu kerja jantung akan mengakibatkan adanya lompatan pada ritme jantung. Kondisi ini akan bisa memicu henti jantung karena tidak ada cukup aliran listrik. 2. Mengurangi Minum Alkohol dan Minuman Dengan Kafein Minuman dengan kandungan kafein tinggi seperti kopi dan teh juga bisa memacu kerja jantung. Begitu juga dengan minuman beralkohol yang juga bisa menyebabkan dehidrasi. 4. Cukup Minum Air Menjaga tubuh terhidrasi dengan baik juga termasuk upaya pencegahan sudden cardiac death. Karena dalam kondisi dehidrasi, jantung harus bekerja lebih keras, dan bagi penderita Brugada ini bisa jadi masalah fatal. Jadi, asupan air yang cukup setiap hari bisa menurunkan risiko akibat kelainan ini. 5. Hati-Hati Saat Olah Raga Rutin berolah raga memang penting untuk menjaga kinerja jantung. Akan tetapi, penderita Brugada perlu berhati-hati dalam memilih olah raga yang dilakukan. Sebaiknya memilih kegiatan fisik yang tidak terlalu ekstrem dalam memacu jantung. 6. Tes Genetis Pada Diri dan Keluarga Mutasi gen yang jadi penyebab Brugada... - Published: 2025-11-14 - Modified: 2025-11-05 - URL: https://primayahospital.com/anak/atrial-septal-defect-asd-kenali-sejak-dini/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Jantung bagaikan mesin yang bekerja sepanjang hari menjaga kehidupan. Fungsi itu akan terganggu ketika ada satu masalah saja, meski ringan. Apalagi jika ada “lubang” pada jantung seperti yang terjadi dalam kondisi atrial septal defect (ASD). Masalahnya, banyak penderitanya tak menyadari kondisi bawaan lahir ini lantaran gejalanya ringan atau bahkan tak ada sama sekali. Artikel berikut ini akan mengulas seputar ASD, dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya. Mengenal Atrial Septal Defect (ASD) Atrial septal defect (ASD) adalah kelainan bawaan lahir yang terjadi ketika terdapat lubang yang abnormal pada sekat pemisah dua serambi jantung (atrium kiri dan kanan). Lubang ini menyebabkan darah yang kaya oksigen dari atrium kiri bocor ke atrium kanan, tempat darah yang miskin oksigen berkumpul. Campuran darah ini kemudian dipompa kembali ke paru-paru oleh jantung, padahal seharusnya diedarkan ke seluruh tubuh. Walhasil, jantung dan paru-paru mesti bekerja lebih keras. Seiring dengan waktu, gangguan ini akan membuat beban jantung. Menurut studi di National Library of Medicine, ASD termasuk kelompok penyakit jantung bawaan yang mempengaruhi 1 dari 1. 500 bayi lahir hidup. Terdapat empat jenis ASD berdasarkan letak lubang: Ostium sekundum: paling umum, lubang di bagian tengah dinding septum atrium. Ostium primum: lubang di bagian bawah dinding septum dekat dengan katup jantung, seringnya berkaitan dengan kelainan katup jantung lain. Sinus venosus: lubang di bagian atas dinding septum, sering disertai kelainan pembuluh darah paru. Sinus koroner: paling langka, lubang di dinding antara sinus koroner (yang membawa darah dari otot jantung sendiri) dan atrium kiri. Ukuran lubang atrial septal defect (ASD) bisa sangat bervariasi, dari yang sangat kecil hingga amat besar. Lubang yang kecil mungkin tidak akan menimbulkan masalah dan bahkan bisa menutup sendiri seiring dengan pertumbuhan anak. Gejala yang Perlu Diwaspadai Gejala atrial septal defect (ASD) sering tidak kentara, terutama pada bayi dan anak-anak serta ketika lubang berukuran kecil. Namun, bila lubangnya cukup besar, aliran darah ekstra yang membebani jantung dan paru-paru dapat memicu berbagai gejala, seperti: Sesak napas, terutama saat beraktivitas fisik atau berolahraga, lantaran paru-paru dibanjiri aliran darah yang berlebihan. Cepat lelah bahkan setelah melakukan aktivitas ringan. Pembengkakan yang biasa terjadi pada kaki, tungkai, atau perut (edema). Jantung berdebar-debar atau detak jantung yang cepat, tidak teratur, atau terasa "melompat-lompat". Suara murmur jantung yang terdengar seperti desisan ketika diperiksa menggunakan stetoskop. Sering mengalami infeksi pernapasan, terutama anak-anak. Gejala pada bayi lebih sulit dikenali, di antaranya kesulitan saat hendak menyusu, tumbuh-kembang tak sesuai dengan usia, atau pernapasan cepat. Adapun pada anak-anak berumur tiga tahun ke atas, suara murmur jantung kerap menjadi gejala utama yang melatari diagnosis atrial septal defect (ASD). Penyebab Atrial Septal Defect Penyebab pasti terjadinya atrial septal defect (ASD) tak diketahui. Para ahli meyakini adanya kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang mengakibatkan jantung gagal menutup dengan sempurna selama perkembangan janin dalam kandungan. Faktor itu antara lain: Ada anggota keluarga yang memiliki kelainan jantung bawaan. Selain itu, beberapa sindrom genetik tertentu, seperti sindrom Down, diketahui berkaitan erat dengan peningkatan risiko ASD dan kelainan jantung lain. Infeksi rubela (campak Jerman) saat kehamilan, terutama pada trimester pertama kehamilan. Penggunaan zat tertentu saat hamil, seperti alkohol dan obat-obatan terlarang, atau paparan terhadap obat-obatan tertentu. Kondisi kesehatan ibu, misalnya menderita diabetes atau lupus. Merokok selama kehamilan. Cara Dokter Mendiagnosis Atrial Septal Defect Mendiagnosis atrial septal defect (ASD) biasanya bermula dari kecurigaan dokter saat mendengar suara murmur jantung pada saat pemeriksaan fisik rutin menggunakan stetoskop. Terdapat serangkaian tes yang umumnya digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis ASD sekaligus menentukan ukuran dan lokasi lubang serta mengevaluasi dampaknya pada fungsi jantung. Ekokardiogram (USG jantung) yang merupakan tes utama dan paling penting karena dokter dapat melihat struktur jantung, mengukur ukuran lubang ASD, melihat arah aliran darah yang tidak normal, dan menilai seberapa besar beban kerja tambahan pada sisi kanan jantung. Elektrokardiogram untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung terkait dengan pembesaran pada atrium dan ventrikel kanan akibat beban kerja ekstra. Rontgen dada untuk melihat apakah jantung mengalami pembesaran (kardiomegali) atau ada peningkatan aliran darah ke paru-paru. Kateterisasi jantung jika diagnosis masih belum jelas setelah tes lain. Dalam prosedur ini, sebuah slang tipis dan fleksibel (kateter) dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha atau lengan dan diarahkan ke jantung. Prosedur ini juga bisa menjadi bagian dari pengobatan, bukan hanya diagnosis. MSCTjantung yang dapat menghasilkan gambar 3D yang sangat detail dari jantung dan pembuluh darah terutama pada tipe selain ASD sekunder. Cara Mengatasi Atrial Septal Defect Jika lubang atrial septal defect (ASD) sangat kecil, kemungkinan besar tidak ada gejala berarti dan bisa menutup sendiri, terutama pada anak-anak. Dokter mungkin hanya akan merekomendasikan pemantauan rutin. Adapun untuk lubang ASD yang berukuran besar, terdapat dua metode utama, yakni: Penutupan Non-Bedah (Transkateter) Ini metode yang paling umum digunakan untuk ASD jenis sekundum. Dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha dan mengarahkannya ke jantung. Melalui kateter ini, sebuah alat penutup khusus yang terbuat dari jaring kawat dan dapat dilipat seperti payung dimasukkan dan ditempatkan tepat pada lubang... - Published: 2025-11-13 - Modified: 2025-11-20 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/neuropati-diabetik/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Kondisi neuropati diabetik berhubungan dengan kerusakan saraf yang terjadi pada penderita diabetes tingkat tertentu. Diabetes menjadi salah satu penyakit yang berbahaya dan mematikan apabila tidak segera ditangani dengan tepat oleh medis maupun mandiri di rumah. Pada dasarnya setiap orang memiliki gula darah, namun jumlah yang berlebihan bisa memicu penyakit berbahaya bagi tubuh. Efek dari gula darah berlebih bisa menyebabkan luka yang tidak kunjung sembuh dan berakhir pada kematian jika kondisinya semakin parah. Apa Itu Neuropati Diabetik? Neuropati Diabetes adalah sebuah kondisi kerusakan saraf yang terjadi karena adanya penyakit diabetes atau gula darah berlebih pada tubuh. Biasanya kondisi ini lebih sering merusak saraf pada area tungkai dan kaki dan dalam kondisi tertentu dapat melukai seluruh saraf. Kerusakan saraf karena kelebihan gula darah merupakan masalah serius, namun sangat bisa dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat sehari-hari. Langkah pertama yang sederhana bisa dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi gula setiap harinya. Penyebab Terjadinya Kerusakan Saraf Kerusakan saraf yang melanda para penderita diabetes tingkat tertentu tidak terjadi begitu saja. Setidaknya ada beberapa faktor penyebab kerusakan saraf, diantaranya : 1. Faktor Metabolik Kondisi metabolik pada seseorang yang menyebabkan kerusakan saraf adalah glukosa terlalu tinggi, terjadinya diabetes jangka panjang, lemak darah abnormal, dan insulin yang rendah. Untuk memantau gula darah dalam tubuh, Anda bisa memeriksakannya secara rutin. 2. Faktor Neurovaskular Kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah sehingga oksigen dan nutrisi pada saraf tidak terpenuhi dengan baik. Ketika kondisi ini semakin parah maka saraf tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya dan kondisi kesehatan penderitanya pasti semakin menurun. 3. Faktor Peradangan Kronik Peradangan Kronik pada seseorang menyebabkan terjadinya peradangan pada saraf, dimana tubuh tidak memiliki kekebalan yang semestinya. Ketika kekebalan menurun pada pasien diabetes maka secara otomatis berbagai jenis penyakit lebih mudah menggerogoti penderitanya. 4. Faktor Gaya Hidup Gaya hidup tidak sehat kerap menjadi faktor utama yang membuat seseorang terkena penyakit, baik sebelumnya memiliki riwayat atau tidak sama sekali. Pola hidup tidak sehat ini bisa sekali diubah asalkan setiap orang memiliki konsistensi dalam menjalankannya. Gejala yang Harus Diwaspadai Waspadai gejala kesemutan kaki karena diabetes karena pada situasi tertentu, kesemutan bukan sekadar hal sepele. Selain kesemutan yang mengganggu, berbagai gejala kerusakan saraf kerena kelebihan gula darah juga bisa dilihat dari poin-poin berikut: Kesemutan yang diiringi dengan rasa nyeri di jari kaki, tungkai, telapak kaki, lengan, tangan, juga jari-jari tangan. Otot-otot pada kaki dan tangan yang semakin mengecil. Mengalami gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, serta diare, dan sembelit. Tekanan darah rendah yang menyebabkan pusing bahkan dalam beberapa situasi bisa sampai pingsan. Mengalami masalah saat buang air kecil. Disfungsi ereksi pada pria dan keringnya vagina yang berlebihan pada wanita. Turunnya berat badan hingga depresi. Mudah lelah. Jika ada satu atau lebih dari gejala yang disebutkan di atas maka tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan dini berguna sebagai pencegahan yang bisa membuat harapan hidup lebih tinggi bagi setiap orang. Diagnosa Kerusakan Saraf Karena Diabetes Diagnosa kerusakan saraf karena gula darah berlebih pada seseorang hanya bisa ditentukan oleh tenaga medis profesional. Dilansir dari Cleveland Clinic, setidaknya penderita diabetes akan mengalami beberapa proses diagnosa di bawah ini: 1. Pemeriksaan pada Kaki Pemeriksaan pada kaki yang dimaksud tertuju pada jari kaki dan telapak kaki untuk mencari tahu apakah ada gejala mati rasa atau tidak. Dokter akan menggunakan berbagai alat secara khusus untuk menegakkan diagnosa kerusakan saraf yang terjadi pada tiap pasien. 2. Nerve Conduction Studies (NCS) NCS merupakan sebuah pemeriksaan yang berfokus pada intensitas aliran listrik pada saraf untuk mencari tahu ada kelainan atau tidak. Jenis pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosis neuropati perifer juga proksimal yang bisa membantu menentukan perawatan. 3. Electromyography (EMG) Pemeriksaan ini adalah suatu bentuk evaluasi terkait kesehatan berikut fungsi otot rangka dan saraf yang mengendalikannya. Seperti pada pemeriksaan sebelumnya, EMG juga membantu menentukan neuropati perifer dan proksimal pada pada penderita diabetes. Pengobatan yang Direkomendasikan Dokter akan memberikan anjuran pengobatan nyeri saraf diabetes sesuai dengan kondisi pasien sekaligus menganjurkan hidup sehat. Selain berusaha sembuh dengan obat, pasien dengan kerusakan saraf juga akan dianjurkan untuk menjalani berbagai terapi berikut: 1. Terapi Fisik Terapi fisik sangat berguna untuk pasien yang mengalami kendala pada fisiknya sehingga adanya terapi diharapkan membuat otot lebih luwes. Dengan adanya terapi maka diharapkan tubuh bisa melaksanakan aktivitas fisik seperti pada umumnya tanpa ada kendala. 2. Terapi Okupasi Jenis terapi ini lebih menekankan agar tiap pasien diabetes dapat menjalani keseharian dengan baik. Aktivitas yang dilakukan saat terapi terkesan sederhana namun memiliki efek yang cukup besar bagi kesembuhan secara menyeluruh. 3. Terapi Wicara Terjadinya kerusakan pada saraf membuat kemampuan bicara pasien menurun sehingga membutuhkan terapi untuk menyembuhkannya. Terapi bicara bisa berkaitan dengan gerakan otot-otot pada bagian rahang dan mulut setiap pasien. 4. Akupunktur Akupuntur harus dilakukan oleh profesional atau tenaga medis terpercaya supaya hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Kami anjurkan Anda datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan dan pelayanan terbaik agar hasil yang didapatkan bisa efektif. 5. Konsultasi Nutrisi Jenis pengobatan lainnya... - Published: 2025-11-12 - Modified: 2025-11-10 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-diabetes-insipidus/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Kebanyakan orang familier dengan kondisi yang disebut diabetes melitus. Tapi tidak demikian dengan diabetes insipidus. Meski sama-sama diabetes, keduanya merupakan kondisi yang sangat berbeda. Diabetes insipidus terkait erat dengan hormon yang mengatur keseimbangan cairan tubuh, bukan kadar gula darah dan hormon insulin. Berikut ini artikel yang mengulas kondisi langka tersebut. Mengenal Diabetes Insipidus Diabetes insipidus adalah kelainan langka yang menyebabkan tubuh memproduksi urine terlalu banyak. Kondisi ini bisa terjadi pada bayi hingga orang dewasa. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menjelaskan, kebanyakan orang memproduksi 1-3 liter urine sehari. Sedangkan penderita diabetes insipidus dapat memproduksi hingga 20 liter urine sehari. Diabetes insipidus terkait dengan masalah pada hormon vasopresin atau yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik (ADH). Hormon ADH diproduksi di bagian otak yang disebut hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari. Fungsinya sederhana tapi krusial: ketika tubuh mulai kekurangan cairan atau darah mengental, ADH akan dikeluarkan dan memberi sinyal kepada ginjal untuk menyerap kembali air dari urine yang sedang diproses. Hasilnya, urine menjadi lebih pekat dan volume urine berkurang, sehingga cairan tubuh tetap terjaga. Namun, pada penderita diabetes insipidus, sistem ini mengalami gangguan karena faktor tertentu. Akibatnya, ginjal membiarkan air terbuang begitu saja hingga menyebabkan dehidrasi dan rasa haus yang ekstrem. Gejala Diabetes Insipidus Gejala diabetes insipidus bisa muncul tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Terdapat dua keluhan utama dari gejala ini: Poliuria (sering kencing dalam volume besar): Penderita bisa mengeluarkan urine hingga 3-20 liter per hari, padahal normalnya hanya 1-2 liter. Selain itu, urine yang dikeluarkan sangat encer dan berwarna jernih seperti air putih. Keinginan buang air kecil juga sering terjadi di malam hari sehingga mengganggu tidur. Polidipsia (rasa haus yang berlebihan): Sebagai respons dari banyaknya cairan yang hilang, tubuh akan memunculkan rasa haus yang sangat hebat dan hampir tidak tertahankan. Penderita akan merasa perlu minum air dalam jumlah sangat banyak secara terus-menerus untuk menggantikan cairan yang hilang. Gejala lain juga dapat muncul, terutama pada anak-anak atau dalam kondisi yang sudah parah: Dehidrasi dengan gejala meliputi mulut kering, kulit kering, lemah, lesu, pusing, dan tekanan darah rendah. Mengompol (pada anak-anak yang sudah terlatih menggunakan toilet). Demam, muntah, atau diare pada anak-anak. Gangguan pertumbuhan dan penurunan berat badan pada bayi dan anak-anak. Elektrolit tidak seimbang, yang dapat menyebabkan kelemahan otot, sakit kepala, dan mudah marah. Penyebab Diabetes Insipidus Penyebab diabetes insipidus bergantung pada jenisnya. Secara medis, terdapat empat jenis utama kelainan ini berdasarkan lokasi gangguannya: Diabetes Insipidus Sentral Ini terjadi ketika kelenjar pituitari tidak memproduksi, menyimpan, atau melepaskan hormon ADH dalam jumlah yang cukup. Penyebabnya antara lain: Cedera kepala yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari. Tumor di atau dekat kelenjar pituitari/hipotalamus. Efek prosedur bedah otak atau terapi radiasi untuk mengobati tumor di area tersebut. Penyakit inflamasi atau autoimun yang dapat merusak sel-sel penghasil ADH. Diabetes Insipidus Nefrogenik Pada jenis ini, produksi ADH sebenarnya normal, tapi ginjal tidak meresponsnya dengan baik. Penyebabnya meliputi: Faktor genetik (keturunan), yang lebih sering terjadi pada pria. Beberapa obat yang dapat mengganggu fungsi ginjal dalam merespons ADH, terutama litium. Gangguan ginjal kronis. Kadar kalsium tinggi atau kalium rendah dalam darah. Diabetes Insipidus Gestasional Jenis ini hanya terjadi selama kehamilan. Plasenta menghasilkan enzim yang memecah hormon ADH ibu. Pada sebagian kecil wanita, enzim ini diproduksi berlebihan atau ginjalnya menjadi sedikit kurang sensitif terhadap ADH selama hamil. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan hilang setelah persalinan. Dipsogenik Gangguan ini berasal dari masalah pada mekanisme rasa haus di hipotalamus. Penyebabnya bisa penyakit mental (seperti skizofrenia) atau kerusakan hipotalamus akibat tumor, cedera, atau peradangan. Dalam beberapa kasus, penyebab diabetes insipidus tidak diketahui atau idiopatik. Cara Dokter Mendiagnosis Diabetes Insipidus Karena gejalanya mirip dengan kondisi lain, diagnosis diabetes insipidus memerlukan serangkaian tes yang cermat. Salah satu metode diagnostik yang utama adalah tes kekurangan air (water deprivation test). Dalam tes ini, pasien diminta berpuasa air untuk sementara waktu di bawah pengawasan ketat di rumah sakit. Dokter lalu memantau berat badan, output urine, dan kadar elektrolit darah. Pada orang normal, puasa air akan membuat urine makin pekat. Tes ini harus dilakukan di rumah sakit untuk mencegah dehidrasi. Setelah tes kekurangan air, pasien diberi suntikan bentuk sintetis ADH. Respons tubuh terhadap suntikan ini akan membantu membedakan antara diabetes insipidus sentral dan nefrogenik. Langkah-langkah lain biasanya meliputi: Pemeriksaan fisik dan wawancara medis, antara lain mengenai riwayat kesehatan, gejala, kebiasaan minum, volume urine, serta obat-obatan yang dikonsumsi. Tes analisis urine untuk melihat tingkat keenceran urine. Pemeriksaan kadar natrium (sodium) dalam dan tes gula darah untuk menyingkirkan diabetes melitus. Pemindaian MRI kepala untuk melihat ada-tidaknya kelainan struktural pada kelenjar pituitari atau hipotalamus, seperti tumor. Cara Mengatasi Diabetes Insipidus Tujuan utama penanganan diabetes insipidus adalah mengurangi produksi urine dan mencegah dehidrasi. Metode penanganan bergantung pada jenisnya. Di antaranya: Diabetes insipidus sentral: terapi penggantian hormon dengan desmopresin, yaitu bentuk sintetis ADH. Obat ini tersedia dalam bentuk semprot hidung, tablet, atau suntik. Diabetes insipidus nefrogenik: untuk mengobati kondisi ini, terdapat... - Published: 2025-11-11 - Modified: 2025-11-05 - URL: https://primayahospital.com/umum/gaya-hidup-tidak-sehat/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Gaya hidup modern lekat dengan kesibukan dan segala hal instan yang membawa ancaman kesehatan. Jam kerja yang panjang hingga berbagai makanan cepat saji bisa menyebabkan penyakit akibat gaya hidup tidak sehat jika tak diimbangi dengan kebiasaan yang menyehatkan. Artikel ini akan membahas bagaimana kebiasaan sehari-hari kita dapat mempengaruhi kesehatan, mengenali gejala dan penyebab, hingga cara mengupayakan pengobatan dan pencegahan yang efektif. Mengenal Penyakit Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat Penyakit akibat gaya hidup tidak sehat adalah kondisi kesehatan yang berkembang seiring dengan waktu sebagai konsekuensi kebiasaan yang merugikan kesehatan. Penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup ini juga umum disebut sebagai penyakit tidak menular atau penyakit kronis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, penyakit ini cenderung berlangsung lama serta merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. Contoh penyakit ini termasuk: Penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke Kanker Penyakit pernapasan kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronis dan asma Diabetes Hipertensi Alzheimer Osteoporosis Penyakit akibat gaya hidup sering berkembang tanpa gejala yang jelas di tahap awal sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah kondisinya menjadi lebih parah. Namun sebagian besar penyakit ini dapat dicegah atau dikelola secara efektif melalui perubahan gaya hidup. Gejala Penyakit Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat Gejala penyakit akibat gaya hidup tidak sehat berbeda-beda, tergantung jenis penyakitnya. Namun, karena banyak di antaranya yang memiliki kesamaan akar penyebab dan sering berkembang secara bertahap, ada beberapa tanda umum yang mungkin muncul, antara lain: Kelelahan kronis atau terus-menerus meskipun sudah cukup tidur Kenaikan atau penurunan yang drastis tanpa sebab yang jelas Nyeri atau ketidaknyamanan yang terus-menerus Nyeri dada: bisa menjadi tanda penyakit jantung koroner. Nyeri sendi: sering dikaitkan dengan obesitas dan artritis. Sakit kepala kronis: bisa berhubungan dengan tekanan darah tinggi atau stres. Masalah pencernaan seperti sembelit, diare, atau perut kembung Kulit kering, rambut rontok, atau penyembuhan luka yang lambat yang bisa menandakan diabetes atau masalah nutrisi Gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea(henti napas saat tidur) yang sering dikaitkan dengan obesitas dan risiko penyakit jantung Perubahan moodatau masalah konsentrasi Sering merasa haus dan buang air kecil yang merupakan gejala umum diabetes tipe 2 Sering sakit Penyebab Penyakit Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat Penyebab penyakit akibat gaya hidup tidak sehat bersifat multifaktorial atau melibatkan beragam faktor yang meliputi kebiasaan sehari-hari, lingkungan, dan genetik. Berikut ini faktor gaya hidup yang berpengaruh: Pola Makan Tidak Sehat Konsumsi gula berlebihan Asupan lemak jenuh dan trans yang tinggi Kurang konsumsi serat, buah, dan sayuran Asupan garam berlebihan Kurangnya Aktivitas Fisik Gaya hidup sedentari, yakni menghabiskan sebagian besar waktu untuk duduk atau beraktivitas fisik minimal, termasuk jarang berolahraga. Merokok Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya yang merusak hampir setiap organ di dalam tubuh. Merokok adalah salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Konsumsi Alkohol Berlebihan Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat merusak hati, pankreas, dan otak, serta meningkatkan risiko beberapa jenis kanker dan berkontribusi pada tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Stres Kronis Stres kronis dapat memicu respons fisiologis tubuh yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Kurang Tidur Tidur yang tidak cukup atau berkualitas buruk terkait dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan kekebalan tubuh. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat Penyakit akibat gaya hidup tidak sehat kerap muncul tanpa gejala dan bertahap. Karena itu, diagnosis dini sangat bergantung pada pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check-up. Pendekatan yang biasa digunakan dokter antara lain: Pemeriksaan riwayat kesehatan pasien dan keluarga, termasuk kebiasaan makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, dan tingkat stres. Pemeriksaan fisik, termasuk pengukuran berat dan tinggi badan untuk menghitung indeks massa tubuh, lingkar pinggang, serta tekanan darah. Pemeriksaan darah untuk mengukur: Gula darah Kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida Fungsi hati dan ginjal Pemeriksaan urine untuk mengecek fungsi ginjal dan ada tidaknya gula atau protein dalam urine Pemeriksaan penunjang lainnya, seperti elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa kesehatan jantung atau ultrasonografi (USG) perut untuk melihat kondisi organ dalam jika diperlukan. Cara Mengatasi Penyakit Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat Penanganan penyakit akibat gaya hidup tidak sehat membutuhkan kombinasi pendekatan Selain menggunakan obat-obatan, penting untuk melakukan perubahan gaya hidup jangka panjang dan memastikan adanya dukungan psikososial. Terapi obat-obatan yang diperlukan bergantung pada jenis penyakit diderita. Contohnya: Obat antihipertensi untuk tekanan darah tinggi Obat oral dan insulin untuk diabetes Terapi kanker seperti kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, atau operasi Obat pengencer darah untuk mencegah serangan jantung dan stroke Adapun perubahan gaya hidup yang diperlukan termasuk: Rutin berolahraga minimal 150 menit seminggu Menerapkan pola makan gizi seimbang Berhenti merokok/minum minuman beralkohol Sedangkan pendekatan psikososial yang bisa diambil termasuk manajemen stres dengan teknik seperti meditasi, mindfulness, yoga, atau melakukan hobi/aktivitas yang sehat dan menyenangkan. Komplikasi yang Dapat Terjadi Jika tidak dikelola dengan baik, penyakit akibat gaya hidup dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan mengancam jiwa, di antaranya: Penyakit jantung dan stroke Gagal ginjal... - Published: 2025-11-10 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/gizi/hidup-sehat/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Di tengah kesibukan hidup modern, menjaga pola hidup sehat sering menjadi tantangan tersendiri. Banyak orang terjebak dalam rutinitas yang padat hingga mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, dengan memahami dan menerapkan pola hidup sehat, kita dapat mencapai berat badan ideal dan memiliki tubuh yang bugar. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pola hidup sehat tidak hanya berdampak positif pada fisik, tapi juga kesehatan mental dan produktivitas sehari-hari. Berikut ini ulasannya. Apa Itu Pola Hidup Sehat? Pola hidup sehat adalah serangkaian kebiasaan dan gaya hidup yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan pola hidup sehat sebagai cara hidup yang menurunkan risiko sakit parah atau meninggal secara dini. Secara umum, terdapat sejumlah aspek yang tercakup dalam pola hidup sehat, yakni pola makan seimbang yang meliputi kebiasaan makan makanan sehat, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, dan manajemen stres. Sejumlah penelitian menunjukkan individu yang menerapkan pola hidup sehat memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis dan mematikan seperti diabetes dan penyakit jantung. Makanan Sehat: Landasan Pola Hidup Sehat Makanan sehat adalah salah satu komponen utama dari pola hidup sehat. Nutrisi yang tepat sangat penting untuk menjaga berat badan ideal yang identik dengan kondisi kesehatan yang baik. Sebaliknya, berat badan berlebih hingga obesitas lekat dengan beragam masalah kesehatan. Mengonsumsi makanan sehat yang kaya nutrisi pun tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan mental dan emosional. Salah satu cara menurunkan berat badan adalah memilih makanan yang rendah kalori tapi tinggi nutrisi. Makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian utuh tidak hanya mengenyangkan, tapi juga memberikan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Selain itu, sebaiknya hindari makanan olahan yang tinggi gula dan lemak jenuh. Beberapa contoh makanan sehat yang direkomendasikan untuk membantu mencapai berat badan ideal dan tubuh bugar antara lain: Oatmeal: kaya serat dan memiliki indeks glikemik rendah, membuat kenyang lebih lama. Apel: Mengandung serat larut air yang membantu merasa kenyang lebih lama, cocok sebagai camilan sehat. Putih telur: Tinggi protein dan rendah lemak, sangat baik untuk membangun otot dan menjaga berat badan. Brokoli: Kaya serat dan nutrisi, membantu mengendalikan kadar gula darah. Buah-buahan dan sayuran: Merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral esensial. Protein tanpa lemak: Penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Biji-bijian Utuh: Sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi stabil dan serat. Aktivitas Fisik: Kunci untuk Tubuh Bugar Selain pola makan, aktivitas fisik sangat penting dalam mencapai berat badan ideal. NHS menyebutkan olahraga bisa mengurangi risiko masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker, juga menurunkan risiko kematian dini hingga 30 persen. Penelitian menunjukkan olahraga teratur dapat meningkatkan metabolisme dan membantu membakar kalori lebih efektif. Lebih dari itu, aktivitas fisik berdampak positif pada kesehatan mental, membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur. Olahraga tidak harus selalu berupa latihan berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan yoga juga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan. Rekomendasi yang umum adalah melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari lima hari seminggu. Tidur yang Berkualitas Pola hidup sehat tak bisa tercapai tanpa tidur yang cukup dan berkualitas. Kurang tidur dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk berat badan. Penelitian yang dipublikasikan dalam BMJ Open Sport & Exercise Medicine menunjukkan orang yang tidur kurang dari tujuh jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas. Tidur yang berkualitas membantu tubuh pulih dan memperbaiki diri. Mengatur rutinitas tidur yang baik, seperti tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan gelap sangat dianjurkan. Manajemen Stres Stres tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, namun pengelolaan stres yang baik sangat penting dalam menjaga pola hidup sehat. Penelitian di Current Obesity Reports mendapati stres kronis dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas. Karena itu, penting untuk mencari cara untuk mengelola stres dengan baik. Metode seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan dapat membantu menurunkan tingkat stres. Selain itu, berkumpul dengan teman dan keluarga dapat memberikan dukungan emosional yang penting. Dengan mengelola stres, kita dapat menjaga kesehatan mental dan fisik sehingga lebih mudah untuk mempertahankan pola hidup sehat. Menerapkan pola hidup sehat bukanlah hal yang instan, melainkan sebuah perjalanan yang harus dijalani secara konsisten. Dengan mengutamakan makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengelola stres, kita dapat mencapai berat badan ideal dan tubuh yang bugar. Selain itu, perubahan kecil dalam rutinitas harian dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan kita dalam jangka panjang. Dengan memahami pentingnya pola hidup sehat, kita tidak hanya berinvestasi pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental yang berpengaruh pada kualitas hidup secara keseluruhan. Satu langkah kecil menuju pola hidup sehat lebih berarti daripada tidak bergerak sama sekali. Narasumber: dr. Rima January Putri Ridwan Gani, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Hertasning - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/koreng-di-kulit-kepala/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Koreng di kulit kepala ternyata bukan disebabkan karena luka garukan saja loh. Kondisi medis tertentu bahkan seringkali menjadi penyebab utama dari kondisi ini. Bahkan, bila tidak mendapatkan perawatan yang tepat tentunya akan mengakibatkan masalah kesehatan kulit kepala. Yuk cari tahu lebih lanjut seputar kondisi ini dalam artikel berikut! Mengenal Koreng di Kulit Kepala Koreng di kulit kepala atau kulit kepala korengan yaitu kondisi ketika adanya lapisan kulit mati, keras, dan kering (sering kali seperti kerak atau luka) akibat peradangan, infeksi, atau cedera pada kulit kepala. Koreng dapat disertai dengan rasa gatal, nyeri, atau bahkan berbau tidak sedap jika mengalami infeksi. Penyebabnya sendiri cukup beragam mulai dari karena kutu, infeksi jamur/bakteri, dermatitis seboroik, psoriasis, impetigo, dan banyak lagi. Nama Koreng di kulit kepala Gejala Utama Timbul koreng pada kulit kepala Dokter Spesialis Dokter spesialis kulit Penyebab Utama Dermatitis seboroik, psoriasis, infeksi jamur/bakteri Diagnosis Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang Faktor Risiko Gangguan sistem imun, kebiasaan menggaruk, stres Pengobatan Pemberian antijamur, antibiotik, kortikosteroid Pencegahan Jaga kebersihan rambut, hindari menggaruk berlebihan Nah, berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami koreng di kulit kepala meliputi: Gangguan sistem imun. Kebersihan rambut yang buruk. Penyakit kulit kronis seperti dermatitis seboroik, psoriasis, atau eksim. Infeksi jamur/bakteri di kulit keepala. Alergi terhadap produk perawatan rambut. Kebiasaan menggaruk atau memetik kulit kepala. Stres yang memperparah kondisi kulit kronis. Penyebab Koreng di Kulit Kepala Jika dilihat dari penyebabnya, sejatinya ada banyak hal yang dapat memicu koreng di kulit kepala. Ini dia di antaranya: Psoriasis Psioriasi yaitu salah satu penyakit jenis penyakit kulit sekaligus kondisi auto imun yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit berlebih dan membentuk koreng bersisik tebal. Dermatitis Seboroik Peradangan kronis yang menimbulkan serpihan putih hingga kekuningan, kadang juga membentuk kerak koreng. Infeksi Jamur (Tinea capitis) Infeksi kulit kepala dari Tinea capitis dapat menyebabkan adanya bercak bersisik. Bahkan kadang disertai dengan kerontokan rambut dan juga terkadang akan timbul koreng. Impetigo Infeksi bakteri yang menghasilkan luka melepuh yang bisa membentuk koreng setelah pecah. Kondisi ini bisa menyebar sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat. Eksim Atopik Yaitu salah satu jenis peradangan kulit jangka panjang yang bisa menyebabkan luka dan koreng. Sejatinya koreng ini bukan timbul dengan sendirinya, biasanya karena garukan akibat rasa gatal. Pedikulosis Gigitan dan iritasi akibat kutu bisa menyebabkan luka dan koreng jika digaruk secara berlebihan. Oleh karena itu, pengendalian kutu rambut sangatlah penting akan hal ini. Luka Fisik Cedera karena kecelakaan, pemakaian alat cukur rambut, atau garukan keras juga dapat menimbulkan koreng kulit kepala. Reaksi Alergi Iritasi kontak dan alergi terhadap produk rambut seperti sampo, cat rambut, atau minyak juga dapat menimbulkan koreng, khususnya jika terjadi secara jangka panjang dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala Koreng di Kulit Kepala Gejala koreng kulit kepala dapat bervariasi tergantung penyebabnya, namun secara umum meliputi: Munculnya luka berkerak atau bersisik. Gatal pada kulit kepala. Rasa nyeri atau terbakar pada area yang terkena. Kulit kepala mengelupas. Kemerahan atau bengkak. Keluar cairan atau nanah dari koreng (jika terinfeksi). Kerontokan rambut di sekitar area koreng. Bau tak sedap (jika infeksi bakteri). Cara Dokter Mendiagnosis Diagnosis biasanya dokter lakukan melalui wawancara medis seperti cek riwayat keluhan, kebiasaan merawat rambut, riwayat alergi atau penyakit kulit. Juga ada serangkaian pemeriksaan fisik. Contohnya mengamati bentuk, warna, lokasi, dan jumlah koreng di kulit kepala. Setelah itu pemeriksaan penunjang seperti halnya: Uji kerokan kulit (untuk mendeteksi jamur atau parasit). Kultur bakteri (jika dicurigai infeksi). Biopsi kulit(untuk kasus yang tidak jelas atau dicurigai psoriasis/penyakit autoimun). Tes alergi (jika dicurigai reaksi alergi). Pencegahan Mengutip dari Healthline, bahwa langkah pencegahan koreng di kulit kepala yang dapat Anda terapkan yaitu berupa: Menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Menghindari menggaruk kulit kepala. Menggunakan produk hair careyang lembut. Menghindari berbagi sisir, handuk, atau topi. Mengelola stres dengan baik. Mengobati penyakit kulit kronis secara teratur. Pemeriksaan rutin jika memiliki riwayat psoriasis atau dermatitis. Pengobatan Koreng di Kulit Kepala Pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Di antaranya yaitu sebagai berikut ini: Topikal (oles) Salep antijamur. Untuk tinea capitis (griseofulvin, ketoconazole). Krim antibakteri. Seperti mupirocin untuk impetigo. Kortikosteroid topikal. Untuk eksim atau psoriasis. Sampo khusus misalnya sampo tar, zinc pyrithione, atau ketoconazole. Sistemik Antibiotik oral jika infeksi bakteri menyebar. Antijamur oral jika infeksi jamur tidak merespons pengobatan topikal. Imunosupresan untuk kondisi psoriasis berat. Perawatan Tambahan Pengelupasan kerak oleh dokter menggunakan salep emolien. Terapi cahaya (fototerapi) untuk psoriasis kronis Psikoterapi (jika dipicu stres atau gangguan mental). Komplikasi Jika tidak ditangani dengan benar, maka koreng kulit kepala bisa menyebabkan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain. Bahkan, infeksi sekunder bisa saja terjadi ketika bakteri masuk ke luka terbuka. Juga bisa terkena komplikasi berikut: Kerontokan rambut permanen. Ini dapat terjadi jika terjadi kerusakan folikel. Pembentukan jaringan parut (scar). Rasa gatal dan nyeri kronis. Gangguan psikologis karena rasa malu atau penampilan. Kapan Harus ke Dokter Segera konsultasi ke dokter spesialis kulit jika Anda mengalami korengan pada kulit kepala yang tidak membaik dalam... - Published: 2025-11-08 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/urologi/vasektomi/ - Kategori: Urologi - Translation Priorities: Optional Ketika berbicara tentang kontrasepsi, kebanyakan orang langsung teringat pada metode untuk perempuan seperti pil KB, suntik hormon, spiral, atau implan. Belum banyak orang yang memahami bahwa ada metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan relatif sederhana untuk pria, yakni vasektomi. Artikel berikut ini akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai metode kontrasepsi pria yang sering disalahpahami ini. Mengenal Vasektomi Vasektomi adalah prosedur medis yang dirancang sebagai metode kontrasepsi permanen bagi pria. Secara sederhana, prosedur bedah minor ini melibatkan pemotongan atau pemblokiran saluran yang disebut vas deferens, yaitu dua tabung kecil yang berfungsi membawa sperma dari testis menuju uretra untuk bercampur dengan cairan mani saat ejakulasi. Dengan terputusnya saluran ini, sperma tidak dapat lagi bercampur dengan air mani sehingga air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tak mengandung sperma dan tak dapat menyebabkan kehamilan. Menurut studi di BMC Urology, tingkat kesuksesan vasektomi tinggi, mencapai 99,1 persen, dengan tingkat komplikasi rendah sekitar 1-2 persen. Karena itu, vasektomi menjadi salah satu metode kontrasepsi yang paling andal. Penting untuk ditekankan bahwa vasektomi hanya memotong saluran pembawa sperma. Prosedur kontrasepsi pria ini tak mengangkat testis dan tak mengganggu produksi hormon testosteron. Sperma tetap diproduksi di testis. Tapi, karena jalur keluarnya terblokir, sperma diserap kembali oleh tubuh secara alami. Siapa Saja yang Memerlukan Vasektomi? Tidak semua pria cocok menjalani vasektomi. Secara umum, metode ini ditujukan bagi pria yang: Sudah memiliki anak sesuai jumlah yang diinginkan bersama pasangan. Memiliki pasangan dengan kondisi medis yang berisiko bila hamil lagi. Misalnya istri menderita penyakit jantung, hipertensi kehamilan berulang, atau gangguan kesehatan lain yang membuat kehamilan berbahaya. Menginginkan kontrasepsi permanen yang sederhana dan tak merepotkan. Ingin berbagi tanggung jawab kontrasepsi. Kapan Seseorang Memerlukan Vasektomi? Keputusan menjalani vasektomi bukanlah respons terhadap kondisi medis yang mendesak, melainkan sebuah pilihan perencanaan keluarga yang strategis. Waktu yang paling dianjurkan adalah ketika: Suami dan istri sudah sepakat sepenuhnya. Sebagai metode kontrasepsi pria permanen, keputusan vasektomi sebaiknya tak diambil secara terburu-buru atau di bawah tekanan. Suami sudah yakin tidak ingin memiliki keturunan lagi, terlepas dari perubahan keadaan di masa depan (seperti perceraian atau meninggalnya anak). Kondisi kesehatan suami memungkinkan. Manfaat dan Tujuan Vasektomi Tujuan utama vasektomi adalah memberikan kontrasepsi permanen yang sangat efektif. Namun manfaatnya jauh lebih luas: Efektivitas tertinggi dalam mencegah kehamilan setelah dinyatakan berhasil. Aman dan minim risiko sistemik karena prosedurnya lokal dan tidak melibatkan hormon. Tidak mengganggu kehidupan seksual karena tak mempengaruhi produksi hormon testosteron sehingga gairah seks, kemampuan ereksi, sensasi orgasme, dan volume air mani akan tetap sama. Meningkatkan keintiman pasangan dengan hilangnya kekhawatiran akan kehamilan yang tak direncanakan. Biaya yang terjangkau dalam jangka panjang karena tak memerlukan pembelian atau pembayaran berulang seperti metode kontrasepsi lain. Persiapan Sebelum Menjalani Vasektomi Sebelum menjalani vasektomi, ada beberapa langkah persiapan penting untuk memastikan prosedur berjalan lancar: Konsultasi medis menyeluruh dengan dokter atau ahli urologi yang akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik pada area genital. Dokter juga akan menjelaskan secara rinci tentang vasektomi. Diskusi dengan pasangan karena besarnya dampak vasektomi terhadap perencanaan keluarga. Menghentikan konsumsi obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin selama sekitar satu minggu sebelum prosedur untuk mengurangi risiko perdarahan. Pasien mungkin diinstruksikan untuk mencukur rambut di area skrotum sehari sebelum prosedur dan membersihkan area tersebut dengan sabun antiseptik untuk mengurangi risiko infeksi. Menyediakan pendamping untuk mengantar pulang karena ada efek ketidaknyamanan setelah vasektomi. Prosedur dan Pelaksanaan Vasektomi Vasektomi adalah operasi minor yang relatif cepat dan biasanya dilakukan di klinik dokter atau rumah sakit dengan prosedur rawat jalan. Tindakan vasektomi umumnya memakan waktu sekitar 10-30 menit. Sebelum prosedur dimulai, area skrotum akan dibius dengan anestesi lokal sehingga pasien akan tetap terjaga tapi tidak merasakan sakit selama operasi. Ada dua teknik utama yang umum digunakan: Vasektomi Konvensional (dengan Sayatan) Dokter membuat satu atau dua sayatan kecil (sekitar 1-2 cm) pada setiap sisi skrotum untuk mencapai vas deferens. Lalu sebagian kecil saluran tersebut dipotong dan ujung-ujungnya diikat, disegel dengan panas (kauterisasi), atau dijepit dengan klip bedah. Sayatan pada kulit kemudian ditutup dengan jahitan. Vasektomi Tanpa Pisau Bedah (No-Scalpel Vasectomy/NSV): Ini teknik yang lebih modern dan minim invasif yang makin populer karena risikonya lebih rendah dan pemulihan lebih cepat. Dokter menggunakan penjepit khusus dengan ujung tajam untuk membuat lubang kecil pada kulit skrotum. Melalui lubang kecil ini, vas deferens ditarik keluar, dipotong, dan ujungnya ditutup seperti dalam teknik konvensional. Perawatan Pasca-Vasektomi Perawatan pasca-vasektomi diperlukan untuk memastikan pemulihan berjalan lancar. Perawatan ini bersifat ringan, terutama bila sebelumnya menggunakan teknik non-scalpel yang tak memerlukan sayatan. Prosedur perawatan yang disarankan meliputi: Istirahat selama 24 jam sebelum kembali beraktivitas normal Menghindari aktivitas berat selama 5-7 hari Gunakan kompres dingin pada area skrotum untuk meredakan nyeri dan bengkak Kenakan celana penopang yang ketat untuk menahan gerakan testis Minum obat antinyeri seperti ibuprofen sesuai dengan resep dokter Jaga kebersihan area operasi, ikuti instruksi dokter soal kapan boleh mandi serta cara menjaga luka tetap bersih dan kering Biasanya diperlukan waktu sekitar 20 ejakulasi atau 3 bulan... - Published: 2025-11-07 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/tht/radang-tenggorokan-dan-batuk/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Rasa gatal, kering, dan sakit tenggorokan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi disertai batuk berdahak. Radang tenggorokan dan batuk memang kerap menjadi satu paket masalah yang bisa menimpa siapa saja, dari anak-anak hingga lansia. Dalam artikel ini akan dijelaskan cara cepat untuk meredakannya. Mengenal Radang Tenggorokan Secara medis, radang tenggorokan dikenal sebagai faringitis, yang secara harfiah berarti peradangan atau inflamasi pada faring. Faring adalah bagian belakang tenggorokan yang terletak di antara amandel dan laring atau kotak suara. Peradangan muncul sebagai respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap adanya benda/zat asing yang masuk ke tubuh, seperti virus atau bakteri. Saat mendeteksi adanya ancaman, sel-sel di tenggorokan akan melepaskan zat kimia seperti prostaglandin dan histamin. Zat-zat ini menyebabkan pembuluh darah di area tersebut melebar dan memicu pembengkakan hingga rasa sakit tenggorokan. Terdapat berbagai macam penyebab radang tenggorokan. Menurut artikel di National Library of Medicine, sekitar 50-80 persen gejala radang tenggorokan berasal dari virus dan mencakup berbagai macam patogen virus. Virus yang bisa memicu gejala sakit tenggorokan antara lain: Rhinovirus Coronavirus Influenza Adenovirus Parainfluenza Selain virus, penyebab radang tenggorokan yang umum adalah bakteri. Sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Salah satunya bakteri Streptococcus pyogenes grup A yang menyebabkan strep throat. Radang tenggorokan akibat bakteri ini cenderung lebih parah, sering disertai demam tinggi, bintik-bintik putih pada amandel, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Penyebab lain radang tenggorokan adalah alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, atau debu yang dapat memicu iritasi tenggorokan. Asap rokok, polusi udara, dan bahkan berteriak terlalu kencang juga bisa menjadi pemicu iritasi sehingga menyebabkan sakit tenggorokan. Selain itu, kondisi seperti kanker dan refluks asam lambung dapat pula memicu munculnya gejala radang tenggorokan. Mengenal Batuk Batuk sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan refleks yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh dalam membersihkan paru-paru dan jalan napas dari benda asing, iritan, mikroba, dan lendir. Secara umum, batuk terbagi menjadi dua jenis utama: Batuk kering (non-produktif): tidak menghasilkan dahak. Rasanya gatal, mengganggu, dan sering disebabkan oleh iritasi di tenggorokan akibat peradangan, alergi, atau paparan asap. Batuk berdahak (produktif): jenis batuk yang disertai keluarnya dahak atau lendir. Menjadi cara tubuh untuk mengeluarkan lendir berlebih yang terakumulasi di saluran pernapasan akibat infeksi. Radang tenggorokan dan batuk sering datang bersamaan karena memang berkaitan. Ketika terjadi radang tenggorokan, saraf-saraf di area itu mengirim sinyal ke otak dan memicu refleks batuk. Sistem imun tubuh merasa ada yang asing dalam tenggorokan karena peradangan itu sehingga tubuh mencoba mengeluarkannya lewat batuk walau sebenarnya tak ada yang perlu dikeluarkan sehingga terjadilah batuk kering. Adapun batuk berdahak terjadi saat ada infeksi virus atau bakteri yang memicu produksi lendir oleh hidung dan sinus. Lendir ini tak selalu keluar lewat lubang hidung. Ada pula yang mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan memicu fenomena yang disebut post-nasal drip. Tetesan lendir ini menambah iritasi pada radang tenggorokan dan memicu batuk berdahak sebagai respons untuk mengeluarkan lendir tersebut. Cara Meredakan Radang Tenggorokan dan Batuk Ada beberapa cara efektif yang dapat dilakukan untuk meredakan radang tenggorokan dan batuk berdahak ataupun tidak berdahak yang menyertainya. Berikut ini di antaranya: Minum banyak air putih Dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi, selaput lendir di tenggorokan akan terjaga tetap lembap sehingga dapat mengurangi rasa gatal dan iritasi. Cairan juga dapat membantu mengencerkan dahak yang kental dalam kasus batuk berdahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Minum putih hangat adalah pilihan terbaik, tapi teh herbal juga manjur sebagaimana didapati dalam riset di Romanian Journal of Rhinology. Berkumur dengan Air Garam Berkumur dengan air garam hangat adalah metode tradisional yang terbukti efektif dalam meredakan sakit tenggorokan dan batuk. Larutan garam dalam air hangat dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan pada tenggorokan. Menggunakan Humidifier Penggunaan humidifier atau alat pelembap udara di dalam ruangan dapat membantu menjaga kelembapan udara yang penting untuk mengatasi sakit tenggorokan kering. Menghindari Iritan Menghindari iritan atau penyebab iritasi seperti asap rokok, debu, dan polusi udara sangat penting untuk mencegah gejala radang tenggorokan memburuk. Caranya antara lain menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau menghindari tempat yang penuh polusi. Mengonsumsi Madu Madu memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu meredakan radang tenggorokan. Penelitian dalam National Journal of Physiology Pharmacy and Pharmacology menunjukkan bahwa konsumsi madu dapat mempercepat pemulihan dari gejala sakit tenggorokan. Istirahat yang Cukup Jika istirahat cukup, sistem kekebalan tubuh memiliki peluang lebih besar untuk melawan infeksi. Kurang tidur dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. Obat dari Apotek Jika cara alami di atas belum cukup mampu untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk dengan cepat, ada beberapa jenis obat bebas yang bisa digunakan, seperti: Pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen yang efektif untuk mengurangi rasa sakit dan radang tenggorokan serta menurunkan demam. Permen pelega tenggorokan dengan kandungan bahan seperti mentol atau benzocaine yang dapat memberikan efek mati rasa sementara pada tenggorokan. Semprotan tenggorokan yang mengandung fenol atau bahan anestesi lain yang dapat langsung diarahkan ke area tenggorokan yang terasa sakit.... - Published: 2025-11-06 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyakit-balita/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Tak dapat dimungkiri, anak balita rentan terserang berbagai penyakit dari yang ringan hingga serius. Penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit tropis seperti demam berdarah serta malaria masih menjadi penyebab utama kesakitan bahkan kematian pada balita di banyak negara. Karena itu, orang tua perlu membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai penyakit balita sehingga bisa lebih tenang dalam menghadapi gejala awal dan terutama mengetahui cara pencegahan yang efektif. Mengenal Penyakit Balita Balita atau anak berusia 1–5 tahun adalah kelompok yang paling rentan terserang penyakit, terutama yang ditularkan lewat udara, makanan, dan lingkungan sekitar. Seperti dijelaskan Hokpins Medicine, sistem imun mereka belum sepenuhnya matang sehingga lebih mudah tertular penyakit dibanding anak yang lebih besar atau orang dewasa. Selain itu, interaksi sosial di lingkungan sekolah meningkatkan risiko penyebaran kuman Menurut UNICEF, pneumonia, diare, dan malaria bertanggung jawab atas sekitar 30 persen kematian global anak di bawah usia 5 tahun pada 2019. Artikel ini akan membahas empat kelompok penyakit balita yang paling lazim meliputi: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ISPA yang mencakup flu, batuk-pilek biasa, radang tenggorokan, hingga pneumonia tercatat sebagai penyebab utama penyakit dan kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun. Anak balita rata-rata mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahun. Diare dan Gastroenteritis Diare akut juga termasuk penyakit balita yang umum dan kerap menyebabkan kematian. Pemicunya antara lain rotavirus, bakteri Escherichia coli, atau sanitasi makanan yang buruk. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD) Ini adalah penyakit virus umum yang sebagian besar menyerang anak di bawah 5 tahun. Sebagian besar anak yang mengalaminya bisa sembuh sendiri dengan perawatan minimal, tapi bisa juga memicu komplikasi yang lebih serius. Campak Meskipun sudah tersedia vaksin sebagai langkah pencegahan, campak tetap masuk daftar penyakit yang sering muncul dan menyerang balita, khususnya di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. Asma dan Alergi Balita yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi lebih mudah mengalami asma dan alergi. Penyakit kronis ini memerlukan penanganan secara berkelanjutan untuk mencegah gejala yang membahayakan. Infeksi Telinga (Otitis Media) Infeksi telinga tengah cukup umum terjadi, terutama setelah anak mengalami flu atau pilek. Penyakit balita ini ditandai dengan rasa sakit di dalam telinga dan adanya cairan yang keluar dari telinga. Gejala Penyakit Balita yang Perlu Diwaspadai Setiap penyakit memiliki ciri khas, tapi gejala umum yang sering muncul dari penyakit balita antara lain: Demam: biasanya menjadi tanda utama adanya infeksi. Demam hingga lebih dari 38 derajat Celsius memerlukan perhatian lebih lanjut. Batuk dan pilek: bisa jadi menandakan flu biasa, tapi bisa juga pneumonia. Diare dan muntah: gejala umum infeksi gastrointestinal. Jika disertai dehidrasi, harus segera ditangani. Ruam pada kulit: sering muncul pada campak, alergi, atau penyakit tangan, kaki, dan mulut. Sesak napas atau napas cepat: gejala pneumonia atau asma yang mesti diperhatikan. Nyeri telinga atau keluar cairan dari telinga: tanda otitis media. Anak tampak lemas, kurang nafsu makan, atau dehidrasi: sinyal bahaya yang menandakan anak memerlukan perhatian medis segera. Pada bayi atau balita yang belum bisa berbicara, gejala yang umum adalah rewel dan tidak mau makan serta sulit tidur. Orang tua perlu memahami tanda-tanda ini agar bisa melakukan tindakan sedini mungkin. Penyebab Penyakit Balita Penyakit balita sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kerentanan mereka, seperti: Sistem Kekebalan Tubuh yang Belum Matang Anak usia kurang dari 5 tahun masih dalam tahap pematangan sistem imun. Inilah sebabnya mereka lebih mudah sakit dibanding orang dewasa. Interaksi di sekolah atau tempat penitipan anak juga meningkatkan risiko infeksi. Paparan Lingkungan Polusi udara rumah tangga, seperti asap rokok, hingga asap kendaraan bermotor terbukti meningkatkan risiko ISPA. Faktor Sosial-Ekonomi Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi memperbesar risiko diare. Anak-anak yang kurang gizi lebih rentan terhadap diare. Kurangnya Vaksinasi Anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap lebih rentan terkena penyakit seperti campak, polio, atau pertusis. Genetik Anak yang punya riwayat alergi atau asma dalam keluarga lebih mungkin mengalami penyakit yang sama. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Balita Untuk mendiagnosis penyakit balita, biasanya dokter menerapkan kombinasi wawancara medis (anamnesis), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium. Rinciannya: Anamnesis: dokter akan menanyakan riwayat gejala, durasi sakit, riwayat imunisasi, hingga kondisi lingkungan rumah/sekolah. Pemeriksaan fisik: pengecekan suhu tubuh, pernapasan, denyut jantung, kulit, mulut, serta telinga. Pemeriksaan penunjang: Tes darah untuk infeksi. Foto rontgen dada untuk pneumonia. Tes antigen/reverse transcription-polymerase chain reaction(RT-PCR) untuk virus seperti influenza atau rotavirus. Pemeriksaan tinja untuk diare. Cara Mengatasi Penyakit Balita Penanganan penyakit balita bergantung pada penyebabnya. Fokus utamanya adalah mengurangi gejala, mencegah komplikasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Berikut ini contohnya: Infeksi Saluran Pernapasan Flu biasa: mengistirahatkan anak, memastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup, memberi obat penurun panas bila perlu. Pneumonia: memberikan antibiotik bila pemicunya bakteri dan rawat inap jika gejalanya berat. Penggunaan humidifier di ruangan dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan batuk. Diare Fokus utamanya adalah rehidrasi dengan oralit. Antibiotik diberikan hanya bila ada bukti penyebabnya adalah bakteri dan atas anjuran... - Published: 2025-11-05 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/umum/atasi-spastisitas/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Spastisitas pasca stroke menjadi salah satu hal yang paling ditakuti oleh para pengidap stroke. Hal tersebut karena kondisi ini mengakibatkan otot menjadi kaku sehingga akan menyebabkan aktivitas terganggu. Terlebih lagi terkadang kondisi ini juga dibarengi dengan rasa nyeri sehingga membuat pasien semakin tidak nyaman. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kekakuan otot tersebut, berikut gejala, penyebab, pengobatan hingga pencegahan yang dapat dilakukan. Mengenal Apa Itu Spastisitas Pasca Stroke Spastisitas menjadi kondisi yang paling umum terjadi pasca stroke dimana mengakibatkan otot menjadi kaku, tegang hingga tidak bisa digerakkan. Hal itu disebabkan karena adanya kontraksi otot yang terjadi dalam waktu lama. Stroke sendiri dapat mengakibatkan kerusakan pada otak yang berfungsi mengontrol sinyal saraf menuju ke otot. Apabila hal tersebut sampai terjadi, maka pasien stroke mungkin akan mengalami kekakuan ataupun tonus otot mengalami peningkatan tidak normal. Kondisi spastisitas itulah dapat mempengaruhi cara pasien dalam berbicara, berjalan hingga bergerak. Terkadang juga akan mengakibatkan pasiennya seperti sedang bergerak secara lambat atau seperti ada yang menekan area otot. Bahkan ketika pasien tengah beristirahat, otot juga akan terasa sangat sakit sehingga mengakibatkan pasien kesulitan tidur. Beberapa dari pasien yang mengalami gejala spastisitas ringan masih dapat menggerakkan ototnya, tetapi justru menyebabkan gerakan tidak teratur. . Berdasarkan informasi dari American Stroke Association, sekitar 25%-45% akan mengalami masalah ini di tahun pertama pasca stroke. Itu biasanya akan dialami oleh pasien yang masih dapat bertahan hidup. Gejala Dari Spastisitas Gejala yang ditimbulkan akibat kekakuan otot sangat beragam dan tergantung pada kondisi para pasien. Pasien bisa merasakan gejala ringan hingga mengakibatkan rasa sakit dan nyeri di area tubuh. Beberapa dari mereka juga mengaku mengalami rasa sesak pada area sendi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah gejala yang dapat diderita saat mengalami spastisitas: Sulit untuk meregangkan otot Terjadinya kejang pada otot Jari kaki terlihat melengkung Siku menjadi bengkok dan kehilangan fungsinya Area lengan, tungkai, tangan dan pergelangan kaki menjadi kaku Terhambatnya otot longitudinal bertumbuh Kelelahan pada otot Sintesis protein di dalam sel-sel otot justru terhambat Adanya gangguan tidur karena nyeri otot yang terjadi. Penyebab Spastisitas Penyebab otot kaku setelah stroke yang paling utama adalah karena adanya kerusakan atau gangguan di area otak serta sumsum tulang belakang. Bagian tubuh ini mempunyai fungsi guna mengontrol refleks otot ataupun gerakan. Di samping itu, bisa juga dikarenakan adanya ketidakseimbangan dalam sinyal penghambatan dan rangsangan yang dikirimkan ke bagian otot. Menurut Cleveland Clinic terdapat faktor lainnya yang mengakibatkan risiko spastisitas diantaranya: Adanya riwayat cedera otak Cedera pada area tulang belakang Cerebral palsy (lumpuh otak) Multiple sclerosis Stroke Penyakit krabbe Diagnosis Spastisitas Sebelum mengambil tindakan pengobatan, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu. Diagnosis dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik melalui pengujian neurologis. Tujuan dari pemeriksaan fisik adalah untuk mengetahui tingkat keparahan spastisitas yang terjadi pada pasien. Dokter biasanya juga akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat MRI (magnetic resonance imaging) guna mengetahui informasi lebih lanjut. Pengobatan dan Penanganan Spastisitas Jika tidak segera ditangani, maka kekakuan otot yang terjadi akan semakin parah hingga menyebabkan penderita tidak dapat bergerak. Untungnya, sudah ada beberapa metode pengobatan spastisitas yang dapat dipilih. Namun biasanya penderita dapat lebih dari satu pengobatan guna memaksimalkan hasilnya. Di bawah ini sejumlah cara pengobatan untuk kekakuan otot: 1. Terapi Fisik Terapi fisik atau latihan fisioterapi untuk spastisitas menjadi terapi yang paling umum dipilih oleh pasien. Terapi ini biasanya dilakukan guna membantu meningkatkan kemampuan fisik yang berkurang selama otot kaku. 2. Operasi Pengobatan operasi dapat dilakukan untuk mengobati spastisitas pada pasien dengan kondisi tertentu, misalnya Cerebral Palsy. Di dalam proses operasi itulah, terdapat juga ahli bedah saraf yang terlibat. 3. Stimulasi Listrik Neuromuskular atau Getaran Ini merupakan bentuk perawatan yang nantinya dilakukan dengan cara memberikan kejutan pada otot yang terkena kekakuan. Adapun kejutan yang diberikan mulai dari intensitas ringan seperti kesemutan hingga sensasi seperti terbakar. 4. Braces Pemberian kawat dapat membantu menahan otot agar tetap berada di posisi normal. Hal ini dilakukan supaya bisa menghindari adanya kontraksi secara berlebihan. 5. Pemberian Obat-obatan Pemberian obat-obatan ini biasanya akan dikombinasikan dengan jenis terapi lainnya seperti terapi fisik. Beberapa jenis obat yang disarankan untuk diberikan seperti Benzodiazepin, natrium dantrolen, baclofen, imidazolin serta gabapentin. 6. Suntikan Botok Botox untuk kekakuan otot digunakan untuk membantu meregangkan otot-otot yang kejang agar berhenti berkontraksi. Pemberian botox atau toksin botulinum dilakukan dalam jumlah kecil dan disuntikkan ke area yang dipilih dengan hati-hati. 7. Terapi Wicara Apabila kekakuan otot memberikan pengaruh pada area wajah, mulut dan tenggorokan, maka dapat menjalani terapi wicara. Pihak terapi wicara itulah akan membantu pasien untuk berbicara, berkomunikasi serta menelan dengan baik. Komplikasi Yang Mungkin Terjadi Apabila spastisitas tidak segera mendapatkan penanganan dengan cepat oleh tenaga medis profesional, maka dapat mengakibatkan komplikasi. Berikut sejumlah komplikasi yang dapat terjadi pada pasien. Adanya luka tekan Infeksi saluran kemih Mengalami sembelit kronis Mengalami demam atau penyakit sistemik lainnya Sendi menjadi kaku Patah tulang Pencegahan Spastisitas Meskipun menjadi momok menakutkan bagi penderita stroke, tetapi spastisitas dapat dicegah. Di bawah adalah sejumlah... - Published: 2025-11-04 - Modified: 2025-11-03 - URL: https://primayahospital.com/gizi/kolesterol/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Kolesterol tinggi menjadi kekhawatiran tersendiri ketika orang memeriksakan kesehatannya. Tapi banyak orang yang justru seperti mengabaikan risiko peningkatan kolesterol, terutama lewat pola makan yang tidak sehat. Tak sedikit yang tahu adanya makanan penyebab kolesterol tinggi, tapi seolah-olah tak peduli. Walhasil, ketika kolesterol sudah naik, mereka kelimpungan mencari cara menurunkan kolesterol tinggi dan mengonsumsi makanan penurun kolesterol. Dalam artikel ini akan dibahas seputar kolesterol tinggi dan bahayanya serta cara mengatasi dan mencegahnya. Apa Itu Kolesterol Kolesterol sejatinya adalah zat yang diperlukan tubuh untuk membangun sel-sel dan memproduksi hormon. Terdapat dua jenis kolesterol utama, yakni low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai “kolesterol jahat” dan high-density lipoprotein (HDL) yang dikenal sebagai “kolesterol baik”. Zat ini secara alami diproduksi oleh hati, tapi juga bisa diperoleh dari makanan. Karena itu, jika pola makan tak dijaga, makanan itu bisa menyebabkan kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ketika berbicara tentang kolesterol tinggi, dokter biasanya merujuk pada kadar kolesterol total yang tinggi atau kadar LDL yang terlalu tinggi dan HDL yang terlalu rendah. Kombinasi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan. Dikutip dari World Heart Federation, secara global, sekitar 39 persen orang dewasa mengalami peningkatan kadar kolesterol total dan sekitar 4,4 juta kematian terjadi akibat kolesterol non-HDL yang tinggi pada 2019. Selain itu, tercatat peningkatan jumlah kematian hingga lebih dari tiga kali lipat di Asia Tenggara yang mencakup Indonesia. Hal ini menunjukkan kolesterol tinggi masih menjadi ancaman yang nyata dan memerlukan perhatian lebih besar dari masyarakat. Bahaya Tersembunyi di Balik Kolesterol Tinggi Kolesterol tinggi biasa dijuluki silent killer alias pembunuh senyap. Sebab, kondisi ini sering tak menunjukkan gejala apa pun. Seseorang bisa memiliki kadar kolesterol tinggi tanpa sadar selama bertahun-tahun. Tiba-tiba orang tersebut jatuh sakit dengan gejala yang terkait dengan masalah kolesterol. Bahaya utama dari kolesterol tinggi adalah aterosklerosis, yakni penumpukan plak yang antara lain terdiri atas kolesterol pada dinding arteri sehingga pembuluh darah mengalami penyempitan dan pengerasan. Aterosklerosis bisa memicu berbagai komplikasi serius, seperti: Penyakit jantung koroner: bila plak menumpuk di arteri koroner (yang memasok darah ke jantung), aliran darah ke otot jantung bisa berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada (angina) hingga serangan jantung jika plak pecah dan membentuk gumpalan yang menyumbat arteri sepenuhnya. Stroke: jika plak menyumbat arteri yang menuju otak, dapat terjadi stroke iskemik, jenis stroke yang paling umum terjadi. Penyakit arteri perifer: aterosklerosis juga bisa mempengaruhi arteri di lengan dan kaki hingga memicu nyeri, kram, dan masalah sirkulasi yang serius. Melihat risiko-risiko ini, jelas penting untuk mencegah dan mengelola kolesterol tinggi. Salah satu cara paling efektif adalah melalui pola makan. Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi Asupan makanan mempengaruhi kadar kolesterol di dalam tubuh. Beberapa makanan diketahui dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Ada dua kandungan utama makanan penyebab kolesterol tinggi, yakni: Lemak jenuh (saturated fat) Daging merah berlemak (sapi, kambing, babi) Daging olahan seperti sosis, bacon, dan kornet Kulit unggas (ayam, bebek) Produk susu tinggi lemak, seperti keju, mentega, dan susu murni Minyak tropis seperti minyak kelapa dan minyak sawit. Lemak trans (trans fat) Makanan yang digoreng (gorengan, kentang goreng) Makanan panggang komersial, seperti kue kering, biskuit, dan kue pai Margarin Makanan cepat saji Lemak trans tidak hanya bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat, tapi juga menurunkan kadar kolesterol baik atau HDL. Selain itu, makanan tinggi gula termasuk faktor risiko kolesterol tinggi. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, konsumsi gula tambahan yang berlebihan berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol total, termasuk dari minuman berpemanis. Makanan Penurun Kolesterol Untuk menurunkan kadar kolesterol, penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan dapat membantu mengatur kadar lipid dalam darah. Menurut studi di Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases, ada beberapa makanan penurun kolesterol LDL yang terbukti efektif. Di antaranya: Biji rami Kacang almond Alpukat Tomat kunyit Teh hijau Selain itu, oatmeal bisa membantu menurunkan kolesterol LDL bisa dikonsumsi rutin. Begitu juga ikan berlemak dengan kandungan omega-3 seperti salmon dan sarden. Minyak zaitun extra virgin yang kaya antioksidan dan lemak sehat serta buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral juga telah terbukti bisa membantu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi Selain mengubah pola makan, ada beberapa cara menurunkan kolesterol tinggi yang bisa dipraktikkan, seperti: Olahraga teratur: aktivitas fisik, terutama aerobik seperti jalan cepat, lari, bersepeda, dan berenang, dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL. Usahakan untuk berolahraga minimal 150 menit dengan intensitas sedang setiap pekan. Jaga berat badan ideal: kelebihan berat badan, terutama di sekitar perut, dapat meningkatkan kolesterol LDL dan trigliserida. Berhenti merokok: kebiasaan merokok merusak dinding pembuluh darah sehingga lebih rentan terhadap penumpukan plak. Berhenti merokok juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik. Mengelola stres: stres kronis bisa memicu produksi LDL. Meditasi atau yoga terbukti dapat menurunkan kolesterol hingga 10-12 persen. Cukup tidur: kurang tidur mengganggu metabolisme lemak dan menyebabkan kadar kolesterol tidak stabil. Kolesterol tinggi tergolong sebagai masalah kesehatan yang serius dan mesti segera diatasi. Dengan memahami makanan penyebab kolesterol tinggi dan... - Published: 2025-11-03 - Modified: 2025-11-03 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kardiomiopati-peripartum/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kehamilan memang membawa kebahagiaan, tetapi juga memberi beban yang besar pada tubuh ibu. Salah satunya terjadi pada jantung karena harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Jika tidak diwaspadai, masalah jantung dapat muncul secara tiba-tiba dan berakibat serius. Mengenal Kardiomiopati Peripartum Kardiomiopati peripartum (PPCM) adalah gangguan jantung yang menyerang ibu hamil. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada akhir masa kehamilan maupun beberapa bulan setelah melahirkan. Penyebab utamanya karena melemahnya kinerja jantung dalam memompa darah. Kardiomiopati peripartum terjadi ketika bilik (ventrikel) kiri jantung membesar sehingga dinding dan ototnya renggang dan tipis. Padahal, bilik kiri berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jika kinerjanya lemah, risiko terburuknya adalah gagal jantung setelah melahirkan. Pahami Gejala Kardiomiopati Peripartum Berdasarkan data dari Cardiomyopathy UK, kardiomiopati peripartum jarang terjadi. Perbandingannya adalah 1 dari 5. 000 hingga 10. 000 wanita atau 1 dari 2. 000 wanita. Meskipun begitu, sangat penting untuk memahami gejala-gejala yang bisa menyebabkan kardiomiopati peripartum. Beberapa tanda atau gejala kardiomoipati peripartum yang kerap muncul biasanya mirip dengan gejala gagal jantung, berikut beberapa diantaranya: Mudah merasa lelah dan letih meskipun tidak banyak beraktivitas Jantung berdebar-debar dan tidak normal Merasakan sesak napas ketika berbaring maupun saat beraktivitas Sangat sering buang air kecil saat malam hari Merasakan pusing tiba-tiba Merasakan nyeri dada tiba-tiba Mengalami pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki Mengalami batuk-batuk Apa Saja Penyebab Kardiomiopati Peripartum? Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kondisi kardiomiopati peripartum. Namun, bisa dipastikan jika kondisi tersebut terjadi karena beban kerja otot jantung yang semakin berat ketika masa kehamilan. Saat hamil, otot jantung bekerja memompa darah hingga 50% lebih banyak dibandingkan orang biasa. Tentunya karena jantung juga harus mensuplai oksigen dan nutrisi untuk janin. Selain itu, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab jantung bengkak pasca persalinan. Ibu mengalami obesitas Terjadi kehamilan kembar Ibu memiliki penyakit bawaan tertentu, misalnya hipertensi, preeklamsia, lemah jantung, jantung koroner, diabetes, dan lainnya. Ibu mengalami kondisi malnutrisi atau kurang gizi Ibu hamil memiliki kebiasaan merokok, terpapar banyak asap rokok, ataupun mengonsumsi alkohol Usia ibu hamil sudah di atas 30 tahun Efek samping dari mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti tokolitik maupun kokain. Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Kardiomiopati Peripartum? Karena risiko yang sangat berbahaya, deteksi dini sangat penting dilakukan oleh dokter untuk mengantisipasi jika ada gejala awal. Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop. Fungsinya untuk mendengarkan suara paru-paru dan suara jantung. Untuk menentukan laju aliran darah, dokter akan melakukan serangkaian tes lainnya. Mulai dari X-Ray di dada lalu CT Scan untuk melihat detail jantung. Setelah itu, dokter juga melakukan USG jantung untuk melihat ruang jantung dan ekokardiogram. Ini Cara Penanganan Kardiomiopati Peripartum Jika dokter mendiagnosis adanya gejala kardiomiopati peripartim, maka harus dilakukan penanganan segera. Pasien harus menjalani rawat inap dan segera dilakukan penanganan dengan memberikan pengobatan yang tepat. Beberapa obat yang kerap diberikan, yaitu: ACE-inhibitor atau jenis penghambat beta yang berguna untuk menstabilkan tekanan darah sehingga kerja jantung lebih ringan. Obat digitalis yang berfungsi untuk menguatkan kinerja pompa jantung. Obat antikoagulan atau pengencer darah untuk mencegah gumpalan darah. Obat diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan yang ada di dalam tubuh. Obat-obat yang diberikan untuk ibu yang baru melahirkan dipastikan aman untuk pengobatan lemah jantung pada ibu menyusui. Oleh karena itu, jika terjadi gejala, segera laporkan ke dokter dan jangan melakukan penanganan sembarangan. Komplikasi yang Bisa Terjadi Komplikasi yang terjadi akibat kardiomiopati peripartum bisa sangat serius. Hal tersebut karena otot jantung yang melemah dan darah tidak dapat tersebar secara optimal ke seluruh tubuh. Beberapa komplikasi utama yang dapat terjadi antara lain: Gagal jantung: terjadi ketika otot jantung melemah dan tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Akibatnya adalah terjadi gejala sesak napas, mudah lelah, dan pembengkakan. Gangguan irama jantung (Aritmia): Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung menjadi terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Risiko terparahnya adalah terjadi henti jantung mendadak. Pembekuan darah (Tromboemboli): Hal ini terjadi karena darah yang tidak dipompa dengan baik, maka bisa menggumpal di jantung. Jika ada gumpalan, maka aliran darah ke organ lain bisa tersumbat dan bisa menyebabkan komplikasi. Gangguan pada katup jantung: hal ini terjadi karena katup jantung tidak bisa menutup sempurna pada kondisi kardiomiopati. Akibatnya, darah mengalir balik ke dalam jantung Kemungkinan terburuk dari komplikasi-komplikasi di atas adalah kesakitan yang luar biasa hingga kematian. Karena gejalanya kerap terlihat normal pada kondisi kehamilan maupun pascapersalinan, diagnosisnya juga kerap tertunda. Cara Pencegahan Kardiomiopati Peripartum Karena penyebab pasti dari kardiomiopati peripartum memang belum diketahui secara pasti, pencegahannya juga belum pasti. Namun, ada beberapa hal yang bisa ibu hamil lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kardiomiopati peripartum. Pertama, menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Ibu hamil harus perbanyak makan sayur dan buah serta kurangi makanan yang tinggi garam, gula, dan lemak jenuh. Hindari juga rokok dan juga minuman-minuman yang beralkohol. Kedua, ibu hamil juga harus berolahraga secara teratur. Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup... - Published: 2025-11-02 - Modified: 2025-11-02 - URL: https://primayahospital.com/saraf/deep-brain-stimulation/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi kemampuan motorik penderitanya. Gejala utamanya meliputi tremor, kekakuan otot, dan kelambatan gerak yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Untuk mengatasi gejala tersebut, salah satu terapi yang digunakan adalah Deep Brain Stimulation (DBS). Terapi DBS menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia neurologi karena menawarkan solusi bagi pasien Parkinson yang tidak merespons optimal terhadap pengobatan medis konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi bedah dan stimulasi listrik, terapi ini mampu mengurangi gejala motorik secara signifikan sehingga memberikan harapan baru dalam penanganan Parkinson. Mengenal Deep Brain Stimulation (DBS) Deep Brain Stimulation (DBS) adalah prosedur bedah minimal invasif untuk mengatasi gangguan gerakan pada pasien Parkinson dengan menanamkan elektroda kecil di area otak tertentu. Elektroda ini terhubung ke neurostimulator yang ditempatkan di bawah kulit dada bagian atas untuk membantu mengatur gerakan tubuh. Neurostimulator bekerja dengan mengirimkan impuls listrik kontinu ke elektroda di otak untuk menormalkan sinyal saraf yang tidak teratur pada penderita Parkinson. Dengan stimulasi ini, sistem saraf dapat kembali lebih seimbang sehingga gejala motorik seperti tremor, kekakuan, dan bradikinesia berkurang signifikan. DBS bekerja dengan menghambat sinyal abnormal di otak yang mengganggu kontrol motorik, sehingga dapat mengurangi intensitas gejala Parkinson. Walaupun bukan terapi penyembuhan, DBS terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien yang tidak lagi merespons baik terhadap pengobatan medis konvensional. DBS menjadi pilihan terapi bagi pasien Parkinson yang sudah lama mengonsumsi obat namun efektivitasnya menurun atau menimbulkan efek samping. Melalui stimulasi listrik yang tepat, pasien dapat mengalami perbaikan kontrol gerak, berkurangnya gejala tremor, dan menurunnya ketergantungan obat. Siapa Pasien yang Sesuai untuk Terapi DBS? Terapi DBS biasanya direkomendasikan untuk pasien Parkinson yang telah menjalani pengobatan medis selama beberapa tahun, namun gejala motoriknya tetap tidak terkontrol dengan baik. Kandidat utama terapi ini adalah pasien yang mengalami tremor menetap, kekakuan otot, dan bradikinesia yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemilihan pasien dilakukan melalui evaluasi menyeluruh oleh tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan memungkinkan menjalani operasi. Terapi ini tidak dianjurkan bagi pasien dengan gangguan kognitif berat atau masalah psikologis yang tidak stabil. Oleh karena itu, seleksi ketat diperlukan agar manfaat DBS dapat diperoleh secara optimal. Prosedur Pelaksanaan Operasi Pemasangan DBS Operasi pemasangan Deep Brain Stimulation (DBS) dilakukan setelah pasien menjalani evaluasi medis menyeluruh untuk memastikan bahwa prosedur ini merupakan pilihan terbaik. Tindakan ini biasanya direkomendasikan ketika terapi obat tidak lagi efektif mengendalikan gejala Parkinson, seperti tremor, kekakuan otot, dan kelambatan gerak yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Calon pasien juga harus berada dalam kondisi fisik yang cukup baik agar mampu menjalani operasi dengan risiko minimal. Evaluasi kesehatan menyeluruh membantu dokter menilai kesiapan pasien sebelum prosedur dilaksanakan. Operasi DBS dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah saraf lengkap dengan dukungan teknologi pencitraan canggih seperti MRI dan CT Scan. Teknologi ini berperan penting untuk memastikan elektroda ditanam dengan presisi tinggi pada area otak yang tepat. Prosedur ini juga ditangani oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter bedah saraf, ahli neurologi, anestesiolog, psikolog, serta tenaga kesehatan lainnya. Prosedur DBS sendiri terdiri dari beberapa tahap yang krusial dan harus dilakukan dengan cermat. Di antaranya: Penentuan Target Otak: Sebelum operasi, dilakukan pemetaan area otak yang bertanggung jawab atas kontrol motorik, umumnya di bagian nukleus subthalamik atau globus pallidus internus. Pemetaan ini menggunakan teknologi pencitraan dan stimulasi intraoperatif. Pemasangan Elektroda: Elektroda yang sangat kecil kemudian ditanamkan melalui prosedur stereotaksi, yaitu bedah dengan panduan tiga dimensi untuk memastikan presisi posisi elektroda di otak. Penanaman Neurostimulator: Setelah pemasangan elektroda, kabel penghubung dihubungkan ke alat pacu listrik yang ditanam di bawah kulit dada bagian atas. Alat ini akan mengirimkan impuls listrik ke elektroda. Pengaturan dan Pemrograman: Pasca operasi, neurostimulator diatur dengan pengontrol eksternal untuk mengoptimalkan stimulasi sesuai respons pasien. Proses penyesuaian ini dapat berlangsung beberapa kali dalam periode awal perawatan. Stimulasi listrik kontinu dari DBS dapat menghambat sinyal abnormal penyebab tremor dan gangguan gerak. Dengan demikian, pasien mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih normal. Manfaat dan Tujuan Terapi DBS untuk Parkinson Terapi DBS memiliki berbagai manfaat yang bertujuan meningkatkan fungsi motorik dan kualitas hidup pasien Parkinson. Di antaranya yaitu: Signifikan mengurangi tremor yang sulit dikendalikan dengan obat. Mengurangi kekakuan dan kelambatan gerak pasien. Memungkinkan penurunan dosis obat sehingga mengurangi efek samping obat. Memperbaiki kemampuan berjalan dan menjaga keseimbangan. Meningkatkan kemandirian dan aktivitas sehari-hari pasien. Perlu ditekankan bahwa DBS tidak menyembuhkan Parkinson, tetapi lebih sebagai solusi untuk mengelola gejala. Oleh karena itu, terapi ini merupakan pelengkap penting dalam pengobatan Parkinson. Berdasarkan European Academy of Neurology, terapi Deep Brain Stimulation (DBS) merupakan pilihan utama untuk pasien Parkinson yang mengalami fluktuasi gejala motorik yang tidak terkontrol dengan obat. Terapi ini direkomendasikan karena dapat meningkatkan pengendalian gejala motorik dan kualitas hidup pasien secara signifikan. Perawatan Pasca Operasi dan Tindak Lanjut Setelah pemasangan Deep Brain Stimulation (DBS), pasien memerlukan perawatan dan pemantauan secara berkala untuk memastikan perangkat neurostimulator bekerja dengan optimal. Pemrograman alat dilakukan berulang kali sesuai perubahan kebutuhan dan respons pasien terhadap stimulasi listrik yang diberikan. Monitoring kesehatan pasien... - Published: 2025-11-01 - Modified: 2025-11-02 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/ekokardiografi-jantung/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Menjaga kesehatan jantung mutlak menjadi kewajiban agar hidup lebih berkualitas. Jika jantung mengalami masalah, dampaknya bisa sangat besar karena organ ini berperang vital dalam sistem tubuh. Karena itu, upaya diagnosis penting dilakukan ketika ada tanda atau gejala masalah jantung. Salah satu caranya adalah ekokardiografi yang prinsip kerjanya sama seperti ultrasonografi (USG) kehamilan. Artikel berikut ini akan membahas secara mendalam soal ekokardiografi untuk diagnosis kelainan jantung. Mengenal Ekokardiografi Ekokardiografi atau sering disebut echo adalah metode pencitraan medis non-invasif yang memanfaatkan gelombang ultrasonografi untuk menghasilkan gambar jantung. Melalui gambar ini, dokter dapat menilai ukuran ruang dan kekuatan otot jantung, fungsi katup, hingga aliran darah. Prinsip dasar ekokardiografi mirip dengan cara kerja USG pada umumnya. Dokter menggunakan alat kecil bernama transduser yang ditempelkan pada dada pasien setelah diberi gel khusus. Alat ini memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Gelombang suara ini akan merambat melalui tubuh dan memantul kembali (echo) saat mengenai struktur jantung seperti bilik, katup, dinding otot, dan pembuluh darah. Pantulan gelombang suara lantas ditangkap kembali oleh transduser dan dikirim ke komputer. Komputer lalu menerjemahkan pantulan-pantulan ini menjadi gambar bergerak secara real-time yang ditampilkan pada monitor komputer. Teknologi ekokardiografi terus berkembang sebagai metode untuk mendiagnosis kelainan jantung. Dalam AHA Journals dijelaskan, dari awalnya gambar 2D sederhana, ekokardiografi bisa menghasilkan gambar 4D yang sangat detail dan terintegrasi dengan teknologi Doppler untuk mengukur aliran darah sehingga hasil diagnosis lebih lengkap dan akurat. Siapa Saja yang Memerlukan Ekokardiografi? Ekokardiografi adalah alat diagnostik yang sangat fleksibel dan sering direkomendasikan dokter kepada berbagai individu, dari bayi dalam kandungan hingga lansia. Pada dasarnya, siapa pun yang dicurigai memiliki masalah atau kelainan jantung atau perlu memantau kondisi jantungnya bisa menjalani pemeriksaan ini. Berikut ini beberapa kelompok orang yang paling mungkin memerlukan ekokardiografi: Individu dengan gejala jantung seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar kencang atau tidak teratur, pusing, pingsan, atau pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Pasien dengan riwayat penyakit jantung sebagai bagian dari pemeriksaan berkala. Pasien dengan faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kolesterol tinggi, riwayat keluarga penyakit jantung, atau perokok berat. Bayi dan anak-anak dengan kecurigaan kelainan jantung bawaan (kongenital), misalnya kesulitan makan, pertumbuhan terhambat, atau bibir kebiruan. Pasien dengan kondisi medis lain yang mempengaruhi jantung, seperti penyakit tiroid, penyakit ginjal kronis, atau infeksi tertentu. Kapan Seseorang Memerlukan Ekokardiografi? Keputusan menjalani ekokardiografi biasanya didasarkan pada evaluasi dokter terhadap gejala pasien, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan fisik. Berikut ini beberapa situasi ketika seseorang mungkin memerlukan ekokardiografi. Merasakan gejala mencurigakan seperti mudah lelah, denyut tak teratur, atau sering pingsan. Setelah mengalami serangan jantung untuk mengecek seberapa besar kerusakan otot jantung. Evaluasi terapi pengobatan penyakit jantung untuk menilai seberapa efektif obat tersebut dalam perbaikan fungsi jantung. Jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit jantung bawaan. Sebelum tindakan besar, misalnya pembedahan, untuk menilai kesiapan jantung pasien. Manfaat dan Tujuan Ekokardiografi Ekokardiografi merupakan salah satu pilar utama dalam diagnosis dan manajemen penyakit jantung. Tujuan utamanya adalah mendapatkan gambaran detail tentang anatomi dan fungsi jantung yang berguna sebagai panduan bagi dokter dalam membuat keputusan klinis terbaik. Dengan sifat noninvasif dan tidak menggunakan radiasi, prosedur ini pun sangat aman untuk pasien dari segala usia, termasuk ibu hamil. Adapun manfaat utamanya meliputi: Menentukan ukuran bilik-bilik jantung (atrium dan ventrikel) serta ketebalan dinding otot jantung Menilai fungsi pompa jantung lewat penghitungan persentase darah yang dipompa keluar dari setiap detak Memeriksa katup jantung apakah ada kebocoran, kaku, atau tak menutup rapat Mendeteksi gumpalan darah di bilik jantung Mengecek penumpukan cairan di selaput jantung Memperkirakan tekanan arteri paru Dari serangkaian manfaat itu, ekokardiografi dapat menjadi cara untuk mendiagnosis kelainan jantung seperti: Penyakit jantung koroner Gagal jantung Penyakit katup jantung Penyakit jantung bawaan Kardiomiopati (kelainan otot jantung) Cairan di sekitar jantung Gumpalan darah atau tumor jantung Aneurisma (pelebaran) aorta Selain itu, dokter dapat memanfaatkan ekokardiografi untuk memantau perkembangan penyakit dan efektivitas pengobatan dan memandu prosedur medis. Persiapan Sebelum Menjalani Ekokardiografi Persiapan menjalani ekokardiografi bervariasi, tergantung jenisnya. Namun biasanya persiapan ini sangat sederhana, terutama untuk jenis yang paling umum, yaitu ekokardiografi transthoracic (TTE). Berikut ini rinciannya: Mengenakan baju yang memudahkan akses ke area dada Tidak perlu berpuasa, kecuali ekokardiografi transesofageal di mana transduser dimasukkan lewat mulut karena mungkin terhalang tulang di dada, biasanya 6 jam sebelum prosedur pasien mesti berpuasa agar kerongkongan kosong Pengobatan rutin bisa diteruskan, kecuali ada instruksi dokter Hindari penggunaan losion, krim, atau minyak pada area dada pada hari pemeriksaan Menjaga ketenangan dan rileks karena stres bisa mempengaruhi detak jantung Prosedur dan Pelaksanaan Ekokardiografi Ada beberapa jenis ekokardiografi, masing-masing dengan langkah berbeda: Ekokardiografi transthoracic Inilah yang paling umum. Pasien berbaring di meja periksa, lalu gel dioleskan di dada dan transduser digerakkan di beberapa posisi. Tidak sakit, biasanya 30–45 menit. Ekokardiografi transesofageal (TEE) Transduser tipis dimasukkan ke kerongkongan. Karena letaknya dekat jantung, gambarnya lebih detail. Sebelumnya, pasien akan diberi obat penenang ringan dan... - Published: 2025-10-31 - Modified: 2025-11-02 - URL: https://primayahospital.com/umum/obat-jerawat/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Apakah akhir-akhir ini Anda mengalami stres lalu timbul jerawat di wajah, dada, maupun punggung? Jika kondisi ini terjadi, maka Anda perlu melakukan pengobatan sedini mungkin guna terhindar dari berbagai komplikasi yang mungkin terjadi. Pada dasarnya, jerawat memang tidak hanya disebabkan oleh stres. Namun juga oleh perubahan hormon, makanan, atau karena kondisi tertentu. Bila ingin tahu selengkapnya, silakan cari tahu informasinya di bawah ini! Mengenal Jerawat Jerawat yaitu kondisi di mana folikel rambut tersumbat oleh minyak dan juga oleh sel-sel kulit mati. Ini menyebabkan peradangan yang menghasilkan berbagai jenis lesi seperti komedo, papul, pustula, nodul, dan kista. Jadi, jerawat atau dalam medis disebut sebagai acne vulgaris merupakan peradangan kulit akibat peningkatan produksi minyak, penyumbatan pori atau pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes. Peradangan ini dapat menghasilkan berbagai jenis lesi seperti komedo, papul, pustula, nodul dan kista. Jerawat paling umum terjadi pada remaja awal atau selama masa pubertas. Namun, juga dapat terjadi pada orang dewasa. Jerawat timbul pada area yang memiliki banyak kelenjar minyak terutama pada wajah, dada, punggung dan bahu. Nama Jerawat (acne vulgaris) Gejala Utama Munculnya benjolan atau lesi kecil pada beberapa bagian kulit tubuh Penyebab Peningkatan produksi minyak, penyumbatan pori atau pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes Faktor Risiko (+) Hormonal, pola makan, kebersihan kulit yang buruk, obat Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan kulit Pengobatan Obat oral, atau salep topikal Pencegahan Menghindari faktor pemicunya Komplikasi Scar atau bopeng, hiperpigmentasi Jenis dan Gejala Jerawat Jenis-jenis jerawat dibagi berdasarkan karakteristik klinisnya: Jenis jerawat tidak meradang/ non inflamasi: Komedo terbuka Komedo tertutup Jenis jerawat meradang/inflamasi. Terdiri atas berikut ini: Papul: benjolan kecil berwarna merah, terasa nyeri bila disentuh. Pustula: seperti papul tetapi berisi nanah, ujungnya putih atau kuning. Nodul: benjolan besar, keras, dan menyakitkan di bawah permukaan kulit. Kista: lesi besar berisi nanah yang dapat meninggalkan bekas luka permanen. Gejala jerawat umum yaitu meliputi beberapa hal di bawah ini: Kulit berminyak. Lesi wajah dan tubuh. Nyeri atau gatal. Rasa malu atau gangguan kepercayaan diri. Penyebab Jerawat Nah, untuk jerawat sendiri penyebabnya cukup beragam. Biasanya disebabkan karena beberapa kombinasi faktor berikut: Produksi sebum berlebih Dipicu oleh hormon androgen (misalnya saat pubertas). Sumbatan folikel rambut oleh sel kulit mati dan juga minyak. Pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes. Peradangan Faktor risiko tambahan yang dapat menyebabkan seseorang terkena kondisi ini meliputi: Perubahan hormonal (pubertas, menstruasi, kehamilan, PCOS). Penggunaan kosmetik yang menyumbat pori. Stress Diet tinggi gula/karbohidrat sederhana. Genetik Obat-obatan (misalnya steroid, lithium). Cara Dokter Mendiagnosis Jerawat Diagnosis jerawat biasanya bersifat klinis dan berdasarkan beberapa kondisi berikut ini: Pemeriksaan fisik. Dokter memeriksa jenis lesi, distribusi, dan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). Riwayat medis. Termasuk pola munculnya jerawat, siklus menstruasi, pemakaian kosmetik, obat-obatan, dan riwayat keluarga. Pemeriksaan tambahan. seperti halnya tes hormonal (terutama pada wanita dengan jerawat parah atau tidak responsif). Juga kultur jika ada infeksi sekunder. Pilihan Obat Jerawat dan Perawatan 1. Perawatan Topikal (oles) Retinoid (tretinoin, adapalene). Mencegah sumbatan pori. Benzoyl peroxide. Membunuh acnes dan mengurangi peradangan. Antibiotik topikal (clindamycin, erythromycin). Mengurangi bakteri. Asam azelaic. Antiinflamasi dan menghambat keratinisasi. 2. Obat Oral (minum) Antibiotik oral (doxycycline, minocycline). Untuk jerawat inflamasi sedang–berat. Kontrasepsi hormonal (untuk wanita). Mnyeimbangkan hormon androgen. Anti-androgen (spironolactone). Menurunkan efek hormon penyebab sebum. Isotretinoin (Accutane). Retinoid oral kuat. Harus diawasi ketat karena efek samping serius (teratogenik, gangguan mood, dll). 3. Prosedur Dermatologis Chemical peeling(asam salisilat/glikolat). Microneedling. Laser dan terapi cahaya. Drainase kista. Ekstraksi komedo. Komplikasi (Bekas, dll) Bekas Jerawat atrofik (cekung). Contohnya ice pick, boxcar, dan rolling scars. Bisa juga dalam bentuk hipertrofik/keloid (menonjol). Hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH). Yaitu noda gelap/hitam pada kulit setelah sembuh. Gangguan psikologis. Depresi, kecemasan, rendah diri. Bahkan bisa memengaruhi kualitas hidup secara signifikan Pencegahan Jerawat Langkah-langkah untuk membantu mencegah jerawat atau memperparahnya: Cuci wajah 2x sehari dengan sabun lembut (hindari sabun abrasif). Hindari menyentuh/memencet jerawat. Gunakan produk non-komedogenik (tidak menyumbat pori). Kelola stres sebaik mungkin. Diet sehat (kurangi konsumsi susu, gula, makanan olahan). Ganti sarung bantal rutin. Cuci rambut secara teratur, terutama bila berminyak. Hindari kosmetik berat atau berminyak. Gunakan sunscreennon-komedogenik setiap hari. Kapan Harus ke Dokter? Temui dokter spesialis kulit apabila jerawat tidak membaik dengan pengobatan over-the-counter setelah 6–8 minggu. Juga bila muncul gejala seperti: Jerawat sedang hingga berat (nodul, kista). Meninggalkan bekas atau scar. Menyebabkan gangguan emosional atau sosial. Muncul tiba-tiba atau parah pada usia dewasa (bisa menandakan masalah hormonal). Anda juga wajib berkonsultasi kembali dengan dokter apabila pengobatan atau perawatan yang telah dokter resepkan tidak cocok atau tidak merespons dengan baik. Narasumber: dr. Sherren Tanzia Dokter Umum Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-10-30 - Modified: 2025-11-02 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gatal-kulit/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Sering kali, saat kita bersentuhan pada suatu hal yang menyebabkan alergi, maka dapat berujung pada rasa gatal. Gatal pada kulit ini sejatinya respons kulit terhadap berbagai penyebab seperti alergi, iritasi kulit, maupun penyakit tertentu. Gejalanya sendiri meliputi ruam merah pada kulit, bentol-bentol, kulit kering, dan bahkan bisa berdarah ketika digaruk berlebihan. Yuk cari tahu secara mendalam seputar iritasi kulit dan rincian lengkapnya di bawah ini! Mengenal Iritasi Kulit Iritasi kulit yaitu suatu respons inflamasi non imunologis pada kulit yang terjadi akibat paparan zat iritan yang merusak lapisan pelindung epidermis. Dalam medis, hal ini sering di sebut sebagai irritant contact dermatitis. Kerusakan barrier kulit (stratum korneum) akibat paparan iritan menyebabkan pelepasan mediator inflamasi lokal. Juga dapat terjadi gangguan homeostasis epidermal dan aktivasi sel-sel imun lokal. Ini akan menyebabkan gejala khas seperti kemerahan, perih, dan gatal. Meski tak mengancam nyawa, iritasi kulit dapat mengganggu kualitas hidup dan meningkatkan risiko infeksi sekunder. Jadi, walau ternasuk kondisi dermatologis yang umum dan sering dianggap sepele, tapi kondisi ini bisa berdampak besar terhadap kenyamanan, estetika, maupun performa kerja seseorang. Maka dari itu, diagnosis dan penanganan yang tepat tentunya dapat mencegah komplikasi kronis. Juga dapat menjaga integritas kulit sebagai salah satu pertahanan utama tubuh. Gejala Iritasi Kulit Umumnya, gejala yang tampak dari iritasi kulit yaitu berupa: Ruam kulit. Eritema (kemerahan kulit). Pruritus (gatal ringan hingga sedang). Sensasi terbakar. Sensasi perih. Kulit tangan kering dan pecah-pecah. Kulit bersisik. Pembengkakan Vesikel Ekskoriasi akibat garukan. Deskuamasi (pengelupasan kulit). Gejala bisa muncul dalam beberapa menit hingga jam setelah paparan. Pada paparan kronis, gejala berkembang secara perlahan dan bisa tampak sebagai kulit menebal dan bahkan bisa timbul hiperpigmentasi. Penyebab & Faktor Risiko Nah, sejatinya iritasi kulit sendiri disebabkan oleh zat fisik, kimia, atau lingkungan yang secara langsung merusak lapisan pelindung kulit. Beberapa contohnya: Detergen kuat dan sabun. Pelarut (alkohol, aseton). Air keras atau air kapur. Lateks atau plastik. Semen, bahan bangunan. Cuaca ekstrem (dingin atau panas). Gesekan berulang. Lalu, untuk faktor risiko yang berperan mengakibatkan seseorang terkena kondisi ini meliputi: Faktor Risiko Keterangan Pekerjaan tertentu Pekerja bangunan, tenaga kesehatan, penata rambut, petugas kebersihan Paparan kronis Paparan berulang terhadap air, sabun, iritan lingkungan Riwayat kulit sensitif Kulit kering, eczema, atau atopi Usia Usia muda atau lansia dapat terpengaruh karena integritas barrier kulit yang belum matang atau sudah menurun Penggunaan produk baru Kosmetik, skincare, parfum, krim topikal Diagnosis oleh Dokter Diagnosis iritasi kulit dilakukan secara klinis. Namun, terkadang membutuhkan pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan kemungkinan dermatitis alergi kontak atau kondisi kulit lain. Nah, diagnosisnya sendiri dapat melalui: Anamnesis. Dokter akan bertanya terkait riwayat paparan, durasi gejala, pekerjaan, dan juga penggunaan produk kulit. Pemeriksaan dermatologis. Identifikasi lesi, pola distribusi, simetris/tidak, lokasi predileksi. Uji tambalan (patch test). Dilakukan untuk membedakan iritasi vs reaksi alergi (negatif pada ICD). Biopsi kulit. Hanya jika dokter curiga adanya penyakit kulit lain seperti psoriasis atau dermatitis seboroik. Namun ini terbilang jarang dokter lakukan. Penanganan dan Obat Tujuan utama pengobatan yaitu untuk mengembalikan fungsi barrier kulit dan juga mengurangi inflamasi serta gejala. Untuk penanganannya sendiri, dokter dapat melakukan beberapa metode berikut: 1) Eliminasi penyebab Menghindari zat iritan. Modifikasi lingkungan kerja atau alat pelindung. 2) Pemberian krim topikal Restorasi barrierkulit dengan emolien. Gunakan ceramide, petrolatum, lanolin. 3) Kortikosteroid topikal Untuk iritasi sedang hingga berat. Contohnya hydrocortisone, mometasone, betamethasone. 4) Antihistamin oral Jika gatal parah. Dapat menyebabkan kantuk sehingga cocok untuk mengatasi gangguan tidur. 5) Antibiotik topikal/oral Jika terjadi infeksi sekunder (impetiginisasi). Penggunaan antibiotik harus dengan resep. 6) Edukasi pasien Edukasi terkait cara perawatan kulit. Pentingnya penggunaan sabun yang ringan di kulit. Komplikasi Mengutip dari situs American Academy of Dermatology, bahwa kondisi ini umumnya bersifat ringan, tapi iritasi kulit yang tak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan komplikasi seperti halnya: Yaitu penebalan kulit akibat garukan kronis. Infeksi sekunder. Bakteri (Staphylococcus aureus, Streptococcus) dapat masuk lewat kulit rusak. Hiperpigmentasi pasca inflamasi. Kerusakan permanen pada struktur kulit. Penurunan produktivitas kerja akibat nyeri dan rasa tidak nyaman. Pencegahan Iritasi Kulit Pencegahan merupakan kunci utama untuk menghindari kekambuhan iritasi kulit, khususnya bagi individu dengan risiko tinggi. Beberapa langkah yang perlu Anda terapkan agar terhindar dari kondisi ini meliputi: Gunakan sarung tangan pelindung saat bekerja dengan zat kimia. Hindari penggunaan sabun keras atau pembersih dengan alkohol tinggi. Gunakan pelembap secara teratur. Pilih produk hipoalergenikatau dermatologically tested. Edukasi diri tentang zat/zona iritan di lingkungan sekitar. Keringkan kulit dengan handuk lembut, hindari menggosok terlalu kuat. Kapan Harus ke Dokter? Meskipun iritasi kulit bisa sembuh sendiri dengan perawatan mandiri, Anda harus segera konsultasi ke dokter spesialis kulit jika: Gejala tak membaik >7 hari walau sudah menghindari iritan. Muncul nanah, luka terbuka, atau demam (tanda infeksi sekunder). Gatal ekstrem hingga mengganggu tidur. Ruam menyebar luas dan cepat. Tidak yakin apakah gejala disebabkan iritasi atau alergi. Riwayat dermatitis atopik atau penyakit kulit lain. Narasumber: dr. Suci Leni Mimanda, Sp. DVE Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-10-29 - Modified: 2025-11-02 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/pareidolia/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda melihat adanya struktur yang dikenali seperti halnya wajah atau binatang pada suatu objek random? Nah, hal semacam ini disebut sebagai parediolia. Lalu, apakah ini tergolong sebagai gangguan psikologis? Nah, bila Anda ingin mengetahui apa itu pareidolia sekaligus apakah ini tergolong sebagai gangguan psikologis atau bukan, maka silakan simak informasi yang akan kami ulas di bawah ini! Apa Itu Pareidolia? Pareidolia yaitu kondisi yang membuat otak kita cenderung mengenali suatu pola struktur yang familiar dari suatu objek random seperti halnya awan, noda pakaian, bentuk rumah, permukaan benda, hingga sekedar bentuk pohon. Biasanya, otak akan mengenali objek random tersebut sebagai wajah, binatang, tubuh manusia, pesawat, mobil, atau bentuk lainnya. Para peneliti menduga bahwa ini merupakan bentuk evolusi otak manusia yang sangat cepat mengenali pola wajah atau suatu objek tertentu. Kemampuan otak yang kreatif ini berguna untuk mengenali suatu hal secara cepat entah itu sebagai ancaman atau bukan. Ini dia beberapa contoh dari pareidolia yang sering dirasakan seseorang: Bentuk pohon yang mirip sosok seseorang. Awan yang terlihat seperti bentuk benda-benda tertentu. Noda pada tembok yang menyerupai wajah. Motif benda-benda tertentu yang mirip wajah. Pola pola random di alam yang menyerupai binatang. Adanya pola wajah pada makanan. Melihat bentuk wajah pada permukaan tanah/bulan. Apakah pareidolia termasuk gangguan psikologis? Sejatinya, pareidolia bukanlah termasuk gangguan psikologis, melainkan suatu fenomena psikologis yang umum dan sangat normal. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi pada mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti halnya kecemasan ekstrem, skizofrenia, hingga pada orang yang kurang tidur. Nama Pareidolia Gejala Utama Melihat objek mati yang seolah-olah berupa pola yang kita kenali Dokter Spesialis Dokter spesialis kejiwaan Penyebab Utama Belum pasti apa penyebabnya Diagnosis Wawancara medis, tes pengenalan pola gambar, tes fungsi kognitif Faktor Risiko Dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih berisiko pada yang menderita gangguan saraf Pengobatan Menyesuaikan dengan kondisi pasien dan penyebabnya Pencegahan Belum ada pencegahan yang spesifik untuk kondisi ini Penyebab Pareidolia Mengutip dari Psycologytoday, bahwa sejatinya, masih belum pasti apa hal yang menyebabkan kondisi ini. Namun, beberapa studi menemukan hubungan antara cara kerja otak dengan pareidolia. Jati, otak manusia khususnya otak samping dan otak depan punya tanggung jawab terhadap mengenali suatu bentuk yang unik seperti wajah. Nah, dalam mengenali rangsangan visual, otak bekerja begitu cepat sehingga memproses benda mati seolah-olah menjadi bagian lainnya. Kondisi ini memang dapat dialami oleh siapa pun. Walau demikian, sebagian kasus penyakit tertentu juga berkaitan dengan pareidolia. Contohnya kerap terjadi pada mereka yang memiliki penyakti saraf seperti pada penderita demensia atau parkinson disease. Para peneliti juga menemukan adanya hubungan antara kesepian dan mood seseorang terhadap kondisi ini. Kondisi lain yang mungkin berhubungan yaitu skizofrenia, migrain, dan autisme. Gejala Pareidolia Gejala yang tampak di sini sejatinya bukanlah gejala penyakit atau kondisi medis. Namun lebih ke “pengalaman persepsi” yang menjadikan seseorang melihat sesuatu yang memang pada dasarnya tidak ada. Beberapa contohnya yaitu: Melihat wajah di benda tertentu seperti pada titik dan juga lengkungan garis pada dinding. Memaknai objek acak sebagai suatu pola yang bermakna. Mendengar suara tertentu dari bunyi hujan seperti mendengar suara orang bicara saat hujan lebar (audio pareidolia). Kondisi ini muncul hanya sesaat dan tidak sampai membuat penderitanya loss contactdengan reality. Cara Dokter Mendiagnosis Selain melalui wawancara medis, dokter mungkin akan mendiagnosis kondisi ini dengan menggunakan tes pengenalan pola gambar. Nantinya, pasien akan ditanya lebih dalam terkait respons dari pengenalan pola gambar tersebut. namun, tes ini tentunya bersifat subjektif dan hasilnya mungkin tidak akurat. Dokter mungkin akan melakukan tes lain seperti tes fungsi kognitif Pencegahan Pareidolia Pareidolia tidak bisa Anda cegah sepenuhnya. Karena ini merupakan salah satu respons alami tubuh dalam mengamati pola-pola yang mirip dengan pola familiar. Namun, Anda bisa mencoba mencegah faktor risiko seperti gangguan penyakit saraf yang memungkinkan seseorang menderita pareidolia hingga menimbulkan gangguan psikologis tertentu. Pengobatan Pareidolia Untuk mengobati kondisi ini, dokter tentunya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien. Karena beda penyebab yang mendasarinya, tentunya berbeda pula metode penanganannya. Bila terjadi sekali dua kali dan tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari penderita, mungkin dokter tidak memberikan pengobatan tertentu. Namun bila sampai mengganggu aktivitas bahkan mengkhawatirkan orang lain, maka dokter akan memberikan pengobatan dan atau terapi sesuai dengan kebutuhan. Komplikasi Sejatinya, kondisi ini tidak menimbulkan komplikasi tertentu. Bahkan, justru banyak para fotografer dan juga seniman yang menjadikannya sebagai inspirasi tersendiri bagi mereka. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus memeriksakan ke dokter spesialis kejiwaan apabila kondisi ini terjadi terlalu sering hingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Terlebih bila disertai dengan halusinasi dan meyakinkan bahwa itu nyata. Narasumber: dr. Feilin Tanita, Sp. KJ Spesialis Kedokteran Jiwa Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-10-28 - Modified: 2025-10-23 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-okupasi/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Terapi okupasi untuk pasien stroke berfokus pada pemulihan kemampuan sehari-hari yang terpengaruh setelah stroke. Mengenal Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke Terapi okupasi adalah terapi yang membantu pasien stroke mengembalikan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan memfokuskan pada fungsi fisik dan kognitif. Melalui berbagai latihan dan teknik, terapis okupasi membantu pasien memulihkan kemampuan yang hilang atau beradaptasi dengan kondisi baru setelah stroke. Terapis okupasi bekerja sama dengan pasien untuk meningkatkan keterampilan motorik halus, koordinasi, dan perencanaan. Pada akhirnya, terapi okupasi memungkinkan pasien untuk lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memberikan mereka rasa pencapaian dan mengurangi ketergantungan pada orang lain. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke Pasien stroke yang mengalami gangguan fungsi fisik atau kognitif memerlukan terapi okupasi untuk membantu pemulihan. Terapi ini memungkinkan pasien untuk kembali mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Keterbatasan gerakan tubuh Kesulitan dalam makan atau minum Masalah dengan berbicara atau berkomunikasi Kesulitan berpakaian atau merawat diri Penurunan kemampuan memori atau kognitif Kesulitan berjalan atau bergerak Gangguan koordinasi tangan dan mata Keterbatasan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga Kapan Pasien Memerlukan Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke Terapi okupasi diberikan bagi pasien yang telah melewati fase akut stroke, namun masih kesulitan untuk mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan bantuan terapis, mereka dilatih untuk mencapai kembali kemandirian. Manfaat dan Tujuan Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke Terapi okupasi untuk pasien stroke bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah memulihkan kemampuan yang hilang atau beradaptasi dengan kondisi baru sehingga mencapai tujuan besar meningkatkan kualitas hidup serta meningkatkan kualitas hidup pasien. 1. Meningkatkan Kemandirian Pasien Terapis okupasi membantu pasien kembali mandiri dalam melakukan aktivitas dasar, seperti makan dan berpakaian, membersihkan diri, berpindah. Terapis okupasi juga dapat membantu pasien dalam memulihkan keterampilan sehari-hari seperti memasak, menulis, dll. Dengan meningkatkan kemandirian, pasien dapat merasa lebih percaya diri dan terlibat kembali dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pasien pasca-stroke. 2. Memperbaiki Fungsi Motorik Halus Terapi okupasi berfokus pada pengembangan keterampilan motorik halus, seperti menggenggam dan menggunakan alat makan, alat tulis, dll. Latihan ini membantu meningkatkan kontrol gerakan yang diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Melalui teknik-teknik khusus, pasien dapat memperbaiki kemampuan motorik mereka secara bertahap. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih mandiri dalam berinteraksi dengan lingkungan mereka. 3. Meningkatkan Koordinasi dan Keseimbangan Koordinasi tubuh dan keseimbangan sering terganggu setelah stroke. Terapi okupasi membantu meningkatkan kedua aspek ini melalui latihan gerakan yang dirancang khusus. Dengan memperbaiki koordinasi dan keseimbangan, pasien dapat mencegah kecelakaan atau jatuh. Ini sangat penting dalam membantu mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke Sebelum menjalani terapi okupasi, pasien perlu melakukan persiapan agar proses terapi berjalan lancar. Persiapan ini melibatkan evaluasi kondisi fisik dan mental pasien. Konsultasi dengan dokter atau terapis okupasi Pemeriksaan kondisi fisik dan fungsi motorik Menyiapkan ruang yang nyaman untuk terapi Pengaturan jadwal terapi yang rutin Memastikan dukungan keluarga atau pendamping Menginformasikan riwayat medis pasien Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke Pelaksanaan terapi okupasi untuk pasien stroke dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur untuk memulihkan kemampuan dasar. Proses terapi ini melibatkan berbagai teknik dan latihan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. 1. Penilaian Kondisi Pasien Sebelum terapi dimulai, terapis okupasi akan menilai kondisi fisik dan kognitif pasien. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan terapi yang spesifik. Pemeriksaan ini meliputi evaluasi kemampuan motorik, kekuatan otot, dan koordinasi tubuh. Ini akan membantu terapis merancang program terapi yang efektif dan aman. 2. Penyusunan Program Terapi Berdasarkan hasil penilaian, terapis akan menyusun program terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Program ini mencakup latihan untuk meningkatkan keterampilan motorik dan kognitif. Terapis akan mengajarkan teknik khusus untuk memulihkan kemampuan pasien dalam aktivitas sehari-hari. Program ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan sesuai perkembangan pasien. 3. Pelaksanaan Sesi Terapi Pada setiap sesi terapi, pasien akan melakukan berbagai latihan yang dirancang untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian. Latihan dapat melibatkan gerakan tubuh, keterampilan motorik halus, dan aktivitas sehari-hari. Terapis akan memantau pasien sepanjang sesi untuk memastikan latihan dilakukan dengan benar dan aman. Sesi terapi ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kekuatan tubuh secara bertahap. Perawatan Pasca Terapi Okupasi untuk Pasien Stroke Setelah menjalani terapi okupasi, pasien perlu melanjutkan perawatan untuk mendukung pemulihan lebih lanjut. Perawatan ini bertujuan untuk mempertahankan kemajuan yang telah dicapai selama terapi. 1. Melanjutkan Latihan di Rumah Pasien disarankan untuk melanjutkan latihan yang diberikan oleh terapis di rumah. Ini membantu mempertahankan dan meningkatkan keterampilan yang telah dipelajari. Latihan di rumah penting untuk mempercepat pemulihan dan mencegah kekambuhan. Pasien juga harus melaporkan kemajuan atau kesulitan kepada terapis untuk penyesuaian latihan. 2. Menjaga Kesehatan Fisik Setelah terapi okupasi, pasien perlu menjaga pola makan sehat dan berolahraga ringan. Kesehatan fisik yang baik mendukung pemulihan yang lebih cepat dan mengurangi komplikasi. Menghindari aktivitas berat yang dapat membebani tubuh juga penting selama pemulihan. Fokus pada aktivitas yang mendukung kekuatan dan... - Published: 2025-10-27 - Modified: 2025-10-23 - URL: https://primayahospital.com/saraf/transient-ischemic/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Meskipun kerap disebut sebagai mini stroke, namun Transient Ischemic Attack (TIA) ini tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut memang hanya terjadi sementara dan singkat karena aliran darah ke otak terhambat. Namun, hal ini perlu diwaspadai dan segera konsultasikan ke dokter. Apa Itu Transient Ischemic Attack (TIA)? Menurut artikel yang ditulis Panuganti dalam National Institute of Health (NIH), TIA adalah kondisi darurat medis. Kondisi tersebut terjadi ketika aliran darah ke otak, sumsum tulang belakang, atau retina terhambat sementara. Akibatnya ada gejala gangguan saraf sementara dan singkat. Intinya, TIA ini kondisi ketika saraf pusat kekurangan oksigen. Penyebabnya karena adanya sumbatan oleh butir-butir kecil atau trombus seperti lemak, kolesterol, dan gumpalan darah. Namun setelah beberapa saat, trombus ini akan larut dan gejala TIA akan menghilang. Meskipun demikian, orang yang pernah mengalami TIA memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, kondisi ini perlu ditangani dengan cepat dan tepat. Karena 20% pengidap TIA memiliki risiko stroke setelah TIA pada tahun berikutnya. Apa Saja Gejala TIA? Untuk mengetahui bagaimana Transient Ischemic Attack (TIA) ini muncul, gejalanya adalah ketika ada bagian tubuh yang tiba tiba melemah, dapat disertai dengan rasa bingung dan pusing. 70% dari kasus TIA rata-rata akan hilang gejalanya dalam 10 menit. Gejala yang muncul biasanya serupa dengan gejala yang dialami oleh pengidap stroke. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat muncul: Tekanan darah meningkat secara mendadak Salah satu sisi mulut dan wajah terlihat turun Mengalami kelemahan otot secara tiba-tiba Mati rasa pada bagian tangan atau kaki Mengalami kelelahan secara tiba-tiba Cara bicara menjadi kacau atau tidak jelas Merasakan pusing dan linglung atau bingung Lengan atau kaki mengalami kelumpuhan dan biasanya sulit untuk diangkat Mengalami kesulitan untuk menelan Mengalami kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh Pandangan menjadi ganda atau diplopia Pandangan menjadi kabur atau hingga mengalami kebutaan Kesulitan untuk memahami kata-kata orang lain Jika kondisi tersebut terjadi, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter. Meskipun hilang dalam waktu singkat, namun kondisi ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Gejala ini bisa mengindikasikan adanya risiko stroke di kemudian hari. Apa Perbedaan TIA dan Stroke? Hal utama yang membedakan antara TIA dan stroke adalah durasi dari gejala dan kerusakan otak yang terjadi. Meskipun gejalanya memang serupa, namun TIA tidak menyebabkan kerusakan permanen. Sedangkan stroke menyebabkan kerusakan permanen dan dalam waktu lama. Perbedaan dari penyebabnya, TIA disebabkan karena sumbatan pembuluh darah otak yang sifatnya sementara. Sedangkan stroke terjadi karena sumbatan atau bahkan pecahnya pembuluh darah yang sifatnya permanen. Durasi TIA berlangsung singkat, biasanya hanya beberapa menit hingga jam saja dan akan pulih dalam kurang dari 24 jam. Sedangkan stroke gejalanya berlangsung lebih dari 24 jam dan kerap menyebabkan kerusakan jangka panjang. TIA tidak menyebabkan kerusakan otak yang permanen, biasanya dibuktikan dengan dilakukan CT Scan atau MRI. Sedangkan stroke bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel otak yang kekurangan oksigen dan nutrisi. Gejala TIA dan stroke hampir sama, seperti kelumpuhan, mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan bicara, gangguan penglihatan, dan lainnya. Bedanya, TIA hanya terjadi sementara sedangkan stroke terjadi secara menetap dan lebih parah. Dari segi risiko, TIA memang hanya stroke ringan, namun itu adalah peringatan bahwa Anda berisiko tinggi mengalami stroke di kemudian hari. Sedangkan risiko stroke adalah kecacatan parah atau permanen hingga kematian. Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis TIA? Ketika seseorang mengalami gejala TIA, dokter akan melakukan diagnosis dengan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik. Mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital seperti denyut jantung, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, dan tekanan darah pada pasien. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan saraf pada pasien. Pemeriksaan saraf terdiri dari pemeriksaan gerakan tubuh, gerakan mata, hingga ucapan dan bahasa. Diperiksa juga gerakan refleks pasien hingga sistem sensorik pada tubuh. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti USG karotis, CT Scan pada kepala, MRI, dan arteriografi. Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan kateterisasi pembuluh darah otak pada kondisi TIA tertentu. Setelah dokter menyatakan bahwa pasien mengalami TIA atau stroke ringan, maka dokter akan segera memberikan penanganan. Terapi yang diberikan difokuskan untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Terapinya akan disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan pasien. Bagaimana Penanganan Stroke Ringan? Setelah dokter menyatakan bahwa pasien mengalami TIA atau stroke ringan, maka dokter akan segera memberikan penanganan. Terapi yang diberikan difokuskan untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Terapinya akan disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan pasien. Pertama, terapi dilakukan dengan perubahan gaya hidup sehari-hari menjadi lebih sehat. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko terjadinya stroke di masa mendatang. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu: Konsumsi makanan yang rendah lemak, garam, gula, dan tinggi serat. Misalnya buah-buahan, sayur-sayuran, ikan, dan daging tanpa lemak. Kurangi konsumsi makanan yang digoreng atau mengandung gula tinggi. Olahraga secara rutin minimal 30 menit sehari. Jika merokok, segera berhenti merokok. Kurangi konsumsi minuman beralkohol. Turunkan berat badan jika pasien mengalami obesitas. Pastikan waktu tidur cukup, minimal 7 jam setiap malam. Kelola stress dengan baik. Kedua, dokter juga akan memberikan beberapa obat,... - Published: 2025-10-26 - Modified: 2025-10-26 - URL: https://primayahospital.com/anak/eeg-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Dalam dunia medis, electroencephalogram (EEG) telah menjadi alat penunjang yang penting untuk menegakkan diagnosis pada anak dengan kejang ataupun terduga kejang. EEG memberikan gambaran jelas mengenai aktivitas listrik di otak yang dapat membantu menegakkan diagnosis Mengenal EEG Anak EEG atau electroencephalogram adalah metode pemeriksaan non-invasif yang dapat memberikan gambaran penting tentang aktivitas kelistrikan otak pada anak. Dikutip dari Royal Children's Hospital Melbourne, EEG membantu memetakan aktivitas listrik otak secara real-time melalui elektroda yang ditempatkan pada kepala anak. Pemeriksaan EEG anak sepenuhnya aman, tidak menyakitkan, tidak menggunakan radiasi, dan tanpa sengatan listrik. Alat EEG bekerja dengan cara menangkap impuls listrik yang dihasilkan sel-sel otak yang kemudian ditampilkan dalam bentuk gelombang pada layar komputer. Prosedur pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh operator EEG dan hasilnya dianalisis oleh neurolog atau dokter ahli saraf. EEG anak kerap digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan neurologis seperti kejang . keterlambatan perkembangan. sakit kepala berulang ,adanya gerakan involunter dan riwayat syncope berulang. Menurut penelitian yang dipublikasikan di PLOS One, EEG dapat memberikan informasi penting tentang perkembangan kognitif dan sosial anak usia prasekolah, sebagai upaya untuk intervensi dini bagi mereka yang berisiko mengalami keterlambatan perkembangan. Siapa Saja Anak yang Memerlukan Pemeriksan EEG Dokter bisa menyarankan pemeriksaan EEG bila terdapat keluhan sebagai berikut: ada kejang, gerakan involunter, sakit kepala berulang, syncope , infeksi /radang otak ,tumor otak ataupun anak dengan keterlambatan perkembangan . Pemeriksaan EEG dapat membantu memastikan penyebab dan penanganannya. Berikut ini beberapa kondisi spesifik yang mungkin memerlukan EEG anak: Kejang dan epilepsi, yang menjadi alasan utama indikasi untuk pemeriksaan EEG. Gerakan involunter, syncope Infeksi otak Tumor otak yang menyebabkan gelombang /aktivitas listrik otak sangat lambat. Keterlambatan perkembangan kognitif dan sosial terutama pada anak berusia 2-5 tahun. Kapan Diperlukan Pemeriksaan EEG Pada Anak ? Pemeriksaan EEG pada anak diperlukan saat seorang anak memperlihatkan gejala sebagai berikut : Kejang atau gerakan tubuh tak terkendali Anak sering bengong / tatapan mata kosong atau perubahan kesadaran. Gangguan tidur yang parah, termasuk tidur tak teratur atau sulit tidur. Keterlambatan perkembangan kognitif Manfaat/Tujuan EEG Anak Pemeriksaan EEG memberikan beragam manfaat untuk diagnosis dan tatalaksana terapi lanjutan Mendeteksi dan mendiagnosis kejang dan sindrom epilepsi pada anak, termasuk membedakan kejang epilepsi dengan kejadian paroksismal lain yang menyerupai epilepsi. Mengklasifikasikan jenis kejang untuk menentukan pengobatan yang efektif. Memberi panduan terkait dengan pengobatan, termasuk kapan harus memulai, mengubah, atau menghentikan terapi antiepilepsi. Menilai perkembangan kognitif dan sosial anak yang meliputi perhatian visual, pembelajaran dan memori, serta rangsangan emosional, terutama pada usia prasekolah. Mengidentifikasi anak yang berisiko mengalami keterlambatan perkembangan. Persiapan Untuk Pemeriksaan EEG Pada Anak Persiapan penting untuk memastikan EEG memberikan hasil yang akurat dan anak merasa nyaman selama prosedur pemeriksaan berlangsung. Berikut ini sejumlah langkah persiapan yang perlu diperhatikan: Rambut bersih dan bebas dari produk seperti minyak, gel, ataupun hairspray. Informasikan ihwal obat-obatan yang sedang dikonsumsi anak. Bila EEG hendak dilakukan saat anak mengantuk atau tertidur, orang tua akan diminta menjaga anak tetap terjaga sebelum pemeriksaan sehingga rekaman EEG saat tidur bisa didapatkan. Pada hari EEG anak tidak diperkenankan mengonsumsi minuman berkafein, termasuk teh dan soda, karena bisa mempengaruhi aktivitas otak. Bawa barang yang bisa menghibur atau menenangkan anak, misalnya boneka atau mainan favorit. Diskusikan kebutuhan khusus bagi anak ( jika ada ) dengan staf medis untuk memastikan tak ada hambatan dalam prosedur. Prosedur dan Pelaksanaan Pemeriksaan EEG Pada Anak Pemeriksaan EEG pada anak dapat dilakukan dengan pendampingan orang tua agar anak merasa lebih aman dan nyaman. Langkah-langkah yang umum meliputi: Anak akan diminta berbaring atau duduk di kursi yang nyaman. Operator EEG mengukur kepala anak dan membuat tanda kecil pada kulit kepala dengan spidol yang bisa dihapus. Area yang ditandai akan dicek dengan losion berpasir untuk memastikan elektroda EEG dapat menempel dengan baik. Lem atau pasta khusus diaplikasikan pada elektroda lalu ditempatkan pada titik-titik yang telah ditandai pada kulit kepala. Setelah elektroda terpasang, operator EEG akan memulai tes dan memantau layar komputer. Anak akan diminta melakukan beberapa aktivitas, seperti membuka dan menutup mata, bernapas dengan cepat (pada Anak besar ), serta melihat cahaya yang berkedip, untuk mendapatkan informasi lebih dalam. Setelah informasi yang diperlukan didapatkan, elektroda dilepas dan sisa lem/pasta pada kulit kepala akan dibersihkan dengan air hangat dan lap. Rekaman EEG dilakukan selama 30 -45 menit . Perawatan Pasca-EEG Anak Setelah prosedur EEG anak dapat beraktivitas normal. Tidak ada langkah perawatan khusus. Jika ada sisa lem yang tidak hilang, Anda mungkin perlu mencuci rambut anak di rumah. Hasil EEG anak tidak bisa langsung diketahui pada saat itu juga. Dokter akan menganalisis dan mendiskusikan hasil serta tindak lanjut pada jadwal kunjungan berikutnya. Adakah Efek Samping Setelah Pemeriksaan EEG Pada Anak ? EEG adalah prosedur noninvasif yang telah digunakan bertahun-tahun dan aman. Tidak ada risiko sengatan listrik meski prosedur ini menggunakan elektroda. Pemeriksaan EEG Pada Anak di Primaya Hospital Primaya Hospital siap memfasilitasi pasien anak yang memerlukan pemeriksaan EEG. Dengan tim medis yang berpengalaman , kami siap membantu... - Published: 2025-10-25 - Modified: 2025-10-26 - URL: https://primayahospital.com/saraf/myasthenia-gravis/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Myasthenia Gravis merupakan suatu penyakit autoimun yang memengaruhi sistem neuromuskular, khususnya komunikasi antara saraf dan otot. Kondisi ini menyebabkan otot menjadi lemah dan cepat lelah, sehingga pasien mengalami berbagai gangguan fungsi otot yang cukup mengganggu kualitas hidup. Penyakit ini tergolong langka, tetapi pengaruhnya cukup besar terhadap kemampuan beraktivitas sehari-hari. Pemahaman tentang Myasthenia Gravis sangat penting karena gejala awalnya sering tidak spesifik dan bisa diabaikan. Deteksi dan diagnosis yang tepat diikuti dengan pengobatan yang benar dapat membantu pasien mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi yang membahayakan. Mengenal Myasthenia Gravis Myasthenia Gravis (MG) adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan autoimun yang menyerang persambungan antara saraf dan otot, yang disebut neuromuskular junction. Gangguan ini membuat sinyal dari saraf ke otot tidak dapat diteruskan dengan tepat, sehingga otot menjadi lemah dan mudah lelah setelah digunakan dalam aktivitas. Penyakit ini paling sering menyerang otot-otot yang mengendalikan gerakan mata, kelopak mata, serta otot wajah dan tenggorokan. Ketika otot-otot tersebut melemah, pasien dapat mengalami kelopak mata turun, penglihatan ganda, kesulitan menelan, dan berbicara. Otot leher, lengan, dan kaki juga bisa melemah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. MG dapat dialami semua usia, namun lebih sering pada wanita muda dan pria paruh baya. Gejala Myasthenia Gravis Gejala khas MG adalah kelemahan otot yang memburuk setelah melakukan aktivitas dan membaik setelah istirahat. Berikut adalah beberapa gejala utama yang sering muncul: Kelopak mata turun (ptosis), satu atau kedua mata mengalami penurunan kelopak yang dapat mengganggu penglihatan. Penglihatan ganda (diplopia) karena kelemahan otot penggerak bola mata. Kesulitan berbicara (disartria) dan menelan (disfagia) yang muncul akibat kelemahan otot wajah dan tenggorokan. Kelemahan otot wajah yang membuat ekspresi menjadi terbatas. Kelemahan otot leher sehingga sulit menopang kepala. Kelemahan otot lengan dan kaki yang menyebabkan gangguan berjalan dan mengangkat benda. Pada kasus berat, kelemahan otot pernapasan yang mengancam nyawa (krisis miastenik). Gejala ini menyebabkan pasien merasa cepat lelah dan kesulitan melakukan aktivitas fisik yang berkelanjutan. Gejala dapat muncul secara bertahap dan meningkat dalam beberapa bulan atau tahun. Penyebab Myasthenia Gravis Miastenia Gravis (MG) adalah gangguan autoimun di mana antibodi merusak reseptor asetilkolin pada persambungan neuromuskular sehingga mengganggu transmisi sinyal saraf ke otot. Faktor-faktor penyebab dan pemicu MG meliputi: Produksi antibodi terhadap reseptor asetilkolin (AChR) yang merupakan mayoritas kasus. Antibodi terhadap protein MuSK (muscle-specific kinase) pada sebagian pasien. Kelainan kelenjar timus seperti pembesaran (hiperplasia) atau tumor (timoma), yang sering ditemukan pada pasien MG dan diduga berperan dalam memicu produksi antibodi abnormal. Beberapa obat tertentu yang dapat memicu atau memperburuk gejala MG, seperti obat yang memengaruhi transmisi neuromuskular. Faktor genetik dan lingkungan juga bisa berperan sebagai predisposisi atau pemicu perkembangan penyakit ini pada individu tertentu. Mekanisme autoimun ini menurunkan jumlah reseptor asetilkolin yang efektif pada otot. Akibatnya, kontraksi otot tidak optimal dan menimbulkan kelemahan. Cara Dokter Mendiagnosis Myasthenia Gravis Diagnosis MG membutuhkan gabungan informasi klinis dan pemeriksaan penunjang yang komprehensif. Beberapa langkah diagnosis yang umum dilakukan adalah: Riwayat dan pemeriksaan fisik: Dokter akan menilai keluhan pasien terkait kelemahan otot serta melihat tanda-tanda khas seperti kelopak mata turun dan penglihatan ganda. Pemeriksaan darah: Dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi spesifik seperti antibodi anti-AChR dan anti-MuSK. Elektromiografi (EMG): Tes ini mengukur respons otot terhadap stimulasi saraf untuk mengevaluasi transmisi neuromuskular. Tes farmakologis: Pemberian obat edrofonium (Tensilon test) untuk melihat sementara waktu peningkatan kekuatan otot. Pencitraan: CT scan atau MRI untuk menilai kelenjar timus dan mendeteksi adanya timoma. Metode diagnostik ini dirancang untuk memastikan diagnosis yang akurat, termasuk membedakan MG dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa. Diagnosis tepat waktu sangat krusial agar pengobatan dapat dimulai tanpa penundaan. Pedoman klinis dari European Society of Cardiology merekomendasikan diagnosis dan penanganan penyakit neuromuskular, termasuk pengelolaan komplikasi kardiovaskular. ESC juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antara neurolog dan kardiolog serta evaluasi jantung secara proaktif untuk mencegah komplikasi serius. Pengobatan Myasthenia Gravis Tujuan utama pengobatan MG adalah meningkatkan kekuatan otot dan menekan reaksi autoimun. Terapi optimal dapat mencegah komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Jenis pengobatan yang digunakan meliputi: Inhibitor asetilkolinesterase: Obat seperti pyridostigmine berfungsi meningkatkan konsentrasi asetilkolin di persambungan neuromuskular sehingga memperbaiki transmisi sinyal dan kekuatan otot. Imunosupresan: Obat steroid (kortikosteroid) dan obat immunomodulator lain seperti azathioprine dan mycophenolate mofetil digunakan untuk menekan aktivitas sistem imun yang menyerang tubuh sendiri. Timuidektomi: Operasi pengangkatan kelenjar timus dilakukan terutama pada pasien dengan timoma atau kasus MG umum dengan hasil yang baik. Terapi imunomodulator: Plasmaferesis dan imunoglobulin intravena (IVIg) diberikan pada kasus berat untuk menghilangkan antibodi abnormal secara cepat. Terapi biologik: Obat biologik baru seperti eculizumab menawarkan harapan untuk pasien dengan MG parah yang resisten terapi konvensional. Perencanaan pengobatan dilakukan secara individual sesuai tingkat keparahan dan respons terapi pasien. Pemantauan jangka panjang dengan dokter spesialis sangat penting untuk menyesuaikan terapi. Krisis Miastenik Krisis miastenik adalah kondisi darurat yang mengancam jiwa akibat kelemahan otot pernapasan hingga menyebabkan gagal napas dan memerlukan perawatan intensif dengan dukungan ventilasi mekanik. Penyebab krisis miastenik meliputi: Infeksi berat yang menguras stamina tubuh Stres fisik atau... - Published: 2025-10-24 - Modified: 2025-10-23 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/keringat-dingin/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Keringat dingin adalah fenomena yang sering membuat kita merasa tidak nyaman dan khawatir. Biasanya keringat dingin muncul ketika tubuh merespons situasi seperti stres, kecemasan, atau bahkan kondisi medis tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab keringat dingin dan cara mengatasinya, juga gejala lain yang kerap menyertai dan perlu diperhatikan. Apa Itu Keringat Dingin Keringat adalah respons alami tubuh untuk mendinginkan diri ketika suhu tubuh meningkat, misalnya saat berolahraga atau berada di lingkungan panas. Keringat ini umumnya terasa hangat dan membantu menurunkan suhu kulit melalui penguapan. Adapun dikutip dari Medical News Today, keringat dingin adalah kondisi ketika keringat muncul secara tidak normal yang disertai rasa dingin, menggigil, atau kulit yang terasa lembap dan pucat meskipun suhu lingkungan tidak panas dan tidak ada aktivitas fisik yang berat. Perbedaan mendasar antara keringat biasa dan keringat dingin terletak pada pemicunya. Keringat biasa dipicu oleh aktivitas kelenjar ekrin di seluruh tubuh untuk pengaturan suhu. Sedangkan keringat dingin seringkali merupakan tanda stres signifikan pada tubuh, baik fisik maupun psikologis. Penting juga untuk membedakan keringat dingin dengan keringat malam (night sweats). Seperti dijelaskan NHS, keringat malam adalah episode keringat berlebihan yang terjadi saat tidur dan cukup parah hingga bisa membasahi pakaian tidur dan seprai, bahkan ketika kamar tidur dalam kondisi sejuk. Sedangkan keringat dingin dapat terjadi kapan saja, tidak terbatas pada saat tidur. Penyebab Keringat Dingin Keringat dingin bukanlah suatu kondisi medis tersendiri, melainkan gejala dari masalah yang mendasarinya. Memahami penyebab ini sangat penting untuk menentukan cara mengatasi keringat dingin secara tepat. Berikut ini sejumlah pemicu yang umum: Respons "lawan atau lari" (fight-or-flight) Ini salah satu penyebab keringat dingin yang paling umum. Ketika tubuh merasakan tekanan atau ancaman, baik yang nyata maupun menurut persepsi orang itu sendiri, sistem saraf simpatik akan aktif secara otomatis. Respons ini melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Akibatnya, detak jantung meningkat, pernapasan lebih cepat, otot menegang, dan kelenjar keringat diaktifkan hingga memicu keluarnya keringat meskipun terasa dingin. Stres dan kecemasan Kondisi seperti serangan panik, fobia sosial, atau gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD) dapat menyebabkan keringat dingin karena memicu stres. Orang dengan GAD sering merasa tegang dan cemas secara terus-menerus, bahkan tanpa alasan yang jelas, yang dapat memicu gejala fisik seperti keringat dingin. Kondisi medis mendesak dan serius Beberapa penyebab keringat dingin bisa menjadi tanda kondisi medis yang serius dan memerlukan perhatian medis segera: Syok yang terjadi ketika organ tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen atau darah, misalnya akibat cedera parah, reaksi alergi ekstrem, atau infeksi. Serangan jantung, bisa disertai gejala lain seperti nyeri atau tekanan di dada yang menjalar ke leher, rahang, punggung, atau lengan, sesak napas, pusing, serta mual. Infeksi, terutama saat demam mulai turun Sepsis atau respons kekebalan tubuh yang parah terhadap infeksi yang dapat menyebabkan peradangan luas dan mengganggu aliran darah hingga memicu keringat dingin. Sepsis tergolong kondisi yang mengancam jiwa. Hipoksia atau kekurangan oksigen yang bisa memicu stres dan keluarnya keringat dingin. Kondisi medis lain Selain kondisi mendesak, ada beberapa penyebab keringat dingin lain yang mungkin tidak mengancam jiwa secara langsung tapi tetap memerlukan perhatian: Penyakit tiroid (kelenjar gondok) Hipoglikemia (gula darah rendah) Hipotensi (tekanan darah rendah) Menopause dan perubahan hormonal Migrain Hiperhidrosis (kondisi keringat berlebihan dan tidak terduga) Efek samping obat Penarikan diri dari narkoba atau alkohol Gejala yang Sering Menyertai Keringat Dingin Keringat dingin kerap disertai gejala lain yang bisa membantu mengidentifikasi penyebab keringat dingin yang mendasari. Di antaranya: Badan lemas atau kelelahan Kulit pucat dan lembab Mual atau muntah Pusing atau pingsan Gemetar atau menggigil Napas cepat atau sesak napas Nyeri di area tertentu, seperti nyeri dada pada serangan jantung Perubahan kesadaran atau kebingungan Jantung berdebar (palpitasi) Cara Mengatasi Keringat Dingin Cara mengatasi keringat dingin yang paling efektif adalah dengan menangani penyebab keringat dingin yang mendasarinya. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan secara medis. Namun ada beberapa langkah cepat yang bisa dilakukan untuk meredakan ketidaknyamanan dan penanganan jangka panjang untuk mencegahnya. Minum air putih atau cairan elektrolit karena dehidrasi dapat memperburuk keringat dingin dan gejala penyertanya. Istirahat dan menenangkan diri misalnya dengan mencari tempat yang nyaman untuk duduk atau berbaring. Terapkan teknik pernapasan dalam dengan menarik napas panjang sebelum mengembuskannya jika merasa ada gangguan kecemasan. Mengenakan pakaian yang longgar dan berbahan mudah menyerap keringat. Menggunakan kompres dingin di leher, pergelangan tangan, atau ketiak untuk membantu mendinginkan tubuh dan meredakan sensasi tidak nyaman. Untuk mencegah keringat dingin yang berulang, terutama jika pemicunya adalah stres, kecemasan, atau gaya hidup, ada beberapa perubahan kebiasaan yang bisa membantu: Manajemen stres dan kecemasan jika pemicunya faktor psikologis Melatih teknik pernapasan dalam, meditasi, yoga, atau tai chi sebagai cara relaksasi Olahraga teratur, bisa berupa jalan kaki atau joging yang ringan Memastikan tidur yang cukup dan berkualitas Mencari dukungan sosial dari teman dan keluarga jika penyebab keringat dingin terkait dengan masalah psikologis Minum air yang cukup sepanjang hari Jika keringat dingin disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari, penanganan akan difokuskan pada pengobatan... - Published: 2025-10-23 - Modified: 2025-10-28 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ciri-ciri-asam-urat-norma/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Saat kadar asam urat di atas normal, maka dapat menyebabkan banyak masalah bagi tubuh. Salah satunya terjadinya penumpukan zat asam yang dapat menjadikan suatu kondisi yang disebut sebagai penyakit asam urat. Namun, tahukah Anda, jika asam urat bisa disebabkan dari makanan sehari-hari yang kita makan? Jika ingin tahu selengkapnya, maka silakan simak rincian lengkapnya dalam artikel di bawah ini! Mengenal Asam Urat Asam urat yaitu produk pembuangan alami hasil dari pemecahan purin. Nah, purin sendiri merupakan suatu senyawa alami yang terdapat dalam makanan, bahkan juga diproduksi oleh tubuh. Normalnya, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui ginjal ke urine. Namun, jika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi (hiperurisemia), maka tubuh tak mampu mengeliminasi seluruhnya. Ini akan menyebabkan terbentuknya kristal Monosodium urat (MSU) yang menumpuk di persendian dan jaringan lunak. Kondisi ini memicu peradangan atau dikenal sebagai penyakit asam urat (gout). Jika kadar asam urat masih di atas normal, maka kondisi ini tidak akan kunjung sembuh dan bahkan bisa semakin parah dari waktu. Batas Normal Kadar Asam Urat Normal Kadar asam urat dapat diukur melalui tes darah. Berikut ini bisa Anda lihat batas normalnya: Kadar di atas 7 mg/dL pada pria atau di atas 6 mg/dL pada wanita dianggap tinggi. Dengan angka tersebut, maka berisiko menyebabkan serangan asam urat. Gejala Asam Urat Tinggi Gejala utama timbul saat terjadi serangan penyakit asam urat yaitu saat kristal asam urat menumpuk di persendian. Gejala yang muncul antara lain: Nyeri sendi hebat. Biasanya muncul mendadak. Bengkak dan kemerahan pada sendi, biasanya di jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, atau pergelangan tangan. Sendi terasa panas. Gerakan terbatas karena rasa sakit. Serangan berulang bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen. Dalam kasus kronis dapat muncul tophi(benjolan berisi kristal urat di bawah kulit). Penyebab dan Faktor Risiko Penyebab utama yang menjadikan seseorang mengalami penyakit asam urat yaitu karena: Produksi asam urat berlbih. Ekskresi asam urat yang kurang efisien (ginjal tidak membuang cukup). Kombinasi keduanya. Faktor Risiko: Pola makan tinggi purin. Contoh daging merah, jeroan, seafood, alkohol. Obesitas Riwayat keluarga dengan gout. Penyakit penyerta. Contoh hipertensi, diabetes, gangguan ginjal. Obat-obatan tertentu. Contoh diuretik (pelancar urin), aspirin dosis rendah, obat anti-TBC (seperti pirazinamid). Konsumsi alkohol (terutama bir). Dehidrasi Cara Mendiagnosis Pemeriksaan yang dilakukan umumnya diawali dengan anamnesis dan juga pemeriksaan fisik. Dilakukan dengan menanyakan gejala dan riwayat keluarga sekaligus pemeriksaan sendi yang meradang. Jika masih belum jelas, maka akan dilakukan tes laboratorium sebagai tes penunjang. Di antaranya berupa: Tes darah. Untuk mengukur kadar asam urat. (Puasa 10-12 jam) Tes urin 24 jam. Untuk melihat banyaknya asam urat yang dibuang. Pemeriksaan Artrosentesis. Pemeriksaan cairan sendi di mikroskop. Pencitraan. Contoh X-ray atau USG sendi dan CT scan dual-energi untuk mendeteksi kristal asam urat lebih akurat. Obat dan Penanganan Asam Urat Berikut ini beberapa obat asam urat di kaki maupun di bagian persendian yang sering membuat rasa tidak nyaman: A. Obat untuk Mengatasi Serangan Gout Akut: NSAID (antiinflamasi nonsteroid). Contoh ibuprofen, naproxen. Efektif jika diberikan awal serangan. Oral atau suntikan jika tidak bisa minum NSAID. B. Obat untuk Menurunkan Kadar Asam Urat (Jangka Panjang): Menghambat pembentukan asam urat. Sebagai alternatif allopurinol. Untuk mmembantu ginjal membuang asam urat. Untuk kasus berat seperti pada pasien gagal dengan terapi lain. C. Penanganan Tambahan Hidrasi yang cukup. Diet rendah purin. Menjaga berat badan ideal. Menghindari alkohol. Makanan Pantangan & Anjuran Jika mengacu pada situs arthritis. org, bahwa sebaiknya penderita asam urat untuk menghindari makanan tertentu dan dianjurkan untuk makan makanan tertentu. Berikut rinciannya: Makanan Pantangan (Tinggi Purin) Jeroan seperti hati, ginjal, otak. Daging merah (sapi, kambing). Seafood contohnya udang, kerang, sarden, makarel. Kaldu daging kental. Minuman manis/fruktosa tinggi (soda, jus kemasan). Alkohol (terutama bir). Makanan yang Harus Dibatasi Daging unggas. Tahu, tempe, kacang-kacangan. Sayuran tinggi purin. Contoh bayam, asparagus, kembang kol. Makanan yang Dianjurkan Sayur-sayuran rendah purin. Buah-buahan segar, terutama ceri (mengandung antiinflamasi). Produk susu rendah lemak. Karbohidrat kompleks contoh nasi beras merah, roti gandum, oatmeal. Air putih minimal 2–3 liter/hari. Kopi dalam jumlah sedang. Kapan Harus ke Dokter? Segera konsultasi ke dokter penyakit dalam jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut ini: Mengalami nyeri sendi seperti nyeri lutut Khususnya di malam hari. Sendi merah, bengkak, panas. Serangan terjadi berulang kali (lebih dari 2–3 kali setahun). Ada benjolan keras (tophi) di sekitar sendi. Mengalami gangguan ginjal. Tidak membaik dengan pengobatan rumahan atau obat bebas. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kerusakan sendi permanen dan komplikasi seperti batu ginjal. Narasumber: dr. H. Michael Platini Tambunan, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-10-22 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/buah-yang-bagus-untuk-ibu-hamil-2/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kehamilan adalah momen istimewa yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam memilih asupan nutrisi. Buah merupakan salah satu sumber nutrisi yang menjadi favorit para ibu. Buah yang bagus untuk ibu hamil tidak hanya memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, tapi juga mendukung perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu. Artikel ini akan menerangkan seputar makanan yang baik untuk ibu hamil, termasuk cemilan sehat ibu hamil dan vitamin ibu hamil yang dibutuhkan. Nutrisi Kunci yang Dibutuhkan Ibu Hamil Selama kehamilan, beberapa nutrisi yang menjadi kebutuhan tubuh akan meningkat secara signifikan. Buah yang bagus untuk ibu hamil adalah yang kaya akan nutrisi seperti vitamin dan mineral. Berikut ini beberapa di antaranya: Folat (asam folat):Folat sangat penting untuk mencegah cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang bayi yang dikenal sebagai neural tube defects (NTDs), seperti spina bifida dan anensefali. Kekurangan folat juga dikaitkan dengan anemia pada ibu dan kelainan bawaan pada janin. American Congress of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan setidaknya 600 (mcg) folat per hari selama kehamilan. Vitamin C:Vitamin ini membantu mencegah kerusakan sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan sangat penting untuk penyerapan zat besi. Vitamin ibu hamil ini juga mendukung produksi kolagen yang penting untuk kulit, jaringan, dan pembuluh darah yang sehat pada ibu dan bayi. Kalium (potasium):Mineral ini membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit serta penting untuk fungsi otot dan saraf. Kalium juga dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko preeklamsia (risiko kehamilan berupa tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine). Serat:Serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan dan dapat membantu mencegah konstipasi, masalah umum selama kehamilan. Asupan serat yang cukup juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes gestasional dan preeklamsia. Zat besi:Kebutuhan zat besi meningkat drastis selama kehamilan untuk mendukung peningkatan volume darah ibu dan perkembangan janin. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Kalsium:Mineral ini dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi bayi yang kuat serta menjaga kesehatan tulang ibu. Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil Memilih buah yang bagus untuk ibu hamil adalah langkah cerdas untuk memastikan asupan nutrisi yang optimal. Berikut ini sejumlah buah yang sangat direkomendasikan lengkap dengan manfaatnya: Alpukat Alpukat adalah salah satu buah yang bagus untuk ibu hamil karena kaya akan lemak sehat, serat, folat, kalium, dan vitamin C. Satu setengah alpukat (100 gram) mengandung sekitar 485 mg kalium dan 14 persen dari kebutuhan folat harian selama kehamilan. Manfaat: Mencegah cacat lahir Mengatur tekanan darah Mengurangi risiko alergi makanan pada anak Meredakan konstipasi Mendukung perkembangan otak dan mata janin Mangga Mangga adalah buah tropis yang lezat dan bisa dijadikan cemilan sehat ibu hamil yang kaya vitamin A dan C. Satu cangkir mangga mengandung 277 mg kalium, 18,2 mg kalsium, 2,6 g serat, 71 µg folat, 16,5 mg magnesium, dan 60,1 mg vitamin C. Manfaat: Meningkatkan asupan nutrisi Mengurangi risiko komplikasi kehamilan Sumber antioksidan Pisang Pisang adalah buah yang bagus untuk ibu hamil yang mudah ditemukan dan sangat bergizi. Kandungan nutrisinya termasuk sumber folat, kalium, Vitamin B6, dan serat yang sangat baik. Manfaat: Meredakan mual Mencegah konstipasi/sembelit Mengatur tekanan darah Meningkatkan energi Mendukung pembentukan sel darah Sitrus Buah-buahan sitrus seperti jeruk adalah buah yang bagus untuk ibu hamil karena kandungan vitamin C dan folatnya yang tinggi. Manfaat: Mencegah cacat lahir Meningkatkan penyerapan zat besi Hidrasi Beri-berian Beri-berian seperti stroberi, bluberi, dan rasberi adalah cemilan sehat ibu hamil yang lezat dan padat nutrisi seperti vitamin C, serat, antioksidan, dan karbohidrat sehat. Adapun rasberi kaya akan zat besi, kalium, dan folat. Manfaat: Meningkatkan kekebalan tubuh Mencegah konstipasi Sumber hidrasi Mendukung pembentukan hemoglobin, khususnya rasberi Apel Apel adalah buah yang bagus untuk ibu hamil yang mudah diperoleh dan memiliki banyak manfaat. Kandungan nutrisinya termasuk serat, vitamin C, vitamin A, dan pektin. Apel juga mengandung flavonoid yang merupakan antioksidan kuat. Manfaat: Mengurangi risiko asma dan mengi pada anak Melancarkan pencernaan Mendukung sistem imun ibu dan janin. Sumber energi alami Mendukung kesehatan tulang bayi Pir Pir adalah buah yang bagus untuk ibu hamil yang sering diabaikan tapi merupakan sumber serat yang sangat baik, juga mengandung vitamin C dan K serta kalium. Manfaat: Mencegah konstipasi Menjaga kesehatan jantung Kiwi Meskipun ukurannya kecil, kiwi adalah buah yang bagus untuk ibu hamil yang padat nutrisi. Kandungan nutrisinya termasuk viamin C, A, E, dan K serta folat, kalium, zat besi, tembaga, magnesium, fosfor, dan kolin. Satu buah kiwi rata-rata mengandung sekitar 17 mcg folat dan 64 mg vitamin C. Manfaat: Mencegah cacat lahir, terutama pada trimester pertama Meningkatkan penyerapan zat besi Melancarkan pencernaan dan mencegah konstipasi, kembung, serta nyeri Mengatur tekanan darah Meningkatkan kekebalan tubuh Mendukung kesehatan tulang serta pembekuan darah pada ibu dan bayi Sejumlah buah yang bagus untuk ibu hamil ini bisa dimakan langsung ataupun diolah menjadi menu makanan sehari-hari seperti jus segar, smoothie, salad buah, atau tambahan pada oatmeal. Sebelum mengonsumsinya, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, terutama jika hendak dijadikan cemilan sehat ibu hamil dengan dimakan langsung: Selalu cuci buah-buahan secara menyeluruh di bawah... - Published: 2025-10-21 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/umum/hydration-awareness/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia belakangan ini tidak hanya membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan serius. Saat suhu udara meningkat, tubuh berusaha menurunkan suhu internal melalui keringat, yang menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium. Jika kehilangan ini tidak segera diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi, yaitu kondisi ketika asupan cairan tidak seimbang dengan cairan yang keluar. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan cairan tubuh harian meningkat signifikan, dari rata-rata 2–2,5 liter menjadi 3–3,5 liter per hari, terutama saat suhu udara luar mencapai lebih dari 35°C. Kekurangan cairan bukan hanya menimbulkan rasa haus, tetapi juga memengaruhi fungsi jantung, ginjal, hingga otak. Karena itu, meningkatkan hydration awareness kesadaran untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh harian menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh di tengah cuaca panas ekstrem. Strategi Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Harian di Cuaca Panas Menjaga hydration awareness tidak sekadar minum air saat haus, tetapi memastikan tubuh mendapatkan cairan dalam jumlah dan waktu yang tepat. Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan, antara lain: Minum Air Sebelum Merasa Haus Banyak orang menunggu rasa haus muncul baru kemudian minum, padahal rasa haus merupakan tanda awal bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh harian, biasakan minum air putih secara teratur, sekitar 150–250 ml setiap 1–2 jam sekali, meski tidak merasa haus. Cara ini lebih efektif dibandingkan minum dalam jumlah besar sekaligus karena membantu penyerapan cairan secara bertahap dan menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Gunakan Botol Minum Pribadi Membawa botol minum sendiri bukan hanya kebiasaan praktis, tetapi juga cara mudah untuk memantau seberapa banyak cairan yang sudah diminum dalam sehari. Dengan botol berukuran tertentu, misalnya 500 ml, Anda bisa menghitung total asupan air harian dan memastikan kebutuhan cairan tubuh harian tercapai. Selain itu, botol pribadi juga lebih higienis dan membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Pilih Minuman Sehat Air putih adalah pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi karena bebas kalori dan mudah diserap tubuh. Namun, variasi seperti air kelapa, infused water dengan potongan buah, atau jus alami tanpa tambahan gula juga bisa menjadi alternatif yang menyegarkan. Jenis minuman ini membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh harian sekaligus menambah asupan vitamin dan elektrolit alami yang penting saat cuaca panas. Batasi Konsumsi Kafein dan Alkohol Minuman seperti kopi, teh, atau alkohol bersifat diuretik, artinya dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh melalui urin. Konsumsi berlebihan bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan memperburuk risiko dehidrasi. Jika Anda ingin tetap minum kopi atau teh, imbangi dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup agar kebutuhan cairan tubuh harian tetap terpenuhi. Konsumsi Buah dan Sayur Tinggi Air Selain minum air, asupan cairan juga bisa diperoleh dari makanan. Buah seperti semangka, jeruk, melon, dan sayuran seperti mentimun serta selada mengandung lebih dari 90% air. Mengonsumsi buah dan sayur tersebut secara rutin membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh harian sekaligus memberikan serat, vitamin, dan mineral penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Perhatikan Warna Urin Warna urin dapat menjadi indikator sederhana untuk menilai status hidrasi tubuh. Jika urin berwarna bening atau kuning muda, itu tanda tubuh terhidrasi dengan baik. Namun, jika berwarna kuning pekat atau keruh, bisa jadi kebutuhan cairan tubuh harian Anda belum terpenuhi. Memeriksa warna urin setiap hari merupakan cara mudah untuk memastikan tubuh tidak kekurangan cairan. Gunakan Pakaian Ringan dan Tidak Ketat Saat cuaca panas ekstrem, pakaian yang terlalu tebal atau ketat dapat menghambat sirkulasi udara dan meningkatkan suhu tubuh, sehingga tubuh akan berkeringat lebih banyak. Pilih pakaian longgar, berbahan katun, dan berwarna terang agar kulit bisa “bernapas” dan proses penguapan keringat lebih lancar. Dengan begitu, tubuh tetap sejuk dan pengeluaran cairan bisa lebih terkontrol, membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh harian tetap seimbang. Siapa yang Paling Rentan Mengalami Dehidrasi? Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam menjaga kebutuhan cairan tubuh harian. Beberapa kelompok lebih rentan mengalami dehidrasi, terutama saat cuaca panas ekstrem, di antaranya: Anak-anak, karena sistem pengatur suhu tubuh mereka belum sempurna. Lansia, yang sering kali tidak merasakan haus meskipun cairan tubuh sudah berkurang. Pekerja lapangan dan atlet, yang kehilangan cairan lebih banyak lewat keringat. Ibu hamil dan menyusui, yang memerlukan cairan tambahan untuk menjaga sirkulasi dan produksi ASI Pasien dengan penyakit kronis, seperti diabetes, gangguan ginjal, atau hipertensi. Mereka perlu memperhatikan tanda awal dehidrasi dan memastikan kebutuhan cairan tubuh harian terpenuhi dengan baik. Gejala Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai Memahami tanda-tanda dehidrasi adalah langkah penting dalam menjaga hydration awareness. Beberapa gejala yang menunjukkan bahwa tubuh kekurangan cairan antara lain: Rasa Haus Berlebihan dan Mulut Kering Ini merupakan tanda paling awal tubuh kekurangan cairan. Saat kadar air dalam tubuh menurun, produksi air liur ikut berkurang sehingga mulut terasa kering dan lengket. Jika kebutuhan cairan tubuh harian tidak segera dipenuhi, rasa haus akan semakin intens dan tubuh mulai menunjukkan gejala dehidrasi yang lebih berat. Kelelahan dan Pusing Akibat Penurunan Volume Darah Ketika cairan... - Published: 2025-10-20 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/umum/waspadai-keracunan-makanan/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Keracunan makanan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di negara tropis seperti Indonesia karena suhu dan kelembapan tinggi membuat makanan mudah terkontaminasi bakteri, virus, atau racun yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Kondisi keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung mikroorganisme berbahaya seperti Salmonella, E. coli, Listeria, atau virus Norovirus, maupun zat kimia seperti pestisida dan logam berat. Gejala keracunan makanan biasanya muncul beberapa jam setelah konsumsi, ditandai dengan mual, muntah, diare, dan sakit perut. Tingkat keparahan bisa bervariasi tergantung jenis patogen dan daya tahan tubuh individu. Anak-anak, ibu hamil, serta lansia termasuk kelompok yang paling rentan terhadap keracunan makanan, sehingga penting menjaga kebersihan dan cara pengolahan makanan untuk mencegah terjadinya kasus ini. Gejala Umum Keracunan Makanan Tanda-tanda keracunan makanan biasanya muncul dalam waktu 2–6 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, namun bisa juga hingga 24 jam tergantung penyebabnya. Berikut gejala yang paling sering terjadi, antara lain: Mual dan Muntah Gejala awal keracunan makanan ini merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan zat beracun atau mikroorganisme berbahaya dari saluran pencernaan. Biasanya terjadi beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Muntah berulang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit, sehingga penting untuk segera menggantinya dengan air putih atau oralit. Diare Salah satu gejala paling umum keracunan makanan adalah buang air besar dengan frekuensi meningkat dan tekstur feses cair. Dalam beberapa kasus, diare bisa disertai darah atau lendir akibat iritasi pada dinding usus. Kondisi ini dapat berlangsung 1–3 hari dan berisiko menyebabkan dehidrasi jika tidak diatasi dengan baik. Sakit Perut dan Kram Keracunan makanan menyebabkan peradangan pada lapisan saluran pencernaan, sehingga muncul rasa nyeri, kembung, dan kram di perut. Biasanya rasa sakit terasa di bagian bawah perut dan bisa datang secara tiba-tiba. Kram ini merupakan tanda tubuh sedang berusaha mengeluarkan zat berbahaya dari sistem cerna. Demam dan Menggigil Gejala ini muncul ketika tubuh melawan infeksi akibat bakteri seperti Lemas dan Dehidrasi Akibat kehilangan cairan melalui muntah dan diare, penderita keracunan makanan sering merasa lemas, pusing, dan tidak bertenaga. Dehidrasi yang tidak segera diatasi dapat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia. Tanda-tanda dehidrasi antara lain mulut kering, kulit terasa kaku, dan urin berwarna gelap. Mengonsumsi cairan elektrolit atau air kelapa bisa membantu mengembalikan keseimbangan tubuh. Jika gejala keracunan makanan disertai muntah terus-menerus, demam tinggi, atau darah pada tinja, segera cari pertolongan medis. Kondisi ini bisa mengarah pada dehidrasi berat yang berbahaya. Penyebab Umum Keracunan Makanan Beberapa penyebab keracunan makanan yang sering ditemui antara lain: Penyimpanan Makanan yang Tidak Tepat Salah satu penyebab paling umum keracunan makanan adalah penyimpanan bahan makanan pada suhu yang tidak sesuai. Makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang (lebih dari 2 jam) menjadi tempat ideal bagi bakteri seperti Proses Memasak Tidak Sempurna Daging, telur, ayam, dan seafood yang tidak dimasak hingga matang sempurna dapat membawa mikroorganisme berbahaya. Misalnya, daging ayam mentah bisa mengandung Kontaminasi Silang Terjadi ketika bahan makanan mentah bersentuhan langsung dengan makanan matang, alat dapur, atau permukaan meja yang sama tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Misalnya, talenan yang digunakan untuk memotong ayam mentah kemudian dipakai untuk memotong sayur tanpa dicuci bisa menyebabkan perpindahan bakteri. Kontaminasi silang menjadi salah satu penyebab tersembunyi keracunan makanan di rumah tangga dan restoran. Gunakan talenan, pisau, serta wadah berbeda untuk bahan mentah dan makanan matang. Kebersihan Tangan dan Peralatan yang Kurang Terjaga Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan adalah langkah paling sederhana namun sering diabaikan. Tangan yang tidak bersih dapat membawa bakteri, virus, atau telur parasit ke makanan. Selain itu, peralatan dapur seperti sendok, panci, dan wadah penyimpanan juga harus dibersihkan dengan sabun dan air panas setelah digunakan. Kurangnya kebersihan menjadi faktor utama keracunan makanan, terutama saat memasak untuk anak-anak atau orang lanjut usia. Pertolongan Pertama Saat Mengalami Keracunan Makanan Jika Anda atau keluarga mengalami keracunan makanan, lakukan langkah berikut sebelum mendapat pertolongan medis: Istirahat dan minum banyak cairanuntuk mengganti cairan yang hilang akibat muntah dan diare. Hindari makanan berat atau pedassampai kondisi pencernaan membaik. Konsumsi oralit atau air kelapauntuk menjaga keseimbangan elektrolit. Segera ke fasilitas kesehatanjika gejala memburuk, terutama pada anak dan lansia. Dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengurangi mual, diare, atau antibiotik bila penyebabnya adalah infeksi bakteri tertentu. Cara Mencegah Keracunan Makanan Pencegahan keracunan makanan dapat dilakukan dengan langkah sederhana namun efektif. Berikut beberapa tips penting: Cuci Tangan dengan Sabun Sebelum dan Sesudah Memegang Makanan Ini langkah dasar untuk mencegah penyebaran bakteri dari tangan ke makanan. Masak Makanan Hingga Benar-Benar Matang Gunakan suhu memasak yang sesuai untuk membunuh mikroorganisme. Misalnya, ayam dan daging merah perlu dimasak minimal hingga suhu internal 75°C. Pisahkan Bahan Mentah dan Makanan Matang Gunakan talenan serta pisau berbeda untuk daging mentah dan sayuran siap makan agar terhindar dari kontaminasi silang. Simpan Makanan di Suhu yang Sesuai Makanan panas sebaiknya disajikan dalam suhu di atas 60°C dan makanan dingin harus disimpan di bawah 5°C. Hindari membiarkan makanan lebih dari 2 jam... - Published: 2025-10-18 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyakit-osteogenesis-imperfecta/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Osteogenesis Imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan kolagen, menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Penyakit ini dapat diturunkan secara genetik dan memiliki berbagai tingkat keparahan, dari ringan hingga sangat parah. Gejala umum meliputi tulang yang mudah patah, pertumbuhan terhambat, dan kelainan pada gigi dan pendengaran. Diagnosis dini sangat penting. Mengenal Penyakit Osteogenesis Imperfecta Osteogenesis Imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang menyebabkan tulang mudah patah karena produksi kolagen yang abnormal. Penyakit ini langka. OI terjadi akibat mutasi pada gen COL1A1 atau COL1A2, yang mengatur produksi kolagen tipe I, komponen penting dalam pembentukan tulang. Penderita sering mengalami patah tulang berulang, bahkan tanpa trauma yang signifikan. Gejalanya bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung jenisnya. Selain tulang rapuh, OI juga dapat menyebabkan gangguan pada gigi (dentinogenesis imperfecta) dan pendengaran. Penanganan dini penting untuk mencegah komplikasi. Gejala Penyakit Osteogenesis Imperfecta Gejala Osteogenesis Imperfecta (OI) bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Biasanya, gejala muncul sejak lahir atau masa kanak-kanak. Patah tulang berulang tanpa trauma signifikan Pertumbuhan terhambat Kulit tipis dan mudah memar Gangguan pada gigi (dentinogenesis imperfecta) Pendengaran terganggu atau gangguan pendengaran Sendi longgar dan fleksibel Skoliosis atau kelainan bentuk tulang belakang Warna sclera mata kebiruan (blue sclera) Penyebab Penyakit Osteogenesis Imperfecta Osteogenesis Imperfecta (OI) disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu pembentukan kolagen tipe I. Kolagen ini penting untuk kekuatan tulang. Berikut adalah penyebab utama Penyakit Osteogenesis Imperfecta. 1. Mutasi pada Gen COL1A1 Gen COL1A1 mengkode kolagen tipe I, yang memberikan kekuatan pada tulang dan jaringan ikat. Mutasi pada gen ini mengganggu produksi kolagen. Akibat mutasi ini, kolagen yang dihasilkan lebih lemah dan tidak dapat menopang struktur tulang dengan baik. Penderita mengalami patah tulang yang mudah. Mutasi COL1A1 dapat diwariskan secara dominan autosomal. Ini berarti hanya satu salinan gen yang bermutasi untuk menyebabkan penyakit. Jenis OI yang disebabkan oleh mutasi COL1A1 cenderung lebih ringan, namun tetap berisiko patah tulang berulang. 2. Mutasi pada Gen COL1A2 Gen COL1A2 juga berperan dalam pembentukan kolagen tipe I. Mutasi pada gen ini menyebabkan tulang yang lebih rapuh dan tidak elastis. Kolagen yang dihasilkan tidak berfungsi dengan baik, yang menyebabkan tulang mudah patah bahkan tanpa trauma yang berat. Mutasi COL1A2 lebih jarang ditemukan dibandingkan COL1A1 tetapi dapat menyebabkan gejala OI yang lebih berat. Penyakit yang disebabkan oleh mutasi COL1A2 lebih sering mengarah pada bentuk OI yang parah, dengan gejala lebih serius. 3. Mutasi Spontan atau Baru Beberapa kasus OI muncul tanpa riwayat keluarga. Ini disebabkan oleh mutasi genetik baru atau spontan yang terjadi pada individu. Mutasi spontan ini menyebabkan perubahan pada gen yang mengkode kolagen, sehingga struktur kolagen yang dihasilkan tidak normal. Mutasi baru ini tidak diwariskan, tetapi bisa menyebabkan anak yang lahir dengan OI meskipun orang tuanya tidak terpengaruh. Mutasi spontan sering kali menyebabkan bentuk OI yang lebih parah, dengan patah tulang lebih sering dan kelainan yang lebih jelas. 4. Faktor Lingkungan atau Komplikasi Lain Selain mutasi genetik, beberapa faktor lingkungan atau kondisi medis lain dapat mempengaruhi keparahan OI. Misalnya, kekurangan vitamin D atau kalsium dapat memperburuk kekuatan tulang. Namun, faktor ini lebih sering memperburuk gejala pada individu yang sudah memiliki predisposisi genetik. Tulang yang sudah rapuh akibat OI lebih rentan terhadap cedera dan infeksi, yang dapat memperburuk kondisi. Penyakit lain, seperti gangguan metabolisme tulang, juga dapat memperburuk kondisi tulang pada penderita OI. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Osteogenesis Imperfecta Diagnosis Osteogenesis Imperfecta dimulai dengan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda khas, seperti kulit tipis dan patah tulang berulang. Tes genetik dilakukan untuk mengidentifikasi mutasi pada gen COL1A1 atau COL1A2. Hasil tes ini mengonfirmasi diagnosis OI. Pemeriksaan pencitraan seperti X-ray atau MRI digunakan untuk mendeteksi fraktur tulang dan deformitas tulang belakang. Tes laboratorium dilakukan untuk mengevaluasi kadar kolagen dalam darah. Ini membantu menilai sejauh mana produksi kolagen terganggu. Cara Mengobati Penyakit Osteogenesis Imperfecta Osteogenesis Imperfecta (OI) tidak dapat disembuhkan, tetapi perawatan dapat membantu mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Berikut beberapa cara mengobati OI. 1. Terapi Hormon Pertumbuhan Terapi hormon pertumbuhan membantu meningkatkan tinggi badan pada penderita OI yang memiliki gangguan pertumbuhan. Suntikan hormon dilakukan secara berkala. Terapi ini lebih efektif pada usia dini dan dilakukan dengan pengawasan dokter. Dosis disesuaikan dengan berat badan dan usia pasien. Selain meningkatkan tinggi badan, terapi ini juga dapat memperkuat tulang dengan meningkatkan kepadatan tulang. Pemantauan rutin diperlukan untuk memastikan efektivitas terapi dan meminimalkan efek samping dari penggunaan hormon. 2. Penggunaan Obat untuk Meningkatkan Kepadatan Tulang Obat-obatan seperti bisfosfonat digunakan untuk memperkuat tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kepadatan tulang. Bisfosfonat diberikan melalui infus atau tablet secara berkala. Terapi ini membantu mengurangi jumlah patah tulang yang terjadi. Selain bisfosfonat, suplemen kalsium dan vitamin D juga diberikan untuk mendukung kesehatan tulang dan mengurangi risiko cedera. Obat ini harus diberikan dengan pengawasan medis untuk memantau efek samping, terutama pada fungsi ginjal. 3. Fisioterapi dan Rehabilitasi Fisioterapi sangat penting untuk memperkuat otot dan meningkatkan stabilitas sendi. Ini membantu penderita OI untuk bergerak... - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-10-23 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/autoimun-pada-wanita/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Setiap orang memiliki sistem imun yang berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit. Tapi, pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh ini justru bisa menyerang tubuh sendiri. Menariknya, kondisi yang disebut autoimun ini lebih sering didapati pada wanita daripada pria. Apa itu autoimun pada wanita dan seluk-beluknya akan dibahas dalam artikel ini. Mengenal Autoimun pada Wanita Penyakit autoimun adalah sekelompok kondisi ketika sistem imun salah mengenali sel-sel sehat tubuh sebagai ancaman asing seperti virus atau bakteri. Akibatnya, sistem ini justru menyerang jaringan tubuh yang sehat dengan menghasilkan antibodi yang bisa mengakibatkan kerusakan pada jaringan dan organ seperti sendi, kulit, kelenjar tiroid, hingga ginjal dan otak. Dalam Enhancing NIH Research on Autoimmune Disease disebutkan kasus autoimun pada wanita lebih banyak dibanding pada pria dengan angka sekitar 75 persen. Hingga kini terdapat lebih dari 100 jenis penyakit autoimun yang telah teridentifikasi, dari yang menyerang organ spesifik seperti tiroiditis Hashimoto (kelenjar tiroid) hingga yang sistemik seperti lupus eritematosus sistemik (SLE) yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Menurut artikel di Stanford Medicine News Center tentang studi kenapa autoimun pada wanita lebih banyak daripada pria disebutkan rasio kasus lupus bisa mencapai 9 wanita berbanding 1 pria. Selain tiroiditis Hashimoto dan lupus, jenis penyakit autoimun pada wanita yang umum meliputi: Reumatoid artritis: peradangan kronis pada sendi Sindrom Sjögren: sistem imun menyerang kelenjar yang memproduksi kelembapan, seperti kelenjar air mata dan air liur Multiple sclerosis: sistem kekebalan tubuh menggerogoti lapisan pelindung saraf Menurut riset di American Journal of Public Health, penyakit autoimun sering menjadi penyebab utama kematian pada wanita muda dan paruh baya. Artinya, penyakit autoimun pada wanita sangat serius. Gejala Autoimun pada Wanita Salah satu tantangan terbesar dalam mendiagnosis penyakit autoimun, terutama autoimun pada wanita, adalah gejalanya yang seperti masalah kesehatan lain dan timbul-tenggelam. Gejala ini juga tergantung organ apa yang terpengaruh oleh serangan sistem imun. Gejala Umum (Sistemik) Kelelahan kronis (fatigue): rasa lelah yang ekstrem dan tidak membaik meskipun sudah beristirahat. Nyeri sendi dan otot: rasa sakit atau kaku yang berpindah-pindah atau menetap tanpa adanya cedera fisik yang jelas. Demam derajat rendah: peningkatan suhu tubuh ringan yang muncul tanpa infeksi. Kabut otak (brain fog): kesulitan berkonsentrasi, masalah ingatan, atau merasa lambat dalam berpikir. Perubahan kulit dan rambut: rambut rontok yang parah, ruam yang tidak biasa, atau kulit yang sangat sensitif terhadap sinar matahari. Gejala Spesifik (Tergantung Organ yang Diserang) Mata dan mulut kering: khas gejala sindrom Sjögren's Ruam kupu-kupu (malar rash): ruam merah di pipi dan pangkal hidung, sering dikaitkan dengan lupus Perubahan berat badan: kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis, sering terjadi pada penyakit tiroid autoimun Fenomena Raynaud: jari-jari tangan atau kaki menjadi pucat, dingin, atau mati rasa saat terpapar suhu dingin Gangguan saraf: mati rasa, kesemutan, kelemahan otot, terutama padamultiple sclerosis Gejala-gejala ini dapat muncul/memburuk (flare) dan hilang/mereda (remisi). Pola ini sering membuat pasien dan bahkan dokter kesulitan mengaitkannya dengan penyakit kronis sehingga memperlambat proses diagnosis. Penyebab Autoimun pada Wanita Hingga kini para ilmuwan masih berupaya menemukan penyebab pasti penyakit autoimun, termasuk kenapa autoimun pada wanita lebih banyak daripada pria. Ada dugaan kuat bahwa penyakit autoimun dipengaruhi oleh interaksi beberapa faktor: Genetik Secara genetik, wanita memiliki dua kromosom X (XX), sementara pria satu X dan satu Y (XY). Kromosom X mengandung banyak gen yang mengatur fungsi sistem kekebalan. Karena adanya dosis ganda gen itu, wanita lebih rentan terhadap kelainan imun. Selain itu, untuk menyeimbangkan dosis gen, salah satu kromosom X dinonaktifkan secara acak. Tapi penonaktifan ini bisa menghasilkan molekul tertentu yang dianggap sebagai benda asing oleh sistem imun sehingga memunculkan autoantibodi. Hormon seks Estrogen dapat meningkatkan aktivitas sel B yang memproduksi antibodi dan sel T yang mengatur kekebalan sehingga membuat sistem imun wanita lebih kuat dan lebih cepat bereaksi terhadap patogen. Namun respons yang lebih kuat ini juga meningkatkan risiko kesalahan produksi antibodi yang menyerang tubuh sendiri. Faktor lingkungan Faktor lingkungan bertindak sebagai pemicu yang melepaskan potensi genetik dan hormonal. Ini termasuk: Infeksi virus atau bakteri tertentu yang mirip dengan protein tubuh (molecular mimicry) sehingga sistem imun keliru menyerang keduanya. Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan olahan. Stres kronis, merokok, dan paparan toksin lingkungan, termasuk sinar ultraviolet. Cara Dokter Mendiagnosis Autoimun pada Wanita Diagnosis penyakit autoimun pada wanita ataupun pria tidak mudah karena gejalanya sering mirip dengan gangguan kesehatan lain. Proses diagnosis biasanya meliputi: Anamnesis detail: dokter menanyakan gejala, lama berlangsung, riwayat keluarga, serta faktor risiko lingkungan. Pemeriksaan fisik: mencari tanda khas seperti ruam lupus, sendi bengkak, atau pembesaran kelenjar tiroid. Tes laboratorium: Tes antibodi, misalnya antinuclear antibodyuntuk lupus. RF (rheumatoid factor) dan anti-CCP untuk reumatoid artritis. TSH dan TPO antibodyuntuk penyakit tiroid. Pencitraan: MRI digunakan untuk mendeteksi lesi otak pada multiple sclerosis. Biopsi: pengambilan sampel jaringan seperti kelenjar ludah untuk Sjögren atau ginjal untuk lupus. Cara Mengatasi Autoimun pada Wanita Hingga kini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan penyakit autoimun pada wanita dan pria. Terapi bertujuan mengendalikan gejala, mencegah kerusakan organ, dan... - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/waspada-gagal-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Tubuh kita punya semacam sistem yang bisa memberi sinyal bahwa ada masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Tapi tak jarang orang mengabaikan sinyal ini hingga berakibat fatal. Misalnya ketika seseorang mengalami gagal ginjal. Berikut ini pembahasan mengenai penyakit gagal ginjal beserta ciri-cirinya dan beberapa cara cek ginjal sendiri dan cek ginjal bermasalah yang bisa dilakukan di rumah sebelum memutuskan untuk cek lab. Apa Itu Gagal Ginjal Ginjal adalah organ yang bekerja sepanjang hari tanpa henti. Setiap hari, dua organ seukuran kepalan tangan ini bertugas menyaring 120-150 liter darah untuk membuang produk limbah, racun, dan kelebihan cairan dari tubuh. Cairan dan limbah ini diubah menjadi urine untuk dibuang. Ginjal juga berperan penting mengatur tekanan darah, menyeimbangkan kadar elektrolit (seperti natrium dan kalium), serta memproduksi hormon yang merangsang pembuatan sel darah merah dan menjaga kesehatan tulang. Adapun penyakit gagal ginjal terjadi ketika ginjal tak mampu lagi menjalankan fungsi penyaringan itu secara efektif. Walhasil, racun dan limbah yang semestinya dibuang justru menumpuk di dalam darah hingga memicu beragam masalah kesehatan serius. Kondisi ini biasanya dibagi menjadi dua jenis utama: Gagal ginjal akut (acute kidney injury): terjadi tiba-tiba, sering kali dalam hitungan jam atau hari. Penyebabnya bisa berupa cedera parah, infeksi berat, atau dehidrasi ekstrem. Jika ditangani dengan cepat dan tepat, fungsi ginjal pada pasien sering bisa pulih. Gagal ginjal kronis (chronic kidney disease): fungsi ginjal menurun secara bertahap, bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Lantaran perkembangannya yang lambat dan gejalanya yang sering tidak spesifik di tahap awal, gagal ginjal kronis memerlukan kewaspadaan ekstra. Dibanding gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis lebih berisiko karena tanda dan gejalanya yang tak kentara. Di Amerika Serikat saja, menurut Centers for Disease Control and Prevention, sebanyak 9 dari 10 orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit ginjal. Yang lebih mengkhawatirkan adalah banyak dari mereka tidak terdiagnosis. Penyakit gagal ginjal kronis sering tidak menimbulkan gejala yang jelas hingga mencapai stadium lanjut, ketika kerusakan ginjal sudah tidak dapat diperbaiki menjadi seperti semula (irreversible). Pada stadium akhir, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup. Selain berbiaya tinggi, prosedur ini berdampak besar pada kualitas hidup pasien dan keluarga. Ciri-ciri Penyakit Gagal Ginjal Sebagai penyakit yang gejalanya tak kentara di tahap awal, sangat penting bagi kita untuk peka terhadap berbagai kemungkinan gejala gagal ginjal, terutama gagal ginjal kronis. Berikut ini gejalanya dari yang sangat umum hingga lebih spesifik seperti perubahan pada kulit. Gejala yang sering terabaikan Kelelahan akibat penumpukan racun dalam darah dan penurunan produksi sel darah merah Pembengkakan atau edema karena ginjal gagal membuang kelebihan cairan sehingga menumpuk di tubuh. Perubahan pola buang air kecil, biasanya menjadi lebih sering buang air kecil terutama pada malam, urine berbusa, atau urine berwarna gelap seperti teh dan jumlahnya berkurang. Sesak napas karena kelebihan cairan menumpuk di paru-paru. Mual dan muntah lantaran lambung mengalami iritasi akibat penumpukan limbah uremik dalam darah. Gagal ginjal kronis juga bisa menyebabkan perubahan pada kulit. Lebih dari 50 persen pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir mengalami setidaknya satu masalah kulit. Hal ini terjadi karena penumpukan racun uremik di kulit, ketidakseimbangan mineral seperti kalsium dan fosfor, serta respons peradangan sistemik. Cara Cek Ginjal Bermasalah Berdasarkan ciri-ciri penyakit ginjal di atas, terdapat beberapa cara cek ginjal sendiri atau cara cek ginjal bermasalah yang bisa dilakukan. Di antaranya: Perubahan pola buang air kecil Amati pola dan karakteristik urine selama 3 hari berturut-turut. Jika ada perubahan signifikan seperti kerap bangun malam untuk buang air kecil, urine berbusa, atau warna urine lebih pekat atau justru terlalu jernih, segera lakukan cek lab. Pembengkakan tidak wajar Cek apakah ada tanda penumpukan cairan berupa pembengkakan terutama di wajah, tangan, atau kaki. Cek gejala lain - Kecap-kecap lidah untuk mengecek apakah ada rasa logam di mulut yang muncul karena adanya penumpukan racun dalam darah - Hitung frekuensi pernapasan dengan jam tangan, berapa kali tarikan dan embusan napas dalam 1 menit. Frekuensi pernapasan yang normal buat orang dewasa adalah 12-20 kali per menit. - Cek apakah terasa ada kram otot atau kelelahan yang tak biasa pada saat malam hari Cek lab untuk ginjal Jika terdapat gejala dan indikasi masalah ginjal berdasarkan beberapa pengecekan mandiri, ada sejumlah cara cek lab berdasarkan sampel urine atau darah untuk mendeteksi gangguan ginjal: Tes urine untuk mendeteksi adanya protein dalam urine dan kebocoran protein kecil Tes darah untuk mendeteksi kadar kreatinin dan LFG atau laju filtrasi glomerulus Pencegahan Dini untuk Ginjal Sehat Sebagian besar kasus gagal ginjal kronis dapat dicegah atau setidaknya diperlambat perkembangannya. Berikut ini langkah-langkah nyata yang bisa diterapkan: Mengelola tekanan darah dan gula darah bila menderita hipertensi atau diabetes, termasuk dengan mengikuti anjuran pengobatan dari dokter. Menerapkan pola makan yang sehat dengan mengurangi asupan garam, membatasi makanan olahan, serta memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh. Memastikan kebutuhan air tercukupi tanpa minum air putih secara berlebihan yang mungkin justru membahayakan bagi orang yang mengalami penyakit ginjal karena... - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-jantung/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Rehabilitasi jantung menjadi salah satu langkah penting untuk pasien atau penderita gangguan atau penyakit jantung. Dalam proses rehabilitasi sendiri, terdapat rangkaian kegiatan untuk memulihkan keadaan penderita penyakit jantung. Tetapi, rehabilitasi bukan hanya sekedar proses pemulihan fisik saja. Namun, di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan lain yang bisa membuat penderita bisa melakukan aktivitasnya secara normal kembali. Seperti, adanya edukasi hingga beragam dukungan psikologis. Apa Itu Rehabilitasi Jantung? Bagi penderita atau seseorang dengan sakit yang berkaitan dengan jantung, rehabilitasi menjadi hal yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan. Rehabilitasi memang tidak akan membuat jantung bekerja kembali dengan normal. Namun, rehabilitasi bisa membuat penderita bisa melakukan aktivitas dengan lebih baik. Rehabilitasi ini sendiri merupakan sebuah program pemulihan pasca serangan jantung yang diawasi secara langsung oleh pihak profesional yang berhubungan dengan penyakit jantung. Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesehatan bagi para penderita gangguan jantung, baik itu yang terkena serangan atau penderita pasca operasi. Program rehabilitasi untuk jantung sendiri dapat dilakukan secara opname maupun rawat jalan. Jadi, rehabilitasi bukan hanya memulihkan kesehatan fisik saat itu saja. Namun, pasien akan diberikan bimbingan untuk melakukan berbagai program kesehatan, agar jantung bisa bekerja dengan lebih optimal untuk masa yang akan datang. Sumber: https://pixabay. com/id/photos/cedera-terapi-fisik-pijat-kesehatan-8668706/ Siapa Saja yang Perlu Melakukan Rehabilitasi? Siapa saja yang pernah mengalami gangguan pada jantungnya, pasti akan disarankan untuk mengikuti program rehabilitasi yang satu ini. Misalnya, pasien dengan diagnosis gagal jantung, serangan jantung, hingga pasca melakukan operasi jantung. Dilansir dari Center for Disease Control and Prevention, yang dirilis pada tahun 2024. Menyatakan bahwa tidak semua pasien perlu melakukan program atau perawatan tersebut. Seperti, pada beberapa wanita dan juga lansia. Dokter mengatakan bahwa dua jenis pasien tersebut cenderung kesulitan untuk melakukan rehabilitasi penyakit jantung. Di sisi lain, lansia juga akan lebih mudah kelelahan bila melakukan berbagai macam terapi fisik. Kapan Pasien Perlu Melakukan Tindakan Rehabilitasi? Seorang pasien perlu mendapatkan tindakan rehabilitasi setelah mengalami kondisi yang berhubungan dengan serangan jantung. Jadi, kapan seorang pasien perlu melakukan atau mendapatkan tindakan operasi? Tentunya disesuaikan dengan kondisi dari pasien itu sendiri, namun umunya dilakukan setelah terkena serangan jantung. Kondisi yang pertama yaitu saat pertama kali terkena serangan jantung. Umumnya, rehabilitasi akan dilakukan setelah kondisi pasien stabil. Melalui tindakan ini, kondisi pasien akan segera pulih dan mencegah terjadinya serangan yang berulang. Untuk kondisi yang berikutnya yaitu setelah melakukan operasi jantung. Contohnya, setelah pemasangan ring jantung hingga transplantasi jantung. Pasien yang melakukan operasi tersebut memang sangat disarankan untuk melakukan rehabilitasi. Tujuannya adalah untuk memulihkan kondisi fisik dan memperkuat fungsi jantung. Pada kondisi yang terakhir adalah pasien yang mendapatkan diagnosa gagal jantung dan jantung koroner. Meskipun tidak perlu mendapatkan tindakan operasi. Namun, kedua jenis penyakit jantung tersebut harus melalui proses rehabilitasi. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan stamina dan memperbaiki pola hidup yang tidak sehat. Mengapa Harus Melakukan Rehabilitasi? Rehabilitasi pada pasien penderita penyakit jantung penting sekali untuk dilakukan. Terdapat banyak manfaat rehabilitasi kardiak yang dilakukan oleh pasien penderita gangguan jantung. Misalnya, untuk memulihkan kondisi pasien. Tentunya dengan memakai berbagai pendekatan yang aman. Manfaat yang lainnya yaitu untuk mencegah terjadinya serangan jantung berulang di kemudian hari. Dengan melakukan rehabilitasi, penderita akan mempunyai gaya hidup yang lebih teratur. Sehingga, faktor risiko yang menyebabkan serangan jantung bisa terkendali dengan baik. Latihan fisik untuk penderita jantung juga bisa memperkuat kinerja jantung dan fisik akan lebih bugar. Selain untuk meningkatkan kebugaran fisik, rehabilitasi juga bisa memberikan dukungan emosional ke para pasien yang sering mengalami kecemasan. 3 Tahapan Tindakan Rehabilitasi Fase rehabilitasi jantung ini sendiri terdiri dari 3 rangkaian yang bertahap. Dengan melakukan rangkaian tersebut, kesehatan jantung penderita akan meningkat dengan lebih baik dan dapat melakukan aktivitas normal kembali. 1. Tahapan Pertama Pada rehabilitasi awal akan dilakukan di rumah sakit setelah operasi. Biasanya akan dilakukan di rumah sakit dan pada ruangan khusus. Di dalam tahap ini, penderita akan dipantau secara langsung oleh para dokter. Tahapan ini kondisi kesehatan pasien akan dipulihkan kembali. Selain itu, kondisi jantung pasien akan dikontrol dengan rutin. Tujuannya adalah untuk menghindari adanya komplikasi. 2. Tahapan Kedua Jika sudah selesai melakukan rehabilitasi pada tahapan pertama. Maka, pasien harus melakukan rehabilitasi lanjutan. Namun, untuk rehabilitasi ini akan dilakukan setelah pasien pulang dari rumah sakit. Rehabilitasi lanjutan ini akan berlangsung cukup lama dan bisa dilakukan di pusat rehabilitasi maupun di rumah. Jenis kegiatan yang akan dilakukan yaitu dengan melakukan terapi fisik, dengan tujuan meningkatkan daya tahan tubuh pasien. 3. Tahapan Ketiga Terakhir, pasien akan melakukan rehabilitasi tanpa batasan waktu. Artinya, hal ini akan dilakukan dengan rutin dan teratur. Tujuan dari rehabilitasi ketiga ini yaitu untuk memelihara kesehatan jantung agar tidak terjadi serangan selanjutnya. Hampir sama dengan yang sebelumnya, pada tahapan ini pasien akan mendapatkan terapi fisik yang lebih intens. Selain itu, akan diberikan edukasi juga yang berkaitan dengan pola gaya hidup sehat. Persiapan Sebelum Tindakan Rehabilitasi Pasien dengan penyakit jantung tidak bisa secara langsung melakukan rehabilitasi. Tetapi, harus melakukan berbagai persiapan terlebih dahulu. Supaya, dokter juga bisa memberikan rekomendasi apakah... - Published: 2025-10-14 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/bedah-onkologi/kanker-payudara-stadium-awal/ - Kategori: Bedah Onkologi - Translation Priorities: Optional Kanker payudara adalah salah satu momok kesehatan yang paling ditakuti perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data World Cancer Research Fund, Indonesia masuk 10 besar kasus kanker payudara terbanyak di seluruh dunia dengan 66. 271 kasus. Namun kanker payudara stadium awal sebenarnya sangat berpeluang sembuh jika terdeteksi dan ditangani dengan tepat. Artikel ini akan menjabarkan lebih lanjut soal kanker payudara, terutama mengenai pentingnya deteksi dini dan pilihan pengobatan yang tersedia. Apa Itu Kanker Payudara Stadium Awal Kanker payudara adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di jaringan payudara yang dapat menyerang jaringan sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain. Kanker ini dapat didiagnosis dalam berbagai stadium, dari 0 sampai IV. Menurut Breastcancer. org, kanker payudara stadium awal biasanya mengacu pada stadium 0-III. Adapun National Cancer Institute mendefinisikan kanker payudara stadium awal sebagai kanker payudara yang belum menyebar ke luar payudara atau kelenjar getah bening aksila (area sekitar bahu dan ketiak). Pada stadium ini, ukuran kanker masih sangat kecil dan hanya terbatas pada kelenjar getah bening terdekat. Pemahaman terhadap definisi kanker payudara stadium awal amat penting dalam deteksi dini dan penanganan terhadap kanker ini. Pemeriksaan terhadap benjolan tidak sakit di payudara dengan mamografi sering menjadi awal mula diagnosis kanker payudara. Makin dini diagnosis ditegakkan, makin besar peluang keberhasilan pengobatan dan terapi yang dibutuhkan lebih ringan. Alih-alih langsung dilakukan mastektomi total atau operasi pengangkatan seluruh payudara, pengobatan yang lebih ringan bisa menjadi solusi pertama untuk kanker payudara stadium awal. Gejala Kanker Payudara Stadium Awal Banyak orang mengira kanker payudara selalu ditandai dengan benjolan yang menyakitkan. Namun, ini adalah salah satu kesalahpahaman umum yang bisa berbahaya. Faktanya, salah satu ciri paling umum kanker payudara stadium awal adalah munculnya benjolan tidak sakit di payudara. Benjolan ini seringkali terasa keras, tidak beraturan bentuknya, dan tidak bergerak saat diraba, seolah-olah menempel pada jaringan di dalamnya. Meskipun sebagian besar benjolan payudara bersifat jinak, setiap benjolan baru yang ditemukan harus segera diperiksakan ke dokter. Selain benjolan tidak sakit di payudara, ada beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai: Perubahan ukuran atau bentuk payudara. Misalnya salah satu payudara terlihat lebih besar atau lebih kecil atau ada perubahan simetri yang tidak biasa. Perubahan warna atau tekstur kulit payudara. Kulit payudara bisa menjadi kemerahan, bersisik, menebal, atau berlesung seperti kulit jeruk, yang mungkin menandakan kanker payudara lebih agresif. Perubahan pada puting susu yang bisa tertarik ke dalam (retraksi), berubah warna/tekstur, atau mengeluarkan cairan yang tidak biasa (selain ASI), termasuk darah. Benjolan di ketiak atau sekitar tulang selangka ketika kanker menyebar ke kelenjar getah bening di area ini. Nyeri atau pembengkakan pada payudara. Kulit puting mengelupas atau mengalami iritasi akibat pertumbuhan sel kanker di area puting. Penting untuk diingat bahwa adanya satu atau lebih gejala ini tidak selalu menandakan kanker payudara. Namun kesadaran akan perubahan pada tubuh dan keputusan untuk segera berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah krusial untuk deteksi dini. Metode Deteksi Kanker Payudara Deteksi kanker payudara stadium awal melibatkan serangkaian metode, dari pemeriksaan yang dapat dilakukan sendiri hingga teknologi pencitraan medis yang canggih. Berikut ini penjelasannya: Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Metode ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Caranya antara lain mengamati bentuk dan tekstur payudara lewat cermin untuk melihat apakah ada perbedaan dari sebelumnya. Metode ini juga melibatkan perabaan pada area payudara untuk mengecek keberadaan benjolan tidak sakit di payudara. Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) Ini adalah pemeriksaan fisik payudara yang dilakukan oleh tenaga medis profesional. Dokter atau perawat akan meraba payudara dan area ketiak untuk mencari adanya benjolan atau kelainan lain. SADANIS melengkapi SADARI dan direkomendasikan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi perempuan yang memiliki faktor risiko. Mamografi Mamografi adalah teknik pencitraan sinar-X yang paling efektif dan sensitif untuk mendeteksi tumor payudara bahkan sebelum gejala fisik muncul atau benjolan dapat diraba. Lewat mamografi, dokter dapat menemukan kanker payudara stadium awal jauh sebelum benjolan terasa. USG dan MRI Payudara Ultrasonografi (USG) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) kerap dilakukan untuk melengkapi hasil pemeriksaan mamografi. USG dapat membantu membedakan antara kista berisi cairan (jinak) dan massa padat (berpotensi kanker). Adapun MRI biasanya direkomendasikan bagi pasien dengan risiko tinggi kanker payudara atau untuk mengevaluasi tingkat perkembangan kanker. Biopsi Jika ada temuan mencurigakan dari pemeriksaan fisik atau pencitraan, biopsi menjadi cara untuk mengonfirmasi diagnosis kanker payudara. Sampel jaringan payudara akan diambil dan diperiksa di bawah mikroskop untuk memastikan keberadaan sel kanker. Pengobatan Kanker Payudara Stadium Awal Pengobatan kanker payudara stadium awal umumnya melibatkan pendekatan multidisiplin. Tim dokter dari berbagai spesialisasi akan bekerja sama untuk merencanakan terapi terbaik yang disesuaikan bagi setiap pasien. Tujuan utamanya adalah menghilangkan sel kanker, mencegah kekambuhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pilihan pengobatan utama untuk kanker payudara stadium awal meliputi: Pembedahan Breast Conserving Surgeryyakni pengangkatan tumor dan sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya sambil mempertahankan sebagian besar payudara. Breast Conserving Surgery biasanya diikuti dengan terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin tertinggal. Modified Radical Mastektomi, yaitu pengangkatan payudara baik... - Published: 2025-10-13 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/posisi-tidur-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Semua orang tentu mendambakan tidur yang berkualitas. Tak terkecuali ibu hamil. Perubahan pada tubuh selama masa kehamilan memang bisa mempengaruhi kualitas tidur, termasuk memicu mual. Berikut ini artikel yang membahas posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil muda dan memberikan kenyamanan lebih baik. Mengapa Posisi Tidur Penting bagi Ibu Hamil Kehamilan adalah periode yang membawa banyak perubahan pada tubuh. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, terutama memasuki trimester kedua dan ketiga, ukuran rahim yang membesar dapat memberikan tekanan pada organ-organ internal dan pembuluh darah utama. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan ibu, tapi juga aliran darah ke janin. Karena itu, pemilihan posisi tidur menjadi sangat krusial. Menurut penelitian yang diterbitkan di Scientific Reports, posisi tidur yang salah dapat menyebabkan masalah sirkulasi darah dan meningkatkan risiko komplikasi. Pada ibu hamil, ada risiko terjadinya sindrom hipotesis supine atau yang lebih dikenal dengan kompresi vena kava inferior (pembuluh darah besar yang membawa darah dari bagian bawah tubuh kembali ke jantung). Ketika ibu hamil tidur telentang (posisi supine), rahim yang membesar dapat menekan vena ini dan menghambat aliran darah kembali ke jantung. Kondisi ini dapat memicu penurunan aliran darah ke rahim dan plasenta serta mengganggu pertukaran gas antara ibu dan janin. Akibatnya, detak jantung janin pun bisa berkurang. Ibu pun dapat mengalami pusing dan mual saat hamil. Itulah kenapa perlu mengatur posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil muda hingga menjelang persalinan. Selain itu, sejumlah penelitian menyoroti potensi hubungan posisi tidur ibu dengan risiko komplikasi kehamilan yang lebih serius seperti lahir mati dan bayi lahir dengan berat badan rendah atau kecil untuk usia kehamilan. Salah satunya di jurnal Early Human Development yang menyatakan para ibu hamil bisa mendapatkan manfaat dari edukasi mengenai posisi tidur. Posisi Tidur untuk Mengurangi Mual saat Hamil Muda Mual saat hamil adalah keluhan ibu hamil trimester 1 yang sangat umum dan bisa sangat mengganggu. Rasa mual hingga muntah ini kadang diperparah oleh posisi tidur tertentu. Untuk mengatasi keluhan mual saat hamil, posisi tidur yang tepat dapat memberikan perbedaan signifikan. Posisi tidur yang disarankan untuk ibu hamil antara lain: Menyamping kiri Tidur miring dengan menyamping ke sisi kiri paling direkomendasikan untuk ibu hamil. Penelitian menunjukkan bahwa posisi ini dapat membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta dan janin serta mengurangi tekanan pada vena cava inferior. Posisi tidur miring ke kiri buat ibu hamil juga membantu mengurangi mual dengan menghindari tekanan pada perut. Menyamping kanan Meskipun posisi miring ke kiri lebih disarankan, posisi tidur dengan menyamping kanan juga bisa menjadi pilihan. Posisi ini dapat memberikan variasi dan kenyamanan saat tidur, terutama jika ibu merasa tidak nyaman ketika tidur dengan miring ke kiri. Posisi setengah duduk Tidur dalam posisi setengah duduk dengan menggunakan bantal tambahan dapat membantu mengurangi mual dengan menjaga posisi perut tetap terangkat. Ini juga dapat membantu ibu yang mengalami refluks asam, yang sering kali menyertai mual saat hamil. Untuk membantu menjaga posisi tidur miring dan tidak telentang, ada cara yang disebut teknik bola tenis. Caranya, jahit satu atau dua bola tenis ke bagian belakang baju tidur. Maka, ketika ibu hamil hendak berguling telentang, adanya bola tenis akan menimbulkan ketidaknyamanan dan posisi tidur pun kembali miring. Trik ini bisa membantu mencegah keluhan ibu hamil trimester 1 berupa mual. Di samping posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil muda tersebut, ada sejumlah cara tambahan yang bisa menambah kenyamanan saat tidur, seperti: Menggunakan bantal tambahan atau guling untuk mendukung punggung dan perut sehingga lebih menjaga kenyamanan saat tidur. Mengatur suhu ruangan agar tidak terlalu panas. Suhu yang nyaman dapat membantu tidur lebih nyenyak dan mengurangi gejala mual. Menjaga suasana kamar tidur yang tenang dan gelap agar lebih mudah tertidur. Menghindari pemakaian gawai, terutama ponsel, setidaknya satu jam sebelum tidur. Cahaya biru dari layar gawai dapat mengganggu produksi hormon tidur atau melatonin. Melakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku, mandi air hangat, atau mendengarkan musik lembut. Menghindari makanan berat atau berlemak sebelum tidur karena dapat memperburuk mual. Sebaiknya makanlah camilan ringan seperti biskuit atau buah sebelum tidur. Memastikan cukup minum air putih sepanjang hari, tapi kurangi asupan cairan menjelang tidur agar tidak sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki, yang bisa meningkatkan kualitas tidur. Tidur rutin di jam yang sama setiap hari agar tubuh beradaptasi dengan waktu tidur tersebut dan mudah terlelap. Dengan mengombinasikan pemilihan posisi tidur yang tepat dengan penggunaan alat bantu dan menerapkan kebiasaan tidur yang sehat, ibu hamil dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil muda ini telah terbukti berdasarkan penelitian. Selain mengurangi ketidaknyamanan seperti mual, cara ini dapat mendukung kesehatan kehamilan secara keseluruhan hingga tiba waktunya persalinan. Narasumber: dr. Erik Jaka Triyadi, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2025-10-12 - Modified: 2025-10-09 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/zero-fluoroscopy-ablation/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Ablasi jantung merupakan prosedur untuk mengatasi aritmia atau gangguan irama jantung. Nah, di antara metode ablasi jantung, ada salah satu yang terbukti aman yaitu berupa zero fluoroscopy ablation. Kenapa prosedur ini lebih aman dibandingkan dengan metode ablasi jantung lainnya? Yuk simak rincian lengkapnya di bawah ini! Apa itu Zero Fluoroscopy Ablation? Teknologi Zero Fluoroscopy Ablation adalah metode modern untuk mengobati gangguan irama jantung (aritmia) tanpa menggunakan sinar X sama sekali. Jika pada teknik konvensional dokter memerlukan fluoroskopi untuk memandu kateter di dalam jantung, maka dengan teknologi ini digunakan sistem pemetaan tiga dimensi (3D mapping) yang canggih sehingga pergerakan kateter dapat terlihat secara real-time, akurat, dan aman. Zero fluoroskopi ablation sangat sesuai untuk kelompok pasien tertentu yang memerlukan prosedur ablasi dengan paparan radiasi minimal atau bahkan tanpa radiasi sama sekali. Kelompok ini antara lain pasien muda yang berisiko terpapar radiasi dalam jangka panjang, pasien dengan penyakit jantung bawaan yang sering memerlukan tindakan berulang, serta pasien yang memiliki kondisi khusus seperti ibu hamil, di mana keamanan janin harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, pendekatan ini juga bermanfaat bagi tenaga medis di ruang kateterisasi karena mengurangi risiko kumulatif paparan radiasi. Siapa Saja yang Memerlukan? Mereka yang membutuhkan prosedur ini yaitu pasien aritmia, contohnya fibrilasi atrium, takikardia supraventrikular, flutter atrium, sindrom WPW, aritmia ventrikel dengan kondisi: Wanita hamil sebab keamanan janin terjaga karena prosedur tanpa radiasi Pasien muda atau anak-anak untuk menghindari risiko jangka panjang dari radiasi). Pasien yang memerlukan prosedur berulang (mengurangi akumulasi paparan radiasi). Kapan Pasien Memerlukan Zero Fluoroscopy Ablation? Zero fluoroscopy akan dokter pertimbangkan ketika pasien mendapati kondisi seperti berikut: Pasien berisiko tinggi terhadap efek samping radiasi (misalnya hamil, usia muda). Permintaan pasienuntuk menghindari paparan radiasi sama sekali. Dokter memiliki akses terhadap teknologi dan keahlian dalam menggunakan sistem pemetaan 3D. Prosedur sebelumnya menunjukkan kebutuhan untuk pendekatan lebih aman dan presisi. Prosedur dilakukan berulang kali, misalnya pada AFib rekuren. Manfaat/Tujuan Zero Fluoroscopy Ablation Tujuan utama dari prosedur ini yaitu untuk beberapa hal berikut: Menghilangkan paparan radiasi sinar-X untuk pasien dan tim medis. Mengurangi risiko jangka panjang kanker akibat radiasi. Presisi tinggi dalam pemetaan lokasi aritmia, berkat sistem elektro-anatomis 3D. Keamanan lebih tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak. Efektivitas prosedur tetap tinggi, setara dengan atau bahkan lebih baik dari fluoroskopi konvensional. Persiapan Sebelum Menjalani Zero Fluoroscopy Ablation Persiapan tak jauh berbeda dari prosedur ablasi konvensional, di antaranya yaitu: Pemeriksaan diagnostik EKG, holter monitor, ekokardiogram, Uji elektrofisiologi jika diperlukan, Penilaian kondisi jantung oleh spesialis jantung. Penghentian obat-obatan tertentu sesuai instruksi dokter. Puasa 6–8 jam sebelummya. Penandatanganan informed consentyang mencakup prosedur ini. Prosedur dan Pelaksanaan Mengacu pada situs National Institutes of Health, bahwa prosedur pelaksanaan dari zero fluoroscopy ablation ini meliputi: Pemberian sedasi ringan atau anestesi lokal. Memasukkan kateter melalui pembuluh darah (biasanya melalui vena femoralis). Posisi kateter dipantau menggunakan sistem pemetaan 3D yang memvisualisasikan jantung secara real-time tanpa sinar-X. Jaringan penyebab aritmia diidentifikasi dan dihancurkan menggunakan energi panas (radiofrekuensi) atau dingin (cryoablation). Tidak ada paparan fluoroskopi sama sekali selama seluruh proses. Waktu prosedur biasanya serupa dengan prosedur konvensional, yaitu 2–4 jam, tergantung kompleksitas kasus. Perawatan Pasca Zero Fluoroscopy Ablation Setelah prosedur selesai, maka selanjutnya pasien akan menjalani perawatan seperti halnya berikut ini: Pasien akan menjalani pemantauan pasca prosedur selama beberapa jam. Pemeriksaan tekanan darah dan denyut jantung. Pemeriksaan kondisi area tusukan kateter. Biasanya pasien boleh pulang pada hari yang sama atau esok harinya, tergantung kondisi. Disarankan istirahat beberapa hari dan menghindari aktivitas berat. Obat antiaritmia atau pengencer darah mungkin tetap diberikan sementara. Adakah Efek Sampingnya? Walau tanpa radiasi, efek samping tetap bisa terjadi. Contohnya yaitu: Memar, perdarahan di lokasi tusukan kateter. Rasa nyeri ringan di dada atau punggung. Irama jantung abnormal sementara. Kemungkinan kecil aritmia kambuh. Risiko sangat rendah komplikasi seperti stroke atau kerusakan jaringan jantung. Namun, tidak ada risiko paparan radiasi, yang merupakan keunggulan utama metode ini. Zero Fluoroscopy Ablation di Primaya Hospital Anda dapat melakukan zero fluoroscopy ablation di ruang kateterisasi elektrofisiologi jantung di Primaya Hospital. Ruangan ini telah dilengkapi dengan: Sistem pemetaan elektro-anatomis 3D. Perangkat ablasi khusus. Prosedur dilakukan oleh tim medis terlatih dengan protokol ketat tanpa fluoroskopi. Rumah sakit dengan fasilitas ini biasanya adalah pusat jantung tersier. Dokter yang bertanggung jawab atas hal ini yaitu dokter spesialis jantung. Selain itu, juga didukung oleh tim perawat elektrofisiologi, teknisi sistem pemetaan, dan dokter anestesi bila perlu. Narasumber: DR. dr. Sumarni, Sp. JP,Subsp. Ar(K), FIHA Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Subspesialis Aritmia Primaya Hospital Makassar - Published: 2025-10-11 - Modified: 2025-10-09 - URL: https://primayahospital.com/anak/ventricular-septal-defect/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Penyakit jantung bawaan Adalah kelainan cacat bawaan dengan frekuensi kejadian paling sering diderita anak Penyakit Jantung Bawaan terdiri dari 2 jenis, PJB asianotik (tidak biru) dan PJB sianotik (bibir, jari tampak biru) Ventricular septal defect (VSD) adalah salah satu kelainan jantung bawaan yang paling sering terjadi di kelompok penyakit jantung bawaan asianotik. Angka kejadiannya hampir 20-30% dari seluruh kejadian penyakit jantung bawaan. Saat masih bayi kadang gejala tidak khas, pemeriksaan fisik pun kadang bising jantung belum terdengar, sehingga tenaga medis kadang luput mendiagnosis pasien dengan VSD. VSD dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika terlambat ditatalaksana. Artikel ini akan membahas seputar VSD, dari gejala, penyebab, diagnosis, hingga pengobatan dan pencegahan yang dapat dilakukan. Mengenal Ventricular Septal Defect (VSD) Ventricular septal defect (VSD) adalah kelainan jantung bawaan yang terjadi ketika dinding (septum) yang memisahkan bilik kanan dan kiri jantung tidak terbentuk sempurna saat bayi dalam kandungan. Alhasil, ketika sudah terlahir, ada “lubang” pada jantung yang menyebabkan aliran darah abnormal di antara bilik kanan dan kiri jantung. Kondisi ini jika dibiarkan dan tidak mendapat tata laksana adekuat, bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah di paru-paru dan masalah kesehatan jantung lainnya seperti gizi buruk, infeksi kronik, dll. Dalam kondisi normal, bilik kiri memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, sementara bilik kanan memompa darah miskin oksigen ke paru-paru. Pada awalnya, jika ada lubang pada septum ventrikel, menyebabkan darah kaya oksigen dari bilik kiri yang bertekanan lebih tinggi "bocor" dan mengalir ke bilik kanan. Aliran abnormal ini memaksa jantung dan paru-paru bekerja lebih keras dari seharusnya. Menurut Cleveland Clinic, ukuran lubang ventricular septal defect bervariasi, yakni: Kecil (5 mm): biasanya membutuhkan tindakan medis segera untuk mencegah komplikasi dini Adapun berdasarkan lokasinya pada dinding bilik jantung, terdapat empat jenis ventricular septal defect yang utama, yakni: VSD peri membranosa: jenis paling umum, lubang terletak di bagian atas dinding yang tipis dekat dengan katup jantung. VSD muskular: lubang ada di bagian bawah dinding yang lebih tebal dan berotot, jika ukuran sangat kecil dapat menutup sendiri. VSD inlet: lokasi lubang di dekat katup trikuspid dan mitral, tempat darah masuk ke bilik. VSD outlet: terletak di bawah katup aorta dan pulmonal, berisiko lebih tinggi menyebabkan komplikasi pada katup aorta dan katup pulmonal. Menurut data dalam buku Congenital Heart Defects, sekitar 30 persen dari semua bentuk kelainan jantung bawaanasianotik merupakan VSD. Bisa berdampak serius bila tidak ditangani dengan baik, bisa terjadi komplikasi yang membahayakan, penurunan kualitas hidup, toleransi aktifitas yang rendah bahkan kematian. Gejala Ventricular Septal Defect (VSD) Gejala ventricular septal defect (VSD) sangat bervariasi, tergantung ukuran lubang, lokasi, dan jumlah aliran darah yang bocor. VSD kecil Seringnya tanpa gejala (asimtomatik). Satu-satunya tanda yang mungkin muncul adalah suara “bising” atau desiran (murmur jantung) pada jantung yang dapat didengar dokter menggunakan stetoskop. VSD sedang-besar Gejala biasanya muncul dalam beberapa minggu atau bulan pertama setelah lahir, di antaranya: Kesulitan menyusu atau makan, antara lain cepat lelah dan berkeringat banyak saat menyusu atau hanya mampu minum susu dalam jumlah sedikit. Napas cepat atau sesak napas, terlihat seperti terengah-engah bahkan saat istirahat. Gagal tumbuh sesuai dengan kurva pertumbuhan normal. Mudah lelah atau kurang aktif dibanding teman sebaya. Infeksi saluran pernapasan berulang. Kulit pucat. Pada orang dewasa yang VSD-nya tidak terdiagnosis sejak kecil, gejala seperti sesak napas saat beraktivitas, mudah lelah, atau jantung berdebar mungkin baru muncul di kemudian hari. Penyebab Ventricular Septal Defect (VSD) Penyebab pasti ventricular septal defect (VSD) kerap tak diketahui. Tapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kelainan ini, termasuk: Genetik, antara lain kondisi seperti Down syndromeyang dapat meningkatkan risiko VSD. Infeksi pada ibu, seperti rubela. Penyakit kronis yang diderita ibu, seperti diabetes dan hipertensi. Penggunaan obat seperti asam valproat dan fenitoin selama kehamilan. Paparan racun atau polutan lingkungan, fast food, trans fat, dll Cara Dokter Mendiagnosis Ventricular Septal Defect (VSD) Dokter biasanya akan menerapkan metode diagnostik ketika curiga ada ventricular septal defect (VSD) atau masalah lain pada jantung saat pemeriksaan fisik dan memerlukan konfirmasi melalui tes pencitraan, di antaranya: Ekokardiografi (USG jantung): tes diagnostik utama dan paling penting, menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bergerak dari jantung yang bisa menunjukkan lokasi, ukuran, dan jumlah lubang VSD secara akurat. USG Doppler: ekokardiografi plus teknologi Doppler berwarna yang membuat dokter dapat melihat dan mengukur arah serta volume aliran darah yang bocor melalui lubang serta memperkirakan tekanan di dalam arteri paru-paru. Elektrokardiogram (EKG): tes ini merekam aktivitas listrik jantung yang hasilnya dapat mengindikasikan adanya lubang pada jantung. Rontgen dada: foto rontgen dapat menunjukkan apakah jantung membesar dan ada tanda-tanda peningkatan aliran darah. MRI atau CT scan jantung: pemeriksaan pencitraan ini dapat diterapkan jika ekokardiogram tidak memberikan gambaran yang cukup jelas atau untuk mengevaluasi anatomi jantung yang kompleks dan komplikasi terkait. Cara Mengatasi Ventricular Septal Defect (VSD) Penanganan ventricular septal defect (VSD) sangat individual, bergantung pada ukuran lubang, usia pasien, gejala, dan kondisi tekanan di arteri paru-paru. Sebagian besar VSD yang berukuran... - Published: 2025-10-10 - Modified: 2025-10-09 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/endoskopi/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Untuk melihat bagian dalam tubuh kita, ada berbagai metode yang bisa digunakan. Di antaranya ada USG, CT scan, biopsi, mammografi, dan MRI. Namun, ada satu metode yang jarang digunakan dalam medis, yaitu endoskopi. Lalu, apakah metode ini tergolong aman dan tidak ada efek samping yang berarti? Nah, bila ingin tahu selengkapnya terkait endoskopi, yuk simak rinciannya di bawah ini! Mengenal Apa itu Endoskopi Endoskopi yaitu prosedur medis diagnostik dan terapeutik menggunakan endoskop. Nah, endoskop sendiri yaitu alat berbentuk seperti selang lentur atau kaku dengan kamera dan sumber cahaya di ujungnya. Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang alami. Contohnya dimasukkan melalui mulut, hidung, atau anus untuk melihat secara langsung bagian dalam tubuh. Misalnya untuk melihat saluran pencernaan, saluran pernapasan, saluran kemih, atau organ lainnya. Secara garis besar, jenis-jenis endoskopi bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini: Siapa Saja yang Memerlukan Endoskopi saluran cerna Siapa-siapa yang harus dilakukan Endoskopi : Pasien dengan gejala gangguan saluran cerna yang berulang atau berat: nyeri ulu hati, mual, muntah, sulit menelan, atau perdarahan dan lain-lain. Pasien dengan perubahan buang air besar yang mencurigakan: diare kronis, konstipasi, BAB berdarah. Pasien dengan batuk kronis, serak parah. Orang dengan risiko tinggi kanker saluran cerna (lambung, usus, dll). Untuk evaluasi biopsi atau pengambilan jaringan dari organ dalam. Untuk tindakan terapeutik, seperti mengangkat polip, menghentikan perdarahan atau mengambil benda asing. Kapan Pasien Memerlukan Endoskopi Endoskopi dokter rekomendasikan ketika: Pemeriksaan fisik dan penunjang (seperti USG atau rontgen) tidak cukup akurat. Orang yang ingin melakukan skrining kesehatansecara rutin. Khususnya skrining saluran cerna. Terdapat gejala saluran cerna yang tidak membaik dengan pengobatan biasa. Untuk mengonfirmasi diagnosis penyakit seperti tukak lambung, gastritis, polip, kanker, atau radang usus. Perlu dilakukan pengangkatan benda asing, polip, atau menghentikan perdarahan aktif di saluran cerna. Manfaat / Tujuan Endoskopi Manfaat dari prosedur ini yaitu berupa: Melihat secara langsung kondisi dalam saluran tubuh tanpa operasi terbuka. Mengidentifikasi kelainan seperti luka, peradangan, tumor, atau perdarahan. Mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk analisis laboratorium. Melakukan tindakan langsung seperti menghentikan perdarahan, mengambil batu, atau mengangkat polip. Digunakan dalam skrining kanker dan pemantauan penyakit kronis seperti tukak lambung atau IBD (Inflamatory Bowel Diaseas) Persiapan Sebelum Menjalani Endoskopi Persiapan tergantung jenis endoskopinya. Namun secara umum berupa: Puasa 6–8 jam untuk pengosongan lambung. Khususnya untuk endoskopi saluran cerna atas (gastroskopi). Mengosongkan usus dengan laksatif/obat pencahar. Biasanya diet khusus 1–2 hari sebelum kolonoskopi. Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi obat, penyakit jantung/paru-paru dan juga obat yang sedang dikonsumsi (terutama pengencer darah). Tanda tangan formulir persetujuan tindakan. Prosedur dan Pelaksanaan Endoskopi Langkah umum pelaksanaan endoskopi: Pasien akan diposisikan sesuai area pemeriksaan. Pemberian anestesi lokal atau sedasi ringan, pada umumnya bius total. Pada Gastroskopi / EGD (Esofago Gastro Duodenoskopi) dilakukan dengan memasukkan endoskop melalui mulut, esofagus, lambung sampai usus 12 jari (duodenum). Pada kolonoskopi skop dimasukkan melalui anus, usus besar (kolon) sampai ujung usus halus (ileum terminalis) Gambar akan muncul di monitor secara real-time. Jika permukaan (mukosa) merah atau ada kelainan perlu dilakukan pengambilan sampel jaringan (biopsi), bila ada polip dapat dilakukan pengangkatan polip. Setelah selesai, alat dikeluarkan secara perlahan, dan pasien dipantau kondisinya, bila membaik pasien dapat dipulangkan. Durasi tindakan untuk. EGD yaitu antara 10 -15 menit, sedang untuk kolonoskopi kira-kira 30 menit. Perawatan Pasca Endoskopi Pasien akan diobservasi selama 30–60 menit untuk memantau efek obat sedasi. Bila tidak ada komplikasi pasien boleh pulang pada hari yang sama. Disarankan istirahat dan tidak menyetir selama 12–24 jam setelah sedasi. Pasien boleh makan setelah efek bius hilang, dimulai dengan makanan lunak. Bila dengan biopsi maka hasil biopsi akan keluar dalam beberapa hari. Adakah Efek Samping Setelah Endoskopi? Endoskopi tergolong aman. Tapi ada kemungkinan efek samping sementara seperti: Ketidaknyamanan tenggorokan, perut kembung, atau nyeri ringan di area pemeriksaan, tapi jarang terjadi. Mual atau pusing akibat obat sedasi. Risiko infeksi atau perforasi (sangat jarang), terutama jika dilakukan tindakan intervensi. Endoskopi di Rumah Sakit Primaya Hospital Endoskopi dapat Anda lakukan di RS Primaya Hospital atas saran dari dokter terhadap gejala yang Anda alami. Unit endoskopi rumah sakit atau klinik besar yang memiliki fasilitas lengkap. Dilakukan secara rawat jalan atau rawat inap. Prosedur dilakukan dengan peralatan steril dan modern. Tersedia alat endoskopi khusus untuk masing-masing organ. Contohnya ada gastroskop, kolonoskop, bronkoskop, dll. Dokter spesialis yang menanganinya yaitu dokter spesialis penyakit dalam konsultan Gastro Entero Hepatologi. Namun, bisa juga dari spesialis lain seperti THT, dengan memakai alat khusus endoskopi THT, demikian juga paru dengan alat bronkoskopi. E R C P (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography) ERCP adalah tindakan medis yang memakai alat endoskopi khusus dan sinar X (C- Arm) ERCP ini dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai macam gangguan pada pankreas dan saluran empedu dan juga dapat mengeluarkan batu pada saluran empedu. Sebelum dilakukan ERCP, untuk melihat apakah ada batu atau gangguan di saluran empedu atau pankreas terlebih dahulu dilakukan MRCP ( Magnetic Resonance Cholangio Pancreatography ). MRCP merupakan MRI abdomen yang dapat melihat secara detail... - Published: 2025-10-09 - Modified: 2025-10-08 - URL: https://primayahospital.com/hematologi/tes-darah-lengkap-inilah-parameter-yang-diperiksa/ - Kategori: Hematologi - Translation Priorities: Optional Dalam pemeriksaan kesehatan rutin, seringkali seseorang hanya kontrol gula darah, kadar kolesterol, dan asam urat saja. Padahal, ada salah satu pemeriksaan lain yang tak kalah penting yaitu tes darah lengkap. Yuk cari tahu rincian lengkapnya! Mengenal Apa itu Tes Darah Lengkap Tes darah lengkap yaitu salah satu jenis tes laboratorium untuk mengevaluasi komponen utama dalam darah seseorang. Biasanya, tes ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyakit secara umum seperti anemia, infeksi mengidentifikasi gangguan pembuluh darah lainnya dan juga keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan yang disebut juga sebagai complete blood count ini juga akan mengukur berbagai parameter seperti jumlah dan karakteristik sel-sel darah. Di antaranya yaitu: Di beberapa rumah sakit atau laboratorium, tes ini kadang juga menyertakan informasi seperti laju endap darah. Siapa Saja yang Memerlukan Tes Darah Lengkap? Pemeriksaan darah lengkap bisa dilakukan oleh laboratorium medik atau lab kesehatan di semua fasilitas kesehatan yang memiliki lab. Bahkan, terkadang ini menjadi sarat medicak check up untuk melamar kerja. Umumnya, tes ini dilakukan : Pasien dengan gejala penyakit yang tak jelas. Contohnya demam berkepanjangan, lemas, pucat, pusing. Penderita riwayat penyakit darah (anemia, leukemia). Pasien yang sedang menjalani terapi pengobatan. Contoh kemoterapi atau antibiotik jangka panjang). Orang lanjut usia, berguna untuk monitoringkesehatan berkala. Wanita hamil. Ini menjadi bagian dari skrining kehamilan. Pasien pra-operasi untuk mengevaluasi kondisi umum pasien dan mengidentifikasi resiko yang dapat mempengaruhi proses operasi dan pembuluh darah setelahnya. Pekerja yang menjalani medical check-up Untuk monitoring pengobatan penyakit kronis seperti gagal ginjal, keganasan, dan inveksi kronis. Kapan Pasien Memerlukan Tes Darah Lengkap? Nah, sebenarnya kapan waktu pasien memerlukan pemeriksaan darah lengkap? Tes ini bisa dilakukan jika seseorang dalam kondisi: Dalam monitoringpenyakit kronis seperti gagal ginjal, kanker, infeksi kronis. Sebagai bagian dari evaluasi rutin tahunan atau pra-operasi bedah. Setelah cedera parah/trauma. Berguna untuk menilai kehilangan darah. Manfaat/Tujuan Pemeriksaan complete blood count ini memiliki berbagai fungsi seperti halnya: Mendeteksi anemia(Hb dan hematokrit rendah). Mengetahui adanya infeksi atau peradangan (leukosit meningkat). Mendiagnosis kelainan darah seperti leukemia, trombositosis, atau trombositopenia. Memantau efek pengobatan (misalnya, kemoterapi). Menilai status gizi. Skrining umum kesehatan, bahkan saat tidak ada gejala. Persiapan Sebelum Tes Darah Lengkap Pemeriksaan darah lengkap tak perlu puasa seperti halnya tes gula darah. Kecuali Anda juga ingin melakukan pemeriksaan bersama sama dengan pemeriksaan lain seperti gula darah atau profil lipid. Walau demikian, ada beberapa persiapan ringan yang bisa Anda lakukan. Ini dia beberapa di antaranya: Informasikan pada dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan. Misalnya aspirin, antikolagen dan steroid. Hindari aktivitas berat sebelum pengambilan darah. Cukup istirahat dan hidrasi tubuh dengan baik sehari sebelum dan selama hari pengambilan darah. Prosedur dan Pelaksanaan Tes Darah Lengkap Registrasi dan verifikasi data pasien. Pasien duduk atau berbaring. Petugas medis akan: Menentukan lokasi pembuluh darah (biasanya vena di lengan bagian dalam). Membersihkan area dengan antiseptik. Memasang torniquet(alat pengikat lengan). Jarum dimasukkan ke dalam vena, dan darah diambil ke dalam tabung yang berisi anti pembeku darah EDTA. Setelah selesai, jarum dilepas, dan area tusukan ditekan serta dibalut. Sampel darah dikirim ke laboratorium untuk dianalisis dengan mesin otomatis. Perawatan Pasca Tes Darah Lengkap Umumnya tak perlu adanya perawatan khusus setelah pasien menjalani pemeriksaan ini. Namun, mungkin dokter akan menyarankan untuk: Menekan bekas suntik selama beberapa menit dengan kain kasa steril atau menekan pad. Jika memar ringan, bisa kompres dengan air dingin. Hindari mengangkat beban berat selama beberapa jam oleh tangan yang diambil darah. Adakah Efek Samping Tes Darah Lengkap Efek samping dari pemeriksaan ini sangat ringan. Juga terbilang jarang sekali terjadi. Namun, mungkin saja pasien akan merasakan beberapa gejala ringan seperti halnya: Nyeri ringan atau memar di tempat tusukan. Pusing atau merasa lemas. Khususnya pada pasien yang takut disuntik. Infeksi atau reaksi alergi terhadap antiseptik/perban, namun sangat jarang terjadi. Jika gejala berat muncul seperti bengkak hebat, demam, atau perdarahan berlebih, segera hubungi rumah sakit atau dokter. Namun kondinsi ini sangat jarang terjadi. Tindakan di Rumah Sakit Primaya Hospital Pemeriksaan tes darah lengkap saat ini sudah tersedia di semua cabang Primaya Hospital. Jadi, bila Anda ingin melakukan pemeriksaan tes darah lengkap, maka kunjungi saja rumah sakit Primaya Hospital. Jika ingin memeriksanakan ke bagian pendaftaran darah lengkap sebaiknya membawa surat pengantar dari dokter dan langsung datang ke bagian pendaftaran sambil menunjukkan surat pengantar dari dokter. Hasil biasanya keluar dalam 2 jam setelah pengambilan darah. Narasumber: dr. Afrida Yusuf, MS, Sp. Ok Spesialis Okupasi Primaya Hospital Tangerang - Published: 2025-10-08 - Modified: 2025-10-07 - URL: https://primayahospital.com/umum/pantangan-makanan/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Diabetes adalah penyakit yang mendatangkan konsekuensi besar. Selain menjalani perawatan, pasien diabetes mesti mengatur pola makannya sedemikian rupa. Namun bukan berarti makanan untuk penderita diabetes menjadi sangat terbatas, terutama yang manis-manis. Sebab, makanan yang manis dianggap menjadi salah satu pemicu diabetes, bahkan termasuk buah. Kuncinya ada pada pemahaman ihwal diabetes. Artikel berikut akan menerangkan seputar diabetes, khususnya makanan yang aman dan pantangan bagi penderita diabetes. Mengenal Diabetes Diabetes melitus atau biasa disebut diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah atau glukosa secara terus-menerus. Banyak orang salah kaprah mengira penyakit ini hanya soal “kebanyakan gula”. Tapi diabetes adalah penyakit yang kompleks. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis (menahun) akibat gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) karena tubuh mengalami masalah pada produksi atau kerja insulin, sehingga mengganggu metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Menurut PERKENI, Diabetes Melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) akibat kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, yang menimbulkan berbagai gangguan metabolisme dan dapat menyebabkan komplikasi kronis pada mata, ginjal, dan pembuluh darah. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) atau Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes di Indonesia pada penduduk usia ≥15 tahun berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah adalah 11,7%. Data diabetes dari International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan pada tahun 2024, terdapat 7,3 juta orang di Indonesia yang hidup dengan diabetes, yang diproyeksikan akan meningkat menjadi 20,4 juta pada tahun 2050. Secara global, 589 juta orang dewasa di dunia mengidap diabetes pada tahun 2024, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 853 juta pada tahun 2050, dengan mayoritas pengidapnya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Indonesia menempati peringkat kelima dalam jumlah kasus diabetes tertinggi di dunia untuk populasi dewasa (usia 20-79 tahun). Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Untuk dapat masuk ke sel, glukosa membutuhkan insulin, yaitu hormon yang diproduksi pankreas. Insulin berperan layaknya kunci yang membukakan pintu bagi glukosa. Namun, pada penderita diabetes, ada masalah dalam produksi insulin yang menghambat masuknya glukosa ke sel. Walhasil, glukosa menumpuk dalam aliran darah dan mengakibatkan hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi. Gejala Diabetes 1. Gejala Utama Sering merasa lapar (polipagi Sering merasa haus Sering buang air kecil 2. Gejala Tambahan Berat badan menurun dengan cepat Mudah mengantuk Cepat lelah Kesemutan Penglihatan yang kabur Luka yang sulit sembuh Impotensi pada pria Merasa kebas pada telapak kaki Tipe Diabetes Mellitus Ada 4 tipe Diabetes Mellitus: Diabetes Tipe 1 Penyebab: Sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Karakteristik: Tubuh kehilangan kemampuan untuk memproduksi insulin, sehingga penderita harus bergantung pada suntikan insulin setiap hari. Umumnya terjadi pada: Anak-anak, remaja, atau dewasa muda, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun. Diabetes Tipe 2 Penyebab: Terjadi karena sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik (resistensi insulin) atau produksi insulin tidak mencukupi. Karakteristik: Kondisi ini dapat berkembang karena pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Umumnya terjadi pada: Orang dewasa dan lanjut usia, namun kini juga dapat dialami oleh anak-anak dan remaja. Diabetes Gestasional Penyebab: Terjadi selama kehamilan karena perubahan hormon dapat memicu resistensi insulin. Karakteristik: Biasanya bersifat sementara dan hilang setelah melahirkan. Risiko: Wanita yang mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari. Diabetes Tipe Lainnya Penyebab: Kategori ini mencakup berbagai jenis diabetes yang disebabkan oleh kondisi spesifik, seperti: Diabetes yang diinduksi steroid: Akibat penggunaan obat steroid. MODY (Maturity Onset Diabetes of the Young): Bentuk diabetes yang diwariskan secara genetik dan terjadi pada usia muda. Diabetes LADA (Latent Autoimmune Diabetes of Adulthood): Tipe diabetes autoimun yang berkembang pada orang dewasa, serupa dengan tipe 1 tetapi berkembang perlahan. Makanan untuk Penderita Diabetes Berdasarkan uraian sebelumnya, diabetes memang berkaitan dengan apa yang kita konsumsi. Tapi bukan berarti makanan untuk penderita diabetes harus hambar atau tidak manis. Prinsip utama dalam pengelolaan diabetes adalah mengontrol asupan karbohidrat dan memilih jenis makanan yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Dalam hal ini, penting untuk memahami konsep indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG). Indeks glikemik adalah sistem peringkat dalam skala 0-100 untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Indeks ini menunjukkan seberapa cepat makanan meningkatkan glukosa setelah dikonsumsi. Makanan dengan IG tinggi lebih cepat dicerna dan diserap sehingga bisa memicu lonjakan gula darah secara drastis. Adapun beban glikemik mempertimbangkan seberapa cepat gula darah naik dan jumlah karbohidrat dalam satu porsi makanan. Jadi suatu makanan mungkin punya IG tinggi, tapi dampaknya terhadap gula darah bisa tak signifikan bila dikonsumsi dalam jumlah sangat kecil. Bagaimana dengan buah untuk diabetes? Seperti disebutkan MayoClinic, ada mitos bahwa buah tak boleh sama sekali menjadi makanan untuk penderita diabetes. Buah memang mengandung gula alami (fruktosa), tapi juga memiliki vitamin, mineral, antioksidan, dan serat. Serat sangat penting karena memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Maka, mengacu pada konsep glikemik di atas, pilih buah untuk diabetes... - Published: 2025-10-07 - Modified: 2025-10-07 - URL: https://primayahospital.com/anak/kawasaki-pada-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Penyakit Kawasaki adalah penyakit langka yang menyerang anak-anak, terutama di bawah usia lima tahun. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh dan bisa berujung pada komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat. Gejala awalnya sering mirip dengan infeksi umum, seperti demam tinggi yang tidak kunjung reda, ruam kulit, dan mata merah. Selain itu, anak juga dapat mengalami pembengkakan pada tangan serta kaki. Karena penyakit ini bisa memengaruhi jantung, orang tua harus memahami tanda-tandanya sejak dini. Mengenal Penyakit Kawasaki Menurut Rife & Gedalia, penyakit Kawasaki adalah kondisi peradangan akut yang menyerang pembuluh darah anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi para ahli menduga ada kaitannya dengan infeksi atau respons imun yang berlebihan. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi lebih dari lima hari, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan perubahan pada bibir, lidah, serta mata. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada jantung, seperti aneurisma arteri koroner (pelebaran pembuluh darah jantung). Mengenali gejala penyakit Kawasaki sangat penting bagi orang tua dan tenaga medis agar penanganan bisa diberikan dengan cepat. Dengan deteksi dini, risiko jangka panjang dapat dicegah. Gejala Penyakit Kawasaki Gejala penyakit Kawasaki muncul secara bertahap dan sering menyerupai infeksi virus atau bakteri lainnya. Awalnya, anak mengalami demam tinggi yang tidak kunjung reda, kemudian disertai gejala lain yang memengaruhi kulit, mata, mulut, serta kelenjar getah bening. Gejala utama yang perlu diwaspadai: Demam tinggi lebih dari lima hari Ruam pada tubuh, terutama di area selangkangan dan dada Mata merah tanpa keluarnya cairan Bibir kering, pecah-pecah, serta lidah merah seperti stroberi Pembengkakan dan kemerahan pada telapak tangan serta kaki Pembengkakan kelenjar getah bening di leher Anak menjadi lebih rewel atau mudah marah Penyebab Penyakit Kawasaki Hingga kini, penyebab pasti penyakit Kawasaki belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli menduga bahwa penyakit ini dipicu oleh kombinasi faktor genetik, infeksi, dan respons sistem kekebalan tubuh yang tidak normal. Faktor genetik – Anak dengan riwayat keluarga penyakit Kawasaki memiliki risiko lebih tinggi. Infeksi virus atau bakteri – Sering muncul setelah infeksi saluran napas, diduga memicu respons imun berlebihan. Gangguan sistem kekebalan tubuh – Reaksi imun yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan luas pembuluh darah. Faktor lingkungan – Lebih sering ditemukan di negara Asia, kemungkinan terkait polusi atau faktor lingkungan tertentu. Cara Mendiagnosis Penyakit Kawasaki Diagnosis dilakukan berdasarkan gejala klinis karena belum ada tes laboratorium spesifik. Dokter akan mengevaluasi gejala seperti demam tinggi lebih dari lima hari, ruam, mata merah, perubahan pada bibir dan lidah, serta pembengkakan tangan, kaki, dan kelenjar getah bening. Pemeriksaan penunjang dapat membantu menegakkan diagnosis dan menilai risiko komplikasi: Tes darah: menilai peradangan (LED, CRP), jumlah sel darah putih, dan trombosit Pemeriksaan urine: mendeteksi infeksi saluran kemih atau piuria steril Tes fungsi hati (SGOT, SGPT) dan albumin: melihat keterlibatan hati dan status protein darah Ekokardiografi (USG jantung): memeriksa pembuluh darah koroner, fungsi pompa jantung, dan katup Elektrokardiogram (EKG): menilai irama jantung dan kemungkinan iskemia Foto rontgen dada: melihat ukuran jantung dan kondisi paru-paru Cara Mengobati Penyakit Kawasaki Penanganan harus segera dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi, terutama pada jantung. Pemberian Imunoglobulin Intravena (IVIG) – Terapi utama yang diberikan pada 10 hari pertama sejak gejala muncul untuk menurunkan risiko aneurisma koroner. Penggunaan aspirin – Dosis tinggi pada fase akut untuk meredakan peradangan dan menurunkan demam, kemudian dosis rendah untuk mencegah pembekuan darah. Terapi kortikosteroid – Diberikan pada kasus yang tidak merespons IVIG atau dengan risiko tinggi komplikasi jantung. Obat biologis (misalnya infliximab) – Obat dari protein khusus yang bekerja menekan peradangan secara spesifik, digunakan bila IVIG dan kortikosteroid tidak efektif. Pemantauan jangka panjang – Meliputi ekokardiografi berkala, obat pengencer darah bila ada kelainan koroner, dan tindakan intervensi bila diperlukan. Komplikasi Penyakit Kawasaki Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit Kawasaki bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius, terutama yang berkaitan dengan jantung. Peradangan dapat merusak dinding arteri koroner, meningkatkan risiko aneurisma atau penyumbatan aliran darah. Kondisi ini bisa berujung pada serangan jantung atau gagal jantung di kemudian hari. Beberapa anak juga dapat mengalami gangguan irama jantung (aritmia) serta peradangan pada otot jantung (miokarditis). Oleh karena itu, pemantauan jangka panjang sangat penting. Pencegahan Penyakit Kawasaki Hingga kini, tidak ada cara yang terbukti dapat mencegah penyakit Kawasaki sepenuhnya karena penyebab pastinya belum diketahui. Namun, langkah-langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko infeksi yang mungkin menjadi pemicu, sekaligus mendeteksi penyakit lebih awal sehingga komplikasi dapat dihindari: Menjaga daya tahan tubuh anak Pastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, kaya sayur, buah, protein, dan cukup cairan. Penuhi kebutuhan vitamin dan mineral, baik dari makanan maupun suplementasi sesuai anjuran dokter. Pastikan vaksinasi anak sudah lengkap sesuai jadwal imunisasi. Menjaga kebersihan dan pola hidup sehat Ajarkan anak untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum/ setelah makan dan setelah bermain. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit untuk mengurangi risiko penularan infeksi. Waspadai gejala dan segera periksa ke dokter Bila... - Published: 2025-10-06 - Modified: 2025-10-06 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gatal-pada-kulit/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Sering kali, saat kita bersentuhan pada suatu hal yang menyebabkan alergi, maka dapat berujung pada rasa gatal. Gatal pada kulit ini sejatinya respons kulit terhadap berbagai penyebab seperti alergi, iritasi kulit, maupun penyakit tertentu. Gejalanya sendiri meliputi ruam merah pada kulit, bentol-bentol, kulit kering, dan bahkan bisa berdarah ketika digaruk berlebihan. Yuk cari tahu secara mendalam seputar iritasi kulit dan rincian lengkapnya di bawah ini! Mengenal Iritasi Kulit Iritasi kulit yaitu suatu respons inflamasi non imunologis pada kulit yang terjadi akibat paparan zat iritan yang merusak lapisan pelindung epidermis. Dalam medis, hal ini sering di sebut sebagai irritant contact dermatitis. Kerusakan barrier kulit (stratum korneum) akibat paparan iritan menyebabkan pelepasan mediator inflamasi lokal. Juga dapat terjadi gangguan homeostasis epidermal dan aktivasi sel-sel imun lokal. Ini akan menyebabkan gejala khas seperti kemerahan, perih, dan gatal. Meski tak mengancam nyawa, iritasi kulit dapat mengganggu kualitas hidup dan meningkatkan risiko infeksi sekunder. Jadi, walau ternasuk kondisi dermatologis yang umum dan sering dianggap sepele, tapi kondisi ini bisa berdampak besar terhadap kenyamanan, estetika, maupun performa kerja seseorang. Maka dari itu, diagnosis dan penanganan yang tepat tentunya dapat mencegah komplikasi kronis. Juga dapat menjaga integritas kulit sebagai salah satu pertahanan utama tubuh. Gejala Iritasi Kulit Umumnya, gejala yang tampak dari iritasi kulit yaitu berupa: Ruam kulit. Eritema (kemerahan kulit). Pruritus (gatal ringan hingga sedang). Sensasi terbakar. Sensasi perih. Kulit tangan kering dan pecah-pecah. Kulit bersisik. Pembengkakan Vesikel Ekskoriasi akibat garukan. Deskuamasi (pengelupasan kulit). Gejala bisa muncul dalam beberapa menit hingga jam setelah paparan. Pada paparan kronis, gejala berkembang secara perlahan dan bisa tampak sebagai kulit menebal dan bahkan bisa timbul hiperpigmentasi. Penyebab dan Faktor Risiko Nah, sejatinya iritasi kulit sendiri disebabkan oleh zat fisik, kimia, atau lingkungan yang secara langsung merusak lapisan pelindung kulit. Beberapa contohnya: Detergen kuat dan sabun. Pelarut (alkohol, aseton). Air keras atau air kapur. Lateks atau plastik. Semen, bahan bangunan. Cuaca ekstrem (dingin atau panas). Gesekan berulang. Lalu, untuk faktor risiko yang berperan mengakibatkan seseorang terkena kondisi ini meliputi: Diagnosis oleh Dokter Diagnosis iritasi kulit dilakukan secara klinis. Namun, terkadang membutuhkan pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan kemungkinan dermatitis alergi kontak atau kondisi kulit lain. Nah, diagnosisnya sendiri dapat melalui: Anamnesis. Dokter akan bertanya terkait riwayat paparan, durasi gejala, pekerjaan, dan juga penggunaan produk kulit. Pemeriksaan dermatologis. Identifikasi lesi, pola distribusi, simetris/tidak, lokasi predileksi. Uji tambalan (patch test). Dilakukan untuk membedakan iritasi vs reaksi alergi (negatif pada ICD). Biopsi kulit. Hanya jika dokter curiga adanya penyakit kulit lain seperti psoriasis atau dermatitis seboroik. Namun ini terbilang jarang dokter lakukan. Penanganan & Obat Tujuan utama pengobatan yaitu untuk mengembalikan fungsi barrier kulit dan juga mengurangi inflamasi serta gejala. Untuk penanganannya sendiri, dokter dapat melakukan beberapa metode berikut: 1) Eliminasi penyebab Menghindari zat iritan. Modifikasi lingkungan kerja atau alat pelindung. 2) Pemberian krim topikal Restorasi barrierkulit dengan emolien. Gunakan ceramide, petrolatum, lanolin. 3) Kortikosteroid topikal Untuk iritasi sedang hingga berat. Contohnya hydrocortisone, mometasone, betamethasone. 4) Antihistamin oral Jika gatal parah. Dapat menyebabkan kantuk sehingga cocok untuk mengatasi gangguan tidur. 5) Antibiotik topikal/oral Jika terjadi infeksi sekunder (impetiginisasi). Penggunaan antibiotik harus dengan resep. 6) Edukasi pasien Edukasi terkait cara perawatan kulit. Pentingnya penggunaan sabun yang ringan di kulit. Komplikasi Mengutip dari situs American Academy of Dermatology, bahwa kondisi ini umumnya bersifat ringan, tapi iritasi kulit yang tak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan komplikasi seperti halnya: Yaitu penebalan kulit akibat garukan kronis. Infeksi sekunder. Bakteri (Staphylococcus aureus, Streptococcus) dapat masuk lewat kulit rusak. Hiperpigmentasi pasca inflamasi. Kerusakan permanen pada struktur kulit. Penurunan produktivitas kerja akibat nyeri dan rasa tidak nyaman. Pencegahan Iritasi Kulit Pencegahan merupakan kunci utama untuk menghindari kekambuhan iritasi kulit, khususnya bagi individu dengan risiko tinggi. Beberapa langkah yang perlu Anda terapkan agar terhindar dari kondisi ini meliputi: Gunakan sarung tangan pelindung saat bekerja dengan zat kimia. Hindari penggunaan sabun keras atau pembersih dengan alkohol tinggi. Gunakan pelembap secara teratur. Pilih produk hipoalergenikatau dermatologically tested. Edukasi diri tentang zat/zona iritan di lingkungan sekitar. Keringkan kulit dengan handuk lembut, hindari menggosok terlalu kuat. Kapan Harus ke Dokter? Meskipun iritasi kulit bisa sembuh sendiri dengan perawatan mandiri, Anda harus segera konsultasi ke dokter spesialis kulit jika: Gejala tak membaik >7 hari walau sudah menghindari iritan. Muncul nanah, luka terbuka, atau demam (tanda infeksi sekunder). Gatal ekstrem hingga mengganggu tidur. Ruam menyebar luas dan cepat. Tidak yakin apakah gejala disebabkan iritasi atau alergi. Riwayat dermatitis atopik atau penyakit kulit lain. Narasumber: dr. Suci Leni Mimanda, Sp. DVE Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-10-05 - Modified: 2025-10-06 - URL: https://primayahospital.com/gizi/pahami-berapa-banyak-kalori-apel-yang-harus-anda-tahu/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda mendengar ucapan bahwa “Makan sehari satu apel akan menjauhkan Anda dari dokter”? Walau tak 100% benar, namun ucapan ini menunjukkan bahwa apel memang memiliki khasiat tersendiri untuk kesehatan. Walau demikian, Anda perlu tahu kalori apel secara lebih dalam sebelum berencana untuk memakannya banyak-banyak. Yuk cari tahu secara lebih mendalam seputar kalori apel, manfaat, dan nutrisi atau kandungan apa saja yang ada di dalamnya. Semuanya tersedia dalam artikel di dalam ini! Mengenal Kandungan Kalori dalam Apel Apel merupakan buah rendah kalori yang terkenal akan tinggi nutrisi dan serat. Ini menjadikannya pilihan ideal sebagai suatu camilan sehat atau bagian dari diet seimbang. Kandungan dalam 1 apel ukuran sedang (±85 gram) bisa kamu lihat dalam tabel di bawah ini: Catatan: Kalori utama dalam apel berasal dari karbohidrat Walau jumlahnya tidak terlalu besar, namun mengonsumsi dalam jumlah yang banyak tentunya akan menambah asupan kalori dalam jumlah banyak. Jenis Apel dan Variasi Kalori Jika mengacu pada laman Healthline, bahwa kalori dalam apel bisa bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan cara penyajian. Berikut adalah contoh beberapa jenis apel populer dan perkiraan kalori per buah (ukuran sedang ±180g): Penyajian juga memengaruhi kalori loh. Berbeda penyajian, maka jumlah kalori pada apel tersebut akan berbeda pula. Berikut rinciannya: Apel kering (keripik apel). Bisa mencapai 200–300 kkal per 100 gram karena kehilangan air. Jus apel tanpa gula. ±115 kkal per 250 ml, tapi rendah serat. Saus apel (apple sauce). ±100 kkal per 100 gram, tergantung tambahan gula. Manfaat Apel untuk Diet Apel sangat cocok untuk diet penurunan berat badan atau gaya hidup sehat karena berbagai alasan. Di antaranya yaitu sebagai berikut: Rendah Kalori dan Lemak. Apel memberikan rasa kenyang tanpa menambah banyak kalori. Jika dimakan sebagai tambahan sarapan juga akan memberikan rasa kenyang dan beberapa nutrisi tambahan bagi tubuh. Tinggi Serat (Pektin). Membantu memperlambat pencernaan sehingga rasa kenyang lebih lama. Indeks Glikemik Rendah (±36–40). Tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis walau beberapa apel memiliki rasa yang manis. Menekan Nafsu Makan. Mengonsumsi apel sebelum makan dapat mengurangi nafsu makan Anda. Mendukung Kesehatan Usus dan Metabolisme. Serat larut mendukung mikrobiota usus yang sehat. Jadi, pencernaan Anda akan lebih sehat tanpa gangguan fungsi mikroba dalam usus. Mengandung Polifenol dan Antioksidan. Contohnya berupa quercetindan catechin, ini dapat membantu Anda dalam melawan peradangan dan juga meningkatkan metabolisme. Hasil Penelitian. Studi menunjukkan bahwa konsumsi 1–2 apel per hari dapat membantu menurunkan berat badan dan juga kadar kolesterol LDL. Tips Mengonsumsi Apel yang Sehat Makan dengan kulitnya. Karena antioksidan dan serat ada di kulit. Hindari apel olahan dengan tambahan gula. Seperti jus apel dalam kemasan, saus apel manis, atau pai apel. Gabungkan dengan protein/lemak sehat. Misalnya: apel + selai kacang alami, apel + keju rendah lemak maka akan menambah rasa kenyang. Waktu terbaik mengonsumsi apel. Pagi atau siang hari sebagai camilan alami. Sebelum makan, kecuali jika lambung sangat sensitif terhadap asam. Cuci bersih atau pilih organik. Karena apel termasuk dalam daftar “Dirty Dozen” (buah dengan residu pestisida tinggi). Perbandingan dengan Buah Lain Nah, untuk mengetahui beberapa perbedaan antara buah apel dan buah lainnya, maka Anda bisa melihatnya dalam tabel di bawah ini: Apel merupakan pilihan yang seimbang secara kalori, serat, dan gula, menjadikannya unggul untuk diet dan pengontrol nafsu makan dibandingkan buah-buah manis tinggi glikemik seperti anggur atau semangka. Narasumber: dr. Evi Verawati, M. Gizi, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Evasari Hospital - Published: 2025-10-04 - Modified: 2025-10-02 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sering-kesemutan/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Banyak orang sering mengalami kesemutan tanpa memahami apa yang menyebabkannya atau bagaimana cara mengatasinya. Dalam dunia medis, kesemutan bisa muncul sebagai gejala dari banyak kondisi, dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis. Artikel ini akan menjabarkan penyebab, gejala, dan cara mengatasi kesemutan yang kerap disepelekan tapi kadang bisa membahayakan. Apa Itu Kesemutan Kesemutan adalah sensasi abnormal yang biasanya digambarkan sebagai rasa kebas, geli, atau seperti ditusuk-tusuk di bagian tubuh tertentu. Sensasi yang dalam istilah medis disebut parestesia ini bisa terjadi di mana saja, tapi umumnya lebih sering dialami di tangan dan kaki. Misalnya ketika tangan kebas saat tidur atau kaki yang kesemutan setelah duduk bersila terlalu lama. Sensasi ini berkaitan dengan masalah saraf. Kesemutan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan bersifat sementara. Rasa kebas akan menghilang dalam beberapa menit setelah tekanan pada saraf hilang dan aliran darah kembali normal Meski kerap dianggap tidak berbahaya, sering kesemutan ternyata bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Salah satunya bisa jadi kesemutan tanda diabetes atau neuropati perifer diabetik seperti dijelaskan dalam artikel di National Center for Biotechnology Information. Parestesia terjadi karena adanya gangguan pada jalur saraf sensorik, dari saraf perifer hingga area otak. Saraf-saraf ini bertanggung jawab membawa sinyal sensasi dari berbagai bagian tubuh ke otak. Ketika ada masalah di sepanjang jalur ini, sinyal bisa terganggu dan menghasilkan sensasi abnormal seperti sering kesemutan. Terdapat dua jenis parestesia: Parestesia transien (sementara):sensasi kesemutan atau kebas yang terjadi secara tiba-tiba dan biasanya bersifat sementara. Penyebab umumnya antara lain posisi tubuh yang tidak tepat atau tekanan pada saraf. Parestesia kronis:sensasi kesemutan berlangsung dalam waktu lebih lama dan sering kali menandakan adanya kondisi medis yang mendasari, seperti diabetes, neuropati, atau gangguan autoimun. Parestesia transien lebih kerap terjadi, tapi risiko parestesia kronis lebih besar. Bila sensasi kesemutan terus-menerus muncul atau sering kambuh, itu bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis. Penyebab Sering Kesemutan Sering kesemutan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan yang mendasari. Untuk menemukan solusi yang tepat, pertama-tama harus diketahui dulu apa penyebabnya. Kompresi Saraf Sementara Salah satu penyebab paling umum sering kesemutan adalah kompresi saraf sementara. Kondisi ini terjadi ketika saraf mendapat tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon. Misalnya tangan kebas saat tidur sering terjadi karena posisi tidur yang menekan saraf di lengan atau pergelangan tangan. Secara umum, sering kesemutan akibat kompresi saraf sementara ini tidak berbahaya dan bisa reda sendiri. Tapi tekanan berulang pada saraf dapat lebih membahayakan. Kekurangan Vitamin Saraf membutuhkan nutrisi yang cukup agar berfungsi dengan baik. Kekurangan vitamin tertentu dapat menyebabkan sering kesemutan, terutama vitamin B1, B6, B9, dan B12. Karena itu, kadang dibutuhkan suplemen vitamin untuk kesemutan yang kerap dialami. Tapi, menurut artikel Vitamin B6 Toxicity di National Center for Biotechnology Information, terlalu banyak vitamin B6 juga bisa memicu neuropati perifer atau kerusakan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang dan sensasi kesemutan. Kondisi Medis yang Mendasari Sering kesemutan juga bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi medis terkait dengan kerusakan saraf yang lebih serius, seperti: Diabetes mellitus (neuropati diabetik) Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome) Kondisi lain yang memicu kerusakan saraf, seperti: Penyakit autoimun: lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Guillain-Barré, Infeksi: HIV, herpes zoster, lepra Masalah tulang belakang: herniasi diskus (saraf terjepit), stenosis tulang belakang Paparan toksin: merkuri, timbal, obat kemoterapi tertentu Konsumsi alkohol berlebih Penyakit ginjal dan hati kronis Stroke Cara Mengatasi Kesemutan Ketika sering kesemutan, dokter perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dulu untuk menegakkan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat. Dokter bisa menyarankan sejumlah pendekatan, dari perubahan gaya hidup hingga intervensi medis. Di antaranya: Perubahan Gaya Hidup Salah satu cara terbaik untuk mengatasi sering kesemutan adalah melakukan perubahan gaya hidup. Ini termasuk: Menghindari posisi tubuh yang dapat menekan saraf. Misalnya untuk mengatasi tangan kebas saat tidur, hindari tidur dengan lengan di bawah tubuh atau bantal. Rutin berolahraga untuk meningkatkan sirkulasi darah. Memastikan pola makan yang sehat dan seimbang, kaya akan vitamin dan mineral. Jika kesemutan tanda diabetes, terapkan diet sehat rendah gula dan karbohidrat olahan. Suplementasi Vitamin Jika kesemutan disebabkan oleh defisiensi vitamin, mengonsumsi suplemen bisa menjadi solusi. Vitamin B12, misalnya, diketahui dapat membantu mengurangi gejala kesemutan. Sebaiknya minta rekomendasi dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin untuk kesemutan agar aman. Terapi Fisik Jika mengalami kesemutan akibat kondisi seperti sindrom terowongan karpal, terapi fisik dapat membantu. Terapi ini bertujuan mengurangi tekanan pada saraf dan meningkatkan fungsi tangan. Pengobatan Medis Dalam beberapa kasus, pengobatan medis mungkin diperlukan. Jika sering kesemutan disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius, seperti diabetes atau penyakit autoimun, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengelola gejala dan memperbaiki kondisi kesehatan secara keseluruhan. Kapan ke Dokter? Meski sering kesemutan seringkali tidak berbahaya, ada beberapa tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pertolongan medis diperlukan. Sebaiknya datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan jika kesemutan: Muncul secara tiba-tiba dan parah Disertai kelemahan pada anggota tubuh, kelumpuhan,... - Published: 2025-10-03 - Modified: 2025-10-02 - URL: https://primayahospital.com/umum/pusing-kliyengan/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi berupa nyeri kepala berputar terasa seperti kliyengan tapi tidak sakit? Jika ya, maka bisa jadi hal ini merupakan gejala dari vertigo. Sejatinya, apa vertigo itu berbahaya dan bagaimana cara mengatasinya? Nah, buat Anda yang ingin tahu secara lebih mendalam seputar vertigo, maka silakan simak rincian lengkapnya dalam artikel yang kami ulas di bawah ini! Mengenal Vertigo Vertigo yaitu suatu sensasi ilusi gerakan (biasanya berputar) baik dari tubuh sendiri atau lingkungan sekitar, tapi sebenarnya tak ada gerakan apa pun yang terjadi. Kita sering menyebut sensasi ini sebagai “kliyengan”. Sejatinya, kondisi ini bukan diagnosis medis, melainkan suatu gejala yang menunjukkan gangguan pada sistem vestibular. Sistem ini berguna untuk menjaga keseimbangan dan juga orientasi ruang. Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu vertigo perifer yang terjadi akibat gangguan pada telinga bagian dalam atau saraf vestibular. Satunya yaitu vertigo sentral yang terjadi akibat kelainan pada sistem saraf pusat. Kerap terjadi pada batang otak atau otak kecil (cerebellum). Nah, vertigo sendiri bukan hanya sensasi pusing biasa, tapi juga refleksi dari gangguan sistem vestibular yang kompleks. Pendekatan diagnosis dan terapi yang tepat tentunya dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien. Perlu Anda ingat, tak semua vertigo berbahaya, tetapi tidak semua vertigo juga boleh diabaikan. Gejala Vertigo Selain sensasi berputar, vertigo sering disertai dengan gejala sebagai berikut dengan durasi serangan masing-masing penderita dapat berbeda-beda: Mual dan muntah. Kepala pusing. Gangguan keseimbangan atau sempoyongan. Nistagmus (gerakan bola mata cepat tak terkendali). Tinnitus (dengingan telinga). Kehilangan pendengaran (terutama jika penyebabnya perifer). Sakit kepala (lebih sering pada vertigo sentral). Penglihatan kabur atau ganda. Sensasi terhuyung saat berjalan. Penyebab & Faktor Risiko Vertigo dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Berikut tabel klasifikasinya untuk memudahkan Anda dalam memahaminya: Untuk faktor risikonya yang menjadikan seseorang dapat berisiko lebih besar terkena vertigo antara lain: Usia lanjut. Riwayat migrain. Infeksi telinga. Cedera kepala. Hipertensi, diabetes mellitus. Konsumsi alkohol berlebihan. Penggunaan obat ototoksik (misalnya gentamisin). Diagnosis oleh Dokter Mengutip dari situs NCBI, bahwa diagnosis terhadap kondisi ini dapat dilakukan melalui: A. Anamnesis Durasi & frekuensi serangan Faktor pemicu (misalnya perubahan posisi kepala) Gejala penyerta (tinnitus, gangguan penglihatan, diplopia) Riwayat medis (stroke, migrain, infeksi telinga) B. Pemeriksaan Fisik Tes Dix-Hallpikeuntuk mendiagnosis BPPV. Head Impulse Test. Pemeriksaan nistagmus. Pemeriksaan koordinasi & tanda neurologis. C. Pemeriksaan Penunjang (jika diperlukan) MRI otak (untuk vertigo sentral). CT scan kepala. ENG (Electonystagmography). Tes kalorik vestibular. Penanganan & Obat A. Non-Farmakologis Reposisi partikel otolit: manuver Epley (untuk BPPV). Terapi vestibular: rehabilitasi keseimbangan. Hindari gerakan kepala mendadak. Terapi pendengaran dan psikoterapi bila diperlukan. B. Farmakologis Penting untuk tidak menggunakan obat penenang vestibular jangka panjang karena dapat menghambat kompensasi otak terhadap kerusakan vestibular. Komplikasi Vertigo Komplikasi dari vertigo berupa: Cedera akibat jatuh (terutama pada lansia). Gangguan aktivitas harian dan produktivitas. Gangguan psikis seperti kecemasan, depresi, agorafobia. Kecelakaan kendaraan. Disabilitas kronis pada vertigo sentral yang menetap. Nah, vertigo kronis sendiri bisa menyebabkan ketergantungan terhadap obat. Juga dapat membuat kualitas hidup memburuk jika tak mendapatkan perawatan yang tepat. Pencegahan Vertigo Pencegahan vertigo sangat bergantung pada jenis dan faktor penyebabnyaa. Secara umum, berikut strategi pencegahan yang disarankan: Hindari perubahan posisi kepala mendadak. Lakukan latihan keseimbangan seperti yoga atau tai chi. Kendalikan kondisi seperti hipertensi, diabetes, kolesterol. Periksa dan obati infeksi telinga secara tuntas. Gunakan pelindung kepala untuk mencegah cedera otak. Hindari paparan suara keras dan ototoksik. Kurangi konsumsi kafein dan alkohol. Kapan Harus ke Dokter? Segera konsultasi ke dokter spesialis saraf atau dokter spesialis THT apabila Anda sering mengalami gejala vertigo yang kambuh atau berulang. Juga, ketika gejalanya bersifat mendadak & berat, terutama bila disertai kesulitan bicara, mati rasa wajah, atau kelemahan satu sisi tubuh. Selain itu, kondisi berikut ini juga membutuhkan perhatian khusus dan konsultasi ke dokter secara langsung: Gejala sampai mengganggu aktivitas. Gejala disertai gangguan pendengaran atau tinnitus. Vertigo setelah trauma kepala. Tidak membaik dengan penanganan awal. Penanganan tepat waktu sangatlah penting untuk membedakan vertigo perifer (biasanya jinak) dengan vertigo sentral. Dengan begitu, nantinya dapat mengetahui secara rinci terkait penyakit neurologis serius seperti stroke batang otak atau tumor cerebellar. Narasumber: dr. Meiliska Aulyanissa,MMRS Dokter Umum Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-10-02 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/umum/peranan-trombosit/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Hemostasis adalah suatu proses alamiah dari tubuh untuk membuat darah tetap cair dan berada di dalam pembuluh darah, serta berperan penting menghentikan pendarahan jika terjadi kerusakan pembuluh darah. Pada proses hemostasis ada tiga komponen utama yaitu : Pembuluh darah, trombosit, dan faktor-faktor koagulasi. Trombosit merupakan nama lain dari platelet. Komponen dalam darah ini memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah. Selain itu, kadar trombosit normal juga bisa menjadi penanda bahwa fungsi hemostasis kita normal dan jika kadar trombosit kita rendah maka kita bertendensi mengalami pendarahan. Jadi, bila Anda ingin tahu secara mendalam terkait trombosit dengan kadar normal, maka silakan simak dulu rincian lengkapnya dalam artikel berikut ini! Mengenal Trombosit Yang Normal Trombosit yaitu bagian dari sel darah yang berperan dalam pembekuan darah. Jadi, komponen darah ini berperan penting dalam menutup luka ketika pembuluh darah cedera. Trombosit disebut juga sebagai platelet. Bila kadar trombosit dalam darah tidak normal ( apakah jumlah trombosit rendah atau fungsi trombosit yang tidak normal ), maka luka kecil dengan pendarahan tentunya akan sulit sekali berhenti. Ini justru bisa berdampak besar terhadap efek samping lainnya seperti halnya infeksi maupun gejala lainnya. Trombosit ini terbentuk dalam sumsum tulang dari sel besar yang bernama megakariosit. Setelah terlepas ke dalam sirkulasi darah, nantinya trombosit hidup selama sekitar 7–10 hari. Selanjutnya akan dihancurkan oleh limpa dan dikeluarkan dari tubuh. Tubuh secara otomatis menjaga jumlah trombosit agar tetap stabil melalui mekanisme umpan balik (feedback loop) yang canggih. Karena jika kadar trombosit turun, maka luka susah mengalami proses pembekuan darah. Dan sebaliknya, jika kelebihan akan mengakibatkan trombosis atau pembekuan darah. Kadar Trombosit Normal Untuk lebih jelasnya terkait kadar trombosit normal, maka Anda bisa melihat rinciannya dalam tabel berikut ini: Perlu Anda ketahui, bahwa nilai ini bisa sedikit bervariasi. Namun, angka di atas tetap menjadi acuan utama dalam mendiagnosis kesehatan darah. Kadar Trombosit saat Terkena DBD Saat seseorang mengalami demam berdarah, maka trombosit akan menurun. Kondisi ini disebut juga sebagai trombositopenia. Oleh karena itu, saat seseorang mengalami DBD, maka mereka akan membutuhkan donor darah sehingga kadar trombosit normal kembali. Mengingat DBD termasuk sebagai kondisi medis yang membutuhkan perawatan cepat dan sigap, maka pemeriksaan tambahan seperti cek darah lengkap dan denyut nadi normal pun akan dibutuhkan. Gejala Trombosit Tidak Normal Gejala trombosit yang tak normal bervariasi sesuai jenisnya. Berikut ini rinciannya: 1. Trombositopenia (Kadar Trombosit Terlalu Rendah) Trombositopenia terjadi apabaila kadar trombosit di bawah normal atau terlalu rendah. Untuk gejalanya sendiri yaitu: Mudah memar (hematoma spontan). Bintik merah kecil di kulit (petechiae). Mimisan atau gusi berdarah tanpa sebab. Perdarahan menstruasi berlebihan. Darah dalam urine atau tinja. Luka sulit berhenti berdarah. 2. Trombositosis (Kadar Trombosit Terlalu Tinggi) Kadar trombosit yang terlalu tinggi atau trombositosis akan menghasilkan gejala seperti: Sering sakit kepala. Dada terasa nyeri (angina). Penglihatan kabur. Tangan atau kaki terasa panas Tangan atau kaki kesemutan. Risiko stroke atau trombosis vena dalam (DVT). Penyebab dan Faktor Risiko Trombosit Tidak Normal Ada beberapa penyebab trombosit dengan kadar yang tidak normal, baik itu kurang atau berlebih, berikut ini di antaranya: Trombositopenia Infeksi virus (Dengue, HIV, Hepatitis C). Obat-obatan (kemoterapi, heparin, antibiotik tertentu). Gangguan autoimun (Lupus, ITP/Idiopathic Thrombocytopenic Purpura). Kelainan sumsum tulang (leukemia, aplasia). Konsumsi alkohol berlebihan. Kondisi kehamilan (misalnya HELLP syndrome). Trombositosis Primer (esensial). Karena gangguan sumsum tulang (misalnya essentialthrombocythemia). Sekunder (reaktif). Akibat respons terhadap infeksi, peradangan kronis, anemia defisiensi besi, operasi. Efek samping dari pengangkatan limpa (splenektomi). Cara Mendiagnosis Kadar Trombosit Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan darah rutin: Hitung darah lengkap (CBC). Untuk mengetahui beberapa kandungan dalam darah, termasuk jumlah trombosit. Peripheral blood smear. Mengevaluasi bentuk dan ukuran trombosit, apakah ada sel abnormal lain. Tes sumsum tulang (biopsi). Jika dicurigai gangguan produksi trombosit. Pemeriksaan penunjang lainnya yang mungkin dibutuhkan yaitu berupa: Tes fungsi hati dan ginjal. Tes imunologi (jika dicurigai ITP). Tes infeksi virus (misalnya HIV, Hepatitis). Obat dan Penanganan Trombosit Tidak Normal Untuk Trombosit Rendah ITP ringan. Biasanya cukup observasi, bisa sembuh sendiri. ITP berat atau perdarahan. Diberikan kortikosteroid (misalnya prednisone, metilprednisolon), anti-D, dan imunoglobulin intravena(IVIG). Jika gagal, bisa diberikan rituximab, eltrombopag, atau Splenektomi Transfusi trombosit diberikan pada kondisi akut dengan pendarahan yang mengancam jiwa Pengobatan penyebab utama. Contoh infeksi dengue dengan terapi suportif, bukan hanya fokus pada trombositnya. Untuk Trombosit Tinggi Trombositosis reaktif. Dengan cara mengobati penyakit dasarnya. Essential thrombocythemia. Dengan pemberian obat penurun trombosit seperti hydroxyureaatau anagrelide. Aspirin dosis rendah. Untuk mencegah penggumpalan darah jika ada risiko trombosis. Kapan Harus ke Dokter? Segera konsultasikan atau periksakan diri Anda ke dokter spesialis penyakit dalam apabila mengalami gejala trombosit tidak normal seperti halnya berikut ini: Perdarahan tak wajar misalnya jika terlalu berlebihan atau spontan. Muncul bintik-bintik merah pada kulit tanpa sebab. Terjadi pembekuan darah yang tidak biasa. Conthonya bengkak pada kaki sepihak. Trombosit turun/turun drastis pada pemeriksaan darah rutin. Ada riwayat keluarga dengan kelainan darah. Narasumber: DR. dr. Sahyuddin, Sp. PD, KHOM Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan HematoOnkologi Primaya Hospital Makassar - Published: 2025-10-01 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-naik-turun/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Demam adalah suatu respon alami ketika tubuh sedang melawan infeksi yang menyerang. Ketika suhu tubuh mulai meningkat, tubuh memberikan suatu tanda bahwa sedang mempertahankan diri dan melawan virus atau bakteri yang menjadi penyebab infeksi tersebut. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai demam naik turun, penyebab, gejala, serta cara memberikan penanganan awal untuk mengatasinya. Apa Itu Demam Naik Turun Normalnya, suhu tubuh manusia berkisar antara 36,4°-37,5° Celcius. Seseorang dapat dikatakan demam ketika suhu tubuh pada orang dewasa mencapai 38° Celsius, jika diukur dengan termometer. Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang menunjukkan bahwa tubuh sedang bereaksi terhadap sesuatu yang masuk atau berada di dalam tubuh, seperti: Infeksi (virus, bakteri, jamur, atau parasit) Peradangan Reaksi terhadap obat Kondisi medis tertentu, seperti penyakit autoimun atau kanker Adapun ada berbagai jenis demam bila dilihat dari polanya, seperti: demam naik turun atau demam intermiten adalah kondisi medis ketika suhu tubuh meningkat di atas normal untuk beberapa jam, lalu kembali ke suhu normal atau mendekati normal, sebelum akhirnya meningkat kembali dalam pola siklus. Selain itu, ada pola kondisi lain yang dikenal dengan demam kontinu yang suhunya tetap tinggi, dan demam remiten yang suhunya berfluktuasi tapi tidak pernah kembali ke normal, dikutip dari Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. Fenomena demam naik turun ini merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yang kompleks. Dalam prosesnya, kita bisa merasakan panas yang berlebihan dan kemudian menggigil atau berkeringat saat demam mulai turun. Pola suhu tubuh yang naik turun ini mengindikasikan bahwa tubuh sedang aktif memerangi sesuatu di dalamnya. Penyebab Demam Naik Turun Pola demam yang naik turun bisa memberikan petunjuk kepada dokter untuk menemukan penyebabnya. Terdapat beragam kondisi medis yang bisa menjadi pemicu, dari infeksi ringan hingga penyakit yang lebih serius. Salah satu penyebab paling umum demam naik turun adalah infeksi, seperti: demam berdarah, malaria, dan demam tifoid. Demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini biasanya terjadi di negara-negara subtropis dan tropis pada musim hujan, termasuk Indonesia. DBD kerap ditandai dengan suhu tubuh yang naik turun disertai dengan keluhan lain seperti mual, muntah, nyeri pada bagian belakang mata, nyeri sendi, sakit kepala, serta ruam pada bagian tubuh. Dalam kasus DBD, penurunan suhu tubuh bukan berarti kondisi telah membaik, melainkan bisa menandakan perburukan dan perlunya pemantauan ketat. Selain DBD, penyakit yang juga sering ditemukan pada negara beriklim tropis dan subtropis adalah malaria yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium Demam pada penderita malaria memiliki pola naik turun dengan siklus bervariasi antara 24-72 jam disertai menggigil hebat dan tubuh berkeringat. Disamping penyebab virus dan parasit, infeksi tifus atau demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi juga memberikan gejala demam naik turun. Demam tifoid sering ditandai dengan peningkatan suhu tubuh secara bertahap setiap hari. Pada pagi, suhu cenderung turun dan kembali naik pada malam. Selain infeksi, sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan demam naik turun di antaranya penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik atau reumatoid artritis dan beberapa jenis kanker, misalnya limfoma atau leukemia. Reaksi obat tertentu juga bisa menimbulkan panas naik turun. Gejala Demam Naik Turun Ketika seseorang mengalami demam naik turun, umumnya ada serangkaian gejala lain yang menyertai. Di antaranya: Badan terasa panas saat disentuh Sensasi panas yang berlebihan diikuti menggigil hebat Berkeringat secara berlebihan, seringnya dibarengi keringat dingin Sakit kepala ringan hingga parah Nyeri otot dan sendi atau rasa pegal di seluruh tubuh Kelelahan ekstrem Mual dan muntah bila terkait dengan infeksi pencernaan Ruam merah dalam kasus demam berdarah Batuk dan pilek bila ada infeksi saluran pernapasan Penting untuk memperhatikan kombinasi gejala-gejala ini. Sebab, pola dan intensitasnya dapat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis yang akurat dan menentukan penanganan yang paling efektif untuk mengatasi panas naik turun yang dialami. Cara Mengatasi Demam Naik Turun Penanganan awal demam naik turun bisa dilakukan di rumah, tapi tetap memerlukan pendekatan yang tepat. Harus diketahui bahwa tujuan utama penanganan demam di rumah adalah membuat pasien merasa lebih nyaman, tidak semata-mata memulihkan suhu tubuh dengan cepat. Sebab, demam adalah respons alami tubuh. Berikut ini caranya: Mengukur Suhu Tubuh Secara Teratur Untuk mendapatkan hasil yang akurat, gunakan termometer digital. Pemantauan suhu secara berkala penting untuk menjaga kewaspadaan guna mengantisipasi perburukan kondisi. Istirahat yang Cukup Istirahat yang cukup dapat membantu sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan optimal. Banyak penelitian menunjukkan tidur yang cukup dapat mempercepat pemulihan dari penyakit. Hidrasi yang Cukup Menjaga kecukupan cairan sangat penting saat mengalami demam naik turun. Air, sup kaldu, atau minuman isotonik elektrolit dapat membantu menggantikan cairan yang hilang karena pada saat demam, tubuh akan lebih banyak mengeluarkan cairan melalui keringat dan urine. Menggunakan Obat Penurun Panas Obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu menurunkan suhu tubuh dan meredakan gejala lain yang menyertai. Pastikan untuk mengikuti petunjuk dosis yang tepat dan berkonsultasi dengan dokter jika demam berlanjut. Kompres Air Hangat Mengompres tubuh dengan air hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Letakkan... - Published: 2025-09-30 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/obat-batuk-pilek/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Tahukah Anda, sejatinya batuk merupakan refleks tubuh dalam membersihkan saluran pernapasan. Ini bisa terjadi baik saat sedang flu pilek maupun tidak. Namun, lebih sering terjadi saat seseorang pilek. Oleh karena itu, memilih obat batuk pilek yang tepat sesuai gejala merupakan suatu keharusan. Umumnya, batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi ketika batuk terjadi secara berkepanjangan atau terus menerus. Ini yang justru menjadi perhatian untuk dapat memeriksakannya sesegera mungkin. Yuk kenali lebih dalam seputar hal ini dalam artikel berikut! Mengenal Batuk Pilek Batuk pilek yaitu gejala akibat dari infeksi saluran pernapasan atas seperti flu. Gejala ini merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau iritasi yang menyerang sistem pernapasan mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Nah, batuk sendiri merupakan refleks tubuh dalam membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau patogen. Batuk bisa bersifat kering (tidak berdahak) atau pun produktif (berdahak). Sementara pilek yaitu suatu inflamasi atau peradangan pada lapisan mukosa hidung yang menyebabkan hidung tersumbat atau berair, bersin, dan rasa tidak nyaman di area wajah. Karakteristik umum dari batuk pilek biasanya berlangsung 7–10 hari. Umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk infeksi tertentu atau kondisi yang lebih serius tentunya akan lebih sulit sembuh sehingga membutuhkan penanganan medis dari dokter. Penyebab Batuk Pilek Penyebab utama mengapa seseorang mengalami batuk pilek yaitu karena infeksi virus. Walau demikian, ada faktor lain yang dapat berperan dalam hal ini. Berikut ini rincian lengkapnya: Infeksi Virus (penyebab utama) Rhinovirus (penyebab paling umum dari flu). Coronavirus Adenivirus Influenza dan Parainfluenza. Respiratory Syncytial Virus (RSV). Infeksi Bakteri (jarang, biasanya sekunder) Streptococcus pneumoniae. Haemophilus influenzae. Alergi & Iritasi Lingkungan Alergi musiman (rinitis alergi). Paparan debu, asap, udara dingin, atau polusi. Penyebab Lain Sinusitis. Asma Refluks asam lambung (GERD). Pilihan Obat Batuk Pilek (Umum & Dewasa) Obat batuk pilek bertujuan meredakan gejala, bukan menyembuhkan infeksi virus secara langsung. Pilihannya tergantung jenis batuk dan gejala yang menyertai. Mengacu pada situs Healthline, bahwa ada beberapa obat batuk pilek dewasa yang dapat digunakan untuk mengatasi batuk yang meliputi: Beberapa obat batuk pilek dewasa di atas harus dengan resep dokter sehingga tidak bisa Anda beli sembarangan di apotek. Cara Dokter Mendiagnosis (Jika Berkepanjangan) Jika batuk pilek berlangsung lebih dari 10–14 hari, maka perlu serangkaian pemeriksaan seperti: Wawancara Medis (Anamnesis) Lama dan pola batuk. Riwayat alergi atau penyakit paru. Gejala penyerta sepetri demam tinggi, sesak, nyeri dada. Pemeriksaan Fisik Memeriksa suara napas. Kondisi tenggorokan dan hidung. Pembengkakan kelenjar getah bening. Pemeriksaan Penunjang (Jika Diperlukan) Rontgen Dada. Mengevaluasi pneumonia, bronkitis, TBC Tes PCR atau rapid antigen. Bila dicurigai infeksi virus tertentu (influenza, COVID-19) Tes darah. Infeksi sistemik atau alergi Tes alergi. Bila dicurigai rinitis alergi Tips Perawatan di Rumah Istirahat Cukup. Memberi waktu bagi sistem imun untk melawan infeksi. Minum Air yang Banyak. Mengencerkan lendir, mencegah dehidrasi. Konsumsi Makanan Bergizi. Salah satunya sup ayam hangat dan buah-buahan. Gunakan Humidifier atau Inhalasi Uap. Melembapkan udara untuk meredakan iritasi saluran napas. Kumur Air Garam. Mengurangi nyeri tenggorokan dan lendir di belakang tenggorokan. Menghindari Iritan. Asap rokok, polusi, parfum menyengat. Obat Tradisional & Herbal. Jahe, madu, daun mint, minyak kayu putih memang dikenal membantu meredakan gejala ringan. Kapan Harus ke Dokter? Batuk pilek umumnya dapat sembuh sendiri loh walau tanpa obat sekalipun. Namun, pemeriksaan medis sangat diperlukan jika: Gejala lebih dari 10–14 hari. Demam tinggi > 39°C atau terus-menerus. Sesak napas atau napas cepat. Dahak berdarah atau berwarna begitu pekat. Nyeri dada atau dada terasa berat. Batuk disertai muntah. Riwayat penyakit penyerta. Contoh asma, TBC, penyakit jantung, atau imun lemah. Jadi, bila Anda mendapati beberapa gejala di atas, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter umum untuk mengetahui kondisi batuk Anda. Namun, bila ditemukan penyakit lain, dokter mungkin akan merujuknya ke dokter spesialis paru atau dokter spesialis tenggorokan. Narasumber: dr. Mochammad Irsyad, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2025-09-29 - Modified: 2025-09-22 - URL: https://primayahospital.com/paru/batuk-berdahak/ - Kategori: Paru - Translation Priorities: Optional Batuk berdahak tak kunjung sembuh bisa jadi bukan sekadar keluhan biasa loh, keluhan ini bisa juga merupakan gejala dari gangguan paru-paru yang lebih kompleks, misalnya berupa infeksi kronik, kelainan parenkim paru, hingga berhubungan dengan penyakit sistemik. Pemeriksaan yang lebih lengkap diperlukan oleh dokter untuk mengetahui penyebab batyk berdahak tersebut. Jadi, yuk cari tahu lebih lengkap mengenai kondisi ini dalam artikel yang akan kami bahas berikut! Mengenal Apa itu Batuk Berdahak Batuk berdahak adalah keluhan batuk produktif (batuk yang mengeluarkan dahak atau sputum). Pada keadaan batuk berdahak selama >3 minggu dan tak kunjung sembuh, keadaan ini dikenal secara medis sebagai batuk kronik produktif. Berbeda dengan batuk akut akibat flu biasa yang umumnya dapat sembuh dalam 7–14 hari, batuk kronik produktif dapat menandakan proses patologis paru persisten seperti gangguan pada sistem pernapasan atas, bawah, maupun dari luar sistem pernapasan. Pada dasarnya, batuk berdahak merupakan mekanisme respon fisiologis tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir, mikroorganisme, maupun zat asing. Namun, jika berlangsung lama dan disertai dahak yang berubah warna, bau, atau bercampur darah, maka diperlukan pemeriksaan yang lebih lengkap untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit kronik seperti bronkitis kronik, TBC atau bahkan kanker paru. Berbagai Gejala dan Penyebab Batuk Kronik Produktif Gejala yang dapat menyertai Batuk dahak terus-menerus, pilek, sulit menelan, suara serak, nyeri dada, sesak nafas, dada terasa berat, demam ringan, meriang, penurunan BB, penurunan nafsu makan. Penyebab TBC, PPOK, asma, GERD, rhinitis, sinusitis, postnasal drip, alergi, kanker paru, pneumonia, efek obat tertentu, pajanan polusi, pajanan rokok, dll. Dokter Dokter spesialis paru Pengobatan Sesuai penyebab seperti antibiotik, OAT, bronkodilator, kortikosteroid inhalasi, antasida, fisioterapi dada, nebulisasi, berhenti merokok Pencegahan Berhenti merokok, vaksinasi, lingkungan sehat, gizi baik, hidrasi adekuat, pengobatan lebih awal ke dokter, olahraga yang memperkuat pernapasan. Komplikasi Bronkiektasis, gagal napas, sepsis, hipoksia kronik, penurunan kualitas hidup, risiko kanker paru Gejala Penyerta Gejala-gejala yang dapat menyertai batuk kronik produktif ini meliputi: Batuk dengan dahak yang terus-menerus, terutama di pagi hari/ malam hari Pilek, hidung berlendir Nyeri menelan, suara serak, nyeri tenggorok Warna dahak yang bervariasi: jernih, kuning, kehijauan, atau bercamput darah (hemoptisis) Sesak napas Napas berbunyi (wheezing) atau ronki basah saat diperiksa. Nyeri dada ringan akibat batuk berulang Demam ringan (jika ada infeksi aktif) Penurunan berat badan tanpa sebab jelas Keringat malam (jika mengarah ke TBC atau infeksi kronik tertentu) Penyebab Batuk Kronik Produktif Penyebab umum yang menyebabkan seseorang mengalami batuk berdahak tidak kunjung sembuh meliputi: Infeksi kronikContohnya tuberkulosis paru, bronkiektasis, pneumonia. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), sering terjadi pada perokok jangka panjang/pajanan polusi jangkw panjang, dapat disertai dengan emfisema atau bronkitis kronik. Asma bronkial. Sering disertai napas berbunyi (mengi), umumnya lebih buruk malam atau dini hari dan memiliki pemicu tertentu. Refluks gastroesofageal. Disebut juga GERD, dapat terjadi ketika asam lambung yang naik lalu menyebabkan iritasi kronik di saluran napas Postnasal drip syndrome. Ketika lendir dari hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan, memicu batuk terus-menerus. Kanker paru. Terjadi terutama pada pasien usia >40 tahun, terutama dengan riwayat merokok dan riwayat hemoptisis sebelumnya Faktor lingkungan. Contohnya karena paparan debu, polusi, bahan kimia dan alergen tertentu. Faktor risiko yang menyebabkan seseorang berpotensi terkena kondisi ini meliputi: Riwayat kontak erat atau riw keleluarga dengan TBC atau PPOK. Kebiasaan merokok aktif atau pajanan sebagai perokok pasif. Penyakit kronik yang menyebabkan keadaan imunokompromais (HIV/AIDS, kanker, DM, gagal ginjal, dll) Riwayat infeksi paru sebelumnya. Lingkungan tempat tinggal padat, lembap, dan atau ventilasi buruk. Diagnosis oleh Dokter Dokter akan mendiagnosis melalui anamnesis atau wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang seperti halnya: Anamnesis Durasi batuk. Pemicu batuk. Karakteristik dahak (warna, jumlah, bau). Riwayat demam, keringat malam, penurunan BB. Riwayat merokok, pekerjaan, paparan zat berbahaya. Riwayat penyakit paru sebelumnya. Riwayat penyakit kronik yang dimiliki. Riwayat gizi. Riwayat alergi obat/makanan tertentu Riwayat dalam keluarga. Pemeriksaan Fisik Keadaan hidung, mulut dan tenggorokan pasien. Auskultasi paru berupa ronki basah, wheezing. Perkusi dan inspeksi untuk menilai ekspansi paru. Tanda-tanda kakeksia (jika gejala terjadi lama sekali). Pemeriksaan Penunjang Foto Toraks, untuk mendeteksi infiltrat, kavitas, massa atau kemungkinan penyebab nonparu. Tes Dahak BTA, untuk skrining dan mendiagnosis TBC. Uji PCR TBC (Dahak GeneXpert, Kultur resistensi TB untuk diagnosis TBC) CT-scan Toraks untuk evaluasi menyeluruh seluruh rongga dada terutama organ paru, dapat memastikan kemungkinan bronkiektasis, tumor atau lesi kecil lainnya dan penyebab selain paru. Spirometri, menilai fungsi paru pasien dan mendiagnosis PPOK dan atau Asma. Tes alergi, untuk memastikan alergen penyebab. Penanganan & Obat Penanganan bergantung pada penyebab spesifiknya. Berikut beberapa di antaranya: Infeksi bakteri, diberikan antibiotik sesuai hasil kultur atau terapi empirik sesuai penyakit. TBC paru, diberikan terapi OAT selama min 6 bulan terapi. PPOK, diberikan bronkodilator, kortikosteroid inhalasi, terapi oksigen dan berhenti merokok. Asma, diberikan kortikosteroid inhalasi dan bronkodilator jangka pendek/panjang. GERD, diberikan antasida, proton pump inhibitor, diet sesuai anjuran dokter. Post nasal drip, diberikan antihistamin, dekongestan, terapi cuci hidung. Terapi tambahan yang mungkin dokter lakukan yaitu berupa nebulisasi saline atau bronkodilator. Selain itu, dapat diberikan fisioterapi... - Published: 2025-09-28 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/tht/sesak-napas-saat-tidur/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Tidur adalah salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, bagi sebagian orang, sesak napas saat tidur bisa menjadi masalah yang serius. Jika tiba-tiba sulit bernapas malam hari saat tidur, tentu kualitas tidur akan terpengaruh. Begitu pula kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dalam artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai penyebab dan solusi untuk masalah sesak napas saat tidur, termasuk soal pengaturan posisi tidur untuk sesak napas. Apa Itu Sesak Napas Saat Tidur Sesak napas saat tidur adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan bernapas saat beristirahat. Kondisi yang secara medis disebut dispnea nokturnal paroksismal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk posisi tidur yang tidak tepat, gangguan tidur seperti sleep apnea, atau kondisi medis tertentu. Sleepfoundation. org menyebutkan orang yang mengalami tiba-tiba sulit bernapas malam hari mungkin mengalami masalah kesehatan yang serius, termasuk gagal jantung atau gangguan paru obstruktif kronis. Penyebab Salah satu penyebab paling umum dan serius sesak napas saat tidur adalah sleep apnea. Menurut Sleepapnea. org, gangguan ini terjadi tatkala pernapasan berulang kali berhenti dan dimulai kembali selama tidur. Episode henti napas ini, yang disebut apnea, dapat berlangsung beberapa detik hingga lebih dari satu menit dan bisa terjadi puluhan, bahkan ratusan kali sepanjang malam. Setiap kali pernapasan terhenti, kadar oksigen dalam darah menurun sehingga otak terpicu untuk membangunkan orang yang mengalaminya agar pernapasan kembali normal. Seringkali orang tersebut terbangun dengan disertai suara dengkuran keras, terkesiap, atau tersedak. Gangguan berulang ini mencegah tubuh mencapai fase tidur nyenyak sehingga menyebabkan kelelahan ekstrem sepanjang siang dan berbagai masalah kesehatan lain. Terdapat dua jenis sleep apnea, yakni obstructive sleep apnea yang lebih banyak dijumpai dan central sleep apnea yang lebih jarang. Pada sleep apnea obstruktif, sesak napas saat tidur terjadi karena otot-otot di bagian belakang tenggorokan terlalu rileks selama tidur sehingga saluran napas menyempit atau bahkan tertutup sepenuhnya. Adapun pada sleep apnea sentral, sesak napas saat tidur terjadi bukan karena sumbatan fisik, melainkan akibat kegagalan otak mengirimkan sinyal yang tepat ke otot-otot yang mengontrol pernapasan. Walhasil, ada jeda singkat saat bernapas. Kondisi ini seringnya merupakan komplikasi masalah medis lain atau akibat penggunaan obat-obatan tertentu. Penyebab lain tiba-tiba sulit bernapas malam hari ketika tidur termasuk: Asma nokturnal: penyakit paru-paru kronis dengan gejala seperti batuk, mengi, sesak napas, dan dada terasa sesak yang memburuk pada malam hari, misalnya akibat paparan pemicu alergi, udara dingin, lendir dari sinus yang menghalangi saluran napas, dan ritme sirkadian yang membuat fungsi paru-paru secara alami menurun pada malam. Penyakit jantung, terutama gagal jantung kongestif yang mengakibatkan penumpukan cairan di saluran napas. Refluks asam lambung atau GERD yang lebih mudah terjadi ketika berbaring sehingga asam lambung yang naik bisa mengiritasi saluran napas Faktor gaya hidup, seperti obesitas, kebiasaan merokok, dan mengonsumsi minuman beralkohol yang bisa mempengaruhi saluran napas secara langsung. Solusi dan Penanganan untuk Pernapasan Lebih Lancar Penanganan sesak napas saat tidur sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun ada beberapa pendekatan umum yang dapat membantu meningkatkan pernapasan dan kualitas tidur. Perubahan Gaya Hidup Banyak kasus sesak napas saat tidur, terutama yang terkait dengan sleep apnea, dapat mereda dengan perubahan gaya hidup. Di antaranya: Mencapai berat badan yang ideal sehat. Misalnya dengan menerapkan pola makan gizi seimbang dan rutin berolahraga. Penurunan berat badan dapat membantu mengurangi penyempitan tenggorokan terutama pada penderita sleep apnea. Berhenti merokok dan membatasi alkohol, terutama beberapa jam sebelum tidur. Menjaga pola tidur yang baik dengan menerapkan jadwal tidur yang konsisten, menciptakan lingkungan tidur yang gelap dan tenang, serta mempraktikkan teknik relaksasi seperti meditasi sebelum tidur. Pentingnya Posisi Tidur untuk Sesak Napas Posisi tidur untuk sesak napas sangat penting terutama bagi penderita sleep apnea obstruktif. Umumnya tidur menyamping dianggap sebagai posisi tidur untuk sesak napas yang paling baik. Sedangkan posisi telentang tidak disarankan. Sebab, gravitasi dapat memperburuk sumbatan saluran napas saat tidur telentang. Menurut penelitian di European Journal of Heart Failure, tidur menyamping dapat secara signifikan mengurangi gangguan pernapasan pada orang yang mengalami sleep apnea. Posisi tidur ini membantu mencegah jaringan di mulut dan tenggorokan jatuh ke belakang dan menyumbat saluran napas. Adapun tidur miring ke kiri bisa bermanfaat untuk penderita GERD. Selain posisi tidur itu, meninggikan kepala menggunakan bantal saat tidur bisa membantu mengurangi efek gravitasi pada saluran napas dan meningkatkan aliran udara. Terapi Medis dan Alat Bantu Untuk kasus sesak napas saat tidur yang lebih parah atau tidak membaik lewat perubahan gaya hidup, mungkin diperlukan intervensi medis seperti: Prosedur tekanan saluran napas positif berkelanjutan (continuous positive airway pressure/CPAP) untuk menjaga saluran napas tetap terbuka. Mandibular advancement devicesberupa perangkat seperti pelindung mulut yang dirancang untuk menjaga rahang bawah sedikit ke depan dan membantu menjaga saluran napas tetap terbuka. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin menjadi pilihan untuk mengatasi masalah struktural yang menyebabkan sleep apnea. Terapi orofaringeal berupa latihan untuk otot-otot mulut dan wajah guna membantu memperkuat dan memposisikan kembali lidah serta otot-otot yang mengontrol saluran napas bagian atas. Uvulopalatopharyngoplasty Surgery (UPPP)meliputi serangkaian teknik, termasuk bedah... - Published: 2025-09-27 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyebab-vertigo/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Vertigo bukan sekadar pusing biasa. Gejalanya bisa sangat mengganggu, bahkan sangat menghambat aktivitas sehari-hari. Apalagi ketika vertigo tak segera sembuh meski sudah diobati. Penyebab vertigo tak kunjung sembuh bisa sangat kompleks dan berkaitan dengan kondisi telinga bagian dalam, otak, dan bahkan kejiwaan. Artikel ini akan membahasnya lebih lanjut. Apa Itu Vertigo? Dalam buku Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. 3rd edition, definisi vertigo adalah sensasi gerakan yang tidak normal. Sensasi ini dapat terjadi tanpa adanya gerakan atau ketika gerakan dirasakan secara tidak akurat. Orang yang mengalami vertigo akan merasa seolah-olah dirinya atau lingkungan di sekitarnya bergerak. Berbeda dengan pusing biasa, vertigo biasanya lebih intens dan kerap disertai dengan gejala seperti mual, muntah, berkeringat, dan gangguan keseimbangan. Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama: Vertigo perifer: disebabkan oleh gangguan pada bagian dalam telinga atau saraf vestibular. Vertigo sentral: berasal dari masalah pada otak, khususnya bagian otak kecil (cerebellum) atau batang otak. Vertigo bisa terjadi karena beragam faktor, dari masalah di telinga bagian dalam, migrain, sampai gangguan sistem saraf pusat. Menurut studi di jurnal Neuroscience, vertigo sering kali dikaitkan dengan dampak psikologis yang dapat memperburuk kondisi fisik pasien. Sebagian besar kasus vertigo akut berasal dari penyebab perifer, seperti benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), neuritis vestibular, atau penyakit Ménière. Kondisi pasien vertigo akut akibat gangguan vestibular perifer ini bisa membaik dalam beberapa hari atau minggu, tergantung penanganannya. Namun, pada beberapa orang, gejala pusing hingga gangguan keseimbangan bisa terus berlangsung walau pemicu utamanya pada telinga bagian dalam atau saraf keseimbangan yang membawa sinyal ke otak telah diatasi. Kondisi ini bisa dicurigai sebagai vertigo kronis persistent postural-perceptual dizziness (PPPD) yang memerlukan tindakan lebih lanjut. PPPD Sebagai Penyebab Vertigo yang Tak Kunjung Sembuh Persistent postural-perceptual dizziness atau PPPD adalah gangguan vestibular kronis yang ditandai dengan gejala pusing non-berputar (lebih ke arah goyang atau tidak stabil) dan ketidakseimbangan yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Gejala ini biasanya memburuk ketika: Berdiri atau duduk tegak Melakukan gerakan aktif atau pasif tanpa memperhatikan arah atau posisi Terpapar rangsangan visual yang bergerak atau kompleks (misalnya keramaian mal, pola karpet yang rumit, tontonan film aksi di bioskop). PPPD sering dipicu oleh kondisi yang menyebabkan vertigo akut, gangguan keseimbangan, atau pusing, seperti infeksi telinga atau cedera kepala. Kondisi ini kerap menjadi biang keladi vertigo yang tak kunjung sembuh. Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry berjudul “Predictors of persistent postural-perceptual dizziness (PPPD) and similar forms of chronic dizziness precipitated by peripheral vestibular disorders: a systematic review” berupaya mengidentifikasi faktor-faktor prediktor atau hal-hal yang dapat digunakan untuk memprediksi kemunculan PPPD atau bentuk-bentuk pusing kronis yang serupa setelah seseorang mengalami gangguan vestibular perifer. Berdasarkan analisis terhadap 13 studi, tinjauan sistematis tersebut mendapati faktor-faktor berikut ini sebagai prediktor terpenting munculnya PPPD atau pusing kronis, termasuk vertigo, setelah gangguan vestibular perifer: Kecemasan Setelah Cedera Vestibular Serangan vertigo akut akibat cedera vestibular bisa memicu respons cemas yang tinggi. Kecemasan yang muncul setelah serangan ini, bukan yang telah ada sebelumnya, berperan besar atas bertahannya gejala pusing dari PPPD. Ciri Kepribadian Dependen (Dependent Personality Traits) Individu dengan ciri kepribadian dependen (cenderung bergantung pada orang lain, takut ditinggalkan, dan sulit membuat keputusan sendiri) juga didapati lebih rentan mengembangkan PPPD. Gairah Otonom (Autonomic Arousal) Peningkatan gairah pada sistem saraf otonom (yang mengatur fungsi tubuh otomatis seperti detak jantung dan pernapasan) setelah kejadian pemicu juga menjadi prediktor. Artinya, jantung berdebar lebih kencang, napas lebih cepat, atau muncul keringat berlebih saat merasa pusing hingga menambah sensasi tidak nyaman. Peningkatan Kewaspadaan Tubuh (Increased Body Vigilance) Setelah mengalami vertigo, beberapa orang menjadi sangat waspada terhadap setiap sensasi kecil di tubuh mereka, terutama yang berkaitan dengan keseimbangan. Mereka terus-menerus mengecek apakah mereka merasa goyang atau pusing. Kewaspadaan berlebih ini justru bisa memperburuk dan melanggengkan gejala. Ketergantungan Visual (Visual Dependence) Ini berarti pasien menjadi terlalu bergantung pada input visual untuk menjaga keseimbangan dan kurang mempercayai input dari sistem vestibular (telinga dalam) atau somatosensori (sensasi dari sendi dan otot). Akibatnya, pasien mudah terganggu oleh lingkungan visual yang ramai atau bergerak. Vertigo yang tak kunjung sembuh bukanlah hal sepele. Salah satu penyebab utamanya adalah PPPD. Meski begitu, penting untuk diingat bahwa ada kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gejala vertigo kronis. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Diagnosis yang akurat penting untuk menentukan tindakan penanganan yang tepat. Narasumber: dr. Irsyah Dwi Rohmayanti, Sp. N Spesialis Neurologi Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2025-09-27 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/leher-kaku/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Mungkin Anda pernah mendengar, jika leher kaku itu berkaitan dengan gejala kolesterol tinggi. Namun, apakah hal tersebut memang berkaitan dan bisa menjadi pertanda yang akurat? Nah, jika Anda merasakan hal tersebut dan khawatir apakah memang terkena kolesterol tinggi atau tidak, maka silakan simak rincian lengkapnya dalam artikel yang kami sajikan berikut ini! Mengenal Seputar Leher Kaku Leher kaku yaitu kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan menggerakkan leher, terutama ke samping. Ini terjadi karena rasa nyeri dan kekakuan otot di sekitar area leher. Biasanya kondisi ini disertai nyeri tajam atau tumpul yang bisa menjalar ke bahu atau pun ke punggung atas. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa jam, hari, atau bahkan lebih lama tergantung penyebabnya. Meski umumnya bersifat ringan dan membaik dengan istirahat, leher kaku juga bisa menjadi tanda kondsi medis serius, seperti infeksi atau gangguan neurologis. Bahkan, hal ini bisa menjadi tanda dari tingginya kolesterol. Walau anggapan ini tidak mesti akurat, namun ada kemungkinan kaitan antara kolesterol jahat (LDL) yang tinggi terhadap kekakuan leher. Namun, kaitan antara keduanya masih butuh penelitian lebih lanjut. Faktor Risiko Nah, ini dia faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami kondisi satu ini: Postur tubuh buruk. Contoh duduk terlalu lama di depan komputer. Kurang aktivitas fisik. Tidur dengan posisi leher tidak netral. Cedera leher atau trauma (whiplash). Kebiasaan membawa tas berat di satu sisi bahu. Stres dan ketegangan emosional. Usia lanjut, terkait degenerasi sendi atau tulang belakang. Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis. Penyebab Leher Kaku Penyebab leher kaku dapat bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga serius: Penyebab Umum Ketegangan otot leher. Tertarik otot atau ligamen karena aktivitas fisik. Posisi kepala dan leher tidak sejajar saat tidur. Stres emosional, menyebabkan otot menegang. Penyebab Serius Herniated discdi tulang belakang leher. Cervical spondylosis(pengapuran tulang leher). Meningitis(radang selaput otak). Infeksi pada tulang belakang. Infeksi pada jaringan lunak leher. Tortikolis (kejang otot leher yang menyebabkan kepala miring). Tumor atau abses di area leher. Penyakit reumatik. Misalnya lupus, rheumatoid arthritis. Kelainan tulang leher Jaringan ikat Ligamen Kelainan metabolik (ROM terbatas ke berbagai arah gerakan leher) Iritasi selaput otak eg radang selaput otak Perdarahan selaput otak Meningismus (ROM terbatas hanya saat gerakan fleksi leher) Improper posture / posisi leher paksa eg fleksi jangka lama (main HP, bantal tinggi, nonton TV sambil tidur) Apakah Leher Kaku Menjadi Tanda Kolesterol Tinggi? Dalam jurnal Orthopaedic Science menyebutkan, bahwasanya ada kaitan dari leher kaku dan kolesterol tinggi. Peningkatan kadar kolesterol LDL di atas batas normal memang tidak secara langsung menyebabkan leher kaku dan tegang, namun ini mungkin saja bisa terjadi. Gejala Leher Kaku Ciri-Ciri Umum Nyeri dan kekakuan saat menggerakkan leher. Nyeri leher yang muncul tiba-tiba dan parah. Terbatasnya rntang gerak leher. Kepala terasa berat atau tidak nyaman. Sakit kepala. Terutama pada bagian belakang kepala. Nyeri menjalar ke bahu atau lengan. Gejala Serius Demam tinggi. Sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Mual dan muntah. Kesadaran menurun. Mati rasa atau kesemutan di tangan. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk mendiagnosis kondisi ini, maka dokter akan melakukan langkah-langkah berikut ini: Anamnesis (Wawancara Medis) Kapan gejala muncul. Riwayat aktivitas fisik. Riwayat trauma Infeksi Pemeriksaan Fisik Menilai rentang gerak leher. Menekan titik nyeri. Pemeriksaan neurologis. Contohnya tes refleks dan juga kekuatan otot. Pemeriksaan Tambahan Foto Rontgen (X-ray). Untuk melihat struktur tulang leher MRI atau CT Scan. Tes untuk mendeteksi saraf terjepit, herniasi, infeksi, tumor. Pungsi lumbal (lumbar puncture). Dilakukan jika dicurigai meningitis. Tes darah. Berguna untuk menilai infeksi atau peradangan. Pencegahan Untuk mencegah Anda terkena kondisi satu ini, maka Anda dapat melakukan: Jaga postur tubuh yang baik. Menggunnakan bantal yang sesuai saat tidur (mendukung lekuk leher alami). Istirahat rutin saat bekerja di depan komputer. Peregangan leher secara teratur. Olahraga teratur untuk memperkuat otot leher dan bahu. Mengelola stres dengan teknik relaksasi. Menghindari membawa beban berat di satu sisi tubuh. Pengobatan Perawatan Mandiri Anda bisa loh melakukan perawatan mandiri di rumah. Namun, ini berlaku untuk kasus yang ringan. Melansir dari Cleveland Clinic, berikut perawatannya: Istirahat dan juga hindari aktivitas berat. Kompres dingin (pada hari pertama merasakan leher kaku dan nyeri). Kompres hangat di hari ke-2 dan seterusnya untuk mengurangi nyeri dan inflamasi. Obat pereda nyeri. Contohnya paracetamol, ibuprofen, atau naproxen. Atau dalam bentuk krim/gel. Peregangan ringan. Latihan fleksibilitas. Jika mau, Anda dapat menggunakan koyo. Pengobatan Medis Nah, bila perawatan mandiri tidak efektif dan masih terasa leher kaku dan pegal, maka Anda butuh perawatan medis oleh ahlinya. Berikut di antaranya: Terapi perbaikan postur dan menguatkan otot. Obat relaksan otot. Berperan untuk mengatasi kejang otot. Kortikosteroid oral atau injeksi (jika peradangan berat). Apabila ada infeksi bakteri. Pembedahan dalam kasus tertentu. Contoh: abses, herniasi berat. Komplikasi Jika tidak ditangani secara optimal, maka leher kaku dapat menyebabkan komplikasi seperti: Penurunan fungsi gerak leher secara permanen. Sakit kronis. Gangguan tidur. Kehilangan keseimbangan postur. Komplikasi serius dari infeksi . Kapan Harus ke Dokter? Segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf atau dokter spesialis penyakit dalam apabila: Leher kaku tidak membaik dalam beberapa hari. Nyeri bertambah... - Published: 2025-09-26 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/makanan-penurun-kolesterol/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Kolesterol tinggi termasuk kondisi klinis yang sering tak disadari karena jarang sekali menunjukkan gejala khusus. Namun, kondisi ini dapat berpotensi fatal dalam jangka panjang. Maka dari itu, manajemen nutrisi yang tepat seperti konsumsi makanan penurun kolesterol terbilang efektif menurunkan risiko kolesterol tinggi. Nah, buat Anda yang ingin tahu terkait apa saja diet yang bisa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, maka silakan simak rincian lengkapnya di bawah ini! Apa Itu Kolesterol Tinggi? Kolesterol tinggi, atau disebut juga hiperkolesterolemia, adalah kondisi dimana kadar kolesterol total di dalam darah melebihi batas normal. Secara rinci, kolesterol ini terbagi menjadi LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik). Kondisi dimana kadar LDL diatas normal dan HDL dibawah normal disebut juga sebagai dislipidemia. Kolesterol sebenarnya merupakan lipid penting yang digunakan tubuh untuk membentuk membran sel, hormon steroid, dan juga vitamin D. Namun, jika kadar kolesterol total, terutama LDL, berlebih maka penumpukan kolesterol ini dapat terjadi di dinding pembuluh darah (terutama arteri) dan menyebabkan atherosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) Mengacu pada situs Mayo Clinic, nilai rujukan kolesterol dan komponennya adalah sebagai berikut : Jenis Kolesterol Nilai Normal (mg/dL)Keterangan Total Kolesterol < 200 Normal LDL (Kolesterol jahat) < 100 (ideal) > 160 (tinggi) HDL (Kolesterol baik) > 50 (ideal) < 40 (risiko tinggi) Trigliserida < 150 > 200 (risiko tinggi) Dampak Kolesterol Tinggi Kadar kolesterol tinggi kronis dapat menimbulkan komplikasi kardiovaskular yang serius. LDL yang teroksidasi ini dapat menempel pada dinding pembuluh darah. Hal tersebut juga dapat memicu reaksi inflamasi dan pembentukan plak aterosklerotik. Risiko utama dari hiperkolesterolemia antara lain sebagai berikut: Penyakit Jantung Koroner (PJK). Plak dapat menyempitkan arteri koroner. Sehingga aliran darah menuju jantung terhambat. Stroke Iskemik. Pecahnya plak atau terbentuknya trombus dapat menyumbat arteri otak. Penyakit Arteri Perifer (PAD). Mengganggu aliran darah ke tungkai, menimbulkan nyeri, dan juga luka sulit sembuh. Xanthelasma & Xanthoma. Penumpukan kolesterol di bawah kulit atau tendon (tanda klinis). kolesterol tinggi seringkali bersifat asimptomatik atau tanpa gejala yang terlihat sehingga pemeriksaan profil lipid lengkap secara berkala, yang terdiri dari kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida penting untuk anda lakukan. Daftar Makanan Penurun Kolesterol Pemilihan makanan dengan komposisi nutrisi yang tepat dapat membantu menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL. Nah, untuk mempermudah Anda dalam mengetahui mana saja makanan penurun kolesterol, maka berikut ini kami berikan rincian daftarnya berdasarkan kandungan dan efeknya: Jenis Makanan Kandungan Aktif Efek terhadap Kolesterol Oat dan gandum utuh Beta-glukan Menurunkan LDL Kacang-kacangan Asam lemak tak jenuh tunggal Meningkatkan HDL, menurunkan LDL Ikan berlemak (salmon, sarden) Omega-3 EPA & DHA Menurunkan trigliserida, antiinflamasi Minyak zaitun extra virgin Asam oleat, polifenol Menurunkan LDL, meningkatkan HDL Buah-buahan beri Antioksidan flavonoid Melindungi endotel vaskular Sayuran hijau Lutein, serat Mencegah oksidasi LDL Alpukat Lemak tak jenuuh tunggal Menurunkan LDL dan juga meningkatkan HDL Kedelai dan produk olahannya Isoflavon, protein nabati Menurunkan LDL Teh hijau Katekin Menghambat penyerapan kolesterol Bawang putih mentah Allicin Menghambat sintesis kolesterol hati Sejatinya, masih banyak lagi aneka makan penurun kolesterol yang dapat Anda santap setiap harinya. Namun, beberapa di atas sudah lebih dari cukup untuk membantu Anda dalam menerapkan pola hidup sehat terkait penurunan kolesterol dari sisi diet. Tips Gaya Hidup Sehat Perlu Anda ingat, bahwa pengendalian kolesterol ini dapat dilakukan dengan gaya hidup sehat. Terutama pada tahap awal ketika terdeteksi memiliki level kolesterol di atas angka normal. Berikut ini adalah rekomendasi tips gaya hidup sehat yang teruji secara medis: A. Diet Sehat Tingkatkan konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian setidaknya 2-3 porsi sehari secara rutin. Hindari potongan daging yang berlemak jenuh tinggi, seperti ayam dengan kulit, daging merah dengan bagian lemak tebal, jeroan Penggunaan kuning telur diharapkan bersamaan dengan sumber serat, seperti sayuran dengan jumlah cukup. B. Aktivitas Fisik Latihan aerobik intensitas sedang minimal 150 menit/minggu yang bisa dicapai dengan berolahraga rutin 30 menit sebanyak 5 kali seminggu atau minimal 3x seminggu selama 60 menit tiap olahraga. C. Hentikan Merokok Merokok dapat menurunkan HDL dan juga dapat mempercepat kerusakan endotel vaskular. D. Kontrol Berat Badan Penurunan berat badan sebanyak 10% pada individu dengan berat badan berlebih akan memiliki manfaat dalam kontrol profil lipid yang lebih baik. E. Hindari Alkohol Berlebihan Menghindari konsumsi alkohol sangat disarankan karena alkohol dapat menyebabkan perlemakan hati yang berujung pada penurunan fungsi hati secara jangka panjang. Kapan Perlu Obat Kolesterol? Obat penurun kolesterol, terutama dari golongan statin dan beberpaa golongan lain mungkin dokter resepkan. Ini dapat digunakan bila modifikasi gaya hidup saja tak cukup atau pasien termasuk kategori risiko tinggi terkena kolesterol tinggi. Indikasi penggunaan obat sendiri meliputi: LDL ≥ 190 mg/dL (tanpa adnyaa penyakit penyerta). Pasien dengan penyakit jantung koroner, stroke, atau PAD. Diabetes mellitus + LDL ≥ 70 mg/dL. Riwayat keluarga dengan hiperkolesterolemia familial. Skor risiko kardiovaskular tinggi (>7. 5%). Golongan obat yang bisa digunakan yaitu berupa: Statin (Atorvastatin, Rosuvastatin). Untuk menghambat sintesis kolesterol di hati. Membantu menghambat penyerapan kolesterol di usus. Fibrat (Fenofibrate). Untuk menurunkan trigliserida yang tinggi. PCSK9 inhibitor (Evolocumab). Dalam bentuk... - Published: 2025-09-25 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pola-hidup-sehat/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Lebih dari sekadar tren atau gaya hidup sesaat, pola hidup sehat adalah investasi jangka panjang yang krusial untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Berbagai studi menunjukkan orang yang bergaya hidup sehat memiliki sistem imun lebih baik dan risiko penyakit lebih rendah. Artikel ini akan menguraikan lebih dalam soal pola hidup sehat, termasuk jenis makanan sehat dan vitamin untuk daya tahan tubuh serta manfaat pola hidup sehat. Mengenal Pola Hidup Sehat Pola hidup sehat adalah serangkaian kebiasaan yang berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, melainkan juga meliputi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Maka pola hidup sehat mesti memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, hingga manajemen stres. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan ada beragam manfaat pola hidup sehat, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh. Maka pemahaman dan penerapan pola hidup sehat bisa menjadi langkah proaktif untuk membangun daya tahan tubuh yang kuat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Menjaga daya tahan tubuh bukan soal minum vitamin, tetapi konsisten menerapkan pola hidup sehat dengan secara sadar membuat keputusan yang berdampak positif pada kesejahteraan fisik dan psikis setiap hari. Misalnya memilih makanan sehat daripada makanan olahan, meluangkan waktu untuk bergerak aktif, memastikan jam tidur yang cukup, dan menemukan cara untuk mengelola stres. Semua komponen ini saling terkait dan bersinergi yang berujung pada peningkatan daya tahan tubuh. Riset menunjukkan orang dengan gaya hidup sehat, mempunyai risiko lebih rendah terkena penyakit dan lebih cepat pulih ketika sakit. Lalu apa saja yang bis akita lakukan sehari hari untuk membuat system imun lebih kuat? Simak beberapa langkah-langkah pentingnya. 1. Pilih Makanan Sehat yang Mendukung Imunitas Salah satu aspek terpenting dalam pola hidup sehat dan sistem kekebalan tubuh adalah konsumsi makanan sehat. Beberapa jenis makanan sehat yang utama adalah: Sayuran: kaya akan serat dan vitamin yang penting untuk sistem imun. Contohnya brokoli, bayam, dan paprika yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting. Buah-buahan: mengandung antioksidan yang kuat untuk membantu melawan radikal bebas. Misalnya jeruk, pisang, tomat, stroberi, kiwi, dan mangga yang kaya akan vitamin C dan antioksidan. Protein: Protein bermanfaat sebagai sumber energi dan membantu memperbaiki sel, jaringan dan juga mendukung fungsi sel imun. Misalnya ikan, telur, ayam, daging merah tanpa lemak, dan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan. Nutrisi yang juga penting adalah vitamin. Vitamin bukan sebagai obat penyakit, namun berperan penting dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Terdapat sejumlah vitamin untuk daya tahan tubuh, antara lain: Vitamin C: dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang penting untuk melawan infeksi Vitamin D: berperan penting dalam modulasi, seperti meningkatkan atau menekan, respons imun Adapun mineral yang diperlukan untuk fungsi imun termasuk zinc atau seng yang bisa didapati dalam daging, makanan laut, serta kacang-kacangan dan biji-bijian seperti biji chia dan beras merah. 2. Aktivitas Fisik Di samping konsumsi makanan sehat, aktivitas fisik adalah bagian tak terpisahkan dari pola hidup sehat. American Heart Association menganjurkan orang dewasa berolahraga atau melakukan aktivitas sedang hingga berat setidaknya 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan daya tahan tubuh. Aktivitas fisik tidak hanya membantu dalam pengendalian berat badan, tetapi juga meningkatkan sirkulasi darah, regenerasi pembuluh darah, dan metabolisme. Beberapa jenis aktivitas fisik yang direkomendasikan meliputi: Aerobik: misalnya lari, jalan cepat, bersepeda, atau berenang. Latihan kekuatan: misalnya angkat beban, push up dapat membantu meningkatkan massa otot dan metabolisme. Yoga dan meditasi: baik untuk kesehatan mental dan fisik, membantu mengelola stres. 3. Kelola Stres dengan Bijak Stres, terutama stres yang berkepanjangan, dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang jika berlangsung secara terus-menerus dapat menurunkan efektivitas sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah, dan juga gula darah. Stres juga dapat mengganggu komunikasi antara sel imun dan sistem saraf serta mempengaruhi kesehatan pencernaan yang erat kaitannya dengan imunitas. Karena itu, manajemen stres adalah bagian penting dari pola hidup sehat. Teknik seperti meditasi, yoga, dan pernapasan dalam dapat membantu menurunkan tingkat stres. 4. Tidur yang Cukup Tidur yang cukup dan berkualitas adalah komponen penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan. Selama tidur, tubuh melakukan proses pemulihan dan regenerasi. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network menunjukkan kurang tidur dapat menurunkan respons imun dan meningkatkan risiko penyakit. Orang dewasa sebaiknya tidur 7-9 jam setiap malam untuk menjaga kesehatan tetap optimal. 5. Jaga Hidrasi Tubuh Air adalah komponen utama dalam tubuh kita dan terlibat dalam hampir setiap proses biologis. Tapi banyak yang mengabaikan pentingnya hidrasi. Terkait dengan imunitas, tercukupinya kebutuhan air membantu sel darah putih berfungsi dengan baik dan menjaga keseimbangan sistem tubuh. Air membantu sel imun bekerja dengan baik. Rata-rata orang dewasa butuh sekitar 2–2,5 liter cairan per hari. Tidak harus air putih saja, bisa juga dikombinasi dengan air sup, buah, atau sayur yang berair. 6. Menghindari Kebiasaan Buruk Selain menerapkan kebiasaan baik, menghindari kebiasaan buruk penting untuk mendapatkan manfaat pola hidup... - Published: 2025-09-25 - Modified: 2025-09-23 - URL: https://primayahospital.com/tht/penyebab-benjolan-di-leher/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Apakah Anda pernah mengalami kondisi di mana tiba-tiba terdapat benjolan di leher? Sejatinya, apa penyebabnya dan bagaimana hal ini bisa terjadi? Yuk kita bahas secara mendalam seputar benjolan di leher dan di beberapa bagian lain tubuh kita yang perlu diwaspadai. Mengenal Benjolan di Leher Benjolan di leher yaitu suatu massa atau pembengkakan yang muncul pada area leher. Kondisi dapat terjadi baik di bagian depan, samping, atau belakang leher. Benjolan ini bisa bersifat jinak atau ganas. Jika di raba, maka bisa lunak atau keras dengan rasa nyeri atau tak nyeri. Dalam beberapa kasus, benjolan ini pun dapat bergerak. Jadi, ketika di pegang maka dapat berpindah posisinya dari semula. Kondisi ini dapat disebut juga sebagai neck lump atau neck mass. Benjolan dapat berasal dari berbagai jaringan dan struktur di leher, seperti: Kelenjar getah bening. Kelenjar tiroid. Kelenjar ludah. Kista bawaan. Jaringan lemak. Otot atau pembuluh darah. Tumor (jinak/ganas). Kebanyakan benjolan bersifat jinak dan juga tak berbahaya. Namun, sebagian bisa menjadi pertanda infeksi serius, gangguan sistem kekebalan tubuh, atau bahkan kanker loh. Jadi, Anda tak boleh membiarkan kondisi ini begitu saja. Penyebab Umum Benjolan Jika mengutip dari Healthline, maka diketahui ada berbagai kemungkinan penyebab benjolan di leher yang dibagi berdasarkan kategorinya: A. Penyebab Infeksi (umum & jinak) Pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati reaktif). Tuberkulosis (TBC kelenjar). Infeksi virus misalnya mononukleosis. Ditandai dengan Berisi nanah, terasa sangat nyeri, disertai demam. B. Penyebab Non-Infeksi Jinak Contoh: kista epidermoid, kista brankial, kista tiroglosal. Tumor jinak dari jaringan lemak. Pembesaran kelenjar tiroid (gondok). C. Penyebab Ganas (Kanker) Limfoma (kanker kelenjar getah bening). Kanker tiroid. Metastasis kanker dari lokasi lain. D. Penyebab Lain Penyakit autoimun. Contoh lupus, penyakit Graves, tiroiditis Hashimoto. Cedera atau trauma lokal. Lokasi Benjolan & Artinya Perlu Anda ketahui, bahwa letak benjolan dapat memberikan petunjuk asalnya. Berikut rincian menurut lokasi benjolan: Cara Diagnosis oleh Dokter Nah, untuk mendiagnosis kondisi ini, maka dokter dapat melakukan beberapa metode berikut ini: Wawancara (Anamnesis) Berikut beberapa hal yang di tanyakan: Lama benjolan muncul. Nyeri atau tidak. Disertai gejala lain? (demam, penurunan berat badan, batuk kronis). Riwayat infeksi, TBC, kanker dalam keluarga. Pemeriksaan Fisik Parameter pemeriksaan fisik meliputi: Ukuran, keras/lunak, mobilitas. Apakah benjolan menempel atau mudah digerakkan. Apakah ada pembesaran kelenjar lainnya. Pemeriksaan Penunjang Setelah beberapa pemeriksaan di atas, maka selanjutnya dapat dilakukan pemeriksaan penunjang seperti halnya: Tes darah lengkap. Menilai tanda infeksi atau kelainan darah. USG leher. Menentukan asal benjolan (kistik atau solid). CT scan/MRI. Untuk benjolan yang dalam atau kompleks. Biopsi jarum halus (FNAB). Mengambil sampel jaringan. Rontgen. Atau tes lain sesuai dugaan penyakit. Penanganan Sesuai Penyebab Dokter akan melakukan penanganan terhadap kondisi ini sesuai dengan penyebabnya. Beberapa jenis penanganannya meliputi: A. Infeksi Ringan / Pembesaran Getah Bening Reaktif Obat antibiotik bila ada infeksi bakteri. Analgesik (parasetamol, ibuprofen). Kompres hangat. B. Tuberkulosis Kelenjar Terapi OAT (Obat Anti-TBC) selama minimal 6 bulan dan juga akan dilakukan pemantauan secara ketat. C. Kista atau Lipoma Operasi pengangkatan (jika mengganggu atau membesar) dan umumnya tidak butuh terapi tambahan. D. Kanker atau Limfoma Operasi pengangkatan. Radioterapi Kemoterapi. Targeted therapy(obat khusus). Pengawasan onkologi jangka panjang. E. Gangguan Tiroid Obat tiroid (levotiroksin untuk hipotiroid). Pembedahan bila benjolan besar atau dicurigai ganas. Terapi radioaktif jika diperlukan. Beberapa penanganan di atas juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan benjolan lainnya seperti benjolan di belakang telinga atau benjolan di selangkangan tergantung pada penyebabnya. Kapan Benjolan Harus Diwaspadai? Segera periksakan ke dokter spesialis onkologi jika benjolan tidak hilang dalam 2 minggu atau jika mengalami beberapa kondisi seperti berikut ini: Keras dan tidak nyeri. Tidak bisa digerakkan (fiksasi). Bertambah besar dengan cepat. Disertai gejala sistemik seperti demam lama, keringat malam, penurunan berat badan. Riwayat keluarga kanker atau TBC. Benjolan disertai kesulitan menelan, suara serak, atau napas sesak. Beberapa benjolan yang menyebar. Perlu Anda ketahui, bahwa diagnosis dini dapat meningkatkan kemungkinan kesembuhan. Terutama jika penyebabnya berupa kanker atau TBC. Narasumber: dr. Deti Fitriah, Sp. THT-KL Spesialis THT-KL Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2025-09-24 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyebab-pappiledema/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Pappiledema adalah kondisi pembengkakan pada papil saraf optik di mata akibat peningkatan tekanan intrakranial, bukan penyakit yang berdiri sendiri melainkan tanda adanya gangguan serius pada otak atau cairan otak, sehingga penting untuk dipahami penyebabnya karena deteksi dini dapat membantu mencegah kerusakan penglihatan permanen; kondisi Pappiledema terjadi ketika tekanan di dalam tengkorak meningkat dan menekan saraf optik yang menghubungkan mata dengan otak, sehingga papil saraf optik menjadi bengkak dan dapat terlihat saat pemeriksaan funduskopi, dengan gejala yang sering muncul seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, mual, hingga muntah. Penyebab Pappiledema Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan Pappiledema, di antaranya: 1. Tumor Otak Tumor yang tumbuh di dalam otak, baik jinak maupun ganas, dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial karena ruang di dalam tengkorak terbatas. Massa tumor menekan jaringan otak dan mengganggu aliran cairan serebrospinal, sehingga timbul pembengkakan pada saraf optik. Gejala Pappiledema akibat tumor biasanya berkembang bertahap, disertai sakit kepala kronis, gangguan penglihatan, hingga gejala neurologis lain seperti kejang. 2. Perdarahan Otak Perdarahan otak, baik akibat trauma kepala maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik), menambah volume cairan dalam tengkorak. Hal ini meningkatkan tekanan intrakranial secara mendadak dan menyebabkan Pappiledema. Pasien biasanya mengalami gejala akut berupa sakit kepala hebat mendadak, mual muntah, hingga penurunan kesadaran. 3. Hidrocephalus Hidrocephalus adalah kondisi penumpukan cairan serebrospinal di dalam ventrikel otak. Cairan yang berlebihan ini menekan jaringan otak dan saraf optik sehingga memunculkan Pappiledema. Kondisi ini bisa bersifat bawaan (kongenital) maupun akibat penyakit lain seperti tumor atau infeksi. Gejalanya dapat berupa pembesaran kepala pada bayi, sakit kepala, gangguan koordinasi, hingga gangguan penglihatan. 4. Infeksi Otak Infeksi seperti meningitis (radang selaput otak) atau ensefalitis (radang jaringan otak) menimbulkan peradangan yang mengganggu aliran cairan serebrospinal. Hal ini meningkatkan tekanan intrakranial dan dapat memicu Pappiledema. Pasien sering menunjukkan gejala tambahan seperti demam tinggi, kaku kuduk, kejang, serta perubahan kesadaran. 5. Idiopathic Intracranial Hypertension (IIH) IIH adalah kondisi meningkatnya tekanan intrakranial tanpa adanya tumor, perdarahan, atau infeksi. Penyebab pastinya belum jelas, tetapi sering dikaitkan dengan obesitas, ketidakseimbangan hormonal, dan penggunaan obat tertentu. IIH lebih sering dialami oleh wanita usia subur, dan salah satu tanda utamanya adalah Pappiledema yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan jika tidak segera diobati. 6. Trombosis Sinus Vena Otak Penyumbatan pada pembuluh darah vena di otak (sinus vena) menghambat aliran darah balik dari otak, sehingga tekanan intrakranial meningkat. Kondisi ini jarang tetapi serius, dan salah satu tandanya adalah Pappiledema. Pasien bisa mengalami sakit kepala berat, kejang, hingga gejala neurologis fokal seperti kelemahan anggota tubuh. Dampak Jika Pappiledema Tidak Ditangani Pappiledema yang tidak segera ditangani dapat berujung pada kerusakan saraf optik permanen, antara lain: 1. Kerusakan Saraf Optik Permanen Tekanan intrakranial yang terus meningkat akan menekan saraf optik dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan saraf yang tidak bisa diperbaiki. 2. Gangguan Penglihatan Bertahap Awalnya pasien mungkin hanya mengalami penglihatan kabur atau berbayang, namun seiring waktu lapang pandang akan semakin menyempit hingga berisiko hilang total. 3. Kebutaan Jika pappiledema dibiarkan tanpa terapi, kerusakan saraf optik akan berkembang menjadi kebutaan permanen. Kondisi ini bersifat irreversible dan berdampak serius pada kualitas hidup pasien. 4. Risiko Komplikasi Neurologis Karena pappiledema biasanya disebabkan oleh penyakit otak serius (seperti tumor, perdarahan, atau infeksi), tidak menanganinya sama dengan membiarkan penyakit utama berkembang, yang bisa menimbulkan komplikasi lebih berat hingga mengancam nyawa. Diagnosis Pappiledema 1. Pemeriksaan Funduskopi Dokter mata menggunakan alat khusus untuk melihat bagian belakang mata. Pada pasien dengan pappiledema, papil saraf optik terlihat menonjol, pucat, atau dengan batas yang kabur akibat pembengkakan. Ini adalah pemeriksaan awal yang paling penting. 2. CT-Scan atau MRI Otak Jika ditemukan tanda-tanda pappiledema, dokter akan meminta pemeriksaan lanjutan berupa CT-scan atau MRI. Tujuannya adalah mencari penyebab peningkatan tekanan intrakranial, seperti tumor otak, perdarahan, atau hidrocephalus. 3. Pemeriksaan Cairan Serebrospinal (Lumbar Puncture) Analisis cairan serebrospinal dilakukan dengan prosedur pungsi lumbal. Pemeriksaan ini mengukur tekanan cairan otak secara langsung dan sekaligus bisa mendeteksi adanya infeksi atau kelainan lain yang menyebabkan pappiledema. Pappiledema adalah pembengkakan saraf optik akibat peningkatan tekanan intrakranial yang bisa disebabkan tumor, perdarahan, hidrocephalus, infeksi, atau IIH. Gejalanya antara lain sakit kepala, mual, muntah, hingga gangguan penglihatan, dan bila dibiarkan dapat berujung pada kebutaan. Segera lakukan pemeriksaan bila muncul tanda mencurigakan. Untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis mata di Primaya Hospital. Kavacare dapat membantu mulai proses pendaftaran, konsultasi, hingga pendampingan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan nyaman. Informasi lebih lanjut, hubungi Kavacara Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Narasumber: dr. Eddy Wiria, PhD Co-Founder & CEO Kavacare - Published: 2025-09-24 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/tht/gejala-tinitus/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Telinga berdenging di telinga yang tidak kunjung berhenti mungkin terasa seperti gangguan kecil. Namun, bagi banyak orang di seluruh dunia, ini adalah kondisi yang sangat mengganggu karena suara itu bisa terus terdengar baik siang maupun malam sehingga mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Artikel ini akan mengupas fenomena telinga berdenging dan tata laksananya. Apa Itu Tinitus Tinitus adalah persepsi suara di telinga atau kepala tanpa adanya sumber suara eksternal. Suara ini kerap digambarkan sebagai suara nging di telinga, tapi bisa juga berupa desisan, gemuruh, klik, dengungan, atau bahkan siulan. Suara ini bisa muncul pada satu atau kedua telinga, bisa datang dan pergi, atau terus-menerus terdengar sepanjang waktu. Menurut American Tinnitus Association, tinitus bukanlah penyakit, melainkan gejala sejumlah kondisi kesehatan lain yang melatarinya. Tinitus kerap dikaitkan dengan kehilangan pendengaran, tapi ada setidaknya 200 gangguan kesehatan yang bisa memicu gejala berupa tinitus. Banyak orang menganggap tinitus sebagai gangguan kecil. Tapi, bagi sebagian orang, kondisi ini bisa sangat mengganggu, bahkan memicu gangguan tidur serta menyebabkan stres, kecemasan, kesulitan konsentrasi, hingga depresi. Mayo Clinic Health System menjelaskan, dalam kasus yang ekstrem, tinitus bahkan dapat memicu pikiran atau tindakan bunuh diri. Karena itu, memahami penyebab dan cara mengatasi suara nging di telinga ini sangatlah penting. Jenis-jenis Tinitus Tinitus dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristik dan penyebabnya. Di antaranya: Tinitus subjektif: Ini jenis tinitus yang paling umum. Hanya orang yang mengalaminya yang dapat mendengar suara nging di telinga tersebut. Suara ini tidak memiliki sumber eksternal dan tidak dapat dideteksi oleh orang lain atau dengan alat medis. Tinitus objektif: Dalam kasus tinitus objektif, suara yang didengar oleh pasien juga dapat didengar oleh dokter dalam pemeriksaan menggunakan stetoskop. Tinitus pulsatile: Tinitus ini ditandai dengan suara nging di telinga yang berirama dan seringnya seirama dengan denyut jantung. Jenis tinitus ini kerap berhubungan dengan tekanan darah tinggi ataukondisi lain yang menyebabkan aliran darah bergejolak Tinitus somatik: Jenis tinitus ini terkait dengan gerakan dan sentuhan. Suara nging di telinga dapat dipengaruhi oleh gerakan anggota tubuh seperti kepala, leher, atau rahang. Penyebab Telinga Berdenging Penyebab telinga berdenging terus kerap berkaitan dengan masalah pada sistem pendengaran. Namun, dalam banyak kasus, penyebab pastinya tidak dapat diidentifikasi. Penyebab yang paling umum antara lain gangguan pendengaran terkait dengan usia dan paparan kebisingan yang berlebihan. Salah satu pemicu utamanya adalah kerusakan pada sel-sel rambut kecil di telinga bagian dalam yang bertanggung jawab mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik bagi otak. Ketika rusak, sel-sel ini dapat mengirimkan sinyal listrik acak ke otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai suara nging di telinga. Beberapa penyebab umum lainnya meliputi: Kerusakan saraf pendengaran Sumbatan kotoran di telinga Perubahan tulang telinga, misalnya otosklerosis atau pertumbuhan tulang abnormal di telinga tengah Masalah pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi dan aterosklerosis (pengerasan arteri) Efek samping obat-obatan tertentu Kondisi medis kronis, misalnya penyakit Meniere (gangguan telinga bagian dalam), gangguan tiroid, diabetes, dan kondisi autoimun seperti lupus Cedera kepala atau leher Gangguan sendi temporomandibular yang menghubungkan rahang bawah ke tengkorak Stres dan kecemasan Gejala Tinitus Gejala utama tinitus adalah terdengarnya suara nging di telinga atau kepala tanpa adanya sumber suara dari luar. Selain nging, suara ini bisa berupa dering, desisan, gemuruh, klik, atau dengungan. Selain suara itu sendiri, tinitus dapat disertai gejala lain yang mempengaruhi kualitas hidup, seperti: Kesulitan tidur (insomnia) Kesulitan konsentrasi Kecemasan dan stres Depresi Iritabilitas Masalah komunikasi, terutama jika disertai gangguan pendengaran Cara Mengatasi Telinga Berdenging Belum ada obat tunggal untuk mengatasi semua kasus tinitus. Tapi terdapat sejumlah metode yang terbukti efektif dalam mengelola kondisi ini dan mengurangi dampaknya pada kualitas hidup. Terutama bila digunakan dalam kombinasi. Berikut ini di antaranya: Terapi Medis dan Intervensi Pengobatan kondisi medis yang mendasari tinitus, seperti penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, atau masalah tekanan darah. Jika tinitus dipicu obat-obatan tertentu, dokter bisa menyesuaikan dosis atau mengganti obat tersebut. Penggunaan alat bantu dengar yang memperkuat suara eksternal sehingga suara nging di telinga menjadi kurang menonjol dan kemampuan komunikasi pun meningkat. Terapi suara menggunakan suara eksternal untuk mengubah persepsi atau reaksi pasien terhadap tinitus. Penggunaan suara latar belakang (misalnya suara alam atau musik lembut) untuk menyamarkan suara nging di telinga atau mengalihkan perhatian dari suara tersebut. Terapi suara bertingkat untuk menghilangkan frekuensi tinitus yang spesifik dari spektrum suara tertentu. Tinnitus retraining therapy(TRT) yang menggabungkan konseling dan terapi suara untuk membantu otak pasien "membiasakan diri" dengan tinitus sehingga suara tersebut menjadi kurang mengganggu atau bahkan tidak disadari. Terapi Perilaku dan Psikologis Terapi perilaku kognitif untuk membantu pasien mengelola stres dan reaksi negatif terhadap tinitus. Terapi ini tidak menghilangkan suara nging di telinga, tapi membantu mengubah pola pikir dan perilaku yang berkaitan dengan tinitus sehingga mengurangi dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Mindfulness-based stress reduction(MBSR), yakni terapi yang menekankan kesadaran penuh terhadap sensasi fisik, emosi, dan proses kognitif. Perubahan Gaya Hidup Menghindari kebisingan berlebihan, misalnya dengan menggunakan Penyumbat atau penutup telinga, terutama di lingkungan yang bising. Mengelola stres, antara lain lewat latihan teknik relaksasi seperti... - Published: 2025-09-23 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/umum/mencegah-demensia-sejak-dini/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya nutrisi tertentu, seperti antioksidan, asam lemak omega-3, dan vitamin B, berperan besar dalam menjaga fungsi kognitif sekaligus mencegah penurunan daya ingat yang dapat berujung pada demensia. Dengan meningkatnya angka kasus demensia di seluruh dunia, edukasi mengenai pola makan sehat otak menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda yang masih berada fase pencegahan. Kavacare dapat membantu Anda untuk berkonsultasi dengan ahli gizi terbaik di rumah sakit. Informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Demensia adalah kondisi penurunan fungsi otak yang memengaruhi ingatan, kemampuan berpikir, bahasa, dan perilaku sehari-hari. Jenis demensia yang paling sering terjadi adalah Alzheimer’s disease. Faktor risiko utamanya meliputi usia lanjut, riwayat keluarga, gaya hidup tidak sehat, serta penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pencegahan sejak dini melalui pola makan yang tepat dapat menurunkan risiko demensia secara signifikan. Pola Makan Sehat untuk Otak Berikut beberapa pola makan sehat untuk mencegah demensia dini, antara lain: 1. Pola Makan Kaya Sayuran Hijau Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli kaya akan vitamin K, lutein, folat, dan beta karoten. Nutrisi ini berperan melindungi sel saraf dari peradangan dan memperkuat daya ingat. Peran utama:menjaga kesehatan pembuluh darah otak, menurunkan risiko penumpukan plak yang bisa mengganggu fungsi kognitif. Contoh menu:tumis bayam, sup brokoli, salad kale dengan minyak zaitun. 2. Konsumsi Buah Beri sebagai Antioksidan Alami Buah beri (blueberry, strawberry, blackberry) mengandung flavonoid yang dikenal mampu meningkatkan koneksi antar neuron. Peran utama:memperlambat penurunan daya ingat dan meningkatkan fungsi belajar. Contoh menu:smoothie blueberry, oatmeal dengan strawberry, camilan yoghurt dengan blackberry. 3. Sumber Omega-3 dari Ikan Laut Ikan laut dalam seperti salmon, tuna, sarden, dan makarel kaya DHA, asam lemak omega-3 yang penting untuk kesehatan otak. Peran utama:membentuk membran sel otak, menjaga kelancaran komunikasi antar neuron, serta mengurangi peradangan. Contoh menu:salmon panggang dengan lemon, sup ikan sarden, tuna salad dengan sayuran segar. 4. Kacang dan Biji-Bijian untuk Energi Otak Kacang almond, kenari, biji chia, dan biji rami mengandung vitamin E, magnesium, serta lemak sehat yang mendukung fungsi kognitif. Peran utama:memperbaiki komunikasi antar sel otak dan menjaga daya ingat jangka panjang. Contoh menu:chia pudding, kenari sebagai camilan, granola dengan biji rami. 5. Minyak Zaitun sebagai Lemak Utama Minyak zaitun extra virgin kaya polifenol dan lemak tak jenuh tunggal yang mendukung kesehatan jantung dan otak. Peran utama:melindungi sel otak dari stres oksidatif dan memperbaiki elastisitas pembuluh darah otak. Contoh penggunaan:sebagai dressing salad, untuk memanggang sayuran, atau menumis ringan. 6. Vitamin B Kompleks dari Produk Hewani dan Nabati Telur, hati ayam, ikan, serta sayuran berdaun hijau kaya vitamin B6, B9, dan B12. Peran utama:menurunkan kadar homosistein yang berhubungan dengan kerusakan otak, serta mendukung produksi neurotransmitter. Contoh menu:telur rebus, sup sayuran dengan kacang polong, hati ayam panggang dengan bayam. 7. Pola Makan Mediterranean dan MIND Diet Kedua pola makan ini terbukti efektif dalam menjaga kesehatan otak. Mediterranean diet:fokus pada sayuran, buah, ikan, kacang, biji-bijian, dan minyak zaitun. MIND diet:kombinasi Mediterranean dan DASH diet, dengan penekanan pada sayuran hijau, buah beri, kacang, ikan, dan mengurangi daging merah serta makanan olahan. Peran utama:menurunkan risiko Alzheimer hingga lebih dari 50% jika diterapkan konsisten. 8. Makanan yang Perlu Dibatasi Pola makan sehat otak bukan hanya tentang menambah nutrisi baik, tetapi juga mengurangi makanan berisiko tinggi. Gula berlebih:mempercepat resistensi insulin otak. Lemak trans dan jenuh:memperburuk kolesterol dan peradangan. Makanan tinggi garam:meningkatkan hipertensi, yang berdampak pada sirkulasi otak. Peran Pencegahan Demensia Usia Muda Banyak orang baru memikirkan pencegahan demensia saat usia lanjut. Padahal, peran pencegahan terbaik dimulai sejak usia muda, antara lain: 1. Menerapkan Pola Makan Sehat Otak Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah beri, ikan kaya omega-3, kacang, biji-bijian, serta minyak zaitun. Ikuti pola Mediterranean atau MIND diet yang terbukti menurunkan risiko Alzheimer dan batasi makanan olahan, gula berlebih, lemak trans, dan garam tinggi. 2. Menjaga Tekanan Darah, Kolesterol, dan Gula Darah Hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes merupakan faktor risiko demensia. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau tekanan darah, kadar gula, dan lipid profile. 3. Aktif Secara Fisik Olahraga teratur minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, berenang, bersepeda, yoga). Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah ke otak, menjaga berat badan, dan menurunkan stres. 4. Merangsang Aktivitas Kognitif Membaca, belajar bahasa baru, bermain musik, atau puzzle dapat menjaga otak tetap aktif. Aktivitas ini berperan membangun cadangan kognitif sehingga otak lebih tahan terhadap proses penuaan. 5. Tidur Cukup dan Berkualitas Tidur 7–9 jam per malam mendukung proses detoksifikasi otak dan memperkuat memori. Hindari kebiasaan begadang dan paparan gadget sebelum tidur. 6. Mengelola Stres Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang merusak sel otak. Lakukan relaksasi, meditasi, olahraga, atau hobi yang menenangkan. 7. Menjaga Interaksi Sosial Aktivitas sosial seperti berdiskusi, bergabung dalam komunitas, atau menjaga hubungan keluarga membantu melatih fungsi kognitif dan emosi. Kesepian terbukti meningkatkan risiko penurunan fungsi otak. 8. Berhenti Merokok dan... - Published: 2025-09-23 - Modified: 2025-09-22 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/kanker-kulit/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Bintik hitam, kebiruan, atau kemerahan di kulit atau tahi lalat yang mudah berdarah serta luka yang sulit sembuh harus menjadi perhatian khusus. Bisa jadi itu adalah tanda kanker kulit, yang merupakan salah satu jenis kanker paling umum di seluruh dunia. Dengan meningkatnya paparan sinar ultraviolet (UV) akibat perubahan iklim dan gaya hidup, pemahaman tentang kanker kulit menjadi makin penting. Dalam artikel ini akan diulas berbagai jenis kanker kulit, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta penyebab dan faktor risiko yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Apa Itu Kanker Kulit? Kanker kulit adalah pertumbuhan sel abnormal pada kulit yang terjadi akibat sel-sel kulit mengalami kerusakan DNA. Kerusakan ini memicu mutasi genetik pada sel kulit yang menyebabkan perubahan siklus hidup sel yang normal sehingga sel tumbuh tak terkendali dan membentuk massa atau tumor. Kanker kulit dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yakni kanker kulit keratinositik dan non-keratinositik (termasuk melanoma). Insiden kanker kulit non-melanoma 18-20 kali lebih tinggi daripada melanoma sehingga jumlah kematian pasiennya lebih banyak. Meski begitu, kanker kulit melanoma lebih serius dan membahayakan. Pajanan sinar UV baik dari cahaya matahari maupun atau artificial seperti tanning bed kulit merupakan faktor risiko semua jenis kanker. Kebanyakan kanker kulit dengan tanda seperti bintik hitam di kulit atau ruam merah pada kulit terkait dengan paparan sinar matahari alami dalam jangka panjang. Risikonya lebih tinggi pada orang dengan sistem imun yang lemah, ada riwayat kanker kulit dalam keluarga, dan punya tahi lalat yang banyak atau besar pada kulitnya. Jenis-jenis Kanker Kulit Secara umum kanker kulit dibedakan menjadi kanker kulit keratinositik dan non-keratinositik (termasuk melanoma). Tiap jenis memiliki karakteristik, tingkat bahaya, dan tampilan yang berbeda. Kanker kulit keratinositik Ini jenis kanker kulit yang paling umum. Walau tak seagresif jenis melanoma, tetap penting untuk mengenali tanda bahaya dan melakukan penanganan dini. Terdapat sejumlah jenis keratinositik, yakni: Karsinoma sel basal (basal cell carcinoma/BCC) BCC sering kali muncul di area yang terpapar matahari seperti wajah, kepala, dan leher. Tampilannya bisa bervariasi: Benjolan kecil, transparan, atau berkilau seperti mutiara yang sering keliru disangka sebagai jerawat yang tak sembuh-sembuh. Lesi datar berwarna cokelat, kehitaman, atau kemerahan seperti daging. Bercak ruam merah pada kulit yang bersisik dan mungkin terasa gatal. Luka yang tidak sembuh-sembuh atau sembuh lalu kambuh lagi dan mudah berdarah. Karsinoma sel basal tumbuh sangat lambat dan sangat jarang menyebar atau bermetastasis ke bagian tubuh lain. Namun, jika dibiarkan, sel kanker dapat merusak jaringan kulit dan tulang di sekitarnya. Karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma/SCC) SCC juga kerap ditemukan di area yang terpapar sinar matahari. Tanda-tandanya meliputi: Benjolan merah yang keras dan padat. Bercak datar dengan permukaan kasar, bersisik, atau berkerak yang bisa terasa gatal atau nyeri. Luka terbuka yang tak kunjung sembuh, kadang dengan bagian tengah yang lebih rendah dan pinggiran yang menonjol. Pertumbuhan yang menyerupai kutil. SCC lebih agresif daripada BCC. Jika tidak ditangani, ada potensi menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain. Kanker kulit non-keratinositik (termasuk melanoma) Kanker kulit non-keratinositik tersering adalah melanoma. Walau lebih jarang terjadi dibanding kanker kulit keratinositik, melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling mematikan lantaran mampu menyebar dengan cepat ke organ lain jika tidak terdeteksi sejak dini. Melanoma bisa berkembang dari tahi lalat yang sudah ada atau muncul sebagai bintik hitam di kulit yang baru. Kanker ini bisa muncul di mana saja, bahkan di area yang tidak terpapar matahari, terutama pada orang dengan kulit lebih gelap. Untuk mengenali melanoma, para ahli medis mengembangkan panduan ABCDE: A (Asymmetry/Asimetri): Bentuk tahi lalat tidak beraturan atau tidak simetris. Jika dibelah dua, kedua sisinya tidak sama. B (Border/Pinggiran): Tepi atau pinggirannya tidak rata, bergerigi, atau kabur. C (Color/Warna): Warnanya tidak merata, bisa berupa campuran cokelat, hitam, putih, merah, atau bahkan biru. D (Diameter): Diameternya lebih besar dari 6 milimeter (seukuran penghapus pensil), meskipun beberapa bisa lebih kecil. E (Evolving/Evolusi): Tahi lalat mengalami perubahan ukuran, bentuk, warna, atau mulai terasa gatal dan berdarah. Tingkat bahaya kanker kulit melanoma sangat tinggi karena kemampuannya bermetastasis ke organ vital seperti paru-paru, hati, otak, dan tulang. Selain tiga jenis utama di atas, ada beberapa jenis kanker kulit lain yang jauh lebih jarang tapi sering kali sangat agresif, yakni: Karsinoma sel Merkel (Merkel cell carcinoma/MCC):sangat langka tapi juga sangat agresif, biasanya berupa benjolan kecil, keras, tidak nyeri, berwarna kemerahan atau ungu, dan berkilau di area kepala atau leher. Sarkoma Kaposi (Kaposi sarcoma): berkembang dari sel-sel yang melapisi pembuluh darah atau getah bening, sering dikaitkan dengan infeksi Human Herpesvirus 8 (HHV-8) dan sistem kekebalan yang lemah, umumnya berupa benjolan berwarna merah, ungu, atau cokelat pada kulit, selaput lendir (seperti di mulut), atau organ dalam. Dermatofibrosarcoma protuberans (DFSP): kanker kulit langka yang tumbuh lambat di lapisan dalam kulit atau dermis, biasanya muncul sebagai benjolan kecil seperti jerawat atau bekas luka. Tanda Bahaya yang Harus Segera Diperiksakan ke Dokter Deteksi dini adalah kunci utama dalam keberhasilan pengobatan kanker kulit. Biasakan untuk memeriksa kulit sendiri sebulan sekali. Gunakan... - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/daya-tahan-tubuh/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Daya tahan tubuh yang baik tidak hanya membantu melawan penyakit, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Vitamin memiliki peran krusial dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai vitamin untuk daya tahan tubuh, khususnya bagi dewasa dan lansia, serta makanan seperti susu yang dapat menjadi sumber vitamin vital. Apa Itu Daya Tahan Tubuh dan Mengapa Penting? Daya tahan tubuh adalah jaringan kompleks sel, organ, dan protein yang bekerja sama untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Sistem imun ini adalah mekanisme pertahanan alami yang terus-menerus berpatroli dan menangkal ancaman dari luar, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, serta sel-sel abnormal di dalam tubuh. Pentingnya sistem imun yang kuat tidak bisa diremehkan, terutama seiring bertambahnya usia. Pada orang dewasa, gaya hidup, stres, dan paparan lingkungan dapat mempengaruhi efektivitas sistem imun. Sementara itu, pada lansia, terjadi fenomena yang disebut immunosenescence, yaitu penurunan fungsi kekebalan tubuh yang berkaitan dengan usia. Kondisi ini ditandai dengan perubahan pada sel-sel imun serta peningkatan peradangan kronis tingkat rendah. Akibatnya, lansia menjadi lebih rentan terhadap infeksi, memiliki respons yang lebih lemah terhadap vaksinasi, dan lebih sulit pulih dari penyakit. Karena itu, mencari cara meningkatkan sistem imun, termasuk lewat asupan vitamin untuk daya tahan tubuh, penting untuk mendukung kelompok usia ini. Sistem imun yang sehat membuat tubuh lebih kuat dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit, kanker. Tanpa sistem imun yang berfungsi optimal, bahkan infeksi ringan pun bisa menjadi parah dan mengancam jiwa. Ini adalah alasan mengapa banyak orang mencari vitamin untuk lansia ataupun orang dewasa yang secara spesifik dirancang untuk memenuhi kebutuhan sistem kekebalan tubuh mereka. Peran Vitamin dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Vitamin adalah senyawa organik esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi, termasuk mendukung sistem imun. Meskipun tubuh tidak dapat atau hanya sedikit memproduksi vitamin sendiri, zat ini sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. National Institute on Aging mencatat, terdapat 13 jenis vitamin esensial yang membantu tubuh tumbuh dan berfungsi sebagaimana mestinya. Bagi dewasa dan lansia, kebutuhan vitamin dapat bervariasi. Studi menunjukkan kemampuan tubuh untuk menyerap dan memanfaatkan vitamin berkurang pada orang dewasa yang lebih tua. Setiap vitamin memiliki peran unik, dari membantu mengubah makanan menjadi energi hingga menyokong pertumbuhan dan perbaikan sel. Kekurangan vitamin tertentu dapat melemahkan daya tahan tubuh. Itu sebabnya asupan vitamin yang memadai sangat krusial, terutama vitamin untuk lansia dan dewasa. Berikut ini beberapa vitamin untuk daya tahan tubuh atau dapat mendukung fungsi imun: Vitamin C Vitamin C, atau asam askorbat, adalah vitamin larut air yang dikenal luas sebagai antioksidan kuat. Vitamin C membantu melindungi tubuh dari radikal bebas dan meningkatkan produksi sel darah putih, terutama neutrofil, yang bertugas melawan infeksi. Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan gangguan imunitas dan kerentanan yang lebih tinggi terhadap infeksi. Vitamin C dapat ditemukan dalam berbagai makanan, termasuk buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan stroberi, serta sayuran seperti paprika dan brokoli. Suplemen vitamin C juga bisa menjadi pilihan, terutama di musim flu. Vitamin D Vitamin D sering dikenal karena perannya dalam kesehatan tulang dan penyerapan kalsium. Namun penelitian modern telah mengungkapkan bahwa vitamin D juga termasuk vitamin untuk daya tahan tubuh. Sebab, vitamin ini bisa membantu meningkatkan efisiensi sistem kekebalan tubuh dengan mengaktifkan sel-sel pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Sumber terbaik vitamin D adalah sinar matahari, tapi makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, dan susu yang diperkaya juga merupakan sumber yang baik. Suplementasi vitamin D juga sering direkomendasikan untuk lansia yang tidak mendapatkan cukup paparan sinar matahari. Vitamin E Vitamin E adalah vitamin larut lemak yang juga berperan sebagai antioksidan. Fungsinya adalah melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Meskipun sering dikaitkan dengan kesehatan kulit, peran antioksidannya juga mendukung sistem imun dengan menjaga integritas sel-sel kekebalan tubuh. Sumber alami vitamin untuk daya tahan tubuh ini meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau. Meskipun perannya tidak sepopuler vitamin C atau D dalam konteks imunitas, vitamin E tetap menjadi bagian penting dari asupan nutrisi yang lengkap untuk menjaga daya tahan tubuh optimal bagi dewasa dan lansia. Vitamin B Kompleks Vitamin B kompleks terdiri atas delapan jenis vitamin B yang berbeda. Tiap jenis ini memiliki fungsi spesifik, tapi secara kolektif semua berperan penting dalam metabolisme energi, produksi sel darah merah, dan menjaga fungsi saraf. Dalam konteks imunitas, ada beberapa jenis vitamin B yang relevan: Vitamin B6 (Piridoksin): berperan dalam meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi sel darah putih dalam melawan infeksi. Vitamin B9 (Asam Folat) dan B12 (Kobalamin): Penting untuk produksi sel darah merah yang sehat dan pembentukan sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem imun. Sumber vitamin B kompleks dapat ditemukan dalam ikan, daging, telur, produk susu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Susu sebagai Sumber Nutrisi Selain vitamin untuk lansia, ada susu untuk orang tua yang kerap menjadi pertanyaan apakah diperlukan atau tidak. Susu tidak hanya kaya akan kalsium, tapi juga mengandung vitamin D yang berkaitan dengan daya tahan tubuh. Susu untuk orang tua yang difortifikasi... - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/terapi-rehabilitasi-jantung-pemulihan-secara-menyeluruh/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Terapi rehabilitasi jantung adalah program yang dirancang untuk membantu pasien pulih setelah penyakit jantung. Program ini melibatkan latihan fisik, pendidikan, dan dukungan psikologis untuk meningkatkan kesehatan jantung. Rehabilitasi jantung bertujuan untuk mengurangi risiko serangan jantung lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan bimbingan medis, pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Mengenal Terapi Rehabilitasi Jantung Terapi rehabilitasi jantung adalah program pemulihan untuk pasien yang mengalami penyakit jantung atau setelah menjalani prosedur jantung. Program ini melibatkan berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Rehabilitasi jantung biasanya mencakup latihan fisik terstruktur, konseling gizi, serta dukungan psikologis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pasien juga diajarkan untuk mengelola stres dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Tujuan utama dari terapi ini adalah untuk meningkatkan kekuatan jantung, mencegah komplikasi, dan mengurangi risiko penyakit jantung lebih lanjut. Program ini memberikan panduan yang komprehensif untuk pemulihan optimal. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Rehabilitasi Jantung Terapi rehabilitasi jantung diperlukan oleh pasien yang baru saja mengalami masalah jantung atau menjalani prosedur terkait. Program ini membantu pemulihan fisik dan mental pasien. Pasien yang baru saja menjalani operasi jantung Mereka yang mengalami serangan jantung Pasien dengan penyakit jantung koroner Pasien yang menjalani pemasangan ring jantung Pasien dengan gagal jantung Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes Pasien yang mengalami stroke atau gangguan jantung lainnya Kapan Pasien Memerlukan Terapi Rehabilitasi Jantung Pasien yang baru saja mengalami serangan jantung atau menjalani operasi jantung sangat membutuhkan terapi rehabilitasi jantung. Program ini membantu mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan fungsi jantung. Rehabilitasi jantung juga diperlukan untuk pasien yang memiliki kondisi jantung kronis, seperti penyakit jantung koroner. Ini membantu mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Pasien yang telah menjalani prosedur seperti pemasangan ring jantung atau bypass juga sangat dianjurkan mengikuti terapi ini. Terapi rehabilitasi jantung mendukung pemulihan optimal dan pencegahan masalah kesehatan di masa depan. Manfaat dan Tujuan Terapi Rehabilitasi Jantung Terapi rehabilitasi jantung memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kualitas hidup pasien setelah masalah jantung. Tujuan utama dari terapi ini adalah untuk memperkuat jantung dan mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. 1. Meningkatkan Kesehatan Jantung Manfaat utama terapi rehabilitasi jantung adalah meningkatkan kekuatan dan efisiensi jantung. Program latihan fisik terstruktur membantu memperbaiki aliran darah dan kinerja jantung. Dengan peningkatan kekuatan jantung, pasien dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah. Rehabilitasi jantung mengurangi risiko masalah jantung lebih lanjut, seperti serangan jantung. 2. Mengurangi Risiko Komplikasi Terapi ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi jantung, seperti gagal jantung atau stroke. Melalui pendidikan dan perubahan gaya hidup, pasien belajar mengelola faktor risiko. Dengan penurunan faktor risiko, pasien dapat menghindari masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan. Program ini membantu pasien menjalani hidup yang lebih sehat dan lebih panjang. 3. Memperbaiki Kualitas Hidup Salah satu tujuan utama dari terapi rehabilitasi jantung adalah meningkatkan kualitas hidup pasien. Latihan fisik dan dukungan psikologis membantu pasien merasa lebih energik dan optimis. Pasien yang menjalani terapi rehabilitasi jantung cenderung merasa lebih baik secara fisik dan emosional. Ini memberikan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aktif. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Rehabilitasi Jantung Sebelum memulai terapi rehabilitasi jantung, pasien perlu melakukan persiapan agar terapi berjalan efektif dan aman. Persiapan ini membantu memastikan terapi memberi hasil maksimal dan sesuai dengan kondisi pasien. Konsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi kondisi jantung Pemeriksaan fisik untuk menilai kesiapan tubuh Tes jantung untuk mengukur fungsi dan kapasitasnya Menyiapkan jadwal terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan Memastikan dukungan keluarga untuk motivasi dan perawatan Menghindari konsumsi alkohol atau merokok sebelum terapi Mengenakan pakaian nyaman untuk latihan fisik Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Rehabilitasi Jantung Prosedur terapi rehabilitasi jantung melibatkan beberapa tahap yang dirancang untuk memulihkan kesehatan jantung dan tubuh pasien. Setiap tahap disesuaikan dengan kondisi pasien untuk memberikan hasil terbaik. 1. Evaluasi Kondisi Awal Pasien Sebelum terapi dimulai, pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk menilai kondisi jantung dan kapasitas fisiknya. Pemeriksaan ini mencakup tes jantung, tekanan darah, dan riwayat medis. Berdasarkan hasil evaluasi, dokter akan menentukan intensitas dan jenis latihan yang sesuai. Hal ini membantu memastikan bahwa terapi aman dan efektif bagi pasien. 2. Pelaksanaan Latihan Fisik Terstruktur Latihan fisik adalah bagian utama dari terapi rehabilitasi jantung. Program latihan dirancang untuk meningkatkan kekuatan jantung dan daya tahan tubuh secara bertahap. Latihan ini dimulai dengan intensitas rendah dan secara bertahap meningkat sesuai kemampuan pasien. Latihan fisik ini diawasi oleh tim medis untuk memastikan pasien melakukannya dengan aman. 3. Pendidikan Gaya Hidup Sehat Selama terapi, pasien akan mendapatkan edukasi tentang pola makan sehat, pengelolaan stres, dan pentingnya tidur yang cukup. Pendidikan ini membantu pasien mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Pendidikan ini bertujuan untuk mengurangi faktor risiko jantung seperti hipertensi dan kolesterol tinggi. Dengan gaya hidup yang lebih sehat, pasien dapat mencegah masalah jantung lebih lanjut. Perawatan Pasca Terapi Rehabilitasi Jantung Setelah menjalani terapi rehabilitasi jantung, pasien perlu melanjutkan perawatan untuk memastikan pemulihan optimal dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Perawatan ini bertujuan... - Published: 2025-09-21 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/vitamin-dan-makanan-sehat-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Kehamilan menjadi masa yang penuh harapan dan tantangan. Selama periode ini, tubuh ibu mengalami banyak perubahan, baik fisik maupun emosional. Nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin. Salah satu kunci utama untuk mencapainya adalah memastikan asupan vitamin ibu hamil yang cukup. Dalam panduan ini, kita akan membahas berbagai vitamin yang diperlukan dan makanan yang baik untuk ibu hamil, termasuk buah yang bagus untuk ibu hamil. Apa Itu Nutrisi Ibu Hamil? Nutrisi ibu hamil merujuk pada kebutuhan gizi spesifik yang harus dipenuhi perempuan selama masa kehamilan untuk mendukung kesehatan diri dan pertumbuhan janin. Bukan sekadar tentang makan lebih banyak, pemenuhan nutrisi adalah tentang bagaimana makan dengan lebih cerdas dan seimbang, termasuk menentukan vitamin ibu hamil yang tepat. Vitamin ibu hamil adalah suplemen yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, vitamin ini penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta membantu ibu menjaga kesehatannya. Vitamin dan mineral yang dibutuhkan selama kehamilan meliputi asam folat, zat besi, kalsium, dan vitamin D. Mengonsumsi vitamin ini dalam jumlah yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti cacat lahir, anemia, dan masalah kesehatan lain. Mengapa Asam Folat Penting? Asam folat adalah salah satu vitamin paling penting bagi ibu hamil. Dikutip dari NHS, penelitian menunjukkan bahwa asupan asam folat yang cukup dapat mengurangi risiko cacat lahir pada otak dan tulang belakang yang dikenal sebagai cacat tabung saraf. Ibu hamil disarankan mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari, mulai dari satu bulan sebelum kehamilan hingga 12 minggu pertama kehamilan. Adapun sumber makanan yang kaya akan asam folat termasuk sayuran hijau, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya. Zat Besi untuk Energi dan Kesehatan Selama kehamilan, kebutuhan zat besi meningkat untuk mendukung produksi darah yang lebih banyak. Mayo Clinic menjelaskan, ibu hamil membutuhkan sekitar 27 miligram zat besi per hari. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang dapat berbahaya bagi ibu dan janin. Sumber zat besi yang baik meliputi daging merah, ayam, ikan, dan sayuran berdaun hijau. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk dan stroberi, dapat membantu penyerapan zat besi. Kalsium untuk Tulang Janin Kalsium adalah mineral penting yang diperlukan untuk perkembangan tulang dan gigi janin. Ibu hamil disarankan mengonsumsi sekitar 1. 000 mg kalsium per hari. Produk susu seperti susu ibu hamil, yogurt, dan keju adalah sumber kalsium yang sangat baik. Jika tidak mengonsumsi produk susu, ibu hamil bisa mendapatkan kalsium dari sumber lain seperti almond, tahu, dan sayuran hijau. Vitamin D untuk Penyerapan Kalsium Vitamin D berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium. Selama kehamilan, ibu disarankan mengonsumsi 600 IU vitamin D setiap hari. Sumber vitamin D termasuk ikan berlemak, kuning telur, dan sereal yang diperkaya. Paparan sinar matahari juga bisa menjadi cara alami untuk mendapatkan vitamin D. Nutrisi Tambahan: Omega-3 dan Kolin Omega-3 adalah asam lemak yang sangat penting untuk perkembangan otak janin. Ibu hamil direkomendasikan mengonsumsi dua porsi ikan per minggu, dengan setidaknya satu porsi berasal dari ikan berlemak seperti salmon atau sarden. Kolin, yang dapat ditemukan dalam telur dan daging, juga penting untuk perkembangan otak dan tulang belakang janin. Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil Asupan makanan yang baik untuk ibu hamil tidak hanya terbatas pada suplemen vitamin. Diet seimbang yang mengandung berbagai nutrisi sangat penting. Ibu hamil harus memastikan untuk mengonsumsi: Biji-bijian utuh yang merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk memberikan energi. Contohnya roti gandum, nasi merah, dan oatmeal. Buah dan sayuran yang mengandung vitamin, mineral, dan serat. Cobalah untuk mengonsumsi setidaknya lima porsi setiap hari. Protein, termasuk daging tanpa lemak, telur, dan kacang-kacangan. Protein penting untuk pertumbuhan janin. Lemak sehat seperti yang terdapat dalam alpukat dan minyak zaitun, baik untuk kesehatan jantung. Produk susu seperti susu, keju, dan yogurt penting selama kehamilan karena mengandung kalsium dan nutrisi lain yang dibutuhkan ibu dan bayi. Camilan sehat seperti sayuran salad (wortel, seledri, mentimun), ham tanpa lemak, buah segar, kentang panggang kecil, atau kacang panggang. Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil Buah-buahan adalah sumber penting dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan selama kehamilan. Beberapa buah yang bagus untuk ibu hamil antara lain: Jeruk: kaya akan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi. Pisang: mengandung potasium yang bisa membantu mengurangi kram otot. Beri-berian: mengandung antioksidan dan serat yang baik untuk pencernaan. Susu Ibu Hamil: Apakah Perlu? Pertanyaan mengenai susu ibu hamil seringkali muncul. Seperti dijelaskan NHS, secara umum, produk susu seperti susu sapi, keju, dan yogurt adalah sumber kalsium dan nutrisi penting lainnya yang sangat baik untuk ibu dan janin. Jika tidak mengonsumsi produk susu karena intoleransi laktosa atau pilihan vegan, penting untuk mencari alternatif seperti minuman kedelai atau almond yang diperkaya kalsium. Beberapa ibu memilih susu formula khusus ibu hamil yang difortifikasi dengan berbagai vitamin dan mineral tambahan. Meskipun ini bisa menjadi cara yang nyaman untuk mendapatkan nutrisi ekstra, sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan dapat diperoleh melalui diet seimbang dan... - Published: 2025-09-21 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/angioplasty/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Angioplasty adalah prosedur yang telah menyelamatkan jutaan orang di seluruh dunia yang mengalami serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah jantung (koroner). Menurut American Heart Association, di Amerika Serikat saja, sebanyak hampir 1 juta prosedur angioplasty dilakukan setiap tahun. Untuk memahami lebih lanjut seputar angioplasty, simak artikel berikut ini. Mengenal Angioplasty Angioplasty adalah prosedur medis yang bertujuan membuka pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit, terutama di arteri koroner yang memasok darah ke otot jantung. Istilah lengkapnya adalah percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA), tapi biasanya hanya disebut angioplasti atau balloon angioplasty. Prosedur angioplasty dilakukan dengan memasukkan kateter yang berupa selang tipis dan lentur melalui pembuluh darah, biasanya pembuluh darah itu berada di area pangkal paha atau pergelangan tangan. Ujung kateter ini membawa semacam balon kecil yang akan dikembangkan di area yang tersumbat sehingga plak lemak yang menyumbat pembuluh darah bisa “ditekan” ke dinding pembuluh darah sehingga aliran darah lancar kembali. Angioplasty paling sering digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Angioplasty kadang disertai dengan pemasangan stent berupa tabung logam kecil di dalam pembuluh darah untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka setelah balon diangkat. Stent ini berperan sebagai penyangga pembuluh darah agar tak menyempit atau tersumbat kembali. Siapa Saja yang Memerlukan Angioplasty Angioplasty umumnya direkomendasikan bagi pasien yang mengalami penyakit jantung koroner (PJK) dengan gejala seperti: Nyeri dada (angina) yang terjadi saat beraktivitas atau istirahat akibat kurangnya aliran darah ke jantung. Kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas, yang lantaran kurangnya oksigen yang mencapai jantung. Serangan jantung, yakni kondisi darurat yang terjadi ketika aliran darah ke jantung terhenti secara tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan pada otot jantung. Angioplasty bisa juga disarankan bagi pasien yang berdasarkan hasil pemeriksaan mengalami gejala atau tanda penyempitan atau penyumbatan yang signifikan pada pembuluh darah koroner. Kapan Seseorang Memerlukan Angioplasty Waktu yang tepat untuk menjalani angioplasty bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Dalam kasus serangan jantung akut, angioplasti darurat (primary PCI) harus dilakukan secepatnya untuk membuka arteri yang tersumbat dan meminimalkan kerusakan pada otot jantung. Bagi pasien dengan angina stabil (nyeri dada yang terasa saat beraktivitas), angioplasty dapat dijadwalkan seusai evaluasi menyeluruh dan diskusi dengan dokter. Prosedur ini bisa dipertimbangkan bila gejala tidak mereda dengan pengobatan medis atau jika hasil tes menunjukkan adanya penyempitan signifikan pada arteri koroner. Manfaat/Tujuan Angioplasty Tujuan utama angioplasty adalah membuka arteri koroner yang tersumbat atau menyempit sehingga aliran darah ke jantung dapat dipulihkan. Adapun manfaatnya meliputi: Mengurangi hingga menghilangkan gejala nyeri dada atau sesak Mencegah serangan jantung Mempercepat pemulihan fungsi jantung Menjadi alternatif untuk pasien penyakit jantung yang tak bisa menjalani operasi besar Menurut penelitian di Journal of Vascular Nursing, para pasien mengalami perubahan positif dan negatif setelah angioplasty. Para pasien mengapresiasi prosedur ini yang telah menyelamatkan hidup dan menjadi alarm bagi mereka untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat. Namun ada pula tekanan emosional dan psikologis yang mereka rasakan. Persiapan Sebelum Menjalani Angioplasty Sebelum menjalani angioplasty, pasien biasanya akan menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan untuk memastikan mereka adalah kandidat yang tepat untuk prosedur ini. Tahapnya biasanya meliputi: Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien, termasuk soal obat-obatan yang sedang dikonsumsi, adanya alergi, dan kondisi medis lain. Pemeriksaan darah untuk memeriksa fungsi ginjal, kadar gula darah, dan faktor pembekuan darah. Elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi adanya kelainan. Angiografi koroner menggunakan sinar-X dan zat kontras untuk memvisualisasikan arteri koroner dan menentukan lokasi serta tingkat keparahan penyempitan atau penyumbatan. Berpuasa beberapa jam sebelum prosedur angioplasti. Penghentian konsumsi obat-obatan tertentu, seperti pengencer darah, beberapa hari sebelum prosedur. Prosedur dan Pelaksanaan Angioplasty Prosedur angioplasty biasanya dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung (cath-lab) oleh dokter spesialis jantung atau kardiolog. Berikut ini langkah-langkah angioplasty yang umum: Pasien berbaring di meja pemeriksaan dan area di sekitar lokasi tempat masuknya kateter dibersihkan dan diberi anti-nyeri atau bius local. Dokter memasukkan kateter kecil ke pembuluh darah arteri. Kateter akan diarahkan ke arteri koroner yang tersumbat atau menyempit dengan bantuan panduan sinar-X. Zat kontras dimasukkan melalui kateter untuk memvisualisasikan arteri koroner dan memastikan posisi kateter. Setelah kateter mencapai titik target, balon di ujung kateter akan dikembangkan untuk memperlebar pembuluh darah. Jika diperlukan, stentakan ditempatkan di dalam arteri untuk membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka setelah balon diangkat. Setelah prosedur selesai, balon dan kateter akan dikeluarkan. Luka tusukan ditekan atau ditutup dengan alat penutup khusus selama 4-6 jam. Seluruh prosedur ini biasanya memakan waktu hingga 1 jam, tergantung kerumitan kasus. Perawatan Pasca Angioplasty Selesainya prosedur angioplasty akan diikuti perawatan sesudahnya. Langkah perawatan pasca-angioplasti meliputi: Pemantauan secara berkala tanda-tanda vital, seperti tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan. Perawatan luka tusukan untuk memastikan tidak ada infeksi atau perdarahan. Penggunaan obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah dan menjaga stent tetap terbuka sesuai dengan petunjuk dokter. Rehabilitasi jantung yang meliputi latihan fisik untuk membantu pemulihan dan meningkatkan kesehatan jantung. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat, dan berolahraga secara teratur. Adakah Efek Samping Setelah... - Published: 2025-09-20 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ciri-hamil-di-luar-rahim/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Hamil di luar rahim atau disebut juga sebagai kehamilan ektopik termasuk kelainan dalam mengandung. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa hal, mulai dari kelainan bawaan lahir hingga penyakit tertentu. Nah, bila Anda ingin mengetahui apa saja gejala sekaligus ciri-ciri hamil di luar rahim, maka ikuti rincian lengkapnya artikel berikut ini! Mengenal Hamil di Luar Rahim Hamil di luar rahim atau kehamilan ektopik yaitu kelainan pada kehamilan yang terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi tumbuh dan berkembang di luar rahim. Kehamilan paling sering terjadi di tuba Falopii, namun juga dapat terjadi pada rongga perut seperti usus atau dinding peu Kehamilan ektopik akan mengakibatkan beragam komplikasi yang membahayakan ibu hamil atau pun bagi janin itu sendiri. Oleh sebab itu, kehamilan ektopik tidak dapat diteruskan dan perlu digugurkan. Tentunya, ini menjadi Lalu, berapa lama bisa hamil lagi setelah menderita kehamilan ektopik? Kondisi ini tentu berbeda-beda di antara masing-masing penderita. Apabila salah satu tuba falopinya masih dalam keadaan normal, maka bisa hamil kembali dalam waktu dekat. Tentu persiapan kehamilan selanjutnya harus dipersiapkan dengan matang, baik dari nutrisi maupun dengan penapisan infeksi. Faktanya, 80% kasus kehamilan ektopik berasal dari infeksi radang panggul yang dapat diobati dengan obat-obatan. Dalam suatu laporan data, menyebutkan bahwa 85% wanita penderita kehamilan ektopik bisa hamil lagi setelah menunggu setidaknya 2 tahun. Para ahli merekomendasikan agar setidaknya menunggu hingga 3 siklus menstruasi sebelum melakukan program hamil kembali. Dokter pun akan merekomendasikan untuk mengonsumsi asam folat selama 3 bulan setelah mengalami kehamilan di luar rahim dan sebelum program kehamilan dimulai. Nama Hamil di Luar Rahim Gejala Utama Sakit perut hingga perdarahan vagina ketika sudah positif hamil Dokter Spesialis Dokter spesialis kandungan Penyebab Utama Kerusakan pada tuba falopi atau organ tempat embrio bertumbuh Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan USG perut dan transvaginal Faktor Risiko Kehamilan di atas 35 tahun, riwayat hamil di luar rahim, keputihan terus menerus, TBC Pengobatan Operasi dan obat-obatan Pencegahan Belum ada pencegahan pasti Komplikasi Pecahnya pembuluh darah tempat implantasi embrio Faktor Risiko & Penyebab Hamil di Luar Rahim Dalam suatu studi, diketahui bahwa angka kejadian hamil di luar rahim mencapai 2%. Angka ini sejatinya termasuk tinggi karena 2 dari 100 orang hamil mengalaminya. Penyebab umumnya yaitu adanya kerusakan pada tuba falopi sehingga membuatnya tersumbat. Ada beberapa faktor risiko dari kondisi ini secara umum yang meliputi: Kehamilan di atas usia 35 tahun. Riwayat hamil di luar kandungan. Kebiasaan merokok. Program bayi tabung. Penyakit menular seksual. Riwayat operasi area perut dan organ reproduksi. Penggunaan IUD (alat kontrasepsi spiral) Malnutrisi TBC Berganti-ganti pasangan Gejala atau Ciri-Ciri Hamil di Luar Rahim Ciri-ciri hamil di luar rahim yaitu periode tidak menstruasi (amenorea) diikuti perdarahan sehingga sering disebut sebut sebagai haid hamil. Namun, di awal-awal umumnya tidak menunjukkan gejala apapun sehingga ibu hamil mungkin baru bisa mengetahuinya setelah pemeriksaan USG. Secara umum, beberapa gejala yang sering di alami oleh ibu hamil di luar rahim meliputi: Nyeri perutmendadak Perdarahan melalui vagina. Merasa berkunang-kunang. Merasa ingin pingsan. Tubuh lemas dan lesu. Cara Dokter Mendiagnosis Mengutip dari Cleveland Clinic, bahwa hamil di luar rahim bisa didiagnosis melalui beberapa hal berikut ini: Pemeriksaan fisik. Wawancara medis. Tes kehamilan. USG perut dan transvaginal. Pencegahan Hamil di Luar Rahim Kondisi ini tidak dapat sepenuhnya dicegah. Namun, untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi bisa dengan cara berikut ini: Hentikan merokok sebelum hamil. Pastikan melakukan hubungan seksual yang sehat. Pastikan untuk menjaga berat badan tetap ideal. Selalu rutin berkunjung ke dokter selama kehamilan. Hindari minum obat atau suplemen tanpa pengawasan dokter selama kehamilan. Pengobatan Hamil di Luar Rahim Semakin cepat kondisi ini terdeteksi, tentunya semakin baik. Risiko komplikasi berupa pecahnya tuba falopi pun akan minim. Namun jika sampai telat, maka akan membutuhkan penanganan darurat. Beberapa macam pengobatan yang dapat dilakukan meliputi: Pemakaian obat-obatan. Contohnya dengan pemberian suntik metrotreksat sehingga embrio akan berhenti berkembang. Pemberian methotrexate pada kasus kehamilan ektopik mempunyai beberapa syarat, yaitu kehamilan belum ada bakal janin dan detak jantung (hanya kantung saja), fungsi hati ibu baik, tidak ada tanda perdarahan, dan ukuran kantung tidak lebih dari 3 cm. Operasi laparoskopi. Dilakukan untuk mengangkat embrio sekaligus memperbaiki organ yang mengalami kerusakan. Operasi ini menggunakan sayatan kecil sehingga lebih minim risiko dibandingkan operasi besar. Operasi terbuka. Disebut juga sebagai laparotomi, kondisi ini dilakukan ketika dalam kondisi darurat. Jika kondisinya parah, dokter mungkin akan melakukan pengangkatan tuba falopi. Biasanya, setelah pasca kehamilan ektopik akan menyisakan pukulan mental bagi penderitanya, termasuk bagi pasangannya. Hal ini karena keharusan untuk menggugurkan kandungan tentunya membawa kesedihan tersendiri bagi mereka. Maka dari itu, bagi mereka yang mengalami tekanan mental pasca kondisi ini, dokter akan merujuknya ke psikiater atau ke psikolog untuk membantu memulihkan kembali ke kondisi normal. Komplikasi Kondisi ini bisa membahayakan nyawa penderitanya akibat pecahnya pembuluh darah tempat implantasi embrio. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan dini sangat diperlukan untuk mencegah berbagai macam komplikasi yang mungkin terjadi. Kapan Harus ke Dokter? Mengingat kondisi ini bisa menjadi... - Published: 2025-09-19 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyakit-batten/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Penyakit Batten adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini bersifat progresif dan serius. Gejala Penyakit Batten biasanya muncul pada masa kanak-kanak. Anak mengalami kehilangan penglihatan, kemampuan motorik, dan kognitif. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen yang memengaruhi enzim pengurai limbah sel. Hal ini menyebabkan penumpukan zat beracun. Mengenal Penyakit Batten Penyakit Batten adalah kelainan neurodegeneratif langka yang terutama menyerang anak-anak. Penyakit ini termasuk dalam kelompok lipofuscinosis seroid neuronal. Penyebab utama penyakit ini adalah mutasi genetik pada gen CLN. Mutasi ini mengganggu produksi enzim penting dalam otak. Akibat mutasi tersebut, terjadi penumpukan lipofuscin di dalam sel otak. Hal ini menyebabkan kerusakan sel saraf secara bertahap. Penyakit Batten bersifat progresif dan tidak dapat disembuhkan. Terapi dilakukan untuk memperlambat perkembangan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Gejala Penyakit Batten Gejala Penyakit Batten dapat muncul pada masa kanak-kanak dan berkembang secara bertahap. Gejalanya bervariasi tergantung tipe penyakit. Kehilangan penglihatan secara progresif Kejang berulang Keterlambatan perkembangan motorik Hilangnya keterampilan berbicara Gangguan koordinasi atau ataksia Perubahan perilaku atau gangguan kepribadian Kesulitan belajar atau kehilangan kemampuan akademik Gangguan tidur atau insomnia Kelemahan otot atau spastisitas Demensia atau penurunan fungsi kognitif Hilangnya kemampuan berjalan secara mandiri Perubahan pola makan atau kesulitan menelan Postur tubuh abnormal atau kekakuan sendi Gangguan pendengaran Hilangnya kemampuan interaksi sosial Penyebab Penyakit Batten Penyakit Batten disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi produksi enzim penting dalam otak. Mutasi ini bersifat autosomal resesif. 1. Mutasi pada Gen CLN Mutasi pada gen CLN merupakan penyebab utama Penyakit Batten. Gen ini bertanggung jawab mengatur produksi enzim pengurai limbah sel. Jika gen CLN mengalami mutasi, enzim tidak diproduksi secara normal. Hal ini menyebabkan penumpukan lipofuscin dalam sel saraf. Lipofuscin adalah zat beracun yang menumpuk dalam lisosom. Akibatnya, sel saraf mengalami kerusakan dan kehilangan fungsinya. Mutasi gen CLN diwariskan secara autosomal resesif. Artinya, anak harus mewarisi dua salinan gen cacat dari kedua orang tua. 2. Penumpukan Lipofuscin dalam Sel Otak Lipofuscin adalah pigmen yang terakumulasi dalam sel otak. Akibat mutasi gen CLN, proses pembuangan lipofuscin terganggu. Penumpukan lipofuscin menyebabkan kerusakan neuron secara progresif. Hal ini berdampak pada fungsi motorik dan kognitif anak. Kehadiran lipofuscin dapat dideteksi melalui biopsi jaringan otak. Pemeriksaan ini menunjukkan adanya endapan berwarna kuning kecokelatan. Kerusakan neuron akibat lipofuscin bersifat permanen. Terapi yang ada hanya bertujuan memperlambat kerusakan lebih lanjut. 3. Faktor Genetik Autosomal Resesif Penyakit Batten diturunkan secara autosomal resesif. Anak harus mewarisi dua salinan gen cacat agar terkena penyakit ini. Orang tua pembawa gen cacat biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, mereka dapat mewariskan mutasi gen ke anak. Risiko anak terkena penyakit adalah 25% jika kedua orang tua pembawa. Konsultasi genetik penting untuk mendeteksi risiko. Pemeriksaan genetik dapat membantu pasangan yang berencana memiliki anak. Skrining prenatal dapat dilakukan pada kehamilan berisiko. 4. Ketidakseimbangan Metabolisme Lisosom Mutasi gen CLN menyebabkan gangguan fungsi lisosom. Lisosom tidak dapat menguraikan protein dan lemak dengan benar. Ketidakseimbangan ini menyebabkan endapan lipofuscin terus menumpuk. Hal ini memicu kerusakan sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Gangguan metabolisme lisosom juga menyebabkan peradangan di jaringan saraf. Peradangan ini memperparah kerusakan neuron. Pada tahap lanjut, kerusakan otak menyebabkan kehilangan fungsi motorik dan kognitif. Pengobatan saat ini hanya bersifat suportif. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Batten Dokter melakukan diagnosis Penyakit Batten melalui evaluasi klinis dan riwayat keluarga. Biasanya dilakukan jika ada gejala neurologis. Tes genetik dilakukan untuk mendeteksi mutasi pada gen CLN. Pemeriksaan ini membantu memastikan adanya kelainan genetik. Selain itu, tes darah dan urine dilakukan untuk mendeteksi endapan lipofuscin. Hasil positif mengindikasikan gangguan metabolisme lisosom. Pencitraan otak seperti MRI juga dilakukan untuk melihat kerusakan jaringan. Biasanya menunjukkan atrofi otak atau degenerasi neuron. Cara Mengobati Penyakit Batten Pengobatan Penyakit Batten bertujuan memperlambat perkembangan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Terapi dilakukan secara multidisiplin dan berkelanjutan. 1. Terapi Simptomatik Terapi simptomatik bertujuan mengurangi gejala neurologis yang muncul. Obat antikejang sering digunakan untuk mengendalikan kejang berulang. Selain itu, obat antispastik diberikan untuk meredakan kekakuan otot. Hal ini membantu meningkatkan kenyamanan dan mobilitas pasien. Dokter juga memberikan obat untuk mengatasi gangguan tidur. Insomnia sering terjadi pada penderita dengan komplikasi neurologis. Pemantauan efek samping obat dilakukan secara berkala. Penyesuaian dosis akan diberikan jika terjadi perubahan kondisi klinis. 2. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Terapi fisik bertujuan mempertahankan kekuatan otot dan mobilitas. Latihan peregangan dilakukan untuk mencegah kontraktur dan kekakuan sendi. Fisioterapis akan memberikan program latihan khusus. Fokusnya pada peningkatan fleksibilitas dan koordinasi gerakan tubuh. Terapi okupasi membantu pasien mempertahankan keterampilan sehari-hari. Hal ini penting untuk meningkatkan kemandirian pasien. Pendampingan keluarga sangat diperlukan selama proses terapi. Dukungan moral dapat meningkatkan motivasi pasien saat berlatih. 3. Terapi Genetik dan Enzim Penelitian terapi genetik sedang dikembangkan untuk memperbaiki mutasi pada gen CLN. Studi eksperimental menunjukkan hasil yang menjanjikan. Terapi enzim pengganti juga sedang diuji pada model hewan. Tujuannya untuk menggantikan enzim yang hilang akibat mutasi genetik. Jika berhasil, terapi ini dapat memperlambat kerusakan saraf. Namun, saat ini belum ada terapi definitif untuk... - Published: 2025-09-18 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-tiroid/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit tiroid adalah salah satu kondisi kesehatan yang sering terabaikan meski dampaknya terhadap kualitas hidup seseorang terbilang signifikan. Kelenjar tiroid berperan penting mengatur berbagai fungsi tubuh melalui produksi hormon. Ketika ada gejala gangguan, pemeriksaan tiroid diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan merumuskan langkah pengobatan yang tepat. Apa Itu Tiroid Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher bawah. Meski ukurannya mungil dengan berat hanya 20-60 gram, perannya bagi tubuh sangatlah vital. Tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin, yaitu sistem kelenjar yang memproduksi hormon. Fungsi utamanya adalah menghasilkan hormon tiroid yang mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Ada sebuah mekanisme tersendiri yang mengendalikan produksi hormon tiroid. Jika kadar hormon tiroid dalam darah rendah, kelenjar pituitari di otak akan melepas lebih banyak hormon perangsang untuk "memerintahkan" tiroid bekerja lebih keras. Sebaliknya, jika kadar hormon tiroid sudah cukup atau terlalu tinggi, produksi hormon perangsang akan dikurangi. Keseimbangan inilah yang menjadi kunci kesehatan tubuh dan mempengaruhi segalanya, dari detak jantung, suhu tubuh, pencernaan, hingga suasana hati dan tingkat energi. Apa Itu Penyakit Tiroid? Penyakit tiroid mengacu pada kondisi medis yang terjadi ketika kelenjar tiroid tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya saat tiroid memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon. Secara global, penyakit tiroid adalah salah satu gangguan endokrin yang paling umum dan mempengaruhi jutaan orang dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Menurut American Thyroid Association, perempuan lima hingga delapan kali lebih mungkin mengalami penyakit tiroid daripada laki-laki. Secara garis besar, penyakit tiroid terbagi menjadi dua kategori utama: Hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif): terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh. Hipotiroidisme (tiroid kurang aktif): ini adalah kondisi sebaliknya, ketika kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Selain dua kondisi utama tersebut, ada gangguan tiroid seperti penyakit gondok (pembesaran kelenjar tiroid), nodul tiroid (benjolan pada tiroid), dan kanker tiroid. Penyebab penyakit tiroid ini bisa bermacam-macam, dari gangguan autoimun, kekurangan/kelebihan yodium, paparan zat kimia, perubahan hormon seperti saat hamil, genetik, infeksi virus/bakteri, konsumsi obat-obatan tertentu, serta stres kronis. Gejala Penyakit Tiroid Salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi penyakit tiroid adalah gejalanya yang kerap tidak spesifik dan menyerupai kondisi lain. Gejala ini dipengaruhi jenis ganguan yang dialami apakah hipertiroidisme atau Hipotiroidisme. Gejala Hipertiroidisme Ketika tubuh menampung terlampau banyak hormon tiroid, semua sistem seakan-akan bekerja ekstrakeras. Gejalanya: Penurunan berat badan drastis meski nafsu makan meningkat. Jantung berdebar-debar atau detak jantung tidak teratur. Perasaan cemas, gelisah, dan mudah tersinggung. Tangan gemetar (tremor). Sering merasa kepanasan dan berkeringat lebih banyak. Kelelahan dan kelemahan otot. Kesulitan tidur (insomnia). Diare atau frekuensi buang air besar meningkat. Rambut rontok dan menipis. Perubahan siklus menstruasi pada perempuan. Pada penyakit Graves, bisa muncul gejala mata menonjol (eksoftalmus). Gejala Hipotiroidisme Di sisi lain, saat tubuh kekurangan hormon tiroid, semua proses melambat. Gejalanya: Kelelahan ekstrem dan kurang energi. Kenaikan berat badan yang tidak bisa dijelaskan. Sangat sensitif terhadap suhu dingin. Kulit kering, kasar, dan rambut rontok. Sembelit (konstipasi). Suara menjadi serak. Nyeri otot dan sendi. Depresi dan kesulitan berkonsentrasi atau "kabut otak". Siklus menstruasi menjadi berat atau tidak teratur pada perempuan. Diagnosis Penyakit Tiroid: Karena gejalanya yang sangat bervariasi, pemeriksaan tiroid mesti dilakukan dengan saksama. Diagnosis tak bisa mengacu pada keluhan pasien semata. Diperlukan serangkaian pemeriksaan tiroid untuk memastikan diagnosis yang akurat. Di antaranya: Anamnesis dan pemeriksaan fisik Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarga serta gejala yang dirasakan. Dokter juga akan memeriksa kondisi fisik leher untuk merasakan apakah ada pembesaran kelenjar tiroid (gondok) atau benjolan (nodul). Tes Darah Ini langkah paling krusial dalam diagnosis. Tes yang dilakukan meliputi: Tes hormon perangsang tiroid atau thyroid stimulating hormone(THS) yang dari hasilnya bisa diketahui apakah ada hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Pengukuran kadar hormon tiroid T4 yang aktif dan siap digunakan tubuh. Tes ini membantu mengkonfirmasi diagnosis setelah hasil TSH abnormal. Pengukuran kadar hormon tiroid T3 untuk mendiagnosis hipertiroidisme. Tes antibodi tiroid untuk mencari penyebab autoimun jika ada indikasinya. Tes pencitraan seperti USG jika ditemukan benjolan atau pembesaran pada tiroid. Biopsi bila hasil pencitraan menunjukkan hasil yang mencurigakan. Pengobatan Penyakit Tiroid Ada berbagai cara pengobatan penyakit tiroid yang sangat bergantung pada jenis dan penyebabnya. Tujuan pengobatan adalah mengembalikan kadar hormon tiroid ke level normal dan meredakan gejala. Pengobatan hipotiroidisme Cara utama menangani tiroid yang kurang aktif adalah terapi penggantian hormon. Dalam terapi, pasien diberi obat levothyroxine yang berisi hormon T4 sintetis yang identik dengan hormon yang diproduksi tiroid. Terapi ini bisa berlangsung seumur hidup sesuai dengan kondisi pasien. Pengobatan hipertiroidisme Penanganan tiroid yang terlalu aktif lebih rumit dan terdapat beberapa pilihan, tergantung penyebab, usia pasien, dan kondisi kesehatan lainnya. Obat antitiroid seperti methimazole dan propylthiouracilyang dapat menghambat kemampuan tiroid memproduksi hormon baru. Methimazole umumnya menjadi pilihan utama, kecuali pada trimester pertama kehamilan. Terapi iodine radioaktif berupa pemberian obat yang mengandung iodine-131 untuk menurunkan produksi hormon dari kelenjar tiroid. Pembedahan (tiroidektomi) berupa pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid yang biasanya... - Published: 2025-09-17 - Modified: 2025-09-21 - URL: https://primayahospital.com/umum/jerawat-dan-bekasnya/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Menurut penelitian, jerawat mempengaruhi sekitar 80 persen orang berusia 11-30 tahun. Selain menimbulkan rasa tidak percaya diri, jerawat sering meninggalkan bekas. Banyak orang pun berupaya mencari cara menghilangkan bekas jerawat yang bisa bertahan lama ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai metode untuk mengatasi jerawat dan bekasnya serta memberikan solusi yang efektif untuk mendapatkan wajah bersih dan sehat. Apa Itu Jerawat dan Bekasnya? Sebelum membahas cara menghilangkan bekas jerawat, penting untuk memahami apa itu jerawat dan bagaimana bekasnya terbentuk. Jerawat adalah peradangan yang terjadi pada unit pilosebasea, yaitu folikel rambut dan kelenjar minyak di kulit, terutama di wajah, dada, lengan atas, dan punggung. Ketika peradangan jerawat menembus kulit secara mendalam dan merusak jaringan di bawahnya, maka bekas jerawat mulai terbentuk. Bekas jerawat merupakan perubahan permanen pada tekstur kulit. Penting untuk membedakan bekas jerawat dengan perubahan warna kulit pasca-inflamasi, seperti bekas jerawat hitam (post-inflammatory hyperpigmentation/PIH) atau kemerahan (post-inflammatory erythema/PIE). PIH dan PIE adalah noda yang akan memudar dengan sendirinya dalam beberapa bulan dan bisa lebih cepat dengan perawatan. Sementara itu, bekas jerawat adalah perubahan tekstur kulit yang memerlukan intervensi lebih lanjut. Ada dua jenis utama bekas jerawat: Bekas luka atrofi (depressed scars): jenis bekas jerawat yang paling umum, terjadi pada 80-90 persen kasus, terjadi akibat hilangnya kolagen (serat protein penting yang membuat kulit kenyal dan mulus) pada dermis sehingga menyebabkan cekungan atau bolong pada kulit. Bekas luka hipertrofi atau keloid (raised scars): lebih jarang terjadi, jenis ini disebabkan oleh produksi kolagen berlebihan selama proses penyembuhan sehingga bekas luka menonjol di atas permukaan kulit sekitarnya, lebih sering terjadi pada jerawat di dada dan punggung. Mengapa Jerawat Muncul dan Meninggalkan Bekas? Kemunculan jerawat bermula dari proses yang kompleks di kulit, tepatnya pada folikel yang merupakan tempat tumbuhnya rambut dan kelenjar minyak. Pada kulit, terdapat siklus sel yang mati dan kemudian berganti dengan sel yang baru. Jerawat berawal ketika sel kulit yang mati malah menumpuk dan menyumbat pori-pori. Selain itu, kelenjar minyak di kulit kadang terlalu banyak memproduksi minyak atau sebum yang makin memperparah sumbatan di pori-pori. Sementara itu, bakteri yang berada di kulit akan berkembang biang dengan cepat ketika ada banyak minyak dan sumbatan. Akhirnya gabungan sumbatan pori, minyak berlebih, dan bakteri ini memicu peradangan. Dari awalnya mungkin cuma kecil dan tidak terlihat, lama-kelamaan peradangan bisa berkembang menjadi jerawat yang bengkak dan merah. Peradangan inilah yang jadi biang keladi utama munculnya bekas jerawat. Kalau peradangannya menyebabkan kerusakan kolagen yang parah, kulit jadi cekung ke dalam. Sedangkan jika kulit justru terlalu berlebihan dalam memproduksi kolagen untuk menyembuhkan luka jerawat, bekas jerawat jadi menonjol keluar seperti benjolan. Cara Menghilangkan Jerawat Mengatasi jerawat adalah langkah pertama untuk mencegah bekasnya. Berikut adalah beberapa cara menghilangkan jerawat yang efektif: Penggunaan Obat Topikal Produk dengan kandungan asam salisilat (salicylic acid) membantu mengelupas sel-sel kulit mati dan membuka pori-pori. Sedangkan benzoil peroksida (benzoyl peroxide) dapat membunuh bakteri penyebab jerawat. Retinoid Obat retinoid seperti tretinoin dapat membantu mempercepat regenerasi sel kulit dan mengurangi penyumbatan pori. Retinoid juga membantu mengurangi produksi sebum. Perawatan Profesional Jika jerawat tidak kunjung membaik, konsultasi dengan dokter kulit untuk perawatan lebih lanjut adalah langkah yang bijak. Beberapa perawatan profesional yang umum dilakukan termasuk: Terapi laser untuk menghancurkan bakteri pemicu jerawat dan mengurangi peradangan. Mikrodermabrasi: penggunaan alat khusus untuk membantu mengelupas lapisan atas kulit. Microneedling(terapi jarum mikro): penggunaan jarum-jarum kecil untuk menusuk kulit guna memicu penyembuhan luka dan pelepasan faktor pertumbuhan sehingga terjadi produksi dan pengendapan kolagen di lapisan dermis atas. Bisa juga sebagai cara mengatasi bekas jerawat. Radiofrekuensi (RF): perawatan ini bisa menghasilkan kolagen baru dan melembutkan cacat bekas luka. Pengelolaan Stres Stres dapat memperburuk kondisi jerawat. Melakukan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi bisa membantu mengurangi stres dan, pada gilirannya, mengurangi jerawat. Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Setelah jerawat teratasi, langkah berikutnya adalah mengatasi bekas jerawat. Ada banyak metode yang bisa digunakan: Penggunaan Produk Topikal Bahan aktif seperti asam alfa hidroksi (AHA) dan retinoid juga efektif untuk bekas jerawat. AHA membantu mengelupas kulit dan meratakan warna kulit, sedangkan retinoids mendorong produksi kolagen yang penting untuk perbaikan kulit. Pengelupasan Kimia (Chemical Peels) Chemical peels menggunakan larutan asam untuk mengelupas lapisan atas kulit guna membantu mengurangi bekas jerawat, terutama yang dalam. Laser Resurfacing Laser resurfacing dapat mengurangi kedalaman bekas jerawat dengan meremajakan kulit. Namun cara ini harus dilakukan dengan hati-hati pada individu dengan kulit lebih gelap untuk menghindari risiko hiperpigmentasi. Subcision Subcision adalah prosedur bedah kecil untuk mengangkat bekas jerawat yang dalam dengan memotong jaringan yang mengikat bekas jerawat ke lapisan bawah kulit. Bekas Jerawat Hitam dan Bruntusan Bekas jerawat hitam atau post-inflammatory hyperpigmentation adalah kondisi umum yang terjadi setelah jerawat sembuh. Ini bukan bekas luka, melainkan perubahan warna kulit akibat peradangan. Bekas jerawat hitam bisa dihilangkan dengan cara: Penggunaan sunscreen tiap hari agar hiperpigmentasi tak makin gelap terutama akibat sinar matahari.... - Published: 2025-09-16 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/gizi/mengatasi-asam-lambung-naik/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Sensasi panas atau terbakar di dada yang tiba-tiba terasa mungkin menandakan kondisi asam lambung naik atau kerap disebut GERD. Namun asam lambung naik dan GERD sebenarnya tidak selalu sama. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang cara mengatasi asam lambung naik, termasuk ciri-ciri atau gejala asam lambung dan obat asam lambung. Apa Itu Asam Lambung dan Penyakit GERD Sebelum membahas cara mengatasinya, penting untuk memahami apa itu asam lambung. Lambung kita secara alami memproduksi asam klorida (HCl), cairan yang sangat korosif dengan tingkat keasaman (pH) 1,5-3,5. Fungsinya sangat vital, yaitu membantu mencerna makanan, memecah protein, dan membunuh bakteri atau virus berbahaya yang mungkin masuk bersama makanan. Dinding lambung memiliki lapisan pelindung khusus (mukus) yang membuatnya tahan terhadap sifat asam cairan ini. Karena faktor tertentu, bisa terjadi refluks atau naiknya asam klorida ke kerongkongan (esofagus) yang menghubungkan mulut dengan lambung. Tidak seperti lambung, kerongkongan tidak memiliki lapisan pelindung yang kuat. Akibatnya, paparan asam lambung menyebabkan iritasi dan sensasi terbakar yang kita kenal sebagai heartburn yang mirip gejala penyakit jantung. Di antara kerongkongan dan lambung, terdapat sebuah cincin otot yang disebut lower esophageal sphincter (LES). LES ini ibarat katup atau pintu satu arah yang akan terbuka untuk membiarkan makanan masuk ke lambung, lalu segera menutup rapat agar isi lambung, termasuk asam, tak kembali naik. Asam lambung naik terjadi ketika katup LES ini melemah atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Apabila mengalami asam lambung naik atau refluks, mungkin disebabkan karena pemicu tertentu yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun berbeda jika asam lambung kerap naik atau terjadi secara berkala. Seperti dijelaskan Mayo Clinic, terkadang kondisi refluks asam berkembang menjadi GERD alias gastroesophageal reflux disease, yaitui refluks asam kronis. Ciri-ciri asam lambung naik yang mengarah ke GERD adalah nyeri dada yang kerap muncul, bisa dua-tiga kali dalam seminggu. Jika diabaikan, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang lebih membahayakan. Untuk mengatasinya, perlu penanganan khusus, termasuk mungkin obat asam lambung dengan resep dokter bila dibutuhkan. Ciri-ciri dan Gejala Asam Lambung Naik yang Perlu Diwaspadai Mengenali gejala asam lambung adalah langkah pertama untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala ini bisa bervariasi dari ringan hingga parah dan kadang menyerupai kondisi medis lain. Ciri-ciri asam lambung yang paling umum meliputi: Heartburnatau pirosis: ini gejala asam lambung yang paling khas berupa sensasi panas atau terbakar di bagian tengah dada yang dapat menjalar sampai ke tenggorokan atau leher. Biasanya muncul seusai makan atau saat membungkuk atau berbaring. Regurgitasi: naiknya cairan asam lambung bersama sisa makanan yang belum tercerna ke tenggorokan hingga mulut hingga ada rasa asam atau pahit di lidah. Disfagia: kesulitan menelan atau perasaan seperti ada ganjalan di dalam leher. Selain gejala utama tersebut, ada ciri-ciri GERD atipikal (tidak khas) yang sering membuat diagnosis menjadi lebih sulit. Gejala ini juga disebabkan oleh naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan hingga mulut. Di antaranya: Batuk kronis: Sakit tenggorokan dan suara serak Nyeri dada hebat Mengi atau gejala mirip asma Kerusakan gigi Gejala asam lambung lainnya yang mungkin muncul termasuk sendawa berlebihan atau mual setelah makan serta sakit kepala tanpa penyebab yang jelas. Penyebab Asam Lambung Naik Ada beberapa penyebab umum yang dapat memicu naiknya asam lambung. Di antaranya: Konsumsi makanan pedas, berlemak, atau asam dapat meningkatkan produksi asam lambung. Sebuah studi dari Preventive Nutrition and Food Scienceyang berfokus pada hubungan pola makan dengan GERD menemukan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan tinggi lemak dengan peningkatan risiko GERD. Obesitas atau kelebihan berat badan bisa menambah tekanan pada perut hingga memicu asam lambung naik. Stres dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan meningkatkan produksi asam lambung. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dapat melemahkan otot esofagus bagian bawah sehingga memudahkan asam lambung naik. Cara Mengatasi Asam Lambung: Mulai dari Gaya Hidup hingga Medis Sebagian besar kasus asam lambung naik hingga GERD dapat diatasi dengan berbagai macam pendekatan yang meliputi kombinasi perubahan gaya hidup dan pola makan serta penggunaan obat asam lambung bila diperlukan. Rinciannya: Perubahan Gaya Hidup Mencatat dan menghindari atau membatasi makanan pemicu asam lambung naik Makan dalam porsi kecil tetapi sering, misalnya makan tiga sampai lima kali dalam porsi kecil dibandingkan tiga kali makan besar dalam sehari Menjaga berat badan ideal, termasuk dengan berolahraga secara teratur Meninggikan posisi kepala dengan bantal tambahan ketika tidur agar asam lambung tidak naik Tidak langsung berbaring setelah makan, berikan jeda setidaknya 3 jam setelah makan ketika hendak tidur malam Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol Obat Asam Lambung Antasida yang bekerja dengan cara menetralkan asam lambung secara cepat, efektif untuk meredakan gejala asam lambung naik berupa heartburn H2blocker untuk mengurangi produksi asam lambung, misalnya ranitidin Proton pump inhibitor seperti omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole yang efektif meredakan radang kerongkongan dan gejala GERD yang parah Obat ini ada yang dijual bebas, ada pula yang memerlukan resep dokter karena termasuk obat keras. Selain itu, ada beberapa bahan alami yang kerap digunakan untuk meredakan gejala, seperti jahe dan akar manis serta yogurt tanpa gula yang mengandung... - Published: 2025-09-15 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/penyakit-dermatomiositis/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Dermatomiositis adalah penyakit autoimun langka yang memengaruhi kulit dan otot, menyebabkan peradangan dan kelemahan. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai usia. Gejala utama dermatomiositis termasuk ruam kulit khas dan kelemahan otot progresif, yang sering kali memengaruhi otot-otot tubuh bagian atas. Penyebab pasti dermatomiositis belum sepenuhnya dipahami, tetapi dapat melibatkan faktor genetik dan pemicu lingkungan seperti infeksi atau obat-obatan. Mengenal Penyakit Dermatomiositis Dermatomiositis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada kulit dan otot, serta mempengaruhi sistem tubuh lainnya. Penyakit ini sering ditandai dengan ruam kulit merah ungu, terutama di area wajah, leher, dan tangan. Selain ruam, penderita mengalami kelemahan otot progresif, terutama pada otot-otot tubuh bagian atas dan pinggul. Penyebab dermatomiositis masih belum diketahui secara pasti, namun faktor genetik dan lingkungan dianggap berperan dalam perkembangannya. Gejala Penyakit Dermatomiositis Gejala dermatomiositis bervariasi antara individu, tetapi umumnya mencakup ruam kulit dan kelemahan otot. Diagnosis dini sangat penting. Ruam merah atau ungu di wajah, leher, atau tangan Kelemahan otot, terutama di otot tubuh bagian atas Kesulitan menaiki tangga atau berdiri dari posisi duduk Pembengkakan atau nyeri pada otot Nyeri sendi atau pembengkakan sendi Keletihan atau kelelahan ekstrem Kesulitan menelan atau berbicara Penyebab Penyakit Dermatomiositis Penyebab dermatomiositis belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor dianggap berkontribusi terhadap terjadinya penyakit ini. Berikut adalah penyebab utama dermatomiositis. 1. Gangguan Autoimun Dermatomiositis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama otot dan kulit. Sistem imun memproduksi antibodi yang menyerang protein tubuh yang sehat, menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Gangguan autoimun ini dapat dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan yang memengaruhi aktivitas sistem imun. Peradangan yang terjadi pada otot dan kulit menyebabkan kelemahan otot serta gejala ruam khas pada penderita. 2. Faktor Genetik Faktor genetik memainkan peran penting dalam pengembangan dermatomiositis. Beberapa individu lebih rentan terhadap penyakit ini karena riwayat keluarga. Meskipun tidak sepenuhnya diwariskan, mutasi gen tertentu dapat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit autoimun ini. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola genetik tertentu dengan peningkatan kecenderungan terhadap dermatomiositis. Faktor genetik ini berinteraksi dengan faktor lingkungan untuk memicu gejala penyakit pada individu yang rentan. 3. Pemicu Lingkungan Beberapa faktor lingkungan, seperti infeksi virus atau paparan bahan kimia tertentu, dapat memicu timbulnya dermatomiositis. Infeksi virus, seperti virus Epstein-Barr atau influenza, diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan otot. Paparan bahan kimia berbahaya atau obat-obatan tertentu juga dapat memperburuk gejala atau memicu serangan pada individu yang rentan. Selain itu, stres fisik atau emosional dapat menjadi pemicu munculnya flare-up pada penderita dermatomiositis. 4. Kanker atau Penyakit Terkait Dermatomiositis dapat berhubungan dengan beberapa jenis kanker, terutama kanker paru-paru, payudara, dan ovarium. Pada beberapa kasus, dermatomiositis merupakan gejala awal dari kanker tersembunyi, dan sering disebut sebagai sindrom paraneoplastik. Penderita dermatomiositis berisiko lebih tinggi mengembangkan kanker, dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi kanker lebih dini. Penyakit kanker dapat memperburuk kondisi dermatomiositis, sehingga penanganan kanker dan dermatomiositis perlu dilakukan secara bersamaan. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Dermatomiositis Diagnosis dermatomiositis dimulai dengan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda khas, seperti ruam kulit dan kelemahan otot. Dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi antibodi spesifik, seperti anti-Jo-1, yang sering muncul pada penderita dermatomiositis. Biopsi kulit atau otot dapat dilakukan untuk memeriksa peradangan dan kerusakan jaringan pada penderita dermatomiositis. Pemeriksaan pencitraan, seperti MRI, dapat digunakan untuk menilai peradangan pada otot dan membantu diagnosis lebih lanjut. Cara Mengobati Penyakit Dermatomiositis Dermatomiositis adalah penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, perawatan dapat membantu mengelola gejala dan mencegah komplikasi. Berikut adalah beberapa cara mengobati dermatomiositis. 1. Pengobatan dengan Kortikosteroid Kortikosteroid seperti prednison digunakan untuk mengurangi peradangan pada kulit dan otot. Obat ini diberikan dalam dosis tinggi. Pengobatan dengan kortikosteroid efektif untuk mengurangi gejala akut dan menstabilkan kondisi penderita. Dosis dikurangi secara bertahap. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan efek samping, seperti osteoporosis dan diabetes. Pemantauan rutin diperlukan. Dokter akan menyesuaikan dosis untuk mencapai keseimbangan antara pengurangan peradangan dan mencegah efek samping. 2. Terapi Imunosupresan Imunosupresan seperti methotrexate atau azathioprine digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan. Obat ini membantu mengurangi gejala dan mencegah flare-up, terutama pada penderita dengan respons yang tidak memadai terhadap kortikosteroid. Terapi imunosupresan memerlukan pengawasan medis ketat, karena dapat menurunkan kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi. Pemantauan tes darah secara rutin sangat penting untuk mendeteksi potensi efek samping, seperti kerusakan hati atau ginjal. 3. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Fisioterapi dan terapi okupasi sangat penting untuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh yang terpengaruh. Terapi ini membantu penderita mengembalikan fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup, meski gejala otot tidak sepenuhnya hilang. Latihan dilakukan secara bertahap untuk mengurangi kekakuan sendi dan meningkatkan mobilitas tanpa menyebabkan cedera atau kelelahan. Penderita juga diajarkan teknik untuk mengelola nyeri dan beradaptasi dengan keterbatasan fisik mereka dalam aktivitas sehari-hari. 4. Pengobatan Topikal dan Pelindung Kulit Krim atau salep topikal, seperti kortikosteroid, dapat digunakan untuk meredakan ruam kulit dan mengurangi peradangan. Penggunaan tabir surya dan pelindung kulit lainnya juga sangat dianjurkan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat... - Published: 2025-09-14 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/plastik-microwave/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Microwave telah menjadi alat dapur yang praktis untuk memanaskan makanan dalam hitungan menit. Namun tahukah Anda wadah plastik berlabel "microwave safe" belum tentu benar-benar aman? Sebuah studi terbaru dalam Food Chemistry mengungkap bahwa plastik yang dianggap tahan panas di microwave masih dapat melepaskan bahan kimia yang berpindah ke makanan ketika dipanaskan. Ada kekhawatiran terhadap bahaya kesehatan dari perpindahan zat kimia itu. Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini. Mengenal Label Microwave Safe Sebelum mengupas soal label "microwave safe", perlu diketahui dulu apa itu microwave. Orang-orang umumnya mengacu pada alat elektronik berbentuk kotak untuk memanaskan makanan ketika mendengar kata “microwave”. Sebenarnya, seperti dijelaskan dalam LiveScience, microwave adalah jenis radiasi elektromagnetik, sama seperti gelombang radio, radiasi ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma. Microwave tidak hanya diterapkan dalam urusan masak-memasak di dapur, tapi juga di bidang komunikasi hingga pertahanan militer. Sebagai alat masak, microwave dimanfaatkan untuk memanaskan atau memasak makanan dengan cepat. Perangkat microwave oven bekerja dengan cara memancarkan gelombang mikro yang membuat molekul air di dalam makanan bergetar dengan cepat sehingga menghasilkan panas yang memanaskan makanan dari dalam. Karena itu, ada kekhawatiran penggunaan plastik dalam microwave tidak aman mengingat sifat plastik yang tidak tahan terhadap panas. Menyadari hal ini, produsen memproduksi wadah plastik dengan label “microwave safe”. Secara umum, label ini menandakan bahwa wadah plastik tersebut telah diuji dan dianggap tidak akan meleleh, berubah bentuk, atau pecah ketika dipanaskan dalam microwave sesuai dengan standar tertentu yang ditetapkan oleh badan regulasi. Food and Drug Administration di Amerika Serikat, misalnya, menegaskan bahwa beberapa wadah plastik tak boleh digunakan di microwave oven karena bisa meleleh akibat panas dari makanan di dalam. Artinya, fokus utama pemberian label ini adalah kepastian bahwa fisik wadah itu tidak akan berubah saat terpapar gelombang mikro. Dengan demikian, tak ada jaminan bahwa tidak ada sama sekali zat kimia atau partikel dari plastik yang akan berpindah ke makanan. Panas dari microwave tetap dapat memicu pelepasan senyawa kimia dalam jumlah kecil, termasuk partikel plastik berukuran mikro dan nano yang bisa membahayakan kesehatan. Selain itu, ada risiko perpindahan bahan kimia dari plastik ke makanan saat dipanaskan. Beberapa bahan kimia juga bisa berbahaya bagi kesehatan ketika terakumulasi dalam tubuh karena bisa mengganggu sistem hormonal hingga memicu kanker. Bahaya di Balik Label Microwave Safe Sebagian besar wadah plastik yang diberi label microwave safe terbuat dari polypropylene atau polipropilena (PP, kode daur ulang #5) atau terkadang polyethylene atau polietilena (PE, kode daur ulang #1, #2, atau #4, meskipun beberapa jenis PE kurang tahan panas). Polypropylene dikenal memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibanding jenis plastik lain sehingga dianggap lebih stabil saat dipanaskan. Namun “stabil” di sini tidak selalu berarti tak ada reaksi sama sekali. Penelitian di jurnal Food Chemistry mengevaluasi perbedaan dalam hal zat yang ditambahkan secara sengaja (intentionally added substances/IAS) dan zat yang tidak ditambahkan secara sengaja (non-intentionally added substances/NIAS) pada kentang yang dimasak di dalam wadah plastik yang terbuat dari polietilena tereftalat dan polipropilena serta kentang yang dimasak tanpa wadah plastik tersebut. Menurut temuan dalam penelitian itu, memanaskan makanan dalam wadah plastik yang aman untuk microwave dapat menyebabkan: Pembentukan zat kimia baru (in situ-formed NIAS) selama proses pemanasan, seperti turunan HMPP-maltosa. Migrasi polimer polipropilena (PPGs) dari kemasan plastik ke dalam makanan yang meningkat signifikan saat dipanaskan. Meskipun toksisitas jangka pendek dan akut dari beberapa senyawa ini mungkin dianggap rendah, efek jangka panjangnya terutama ketika dikombinasikan dengan bahan kimia lain masih belum diketahui. Jumlah kemungkinan kombinasi zat kimia dan penilaian risikonya juga memerlukan riset lebih lanjut. Penelitian ini menekankan bahwa memasak dengan wadah plastik di microwave dapat melepaskan dan bahkan membentuk zat kimia baru dalam makanan, yang efek jangka panjangnya belum sepenuhnya dipahami. Studi lain yang menggambarkan bahaya penggunaan plastik dalam microwave ada di The American Journal of Medicine. Menurut penelitian tersebut, ada dua zat aditif dalam plastik yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia, yakni bisfenol A (BPA) dan ftalat. BPA adalah zat aditif yang digunakan untuk membuat plastik keras dan bening. Adapun ftalat digunakan untuk membuat plastik lunak dan lentur. Baik BPA maupun ftalat diyakini dapat mengganggu efek biologis testosteron dan estrogen saat masuk ke tubuh. Kesimpulannya, penggunaan plastik berlabel "microwave safe" tidak selalu menjamin keamanan. Penelitian menunjukkan banyak jenis plastik dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ketika dipanaskan yang berpotensi membahayakan kesehatan kita. Resiko yang dapat terjadi tergantung dari suhu, durasi pemanasan dan juga jenis plastik yang digunakan. Karena itu, disarankan untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan alternatif cara memasak untuk mengurangi paparan kimia serta perlunya informasi yang lebih jelas pada kemasan produk. Alternatif wadah yang bisa Anda gunakan antara lain, kertas food grade seperti paper bowl/box dengan PE Coating, wadah kaca borosilikat (glassware microwave safe), wadah silicone, PLA (polylactic acid) bioplastik yang terbuat dari jagung, bahan ini selain aman juga ramah lingkungan dan mudah terurai. Narasumber: dr. Beta Agustia Wisman, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2025-09-13 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/anak/sindrom-prader-willi/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Sindrom Prader-Willi (PWS) adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi regulasi hormon, kontrol nafsu makan, pertumbuhan, dan fungsi kognitif. Kondisi ini bersifat bawaan dan biasanya dikenali sejak masa bayi. Penderita sindrom ini mengalami gangguan kontrol rasa lapar yang ekstrem, sehingga berisiko mengalami obesitas parah jika tidak ditangani dengan manajemen khusus. Gangguan ini juga berdampak pada perkembangan motorik, perilaku, dan intelektual. Mengenal Sindrom Prader-Willi Sindrom Prader-Willi terjadi akibat hilangnya ekspresi gen dari kromosom 15q11-q13 yang diturunkan dari ayah. Gangguan ini mempengaruhi sistem endokrin, metabolisme, dan regulasi perilaku makan. Anak dengan sindrom ini mengalami keterlambatan pertumbuhan, hipotonia (otot lemah), serta gangguan perkembangan kognitif dan sosial. Seiring pertambahan usia, gejala berubah dari kesulitan makan di masa bayi menjadi rasa lapar berlebihan di masa anak dan remaja. Sindrom ini dapat menyerang laki-laki maupun perempuan dari semua kelompok etnis, dan sering kali baru terdiagnosis setelah usia 1 tahun jika tidak dikenali sejak bayi. Gejala Sindrom Prader-Willi Gejala PWS bervariasi menurut usia: Masa bayi: Hipotonia (otot lemah) signifikan Kesulitan menyusu atau menelan Pertumbuhan lambat Respons refleks lemah Masa anak dan remaja: Nafsu makan berlebihan (hiperfagia) Kenaikan berat badan cepat Perkembangan motorik dan bicara terlambat Tinggi badan pendek Hipogonadisme (gangguan fungsi gonad) Tangan dan kaki kecil Gangguan perilaku, seperti keras kepala, temper tantrum, dan perilaku obsesif Keterlambatan intelektual ringan hingga sedang Penyebab Sindrom Prader-Willi PWS disebabkan oleh gangguan ekspresi genetik pada kromosom 15q11-q13 dari ayah. Tiga mekanisme genetik utama meliputi: 1. Delesi pada Kromosom 15 dari Ayah (70% kasus) Terjadi kehilangan sebagian kromosom 15 paternal. Akibatnya, gen penting yang hanya aktif pada kromosom dari ayah tidak dapat diekspresikan. 2. Disomi Uniparental Maternal (UPD) (25–30%) Kedua kromosom 15 yang dimiliki anak berasal dari ibu, tanpa salinan dari ayah. Karena gen pada kromosom ibu tidak aktif untuk bagian ini, tidak ada ekspresi gen fungsional. 3. Kesalahan Imprinting atau Mutasi Pusat Imprinting ( - Published: 2025-09-12 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/akupunktur/terapi-akupunktur-medik/ - Kategori: Akupunktur - Translation Priorities: Optional Terapi akupunktur merupakan metode pengobatan yang efektif untuk mengatasi nyeri kronis. Dengan merangsang titik tertentu, akupunktur dapat meredakan rasa sakit. Proses akupunktur melibatkan penggunaan jarum tipis yang dimasukkan pada titik-titik tertentu. Metode ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah. Mengenal Terapi Akupunktur pada Nyeri Kronis Terapi akupunktur adalah salah satu metode pengobatan yang telah digunakan selama ribuan tahun. Teknik ini berfokus pada merangsang titik tertentu di tubuh untuk mengurangi nyeri. Akupunktur bekerja dengan cara mengaktifkan sistem saraf tubuh untuk mengeluarkan zat yang dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit. Terapi ini sangat efektif untuk mengatasi nyeri kronis. Pengobatan ini dapat digunakan untuk berbagai kondisi, seperti nyeri punggung, osteoarthritis, dan migrain. Hasilnya dapat terlihat setelah beberapa sesi terapi yang rutin dilakukan. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Akupunktur pada Nyeri Kronis Terapi akupunktur dapat membantu mereka yang menderita nyeri kronis yang sulit diatasi dengan pengobatan biasa. Akupunktur menjadi pilihan efektif bagi pasien yang membutuhkan pengelolaan nyeri jangka panjang. Nyeri punggung bawah Migrain atau sakit kepala Nyeri sendi atau arthritis Nyeri leher atau bahu Fibromyalgia Nyeri akibat cedera olahraga Nyeri pada kondisi saraf (neuropati) Sakit pada proses pemulihan pasca-operasi Kapan Pasien Memerlukan Terapi Akupunktur pada Nyeri Kronis Pasien yang menderita nyeri kronis yang tidak merespon pengobatan konvensional dapat mempertimbangkan terapi akupunktur. Metode ini memberikan alternatif untuk pengelolaan nyeri. Jika nyeri berlangsung lebih dari beberapa minggu atau bulan tanpa perbaikan, akupunktur bisa menjadi pilihan yang efektif. Terapi ini sering digunakan untuk kondisi yang sulit diobati. Akupunktur juga dapat membantu bagi pasien yang mencari pengobatan tanpa obat-obatan atau efek samping yang terkait dengan pengobatan medis lainnya. Manfaat dan Tujuan Terapi Akupunktur pada Nyeri Kronis Terapi akupuntur memiliki berbagai manfaat dalam mengatasi nyeri kronis. Tujuan utama terapi ini adalah meredakan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien. 1. Mengurangi Rasa Sakit dan Peradangan Akupunktur dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh berbagai kondisi kronis. Dengan merangsang titik-titik tertentu, akupunktur mengaktifkan sistem saraf untuk menghasilkan endorfin. Endorfin adalah zat alami yang berfungsi sebagai pereda nyeri. Akupunktur juga membantu mengurangi peradangan yang dapat memperburuk rasa sakit. 2. Meningkatkan Aliran Darah dan Sirkulasi Akupunktur merangsang aliran darah ke area yang cedera atau nyeri. Ini mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi ketegangan otot. Dengan meningkatnya sirkulasi darah, tubuh mendapatkan lebih banyak oksigen dan nutrisi untuk mendukung pemulihan. Hal ini juga membantu dalam mengurangi rasa nyeri secara bertahap. 3. Meningkatkan Fungsi Sistem Saraf Terapi akupunktur dapat meningkatkan komunikasi antara sistem saraf dan tubuh. Ini membantu tubuh merespons lebih baik terhadap rasa sakit dan cedera. Dengan stimulasi pada titik tertentu, akupunktur mengoptimalkan fungsi saraf untuk mengurangi nyeri. Ini penting dalam mengelola kondisi nyeri kronis yang berkepanjangan. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Akupunktur pada Nyeri Kronis Sebelum menjalani terapi akupunktur, pasien perlu mempersiapkan diri untuk memastikan pengobatan berjalan lancar dan efektif. Persiapan ini mencakup konsultasi dan pemahaman tentang kondisi tubuh. Konsultasi dengan praktisi akupunktur yang berlisensi Memberikan riwayat kesehatan dan kondisi medis lengkap Memastikan tidak ada alergi atau reaksi terhadap jarum akupunktur Menghindari makan berat sebelum sesi terapi Menyiapkan pakaian yang nyaman dan longgar Memberitahukan cedera atau nyeri yang sedang dialami Mengatur jadwal terapi yang sesuai dengan rutinitas Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Akupunktur pada Nyeri Kronis Prosedur terapi akupunktur untuk nyeri kronis melibatkan beberapa tahap yang dirancang untuk meredakan rasa sakit secara efektif. Setiap langkah terapi bertujuan untuk merangsang titik-titik tertentu di tubuh. 1. Penilaian Kondisi Pasien Sebelum terapi dimulai, praktisi akupunktur akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi pasien. Ini meliputi riwayat medis dan gejala yang dialami. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan titik akupunktur yang tepat untuk meredakan nyeri. Terapi kemudian akan disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien. 2. Penyusunan Titik Akupunktur Praktisi akupunktur akan menentukan titik-titik tertentu di tubuh yang akan dirangsang dengan jarum. Titik ini biasanya sesuai dengan jenis nyeri yang dialami. Setelah titik-titik ditentukan, jarum akupunktur tipis dimasukkan dengan hati-hati pada lokasi yang tepat. Tiap jarum dibiarkan di tempatnya untuk waktu tertentu, biasanya 20-30 menit. 3. Proses Pemasangan Jarum Jarum yang digunakan dalam akupunktur sangat tipis dan dimasukkan dengan perlahan pada titik akupunktur. Proses ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya sensasi ringan. Proses ini berlangsung cukup cepat dan tidak memerlukan pemulihan panjang. Perawatan Pasca Terapi Akupunktur pada Nyeri Kronis Setelah menjalani terapi akupunktur, perawatan lanjutan diperlukan untuk memastikan pemulihan optimal dan efektivitas terapi. Perawatan ini membantu meningkatkan hasil dan mencegah kekambuhan nyeri. 1. Istirahat dan Pemulihan Pasien disarankan untuk memberi tubuh istirahat setelah sesi akupunktur. Ini memungkinkan tubuh menyerap manfaat dari terapi dengan lebih baik. Meskipun istirahat penting, pasien juga dianjurkan untuk bergerak ringan, seperti berjalan kaki. Hal ini membantu mengurangi kekakuan dan meningkatkan sirkulasi darah. 2. Menghindari Aktivitas Berat Pasca terapi, pasien harus menghindari aktivitas fisik berat atau olahraga yang intens. Aktivitas tersebut dapat mengganggu proses penyembuhan dan memicu nyeri kembali. 3. Perawatan Lanjutan dan Tindak Lanjut Pasien perlu mengikuti sesi tindak lanjut sesuai rekomendasi praktisi akupunktur. Ini bertujuan... - Published: 2025-09-11 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung/darah-tinggi/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dianggap sebagai "silent killer" karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Padahal hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan masalah kesehatan serius lain. Karena itu, penting untuk mengenali faktor risiko hipertensi, juga mengetahui cara menurunkan darah tinggi dan cara mencegah hipertensi. Artikel berikut ini akan memberikan penjelasan seputar hipertensi, terutama tentang cara menurunkan dan mencegahnya. Apa Itu Hipertensi? Hipertensi adalah kondisi medis kronis yang terjadi ketika tekanan darah di pembuluh darah arteri meningkat. Tekanan darah diukur dengan dua angka: sistolik (tekanan saat jantung memompa darah) dan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat di antara detakan). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi atau tekanan darah tinggi ditetapkan jika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg dalam pengukuran di klinik atau fasilitas layanan kesehatan. WHO memperkirakan prevalensi hipertensi global mencapai 33 persen pada 2023 dan sebagian besar berada di negara berkembang. Data ini menandakan masyarakat perlu mewaspadai hipertensi yang erat kaitannya dengan penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah, terutama penyakit jantung dan stroke. Masyarakat harus memahami cara mencegah darah tinggi dengan mengetahui faktor risiko hipertensi, juga cara menurunkan hipertensi jika sudah telanjur mengalaminya. Memahami angka tekanan darah adalah langkah pertama untuk mengelola kesehatan jantung. Menurut WHO, tekanan darah normal bagi orang dewasa adalah 120/80 mmHg. Berikut ini klasifikasi tekanan darah yang umum digunakan: Normal: sekitar 120/80 mmHg. Prahipertensi (elevated blood pressure): tekanan sistolik 120-129 mmHg dan tekanan diastolik kurang dari 80 mmHg. Individu dengan prahipertensi memiliki kemungkinan tinggi mengalami hipertensi dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hipertensi tahap 1: tekanan sistolik 130-139 mmHg atau tekanan diastolik 80-89 mmHg. Hipertensi tahap 2: tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Krisis hipertensi: tekanan sistolik di atas 180 mmHg dan/atau tekanan diastolik di atas 120 mmHg. Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat. Penting untuk dicatat bahwa tekanan darah dapat bervariasi sepanjang hari karena aktivitas fisik, emosi, dan faktor lain. Karena itu, diagnosis hipertensi biasanya didasarkan pada beberapa pengukuran yang diambil pada waktu berbeda. Faktor Risiko Hipertensi Hipertensi seringnya merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor risiko. Sejumlah faktor itu tidak dapat diubah (non-modifiable), sementara yang lain dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup (modifiable). Faktor risiko yang tidak dapat diubah Usia: risiko hipertensi meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pada laki-laki, peningkatan risiko terjadi setelah usia 45 tahun, sementara pada wanita setelah 55 tahun. Genetik/riwayat keluarga: adanya anggota keluarga dekat yang menderita hipertensi membuat seseorang lebih berisiko mengalaminya juga. Penelitian di European Heart Journalmenunjukkan riwayat keluarga/keturunan adalah faktor risiko hipertensi yang signifikan. Jenis kelamin: hipertensi lebih banyak ditemukan pada pria daripada perempuan, meski kasus pada perempuan setelah berusia lanjut lebih tinggi. Faktor risiko yang dapat diubah Gaya hidup tidak aktif (kurang olahraga):kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan tekanan darah. Obesitas/kelebihan berat badan: kelebihan berat badan atau obesitas memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah dan jantung sehingga meningkatkan risiko hipertensi. Konsumsi garam berlebihan: asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, meningkatkan volume darah dan tekanan pada pembuluh darah. Merokok: merokok merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan, yang meningkatkan tekanan darah. Konsumsi alkohol berlebihan: alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Stres: stres kronis dapat memicu pelepasan hormon yang meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah hingga menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Kurang tidur: Selama tidur, tekanan darah cenderung menurun. Jika tidur terganggu atau tidak cukup, tekanan darah bisa tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama. Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Mencegah Hipertensi Mengupayakan pencegahan hipertensi sangat krusial untuk kesehatan jangka panjang. Pada dasarnya, cara menurunkan dan mencegah hipertensi serupa. Intinya adalah modifikasi gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan. Bedanya adalah cara menurunkan tekanan darah tinggi kerap membutuhkan pengobatan medis. Berikut ini rinciannya: Pola makan yang terbukti efektif dalam menurunkan dan mencegah hipertensi adalah Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Diet DASH berfokus pada konsumsi buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, biji-bijian utuh, ikan, unggas, dan kacang-kacangan sembari membatasi lemak jenuh, kolesterol, dan natrium. Batasi konsumsi garam hingga kurang dari 5 gram (satu sendok teh) per hari. [ Memperbanyak asupan kalium untuk membantu menyeimbangkan efek natrium dan membantu ginjal mengeluarkan kelebihan natrium dari tubuh, antara lain dari sayuran hijau, buah-buahan (pisang, alpukat), kacang-kacangan, dan ikan. Mencukupi kebutuhan magnesium yang berperan mengatur fungsi otot dan saraf, termasuk otot pada dinding pembuluh darah, sehingga membantu pembuluh darah rileks dan tidak menyempit. Beraktivitas fisik secara teratur untuk menguatkan jantung sehingga lebih efisien dalam memompa darah. Jenis olahraga yang direkomendasikan meliputi jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, dan aerobik. Menurunkan berat badan, bahkan sedikit, dapat memberikan dampak signifikan pada tekanan darah. Mengendalikan stres, misalnya dengan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, pernapasan dalam, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Tidur yang cukup dan berkualitas, disarankan 7-9 jam per malam. Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok. Untuk menurunkan... - Published: 2025-09-10 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/umum/jenis-kopi/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Banyak orang menjadikan kopi sebagai bagian dari rutinitas harian. Kopi dicari karena efek ”stimulan” dari kafein yang dikandungnya, dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi. Kopi juga memiliki banyak senyawa asam amino dan antioksidan, yang mulai diteliti tentang manfaatnya bagi kesehatan. Namun, tidak sedikit pula yang merasa khawatir akan dampak kopi, terutama karena efek ”gemetar” dan ”berdebar” yang sering muncul setelah mengonsumsinya. Pembahasan mengenai pengaruh kopi terhadap kesehatan jantung sudah lama menjadi topik yang diperdebatkan, karena berpengaruh terhadap irama jantung dan dapat meningkatkan tekanan darah secara sementara. Beberapa studi terdahulu menyatakan bahwa konsumsi kopi berisiko meningkatkan kejadian penyakit jantung. Namun, penelitian terbaru mulai menunjukkan hasil yang positif, terutama jika kopi dikonsumsi dalam batas yang wajar. Apakah kopi benar-benar berdampak terhadap jantung? Artikel berikut ini akan membahasnya. Jenis kopi: kopi biasa versus kopi decaf Kopi terdiri dari berbagai jenis, baik dari jenis biji maupun cara penyajiannya. Namun perlu diketahui bahwa beda jenis kopi memiliki karakteristik rasa dan kandungan kafein yang berbeda. Saat ini banyak beredar kopi decaf (decaffeinated), yang memiliki kadar kafein lebih rendah dibandingkan kopi biasa. Proses dekafeinasi dapat menghilangkan sekitar 97 persen kandungan kafein dalam biji kopi, menyisakan hanya sekitar 2-15 miligram kafein di dalam satu gelas kopi yang disajikan. Penelitian tentang kopi dan dampaknya terhadap jantung Terdapat penelitian yang membahas dampak kopi terhadap kesehatan jantung berdasarkan jenis kopi yang diminum: kopi decaf (rendah kafein), kopi ground (bubuk) dan kopi instan; serta banyaknya cangkir kopi yang dikonsumsi per hari. Kemudian diteliti hubungannya dengan risiko kejadian gangguan irama jantung (aritmia) dan penyakit kardiovaskular (jantung koroner, gagal jantung, stroke iskemik). Kopi dan aritmia Konsumsi kopi ground dan kopi instan memiliki efek protektif, yakni menurunkan risiko kejadian aritmia. Namun efek ini tidak didapati pada kelompok yang mengonsumsi kopi decaf. Hal ini dianggap sebagai akibat dari komponen kafein dan senyawa lainnya yang memberikan manfaat protektif, ikut hilang saat proses dekafeinasi. Kopi dan penyakit kardiovaskular Secara umum, baik jenis kopi decaf, kopi ground, ataupun kopi instan yang dikonsumsi sebanyak 2-3 cangkir per hari dianggap dapat menurunkan risiko kejadian penyakit kardiovaskular. Jadi, bagaimana tips menikmati kopi yang tepat? Konsumsi kopi perlu dibatasi agar tidak melebihi dari 5 cangkir per hari. Pemilihan antara jenis kopi; baik kopi biasa ataupun kopi decaf dapat disesuaikan dengan kondisi anda. Kopi biasa dapat dipilih jika ingin mencari efek stimulan, selama toleransi terhadap kafein baik. Kopi decaf cocok sebagai alternatif bagi anda yang sensitif terhadap efek kafein, serta yang memiliki hipertensi dan gula darah tinggi. Namun tentunya, hal ini perlu diimbangi dengan aktivitas fisik dan gaya hidup sehat. Narasumber: dr. Michelle Anggawijayadr. Dokter Umum Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-09-09 - Modified: 2025-09-18 - URL: https://primayahospital.com/tht/telinga-berdenyut/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Telinga berdenyut seperti jantung yang disertai atau pun tidak disertai nyeri tentunya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sejatinya, apa sih penyebab yang mendasari kondisi ini? Dalam medis, kondisi ini masih menjadi bagian dari tinnitus karena seseorang mendengar adanya suatu suara . Hanya saja, bunyi yang timbul biasanya berupa denyutan jantung yang terdengar sesuai irama detak jantung. Mengenal Telinga Berdenyut Telinga berdenyut yaitu suatu kondisi ketika bagian telinga mengalami denyutan baik disertai dengan rasa sakit ataupun tidak. Kondisi ini dalam istilah medis juga dikenal dengan sebutan pulsatile tinnitus. Suara denyutan yang terdengar sinkron dengan detak jantung. Anda dapat mendengarnya dari satu sisi telinga, dari sebelah telinga lainnya, atau bahkan keduanya. Kondisi ini berbeda dengan tinnitus pada umumnya karena biasanya hanya bunyi denging atau pun desingan. Ada banyak kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini. Di antaranya mulai dari tumor, gangguan tulang telinga, gangguan aliran darah, hingga penyakit meniere. Pengobatan oleh dokter tentunya akan mempertimbangkan kondisi penyakit yang mendasarinya. Kondisi Telinga Berdenyut Gejala Utama Bagian dalam telinga berdenyut Dokter Spesialis Dokter spesialis THT Penyebab Utama Tumor, gangguan tulang telinga, gangguan aliran darah, hingga penyakit meniere Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, angiografi, CT scan, audiometri Faktor Risiko Usia lanjut, jenis kelamin wanita, gangguan pembuluh darah Pengobatan Pengobatan sesuai penyakit dasarnya Pencegahan Hindari suara keras, bersihkan telinga dengan benar Komplikasi Gangguan pendengaran, kecemasan dan depresi Faktor Risiko Walaupun kondisi ini dapat terjadi pada setiap orang, namun ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini. Di antaranya yaitu: Orang dengan usia lanjut akan lebih rentan terkena kondisi ini. Jenis kelamin. Dibandingkan pria, wanita lebih berisiko mengalami kondisi ini. Gangguan tulang telinga. Contohnya otosklerosis dapat meningkatkan risiko telinga berdenyut. Gangguan pembuluh darah. Contohnya seperti hipertensi maupun aterosklerosis dapat berperan meningkatkan risiko seseorang terhadap telinga berdenyut. Tumor kepala dan leher. Kondisi ini memang tergolong jarang namun bisa menjadi penyebab utama. Penyebab Telinga Berdenyut Selain faktor risiko di atas, ada beberapa penyebab seseorang mengalami telinga berdenyut seperti halnya: Gangguan tulang telinga. Perubahan aliran darah. Tumor Penyakit meniere. Kontraksi otot. Penumpukan kotoran pada telinga. Gangguan sendi TMJ (temporomandibular). Gejala Telinga Berdenyut Mengutip dari situs webmd, bahwa gejala utama dari kondisi ini yaitu terdengar suara yang seirama dengan detak jantung. Bagian telinga yang mendengarnya pun bisa hanya sebelah saja maupun keduanya. Suara yang terdengar pun bisa keras atau pun lirih bahkan kadang bisa sangat mengganggu. Selain itu, kondisi ini kadang kala disertai dengan nyeri atau sakit yang datang dan pergi seketika. Bahkan bisa berbarengan dengan migrain atau sakit kepala sebelah. Tak hanya itu, terkadang disertai juga dengan kondisi bernama hipertensi idiopathic intracranial berupa tekanan tinggi pada cairan di sekitar otak yang menyebabkan gejala: Nyeri Pusing Gangguan pendengaran. Gangguan penglihatan. Cara Dokter Mendiagnosis Selain wawancara medis dan pemeriksaan telinga, dokter mungkin akan melakukan beberapa metode pemeriksaan berikut: CT scan. MRI scan. Audiometri Angiografi Pencegahan Telinga Berdenyut Walau kondisi ini tidak selalu bisa dicegah, namun Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut untuk meminimalisir mengalami telinga berdenyut: Hindari paparan suara yang sangat keras atau bising. Kelola tekanan darah dengan baik. Bersihkan telinga secara benar. Periksakan ke dokter THT secara rutin. Jaga kesehatan jantung. Pengobatan Telinga Berdenyut Pulsatile tinnitus memang tidak mesti selalu bisa diobati karena menyesuaikan dengan penyebab yang ada. Dokter akan melakukan pengobatan berdasarkan penyebab penyakit tersebut sehingga membutuhkan diagnosis secara lengkap dan mendalam. Obat-obatan Dokter mungkin akan melakukan pemberian obat-obatan tertentu untuk membantu membuat Anda rileks dan lebih santai. Misalnya memberikan obat anxiety atau anti depresan. Beberapa obat tertentu seperti obat penurun tekanan darah tinggi atau obat untuk pembuluh darah mungkin bisa diberikan jika memang penyebabnya demikian. Operasi Dalam beberapa kasus, operasi mungkin akan dokter lakukan. Misalnya jika permasalahannya dari pembuluh darah, maka bisa dengan melakukan operasi perbaikan pembuluh darah. Jika memang itu masalahnya, maka setelah operasi nantinya gejala akan hilang sepenuhnya. Terapi dan Penggunaan Alat Selain itu, beberapa alat terapi juga mungkin dapat membantu seseorang untuk menyamarkan suara sehingga tidak mengganggu ketenangan. Contohnya yaitu alat white noise, alat bantu dengar, atau tinnitus retraining device yang akan memutar musik sesuai frekuensi suara yang didengar pasien. Komplikasi Komplikasi yang mungkin dialamai oleh penderita pulsatile tinnitus meliputi: Gangguan tidur. Masalah pendengaran. Depresi dan stres. Kecemasan Gangguan konsentrasi. Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda mengalami gejala telinga berdenyut selama beberapa hari dan tak kunjung sembuh, maka segera periksakan ke dokter spesialis THT. Terlebih, jika disertai dengan gejala berupa: Nyeri Pusing Gangguan pendengaran. Gangguan penglihatan. Narasumber: dr. Mahdi Umar, Sp. THT-BKL Spesialis THT Primaya Hospital Hertasning - Published: 2025-09-08 - Modified: 2025-08-28 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyakit-canavan/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Penyakit Canavan adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen ASPA. Gejala Penyakit Canavan biasanya muncul pada masa bayi. Anak mengalami kehilangan keterampilan motorik dan perkembangan yang terhambat. Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada sel otak akibat penumpukan zat beracun. Hal ini berdampak pada kemampuan bergerak dan berpikir. Mengenal Penyakit Canavan Penyakit Canavan adalah kelainan metabolik yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini termasuk dalam kelompok leukodistrofi. Secara genetik, Penyakit Canavan disebabkan oleh mutasi pada gen ASPA. Mutasi ini menghambat produksi enzim aspartoacylase. Kekurangan enzim menyebabkan penumpukan NAA (N-acetylaspartate) di otak. Hal ini merusak mielin yang melindungi sel saraf. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak keturunan Yahudi Ashkenazi. Namun, dapat juga terjadi pada populasi lain secara sporadis. Gejala Penyakit Canavan Gejala Penyakit Canavan biasanya muncul pada bayi berusia beberapa bulan. Gejala dapat berkembang dan memburuk seiring waktu. Hilangnya keterampilan motorik Kelemahan otot atau hipotonia Kepala membesar (makrosefali) Gangguan penglihatan Kesulitan menelan Kejang-kejang Gangguan koordinasi dan keseimbangan Keterlambatan perkembangan motorik Iritabilitas atau tangisan tanpa sebab Postur tubuh tidak normal Penurunan tonus otot Masalah pernapasan Penurunan kemampuan kognitif Hilangnya refleks tendon dalam Kesulitan mengontrol gerakan kepala Penyebab Penyakit Canavan Penyakit Canavan disebabkan oleh kelainan genetik pada gen ASPA. Mutasi gen ini mengganggu produksi enzim penting dalam otak. 1. Mutasi Gen ASPA Mutasi pada gen ASPA merupakan penyebab utama Penyakit Canavan. Gen ini bertanggung jawab memproduksi enzim aspartoacylase. Aspartoacylase penting dalam metabolisme NAA (N-acetylaspartate). Enzim ini berfungsi memecah NAA menjadi aspartat dan asetat. Jika gen ASPA bermutasi, produksi enzim terganggu. Akibatnya, NAA menumpuk di otak dan merusak mielin. Penumpukan NAA menyebabkan degenerasi sel otak. Hal ini mengganggu fungsi saraf dan menyebabkan kerusakan neurologis. 2. Kerusakan Mielin pada Sistem Saraf Penyakit Canavan menyebabkan kerusakan mielin yang melindungi serabut saraf. Tanpa mielin, transmisi impuls saraf menjadi lambat. Kerusakan ini mengganggu koordinasi otot dan fungsi motorik. Akibatnya, penderita mengalami kelemahan otot dan keterlambatan perkembangan. Kondisi ini juga menyebabkan perubahan struktural pada otak. MRI menunjukkan area putih abnormal akibat kerusakan mielin. Kerusakan mielin bersifat progresif dan permanen. Intervensi dini penting untuk memperlambat perkembangan kerusakan. 3. Faktor Genetik Resesif Penyakit Canavan bersifat autosomal resesif. Anak harus mewarisi dua salinan gen cacat dari kedua orang tua. Orang tua yang membawa gen cacat tampak sehat. Namun, jika keduanya pembawa, risiko anak terkena penyakit adalah 25%. Mutasi pada gen ASPA lebih umum pada keturunan Yahudi Ashkenazi. Namun, dapat terjadi pada kelompok etnis lain. Konsultasi genetik diperlukan bagi pasangan dengan riwayat penyakit. Skrining genetik membantu mendeteksi risiko sebelum kehamilan. 4. Ketidakseimbangan Metabolik NAA Tanpa enzim aspartoacylase, NAA tidak dapat terurai. Ketidakseimbangan ini menyebabkan NAA menumpuk dalam cairan serebrospinal. Penumpukan NAA merusak oligodendrosit yang menghasilkan mielin. Hal ini menyebabkan pembentukan mielin terganggu. Selain itu, NAA yang berlebihan merusak sel glial di otak. Akibatnya, fungsi kognitif dan motorik penderita semakin memburuk. Ketidakseimbangan ini juga memicu edema otak. Tekanan berlebih di otak dapat menyebabkan gejala seperti makrosefali. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Canavan Dokter melakukan diagnosis Penyakit Canavan melalui pemeriksaan klinis dan riwayat keluarga. Biasanya dilakukan pada bayi dengan gejala neurologis. Tes genetik dilakukan untuk mendeteksi mutasi gen ASPA. Pemeriksaan ini membantu memastikan adanya kelainan genetik. Selain itu, dokter melakukan tes MRI otak. MRI menunjukkan area putih abnormal akibat kerusakan mielin pada otak. Tes NAA dalam cairan serebrospinal juga dilakukan. Peningkatan kadar NAA mengindikasikan adanya gangguan metabolisme terkait. Cara Mengobati Penyakit Canavan Pengobatan Penyakit Canavan difokuskan pada manajemen gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Terapi dilakukan secara multidisiplin dan berkelanjutan. 1. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Terapi fisik bertujuan meningkatkan kekuatan otot dan mobilitas. Terapi ini penting untuk mencegah kekakuan sendi dan kontraktur. Latihan peregangan dan gerakan aktif dilakukan secara rutin. Fokusnya pada meningkatkan koordinasi dan kemampuan motorik. Rehabilitasi juga melibatkan terapi okupasi. Terapi ini membantu penderita belajar keterampilan sehari-hari dan meningkatkan kemandirian. Dukungan keluarga sangat penting selama proses rehabilitasi. Terapi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pasien. 2. Terapi Simptomatik dan Pengelolaan Gejala Terapi simptomatik bertujuan meredakan gejala neurologis. Obat antikejang diberikan untuk mengontrol kejang yang sering terjadi. Selain itu, obat antispastik digunakan untuk mengurangi kekakuan otot. Obat ini membantu meningkatkan kenyamanan dan mobilitas. Terapi pernapasan dilakukan jika ada masalah pernapasan. Ventilasi mekanik mungkin diperlukan pada kasus yang lebih berat. Dokter akan memantau efek samping obat secara berkala. Penyesuaian dosis dilakukan jika muncul gejala baru. 3. Terapi Enzim dan Genetik Penelitian terus dikembangkan untuk terapi enzim pengganti. Terapi ini bertujuan menggantikan enzim aspartoacylase yang hilang. Selain itu, terapi genetik sedang dikaji untuk memperbaiki mutasi gen ASPA. Hasil uji coba pada hewan cukup menjanjikan. Namun, saat ini terapi genetik masih dalam tahap penelitian. Belum ada terapi definitif yang terbukti efektif pada manusia. Dukungan dari komunitas ilmiah sangat penting. Partisipasi dalam uji klinis dapat mempercepat pengembangan pengobatan. 4. Dukungan Psikososial dan Edukasi Dukungan psikososial diperlukan bagi keluarga penderita. Edukasi tentang penyakit membantu menghadapi tantangan sehari-hari. Konseling psikologi membantu mengelola stres dan emosi. Keluarga... - Published: 2025-09-07 - Modified: 2025-08-28 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/masalah-kulit/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Kulit sebagai organ terbesar dan terluar pada manusia rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Salah satu masalah kulit yang kerap mengkhawatirkan adalah psoriasis. Tak hanya menimbulkan gejala fisik, psoriasis juga bisa memicu gangguan psikologis. Banyak penelitian menunjukkan pasien psoriasis cenderung mengalami tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang lebih tinggi dibanding individu tanpa kondisi ini. Penjelasannya dapat disimak dalam artikel berikut ini. Apa Itu Psoriasis? Psoriasis adalah penyakit kulit kronis tidak menular yang ditandai dengan adanya bercak merah bersisik. Penyakit ini disebabkan oleh reaksi autoimun yang berlebihan, yakni ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel kulit yang sehat. Menurut data World Health Organization (WHO), jutaan orang mengalami psoriasis dengan jumlah kasus di berbagai negara berkisar 0,09 hingga 11,4 persen. Normalnya, sel-sel kulit akan beregenerasi dalam siklus beberapa minggu. Namun, pada penderita psoriasis, sistem imun yang terlalu aktif keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat sehingga memicu produksi sel kulit baru yang berlebihan dan terlalu cepat hanya dalam hitungan hari. Akibatnya, sel-sel kulit mati menumpuk di permukaan dan membentuk plak tebal, kemerahan, dan bersisik. Gejala psoriasis bisa bervariasi, tapi umumnya mencakup: Bercak merah pada kulit yang tertutup oleh sisik perak Gatal atau nyeri pada area yang terkena Kulit kering yang mungkin pecah dan berdarah Perubahan pada kuku dan sendi Ketika kulit mengalami masalah yang terlihat jelas seperti psoriasis, dampaknya seringkali jauh melampaui ketidaknyamanan fisik. Rasa malu dan kurang percaya diri hingga isolasi sosial bisa mempengaruhi kesehatan mental penderita psoriasis. Sebagai perbandingan, kondisi kulit kronis lain yang juga sering dikaitkan dengan beban psikologis adalah dermatitis atopik atau eksim seperti dijelaskan dalam studi di International Journal of Molecular Sciences. Efek dua kondisi tersebut terhadap kondisi kejiwaan penderitanya dibahas dalam penelitian di jurnal Brain Sciences berjudul “Do Psoriasis and Atopic Dermatitis Affect Memory, Attention, Stress and Emotions? ”. Hubungan Psoriasis dan Kesehatan Mental? Studi di jurnal Brain Sciences melibatkan 90 pasien yang terdiri atas 30 pasien psoriasis, 30 pasien dermatitis atopik (DA), dan 30 individu sehat sebagai kelompok kontrol. Tujuannya adalah mengetahui apakah penderita psoriasis dan DA memiliki masalah lebih besar dalam mengenali emosi serta efektivitas perhatian dan memori, juga apakah mereka menggunakan strategi penanganan stres yang berbeda dibanding individu yang sehat. Penelitian itu mendapati beberapa temuan kunci pada pasien psoriasis dan DA, yakni: Kesulitan Mengenali dan Mengungkapkan Emosi (Alexithymia) Orang dengan psoriasis dan DA memiliki skor total yang lebih tinggi pada skala alexithymia. Alexithymia adalah suatu kondisi Pasien juga lebih kesulitan mengidentifikasi dan mendeskripsikan perasaan dibanding kelompok yang sehat. Strategi Penanganan Stres yang Berbeda Pasien psoriasis dengan gejala lebih parah (dinilai dengan Psoriasis Area and Severity Index atau PASI) cenderung lebih jarang menggunakan strategi selera humor dalam menghadapi situasi stres. Dampak pada Fungsi Kognitif Studi ini juga menemukan orang dengan psoriasis dan DA memiliki memori pengenalan pola yang lebih buruk dan mengingat urutan stimulus yang lebih pendek (memori kerja spasial) dibanding orang sehat. Temuan ini menguatkan banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan erat antara psoriasis dan kondisi mental. Diperkirakan 30-60 pasien psoriasis mengalami masalah mental. Adapun masalah mental yang paling sering terjadi adalah depresi dan gangguan kecemasan. Selain gangguan kecemasan, depresi, hingga pikiran bunuh diri, psoriasis juga dikaitkan dengan gangguan pada proses kognitif yang signifikan, termasuk dalam hal perhatian dan ingatan. Dampak Stres pada Pasien Psoriasis dan Cara Mengatasinya Di satu sisi, masalah kulit psoriasis bisa bikin stres penderitanya. Namun stres juga dapat memperburuk gejala psoriasis. Menurut penelitian di Frontiers in Human Neuroscience, tingkat stres yang tinggi dapat memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan ini bisa memperburuk kondisi kulit. Sebuah studi di Advances in Dermatology and Allergology menunjukkan pasien psoriasis dengan tingkat stres yang lebih tinggi cenderung memiliki gejala yang lebih parah. Karena itu, penting bagi penderita psoriasis untuk mengelola stres mereka dengan cara yang efektif. Mengingat psoriasis tak bisa disembuhkan secara total, penting untuk menerapkan manajemen stres guna menghadapi situasi ini. Caranya antara lain: Teknik relaksasi dengan latihan pernapasan dalam, meditasi, yoga, atau tai chi yang dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi respons stres. Latihan kesadaran penuh atau mindfulnessyang bisa membantu meningkatkan fokus individu dalam menghadapi rasa gatal atau pikiran negatif. Olahraga teratur untuk melepaskan endorphin atau hormon "bahagia" alami yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Melakukan hobi atau aktivitas yang disukai untuk mengalihkan perhatian dari penyakit dan memberikan kegembiraan. Berdasarkan bukti ilmiah yang terus berkembang, masalah kulit psoriasis memang sangat mungkin memicu stres. Gejala psoriasis dapat merasuk ke dalam pikiran dan mempengaruhi emosi sehingga mengganggu kesehatan mental. Karena itu, sembari menjalani pengobatan dan terapi, pasien psoriasis sebaiknya berupaya menjaga kondisi psikologis dengan manajemen stres demi meningkatkan kualitas hidup. Narasumber: dr. Indah Kencana, Sp. DV Spesialis Dermatovenerologi Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-09-06 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyakit-krabbe/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Penyakit Krabbe adalah kelainan genetik langka yang menyerang sistem saraf pusat. Kondisi ini disebabkan oleh defisiensi enzim. Kelainan ini biasanya muncul pada bayi sebelum usia enam bulan. Namun, pada beberapa kasus, gejala dapat muncul kemudian. Penyakit Krabbe menyebabkan kerusakan pada sel saraf otak dan sumsum tulang belakang. Hal ini berdampak pada kemampuan motorik. Mengenal Penyakit Krabbe Penyakit Krabbe adalah kelainan metabolik yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini tergolong langka dan serius. Secara medis, Penyakit Krabbe termasuk dalam kelompok leukodistrofi. Penyebab utamanya adalah mutasi gen GALC pada kromosom 14. Kondisi ini menyebabkan kekurangan enzim galaktosilseramidase. Akibatnya, terjadi penumpukan zat beracun yang merusak sel saraf. Penyakit ini lebih sering menyerang bayi. Namun, pada beberapa kasus, gejala dapat muncul pada masa kanak-kanak atau dewasa. Gejala Penyakit Krabbe Gejala Penyakit Krabbe dapat bervariasi tergantung usia penderita. Namun, ada beberapa tanda umum yang sering muncul. Kejang-kejang Kaku otot atau spastisitas Kesulitan mengisap atau menelan pada bayi Kehilangan kemampuan motorik yang sudah dikuasai Keterlambatan perkembangan motorik Gangguan penglihatan dan pendengaran Iritabilitas atau tangisan tanpa sebab Penurunan tonus otot (hipotonia) Atrofi otot progresif Kehilangan refleks tendon dalam Masalah pernapasan Gangguan tidur Hilangnya kemampuan kognitif secara bertahap Kelumpuhan pada tahap lanjut Koma pada kasus yang parah Penyebab Penyakit Krabbe Penyakit Krabbe disebabkan oleh kelainan genetik yang memengaruhi produksi enzim penting. Mutasi pada gen GALC menjadi faktor utama. 1. Mutasi Gen GALC Penyakit Krabbe terjadi akibat mutasi pada gen GALC. Gen ini bertanggung jawab memproduksi enzim galaktosilseramidase. Enzim galaktosilseramidase penting dalam metabolisme lemak pada sel saraf. Kekurangan enzim ini menyebabkan penumpukan galaktosilseramid. Penumpukan zat tersebut merusak mielin pada sel saraf. Akibatnya, fungsi saraf terganggu dan menyebabkan gejala neurologis. Mutasi gen GALC bersifat autosomal resesif. Artinya, anak harus mewarisi dua salinan gen dari kedua orang tua. 2. Kelainan Metabolisme Mielin Penyakit Krabbe mengganggu pembentukan dan pemeliharaan mielin. Mielin adalah lapisan lemak yang melindungi serabut saraf. Jika mielin rusak, transmisi impuls saraf melambat. Hal ini menyebabkan gangguan motorik dan sensorik pada penderita. Kelainan metabolisme mielin mengakibatkan atrofi otot progresif. Pada tahap lanjut, fungsi gerak dapat hilang sepenuhnya. Kerusakan mielin juga memengaruhi kemampuan berpikir dan belajar. Gangguan ini berdampak pada perkembangan kognitif anak. 3. Gangguan Sel Glial Sel glial berperan mendukung dan melindungi neuron. Pada Penyakit Krabbe, sel glial mengalami kerusakan akibat penumpukan zat beracun. Akibat kerusakan ini, sel glial tidak dapat menjaga lingkungan saraf. Hal ini memperburuk kondisi mielin yang sudah rusak. Gangguan sel glial memicu peradangan di otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan ini dapat mempercepat kerusakan saraf. Kerusakan saraf yang tidak terkontrol menyebabkan penurunan fungsi neurologis. Penderita akan kehilangan kemampuan motorik dasar. 4. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga Penyakit Krabbe bersifat genetik dan diwariskan secara autosomal resesif. Orang tua yang membawa gen bisa tampak sehat. Jika kedua orang tua membawa gen cacat, risiko anak terkena penyakit ini adalah 25%. Skrining genetik dapat membantu deteksi. Riwayat keluarga dengan Penyakit Krabbe meningkatkan risiko. Oleh karena itu, konsultasi genetik sangat disarankan sebelum memiliki anak. Dalam beberapa kasus, mutasi gen bisa terjadi secara spontan. Namun, kebanyakan kasus terjadi karena pewarisan gen cacat. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Krabbe Diagnosis Penyakit Krabbe dimulai dengan evaluasi gejala klinis. Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan perkembangan pasien. Tes genetik dilakukan untuk mengidentifikasi mutasi pada gen GALC. Hasil tes membantu memastikan adanya kelainan genetik. Selain itu, tes enzim galaktosilseramidase dilakukan. Tujuannya untuk mengukur kadar enzim dalam darah atau cairan serebrospinal. Pencitraan otak seperti MRI dilakukan untuk mendeteksi kerusakan mielin. Gambaran MRI biasanya menunjukkan area putih abnormal. Cara Mengobati Penyakit Krabbe Pengobatan Penyakit Krabbe difokuskan pada mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Terapi dilakukan secara multidisiplin. 1. Transplantasi Sel Punca Transplantasi sel punca dilakukan pada tahap awal penyakit. Prosedur ini bertujuan menggantikan sel glial yang rusak. Dokter akan mengambil sel punca dari sumsum tulang atau darah tali pusat. Sel ini kemudian ditransplantasikan pada pasien. Transplantasi membantu memperbaiki produksi mielin. Hal ini penting untuk menjaga fungsi saraf pada penderita. Namun, transplantasi efektif jika dilakukan sebelum gejala berat muncul. Pada tahap lanjut, hasilnya cenderung kurang optimal. 2. Terapi Simptomatik Terapi ini bertujuan mengurangi gejala fisik dan neurologis. Terapi fisik dapat membantu mempertahankan kekuatan otot. Obat antikejang diberikan untuk mengendalikan kejang berulang. Obat antispastik juga digunakan untuk meredakan kekakuan otot. Terapi okupasi membantu meningkatkan keterampilan sehari-hari. Pendampingan psikososial juga diperlukan untuk mendukung keluarga pasien. Terapi simptomatik tidak menyembuhkan, tetapi meningkatkan kualitas hidup. Dukungan berkelanjutan sangat penting bagi pasien dan keluarga. 3. Terapi Enzim Pengganti Terapi ini bertujuan menggantikan enzim galaktosilseramidase yang hilang. Saat ini, terapi enzim masih dalam tahap penelitian. Enzim sintetis diberikan melalui infus intravena. Tujuannya adalah mengurangi penumpukan zat beracun pada sistem saraf. Penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan pada model hewan. Namun, pada manusia, efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut. Jika berhasil, terapi ini dapat memperlambat kerusakan saraf. Namun, belum menjadi terapi utama dalam penanganan Krabbe. 4. Perawatan Paliatif Pada tahap lanjut, perawatan paliatif difokuskan pada kenyamanan pasien. Perawatan... - Published: 2025-09-05 - Modified: 2025-09-05 - URL: https://primayahospital.com/umum/rs-di-makassar/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia terus berkembang menjadi pusat layanan kesehatan modern. Sebagai bagian dari jaringan rumah sakit swasta terkemuka yang hadir di kota Makassar adalah Primaya Hospital. Menariknya, saat ini terdapat dua RS Primaya di Makassar, yaitu: RS Primaya Hertasning (Jl. Aroepala No. 99 C, Makassar - 0821-2388-6969) RS Primaya Urip Sumoharjo (Jl. Jend. Urip Sumoharjo no. 43 Makassar) Banyak pasien yang sering kebingungan dan terkadang salah berkunjung karena keduanya sama-sama membawa nama Primaya Hospital Makassar. Artikel ini akan membantu Anda memahami salah satu rumah sakit di Makassar yaitu Primaya Hospital Hertasning, dari sisi unggulan layanan, lokasi, hingga fasilitas sehingga Anda bisa memiliki informasi ketika membutuhkan perawatan medis di Makassar. RS Primaya Hertasning: Pusat Layanan Unggulan dengan Konsep Modern 1. Layanan Unggulan RS Primaya Hertasning menempatkan diri sebagai pusat layanan medis modern dengan beberapa unggulan berikut: Eye Center Layanan pemeriksaan mata, operasi mata seperti katarak, dan layanan operasi Lasik Urologi Center Layanan bedah saluran kemih dengan dokter spesialis berpengalaman, termasuk kasus batu ginjal, prostat, dan saluran kemih lainnya. Woman & Child Center Mulai dari layanan persalinan normal, caesar, NICU, hingga tumbuh kembang anak. Brain Center Fokus pada kasus saraf, stroke, hingga bedah otak dengan peralatan penunjang modern. 2. Fasilitas Modern Ruang rawat inap nyaman hingga 108 tempat tidur. Peralatan diagnostik mutakhir. Tindakan Minimal Invasive. Ketersediaan dokter spesialis dan Layanan antar jemput pasien. Lokasi dan Akses ke RS Primaya Hertasning Salah satu penyebab pasien sering salah tujuan adalah karena nama “RS Primaya di Makassar” muncul di Google Maps untuk dua lokasi berbeda: Hertasning dan Urip. Agar tidak salah alamat, berikut panduan menuju RS Primaya Hertasning: PRIMAYA HOSPITAL HERTASNING Alamat: Jalan Aroepala No. 99 C, Makassar Customer Care: 0821-2388-6969 RS Primaya Hertasning mudah dijangkau dari berbagai titik di Kota Makassar, terutama dari wilayah Panakkukang, Pettarani, hingga Antang. Lokasinya sangat strategis dan dilengkapi dengan lahan parkir luas serta akses yang nyaman untuk pasien maupun keluarga. Mengapa Harus Memilih RS Primaya Hertasning? Beberapa alasan mengapa banyak pasien memilih RS Primaya Hertasning dibanding rumah sakit lain: Dokter Spesialis Lengkap – mulai dari ortopedi, urologi, saraf, obgyn, hingga dokter anak tersedia setiap hari. Fasilitas Modern – ruang perawatan nyaman, kamar VIP, ICU, NICU, serta ruang operasi dengan standar tinggi. Pelayanan Cepat – sistem pendaftaran online melalui website dan aplikasi Primaya Apps memudahkan pasien tanpa antri panjang. Kerja Sama Perusahaan & Asuransi – melayani pasien umum, perusahaan, serta hampir semua provider asuransi kesehatan. Dukungan Pasien – RS Primaya Hertasning menyediakan fasilitas jemputan, akomodasi, serta fast track pasien. Cara Mudah Mendaftar di RS Primaya Hertasning Untuk memudahkan pasien, RS Primaya Hertasning menyediakan layanan pendaftaran online: Melalui Website Primaya Hospital (https://primayahospital. com/rumah-sakit/primaya-hospital-hertasning) Melalui Aplikasi Primaya Apps (tersedia di Android & iOS) Melalui Call Center : 1500-007 Melalui WhatsApp Customer Care : 0821-2388-6969 Dengan pendaftaran online, Anda bisa memilih dokter, jadwal, dan layanan yang dibutuhkan tanpa harus mengantri lama di rumah sakit. Kesimpulan Jika Anda mencari “RS Primaya di Makassar”, Anda saat ini sudah mengetahui RS Primaya Hertasning yang berlokasi di Jalan Aroepala No. 99 C, dengan layanan unggulan Eye Center, Urologi Center, Woman & Child Center, serta Brain Center. Untuk pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan cepat, lengkap, dan modern di Makassar, RS Primaya Hertasning adalah pilihan terbaik. Jangan sampai salah alamat, segera kunjungi RS Primaya Hertasning atau hubungi Customer Care di 0821-2388-6969 untuk informasi dan pendaftaran. - Published: 2025-09-05 - Modified: 2025-09-05 - URL: https://primayahospital.com/umum/poli-dental-rs-makassar/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kesehatan gigi dan mulut bukan hanya soal estetika, tetapi juga berpengaruh besar pada kualitas hidup seseorang. Menyadari pentingnya hal tersebut, RS Primaya Hertasning Makassar menghadirkan Poli Dental dengan fasilitas modern, suasana nyaman, serta tim dokter gigi spesialis dan dokter gigi umum yang lengkap. Dengan total 3 poli gigi tematik bernuansa biru, hijau, dan pink, setiap pasien dapat merasakan pengalaman perawatan yang lebih tenang, nyaman, ramah anak, dan sesuai kebutuhan. Poli ini dirancang untuk menjawab berbagai keluhan gigi mulai dari pemeriksaan, perawatan rutin, penanganan gigi anak, hingga tindakan spesialistik kompleks. Mengapa Memilih Poli Dental RS Primaya Hertasning? Ada banyak alasan mengapa Poli Dental RS Primaya Hertasning menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya: Layanan lengkap: tersedia dokter gigi umum hingga dokter gigi spesialis. Suasana nyaman: ruang poli dengan desain tematik biru, hijau, dan pink. Teknologi modern: peralatan kedokteran gigi terkini untuk hasil optimal. Lokasi strategis: mudah dijangkau di kawasan Hertasning Makassar. Terintegrasi dengan rumah sakit: penanganan lebih komprehensif bila ada kebutuhan medis lain. Jenis Dokter Gigi Spesialis di RS Primaya Hertasning Poli Dental ini menghadirkan layanan dari berbagai cabang ilmu kedokteran gigi. Berikut adalah daftar lengkap dokter gigi yang siap melayani: 1. Dokter Gigi Umum Menangani perawatan dasar seperti tambal gigi, pembersihan karang gigi (scaling), cabut gigi, serta konsultasi kesehatan gigi dan mulut. 2. Dokter Gigi Spesialis Periodonti Ahli dalam menangani masalah gusi dan jaringan penyangga gigi, termasuk radang gusi, periodontitis, dan perawatan bedah gusi. 3. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia Spesialis dalam membuat gigi tiruan, crown, bridge, serta perawatan estetika gigi yang membantu memperbaiki fungsi mengunyah dan penampilan senyum. 4. Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fokus pada perawatan gigi berlubang, perawatan saluran akar, serta mempertahankan gigi asli agar tidak perlu dicabut. 5. Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak Menangani kesehatan gigi anak sejak usia dini, termasuk pencegahan gigi berlubang, tambal gigi anak, minim nyeri. 6. Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut Mengatasi kasus-kasus kompleks seperti operasi gigi bungsu, pencabutan gigi impaksi, hingga tindakan bedah rongga mulut lain yang memerlukan keahlian khusus. Suasana Poli Dental yang Nyaman RS Primaya Hertasning menghadirkan pengalaman berbeda dengan 3 ruang poli gigi bertema warna: Biru → memberikan kesan tenang dan profesional. Hijau → menenangkan dan identik dengan nuansa alami. Pink → ramah anak dan menciptakan suasana ceria. Suasana ini didesain agar pasien, terutama anak-anak, merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan gigi. Layanan Unggulan Poli Dental RS Primaya Hertasning Pembersihan karang gigi (Scalling) Tambal gigi (restorasi) Perawatan saluran akar (Root canal treatment) Pemasangan gigi tiruan (Denture, crown, bridge) Perawatan estetika Perawatan gigi anak (tambal, edukasi, pencegahan karies) Bedah gigi bungsu dan bedah mulut lainnya Semua layanan dilakukan oleh dokter berpengalaman dengan standar keamanan dan higienis rumah sakit. FAQ Poli Dental RS Primaya Hertasning Apakah perawatan gigi di RS Primaya Hertasning ditanggung asuransi? Ya, banyak asuransi kesehatan dan perusahaan bekerja sama dengan RS Primaya Hertasning. Silakan hubungi Customer Care untuk memastikan jenis asuransi Anda. Berapa biaya scaling gigi di Poli Dental? Biaya tergantung kondisi pasien. Untuk informasi lebih jelas, silakan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi kami. Apakah ada layanan khusus untuk anak-anak? Ya, tersedia dokter gigi spesialis anak dengan ruang poli ramah anak (tema pink). Apakah bedah gigi bungsu bisa dilakukan di sini? Bisa. Bedah mulut dilakukan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut dengan peralatan lengkap dan standar rumah sakit. Bagaimana cara membuat janji dengan dokter gigi di RS Primaya Hertasning? Cukup hubungi WhatsApp CS di nomor 0821-2388-6969 untuk booking jadwal. Kesimpulan Poli Dental RS Primaya Hertasning hadir sebagai solusi lengkap untuk semua kebutuhan perawatan gigi dan mulut Anda. Dengan dokter gigi umum dan spesialis lengkap, suasana poli nyaman dengan 3 tema warna, serta fasilitas modern, pasien dapat merasakan pelayanan yang aman, profesional, dan menyenangkan. Butuh perawatan gigi sekarang juga? Hubungi WhatsApp Cutomare Care RS Primaya Hertasning di 0821-2388-6969 untuk booking jadwal dan konsultasi langsung dengan dokter gigi spesialis kami. - Published: 2025-09-05 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyakit-phenylketonuria/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Penyakit Phenylketonuria (PKU) adalah kelainan genetik langka yang mengganggu metabolisme asam amino fenilalanin dalam tubuh. Penyakit ini bersifat bawaan. Kelainan ini disebabkan oleh mutasi pada gen PAH yang mengkode enzim fenilalanin hidroksilase. Enzim ini penting dalam pemecahan fenilalanin. Jika tidak diobati, fenilalanin menumpuk dalam darah dan otak. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan saraf dan keterbelakangan mental. Mengenal Penyakit Phenylketonuria Penyakit Phenylketonuria (PKU) adalah kelainan metabolik bawaan yang memengaruhi pemecahan asam amino fenilalanin dalam tubuh. PKU disebabkan oleh mutasi pada gen PAH yang mengkode enzim fenilalanin hidroksilase. Enzim ini diperlukan untuk mengubah fenilalanin menjadi tirosin. Tanpa enzim yang cukup, fenilalanin menumpuk dalam darah dan jaringan otak. Hal ini dapat merusak sel saraf secara progresif. PKU diwariskan secara autosomal resesif. Anak harus mewarisi dua salinan gen cacat dari kedua orang tua. Gejala Penyakit Phenylketonuria Gejala Penyakit Phenylketonuria (PKU) biasanya muncul pada masa bayi. Gejalanya dapat berkembang seiring waktu jika tidak ditangani. Keterlambatan perkembangan mental Bau apek pada napas dan urine Kejang-kejang Kulit pucat dan rambut pirang Gangguan perilaku atau hiperaktif Keterbelakangan mental jika tidak diobati Ruam kulit (eksim) Penyebab Penyakit Phenylketonuria Penyakit Phenylketonuria (PKU) disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi pemecahan asam amino fenilalanin. Mutasi ini bersifat autosomal resesif. 1. Mutasi pada Gen PAH Mutasi pada gen PAH merupakan penyebab utama PKU. Gen ini bertanggung jawab mengkode enzim fenilalanin hidroksilase. Enzim ini penting untuk mengubah fenilalanin menjadi tirosin. Jika gen PAH bermutasi, enzim tidak diproduksi dengan benar. Tanpa enzim yang cukup, fenilalanin tidak terurai. Akibatnya, fenilalanin menumpuk dalam darah dan jaringan otak. Mutasi gen PAH diwariskan secara autosomal resesif. Anak harus menerima dua salinan gen cacat dari kedua orang tua. 2. Kekurangan Enzim Fenilalanin Hidroksilase Fenilalanin hidroksilase bertanggung jawab menguraikan fenilalanin menjadi tirosin. Kekurangan enzim ini menyebabkan penumpukan fenilalanin. Tanpa pemecahan yang tepat, fenilalanin berubah menjadi zat beracun. Hal ini merusak jaringan otak dan menghambat perkembangan kognitif. Kekurangan enzim dapat dideteksi melalui tes darah pada bayi baru lahir. Kadar fenilalanin yang tinggi menunjukkan adanya PKU. Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah kerusakan otak. Terapi diet khusus dimulai sejak dini untuk mengurangi risiko komplikasi. 3. Faktor Genetik Autosomal Resesif PKU diwariskan secara autosomal resesif. Kedua orang tua harus menjadi pembawa gen cacat agar anak terkena penyakit ini. Orang tua pembawa gen cacat biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, mereka dapat menurunkan mutasi gen ke anak. Risiko anak terkena penyakit adalah 25% jika kedua orang tua pembawa. Konsultasi genetik penting untuk mendeteksi risiko sebelum kehamilan. Pemeriksaan genetik membantu mengidentifikasi pasangan berisiko. Skrining neonatal juga penting untuk deteksi dini PKU pada bayi. 4. Ketidakseimbangan Metabolisme Asam Amino Tanpa enzim fenilalanin hidroksilase, fenilalanin tidak diubah menjadi tirosin. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme protein. Fenilalanin yang berlebih menyebabkan kerusakan sel otak. Ini berdampak pada perkembangan kognitif dan fungsi neurologis anak. Ketidakseimbangan ini menyebabkan perubahan kimia pada jaringan otak. Hal ini berisiko menyebabkan keterlambatan mental dan gangguan perilaku. Manajemen diet rendah fenilalanin diperlukan seumur hidup. Pemantauan kadar fenilalanin secara berkala dilakukan untuk mencegah kerusakan permanen. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Phenylketonuria Dokter melakukan diagnosis PKU melalui skrining neonatal. Tes darah dilakukan pada bayi baru lahir untuk mendeteksi kadar fenilalanin. Jika hasil tes menunjukkan kadar fenilalanin tinggi, dokter akan melakukan uji konfirmasi. Biasanya dengan metode tes tandem mass spectrometry. Selain itu, tes genetik dilakukan untuk mendeteksi mutasi pada gen PAH. Tes ini memastikan adanya gangguan metabolisme fenilalanin. Dokter juga memantau kadar fenilalanin secara rutin selama masa perawatan. Pemantauan membantu mengatur diet dan terapi yang tepat. Cara Mengobati Penyakit Phenylketonuria Pengobatan Penyakit Phenylketonuria (PKU) bertujuan mengurangi kadar fenilalanin dalam darah. Terapi dilakukan secara multidisiplin dan berfokus pada manajemen diet. 1. Diet Rendah Fenilalanin Diet rendah fenilalanin merupakan pengobatan utama PKU. Makanan tinggi protein seperti daging dan susu harus dihindari. Pasien mengonsumsi formula khusus rendah fenilalanin. Formula ini menggantikan protein tanpa meningkatkan kadar fenilalanin. Diet ini harus dimulai sejak bayi untuk mencegah kerusakan otak. Orang tua diberikan panduan oleh ahli gizi. Pemantauan kadar fenilalanin secara rutin dilakukan. Penyesuaian diet dilakukan berdasarkan hasil pemantauan laboratorium. 2. Terapi Suplemen Asam Amino Pasien PKU sering memerlukan suplemen asam amino esensial. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa menambah fenilalanin. Suplemen mengandung tirosin, yang penting dalam pembentukan neurotransmitter. Ini membantu menjaga fungsi otak secara optimal. Dokter akan meresepkan suplemen sesuai kondisi pasien. Pemantauan kadar asam amino dilakukan untuk menghindari defisiensi. Konsistensi dalam konsumsi suplemen sangat penting. Terapi ini dikombinasikan dengan diet rendah fenilalanin secara ketat. 3. Obat Penurun Kadar Fenilalanin Sapropterin digunakan pada beberapa pasien PKU. Obat ini meningkatkan aktivitas enzim fenilalanin hidroksilase sehingga pemecahan fenilalanin lebih efisien. Obat ini hanya efektif pada tipe PKU yang responsif terhadap sapropterin. Tidak semua pasien merespons dengan baik. Dokter akan melakukan uji coba penggunaan obat. Jika efektif, kadar fenilalanin akan menurun secara signifikan. Pemantauan ketat dilakukan selama terapi. Efek samping obat dipantau secara berkala untuk memastikan keamanan. 4. Terapi Enzim Pengganti Enzim pengganti sedang dikembangkan sebagai pengobatan PKU. Terapi ini bertujuan menggantikan... - Published: 2025-09-04 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/jantung-sehat/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Jantung adalah organ manusia yang bekerja tanpa henti setiap detik. Dalam sehari, jantung bisa berdetak sebanyak 100. 000 kali. Setiap detak jantung menandakan fungsi organ ini dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Maka penting untuk memantau detak jantung normal dan mengidentifikasi tanda bahaya seperti ciri-ciri serangan jantung. Yang tak kalah penting adalah memilih makanan yang bagus untuk jantung karena makanan yang tak sehat bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung. Artikel berikut ini akan menjelaskan seputar jantung, termasuk tips praktis untuk menjaga kesehatannya. Apa Itu Jantung Sehat? Jantung adalah organ berotot seukuran kepalan tangan orang dewasa yang terletak di area kiri dada. Jantung berfungsi memompa darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk organ vital lain seperti otak. Fungsi pemompaan itu ditandai dengan detak jantung yang rata-rata sebanyak 100. 000 kali tiap hari dengan sekitar 7. 570 liter darah yang dipompa. Jantung yang sehat adalah jantung yang mampu menjalankan fungsi pemompaan ini secara efisien tanpa hambatan. Efisiensi kerja jantung tidak hanya bergantung pada kekuatan otot jantung itu sendiri, tapi juga pada kesehatan pembuluh darah (arteri dan vena) dan sistem kelistrikan internal jantung yang mengatur ritme detaknya. Menurut penjelasan di Health Harvard, jantung yang sehat tidak berdetak secara teratur layaknya jarum jam. Jantung bisa berdetak lebih cepat ataupun lebih lambat untuk mengakomodasi kebutuhan oksigen tubuh yang berubah saat seseorang beraktivitas. Detak jantung normal pada setiap individu bisa bervariasi. Namun detak jantung saat istirahat yang sangat tinggi atau detak jantung maksimum yang rendah bisa menandakan adanya risiko penyakit jantung atau masalah kesehatan lain. Mengenal Detak Jantung Normal Salah satu indikator paling mudah untuk mengukur kesehatan jantung adalah melalui detak jantung saat istirahat atau resting heart rate (RHR). RHR adalah jumlah detak jantung per menit (bpm) saat dalam kondisi rileks total, tidak setelah berolahraga atau merasa cemas. Bagi kebanyakan orang dewasa, detak jantung saat istirahat yang normal berkisar 60-100 bpm. Namun angka ini bisa sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor. Sebuah studi di jurnal PLOS ONE yang menganalisis data dari lebih dari 92. 000 individu menemukan bahwa RHR normal dapat bervariasi hingga 70 bpm antarindividu yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan kebiasaan tidur. Secara umum, RHR yang lebih rendah menandakan fungsi jantung yang lebih efisien dan kebugaran kardiovaskular yang lebih baik. Seorang atlet yang sangat terlatih mungkin memiliki RHR mendekati 40 bpm. Sebab, jantung mereka lebih kuat dan tak perlu bekerja keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Berikut ini panduan kisaran detak jantung normal berdasarkan usia: Kelompok Usia Detak Jantung Normal per Menit (bpm) Bayi baru lahir (0-1 bulan) 70 - 190 Bayi (1-11 bulan) 80 - 160 Anak (1-2 tahun) 80 - 130 Anak (3-4 tahun) 80 - 120 Anak (5-6 tahun) 75 - 115 Anak (7-9 tahun) 70 - 110 Remaja & dewasa (>10 tahun) 60 - 100 Atlet Terlatih 40 - 60 Untuk mengukur detak jantung normal atau tidak, kita dapat merasakan denyut nadi di pergelangan tangan atau leher sembari melihat jam. Di era kini, ada juga jam tangan dengan fitur pemantauan detak jantung yang dapat digunakan. Ciri-ciri Serangan Jantung Ketika detak jantung tak normal, bisa jadi ada gangguan pada jantung. Salah satu tandanya adalah serangan jantung yang terjadi ketika aliran darah ke jantung terganggu, biasanya akibat penyumbatan di arteri koroner. Mengetahui ciri-ciri serangan jantung dapat menyelamatkan nyawa. Beberapa ciri umum serangan jantung meliputi: Nyeri dada atau rasa tidak nyaman atau tekanan di dada yang berlangsung beberapa menit Sesak napas yang terjadi dengan atau tanpa nyeri dada Keringat dingin atau berkeringat berlebihan tanpa alasan yang jelas Mual atau pusing yang bisa terjadi pada pria dan perempuan Rasa sakit di bagian tubuh lain, biasanya di lengan, punggung, leher, atau rahang Seperti dijelaskan di Mayo Clinic, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan sering mengalami gejala serangan jantung yang berbeda dibanding pria, seperti kelelahan, sesak napas, dan nyeri punggung. Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko serangan jantung, meliputi: Merokok karena bisa merusak dinding arteri dan mengurangi aliran darah Kadar kolesterol LDL tinggi yang dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri Diabetes yang bisa meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah Memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung Makanan yang Bagus untuk Jantung Menjaga pola makan yang sehat sangat penting untuk kesehatan jantung. Berikut ini sejumlah jenis makanan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung: Ikan Berlemak Ikan seperti salmon, tuna, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit jantung. Menurut penelitian di jurnal Advances in Nutrition, konsumsi ikan berlemak secara teratur berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung. Sayuran Hijau dan Buah-buahan Sayuran hijau seperti bayam kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Bahan pangan ini juga mengandung antioksidan yang baik untuk jantung. Selain itu, buah-buahan seperti beri, apel, dan pisang mengandung serat dan antioksidan yang mendukung kesehatan jantung. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diet kaya sayuran dan buah dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Kacang-Kacangan dan... - Published: 2025-09-03 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung/jam-kerja-lama/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Dunia kerja modern yang menuntut produktivitas dan efisiensi sering mendorong pegawai untuk bekerja lebih lama. Demi mengejar target atau menyelesaikan pekerjaan, mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam di kantor hingga mengabaikan waktu istirahat. Namun ternyata fenomena ini berdampak buruk bagi kesehatan. Berdasarkan sejumlah penelitian, jam kerja lama bisa memicu penyakit jantung dan stroke. Berikut ini penjelasannya. Risiko Penyakit Jantung dan Stroke dari Jam Kerja Di Indonesia, aturan jam kerja terdapat dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Secara umum, terdapat dua skema jam kerja: 7 jam per hari untuk 6 hari kerja atau 8 jam per hari untuk 5 hari kerja. Keduanya sama-sama 40 jam per minggu. Jika melewati jam kerja tersebut, harus sesuai dengan aturan kerja lembur seperti adanya persetujuan pegawai dan pembayaran upah lembur. Menurut ketentuan UU Cipta Kerja, kerja lembur secara umum diizinkan dengan batas maksimum 3 jam per hari dan 18 jam per minggu. Bila seseorang bekerja lembur maksimal, berarti ia bekerja selama 58 jam per minggu. Masalahnya, studi di The Lancet yang menganalisis data 603. 838 orang dari 25 studi pada 24 kelompok di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia mendapati karyawan yang bekerja ≥55 jam per minggu punya risiko 13 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dan 33 persen lebih rentan terkena stroke dibanding yang bekerja 35-40 jam per minggu. Rincian temuan dalam studi tersebut: Jam kerja 41-48 jam per minggu: Risiko naik 10 persen Jam kerja 49-54 jam per minggu: Risiko naik 27 persen Jam kerja ≥55 jam per minggu: Risiko naik 33 persen Berdasarkan studi itu, risiko penyakit jantung dan stroke makin naik seiring dengan durasi kerja. Artinya, makin panjang jam kerja, makin buruk dampaknya bagi kesehatan. Menariknya, meta-analisis ini juga menemukan adanya perbedaan risiko penyakit jantung koroner berdasarkan status sosial-ekonomi. Jam kerja lama lebih umum terjadi pada pekerjaan dengan status sosial-ekonomi tinggi, tapi insiden penyakit kardiovaskular lebih tinggi pada pekerjaan dengan status sosial-ekonomi rendah. Ada kemungkinan hal ini disebabkan oleh akumulasi faktor risiko yang lebih buruk, seperti gaya hidup tidak sehat, akses layanan kesehatan yang terbatas, serta stres psikososial yang lebih tinggi pada kelompok status sosial-ekonomi rendah. Bagaimana Jam Kerja Lama Memicu Penyakit Jantung dan Stroke Penelitian dalam The Lancet dan studi lain, seperti di Journal of Clinical Medicine, menjelaskan beberapa hal yang menghubungkan jam kerja panjang dengan penyakit jantung dan stroke: Stres Kronis Saat bekerja berlebihan, tubuh terus-menerus memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, termasuk memicu penyempitan arteri (aterosklerosis) dan meningkatkan tekanan darah yang merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke. Gaya Hidup Tidak Sehat Saat Lembur Ketika bekerja lembur, sering ada kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan, seperti: Duduk terlalu lama Menurut studi di Journal of the American Heart Association, orang dengan kebiasaan sendentari atau kurang aktif bergerak hingga ≥8 jam/hari lebih berisiko mengalami stroke, termasuk pada orang berusia muda. Makan sembarangan, terutama fast food Dalam studi di International Journal of Research in Pharmaceutical Sciences, konsumsi fast food tinggi garam/lemak dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Kurang tidur American College of Radiology menyebutkan, berdasarkan studi tentang risiko penyakit jantung, orang yang terbiasa tidur kurang dari 6 jam per hari 27 persen lebih mungkin mengalami aterosklerosis di seluruh tubuhnya dibanding orang yang tidur 7-8 jam per hari. Tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan diri setelah bekerja. Tanpa istirahat cukup, sistem kardiovaskular akan terus bekerja keras dan meningkatkan beban pembuluh darah serta jantung. Konsumsi Rokok dan Alkohol Studi di Social Science & Medicine menemukan bahwa pekerja dengan jam kerja panjang lebih mungkin mengonsumsi rokok untuk menghilangkan stres. Riset lain di BMJ mendapati jam kerja lama berkait erat dengan peningkatan konsumsi alkohol sebagai pereda stres. Rokok dan alkohol sama-sama buruk buat kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pencegahan Penyakit Jantung dan Stroke dari Jam Kerja Lama Temuan-temuan dalam penelitian tersebut memberi peringatan penting bagi masyarakat, terutama mereka yang sering bekerja lembur atau memiliki jam kerja lama. Karena itu, upaya-upaya pencegahan perlu dilakukan baik di tingkat individu maupun organisasi/perusahaan. Di level individu, karyawan perlu membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti: Memastikan waktu istirahat dan tidur yang cukup (minimal 7 jam per hari) Rutin berolahraga atau beraktivitas fisik secara teratur Menjaga pola makan yang seimbang dan menghindari kebiasaan merokok Mencari dukungan sosial yang memadai dari keluarga dan teman Di level organisasi, perusahaan atau tempat kerja perlu menerapkan kebijakan dan praktik yang mendukung kesehatan karyawan, seperti: Mengatur jam kerja yang wajar dan fleksibel serta menghindari praktik lembur berkepanjangan Menyediakan fasilitas olahraga atau program aktivitas fisik bagi karyawan Memberikan edukasi dan konseling mengenai gaya hidup sehat Mendorong iklim kerja yang mendukung kesejahteraan mental karyawan Mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai deteksi dini penyakit kardiovaskular Dengan upaya kolaboratif antara pegawai dan perusahaan, diharapkan risiko penyakit jantung dan stroke akibat jam kerja lama dapat diminimalkan. Kesehatan karyawan merupakan aset berharga bagi perusahaan sehingga upaya menjaganya harus menjadi perhatian utama. Narasumber: dr. RR. Hari Hendriarti Satoto, Sp. JP,... - Published: 2025-09-02 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyakit-polimiositis/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Penyakit Polimiositis adalah masalah autoimun yang menyebabkan peradangan pada otot, terutama otot tubuh bagian atas dan pinggul. Penyakit ini dapat memengaruhi kemampuan bergerak dan mengakibatkan kelemahan otot yang progresif seiring waktu. Polimiositis sering kali terjadi bersama dengan penyakit autoimun lainnya. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk pengelolaannya. Mengenal Penyakit Polimiositis Polimiositis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada otot rangka, yang mengarah pada kelemahan otot. Penyakit ini biasanya mempengaruhi otot tubuh bagian atas, leher, dan pinggul, mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab pasti polimiositis tidak sepenuhnya diketahui, tetapi diduga terkait dengan reaksi imun tubuh yang menyerang jaringan otot. Polimiositis lebih sering terjadi pada wanita dan dapat berkembang secara perlahan, menyebabkan gejala kelemahan otot yang semakin berat. Gejala Penyakit Polimiositis Gejala polimiositis biasanya berkembang secara perlahan dan melibatkan kelemahan otot yang progresif. Diagnosis dini penting untuk pengelolaannya. Kelemahan otot tubuh bagian atas dan pinggul Kesulitan menaiki tangga atau berdiri dari posisi duduk Otot terasa nyeri atau kaku Kesulitan menelan atau berbicara Kehilangan massa otot Ruam kulit merah atau ungu di wajah atau tubuh Penyebab Penyakit Polimiositis Polimiositis adalah penyakit autoimun yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan otot. Berikut adalah beberapa penyebab utama Polimiositis. 1. Gangguan Autoimun Polimiositis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali otot sebagai ancaman dan mulai menyerangnya. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang jaringan otot, menyebabkan peradangan dan kerusakan. Penyebab pasti gangguan ini belum diketahui, tetapi faktor genetik dan lingkungan dapat mempengaruhi kejadiannya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita, terutama pada usia paruh baya, yang menunjukkan adanya predisposisi hormonal atau genetik. 2. Faktor Genetik Beberapa individu mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan polimiositis. Gen tertentu dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit ini. Meskipun tidak sepenuhnya diwariskan, faktor genetik memainkan peran dalam bagaimana sistem imun merespons tubuh. Mutasi pada gen yang mengatur fungsi imun dapat meningkatkan kerentanannya terhadap polimiositis. Orang dengan riwayat keluarga penyakit autoimun lebih berisiko mengidap polimiositis atau penyakit autoimun lainnya. 3. Paparan Lingkungan Paparan terhadap faktor lingkungan tertentu, seperti infeksi virus atau bahan kimia, dapat memicu polimiositis pada individu yang rentan. Infeksi virus, seperti virus Epstein-Barr, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko polimiositis. Paparan bahan kimia berbahaya, terutama pada pekerja yang terpapar pestisida atau bahan industri, juga dapat meningkatkan risiko. Selain itu, stres fisik atau emosional dapat memperburuk gejala atau memicu flare-up pada individu yang sensitif. 4. Penyakit Autoimun Lainnya Polimiositis sering kali berkembang bersamaan dengan penyakit autoimun lain, seperti lupus atau rheumatoid arthritis. Pada penderita penyakit autoimun lainnya, polimiositis dapat muncul sebagai bagian dari reaksi sistem imun yang berlebihan. Gejala polimiositis sering terjadi bersamaan dengan penyakit lain, seperti sindrom Sjögren atau vaskulitis. Perawatan dan pengelolaan penyakit autoimun lain sangat penting dalam mengurangi risiko pengembangan polimiositis. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Polimiositis Diagnosis polimiositis dimulai dengan pemeriksaan fisik untuk menilai kekuatan otot dan mencari tanda-tanda kelemahan otot. Dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi peningkatan kadar enzim otot, seperti CK (creatine kinase) yang menunjukkan peradangan. Biopsi otot dilakukan untuk memeriksa kerusakan jaringan otot dan mengonfirmasi adanya peradangan serta proses degeneratif. Tes elektromiografi (EMG) digunakan untuk memeriksa aktivitas listrik dalam otot, membantu mendiagnosis kerusakan otot pada polimiositis. Cara Mengobati Penyakit Polimiositis Polimiositis adalah penyakit yang dapat dikelola dengan pengobatan untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kekuatan otot. Berikut adalah beberapa cara mengobati polimiositis. 1. Penggunaan Kortikosteroid Kortikosteroid seperti prednison digunakan untuk mengurangi peradangan pada otot dan meningkatkan fungsi tubuh. Obat ini sering diberikan dalam dosis tinggi pada tahap awal pengobatan untuk mengurangi gejala secara cepat. Dosis kortikosteroid kemudian akan dikurangi secara bertahap setelah kondisi membaik. Pengawasan rutin diperlukan untuk menghindari efek samping. Penderita juga dianjurkan untuk melakukan pemantauan kesehatan jangka panjang, karena penggunaan kortikosteroid dapat menyebabkan efek samping. 2. Pengobatan dengan Imunosupresan Imunosupresan, seperti azathioprine atau methotrexate, digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh yang menyerang otot. Obat ini digunakan untuk pasien dengan gejala berat atau yang tidak merespons kortikosteroid dengan baik. Imunosupresan membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada otot dan mengurangi frekuensi flare-up. Penggunaan obat ini memerlukan pemantauan rutin, karena dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. 3. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Fisioterapi membantu meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh yang terpengaruh oleh polimiositis. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi kekakuan sendi dan meningkatkan mobilitas, memungkinkan penderita menjalani aktivitas sehari-hari. Program latihan fisik dilakukan secara bertahap untuk memperbaiki kondisi otot tanpa menambah rasa sakit atau kelelahan. Fisioterapis juga mengajarkan teknik pengelolaan nyeri dan cara melakukan aktivitas dengan aman untuk mencegah cedera. 4. Pengobatan untuk Masalah Kulit dan Gangguan Lain Penderita polimiositis sering mengalami masalah kulit atau peradangan di area tertentu. Pengobatan topikal atau oral dapat membantu. Krim atau salep kortikosteroid digunakan untuk mengurangi ruam kulit dan peradangan, serta menjaga kenyamanan pasien. Jika terdapat gangguan pencernaan atau kesulitan menelan, dokter akan meresepkan obat yang sesuai untuk membantu kondisi tersebut. Selain itu, pemantauan rutin terhadap organ lain, seperti paru-paru atau jantung, diperlukan untuk mencegah komplikasi.... - Published: 2025-09-01 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/terapi-arv/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Terapi ARV (Antiretroviral) adalah pengobatan yang digunakan untuk mengelola infeksi HIV. Terapi ini membantu menurunkan jumlah virus dalam tubuh dan memperlambat perkembangan penyakit. Dengan pengobatan yang tepat, pasien HIV dapat hidup lebih lama dan sehat. Terapi ARV mengurangi risiko penularan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Mengenal Terapi ARV Terapi ARV (Antiretroviral) adalah pengobatan untuk menurunkan jumlah virus HIV dalam tubuh dan menghambat perkembangannya. Terapi ini sangat penting untuk pengelolaan infeksi HIV agar pasien dapat hidup lebih sehat. ARV bekerja dengan menghambat kemampuan virus HIV untuk berkembang biak, sehingga memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh. Dengan pengobatan yang konsisten, virus HIV dapat dikendalikan dengan efektif. Penting bagi pasien untuk mengonsumsi obat ARV sesuai petunjuk dokter. Terapi ini harus dilakukan seumur hidup untuk menjaga agar virus tetap terkendali dan kualitas hidup pasien tetap baik. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi ARV Terapi ARV diperlukan oleh siapa saja yang terinfeksi HIV untuk mengontrol jumlah virus dalam tubuh. Terapi ini penting untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah perkembangan penyakit. Pasien yang terdiagnosis HIV positif Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah Pasien yang mengalami gejala HIV atau AIDS Pasien yang tidak merespons pengobatan lainnya Orang yang terpapar risiko tinggi HIV Pasien yang menjalani perawatan pasca eksposur (PEP) Kapan Pasien Memerlukan Terapi ARV Pasien yang terdiagnosis HIV harus segera memulai terapi ARV untuk mengontrol jumlah virus dalam tubuh. Terapi ini penting untuk mencegah kerusakan sistem kekebalan tubuh. Pasien yang memiliki jumlah CD4 rendah atau viral load tinggi juga memerlukan terapi ARV untuk memperlambat perkembangan HIV. Pengobatan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Terapi ARV diperlukan seumur hidup, bahkan jika pasien merasa sehat. Pengobatan yang konsisten memastikan virus tetap terkendali dan mengurangi risiko penularan. Manfaat dan Tujuan Terapi ARV Terapi ARV memiliki berbagai manfaat dalam mengelola infeksi HIV, memperlambat perkembangan penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan utama terapi ini adalah untuk menurunkan viral load dan memperkuat sistem imun. 1. Menurunkan Viral Load Tujuan utama terapi ARV adalah menurunkan viral load hingga tingkat yang tidak terdeteksi. Ini mengurangi risiko penularan dan memperlambat perkembangan HIV. Dengan viral load yang rendah, pasien dapat hidup lebih sehat dan lebih lama. Terapi ARV yang tepat dapat menjaga kualitas hidup pasien. 2. Meningkatkan Kualitas Hidup Terapi ARV membantu pasien HIV untuk tetap aktif dan sehat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pengobatan ini memungkinkan mereka bekerja, berinteraksi sosial, dan beraktivitas secara normal. Dengan mengendalikan infeksi HIV, pasien dapat mengurangi gejala yang terkait dengan HIV dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kualitas hidup mereka dapat meningkat seiring dengan pengobatan yang terus-menerus. 3. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh Terapi ARV juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel CD4, yang penting dalam melawan infeksi. Dengan terapi yang tepat, sistem kekebalan tubuh pasien akan lebih kuat dan lebih mampu melawan infeksi lainnya. Meningkatkan jumlah sel CD4 dapat mencegah komplikasi serius, seperti infeksi oportunistik. Pasien yang mendapatkan terapi ARV dengan baik cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi ARV Sebelum memulai terapi ARV, pasien perlu melakukan beberapa persiapan untuk memastikan terapi berjalan efektif dan aman. Persiapan ini termasuk pemeriksaan medis lengkap dan konsultasi dengan dokter. Tes darah untuk mengetahui jumlah CD4 dan viral load Konsultasi mengenai riwayat medis dan obat yang sedang dikonsumsi Memahami jenis obat ARV yang akan digunakan Menyiapkan jadwal pengobatan yang konsisten Mengetahui potensi efek samping yang mungkin muncul Mengatur pola makan yang mendukung terapi Mencatat keluhan atau gejala terkait HIV yang dirasakan Perawatan Pasca Terapi ARV Setelah menjalani terapi ARV, perawatan lanjutan sangat penting untuk memastikan efektivitas terapi dan menjaga kesehatan tubuh. Perawatan ini bertujuan untuk memantau respons tubuh dan mencegah efek samping. 1. Pemantauan Rutin Viral Load dan CD4 Pasien perlu menjalani tes rutin untuk memantau viral load dan jumlah CD4 setelah memulai terapi ARV. Pemeriksaan ini membantu memastikan bahwa terapi bekerja dengan efektif. Dengan memantau kedua parameter ini, dokter dapat menyesuaikan pengobatan jika diperlukan. Ini membantu memastikan terapi ARV memberikan hasil optimal dalam jangka panjang. 2. Mengelola Efek Samping Obat Setelah terapi ARV, pasien mungkin mengalami efek samping ringan seperti mual atau sakit kepala. Konsultasikan dengan dokter jika gejala ini mengganggu. Dokter mungkin akan mengubah jenis obat atau dosis ARV jika efek samping terlalu mengganggu. Mengelola efek samping ini penting agar terapi tetap berjalan lancar. 3. Menjaga Konsistensi Pengobatan Pasien harus tetap menjaga konsistensi dalam mengonsumsi obat ARV sesuai petunjuk dokter. Menghentikan obat tanpa izin dapat mempengaruhi efektivitas terapi. Konsistensi pengobatan sangat penting untuk mengendalikan viral load dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien disarankan untuk selalu mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Prosedur dan Pelaksanaan Terapi ARV Terapi ARV dilakukan dalam bentuk pengobatan jangka panjang yang memerlukan pemantauan rutin untuk efektivitas dan respons tubuh pasien. Setiap prosedur bertujuan untuk menekan jumlah virus HIV dalam tubuh. 1. Konsultasi dan Evaluasi Awal Pada tahap pertama, pasien akan menjalani evaluasi medis untuk menentukan kondisi kesehatan dan viral load. Dokter akan memeriksa riwayat medis... - Published: 2025-08-31 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/mata/penyebab-mata-sayu/ - Kategori: Mata - Translation Priorities: Optional Screen time yang berlebihan, kurang tidur, dehidrasi, dan juga stres bisa menjadi pemicu mengapa seseorang memiliki mata sayu. Namun, ternyata kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi medis loh. Yuk cari tahu lebih mendalam seputar sleepy eyes atau droopy eyes ini dalam artikel berikut! Apa itu Mata Sayu? Mata sayu yaitu kondisi ketika mata tampak lelah, berat, lesu, loyo, tidak bertenaga, dan sering kali disertai dengan pandangan yang tampak kurang bersemangat atau kurang fokus. Secara medis, kondisi ini bisa berkaitan dengan ptosis (kelopak mata yang turun), mata lelah, atau gangguan neurologis, tetapi bisa juga merupakan kondisi sementara akibat kelelahan, stres, atau kurang tidur. Istilah “sayu” sendiri sering digunakan secara subjektif untuk menggambarkan ekspresi mata yang tidak segar atau tampak loyo dan mengantuk. Pengobatannya tentu dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi yang mendasarinya. Namun, sebagian besar kondisi ini bukan disebabkan oleh suatu kondisi medis tertentu sehingga tidak membutuhkan pengobatan khusus. Nama Mata sayu Gejala Utama Mata yang tampak berat, tidak bertenaga, dan juga lelah Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Kurang tidur, kelelahan, penyakit tertentu Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan mata, dan tes neurologis. Faktor Risiko Usia lanjut, kurang tidur, lifestyle yang buruk, genetik Pengobatan Tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pencegahan Tidur yang cukup dan jangan paksakan mata untuk bekerja dalam waktu lama Komplikasi Gangguan pada mata, mata malas, dan juga ketegangan otot mata Faktor Risiko Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami mata sayu meliputi: Usia lanjut. Otot-otot kelopak mata melemah seiring bertambahnya usia. Keturunan/genetik. Jika ada keluarga dengan riwayat ptosis atau mata sayu. Faktor pekerjaan. Contohnya pekerjaan yang menuntut penglihatan intensif. Misalnya penggunaankomputer secara terus-menerus. Kurang tidur dan stres. Menurunkan tonus otot kelopak mata. Penyakit tertentu. Diabetes, miastenia gravis, stroke, dll. Lifestyle yang buruk. Merokok, kurang cairan, konsumsi alkohol berlebihan. Penyebab Penyebab mata sayu dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu yang bersifat fisiologis dan medis. Berikut rinciannya: Fisiologis Penyebab secara fisiologis aitu kondisi yang bukan dipengaruhi oleh suatu faktor medis tertentu. Ciri-cirinya yaitu bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya, kondisi tersebut meliputi berikut ini: Kurang tidur. Kelelahan Dehidrasi Paparan layar digital berlebihan. Stres atau depresi. Medis Merupakan salah satu kondisi yang membuat mata tampak sayu namun diakibatkan oleh faktor medis atau patologis. Berikut contohnya: Ptosis palpebra(penurunan kelopak mata atas karena kelainan otot levator atau saraf). Miastenia gravis(penyakit autoimun yang menyerang sambungan saraf dan otot). Bells palsy(lumpuh wajah sebelah yang memengaruhi otot sekitar mata). Neuropati okularr(gangguan pada saraf-saraf mata). Infeksi mata (contohnya berupa: konjungtivitis, blefaritis). Alergi mata. Cedera pada kepala atau mata. Gejala Mata Sayu Ini dia beberapa gejala droopy eyes yang seringkali orang-orang keluhkan: Kelopak mata yang lebih rendah dibandingkan normalnya. Tampilan mata seperti lesu, sedih, lelah, tampak tak bertenaga. Penampilan mata terkesan lebih kecil dari harusnya. Kelopak mata dapat tampak lebih berkerut atau lebih longgar. Lipatan kelopak mata atas menjadi kurang jelas terlihat (pada orang dengan mata monolid). Selain itu, gejala yang sering muncul bersamaan dengan mata sayu meliputi: Mata cepat lelah. Sulit membuka mata sepenuhnya. Tampilan mata redup atau tidak fokus. Penglihatan kabur atau ganda (jika disebabkan oleh gangguan neurologis). Sakit kepala dan kadang disertai nyeri di sekitar mata. Kantung mata atau lingkaran hitam di bawah mata. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami kondisi ini ataukah tidak. Contohnya seperti: Wawancara medis. Bertanya tentang riwayat gejala, riwayat keluarga, dan gaya hidup. Pemeriksaan fisik. Di antaranya pemeriksaan simetri kelopak mata, kekuatan otot mata, dan juga refleks mata. Tes neurologis (jika dicurigai gangguan saraf). Pemeriksaan mata. Menggunakan slit lampatau alat oftalmoskop. Tes darah. Dibutuhkan untuk mendeteksi kondisi autoimun atau infeksi. CT scan atau MRI. Jika dicurigai kelainan otak, saraf, atau pun tumor. Tes Tensilon. Jika dicurigai adanya miastenia gravis. Pencegahan Mata Sayu Mata sayu merupakan kondisi yang bisa Anda cegah. Berikut in beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk mencegah kondisi mata sayu: Tidur cukup. Pastikan untuk tidur 7–9 jam per malam. Istirahat mata. Terapkan batasan saat menggunakan layar digital. Konsumsi air harian dalam jumlah yang cukup. Berguna untuk menjaga hidrasi. Pola makan sehat. Makan makanan kaya vitamin A, C, dan E untuk kesehatan mata. Kelola stres dengan baik. Bisa dengan ltihan relaksasi, meditasi, atau yoga. Pakailah pelindung mata. Saat berada di lingkungan berdebu atau saat berenang. Rutin periksa mata. Terutama bagi yang punya riwayat keluarga atau usia lanjut. Pengobatan Mata Sayu Tergantung pada penyebab yang mendasrinya, pengobatan terhadap mata sayu dapat berupa: Pengobatan Mandiri Kompres dingin pada mata Istirahat cukup. Pelembap mata (tetes air mata buatan). Hindari layar digital secara berlebihan. Pemberian Obat-obatan Obat tetes mata atau salep. Untuk infeksi atau alergi. Kortikosteroid atau imunomodulator. Bila penyebabnya autoimun. Obat kolinesterase. Untuk miastenia gravis. Tindakan Medis Fisioterapi wajah dan mata Blefaroplasti. Operasi plastik untuk memperbaiki kelopak mata turun. Levator resection. Bertujuan untuk menguatkan otot levator yang mengangkat kelopak mata. Orbital decompression(jika penyebabnya tekanan di rongga mata). Komplikasi Jika tidak ditangani dengan tepat... - Published: 2025-08-31 - Modified: 2025-10-06 - URL: https://primayahospital.com/anak/pneumonia-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Banyak orang yang memandang pneumonia sebagai masalah kesehatan orang dewasa. Tapi sebenarnya penyakit infeksi paru-paru ini juga berbahaya bagi anak-anak. Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di bawah lima tahun di seluruh dunia. Menurut data WHO tahun 2023, pneumonia menyumbang sekitar 14% kematian balita secara global. UNICEF juga melaporkan bahwa setiap tahunnya lebih dari 700. 000 anak usia di bawah lima tahun meninggal akibat pneumonia. Oleh karena itu, pneumonia pada anak merupakan kondisi yang perlu dikenali, dipahami, dan ditangani dengan tepat oleh tenaga kesehatan maupun orang tua. Mengenal Pneumonia pada Anak Pneumonia adalah infeksi akut pada jaringan paru-paru yang menyebabkan peradangan dan gangguan fungsi pernapasan. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Pada anak, terutama bayi dan balita, pneumonia lebih berisiko karena sistem imun yang belum matang, saluran napas yang lebih sempit, serta kemungkinan adanya faktor risiko lain seperti gizi buruk dan paparan polusi. Menurut studi di jurnal Pneumonia, infeksi yang menyerang paru-paru yang sedang tumbuh pesat dan berkembang dalam 1-3 tahun pertama kehidupan berkait dengan peningkatan risiko gangguan fungsi paru-paru di masa dewasa. Efek jangka panjang yang terkait dengan pneumonia pada anak usia dini meliputi peningkatan risiko asma, penurunan fungsi paru, penyakit paru obstruktif kronis yang tak berhubungan dengan merokok, dan bronkiektasis. Gejala Pneumonia pada Anak Gejala pneumonia pada anak dapat bervariasi tergantung usia, penyebab, dan derajat keparahan. Gejala yang umum meliputi: Demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat Celsius Batuk, kering maupun berdahak Pernapasan cepat (takipnea) dengan kriteria WHO: 60 kali/menit 2–12 bulan: >50 kali/menit 1–5 tahun: >40 kali/menit Tarikan dinding dada ke dalam (retraksi) Bunyi napas tambahan seperti mengi atau ronkhi Sianosis (kebiruan pada bibir atau kuku akibat kekurangan oksigen) Nafsu makan berkurang atau kesulitan menyusu Lemas, rewel, atau mengantuk berlebihan Rewel atau mudah marah Catatan: pada bayi, gejala bisa muncul lebih halus, misalnya hanya berupa sulit menyusu, muntah, atau rewel berlebihan. Penyebab Pneumonia pada Anak dan Faktor Risiko Penyebab utama pneumonia pada anak adalah infeksi bakteri, virus, dan jamur. Bakteri: Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae tipe b, Staphylococcus aureus, Mycoplasma pneumoniae Virus: Respiratory Syncytial Virus (RSV), influenza, adenovirus, SARS-CoV-2 Jamur: Pneumocystis jirovecii (umumnya pada anak dengan imunitas rendah) Faktor risiko yang membuat seorang anak lebih rentan terkena pneumonia antara lain: Malnutrisi, terutama kekurangan gizi Tidak mendapatkan air susu ibu eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan Paparan asap rokok atau polusi udara Tinggal di permukiman padat penduduk dan ventilasi rumah yang buruk Ada kondisi komorbid atau penyakit bawaan, seperti masalah sistem kekebalan dan penyakit paru kronis Cara Mendiagnosis Pneumonia pada Anak Diagnosis pneumonia pada anak ditegakkan melalui: Anamnesis: riwayat demam, batuk, dan sesak napas. Pemeriksaan fisik: napas cepat, tarikan dinding dada, bunyi napas abnormal, serta pengukuran saturasi oksigen. Pemeriksaan penunjang (bila diperlukan): Foto toraks (rontgen dada): membantu memastikan adanya peradangan atau infiltrat pada paru-paru, menilai luas infeksi, serta mendeteksi kemungkinan komplikasi (misalnya efusi pleura atau abses paru). Pulse oximetry: untuk menilai kadar oksigen dalam darah. Pemeriksaan darah: dapat menunjukkan adanya tanda infeksi bakteri atau virus. Uji deteksi virus atau bakteri tertentu: bila diperlukan untuk penentuan terapi lebih spesifik. Catatan: Menurut panduan WHO dan IDAI, diagnosis pneumonia pada anak umumnya dapat ditegakkan secara klinis tanpa harus menunggu pemeriksaan radiologi, terutama pada kasus ringan atau di fasilitas dengan sumber daya terbatas. Namun, foto toraks tetap bermanfaat untuk membantu menegakkan diagnosis pada kasus yang meragukan atau berat. Cara Mengobati Pneumonia pada Anak Penatalaksanaan pneumonia pada anak disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan: · Pneumonia akibat bakteri ringan: umumnya diberikan antibiotik oral sesuai anjuran dokter. · Pneumonia atipikal (misalnya oleh Mycoplasma pneumoniae): dapat diberikan antibiotik golongan makrolid sesuai indikasi. · Pneumonia berat: memerlukan perawatan di rumah sakit dengan antibiotik intravena, pemberian oksigen, serta terapi suportif lain. · Pneumonia akibat virus: biasanya ditangani dengan terapi suportif seperti istirahat cukup, hidrasi, serta obat penurun panas. Antivirus diberikan bila ada indikasi khusus. · Pneumonia akibat Pneumocystis jirovecii: memerlukan terapi khusus yang hanya diberikan di rumah sakit. Catatan: penggunaan antibiotik harus berdasarkan pemeriksaan dokter. Pemberian obat tanpa resep dapat berisiko menimbulkan resistensi dan membahayakan anak. Komplikasi Pneumonia pada Anak Pneumonia dapat menimbulkan sejumlah komplikasi serius, antara lain: • Efusi pleura / empiema: penumpukan cairan di rongga antara paru-paru dan dinding dada yang dapat memperberat sesak napas. Bila cairan terinfeksi disebut empiema. • Abses paru: terbentuknya rongga berisi nanah di jaringan paru akibat infeksi yang berat. • Pneumotoraks: masuknya udara ke dalam rongga pleura (antara paru dan dinding dada) sehingga paru-paru mengempis dan menyebabkan sesak mendadak. • Sepsis: infeksi menyebar ke aliran darah dan seluruh tubuh, dapat mengancam nyawa. • Gagal napas: paru-paru tidak mampu menyediakan oksigen yang cukup bagi tubuh. • Bronkiektasis: pelebaran permanen saluran napas akibat kerusakan paru yang berulang, menyebabkan batuk kronis dan infeksi berulang. • Meningitis: peradangan selaput otak akibat penyebaran kuman dari paru ke sistem saraf pusat. Pencegahan Pneumonia pada Anak Pneumonia pada anak pada... - Published: 2025-08-30 - Modified: 2025-08-24 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyakit-menkes/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Penyakit Menkes adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi metabolisme tembaga dalam tubuh. Penyakit ini diwariskan secara X-linked. Penderita penyakit Menkes mengalami gangguan penyerapan tembaga, menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kelainan ini lebih sering terjadi pada laki-laki. Gejala penyakit Menkes biasanya muncul pada masa bayi atau awal masa kanak-kanak. Perkembangan fisik dan mental terhambat. Mengenal Penyakit Menkes Penyakit Menkes merupakan gangguan metabolisme tembaga yang disebabkan oleh mutasi gen ATP7A pada kromosom X. Penyakit ini tergolong langka. Mutasi gen tersebut menyebabkan gangguan distribusi tembaga dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan defisiensi tembaga pada jaringan tertentu. Akibat kekurangan tembaga, tubuh tidak dapat memproduksi enzim penting. Hal ini berdampak pada berbagai fungsi fisiologis. Penyakit Menkes lebih sering terjadi pada laki-laki karena sifatnya terpaut kromosom X. Wanita biasanya hanya menjadi pembawa. Gejala Penyakit Menkes Gejala penyakit Menkes biasanya muncul pada usia bayi atau awal masa kanak-kanak. Tanda-tandanya sering kali bervariasi. Rambut keriting dan rapuh Pertumbuhan lambat Gangguan perkembangan motorik Keterlambatan perkembangan mental Kejang dan spasme otot Suhu tubuh tidak stabil Gangguan fungsi otot dan sendi Wajah tampak pipih dan kulit pucat Penyebab Penyakit Menkes Penyakit Menkes disebabkan oleh kelainan genetik yang mengganggu metabolisme tembaga dalam tubuh. Mutasi pada gen ATP7A adalah faktor utamanya. Berikut ini adalah penyebab utama penyakit Menkes. 1. Mutasi Gen ATP7A Mutasi gen ATP7A menyebabkan gangguan pengangkutan tembaga dalam tubuh. Gen ini bertanggung jawab mengatur distribusi tembaga. Mutasi gen tersebut menyebabkan penumpukan tembaga di usus kecil. Akibatnya, tembaga tidak terdistribusi dengan baik ke jaringan. Gangguan ini menyebabkan defisiensi enzim yang bergantung pada tembaga. Fungsi enzim penting dalam metabolisme tubuh terganggu. Mutasi gen ATP7A terjadi secara acak atau diturunkan dari ibu sebagai pembawa. Laki-laki lebih rentan terkena penyakit ini. 2. Gangguan Absorpsi Tembaga Mutasi gen ATP7A menghambat proses penyerapan tembaga dari saluran pencernaan. Tembaga tidak bisa diangkut ke organ tubuh. Akibatnya, jaringan otak, otot, dan tulang mengalami defisiensi tembaga. Hal ini mengganggu fungsi enzim yang bergantung pada tembaga. Kurangnya tembaga pada jaringan otak menyebabkan gangguan perkembangan motorik dan mental. Hal ini berdampak pada kemampuan kognitif. Gangguan absorpsi tembaga juga memicu gejala seperti rambut keriting, hipotonia, dan kerusakan tulang pada bayi. 3. Gangguan Transportasi Tembaga Tembaga yang diserap dari usus kecil tidak dapat didistribusikan dengan baik ke jaringan tubuh. Ini akibat disfungsi protein ATP7A. Protein ini seharusnya memindahkan tembaga dari sel usus ke aliran darah. Gangguan ini menyebabkan penumpukan tembaga di usus. Kondisi ini membuat kadar tembaga di otak dan organ vital lainnya sangat rendah. Fungsi fisiologis tubuh terganggu. Gangguan transportasi ini memperburuk kondisi pasien karena kekurangan enzim yang memerlukan tembaga sebagai kofaktor. 4. Faktor Genetik dan Keturunan Penyakit Menkes diwariskan melalui pola X-linked resesif. Pria lebih berisiko karena hanya memiliki satu kromosom X. Wanita biasanya menjadi pembawa tanpa menunjukkan gejala. Risiko terjadi jika ibu pembawa dan anak laki-laki mewarisi gen rusak. Riwayat keluarga dengan penyakit Menkes meningkatkan kemungkinan mutasi pada generasi berikutnya. Skrining genetik penting dilakukan. Pengetahuan tentang faktor keturunan membantu keluarga membuat keputusan medis, seperti konseling genetik sebelum memiliki anak. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Menkes Diagnosis penyakit Menkes dilakukan dengan serangkaian tes laboratorium dan pemeriksaan fisik. Riwayat keluarga juga sangat penting. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar tembaga dan ceruloplasmin. Kadar yang rendah mengindikasikan gangguan metabolisme tembaga. Analisis genetik digunakan untuk mendeteksi mutasi pada gen ATP7A. Tes ini memastikan diagnosis secara pasti dan akurat. Pemeriksaan pencitraan seperti MRI dilakukan untuk melihat kelainan otak. MRI membantu mendeteksi kerusakan jaringan saraf. Cara Mengobati Penyakit Menkes Penyakit Menkes merupakan gangguan genetik yang belum memiliki pengobatan spesifik. Namun, beberapa terapi dapat membantu meringankan gejala. Berikut adalah beberapa cara mengobati penyakit Menkes. 1. Terapi Penggantian Tembaga Terapi ini bertujuan untuk menggantikan tembaga yang hilang akibat gangguan metabolisme. Pemberian dilakukan melalui injeksi. Tembaga histidin diberikan langsung ke pembuluh darah. Terapi ini dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan. Dosis tembaga disesuaikan dengan berat badan dan usia pasien. Dokter akan memantau respons secara rutin. Terapi ini lebih efektif bila diberikan pada tahap awal penyakit. Tujuannya adalah mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut. 2. Terapi Simtomatik dan Dukungan Selain terapi utama, pasien memerlukan perawatan untuk mengelola gejala yang muncul. Ini termasuk terapi fisik dan rehabilitasi. Fisioterapi dilakukan untuk mencegah kekakuan otot dan meningkatkan mobilitas. Terapi wicara membantu menangani gangguan bicara. Dukungan nutrisi diberikan untuk memperbaiki kondisi fisik. Pasien dengan masalah makan membutuhkan bantuan gizi seimbang. Psikoterapi dilakukan untuk mendukung kondisi mental pasien dan keluarga. Dukungan emosional sangat penting dalam perawatan jangka panjang. 3. Terapi Genetik Penelitian mengenai terapi genetik masih terus dikembangkan. Terapi ini bertujuan memperbaiki mutasi pada gen ATP7A. Terapi gen dilakukan dengan memasukkan gen sehat ke dalam tubuh. Metode ini masih dalam uji klinis. Harapannya, terapi gen dapat memulihkan fungsi pengangkutan tembaga secara normal. Ini akan mencegah kerusakan lebih lanjut. Meski masih dalam tahap penelitian, terapi ini menawarkan harapan bagi pasien dengan kelainan genetik seperti Menkes. 4. Perawatan Paliatif Pada tahap lanjut, perawatan paliatif difokuskan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kenyamanan pasien. Obat... - Published: 2025-08-30 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-homosistinuria/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit Homosistinuria adalah kelainan metabolik langka yang disebabkan oleh gangguan pemecahan asam amino homosistein dalam tubuh. Kelainan ini diturunkan secara autosomal resesif dan dapat menyebabkan penumpukan homosistein dalam darah serta berbagai komplikasi. Gejala biasanya muncul pada masa kanak-kanak, meliputi gangguan penglihatan, kelainan rangka, dan peningkatan risiko trombosis. Mengenal Penyakit Homosistinuria Penyakit Homosistinuria adalah kelainan metabolik bawaan yang memengaruhi pemecahan asam amino homosistein. Penyakit ini bersifat genetik. Kelainan ini disebabkan oleh defisiensi enzim cystathionine beta-synthase (CBS). Enzim ini berperan dalam metabolisme homosistein menjadi sistein. Tanpa enzim CBS yang cukup, homosistein menumpuk dalam darah dan urine. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan dan komplikasi kesehatan. Penyakit Homosistinuria diwariskan secara autosomal resesif. Anak harus mewarisi dua salinan gen cacat dari kedua orang tua. Gejala Penyakit Homosistinuria Gejala Penyakit Homosistinuria bervariasi tergantung tingkat keparahan. Biasanya muncul pada masa kanak-kanak dan dapat berkembang seiring waktu. Gangguan penglihatan (dislokasi lensa) Tulang panjang yang berlebihan (marfanoid) Kelemahan otot (hipotonia) Skoliosis atau kelainan bentuk tulang belakang Gangguan pembekuan darah (trombosis) Keterbelakangan mental atau penurunan kecerdasan Kejang-kejang Peningkatan homosistein dalam darah dan urine Masalah jantung (penyakit arteri koroner) Osteoporosis pada usia muda Penyebab Penyakit Homosistinuria Penyakit Homosistinuria disebabkan oleh gangguan metabolisme asam amino homosistein. Gangguan ini terjadi akibat mutasi genetik pada enzim tertentu. 1. Mutasi pada Gen CBS Mutasi pada gen CBS merupakan penyebab utama Homosistinuria. Gen CBS mengkode enzim cystathionine beta-synthase yang penting dalam metabolisme homosistein. Enzim CBS mengubah homosistein menjadi sistein. Jika gen ini bermutasi, produksi enzim menurun atau tidak berfungsi sama sekali. Tanpa enzim CBS, homosistein menumpuk dalam darah dan urine. Hal ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan jaringan ikat. Mutasi gen CBS diturunkan secara autosomal resesif. Anak harus menerima dua salinan gen cacat dari kedua orang tua. 2. Defisiensi Enzim Cystathionine Beta-Synthase Enzim cystathionine beta-synthase bertanggung jawab menguraikan homosistein. Defisiensi enzim menyebabkan akumulasi homosistein dalam tubuh. Akumulasi ini meningkatkan risiko trombosis, kerusakan saraf, dan gangguan penglihatan. Penumpukan juga memengaruhi jaringan ikat dan tulang. Defisiensi enzim bisa parsial atau total. Pada kasus berat, gejala muncul sejak bayi dan dapat mengancam nyawa. Pemeriksaan enzim dapat mendeteksi kadar CBS dalam darah. Tes genetik membantu memastikan adanya mutasi pada gen tersebut. 3. Gangguan Metabolisme Asam Amino Homosistinuria menyebabkan gangguan metabolisme asam amino sulfur. Tanpa enzim CBS, homosistein tidak dapat diubah menjadi sistein. Asam amino ini terus menumpuk di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan perubahan kimia dalam darah dan jaringan. Ketidakseimbangan ini mengganggu fungsi sel dan organ. Terutama pada otak, pembuluh darah, dan jaringan ikat. Gangguan metabolisme ini bersifat kronis dan progresif. Penanganan dini diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi. 4. Faktor Genetik Autosomal Resesif Homosistinuria diwariskan secara autosomal resesif. Kedua orang tua harus menjadi pembawa gen cacat agar anak terkena penyakit. Orang tua yang membawa gen cacat biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, mereka dapat mewariskan mutasi gen ke anak. Risiko anak terkena penyakit adalah 25% jika kedua orang tua pembawa. Konsultasi genetik penting untuk mendeteksi risiko sebelum kehamilan. Skrining genetik membantu mengidentifikasi pasangan berisiko. Edukasi genetik juga diperlukan bagi keluarga dengan riwayat penyakit. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Homosistinuria Dokter melakukan diagnosis Homosistinuria melalui pemeriksaan fisik dan riwayat keluarga. Gejala klinis menjadi petunjuk awal deteksi penyakit. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar homosistein dan metionin. Peningkatan kadar menunjukkan adanya gangguan metabolisme. Selain itu, tes urine dilakukan untuk mendeteksi homosistein berlebih. Analisis urine membantu memastikan diagnosis secara biokimia. Tes genetik dilakukan untuk mendeteksi mutasi pada gen CBS. Hasil positif memperkuat diagnosis dan membantu perencanaan terapi. Cara Mengobati Penyakit Homosistinuria Pengobatan Penyakit Homosistinuria bertujuan mengurangi kadar homosistein dalam darah. Terapi dilakukan secara multidisiplin dan berfokus pada manajemen gejala. 1. Terapi Suplemen Vitamin B6 Vitamin B6 (piridoksin) digunakan pada kasus yang responsif terhadap terapi. Vitamin ini membantu meningkatkan aktivitas enzim CBS. Pada beberapa penderita, suplementasi B6 dapat menurunkan kadar homosistein. Dosis disesuaikan dengan respons tubuh pasien. Dokter akan melakukan tes respon vitamin B6. Jika efektif, kadar homosistein akan turun secara signifikan dalam waktu singkat. Pemantauan rutin kadar homosistein tetap diperlukan. Terapi ini tidak efektif pada semua penderita, terutama jika mutasi genetik berat. 2. Terapi Suplemen Folat dan Vitamin B12 Folat dan Vitamin B12 membantu mengurangi homosistein dalam darah. Suplemen ini diberikan sebagai tambahan pada terapi utama. Folat bekerja dengan meningkatkan konversi homosistein menjadi metionin. Ini membantu mengurangi toksisitas homosistein. Vitamin B12 mendukung metabolisme asam amino dan kesehatan saraf. Kombinasi folat dan B12 memberikan efek sinergis. Dokter akan memantau kadar folat dan B12 secara berkala. Penyesuaian dosis dilakukan berdasarkan kondisi klinis pasien. 3. Diet Rendah Metionin Pasien dianjurkan menjalani diet rendah metionin. Tujuannya untuk mengurangi asupan asam amino yang dapat meningkatkan homosistein. Makanan tinggi protein, terutama daging dan susu, dibatasi. Penggantian protein dilakukan dengan formula medis khusus. Diet dilakukan di bawah pengawasan ahli gizi. Pemantauan kadar asam amino dilakukan untuk menghindari defisiensi nutrisi. Pasien juga memerlukan suplemen asam amino esensial lainnya. Ini penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi tubuh. 4. Obat Penurun Homosistein Obat betain digunakan... - Published: 2025-08-29 - Modified: 2025-08-24 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-sjogren/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun yang memengaruhi kelenjar air mata dan air liur, menyebabkan kekeringan pada mulut dan mata. Penyakit ini dapat memengaruhi organ lain, seperti ginjal, hati, dan paru-paru, serta menyebabkan peradangan pada sendi. Gejala Sindrom Sjögren sering kali berkembang secara perlahan dan dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Mengenal Sindrom Sjögren Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun yang memengaruhi kelenjar yang menghasilkan cairan tubuh, seperti air mata dan air liur. Pada Sindrom Sjögren, sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar ini, menyebabkan kekeringan pada mulut, mata, dan organ lain. Penyakit ini dapat berdampak pada kualitas hidup, mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan, berbicara, dan tidur. Meskipun penyebab pasti tidak diketahui, faktor genetik dan lingkungan dapat memainkan peran penting dalam perkembangannya. Gejala Sindrom Sjögren Gejala Sindrom Sjögren bervariasi antar individu, namun sering kali melibatkan kekeringan pada mata dan mulut. Mata kering, sering merasa terbakar atau gatal Mulut kering, kesulitan menelan atau berbicara Kelelahan ekstrem atau keletihan yang tidak hilang Pembengkakan pada kelenjar air liur atau kelenjar parotis Sakit sendi atau nyeri otot Ruam kulit atau kekeringan pada kulit Batuk kering atau kesulitan bernapas Penyebab Sindrom Sjögren Penyebab Sindrom Sjögren masih belum sepenuhnya dipahami, namun diperkirakan melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Berikut beberapa penyebab utama Sindrom Sjögren. 1. Gangguan Autoimun Sindrom Sjögren terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar air mata dan air liur. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang merusak jaringan tubuh yang sehat, mengurangi produksi cairan tubuh. Penyakit autoimun ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur. Proses autoimun ini dapat mengganggu fungsi organ lain, seperti ginjal, hati, dan paru-paru, dalam kasus yang lebih parah. 2. Faktor Genetik Faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan Sindrom Sjögren. Individu dengan riwayat keluarga penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis, berisiko lebih tinggi. Beberapa gen yang terlibat dalam regulasi sistem kekebalan tubuh ditemukan lebih sering pada penderita Sjögren. Meski tidak sepenuhnya diwariskan, faktor genetik ini meningkatkan kerentanannya terhadap gangguan autoimun seperti Sindrom Sjögren. 3. Infeksi Virus atau Bakteri Infeksi virus atau bakteri tertentu dapat memicu atau memperburuk Sindrom Sjögren pada individu yang rentan. Virus Epstein-Barr, yang menyebabkan mononukleosis, sering dikaitkan dengan perkembangan penyakit autoimun ini. Infeksi virus ini bisa merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kelenjar air mata dan air liur. Paparan infeksi berulang atau berkepanjangan dapat memperburuk peradangan dan gejala pada penderita Sjögren. 4. Faktor Lingkungan Paparan lingkungan tertentu dapat memicu Sindrom Sjögren pada individu dengan kecenderungan genetik. Faktor lingkungan seperti stres, pola makan tidak sehat, atau paparan bahan kimia berbahaya berpotensi memperburuk gejala. Beberapa studi menunjukkan bahwa paparan bahan kimia atau obat-obatan tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Meskipun tidak menjadi penyebab utama, faktor lingkungan ini dapat memengaruhi perkembangan dan keparahan Sindrom Sjögren. Cara Dokter Diagnosis Sindrom Sjögren Diagnosis Sindrom Sjögren dimulai dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi gejala seperti kekeringan mata dan mulut. Dokter akan melakukan tes darah untuk mencari antibodi tertentu, seperti anti-SSA dan anti-SSB, yang terkait dengan Sindrom Sjögren. Tes Schirmer dilakukan untuk mengukur produksi air mata guna menilai tingkat kekeringan pada mata yang disebabkan oleh penyakit ini. Biopsi kelenjar air liur juga dapat dilakukan untuk memeriksa peradangan dan kerusakan pada jaringan kelenjar yang terkena. Cara Mengobati Sindrom Sjögren Sindrom Sjögren tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan mencegah komplikasi. Berikut adalah beberapa cara mengobati Sindrom Sjögren. 1. Penggunaan Obat untuk Mengurangi Kekeringan Obat-obatan seperti pil air mata buatan atau obat tetes mata digunakan untuk mengurangi kekeringan pada mata. Obat ini dapat membantu menghidrasi mata dan mencegah iritasi akibat kekeringan. Penggunaan secara teratur sangat dianjurkan. Untuk mulut kering, obat pengganti air liur atau gel topikal bisa membantu meringankan rasa tidak nyaman. Penderita juga disarankan untuk minum banyak air dan mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur. 2. Obat Imunosupresan Imunosupresan seperti hidroksi-klorokuin atau methotrexate digunakan untuk mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh. Obat ini membantu mengurangi serangan sistem imun terhadap kelenjar air mata dan air liur. Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien. Imunosupresan digunakan jika gejala sangat parah atau tidak membaik dengan pengobatan lainnya. Pengawasan medis ketat diperlukan karena obat ini dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan menyebabkan efek samping. 3. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Fisioterapi dapat membantu mengatasi kekakuan sendi dan otot, yang sering terjadi pada penderita Sindrom Sjögren. Terapi fisik bertujuan untuk menjaga mobilitas tubuh dan mengurangi nyeri akibat peradangan sendi atau otot. Selain itu, terapi okupasi dapat membantu pasien beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari, seperti makan atau menulis. Rehabilitasi yang tepat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penurunan fungsi tubuh lebih lanjut. 4. Pengobatan untuk Komplikasi Lainnya Pengobatan juga dilakukan untuk mengatasi komplikasi lain, seperti masalah kulit atau gangguan ginjal. Krim atau salep topikal digunakan untuk mengatasi kekeringan pada kulit, yang sering kali terjadi pada penderita Sjögren. Jika organ lain terpengaruh, seperti ginjal atau paru-paru, pengobatan yang lebih... - Published: 2025-08-29 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-hepatorena/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Jika Anda memiliki penyakit hati kronis yang tidak kunjung mendapatkan perawatan medis, itu bisa mengakibatkan komplikasi berbahaya. Salah satunya yaitu komplikasi terhadap organ ginjal yang disebut sebagai sindrom hepatorenal. Lalu, apakah kondisi ini tergolong sebagai hal fatal yang membutuhkan penanganan medis sedini mungkin? Nah, bila ingin tahu lebih dalam tentang apa itu sindrom heaptorenal, yuk simak rinciannya berikut ini! Apa Itu Sindrom Hepatorenal? Sindrom hepatorenal yaitu kondisi di mana ginjal mengalami kegagalan fungsinya akibat penyakit hati kronis. Contoh penyakit hati yang dapat mengakibatkan hal ini yaitu sirosis hati atau hepatitis fulminan. Kondisi ini tidak ditandai dengan adanya kelainan struktural nyata pada ginjal. Walaupun struktur ginjal tetap normal, namun kegagalan fungsinya dapat terjadi karena gangguan sirkulasi darah akibat penyempitan pembuluh darah pada ginjal itu sendiri. Hal ini berakibat pada menurunnya pasokan darah menuju ginjal sehingga fungsinya menjadi terganggu. Disfungsi hati yang berat lalu disertai hipertensi portal dapat mengakibatkan komplikasi sistemik semacam ini yang berpotensi membahayakan nyawa. Terlebih, kondisi ini dapat memburuk dengan cepat dalam hitungan minggu. Walau demikian, kondisi ini tidak menurun atau menular dari satu orang ke orang lainnya. Kondisi ini biasa ditandai dengan penurunan frekuensi buang air kecil, perut membengkak yang berisi cairan, sering mual-mual, sakit perut, dan tentunya gangguan penyakit hati yang ditandai dengan penyakit kuning (kulit dan putih mata menguning). Nama Sindrom Hepatorenal Gejala Utama Perut sakit, kelelahan, mual, jarang buang air kecil, penyakit kuning Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Penyakit hati stadium lanjut Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes urine, tes darah, tes pencitraan Faktor Risiko Riwayat penyakit hati parah, infeksi, hipotensi ortostatik, perdarahan saluran cerna Pengobatan Pemberian obat-obatan, transplantasi hati Pencegahan Batasi minuman beralkohol, periksa kesehatan secara rutin, makan-makanan bergizi, jaga berat badan ideal Faktor Risiko Seseorang dapat berisiko mengalami sindrom hepatorenal apabila mereka memiliki beberapa faktor risiko berikut ini: Riwayat penyakit hati. Hipotensi ortostatik (ditandai dengan pusing saat tiba-tiba berdiri). Infeksi Konsumsi obat diuretik. Pernah menjalani pengangkatan cairan perut. Perdarahan saluran cerna. Penyebab Sindrom Hepatorenal Hal yang mendasari kondisi ini yaitu karena penyakit hati kronis yang berada pada stadium lanjut. Yang paling sering yaitu karena sirosis hati akibat penyakit hati seperti halnya hepatitis. Namun, mekanisme terjadinya sindrom hepatorenal sendiri belum diketahui pasti. Para peneliti menduga mekanisme yang mendasari hal ini yaitu karena adanya hipertensi portal. Yaitu tekanan darah tinggi pada vena portal. Akibatnya, terjadi penyempitan pembuluh darah pada ginjal yang membuat pasokan darah menuju ginjal menurun. Akibatnya, ginjal kekurangan oksigen dan kekurangan nutrisi. Ini akan membuatnya kondisi memburuk dengan cepat dalam hitungan minggu hingga bulan. Gejala Sindrom Hepatorenal Mengutip dari Healthline, bahwa gejala dari kondisi ini meliputi: Kelelahan dan kebingungan. Penurunan volume urine. Kulit dan mata menguning. Asistes refrakter (tubuh tidak merespons diuretik. Retensi cairan. Hipotensi (tekanan darah rendah). Azontemia (peningkatan nitrogen darah). Sakit perut, mual, dan mulut rasanya tidak enak. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk mendiagnosis kondisi satu ini, dokter dapat melakukan: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. Tes darah. Pengecekan urine. Tes pencitraan. Pencegahan Sindrom Hepatorenal Untuk mencegah agar tidak tereka kondisi ini, tentunya Anda perlu mencegah agar jangan sampai terkena penyakit hati. Atau bila memang sudah mengalami penyakit hati, maka dapat mencegah agar kondisinya tidak semakin parah. Beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi ini yaitu: Pastikan untuk menghindari minuman beralkohol. Periksakan kesehatan hati secara berkala. Jaga berat badan agar tidak sampai obesitas. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pengobatan Sindrom Hepatorenal Sindrom hepatorenal disebabkan karena gangguan hati. Jadi, untuk mengobatinya maka harus mengobati akar penyakitnya yaitu penyakit hati tersebut. Hal ini dikarenakan jika kondisi hati sudah membaik, maka ginjal pun akan normal kembali dalam sebagian besar kasus. Dokter sendiri mungkin akan melakukan berbagai macam pengobatan dengan cara: Memberikan cairan infus. Berperan dalam meningkatkan aliran darah ke ginjal akibat ketidakseimbangan elektrolit. Pemberian antibiotik. Khususnya bila dokter menemukan tanda-tanda adanya infeksi bakteri. Penghentian obat-obatan. Beberapa obat seperti diuretik dapat memperparah kinerja ginjal sehingga dokter mungkin memerintahkan untuk menghentikannya. Hemodialisis atau cuci darah. Kondisi ini biasanya dokter lakukan bila menemukan adanya gangguan fungsi ginjal. Paracentesis. Apabila perut membengkak karena penumpukan cairan, maka dokter akan mengeluarkan cairan tersebut dengan metode ini. Pemberian obat vasokonstriktor. Mungkin, dokter juga meresepkan obat ini untuk memperlancar aliran darah menuju ginjal. Komplikasi Kondisi ini bisa berisiko sangat fatal karena memiliki komplikasi yang membahayakan seperti halnya: Gagal ginjal terminal. Penurunan kualitas hidup. Komplikasi infeksi. Gagal multi organ. Kematian Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam apabila memang memiliki penyakit hati. Dengan begitu, dokter dapat melakukan perawatan secara cepat dan tepat guna terhindar dari sindrom hepatorenal. Narasumber: dr. Mochammad Irsyad, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2025-08-28 - Modified: 2025-08-24 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/zat-kimia/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Ice bucket challenge atau tantangan ember es yang pernah viral pada 2014 kembali populer pada pertengahan 2025. Aksi viral ini menjadi bagian dari kampanye global untuk meningkatkan kesadaran dan menggalang dana bagi penelitian penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang penyebabnya masih menjadi misteri. Dalam sebuah studi baru, para peneliti menemukan peran signifikan faktor lingkungan, khususnya paparan zat kimia tertentu, terhadap perkembangan penyakit ini. Berikut ini pemaparannya. Mengenal Penyakit ALS Amyotrophic lateral sclerosis atau ALS adalah penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi sel-sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang hingga mengakibatkan hilangnya kemampuan bergerak dan berfungsi secara normal. Penyakit yang juga kerap disebut Lou Gehrig’s disease ini biasanya muncul pada usia dewasa dengan gejala bervariasi, termasuk kelemahan otot, kesulitan berbicara, dan kesulitan menelan. Menurut sejumlah penelitian, jumlah kasus ALS terus naik setiap tahun. Sebuah studi yang diterbitkan di Nature Communications memperkirakan jumlah insiden ALS secara global akan meningkat hingga 69 persen dalam 25 tahun ke depan dari sebanyak 1,9 per 100. 000 pada 2016. Penyakit ALS seringnya bermula dari kedutan otot dan kelemahan pada satu tungkai atau bicara yang cadel. Seiring dengan perkembangannya, ALS mempengaruhi kendali atas otot-otot yang dibutuhkan untuk bergerak, berbicara, makan, dan bernapas. Karena saraf motorik ini secara bertahap mati, otak kehilangan kemampuannya untuk memulai dan mengendalikan gerakan otot. Akibatnya, otot menjadi lemah, lumpuh, dan pada akhirnya berhenti berfungsi. Yang jadi perhatian, belum ada obat yang bisa menyembuhkan ALS sehingga penyakit ini kerap berujung fatal. Peran Zat Kimia dalam ALS Secara umum, penyakit ALS dibagi menjadi dua jenis utama: ALS familial (fALS) yang bersifat herediter atau diturunkan dalam keluarga. fALS disebabkan oleh mutasi pada satu atau lebih gen spesifik. Beberapa gen yang telah diidentifikasi terkait dengan fALS antara lain SOD1, C9orf72, TARDBP, dan FUS, seperti diteliti dalam riset yang diterbitkan di Neurobiologi Penuaan. ALS sporadis (sALS) yang merupakan bentuk ALS paling umum, mencakup sekitar 90 persen dari semua kasus. Penyebab sALS tidak diketahui secara pasti dan tampaknya terjadi secara acak, termasuk adanya kemungkinan peran faktor lingkungan. Para peneliti telah lama menduga bahwa faktor lingkungan berperan penting dalam perkembangan penyakit ALS, khususnya sALS. Dugaan ini dikuatkan oleh adanya kluster-kluster geografis kasus ALS di sejumlah daerah tertentu di dunia, salah satunya di wilayah Pasifik Barat. Penelitian berjudul “Systematic and state-of the science review of the role of environmental factors in Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) or Lou Gehrig's Disease” yang terbit di jurnal Science of the Total Environment berupaya mengevaluasi secara sistematis berbagai faktor lingkungan yang dicurigai terkait dengan ALS. Berdasarkan tinjauan literatur, para peneliti mengidentifikasi adanya beberapa agen lingkungan yang memiliki keterkaitan erat dengan ALS. Di antaranya: β-N-methylamino-L-alanine (BMAA) Formaldehida Selenium Logam berat, termasuk mangan, merkuri, seng, dan tembaga Penelitian itu menyoroti tiga zat kimia yang utama yang familier di masyarakat, yakni formaldehida, merkuri, dan seng (zinc). Formaldehida Formaldehida adalah senyawa organik yang mudah menguap dan tidak berwarna dengan bau tajam dan menyesakkan. Masyarakat awam lebih mengenalnya dengan sebutan formalin, yang digunakan sebagai pengawet mayat atau spesimen biologi. Namun senyawa ini sebenarnya ada di mana-mana, termasuk dalam berbagai produk rumah tangga seperti papan partikel (particle board) untuk furnitur, produk kayu lapis, lem, kain, juga digunakan sebagai fungisida, germisida, dan disinfektan. Merkuri Merkuri adalah logam berat yang sangat toksik, terutama dalam bentuk metilmerkuri. Sumber paparan merkuri bisa berasal dari proses industri seperti produksi peralatan listrik, suku cadang otomotif, daur ulang bola lampu neon, dan pabrik kimia yang menggunakan merkuri. Selain itu, paparan bisa berasal dari konsumsi ikan yang terkontaminasi metilmerkuri dari perairan yang tercemar. Seng Seng adalah mineral esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biologis. Namun zat ini bisa menjadi beracun jika paparannya berlebihan. Paparan seng bisa terjadi di industri pertambangan, industri manufaktur logam, serta dari abu batu bara pembangkit listrik, lumpur limbah, serta pupuk. Konsumsi air minum atau makanan yang terkontaminasi seng juga bisa menjadi sumber paparan. Penelitian ini menemukan asosiasi zat-zat kimia itu dengan tingginya kasus ALS. Namun mekanisme pasti ihwal bagaimana paparannya bisa memicu atau mempercepat perkembangan penyakit ALS masih memerlukan riset lebih lanjut. Ada dugaan zat-zat kimia itu bersifat neurotoksik alias bisa merusak sel-sel saraf melalui beberapa mekanisme, seperti stres dan peradangan. Penelitian ini memberikan perspektif baru dalam memandang penyakit ALS. Tapi penyakit masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia neurologi. Sulit untuk mencegah penyakit ini jika faktor pemicunya tak bisa dipastikan. Namun, dengan adanya riset itu, masyarakat bisa mengupayakan pencegahan dengan mengurangi paparan zat kimia yang berbahaya dalam aktivitas sehari-hari. Narasumber: dr. Irsyah Dwi Rohmayanti, Sp. N Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Pasar mis - Published: 2025-08-28 - Modified: 2025-08-31 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyakit-myasthenia-gravis/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Myasthenia Gravis adalah penyakit autoimun yang memengaruhi komunikasi antara saraf dan otot, menyebabkan kelemahan otot. Gejala utama myasthenia gravis meliputi kelemahan otot yang memburuk setelah aktivitas fisik dan membaik dengan istirahat. Penyebab myasthenia gravis adalah sistem kekebalan tubuh (antibodi) secara keliru menyerang protein yang berperan dalam performa taut saraf otot. Mengenal Penyakit Myasthenia Myasthenia Gravis adalah penyakit autoimun yang mempengaruhi komunikasi antara saraf dan otot, menyebabkan kelemahan otot. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun menghasilkan antibodi yang mengganggu fungsi reseptor asetilkolin pada otot. Aktivitas dapat memperberat gejala dari penyakit ini. Gejala mereda dengan istirahat. Myasthenia lebih sering menyerang wanita muda dan pria lebih tua. Gejala Penyakit Myasthenia Gejala Myasthenia Gravis umumnya melibatkan kelemahan otot yang memburuk seiring berjalannya waktu dan setelah aktivitas fisik. Kelemahan pada otot wajah, seperti kesulitan tersenyum , kurang ekspresif Kelemahan otot mata, menyebabkan kelopak mata turun, pandangan ganda Bicara sengau Kesulitan menelan Otot anggota gerak lemah Sesak nafas Penyebab Penyakit Myasthenia Penyakit Myasthenia Gravis disebabkan oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang memengaruhi komunikasi antara taut saraf dan otot. Myasthenia gravis, mirip dengan kelainan autoimun pada penyakit lainnya, terjadi pada seseorang dengan kerentanan genetik. Myasthenia terjadi ketika sistem imun menghasilkan antibodi yang menyerang dan merusak reseptor asetilkolin pada otot. Asetilkolin adalah neurotransmitter yang diperlukan untuk merangsang kontraksi otot. Antibodi yang terbentuk menghambat komunikasi antara saraf dan otot. Akibatnya, otot tidak dapat berkontraksi dengan normal, menyebabkan kelemahan otot yang progresif. Produksi antibodi ini disebabkan oleh respon imun tubuh yang salah mengenali reseptor asetilkolin sebagai ancaman. Timus, organ yang berperan dalam sistem imun, sering kali terlibat dalam Myasthenia Gravis. Beberapa penderita memiliki timus yang membesar atau ada tumor. Pembesaran timus atau tumor dapat merangsang produksi antibodi yang menyerang otot-otot tubuh. Gangguan pada timus diduga mengarah pada kesalahan regulasi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan reaksi autoimun. Cara Dokter Diagnosis Penyakit Myasthenia Diagnosis Myasthenia Gravis dimulai dengan wawancara terkait keluhan yang dialami oleh pasien, pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kekuatan otot dan gejala khas, seperti kelopak mata turun. Dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap reseptor asetilkolin, yang merupakan tanda utama Myasthenia. Pemeriksaan elektromiografi (EMG) dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik pada otot, membantu mendiagnosis miasthenia gravis. Cara Mengobati Penyakit Myasthenia 1. Penggunaan Obat Antikolinesterase Obat antikolinesterase, seperti piridostigmin, digunakan untuk meningkatkan komunikasi antara saraf dan otot. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang merusak asetilkolin, neurotransmitter yang diperlukan untuk kontraksi otot. Piridostigmin membantu mengurangi gejala kelemahan otot pada pasien 2. Imunosupresan Obat imunosupresan berupa: azathioprine,metotreksat,kortikosteroid, takrolimus,siklosporin, mikofenolat mofetil, asam mikofenolat. Obat ini bertujuan untuk menekan dan memodulasi reaksi imun pada tubuh 3. Plasmapheresis dan Immunoglobulin Intravenosa (IVIg) Plasmapheresis adalah prosedur yang digunakan untuk membersihkan antibodi dari darah penderita Myasthenia. Immunoglobulin intravena (IVIg) merupakan terapi pemberian immunoglobulin yang bertujuan untuk mengubah respon imun dan memberbaiki gejala. Kedua prosedur ini biasanya dilakukan untuk kasus yang parah atau selama krisis Myasthenia, ketika gejala memburuk dengan cepat. . 4. Pembedahan Pengangkatan Timus Pengangkatan timus (timektomi) dapat membantu beberapa pasien dengan Myasthenia, terutama yang memiliki kelainan pada timus atau tumor. Timus memiliki peran dalam pengaturan sistem imun, dan pengangkatannya dapat mengurangi produksi antibodi pada kasus miasthenia gravis. Komplikasi Penyakit Myasthenia Krisis Miasthenik (terjadi akibat infeksi,konsumsi obat tertentu atau peningkatan aktivitas autoimun dari pasien), gejalanya berupa: Kesulitan bernafas Kelemahan anggota gerak Gangguan menelan berat Kemampuan batuk berkurang Krisis Kolinergik ( terjadi akibat kelebihan dosis piridostigmin). Gejala menyerupai krisis miastenik namun disertai produksi cairan tubuh meningkat ( air liur, air mata, kencing, diare, berkeringat), mual dan mules. Tentukan Batas pada Penderita Miasthenia Gravis Beberapa langkah dapat membantu mengurangi memperburuk gejalanya. Jangan terburu-buru di setiap aktivitas Hindari stres fisik atau emosional yang dapat memperburuk gejala Menghindari infeksi atau penyakit yang dapat memicu flare-up Menghindari paparan obat-obatan tertentu yang dapat memperburuk kondisi Menjaga pola makan sehat dan bergizi Berolahraga ringan untuk menjaga kekuatan otot Menghindari paparan suhu ekstrem, seperti suhu panas Istirahatkan mata anda sesekali saat membaca atau bekerja Kapan Harus ke Dokter Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami kelemahan otot yang semakin memburuk atau kesulitan bernapas, kesulitan menelan atau berbicara, atau jika otot wajah atau tubuh menjadi lemah. Periksakan ke dokter jika gejala memburuk setelah aktivitas atau stres fisik, atau jika Anda merasa kelelahan ekstrem. Narasumber: dr. Dianita Risky Alamsyah, Sp. N Spesiais Neurologi Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-08-27 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyakit-hirschsprung/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Penyakit Hirschsprung adalah kelainan bawaan pada usus besar karena ketiadaan saraf pada bagian usus besar sehingga mengganggu pergerakan usus. Penderita akan mengalami kesulitan buang air besar. Penyakit Hirschsprung umumnya diketahui sejak bayi baru lahir. Namun pada kondisi yang ringan, penyakit ini baru terdeteksi setelah anak sudah lebih besar. Penyebab terjadinya penyakit Hirschsprung belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor terkait seperti memiliki keluarga yang menderita penyakit Hirschsprung dan menderita penyakit bawaan lain yang bersifat genetik seperti Down syndrome atau penyakit jantung bawaan. Penangan dini penyakit Hirschsprung akan mencegah terjadinya pelebaran usus lebih lanjut. Oleh karena itu, memahami gejala klinis, dan diagnosis dini sangat penting. Hal ini membantu memastikan penanganan yang tepat. Mengenal Penyakit Hirschsprung Penyakit Hirschsprung adalah suatu penyakit yang terjadi akibat tidak adanya ganglion saraf parasimpatis pada lapisan mukosa dan submukosa usus besar mulai anus hingga bagian usus di atasnya. Penyebab utama penyakit ini diduga berkaitan dengan faktor genetik. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan perempuan. Dalam kondisi normal, otot-otot di usus akan berkontraksi dan mendorong tinja secara ritmis melalui rektum. Pada penyakit Hirschsprung, saraf yang mengendalikan otot-otot ini hilang dari bagian usus sehingga tinja tidak dapat didorong melalui usus secara lancar. Panjang bagian yang terkena usus bervariasi pada masing-masing anak. Kotoran akan menumpuk terus di bagian bawah hingga menyebabkan pembesaran pada usus dan juga kotoran menjadi keras kemudian membuat bayi tidak dapat BAB. Penyakit ini umumnya terdeteksi pada bayi yang sulit buang air besar dalam 48 jam pertama setelah lahir. Namun, dalam beberapa kasus, gejala baru terdeteksi saat anak lebih besar. Diagnosis dan tata laksana dini penyakit Hirschsprung sangat penting. Hal ini untuk mencegah komplikasi serius seperti enterokolitis atau perforasi usus. Penyebab Penyakit Hirschsprung terjadi akibat gangguan perkembangan saraf di usus besar saat janin masih dalam kandungan. Bagian usus yang terkena tidak memiliki sel saraf (ganglia). Akibatnya, usus tidak bisa berkontraksi untuk mendorong tinja keluar. Penyebab utama penyakit ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor yang berkontribusi telah diidentifikasi, antara lain: 1. Kelainan Genetik Beberapa kasus Hirschsprung berkaitan dengan mutasi gen tertentu, seperti gen RET. Gen ini berperan dalam perkembangan saraf usus. Kelainan genetik ini bisa diturunkan dalam keluarga. Namun, tidak selalu terjadi pada setiap generasi. 2. Gangguan Perkembangan Saraf Saat Janin Sel saraf yang mengontrol pergerakan usus berkembang sejak awal kehamilan. Sel ini menyebar ke seluruh saluran pencernaan. Pada bayi dengan penyakit Hirschsprung, proses ini terhenti sebelum selesai, sehingga bagian tertentu dari usus tersebut tidak memiliki saraf. 3. Faktor Risiko Keturunan Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit Hirschsprung. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi ini, risiko anak lain dalam keluarga juga meningkat. 4. Kondisi Medis Tertentu Penyakit Hirschsprung sering dikaitkan dengan kondisi genetik lain, seperti Down syndrome. Anak-anak dengan Down syndrome memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan saraf usus. Gejala Gejala penyakit Hirschsprung bervariasi tergantung tingkat keparahan dan luasnya bagian usus yang terkena. Umumnya, tanda-tanda penyakit ini telah muncul sejak bayi lahir. Namun, dalam beberapa kasus, gejalanya baru terdeteksi saat anak lebih besar. Bayi dengan penyakit Hirschsprung sering mengalami kesulitan buang air besar dalam 48 jam pertama setelah lahir. Anak yang lebih besar mungkin mengalami sembelit kronis dan perut kembung. Beberapa gejala umum dari Penyakit Hirschsprung meliputi: Tidak buang air besar dalam 48 jam pertama setelah lahir. Sembelit kronis atau kesulitan buang air besar. Perut kembung dan buncit. Muntah, terutama muntah berwarna hijau atau cokelat. Pertumbuhan yang terhambat atau gagal tumbuh. Diare dengan bau sangat busuk. Infeksi usus serius (enterokolitis), yang bisa menyebabkan demam dan diare berdarah. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Hirschsprung Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berdasarkan gejala yang dialami pasien dan hasil pemeriksaan fisis. Pemeriksaan colok dubur dengan memasukkan jari tangan ke dalam anus menunjukkan adanya pengenduran pada otot rektum. Pemeriksaan pendukung yang perlu dilakukan biasanya meliputi rontgen perut untuk melihat pelebaran usus besar yang terisi oleh gas dan tinja, kontras enema, manometri anus untuk mengukur tekanan sfingter anus dengan cara mengembangkan balon di dalam rektum dan dilakukan biopsi rektum untuk melihat tidak adanya ganglion selel saraf. Cara Mengobati Penyakit Hirschsprung tidak bisa sembuh sendiri dan memerlukan tindakan medis. Pengobatan utama adalah operasi untuk mengangkat bagian usus yang tidak memiliki sel saraf. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan antara lain: 1. Prosedur Pull-Through (Penarikan Usus) Dokter mengangkat bagian usus tanpa sel saraf, lalu menyambungkannya dengan bagian sehat. Teknik laparoskopi sering digunakan karena minim invasif dan mempercepat pemulihan pasien. 2. Kolostomi atau Ileostomi Pada kasus parah, dokter mungkin membuat lubang (stoma) di perut sebagai saluran pembuangan tinja sementara, setelah kondisi pasien stabil, operasi pull-through akan dilakukan. 3. Terapi Pasca Operasi Pasca operasi, pasien mungkin masih mengalami konstipasi, diare, atau inkontinensia feses. Terapi seperti obat pencahar, diet tinggi serat, dan latihan toilet training dapat membantu pemulihan. 4. Penanganan Enterokolitis Enterokolitis adalah komplikasi serius pada penyakit Hirschsprung. Pengobatannya melibatkan antibiotik, pemberian hidrasi, dan pemasangan... - Published: 2025-08-27 - Modified: 2025-08-24 - URL: https://primayahospital.com/umum/sindrom-angelman/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Sindrom Angelman adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi perkembangan saraf dan fungsi kognitif. Penyakit ini bersifat bawaan. Penderita sindrom ini mengalami keterlambatan perkembangan, gangguan bicara, dan sering kali menunjukkan ekspresi wajah yang bahagia. Gejala biasanya muncul pada masa bayi atau anak-anak. Diagnosis dini penting untuk penanganan optimal dan peningkatan kualitas hidup. Mengenal Sindrom Angelman Sindrom Angelman merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh hilangnya atau kerusakan gen UBE3A pada kromosom 15. Penyakit ini langka. Kelainan ini menyebabkan gangguan perkembangan saraf, terutama pada area otak yang mengatur koordinasi motorik dan bicara. Penderita sering kali menunjukkan karakteristik wajah bahagia dan tawa yang tidak terkontrol. Gejala lain meliputi gangguan tidur dan kejang. Sindrom Angelman lebih sering terdiagnosis pada masa bayi atau awal masa kanak-kanak. Deteksi dini sangat penting. Gejala Sindrom Angelman Gejala Sindrom Angelman dapat muncul sejak masa bayi atau awal kanak-kanak. Biasanya, gejala berhubungan dengan perkembangan saraf dan perilaku. Keterlambatan perkembangan motorik Gangguan bicara atau tidak bisa berbicara Ekspresi wajah bahagia dan sering tertawa Gangguan koordinasi tubuh (ataksia) Kejang atau epilepsi Gangguan tidur (insomnia) Perilaku hiperaktif Penyebab Sindrom Angelman Sindrom Angelman merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh gangguan pada gen UBE3A pada kromosom 15. Gangguan ini mengakibatkan kerusakan fungsi saraf. Berikut adalah beberapa penyebab utama Sindrom Angelman. 1. Delesi Maternal pada Kromosom 15 Delesi maternal terjadi ketika segmen gen UBE3A pada kromosom 15 dari ibu hilang atau tidak berfungsi. Gen UBE3A memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan fungsi saraf. Hilangnya gen ini menyebabkan gangguan neurologis. Pada individu normal, gen UBE3A dari ibu lebih aktif dibandingkan dari ayah. Kehilangan gen maternal ini berdampak besar. Delesi maternal merupakan penyebab paling umum Sindrom Angelman, terjadi pada sekitar 70% kasus yang terdiagnosis. 2. Disomik Uniparental Paternal Disomik uniparental paternal terjadi ketika kedua salinan kromosom 15 berasal dari ayah. Kondisi ini menyebabkan hilangnya ekspresi gen maternal. Pada kondisi normal, satu kromosom 15 berasal dari ibu dan satu dari ayah. Ketidakseimbangan ini mengganggu fungsi gen. Akibatnya, gen UBE3A yang seharusnya aktif dari ibu tidak ada, sehingga menyebabkan gangguan neurologis pada penderita. Kasus disomik uniparental paternal lebih jarang terjadi dibandingkan delesi maternal, tetapi tetap mengakibatkan sindrom. 3. Imprinting Error pada Gen UBE3A Kadang, tidak ada delesi atau disomik, tetapi terdapat kesalahan cetak genetik (imprinting error) pada gen UBE3A. Kesalahan ini menyebabkan gen dari ibu yang seharusnya aktif menjadi tidak aktif, sehingga fungsi saraf terganggu. Imprinting error bisa terjadi secara spontan tanpa riwayat keluarga, atau akibat mutasi pada pusat imprinting. Meskipun kasus ini jarang, dampaknya sama seperti pada delesi, yaitu gangguan perkembangan dan perilaku. 4. Mutasi Tunggal pada Gen UBE3A Mutasi langsung pada gen UBE3A dapat menyebabkan hilangnya fungsi gen. Mutasi ini dapat muncul secara spontan atau diturunkan. Mutasi pada gen UBE3A menyebabkan hilangnya kemampuan enzim ubiquitin ligase E6-AP, yang penting dalam perkembangan saraf. Kerusakan pada gen ini mengganggu proses degradasi protein dalam neuron, menyebabkan akumulasi protein abnormal. Mutasi tunggal pada gen UBE3A menyumbang sebagian kecil kasus, tetapi tetap menyebabkan gangguan neurologis parah. Cara Dokter Diagnosis Sindrom Angelman Diagnosis Sindrom Angelman dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan tes genetik. Riwayat keluarga juga diperhatikan untuk mendukung diagnosis. Tes genetik dilakukan untuk mendeteksi delesi pada kromosom 15. Tes ini memastikan keberadaan mutasi pada gen UBE3A. Pemeriksaan EEG dilakukan jika ada gejala kejang atau epilepsi. Pola gelombang abnormal dapat menunjukkan disfungsi otak. Dokter juga melakukan tes perkembangan untuk menilai keterlambatan motorik dan kognitif. Evaluasi perilaku penting untuk mendeteksi gejala khas. Cara Mengobati Sindrom Angelman Sindrom Angelman adalah kelainan genetik yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, beberapa terapi dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Berikut adalah beberapa cara mengobati Sindrom Angelman. 1. Terapi Obat untuk Mengendalikan Kejang Kejang merupakan gejala umum pada Sindrom Angelman. Dokter meresepkan obat antiepilepsi untuk mengendalikan frekuensi dan intensitas kejang. Obat seperti valproat dan clonazepam sering digunakan untuk mengurangi aktivitas listrik abnormal di otak. Dosis disesuaikan dengan usia pasien. Pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan efektivitas obat dan meminimalkan efek samping seperti kantuk atau gangguan koordinasi. Dokter akan meninjau obat secara berkala dan mengganti bila ditemukan resistansi atau efek samping yang tidak diinginkan. 2. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Gangguan motorik pada Sindrom Angelman memerlukan terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi gerak. Fisioterapi dilakukan sejak dini untuk mencegah kekakuan otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh. Latihan dilakukan secara bertahap. Terapi okupasi membantu meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari seperti makan dan berpakaian. Dukungan keluarga sangat penting. Dokter akan menyusun program terapi fisik sesuai kondisi pasien agar perkembangan motorik lebih optimal. 3. Terapi Wicara dan Komunikasi Penderita Sindrom Angelman sering mengalami gangguan bicara. Terapi wicara dilakukan untuk membantu mengembangkan kemampuan komunikasi. Terapi ini melibatkan latihan vokal, penggunaan alat bantu bicara, dan metode komunikasi alternatif. Tujuannya adalah meningkatkan interaksi sosial. Penggunaan gambar dan simbol sebagai media komunikasi juga diajarkan agar pasien dapat menyampaikan kebutuhan dengan lebih baik. Terapi wicara dilakukan secara berkala dan membutuhkan pendampingan dari keluarga untuk latihan di rumah. 4. Dukungan... - Published: 2025-08-26 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/anak/pengobatan-bronkopneumonia-pada-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Pada anak-anak dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang sangat rentan masalah kesehatan. Salah satu yang sering menjadi kekhawatiran adalah bronkopneumonia, penyakit yang menyerang saluran pernapasan yaitu paru-paru. Penelitian terbaru melaporkan adanya pengobatan efektif untuk menangani bronkopneumonia pada anak. Artikel berikut ini akan bronkopneumonia pada anak dan temuan penelitian terbaru tersebut. Mengenal Bronkopneumonia pada Anak Bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada bronkus (saluran udara utama di paru-paru) dan alveoli (kantong-kantong udara kecil tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida). Akibat adanya peradangan tersebut, fungsi paru-paru dalam menyerap oksigen dan membuang karbon dioksida menjadi terganggu. Penyebab utama bronkopneumonia pada anak umumnya adalah infeksi baik oleh bakteri, virus, maupun jamur. Dalam artikel Pediatric Pneumonia di National Library of Medicine, secara global, pneumonia adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Bronkopneumonia sendiri merupakan bentuk pneumonia paling umum pada populasi anak-anak. Bronkopneumonia pada anak bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit ini dapat komplikasi serius, bahkan mengancam jiwa, terutama pada anak-anak yang memiliki masalah kesehatan bawaan seperti gangguan jantung maupun dengan gizi buruk. Gejala Bronkopneumonia pada Anak Gejala bronkopneumonia pada anak bisa bermacam-macam, tergantung usia dan tingkat keparahan infeksi. Sejumlah gejala yang umum meliputi: Demam, sering kali tinggi mencapai 39 derajat Celsius atau lebih Batuk, biasanya berdahak, dahak bisa kental berwarna kuning atau kehijauan Napas cepat atau sesak napas Nyeri dada, terutama saat batuk atau menarik napas dalam Anak terlihat lemas, lesu, dan kehilangan nafsu makan Pada kasus yang lebih berat, bibir dan kuku bisa tampak kebiruan (sianosis) karena kekurangan oksigen Napas anak mungkin terdengar berbunyi (mengi) Rewel dan menangis tanpa sebab jelas pada anak yang lebih kecil Penyebab Bronkopneumonia pada Anak Infeksi bakteri, virus, atau jamur bisa menyebabkan bronkopneumonia pada anak. Namun penyebab paling umum adalah bakteri, seperti: Streptococcus pneumoniae(pneumokokus) Haemophilus influenzaetipe b (Hib) Mycoplasma pneumoniae Chlamydophila pneumoniae Staphylococcus aureus Bakteri Gram-negatif lain, seperti Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa Virus seperti respiratory syncytial virus (RSV), virus influenza, dan adenovirus juga sering menjadi pemicu. Kadang infeksi virus ini pun bisa diikuti dengan infeksi bakteri. Anak-anak, terutama balita, lebih rentan terkena bronkopneumonia karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya matang. Saluran napas mereka juga lebih sempit sehingga lebih mudah tersumbat oleh lendir atau peradangan. Faktor risiko lain termasuk malnutrisi, tidak mendapat air susu ibu eksklusif, paparan asap rokok, dan tinggal di lingkungan padat penduduk. Pengobatan untuk Bronkopneumonia pada Anak Untuk mengobati bronkopneumonia yang disebabkan oleh bakteri, dokter akan menggunakan antibiotik. Namun pemilihan antibiotik yang tepat dan efektif bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah satu masalah global yang dihadapi adalah meningkatnya resistansi bakteri terhadap antibiotik. Tapi baru-baru ini ada hasil yang menjanjikan dari sebuah penelitian di Cina terhadap kombinasi antibiotik, yaitu piperasilin-tazobaktam (PIP/TAZ) dan eritromisin. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Alternative Therapies in Health and Medicine pada 2024 ini mendapati kombinasi antibiotik piperasilin-tazobaktam dan eritromisin lebih efektif dalam mengobati pneumonia pada anak ketimbang piperasilin-tazobaktam saja. Piperasilin-tazobaktam Piperasilin-tazobaktam, yang sering disingkat pip-taz, adalah antibiotik kombinasi. Piperasilin adalah antibiotik golongan penisilin spektrum luas, yang berarti dapat digunakan untuk melawan berbagai jenis bakteri. Namun beberapa bakteri mengalami mutase sehingga menghasilkan enzim bernama beta-laktamase yang dapat merusak cincin beta-laktam pada antibiotik penisilin dan membuatnya tidak efektif. Di sinilah tazobaktam berperan. Tazobaktam adalah inhibitor atau penghambat beta-laktamase yang pelindung bagi piperasilin. Saat tazobaktam diserang oleh beta-laktamase dari bakteri, piperasilin tetap utuh dan bisa menghancurkan dinding sel bakteri. Eritromisin Eritromisin adalah antibiotik yang bekerja dengan mengganggu sintesis protein bakteri. Dengan terhambatnya produksi protein esensial, bakteri tidak bisa berkembang biak dan akhirnya mati. Antibiotik ini efektif untuk melawan bakteri Gram-positif tertentu, seperti beberapa strain Streptococcus pneumoniae. Yang paling penting, eritromisin sangat ampuh melawan bakteri atipikal seperti Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydophila pneumoniae. Bakteri ini sering menjadi penyebab “pneumonia berjalan”, yaitu pneumonia yang gejalanya lebih ringan tapi bisa berlangsung lama. Namun penelitian ini juga mendapati adanya efek yang tak diinginkan terhadap keseimbangan flora usus, yakni kumpulan triliunan mikroorganisme (terutama bakteri) yang hidup di saluran pencernaan. Pada pasien yang diberi kombinasi antibiotik tersebut ditemukan adanya insiden gangguan pencernaan yang lebih tinggi setelah pengobatan. Terlepas dari efek samping itu, penelitian ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut mengenai pengobatan yang efektif untuk bronkopneumonia pada anak. Meski demikian, bagi orang tua yang memiliki anak balita, Langkah yang paling penting adalah mengupayakan pencegahan terhadap pneumonia yang bisa mengancam jiwa. Pastikan anak telah mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan jadwal, termasuk vaksin yang dapat mencegah pneumonia seperti PCV dan Hib. Selain itu, penting untuk kebersihan diri dan lingkungan. termasuk dengan mengajari anak untuk rajin mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah bermain. Selain itu, pemeberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama yang dilanjutkan dengan nutrisi seimbang untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat serta menghindari paparan asap rokok dan polusi udara lainnya pada anak. Narasumber: dr. Eka Sulastri, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-08-26 - Modified: 2025-08-27 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-maple-syrup-urine/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Mengenal Penyakit Maple Syrup Urine Penyakit Maple Syrup Urine (MSUD) adalah kelainan metabolik bawaan memengaruhi pemecahan asam amino rantai bercabang. Kondisi ini menyebabkan penumpukan asam amino dalam darah dan urine. Penumpukan asam amino menyebabkan urine berbau manis, mirip sirup maple. Bau ini menjadi tanda khas penyakit MSUD. Gejala Penyakit Maple Syrup Urine Gejala Penyakit Maple Syrup Urine biasanya muncul pada masa bayi. Gejala dapat berkembang cepat dan memburuk jika tidak ditangani. Oleh karena itu, melakukan diagnosis secara dini penting untuk mencegah komplikasi. Beberapa gejala yang dapat ditemukan, antara lain: Bau urine seperti sirup maple Muntah dan kehilangan nafsu makan Kelesuan atau penurunan kesadaran Hipotonia (otot lemas) Kejang-kejang Masalah pernapasan Keterlambatan perkembangan motorik Koma pada kasus parah Gangguan koordinasi gerak Peningkatan kadar asam amino dalam darah Penyebab Penyakit Maple Syrup Urine Penyakit Maple Syrup Urine (MSUD) disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi pemecahan asam amino rantai bercabang. 1. Mutasi pada Gen BCKDHA, BCKDHB, atau DBT Mutasi pada gen BCKDHA, BCKDHB, atau DBT merupakan penyebab utama MSUD. Gen ini mengkode enzim kompleks dehidrogenase BCAA. Enzim ini bertanggung jawab memecah asam amino rantai bercabang, meliputi leusin, isoleusin, dan valin. Jika enzim tidak berfungsi, asam amino menumpuk dalam darah dan urine. 2. Gangguan Metabolisme Asam Amino MSUD mengganggu metabolisme asam amino rantai bercabang. Tanpa enzim yang memadai, pemecahan leusin, isoleusin, dan valin terhambat. Akibatnya, asam amino dan metabolit beracun menumpuk di dalam tubuh. Hal ini berpotensi merusak jaringan saraf dan otak, yang dapat saja bersifat permanen jika tidak segera diobati. Kondisi ini juga dapat menyebabkan koma atau kematian pada bayi. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting dilakukan. 3. Faktor Genetik Autosomal Resesif Mutasi ini diwariskan secara autosomal resesif, artinya anak harus menerima dua salinan gen cacat dari kedua orang tua. Risiko anak terkena penyakit adalah 25% jika kedua orang tua pembawa. Sulitnya, orang tua pembawa gen cacat biasanya tidak menunjukkan gejala. Mereka tampak sehat meskipun memiliki gen yang rusak. Dilakukannya konsultasi genetik penting sebelum merencanakan kehamilan. Pemeriksaan genetik membantu mengidentifikasi pasangan berisiko. 4. Ketidakseimbangan Asam Amino dalam Tubuh Tanpa enzim dehidrogenase BCAA, pemecahan asam amino terganggu. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan metabolik dalam tubuh. Leusin, isoleusin, dan valin tidak dapat diubah menjadi energi. Sebaliknya, asam amino ini menumpuk dan merusak jaringan. Manajemen diet rendah protein dapat membantu mengurangi asam amino. Namun, terapi seumur hidup diperlukan untuk mencegah komplikasi. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Maple Syrup Urine Dokter melakukan diagnosis MSUD melalui pemeriksaan klinis dan riwayat keluarga. Biasanya dilakukan jika ada gejala khas pada bayi. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar asam amino rantai bercabang. Peningkatan leusin, isoleusin, dan valin mengindikasikan MSUD. Selain itu, tes urine dilakukan untuk mendeteksi bau khas seperti sirup maple. Analisis metabolik membantu memastikan diagnosis. Tes genetik dilakukan untuk mendeteksi mutasi pada gen BCKDHA, BCKDHB, atau DBT. Hasil positif dapat memperkuat diagnosis MSUD. Cara Mengobati Penyakit Maple Syrup Urine Pengobatan Penyakit Maple Syrup Urine (MSUD) bertujuan mengontrol kadar asam amino dalam darah. Terapi dilakukan secara multidisiplin dan berkelanjutan. 1. Terapi Diet Rendah Protein Diet rendah protein bertujuan mengurangi asupan asam amino rantai bercabang. Makanan tinggi protein harus dibatasi secara ketat. Dokter akan meresepkan formula khusus yang rendah leusin, isoleusin, dan valin. Tujuannya untuk mencegah penumpukan asam amino. Pasien memerlukan suplemen asam amino esensial lainnya. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Diet harus dipantau secara ketat oleh ahli gizi. Penyesuaian dilakukan sesuai kadar asam amino dalam darah. 2. Terapi Penggantian Cairan dan Elektrolit Pada kondisi akut, pasien dapat mengalami dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Terapi cairan dilakukan secara intravena. Infus cairan elektrolit membantu mengurangi kadar asam amino dalam darah, yang cukup penting untuk mencegah kerusakan otak. Dokter umumnya akan memberikan larutan glukosa untuk mencegah hipoglikemia, dengan tujuan membantu menjaga energi tubuh selama krisis metabolik. Pemantauan kadar asam amino dilakukan secara berkala. Jika tidak terkendali, pasien mungkin memerlukan terapi tambahan. 3. Terapi Dialisis Dialisis dilakukan pada kasus krisis metabolik berat. Prosedur ini bertujuan membersihkan darah dari asam amino berlebihan. Dialisis peritoneal atau hemodialisis dapat dipilih sesuai kondisi pasien. Proses ini membantu menurunkan kadar leusin dengan cepat. Terapi ini dilakukan dalam unit perawatan intensif. Pemantauan ketat diperlukan untuk mencegah komplikasi selama prosedur. Dialisis bersifat sementara hingga kondisi pasien stabil. Setelah itu, diet ketat kembali diterapkan untuk pencegahan. 4. Transplantasi Hati Transplantasi hati dapat menjadi pilihan pada kasus parah. Hati yang sehat dapat memproduksi enzim dehidrogenase BCAA secara normal. Prosedur transplantasi bertujuan memperbaiki metabolisme asam amino. Hati donor memungkinkan pasien menjalani hidup lebih normal. Namun, prosedur ini memiliki risiko dan tantangan besar. Seleksi donor dilakukan dengan sangat ketat untuk mengurangi komplikasi. Setelah transplantasi, pasien tetap membutuhkan pemantauan jangka panjang. Perawatan medis rutin diperlukan untuk menjaga fungsi hati. Komplikasi Penyakit Maple Syrup Urine Penyakit Maple Syrup Urine dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani. Kerusakan otak merupakan risiko utama pada pasien. Bentuk komplikasi utama yang dapat terjadi adalah edema otak. Penumpukan asam amino menyebabkan pembengkakan jaringan... - Published: 2025-08-25 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/eft-tapping/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Seusai operasi caesar, banyak ibu mengalami kecemasan yang dapat mempengaruhi proses pemulihan dan mobilisasi dini. Untuk mengatasinya, salah satu pendekatan yang banyak dibicarakan adalah Emotional Freedom Technique atau EFT Tapping. Metode ini tidak hanya dapat membantu mengurangi kecemasan, tapi juga mempercepat mobilisasi fisik. Artikel ini akan membahas EFT Tapping lebih dalam dan bagaimana teknik ini dapat memberikan manfaat bagi ibu pasca operasi caesar. Apa Itu EFT Tapping? EFT Tapping adalah teknik terapi yang menggabungkan prinsip psikologi dengan stimulasi titik-titik akupunktur tanpa menggunakan jarum. Teknik ini dilakukan dengan mengetuk ringan pada titik-titik tertentu di tubuh menggunakan ujung jari, sambil memfokuskan perhatian pada masalah emosional yang dialami. Meskipun Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum secara eksplisit mengakui EFT Tapping sebagai metode teknik terapi utama, WHO menegaskan pentingnya pengelolaan kesehatan mental, termasuk stres dan kecemasan. Dalam praktiknya, EFT Tapping banyak digunakan secara mandiri oleh individu maupun oleh terapis sebagai metode alternatif untuk mengurangi stres, kecemasan, dan berbagai masalah emosional lainnya. Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Evidence-Based Integrative Medicine, EFT Tapping telah terbukti sebagai praktik berbasis bukti (evidence-based practice) yang efektif dalam mengatasi kecemasan, depresi, fobia, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD), meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan tersebut. Sedangkan menurut studi “Emotional Freedom Technique (EFT) Tapping for Post Sectio Caesaria Patient: Decrease Anxiety and Increase Early Mobilization” yang di publikasikan di Jurnal Riset Kesehatan, metode ini terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres yang merupakan keluhan umum pasca operasi caesar. Selain itu, terapi ini membantu mempercepat proses mobilisasi dini setelah operasi. Penelitian ini melibatkan 30 responden ibu yang sebelumnya menjalani operasi caesar di RSUD Ungaran, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penurunan kecemasan secara signifikan pada kelompok intervensi Mobilisasi pasien menjadi lebih cepat dan lebih lancar dibanding kelompok kontrol. Para responden merasakan tubuh menjadi lebih ringan dan rileks setelah menjalani EFT. Dengan demikian, EFT Tapping tidak hanya memberikan manfaat psikologis berupa pengurangan kecemasan, tetapi juga memberikan dampak positif pada aspek fisik pemulihan pasca operasi. Proses EFT Tapping Proses EFT Tapping relatif sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Berikut ini langkah-langkah umum yang dapat diikuti: Identifikasi Masalah Pertama, tentukan kecemasan atau masalah emosional yang hendak ditangani. Misalnya ketakutan akan rasa sakit setelah operasi. Penilaian Kecemasan Tentukan skor kecemasan dalam skala 0-10 sebelum memulai terapi. Ini akan membantu mengukur efektivitas EFT setelah sesi. Tapping Mulailah menekan titik-titik tertentu di tubuh dengan satu atau dua jari, seperti: Puncak kepala Awal alis Sisi mata Bawah mata Bawah hidung Dagu Tulang selangka Sisi tubuh Sambil menekan titik-titik ini, ucapkan pernyataan yang mencerminkan masalah Anda. Contohnya, "Meskipun saya merasa cemas tentang pemulihan saya, saya menerima diri saya sepenuhnya. " Evaluasi Kembali Setelah menyelesaikan sesi EFT, evaluasi kembali tingkat kecemasan dan tentukan skornya. Meski teknik EFT Tapping pada dasarnya bisa dilakukan sendiri. Tetap dibutuhkan peran dokter atau profesional kesehatan yang dapat membantu mendiagnosis masalah kesehatan yang dialami dan memberikan panduan cara melakukan EFT Tapping yang benar agar hasilnya bisa optimal Manfaat EFT Tapping bagi Ibu Pasca Operasi Caesar Berdasarkan sejumlah penelitian baik pada ibu operasi caesar maupun responden lain dengan berbagai kondisi, EFT bukan hanya membantu psikologis, tetapi juga berpengaruh pada aspek fisiologis. EFT diduga bekerja dengan mengurangi aktivitas hormon stres kortisol dan menstimulasi respons sistem saraf parasimpatik, sehingga tubuh memasuki keadaan relaksasi yang mendukung proses penyembuhan. Penelitian oleh Church et al. (2012) menunjukkan EFT menurunkan kadar kortisol sebesar 24% dibandingkan terapi bicara dan istirahat. Penurunan kecemasan juga dapat menurunkan persepsi nyeri, sehingga pasien merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk bergerak lebih cepat. Studi lain mencatat perbaikan parameter kesehatan seperti tekanan darah dan variabilitas detak jantung Mengurangi Kecemasan Penelitian menunjukkan bahwa EFT dapat menurunkan kadar hormon stres secara signifikan, seperti kortisol, yang sering meningkat pada ibu pasca operasi. Ini antara lain didapati dalam penelitian di Journal of Nervous and Mental Disease yang membandingkan EFT dengan terapi bicara dan istirahat yang melibatkan 83 partisipan. Meningkatkan Kualitas Tidur Seusai operasi caesar, banyak ibu yang mengalami masalah tidur. Kecemasan sendiri sering kali berdampak pada kualitas tidur. Menurut Arslan et al. menunjukkan EFT mengurangi insomnia dan kelelahan pada populasi dengan masalah tidur Mempercepat Mobilisasi Mobilisasi adalah kunci untuk pemulihan yang cepat. Seperti dijelaskan sebelumnya, EFT Tapping terbukti dapat membantu ibu merasa lebih nyaman bergerak dan beraktivitas serta meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi pasca operasi. Mendukung Kesehatan Mental EFT Tapping dapat berfungsi sebagai alat untuk mengatasi perasaan negatif yang muncul setelah melahirkan, seperti ketakutan, cemas, dan depresi. Sebuah studi di Journal of Interprofessional Education & Practice Penggunaan EFT secara teratur meningkatkan regulasi emosi, interoceptive awareness, dan menurunkan gejala depresi. Kesimpulan EFT Tapping menawarkan pendekatan inovatif dan efektif dalam mengatasi kecemasan yang dialami ibu pasca operasi caesar serta mendukung pemulihan fisik agar bisa beraktivitas lebih cepat. Integrasi EFT dalam perawatan pasca operasi caesar dapat dilakukan dengan melibatkan tenaga medis, seperti perawat dan psikolog. Bagi ibu yang merasa... - Published: 2025-08-25 - Modified: 2025-08-24 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tenesmus/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda mengalami sensasi ingin BAB namun setelah di WC ternyata tidak mau keluar juga? Jika hal ini terjadi, maka bisa jadi Anda mengalami gejala medis yang bernama tenesmus. Nah, buat yang ingin tahu secara lebih mendalam apa itu tenesmus dan bagaimana cara mengatasinya, maka silakan simak terlebih dahulu rinciannya berikut ini! Apa Itu Tenesmus? Tenesmus yaitu kondisi ketika seseorang merasa ingin BAB (Buang Air Besar) terus menerus tapi tidak mau keluar atau hanya keluar sangat sedikit. Jadi, kondisi ini akan membuat seseorang bolak balik ke toilet padahal tidak ada atau hanya sedikit saja tinja yang keluar. Tentunya, kondisi ini sangatlah mengganggu dan membuat penderitanya tidak nyaman. Terlebih, jika sedang dalam kondisi penting, pastinya hal ini akan membuat masalah tersendiri bagi si penderita. Selain gejala berupa sensasi ingin BAB, tenesmus juga terkadang disertai dengan beberapa gejala lainnya. Contohnya perut kembung, kram, gatal-gatal, nyeri dubur, maupun perdarahan pada rektum. Penyebabnya sendiri sebenarnya belum pasti. Namun beberapa peneliti menduga bahwa ini terjadi karena adanya iritasi atau peradangan pada saluran pencernaan. Akibatnya, saraf somatik usus akan terangsang sehingga memberikan kontraksi seperti halnya keinginan buang air besar. Nama Tenesmus Gejala Utama Perasaan ingin BAB tapi tidak mau keluar Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Radang usus, diare kronis, rektokel, kolitis iskemik Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan USG perut, rontgen perut Faktor Risiko Infeksi, gangguan pencernaan, kanker rektum Pengobatan Pengobatan akan menyesuaikan dengan penyebabnya Pencegahan Belum ada metode pencegahan yang pasti Komplikasi Fisura ani, ketidaknyamanan terus menerus, komplikasi penyakit Faktor Risiko dan Penyebab Tenesmus Penyebab utama mengapa seseorang mengalami tenesmus masih belum bisa dipastikan. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa iritasi dan perfadangan pada saluran cerna bisa menjadi salah satu penyebab yang memungkinkannya. Jadi, ketika saluran cerna mengalami iritasi dan peradangan, maka saraf somatik pada usus akan terangsang yang membuat kontraksi otot polos usus. Jadi, akan timbul sensasi seperti ingin BAB namun tidak mau keluar. Mengutip dari Healthline, bahwa beberapa faktor dan penyebab yang menjadikan seseorang lebih berisiko mengalami tenesmus. Di antaranya yaitu: Infeksi bakteri, virus, atau pun parasit tertentu bisa mengiritasi saluran pencernaan. Radang usus. Kondisi ini bisa disebabkan karena penyakit tertentu seperti Crohn disease atau kolitis ulseratif. Sembelit dan diare kronis. Kondisi ini tentunya dapat memicu iritasi pada rektum sehingga secara tidak langsung menyebabkan tenesmus. PMS (Penyakit Menular Seksual). Kondisi juga dapat mengakibatkan peradangan pada rektum. Penyakit lainnya. Contohnya ada kanker/tumor kolorektal, gastgroenteritis, rektokel, wasir prolaps, gangguan dasar panggul, penyakti divertikular. Selain itu, seseorang yang sedang panik atau memiliki gangguan kecemasan juga sering kali merasakan hal ini. Mereka merasa ingin buang air besar namun tidak bisa-bisa keluar sehingga bolak balik ke toilet. Gejala Tenesmus Selain gejala utama berupa keinginan BAB tersebut, pendnerita kondisi ini juga mungkin akan mengalami gejala-gejala lainnya seperti halnya berikut ini: Kram perut. Nyeri dubur. Sering kentut. Kembung Perdarahan pada rektum. Tenesmus kronis memang bisa disertai dengan buang air besar berdarah. Jadi, Anda perlu untuk sesegera memeriksakannya ke dokter apabila memang sering mengalami hal tersebut karena bisa menjadi pertanda penyakit berbahaya. Cara Dokter Mendiagnosis Karena cukup banyak penyebab dari gejala tenesmus ini, maka dokter akan mengidentifikasi secara lengkap dan menyeluruh atas kondisi ini. Beberapa di antaranya yaitu dengan cara: Wawancara medis untuk menanyakan asal muasal terjadinya kondisi ini, keluhan, dan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik seperti halnya dengan colok dubur (pemeriksaan rektum digital). Kolonoskopi atau sigmoidoskopi. Bertujuan untuk melihat kondisi rektum dan juga usus besar. Kerap dokter lakukan jika dokter menduga adanya kanker atau tumor di saluran pencernaan. Prosedur kultur feses. Biasa dilakukan juga dengan pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui adanya bakteri penyebab infeksi pada saluran cerna. Pencegahan Tenesmus Sejatinya, belum ada metode pencegahan yang pasti untuk kondisi ini. Mengingat penyebabnya berbeda, maka pencegahannya pun berbeda-beda satu sama lain. Namun, Anda tetap bisa melakukan metode pencegahan seperti berikut ini: Hindari faktor risiko yang memang bisa dihindari. Contohnya dengan menghindari seks bebas. Jaga pola makan yang sehat sehingga terhindar dari sembelit maupun diare kronis. Jika memiliki infeksi saluran pencernaan, maka segera obati sebelum gejala bertambah parah. Cukupi kebutuhan air agar jangan sampai dehidrasi. Pengobatan Tenesmus Pengobatannya pun akan menyesuaikan dengan penyebabnya. Jadi, masing-masing pasien mungkin akan dokter berikan pengobatan yang berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Berikut ini contoh pengobatannya: Radang usus. Dokter akan memberikan obat antiinflamasi. Pemberian antibiotik atau antiparasit. Bisa dengan pemberian imunosupresan, operasi, kemoterapi, radiasi. Pemberian laksatif dan perubahan pola makan sehari-hari. Komplikasi Apabila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, maka dapat mengakibatkan beberapa komplikasi seperti: Komplikasi penyakit yang mendasarinya. Ketidaknyamanan kronis. Wasir akibat mengejan. Kapan Harus ke Dokter? Jangan tunda lagi untuk mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam apabila Anda mengalami gejala tenesmus di atas yang disertai dengan: BAB berdarah. Nyeri rektum. Terjadi berulang-ulang. Kebiasaan BAB berubah. Demam tinggi. Narasumber: dr. Resha Dermawansyah Rusman, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Hertasning - Published: 2025-08-24 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/umum/bronkopneumonia-bilateral/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Bronkopneumonia bilateral adalah salah satu bentuk pneumonia atau infeksi paru-paru yang memengaruhi kedua paru-paru sekaligus, terutama pada saluran udara kecil (bronkus) dan jaringan paru di sekitarnya. Kondisi ini termasuk serius karena dapat mengganggu pertukaran oksigen dan berpotensi mengancam jiwa bila tidak ditangani dengan cepat. Bronkopneumonia merupakan peradangan pada paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur, dan istilah bilateral menunjukkan bahwa infeksi terjadi di kedua sisi paru-paru. Peradangan ini dapat mengakibatkan terbentuknya bercak-bercak infeksi dan kerusakan jaringan pada beberapa area paru, bukan hanya di satu titik, sehingga dampaknya terhadap pernapasan biasanya lebih berat dibanding bronkopneumonia unilateral (satu sisi). Jika Anda mengalami gejala bronkopneumonia bilateral, segera berkonsultasi ke dokter. Kavacare dapat membantu Anda untuk membuat janji temu dengan dokter spesialis paru terbaik di jaringan rumah sakit Primaya maupun bila perlu dirujuk ke rumah sakit lain di dalam dan luar negeri. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Gejala Bronkopneumonia Bilateral Gejala bronkopneumonia bilateral dapat muncul secara bertahap atau tiba-tiba, tergantung penyebab dan kondisi daya tahan tubuh pasien. Beberapa gejala yang umum meliputi: Demam Tinggi dan Menggigil Demam merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Pada bronkopneumonia bilateral, suhu tubuh bisa meningkat tajam hingga di atas 38,5°C, disertai sensasi menggigil hebat. Kondisi ini menandakan sistem imun sedang bekerja keras melawan kuman. Demam yang menetap lebih dari tiga hari biasanya mengindikasikan infeksi yang cukup berat dan membutuhkan evaluasi medis segera. Batuk Berdahak Batuk adalah mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir dan kotoran. Penderita bronkopneumonia bilateral sering mengalami batuk dengan dahak kental berwarna kuning kehijauan akibat campuran lendir, sel darah putih, dan kuman. Dalam beberapa kasus, dahak bisa bercampur darah karena peradangan dan iritasi serta terjadinya luka pada pembuluh darah di paru-paru. Sesak Napas dan Napas Cepat Infeksi pada kedua paru-paru membuat pertukaran oksigen dan karbon dioksida terganggu dan terjadi penumpukan zat sisa di tubuh. Akibatnya, penderita dapat merasa kehabisan napas walau hanya melakukan aktivitas ringan. Laju pernapasan juga meningkat sebagai kompensasi tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Pada kasus berat, keluhan sesak napas bisa muncul bahkan saat pasien sedang beristirahat. Nyeri Dada Nyeri atau rasa tertekan di dada sering kali muncul saat penderita menarik napas dalam atau batuk. Hal ini disebabkan oleh peradangan pada lapisan pelindung paru-paru (pleura) atau ketegangan otot pernapasan akibat batuk yang terus-menerus. Nyeri dada yang semakin parah perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda komplikasi, seperti penumpukan cairan di paru-paru. Lemas dan Kehilangan Nafsu Makan Infeksi yang menyerang paru-paru akan memengaruhi seluruh metabolisme tubuh. Energi banyak terkuras untuk melawan infeksi, sehingga penderita merasa lemas, letih, dan kehilangan minat untuk makan. Kekurangan asupan nutrisi pada fase ini dapat memperlambat proses pemulihan. Bibir atau Kuku Membiru (Sianosis) Sianosis adalah perubahan warna kulit, bibir, atau kuku menjadi kebiruan akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah. Kondisi ini mengindikasikan gangguan serius pada fungsi paru-paru dan sirkulasi oksigen. Sianosis yang muncul pada penderita bronkopneumonia bilateral merupakan tanda darurat medis yang memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Penyebab Bronkopneumonia Bilateral Bronkopneumonia bilateral dapat dipicu oleh berbagai jenis mikroorganisme dan faktor risiko yang memperburuk daya tahan tubuh, antara lain: Infeksi Bakteri Bakteri merupakan penyebab tersering bronkopneumonia bilateral, terutama jenis Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat masuk ke saluran pernapasan melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Setelah masuk, bakteri akan berkembang biak di saluran napas kecil (bronkus) dan menyebar ke jaringan paru-paru, memicu peradangan. Pada kasus berat, bakteri dapat menyebar ke aliran darah (bakteremia) dan memperburuk kondisi pasien. Infeksi Virus Virus seperti influenza, RSV (Respiratory Syncytial Virus), dan SARS-CoV-2 (penyebab COVID-19) juga dapat memicu bronkopneumonia bilateral. Virus biasanya menyerang sel-sel lapisan saluran napas, menyebabkan kerusakan dan memudahkan infeksi bakteri sekunder. Pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah, infeksi virus ini dapat berkembang cepat menjadi peradangan paru-paru bilateral yang parah. Infeksi Jamur Walaupun lebih jarang, infeksi jamur seperti Pneumocystis jirovecii bisa menjadi penyebab, terutama pada penderita dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah, misalnya pasien HIV/AIDS stadium lanjut, penerima transplantasi organ, atau pasien yang menjalani terapi imunosupresif. Infeksi jamur ini cenderung berkembang perlahan, tetapi bisa memengaruhi luas jaringan paru-paru dan sulit diobati tanpa terapi antijamur khusus. Kondisi Medis yang Melemahkan Imunitas Penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, kanker, atau HIV/AIDS membuat sistem pertahanan tubuh kurang efektif melawan kuman. Gula darah tinggi pada penderita diabetes, misalnya, dapat menghambat fungsi sel darah putih, sementara pasien kanker yang menjalani kemoterapi juga mengalami penurunan jumlah sel imun. Akibatnya, tubuh lebih rentan terhadap infeksi berat, termasuk bronkopneumonia bilateral. Paparan Asap Rokok atau Polusi Menghirup asap rokok atau udara yang tercemar polusi dalam jangka waktu lama dapat merusak lapisan pelindung saluran napas (mukosa) dan mengurangi kemampuan silia untuk membersihkan kotoran serta kuman. Kondisi ini memudahkan bakteri atau virus untuk menempel dan berkembang di saluran napas, sehingga meningkatkan risiko infeksi paru-paru. Pasien Rawat Inap dengan Ventilator Pasien yang menggunakan ventilator di rumah sakit berisiko mengalami... - Published: 2025-08-24 - Modified: 2025-08-24 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hashimoto/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit Hashimoto adalah gangguan autoimun yang memengaruhi kelenjar tiroid. Kondisi ini mengakibatkan penurunan fungsi tiroid. Penyakit ini sering menyebabkan kelelahan, kenaikan berat badan, dan masalah kesehatan lainnya. Deteksi dini sangat penting untuk penanganan yang tepat. Penyebab pasti penyakit Hashimoto belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik dan lingkungan berperan. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. Mengenal Penyakit Hashimoto Menurut Vanderpump, penyakit Hashimoto adalah gangguan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid. Kelenjar ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Pada penyakit ini, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tiroid. Akibatnya, kelenjar tiroid tidak dapat berfungsi dengan baik. Hashimoto lebih sering terjadi pada wanita. Penyakit ini bisa berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada awalnya. Gejala Penyakit Hashimoto Gejala Penyakit Hashimoto bisa bervariasi dari ringan hingga berat. Beberapa gejala muncul perlahan dan sering kali tidak disadari. Kelelahan berlebihan Peningkatan berat badan Kulit kering Rambut rontok Sembelit Suasana hati yang berubah Depresi Pembengkakan di leher Suhu tubuh rendah Penyebab Penyakit Hashimoto Penyakit Hashimoto terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini. 1. Faktor Genetik Faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit Hashimoto. Jika keluarga Anda memiliki riwayat, risikonya lebih tinggi. Faktor genetik ini melibatkan mutasi pada gen yang mengontrol respons kekebalan tubuh. Beberapa varian genetik dapat meningkatkan kecenderungan tubuh untuk menyerang tiroid. Seseorang dengan riwayat keluarga yang memiliki gangguan tiroid cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalaminya. Faktor ini memberikan petunjuk mengenai kemungkinan predisposisi genetik terhadap penyakit ini. Penyakit autoimun, termasuk Hashimoto, cenderung terjadi dalam keluarga, yang menunjukkan adanya pengaruh genetik. Ini mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk mengalami masalah dengan sistem kekebalan tubuh. Namun, meski faktor genetik dapat meningkatkan risiko, tidak semua orang dengan riwayat keluarga yang terkena Hashimoto pasti akan mengalaminya. Lingkungan dan faktor lain juga turut berperan. 2. Gangguan Autoimun Penyakit Hashimoto adalah gangguan autoimun. Sistem imun tubuh keliru menyerang tiroid sebagai benda asing. Gangguan autoimun ini terjadi ketika tubuh tidak dapat membedakan sel-sel tubuh sendiri dengan yang berasal dari luar. Imun tubuh yang keliru ini mengarah pada kerusakan tiroid. Sebagai respons terhadap kesalahan pengenalan, sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi yang menyerang kelenjar tiroid. Proses ini berlanjut dalam jangka waktu yang panjang dan merusak kelenjar tiroid. Akibatnya, tiroid mengalami peradangan, yang pada akhirnya dapat mengganggu fungsinya dalam memproduksi hormon. Hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi tiroid atau hipotiroidisme. Gangguan autoimun seperti ini dapat dipicu oleh faktor-faktor tertentu, termasuk infeksi virus atau stres yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. 3. Paparan Radiasi Paparan radiasi, seperti pengobatan radiasi untuk kanker, bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Hashimoto. Radiasi dapat merusak jaringan tiroid dan menyebabkan peradangan kronis. Ini meningkatkan kemungkinan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang tiroid. Diagnosis Penyakit Hashimoto Diagnosis penyakit Hashimoto dimulai dengan evaluasi medis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan mencari tanda-tanda kelainan pada tiroid. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan merasakan area sekitar leher untuk mendeteksi pembengkakan pada tiroid. Pembengkakan ini bisa menjadi tanda adanya peradangan pada kelenjar tiroid. Selain itu, dokter akan memeriksa gejala-gejala lain yang berhubungan dengan hipotiroidisme, seperti kelelahan, berat badan naik, atau kulit kering. Gejala-gejala ini membantu mengarahkan diagnosis ke arah penyakit Hashimoto. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar hormon tiroid dan antibodi. Kadar tinggi dari antibodi TPO menunjukkan adanya gangguan tiroid autoimun. Antibodi TPO (thyroid peroxidase) adalah salah satu indikator yang digunakan untuk mendeteksi penyakit Hashimoto. Tes ini sangat berguna dalam membedakan Hashimoto dengan gangguan tiroid lainnya. Ultrasonografi tiroid juga bisa dilakukan untuk mengevaluasi kondisi kelenjar tiroid. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi pembengkakan atau perubahan struktur tiroid. Ultrasonografi juga dapat membantu melihat apakah tiroid mengalami kerusakan atau peradangan yang disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh. Ini dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai tingkat keparahan kondisi tiroid. Cara Mengobati Penyakit Hashimoto Pengobatan untuk penyakit Hashimoto bertujuan mengatur kadar hormon tiroid dan mengurangi gejala yang muncul. Berikut adalah beberapa metode pengobatannya. 1. Terapi Penggantian Hormon Tiroid Pengobatan utama adalah dengan terapi hormon tiroid sintetis. Obat ini menggantikan hormon tiroid yang tidak diproduksi tubuh. Dosis hormon tiroid disesuaikan dengan kondisi pasien. Pengawasan secara berkala dilakukan untuk memastikan kadar hormon tetap stabil. 2. Pemantauan Kadar Hormon Tiroid Penting untuk memeriksa kadar hormon secara rutin. Ini memastikan pengobatan berjalan efektif dan dosis hormon tepat. Dokter akan melakukan penyesuaian dosis jika diperlukan. Pengobatan ini membantu menjaga keseimbangan hormon dan mengurangi gejala. 3. Pengelolaan Gejala Lain Beberapa gejala seperti kelelahan dan penambahan berat badan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Olahraga dan pola makan sehat membantu meringankan gejala. Selain itu, mengelola stres juga berperan penting dalam pengobatan penyakit ini. Perawatan tambahan mungkin diperlukan untuk kondisi lain terkait penyakit Hashimoto. Komplikasi Penyakit Hashimoto Jika tidak diobati, penyakit Hashimoto dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius yang mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu komplikasi utama adalah hipotiroidisme berat. Penyakit ini juga dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gondok, yang dapat mengganggu pernapasan dan menelan. Selain itu, penderita mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan kolesterol tinggi. Penyakit Hashimoto... - Published: 2025-08-23 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/vaginal-douching/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan Pap smear adalah salah satu langkah penting untuk mendeteksi dini perubahan sel di leher rahim (serviks) yang berpotensi menjadi kanker serviks. Namun, banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa kebiasaan tertentu, seperti vaginal douching, dapat mempengaruhi hasil tes ini. Artikel ini akan mengulas dampak vaginal douching terhadap hasil Pap smear dan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi tanpa melakukan praktik yang berisiko. Apakah itu kanker serviks? Adapun kanker serviks termasuk salah satu kanker kedua terbanyak terjadi pada wanita di dunia setelah kanker payudara, dan kerap disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) high risk persisten. Pada awalnya, virus HPV akan masuk ke dalam sel dan memicu perubahan metabolik dan laju replikasi sel menjadi tidak terkendali. Proses perubahan ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga memberikan kita “ruang” untuk mendeteksi perubahan tersebut. Perubahan tersebut dapat dideteksi salah satu caranya adalah dengan Pap-smear berkala. Itu sebabnya deteksi dini dengan metode Pap smear sangatlah penting Apa Itu Pap Smear dan Mengapa Penting? Pap smear adalah prosedur screening untuk mendeteksi sel-sel abnormal di serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Dalam jurnal Obstetrics and Gynecology Clinics of North America disebutkan jumlah insiden dan kematian akibat kanker serviks di Amerika Serikat menurun secara signifikan hingga lebih dari 70 persen sejak 1950-an. Penurunan ini terutama terjadi karena diperkenalkannya Pap smear alias tes Papanicolaou pada 1940-an. Papanicolaou mengacu pada Georgios Papanicolaou, dokter asal Yunani yang memelopori sitopatologi dan tersohor sebagai penemu metode deteksi kanker serviks sejak dini yang kini kerap disebut Pap smear. Prosedur Pap smear sederhana. Pasien diposisikan dalam posisi terlentang dengan kaki terbuka, lalu Dokter hanya perlu mengambil sampel sel dari serviks menggunakan semacam sikat kecil dengan Gerakan berputar. Sampel tersebut lantas dibawa ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop. Keunggulan dari Pap-smear sendiri adalah dapat melihat sel baik dari bagian luar serviks dan dalam serviks dengan lebih akurat, sehingga memberikan gambaran lebih luas dan tepat mengenai kondisi serviks anda saat ini. Apa Itu Vaginal Douching? Vaginal douching adalah praktik membersihkan vagina dengan cairan khusus, seperti campuran air, sabun, antiseptik, bahkan cuka dan soda kue. Ada pula produk douching komersial yang mengandung berbagai bahan kima yang digunakan dengan cara disemprotkan ke dalam vagina. Istilah douching sendiri berasal dari bahasa Prancis, douche, yang artinya “mencuci” atau “merendam”. Kebiasaan ini berkembang dari mitos yang menyebutkan bahwa vagina perlu disterilkan. Padahal vagina mempunyai mekanisme pembersihan alami melalui lendir dan bakteri baik (Lactobacillus) yang menjaga pH seimbang (3,8-4,5). Banyak perempuan melakukan vaginal douching dengan berbagai alasan, di antaranya: Merasa lebih bersih dan segar, terutama setelah menstruasi atau setelah berhubungan seksual Menghilangkan bau tidak sedap pada vagina Mencegah kehamilan, yang merupakan mitos besar karena douching bukan merupakan metode kontrasepsi Mengobati infeksi vagina, walau belum ada bukti dan justru douching diketahui malah membuat infeksi makin parah Alasan perempuan melakukan vaginal douching sekilas tampak baik demi kebersihan vagina. Namun banyak penelitian yang menunjukkan dampak buruk douching, termasuk mengganggu hasil Pap smear. Bagaimana Douching Mempengaruhi Hasil Pap Smear Dalam penelitian berjudul “The Effects of Vaginal Douching on the Results of Pap Smear Screening Test” di Pamukkale Medical Journal, sebanyak 105 perempuan yang melakukan vaginal douching diperiksa sebelum dan setelah menghentikan praktik tersebut. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat peradangan pada Pap smear, dari 11,4 persen menjadi 1,9 persen serta penurunan kasus infeksi tipikal dari 48,5% menjadi 31,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa douching tidak hanya mengganggu flora vagina, tapi juga dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan kesehatan. Douching dapat mengubah flora vagina, mengurangi bakteri baik, dan meningkatkan risiko infeksi seperti bacterial vaginosis (BV). Menurut artikel riset di Fetal Diagnosis and Therapy, bacterial vaginosis dikaitkan dengan peradangan serviks yang mengaburkan hasil Pap smear. Selain itu, cairan douching dapat menghilangkan atau mengencerkan sel-sel abnormal sehingga sulit terdeteksi pada saat pemeriksaan Pap smear dan meningkatkan risiko kesalahan diagnosis. Kesimpulan penelitian tersebut jelas: vaginal douching merusak struktur dan keseimbangan flora vagina yang berdampak negatif pada kesehatan serta mempengaruhi apa yang terlihat pada hasil Pap smear, terutama terkait dengan gambaran peradangan dan infeksi. Faktor Lain yang Mempengaruhi Keakuratan Pap Smear Bukan hanya vaginal douching yang bisa mengganggu hasil tes Pap smear. Berdasarkan berbagai penelitian, ada sejumlah hal yang bisa mempengaruhi akurasi hasil Pap smear, di antaranya: Hubungan seksual 24-48 jam sebelum tes karena sperma atau cairan pelumas dapat mempengaruhi sampel sel serviks yang akan terambil. Penggunaan tampon atau obat vagina dengan kandungan bahan kimia yang dapat mengubah pH vagina. Menstruasi lantaran darah haid dapat menutupi sel-sel serviks yang perlu diperiksa. Infeksi vagina/serviksaktif seperti infeksi jamur atau bacterial vaginosis yang dapat memicu peradangan dan mengaburkan sel abnormal. Teknik pengambilan sampel yang kurang tepat sehingga hasil tes tidak optimal, biasanya akibat kurangnya keahlian/pengalaman tenaga medis yang melakukan pemeriksaan Banyak dokter dan institusi kesehatan yang tidak merekomendasikan vaginal douching karena lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Termasuk American College of Obstetricians and Gynecologists yang menganjurkan para perempuan tidak melakukan douching dengan mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan yang... - Published: 2025-08-23 - Modified: 2025-08-21 - URL: https://primayahospital.com/umum/ingin-cabut-gigi/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kondisi seperti gigi berlubang, gigi goyang, atau pertumbuhan yang abnormal, maka dokter biasanya merekomendasikan kepada pasien mencabutnya. Lalu, seperti apa sih prosedur cabut gigi dan apakah itu sakit? Nah, bila Anda ingin tahu selengkapnya terkait prosedur cabut gigi dan bagaimana perawatan sebelum maupun setelahnya, maka silakan simak rincian lengkapnya di bawah ini! Mengenal Tentang Cabut Gigi Cabut gigi yaitu prosedur medis untuk mengangkat atau mencabut gigi. Jadi, gigi akan dicabut atau dikeluarkan dari soketnya di dalam tulang rahang. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut juga sebagai ekstraksi gigi. Prosedur ini dapat bersifat sederhana atau bedah, Ini bergantung pada kondisi gigi, lokasi, dan tingkat kerusakan gigi. Untuk bedah, biasanya jika kondisinya sudah parah sehingga membutuhkan tahapan yang lebih kompleks. Umumnya, cabut gigi menjadi pilihan terakhir dari perawatan gigi lain seperti penambalan dan saluran akar (root canal). Juga untuk pemasangan mahkota gigi dan perawatan yang tidak memungkinkan untuk perbaikan terhadap gigi. Nama Tindakan Cabut Gigi Tujuan Utama Untuk mengatasi gigi berlubang, gigi goyang Dokter Spesialis Dokter spesialis gigi dan mulut Siapa yang Butuh Pasien dengan infeksi atau kerusakan gusi dan gigi Persiapan Pemeriksaan klinis, rontgen gigi Prosedur Bisa dengan ekstraksi sederhana dan bedah Efek Samping Nyeri berkepanjangan, infeksi Siapa Saja yang Memerlukan Cabut Gigi? Prosedur medis satu ini diperlukan bagi mereka yang memiliki beberapa kondisi seperti berikut ini: Pasien dengan gigi rusak parah. Khususnya akibat karies (gigi berlubang) yang tak bisa diperbaiki lagi Pasien dengan infeksi gigi. Khususnya menyebar ke jaringan sekitar dan infeksi yang menyebabkan abses. Anak-anak/remaja dengan pertumbuhan gigi susu abnormal. Misalnya gigi susu tak copot ketika gigi tetap sudah tumbuh. Pasien dengan gigi patah yang tidak dapat di restorasi. Pasien ortodontik, yang membutuhkan ruang untuk merapikan gigi (misalnya pencabutan premolar untuk perawatan kawat gigi). Penderita penyakit gusi berat (periodontitis) yang mana gigi kehilangan daya cengkeram tulang dan menjadi goyang. Pasien dengan gigi bungsu tumbuh miring atau impaksi. Ini tentunya dapat menimbulkan nyeri atau infeksi berulang. Kapan Pasien Memerlukan Cabut Gigi? Waktu yang tepat untuk melakukan pencabutan gigi yaitu ketika Anda menemukan kondisi berikut: Adanya gejala nyeri intens pada gusi atau gigi yang tidak kunjung reda. Gigi goyang akibat penyakit gusi atau pun karena benturan. Gigi yang mengalami fraktur sampai akar. Infeksi yang menyebar. Infeksi yang membahayakan struktur jaringan lunak/tulang. Gigi tumbuh tidak normal. Contohnya impaksi gigi bungsu atau gigi berjejal. Perencanaan perawatan ortodontik yang mengharuskan ruang tambahan. Manfaat / Tujuan Cabut Gigi Tujuan utama mengapa dokter menyarankan cabut gigi kepada pasiennya yaitu antara lain: Menghilangkan sumber infeksi dan nyeri Mencegah penyakit gigi dan gusi tidak menyebar ke jaringan sekitarnya. Memfasilitasi perawatan ortodontik. Mempersiapkan mulut untuk perawatan prostetik, seperti gigi palsu atau implan. Menghindari komplikasi dari gigi yang tumbuh tidak normal. Persiapan Sebelum Menjalani Sebelum pencabutan, dokter gigi akan melakukan serangkaian evaluasi menyeluruh seperti halnya: Pemeriksaan klinis. Untuk memriksa kondisi rongga mulut dan gigi yang akan dicabut. Rontgen gigi. Berguna dalam melihat posisi akar, kondisi tulang, serta struktur anatomi sekitarnya. Riwayat kesehatan pasien. Penting bagi pasien dengan kondisi medis tertentu (misalnya diabetes, hipertensi, penggunaan pengencer darah, gangguan jantung). Pemberian antibiotik profilaksis. Bila pasien memiliki risiko infeksi tinggi (misalnya penderita endokarditis atau pasien imunokompromais). Diskusi informed consent. Menjelaskan risiko, manfaat, dan alternatif tindakan. Prosedur dan Pelaksanaan A. Cabut Sederhana Dilakukan pada gigi yang tampak utuh dan dappat dijangkau dengan mudah dengan prosedur: Pemberian anestesi lokal. Penggunaan elevator untuk melonggarkan gigi. Penjepitan dan pencabutan dengan forceps. Kontrol perdarahan dan penutupan luka. B. Cabut Bedah Dilakukan jika gigi tertanam (impaksi), patah di bawah garis gusi, atau dalam posisi sulit. Pemberian anestesi lokal (kadang dengan sedasi atau anestesi umum). Sayatan gusi dan pengangkatan tulang di sekitar gigi. Pemotongan gigi bila diperlukan. Pengangkatan gigi, pembersihan area, dan penjahitan luka. Perawatan Pasca Cabut Gigi Pasien harus mengikuti panduan berikut ini ketika prosedur telah selesai: Menggigit kasa steril selama 30–60 menit. Fungsinya yaitu untuk menghentikan perdarahan. Menghindari berkumur, meludah, atau menyedot (pakai sedotan) selama 24 jam pertama agar bekuan darah tidak lepas. Menghindari merokok dan minuman panas. Kompres dingin pada pipi sehingga pembengkakan berkurang. Minum obat pereda nyeri atau antibiotik sesuai resep dokter. Makan makanan lunak dan hindari makanan terlalu panas/dingin selama beberapa hari. Adakah Efek Samping Setelah Cabut Gigi? Jika mengacu pada situs Medicalnewstoday, bahwa efek samping dari prosedur ini bisa terjadi, terutama bila instruksi pasca perawatan tidak diikuti. Contohhnya berupa: Nyeri & bengkak ringan dalam 1–3 hari. Perdarahan berkepanjangan, terutama jika pasien memakai pengencer darah. Infeksi dengan gejala berupa demam, bau mulut, atau nyeri hebat. Dry socket(alveolar osteitis). Ketika bekuan darah terlepas sebelum luka sembuh. Kerusakan struktur sekitar. Contoh pada gigi sebelah, saraf atau sinus. Kesulitan membuka mulut sementara (trismus). Tindakan Cabut Gigi di Primaya Hospital Primaya Hospital menawarkan layanan cabut gigi yang komprehensif dan aman yang di dukung oleh: Fasilitas radiologi gigi digital (panoramic, periapikal) untuk diagnosis akurat. Teknologi yang modern dengan sterilitas tinggi. Layanan anestesi yang aman untuk pasien. Layanan farmasi dan perawatan... - Published: 2025-08-22 - Modified: 2025-08-21 - URL: https://primayahospital.com/saraf/brain-fog/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Jika Anda pernah merasa seperti ada “kabut” di dalam kepala yang membuat susah berkonsentrasi, mengingat sesuatu, atau berpikir jernih, bisa jadi itu adalah tanda brain fog. Menurut penelitian, kondisi ini bisa berkaitan dengan adanya peradangan sistemik yang mempengaruhi fungsi otak. Artikel ini akan membahas kaitan brain fog dengan peradangan di otak itu. Apa Itu Brain Fog Brain fog adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mental yang ditandai dengan kebingungan, kesulitan berkonsentrasi, dan masalah memori. Brain fog atau kabut otak bukan istilah resmi dalam dunia medis. Namun banyak orang merasa mengalami gejala ini, terutama setelah sakit atau selama periode stres tinggi. Seusai pandemi Covid-19, banyak penyintas yang melaporkan gejala ini. Gejala utama yang sering dikeluhkan antara lain: Kesulitan berkonsentrasi dan memusatkan perhatian: pikiran mudah buyar, sulit berfokus pada satu tugas dalam waktu lama. Masalah memori: sering lupa akan hal-hal kecil, kesulitan mengingat informasi baru, bahkan lupa kata yang hendak diucapkan. Keletihan mental: merasa lelah secara mental meskipun tidak melakukan aktivitas fisik berat, energi untuk berpikir seperti terkuras habis. Pikiran terasa lambat atau tumpul: proses berpikir menjadi lebih lamban dari biasanya, butuh waktu lebih lama untuk memahami sesuatu. Kesulitan memproses informasi dan mengambil keputusan: merasa kewalahan saat harus menganalisis informasi atau membuat pilihan. Perasaan disorientasi atau kebingungan ringan: kadang merasa seperti tidak nyambung dengan sekitar. Siapa Saja yang Bisa Mengalaminya? Brain fog bisa dialami oleh siapa saja dan dipicu berbagai faktor. Beberapa kondisi yang umum dikaitkan dengan brain fog antara lain stres kronis, kurang tidur berkualitas, perubahan hormonal (misalnya saat hamil atau menopause), efek samping obat-obatan tertentu, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis seperti fibromialgia, sindrom kelelahan kronis, anemia, dan penyakit autoimun. Dalam beberapa tahun terakhir, brain fog menjadi sorotan sebagai salah satu gejala sisa jangka panjang dari infeksi Covid-19 yang dikenal sebagai long Covid. Dalam tinjauan di jurnal General Hospital Psychiatry yang meneliti 17 studi, ditemukan peningkatan gejala long Covid yang mengacu pada brain fog. Diperkirakan sekitar 100 juta orang yang telah pulih dari infeksi SARS-CoV-2 mengalami gejala sisa jangka panjang, termasuk gangguan kognitif berkelanjutan alias brain fog. Tapi mekanisme penyebabnya belum sepenuhnya dipahami. Namun sebuah penelitian di Nature Neuroscience menemukan adanya keterkaitan gangguan sawar darah-otak dan peradangan sistemik berkelanjutan pada individu dengan gangguan kognitif terkait long Covid. Apa Itu Blood-Brain Barrier dan Fungsinya Sawar darah otak atau blood-brain barrier adalah salah satu struktur paling vital dalam sistem saraf kita. Sawar darah otak berperan sebagai tembok pertahanan atau benteng sekaligus gerbang yang selektif pada otak. Struktur lapisan ini berfungsi melindungi otak dari ancaman seperti racun dan patogen seperti bakteri atau virus. Hanya zat tertentu yang dibutuhkan otak, seperti oksigen dan nutrisi, yang bisa melewatinya. Ketika terjadi kerusakan atau gangguan pada blood-brain barrier, fungsi sebagai benteng dan gerbang itu pun terganggu. Pemicunya bisa berupa infeksi berat, peradangan sistemik kronis, stres, cedera kepala, stroke, dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Kondisi ini disebut sebagai leaky blood-brain barrier atau sawar darah otak yang bocor. Ketika hal ini terjadi, zat-zat yang seharusnya tidak masuk ke otak dapat menembus tembok dan memicu respons inflamasi di dalam jaringan otak. Inilah awal mula dari berbagai masalah neurologis, termasuk potensi terjadinya brain fog. Peradangan di Otak Pemicu Brain Fog Peradangan atau inflamasi biasanya dipandang negatif padahal merupakan respons alami dan penting dari sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh mengalami cedera atau infeksi, sistem imun melawan penyebab infeksi itu dan memulai proses penyembuhan. Inilah yang disebut peradangan akut yang biasanya ditandai dengan kemerahan, bengkak, panas, dan nyeri serta berlangsung sementara. Jika peradangan akut tak kunjung reda, bisa terjadi peradangan kronis yang berlangsung selama berbulan-bulan hingga tahunan dan memicu kerusakan jaringan tubuh yang sehat. Adapun peradangan sistemik terjadi ketika inflamasi meluas ke seluruh tubuh, bukan hanya di satu area. Peradangan sistemik yang terus-menerus dapat membebani berbagai organ, termasuk otak. Penelitian oleh Greene et. al. di Nature Neuroscience yang dibahas Sian Lewis di jurnal Nature Reviews Neuroscience memberikan gambaran mengenai mekanisme biologis di balik brain fog, khususnya yang dialami oleh penyintas Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok individu yang mengalami brain fog, ditemukan kadar berbagai sitokin pro-inflamasi dalam plasma darah yang secara signifikan lebih tinggi dibanding kelompok tanpa brain fog. Sitokin pro-inflamasi adalah protein yang dilepaskan ketika terjadi peradangan di otak yang memicu dan memperkuat respons peradangan. Selain itu, peneliti mendapati adanya peningkatan kadar protein S100β dalam plasma darah pada kelompok dengan brain fog. S100β adalah protein yang dalam kondisi normal kadarnya sangat rendah dalam darah karena dikurung di dalam otak oleh sawar darah otak yang sehat. Peningkatan kadar S100β dalam darah menandakan adanya kerusakan atau disfungsi pada sawar darah otak. Temuan ini menunjukkan bahwa brain fog yang terkait dengan long Covid sangat mungkin disebabkan oleh kombinasi peradangan sistemik dan gangguan pada sawar darah otak. Namun masih dibutuhkan riset lanjutan untuk menjelaskan bagaimana infeksi SARS-CoV-2 bisa memicu peradangan dan disfungsi sawar darah otak itu. Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan holistik yang meliputi perubahan gaya hidup... - Published: 2025-08-22 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/anak/meningkatkan-asi-eksklusif/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu langkah paling penting dalam membangun fondasi kesehatan jangka panjang. Data terbaru WHO menunjukkan, cakupan ASI eksklusif di Indonesia meningkat dari 52% pada 2017 menjadi 66,4% pada 2024. Meski menggembirakan, angka ini belum merata di seluruh wilayah, dan masih banyak ibu yang menghadapi hambatan dalam mempertahankan ASI eksklusif hingga enam bulan penuh. Kavacare menyediakan layanan paket maternity homecare yang dapat mendampingi ibu mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan detak jantung janin dengan doppler, breast care, pijat bayi, hingga berbagai perawatan lainnya untuk ibu dan si buah hati. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. Mengapa ASI Eksklusif Sangat Penting? ASI mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan bayi pada enam bulan pertama kehidupannya, termasuk protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antibodi alami untuk melawan infeksi. Beberapa manfaat utama ASI eksklusif antara lain: Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi Terhadap Penyakit ASI mengandung imunoglobulin, terutama Immunoglobulin A (IgA), yang membantu melapisi saluran pencernaan bayi dan mencegah masuknya bakteri atau virus. Kandungan antibodi ini membuat bayi lebih terlindungi dari infeksi saluran pernapasan, diare, hingga penyakit kulit. Mengurangi Risiko Stunting dan Malnutrisi Nutrisi dalam ASI sudah seimbang dan sesuai dengan kebutuhan bayi. Pemberian ASI eksklusif dapat mencegah kekurangan gizi yang berujung pada stunting (pertumbuhan terhambat) serta memastikan bayi mendapatkan energi yang cukup untuk tumbuh optimal. Mendukung Perkembangan Otak dan Pertumbuhan Optimal ASI kaya akan asam lemak esensial seperti DHA dan AA yang berperan penting dalam pembentukan sel otak dan retina mata. Selain itu, kandungan protein dan mineral di dalamnya membantu pembentukan jaringan tubuh, tulang, dan organ secara sempurna. Membentuk ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi Proses menyusui menciptakan kontak kulit langsung, kehangatan, dan rasa aman bagi bayi. Momen ini membantu bayi merasa lebih tenang, serta memperkuat hubungan emosional dan rasa percaya antara ibu dan anak sejak dini. Solusi untuk Meningkatkan Cakupan ASI Eksklusif Upaya peningkatan ASI eksklusif memerlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan kerja, hingga fasilitas kesehatan, antara lain: Edukasi dan Konseling Laktasi Sejak masa kehamilan untuk mempersiapkan ibu secara fisik dan mental Edukasi ini dapat mencakup penjelasan mengenai manfaat ASI, teknik pelekatan yang benar, cara memerah dan menyimpan ASI, hingga mengatasi masalah umum seperti puting lecet atau ASI seret. Konseling laktasi juga membantu ibu lebih percaya diri dalam menyusui dan siap menghadapi tantangan setelah melahirkan. Dukungan Keluarga Terutama pasangan, agar ibu tidak terbebani sendiri dalam mengurus bayi Peran pasangan sangat penting, mulai dari membantu pekerjaan rumah, menjaga bayi saat ibu beristirahat, hingga memberikan dukungan emosional ketika ibu merasa lelah atau stres. Dukungan ini membuat ibu merasa dihargai dan lebih fokus mempertahankan pemberian ASI eksklusif. Fasilitas Laktasi di Tempat Kerja Kehadiran ruang laktasi yang bersih, nyaman, dan privat akan memudahkan ibu bekerja untuk memerah ASI secara rutin. Penyediaan lemari pendingin khusus juga memastikan ASI dapat disimpan dengan aman hingga dibawa pulang, sehingga pemberian ASI eksklusif tetap terjaga meskipun ibu bekerja. Layanan Rumah Sakit Ramah Bayi Rumah sakit dengan standar BFHI membantu ibu dan bayi memulai proses menyusui segera setelah persalinan, menjaga kontak kulit ke kulit, dan mendukung rawat gabung 24 jam. Hal ini terbukti meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bulan-bulan awal kehidupan bayi. Tantangan ASI Eksklusif di Era Modern Meskipun manfaatnya sudah banyak diketahui, praktik ASI eksklusif di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, antara lain: 1. Keterbatasan Cuti Melahirkan : Banyak ibu harus kembali bekerja lebih cepat sehingga waktu menyusui menjadi terbatas. Kurangnya Fasilitas Laktasi di Tempat Kerja : Tidak semua kantor menyediakan ruang menyusui atau penyimpanan ASI yang memadai. Kurangnya Edukasi :Beberapa ibu belum mendapatkan informasi yang benar tentang teknik menyusui, frekuensi pemberian, dan cara memerah ASI. Tekanan Sosial dan Budaya : Mitos seputar pemberian susu formula atau makanan pendamping dini masih memengaruhi keputusan sebagian keluarga. Peningkatan cakupan ASI eksklusif di Indonesia merupakan langkah positif, namun masih diperlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak agar setiap bayi mendapatkan hak nutrisi terbaik di enam bulan pertama kehidupannya. Edukasi laktasi, dukungan keluarga, fasilitas yang memadai di tempat kerja, serta layanan kesehatan yang ramah ibu dan bayi menjadi kunci keberhasilan ASI eksklusif. Kavacare hadir untuk membantu ibu (dan ayah) menjalani masa menyusui dengan lebih nyaman melalui paket maternity homecare, yang dapat mendampingi mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital ibu, pemeriksaan detak jantung janin menggunakan doppler, breast care untuk melancarkan ASI, pijat bayi, hingga berbagai perawatan lainnya bagi ibu dan si buah hati. Ibu baru dan bayinya bisa mendapatkan perhatian yang memadai sehingga bisa menjalani masa penting ini dengan baik dan berkualitas. Semua layanan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, sehingga ibu dapat fokus pada proses menyusui dan pemulihan pascapersalinan. Hubungi Kavacare Support 0811-1446-777. di nomor WhatsApp untuk mendapatkan pendampingan maternity homecare yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan Anda. Narasumber: dr. Eddy Wiria, PhD Co-Founder & CEO Kavacare - Published: 2025-08-21 - Modified: 2025-08-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/picky-eater-2/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Melihat anak yang sulit makan, banyak orang tua yang kerap merasa kesal. Walhasil, muncul bentakan hingga ancaman seperti “Kalau tidak mau makan, tidak boleh main game! ”. Anak pun akhirnya mau makan, meski terpaksa. Namun ternyata tindakan memaksa anak makan, walau niatnya baik agar kebutuhan nutrisi anak tercukupi, justru berisiko membuat anak jadi picky eater alias pilih-pilih makanan. Ikuti penjelasannya dalam artikel berikut ini. Mengenal Picky Eater pada Anak Picky eater adalah sebutan untuk anak yang menunjukkan perilaku menolak beberapa jenis makanan, hanya mau makan makanan tertentu, atau menolak mencoba makanan baru. Tidak ada definisi yang pasti sehingga menyulitkan identifikasi perilaku pilih-pilih makanan ini. Menurut studi bertajuk “Overcoming picky eating. Eating enjoyment as a central aspect of children's eating behaviors” di jurnal Appetite, sekitar 14–50 persen anak usia dini menunjukkan perilaku picky eating atau fussy eating ini. National Health Service (NHS) menyebutkan normal jika anak berusia di bawah lima tahun atau balita menolak makan atau merasakan makanan baru. Yang penting anak tetap aktif, tampak sehat, dan berat badannya bertambah. Walau begitu, jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa bertahan hingga dewasa dan meningkatkan risiko malnutrisi. Anak yang disebut picky eater biasanya menunjukkan ciri-ciri berikut ini: Hanya mau makan menu favoritnya (misalnya ayam goreng dan nasi terus-menerus) Menolak makanan baru (food neophobia) Memisahkan/menyingkirkan makanan yang tidak disukai dari piring Makan sangat lambat atau bermain-main dengan makanan Mengapa Anak Cenderung Memilih-milih Makanan? Sebelum membahas lebih jauh dampak paksaan makan terhadap anak-anak, penting untuk memahami mengapa seorang anak bisa menjadi picky eater. Sejumlah faktor yang mungkin berpengaruh antara lain: Sensitivitas Sensorik Beberapa anak lebih peka terhadap rasa, tekstur, bau, bahkan tampilan makanan. Suatu makanan yang terasa biasa saja bagi orang dewasa bisa jadi tidak menimbulkan selera makan bagi anak-anak. Tahap Perkembangan Sebagai bagian dari tahap perkembangan, anak akan merasa ingin mandiri dan mengontrol lingkungan sekitar. Menolak makanan bisa menjadi salah satu cara anak menunjukkan untuk menunjukkan keinginannya itu. Meniru Perilaku Makan Orang Tua atau Saudara Anak-anak mudah meniru apa yang ada di sekitarnya. Maka, bila ada orang tua atau anggota keluarga lain yang memilih-milih makanan, anak itu akan mengikuti pola tersebut. Kurangnya Variasi Makanan Sejak Dini Anak yang tidak dikenalkan dengan beragam jenis makanan sejak awal fase makanan pengganti air susu ibu atau MPASI cenderung lebih sulit menerima makanan baru di kemudian hari. Pengalaman Negatif dengan Makanan Jika pernah tersedak, muntah, atau dipaksa makan makanan tertentu, anak bisa mengembangkan asosiasi negatif terhadap makanan tersebut atau bahkan terhadap situasi makan secara umum. Mengapa Memaksa Makan Justru Bikin Anak Picky Eater? Sebuah studi berjudul “'Fussy eating' and feeding dynamics: School children's perceptions, experiences, and strategies” yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite memberikan informasi penting mengenai bagaimana anak-anak mempersepsikan, mengalami, dan mengelola perilaku fussy eating serta bagaimana mereka mengalami dinamika pemberian makan terkait dengan perilaku ini. Pada penelitian ini terdapat beberapa hal menarik yang patut menjadi renungan bagi para orang tua Studi kualitatif ini melibatkan wawancara dengan 16 anak berusia 7-10 tahun dan menggarisbawahi pentingnya memahami bagaimana anak-anak berkontribusi dalam dinamika pemberian makan. Selama ini perspektif anak kerap terabaikan dalam studi karena keterlibatan orang tua dianggap sudah cukup serta adanya tantangan etis dalam melakukan penelitian dengan anak-anak. Analisis dalam studi itu mendapati dua tema utama dalam perilaku picky eater: Persepsi Paradoksikal Anak-anak melihat perilaku pilih-pilih makanan sebagai sesuatu yang “normal” lantaran banyak teman yang juga melakukannya. Namun, di sisi lain, mereka juga melihat perilaku tersebut dianggap “buruk” oleh orang dewasa, terutama orang tua. Akhirnya terjadi persepsi yang bertentangan atau paradoksikal yang kemungkinan besar berkontribusi pada stres saat makan. Pergulatan dengan Pengalaman Internal dan Ekspektasi Eksternal Anak-anak menggambarkan adanya ketegangan antara pengalaman internal mereka dengan makanan (terkait dengan sensori, seperti rasa dan tekstur, serta emosi yang muncul), dan ekspektasi eksternal dari lingkungan, terutama orang tua, mengenai apa dan berapa banyak yang harus mereka makan. Hal ini menunjukkan rumitnya proses makan bagi anak yang memiliki preferensi makan tersendiri. Menangani Penolakan Makanan dan Mengelola Ketidaksukaan Anak-anak ternyata sangat sadar akan tujuan, emosi, dan praktik orang tua mereka saat makan. Menghadapi ekspektasi orang tua ini, anak-anak mengembangkan strategi sendiri untuk menolak makanan, bernegosiasi dengan orang tua, dan bahkan mencoba mengatasi ketidaksukaan terhadap makanan tertentu. Temuan dalam studi itu menekankan bahwa anak-anak bukanlah pihak yang pasif dalam proses makan. Mereka aktif menginterpretasikan situasi dan meresponsnya berdasarkan pemahaman dan pengalaman mereka. Ketika orang tua menerapkan tekanan atau paksaan, anak-anak merasakan dan berusaha menanganinya sendiri. Namun seringnya respons itu justru memperkuat perilaku menolak makanan. Berdasarkan riset tersebut, memaksa anak makan justru bisa membawa dampak yang merugikan. Anak bisa mengalami trauma terkait dengan proses makan dan makanan. Perilaku picky eating anak pun justru bisa menjadi-jadi. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan makan yang positif dan bebas dari tekanan untuk membantu anak keluar dari fase pilih-pilih makanan ini. Orang tua dapat membuat pengalaman makan yang menyenangkan, misalnya dengan makan bersama diselingi mengobrol, memberikan porsi kecil... - Published: 2025-08-20 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-niemann-pick/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit Niemann-Pick adalah gangguan genetik langka yang memengaruhi metabolisme tubuh. Penyakit ini mengakibatkan penumpukan lemak di organ tubuh. Ada beberapa tipe penyakit Niemann-Pick, yang masing-masing memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda. Setiap tipe memiliki gejala yang khas. Penyakit ini biasanya diwariskan secara autosom resesif, yang berarti kedua orangtua membawa gen penyebab penyakit tersebut. Meskipun tidak ada obat untuk Niemann-Pick, pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Mengenal Penyakit Niemann-Pick National Organization for Rare Disorders menjelaskan penyakit Niemann-Pick sebagai gangguan metabolik yang langka, memengaruhi kemampuan tubuh untuk memecah lemak. Terdapat beberapa tipe penyakit ini, termasuk tipe A, B, dan C, masing-masing memiliki gejala dan dampak berbeda. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen yang mengganggu proses pemecahan lipid dalam sel tubuh. Meskipun gejalanya bervariasi, penyakit ini dapat mempengaruhi sistem saraf, hati, dan limpa. Gejala Gejala penyakit Niemann-Pick sangat bervariasi, tergantung pada tipe dan usia timbulnya penyakit. Beberapa gejala muncul sejak lahir, sementara yang lainnya berkembang seiring waktu. Gejala penyakit Niemann-Pick berhubungan dengan perkembangan fungsi otak, saraf dan organ-organ lain, antara lain : Keterlambatan perkembangan motorik Gangguan pernapasan Pembesaran hati dan limpa Kejang-kejang Kesulitan menelan atau makan Kehilangan kemampuan berbicara Penurunan penglihatan atau kebutaan Gerakan tubuh yang tidak terkontrol Gangguan kognitif dan intelektual Penyebab Penyakit Niemann-Pick disebabkan oleh kelainan genetik yang mengganggu pemecahan lipid dalam tubuh. Kelainan ini dapat diturunkan dari orangtua ke anak. 1. Mutasi Genetik Penyakit Niemann-Pick terjadi karena mutasi pada gen yang mengkode enzim tertentu, seperti gen NPC1 atau NPC2. Mutasi ini menyebabkan penumpukan lipid di dalam sel tubuh, yang berpengaruh pada fungsi organ. Akibat penumpukan ini, organ-organ seperti hati, limpa, dan sistem saraf dapat terganggu fungsinya. Penyakit ini biasanya diturunkan secara autosom resesif, artinya kedua orangtua harus membawa gen tersebut. 2. Gangguan Pengangkutan Kolesterol Penyakit Niemann-Pick tipe C terjadi akibat gangguan pengangkutan kolesterol dalam sel. Normalnya, kolesterol harus diproses dan dipindahkan keluar sel, namun pada penderita, proses ini terganggu. Akibatnya, kolesterol menumpuk di dalam sel, menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan organ lainnya. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala neurologis yang semakin memburuk seiring waktu, seperti gangguan motorik dan kognitif. 3. Enzim yang Tidak Berfungsi Pada penyakit Niemann-Pick tipe A dan B, enzim sphingomyelinase tidak berfungsi dengan baik. Enzim ini berfungsi untuk memecah sphingomyelin, komponen penting dalam membran sel. Ketidakmampuan enzim untuk memecah sphingomyelin mengakibatkan penumpukan zat ini dalam tubuh. Penumpukan tersebut merusak berbagai organ, terutama otak, hati, dan limpa, serta menyebabkan gejala berat. 4. Warisan Genetik Penyakit Niemann-Pick diwariskan melalui pola autosom resesif, yang berarti kedua orangtua harus menjadi pembawa. Setiap anak yang mewarisi dua salinan gen yang bermutasi dari orangtua akan menderita penyakit ini. Anak yang mewarisi satu salinan gen yang bermutasi hanya akan menjadi pembawa dan tidak menunjukkan gejala. Penting bagi keluarga dengan riwayat penyakit ini untuk melakukan konseling genetik guna memahami risiko. Cara Dokter Diagnosis Diagnosis penyakit Niemann-Pick memerlukan evaluasi medis menyeluruh berdasarkan gejala, riwayat keluarga, dan tes laboratorium. Dokter biasanya memulai dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi tanda-tanda khas seperti pembesaran hati atau limpa. Tes darah dan urin dapat digunakan untuk mengukur tingkat lipid atau enzim yang berhubungan dengan penyakit ini. Tes genetik sangat penting untuk memastikan mutasi pada gen yang menyebabkan penyakit ini dan membantu diagnosis definitif. Cara Mengobati Penyakit Niemann-Pick tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup. 1. Terapi Pengganti Enzim Enzim yang hilang dalam tubuh pasien dapat diganti dengan terapi pengganti enzim. Pengobatan ini bertujuan untuk menurunkan akumulasi lipid yang terjadi dalam tubuh. Namun, terapi ini hanya efektif untuk beberapa jenis penyakit Niemann-Pick dan memerlukan perawatan jangka panjang. Terapi pengganti enzim ini harus dilakukan secara rutin dengan pengawasan ketat oleh dokter. 2. Pengobatan Simptomatik Pengobatan simptomatik digunakan untuk mengatasi gejala yang muncul, seperti nyeri atau gangguan pernapasan. Obat penghilang rasa sakit atau obat penenang dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pada pasien. Selain itu, pengobatan ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan gejala dan meningkatkan kenyamanan pasien. Penting untuk melakukan evaluasi rutin untuk menyesuaikan pengobatan sesuai kondisi pasien. 3. Terapi Fisik dan Rehabilitasi Fisioterapi dan terapi okupasi dapat membantu pasien mempertahankan fungsi tubuh dan mobilitas. Rehabilitasi fisik melibatkan latihan untuk memperbaiki kekuatan otot dan koordinasi tubuh pasien. Terapi okupasi membantu pasien mengatasi keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan ini penting untuk menjaga kemandirian pasien meskipun penyakit progresif. 4. Dukungan Psikososial Penyakit Niemann-Pick dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional pasien. Dukungan psikologis dan konseling penting untuk membantu pasien dan keluarga dalam menghadapi stres emosional. Penyuluhan dan kelompok dukungan dapat memberikan ruang bagi pasien untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan bantuan. Pendekatan ini sangat penting untuk kesejahteraan psikososial pasien dalam jangka panjang. 5. Transplantasi Sel Stem Transplantasi sel stem dapat menjadi pilihan pengobatan untuk beberapa pasien dengan penyakit Niemann-Pick tipe C. Prosedur ini bertujuan untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak dan meningkatkan fungsi organ yang terpengaruh. Meskipun prosedur ini masih dalam tahap eksperimen, penelitian menunjukkan potensi manfaat dalam... - Published: 2025-08-19 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tes-toleransi-glukosa/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula dalam darah lebih tinggi dari level normal. Walau demikian, kondisi ini masih belum bisa dikatakan sebagai diabetes (diabetes melitus). Selain tes gula darah, ada satu diagnosis yang juga dapat mendiagnosis kedua kondisi di atas yang disebut sebagai tes toleransi glukosa. Lalu, seperti apa sih prosedur ini dan bagaimana hasilnya bisa menjadi gambaran apakah seseorang mengalami diabetes? Yuk simak rincian lengkapnya di bawah ini! Mengenal Tentang Tes Toleransi Glukosa Tes toleransi glukosa yaitu salah satu jenis pemeriksaan darah untuk menilai kemampuan tubuh mengolah glukosa (gula). Dalam istilah medis, prosedur ini dikenal juga sebagai glucose tolerance test (GTT). Pemeriksaan satu ini dilakukan dengan mengukur kadar gula darah saat puasa dan setelah mengonsumsi larutan glukosa tertentu. Nah, prosedur ini berguna untuk mendiagnosis diabetes mellitus (tipe 2 maupun gestasional). Juga untuk mengetahui apakah seseorang mengalami gangguan toleransi glukosa (pre-diabetes). Normalnya, hasil tes normal akan menunjukkan angka - Published: 2025-08-19 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/saraf/terapi-kognitif/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kualitas hidup. Program ini melibatkan latihan mental yang dirancang khusus untuk merangsang ingatan dan keterampilan berpikir. Dengan pendekatan yang disesuaikan, terapi ini membantu pasien mengatasi kesulitan sehari-hari, meningkatkan kemandirian, dan memperbaiki fungsi sosial. Terapi kognitif juga melibatkan dukungan psikososial bagi keluarga pasien. Mengenal Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk melatih otak dalam mempertahankan kemampuan kognitif. Terapi ini membantu memperlambat progresi penurunan fungsi otak yang disebabkan oleh demensia. Melalui serangkaian latihan, terapi ini berfokus pada peningkatan ingatan, perhatian, dan keterampilan berpikir pasien. Latihan ini membantu mempertahankan kemandirian pasien dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, terapi kognitif juga memberikan dukungan emosional dan sosial untuk pasien dan keluarga. Ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan demensia. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Terapi kognitif sangat bermanfaat bagi penderita demensia untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kualitas hidup. Program ini cocok untuk pasien dengan berbagai gejala demensia. Kesulitan mengingat informasi atau kejadian terkini Gangguan dalam berbicara atau berkomunikasi Kehilangan orientasi terhadap waktu atau tempat Menurunnya kemampuan untuk merencanakan atau membuat keputusan Perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa Sulit untuk mengenali orang atau objek yang akrab Penurunan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri Kapan Pasien Memerlukan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Pasien yang baru didiagnosis dengan demensia dapat memulai terapi kognitif untuk memperlambat penurunan kemampuan kognitif. Terapi ini sangat bermanfaat pada tahap awal penyakit untuk mempertahankan fungsi otak. Pada tahap demensia ringan hingga sedang, terapi kognitif membantu pasien mengatasi kesulitan dalam mengingat dan berkomunikasi. Latihan mental yang teratur dapat memperpanjang kemampuan kognitif mereka. Pasien yang menunjukkan penurunan kemampuan berpikir dan perubahan perilaku juga memerlukan terapi kognitif. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka dan menjaga kemandirian sebanyak mungkin. Manfaat dan Tujuan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mempertahankan fungsi otak. Program ini membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan keterampilan sehari-hari. 1. Memperbaiki Ingatan dan Kemampuan Kognitif Salah satu manfaat utama terapi kognitif adalah membantu memperbaiki ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Latihan otak yang teratur dapat memperlambat penurunan fungsi memori. Peningkatan kemampuan memori ini memungkinkan pasien untuk mengingat informasi dan kejadian terkini. Hal ini penting untuk membantu mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara lebih baik. 2. Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Komunikasi Terapi kognitif membantu penderita demensia meningkatkan keterampilan berbicara dan komunikasi. Latihan berbicara dan mendengarkan dapat membantu mengurangi kesulitan dalam berkomunikasi. Dengan perbaikan dalam kemampuan berbicara, pasien dapat lebih mudah mengungkapkan kebutuhan dan perasaan mereka. Ini juga membantu menjaga hubungan sosial dengan keluarga dan teman. 3. Menjaga Kemandirian dalam Aktivitas Sehari-hari Terapi kognitif bertujuan untuk menjaga kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan meningkatkan kemampuan perencanaan dan pengambilan keputusan, pasien dapat lebih mandiri. Menjaga kemandirian penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan terapi ini, mereka dapat lebih mampu mengelola tugas-tugas rumah tangga dan kegiatan pribadi mereka. 4. Mengurangi Perubahan Mood dan Perilaku Terapi kognitif juga dapat membantu mengurangi perubahan mood dan perilaku yang sering terjadi pada penderita demensia. Dengan merangsang aktivitas otak, pasien menjadi lebih stabil secara emosional. Peningkatan stabilitas emosi ini mengurangi stres dan kecemasan yang sering dialami penderita demensia. Hal ini juga membantu menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam interaksi sehari-hari. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Sebelum memulai terapi kognitif, pasien dan keluarga perlu melakukan persiapan untuk memastikan terapi berjalan lancar. Persiapan ini penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan pasien. Konsultasi dengan dokter atau terapis untuk evaluasi kondisi pasien Pemahaman tentang tujuan dan manfaat terapi kognitif Menyiapkan jadwal terapi yang sesuai dengan kenyamanan pasien Memastikan pasien dalam kondisi fisik dan mental yang stabil Mempersiapkan lingkungan yang tenang dan mendukung konsentrasi pasien Menyediakan dukungan emosional dari keluarga atau pengasuh Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Prosedur terapi kognitif pada penderita demensia melibatkan serangkaian latihan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Setiap sesi terapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan memori pasien. 1. Evaluasi Kondisi Pasien Sebelum terapi dimulai, pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk menilai kondisi mental dan kognitif. Evaluasi ini penting untuk menentukan jenis terapi yang paling sesuai. Dokter atau terapis akan memeriksa tingkat keparahan demensia dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil evaluasi, terapi akan disesuaikan dengan kemampuan pasien. 2. Latihan Kognitif Terstruktur Latihan kognitif berupa teka-teki, permainan memori, dan latihan lainnya dilakukan untuk merangsang otak. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan fungsi memori, perhatian, dan pemecahan masalah. Selama sesi terapi, pasien akan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam setiap latihan. Terapi ini membantu melatih otak agar tetap tajam dan memperlambat penurunan kognitif. 3. Penggunaan Teknik Sosial dan Komunikasi Dalam terapi kognitif, pasien juga akan dilatih untuk berinteraksi dengan orang lain melalui komunikasi yang efektif. Teknik ini membantu meningkatkan kemampuan sosial dan emosional pasien. Melalui simulasi percakapan dan interaksi sosial,... - Published: 2025-08-18 - Modified: 2025-08-12 - URL: https://primayahospital.com/anak/cortisol-face/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Sosial media saat ini banyak menghubungkan kondisi stres dengan perubahan bentuk wajah yang disebut ”cortisol face”. Namun, yang sebenarnya, hubungan antara kondisi stres dan cortisol face tidak sesederhana itu. Apa itu cortisol face akan dibahas lebih lengkap dalam artikel ini. Apa Itu Kortisol ? Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yaitu kelenjar kecil yang terletak di atas ginjal. Hormon ini sering disebut sebagai hormon stres karena perannya yang penting dalam respons tubuh terhadap stres. Ketika kita menghadapi situasi yang dianggap mengancam atau menekan, baik secara fisik maupun emosional, tubuh akan melepaskan kortisol ke aliran darah. Meski terkenal sebagai hormon stres, kortisol sebenarnya justru membantu kita dalam menghadapi stres. Tanpa adanya hormon kortisol, seperti dijelaskan dalam National Library of Medicine, tubuh akan berhenti berfungsi dan mengalami “krisis adrenal. ” Krisis adrenal adalah kondisi darurat endokrin yang parah dan mengancam jiwa karena insufisiensi adrenal akut. Kortisol membantu tubuh merespons stres dengan cara: Meningkatkan kadar gula darah (glukosa) melalui glukoneogenesis Membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat Menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan dalam jangka pendek Mempengaruhi tekanan darah dan fungsi kardiovaskular Selama dalam kadar normal dan tidak naik-turun secara drastis, kortisol sangat penting untuk mengatur siklus tidur-bangun, mengurangi peradangan, dan mengontrol tekanan darah. Problem baru akan muncul tatkala kortisol terus meningkat dalam jangka waktu panjang atau kronis, yang antara lain bisa disebabkan oleh kondisi stres berat berkepanjangan maupun penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang. Sebuah studi dalam jurnal International Review of Neurobiology menyoroti bagaimana stres kronis dapat mengganggu ritme sirkadian normal kortisol. Gangguan ini dapat memiliki berbagai implikasi kesehatan, terutama pada fungsi kognitif atau kesehatan otak. Apa Itu Cortisol Face? Cortisol face atau wajah kortisol mengacu pada kondisi wajah yang terlihat bulat dan penuh seperti bulan purnama. Dunia medis tidak mengenal istilah cortisol face, melainkan moon face untuk kondisi ini. Menurut para pakar kesehatan, wajah memang bisa tampak bengkak karena kadar kortisol yang tinggi dalam tubuh. Kortisol tinggi juga bisa menyebabkan: Penipisan kulit sehingga pembuluh darah lebih terlihat Jerawat atau kulit kusam, karena peningkatan produksi minyak Lingkaran hitam di bawah mata akibat gangguan sirkulasi dan kurang tidur Tanda-tanda itu memang bisa mengindikasikan adanya stres kronis atau berat. Namun ada banyak faktor penyebab selain stres yang bisa menyebabkan kondisi tersebut, di antaranya: Penggunaan Kortikosteroid Jangka Panjang Ini salah satu penyebab paling umum moon face. Obat kortikosteroid sering diresepkan dokter untuk menangani berbagai kondisi medis, misalnya: Penyakit autoimun, seperti lupus dan penyakit Addison Kelainan darah, seperti anemia Beberapa jenis kanker, termasuk kanker darah dan limfoma Penyakit inflamasi (peradangan), seperti radang sendi (artritis) Kondisi kulit akibat paparan tanaman beracun Penggunaan steroid jangka panjang hingga lebih dari beberapa minggu dapat membuat kelenjar adrenal melepaskan hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Seiring dengan waktu, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan penambahan berat badan dan penumpukan cairan dalam tubuh, termasuk wajah. Sindrom Cushing Sindrom Cushing adalah tanda klinis yang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak kortisol. Gejala-gejalanya sering disebut sebagai Cushingoid face yang meliputi bertambahnya berat badan, peradangan, pembengkakan, dan wajah membulat, yang mengacu pada istilah cortisol face. Sindrom Cushing bisa disebabkan oleh tingkat stres yang sangat tinggi dan berkelanjutan. Faktor pemicu lainnya adalah penggunaan kortikosteroid jangka panjang. Selain itu, juga bisa disebabkan oleh tumor pada kelenjar pituitari atau kelenjar adrenal yang dapat menyebabkan Cushing disease Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, cortisol face lebih tepat disebut sebagai moon face dan tidak selalu hanya berhubungan dengan kondisi stres berat. Namun terdapat beragam faktor lain yang juga bisa memicu perubahan wajah menjadi terlihat lebih bulat atau bengkak, yang merupakan salah satu gejala dari sindrom Cushing . Waspadai jika cortisol face disertai dengan gejala lain, seperti: Jerawat yang memburuk Rambut rontok Kulit mudah memar Sering mengalami infeksi kulit dan sulit sembuh Peningkatan kadar gula darah dan/atau tekanan darah Bahu dan leher terlihat menonjol akibat penumpukan lemak Perut terlihat lebih besar, tapi kaki dan lengan justru tampak kurus Kelelahan ekstrem Kelemahan otot, terutama pada paha dan bahu Muncul guratan atau stretch mark yang lebar dan tebal terutama pada perut, punggung, paha, dan lengan atas Jika Anda merasa mengalami cortisol face dan merasa terganggu oleh penampilan itu, terutama jika disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memberikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Narasumber: dr. Stephanie Adelia, Sp. A(K) Spesialis Anak Subspesialis Endokrin Anak Primaya Hospital Semarang - Published: 2025-08-18 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/anak/hipotiroid-kongenital-pada-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Saat bayi baru lahir, banyak orang tua berfokus pada berat badan, tangisan pertama, atau bentuk kepala si kecil. Namun ada satu kondisi yang tak kalah penting untuk dikenali sejak dini: hipotiroid kongenital. Para orang tua mesti waspada terhadap hipotiroid kongenital pada anak karena bisa berdampak besar pada tumbuh-kembang anak, bahkan menurunkan kecerdasan bila tak ditangani sejak dini. Mari selami lebih lanjut kondisi ini untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengenal Hipotiroid Kongenital Hipotiroid kongenital adalah kondisi ketika bayi lahir dengan gangguan produksi hormon tiroid. Gangguan ini dapat terjadi karena adanya kelainan pada kelenjar tiroid maupun gangguan pada aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid. Kondisi hipotiroid kongenital yang terjadi sejak bayi baru lahir seringkali tidak disertai dengan gejala di awal padahal hormon tiroid sangat penting terutama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan hingga masa kanak-kanak awal. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir. Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher dengan tugas utama memproduksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Hormon-hormon ini berperan penting dalam pengaturan metabolisme, pertumbuhan, serta perkembangan otak dan sistem saraf pusat. Kekurangan hormon tiroid pada masa awal kehidupan, terutama dalam dua-tiga tahun pertama, bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan/disabilitas intelektual yang bersifat permanen. Secara umum, hipotiroid kongenital terbagi menjadi dua jenis: Permanen: membutuhkan terapi seumur hidup akibat kelainan bawaan pada kelenjar tiroid. Sementara: biasanya akibat faktor eksternal seperti defisiensi yodium atau paparan zat tertentu selama kehamilan. Ketika ada dugaan hipotiroid kongenital pada anak, penanganan harus segera dilakukan, yaitu dengan memberikan substitusi hormon tiroid. Riset yang dimuat dalam Medical Journal of Indonesia menemukan keterlambatan terapi penggantian hormon tiroid pada pasien dengan hipotiroidisme kongenital berdampak negatif pada kemampuan intelektual. Gejala Hipotiroid Kongenital Hipotiroid kongenital pada anak sering tidak menunjukkan gejala jelas saat lahir sehingga sulit dikenali tanpa screening neonatal yang dilakukan dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran. Gejalanya biasanya mulai tampak dalam bulan pertama usia anak, di antaranya: Penyakit kuning berkepanjangan (prolonged jaundice) Kulit kering dan dingin Wajah sembap dan lidah besar (makroglosia) Tangisan serak Konstipasi kronis Bayi tampak lesu, sulit menyusu Ubun-ubun besar dan lambat menutup Pertumbuhan lambat Mengantuk berlebihan Perkembangan motorik dan intelektual yang terlambat Penyebab Hipotiroid Kongenital Dalam banyak kasus, penyebab hipotiroid kongenital pada anak tidak diketahui. Namun ada beberapa faktor yang teridentifikasi, seperti: Disgenesis tiroid, yakni ketika kelenjar tiroid tidak berkembang dengan sempurna selama kehamilan. Dalam kondisi ini, kelenjar tiroid mungkin tidak ada sama sekali (agenesis), terlalu kecil (hipoplasia), atau berada di tempat yang tidak seharusnya (ektopik). Ini penyebab paling umum hipotiroid kongenital pada anak. Dishormonogenesis, yakni ketika kelenjar tiroid ada tapi tidak dapat menghasilkan hormon tiroid dengan baik, dipengaruhi kelainan genetik. Defisiensi yodium yang merupakan mineral penting untuk memproduksi hormon tiroid pada ibu hamil. Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu hamil, seperti obat anti-tiroid. Ibu hamil memiliki penyakit autoimun tiroid (seperti penyakit Hashimoto atau penyakit Graves) yang antibodinya bisa melewati plasenta dan mempengaruhi kelenjar tiroid bayi. Imaturitas aksis hipotalamus – pituitari – tiroid akibat prematuritas Cara Dokter Mendiagnosis Hipotiroid Kongenital Diagnosis hipotiroid kongenital pada anak biasanya dilakukan melalui screening neonatal atau penapisan pada bayi baru lahir. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel darah dari tumit bayi beberapa hari setelah lahir. Sampel darah ini diuji untuk mengukur kadar hormon perangsang tiroid (TSH). Apabila didapatkan hasil skrining positif, ditandai dengan kadar TSH yang tinggi maka akan dilanjutkan dengan tes konfirmasi melalui pemeriksaan kadar free T4/T4 dan TSH. Kadar free T4/T4 yang rendah menunjukkan bayi mengalami hipotiroid kongenital. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan ini mungkin termasuk: Pemeriksaan fisik bayi untuk mencari tanda-tanda dan gejala hipotiroid kongenital. eUltrasonografi (USG) tiroid untuk melihat ukuran dan bentuk kelenjar tiroid. Pemindaian tiroid untuk melihat fungsi kelenjar tiroid. Cara Mengatasi Hipotiroid Kongenital Penanganan hipotiroid kongenital pada anak relatif sederhana, tetapi memerlukan komitmen jangka panjang. Terapi yang diberikan berupa hormon tiroid sintetis (levotiroksin) setiap hari. Terapi ini harus dimulai secepat mungkin, idealnya sebelum bayi berusia 14 hari. Dosis awal ditentukan berdasarkan berat badan dan kondisi klinis. Obat diberikan dalam bentuk tablet yang dihancurkan lalu disuapkan ke bayi. Tujuan terapi ini adalah menormalkan kadar free T4/T4 dan menurunkan kadar TSH. Selama terapi, penting untuk melakukan pemantauan rutin yang meliputi pemeriksaan TSH dan T4 dengan rincian: 2-4 minggu setelah pemberian terapi Setiap 4 minggu selama 6 bulan pertama, Setiap 3 bulan hingga usia 3 tahun Selanjutnya setiap 6 bulan Komplikasi Hipotiroid Kongenital Tanpa pengobatan yang tepat, hipotiroid kongenital pada anak bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain: Disabilitas intelektual dengan IQ berpotensi turun hingga 30 – 50 poin jika terapi terlambat dimulai. Pertumbuhan terhambat, ditandai dengan tinggi badan anak yang bisa jauh di bawah rata-rata. Masalah bicara dan motorik, seperti gangguan berbicara, koordinasi, dan berjalan. Gangguan pendengaran Pubertas terlambat Pencegahan Hipotiroid Kongenital Hingga kini tidak diketahui cara pasti untuk mencegah hipotiroid kongenital pada anak. Namun ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya: Memastikan asupan yodium yang cukup selama kehamilan,... - Published: 2025-08-17 - Modified: 2025-08-12 - URL: https://primayahospital.com/saraf/terapi-kognitif-demensia/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kualitas hidup. Program ini melibatkan latihan mental yang dirancang khusus untuk merangsang ingatan dan keterampilan berpikir. Dengan pendekatan yang disesuaikan, terapi ini membantu pasien mengatasi kesulitan sehari-hari, meningkatkan kemandirian, dan memperbaiki fungsi sosial. Terapi kognitif juga melibatkan dukungan psikososial bagi keluarga pasien. Mengenal Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk melatih otak dalam mempertahankan kemampuan kognitif. Terapi ini membantu memperlambat progresi penurunan fungsi otak yang disebabkan oleh demensia. Melalui serangkaian latihan, terapi ini berfokus pada peningkatan ingatan, perhatian, dan keterampilan berpikir pasien. Latihan ini membantu mempertahankan kemandirian pasien dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, terapi kognitif juga memberikan dukungan emosional dan sosial untuk pasien dan keluarga. Ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan demensia. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Terapi kognitif sangat bermanfaat bagi penderita demensia untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kualitas hidup. Program ini cocok untuk pasien dengan berbagai gejala demensia. Kesulitan mengingat informasi atau kejadian terkini Gangguan dalam berbicara atau berkomunikasi Kehilangan orientasi terhadap waktu atau tempat Menurunnya kemampuan untuk merencanakan atau membuat keputusan Perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa Sulit untuk mengenali orang atau objek yang akrab Penurunan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri Kapan Pasien Memerlukan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Pasien yang baru didiagnosis dengan demensia dapat memulai terapi kognitif untuk memperlambat penurunan kemampuan kognitif. Terapi ini sangat bermanfaat pada tahap awal penyakit untuk mempertahankan fungsi otak. Pada tahap demensia ringan hingga sedang, terapi kognitif membantu pasien mengatasi kesulitan dalam mengingat dan berkomunikasi. Latihan mental yang teratur dapat memperpanjang kemampuan kognitif mereka. Pasien yang menunjukkan penurunan kemampuan berpikir dan perubahan perilaku juga memerlukan terapi kognitif. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka dan menjaga kemandirian sebanyak mungkin. Manfaat dan Tujuan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Terapi kognitif pada penderita demensia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mempertahankan fungsi otak. Program ini membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan keterampilan sehari-hari. 1. Memperbaiki Ingatan dan Kemampuan Kognitif Salah satu manfaat utama terapi kognitif adalah membantu memperbaiki ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Latihan otak yang teratur dapat memperlambat penurunan fungsi memori. Peningkatan kemampuan memori ini memungkinkan pasien untuk mengingat informasi dan kejadian terkini. Hal ini penting untuk membantu mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara lebih baik. 2. Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Komunikasi Terapi kognitif membantu penderita demensia meningkatkan keterampilan berbicara dan komunikasi. Latihan berbicara dan mendengarkan dapat membantu mengurangi kesulitan dalam berkomunikasi. Dengan perbaikan dalam kemampuan berbicara, pasien dapat lebih mudah mengungkapkan kebutuhan dan perasaan mereka. Ini juga membantu menjaga hubungan sosial dengan keluarga dan teman. 3. Menjaga Kemandirian dalam Aktivitas Sehari-hari Terapi kognitif bertujuan untuk menjaga kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan meningkatkan kemampuan perencanaan dan pengambilan keputusan, pasien dapat lebih mandiri. Menjaga kemandirian penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan terapi ini, mereka dapat lebih mampu mengelola tugas-tugas rumah tangga dan kegiatan pribadi mereka. 4. Mengurangi Perubahan Mood dan Perilaku Terapi kognitif juga dapat membantu mengurangi perubahan mood dan perilaku yang sering terjadi pada penderita demensia. Dengan merangsang aktivitas otak, pasien menjadi lebih stabil secara emosional. Peningkatan stabilitas emosi ini mengurangi stres dan kecemasan yang sering dialami penderita demensia. Hal ini juga membantu menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam interaksi sehari-hari. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Sebelum memulai terapi kognitif, pasien dan keluarga perlu melakukan persiapan untuk memastikan terapi berjalan lancar. Persiapan ini penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan pasien. Konsultasi dengan dokter atau terapis untuk evaluasi kondisi pasien Pemahaman tentang tujuan dan manfaat terapi kognitif Menyiapkan jadwal terapi yang sesuai dengan kenyamanan pasien Memastikan pasien dalam kondisi fisik dan mental yang stabil Mempersiapkan lingkungan yang tenang dan mendukung konsentrasi pasien Menyediakan dukungan emosional dari keluarga atau pengasuh Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Kognitif pada Penderita Demensia Prosedur terapi kognitif pada penderita demensia melibatkan serangkaian latihan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Setiap sesi terapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan memori pasien. 1. Evaluasi Kondisi Pasien Sebelum terapi dimulai, pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk menilai kondisi mental dan kognitif. Evaluasi ini penting untuk menentukan jenis terapi yang paling sesuai. Dokter atau terapis akan memeriksa tingkat keparahan demensia dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil evaluasi, terapi akan disesuaikan dengan kemampuan pasien. 2. Latihan Kognitif Terstruktur Latihan kognitif berupa teka-teki, permainan memori, dan latihan lainnya dilakukan untuk merangsang otak. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan fungsi memori, perhatian, dan pemecahan masalah. Selama sesi terapi, pasien akan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam setiap latihan. Terapi ini membantu melatih otak agar tetap tajam dan memperlambat penurunan kognitif. 3. Penggunaan Teknik Sosial dan Komunikasi Dalam terapi kognitif, pasien juga akan dilatih untuk berinteraksi dengan orang lain melalui komunikasi yang efektif. Teknik ini membantu meningkatkan kemampuan sosial dan emosional pasien. Melalui simulasi percakapan dan interaksi sosial,... - Published: 2025-08-17 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/paru/penyakit-paru/ - Kategori: Paru - Translation Priorities: Optional Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan paru yang progresif dan tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini menyebabkan kesulitan bernapas. PPOK berkembang perlahan dan sering kali tidak disadari sejak awal. Gejalanya meliputi batuk kronis, produksi lendir berlebih, dan sesak napas. Faktor utama penyebab PPOK adalah paparan asap rokok dan polusi udara. Diagnosis dini sangat penting untuk mengelola gejala dan mencegah komplikasi. Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronis Menurut WHO, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan paru yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Kondisi ini berkembang secara bertahap dan permanen. PPOK terdiri dari dua kondisi utama, yaitu bronkitis kronis dan emfisema. Kedua kondisi ini menghambat aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru. Gejala PPOK meliputi batuk berkepanjangan, produksi lendir berlebihan, dan kesulitan bernapas. Gejala sering muncul perlahan dan memburuk seiring waktu. Paparan jangka panjang terhadap iritan paru seperti asap rokok dan polusi menjadi penyebab utama. Diagnosis dini dapat membantu memperlambat perkembangannya. Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari pada tahap awal. Gejala biasanya memburuk seiring waktu. Sesak napas, terutama saat beraktivitas Batuk kronis yang berlangsung lama Produksi dahak berlebihan Mengi atau suara napas berbunyi Rasa sesak di dada Kelelahan terus-menerus Infeksi pernapasan yang sering kambuh Penurunan berat badan tanpa sebab jelas Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) terjadi akibat paparan zat berbahaya dalam jangka panjang. Faktor utama adalah kebiasaan dan lingkungan yang merusak paru-paru. 1. Merokok dan Paparan Asap Rokok Merokok adalah penyebab utama PPOK dan meningkatkan risiko kerusakan paru-paru secara signifikan. Zat beracun dalam rokok merusak jaringan paru. Asap rokok menyebabkan peradangan kronis dan menyempitkan saluran udara. Ini membuat pernapasan menjadi sulit dan tidak optimal. Perokok pasif juga berisiko mengalami PPOK. Paparan asap dalam waktu lama dapat merusak paru-paru secara perlahan. Berhenti merokok adalah langkah penting untuk mencegah dan memperlambat perkembangan PPOK. Penghindaran asap rokok sangat disarankan. 2. Polusi Udara dan Paparan Zat Berbahaya Polusi udara dari kendaraan dan industri dapat mengiritasi paru-paru. Partikel halus dalam udara menyebabkan peradangan saluran napas. Paparan bahan kimia di tempat kerja juga berisiko. Gas, debu, dan asap industri dapat merusak jaringan paru-paru secara bertahap. Lingkungan dengan ventilasi buruk meningkatkan paparan zat beracun. Ini sering terjadi pada rumah dengan asap kayu atau arang. Menggunakan masker dan menjaga kualitas udara dapat membantu mengurangi risiko PPOK akibat polusi dan zat berbahaya. 3. Infeksi Saluran Pernapasan Berulang Infeksi paru-paru yang sering terjadi sejak kecil dapat meningkatkan risiko PPOK. Peradangan berulang melemahkan fungsi paru-paru. Penyakit seperti pneumonia atau bronkitis kronis dapat menyebabkan kerusakan permanen. Ini membuat paru-paru lebih rentan terhadap PPOK. Anak-anak dengan sistem pernapasan lemah lebih berisiko mengalami PPOK di usia dewasa. Pencegahan infeksi sangat penting. Vaksinasi dan menjaga kebersihan pernapasan dapat membantu mengurangi risiko infeksi yang berujung pada PPOK. 4. Faktor Genetik dan Kondisi Kesehatan Lainnya Beberapa orang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan kekurangan enzim protektif di paru-paru. Ini meningkatkan risiko PPOK meskipun tidak merokok. Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah kondisi langka yang dapat menyebabkan PPOK. Penyakit ini sering terdiagnosis terlambat. Penyakit lain seperti asma yang tidak terkontrol juga dapat berkontribusi pada PPOK. Peradangan jangka panjang mempercepat kerusakan paru-paru. Pemeriksaan dini dan pengelolaan kondisi pernapasan yang baik dapat membantu mengurangi dampak faktor genetik pada PPOK. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Paru Obstruktif Kronis Dokter mendiagnosis PPOK dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Riwayat merokok dan paparan polusi menjadi pertimbangan utama. Tes spirometri digunakan untuk mengukur kapasitas paru-paru. Tes ini menilai seberapa baik udara masuk dan keluar dari paru-paru. Pemeriksaan pencitraan seperti rontgen dada atau CT scan dapat dilakukan. Ini membantu melihat kerusakan paru-paru atau kelainan lain. Tes darah atau analisis gas darah bisa dilakukan. Tujuannya untuk menilai kadar oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh pasien. Cara Mengobati Penyakit Paru Obstruktif Kronis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) tidak bisa disembuhkan, tetapi pengobatan dapat membantu meredakan gejala dan memperlambat perkembangannya. Dokter akan menyesuaikan metode pengobatan sesuai tingkat keparahan kondisi pasien. 1. Penggunaan Obat-obatan Obat bronkodilator digunakan untuk melebarkan saluran napas. Ini membantu pasien bernapas lebih lega dan mengurangi sesak napas. Kortikosteroid inhalasi dapat diberikan untuk mengurangi peradangan. Penggunaan ini biasanya untuk pasien dengan gejala yang lebih parah. Obat mukolitik membantu mengencerkan lendir di paru-paru. Ini memudahkan pasien mengeluarkan dahak yang menumpuk di saluran napas. Beberapa pasien memerlukan kombinasi obat-obatan. Dokter akan menyesuaikan dosis dan jenis obat berdasarkan respons pasien terhadap pengobatan. 2. Terapi Oksigen Terapi oksigen diberikan untuk pasien dengan kadar oksigen rendah. Ini membantu meningkatkan pasokan oksigen dalam darah. Oksigen dapat diberikan melalui selang hidung atau masker khusus. Penggunaan ini bergantung pada kebutuhan dan tingkat keparahan PPOK. Pasien mungkin perlu menggunakan oksigen dalam jangka panjang. Dokter akan memantau kadar oksigen secara berkala untuk menyesuaikan terapinya. Terapi oksigen dapat meningkatkan kualitas hidup. Pasien merasa lebih nyaman dalam beraktivitas dan mengurangi risiko komplikasi serius. 3. Rehabilitasi Paru Rehabilitasi paru mencakup latihan fisik dan edukasi kesehatan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas... - Published: 2025-08-16 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/bahaya-begadang/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Di tengah kesibukan yang padat, banyak orang memilih mengorbankan waktu tidur atau menunda waktu tidur hingga begadang pada malam hari demi kesenangan pribadi atau hal lain yang tak bisa dilakukan saat siang. Namun kebiasaan yang dikenal sebagai revenge bedtime procrastination ini dapat membawa dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam fenomena ini serta bahaya yang mengintai di balik kebiasaan begadang. Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination? Revenge bedtime procrastination adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena ketika seseorang menunda waktu tidur sebagai bentuk balas dendam atas kesibukan yang menguras waktu dan energi sepanjang hari. Hal ini sering terjadi pada individu yang merasa tidak memiliki cukup waktu untuk diri sendiri di siang hari akibat tuntutan pekerjaan atau sekolah. Waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur saat malam justru dimanfaatkan buat mencari hiburan atau menyenangkan diri sendiri karena tak sempat melakukannya saat siang. Istilah bedtime procrastination pertama kali dicetuskan dalam riset di Frontiers in Psychology. Definisinya kurang-lebih: Waktu tidur tertunda secara aktif Tidak ada alasan yang valid untuk begadang Ada kesadaran bahwa menunda waktu tidur dapat berdampak negatif Adapun revenge bedtime procrastination merupakan istilah yang lebih baru. Menurut WebMD, istilah ini berasal dari ungkapan berbahasa Cina, bàofùxìng áoyè, yang viral di media sosial dan bisa diartikan sebagai “balas dendam dengan begadang”. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Psikologi Perseptual, fenomena ini mencerminkan keinginan untuk mendapatkan kembali waktu yang hilang. Orang-orang yang melakukan revenge bedtime procrastination sebenarnya tahu bahwa mereka lelah dan butuh tidur, tapi merasa berhak mendapatkan waktu untuk diri sendiri setelah seharian penuh beraktivitas. Waktu sebelum tidur dianggap sebagai satu-satunya momen ketika mereka bisa melakukan apa pun yang diinginkan. Jadi, meskipun mata sudah mengantuk dan tubuh mengirim sinyal agar istirahat, keinginan menikmati me time ini lebih kuat sehingga mendorong mereka untuk begadang. Perlu digarisbawahi bahwa revenge bedtime procrastination berbeda dengan insomnia atau gangguan tidur lain yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk tidur meski ingin tidur. Orang yang melakukan revenge bedtime procrastination secara sadar memilih menunda tidur. Akar Masalah Revenge Bedtime Procrastination Dorongan untuk melakukan revenge bedtime procrastination tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor psikologis dan sosial yang mendasarinya, seperti: Kurangnya kontrol dan waktu luang di siang hari akibat kesibukan atau dominasi pekerjaan, tugas, tanggung jawab, atau ekspektasi orang lain Stres dan tekanan yang tinggi serta jam kerja yang panjang Kegagalan regulasi diri (self-regulation) atau ketidakmampuan mengendalikan dorongan melakukan aktivitas yang tak sejalan dengan niat sebelumnya Kaburnya batas antara kehidupan pribadi dan profesional, terutama bagi yang bekerja dari rumah (work from home) Keinginan untuk terus terhubung dan tidak ketinggalan tren di media sosial (fear of missing out/FOMO) Bahaya Revenge Bedtime Procrastination Walau revenge bedtime procrastination menyenangkan dan bagaikan berkah setelah hari yang panjang dan melelahkan, kebiasaan begadang ini bisa mendatangkan konsekuensi serius bagi kesehatan fisik dan mental baik dalam jangka pendek maupun panjang. Dampak Fisik Penurunan sistem kekebalan tubuh karena kurang tidur Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular Gangguan metabolisme dan peningkatan berat badan (obesitas) Penurunan fungsi kognitif, termasuk kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, pemecahan masalah, kreativitas, dan daya ingat Microsleep, yaitu tertidur selama beberapa detik tanpa menyadarinya, yang sangat berbahaya jika sedang mengemudi atau mengoperasikan mesin Masalah kulit dan penuaan dini lantaran tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres kortisol yang mempengaruhi kesehatan kulit Gangguan hormonal lain, termasuk hormon untuk perbaikan sel dan jaringan Dampak Mental dan Psikologis Peningkatan stres, kecemasan, dan risiko depresi Penurunan kemampuan mengelola emosi Penurunan motivasi dan semangat karena kelelahan kronis akibat begadang Solusi Revenge Bedtime Procrastination Penelitian di Jurnal Psikologi Perseptual tentang revenge bedtime procrastination (RBP) mendapati terapi self-love atau mencintai diri sendiri bisa menurunkan tingkat RBP pada subjek yang diteliti. Terapi perilaku kognitif ini melibatkan aktivitas untuk menerima diri sendiri, menghargai kebutuhan diri, dan menetapkan batasan yang sehat. Hal ini mengindikasikan RBP bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi juga terkait dengan aspek psikologis yang lebih dalam, seperti kebutuhan akan penghargaan diri dan waktu personal. Maka terapi mindfulness dan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dalam, meditasi, atau yoga bisa membantu. Selain itu, penting untuk menciptakan rutinitas tidur yang baik secara konsisten, antara lain: Jadwalkan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan Lakukan aktivitas yang menenangkan sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum tidur, seperti membaca buku (fisik, bukan di gawai), meditasi, peregangan ringan, atau mendengarkan musik lembut Hindari gawai setidaknya satu jam sebelum tidur karena cahaya biru dari layar ponsel, tablet, atau laptop dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membuat mengantuk Hindari minuman berkafein (kopi, teh, soda) dan alkohol beberapa jam sebelum tidur karena dapat mengganggu kualitas tidur Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, misalnya dengan menggelapkan ruangan dan menyalakan penyejuk udara Revenge bedtime procrastination memang terasa sebagai solusi untuk mendapatkan me time yang hilang sepanjang hari. Namun kebiasaan ini justru mengorbankan salah satu pilar terpenting bagi kesehatan kita, yakni tidur. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor... - Published: 2025-08-16 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/waspadai-hiperlipidemia/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Tahukah Anda bahwa kolesterol dan trigliserida yang terlalu tinggi di dalam darah bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan? Kondisi ini dikenal dengan istilah hiperlipidemia, dan sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Karena itu, banyak orang baru menyadarinya setelah terkena serangan jantung atau stroke. Yuk, kenali lebih lanjut dan cegah sebelum terlambat. Apa Itu Hiperlipidemia? Hiperlipidemia adalah kondisi saat kadar lemak (lipid) dalam darah—terutama kolesterol dan trigliserida—melebihi batas normal. Lemak memang dibutuhkan tubuh untuk energi dan membangun sel, tapi bila kadarnya berlebihan bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung. Jenis-Jenis Lemak Darah: LDL (Low-Density Lipoprotein): Disebut “kolesterol jahat” karena bisa menumpuk di dinding pembuluh darah. HDL (High-Density Lipoprotein): Kolesterol “baik” yang membantu membersihkan kelebihan kolesterol dari tubuh. Trigliserida: Lemak yang digunakan sebagai cadangan energi. VLDL: Membawa trigliserida dari hati ke jaringan tubuh. Jenis-Jenis Hiperlipidemia Hipercholesterolemia: Kolesterol tinggi, terutama LDL. Hipertrigliseridemia: Trigliserida yang tinggi. Kombinasi: Keduanya meningkat secara bersamaan. Apa Penyebabnya? Penyebab hiperlipidemia terbagi menjadi: Faktor keturunan: Misalnya familial hypercholesterolemia. Gaya hidup tidak sehat: Pola makan tinggi lemak jenuh, kurang olahraga, merokok, alkohol. Penyakit tertentu: Diabetes, hipotiroidisme, gangguan hati/ginjal. Obat-obatan: Steroid, beta-blocker, pil KB. Apakah Ada Gejalanya? Hiperlipidemia sering tidak menimbulkan gejala. Tapi bisa ditandai dengan: Xanthelasma: Bercak kuning di kelopak mata. Xanthoma: Benjolan lemak di kulit. Arcus cornealis: Cincin putih keabuan di sekitar mata. Bagaimana Cara Mendiagnosisnya? Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah profil lipid (puasa 8–12 jam). Siapa yang Berisiko? Riwayat keluarga kolesterol tinggi. Merokok. Obesitas. Diabetes atau gangguan tiroid. Usia di atas 60 tahun. Kurang olahraga dan sering konsumsi makanan berlemak. Bisakah Dicegah? Makan makanan tinggi serat, rendah lemak jenuh. Rutin berolahraga. Jaga berat badan ideal. Hindari rokok dan alkohol. Rutin cek kolesterol. Bagaimana Pengobatannya? Selain gaya hidup sehat, dokter bisa memberikan: Statin: Menurunkan LDL. Fibrat: Menurunkan trigliserida. Niacin: Meningkatkan HDL. Ezetimibe: Mengurangi penyerapan kolesterol. PCSK9 inhibitor: Untuk kasus berat. Apa Komplikasinya Jika Tidak Diobati? Aterosklerosis (sumbatan pembuluh darah). Serangan jantung. Stroke. Penyakit arteri perifer. Pankreatitis akut (jika trigliserida sangat tinggi). Kapan Harus ke Dokter? Riwayat keluarga kolesterol tinggi. Ingin cek kolesterol rutin. Punya penyakit seperti diabetes atau hipertensi. Sudah menerapkan pola hidup sehat tapi kolesterol tetap tinggi. Jangan tunggu sampai gejala datang. Deteksi dini dan pengelolaan yang tepat dapat mencegah komplikasi berbahaya. Bila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang hiperlipidemia atau memeriksakan kadar kolesterol Anda, silakan buat janji dengan dr. Mochamad Iqbal Hassarief Putra, SpPD, FINASIM di Primaya Hospital Bekasi Barat melalui jadwal praktik yang tersedia di halaman ini. Narasumber: dr. Mochamad Iqbal Hassarief Putra, SpPD, FINASIM Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2025-08-15 - Modified: 2025-08-12 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/secretome-pada-osteoartritis/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami nyeri lutut menahun, sendi terasa kaku di pagi hari, atau kesulitan berjalan karena sendi terasa seperti “aus”, bisa jadi itu tanda osteoartritis (OA). Penyakit ini tak cuma menimbulkan ketidaknyamanan, tapi juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Untungnya terdapat terapi secretome yang menjadi salah satu inovasi di dunia medis. Apa itu secretome pada OA akan dibahas dalam artikel ini. Mengenal Secretome pada OA Sebelum mengupas soal secretome pada OA, perlu diketahui dulu apa itu secretome. Secretome adalah kumpulan molekul bioaktif yang disekresikan oleh sel, terutama sel punca. Molekul-molekul ini meliputi protein, lipid, sitokin, faktor pertumbuhan, dan vesikel ekstraseluler (seperti eksosom) yang berperan penting dalam komunikasi antarsel dan proses regenerasi jaringan. Dalam hal osteoartritis, secretome yang dihasilkan oleh sel-sel tertentu, seperti sel punca mesenkimal (MSC), mempunyai efek terapeutik yang signifikan. OA sendiri adalah penyakit sendi degeneratif yang paling sering terjadi terutama pada orang usia lanjut. Menurut National Aging Institute, kalangan perempuan lebih mungkin mengalami OA daripada laki-laki, terutama setelah berusia 50 tahun. OA ditandai oleh kerusakan tulang rawan sendi, penipisan jaringan sendi, peradangan, hingga pembentukan tulang baru di sekitar sendi atau osteofit. Akibatnya, penderitanya mengalami nyeri, kaku, pembengkakan, dan keterbatasan gerak. Secretome bisa membantu merangsang perbaikan dan regenerasi jaringan tulang rawan dan mengatasi peradangan serta memodulasi sistem imun tubuh. Berdasarkan penelitian di Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research, secretome pada OA bisa menjadi strategi terapi yang menjanjikan, tapi diperlukan riset lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia, menentukan frekuensi pemberian dan dosis yang optimal, serta mengembangkan protokol produksi dan aplikasi yang standar. Siapa Saja yang Memerlukan Secretome pada OA Terapi secretome pada OA tidak selalu cocok untuk semua pasien osteoartritis. Ada beberapa kelompok pasien yang bisa menjadi kandidat utama, seperti: Pasien OA derajat ringan hingga sedang yang kerusakan sendinya belum terlalu parah sehingga masih ada jaringan yang bisa diregenerasi. Pasien yang tidak merespons terapi konvensional seperti fisioterapi, obat antiinflamasi nonsteroid, atau injeksi kortikosteroid. Pasien yang belum siap atau tidak ingin menjalani operasi yang invasif, seperti penggantian sendi. Pasien usia produktif karena terapi secretomepada OA bersifat memperbaiki, bukan sekadar meredakan nyeri. Kapan Seseorang Memerlukan Secretome pada OA Penentuan waktu yang tepat untuk menjalani terapi secretome pada OA memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi atau rehabilitasi medik. Beberapa indikasi yang biasa menjadi pertimbangan antara lain: Nyeri sendi terus-menerus selama lebih dari 3 bulan meskipun sudah mendapat pengobatan standar. Fungsi sendi mulai menurun dan aktivitas harian terganggu. Adanya progresivitas kerusakan pada hasil radiologi. Keinginan menghindari prosedur operasi atau risiko dari obat-obatan jangka panjang. Manfaat/Tujuan Secretome pada OA Terapi secretome pada OA merupakan terobosan dalam dunia medis yang memiliki manfaat/tujuan berupa: Mengurangi nyeri dan peradangan dengan menghambat jalur peradangan pada sendi Memperbaiki jaringan sendi yang rusak karena secretome bisa mempercepat regenerasi Memperlambat progresivitas osteoartritis atau kerusakan jaringan sendi dengan adanya efek anti-inflamasi dan regeneratif dari secretome pada OA Memperbaiki fungsi sendi termasuk dalam hal mobilitas, kekuatan otot, dan rentang gerak sendi Meminimalkan efek samping obat-obatan konvensional yang bisa menimbulkan risiko jangka panjang Persiapan Sebelum Menjalani Secretome pada OA Sebelum menjalani terapi secretome pada OA, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar hasilnya maksimal dengan risiko minimal: Konsultasi dan penilaian awal oleh dokter, termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang dengan sinar-X atau pencitraan resonansi magnetik (MRI). Pemeriksaan darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, serta skrining infeksi. Penghentian konsumsi obat tertentu seperti obat antiinflamasi atau pengencer darah. Pemberitahuan riwayat penyakit, termasuk alergi, autoimun, atau kelainan pembekuan darah jika ada. Pahami prosedur dan manfaat/risiko terapi agar merasa tenang dan siap. Prosedur dan Pelaksanaan Secretome pada OA Prosedur terapi secretome pada OA umumnya meliputi langkah-langkah berikut ini: Pengambilan sampel sel yang untuk menghasilkan secretome, biasanya dari sel punca mesenkimal yang telah dinyatakan aman dan bebas kontaminasi Kultur dan produksi secretome di laboratorium yang memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu Pemeriksaan ulang pasien sebelum tindakan untuk memastikan tidak ada kontraindikasi. Prosedur secretomelangsung ke sendi yang mengalami OA, jika dieprlukan dapat menggunakan panduan ultrasonografi untuk memastikan akurasi. Setelah injeksi, pasien diamati selama 30-60 menit untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau efek samping akut. Perawatan Pasca Secretome pada OA Setelah menjalani terapi secretome pada OA, pasien perlu mengikuti beberapa langkah perawatan pascatindakan, antara lain: Istirahat yang cukup, hindari aktivitas berat yang dapat membebani sendi selama beberapa hari setelah penyuntikan. Kompres dingin pada sendi untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan pada area penyuntikan. Fisioterapi untuk menunjang pemulihan fungsi sendi dan memperkuat otot-otot di sekitar sendi. Pemantauan gejala OA untuk mengantisipasi perubahan atau efek samping yang tidak diinginkan. Adakah Efek Samping Setelah Secretome pada OA Terapi secretome pada OA umumnya dianggap aman. Tapi, seperti semua prosedur medis, ada beberapa risiko efek samping yang mungkin terjadi meskipun jarang. Di antaranya: Nyeri dan pembengkakan di area penyuntikan, biasanya bersifat ringan dan sementara. Infeksi, yang bisa ditekan bila prosedur dilakukan dengan teknik steril yang tepat. Reaksi alergi terhadap... - Published: 2025-08-15 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyebab-darah-encer/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Tak hanya bisa mengalami pembekuan, darah juga bisa loh mengalami yang namanya pengenceran. Saat tingkat kepekatan darah lebih encer dari normal, maka penderitanya dapat mengalami yang namanya perdarahan pada organ dalam maupun organ luar tubuh. Lalu, apakah kondisi ini benar-benar membahayakan tubuh kita? Nah, jika Anda ingin tahu secara lebih mendalam seputar darah encer sekaligus bahayanya, maka silakan simak rincian lengkapnya di bawah ini! Apa itu Darah Encer? Darah encer yaitu kondisi ketika darah kehilangan kekentalannya dari level normal yang seharusnya. Akibatnya, darah akan lebih mudah mengalir namun akan sulit membeku. Dalam medis, ini sering dikaitkan dengan gangguan pembekuan darah, kekurangan trombosit (trombositopenia), atau karena penggunaan obat antikoagulan. Namun, penyebab paling umum yaitu karena kekurangan trombosit. Seseorang yang memiliki darah encer umumnya hanya memiliki - Published: 2025-08-14 - Modified: 2025-08-12 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-elektroterapi/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Terapi elektroterapi merupakan metode pengobatan menggunakan aliran listrik untuk merangsang otot dan saraf yang mengalami gangguan. Terapi ini banyak digunakan untuk mengurangi nyeri dan mempercepat pemulihan cedera. Di dunia medis, elektroterapi telah terbukti membantu meningkatkan mobilitas dan fungsi tubuh pada pasien dengan berbagai masalah muskuloskeletal. Terapi ini dilakukan oleh tenaga ahli dengan menggunakan alat khusus. Mengenal Terapi Elektroterapi Terapi elektroterapi merupakan metode rehabilitasi medis yang memanfaatkan aliran listrik rendah untuk merangsang otot dan saraf tubuh. Teknik ini bertujuan mempercepat penyembuhan jaringan, meredakan nyeri, dan meningkatkan fungsi otot pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal. Prosedur elektroterapi dilakukan dengan alat khusus yang mengalirkan impuls listrik langsung ke area tubuh yang bermasalah. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Elektroterapi? Terapi elektroterapi umumnya diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan pada otot, saraf, atau mengalami nyeri kronis. Nyeri otot dan sendi Cedera olahraga Kram otot berulang Kesemutan atau mati rasa Kelemahan otot Gangguan mobilitas setelah cedera Kapan Pasien Memerlukan Terapi Elektroterapi? Pasien memerlukan terapi elektroterapi saat mengalami gangguan otot yang tidak kunjung membaik dengan pengobatan konvensional. Terapi ini juga diperlukan pada kasus nyeri kronis yang mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup pasien secara signifikan. Dokter akan mempertimbangkan terapi elektroterapi jika pasien menunjukkan tanda-tanda kelemahan otot atau gangguan saraf berkepanjangan. Manfaat dan Tujuan Terapi Elektroterapi Terapi elektroterapi memiliki beragam manfaat bagi pasien dengan gangguan otot dan saraf, membantu pemulihan serta meningkatkan mobilitas tubuh. 1. Meredakan Nyeri Otot dan Sendi Elektroterapi bekerja dengan mengirimkan impuls listrik ke area nyeri, sehingga mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit. Efek stimulasi listrik pada otot membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan, dan mempercepat proses penyembuhan. 2. Meningkatkan Kekuatan Otot Terapi ini membantu merangsang otot yang melemah akibat cedera atau gangguan saraf, sehingga kekuatan otot dapat kembali optimal. Dengan stimulasi otot secara berkala, pasien dapat meningkatkan daya tahan fisik dan kemampuan gerak yang lebih baik. 3. Mempercepat Pemulihan Cedera Elektroterapi merangsang regenerasi jaringan otot yang rusak, mempercepat proses penyembuhan pada kasus cedera olahraga. Proses ini memungkinkan otot pulih lebih cepat, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. 4. Mengurangi Spasme dan Kekakuan Otot Terapi elektroterapi efektif dalam mengurangi spasme otot dengan merangsang relaksasi melalui impuls listrik terkontrol. Teknik ini membantu otot yang tegang kembali rileks sehingga mengurangi kekakuan yang sering dialami oleh pasien. Pasien dengan kejang otot kronis atau kondisi seperti distonia dapat merasakan manfaat yang signifikan. Dengan berkurangnya spasme, mobilitas dan fleksibilitas otot akan meningkat secara bertahap. 5. Meningkatkan Sirkulasi Darah Impuls listrik pada elektroterapi membantu merangsang pembuluh darah kecil untuk memperlancar aliran darah di area yang diterapi. Peningkatan sirkulasi darah ini sangat penting untuk membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan yang rusak. Dengan peredaran darah yang optimal, proses pemulihan otot menjadi lebih cepat dan risiko inflamasi berkurang. Pasien dengan gangguan vaskular juga bisa mendapatkan manfaat dari terapi ini. 6. Mengurangi Ketegangan Saraf Elektroterapi membantu meredakan ketegangan pada jaringan saraf yang terjepit atau mengalami peradangan. Dengan impuls listrik, aktivitas saraf yang berlebihan dapat ditekan sehingga rasa nyeri pun berkurang. Terapi ini sangat berguna bagi pasien dengan kondisi seperti neuropati perifer atau saraf kejepit. Pengurangan tekanan pada saraf akan meningkatkan kenyamanan dan mengurangi rasa sakit yang menjalar. 7. Meningkatkan Mobilitas dan Fleksibilitas Pasien yang mengalami gangguan mobilitas akibat cedera atau kondisi kronis dapat mengalami perbaikan melalui elektroterapi. Impuls listrik membantu mengaktifkan kembali otot yang mengalami atrofi atau penurunan fungsi akibat imobilisasi. Terapi secara rutin membantu menjaga elastisitas otot dan mencegah kekakuan sendi yang dapat menghambat aktivitas harian. Dengan mobilitas yang lebih baik, pasien dapat beraktivitas dengan lebih bebas dan nyaman. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Elektroterapi Sebelum menjalani terapi elektroterapi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar terapi berjalan aman dan efektif. Informasikan riwayat penyakit Laporkan penggunaan alat pacu jantung Hindari area kulit yang terinfeksi Konsultasikan kondisi kehamilan Hentikan penggunaan krim atau lotion sebelum terapi Prosedur dan Pelaksanaan Terapi elektroterapi dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang mengalirkan impuls listrik ke area tubuh yang bermasalah. 1. Pemeriksaan Kondisi Pasien Sebelum memulai terapi, dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kondisi fisik dan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan ini penting agar terapi yang diberikan tepat sasaran dan menghindari risiko komplikasi selama proses terapi. 2. Penentuan Teknik Elektroterapi Dokter memilih teknik elektroterapi berdasarkan jenis gangguan yang dialami, seperti TENS, EMS, atau interferensial. Pemilihan teknik ini penting untuk mencapai hasil optimal sesuai kebutuhan pasien dan kondisi medis yang dihadapi. 3. Pemasangan Elektroda pada Tubuh Tenaga medis memasang elektroda pada titik-titik tertentu, sesuai area yang membutuhkan stimulasi listrik selama terapi. Penempatan elektroda harus akurat agar aliran listrik tepat mengenai otot atau saraf yang terganggu. 4. Pelaksanaan Terapi dengan Alat Elektroterapi Alat elektroterapi diaktifkan dengan intensitas sesuai anjuran dokter, sambil terus memantau reaksi pasien selama terapi. Durasi terapi bervariasi tergantung pada tingkat keparahan gangguan dan respons tubuh terhadap rangsangan listrik. Perawatan Pasca Terapi Elektroterapi Setelah menjalani terapi elektroterapi, pasien perlu memperhatikan beberapa hal agar hasil terapi tetap optimal dan aman. 1.... - Published: 2025-08-14 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/wajah-breakout/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Selain purging, ada satu kondisi yang sering di alami seseorang yaitu wajah breakout. Sejatinya, apa sih perbedaan antara purging dan breakout sekaligus bagaimana cara mengatasinya? Nah, bagi Anda yang sedang mengalami wajah breakout dan ingin tahu bagaimana cara mengatasinya, maka silakan simak rincian lengkapnya di bawah ini! Apa Itu Wajah Breakout? Wajah breakout yaitu suatu kondisi ketika kulit mengalami gejala berupa munculnya lesi atau jerawat dalam jumlah banyak dan umumnya terjadi secara tiba-tiba. Umumnya, kondisi ini dapat terjadi di bagian kulit mana pun di tubuh Anda, namun seringkali muncul pada area wajah, punggung, leher, pundak, dan dada. Perlu Anda ketahui, bahwa kulit kita sejatinya memiliki pori-pori kecil. Nah, pori-pori ini bisa terjadi penyumbatan karena sel-sel kulit mati, minyak, bakteri, atau debu dan kotoran dari lingkungan. Penyumbatan pori-pori ini nantinya dapat menyebabkan bakteri tumbuh dan berkembang, khususnya bakteri Cutibacterium acnes. Akibatnya, imun tubuh akan bereaksi dan mengakibatkan peradangan yang ditandai dengan kulit bengkak, kemerahan, nyeri, dan benjolan. Benjolan yang terlihat bisa dalam bentuk papula (benjolan tanpa nanah berwarna kemerahan), pustula (benjolan merah berisi nanah putih), nodul (benjolan besar dan dalam dan dapat menyebabkan luka). Untuk wajah breakout, jerawat ini akan muncul dalam jumlah yang banyak dan umumnya bersamaan. Ini terjadi karena banyak faktor. Mulai dari perubahan hormon secara signifikan, produksi minyak berlebih, penggunaan skincare tertentu, atau pun karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Nama Wajah Breakout Gejala Utama Munculnya jerawat dalam jumlah banyak Dokter Spesialis Dokter spesialis kulit Penyebab Utama Penyumbatan pori-pori klit Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Usia, genetik, hormonal, stres, pola makan, kebiasaan menyentuh wajah, lingkungan Pengobatan Penggunaan obat-obatan maupun perawatan tambahan. Pencegahan Perubahan pola makan, teratur mencuci wajah, kelola stres dengan baik Komplikasi Hiperpigmentasi, scar (bekas luka), hilangnya rasa percaya diri Penyebab Wajah Breakout Penyebab wajah breakout sejatinya bermacam-macam dan bisa terjadi akibat kombinasi dari beragam jenis faktor berikut: Produksi sebum (minyak) kulit yang berlebihan. Perkembangan bakteri Propionibacterium acnes. Penyumbatan pori-pori kulit oleh sel kulit mati. Hormon yang tidak normal. Kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor. Penggunaan produk kosmetik/skincare. Faktor lingkungan. Gejala Wajah Breakout Breakout umumnya memiliki gejala yang sama, yaitu munculnya jerawat dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang sama. kondisi ini juga dapat disertai dengan munculnya komedo, peradangan, dan benjolan tertentu. Cara Dokter Mendiagnosis Kondisi ini dapat dokter diagnosis melalui: Pemeriksaan fisik. Wawancara medis. Pemeriksaan hormon. Pemeriksaan alergi. Pencegahan Wajah Breakout Untuk mencegah terjadinya breakout pada wajah, dapat dilakukan dengan cara: Mencuci wajah dengan teratur. Gunakan produk skincare non comedogenic. Hindari stres berlebihan. Pola makan yang sehat. Hindari penggunaan produk yang over exfoliating. Pengobatan Wajah Breakout Dokter akan melakukan pengobatan dengan memperhatikan banyak faktor. Seperti tingkat keparahan breakout, usia, dan juga faktor penyebabnya. Umumnya, dokter akan melakukan perawatan dengan: Pemberian Obat-obatan Mengutip dari Healthline, bahwa ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi breakout seperti halnya: Benzoyl peroxide. Membunuh bakteri dan juga mengurangi peradangan. Salicylic acid. Untuk membersihkan pori-pori. Retinoid topikal: Mengurangi komedo dan juga merangsang regenerasi sel. Antibiotik topikal: Untuk mengurangi bakteri & inflamasi. Antibiotik oral. Contohnya yaitu seperti doxycycline/minocycline. Pil kontrasepsi. Untuk wanita dengan breakout hormonal. Obat hormonal untuk mengurangi produksi sebum. Digunakan untuk kasus berat (harus diawasi dokter). Perawatan Medis Selain pemberian obat-obatan, juga dapat diberikan perawatan medis lainnya seperti halnya berikut ini: Chemical peeling. Laser therapy. Extraction komedo profesional. Microneedling (untuk peremajaan kulit dan bekas jerawat). Komplikasi Penanganan yang tidak tepat terhadap kondisi ini tentunya dapat mengakibatkan masalah pada wajah seperti halnya: Hiperpigmentasi. Jadi, ketika jerawat sudah mengempis, maka akan meninggalkan bekas hitam pada kulit. Bekas luka (scar). Untuk jerawat jenis kistik atau tipe nodul, biasanya akan menimbulkan bekas luka. Rusaknya skin barrier. Jika diakibatkan oleh penggunaan produk, maka ini bisa menimbulkan kerusakan skin barrier. Hilangnya kepercayaan diri. Kondisi jerawat yang muncul bersamaan dan serentak tentunya dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan diri. Infeksi sekunder. Selain infeksi jerawat itu sendiri, kondisi ini pun bisa menyebabkan infeksi jerawat khususnya bila sering memencet jerawat. Kapan Harus ke Dokter? Anda disarankan ke dokter spesialis kulit apabila mengalami wajah breakout dan berlangsung selama beberapa minggu. Juga bila dalam kondisi: Breakout parah yang ditandai dengan nyeri pada jerawat dengan ukuran jerawat yang besar. Timbul breakout setelah menggunakan produk skincare atau obat medis tertentu. Munculnya bopeng atau perubahan warna kulit. Muncul breakout disertai dengan gejala hormonal lain (contohnya haid yang tidak teratur). Narasumber: dr. Suci Leni Mimanda, Sp. DVE Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-08-13 - Modified: 2025-08-12 - URL: https://primayahospital.com/umum/stres/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Sesak napas yang dirasakan muncul tiba-tiba saat sedang merasa cemas atau stres sering dianggap sebagai angin lalu. Namun ternyata sistem pernapasan memiliki kaitan yang lebih dalam dengan stres. Stres bahkan bisa memicu atau memperburuk kondisi yang disebut gangguan pernapasan fungsional dan berkaitan pula dengan kesehatan mental. Hubungan stres dengan kondisi pernapasan dan kesehatan mental akan diuraikan lebih lanjut dalam artikel ini. Apa Itu Gangguan Pernapasan Fungsional Gangguan pernapasan fungsional atau functional respiratory disorder adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok kondisi ketika seseorang mengalami gejala pernapasan yang nyata dan mengganggu baik tanpa adanya kelainan organik pada paru-paru atau saluran napas atau akibat sekunder dari kelainan cardiopulmoner. Gangguan pernapasan fungsional dapat terjadi di semua usia Salah satu subtipe umum gangguan pernapasan fungsional adalah dysfunctional breathing atau disfungsi pernapasan. Gejala yang umumnya muncul meliputi: Sesak napas (dispnea) Napas cepat dan dangkal (hiperventilasii) Sensasi tercekik atau kesulitan menarik napas dalam Persepsi terhadap Penyakit Penelitian dalam Journal of Asthma membahas bagaimana orang mempersepsikan penyakitnya. Persepsi ini ternyata sangat mempengaruhi seberapa berat gejala yang dirasakan dan bagaimana mereka merespons pengobatan. Studi tersebut menemukan bahwa pasien dewasa dengan disfungsi pernapasan cenderung memiliki persepsi negatif yang kuat tentang kesehatan mereka. Mereka merasa kondisi mereka “membahayakan”, “tak terkendali”, dan “akan memburuk seiring dengan waktu”. Bahkan meski hasil tes medis menunjukkan kondisi normal, mereka tetap yakin ada yang salah dengan sistem pernapasan mereka. T Terdapat korelasi positif antara persepsi penyakit dan suasana hati yang menunjukkan bahwa, makin kuat keyakinan yang dimiliki individu bahwa disfungsi pernapasan merupakan kondisi serius, makin negatif suasana hati mereka. Pada individu dengan gangguan pernapasan fungsional, persepsi yang salah tentang kondisinya dapat memperburuk gejala dan meningkatkan tekanan psikologis. Misalnya, jika seseorang percaya bahwa sesak napas yang dirasakan menandakan kondisi jantung yang serius, kecemasan yang muncul dapat memperparah gejala pernapasan. Peran Stres dan Kesehatan Mental dalam Gangguan Pernapasan Stres tak hanya membuat kita gelisah, tapi juga mempengaruhi sistem pernapasan. Dalam riset di Jornal Brasileiro de Pneumologia disebutkan stres emosional dan kecemasan menyebabkan otot perut menegang dan menghambat gerakan diafragma. Hal ini memicu pernapasan dada dan peningkatan penggunaan otot-otot pernapasan aksesori (bukan otot utama) sehingga mengakibatkan sesak napas atau dispnea, peningkatan kerja pernapasan, dan kelelahan otot pernapasan. Saat stres, tubuh memasuki keadaan melawan atau lari alias fight or flight, yang secara alami meningkatkan frekuensi napas dan menyebabkan pola napas menjadi pendek dan dangkal. Dalam jangka panjang, ini dapat mengarah pada kebiasaan bernapas yang tidak efektif. Dalam artikel Physiology, Stress Reaction di National Library of Medicine juga disebutkan stres akut atau kronis memicu ketidakteraturan atau disregulasi sistem saraf otonom. Disregulasi ini dapat menyebabkan serangkaian efek fisiologis, yang menyebabkan respons berlebihan dari saluran napas terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas dan peradangan. Selain itu, stres akut dapat mengakibatkan perubahan pola pernapasan karena penyempitan saluran napas yang menyebabkan sesak napas serta pernapasan cepat dan dangkal. Kesimpulan Berdasarkan riset-riset tersebut, bisa disimpulkan gangguan pernapasan fungsional tidak hanya berdampak pada fisik, tapi juga membawa konsekuensi psikososial yang luas. Gejala yang tak dapat dijelaskan dan sering tak terlihat oleh orang lain dapat menyebabkan perasaan frustrasi, kebingungan, dan bahkan keraguan diri. Pasien mungkin merasa tidak dipercaya atau dianggap hanya mengada-ada. Stres yang menjadi pemicu atau diperburuk oleh gangguan pernapasan fungsional dapat menciptakan lingkaran setan. Gejala napas menyebabkan stres dan kecemasan, yang kemudian memperburuk gejala napas itu sendiri. Lingkaran ini dapat menjebak pasien dalam kondisi yang makin sulit. Untuk mengatasi kondisi ini, tidak hanya dengan obat, diperlukan pendekatan psikologis, edukasi, dan dukungan sosial. Penanganan aspek psikologis dan sosial sama pentingnya dengan penanganan gejala fisik. Dukungan emosional, pemahaman dari lingkungan, dan strategi menghadapi situasi yang memicu stres sangat krusial dalam langkah penanganan. Narasumber: dr. Aslani Treestiana Sari, Sp. P, M. Kes Spesialis Paru Primaya Hospital Semarang - Published: 2025-08-13 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/umum/divertikulitis/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Semakin tua usia seseorang, maka semakin rentan terkena divertikulitis. Yaitu suatu kondisi ketika divertikula (kantung-kantung di usus besar) mengalami peradangan. Gejalanya yaitu berupa nyeri perut yang kadang disertai dengan demam menggigil. Lalu, apakah kondisi ini bisa sembuh seperti sedia kala? Nah, bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut seputar hal ini, maka silakan simak rinciannya berikut ini! Apa Itu Divertikulitis? Divertikulitis yaitu kondisi ketika divertikula (kantung-kantung yang terbentuk di area pencernaan) mengalami infeksi atau peradangan. Sejatinya, divertikula sendiri bukan termasuk organ bawaan lahir, namun biasanya akan terbentuk setelah seseorang berusia di atas 40 tahun. Karena dinding usus mulai melemah, maka divertikula ini akan terbentuk yang dinamakan divertikulosis. Selain itu, bagi mereka yang jarang makan-makanan berserat seperti halnya makan sayur dan buah-buahan, mereka juga rentan terbentuk divertikula pada saluran pencernaan khususnya pada usus besar (kolon). Sejatinya, terbentuknya divertikula sendiri tidak berbahaya, bahkan sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, dalam kasus divertikulitis, divertikula mengalami peradangan sehingga bisa menimbulkan gejala ketidaknyamanan pada perut. Penyebabnya sendiri belum pasti. Namun, kondisi ini memang sering terjadi pada usia 40 an ke atas. Pola makan yang kurang serat dan penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab dari divertikulitis. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius yang dapat membahayakan nyawa. tentunya, penting sekali untuk memeriksakannya ke dokter sedini mungkin sehingga risiko komplikasi tersebut dapat ditekan. Nama Divertikulitis Gejala Utama Nyeri perut, kembung, BAB berdarah Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Belum pasti apa penyebabnya Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan USG perut, CT scan Faktor Risiko Faktor usia, penggunaan obat-obatan, faktor diet Pengobatan Obat-obatan, drainase jarum, operasi Pencegahan Konsumsi makanan tinggi serat, perbanyak minum air, olahraga rutin Komplikasi Abses, obstruksi usus, peritonitis Faktor Risiko dan Penyebab Divertikulitis Mengutip dari situs MedicalNewsToday, bahwa belum pasti apa penyebab dari kondisi ini. Namun, para peneliti menduga ada hubungan antara beberapa hal berikut ini dengan risiko seseorang mengalami divertikulitis: Genetik Infeksi bakteri. Diet tinggi daging merah. Diet rendah serat. Obesitas Tidak olahraga teratur. Merokok Pertambahan usia. Penggunaan obat tertentu. Proses yang menyebabkan peradangan pada divertikulitis sendiri diduga karena feses terjebak di antara divertikula sehingga menyebabkannya tersumbat. Nah, sumbatan ini bisa saja mengakibatkan peradangan serta pembengkakan. Bahkan, akan menyebabkan adanya luka kecil pada dinding usus sehingga memungkinkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi yang akan memperparah gejalalnya. Gejala Divertikulitis Biasanya, penderita divertikulitis akan mengalami beberapa kondisi berikut ini: Nyeri perut parah. Kram disertai kembung. Demam Perubahan kebiasaan BAB. BAB berdarah. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis divertikulitis, dokter akan melakukan beberapa macam pemeriksaan berikut ini. Wawancara medis untuk menanyakan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik bagian perut. Pemeriksaan colok dubur untuk mengetahui adanya gangguan pada dubur. Tes darah untuk mengetahui infeksi pada usus besar. Pemeriksaan feses untuk memeriksa zat tertentu dalam feses. CT scan untuk mengecek divertikula. Tes urine bertujuan untuk mengetahui apakah ada infeksi di saluran kemih. Kolonoskopi atau pemeriksaan dengan bantuan selang dan kamera juga dapat dokter lakukan. Namun, ini dilakukan jika kondisi divertikula sedang tidak mengalami peradangan. Jika sedang mengalami peradangan, maka berisiko pecah yang menyebabkan komplikasi tertentu. Pencegahan Divertikulitis Memang, karena penyebabnya belum diketahui pasti, maka pencegahannya pun masih belum pasti juga. Walau demikian, ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan yang mungkin akan membantu mencegah kondisi ini seperti halnya: Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Olahraga secara rutin setiap harinya. Hindari kebiasaan merokok. Jangan minum obat-obatan tanpa resep dokter. Perbanyak minum air putih. Pengobatan Divertikulitis Perawatan pada penyakit ini tentunya akan disesuaikan dengan gejala, penyebab, sekaligus tingkat keparahannya. Berikut ini beberapa pengobatan yang dapat dokter berikan: Obat-obatan pereda nyeri. Antibiotik untuk mengatasi infeksi. Diet tinggi cairan. Infus cairan/nutrisi (agar usus istirahat). Pemasangan selang ke lambung. Drainase dengan jarum. Operasi anastomis. Operasi kolostomi. Tentunya, pengobatan-pengobatan ini dapat berbeda-beda antara satu pasien dengan pasien lainnya. Dokter akan menentukan sendiri mana metode yang tepat untuk pasien satu dengan pasien lain. Komplikasi Untuk kondisi yang serius, divertikulitis bisa menyebabkan beragam komplikasi yang mengancam nyawa. Di antaranya yaitu: Obstruksi usus. Penyempitan pada usus besar. Terbentuknya nanah pada divertikula. Peradangan pada peritoneum (dalam rongga perut). Berupa saluran tidak normal antara kandung kemih dan kolon. Perforasi usus. Kebocoran pada dinding usus. Perdarahan pada dubur. Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, maka segera kunjungi dokter spesialis penyakit dalam. Terlebih, jika Anda mengalami gejala yang disertai demam tinggi dan nyeri perut tak tertahankan. Dengan memeriksakan ke dokter sedini mungkin, maka risiko komplikasi pun dapat Anda cegah. Narasumber: dr Resky Arisna Dokter Umum Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2025-08-12 - Modified: 2025-08-13 - URL: https://primayahospital.com/kedokteran-olahraga/badan-sakit-setelah-olahraga/ - Kategori: Kedokteran Olahraga - Translation Priorities: Optional Apakah saat ini Anda sedang semangat-semangatnya menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga namun ternyata badan sakit setelah olahraga? Kondisi ini memang kerap terjadi bila baru memulai olahraga, namun apakah kita tetap perlu melanjutkan olahraga atau menunggu hingga rasa sakit hilang? Badan sakit setelah berolahraga yang di rasakan 1 hari sesudahnya merupakan hal yang wajar. Entah pemula maupun profesional sekalipun seringkali mengalami hal seperti ini. Yuk ketahui rincian lengkapnya di bawah ini! Mengenal Badan Sakit Setelah Olahraga Badan sakit setelah olahraga merupakan respons tubuh terhadap aktivitas fisik yang intens ataupun aktivitas berat yang jarang dilakukan. Rasa nyeri akan muncul dalam 12-24 jam setelah aktivitas fisik tersebut. Dalam medis, salah satu alasan mengapa badan sakit setelah berolahraga dikenal dengan istilah DOMS (Delayed onset muscle soreness). Ini bukan merupakan kondisi yang mengkhawatirkan karena merupakan hal umum sebagai proses adaptasi otot terhadap stres. Ini juga menjadi bagian dari proses pemulihan otot yang akan membaik dalam 48-72 jam pasca latihan. Namun perlu dibedakan antara sakit karena proses adaptasi otot dengan sakit akibat cedera. DOMS maupun cedera tentunya tidak selalu terjadi setelah proses latihan. Namun, pada DOMS umumnya tidak disertai nyeri tajam, kelemahan otot esktrim, atau pembengkakan, seperti yang terjadi pada cedera. Apakah tetap lanjut olahraga saat badan sakit dan nyeri? Anda tetap bisa beraktivitas dan aktif namun pilihlah olahraga yang ringan. Contohnya yaitu jalan santai, sepeda santai, yoga, berenang ringan, atau sekedar stretching. Hal ini akan membantu aliran darah pada tubuh lancar sehingga mencegah kekakuan otot dan mempercepat proses pemulihan. Namun, apabila rasa nyeri yang dirasakan terlalu parah sehingga untuk mengangkat tangan atau kaki saja sulit, maka lebih baik Anda istirahat terlebih dahulu 1-2 hari. Selain itu, otot yang mengalami nyeri jangan digunakan untuk berlatih karena sedang dalam proses pemulihan. Nama Badan Sakit Setelah Olahraga (DOMS) Gejala Utama Nyeri otot, otot kaku, kehilangan kekuatan sementara, rentang gerak terbatas Dokter Spesialis Dokter spesialis ortopedi Penyebab Utama DOMS, cedera, kurangnya nutrisi Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Baru melakukan olahraga intens, latihan eksentrik, tidak melakukan pemanasan Pengobatan Pemberian obat pereda nyeri, aktivitas fisik ringan Pencegahan Pemanasan dan pendinginan, cukupi kebutuhan nutrisi harian Komplikasi Rhabdomyolysis (jarang), cedera yang makin parah Penyebab Badan Sakit Setelah Olahraga Setelah seseorang berolahraga secara intens, maka serabut otot akan mengalami kerusakan. Namun tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengatasi kerusakan tersebut, umumnya otot akan bertambah ukurannya menjadi lebih besar dan lebih padat. Ini merupakan mekanisme adaptasi otot terhadap latihan yang dilakukan. Nah, jika Anda setelah berolahraga intens namun tidak mengalami DOMS, maka tidak perlu khawatir. Umumnya tubuh sudah beradaptasi dengan latihan yang Anda lakukan. Cukup menambah intensitas latihan secara terukur dan teratur, sambil memastikan supaya tidak terjadi cedera. Perlu diingat, bahwa badan sakit setelah olahraga bukan hanya disebabkan oleh DOMS saja, beberapa hal dibawah ini bisa menjadi penyebabnya: Strain, ketika terjadi robekan pada otot. Dehidrasi dan kurangnya nutrisi seperti protein. Penumpukan asam laktat. Latihan yang berlebihan. Kurang istirahat sehingga otot belum pulih. Kurangnya pemanasan sehingga risiko cedera meningkat. Gejala Secara umum, gejala DOMS (Delayed onset muscle soreness) yaitu berupa: Nyeri otot. Otot kaku. Rentang gerak terbatas. Kekuatan otot hilang sementara. Terjadi pembengkakan secara ringan. Lebih sensitif ketika disentuh. Gejala di atas dapat muncul mulai dari 12 jam setelah seseorang berolahraga. Dan puncaknya dapat terjadi mulai dari 24-72 jam pasca latihan. Untuk kondisi lain seperti karena cedera, robekan pada otot, dehidrasi, kurangnya nutrisi, atau hal lainnya, tentunya akan menimbulkan gejala yang berbeda juga. Mencegah terjadinya DOMS Beberapa macam pencegahan yang dapat Anda lakukan yaitu: Hindari olahraga dengan intensitasberat bila baru memulai ber Pastikan untuk latihan dengan intensitas yang bertahap. Lakukan pemanasansebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga Cukupi kebutuhan nutrisi harian Cukupistirahat Penanganan pada DOMS Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi badan sakit setelah berolahraga yaitu dengan: Pijat Berendam di air dingin. Lakukan aktivitas dengan intensitas Konsumsi obat pereda nyeri tidak disarankan untuk DOMS Kapan Harus ke Dokter? Apabila badan sakit setelah berolahraga yang disertai dengan nyeri menusuk, memar, gangguan fungsi gerak, apalagi jika ada patah tulang, maka segera kunjungi dokter spesialis ortopedi untuk segera mendapatkan perawatan. Narasumber: dr. Monica Harvriza Sp. KO Spesialis Kedokteran Olahraga Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2025-08-12 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/rambut-tipis/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Seseorang tentunya sangat mendambakan rambut yang tebal, lebat, dan juga berkilau. Namun ada kalanya yang tumbuh justru rambut tipis. Rambut tipis memang bukan suatu penyakit medis spesifik. Akan tetapi, ini bisa terjadi akibat suatu penyakit, perubahan hormon, maupun karena faktor genetik. Lalu, bagaimana sih cara mengatasinya, apakah rambut tipis bisa menjadi tebal kembali? Apa Itu Rambut Tipis? Rambut tipis yaitu kondisi di mana rambut mengalami perubahan berkurangnya diameter helai dan kepadatannya. Jadi, rambut tetap tumbuh sebagaimana mestinya, namun ukuran rambut menjadi berkurang. Rambut yang menipis juga bisa terjadi karena rambut yang mulai jarang tumbuh, namun ini berbeda dengan kebotakan. Biasanya karena rambut mulai rontok akibat penggunaan bahan aktif tertentu, nutrisi, obat-obatan, ataupun karena faktor hormon. Ini a kan membuat rambut lebih jarang terlihat sehingga terkesan tipis. Tentunya, kondisi ini walau tidak menyebabkan masalah serius namun tetap saja akan mengurangi rasa percaya diri seseorang. Jika terus dibiarkan, tentunya bisa makin parah dan mungkin bisa mengarah pada kebotakan (alopecia totalis). Secara umum, penipisan pada rambut seseorang itu terbagi menjadi 3 kategori yang meliputi: Miniaturisasi. Yaitu kondisi ketika diameter rambut menjadi lebih kecil dari kondisi normal. Bahkan, pigmen pembawa warna rambut dapat berkurang sehingga rambut akan sedikit tampak memerah, bukan hitam legam. Kondisi ini umumnya tampak pada pola kebotakan herediter. Folikel aktif yang berkurang. Apabila jumlah folikel aktif berkurang nominalnya, maka akan menyebabkan rambut tidak lagi tumbuh. Dengan begitu akan menjadi begitu tampak pola kebotakannya. Kombinasi keduanya. Apabila seseorang memiliki risiko kebotakan, mungkin juga mengalami kedua hal di atas sehingga rambut tampak begitu tipis. Nama Rambut Tipis Gejala Utama Rambut yang tampak lebih tipis Dokter Spesialis Dokter spesialis kulit Penyebab Utama Genetik, penyakit tertentu, perubahan hormonal Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah, biopsi kulit kepala Faktor Risiko Usia, faktor psikologis, penyakit, riwayat keluarga Pengobatan Pemberian obat topikal, pemberian nutrisi Pencegahan Makan-makanan dengan nutrisi seimbang, kelola stres dengan baik Penyebab Rambut Tipis Mengutip dari Medicalnewstoday, bahwa ada berbagai macam penyebab rambut tipis yang perlu Anda ketahui seperti halnya berikut ini: Styling rambut berlebihan. Penggunaan alat-alat styling secara berlebihan termasuk penggunaan bahan kimia keras di dalamnya dalam proses bleaching, rebonding, smoothing, maupun pewarnaan rambut dapat menyebabkan hal ini. Nutrisi yang kurang. Asupan nutrisi yang kurang dapat berpotensi mengakibatkan penipisan rambut, bahkan membuatnya rontok. Contohnya berupa kekurangan vitamim B kompleks, zat besi, protein, vitamin D, dan juga asam lemak omega 3. Folikel rambut melemah. Ini bisa terjadi karena faktor usia, pengikatan rambut terlalu kencang, atau karena kondisi kesehatan seseorang. Stres kronis. Stres yang berkepanjangan akan meningkatkan hormon kortisol yang akan mengganggu siklus pertumbuhan rambut di mana rambut akan beralih ke fase telogen (fase istirahat). Kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi yang mungkin dapat menyebabkan penipisan pada rambut yaitu peradangan folikel (scarring alopecia), infeksi jamur, alopecia areata, anemia, psoriasis kulit kepala, hingga gangguan tiroid. Psikologis. Kondisi seperti stres kronis, kecemasan berlebih, atau gangguan psikologis lainnya berpotensi untuk membuat rambut menipis atau rontok. Gejala Rambut Tipis Tanda-tanda umum dari kondisi rambut tipis yaitu meliputi: Penipisan rambut secara bertahap. Perubahan tekstur rambut. Kulit kepala makin terlihat. Kuncir kuda lebih tipis. Kerontokan berpola. Garis belahan rambut makin lebar. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter dapat melakukannya dengan cara berikut ini: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik rambut. Tes darah. Pull test (tes tarik). Biopsi kulit kepala. Pencegahan Rambut Tipis Apabila penyebabnya secara genetik, maka tidak mungkin dilakukan pencegahan. Namun, jika penyebabnya dari kondisi lainnya, maka bisa dengan: Menjaga pola makan yang bergizi dan seimbang. Lakukan haircaredengan lembut. Kelola stres dengan baik. Lindungi kulit kepala dari paparan matahari langsung. Obati kondisi medis yang ada. Pengobatan Rambut Tipis Rambut yang menipis memang tidak selalu dapat diobati. Dokter dapat melakukan perawatan sesuai gejalanya melalui: Pemberian suplemen tertentu apabila ditemukan adanya kekurangan nutrisi. Pengobatan tiroid apabila memang ada masalah tiroid. Pemberian obat topikal minoxidil untuk kasus rambut rontok. Pemberian obat lain seperti finasteride, dutasteride, dan spironolactone. Terapi PRP (platelet rich plasma) yang mampu merangsang folikel rambut. Transplantasi rambut dengan memindahkan folikel sehat ke area yang menipis. Terapi cahaya laser tingkat rendah yang mungkin dapat merangsang folikel. Secara medis, pengobatan melalui bahan alami seperti minyak kelapa, minyak kemiri, urang-aring memang belum terlihat jelas efektivitasnya sehingga dokter mungkin tidak merekomendasikannya. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera memeriksakan ke dokter kulit apabila mengalami penipisan rambut yang disertai kerontokan dalam waktu cepat. Dokter akan segera melakukan diagnosis untuk memberikan perawatan yang tepat untuk Anda. Narasumber: dr. Ricky Setiawan, Sp. DVE Spesialis dermatovenereologi dan estetik Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2025-08-11 - Modified: 2025-08-12 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/abortus-iminen/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Dalam setiap perjalanan kehamilan selalu memiliki 2 akhir yang berbeda, kehamilan dapat terus berlanjut sampai dengan kelahiran atau kehamilan yang berakhir dengan keguguran (Abortus). Secara definisi Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. WHO IMPAC menetapkan batas usia kehamilan kurang dari 22 minggu, namun beberapa acuan terbaru menetapkan batas usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Abortus sendiri dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya Abortus iminen atau ancaman keguguran yang apabila ditangani dengan tepat maka konsepsi dapat dilanjutkan sampai dengan janin lahir. Abortus insipien atau disebut juga keguguran yang sedang berlangsung dimana seringnya keguguran ini berakhir pada keluarnya hasil konsepsi/janin Abortus incomplit adalah kelanjutan dari abortus insipient diserta keluarnya Sebagian bagian janin/jaringan namun sebagian masih tertinggal di dalam rahim Abortus komplit, kondisi ini adalah keguguran yang ditandai dengan keluarnya seluruh hasil konsepsi tanpa tersisa, rahim bersih dengan sendirinya tanpa memerlukan tindakan apapun. Missed abortion keguguran jenis ini juga merupakan keguguran yang berkelanjutan dari abortus insipien namun dalam kondisi dimana seluruh hasil konsepsi yang telah gugur/kehilangan detak jantung masih tertinggal di dalam rahim, bahkan terkadang maternal sendiri tidak menyadari telah mengalami keguguran Abortus septik, keguguran ini adalah jenis keguguran yang telah disertai tanda tanda infeksi seperti demam, menggigil ,keluarnya darah/keputihan yang berbau. Setelah mengetahui jenis jenis abortus/keguguran, maka yang akan dibahas berikutnya adalah mengenai Abortus iminen atau ancaman keguguran dimana kondisi ini adalah yang paling sering terjadi pada kehamilan. Gejala yang paling sering terjadi pada keguguran adalah Flek darah yang keluar dari jalan lahir, Perlu diketahui kondisi flek seperti apa yang merujuk pada keguguran atau flek darah tanda implantasi. Umumnya flek darah yang terjadi pada proses implantasi berjumlah sedikit berwarna kecoklatan dan terjadi pada 6-12 hari setelah pembuahan, karena alasan tersebut penting para ayah bunda yang sedang menanti garis dua untuk mencatat pola menstruasi. Flek darah yang terjadi pada 4-20 minggu kehamilan sangat dapat disimpulkan tidak normal apalagi bila flek terjadi terus menerus dan jalam jumlah banyak serta berwarna kemerahan serta bertambah banyak seiring dengan waktu dan tidak hilang dengan istirahat, maka ini adalah kondisi yang harus diwaspadai dan bila dibiarkan akan berakhir dengan keluarnya hasil konsepsi. Untuk dapat mencegah ancaman kaguguran/abortus iminen,maka perlu diketahui penyebab dari abortus iminen sendiri dan menghindari penyebabnya: Infeksi baik bakteri maupun virus kondisi yang sering terjadi adalah ibu mengalami infeksi saluran kemih, keputihan, dan infeksi lainnya Kondisi metabolik pada ibu seperti: sakit gula (Diabetes Melitus), kelainan hormon tiroid, darah tinggi dan penyakit bawaan lainya Kondisi medis pada Ibu, Malnutrisi, anemia, kelainan darah, penyakit autoimun, sindroma fosfolipid dan kondisi lainnya Kelainan pada mulut rahim (cerviks) dan Kelainan bentuk rahim (Uterus bicornu dll) Gangguan/ penyakit medis seperti Mioma, Adenomiosis, polip endometrium dan gangguan lainnya Faktor aktivitas berdiri terlalu lama, berjalan atau aktivitas lainya yang memicu kelelahan Faktor stress, penggunaan obat obatan tanpa indikasi, merokok dan konsumsi alkohol Faktor lingkungan paparan polutan, radiasi dan bahan kimia Maka pentingnya untuk konsultasi ke dokter Obgin kesayangan Ayah Bunda untuk mencari penyebab dari Ancaman Keguguran yang sedang berlangsung. Apabila Bunda mengalami Abortus insipien atau ancaman keguguran yang ditandai dengan keluarnya flek darah dari jalan lahir di usia kehamilan kurang dari 24 minggu, maka yang perlu dilakukan adalah: ketahui sebab dari keguguran Usaha untuk mempertahankan kehamilan dengan cara menghindari penyebab yang disebutkan di atas dan beristirahat segera (Bed Rest) Lakukan Pemantauan: - Bila flek berhenti dalam 24 jam setelah beristirahat dan menghindari penyebab maka lanjutkan istirahat sampai 3x24 jam dan mulai kembali aktivitas dimulai dari yang ringan dahulu, bila flek masih berlanjut maka disarankan untuk kontrol ke Dokter Obgin kesayangan Ayah Bunda untuk mengecek kondisi janin. - Bila flek bertambah banyak, flek berubah menjadi perdarahan dan bertambah banyak, bila terjadi perdarahan berupa darah merah segar disertai keram perut bawah, maka pada tempatnya untuk segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Tatalaksana Ancaman keguguran tentunya sesuai dengan penyebab dari ancaman keguguran itu sendiri: Tatalaksana Utama adalah dengan istirahat/bed rest, pemberian anti kontraksi bila ada kontraksi dan obat penguat kandungan Tatalaksana lainnya yang sesuai dengan kondisi medis: Bila penyebab ancaman keguguran adalah Infeksi baik bakteri maupun virus maka terapi berupa antivirus atau antibiotik sesuai penyebab infeksi dan rawat inap bila diperlukan Kondisi metabolik dan kondisi medis pada ibu maka dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat serta rutin meminum obat sesuai anjuran dokter dan jangan lupa berkonsultasi dengan obgyn terkait keamanan obat yang dikonsumsi. Kelainan pada mulut rahim (cerviks) dan Kelainan bentuk rahim (Uterus bicornu dll) serta gangguan medis pada rahim ada baiknya dilakukan USG oleh Dokter spesialis dan dilakukan pemantauan ketat dalam kehamilannya Faktor aktivitas fisik tentunya harus dikurangi dan mintalah surat keterangan hamil atau cuti bila diperlukan. Faktor stress, penggunaan obat obatan tanpa indikasi, merokok dan konsumsi alkohol serta Faktor lingkungan paparan polutan, radiasi dan bahan kimia harus dihindari sebisanya. Setelah mengetahui hal hal dia atas tentunya ayah bunda tidak... - Published: 2025-08-10 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/elektrokardiografi/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Skrining jantung ada banyak jenisnya. Salah satunya yaitu elektrokardiografi (EKG) yang terkenal memiliki beberapa keunggulan. Misalnya berupa prosesnya yang cepat dan tergolong non invasif sehingga tidak menimbulkan efek samping tertentu. Namun, apakah EKG ini tergolong akurat hasilnya? Yuk cari tahu selengkapnya dalam rincian artikelnya berikut ini! Mengenal Elektrokardiografi (EKG) Elektrokardiografi (EKG atau ECG) yaitu prosedur medis non-invasif dengan merekam aktivitas listrik jantung. Hasil perekaman ini disebut elektrokardiogram. Cara kerja alat EKG yaitu dengan mendeteksi sinyal listrik yang dihasilkan oleh jantung ketika berdetak. Selanjutnya, akan menampilkannya dalam bentuk gelombang grafik. Nah, gelombang ini akan menunjukkan bagaimana impuls listrik bergerak melalui jantung. Dokter pun dapat menggunakannya untuk mengetahui fungsi dan struktur jantung. EKG sering dijadikan pemeriksaan awal dan rutin dalam penilaian kondisi jantung. walaupun bisa mendeteksi impuls listrik paad jantung, akan tetapi tidak ada aliran listrik yang mengalir ke tubuh pasien sehingga dijamin aman. Prosedur ini pun tidak menimbulkan nyeri atau sakit. Prosesnya yang hanya beberapa menit saja pun memudahkan pasien untuk bisa beraktivitas kembali tanpa mengorbankan banyak waktu. Biasanya, pemeriksaan ini dibutuhkan bagi mereka yang mengalami aritmia, sesak napas dengan nyeri dada, kelainan katup jantung, atau kondisi seperti peradangan dan pembesaran jantung. Nama Tindakan Elektrokardiografi (EKG) Tujuan Utama Mendeteksi struktur jantung, termasuk gangguan jantung Dokter Dokter spesialis jantung Yang Memerlukan Pasien gejala jantung Persiapan Tidak perlu puasa, lepaskan perhiasan, konsultasi kesehatan Prosedur Pasien berbaring di tempa tidur, penempelan elektroda di dada, tunggu hingga gelombang jantung terekam Efek Samping Efek samping sangat minim Waktu Pemeriksaan ± 5–10 menit Siapa Saja yang Memerlukan Elektrokardiografi EKG dibutuhkan oleh mereka yang termasuk ke dalam kelompok berikut: Pasien dengan gejala jantung. Contohnya yaitu yeri dada, sesak napas, pingsan, atau detak jantung tidak teratur. Orang dengan faktor risiko penyakit jantung. Contohnya hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, riiwayat keluarga penyakit jantung, perokok berat. Pasien yang akan menjalani operasi (sebagai bagian dari preoperatif). Atlet atau pekerja tertentu yang memerlukan evaluasi kebugaran jantung. Pasien dengan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi jantung, seperti gagal ginjal atau penyakit paru. Kapan Pasien Memerlukan EKG Pasien memerlukan EKG bila mereka memiliki slah satu dari beberapa kondisi di bawah ini: Mengalami gejala yang mencurigakan gangguan jantung. Dalam evaluasi rutin kesehatan jantung, terutama untuk pasien usia lanjut atau berisiko tinggi. Sebelum menjalani prosedur bedah besar. Pemantauan jantung pada pasien yang menggunakan obat-obatan tertentu (misal, obat kemoterapi atau psikiatri yang memengaruhi irama jantung). Evaluasi efek terapi jantung, seperti obat antiaritmia atau pacu jantung. Manfaat dan Tujuan Elektrokardiografi EKG bertujuan untuk mengetahui kondisi jantung, khususnya yang berhubungan dengan beberapa hal berikut: Mendeteksi aritmia (gangguan irama jantung). Mendiagnosis serangan jantung (infark miokard), baik yang baru terjadi atau sudah lama. Menilai pembesaran jantung (hipertrofi otot jantung). Mengidentifikasi gangguan konduksi listrik jantung (seperti blok AV). Memantau efektivitas pengobatan jantung atau efek samping obat tertentu. Digunakan sebagai alat skrining dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Persiapan Sebelum Menjalani EKG Secara umum, persiapan EKG sangat minimal karena prosedurnya cepat dan non-invasif. Di antaranya yaitu: Tidak perlu puasa atau menghentikan obat tertentu (kecuali disarankan oleh dokter). Disarankan tidak memakai lotion atau minyak di kulit dada, karena dapat mengganggu kontak elektroda. Lepaskan perhiasan logam (terutama di dada atau tangan). Beri tahu petugas jika Anda memiliki alat pacu jantung/implan jantung lainnya. Prosedur dan Pelaksanaan Elektrokardiografi Nah, mengutip dari MedlinePlus, bahwa langkah-langkah atau prosedur EKG terbilang simpel dan cepat dengan rincian: Pasien berbaring telentang. 10 elektroda kecil (berbentuk seperti stiker atau klem kecil) ditempelkan pada dada, lengan, dan tungkai. Kemudian menghubungkan elektroda dengan kabel mesin EKG. Pasien diminta diam dan bernapas normal selama rekaman berlangsung (sekitar 1–2 menit). Mesin akan mencetak hasil gelombang jantung pada kertas grafik atau layar digital. Total waktu pemeriksaan biasanya hanya 5–10 menit. Perawatan Pasca Elektrokardiografi (EKG) Karena EKG bersifat non-invasif, maka tak perlu adanya perawatan khusus setelah prosedur berlangsung. Pasien dapat kembali beraktivitas normal sesegera mungkin. Selain itu, hasil EKG biasanya langsung tersedia dan dapat dibaca oleh dokter saat itu juga. Nah, jika hasil menunjukkan kelainan, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan (seperti EKG treadmill, ekokardiografi, atau holter EKG). Adakah Efek Samping Setelah EKG? EKG ini terbialng sangat aman dan tidak menimbulkan risiko signifikan karena tidak melibatkan radiasi atau tindakan invasif. Namun, tetap saja ada kemungkinan efek samping yang sangat jarang seperti: Iritasi ringan di kulit tempat elektroda dipasang, terutama jika pasien memiliki kulit sensitif. Reaksi alergi ringan terhadap gel elektroda (jarang sekali). Kadang terasa dingin saat elektroda terpasang. Elektrokardiografi di Primaya Hospital Primaya Hospital merupakan salah satu rumah sakit terbaik yang menyediakan pemeriksaan jantung berupa elektrokardiografi. Bersama dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah profesional, pemeriksaan dilakukan sebaik mungkin. Terlebih dengan dukungan teknologi modern, maka hasilnya dijamin akurat. Narasumber: dr. Aldo Ferly, M. Res, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2025-08-09 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/cara-melakukan-cpr/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) merupakan salah satu pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat untuk henti napas/jantung. Namun, apakah prosedur ini bisa dilakukan oleh siapa pun atau hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis? Sejatinya, siapa saja bisa melakukan CPR asalkan sudah tahu caranya. Maka dari itu, American Heart Association sangat menganjurkan bagi orang awam (bukan ahli medis) untuk belajar CPR. Dengan begitu, bila ada kondisi darurat maka segera dapat menanganinya dengan baik. Mengenal Apa itu CPR CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) yaitu tindakan pertolongan pertama untuk kondisi henti jantung atau henti napas. Tindakan ini bertujuan untuk menjaga aliran darah dan oksigen ke otak serta organ vital lainnya hingga bantuan medis lanjutan tersedia. Di Indonesia, kondisi ini disebut juga sebagai resusitasi jantung paru (RJP). Nah, CPR terdiri dari 2 komponen utama: Kompresi dada (chest compression). Menjaga aliran darah tetap berjalan ke otak dan jantung. Ventilasi buatan (pemberian napas buatan). Dapat dilakukan melalui mulut ke mulut/via alat bantu pernapasan. Nama TindakanCPR (Cardiopulmonary Resuscitation) Tujuan Utama Pertolongan pertama henti jantung/napas Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung Yang Membutuhkan Pasien serangan jantung, gagal napas Persiapan Tidak butuh persiapan khusus Prosedur Kompresi dada, ventilasi buatan Efek Samping Nyeri dada, patah tulang rusuk, cedera organ dalam Siapa Saja yang Memerlukan CPR? CPR diperlukan bagi mereka yang mengalami beberapa kondisi seperti tidak sadar dan tidak responsif, tidak bernapas atau napasnya terengah-engah (agonal breathing), dan juga idak memiliki denyut jantung yang terdeteksi (henti jantung). Nah, kondisi tersebut dapat terjadi pada mereka yang termasuk: Penderita serangan jantung. Pasien henti jantung mendadak. Korban tenggelam. Penderita stroke berat. Overdosis obat (tergantung jenis obat). Trauma berat (kecelakaan). Pasien henti napas mendadak. Kapan CPR Diperlukan? Pasien memerlukan CPR dengan segera mungkin ketika mereka: Tak bernapas normal atau tak bernapas sama sekali. Denyut nadi (pada pemeriksaan nadi karotis/dekat leher) tidak terdeteksi. Tidak ada respons saat dipanggil atau disentuh. Nah, tindakan ini harus dilakukan dalam hitungan detik hingga menit atau secepat mungkin karena: 4-6 menit tanpa oksigen dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Lebih dari 10 menit tanpa CPR, maka bisa berujung kematian. Manfaat / Tujuan Cardiopulmonary Resuscitation Tujuan CPR sendiri sejatinya untuk mempertahankan sirkulasi darah dan oksigen ke otak dan jantung. Dengan begitu, maka akan menunda kematian jaringan otak sampai tindakan medis lebih lanjut sudah tersedia. Misalnya defibrilasi atau bantuan hidup lanjut. Jadi, peran CPR dalam meningkatkan peluang keselamatan atau pemulihan pasien ini terbilang begitu besar. Apakah Ada Persiapan Sebelum Prosedur CPR? Karena CPR merupakan tindakan darurat yang butuh waktu sangat cepat, maka umumnya tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, untuk skala klinik atua rumah sakit, maka ada beberapa persiapan mendasar seperti: Pelatihan Basic Life Support (BLS). Untuk petugas medis atau masyarakat umum yang ingin mampu memberikan CPR dengan benar. Identifikasi risiko pasien. Misalnya pasien rawat inap dengan riwayat jantung rentan dapat mengalami henti jantung sewaktu-waktu. Dengna begitu peralatan dan tenaga medis disiagakan. Pemeriksaan alat bantu. Contohnya AED (Automated External Defibrillator), ambu bag, masker oksigen, dan sebagainya. Prosedur dan Cara Melakukan CPR Berikut ini merupakan prosedur atau cara melakukan CPR bagi masyarakat umum yang bisa Anda terapkan sewaktu-waktu ada dalam kondisi darurat: 1) Memastikan Keamanan dan Respons Pasien Pastikan pasien berada di tempat aman. Periksa kesadaran pasien dan respons. 2) Aktivasi Sistem Darurat Minta bantuan orang yang paling dekat. Hubungi nomor darurat untuk panggil ambulan. Siapkan AED jika ada. 3) Periksa Napas dan Denyut Nadi Jika tidak ada napas/napas tidak normal dan denyut nadi tidak teraba dalam 10 detik, maka segera mulai CPR. 4) Kompresi Dada Posisi tangan di tengah dada. Tekan sedalam 5-6 cm (untuk dewasa). Frekuensi penekanan sekitar 100–120 kali/menit. Pastikan tunggu dada kembali ke posisi semula di antara kompresi. 5) Ventilasi Buatan Beri 2 napas buatan setelah 30 kompresi (jika memang aman untuk dilakukan). Jika tidak nyaman melakukan napas buatan, tetap lakukan kompresi dada tanpa henti. 6) Gunakan AED Jika tersedia, nyalakan dan ikuti instruksi alat tersebut dan lakukan defibrilasi jika dianjurkan AED. Namun penting untuk menanyakan ke ahli medis terlebih dahulu jika memang tersdia. Perawatan Pasca CPR Setelah berhasil Anda lakukan yang ditandai dengan denyut dan napas sudah terasa kembali, maka ada beberapa perawatan intensif yang diperlukan seperti: Stabilisasi hemodinamik. Menjaga tekanan darah dan jantung. Pemeriksaan lanjutan. EKG, laboratorium, CT scan otak jika perlu. Terapi oksigen atau ventilator. Jika pasien belum mampu bernapas sendiri. Hipotermia terapeutik. Kadang diberikan untuk menjaga suhu tubuh dan mencegah kerusakan otak. Monitoring ketat di ICU. Adakah Efek Samping Setelah CPR? Patah tulang rusuk (sternum). Pneumotoraks (paru-paru kolaps). Perdarahan internal (jarang). Nyeri dada dan memar. Kerusakan otak (jika otak kekurangan oksigen terlalu lama). Cedera pada organ dalam. CPR di Rumah Sakit Primaya Hospital Di rumah sakit Primaya Hospital, CPR dilaksanakan dengan prosedur lanjutan dan lebih lengkap dengan dukungan: Kode Biru. Istilah untuk memanggil tim resusitasi segera. Advanced Cardiac Life Support (ACLS). Prosedur lanjutan yang mencakup pemberian obat (adrenalin, amiodaron), intubasi, defibrilasi, dan monitoring EKG. Alat medis lengkap. AED, defibrillator manual, EKG monitor,... - Published: 2025-08-08 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-pijat-refleksi/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Terapi pijat refleksi adalah teknik pijat yang fokus pada titik-titik tertentu di kaki dan tangan. Pijat ini bertujuan untuk merangsang organ tubuh yang terhubung dengan titik tersebut, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Melalui pijatan pada titik refleksi, terapi ini dapat membantu meredakan stres, nyeri, dan meningkatkan aliran darah. Pijat refleksi juga bermanfaat untuk relaksasi dan perbaikan fungsi tubuh. Mengenal Terapi Pijat Refleksi Terapi pijat refleksi adalah teknik penyembuhan yang melibatkan pemijatan titik refleksi di kaki dan tangan. Setiap titik memiliki kaitan dengan organ tubuh tertentu yang dapat dipengaruhi oleh pijatan. Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan keseimbangan tubuh melalui stimulasi titik-titik refleksi. Pijat refleksi membantu meredakan ketegangan dan meningkatkan aliran energi. Selain relaksasi, terapi ini juga efektif dalam mengurangi stres, nyeri, dan meningkatkan sirkulasi darah. Terapi pijat refleksi sering digunakan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Pijat Refleksi Terapi pijat refleksi bermanfaat untuk siapa saja yang ingin meredakan ketegangan atau meningkatkan kesejahteraan tubuh. Terapi ini dapat membantu berbagai kondisi fisik dan emosional. Stres dan kecemasan Nyeri otot atau sendi Insomnia atau kesulitan tidur Gangguan pencernaan Migrain atau sakit kepala Kelelahan atau kurang energi Tekanan darah tinggi Masalah pernapasan atau asma Kapan Pasien Memerlukan Terapi Pijat Refleksi Pasien yang mengalami stres atau kelelahan dapat memanfaatkan terapi pijat refleksi untuk meningkatkan relaksasi tubuh. Terapi ini membantu meredakan ketegangan dan memperbaiki kualitas tidur. Jika pasien merasa nyeri pada otot atau sendi yang tidak dapat diatasi dengan metode lain, pijat refleksi bisa menjadi solusi. Teknik ini efektif untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan sirkulasi darah. Terapi pijat refleksi juga bermanfaat bagi pasien yang ingin meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, seperti melancarkan pencernaan dan pernapasan. Ini membantu tubuh berfungsi lebih optimal. Manfaat dan Tujuan Terapi Pijat Refleksi Terapi pijat refleksi menawarkan banyak manfaat untuk tubuh dan pikiran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan, meredakan ketegangan, dan memperbaiki kualitas hidup. 1. Meningkatkan Sirkulasi Darah Terapi pijat refleksi dapat merangsang aliran darah, membantu tubuh mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ. Hal ini mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan tubuh. Dengan peningkatan sirkulasi darah, pasien dapat merasakan lebih banyak energi dan vitalitas. Ini juga membantu menjaga kesehatan jantung dan sistem peredaran darah secara keseluruhan. 2. Mengurangi Stres dan Kecemasan Pijat refleksi efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan dengan menenangkan sistem saraf. Hal ini memberikan rasa relaksasi dan ketenangan pada tubuh dan pikiran. Terapi ini merangsang pelepasan endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Pijat refleksi juga membantu menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol, sehingga meningkatkan kesejahteraan mental. 3. Meringankan Nyeri Otot dan Sendi Dengan menstimulasi titik-titik refleksi pada kaki dan tangan, terapi ini dapat membantu meredakan nyeri otot dan sendi. Pijat refleksi meningkatkan aliran darah ke area yang terkena dan mempercepat penyembuhan. Selain itu, terapi ini juga mengurangi ketegangan otot yang sering menyebabkan rasa sakit. Ini memberikan bantuan yang efektif untuk kondisi seperti arthritis atau nyeri punggung. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Pijat Refleksi Sebelum menjalani terapi pijat refleksi, pasien perlu melakukan persiapan untuk memastikan kenyamanan dan efektivitas terapi. Persiapan ini penting agar sesi terapi berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal. Mengkonsultasikan kondisi fisik dengan terapis atau dokter Menentukan area tubuh yang membutuhkan perhatian lebih Menghindari makan berat sebelum terapi Mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar Menghindari penggunaan lotion atau minyak yang mengganggu Beristirahat dengan cukup sebelum sesi terapi Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Pijat Refleksi Prosedur terapi pijat refleksi melibatkan pemijatan titik-titik tertentu pada kaki atau tangan yang berhubungan dengan organ tubuh. Setiap sesi terapi dilakukan dengan teknik yang tepat untuk memaksimalkan manfaatnya. 1. Penilaian Kondisi Pasien Sebelum memulai terapi, terapis akan melakukan penilaian terhadap kondisi tubuh pasien. Penilaian ini penting untuk menentukan area mana yang memerlukan perhatian lebih. Terapis akan mengidentifikasi titik refleksi yang sesuai dengan kebutuhan pasien, berdasarkan gejala yang dirasakan. Ini memastikan bahwa terapi akan memberikan manfaat maksimal dan efektif. 2. Pemijatan Titik Refleksi Selama terapi, terapis akan memijat titik-titik refleksi yang ada pada kaki atau tangan pasien. Pijatan ini dilakukan dengan tekanan yang tepat untuk merangsang organ yang terhubung. Teknik pemijatan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi dan kenyamanan pasien. Terapi ini bertujuan untuk meredakan ketegangan, memperlancar aliran darah, dan menstimulasi organ tubuh yang membutuhkan perawatan. 3. Durasi dan Frekuensi Terapi Durasi terapi pijat refleksi biasanya berkisar antara 20 hingga 40 menit. Setiap sesi disesuaikan dengan kondisi pasien dan area yang diterapi. Terapis akan menyesuaikan frekuensi terapi sesuai dengan kebutuhan pasien. Untuk hasil optimal, terapi pijat refleksi dapat dilakukan beberapa kali dalam seminggu, tergantung pada kondisi yang ada. Perawatan Pasca Terapi Pijat Refleksi Setelah menjalani terapi pijat refleksi, perawatan lanjutan sangat penting untuk memastikan hasil terapi yang maksimal dan mencegah ketidaknyamanan. Perawatan ini membantu mendukung pemulihan dan mempercepat proses penyembuhan. 1. Menghindari Aktivitas Berat Setelah terapi, sebaiknya hindari aktivitas fisik yang berat, terutama yang melibatkan tekanan pada kaki atau tangan. Ini memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan merespons terapi. Aktivitas ringan seperti... - Published: 2025-08-07 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/cyclists-palsy/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Cyclist's Palsy: Gejala, Mencegah dan Mengobati Bersepeda termasuk olahraga yang mudah, menyenangkan, dan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Namun, seperti aktivitas fisik lain, bersepeda dapat mendatangkan risiko cedera bagi pengendaranya bila dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Salah satu yang umum adalah cyclist's palsy yang bisa sangat mengganggu aktivitas. Mari kenali lebih dalam seputar gejala, penyebab, serta cara mencegah dan mengobati kondisi ini. Mengenal Cyclist's Palsy Cyclist’s palsy adalah kondisi medis akibat tekanan berulang dan berlebih pada saraf ulnaris. Saraf ini berasal dari leher terentang hingga ke tangan dan melewati bagian dalam siku sampai pergelangan tangan disisi jari kelingking. Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut sebagai ulnar neuropathy atau neuropati ulnaris, terutama bila terjadi pada area pergelangan tangan, tepatnya di bagian yang disebut Guyon’s canal. Cyclist’s palsy terjadi ketika tekanan berlebih, terutama saat menggenggam setang sepeda dalam waktu lama, menyebabkan iritasi atau cedera pada saraf ulnaris. Kondisi ini bisa mengakibatkan mati rasa, kesemutan, bahkan kelemahan otot pada tangan. Menurut studi di American Journal of Sports Medicine, jumlah insiden cyclist's palsy di kalangan pecinta sepeda yang berpengalaman maupun tak berpengalaman sama-sama tinggi. Pesepeda jarak jauh hingga lebih dari 50 kilometer atau 2 jam dalam satu sesi bersepeda adalah yang paling rentan mengalaminya. Gejala Gejala cyclist's palsy pada satu individu dan individu lainnya bisa berbeda. Gejala biasanya muncul secara bertahap, antara lain: Nyeri di pergelangan tangan: muncul setelah bersepeda dalam waktu lama. Kesemutan atau mati rasa: terutama di jari kelingking, dan jari manis. Kelemahan pada tangan: pesepeda merasa genggaman tangannya lemah termasuk saat mengendalikan rem. Keterbatasan gerakan: sulit menggerakkan jari-jari (terutama ibu jari) atau pergelangan tangan. Dalam kasus yang ringan, gejala ini bisa hilang dalam beberapa jam atau hari. Namun, bila dibiarkan atau terus berulang, cyclist's palsy ini bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen yang dapat menimbulkan gangguan yang signifikan dalam kegiatan sehari-hari. Penyebab Penyebab utama cyclist's palsy adalah kompresi saraf ulnaris pada pergelangan tangan (Guyon’s canal) akibat tekanan terus-menerus saat bersepeda. Sederet faktor yang meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini antara lain: Posisi bersepeda Posisi tangan yang salah atau cenderung membebani pergelangan dan telapak tangan, terutama pada setang sepeda datar, bisa meningkatkan tekanan pada saraf ulnaris. Posisi pesepeda yang terlalu membungkuk juga bisa menambah beban tubuh yang tertumpu pada pergelangan tangan. Durasi dan intensitas bersepeda Makin lama dan intens aktivitas bersepeda, makin besar risiko mengalami kompresi saraf karena menahan beban dan getaran. Pesepeda profesional dan peserta tur jarak jauh menjadi kelompok paling rentan. Sarung tangan tidak memadai Bersepeda tanpa sarung tangan atau bantalan setang membuat telapak dan pergelangan tangan menerima beban secara langsung, terutama bila genggaman terlalu kencang. Permukaan jalan tidak rata Getaran yang terus-menerus dari jalan berbatu atau tidak rata juga bisa memperparah tekanan pada saraf. Terlebih jika tanpa mengenakan sarung tangan atau suspensi sepeda yang digunakan tidak baik. Cara Dokter Mendiagnosis Cyclist's Palsy Dokter akan memulai langkah diagnosis dengan melakukan wawancara medis lengkap, antara lain tentang riwayat bersepeda, gejala, lokasi gejala, dan durasi gejala. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kekuatan otot, sensasi yang dirasakan, serta refleks pada tangan, siku atau bahu hingga leher. Guna memastikan diagnosis, dokter mungkin akan melakukan: Tes konduksi saraf (nerve conduction study) untuk mengukur kecepatan impuls listrik di sepanjang saraf ulnaris. Elektromiografi (EMG) untuk mengetahui aktivitas otot dan mendeteksi kerusakan saraf. Ultrasonografi atau MRI untuk melihat kemungkinan kerusakan atau kompresi struktural pada saraf atau jaringan sekitarnya. Penting untuk memastikan diagnosis yang akurat guna menentukan langkah penanganan selanjutnya serta menentukan apakah gejala disebabkan oleh cyclist’s palsy atau kondisi lain seperti carpal tunnel syndrome dan cervical radiculopathy. Cara Mengatasi Cyclist's Palsy Jika merasakan gejala cyclist’s palsy saat bersepeda, hal pertama yang mesti dilakukan adalah turun dari sepeda dan mengistirahatkan tangan hingga gejala mereda. Untuk kasus yang ringan, berhenti dari aktivitas bersepeda untuk sementara waktu bisa membantu penyembuhan disertai dengan penggunaan es untuk mengurangi peradangan. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen juga dapat digunakan buat mengurangi nyeri dan peradangan. Selain itu, program rehabilitasi terapi fisik di rumah sakit mungkin diperlukan untuk pemulihan dan penguatan otot tangan. Penggunaan splint pada area yang terpengaruh juga bisa mempercepat penyembuhan dengan mengurangi tekanan pada saraf ulnaris. Adapun dalam kasus yang berat atau gejala cyclist’s palsy tak kunjung membaik dengan pengobatan biasa, mungkin dibutuhkan operasi atau pembedahan dekompresi saraf ulnaris. Komplikasi Cyclist's Palsy Cyclist’s palsy yang ringan umumnya dapat disembuhkan dengan perawatan di rumah. Namun bila penanganannya tidak tepat, bisa terjadi komplikasi yang meliputi: Kelemahan otot permanen pada tangan terutama dalam aktivitas menggenggam Atrofi otot atau penyusutan otot-otot kecil di tangan Rasa sakit kronis atau neuropati Pencegahan Cyclist's Palsy Jika sudah mengalami cyclist’s palsy, pemulihannya akan memakan waktu sehingga tak bisa menjalani aktivitas bersepeda seperti biasanya. Maka penting untuk mengupayakan pencegahan, antara lain dengan cara: Mengatur posisi bersepeda dengan benar untuk mengurangi tekanan pada pergelangan tangan, misalnya berganti posisi tangan secara berkala dan tidak menumpu terlalu berat pada setang Menggunakan perlengkapan yang ergonomis,... - Published: 2025-08-06 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/fisioterapi-atasi-vertigo/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Tak seperti pusing biasa, vertigo bisa datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa berputar-putar dan kehilangan keseimbangan akibat vertigo bahkan bisa terasa saat menggerakkan kepala sedikit saja. Salah satu penyebab umum kondisi ini adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Untuk mengatasinya, dokter kerap menggunakan fisioterapi yang telah terbukti efektif. Melalui artikel ini, kita akan membahas bagaimana fisioterapi bekerja, efektivitasnya, serta manfaatnya bagi penderita vertigo dan masalah keseimbangan. Mengenal Benign Paroxysmal Positional Vertigo Vertigo adalah kondisi yang terjadi seolah-olah diri atau lingkungan sekitarnya bergerak padahal tidak. Dalam Encyclopedia of Neuroscience, vertigo disebut sebagai halusinasi gerakan dan merupakan gejala utama penyakit sistem vestibular, yakni sistem sensorik yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan dan orientasi spasial tubuh. Benign paroxysmal positional vertigo atau BPPV merupakan penyebab vertigo yang paling umum. Secara literal, BPPV berarti: Benign: jinak atau tak berbahaya, walau gejalanya bisa sangat mengganggu Paroxysmal: serangan atau episode vertigo datang secara mendadak dan singkat, biasanya kurang dari satu menit Positional: perubahan posisi kepala tertentu bisa memicu serangan Penyebab utama BPPV berada di telinga bagian dalam. Di sana terdapat struktur kecil bernama utrikulus berisi partikel yang biasa disebut otokonia, kristal telinga, atau batu telinga. Normalnya, otokonia menempel pada tempatnya. Namun, karena berbagai faktor, seperti usia, cedera kepala, infeksi telinga, atau bahkan tanpa sebab yang jelas (idiopatik), otokonia ini bisa terlepas dan masuk ke salah satu dari tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semisirkularis) di telinga dalam. Saluran ini berisi cairan dan berperan mendeteksi gerakan kepala. Ketika otokonia yang tak berada di tempatnya ini mengambang bebas di dalam kanalis semisirkularis, perubahan posisi kepala akan membuatnya bergerak karena gravitasi. Pergerakan otokonia ini akan mengganggu aliran normal cairan di dalam kanal dan mengirimkan sinyal yang salah ke otak, seolah-olah kepala sedang bergerak secara berlebihan atau berputar, padahal tidak. Inilah yang memicu serangan vertigo yang hebat. Dalam artikel Benign Paroxysmal Positional Vertigo di National Library of Medicine disebutkan BPPV lebih banyak ditemukan pada individu berusia 50-70 tahun. Tapi jenis vertigo ini bisa terjadi pada semua kelompok umur. Fisioterapi Sebagai Solusi Vertigo dan Masalah Keseimbangan Penanganan vertigo tidak selalu harus mengandalkan obat-obatan. Obat memang efektif sebagai pereda gejala akut seperti mual. Sebagai penunjang, fisioterapi bisa menjadi cara yang tepat untuk mengatasi vertigo dan masalah keseimbangan. Dalam kasus BPPV, fisioterapi bermanfaat untuk: Mengurangi atau menghilangkan gejala vertigo Mengembalikan otokonia yang terlepas ke tempatnya semula Meningkatkan keseimbangan dan stabilitas postural Mengurangi risiko kekambuhan Meningkatkan kepercayaan diri dalam bergerak dan beraktivitas Salah satu teknik fisioterapi yang paling terkenal dan efektif untuk BPPV adalah manuver reposisi kanalit atau canalith repositioning maneuver (CRM). Manuver ini melibatkan serangkaian gerakan kepala dan tubuh yang spesifik dan terkontrol yang dirancang untuk menempatkan otokonia ke posisi awalnya. Namun, setelah menjalani terapi CRM, beberapa pasien mungkin masih mengalami pusing residual atau ketidakstabilan postural setelah manuver berhasil. Bentuknya bisa berupa sensasi melayang, goyah, atau kurang percaya diri saat bergerak meski sensasi berputar yang hebat sudah hilang. Dalam kasus ini, pasien mungkin memerlukan fisioterapi tambahan, salah satunya latihan keseimbangan dengan wobble board. Penelitian di Indian Journal of Physiotherapy & Occupational Therapy menyoroti efektivitas latihan keseimbangan menggunakan wobble board pada pasien BPPV setelah menjalani CRM. Studi ini meneliti 36 pasien berusia 45-60 tahun yang sebagian hanya menjalani fisioterapi CRM dan sisanya mendapat CRM plus latihan dengan wobble board selama 4 hari per minggu selama 8 minggu. Hasilnya, kelompok pasien yang memperoleh fisioterapi RM plus latihan dengan wobble board lebih bisa menjaga keseimbangan dan kepercayaan diri mereka meningkat. Manfaat Fisioterapi Memilih fisioterapi sebagai bagian dari penanganan vertigo dan gangguan keseimbangan memberikan banyak manfaat jangka panjang, seperti: Penanganan non-invasif (tanpa pembedahan) dan aman dengan risiko efek samping yang minimal jika dilakukan dengan benar oleh profesional. Mengurangi ketergantungan pada obat yang mungkin memiliki efek samping. Peningkatan kualitas hidup yang signifikan dengan berkurangnya pusing dan terjaganya keseimbangan. Pencegahan jatuh dan cedera serius karena gangguan keseimbangan saat vertigo menyerang, terutama bagi lansia. Fisioterapi menawarkan pendekatan holistik yang tidak hanya bertujuan menghilangkan gejala, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Bagi yang mengalami vertigo atau masalah keseimbangan dengan gejala yang sudah sangat mengganggu, berkonsultasilah dengan ahli medis dan tanyakan apakah fisioterapi ini bisa menjadi solusi yang efektif. Fisioterapis akan melakukan penilaian komprehensif, termasuk menjalankan serangkaian tes, untuk menentukan penyebab masalah Anda dan merancang program terapi yang paling tepat. Narasumber: dr. Astrina Nur Bahrun, M. Ked. Klin, Sp. KFR Spesialis Rehabilitasi Medis Primaya Hospital Hertasning - Published: 2025-08-05 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/terapi-fisioterapi/ - Kategori: Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Terapi fisioterapi merupakan salah satu metode utama dalam pemulihan cedera olahraga. Dengan pendekatan yang tepat, terapi ini dapat mempercepat proses penyembuhan. Fisioterapi membantu mengurangi rasa sakit, memperbaiki mobilitas, dan mengembalikan kekuatan tubuh setelah cedera. Pendekatan ini penting untuk pemulihan jangka panjang. Mengenal Terapi Fisioterapi pada Cedera Olahraga Terapi fisioterapi pada cedera olahraga bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh setelah cedera. Terapi ini mencakup berbagai teknik pemulihan. Fisioterapi membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan yang terjadi setelah cedera, memungkinkan pemulihan yang lebih cepat. Proses terapi ini disesuaikan dengan jenis cedera. Selain itu, fisioterapi berfokus pada penguatan otot dan peningkatan fleksibilitas tubuh. Ini penting untuk mencegah cedera berulang dan meningkatkan performa atlet. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Fisioterapi pada Cedera Olahraga Terapi fisioterapi pada cedera olahraga sangat penting bagi atlet maupun individu yang mengalami cedera fisik. Setiap cedera membutuhkan penanganan yang tepat agar pemulihan berlangsung optimal. Rasa sakit atau nyeri pada otot atau sendi Pembengkakan atau peradangan pada area cedera Keterbatasan gerak atau fleksibilitas Kelemahan otot atau ketegangan Sensasi kesemutan atau mati rasa Gangguan keseimbangan atau koordinasi Pemulihan yang lebih lama dari yang diperkirakan Cedera pasca-operasi atau trauma Kapan Pasien Memerlukan Terapi Fisioterapi pada Cedera Olahraga Pasien memerlukan terapi fisioterapi segera setelah cedera olahraga untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penanganan dini penting untuk pemulihan yang optimal. Jika rasa sakit atau pembengkakan tidak kunjung mereda setelah istirahat, fisioterapi dapat membantu mengurangi gejala tersebut. Terapi ini juga meningkatkan pergerakan dan fleksibilitas. Setelah menjalani operasi atau cedera parah, fisioterapi membantu mempercepat pemulihan dan mencegah kekakuan pada sendi atau otot yang cedera. Manfaat dan Tujuan Terapi Fisioterapi pada Cedera Olahraga Terapi fisioterapi pada cedera olahraga memiliki manfaat yang signifikan dalam pemulihan dan pencegahan cedera berulang. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari terapi ini. 1. Mengurangi Rasa Sakit dan Peradangan Terapi fisioterapi membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh cedera olahraga. Teknik pemijatan dan penggunaan kompres dingin dapat mempercepat proses ini. Selain itu, terapi juga berfokus pada mengurangi peradangan yang terjadi setelah cedera. Ini mempercepat pemulihan dan meminimalkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan. 2. Memperbaiki Rentang Gerak dan Fleksibilitas Fisioterapi bertujuan untuk meningkatkan rentang gerak sendi yang terganggu oleh cedera. Melalui latihan peregangan dan mobilisasi, fleksibilitas tubuh akan meningkat. Pemulihan fleksibilitas ini sangat penting untuk mencegah cedera berulang. Pasien akan dapat bergerak lebih bebas tanpa rasa sakit atau kekakuan setelah terapi dilakukan secara rutin. 3. Menguatkan Otot dan Meningkatkan Keseimbangan Terapi ini bertujuan untuk menguatkan otot yang melemah akibat cedera. Latihan kekuatan dilakukan secara bertahap agar otot bisa berfungsi dengan optimal. Fisioterapi juga melatih keseimbangan tubuh, yang penting bagi atlet agar bisa kembali ke olahraga tanpa risiko cedera. Pemulihan keseimbangan yang baik mengurangi kemungkinan cedera di masa depan. 4. Mencegah Cedera Berulang Salah satu tujuan utama terapi fisioterapi adalah mencegah cedera berulang. Latihan dan teknik yang diajarkan oleh fisioterapis memperbaiki postur dan pola gerak. Dengan pemulihan yang tepat, tubuh menjadi lebih kuat dan siap untuk menghadapi tantangan olahraga. Fisioterapi juga mengajarkan cara menghindari gerakan yang dapat menyebabkan cedera. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Fisioterapi pada Cedera Olahraga Sebelum menjalani terapi fisioterapi pada cedera olahraga, pasien perlu melakukan persiapan untuk memastikan terapi berjalan lancar. Persiapan ini melibatkan pemeriksaan dan pemahaman yang jelas tentang kondisi cedera. Konsultasi dengan fisioterapis Pemeriksaan kondisi cedera secara menyeluruh Menginformasikan riwayat cedera dan pengobatan sebelumnya Menyiapkan pakaian yang nyaman untuk terapi Menentukan jadwal terapi yang sesuai Memahami teknik dan latihan yang akan dilakukan Mengatur ekspektasi dan tujuan terapi Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Fisioterapi pada Cedera Olahraga Prosedur dan pelaksanaan terapi fisioterapi pada cedera olahraga melibatkan serangkaian langkah untuk mempercepat pemulihan. Setiap tahap terapi dirancang untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi tubuh. 1. Penilaian Kondisi Cedera Fisioterapis akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap cedera yang dialami pasien. Ini termasuk memeriksa area cedera, mengidentifikasi gejala, dan menentukan tingkat keparahan. Berdasarkan hasil penilaian, fisioterapis merancang program terapi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pemulihan dengan langkah yang tepat. 2. Teknik Pengurangan Rasa Sakit dan Peradangan Pada tahap awal, fisioterapis akan menggunakan teknik untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Teknik seperti kompres dingin atau pijatan ringan diterapkan pada area cedera. Ini membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan. Teknik ini juga bertujuan untuk meminimalkan ketidaknyamanan yang dialami pasien selama terapi. 3. Latihan Penguatan dan Peregangan Setelah rasa sakit berkurang, fisioterapis akan memberikan latihan penguatan otot dan peregangan. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh yang terdampak cedera. Latihan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan tubuh pasien. Melalui latihan rutin, otot dan sendi dapat kembali berfungsi normal dan mengurangi risiko cedera berulang. 4. Pemantauan dan Evaluasi Progres Selama terapi, fisioterapis akan terus memantau perkembangan pasien. Ini untuk memastikan bahwa pemulihan berjalan dengan baik dan tidak ada gejala yang memburuk. Setelah setiap sesi terapi, fisioterapis akan mengevaluasi respons pasien terhadap perawatan. Berdasarkan evaluasi, terapi akan disesuaikan untuk mencapai hasil yang maksimal. Perawatan Pasca Terapi Fisioterapi... - Published: 2025-08-04 - Modified: 2025-08-06 - URL: https://primayahospital.com/umum/terapi-hormonal/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Terapi hormonal adalah pengobatan yang digunakan untuk menggantikan atau menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Terapi ini sering digunakan untuk mengatasi masalah terkait ketidakseimbangan hormon, seperti menopause atau gangguan tiroid. Melalui terapi hormonal, pasien dapat merasakan perbaikan pada gejala fisik dan emosional yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Terapi ini disesuaikan dengan kebutuhan individu untuk mencapai hasil yang optimal. Mengenal Terapi Hormonal Terapi hormonal adalah pengobatan yang menggantikan atau menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. Terapi ini digunakan untuk mengatasi gangguan hormon seperti menopause atau hipotiroidisme. Tujuan utama terapi hormonal adalah untuk mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat ketidakseimbangan hormon. Terapi ini dapat berupa pemberian hormon sintetis atau alami. Terapi ini disesuaikan dengan kondisi medis pasien dan sering digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Terapi hormonal memberikan manfaat jangka panjang untuk pasien dengan masalah hormonal. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi Hormonal Terapi hormonal sangat bermanfaat bagi pasien yang mengalami ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Ini dapat membantu mengatasi berbagai gangguan hormonal. Menopause dan gejala terkait, seperti hot flashes dan gangguan tidur Gangguan tiroid (hipotiroidisme atau hipertiroidisme) Ketidakseimbangan hormon pada pria (misalnya, penurunan testosteron) Sindrom ovarium polikistik (PCOS) Gangguan menstruasi atau siklus yang tidak teratur Infertilitas atau kesulitan hamil Pengaruh medis seperti pengangkatan ovarium atau kelenjar tiroid Kapan Pasien Memerlukan Terapi Hormonal Pasien yang mengalami gejala menopause, seperti hot flashes dan gangguan tidur, sering memerlukan terapi hormonal. Terapi ini membantu mengatasi ketidakseimbangan hormon yang muncul seiring dengan penuaan. Jika seseorang mengalami gangguan tiroid yang tidak terkontrol atau penurunan testosteron, terapi hormonal dapat membantu mengembalikan kadar hormon normal. Terapi ini juga penting dalam mengatasi masalah reproduksi seperti PCOS atau infertilitas. Terapi hormonal diperlukan bagi pasien yang menjalani prosedur medis, seperti pengangkatan ovarium atau kelenjar tiroid, yang mempengaruhi kadar hormon tubuh. Terapi ini membantu tubuh berfungsi normal kembali. Manfaat dan Tujuan Terapi Hormonal Terapi hormonal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, terutama dalam menyeimbangkan kadar hormon yang terganggu. Tujuan utamanya adalah mengurangi gejala yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. 1. Mengurangi Gejala Menopause Terapi hormonal dapat membantu meredakan gejala menopause, seperti hot flashes, keringat malam, dan gangguan tidur. Hormon estrogen atau kombinasi estrogen-progestin digunakan untuk mengurangi gejala tersebut. Dengan mengembalikan kadar hormon yang menurun, terapi ini meningkatkan kualitas hidup perempuan yang memasuki fase menopause. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman. 2. Meningkatkan Kesehatan Tulang Terapi hormonal dapat mencegah penurunan kepadatan tulang yang sering terjadi setelah menopause. Estrogen membantu menjaga keseimbangan mineral dalam tulang dan mencegah osteoporosis. Dengan meningkatkan kepadatan tulang, terapi ini mengurangi risiko patah tulang akibat cedera. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang jangka panjang bagi perempuan lanjut usia. 3. Menstabilkan Kadar Hormon pada Pria dan Wanita Pada pria, terapi hormonal seperti testosteron dapat membantu mengatasi penurunan hormon akibat penuaan. Pada wanita, terapi hormon estrogen dan progesteron dapat membantu menyeimbangkan hormon yang tidak teratur. Terapi hormonal membantu memulihkan fungsi tubuh yang terganggu akibat ketidakseimbangan hormon. Ini meningkatkan energi, mood, dan kemampuan seksual pada pria dan wanita. 4. Mengobati Gangguan Tiroid Terapi hormonal juga digunakan untuk mengobati gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme. Pemberian hormon tiroid sintetis dapat mengembalikan kadar hormon tiroid yang rendah. Dengan memperbaiki keseimbangan hormon tiroid, terapi ini meningkatkan metabolisme tubuh, energi, dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Hal ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan tiroid. Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Hormonal Sebelum menjalani terapi hormonal, pasien perlu melakukan beberapa persiapan untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi. Persiapan ini termasuk evaluasi medis dan pemantauan kondisi tubuh. Konsultasi dengan dokter untuk evaluasi kondisi medis Pemeriksaan kadar hormon melalui tes laboratorium Menyampaikan riwayat medis lengkap kepada dokter Menentukan jenis terapi hormon yang sesuai Menghentikan obat-obatan yang dapat mempengaruhi terapi Memastikan adanya dukungan psikologis untuk proses terapi Menyiapkan mental untuk perubahan hormon yang mungkin terjadi Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Hormonal Terapi hormonal melibatkan pemberian hormon sintetis atau alami untuk menyeimbangkan kadar hormon tubuh. Prosedur ini dilakukan berdasarkan diagnosis medis dan kebutuhan pasien. 1. Penentuan Jenis Terapi Hormon Dokter akan menentukan jenis hormon yang dibutuhkan, seperti estrogen, progesteron, atau testosteron. Pemilihan ini bergantung pada kondisi medis pasien. Setelah penentuan jenis hormon, dosis dan metode pemberian akan disesuaikan. Terapi dapat berupa pil, patch, injeksi, atau gel, tergantung kebutuhan pasien. 2. Pemantauan Selama Terapi Pasien akan dipantau secara rutin untuk memastikan respons tubuh terhadap terapi hormon. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengevaluasi kadar hormon. Pemantauan bertujuan untuk menyesuaikan dosis dan menghindari efek samping. Ini memastikan terapi berjalan dengan aman dan efektif bagi pasien. 3. Penyesuaian Dosis dan Frekuensi Dosis terapi hormonal akan disesuaikan berdasarkan respons tubuh pasien. Pengaturan ini penting untuk mencapai keseimbangan hormon yang optimal. Pada beberapa kasus, terapi hormonal mungkin perlu dilakukan dalam jangka panjang. Dokter akan memantau hasilnya dan membuat perubahan jika diperlukan. 4. Evaluasi Pasca Terapi Setelah beberapa waktu menjalani terapi, evaluasi dilakukan untuk menilai efek terapi pada pasien. Pemeriksaan lanjutan ini penting untuk memastikan hasil terapi yang diinginkan tercapai. Evaluasi ini memungkinkan dokter... - Published: 2025-08-03 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/risiko-kanker-prostat/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Di balik kepulan asap rokok yang tampak nikmat, tersimpan segudang bahaya yang mengintai kesehatan. Bukan cuma paru-paru atau jantung yang menjadi target, kebiasaan merokok juga bisa mempengaruhi kanker prostat. Menurut sejumlah penelitian, risiko kematian akibat kanker prostat pada orang yang terbiasa merokok lebih besar. Untuk memahami lebih mendalam bagaimana keterkaitan merokok dengan risiko kematian kanker prostat, simak artikel berikut ini. Mengenal Kanker Prostat Prostat adalah kelenjar kecil di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh atau uretra. Kelenjar yang ukurannya sebesar kacang kenari ini hanya dimiliki pria. Kanker prostat terjadi ketika sel-sel di kelenjar itu mulai tumbuh secara tidak normal dan tak terkendali hingga membentuk tumor. Kanker ini biasanya tumbuh dengan lambat, tapi ada juga kemungkinan berkembang dengan cepat dan menyebar ke bagian tubuh lain. Gejala awal kanker prostat sering kali tak terasa. Tapi, seiring dengan perkembangan penyakit, pasien bisa mengalami kesulitan berkemih dan nyeri panggul serta terdapat darah dalam urine. Sejumlah faktor risiko umum kanker prostat meliputi: Berusia di atas 50 tahun Ada riwayat keluarga yang menderita kanker prostat, terutama ayah atau saudara laki-laki Pola makan tidak sehat Kebiasaan merokok Di antara sederet faktor risiko itu, bisa dikatakan merokok kerap diabaikan. Merokok biasanya hanya dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan paru-paru. Namun, dalam penelitian yang terbit di jurnal European Urology, diketahui pria yang merokok memiliki risiko kematian akibat kanker prostat lebih tinggi dibanding mereka yang tidak merokok. Hubungan antara Merokok dan Kanker Prostat Merokok adalah kebiasaan yang merugikan kesehatan dan telah terbukti menyebabkan berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis kanker. Terdapat lebih dari 7. 000 bahan kimia yang terkandung di dalam rokok dan sedikitnya 70 di antaranya bersifat karsinogenik alias dapat memicu kanker. Banyak penelitian yang menemukan kaitan rokok dengan kanker, terutama kanker pada bagian dari sistem pernapasan yang terkena dampak langsung rokok. Adapun ihwal hubungan antara merokok dan kanker prostat, penelitian “Smoking and Risk of Prostate Cancer and Prostate Cancer Death: A Pooled Study” di European Urology memang tak mendapati korelasi positif antara kebiasaan merokok dan kanker prostat. Artinya, orang yang terbiasa merokok tidak lantas lebih berisiko terkena kanker prostat daripada nonperokok. Tapi peneliti menemukan bahwa angka kematian akibat kanker prostat lebih tinggi pada pasien yang terbiasa merokok. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kemungkinan kanker yang lebih agresif dan respons pengobatan yang lebih buruk pada perokok. Hasil penelitian itu selaras dengan riset yang terbit di jurnal Cancer Causes & Control bahwa merokok tembakau berkaitan dengan keagresifan kanker prostat. Pada pasien yang merupakan perokok, penyakit kanker prostat yang diderita lebih agresif ketimbang pasien yang bukan perokok. Berdasarkan studi, perokok memiliki tingkat kematian hingga 30 persen lebih tinggi akibat kanker prostat dibanding mereka yang tidak merokok. Hal ini menunjukkan bahwa merokok tidak hanya berkontribusi pada kemunculan kanker, tapi juga mempengaruhi hasil pengobatan dan kelangsungan hidup pasien. Terdapat beberapa kemungkinan mekanisme bagaimana merokok tembakau dapat menjadi faktor yang memicu atau meningkatkan keagresifan kanker prostat: Paparan Karsinogen Langsung Berbagai karsinogen dari asap rokok, seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), nitrosamine, aromatic amines, dan logam berat seperti kadmium, diserap oleh paru-paru dan masuk ke sirkulasi darah. Zat-zat ini kemudian dapat mencapai jaringan prostat dan secara langsung merusak DNA sel prostat hingga terjadi mutasi yang mengarah pada pertumbuhan sel kanker. Stres Oksidatif Merokok menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak sel, protein, dan DNA di tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel-sel prostat. Bila kerusakan ini tak bisa diatasi oleh sistem tubuh, mutasi genetik dapat terjadi dan meningkatkan kemungkinan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Peradangan Kronis (Inflamasi) Merokok memicu respons peradangan kronis di seluruh tubuh. Jika berlangsung lama, inflamasi itu bisa menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan sel kanker. Gangguan Hormonal Keseimbangan hormon, terutama testosteron, berperan penting dalam fungsi prostat dan perkembangan kanker prostat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merokok dapat mempengaruhi kadar hormon tersebut dalam tubuh dan meningkatkan risiko pertumbuhan sel prostat. Meski begitu, masih diperlukan riset lebih lanjut untuk memastikan efeknya pada risiko kanker. Pelemahan Sistem Kekebalan Tubuh Sistem kekebalan tubuh bertugas mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal, termasuk sel kanker. Fungsi sistem ini bisa terganggu akibat merokok sehingga sel kanker lebih berpeluang tumbuh dan berkembang. Berdasarkan uraian di atas, merokok jelas memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan, khususnya dalam hal kanker prostat. Dengan bukti-bukti yang ada, penting bagi masyarakat untuk menyadari risiko ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya dapat mengurangi risiko kanker, tapi juga bisa meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Narasumber: dr. Sandha Medika Permana, Sp. U Spesialis Urologi Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2025-08-02 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/gizi/diet-program-bayi-tabung/ - Kategori: Gizi - Translation Priorities: Optional Perjalanan menuju kehamilan melalui program bayi tabung bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi banyak pasangan. Selain prosedur medis yang harus dilalui, aspek nutrisi juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Suplemen dan diet memang dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan program ini. Penelitian terbaru menunjukkan pendekatan nutrisi yang tepat dapat memberikan dampak positif pada hasil program bayi tambung. Artikel ini akan membahas diet dan suplemen yang paling sering dipilih oleh pasien program ini serta bukti ilmiah yang mendukungnya. Apa Itu Program Bayi Tabung Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah prosedur medis yang membantu pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak. Metode reproduksi berbantu ini diterapkan melalui pembuahan sel telur di luar tubuh, lalu embrio yang terbentuk ditanamkan kembali ke rahim. Prosedur ini sering menjadi harapan utama bagi pasangan yang mengalami infertilitas akibat usia, masalah hormon, atau kondisi medis lain. Namun tingkat keberhasilan IVF tidak selalu tinggi. Menurut data yang dilaporkan WebMD, sebanyak 50,8 persen prosedur IVF pada perempuan berusia 35 tahun ke bawah yang menggunakan sel telur sendiri menghasilkan kelahiran bayi hidup. Adapun pada perempuan berumur 40 tahun ke atas, 7,9 persen transfer sel telur menghasilkan kelahiran bayi hidup. Makin banyak transfer sel telur, makin tinggi tingkat kesuksesan IVF. Untuk menunjang keberhasilan prosedur IVF, terdapat beragam cara yang bisa dilakukan. Salah satunya melalui diet dan suplemen. Sebab, kesehatan reproduksi, baik pria maupun wanita, sangat dipengaruhi oleh status gizi. Nutrisi yang baik membuat tubuh dapat berfungsi optimal, termasuk dalam memproduksi hormon yang seimbang, menjaga kualitas sel telur dan sperma yang baik, serta merawat lingkungan rahim yang mendukung untuk implantasi embrio. Peran Diet dan Suplemen dalam Keberhasilan Program Bayi Tabung Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Reproductive Biomedicine Online pada Maret 2024 oleh Roger J. Hart dari University of Western Australia mengulas berbagai metode diet dan suplemen nutrisi yang sering digunakan perempuan yang menjalani program bayi tabung. Diet Mediterania Ihwal diet atau pola makan, yang mendukung kesuburan dan program IVF, tinjauan ilmiah yang dilakukan oleh Hart (2024) menyarankan pendekatan nutrisi sederhana yang bisa diadopsi adalah diet Mediterania. Seperti dikutip dari Heart. org, diet Mediterania adalah pola makan yang terinspirasi dari kebiasaan makan tradisional masyarakat di negara-negara sekitar Laut Mediterania, seperti Yunani, Italia, dan Spanyol. Pola makan ini kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama. Ikan dan unggas dikonsumsi dalam jumlah sedang, sementara daging merah dan produk susu tinggi lemak dikonsumsi secara terbatas. Anggur merah dalam jumlah moderat juga sering menjadi bagian dari diet ini. Namun, dalam konteks program hamil, konsumsi alkohol tidak disarankan. Komponen diet Mediterania yang kaya akan antioksidan, serat, lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang sehat, serta vitamin dan mineral penting diketahui memiliki efek anti-inflamasi dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Kedua hal tersebut penting untuk kesehatan reproduksi, termasuk untuk meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Beberapa penelitian menunjukkan kepatuhan terhadap diet Mediterania dapat berhubungan dengan peningkatan kualitas embrio dan tingkat keberhasilan program bayi tabung yang lebih tinggi. Suplemen Nutrisi Selain pola makan sehat, banyak perempuan pasien program bayi tabung mempertimbangkan penggunaan suplemen nutrisi. Tinjauan oleh Hart (2024) secara khusus membahas beberapa suplemen yang sering diteliti terkait dengan program IVF. Di antaranya: Dehydroepiandrosterone (DHEA) DHEA adalah hormon steroid yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal. Hormon ini mempengaruhi produksi hormon seks pria (androgen) dan wanita (estrogen). Produksi DHEA alami tubuh cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Tinjauan Hart menunjukkan penggunaan suplemen DHEA (bersama dengan CoQ10) sebelum siklus bayi tabung dimulai memberikan hasil yang lebih baik dibanding terapi kontrol pada kelompok perempuan dengan potensi respons ovarium yang buruk. Koenzim Q10 (CoQ10) CoQ10 adalah antioksidan kuat yang larut dalam lemak dan diproduksi secara alami oleh tubuh. CoQ10 berperan penting dalam produksi energi di dalam sel (mitokondria) dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Fungsi mitokondria yang optimal sangat mempengaruhi kualitas sel telur. Suplementasi CoQ10 bertujuan meningkatkan kadar CoQ10 di dalam sel telur sehingga bisa menunjang mitokondria dan mengurangi kerusakan sehingga berpotensi meningkatkan kualitas sel telur dan perkembangan embrio. Melatonin Melatonin adalah antioksidan kuat dan memiliki reseptor di ovarium yang diyakini berperan melindungi sel telur dari stres oksidatif selama proses pematangan. Penggunaan suplemen melatonin diketahui bermanfaat untuk beberapa hasil IVF Myo-Inositol Myo-inositol adalah salah satu bentuk jenis karbohidrat gula yang terdapat secara alami dalam makanan seperti buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Zat ini terutama bermanfaat bagi perempuan pasien bayi tabung yang mengalami Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Suplemen ini diduga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki keteraturan menstruasi, dan meningkatkan kualitas sel telur pada wanita dengan PCOS yang menjalani IVF. Vitamin D Vitamin D terlibat dalam banyak fungsi tubuh, termasuk regulasi sistem kekebalan dan kesehatan reproduksi. Menurut sejumlah penelitian, ada kaitan kadar vitamin D yang cukup dengan hasil IVF yang lebih baik. Tapi, menurut tinjauan oleh Hart, peran suplementasi vitamin D dalam hal program bayi tabung masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Asam Lemak Omega-3 Asam lemak... - Published: 2025-08-01 - Modified: 2025-07-13 - URL: https://primayahospital.com/umum/miom/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Salah satu masalah kesehatan yang umum pada kalangan perempuan berusia produktif adalah miom. Tumor jinak yang tumbuh di area rahim ini secara umum tak membahayakan karena tak bersifat kanker, tapi bisa memicu sederet gejala yang dapat menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya. Artikel ini akan membantu mengenali gejala, penyebab, metode diagnosis, pengobatan, komplikasi, pencegahan, dan kapan harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan miom. Mengenal Miom Miom adalah sebutan untuk kondisi berupa tumor jinak yang tumbuh dari jaringan otot rahim (miometrium). Istilah lainnya adalah fibroid rahim atau leiomioma. Miom sendiri merupakan kependekan dari leiomioma. Meski disebut tumor, miom bukanlah kanker. Hopkins Medicine menjelaskan, dalam lebih dari 99 persen kasus fibroid, tumornya tak bersifat kanker dan tak meningkatkan risiko kanker rahim. Meski begitu, menurut studi di Journal of Obstetrics and Gynecology of India, miom dengan fitur yang menyimpang mesti diperiksa dengan mikroskop untuk mengecek kemungkinan terjadinya metastasis. Miom bisa tumbuh dalam beragam ukuran, dari sekecil biji wijen sampai sebesar semangka. Adapun, berdasarkan lokasi pertumbuhannya, ada beberapa jenis miom, yakni: Miom intramural: di dalam dinding rahim, jenis yang paling umum. Miom subserosa: di bagian luar dinding rahim dan dapat mengganggu organ-organ di sekitarnya. Miom submukosa: di bawah lapisan endometrium dan menonjol ke dalam rongga rahim. Miom bertangkai (pedunculated): miom yang tumbuh dengan tangkai, baik di dalam maupun di luar rahim. Sekitar 40-80 persen perempuan yang memiliki rahim akan mengalami miom. Kondisi ini kerap muncul pada usia 30-50 tahun. Miom umumnya akan mengecil dan gejalanya berkurang ketika kadar hormon menurun seiring dengan masuknya masa menopause. Meski begitu, miom bisa juga berkembang pascamenopause. Gejala Miom Miom tak selalu menimbulkan gejala. Bahkan tak sedikit kasus miom yang baru terdeteksi secara tak disengaja ketika melakukan pemeriksaan rutin atau menjalani prosedur untuk masalah kesehatan lain. Meski begitu, ketika muncul, gejala miom bisa sangat mengganggu. Berikut ini di antaranya: Perdarahan menstruasi yang hebat, lebih banyak dari biasanya, atau lebih lama Nyeri pada area panggul atau punggung bawah akibat tekanan dari miom yang berukuran besar Kerap buang air kecil bila miom menekan kandung kemih Gangguan kesuburan atau keguguran berulang jika saluran tuba terhalangi miom atau bentuk rahim berubah Perut terlihat membesar seperti tengah hamil Konstipasi atau kesulitan buang air besar akibat tekanan miom pada usus besar Penyebab Miom Hingga kini tak diketahui apa penyebab pasti miom. Menurut penelitian, tumor berkembang dari sel otot yang abnormal di rahim dan berlipat ganda dengan cepat ketika bertemu dengan hormon estrogen, yang mendorong pertumbuhan tumor. Hal ini didukung fakta bahwa miom cenderung membesar selama masa kehamilan (saat kadar hormon tinggi) dan mengecil setelah menopause (saat produksi hormon menurun). Adapun faktor yang meningkatkan risiko terkena miom antara lain: Usia 30-40 tahun Obesitas atau kelebihan berat badan Ada riwayat keluarga yang pernah mengalami miom Menstruasi pertama di usia muda Belum pernah melahirkan Pola makan tinggi daging merah dan rendah sayuran hijau Cara Dokter Mendiagnosis Miom Biasanya dokter mendiagnosis miom pertama-tama dengan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis menyeluruh. Dokter akan memeriksa panggul untuk mendeteksi adanya pembesaran atau perubahan bentuk rahim. Adapun pertanyaan yang disampaikan antara lain soal gejala yang dialami, riwayat menstruasi, dan riwayat kesehatan keluarga. Untuk mengonfirmasi diagnosis, biasanya ada sejumlah pilihan pemeriksaan penunjang, seperti: Ultrasonografi (USG) yang merupakan metode paling umum untuk mendiagnosis miom dengan tingkat akurasi mencapai 95 persen. USG dapat dilakukan melalui perut (transabdominal) atau vagina (transvaginal) untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Magnetic resonance imaging(MRI) yang bisa memberikan gambaran lebih detail tentang ukuran, lokasi, dan jumlah miom. Histeroskopi, yakni prosedur menggunakan alat tipis dengan kamera untuk melihat bagian dalam rahim. Laparoskopi, yaitu prosedur bedah minimal invasif yang memungkinkan dokter melihat langsung miom yang tumbuh di luar rahim. Biopsi atau pengambilan sampel jaringan endometrium untuk menyingkirkan kemungkinan kanker endometrium. Cara Mengatasi Miom Untuk mengatasi miom, dokter akan mempertimbangkan faktor seperti ukuran dan lokasi miom, usia pasien, tingkat keparahan gejala, serta keinginan pasien untuk hamil di masa mendatang. Untuk miom berukuran kecil tanpa gejala, dokter biasanya merekomendasikan pemantauan berkala. Sedangkan metode lain meliputi: Pengobatan farmakologis untuk mengurangi nyeri dan perdarahan menstruasi serta mengecilkan ukuran miom Embolisasi arteri uterin, yakni prosedur minimal invasif yang bertujuan memblokir aliran darah ke miom sehingga menghentikan pertumbuhannya MRI-guided focused ultrasound surgery, yaitu penggunaan USG untuk menghancurkan jaringan miom tanpa pembedahan Ablasi, yakni pemanfaatan energi panas untuk menghancurkan jaringan miom Miomektomi, yaitu pengangkatan miom dengan mempertahankan rahim, ideal untuk perempuan yang masih ingin memiliki anak Histerektomi, yakni pengangkatan rahim secara total yang berarti tak memungkinkan untuk hamil di kemudian hari Komplikasi Miom Walau sebagian besar miom tak membahayakan, tak tertutup kemungkinan timbul komplikasi yang serius. Di antaranya: Anemia dan kekurangan zat besi akibat perdarahan menstruasi yang berlebihan Infertilitas atau gangguan kesuburan Komplikasi kehamilan, termasuk risiko keguguran, persalinan prematur, dan kelahiran sesar Torsi miom pada kasus miom bertangkai yang menyebabkan nyeri hebat tiba-tiba dan membutuhkan penanganan darurat Kematian jaringan atau nekrosis jika miom sangat besar hingga menghambat aliran darah Pembengkakan... - Published: 2025-07-31 - Modified: 2025-08-04 - URL: https://primayahospital.com/hematologi/hipoglikemia/ - Kategori: Hematologi, Patologi Klinik - Translation Priorities: Optional Ketika membicarakan gula darah, banyak orang yang cenderung khawatir ketika kadarnya melonjak tinggi. Padahal kadar gula darah rendah sama-sama membahayakan kesehatan. Kadar gula rendah alias hipoglikemia bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan. Dalam artikel ini akan dibahas secara mendalam seputar hipoglikemia, dari pengertian hingga cara pencegahan dan pengobatan yang efektif. Mengenal Hipoglikemia Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa dalam darah turun di bawah level normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL. Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh, terutama otak. Ketika kadar glukosa terlalu rendah, otak dan organ tubuh lain tidak dapat berfungsi dengan baik. Menurut studi di World Journal of Diabetes, hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi utama diabetes. Orang yang menderita diabetes rentan mengalami penurunan kadar gula darah, terutama mereka yang menggunakan insulin atau obat yang bisa menurunkan kadar glukosa dalam darah. Meski demikian, siapa pun bisa mengalami hipoglikemia. Dalam artikel di National Library of Medicine - National Institutes of Health dijelaskan bahwa hipoglikemia dapat menyebabkan berbagai gejala yang mengganggu dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani. Walau begitu, tanda dan gejala kondisi ini mungkin tidak muncul hingga kadar glukosa anjlok sampai di bawah 55 mg/dL. Karena itu, penting untuk memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasi hipoglikemia demi mencegah komplikasi yang membahayakan. Gejala Ketika kadar gula darah turun, tubuh pasti akan memberikan sinyal. Namun sinyal alias gejala hipoglikemia bisa bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala yang umum antara lain: Keluar keringat dingin Kepala terasa pusing dan ringan Kelelahan ekstrem Tubuh gemetar, terutama tangan Jantung berdebar-debar Bila dibiarkan tanpa penanganan, gejala itu bisa berkembang menjadi lebih serius, antara lain kebingungan atau sulit memahami situasi di sekelilingnya dan kehilangan kesadaran atau pingsan. Penyebab Ada berbagai kemungkinan penyebab hipoglikemia yang bisa diklasifikasikan berdasarkan kondisi apakah orang tersebut menderita menderita diabetes atau tidak. Pada penderita diabetes: Penggunaan insulin atau obat penurun gula darah yang berlebihan, seperti sulfonilurea. Tidak makan tepat waktu atau melewatkan jam makan, terutama bila sedang mengonsumsi obat penurun gula darah. Aktivitas fisik yang berlebihan, termasuk olahraga berat, tanpa asupan karbohidrat yang memadai. Konsumsi minuman beralkohol yang dapat mengganggu kemampuan hati dalam melepaskan glukosa ke dalam darah, terutama bila alkohol dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Pada non-penderita diabetes: Respons insulin yang berlebihan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat. Tidak makan dalam waktu lama dapat, termasuk saat berpuasa. Kondisi medis tertentu yang bisa memicu penurunan gula darah, seperti gangguan hati, ginjal, dan tumor pankreas. Efek samping obat-obatan seperti obat malaria dan antibiotik tertentu. Kekurangan hormon tertentu, seperti kortisol atau hormon pertumbuhan, yang bisa mempengaruhi pengaturan kadar gula darah. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk memastikan hipoglikemia pada seseorang, dokter bisa melakukan pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan ini bertujuan mengukur kadar gula darah dengan alat yang disebut glukometer. Dokter atau tenaga medis lain akan mengambil sampel darah dengan alat ini yang kemudian mengukur kadar gula dalam sampel itu dan menunjukkan hasilnya dalam layar. Di samping itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien yang meliputi riwayat penyakit, pola makan, kebiasaan aktivitas fisik, dan obat-obatan yang tengah dikonsumsi. Adapun untuk mendiagnosis hipoglikemia reaktif, dokter akan memberikan minuman khusus dengan kandungan gula, lemak, dan protein. Setelah itu, dokter akan mengecek kadar gula darah secara berkala selama beberapa jam. Ada kemungkinan dokter juga meminta pasien berpuasa di bawah pengawasan medis selama 48-72 jam. Selama masa pengawasan itu, dokter akan mengambil sampel darah untuk memeriksa kadar insulin, C-peptida, dan proinsulin secara berkala. Untuk mengonfirmasi diagnosis, ada kriteria Whipple’s triad yang meliputi: Adanya gejala hipoglikemia Kadar gula darah rendah (di bawah 70 mg/dL) Gejala berkurang ketika kadar gula darah kembali normal Cara Mengatasi Hipoglikemia Tujuan penanganan hipoglikemia adalah meningkatkan kadar gula darah hingga normal dan mencegah komplikasi. Langkah penanganan biasanya bergantung pada tingkat keparahan hipoglikemia, antara lain: Hipoglikemia Ringan hingga Sedang (Pasien Sadar): Aturan 15-15, yakni mengonsumsi 15 gram karbohidrat sederhana dan memeriksa kembali gula darah setelah 15 menit. Karbohidrat sederhana bisa berupa: 1 sendok makan gula pasir atau madu Permen keras 1/2 gelas jus buah 1 gelas minuman ringan biasa (bukan diet) Jika setelah 15 menit kadar gula darah masih di bawah 70 mg/dL, ulangi langkah tersebut. Setelah kadar gula darah naik dan normal, makanlah camilan atau makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks dan protein, misalnya roti gandum dengan selai kacang atau telur, untuk mencegah penurunan gula darah kembali. Hipoglikemia Berat (Pasien Tidak Sadar): Jika ada, suntikkan glukagon, yaitu hormon yang meningkatkan kadar gula darah, sesuai dengan petunjuk dokter. Segera hubungi layanan medis darurat atau bawa pasien ke rumah sakit terdekat. Penting untuk diketahui, bila pasien tidak sadar, jangan memberikan makanan atau minuman melalui mulut karena ada risiko tersedak. Komplikasi Terdapat beberapa komplikasi serius hipoglikemia yang mesti menjadi perhatian. Komplikasi ini bisa dibagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Jangka Pendek: Cedera akibat jatuh Kecelakaan lalu lintas Kejang Koma Jangka Panjang: Gangguan kognitif Kerusakan saraf Masalah kardiovaskular Kecemasan kronis Pencegahan Pencegahan hipoglikemia sangat penting, terutama bagi penderita diabetes. Beberapa langkah yang... - Published: 2025-07-30 - Modified: 2025-08-04 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/arteritis-takayasu/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Vaskulitis memiliki banyak jenisnya. Salah satunya yaitu arteritis Takayasu yang merupakan jenis paling umum. Kondisi ini dapat mengganggu bahkan merusak pembuluh darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Lalu, bagaimana perawatan dan pengobatan dari penyakit satu ini? Apabila ingin mengetahuinya, yuk simak dulu rinciannya di bawah ini! Apa Itu Arteritis Takayasu? Arteritis Takayasu yaitu suatu kondisi peradangan kronis langka yang menyerang pembuluh darah aorta sekaligus cabang-cabang utamanya. Akibatnya, pembuluh darah akan mengalami perubahan baik itu menebal, menyempit, meregang, atau menipis. Kondisi ini kadang disebut juga sebagai pulseless disease. Dalam kasus yang parah, penyakit dari golongan vaskulitis (peradangan pembuluh darah) ini dapat menyebabkan aliran darah terganggu bahkan berhenti. Dengan begitu, suplai nutrisi sekaligus oksigen ke organ-organ penting akan terganggu yang mengakibatkan beragam komplikasi membahayakan dalam jangka panjang. Penamaan “Takayasu” sendiri mengambil dari nama penemunya yaitu Mikito Takayasu. Ia merupakan seorang dokter atau tabib dari Jepang yang mendeskripsikan kondisi ini pada tahun 1908. Walaupun dapat menyerang pembuluh darah lainnya, namun seringkali arteritis takayasu menargetkan aorta dan cabang pembuluh darahnya. Contohnya arteri yang menyuplai darah ke ginjal, tangan, hingga leher. Nama Arteritis Takayasu Gejala Utama Demam ringan, nyeri otot, penurunan berat badan Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Belum pasti apa penyebabnya Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Jenis kelamin perempuan, usia di bawah 40 tahun, riwayat keluarga Pengobatan Pemberian obat-obatan dan operasi bypass Pencegahan Belum ada pengobatan yang pasti Komplikasi Ruptur aorta, stroke Faktor Risiko Penyakit arteritis Takayasu memiliki angka kejadian sekitar 1 – 2 dibanding 1 juta orang. Kebanyakan kondisi ini terjadi di Asia, khususnya di Jepang dengan tingkat kejadian sekitar 40 dibanding 1 juta orang. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terhadap kondisi ini seperti halnya: Usia di bawah 40 tahun. Berjenis kelamin perempuan. Riwayat keluarga dengan penyakit yang sama. Penyebab Arteritis Takayasu Belum pasti apa yang menyebabkan kondisi ini. Beberapa ahli menduga bahwasanya arteritis Takayasu erat hubungannya dengan penyakit auto imun. Penyakit ini akan membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-selnya sendiri yang sehat. Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel-sel pada dinding pembuluh darah aorta. Tak hanya itu, faktor genetik atau keturunan juga bisa menyebabkan kondisi. Apabila orang tua menderita penyakit ini dan ia mendapatkan kedua gen tersebut, maka ia juga berpotensi terkena penyakit ini. Namun bila hanya mendapatkan gen dari salah satu orang tuanya saja, maka ia tidak berisiko, melainkan anaknya nanti yang berisiko. Gejala Arteritis Takayasu Sebagian besar kasus penyakit ini memiliki gejala dalam dua tahap. Yaitu gejala tahap awal dan tahap lanjut seperti halnya: Tahap Awal Terjadi di hari-hari awal mulai terserang kondisi ini. Gejalanya tidak spesifik sehingga seringkali orang menganggapnya hanya meriang atau tidak enak badan. Beberapa gejalanya meliputi: Demam ringan. Badan lelah dan lemas. Nyeri otot. Nyeri sendi. Keringat berlebih di malam hari. Penurunan berat badan. Tahap Lanjut Untuk gejala tahap lanjut, pembuluh darah umumnya akan mengalami kerusakan lebih parah. Akibatnya, organ-organ tubuh tertentu akan kekurangan oksigen dan nutrisi karena aliran terhambat. Akibatnya akan timbul gejala sesuai dengan organ tersebut. Contohnya: Kerusakan pada pembuluh darah otak: Sakit kepala. Pusing seperti mau pingsan. Gangguan memori. Gangguan penglihatan. Kesulitan berpikir. Pada pembuluh darah menuju organ dalam: Sakit kepala Tekanan darah tinggi. BAB berdarah. Sesak napas. Nyeri dada. Pembuluh darah lengan atau kaki: Denyut nadi lemah. Tangan kaki terasa dingin. Sindrom Raynaud. Kram dan nyeri kaki. Beda tekanan darah lengan kanan dan kiri. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter dapat melakukan beberapa hal seperti: Sesi tanya jawab. Pemeriksaan fisik. Tes darah. USG Angiografiatau MRI. Pencegahan Arteritis Takayasu Mengingat penyebabnya masih belum pasti, maka pencegahannya pun belum pasti. Biasanya, dokter akan menyarankan seseorang agar terhindar dari penyakit ini melalui: Olahraga teratur. Konsumsi makanan sehat. Tidak merokok. Hindari stres. Pengobatan Arteritis Takayasu Pengobatan pada penyakit ini akan dokter sesuaikan dengan tingkat keparahan, gejala, sekaligus kondisi pasien. Berikut ini beberapa pengobatannya: Pemberian obat-obatan. Contohnya kortikosteroid, imunosupresan, dan TNF alpha inhibitor. Operasi. Bertujuan untuk melebarkan pembuluh darah dengan metode bypass atau angioplasti. Komplikasi Kondisi yang berlangsung dalam waktu berkepanjangan tanpa mendapatkan perawatan yang optimal dapat mengakibatkan: Diseksi aorta. Aneurisma aorta. Stroke Penyempitan pembuluh darah. Peradangan jantung. Kerusakan katup jantung. Gagal jantung. Serangan jantung. Perdarahan pencernaan. Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda mengalami gejala di atas, maka segera kunjungi dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Dengan memeriksakan sedini mungkin, maka risiko komplikasi akan berkurang. Narasumber: dr. Daniel Zaputra,Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-07-30 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/mata/herpes-zoster-oftalmikus/ - Kategori: Mata - Translation Priorities: Optional Herpes zoster dapat menginfeksi beberapa bagian tubuh, salah satunya yaitu menyerang wajah yang disebut juga sebagai herpes zoster oftalmikus. Kondisi ini tergolong membahayakan bila tidak segera mendapatkan perawatan yang optimal. Hal tersebut dikarenakan potensinya yang menimbulkan komplikasi pada mata. Salah satunya yaitu menyebabkan kebutaan permanen. Nah, bila Anda ingin tahu lebih dalam seputar kondisi ini, maka silakan cek terlebih dahulu seputar penyakit ini berikut ini. Apa Itu Herpes Zoster Oftalmikus? Herpes zoster oftalmikus (HZO) yaitu suatu infeksi yang terjadi akibat reaktivasi virus Varicella zoster (human herpesvrius-3). Virus ini merupakan virus yang sama dengan virus penyebab cacar air. Saat seseorang sembuh dari cacar air, virus tidak langsung hilang begitu saja. Namun, akan menetap di area saraf di dalam tulang belakang. Saat kondisi daya imun tubuh melemah, nantinya virus akan aktif kembali. Umumnya, tipe herpes ini menyerang area hidung dan dahi. Walau demikian, mata dapat terpengaruh infeksi dan peradangannya. Walau demikian, kondisi ini tidak mesti terjadi pada setiap pasien herpes zoster, namun angkanya berkisar kurang lebih setengahnya. Karena terjadi di area wajah, maka kondisi ini tergolong membahayakan dan segera mungkin harus mendapatkan perawatan medis. Dokter umumnya akan memberikan antivirus untuk mengurangi perkembangan virus sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. Jika tidak segera mendapatkan perawatan yang optimal, maka dapat mengakibatkan peradangan dan infeksi kornea. Bola mata pun akan mengalami peningkatan tekanan sehingga bila terus dibiarkan dapat memicu kebutaan permanen. Nama Herpes Zoster Oftalmikus Gejala Utama Kulit melepuh, ruam kemerahan, rasa nyeri panas dan terbakar. Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Infeksi virus Varicella zoster Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan pemeriksaan mata Faktor Risiko Riwayat terkena cacar air, orang dengan usia di atas 50 tahun Pengobatan Pemberian antivirus, obat tetes mata Pencegahan Vaksinasi Komplikasi Glaukoma sekunder, kebutaan Faktor Risiko Orang yang punya riwayat terkena cacar air memiliki risiko tinggi terkena herpes zoster oftalmikus. Usia juga berpengaruh terhadap kondisi ini. Mereka yang berusia di atas 50 tahun lebih berisiko terkena. Walau demikian, kondisi ini tetap berpotensi untuk terkena pada semua usia. Penyebab Herpes Zoster Oftalmikus Penyebab herpes zoster oftalmikus yaitu karena adanya infeksi virus varicella zoster. Virus ini biasanya aktif kembali saat seseorang sedang mengalami pelemahan daya imun tubuh baik karena konsumsi obat-obatan seperti imunosupresan maupun karena kondisi lainnya. Gejala Herpes Zoster Oftalmikus Mengutip dari situs American Academy of Ophthalmology, bahwa tidak semua penderita infeksi herpes zoster berpotensi mengalami HZO walaupun sama-sama terjadi pada wajah. Berikut ini beberapa gejala yang mungkin terjadi: Ruam lepuh pada hitung Mata berair Mata merah Nyeri pada mata Penurunan daya penglihatan Cara Dokter Mendiagnosis Selain melalui wawancara medis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat lebih lanjut kondisi mata. Jika masih belum diketahui dengan jelas, maka dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan mata lengkap guna mendeteksi adanya infeksi pada mata dan apakah terjadi perubahan pada struktur mata ataukah tidak. Pencegahan Herpes Zoster Oftalmikus Untuk mencegah HZO, dokter akan memberikan vaksinasi terhadap virus Varicella zoster. Kondisi ini efektif untuk mereka yang belum pernah terkena cacar. Selain itu, usahakan untuk selalu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal sehingga virus yang telah menetap tidak melakukan reaktivasi kembali. Pengobatan Herpes Zoster Oftalmikus Mengutip dari laman National Institutes of Health (NIH), bahwasanya HZO ini bisa dilakukan pengobatan awal dengan memberikan agen antivirus. Untuk kasus tertentu, dokter dapat memberikan terapi pengobatan tambahan lainnya setelah melalui tata laksana diagnosis secara menyeluruh. Antivirus yang diberikan dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala seperti ruam dan lepuh, mengurangi durasi gejala, mencegah komplikasi, serta mengurangi risiko penularan. Beberapa jenis antivirus yang dokter kerap berikan untuk mengatasi kondisi ini meliputi: Acyclovir Valacyclovir Famciclovir Selain itu, obat-obatan lain yang kerap dokter berikan bersamaan dengan pemberian antivirus meliputi: Antibiotik topikal: hal ini diberikan agar terhindar dari infeksi bakteri mengingat kondisi ini kerap rawan terhadap pertumbuhan bakteri. Kortikosteroid. Steroid topikal maupun sistemik (oral) dapat membantu mengurangi peradangan sehingga gejala akan berkurang. Namun terdapat beberapa kontraindikasi tertentu. Analgesik. Pemberian analgesik berguna untuk mengurangi rasa nyeri atau sakit pada area yang terinfeksi. Air mata buatan. Jika kondisinya menyerang mata dan cukup parah, maka dokter mungkin akan memberikan air mata buatan. Untuk mengurangi rasa nyeri dan panas, Anda bisa sering-sering menggunakan kompres air dingin di rumah. Komplikasi Pasien yang terkena HZO berpotensi untuk terkena berbagai macam komplikasi yang meliputi berikut ini: Keratitis Konjungtivitis Blefaritis Glaukoma sekunder. Kebutaan permanen. Keratopati neurotropik. Retinitis nekrotikans. Kelumpuhan saraf kranial. Postherpetic neuralgia. Kapan Harus ke Dokter? Saat Anda mengalami beberapa gejala atau keluhan seperti yang telah dijelaskan di atas, maka segera kunjungi dokter spesialis mata. Pengobatan sedini mungkin diperlukan agar terhindar dari kelumpuhan saraf kranial, kehilangan penglihatan permanen, dan juga beberapa komplikasi lain yang mungkin terjadi. Narasumber: dr. Dicky Budiman Simanjuntak, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2025-07-29 - Modified: 2025-07-09 - URL: https://primayahospital.com/saraf/pregabalin/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Saat terjadi kerusakan saraf, maka dapat menimbulkan berbagai macam gejala. Di antaranya yaitu nyeri, mati rasa, kejang, dan kesemutan. Nah, salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi hal ini yaitu pregabalin dari golongan antikonvulsan analog asam gamma aminobutirat. Selain untuk mengatasi gejala akibat kerusakan saraf, pregabalin juga bermanfaat untuk mengatasi rasa cemas. Nah, bila Anda ingin tahu lebih lanjut seputar pregabalin, maka cek rinciannya berikut ini. Apa itu Pregabalin? Pregabalin adalah obat golongan antikonvulsan jenis analog asam gamma aminobutirat yang berfungsi sebagai pereda nyeri saraf. umumnya, nyeri saraf semacam ini disebabkan oleh kerusakan sel-sel saraf akibat penyakit lain seperti diabetes, cedera tulang belakang, herpes zoster, hingga fibromyalgia (gangguan otak dalam memproses rasa sakit). Cara kerja dari pregabalin adalah dengan memengaruhi senyawa kimia dalam otak serta aktivitas kelistrikan dalam otak. Dengan aktivitas otak yang lebih tenang, maka gejala nyeri saraf hingga kejang pun dapat berkurang. Oleh karena itu, obat ini juga kerap diresepkan untuk mengatasi kejang parsial pada pasien penderita epilepsi. Walaupun tidak dapat menyembuhkan epilepsi, namun dengan rutin meminum obat ini maka gejala kejang akan berkurang. Dokter juga kadang memberikannya untuk mengatasi gejala kecemasan pada penderita GAD (Generalized Anxiety Disorder). Obat ini tergolong obat keras yang membutuhkan resep dokter untuk menggunakannya. Tak jarang, pregabalin disalahgunakan untuk memunculkan sensasi euforia atau tujuan rekreasional dengan dosis yang tinggi yang tentunya sangat membahayakan kesehatan. Terlebih, obat ini dapat mengakibatkan adiksi atau kecanduan. Sehingga tanpa penggunaan yang tepat sesuai resep dari dokter akan mengakibatkan gejala withdrawal atau sakau yang tentunya sangat tidak menyenangkan. Nama ObatPregabalin Kategori Obat Antikonvulsan Golongan Obat Obat keras, obat resep Bentuk Obat Kapsul Manfaat/Indikasi Mengatasi kejang parsial, gangguan kecemasan, dan nyeri saraf Dikonsumsi Oleh Dewasa usia ≥18 tahun Kategori Ibu Hamil Kategori C: ada efek samping pada janin hewan percobaan Peringatan Ibu Menyusui Dapat terserap ke ASI, tidak boleh diberikan kepada ibu menyusui Manfaat Pregabalin Terdapat beberapa manfaat pregabalin yang seringkali diresepkan oleh dokter seperti halnya berikut ini: Mengatasi kejang parsial pada pasien epilepsi Mengatasi gangguan kecemasan Meredakan nyeri saraf akibat neuropati diabetik Mengatasi nyeri cedera tulang belakang Mengatasi rasa nyeri pasca herpes zoster Membantu mengatasi fibromyalgia Dosis dan Aturan Pakai Pregabalin Pregabalin termasuk obat keras yang harus membutuhkan resep dokter apabila ingin menggunakannya. Berikut ini beberapa macam dosis dan aturan pakai dari pregabalin yang kerap dokter resepkan: Mengatasi Kejang Parsial/Epilepsi Dewasa: 150 mg per hari yang dibagi 2 – 3x konsumsi per harinya. Dosis dapat dinaikkan hingga 300 mg per hari jika sudah 1 minggu pengobatan. Maksimum dosis yang diperkenankan yaitu 600 mg per hari yang terbagi dalam beberapa dosis. Meredakan Gangguan Kecemasan Dewasa: 150 mg per hari yang dibagi 2 – 3x konsumsi per harinya. Dosis dapat dinaikkan hingga 150 mg per minggunya. Maksimum dosis yang diperkenankan yaitu 600 mg per hari yang terbagi dalam beberapa dosis. Mengatasi Nyeri Neuropati (Nyeri Saraf) Dewasa: 150 mg per hari yang dibagi 2 – 3x konsumsi per harinya. Dosis dapat dinaikkan hingga 300 mg per hari jika sudah 3 – 7 hari pengobatan. Maksimum dosis yang diperkenankan yaitu 600 mg per hari yang terbagi dalam beberapa kali minum. Mengatasi Nyeri Pasca Infeksi Herpes Zoster Dewasa: dosis 75 – 150 mg per hari yang dibagi 2x konsumsi per harinya. Maksimum dosis yang diperkenankan yaitu 600 mg per hari yang terbagi dalam beberapa dosis. Meredakan Nyeri Akibat Neuropati Diabetik Dewasa: dosis 50 mg per hari yang dibagi 3x konsumsi per harinya. Dosis dapat dinaikkan hingga 100 mg yang diberikan 3x per harinya. Maksimum dosis yang diperkenankan yaitu 300 mg per hari. Mengatasi Fibromyalgia Dewasa: 150 mg per hari yang dibagi 2 – 3x konsumsi per harinya. Dosis dapat dinaikkan hingga 300 mg per hari jika sudah 1 minggu pengobatan. Maksimum dosisnya yaitu 450 mg per hari yang terbagi dalam beberapa kali minum. Bagaimana Cara Menggunakan Pregabalin? Pregabalin harus diminum sesuai resep dokter, penambahan pengurangan dosis hanya boleh atas saran dokter. Anda dapat meminumnya sebelum maupun sesudah makan. Minumlah dengan bantuan air putih di jam yang sama setiap harinya agar pengobatan efektif. Cara Penyimpanan Simpan pregabalin pada tempat tertutup yang sejuk dan bebas dari paparan matahari langsung. Hindarkan dari jangkauan anak-anak. Interaksi Pregabalin dengan Obat Lain Obat golongan ACE inhibitor Obat golongan opioid Alprazolam Lorazepam Metroclopramide Peringatan dan Perhatian Menggunakan Pregabalin Beri tahu dokter saat Anda akan menerima resep obat ini terkait dengan beberapa kondisi seperti: Sedang hamil/menyusui Memiliki alergi terhadap pregabalin Memiliki penyakit dalam kronis Sedang mengalami gangguan suasana hati Pernah mengalami penyalahgunaan napsa Pernah kecanduan alkohol Sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya Efek Samping dan Bahaya Pregabalin Berdasarkan informasi dari laman www. nhs. uk, bahwa beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan pregabalin meliputi: Pusing Sakit kepala Mulut kering Kelelahan Mudah marah Penglihatan kabur Vertigo Perut kembung Amnesia Nafsu makan meningkat Berat badan meningkat Nyeri otot, Kram otot Nyeri punggung Nyeri tungkai Insomnia Pembengkakan Kebingungan Sembelit Diare Muntah dan mual Gairah seksual... - Published: 2025-07-28 - Modified: 2025-07-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/sick-building-syndrome/ - Kategori: Penyakit - Translation Priorities: Optional Apakah tubuh Anda merasa tidak sehat ketika bekerja di dalam ruangan kantor? Kondisi ini bisa jadi disebabkan karena sick building syndrom (SBS). Kondisi ini umumnya terjadi ketika beberapa penghuni gedung atau kantor merasakan gejala ketidaknyamanan secara bersamaan. Kondisi ini bisa ditandai dengan rasa sakit kepala, badan cepat capek, tenggorokan gatal, iritasi mata, hingga batuk yang tidak sembuh-sembuh. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini sehingga tidak menimbulkan efek kesehatan jangka panjang? Yuk, cari tahu secara lebih mendalam dalam artikel di bawah ini. Apa Itu Sick Building Syndrome? Sick building syndrome yaitu serangkaian gejala yang muncul ketika seseorang menghuni bangunan atau gedung dalam kurun waktu tertentu. Akibatnya, penderita akan mengalami ketidaknyamanan atau gejala gangguan kesehatan tertentu. Umumnya, gedung yang dapat menyebabkan kondisi ini yaitu gedung yang memiliki sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak baik. Gejala yang muncul biasanya tidak langsung nampak sesaat setelah memasuki ruangan tersebut, melainkan setelah penghuni tersebut berada pada bangunan tersebut selama beberapa waktu lamanya. Tak heran, kondisi ini sering di alami oleh mereka yang bekerja kantoran yang menghabiskan hari-harinya di kantor tersebut. Seiring berjalannya waktu, mereka akan merasakan gejala seperti sakit kepala, badan cepat lelah, iritasi mata, kulit kering, hingga batuk kering yang tidak kunjung sembuh. Menurut data dari WHO, bahwa hampir 30% bangunan di dunia dapat menyebabkan sick building syndrome. Penyebab utamanya yaitu terjadi kesalahan konstruksi terutama dalam hal pembuatan sistem ventilasi udara. Nama Sick Building Syndrome Gejala Utama Iritasi kulit dan mata, sakit kepala, sakit tenggorokan,dll. Dokter Spesialis Dokter kesehatan kerja, Dokter spesialis kedoteran okupasi, dokter spesialis terkait Penyebab Utama Sirkulasi udara dalam ruangan yang kurang baik, adanya kontaminasi bahan kimia maupun jamur Diagnosis Skrining kesehatan, wawancara medis, dan pemeriksaan penunjang medis Pengobatan Sesuai temuan kondisi kesehatan Pencegahan Skrining kesehatan pada penghuni ruangan, pengecekan berkala dan pemeliharaan sistem ventilasi dan sirkulasi udara dalam ruang Komplikasi Gangguan kesehatan berulang pada penghuni ruangan Penyebab Sick Building Syndrome Penyebab SBS sendiri cukup beragam. Di antaranya yaitu meliputi: Kualitas udara indoor yang buruk. Ventilasi yang buruk. Penggunaan AC berlebihan. Tingkat kelembaban terlalu tinggi atau rendah. Faktor kontaminasi kimia material bangunan. Kurangnya cahaya alami yang masuk. Faktor fisik seperti getaran, suara, maupun medan elektromagnetik. Adanya hewan pengerat seperti tikus dan juga serangga Gejala Sick Building Syndrome Mengutip dari situs Medicalnewstoday, bahwa kondisi ini bisa menimbulkan serangkaian gejala sebagai berikut: Iritasi mata Sakit kepala Kulit kering Batuk kering tidak sembuh sembuh Hidung berair Tenggorokan gatal Gejala asma Badan mudah letih Umumnya, gejala ini akan membaik/sembuh apabila penderita meninggalkan ruangan/gedung tersebut. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter dapat menentukan apakah seseorang mengalami SBS atau tidak dengan cara melakukan wawancara medis untuk mengetahui keluhan yang muncul dan onsetnya, kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang medis sesuai kondisi pasien. Selain itu, dokter dapat memberikan uji sederhana, dimana anda diminta untuk pindah dari ruangan/gedung yang dicurigai selama beberapa waktu tertentu untuk memastikan kondisi sakit anda merupakan SBS. Pencegahan Sick Building Syndrome Untuk penghuni ruangan, lakukanlah skrining kesehatan pada penghuni ruangan. Sedangkan untuk ruangannya, lakukanlah skrining sederhana dan rutin sebagai berikut: Memastikan ventilasi udara tersedia dan sirkulasi udara lancar. Pembersihan sistem Air Conditioningsecara teratur Perhatikan apakah ada zat iritan maupun zat lain yang menyebabkan polusi udara. Memastikan temperatur yang baik antara 19 – 23 celcius. Memastikan tingkat kelembaban ruangan berkisar antara 40 – 60%. Melakukan inspeksi rutin ruangan, apakah terdapat jamur, cendawan, atau bahan kontaminan lain di ruangan. Jika perlu, gunakan air purifier untuk membantu membersihkan udara ruangan. Hindari menjemur pakaian di dalam ruangan Hindari merokok di dalam ruangan Pengobatan Sick Building Syndrome Pengobatan sick building syndrom dilakukan sesuai dengan kondisi keluhan yang dialami. Untuk kasus mata, kulit, dan hidung yang gatal, dokter bisa memberikan obat-obatan anti alergi. Jika terdapat gejala asma mungkin dokter bisa memberikan inhealer. Pengobatan juga harus dimulai dari akar masalahnya yaitu dari bangunan itu sendiri. Jadi, penting sekali untuk menjaga kondisi bangunan agar memiliki sirkulasi udara yang bagus. Komplikasi Jika kondisi ini terus dibiarkan, dapat menyebabkan serangkaian gejala yang menurunkan produktivitas anda, bahkan dapat mengancam nyawa. Contohnya yaitu gangguan pernapasan, penurunan motivasi bekerja, serangan asma berat, dll. Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda mengalami gejala sick building syndrome, maka segera kunjungi dokter untuk mendapatkan tatalaksana perawatan yang tepat. Narasumber: dr. Dessy Priyanto Hamidjojo, Sp. Ok Spesialis Kedokteran Okupasi Primaya Hospital Semarang - Published: 2025-07-28 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/homecare/makan-terlalu-cepat/ - Kategori: Homecare - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasa lapar kembali padahal baru saja makan, atau mengalami rasa tidak nyaman seperti begah setelah makan? Kondisi tersebut mungkin tidak hanya disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh cara makan Anda. Kebiasaan makan terlalu cepat dapat memberikan dampak negatif bagi sistem pencernaan serta memengaruhi keseimbangan asupan makanan secara keseluruhan. Meskipun tampak sepele, makan dengan terburu-buru berisiko mengganggu proses pencernaan dan berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami mengapa kecepatan makan perlu diperhatikan serta bagaimana menerapkan pola makan yang lebih sehat dan sadar, seperti mindful eating. Ingin berkonsultasi dengan ahli gizi dari rumah? Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777 untuk layanan telekonsultasi ahli dan dokter gizi. Kenapa Makan Terlalu Cepat Bisa Mengganggu Pencernaan? Saat kita makan dengan terburu-buru, tubuh tidak punya cukup waktu untuk mengirimkan sinyal “kenyang” ke otak. Proses ini butuh waktu sekitar 20 menit sejak kita mulai makan. Akibatnya, kita cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan, dan ini bisa menyebabkan: 1. Perut Kembung dan Begah Saat seseorang makan dengan terburu-buru, makanan tidak dikunyah dengan sempurna di dalam mulut. Padahal, proses mengunyah merupakan tahap awal dari pencernaan mekanik yang sangat penting. Makanan yang masuk ke lambung dalam bentuk potongan besar akan membutuhkan lebih banyak waktu dan energi untuk dicerna. Hal ini membuat saluran cerna bekerja lebih keras, dan bisa menyebabkan produksi gas meningkat dalam sistem pencernaan. Akibatnya, perut terasa penuh, kembung, bahkan menimbulkan keluhan begah dan tidak nyaman setelah makan. Gejala ini umumnya juga disertai perasaan cepat lelah dan keinginan untuk segera berbaring. 2. Cepat Lapar Lagi Otak manusia memerlukan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari lambung. Jika seseorang makan terlalu cepat, makanan yang dikonsumsi sudah habis sebelum otak sempat memproses sinyal kenyang tersebut. Akibatnya, meskipun tubuh sebenarnya telah menerima cukup kalori, individu tersebut belum merasa puas dan cenderung merasa lapar kembali dalam waktu singkat. Hal ini dapat memicu pola makan yang tidak teratur dan berlebihan, serta mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dalam jangka panjang. 3. Kenaikan Berat Badan Ketika seseorang makan dengan cepat, kontrol terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi menjadi lemah. Tubuh cenderung melewatkan sinyal kenyang dan terus makan hingga melebihi kebutuhan energi harian. Asupan kalori yang berlebihan dan berulang dapat menyebabkan penumpukan lemak tubuh secara perlahan. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, kebiasaan ini akan meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Dalam jangka panjang, kelebihan berat badan juga menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular. 4. Masalah Asam Lambung Makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat meningkatkan tekanan di dalam lambung. Tekanan ini dapat memicu aliran balik asam lambung ke kerongkongan atau dikenal sebagai gastroesophageal reflux (GERD). Gejala yang ditimbulkan antara lain rasa panas di dada (heartburn), mual, dan sensasi tidak nyaman di bagian ulu hati. Selain itu, makanan yang tidak dikunyah dengan baik dan langsung ditelan secara cepat juga memperlambat pengosongan lambung, yang memperparah risiko refluks asam. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, kondisi GERD dapat menjadi kronis dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Tips Menerapkan Mindful Eating untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan Salah satu cara untuk menghindari dampak buruk dari makan terlalu cepat adalah dengan menerapkan mindful eating atau makan dengan kesadaran penuh. Berikut beberapa tipsnya: 1. Kunyah Makanan Secara Perlahan Mengunyah makanan dengan perlahan dan menyeluruh merupakan langkah awal dari proses pencernaan yang optimal. Disarankan untuk mengunyah setiap suapan sebanyak 20–30 kali sebelum menelan. Cara ini tidak hanya membantu memecah makanan secara mekanis agar lebih mudah dicerna, tetapi juga memberi waktu bagi tubuh untuk mengenali sinyal kenyang dari otak. Makan perlahan memungkinkan kita merasa lebih puas dengan porsi yang wajar, sehingga mencegah makan berlebihan. 2. Fokus Saat Makan (Tanpa Gangguan) Salah satu prinsip dasar dalam mindful eating adalah menghadirkan kesadaran penuh saat makan. Hindari menonton televisi, bermain ponsel, atau bekerja di depan komputer saat makan. Fokuslah pada makanan rasakan teksturnya, aromanya, serta bagaimana makanan tersebut memberi rasa kenyang. Ketika perhatian tidak terbagi, Anda akan lebih mampu mengenali kebutuhan tubuh dan mengatur asupan makanan dengan bijak. 3. Letakkan Sendok di Tiap Suapan Kebiasaan kecil seperti meletakkan sendok atau garpu setelah setiap suapan ternyata efektif untuk memperlambat tempo makan. Dengan memberi jeda antarsuapan, Anda memberi ruang bagi tubuh untuk memproses makanan yang sedang dikunyah dan memberi waktu otak untuk menerima sinyal kenyang. Strategi ini juga membantu Anda menjadi lebih sadar terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi. 4. Kenali Rasa Lapar dan Kenyang Belajarlah membedakan antara rasa lapar fisik dan lapar emosional. Makan karena bosan, stres, atau sekadar karena melihat makanan yang menggugah selera dapat membuat seseorang mengabaikan kebutuhan tubuh yang sebenarnya. Mulailah makan saat Anda merasakan tanda-tanda lapar fisik, seperti perut kosong atau kurang energi, dan berhentilah makan ketika Anda merasa cukup kenyang tidak perlu menunggu hingga benar-benar penuh. 5. Ciptakan Suasana Makan yang Tenang dan Nyaman Lingkungan makan yang tenang berperan besar dalam... - Published: 2025-07-27 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/anak/necrotizing-enterocolitis/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Saat usus halus maupun usus besar berlubang karena adanya kematian jaringan, maka itu bisa disebut sebagai necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans. Kondisi ini kerap terjadi pada bayi walau juga bisa terjadi pada orang dewasa. Akibat hal tersebut, maka usus tidak berfungsi secara normal, yaitu tidak dapat mencerna makanan hingga menyalurkan limbah hasil pengolahan makanan dengan baik. Tak hanya itu, bakteri pun berpotensi masuk ke aliran darah sehingga akan menimbulkan infeksi. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak rinciannya berikut ini untuk mengetahuinya! Apa Itu Necrotizing Enterocolitis? Necrotizing enterocolitis (NEC) yaitu penyakit pada pencernaan di mana jaringan usus kecil atau usus besar meradang yang menyebabkan kematian jaringan. Dalam beberapa kasus, ini akan berdampak pada munculnya lubang pada dinding usus. Umumnya, kondisi ini terjadi pada bayi dengan kelahiran prematur, walau demikian bisa terjadi juga pada semua usia. NEC tergolong sebagai penyakit serius. Hal ini karena lubang pada dinding usus dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam rongga perut yang menyebabkan peritonitis. Bahkan dapat masuk aliran darah dan menyebabkan infeksi berbahaya yang meluas ke berbagai bagian tubuh lain seperti jantung maupun otak. Selain itu, penyakit ini juga berkembang dengan sangat cepat sehingga harus membutuhkan perawatan intensif sedini mungkin. Jika tidak, maka berbagai komplikasi pada bayi dapat muncul dan membahayakan nyawa si buah hati. Belum pasti apa hal yang mendasari kondisi ini. Namun, bayi dengan kelahiran prematur sangat rentan mengalami kondisi ini karena organ-organnya belum berkembang sempurna. Tak hanya itu, bayi yang mendapatkan makanan padat sebelum waktunya (kurang dari usia 6 bulan), juga dapat mengakibatkan kondisi ini. Jadi, penting sekali untuk melakukan perawatan pada bayi sebaik mungkin sesuai arahan bidan atau dokter. Nama Necrotizing Enterocolitis Gejala Utama Diare, demam, perut membesar, buang air besar berdarah atau kehitaman Dokter Spesialis Dokter spesialis anak Penyebab Utama Belum pasti penyebab yang mendasarinya Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah, foto rontgen Faktor Risiko Kelahiran prematur, pemberian makanan terlalu cepat, infeksi usus Pengobatan Pemberian asupan via infus, pemberian antibiotik jika diperlukan Pencegahan Belum diketahui pencegahan yang pasti dan efektif Komplikasi Peritonitis, sindrom usus pendek, gangguan tumbuh kembang Faktor Risiko Faktor risiko yang menyebabkan bayi dapat mengalami NEC yaitu meliputi beberapa hal berikut ini: Kelahiran prematur. Kadar oksigen rendah ketika lahir. Pemberian susu formula terlalu dini. Infeksi usus. Penyebab Necrotizing Enterocolitis Mengutip dari Medicalnewstoday, bahwa NEC belum diketahui pasti penyebabnya. Walau demikian, para peneliti menduga, bahwa kondisi ini berhubungan dengan kondisi berikut: Infeksi bakteri maupun virus pada usus. Usus belum berkembang sempurna. Aliran oksigen ke usus yang terhambat. Bayi lahir yang langsung diberi susu formula. Penyakit ini tidaklah menyebar. Namun, kondisi ini kadang terjadi secara berkelompok yang menyerang beberapa bayi yang saling berdekatan. Walau hal tersebut merupakan suatu kebetulan, namun bisa saja terdapat bakteri atau virus yang sama yang menginfeksi dari satu bayi ke bayi lain. Terlebih, mereka umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Gejala Necrotizing Enterocolitis Dilihat dari gejalanya, kondisi ini dapat berupa: Perut kembung. Perut bengkak. Makanan tidak masuk ke usus. Diare Demam Feses kehitaman atau berdarah. Bayi lemas dan lesu. Apnea (pernapasan tersengal-sengal). Detak jantung melambat. Cara Dokter Mendiagnosis Selain melalui pemeriksaan fisik dan juga wawancara medis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti halnya: Rontgen perut. Pemeriksaan sinar X. Pencegahan Necrotizing Enterocolitis Mengingat penyebabnya masih belum pasti, maka pencegahannya pun belum bisa pasti. Namun, ada beberapa metode untuk meminimalisir risiko seperti halnya: Selama 6 bulan pertama, hanya berikan ASI eksklusif. Pastikan jalani pola hidup sehat selama masa kehamilan. Cegah infeksi usus. Pengobatan Necrotizing Enterocolitis Dokter akan menentukan tipe pengobatan pada penyakit ini berdasarkan banyak faktor. Di antaranya mulai dari usia, kondisi kesehatan bayi, hingga tingkat keparahannya. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan meliputi: Pengosongan isi lambung. Pemberian antibiotik. Pemantauan kondisi bayi secara menyeluruh. Pemberian nutrisi melalui infus. Pemberian oksigen apabila kesulitan bernapas. Prosedur operasi kolostomi bila perlu. Komplikasi Mengingat NEC tergolong sebagai penyakit serius, maka penanganan harus sedini mungkin. Jika tidak, maka dapat mengakibatkan komplikasi seperti halnya: Penyempitan usus. Sindrom usus pendek. Peritonitis Gangguan fungsi hati. Sepsis. Perforasi usus. Kapan Harus ke Dokter? Mengingat necrotizing enterocolitis merupakan penyakit yang membutuhkan perawatan medis dengan cepat, maka segera bawa buah hati Anda ke dokter spesialis anak apabila mengalami gejala seperti di atas. Narasumber: dr. Alogo Octavianus Karuban, SP. A Spesialis Anak Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2025-07-27 - Modified: 2025-08-04 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/penyakit-liver/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit liver, atau dikenal sebagai penyakit hati, adalah salah satu kondisi medis yang melibatkan gangguan fungsi hati. Hati memiliki peran penting dalam metabolisme tubuh, seperti detoksifikasi, produksi empedu, dan pengaturan kadar gula darah. Namun, tidak semua penyakit hati bersifat menular. Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis penyakit liver, faktor penyebabnya, serta menjawab pertanyaan: apakah penyakit liver menular? Jenis Penyakit Liver dan Penyebabnya Penyakit hati dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, yaitu: Hepatitis Virus (Hepatitis A, B, C, D, dan E). Hepatitis virus adalah infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus tertentu. Beberapa jenis hepatitis bersifat menular: Hepatitis A: Ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A. Hepatitis B: Ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, atau cairan vagina. Hepatitis C: Biasanya menyebar melalui kontak dengan darah, misalnya melalui jarum suntik bersama. Hepatitis D: Hanya dapat terjadi jika seseorang sudah terinfeksi hepatitis B. Hepatitis E: Biasanya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit Liver Non-Menular Banyak penyakit liver yang tidak menular, seperti: Fatty Liver (Perlemakan Hati): Disebabkan oleh obesitas, diabetes, atau konsumsi alkohol berlebihan. Sirosis: Kerusakan jaringan hati akibat peradangan kronis, biasanya disebabkan oleh konsumsi alkohol, hepatitis, atau penyakit autoimun. Kanker Hati: Biasanya tidak menular dan sering berkembang dari kondisi hati kronis seperti sirosis. Hepatitis Autoimun: Disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel hati. Apakah Penyakit Liver Menular? Penyakit hati hanya menular jika disebabkan oleh infeksi virus tertentu, seperti hepatitis A, B, C, D, dan E. Penularannya tergantung pada jenis virus: Hepatitis A dan E: Menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman. Hepatitis B, C, dan D: Menular melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti darah, hubungan seksual, atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Sementara itu, penyakit hati seperti sirosis, fatty liver, atau kanker hati tidak menular, karena penyebabnya tidak melibatkan infeksi. Kondisi tersebut sering berkaitan dengan gaya hidup, faktor genetik, atau penyakit metabolik. Namun patut dicatat, bahwa sirosis dan kanker hati, ada yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan/atau C, atau infeksi hepatitis lainnya. Gejala penyakit hati yang menular, seperti Hepatitis A, B, C, D, dan E, dapat bervariasi tergantung pada jenis virusnya. Namun, secara umum, berikut adalah gejala yang sering muncul: Gejala Umum Penyakit Hati Menular Kelelahan ekstrem Demam ringan hingga sedang Mual dan muntah Kehilangan nafsu makan Nyeri atau ketidaknyamanan di perut kanan atas (di area hati) Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas Urine berwarna gelap Feses berwarna pucat atau keabuan Sakit kuning (jaundice), yaitu menguningnya kulit dan bagian putih mata Gatal-gatal di kulit Gejala Spesifik Berdasarkan Jenis Hepatitis Hepatitis A (HAV) Biasanya muncul 2–6 minggu setelah terpapar virus Penyakit akut (tidak menjadi kronis) Dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu hingga bulan Gejala sering menyerupai flu, tetapi dapat disertai sakit kuning Hepatitis B (HBV) Bisa menjadi kronis jika infeksi terjadi sejak bayi atau anak-anak Gejala awal mirip Hepatitis A, tetapi bisa berkembang menjadi penyakit hati serius seperti sirosis dan kanker hati Pada kasus kronis, bisa tidak bergejala selama bertahun-tahun sebelum muncul komplikasi Hepatitis C (HCV) Sering tanpa gejala pada tahap awal, sehingga sulit dideteksi Jika muncul gejala, mirip dengan Hepatitis B Sebagian besar kasus berkembang menjadi infeksi kronis, yang dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati Hepatitis D (HDV) Hanya terjadi pada orang yang sudah terinfeksi Hepatitis B Menyebabkan infeksi lebih parah dibanding Hepatitis B saja Gejalanya lebih berat dan berkembang lebih cepat menjadi sirosis hati Hepatitis E (HEV) Biasanya akut dan sembuh sendiri, tetapi berbahaya bagi ibu hamil Gejalanya mirip Hepatitis A, dengan demam, mual, muntah, dan sakit kuning Dapat menyebabkan gagal hati pada beberapa kasus Jika mengalami gejala di atas, terutama sakit kuning, urine gelap, atau kelelahan ekstrem, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Cara Mendiagnosis Penyakit Hati yang Menular Penyakit hati yang menular, seperti Hepatitis A, B, C, D, dan E, memerlukan pemeriksaan yang tepat untuk memastikan diagnosis. Dokter akan melakukan beberapa metode berikut untuk mendeteksi infeksi dan menilai kondisi hati. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Medis Dokter akan menanyakan: Gejala yang dialami, seperti kelelahan, sakit kuning, mual, atau nyeri perut. Riwayat kontak dengan penderita Hepatitis atau faktor risiko lain (misalnya, konsumsi makanan tidak higienis, penggunaan jarum suntik, atau hubungan seksual tanpa pengaman). Penggunaan obat-obatan atau alkohol yang dapat memengaruhi fungsi hati. Riwayat vaksinasi Hepatitis. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari tanda-tanda penyakit hati, seperti pembesaran hati, sakit kuning, atau pembengkakan perut akibat penumpukan cairan (asites). Tes Darah Tes darah merupakan metode utama dalam mendiagnosis penyakit hati menular. Jenis tes yang dilakukan meliputi: Tes Fungsi Hati (Liver Function Test, LFTs) Mengukur enzim dan protein dalam darah untuk menilai kesehatan hati: Alanine Aminotransferase (ALT) & Aspartate Aminotransferase (AST) → Meningkat jika ada kerusakan hati. Bilirubin → Tinggi jika terjadi gangguan pemrosesan bilirubin, yang menyebabkan sakit kuning. Albumin dan Protein Total → Rendah jika hati tidak berfungsi dengan baik. Tes Spesifik untuk Virus... - Published: 2025-07-26 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/waspadai-kanker-hati/ - Kategori: Bedah Digestif - Translation Priorities: Optional Kanker saat ini masih menjadi penyakit paling mematikan setelah hipertensi dan stroke. Terlebih, kanker dapat menyerang berbagai macam organ tanpa kecuali, salah satunya yaitu hati yang disebut sebagai kanker hati. Di tahun 2020, menurut data dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), setidaknya ada 800 ribu kematian akibat kanker hati. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendeteksi dini seputar penyakit ini sehingga segera mendapatkan perawatan yang tepat nantinya. Apa Itu Kanker Hati? Kanker hati bisa berupa keganasan dari sel hati itu sendiri ataupun berupa penyebaran dari keganasan organ lain seperti kanker usus ovarium payudara dll. Kanker hati tergolong sebagai penyakit serius sehingga butuh penanganan sedini mungkin. Dalam medis, kondisi ini disebut sebagai hepatoma. Dalam tubuh, hati memiliki peran yang begitu penting untuk menyaring racun. Jadi, saat organ hati terganggu, maka akan mengakibatkan racun menumpuk dalam tubuh. Penderita kanker hati umumnya akan mengalami penyakit kuning dan rentan terkena perdarahan. Jenis kanker ini pun ada banyak yang menyesuaikan dengan lokasi terjadinya pertumbuhan sel kanker. Mulai dari cholangiocarcinoma, hepatoblastoma, hepatocellular carcinoma, hingga liver angiosarcoma. Nama Kanker Hati (Hepatoma) Gejala Utama Timbul penyakit kuning, mual dan muntah, penurunan berat badan, perut kanan atas sakit Dokter Spesialis Dokter spesialis onkologi Penyebab Utama Belum diketahui pasti Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, CT scan, USG, MRI, biopsi Faktor Risiko Penderita sirosis hati, hepatitis B & C, serta inflamasi hati kronis Pengobatan Operasi, ablasi, kemoterapi, radioterapi, terapi target, imunoterapi Pencegahan Belum ada pencegahan yang optimal Komplikasi Anemia, perdarahan, asitesis, peritonitis, hipertensi portal Jenis-Jenis Kanker Hati Mengacu pada laman Cancer Research UK, bahwa kanker hati terbagi menjadi 2 jenis yaitu kanker hati primer dan sekunder. Keduanya memiliki beberapa perbedaan seperti halnya: A. Kanker Hati Primer Yaitu jenis kanker hati yang asalnya memang dari hati itu sendiri, bukan dari kanker yang berasal dari organ lain. Kanker ini memiliki beberapa jenis seperti: Liver angiosarcoma. Berasal dari sel pembuluh darah hati. Hepatocellular carcinoma. Berasal dari sel hepatosit. 75% kanker hati merupakan jenis ini. Cholangiocarcinoma. Tipe kanker hati yang ada di saluran empedu. Berasal dari sel hati yang belum matang (pada anak usia - Published: 2025-07-26 - Modified: 2025-07-13 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/tulang-rapuh/ - Kategori: Homecare, Penyakit - Translation Priorities: Optional Osteoporosis bukan lagi penyakit yang hanya menyerang orang tua. Saat ini, gaya hidup modern membuat generasi muda berisiko mengalami penurunan kepadatan tulang lebih cepat. Kurangnya aktivitas fisik, atau justru overtraining atau aktivitas extra berat, asupan gizi yang tidak memadai, dan minimnya kesadaran untuk deteksi dini menjadikan tulang sebagai korban yang sering terlupakan. Namun kabar baiknya, osteoporosis bisa dicegah. Kuncinya ada pada tiga hal: nutrisi seimbang, olahraga beban yang sesuai, dan pemeriksaan tulang secara berkala. Yuk, kenali lebih dalam bagaimana caranya menjaga tulang tetap kuat sejak usia muda! Kavacare siap mendampingi Anda melalui layanan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi terbaik di rumah sakit dan juga paket medical check up untuk kesehatan tulang dan umum. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Nutrisi Tulang: Lebih dari Sekadar Kalsium Susu memang kaya kalsium, tapi tulang butuh lebih dari itu. Kombinasi berbagai nutrisi penting sangat berperan dalam membentuk dan menjaga kekuatan tulang. Berikut kandungan nutrisi alami untuk tulang sehat, antara lain: 1. Kalsium Kalsium adalah mineral utama yang menyusun tulang dan gigi. Sekitar 99% kalsium dalam tubuh tersimpan di tulang. Kebutuhan kalsium harian untuk dewasa berkisar antara 1000–1200 mg, tergantung usia dan kondisi kesehatan. Sumber kalsium yang baik: Produk susu: susu sapi, yogurt, keju rendah lemak Sumber nabati: tahu, tempe, kacang almond Sayuran hijau: bayam, brokoli, kale (hindari hanya mengandalkan bayam karena kandungan oksalat tinggi bisa menghambat penyerapan kalsium) 2. Vitamin D Tanpa vitamin D, kalsium yang kita konsumsi tidak akan diserap dengan baik oleh tubuh. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari saluran cerna dan menyalurkannya ke tulang. Sumber Vitamin D: Sinar matahari pagi (07. 00–09. 00 selama 10–15 menit) Makanan: ikan salmon, sarden, kuning telur Suplemen: direkomendasikan bila asupan dari makanan dan paparan sinar matahari tidak mencukupi 3. Magnesium dan Fosfor Kedua mineral ini bekerja bersama kalsium untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Magnesium membantu aktivasi vitamin D dalam tubuh, sementara fosfor penting dalam membentuk kristal tulang (hydroxyapatite). Sumber magnesium: Kacang almond, mete, kacang kedelai Sayuran hijau seperti bayam Pisang dan alpukat Sumber fosfor: Daging ayam dan sapi Ikan laut Telur, susu, dan sereal gandum utuh 4. Vitamin K Vitamin K berperan dalam aktivasi osteocalcin, protein yang mengikat kalsium ke dalam jaringan tulang. Tanpa vitamin K, proses pembentukan tulang akan terganggu. Sumber vitamin K: Sayuran hijau gelap seperti bayam, kangkung, sawi Brokoli, asparagus, dan kacang polong Hati ayam dan telur 5. Protein Protein membentuk sekitar 50% volume dan 33% massa tulang. Kekurangan protein dapat mengurangi kekuatan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada usia lanjut. Sumber protein sehat: Hewani: daging tanpa lemak, ikan, telur Nabati: tempe, tahu, kacang-kacangan, quinoa Dengan memastikan asupan nutrisi ini setiap hari, Anda sudah mengambil langkah penting dalam menjaga kesehatan tulang jangka panjang. Nutrisi ini akan bekerja lebih optimal bila diiringi dengan olahraga dan deteksi dini osteoporosis. Olahraga Beban: Aktivitas yang Disukai Tulang Tulang adalah jaringan hidup yang akan semakin kuat jika dilatih. Olahraga yang memberikan beban atau tekanan pada tulang akan merangsang pembentukan massa tulang baru. Jenis Olahraga yang Baik untuk Tulang Weight-bearing exercise seperti berjalan cepat, jogging, menari, atau naik turun tangga. Resistance training seperti angkat beban, push-up, dan latihan dengan resistance band. Latihan fleksibilitas & keseimbangan seperti yoga dan tai chi membantu mencegah jatuh yang dapat menyebabkan patah tulang. Cukup luangkan 30 menit, 3–5 kali seminggu, dan pilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh. Bone Scan: Deteksi Dini untuk Mencegah Risiko Besar Osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala sampai terjadi patah tulang. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting. Salah satu cara terbaik adalah melalui pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) Scan atau bone scan. Bone scan adalah pemeriksaan yang mengukur seberapa padat dan kuat tulang Anda. Hasilnya dapat menunjukkan apakah Anda berada pada kondisi normal, mengalami penurunan massa tulang (osteopenia), atau sudah masuk kategori osteoporosis. Siapa yang Perlu Melakukan Bone Scan? Wanita usia 30 tahun ke atas, terutama menjelang menopause Pria usia 40 tahun ke atas dengan gaya hidup tidak aktif Individu dengan riwayat keluarga osteoporosis Orang yang memiliki kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebih Pasien yang mengalami patah tulang ringan Melalui pemeriksaan ini, Anda bisa mendapatkan penanganan dan saran medis lebih cepat untuk mencegah komplikasi. Kesehatan tulang adalah investasi jangka panjang. Mulailah dari sekarang dengan memastikan asupan gizi yang baik, rajin bergerak dengan olahraga yang tepat, dan jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala. Ingin Konsultasi Kesehatan Tulang Tanpa Harus ke Rumah Sakit? Kini Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter dari rumah melalui layanan homecare dan telekonsultasi Kavacare. Jika Anda memiliki keluhan nyeri tulang, ingin tahu cara mencegah osteoporosis, atau butuh panduan nutrisi tulang, tim medis kami siap membantu Anda. informasi lebih lanjut hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Narasumber: dr. Eddy Wiria, PhD Co-Founder & CEO Kavacare - Published: 2025-07-25 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/gejala-kanker-hati/ - Kategori: Kanker, Penyakit - Translation Priorities: Optional Hati adalah salah satu organ vital manusia yang memiliki peran penting dalam detoksifikasi, metabolisme, dan penyimpanan nutrisi. Ketika kanker hati terjadi, fungsi tubuh bisa terganggu dan membahayakan nyawa. Artikel ini akan membahas gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta langkah pencegahan kanker hati. Mengenal Kanker Hati Kanker hati terjadi ketika sel-sel abnormal di organ hati tumbuh secara tidak terkendali. Jenis yang paling umum adalah hepatocellular carcinoma (HCC), yang bermula dari hepatosit, sel utama dalam jaringan hati. Hati terletak di bagian kanan atas perut dan berfungsi menyaring racun dari darah, memproduksi empedu untuk membantu pencernaan, serta menyimpan energi dalam bentuk glikogen. Meski hati memiliki kemampuan regenerasi, pertumbuhan sel kanker dapat mengganggu fungsinya secara signifikan. Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa jumlah kematian akibat kanker hati di Inggris telah meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir, menjadikannya penyebab kematian akibat kanker yang tumbuh paling cepat di negara tersebut. Para ahli menyatakan bahwa faktor utama di balik lonjakan ini adalah meningkatnya kasus obesitas, konsumsi alkohol berlebih, dan infeksi virus hepatitis. Kanker hati sering kali tidak terdeteksi hingga mencapai tahap lanjut, sehingga sulit diobati. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup pasien kanker hati jauh lebih rendah dibandingkan jenis kanker lainnya. Para dokter mendesak masyarakat untuk lebih sadar akan gejala kanker hati, seperti nyeri di bagian kanan atas perut, kulit menguning (jaundice), dan penurunan berat badan yang tidak wajar. Pakar kesehatan juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat, termasuk menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi alkohol, serta mendapatkan vaksinasi hepatitis, sebagai langkah utama untuk mencegah kanker hati. Gejala Kanker Hati Pada tahap awal, kanker hati sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring perkembangan penyakit, gejala berikut bisa muncul: Nyeri atau ketidaknyamanan di bagian kanan atas perut Penurunan berat badan tanpa sebab jelas Hilangnya nafsu makan Kelelahan berkepanjangan Kulit dan mata menguning (jaundice) Benjolan atau pembengkakan di perut Warna tinja menjadi pucat Demam ringan yang berulang Penyebab Kanker Hati Penyebab pasti kanker hati belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor risiko diketahui berperan, antara lain: Infeksi hepatitis B atau C kronis yang memicu peradangan dan kerusakan hati jangka panjang Sirosis hati akibat hepatitis kronis atau perlemakan hati (fatty liver). Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Penyakit Dalam Indonesia meneliti hubungan antara perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) dan risiko fibrosis hati pada pasien dengan hepatitis B kronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NAFLD dapat meningkatkan risiko fibrosis hati pada pasien tersebut, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker hati. Konsumsi alkohol berlebih yang merusak sel-sel hati. Paparan aflatoksin dari makanan yang terkontaminasi jamur Paparan bahan kimia berbahaya seperti arsenik dan vinil klorida Riwayat keluarga dengan kanker hati (faktor genetik) Penelitian yang menganalisis data sampel BPJS Kesehatan Indonesia tahun 2019-2021 menemukan bahwa pasien dengan penyakit hati kronis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker hati dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki penyakit hati. Secara khusus, pasien dengan hepatitis kronis memiliki risiko yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi kanker hati. Cara Dokter Mendiagnosis Kanker Hati Untuk dapat mendiagnosis kanker hati, dokter umumnya perlu menjalankan serangkaian prosedur dan tes medis. Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan untuk memahami lebih lanjut gejala dan faktor risiko yang mungkin ada. Dokter akan berfokus pada bagian perut pasien dan memeriksa kulit serta mata pasien untuk mengecek perubahan warna. Untuk mendiagnosis kanker hati, dokter akan melakukan serangkaian tes berikut: Pemeriksaan fisik dan riwayat medis untuk mengidentifikasi gejala dan faktor risiko Pencitraan medis seperti USG, CT scan, MRI, atau angiografi untuk mendeteksi tumor dan penyebarannya Tes darah untuk memeriksa kadar alfa-fetoprotein (AFP) dan fungsi hati Biopsi hati untuk mengonfirmasi diagnosis dengan memeriksa sampel jaringan di bawah mikroskop Cara Mengatasi Kanker Hati Penentuan pendekatan medis untuk mengatasi kanker hati bergantung pada stadium penyakit serta usia dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Cara yang biasa ditempuh antara lain: Operasi untuk mengangkat tumor hati (reseksi) jika ukurannya masih kecil dan belum menyebar ke luar hati Ablasi atau penghancuran tumor dengan menggunakan energi panas (radiofrekuensi), gelombang mikro, energi dingin, atau etanol, biasanya untuk pasien yang tak bisa menjalani operasi Embolisasi atau penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke tumor hati untuk mengecilkan tumor dan memperlambat pertumbuhannya Terapi radiasi dengan sinar-X atau partikel berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk mematikan sel-sel kanker di seluruh tubuh Terapi target menggunakan obat-obatan untuk menargetkan molekul-molekul tertentu yang terlibat dalam pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker Imunoterapi dengan obat-obatan yang membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel-sel kanker Transplantasi hati, yakni penggantian hati yang sakit dengan hati yang sehat dari donor, biasanya menjadi pilihan ketika kanker hati masih dalam stadium awal tapi sudah rusak parah Komplikasi Kanker Hati Kanker hati bisa memicu sederet komplikasi bak yang terjadi akibat penyakit itu sendiri maupun efek samping pengobatan yang dilakukan. Contohnya: Gagal hati, yakni kondisi ketika fungsi hati menurun sehingga tubuh sulit mengeluarkan racun dan memproses nutrisi Penyebaran kanker ke bagian tubuh lain Kesulitan bernapas jika tumor berukuran... - Published: 2025-07-25 - Modified: 2025-07-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/demam-babi/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Demam babi Afrika adalah penyakit viral yang sangat menular, tapi penyebarannya hanya terbatas di kalangan hewan babi. Meski demikian, penyakit ini bisa menimbulkan masalah secara global ketika terjadi secara masif atau menjadi wabah. Masih banyak pula yang keliru memahami penyakit ini dan menyamakannya dengan flu babi yang mempengaruhi manusia. Artikel ini akan membahas berbagai aspek tentang demam babi Afrika, dari gejala, penyebab, hingga cara pencegahan dan pengobatannya. Mengenal Demam Babi Afrika Demam babi Afrika adalah penyakit menular yang disebabkan oleh African swine fever (ASF) virus yang termasuk keluarga Asfarviridae. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Afrika pada 1921 dan sejak itu telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Virus ASF bisa bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem sehingga sulit dihilangkan. Penyebaran penyakit ini sering kali terkait dengan kontak langsung antara babi, terutama pada populasi yang tidak divaksinasi. Pada Desember 2024, demam babi Afrika pernah terdeteksi di 32 provinsi di Indonesia. Hal itu menimbulkan kekhawatiran penyakit ini akan menulari manusia. Namun Kementerian Pertanian sudah menyatakan demam babi Afrika bukanlah penyakit zoonosis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, penyakit zoonosis adalah penyakit atau infeksi yang bisa menular secara alami dari hewan bertulang belakang ke manusia. Demam babi Afrika berbeda dengan flu babi atau swine flu. Flu babi disebabkan oleh virus influenza A yang merupakan bagian dari keluarga virus influenza. Virus ini bisa bermutasi dan menginfeksi berbagai spesies, termasuk manusia. Meski begitu, penyebaran demam babi Afrika tetap mesti menjadi perhatian. Sebab, penyakit ini bisa mengancam keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem karena tidak hanya mempengaruhi babi ternak, tapi juga babi liar di hutan. Gejala Terdapat beberapa gejala demam babi Afrika yang umum, antara lain: Demam tinggi: salah satu tanda paling awal adalah demam tinggi yang dapat mencapai 42°C Kehilangan nafsu makan: babi yang terinfeksi sering menunjukkan penurunan nafsu makan hingga sama sekali tak mau makan Penurunan aktivitas: babi tampak lesu, lemah, dan enggan bergerak Sianosis: warna kulit di telinga, perut, mulut, dan kaki bisa berubah menjadi ungu kebiruan Pendarahan internal: babi yang terinfeksi mungkin mengalami perdarahan yang keluar dari hidung, mulut, atau rektum Kesulitan bernapas dan batuk-batuk Muntah dan diare Dalam beberapa kasus, babi yang terinfeksi bisa mati mendadak tanpa menunjukkan gejala sebelumnya. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology, tingkat kematian pada babi yang terinfeksi dapat mencapai 100 persen. Penyebab Penyebab utama demam babi Afrika adalah virus ASF yang ditularkan melalui sejumlah cara: Kontak langsung dengan babi yang terinfeksi Vektor insektisida berupa ticksatau caplak, yakni parasit yang menyerupai kutu, khususnya spesies Ornithodoros Pemberian makanan yang terkontaminasi, terutama pakan sisa Peralatan dan lingkungan peternakan yang terkontaminasi Perantaraan manusia yang berkontak dengan babi yang terinfeksi Penting untuk digarisbawahi bahwa virus ASF tidak menular ke manusia sehingga tak ada risiko kesehatan langsung bagi konsumen daging babi. Cara Dokter Mendiagnosis Selain mengamati gejala dan melakukan pemeriksaan fisik, dokter perlu menjalankan prosedur tes laboratorium untuk mengonfirmasi diagnosis demam babi Afrika. Tes itu antara lain: Reaksi berantai polimerase (PCR) untuk mendeteksi DNA virus ASF pada sampel darah atau cairan tubuh lain ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap virus ASF dalam serum darah Hemadsorption testuntuk mendeteksi kemampuan virus ASF dalam mengaglutinasi sel darah merah Cara Mengatasi Belum ada pengobatan khusus untuk mengatasi demam babi Afrika. Langkah yang biasanya dilakukan ketika didapati infeksi virus ini antara lain: Mengisolasi babi yang terinfeksi untuk kemudian dilakukan pemusnahan agar tak menulari babi lain Menerapkan langkah pengamanan (biosekuriti) seperti pengendalian lalu lintas orang dan kendaraan untuk mencegah penyebaran virus ke luar peternakan Karantina pada peternakan yang terinfeksi dan area sekitarnya Melakukan disinfeksi secara menyeluruh pada area peternakan dan peralatan yang digunakan Komplikasi Komplikasi utama demam babi Afrika adalah kematian babi yang terinfeksi. Tingkat kematian atau mortalitasnya dapat mencapai 100 persen dalam kasus akut. Wabah ASF juga bisa menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan bagi peternak babi dan industri terkait serta mengganggu keseimbangan ekosistem bila menjalar ke babi liar di hutan. Pencegahan Vaksin demam babi Afrika masih dalam penelitian hingga sekarang. Karena itu, penting untuk mengupayakan langkah pencegahan yang maksimal, antara lain: Memperkuat biosekuriti Menjaga kebersihan peternakan Melarang masuknya orang luar tanpa izin ke area peternakan Melaporkan kasus suspek Segera melapor ke dinas terkait jika ditemukan gejala ASF pada babi Edukasi: Memberikan pelatihan kepada peternak tentang cara mengenali gejala ASF dan langkah pencegahannya Menghindari pemberian limbah makanan Tidak memberikan limbah makanan yang tidak dimasak dengan baik kepada karena dapat menjadi sumber virus Kapan Harus ke Dokter? Bagi peternak babi, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter hewan jika babi yang diternakkan menunjukkan gejala seperti demam tinggi atau kehilangan nafsu makan yang parah. Makin cepat diagnosis ditegakkan, makin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Narasumber: dr. Ariantin Ulfah Said Culla, Sp. PD KPTI Penyakit Dalam Subspesialis Penyakit Tropik-Infeksi Primaya Hospital Hertasning - Published: 2025-07-24 - Modified: 2025-07-13 - URL: https://primayahospital.com/umum/encok/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda merasakan nyeri yang tajam dan menyakitkan di punggung atau persendian saat bangun di pagi hari? Jika iya, kemungkinan besar itu adalah kondisi yang dikenal dengan sebutan “encok”. Apa itu encok dan bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya akan dijelaskan dalam artikel berikut ini. Mengenal Encok Encok adalah kondisi peradangan yang ditandai dengan nyeri pada otot, tulang, atau sendi. Lokasi yang paling sering terkena yaitu jempol kaki, pergelangan kaki, telapak kaki dan lutut, tetapi juga terkadang dapat menyerang siku , jari tangan, pergelangan tangan dan tulang belakang. Istilah encok tak dikenal dalam dunia medis. Kondisi ini bisa mengacu pada osteoartritis, reumatoid artritis, gout, atau bahkan nyeri punggung bawah (low back pain). Namun kebanyakan kasus encok merupakan gejala gout, yakni bentuk artritis peradangan sendi yang dipicu penumpukan asam urat di dalam dan sekitar sendi. Asam urat adalah produk sampingan dari pemecahan purina, yaitu zat yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan bisa ditemukan dalam berbagai jenis makanan. Ketika kadar asam urat di dalam darah sangat tinggi, kristal monosodium yang tajam bisa terbentuk dan mengendap di dalam sendi hingga dapat memicu peradangan dan nyeri yang hebat. Nyeri ini bisa terasa pada sendi kaki dan tangan hingga punggung bawah atau pinggang. Ada anggapan umum bahwa encok adalah penyakit orang tua. Faktanya, encok bisa menyerang orang muda juga. Dalam studi di Seminars in Arthritis and Rheumatism, peningkatan kadar asam urat yang bisa memicu encok didapati pada remaja berusia 18 tahun. Gout sendiri memang merupakan artritis peradangan yang paling umum di dunia. Kondisi ini lebih banyak terjadi pada pria daripada perempuan. Gejala Gejala encok yang utama adalah nyeri yang muncul tiba-tiba di area persendian. Beberapa tanda khas encok meliputi: Nyeri intens pada sendi yang terasa sangat sakit, bahkan terasa sakit ketika terkena selimut yang ringan Pembengkakan dan kemerahan pada area sendi yang terkena Rasa panas dan berdenyut pada sendi Keterbatasan gerak karena ketidaknyamanan atau nyeri Serangan nyeri encok bisa berlangsung selama beberapa hari hingga minggu. Jika sudah pernah mengalami serangan, kemungkinan besar akan ada serangan nyeri lagi di kemudian hari. Penyebab Pemicu encok yang utama adalah terlalu tingginya kadar asam urat di dalam tubuh dan ginjal tak mampu mengeluarkannya dengan efisien. Faktor penyebabnya antara lain: Terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan purina tinggi, misalnya daging merah, jeroan, dan boga bahari (seafood) serta minuman beralkohol, terutama bir Obesitas atau kelebihan berat badan sehingga tubuh memproduksi lebih banyak asam urat dan kemampuan ginjal untuk membuangnya berkurang Kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan risiko encok, seperti diabetes, hipertensi, gangguan ginjal, dan sindrom metabolis Efek samping obat-obatan yang bisa meningkatkan kadar asam urat seperti aspirin dan diuretik Faktor genetik atau adanya riwayat encok dalam keluarga Cara Dokter Mendiagnosis Bila ada gejala yang diduga encok, datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dokter umumnya menerapkan prosedur berikut ini untuk mendiagnosis encok: Wawancara medis untuk mengetahui gejala yang dialami, riwayat kesehatan diri dan keluarga, dan gaya hidup Pemeriksaan fisik untuk mengetahui rentang gerak sendi, pembengkakan, kemerahan, refleks, kekuatan otot, dan intensitas nyeri yang dirasakan ketika ditekan Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi penanda peradangan dan tes asam urat Pencitraan dengan sinar-X, magnetic resonance imaging (MRI), ultrasonografi (USG), atau pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) untuk mendapatkan gambaran tulang dan sendi Cara Mengatasi Penanganan encok bertujuan mengurangi gejala nyeri dan mencegah terjadinya kekambuhan di masa mendatang. Caranya antara lain: Pemberian obat-obatan Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproksen untuk meredakan nyeri dan peradangan atau kolksina ketika terjadi serangan nyeri Obat kortikosteroid jika NSAID tak efektif Obat alopurinol dan febuksostat menurunkan kadar asam urat Obat topikal peredam nyeri pada bagian siku yang terkena Perubahan gaya hidup Mengurangi konsumsi makanan tinggi purina Menjaga berat badan ideal Menghindari minuman beralkohol dan minuman manis Banyak minum air putih untuk membantu pembuangan asam urat Berolahraga secara rutin Terapi nonfarmakologis Fisioterapi berupa latihan terapeutik, peregangan, dan manuver mobilisasi Terapi panas dan dingin, yakni penggunaan kompres hangat untuk mengurangi kekakuan dan kompres dingin buat meredakan peradangan Berolahraga secara rutin, misalnya berjalan, berenang, dan yoga Terapi kognitif perilaku (CBT), mindfulness, dan teknik relaksasi yang bisa menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kualitas hidup Intervensi bedah Untuk kasus yang berat dan tak bisa reda dengan terapi konservatif, mungkin diperlukan prosedur bedah yang meliputi artroplasti (penggantian sendi), artrodesis (fusi sendi), dan artroskopi (perbaikan sendi). Komplikasi Tanpa penanganan yang memadai, encok bisa menyebabkan sederet komplikasi, seperti: Deformitas atau perubahan bentuk sendi Kehilangan massa otot (atrofi) Osteoporosis sekunder Sindrom nyeri kronis Depresi dan kecemasan Gangguan tidur atau penurunan kualitas tidur Benjolan di bawah kulit dari endapan kristal asam urat Kerusakan sendi permanen Batu ginjal karena penumpukan kristal asam urat Pencegahan E Beberapa langkah untuk mencegah encok meliputi: Mengontrol berat badan dan menghindari obesitas Mengonsumsi makanan rendah purina Tidak mengonsumsi minuman beralkohol Memastikan cukup hidrasi untuk membantu pembuangan asam urat Rutin berolahraga Menjalani pemeriksaan kesehatan rutin Kapan Harus ke Dokter? Encok adalah kondisi yang bisa menyebabkan... - Published: 2025-07-23 - Modified: 2025-07-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/kista-baker/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kista merupakan benjolan berisi cairan yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh. Salah satunya yaitu kista baker yang terletak belakang lutut. Akibatnya, lutut menjadi nyeri, bengkak, dan sakit begitu digerakkan. Dalam tubuh kita, lutut merupakan sendiri terkuat dan terbesar. Normalnya, sendi menghasilkan cairan sinovial dalam jumlah cukup untuk melumasi sendi saat bergerak. Namun, saat jumlah cairan ini berlebihan maka akan mengakibatkan penumpukan sehingga timbul benjolan. Apa Itu Kista Baker? Kista Baker (kista popliteal) yaitu suatu benjolan berisi cairan kista yang terletak di belakang lutut. Benjolan ini dapat tumbuh membesar yang menyebabkan pembengkakan sekaligus rasa nyeri. Penderita kista baker akan merasakan nyeri yang begitu mendalam apabila mereka beraktivitas. Semakin tinggi aktivitasnya, maka semakin nyeri. Bahkan, saat menekuk lutut, maka nantinya dapat merasakan nyeri yang teramat sangat, khususnya apabila kondisinya sudah parah. Walau demikian, di saat awal-awal kondisi ini kerap kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Jadi, sering kali gejala baru terdeteksi ketika mereka Anda melakukan pemeriksaan fisik atas kondisi lainnya maupun sedang melakukan screening kesehatan secara menyeluruh. NamaKista Baker (Baker’s cyst) Gejala Utama Nyeri pada sendi, sendiri belakang lutut bengkak Dokter Spesialis Dokter spesialis ortopedi Penyebab Utama Robekan tulang rawan kecil lutut, robekan ligamen lutut, rheumatoid arthritis, pengapuran lutut, robekan meniskus (bantalan lutut) Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, USG, MRI Faktor Risiko Usia antara 35-70 tahun, menderita infeksi sendi, pernah cedera lutut, radang sendi Pengobatan Konsumsi obat pereda nyeri, hindari aktivitas berlebih, gunakan alat bantu jalan Pencegahan Sebelum olahraga pastikan lakukan pemanasan, istirahatkan lutut saat cedera Komplikasi Peradangan betis, robekan tulang rawan Faktor Risiko Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan risiko terhadap kista baker meningkat. Di antaranya yaitu: Usia di antara 35 – 70 tahun. Menderita osteoarthritis. Menderita rheumatoid arthritis. Pernah cedera lutut. Mengalami infeksi sendi (septic arthritis). Penyebab Kista Baker Penyebab kista baker yaitu karena terjadinya peradangan sendi, sehingga sendi lutut memproduksi banyak cairan synovial (cairan sendi), yang nantinya berjalan hingga belakang lutut dan menumpuk hingga membengkak. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa kondisi seperti halnya: Robekan pada ligamen lutut. Peradangan sendi lutut. Robekan meniskus (bantalan). Pengapuran sendi lutut Gejala Kista Baker Saat awal terkena kondisi ini, umumnya seseorang tidak akan mengalami gejala apa pun. Namun, ketika sudah cukup parah, maka akan timbul beberapa gejala seperti berikut ini: Nyeri pada lutut. Sendi lutut yang kaku. Benjolan belakang lutut. Lutut bengkak. Ruang gerak lutut terbatas. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk mengetahui apakah seseorang menderita kista baker atau tidak, maka dokter akan mendiagnosis melalui: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik (lutut). USG lutut. Rontgen lutut. MRI Pencegahan Kista Baker Mengacu pada laman Mayoclinic, bahwa untuk melakukan pencegahan dari kista baker, maka Anda dapat melakukan upaya seperti: Pastikan untuk melakukan pemanasan sebelum beraktivitas yang berat seperti olahraga. Gunakan sepatu yang tepat ketika olahraga, khususnya olahraga seperti lari jarak jauh. Apabila lutut cedera, maka usahakan untuk mengistirahatkannya sebaik mungkin. Konsultasikan ke dokter apabila lutut terasa nyeri sehabis Anda olahraga. Pengobatan Kista Baker Kista baker yang ringan umumnya tidak membutuhkan pengobatan apa pun. Namun, jika kondisinya sudah memengaruhi aktivitas sehari-hari, maka butuh perawatan baik secara mandiri maupun medis. Berikut beberapa di antaranya: Pengobatan Mandiri Untuk pengobatan mandiri, Anda bisa melakukannya dari rumah beberapa hal berikut ini: Kurangi aktivitas berlebih, khususnya jika lutut terasa nyeri. Kompres area yang bengkak dengan menggunakan es batu. Gunakan tongkat ketika Anda berjalan. Minum obat pereda nyeri. Contohnya NSAID seperti ibuprofen. Jika perlu, pakai penyangga kaki. Pengobatan Medis Selain melakukan pengobatan mandiri seperti di atas, Anda dapat melakukan beberapa pengobatan medis lainnya seperti halnya: Pengeluaran cairan kista. Setelah dokter menentukan posisi kista melalui USG, maka dotker dapat mengeluarkannya. Biasanya, metode ini hanya untuk kondisi kita yang tidak terlalu besar. Operasi pengangkatan kista. Metode ini berguna untuk mengangkat kista yang besar dan parah. Jadi, dokter akan melakukan pengangkatan sekaligus memperbaiki kerusakan lutut. Fisioterapi. Yaitu terapi fisik oleh fisioterapis menggunakan metode pelatihan kelenturan sekaligus kekuatan otot-otot lutut. Fisioterapi kerap dokter lakukan setelah pasien menjalani pengangkatan kista atau pun pengeluaran cairan kista. Suntik kostikosteroid. Dilakukan dengan menyuntikkan obat kortikosteroid pada sendi lutut sehingga rasa nyeri maupun pembengkakan dapat berkurang. Namun, kondisi ini butuh waktu lama agar keluhan hilang. Komplikasi Komplikasi terhadap kista baker terbilang jarang terjadi. Walau demikian, apabila Anda tidak menangani kondisi ini dengan baik, maka nantinya dapat menyebabkan timbulnya beberapa kondisi kesehatan lainnya. Contohnya yaitu peradangan pada betis, pembengkakan betis, hingga robekan pada tulang rawan. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus sesegera mungkin memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis ortopedi apabila mengalami beberapa gejala di atas. Terutama apabila Anda mengalami benjolan pada bagian belakang lutut. Dengan melakukan konsultasi ke dokter sesegera mungkin, maka risiko Anda mengalami komplikasi akan lebih minim nantinya. Narasumber: dr. Guntur Utama Putera, Sp. OT Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Primaya Evasari Hospital - Published: 2025-07-22 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/rakhitis/ - Kategori: Ortopedi - Translation Priorities: Optional Penyebab kaki O pada anak ada berbagai macam jenisnya. Salah satunya yaitu karena rakhitis. Kondisi ini terjadi karena beberapa hal, mulai dari kekurangan vitamin D, kekurangan fosfor, dan kekurangan kalsium. Akibatnya, tulang pada anak mengalami kerentanan, lunak, bahkan keropos (osteoporosis). Oleh karena itu, penting sekali bagi orang tua untuk memperhatikan dengan baik kondisi asupan dan pemenuhan kebutuhan gizi si buah hati. Apa Itu Rakhitis? Rakhitis yaitu kondisi kekurangan vitamin D pada anak yang menyebabkan pertumbuhan tulang anak terganggu. Biasanya, kondisi ini terlihat dari tulang kaki yang menjadi rapuh dan akan membentuk huruf O maupun huruf X. Dalam tubuh, vitamin D memiliki peran yang begitu krusial sebagai pembantu penyerapan mineral kalsium maupun fosfat. Kedua mineral tersebut berperan penting dalam mendukung kekuatan tulang, bahkan membentuk struktur tulang itu sendiri. Jadi, saat tubuh kekurangan kadar fosfat maupun kalsium, maka akan mengakibatkan tulang mudah keropos, lunak, dan rapuh. Hal ini dapat dengan mudah terlihat pada struktur tulang yang berubah, gejala seperti nyeri pada tulang, pertumbuhan yang terhambat, hingga kelainan pada tulang. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak balita yang berusia antara 6 bulan – 3 tahun. Jadi, penting sekali bagi orang tua untuk senantiasa memenuhi kebutuhan gizi anak, salah satunya yaitu melalui asupan sehari-harinya. Nama Rakhitis Gejala Utama Kaki berbentuk O, sakit tulang, kalsium darah rendah, tulang mudah patah. Dokter Spesialis Dokter spesialis ortopedi Penyebab Utama Kekurangan vitamin D Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan biopsi, foto rontgen Faktor Risiko Kelahiran prematur, kekurangan sinar matahari, terlahir prematur Pengobatan Berjemur di sinar matahari pagi, konsumsi makanan tinggi vitamin D Pencegahan Konsumsi vitamin D dan kalsium secara rutin Komplikasi Gangguan tumbuh kembang, kelainan bentuk gigi & tulang, tulang mudah patah Faktor Risiko Seseorang dapat lebih mudah menderita rakitis apabila mereka memiliki beberapa faktor risiko seperti berikut ini: Berkulit hitam (gelap). Kekurangan vitamin D selama kehamilan. Kelahiran prematur. Tinggal di tempat kekurangan matahari. Penggunaan obat-obatan tertentu. Tidak mendapatkan vitamin D drops. Penyebab Rakhitis Mengutip dari Mayoclinic, bahwa penyebab rakitis pada anak bisa dikarenakan beberapa hal berikut ini: Kekurangan Vitamin D Saat tubuh kekurangan vitamin D, maka akan mengakibatkan kalsium dan fosfor tidak dapat terserap dengan baik oleh tubuh. Jadi, saat tubuh tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, maka bisa mengakibatkan masalah pada tulang yang salah satunya menjadi penyebab rakhitis. Kondisi ini bisa diatasi melalui 2 hal yaitu: Cahaya matahari. Usahakan anak-anak dapat terkena cahaya matahari, khususnya cahaya matahari pagi. Makanan. Beberapa makanan mengandung vitamin D seperti halnya minyak ikan, ikan berlemak seperti salmon/mackerel, susu, sereal, dan juga kuning telur. Masalah Penyerapan Gizi Anak-anak yang menderita kondisi medis tertentu dapat mengalami penyerapan nutrisi. Hal ini berakibat pada tubuh yang tidak mampu menyerap vitamin D dan juga kalsium. Beberapa penyakit yang dapat mengakibatkan hal ini meliputi: Gangguan ginjal. Celiac disesase. Cystic fibrosis. Inflammatory bowel disesase. Gejala Rakhitis Gejala utama pada anak balita yang terkena rakitis yaitu tulang yang menjadi rapuh sehingga pertumbuhannya terhambat dan terjadi kelainan pertumbuhan tulang. Beberapa gejala atau keluhan yang tampak meliputi: Nyeri tulang belakang dan tulang panggul. Kelainan tulang seperti kaki bengkok O atau X. Mudah mengalami patah tulang. Pertumbuhan terhambat sehingga tubuh pendek. Kelainan bentuk tulang pada dada dan tengkorak. Kelainan pada gigi. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter bisa bisa melakukan diagnosis melalui beberapa metode berikut: Wawancara medis dengan orang tua. Pemeriksaan fisik. Foto rontgen. Tes darah. Biopsi Pencegahan Rakhitis Cukupi anak dengan makankan yang mengandung vitamin D. Contohnya berupa ikan, telur, hati, atau susu. Makanan kaya kalsium bisa juga diberikan seperti halnya susu, keju, yogurt, sayuran daun hijau. Makanan kaya fosfor seperti unggas, ikan, daging, kacang-kacangan, atau susu. Jemur anak selama beberapa menit saat matahari pagi. Pengobatan Rakhitis Dokter akan memberikan pengobatan rakitis yang bertujuan untuk meredakan gejala sekaligus meningkatkan kadar vitamin D hingga level yang ideal. Untuk pemenuhan kebutuhan vitamin D, dokter mungkin akan mengajurkan beberapa hal berikut ini: Memberikan makanan kaya vitamin D dan kalsium. Menjemur anak balita di sinar matahari pagi. Memberikan suplemen vitamin D. Apabila penyebabnya karena kondisi penyakit tertentu yang mendasarinya, maka dokter akan terlebih dahulu menangani penyakit yang ada tersebut. Saat kondisinya sudah sampai mengakibatkan adanya kelainan pada tulang, maka dokter mungkin akan memberikan alat penyangga. Dengan begitu, pertumbuhan tulang anak akan kembali normal. Komplikasi Jika rakitis tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka dapat menimbulkan beragam komplikasi yang meliputi: Kelainan bentuk tulang. Kelainan pada gigi. Kejang Masalah pada tulang. Gangguan tumbuh kembang. Lengkung tulang bermasalah. Kapan Harus ke Dokter? Apabila anak Anda menderita gejala di atas, maka segera periksakan ke dokter spesialis ortopedi. Dokter mungkin akan merujuk ke dokter spesialis gizi apabila anak Anda memang mengalami kondisi ini akibat kekurangan vitamin D atau gizi lainnya. Dengan begitu, risiko komplikasi yang muncul dapat dicegah. Narasumber: dr. Arimurti Pratianto, Sp. OT Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2025-07-22 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/anak/gizi-pada-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi sangatlah penting karena akan menentukan kesehatan dan perkembangan anak. Sayangnya, masalah gizi ini masih menjadi kekhawatiran tersendiri, termasuk di Indonesia. Artikel berikut ini akan membahas seputar gizi pada anak, termasuk jenis-jenis masalah gizi dan cara meningkatkan gizi bagi anak. Apa Itu Gizi? Gizi adalah zat yang diperoleh dari makanan dan digunakan oleh tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan produksi energi. Zat-zat ini meliputi makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak serta mikronutrien yang mencakup vitamin dan mineral. Kecukupan gizi anak perlu mendapat perhatian ekstra karena berguna untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan sistem imun yang kuat di kemudian hari. Menurut laporan kolaborasi UNICEF-WHO-World Bank pada 2022, lebih dari 230 juta anak berusia di bawah 5 tahun mengalami masalah nutrisi baik itu kekurangan gizi maupun kelebihan gizi. Rinciannya: 148,1 juta anak tengkes (stunting), 45 juta kurus akut (wasting), dan 37 juta kelebihan berat badan (overweight). Karena itu, para orang tua perlu lebih berfokus pada pemenuhan dan perbaikan gizi anak. Termasuk dengan memanfaatkan beragam layanan kesehatan publik untuk meningkatkan kualitas gizi anak. Jenis-jenis Zat Gizi Terdapat beberapa jenis zat gizi yang memiliki peran dan fungsi masing-masing yang penting. Zat gizi bisa dibedakan menjadi makronutrien yang menyediakan energi (kalori) dan bahan baku untuk pertumbuhan serta mikronutrien yang penting untuk metabolisme dan kesehatan jangka panjang, seperti: Makronutrien Karbohidrat: sumber utama energi bagi tubuh. Karbohidrat kompleks yang ditemukan dalam biji-bijian dan sayuran menjadi pilihan terbaik. Protein: penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan otot, enzim, dan hormon. Sumber protein yang baik antara lain daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan produk susu. Lemak: meskipun sering dianggap buruk, lemak sehat seperti yang ditemukan dalam alpukat, kacang, dan minyak zaitun sangat penting untuk perkembangan otak. Mikronutrien Vitamin dan mineral: mikronutrien ini mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan dan kesehatan tulang. Misalnya kalsium dan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang, sementara zat besi penting buat pembentukan sel darah merah. Air: membantu pencernaan, sirkulasi darah, dan mengatur suhu tubuh. Serat: mencegah sembelit dan menjaga kesehatan usus. Kenapa Gizi Diperlukan? Kebutuhan gizi anak tak boleh diabaikan karena akan mempengaruhinya dalam jangka panjang. Berikut ini alasan kenapa gizi yang seimbang diperlukan: Pertumbuhan yang sehat: gizi yang memadai akan membantu anak-anak tumbuh dengan baik secara fisik dan mental. Perkembangan kognitif: tercukupinya kebutuhan gizi berperan penting dalam perkembangan otak. Kekurangan zat gizi tertentu, seperti omega-3, dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan memori anak. Sistem kekebalan tubuh: nutrisi yang tepat membantu sistem imun anak berfungsi dengan baik sehingga mereka lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit. Kesehatan jangka panjang: pola makan yang baik di masa kecil dapat mengurangi risiko penyakit kronis di masa dewasa, seperti diabetes dan penyakit jantung. Masalah Gizi pada Anak Masalah gizi anak bisa sangat beragam, dari kekurangan hingga kelebihan nutrisi. Berikut ini beberapa jenis masalah gizi yang sering dihadapi: Tengkes: kondisi ketika pertumbuhan anak terhambat akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini tak hanya mempengaruhi tinggi badan, tapi juga kemampuan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Ciri anak tengkes: Tinggi badan di bawah standar usia Perkembangan motorik terlambat Kemampuan kognitif lebih rendah Kurus akut: kondisi yang ditandai dengan berat badan jauh di bawah standar tinggi badan. Dampak kurus akut: Penurunan fungsi sistem imun Risiko kematian 11 kali lebih tinggi Gangguan perkembangan kognitif Keterlambatan pertumbuhan Risiko infeksi berulang Kelebihan berat badan: kondisi ini terjadi ketika gizi lebih dari yang dibutuhkan atau tidak seimbang. Risiko penyakit yang bisa meningkat akibat kondisi ini: Diabetes tipe 2 Masalah kardiovaskular Gangguan tidur Masalah psikososial Cara Memenuhi Kebutuhan Gizi pada Anak Pemenuhan kebutuhan gizi memerlukan peran aktif orang tua. Strategi berikut ini bisa diterapkan untuk memastikan buah hati mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh-kembangnya: Menyediakan makanan sehat: pastikan makanan yang disajikan mengandung berbagai nutrien dari semua kelompok makanan. Perbanyak sayuran, buah-buahan, dan sumber protein yang sehat. Membatasi makanan olahan: makanan olahan sering kali tinggi gula, garam, dan lemak tidak sehat. Batasi konsumsi makanan ini dengan tidak selalu menyetoknya di rumah dan beri anak pemahaman tentang bahayanya bagi kesehatan. Mendorong kebiasaan makan yang baik: ajarkan anak untuk makan dengan pelan dan tidak terburu-buru. Libatkan mereka dalam memilih dan menyiapkan makanan. Memberikan suplemen jika diperlukan: dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan suplemen untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama bila mereka memiliki kondisi tertentu atau pola makan yang terbatas. Menjalani pemeriksaan rutin: pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk di posyandu, penting untuk memantau tumbuh-kembang anak serta mendeteksi masalah gizi lebih awal. Kesimpulan Gizi yang baik adalah kunci untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak. Memahami kebutuhan gizi pada anak dan cara memenuhinya dapat membantu mencegah berbagai masalah gizi seperti stunting, wasting, dan overweight. Dengan pendekatan yang tepat, kita dapat memastikan buah hati bisa tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Narasumber: dr. Ricca Fauziah, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-07-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/kanker-esofagus/ - Kategori: Penyakit, THT - Translation Priorities: Optional Sakit tenggorokan bisa menjadi tanda dari beragam penyakit, salah satunya yaitu kanker esofagus. Penyakit satu ini mesti Anda waspadai dengan baik karena merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat mengakibatkan kondisi serius yang bahkan dapat membahayakan nyawa. Lalu, seperti apa sih tanda-tanda seseorang terkena kanker esofagus? Apabila Anda ingin mengetahuinya, yuk ketahui ciri-ciri lengkapnya dalam artikel berikut ini! Apa Itu Kanker Esofagus? Kanker esofagus yaitu jenis kanker yang menyerang esofagus. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh pada esofagus, yaitu saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Esofagus juga sering disebut sebagai kerongkongan dan letaknya sendiri yaitu tepat di depan tulang belakang,di belakang trakea dan jantung. Bentuk esofagus memanjang melewati diafragma. Dengan panjang 25-30 cm dan diameter 1,5-2 cm esofagus dilapisi oleh lapisan mukosa. Fungsinya y aitu untuk membawa makanan dari mulut ke perut atau lambung. Uniknya, esofagus ini akan membantu mendorong makanan dengan gerakan peristaltik, mencegah makanan masuk ke trakea, dan mencegah makanan masuk kembali ke kerongkongan setelah sampai di lambung. Mengingat esofagus sangat penting untuk membawa makanan menuju perut, maka jika terkena kanker tentunya akan mengakibatkan masalah pencernaan. Seperti halnya, sakit saat menelan, kesulitan saat menelan, sering muntah, muntah darah, hingga penurunan berat badan secara ekstrem. Walau termasuk kanker langka, namun penyakit ini sangat fatal. Akibatnya, jika pengawasan sampai telat tentunya akan mengakibatkan kondisi yang membahayakan nyawa. Jenis kanker esofagus yang dapat berkembang terdiri atas dua kategori yaitu: Karsinoma sel skuamosa. Yaitu kanker esofagus yang berkembang di sel-sel pelapis bagian maupun tengah esofagus. Adenokarsinoma. Yaitu salah satu tipe kanker yang berkembang pada jaringan bawah esofagus yang merupakan jaringan penghasil lendir. Dua jenis kanker di atas terbilang umum atau sering terjadi. Untuk tipe yang jarang terjadi meliputi: Melanoma Sarkoma Koriakarsinoma Kanker sel kecil. Lipoma Nama Kanker Esofagus (Esophageal Cancer) Gejala Utama Kesulitan menelan Dokter Spesialis Dokter spesialis onkologi Penyebab Utama Tumbuhnya sel abnormal pada esofagus Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, endoskopi, biopsi, PET scan, CT scan Faktor Risiko Merokok, konsumsi alkohol, infeksi HPV, GERD, kondisi penyakit langka Pengobatan Operasi, kemoterapi, terapi radiasi Pencegahan Dengan menghindari faktor risiko Komplikasi Penyebaran jaringan kanker ke organ lain Faktor Risiko Kanker esofagus terbilang sebagai penyakit yang langka. Walau angka kejadiannya terbilang tinggi di Asia Tenggara, namun di Indonesia sendiri terbilang jarang karena hanya 0. 49 dari 100. 000 orang (Global Cancer Observartory). Lalu, sejatinya apa sih yang menjadikan seseorang berpotensi terkena penyakit ini? Berikut ini rinciannya; Kebiasaan merokok. Kebiasaan minum alkohol. Pola makan tidak sehat. Penderita GERD. Penderita refluks empedu. Pernah radiasi perut atas. Kelainan pada esofagus. Riwayat keluarga kanker esofagus. Penyebab Penyebab kanker esofagus belum pasti hingga saat ini. Namun, beberapa macam faktor risiko di atas dapat menjadi hal yang mendasari seseorang terkena penyakit ini. Sel-sel abnormal ini dapat terus tumbuh hingga membentuk jaringan tumor. Jika kondisi ini terus dibiarkan, tentunya dapat mengakibatkan kerusakan jaringan normal yang lebih banyak. Oleh karena itu, Anda harus segera memeriksakannya sedini mungkin jika mengalami gejala kanker esofagus. Gejala Saat awal-awal, umumnya Anda tidak akan merasakan gejala dari kanker ini. Namun ketika sudah sampai di stadium lanjut, maka dapat mengakibatkan gejala seperti: Nyeri tenggorokan. Kesulitan menelan. Batuk kronis. Batuk berdarah. BAB gelap (akibat berdarah). Penurunan berat badan. Nyeri ulu hati. Muntah darah. Dada nyeri, panas, dan tertekan. Gangguan pencernaan. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter dapat melakukan beberapa upaya seperti halnya: Endoskopi (Esofagogastroduodenoscopy). Biopsi Barium Swallow Test. CT Scan Pencegahan Anda bisa melakukan beberapa upaya pencegahan terhadap kanker ini melalui beberapa hal berikut: Hentikan merokok dan minum-minuman beralkohol. Hindarimakanan pemicu GERD atau naiknya asam lambung. Terapkan pola hidup sehat. Hindari makanan pemicu kanker seperti daging merah olahan. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian. Pengobatan Mengutip dari situs Medicalnewstoday, bahwa terdapat beberapa metode pengobatan terhadap penyakit ini. Di antaranya yaitu: Operasi Untuk pengobatan melalui operasi, terdapat dua jenis prosedur yang dapat dokter lakukan. Di antaranya yaitu: Esophagogatrectomy. Yaitu tipe operasi yang kerap digunakan untuk kondisi kanker yang parah. Jadi, dokter akan mengangkat tidak hanya tumornya, namun juga meliputi bagian lambung dan juga kelenjar getah bening sehingga risiko menyebarnya minim. Esophagectomy. Yaitu jenis operasi untuk mengangkat sebagian esofagus yang telah terserang sel-sel kanker. Karena beberapa bagian esofagus telah diangkat, dokter dapat menyambungkan usus besar sehingga esofagus dan lambung dapat terhubung. Kemoterapi Dokter dapat melakukan kemoterapi sebelum atau sesudah operasi, atau bahkan sebelum dan sesudah yang bahkan dipadukan dengan terapi radiasi. Melalui kemoterapi, maka diharapkan dapat menghilangkan sel kanker dan mencegah kembali kambuh. Terapi Radiasi Penggunaan energi tingkat tinggi X ray atau sinar tertentu yang mampu menghancurkan sel kanker dari tingkat DNA. Terapi Photodynamic Metode pengobatan dengan menyuntikkan zat tertentu ke dalam esofagus sehingga sel begitu sensitif terhadap cahaya. Nantinya, dokter akan menggunakan laser untuk membakar sel abnormal yang terdeteksi. Komplikasi Kanker ini dapat menyebar ke berbagai sel, jaringan, dan organ tubuh lainnya. Karena berada di area pencernaan yang krusial, maka kondisi ini pun bisa memengaruhi masalah pencernaan. Kapan... - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/umum/tetralogy-of-fallot/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Tetralogy of Fallot (ToF) termasuk penyakit jantung bawaan yang dapat membahayakan kondisi buah hati Anda. Karena tergolong sebagai penyakit bawaan, maka butuh penatalaksanaan medis tersendiri untuk mengatasinya. Lalu, apa saja gejala yang muncul dari ToF ini dan bagaimana penanganannya? Nah, apabila Anda ingin tahu selengkapnya tentang hal ini, maka silakan simak terlebih dahulu rinciannya berikut! Apa Itu Tetralogy of Fallot (ToF)? Tetralogy of Fallot yaitu kondisi kelainan jantung bawaan yang menyebabkan gangguan aliran darah pada jantung. Kondisi ini dapat tergolong serius karena terdapat empat kelainan sekaligus pada jantung. Asal kata Tetralogy of Fallot sendiri berasal dari seorang dokter yang menemukannya yaitu Etienne-Louis Arthur Fallot. Dengan adanya keempat kelainan ini, maka akan menyebabkan aliran darah tidak lancar sehingga nutrisi maupun oksigen tidak dapat terdistribusikan dengan baik ke seluruh tubuh. Walau demikian, ToF tergolong penyakit langka karena hanya terjadi sekitar 5:10. 000. Kelainan ini terjadi semenjak bayi berada dalam kandungan atau saat masa perkembangan janin. Umumnya, bayi yang menderita kondisi ini akan mengalami warna kulit yang membiru akibat oksigen yang ada tidak mencukupinya. Keempat macam jenis kelainan jantung yang ada pada ToF ini meliputi beberapa hal berikut ini: Pulmonoary valve stenosis. Kondisi ketika katup pulmunal (katup pembuluh darah menuju paru-paru) mengalami penyempitan. Ventricular septal defect. Yaitu kondisi saat terjadi lubang pada selaput atau dinding yang membatasi antara ventrikel kanan dan kiri. Right ventricular hypertrophy. Yaitu kondisi penebalan otot pada ventrikel kanan jantung yang terjadi akibat jantung yang memompa darah terlalu keras, bisa juga ditandai dengan jantung bengkak. Posisi aorta tidak normal. kondisi yang terjadi ketika aorta yang geser ke kanan, biasanya ini timbul karena didahului oleh ventricular septal defect. Nama Tetralogy of Fallot Gejala Utama Kulit yang membiru, kelelahan, sering rewel, sesak napas Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung Penyebab Utama Belum pasti apa penyebabnya Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, EKG, ekokardiografi, rontgen dada Faktor Risiko Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga, infeksi virus ketika hamil, usia kehamilan lebih dari 40 tahun Pengobatan Operasi sementara, intracardiac repair Pencegahan Belum ada pencegahan khusus Komplikasi Kejang, endokarditis, kematian Faktor Risiko Terdapat beberapa faktor risiko yang bisa menjadikan seseorang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ini seperti halnya: Punya riwayat penyakit ToF dalam keluarga. Infeksi virus tertentu, seperti rubella dan influenza pada saat kehamilan. Memiliki riwayat penyakit diabetes saat masa kehamilan. Usia lebih dari 40 tahun saat kehamilan. Kekurangan gizi pada saat kehamilan. Kebiasaan merokok atau terkena paparan asap rokok. Konsumsi alkohol selama masa kehamilan. Paparan zat kimia tertentu. Penyebab Tetralogy of Fallot Belum pasti apa penyebab ToF pada seseorang. Sebagian peneliti menghubungkan antara genetik, kondisi kekurangan gizi, hingga konsumsi minuman alkohol maupun penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter. Gejala Tetralogy of Fallot Apabila tingkat keparahannya berbeda, maka gejala yang tampak pun akan berbeda juga. Berikut ini beberapa gejala yang umum terjadi: Sesak napas. Sering rewel. Sindrom bayi biru (kulit & bibir biru). Sering pingsan. Murmur jantung. Gangguan tumbuh kembang. Kuku tangan & kaki cembung. Mudah lelah saat beraktivitas. Cara Dokter Mendiagnosis Selain melalui wawancara medis maupun pemeriksaan fisik, dokter akan mendiagnosis menggunakan pemeriksaan penunjang seperti halnya: Elektrokardiogram Pulse oximetry. Rontgen dada. Ekokardiografi Katerisasi jantung. Pencegahan Tetralogy of Fallot Mengingat penyebab utamanya belum pasti, maka kondisi ini bisa dikatakan belum ada pencegahannya. Akan tetapi, ibu hamil bisa melakukan beberapa upaya untuk mengurangi bayi terkena penyakit ini seperti halnya: Periksa kehamilan secara rutin. Imunisasi flu dan rubella sebelum hamil. Konsultasikan saat akan mengonsumsi obat dan herbal. Konsumsi asam folat 400 mcg/hari pada trimester I kehamilan. Jauhi kontak dengan orang yang sedang sakit/terinfeksi. Hindari kebiasaan merokok atau terkena asap rokok. Hindari minumal alkohol. Jauhi mengonsumsi NAPZA. Pengobatan Tetralogy of Fallot Dokter mungkin mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan operasi atau pembedahan. Beberapa metode operasi yang digunakan yaitu: Operasi Sementara Dilakukan pada bayi yang terlahir prematur untuk membuat sambungan antara aorta dan arteri paru-paru. Sifatnya hanya sementara, ketika bayi sudah siap untuk menjalani operasi intracardiac repair, maka akan dilakukan operasi tersebut. Intracardiac Repair Operasi ini dilakukan pada tahun pertama kelahiran bayi. Fungsinya yaitu untuk membuat katup pulmonal normal kembali sekaligus menutup lubang akibat Ventricular septal defect. Komplikasi Mengutip dari Mayoclinic, bahwa ToF bisa menimbulkan beragam komplikasi membahayakan. Bahkan bisa menimbulkan disabilitas atau kecacatan, hingga kematian pada seperti halnya berikut: Henti jantung mendadak. Polisitemia Hiperviskositas Syncopal episodes (kehilangan kesadaran). Aritmia (gangguan irama jantung). Gagal jantung. Pembesaran jantung. Infeksi jantung. Kematian Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis jantung apabila buah hati Anda mengalami gejala di atas. Khususnya jika anak menunjukkan sesak napas, sering rewel, bibir membiru, dan sering pingsan. Anak yang telah terdiagnosis kondisi ini harus menjalani pemeriksaan rutin seumur hidupnya. Narasumber: dr. Alogo Octavianus Karuban, SP. A Spesialis Anak Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2025-07-20 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/anak/kernikterus/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Penyakit kuning (jaundice) pada bayi memang menjadi hal yang umum dalam dunia medis. Hampir 60% bayi mengalami kondisi ini. Namun, tahukah Anda jika ternyata penyakit kuning bisa menjadi tanda dari penyakit berbahaya yang disebut sebagai kernikterus. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi (hiperbilirubinema). Lalu, apakah kondisi ini tergolong hal serius? Apabila ingin tahu selengkapnya terkait penyakit ini, yuk simak rinciannya berikut! Apa Itu Kernikterus? Kernikterus yaitu suatu kondisi kerusakan otak pada bayi akibat hiperbilirubinema (kadar bilirubin terlalu tinggi) dalam darah. Ini tergolong penyakit langka, namun sifatnya serius sehingga membutuhkan penanganan sedini mungkin. Dalam istilah medis, kondisi ini dinamakan sebagai ensefalopati bilirubin. Bilirubin sendiri merupakan pigmen berwarna kuning pada tubuh hasil dari proses penguraian sel darah merah oleh hati. Tingginya kadar bilirubin dalam darah dapat berakibat pada kerusakan otak dan gangguan saraf. Hampir 60% bayi mengalami penyakit kuning. Apabila penyakit kuning ini tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin, maka bisa berakibat fatal menjadi kernikterus. Hal ini karena kadar bilirubin akan berkumpul pada batang otak serta ganglia basalis. Sifatnya yang toksik maka dapat menyebabkan kerusakan otak dan saraf. Apabila tidak segera mendapatkan perawatan secara optimal, maka kernikterus bisa mengakibatkan komplikasi serius. Mulai dari gangguan pendengeran, penglihatan, dan bicara hingga gangguan pada sistem gerak tubuh akibat lumpuh otak. Walau umumnya terjadi pada bayi, khususnya bayi baru lahir, namun kondisi ini pun bisa saja terjadi pada orang dewasa. Umumnya, hal itu disebabkan oleh faktor genetik sehingga pengolahan bilirubin bermasalah. Nama Kernikterus Gejala Utama Bayi tidak mau menyusu, demam, lesu, hingga muntah-muntah Dokter Spesialis Dokter spesialis anak Penyebab Utama Kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, cek kadar bilirubin Faktor Risiko Kelahiran prematur, genetik, golongan darah O Pengobatan Menurunkan jumlah bilirubin dalam darah Pencegahan Perawatan sedini mungkin pada penyakit kuning Komplikasi Kesulitan bicara, gangguan pendengaran, cerbral palsy Faktor Risiko Kasus terjadinya kernikterus pada bayi bersifat acak dan sporadik (tanpa penyebab pasti). Walau demikian, ada beberapa dugaan faktor faktor tertentu yang dapat mengakibatkan kondisi ini seperti halnya: Riwayat keluarga. Apabila ada anggota keluarga yang lain yang memiliki penyakit ini, maka risiko bayi terkena kernikterus akan meningkat. Golongan darah O. Apabila ibu memiliki golongan darah 0 (rhesus negatif), maka risiko terkena kondisi ini akan semakin besar. Kelahiran prematur. Saat lahir secara prematur, maka organ hati belum berkembang sempurna sehingga pembuangan limbah berupa bilirubin akan terhambat. Kurang asupan ASI. Saat asupan ASI kurang, maka pembuangan feses akan lambat sehingga kadar bilirubin dalam darah akan meningkat. Penyebab Kernikterus Belum diketahui pasti apa penyebab kernikterus. Bahkan dalam beberapa penelitian disebutkan, hiperbilirubinemia sendiri tidak cukup sebagai penyebab dari kondisi ini. Ada beberapa faktor lain yang diduga menjadi penyebabnya seperti: Cephalohematoma (perdarahan di bawah kulit kepala). Sindrom Crigle-Najjar I. Penyakit Rh (inkompatibilitas rhesus). Hipoksia (kondisi kekurangan oksigen). Sel darah merah tinggi. Penyakit pada hati dan saluran empedu. Infeksi sejak masih janin maupun setelah lahir. Gejala Kernikterus Gejala kerniktur yang paling tampak yaitu tubuh berwarna kekuningan (kulit dan putih matanya). Pada bayi, penyakit kuning memang umum terjadi setelah 3 hari kelahiran hingga berusia 2 – 3 minggu. Jika penyakit kuning tidak mendapatkan perawatan dan berkembang menjadi kernikterus, maka dapat berakibat pada kondisi berikut: Demam Lesu setiap saatnya. Kejang Gangguan pendengaran. Mudah mengantuk. Tubuh bayi kaku. Suara melengking ketika menangis. Gerakan mata tidak normal. Gerakan tubuh tidak normal. Cara Dokter Mendiagnosis Selain melalui wawancara medis dengan orang tua sekaligus pemeriksaan fisik pada bayi, kondisi ini juga dapat dokter diagnosis melalui pemeriksaan tambahan berupa pengecekan kadar bilirubin darah. Jika kadarnya melebihi 25 mg/dL, maka artinya berpotensi terkena kondisi ini. Pencegahan Kernikterus Sebagai orang tua, Anda dapat melakukan pencegahan terhadap kondisi ini dengan cara berikut ini: Segera periksakan penyakit kuning pada bayi baru lahir. Selalu ikuti saran dokter terkait perawatan penyakit kuning bayi. Pastikan ikuti jadwal kontrol sesuai yang telah dokter tetapkan. Tetap berikan asupan ASI untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Pengobatan Kernikterus Pengobatan pada penyakit ini ditujukan untuk mengurangi jumlah bilirubin dalam darah serta untuk mencegah kerusakan otak. Beberapa pengobatannya meliputi: Fisioterapi Intravenous Immunoglobulins(IVIG). Transfusi tukar (Exchange transfusion). Komplikasi Apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka dapat mengakibatkan komplikasi yang serius. Berikut ini di antaranya: Athetoid cerebral palsy. Tuli Gangguan pergerakan mata. Gangguan kognitif. Koma Kapan Harus ke Dokter? Walaupun penyakit kuning pada bayi umumnya akan hilang dengan sendirinya, namun penting sekali untuk memeriksakan ke dokter spesialis anak apabila mengalami kondisi berikut: Penyakit kuning tidak kunjung sembuh lebih dari 5 hari. Kulit bayi berwarna kuning terang. Timbul gejala kernikterus seperti di atas. Narasumber: dr. Alogo Octavianus Karuban, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2025-07-20 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/anak/tetanus-neonatorum/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Tetanus yaitu salah satu jenis penyakit yang menyerang saraf yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Umumnya, jenis tetanus ini menyerang usia dewasa akibat infeksi yang masuk melalui luka terbuka akibat paku atau benda tajam lainnya. Namun, ada satu kondisi yang mana ini terjadi pada bayi baru lahir yang disebut sebagai tetanus neonatorum. Lalu, apakah bahaya tetanus neonatroum bagi bayi? Apakah bisa menyebabkan kematian? Jika ingin tahu selengkapnya, yuk simak rinciannya dalam artikel selengkapnya di bawah ini! Apa Itu Tetanus Neonatorum? Tetanus neonatorum yaitu penyakit tetanus yang menyerang bayi baru lahir dengan usia kurang dari 28 hari. Kondisi ini sering disebut juga sebagai newborn tetanus atau neonatal tetanus. Kondisi ini tergolong membahayakan karena tingkat kematiannya dapat mencapai 100% (https://www. cdc. gov/global-tetanus-vaccination/impact/index. html). Karena risiko yang tinggi inilah, pengobatan dan perawatan yang optimal dari dokter diperlukan sedini mungkin. Sejak tahun 2020, kasus tetanus neonatal yang dilaporkan telah meningkat di 18 (31%) negara prioritas eliminasi tetanus maternal dan neonatorum, termasuk 13 negara yang sebelumnya tervalidasi mencapai eliminasi tetanus maternal dan neonatorum. Tetanus neonatorum menjadi masalah khusus di Indonesia karena merupakan 50% dari seluruh kematian perinatal atau 20% dari angka kematian bayi. Angka kejadian tetanus neonatorum di Indonesia tergolong tinggi yaitu 6-7/1000 kelahiran hidup di daerah perkotaan dan 11-23/1000 kelahiran hidup di pedesaan. Bayi yang mengalami tetanus akan memunculkan beragam gejala. Seperti halnya tidak dapat membuka mulut, kesulitan menyusui, kesulitan bernapasdemam, kesulitan menelan, demam, hingga kesulitan bernapas dan kejang. Kondisi ini umumnya terpengaruh oleh beberapa faktor seperti ibu yang belum pernah vaksin tetanus toksoid, pemotongan tali pusar yang tidak steril, hingga persalinan yang tidak hiegienis oleh tenaga kesehatan yang tidak terampil (https://www. cdc. gov/global-tetanus-vaccination/impact/index. html). Oleh karena itu, penting sekali bagi orang tua untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin semenjak sebelum kehamilan. Saat hamil, penting juga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga akan segera tahu apabila calon buah hati Anda mengalami masalah kesehatan tertentu. Nama Tetanus Neonatorum Gejala Utama Bayi tidak menyusui dengan baik, wajah bayi kebiruan, kesulitan bernapas Tenaga Ahli Dokter spesialis anak Penyebab Utama Infeksi bakteri clostridium tetani Diagnosis Wawancara medis dan pemeriksaan fisik Faktor Risiko Ibu tidak melakukan imunisasi tetanus toksoid, pemotongan tali pusar tidak steril Pengobatan Terapi antitoksin, terapi antibiotik, anti kejang, pengobatan sesuai dengan gejala dan komplikasi Pencegahan Imunisasi, persalinan hiegienis dengan peralatan steril Komplikasi Pneumonia, gagal ginjal, kaku otot jalan napas, kematian Faktor Risiko Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan bayi lebih rentan untuk mengalami kondisi ini. Di antaranya yaitu berupa: Ibu yang belum mendapatkan imunisasi tetanus toksoid. Pemotongan tali pusat sekaligus perawatannya yang tidak steril. Persalinan yang dilakukan tidak hiegienis di luar fasilitas kesehatan. Penyebab Tetanus Neonatorum Penyebab tetanus neonatroum adalah infeksi bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini memiliki menghasilkan neurotoksin yang menyerang sistem saraf pusat. Neurotoksin sendiri yaitu zat berbahaya yang mampu meracuni sistem saraf pusat maupun saraf tepi. Zat ini akan mengganggu kinerja dari otot, sistem pencernaan, sistem pernafasan, hingga detak jantung. Kuman ini hidup di tanah yang telah tercemar oleh kotoran hewan seperti kucing, domba, anjing, atau sapi serta tinja manusia. Spora kuman ini menyebar dan mencemari lingkungan fisik dan biologik. Infeksi oleh bakteri ini pada bayi baru lahir diawali oleh pemotongan tali pusar menggunakan teknik dan peralatan yang tidak steril. Selain itu, pemberian bubuk ramuan, daun-daunan pada tali pusat juga dapat mengawali infeksi kuman ini. Setelah masuk ke tubuh bayi, maka akan muncul gejala yang dimulai dari hari ketiga hingga kesepuluh. Pada masa-masa tersebut, bayi harus segera mendapatkan perawatan yang tepat agar terhindar dari komplikasi yang membahayakan. Gejala Tetanus Neonatorum Bayi yang menderita tetanus umumnya akan mengalami beberapa gejala seperti halnya berikut ini: Bayi kesulitan bernapas Demam Bayi tidak dapat menyusu dengan baik Ekspresi bayi seperti meringis kesakitan Mulut bayi moncong seperti ikan Wajah tampak kebiruan Perut mengeras Kedua tangan menekuk dan kedua kaki lurus Tubuh kaku melengkung bagai busur Leher kaku Kejang saat ada rangsangan cahaya/suara Cara Dokter Mendiagnosis Untuk menentukan apakah bayi menderita kondisi ini atau tidak, maka dokter bisa melakukan beberapa metode. Di antaranya yaitu melalui: Wawancara medis dengan orang tua Pemeriksaan fisik Pengecekan riwayat kesehatan ibu hamil Pencegahan Tetanus Neonatorum Mengutip dari situs ScienceDirect, bahwa kondisi ini bisa dilakukan pencegahan melalui pengendalian faktor risiko. Untuk melakukannya, maka yang dibutuhkan yaitu: Pastikan saat persalinan ibu hamil melakukannya di fasilitas kesehatan. Selama masa kehamilan, hadiri antenatal care untuk pemeriksaan kondisi janin. Pastikan sebelum kehamilan sang ibu telah imunisasi tetanus toksoid. Konsultasikan ke dokter terkait perawatan tali pusar yang setelah pemotongan. Pengobatan Tetanus Neonatorum Karena tetanus neonatorum tergolong sebagai kondisi darurat, maka apabila buah hati Anda mengalami gejala di atas pastikan segera mungkin untuk mengunjungi instalasi gawat darurat. Beberapa macam pengobatan yang mungkin dokter berikan yaitu: Pemberian cairan dan nutrisi Pemberian oksigenasi Antibiotik Terapi suportif Terapi antitoksin Obat antispasmodik Perawatan luka Pengobatan sesuai gejala dan komplikasi Perawatan intensif di ruang intensif Komplikasi Mengingat penyakit ini termasuk penyakit membahayakan, maka komplikasi yang ada pun tergolong... - Published: 2025-07-19 - Modified: 2025-07-08 - URL: https://primayahospital.com/bedah/kista-dermoid/ - Kategori: Bedah - Translation Priorities: Optional Kista merupakan kantong atau rongga patologis yang memiliki membran dan batas yang tegas terhadap jaringan sekitarnya. Kista dapat berisi cairan, semi-fluid, atau gas. Salah satu jenis kista yang kerap terjadi yaitu kista dermoid. Jenis kita ini tergolong sebagai tumor jinak dan bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun secara acak seperti wajah, bahu, dinding perut/abdomen, maupun pada kedua tungkai Lalu, apakah kista dermoid harus dioperasi atau cukup dengan pengobatan non operasi? Yuk simak rincian lengkapnya di bawah ini untuk mengetahui lebih mendalam seputar penyakit satu ini! Apa Itu Kista Dermoid? Kista dermoid adalah salah satu jenis tumor jinak yang tumbuh di bawah permukaan kulit dan dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja. Umumnya, bagian tubuh yang sering muncul kista ini meliputi wajah, kepala, leher, punggung maupun dinding perut Perkembangan kista ini kerap dimulai sejak seseorang masih dalam kandungan atau saat masih janin. Jadi, susunan kulit yang ada justru tidak tumbuh normal dan terbentuk kista di dalam kulit sehingga berisi kelenjar minyak, kelenjar keringat, akar rambut, atau lainnya yang seharusnya terdapat pada lapisan kulit luar. Umumnya, kondisi ini terjadi pada anak-anak. Namun, karena jarang disadari karena tidak menimbulkan gejala apa pun, maka kista dermoid dapat tumbuh hingga usia dewasa. Walau demikian, kondisi ini tidak terlalu membahayakan mengingat tumbuh perlahan dan tidak bersifat kanker. Walau demikian, kondisi ini tetap bisa menimbulkan kondisi yang serius. Khususnya jika pecah yang umumnya dapat menyebabkan seseorang lebih rentan dengan infeksi bakteri. Operasi merupakan pengobatan yang sering kali disarankan oleh dokter untuk mengangkat kista ini. Nama Kista Dermoid Gejala Utama Tidak menimbulkan keluhan tertentu, kecuali saat terinfeksi Dokter Spesialis Dokter Spesialis Bedah Penyebab Utama Kelainan struktur kulit sejak dalam kandungan atau janin Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan CT scan, USG transvaginal, MRI scan Faktor Risiko Tidak ada faktor risiko tertentu Pengobatan Melalui prosedur operasi pembedahan Pencegahan Tidak ada metode pencegahan khusus Komplikasi Tergantung pada tempat tumbuhnya kista Jenis-Jenis Kista Dermoid Epibulbar dermoid cyst. Salah satu tipe kista dermoid yang terletak pada permukaan mata. Intracranialdermoid cyst. Pertumbuhan kista yang berada di dalam tempurung kepala atau otak. Nasalsinus dermoid cyst. Salah satu tipe kista yang terletak dalam rongga hidung. Orbital dermoid cyst. Jenis kista yang berada di area sekitar tulang rongga mata. Ovarian dermoid cyst. Tipe kista yang berlokasi di area ovarium. Spinal dermoid cyst: kondisi di mana kista tumbuh di area tulang belakang. Penyebab Kista Dermoid Penyebab tumbuhnya kista dermoid pada jaringan kulit yaitu karena susunan kulit yang tumbuh abnormal saat masih janin. Jadi, ketika seharusnya kelenjar keringat, akar rambut, atau kelenjar minyak tumbuh pada lapisan luar kulit, maka pada kista dermoid ini justru tumbuh di dalam lapisan kulit. Nah, kelenjar yang tumbuh di dalam kulit tersebut akan membesar dan mengeluarkan cairan. Hal tersebut menjadikan seseorang yang terkena penyakit ini mengalami pembesaran jaringan kista walaupun dalam waktu yang lama. Gejala Kista Dermoid Saat masih tahap awal seperti pada anak-anak, tentunya kondisi ini jarang sekali menimbulkan gejala tertentu. Umumnya, orang akan menyadari kondisi ini ketika mereka sudah melihat adanya benjolan yang makin membesar dari waktu ke waktu. Beberapa gejalanya sendiri meliputi: Nyeri pada area tumbuhnya kista dan sekitarnya. Terdapat benjolan lunak yang disertai rasa tidak nyaman. Kesulitan berjalan dan buang air kecil (khusus di tulang belakang). Cara Dokter Mendiagnosis Mengutip dari situs Clevelandclinic, bahwa dokter dapat melakukan serangkaian metode untuk mendiagnosis kista dermoid dengan cara: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. CT Scan. MRI scan. Pencegahan Kista Dermoid Perlu Anda ketahui, bahwa kista dermoid tidak dapat dicegah. Hal ini dikarenakan bahwa kondisi ini terjadi sejak lahir serta tidak ada faktor risiko tertentu untuk membantu Anda mencegahnya. Pengobatan Kista Dermoid Untuk pengobatan kista dermoid, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah dapat terlebih dahulu. Jika kondisinya tidak parah dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, maka tidak perlu pengobatan khusus. Akan tetapi, jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari maupun penampilan, maka butuh pengobatan seperti: Laparoskopi (sayatan kecil untuk mengangkat kista). Operasi bedah terbuka (jika kista sudah parah). Komplikasi Walau bukan tergolong kondisi yang tidak membahayakan, namun saat kondisi ini tidak mendapatkan perawatan yang optimal, maka dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti halnya: Infeksi Kerusakan tulang. Benjolan pecah. Cedera pada saraf tulang belakang. Ligamen torsi ovarium yang terpelintis. Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter spesialis bedah atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan saat Anda mengalami beberapa gejala di atas. Terlebih, jika gejala tersebut sudah sampai pada tahap yang mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Narasumber: dr. Dannu Novriandhika, Sp. B Spesialis Bedah Primaya Hospital Tangerang - Published: 2025-07-19 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/anak/sindrom-usus-pendek/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Selain sindrom malabsorpsi, ada sindrom lain yang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan berat badan drastis, yaitu sindrom usus pendek. Seperti namanya, kondisi ini terjadi ketika sebagian usus halus dipotong selama operasi sehingga ukurannya menjadi lebih pendek. Tak hanya itu, usus yang mengalami kerusakan juga bisa menjadi sebab dari sindrom satu ini. Dalam sebagian kasus, bahkan kondisi ini terjadi secara bawaan sejak lahir. Gejala utamanya yaitu berupa diare terus menerus. Yuk cari tahu selengkapnya seputar sindrom usus pendek dalam artikel berikut ini! Apa Itu Sindrom Usus Pendek? Sindrom usus pendek yaitu serangkaian gangguan absorbsi yang terjadi ketika usus halus memendek baik akibat pemotongan operasi maupun karena kerusakan. Hal ini terjadi jika panjang usus halus kurang dari 200cm yang diukur dari flexura duodeno jejunal (ligamentum treitz) Akibatnya, fungsinya dalam menyerap nutrisi menjadi terhambat yang dapat menyebabkan kekurangan nutrisi bahkan cairan dan elektrolit. Kondisi ini juga kerap disebut sebagai short bowel syndrome. Kondisi ini tergolong sebagai kondisi yang sangat langka. Jumlah kejadiannya sendiri berkisar hanya 3 dari 1 juta orang. Walau demikian, selain karena kondisi bawaan, sindrom usus pendek juga bisa terjadi karena pengangkatan usus sehingga jumlah kejadiannya akan meningkat. Karena ususnya lebih pendek dari seharusnya, maka akan menyebabkan penderitanya kekurangan gizi bahkan cairan. Keseimbangan bakteri pada usus pun terganggu yang umumnya justru akan menyebabkan bakteri jahat berkembang lebih banyak. Nama Sindrom Usus Pendek Gejala Utama Diare, berat badan turun, malnutrisi Dokter Spesialis Dokter spesialis dalam, dokter spesialis anak Penyebab Utama Pemotongan usus halus, kondisi bawaan lahir, luka pada usus halus Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah, sinar X, tes lemak tinja Faktor Risiko Kerusakan pada usus halus, faktor bawaan lahir Pengobatan Operasi dan obat-obatan tertentu Pencegahan Belum ada pencegahan yang efektif untuk hal ini Komplikasi Dehidrasi parah, kekurangan vitamin dan mineral, melemahnya otot dan tulang Penyebab Sindrom Usus Pendek Penyebab utama pada anak adalah gangguan pembuluh darah yang menyebabkan atresia atau volvulus pada usus. Sementara pada dewasa penyebab utama adalah reseksi usus akibat chronis desease Kondisi ini umumnya terjadi karena bawaan lahir, termasuk karena operasi saluran pencernaan. Berikut ini penyebab lengkapnya: Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan Sindrom Usus Pendek: Pemotongan usus halus karena kanker atau penyakit lainnya. Gangguan pergerakan pada usus halus. Chron disease. Kelainan bawaan pada usus. Gangguan letak usus. Sumbatan mekonium pada bayi. Gejala Klinis dan Komplikasi Sindrom Usus Pendek Mengutip dari Mayoclinic, bahwa gejala sindrom usus pendek meliputi berikut ini: Diare Penurunan berat badan. Kelelahan Malnutrisi Feses sangat bau. Edema (pembengkakan kaki/tangan). Gejala klinik terjadi berdasarkan perjalanan Pada Sindrom Usus Pendek Fase 1 : satu sampai dua minggu dengan karakteristik terjadinya diare yang masif. Saat ini dibutuhkan pemberian nutrisi parenteral (air, elektrolit, dan nutrisi lain) Fase 2: masa adaptasi usus 2-24 bulan dan jumlah pemeberian nutrisi mulai diberikan peroral untuk dinaikkan bertahap. Kadang masih dibutuhkan pemberian nutrisi perenteral. Fase 3: masa terapi jangka panjang , sudah terjadi adaptasi usus maksimal dan biasanya pemberian nutrisi peroral sudah normal. Manifestasi Klinid dan Komplikasi Gangguan absorbsi makronutrien, cairan dan elektrolit Defisiensi vitamin dan mineral (mikronutrien) Diare Hipersekrasi asam lambung Baju ginjal Batu empedu Gangguan liver Asidosis lactat Gangguan penyembuhan luka dan infeksi Gangguan tulang : osteomalsia, osteoporosis Komplikasi akibat pemberian cairan nutrisi perjangka panjang, infeksi dan oklusi Cara Dokter Mendiagnosis Selain melakukan diagnosis melalui wawancara medis, dokter juga akan melakukan diagnosis melalui pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Setelah itu, apabila membutuhkan diagnosis lebih lanjut, dokter juga akan melakukan diagnosis berikut: Tes darah. CT scan. Tes lemak tinja. Sinar X. Pencegahan Sindrom Usus Pendek Untuk mencegah kondisi ini terjadi, maka penting sekali untuk menjaga kesehatan usus agar tidak sampai operasi pemotongan. Untuk kasus yang terjadi secara bawaan lahir, maka kondisi ini tidak dapat dicegah begitu saja. Oleh karena itu, usahakan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin secara rutin dan selalu mematuhi apa yang diperintahkan oleh dokter. Pengobatan Sindrom Usus Pendek Untuk mengobati kondisi ini, dokter dapat melakukan pengobatan melalui beberapa hal berikut ini: Pemulihan Gizi Sebagai penanganan utama atas kondisi ini, dokter akan menganjurkan pemulihan gizi yang bekerja sama dengan ahli gizi. Di antaranya yaitu melalui tindakan: Pemberian nutrisi total melalui parenteral selama puasa pasca operasi Pemberian makanan cair yang dilakukan melalui feeding tube atau tabung makanan. Rehidrasi oral dengan cara mengonsumsi minuman elektrolit, khusus untuk kasus yang disertai diare secara bertahap Obat-obatan Untuk membantu mengatasi kondisi ini, dokter tentunya dapat meresepkan obat-obatan seperti halnya: Antibiotik Obat proton pump inhibitor. Obat untuk meningkatkan daya serap usus. Multivitamin dan mineral Operasi Apabila kondisi tidak memungkinkan sembuh hanya melalui pemberian obat-obatan, maka dokter dapat melakukan operasi seperti halnya melakukan transplantasi usus. Fungsinya yaitu untuk menggantikan jaringan usus yang telah rusak. Anda juga perlu melakukan beberapa perawatan secara mandiri dengan mengubah pola dan gaya hidup sehari-hari dengan cara: Hindari makanan tinggi lemak. Hindari makanan dengan gula sederhana. Ikuti diet yang dokter rekomendasikan. Konsumsi suplemen vitamin mineral sesuai anjuran. Konsumsi obat-obatan yang telah dokter... - Published: 2025-07-18 - Modified: 2025-07-07 - URL: https://primayahospital.com/urologi/kandung-kemih/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Kanker kandung kemih termasuk salah satu penyakit bladder yang berisiko mengancam kesehatan secara keseluruhan. Penyakit ini tergolong sebagai jenis kanker yang paling umum dalam sistem genitourinari, dan masuk 10 besar peringkat sebagai kanker paling banyak terjadi di seluruh dunia. Menurut lembaga Cancer Research UK, diketahui bahwa kanker kandung kemih kerap terjadi pada usia di atas 80 tahun. Nah, buat Anda yang ingin mengetahui apakah memiliki faktor risiko terhadap penyakit ini atau tidak, silakan simak rinciannya di bawah ini. Apa Itu Kanker Kandung Kemih? Kanker kandung kemih yaitu tipe kanker yang menyerang organ kandung kemih (vesika urinaria, bladder, buli-buli). Kandung kemih sendiri yaitu organ yang berperan untuk menampung urine yang mengalir dari ginjal. Organ ini berbentuk kantong berongga yang terdapat pada perut bagian bawah di area belakang tulang kemaluan. Penyakit ini memiliki tingkat kelangsungan hidup yang terbilang tinggi yaitu 77% setelah 5 tahun terdiagnosis. Pada pasien yang telah menjalani program terapi sedini mungkin, maka tingkat kelangsungan hidupnya mencapai 96%. Berdasarkan jenisnya, kanker satu ini terbagi menjadi 3 kategori. Berikut di antaranya: Salah satu jenis tumor yang awalnya berkembang pada kelenjar penghasil lendir di kandung kemih. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Karsinoma sel transisional/urotelial: jenis kanker yang berkembang pada sel urotelial yang terdapat pada bagian dalam kandung kemih. Tipe ini merupakan jenis kanker kandung kemih yang paling sering ditemui. Karsinoma sel skuamosa: Tipe karsinoma sel skuamosa yang tumbuh dan berkembang pada lapisan kandung kemih. Nama Kanker Kandung Kemih Gejala Utama Buang air kecil berdarah, sakit punggung, sering BAK Dokter Spesialis Dokter spesialis onkologi Penyebab Utama Mutasi DNA pada sel-sel kandung kemih Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, X Ray, CT scan Faktor Risiko Merokok, usia di atas 55 tahun, paparan bahan kimia, riwayat keluarga Pengobatan Operasi, kemoterapi, radiasi, terapi biologis Pencegahan Rutin konsumsi makanan berserat, jalani pola hidup sehat, hentikan merokok Komplikasi Metastasis atau penyebaran sel kanker Faktor Risiko Kanker kandung kemih tergolong sebagai kanker paling umum dalam sistem genitourinari (sistem organ reproduksi dan kemih). Setiap tahunnya, diperkirakan ada setidaknya 600 ribu orang didiagnosis penyakit ini. Dan ada 200 ribu kematian akibatnya di seluruh dunia. Beberapa faktor risiko yang menjadikan penyakit ini meliputi: Paparan asap rokok. Sebanyak 50-65% kasus kanker ini merupakan akibat dari paparan karsinogen hidrokarbon aromatik polisiklik dan juga beta naftilamin yang terkandung dalam asap rokok. Paparan zat kimia. Misalnya terjadi paparan cat, minyak bumi, logam, pewarna, karet, dan sejenisnya menyumbang 10% seseorang berpotensi terkena kanker kandung kemih. Peradangan kronis pada kandung kemih. Pengobatan radiasi panggul. Riwayat keturunan keluarga. Penggunaan obat-obatan tertentu. Berat badan yang tidak ideal. Usia lanjut >55 tahun. Berjenis kelamin laki-laki. Penyebab Kanker Kandung Kemih Mutasi DNA yang terus berkembang pada sel-sel kandung kemih menjadikan seseorang terkena kanker satu ini. Akan tetapi, alasan dibalik perkembangan kanker tersebut masih belum pasti. Beberapa faktor risiko di atas dapat mendorong seseorang terkena penyakit ini. Walau demikian, setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda satu sama lainnya walau memiliki faktor risiko yang sama. Gejala Kanker Kandung Kemih Apabila dilihat dari gejalanya, kanker kadung kemih dapat mengakibatkan beberapa keluhan sebagai berikut: Sering buang air kecil, khususnya ketika malam hari. Buang air kecil berdarah (hematuria). Sulit menahan buang air kecil. Nyeri ketika buang air kecil. Ingin buang air kecil tapi urine susah keluar. Nyeri punggung. Tubuh lemah dan lemas. Pembengkakan pada kaki. Berat badan menurun drastis. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis kondisi ini, maka dokter dapat mempertimbangkan beberapa pemeriksaan seperti halnya: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. CT scan. MRI scan. Tes sitologi urine. Sistoskopi Biopsi jaringan. Rontgen Pencegahan Kanker Kandung Kemih Memang, saat ini masih belum ada metode utama untuk mencegah kondisi ini. Namun, ada beberapa metode yang dapat Anda lakukan jika ingin mencegah terhadap kanker kandung kemih. Di antaranya yaitu: Hindari paparan asap rokok. Minum air putih dalam jumlah cukup. Konsumsi makanan kaya serat. Rutin olahraga. Hindari zat-zat kimia berbahaya. Pengobatan Kanker Kandung Kemih Pengobatan kanker kemih akan dokter sesuaikan dengan kondisi pasien, stadium, dan faktor lain yang memengaruhinya. Beberapa pengobatan yang kerap dilakukan meliputi: Operasi Kemoterapi Radioterapi Terapi biologi. Komplikasi Jika terus dibiarkan tanpa segera mendapatkan penanganan yang tepat dan optimal, maka kondisi ini dapat mengakibatkan komplikasi tertentu. Contohnya yaitu berupa penyebaran sel-sel kanker ke organ lain. Dalam kasus yang parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Kapan Harus ke Dokter? Segera mungkin periksakan diri Anda ke dokter spesialis onkologi jika menemukan gejala kanker kandung kemih di atas. Dengan memeriksakan sedini mungkin, maka nantinya Anda akan mendapatkan perawatan seoptimal mungkin sehingga potensi penyembuhannya di atas 90%. Narasumber: dr. Steven Gunawan, Sp. U, FICS Spesialis Urologi Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2025-07-17 - Modified: 2025-07-07 - URL: https://primayahospital.com/umum/kawasaki/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Walau jarang diketahui, namun ada salah satu penyakit vaskulitis yang dapat menyerang bayi dan anak balita yang dinamakan sebagai penyakit kawasaki. Walau bukan termasuk sebagai penyakit infeksi dan menular, namun kondisi ini seharusnya mendapatkan perawatan sedini mungkin guna terhindar dari komplikasi. Lalu, apakah penyakit Kawasaki berbahaya dan apakah penyakit kawasaki bisa sembuh dengan sendirinya? Jika ingin tahu lebih lanjut seputar penyakit ini, yuk simak rincian lengkapnya dalam artikel berikut. Apa Itu Penyakit Kawasaki? Penyakit Kawasaki yaitu penyakit peradangan dinding pembuluh darah di hampir seluruh bagian tubuh. Kondisi ini kerap menyerang anak balita dan membuatnya tampak menyeramkan. Walau demikian, kondisi ini tergolong sebagai penyakit yang sangat langka. Awalnya, penyakit ini ditemukan oleh seorang dokter dan ilmuwan dari Jepang yaitu dr Tomisaku Kawasaki. Dalam medis, kondisi ini juga disebut sebagai Mucocutaneous lymph node syndrome. Walau umumnya terjadi pada pembuluh darah arteri, namun peradangan juga dapat terjadi pada pembuluh darah vena maupun kapiler. Selain peradangan pada pembuluh darah, kondisi ini juga kerap ditandai dengan pembengkakan selaput lendir dan kelenjar getah bening. Penyakit ini bersifat self limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Walau demikian, perawatan juga tetap diperlukan karena dapat memengaruhi arteri koroner yang menjadikan komplikasi berupa penyakit jantung. Nama Penyakit Kawasaki Gejala Utama Demam, mata merah, bibir kering dan pecah-pecah, lidah merah dan bengkak Dokter Spesialis Dokter spesialis anak, dokter spesialis jantung Penyebab Utama Belum pasti apa penyebab utamanya Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, cek darah, cek urine, ekokardiogram Faktor Risiko Anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun Pengobatan Pemberian kortikosteroid, suntik IVIG, pemberian antikoagulan Pencegahan Tidak ada pencegahan khusus Komplikasi Kerusakan pembuluh darah jantung Faktor Risiko Anak-anak dengan usia 1-2 merupakan yang paling rentan terkena penyakit ini walau secara luas dapat menyerang usia 6 bulan – 5 tahun. selain itu, faktor risiko lain yang dapat menjadikan seseorang terkena penyakit ini yaitu: Jenis kelamin laki-laki. Etnis Asia Pasifik. Terkena virus pernafasan. Faktor genetik dari orang tua. Penyebab Penyakit Kawasaki Belum pasti apa yang menyebabkan seseorang terkena penyakit ini. Namun, beberapa penelitian menunjukkan, bahwa penyakit Kawasaki berhubungan dengan patogen yang bersumber dari air atau angin. Selain itu, faktor genetik dari turunan orang tua juga menyumbang peran tersendiri bagi anak untuk terkena penyakit ini. Walaupun bukan termasuk penyakit infeksi dan menular karena belum ada virus yang terbukti menyebabkan penyakit ini, namun menurut penelitian setidaknya ada 40% kasus mereka yang terdiagnosis penyakit ini karena terjangkit virus pada pernafasan. Gejala Penyakit Kawasaki Mengutip dari situs Mayoclinic, bahwa terdapat beberapa gejala penyakit kawasaki yang kerap menyerang anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Berikut gejala penyakit Kawasaki pada anak yang terbagi ke dalam 3 tahap: Tahap Akut (Minggu 1 – 2) Demam tinggi mendadak. Ruam merah di sekujur tubuh. Bibir kering dan pecah-pecah. Lidah kering dan kemerahan. Mata merah. Tangan dan kaki bengkak. Pembengkakan kelenjar getah bening. Tahap Subakut (Minggu 2 – 4) Diare Demam sudah reda. Sakit kepala. Sakit perut. Muntah Pengelupasan kulit jari tangan dan kaki. Nanah dalam urine. Sendi nyeri dan bengkak. Penyakit kuning. Peningkatan kadar trombosit. Tonjolan pada pembuluh arteri (aneurisma). Tahap Konvalesen (Minggu 4 – 6) Gejala mulai mereda. Anak masih mudah lelah. Tubuh masih lemas. Bisa timbul beberapa komplikasi. Cara Dokter Mendiagnosis Selain melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik, dokter juga dapat mendiagnosis kondisi ini melalui: Cek darah. Cek urine. Elektrokardiogram Ekokardiogram CT angiogram. Pencegahan Penyakit Kawasaki Kondisi ini belum memiliki metode pencegahan yang efektif. Namun, jika anak Anda memiliki gejala di atas, maka segera mungkin bawa ke dokter. Pengobatan Penyakit Kawasaki Dokter dapat menangani penyakit ini dengan cara mengurangi peradangan pembuluh darah. Dengan begitu, risiko penggumpalan darah dapat berkurang, dan risiko komplikasi pun dapat dicegah. Berikut ini beberapa pengobatannya: Pemberian antikoagulan. Berguna untuk meredakan peradangan dan demam seperti aspirin. Suntik gammaglobulin. Yaitu menyuntikan antibodi yang berperan dalam mengurangi gangguan jantung. Pemberian obat kortikosteroid. Berperan dalam mengurangi dan meredakan peradangan, biasa diberikan jika tidak merespons suntik gammaglobulin. Pemberian obat analgesik untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Perawatan di rumah juga bisa bunda lakukan melalui beberapa metode seperti halnya berikut ini: Kompres anak dengan kain yang telah dibasahi air hangat suam kuku. Boleh memandikan anak sehingga kebersihan tetap terjaga. Cukupi kebutuhan cairan tubuh sehingga tidak dehidrasi. Komplikasi Walaupun termasuk penyakit langka, namun kondisi ini membutuhkan perawatan sedini mungkin. Jika sampai terlambat, maka dapat mengakibatkan komplikasi seperti halnya: Penyakit katup jantung. Serangan jantung. Peradangan pembuluh darah jantung. Peradangan otot jantung. Pembuluh darah yang ruptur/robek. Kematian Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan anak Anda ke dokter spesialis jantung atau dokter spesialis anak saat mengalami gejala di atas. Hindari menunda-nunda untuk memeriksakannya mengingat kondisi ini bisa berpotensi membahayakan nyawaa anak. Narasumber: dr. Zulkifli, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Hertasning - Published: 2025-07-16 - Modified: 2025-07-07 - URL: https://primayahospital.com/umum/hifema/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Cedera seperti benturan pada mata bisa mengakibatkan suatu gangguan mata yang dinamakan sebagai hifema. Kondisi ini terjadi ketika darah terkumpul membentuk genangan pada bilik depan mata. Jadi, akan terlihat lapisan darah yang berada di area antara kornea dan iris. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dapat mengakibatkan berbagai gangguan mata, salah satunya yaitu berupa kebutaan. Yuk cari tahu lebih dalam seputar hifema dalam artikel berikut ini. Apa Itu Hifema? Hifema yaitu kondisi gangguan mata yang terjadi saat darah terkumpul pada area bilik depan mata (di antara kornea dan iris mata). Kumpulan darah ini dapat membentuk lapisan yang akan menutupi pupil dan iris sehingga dapat mengakibatkan penglihatan terganggu. Umumnya, cedera atau trauma pada mata menjadi penyebab utama kondisi ini. Cedera parah akan membuat pupil atau iris mata robek sehingga akan mengeluarkan darah yang menggenang di area bilik depan mata. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi secara mendadak, khususnya pada anak-anak. Khususnya bagi anak-anak yang mengalami penyakit seperti hemofilia atau anemia sel sabit. Penyebab Hifema Hifema dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya : Trauma pada mata (tumpul/tajam) Sickle cell disease Hemophilia Leukemia Kanker mata(retinoblastoma) Penggunaan antikoagulan(aspirin, warfarin) Operasi mata Von Willebrand disease Gejala Hifema Seseorang yang menderita hifema dapat mengeluhkan beberapa gejala berikut, diantaranya : Penglihatan buram akibat kumpulan darah menghalangi cahaya masuk ke dalam mata Fotofobia (sensitif terhadap cahaya) Mata nyeri atau sakit Perubahan warna pada mata Tingkat keparahan hifema terbagi menjadi 4 kategori, yaitu: Tingkat 0. Disebut juga sebagai mikrohifema. Kondisi ini ditandai dengan tidak adanya lapisan darah pada mata, namun darah tetap nampak jika dilihat menggunakan alat khusus. Tingkat 1. Terlihat adanya lapisan darah yang luasnya kurang dari sepertiga hingga bilik depan mata. Tingkat 2. Terlihat adanya lapisan darah yang luasnya sekitar sepertiga hingga setengah bilik depan mata. Tingkat 3. Terlihat lapisan darah sudah menyebar hampir memenuhi bagian bilik depan mata namun belum sepenuhnya menutup komplit. Tingkat 4. Disebut juga sebagai total hifema. Terlihatlapisan darah yang sepenuhnya menutupi bilik depan mata dengan warna merah pekat atau bahkan kehitaman. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis hifema, dokter dapat melakukan beberapa hal diantaranya : Wawancara medis. Pemeriksaan mata komprehensif meliputi pemeriksaan tajam penglihatan, pengukuran tekanan bola mata / tonometri, pemeriksaan mata menggunakan alat khusus slit lamp Ultrasound CT- scan kepala pada kasus cedera yang melibatkan dinding bola mata Pencegahan Hifema Karena kondisi ini umumnya terjadi akibat benturan atau cedera, maka untuk menghindari trauma pada mata, Anda bisa melindungi mata Anda terhadap kondisi yang mungkin dapat membahayakan mata Anda seperti saat melakukan pekerjaan yang berisiko atau saat berolahraga khusus. Pengobatan Hifema Pengobatan pada hifema dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi, mengurangi rasa nyeri, dan mengobati keluhan lain yang ada. Berikut ini beberapa macam pengobatan pada hifema yang kerap dokter sarankan nantinya: Istirahat cukup dan hindari aktivitas berlebih yang dapat meningkatkan tekanan pada mata. Gunakan pelindung mata sehingga iritasi dan tekanan pada mata dapat berkurang serta mata lebih rileks. Posisikan kepala dengan kemiringan 40 - 45 derajat atau tidur dengan menggunakan bantal tinggi agar lapisan darah tidak mengahalangi jalan masuknya cahaya ke dalam mata Obat-obatan. Pemberian obat-obatan akan dokter sesuaikan dengan jenis gejala yanga a Diantaranya adalah obat anti inflamasi, obatanti glaukoma untuk menurunkan tekanan bola mata, dan pereda nyeri. Pembedahan dilakukan apabila terjadi hifema derajat 4, peningkatan tekanan bola mata, risiko perubahan warna pada kornea mata yang sifatnya permanen. Komplikasi Komplikasi hifema yang perlu Anda waspadai yaitu peningkatan tekanan pada mata. Jika tekanan bola mata meningkat dalam waktu lama tanpa mendapatkan penanganan dari dokter, maka dapat mengakibatkan glaukoma yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf mata. Selain itu, komplikasi lainnya yang mungkin terjadi yaitu berupa perdarahan pada mata berulang, perubahan warna pada kornea , dan penurunan tajam penglihatan. Kapan Harus ke Dokter? Saat Anda mengalami beberapa gejala di atas, maka segera kunjungi dokter spesialis mata. Hifema bisa menjadi kondisi serius apabila Anda tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat dari dokter. Narasumber: dr. Nadira Putri Arianbi, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Semarang - Published: 2025-07-15 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/roseola/ - Kategori: Penyakit - Translation Priorities: Optional Bayi rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang dapat berakibat fatal. Terutama penyakit menular yang terdiri atas berbagai jenis dan penyebab. Salah satunya roseola yang merupakan penyakit infeksi umum pada anak-anak, terutama bayi dan balita. Dalam artikel ini akan dijelaskan seputar gejala, penyebab, cara diagnosis, dan penanganan, hingga langkah-langkah pencegahan roseola yang dapat diambil. Mengenal Roseola Roseola adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes tipe 6 (HHV-6) dan kadang-kadang tipe 7 (HHV-7). Virus ini termasuk keluarga herpesvirus, tapi berbeda dengan virus herpes yang menyebabkan luka dingin atau herpes genital. Virus penyebab roseola bisa menyebar melalui droplet pernapasan seperti air liur atau lendir serta kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Menurut artikel dalam National Library of Medicine, penyakit ini biasanya muncul pada anak-anak berusia 6-12 bulan. Sebanyak 90 persen kasus roseola terjadi pada anak-anak berumur 2 tahun. Roseola juga kerap disebut “penyakit keenam” karena merupakan satu dari enam penyakit infeksi virus yang umum terjadi pada anak-anak, terutama balita, yang ditandai dengan demam tinggi dan diikuti kemunculan ruam kulit. Roseola sering tak dikenali lantaran gejalanya yang mirip dengan infeksi virus lain. Gejala penyakit ini mungkin mengkhawatirkan bagi kebanyakan orang tua, tapi roseola umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri. Meski begitu, tetap ada kemungkinan komplikasi dan risiko pemburukan kondisi terutama bagi anak-anak yang punya sistem imun kurang memadai sehingga diperlukan kewaspadaan dan perawatan yang tepat. Gejala Roseola mempunyai pola gejala yang khas dan bisa dibedakan menjadi dua fase perkembangan: Fase I Pada fase ini, anak akan mengalami demam tinggi secara mendadak dengan suhu mencapai 1 derajat Celsius selama 3-5 hari. Selama fase awal ini, demam biasanya diiringi gejala seperti: Nafsu makan berkurang Hidung meler atau mampet Batuk ringan Mata merah Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan belakang telinga Diare ringan Rewel Fase II Setelah demam turun, dalam 12-24 jam berikutnya, fase II gejala roseola ditandai dengan kemunculan ruam berwarna merah muda pada kulit, terutama pada area dada, perut, dan punggung. Karakteristik ruam ini antara lain: Tidak gatal Tak menimbulkan ketidaknyamanan Terdiri atas bintik-bintik kecil atau bercak yang memudar ketika ditekan Biasanya bertahan selama 1-3 hari Penyebab Seperti dijelaskan sebelumnya, roseola terjadi akibat infeksi virus HHV-6 atau HHV-7. Virus ini amat mudah menular dan menyebar lewat: Percikan ludah ketika batuk atau bersin Berbagi peralatan makan atau minum dengan orang yang terinfeksi Kontak langsung dengan cairan tubuh, seperti air liur Masa inkubasi virus ini sekitar 5-15 hari dan biasanya cuma terjadi sekali seumur hidup lantaran tubuh bisa membangun kekebalan terhadap virus seusai infeksi pertama. Namun ada kemungkinan virus bertahan dalam tubuh dan kembali aktif di kemudian hari, terutama ketika sistem kekebalan tubuh melemah. Cara Dokter Mendiagnosis Roseola Umumnya dokter mendiagnosis roseola berdasarkan hasil pemeriksaan gejala klinis dan riwayat kesehatan pasien. Tahap diagnosis biasanya meliputi: Pemeriksaan fisik menyeluruh Evaluasi pola demam dan kemunculan ruam Pengecekan riwayat medis Menurut pedoman dari American Academy of Pediatrics, diagnosis roseola sering kali bersifat retrospektif. Artinya, ruam yang muncul setelah demam turun menjadi petunjuk utama untuk memastikan kondisi ini. Dalam beberapa kasus, dokter bisa meminta pasien menjalani tes darah untuk memastikan diagnosis. Cara Mengatasi Roseola Kebanyakan anak yang terinfeksi roseola bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Meski begitu, anak mungkin memerlukan penanganan tertentu untuk meredakan gejala dan membuatnya tetap nyaman. Di antaranya: Meminum obat penurun demam seperti ibuprofen atau parasetamol sesuai dengan aturan pemakaian Mengonsumsi cairan seperti air putih, susu, dan larutan elektrolit untuk menjaga anak agar tidak kekurangan cairan (dehidrasi) Beristirahat yang cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih baik Mengenakan pakaian yang nyaman Menjaga suhu ruangan tidak terlalu panas ataupun dingin Komplikasi Sebagian besar kasus roseola tak menyebabkan komplikasi yang serius. Namun, pada beberapa anak, demam tinggi bisa menyebabkan kejang. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh naik dengan cepat. Secara umum kejang ini tak membahayakan dan tak menyebabkan kerusakan jangka panjang, tapi tetap perlu mendapat penanganan yang tepat. Dalam studi di Journal of Medical Virology didapati anak yang terinfeksi human herpesvirus 6B (HHV-6B) berpotensi mengalami demam kejang epileptikus yang termasuk kondisi darurat medis. Komplikasi roseola yang serius lebih berisiko terjadi pada anak yang punya sistem imun lemah. Pencegahan Hingga kini belum terdapat vaksin yang bisa mencegah infeksi roseola. Namun ada sejumlah langkah yang bisa membantu menekan risiko penularan, seperti: Mencuci tangan secara teratur Menghindari kontak langsung dengan penderita Membersihkan mainan dan permukaan benda yang sering disentuh Memastikan anak mendapat nutrisi seimbang Memberikan air susu ibu kepada bayi Memastikan anak cukup tidur Kapan Harus ke Dokter? Roseola biasanya dapat hilang sendiri dalam waktu satu minggu tanpa komplikasi serius. Namun penting untuk memantau kondisi anak dan segera berkonsultasi ke dokter jika gejala tidak membaik. Narasumber: dr. Lola Dwi Syahtira Dokter Umum Primaya Hospital Sukabumi - Published: 2025-07-14 - Modified: 2025-07-07 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/gejala-hiperkolesterolemia/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Tahukah Anda, bahwa mengonsumsi makanan kaya kolesterol bisa mengakibatkan beragam kondisi kesehatan, salah satunya yaitu hiperkolesterolemia. Ini merupakan kondisi ketika kadar kolesterol pada darah terlalu tinggi. Kondisi ini memang terlihat sepele, namun jika dibiarkan maka dapat mengakibatkan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah. Akibatnya, risiko terkena serangan jantung maupun stroke meningkat. Nah, untuk mengetahui apa saja gejala hiperkolesterolemia ini, yuk simak rinciannya berikut. Apa Itu Hiperkolesterolemia? Hiperkolesterolemia yaitu suatu kondisi ketika terjadi kelebihan kadar kolesterol dalam darah. Penumpukan kolesterol ini dapat menyumbat pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi terganggu dan bahkan mengakibatkan serangan jantung maupun stroke. Kolesterol yaitu suatu lemak yang secara alami diproduksi tubuh yang berperan dalam menghasilkan hormon, membentuk sel-sel sehat, hingga untuk proses pembuatan vitamin D. Namun, ketika terjadi penumpukan kolesterol berlebih dalam darah, maka akan mengganggu kesehatan tubuh. Dalam tubuh, terdapat 3 jenis kolesterol yang berupa HDL (high density lipoprotein), LDL (low density lipoprotein), dan trigliserida. HDL sendiri merupakan kolesterol baik yang berperan untuk mencegah penyumbatan pada pembuluh darah, namun LDL merupakan jenis kolesterol yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sementara trigliserida terjadi ketika konsumsi kalori berlebih. Ini akan digunakan sebagai sumber energi cadangan, namun jumlah yang berlebihan juga tidak baik bagi tubuh. LDL normal yaitu bila kadarnya 130 mg/dl ke bawah, sementara trigliserida yaitu berada di angka 150 mg/dl ke bawah. Kolesterol total yang sehat yaitu kurang dari 200 mg/dl. Nama Hiperkolesterolemia Gejala Utama Sering mengantuk, nyeri dada, kram pada kaki Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Penyebab Utama Jarang beraktivitas, konsumsi makanan kaya lemak jenuh, kebiasaan merokok Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, cek kadar kolesterol Faktor Risiko Pertambahan usia, gangguan ginjal, penyakit bawaan Pengobatan Batasi makanan tinggi lemak, rutin olahraga, kelola stres Pencegahan Hindari merokok, rutin olahraga, perbanyak makanan penurun kolesterol Komplikasi Stroke, serangan jantung, hipertensi Faktor Risiko Seseorang dapat menderita penyakit ini apabila mereka memiliki beberapa hal yang dapat meningkatkan risikonya seperti halnya: Riwayat kelainan genetik dari pihak keluarga. Konsumsi lemak trans dan lemak jenuh berlebihan. Kurang olahraga. Berusia di atas 55 (wanita) dan 45 tahun (pria). Punya kebiasaan merokok. Minum-minuman alkohol berlebihan. Kondisi kesehatan seperti ginjal, hipertiroidisme, diabetes. Obesitas atau kegemukan. Penyebab Hiperkolesterolemia Beragam jenis kondisi tertentu bisa menjadi penyebab dari hiperkolesterolemia. Di antaranya ada hal terkontrol dan yang tidak terkontrol. Di antaranya yaitu: A. Penyebab Tidak Bisa Dikontrol Pertambahan usia. Hiperkolesterolemia familial. Gangguan kelenjar tiroid. Gangguan ginjal dan atau hati. B. Penyebab Bisa Dikontrol Konsumsi lemak jenuh berlebihan. Jarang berolahraga atau beraktivitas. Kebiasaan merokok. Kadar lemak berlebih di area perut. Gejala Hiperkolesterolemia Awalnya, penderita penyakit ini memang tidak merasakan adanya keluhan apa pun. Namun, saat kondisi sudah parah akibat tingginya kolesterol dalam darah, maka akan timbul berbagai macam komplikasi. Nah, beberapa gejala yang harus Anda waspadai yaitu berupa: Arcus senilis. Yaitu lingkaran berbentuk cincin putih keabuan pada tepi kornea mata. Menumpuknya gumpalan lemak di kelopak mata. Menumpuknya gumpalan gumpalan lemak pada kulit. Untuk keluhan yang mestinya Anda waspadai meliputi: Mudah stres. Kram pada kaki saat malam hari. Nyeri tungkai kaki. Nyeri dada. Sering mengantuk. Berat badan bertambah. Cara Dokter Mendiagnosis Selain melalui wawancara medis, dokter juga akan melakukan beberapa upaya untuk mendiagnosis penyakit ini dengan cara: Pemeriksaan fisik umum. Pemeriksaan kolesteroldalam darah. Pencegahan Hiperkolesterolemia Untuk mencegah kondisi ini, maka Anda bisa melakukan beragam jenis upaya seperti halnya berikut ini: Kelola stres dengan baik. Pastikan berat badan selalu ideal. Hindari merokok. Hindari minuman beralkohol. Olahraga rutin minimal 30 menit per hari. Kurangi konsumsi makanan tinggi kolesterol. Konsumsi makanan penurunan kolesterol. Pengobatan Hiperkolesterolemia Apabila gejala kolesterol sudah sampai pada tahap membahayakan, maka dokter akan melakukan beberapa upaya pengobatan melalui: Obat penghambat penyerapan kolesterol. Penghambat PCSK9. Pengikat asam empedu. Obat golongan statin. Suplemen omega-3. Fenoibratfe Niacin Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan pasien untuk menjalani pola hidup sehat seperti halnya: Batasi makanan tinggi lemak. Olahraga secara rutin. Hentikan kebiasaan merokok. Konsumsi minuman beralkohol. Kelola stres dengan baik. Tingkatkan asupan buah dan sayur. Komplikasi Kondisi ini bisa menimbulkan beragam jenis komplikasi membahayakan seperti halnya berikut ini: Stroke Diabetes tipe 2. Batu empedu. Jantung koroner. Penyakit ginjal. Hipertensi Penyakit arteri perifer. Kapan Harus ke Dokter? Segera periksaan diri Anda ke dokter spesialis jantung apabila menderita beberapa keluhan atau gejala hiperkolesterlemia di atas. Terlebih apabila Anda memiliki faktor risiko seperti punya masalah kesehatan jantung, riwayat penyakit yang sama dalam keluarga, berat badan berlebih, diabetes, dan juga hipertensi. Narasumber: dr. Marisa Khairani H, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Priaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2025-07-13 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/feokromositoma/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Tumor memiliki banyak sekali jenisnya, salah satunya yaitu feokromositoma. Tumor ini menyerang kelenjar adrenal sehingga sering disebut juga sebagai paraganglioma adrenal. Lalu apakah tumor ini bersifat ganas atau kanker? Feokromositoma umumnya bersifat jinak dan merupakan jenis tumor yang langka. Walau kerap terjadi pada usia 30 – 50 tahun, namun siapa saja dapat terkena serangan penyakit ini. Yuk ketahui lebih mendalam seputar apa itu feokromositoma di bawah ini. Apa Itu Feokromositoma? Feokromositoma yaitu tumor langka yang berkembang pada kelenjar adrenal. Dalam tubuh kita, kelenjar adrenal merupakan sebuah jaringan yang terletak di atas ginjal. Fungsinya untuk menghasilkan hormon metabolisme, mengatur respons tubuh pada kondisi stres, serta untuk mengendalikan tekanan darah. Perlu Anda ketahui, bahwa tumor ini dapat berkembang pada sel chromaffin yang terdapat pada bagian tengah kelenjar adrenal. Nah, sel ini berperan dalam menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah, denyut jantung, hingga tekanan darah. Tumor ini dapat menyerang salah satu dari kelenjar tersebut atau bahkan keduanya. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang optimal, maka bisa mengakibatkan masalah kardiovaskular, kerusakan kelenjar adrenal, hingga kondisi yang mengancam jiwa. Umumnya, mereka yang terkena penyakit ini yaitu berada di usia antara 20 – 50 tahun. Walau demikian, hampir semua usia berpotensi terkena penyakit ini. Dokter umumnya kana memberikan rekomendasi pengobatan berupa operasi untuk membantu pengangkatan tumor ini. Sekitar 85 – 95% kondisi ini tergolong sebagai tumor jinak. Walau ada yang bersifat kanker, namun pada feokromositoma tidak terdapat tingkatan stadium kanker. Berdasarkan jenisnya, maka kondisi ini dibagi menjadi feokromositoma: Lokal Regional Metastatik Berulang Nama Feokromositoma Gejala Utama Tekanan darah tinggi, denyut jantung meningkat Dokter Spesialis Dokter spesialis onkologi Penyebab Utama Belum diketahui pasti apa penyebabnya Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek tahap lanjut Pengobatan Operasi, kemoterapi, terapi radiasi, iodine isotopes. Pencegahan Belum ada pencegahan yang efektif Komplikasi Kardiomiopati, serangan jantung Penyebab Feokromositoma Belum pasti apa penyebab utama dari kondisi ini. Namun, ada beberapa hal yang berkaitan erat dengan feokromositoma seperti mutasi 10 gen berbeda, penyakit von Hippel Lindau, sindrom paraganglioma herediter, atau neurofibromatosis NF1. Perlu Anda ketahui, bahwa tumor ini dapat berkembang pada sel chromaffin yang terdapat pada bagian tengah kelenjar adrenal. Nah, sel ini berperan dalam menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah, denyut jantung, mengatur respons ancaman, hingga mengontrol tekanan darah. Jadi, ketika tumor tumbuh pada sel tersebut, maka dapat mengakibat sekresi atau pengeluaran hormon ini berlebihan. Akibatnya, membuat seseorang bereaksi cepat, denyut jantung meningkat, hingga tekanan darah yang juga meningkat. Beberapa faktor lain yang bisa memicu kondisi serupa yaitu karena: Stres dan kecemasan. Aktivitas fisik yang tinggi. Proses pembedahan. Proses pembiusan. Perubahan posisi tubuh. Konsumsi obat tertentu. Konsumsi makanan kaya tiramin. Gejala Feokromositoma Dalam beberapa kasus, penyakit ini tidak menimbulkan gejala tertentu karena tumor tidak mengeluarkan noradrelin maupun adrenalin. Namun, saat tumor menghasilkan sekresi hormon adrenalin atau pun noradrenalin, maka akan mengakibatkan gejala yang tertentu yang signifikan. Beberapa di antaranya yaitu berupa: Gejala Umum Sakit kepala. Gemetar Tekanan darah tinggi. Keringat berlebih. Jantung berdebar kencang. Gejala yang Jarang Terjadi Diare Nyeri dada. Nyeri perut. Pucat Sembelit Mual Muntah Serangan panik. Hipotensi ortostatik. Gangguan penglihatan. Berat badan turun. Cara Dokter Mendiagnosis Menurut informasi dari Medicalnewstoday, bahwa untuk mendiagnosis terhadap feokromositoma ini terbilang sulit. Hal ini karena penyakit ini tergolong sebagai penyakit langka dan juga setiap penderita umumnya memiliki gejala yang berbeda-beda. Umumnya, dokter akan melakukan wawancara medis sekaligus mengonfirmasi apakah seseorang mengalami penyakit ini atau tidak melalui gejala yang muncul seperti: Tekanan darah tinggi yang konstan. Sakit kepala diiringi berkeringat dan detak jantung tak beraturan. Adrenal incidentaloma (tumor adrenal) Apabila pasien diketahui mengalami beberapa hal di atas, maka akan lanjut ke tahapan pemeriksaan fisik dan lanjutan seperti: Tes darah. Tes urine. MRI scan. CT scan. Tes genetik. Pencegahan Feokromositoma Belum ada metode pencegahan untuk penyakit ini mengingat penyebabnya saja belum pasti. Namun, jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, maka segera periksakan diri ke dokter sehingga segera mendapatkan perawatan yang optimal. Pengobatan Feokromositoma Umumnya, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan pengobatan melalui operasi. Jenis operasi yang dokter sering sarankan yaitu laparoskopi sehingga tidak menimbulkan risiko yang terlalu besar. Karena sebagian besar pheochromocytomas merupakan tipe tumor jinak, maka setelah operasi umumnya gejala akan menghilang. Namun, dokter mungkin akan memberikan beberapa rekomendasi perawatan seperti: Kemoterapi Terapi radiasi. Iodine isotopes (jika tumor ganas). Operasi pada bagian lain. Komplikasi Walaupun sebagian besar kondisi ini tidak mengakibatkan komplikasi tertentu, namun jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka dapat menimbulkan beragam jenis komplikasi membahayakan. Contohnya yaitu: Kardiomiopati. Pulmonary edema (penumpukan cairan pada paru-paru). Serangan jantung. Pendarahan pada otak. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis onkologi apabila mengalami gejala ini. Dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin, maka risiko terkena komplikasi dapat berkurang. Narasumber: dr. Daniel Rizky, Sp. PD-KHOM Spesiais Penyakit Dalam Subspesialis Hemato Onkologi Medik Primaya Hospital Semarang - Published: 2025-07-12 - Modified: 2025-07-15 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/penyakit-buerger/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Buerger yaitu penyakit gangguan sirkulasi darah yang dapat mengakibatkan nyeri pada tangan maupun kaki. Dalam medis, kondisi ini kerap dinamakan sebagai tromboangitis obliterants. Lalu, apakah penyakit ini menular? Walau dapat menyerang segala usia, namun penyakit buerger ini tidaklah menular. Hanya saja, kondisi ini bisa memicu risiko infeksi yang menyerang jaringan lain. Apabila tidak segera di atasi, tentunya dapat mengakibatkan kerusakan jaringan permanen. Yuk cari tahu lebih mendalam seputar penyakit ini! Apa Itu Penyakit Buerger? Penyakit Buerger yaitu penyakit vaskulitis (peradangan pembuluh darah) di mana pembuluh darah kecil dan sedang mengalami peradangan dan penyumbatan. Walau dapat terjadi pada bagian pembuluh darah arteri mana pun, namun kondisi ini kerap menyerang tubuh bagian tangan dan kaki. Walaupun tergolong sebagai penyakit langka, namun kondisi ini bisa berakibat fatal. Hal ini karena kondisi penyumbatan pada pembuluh darah yang berkepanjangan dapat mengakibatkan jaringan yang terdampak menjadi rusak akibat kekurangan oksigen dan nutrisi. Lama kelamaan, kondisi tersebut dapat mengakibatkan kematian sel dan jaringan hingga berakibat pada pembusukan. Tentunya, kondisi ini membutuhkan perawatan sedini mungkin sehingga potensi risiko komplikasi fatal yang mungkin terjadi semacam ini dapat berkurang. Nama Penyakit Buerger Gejala Utama Pembengkakan pada tangan atau kaki disertai nyeri Dokter Spesialis Dokter spesialis bedah vaskular, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Penyebab Utama Belum pasti apa penyebabnya Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, tes allen, angiografi, tes darah Faktor Risiko Mengidap penyakit gusi kronis, pria, perokok aktif, usia 40 – 45 tahun Pengobatan Operasi, terapi stimulasi saraf tulang belakang, obat-obatan Pencegahan Hindari paparan udara dingin dalam waktu lama, periksa kesehatan berkala Komplikasi Stroke, kerusakan saraf perifer, serangan jantung Faktor Risiko Penyakit ini dapat menyerang segala usia. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko lain yang menyebabkan kondisi ini seperti halnya: Kebiasaan merokok. Usia 40 – 45 tahun. Pengidap penyakit gusi kronis. Berjenis kelamin pria. Penyebab Penyakit Buerger Penyebab seseorang terkena penyakit ini belum bisa dipastikan. Menurut informasi dari cdc. gov, bahwa penggunaan produk berbasis tembakau seperti rokok juga berpotensi menyebabkan kondisi ini. Senyawa kimia yang terdapat di dalamnya dapat mengiritasi pembuluh darah yang mengakibatkan peradangan. Selain itu, kondisi seperti faktor genetik maupun respons autoimun juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Gejala Penyakit Buerger Mengutip dari Medicalnewstoday, bahwa gejala yang tampak antara satu orang dengan orang lain dapat berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan serta lokasi bagian tubuh yang terkena. Berikut ini beberapa gejala yang umum terjadi: Jari tangan atau kaki pucat, kemerahan, atau membiru. Nyeri pada jari tangan atau kaki. Bagian yang terkena terasa dingin. Kulit pada jari tangan atau kaki berubah dan mengkerut. Sensasi terbakar dan kesemutan. Sakit pada pergelangan kaki ketika berjalan. Pada kondisi yang parah, gejala yang timbul bisa sampai mengakibatkan infeksi. Hal ini karena terjadi kematian jaringan akibat sel-sel tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi dalam waktu lama. Akibatnya, bakteri dan patogen lain akan mudah menginfeksinya. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter dapat melakukan beberapa tahapan seperti: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. Angiografi Tes allen. Tes darah. Pencegahan Penyakit Buerger Belum ada metode pencegahan yang efektif mengingat penyebabnya belum pasti. Namun, ada beberapa upaya yang dapat Anda lakukan seperti: Hindari paparan asap rokok. Hindari paparan udara dingin dalam waktu lama. Periksa kesehatan secara rutin. Hindari penggunaan obat-obatan. Pengobatan Penyakit Buerger Cara menyembuhkan penyakit Buerger Disease bisa melalui berbagai macam cara. Dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan hasil diagnosis yang telah mereka lakukan. Berikut ini beberapa pengobatan yang kerap dokter lakukan: 1. Pemberian Obat-Obatan Obat-obatan yang kerap dokter berikan yaitu obat untuk memperbaiki sirkulasi darah. Beberapa obat lain seperti vasodilator (pelebar pembuluh darah), pencegah gumpalan darah, hingga obat perangsang pembuluh darah baru juga kerap diberikan. 2. Terapi Stimulasi Saraf Tulang Belakang Selanjutnya, ada terapi stimulasi saraf tulang belakang yang bekerja dengan menghambat pengiriman sinyal rasa sakit pada saraf tulang belakang otak. 3. Operasi Operasi menjadi pilihan yang sering dokter pilih karena mampu mengatasi penyakit buerger secara efektif. Tujuan operasi yaitu dengan melancarkan aliran darah yang tersumbat sehingga nyeri dan gejala lainnya hilang. Komplikasi Kondisi ini bila tidak segera mendapatkan perawatan yang optimal maka dapat mengakibatkan beberapa kondisi seperti halnya: Gangrene (pasokan darah yang terhenti). Infeksi Amputasi Gangguan saraf perifier. Serangan jantung. Gangguan pembuluh darah saluran cerna. Stroke Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda mengalami gejala di atas, maka segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Jika kondisinya parah, dokter akan merujuknya ke dokter spesialis bedah vaskular untuk menjalani proses pembedahan. Narasumber: dr. Aldo Ferly, M. Res, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2025-07-11 - Modified: 2025-07-15 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyebab-endoftalmitis/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Ada banyak jenis kondisi darurat medis yang memengaruhi mata, salah satunya yaitu endoftalmitis. Kondisi ini merupakan infeksi pada cairan bola yang harus segera mendapatkan perawatan sesegera mungkin karena dapat memengaruhi kebutaan permanen. Untuk mengetahui secara mendalam apa itu endoftalmitis sekaligus penyebab dan gejalanya, yuk simak rinciannya di bawah ini. Apa Itu Endoftalmitis? Endoftalmitis yaitu infeksi dan peradangan pada bagian dalam bola mata. Gejala yang tampak yaitu sakit mata, mata merah, dan penglihatan kabur. Umumnya, kondisi ini terjadi karena infeksi bakteri atau jamur. Patogen menyerang dari luar lalu menginfeksi bagian dalam bola mata. Biasanya, patogen tersebut masuk ketika terjadi cedera pada mata atau saat seseorang habis melakukan prosedur operasi mata. Kondisi ini dapat memengaruhi vitrous humor dan aqueous humor. Vitreous humor yaitu gel bening yang ada di bagan belakang mata atau tepatnya di antara retina dan lensa. Fungsinya yaitu untuk memfokuskan cahaya ke dalam mata. Lalu, aqueous humor yaitu cairan bening di depan mata yang tepatnya di antara kornea dan lensa mata. Fungsinya yaitu sebagai sara penyuplai nutrisi yang mata butuhkan. Dengna begitu, mata tetap mendapatkan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap saat. Nama Endoftalmitis Gejala Utama Mata merah, mata berair, pandangan kabur, sensitif terhadap cahaya Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Infeksi patogen Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, USG mata, vitreous tap Faktor Risiko Kerusakan lensa mata, luka mata, habis operasi mata Pengobatan Antibioitik, antijamur, kortikosteroid, vitrektomi Pencegahan Gunakan pelindung mata saat bekerja di tempat yang rawan terkena luka mata Komplikasi Gangguan penglihatan, kebutaan permanen Faktor Risiko Seseorang dapat mengalami kondisi ini apabila memiliki beberapa faktor risiko seperti halnya berikut ini: Habis melakukan operasi mata (seperti operasi katarak/glaukoma). Kerusakan pada area lensa mata. Luka mata atau cedera yang lama tidak diobati. Mata terkena kotoran yang menimbulkan infeksi. Terdapat benda asing pada mata. Hilangnya cairan pada bagian belakang bola mata. Penyebab Endoftalmitis Penyebab utama seseorang terkena penyakit ini yaitu karena infeksi patogen atau kuman pada bagian dalam bola mata. Jenis patogen yang dapat menyerang bisa berupa bakteri, virus, jamur, atau bisa juga parasit. Nah, jika dibagi berdasarkan sumber infeksinya, maka kondisi ini terbagi jadi dua jenis. Di antaranya yaitu: Eksogenus. Yaitu jenis infeksi yang berasal dari luar tubuh yang bisa terjadi karena cedera mata, operasi pada mata, suntikan pada mata. Endogeneus. Yaitu tipe endoftalmitis y ang penyebabnya berupa infeksi penyebaran kuman dari bagian tubuh lain, seperti dari aliran darah. Gejala Endoftalmitis Mengutip dari situs Medicalnewstoday, bahwa gejala endoftalmitis yang kerap muncul yaitu berupa: Pandangan berkabut yang semakin memburuk. Mata terasa sakit atau nyeri. Mata merah. Pembengkakan pada mata. Kesulitan dalam melihat cahaya terang. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan yaitu: Wawancara medis. Serangkaian tanya jawab untuk menanyakan kondisi kesehatan pasien, keluhan, dan faktor yang menjadi penyebabnya. Pemeriksaan fisik. Dengan cara melihat langsung kondisi mata pasien apakah memang terdapat cedera atau tidak. USG mata. Salah satu tahapan pemeriksaan penunjang untuk menentukan keberadaan luka, cedera, atau benda asing yang mungkin terdapat pada bola mata. Vitreous tap. Tipe pengambilan sampel cairan pada bola mata yang berperan dalam menentukan jenis kuman yang dapat menginfeksi bola mata. Pencegahan Endoftalmitis Untuk mencegah terkena kondisi ini, maka penting sekali untuk mengenakan kaca mata pelindung, khususnya saat berkendara, melakukan pekerjaan tertentu, maupun saat berolahraga yang memungkinkan terkena kontak pada mata. Selain itu, apabila Anda habis menjalani operasi mata seperti operasi glaukoma atau katarak, maka pastikan untuk melakukan kontrol secara rutin guna mengetahui apakah terjadi kemungkinan infeksi ataukah tidak. Pengobatan Endoftalmitis Dokter dapat meresepkan pengobatan yang berbeda-beda pada masing-masing pasien tergantung pada tingkat keparahan, penyebab, maupun kondisi lain yang memengaruhinya. Berikut ini di antaranya: Apabila penyebab utamanya infeksi bakteri, maka antibiotik merupakan pengobatan yang utama. Bisa digunakan dalam bentuk oles maupun suntik. Saat infeksi disebabkan oleh jamur, maka dokter akan memberikan antijamur baik dalam bentuk oral atau pun suntik. Obat golongan kortikosoteroid dengan dosis tinggi dalam bentuk suntik dapat membantu mengatasi peradangan pada bola mata. Yaitu metode tindakan bedah yang dilakukan untuk mengganti cairan mata yang berkurang atau yang terinfeksi. Komplikasi Ketika kondisinya sudah parah dan terlambat penanganannya, maka kondisi ini bisa menimbulkan beragam jenis komplikasi seperti halnya: Kebutaan permanen. Gangguan penglihatan. Pengangkatan bola mata. Kapan Harus ke Dokter? Periksakan diri Anda ke dokter spesialis mata sesegera mungkin ketika gejala di atas muncul setelah mengalami cedera mata atau sehabis menjalani operasi mata. Dengan penanganan sedini mungkin, maka risiko kondisi yang serius dapat terhindarkan nantinya. Narasumber: dr. Sivilia Artanti, Sp. M Spesialis Mata Primaya Evasar Hospital - Published: 2025-07-10 - Modified: 2025-07-07 - URL: https://primayahospital.com/umum/warfarin/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Warfarin sebagai obat yang telah banyak digunakan tapi mungkin belum terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Obat ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan pembekuan darah. Artikel ini akan membahas secara mendalam seputar warfarin. Apa Itu Warfarin? Warfarin adalah obat pengencer darah alias antikoagulan yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan vitamin K di hati yang penting untuk proses pembekuan darah. Sejak diperkenalkan pada 1948 dan disetujui penggunaannya oleh Food and Drug Administration di Amerika Serikat pada 1954, warfarin banyak diresepkan sebagai salah satu terapi utama untuk mencegah pembentukan gumpalan darah yang berbahaya atau trombus. Artikel di National Library of Medicine menyebutkan warfarin digunakan untuk mencegah dan mengobati trombosis vena (kondisi ketika trombus menyumbat pembuluh darah vena) dan kejadian tromboemboli (pembentukan gumpalan darah di vena) serta kondisi seperti infark miokard (serangan jantung) dan fibrilasi atrium (gangguan irama jantung yang berdenyut dengan tidak beraturan dan cepat). Warfarin tersedia dalam bentuk sediaan oral dan merupakan salah satu obat terpenting dalam pencegahan dan pengobatan pembekuan darah yang lazim diresepkan di seluruh dunia. Manfaat Warfarin Berdasarkan berbagai studi klinis, warfarin memiliki manfaat utama mencegah pembekuan darah yang dapat menyebabkan kondisi serius seperti stroke, serangan jantung, dan emboli paru. Beberapa ini sejumlah manfaat spesifik warfarin: Pencegahan stroke: pasien dengan fibrilasi atrium berisiko tinggi mengalami stroke. Warfarin dapat mengurangi risiko ini secara signifikan. Pengobatan trombosis vena dalam (DVT): warfarin digunakan untuk mengobati dan mencegah pembekuan darah pada vena di kaki yang bisa membahayakan bila menyebar atau berpindah ke organ vital. Pencegahan emboli paru: kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah menyumbat arteri di paru-paru. Pengelolaan kondisi jantung: warfarin digunakan untuk pasien dengan katup jantung buatan untuk mencegah pembekuan darah. Dosis dan Aturan Pakai Warfarin Penentuan dosis warfarin bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kondisi medis pasien, usia, berat badan, dan interaksi dengan obat lain. Umumnya dosis awal warfarin berkisar 2-5 mg per hari. Namun dosis ini perlu disesuaikan berdasarkan hasil pengujian International Normalized Ratio (INR) yang dilakukan secara berkala. INR adalah tes darah untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku. Pasien yang menggunakan warfarin harus menjalani pemeriksaan INR secara rutin untuk memastikan bahwa kadar darah berada dalam rentang yang aman. Bagaimana Cara Menggunakan Warfarin? Warfarin biasanya diminum sekali sehari pada waktu yang sama setiap hari demi menjaga kadar obat dalam tubuh. Tablet ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Penting untuk menelan tablet secara utuh dan tidak menghancurkan atau mengunyahnya. Selalu ikuti dosis dan jadwal yang ditetapkan oleh dokter. Jangan mengubah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Jika ada dosis yang terlewat, minumlah dosis yang terlewat itu segera setelah ingat jika masih dalam hari yang sama. Bila sudah berganti hari, lewatkan dosis yang terlupa dan lanjutkan penggunaan warfarin sesuai dengan jadwal. Hubungi dokter jika lupa meminum satu dosis warfarin. Cara Penyimpanan Warfarin Penyimpanan yang tepat sangat penting untuk mempertahankan efektivitas warfarin. Caranya antara lain: Simpan dalam suhu ruangan di wadah yang tertutup rapat Hindari paparan langsung sinar matahari Simpan di tempat yang kering dan jauh dari kelembapan Jauhkan dari jangkauan anak-anak Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala Interaksi Warfarin dengan Obat Lain Warfarin dapat berinteraksi dengan banyak obat lain, termasuk obat bebas dan suplemen herbal. Di antaranya: Antibiotik seperti siprofloksasin dan metronidazole: meningkatkan kadar warfarin dalam darah. Obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproksen: meningkatkan risiko perdarahan. Obat antidepresan seperti fluoksetin: mempengaruhi metabolisme warfarin. Suplementasi herbal seperti ginkgo biloba dan ginseng: menurunkan efek antikoagulan. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Warfarin Penggunaan warfarin tidak boleh tanpa petunjuk dokter dan mesti sangat diperhatikan, terutama pada kondisi berikut: Kehamilan: bisa menyebabkan cacat lahir warfarin jika digunakan selama trimester pertama kehamilan. Gangguan hati atau ginjal: warfarin bisa meningkatkan risiko gangguan fungsi hati atau ginjal. Riwayat perdarahan: warfarin meningkatkan risiko perdarahan sehingga penting untuk waspada terhadap tanda-tanda perdarahan. Operasi: warfarin dapat meningkatkan risiko perdarahan selama dan setelah operasi. Pasien juga harus memperhatikan asupan makanan yang kaya vitamin K, seperti sayuran hijau, karena dapat mempengaruhi efektivitas warfarin. Jika mengalami gejala baru, segera informasikan kepada dokter. Efek Samping dan Bahaya Warfarin Efek samping warfarin yang paling serius adalah perdarahan. Gejala dan tanda perdarahan bisa berupa memar yang tidak biasa, mimisan, gusi berdarah, darah dalam urine atau tinja, dan perdarahan menstruasi yang berat. Jika mengalami efek samping ini, segera hubungi dokter. Beberapa pasien juga mungkin mengalami reaksi alergi yang dapat menyebabkan ruam, gatal, atau kesulitan bernapas serta gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare. Alternatif Obat Sejenis Warfarin Terdapat sejumlah obat antikoagulan baru yang dikembangkan beberapa tahun terakhir dan bisa menjadi alternatif warfarin, seperti Dabigatran Rivaroksaban Apiksaban Edoksaban Untuk memastikan apakah obat itu bisa menjadi alternatif yang tepat, diperlukan evaluasi oleh dokter terlebih dahulu. Kapan Harus ke Dokter? Jika mengalami gejala pembekuan darah seperti nyeri dada, sesak napas, atau pembengkakan pada kaki, segera hubungi dokter. Begitu pula bila mengonsumsi warfarin dan mengalami efek samping yang serius. Narasumber: Apt. Khadijah Nurul Rahmah, S. Farm. , M. Si Apoteker Primaya... - Published: 2025-07-09 - Modified: 2025-07-01 - URL: https://primayahospital.com/obat/zidovudine/ - Kategori: Obat - Translation Priorities: Optional Human immunodeficiency/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) masih menjadi tantangan kesehatan global yang serius. Namun, terdapat penurunan kematian terkait AIDS yang signifikan sampai 30% sejak tahun 2005 karena peningkatan akses pengobatan antiretroviral (ARV). Di dalam sejarah panjang penanganan HIV/AIDS, zidovudine hadir sebagai salah satu obat ARV pertama yang telah membantu banyak orang dengan HIV/AIDS. Apa Itu Zidovudine? Zidovudine adalah obat ARV dari kelompok nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI). Obat yang menjadi pionir dalam pengobatan HIV/AIDS ini pertama kali disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 1987. Zidovudine bekerja dengan cara menghambat enzim reverse transcriptase yang dibutuhkan virus HIV untuk mereplikasi diri. Manfaat Zidovudine sebagai salah satu obat ARV memiliki kontribusi dalam pengobatan dan pencegahan HIV/AIDS. Di antaranya: Mengurangi viral loadatau menurunkan jumlah virus HIV dalam darah sehingga memperlambat perkembangan penyakit Menurunkan risiko penularan HIV dari ibu ke anak hingga jika diberikan selama kehamilan, persalinan, dan periode postpartum Meningkatkan jumlah sel darah putih CD4+ yang penting untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh Mengurangi risiko infeksi oportunistik (infeksi oleh mikroba yang bisa terjadi ketika sistem imun melemah) pada pasien HIV Memperpanjang harapan hidup pasien HIV secara signifikan Dengan sejumlah manfaat itu, zidovudine kerap digunakan bersama obat antiretroviral lain sebagai bagian dari terapi kombinasi sehingga bisa meningkatkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan. Lazimnya, regimen standar pengobatan ARV terdiri dari 2 macam obat NRTI ditambah dengan 1 macam obat non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI) atau protease inhibitor atau integrase inhibitor. Dosis dan Aturan Pakai Secara umum, untuk dosis pengobatan HIV orang dewasa, dosis yang direkomendasikan adalah 300 mg untuk dua kali minum dalam sehari. Dosis ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien atau bila ada efek samping yang muncul. Beberapa efek samping yang sering muncul pada pasien yang menggunakan zidovudin, antara lain anemia dan intoleransi saluran cerna Bagaimana Cara Menggunakan Zidovudine? Zidovudine baru tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul di Indonesia. Cara penggunaannya yang paling umum adalah dengan menelan tablet atau kapsul menggunakan air. Sediaan oral ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Penting untuk mengonsumsi zidovudine secara teratur dan pada waktu yang sama setiap hari untuk memastikan kadar obat dalam darah tetap stabil. Jika ada dosis yang terlewat, pasien harus mengonsumsi dosis itu sesegera mungkin ketika ingat. Tapi, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, dosis yang terlewat sebaiknya diabaikan dan tidak ditambahkan ke dosis berikutnya. Cara Penyimpanan Penyimpanan obat secara tepat sangat penting untuk menjaga keefektifannya, termasuk untuk zidovudine. Berikut adalah panduan cara penyimpanan zidovudine: Simpan dalam suhu ruangan Hindari paparan sinar matahari langsung atau tempat yang lembap, seperti kamar mandi Jangan menyimpan obat di dalam lemari es kecuali diarahkan oleh dokter atau apoteker Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan Gunakan wadah yang tertutup rapat sebagai tempat penyimpanan Interaksi Zidovudine dengan Obat Lain Jika zidovudine digunakan bersamaan dengan obat lain, termasuk suplemen dan obat herbal, ada risiko interaksi yang mesti diperhatikan. Sejumlah interaksi obat bisa meningkatkan risiko efek samping hingga menurunkan efektivitas obat yang dikonsumsi. Di antaranya: Stavudine: mengurangi efektivitas kedua obat Ribavirin: meningkatkan risiko anemia Gansiklovir: meningkatkan risiko toksisitas hematologis Probenesid: meningkatkan kadar zidovudine dalam darah Claritromisin: mengurangi penyerapan zidovudine Selalu beri tahu dokter Anda tentang semua obat, suplemen, atau herbal yang sedang Anda konsumsi. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Zidovudine Zidovudine harus digunakan secara rutin dan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan dokter. Jangan menghentikan pengobatan atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter karena bisa mempengaruhi efektivitas pengobatan dan meningkatkan risiko resistansi atau kekebalan kuman terhadap obat. Hal lain yang mesti diperhatikan termasuk: Lakukan pemeriksaan darah rutin untuk memantau efek samping Informasikan kepada dokter jika memiliki riwayat anemia atau gangguan hati Hindari konsumsi alkohol yang dapat meningkatkan risiko kerusakan hati Penggunaan jangka panjang memerlukan pemantauan fungsi hati dan darah Efek Samping dan Bahaya Efektivitas zidovudine telah terbukti, tetapi tetap ada efek samping yang harus dipahami, seperti: Efek samping umum Mual dan muntah Sakit kepala Kelelahan Nyeri otot Sakit tenggorokan Sakit punggung Demam Batuk Efek samping serius Anemia berat Neutropenia (penurunan jumlah sel darah putih) Hepatomegali (pembesaran hati) Asidosis laktat (penumpukan asam laktat dalam darah) Alternatif Obat Sejenis Zidovudine Di samping zidovudine, ada sejumlah alternatif yang kerap digunakan dalam pengobatan HIV/AIDS, seperti lamivudine, tenofovir, dan emtricitabine. Obat-obat ini juga termasuk golongan NRTI dan bisa digunakan secara kombinasi. Pemilihan obat yang tepat bergantung pada berbagai faktor, termasuk efek samping, interaksi obat, dan preferensi pasien. Karena itu, penting untuk berdiskusi dengan dokter sebelum menjalani pengobatan. Kapan Harus ke Dokter? Pengguna zidovudine harus rutin menjalani pemeriksaan medis untuk memantau efektivitas pengobatan dan mendeteksi efek samping. Segera hubungi dokter jika muncul gejala serius seperti kesulitan bernapas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, atau tanda-tanda infeksi seperti demam tinggi, dan keringat malam. Narasumber: dr. Wicensius Parulian Hasudungan, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2025-07-08 - Modified: 2025-07-01 - URL: https://primayahospital.com/obat/voriconazole/ - Kategori: Obat - Translation Priorities: Optional Infeksi jamur bisa menjadi masalah kesehatan yang serius hingga membahayakan keselamatan jiwa seseorang. Salah satu solusi efektif yang sering direkomendasikan para dokter adalah penggunaan voriconazole. Obat ini telah terbukti secara ilmiah mampu melawan berbagai jenis infeksi jamur yang sulit diatasi dengan obat lain. Apa Itu Voriconazole? Voriconazole adalah obat yang bermanfaat untuk mengatasi beragam infeksi jamur. Obat yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan Pfizer ini bekerja dengan cara menghambat enzim 14α-demethylase yang berperan dalam pembentukan ergosterol, komponen penting dalam membran sel jamur. Dengan menghambat enzim tersebut, voriconazole merusak membran sel jamur sehingga menghambat pertumbuhannya dan akhirnya membunuh jamur tersebut. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi jamur serius seperti aspergilosis invasif, kandidiasis esofagus, dan infeksi jamur lain yang tak bisa diatasi dengan terapi standar. Dalam suatu penelitian di International Journal of Antimicrobial Agents, voriconazole diketahui menunjukkan aktivitas yang sangat baik dalam melawan berbagai spesies Aspergillus dan Candida. Selain itu, obat yang tersedia dalam bentuk oral dan injeksi intravena (infus) ini mampu menjangkau ke dalam jaringan tubuh, termasuk otak, sehingga efektif dalam pengobatan infeksi yang sulit dijangkau oleh obat antijamur lain. Manfaat Voriconazole memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya obat pilihan dalam pengobatan infeksi jamur. Salah satu manfaat utamanya adalah cakupan efektivitasnya yang luas dalam mengatasi infeksi berbagai spesies jamur. Ini termasuk jamur yang sering menimbulkan infeksi serius pada pasien dengan sistem imun yang lemah, seperti pasien kanker atau penerima transplantasi organ. Obat ini antara lain digunakan untuk mengatasi infeksi jamur berikut ini: Aspergilosis invasif, yakni infeksi jamur serius yang sering menyerang pasien dengan sistem kekebalan tubuh lemah Kandidiasis yang resistan terhadap terapi standar, termasuk fluconazole Infeksi jamur serius dari Scedosporium apiospermumdan Fusarium spp Voriconazole juga bisa diresepkan untuk pencegahan infeksi jamur invasif pada penerima transplantasi sumsum tulang yang berisiko tinggi. Dosis dan Aturan Pakai Dosis voriconazole harus disesuaikan berdasarkan jenis infeksi serta usia dan berat badan pasien. Berikut ini panduan yang umum: Dewasa Intravena: Dosis awal (loading dose): 6 mg/kg setiap 12 jam selama 24 jam pertama Dosis pemeliharaan: 4 mg/kg setiap 12 jam Dewasa Oral: Berat badan kurang dari 40 kg: 100 mg per 12 jam Berat badan sedikitnya 40 kg: 200 mg per 12 jam Anak-anak (2-12 tahun): 9 mg/kg setiap 12 jam sebagai dosis awal, diikuti dengan 8 mg/kg setiap 12 jam Jika ada dosis yang terlewat, segera minum dosis yang terlewat begitu mengingatnya. Namun, bila telah mendekati waktu untuk dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal dosis yang biasa. Jangan mengonsumsi dosis ganda untuk menggantikan dosis yang terlewat. Bagaimana Cara Menggunakan ? Penggunaan voriconazole harus sesuai dengan resep dokter untuk mencegah efek samping serius. Voriconazole tersedia dalam dua bentuk sediaan, yakni oral dan larutan infus. Jenis obat oral sebaiknya dikonsumsi minimal satu jam sebelum atau sesudah makan karena makanan dapat mengurangi penyerapan obat. Jika menggunakan bentuk larutan infus, obat ini harus diberikan secara perlahan melalui infus intravena. Sebelum menggunakan obat ini, penting untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati dan pemantauan kadar obat dalam darah, terutama bagi pasien dengan risiko tinggi atau yang sedang mengonsumsi obat lain. Cara Penyimpanan Penyimpanan voriconazole harus dilakukan dengan benar untuk menjaga stabilitas dan efektivitas obat. Voriconazole bentuk sediaan oral sebaiknya disimpan pada suhu kamar serta jauh dari sinar matahari langsung dan kelembapan. Sementara itu, larutan infus harus disimpan dalam lemari es dan digunakan dalam jangka waktu tertentu setelah dibuka sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Interaksi Voriconazole dengan Obat Lain Voriconazole memiliki potensi interaksi dengan banyak obat. Beberapa interaksi yang perlu diperhatikan termasuk: Meningkatkan risiko efek samping voriconazole: ritonavir dan fluconazole Menurunkan efektivitas voriconazole: rifampisin, carbamazepin, dan fenobarbital Meningkatkan risiko perdarahan: antikoagulan seperti warfarin Informasikan kepada dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Sebelum menggunakan voriconazole, ada beberapa peringatan yang perlu diperhatikan. Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati atau ginjal harus menggunakan obat ini dengan hati-hati. Selain itu, voriconazole tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan kecuali manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi pada janin. Pemeriksaan rutin fungsi hati juga sangat dianjurkan selama pengobatan karena voriconazole dapat mempengaruhi kondisi hati. Jika terjadi gejala seperti mual, muntah, atau penyakit kuning, segera hubungi dokter. Jika mengalami gejala reaksi alergi, seperti ruam, gatal, bengkak, atau kesulitan bernapas, segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter. Efek Samping dan Bahaya Efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan voriconazole antara lain: Mual dan muntah Mulut kering Diare Sakit kepala Ruam kulit Gangguan penglihatan Efek samping yang lebih serius, meskipun jarang, antara lain: Demam Menggigil Perut nyeri Kehilangan selera makan Kelelahan ekstrem Kerusakan hati Masalah jantung Reaksi alergi yang parah Halusinasi visual Alternatif Obat Sejenis Jika tak dapat menggunakan voriconazole, ada beberapa alternatif antijamur yang tersedia, seperti: Posaconazole Isavuconazole Caspofungin Micafungin Fluconazole Itraconazole Setiap alternatif memiliki tingkat efektivitas dan keamanan yang berbeda sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi pasien masing-masing. Kapan Harus ke Dokter? Saat menggunakan voriconazole,... - Published: 2025-07-07 - Modified: 2025-07-01 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/terapi-proton/ - Kategori: Radiologi - Translation Priorities: Optional Terapi radiasi telah lama menjadi salah satu cara untuk menangani kanker. Seiring dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan seputar kanker, kini terdapat terapi radiasi yang lebih maju, yakni terapi proton. Terapi ini disebut-sebut lebih banyak memberikan manfaat dengan efek samping minimal, tapi masih terus dikembangkan lewat berbagai penelitian. Mengenal Terapi Proton Terapi proton adalah salah satu jenis terapi kanker yang paling menjanjikan. Terapi ini merupakan hasil pengembangan terapi radiasi yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker. Terapi radiasi konvensional memanfaatkan teknologi sinar-X, sedangkan terapi menggunakan partikel subatomik yang disebut proton. Partikel bermuatan positif ini berfungsi menargetkan dan menghancurkan sel-sel kanker dengan tingkat presisi yang tinggi. Terapi proton memiliki keunggulan dalam hal pendistribusian dosis radiasi. Terapi ini bisa langsung menyasar tumor dengan dosis tinggi sehingga bisa menekan risiko kerusakan pada jaringan di sekitarnya yang masih sehat. Karena itu, terapi ini amat efektif sebagai metode pengobatan untuk tumor yang berada di dekat struktur kritis seperti mata, otak, dan tulang belakang. Menurut penelitian yang diterbitkan Molecular and Clinical Oncology, penggunaan terapi proton terus meningkat dari tahun ke tahun. Terapi ini pun menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengurangi efek samping jangka panjang dibanding terapi radiasi konvensional, khususnya dalam kasus kanker pada anak-anak dan tumor yang sulit dijangkau. Siapa Saja yang Memerlukan Terapi proton bisa memberikan manfaat dalam penanganan berbagai jenis kanker. Tapi dokter lebih sering merekomendasikan terapi ini kepada pasien kanker tertentu, seperti: Kanker otak dan sistem saraf pusat karena lokasi tumor otak dekat dengan jaringan saraf yang sensitif Kanker mata karena sinar proton bisa diarahkan dengan tingkat presisi yang tinggi sehingga bisa meminimalkan risiko terganggunya penglihatan Kanker prostat untuk mengurangi risiko efek samping seperti disfungsi seksual dan inkontinensia urin Kanker prediatrik karena anak-anak lebih rentan terhadap efek samping jangka panjang radiasi Kanker paru-paru dan mediastinum demi menghindari paparan radiasi yang berlebihan pada jantung dan jaringan paru-paru yang sehat Kapan Seseorang Memerlukan Tim medis yang terdiri atas beragam dokter akan merekomendasikan terapi proton bila pemeriksaan menunjukkan pasien memerlukan terapi ini. Biasanya tim medis akan mempertimbangkan sejumlah faktor ketika mengambil keputusan ini, seperti: Jenis dan lokasi tumor Stadium kanker Usia dan kondisi kesehatan umum pasien Riwayat pengobatan sebelumnya Risiko efek samping dari terapi radiasi konvensional Terapi proton kerap menjadi rekomendasi saat: Tumor berada di dekat organ-organ penting yang sensitif terhadap radiasi Diperlukan dosis radiasi yang tinggi untuk mengontrol tumor Pasien sebelumnya sudah menjalani terapi radiasi dan membutuhkan pengobatan tambahan Pasien adalah anak-anak atau remaja yang lebih berisiko mengalami efek samping jangka panjang dari radiasi Manfaat/Tujuan Sama seperti terapi radiasi konvensional, tujuan terapi proton adalah menghancurkan sel-sel kanker. Namun terapi ini sekaligus bisa meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitar area organ yang terkena kanker karena keunggulannya dalam hal menargetkan tumor secara presisi. Manfaat lainnya termasuk: Dosis radiasi bisa lebih terkontrol karena energi bisa dilepaskan di kedalaman tertentu di tumor Risiko efek samping lebih rendah Dosis radiasi bisa diberikan lebih tinggi pada kondisi tumor tertentu tanpa meningkatkan risiko pada jaringan yang sehat Menjadi pilihan yang efektif untuk menangani tumor yang sulit dijangkau Persiapan Sebelum Menjalani Terapi Terdapat serangkaian langkah persiapan yang penting untuk menjalani terapi proton yang meliputi: Konsultasi awal dengan tim onkologi radiasi untuk membahas rencana pengobatan dan potensi efek samping Pencitraan diagnostik dengan computed tomography (CT)scan atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk memastikan akurasi ukuran dan lokasi tumor Perencanaan radiasi secara detail menggunakan perangkat lunak khusus untuk menentukan arah dan dosis terapi yang akan diberikan, termasuk dengan melakukan simulasi Pembuatan alat khusus seperti masker dan penyangga tubuh untuk memastikan pasien tetap dalam posisi yang sama selama terapi berlangsung Persiapan fisik dan mental pasien lewat edukasi seputar terapi proton oleh tim medis Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Prosedur terapi proton umumnya melibatkan sejumlah langkah, antara lain: Penentuan posisi: pasien berbaring di meja terapi menggunakan alat penunjang yang telah dipersiapkan. Tim medis akan memastikan posisi pasien sudah tepat menggunakan sistem pencitraan. Pemberian radiasi: mesin terapi proton diarahkan ke bagian tubuh pasien sesuai dengan rencana pengobatan. Selama sesi, pemberian sinar proton akan dipercepat melalui akselerator partikel ke arah tumor dengan presisi tinggi. Pasien tidak akan merasakan apa-apa selama proses ini. Pemantauan: tim medis akan memantau pasien dari ruang kendali selama sesi terapi menggunakan kamera dan interkom Sesi berulang: terapi proton biasanya diberikan dalam beberapa sesi yang berlangsung sekitar 15-30 menit per sesi dan pasien bisa pulang seusai sesi dalam hari itu jika tim medis sudah mengonfirmasi tidak ada masalah yang terjadi terutama terkait dengan efek samping Perawatan Pasca Terapi Seusai terapi proton, pasien akan menjalani pemantauan dan perawatan selama beberapa saat oleh tim medis. Dalam beberapa hari, pasien akan diminta kembali untuk menjalani pemeriksaan rutin dan memantau hasil pengobatan serta mengecek apakah ada tanda-tanda kekambuhan tumor. Meski terapi proton minim efek samping, pasien mungkin akan mengalami gejala ringan seperti kelelahan dan kulit kemerahan atau iritasi. Tim medis akan memberikan panduan mengenai cara mengatasi gejala ini. Pasien juga mungkin... - Published: 2025-07-06 - Modified: 2025-07-01 - URL: https://primayahospital.com/umum/kanker-pankreas/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Penyakit pankreas sangat bervariasi, salah satunya yaitu kanker pankreas atau pancreatic cancer. Di tubuh kita, pankreas berperan besar dalam membantu proses pencernaan karena organ ini dapat menghasilkan enzim pencernaan. Saat terkena kanker, maka fungsinya akan terganggu sehingga mengakibatkan masalah pencernaan secara keseluruhan. Kondisi ini sering kali bersifat silent killer. Hal ini karena tidak ada gejala apa pun selama stadium awal. Namun ketika sudah pada stadium akhir, baru terasa keluhannya dan sel-sel kankernya pun sudah menyebar ke organ lain. Jadi, alangkah baiknya bila Anda memahami gejala kanker pankreas sejak awal guna menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Apa Itu Kanker Pankreas! ? Kanker pankreas yaitu jenis kanker yang tumbuh dan berkembang pada pankreas. Kondisi ini berawal dari sel-sel abnormal yang tumbuh tak terkenali pada jaringan pankreas yang membentuk tumor ganas. Saat Anda terkena kondisi ini, maka bisa mengakibatkan berbagai gejala seperti sakit perut hingga ke punggung, penyakit kuning, penurunan berat badan, hingga berbagai macam masalah pencernaan. Pankreas merupakan salah satu organ yang memiliki 2 fungsi. Fungsi pertama yaitu eksokrin atau sebagai penghasil enzim pencernaan yang berguna untuk penyerapan nutrisi dalam tubuh. Selanjutnya fungsi endokrin yang menghasilkan hormon untuk mengontrol gula darah dalam tubuh. Ini termasuk jenis kanker yang sangat mematikan. Tingkat survival rate atau bertahan hidup pada penyakit ini sangat kecil yakni hanya 9% hingga 5 tahun sejak awal diagnosis. Terlebih, penyakit ini tergolong sulit dideteksi sejak dini karena tidak ada keluhan apa pun selama stadium awal. Nama Kanker Pankreas Gejala Utama Nyeri perut hingga ke punggung, gatal pada kulit, gangguan pencernaan Dokter Spesialis Dokter spesialis onkologi Penyebab Utama Belum diketahui pasti Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, tes darah, CT scan, MRI, PET scan Faktor Risiko Lansia di atas 55 tahun, perokok, penderita diabetes Pengobatan Operasi, kemoterapi, radioterapi Pencegahan Hentikan kebiasaan merokok dan alkohol, konsumsi makanan seimbang Komplikasi Metastasis atau penyebaran sel kanker Faktor Risiko Ada beberapa faktor yang menjadikan seseorang lebih mudah mengalami penyakit ini. Di antaranya yaitu: Lansia di atas 55 tahun. Kebiasaan merokok. Kebiasaan minum alkohol. Menderita diabetes. Berat badan berlebih. Infeksi H pylori. Menderita batu empedu. Menderita hepatitis C dan sirosis hati. Kelainan genetik neurofibromatosis tipe 1. Riwayat keluarga penyakit kanker. Konsumsi daging merah yang terlalu banyak. Penyebab Kanker Pankreas Penyebab mengapa seseorang terkena penyakit pankreas masih belum pasti. Namun, mutasi genetik pada DNA yang memengaruhi pertumbuhan sel jaringan pankreas menjadi pemicu utamanya. Gejala Kanker Pankreas Saat stadium awal, kanker pankreas memang tidak menimbulkan gejala apa pun. Walau demikian, jika sudah mencapai stadium lanjut maka akan menimbulkan ragam gejala seperti berikut ini: Sakit perut hingga ke punggung. Berat badan turun drastis. Kehilangan nafsu makan. Sembelit Perut kembung. Gatal pada kulit. Feses berwarna pucat. Mudah kelelahan. Kulit dan putih mata kuning. Demam menggigil. Cara Dokter Mendiagnosis Ada serangkaian metode diagnosis yang dapat dokter lakukan untuk mengetahui apakah Anda mengidap kanker pankreas atau tidak. Di antaranya yaitu: Tes darah. Biopsi CT Scan. MRI PET scan. Octreotide scan. Endoscopic ultrasound(EUS). Endoscopic retrograde cholangiopancreatography(ERCP). Pencegahan Kanker Pankreas Mengingat penyebab kanker pankreas masih belum pasti, maka pencegahannya pun belum pasti juga. Beberapa metode yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kondisi ini meliputi: Hentikan merokok. Batasi minuman alkohol. Konsumsi makanan sehat. Jaga berat badan tetap ideal. Hindari paparan zat kimia tertentu. Pengobatan Kanker Pankreas Setiap penderita tentunya akan mendapatkan penanganan yang berbeda-beda pula. Ini tergantung pada kondisi pasien, stadium kanker, hingga lokasi yang terkena. Berikut ini beberapa macam pengobatannya: Yaitu menggunakan terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker dengan sinar X dan proton. Proses membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan obat-obatan tertentu. Bisa dilakukan dengan menggunakan pankreatikoduadenektomim, pankreatektomi distal, atau pankreatektomi total. Selain beberapa pengobatan di atas, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa perawatan lain seperti: Pemberian pereda nyeri seperti opioid. Pemasangan stent di saluran empedu. Konseling maupun psikoterapi. Komplikasi Komplikasi yang mungkin terjadi ketika Anda memiliki kanker pankreas yaitu berupa: Penyakit kuning karena terjadi penyumbatan saluran empedu. Nyeri perut berkepanjangan karena sel kanker akan menekan saraf pada perut. Metastasis atau penyebaran kanker ke organ lain, khususnya organ di sekitarnya. Penyumbatan usus karena sel kanker dapat menyumbat usus dua belas jari. Penurunan berat badan akibat produksi enzim pencernaan tidak mencukupi. Kapan Harus ke Dokter? Lakukan pemeriksaan diri Anda ke dokter spesialis onkologi apabila menderita gejala di atas khususnya jika memiliki faktor risiko terkena penyakit kanker pankreas. Dengan pemeriksaan dini, maka dokter akan melakukan skrining lengkap sehingga Anda mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi yang ada. Narasumber: dr. Bimo Prasetyo Dokter Umum Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-07-05 - Modified: 2025-07-01 - URL: https://primayahospital.com/urologi/kanker-testis/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Testis atau buah zakar merupakan organ reproduksi pada pria yang berperan dalam memproduksi sperma dan hormon testosteron. Tahukah Anda, bahwa organ ini juga bisa terkena beberapa masalah kesehatan, salah satunya yaitu kanker testis. Letak testis sendiri yaitu di dalam skrotum atau kantung testis. Kanker ini bisa terjadi di dalam testis itu sendiri maupun menyebar hingga bagian luar. Walau tergolong sebagai kanker langka, namun kondisi ini bahkan bisa membahayakan nyawa loh apabila tidak ditangani dengan baik. Apa Itu Kanker Testis? Kanker testis (testicular cancer) yaitu jenis kanker yang tumbuh dan berkembang pada testis atau buah zakar. Angka kejadian kanker ini terbilang langka, namun dapat dialami oleh semua usia mulai dari usia 15 – 35 tahun. Kondisi ini terjadi ketika tumbuhnya sel-sel abnormal pada jaringan testis. Sel abnormal tersebut dapat terus membelah diri dan mengakibatkan tumor ganas yang terus membesar dan menyerang organ lain. Jika berhasil terdeteksi pada stadium awal, kanker ini memiliki peluang kesembuhan yang terbilang tinggi. Namun, ketika kondisinya sudah parah, maka bisa menyulitkan penanganan, bahkan dapat membuat kanker menyebar ke berbagai organ tubuh yang lebih kompleks. Kanker ini dapat menyebar melalui pembuluh darah maupun saluran getah bening. Setelah itu, tersebar menuju paru-paru, tulang, hingga hati. Oleh karena itu, jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka kondisi ini bisa mengancam nyawa. Apabila dibedakan berdasarkan awal sel kanker tumbuh, maka testicural cancer memiliki 2 jenis yaitu: Germ cell. Disebut juga sebagai kanker sel nutfah. Yaitu kanker yang menyerang sel nutfah (sel untuk membentuk sperma). Jenis ini terbagi lagi menjadi dua yaitu seminoma dan non seminoma. Tumor stroma. Yaitu tumor yang awalnya tumbuh pada jaringan penghasil hormon dalam testis. Tipe ini pun terbagi lagi menjadi dua yaitu tumor sel sertoli (sel untuk support produksi sperma) dan tumor sel leydig (sel produksi testosteron). Nama Kanker Testis Gejala Utama Benjolan pada testis, payudara pria nyeri, pubertas dini (pada anak) Dokter Spesialis Dokter spesialis urologi Penyebab Utama Adanya mutasi genetik pada sel testis Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, USG, biopsi, CT scan, tes darah Faktor Risiko Infeksi HIV, usia 15 – 45 t ahun, karsinoma in situ, kriptokismus, riwayat keluarga Pengobatan Orkiektomi, kemoterapi, radioterapi Pencegahan Menghindari faktor risiko Komplikasi Gangguan kesuburan pria, kanker yang menyebar Faktor Risiko Seseorang akan lebih rentan terkena kanker testis apabila mereka memiliki beberapa faktor risiko sebagai berikut: Usia 15 – 40 tahun. Terinfeksi HIV. Undesensus testis (testis tidak turun ke kantungnya). Riwayat kanker testis dari keluarga. Kelainan bawaan penis. Gangguan perkembangan testis. Karsinoma in situ testis. Penyebab Hingga saat ini masih belum diketahui pasti apa penyebab kanker testis. Namun, para peneliti mengemukakan, bahwa kondisi ini terjadi karena mutasi DNA. Jadi, yang seharusnya DNA mengatur pertumbuhan sel, regenerasi, dan kematian sel, justru tidak dapat mengontrolnya. Gejala Mengacu pada laman Healthline, bahwa beberapa gejala dari kanker testis meliputi: Benjolan pada testis. Pembesaran payudara. Nyeri punggung ke bawah. Sesak napas. Nyeri tumpul di perut bawah atas selangkangan Penumpukan cairan mendadak di scrotum ( hidrokel sekunder ) Nyeri atau ketidaknyamanan di testis / skrotum Cara Dokter Mendiagnosis Dokter dapat mendiagnosis kondisi ini melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Jika masih belum jelas, maka dokter akan melakukan diagnosis tambahan berupa: USG skrotum. Tes darah. CT scan. PET Biopsi Pencegahan Tidak ada metode khusus untuk mencegah kondisi ini. Namun, dengan mengurangi faktor risiko yang dapat dicegah, maka potensi untuk terkena kanker testis dapat lebih minim. Selain itu, pemeriksaan testis sendiri maupun pemeriksaan ke dokter ketika mengalami keluhan tertentu sangatlah dianjurkan. Pengobatan Lalu, apakah kanker testis bisa sembuh sendiri? Kanker testis membutuhkan perawatan medis secara intensif agar bisa disembuhkan. Jadi, Anda tidak boleh membiarkan kondisi ini sembuh dengan sendirinya walaupun masih stadium awal. Bahkan, untuk stadium awal seringkali tidak menimbulkan gejala apa pun. Jadi, saat Anda merasakan gejala yang ada, maka hal tersebut sudah terlambat sehingga butuh penanganan secepat mungkin. Operasi orkidektomi. Yaitu operasi pengangkatan testis guna mengeluarkan jaringan tumor ganas. Pengangkatannya pun bisa hanya pada satu sisi maupun keduanya. Kemoterapi. Yaitu salah satu jenis terapi kankeryang dilakukan dengan memberikan suntikan ataupun obat oral untuk membunuh sel kanker. Kerap dokter lakukan jika tumornya sudah besar. Terapiradiasi. Salah satu terapi untuk membersihkan sisa-sisa sel tumor yang masih tersisa setelah operasi. Terapi ini bisa juga dilakukan sebelum maupun sesudah operasi. Komplikasi Kanker testis bisa mengakibatkan kinerja testis terganggu. Jika sudah parah, bahkan bisa menyebar ke organ lainnya. Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis urologi apabila mengalami salah satu gejala di atas. Dengan pemeriksaan dini, maka peluang kesembuhan terhadap kanker testis ini akan semakin tinggi nantinya. Narasumber: dr. Syakri Syahrir, Sp. U(K) Spesialis Urologi Primaya Hospital Makassar - Published: 2025-07-04 - Modified: 2025-07-13 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/perikarditis/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Dalam jantung kita, terdapat sebuah kantung berserat yang disebut sebagai perikardium. Fungsinya yaitu untuk menjaga jantung agar stabil di mediastinum, mengurangi gesekan jantung, dan memudahkan pergerakan jantung. Namun, ada kalanya perikardium ini bengkak yang dalam medis disebut sebagai perikarditis. Selain menyebabkan nyeri dada, kondisi ini juga dapat mengakibatkan demam, sesak napas, hingga batuk-batuk. Jika terus berlanjut, maka bisa mengakibatkan tamponade jantung hingga perikarditis konstriktif. Yuk ketahui lebih mendalam seputar penyakit ini dalam artikel di bawah ini. Apa Itu Perikarditis? Perikarditis merupakan jenis peradangan dan pembengkakan pada perikardium jantung. Perikardium yaitu selaput jaringan berlapis ganda yang berisi suatu cairan dengan membungkus jantung. Kondisi ini kerap terjadi secara akut atau mendadak. Namun, bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Setelah sembuh, bahkan bisa muncul kambuh kembali dalam beberapa tahun kemudian. Untuk kondisi kronis, bisa terjadi menahun tanpa adanya kesembuhan. Jadi, perlu penanganan intensif agar tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan. Apalagi, kondisi ini berisiko mengakibatkan penebalan perikardium sekaligus melukainya. Nama Perikarditis Gejala Utama Nyeri dada seperti tertutusuk, batuk-batuk, sesak napas Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung Penyebab Utama Respon sistem imun tubuh, inveksi patogen, serangan jantung Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, tes darah, EKG, rontgen dada Faktor Risiko Orang dengan penyakit peradangan, usia antara 20 – 50 tahun Pengobatan Obat-obatan, perikardiektomi, perikardiosentesis Pencegahan Check up rutin kesehatan jantung Komplikasi Temponade jantung, perikarditis konstriktif Faktor Risiko Walau bisa terjadi hampir ke setiap orang, namun ada beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya penyakit ini seperti halnya: Usia antara 20 – 50 tahun. Jenis kelamin pria. Penderita penyakit inflamasi. Penderita penyakit metabolisme. Konsumsi obat tertentu. Cedera karena kecelakaan. Penyebab Perikarditis Mengutip dari situs heart. org, bahwa perikarditis terjadi ketika selaput perikardium yang membungkus jantung mengalami peradangan. Akibatnya, saat bergesekan dengan organ lain akan membuatnya terasa nyeri. Penyebab dibalik hal tersebut masih sulit ditentukan. Para peneliti menduga bahwa kondisi ini berhubungan dengan infeksi patogen seperti virus, jamur, parasit, atau bakteri. Berikut rincian lengkap seputar penyebabnya: Kondisi Idiopatik Maksudnya yaitu bahwa kondisi ini merupakan penyakit medis yang penyebabnya masih belum pasti. Dalam beberapa penelitian, bahwa antara 26 – 86% perikarditis merupakan kondisi idiopatik. Baru-baru ini, para peneliti menemukan korelasi antara sistem imun tubuh yang juga memengaruhi terjadinya perikarditis. Jadi, sistem imun tubuh yang melemah akan membuat peradangan mudah terjadi. Penyakit Inflamasi Penyakit inflamasi mungkin secara tidak langsung akan mengakibatkan seseorang mengalami kondisi ini. Beberapa penyakit inflamasi yang ada meliputi: Rhemumatoid arthritis. Sarkoidosis Skleroderma Systemic lupus erythematosus. Diseksi aorta. Infark miokard. Sindromo dressler. Infeksi Patogen Patogen entah itu virus, bakteri, jamur, maupun parasit dapat berpotensi menjadi penyebab paling umum atas kondisi ini. Bahkan, 1-10% kasus perikarditis merupakan berhubungan dengan infeksi virus, jamur, dan bakteri seperti berikut: Adenovirus Epstein-Barr Influenza A dan B Virus hepatitis A, B, dan C Enterovirus Human immunodeficiency virus (HIV) Virus herpes simpleks (HSV) Streptococcus Escherichia coli Staphylococcus Mycobacterium tuberculosis Candida Histoplasma Toxoplasma Blastomyces Operasi Jantung Penyebab lainnya yang berpotensi menyebabkan terjadinya kondisi ini yaitu karena operasi jantung. khususnya bagi mereka yang baru mengalami operasi. Bila ini penyebabnya, maka kemungkinan sembuhnya tinggi. Jika luka operasi sudah sembuh, maka perikarditis yang menyertainya juga akan sembuh seperti sedia kala. Gejala Perikarditis Tanda-tanda seseorang terkena gangguan jantung satu ini secara umum meliputi: Nyeri dada kiri atau tengah seperti tertusuk. Palpitasi atau jantung berdebar-debar. Napas pendek. Kelelahan berkepanjangan. Batuk kering. Perut bengkak. Tungkai membengkak. Demam ringan hingga sedang. Cara Dokter Mendiagnosis Terdapat beberapa tahapan yang dapat dokter lakukan untuk mendiagnosis kondisi ini yang meliputi: Wawancara medis (anamnesis). Pemeriksaan fisik. Tes darah. Rontgen dada. Ekokardiogram Elektrokardiogram CT scan. MRI Pencegahan Perikarditis Upaya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terkena kondisi ini meliputi: Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Hindari risiko paparan patogen. Selalu periksa kesehatan jantung secara rutin. Pengobatan Perikarditis Pada kondisi normal (tipe akut), kondisi ini dapat sembuh sendirinya walau tidak mendapatkan perawatan khusus. Akan tetapi, jika gejala masih terasa setelah lebih dari 3 minggu, maka dokter akan memberikan pengobatan seperti: Pemberian obat pereda rasa sakit. Pengobatan colchicine (untuk peradangan akut). Perikardiektomi (pengangkatan perikardium). Perikardiosentesesis (pembuangan kelebihan cairan perikardium). Komplikasi Saat penyakit ini mulai memburuk, maka berpotensi mengakibatkan ragam komplikasi kesehatan seperti halnya: Temponade jantung (penumpukan cairan pada perikardium). Perikarditis konstriktif (penebalan permanen pada perikardium). Kapan Harus ke Dokter? Anda harus mengunjungi dokter spesialis jantung apabila mengalami nyeri dada seperti tertusuk, jantung berdebar-debar, batuk kering, napas pendek, dan tubuh yang mudah sekali lelah. Setiap orang mungkin akan menunjukkan tanda yang berbeda, jadi jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Narasumber: dr. Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-07-03 - Modified: 2025-06-30 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/sindrom-brugada/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Sindrom brugada tergolong sebagai salah satu gangguan jantung yang wajib diwaspadai sebaik mungkin. Hal tersebut dikarenakan sindrom satu ini dapat memicu sudden cardiac arrest atau kematian jantung mendadak. Melansir dari laman Kemenkes RI, bahwa sindrom brugada menyumbang 4% kematian jantung mendadak di Indonesia. Tentunya, Anda harus mewaspadai apakah memiliki sindrom bawaan satu ini ataukah tidak mengingat kondisi ini sebagian besar menurun secara genetik. Yuk cari tahu lebih mendalam seputar gangguan jantung satu ini dalam artikel berikut. Apa Itu Sindrom Brugada? Sindrom brugada yaitu kondisi gangguan irama jantung (aritmia) langka yang dipengaruhi oleh faktor genetik bawaan. Sebagian orang tidak mengalami gejala apa pun saat mengidap kondisi ini, namun sebagian orang lain dapat memicu keluhan tertentu bahkan kematian mendadak. Nama “Brugada” sendiri mengambil dari penemunya yaitu Joseph Buragada dan Pedro, dua ilmuwan bersaudara yang meneliti tentang sindrom ini pada tahun 1992 silam. Mereka awalnya meneliti tentang pasien gagal jantung, namun menemukan gambaran pola EKG (elektrokardiogram), yaitu aktivitas kelistrikan jantung yang unik. Kondisi ini membedakannya dengan berbagai jenis penyakit jantung lainnya. Karena tergolong sebagai faktor genetik berupa kelainan struktur jantung, maka sindrom ini memiliki risiko menurun ke sanak famili saat memiliki riwayat sindrom serupa. Jadi, penting sekali untuk memeriksakan ke dokter apabila ingin mengetahui lebih lanjut seputar sindrom satu ini sehingga meminimalisir menurun ke anak. Nama Sindrom Brugada Gejala Utama Jantung berdebar, kejang, pingsan Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung Penyebab Utama Faktor genetik, gangguan struktur jantung Diagnosis Pemeriksaan fisik, anamnesis, dan elektrokardiogram, ekokardiogram Faktor Risiko Riwayat keluarga dengan penyakit yang sama Pengobatan Obat-obatan, ablasi kateter, ICD Pencegahan Hindari konsumsi obat terlarang dan alkohol Komplikasi Henti jantung mendadak Referensi:Faktor Risiko Faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seseorang terkena sindrom brugada meliputi beberapa hal di bawah ini: Faktor genetik. Diketahui bahwa faktor genetik mampu memengaruhi sekitar 30% kasus pada sindrom brugada. Berjenis kelamin pria. Pria memiliki risiko 5,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan wanita saat terkena kondisi satu ini. Usia. Kebanyakan para pasien yang menderita penyakit ini berada di kisaran usia 30 – 40 tahunan. Jarang pada masa anak-anak dan lansia. Penyebab Sindrom Brugada Penyebab sindrom ini umumnya berasal dari mutasi gen yang terjadi secara turun temurun. Jadi, gen yang seharusnya menjaga i rama jantung tetap normal namun mengalami masalah tersendiri berupa gangguan pada kanal ionnya. Akibatnya, detak jantung menjadi tidak normal. Belum pasti apa yang menyebabkan terjadinya mutasi genetik. Namun, selain karena faktor keturunan, beberapa kondisi yang bisa memicu hal ini yaitu berupa efek samping obat-obatan, gangguan elektrolit, dan demam tinggi. Gejala Sindrom Brugada Sering kali, sindrom brugada tidaklah menimbulkan gejala apa pun. Bahkan, dalam banyak kasus, gejala yang terasa baru setelah kondisinya parah. Beberapa gejala tersebut meliputi: Detak jantung yang tidak teratur. Jantung berdebar-debar kencang. Henti jantung. Sesak napas. Pusing Kejang Pingsan Cara Dokter Mendiagnosis Dokter akan mendiagnosis sindrom ini berdasarkan dengan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tambahan seperti: Elektrokardiogram Kateterisasi jantung. Pemeriksaan gen. Pencegahan Sindrom Brugada Karena umumnya sindrom brugada merupakan faktor keturunan genetik, maka pencegahannya tidak memungkinkan. Namun, jika Anda mengalami hal ini dan ingin agar gejalanya tidak semakin memburuk, maka bisa mengikuti beberapa upaya berikut: Pastikan untuk mengobati demam tinggi. Batasi atau bahkan hindari konsumsi alkohol. Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Pastikan konsultasi ke dokter saat akan minum obat. Pengobatan Sindrom Brugada Mengutip dari laman NCBI, bahwa dokter dapat melakukan pengobatan terhadap penyakit ini menggunakan beragam jenis metode yang berbeda sesuai dengan kondisi pasien. Namun, umumnya pengobatan yang kerap dokter lakukan meliputi: Terapi obat-obatan. Contohnya dengan menggunakan obat antiaritmia layaknya quinidine dan beberapa obat lain seperti isoproterenol. Pemasangan ICD. Implantable cardioverter defribillator(ICD) yaitu perangkat medis yang berguna untuk memonitor irama jantung. Metode satu ini terbilang efektif untuk penderita sindrom brugada. Ablasi kateter. Yaitu prosedur penggunaan radiofrekuensi melalui pendekatan trans perikardial dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah hingga terhubung ke jantung. nantinya, kateter akan menghancurkan jaringan jantung yang menyebabkan kondisi ini. Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi dari sindrom brugada yaitu henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest. Hal ini terjadi karena aliran darah yang menuju otak tidak lancar, akibatnya penderita dapat mengalami pingsan bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak. Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis jantung apabila mengetahui bahwa salah satu anggota keluarga Anda juga mengidap sindrom brugada ini. Terlebih, apabila disertai dengan kondisi seperti perasaan tidak nyaman pada dada, dada berdebar-debar kencang, dan perasaan ingin pingsan. Karena komplikasinya cukup serius, maka kondisi ini membutuhkan perawatan dari dokter sesegera mungkin. Perawatan saat masih tahap awal tentunya akan memudahkan dokter dalam melakukan penanganan sekaligus meminimalisir komplikasi yang ada. Narasumber: dr. Aldo Ferly, M. Res, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Beang Pambelum - Published: 2025-07-02 - Modified: 2025-07-06 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/stenosis-trikuspid/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Stenosis merupakan suatu kondisi ketika terjadi penyempitan ruang pada suatu organ tubuh, salah satunya yaitu katup jantung. Terdapat beberapa jenis katup jantung, salah satunya adalah stenosis trikuspid yang berupa penyempitan katup trikuspid. Banyak hal yang menyebabkan kondisi ini, salah satunya yaitu karena penyakit demam rematik (rheumatic valvulitis). Jika ingin tahu lebih lanjut seputar penyakit ini, yuk simak rinciannya berikut! Apa Itu Stenosis Trikuspid? Stenosis trikuspid yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika katup trikuspid menyempit atau terjadi kekakuan. Katup trikuspid sendiri yaitu yaitu salah satu jenis katup jantung yang membatasi antara serambi (atrium) kanan dengan bilik (ventrikel) kanan jantung. Normalnya, saat atrium berkontraksi untuk memompa darah menuju ventrikel, maka katup akan terbuka. Sebaliknya, ketika ventrikel yang berkontraksi agar darah tidak balik lagi menuju atrium, maka katup trikuspid akan tertutup. Namun, pada stenosis trikuspid, katup ini menyempit sehingga darah tidak dapat mengalir dari atrium menuju ventrikel ketika berkontraksi. Akibatnya, atrium akan berusaha keras untuk berkontraksi sehingga mengakibatkan pembesaran. Hal ini dapat berakibat pada gagal jantung. Bisa dikatakan, kondisi ini cukup jarang terjadi. Walau demikian, penderita kondisi ini harus sesegera mungkin mendapatkan perawatan medis mengingat jika terjadi secara berkepanjangan bisa menyebabkan kondisi yang membahayakan nyawa. Nama Stenosis Trikuspid Gejala Utama Cepat lelah, sesak napas, dada berdebar, batu darah Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Penyebab Utama Penebalan pada katup trikuspid Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan CT, MRI, angiografi Faktor Risiko Penyakit demam rematik Pengobatan Obat gagal jantung Pencegahan Mengobati dan mencegah terkena demam rematik Komplikasi Kekurangan oksigen Faktor Risiko Penyebab Stenosis Trikuspid Mengutip dari Medicalnewstoday, bahwa stenosis trikuspid kerap terjadi apabila penderitanya mengalami beberapa kondisi berikut: Demam rematik. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri A streptococcus. Dapat menyebabkan jantung rematik sehingga berpotensi mengakibatkan stenosis trikuspid. Penyakit bawaan lahir. Bayi dengan penyakit jantung bawaan umumnya bisa mengidap kondisi ini. Biasanya terjadi sejak dalam janin ketika tumbuh jaringan ikat berlebihan. Penyakit jantung karsinoid. Ini terjadi ketika adanya kelainan hormonal sehingga katup jantung terdapat plak putih. Endokarditis infektif. Kondisi ketika endokardium atau lapisan dalam jantung mengalami infeksi dan peradangan. Tumor jinak seperti atrial myxoma Penyakit sistemik seperti systemic lupus erythematosus (SLE) Iatrogenik karena tindakan medis seperti pemasangan pacu jantung atau setelah pemberian obat yang bersifat anoreksik Gejala Stenosis Trikuspid Antara satu orang dengan orang lainnya dapat mengalami gejala stenosis trikuspid yang berbeda-beda. Umumnya, gejala yang tampak meliputi: Cepat lelah ketika beraktivitas. Perut membesar. Tungkai bengkak. Sesak napas. Batuk darah. Irama jantung tidak teratur. Dada berdebar kencang. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk mendiagnosis stenosis trikuspid, maka dokter dapat melakukan beberapa tahapan berikut: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. CT scan. MRI scan. Foto rontgen. Ekokardiografi Kateterisasi jantung Pencegahan Stenosis Trikuspid Untuk mencegah terjadinya stenosis trikuspid, maka Anda harus mencegah terkena demam rematik. Jika memang sudah mengalami demam rematik, maka usahakan untuk segera menyembuhkannya. Proses pencegahan demam rematik terdiri atas: Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan. Contohnya dengan rajin cuci tangan, dan hindari terkena infeksi bakteri. Jika mengalami radang tenggorokan, pastikan untuk segera mengobatinya. Jika sampai 3 hari belum sembuh, maka bisa langsung menghubungi dokter. Saat dokter mendiagnosis demam rematik, maka maka Anda harus minum antibiotik yang telah diresepkan hingga habis. Mungkin juga dokter akan memberikan suntikan antibotik bulanan. Pengobatan Stenosis Trikuspid Untuk mengobati kondisi ini, maka dokter akan mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari usia, tingkat keparahan, maupun kondisi khusus. Tujuan utama pengobatan yaitu untuk mengurangi keluhan atau gejala, menghindari komplikasi yang mungkin terjadi, dan juga menyembuhkan suatu penyakit yang mendasarinya. Dokter umumnya akan merekomendasikan perubahan pola hidup sehat untuk penderita penyakit ini. Contohnya dengan melakukan beberapa hal berikut ini: Hindari makanan dengan banyak air. Berperan dalam menghindari edema atau penumpukan cairan pada tangan/kaki. Pemberian obat antikoagulan. Apabila seseorang memiliki denyut jantung yang bermasalah, maka dokter kerap memberikan obat antikoagulan sehingga trombosis bisa dicegah. Konsumsi diuretik. Untuk kondisi gagal jantung, mungkin dokter akan meresepkan obat diuretik. Fungsinya agar cairan dan garam di dalam darah tidak terlalu banyak. Jantung pun akan bekerja lebih ringan. Obat antiaritmia. Apabila terjadi gangguan irama jantung, dokter akan merekomendasikan obat antiaritmia. Operasi penggantian katup. Apabila terjadi gangguan katup jantung, maka dokter mungkin akan melakukan prosedur operasi penggantian katup. Komplikasi Saat kondisi ini terjadi secara terus menerus tanpa mendapatkan perawatan, maka dapat menyebabkan aliran darah terhambat. Pembesaran atrium juga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Selain itu, tekanan pada ventrikel kanan yang rendah juga bisa mengakibatkan paru-paru kurang mendapatkan oksigen. Jika oksigen berkurang terus menerus, maka bisa memengaruhi keselamatan jiwa. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah apabila mengalami kondisi berikut: Nyeri dada terus menerus. Sesak napas. Napas pendek-pendek. Merasa ingin pingsan. Detak jantung tidak beraturan. Narasumber: dr. RR. Hari Hendriarti Satoto, Sp. JP, Subsp. P. R. Kv(K),FIHA, FAPSC, AIFO-K, CRFC Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Rehabilitasi Kardiovaskular Primaya Hospital Semarang - Published: 2025-07-01 - Modified: 2025-06-19 - URL: https://primayahospital.com/bedah/stenosis-pilorus/ - Kategori: Anak, Bedah - Translation Priorities: Optional Apabila buah hati Anda akhir-akhir ini setiap kali makan mengalami muntah-muntah, maka hal tersebut bisa menjadi gejala dari stenosis pilorus. Penyakit ini kerap terjadi pada bayi di bulan-bulan pertama kelahiran. Oleh karena itu, sebagai orang tua tentunya Anda harus memahami dengan baik keluhannya sehingga bisa segera memeriksakannya ke dokter. Walau demikian, kondisi ini dapat terjadi pada usia dewasa walau jarang terjadi. Lalu, apa penanganannya untuk stenosis pilorus ini? Yuk cari tahu info lengkapnya dalam artikel berikut! Apa Itu Stenosis Pilorus? Stenosis pilorus yaitu kondisi ketika pilorus mengalami penyempitan akibat penebalan otot-ototnya. Akibatnya, makanan sulit masuk menuju usus halus dan justru dikeluarkan kembali dengan muntah-muntah. Pilorus sendiri yaitu katup otot yang menghubungkan antara lambung dan usus halus (khususnya duodenum atau usus dua belas jari). Fungsinya yaitu untuk menahan makanan, asam, cairan, cairan, atau zat lainnya sebelum dicerna lebih lanjut ke usus halus. Penebalan pada pilorus ini dapat berukuran begitu besar sehingga benar-benar menutup jalur dari lambung menuju usus halus. Kondisi ini kerap terjadi pada bayi usia 3 bulan ke bawah dan tergolong sebagai penyakit langka karena hanya terjadi dalam rasio 2:1000 bayi. Karena makanan, cairan, dan zat lain tidak dapat masuk ke usus halus secara optimal, maka pertumbuhan dan perkembangan bayi akan terhambat. Bahkan, dalam kasus yang parah dapat membuat bayi dehidrasi yang membahayakan nyawa. Oleh karena itu, sebagai orang tua Anda harus secara jeli melihat kondisi buah hati Anda. Bila menunjukkan gejala stenosis pilorus, maka segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan seoptimal mungkin Nama Stenosis Pilorus (pyloric stenosis) Gejala Utama Muntah setiap kali makan, dehidrasi, konstipasi atau sembelit Dokter Spesialis Dokter spesialis anak Penyebab Utama Penebalan pilorus, namun penyebab akan hal itu belum diketahui Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Bayi hingga usia 3 bulan Pengobatan Pembedahan metode piloromiotomi Pencegahan Belum ada pencegahan khusus Komplikasi Iritasi lambung, penyakit kuning, dehidrasi Faktor Risiko Beberapa faktor menjadikan bayi lebih berisiko terkena pyloric stenosis dibandingkan dengan lainnya. Beberapa yang menyebabkannya yaitu: Jenis kelamin. Anak laki-laki berpotensi lebih besar terkena kondisi ini, khususnya pada anak pertama. Riwayat keluarga. Apabila ibu pernah mengalami kondisi ini, maka risiko menurunkannya ke anak berkisar antara 10 – 20%. Ras. Kondisi ini cukup jarang terjadi terhadap orang Asia, lebih banyak terjadi pada orang Afrika Amerika dan Kaukasian dari Eropa Utara. Penggunaan botol susu. Para peneliti mengungkapkan bahwa penggunaan botol susu pada bayi di awal-awal kelahiran dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit ini hingga 4x lipat. Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur akan lebih sering mengidap kondisi ini. Ibu hamil merokok. Merokok saat masa kehamilan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini hingga 2x lipat. Minum antibiotik saat hamil. Ketika hamil tua lalu minum antibiotik seperti halnya eritromisin berpotensi menyebabkan bayi terkena kondisi ini. Penyebab Stenosis Pilorus Penyebab pasti terjadi stenosis pilorus belum pasti. Namun yang jelas kondisi ini terjadi karena penebalan otot pada area pilorus yang begitu besar sampai memblokir jalannya makanan. Faktor genetik maupun lingkungan diduga menjadi penyebab utamanya. Gejala Stenosis Pilorus Mengacu pada situs Mayoclinic, bahwa stenosis pilorus umumnya akan muncul ketika bayi berusia 3 – 6 minggu semenjak kelahirannya. Beberapa gejala yang dapat muncul yaitu meliputi: Bayi muntah hingga menyemprotkan makanan. Bayi lapar dan haus terus menerus karena sering muntah. Perut bagian atas berkontraksi seperti gelombang. Konstipasi atau sembelit karena tidak ada makanan yang dicerna. Terdapat darah di muntahan (jarang terjadi). Cara Dokter Mendiagnosis Selain dengan wawancara medis terhadap orang tua sekaligus pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan sebagai berikut: Tes darah. USG perut. Foto rontgen. Pencegahan Stenosis Pilorus Belum ada metode pencegahan yang pasti untuk kondisi ini. Namun, Anda sebagai orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut: Hentikan merokok selama kehamilan. Berikan bayi ASI eksklusif di awal 6 bulan. Pastikan untuk kontrol rutin kehamilan. Hindari obat-obatan tanpa resep selama kehamilan. Jangan berikan antibiotik kepada bayi di awal kelahiran. Pengobatan Stenosis Pilorus Pengobatan terhadap kondisi ini umumnya melalui pembedahan metode operasi pyloromyotomy. Metode yang dipakai yaitu teknik laparoskopi sehingga pemulihan lebih cepat. Komplikasi Kondisi ini harus mendapatkan penanganan sedini mungkin guna terhindar dari beragam jenis komplikasi seperti halnya: Penyakit kuning. Dehidrasi Iritasi lambung. Gangguan tumbuh kembang. Kapan Harus ke Dokter? Walau tergolong penyakit langka, namun stenosis pilorus tergolong sebagai penyakit serius. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan secepat mungkin ke dokter spesialis anak, khususnya bila mengalami kondisi seperti berikut ini: Anak rewel dan mudah menangis. Terlihat kurang aktif dan lemas. Muntah setiap kali makan. Barat badan yang terus menurun. Jarang sekali buang air kecil. Jumlah buang air besar sedikit. Bayi mudah mengantuk. Narasumber: dr. Flora Agustina, Sp. BA Spesialis Bedah Anak Primaya Hospital Tangerang - Published: 2025-06-30 - Modified: 2025-06-19 - URL: https://primayahospital.com/umum/patent-foramen-ovale/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kelainan jantung bawaan memiliki banyak jenisnya, salah satunya yaitu PFO atau Patent Foramen Ovale. Walaupun termasuk penyakit jantung bawaan, namun jumlah kejadian penyakit ini cukup tinggi karena mencangkup sekitar 25% orang di seluruh dunia. Kondisi ini umumnya dapat mengakibatkan mini stroke. Walau demikian, tidak semua penderita PFO akan mengalami stroke. Namun, sekitar 40% penderita stroke mengalami kondisi ini. Lalu, bagaimanakah perawatannya? Yuk simak rinciannya berikut ini bila Anda ingin mengetahuinya! Apa Itu Patent Foramen Ovale (PFO)? Patent foramen ovale yaitu suatu kondisi ketika terdapat lubang pada jantung. berbeda dengan patent ductus arterious yang terjadi pada arteri ductus, lubang pada PFO terjadi pada posisi antara serambi kanan dan kiri jantung (foramen ovale). Normalnya, lubang kecil ini ada di setiap bayi baru lahir karena selama di janin digunakan sebagai sirkulasi darah dan oksigen dari si Ibu. Namun, ketika terlahir, lubang ini akan menutup sempurna dalam beberapa hari kemudian. Nah, ketika lubang tersebut tidak menutup secara sempurna, maka akan mengakibatkan suatu kondisi yang dinamakan sebagai PFO. Kelainan jantung bawaan ini tergolong sebagai hal yang umum. Pasalnya, sekitar 25% orang di seluruh dunia pernah mengalami kondisi ini ketika mereka kecil. Kondisi ini dapat terjadi hingga mereka dewasa dan mengakibatkan beragam komplikasi kesehatan. Walaupun belum pasti apa yang menyebabkan kondisi ini, namun para peneliti menduga bahwa PFO terjadi akibat beberapa hal yang salah satunya karena faktor genetik. Nama Patent Foramen Ovale Gejala Utama Nyeri dada, mati rasa pada kaki, linglung, migrain, pandang kabur tiba-tiba yang sementara, lemah separuh badan, stroke penyumbatan Dokter Spesialis Dokter spesialis jantung, dokter spesialis anak Penyebab Utama Belum pasti apa penyebab yang mendasarinya Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Faktor genetik Pengobatan Penanganan medis seperti operasi jantung dan kateterasi jantung Pencegahan Tidak ada pencegahan khusus, namun bisa hindari merokok dan alkohol serta rutin olahraga tiap hari Komplikasi Hipoksemia, migrain, serangan jantung Faktor Risiko Jumlah kejadian penyakit ini terbilang tinggi yakni 25% atau 1 dari 4 orang. Bahkan, kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa mereka memiliki penyakit ini. Terkecuali, mereka telah melakukan pemeriksaan kesehatan khususnya pemeriksaan jantung. Genetik menjadi faktor utama yang menjadikan seseorang terkena kondisi ini. Apabila orang tua mengidap penyakit ini, maka akan berisiko tinggi menurun ke anaknya. Dalam beberapa studi, diketahui bahwa PFO lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami stroke (yang tidak jelas penyebabnya). Selain itu, kondisi ini juga sering terjadi pada penderita migraine dengan aura. Namun, belum diketahui pasti apakah memang ada hubungan antara keduanya ataukah tidak. Penyebab Patent Foramen Ovale Belum diketahui pasti penyebab PFO. Namun, proses terjadinya PFO ini yaitu ketika terdapat lubang pada foramen ovale. Nah, foramen ovale sendiri yaitu lubang yang menghubungkan antara atrium (bilik jantung) kanan dan juga kiri. Fungsi dari foramen ovale pada janin yaitu untuk mengedarkan darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Lubang ini terbuka karena paru-paru pada bayi masih belum berfungsi sehingga masih mengandalkan nutrisi dan oksigen yang dialirkan dari tubuh ibu melalui tali pusar. Saat bayi lahir, lubang ini normalnya akan menutup mengingat sirkulasi darah dalam jantung berubah. Ketika darah masuk ke serambi kiri jantung, maka tekanan akan meningkat sehingga menutup foramen ovale. Pada PFO, akibat foramen ovale ini terbuka, maka akan mengakibatkan darah kaya oksigen menjadi tercampur dengan darah yang minim oksigen. Mungkin, faktor genetik berperan dalam menyebabkan kondisi ini. Gejala Patent Foramen Ovale Hampir semua penderita PFO tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini. Hal tersebut dikarenakan gejalanya begitu umum yang sering dianggap sebagai hal biasa. Beberapa di antaranya meliputi: Nyeri dada. Linglung Sakit kepala. Migrain Mati rasa pada tangan/kaki. Kehilangan keseimbangan. Penggumpalan darah. Cara Dokter Mendiagnosis PFO Dokter dapat mendiagnosis patent foramen ovale melalui beberapa metode berikut ini: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. Ekokardiografi / USG jantung. Pencegahan Patent Foramen Ovale Belum ada metode pencegahan yang efektif untuk hal ini. Namun, sebagai ibu hamil Anda dapat melakukan upaya hidup sehat seperti makan-makanan bergizi dan hindari merokok atau minum obat-obatan berbahaya. Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan selama kehamilan. Pengobatan Patent Foramen Ovale Kondisi ini bukan termasuk hal yang membahayakan. Jadi, sebagian besar PFO tidak membutuhkan penanganan medis. Namun, dalam kondisi tertentu membutuhkan penanganan seperti: Pemberian obat pengencer darah. Penutupan lubang dengan alat secara non bedah. Komplikasi PFO Menurut informasi dari Mayoclinic, bahwa PFO umumnya tidak menyebabkan komplikasi apa pun. Walau demikian, beberapa kondisi tertentu dapat mengakibatkan komplikasi seperti halnya berikut ini: Penurunan kadar oksigen darah. Kondisi ini dikenal juga dengan hipoksemia. Yaitu kondisi di mana kadar oksigen dalam darah mengalami penurunan drastis. Stroke. Apabila gumpalan darah menghalangi sepenuhnya aliran oksigen maupun nutrisi menuju otak, maka kondisi ini bisa menyebabkan stroke (ischemic stroke). Selain itu, mungkin akan menimbulkan komplikasi berikut ini: Emboli lemak. Serangan jantung. Stroke iskemik. Mini stroke. Gangguan katup jatung. Gangguan ginjal. Emboli udara. Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri Anda atau buah hati Anda ke dokter spesialis jantung atau dokter spesialis anak. Khususnya jika menderita kondisi... - Published: 2025-06-29 - Modified: 2025-06-19 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sindrom-moebius/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Penyakit anak bayi cukup beragam jenisnya, salah satunya yaitu sindrom moebius. Kondisi ini tergolong sebagai penyakit kongenital (bawaan lahir) pada saraf otak (kranial), khususnya saraf VI dan VII. Akibatnya, penderita tidak mampu merespons ekspresi wajah secara normal. Lalu, apakah sindrom ini bisa disembuhkan? Apabila Anda ingin mengetahui hal ini, yuk simak rincian informasi yang kami berikan berikut! Apa Itu Sindrom Moebius? Sindrom Moebius yaitu suatu penyakit bawaan lahir berupa kelainan saraf wajah yang menyebabkan wajah tidak dapat mengungkapkan ekspresi. Kondisi ini terbilang sangat jarang terjadi dan umumnya menyerang saraf ke VI dan ke VII. Karena kelainan saraf ini, maka wajah menjadi lemah atau paralisis sehingga tidak mampu mengungkapkan ekspresinya. Jadi, bayi tidak dapat tersenyum, mengernyitkan wajah, cemberut, mengerutkan bibir, hingga tidak mampu menggerakkan mata ke arah luar. Tak jarang, penderita kondisi ini dikatakan memiliki wajah patung. Belum pasti apa penyebab kondisi ini. Namun, faktor genetik memiliki andil yang besar dalam memengaruhi apakah seseorang dapat terkena kondisi ini ataukah tidak. Selain itu, faktor lingkungan juga dapat memengaruhinya. Penderita kondisi ini pun bisa mengalami gejala-gejala lain yang serius. Mulai dari gangguan makan, mata juling, tidak dapat bicara jelas, kesulitan dalam mendongakkan kepala, dan banyak lagi. Jadi, penanganan dari dokter antar spesialis dibutuhkan untuk membantu menangani kondisi ini. Nama Sindrom Moebius Gejala Utama Kehilangan kemampuan wajah dalam berekspresi Dokter Spesialis Dokter spesialis saraf Penyebab Utama Belum pasti apa penyebab kondisi ini Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan pengecekan kondisi mata Faktor Risiko Faktor genetik, lingkungan, dan penyakit tertentu Pengobatan Operasi koreksi, operasi senyum, lubrikasi mata kering Pencegahan Belum ada metode pencegahan yang terbukti efektif untuk hal ni Komplikasi Gangguan bicara, gangguan makan, masalah gigi, kelainan intelektual minor Faktor Risiko dan Penyebab Sindrom Moebius Belum pasti apa penyebab dari sindrom Moebius. Bahkan, pasien yang terkena begitu random sehingga para ahli seringkali sulit untuk menghubungkan antara faktor risiko yang memengaruhinya. Yang pasti, kondisi ini terjadi karena saraf otak (kranial) VI & VII tidak berkembang sempurna. Namun, ada beberapa faktor risiko yang mungkin berhubungan terhadap sindrom ini. Salah satunya yaitu genetik yang diturunkan orang tua maupun kerabat yang dominan. Selain itu, kondisi lingkungan selama kehamilan pun dapat memengaruhinya. Iskemia (gangguan aliran darah) pada saat masih dalam kandungan juga bisa menjadi penyebab kondisi ini. Efek samping obat-obatan, paparan zat beracun, hingga polusi juga dapat menjadi faktor risiko yang menyebabkan bayi lebih berpotensi terkena kondisi ini. Walau demikian, tingkat kejadian kondisi ini terbilang sangat langka karena hanya perbandingan 1:50. 000 orang. Sementara itu, tingkat kemungkinan pada perempuan maupun laki-laki sama saja. Gejala Sindrom Moebius Mengutip dari situs rarediseases. org, bahwa gejala dari kondisi ini tergantung pada saraf wajah yang terkena. Apabila yang terkena yaitu saraf wajah VI, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menggerakkan mata ke sisi luar (lateral). Sementara jika yang terkena yaitu saraf VII, maka akan menyebabkan wajah tidak dapat berekspresi dengan baik seperti: Tersenyum Mengerutkan bibir. Cemberut Menutup kelopak mata. Mengernyitkan dahi. Menaikkan alis. Selain itu, penderita sindrom Moebius juga bsia mengalami beberapa kondisi sebagai berikut: Kelainan intelektrual minor (spektrum autis). Masalah pada gigi. Gangguan dalam bicara. Gangguan makan. Mata kering. Masalah pendengaran. Club feet. Kecacatan pada beberapa bagian kepala. Cara Dokter Mendiagnosis Sindrom moebius bisa dilakukan melalui wawancara medis dengan orang tua pasien, cek riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan juga tes penunjang seperti halnya: Tes genetik. Elektromiografi CT scan. MRI Pencegahan Sindrom Moebius Mengingat penyebabnya belum pasti, maka pencegahannya juga masih belum diketahui. Oleh karena itu, langkah utama yang harus Anda lakukan sebagai orang tua, khususnya bagi ibu, yaitu agar selalu memeriksakan kehamilan secara rutin, menghindari penggunaan obat sembarangan selama kehamilan, dan lakukan skrining genetik sebelum kehamilan. Pengobatan Sindrom Moebius Sayangnya, sindrom moebius masih belum ada obatnya yang terbukti 100% efektif. Dokter akan melakukan berbagai perawatan dengan tujuan untuk membantu mengurangi gejala yang ada. Beberapa di antaranya yaitu: Operasi. Tujuannya adalah untuk menangani keluhan yang dialami pasien sehari-seharinya. Di antaranya yaitu operasi cangkok otot/saraf, operasi tulang/sendir, operasi mata, hingga operasi gastrostomi. Pemasangan alat bantu. Contohnya yaitu menggunakan alat bantu nasogastric tube apabila pasien mengalami kesulitan menelan makanan. Obat-obatan. Ini ditentukan berdasarkan gejala, penyebab, atau pun karena keluhan yang pasien rasakan. Terapi. Beberapa macam terapi yang dapat Anda lakukan yaitu meliputi terapi fisik, terapi wicara, hingga terapi okupasi. Komplikasi Kondisi ini apabila dibiarkan terus menerus tanpa perawatan maka dapat mengakibatkan beberapa kondisi berikut: Abrasi kornea. Pneumonia aspirasi. Malnutrisi Kesulitan bernapas. Disfagia Otitis media. Infeksi bakteri lainnya. Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan anak Anda ke dokter spesialis saraf atau dokter lain sesuai dengan gejala yang buah hati Anda derita. Sebagai orang tua, pastikan untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan anak ke dokter demi tumbuh kembangnya agar tetap optimal. Narasumber: dr. Marthin Tori, Sp. S Spesialis Saraf Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2025-06-28 - Modified: 2025-06-19 - URL: https://primayahospital.com/umum/patent-ductus/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Penyakit bawaan lahir pada bayi ada beragam jenisnya, salah satunya yaitu patent ductus arterious (PDA). Kondisi ini merupakan kelainan pada ductus arterious (pembuluh darah yang menghubungkan antara arteri pulmonalis dan aorta) pada bayi setelah kelahirannya. Lalu, apakah penyakit ini memerlukan penanganan khusus dan apakah bisa menimbulkan komplikasi tertentu? Yuk cari tahu lebih mendalam seputar kondisi ini dalam artikel berikut! Apa Itu Patent Ductus Arteriosus? Patent ductus arteriosus (PDA) yaitu suatu kondisi ketika ductus arterious (pembuluh darah yang menghubungkan antara arteri pulmonalis dan aorta) masih tetap terbuka selama beberapa hari sejak kelahirannya. Ductus arterious sendiri berperan dalam mengalirkan darah melalui paru-paru saat masih dalam bentuk janin mengingat belum bisa menghirup udara secara langsung. Normalnya, ductus arterious akan mulai menutup secara alami dalam 12 – 24 jam sejak kelahirannya karena sudah tidak dibutuhkan lagi. Namun, kondisi pada PDA ini, lubang pembuluh darah tersebut tetap terbuka. Akibatnya, darah yang masuk ke paru-paru lebih banyak dari seharusnya. Hal tersebut mengakibatkan jantung dan paru-paru akan bekerja begitu keras dari seharusnya. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang optimal, maka pastinya akan mengakibatkan beberapa kondisi yang membahayakan. Di antaranya berupa tekanan darah pada arteri paru, kerusakan permanen pada paru atau jantung, atau bahkan bisa mengakibatkan kematian. Nama Patent Ductus Arteriosus Gejala Utama Sesak napas terus menerus, denyut jantung cepat, pertumbuhan lambat Dokter Spesialis Dokter spesialis anak atau dokter spesialis jantung Penyebab Utama Belum pasti apa penyebabnya Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan rongen dada, EKG Faktor Risiko Kelahiran prematur, faktor genetik, campak jerman, kelahiran di tempat tinggi Pengobatan Pemberian obat-obatan, pemasangan alat penyumbat, operasi Pencegahan Jaga kesehatan selama kehamilan, rutin olahraga teratur Komplikasi Gagal jantung, hipertensi paru, endokarditis Faktor Risiko Bayi yang berisiko mengalami PDA yaitu mereka yang memiliki kondisi berikut ini: Kelahiran prematur. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dengan kelahiran prematur atau lahir sebelum waktunya. Khususnya yang lahir sebelum 28 minggu usia kehamilan. Kondisi genetik. Apabila bayi memiliki kelainan genetik tertentu seperti Down Syndrome, maka dapat berpotensi mengakibatkan PDA. Riwayat keluarga. Apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki masalah jantung, maka risiko anak menderita PDA akan lebih tinggi. Campak Jerman. Apabila selama masa kehamilan si ibu hamil terpapar campak Jerman yang menular ke janin, maka risiko terkena penyakit ini pun lebih tinggi. Lahir di tempat tinggi. Saat bayi lahir di ketinggian 2. 500 mdpl ke atas, maka mereka akan memiliki risiko lebih besar terkena kondisi ini. Perempuan. Jenis kelamin perempuan 2x lebih berpeluang terkena kondisi ini dari pada laki-laki. Penyebab Patent Ductus Arteriosus Hingga saat ini masih belum jelas apa yang menyebabkan PDA. Namun, kondisi ini terjadi ketika ductus arterious tidak menutup sempurna saat bayi berusia 2 – 3 hari. Kondisi ini mungkin terpengaruh oleh faktor genetik. Gejala Patent Ductus Arteriosus Keluhan PDA mungkin tidak tampak secara langsung pada bayi. Terlebih, sebagian dari bayi baru lahir umumnya masih sedikit sekali gerakan. Beberapa gejala yang meliputi kondisi ini yaitu berupa: Murmur jantung. Napas cepat. Sesak napas. Denyut jantung cepat. Mudah lelah. Tidak nafsu makan. Cara Dokter Mendiagnosis Biasanya, dokter tidak mengetahui kondisi ini saat awal-awal masa kelahirannya. Namun, setelah beberapa bulan dari kelahiran, maka bisa mendiagnosisnya melalui murmur jantung yang diderita bayi. Pemeriksaan murmur jantung bisa dokter lakukan melalui pemeriksaan stetoskop. Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan wawancara medis terhadap orang tua untuk menegakkan diagnosis. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan tambahan seperti halnya: Ekokardiogram (untuk mengetahui kondisi jantung). Elektrokardiogram (untuk mengetahui detak jantung). Rontgen dada (memberikan citra terhadap kondisi paru atau jantung). Pencegahan Patent Ductus Arteriosus Pencegahan pada PDA hanya sebatas mengurangi faktor risiko yang memang memungkinkan untuk diubah. Contoh pencegahan bagi ibu hamil meliputi: Periksa kehamilan secara rutin. Penuhi asam folat. Hindari merokok dan minum alkohol. Pastikan tidak stres. Jaga kadar gula darah terkendali. Rutin olahraga. Pengobatan Patent Ductus Arteriosus Mengutip dari Mayoclinic, bahwa pengobatan terhadap kondisi ini dapat dilakukan melalui beberapa hal berikut: Konsumsi obat-obatan. Obat yang mungkin dokter berikan yaitu berupa NSAID khusus untuk kondisi bayi prematur. Fungsinya untuk memblokir zat alami yang membuat PDA tetap terbuka. Operasi. Prosedur bedah dapat dilakukan untuk tujuan pemasangan alat penyumbat kateter maupun dengan menutupnya secara langsung. Komplikasi Komplikasi yang mungkin terjadi terhadap kondisi ini yaitu berupa: Tekanan darah tinggi pada paru-paru. Endokarditis (infeksi jantung). Gagal jantung. Kematian Kapan Harus ke Dokter? Apabila si buah hati Anda merasakan gejala patent ductus arteriosus seperti di atas, maka segera periksakan ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Khususnya, jika mengalami gejala seperti: Kesulitan bernapas. Denyut jantung begitu cepat. Tidak mau menyusu. Murmur jantung. Mudah sekali kelelahan. Berat badan tidak bertambah. Napas terpingkal-pingkal ketika makan atau menangis. Narasumber: dr. Muh. Nirsyad Saphiro, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2025-06-27 - Modified: 2025-06-19 - URL: https://primayahospital.com/anak/sudden-infant-death-syndrome-sindrom/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Bayi yang awalnya sehat dan aktif bisa tiba-tiba meninggal tanpa adanya sebab tertentu. Dalam istilah medis, ini sering disebut sebagai Sudden infant death syndrome. Penyebabnya sendiri tidak diketahui pasti dan kerap terjadi ketika bayi sedang dalam kondisi tidur. Lalu, apakah kondisi ini bisa dicegah dan bagaimana kita sebagai orang tua untuk mengatasi kondisi ini? Nah, bila Anda ingin tahu secara mendalam seputar kondisi ini, maka yuk simak rincian lengkapnya berikut! Apa Itu Sudden Infant Death Syndrome? Sudden infant death syndrome (SIDS) yaitu kondisi kematian secara mendadak pada bayi tanpa sebab yang jelas. Dalam istilah medis, kondisi ini juga kadang disebut sebagai cot death atau crib death mengingat sering terjadi kematian di keranjang box bayi. Kondisi ini kerap terjadi ketika bayi sedang tidur. Walau demikian, SIDS juga dapat terjadi ketika bayi sedang tidak tertidur. Belum tahu pasti apa penyebabnya, namun dalam beberapa referensi menyebutkan bahwa kondisi ini bisa terjadi ketika otak yang mengontrol pernafasan bermasalah. Bayi yang mengalami kondisi ini umumnya sedang ada di awal-awal fase kehidupan. Yaitu antara usia 2 – 4 bulan sejak masa kelahiran. Selain itu, kelahiran prematur juga berpotensi menyebabkan kondisi ini. Nama Sudden Infant Death Syndrome Gejala Utama Kematian secara mendadak tanpa penyebab yang jelas Dokter Spesialis Dokter spesialis anak Penyebab Utama Faktor penyakit bawaan maupun masalah tidur Diagnosis Pemeriksaan fisik serta wawancara medis dengan orang tua bayi Faktor Risiko Usia bayi 2 – 4 bulan, berjenis kelamin laki-laki, kelahiran prematur Pengobatan Tidak ada pengobatan untuk hal ini Pencegahan Pastikan posisi tidur bayi tepat, jangan menghangatkan bayi terlalu panas Faktor Risiko Mengutip dari situs Mayoclinic, bahwa kondisi ini dapat terjadi kepada semua bayi. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkannya seperti berikut ini: Usia. Bayi berusia 2 – 4 bulan setelah kelahiran memiliki risiko paling tinggi terkena kondisi ini. Jenis kelamin. Kematian pada bayi laki-laki lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan. Ras. Umumnya, kondisi ini terjadi pada mereka yang berkulit hitam. Kelahiranprematur. Bayi yang lahir sebelum masanya juga berpotensi meningkatkan risiko terhadap SIDS. Merokok pasif. Bayi yang terkena paparan asap rokok dari orang tua dapat berpotensi terkena kondisi ini. Riwayat keluarga. Apabila memiliki riwayat saudara yang meninggal akibat SIDS, maka bayi tersebut juga berisiko terkena kondisi ini. Selain faktor dari bayinya itu sendiri, ada juga faktor risiko dari ibu yang mengalami hal berikut selama masa kehamilan: Merokok Usia di bawah 20 tahun. Penggunaan alkohol. Konsumsi obat-obatan. Tidak mendapatkan perawatan selama kehamilan. Penyebab Sudden Infant Death Syndrome Penyebab utama kondisi ini belum pasti. Walau demikian, para peneliti menduga bahwa kondisi ini disebabkan atas beberapa faktor seperti h alnya: Gangguan pada otak. Mutasi genetik. Infeksi paru. Kelahiran prematur. Berat badan lahir rendah. Selain beberapa penyebab di atas, para peneliti juga menemukan beberapa kaitan yang dapat menyebabkan kondisi ini. Contohnya yaitu: Tidur di bed yang sama dengan orang tua. Posisi tidur telungkup atau menyamping. Tidur di kasur yang sangat empuk. Suhu ruangan yang terlalu panas. Gejala Sudden Infant Death Syndrome SIDS umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun, tiba-tiba bayi mati begitu saja tanpa alasan yang jelas. Bahkan, bayi yang awalnya sehat dan aktif secara normal juga dapat secara tiba-tiba mengalami kondisi ini. Kematian pun tanpa disertai dengan gejala menangis terlebih dahulu. Cara Dokter Mendiagnosis Mengingat kondisi ini bersifat mendadak dan begitu cepat, bahkan saat bayi dalam kondisi tidur, membuat tidak mungkin dokter mendiagnosisnya. Walau demikian, dokter bisa melakukan otopsi terhadap bayi untuk mengetahui sebenarnya hal apa saja yang dapat menyebabkan kematiannya. Pencegahan Sudden Infant Death Syndrome Mengingat penyebab yang mendasari terjadi SIDS belum pasti, maka metode pencegahan yang efektif pun belum tersedia. Walau demikian, beberapa hal berikut ini dapat menurunkan risiko bayi terkena SIDS: Pastikan bayi selalu tidur dalam posisi telentang, khususnya saat tahun pertamanya. Jangan menggunakan kasur, bantal, atau mainan yang terlalu empuk, khususnya di box bayi. Berikan pakaian hangat sehingga tidak perlu membalutnya lagi dengan selimut tambahan. Berikan ASI eksklusif, khususnya untuk bayi berusia hingga 6 bulan. Jangan menyelimuti kepala bayi. Pastikan bayi tidur di tempat terpisah dari orang tua. Berikan imunisasi pada bayi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pengobatan Sudden Infant Death Syndrome Tidak ada pengobatan untuk kondisi ini mengingat kejadiannya begitu mendadak. Komplikasi (Orang Tua) Komplikasi terjadi pada orang tua yang kehilangan bayinya. Biasanya berupa kesedihan dan perasaan bersalah karena tidak merawat anaknya sebaik mungkin. Untuk pemulihan mental pasca SIDS pada bayinya, maka Anda bisa berkonsultasi ke psikiater atau psikolog. Kapan Harus ke Dokter? Jika bayi Anda mengalami beberapa kondisi kesehatan seperti di bawah ini, maka segera bawa ke dokter spesialis anak: Reaksi alergi berlebihan. Sesak napas. Napas cepat tapi tarikan dalam. Suhu badan tinggi namun jari kaki/tangan dingin. Bayi tidak mau menyusu. Tidak kunjung bangun walau sudah dibangunkan. Suhu tubuh tinggi terus walau sudah diberi obat penurun panas. Bayi lesu setiap saatnya. Apabila memang termasuk kondisi darurat dan segera membutuhkan perawatan dokter, maka segera bawa ke instalasi gawat darurat. Narasumber: dr. Imelda Hady, Sp.... - Published: 2025-06-26 - Modified: 2025-06-18 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/alergi-debu/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda bersin-bersin, mata terasa gatal dan berair, atau hidung meler saat berada di tempat berdebu? Jika ya, bisa jadi Anda mengalami alergi debu. Alergi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap partikel debu di udara, seperti tungau debu rumah, serbuk sari, bulu hewan, jamur, dan partikel mikroskopis lainnya. Apa Itu Alergi Debu? Alergi debu adalah kondisi ketika tubuh menganggap partikel debu sebagai ancaman dan menghasilkan reaksi alergi, seperti bersin, pilek, mata berair, bahkan sesak napas pada kasus berat. Gejala yang muncul bisa berbeda-beda, tergantung sensitivitas masing-masing individu. Ada yang hanya mengalami gejala ringan, namun tak sedikit yang bisa sampai memicu asma atau gangguan tidur. Gejala Bersin-bersin Hidung meler atau tersumbat Mata gatal, merah, dan berair Batuk dan sesak napas Kulit gatal atau ruam Kelelahan karena tidur terganggu Siapa yang Rentan? Beberapa faktor risiko alergi debu antara lain: Riwayat keluarga dengan alergi atau asma Paparan debu sejak kecil Tinggal di lingkungan berdebu atau rumah dengan ventilasi buruk Penyakit lain, seperti asma atau alergi lainnya Penyebab Pemicu utamanya adalah partikel mikroskopis dalam debu, seperti: Tungau debu Serbuk sari Bulu hewan peliharaan Spora jamur Fragmen serangga Bagaimana Dokter Mendiagnosis? Diagnosis dilakukan melalui: Wawancara medis (anamnesis) Pemeriksaan fisik Tes kulit (skin prick test) Tes darah jika diperlukan Cara Mencegah Rutin membersihkan rumah dengan vacuum cleaner Gunakan pelindung anti tungau di kasur dan bantal Cuci sprei dan selimut secara rutin Hindari karpet dan gorden berbahan kain tebal Gunakan dehumidifier untuk mengontrol kelembapan Mandikan hewan peliharaan secara berkala dan batasi akses ke kamar tidur Pilihan Pengobatan Antihistamin: Meredakan gejala seperti bersin dan pilek Dekongestan: Melegakan hidung tersumbat Semprotan hidung kortikosteroid: Mengurangi peradangan Imunoterapi alergi: Suntikan atau tablet jangka panjang untuk meningkatkan toleransi tubuh terhadap alergen Obat asma: Jika disertai asma Komplikasi yang Bisa Terjadi Jika tidak ditangani dengan baik, alergi debu bisa menyebabkan: Sinusitis kronis Serangan asma Gangguan tidur Infeksi saluran pernapasan Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam jika: Gejala mengganggu aktivitas atau tidur Obat bebas tidak lagi efektif Gejala makin parah Terjadi sesak napas atau batuk berat Ingin Konsultasi Lebih Lanjut? Jika Anda mengalami gejala yang mengarah ke alergi debu atau ingin mengetahui lebih lanjut seputar diagnosis dan penanganannya, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter. Narasumber: dr. Mochamad Iqbal Hassarief Putra, Sp. PD, FINASIM Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2025-06-25 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/immunotherapy/ - Kategori: Onkologi, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Dunia medis tak lepas dari terobosan-terobosan baru yang terus muncul dalam upaya menangani berbagai penyakit. Salah satu inovasi tersebut adalah immunotherapy yang menjanjikan terutama bagi pasien kanker. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang immunotherapy, dari pengenalan dasar hingga prosedur dan efek sampingnya, Mengenal Immunotherapy Immunotherapy adalah jenis pengobatan kanker yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker. Sistem kekebalan tubuh secara alami memiliki kemampuan mengenali dan menghancurkan sel-sel abnormal, termasuk sel kanker. Namun sel kanker sering memiliki mekanisme untuk menghindari deteksi dan serangan sistem kekebalan tubuh. Immunotherapy atau terapi imun dapat mengatasi mekanisme penghindaran ini dan meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh dalam melawan kanker. Dalam laporan studi di American Journal of Blood Research, immunotherapy sangat diharapkan muncul sebagai salah satu pilihan pengobatan kanker yang efisien di samping metode konvensional seperti pembedahan, radiasi, dan kemoterapi. Terdapat sejumlah jenis immunotherapy yang mencakup: Pemberian obat penghambat titik kontrol atau checkpoint dalam sistem imun tubuh Pengambilan sel imun untuk dimodifikasi di laboratorium, lalu dikembalikan ke tubuh pasien Pemberian antibodi monoklonal untuk mengikat protein spesifik pada permukaan sel kanker Penyuntikan vaksin yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh agar menyerang sel kanker Pemanfaatan sitokin, yakni protein yang berperan dalam mengatur respons imun termasuk untuk melawan kanker Immunotherapy bekerja dengan berbagai cara, tergantung jenis yang digunakan. Beberapa mekanisme yang utama meliputi: Menghambat checkpoint dalam sistem kekebalan tubuh yang kerap dimanfaatkan sel kanker untuk menonaktifkan respons imun Meningkatkan aktivitas sel T, yakni jenis sel kekebalan tubuh yang berperan penting dalam mengenali dan mematikan sel kanker Menandai sel kanker agar lebih mudah dikenali dan diserang oleh sistem imun Dalam berbagai studi, immunotherapy tercatat dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien kanker tertentu. Namun tetap butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya, termasuk pada pasien dengan kanker dan autoimun sekaligus. Siapa Saja yang Memerlukan Immunotherapy tidak selalu bisa direkomendasikan untuk semua pasien kanker. Berdasarkan studi, kandidat terbaik untuk menjalani terapi imun adalah pasien: Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC) Kanker Payudara Melanoma (kanker kulit) Kanker kandung kemih Kanker ginjal Kanker kepala dan leher Limfoma Hodgkin Leukemia Untuk pasien kanker, efektivitas immunotherapy bervariasi tergantung pada jenis dan stadium kanker serta karakteristik individu pasien. Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh untuk menentukan apakah immunotherapy merupakan pilihan pengobatan yang tepat. Kapan Seseorang Memerlukan Immunotherapy Immunotherapy bisa digunakan dalam berbagai tahap pengobatan kanker, termasuk: Sebagai pengobatan utama, terutama jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Setelah operasi atau radioterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa dan mencegah kanker kembali. Sebagai pengobatan paliatif untuk meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker stadium lanjut. Setelah kegagalan terapi konvensional, seperti kambuhnya kanker setelah kemoterapi. Manfaat/Tujuan Tujuan utama immunotherapy adalah meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan kanker. Manfaat yang bisa diperoleh termasuk: Peningkatan kelangsungan hidup Pengurangan ukuran tumor Pencegahan penyebaran kanker Peningkatan efektivitas pengobatan konvensional ketika dikombinasikan Efek samping pada sel sehat lebih minimal karena menargetkan sel kanker secara spesifik Pada beberapa pasien, efek immunotherapy bisa bertahan lama. Sebab, sistem imun telah "dilatih" untuk mengenali dan menyerang sel kanker. Persiapan Sebelum Menjalani Immunotherapy Sebelum menjalani immunotherapy, pasien perlu menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan bahwa mereka cocok untuk pengobatan ini. Pemeriksaan tersebut biasanya meliputi: Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi kesehatan umum pasien. Tes darah untuk memeriksa fungsi organ tubuh, seperti hati dan ginjal, serta mengukur jumlah sel darah. Biopsi mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis kanker dan menentukan jenis kanker. Pemeriksaan pencitraan, seperti pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk menentukan stadium kanker dan melihat apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur immunotherapy tergantung jenis terapi yang digunakan. Terapi antibodi monoklonal, vaksin kanker, dan terapi sel T, misalnya, diberikan melalui infus intravena atau injeksi. Cara lainnya mencakup: Terapi oral (pemberian obat lewat mulut) Topikal atau olesan untuk beberapa jenis kanker kulit Terapi intravesikal untuk kanker kandung kemih Perawatan Pasca Immunotherapy Pasca immunotherapy, pasien memerlukan pemantauan ketat dan perawatan berkelanjutan rutin untuk memantau respons terhadap pengobatan dan untuk mendeteksi kemungkinan efek samping jangka panjang. Rinciannya: Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi kesehatan umum pasien. Tes darah untuk memeriksa fungsi organ tubuh dan mengukur jumlah sel darah. Pemeriksaan pencitraan untuk melihat apakah kanker kembali. Pasien juga akan diberi informasi tentang cara mengelola efek samping jangka panjang dan pentingnya menjaga gaya hidup sehat. Adakah Efek Samping Immunotherapy menjanjikan sebagai terapi, tapi tetap ada efek samping yang perlu diperhatikan, seperti: Reaksi terkait dengan infus seperti demam, menggigil, mual, muntah, sakit kepala, dan ruam kulit. Peradangan pada organ tubuh, seperti paru-paru, hati, usus, dan kelenjar endokrin. Reaksi autoimun atau sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan yang sehat dan berbagai masalah kesehatan. Efek samping ini biasanya ringan hingga sedang, tapi bisa juga menjadi serius dan mengancam jiwa. Penting untuk segera melaporkan efek samping apa pun kepada dokter. Immunotherapy di Primaya Hospital Primaya Hospital adalah salah satu fasilitas kesehatan yang menawarkan immunotherapy... - Published: 2025-06-24 - Modified: 2025-06-18 - URL: https://primayahospital.com/tht/telinga-berdenging/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Saat suasana sunyi, maka suara berdenging hingga gemuruh pada telinga bisa saja bermunculan. Kondisi ini bisa menjadi gejala tinnitus atau berbagai penyakit tertentu. Jika Anda juga sering mengalami demikian, bahkan terus menerus mendengar suara dengung dari telinga Anda, maka yuk cari tahu informasi lengkapnya di bawah ini! Mengenal Telinga Berdenging Telinga berdenging yaitu suatu kondisi medis ketika seseorang mendengarkan suara di kepala atau telinga mereka dan bukan bersumber dari suara eksternal (dari luar kepala). Kondisi ini juga bukan termasuk halusinasi pendengaran yang berkaitan dengan gangguan mental. Suara berdenging yang muncul pun dapat bermacam-macam. Mulai dari denging ringan, desisan, dering, klik klik, gemuruh, bising mesin, atau bahkan suara seperti gong. Suara-suara tersebut hanya muncul pada penderita dan tidak akan didengarkan oleh orang di sekitarnya. Bahkan, kondisi ini terkadang hanya berada pada salah satu sisi telinga saja. Sehingga telinga lainnya pun normal seperti biasa. Baik anak-anak maupun dewasa sekali pun dapat mengalami kondisi ini. Antara satu orang dengan orang lain dapat mengalami kondisi ini dalam waktu yang berbeda-beda. Ada yang terjadi hanya dalam waktu beberapa saat saja, namun ada juga yang bertahan lama bahkan seumur hidup. Tentunya, kondisi ini dapat mengganggu ketenangan dan konsentrasi seseorang. Terlebih, saat malam hari di mana suasana cenderung sunyi, maka dapat mengakibatkan suara-suara tersebut menjadi semakin jelas. Kondisi Telinga Berdenging Gejala Utama Terdengar berbagai jenis suara tertentu Dokter Spesialis Dokter spesialis THT Penyebab Utama Penggunaan obat-obatan tertentu, infeksi telinga, suara keras Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan audiometri, CT scan, MRI scan Faktor Risiko Usia lanjut, paparan suara keras, merokok Pengobatan Menyesuaikan dengan penyebabnya Pencegahan Belum ada metode pencegahan pasti, namun bisa dengan menghindari faktor risiko Komplikasi Sulit berkonsentrasi, kecemasan, depresi Faktor Risiko Seseorang dapat berpotensi terkena kondisi ini apabila mereka memiliki beberapa faktor risiko berikut ini: Lanjut usia. Berjenis kelamin laki-laki. Gangguan kardiovaskular. Paparan suara keras. Obesitas Pernah cedera kepala. Merokok Penyebab Telinga Berdenging Terus Menerus Kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan telinga dalam, luar, maupun tengah baik karena penyakit tertentu atau lainnya. Berikut ini beberapa penyebabnya: Paparan suara yang sangat keras. Infeksi telinga. Penumpukan kotoran telinga. Tumor di kepala maupun leher. Masalah pada pembuluh darah. Gangguan tiroid. Kecemasan Efek samping obat-obatan. Gangguan sendi TMJ (temporomandibular). Kehilangan pendengaran faktor usia. Tekanan darah tinggi. Otosklerosis (pertumbuhan tulang abnormal di telinga tengah). Gejala Telinga Berdenging Jika dilihat dari sifatnya, maka gejala telinga berdenging terus menerus terbagi menjadi dua kategori yaitu: Subjektif. Suara hanya dapat didengarkan oleh penderita saja, orang lain tidak bisa mendengarnya. Objektif. Suara dapat terdengar oleh dokter ketika sedang melakukan pemeriksaan khusus. Gejala yang dirasakan penderitanya umumnya hanya muncul suara-suara abnormal saja. Namun, sekitar 1% penderita kondisi ini juga mengalami kecemasan dan bahkan depresi yang diakibatkan oleh komplikasi dari telinga berdenging. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter THT merupakan dokter spesialis yang menangani kondisi ini. Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa wawancara medis untuk menanyakan lebih lanjut seputar kondisi pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, dokter juga melakukan pemeriksaan tambahan seperti halnya: Pemeriksaan audiometri. Berguna untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami gangguan pendengaran atau tidak. CT scan pada otak guna mengetahui apakah terdapat kelainan otak yang bisa menjadi pertanda gangguan saraf. Pencegahan Telinga Berdenging Untuk mencegah Anda mengalami kondisi ini, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan: Hindari suara keras. Jauhi obat yang menyebabkan tinnitus. Periksa telinga Anda ke dokter THT secara rutin. Pengobatan Telinga Berdenging Terus Menerus Obat-Obatan Belum ada obat yang secara khusus untuk mengobati telinga berdenging terus menerus. Namun, ada beberapa jenis obat yang kerap dokter berikan seperti halnya anti anxiety atau anti depresan apabila penderitanya menderita kecemasan atau depresi akibat kondisi ini. Selain obat-obatan, dokter mungkin akan memberikan suplemen seperti vitamin B12, gingko biloba, melatonin, atau lainnya. Terapi Terapi juga bisa menjadi salah satu metode pengobatan yang dokter lakukan. Terapi ini memang tidak sepenuhnya menyembuhkan, namun dapat menutupi suara atau membuat suasana hati menjadi lebih tenang. Beberapa jenis terapi tersebut meliputi: Terapi suara Terapi TRT (Pelatihan tinitus) Terapi CBT Perawatan Mandiri Anda pun bisa melakukan beberapa hal agar suara dengung ini dapat berkurang. Di antaranya yaitu: Lakukan relaksasi sehingga membuat lebih rileks. Hindari tempat sunyi, Anda bisa memutar musik atau suara lainnya. Kenakan alat bantu dengar jika perlu. Jaga tekanan darah agar tetap stabil. Komplikasi Kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami beberapa kondisi berikut: Gangguan konsentrasi. Gangguan tidur. Depresi Kecemasan Penurunan kualitas hidup. Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda merasa telinga berdenging tak kunjung sembuh selama beberapa hari, maka segera periksakan ke dokter spesialis THT. Dengan begitu, dokter akan memberikan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Narasumber: dr. Bunga Aline Ditha, Sp. THT-BKL Spesialis THT-BKL Primaya Evasari Hospital - Published: 2025-06-23 - Modified: 2025-06-18 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-heat-stroke/ - Kategori: Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Pemanasan global memicu krisis iklim yang menyebabkan cuaca bisa berubah-ubah tidak menentu. Pada musim hujan, tak jarang justru siang sangat panas menyengat. Cuaca ekstrem berupa panas terik ini bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya heat stroke yang dapat mengancam nyawa. Berikut ini artikel mengenai heat stroke yang penting untuk diketahui. Mengenal Heat Stroke Heat stroke adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Peningkatan suhu yang juga disebut sengatan panas ini termasuk kondisi medis darurat karena bisa bersamaan dengan kegagalan fungsi organ dan sistem saraf pusat. Tubuh memiliki mekanisme untuk mendinginkan diri ketika suhu tubuh meningkat lewat produksi keringat. Heat stroke terjadi ketika tubuh tak sanggup mengatur suhu internal karena faktor-faktor eksternal yang lebih besar. Selain berkaitan dengan cuaca panas, heat stroke bisa terjadi pada orang yang melakukan aktivitas fisik berat dalam lingkungan yang panas dan lembap. Heat stroke adalah bentuk paling berat dari penyakit terkait dengan panas (heat-related illness), yaitu kondisi ketika tubuh tak dapat menurunkan suhu sendiri. Spektrum penyakit ini berawal dari kram panas ringan, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga akhirnya sengatan panas yang membahayakan jiwa. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan heat stroke merupakan kondisi darurat medis dengan tingkat fatalitas yang tinggi. Studi sepanjang 2000-2019 mendapati sebanyak 489 ribu kematian terkait dengan panas terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 45 persen didapati di Asia. Gejala Heat Stroke Gejala heat stroke bisa berkembang dengan cepat dan sebaiknya mendapat penanganan medis secepatnya. Gejala itu bisa bervariasi, umumnya: Suhu tubuh melonjak tinggi hingga 40 derajat Celsius atau lebih Perubahan status mental, dari kebingungan ringan, disorientasi, gelisah, halusinasi,kejang, hingga koma dalam kasus yang parah Kulit panas dan kering karena kegagalan produksi keringat, kecuali pada orang yang sedang melakukan aktivitas fisik berat yang kulitnya mungkin masih terasa lembap Mual dan muntah Detak jantung cepat dan kuat Napas cepat atau hiperventilasi Sakit kepala hebat dengan denyut, terutama pada bagian frontal(depan) Kram otot dan kelemahan Penurunan produksi urine Penyebab Heat Stroke Heat stroke terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu internalnya di tengah kondisi eksternal yang ekstrem. Berbagai faktor bisa memicu terjadinya sengatan panas ini, antara lain: Paparan panas ekstrem baik dari sumber alami (cuaca panas) maupun buatan manusia (seperti bekerja di dekat mesin yang mengeluarkan panas tinggi). Aktivitas fisik intens, terutama di lingkungan panas dan lembap tanpa penyesuaian diri terhadap suhu (aklimatisasi) yang memadai. Dehidrasi atau kekurangan cairan yang bisa mengurangi volume darah dan kapasitas tubuh untuk mendinginkan diri melalui keringat. Pakaian yang tidak sesuai dengan lingkungan, misalnya terlalu ketat, tebal, atau gelap sehingga menghambat penguapan keringat dan menyerap lebih banyak panas. Efek samping obat tertentu, seperti diuretik, beta-blocker, antihistamin, dan obat psikotropika. Cara Dokter Mendiagnosis Heat Stroke Diagnosis heat stroke terutama didasarkan pada gejala klinis dan riwayat paparan panas sebelumnya. Prosedur diagnostik biasanya meliputi: Pengukuran suhu inti tubuh menggunakan termometer rektal untuk mendapatkan hasil yang paling akurat. Evaluasi neurologis untuk menilai tingkat kesadaran dan fungsi neurologis. Pemeriksaan laboratorium guna mengecek komplikasi dan membantu mengarahkan pengobatan, di antaranya tes koagulasi, analisis gas darah, urinalisis, serta tes fungsi ginjal dan hati. Pencitraan berupa CT scan kepala mungkin diperlukan terhadap pasien dengan gejala neurologis persisten untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti perdarahan intrakranial. Cara Mengatasi Heat Stroke Heat stroke memerlukan penanganan sesegera mungkin karena tergolong kondisi darurat medis. Jika ada yang menunjukkan gejala sengatan panas, langkah pertama meliputi: Memindahkan ke tempat yang sejuk, misalnya di bawah pohon rindang atau ruangan dengan penyejuk udara (AC) Mendinginkan tubuh, antara lain menggunakan kompres es, berendam di air dingin atau memakai kipas angin sembari menyemprotkan air Memberikan minum air bila orang tersebut dalam keadaan sadar Memantau suhu tubuh hingga turun di bawah 39 derajat Celsius Memastikan jalan napas tetap terbuka Segera cari bantuan medis bila suhu tak kunjung turun dan gejala tak reda atau pasien kehilangan kesadaran Untuk mengurangi risiko kematian akibat heat stroke, penurunan suhu mesti dilakukan dengan cepat dalam 30 menit pertama setelah munculnya gejala. Komplikasi Heat Stroke Heat stroke bisa memicu komplikasi yang serius berupa kegagalan organ hingga mengancam nyawa bila tak ditangani dengan cepat dan tepat. Komplikasi itu meliputi: Kerusakan sel otak, termasuk pembengkakan otak Gagal ginjal Gagal hati Gangguan jantung Dalam kasus yang berat, organ bisa mengalami kerusakan permanen hingga menyebabkan kematian. Pencegahan Heat Stroke Heat stroke bisa dicegah dengan memahami faktor-faktor pemicunya. Berikut ini sejumlah cara pencegahannya: Menghindari aktivitas di bawah panas terik matahari atau setidaknya memberikan batasan aktivitas antara pukul 10 pagi dan 4 sore Meminum cukup air, terutama ketika cuaca sedang panas, tanpa menunggu haus Mengenakan pakaian yang longgar dan ringan saat beraktivitas di bawah suhu panas Menggunakan tabir surya untuk melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari Melakukan aklimatisasi atau menyesuaikan diri dengan cuaca panas ketika beralih dari lingkungan yang sebelumnya dingin Beristirahat di tempat sejuk setelah melakukan aktivitas fisik berat Kapan Harus ke Dokter? Segera datangi fasilitas kesehatan terdekat bila gejala heat stroke... - Published: 2025-06-22 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/saraf/stroke-gejala-mencegah-dan-mengobati/ - Kategori: Saraf - Translation Priorities: Optional Gejala Stroke adalah kondisi medis serius yang bisa mengubah hidup seseorang dalam sekejap. Ketika terjadi stroke, dalam hitungan menit, otak kehilangan oksigen dan nutrisi yang vital hingga dapat mengakibatkan kerusakan permanen dan berbagai komplikasi. Karena itu, diperlukan kesadaran terhadap bahaya stroke. Artikel berikut ini akan membahas segala hal seputar stroke, termasuk cara mencegah dan mengobatinya. Mengenal Stroke Stroke adalah kondisi medis darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Gangguan itu bisa dipicu penyumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan otak rusak secara permanen, bahkan kematian, jika tak mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Otak membutuhkan suplai darah yang mengandung oksigen dan nutrien secara konstan untuk dapat berfungsi dengan baik. Ketika aliran darah terganggu, sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit hingga mengakibatkan kerusakan permanen. Terdapat dua jenis stroke: Stroke iskemik: terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak tersumbat, seringnya akibat gumpalan darah. Ini jenis stroke yang paling banyak terjadi di seluruh dunia. Stroke hemoragik: terjadi saat pembuluh darah di otak pecah hingga menyebabkan perdarahan di dalam atau sekitar otak. Jenis stroke ini jarang terjadi, tapi dampaknya bisa lebih serius. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021, stroke adalah penyebab kematian nomor tiga di dunia. Setiap detik sangatlah berarti dalam penanganan stroke. Jika terlambat, akibatnya bisa fatal. Gejala Stroke Studi di BMC Neurology mendapati gejala awal serangan stroke ditunjukkan melalui perubahan realitas serta ketidaknyamanan dan perubahan fungsi tubuh. Gejala tersebut terjadi secara mendadak, persisten, dan tak pernah dialami sebelumnya. Terdapat istilah FAST yang mudah diingat sebagai gejala stroke, yakni: F (Face): Face drooping—satu sisi wajah tiba-tiba turun/terkulai atau mati rasa. A (Arms): Arm weakness—sulit mengangkat satu lengan. S (Speech): Speech difficulty—berbicara tidak jelas atau sulit dimengerti. T (Time): Time to callemergency services—jika ada tanda-tanda di atas, segera hubungi rumah sakit. Gejala lain yang muncul secara tiba-tiba termasuk: Merasa kebas atau lemah di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh. Kesulitan melihat pada satu atau kedua mata/penglihatan kabur. Kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan/koordinasi. Sakit kepala hebat tanpa sebab jelas, sering disertai mual-muntah. Penyebab Stroke Stroke bisa terjadi akibat berbagai faktor risiko yang bisa diubah ataupun yang tak bisa diubah. Rinciannya: Tak dapat diubah: Usia: risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Jenis kelamin: risiko stroke pada pria yang lebih tinggi daripada perempuan, tapi perempuan cenderung mengalami stroke pada usia yang lebih tua dengan prognosis lebih buruk. Riwayat keluarga: risiko stroke lebih tinggi jika ada riwayat stroke dalam keluarga Dapat diubah: Tekanan darah tinggi (hipertensi) Kadar kolesterol tinggi Terbiasa merokok Diabetes Penyakit jantung, terutama fibrilasi atrium Obesitas Kurang aktivitas fisik Pola makan tidak sehat Penyalahgunaan alkohol Cara Dokter Mendiagnosis Stroke Ketika seseorang datang ke rumah sakit dengan gejala stroke, dokter akan segera melakukan tindakan karena setiap detik sangat berharga. Berikut ini tahapan diagnosis yang biasa dilakukan dokter: Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Medis Dokter akan menanyakan kapan gejala mulai muncul, riwayat kesehatan, serta memeriksa tanda-tanda neurologis (gerakan, bicara, refleks, dan sebagainya) Pemeriksaan Pencitraan Otak CT Scan (computed tomography): tes paling umum, cepat, dan dapat membedakan stroke iskemik dan hemoragik. MRI (magnetic resonance imaging): lebih sensitif untuk mendeteksi area otak yang terkena stroke, terutama pada tahap awal. Tes Lain Tes darah: untuk mengetahui kadar gula, infeksi, dan masalah pembekuan darah. EKG (elektrokardiogram): mendeteksi masalah irama jantung. USG karotis: melihat ada-tidaknya penyumbatan di pembuluh darah leher. Hasil diagnosis ini sangat penting karena penanganan stroke iskemik dan hemoragik sangat berbeda. Berbahaya bila dokter keliru dalam menegakkan diagnosis dan mengambil tindakan. Cara Mengatasi Stroke Penanganan stroke mesti sesegera mungkin. Tujuannya adalah menyelamatkan jaringan otak yang masih hidup, meminimalkan kerusakan, dan mencegah komplikasi. Berikut ini rincian penanganan berdasarkan jenis stroke yang dialami: Stroke Iskemik Dalam kasus stroke iskemik, penanganan berfokus pada upaya mengembalikan aliran darah ke otak secepat mungkin. Caranya antara lain: Pemberian obat trombolitik untuk melarutkan gumpalan darah penyebab stroke Trombektomi mekanik, yakni prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan memasukkan alat kecil lewat pembuluh darah untuk mengambil gumpalan darah di otak. Pemberian obat antiplatelet untuk mencegah pembentukan gumpalan baru. Stroke Hemoragik Fokus penanganan untuk jenis stroke ini adalah menghentikan perdarahan dan menurunkan tekanan dalam otak. Caranya termasuk: Operasi untuk mengangkat darah yang menumpuk atau memperbaiki pembuluh darah yang pecah. Obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang. Rehabilitasi Stroke Setelah fase akut terlewati, pasien biasanya membutuhkan rehabilitasi untuk memulihkan fungsi tubuh yang terganggu. Jenis terapi yang biasa diberikan: Fisioterapi: memulihkan kekuatan dan koordinasi otot. Terapi okupasi: melatih kembali kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Terapi wicara: membantu pasien yang kesulitan bicara atau menelan. Dukungan psikologis: stroke dapat menyebabkan depresi dan kecemasan sehingga dukungan mental juga penting. Komplikasi Stroke Stroke bisa memicu beragam komplikasi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di antaranya: Paralisis atau kelemahan pada satu sisi tubuh Kesulitan berbicara dan menelan Masalah kognitif, termasuk gangguan memori, konsentrasi, dan pengambilan keputusan. Depresi dan perubahan emosional Komplikasi medis, termasuk pneumonia, infeksi saluran kemih, atau luka... - Published: 2025-06-21 - Modified: 2025-06-18 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/demam-panggung/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda diberi tugas untuk menjadi pembicara di depan umum atau pun menampilkan keahlian Anda di atas panggung? Apakah merasakan pikiran yang blank, kaki dan tangan gemetar, hingga kecemasan yang tak terkendali? Kondisi ini memang seringkali terjadi pada sebagian orang, khususnya bagi mereka yang belum terbiasa tampil di hadapan publik. Namun, apakah kondisi ini tergolong sebagai anxiety atau kecemasan? Yuk cari tahu lebih mendalam seputar kondisi ini dalam artikel berikut ini! Apa Itu Demam Panggung? Menurut American Psychological Association, bahwa demam panggung yaitu suatu kondisi ketika merasa ketakutan dan cemas tidak dapat menampilkan apa yang diharapkan ketika tampil di hadapan publik. Contohnya yaitu ketika ingin tampil di panggung seperti public speaking, atau pun ketika olahraga atau bahkan ketika sedang tes/ujian tertentu. Kondisi ini berbeda dengan fobia sosial karena tidak memunculkan perasaan ketakutan berlebihan, merasa di awasi, dihakimi, atau merasa dipermalukan orang banyak. Kondisi kecemasan dan ketakutan berlebih ketika berbicara di hadapan orang juga bisa disebut dengan glossophobia. Sejatinya, kondisi ini tergolong normal mengingat hampir 40% orang mengalami kecemasan, nervous, atau grogi ketika mereka akan berbicara di hadapan banyak orang. Demam panggung termasuk bentuk dari kecemasan sosial, namun sifatnya lebih spesifik dan hanya terjadi ketika seseorang ingin tampil saja. Namun, tiap orang bisa menderita gejala yang berbeda-beda, bahkan ada yang merasa cemas lebih dari satu minggu sebelum tampil, atau ada yang hanya beberapa jam sebelum tampil. Kecemasan sosial ini juga seringkali menyebabkan kepanikan, bahkan serangan panik kerap terjadi ketika mendekati jadwal tampil di panggung. Kecemasan dan kepanikan ini dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari perut mual, tremor, mulut kering, suara gemetar, denyut jantung begitu cepat, hingga keluar dingin. Bahkan pikiran pun seringkali kosong sehingga mengakibatkan performa tampil di panggung menjadi terganggu. Nama Demam Panggung Gejala Utama Denyut jantung cepat, napas cepat, mual dan gangguan pencernaan, tremor Dokter Spesialis Dokter spesialis kejiwaan Penyebab Utama Kecemasan berlebih terhadap situasi yang akan datang Diagnosis Wawancara medis dan pemeriksaan lanjutan Pengobatan Obat anti anxiety, terapi oleh dokter Pencegahan Memperbanyak latihan, melakukan relaksasi sebelum tampil Komplikasi Tidak ada komplikasi tertentu yang membahayakan tubuh Penyebab Demam Panggung Sejatinya, kondisi ini terjadi sebagai respons alami tubuh berupa respons fight or flight ketika seseorang sedang merasakan ketakutan. Terlebih, kondisi ini dapat diperparah dengan faktor genetik yang menyebabkan keturunan Gejala Demam Panggung Tiap orang mungkin mengalami gejala demam panggung yang berbeda-beda satu sama lain. Secara umum, gejala yang sering dirasakan oleh kebanyakan orang yaitu meliputi: Denyut jantung meningkat. Nafas cepat dan terengah-engah. Keluar keringat dingin. Suara gemetar. Tremor pada tangan, bibir, atau lutut. Mual dan perut merasa tidak nyaman. Pandangan yang kabur. Gejala ini bahkan dapat muncul berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum hari H berlangsung. Namun tiap orang tentunya dapat memiliki gejala yang berbeda-beda, namun biasanya semakin dekat dengan hari H malah lebih berlangsung. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter dapat mendiagnosis kondisi ini melalui wawancara medis. Mungkin, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan seperti melakukan pemeriksaan bagian saraf atau otak untuk melihat apakah terdapat kelainan ataukah tidak. Pencegahan Demam Panggung Kondisi ini tidak bisa sepenuhnya di cegah. Namun, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini: Pastikan untuk mempersiapkan diri dengan banyak-banyak berlatih. Konsumsi obat-obatan tertentu sebelum tampil jika dokter meresepkannya. Lakukan relaksasi dan latihan pernapasan sebelum tampil. Gerakan tubuh secara ringan seperti jalan kaki dan peregangan untuk menghilangkan kecemasan. Pengobatan Demam Panggung Pengobatan pada demam panggung akan dokter sesuaikan gejala maupun tingkat keparahan penggunanya. Jika kondisinya sampai mengganggu aktivitas sehari-hari atau pekerjaan, maka dokter dapat memberikan perawatan berikut ini: Psikoterapi. Salah satunya yaitu dengan cognitive behavioral therapy yang akan mengubah cara pandang Anda terhadap ketakutan berbicara di depan umum. Pengobatan. Mungkin terapi tidak memberikan perubahan yang signifikan, sehingga dokter memberikan obat-obatan seperti obat anti anxiety atau pun beta blocker. Untuk mengatasi kondisi ini secara sederhana, maka Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini: Pastikan latihan dengan semaksimal mungkin sehingga persiapan diri menjadi lebih matang. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, atau cokelat. Cobalah untuk melakukan rileksasi seperti lakukan latihan pernapasan menjelang Anda tampil atau perform. Untuk membuat suasana yang lebih santai, maka Anda dapat berinteraksi dengan penonton. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis kejiwaan (psikiater) atau ke psikolog bila merasa bahwa demam panggung yang Anda alami makin parah tiap kali tampil di depan umum. Terlebih, bila disertai gejala tremor berlebih, selalu mual-mual, dan bahkan pingsan. Narasumber: dr. Devina, Sp. KJ Spesialis Kedokteran Jiwa Primaya Hospital Hertasning - Published: 2025-06-20 - Modified: 2025-06-18 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-marfan/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Sindrom Marfan adalah gangguan genetika langka yang mempengaruhi jaringan ikat tubuh. Jaringan ini berfungsi memberikan dukungan dan elastisitas pada berbagai organ. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk jantung, pembuluh darah, tulang, dan mata. Gejalanya sangat bervariasi antara satu individu dengan yang lainnya. Mengenal Sindrom Marfan Sindrom Marfan adalah kelainan genetik yang memengaruhi jaringan ikat dalam tubuh. Jaringan ini berfungsi memberikan dukungan, kekuatan, dan elastisitas pada banyak bagian tubuh. Bagian tubuh yang terpengaruh meliputi jantung, pembuluh darah, tulang, dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada gen fibrilin-1 (FBN1). Mutasi ini mengarah pada produksi protein yang tidak normal. Akibatnya, jaringan ikat menjadi lemah dan kehilangan elastisitasnya. Karena sifatnya yang kompleks, Sindrom Marfan dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh dengan cara yang berbeda pada setiap individu. Gejala Gejala Sindrom Marfan bervariasi tergantung pada bagian tubuh yang terpengaruh. Tingkat keparahan kondisi juga memengaruhi gejala yang muncul. Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat dialami oleh penderita Sindrom Marfan: Tubuh tinggi dan ramping dengan lengan, kaki, dan jari-jari yang panjang. Kelainan pada tulang belakang, seperti skoliosis atau kifosis. Pembesaran dan pelemahan aorta, yang dapat meningkatkan risiko aneurisma atau diseksi aorta. Masalah pada mata, seperti dislokasi lensa atau gangguan penglihatan. Nyeri atau ketegangan pada sendi dan otot. Gangguan pada dinding dada, seperti dada cekung atau dada menonjol. Kelemahan pada dinding dada yang menyebabkan sesak napas atau masalah pernapasan lainnya. Penyebab Sindrom Marfan disebabkan oleh mutasi pada gen FBN1 yang terletak di kromosom 15. Gen ini mengkodekan protein fibrilin-1, yang penting dalam pembentukan jaringan ikat. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab Sindrom Marfan: 1. Mutasi Genetik pada FBN1 Sindrom Marfan disebabkan oleh mutasi pada gen FBN1, yang mengkodekan protein fibrilin-1. Fibrilin-1 merupakan komponen utama dalam pembentukan jaringan ikat. Protein ini memberikan elastisitas dan kekuatan pada organ serta pembuluh darah. Mutasi pada gen ini menyebabkan produksi protein yang tidak berfungsi dengan baik. Ini mengganggu struktur jaringan ikat dan meningkatkan risiko masalah kesehatan. Gangguan ini terutama berdampak pada jantung, pembuluh darah, dan mata. 2. Warisan Autosomal Dominan Sindrom Marfan diwariskan melalui pola autosomal dominan. Jika salah satu orangtua membawa mutasi genetik ini, ada 50% kemungkinan anak mereka juga akan mewarisinya. Bahkan jika hanya satu salinan gen yang bermutasi, penyakit ini tetap dapat muncul. Pada kasus yang jarang, mutasi baru dapat muncul tanpa riwayat keluarga sebelumnya. 3. Mutasi Spontan Selain diturunkan melalui garis keturunan, mutasi yang menyebabkan Sindrom Marfan juga bisa terjadi secara spontan. Ini berarti bahwa gen FBN1 mengalami perubahan atau kesalahan secara acak dalam proses pembelahan sel. Mutasi ini tidak terkait dengan riwayat penyakit dalam keluarga. Pada kasus ini, individu dengan Sindrom Marfan memiliki mutasi yang tidak diwariskan dari orangtua. Mutasi ini terjadi sejak mereka dilahirkan. Cara Dokter Mendiagnosis Diagnosis Sindrom Marfan melibatkan serangkaian evaluasi medis yang komprehensif. Ini mencakup pemeriksaan fisik, tes genetik, dan pemantauan terhadap gejala spesifik. Dokter akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui riwayat keluarga. Mereka juga akan memeriksa tanda-tanda fisik khas Sindrom Marfan. Tanda-tanda ini mencakup postur tubuh tinggi dan panjang, kelainan tulang belakang, serta masalah pada mata atau jantung. Selain itu, tes pencitraan seperti ekokardiogram, MRI, atau CT scan mungkin digunakan. Tes ini membantu mengevaluasi kondisi pembuluh darah dan jantung. Jika ada indikasi bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh mutasi genetik, dokter dapat merekomendasikan tes genetik. Tes ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pada gen FBN1 yang terkait dengan penyakit ini. Cara Mengobati Meskipun Sindrom Marfan tidak dapat disembuhkan, pengobatan yang tepat dapat membantu mengelola gejalanya. Berikut adalah beberapa metode pengobatan yang umum digunakan: 1. Obat untuk Mengontrol Tekanan Darah dan Mencegah Diseksi Aorta Obat-obatan seperti beta-blocker atau angiotensin receptor blockers (ARBs) digunakan untuk mengontrol tekanan darah. Obat ini membantu mengurangi stres pada aorta, pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Menurunkan tekanan darah dan mengurangi gaya tarik pada dinding aorta dapat mengurangi risiko diseksi aorta. Komplikasi ini bisa menjadi sangat serius bagi penderita Sindrom Marfan. 2. Pemantauan dan Pengobatan Jantung serta Pembuluh Darah Karena risiko komplikasi kardiovaskular yang tinggi, penderita perlu menjalani pemeriksaan jantung secara rutin. Tes ekokardiogram dilakukan untuk memantau kondisi aorta dan mendeteksi adanya pelebaran atau kelemahan pada pembuluh darah. Jika pelebaran aorta menjadi parah, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi untuk mengganti bagian aorta yang lemah dengan cangkok buatan. 3. Operasi untuk Mengatasi Masalah Tulang dan Mata Jika penderita mengalami skoliosis atau deformitas dada yang parah, operasi ortopedi dapat menjadi pilihan. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tulang dan meningkatkan fungsi pernapasan. Untuk masalah mata, seperti dislokasi lensa atau katarak, operasi penggantian lensa dapat membantu memperbaiki penglihatan. 4. Fisioterapi dan Rehabilitasi Fisioterapi dapat membantu mengurangi nyeri sendi dan meningkatkan fleksibilitas tubuh. Program rehabilitasi yang disesuaikan dengan kebutuhan penderita juga dapat membantu dalam meningkatkan mobilitas serta kualitas hidup. Komplikasi Sindrom Marfan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh. Komplikasi ini terutama terjadi pada jantung, pembuluh darah, tulang, dan mata. Salah satu komplikasi paling... - Published: 2025-06-19 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/bedah-onkologi/vabb/ - Kategori: Bedah Onkologi - Translation Priorities: Optional Ketika menemukan benjolan di payudara, wajar bila muncul kekhawatiran di benak para perempuan. Benjolan itu bisa menandakan adanya tumor. Untuk memastikannya, Primaya Hospital memiliki metode VABB atau Vacuum-Assisted Breast Biopsy yang telah menjadi prosedur standar dalam diagnosis benjolan di payudara. Artikel berikut ini akan menguraikan lebih lanjut mengenai prosedur tersebut. Mengenal VABB VABB atau biopsi mamotome adalah prosedur pengangkatan tumor payudara yang menggunakan alat biopsi berbasis teknologi vakum untuk mengambil sampel jaringan payudara. Prosedur minimal invasif ini dilakukan ketika ada kecurigaan adanya kelainan di payudara yang perlu dianalisis lebih lanjut. Dalam praktiknya, dokter menggunakan alat khusus yang memanfaatkan tekanan vakum untuk menarik jaringan payudara ke dalam jarum biopsi, lalu mengambil sampel jaringan tersebut. VABB dianggap lebih akurat dibanding metode biopsi tradisional karena dapat mengambil sampel yang lebih besar dan lebih banyak dari area yang dicurigai (Hahn et al, 2012). Prosedur ini kerap direkomendasikan ketika mamografi atau pemeriksaan klinis menunjukkan adanya benjolan atau area mencurigakan yang memerlukan pemeriksaan histopatologis untuk memastikan diagnosis. Sebuah studi yang menganalisis pengalaman penggunaan VABB dengan panduan ultrasonografi (USG) di jurnal Ultrasonography menemukan agreement rate prosedur ini mencapai 98,7 persen dengan angka false negative hanya 0,1 persen. Adapun dalam jurnal Breast Cancer Research and Treatment didapati akurasi VABB dengan panduan pencitraan resonansi magnetik mencapai 96,7 persen. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya metode biopsi dalam deteksi dini, yang menjadi kunci dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien. Siapa Saja yang Memerlukan Umumnya VABB direkomendasikan kepada pasien dengan kondisi berikut ini: Hasil mamografi atau pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan atau kista yang tidak dapat dipastikan sifatnya Memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga Ada perubahan yang mencolok, seperti pembengkakan atau perubahan bentuk, pada payudara Terdapat deposit kalsium kecil atau mikrokalsifikasi (biasanya kurang dari 0,5 mm) yang terlihat pada pemeriksaan radiografi payudara, seperti mamografi Ada lesi jinak yang perlu diambil Terdapat lesi yang sulit dijangkau dengan biopsi konvensional menggunakan jarum Ada lesi yang telah terdiagnosis dan memerlukan pemantauan perubahan. Kapan Seseorang Memerlukan Seseorang mungkin memerlukan VABB jika hasil pemeriksaan mamografi atau USG menunjukkan adanya abnormalitas yang memerlukan pengecekan lebih lanjut. Biasanya dokter akan merekomendasikan VABB jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kalsifikasi atau massa yang tidak dapat didiagnosis dengan jelas melalui metode non-invasif lainnya. VABB kerap menjadi pilihan langkah selanjutnya setelah pemeriksaan awal menunjukkan hasil yang mencurigakan. Manfaat/Tujuan Sebagai prosedur minimal invasif, VABB menawarkan berbagai keunggulan, seperti: Akurasi diagnosis tinggi Waktu pemulihan lebih cepat dibanding biopsi terbuka Bekas luka minimal Dapat dilakukan dengan anestesi lokal Memungkinkan pengambilan lesi secara total untuk kasus jinak Tingkat komplikasi rendah Persiapan Sebelum Menjalani VABB Agar mendapatkan hasil yang optimal dengan risiko minimal, penting untuk memastikan persiapan yang baik sebelum menjalani VABB. Persiapan itu biasanya meliputi: Evaluasi riwayat medis dan pengobatan Pemeriksaan awal seperti mamografi atau ultrasonografi untuk mengidentifikasi area yang akan diambil sampelnya Penghentian obat pengencer darah 5-7 hari sebelum prosedur Pemeriksaan fungsi pembekuan darah Puasa 6 jam sebelum prosedur jika menggunakan sedasi Mengenakan pakaian yang nyaman dan mudah dilepas Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur VABB biasanya dilakukan di ruang radiologi atau klinik khusus. Tahap-tahapnya meliputi: Pasien berbaring di meja pemeriksaan dan area yang akan diambil sampelnya dibersihkan Dokter memberikan anestesi lokal pada area yang akan dibiopsi Dokter membuat sayatan atau insisi kecil 2-3 mm pada kulit Penempatan alat VABB dengan panduan stereotaktik, USG, atau MRI Pengambilan sampel jaringan menggunakan alat VABB dengan teknologi vakum Penutupan sayatan dari pengambilan sampel dengan jahitan kecil atau plester Seluruh proses ini biasanya berlangsung sekitar 30-60 menit. Setelah prosedur VABB, pasien biasanya akan diminta beristirahat sejenak sebelum pulang Perawatan Pasca VABB Ada sejumlah langkah perawatan yang penting untuk dilalui setelah menjalani VABB, antara lain: Beristirahat dan menghindari aktivitas berat selama beberapa hari. Mengenakan bra supportdalam 24 jam pertama. Menjaga kebersihan area yang diambil sampelnya dan ikuti instruksi dokter mengenai perawatan luka. Menghindari olahraga atau aktivitas fisik yang dapat memperparah area yang dioperasi. Mengikuti jadwal kunjungan kontrol untuk memeriksa proses penyembuhan dan mendiskusikan hasil biopsi. Adakah Efek Samping VABB termasuk prosedur yang aman. Tapi ada kemungkinan munculnya sejumlah efek samping, seperti: Nyeri atau ketidaknyamanan pada area yang dibiopsi. Perdarahan dari sayatan kecil mungkin terjadi, tapi biasanya tidak signifikan. Pembengkakan atau memar pada area di sekitar sayatan, biasanya akan hilang dalam beberapa hari. VABB di Primaya Hospital Primaya Hospital merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan VABB dengan teknologi modern dan tenaga medis yang berpengalaman. Dari konsultasi hingga perawatan pascaprosedur, Primaya Hospital berkomitmen memberikan layanan yang optimal kepada pasien. Narasumber: dr. Abdul Rachman, Sp. B(K) Onk Spesialis Bedah Onkologi Primaya Hospital Tangerang - Published: 2025-06-18 - Modified: 2025-06-18 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyakit-tay-sachs/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Penyakit Tay-Sachs adalah gangguan genetik yang langka dan mempengaruhi sistem saraf. Penyakit ini terutama ditemukan pada bayi. Penyakit Tay-Sachs disebabkan oleh kelainan genetik yang menghambat kemampuan tubuh memecah lemak. Ini menyebabkan penumpukan di otak. Pada tahap awal, bayi yang terkena penyakit Tay-Sachs tampak sehat, namun gejalanya mulai muncul saat usia enam bulan. Seiring waktu, gejalanya memburuk, dan penderita sering mengalami penurunan keterampilan motorik dan kehilangan kemampuan untuk bergerak atau berbicara. Mengenal Penyakit Tay-Sachs Menurut National Organization for Rare Disorders, penyakit Tay-Sachs adalah gangguan genetik langka yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini mempengaruhi kemampuan tubuh memecah lemak. Penyebab penyakit Tay-Sachs adalah mutasi genetik yang menghambat produksi enzim yang dibutuhkan untuk mencerna lemak. Penumpukan lemak di sel-sel otak menyebabkan kerusakan saraf yang akhirnya mempengaruhi fungsi tubuh, seperti motorik dan kognitif. Penyakit ini paling umum ditemukan pada bayi, tetapi juga dapat memengaruhi anak-anak atau orang dewasa dengan bentuk yang lebih ringan. Meskipun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, deteksi dini dapat membantu dalam pengelolaan gejala dan perawatan suportif. Gejala Penyakit Tay-Sachs Gejala penyakit Tay-Sachs biasanya muncul pada usia enam bulan dan memburuk seiring waktu. Gejala ini dapat bervariasi. Kehilangan kemampuan untuk merangkak, duduk, atau berbicara Gerakan mata yang tidak normal atau melotot Kejang-kejang yang terus-menerus Kehilangan keterampilan motorik Keterlambatan perkembangan yang cepat Otot menjadi kaku atau lemah Masalah pendengaran dan penglihatan Penurunan kemampuan untuk merespons rangsangan sosial atau fisik Penyebab Penyakit Tay-Sachs Penyakit Tay-Sachs disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memecah lemak dalam otak. Mutasi ini mengganggu produksi enzim penting yang berperan dalam metabolisme. 1. Mutasi Genetik Penyakit Tay-Sachs disebabkan oleh mutasi pada gen HEXA yang terletak pada kromosom 15. Gen ini bertanggung jawab untuk produksi enzim beta-hexosaminidase A. Tanpa enzim tersebut, lemak yang disebut gangliosida GM2 menumpuk di sel-sel otak, menyebabkan kerusakan saraf. Kerusakan ini menghambat fungsi normal otak dan saraf. Penyakit ini bersifat resesif autosomal, yang berarti kedua orang tua harus menjadi pembawa mutasi untuk anak mereka berisiko terkena penyakit ini. Kondisi ini lebih umum terjadi pada kelompok etnis tertentu, seperti Yahudi Ashkenazi, yang memiliki tingkat pembawa yang lebih tinggi. 2. Pewarisan Genetik Penyakit Tay-Sachs diwariskan secara resesif, yang berarti kedua orang tua harus membawa salinan mutasi genetik untuk mengidap penyakit ini. Jika kedua orang tua adalah pembawa gen tersebut, ada kemungkinan 25% anak mereka akan mewarisi penyakit Tay-Sachs. Meskipun kedua orang tua hanya membawa satu salinan gen yang bermutasi, mereka tidak akan menunjukkan gejala penyakit. Namun, jika kedua orang tua adalah pembawa, maka anak-anak mereka berisiko tinggi untuk mengalami kerusakan saraf parah. 3. Pembawa Genetik Orang yang membawa satu salinan gen yang bermutasi tidak akan mengalami gejala penyakit Tay-Sachs. Namun, mereka dapat menularkannya ke keturunannya. Status pembawa dapat ditemukan melalui tes genetik, yang dapat membantu dalam perencanaan keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit ini. Penting untuk melakukan tes genetik, terutama bagi pasangan yang memiliki risiko lebih tinggi berdasarkan latar belakang etnis. Pemeriksaan genetik dapat memberikan informasi penting dalam mendeteksi pembawa dan membantu pencegahan. 4. Faktor Risiko Etnis Penyakit Tay-Sachs lebih umum ditemukan di kalangan kelompok etnis tertentu, terutama pada Yahudi Ashkenazi dan kelompok keturunan Prancis Kanada. Pada kelompok ini, frekuensi pembawa gen Tay-Sachs lebih tinggi, meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit pada keturunan mereka. Selain itu, masyarakat dengan latar belakang etnis lain, seperti orang-orang dari wilayah tertentu di Eropa, juga dapat lebih rentan terhadap penyakit ini. Faktor risiko etnis penting dalam diagnosa dan dapat mempengaruhi keputusan tes genetik bagi pasangan yang berencana memiliki anak. Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Tay-Sachs Diagnosis penyakit Tay-Sachs dimulai dengan pemeriksaan fisik dan evaluasi riwayat medis keluarga pasien. Dokter akan mencari gejala yang konsisten dengan penyakit ini. Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar enzim beta-hexosaminidase A. Enzim ini berperan dalam metabolisme lemak di otak. Jika kadar enzim rendah, dokter dapat merekomendasikan tes genetik untuk memverifikasi mutasi pada gen HEXA. Tes ini sangat akurat dalam mendiagnosis penyakit Tay-Sachs. Tes genetik juga penting untuk mendeteksi pembawa penyakit, yang dapat membantu dalam perencanaan keluarga dan keputusan medis lebih lanjut. Cara Mengobati Penyakit Tay-Sachs Penyakit Tay-Sachs saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan. Namun, pengobatan dapat membantu meringankan gejala dan memperbaiki kualitas hidup. 1. Pengelolaan Gejala Neurologis Pengobatan untuk penyakit Tay-Sachs fokus pada pengelolaan gejala neurologis yang terjadi, seperti kejang dan masalah pergerakan. Obat-obatan seperti antikonvulsan digunakan untuk mengendalikan kejang yang sering terjadi pada penderita penyakit ini. Penggunaan obat ini perlu pemantauan medis yang ketat. Selain itu, terapi fisik dan okupasi dapat membantu pasien mempertahankan kemampuan motorik selama mungkin. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Keterlibatan tim medis, termasuk ahli saraf dan fisioterapis, sangat penting untuk merancang rencana pengobatan yang sesuai bagi pasien. 2. Terapi Dukungan Psikososial Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan, dukungan psikososial sangat penting untuk pasien dan keluarga mereka. Konseling psikologis membantu pasien dan keluarga mengatasi stres emosional yang muncul akibat penyakit ini. Ini juga penting untuk menjaga kesejahteraan... - Published: 2025-06-17 - Modified: 2025-06-18 - URL: https://primayahospital.com/umum/taji-tumit/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Apabila tumit Anda sering mengalami sakit atau nyeri secara berulang, maka itu bisa jadi pertanda dari suatu kondisi kesehatan yang dinamakan sebagai taji tumit. Para penderita umumnya akan mengeluhkan nyeri setelah mereka duduk dalam waktu lama lalu berdiri. Walaupun kondisi ini tergolong ringan dan tidak membahayakan, namun taji tumit tentunya memberikan rasa ketidaknyamanan tersendiri. Lalu, seperti apa sih taji tumit itu dan bagaimana penangananya? Apa Itu Taji Tumit? Taji tumit yaitu kondisi ketika tumit bagian bawah terasa sakit dan nyeri, khususnya ketika berdiri sehabis lama duduk. Umumnya ditandai dengan adanya benjolan berbentuk bengkok atau memanjang runcing dengan ukuran 1,5 cm. Dalam istilah medis, kondisi ini dinamakan juga sebagai heel spurs. Tonjolan ini tidak bisa dilihat secara langsung, terkecuali menggunakan foto rontgen dengan bantuan sinar X. Namun, penderitanya bisa merasakan adanya tonjolan tulang di bawah tumitnya walau tidak tampak langsung. Selain karena tonjolan tulang, juga bisa terjadi akibat cedera pada selaput sekitar tumit atau akibat tekanan pada ligamen dan juga otot kaki. Gejala utama yang terasa yaitu berupa nyeri tajam pada tumit setelah seseorang duduk atau berbaring dalam waktu lalu tiba-tiba berdiri. Kondisi ini sering kali terjadi pada pagi hari dan kondisi akan mereda di siang hari, namun gejala pada masing-masing orang dapat berbeda satu sama lain. Umumnya, kondisi ini bersifat kambuh-kambuhan. Jadi, walaupun sudah sembuh untuk saat ini, namun bisa terjadi lagi di waktu yang akan datang. Namun ini juga bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Nama Taji Tumit Gejala Utama Nyeri tak tertahankan pada tumit saat berdiri setelah duduk lama Dokter Spesialis Dokter spesialis ortopedi Penyebab Utama Tonjolan tulang akibat endapan kalsium, cedera atau robekan pada jaringan ikat bawah kaki Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Aktivitas berulang yang intens seperti pada atlet, berat badan berlebih, pertambahan usia Pengobatan Fisioterapi, pemberian obat pereda nyeri Pencegahan Lakukan pemanasan sebelum olahrga, pastikan sepatu yang digunakan nyaman Faktor Risiko Seseorang akan berisiko lebih besar terkena taji tumit apabila mereka berada pada kelompok berikut ini: Orang yang punya lengkungan kaki tinggi. Aktivitas berulang seperti melompat dan berlari pada atlet. Obesitas atau berat badan berlebih. Faktor usia, berada di usia lanjut. Menggunakan alas kaki atau sepatu yang tidak pas. Penyebab Taji Tumit Penyebab utama taji tumit yaitu karena adanya tonjolan tulang akibat pengendapan kalsium atau peradangan pada area jaringan ikat di bawah kaki (plantas fasciitis). Nah, secara umum beberapa penyebabnya meliputi: Tonjolan tulang baru akibat endapan kalsium. Tekanan pada ligamen dan juga otot kaki. Robekan berulang di area jaringan ikat bawah kaki. Ankylosing spondylitis. Peregangan pada fascia plantar. Sindrom reiter. Diffuse idiopathic skeletal hyperostosis (DISH). Gejala Taji Tumit Menurut situs Cleveland Clinic, diketahui bahwa taji tumit memiliki beberapa gejala seperti halnya berikut ini: Tumit terasa nyeri jatam ketika baru duduk/berbaring dalam waktu lama. Nyeri biasanya terjadi di pagi hari dan siang hari hanya berupa nyeri tumpul. Tumit bagian depan mengalami bengkak. Tonjolan tulang kecil pada bagian bawah tumit. Sekitar tumit terasa panas yang menyebar ke sekitarnya. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter dapat mendiagnosis apakah seseorang mengalami taji tumit atau tidak dengan cara: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. Foto rontgen. Pencegahan Taji Tumit Kondisi ini memang tidak selalu bisa Anda cegah. Namun, Anda bisa mengurangi risiko terkena kondisi ini dengan cara sebagai berikut: Anda dapat menggunakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki. Hindari tekanan berlebihan pada area tumit. Lakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berolahraga. Jaga berat badan tetap ideal. Pengobatan Taji Tumit Umumnya, taji tumit sifatnya permanen. Jadi, rasa nyeri akan datang kambuh-kambuhan. Tanpa pengobatan sendiri pun bisa sembuh namun di lain waktu dapat kambuh lagi. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan perawatan seperti halnya: Perawatan Mandiri Untuk kondisi yang ringan, maka Anda bisa melakukan perawatan sendiri di rumah dengan cara: Istirahat kaki dan hindari aktivitas berlebih. Jika bengkak, bisa kompres dengan es. Setelah tidak bengkak tapi masih nyeri bisa kompres dengan air hangat. Gunakan sepatu dengan bantalan yang lebih empuk. Perawatan Medis Apabila kondisi di atas tidak kunjung membaik, maka Anda harus mendapatkan perawatan medis dengan cara: Fisioterapi dan latihan peregangan. Terapi gelombang kejut. Pemberian obat-obatan pereda nyeri. Operasi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter spesialis ortopedi apabila Anda mengalami kondisi di atas. Terlebih, jika nyeri yang Anda rasakan begitu tak tertahankan dan tidak kunjung reda dalam waktu beberapa hari. Narasumber: dr. Rima Yanie Dokter Umum Primaya Hosptal Betang Pambelum - Published: 2025-06-16 - Modified: 2025-06-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/angin-duduk/ - Kategori: Penyakit - Translation Priorities: Optional Angin duduk adalah istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan nyeri dada. Meskipun sering disalahartikan sebagai masuk angin biasa, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada jantung. Dalam dunia medis, angin duduk dikenal sebagai angina pectoris, yaitu nyeri dada yang disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke otot jantung. Artikel ini akan mengulas secara lengkap gejala angin duduk dan langkah-langkah pertolongan pertama yang penting diketahui untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Butuh bantuan membuat janji dengan dokter spesialis jantung terbaik? Kavacare siap membantu Anda. Untuk informasi levih lanjut, hubungi Kavacare Support di WhatsApp 0811 1446 777. Gejala Angin Duduk yang Perlu Diwaspadai Gejala angin duduk bisa berbeda pada setiap orang, namun beberapa tanda umumnya meliputi: Nyeri Dada Gejala paling umum berupa rasa nyeri atau tidak nyaman di dada seperti ditekan, diremas, atau terbakar. Biasanya terasa di belakang tulang dada dan bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung. 2. Sesak Napas Saat suplai oksigen ke jantung berkurang, pernapasan jadi terasa lebih berat, terutama setelah beraktivitas. 3. Keringat Dingin Berkeringat dingin tanpa sebab yang jelas juga bisa menjadi sinyal bahaya yang sering diabaikan. 4. Mual dan Pusing Beberapa penderita merasakan mual, muntah, atau pusing yang disertai rasa lemas. 5. Kelelahan Ekstrem Rasa lelah berlebihan tanpa aktivitas berat juga bisa menjadi gejala angin duduk yang patut diwaspadai. Menurut jurnal Circulation dari American Heart Association (2020), nyeri dada akibat angina sering muncul saat beraktivitas dan akan membaik saat istirahat atau setelah diberikan obat seperti nitrogliserin. Pertolongan Pertama Saat Mengalami Gejala Angin Duduk Tindakan cepat dapat mencegah serangan jantung yang lebih parah. Berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan: Hentikan Aktivitas Segera Jika merasakan gejala, segera hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman. 2. Berikan Nitrogliserin (jika tersedia) Obat ini membantu melancarkan aliran darah ke jantung dan hanya boleh diberikan sesuai anjuran dokter. 3. Hubungi Bantuan Medis Jika nyeri tidak mereda dalam waktu 5 menit, segera hubungi layanan darurat. Bisa jadi ini merupakan awal dari serangan jantung. 4. Cek Tanda Vital Pantau napas dan denyut nadi. Jika tidak ada denyut, lakukan CPR jika Anda terlatih. 5. Tenangkan Pasien Bantu pasien tetap tenang. Rasa panik bisa memperburuk kondisi jantung. Faktor Risiko Angin Duduk Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terkena angin duduk antara lain: Usia lanjut Merokok Diabetes melitus Tekanan darah tinggi Kolesterol tinggi Obesitas Riwayat penyakit jantung dalam keluarga Stres berkepanjangan dan gaya hidup pasif Cara Mencegah Angin Duduk Sejak Dini Mencegah angin duduk berarti menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan oleh Journal of the American College of Cardiology (2019): Berhenti Merokok Merokok merusak pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak. Rutin Berolahraga Aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang bisa membantu menjaga kerja jantung tetap optimal. 3. Pilih Makanan Sehat Konsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak jenuh, serta perbanyak buah dan sayuran. 4. Kelola Stres Teknik seperti meditasi, yoga, atau konseling bisa membantu menstabilkan tekanan darah dan emosi. 5. Periksa Kesehatan Secara Berkala Lakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara rutin untuk mendeteksi risiko sejak dini. Angin duduk (angina pectoris) bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Meski sering disalahartikan sebagai masuk angin biasa, angin duduk merupakan tanda adanya gangguan serius pada jantung akibat kurangnya suplai oksigen ke otot jantung. Gejala utamanya meliputi nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, mual, dan kelelahan ekstrem. Pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih fatal seperti serangan jantung. Faktor risiko seperti merokok, hipertensi, diabetes, dan gaya hidup tidak sehat perlu dikenali dan dikendalikan sedini mungkin. Pencegahan bisa dilakukan melalui perubahan gaya hidup, konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Kavacare menyediakan layanan pemeriksaan jantung di rumah dan konsultasi dengan dokter spesialis jantung secara daring dan di rumah sakit. Hubungi Kavacare di nomor WhatsApp 0811 1446 777 untuk solusi perawatan jantung yang lebih mudah dan personal. Narasumber: dr. Eddy Wiria, PhD Co-Founder & CEO Kavacare - Published: 2025-06-15 - Modified: 2025-06-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyakit-degeneratif/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan biologis yang memengaruhi fungsi organ, jaringan, dan sistem tubuh secara keseluruhan. Perubahan ini kerap menjadi pintu masuk munculnya penyakit degeneratif pada lansia, seperti osteoartritis, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, dan Alzheimer. Penyakit-penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan beban perawatan medis. Namun, kabar baiknya adalah sebagian besar penyakit degeneratif pada lansia dapat dicegah atau diperlambat perkembangannya melalui deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah pencegahan dini, faktor risiko yang perlu diwaspadai, serta pentingnya peran keluarga dan layanan kesehatan dalam menjaga kualitas hidup lansia. Kavacare menyediakan layanan perawatan pribadi di rumah untuk lansia mulai dari pendampingan aktivitas, perawat lansia, dan medical escort ke rumah sakit di Indonesia dan luar negeri. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Langkah Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menunda atau mencegah timbulnya penyakit degeneratif pada lansia: Gaya Hidup Aktif Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, yoga, atau senam lansia terbukti dapat memperkuat otot, menjaga kesehatan sendi, serta meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi otak. Penelitian dari Journal of Aging and Physical Activity menunjukkan bahwa lansia yang aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan Alzheimer. Pola Makan Seimbang Makanan tinggi antioksidan (sayuran hijau, buah-buahan beri), rendah lemak trans, dan kaya serat sangat dianjurkan untuk lansia. Diet mediterania, misalnya, terbukti secara ilmiah menurunkan risiko penyakit degeneratif pada lansia, menurut studi yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Pemeriksaan Kesehatan Rutin Deteksi dini merupakan kunci utama. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, dan fungsi kognitif perlu dilakukan secara berkala. Deteksi awal perubahan dapat mencegah penyakit berkembang lebih lanjut. Manajemen Stres dan Kesehatan Mental Stres kronis dapat memengaruhi kesehatan jantung dan otak. Lansia yang aktif secara sosial dan terlibat dalam komunitas cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan kualitas hidup yang lebih baik. Vaksinasi dan Pencegahan Infeksi Infeksi kronis seperti pneumonia atau influenza dapat memperburuk kondisi degeneratif. Oleh karena itu, vaksinasi rutin sangat dianjurkan sebagai bagian dari strategi pencegahan. Apa Itu Penyakit Degeneratif? Penyakit degeneratif adalah kondisi kronis yang terjadi akibat kerusakan bertahap pada sel, jaringan, dan organ tubuh. Proses ini umumnya berlangsung perlahan dan berkepanjangan. Pada lansia, proses degeneratif kerap dikaitkan dengan penuaan alami tubuh dan penurunan fungsi fisiologis yang mengakibatkan munculnya penyakit seperti: Osteoartritis (kerusakan sendi) Penyakit jantung koroner Diabetes mellitus tipe 2 Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson Gangguan penglihatan (degenerasi makula) Osteoporosis Menurut WHO, penyakit tidak menular seperti ini merupakan penyebab utama kematian global, dan lansia adalah kelompok usia yang paling rentan terhadap dampaknya. Faktor Risiko Penyakit Degeneratif pada Lansia Untuk mencegah secara dini, penting mengenali faktor risiko yang dapat mempercepat kemunculan penyakit degeneratif pada lansia, antara lain: Usia: Semakin tua seseorang, semakin besar risiko mengalami kerusakan jaringan permanen. Gaya hidup sedentari:Kurangnya aktivitas fisik memperburuk fungsi otot, tulang, dan sistem kardiovaskular. Pola makan tidak sehat: Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam mempercepat kerusakan organ. Riwayat keluarga: Beberapa penyakit seperti diabetes dan Alzheimer memiliki komponen genetik. Merokok dan konsumsi alkohol: Dua kebiasaan ini mempercepat proses penuaan sel dan memperbesar risiko penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif pada lansia merupakan tantangan besar dalam masyarakat yang sedang mengalami penuaan populasi. Meski proses penuaan tidak dapat dihindari, pencegahan dini melalui gaya hidup sehat, deteksi rutin, serta dukungan keluarga dan layanan kesehatan yang terintegrasi dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Investasi dalam kesehatan lansia sejak dini adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang telah membesarkan generasi sebelumnya. Dengan perhatian dan pencegahan yang tepat, lansia dapat tetap hidup sehat, aktif, dan bermakna di usia senja. Kavacare berkomitmen mendukung perawatan lansia melalui layanan medis di rumah yang personal, nyaman, dan terpercaya. Mulai dari fisioterapi, perawatan di rumah, hingga kunjungan dokter ke rumah, kami hadir untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia Anda. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Narasumber: dr. Eddy Wiria, PhD Co-Founder & CEO Kavacare - Published: 2025-06-14 - Modified: 2025-06-01 - URL: https://primayahospital.com/jantung-dan-pembuluh-darah/renal-denervation/ - Kategori: Jantung dan Pembuluh Darah - Translation Priorities: Optional Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2023, diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi dan sekitar 46 persen orang dengan hipertensi tak sadar bahwa dirinya memiliki kondisi tersebut. Padahal hipertensi bisa menimbulkan komplikasi serius bila tak terdeteksi dan terkendali. Renal denervation menjadi salah satu inovasi medis yang bisa menjadi pilihan bagi penderita hipertensi. Artikel ini akan menjabarkan lebih lanjut seputar prosedur yang relatif baru ini. Mengenal Renal Denervation Renal denervation adalah prosedur minimal invasif yang dirancang untuk mengendalikan tekanan darah tinggi yang tak merespons pengobatan konvensional atau hipertensi resisten. Seseorang disebut mengalami hipertensi jika tekanan darah sistolik (ketika jantung memompa) lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik (ketika jantung beristirahat) lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Renal denervation bekerja dengan menonaktifkan saraf simpatik ginjal yang berperan dalam regulasi tekanan darah. Energi radiofrekuensi atau ultrasonografi digunakan untuk menghancurkan saraf-saraf yang berada di sekitar arteri ginjal. Prosedur ini baru berkembang pada tahun 2000-an untuk mengatasi hipertensi resisten dan hingga kini terdapat dua sistem renal denervation yang telah mendapat persetujuan Food and Drug Administration Amerika Serikat. Menurut American Heart Association, meski masih butuh penelitian lanjutan, terutama dalam hal pemilihan pasien dan efikasi jangka panjang, renal denervation adalah pendekatan terapeutik yang menjanjikan bagi sejumlah pasien dengan hipertensi tak terkendali, khususnya pasien dengan hipertensi resisten atau punya intoleransi terhadap beberapa obat-obatan. Siapa Saja yang Memerlukan Renal Denervation Renal denervation biasanya direkomendasikan kepada pasien dengan kondisi berikut ini: Hipertensi resisten, yaitu kondisi ketika tekanan darah tetap tinggi meskipun telah mengonsumsi tiga atau lebih jenis obat antihipertensi dalam dosis maksimal. Mengalami efek samping yang signifikan dari obat-obatan antihipertensi (intoleransi). Ketidakpatuhan/kesulitan mengonsumsi obat sesuai dengan resep. Memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke dan memerlukan pengendalian tekanan darah yang lebih agresif. Kapan Seseorang Memerlukan Renal Denervation Seseorang mungkin memerlukan renal denervation ketika tekanan darahnya tetap tinggi walau telah menjalani pengobatan medis yang optimal. Umumnya pasien dinilai memenuhi syarat untuk mengikuti prosedur ini setelah dilakukan evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis kardiologi atau nefrologi. Pasien yang telah mencoba berbagai kombinasi obat antihipertensi selama setidaknya enam bulan tanpa hasil yang memuaskan juga dapat mempertimbangkan renal denervation sebagai pilihan selanjutnya. Manfaat/Tujuan Renal Denervation Tujuan utama renal denervation adalah mengendalikan tekanan darah agar terhindar dari berbagai risiko komplikasinya. Menurut studi di jurnal Blood Pressure, efek renal denervation dalam pengelolaan tekanan darah bisa bertahan hingga tiga tahun. Manfaat lainnya meliputi: Mengurangi ketergantungan pada obat antihipertensi yang mesti dikonsumsi untuk mengendalikan tekanan darah Menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam kualitas hidup Tidak memerlukan sayatan yang besar Pembuluh darah bisa menjadi lebih elastis dengan meningkatnya fungsi endotel Persiapan Sebelum Menjalani Renal Denervation Sebagai prosedur yang relatif baru, renal denervation mensyaratkan pemeriksaan ketat terhadap pasien sebagai persiapan sebelum menjalani prosedur ini. Persiapan itu biasanya mencakup: Evaluasi menyeluruh dan diskusi mengenai kondisi kesehatan Pemeriksaan fungsi ginjal dan pembuluh darah, termasuk pemeriksaan fisik, tes darah, dan pemindaian gambar seperti angiografi atau CT scan Penyesuaian atau penghentian konsumsi obat-obatan tertentu Berpuasa 6-8 jam sebelum prosedur Konsultasi anestesi Pentingnya untuk memastikan persiapan ini dengan baik demi keamanan dan efektivitas prosedur renal denervation. Prosedur dan Pelaksanaan Renal Denervation Renal denervation biasanya dilakukan di laboratorium kateterisasi atau ruang operasi. Prosedur ini biasanya berlangsung selama 1-2 jam dengan bius lokal. Adapun langkah-langkahnya biasanya meliputi: Anestesi: pasien akan diberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit selama prosedur. Pemasangan kateter: kateter dimasukkan melalui arteri di paha dan diarahkan ke arteri ginjal. Penghancuran saraf: menggunakan pancaran energi radiofrekuensi atau ultrasonografi, saraf simpatik di ginjal diintervensi untuk mengurangi aktivitasnya. Pemantauan: setelah prosedur, pasien akan dipantau untuk memastikan tidak ada komplikasi. Perawatan Pasca Renal Denervation Seusai prosedur renal denervation, pasien biasanya perlu menjalani rawat inap selama 1 x 24 jam agar kondisinya bisa dipantau dengan lebih cermat. Perawatan selama pemulihan ini mencakup: Observasi 24 jam di rumah sakit Pemantauan tekanan darah rutin Evaluasi fungsi ginjal berkala Penyesuaian dosis obat antihipertensi Kontrol rutin dengan dokter Adakah Efek Samping Setelah Renal Denervation Sebagaimana prosedur medis pada umumnya, renal denervation mengandung risiko dan efek samping, meskipun jarang terjadi. Efek samping yang mungkin muncul antara lain: Nyeri atau ketidaknyamanan di area tempat kateter dimasukkan. Ada risiko kecil kerusakan ginjal, meskipun studi menunjukkan bahwa ini jarang terjadi. Risiko infeksi di lokasi prosedur, tapi dapat diminimalkan dengan teknik sterilisasi yang tepat. Renal Denervation di Primaya Hospital Primaya Hospital adalah salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan renal denervation. Dengan fasilitas modern dan tim medis yang berpengalaman, pasien dapat merasa tenang saat menjalani prosedur ini. Primaya Hospital berkomitmen memberikan perawatan terbaik dan mengikuti protokol internasional dalam melakukan renal denervation. Narasumber: dr. Rony M Santoso, Sp. JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang - Published: 2025-06-13 - Modified: 2025-06-01 - URL: https://primayahospital.com/mata/alergi-mata/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda mengalami mata merah, gatal dan berair setelah berada di lingkungan terbuka? Jika ya, maka bisa jadi Anda mengidap alergi mata. Ini terjadi ketika Anda melewati lingkungan yang banyak terdapat serbuk sari bunga atau pun debu berterbangan dan bahan allergen lainnya seperti debris pada lingkungan pabrik. Tapi, apakah kondisi ini bisa dicegah atau di obati agar tidak kambuh lagi? Yuk cari tahu rincian lengkapnya di bawah ini! Apa itu Alergi Mata? Alergi mata yaitu kondisi saat mata mengalami reaksi alergi terhadap zat alergen. Contoh alergen tersebut meliputi serbuk sari, debu, bulu hewan dan kapas pada pabrik boneka atau konveksi. Dalam dunia medis, juga dikenal sebagai konjungtivitis alergi. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah dalam menganggap alergen sebagai zat ancaman. Akibatnya, tubuh akan melepaskan zat kimia seperti histamin yang memicu peradangan, mata berair, kemerahan, gatal, dan gejala lainnya di mata. Pada orang normal, kondisi ini sejatinya tak menimbulkan masalah tertentu. Namun bagi penderita alergi, sistem imun salah dalam mengidientifikasi alergi sebagai zat berbahaya. Dengan begitu, histamin keluar dan akhirnya menimbulkan gejala seperti di atas. Nama Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi) Gejala Utama Mata berair, gatal, perih Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Paparan terhadap alergen Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes alergi, tes darah Faktor Risiko Riwayat alergi keluarga, lingkungan, paparan bahan Pengobatan Tetes mata antihistamin Pencegahan Mengurangi paparan alergen Komplikasi Sindrom mata kering, infeksi sekunder Penyebab Mengutip dari Healthline, bahwa alergi mata disebabkan oleh reaksi imun tubuh terhadap alergen. Perlu Anda ketahui, bahwa mata kita yang di seliputi membran tipis bernama konjungtiva ini akan mengalami iritasi dan peradangan ketika ada zat alergen yang mengenainya. Nah, alergen tersebut meliputi: Serbuk sari tanaman (alergi musiman). Debu rumah. Bulu atau ketombe hewan peliharaan. Spora jamur. Asap, parfum, atau produk kosmetik. Pengawet dalam tetes mata atau lensa kontak. Debris kapas Gejala Gejala khas dari alergi mata bisa muncul di salah satu atau kedua mata yang meliputi berikut ini: Gatal intens pada mata. Kemerahan (mata terlihat merah muda atau merah terang). Mata berair secara berlebihan. Mata bengkak. Sensasi terbakar atau perih. Perasaan adanya benda asing dalam mata. Mata lengket saat bangun tidur, tapi tidak disertai nanah seperti pada infeksi. Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia). Sering bersin atau mengalami gejala alergi lain seperti pilek. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan anamnesis dan juga pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, maka dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang yang berupa: Tes alergi kulit. Untuk mengidentifikasi alergen penyebab. Tes darah (IgE spesifik). Untuk melihat reaksi imun terhadap alergen tertentu. Pemeriksaan slit lamp. Untuk melihat peradangan pada konjungtiva dan kornea. Eksklusi infeksi. Untuk memastikan bukan konjungtivitis karena bakteri atau virus. Pencegahan Untuk mencegah Anda agar tidak sampai terkena kondisi ini, maka bisa dengan cara: Hindari alergen yang diketahui menjadi pemicu. Gunakan filter udara dan jaga kebersihan rumah. Selalu tutup pintu/jendela saat puncak musim serbuk sari. Jangan mengucek mata, karena memperburuk iritasi. Ganti lensa kontak secara teratur, jika digunakan. Sesuai aturan yang tertera. Mandilah setelah beraktivitas luar ruangan, agar alergen tidak menempel pada tubuh dan rambut. Pengobatan Pengobatan alergi mata bertujuan untuk meredakan gejala. Penderita kondisi ini umumnya akan selalu mengalami hal serupa jika mereka terkena paparan alergen. Berikut beberapa pengobatannya: Tetes Mata Antihistamin Berguna untuk mnnghambat kerja histamin dan meredakan gatal serta kemerahan secara cepat dan cukup efektif. Contoh: olopatadine, ketotifen. Obat Dekongestan Mata Mengurangi kemerahan dengan menyempitkan pembuluh darah. Namun obat ini tidak boleh digunakan jangka panjang karena efek sampingnya. Kortikosteroid Topikal Digunakan pada kasus berat dan hanya boleh Anda gunakan apabila dalam pengawasan dokter. Jika digunakan dalam jangka panjang, ada risiko tekanan bola mata naik sehingga menimbulkan katarak. Stabilisator Sel Mast Mencegah pelepasan histamin pada tubuh. Umumnya digunakan sebelum musim alergi karena efek nya yang tidak langsung. Obat Oral Antihistamin Mengatasi gejala sistemik klhususnya bila disertai dengan bersin dan juga pilek. Namun bisa menyebabkan mata kering. Sebagian obat ini tersedia tanpa resep di apotek. Imunoterapi (Suntik Alergi) Diberikan jika alergi sangat berat dan tidak efektif hanya dengan obat tetes maupun obat oral seperti di atas. Komplikasi Meski alergi mata biasanya tidak berbahaya, komplikasi bisa terjadi jika tidak ditangani. Contohnya: Infeksi sekunder akibat sering mengucek mata. Keratitis alergi (peradangan kornea). Penglihatan kabur sementara. Sindrom mata kering kronis. Konjungtivitis vernal atau atopik. Varian alergi berat, bisa merusak penglihatan bila dibiarkan. Kapan Harus ke Dokter? Segera konsultasikan ke dokter spesialis mata jika gejala tidak membaik dalm beberapa hari meski sudah diobati. Apalagi, jika mengalami kondisi berikut: Mata sakit, perih, dan juga penglihatan bermasalah. Keluaran cairan mata kental (kemungkinan infeksi). Kelopak mata sangat bengkak dan tidak bisa dibuka. Iritasi parah setelah pengobatan. Gejala kambuh terus-menerus meskipun sudah menghindari alergen. Narasumber: dr. Irma Andriany, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-06-12 - Modified: 2025-06-01 - URL: https://primayahospital.com/bedah/usus-bocor/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Saat dinding usus terdapat lubang, maka itu bisa terjadi kebocoran. Jadi, makanan yang telah kita makan nantinya akan bocor ke dalam perut. Kondisi ini bisa terjadi karena luka tusuk maupun karena suatu penyakit tertentu. Selain itu, usus bocor tergolong hal yang membahayakan nyawa. Jadi, penting sekali untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin jika Anda merasakan ada gejala yang tidak beres. Yuk cari tahu apa saja gejala-gejala tersebut di bawah ini! Apa Itu Usus Bocor? Usus bocor yaitu kondisi ketika terjadi kebocoran pada usus yang mengakibatkan makanan, cairan, kotoran, dan bahkan darah akan keluar dari usus dan mengisi rongga perut. Jika terus dibiarkan, maka kondisi ini akan mengakibatkan suatu penyakit yang dinamakan sebagai peritonitis (infeksi rongga perut). Infeksi yang menyebar ke dalam darah bahkan bisa mengakibatkan penyakit bernama sepsis. Ini justru bisa berakibat lebih fatal karena mengancam nyawa dan tergolong sebagai kondisi gawat darurat medis. Penyebabnya sendiri cukup beragam mulai dari radang usus buntu, divertikulitis, terapi radiasi, infeksi pada usus, penyakit radang usus, maupun karena cedera pada perut seperti luka tusuk/tembak. Penanganannya sendiri yang paling utama yaitu dengan operasi. Tujuannya untuk menutup usus yang bocor tersebut. Berbagai macam metode operasi pun bisa dilakukan mulai dari laparoskopi, kolonoskopi, hingga operasi terbuka tergantung pada kondisi bocor usus itu sendiri. Nama Usus Bocor Gejala Utama Nyeri seluruh lapang perut, demam, syok, mual dan muntah Dokter Spesialis Dokter spesialis bedah, penyakit dalam Penyebab Utama Radang usus, cedera perut, infeksi Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, CT scan, MRI, rontgen perut, tes darah Faktor Risiko Dapat mengenai siapa saja Pengobatan Laparoskopi, kolonoskopi, hingga operasi terbuka (laparotomi) Pencegahan Dengan meminimalisir terkena penyakit yang mendasarinya Komplikasi Sepsis, abses, peritonitis Penyebab Usus Bocor Mengacu pada laman Hardvard Medical School, bahwa sejatinya, penyebab usus bocor sendiri selain karena faktor cedera masih belum diketahui pasti. Namun, secara umum ada beberapa penyebab yang bisa mendasarinya seperti halnya: Radang usus buntu yang kronis tanpa pengobatan bisa menyebabkan bagian tersebut bocor. Infeksi pada usus seperti halnya megakolon toksik. Diverkulitis atau peradangan pada divertikula (kantung-kantung pada saluran pencernaan, khususnya usus besar). Terapi radiasi atau kemoterapi pada bagian perut. Kanker atau tumor pada usus. Penyakit radang usus seperti halnya kolitis ulseratif atau Crohn disease. Obstruksi usus (penyumbatan pada usus). Cedera pada perut baik karena luka tembak, tertusuk, atau karena tindakan medis seperti operasi. Menelan benda yang berbahaya. Gejala Usus Bocor Ada banyak gejala yang menjadi gejala usus bocor. Di antaranya yaitu: Perut keras. Perut nyeri ketika di sentuh. Kram parah. Demam dan menggigil. Perut kembung. Mual dan muntah. Syok hingga penurunan kesadaran. Cara Dokter Mendiagnosis Untuk mendiagnosis kondisi ini, maka dokter dapat melakukan beberapa metode berikut ini: Wawancara medis. Pemeriksaan fisik. Tes feses. Tes darah. Tes permeabilitas usus. Pencegahan Usus Bocor Tidak semuanya terkait kondisi ini bisa dicegah. Namun, ada beberapa cara untuk memperbaiki pola hidup sehat Anda sehingga meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Di antaranya yaitu: Tingkatkan makanan yang kaya serat seperti sayuran, buah, dan kacang-kacangan. Kurangi makanan dengan simpel karbohidrat, usahakan ganti dengan karbohidrat kompleks. Jika perlu, konsumsi suplemen probiotik. Kurangi obat-obatan golongan OAINS (obat antiinflamasi non steroid). Hentikan minum-minuman alkohol dan merokok. Kelola stres sebaik mungkin. Pengobatan Usus Bocor Penanganan utama terhadap usus bocor yaitu operasi. Tujuannya yaitu untuk menutup lubang yang ada pada usus tersebut. Dalam kasus yang parah, bagian usus yang berlubang dipotong sehingga jaringan yang rusak benar-benar hilang. Prosedur operasi yang dapat digunakan untuk mengatasi hal ini yaitu: Laporoskopi. Merupakan metode pengobatan usus bocor yang minim efek samping karena hanya membutuhkan sayatan tipis pada perut. Prosedur ini terbilang efektif namun butuh keahlian tersendiri sekaligus membutuhkan laparoskop (tabung kecil berisikan kamera). Kolonoskopi. Metode satu ini dilakukan dengan cara memasang tabung panjang fleksibel dari anus yang berisikan kamera kecil. nantinya, tangkapan gambar kamera akan dimonitor untuk pemasangan klip yang dipakai dalam menutup lubang pada kolon. Operasi terbuka. Apabila kedua metode di atas tidak memungkinkan mengingat parahnya penyakit yang ada, maka dokter dapat melakukan operasi terbuka. Caranya dengan membuat sayatan besar pada perut lalu memperbaiki kebocoran yang ada. Apabila ternyata sudah mengalami kebocoran, maka dokter akan membersihkan sisa-sisa kebocoran dalam rongga perut. Kondisi yang parah tentunya membutuhkan perawatan yang lebih intens dan juga membutuhkan tindakan darurat. Komplikasi Usus bocor bisa menimbulkan beragam komplikasi serius seperti halnya abses, peritonitis dan juga sepsis. Bahkan, perawatan yang terlambat dapat mengakibatkan kematian sehingga kondisi ini benar-benar membutuhkan penanganan darurat bila kondisinya memang sudah parah. Kapan Harus ke Dokter? Kondisi ini termasuk sebagai kondisi yang sangat membahayakan nyawa sekaligus punya risiko kematian yang terbilang tinggi. Jadi, apabila Anda menemukan gejala-gejala di atas, maka segera kunjungi dokter spesialis bedah / penyakit dalam. Narasumber: dr. Ondo Renaisan Sitorus, Sp. B Spesialis Bedah Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2025-06-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/anhedonia/ - Kategori: Penyakit - Translation Priorities: Optional Kehilangan motivasi, semangat, rasa senang, hingga konsentrasi sering dikaitkan dengan depresi. Namun, hal tersebut juga bisa menjadi suatu gejala yang disebut dengan anhedonia. Memang, kondisi seringkali masuk dalam gejala inti gangguan depresi mayor (major depressive disorder). Walau demikian ini juga bisa menjadi gejala dari suatu gangguan mental tertentu. Jika ingin tahu lebih lanjut seputar kondisi ini, maka Anda bisa menyimak rincian lengkapnya di bawah ini! Apa Itu Anhedonia? Anhedonia yaitu kondisi ketika seseorang mengalami ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan, motivasi, maupun semangat dalam suatu aktivitas yang seharusnya menyenangkan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh depresi, gangguan mental lainnya seperti skizofrenia, trauma, hingga stres kronis. Dalam suatu literatur, beberapa peneliti membagi kondisi ini menjadi dua kategori yaitu physical anhedonia dan social anhedonia. Keduanya tergolong sebagai gangguan kesehatan mental yang berbeda gejalanya. Tipe social membuat penderitanya merasakan kehilangan motivasi ketika berhubungan secara sosial. Dalam situasi sosial pun penderitanya tidak menyukainya. Sementara physical anhedonia yaitu kondisi ketidakmampuan dalam merasakan kesenangan yang berhubungan dengan fisik atau indra seperti makan, sentuhan, bau-bauan tertentu, atau seksual. Beberapa contoh sederhana dari anhedonia meliputi: Anda sebelumnya sangat menyukai kegiatan hiking karena hobi Anda yang paling diprioritaskan. Setelah menderita kondisi ini, maka tidak ada semangat atau motivasi lagi untuk melakukannya. Awalnya Anda sangat suka sekali menonton sepak bola, bahkan punya klub sepak bola favorit. Namun, saat ini menjadi tidak tertarik sama sekali. Aktivitas sehari-hari yang awalnya mampu mendatangkan kebahagiaan seperti musik, nonton film, makan, atau sejenisnya, maka sekarang tidak lagi mampu mendatangkan rasa bahagia tersebut. Tidak tertarik lagi untuk mengikuti kegiatan sosial, kumpul bersama teman-teman, atau pun kondisi sosial lainnya. Perlu diingat, bahwa anhedonia bisa menjadi kondisi kesehatan mental yang serius. Jadi, bila Anda merasa mungkin mendapati bahwa ada tanda-tanda tersebut di diri Anda, maka penting untuk segera memeriksakannya ke dokter. Nama Anhedonia Gejala Utama Hilangnya minat, motivasi, kesenangan Dokter Spesialis Dokter spesialis kejiwaan Penyebab Utama Gangguan neuorotransmiter pada otak Diagnosis Wawancara medis dan pemeriksaan fisik Faktor Risiko Riwayat gangguan mental dalam keluarga, trauma, ketidakseimbangan hormon Pengobatan Psikofarmaka, psikoterapi Pencegahan Pengendalian faktor risiko Komplikasi Gangguan mental kronis Faktor Risiko Seseorang dapat berpotensi lebih besar mengalami kondisi ini apabila mereka memiliki faktor risiko sebagia berikut: Riwayat gangguan mental secara genetik. Penyalahgunaan zat-zat terlarang dan obat-obatan tertentu. Riwayat trauma atau stres berat. Adanya ketidakseimbangan hormon. Penyakit kronis. Konsumsi alkohol berlebihan. Penyebab Anhedonia Mengutip dari situs Cleveland Clinic, bahwa kondisi ini belum pasti apa penyebabnya. Namun, dalam beberapa studi menyebutkan, bahwasanya kondisi ini mungkin terjadi akibat ketidakseimbangan neurotransmiter, khususnya di bagian ventral striarum. Bagian otak ini berada di bagian atas belakang telinga. Berperan dalam memproduksi dopamine, neurotransmiter yang memberikan “rasa senang”. Jadi, ketika terjadi perubahan neurotransmiter pada bagian otak ini, maka cara Anda merasakan motivasi dan kesenangan menjadi berbeda dari biasanya. Gejala Anhedonia Perlu Anda ketahui, bahwa gejala pada kondisi ini bukan hanya sekedar merasa bosan atau tidak punya minat terhadap sesusatu saja. Melainkan juga hilangnya kemampuan untuk merasa senang, gembira, atau bahagia. Secara umum, gejala yang muncul meliputi: Kehilangan minat terhadap sesuatu yang disukainya. Gangguan tidur. Perubahan nafsu makan. Sulit memiliki perasaan yang bahagia atau senang. Merasa mati rasa atau hampa. Gairah seks menurun. Cara Dokter Mendiagnosis Beberapa metode dokter dalam mendiagnosis kondisi ini meliputi: Wawancara medis. Pemeriksaan status mental. Pencegahan Anhedonia Anda bisa melakukan beberapa upaya pola hidup sehat dan manajemen stres. Melalui Obat-obatan Dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan. Pemberian suplemen seperti suplemen vitamin D mungkin juga perlu. Psikoterapi Terapi psikologis seperti halnya CBT (terapi kognitif perilaku) juga memiliki peran tersendiri untuk mengatasi hal ini. Perubahan Gaya Hidup Contohnya yaitu dengan manajemen stres, pola akan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, hindari obat-obatan terlarang, dan hindari alkohol. Komplikasi Karena berhubungan langsung dengan motivasi dan minat seseorang, maka kondisi ini dapat secara langsung memengaruhi beragam aspek kehidupan. Contohnya mulai dari interaksi sosialnya, hobinya, kenikmatan terhadap makanan, bahkan kenikmatan ketika berhubungan seksual. Kapan Harus ke Dokter? Mengingat kondisi ini bisa menjadi gejala penyakit mental serius, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan sesegera mungkin ke dokter spesialis kejiwaan apabila mengalami beberapa gejala yang telah kami sebutkan di atas. Narasumber: dr. Feilin Tanita, Sp. KJ Spesialis Kedokteran Jiwa Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2025-06-10 - Modified: 2025-06-01 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/arcus-senilis/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kolesterol tinggi yang tidak segera ditangani dapat berefek bagi kesehatan kita secara keseluruhan. Salah satunya yaitu bisa menimbulkan suatu kondisi yang disebut sebagai arcus senilis corneae. Ciri khas utamanya yaitu terdapat cincin atau lingkungan putih keabu-abuan yang melingkar di sekitar tepi kornea mata. Ini bisa jadi pertanda kolesterol berlebih yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung loh! Jadi, cari tahu lebih lanjut terkait apa itu arcus senilis dalam artikel berikut! Apa itu Arcus Senilis? Arcus senilis yaitu suatu kondisi ketika di tepi kornea mata (bagian hitam mata) muncul cincin berwarna abu-abu, putih, atau kebiruan. Kondisi ini juga kerap disebut sebagai arkus kornea. Cincin ini terbentuk akibat penumpukan lipid (lemak), seperti kolesterol, yang disimpan di lapisan luar kornea. Kondisi ini sering kali terjadi pada orang dengan usia lanjut atau di atas 60 an tahun. Walau sering terjadi pada usia tua, namun kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Hal tersebut dinamakan sebagai arcus juvenilis. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini baik paa anak-anak maupun orang usia lanjut sekalipun tidak memengaruhi penglihatan atau penurunan fungsi penglihatan. Nama Arcus Senilis Gejala Utama Adanya cincin putih pada bagian tepi kornea mata (melingkar) Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Kadar kolesterol yang tinggi Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan mata Faktor Risiko Usia lanjut, riwayat genetik, kadar kolesterol tinggi Pengobatan Obat penurun kolesterol, perubahan gaya hidup Pencegahan Kontrol gaya hidup secara rutin Komplikasi Stroke, serangan jantung Faktor Risiko Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami arcus senilis, antara lain: Usia lanjut (umumnya > 60 tahun). Jenis kelamin laki-laki (lebih sering terjadi). Riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi). Hipertrigliseridemia (kadar trigliserida tinggi). Diabetes melitus. Hipertensi Kebiasaan merokok. Obesitas Gaya hidup tidak sehat (diet tinggi lemak, kurang olahraga). Penyebab Arcus Senilis Arcus senilis disebabkan oleh penumpukan lipid di stroma kornea (lapisan tengah kornea). Kondisi ini memang sebagai proses penuaan alami bagian orang lanjut usia. Namun pada orang dengan usia muda, maka kondisi ini bisa jadi indikator adanya gangguan metabolisme lipid. Contohnya seperti pada kondisi: Dislipidemia Hiperkolesterolemia familial. Sindrom nefrotik. Penyakit hati/empedu tertentu. Gejala Arcus Senilis Arcus senilis biasanya tidak menimbulkan gejala fisik selain perubahan penampilan mata. Ciri khasnya meliputi: Cincin berwarna putih, abu-abu, atau biru muda yang melingkari tepi kornea. Umumnya simetris pada kedua mata. Tidak menyebabkan nyeri, iritasi, atau gangguan penglihatan. Kadang dapat terlihat lebih jelas oleh orang lain daripada penderita sendiri. Cara Dokter Mendiagnosis Diagnosis terhadap kondisi ini dapat dokter lakukan melalui pemeriksaan mata. Contohnya yaitu: Wawancara medis. Menanyakan riwayat, gejala, dan juga kondisi secara detail. Pemeriksaan slit-lamp(lampu celah). Berguna untuk membantu melihat kornea secara lebih detail. Cek riwayat medis dan genetik. Untuk mengetahui faktor risiko seperti dislipidemia atau penyakit metabolik. Pemeriksaan lipid panel. Bila pasien masih muda, dokter biasanya akan meminta tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Evaluasi sistemik. Pada kasus tertentu, terutama bila diduga ada gangguan metabolik. Pencegahan Arcus Senilis Mengutip dari Medicalnewstoday, bahwa arcus senilis yang berkaitan dengan penuaan tidak dapat dicegah, tetapi pada kasus yang berkaitan dengan kelainan lipid, pencegahan dapat dilakukan dengan: Mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida. Pola makan sehat (rendah lemak jenuh dan trans, tinggi serat). Berolahraga secara teratur. Berhenti merokok. Menghindari konsumsi alkohol berlebihan. Mengelola berat badan. Pemeriksaan kesehatan rutin. Pengobatan Arcus Senilis Umumnya, kondisi ini tidak butuh adanya pengobatan khusus karena tidak memengaruhi penglihatan. Namun jika ditemukan adanya gangguan lipid, maka pengobatan ditujukan untuk mengontrol kondisi tersebut. Contohnya yaitu dengan: Obat penurun kolesterol. Contohnya dengan statin (simvastatin, atorvastatin). Perubahan lifestyle(gaya hidup). Pengobatan penyebab lain bila ada. (misalnya, diabetes atau penyakit ginjal). Dalam kasus yang sangat jarang dan jika mengganggu secara tampilan, maka prosedur bedah refraktif atau estetik kornea mungkin dapat dokter pertimbangkan. Komplikasi Arcus senilis tidak menimbulkan komplikasi langsung, tetapi kehadirannya, terutama pada usia muda, dapat mengindikasikan penyakit sistemik yang serius seperti: Aterosklerosis Penyakit jantung koroner. Stroke Serangan jantung. Jadi, komplikasi yang perlu diwaspadai lebih pada kondisi medis yang mendasari, bukan arcus senilis itu sendiri. Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda menderita gejala di atas, maka kami sarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Terlebih, apabila Anda memiliki beberapa kondisi khusus seperti berikut ini: Anda atau orang lain melihat cincin putih/abu di sekitar mata, terlebih jika usia Anda terbilang masih muda (< 40 tahun). Punya riwayat keluarga dengan gangguan kolesterol atau penyakit jantung. Terdapat gejala lain seperti nyeri dada, kelelahan, atau gangguan penglihatan. Belum pernah sama sekali melakukan pemeriksaan kadar lipid darah. Jadi, jangan tunda lagi untuk pergi ke dokter apabila Anda memang memiliki beberapa gejala dan kondisi seperti di atas. Narasumber : dr. Susan Sri Anggraini P, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2025-06-09 - Modified: 2025-06-01 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/gejala-kolitis-ulseratif/ - Kategori: Penyakit - Translation Priorities: Optional Kolitis Ulseratif adalah penyakit peradangan kronis pada lapisan dalam rektum hingga usus besar. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun penyebab pasti Kolitis Ulseratif belum diketahui, faktor genetik, keseimbangan mikrobiota usus, dan sistem kekebalan tubuh seringkali terlibat. Mengenal Kolitis Ulseratif Menurut National Institute of Health, Kolitis Ulseratif adalah penyakit radang usus yang memengaruhi lapisan dalam usus besar dan rektum. Penyakit ini menyebabkan peradangan kronis yang dapat menyebabkan ulserasi atau luka pada dinding usus besar. Gejala umum termasuk diare berdarah dengan atau tanpa lendir, nyeri perut, dan kelelahan, yang dapat berfluktuasi selama periode remisi dan flare-up. Penyebab pasti Kolitis Ulseratif belum diketahui, tetapi faktor genetik, keseimbangan mikrobiota usus dan sistem kekebalan tubuh berperan besar. Kolitis Ulseratif memerlukan perhatian medis yang intensif untuk mencegah komplikasi serius, seperti kanker usus besar. Gejala Kolitis Ulseratif Kolitis Ulseratif memiliki gejala yang bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi peradangan. Gejalanya dapat datang dan pergi, sering kali memburuk pada periode flare-up. Diare berdarah dengan atau tanpa lendir Nyeri atau kram perut Kehilangan nafsu makan Penurunan berat badan Kelelahan atau merasa lelah Demam Mual atau muntah Perubahan pola buang air besar Penyebab Kolitis Ulseratif Kolitis Ulseratif adalah penyakit inflamasi yang mempengaruhi usus besar. Penyebab pasti masih belum diketahui, namun beberapa faktor diduga berperan dalam terjadinya kondisi ini. 1. Faktor Genetik Faktor genetik merupakan faktor risiko dari Kolitis Ulseratif. Risio mengalami Kolitis Ulseratif menigkat jika terdapat keluarga inti yang memiliki riwayat penyakit serupa. Beberapa varian genetik yang terkait dengan respons imun tubuh dapat meningkatkan risiko terkena kolitis ini. Penelitian menunjukkan bahwa adanya mutasi pada gen tertentu berhubungan dengan peningkatan kerentanannya terhadap Kolitis Ulseratif. 2. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh Sistem imun yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan Kolitis Ulseratif. Ketika sistem imun keliru mengidentifikasi jaringan tubuh sendiri sebagai ancaman, peradangan terjadi pada saluran pencernaan. Proses peradangan ini dapat merusak dinding usus besar, menyebabkan gejala seperti diare berdarah dan kram perut. Pada individu dengan Kolitis Ulseratif, respons imun yang abnormal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama. 3. Faktor Lingkungan Beberapa faktor lingkungan diduga dapat memicu Kolitis Ulseratif pada individu yang rentan. Salah satunya adalah infeksi. Infeksi tertentu, terutama yang menyerang saluran pencernaan, dapat memicu respons imun yang berlebihan dan peradangan. Konsumsi antibiotik dalam jangka panjang juga dianggap dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri usus dan meningkatkan risiko penyakit ini. Paparan terhadap polusi dan perubahan diet juga dapat berperan dalam memperburuk gejala atau memicu flare-up. 4. Pola Makan dan Gaya Hidup Pola makan yang tidak sehat, misalnya tinggi lemak, dapat memperburuk kondisi pada penderita Kolitis Ulseratif. . Makanan yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan sering kali meningkatkan gejala penyakit ini. Selain itu, stres juga dapat berperan dalam meningkatkan flare-up pada individu yang telah didiagnosis dengan Kolitis Ulseratif. Mengelola pola makan dan stres secara efektif dapat membantu mengurangi intensitas gejala penyakit ini. Diagnosis Kolitis Ulseratif Diagnosis Kolitis Ulseratif dimulai dengan evaluasi medis lengkap. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala pasien. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda peradangan atau masalah lain di area perut dan usus besar. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar sel darah putih dan faktor peradangan yang bisa mengindikasikan penyakit ini, walaupun hasil normal tes darah tidak dapat menyingkirkan kemungkinan peyakit ini. Pemeriksaan sampel feses dilakukan untuk mengetahui penyebab lain yang memungkinkan untuk diare berdarah. Kolonoskopi merupakan prosedur utama yang digunakan untuk melihat kondisi usus besar secara langsung dan mendeteksi peradangan. Pemeriksaan biopsi dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dari usus besar, guna mengonfirmasi diagnosis Kolitis Ulseratif. Cara Mengobati Kolitis Ulseratif Pengobatan Kolitis Ulseratif bertujuan untuk mengurangi peradangan dan mengendalikan gejala. Pengobatan dapat mencakup obat-obatan, perubahan gaya hidup, atau bahkan prosedur medis. 1. Penggunaan Obat-obatan Obat-obatan digunakan untuk mengurangi peradangan dan gejala. Pengobatan utama termasuk aminosalisilat dan kortikosteroid. Aminosalisilat adalah obat antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan di usus besar. Obat ini sering digunakan untuk kasus ringan hingga sedang. Kortikosteroid dapat digunakan untuk mengendalikan peradangan yang lebih parah. Namun, penggunaannya harus diawasi dokter karena efek sampingnya. Obat imunosupresan juga digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. 2. Terapi Biologis Terapi biologis digunakan untuk mengobati Kolitis Ulseratif berat. Obat ini bekerja dengan menargetkan molekul spesifik dalam tubuh. Obat biologis bekerja dengan memblokir protein inflamasi. Ini membantu mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Terapi ini biasanya digunakan pada pasien yang tidak merespons obat-obatan lain. Obat ini diberikan melalui infus atau suntikan. Meskipun efektif, terapi biologis juga dapat menyebabkan efek samping. Oleh karena itu, pasien harus diawasi ketat oleh dokter. 3. Perubahan Diet Perubahan diet dapat membantu mengurangi gejala Kolitis Ulseratif. Makanan yang tepat dapat mengurangi iritasi pada saluran pencernaan. Makanan rendah lemak sangat disarankan untuk mendukung kesehatan pencernaan. Ini membantu mencegah peradangan lebih lanjut. Menghindari makanan pedas, alkohol, dan produk susu bisa membantu mengurangi gejala. Setiap pasien dapat memiliki pemicu yang berbeda. Berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran... - Published: 2025-06-08 - Modified: 2025-05-29 - URL: https://primayahospital.com/tht/endoskopi-tht/ - Kategori: THT - Translation Priorities: Optional Pernahkah Anda mengalami sakit tenggorokan terus-menerus, telinga berdenging, atau hidung tersumbat/meler tanpa penyebab jelas? Bisa jadi itu tanda adanya masalah serius di saluran telinga, hidung, tenggorokan atau THT. Endoskopi THT menjadi metode yang umum digunakan untuk memeriksa bagian dalam organ tersebut karena sederet kelebihannya. Di bawah ini akan dibahas seputar endoskopi THT, termasuk manfaat dan prosedur serta efek sampingnya. Mengenal Endoskopi THT Endoskopi THT (telinga, hidung, tenggorokan) adalah prosedur yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam telinga, hidung, dan tenggorokan menggunakan alat yang disebut endoskop. Alat ini berbentuk tabung yang dilengkapi kamera dan lampu sebagai sumber cahaya. Gambar yang diambil oleh kamera kemudian ditransmisikan ke monitor sehingga dokter dapat memantau kondisi jaringan dengan jelas. Prosedur endoskopi THT umumnya dilakukan di ruang praktik dokter atau rumah sakit dengan atau tanpa anestesi lokal, tergantung kompleksitas kasus dan preferensi pasien. Ukuran endoskop yang hanya 2-4 milimeter membuatnya nyaman digunakan pada anak-anak sekalipun. Terdapat dua macam endoskop, yakni fleksibel dan kaku. Endoskop dengan tabung kaku biasanya digunakan untuk memeriksa telinga atau hidung. Adapun endoskop fleksibel sering dipakai buat memeriksa tenggorokan atau laring karena mudah disesuaikan dengan anatomi pasien. Dengan teknologi endoskopi THT, dokter dapat mendeteksi masalah dalam saluran THT yang tak terlihat dengan pemeriksaan fisik biasa. Seperti ditulis dalam studi di jurnal Diagnostics, saat ini teknologi endoskopi pun makin berkembang yang menawarkan beragam kelebihan untuk membantu dokter dalam melakukan diagnosis dan tindakan dalam mengatasi masalah THR. Siapa Saja yang Memerlukan Endoskopi THT Seseorang bisa jadi memerlukan endoskopi THT ketika ada gejala pada telinga, hidung, atau tenggorokan yang tak bisa dijelaskan dengan pemeriksaan fisik biasa. Berikut ini beberapa kelompok pasien yang paling sering memerlukan endoskopi THT: Penderita sinusitis kronis (prevalensi 11% dari populasi dewasa) Pasien dengan keluhan hidung tersumbat berkepanjangan Individu dengan gangguan tidur atau mendengkur Penderita infeksi saluran napas berulang Pasien dengan kecurigaan tumor atau polip di area THT Penderita refluks asam lambung yang mengenai tenggorokan Kapan Seseorang Memerlukan Endoskopi THT Dokter akan mengecek beberapa indikasi yang umum sebelum merekomendasikan endoskopi THT kepada pasien. Indikasi itu antara lain: Tenggorokan: Suara serak lebih dari 3 minggu, batuk kronis, kesulitan menelan, nyeri tak kunjung sembuh, atau ada dugaan tumor laring. Hidung: Sinusitis kronis, mimisan berulang, atau polip hidung. Telinga: Infeksi telinga tengah (otitis media) atau gangguan pendengaran. Selain itu, endoskopi THT mungkin diperlukan jika sebelumnya mengalami cedera di area kepala atau leher dan pengobatan konvensional tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Manfaat/Tujuan Endoskopi THT Sebagai alat diagnostik yang standar untuk masalah seputar telinga, hidung, dan tenggorokan, endoskopi THT memiliki sejumlah manfaat utama. Berikut ini di antaranya: Diagnosis akurat dan cepat: endoskopi memungkinkan dokter melihat langsung area yang mengalami masalah dengan resolusi detail hingga 4K sehingga diagnosis yang akurat bisa segera dibuat dan hasilnya diketahui saat itu juga. Pengobatan yang tepat: dengan diagnosis yang akurat, dokter dapat merekomendasikan pengobatan yang lebih tepat dan efektif. Minimal invasif: prosedur ini tak membutuhkan pembedahan besar sehingga risikonya lebih rendah dan tak memerlukan waktu lama Pencegahan komplikasi: endoskopi THT membantu deteksi dini sehingga dapat mencegah perkembangan komplikasi yang lebih serius. Terapi gabungan: Selain menegakkan diagnosis lewat endoskopi THT, dokter bisa sekaligus mengambil sampel jaringan (biopsi) atau mengangkat polip Persiapan Sebelum Menjalani Endoskopi THT Agar efektif, pasien perlu menjalani serangkaian persiapan sebelum menjalani endoskopi THT. Di antaranya: Berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan gejala dan riwayat kesehatan secara detail. Menyetop konsumsi obat tertentu yang bisa mempengaruhi prosedur endoskopi, seperti obat antikoagulan atau pengencer darah Berpuasa beberapa jam sebelum prosedur bila menggunakan anestesi umum Membersihkan saluran yang hendak diperiksa Memberitahukan riwayat alergi dan kondisi medis kepada dokter Tidak merokok setidaknya 24 jam sebelum prosedur Tak mengenakan riasan ataupun perhiasan pada area wajah Prosedur dan Pelaksanaan Endoskopi THT Prosedur endoskopi THT umumnya dilakukan di klinik atau rumah sakit oleh dokter spesialis THT. Tahap-tahapnya meliputi: Pemberian anestesi lewat semprotan atau tetesan pada area yang akan diperiksa Pemasangan endoskop yang dimasukkan lewat telinga, hidung, atau mulut Setelah alat mencapai area yang bermasalah, dokter mengamati strukturnya lewat gambar pada monitor dan mengambil video atau foto Bila perlu, dokter mengambil sampel jaringan atau biopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut Prosedur endoskopi THT relatif cepat dan aman dengan waktu pelaksanaan rata-rata 15-30 menit. Perawatan Pasca Endoskopi THT Selepas prosedur endoskopi THT, pasien biasanya bisa langsung pulang bila tak ada masalah yang serius. Secara umum, perawatan yang diperlukan hanya sederhana untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi. Di antaranya: Beristirahatlah untuk beberapa jam setelah prosedur untuk membantu tubuh pulih. Menghindari aktivitas fisik berat selama beberapa hari setelah prosedur. Minum banyak cairan untuk membantu membersihkan saluran pernapasan dan mencegah dehidrasi. Tidak makan atau minum selama beberapa jam setelah prosedur sesuai dengan rekomendasi dokter. Menggunakan obat pereda nyeri atau ketidaknyamanan hanya jika diresepkan dokter. Memantau apakah ada gejala yang tidak biasa seperti pendarahan atau nyeri yang berlebihan. Menjalani kontrol sesuai dengan jadwal yang ditentukan Adakah Efek Samping Setelah Endoskopi THT Kebanyakan pasien tidak mengalami efek samping yang... - Published: 2025-06-07 - Modified: 2025-05-29 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/tangan-gemetar/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Apakah Anda pernah mengalami tangan gemetar (tremor) secara tiba tiba dan juga sulit dikendalikan? Jangan anggap remeh hal tersebut. Karena bisa jadi merupakan tanda-tanda penyakit yang membutuhkan suatu perawatan medis. Nah, bila Anda ingin tahu secara mendalam terkait tangan gemetar (tremor) sekaligus perawatannya, maka silakan simak rincian lengkapnya dalam artikel berikut ini! Apa Itu Tangan Gemetar (tremor)? Tangan gemetar (tremor) yaitu kondisi ketika tangan mengalami getaran baik halus maupun kasar yang terjadi secara berulang dan tanpa bisa dikontrol. Kondisi ini dapat bersifat sementara maupun kronis atau permanen. Dan dapat terjadi ketika seseorang istirahat maupun saat melakukan aktivitas baik pada satu atau kedua tangannya. Nama Tangan Gemetar (tremor) Gejala Utama Tangan terutama bagian jari gemetaran Dokter Spesialis Dokter spesialis saraf Penyebab Utama Penyakit parkinson, hipertiroidisme, multiple sclerosis Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Riwayat keluarga, stres dan kecemasan, kurang tidur, kecanduan konsumsi alkohol Pengobatan Pemberian obat-obatan, fisioterapi Pencegahan Dengan pola hidup sehat, hindari kafein dan alkohol Penyebab Tangan Gemetar (tremor) Mengutip dari Medicalnewstoday, ada beberapa hal yang terbukti dapat menyebabkan tangan gemetar (tremor) baik karena penyakit, gaya hidup, maupun asupan makanan/minuman seperti halnya: Konsumsi Kafein Berlebih Kafein merupakan suatu stimulan yang dapat membuat tubuh kita terjaga dan lebih fokus. Namun, bila Anda mengonsumsinya secara berlebihan, maka ini dapat mengakibatkan tangan gemetaran. Kafein bisa Anda temukan di kopi, teh, cokelat, energy drink, dan juga di obat-obatan. Stres, Panik, dan Kecemasan Ketika kita sedang stres, panik, atau cemas, maka saraf dapat menjadi terlalu aktif. Ini akan membuat jantung berdetak kencang dan tangan maupun kaki gemetaran. Namun kondisi ini biasanya hanya berlangsung singkat, kecuali seseorang memang memiliki gangguan panik atau gangguan kecemasan. Kekurangan Vitamin B12 Vitamin B12 berperan dalam kesehatan saraf di tubuh kita. Jadi, bila kekurangan maka bagian yang bermasalah akan sering mengalami kesemutan, kaku, dan juga gemetar. Efek Samping Obat dan Alkohol Minum alkohol secara berlebihan hingga pada tingkat kecanduan juga bisa mengakibatkan kondisi buruk ini. Selain itu, sindrom putus obat akibat penggunaan obat-obatan tertentu juga seringkali membuat tangan tremor secara tiba-tiba. Kurang Tidur Saat kurang tidur, maka otak akan menjadi kurang responsif. Akibatnya, bisa keliru dalam dalam menggerakkan otot tangan yang menjadi gemetaran. Jadi, penting sekali untuk tidur cukup setiap malamnya. Parkinson Disease Penyakit parkinson juga menjadi satu penyakit yang membuat tangan menjadi gemetaran. Kondisi ini akan menimbulkan beragam gejala, salah satunya yaitu tangan gemetaran. Ini karena kerusakan sel-sel pada otak akan membuat kesalahan yang membuat otot tangan bergerak sendri. Hipertioroidisme Saat tiroid terlalu aktif, maka disebut hipertiroidisme. Ini akan membuat kelenjar tiroid bekerja keras sehingga jantung meningkat detaknya dan tangan juga akan mengalami gemetaran. Penyakit Lainnya Yaitu berupa tumor langka pada kelenjar adrenal dan termasuk tumor jinak. Cedera otak. Gangguan otak karena cedera traumatis juga bisa menyebabkan kondisi ini. Seseorang yang mengalami stroke umumnya mereka juga mengalami tremor. Multiple sclorosis. Penyakit yang membuat protein pada serabut saraf rusak sehingga bagian yang terkena bisa menjadi gemetaran. Selain di atas, sejatinya ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan kondisi ini seperti halnya merokok, kekurangan gula darah, kelelahan, hingga keracunan bahan kimia tertentu. Gejala Tangan Gemetar (tremor) Gejala yang terasa dari kondisi ini yaitu berupa tangan mengalami gemetaran yang tidak dapat dikontrol. Nah getaran pada tangan tersebut bisa semakin parah apabila seseorang mengalami stres, kelelahan, atau setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter dapat mendiagnosis apakah seseorang mengalami kondisi ini atau tidak dengan cara sebagai berikut: Wawancara medis. Contohnya dengan menanyakan riwayat munculnya gejala. Pemeriksaan fisik bagian tangan dan sekitarnya. Tes laboratorium. Tes fungsi tiroid, tes toksikologi, dan juga tes gula darah. Tes MRI atau CT scan. Tes EMG (elektromiografi). Tes untuk mengenali aktivitas saraf atau otot. Pencegahan Tangan Gemetar (tremor) Memang tidak setiap kondisi tangan gemetar (tremor) terdapat metode pencegahannya. Akan tetapi, kita dapat meminimalisir risiko agar tidak terkena dengan cara: Lakukan pola hidup sehat. Contohnya dengan makan-makanan bergizi, hindari alkohol, merokok, dan juga terlalu banyak minum minuman berkafein. Rutin olahraga. Ini akan membantu meningkatkan kekuatan otot-otot sekitar tangan sekaligus membantu terhindar dari gemetar. Istirahat cukup. Usahakan untuk istirahat setidaknya 7-8 jam per hari dan yang terpenting tidur yang berkualitas. Atasi kondisi medis. Jika Anda memiliki suatu kondisi medis, maka penting sekali untuk segera memeriksakannya sehingga risiko terkena komplikasi dapat menurun. Pengobatan Tangan Gemetar (tremor) Kondisi ini memang tidak mesti bisa diobati, melainkan tergantung pada penyebab utamanya. Beberapa pengobatannya meliputi: Perubahan gaya hidup. Pemberian obat-obatan. Contohnya betablocker, benzodiazepin, lovodopa, dll. Fisioterapi Stimulasi otak dalam (deep brain stimulation). HIFU (ultrasound fokus tinggi). Komplikasi Apabila Anda mengalami kondisi ini dan tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, maka bisa mengakibatkan beragam komplikasi seperti halnya berikut ini: Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Stres psikologis dan hilangnya kepercayaan diri. Cedera karena kejatuhan benda saat membawa dengan tangan. Efek samping pengobatan. Kapan Harus ke Dokter? Periksakan diri Anda ke dokter spesialis saraf apabila Anda mengalami beberapa kondisi berikut ini: Tremor yang terus memburuk.... - Published: 2025-06-06 - Modified: 2025-05-29 - URL: https://primayahospital.com/penyakit/penyebab-sakit-perut/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Keluhan berupa sakit perut bagian atas seringkali dikaitkan dengan maag atau gerd. Padahal, ada beberapa penyakit lain yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini. Gejala sakit perut atas juga sering kali muncul gejala-gejala lainnya seperti perut begah, kembung, mual dan muntah, bahkan diare. Jika ingin tahu lebih dalam seputar kondisi ini sekaligus pengobatannya, yuk cari tahu rinciannya di bawah ini. Kenali Apa itu Sakit Perut Bagian Atas Sakit perut bagian atas yaitu kondisi ketika perut bagian atas atau bawah dada mengalami rasa sakit. Kondisi ini dapat terjadi baik karena ketegangan otot akibat cedera atau olahraga maupun terjadi karena suatu penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang sering menyebabkan gejala ini berupa tukak lambung, maag, gerd, atau gangguan pankreas. Pengobatan terhadap kondisi ini pun bergantung pada p enyebab penyakitnya. Perubahan gaya hidup dan pola makan mungkin akan membantu seseorang terlepas dari kondisi ini. Organ-organ yang seringkali menjadi pemicu mengapa seseorang mengalami kondisi ini yaitu lambung, limpa, hati, pankreas, saluran empedu, usus halus bagian atas, dan kantong empedu. Tak jarang, kontraksi otot perut juga bisa menyebabkan kondisi ini. Kondisi Sakit Perut Bagian Atas (Upper Abdomen Pain) Gejala Utama Nyeri perut bagian atas yang disertai kembung, mual, dan terasa perih/panas Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Maag, gerd, tukak lambung, pankreatitis, gastritis, gangguan kantung empedu Diagnosis CT scan, MRI, USG, biopsi, kolonoskopi Pengobatan Pengobatan tergantung kondisi yang mendasarinya Pencegahan Hindari kafein, hindari stres, hindari makanan pedas dan asam, jaga pola makan Komplikasi Kanker lambung, perforasi/lambung, pankreatitis kronis, perdarahan pencernaan Penyebab Sakit Perut Bagian Atas Penyebab sakit perut bagian atas bisa terjadi karena beberapa kondisi berikut ini: Kembung Kembung terjadi karena penumpukan gas pada rongga saluran pencernaan baik dalam lambung maupun usus. Kondisi ini menyebabkan perut terasa penuh, begah, kencang, dan bahkan akan terlihat membesar. Dispepsia Merupakan kondisi ketika lambung memproduksi terlalu banyak asam lambung. Ini umumnya terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan dengan zat asam yang tinggi. Kondisi ini juga dapat terjadi karena ulkus lambung, kanker lambung, atau refluks asam lambung. Batu Empedu Di dalam empedu, bisa juga terbentuk sebuah mineral dari bilirubin maupun kolestrol. Jika sampai memblokir saluran empedu, maka akan menyebabkan rasa sakit yang begitu terasa di bagian perut atas sebelah kanan. Gangguan Organ Hati/Pankreas Organ hati, empedu, dan pankreas memiliki tugas yang penting untuk membantu sistem pencernaan. Lokasi ketiga organ ini ada di bagian sekitar sebelah kanan atas perut. Jika sampai terganggu, maka akan mengakibatkan rasa sakit. Infeksi Infeksi pada hati maupun pada saluran pencernaan baik karena bakteri maupun virus bisa menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini. Infeksi karena parasit juga dapat menyebabkan kondisi ini walau terbilang jarang. Penyebab Lainnya Selain beberapa penyebab di atas, kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit perut bagian atas yaitu: Stress Kecemasan Efek samping obat-obatan. Konsumsi alkohol. Gangguan paru-paru. Gangguan jantung. Gejala Sakit Perut Bagian Atas Gejala utama kondisi ini yaitu sakit perut bagian atas yang mungkin ditandai juga dengan rasa nyeri atau perih dan panas pada ulu hati. Keluhannya sendiri bisa bermacam-macam sesuai dengan penyebab penyakitnya. Di antaranya yaitu: Perut bagian atas tidak nyaman. Nyeri dan perih sekitar ulu hati. Kembung Mual dan muntah-muntah. Nyeri hingga ke punggung. Nafsu makan menurun. Cara Dokter Mendiagnosis Sebelum memberikan pengobatan kepada pasien, mula-mula dokter akan mendiagnosis kondisi ini terlebih dahulu secara menyeluruh. Beberapa macam pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan meliputi: Wawancara medis dan cek riwayat kesehatan. Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan darah. CT scan. MRI USG Kolonoskopi Biopsi dan pembedahan. Pencegahan Sakit Perut Bagian Atas Selain memahami apa penyebab utamanya dan berusaha menghindari penyebabnya, maka agar terhindar dari kondisi ini maka Anda bisa melakukan pencegahan sebagai berikut: Hindari makan-makanan terlalu pedas dan berlemak. Hindari makan-makanan yang terlalu asam. Batasi atau hindari minum-minuman kafein. Kelola stres dengan baik. Olahraga teratur dan jaga berat badan ideal. Pengobatan Sakit Perut Bagian Atas Pengobatan terhadap kondisi ini berbeda-beda tergantung penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya merupakan acid reflux, mungkin dokter akan meresepkan obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung. Komplikasi Apabila kondisi ini tidak mendapatkan perawatan secara optimal, maka bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti berikut ini: Kanker lambung. Perdarahan saluran pencernaan. Perforasi usus (lubang pada usus). Perforasi lambung (lubang pada lambung). Kapan Harus ke Dokter? Umumnya, kondisi ini akan hilang sendiri dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun, jika kondisinya parah dan dalam waktu tersebut belum ada tanda-tanda sembuh, maka segera kunjungi dokter spesialis penyakit dalam. Apalagi, jika dibarengi dengan gejala berikut: Muntah-muntah dalam 12 jam terakhir. Demam tinggi. Nyeri yang tak tertahankan. Tinja berwarna pucat. Sakit perut setelah minum obat tertentu. Narasumber: dr. Meiliska Dokter Umum Primaya Hospital Karawang - Published: 2025-06-05 - Modified: 2025-05-29 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/perut-berdenyut/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Apakah Anda pernah merasakan perut berdenyut tapi tidak sakit? Biasanya, denyutan ini seirama dengan detak jantung dan posisinya di sekitar pusar. Walau demikian, bisa terjadi di beberapa bagian perut lainnya. Lalu, apakah kondisi ini termasuk membahayakan dan berpotensi menimbulkan suatu penyakit tertentu? Nah, jika Anda ingin tahu selengkapnya terkait perut berdenyut ini, yuk simak rinciannya berikut! Mengenal Tentang Perut Berdenyut Perut berdenyut yaitu kondisi ketika perut mengalami denyutan atau berkedut baik itu seirama dengan detak jantung maupun tidak. Sensasi denyutan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dalam kebanyakan kasus. Walau demikian, untuk kondisi tertentu dapat menimbulkan rasa nyeri. Sejatinya, kondisi ini termasuk normal. Sering kali terjadi ketika seseorang sedang atau sehabis makan, selama masa kehamilan, maupun saat seseorang sedang berbaring. Penyebab kondisi ini sangatlah beragam, dan kebanyakan tidak bersifat membahayakan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Walau demikian, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter karena bisa jadi, ini menjadi gejala awal penyakit jantung. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apa saja penyebab yang mendasarinya. Denyutan yang terasa ini dapat berasal dari kedutan otot atau otot yang memang sedang berkontraksi. Bisa juga dari detak jantung yang memang terlalu kuat, hingga denyutan di bagian dalam perut akibat gerakan peristaltik usus. Nama Perut Berdenyut Gejala Utama Mengalami denyutan atau kedutan pada perut Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Kedutat otot, kram haid, gerakan peristaltik usus Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, USG perut Faktor Risiko Riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi Pengobatan Pemberian obat-obatan oleh dokter, operasi jika perlu Pencegahan Jaga pola makan sebaik mungkin, hindari stres Komplikasi Komplikasi tergantung dari penyebab utamanya Faktor Risiko Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini seperti halnya: Usia lanjut. Jenis kelamin pria. Riwayat keluarga. Perokok Tekanan darah tinggi. Kolesterol tinggi. Penyakit arteri perifer. Penyebab Perut Berdenyut Penyebab perut berdenyut ada berbagai macam jenisnya. Di antaranya yaitu sebagai berikut: Denyut Jantung yang Kuat Jika denyut jantung seseorang kencang atau kuat (bukan cepat), maka bisa saja menyebabkan kondisi ini. Hal tersebut karena antara rongga dada tempat jantung berada dan juga perut saling menempel dan berhubungan. Jadi, jika denyut jantungnya kencang maka dapat membuat denyut jantung terasa sampai perut. Kedutan Otot Perut Otot perut juga dapat mengalami kedutan seperti pada kelopak mata atau bagian lainnya. Namun, biasanya kedutan bersifat sementara dan hanya terjadi dalam beberapa hari saja, bahkan dapat sembuh dengan begitu cepat. Kondisi ini umumnya terjadi ketika seseorang kekurangan elektrolit akibat dehidrasi. Gerakan Peristaltik Usus Setiap kali kita makan, maka usus akan mencerna makanan tersebut agar dapat nutrisinya terserap maksimal. Selama proses tersebut, usus akan bergerak dan bisa saja membuat sensasi denyutan. Kecemasan dan Stres Secara tidak langsung, kecemasan dan stres yang berlebihan dan terjadi secara terus menerus dapat meningkatkan sensitivitas seseorang terhadap sensasi bagian-bagian tubuh. Termasuk kedutan tersebut. Kram Haid/Menstruasi Apabila sensasi denyutannya ada di bagian bawah, maka bisa jadi ini karena kram haid. Selain itu, jika seseorang sedang hamil juga bisa mengalami kondisi ini karena terjadi peningkatan aliran darah. Aneurisma Aorta Abdominalis Mengacu pada situs Healthline, kondisi ini bisa menjadi pertanda dari AAA (Anaurisma Aorta Abdominalis). Kondisi ini kerap terjadi pada pria yang telah berusia di atas 48 tahun. Walau demikian, bisa terjadi pada berbagai jenis usia yang berbeda-beda. Gejala Perut Berdenyut Selain sensasi denyutan, gejala lain yang dapat dirasakan oleh penderita penyakit ini yaitu meliputi: Nyeri perut. Sensasi kedutan. Pusing Mual dan muntah. Denyut jantung kencang. Keringat dingin. Nyeri punnggung. Cara Dokter Mendiagnosis Sejatinya, dokter tidak perlu mendiagnosis lebih lanjut karena sudah tahu bahwa perut pasien memang berdenyut dari hasil wawancaranya. Namun, untuk mendukung pemeriksaan yang mendalam agar tahu akar masalahnya, maka dokter mungkin akan melakukan: Pemeriksaan fisik. USG perut. MRI CT scan. Pencegahan Perut Berdenyut Untuk mencegah kondisi ini, maka Anda dapat meminimalisir faktor risiko di atas. Dengan begitu, risiko terkena kondisi ini pun dapat ditekan. Pengobatan Perut Berdenyut Dokter mungkin akan melakukan pengobatan yang berbeda-beda pada pasien penderita kondisi ini. Namun, secara umum pilihan pengobatan yang dapat dilakukan yaitu: Obat-obatan sesuai penyakit yang mendasarinya. Perubahan pola hidup sehat. Operasi jika mengalami anaurisma aorta abdominalis. Komplikasi Umumnya kondisi ini tidak membahayakan dan menimbulkan komplikasi apa pun. Kecuali, jika penyebabnya berasal dari anaurisma aorta abdominalis yang pecah. Kapan Harus ke Dokter? Anda dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam apabila mengalami gejala perut berdenyut yang tak kunjung sembuh selama lebih dari 3 hari. Termasuk jika disertai dengan berbagai gejala lain di atas. Narasumber: dr. Swastika Widhiastuti, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-05-19 - Modified: 2024-03-21 - URL: https://primayahospital.com/en/uncategorized/acetylcystein/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Saat seseorang terkena gangguan saluran pernafasan yang melibatkan timbulnya dahak, maka dokter kerap meresepkan salah satu obat pengencer yang disebut acetylcystein. Obat golongan mukolitik ini awalnya dikategorikan sebagai suplemen, namun saat ini telah dijadikan sebagai obat yang harus digunakan dengan resep. Walau demikian, masih banyak suplemen acetylcystein (NAC) yang beredar di pasaran. Sejatinya, seberapa amankah obat ini serta apa saja manfaatnya bagi tubuh? Yuk ketahui informasi lengkapnya berikut. Apa itu Acetylcystein Acetylcystein atau memiliki sebutan lain berupa Asetilsistein, n-acetylcysteine, NAC, merupakan obat golongan mukolitik yang berperan sebagai pengencer dahak pada saluran pernafasan seperti mulut, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Dokter umumnya memberikan obat ini untuk beberapa jenis masalah paru-paru seperti bronkitis, fibrosis kistik, tuberkulosis (TBC), hingga pneumonia. Dalam beberapa kasus, dokter juga memberikan obat ini pada saat pembiusan, operasi, hingga pemeriksaan medis sehingga akan lebih memudahkan dalam melilhat kondisi paru-paru maupun saluran tenggorokan. Obat ini juga berperan sebagai antidot atau penawar racun dari kondisi keracunan paracetamol dengan cara kerjanya berupa meningkatkan kadar glutahione dalam darah. Jadi, saat seseorang mengalami overdosis parasetamol, maka dokter kerap memberikan obat ini untuk membantu menetralisir keracunan tersebut. Nama Obat Acetylcystein Kategori Obat Mukolitik, antidot Golongan Obat Obat bebas terbatas (kapsul), obat keras (infus, inhalasi) Bentuk Obat Kapsul, cairan infus, dan cairan inhalasi Manfaat/Indikasi Mengencerkan dahak, agen detoksifikasi keracunan overdosis paracetamol Dikonsumsi Oleh Anak dan dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori B, tidak ada risiko pada janin tapi studi ibu hamil terbatas Peringatan Ibu Menyusui Belum diketahui apakah terserap ke ASI atau tidak Manfaat Acetylcystein Terdapat dua manfaat utama dari Acetylcystein yang perlu Anda ketahui rincian lengkapnya yaitu: Mengencerkan dahak di saluran pernafasan Mengobati overdosis paracetamol Selain itu, dokter umumnya akan memberikan obat ini pada saat operasi atau pemeriksaan medis sehingga akan lebih memudahkan dalam melilhat kondisi paru-paru maupun saluran tenggorokan. Juga dapat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis masalah paru-paru seperti bronkitis, fibrosis kistik, tuberkulosis (TBC), dan juga pneumonia. Dosis dan Aturan Pakai Acetylcystein Dosis, aturan pakai, dan jangka waktu pengobatan acetylcystein bergantung pada kondisi penyakit maupun tingkat keparahan gejala, dan usia penderita. Namun, umumnya dosis obat ini yaitu sebagai berikut: Dosis untuk Mengencerkan Dahak Anak 2-6 tahun: 100 mg, 2-4x sehari Anak > 6 tahun: 200 mg, 2-3x sehari Dewasa: 200 mg, 2-3x sehari Dosis untuk Keracunan Paracetamol Dewasa: dosis awal 140 mg/kgBB, setelahnya 70 mg/kgBB tiap 4 jam hingga 17 kali Untuk obat tipe infus, dokter akan menggunakan acuan berupa berat badan serta kondisi penyakit yang diderita dalam menentukan dosisnya. Tipe inhalasi maupun infus hanya boleh diberikan oleh dokter di rumah sakit. Bagaimana Cara Menggunakan Acetylcystein? Gunakan asetilsistein sesuai petunjuk yang ada pada kemasan atau gunakan sesuai resep yang dokter berikan. Penggunaan obat ini memang dapat dilakukan secara mandiri untuk versi kaplet atau tablet. Namun, untuk versi infus maupun inhalasi harus dilakukan di rumah sakit yang mana mendapatkan pengawasan langsung oleh dokter. Minum obat ini baik dengan makanan maupun sesudah makan dengan menggunakan segelas air putih. Usahakan mengonsumsinya di jam atau waktu yang sama setiap harinya agar obat tetap efektif. Cara Penyimpanan Selalu simpan asetilsistein pada tempat yang aman, bebas dari paparan sinar matahari langsung, dan tentunya jauh dari jangkauan hewan peliharaan maupun jangkauan anak-anak. Interaksi Acetylcystein dengan Obat Lain Beberapa obat yang dapat berinteraksi baik meningkatkan efek samping maupun mengurangi efektivitasnya seperti berikut: Obat antitusif (contohnya yaitu codeine) Nitrogliserin Arang aktif Peringatan dan Perhatian Menggunakan Acetylcystein Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut apabila ingin mengonsumsi obat ini. Berikut rinciannya: Beri tahu dokter bila Anda punya alergi pada acetylcystein Informasikan ke dokter apabila Anda sedang hamil/menyusui Beri tahu dokter jika Anda penderita penyakit maag, ginjal, gagal jantung Beri tahu dokter jika Anda sedang diet rendah garam dan hipertensi Informasikan ke dokter bila Anda sedang minum obat antitusif Efek Samping dan Bahaya Acetylcystein Efek samping umum yang kadang terjadi setelah mengonsumsi NAC yaitu: Muntah Mual Ruam kulit Sakit maag Demam Alternatif Obat Sejenis Acetylcystein Selain N-acetyl cysteine, ada beberapa obat lain yang kerap dokter berikan sebagai agen mukulitik seperti halnya: Bromhexine Ambroxol Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila gejala efek samping yang Anda rasakan timbul setelah mengonsumsi obat ini. Jika penyakitnya tidak kunjung membaik bahkan muncul gejala serius seperti muntah berat, batuk berdarah, hingga kesulitan bernafas, maka Anda segera harus mendapatkan pertolongan medis. Narasumber: dr. Zika Novelia, Sp. P Spesialis Paru Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-05-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/absence-seizure/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Tag: Absence Seizure, Kejang Absans, Kejang Absen, Petit Mal - Translation Priorities: Optional Dalam artikel berjudul “Epilepsi (Ayan)”, kami telah mengulas tentang jenis-jenis epilepsi, salah satunya yakni Absence Seizure. Dikenal juga dengan sebutan Kejang Absans atau Petit Mal, penyakit ini akan membuat penderita mengalami bengong tanpa sebab. Tubuh penderita penyakit ini tidak responsif selama beberapa detik dan terjadi secara berulang-ulang dalam seharinya. Karena gejalanya yang tampak berupa bengong, maka orang sekitar pun jarang yang menyadarinya sehingga penanganan umumnya selalu terlambat. Mengenal Penyakit Absence Seizure Absence Seizure adalah penyakit berupa kejang ditandai dengan kondisi bengong atau tidak responsif. Kondisi ini kerap terjadi pada anak-anak & remaja (usia 4 – 12 tahun). Walau demikian, kadang juga terjadi pada usia dewasa. Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut juga sebagai Kejang Absans (Kejang Absen) dan Kejang Petit Mal. Disebut demikian yakni karena tubuh mengalami kejang namun tidak menampilkan gejala kejang-kejang. Walau bagian dari epilepsi, namun penyakit ini tidak sepenuhnya berhubungan faktor genetik. Namun kerap dipicu oleh sesuatu seperti gangguan elektrolit, stroke, sepsis. Walau demikian juga bisa terjadi tanpa pemicu. Gejala utama yang timbul pada penderita Absence Seizure ialah bengong berupa tatapan kosong selama beberapa detik. Juga seringkali dibarengi dengan gerakan mulut yang seolah-olah mengunyah atau mengecap makanan. Kondisi ini hanya berlangsung selama beberapa detik. Walau demikian, dalam seharinya dapat terjadi selama beberapa kali. Bagi anak-anak, tentunya kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-harinya baik saat bermain, belajar, atau aktivitas lain. Secara umum, kondisi ini tidak berbahaya. Namun, bukan berarti tidak butuh perawatan. Bagaimana pun juga penyakit ini dapat menimbulkan kematian. Misalnya anak sedang berenang lalu tiba-tiba kejang semacam ini tentunya dapat membahayakan nyawanya. Nama Penyakit Absence Seizure Gejala Bengong, tatapan kosong, gerakan mengunyah pada mulut Dokter Spesialis Spesialis neurologi atau saraf Penyebab Abnormalitas aktivitas listrik pada otak Diagnosis Pemeriksaan fisik & penunjang Faktor Risiko Anak usia 4-12 tahun Pengobatan Sesuai dengan indikasi pada pasien Komplikasi Perilaku sosial, atensi, cedera, kematian Siapa yang Berisiko? Faktor risiko terkena penyakit kejang absans akan meningkat pada seseorang dengan salah satu kondisi di bawah ini: Anak-anak dan remaja usia 4-12 tahun Riwayat trauma pada kepala Jenis kelamin perempuan Riwayat keluarga terkena epilepsi Penyebab Sama seperti jenis penyakit seizure lainnya, penyebab utama penyakit ini ialah karena adanya aktivitas abnormal pada otak si penderita. Biasanya berupa masalah listrik pada neutron otak yang mengalami kendala. Karena perubahan listrik pada otak secara tiba-tiba, maka tubuh akan merespons dengan gerakan abnormal seperti halnya tubuh tidak mau bergerak dan gejala seperti bengong. Hal tersebut dikarenakan adanya kesalahan pada pembawa pesan yang membuat sel-sel nurotransmiter atau sel otak untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Kondisi ini sama sekali tidak dapat dikontrol. Bahkan, penderita pun tidak mampu mengetahui kapan kondisi ini menyerang karena terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya gejala awal yang menyertainya. Dalam dunia medis, para peneliti pun masih belum memahami secara pasti akan penyebab utama yang mendasarinya. Namun, secara umum terjadi karena: Riwayat epilepsi dan kejang pada keluarga Terjadi benturan keras pada kepala Stres fisik Stres psikologis Gejala Gejala kejang absans umumnya terjadi dalam waktu yang singkat yakni antara 10 – 12 detik yang meliputi: Bengong atau melamun Menetap kosong ke udara Gerakan mengunyah Mulut seperti mengecap-ngecap Tubuh diam tak bergerak Gerakan tangan tiba-tiba Kelopak mata yang mengerjap Tubuh tiba-tiba menyondong Bibir mengatup rapat Diagnosis agnosis penyakit absence seizure oleh dokter umumnya akan dilakukan melalui wawancara medis, test fisik, dan beberapa pemeriksaan penunjang. Wawancara pada anak umumnya dilakukan bersama orang tua. Bahkan dokter akan lebih bertanya-tanya ke orang tuanya, terutama apakah berasal dari keturunan atau tidak. Komplikasi Bila terus dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, maka penyakit ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti halnya: Isolasi sosial Cedera Masalah atensi Kondisi psikologis Pencegahan Penderita penyakit absence seizure dapat melakukan serangkaian pencegahan agar tidak kambuh seperti halnya: Memperbaiki pola hidup sehat Menghindari stres dan cemas berlebih Batasi aktivitas tertentu (berenang & mengemudi) Minum obat anti epilepsi Kenali penyebab utamanya Perawatan dan Pengobatan Dalam sebuah study yang diterbitkan pada laman NCBI (National Center for Biotechnolgy Information), bahwa Absence Seizure dapat diobati dengan menggunakan obat anti epilepsi. Contohnya ada ethosuximide, asam valproat, dan lamotrigin. Penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dokter. Penderita pun harus selalu melakukan kontrol rutin ke dokter sehingga pengobatan yang diberikan lebih efektif. Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter spesialis neurologi atau spesialis saraf apabila gejala absence seuzire muncul. Jangan menunggu hingga waktu yang lama karena potensi risiko bahaya yang ditimbulkan oleh aplikasi ini tinggi. Dengan perawatan tepat dari dokter, maka frekuensi kambuh dari penyakit ini dapat ditekan. Bahkan, dapat dihilangkan sepenuhnya hingga sembuh total. Narasumber: dr. Maya Puspita, Sp. N Spesialis Neurologi Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-05-18 - Modified: 2024-03-21 - URL: https://primayahospital.com/en/uncategorized/cetirizine/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Cetirizine tergolong sebagai antihistamin yang berfungsi untuk mengurangi gejala yang diakibatkan oleh reaksi alergi. Obat ini memiliki beberapa bentuk sediaan mulai dari tablet, sirup, hingga tetes (drop). Apa itu Cetirizine Cetirizine adalah obat golongan antihistamin yang berguna untuk mengatasi gejala reaksi alergi. Contohnya untuk mengatasi tenggorokan gatal, hidung meler, bersin-bersin, hidung gatal, hingga kulit yang gatal akibat paparan alergen. Obat yang memiliki nama lokal setirizin ini merupakan antihistamin generasi kedua. Obat ini telah dipatenkan di tahun 1981 serta pengobatannya telah dipakai sejak tahun 1987. Cara kerjanya yaitu dengan cara memblokir histamin atau sebagai antagonis reseptor H1 histamin. Nah, histamin ini merupakan zat dalam tubuh yang akan menimbulkan gejala reaksi alergi saat seseorang mengalami paparan alergi. Dokter juga kerap menggunakan obat ini untuk mengatasi gejala rhinitis alergi, rhinitis perennial, maupun urtikaria idiopatik kronis. Di pasaran, umumnya cetirizine (setirizin) dijual dalam bentuk Cetirizine HCL baik generik maupun bermerek (branded). Untuk merek dagangnya sendiri ada cukup banyak yang meliputi: Tablet: Alernox, Hatzing, Hislorex, Corizing, Zine, Ozen, Betarhin, Lozentrin, Frizin Sirup: Lozentrin, Ritez, Lerzin, Rinocet, Hislorex, Estin, Hufarizine, Cetaler Drop: Falergi, Capritazin, Ryvel, Estin, Cetaler Nama Obat Cetirizine Kategori Obat Antihistamin Golongan Obat Obat resep Bentuk Obat Tablet, sirup, kaplet, drop Manfaat/Indikasi Mengatasi reaksi alergi Dikonsumsi Oleh Anak di atas usia 2 tahun dan dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori B (Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil) Peringatan Ibu Menyusui Obat ini dapat terdistribusi ke dalam ASI sehingga harus konsultasi dengan dokter saat akan mengonsumsinya. Manfaat Cetirizine Cetirizine memiliki serangkaian manfaat dengan indikasi untuk mengatasi beberapa kondisi reaksi alergi seperti berikut: Bersin-bersin Tenggorokan gatal Hidung gatal Pilek meler Mata gatal Mata berair Dosis dan Aturan Pakai Cetirizine Mengutip dari laman Healthline, berikut ini dosis umum yang dapat Anda konsumsi nantinya: Anak di atas usia 6 tahun: 10 mg per hari yang dibagi dalam 2 atau beberapa dosis. Maksimum per harinya yaitu 10 mg/hari. Wajib diperhatikan untuk konsumsi bagi golongan berikut: Usia 2 – 6 tahun Usia lebih dari 65 tahun Punya riwayat penyakit jantung Punya riwayat penyakit hati (liver) Bagaimana Cara Menggunakan Cetirizine? Selalu ikuti label penggunaan yang dokter berikan atau yang tertera pada resep Bacalah petunjuk kemasan penggunaan obat bila ada Anda dapat mengonsumsi ceritizine sebelum ataupun sesudah makan Sediaan sirup maupun tetes (drop) harus dikocok terlebih dahulu sebelum dipakai Gunakan dosis yang sesuai dengan resep yang dokter berikan Untuk sediaan sirup, pastikan menggunakan sendok takar yang sesuai Minum obat pada jam sama setiap harinya agar lebih efektif Hindari menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba tanpa saran dari dokter Cara Penyimpanan Usahakan untuk menyimpan setirizin pada suhu 22-25 derajat celcius. Simpan di tempat yang kering, sejuk, tidak terlalu lembab, serta jauh dari percikan air maupun sinar matahari langsung. Jauhkan juga dari jangkauan anak-anak maupun dari jangkauan hewan peliharaan. Jangan sampai dikonsumsi secara tak sengaja oleh mereka. Interaksi Cetirizine dengan Obat Lain Peningkatan kadar setirizin dapat terjadi apabila Anda mengonsumsi obat ini bersama dengan theophylline. Hal ini mengakibatkan peningkatan efek samping yang mungkin dapat terjadi. Selain itu, peningkatan efek samping juga dapat terjadi apabila Anda konsumsi obat ini bersamaan dengan antidepresan, antihistamin lain, antiansietas, dan antikonvulsan. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Cetirizine Hindari menambah maupun mengurangi dosisnya. Beri tahukan dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen Hindari melakukan aktivitas dengan fokus tinggi seperti mengemudi karena menyebabkan rasa kantuk Beri tahukan dokter apabila Anda sedang hamil ataupun menyusui Konsultasikan ke dokter bila Anda punya riwayat alergi terhadap antihistamin, khususnya levocetirizine dan hydroxine Efek Samping dan Bahaya Cetirizine Dibandingkan dengan jenis antihistamin lain, cetirizine hanya melewati sawar darah otak dalam jumlah kecil. Hal inilah yang menjadikan obat ini punya efek samping sedasi yang minim. Walau demikian, bagi sebagian orang, obat ini masih memungkinkan terjadinya efek samping lain seperti: Mengantuk Rasa lelah Kesulitan tidur Diare Batuk berdarah Pusing Sakit kepala Mulut kering Mual Muntah Sesak nafas Nyeri lambung Radang tenggorokan Alternatif Obat Sejenis Cetirizine Obat golongan antihistamin ada banyak jenisnya. Masing-masing punya kategori berbeda sesuai dengan generasi pembuatannya. Berikut contohnya: Antihistamin Generasi Lama Chlorpherinamine Hydroxyzine Diphenhydramine Promethazine Triprolidine Dexcllorpheniramine Mebhydrolin Cyprohptadine Ketotifen Antihistamin Generasi Baru Loratadine Levocetirizine Azelastine Desloratadine Fexofenadine Olopatadine Pemirolast Bepotastine Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera mengunjungi dan berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala efek samping penggunaan cetirizine ataupun karena overdosis pemakaian. Gejala overdosis yang kerap muncul meliputi lemas, kebingungan, pupil membesar, retensi urine, sakit kepala, gelisah, hingga efek sedasi. Narasumber: Apt. Berry Sanjoyo, S. Farm Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-05-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/farmakologi/cetirizine/ - Kategori: Farmakologi, Obat - Tag: Cetirizine - Translation Priorities: Optional Cetirizine tergolong sebagai antihistamin yang berfungsi untuk mengurangi gejala yang diakibatkan oleh reaksi alergi. Obat ini termasuk obat resep yang memiliki beberapa bentuk ketersediaan mulai dari tablet, sirup, kapsul, kaplet, hingga tetes. Ingin tahu lebih lanjut seputar cetirizine? Yuk cek rinciannya berikut ini. Apa itu Cetirizine? Cetirizine adalah obat golongan antihistamin yang berguna untuk mengatasi gejala reaksi alergi. Contohnya yaitu berupa mengatasi tenggorokan gatal, hidung meler, bersin-bersin, hidung gatal, hingga kulit yang gatal akibat paparan alergen. Obat yang memiliki nama lokal setirizin ini merupakan antihistamin generasi kedua. Obat ini telah dipatenkan di tahun 1981 serta pengobatannya telah dipakai sejak tahun 1987. Cara kerjanya yaitu dengan cara memblokir histamin atau sebagai antagonis reseptor H1 histamin. Nah, histamin ini merupakan zat dalam tubuh yang akan menimbulkan gejala reaksi alergi saat seseorang mengalami paparan alergi. Dokter juga kerap menggunakan obat ini untuk mengatasi gejala rhinitis alergi maupun rhinitis alergi. Bahkan, juga menjadi obat darah manis, pruritus, konjungtivis, hingga urtikaria idiopati kronis. Di pasaran, umumnya cetirizine (setirizin) dijual dalam bentuk Cetirizine HCL baik generik maupun bermerek. Untuk merek dagangnya sendiri ada cukup banyak yang meliputi: Tablet: Alernox, Hatzing, Hislorex, Corizing, Zine, Ozen, Betarhin, Lozentrin, Frizin Sirup: Lozentrin, Ritez, Lerzin, Rinocet, Hislorex, Estin, Hufarizine, Cetaler Drop: Falergi, Capritazin, Ryvel, Estin, Cetaler Nama Obat Cetirizine Kategori Obat Antihistamin Golongan Obat Obat resep Bentuk Obat Tablet, sirup, kaplet, drop Manfaat/Indikasi Mengatasi reaksi alergi Dikonsumsi Oleh Anak di atas usia 2 tahun dan dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori B (tidak ada risiko pada janin, tapi belum ada studi kontrol ibu hamil) Peringatan Ibu Menyusui Obat ini dapat terdistribusi ke dalam ASI sehingga harus konsultasi dengan dokter saat akan mengonsumsinya. Manfaat Cetirizine Setirizin memiliki serangkaian manfaat dengan indikasi untuk mengatasi beberapa kondisi reaksi alergi seperti berikut: Bersin-bersin Tenggorokan gatal Hidung gatal Pilek meler Mata gatal Mata berair Dosis dan Aturan Pakai Cetirizine Karena tergolong obat keras yang membutuhkan resep, maka Anda hanya boleh membeli obat ini dengan resep dokter. Mengutip dari laman Healthline, berikut ini dosis umum yang dapat Anda konsumsi nantinya: Anak di atas usia 6 tahun: 10 mg per hari yang dibagi dalam 2 atau beberapa dosis. Maksimum per harinya yaitu 10 mg/hari. Wajib diperhatikan untuk konsumsi bagi golongan berikut: Usia 2 – 6 tahun Usia lebih dari 65 tahun Punya riwayat penyakit jantung Punya riwayat penyakit hati (liver) Bagaimana Cara Menggunakan Cetirizine? Selalu ikuti label penggunaan yang dokter berikan atau yang tertera pada resep Bacalah petunjuk kemasan penggunaan obat bila ada Anda dapat mengonsumsi ceritizine sebelum ataupun sesudah makan Versi sirup maupun tetes harus dikocok terlebih dahulu sebelum dipakai Gunakan dosis yang sesuai dengan resep yang dokter berikan Untuk versi sirup, pastikan menggunakan sendok takar yang sesuai Minum obat pada jam sama setiap harinya agar lebih efektif Hindari menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba tanpa saran dari dokter Cara Penyimpanan Usahakan untuk menyimpan setirizin pada suhu 22-25 derajat celcius. Simpan di tempat yang kering, sejuk, tidak terlalu lembab, serta jauh dari percikan air maupun sinar matahari langsung. Jauhkan juga dari jangkauan anak-anak maupun dari jangkauan hewan peliharaan. Jangan sampai di konsumsi secara tak sengaja oleh mereka. Interaksi Cetirizine dengan Obat Lain Peningkatan kadar setirizin dapat terjadi apabila Anda mengonsumsi obat ini bersama dengan theophylline. Hal ini mengakibatkan peningkatan efek samping yagn mungkin dapat terjadi. Selain itu, peningkatan efek samping juga dapat terjadi apabila Anda konsumsi obat ini bersamaan dengan antidepresan, antihistamin lain, antiansietas, dan antikonvulsan. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Cetirizine Hanya minum obat ini sesuai resep dokter. Hindari menambah maupun mengurangi dosisnya. Beri tahukan dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen Hindari melakukan aktivitas dengan fokus tinggi seperti mengemudi karena menyebabkan rasa kantung Beri tahukan dokter apabila Anda sedang hamil ataupun menyusui Konsultasikan ke dokter bila Anda punya riwayat alergi terhadap antihistamin, khususnya levocetirizine dan hydroxine Efek Samping dan Bahaya Cetirizine Dibandingkan dengan jenis antihistamin lain, setirizin hanya melewati sawar darah otak dalam jumlah yang begitu sedikit. Hal inilah yang menjadikan obat ini punya efek samping sedasi yang minim. Walau demikian, bagi sebagian orang obat masih memungkinkan terjadinya efek samping seperti halnya: Mengantuk Rasa lelah Kesulitan tidur Diare Batuk berdarah Pusing Sakit kepala Mulut kering Mual Muntah Sesak nafas Nyeri lambung Radang tenggorokan Alternatif Obat Sejenis Cetirizine Obat golongan antihistamin ada banyak jenisnya. Masing-masing punya kategori berbeda sesuai dengan generasi pembuatannya. Berikut contohnya: Antihistamin Generasi Lama Chlorpherinamine Hydroxyzine Diphenhydramine Promethazine Triprolidine Dexcllorpheniramine Mebhydrolin Cyprohptadine Ketotifen Antihistamin Generasi Baru Loratadine Lovecetirizine Azelastine Desloratadine Fexofenadine Olopatadine Pemirolast Bepotastine Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera mengunjungi dan berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala efek samping penggunaan cetirizine ataupun karena overdosis pemakaian. Gejala overdosis yang kerap muncul meliputi lemas, kebingungan, pupil membesar, retensi urine, sakit kepala, gelisah, hingga efek sedasi. Narasumber: Apt. Berry Sanjoyo, S. Farm Apoteker Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-05-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/sakit-kepala-bagian-belakang/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Sakit kepala bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang ringan hingga berat. Yang pasti, sakit kepala bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh, sakit kepala bagian belakang bisa terjadi karena adanya ketegangan otot hingga artritis. Penanganan untuk tiap kondisi tersebut berbeda-beda bergantung pada apa penyebabnya. Mengenal Sakit Kepala Bagian Belakang Kepala sebagai organ vital yang melindungi otak sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Rasa sakit pada kepala bisa mengganggu aktivitas dan menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Tak terkecuali sakit kepala bagian belakang. Sakit kepala bagian belakang bisa terjadi pada area belakang kepala hingga leher dan pangkal tengkorak. Selain mempengaruhi kegiatan, sakit kepala bagian belakang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Bagian belakang kepala yang rentan terhadap sakit antara lain: Occipital: area utama sakit kepala biasanya terjadi, yakni daerah di belakang kepala atau bagian bawah tengkorak Cervical: area ini berada di sekitar leher, biasanya berkaitan dengan otot leher yang menegang secara berlebihan Upper back: sakit kepala bagian belakang bisa menjalar hingga area punggung bagian atas dari leher, terutama jika disebabkan oleh ketegangan otot yang berlebihan Sakit kepala bagian belakang bisa menjadi awal mula gejala penyakit tertentu. Karena itu, ketika mengalami sakit kepala yang bersumber dari bagian belakang yang tak kunjung hilang, sebaiknya menjalani pemeriksaan untuk mengantisipasi adanya penyakit yang serius dan membutuhkan perhatian medis. Gejala Gejala sakit kepala bagian belakang bisa bervariasi antara satu individu dan yang lain. Jenis nyeri yang dirasakan juga mungkin berbeda-beda, misalnya tajam, tumpul, atau nyut-nyutan. Berikut ini beberapa gejala sakit kepala bagian belakang serta gejala lain yang kadang menyertai: Ada tekanan atau sensasi nyeri yang terkonsentrasi pada area belakang kepala dan kadang mencapai leher Rasa kaku atau tegang pada leher dan pundak yang kerap terjadi berbarengan dengan rasa sakit kepala bagian belakang Ada sensasi berdenyut-denyut di area belakang kepala yang kadang kian terasa ketika melakukan aktivitas atau dalam posisi tertentu Sakit kepala makin buruk atau meningkat saat melakukan aktivitas tertentu, misalnya menundukkan kepala, menekuk leher, atau mengangkat beban Gejala lain yang mungkin menyertai termasuk mual, muntah, sensitif terhadap suara dan cahaya Penyebab Sakit kepala bagian belakang bisa terjadi karena berbagai faktor. Berikut ini beberapa di antaranya: Otot tegang: menurut studi, ini salah satu penyebab sakit kepala yang umum. Rasa sakitnya bisa menyebar dari bagian bawah kepala hingga leher dan juga mata. Pemicunya antara lain posisi duduk yang buruk, stres emosional, dan aktivitas fisik ekstrem. Migrain: gejala migrain berupa sakit kepala yang terasa pada salah satu sisi kepala, termasuk sampai ke bagian belakang. Sakit kepala migrain bersifat hilang timbul dengan intensitas berat dan gejala lain seperti lebih sensitif terhadap suara dan cahaya. Occipital neuralgia: sakit kepala bagian belakang pada kondisi ini terjadi karena saraf occipital yang melewati area belakang kepala mengalami peradangan atau rusak sehingga menyebabkan nyeri tumpul atau menusuk pada area belakang kepala hingga leher. Sakit kepala cervicogenic: pada jenis sakit kepala ini, area belakang kepala bisa terasa sakit akibat iritasi pada saraf tulang belakang di leher. Low-pressure headache: jenis sakit kepala ini disebabkan oleh kebocoran cairan serebrospinal, yakni cairan yang mengalir di otak dan sumsum tulang belakang,lewat robekan pada selaput otak atau sumsum tulang belakang. Akibatnya, tekanan di kepala turun sehingga mengakibatkan rasa nyeri. Osteoartritis servikal: peradangan atau kerusakan pada tulang belakang leher yang dapat memicu sakit kepala di bagian belakang atau area leher. Trauma kepala atau leher: misalnya cedera akibat benturan atau kecelakaan yang berpengaruh pada bagian belakang kepala. Sinusitis: peradangan atau infeksi pada sinus yang bisa menyebabkan nyeri di area hidung,pipi, dan dahi hingga bagian belakang kepala. Aktivitas fisik yang berat: bagian belakang kepala bisa terasa sakit selama atau sesaat setelah melakukan aktivitas fisik yang berat, termasuk olahraga dan berhubungan seksual. Gangguan pembuluh darah: masalah pada pembuluh darah, terutama penyempitan, bisa menyebabkan sakit kepala pada salah satu sisi kepala, termasuk bagian belakang. Gangguan neurologis lain yang salah satu gejalanya adalah sakit kepala, seperti stroke dan tumor otak. Cara Dokter Mendiagnosis Sakit Kepala Bagian Belakang Untuk mendiagnosis sakit kepala bagian belakang, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan atau evaluasi untuk memastikan penyebabnya. Langkah yang biasa diambil meliputi: Pemeriksaan riwayat medis, termasuk seputar sakit kepala yang dialami dan faktor yang mungkin menjadi pencetusnya Pemeriksaan fisik pada area kepala, leher, dan bahu Evaluasi neurologis untuk mengecek fungsi sistem saraf Tes tambahan seperti pemeriksaan darah, magnetic resonance imaging, atau computed tomography scan untuk mengonfirmasi diagnosis Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Belakang Penanganan untuk sakit kepala bagian belakang disesuaikan dengan penyebabnya. Cara yang umumnya dapat meredakan rasa sakit atau nyeri di kepala termasuk: Beristirahat dan mempraktikkan teknik relaksasi untuk meredakan ketegangan otot Menggunakan kompres panas atau dingin pada area kepala yang nyeri, misalnya dengan handuk hangat atau kantong es Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol Melakukan pijatan atau terapi fisik pada area kepala, bahu, atau leher yang terpengaruh Mengubah gaya hidup atau kebiasaan menjadi lebih sehat, seperti tidur yang cukup,mengelola stres, atau berolahraga secara tidak... - Published: 2024-05-16 - Modified: 2024-03-20 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/jerawat-batu/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Translation Priorities: Optional Jerawat yang kerap muncul berulang kali bisa mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri sehingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Terlebih jika jerawat itu tergolong jerawat batu yang bandel dan bisa meninggalkan bekas luka bila keliru menanganinya. Karena itu, perlu dipahami cara menghilangkan jerawat batu yang tepat dan aman sekaligus mencegahnya muncul lagi. Mengenal Jerawat Batu Jerawat batu (Acne Conglobata ) merupakan bentuk jerawat parah yang ditandai dengan terdapatnya benjolan kemerahan (nodul) dan kista, dapat mengenai wajah, bahu, punggung, dada, lengan atas, bokong dan paha. Jerawat batu dapat terjadi akibat jerawat ringan dan sedang yang memburuk secara cepat atau terjadi secara bertahap setelah munculnya jerawat yang telah meredah selama bertahun tahun. Cara menghilangkan jerawat batu adalah salah satu yang paling sering menjadi perhatian karena karakter jerawat ini yang cenderung bandel. Jerawat batu adalah sebutan untuk jenis jerawat yang biasanya berukuran lebih besar dan terletak lebih dalam di lapisan kulit. Jerawat yang juga disebut jerawat kistik ini umumnya muncul dalam bentuk benjolan yang keras dengan rasa nyeri yang bersumber dari bawah permukaan kulit. Seperti jenis jerawat lain, jerawat batu terbentuk karena pori-pori kulit yang tersumbat oleh berbagai faktor mengalami infeksi. Akibat infeksi itu, terjadi peradangan di dalam tubuh yang menyebabkan kemunculan benjolan berwarna kemerahan pada area kulit yang terinfeksi. Meski demikian, dibanding jerawat lain, seringkali cara menghilangkan jerawat batu lebih sulit karena lebih besar dan lebih keras. Selain itu, kemungkinan besar jerawat batu dapat meninggalkan bekas luka atau bopeng yang mengganggu penampilan bila tak mendapat penanganan yang tepat. Jerawat batu lebih sering muncul pada usia remaja dengan karakter kulit berminyak. Meski demikian, jerawat batu bisa terjadi pada siapa pun baik laki-laki maupun perempuan, termasuk pada orang dewasa. Menurut studi, cara menghilangkan jerawat batu mesti disesuaikan dengan masing-masing pasien dengan mempertimbangkan preferensi individu, toleransi agen yang digunakan dalam pengobatan, serta faktor psikososial. Penanganan yang tepat akan membantu mencegah bopeng bekas jerawat serta kembali munculnya jerawat batu. Penyebab Jerawat Batu Bagian penting dari cara menghilangkan jerawat batu adalah memahami faktor-faktor yang bisa menyebabkan munculnya gangguan kulit tersebut. Di bawah ini beberapa di antaranya: Produksi minyak atau sebum berlebihan oleh kelenjar minyak di dalam kulit. Pori-pori bisa tersumbat akibat minyak ini dan menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh hingga bisa menyebabkan infeksi yang berujung pada munculnya jerawat batu. Penyumbatan pori-pori akibat sel kulit mati yang terkelupas menumpuk di mura folikel pilosebaseus . Penumpukan sel kulit mati itu dapat memicu komedo dan bisa berkembang menjadi jerawat batu. Infeksi bakteri, terutama Propionibacterium acnes bisa dengan mudah berkembang dan memicu infeksi pada pori-pori yang tersumbat. Perubahan hormonal, seperti peningkatan jumlah hormon testosteron yang bisa memicu peningkatan produksi minyak dan terjadinya pengelupasan sel kulit yang tak normal. Ada riwayat jerawat batu dalam keluarga atau faktor genetik. Kebiasaan dan gaya hidup yang kurang sehat, seperti jarang membersihkan wajah terutama setelah bepergian, banyak makan makanan dengan kandungan gula atau lemak yang tinggi, serta tidak dapat mengendalikan stres. Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok dengan jenis kulit juga bisa memicu kemunculan jerawat batu. Faktor lingkungan yang bisa membuat kotoran dan bakteri menumpuk pada permukaan kulit, seperti paparan polusi udara yang meliputi debu dan asap kendaraan bermotor. Pilihan Cara Menghilangkan Jerawat Batu Cara terbaik untuk mengatasi jerawat batu adalah berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis kulit atau ahli Dermatologi. Dari konsultasi yang ditindak lanjuti dengan pemeriksaan kulit, dokter dapat merekomendasikan cara menghilangkan jerawat batu yang dinilai efektif dan aman sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Berikut ini sejumlah cara menghilangkan jerawat batu yang kerap menjadi pilihan: Obat Topikal Obat topikal (obat oles) digunakan sebagai tambahan pengobatan oral untuk mengobati jerawat batu. Obat oles yang dapat digunakan mengandung antara lain benzoyl peroxide yang dapat membantu proses eksfoliasi untuk membersihkan pori-pori kulit. Selain itu, asam salisilat bisa digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan mengatasi penyumbatan pori-pori. Sifat anti-inflamasi pada asam salisilat juga dapat membantu meredakan peradangan pada jerawat. Obat retinoid seperti tretinoin, adapalene, serta tazarotene juga bisa membantu membuka pori-pori serta mengurangi produksi minyak dan mengatasi peradangan sekaligus mendorong pembentukan sel kulit baru yang lebih sehat untuk menggantikan sel kulit mati. Untuk mengatasi infeksi bakteri yang berkontribusi pada kemunculan jerawat batu dan menambah keparahannya, dokter bisa meresepkan obat antibiotik oles seperti eritromisin. Obat Oral Obat oral biasa digunakan untuk mengobati jerawat batu. Di antaranya obat isotretinoin yang harus digunakan dengan pengawasan ahli dermatologi Antibiotik oral seperti doksisiklin, minosiklin, dan tetrasiklin yang bisa membantu mengatasi infeksi bakteri penyebab jerawat. Adapun untuk mengatasi jerawat batu yang dipicu perubahan hormonal, terdapat obat-obatan yang bisa membantu menjaga kadar keseimbangan hormon sehingga dapat mengurangi produksi minyak dan menjaga keberlangsungan proses pengangkatan sel kulit mati serta pembentukan sel kulit baru yang lebih sehat. Terapi medis Jika pemberian obat oles ataupun oral tidak efektif sebagai cara menghilangkan jerawat batu, dokter dapat mengambil langkah berupa terapi atau tindakan medis. Contohnya: Pengelupasan lapisan atas kulit yang mati atau rusak dengan zat kimia... - Published: 2024-05-15 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/strict-parents/ - Kategori: Kejiwaan - Tag: Strict Parents - Translation Priorities: Optional Pola asuh setiap orang tua tentunya berbeda-beda satu sama lain. Ada yang tipe kasih sayang, otoriter, disiplin, keras, hingga tipe strict parents. Sejatinya, bagaimana sih kita sebagai orang tua dapat mendidik yang terbaik untuk anak-anaknya? Bila ingin tahu, yuk cek informasi lengkapnya berikut. Apa itu Strict Parents? Strict parents adalah pola asuh orang tua kepada anak-anaknya dengan banyak pembatasan. Tipe pola asuh ini juga kerap disebut pola asuh otoriter karena bersifat ketat, banyak hal yang membatasi kebebasan anak, dan terdapat hukuman keras jika tidak mengikuti aturan tersebut. Seperti yang kita tahu, kedua orang tua punya peran besar dalam tumbuh kembang anak baik secara psikis atau mental maupun secara fisik. Oleh karena itu, orang tua berkewajiban membimbing, mengasuh, dan mengajari anaknya agar dapat berkembang secara fisik, sosial, emosional, hingga intelektual hingga mencapai dewasa. Sayangnya, sifat anak yang seringkali sulit diajari bahkan banyak cenderung nakal, membuat banyak orang tua menggunakan metode asuh strict parents. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa metode ini sangat cocok untuk membuat anak cepat berkembang secara keseluruhan. Padahal, pola asuh dengan gaya otoriter semacam ini dapat berdampak negatif bagi anak maupun bagi hubungan antara orang tua dan anak. Hal ini karena pola asuh ini akan cenderung terbentuk hubungan yang dingin, tidak suportif, dan tidak responsif antara orang tua dan anak. Berbagai macam pembatasan demi pembatasan pada anak juga berpengaruh terhadap kebebasan berekspresinya. Apalagi bila hukuman demi hukuman dilakukan secara fisik, tentunya bisa membuat mental anak bermasalah ke depannya. Penyebab Orang Tua Menjadi Strict Parents Sejatinya, orang tua bisa memilih tipe pola asuhnya masing-masing. namun, kenapa beberapa orang tua lebih memilih menjadi strict parents ketimbang pola asuh lainnya? Berikut ini beberapa penyebab yang mungkin dapat menjadi pemicunya: 1. Punya Kepribadian atau Sifat Bawaan Entah dari sisi ibu atau sisi ayah atau bahkan keduanya, bila mereka memiliki kepribadian yang keras, otoriter, kaku, dan penuh pembatasan, maka umumnya mereka akan melakukan pola asuh dengan tipe tersebut. Dan hal semacam ini bisa dikatakan sulit untuk diubah. Terlebih, bila mereka memiliki kondisi emosional atau psikologis yang tidak stabil, tentunya akan membuatnya sulit berempati dan cenderung dipenuhi dengan pikiran negatif setiap saatnya. Dengan begitu, mereka pun akan menerapkan hal tersebut pada pola asuh untuk anaknya. 2. Memiliki Pengalaman yang Sama Saat Kecil Dalam beberapa studi, apabila orang tua punya pengalaman saat kecil di mana mereka diasuh dengan pola otoriter, maka saat besar pun cenderung akan melakukan hal yang sama. Hal ini karena dalam pikiran atau alam bawah sadarnya telah tertanam hal s erupa. Mereka beranggapan bahwa dengan melakukan pola asuh strict parents, maka akan membuat anak sukses atau berkembang seperti mereka. 3. Kecenderungan Memiliki Neurotisme Tinggi Dalam Iranian Journal of Psychiatry tahun 2018, bahwa strict parents dapat membuat anggota keluarga tersebut memiliki tingkat neurotisme yang tinggi. Neurotisme adalah kepribadian yang berhubungan dengan kestabilan emosi seseorang. Hal ini di tandai dengan keraguan, depresi, kecemasan, dan berbagi macam pikiran negatif yang terus bermunculan. Dampak Pola Asuh Strict Parents bagi Anak Walaupun orang tua punya kepribadian yang lembut, namun bila menjalankan pola asuh strict parents maka akan akan mengakibatkan beberapa dampak buruk seperti halnya: A. Kurangnya Rasa Tidak Percaya Diri pada Anak Karena orang tua sendiri tidak pernah memberikan kepercayaan pada anak, maka anak juga tidak punya kesempatan untuk meningkatkan rasa kepercayaan dirinya. Hal inilah yang mengakibatkan anak selalu minder saat berada di lingkungan publik. B. Anak Berpotensi Depresi dan Penuh Ketakutan Dalam suatu jurnal psikologi mengungkapkan, bahwa gaya asuh otoriter atau otoritatif semacam ini akan membuat anak rentan depresi. Mereka takut berbuah salah dan takut mendapatkan hukuman sehingga tidak bebas melakukan aktivitas sehari-harinya. C. Membuat Anak Menjadi Suka Berbohong Dengan pola asuh yang sangat keras dan otoriter, maka anak akan merasa terkekang karena takut mendapatkan hukuman. Jadi, mereka akan berusaha berbohong sehingga ia tidak dapat hukuman oleh orang tuanya. D. Anak Berpotensi Menjadi Pelaku Bullying Anak cenderung akan meniru sosok orang terdekatnya. Oleh karena itu, dengan kebebasan yang begitu terbatas, maka ia akan melampiaskan hal tersebut kepada temannya atau mereka yang lebih lemah dengan pembulian. Cara Mencegah dan Mengatasi Strict Parents Sebagai orang tua, Anda harus mulai memikirkan kembali kondisi anak apabila Anda terus melakukan pola asuh semacam ini. Mereka akan tumbuh dan berkembang dengan kurang kasih sayang. Sementara bagi anak, Anda mungkin bisa mencurahkan hal-hal apa yang ingin kamu utarakan kepada orang tua. Cobalah untuk selalu menghindar perdebatan atau hal-hal yang membuat pikiran semakin negatif. Ajak orang tua untuk main atau liburan bersama untuk mengisi energi dan membentuk ikatan yang lebih baik. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus memeriksakan diri ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater apabila pola asuh strict parents yang dilakukan orang tua sampai membuat anak depresi, penuh akan kecemasan, hingga perubahan perilaku. Narasumber: Dani Tri Astuti, M. Psi, Psikolog Psikolog Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2024-05-14 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/infeksi-saluran-kemih-3/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Infeksi saluran kemih adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada berbagai kelompok usia baik pada laki-laki maupun perempuan. Walau kerap tidak mengancam jiwa, penyakit ini dapat mengganggu kualitas hidup dan dalam taraf tertentu bisa memicu komplikasi yang serius. Mengenal Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih adalah kondisi medis yang terjadi ketika virus, bakteri, jamur, atau parasit menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Saluran kemih terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi yang biasanya disebabkan oleh bakteri ini bisa terjadi pada bagian mana saja dari saluran tersebut. Berdasarkan lokasinya, infeksi saluran kemih (ISK) bisa dibedakan menjadi: Infeksi saluran kemih bagian bawah: hanya kandung kemih dan uretra yang terpengaruh, terdiri atas sistitis (infeksi kandung kemih) dan uretritis (infeksi uretra) Infeksi saluran kemih bagian atas: infeksi mencapai ginjal atau ureter Infeksi pada saluran kemih bawah lebih banyak terjadi ketimbang pada saluran kemih atas. Seperti dijelaskan NHS, walau bisa terjadi pada siapa saja, infeksi saluran kemih lebih mungkin dialami perempuan daripada laki-laki. Sebab, uretra perempuan lebih pendek daripada laki-laki sehingga bakteri lebih mudah menjangkau kandung kemih atau ginjal dan menyebabkan infeksi. Gejala Infeksi Saluran Kemih Gejala infeksi saluran kemih bisa berbeda-beda antara satu orang dan orang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi kemunculan gejala ini, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan infeksi. Gejala yang umum meliputi: Gejala infeksi saluran kemih bagian bawah Lebih sering buang air kecil daripada biasanya Ada rasa seperti terbakar, nyeri, atau tidak nyaman saat buang air kecil Urine berubah warna menjadi keruh, berbau, atau berubah warna Nyeri atau ketidaknyamanan pada area panggul atau perut bagian bawah Terdapat darah dalam urine, kadang jumlahnya sangat sedikit sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop Gejala infeksi saluran kemih bagian atas Demam tinggi dan menggigil Nyeri pada salah satu sisi tubuh, terutama pada area ginjal yang terinfeksi Nyeri pada bagian bawah punggung Gejala lain, termasuk pada anak-anak: Mual dan muntah Kelelahan ekstrem Nafsu makan menurun Diare Penyebab Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih terjadi karena adanya mikroorganisme yang masuk dan berkembang di dalam saluran kemih. Penyebab infeksi saluran kemih paling umum adalah bakteri, terutama infeksi pada saluran kemih bagian bawah. Jenis bakteri yang kerap memicu infeksi ini antara lain Escherichia coli, Enterococcus, dan Staphylococcus saprophyticus. Adapun faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih meliputi: Jenis kelamin perempuan karena uretranya lebih pendek sehingga bakteri lebih gampang menjangkau kandung kemih Sering menggunakan produk kewanitaan seperti panty liner yang mengandung tambahan aroma Kerap memakai sabun antiseptik pada area kewanitaan Aktif dalam berhubungan seksual Tidak menjaga kebersihan area kewanitaan Sedang menjalani perawatan untuk penyakit yang membutuhkan penggunaan kateter kemih Ada gangguan pada sistem imun tubuh, termasuk akibat penyakit seperti HIV/AIDS atau diabetes Sedang menggunakan obat imunosupresan Kurang minum air putih Ada gangguan pada saluran kemih, misalnya batu ginjal atau pembesaran prostat Kerap menahan buang air kecil Menggunakan alat kontrasepsi bagi perempuan Cara Dokter Mendiagnosis Infeksi Saluran Kemih Seperti prosedur diagnostik pada umumnya, dokter pertama-tama akan menanyakan seputar gejala yang dialami pasien dalam diagnosis infeksi saluran kemih. Dokter juga memerlukan informasi lengkap tentang faktor risiko yang mungkin dimiliki pasien tersebut, termasuk riwayat medis dan penggunaan obat-obatan. Adapun jenis tes yang biasa dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah tes analisis urine. Dalam tes ini, pasien akan diminta memberikan sampel urine untuk dianalisis di laboratorium. Dalam analisis ini bisa diketahui keberadaan bakteri yang mungkin menyebabkan infeksi. Tanda adanya infeksi, misalnya peningkatan sel darah putih, juga bisa terdeteksi dalam tes ini. Selain itu, dokter bisa melakukan tes kultur urine untuk memastikan apa jenis bakteri yang memicu infeksi. Dari tes ini, dokter bisa menentukan jenis antibiotik yang tepat dan efektif untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meminta pasien menjalani pemeriksaan tambahan seperti ultrasonografi (USG), pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan), atau sistoskopi bila ada dugaan komplikasi. Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih Penanganan infeksi saluran kemih bergantung pada jenis mikroorganisme yang menyebabkannya. Untuk infeksi akibat bakteri yang paling sering terjadi, dokter akan memberikan antibiotik untuk melenyapkan bakteri tersebut. Pemilihan antibiotik bergantung pada jenis bakteri pemicu infeksi. Adapun untuk meredakan gejala nyeri di area perut atau punggung, dokter bisa meresepkan obat pereda nyeri atau meminta pasien menggunakan kompres hangat. Selain itu, pasien biasanya harus banyak minum air putih guna membantu membersihkan saluran kemih dari bakteri dan meningkatkan efektivitas pengobatan. Sedangkan dalam kasus yang lebih berat, pasien mungkin memerlukan perawatan lebih intensif di rumah sakit. Dalam perawatan ini biasanya pasien akan mendapat antibiotik yang diberikan lewat infus. Komplikasi Infeksi Saluran Kemih Kebanyakan kasus infeksi saluran kemih bisa sembuh dengan pemberian antibiotik yang tepat. Namun tetap ada kemungkinan terjadi komplikasi bila tak mendapat pengobatan yang baik, seperti: Infeksi berulang, yang berarti infeksi saluran kemih dialami dua kali atau lebih dalam enam bulan atau tiga kali atau lebih dalam setahun Kerusakan ginjal permanen Melahirkan secara prematur atau berat badan bayi rendah ketika mengalami infeksi saluran kemih selama hamil Pemendekan uretra pada pria akibat infeksi... - Published: 2024-05-14 - Modified: 2024-05-20 - URL: https://primayahospital.com/en/uncategorized/cloud-cytoma/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Kisah haru dalam drama Korea Queen of Tears memunculkan rasa penasaran para pencinta drakor akan suatu penyakit langka yang menimpa pemeran utamanya: cloud cytoma. Selain langka, penyakit ini diceritakan sangat berbahaya dan bahkan mematikan. Tapi apakah benar dalam kehidupan nyata memang ada penyakit yang diderita Kim Ji Won ini? Mengenal Cloud Cytoma Cloud cytoma adalah nama penyakit yang diderita oleh Kim Ji Won dalam drama Korea populer Queen of Tears. Penyakit langka ini membuat Kim Ji Won kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari, terutama ketika gejalanya kambuh. Gejala yang utama adalah sakit kepala hebat hingga memerlukan obat untuk meredakannya. Selain itu, ada gejala hilang ingatan sementara, gemetar, sesak napas, kesulitan berkonsentrasi, penglihatan kabur, hingga berhalusinasi? Namun ternyata cloud cytoma hanyalah penyakit fiksi yang dibuat oleh sutradara Queen of Tears sebagai pendukung cerita. Meski begitu, bila melihat detail gejala penyakit itu, bisa jadi sang sutradara mengacu pada penyakit yang disebut glioblastoma multiforme (GBM) Glioblastoma multiforme merupakan tumor ganas otak derajat IV berdasarkan klasifikasi WHO. Tumor ini merupakan astrositoma (tumor otak yang berasal dari sel astrosit) paling ganas dengan rata-rata kemungkinan hidup kurang 1 tahun. Metode pengobatan dan perkembangan penyakit tergantung pada lokalisasi tumor, derajat keganasan, profil genetik, aktivitas proliferasi, usia pasien dan skor Karnofsky Pada dasarnya tumor ini merupakan tumor orang dewasa, biasanya terjadi setelah usia 40 tahun dengan insiden puncak antara usia 65 dan 75 tahun. Tingkat Kejadian pada pria dibandingkan dengan wanita berada pada level 1,26: 1. Pada Wanita, resiko kejadian yang lebih tinggi dicatat pada wanita pascamenopause. Gejala Cloud Cytoma Gejala yang timbul dapat bervariasi antara satu orang dan orang lain, tergantung lokasi dan seberapa cepat perkembangan tumor. Tanda tumor ini yang paling umum diantaranya: Nyeri kepala, yang berkembang semakin lama semakin berat, terutama pada pagi atau seusai aktivitas fisik Mual dan muntah yang mungkin terjadi karena peningkatan tekanan dalam tempurung kepala akibat perkembangan tumor Gangguan kognitif (memori) seperti sering lupa, sulit berkonsentrasi, dan kebingungan Perubahan perilaku, antara lain suasana hati yang berubah secara mendadak dan reaksi emosional berlebihan Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh Kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya, dan penglihatan ganda Kejang-kejang Kesulitan tidur atau tidur berlebihan Gangguan bicara seperti bicara pelo atau bahkan tidak bisa bicara. Penyebab cloud cytoma Penyebab tumor ini belum sepenuhnya dapat dijelaskan. Penelitian tentang penyebab glioblastoma masih berlangsung. Perubahan genetik dalam sel otak normal diduga sebagai penyebab Selain itu, ada kemungkinan paparan radiasi yang tinggi dalam berkembangnya glioblastoma, terutama radiasi pada kepala. Paparan bahan kimia beracun juga berpotensi meningkatkan risiko tumor otak. Orang dengan riwayat tumor atau kanker otak dalam keluarga juga lebih berisiko mengalami kondisi ini. Demikian pula bila orang itu memiliki masalah sistem kekebalan tubuh yang lemah atau imunodefisiensi. Virus, seperti human cytomegalovirus (HCMV), juga diyakini sebagai salah satu agen penyebab untuk perkembangan tumor. Bahan kimia yang dianggap berpotensi berbahaya seperti peptisida, senyawa aromatic polisiklik dan pelarut. Medan elektromagnetik dan logam tertentu juga dianggap terlibat dalam perkembangan tumor. Diyakini bahwa penggunaan ponsel tidak menigkatkan risiko pengembangan tumor, tetapi efek penggunaan ponsel dalam jangka panjang masih belum ditentukan. Cara Dokter Mendiagnosis Cloud Cytoma Dokter akan terlebih dulu melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, mengumpulkan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan neurologis. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mengecek kemampuan fungsi otak menyeluruh menyangkut fungsi motorik (kekuatan), sensorik, fungsi luhur (seperti memori, pengenalan diri dan lingkungan, atensi) dan fungsi otonom (fungsi organ dalam, berkemih, suhu) Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang dengan teknik pencitraan seperti magnetic resonance imaging (MRI) atau pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) untuk mengidentifikasi lokasi tumor yang pasti. Biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari tumor juga diperlukan untuk menentukan diagnosa pasti dari tumor untuk membantu menentukan prognosis dan jenis terapi yang tepat, sampel jaringan ini dikirim ke laboratorium patologi anatomi untuk dianalisis lebih lanjut. Cara Mengatasi Cloud Cytoma Karakteristik tumor ini yang dialami satu pasien dan lainya bisa berbeda, tergantung tingkat keparahannya. Karena itu, metode penanganan penyakit ini pun bervariasi dan bisa dikombinasikan. Di antaranya: Operasi untuk mengangkat sebanyak mungkin tumor otak tanpa merusak jaringan otak yang sehat Radioterapi menggunakan sinar-X untuk menghentikan pertumbuhan tumor Kemoterapi dengan obat-obatan yang diminum atau disuntikkan untuk mematikan sel kanker Terapi tertarget yang mirip dengan kemoterapi, tapi langsung ditujukan ke protein tertentu yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tumor Imunoterapi dengan obat-obatan atau vaksin yang mengaktifkan sistem imun tubuh untuk melawan sel kanker Tata laksana kejang Tata laksana nyeri Selain tindakan medis langsung tersebut, pasien bisa memerlukan perawatan pendukung seperti terapi psikologis, terapi wicara, terapi okupasi, atau terapi fisik guna menjaga kualitas hidup. Komplikasi Cloud Cytoma Glioblastoma atau cloud cytoma dalam Queen of Tears bisa menimbulkan komplikasi jika tak kunjung mendapat perawatan yang memadai. Komplikasi itu mencakup masalah neurologis yang bisa mengganggu kegiatan sehari-hari hingga kematian. Selain itu, pasien glioblastoma lebih berisiko terkena infeksi, terutama bila sistem imun... - Published: 2024-05-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-saraf/hidrosefalus/ - Kategori: Bedah Saraf, Penyakit - Tag: Hidrosefalus - Translation Priorities: Optional Hidrosefalus adalah kondisi penumpukan cairan pada otak anak atau bayi yang mengakibatkan pembengkakan kepala. Walau demikian, kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa. Bila pada anak dan bayi mampu membuat ukuran kepala membesar, namun pada orang dewasa tidaklah demikian, hanya menimbulkan rasa sakit hebat akibat tekanan cairan yang terus menumpuk di rongga otak. Lalu, apakah penyakit ini dapat disembuhkan? Bila ingin tahu faktanya yuk simak rinciannya di bawah ini. Pengertian Hidrosefalus Hidrosefalus adalah penumpukan cairan pada rongga ventrikel otak yang mengakibatkan tekanan pada bagian otak. Pada bayi baru lahir atau anak yang ubun-ubunnya belum menyatu dapat mengakibatkan ukuran kepala membesar. Namun pada orang dewasa, kondisi ini akan menyebabkan sakit kepala hebat. Sejatinya, otak memproduksi cairan secara terus menerus untuk melindunginya dari cedera, membuang limbah hasil sampah metabolisme otak, serta menjaga tekanan otak. Cairan tersebut bernama cairan serebrospinal. Nah, cairan ini akan dialirkan melalui sumsum tulang belakang dan otak untuk diserap pembuluh darah sehingga kondisinya selalu seimbang. Pada kondisi hidrosefalus baik produksi maupun penyerapan cairan tersebut tidak seimbang sehingga mengakibatkan penumpukan di bagian rongga otak. Pada bayi atau anak yang tulang tengkoraknya masih berkembang, tentu tekanan dari penumpukan cairan ini akan membuat ukuran kepala menjadi lebih besar. Lalu, apakah hidrosefalus dapat disembuhkan? Perlu Anda ketahui, bahwa kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Namun terapi yang sesuai harus cepat dilakukan sehingga penderitanya dapat hidup normal seperti sedia kala. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat mengganggu fungsi otak mulai dari kerusakan otak, penurunan kecerdasan, gangguan tumbuh kembang, dan masalah kognitif khususnya pada bayi dan anak. Penyakit Hidrosefalus (Hydrocephalus) Gejala Utama Membesarnya ukuran kepala bayi atau anak Dokter Spesialis Dokter spesialis neurologi (otak dan saraf) dan dokter bedah saraf Penyebab Utama Penumpukan cairan serebrospinal pada rongga ventrikel otak. Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek tahap lanjut Faktor Risiko Semua orang, khususnya bayi dan anak-anak Pengobatan Pembedahan Pencegahan Tidak ada pencegahan khusus Komplikasi Kerusakan otak, gangguan tumbuh kembang anak Faktor Risiko Hydrocephalus tergolong sebagai cacat bawaan lahir yang kerap dialami oleh bayi dan anak. Walau demikian, kondisi ini pun dapat menjangkit pada orang dewasa khususnya pada lansia dengan usia di atas 60 tahun. inilah beberapa faktor risiko lainnya: Cacat / prematur sejak dalam kandungan Perdarahan pada bagian ventrikel otak Infeksi pada ibu hamil Pernah operasi kepala Cedera parah pada kepala Infeksi otak Infeksi sumsum tulang belakang Tumor otak Tumor sumsum tulang belakang Jenis-Jenis Hydrocephalus Hidrosefalus terbagi ke dalam beberapa kategori apabila dibedakan sesuai kondisi penumpukan cairan serta cacat strukturnya. Berikut rinciannya: ngenital hydrocephalus. Kondisi hidosefalus bawaan lahir yang terjadi akibat genetik maupun karena perkembangan janin yang tidak normal. Acquired hydrocephalus. Jenis hydrocephalus akibat suatu penyakit atau cedera yang baru berkembang saat dewasa atau saat bayi sudah dilahirkan. Normal pressure hydrocephalus. Biasa terjadi pada orang lanjut usia di atas 60 tahun namun bisa juga terjadi pada setiap orang dengan ciri khas berupa pelebaran ventrikel bertekanan normal. Communicating hydrocephalus. Kategori hydrocephalus akibat cairan otaknya yang berlebih, namun tidak terhalang alirannya dalam ventrikel otak. Non-communication (obstructive) hydrocephalus. Jenis hydrocephalus yang bersifat obstruksi atau kerusakan karena terjadi penyumbatan aliran cairan yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan dalam otak. Hydrocephalus ex-vacuo. Jenis hidrosefalus yang paling umum terjadi pada usia lanjut karena kondisi penyakit degeneratif atau penyusunan jaringan otak seperti pada penderita alzheimer dan stroke. Penyebab Hidrosefalus Berdasarkan informasi dari laman situs American Association of Neurological Surgeons, menyatakan bahwa penyebab hidrosefalus ialah karena penumpukan cairan serebrospinal di bagian rongga ventrikel otak. Tekanan yang terus menumpuk membuat ukuran kepala dapat membesar pada bayi dan anak-anak. Sementara pada dewasa dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat. Gejala Hidrosefalus Terdapat beberapa gejala hidrosefalus yang perlu Anda ketahui seperti halnya beberapa hal berikut ini: Ukuran kepala membesar pada bayi Benjolan lunak di atas kepala bayi Pandangan mata bayi cenderung ke bawah Bayi/anak mudah rewel, menangis, atau marah Mudah mengantuk Sakit kepala Pelemahan pada otot Nafsu makan berkurang Mata juling Kejang otot Kesulitan berkonsentrasi Mual dan muntah Penurunan kemampuan kognitif Keseimbangan tubuh terganggu Diagnosis Mendiagnosis penyakit ini perlu beberapa langkah yang harus dokter lakukan seperti halnya berikut ini: Wawancara medis Pemeriksaan fisik Cek fungsi otot dan indera Cek fungsi kognitif Tes USG saat hamil Tes MRI CT Scan Pencegahan Tidak ada pencegahan khusus terkait masalah ini. Namun, untuk meminimalisir terjadinya hidrosefalus pada anak maka sebagai ibu hamil Anda harus rutin periksa setiap tahap kehamilan ke dokter. Pengobatan Hidrosefalus Belum ada pengobatan khusus yang benar-benar efektif untuk kondisi ini. Namun, dokter biasanya akan melakukan perawatan pada bayi/anak dengan rincian seperti berikut: Ventrikulostomi (membuat lubang kecil untuk memudahkan aliran cairan serebrospinal) Sistem shunt (pembedahan dengan tabung katup dalam otak untuk menghilangkan kelebihan cairan serebrospinal) Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan buah hati Anda ke dokter spesialis neurologi (otak dan saraf) bila terlihat gejala hidrosefalus yang muncul. Bila nantinya diperlukan tahap pengobatan lebih lanjut, maka akan dilakukan rujuk ke dokter spesialis bedah saraf. Narasumber: dr. Centery, Sp. BS Spesialis... - Published: 2024-05-11 - Modified: 2024-03-19 - URL: https://primayahospital.com/gizi/susu-evaporasi/ - Kategori: Gizi Susu evaporasi adalah salah satu jenis produk susu yang banyak beredar di masyarakat. Susu kental ini umumnya dijual dalam kaleng dengan tekstur kental. Namun susu ini berbeda dengan susu kental manis yang bisa dibilang lebih populer. Apa itu susu evaporasi, kandungan, manfaat, dan cara mengonsumsinya akan dibahas dalam artikel ini. Apa Itu Susu Evaporasi Susu evaporasi adalah produk susu yang telah melalui pemrosesan khusus untuk menghilangkan sebagian besar air yang terkandung di dalamnya. Pemrosesan dengan cara pemanasan itu membuat sekitar 60 persen kandungan air dalam susu menguap dan menghasilkan susu yang lebih kental dengan warna lebih kekuningan ketimbang susu biasa. Secara umum, proses pembuatan susu evaporasi diawali dengan memanaskan susu segar di wadah tertutup dalam tekanan rendah. Dari proses pemanasan ini, suhu yang tinggi akan menyebabkan kandungan air dalam susu menguap. Hasilnya adalah susu dengan tekstur lebih tebal atau kental. Seusai pemanasan, susu kental tersebut akan didinginkan dan dikemas dalam wadah untuk didistribusikan. Berkat proses tersebut, nutrisi yang terkandung dalam susu evaporasi secara umum lebih tinggi daripada susu segar. Seperti dikutip dari Healthline, susu evaporasi setidaknya memiliki kandungan kalsium, magnesium, dan zinc lebih tinggi daripada susu sapi segar. Susu evaporasi umumnya berasal dari susu sapi segar. Tapi susu kambing atau susu lain dapat pula diproses menjadi susu evaporasi. Susu evaporasi banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan masakan atau kue. Susu ini juga bisa dikonsumsi langsung. Namun susu evaporasi berbeda dengan susu kental manis. Meski tekstur dan kemasannya mirip, perbedaan utamanya adalah susu evaporasi tak diberi tambahan gula sehingga rasanya cenderung tidak manis. Kandungan Susu evaporasi mengandung beragam nutrisi yang penting bagi kesehatan tubuh. Meskipun sebagian besar air telah dihilangkan melalui proses penguapan, nutrisi-nutrisi tersebut tetap terkonsentrasi dalam susu evaporasi. Berikut ini beberapa kandungan utama dalam susu evaporasi: Protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk kulit, otot, dan rambut Lemak sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, misalnya A, D, E, dan K Karbohidrat sebagai sumber energi Kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi serta mencegah risiko osteoporosis Fosfor yang berguna untuk kesehatan tulang dan gigi Kalium untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh serta menunjang fungsi saraf dan otot yang normal Vitamin A untuk kesehatan mata dan kulit serta sistem kekebalan tubuh Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh Vitamin B, termasuk B2, B3, dab B12 untuk menunjang metabolisme dan fungsi saraf Zat besi untuk pembentukan sel darah merah Kandungan nutrisi dalam susu evaporasi bisa berbeda-beda, sesuai dengan merek dan metode produksinya. Kadang produsen juga menambahkan vitamin dan mineral ke produk susunya demi meningkatkan nilai gizi. Untuk mendapatkan informasi lebih detail, cek label produk yang akan dibeli. Manfaat Susu Evaporasi Susu evaporasi bisa memberikan sederet manfaat kesehatan yang mencakup: Memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin Meningkatkan kesehatan tulang dan gigi dengan adanya kandungan fosfor dan kalsium Menjadi sumber energi yang baik lewat kandungan lemak dan karbohidrat, khususnya bagi orang-orang dengan kebutuhan kalori yang tinggi Merawat dan meningkatkan kesehatan kulit dengan adanya vitamin A yang terkandung dalam susu evaporasi Menguatkan daya tahan tubuh sehingga tak mudah terkena infeksi berkat kandungan vitamin A dan D serta kalium Meningkatkan kesehatan serta membangun dan memperbaiki jaringan otot, termasuk menjaga kekuatan dan elastisitas otot Membantu pemulihan setelah sakit atau menjalani operasi Menjadi sumber nutrisi yang baik pada masa tumbuh-kembang anak-anak Alternatif susu segar yang lebih mudah disimpan dan dimanfaatkan karena lebih tahan lama Bisa diolah menjadi berbagai macam makanan atau minuman Cara Mengonsumsi Susu Evaporasi Susu evaporasi punya kelebihan sebagai produk susu yang bisa dikonsumsi dengan berbagai cara. Berikut ini beberapa di antaranya: Diminum langsung dengan cara mencampurkannya ke dalam air putih biasa ataupun air hangat Sebagai tambahan minuman panas seperti kopi, teh, atau cokelat sehingga minuman lebih kaya rasa dan ada sensasi creamy Menjadi tambahan minuman dingin seperti soda gembira, milkshake, atau smoothie Bahan tambahan sarapan, misalnya dengan dituangkan ke sereal atau oatmeal atau dijadikan olesan untuk roti panggang Sebagai bahan tambahan untuk membuat kue, pai, es krim, puding, dan hidangan lain Susu evaporasi memang memiliki banyak manfaat dan mudah diolah, tapi penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan seimbang sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Terutama bagi anak-anak yang memiliki alergi terhadap produk susu atau intoleransi laktosa. Susu evaporasi juga tak bisa dijadikan pengganti air susu ibu yang merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi. Agar lebih aman, berkonsultasilah dengan dokter dulu sebelum memilih dan mengonsumsi produk susu evaporasi bagi diri sendiri dan keluarga. Narasumber: dr. Margaretha Dianasanti, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2024-05-11 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kolesterol-normal/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: Kolesterol Normal - Translation Priorities: Optional Kolesterol merupakan salah satu tipe lemak dalam tubuh yang berfungsi untuk membangun sel-sel sehat. Namun, apabila jumlahnya di atas atau di bawah ambang kolesterol normal, maka hal tersebut dapat mengakibatkan berbagai masalah bagi kesehatan. Jadi, penting sekali untuk memastikan kondisi level kolesterol kita agar selalu dalam level yang normal setiap saatnya. Lalu berapa kadar kolesterol normal yang harus kita pertahankan? Yuk simak informasi berikut ini untuk mengetahuinya. Apa itu Kolesterol? Kolesterol adalah jenis lemak yang diproduksi secara alami oleh tubuh maupun berasal dari sumber makanan hewani. Jenis lemak ini berperan penting dalam metabolisme tubuh mulai dari produksi vitamin D, membantu pencernaan lemak dari asam empedu, hingga produksi berbagai jenis hormon. Kolesterol akan di bawah oleh protein untuk diedarkan melalui darah. Gabungan antara kolesterol dan protein disebut sebagai lipoprotein. Terdapat dua jenis lipoprotein utama yang ada dalam tubuh yaitu lipoprotein dengan kepadatan rendah atau yang disebut sebagai kolesterol jahat (LDL). Ada pula lipoprotein dengan kepadatan yang tinggi atau disebut kolesterol baik (HDL). Keduanya berperan penting dalam tubuh. LDL akan mengangkut kolesterol dari liver/hati untuk di edarkan ke sel-sel yang membutuhkan. Namun, apabila kadarnya berlebihan, maka akan mengendap di pembuluh darah dinding arteri yang menyebabkan berbagai jenis penyakit. Sementara HDL tugasnya untuk mengangkut kolesterol kembali ke organ hati/liver. Nantinya, kolesterol tipe ini akan dihancurkan dan keluarkan melalui feses saat buang air besar. Kadar kolesterol normal juga dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel baru agar tetap berfungsi secara optimal. Namun, apabila jumlahnya terlalu rendah maupun terlalu tinggi, maka dapat mengakibatkan beragam masalah seperti penyakit maupun aneka komplikasi. Saat kadar kolesterol tinggi, maka dapat mengakibatkan beragam gejala penyakit. Contohnya gangguan sirkulasi darah, stroke, hingga penyakit jantung. Jadi, pemeriksaan secara rutin untuk mengontrol tingkat level kolesterol sangatlah diperlukan. Faktor Risiko Kolesterol Tidak Normal Ada beberapa kondisi yang mengakibatkan kadar kolesterol melampaui kadar normal. Kondisi ini disebut sebagai kolesterol tinggi atau dalam istilah medis disebut sebagai hiperkolesterolemia. Endapan kolesterol jahat yang berlebihan pada arteri pembuluh darah dapat mengakibatkan banyak masalah bagi kesehatan. Peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh umumnya akibat dari beberapa faktor risiko berikut: Kurang olahraga Kegemukan Merokok Pola makan buruk Usia di atas 40 tahun Konsumsi alkohol Penyebab Kolesterol Tidak Normal Mengacu pada laman Cleveland Clinic, terdapat beberapa penyebab seseorang dapat mengalami kolesterol tinggi yaitu: Mengonsumsi makanan dengan kolesterol tidak sehat Kurang olahraga Faktor keturunan atau riwayat keluarga Memiliki penyakit ginjal kronis Lupus Diabetes HIV/AIDS Hipotiroidisme Gejala Kolesterol Tidak Normal Umumnya, kadar kolesterol tinggi tidak menimbulkan beragam gejala. Justru gejalanya sendiri bila sudah lama saat terbentuk plak pada pembuluh arteri. Adanya plak ini akan mempersempit arteri yang mengakibatkan darah kesulitan melewatinya. Akibatnya, susunan lapisan ateri sendiri dapat berubah dan pengendapan pun akan semakin menumpuk. Hal ini akan mengakibatkan penurunan oksigen maupun nutrisi ke jantung dan otak serta ke berbagai organ tubuh lainnya. Gejala yang muncul biasanya berupa rasa sakit di dada bagian depan. Juga pada bagian lengan khususnya saat seseorang sedang beraktivitas fisik atau sedang stres. Diagnosis Kolesterol Normal Pengecekan level kolesterol dalam darah bisa dilakukan dengan tes darah. Cukup mudah menentukan kadar kolesterol menggunakan alat pengukur tes panel lipid. Dengan alat ukur tersebut, Anda bisa mengetes kadar kolesterol total, HDL, LDL, maupun trigliserida. Untuk pengambilan sampel darahnya sendiri Anda akan diminta untuk puasa 12 jam sebelumnya agar hasilnya akurat. Berapa Kadar Kolesterol Normal? Kadar kolesterol normal dibedakan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Berikut ini rincian lengkapnya: Laki-Laki Usia LDL HDL Total Kolesterol Usia < 19 tahun < 110 mg/dL > 45 mg/dL < 170 mg/dL Usia > 20 tahun < 100 mg/dL > 40 mg/dL 125–200 mg/dL Perempuan Usia LDL HDL Total Kolesterol Usia < 19 tahun < 110 mg/dL > 45 mg/dL < 170 mg/dL Usia > 20 tahun < 100 mg/dL > 50 mg/dL 125–200 mg/dL Seberapa Sering Cek Kolesterol? Dokter akan memberitahukan secara rinci kapan Anda harus mengecek kolesterol secara rutin. Umumnya, hal tersebut dibedakan berdasarkan: Usia Jenis kelamin Riwayat keluarga Risiko penyakit jantung Tips Menjaga Kadar Kolesterol Normal Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar kadar kolesterol dalam tubuh dapat tetap normal sehingga risiko penyakit pun dapat berkurang. Berikut rinciannya: Konsumsi makanan rendah kolesterol termasuk makanan dengan lemak jenuh tinggi. Contohnya adalah gorengan, susu full cream, dan juga daging merah. Makan makanan dengan kadar serat tinggi seperti halnya pada kacang-kacangan, sayuran, oatmel, dan buah-buahan. Konsumsi makanan tinggi asam lemak omega 3. Jenis lemak ini tidak memengaruhi tingkat LDL bahkan justru bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sumber terbanyak ada di ikan laut. Lakukan gaya hidup sehat seperti olahraga secara rutin, tidak mengonsumsi alkohol, dan hindari merokok. Kapan Harus ke Dokter? Hubungi dokter apabila Anda didiagnosis mengalami kolesterol tinggi. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan pengecekan kadar kolesterol secara rutin agar mengetahui apakah kadar kolesterol Anda normal ataukah tidak. Narasumber: dr. Mohammad Irfan, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-05-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/penyebab-bab-berdarah/ - Kategori: Bedah Digestif, Penyakit - Tag: BAB Berdarah - Translation Priorities: Optional Penyebab BAB berdarah bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu karena adanya perdarahan pada usus. Walaupun kondisi ini tidak mesti gejala dari kondisi kesehatan yang serius, namun Anda harus segera berkonsultasi ke dokter karena bisa jadi gejala dari penyakit fatal. Untuk itu, Anda tidak boleh menganggapnya secara remah. Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter, yuk simak dahulu informasi lengkap seputar BAB berdarah yang kami ulas di bawah ini. Apa itu BAB Berdarah? BAB berdarah adalah kondisi ketika feses saat buang air besar bercampur dengan darah. Jumlah darah dan warna darah sangat berpengaruh terhadap kondisi atau penyakit yang mendasarinya. Perdarahan pada saat BAB bisa dikelompokkan dalam kelas ringan, berat, sedang, hingga kategori mengancam nyawa. Jadi, penting sekali untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda melihat adanya bercak darah di feses saat Anda sedang BAB. Sebagian besar kasus terjadinya BAB berdarah pada pasien diakibatkan oleh wasir dan sembelit parah. Namun, beberapa gangguan penyakit serius seperti peradangan usus juga dapat menjadi penyebab yang mendapatinya. Darah yang keluar bersamaan dengan feses umumnya berasal dari usus besar, lambung, rektum, hingga anus. Semakin ke atas maka darah yang keluar akan semakin menghitam keluarnya. Jadi, bila darah yang keluar merupakan darah segar berwarna merah terang, maka tandanya darah tersebut keluar dari bagian saluran pencernaan bagian bawah seperti anus atau usus besar. Sementara bila darah yang keluar berwarna kehitaman, maka bisa dari saluran pencernaan bagian atas tengah seperti usus halus, usus besar. Namun, jika yang keluar berupa darah berwarna gelap seperti tar, maka itu artinya darah keluar dari area lambung. Akan tetapi, hal tersebut butuh diagnosis pasti dari dokter untuk mengetahui penyebab utama yang mendasarinya. Penyakit BAB Berdarah Gejala Utama Nyeri perut, gejala sesuai kondisi yang mendasarinya Dokter Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Wasir, sembelit, radang usus Diagnosis Wawancara medis, dan beberapa cek tahap lanjut Pengobatan Pengobatan sesuai penyakit atau kondisi yang mendasarinya Pencegahan Pencegahan berdasarkan kondisi yang mendasarinya Faktor Risiko Mengalami konstipasi (sembelit) Menderita sirosis hati Mengonsumsi obat NSAID jangka panjang Mengonsumsi alkohol berlebihan Penyebab BAB Berdarah Mengutip dari British Journal of General Practice, bahwa BAB berdarah disebabkan karena adanya masalah pada saluran pencernaan. Berikut ini beberapa masalah pencernaan yang berkaitan dengan BAB berdarah yang perlu Anda ketahui penyebabnya: 1. Ambeien (Wasir) Umumnya, BAB berdarah diakibatkan oleh wasir yang mana terjadi inflamasi pada anus dan pembengkakan pembuluh darah sehingga darah dapat terbawa oleh feses saat sedang buang air besar. 2. Fisura Ani Berbeda dengan wasir, fisura ani merupakan kulit anus yang robek sehingga akan menimbulkan perdarahan. Darah sendiri akan ikut terbawa oleh feses dengan warna yang segar/terang. 3. Fistula Ani Saat bagian antara kulit sekitar anus dan ujung usus besar terbentuk suatu saluran, maka bisa mengakibatkan rasa sakit yang kadang timbul infeksi sehingga mengeluarkan nanah maupun darah yang akan ikut terbawa feses. 4. Radang Usus Inflammatory Bowel Disease atau radang usus merupakan salah satu penyebab umum terjadinya feses yang mengeluarkan darah. Kondisi ini sering kali ditandai dengan sakit perut, kram, dan perut kembung. 5. Diverkulitis Yaitu inflamasi yang terjadi pada kantong kecil yang terletak di lapisan usus. Peradangan ini pun menimbulkan gejala berupa feses yang mengeluarkan darah, demam, sakit perut, mual-mual, dan muntah. 6. Tukak Lambung Saat lapisan lambung atau duodenum terluka, maka darah dapat keluar dan terbawa oleh makanan yang nantinya akan diproses lebih lanjut di saluran pencernaan. Oleh karena itu, darah yang keluar biasanya berwarna merah gelap seperti tar. 7. Angiodisplasia Yaitu kondisi saat dinding pembuluh darah pada area sekitar usus mengalami pembengkakan. Hal ini terjadi pada lansia akibat adanya penuaan sel-sel tubuhnya. 8. Sindrom Iritasi Usus Besar Salah satu gangguan pencernaan yang membuat sistem pencernaan berkontraksi secara tidak stabil. Akibatnya, kita akan sering buang air besar atau justru sembelit. Kondisi sembelit parah inilah yang dapat mengakibatkan bab berdarah. 9. Kanker Kolorektal Jenis kanker satu ini dapat mengakibatkan feses berdarah dengan warna yang gelap. Penderita penyakit ini juga akan mengalami gejala pucat, lemas, sakit perut, hingga sembelit. 10. Penyebab Lain Ada beberapa penyebab lainnya yang dapat mengakibatkan BAB berdarah seperti halnya: Polip usus besar Ragam infeksi saluran cerna Varises esofagus Esofagitis Sindrom Mallory Weiss Kanker lambung Gastritis Gejala BAB Berdarah Gejala pada tiap orang berbeda-beda yang menyesuaikan dengan kondisi penyakit yang mendasarinya. Yang jelas, untuk BAB berdarah akan mengeluarkan darah pada fesesnya. Kadang disertai dengan sakit perut, mual, muntah, sembelit, diare, atau gangguan pencernaan lainnya. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter akan mendiagnosa berdasarkan wawancara medis terkait riwayat kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan seperti: Pemeriksaan feses Angiografi Endoskopi Rontgen Laparatomi Pengobatan BAB Berdarah Terdapat beberapa penangan yang kerap dokter lakukan untuk mengobati BAB berdarah. Di antaranya yaitu: Perubahan gaya hidup sehat seperti tidak minum alkohol, konsumsi makan kaya serat, tidak mengejan saat BAB, cukupi cairan tubuh. Pemberian obat-obatan oleh dokter seperti antibiotik, obat penurun asam lambung, obat untuk penghenti pendarahan. Kolostomi yaitu mengeluarkan feses dari perut dengan... - Published: 2024-05-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/antihistamin/ - Kategori: Obat, Penyakit Dalam - Tag: Antihistamin - Translation Priorities: Optional Saat seseorang menderita rhinitis alergi, maka dokter akan memberikan lini pertama pengobatan berupa antihistamin. Obat golongan ini terbilang cukup efektif dalam menghambat reaksi alergi akibat paparan alergen. Walau demikian, penyakit alergi tidak dapat disembuhkan dengan antihistamin, hanya mencegah, mengendalikan, dan meringankan gejalanya saja. Belum ada pengobatan yang terbukti efektif dalam menyembuhkan alergi hingga saat ini. Yuk ketahui hal-hal yang berkaitan dengan antihistamin di bawah ini. Apa itu Antihistamin? Antihistamin adalah golongan obat yang bermanfaat untuk meringankan gejala alergi seperti halnya bersin-bersin, pilek, hidung meler, mata merah, kulit muncul ruam, bentol-bentol, dan banyak lagi. Seperti namanya, obat ini bekerja sebagai antagonis dari histamin. Nah, histamin sendiri yaitu zat yang secara alami diproduksi oleh sistem pertahanan imun tubuh terhadap zat-zat asing yang masuk. Zat ini dibuat oleh suatu sel darah putih yang dinamakan basofil ketika sedang ada paparan zat asing berbahaya yang masuk ke tubuh seperti virus, bakteri, atau zat racun. Akan tetapi, saat sistem tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat tidak berbahaya yang masuk tersebut, maka akan terjadi reaksi yang serupa karena menganggapnya sebagai zat berbahaya. Zat itulah yang dinamakan sebagai zat alergen. Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap zat alergen. Contohnya yaitu ada yang alergi terhadap serbuk sari bunga, kacang, telur, bulu binatang, dan berbagai benda-benda lainnya. Kelas obat ini terbagi menjadi 2 yang mengarah pada reseptor yang berbeda-beda. Berikut ini rinciannya: Antihistamin antagonis reseptor H-1: berhubungan dengan reseptor H-1 yang berfungsi untuk mengatasi alergi pada kulit seperti urtikaria dan alergi pada saluran pernafasan seperti rhinitis alergi. Antihistamin antagonis reseptor H-2: jenis obat yang berhubungan dengan reseptor H-2 yang mengarah pada sistem saluran pencernaan atas seperti untuk keperluan mengatasi asam lambung berlebihan. Artikel kali ini akan lebih fokus dalam membahas tentang tipe antihistamin antagonis reseptor H-1. Golongan Obat Antihistamin Kelas Obat Antihistamin antagonis reseptor H-1 & H-2 Bentuk Obat Tablet, kapsul, sirup Manfaat/Indikasi Mengatasi gejala reaksi alergi Dikonsumsi Oleh Anak dan dewasa Kategori Ibu Hamil Menyesuaikan dengan jenis obatnya Peringatan Ibu Menyusui Penggunaan obat ini untuk ibu menyusui harus atas saran dokter Jenis-Jenis Antihistamin Berdasarkan Generasinya Antihistamin terbagi menjadi dua kategori berdasarkan generasi atau waktu pembuatannya dan efek sampingnya yang berupa: 1. Antihistamin Generasi Pertama Golongan obat ini mulai ditinggalkan penggunaannya. Walaupun harganya lebih murah, namun efek samping sedasinya yang tinggi sangat membuat kantuk. Bahkan dapat mengakibatkan efek samping lain seperti mata kering, mulut kering, masalah kardiovaskular, hingga daya kerjanya yang pendek. Contohnya yaitu: Chlorpheniramine (CTM) Diphenhydramine 2. Antihistamin Generasi Kedua Jenis obat yang bersifat selektif sehingga hanya berpengaruh pada sel-sel yang tertarget saja. Obat ini pun tidak menembus sawas darah otak atau hanya tingkat rendah saja sehingga tidak menyebabkan mengantuk atau efek samping lain seperti pada generasi pertama. Daya kerjanya juga lebih panjang dan punya efek antiinflamasi. Berikut contohnya: Cetirizine Fexofenadine Loratadine Manfaat Antihistamin Mengacu pada informasi dari situs Cleveland Clinic, bahwa manfaat antihistamin yaitu untuk mengatasi rinitis alergi dan urtikaria (biduran) atau kondisi lain yang mengakibatkan beberapa gejala seperti: Kulit gatal Ruam merah Bentol-bentol Hidung gatal Hidung tersumbat Pilek meler Mual Muntah Sesak nafas Mata merah dan berair Mata gatal Hipersensitivitas obat Batuk Bersin-bersin Alergi makanan Dosis dan Aturan Pakai Antihistamin Dosis dan aturan pakai obat ini harus sesuai saran dan resep dokter mengingat obat ini tergolong sebagai obat resep walau ada yang berupa obat bebas terbatas. Setiap obat pun memiliki dosis dan aturan pakai yang berbeda-beda. Bagaimana Cara Menggunakan Antihistamin? Minumlah obat sesuai dengan saran dokter atau sesuai petunjuk pada kemasan yang tersedia. Anda dapat meminumnya saat perut kosong ataupun setelah makan. Versi tablet dan kaplet harus diminum utuh tanpa mengunyah atau menghancurkannya, kecuali dokter berkata lain. Versi sirup harus di kocok terlebih dahulu sebelum Anda meminumnya. Cara Penyimpanan Obat ini tidak butuh tempat penyimpanan khusus, yang penting usahakan menyimpannya di tempat yang sejuk, kering, tidak kena paparan sinar matahari langsung. Interaksi dengan Obat Lain Masing-masing jenis obat golongan antihisitamin punya interaksi yang berbeda-beda terhadap obat lain. Jadi, Anda perlu membacanya dahulu pada kemasan yang tersedia atau menanyakan langsung ke dokter. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Antihistamin Informasikan ke dokter apabila Anda sedang berada pada kondisi di bawah ini: Punya alergi terhadap obat golongan ini. Sedang hamil, menyusui, atau berencana hamil. Memiliki diabetes, masalah BAK, glaukoma, pembesaran prostat, epilepsi. Sedang minum obat – obatan lainnya maupun suplemen. Jangan mengemudi atau beraktivitas tinggi konsentrasi bila minum antihistamin. Efek Samping dan Bahaya Antihistamin Obat Generasi Pertama Mengantuk Sakit kepala Pusing Mulut kering Mata kering Sembelit Penglihatan kabur Detak jantung cepat Sulit buang air kecil Penebalan mukosa hidung Tekanan darah rendah Obat Generasi Kedua Sakit kepala Pusing Kelelahan Batuk Sakit tenggorokan Mual Muntah Perut tidak nyaman Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila timbul gejala efek samping setelah mengonsumsi obat antihistamin. Bila mengalami gejala overdosis ataupun reaksi alergi parah, maka Anda perlu membawanya ke unit gawat darurat. Narasumber: dr. Pratiwi Quaranita Meagaung, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam... - Published: 2024-05-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/mometasone-furoate/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Obat - Tag: Mometasone Furoate - Translation Priorities: Optional Sebagian besar penyakit kulit ditandai dengan adanya inflamasi atau peradangan. Untuk mengatasinya, obat kortikosteroid baik dalam bentuk salep maupun tablet merupakan pilihan yang kerap dokter berikan. Salah satu jenisnya yaitu mometasone furoate. Obat ini tergolong sebagai kortikosteroid topikal yang umumnya tersedia dalam bentuk salep. Nah, bila Anda ingin tahu lebih mendetail seputar mometasone furoate dan cara kerjanya, yuk simak informasi lengkapnya di bawah ini. Apa itu Mometasone Furoate? Mometasone furoate adalah obat golongan kortikosteroid yang bermanfaat untuk mengatasi inflamasi atau peradangan pada kulit. Beberapa gangguan kulit yang dapat diobati dengan obat ini meliputi gatal, bentol-bentol, kemerahan, memar, dan jenis peradangan lainnya. Beberapa contoh kondisi penyakit kulit yang kerap diobati dengan bahan ini meliputi dermatitis atopik, eksim, seboroik dermatitis, dan psoriasis. Dari segi tingkat kekuatannya, mometasone furoate memiliki kekuatan sedang. Dokter umumnya akan meresepkan obat ini apabila obat kortikosteroid berkekuatan ringan tidak mempan seperti halnya hydrocortisone. Umumnya, obat ini hanya untuk obat luar dalam bentuk salep, krim, ataupun jenis obat oles lainnya. Namun, ada beberapa produsen yang membuatnya dalam bentuk inhaler, lotion, dan semprot hidung. Akan tetapi, artikel kali ini akan lebih fokus membahas mometasone furoate topikal. Selain Mometasone Furoate generik, di pasaran Anda bisa menemukan banyak merek dagang dari obat ini seperti halnya: Dermamone, Modexa, Elocon, Momefion, Iflacort, Momero, Mesone, Intercon, Inameta, TOL, Elomep, Meradan, Mesonta, Mesocon, Mefurosan, Mofacort, Protason, Ufimeson, Nusone. Nama Obat Mometasone Furoate Kategori Obat Obat kortikosteroid topikal Golongan Obat Obat resep, obat keras Bentuk Obat Salep, krim, inhaler, semprot hidung, lotion Manfaat/Indikasi Mengatasi berbagai jenis peradangan pada kulit Digunakan Oleh Anak ≥2 tahun dan dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori C, tidak ada efek samping pada janin, namun belum tersedia studi kontrol untuk ibu hamil Peringatan Ibu Menyusui Dapat digunakan oleh ibu menyesuai, hindari mengoles di area puting Manfaat Mometasone Furoate Mometasone Furoate berfungsi untuk mengatasi peradangan kulit dengan cacara mengaktifkan zat alami yang telah ada pada kulit tersebut. Jadi, kondisi seperti gatal-gatal, memar, bentol-bentol, kemerahan, dapat teratasi dengan obat ini. Untuk kondisi penyakit kulit yang dapat Anda obati dengan obat ini meliputi: Psoriasis Dermatitis atopik Seboroik dermatitis Eksim Dosis dan Aturan Pakai Mometasone Furoate Obat ini tersedia dalam kemasan salep/krim dengan konsentrasi 0,1%. Gunakan dengan cara mengoleskan tipis-tipis pada kulit yang bermasalah. Cukup aplikasikan hanya 1x per harinya hingga gejala yang muncul tersebut hilang. Pastikan pengobatan obat ini tidak melebihi 3 minggu sejak awal pemakaian. Bagaimana Cara Menggunakan Mometasone Furoate? Anda bisa melihat tata cara penggunaan pada kemasan salepnya atau pada kertas yang terlampir di dalam kemasan. Secara umum, tata cara pakai mometasone furoate meliputi: Cuci tangan dan area yang akan Anda olesi obat Tunggu hingga kering Oleskan obat tipis-tipis dan merata pada kulit yang bermasalah Hindari menutup area yang telah Anda olesi salep Cuci tangan setelah menggunakan obat ini Hindari mengoles sekitar area mata, mulut, maupun area hidung Cara Penyimpanan Simpan salep atau krim mometasone furoate di tempat bersuhu ruang. Hindari meletakannya di tempat yang terpapar sinar matahari langsung, tempat panas, tempat lembab, dan tempat yang mudah terjangkau anka-anak. Interaksi Mometasone Furoate dengan Obat Lain Interaksi antara mometasone furoate topikal dengan obat lain jarang terjadi. Usahakan untuk menggunakannya secara terpisah, jangan mencampurkannya dengan krim, lotion, atau salep lainnya. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Mometasone Furoate Melansir dari situs MIMS, bahwa obat ini dapat menimbulkan perlambatan pertumbuhan sehingga harus benar-benar diperhatikan bila ingin digunakan ke anak-anak. Berikut beberapa hal lain yang perlu Anda pada saat ingin menggunakan obat ini: Bicarakan ke dokter terkait risiko atau efek samping obat ini terhadap pertumbuhan anak (bila digunakan untuk anak-anak). Informasikan ke dokter bila Anda punya reaksi alergi terhadap obat ini atau obat dari golongan yang sama. Beri tahukan dokter bila Anda sedang mengonsumsi obat atau suplemen lain Beri tahu dokter bila Anda mengalami diabetes dan sindrom cushing Informasikan ke ke dokter terkait kondisi seperti perencanaan kehamilan, ibu hamil/menyusui Efek Samping dan Bahaya Mometasone Furoate Pahami beberapa reaksi efek samping yang kerap dialami oleh beberapa pengguna obat mometasone furoate berikut: Efek Samping Umum Gatal ringan Timbul jerawat Perubahan warna kulit Benjolan merah Kesemutan Sensasi terbakar Ruam Efek Samping Serius Timbul tanda infeksi kulit Iritasi kulit parah Pandangan kabur Sakit mata Tunnel vision Sulit bernafas Bengkak wajah dan bibir Bengkak tenggorokan Alternatif Obat Sejenis Mometasone Furoate Hydrocortisone Desoximetasone Clobetasol Triamcinolone Desonide Betametasone Prednisolone Alclometasone Prednicarbate Fluprednidene Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter apabila Anda mengalami gejala efek samping serius akibat penggunaan mometasone furoate. Obat ini jarang menimbulkan overdosis, khususnya tipe topikal, namun Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter bila ada reaksi alergi yang muncul akibat obat ini. Narasumber: dr. Galih Manggala Mahardika, Sp. KK Spesialis Kulit dan Kelamin Primaya Hospital Depok - Published: 2024-05-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gejala-herpes-zoster/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ketika muncul ruam kemerahan dengan bintil atau gelembung berisi cairan dan terasa nyeri dan gatal, bisa jadi itu tanda Anda mengalami herpes zoster. Kondisi yang juga kerap disebut cacar api ini terjadi akibat reaktivasi virus varicella zoster sebelumnya. Walau secara umum tak membahayakan, penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Mengenal Herpes Zoster Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster yang ditandai dengan kemunculan lenting-lenting dengan dasar kemerahan yang gatal dan nyeri pada bagian tubuh tertentu. Varicella Zoster Virus (VZV) adalah virus yang menyebabkan cacar air atau varicella, virus ini akan berdiam diri (dormant) di dalam dermatome saraf pada tubuh kita. Suatu saat, virus ini akan aktif kembali yang menjelma menjadi herpes zoster. (Kasus varicella banyak ditemukan pada anak2 sedangkan herpes zoster, walaupun dapat ditemukan pada anak2, lebih umum ditemukan pada dewasa dan usia lanjut Usia lanjut merupakan kelompok yang paling rentan terhadap herpes zoster. Status imun yang menurun, stress serta penggunaan obat2 tertentu, dapat mereaktivasi virus varicella zoster sehingga muncul sebagai herpes zoster. Terapi dengan antivirus dan pengobatan suportif lainnya diperlukan untuk mengendalikan penyakit dan mencegah lesi tidak semakin meluas. Gejala Herpes Zoster Herpes zoster biasanya ditandai dengan gejala utama berupa munculnya (lenting2 dengan dasar kemerahan) yang terasa gatal dan nyeri Sebelum munculnya gejala utama, herpes zoster dapat diawali dengan episode demam dan badan terasa pegal - pegal. Ruam yang merupakan tanda adanya infeksi virus varicella biasanya mulai banyak muncul dalam 2-3 hari setelah gejala awal. Umumnya ruam ini berkembang hanya pada satu sisi tubuh, biasanya di punggung, dada, atau bagian tubuh lain dengan penjalaran lesi mengikuti dermatom saraf. Cairan di dalam lenting2 ini akan berubah menjadi keruh dalam beberapa hari, kemudian akan pecah. Akhirnya semua lenting2 akan pecah dan menjadi keropeng dalam 10-14 hari) Penyebab Herpes Zoster Penyebab herpes zoster adalah kembali aktifnya virus varicella zoster. Setelah cacar air sembuh, virus ini akan berdiam diri dalam saraf. Virus ini bisa aktif kembali saat sistem imun menurun atau ada kondisi tertentu yang bisa menjadi pemicu. Faktor pemicu itu termasuk: (Usia lanjut), terutama usia 50 tahun ke atas, di mana sistem kekebalan tubuh menurun Penyakit atau kondisi yang mempengaruhi sistem imun, antara lain gangguan autoimun, infeksi HIV, dan kanker Stres baik fisik maupun emosional yang bisa memicu pelemahan sistem kekebalan tubuh Penyakit kronis yang bisa menurunkan daya tahan tubuh, seperti diabetes Penggunaan obat imunosupresan, misalnya kortikosteroid dosis tinggi Trauma fisik atau cedera pada saraf Cara Dokter Mendiagnosis Herpes Zoster Dokter dapat mengidentifikasi dan mendiagnosis herpes zoster berdasarkan hasil wawancara medis pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Dalam wawancara medis, dokter akan menanyakan apakah dulu pernah mengalami cacar air dan apakah pernah menjalani vaksinasi cacar. Adapun dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mengamati dan memeriksa ruam yang mungkin menandakan adanya infeksi virus varicella pemicu herpes zoster. Selain itu, mungkin dokter menganggap pasien perlu menjalani tes laboratorium guna menguatkan diagnosis. Tes paling sederhana dan mudah dikerjakan adalah Tzank test. Cara Mengatasi Herpes Zoster Belum ada obat untuk mengatasi herpes zoster. Meski kondisi ini (sembuh sendiri), pasien mungkin memerlukan penanganan medis yang sesuai dengan tingkat keparahan gejala dan kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi. Di antaranya pemberian obat untuk mengatasi gejala dan mempercepat proses penyembuhan, seperti: Obat antivirus, seperti asiklovir, famsiklovir, dan valasiklovir Obat pereda nyeri atau analgesik, antara lain ibuprofen dan parasetamol Adapun untuk meredakan dampak ruam, cara yang bisa dilakukan meliputi: Menjaga area ruam bersih dan tetap kering Tidak menggaruk ruam karena bisa memicu infeksi atau bopeng permanen Mengenakan pakaian yang longgar Memakai kompres dingin, misalnya dengan handuk yang dibasahi air, pada area yang terkena Komplikasi Herpes Zoster Sebagian besar orang yang mengalami herpes zoster bisa pulih tanpa ada masalah kesehatan lain. Namun komplikasi bisa juga terjadi, di antaranya: Neuralgia Paska Herpetika yakni nyeri di area ruam yang terasa hingga berbulan-bulan hingga bertahun-tahun Infeksi kulit Masalah penglihatan atau pendengaran bila ruam muncul dia area wajah atau sekitar telinga Pencegahan Herpes Zoster Vaksin herpes zoster diperuntukkan untuk kelompok usia lanjut agar terhindari dari munculnya herpes zoster dan menurunkan resiko Neuralgia Paska Herpetika Orang berusia lebih dari 50 tahun disarankan menjalani vaksinasi ini. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh lewat gaya hidup sehat dan bersih, mencukupi kebutuhan nutrisi, dan mengendalikan stres dapat membantu mencegah terjadinya herpes zoster. Kapan Harus ke Dokter? Herpes Zoster merupakan penyakit yang swasirna atau sembuh sendiri. Dalam perjalanannya, dibutuhkan antivirus untuk mencegah lesi semakin meluas dan analgetik dibutuhkan untuk mengurangi nyeri yang dialami pasien. Narasumber: dr. Nugrah Cesar Cardinal Santo, Sp. DV Spesialis Dermatonenerologi Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2024-05-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/gejala-aritmia/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Pahami Gejala Aritmia, Si Penyebab Gagal Jantung dan Stroke Saat ritme jantung tidak normal, entah itu terlalu cepat atau terlalu lambat dengan tempo yang tak beraturan, maka bisa disebut sebagai aritmia. Kondisi ini bisa berupa gejala akan suatu penyakit berbahaya, namun bisa juga bukan. Dalam suatu kondisi, aritmia perlu perawatan serius. Namun, dalam kondisi lain tidak perlu dilakukan perawatan sama sekali. Untuk mendapatkan diagnosis seputar aritmia, maka perlu dilakukan pengecekan dari seorang kardiolog atau dokter spesialis jantung. Apa itu Aritmia? Aritmia adalah istilah dalam medis yang mengacu pada kondisi gangguan irama jantung. Normalnya, detak jantung manusia berada di angka 60 – 100 kali per menitnya. Akan tetapi, pada kondisi penyakit ini jantung akan berdetak di bawah atau di atas angka tersebut. Jantung sendiri merupakan organ terpenting bagi tubuh yang berguna untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan begitu, oksigen dan nutrisi dapat tersalurkan ke setiap sel yang membutuhkan. Apabila organ ini bermasalah seperti detak jantung yang tak beraturan, maka akan berakibat pada kondisi keseluruhan tubuh kita. Tak jarang, aritmia menjadi salah satu gejala dari penyakit serius yang diidap seseorang. Gejala Penyakit Aritmia Gejala Utama Detak jantung tidak beraturan, gagal jantung, nyeri dada Dokter Spesialis Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiologi) Diagnosis Wawancara medis, tes rekam jantung, cek fisik Faktor Risiko Hipertensi, diabetes, kolestrol tinggi Pencegahan Pencegahan berdasarkan faktor risiko Pengobatan Terapi obat, kontrol faktor risiko Komplikasi Gagal jantung akut, demensia, stroke Jenis-Jenis Secara umum, aritmia dapat dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan lokasi jantung yang terdampak yaitu: A. Aritmia Supraventrikular Tipe aritmia yang berada bersumber dari area atrium jantung. Atrium merupakan jalur masuk darah yang mengalir dari rubuh menuju jantung. Kecepatan detak jantungnya sendiri tergolong cepat untuk tipe aritmia ini dapat mencapai hingga 400 kali per menit. Beberapa contoh aritmia supraventrikular seperti: Atrial fibrilasi Atrial flutter Atrial takikardia B. Aritmia Ventrikular Seperti namanya, jenis aritmia ini bersumber dari area ventrikel jantung. Dibandingkan dengan aritmia supraventrikular, jenis ini lebih berbahaya karena bisa mengakibatkan henti jantung. Pada aritmia ventrikular ini terjadi aktivitas litrik jantung yang abnormal pada ventrikel. Beberapa contoh aritmia ventrikular seperti: Fibrilasi ventrikel Takikardia ventrikel C. Brakdikardia Disebut juga Bradiaritmia, jenis aritmia satu ini umumnya terjadi pada nodus sinoatrial maupun atrioventrikular jantung. Penyebabnya ialah terhambatnya jalur kelistrikan sehingga detak jantung yang dihasilkan sangat lambat yakni di bawah 60 kali per menit. Beberapa contoh aritmia ventrikular seperti: Sick sinus syndrome Blok atrioventrikular Penyebab Aritmia dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Bahkan, mereka yang kondisi jantungnya sehat pun dapat terkena aritmia. Namun, ada beberapa pemicu utama yang menjadikan seseorang rawan terkena gangguan kesehatan seperti halnya: Hipertensi Diabetes Penyalahgunaan alkohol Konsumsi kafein berlebih Gangguan jantung Merokok Konsumsi obat terlarang Ketegangan psikologis Gangguan hormonal Jaringan parut jantung Gejala Gangguan ritme jantung dapat menyebabkan beberapa gejala kesehatan tubuh. Berikut ini ragam gejala aritmia yang paling sering dilaporkan: Berdebar-debar Denyut nadi tak teratur Pusing Sesak nafas Keringat berlebih Nyeri dada Kebingungan Kelelahan kronis Tekanan darah rendah Pingsan Cara Dokter Mendiagnosa Dokter yang bertugas untuk mendiagnosa hal-hal yang berhubungan dengan aritmia adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah atau biasa disebut dokter kardiologi. Dibutuhkan beberapa metode untuk mendiagnosa penyakit ini seperti halnya: Pemeriksaan tekanan darah Pemeriksaan denyut nadi Skrining jantung Tes elektrokardiogram (EKG) Tes ekokardiogram (echo) Pencitraan MRI Pemindaian MUGA Tes latih jantung Electrophysiology study (EPS) Kateterisasi jantung Head-up tilt table test Pencegahan Pencegahan kondisi ini meliputi perubahan gaya hidup dan terapi berdasarkan tingkat keseriusan gejala aritmia. Berikut ini beberapa di antaranya: Selalu jaga berat badan ideal Makan makanan sehat dan bernutrisi Hindari kebiasaan minum alkohol Berhenti merokok Jauhi obat-obatan stimulan Batasi juga stimulan alami seperti kafein Olahraga secara rutin Hindari stres, depresi, maupun marah Pengobatan Dokter akan melakukan pengobatan berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien. Jadi, antara pasien satu dengan lainnya bisa berbeda-beda perawatannya. Secara umum, inilah prosedur pengobatan yang kerap dilakukan oleh dokter: Kardioversi: penggunaan alat kejut listrik maupun obat-obatan yang bertujuan untuk menyelaraskan ritme jantung. Terapi obat: menggunakan obat penurun detak jantung (beta blocker) ataupun penambah detak jantung, obat pengencer darah, dan obat anti platelet. Alat pacu jantung: dalam kondisi tertentu, pasien akan mendapatkan perawatan dengan penambahan alat pacu jantung. Defibrilator implan: merupakan alat yang berguna untuk menyelaraskan dan memonitor detak jantung secara otomatis yang ditanam di bawah kulit dada. Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera berkonsultasi ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiolog) apabila mengalami kondisi: Sering pingsan Nyeri dada Sesak nafas Pusing dan pening ekstrem Kelelahan yang berkepanjangan Saat berkunjung ke dokter, Anda bisa menanyakan beberapa hal. Seperti apakah Anda positif aritmia, tipe aritmia apa yang diderita, perawatan apa yang dibutuhkan, pencegahan di rumah yang bisa dilakukan. dan penanganan pertama saat gejala aritmia muncul. Narasumber: dr. Randy Alfa Rabby, Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2024-05-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/farmakologi/acyclovir/ - Kategori: Farmakologi, Obat - Tag: Acyclovir - Translation Priorities: Optional Acyclovir termasuk golongan antivirus yang kerap dokter resepkan untuk menangani masalah yang berhubungan dengan infeksi akibat virus herpes. Walau sering dijual bebas dalam bentuk salep, sejatinya obat ini tergolong sebagai obat keras yang membutuhkan resep dokter untuk menggunakannya. Nah, bila Anda ingin tahu secara lebih mendalam tentang apa itu Acyclovir dan apa saja efek samping maupun manfaatnya, yuk simak beberapa rincian singkat di bawah ini. Apa itu Acyclovir? Acyclovir adalah antivirus golongan guanosin yang berfungsi untuk mengatasi infeksi herpes simpleks, cacar air, cacar api, ensefalitis, dan herpes genital. Cara kerjanya sama dengan antivirus golongan guanosin lainnya, yaitu dengan cara menghambat replikasi virus serta mengganggu sintetis DNA atau pembentukan materi genetik virus. Selain itu, acyclovir yang dipadukan bersamaan dengan beberapa bahan aktif lain bermanfaat dalam mengurangi stres oksidatif serta peradangan saraf. Jadi, sistem kekebalan tubuh dapat berperan lebih optimal dalam memulihkan diri akibat infeksi. Obat ini tidak mampu mematikan virus sepenuhnya. Namun, dengan mengonsumsi obat ini maka risiko penyebaran dapat lebih minim serta tingkat keparahan penderita maupun lamanya infeksi pun akan berkurang. Obat ini dipasarkan dalam versi tablet dan salep. Tersedia dalam sediaan generik maupun bermerek. Beberapa contoh merek dagang dari acyclovir meliputi: Zovirax Acifar Zoter Aciclovir Clinovir Danovir Clopes Clovika Azovir Molavir Nama Obat Acyclovir (Asiklovir) Kategori Obat Antivirus Golongan Obat Obat keras, obat resep Bentuk Obat Tablet, salep Manfaat/Indikasi Mengatasi infeksi virus herpes Dikonsumsi Oleh Anak maupun dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori B, tidak ada risiko janin tapi belum ada studi kontrol bagi ibu hamil Peringatan Ibu Menyusui Dapat terserap ke ASI, hindari menggunakan obat ini tanpa konsultasi ke dokter Manfaat Acyclovir Acyclovir bermanfaat untuk mengatasi beberapa masalah yang berhubungan dengan infeksi berikut ini: Infeksi virus varisela zoster penyebab cacar air dan cacar api Infeksi herpes simpleks primer Herpes genital Profilaksis herpes simpleks Herpes zoster Herpes kelamin Dosis dan Aturan Pakai Acyclovir Dokter akan meresepkan obat ini dengan dosis yang berbeda-beda sesuai dengan jenis infeksi, bentuk obat, tingkat keparahan, maupun usia pasien. Berikut ini beberapa dosis yang kerap dokter berikan: Tablet Versi tablet tersedia dalam kemasan 200 mg dan 400 mg. Dosis yang diberikan yakni sesuai dengan penyakitnya seperti: Herpes genital: dewasa dan anak di atas 12 tahun dosisnya 200 – 400 mg yang terbagi dalam 5 kali per hari dengan konsumsi antara 5 – 10 hari. Anak di bawah usia 12 tahun dosisnya setengah orang dewasa. Cacar air: dewasa dan anak di atas 12 tahun dosisnya 800 mg yang terbagi dalam 5 kali per hari dengan konsumsi antara 5 – 7 hari. Anak di bawah usia 12 tahun dosisnya 20 mg/kg berat badan yang terbagi dalam 4 kali sehari. Herpes zoster: dewasa dan anak di atas 12 tahun dosisnya 800 mg yang terbagi dalam 5 kali per hari dengan konsumsi antara 7 – 10 hari. Anak di bawah usia 12 tahun dosisnya 20 mg/kg berat badan yang terbagi dalam 4 kali sehari. Salep/Krim Herpes simpleks: dosis dewasa yaitu dengan mengoleskan tipis-tipis pada area yang terkena infeksi dengan frekuensi 4 – 6 kali per hari selama 10 hari berturut-turut. Untuk anak, dosisnya harus dikonsultasikan ke dokter. Bagaimana Cara Menggunakan Acyclovir? Penggunaan asiklovir bisa Anda sesuaikan dengan bentuk obatnya. Contohnya yaitu: Tablet Minum menggunakan segelas air putih atau dengan bantuan makanan Perbanyak minum air putih apabila Anda telah mengonsumsi asiklovir Minum pada waktu yang sama atau pada jam yang sama tiap harinya Gunakan secara teratur agar hasilnya lebih efektif Bila dokter menyuruh menghabiskan, maka habiskan walau sudah sembuh Salep/Krim Segera gunakan salep bila gejala awal infeksi muncul Pastikan area yang akan Anda olesi bersih atau higienis Gosok-gosok dengan lembut hingga merata dan meresap Hindari penggunaan area mata, hidung, atau sekitar mulut Hindari penggunaan asiklovir untuk jangka panjang Cara Penyimpanan Selalu simpan asiklovir tablet maupun salep dalam tempat yang terbebas dari sinar matahari langsung, percikan air, maupun kelembaban yang tinggi. Interaksi Acyclovir dengan Obat Lain Acyclovir dapat berinteraksi dengan beberapa obat-obatan lain yang menyebabkan masalah ginjal. Contohnya yaitu obat golongan NSAID seperti ibuprofen atau naproxen. Peringatan dan Perhatian Menggunakan Acyclovir Selalu konsultasikan ke dokter bila Anda punya alergi obat ini Beri tahu dokter apabila Anda menderita gagal ginjal Beri tahu dokter apabila Anda menderita sindrom uremik hemolitik Informasikan ke dokter jika Anda punya gejala thrombotic thrombocytopenic purpura Hindari mengonsumsi obat melebihi atau mengurangi dosis yang ditentukan Efek Samping dan Bahaya Acyclovir Terdapat beberapa gejala efek samping yang umum akibat penggunaan obat ini seperti halnya: Mual Muntah Diare Sakit kepala Sakit perut Kapan Harus ke Dokter? Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping atau menunjukkan gejala reaksi alergi setelah minum acyclovir. Anda harus menghubungi 119/112 atau pergi ke UGD apabila mengalami overdosis asiklovir seperti kejang-kejang, sulit kencing, agitasi, pembengkakan, dan menurunnya kesadaran. Narasumber: dr. Galih Manggala Mahardika, Sp. KK Spesialis Kulit dan Kelamin Primaya Hospital Depok - Published: 2024-05-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gagal-ginjal-akut/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Ginjal merupakan sepasang organ yang berperan penting dalam menyaring darah dari zat-zat toksin (racun) dalam tubuh. Apabila salah satu atau keduanya tiba-tiba tidak berfungsi, maka itu merupakan suatu kondisi yang disebut sebagai gejala gagal ginjal akut. Saat ginjal tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya, maka racun, nutrisi berlebih, maupun senyawa berbahaya lainnya akan dialirkan kembali ke dalam tubuh. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat mengancam jiwa sehingga harus ditangani sedini mungkin. Terlebih, penyakit ini terjadi secara mendadak sehingga pasien sulit mendapatkan penanganan yang optimal. Untuk itu, mengetahui gejala awal sekaligus cara penanganan yang tepat merupakan langkah terbaik untuk terhindar dari penyakit ini. Mengenal Penyakit Gagal Ginjal Akut Gagal ginjal akut atau dalam istilah medis disebut sebagai acute renal failure adalah kondisi ketika salah satu atau kedua ginjal tidak dapat berfungsi secara optimal. Akibatnya, ginjal tidak dapat menyaring darah, mengatur tekanan darah, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Umumnya, gagal ginjal akut hanya bersifat sementara (dalam beberapa hari) dan dapat sembuh dengan sendirinya. Beda halnya dengan gagal ginjal kronis yang terjadi secara berkepanjangan yang semakin waktu semakin memburuk. Walau demikian, bila kondisi ini tidak mendapatkan perawatan yang intensif, maka dapat berakibat fatal. Bahkan dalam kebanyakan kasus, gagal ginjal menjadi tahap awal dari CKD (Chronic Kidney Desease) atau penyakit ginjal kronis yang mana terjadi penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Nama Penyakit Gagal Ginjal Akut Gejala Urine sedikit, pembengkakan, sesak nafas Dokter Spesialis Spesialis urologi, spesialis penyakit dalam Penyebab Prerenal, renal, post-renal factor Diagnosis Pemeriksaan darah & urine Pencegahan Cukupi kebutuhan cairan, hindari obat-obatan toksik ginjal Pengobatan Sesuai dengan indikasi penyebab Komplikasi Metabolik asidosis, gagal ginjal kronis Siapa Saja yang Berisiko? Menurut Centers for Disease Control and Prevention, mereka yang paling sering terkena penyakit ini yaitu golongan usia dewasa. Khususnya mereka yang sedang menjalani perawatan kritis di rumah sakit. Namun, penyakit ini tidak memandang usia. Di Indonesia sendiri, beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kasus serupa yang terjadi pada anak-anak usia balita. Setidaknya, penyakit ini telah menyerang 2 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Bagaimanapun juga, risiko terkena gagal ginjal akut akan meningkat bagi mereka yang: Punya riwayat diabetes Pasien penyakit jantung Penderita tekanan darah tinggi Riwayat keturunan keluarga Orang lanjut usia berumur 60+ Penderita struktur ginjal abnormal Pengonsumsi pereda nyeri jangka panjang Penyebab Berbeda dengan penyakit ginjal kronis, gagal ginjal akut umumnya diakibatkan oleh beberapa tiga sebab utama yaitu: Prerenal factor: yaitu faktor yang mengakibatkan menurunnya fungsi ginjal akibat organ lain sebelum darah mencapai ginjal. Contohnya syok hipovolemik (ginjal kekurangan darah akibat kekurangan cairan tubuh) akibat diare akut dan pendarahan. Renal factor: kondisi gagal ginjal akibat dari kerusakan organ ginjal itu sendiri. Contohnya karena infeksi berat pada ginjal, toksin yang berlebihan, dan zat berbahaya yang dikonsumsi berulang seperti metanol dalam alkohol. Post-renal factor: kegagalan fungsi ginjal secara tiba-tiba akibat adanya saluran kantong kemih yang terhambat. Dua hal utama yang menyebabkan hal ini adalah batu ginjal dan tumor di kandung kemih, prostat, atau serviks. Gejala Gagal Ginjal Akut Penderita gagal ginjal akut umumnya akan merasakan beberapa gejala seperti halnya: Mual dan muntah Sesak nafas Pembengkakan kaki Nyeri di bagian perut Frekuensi BAK sedikit Kelelahan Retensi cairan Kebingungan Detak jantung tidak beraturan Tubuh melemah Kejang Koma (dalam beberapa kasus) Cara Dokter Mendiagnosis Dokter akan melakukan wawancara medis sekaligus pemeriksaan fisik untuk menentukan kondisi gagal ginjal akut seseorang. Beberapa tes juga akan dilakukan untuk mendiagnosa kondisi ini seperti halnya: Tes urin: mengecek sampel urin (urinalysis) untuk mengetahui apakah terjadi keanehan yang mengarah pada kerusakan ginjal. Tes pencitraan: tes kondisi ginjal yang dilakukan melalui tomografi komputerisasi dan ultrasound untuk melihat kondisi ginjal seseorang. Frekuensi BAK: dokter akan menanyakan tentang seberapa sering Anda BAK (Buang Air Kecil) dalam 24 terakhir. Tes darah: pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan sampel darah untuk mengetahui dua substansi utama dalam darah yakni creatinine dan urea. Cek jaringan ginjal: jika kondisi parah, biasanya dokter akan merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil sedikit jaringan ginjal dengan jarum untuk pemeriksaan. Komplikasi Karena ginjal merupakan organ penting yang berguna untuk menyaring darah, maka saat fungsinya terganggu akan berakibat pada komplikasi seperti: Penumpukan cairan di paru-paru dan tungkai Penumpukan kalium (potassium) dalam darah Penyakit gagal ginjal kronis Metabolik asidosis (pH darah terlalu asam) Kematian Pencegahan Selama Anda didiagnosa penyakit ini, maka harus segera berkunjung ke dokter untuk perawatan intensif. Namun, jika hanya mengalami beberapa gejala maka kalian bisa melakukan pencegahan dan perawatan mandiri seperti: Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur Hindari minum alkohol, terlebih alkohol oplosan Lakukan gaya hidup sehat (selalu aktif, diet seimbang, hindari stres) Hindari obat-obatan yang berakibat buruk pada ginjal Cek jumlah urine harian Anda dan warna urin yang dikeluarkan Kontrol jumlah kalium dalam tubuh (batasi asupan buah dan sayur) Cukupi kebutuhan kalsium (bila dokter merekomendasikan) Pengobatan Pengobatan gagal ginjal akut membutuhkan diagnosis dari dokter sehingga tiap pasien dapat berbeda-beda penanganannya. Contohnya, bila penyebab utamanya yakni dehidrasi, maka hanya perlu minum lebih banyak. Lalu jika terjadi... - Published: 2024-05-08 - Modified: 2024-03-19 - URL: https://primayahospital.com/mata/kedutan-mata-kiri-atas-penyebab-dan-cara-mengatasinya/ - Kategori: Mata Kedutan pada mata bisa sangat mengganggu, terutama jika terjadi dalam jangka waktu lama. Kedua mata bisa sama-sama mengalami kedutan baik pada bagian atas maupun bawah. Ihwal kedutan mata kiri atas, ada banyak faktor penyebabnya. Ada yang merupakan fenomena biasa dan bisa diatasi dengan cara sederhana, tapi ada pula kemungkinan kedutan itu adalah tanda adanya masalah saraf yang lebih memerlukan perhatian. Apa Itu Kedutan Kedutan adalah kontraksi otot pada mata, khususnya orbicularis oculi atau otot kelopak mata, secara berulang dan tak disengaja sehingga membuat kelopak mata tampak seperti berkedip atau membuka-tutup secara berulang. Ketika ada kedutan mata kiri atas, berarti otot di bagian mata itu yang mengalami kontraksi. Kedutan biasanya terjadi pada kelopak mata atas, tapi kedua sisi mata baik atas maupun bawah bisa sama-sama mengalaminya. Gerak kedutan pada mata bervariasi, dari yang amat cepat hingga lambat. Ada kedutan yang berlangsung lama, ada pula yang hanya sebentar. Secara umum, kedutan mata kiri atas ataupun bagian mata lain tidaklah membahayakan. Tapi bila kedutan itu disertai dengan gejala lain, seperti kontraksi yang tak disengaja, bisa jadi itu adalah tanda peringatan akan adanya kondisi tertentu yang membutuhkan bantuan medis. Demikian pula jika kedutan terjadi di area wajah yang lebih luas dan cenderung membuat kelopak mata menutup dalam waktu relatif lama sehingga membatasi atau menghalangi penglihatan sepenuhnya. Dalam hal ini, ada kemungkinan kedutan mata kiri atas itu adalah tanda adanya blepharospasm atau hemifacial spasm yang tergolong sebagai masalah neurologis. Adapun seperti dikutip dari artikel di National Library of Medicine, kedutan mata yang paling umum adalah miokimia kelopak mata yang terjadi secara berkala dan bisa hilang sendiri. Namun kondisi ini lebih sering terjadi pada bagian bawah daripada bagian atas kelopak mata. Penyebab Kedutan Mata Kiri Atas Dalam banyak kasus, penyebab kedutan mata kiri atas ataupun bagian mata lain tak bisa dipastikan atau tak diketahui. Namun ada sejumlah hal yang bisa menjadi faktor pemicu, seperti: Kelelahan ekstrem Stres Kecemasan Terlalu banyak mengonsumsi kafein Meminum minuman beralkohol berlebih Berolahraga Merokok Iritasi pada permukaan mata atau bagian dalam kelopak mata Cahaya yang terlalu terang Polusi udara Dehidrasi Kekurangan vitamin Reaksi alergi Efek samping obat-obatan tertentu, seperti topiramate dan clozapine Selain itu, penyakit neurologis seperti multiple sclerosis, neuromyelitis optica, ensefalomielitis diseminata akut, sindrom Guillain-Barré, dan penyakit autoimun dapat menyebabkan kedutan mata kiri atas yang seringkali disertai dengan gejala neurologis lain. Cara Mengatasi Kedutan Mata Kiri Atas Kedutan mata kiri atas bisa tibs-tiba muncul lalu hilang, tapi normalnya akan berhenti atau hilang dalam beberapa hari atau pekan. Dalam hal ini, tidak diperlukan penanganan apa pun. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejala itu, seperti: Banyak beristirahat menjadi salah satu cara terbaik untuk mengatasi kedutan mata. Pastikan tubuh punya waktu yang cukup untuk beristirahat, terutama tidur saat malam hari. Idealnya, waktu tidur malam yang cukup adalah selama 7-9 jam agar tidak merasa kelelahan saat beraktivitas di pagi hari. Mengendalikan stres dengan berbagai cara atau teknik bisa membantu mengurangi frekuensi terjadinya kedutan mata. Di antaranya melakukan hobi atau hal yang disenangi, berlatih meditasi, atau yoga. Minum air yang cukup setiap hari agar tubuh senantiasa terhidrasi. Idealnya orang dewasa minum air putih sekitar 2 liter atau 8 gelas tiap hari. Kurangnya cairan dalam tubuh bisa menyebabkan ketegangan otot, di antaranya di area mata. Membatasi atau menghindari konsumsi alkohol dan kafein, termasuk teh dan minuman bersoda Memijat dengan ringan dan lembut area otot yang mengalami kedutan untuk meredakan ketegangan otot. Pijat dengan ujung jari secara perlahan selama beberapa menit tiap hari agar efektif. Menggunakan kompres dengan air dingin pada area sekitar mata yang berkedut. Gunakan kain yang sebelumnya direndam dalam air dingin agar kedutan berkurang. Memastikan asupan makanan dengan gizi seimbang yang kaya akan nutrisi, terutama yang mempengaruhi mata. Asupan ini akan membantu mencegah kekurangan nutrisi yang bisa memicu kedutan mata kiri atas ataupun bagian lain. Jika ada diagnosis kedutan mata kiri atas akibat blepharospasm atau hemifacial spasm, dokter bisa memberikan suntikan obat ke otot kelopak mata agar berhenti berkedut. Injeksi ini biasanya diperlukan setiap 3-4 bulan sekali. Adapun untuk kedutan mata kiri atas yang berkaitan dengan masalah neurologis, diperlukan langkah yang khusus. Dokter harus melakukan pemeriksaan dulu secara menyeluruh dan menegakkan diagnosis sebelum dapat merumuskan tindakan medis yang tepat untuk mengatasi atau meredakan kedutan mata serta gejala lain. Kapan Harus ke Dokter Kedutan mata kiri atas dan bagian mata lain biasanya tak berlangsung lama dan bisa hilang tanpa disadari. Namun kalau kedutan mata berlangsung dalam waktu yang lama atau terjadi secara berkala, sebaiknya segera datangi dokter guna berkonsultasi. Dokter dapat membantu menilai apakah ada kondisi kesehatan yang melatarinya dan memberikan masukan atau perawatan yang sesuai. Narasumber: Dr. Nurul Febriani, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Semarang - Published: 2024-05-08 - Modified: 2024-04-15 - URL: https://primayahospital.com/bedah/penyebab-sering-kentut/ - Kategori: Bedah Kentut atau dikenal sebagai flatulence dalam istilah medis adalah proses terjadinya pelepasan gas dari sistem pencernaan lewat rektum. Walau kerap dianggap sebagai hal yang memalukan atau bahkan lucu, kentut sebenarnya merupakan proses alami pada manusia. Meski demikian, saat seseorang kerap kentut secara berlebihan, bisa jadi itu adalah tanda bahwa ada masalah kesehatan yang melatari. Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab sering kentut pada individu tersebut. Proses Terjadinya Kentut Sebelum membahas penyebab sering kentut, penting untuk mengetahui proses terjadinya kentut. Kentut adalah mekanisme normal pada manusia ketika gas keluar dari rektum yang merupakan bagian dari proses pencernaan. Gas yang dilepaskan itu adalah hasil pencernaan yang terjadi di dalam tubuh. Gas tersebut terbentuk dari berbagai macam zat, antara lain karbon dioksida, metana, hidrogen sulfida, nitrogen, dan oksigen. Bakteri yang tinggal di dalam usus besar menghasilkan gas itu dari proses pemecahan sisa-sisa makanan yang tak tercerna oleh tubuh. Gas yang menumpuk di usus besar makin lama makin terakumulasi seiring dengan proses pencernaan yang berlanjut. Saat tekanan gas di dalam usus makin besar, respons alami tubuh adalah melepaskan gas itu lewat rektum. Kentut bisa terjadi beberapa kali sehari dan berbeda-beda antar-individu. Faktor yang menentukan antara lain menu makanan, kebiasaan makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan. Karena itu, penyebab sering kentut pada tiap orang yang mengalaminya bisa berbeda-beda. Yang pasti, gas di dalam tubuh memang harus dikeluarkan karena bisa menimbulkan masalah kesehatan bila menumpuk di dalam tubuh. Seperti dikutip dari American College of Gastroenterology, penumpukan gas di bagian kanan atas usus besar bisa menyebabkan rasa sakit yang seperti nyeri kandung empedu. Adapun akumulasi gas di bagian kiri atas usus besar bisa memicu rasa nyeri yang dapat merambat sampai ke dada dan seperti nyeri jantung. Penyebab Selain merupakan proses alami untuk mengeluarkan gas yang tercipta dari sistem pencernaan, kentut bisa menjadi penanda adanya masalah kesehatan tertentu. Misalnya ketika lebih sering kentut dengan disertai gejala seperti nyeri perut yang hebat, perubahan konsistensi tinja, atau masalah pencernaan lain. Dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sering kentut itu dan merumuskan penanganan yang tepat. Berikut ini sejumlah hal yang bisa menjadi faktor penyebab sering kentut pada seseorang: Menu makanan tinggi serat Banyak mengonsumsi makanan yang kaya serat, di antaranya sayuran hijau dan buah-buahan. Makanan jenis ini bisa membuat produksi gas di sistem pencernaan meningkat. Serat yang sulit dicerna tubuh akan dipecah oleh bakteri ketika mencapai usus besar sehingga membentuk gas. Makanan/minuman yang sulit dicerna Selain tinggi serat, makanan yang sulit dicerna karena mengandung senyawa tertentu dapat menjadi penyebab sering kentut. Di antaranya produk susu dan kacang-kacangan. Mengunyah permen karet Ketika mengunyah permen karet, ada kemungkinan udara terlalu banyak masuk ke mulut. Walhasil, jumlah gas dalam sistem pencernaan pun bisa meningkat dan menyebabkan sering buang gas. Kebiasaan minum dengan sedotan Seperti mengunyah permen karet, penggunaan sedotan untuk minum bisa membuat udara lebih banyak masuk ke saluran pencernaan dan menjadi penyebab sering kentut. Minum minuman bersoda Minuman bersoda atau berkarbonasi mengandung gas karbon dioksida yang juga bisa meningkatkan jumlah gas di dalam saluran pencernaan sehingga lebih kerap kentut. Masalah pencernaan Gangguan atau penyakit pencernaan seperti sindrom iritasi usus, penyakit Celiac, penyakit radang usus, dan infeksi usus bisa menyebabkan berbagai gejala yang salah satunya lebih sering buang gas. Intoleransi makanan Beberapa orang memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu yang antara lain dapat memicu gejala berupa kerap buang gas. Misalnya seseorang punya intoleransi laktosa, ketika ia mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung susus, ia bisa mengalami gejala seperti perut kembung, diare, hingga kentut berlebihan. Stres dan kecemasan Kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan bisa mempengaruhi sistem pencernaan hingga memicu peningkatan produksi gas dan membuat orang lebih sering kentut. Cara Mengantisipasi Penyebab Sering Kentut Kentut adalah reaksi tubuh yang normal untuk melepaskan gas berlebih di dalam tubuh. Maka justru harus dipertanyakan bila tidak buang gas sama sekali dalam waktu yang lama. Walau begitu, perlu dicari tahu juga apa penyebab sering kentut jika frekuensi buang gas sangat tinggi. Untuk mengantisipasinya, beberapa hal berikut ini bisa dilakukan: Mengurangi atau membatasi konsumsi makanan yang bisa menyebabkan produksi gas meningkat. Menghindari minuman bersoda yang bisa menambah akumulasi di saluran pencernaan. Memperhatikan makanan/minuman yang mengandung zat tertentu bila memiliki intoleransi. Misalnta bila punya intoleransi laktosa, hindari produk susu dan mencari alternatif yang lebih aman. Makan dalam porsi kecil dan perlahan. Menghindari kebiasaan yang menyebabkan udara terlalu banyak masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan akumulasi gas, seperti minum dengan sedotan, mengunyah permen karet, dan merokok. Mengonsumsi makanan/minuman yang mengandung probiotik, termasuk suplemen jika perlu, untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus sehingga mencegah produksi gas berlebihan. Berolahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan secara umum, termasuk mencegah masalah pencernaan yang bisa menjadi penyebab sering kentut. Kapan Harus ke Dokter Bila sudah mengubah kebiasaan yang bisa menyebabkan penumpukan gas di saluran pencernaan tapi tetap sering buang gas, mungkin ada masalah tertentu pada sistem pencernaan yang membutuhkan perhatian... - Published: 2024-05-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/ciri-kanker-kelenjar-getah-bening/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Apakah Anda baru-baru ini mengalami gejala benjolan kelenjar getah bening di tangan atau di bagian tubuh lainnya? Waspadai hal tersebut karena bisa jadi salah satu ciri-ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1 maupun stadium lanjut. Stadium 1 atau tahap awal kanker jenis ini ditandai dengan beberapa gejala. Salah satunya yakni pembengkakan dan benjolan kelenjar getah bening di leher, tangan, ketiak, atau selangkangan. Untuk mencegah peningkatan menjadi stadium 2 atau seterusnya, maka dibutuhkan penanganan sedini mungkin oleh dokter. Apa itu Kanker Kelenjar Getah Bening? Kanker kelenjar getah bening atau dalam bahasa medis disebut limfoma adalah salah satu jenis kanker yang menyerang sistem limfatik pada tubuh manusia. Nah, fungsi sistem limfatik sendiri adalah untuk melawan kuman maupun mikroorganisme berbahaya lain yang masuk ke tubuh. Apabila kanker menyerang getah bening, maka akan menyebabkan kemampuan tubuh untuk melawan mikroorganisme berbahaya jadi menurun. Akibatnya, tubuh sering sakit-sakitan dan muncul benjolan di berbagai bagian tubuh. Dalam tubuh manusia, kelenjar getah bening tersebar di beberapa bagian tubuh. Di antaranya yaitu di leher, limpa, ketiak, lipat paha, tonsil, dan juga sumsum tulang. Jadi, gejala yang timbul pun dapat berbeda-beda sesuai dengan lokasi kanker tersebut berada. Dilansir dari Mayoclinic, limfoma terbagi menjadi dua kategori yakni berupa: Limfoma Hodgkin: apabila sel kankernya terletak di sel Reed Sternberg (salah satu sel limfatik). Limfoma non Hodgkin: saat sel kanker terletak di lokasi selain sel Reed Sternberg. Keduanya sama-sama bersifat fatal dan bila tidak ditangani sejak stadium 1, maka bisa berakibat pada penyebaran yang tak terkontrol. Menurut data dari American Cancer Society, bahwa sebanyak 73% pasien limfoma non Hodgkin hanya pula tingkat keberlangsungan hidup dalam waktu 5 tahun sejak awal terjangkit. Kondisi Kanker kelenjar getah bening (Limfoma) Gejala Utama Benjolan atau pembengkakan, demam berkepanjangan, mudah lelah Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam (sub hematologi dan onkologi medik) Penyebab Utama Gangguan sistem imun, inveksi virus, riwayat keluarga Diagnosis Biopsi, cek darah, cek radiologi Pencegahan Pencegahan HIV/AIDS, pola hidup sehat Pengobatan Kemoterapi, radiasi Penyebab Hingga saat ini, penyebab kanker kelenjar getah bening masih belum diketahui dengan pasti. Dalam banyak laporan, para penderita penyakit ini merupakan mereka yang memiliki kondisi sebagai berikut: Penderita gangguan sistem imun Penderita autoimun dan HIV/AIDS Infeksi virus Ebstein Batt Perokok aktif maupun pasif Konsumsi obat-obatan imunosupresan Riwayat keluarga Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Gejala atau ciri-ciri kanker kelenjar getah bening yang cukup beragam tergantung dari lokasi yang terkena. Namun, umumnya akan mengalami gejala berikut: Pembengkakan di area yang terkena Mudah merasa kelelahan Demam berkepanjangan Sesak nafas Keringat berlebih pada malam hari Nyeri pada perut Penurunan nafsu makan Berat badan yang turun drastis Batuk secara terus menerus Gatal pada permukaan kulit Nyeri dada Ciri-ciri kanker kelenjar getah bening stadium 1 ialah memiliki gejala yang lebih sedikit sehingga dokter harus lebih teliti dalam mendiagnosanya. Umumnya, pada stadium 1 akan menampilkan ciri-ciri seperti: Stadium 1: sel kanker terdapat di satu organ sistem limfatik atau di satu bagian dari kelenjar getah bening. Stadium 1 tahap lanjut (1E): sel kanker ditemukan di luar organ bagian sistem limfatik yang disebut juga ekstralimfatik. Cara Dokter Mendiagnosa Dalam mendiagnosa limfoma, dokter membutuhkan serangkaian metode pemeriksaan seperti halnya: Cek fisik secara menyeluruh Biopsi (mengambil jaringan abnormal) Aspirasi sumsum tulang Cek radiologi (CT Scan, rontgen, MRI, dll) Pemeriksaan darah Pencegahan Dalam medis, belum ada pencegahan pasti yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya limfoma. Namun, kita bisa mengurangi dampaknya dengan menekan faktor risikonya seperti: Mencegah dari terkena HIV/AID Hindari penggunaan narkoba suntik Hindari bahan kimia beracun Sembuhkan penyakit kanker Lakukan perawatan penyakit autoimun Tenangkan pikiran dengan meditasi Lakukan olahraga secara rutin Pengobatan Penanganan limfoma stadium 1 terbilang masih lebih ringan dibandingkan dengan stadium lanjut. Beberapa perawatan yang kerap dokter lakukan ialah: Kemoterapi Radiasi (radioterapi) Monoclonal antibodi Operasi (bila diperlukan) Imunoterapi Kapan Harus ke Dokter? Anda bisa memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam sub hematologi dan onkologi medik apabila mengalami gejala sebagai berikut: Batuk produktif Batuk basah Demam 39. 5 derajat C ke atas Nyeri pada perut Diare terus menerus Untuk tahap awal, maka kalian bisa berkunjung terlebih dahulu ke dokter umum. Setelah itu, biasanya akan diteruskan ke dokter spesialis penyakit dalam, dokter THT atau dokter bedah umum. Dengan perawatan yang tepat serta menjalankan pola hidup sehat, maka kanker kelenjar getah bening akan sembuh dan tidak berlanjut ke stadium yang lebih tinggi. Narasumber: dr. Bary Iskandar Dokter Umum Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-05-07 - Modified: 2024-03-19 - URL: https://primayahospital.com/gizi/perbedaan-gelato-dan-es-krim-biasa-mana-yang-lebih-sehat/ - Kategori: Gizi Es krim adalah hidangan pencuci mulut yang menjadi favorit banyak orang dari anak-anak hingga orang dewasa. Terdapat beragam varian es krim yang memiliki keunikan masing-masing. Salah satu yang terkenal adalah gelato yang kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih baik daripada es krim biasa. Secara harga, gelato memang lebih mahal daripada es krim kebanyakan. Namun bagaimana dengan kandungan nutrisinya? Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut. Apa Itu Gelato Gelato adalah jenis es krim yang berasal dari Italia. Di negeri pizza itu, “gelato” merupakan kata yang berarti “beku” dan menjadi istilah umum untuk menyebut es krim. Dengan tekstur yang lembut dan kental, gelato memiliki ciri khas yang membedakannya dengan es krim biasa. Perbedaan ini ada karena bahan yang digunakan dan proses pembuatannya pun berbeda. Meski asal-usulnya masih belum jelas, dalam suatu studi gelato disebut-sebut mulai dibuat di Italia pada abad ke-16 oleh Bernardo Buontalenti, pembuat es krim asal Kota Firenze. Mulanya gelato dibuat dengan es dari pegunungan yang dipadatkan dengan garam serta dicampur susu, gula, dan perasa alami. Bahan-bahan itu diaduk dengan lambat sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan konsisten. Seiring dengan waktu, gelato menjadi ikon kuliner Italia dan banyak didapati di negara-negara lain. Popularitas ini antara lain disebabkan oleh kandungan gizinya yang lebih menyehatkan daripada es krim pada umumnya karena lebih rendah lemak. Selain itu, gelato menawarkan berbagai macam rasa dan varian dengan bahan-bahan alami yang lezat sehingga lebih banyak menjadi pilihan. Perbedaan Gelato dan Es Krim Biasa Secara kasatmata, gelato dan es krim mungkin sulit dibedakan. Tapi ada perbedaan yang cukup signifikan di antara kedua hidangan pencuci mulut ini. Perbedaan utama gelato dengan es krim terletak pada kadar lemak, solid non-fat, penstabil, dan pengemulsi, serta overrun. Solid non-fat atau SNF adalah bahan padat yang tersisa setelah proses pemisahan lemak susu. Sedangkan overrun adalah istilah dalam industri es krim yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang terperangkap dalam proses pembuatan es krim. Jumlah ini dihitung sebagai persentase dari total volume es krim yang dihasilkan. Makin tinggi persentase overrun, makin banyak udara yang terperangkap dan makin ringan tekstur es krim tersebut. Dibanding es krim, gelato memiliki kadar lemak yang lebih rendah dan overrun lebih sedikit. Itu sebabnya tekstur gelato lebih lembut dan padat daripada es krim. Biasanya gelato diproduksi segar dengan skala lebih kecil dengan pengadukan yang lambat. Dalam pembuatan gelato juga biasanya tidak digunakan bahan penstabil ataupun pengemulsi. Menurut data United States Department of Agriculture (USDA), satu porsi setengah cangkir atau 78 gram es krim rasa vanila mengandung 210 kalori dan 16 gram gula, sementara satu porsi atau 88 gram gelato memuat sekitar 160 kalori dan 17 gram gula. Adapun produksi es krim umumnya melibatkan proses pengadukan yang cepat sehingga menghasilkan tekstur yang lebih ringan. Perbedaan yang juga paling mencolok ada pada cita rasanya. Gelato biasanya memakai bahan-bahan alami tanpa perasa ataupun pemanis buatan. Misalnya gelato menggunakan buah-buahan asli untuk menambah rasanya. Sedangkan es krim lebih sering memakai bahan perasa buatan sehingga rasa buah yang dihasilkan kurang autentik daripada gelato. Cara Penyajian Gelato dan Es Krim Penyajian gelato biasanya menggunakan mangkuk atau cangkir yang lebar dan dangkal dengan sendok pipih khusus agar tiap sendokan menghasilkan lapisan yang rapi. Gelato bisa juga disajikan dalam cone atau wadah kertas sehingga praktis dibawa jika hendak dinikmati sembari berjalan-jalan. Selain itu, gelato dapat disajikan bersama kopi espresso yang juga asal Italia. Caranya adalah menuangkan espresso ke atas gelato yang tersaji di dalam gelas. Hidangan pencuci mulut ini disebut affogato. Sementara itu, es krim biasanya disajikan dalam berbagai jenis mangkuk atau gelas kaca dengan sendok biasa ataupun sendok kecil. Es krim ini biasanya diberi berbagai tambahan topping atau taburan di atasnya, seperti saos cokelat, kacang-kacangan, atau buah-buahan. Walhasil, kandungan lemaknya pun bisa bertambah. Es krim juga banyak dijual dalam kemasan. Es krim yang dijual dalam kemasan lebih variatif dalam hal penyajian, bisa dalam wadah cup kertas, stik, ataupun cone. Tapi, dibandingkan gelato, es krim kemasan yang juga bisa dibawa ke mana-mana ini akan lebih mudah lumer jika tak segera dikonsumsi. Kesimpulan Dari uraian di atas, gelato dan es krim punya perbedaan yang cukup mencolok dari segi bahan, pembuatan, hingga penyajian. Tak terkecuali dalam hal kandungan nutrisi. Gelato pada dasarnya bisa dianggap lebih menyehatkan sebagai produk susu karena kadar lemaknya lebih sedikit dan tanpa menggunakan bahan buatan, termasuk untuk pemanis dan perasanya. Meski demikian, preferensi setiap orang bisa berbeda-beda. Yang penting, ketahui kebutuhan nutrisi masing-masing agar selalu tercukupi tanpa berlebih ataupun kekurangan. Narasumber: Dr. Nathalia Safitri, Sp. GK, AIFO-K Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Semarang - Published: 2024-05-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/herpes-genital/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Herpes genital adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual yang sering ditemukan. Penyakit disebabkan infeksi virus herpes simplex yang dapat menyerang area kelamin dan sekitarnya. Infeksi virus ini harus diwaspadai karena gejalanya dapat sangat mengganggu dan menyebabkan komplikasi pada ibu hamil. Mengenal Herpes Genital (Herpes Simplex) Herpes genital adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simplex. Terdapat dua macam virus herpes simplex (HSV) yang dapat menyebabkan penyakit ini, yaitu HSV I dan HSV II. Herpes genital lebih kerap terjadi akibat infeksi HSV II, sedangkan HSV I lebih sering mengakibatkan herpes oral yang gejalanya ditemukan pada area bibir dan mulut. Walau begitu, baik HSV I maupun HSV II sama-sama dapat menyebabkan herpes genital ataupun oral. Dokter tak dapat menentukan langsung jenis virus yang memicu herpes genital lewat pemeriksaan fisik saja, tapi terdapat perbedaan di antara kedua virus tersebut. Salah satunya herpes genital akibat infeksi HSV II lebih mungkin terjadi berulang kali. Meskipun biasanya tidak serius, herpes genital dapat menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien, terlebih ada kemungkinan gejala gatal dan luka di area genital dapat sering kambuh. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami faktor risiko dan berupaya menghindarinya. Gejala Setelah terkena pajanan virus herpes simplex, seseorang mungkin tidak segera mengalami gejala. Gejala dapat muncul dalam hitungan hari, bahkan hingga beberapa tahun kemudian. Gejala herpes genital yang umum ditemukan meliputi: Lenting, lepuh atau luka di area genital dan sekitarnya, biasanya disertai rasa gatal dan dapat pecah serta mengeluarkan cairan atau darah disertai nyeri Keropeng yang muncul setelah lepuh pecah Nyeri dan ketidaknyamanan yang bersumber dari area kelamin, panggul, dan paha Pembengkakan kelenjar getah bening di area kelamin yang disertai rasa nyeri Demam, kelelahan, sakit kepala, dan gejala seperti flu lainnya Nyeri saat buang air kecil Keluar cairan dari vagina Gejala ini baru akan timbul ketika virus herpes simplex yang bernaung di dalam tubuh aktif. Selama dalam kondisi dorman atau tidak aktif, gejala tidak akan muncul. Penyebab Penyebab herpes genital adalah virus herpes simplex. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka terbuka dari individu yang terinfeksi. Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus herpes simplex meliputi: Kontak seksual tanpa pengaman atau kondom Memiliki banyak pasangan seksual Sistem imun lemah, misalnya pada orang yang memiliki gangguan autoimun atau hidup dengan HIV Penularan dapat terjadi bahkan ketika tidak ada gejala yang tampak. Ibu hamil juga dapat menulari anaknya saat proses persalinan dan menyebabkan komplikasi kehamilan. Maka, penting untuk mengutamakan pencegahan, termasuk dengan melakukan kontak seksual yang aman. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosis herpes genital, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan, yang meliputi pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan laboratorium. Berikut ini pemeriksaan yang dapat dilakukan: Wawancara medis untuk mencari tahu informasi mengenai riwayat medis pasien, gejala yang dialami, dan faktor risiko yang mungkin dialami Pemeriksaan fisik yang mencakup pengamatan visual terhadap tanda herpes genital berupa lepuh atau luka di area kelamin Pemeriksaan reaksi berantai polimerase (PCR) dengan sampel dari cairan luka atau lepuh untuk mengidentifikasi materi genetik virus Pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi ketika terjadi infeksi virus Kultur virus, yakni menumbuhkan virus dari sampel cairan luka pada media khusus untuk menunjang diagnosis Cara Mengatasi Hingga saat ini belum ada obat yang dapat memusnahkan virus yang dorman. Obat antivirus, yang meliputi asiklovir, famsiklovir, dan valasiklovir, dapat digunakan untuk: Mempercepat penyembuhan pada saat gejala muncul Menurunkan frekuensi kambuhnya gejala Mengurangi tingkat keparahan dan durasi kemunculan gejala Mencegah terjadinya komplikasi Meminimalkan risiko menulari pasangan Dokter juga dapat meresepkan obat lain untuk mengatasi gejala pada pasien, misalnya gatal, nyeri, dan ketidaknyamanan. Komplikasi Herpes genital jarang menyebabkan komplikasi pada individu yang sehat. Komplikasi yang dapat terjadi walaupun jarang adalah meningitis atau infeksi selaput otak, yang ditandai dengan demam, sakit kepala, dan leher terasa kaku. Risiko komplikasi serius juga dapat terjadi pada ibu hamil, yaitu bayi lahir prematur dan ikut tertular pada saat proses persalinan. Penyandang herpes genital juga lebih rentan mengalami infeksi menular seksual lainnya, khususnya ketika daya tahan tubuhnya menurun atau sistem imunnya lemah. Pencegahan Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah penularan herpes genital secara efektif. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan: Melakukan praktik seks yang aman Tetap setia dengan pasangan Memastikan kebersihan diri dan lingkungan Mengenali gejala dan menghindari kontak dengan individu yang terinfeksi Kapan Harus ke Dokter? Jika mengalami gejala yang mengarah pada herpes genital seperti penjelasan di atas atau khawatir terhadap kemungkinan terinfeksi virus herpes simplex, sebaiknya segera kunjungi dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika (Sp. D. V. E). Dengan diagnosis dini dan mendapatkan pengobatan segera, gejala dapat dikendalikan dan risiko penularan serta komplikasi dapat ditekan. Narasumber: dr. Caroline Oktarina, Sp. DV Spesialis Dermatovenerologi Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2024-05-07 - Modified: 2024-05-07 - URL: https://primayahospital.com/paru/bronkoskopi/ - Kategori: Paru Kemajuan teknologi di bidang medis telah menghasilkan kemudahan dan manfaat bagi dokter serta pasien. Salah satu kemajuan teknologi di bidang pulmonologi adalah bronkoskopi sebagai alat untuk diagnostik, terapeutik dan perioperatif sistem pernapasan pasien Mengenal Bronkoskopi Bronkoskopi adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengakses saluran napas paru secara langsung tanpa melalui operasi terbuka Dokter spesialis paru atau yang dikenal sebagai pulmonologist menggunakan alat bronkoskopi ini melalui mulut atau hidung sambil secara langsung mengevaluasi keseluruhan saluran napas pasien Bronkoskop merupakan alat medis seperti tabung udara dengan kamera kecil di ujung dan tersambng dengan layar komputer sehingga saat melakukan tindakan bronkoskopi dokter dapat melihat secara langsung kondisi saluran napas pasien. Berdasarkan Hopkins Medicine terdapat 2 jenis bronkoskopi yaitu bronkoskopi fleksibel (Flexible bronkoskopi) dan kaku (Rigid bronkoskopi). Bronkoskopi fleksibel biasanya lebih sering digunakan oleh dokter paru karena bentuk alatnya yang lebih lentur sedangkan bronkoskopi kaku biasanya digunakan pada kasus-kasus yang berat seperti pemasangan stenting, laser, pengangkatan tumor yang sangat besar. Siapa Saja yang Memerlukan ? Dokter bisa menilai seseorang memerlukan bronkoskopi ketika ada gejala masalah kesehatan yang berkaitan dengan saluran pernapasan dan paru. Sesuai dengan fungsi bronkoskopi sebagai sarana diagnostik, terapeutik dan perioperatif maka tindakan bronkoskopi dilakukan oleh dokter paru apabila pasien memenuhi klasifikasi tersebut. Sebagai sarana diagnostik misalnya untuk pengambilan sampel bilasan bronkus apabila dengan segala cara pasien tidak bisa mengeluarkan dahak untuk diperiksa, mengambil sampel jaringan yang dicurigai ke arah keganasan paru, mencari sumber perdarahan pada pasien dengan batuk darah dengan segala pengobatan sederhana batuk darah belum membaik. Sebagai sarana terapeutik misalnya untuk mengambil benda asing pada kasus pasien dengan tertelan benda asing, evakuasi perdarahan pada pasien dengan batuk darah, membuka saluran napas pada pasien dengan obstruksi saluran napas dan bersihan bronkus pada pasien kasus tenggelam. Sebagai saran aperioperiatif misalnya pendampingan sebelum dan setelah dokter bedah toraks melakukan operasi, pendampingan dokter anestesi pada kasus-kasus dengan intubasi sulit. Persiapan dan Prosedur Secara umum sebelum melakukan tindakan bronkoskopi dokter akan menjelaskan secara detail (Inform Consent) mengenai tindakan ini. Setelah pasien mengerti dan setuju maka akan dilanjutkan tindakan pemeriksaan darah lengkap, rekam jantung serta konsultasi toleransi tindakan ke teman sejawat jantung, konsultasi ke sejawat anestesi serta konsultasi toleransi tindakan ke bagian lain apabila pasien memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Sehari sebelum tindakan biasa pasien akan diberikan obat premedikasi untuk bronkoskopi seperti obat batuk, anti inflamasi dan bronkodilator. Pasien juga akan di puasakan enam jam sebelum tindakan. Anestesi bronkoskopi selama tindakan biasanya tergantung hasil diskusi dari dokter anestesi dan operator. Umumnya bisa menggunakan lokal. Lokal sedasi dan umum. Pengerjaan bronkoskopi ini sebaiknya dilakukan di ruang operasi dengan tim yang sudah terlatih untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selama tindakan bronkoskopi alat akan terhubung dengan monitor di samping dokter operator sehingga dokter operator dapat langsung menilai dan mengevaluasi saluran napas pasien serta memikirkan tindakan lanjutan apa yang akan dilakukan terhadap pasien selama tindakan bronkoskopi. Perawatan Setelah selesai tindakan bronkoskopi pasien akan dibawa ke ruang pemulihan (Recovery Room/RR) diobservasi selama beberapa jam. Setelah kondisi dan klinis stabil selama di ruang RR maka pasien akan dipindah ke ruang rawatnya tetapi apabila kondisi selama tindakan bronkoskopi atau di ruang RR pasien mengalami perburukan atau potensial memburuk maka sementara akan dipindahkan ke ruang observasi ketat (High Care Unit) atau ke ruang Intensif (Intensive Care Unit). Adakah Efek Samping Efek samping yang terjadi setelah bronkoskopi bisa ringan sampai dengan berat namun diusahakan supaya efek samping itu tidak terjadi. Supaya efek samping ini tidak terjadi maka diharapkan sejak awal pasien sudah diperiksa dengan akurat, selama tindakan dan setelah tindakan di awasi dengan baik. Efek samping yang berat adalah kematian akibat gagal napas di meja operasi sedangkan efek samping yang ringan bervariasi mulai dari rasa nyeri atau tidak nyaman setelah tindakan, batuk bercak darah, suara parau, dada terasa nyeri dan sedikit sesak. Biasanya efek ringan ini akan hilang beberapa jam setelah tindakan bronkoskopi. Bronkoskopi di Primaya Hospital Bronkoskopi umumnya dilakukan di rumah sakit dengan peralatan dan tim medis yang sesuai. Salah satunya Primaya Hospital yang memiliki sejumlah dokter dan perawat yang profesional dan terlatih serta menggunakan teknologi terbaru dalam memberikan layanan demi memastikan keamanan dan kenyamanan pasien. Narasumber: dr. Eviriana Romauli Harapan Simarmata, Sp. P Spesialis Paru Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-05-06 - Modified: 2024-03-19 - URL: https://primayahospital.com/anak/warna-feses-anak-yang-berbahaya-dan-cara-mengatasinya/ - Kategori: Anak Warna feses seseorang bisa menunjukkan kondisi kesehatan orang tersebut secara umum. Tak terkecuali pada anak-anak. Terdapat beberapa warna feses anak yang dapat menjadi tanda bahwa ada gangguan kesehatan tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan memahami informasi tentang warna feses pada anak ini, orang tua dapat segera mengambil langkah untuk melindungi buah hatinya dari risiko kesehatan yang membahayakan. Kenapa Warga Feses Anak Penting Warna feses anak bisa memberikan petunjuk penting tentang sistem tubuh anak secara umum, terutama kesehatan pencernaan. Feses yang normal cenderung berwarna cokelat, kuning, atau hijau, yang menandakan bahwa pencernaan dalam kondisi baik. Meski begitu, warna feses anak yang bukan cokelat tua tak lantas bisa diartikan bahwa anak sedang terkena penyakit tertentu. Perubahan warna feses anak bisa menjadi tanda-tanda kesehatan yang berbeda-beda, dari hal yang normal hingga yang memerlukan perhatian medis secepatnya. Sebagai contoh, perubahan menu atau konsumsi makanan tertentu bisa membuat warna feses berubah. Misalnya anak memakan buah naga yang berwarna merah, bisa jadi warna fesesnya akan tampak kemerahan. Begitu pula bila anak makan makanan lain yang berwarna-warni. Namun secara umum perubahan warna feses anak itu tidak mengkhawatirkan dan cuma efek sementara dari konsumsi makanan tersebut. Berbeda jika warna feses anak berubah padahal sebelumnya tak ada perubahan pola makan atau baru saja makan makanan dengan warna tertentu. Contohnya warna feses anak menjadi sangat gelap atau justru sangat terang. Bisa jadi ada masalah pencernaan seperti infeksi usus, obstruksi saluran empedu, ataupun perdarahan. Selain frekuensi buang air besar dan teksturnya, perubahan warna feses ini dapat menjadi informasi penting yang dibutuhkan dokter dalam upaya diagnosis. Berbagai Warna Feses Anak dan Artinya Pada umumnya, warna feses anak yang normal adalah cokelat tua. Warna ini berarti tidak ada masalah pada sistem pencernaan anak. Adapun pada bayi baru lahir atau bayi yang mendapat air susu ibu eksklusif, warna fesesnya cenderung hijau dan ini juga merupakan warna yang normal. Bila bayi sudah mulai memakan makanan padat, warna fesesnya bisa berubah menjadi kuning muda dan biasanya juga bukan tanda ada masalah kesehatan. Adapun perubahan warna feses anak yang menandakan adanya masalah kesehatan meliputi: Putih atau abu-abu Feses anak yang berwarna putih atau abu-abu bisa menjadi tanda adanya masalah pada saluran empedu, hati, atau pankreas. Misalnya gangguan dalam saluran empedu, seperti batu empedu yang dapat menghambat aliran empedu dari hati ke usus kecil. Feses berwarna putih atau abu-abu juga merupakan salah satu gejala hepatitis. Selain itu, sejumlah studi mendapati feses yang berwarna putih menjadi salah satu gejala awal fibrosis kistik, yakni penyakit genetik serius yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi lengket. Karena itu, jika warna feses anak berubah menjadi putih atau abu-abu, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Hitam Warna hitam pada feses anak bisa menjadi pertanda adanya perdarahan pada saluran pencernaan atas yang memerlukan perhatian medis secepatnya. Perdarahan ini antara lain bisa disebabkan oleh: Tukak lambung Peradangan pada lapisan esofagus atau kerongkongan (esofagitis) Penyakit Crohn Infeksi bakteri atau parasit Penyumbatan saluran pencernaan, misalnya akibat polip atau tumor Merah Bila warna feses anak merah terang atau terdapat bercak darah, bisa jadi ada perdarahan pada saluran pencernaan bawah. Kondisi ini juga memerlukan pemeriksaan medis segera. Penyebab perdarahan ini antara lain: Infeksi bakteri, virus, atau parasit pada saluran pencernaan Pembengkakan pembuluh darah di anus atau rektum Sembelit atau mengejan terlalu keras saat buang air besar yang memicu robekan pada saluran pencernaan bawah Alergi terhadap makanan tertentu Peradangan usus, termasuk penyakit Crohn atau kolitis Cara Mengatasi Warna Feses Anak yang Berbahaya Untuk dapat mengatasi perubahan warna feses anak yang membahayakan, harus diketahui dulu apa penyebabnya yang spesifik. Maka langkah pertama yang harus ditempuh adalah berkonsultasi dengan dokter anak setelah mengetahui warna feses anak berubah tidak seperti biasanya. Dari konsultasi ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan, menegakkan diagnosis, dan memberikan saran penanganan yang tepat. Sementara itu, penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan cairan yang memadai. Khususnya bila perubahan warna feses itu disertai dengan gejala lain seperti demam, diare, atau muntah. Adapun bila ada dugaan warna feses anak berubah karena faktor makanan yang dikonsumsi, cara untuk memulihkan warna feses anak cukup dengan menghentikan konsumsi makanan tersebut. Tapi jika setelah makanan itu sudah tak dikonsumsi namun warna feses anak tetap tak berubah, sebaiknya segera datangi dokter. Warna feses anak juga bisa berubah karena penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya hanya gunakan obat-obatan yang sesuai dengan resep dokter. Jika merasa warna feses berubah setelah menggunakan obat tertentu, dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kapan Harus ke Dokter Meski perubahan warna feses anak tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus, ada beberapa warna tertentu yang seringkali menjadi petunjuk bahwa ada gangguan kesehatan yang harus segera ditangani secara medis. Penting bagi orang tua untuk memahami arti warna feses anak berbahaya dan cara mengatasinya. Narasumber: dr. Mire Riyana, Sp. A, M. Biomed Spesialis Anak Primaya Hospital Semarang - Published: 2024-05-06 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/gangguan-kepribadian/ - Kategori: Kejiwaan - Translation Priorities: Optional Setiap manusia mempunyai kepribadian unik yang terdiri dari perpaduan kompleks berbagai sifat. Ciri-ciri kepribadian memengaruhi cara orang memahami dan berhubungan dengan dunia di sekitar mereka, serta cara mereka memandang diri mereka sendiri. Idealnya, ciri-ciri kepribadian seseorang memungkinkan mereka beradaptasi secara fleksibel terhadap perubahan lingkungan sehingga menghasilkan hubungan yang lebih sehat dengan orang lain dan menanggulangi masalah dengan cara yang lebih baik. Ketika seseorang memiliki ciri-ciri kepribadian yang kurang adaptif, hal ini menyebabkan ketidakfleksibelan dan coping yang tidak sehat. Misalnya, mereka mungkin mengelola stres dengan meminum minuman keras atau menyalahgunakan obat-obatan, kesulitan mengendalikan amarah, dan sulit memercayai serta berhubungan dengan orang lain. Kepribadian terbentuk sejak awal kehidupan. Kepribadian dibentuk melalui perpaduan: Genetik — Orang tuamu mungkin mewariskan beberapa ciri kepribadian kepadamu. Lingkungan — Ini mencakup lingkungan sekitar Anda, peristiwa yang terjadi pada Anda dan di sekitar Anda, serta hubungan dan pola interaksi dengan anggota keluarga dan orang lain. Gangguan kepribadian adalah ciri kepribadian yang bersifat tidak fleksibel dan maladaptif yang menyebabkan disfungsi yang bermakna dan penderitaan subjektif. Orang dengan gangguan kepribadian memiliki respons yang benar-benar kaku terhadap situasi pribadi, hubungan dengan orang lain atau pun lingkungan sekitarnya serta merasa sulit mengubah perilakunya, atau beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mencari dan mempertahankan pekerjaan serta membentuk hubungan positif dengan orang lain. Orang dengan gangguan kepribadian juga sering kali kesulitan memahami emosi dan menoleransi tekanan sehingga dapat bertindak secara impulsif. Hal ini membuat mereka sulit berhubungan dengan orang lain, menyebabkan masalah serius, dan mempengaruhi kehidupan keluarga, aktivitas sosial, kinerja pekerjaan dan sekolah, serta kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Gejala Dalam beberapa kasus, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda memiliki gangguan kepribadian karena Anda sudah terbiasa berpikir dan berperilaku seperti itu. Anda juga mungkin berpikir orang lainlah yang bertanggung jawab atas masalah Anda tersebut. Ada banyak jenis gangguan kepribadian, masing-masing memiliki perbedaan penting. Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi 5 (DSM-5), gangguan kepribadian dikelompokan ke dalam tiga kelompok (kategori) utama. Gangguan kepribadian kelompok A Gangguan kepribadian kelompok A memiliki pola berpikir dan perilaku yang tidak biasa dan eksentrik, serta adanya kecurigaan atau kurangnya minat pada orang lain. Gangguan kelompok ini terdiri dari: Gangguan kepribadian paranoid Kurang percaya dan curiga terhadap orang lain. Percaya bahwa orang lain mencoba melakukan kejahatan tanpa alasan. Meragukan kesetiaan orang lain. Ragu untuk curhat kepada orang lain karena takut orang lain akan menggunakan informasi tersebut untuk melawan mereka. Menjadi marah atau memusuhi apa yang diyakini sebagai penghinaan. Memiliki kebiasaan menyimpan dendam. Sering curiga pasangan atau pasangan seksualnya tidak setia tanpa ada alasan khusus, Gangguan kepribadian skizoid Tampaknya bersikap dingin atau tidak tertarik pada orang lain. Hampir selalu memilih untuk menyendiri. Terbatas dalam cara mengekspresikan emosi. Tidak dapat menikmati sebagian besar aktivitas. Tidak dapat menangkap isyarat sosial yang khas. Sedikit atau bahkan tidak berminat berhubungan seks dengan orang lain. Gangguan kepribadian skizotipal Memiliki pemikiran, keyakinan, ucapan, atau perilaku yang tidak biasa. Merasakan atau memikirkan hal-hal aneh, seperti mendengar suara membisikkan namanya. Memiliki emosi yang datar atau respons emosional yang tidak biasa secara sosial. Memiliki kecemasan sosial, termasuk tidak nyaman menjalin hubungan dekat dengan orang lain atau tidak menjalin hubungan dekat. Merespon orang lain dengan cara yang tidak pantas atau menunjukkan kecurigaan atau kurangnya minat. Memiliki "pemikiran magis"—keyakinan bahwa pikiran mereka dapat mempengaruhi orang dan peristiwa lain. Percaya bahwa beberapa kejadian atau kejadian biasa mempunyai pesan tersembunyi. Gangguan kepribadian kelompok B Gangguan kepribadian kelompok B memiliki pola perilaku dramatis dan tidak menentu. Orang dengan kondisi seperti ini menunjukkan emosi yang intens dan tidak stabil serta perilaku impulsif. Pola perilaku mereka tidak dapat diprediksi. Termasuk di dalamnya: Gangguan kepribadian ambang Memiliki rasa takut yang kuat akan kesendirian atau ditinggalkan. Memiliki perasaan hampa yang berkelanjutan. Melihat diri sebagai pribadi yang tidak stabil atau lemah. Memiliki hubungan mendalam yang tidak stabil. Memiliki suasana hati yang naik turun, sering kali disebabkan oleh stres saat berinteraksi dengan orang lain. Mengancam akan menyakiti diri sendiri atau berperilaku dengan cara yang dapat menyebabkan bunuh diri. Seringkali merasa angat marah. Menunjukkan perilaku impulsif dan berisiko, seperti melakukan hubungan seks yang tidak aman, berjudi, atau makan berlebihan. Gangguan kepribadian histrionik Selalu mencari perhatian. Terlalu emosional atau dramatis atau membangkitkan perasaan seksual untuk mendapatkan perhatian. Berbicara secara dramatis dengan opini yang kuat namun hanya memiliki sedikit fakta atau detail yang mendukungnya. Mudah dipimpin oleh orang lain. Memiliki emosi dangkal yang berubah dengan cepat. Sangat memperhatikan penampilan fisik. Gangguan kepribadian narsistik Memiliki keyakinan lebih istimewa dan lebih penting dari yang lain. Memiliki fantasi tentang kekuasaan, kesuksesan, dan menjadi menarik bagi orang lain. Tidak memahami kebutuhan dan perasaan orang lain. Mengharapkan pujian terus-menerus dan ingin dikagumi. Merasa lebih unggul dari orang lain dan membual tentang hal itu. Sering mengambil keuntungan dari orang lain. Cemburu pada orang lain atau percaya bahwa orang lain iri pada dirinya. Gangguan kepribadian antisosial Memiliki sedikit, jika ada, kepedulian terhadap kebutuhan atau perasaan... - Published: 2024-05-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/farmakologi/tramadol/ - Kategori: Farmakologi, Obat - Tag: Tramadol - Translation Priorities: Optional Obat pereda nyeri ada banyak sekali jenisnya mulai dari yang versi ringan hingga berat. Salah satunya yaitu tramadol yang terkenal efektivitasnya dalam mengatasi rasa sakit berat yang biasa terjadi setelah terkena luka atau setelah operasi. Namun, obat ini sering orang salah gunakan karena punya efek halusinasi, efek kantuk, dan mampu menghalau depresi sementara dengan penggunaan dosis yang tinggi. Oleh karena itu, obat ini tergolong sebagai zat yang dikendalikan peredarannya. Yuk pahami lebih lanjut tentang obat tramadol sebelum Anda menggunakannya. Apa itu Tramadol Tramadol adalah obat pereda nyeri golongan agonis opioid yang bekerja dengan cara menghambat sinyal nyeri pada sistem saraf pusat. Dengan begitu, rasa nyeri dapat berkurang sepenuhnya terutama nyeri berat seperti kondisi pasca operasi. Dalam dunia medis, obat ini hanya boleh diberikan apabila pereda nyeri lain tidak efektif untuk mengatasi rasa sakit. Obat ini akan mengubah respons otak pada saat menerima rasa sakit sehingga efek nyeri berkurang. Walaupun termasuk golongan opioid, namun obat ini tidak membuat penggunanya mengalami perubahan perilaku. Bahkan, zat ini mirip dengan zat alami dalam otak bernama endorfin yang berperan mengurangi rasa sakit dengan mengubah pesan yang dikirim tubuh ke otak. Obat ini beredar secara sangat terbatas dan sepenuhnya di kendalikan keberadaannya. Oleh karena itu, tidak mudah mendapatkan obat ini di apotek seperti obat resep lainnya. Terlebih obat ini sering orang-orang salah gunakan sebagai obat depresi maupun obat tidur bagi sebagian kalangan. Beberapa merek dagang dari obat tramadol yang peredannya terkendali dan terbatas: Tablet: Kontram, Tramal, Tradyl, Forgesic, Tradosik, Orasic, Centrasic, Radol, Corsadol, Tugesal, dan juga Pinorec Injeksi: Tradosik, Tradyl, Trasik, Orasic, Tramal, Kamadol, dan juga Forgesic Nama Obat Tramadol Kategori Obat Analgesik opioid Golongan Obat Obat keras Bentuk Obat Kaplet salut selaput Manfaat/Indikasi Mengatasi rasa nyeri Dikonsumsi Oleh Dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori C, hanya diberikan bila manfaat lebih besar dibandingkan risikonya Peringatan Ibu Menyusui Dapat masuk ke ASI sehingga perlu pengawasan dokter Manfaat Tramadol Tramadol merupakan obat golongan opioid yang akana mengubah respons maupun persepsi terhadap nyeri atau rasa sakit. Jadi, obat ini akan mengikat reseptor opiat yang terletak di saraf pusat sehingga rasa sakit dari suatu bagian tidak diteruskan sepenuhnya ke otak. Selain itu, obat ini pun akan menghambat pengambilan kembali dari beberapa zat sepereti serotonin dan norepinefrin. Tingkat pelepasan serotonin pun akan meningkat dengan penggunaan obat ini. Dosis dan Aturan Pakai Tramadol Tramadol hanya diperbolehkan untuk dewasa. Itu pun hanya sebagai langkah terakhir apabila metode atau obat lain tidak berguna. Berikut ini beberapa dosisnya sesuai bentuk obatnya; Tablet Dosis: 50-100 mg setiap 4-6 jam Injeksi Dosis: 1 ampul (100 mg) injeksi dalam infus. Bagaimana Cara Menggunakan Tramadol? Mengingat obat ini tergolong sebagai obat keras dan sangat terbatas, maka Anda harus paham betul tata cara penggunaannya seperti: Pastikan konsumsi sesuai dosis yang telah dokter anjurkan Hindari overdosis karena dapat mengalami kecanduan Minum di waktu yang sama setiap harinya agar efektif Hindari memutus konsumsi obat secara tiba-tiba Cara Penyimpanan Simpan obat ini di dalam ruangan bersih, kering, dan suhu 25 derajat celcius ke bawah. Hindari juga paparan sinar matahari langsung, hujan, jangkauan anak, dan jangkauan hewan peliharaan. Interaksi Tramadol dengan Obat Lain Obat yang dapat menimbulkan interaksi terhadap tramadol meliputi: SSRI SNRI Bupropion Tetrahydrocannabinol Mirtazapine Warfarin Norepinefrin Anogis 5-HT Lithium Carbamazepine Peringatan dan Perhatian Menggunakan Tramadol Informasikan ke dokter bila punya riwayat kejang, epilepsi, gangguan ginjal, tiroid, gangguan mental, kencing manis, penyakit kantong empedu, sulit buang air kencing Obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi mereka yang punya asma atau penyakit pernafasan berat dan sumbatan usus Tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan paracetamol Informasikan ke dokter bila sedang hamil, menyusui, maupun sedang mengonsumsi obat lainnya Efek Samping dan Bahaya Tramadol Dalam banyak penelitian yang diterbitkan di laman doi. org, bahwa obat ini memiliki efek samping ketergantungan yang cukup tinggi apabila dilakukan penyalahgunaan dalam konsumsinya. Berikut ini di antaranya: Sakit kepala Pusing Mengantuk Gangguan pencernaan Kejang-kejang Tubuh terasa lemah Cemas Kesulitan buang air kecil Euforia Gangguan menstruasi Halusinasi Berkeringat Gejala menopause Kebingungan Gangguan koordinasi Dermatitis Sementara itu, apabila penggunaan tramadol dilakukan tanpa sesuai dengan resep dari dokter atau dilakukan secara berlebihan, maka Anda akan overdosis yang nantinya bisa menimbulkan: Pupil mata mengecil Kolaps jantung Henti jantung Muntah Depresi pernapasan Kulit terasa dingin dan lembap Koma Lesu Bradikardia Otot rangka lembek Kejang Hipotensi Alternatif Obat Sejenis Tramadol Ada beberapa alternatif obat sejenis tramadol yang dapat Anda temui di pasaran yang meliputi: Medcotram Dolgesik Dolocap Corsadol Thramed Forgesic Kapan Harus ke Dokter? Anda harus sesegera mungkin berkonsultasi ke dokter apabila mengalami efek samping akibat konsumsi tramadol. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami overdosis atau ketergantungan dengan obat ini sehingga nantinya dapat dilakukan rehabilitasi sesuai prosedur. Narasumber: dr. Halim, Sp. An Spesialis Anestesi Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-05-05 - Modified: 2024-07-17 - URL: https://primayahospital.com/paru/cefadroxil-monohydrate/ - Kategori: Obat, Paru - Tag: Cefadroxil, Cefadroxil Monohydrate - Translation Priorities: Optional Antibiotik merupakan salah satu kategori obat yang berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri. Terdapat banyak sekali jenis antibiotik, salah satunya yaitu cefadroxil monohydrate yang masuk dalam golongan antibiotik sefalosporin. Dari segi fungsinya, obat ini tergolong sebagai antibiotik sprektum yang cukup luas. Fungsinya sangat beragam mulai dari mengatasi infeksi tenggorokan, kulit, saluran kemih, hingga lapisan jantung. Ingin tahu lebih lanjut seputar apa itu cefadroxil monohydrate dan apa saja manfaatnya? Yuk simak rinciannya berikut! Apa itu Cefadroxil Monohydrate? Cefadroxil Monohydrate adalah antibioitik golongan sefalosporin yang berguna untuk mengatasi berbagai berbagai jenis infeksi bakteri. Contohnya yaitu infeksi amandel, tenggorokan, saluran kemih, kulit, hingga infeksi lapisan jantung. Dokter juga kerap memberikan antibiotik ini sebelum tindakan operasi gigi maupun tindakan medis pada area saluran pernafasan atas guna mengurangi risiko terjadinya infeksi bakteri. Cara kerja obat yang disebut sefadroksil ini yaitu dengan mencegah sekaligus membunuh pertumbuhan bakteri secara tuntas dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri. Dengan begitu, bakteri akan mati bersamaan dengan perlawanan dari sistem imun tubuh. Perlu diingat, antibiotik hanya dapat digunakan untuk mengatasi masalah infeksi bakteri saja. Jadi, penyakit akibat virus tidak dapat ditanggulangi dengan cefadroxil monohydrate seperti halnya flu akibat virus influenza. Beberapa merek dagang obat ini yang bisa Anda temui di pasaran meliputi: Pharmaxil, Alxil, Cefford Forte, Opicef Forte, Ancefa FDS, Ancefa DS, Artocef, Erphadrox, Bidicef, Cedrox, Cefat, Gencef, Yaricef, Lapicef, Lostacef, Maxcef, Pyricef Forte, Renasistin OD, Quafaxil, dan juga Opicef. Nama Obat Cefadroxil Monohydrate Kategori Obat Antibiotik sefalosporin Golongan Obat Obat resep Bentuk Obat Sirup kering, kapsul, tetes oral Manfaat/Indikasi Mengatasi infeksi bakteri Dikonsumsi Oleh Anak usia di atas 6 tahun dan dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori B, belum ada studi kontrol ibu hamil namun tidak ada risiko pada janin pada percobaan binatang Peringatan Ibu Menyusui Dapat terserap ke dalam ASI Manfaat Cefadroxil Monohydrate Melansir dari laman Mayo Clinic, bahwa cefadroxil monohydrate dapat mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri khususnya pada area kulit, saluran kemih, tenggorokan, dan amandel. Untuk penyakit yang dapat ditangani dengan obat ini meliputi: Tonsilitis Sinusitis Faringitis Infeksi saluran kemih Otitis media Infeksi kulit Infeksi jaringan lunak Osteomielitis (infeksi tulang) Septic arthritis (infeksi persendian) Dosis dan Aturan Pakai Cefadroxil Monohydrate Anda bisa menemukan obat ini di apotek yang biasanya tersedia dalam kemasan kapsul dengan ukuran 250 mg & 500 mg. Atua tersedia pula sirup kering untuk anak dengan kemasan 125 mg/5 ml. Berikut ini beberapa aturan pakai dan dosis cefadroxil: Mengatasi Infeksi Kulit Anak usia ≥6 tahun: 30-50 mg/kgBB/hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Dosis maksimum yaitu 100 mg/kgBB/hari. Anak dengan BB >40 kg: 1000 – 2000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Dewasa: 1000 – 2000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Mengobati Infeksi Faringitis atau Tonsilitis Anak usia ≥6 tahun: 30/kgBB/hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Diminum selama minimal 10 hari berturut-turut. Anak dengan BB >40 kg: 1000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Diminum selama minimal 10 hari berturut-turut. Dewasa: 1000 – 2000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum Diminum selama minimal 10 hari berturut-turut Mengatasi Infeksi Streptococcus Anak usia ≥6 tahun: 30/kgBB/hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Diminum selama minimal 10 hari berturut-turut.   Anak dengan BB >40 kg: 1000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Diminum selama minimal 10 hari berturut-turut.   Dewasa: 1000 – 2000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum Diminum selama minimal 10 hari berturut-turut Infeksi Saluran Kemih Anak usia ≥6 tahun: 30-50 mg/kgBB/hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Dosis maksimum yaitu 100 mg/kgBB/hari.   Anak dengan BB >40 kg: dosis sama dengan dewasa.   Dewasa: 1000 – 2000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Infeksi Jaringan Lunak Anak usia ≥6 tahun: 30-50 mg/kgBB/hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Dosis maksimum yaitu 100 mg/kgBB/hari. Anak dengan BB >40 kg: 1000 – 2000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Dewasa: 1000 – 2000 mg per hari yang dapat di bagi ke dalam 1-2x minum. Pencegahan Endokarditis Anak usia ≥6 tahun: 50 mg/kgBB/hari di konsumsi sekitar 1 jam sebelum operasi atau tindakan medis pada prosedur operasi gigi maupun tindakan medis untuk penanganan saluran pernafasan atas. Dewasa: 2000 mg di konsumsi sekitar 1 jam sebelum operasi atau tindakan medis pada tindakan medis untuk penanganan saluran pernafasan atas maupun prosedur operasi gigi. Bagaimana Cara Menggunakan Cefadroxil Monohydrate? Ikuti label yang tertera pada kemasan atau ikuti saran dokter sebelum Anda minum cefadroxil monohydrate. Pastikan untuk menghabiskan obat ini secara menyeluruh agar tidak terjadi resistensi bakteri penyebab infeksi. Cara Penyimpanan Simpan cefadroxil monohydrate di tempat yang aman dari jangkauan anak, tempat bersuhu ruang, dan bebas dari paparan air maupun sinar matahari langsung.... - Published: 2024-05-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/kedutan-pada-mata/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kedutan pada mata kerap menjadi bahan pembicaraan yang mengarah pada mitos. Kedutan mata kanan atas atau mata kiri pun punya makna sendiri-sendiri menurut kepercayaan, dari tanda akan kedatangan tamu hingga bakal menemukan cinta atau rezeki. Tapi sebetulnya kedutan pada mata dapat dijelaskan secara medis, bahkan bisa jadi merupakan salah satu tanda adanya gangguan kesehatan atau penyakit tertentu yang butuh perhatian. Apa Itu Kedutan Kedutan mengacu pada fenomena ketika otot di sekitar mata bergerak secara tak sengaja dan seringnya tanpa bisa dikendalikan. Kedutan bisa terjadi pada kelopak mata atas atau bawah dan kiri ataupun kanan dalam beberapa detik hingga hitungan menit. Karena penyebab fenomena ini kerap tidak jelas, ada sejumlah mitos yang berkembang mengenai kedutan, termasuk kedutan mata kanan atas. Namun sejatinya ada penjelasan medis mengenai fenomena ini. Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat beberapa jenis kedutan mata dengan penyebab yang berlainan pula, yakni: Miokimia: ini jenis kedutan mata yang paling umum dan bisa terjadi pada siapa pun. Tandanya adalah kedutan mata kanan atas atau bawah, bisa juga pada mata kiri ataupun keduanya sekaligus meskipun jarang. Kedutan miokimia biasanya hilang dalam waktu sebentar, tapi bisa muncul lagi setelah beberapa jam, beberapa hari, atau lebih lama. Benign essential blepharospasm: ini jenis kedutan mata yang jarang terjadi tapi dampaknya bisa sangat parah dan mempengaruhi semua aspek kehidupan. Biasanya kondisi ini bermula dari meningkatnya aktivitas kedipan pada kedua mata dan bisa berujung pada tertutupnya kelopak mata sepenuhnya. Kejang hemifasial: kedutan mata yang melibatkan otot pada satu sisi wajah, termasuk kelopak mata. Kedutan awalnya mungkin terjadi di sekitar mata, lalu menjalar ke bagian wajah lain. Kedutan mata umumnya tidak berbahaya. Tapi. dalam beberapa kasus, kedutan yang terjadi terus-menerus ataupun kambuhan dalam jangka waktu lama atau disertai dengan gejala tambahan seperti nyeri atau gangguan penglihatan biasanya memerlukan pemeriksaan medis untuk dicari tahu apa penyebabnya dan menentukan perawatan yang tepat. Penyebab Pada Kedutan Mata Umumnya kedutan mata bukan merupakan gejala adanya masalah kesehatan yang serius. Tapi kedutan yang berlangsung terus-menerus bisa menimbulkan gangguan atau menyebabkan ketidaknyamanan. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab kedutan pada mata : Stres dan kecemasan yang bisa membuat otot di sekitar mata menegang dan memicu kedutan Gangguan tidur atau kurang tidur di malam hari yang dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan otot, termasuk di area mata Konsumsi minuman beralkohol dan kafein dalam jumlah besar atau berlebihan bisa membuat sistem saraf terpengaruh dan menyebabkan kontraksi otot yang tak terkendali Kekurangan nutrisi penting yang berpengaruh terhadap fungsi otot dan saraf, antara lain kalium dan magnesium Iritasi mata yang bisa disebabkan oleh paparan debu, asap, atau benda asing lain Paparan dari layar perangkat elektronik yang berlebihan, seperti telepon seluler dan komputer Efek samping obat-obatan tertentu yang memicu stimulasi pada sistem saraf Gangguan medis yang berkaitan dengan sistem saraf Sensitivitas terhadap cahaya Iritasi pada permukaan bola mata atau pada kelopak mata bagian dalam Mata kering Cara Mengatasi Kedutan Pada Mata Penanganan kedutan pada mata bergantung pada faktor penyebabnya. Mengistirahatkan mata menjadi langkah paling sederhana untuk mengatasi kedutan mata yang disebabkan oleh kelelahan dan ketegangan otot mata. Cara lainnya meliputi: Mengelola stres yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan bermeditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam Menghindari konsumsi kafein dan alkohol berlebihan Memastikan tidur yang cukup di malam hari Menggunakan obat tetes air mata buatan untuk mengurangi gejala mata kering Komplikasi Kedutan Pada Mata Kedutan mata tidak selalu membutuhkan penanganan dan bisa hilang sendiri. Tapi dalam beberapa kasus bisa terjadi komplikasi terutama bila kedutan dialami terus-menerus serta ada gejala lain yang mengganggu. Komplikasi itu di antaranya: Gangguan penglihatan yang bisa menyebabkan kesulitan berkonsentrasi dan melakukan aktivitas sehari-hari Kesulitan tidur karena ketidaknyamanan akibat kedutan yang berlangsung terus-menerus Kecemasan dan stres atau masalah psikologis lain lantaran kedutan tak kunjung hilang atau malah makin parah Cara Mencegah Kedutan Pada Mata Secara umum, langkah pencegahan kedutan pada mata memerlukan penerapan gaya hidup sehat untuk menghindari faktor risikonya. Misalnya: Tidak merokok atau minum minuman beralkohol Tidur yang cukup, idealnya 7-9 jam bagi orang dewasa Mengelola stres dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan Mengambil jeda beberapa detik untuk mengistirahatkan mata setiap 20 menit saat banyak beraktivitas di depan layar perangkat elektronik Menghindari asupan minuman kafein berlebihan, termasuk kopi, teh, dan minuman berenergi Mempraktikkan pola makan gizi seimbang setiap hari Menggunakan kacamata yang tepat Kapan Harus ke Dokter Jika mengalami kedutan mata kanan atas yang berlangsung lama atau disertai dengan gejala lain yang mengganggu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani evaluasi lebih lanjut. Yang perlu diwaspadai adalah kedutan mata kanan atas bisa terjadi akibat gangguan sistem saraf yang serius seperti multiple sclerosis, penyakit Parkinson, dan Bell’s palsy. Dengan diagnosis dan perawatan yang sesuai, banyak kasus kedutan mata bisa dikelola dengan baik dan gejalanya berkurang atau hilang sepenuhnya. Narasumber : dr. Ratih Andriana Mutia, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-05-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/tht/amandel/ - Kategori: Penyakit, THT - Tag: Radang Amandel, Tonsilitis - Translation Priorities: Optional Radang amandel termasuk salah satu penyakit yang dapat menyerang pada semua usia. Walau sering dianggap sepele oleh sebagian besar orang, namun kondisi ini bahkan dapat mengakibatkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Lalu, seperti apa pengobatan terhadap radang amandel? Apakah perlu dioperasi dalam proses penyembuhannya? Jika ingin tahu, yuk simak rincian lengkapnya berikut ini. Apa itu Radang Amandel? Radang amandel adalah kondisi ketika amandel (tonsil) terjadi inflamasi atau peradangan akibat infeksi. Kondisi ini dalam istilah medis juga sering disebut sebagai tonsilitis. Amandel merupakan baris pertahanan terdepan tubuh kita dalam melawan penyakit. Terletak di belakang tenggorokan, tonsil berisi sekumpulan kelenjar getah bening yang akan memproduksi sel darah putih untuk membantu tubuh dalam melawan infeksi. Kelenjar ini juga berperan menjebak menyaring berbagai jenis kuman/bakter, virus, maupun mikroorganisme lain yang masuk melalui saluran nafas. Lalu, antibodi berupa sel darah putih yang diproduksi juga berperan dalam melawan infeksi di seluruh bagian tubuh. Pada anak-anak, organ satu ini berukuran besar karena tugasnya sangat penting untuk membantu menghalau berbagai infeksi yang masuk mengingat daya tahan tubuhnya masih lemah. Namun, bagi orang dewasa amandel akan lama-lama menyusut seiring bertambahnya usia mengingat tugasnya tidak diperlukan lagi. Oleh sebab itulah, risiko radang amandel lebih besar bagi anak-anak. Namun demikian, orang dewasa pun dapat terkena amandel dengan gejala yang kambuh-kambuhan. Gejala biasanya akan hilang sendiri antara 7-10 hari untuk kasus yang ringan hingga sedang. Penyakit Radang Amandel Gejala Utama Sakit hebat pada tenggorokan, amandel membengkak Dokter Spesialis Dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) Penyebab Utama Terkena virus Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek hitung sel darah lengkap, tes swab Faktor Risiko Anak-anak Pengobatan Operasi, antibioitik, obat lainnya Pencegahan Menjaga higienitas makanan dan minuman Komplikasi Radang ginjal, demam rematik, dan juga selulitis tonsil Faktor Risiko Seseorang akan sering menderita amandel apabila mereka memiliki faktor risiko seperti: Tinggal di lingkungan dengan paparan virus/bakteri Anak-anak serta remaja berusia 5 – 15 tahun Penyebab Radang amandel termasuk infeksi bakteri maupun virus. Jadi, infeksi merupakan penyebab utama dari penyakit ini. Ada banyak tipe bakteri dan juga virus yang dapat menjadi penyebabnya. Namun, beberapa yang paling umum antara lain berupa: Stroptococcus Influenza Virus Epstein Barr Virus Parainfluenza Virus Herpes Simpleks Virus Enterovirus Adenovius Rubella Rhinovirus Gejala Mengutip dari situs Healthline, bahwa beberapa gejala radang amandel yang dapat muncul yaitu berupa: Tenggorokan yang sangat nyeri dan sangat sakit Nafas bau Demam Panas dingin Suara terdengar serak Kesulitan menelan makanan Leher yang kaku Sakit kepala Amandel terlihat bengkak dan memerah Amandel memiliki titik putih atau kekuningan Sakit telinga Sakit perut Bila anak masih kecil, umumnya mereka akan kehilangan nafsu makan dan rewel atau sebentar-sebentar menangis. Karena kondisi ini, tubuh anak pun menjadi lemas dan tidak tertarik untuk beraktivitas apa pun. Diagnosis Mendiagnosis radang amandel bisa dengan beberapa cara seperti halnya: Wawancara medis Cek fisik Tes swab tenggorokan Hitung sel darah lengkap Pencegahan Bakteri atau virus yang menyebabkan amandel bersifat menular dari satu orang ke orang lain. Jadi, pencegahan utama yang dapat Anda lakukan yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat seperti halnya: Hindari tempat yang berpotensi menularkan berbagai jenis kuman Hindari berbagi peralatan makan dan minum bersama orang lain Gunakan etika adab bersin dan batuk bila berada di tempat umum Selalu cuci tangan dengan menyeluruh sebelum makan dan juga setelah dari toilet Bila sebelumnya mengalami peradangan, pastikan untuk ganti sikat gigi Pengobatan Pengobatan radang amandel harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Bila penyebab utamanya virus, sejatinya tubuh punya kemampuan yang baik dalam melawannya. Namun bila penyebabnya bakteri, maka butuh perawatan yang intens. Beberapa pengobatan yang kerap dilakukan meliputi: Pemberian antibiotik atau antivirus Operasi tonsilektomi (pengangkatan kelenjar amandel) Anda dapat melakukan beberapa hal secara mandiri dari rumah untuk membantu pengobatan radang amandel saat kambuh seperti berikut ini: Pastikan selalu istirahat dengan cukup Gunakan humidifier (pelembab udara) bila lingkungan kering Konsumsi makanan yang mudah ditelan Pastikan tubuh selalu terhidrasi dengan baik Hindari paparan polusi udara, rokok, dan debu Gunakan tablet hisap bila perlu Bila tenggorokan sangat tidak nyaman, bisa minum pereda nyeri Berkumur dengan air garam hangat Komplikasi Radang amandel bila tidak mendapatkan perawatan yang optimal dapat menyebabkan komplikasi seperti: Obstructive sleep apnea Demam rematik Abses pertonsillar Selulitis tonsil Atritis pasca streptokokus Kapan Harus ke Dokter? Anda dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis THT (telinga hidung dan tenggorokan) apabila mengalami beberapa gejala maupun komplikasi akibat penyakit radang amandel. Walaupun sering disepelekan, namun banyak yang berakhir fatal karena mereka tidak segera memeriksakan ke dokter. Jadi, bila Anda mengalami gejala awal radang amandel, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter THT. Jika nantinya butuh penanganan berupa operasi, maka akan dirujuk ke dokter spesialis bedah umum. Narasumber: dr. Dewi Yulianti, Sp. THT-KL Spesialis THT-KL Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-05-04 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengecilkan-perut-buncit/ - Kategori: Penyakit Dalam Perut buncit sering dikaitkan dengan obesitas. Memang benar, penumpukan lemak di perut khususnya di perut bagian bawah merupakan salah satu gejala kegemukan atau obesitas, namun ada beberapa kondisi kesehatan yang juga memiliki gejala sama. Bila ingin tahu apa saja dan bagaimana cara mengecilkan perut buncit, maka silakan simak rinciannya berikut ini. Mengenal Apa itu Perut Buncit? Perut buncit merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan kondisi perut yang membesar (buncit). Bagian perut yang membesar umumnya hanya bagian bawah saja sehingga lingkar pinggang akan ikut membesar. Berbeda dengan membesarnya seperti orang hamil. Kondisi ini bisa didapati oleh semua usia. Namun, mereka yang memiliki gaya hidup sedentari atau jarang bergerak serta mengonsumsi asupan kalori yang melebihi kebutuhan tubuh, maka lebih berisiko terkena perut buncit. Walaupun perut buncit bisa diakibatkan oleh banyak hal termasuk akibat penyakit tertentu, namun obesitas menjadi penyebab paling umum yang diderita banyak orang. Kondisi ini merupakan akibat dari penumpukan lemak viseral yang terletak di dalam rongga perut maupun lemak subkutan yang terletak di bawah kulit. Tanda atau Gejala Perut Buncit Gejala perut buncit dapat dilihat dengan mudah menggunakan mata secara langsung. Namun, ada beberapa tanda yang menandakan apakah perut seseorang buncit atau tidak dikarenakan kelebihan massa lemak. Berikut di antaranya: Penambahan ukuran lingkar pinggang Perut lebih elastis dan mudah dicubit Pembesaran ukuran perut bagian bawah Perut membentuk lipatan saat duduk Perut bergelambir Penyebab Perut Buncit Ada banyak hal yang menyebabkan perut seseorang membuncit yang perlu Anda waspadai. Ini dia beberapa di antaranya: Obesitas (penumpukan lemak di perut) Hamil Konstipasi (sembelit) Asites (penumpukan cairan) Kanker lambung/perut stadium akhir Tumor di area perut Irritable Bowel Syndrome (IBS) Intoleransi terhadap makanan tertentu Penyakit liver Gizi buruk (defisiensi karbohidrat & protein) Penyakit ginjal Bloating Cara Mengecilkan Perut Buncit secara Efektif & Sehat Untuk mengatasi perut buncit, kita tidak perlu diet ekstrem atau menggunakan suplemen dan obat-obatan yang banyak beredar. Berikut ini beberapa cara mengatasi perut buncit secara sehat yang dapat Anda praktekkan nantinya: 1. Kurangi Asupan Gula Walau jumlah kalorinya tidak sebanyak lemak, namun gula seringkali kita konsumsi dalam jumlah berlebih. Entah itu minuman, snack, hingga aneka kuliner pun memiliki kandungan gula. Jika sering mengonsumsi makanan/minuman dengan kandungan gula tinggi, maka dapat memicu terbentuknya lemak viseral di perut yang menyebabkan perut buncit. 2. Kurangi Lemak & Karbohidrat Makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat dapat memicu perut buncit secara cepat. Hal ini dikarenakan kedua bahan tersebut memiliki kalori yang cukup tinggi sehingga dapat mengakibatkan penumpukan kalori dalam tubuh dalam bentuk lemak. Hindari pula junk food karena memiliki banyak kandungan kedua bahan di atas. 3. Perbanyak Asupan Protein Apabila gula dan karbohidrat harus dikurangi, protein justru harus ditambah. Dengan meningkatnya asupan protein, maka tubuh akan merasa kenyang lebih lama sehingga tidak sebentar-sebentar makan atau ngemil. Selain itu protein juga berfungsi untuk meingkatkan massa otot salah satunya otot area perut. 4. Hindari Minuman Beralkohol Selain dapat merusak hati, alkohol juga mampu meningkatkan metabolisme lemak sehingga akan mengakibatkan penumpukan lemak di perut bagian bawah. Daripada minum alkohol, Anda dapat minum teh hijau yang memiliki senyawa epigallocatechin gallate (EGCG) untuk meningkatkan metabolisme dan pemecahan lemak. 5. Cukupi Kebutuhan Tidur Dari beberapa penelitian diketahui bahwa orang yang kurang tidur atau kelebihan tidur akan mengalami peningkatan lemak dalam tubuh sehingga perut menjadi buncit. Oleh sebab itu, cukupi kebutuhan tidur selama 7-8 jam setiap harinya secara konsisten tidur di jam yang sama. 6. Rutin Bergerak atau Berolahraga Olahraga memiliki manfaat yang sangat besar. Termasuk sebagai salah satu cara mengecilkan perut buncit secara efektif. Adalah banyak jenis olahraga yang dapat Anda pilih nantinya, namun kami rekomendasikan untuk menggabungkan olahraga kardio dan latihan beban untuk hasil yang lebih optimal. Atau bisa juga melakukan olahraga ringan seperti yoga. 7. Kelola Stres dengan Baik Pikiran yang stres dapat memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon kortisol berlebih dalam tubuh. Akibatnya, akan terjadi penumpukan lemak dalam tubuh, termasuk di area perut sehingga menjadikan perut buncit. 8. Berpuasa / Intermitten Fasting Berpuasa baik secara religi maupun secara medis telah terbukti membawa pengaruh positif bagi kesehatan. Dengan berpuasa, kita akan mengurangi kalori yang masuk dalam tubuh sehingga tubuh akan mengandalkan cadangan lemak sebagai energi ketika beraktivitas Dampak Perut Buncit bagi Kesehatan Selain mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat mengakibatkan beberapa dampak buruk bagi kesehatan. Dalam suatu studi, bahwa orang dengan perut buncit dan lingkar pinggang yang lebar akibat penumpukan lemak akan lebih rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi. Hal ini bisa mengakibatkan beberapa masalah kesehatan seperti halnya: Masalah pernafasan Penyakit jantung Gangguan pembuluh darah Kolesterol tinggi Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda telah mencoba melakukan beberapa cara mengecilkan perut buncit di atas namun tidak kunjung membaik, maka segera periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah terdapat penyakit yang melatarbelakangi perut buncit atau tidak. Narasumber: dr. Davie Muhamad, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-05-04 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/anak/perlengkapan-bayi-baru-lahir/ - Kategori: Anak - Tag: Perlengkapan Bayi Baru Lahir Bagi bunda yang akan punya momongan, tentunya jauh-jauh hari sebelum melahirkan haruslah sudah menyiapkan serangkaian perlengkapan bayi. Jadi, selain harus siap secara mental maupun fisik, bunda juga harus membeli beragam perlengkapan bayi baru lahir agar segala kebutuhan buah hati bunda dapat terpenuhi. Sayangnya, bagi bunda yang baru pertama kali mau punya momongan, pasti bingung memilih mana perlengkapan yang memang diperlukan dan mana yang tidak. Oleh karena itu, di kesempatan ini kami ingin mengulas beberapa daftar perlengkapan bayi baru lahir yang dapat bunda beli nantinya. Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Perlu Dipersiapkan Mengutip dari laman www. nhs. uk yang berjudul Newborn Essentials, diketahui bahwa ada beberapa perlengkapan bayi yang mestinya dipersiapkan orang tua untuk menyambut buah hatinya. Berikut ini di antaranya: 1. Popok & Perlengkapan Ganti Popok Bunda bisa membeli popok sekali pakai maupun popok kain yang dapat dicuci dan dipakai kembali. Yang terpenting, bunda perlu melakukan penggantian pokok dengan frekuensi sekitar 10 – 12 kali dalam sehari. Untuk menghemat popok sekali pakai, bunda bisa membeli beberapa popok kain lembut berbahan katun yang memiliki velcro atau tali. Namun, popok sekali pakai juga sangat penting untuk bunda beli karena cocok sekali digunakan ketika malam hari atau saat sedang bepergian ke luar rumah. Nah, untuk perlengkapan ganti pokok juga jangan sampai lupa. Beberapa yang bunda persiapkan yaitu: Waslap atau sarung tangan dari kain yang lembut Tisu basah Alas kedap air Krim ruam popok Bola kapas Tempat sampah 2. Set Pakaian Bayi Lengkap Pastikan bunda memilih pakaian bayi yang lembut, elastis, mudah menyerap keringat, dan tentunya nyaman untuk buah hati. Usahakan menggunakan bahan katun yang terkenal kelembutannya. Perhatikan juga ukurannya, bunda harus membeli sesuai ukuran bayi. Jangan terlalu longgar dan jangan terlalu ketat karena akan membuat si buah hati tidak nyaman. Usahakan untuk memilih baju bayi yang memiliki kancing depan agar mudah saat mengenakan maupun mencopotnya. Ini dia rekomendasi pakaian bayi yang perlu Anda persiapkan nantinya: 3-5 buah baju berkancing depan 5 buah jumpsuit/jumper bayi lengan pendek 5 buah jumper/jumpsuit bayi lengan panjang 7 buah legging yang elastis 10 kaus dalam 1 – 2 pakaian hangat (sweater/jaket) 3 – 4 pasang kaus kaki bayi 3 – 4 pasang sarung tangan bayi 2 – 3 topi dengan bahan utama katun Gendongan bayi 3. Set Perlengkapan Tidur Bayi Perlengkapan bayi baru lahir yang tidak boleh Anda lupakan ialah set perlengkapan tidur. Seperti yang kita ketahui, bayi baru lahir umumnya menghabiskan hari-harinya untuk tidur. Sebagai orang tua, tentunya kita harus mampu memberikan kenyamanan bagi buah hati saat tidur. Sesuai referensi yang kami ambil dari laman www. nhs. uk, bahwa bayi baru lahir tidak memerlukan bantal maupun selimut. Dalam artikel tersebut menyebutkan bahwa bantal maupun selimut dapat berisiko buruk hingga risiko kematian mendadak bagi bayi yang dalam istilah medis disebut sebagai sudden infant death syndrome (SIDS). Ini dia beberapa perlengkapan tidur untuk si kecil yang harus Anda siapkan jauh-jauh hari sebelum kelahirannya: Ranjang khusus bayi 5 buah sprei lembut Kelambu 3 – 5 buah perlak alas ompol 2 – 4 buah kain bedong 4. Perlengkapan Menyusui untuk Bayi Baru Lahir Selain beberapa set perlengkapan di atas, salah satu perlengkapan bayi bayu lahir yang bunda wajib beli yaitu perlengkapan menyusui. Pastikan untuk memilih peralatan menyusui yang memang cocok dan aman bagi bayi. Beberapa macam keperluan bayi dalam hal menyusui yaitu sebagai berikut: Botol bayi (cup feeder) Alat pembersih botol bayi Termos khusus bayi Wadah ASI Pompa ASI Bra menyusui Nursing apron Burp cloth Nursing pad Celemek bayi (bib) 5. Peralatan Mandi & Kebersihan Bayi Kebersihan si buah hati tentu harus diprioritaskan. Namun, kulit bayi berbeda dengan kulit dewasa karena jauh lebih sensitif sehingga produk yang nantinya bunda beli pun harus sesuai dengan kulit bayi. Saat lahir, bayi masih memiliki lapisan pelindung yang terlihat seperti lemak yang berwarna keputihan yang berfungsi menjaga suhu bayi sehingga pada bayi baru lahir, belum perlu untuk segera dimandikan. Nah, ini dia beberapa macam perlengkapan mandi dan kebersihan yang nantinya pasti Anda perlukan: Bak mandi bayi Handuk bayi Perlak Sabun bayi Sampo bayi Waslap Gunting kuku kecil Sisir kecil Ear bud 6. Mainan atau Alat Hiburan Untuk bayi baru lahir, memang belum memerlukan banyak mainan atau alat hiburan. Jadi, bunda bisa membelikan beberapa mainan sederhana seperti mainan kerincing, alat musik khusus bayi, atau mainan lembut yang cocok untuk dipegang bayi tanpa khawatir ditelan. Pada usia 0- 6 bulan, fungsi pendengaran dan penglihatan bayi mulai berkembang, bayi mulai menyukai melihat dan mengikuti gerak benda. Pada bayi baru lahir, kemampuan melihat terbatas kisaran jarak 20-30 cm, penglihatan bayi sensitif terhadap cahaya dan warna yang mencolok seperti merah. Selain itu, mainan yang memiliki bunyi seperti icik-icik akan menarik bagi bayi. Beberapa mainan bayi baru lahir yang cocok hingga usia 6 bulan yaitu sebagai berikut: Playmat Flashcard aneka warna Mainan kerincing gantung Boneka musik Rattle atau bola rattle Tummy time book Bumpy ball Demikian beberapa macam perlengkapan bayi... - Published: 2024-05-04 - Modified: 2024-03-14 - URL: https://primayahospital.com/gigi/obat-sakit-gigi/ - Kategori: Gigi Sakit gigi adalah masalah kesehatan yang umum di seluruh dunia dan bisa terjadi pada siapa pun dari anak-anak hingga orang dewasa. Akibat rasa sakit yang timbul dari gigi, aktivitas sehari-hari bisa terganggu hingga menurunkan kualitas hidup seseorang. Karena itu, penting untuk memahami penyebabnya sehingga dapat diketahui apa obat sakit gigi yang tepat guna memulihkan kesehatan gigi dan mencegah risiko lebih lanjut. Penyebab Sakit Gigi Obat sakit gigi mesti disesuaikan dengan penyebabnya agar masalahnya bisa diselesaikan dengan tuntas. Berikut ini sejumlah hal yang bisa menyebabkan sakit gigi: Karies Karies adalah istilah untuk gigi berlubang yang merupakan penyebab utama sakit gigi. Pemicunya adalah penumpukan bakteri di dalam mulut yang bisa menyebabkan kerusakan lapisan gigi karena produksi asam berlebih hingga membuat gigi berlubang atau rusak. Gigi sensitif Gigi terdiri atas beberapa lapisan yang ketika mengalami kerusakan akan membuat gigi lebih sensitif terhadap rangsangan langsung pada saraf gigi. Misalnya makanan dan minuman yang terlalu panas, dingin, atau manis yang bisa membuat gigi yang sensitif terasa sakit. Infeksi Gigi atau gusi yang mengalami infeksi bisa menyebabkan gejala berupa rasa sakit yang hebat. Infeksi umumnya merupakan komplikasi dari karies gigi yang tak mendapat pengobatan yang tepat. Saat bakteri masuk ke bagian tengah gigi yang lunak dan mengandung pembuluh darah atau pulpa, bisa terjadi infeksi pada saraf dan jaringan pada gigi. Impaksi Impaksi adalah kondisi ketika gigi tidak tumbuh dalam posisi yang pas atau gigi yang baru tumbuh tidak bisa menembus gusi. Kondisi ini bisa memicu pembengkakan gusi hingga rasa sakit. Abses Abses terjadi saat infeksi pada akar gigi atau ruang di sekitarnya memburuk sehingga memicu pembengkakan dan nyeri yang hebat hingga demam tinggi bila tak segera mendapat pengobatan. Kerusakan struktural Obat sakit gigi mungkin diperlukan untuk mengatasi kerusakan struktural pada gigi yang bisa terjadi akibat cedera seperti kecelakaan hingga kebiasaan buruk seperti suka menggigit-gigit benda keras. Gusi bengkak Gusi yang mengalami pembengkakan bisa memicu sakit gigi, khususnya ketika mengunyah makanan dan menyikat gigi. Pembengkakan gusi bisa diakibatkan oleh penumpukan plak dan karang gigi yang jika tak segera diatasi bisa menyebabkan peradangan gusi (gingivitis) hingga kerusakan jaringan pendukung gigi dan tulang (periodontitis) yang bisa membuat gigi goyang atau bahkan copot. Kelainan rahang Orang yang memiliki kelainan pada struktur rahangnya bisa mengalami sakit gigi terus-menerus hingga kondisi rahangnya diperbaiki. Selain kondisi-kondisi tersebut, sakit gigi bisa disebabkan oleh kebiasaan menggertak-gertakkan atau menggosok-gosokkan gigi ketika tidur dan efek perawatan gigi, misalnya setelah menjalani tindakan pencabutan atau penambalan gigi. Pilihan Obat yang Efektif Bicara soal obat sakit gigi, ada begitu banyak pilihan yang bisa diambil dari obat apotek hingga obat yang dijual bebas di warung-warung di sekitar rumah. Selain itu, ada pilihan obat sakit gigi alami yang bisa dibuat sendiri memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah. Berikut ini penjelasannya: Analgesik (Penghilang Nyeri) Jenis obat sakit gigi ini umumnya menjadi pilihan pertama ketika mengalami sakit gigi. Sebab, banyak obat yang mengandung analgesik dijual bebas di apotek hingga warung-warung. Meski demikian, yang paling aman tetaplah obat resep dokter. Contohnya: Parasetamol Ibuprofen Aspirin Obat antiinflamasi Untuk meredakan peradangan dan rasa sakit, obat sakit gigi yang tergolong obat anti-inflamasi nonsteroid seperti naproksen bisa digunakan. Antibiotik Jika penyebab sakit gigi adalah infeksi bakteri, obat antibiotik seperti amoksisilin dapat digunakan untuk mengatasi infeksi tersebut. Obat oles Selain obat yang diminum langsung, ada obat sakit gigi oles berbentuk gel atau krim dengan kandungan tertentu yang dapat diterapkan langsung pada area gigi yang sakit sebagai penghilang rasa nyeri. Contohnya obat benzocaine. Obat minyak cengkeh juga dapat menjadi alternatif karena memiliki sifat antiseptik dan analgesik untuk meredakan infeksi dan menghilangkan rasa sakit. Untuk kasus sakit gigi yang parah dengan gejala yang sudah sangat mengganggu, mungkin diperlukan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Misalnya tramadol dan oksikodon. Obat-obatan ini tak bisa sembarang dibeli di apotek dan harus digunakan sesuai dengan resep dokter agar aman. Selain obat-obatan tersebut, tak jarang orang memilih obat sakit gigi alami yang dianggap lebih aman untuk kesehatan. Beberapa contohnya termasuk: Air garam hangat Kumur-kumur dengan air hangat bercampur garam bisa membantu meredakan pembengkakan dan rasa sakit sekaligus membersihkan sela-sela gigi. Pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas saat masuk ke mulut. Minyak cengkeh alami Selain berupa produk yang siap pakai, minyak cengkeh bisa buat sendiri dengan bahan alami yang te4dpat di rumah. Caranya adalah memanggang cengkeh utuh dengan api kecil agar keluar sari minyaknya. Kemudian bilas dengan air dan keringkan, lalu ketuk-ketuk hingga pecah. Setelah itu, masukkan cengkeh ke dalam stoples dan isi dengan minyak zaitun secukupnya. Diamkan selama satu minggu agar minyak cengkeh terekstrak dengan maksimal. Kocok-kocok stoples tiap hari secara rutin hingga dapat digunakan sebagai obat oles. Teh pepermin Pepermin memiliki kandungan mentol alami yang punya sifat analgesik sehingga dapat membantu meredakan sakit gigi. Karena itu, teh pepermin hangat bisa digunakan sebagai obat. Begitu pula kantong tehnya yang dapat menjadi obat sakit gigi dengan cara ditempelkan pada gigi yang sakit. Bawang putih... - Published: 2024-05-04 - Modified: 2024-03-17 - URL: https://primayahospital.com/urologi/kista-ginjal/ - Kategori: Urologi - Tag: gejala kista ginjal, kista ginjal, penyakit ginjal Kista ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang menyerang satu atau kedua organ ginjal. Umumnya, kista ini berbentuk seperti kantung dengan dinding yang tipis dan bening serta memiliki ukuran bervariasi hingga mencapai diameter 5 cm. Kista pada ginjal dapat membuat fungsi ginjal menjadi buruk. Namun, beberapa kasus menunjukan kondisi ini dapat sembuh, di mana kista mengecil dan menghilang sendiri. Meski begitu, tetap harus waspada dengan penyakit ginjal ini. Apa itu Kista Ginjal? Kista ginjal adalah struktur berisi cairan yang tumbuh di jaringan ginjal. Umumnya, kondisi ini bersifat jinak dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Bahkan, biasanya struktur yang tumbuh di dalam jaringan ginjal ini tidak menimbulkan gejala. Namun, jika kista sudah bertumbuh besar dan menekan organ lain, gejala pun dapat muncul dan biasanya penderita akan merasakan nyeri dan kesulitan buang air kecil. Kondisi ini perlu penanganan segera agar tidak terjadi kompilasi. Terdapat empat jenis kista pada ginjal, yaitu Penyakit Ginjal Polikistik (PKD), kidney cysts sederhana, kista meduler ginjal, dan jenis medullary sponge kidney. Namun, paling umum terjadi adalah kista ginjal sederhana atau simple kidney cysts. Seberapa Umumkah Kidney Cysts? Kista di dalam ginjal dapat dialami oleh siapa saja, baik wanita maupun pria dalam rentang usia berapapun. Namun, semakin tua usia lebih berisiko menderita kista ini. 50 persen orang berusia di atas 50 tahun setidaknya ada satu kidney cysts. Dalam sebuah penelitian besar seperti melansir National Institutes of Health, sekitar 1 dari 10 orang menderita simple kidney cysts. Pada orang berusia 50 tahun ke atas, hampir 1 dari 5 orang menderita kista jenis simple kidney cysts. Jika dibandingkan wanita, pria dua kali lebih mungkin terkena penyakit yang menyerang ginjal ini. Kista jenis sederhana lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia. Lantas, apa penyebab kista muncul di ginjal? Berikut informasinya. Penyebab Kista Ginjal Kista pada jaringan ginjal biasanya berbentuk kantung berdinding tipis dan berisi cairan yang ukurannya berkisar seperti kacang polong hingga sebesar jeruk bali. Seiring pertambahan usia, kondisinya akan terus tumbuh besar. Penyebab kista di ginjal ini belum jelas, tetapi dokter menduga kondisi ini dapat terjadi ketika tubulus yang mengumpulkan urine mengalami penyumbatan. Tubulus terisi dengan cairan dan membuat area ini membengkak. Selain itu, penyebab lain yang mungkin terjadi karena pembentukan kantung disebut divertikula di area tubulus yang lemah, kemudian area ini terisi dengan cairan dan menjadi kista. Umumnya, kondisi ini terjadi seiring usia yang bertambah. Oleh karena itu, kelompok usia di atas 50 tahun lebih berisiko terhadap gangguan fungsi ginjal satu ini. Meskipun tidak berbahaya, tetapi tetap dapat mengganggu fungsi ginjal apalagi ukurannya membesar dapat menekan organ lainnya. Gejala Kista Ginjal Kista di ginjal atau kidney cysts tidak menimbulkan gejala. Namun, jika ukurannya membesar dan menekan organ lain, maka penderita akan mengalami beberapa gejala. Adapun gejala ketika kista tumbuh besar adalah sebagai berikut: Nyeri di perut, punggung bawah atau pinggang   Penderita akan mengalami demam   Urine berwarna gelap atau mengandung darah   Sering mengalami buang air kecil dan terasa nyeri   Nyeri pada bagian ulu hati Sementara itu, ada beberapa gejala lain yang dapat penderita alami untuk Penyakit Ginjal Polikistik (PKD) yang harus Anda waspadai adalah sebagai berikut: Tekanan darah tinggi (hipertensi)   Perut terasa nyeri atau bengkak   Terasa nyeri di bagian belakang ginjal   Adanya protein di dalam urine   Ditemukan batu ginjal Jika ingin memastikan gejala yang muncul adalah tanda adanya kidney cysts, maka Anda dapat konsultasi dengan dokter. Ini sebagai langkah untuk mengetahui kondisi kista apakah perlu penanganan atau tidak. Dokter akan mendiagnosanya. Diagnosa Kista Ginjal Salah satu cara mendiagnosa seseorang mengalami kista pada ginjal, yaitu dengan tes pencitraan yang dilakukan oleh dokter. Hal ini karena kidney cysts jarang menimbulkan gejala dan beberapa kista punya dinding tebal dan bahan padat. Oleh karena itu, tes pencitraan gambar menjadi salah satu cara untuk menentukan diagnosa. Kidney cysts dapat terlihat dengan alat USG. Namun, untuk mendapatkan gambar detail, dokter melakukan pemeriksaan CT Scan atau MRI. Dengan tes pencitraan, dokter dapat melihat dinding kista mengalami pengapuran atau tidak. Selain itu, dokter juga dapat mengetahui info jumlah dan ukuran kidney cysts. Dengan demikian, dokter dapat menentukan apakah pasien perlu menjalani pengobatan atau tidak berdasarkan hasil diagnosa. Sebab, beberapa kondisi kista ada yang tidak perlu pengobatan karena dapat sembuh dengan sendirinya. Cara Mengobati Kista Ginjal Dokter akan menanyakan terlebih dahulu riwayat kesehatan pasien dan gejala yang muncul. Kidney cysts dapat menimbulkan rasa sakit di antara tulang rusuk dan pinggul, sakit di perut sering buang air kecil, dan ada darah dalam urine. Jika Anda tidak mengalami gejala tersebut dan kidney cysts berukuran kecil, maka Anda tidak perlu pengobatan apapun. Namun, dokter akan memeriksa kembali dengan CT Scan dalam 6-12 bulan untuk melihat kondisi dan ukuran kista. Jika hasil tes pemeriksaan menunjukkan adanya pembesaran kista dan kista menekan organ lain, maka perlu tindakan mengecilkannya. Ada dua prosedur umum yang digunakan oleh dokter untuk mengobati kista ginjal, yaitu: Skleroterapi: Dokter memasukkan jarum ke bagian kista untuk... - Published: 2024-05-03 - Modified: 2024-12-01 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/skizofrenia-adalah/ - Kategori: Kejiwaan, Penyakit - Tag: skizofrenia, Skizofrenia adalah - Translation Priorities: Optional Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental serius yang dalam medis belum diketahui pasti apa penyebab yang mendasarinya. Kondisi ini memunculkan gejala seperti delusi, halusinasi, hingga gangguan berfikir. Walaupun dalam suatu referensi diketahui bahwa skizofrenia hanya menyerang < 1% populasi di dunia, namun kondisi ini juga harus mendapatkan perawatan serius. Pasalnya, risiko kematian akibat skizofrenia terutama di kalangan anak muda 2-3x lebih tinggi dan menyebabkan berkurangnya kualitas hidup. Untuk Anda yang ingin tahu apa itu skizofrenia, yuk simak rinciannya berikut ini. Skizofrenia Adalah? Skizofrenia adalah salah satu jenis gangguan mental serius yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi distorsi realitas. Jadi, penderita kondisi ini akan mengalami masalah pada perasaan, pikiran, hingga perilaku seperti kesulitan membedakan antara khayalan dan kenyataan. Tentunya, kondisi ini membuatpenderitanya sering dicapsebagai orang gila. Padahal, seseorang pengidap skizofrenia justru butuh lebih banyak perhatian agar kondisi mentalnya dapat lebih stabil. Apalagi, dalam kasus kronis kondisi ini akan mengakibatkan gangguan aktivitas sehari-hari hingga terjadi bersamaan dengan kondisi penyakitlain. Contohnya diabetes hingga penyakitjantung Umumnya, penyakit ini terjadi secara kronis atau jangka panjang. Jadi, penderita skizofrenia haruslah mendapatkan perawatan rutin seumur hidup. Dengan begitu gejala tidak akan bertambah parah dan penderita pun bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. Penyakit Skizofrenia (Schizophrenia) Gejala Utama Kesulitan dalam membedakan antara yang nyata dan yang tidak Dokter Spesialis Dokter spesialis kejiwaan atau psikiater Penyebab Utama Belum diketahui penyebabnya Diagnosis Pemeriksaan fisik, terapi konseling, sesi psikoterapi, wawancara medis, dan cek tahap lanjut Faktor Risiko Keturunan, penyalahgunaan obat-obatan Pengobatan Pemberian obat-obatan farmakologi sesuai ketentuan dokter, terapi psikologis Pencegahan Hindari faktor risiko Faktor Risiko Menurut WHO, bahwa kondisi ini memengaruhi kurang lebih 20 juta orangdi seluruh dunia. Dibandingkan orang normal, penderita penyakit ini memiliki risiko potensi meninggal lebih awal 2-3x lipatnya. Terutama untuk usia muda atau mereka penderita penyakit diabetes dan penyakit jantung. Terdapat beberapa faktor risiko yang mengakibatkan seseorang berpotensi terkena penyakit ini. Berikut ini beberapa di antaranya: Riwayat keluarga dengan penyakit yang sama Penyalahgunaan obat-obatan NAPSA Infeksi virus Psikodinamika dalam keluarga ( Mudah emosi, cemas berlebihan, sangat protektif, terlalu ikut campur dan sangat peneritik Jenis-Jenis Skizofrenia Bila dibagi berdasarkan gejalanya, maka kondisi ini memiliki beberapa jenis seperti halnya: Skizofrenia paranoid. Jenis skrizofrenia yangditandai dengan halusinasi maupun delusi terhadap suatu ketakutan seperti melihathantu, bisikan suara mengerikan, atau sebagainya. Schizoaffective disorder. Gejalanya berupa depresi,mania,hipomania. Berbeda dengan jenis lainnya, kategori ini memiliki gejala gangguan mood di samping delusi. Skizofrenia katatonik. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan jenis skizofrenia paling langka. Ciri khasnya yaitu terjadi perubahan perilaku secara mendadak seperti tiba-tiba bicara sendiri hingga tiba-tiba diam tak bergerak sama sekali. Skizofrenia tak terdiferensiasi. Yaitu kondisi yangbukan tergolongsalah satu dari ketiga jenis skizofrenia di atas. Gejalanya umumnya tidak banyak bicara, bingung, dan paranoid. Penyebab Hingga kini, para peneliti belum tahu pasti apa saja penyebab skizofrenia. Namun, ada beberapa hal yangdiyakini menjadi penyebab schizophrenia meliputi beberapa hal berikut ini: Faktorgenetik atau riwayat keturunan keluarga Perbedaan struktur sistem saraf pusatdan stukturotak Masalah keseimbangan zatdi otak (dopamin dan glutamat) Faktor lingkungan seperti inveksi virus Lingkungan penuh tekanan dan stres Kekurangan nutrisi saatmasih dalam kandungan Penyalahgunaan obat terlarang narkotika Menderita penyakit autoimun Gejala Skizofrenia Tiap orang punya gejala yang berbeda-beda. Apabila kondisinya semakin parah, maka gejalanya pun akan semakin parah. Ini dia beberapa gejala yang paling umum dari para penderita penyakit skizofrenia: Halusinasi Delusi (waham) Gangguan kognitif Pikiran kacau Gerakan tak teratur Ucapan sulit dikenali Kehilangan motivasi hidup Sulit konsentrasi Masalah bersosialisasi Apatis Buruk dalam emosi Mudah tersinggung Kesulitan tidur Gangguan pengambilan keputusan Gangguan ekspresi wajah Isolasi diri Diagnosis Dalam mendiagnosis skizofrenia, dokter umumnya kerap melakukan beberapa langkah-langkah sebagai berikut: Cek riwayat medis Wawancara medis Pemeriksaan fisik Evaluasi kejiwaan Pemeriksaan darah lengkap Tes pencitraan Pencegahan Schizophrenia Karena penyebab yang mendasarinya belum jelas, maka pencegahan terhadap schizophrenia pun masih belum dapat dipastikan. Namun Anda bisa melakukan beberapa hal untuk menekan faktor risiko seperti: Menghindari penyalahgunaan obat-obatan di usia muda Melakukan terapi psikologis jika merasakan keanehan pada mental Anda Segera periksakan diri bila terkena infeksi virus, terutama pada masa kehamilan Pengobatan Skizofrenia Penderita schizophrenia dapat melakukan pengobatan rutin ke psikolog maupun psikiater. Apabila kondisinya sudah terlalu parah, maka Anda dapat melakukan pengobatan di rumah sakitjiwa. Untuk jenis pengobatan yang kerap dokter lakukan meliputi: Pengobatan psikososial: dengan terapi psikologis dan sosial seperti halnya terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT). Terapi obat-obatan: pemberian antipsikotik sebagai obat skizofrenia juga kerap diberikan oleh dokter dengan tambahan obat anti anxiety dan antidepresan. Beberapa pengobatan mandiri juga dapat dipertimbangkan nseperti: Berpartisipasi dalam program grup support jika ada Hindari konsumsi alkohol, kafein, dan pola makan tak seimbang Selalu konsultasikan ke dokter bila ada perasaan ingin bunuh diri Hindari kurang tidur, stres, dan berada di lingkungan penuh stres Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter spesialis kejiwaan atau psikiater apabila Anda mengalami gejala skizofrenia yang muncul. Dengan segera memeriksakan diri saat gejala awal muncul, maka proses kesembuhan dapat lebih optimal. Narasumber: dr Veronika Suwono, Sp . KJ Spesialis Kedokteran Jiwa... - Published: 2024-05-02 - Modified: 2024-12-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/digital-subtraction-angiography/ - Kategori: Saraf - Tag: Digital Subtraction Angiography, DSA, pembuluh darah manusia - Translation Priorities: Optional Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah prosedur pemeriksaan untuk mendapat gambaran pembuluh darah manusia. Dengan menggunakan teknik fluoroskopi sehingga dapat memperoleh hasil citra gambar secara detail. Dengan menggunakan prosedur pemeriksaan DSA ini, semua struktur radiopak seperti tulang tidak akan terdeteksi sehingga gambar dari pembuluh darah lebih akurat. Ada banyak jenis penyakit yang dapat terdiagnosa dengan prosedur DSA ini. Namun, sebelum melakukan pemeriksaan biasanya dokter akan meminta dahulu riwayat kesehatan pasien. Informasi lebih jelas, simak uraian berikut. Apa itu Digital Subtraction Angiography (DSA)? Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah teknik untuk mengambil gambar pembuluh darah dengan memakai sinar-X melalui film. Teknik ini dapat mengaplikasikan pada pembuluh darah kaki, perut, kepala, jantung, dan sebagainya. Ketika Anda ingin melihat atau mengecek pembuluh darah melalui prosedur pemeriksaan DSA ini. Penggunaan cairan iodine membantu untuk mendeteksi keterlihatan penggambaran pembuluh darah pada mesin sinar-X dengan jelas. DSA ini juga dapat mendeteksi hal yang abnormalitas pada pembuluh darah secara detail dan terukur. Penggunaan alat ini lebih nyaman dan aman bagi pasien, terutama mengecek pembuluh darah yang memiliki sensitivitas yang vital. Ada banyak tujuan melakukan DSA, salah satunya adalah mendeteksi adanya kelainan pada pembuluh darah dan tumor. Hal ini berguna bagi Anda yang ingin mengecek kesehatan tubuh dengan pemeriksaan pada bagian pembuluh darah. Mengapa Memerlukan Digital Subtraction Angiography (DSA)? Alasan memerlukan teknik pemeriksaan DSA atau Digital Subtraction Angiography adalah untuk mendiagnosa beberapa penyakit seperti stroke, tumor di kelenjar pituitari, arteri karotis di leher, dan penyakit pada pembuluh darah. Tujuan memerlukan prosedur pemeriksaan dengan teknik DSA adalah untuk mendiagnosa adanya kelainan pada pembuluh darah. Pasien hanya perlu melakukan pengecekan leukosit dan hb, fungsi ginjal dan hati sebelum prosedur DSA. Pemeriksaan DSA bertujuan untuk menentukan tindakan pengobatan abnormalitas pada pembuluh darah. Caranya dengan memasukan obat atau implan pada pembuluh darah area target. DSA juga bisa untuk terapi sebelum operasi. Sementara tindakan DSA pada sistem saraf banyak digunakan untuk penyakit stroke. Penanganan stroke, fokus pada otak apakah masih fungsi atau tidak. Jika sel otak rusak, aliran darah yang mengalir pun tidak berguna lagi. Jadi, bagi penderita stroke perlu melakukan prosedur DSA ini untuk mengetahui hasil diagnosanya. Dengan begitu, dokter lebih mudah dalam memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi dari hasil diagnosa pada DSA. Siapa yang Membutuhkan Digital Subtraction Angiography (DSA)? Prosedur DSA biasanya digunakan untuk menggantikan prosedur yang berhubungan dengan pembedahan vaskuler, suatu prosedur untuk mengatasi penyakit pembuluh darah. DSA juga dapat menilai sistem pembuluh darah tumor. DSA bisa pada pasien yang ingin perbaikan aneurysm endovascular, embolism endocapsular, anoplasti balon artery, dan trombektomi. Termasuk penyakit pembuluh darah obstruktif akibat penyempitan pada lumen arteri dan vena. Sementara itu, proses ini tidak boleh dilakukan pada kondisi tertentu seperti pasien memiliki penyakit fungsi ginjal yang buruk dan sangat sensitif terhadap media kontras beryodium. Sebaiknya tidak menjalani prosedur DSA ini. Bagaimana Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA)? Sebelum melakukan prosedur DSA, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Jika ada riwayat kesehatan tertentu yang tidak boleh menjalani DSA, dokter tidak akan melakukan prosedur ini. Berikut prosedur DSA, yaitu: 1. Evaluasi Riwayat Kesehatan Tahap pertama pada prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah evaluasi riwayat kesehatan menyeluruh. Adapun kondisi yang perlu diperhatikan seperti: Riwayat alergi dengan cairan kontras Riwayat pembedahan pada pasien Diabetes dan fungsi ginjal Pemeriksaan angiogram dan aterosklerosis Penggunaan obat-obatan tertentu 2. Proses Pemeriksaan DSA Pasien berbaring di tempat angiografi untuk mendapatkan anestesi lokal. Kemudian, dokter memberikan obat bius total untuk beberapa kondisi tertentu. Denyut jantung dan kadar oksigen akan dipantau oleh tim medis. Selain itu, tekanan darah juga akan selalu terpantau selama tindakan pemeriksaan DSA berlangsung. Setelah itu, dokter melakukan langkah selanjutnya seperti: Dokter menyuntikan cairan kontras ke bagian tubuh yang akan mendapatkan pemeriksaan. Suntikan untuk menyuntik harus menggunakan jarum khusus untuk proses pemeriksaan dengan prosedur DSA. Dokter terus memantau masuknya cairan kontras dalam tubuh melalui alat USG. Hal ini untuk memastikan kondisi pembuluh darah secara langsung terpantau melalui alat tersebut dengan aman dan sesuai prosedur. Saat selesai pemeriksaan, dokter akan melakukan hemostasis pada area yang mengalami suntikan. Hemostasis adalah proses menghentikan darah secara spontan dari pembuluh darah yang mengalami kerusakan. Pasien harus beristirahat dengan posisi terlentang dalam waktu 4 sampai dengan 6 jam. Tim medis pun melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi kesehatan pasien, terutama bagian bekas suntikan cairan. Setiap melakukan pemeriksaan dengan prosedur SDA, dokter dan tim medis bekerja secara profesional. Proses pemeriksaan pun akan selalu terpantau untuk memastikan diagnosa yang tepat dan akurat pada hasil pemeriksaan. Apa Risiko Komplikasi Digital Subtraction Angiography (DSA)? Ada beberapa risiko dan komplikasi potensial yang berkaitan dengan prosedur DSA. Beberapa risiko di antaranya mungkin dapat muncul reaksi alergi terhadap kontras, perdarahan, infeksi, dan kerusakan pada pembuluh darah. Dokter biasanya akan menjelaskan secara rinci hasil pemeriksaan, hal ini juga termasuk risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Berikut risiko komplikasi DSA, yaitu: 1. Komplikasi Lokal Komplikasi ini umum terjadi dengan adanya gangguan pada bagian bekas suntik. Kemudian akan terjadi pembekuan darah atau... - Published: 2024-05-02 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/ispa/ - Kategori: Penyakit, Umum - Tag: ispa - Translation Priorities: Optional ISPA merupakan singkatan dari “Infeksi Saluran Pernafasan Akut”. Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini memang dapat sembuh sendiri dalam 3-6 hari walau tanpa pengobatan. Namun, tanpa penanganan yang tepat penyakit ini dapat menular ke orang lain dengan mudah. Apa itu ISPA? ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah suatu infeksi pada saluran pernafasan atas ataupun saluran pernafasan bawah. Dalam istilah medis penyakit ini disebut sebagai acute respiratory infection (ARI). Jenis penyakit yang tergolong ISPA sendiri banyak karena infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri maupun virus. Contohnya ada covid-19, pneumonia, epiglottitis, influenza, sinusitis, laringitis akut, faringitis akut (radang tenggorokan akut). Penyakit ISPA dapat menjangkit siapa pun orangnya tanpa memandang usia. Namun, bagi anak kecil lebih berpotensi terkena penyakit ini, termasuk bagi para lansia yang mana daya tahannya semakin menurun. Untuk jenis penyakit yang tergolong sebagai ISPA sendiri meliputi: Infeksi saluran pernafasan atas: pilek, sinus, covid-19, tonsilitis, dan juga radang tenggorokan. Infeksi saluran pernafasan bawah: TBC (Tuberkulosis), radang paru-paru, bronkitis, bronkiolitis. Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) Gejala Utama Batuk, sesak nafas, pilek, demam Dokter Spesialis Dokter spesialis paru & pulmonologi, dokter spesialis THT Penyebab Utama Infeksi bakteri atau virus Diagnosis Pemeriksaan darah, cek sampel dahak, CT scan Faktor Risiko Anak di bawah 1 tahun dan usia lanjut Pengobatan Pengobatan sesuai infeksi yang menyerang Pencegahan Hindari merokok, dan obati penyakit yang mendasarinya Komplikasi Gagal paru, sepsis, empiema, emfisema Faktor Risiko ISPA Menurut National Institutes of Health (NIH), bahwa hampir semua orang pastinya pernah mengalami ISPA setidaknya sekali setiap tahunnya. Namun, ada beberapa golongan tertentu yang meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA seperti: Anak-anak dengan imun tubuh yang lemak Bayi usia 6 bulan atau kurang Anak di bawah 1 tahun Penderita gagal jantung progresif Penderita paru obstruktif kornik Pengidap asma Penderita HIV/AID Perokok aktif Penyebab ISPA Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Akut yaitu akibat infeksi bakteri, atau virus pada saluran pernafasan atas maupun bawah. Namun dalam kebanyakan kasus, kondisi ini lebih sering terjadi pada saluran pernafasan atas. Nah, berikut ini beberapa penyebab yang seringkali Anda alami: Rhinovirus Adenovirus Respiratory Syncytial Virus (RSV) Virus corona Virus influenza Parainfluenza virus Streptococcus Chlamydia Haemophilus Staphylococcus aureus Mycoplasma pneumoniae Klebsiella pneumoniae Beberapa virus dan bakteri di atas dapat dengan mudah menyebar baik secara fisik maupun melalui percikan droplet dari penerita yang terinfeksi. Selain itu, kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi Gejala Beberapa gejala yang tampak dari penderita ISPA yaitu berikut ini: Batuk Batuk berdahak Sesak nafas Sakit kepala Pilek Mudah lelah Sakit tenggorokan Bersin Pembesaran kelenjar getah bening Hidung tersumbat Demam Mengi Diagnosis Pertama-tama, dokter akan menanyakan kepada pasien tersebut terkait gejala yang di alami dan serangkaian wawancara medis lain. Setelah, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui apakah terdapat kemiripan gejala ISPA atau tidak. Lalu, bila hasilnya masih belum jelas maka akan dibutuhkan serangkaian pemeriksaan lanjutan seperti: Cek saturasi oksigen Pengambilan sampel dahak Tes fungsi pernafasan CT scan atau rontgen dada Pencegahan Ada beberapa macam upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjangkit ISPA seperti halnya berikut ini: Selalu cuci tangan dengan teratur Bersihkan lingkungan tempat tinggal Hindari merokok atau di ruangan penuh asap rokok Jangan menyentuh wajah saat tangan kotor Konsumsi makanan kaya vitamin Lakukan vaksinasi Olahraga secara rutin Hindari kontak langsung dengan penderita ISPA Pengobatan Dalam kebanyakan kasus, ISPA seringkali disebabkan oleh virus. Apabila penyebabnya adalah virus, maka umumnya dapat sembuh sendiri seiring berjalannya waktu. Namun dokter biasanya tetap memberikan beberapa obat-obatan seperti: Pereda demam dan nyeri (paracetamol/ibuprofen) Antiviral Antibiotik Pereda batuk (guafinesin) Pereda pilek dan hidung tersumbat (diphenhydramine) Anda pun dapat melakukan pengobatan mandiri dari rumah secara mudah dan aman seperti halnya: Konsumsi madu dan lemon yang dicampur dengan air hangat Perbanyak konsumsi air bening (air putih) Perbanyak istirahat Hirup uap minyak kayu putih/mentol yang dicampur air panas Kumur dengan air garam hangat agar tenggorokan tidak gatal Gunakan bantal agak tinggi saat tidur agar pernafasan lebih lancar Komplikasi Walaupun dapat sembuh sendiri, namun ISPA juga dapat mengakibatkan serangkaian komplikasi serius apabila tidak mendapatkan perawatan secara tepat. Berikut contohnya: Gagal napas (gagal paru-paru) Bronkitis kronis (TBC Kronis) Empiema (nanah di selaput paru) Peningkatan karbondioksida darah Osteomielitis Gagal jantung Kumpulan nanah di paru-paru Sepsis Mastoiditis Emfisema (kantong paru rusak) Selulitis Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis paru & pulmonologi atau dokter spesialis THT apabila mengalami gejala ISPA seperti yang kami sebutkan di atas selama lebih dari 3 minggu. Selain itu, Anda harus mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin apabila mengalami: Batuk darah Kesulitan bernafas Demam suhu di atas 39 C Penurunan kesadaran Muntah-muntah Nah demikian beberapa hal yang perlu anda ketahui terkait apa itu ISPA. Yuk mulai gaya hidup sehat mulai dari sekarang agar terhindar dari penyakit ini. Narasumber: dr. Arum Trividiati Dokter Umum Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-05-02 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/eksfoliasi/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Tag: Eksfoliasi Eksfoliasi termasuk salah satu jenis perawatan wajah yang sering dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati maupun kotoran pada kulit. Penting untuk melakukan eksfoliasi wajah secara rutin agar mendapatkan kulit yang mulus, cerah, dan terhindar dari penuaan dini. Proses eksfoliasi sendiri dapat dilakukan secara alami maupun menggunakan bahan kimia khusus. Lalu, seperti apa langkah-langkahnya? Bila Anda ingin tahu, simak penjelasan dibawah ini: Apa itu Eksfoliasi Wajah? Eksfoliasi wajah adalah proses perawatan wajah yang dilakukan dengan mengangkat sel-sel lapisan kulit mati pada wajah. Tujuannya yaitu agar membuat kulit tampak lebih bersih, sehat, dan merangsang pertumbuhan sel-sel baru sehingga kulit menjadi lebih mulus. Dengan melakukan eksfoliasi secara rutin, maka tidak ada lagi penyumbatan pada pori-pori kulit. Dengan begitu, risiko terbentuknya komedo dan jerawat dapat berkurang. Potensi munculnya garis-garis halus juga akan berkurang. Manfaat lain dari eksfoliasi wajah yaitu kulit dapat lebih optimal dalam menyerap berbagai jenis skin care yang digunakan. Dengan begitu, manfaat yang dirasakan dari penggunaan skin care akan jauh lebih maksimal. Jenis eksfoliasi wajah dibedakan menjadi dua kategori berdasarkan jenis bahan yang digunakannya. Berikut rinciannya: Eksfoliasi physical: yaitu proses eksfoliasi menggunakan scrub atau butiran halus yang akan mengangkat sel-sel kulit mati secara fisik atau mekanik. Contohnya menggunakan campuran gula pasir dan madu, bubuk kopi, kulit jeruk, oatmeal, dan banyak lagi. Eksfoliasi chemical: yaitu proses eksfoliasi dengan menggunakan bahan kimia yang berasal dari zat asam. Contohnya yang paling populer yaitu Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang cocok untuk eksfoliasi di lapisan kulit atas dan Beta Hydroxy Acids (BHA) untuk kulit bagian dalam. Manfaat Eksfoliasi Wajah Ada beragam manfaat yang dapat Anda rasakan ketika secara teratur melakukan eksfoliasi wajah. Berikut ini beberapa di antaranya: A. Mempercepat Regenerasi Sel Kulit Secara alami, kulit sendiri selalu beregenerasi setiap 28 hari sekali. Akan tetapi, dengan melakukan eksfoliasi wajah secara rutin, maka proses tersebut dapat dipercepat hingga 1 – 2 minggu sekali. Dengan begitu, wajah akan tampak lebih cerah dan lebih sehat. B. Melawan Tanda-Tanda Penuaan Dengan bertambahnya usia, kulit pasti akan terbentuk kerutan, keriput, flek hitam, dan garis-garis halus. Namun, dengan melakukan eksfoliasi secara rutin, beragam tanda-tanda penuaan tersebut akan hilang walaupun tidak dapat hilang secara sepenuhnya. C. Mencegah Timbulnya Jerawat & Komedo Tentunya, jerawat maupun komedo menjadi hal yang sangat mengganggu penampilan. Kedua masalah tersebut diakibatkan oleh penumpukan sel-sel mati pada pori-pori kulit. Termasuk penumpukan debu, polusi, dan kotoran. Dengan melakukan hal ini secara rutin, maka masalah jerawat dan komedo dapat teratasi. D. Menurunkan Produksi Minyak Berlebih Apakah wajah Anda tampak begitu berminyak? Hal tersebut bisa Anda atasi dengan rutin melakukan eksfoliasi sehingga produksi minyak dalam kulit akan menurun tanpa mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit tidak lagi berminyak namun juga tidak lagi kering. E. Samarkan Noda Hitam & Ratakan Warna Kulit Noda hitam yang membandel walau telah menggunakan skin care secara rutin bisa Anda hilangkan dengan eksofliasi. Selain itu, apabila satu sisi wajah menghitam karena paparan sinar matahari berlebih, maka Anda pun dapat meratakannya juga dengan proses eksfoliasi. F. Meningkatkan Efektivitas Skincare Saat sel-sel kulit mati terangkat dari kulit, maka produk skin care yang anda gunakan akan terserap lebih maksimal. Jadi, buat Anda yang sudah menggunakan skin care rutin namun tidak ada perubahan maka bisa mencoba proses eksfoliasi yang akan membantu meningkatkan efektivitas skin care. G. Membantu Menyamarkan Scar atau Bopeng Scar seperti halnya bopeng jerawat memang tidak bisa dihilangkan begitu saja menggunakan skin care. Untuk menghilangkannya, kita perlu mengikis lapisan teratas kulit sehingga akan memicu produksi kolagen yang akan membuat kulit tampak lebih mulus. H. Membuat Makeup jadi Lebih Flawless & Tahan Lama Saat kulit kita bersih, maka make up pun akan dapat menempel dengan lebih baik serta akan membuatnya tampak begitu flawless. Tidak akan crack ataupun terlihat streaky lagi yang tentunya hanya bisa Anda dapatkan apabila rutin eksfoliasi. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan saat Eksfoliasi Terdapat beberapa langkah yang dapat Anda gunakan untuk eksfoliasi wajah. Berikut langkah-langkahnya: Tentukan produk eksfoliasi yang tepat dan cocok untuk kulit Anda. Kami sarankan untuk lebih memilih menggunakan chemical eksfoliasi karena tidak merusak kulit. Hindari terlalu sering eksfoliasi karena kulit butuh beregenerasi setidaknya 1 – 2 minggu. Semakin kuat bahan yang digunakan, maka semakin butuh lama bagi kulit untuk beregenerasi. Pilih waktu yang tepat, hindari saat cuaca sedang panas karena akan meningkatkan risiko inflamasi yang membuat kulit semakin memerah dan proses pemulihan jadi lebih lama. Hindari paparan sinar matahari langsung karena kulit akan lebih sensitif dan juga dapat meningkatkan risiko sunburn. Usahakan beberapa hari hari setelah eksfoliasi jangan biarkan wajah Anda terkena paparan sinar matahari langsung. Gunakan produk pelembab setelah melakukan eksfoliasi karena umumnya kulit akan menjadi lebih kering Efek Samping Eksfoliasi Peradangan berupa kulit memerah Sensasi terbakar Terkikisnya stratum korneum (lapisan terluar kulit) Risiko terkena infeksi Kulit kering dan bersisik Breakout (munculnya jerawat) Kapan Harus ke Dokter? Periksakan ke dokter spesialis kulit,kelamin dan estetik apabila Anda mengalami gejala efek samping yang kami sebutkan di atas. Terutama bila gejala tidak... - Published: 2024-05-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/ibuprofen/ - Kategori: Obat, Umum - Tag: Ibuprofen - Translation Priorities: Optional Obat pereda nyeri dan obat penurun demam yang dijual bebas di apotek ada banyak jenisnya. Salah satunya yaitu ibuprofen. Yuk ketahui rincian tentang obat ini sebelum Anda mengonsumsinya. Apa itu Ibuprofen? Ibuprofen adalah obat golongan anti inflamasi non steroid (NSAID) yang berfungsi sebagai antipiretik (penurunan demam/panas tubuh) dan analgesik (pereda nyeri). Dalam medis, obat ini kerap diberikan untuk beberapa kondisi seperti flu, nyeri haid, nyeri otot, hingga sakit setelah operasi. Cara kerja ibuprofen sebagai analgesik yaitu dengan menghentikan enzim sikloosigenase sehingga sintetis prostaglandin akan terhambat. Nah, prostaglanndin ini sendiri merupakan zat yang membuat tubuh merasakan sakit yang terletak di ujung-ujung saraf. Sementara cara kerja sebagai antipiretik yaitu dengan meningkatkan pelebaran pembuluh darah dalam tubuh (vasodilatasi) serta memperlebar aliran darah piretik yang bekerja di hipotalamus. Dalam kimia, obat ini memiliki nama berupa asam 2-(4-isobutil-fenil)-propionat. Walaupun terbagi menjadi dua enantiomer, namun hanya tipe S-ibuprofen yang dimanfaatkan dalam dunia medis sebagai zat penahan sakit. Di Indonesia, merek dagang obat ini berbagai macam jenisnya sesuai dengan jenis obatnya. Berikut rinciannya: Tablet: Novaxifen, Brufen, Ifen, Etafen, Bufect, Proris, Axofen, & Farsifen Injeksi: Peinlos, & Intrafen Suspensi: Proris Forte, Proris, Bufect Forte, Bufect, Brufen, Axofen, Etafen, Farsifen, & Novafixen Kapsul: Dolofen-F Suppositoria: Proris Nama Obat Ibuprofen Kategori Obat Antiinflamasi non-steroid (NSAID) Golongan Obat Obat bebas terbatas untuk tablet 200 mg dan suspensi. Obat keras untuk tablet/kapsul 400 mg, suppositoria, dan injeksi. Bentuk Obat Tablet, suspensi, kapsul, injeksi, suppositoria Manfaat/Indikasi Antipiretik (penurunan demam/panas tubuh) dan analgesik (pereda nyeri) Dikonsumsi Oleh Anak dan dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori C, kategori D (untuk kehamilan di atas 30 minggu) Peringatan Ibu Menyusui Dapat terserap ke ASI, hindari menggunakan obat ini tanpa konsultasi dokter Manfaat Ibuprofen Manfaat ibuprofen secara umum sebagai pereda nyeri dan penurunan panas. Karena tergolong sebagai antiinflamasi, maka obat ini pun dapat mengatasi berbagai rasa sakit atau nyeri akibat peradangan. Obat ini juga sering dikombinasikan dengan obat pereda nyeri lain seperti parasetamol untuk membuat efek analgesiknya semakin kuat. Sementara untuk obat pilek dan flu kerap dikombinasikan dengan dekongestan ataupun antihistamin. Versi tablet dan kapsul (oral) umumnya memiliki efek ringan hingga sedang. Sementara untuk versi injeksi, suspensi, maupun suppositoria umumnya punya efek tinggi. Cocok untuk kategori nyeri berat yang kadang digunakan bersamaan dengan analgesik opioid. Ini dia beberapa kondisi dan penyakit yang dapat diminimalisir dengan ibuprofen: Demam Sakit kepala Arthritis (radang sendi) Nyeri punggung Nyeri haid Sakit gigi Nyeri otot Aneka jenis inflamasi Asam urat Dosis dan Aturan Pakai Ibuprofen Pemberian obat ini tidak harus menggunakan resep dokter. Namun, Anda perlu memperhatikan dosis yang tepat agar tidak sampai overdosis. Berikut rincian dosisnya sesuai tujuan penggunaannya sesuai panduan dari FDA. : 1. Nyeri Ringan – Sedang Anak 6 bulan – 12 tahun: 4-10 mg/kg BB setiap 6-8 jam, maksimal 40mg/kg/hari Anak 12 – 17 tahun: 400 mg setiap 4-6 jam maksimal 400 mg/dosis dan 2400 mg/hari Dewasa: 400 mg – 800 mg per 6 jam dengan maksimal 3200 mg/hari 2. Penurun Demam Anak 6 bulan – 12 tahun: 5-10 mg/kg BB setiap 6-8 jam, maksimal 40mg/kg/hari Anak 12 – 17 tahun: 200 mg – 400 mg setiap 4-6 jam maksimal 400 mg/dosis dan 2400 mg/hari Dewasa: 200 mg – 400 mg per 6 jam dengan maksimal 3200 mg/hari 3. Rheumatoid Arthritis Dewasa: 400 mg – 800 mg per 4-6 jam dengan maksimal 3200 mg/hari Penggunaan secara injeksi maupun suppositoria harus melalui resep dokter atau oleh ahli medis di bawah pengawasan dokter. 4. Nyeri Haid Dewasa: 200 mg – 400 mg per 4-6 jam dengan maksimal 3200 mg/hari 5. Rheumatoid Juvenil Dewasa: 30 – 40 mg/kg BB per hari yang dibagi 3-4 dosis dengan maksimal 2400 mg/hari Anak 12 tahun ke atas: dosis sama dengan dewasa Bagaimana Cara Menggunakan Ibuprofen? Pastikan untuk menggunakan ibuprofen sesuai dengan instruksi yang tersedia di kemasan atau sesuai yang diresepkan oleh dokter. Berikut beberapa hal yang mestinya Anda perhatikan saat ingin menggunakannya: Minum obat ibuprofen tablet atau kapsul sesudah makan Telanlah dengan segelas air putih secara utuh Bila menggunakan suspensi, pastikan kocok terlebih dahulu Minum pada jadwal yang teratur setiap harinya Jenis injeksi dan suppositoria hanya melalui resep dokter Cara Penyimpanan Simpan obat ini dalam suhu kamar dan pada tempat yang kering, terhindar dari kelembaban tinggi dan sinar matahari langsung. Untuk tipe suppositoria, simpanlah pada kulkas bersuhu 2-8 derajat celcius namun jangan di freezer. Interaksi Ibuprofen dengan Obat Lain Interaksi antara ibuprofen dengan obat lain dapat terjadi melalui beberapa kondisi seperti berikut ini: Obat NSAID lainnya: terjadi peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal Obat antiplatetlet: terjadi peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal Antikoagulan: terjadi peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal Litium, metrotreksat: peningkatan risiko toksisitas Siklosporin, tacrolimus: meningkatnya risiko hiperkalemia Peringatan dan Perhatian Menggunakan Ibuprofen Anda perlu berhati-hati saat mengonsumsi ibuprofen apabila mengalami gangguan atau gejala seperti: Diabetes mellitus Gagal Jantung kongestif Gangguan ginjal Hipertensi Asma Hiperlipidemia Sakit mag Lupus eritematosus sistemik Ibu hamil trimester 1-2 Ibu menyusui Efek Samping dan Bahaya... - Published: 2024-04-30 - Modified: 2024-03-24 - URL: https://primayahospital.com/paru/rokok-elektrik-jenis-kandungan-dan-risikonya/ - Kategori: Paru Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa rokok memiliki dampak kesehatan yang buruk. Itu sebabnya ada banyak peraturan yang menyertai produksi, distribusi, dan konsumsi rokok. Di sisi lain, muncul pula alternatif rokok konvensional berupa rokok elektrik yang disebut-sebut lebih aman. Walau demikian, jenis rokok ini masih penuh perdebatan termasuk soal risikonya sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam memandangnya. Mengenal Rokok Elektrik Pada zaman modern seperti sekarang, banyak aspek kehidupan manusia yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi, termasuk dalam hal kebiasaan merokok. Salah satu inovasi yang menarik perhatian banyak orang adalah rokok elektronik. Rokok modern yang juga sering disebut rokok elektrik ini dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada rokok berbahan tembakau yang sudah kesohor sebagai faktor pemicu berbagai masalah kesehatan. Rokok elektrik adalah perangkat elektronik yang didesain sedemikian rupa untuk menghasilkan uap atau asap yang bisa dihirup oleh penggunanya layaknya rokok. Jenis rokok ini menjadi tren yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada kelompok muda. Kelebihan rokok elektrik yang ditonjolkan adalah perangkat ini tidak menghasilkan asap tembakau yang memiliki banyak kandungan zat berbahaya. Sebab, rokok ini menghasilkan asap dengan metode pemanasan atau induksi, bukan pembakaran seperti rokok konvensional. Walhasil, asap atau uapnya bisa dibuat lebih minimal dan disertai berbagai pilihan aroma yang lebih sedap, seperti wangi bunga dan buah. Lewat metode tersebut, pengguna masih bisa merasakan sensasi merokok tanpa perlu membakar tembakau seperti rokok konvensional. Walau demikian, dalam pemanasan bahan rokok elektrik, pengguna bisa pula menghirup bahan kimia yang berbahaya, termasuk nikotin atau zat berbahaya lain yang berasal dari bermacam-macam aroma yang digunakan dalam rokok tersebut. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bagi para pengguna rokok elektrik. Terlebih, menurut studi, salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik menggunakan rokok elektrik adalah adanya berbagai pilihan aroma atau rasa yang berasal dari bahan kimia tersebut. Jenis Rokok Elektrik Ketika membicarakan rokok elektrik, banyak orang langsung mengasosiasikannya dengan vape. Namun sebenarnya ada beragam jenis rokok elektrik dan vape adalah salah satu di antaranya. Berikut ini contohnya: Cigalike Cigalike atau e-sigaret adalah jenis rokok elektrik generasi pertama. Rokok elektronik ini memiliki desain seperti rokok konvensional yang punya dua bagian utama, yakni baterai dan cartridge yang berisi cairan rokok. Cartridge ini harus dilepas dan diganti dengan yang baru saat sudah habis atau ketika penggunanya ingin mengganti rasa. Vape pen Rokok elektrik berupa vape pen didesain mirip pena atau bolpen yang berukuran lebih besar daripada e-sigaret. Karena itu, cartridge penyimpan cairannya pun memiliki kapasitas lebih besar sehingga dapat lebih lama digunakan dan uap yang dihasilkan lebih banyak. Pada vape pen terdapat fitur pengaturan suhu dan daya agar pengguna bisa mendapatkan pengalaman merokok yang dikehendaki. Vape mod Ini jenis rokok elektrik yang lebih modern dengan berbagai macam fitur yang dapat disesuaikan, termasuk baterai yang bisa diisi ulang dan dilepas. Seperti vape pen, pengguna juga dapat mengatur suhu dan daya rokok ini. Vape pod Jenis ini banyak digandrungi pengguna baru rokok elektrik karena lebih sederhana dengan desain lebih ramping dan ringan. Sistem pengisian cairannya juga lebih mudah. Disposable e-cigarette Bagi perokok yang menginginkan kepraktisan, jenis rokok elektrik ini biasanya menjadi pilihan. Pengguna bisa langsung membuangnya setelah penggunaan sehingga harganya cenderung lebih terjangkau. Stick Ada satu merek besar produk rokok yang menggunakan perangkat berbentuk stick dengan filter yang dipanaskan untuk menghasilkan uap. Konsepnya mirip dengan rokok konvensional dan bisa menghasilkan puntung rokok yang merupakan sisa pemanasan rokok elektrik untuk menghasilkan uap. Kandungan Rokok Elektrik Walau dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional, rokok elektrik masih mengandung berbagai bahan berbahaya yang perlu diperhatikan. Sejumlah kandungan yang umumnya ditemukan dalam rokok elektrik antara lain: Nikotin: ini merupakan zat adiktif yang bisa dijumpai baik pada rokok elektrik maupun konvensional. Walau kadar nikotin dalam cairan rokok elektrik mungkin lebih kecil daripada rokok konvensional, tetap saja saat ini bisa memicu ketergantungan. Propylene glycol (PG) dan vegetable glycerin (VG): dua bahan yang merupakan zat pelarut dalam cairan rokok elektrik ini dinilai relatif aman, tapi masih butuh riset lebih panjang untuk memastikannya terutama ketika dihirup dalam bentuk uap yang diduga bisa menghambat saluran pernapasan. Bahan perasa: bahan perasa atau aroma yang beragam dalam rokok elektrik bisa menghasilkan senyawa berbahaya saat mengalami proses pemanasan dan dihirup ke saluran pernapasan. Bahan tambahan lain yang berisiko, seperti propilena, asetaldehida, dan formaldehida yang muncul dari proses pemanasan cairan rokok elektrik. Risiko Rokok Dengan ada banyaknya kandungan yang berbahaya tersebut, rokok elektrik dipandang masih berbahaya layaknya rokok konvensional. Risikonya termasuk: Menyebabkan ketergantungan Merusak kesehatan paru-paru, termasuk memicu penyakit paru obstruktif kronis dan bronkitis Meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke Memicu bermacam jenis kanker, terutama kanker paru, mulut, tenggorokan, dan kerongkongan Menyebabkan masalah kesehatan mulut dan gigi Berbagai peraturan dan batasan untuk rokok dan produk tembakau bertujuan menjaga kesehatan masyarakat secara umum. Walau rokok elektrik dinilai lebih aman dan bisa menjadi cara untuk menghentikan kebiasaan merokok, masih butuh riset lebih lanjut untuk membuktikannya. Narasumber: dr. Mariani Rasjid... - Published: 2024-04-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/muntaber-gejala-mencegah-dan-mengobati/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Muntaber adalah gejala yang umum terjadi ketika seseorang mengalami masalah pada saluran pencernaan. Meski biasanya ringan dan bisa diatasi di rumah, kondisi ini bisa berkembang dan butuh perhatian medis terutama bila terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Untuk itu, perlu upaya pencegahan agar anak-anak aman dari risiko muntaber yang membahayakan. Mengenal Muntaber Muntaber adalah akronim dari muntah dan berak, yakni kondisi yang terjadi ketika seseorang mengalami gejala suatu penyakit berupa muntah-muntah dan buang air besar berulang atau dalam jumlah banyak alias diare sehingga berisiko menyebabkan kekurangan cairan dalam tubuh. Kondisi ini kerap berkaitan dengan terganggunya saluran pencernaan, terutama usus dan lambung. Muntaber umumnya terjadi karena adanya peradangan pada saluran pencernaan atau gastroenteritis. Pemicunya antara lain infeksi bakteri, virus, atau parasit yang masuk ke tubuh lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Siapa pun bisa terkena muntaber, termasuk anak-anak dan orang dewasa yang tergolong rentan karena sistem imun yang lemah. Namun penyakit diare ini terutama berbahaya bagi anak-anak. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit diare adalah penyebab kematian nomor dua pada anak-anak berumur di bawah lima tahun dan menyebabkan sebanyak 525. 000 anak-anak meninggal setiap tahun. Meski demikian, kondisi ini bisa dicegah dan ditangani baik secara mandiri maupun di fasilitas layanan kesehatan. Gejala Muntaber muncul sebagai gejala masalah kesehatan pada sistem pencernaan yang kerap disebabkan oleh infeksi patogen. Ciri-cirinya meliputi: Buang air besar lebih sering dan bersifat cair Muntah-muntah berulang meski tak ada pemicu yang jelas Perut terasa nyeri atau kram Demam Muntaber berisiko menyebabkan kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi yang gejalanya bisa berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Gejala dehidrasi pada anak-anak, termasuk bayi, meliputi: Kehausan Mual Buang air kecil lebih jarang atau popok tidak basah selama lebih dari 3 jam Mulut kering Mata dan pipi cekung Kekurangan energi Tak ada air mata yang keluar saat menangis Elastisitas kulit menurun Gejala dehidrasi pada orang dewasa hampir serupa dengan anak-anak, tapi ada yang lain, seperti: Kelelahan Pusing Urine berwarna gelap Penyebab Terdapat setidaknya tiga jenis patogen yang bisa memicu penyakit dengan gejala muntaber, yakni virus, bakteri, dan parasit. Jenis virus yang kerap menyebabkan muntaber antara lain norovirus dan rotavirus. Adapun bakteri yang bisa masuk ke tubuh dan membuat individu muntah-muntah dan berak-berak termasuk Salmonella, Escherichia coli, dan Campylobacter. Sedangkan jenis parasit yang dapat menyebabkan muntaber meliputi Giardia lamblia dan Cryptosporidium. Baik virus, bakteri, maupun parasit itu bisa menjangkiti orang lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi juga bisa memicu penularan. Begitu pula bila ada kontak langsung ataupun dengan tinja orang yang terinfeksi. Selain ketiga patogen itu, muntaber bisa terjadi karena beberapa hal seperti: Keracunan makanan Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau alkohol Penggunaan obat-obatan Kehamilan Stres dan kecemasan Kondisi medis yang berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus, dan intoleransi makanan tertentu, juga dapat menyebabkan gejala muntaber. Cara Dokter Mendiagnosis Dokter bisa mendiagnosis penyakit yang disertai gejala muntaber dengan serangkaian pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien serta tes diagnostik. Rinciannya: Dokter akan meminta pasien menjelaskan seputar gejala muntaber yang dialami, seperti seberapa sering, apakah disertai nyeri perut, dan bagaimana feses yang dikeluarkan. Selain itu, dokter akan menanyakan apakah ada gejala selain muntaber yang dialami. Dokter juga akan bertanya tentang riwayat perjalanan dan kontak dengan orang yang sakit serta makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum gejala muncul. Setelah itu, dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien untuk mengevaluasi tanda-tanda infeksi dan dehidrasi yang muncul sebagai komplikasi muntaber. Untuk mengidentifikasi penyebab muntaber dan sekaligus penyakit yang dialami, dokter akan meminta pasien menjalani tes laboratorium hingga tes darah sesuai dengan hasil pemeriksaan awal. Hasil tes ini biasanya sudah bisa digunakan untuk menegakkan diagnosis dan menentukan rencana penanganan yang tepat. Cara Mengatasi Secara umum, muntaber bisa ditangani sendiri di rumah. Kuncinya adalah banyak beristirahat dan minum air putih yang cukup serta larutan oralit atau minuman yang mengandung elektrolit guna mencegah dehidrasi. Kecukupan cairan dalam tubuh ini penting karena dehidrasi bisa berakibat fatal terutama pada anak balita. Untuk mengatasi muntah-muntah dan diare serta gejala lain seperti pusing dan tidak enak badan, obat yang dijual di apotek bisa digunakan dengan membaca labelnya terlebih dahulu demi keamanan. Dokter juga dapat meresepkan obat yang sesuai guna meredakan gejala tersebut. Selama masa penyembuhan, hindari makan makanan yang berat dan susah dicerna agar sistem pencernaan tak terlampau terbebani. Hindari pula makanan yang berlemak dan terlalu pedas agar gejala muntaber tak makin parah. Komplikasi Dalam beberapa kasus, muntaber bisa memicu komplikasi yang membahayakan terutama bagi anak-anak. Di antaranya: Dehidrasi yang bisa menyebabkan gangguan dan kerusakan pada sistem organ serta sel dan jaringan hingga kematian bila tak segera teratasi Gangguan keseimbangan elektrolit yang bisa mengganggu fungsi normal sistem tubuh Penyebaran infeksi ke seluruh tubuh Pencegahan Muntaber Cara utama untuk mencegah muntaber adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Contohnya: Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun Menyimpan dan memasak makanan dengan baik dan... - Published: 2024-04-29 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/umum/anak-sering-kaget-ketika-tidur/ - Kategori: Umum - Tag: anak sering kaget, anak tidur, cara mengatasi anak sering kaget Anak sering kaget ketika tidur dengan gerakan seperti tersentak? Tidak perlu khawatir, ini bukan masalah kesehatan yang berbahaya. Kondisi anak yang sering kaget ini tidak ada hubungannya dengan gangguan saraf apapun. Si kecil kaget saat tidur terutama pada usia bayi adalah respon motorik yang tidak disengaja yang telah ada sejak lahir. Lalu, apa pemicu kaget pada anak? Bagaimana cara mengatasi anak sering kaget saat tidur? Apakah ini normal? Apakah Normal Anak Sering Kaget Saat Tidur? Bayi sehat terlahir memiliki respon motorik dasar yang dikenal sebagai refleks bayi baru lahir. Respon motorik ini sebagai pertahanan dan upaya mereka berkembang di lingkungan barunya dengan respon refleks tidak sengaja. Beberapa refleks mungkin tidak kentara, tetapi ada refleks yang dapat membuat kaget bayi seperti tersentak saat tidur yakni refleks Moro alias refleks terkejut. Refleks Moro adalah respons terprogram pada bayi baru lahir terhadap sesuatu yang tidak terduga seperti suara keras atau sensasi terjatuh. Hal ini seringkali terjadi ketika bayi sedang tidur, tetapi juga bisa terjadi saat bayi terjaga. Ketika bayi Anda sering kaget atau refleks Moro, tidak perlu khawatir! Kondisi refleks kaget akan hilang dalam beberapa bulan. Biasanya akan mulai hilang pada usia 2 hingga 4 bulan. Kemudian hilang sepenuhnya pada usia 6 bulan atau lebih. Jadi, anak sering kaget saat tidur merupakan kondisi normal. Hal ini sebagai respon mereka terhadap lingkungan baru. Bayi yang baru lahir akan mulai menyesuaikan diri dengan respon alaminya seperti refleks kaget atau refleks Moro. Apa Penyebab Anak Sering Kaget Saat Tidur? Ada beberapa penyebab anak bayi sering kaget saat tidur yang mana kondisi ini adalah normal. Mengutip dari Stanford Children's Health, penyebab bayi kaget saat tidur terjadi karena refleks kejut oleh suara atau gerakan yang keras. Ketika bayi kaget, maka akan refleks melakukan pertahanan diri seperti menjulurkan tangan dan kaki, menundukan kepala, dan menarik area tubuh lainnya. Selain itu, suara tangisannya sendiri pun bisa membuat bayi kaget saat tidur. Hampir semua hal yang masih asing bagi bayi baru lahir akan membuat bayi mudah terkejut sebagai bentuk respon. Beberapa hal lainnya yang memicu refleks kejut ini seperti: Sensasi terjauh, seperti Anda meletakkan bahi di tempat tidur tanpa dukungan yang cukup mungkin bayi mengira ia terjatuh sehingga muncul refleks kaget. Gerakan tiba-tiba pada tubuh bayi, seperti Anda mengangkat bayi dari tempat tidurnya atau menggeser kepalanya pada saat bayi sedang tidur lelap. Cahaya yang terlalu terang, seperti menyalakan lampu ruangan yang membuat bayi terkaget saat tidur karena cahayanya yang membuatnya merasa terganggu. Suara keras tiba-tiba di sekitarnya, seperti suara benda jatuh ke lantai. Hal ini juga sebagai pertanda bahwa pendengaran bayi berfungsi dengan normal. itulah beberapa faktor pemicu anak sering mengalami kaget saat tidur. Dengan mengetahui faktor pemicunya, maka ini akan lebih mudah untuk mengatasinya. Lalu, bagaimana cara mengatasi anak yang sering kaget saat sedang tidur? Cara Mengatasi Anak Sering Kaget Ketika Tidur Cara mengatasi refleks kaget atau refleks Moro pada anak sebenarnya memang cukup sulit. Namun, kondisi ini akan menghilang sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi. Respon refleks terhadap sesuatu yang asing tidak lagi muncul. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa membantu mengatasi anak sering kaget ketika tidur agar tidak mengganggu kenyamanan dan tumbuh kembangnya. Berikut cara mengatasinya yang bisa Anda coba, di antaranya: 1. Gendong dan Peluk si Kecil Jika Anda melihat bayi tiba-tiba kaget saat tidur, maka segera gendong dan peluk si kecil. Hal ini akan membuatnya merasa aman dan nyaman. Saat menggendongnya, Anda bisa berikan ayunan sehingga anak bisa tidur kembali dengan pulas. Namun, ketika Anda akan menggendong bayi yang kaget secara tiba-tiba, pastikan Anda mengangkatnya dengan hati-hati. Usahakan agar leher dan kepalanya Anda topang dengan tangan. Hal ini akan membuat bayi tetap tenang dan aman. 2. Membedong si Kecil Membedong anak yang baru lahir merupakan kebiasaan mayoritas ibu di Indonesia. Selain itu, membedong bayi juga bisa mengatasi refleks kaget karena si kecil tidak bisa menjulurkan tangan dan kakinya saat kaget secara tiba-tiba. Namun, berhati-hati pada saat membedong bayi. Jangan terlalu ketat sehingga membuat bayi tidak nyaman. Jika bayi tampak rewel dan menggeliat di dalam bedong, maka segera melepas bedongnya karena mungkin merasa kepanasan. 3. Kurangi Pemicu Kaget Mengatasi anak sering kaget ketika tidur selanjutnya adalah kurangi pemicunya. Sebagai contoh, cobalah menjaga agar cahaya lampu tetap redup atau dengan intensitas yang merata sehingga tidak membuat bayi silau atau terkejut. Selain itu, meminimalkan kebisingan dari luar yang tidak dapat bayi hindari. Pertimbangkan untuk menggunakan mesin white noise atau musik yang menenangkan untuk meredam kebisingan dari luar agar tidak mengganggu tidur bayi. 4. Berikan Pijatan Lembut Salah satu cara menenangkan bayi atau anak yang terkejut tiba-tiba saat tidur adalah memberikan pijatan lembut. Biasanya refleks kejut pada anak saat tidur karena merasa tidak nyaman dengan sekitarnya atau merasa takut. Dengan memberikan pijatan lembut dapat membantu anak atau bayi tidur lebih nyenyak. Mereka akan merasa rileks dan nyaman dengan pijatan di bagian tubuh seperti tangan, kaki, dada, dan punggungnya sebelum si... - Published: 2024-04-29 - Modified: 2024-04-01 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/perilaku-manipulatif-kenali-tanda-dan-penyebabnya/ - Kategori: Kejiwaan Perilaku manipulatif adalah perilaku melanggar batasan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengambil alih kendali dalam interaksi interpersonal. Perilaku manipulatif bisa bersifat prososial dalam arti bermanfaat bagi hubungan maupun antisosial atau berbahaya pada hubungan. Tanda Ada beberapa tanda seseorang melakukan perilaku manipulatif seperti : Secara persisten memberikan perhatian dan cinta yang berlebihan Adanya persistensi tanpa mengindahkan batasan Adanya tekanan waktu yang memaksa seseorang untuk bertindak Ada ketidaksesuaian antara kata-kata dengan tindakan Orang yang berada di dekatnya akan merasa bersalah dan malu Penyebab Perilaku manipulatif bisa disebabkan karena beberapa faktor, yaitu : Riwayat keluarga Dinamika keluarga berkontribusi dalam menentukan mekanisme pertahanan psikologis seseorang. Orang yang berada dalam keluarga yang manipulatif akan belajar untuk melakukan perilaku yang sama untuk mencapai tujuannya. Gangguan mental Perilaku manipulatif dikaitkan dengan isu kelekatan dan gangguan kepribadian tertentu seperti gangguan kepribadian ambang dan agngguan kepribadian narsisistik Riwayat kekerasan Seseorang yang memiliki riwayat kekerasan bisa merasa tidak nyaman untuk membicarakan kebutuhan mereka secara langsung, dengan demikian lebih rentan untuk melakukan perilaku manipulatif. 14 Tipe Manipulasi Dalam Hubungan Ada banyak tipe perilaku manipulatif dalam hubungan, di antaranya: Kontrol yang koersif misalnya dengan mengendalikan jadwal atau keuangan Mengubah aturan Emotional blackmail Gaslighting dengan menyangkal atau meminimalisasi apa yang dilihat, didengar, dirasakan Guilt-tripping Isolasi misalnya dengan membatasi akses pada lingkaran atau komunitas terdekat Berbohong Memberikan cinta yang berlebihan Pasif agresif Proyeksi Mendiamkan (silent treatment) Mencemarkan nama baik dari belakang Triangulasi dengan melibatkan pihak ketiga untuk membujuk melakukan sesuatu Memicu timbulnya rasa insecure Tata Laksana Orang yang berperilaku manipulatif secara terus menerus akan memiliki gangguan dalam menjalin hubungan baik dalam keluarga, pertemanan ataupun hubungan romantis. Bila Anda merasa diri Anda atau kerabat Anda memiliki perilaku manipulatif yang persisten dan mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional di bidang kesehatan jiwa. Evaluasi yang mendalam perlu dilakukan untuk menentukan apa yang mendasari seseorang melakukan perilaku manipulatif secara terus menerus, sehingga kemudian bisa diberikan tata laksana yang sesuai. Sementara menunggu waktu berkonsultasi, Anda bisa belajar bagaimana berkomunikasi secara sehat dan efektif dan mengembangkan batasan yang sehat dalam hubungan. Narasumber : dr. Alvina, Sp. KJ Spesialis Kedokteran Jiwa Priamaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-04-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/hematochezia-gejala-mencegah-dan-mengobati/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Munculnya bercak darah dalam tinja seringkali menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang butuh perhatian medis. Terlebih bila ada darah segar yang keluar bersama tinja. Kondisi yang disebut hematochezia dalam dunia medis itu bisa menandakan bermacam gangguan kesehatan sehingga penting untuk segera menjalani pemeriksaan. Mengenal Hematochezia Hematochezia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut kondisi berupa adanya darah segar dalam tinja. Warna darah yang keluar biasanya menandakan sumber dan tingkat keparahan perdarahan dalam sistem pencernaan. Hematochezia bisa terjadi karena berbagai kondisi dan dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan serius. Seberapa serius kondisi yang menyebabkan hematochezia bisa diketahui lewat serangkaian pemeriksaan oleh dokter ahli gastroenterologi yang memiliki spesialisasi di bidang pencernaan, termasuk usus, hati, lambung, dan ginjal. Hematochezia berbeda dengan melena yang juga merupakan kondisi ketika terdapat darah dalam tinja. Menurut buku Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. 3rd edition, melena adalah kondisi ketika terdapat darah berwarna merah kehitaman dalam tinja. Sedangkan warna darah dalam hematochezia adalah merah segar. Baik hematochezia maupun melena menandakan adanya gangguan pada saluran cerna. Untuk memastikannya, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien oleh dokter yang bisa sekaligus merancang pengobatan yang sesuai. Gejala Hematochezia Hematochezia sendiri adalah gejala adanya masalah kesehatan pada saluran cerna. Tanda yang utama adalah munculnya darah segar berwarna merah yang bercampur dengan tinja saat buang air besar. Kadang darah ini juga keluar walau sedang tak buang air besar. Darah bisa berupa bercak, bisa pula mengalir dari dalam rektum. Adapun gejala lain yang menyertai bergantung pada kondisi yang melatari. Di antaranya: Nyeri perut Perubahan pola buang air besar, misalnya diare atau konstipasi Kelelahan yang signifikan Mual dan muntah Penurunan berat badan yang tak diinginkan Warna kulit berubah menjadi pucat Demam Penyebab Hematochezia Ada berbagai kondisi yang bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan hematochezia, seperti: Pecahnya wasir atau pembuluh darah yang membengkak di area anus atau rektum Peradangan divertikula atau kantong-kantong pada dinding usus Infeksi usus atau organ pencernaan lain oleh virus, parasit, atau bakteri Polip usus Penyakit peradangan usus seperti penyakit Crohn Fisura rektum, yakni luka atau robekan pada dinding rektum Kanker usus besar atau rektum Angiodisplasia atau gangguan pada pembuluh darah di usus Tukak lambung Cara Dokter Mendiagnosis Hematochezia Diagnosis hematochezia memerlukan serangkaian langkah untuk mengidentifikasi penyebabnya. Berdasarkan diagnosis ini, dokter akan menyusun rencana pengobatan yang sesuai. Langkah-langkahnya antara lain: Pemeriksaan fisik pada perut, anus, dan rektum serta wawancara mengenai gejala yang dialami serta hal lain yang berkaitan Analisis tinja untuk mengidentifikasi keberadaan darah, infeksi, atau masalah pencernaan tertentu Tes hitung darah lengkap untuk mengetahui apakah terjadi infeksi ataupun kekurangan darah Pemeriksaan bagian dalam usus besar dengan alat kolonoskop atau kolonoskopi Tes pencitraan seperti CT scan atau MRI guna mengidentifikasi perubahan struktural atau adanya lesi di dalam usus Pemeriksaan radiologi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai saluran cerna Bergantung pada hasil pemeriksaan awal, dokter bisa meminta pasien menjalani tes khusus yang sesuai dengan penyebab yang diduga. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat membantu menentukan metode pengobatan yang paling efektif. Cara Mengatasi Hematochezia Untuk mengatasi hematochezia, perlu diketahui dulu dengan pasti apa penyebabnya. Setelah menentukan diagnosis, dokter akan merekomendasikan jenis perawatan yang tepat, misalnya: Penggunaan krim atau salep oles serta konsumsi banyak makanan berserat dan minum cukup untuk menyusutkan hingga menghilangkan wasir Pemberian antibiotik dan diet tinggi serat untuk mengatasi infeksi akibat bakteri Pemberian obat antiperadangan dan imunosupresan untuk mengatasi peradangan usus Kemoterapi, radioterapi, hingga pembedahan untuk mengatasi kanker di saluran cerna Perubahan pola makan menjadi lebih sehat Perbaikan pola buang air besar, misalnya tidak terlalu mengejan dengan kuat saat buang air besar Komplikasi Hematochezia Hematochezia adalah tanda bahwa ada yang salah pada sistem pencernaan. Masalah ini bisa menimbulkan komplikasi bila tak segera mendapat penanganan, seperti: Turunnya jumlah sel darah merah secara signifikan sehingga menyebabkan kelelahan ekstrem, pusing, dan gejala anemia lain yang berat Dehidrasi yang ditandai dengan penurunan tekanan darah, kulit kering, dan kehausan hingga terganggunya fungsi organ Syok yang terjadi saat aliran darah ke berbagai organ tubuh menjadi sangat terbatas Obstruksi usus karena adanya bekuan darah akibat dari meningkatnya perdarahan Penyebaran kanker atau metastasis bila pemicu hematochezia adalah kanker Peradangan dan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang, di antaranya peradangan usus Hilangnya cairan dan elektrolit secara signifikan sehingga berdampak buruk pada fungsi saraf dan otot, termasuk jantung Pencegahan Hematochezia Hematochezia pada dasarnya bisa dicegah atau setidaknya risikonya bisa ditekan dalam kasus-kasus tertentu, di antaranya: Banyak makan sayuran yang kaya akan serat sehingga buang air besar lancar dan tak mengalami wasir yang bisa memicu perdarahan di anus Meminum air yang cukup untuk memudahkan buang air besar dan mencegah sembelit Berolahraga secara teratur Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi Menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk kolonoskopi, untuk mendeteksi gangguan pada saluran cerna sejak dini Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan Memastikan anus telah bersih setelah buang air besar guna mencegah infeksi dan iritasi yang bisa memicu hematochezia Kapan Harus ke... - Published: 2024-04-29 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/manajemen-laktasi/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan ASI eksklusif sudah tak terbantahkan lagi dapat memberikan banyak manfaat. Bukan hanya bagi bayi, manfaat ASI eksklusif begitu besar untuk ibu yang menyusui. Tapi beberapa ibu merasa kesulitan menjalankan program ASI eksklusif hingga tuntas. Salah satu faktor yang kerap menyebabkan gagalnya ASI eksklusif adalah kurangnya manajemen laktasi. Manajemen laktasi terdiri atas inisiasi menyusui dini, perawatan payudara, dan teknik menyusui. Demi memastikan pemberian ASI eksklusif yang optimal, ibu perlu memperhatikan manajemen laktasi ini. WHO dan UNICEF merekomendasikan inisiasi menyusui dini dalam waktu 1 jam setelah lahir, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan pengenalan makanan pendamping (padat) yang cukup bergizi dan aman pada 6 bulan bersamaan dengan melanjutkan menyusui sampai usia 2 tahun atau lebih. Persiapan Menyusui Sejak Masa Kehamilan Tubuh ibu dengan sendirinya akan menyiapkan diri untuk menyusui sejak masa awal kehamilan. Ibu dapat merasakan perubahan pada payudaranya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Namun ukuran payudara tidak menentukan seberapa banyak produksi ASI kelak ketika sudah melahirkan. Ibu dengan payudara kecil tetap dapat memberikan ASI eksklusif secara lancar. Untuk itu, ibu perlu bersiap untuk menyusui, terutama dalam rangka menyukseskan inisiasi menyusui dini atau IMD. Caranya antara lain: Mengikuti kelas ibu hamil untuk mengetahui tip seputar kehamilan dan menyusui, terutama bagi calon ibu baru Beri tahu dokter kandungan bahwa ibu kelak ingin memberikan ASI eksklusif sehingga tim dokter dapat memberi bantuan, khususnya saat inisiasi menyusui dini Masuk kelas khusus soal menyusui agar informasi yang diterima spesifik mengenai menyusui, tidak terlalu luas Minta rekomendasi konsultan laktasi dari dokter yang dapat membantu memberi dukungan sekaligus nasihat mengenai ASI eksklusif Bertanya kepada keluarga atau teman yang punya anak untuk mendapat informasi tentang pengalaman mereka dalam menyusui Siapkan perlengkapan menyusui Pada Tahap Mulai Menyusui Ketika baru saja lahir, bayi secara insting dapat mendekati payudara ibu untuk menyusu sendiri. Ini disebut inisiasi menyusui dini. Waktunya adalah 1 jam setelah lahir. IMD sangat bermanfaat untuk menyukseskan ASI eksklusif. Bayi juga akan mendapatkan kolostrum yang kaya zat yang diperlukan tubuh untuk sehat. Kolostrum adalah sebutan untuk ASI yang pertama kali keluar setelah bayi lahir. Pada tahap mulai menyusui ini, ibu mesti sudah mampu mempraktikkan sederet tip tentang cara menyusui yang benar demi memastikan program ASI eksklusif berjalan lancar. Tip itu antara lain: Teknik menyusui yang tepat Tanda perlekatan yang benar (kondisi bayi saat menyusu) Cara memerah ASI yang benar baik dengan tangan maupun pompa ASI Bagaimana menyimpan ASI Cara mencairkan ASI yang dibekukan Hal-hal yang perlu diperhatikan saat Menyusui Demi menjalankan program ASI eksklusif, ibu mesti memperhatikan sejumlah hal berkaitan dengan menyusui. 1. Frekuensi Pemberian ASI Seberapa banyak dan seberapa sering bayi memerlukan ASI tergantung kebutuhan bayi itu sendiri. Setiap bayi berbeda. Namun umumnya pada hari-hari pertama kelahiran, bayi ingin minum ASI setiap 1-3 jam sekali. Adapun ketika sudah memasuki pekan pertama hingga bulan keenam, kebutuhan makan bayi meningkat. Lazimnya, bayi pada umur 1-6 bulan memerlukan ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. 2. Tanda Kecukupan ASI yang diberikan Terdapat sejumlah tanda bahwa bayi sudah cukup mendapat ASI, seperti: Bayi mulai menyusu dengan isapan yang cepat diikuti isapan yang panjang dan berirama sembari sesekali berhenti mengisap Ibu dapat mendengar bayi menelan ASI Bayi terlihat tenang dan rileks Melepaskan mulut sendiri dari payudara Mulut bayi terlihat lembap setelah menyusu Bayi tampak sudah kenyang, tidak gelisah Payudara terasa lunak Merasa tenang dan mengantuk setelah selesai menyusui 3. Asupan Makanan dan Nutrisi Ibu Ibu mesti lebih memperhatikan makanan dan nutrisi ketika dalam masa menyusui demi lancarnya ASI eksklusif. Ibu disarankan mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat. Misalnya ikan, telur, daging, kacang-kacangan, sayur hijau, dan buah. Ibu juga harus banyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Menyusui memerlukan lebih banyak kalori. Karena itu, ibu juga mesti memantau asupan kalorinya tiap hari agar tidak kurang ataupun berlebih. 4. Masalah-masalah saat menyusui Menjalani program ASI eksklusif bisa menjadi tantangan berat, terutama bagi kalangan tertentu. Misalnya ibu yang juga wanita karier. Setelah cuti 3 bulan, harus kembali bekerja. Ada pula masalah lain yang membuat waktu menyusui terhambat atau ibu susah memberikan ASI. Contohnya puting lecet, saluran ASI tersumbat, ASI terlalu banyak/sedikit, bayi menolak menyusu, atau payudara membengkak. 5. Kondisi Kesehatan Ibu Ibu menyusui cenderung lebih memprioritaskan buah hati hingga lupa merawat kesehatan diri. Padahal tanpa ibu yang sehat, bayi tak dapat selesai program ASI eksklusif. Karena itu, ibu harus rajin-rajin menjaga kesehatan, misalnya dengan makan gizi seimbang dan banyak bergerak secara fisik. Narasumber: dr. Ratna Wijayanti, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/urologi/prostatitis/ - Kategori: Urologi - Tag: cara penanganan prostatitis, gejala prostatitis, prostatitis Istilah prostatitis mungkin saja masih asing bagi banyak orang. Padahal, masalah kesehatan ini mungkin saja dialami pria dewasa terutama yang berusia di bawah 50 tahun. Efeknya langsung berpengaruh pada terganggunya sistem reproduksi. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi penderita bisa semakin parah dan mengakibatkan berpotensi memicu munculnya komplikasi. Oleh karenanya, ketahui apa gejala, penyebab, dan cara penangannya. Pengertian Prostatitis Sederhananya, prostatitis adalah peradangan atau inflamasi di bagian kelenjar prostat. Sebagai informasi, kelenjar ini terletak di bawah kandung kemih yang berfungsi sebagai penghasil cairan semen. Secara alami, tubuh pria memang menghasilkan cairan semen untuk memberi nutrisi dan sebagai media transportasi bagi sperma. Terdapat 4 kategori peradangan kelenjar prostat yang patut Anda waspadai. Mengenai apa saja itu, penjelasannya terdapat pada ulasan berikut: Kategori I: prostatitis bakterial akut Kategori II: prostatitis bakterial kronis Kategori III: prostatitis non bakterial kronis Kategori IV: prostatitis inflamasi asimtomatik Prostatitis pada dasarnya bisa menyerang pria dengan usia berapapun, akan tetapi paling sering menyerang pria dengan rentang usia 30-50 tahun. Penyebab Prostatitis Secara umum, penyebabnya terbagi menjadi dua yaitu bakterial dan non bakterial. Meski sudah bisa ditebak dengan hanya membacanya, tetapi akan lebih baik lagi jika mengetahui penjelasan lengkapnya. Infeksi bakteri: Penyebab terjadinya ketika bakteri yang ada di saluran kemih mengalami kebocoran atau rembes ke kelenjar prostat, kemudian bersarang di area tersebut. Non bakterial: Kemunculannya bisa karena peradangan atau iritasi saraf, stres, cedera atau infeksi saluran kemih. Saat mengalami hal itu, penderitanya akan merasakan gejala-gejala tertentu, salah satunya adalah nyeri panggul. Namun, saat merasakan nyeri di panggul, para pria sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa kelenjar prostatnya sedang mengalami peradangan. Sebab, bisa saja nyeri tersebut muncul karena penyebab lain, seperti: Otot panggul mengalami ketegangan Abses prostat Batu prostat atau kandung kemih Struktur uretra Hiperplasia prostat jinak Kanker kandung kemih Kanker prostat Faktor Risiko Orang-orang dengan faktor risiko tertentu lebih berpotensi mengalami prostatitis. Guna meminimalisir dampak buruknya, sudah sepatutnya seseorang mengetahui apa saja faktor risikonya. Mengenai apa saja itu, Anda dapat mengetahuinya melalui penjelasan berikut: Pria paruh baya atau dewasa yang cukup muda Pernah mengalami peradangan kelenjar prostat Infeksi di kandung kemih atau saluran kemih Mengalami trauma pelvis akibat menunggang kuda atau bersepeda Sempat menggunakan kateter urine Menderita HIV positif atau AIDS. Menjalani penanganan medis biopsi prostat Gejala yang Terjadi Setiap orang yang menderita penyakit satu ini tidak selalu menunjukkan gejala sama, biasanya tergantung dari tipenya. Namun, secara umum, gejala yang tampak pada kebanyakan penderita adalah: Muncul rasa panas atau nyeri setiap kali buang air kecil Sulit buang air kecil, terkadang urin hanya menetes bahkan membuat penderitanya kesulitan memulai buang air besar Frekuensi buang air besar menjadi meningkat, utamanya pada malam hari Menjadi kesulitan menahan buang air besar sehingga setiap kali merasa ingin BAK, harus sesegera mungkin ke WC Warna urin tidak normal, biasanya berubah menjadi berwarna keruh Urin bercampur dengan darah Perut, punggung bagian bawah, dan selangkangan terasa nyeri Muncul rasa tidak nyaman hingga nyeri pada penis atau testis Rasa nyeri juga terjadi saat pria ejakulasi Mengalami gejala seperti akan flu, mulai dari demam dan meriang akibat infeksi bakteri yang terjadi Cara Dokter Mendiagnosa Mendiagnosa pasien dengan penyakit dalam tidak bisa hanya sekedar melihat ciri-ciri fisik. Untuk itu, dokter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan. Paling awal yaitu tahap anamnesis (wawancara medis). Tujuan dari tahap wawancara ini adalah untuk mengetahui gejala yang pasien rasakan, riwayat kesehatan, genetik, serta obat-obatan yang pasien konsumsi. Selanjutnya barulah dokter menjalankan pemeriksaan lanjutan, berupa: Anamnesis: Setelah mengetahui tanda dan gejala yang pasien alami, dokter selanjutnya akan melakukan evaluasi, kemudian barulah berlanjut pada pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan rektal (colok dubur). Tes urin: Fungsi dari tes urin adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri yang menginfeksi saluran kemih. Tes darah: Melalui tes darah, dokter dapat mengetahui kadar PSA, yaitu protein yang dibuat kelenjar prostat. Apabila hasilnya menunjukkan kadar PSA tinggi, maka menjadi pertanda bahwa seseorang mengalami prostatitis atau kanker prostat. Sistoskopi: Manfaat pentingnya adalah untuk membantu mencari tahu ada atau tidaknya masalah saluran kemih lain. CT Scan atau ultrasonografi prostat: Pemeriksaan tersebut berfungsi untuk melihat lebih detail kondisi kelenjar prostat. Komplikasi yang Mungkin Terjadi Meski Anda merasakan gejala yang tidak begitu intens, tetapi sebaiknya tidak meremehkannya. Ketika merasakan gejalanya, sesegera mungkin untuk periksa ke dokter. Jika tidak, takutnya malah terjadi komplikasi, seperti: Epididimis merupakan radang yang terjadi di saluran penyalur sperma dari testis Bakteremia yakni kondisi di mana infeksi bakteri telah menyebar ke dalam darah Infeksi menyebar hingga ke tulang panggul bagian atas atau tulang belakang bagian bawah Abses prostat terjadi ketika rongga di area prostat berisi nanah Sepsis adalah peradangan prostat yang meluas dan mengancam jiwa Pada kondisi lebih parah, penderitanya bisa mengalami infeksi kronis yang perlu penanganan dokter sesegera mungkin untuk mengendalikan gejalanya. Berikut beberapa di antaranya: Mengalami kecemasan hingga berujung depresi Ketidakmampuan pria mendapatkan ereksi (disfungsi seksual) Sulit mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi) Terjadi perubahan sperma dan air mani yang memicu kemandulan Pengobatan Prostatitis Tidak sembarangan, pengobatan... - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/hantavirus-gejala-mencegah-dan-mengobati/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Virus adalah penyebab infeksi yang paling umum pada manusia dan hewan. Terdapat berbagai jenis virus yang memerlukan kewaspadaan karena bisa menyebabkan infeksi yang berat dan berakibat fatal. Hantavirus adalah salah satu kelompok virus yang harus menjadi perhatian karena hingga kini belum ada vaksin yang bisa membantu mencegah infeksi virus ini. Mengenal Hantavirus Hantavirus adalah kelompok virus dari famili Hantaviridae yang umumnya menyebar lewat paparan aerosol ataupun debu yang terkontaminasi air liur, tinja, atau urine hewan pengerat. Infeksi pada manusia bisa terjadi ketika virus itu masuk ke tubuh melalui paparan tersebut. Hewan yang paling umum menjadi perantara penularan virus ini adalah tikus. Terdapat bermacam jenis hantavirus dan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi masing-masing virus itu berbeda. Salah satu penyakit pada manusia yang terjadi akibat infeksi hantavirus adalah hantavirus pulmonary syndrome (HPS) atau sindrom paru hantavirus. Sejumlah jenis hantavirus juga bisa menyebabkan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) atau sindrom demam hemoragik dengan sindrom ginjal. Saat ini belum tersedia vaksin atau pengobatan yang terlisensi secara global untuk infeksi hantavirus. Namun, menurut penelitian, terdapat beberapa kandidat obat yang bisa meningkatkan peluang kesembuhan pada tahap awal infeksi seperti laktoferin, ribavirin, ETAR, favipavir, dan vandetanib. Gejala Hantavirus Gejala hantavirus bisa bermacam-macam, tergantung jenis virus dan kondisi kesehatan orang yang terkena infeksi. Gejala yang umum meliputi: Kelelahan berlebih Mata mengalami peradangan dan tampak memerah Gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah serta diare Kesulitan bernapas Kulit atau bibir kebiruan Gangguan sistem saraf Nyeri perut Demam Sakit kepala Nyeri otot Gejala ini bisa berlainan antara satu individu dan yang lain. Gejala bisa muncul dalam beberapa hari hingga minggu seusai terkena paparan virus. Penyebab Hantavirus Hantavirus menular ke manusia lewat kontak dengan debu atau aerosol yang mengandung partikel virus dari hewan pengerat, terutama tikus. Hewan pengerat lain yang bisa membawa virus ini termasuk hamster, kelinci pengerat atau pika, serta musang. Adapun cara penularan hantavirus termasuk: Masuknya partikel virus ke saluran pernapasan manusia saat bernapas Kontak langsung dengan urine, tinja, atau air liur hewan pengerat yang terkontaminasi Penularan hantavirus terutama terkait dengan partikel-partikel virus yang dapat terangkut dalam udara dan menjadi aerosol. Sebagian besar penyakit hantavirus ditularkan oleh hewan pengerat, tapi bisa juga penularan terjadi antarmanusia seperti pada Seoul virus yang berasal dari Korea Selatan. Cara Dokter Mendiagnosis Hantavirus Dalam penanganan penyakit akibat hantavirus, diagnosis yang cepat dan tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Dokter bisa melakukan serangkaian langkah evaluasi dan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis, antara lain: Penilaian gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk informasi tentang faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena infeksi virus ini seperti adanya kontak dengan hewan pengerat atau pernah berada di lokasi endemis hantavirus Pemeriksaan darah untuk mendeteksi keberadaan antibodi dari sistem kekebalan tubuh yang merespons infeksi hantavirus Pemeriksaan reaksi berantai polimerase (PCR) untuk mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh Tes serologi dari sampel darah untuk menentukan jenis virus Pemeriksaan radiologi untuk menilai kondisi organ yang mungkin terpengaruh infeksi hantavirus Tes fungsi organ untuk mengevaluasi dampak infeksi pada organ tersebut Cara Mengatasi Hantavirus Penanganan hantavirus harus dilakukan dengan cepat dan intensif. Sebab, infeksi bisa berkembang dengan cepat. Terlebih belum ada obat yang digunakan secara global untuk mengatasi infeksi virus ini secara spesifik. Dokter akan melakukan penanganan berdasarkan kondisi dan gejala yang dialami pasien, seperti: Pemberian oksigen atau alat bantu pernapasan bagi pasien dengan sindrom HPS Pemberian cairan tambahan untuk mencegah dehidrasi Pemberian obat untuk menurunkan demam dan meredakan gejala lain Perawatan khusus untuk pasien HFRS, termasuk dialisis atau cuci darah pada ginjal Selain itu, pasien infeksi hantavirus perlu menjalani isolasi untuk mencegah makin luasnya penyebaran virus. Tim dokter juga harus mengenakan alat pelindung diri untuk mencegah paparan langsung dari pasien. Komplikasi Hantavirus Infeksi hantavirus bisa menimbulkan komplikasi yang berbeda-beda sesuai dengan jenis virus, tingkat keparahan infeksi, dan respons sistem tubuh terhadap infeksi itu. Sebagai contoh, komplikasi HPS akibat infeksi virus ini antara lain kegagalan pernapasan dan syok akibat turunnya tekanan darah secara signifikan. Adapun komplikasi HFRS meliputi kerusakan ginjal dan perdarahan baik internal maupun eksternal. Selain itu, sejumlah jenis hantavirus bisa memicu komplikasi seperti gangguan sistem saraf, termasuk kejang-kejang, dan masalah jantung dan pembuluh darah. Pencegahan Hantavirus Upaya pencegahan infeksi hantavirus berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan menjaga kebersihan guna menghindari sumber penularan. Contohnya: Menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat Menjaga kebersihan diri dengan baik, seperti rajin mencuci tangan dengan air dan sabun Merawat kebersihan lingkungan untuk mencegah kemunculan hewan pengerat terutama tikus Menyimpan makanan dalam wadah yang rapat dan membuang sisa makanan secepatnya agar tak menarik kehadiran tikus Menggunakan perangkap atau racun tikus untuk mengendalikan populasi hama tikus di lingkungan sekitar Mengenakan masker dengan benar bila banyak beraktivitas di area yang berpotensi menjadi sumber penularan hantavirus Kapan Harus ke Dokter? Penting untuk diketahui bahwa infeksi hantavirus bisa memicu penyakit serius dan bahkan dapat fatal bila tak lekas diobati. Tindakan pencegahan menjadi kunci utama untuk mengurangi kemungkinan terpapar virus ini. Kalau mengalami gejala yang mencurigakan atau berisiko... - Published: 2024-04-26 - Modified: 2024-03-04 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/berhubungan-saat-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: berhubungan saat hamil, edukasi seks, ibu hamil Banyak orang menganggap bahwa berhubungan saat hamil sangat beresiko terhadap janin dalam kandungan. Hal ini membuat pasangan jarang sekali melakukan hubungan seks ketika perut istri membesar demi keamanan janin. Lalu, apakah aman berhubungan seks saat hamil? Apakah itu tidak akan menyebabkan risiko keguguran? Apakah ada kondisi yang harus dihindari untuk berhubungan seks saat hamil? Berikut ini penjelasan selengkapnya. Apakah Boleh Berhubungan Seks Saat Hamil? Bagi pasangan yang wanitanya baru merasakan hamil yang pertama, mungkin ragu untuk melakukan hubungan seks. Namun, sebenarnya seks saat hamil tidak ada larangan selama tidak ada kondisi yang dapat membahayakan janin. Beberapa pakar medis bahkan telah meneliti berhubungan seks dan orgasme merupakan aktivitas yang aman untuk kehamilan normal. Hal ini karena ada penjelasannya terkait dengan keamanan berhubungan seks selama kehamilan. Menurut sudut pandang anatomi dijelaskan, masuknya penis ke dalam vagina tidak langsung mengenai janin. Hal ini karena janin terlindungi cairan ketuban, selaput ketuban, dan mulut rahim sehingga tidak ada reaksi janin berbahaya. Jadi, tidak perlu khawatir saat hamil berhubungan seksual. Sebab, saat sperma keluar ketika penetrasi tidak akan membahayakan janin. Janin dalam kandungan terlindung dengan aman. Apakah Berhubungan Saat Hamil Bisa Keguguran? Sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic bahwa berhubungan seks saat hamil tidak akan memicu keguguran. Keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal atau adanya kelainan kromosom saat proses pembuahan embrio. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi karena infeksi pada ibu hamil seperti penggunaan obat-obatan tertentu, gaya hidup tidak sehat, dan kelainan pada calon janin. Jadi, kasus keguguran yang terjadi terutama pada trimester pertama bukan disebabkan karena berhubungan seks. Pada saat hamil muda, boleh melakukan hubungan seks selama hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kehamilan sehat. Meski demikian, ketika ingin melakukan hubungan seksual saat hamil, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pasangan suami istri agar lebih memuaskan dan aman bagi janin. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini! Cara Aman Berhubungan Intim Saat Hamil Mungkin masih banyak yang belum mengetahui, bahwa berhubungan saat hamil ada aturan amannya. Suami dan bagi istri yang sedang hamil bisa menerapkan beberapa cara aman berhubungan seks berikut ini. Apa saja? Yuk, simak! 1. Komunikasi dengan Suami Pada saat hamil muda biasanya akan mengalami morning sickness atau mood yang tidak stabil. Hal ini akan membuat tubuh terasa kurang bergairah dan bertenaga, terutama untuk melakukan hubungan intim bersama suami tercinta. Oleh karena itu, ketika suami ingin berhubungan intim cobalah untuk berbicara jika belum bisa memenuhinya. Tidak perlu memaksakan diri jika tidak sanggup melakukannya. Suami tentunya akan menerima san memakluminya. 2. Cari Posisi Aman dan Nyaman Jika Anda ingin melakukan hubungan seksual saat hamil, maka cobalah untuk mencari posisi seks yang nyaman dan aman. Hal ini agar Anda bisa menikmatinya tanpa harus khawatir soal janin dalam kandungan yang akan tertekan. Ada beberapa posisi seks yang bisa Anda pakai saat hamil untuk mendapatkan kenikmatan dan keamanan pada janin, seperti woman on top, misionaris, atau posisi sambil berdiri. Selain nyaman, posisi ini juga aman bagi ibu hamil. 3. Memakai Pelumas atau Kondom Bagi sebagian ibu hamil, produksi pelumas alami mungkin mengalami penurunan sehingga bagian bagina menjadi kering. Agar tidak sakit saat berhubungan intim, maka bisa memakai pelumas berbahan dasar air yang aman bagi ibu hamil. Selain itu, ketika berhubungan seks saat hamil bisa memakai kondom untuk melindungi dari penyakit yang berbahaya. Pada kondom juga biasanya ada pelumas, sehingga ini membuat vagina ibu hamil tidak kering dan sakit saat penetrasi. 4. Konsultasikan dengan Dokter Salah satu cara aman berhubungan seksual saat masa kehamilan yang tidak kalah penting adalah memeriksakan kehamilan dan konsultasi ke dokter kandungan. Hal ini sebagai upaya untuk mengetahui kesehatan janin di dalam kandungan. Jika dokter mengatakan yoda ada masalah untuk berhubungan intim, maka ini aman dilakukan dan tidak akan terjadi hal berisiko. Terpenting saat melakukan hubungan intim saat hamil dengan intensitas dan frekuensi yang wajar. Intinya, jangan terlalu sering melakukan hubungan seks saat sedang hamil. Sebagai suami juga harus mengerti dan memahami mood istri saat hamil yang kadang naik turun. Oleh karena itu, perlu komunikasi antara suami dan istri. Kondisi Tidak Boleh Berhubungan Seks Saat Hamil Berikut ini ada beberapa kondisi yang dokter sarankan agar tidak boleh berhubungan saat hamil karena beresiko tinggi pada janin di dalam kandungan. Adapun kondisi yang tidak dianjurkan hubungan seksual saat hamil, di antaranya: Riwayat abortus atau keguguran sebelumnya Risiko persalinan prematur pada usia kehamilan 37 minggu Mengalami pendarahan vagina, keputihan, atau kram Kantung ketuban pecah atau rembesan air ketuban Mulut rahim terbuka terlalu dini pada kehamilan Plasenta terlalu rendah dalam rahim (plasenta previa) Mengharapkan kehamilan kembar Perlu Anda ingat! Jika dokter tidak menganjurkan berhubungan intim, ini demi kebaikan Anda dan janin. Setelah pemeriksaan, ada salah satu kondisi di atas sehingga menganjurkan Anda tidak boleh berhubungan intim saat hamil. Sementara itu, hubungi dokter jika Anda mengalami gejala tidak biasa selama dan setelah berhubungan seks saat kehamilan, seperti gejala nyeri pada vagina, vagina berdarah, keluar cairan ketuban, dan terjadi kontraksi pada... - Published: 2024-04-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/hernia-diafragma/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Hernia adalah salah satu kondisi kesehatan yang kerap menimbulkan kekhawatiran akibat adanya benjolan atau tonjolan dari organ di dalam tubuh yang abnormal. Hernia terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan menurut lokasinya. Salah satunya adalah hernia diafragma yang tergolong jarang terjadi, namun membutuhkan penanganan yang segera dan intensif. Mengenal Hernia Diafragma Hernia diafragma adalah kondisi ketika organ di dalam rongga perut keluar melewati celah atau bagian lemah pada otot diafragma yang memisahkan rongga dada dari rongga perut dan membentuk sebuah tonjolan. Organ yang keluar tersebut bisa terdiri dari seperti usus, lambung, atau organ lain di rongga perut. Seperti dikutip dari National Library of Medicine, sebagian besar kasus hernia diafragma terjadi karena faktor bawaan lahir atau kongenital, meski ada pula yang hernia diafragma yang dialami akibat faktor non-bawaan atau akuisita, seperti cedera. Hernia diafragma kongenital adalah jenis hernia diafragma yang muncul sejak lahir atau sejak masa perkembangan janin di dalam kandungan. Kondisi ini berkaitan dengan perkembangan yang abnormal pada masa kehamilan yang menyebabkan kelemahan atau kegagalan pembentukan otot dan jaringan diafragma. Akibatnya, organ seperti usus atau bagian lain dari rongga perut masuk ke dalam rongga dada. Terdapat dua jenis hernia diafragma kongenital yang umum terjadi, yakni: Hernia Bochdalek: terjadi karena kelemahan pada bagian belakang otot diafragma. Hernia Morgagni: dikenal juga sebagai hernia diafragma anterior, terjadi karena kelemahan pada bagian depan otot diafragma. Hernia diafragma kongenital memerlukan penanganan medis segera setelah kelahiran, karena bisa mengganggu perkembangan paru-paru sehingga dapat menyebabkan bayi kesulitan bernapas saat lahir. Pemantauan dan pengelolaan yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi dampak hernia pada fungsi organ-organ di dalam rongga dada. Gejala Gejala hernia diafragma umumnya melibatkan sistem pernapasan dan pencernaan karena lokasinya yang berada di area rongga perut dan dada. Gejala ini bisa berbeda antara satu individu dan individu lainnya. Berikut ini beberapa di antaranya: Nyeri atau ketidaknyamanan di dada dan perut bagian atas Nyeri di area sternum atau tulang dada Kesulitan bernapas, terutama ketika beraktivitas fisik atau berbaring Napas pendek Refluks asam lambung Mual dan muntah, terutama sesudah makan atau ketika berbaring Penurunan berat badan tanpa penyebab jelas Pembengkakan di perut Perut kembung dan begah Kesulitan menelan, terutama bila hernia mempengaruhi esofagus Detak jantung tak teratur Penyebab Penyebab utama hernia diafragma adalah adanya kelemahan atau celah pada otot diafragma yang membuat organ-organ perut bisa naik dan masuk ke rongga dada. Pada hernia diafragma kongenital, ada kemungkinan keterlibatan faktor genetik atau kelainan yang terjadi pada saat proses tumbuh-kembang janin dalam kandungan. Adapun hernia diafragma akuisita dapat disebabkan oleh cedera pada otot diafragma akibat trauma (pukulan atau benturan), kecelakaan, atau operasi perut. Tekanan intra-abdominal atau tekanan di dalam rongga perut yang meningkat juga dapat memicu hernia karena otot diafragma yang tertekan, misalnya pada ibu hamil, orang yang batuk kronis, atau mengangkat beban berat secara berlebihan. Faktor yang meningkatkan risiko hernia diafragma meliputi: Penuaan yang ditandai dengan makin lemahnya otot atau degenerasi Kelebihan berat badan dan obesitas Konstipasi kronis yang mengakibatkan adanya tekanan terus-menerus pada otot diafragma Cara Dokter Mendiagnosis Dalam kasus hernia diafragma kongenital, dokter pada umumnya sudah bisa menegakkan diagnosis sebelum bayi lahir. Dokter dapat melihat kondisi paru-paru dan diafragma untuk mengecek adanya kelainan pada saat pemeriksaan ultrasonografi (USG) di masa kehamilan. Dokter juga bisa melakukan diagnosis sesaat setelah bayi lahir jika mendapati bayi tersebut mengalami kesulitan bernapas. Adapun untuk melakukan diagnosis hernia diafragma pada anak berusia lebih besar atau orang dewasa, dokter bisa melakukan sejumlah cara berikut ini: Pemeriksaan fisik dengan menyentuh dan meraba bagian rongga perut dan dada untuk mencari tanda-tanda hernia Pencitraan dengan rontgen dada dan pemindaian computed tomography (CT scan) untuk mendapatkan gambaran lebih rinci pada rongga perut dan dada Endoskopi untuk mendeteksi hernia diafragma yang terkait dengan sistem pencernaan Uji fungsi pernapasan untuk mendeteksi adanya kesulitan pernapasan akibat hernia diafragma Cara Mengatasi Penanganan hernia diafragma bergantung pada ukuran hernia, gejala yang dialami, dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Pada bayi yang baru lahir dengan hernia diafragma, tindakan bedah atau operasi dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Seusai operasi, bayi tersebut akan membutuhkan alat bantu napas hingga paru-paru pulih dan mengembang. Begitu pula halnya dengan hernia diafragma dapat mengakibatkan komplikasi serius. Intervensi bedah mungkin diperlukan untuk memperbaiki kelemahan diafragma dan mengembalikan posisi organ-organ perut ke tempatnya. Selain itu, manajemen gejala dibutuhkan untuk mengatasi gejala yang mengganggu. Caranya antara lain: Menghindari makan dalam porsi besar sebelum tidur Menghindari makanan yang bisa memicu refluks asam lambung Menjaga berat badan sehat Tidak melakukan aktivitas fisik yang menambah tekanan di rongga perut Penggunaan obat untuk meredakan gejala, seperti antasida untuk gejala refluks asam dan antimual Terapi fisik berupa latihan untuk menguatkan otot perut juga bisa membantu mengurangi tekanan setelah pembedahan. Komplikasi Komplikasi hernia diafragma bisa berupa refluks asam lambung kronis, kerusakan organ di dalam rongga dada, hingga kesulitan pernapasan. Komplikasi yang parah bisa terjadi jika bagian dari organ-organ perut terjepit di dalam rongga dada, yang dapat mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis... - Published: 2024-04-26 - Modified: 2024-04-18 - URL: https://primayahospital.com/umum/menghilangkan-varises/ - Kategori: Umum Varises adalah penyakit yang membuat pembuluh darah vena membesar, bengkak, dan terpelintir dan paling sering menyerang pembuluh darah di bagian kaki. Meski jarang menimbulkan kondisi serius, tetapi seringnya penderita merasa kurang nyaman dengan penampilannya. Banyak penderitanya yang mencoba berbagai cara untuk menghilangkan varises. Akan tetapi, apakah varises benar-benar bisa dihilangkan? Simak penjelasannya berikut ini! Konsultasikan melalui layanan telekonsultasi dengan dokter spesialis homecare Kavacare. Dapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai cara menghilangkan varises. Hubungi Tim Medis Kavacare melalui nomor Whatsapp 0811-1446-777 dan temukan perawatan yang tepat untuk Anda. Apa Penyebab Varises Muncul? Pada umumnya varises muncul jika katup pada pembuluh vena rusak atau tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga membuat darah mengalir mundur dan menggenang di pembuluh darah. Lantas menyebabkan pembuluh darah bengkak dan terpelintir. Katup vena sendiri bekerja secara satu arah. Di mana katup vena akan terbuka untuk mengembalikan darah kembali ke jantung. Kemudian menutup untuk mencegah aliran darah mundur. Sehingga ketika katup rusak atau lemah, darah tidak bisa kembali ke jantung. Akhirnya menumpuk di vena dan membuatnya membengkak. Varises dapat muncul ketika kaki atau perut mendapat tekanan yang berlebihan. Misalnya berdiri atau duduk terlalu lama dan kehamilan. Namun selain itu, ada beberapa penyebab lain yang bisa meningkatkan risiko varises, di antaranya: Keturunan atau genetik. Obesitas atau berat badan berlebih. Pengaruh hormonal seperti menopause dan pubertas. Penggunaan pil KB. Memiliki riwayat pembekuan darah. Adanya kondisi yang meningkatkan tekanan di perut. Misalnya tumor, dan memakai korset. Pernah melakukan operasi pada vena. Memiliki trauma atau cedera pada kulit. Cara Menghilangkan Varises Ada beberapa perawatan yang bisa membantu untuk mengatasi varises dan spider vein. 1. Memakai stoking kompresi Pertama ada cara yang paling konservatif untuk merawat varises yaitu dengan memakai stoking kompresi. Alat ini akan memberikan tekanan yang lembut pada pembuluh vena yang membengkak. Sehingga bisa mencegah darah menggenang pada kaki. Stoking kompresi bisa Anda dapatkan di apotek. Biasanya stoking kompresi memiliki beberapa model. Mulai dari stoking di bawah lutut, atas lutut, hingga model pantyhose. 2. Melakukan perubahan gaya hidup Cara menghilangkan varises kedua yaitu dengan mengubah gaya hidup Anda. Salah satu gaya hidup yang perlu Anda ubah yaitu tidak berdiri atau duduk terlalu lama. Selain itu, beberapa perubahan gaya hidup berikut juga bisa Anda coba. Menghindari memakai sepatu hak tinggi. Memakai sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama dapat menghambat sirkulasi darah. Sementara jika Anda memakai sepatu datar, sirkulasi pada kaki akan membaik. Sebab, sepatu datar dapat meningkatkan kekencangan otot betis. Hindari duduk dengan menyilangkan kaki di lutut atau pergelangan kaki. Sebaiknya saat duduk atau istirahat naikkan kaki hingga setinggi jantung. Hindari posisi duduk atau berdiri terlalu lama. Sebaiknya duduk dan berdiri diselingi rutin tiap beberapa jam. Memperbanyak aktivitas fisik. Perbanyak aktivitas yang dapat membuat kaki lebih sering bergerak, misalnya jalan kaki atau jogging. Ini akan meningkatkan tonus otot Anda. Melakukan diet, terutama jika penderita varises memiliki masalah berat badan berlebih atau obesitas. Melakukan pengendalian berat badan dapat mencegah penumpukan darah di tungkai kaki. Berhenti merokok. Dalam sebuah studi menunjukkan jika rokok memiliki kontribusi pada perkembangan varises. 3. Skleroterapi Selanjutnya ada prosedur skleroterapi yang dapat membantu meredakan rasa sakit pada varises. Juga mencegah adanya komplikasi seperti bisul atau pendarahan di vena. Terapi ini juga membantu memperbaiki tampilan atau menghilangkan varises. Prosedur skleroterapi menggunakan larutan saline atau garam konsentrasi tinggi yang akan disuntikkan ke pembuluh darah. Larutan tersebut akan mengiritasi pembuluh darah dan membuatnya kolaps. Sehingga dapat menutup varises dengan menimbulkan jaringan parut. Prosedur ini perlu dilakukan berulang kali untuk mendapatkan hasil yang diinginkan pasien. Umumnya skleroterapi dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan. 4. Terapi oklusi Radiofrekuensi Cara menghilangkan varises selanjutnya dengan terapi oklusi frekuensi radio. Prosedur terapi ini menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam vena. Kemudian kateter akan menyalurkan gelombang frekuensi radio ke dinding vena. Sehingga membuatnya panas, kolaps, dan menutup. 5. Terapi ablasi laser Prosedur selanjutnya adalah terapi ablasi laser yang merupakan perawatan medis minimal invasif untuk varises. Dokter akan melakukan sayatan kecil di dekat vena untuk memasukkan kateter dan laser. Setelah berhasil masuk dan menempatkan laser di atas vena target, sinar laser akan dinyalakan. Sehingga cahaya laser dapat memanaskan vena dan menutupnya. 6. Operasi bedah Cara menghilangkan varises terakhir yaitu dengan tindakan bedah yang menggunakan teknik ligasi dan stripping. Prosedur ini dilakukan dengan membuat dua sayatan. Pertama di dekat selangkangan pada bagian atas vena target. Sementara yang kedua di bawah tungkai pada area pergelangan kaki atau lutut. Selanjutnya bagian atas vena akan diikat dengan kawat tipis dan fleksibel yang dijalin melalui bagian bawah. Sehingga vena bisa ditarik keluar melalui sayatan tersebut. Operasi bedah untuk varises memerlukan rawat inap di rumah sakit. Biasanya tindakan bedah ligasi dan stripping menimbulkan memar, pendarahan, dan nyeri. Namun, akan menghilang setelah beberapa hari. Selama masa pemulihan, pasien akan disarankan untuk memakai stoking kompresi. Pertanyaan Umum Seputar Menghilangkan Varises Di bawah ini ada beberapa pertanyaan umum seputar varises. 1. Apakah pijat menghilangkan varises?... - Published: 2024-04-25 - Modified: 2024-04-22 - URL: https://primayahospital.com/jantung/ring-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian utama di dunia. Penyakit ini terjadi ketika fungsi jantung terganggu karena adanya sumbatan atau penyempitan pembuluh darah koroner. Sumbatan itu terjadi karena penumpukan plak yang terdiri atas lemak atau kolesterol dan zat lain. Penyakit jantung koroner dapat dicegah. Namun, ketika penyakit sudah muncul, ada sejumlah cara untuk mengatasinya, misalnya dengan pasang ring jantung. Apa Itu Pasang Ring Jantung Pembuluh darah koroner yang tersumbat atau menyempit membuat aliran darah ke jantung tidak lancar, bahkan terhenti sama sekali. Guna mengembalikan fungsi pembuluh darah itu, dokter spesialis jantung dapat menjalankan angioplasti, yaitu metode pasang ring jantung untuk membuka pembuluh darah yang bermasalah. Ring jantung atau stent adalah alat berbentuk tabung kecil berlubang-lubang seperti jala, biasanya berbahan logam. Dokter memasangnya pada pembuluh darah untuk membuka sumbatan. Dalam jangka waktu tertentu, aliran darah ke otot jantung akan pulih dan tak ada lagi keluhan nyeri dada (angina). Umumnya, dokter menjalankan angiografi sebelum angioplasti untuk pasang ring jantung, bisa juga bersamaan. Angiografi adalah prosedur radiologi untuk memeriksa kondisi pembuluh darah guna mengantisipasi masalah jantung. Siapa yang Memerlukan Pemasangan Ring di Jantung? Orang yang mengeluhkan nyeri di dada belum tentu memerlukan pasang ring jantung. Dokter perlu menjalankan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum merekomendasikan prosedur tersebut. Umumnya, pasien yang mengalami serangan jantung dan butuh prosedur seperti intervensi koroner perkutan atau penyempitan sudah sangat parah hingga darah tidak bisa terpompa melewati arteri. Hal ini memerlukan ring jantung sebagai satu-satunya pilihan. Namun jika pemeriksaan di rumah sakit jantung tidak menemukan kondisi yang parah, dokter mungkin hanya memberikan obat dan menyarankan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat sebelum memasang ring jantung. Berapa Lama Ring Jantung Bisa Bertahan? Sekali pasang ring jantung, sifatnya permanen. Terlebih bila stent itu berbahan logam. Hanya ada 2-3 persen risiko pembuluh darah kembali tersumbat. Bila terjadi pun biasanya dalam 6-9 bulan kemudian. Jika ada sumbatan atau penyempitan lagi, dokter akan menanganinya dengan memasang ring jantung lain. Cara terbaik untuk menjaga fungsi stent jantung adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat yang bermanfaat buat jantung. Terutama dengan berhenti merokok, mengendalikan gula darah dan tekanan darah, serta menurunkan kolesterol. Ring jantung bukanlah obat untuk penyakit jantung koroner. Fungsinya hanya sebagai pengontrol gejala, tidak menyembuhkan penyakit jantung yang melatari gejala tersebut. Karena itu, prosedur pasang ring jantung hanyalah salah satu cara untuk menangani masalah jantung. Adakah Risiko Pasang Ring Jantung? Layaknya prosedur medis lain, ada keuntungan dan risiko pasang ring jantung dengan angioplasti. Tanyakan kepada dokter, perawat, atau tenaga medis profesional lain mengenai manfaat dan risiko ini. Tim medis akan memberikan informasi berdasarkan kondisi tiap pasien, termasuk level risikonya. Risiko kecil prosedur ini mencakup: Perdarahan di bawah kulit tempat memasukkan kateter (biasanya teratasi dalam beberapa hari) Memar di lokasi kateter (dapat hilang dalam beberapa pekan) Alergi terhadap cairan kontras yang digunakan dalam angioplasti Adapun risiko yang lebih serius tapi sangat jarang terjadi antara lain: Kerusakan arteri di lengan atau pangkal paha tempat masuk kateter Serangan jantung Stroke Ginjal rusak karena cairan kontras yang digunakan dalam angioplasti Kerusakan jaringan akibat radiasi sinar-X bila prosedur molor Perdarahan serius Kematian Menurut penelitian, risiko paling besar dihadapi oleh orang berusia tua. Makin tua usia, makin besar risikonya. Begitu juga jika prosedur pasang ring jantung dilakukan sebagai langkah darurat. Apakah Pemasangan Ring Jantung Ditanggung BPJS atau Asuransi? Aturan tentang BPJS Kesehatan menyebutkan saat ini pasien pasang ring jantung ditanggung biayanya. Adapun asuransi juga dapat menyediakan dana untuk mengganti biaya pasang ring jantung. Namun baik BPJS maupun perusahaan asuransi memiliki aturan sendiri yang mesti ditaati oleh pesertanya. Untuk BPJS Kesehatan, misalnya, pasien baru bisa menjalani pemasangan ring jantung setelah ada rujukan dari fasilitas kesehatan di dalamnya. Sedangkan syarat asuransi bergantung pada polis yang ditandatangani. Contohnya penggantian biaya tidak penuh karena ada limit atau batas biaya di rumah sakit jantung atau rumah sakit lain. Apakah Ada Pantangan Setelah Pasang Ring Jantung Kebanyakan pasien bisa kembali ke rutinitas hariannya dalam satu atau dua hari setelah pulang ke rumah dari rumah sakit jantung. Mereka baru bisa bekerja lagi umumnya setelah satu pekan. Pasien juga mungkin diundang mengikuti program rehabilitasi jantung. Pantangan utama pasien adalah tidak menjalankan aktivitas yang menguras tenaga, seperti mengangkat atau menarik benda berat, yang bisa menyebabkan nyeri dada, kelelahan, atau napas pendek. Tanyakan kepada dokter di rumah sakit mengenai level aktivitas yang bisa dijalankan dan berapa lama dapat kembali ke kehidupan normal. Efek Samping dan Keluhan Pasca Pasang Ring Jantung Bagi pasien pasang ring jantung, wajar jika ada memar pada kulit tempat memasukkan stent tersebut. Memar akan hilang sendiri dalam beberapa pekan. Sedangkan perdarahan bisa terjadi, tapi sangat jarang dan mudah diatasi dengan menekan lokasi perdarahan. Efek samping perdarahan pada pergelangan tangan lebih kecil ketimbang di pangkal. Sebab, arteri berada persis di bawah kulit. Efek samping lain termasuk rasa sakit ringan di lokasi tempat memasukkan kateter. Pasien juga mungkin merasa sangat lelah dan nyeri dada dalam beberapa hari. Jika nyeri dada berlangsung... - Published: 2024-04-25 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/rabun-dekat/ - Kategori: Mata, Penyakit - Tag: Hypermetropia, Rabun Dekat - Translation Priorities: Optional Rabun dekat di usia muda kerap kali dialami oleh mereka yang menginjak usia 20 tahunan. Bahkan tak jarang mereka yang baru berusia remaja pun ada yang mengalaminya. Sejatinya, wajarkah anak muda mengalami kondisi rabun dekat? Sejatinya, rabun dekat kerap dialami oleh mereka yang berusia tua dengan usia 40 tahun ke atas. Namun, beberapa gangguan pada mata termasuk ketegangan mata yang diakibatkan oleh faktor eksternal juga dapat memengaruhi fungsi penglihatan. Nah, untuk mengetahui apa saja penyebabnya, yuk simak rinciannya berikut. Pengertian Rabun dekat (hypermetropia) adalah kondisi di mana seseorang kesulitan dalam melihat objek jarak dekat secara jelas. Walau demikian, penderita rabun dekat tidak mengalami kesulitan dalam melihat objek yang jauh. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh bola mata atau lensa mata yang terlalu pendek ataupun kornea mata yang terlalu datar. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat pelemahan otot mata yang terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Walau demikian, kondisi ini juga dapat terjadi di usia muda, bahkan ada pula yang sejak lahir. Selain karena faktor genetik, faktor gaya hidup seperti sering menatap layar yang cerah dalam ruangan yang gelap juga dapat menjadi salah satu penyebab seseorang terkena rabun dekat walaupun masih berusia muda. Pada anak muda dengan kondisi hypermetropia ringan – sedang, biasanya rabun dekat masih bisa teratasi dengan menyipitkan mata. Namun, bagi yang telah berusia 40 tahun ke atas, penglihatan tetap tidak membaik walaupun sudah menyipitkan mata. Penyakit Rabun dekat (hypermetropia) Gejala Utama Sulit fokus melihat jarak dekat, mata tegang, nyeri kepala Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Bola mata atau lensa mata yang terlalu pendek Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek tahap lanjut Faktor Risiko Keturunan keluarga Pengobatan Alat bantu (kaca mata), operasi Pencegahan Cek mata rutin, lindungan dari sinar matahari langsung Komplikasi Amblyopia, strabismus Faktor Risiko Walau masih muda sekalipun, seseorang dapat terkena rabun dekat karena memiliki faktor risiko seperti berikut: Punya kebiasaan merokok Beraktivitas dalam kegelapan Mata terkena paparan sinar matahari Riwayat keluarga Gangguan pembuluh darah retina mata Penyebab Rabun Dekat Penyebab utama seseorang terkena rabun dekat di usia muda yaitu karena bola mata atau lensa mata yang terlalu pendek. Selain itu, kornea mata yang terlalu datar juga dapat mengakibatkan seseorang terkena rabun dekat. Saat lensa mata terlalu pendek, maka otot mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya menjadi melemah. Akibatnya, gambaran suatu objek yang masuk ke mata jatuh di belakang retina yang berakibat pada kaburnya penglihatan. Kondisi ini umumnya akibat dari keturunan. Tak heran, anak-anak yang baru lahir pun bisa mengidap penyakit ini bila orang tuanya dulu juga mengidapnya. Namun, banyak juga kasus sembuhnya anak penderita rabun pendek sejak lahir karena pemanjangan bola mata seiring bertambahnya usia. Gejala Terdapat beberapa gejala rabun dekat yang sering kali muncul bagi para penderitanya seperti halnya: Penglihatan kabur Kesulitan fokus melihat jarak dekat Nyeri kepala Mata tegang Mata lelah setelah membaca Diagnosis Untuk mendiagnosis rabun dekat, dokter akan memeriksa berdasarkan gejala yang muncul. Setelah itu, akan lanjut ke tahapan pemeriksaan refraksi mata lengkap untuk mengonfirmasi apakah seseorang terkena hypermetropia atau tidak. Setelah itu, mereka akan memberikan informasi seputar ukuran lensa yang cocok dengan kondisi rabun dekat dari pasien tersebut. Atau bisa juga memberikan perawatan tambahan seperti operasi bila memang diperlukan. Pencegahan Pada dasarnya, rabun dekat tidak dapat dicegah sama sekali. Namun, kita bisa menjaga kesehatan mata sejak dini dengan cara: Cek kesehatan mata rutin Gunakan penerangan optimal Konsumsi makanan bergizi Hindari sinar matahari langsung Jaga kesehatan tubuh Hindari membaca di tempat gelap Pengobatan Pengobatan rabun dekat yang kerap dokter sarankan yaitu: Penggunaan lensa positif Pembedahan lasik Pembedahan keratoplasti konduktifKomplikasi Bagi orang dewasa, komplikasi rabun dekat memang jarang karena memang kondisi mata yang telah menurun. Namun, bagi anak atau usia muda, kadang akan timbul komplikasi seperti halnya berikut ini: Amblyopia: salah satu atau kedua mata menjadi lebih dominan akibat adanya refractive error. Bila tidak mendapatkan perawatan, maka salah satu mata atau keduanya bisa menjadi kurang jelas penglihatannya. Strabismus: kondisi ketika kedua matanya tidak selaras sehingga fokus pada dua objek yang berbeda. Hal ini akan menimbulkan seseorang kesulitan dalam mempersepsikan jarak bahkan bisa menjadi awal dari amblyopia. Kapan Harus ke Dokter? Pastikan untuk segera mengunjungi dokter spesialis mata apabila menunjukkan tanda-tanda berkurangnya kemampuan melihat atau memfokuskan terhadap objek jarak dekat. Jangan tunda lagi karena bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat dapat semakin memburuk bahkan akan timbul komplikasi. Narasumber: dr. Vincent Wang Tahija, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-04-25 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemulihan-setelah-melahirkan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Kebanyakan orang tua memilih persalinan secara normal dalam rencana persiapan melahirkan. Namun kadang persalinan secara caesar perlu untuk situasi tertentu, terutama dalam keadaan darurat. Ketika melahirkan secara caesar, seorang ibu menjalani prosedur layaknya operasi. Buah hati akan dilahirkan dengan cara membuat sayatan bedah pada perut dan rahim ibu di ruang operasi. Ada beberapa alasan kenapa seorang ibu perlu menjalani operasi caesar untuk melahirkan. Di antaranya: Persalinan terhambat Kontraksi terlalu lemah Bayi terlilit tali pusat Detak jantung bayi abnormal Ada masalah plasenta Bayi terlalu besar Bayi sungsang Hal-hal tersebut bisa terjadi tanpa diduga. Karena itu, penting untuk memahami persiapan melahirkan secara caesar meski berencana melahirkan normal. Persiapan Melahirkan Caesar Ada dua jenis melahirkan secara caesar, yakni terencana dan tanpa rencana. Bila terencana, tentu ibu bisa membuat persiapan dengan lebih matang. Ada setidaknya dua hal utama yang perlu diketahui tentang persiapan melahirkan secara caesar. Yang pertama, ketahui bagaimana prosesnya dan apa saja risikonya. Proses melahirkan secara caesar membutuhkan prosedur ketat. Risikonya pun terbilang lebih tinggi daripada persalinan normal. Yang kedua, tanyakan soal manajemen rasa sakit dan pemulihan. Ibu akan merasakan sakit di area perut seusai persalinan caesar. Tanyakan kepada dokter bagaimana meredakan rasa sakit itu, termasuk seputar pemulihan. Misalnya berapa lama harus di rumah sakit, apa yang harus dilakukan agar cepat pulih, dan pantangan yang harus dipatuhi. Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Operasi Caesar Di kalangan masyarakat awam, masih ada pandangan bahwa melahirkan lewat vagina lebih baik daripada operasi caesar. Padahal kedua metode persalinan itu tidak bersaing sebagai pilihan terbaik. Ada beberapa informasi penting lainnya yang perlu diketahui mengenai operasi caesar, terutama untuk persiapan melahirkan dengan metode ini. 1. Persalinan caesar adalah operasi besar yang berisiko Operasi caesar tergolong operasi besar yang berisiko tinggi. Risiko itu termasuk kehilangan darah, infeksi, dan cedera pada organ lain. Jadi harus ada persiapan yang betul-betul matang sebelum menjalaninya. 2. Dalam situasi tertentu, operasi caesar lebih aman Beberapa situasi membuat ibu dan bayinya lebih aman jika persalinan dilakukan dengan metode caesar. Saat bayi sungsang, misalnya. Bila dengan persalinan normal, risikonya lebih besar bagi bayi. Lalu ketika terjadi plasenta previa alias jalan lahir terhalang plasenta. Persalinan normal bisa menyebabkan perdarahan bagi bayi dan ibunya. 3. Ibu menjalani bius regional Prosedur operasi caesar umumnya mencakup penggunaan bius regional terhadap ibu sebelum persalinan. Artinya, ibu akan terjaga sepanjang operasi. Namun bius regional membuat pinggang ke bawah tidak merasakan sakit. 4. Pantangan mirip dengan persalinan normal Pada umumnya, dokter menyarankan ibu tidak mengangkat beban berat selama dua minggu, tak berolahraga selain intensitas ringan seperti berjalan santai selama empat minggu, dan tak berhubungan badan selama enam minggu. Pantangan agar pemulihan berlangsung cepat ini mirip dengan persalinan normal. 5. Jika sudah pernah operasi caesar, tidak selalu harus operasi lagi Ini pendapat lama yang sudah ketinggalan zaman. Bila sebelumnya melahirkan dengan caesar, nantinya masih bisa menjalani persalinan normal. Tapi tentunya mesti melihat situasi dan kondisi ibu dan bayinya dulu. Proses Persalinan Caesar Persalinan caesar dilakukan di ruang operasi. Ibu akan menjalani pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan dulu. Kemudian dokter anestesi memberikan bius lokal. Setelah itu, saluran kemih ibu dipasangi kateter dan perut disterilkan. Setelah semua siap, dokter kandungan akan membuat sayatan di perut dan mengeluarkan bayi dari rahim. Bayi lantas ditangani dokter anak dan perawat anak. Dokter lalu menutup bekas sayatan di perut ibu dan memastikan kondisi ibu stabil. Proses seluruhnya kira-kira berlangsung selama 40-50 menit. Kondisi anak akan distabilkan dulu sebelum dibawa kepada ibu. Ibu dan ayah bisa bertemu dengan bayinya di ruang pemulihan. Persiapan Melahirkan Caesar yang Perlu Diketahui 1. Jaga kebersihan tubuh Pastikan tubuh terjaga tetap bersih dan bebas dari kuman saat masuk ruang persalinan caesar. Dengan begitu, risiko infeksi saat dan setelah melahirkan bisa dikurangi. Bila perlu, mandi dengan sabun khusus yang bisa diperoleh di apotek untuk membunuh bakteri di kulit. 2. Tak perlu bercukur Bulu atau rambut di sekitar perut memang akan mengganggu proses operasi. Tapi ibu tak perlu bercukur sendiri karena pisau atau silet yang tajam bisa membuat luka kecil di kulit yang berpotensi mengundang infeksi. Biarkan perawat yang menangani dengan pemotong khusus jika bulu perlu dicukur. 3. Siapkan mental Persiapan melahirkan secara caesar membutuhkan kesiapan mental. Maka pastikan kondisi mental terjaga terutama dengan dukungan suami. Biasanya rumah sakit juga menyediakan konseling untuk kesehatan mental ibu. Langkah Pemulihan Setelah Operasi Caesar Dokter akan memberikan panduan pemulihan setelah operasi caesar. Biasanya, ibu harus dirawat 3-4 hari di rumah sakit sebelum bisa pulang. Kunci utama untuk mempercepat pemulihan adalah banyak beristirahat. Namun olahraga ringan juga penting. Misalnya berjalan di lingkungan rumah. Menggerak-gerakan pergelangan kaki secara memutar juga berguna untuk mengurangi risiko komplikasi. Ihwal makanan, dokter akan memberi rekomendasi makanan yang tepat selama masa pemulihan. Pastikan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan menghindari makanan atau minuman yang tak menyehatkan. Kapan Harus ke Dokter? Biasanya ibu harus menjalani kontrol seminggu setelah operasi untuk melihat kondisi bekas sayatan. Ibu harus segera... - Published: 2024-04-25 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gaya-berhubungan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: cara cepat hamil, gaya berhubungan agar cepat hamil, Kehamilan Ada beberapa gaya berhubungan agar cepat hamil wajib diketahui para ayah bunda yang sedang melakukan program hamil. Faktanya, gaya berhubungan berperan penting dalam mempercepat proses pembuahan di dalam rahim. Meski tidak seratus persen mempercepat kehamilan, namun tidak jarang dokter menyarankan untuk berhubungan badan menggunakan gaya tertentu. Penasaran apa saja itu? Simak penjelasan lengkapnya di sini. Pilihan Gaya Berhubungan agar Cepat Hamil Bagi pasangan baru atau lama yang ingin segera dikaruniai keturunan, pastikan untuk berhubungan badan di masa subur. Waktunya yaitu sekitar 5 hari menjelang ovulasi dan 24 jam setelahnya. Dukung masa subur tersebut dengan melakukan hubungan badan menggunakan gaya berhubungan agar cepat hamil di bawah ini: 1. Doggy Style Posisi perempuan saat melakukan hubungan badan menggunakan doggy style yaitu layaknya orang yang sedang merangkak. Perempuan memposisikan dirinya dengan bertopang pada tangan dan lutut. Sementara itu, pria memposisikan dirinya di belakang sang istri dengan berlutut. Ada berbagai nilai plus dari gaya ini, seperti penis masuk lebih dalam dan cukup nyaman. Berdasarkan penelitian, doggy style memang dapat membuat penis pria masuk ke vagina lebih dalam. Ketika sperma tersembur, maka perjalanan menuju sel telur berlangsung dengan lebih cepat sehingga bisa segera berlanjut pada proses pembuahan. 2. Legs on Shoulder Berikutnya ada legs on shoulder, yaitu gaya berhubungan badan variasi dari posisi misionaris. Sebagai informasi, posisi misionaris adalah posisi yang menempatkan pria sebagai pemegang kendali saat melakukan aktivitas panas ini. Sebagai pihak penerima, wanita memposisikan tubuhnya dengan berbaring telentang. Untuk bagian kakinya, letakkan di pundak suami. Saat pihak wanita menempatkan kakinya di pundak pihak suami, panggulnya secara tidak langsung akan terangkat. Alhasil, proses penetrasi berlangsung semakin dalam. Selain itu, aktivitas seksual lebih intens karena pasangan suami istri bisa memandang wajah menggoda masing-masingnya. 3. Misionaris Dalam bab hubungan suami istri, misionaris merupakan gaya paling umum mereka gunakan. Selain mudah dan simpel, gaya tersebut juga menempatkan perempuan pada posisi cukup nyaman. Pertanyaannya, bagaimana konsep posisinya? Gaya misionaris dilakukan dengan perempuan berbaring telentang. Sedangkan kakinya menekuk ke atas yang berguna untuk memudahkan penetrasi. Gaya misionaris menempatkan sperma lebih dekat dengan leher rahim. Jadi ketika ejakulasi, waktu sel sperma untuk berenang ke rahim semakin singkat. Meski dalam sekali ejakulasi sperma yang terlepas mencapai 15 juta, tetapi faktanya hanya sedikit yang mampu bertahan dan mencapai rahim. Untuk itu perlu posisi tepat saat berhubungan badan. 4. Wheelbarrow Bagi penggemar gaya menantang, wheelbarrow merupakan gaya berhubungan badan paling cocok Anda pilih. Posisinya seperti sedang mendorong gerobak, yaitu istri bertopang pada tangan atau siku. Selanjutnya, pria memosisikan pahanya di antara paha istrinya. Posisi wheelbarrow memberi keleluasaan untuk mendorong penis masuk ke dalam vagina lebih dalam. Karena termasuk posisi ekstrim, pastikan selalu hati-hati saat melakukannya. Jangan sampai vagina mengalami kerobekan parah yang akhirnya menyebabkan pendarahan. Ada baiknya mengkomunikasikan kepada istri sebelum menggunakan posisi wheelbarrow agar sama-sama siap. 5. Side by Side Berdasarkan penamaannya, Anda pasti sudah bisa menebak posisi gaya side by side. Benar, suami dan istri saling miring berhadapan. Penetrasi pria lakukan dengan mengangkat sebelah kaki pihak perempuan. Tujuan dari mengangkat sebelah kaki pihak perempuan yaitu agar laki-laki dapat dengan mudah memasukkan penisnya. Selain meningkatkan potensi keberhasilan pembuahan, gaya side by side juga membuat suasana lebih intim. Bagaimana tidak, posisi antara laki-laki dan perempuan begitu dekat dan bisa saling memandang. 6. Rear Entry Meski sama-sama melakukan penetrasi dari belakang, tetapi posisi rear entry cukup berbeda dengan doggy style. Pada gaya rear entry, pihak perempuan bertugas menjadi penerima. Jadi, pihak pria yang aktif beraktivitas. Rear entry dilakukan dengan posisi perempuan berbaring tengkurap dan pria berbaring di atasnya, sama-sama dalam posisi tengkurap. Alasan mengapa rear entry menjadi salah satu gaya yang berpotensi mempercepat kehamilan, karena penetrasi dapat berlangsung maksimal. Meski belum pasti, tetapi tidak ada salahnya untuk mencobanya. 7. Magic Mountain Cara menerapkan magic mountain yaitu pihak perempuan membungkuk berdempetan dengan dada pria. Untuk menyeimbangkan tubuh, berikan bantal di area bawah kepala perempuan. Sedikit catatan penting, sebaiknya tidak menambahkan bantal terlalu banyak. Penambahan bantal yang berlebihan malah mempersulit penetrasi. Sedangkan apabila penambahan bantal tepat, posisi ini memungkinan penetrasi mendalam mencapai G-Sport yang merangsang klitoris. Sangat recomended bagi pasangan yang segera ingin memiliki momongan. 8. Sphinx Ketiak berhubungan badan dengan gaya sphinx, istri perlu memposisikan tubuhnya berbaring tengkurap. Selanjutnya tekuk satu kaki ke samping, sementara kaki satunya luruskan. Dalam gaya ini, pria mengambil posisi mengangkang dari belakang dengan bertumpu pada lengan bawahnya. Kabarnya, gaya sphinx berpotensi mempercepat mendapatkan keturunan. Faktornya karena memungkinkan terjadi penetrasi mendalam dan membuat sperma bisa segera masuk ke rahim. 9. Gaya Kupu-Kupu Untuk menggambarkan gaya kupu-kupu, bayangkan penampakan kupu-kupu saat mengepakkan sayapnya. Cara melakukan gaya kupu-kupu adalah dengan membaringkan pihak perempuan di atas meja. Kemudian angkat sedikit pinggulnya untuk memudahkan penetrasi. Gaya kupu-kupu meningkatkan kemungkinan pasangan suami istri segera mendapatkan anak yang mereka idam-idamkan. Aktivitas seksual memang menyenangkan, hanya saja Anda tetap perlu berhati-hati karena ada potensi menyebabkan angina (nyeri dada). Penting untuk memeriksakan kesehatan pasangan sebelum berlanjut ke tahap lebih... - Published: 2024-04-25 - Modified: 2024-04-18 - URL: https://primayahospital.com/umum/manfaat-kafein/ - Kategori: Umum Kafein adalah stimulan. Stimulan adalah perangsang atau sesuatu yang menjadi pendorong dalam meningkatkan suatu kinerja. Dalam hal ini, kafein adalah stimulan yang meningkatkan aktivitas pada otak dan sistem saraf. Meski lekat dengan sisi negatif, ternyata kafein juga mengandung sejumlah manfaat bagi tubuh. Simak apa saja manfaat kafein berikut ini! Konsultasikan konsumsi kafein Anda dengan ahli gizi melalui layanan homecare Kavacare. Dapatkan layanan telekonsultasi atau kunjungan ahli gizi ke rumah yang aman dan nyaman. Hubungi kami melalui Whatsapp di nomor 0811-1446-777. Sumber-sumber Kafein Kafein secara alami dapat ditemukan pada: Daun dan buah pada tanaman tertentu. Kopi Teh hitam Teh hijau Cokelat Minuman bersoda Minuman berenergi Cemilan penambah energi. Beberapa obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa memerlukan resep dari dokter. Ragam Manfaat Kafein 1. Membantu Menurunkan Berat Badan Kafein dapat berperan dalam penurunan berat badan karena kafein dapat menurunkan nafsu makan. Selain itu, kafein juga mendorong terjadinya proses termogenesis, yaitu produksi panas yang dilakukan oleh tubuh. Termogenesis adalah suatu proses yang melibatkan pembakaran kalori, sehingga berpengaruh dalam penurunan berat badan. Belum ada penelitian mengenai efek jangka panjang dari hal ini. 2. Meningkatkan Performa Olahraga Kafein bermanfaat meningkatkan performa fisik dalam latihan daya tahan. Pengaruh kafein dalam performa fisik tersebut dapat terlihat pada performa ketahanan, kapasitas ketahanan, dan pengurangan pada pengerahan tenaga yang dirasakan. 3. Membantu Meningkatkan Fungsi Otak Kafein menghambat reseptor adenosin di otak, yang mengakibatkan peningkatan energi dan kewaspadaan karena adenosin biasanya memperlambat aktivitas saraf. Selain itu, kafein juga mengandung antioksidan polyphenol yang memiliki dampak positif pada berbagai proses dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dapat meningkatkan fungsi kognitif dan melambatkan penurunan kemampuan mental terkait usia, meskipun perlu penelitian lebih lanjut untuk memverifikasinya. Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi satu takaran kafein setelah belajar juga akan membantu meningkatkan ingatan jangka panjang. 4. Mengurangi Risiko Alzheimer dan Parkinson Penelitian telah menemukan bahwa konsumsi kafein sepanjang hidup mungkin mengurangi risiko terjadinya penyakit Alzheimer. Penelitian juga menemukan bahwa orang-orang dengan konsumsi kopi lebih tinggi memiliki risiko yang lebih rendah atas penyakit Parkinson. 5. Mengurangi Risiko Kanker Mulut dan Tenggorokan Penelitian menunjukkan partisipan yang mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi dalam sehari memiliki risiko 49% lebih rendah untuk mengalami kematian dari kanker mulut dibandingkan partisipan yang tidak minum kopi sama sekali atau minum kopi hanya sesekali. Berapa Dosis Aman Konsumsi Kafein? Jika dikonsumsi dalam dosis yang sesuai, kafein dan membuat konsumennya merasa lebih segar dan fokus. Penelitian menyarankan bahwa dosis kafein yang dapat diterima oleh mayoritas orang adalah kurang lebih 400 mg dalam satu hari. Sebaliknya, jika kafein ini dikonsumsi dengan berlebihan, maka akan menimbulkan rasa cemas dan kesulitan tidur. Kafein juga memiliki sifat yang sama dengan obat-obatan pada umumnya yaitu tubuh kita lama-kelamaan bisa menimbulkan daya tahan pada kafein, yang berarti akan membuat kita membutuhkan dosis yang semakin besar dan semakin besar jika menginginkan efek yang sama. Massa tubuh, kesehatan, dan metabolisme adalah faktor-faktor yang memengaruhi bagaimana tubuh bereaksi terhadap kafein. Faktor lainnya adalah seberapa tubuh kita terbiasa akan asupan kafein. Meskipun tersedia bebas di sekitar kita, beberapa kelompok orang harus berhati-hati dalam mengonsumsi kafein. Kelompok tersebut adalah: Anak-anak: Anak di bawah usia 12 tahun seharusnya sama sekali tidak mengonsumsi kafein. Anak-anak di atas usia 12 tahun tidak boleh mengonsumsi kafein lebih dari sebanyak 100 mg dalam sehari. Ibu Hamil: Ibu hamil harus membatasi asupan kafein maksimal sebanyak 200 mg dalam sehari. Atlet: Tergantung dari jenis olahraganya, kafein dapat memengaruhi performa atlet, sehingga konsumsi atlet perlu diawasi oleh pihak profesional dan disesuaikan dengan bidang olahraganya. Meskipun kafein memiliki banyak manfaat, namun beberapa manfaat tersebut didapatkan melalui konsumsi kafein yang begitu banyak serta dengan penelitian yang masih memerlukan kajian lebih lanjut. Oleh karena itu, sebaiknya tetaplah berpatokan pada dosis aman dalam mengonsumsi kafein. Narasumber: dr. Keyvan Fermitaliansyah Care Pro & Dokter Umum di Kavacare - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/mencegah-anak-ngompol/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: anak-anak, mencegah anak ngompol, penyebab anak mengompol - Translation Priorities: Optional Mengompol memang dapat menurunkan rasa percaya diri pada anak, tetapi ini wajar terjadi pada balita. Cara terbaik yang bisa orang tua lakukan adalah dengan memberikan dukungan dan mencari tahu cara mencegah anak ngompol. Perlu kita ketahui, mengompol bukanlah suatu kondisi medis serius. Namun, kebiasaan anak mengompol menjadi tantangan bagi orang tua untuk mencegahnya. Untuk mengetahui cara pencegahannya, simak artikel ini hingga akhir. Usia Normal Anak Masih Ngompol Pada normalnya, sampai usia berapa anak wajar masih suka mengompol? Pertanyaan ini seringkali menjadi kekhawatiran orang tua karena dapat mempengaruhi kenyamanan tidur anak dan kemandirian anak dalam buang air kecil. Kebiasaan ngompol biasanya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Kemudian kebiasaan anak ngompol saat tidur pun adalah hal wajar karena masih belum memiliki refleks berkemih seperti layaknya orang dewasa. Berdasarkan penelitian melansir Healthy Children, bahwa sebanyak 15% anak usia 5 dan 7 tahun masih mengompol. Namun, pada usia 15 tahun kurang dari 1% yang mengompol. Ketika anak sampai usia 7 tahun masih mengompol bukan masalah yang harus kita tanggapi dengan serius. Kebanyakan anak-anak bisa mengatasi kebiasaan ngompol dengan sendirinya ketika mereka sudah berusia 12 tahun. Meski demikian, kebiasaan ngompol bagi sebagian anak-anak adalah hal yang memalukan apalagi terjadi hingga usia di atas 7 tahun. Hal ini perlu konsultasi ke dokter ketika orang tua belum bisa mengatasi dan mencegah kebiasaan ngompol. Penyebab Anak Ngompol Dengan mengetahui penyebabnya, setidaknya bisa mencegah anak ngompol yang menjadi kebiasaan. Meskipun mengompol adalah kebiasan anak yang tidak perlu orang tua terlalu khawatirkan. Lalu, apa penyebab anak sering ngompol? Penyebab anak sering mengompol ketika tidur di malam hari belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang mungkin bisa menjadi pemicunya, yaitu: Refleks berkemih yang belum matang. Artinya, ketika kandung kemih sudah penuh dengan urin maka akan memberi sinyal kepada otak. Namun, otak tidak merespon terutama saat tidur sehingga terjadi ngompol. Stres dan trauma pada anak. Ketika anak mengalami stres dan peristiwa traumatis, termasuk ketika anak sakit dan mengalami sembelit. Hal ini bisa memicu anak ngompol di malam hari ketika mereka tidur. Riwayat keluarga menjadi faktor penyebab anak ngompol. Hal ini merupakan kondisi yang dialami oleh orang tua semasa kecil yang sering ngompol. Memungkinkan memiliki anak dengan kondisi yang sama. Adanya masalah medis. Kondisi ini jarang sekali terjadi pada anak yang mengompol karena masalah kesehatan. Pada usia di bawah 7 tahun masih ngompol merupakan hal yang terbilang masih wajar. Beberapa faktor pemicu anak ngompol di atas cukup penting orang tua ketahui. Hal ini sebagai gambaran bahwa anak ngompol pemicunya bisa karena berbagai faktor. Dengan begitu, nantinya bisa mengetahui cara mencegahnya. Cara Mencegah Anak Ngompol Sebagian orang tua mungkin akan merasa khawatir ketika anak sudah berusia 7 tahun tetap masih mengompol. Jika kebiasaan ini berlanjut hingga anak beranjak remaja, tentu ini bisa membuat orang tua akan kewalahan mengatasinya. Lalu, bagaimana cara mencegah anak ngompol secara terus-menerus? Apa yang harus orang tua lakukan agar anak berhenti mengompol? Simak beberapa tips jitu ini yang bisa orang tua terapkan pada anak melalui ulasan berikut 1. Mengajari Anak Toilet Training Toilet training adalah suatu proses latihan anak yang sering ngompol di popok menjadi buang air kecil di toilet. Cara ini cukup efektif untuk mengatasi dan mencegah anak ngompol saat tidur di malam hari atau siang hari tanpa sengaja. Orang tua bisa mengajarkan anak untuk mengutarakan keinginannya ketika akan buang air kecil. Termasuk ajarkan anak untuk buang air kecil di kloset toilet. Lakukan cara ini setiap 2-3 jam agar anak terbiasa buang air kecil di toilet. Beberapa anak mungkin ngompol karena tidak keburu ke toilet. Jika ini menjadi penyebab, maka pastikan toilet dapat anak jangkau dengan mudah saat malam hari. 2. Mengatur Asupan Minum Anak Dengan mengatur asupan air minum pada anak, ini dapat membantu anak mengurangi rasa ingin buang air kecil terutama saat malam hari. Pastikan anak minum cukup di pagi hingga sore hari saja, hindari anak minum pada malam hari. Selain itu, hindari pula anak minum air yang bersifat diuretik seperti minuman manis, teh, dan kafein. Minuman diuretik ini bisa memicu buang air kecil lebih cepat dan banyak yang membuat anak ngompol di malam hari ketika tidur. 3. Buang Air Kecil Sebelum Tidur Salah satu cara mencegah anak menumpuk di malam hari adalah ajak anak untuk buang air kecil sebelum tidur. Orang tua bisa menjelaskan kepada anak bahwa sebelum ia tidur, pergi ke toilet untuk buang air kecil sambil cuci muka. Ketika anak sudah tidur, orang tua tidak disarankan membangunkan anak untuk buang air kecil. Alih-alih mencegah ngompol, malah akan membuat anak sulit melanjutkan tidur. Oleh karena itu, ajak buang air kecil sebelum anak tidur. 4. Jangan Memarahi Anak Kebiasaan anak mengompol di malam hari memang cenderung sulit untuk dilakukan ketika usianya masih di bawah 5 tahun. Meski begitu, orang tua tidak boleh memarahinya ketika anak ngompol saat tertidur di malam hari. Sebab, memarahi anak ngompol tidak akan membantu menghentikan kebiasaannya. Hal... - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/graft-versus-host-disease/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Transplantasi sumsum tulang adalah prosedur serius yang melibatkan risiko dan memerlukan pemantauan dan manajemen yang intensif selama periode pasca-transplantasi. Salah satu risiko itu adalah graft versus host disease yang bisa berakibat fatal pada individu yang menerima transplantasi. Untuk itu, dibutuhkan seleksi donor yang cocok, persiapan yang cermat, serta pemantauan ketat dalam transplantasi. Mengenal Graft versus Host Disease Graft versus host disease adalah suatu kondisi yang dapat terjadi setelah transplantasi sumsum tulang atau sel punca hematopoietik. Prosedur transplantasi ini umumnya dijalankan untuk mengatasi kondisi seperti limfoma, leukemia, atau penyakit darah lain. Graft versus host disease terjadi saat sel-sel imun yang berasal dari sumsum tulang donor menyerang jaringan tubuh penerima karena menganggapnya sebagai benda asing karena adanya ketidakcocokan antara donor dan penerima transplantasi. “Graft” di sini merujuk pada sumsum tulang atau sel darah yang disuntikkan atau diinfuskan ke dalam tubuh penerima sebagai bagian dari prosedur transplantasi. Adapun “host” mengacu pada penerima transplantasi. Dalam graft versus host, sel-sel T dari donor bisa bereaksi melawan sel-sel penerima dan menyebabkan respons imun yang berlebihan hingga mengakibatkan kerusakan organ dan jaringan, seperti hati, saluran pencernaan, mata, dan paru-paru. Kondisi ini bisa terjadi dalam dua bentuk, yakni akut dan kronis. Graft versus host disease akut biasanya muncul beberapa minggu setelah transplantasi, sedangkan graft versus host disease kronis berkembang secara bertahap hingga beberapa bulan pasca-transplantasi. Seperti dikutip dari artikel di National Library of Medicine, baik graft versus host disease kronis maupun akut masih menjadi tantangan dalam proses transplantasi sumsum tulang. Meski kondisi ini sudah dikendalikan dengan kortikosteroid, banyak pasien yang mengalami efek samping yang merugikan dan meninggal akibat infeksi yang terkait dengan penekanan kerja sistem imun atau imunosupresi. Gejala Gejala graft versus host disease bisa dibedakan berdasarkan sifatnya apakah kronis atau akut serta organ atau jaringan mana yang terkena dampak. Berikut ini sejumlah gejala yang umum: Muncul ruam di kulit yang bisa terasa gatal dan sakit Pembengkakan pada area tubuh tertentu Diare, bisa disertai darah Kram atau nyeri pada perut Muntah Kulit dan mata kuning Mata kering dan ada sensasi iritasi atau terbakar Kesulitan bernapas Batuk-batuk Sendi terasa kaku Kelelahan Demam Penyebab Faktor penyebab graft versus host disease melibatkan interaksi sel donor dan penerima yang rumit serta reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap perubahan yang terjadi seusai transplantasi sumsum tulang. Faktor-faktor itu meliputi: Ketidakcocokan human leukocyte antigen, yakni sekelompok protein pada permukaan sel yang bertanggung jawab mengenali sel asing dan membedakannya dari sel tubuh sendiri, antara donor dan penerima Ketidakcocokan antara sel T donor dan penerima sehingga sel T donor menyerang jaringan tubuh penerima Jumlah sel T dari donor yang didapatkan penerima terlalu tinggi Interaksi sejumlah faktor ini bisa memicu respons sistem imun yang berlebihan atau tak terkontrol terhadap jaringan penerima sehingga terjadi graft versus host disease. Cara Dokter Mendiagnosis Proses diagnosis graft versus host disease bisa melibatkan sejumlah tahap dan membutuhkan kolaborasi berbagai spesialis. Diagnosis yang tepat amat penting guna merencanakan pengelolaan dan pengobatan yang sesuai. Metode yang biasa dipakai antara lain: Evaluasi gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk apa saja gejala yang dialami, kapan munculnya, dan bagaimana tingkat keparahannya Pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi tanda-tanda klinis seperti ruam kulit, pembengkakan, atau kondisi organ lain Tes darah yang meliputi pengukur kadar bilirubin dan sel darah putih serta enzim hati untuk mengecek kondisi sel darah dan fungsi organ Biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari organ seperti kulit, usus, atau hati untuk mengecek tanda peradangan dan respons sel Tes pencitraan dengan MRI atau CT scan untuk mendapatkan gambar organ secara lebih detail Evaluasi fungsi organ dengan berbagai tes yang diperlukan Cara Mengatasi Pemantauan dan perawatan yang intensif diperlukan untuk menangani graft versus host disease. Penanganan ini umumnya melibatkan pendekatan kolaboratif dan menyeluruh dari tim perawatan yang mencakup dokter ahli imunologi, dokter spesialis transplantasi, dan perawat serta spesialis lain yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi pasien. Adapun cara penanganan graft versus host disease yang umum meliputi: Pemberian obat penekan sistem imun, seperti kortikosteroid, yang dapat meredakan gejala Pemantauan dan penilaian secara ketat terhadap tanda dan gejala serta respons terhadap pengobatan Pemberian obat tambahan bila obat konvensional tak memberikan hasil yang diharapkan Manajemen dan perawatan pendukung, seperti memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan tercukupi Terapi yang ditujukan khusus pada organ tertentu yang terpengaruh oleh kondisi ini Selain pendekatan-pendekatan itu, dokter bisa melakukan pengobatan berdasarkan penelitian dan uji klinis, seperti penggunaan sel T pengatur ulang dan terapi sel T berbasis chimeric antigen receptor. Komplikasi Graft versus host disease bisa berkembang dan menimbulkan gejala yang kian parah seiring dengan waktu. Berbagai komplikasi bisa muncul sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami organ yang terpengaruh, seperti peradangan lapisan jantung, peradangan paru-paru, dan gagal hati. Pencegahan Hingga kini belum ada cara pasti untuk mencegah graft versus host disease. Namun upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam prosedur transplantasi sumsum tulang. Upaya itu antara lain: Mencari donor yang memiliki kemiripan genetik tinggi dengan penerima, dalam hal ini anggota keluarga menjadi opsi utama... - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung/pemeriksaan-abi/ - Kategori: Penyakit Jantung Bulan September dikenal sebagai PAD (Peripheral Artery Disease) awareness month, penyakit arteri perifer merupakan penyakit pembuluh darah tungkai yang bersifat progresif dan mengancam nyawa. Sayangnya, masyarakat belum memahami betul mengenai pentingnya deteksi PAD. Bahkan bila belum memiliki gejala PAD, anda perlu melakukan skrining pemeriksaan bila: - usia > 65 tahun - usia > 50 tahun dan memiliki riwayat diabetes atau perokok - usia < 50 tahun dan menderita diabetes, obesitas atau hipertensi penyakit arteri perifer disebabkan proses akumulasi plak pada pembuluh darah arteri, penyebab yang sama seperti pada serangan janyung dan stroke. Ketika plak tersebut mengganggu aliran darah tumgkai, akan menyebabkan keluhan seperti nyeri tungkai bawah saat berjalan. Pada kondisi serius, PAD dapat berakibat amputasi tungkai bahkan kematian akibat infeksi. Bahkan infeksi virus COVID-19 yang sedang menjadi pandemi saat ini pun dapat mengakibatkan inflamasi dan gangguan pada aliran darah tungkai. Komplikasi dari COVID-19 pada pembuluh darah tungkai ini dapat berupa rasa nyeri pada tungkai saat berjalan. Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer dan Penanganan Dini Merupakan Kunci Utama. Lima langkah untuk menurunkan risiko penyakit arteri perifer: Kenali gejala penyakit arteri perifer Ke dokter untuk melakukan skrining atau pemeriksaan Kenali piliham pengobatan Mengubah gaya hidup Don’t wait! Minimalisir risiko amputasi Skrining atau pemeriksaan awal yang bisa dilakukan dan terjangkau adalah dengan pemeriksaan Ankle Brachial index (ABI). ABI dilakukan dengan membandingkan antara ukuran nilai sistolik tekanan darah pada pergelangan kaki (ankle) dengan sistolik tekanan darah pada arteri brachialis. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan sphygmomanometer dan portable doppler dengan frekuensi 8-10 MHz. Dilakukan pertama kali oleh Winsor di London. Pengukuran ini merupakan tindakan medis non invasive, bukan suatu tindakan operasi, dan relatif aman. Nilai ABI normal adalah 1,0 – 1,4. Pengukuran ABI dilakukan oleh seseorang yang memahami pengetahuan medis dan pelatihan medis, seperti dokter atau perawat, untuk mendapatkan hasil pengukuran yang optimal. Kontraindikasi dilakukan ini adalah pasien dengan kerusakan tungkai bawah dan atas serta penyakit deep vein thrombosis. Beberapa Persiapan Sebelum Dilakukan Pemeriksaan ABI: Istirahat dalam kurun waktu 10-30 menit sebelum dilakukan pengukuran. Tidak merokok, minum alkohol dan kafein sekitar 12 jam sebelum pengukuran. Harus memposisikan diri senyaman mungkin, serta tidak melakukan gerakan yang tidak diperlukan selama pengukuran. Selama pengukuran memerlukan suasana yang tenang dan sunyi, agar pemeriksa dapat menemukan batas sistolik dengan tepat. Pengukuran ABI dapat diulang bila diperlukan, misalnya untuk evaluasi respon terapi. Jika diperlukan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan lain yang lebih mendalam seperti USG duplex, CT scan hingga magnetic resonance angiography (MRA). Kerusakan pada tungkai atau pun amputasi dapat kita cegah dengan kenali gejala dan lakukan skrining ABI secara berkala. Save a leg, save a life. Narasumber: dr. Bobby Saunders, Sp. JP-FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Evasari Hospital - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/hernia-hiatus/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ketika terdapat tonjolan atau benjolan yang tampak di bagian atas perut, ada kemungkinan itu adalah tanda hernia hiatus. Salah satu jenis hernia ini memerlukan perhatian medis untuk mencegah timbulnya komplikasi yang bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Mengenal Hernia Hiatus Hernia hiatus adalah jenis hernia yang terjadi ketika ada organ di rongga perut yang menonjol melewati otot diafragma yang berada di antara rongga dada dan perut. Diafragma adalah otot yang berperan penting dalam proses pernapasan. Pada otot ini terdapat lubang kecil yang disebut hiatus esofagus, di mana esofagus adalah tempat lewatnya makanan dari kerongkongan ke perut. Ketika terjadi hernia hiatus, lambung yang berada di rongga perut mendorong lubang hiatus esofagus itu hingga masuk ke rongga dada. Kondisi ini bisa terjadi jika otot-otot diafragma yang berada di sekitar hiatus esofagus melemah. Seperti dijelaskan dalam artikel di National Library of Medicine, terdapat dua jenis hernia hiatus, yakni sliding dan paraesofageal. Dalam hernia hiatus sliding, bagian atas lambung dan selaput lendir esofagus menonjol melewati hiatus. Sedangkan dalam hernia hiatus paraesofageal, bagian lain dari lambung yang bergerak ke atas melalui hiatus, tapi tetap berada di sisi esofagus. Dibanding hernia hiatus sliding, jenis paraesofageal lebih jarang tapi bisa lebih membahayakan. Gejala Hernia Hiatus Gejala / tanda hernia hiatus yang utama adalah munculnya tonjolan di perut bagian atas yang bisa diraba ketika ada tekanan tambahan, misalnya saat berdiri dan batuk serta mengejan. Gejala lain yang bisa muncul antara lain: Sensasi terbakar di dada yang bisa merambat hingga tenggorokan dan leher Regurgitasi atau naiknya makanan dari lambung hingga mulut Kesulitan menelan makanan atau minuman Nyeri dada yang mirip serangan jantung Batuk terus-menerus Air liur muncul berlebihan Rasa penuh di perut walau hanya makan dalam porsi kecil Suara menjadi serak atau hilang karena tenggorokan mengalami iritasi Perut kembung dan penuh gas Napas bau tak sedap Penyebab Hernia Hiatus Penyebab hernia hiatus yang utama adalah melemahnya otot-otot di sekitar hiatus esofagus. Adapun faktor yang bisa meningkatkan risiko antara lain: Penuaan yang bisa menyebabkan otot-otot diafragma melemah Obesitas atau kelebihan berat badan yang bisa meningkatkan tekanan pada perut Tekanan yang meningkat pada perut saat hamil Kebiasaan merokok Faktor genetika atau keturunan Aktivitas fisik yang dapat meningkatkan tekanan pada perut, seperti sering mengangkat beban berat Mengidap refluks asam (GERD) kronis yang bisa merusak otot-otot di sekitar hiatus Cara Dokter Mendiagnosis Hernia Hiatus Dokter perlu melakukan serangkaian langkah pemeriksaan dan evaluasi untuk menegakkan diagnosis hernia hiatus. Di antaranya: Mengecek kondisi fisik di area perut bagian atas untuk mendeteksi adanya tonjolan yang bisa menjadi tanda hernia hiatus Melakukan prosedur endoskopi dengan memasukkan alat endoskop lewat mulut untuk memeriksa kondisi esofagus dan lambung Melakukan prosedur pencitraan dengan sinar-X dan larutan barium yang diminum pasien untuk mengamati struktur internal saluran pencernaan lebih jelas Menggunakan manometri esofagus untuk mengukur tekanan di dalam esofagus saat menalan Mengukur tingkat asam dalam esofagus dengan tes asam Cara Mengatasi Hernia Hiatus Beberapa gejala yang terkait dengan hernia hiatus bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan. Misalnya: Tidak makan dalam porsi besar sebelum tidur Memposisikan kepala lebih tinggi saat tidur Menghindari makanan atau minuman yang bisa merangsang produksi asam lambung Mengonsumsi obat antasida dan obat lain yang bisa mengurangi produksi asam lambung Berhenti merokok Menjaga berat badan ideal Mengelola stres Melatih otot perut agar lebih kuat Adapun tindakan medis yang biasa dilakukan untuk mengatasi hernia hiatus secara permanen dan dalam kondisi mendesak adalah pembedahan minimal invasif lewat perut. Dengan cara ini, dokter bisa mengembalikan posisi lambung ke rongga perut dan memperbaiki otot-otot diafragma yang melemah sekaligus mengatasi penyebab naiknya asam lambung yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya hernia hiatus. Selain lewat perut, dokter bisa melakukan pembedahan melalui dada. Komplikasi Hernia Hiatus Sebagian besar individu dengan hernia hiatus bisa sembuh dengan penanganan yang tepat. Namun ada kemungkinan terjadi komplikasi yang lebih serius, seperti: Peradangan berulang pada esofagus yang terpapar asam lambung Terjebak dan terjepitnya bagian lambung di dalam hernia sehingga pasokan darah terganggu Rusaknya selaput lendir esofagus Penyumbatan pada saluran pencernaan Perdarahan jika terjadi luka pada pembuluh darah pada esofagus Pencegahan Hernia Hiatus Faktor risiko hernia hiatus tertentu tidak bisa dicegah, seperti faktor genetika. Namun secara umum ada langkah pencegahan yang efektif untuk mencegah kondisi ini, seperti: Menjaga berat badan yang sehat Tidak merokok Menerapkan pola makan yang sehat, tidak berlebihan, dan membatasi konsumsi makanan/minuman yang memicu asam lambung Berolahraga secara teratur untuk menguatkan otot dan mencegah kelebihan berat badan Menjalani perawatan untuk kondisi kronis yang bisa meningkatkan tekanan pada perut Kapan Harus ke Dokter? Hernia hiatus bisa diatasi dengan penanganan yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter. Bila ada gejala yang mengarah ke hernia hiatus, sebaiknya segera datangi dokter untuk berkonsultasi. Terutama bila ada gejala yang menandakan situasi darurat seperti kesulitan bernapas, nyeri perut yang parah, muntah, dan sesak napas. Narasumber: dr. Dennis Chrissandy, Sp. B Spesialis Bedah Umum Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/jantung/olahraga-berlebihan/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Begitu banyak cara untung berolahraga, dari yoga, berenang, angkat beban, bersepeda, sampai joging. Setiap jenis olahraga itu memiliki manfaat masing-masing. Semua orang tentu ingin mendapatkan manfaat tersebut. Para ahli kesehatan pun merekomendasikan olahraga teratur guna menjaga tubuh tetap sehat. Tapi hati-hati, olahraga berlebihan justru membahayakan kesehatan, termasuk jantung. Kenali Olahraga Berlebihan Olahraga ibarat es krim. Bila dikonsumsi secukupnya, es krim terasa nikmat dan beberapa bahannya bermanfaat untuk tubuh. Namun jika kebanyakan, es krim justru berbahaya terutama karena adanya kandungan gula di dalamnya. Olahraga pun begitu. Bila ingin memastikan beroleh manfaat olahraga, harus tahu batasnya. Sebab, dalam banyak kasus, olahraga yang mulanya adalah kebiasaan baik perlahan bisa menjadi obsesi dan/atau perilaku berbahaya. Sejumlah penelitian menemukan dampak olahraga berlebihan terhadap kesehatan. Terutama bagi jantung. Banyak insiden terkait dengan penyakit jantung yang melibatkan atlet atau orang yang sedang berolahraga yang terjadi. Beberapa di antaranya bahkan berakibat fatal. Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana mungkin atlet bisa terserang penyakit jantung justru ketika berolahraga? Salah satu dugaan yang muncul adalah mereka melakukan olahraga secara berlebihan. Tapi bisa jadi timbul pertanyaan baru: bagaimana cara kita mengetahui olahraga berlebihan? Apa batas-batasnya? Sulit untuk menjawab pertanyaan itu karena respons tubuh setiap individu terhadap olahraga berlainan. Bagi kebanyakan orang, aktivitas fisik sedang selama 30 menit per hari aktivitas fisik sudah cukup untuk kesehatan fisik yang optimal. Namun itu tidak berarti olahraga lebih dari 30 menit setiap hari berbahaya dalam setiap situasi. Untuk menentukan apakah olahraga itu berlebihan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan: Apakah waktunya banyak tersita untuk olahraga? Apakah tetap berolahraga walau sedang sakit atau cedera? Apakah rela melewatkan acara sosial untuk berolahraga? Apakah sebagian besar hidupnya dikaitkan dengan olahraga? Apakah khawatir atau mudah marah bila tidak memungkinkan untuk berolahraga? Apakah ada rutinitas olahraga yang ketat dan sangat terstruktur yang harus dipatuhi? Bila jawaban untuk beberapa atau malah semua pertanyaan itu adalah “iya”, kemungkinan besar orang olahraga yang dilakukan individu tersebut berlebihan. Meski demikian, hanya ahli profesional terlatih yang dapat mendiagnosis kondisi individu tersebut secara pasti. Dampak Negatif Olahraga Berlebihan untuk Jantung Menurut sejumlah riset, olahraga latihan ketahanan fisik dapat membentuk ulang jantung. Saat melakukan latihan ini, jantung akan meregang dan menjadi lebih besar serta kuat agar dapat memompa lebih banyak darah. Sebab, jantung merupakan organ yang terdiri atas otot. Sama halnya dengan saat kita berlatih angkat barbel yang bisa membuat otot bisep tumbuh besar dan kuat. Jantung atlet olahraga ketahanan fisik umumnya lebih besar dua kali lipat jantung orang non-atlet. Ukuran jantung yang lebih besar ini pada dasarnya baik karena artinya jantung bisa memompa darah lebih efisien. Tapi, dalam beberapa kasus, diduga ada kaitan antara olahraga dan terjadinya pembengkakan jantung (kardiomegali) atau jaringan parut pada jantung (fibrosis). Selain itu, ada peningkatan risiko atrial fibrilasi akibat olahraga ketahanan fisik tingkat tinggi. Misalnya maraton, bersepeda lintas alam, dan olahraga ketahanan lain yang berlangsung berjam-jam. Mendorong tubuh ke kemampuan maksimal setiap hari bisa membuat jantung mengalami tekanan sehingga risiko atrial fibrilasi meningkat. Gangguan irama detak jantung yang tak beraturan ini bisa berujung pada gagal jantung atau stroke. Apakah Tanda Jika Anda Sudah Olahraga Berlebihan? Ada setidaknya tiga jenis tanda utama yang mengindikasikan olahraga berlebihan, yaitu fisik, mental, dan emosional. Berikut ini di antaranya: Masih merasa lelah meski sudah tidur 7-8 jam saat malam hari Kerap mengalami cedera, misalnya otot tertarik, peradangan, dan tulang retak akibat tekanan berlebihan dan berulang Lebih sering sakit lantaran sistem imun terus-terusan di bawah tekanan akibat olahraga berlebihan Merasa lesu dan mudah marah sebagai indikasi adanya depresi pada tingkat tertentu Makan terlalu banyak karena tubuh memerlukan lebih banyak kalori untuk sumber energi selama beraktivitas tiap hari Kurang motivasi dan cenderung bosan saat melakukan olahraga yang dulu digemari Tips Berolahraga Secara Aman Mengingat olahraga berlebihan justru tidak baik untuk kesehatan, cobalah melakukan gerak badan secara aman. Cara yang utama adalah memperhatikan tubuh agar tahu kapan waktunya menyudahi olahraga dan beristirahat cukup. Berikut ini tips berolahraga secara aman: Makan cukup kalori sesuai dengan level olahraga Minum air yang cukup saat berolahraga Usahakan untuk tidur setidaknya 8 jam setiap malam Jangan berolahraga di tempat yang sangat panas atau amat dingin Kurangi atau hentikan olahraga saat Anda merasa tidak enak badan atau berada di bawah banyak tekanan Ambil jeda setidaknya 6 jam antara olahraga satu dan olahraga lain Setidaknya satu hari dalam sepekan istirahatkan tubuh Kapan Harus ke Dokter? Orang awam mungkin sulit untuk menyadari olahraga berlebihan yang ia lakukan. Karena itu, lebih baik berkonsultasi dengan dokter bila curiga telah melakukan olahraga secara berlebihan. Temui dokter terutama jika Anda: Mendapati gejala olahraga berlebihan Merasa obsesif terhadap olahraga Tak bisa mengendalikan seberapa sering olahraga Tak bisa mengontrol seberapa banyak konsumsi makanan Narasumber: dr. Robert Edward Saragih, Sp. JP (K), FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/urologi/gagal-ginjal/ - Kategori: Urologi Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang berfungsi amat penting untuk menjaga kehidupan manusia. Jika terjadi gangguan atau penyakit yang menyerang ginjal, harus ada penanganan medis secepatnya untuk segera mengatasinya. Ginjal bisa tiba-tiba berhenti berfungsi sehingga kita mesti senantiasa menjaganya. Kondisi yang disebut gagal ginjal akut ini bisa berakibat fatal bila tak terpantau atau terabaikan. Mengenal Gagal Ginjal Akut Gagal ginjal akut terjadi ketika fungsi ginjal tiba-tiba terhenti. Ginjal berfungsi menyaring dan mengeluarkan cairan dan elektrolit berlebih serta material limbah dari darah. Produk buangan ini diubah menjadi urine oleh ginjal. Saat Anda menderita gagal ginjal akut, ginjal Anda tidak dapat membuang produk limbah itu dengan benar. Jumlah urine yang normal pun tidak bisa diproduksi. Kondisi ini bisa terjadi dengan cepat dalam waktu kurang dua hari. Saat ginjal tak lagi mampu menyaring limbah dari darah, limbah yang berbahaya akan terakumulasi dan mempengaruhi sistem tubuh secara keseluruhan. Kondisi ini paling banyak terjadi pada pasien yang telah menjalani perawatan di rumah sakit, khususnya perawatan intensif. Gagal ginjal juga kerap menjadi komplikasi operasi, infeksi, akibat luka serius, atau ketika aliran darah ke ginjal terganggu. Pasien gagal ginjal akut bisa sembuh, tapi tergantung tingkat keparahannya. Dalam beberapa kasus, pasien memerlukan perawatan untuk menggantikan fungsi ginjal yang terhenti selama beberapa saat. Gagal ginjal akut bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti: Sesak napas akibat penumpukan cairan berlebih di paru-paru Lemas lantaran cairan dan elektrolit dalam tubuh tak seimbang Ginjal rusak permanen dan memerlukan hemodialisa Kematian Gejala Gagal Ginjal Akut Gejala gagal ginjal akut mungkin termasuk salah satu dari berikut ini: Nafsu makan berkurang Kelelahan Nyeri pinggang belakang (antara tulang rusuk ke 12 dan pinggul) Tekanan darah tinggi Mual atau muntah, bisa berlangsung selama berhari-hari Cegukan terus-menerus Kejang Irama detak jantung tak teratur Sesak napas Pembengkakan karena tubuh menumpuk cairan (terutama dapat terlihat di kaki) Perubahan kebiasaan buang air kecil, seperti sedikit atau tidak ada urine. Kadang gejala gagal ginjal akut minimal dan hanya bisa dideteksi lewat tes laboratorium. Penyebab Gagal ginjal akut bisa terjadi ketika: Ginjal cedera atau rusak karena proses trauma Penyumbatan saluran urine pada saluran ureter atau urethra Aliran darah ke ginjal terganggu Adapun penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkan cedera ginjal, menyumbat ureter, dan memperlambat aliran darah ke ginjal meliputi: Batu saluran kemih seperti batu ginjal(upj), ureter, kandung kemih, urethra yang menyebabkan Penyumbatan keluarnya urine Pembesaran prostat jinak Tumor saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, prostat dsb) yang menyebabkan Penyumbatan proses berkemih Gangguan neurologis pada kandung kemih yang menyebabkan pasien tidak bisa bak Kehilangan darah atau cairan yang signifikan Konsumsi obat tekanan darah Terkena serangan jantung Infeksi (sepsis) Gagal hati Penggunaan NSAID (aspirin, ibuprofen, atau obat-obatan terkait) Reaksi alergi parah (anafilaksis) Luka bakar parah Dehidrasi berat Kerusakan pada ginjal karena sumbatan (obstruksi) Keracunan, misalnya akibat alkohol dan logam berat Pembekuan darah di vena dan arteri di dalam dan sekitar ginjal Kolesterol yang menghalangi aliran darah di ginjal Glomerulonefritis, radang pada struktur filter kecil di ginjal (glomeruli) Kanker lainnya (serviks, usus besar dsb) salah satunya karena sindrom lisis tumor Dan sebagainya. Diagnosis Gagal Ginjal Akut Jika ada tanda dan gejala Anda yang menunjukkan gagal ginjal, dokter mungkin merekomendasikan tes dan prosedur tertentu untuk memverifikasi diagnosis atas gangguan itu. Di antaranya: Pengukuran keluaran urine: mengukur berapa banyak Anda buang air kecil dalam 24 jam. Tes urine: menganalisis sampel urine (urinalisis). Tes darah: sampel darah dapat mengungkapkan kadar urea dan kreatinin yang meningkat dengan cepat. Dua zat ini digunakan untuk mengukur fungsi ginjal. Tes pencitraan: misalnya dengan ultrasonografi (USG) dan CT scan untuk melihat ginjal secara detail. Renogram GFR atau ren scintigrafi Mengambil sampel jaringan ginjal untuk pengujian (biopsi) di laboratorium. Pengobatan Gagal Ginjal Akut Tujuan pengobatan gagal ginjal akut adalah agar ginjal berfungsi kembali serta mencegah cairan dan racun sisa metabolisme menumpuk di tubuh. Pengobatan itu termasuk dengan membatasi makan tertentu dan jumlah minum untuk mencegah penumpukan racun dan cairan lebih banyak. Diet untuk pasien gagal ginjal biasanya harus tinggi karbohidrat serta rendah protein, garam, dan kalium. Pasien mungkin memerlukan antibiotik untuk mengobati atau mencegah infeksi. Diuretik juga dapat digunakan guna membantu mengeluarkan cairan berlebih dari tubuh. Obat-obatan ini diberikan melalui pembuluh darah untuk membantu mengontrol kadar kalium darah. Pasien juga mungkin memerlukan dialisis yang bertujuan membersihkan tubuh dari racun sisa metabolisme tubuh yang berbahaya dan cairan berlebih. Dialisis dapat menyelamatkan hidup pasien jika kadar potasium sangat tinggi. Dialisis juga akan dilakukan jika: Kondisi mental turun (delirium) Urine minimal atau tidak ada urine dalam 24jam (anuria/oligouria) Cairan banyak menumpuk dalam tubuh (oedem) Tubuh tak dapat membuang produk sisa metabolisme Dialisis seringnya hanya bersifat jangka pendek. Tapi, bila kerusakan ginjal sudah sangat parah, dialisis mungkin perlu dilakukan secara permanen. Mencegah Gagal Ginjal Gagal ginjal acap sulit diprediksi atau dicegah. Tapi Anda dapat mengurangi risiko dengan merawat ginjal lebih baik, misalnya dengan cara: Memperhatikan label saat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Ikuti anjuran dalam label itu, terutama... - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/anak/tinggi-badan-anak/ - Kategori: Anak - Tag: anak perempuan, tinggi badan, tinggi badan anak perempuan Banyak orang tua yang bertanya-tanya mengenai pertumbuhan tinggi badan anak perempuan sampai usia berapa. Antara laki-laki dan perempuan, batas usia pertumbuhannya berbeda. Berhentinya pertumbuhan perempuan jauh lebih cepat dibandingkan laki-laki. Ingin tahu informasi lengkapnya? Jangan lewatkan pembahasan di sini sampai selesai. Menjawab Pertanyaan Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Perempuan Sampai Usia Berapa Tinggi badan menjadi hal penting bagi kebanyakan wanita terutama yang bercita-cita menjadi seorang model. Sayangnya, berdasarkan keterangan yang terdapat di Medical News Today menyebutkan bahwa wanita memulai dan mengakhiri masa pubertas lebih cepat dari pada pria. Umumnya, pertumbuhan seseorang akan berlangsung selama masa pubertas hingga menutupnya lempeng bertumbukan di kisaran usia 20-21 tahun. Dalam keterangan lebih lanjut, dijelaskan bahwa penambahan tinggi badan wanita akan berlangsung sangat pesat selama pubertas. Puncaknya terjadi pada rentang usia 12-16 tahun. Berdasarkan informasi yang beredar, puncak pertumbuhan tinggi badan wanita paling pesat terjadi sekitar 2 tahun setelah masa pubertas. Pubertas pada wanita sendiri ditandai dengan keluarnya darah haid. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa rata-rata usia anak perempuan mengalami menstruasi pertama (menarche) sekarang ini adalah 10 tahun. Lalu, bagaimana dengan anak perempuan yang datang haid lebih cepat, misalnya di usia 9 tahun? Jika demikian, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter. Selama masa emas pertumbuhan, para orang tua sebaiknya merangsang tinggi badan buah hatinya dengan melakukan beberapa cara. Mulai dari melakukan olahraga penambah tinggi badan seperti halnya berenang dan mengoptimalkannya dengan memberikan makanan bernutrisi tinggi. Sebab, setelah usia 12-16 tahun, masa penambahan tinggi badan anak perempuan akan berjalan lebih lambat. Sedangkan di rentang usia tersebut, tinggi badan anak bisa bertambah hingga 7-10 cm. Tanda Peningkatan Tinggi Badan Anak Mulai Berjalan Perlahan Sebelumnya telah dijelaskan bahwa jawaban dari pertumbuhan tinggi badan anak perempuan sampai usia berapa adalah 20-21 tahun. Sebelum itu, ada tanda khusus ketika hal itu terjadi, berikut beberapa di antaranya: Menstruasi pertama telah berlangsung dalam satu atau dua tahun terakhir Rambut kemaluan dan ketiak sudah tumbuh secara penuh. Kondisi ini berbeda dengan masa awal pubertas karena pertumbuhan bulu di area tersebut terjadi hanya sedikit Peningkatan tinggi badan menjadi lebih lambat dalam kurun waktu satu atau dua tahun terakhir Perawakan anak perempuan tampak lebih dewasa termasuk dari tinggi badan yang tampak bongsor Bagian pinggul dan buah dada sudah lebih bertumbuh dan tampak berbeda, biasanya menjadi bulat dan penuh Namun, tidak semua anak perempuan akan mengalami semua tanda-tanda di atas. Faktanya, pertumbuhan mereka terjadi karena faktor tertentu seperti halnya genetik nutrisi, asupan, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Wanita Angka stunting di Indonesia mulai menurun di tahun 2022. Hal ini sesuai dengan data dari Kesmas Kemkes yang menyebutkan bahwa stunting di Indonesia pada 2022 menurun, dari yang awalnya 24,4% pada 2021, berubah menjadi 21,6% pada 2022. Harapannya, di tahun 2024 nanti prosentase bisa menurun lagi hingga 14% saja. Sebagai informasi, stunting adalah kondisi di mana anak balita gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis. Akibatnya, tinggi badan dan berat badannya tidak normal seperti seharusnya. Jika tidak mendapatkan penanganan tepat, maka kondisi tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak hingga dewasa. Alhasil tinggi badan penderita lebih pendek dari anak seusianya. Selain karena stunting, berikut faktor lain penyebab tinggi badan tidak bisa tumbuh maksimal: 1. Genetik Faktanya, genetik atau keturunan memegang peranan penting pada pertumbuhan tinggi badan. Menurut Chao Qiang Lai dari Tufts University, genetik memengaruhi perbedaan tinggi badan individu hingga 60% - 80%. Sementara itu, 20% - 40% sisanya karena faktor lain, termasuk nutrisi. Bagi yang berasal dari keluarga dengan tinggi badan di bawah standar umum tetapi ingin tumbuh tinggi, bisa mencoba melakukan olahraga rutin. Olahraga-olahraga yang telah terbukti efektif meningkatkan tinggi badan ada voli, basket, dan renang. 2. Kondisi Kesehatan Kebanyakan, anak yang mengalami gangguan kesehatan pada masa tumbuh kembangnya biasanya tingginya tidak berkembang secara maksimal. Tubuhnya juga cenderung lebih kecil dan tampak kering. Pengobatan sesuai dengan penyakitnya dan dukungan pemenuhan nutrisi seimbang adalah solusi yang bisa Anda ambil. Akan lebih baik lagi jika mengkonsultasikannya dengan dokter atau ahli dalam bidangnya. 3. Mengalami Kelainan Tidak semua anak perempuan mengalami pubertas sesuai batas minimal usianya. Ada yang masih berusia 8 tahun tetapi sudah mengalami haid. Begitupun dengan anak usia 13 tahun tetapi belum menunjukkan tanda-tanda mengalami pubertas. Apabila kondisi seperti ini terjadi pada buah hati Anda, memeriksakan kondisinya ke dokter merupakan solusi terbaiknya. Terlalu cepat atau tertundanya pubertas memang sangat mungkin terjadi terutama pada penderita sakit asma, gangguan ginda, tiroid, dan kelainan genetik. 4. Mengkonsumsi Obat-Obatan Berkaitan dengan anak yang mengalami penyakit dan kelainan, mereka umumnya mengonsumsi obat-obatan. Ada jenis-jenis obat yang memiliki efek samping berupa menghambat pertumbuhan, salah satunya adalah antibiotik. Efek samping tersebut bisa terjadi apabila anak mengkonsumsi antibiotik saat usianya di bawah 10 tahun. Apalagi jika konsumsinya secara intens dalam jangka waktu lama dan berkelanjutan. 5. Makanan Sehari-Hari Tanpa asupan gizi seimbang, tubuh akan kesulitan untuk bertumbuh. Dalam masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan asupan kalsium dan protein mencukupi. Kedua nutrisi tersebut berperan... - Published: 2024-04-23 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung/operasi-katup-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Jantung kita memiliki empat katup yang berfungsi menjaga pola aliran darah baik pada jantung sendiri maupun ke seluruh tubuh. Keempat katup itu membuka dan menutup empat ruangan dalam jantung yang memiliki peran sendiri-sendiri dalam sistem pemompaan darah. Tugas katup jantung adalah menjaga peran tersebut berjalan dengan normal. Ketika terjadi gangguan atau kelainan pada katup, harus dilakukan tindakan medis untuk memperbaikinya. Salah satunya dengan operasi jantung. Konsultasi ke Dokter Jantung Gangguan katup jantung bisa terjadi karena banyak hal. Bayi yang baru lahir mungkin sudah mengalaminya karena masalah dalam kandungan atau sering disebut sebagai penyakit jantung bawaan. Sedangkan pada orang dewasa, ada berbagai faktor pemicu kelainan katup jantung. Meski demikian, operasi jantung bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi gangguan katup jantung. Untuk itu, konsultasi dengan dokter jantung diperlukan guna mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi yang tepat. Konsultasi ini disertai dengan pemeriksaan awal guna menegakkan diagnosis. Bila memang perlu operasi jantung, dokter akan memberikan nasihat medis, termasuk menerangkan persiapan dan risikonya. Operasi jantung umumnya dibutuhkan saat katup sudah rusak sehingga tak bisa membuka dan menutup ruangan pada jantung dengan benar. Operasi baik berupa perbaikan maupun penggantian bisa mengurangi gejala dan mencegah kerusakan katup bertambah parah. Lakukan Pemeriksaan Jantung (MCU Jantung) Kelainan atau kerusakan katup jantung hanyalah satu dari banyak masalah jantung yang bisa dideteksi dini lewat pemeriksaan jantung. Medical check up jantung sebaiknya dilakukan jika seseorang memiliki faktor risiko, seperti: Tekanan darah tinggi Kadar kolesterol tinggi Obesitas (kelebihan berat badan) Diabetes Ada anggota keluarga yang punya riwayat penyakit jantung Beberapa faktor risiko itu tak disadari hingga kemudian muncul gejala yang menandakan penyakit sudah dalam taraf parah. Penyakit katup jantung bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Bagi anak dengan penyakit bawaan katup jantung, umumnya masalah ini bisa terdeteksi menjelang kelahiran atau sesaat setelah persalinan. Sedangkan pada orang dewasa, faktor risiko bisa terakumulasi seiring dengan pertambahan usia. Maka diperlukan kesadaran diri sendiri untuk menjalani pemeriksaan jantung sedini mungkin. Ketahui Prosedur Operasi Katup Jantung Dokter di rumah sakit jantung akan menjelaskan tahap dan prosedur operasi jantung kepada pasien. Prosedur ini mencakup persiapan sebelum operasi hingga apa yang harus dilakukan seusai operasi, termasuk risiko atau efek sampingnya. 1. Sebelum operasi Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pasien. Di antaranya dengan mengecek riwayat kesehatan dan menjalankan serangkaian tes, seperti: Sinar-X dada: dokter menggunakan teknologi sinar-X untuk mendapatkan gambar kondisi jantung Tes darah: untuk mendeteksi enzim yang masuk ke darah akibat kerusakan katup jantung dan mendeteksi infeksi serta antibodi Elektrokardiogram: pemeriksaan aktivitas kelistrikan jantung Pasien yang merupakan perokok akan diminta berhenti merokok setidaknya dua pekan sebelum operasi jantung berlangsung. Kandungan dalam tembakau berpotensi menimbulkan masalah bekuan darah dan membahayakan operasi. 2. Saat operasi Operasi katup jantung berlangsung dengan prosedur anestesi atau pembiusan. Setelah mendapat obat bius lewat infus, pasien akan dipasangi alat-alat untuk mengecek kondisinya selama operasi. Alat bantu napas serta slang untuk mencegah terkumpulnya udara dan cairan dalam perut juga dipasangkan pada pasien. Operasi juga membutuhkan mesin jantung-paru. Tujuannya adalah menjaga peredaran darah selama operasi berlangsung. Selagi katup jantung diperbaiki atau diganti lewat operasi, mesin itu akan mengambil alih fungsi jantung dan paru dalam mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Setelah operasi selesai, barulah jantung kembali menjalankan fungsinya. 3. Setelah operasi Operasi katup jantung biasanya berlangsung dalam 3-5 jam, tergantung jenis operasi dan teknologi yang digunakan. Sedangkan pemulihan setelah operasi biasanya butuh waktu beberapa hari. Pasien perlu menjalani rawat inap di rumah sakit jantung agar dokter lebih mudah memantau kondisinya. Efek Samping Operasi Katup Jantung Layaknya operasi lain, ada efek samping atau risiko operasi katup jantung. Komplikasi bisa terjadi pada saat operasi ataupun sewaktu masa pemulihan. Efek samping yang umum antara lain: Reaksi anestesi: contohnya alergi atau masalah pernapasan Perdarahan: bisa memicu syok, yakni tekanan darah turun drastis sehingga membuat fungsi organ terganggu Penggumpalan darah: bekuan darah yang muncul dari kaki atau panggul dan bisa menjangkau paru-paru hingga menyebabkan emboli paru atau penyumbatan pembuluh darah di paru Adapun risiko komplikasi yang lebih serius meliputi serangan jantung, gagal ginjal, stroke, hingga kematian. Pasien bisa menekan risiko komplikasi dengan mengikuti arahan dokter di rumah sakit jantung sebelum menjalani operasi. Pilih Dokter yang Tepat Memilih dokter yang tepat untuk operasi jantung juga menjadi salah satu cara untuk memastikan operasi berlangsung dengan lancar. Ada sejumlah pertanyaan untuk memastikan mendapat kriteria dokter yang sesuai dengan kebutuhan, yakni: Berapa lama Anda telah berpraktik? Seberapa sering Anda menjalankan operasi katup jantung? Berapa banyak prosedur operasi ini dilakukan dalam setahun belakangan? Berapa banyak orang seusia pasien yang pernah Anda tangani? Apa saja komplikasi yang dialami pasien Anda? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu bisa menjadi dasar untuk menentukan dokter yang tepat. Selain itu, pasien mesti nyaman ketika diperiksa pasien. Relasi yang hangat antara pasien dan dokter penting untuk proses sebelum hingga setelah operasi. Pilih Rumah Sakit yang Tepat Selain dokter, rumah sakit yang tepat akan membantu keberhasilan operasi jantung bagi pasien. Berikut ini ada beberapa tips untuk memilih rumah... - Published: 2024-04-23 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung/tampak-sehat-sakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit jantung tidak mengenal usia ataupun gender. Baik muda maupun tua bisa terkena penyakit berbahaya itu. Begitu juga jenis kelamin pria ataupun wanita. Bahkan orang yang tampak sehat, misalnya atlet olahraga, bisa juga terdiagnosis memiliki penyakit ini. Sederet fakta tersebut menjadi alarm bagi kita agar lebih waspada. Olahraga dan Penyakit Jantung Pada masa lampau, dokter cenderung membatasi aktivitas fisik orang yang memiliki penyakit jantung, termasuk berolahraga. Sebab, olahraga meningkatkan kerja jantung. Karena itu, dokter khawatir jantung akan mengalami masalah saat dipacu untuk bekerja lebih keras ketika berolahraga. Namun kini pasien penyakit jantung justru tetap disarankan berolahraga demi kesehatan tubuh. Olahraga adalah bagian dari gaya hidup sehat. Jadi siapa pun sebaiknya berolahraga secara rutin selama kondisinya memungkinkan. Bahkan rehabilitasi jantung bagi pasien di rumah sakit memasukkan olahraga sebagai salah satu programnya. Tentu jenis olahraga di sana disesuaikan dengan kondisi jantung tiap pasien. Tidak semua pasien menjalani olahraga yang sama. Dokter akan lebih dulu memeriksa pasien itu sebelum memberikan rekomendasi jenis olahraga yang tepat dan aman buat jantungnya. Namun satu hal perlu digarisbawahi: olahraga tidak menjamin orang bebas dari penyakit jantung. Penyebab Penyakit Jantung, Meski Tampak Sehat dan Rajin Olahraga Kabar tentang atlet yang mengalami penyakit jantung bahkan hingga meninggal beberapa kali terdengar baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Hal ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana mungkin orang yang sehari-hari berolahraga bisa terkena masalah jantung? Bukankah gaya hidup sehat adalah kunci terhindar dari penyakit jantung? Orang yang tampak sehat memang tidak berarti jauh dari masalah jantung. Sebab, ada banyak faktor risiko penyakit jantung. Seseorang mungkin saja tiba-tiba terkena serangan jantung meski sudah rutin berolahraga lantaran ada riwayat penyakit jantung dalam keluarganya. Atau bisa jadi orang tersebut memiliki penyakit jantung bawaan yang tak disadari. Sejumlah riset menemukan sejumlah atlet ternyata memiliki kelainan jantung terlepas dari profesinya. Masalah itu baru diketahui setelah atlet menjalani pemeriksaan jantung, termasuk wawancara mengenai riwayat kesehatan keluarga. Ada juga faktor penggunaan obat-obatan tertentu yang membuat kerja jantung lebih berat. Obat ini dikonsumsi untuk meningkatkan performa atlet, tapi justru membahayakan jantung. Meski demikian, prevalensi atlet yang memiliki masalah jantung disebut-sebut sangatlah kecil. Masyarakat banyak menyoroti kasus kematian atlet akibat penyakit jantung karena liputan media sekaligus status atlet yang merupakan figur terkenal. Faktor Risiko Penyakit Jantung Penyakit jantung memiliki julukan “silent killer” alias pembunuh senyap. Banyak orang baru tahu bahwa dia memiliki masalah jantung setelah mengalami serangan. Orang itu tidak sadar bahwa ada faktor risiko yang menggelayutinya. Faktor tersebut antara lain: Obesitas atau kelebihan berat badan Diabetes tipe 2 Tekanan darah tinggi Kadar kolesterol tinggi Merokok Stres Pola makan yang buruk Kurang beraktivitas fisik Riwayat penyakit jantung dalam keluarga Pertambahan usia Seseorang mungkin sudah rajin berolahraga setiap hari, tapi ternyata juga rajin merokok. Manfaat olahraga buat kesehatan jantung bisa jadi sirna akibat efek rokok. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui kondisi jantung secara lebih spesifik. Deteksi Penyakit Jantung Sejak Dini Dampak fatal penyakit jantung bisa dicegah dengan deteksi dini. Terutama bagi orang yang merasa memiliki faktor risiko. Ada sejumlah cara deteksi dini secara klinis, antara lain: Elektrokardiogram (EKG): Tes untuk mengecek aktivitas kelistrikan jantung Tes darah: Tujuannya melihat kadar kolesterol dan gula darah CT scan: Pemeriksaan kondisi jantung dengan pemindaian menggunakan sinar-X Echocardiogram: Tes untuk melihat apakah ada masalah dalam mekanisme kerja jantung lewat gambar bergerak menggunakan teknologi ultrasonografi Tes stres: Pasien diminta melakukan aktivitas fisik, misalnya berjalan di treadmill, untuk mengecek respons jantung terhadap tekanan dari aktivitas tersebut MRI: Pemindaian dengan teknologi magnet dan gelombang radio guna mengamati dan menilai kondisi jantung secara lebih detail Apa yang Harus Dilakukan Jika Kena Serangan Jantung? Serangan jantung memerlukan penanganan segera karena tergolong masalah medis darurat. Serangan itu cenderung terjadi tiba-tiba sehingga orang yang mengalami tak sempat mencari pertolongan. Terlebih bila orang-orang di sekitarnya juga tak mengerti apa yang harus dilakukan terhadap orang yang terkena serangan jantung. Rata-rata orang bisa bertahan selama 3 jam setelah terkena serangan jantung sebelum mendapat pertolongan medis. Makin cepat dibawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit, makin besar peluangnya untuk selamat. Bila Anda atau orang di sekitar mengalami serangan jantung, segera ke rumah sakit atau hubungi ambulans. Sementara menanti petugas medis, lakukan pertolongan pertama, yakni: Upayakan duduk dan tetap tenang Longgarkan pakaian, misalnya melepas ikat pinggang jika ada Konsumsi obat pereda nyeri dada, misalnya nitrogliserin Kapan Harus ke Dokter? Serangan jantung tidak selalu langsung terjadi dalam intensitas berat. Bisa juga serangan itu ringan saja dan nyeri hilang dalam beberapa waktu setelah mendapat pertolongan pertama. Namun sebaiknya langsung temui dokter jika pernah mengalami atau menduga mengalami gejala serangan jantung. Rasa nyeri pada dada seperti tertusuk atau tertekan beban berat yang cuma berlangsung beberapa detik pun bisa jadi merupakan salah satu gejala penyakit jantung. Untuk mendapat kepastian, hanya dokter yang bisa memberikan diagnosis lewat pemeriksaan medis. Ditinjau oleh: dr. Roy Christian, Sp. JP(K), FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang - Published: 2024-04-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/herpes-bibir-herpes-labialis-gejala-mencegah-dan-mengobati/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Virus herpes tak hanya bisa menginfeksi area genital, tapi juga mulut dan bibir sehingga menghasilkan herpes bibir. Selain menyebabkan berbagai gejala, herpes bibir bisa mempengaruhi estetika dan kondisi psikologis individu yang terinfeksi. Terlebih karena infeksi virus ini bisa berulang dan tak bisa disembuhkan secara total. Mengenal Herpes Bibir Herpes bibir adalah penyakit infeksi virus yang menyerang area bibir dan mulut. Penyebabnya adalah virus herpes simplex (HSV) yang terdiri atas tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). Namun HSV-1 lebih kerap menyebabkan kondisi yang juga disebut herpes labialis ini daripada HSV-2. Tanda utama herpes labialis adalah lepuhan atau luka dengan rasa gatal, nyeri, dan ketidaknyamanan pada area bibir. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan lepuhan tersebut. Begitu terinfeksi, seseorang akan terkena virus herpes simplex seumur hidupnya. Virus akan tertidur di sel saraf saat tidak aktif. Ketika ada pemicu, virus ini bisa aktif dan menyebabkan gejala secara berulang. Virus herpes labialis bisa menyerang bayi hingga orang dewasa. Menurut WebMD, hingga 90 persen orang di seluruh dunia memiliki satu bentuk virus herpes simplex. Mengenali gejala herpes labialis sejak dini sangat penting untuk mengambil langkah penanganan yang tepat dan mencegah penyebaran infeksi. Gejala Herpes Labialis Virus herpes bibir memiliki siklus hidup yang terdiri atas fase aktif dan dormansi. Fase aktif ditandai dengan munculnya gejala seperti lepuhan dan nyeri dengan tingkat kemungkinan penularan yang tinggi. Adapun fase dormansi adalah periode ketika virus dalam keadaan diam sehingga tak ada gejala apa pun hingga virus aktif kembali. Gejala umumnya mencakup: Lepuhan kecil berisi cairan yang mengandung virus yang bisa pecah dan menghasilkan luka terbuka Sensasi gatal dan terbakar di bibir terutama sebelum lepuhan muncul dan setelah terjadi luka dari pecahnya lepuhan Pembengkakan dan kemerahan pada bibir yang membuat tampak lebih besar Sakit kepala dan demam ringan Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher atau bagian tubuh lain yang merupakan respons alami terhadap infeksi virus Kesulitan menelan karena rasa nyeri, terutama jika muncul lepuhan pula di rongga mulut atau tenggorokan Perlu diingat bahwa gejala herpes labialis bisa berbeda antara satu orang dan orang lain. Beberapa orang mungkin mengalami serangan berulang dan biasanya gejala yang baru pertama kali muncul lebih parah daripada gejala berikutnya yang bisa terjadi ketika virus yang dorman aktif kembali. Penyebab Herpes Labialis Penyebab utama herpes labialis adalah infeksi virus herpes simplex, khususnya HSV-1. Infeksi HSV-2 juga bisa memicu herpes pada bibir, tapi lebih kerap dikaitkan dengan herpes genital. Virus herpes ini bisa menular melalui: Kontak dengan lepuhan atau luka dari orang yang terinfeksi, misalnya lewat sentuhan langsung, ciuman, dan kontak seksual Berbagi barang pribadi, termasuk alat makan dan alat mandi, dengan orang yang terinfeksi Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko infeksi, seperti: Sistem imun dalam keadaan lemah baik karena kondisi medis tertentu, konsumsi obat-obatan, maupun kelelahan ekstrem Paparan sinar matahari berlebih Faktor genetik atau riwayat keluarga yang pernah mengalami herpes Inkubasi herpes bibir umumnya berlangsung dalam 2-12 hari. Selama periode ini, individu yang terpapar bisa membawa virus dan menyebabkan penularan meski tak ada gejala. Cara Dokter Mendiagnosis Herpes Labialis Dokter bisa mendiagnosis herpes labialis lewat pemeriksaan fisik dengan menilai tanda dan gejala yang dialami pasien. Meski pada bibir muncul luka atau lepuhan, belum tentu itu adalah gejala herpes. Dokter akan mengamati secara langsung lepuhan itu untuk memastikan diagnosis. Selain itu, tes laboratorium bisa dilakukan untuk menguatkan diagnosis herpes labialis. Caranya adalah dengan mengambil sampel dari lepuhan atau luka yang kemudian akan dianalisis di laboratorium. Jika perlu, dokter bisa meminta pasien menjalani tes darah guna mendeteksi keberadaan antibodi di dalam tubuh yang muncul untuk merespons infeksi. Hasil tes ini memberi pasien informasi mengenai apakah pasien pernah terinfeksi virus herpes atau tidak. Cara Mengatasi Herpes Labialis Penanganan herpes labialis bisa dilakukan lewat pemberian obat antivirus seperti famsiklovir, valasiklovir, dan asiklovir untuk meminimalkan dampak serangan dalam hal tingkat keparahan dan frekuensi. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol juga bisa digunakan untuk mengurangi gejala nyeri. Selain itu, area bibir yang terdapat lepuhan bisa diberi kompres dingin untuk meredakan pembengkakan dan meredakan rasa gatal. Salep atau krim oles asiklovir atau pensiklovir juga bisa dipakai untuk mengurangi gejala pada lepuhan. Komplikasi Herpes Labialis Komplikasi dari herpes labialis terbilang jarang, tapi bisa terjadi bila tak mendapat penanganan yang tepat. Di antaranya: Luka terbuka dan infeksi tambahan akibat menggaruk area yang terkena Tersebarnya virus ke bagian tubuh lain, khususnya bila individu yang terinfeksi memiliki sistem imun lemah Infeksi mata yang bisa terjadi jika virus menyebar ke area mata, terutama keratitis herpetika yang membutuhkan tindakan medis secepatnya Komplikasi pada ibu hamil dan bayi baru lahir Pencegahan Herpes Labialis Upaya pencegahan herpes labialis yang utama adalah dengan menghindari kontak langsung dengan lepuhan atau luka dari orang yang terinfeksi. Caranya antara lain tidak berbagi barang pribadi dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menerapkan praktik seksual yang aman. Penerapan gaya hidup sehat, termasuk memastikan asupan makanan bergizi, cukup beristirahat,... - Published: 2024-04-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/jenis-anemia-aplastik/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Anemia merupakan kondisi medis yang mungkin sering Anda dengar. Namun ada beberapa jenis penyakit anemia termasuk salah satunya adalah Anemia Aplastik. Jenis anemia ini merupakan kondisi medis langka namun berbahaya. Berikut beberapa informasi mengenai jenis anemia berbahaya ini. Meskipun merupakan salah satu jenis anemia, kondisi kesehatan ini juga merupakan kegagalan sumsum tulang yang jauh lebih dari sekadar masalah kekurangan sel darah. Ini merupakan kondisi langka dan serius di mana sumsum tulang tidak mampu menciptakan jumlah sel darah yang cukup untuk menjaga fungsi tubuh yang normal. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan yang parah, infeksi berulang, dan mudah memar. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini bisa muncul dengan cepat atau secara bertahap, serta bisa memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Saat ini, belum ada metode pencegahan yang terbukti efektif untuk kondisi kesehatan ini. Gejala anemia aplastik meliputi penurunan jumlah semua jenis sel darah, yang juga merupakan pansitopenia. Kondisi medis ini timbul ketika sumsum tulang tidak dapat menghasilkan cukup sel darah yang baru yang tubuh butuhkan. Pasien dengan anemia aplastik memiliki jumlah sel darah yang sangat sedikit dalam sumsum tulang, yang biasanya mengandung banyak sel darah yang belum matang. Kondisi ini menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, trombosit, dan neutrofil. Gejala yang paling umum adalah mudah memar tanpa sebab yang jelas, penyebabnya adalah penurunan jumlah trombosit dalam aliran darah. Gusi yang berdarah setelah menyikat gigi dan mimisan juga bisa terjadi. Kadang-kadang, penurunan jumlah trombosit dapat menyebabkan petechiae, yaitu bintik merah seperti tusukan jarum di bawah kulit. Anemia juga bisa terjadi, menyebabkan kelelahan, pucat, lesu, dan sesak napas setelah berolahraga. Selain itu, neutropenia, atau jumlah neutrofil yang rendah, meningkatkan risiko infeksi yang lebih sering dan berlangsung lebih lama dari biasanya. Penyebab Anemia Aplastik terjadi karena kerusakan sel induk di dalam sumsum tulang, jaringan seperti spons yang berada di dalam tulang Anda. Terdapat banyak penyakit dan kondisi yang dapat merusak sel-sel induk di sumsum tulang, mengakibatkan produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang berkurang. Penyebab utama dari kerusakan sumsum tulang adalah sistem kekebalan tubuh yang menyerang dan menghancurkan sel-sel induk di sumsum tulang, merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang membuat tubuh Anda menyerang dirinya sendiri. Jenis ini bernama anemia aplastik idiopatik. Selain itu, beberapa obat-obatan seperti yang menjadi konsumsi dalam kemoterapi, serta paparan racun atau bahan kimia di lingkungan, juga dapat menjadi penyebab anemia aplastik. Terdapat juga kasus yang jarang terjadi dimana kondisi kesehatan ini merupakan warisan dari orang tua. Meskipun belum banyak yang memahami sepenuhnya, sekitar satu dari sepuluh pasien kondisi kesehatan ini pernah mengalami infeksi virus baru-baru ini, seperti hepatitis. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus tertentu lebih cenderung menyebabkan anemia aplastik ketimbang anemia yang lain. Dalam beberapa kasus, anemia aplastik mungkin terjadi karena persamaan protein permukaan antara sel induk pasien dan virus tertentu, yang membuat sistem kekebalan tubuh "bingung" dan menyerang sel induk tersebut. Penyebab kondisi kesehatan ini yang diwariskan juga jarang terjadi, dengan salah satu contohnya adalah anemia Fanconi. Siapa yang rentan terhadap anemia aplastik? Meskipun bisa terjadi pada segala usia, penyakit ini lebih sering menyerang remaja, dewasa muda, dan lanjut usia. Risiko Anda akan meningkat jika Anda terpapar racun, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau menderita penyakit seperti hepatitis atau HIV. Anemia aplastik dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti pendarahan, leukemia, atau kondisi darah lainnya yang mengancam jiwa. Tanpa pengobatan yang tepat, kondisi kesehatan ini dapat mengakibatkan kondisi medis serius seperti detak jantung tidak teratur dan gagal jantung, yang dapat membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat dan perawatan yang teratur sangat penting untuk mencegah dampak yang merugikan bagi kesehatan penderita. Tim medis akan mengumpulkan riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Selain itu, tes tambahan mungkin juga perlu, termasuk: Tes darah, yang mencakup analisis kimia darah, evaluasi fungsi hati dan ginjal, serta studi genetik. Aspirasi atau biopsi sumsum tulang, di mana sejumlah kecil cairan atau sampel jaringan sumsum tulang, seringkali dari tulang pinggul, untuk memeriksa jumlah, ukuran, dan kematangan sel darah atau sel abnormal. Penanganan Penanganan yang tepat akan bergantung pada gejala, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta tingkat keparahan penyakit. Anemia aplastik adalah kondisi yang serius, dan pengobatannya seringkali menyesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Meskipun pada beberapa kasus, penyembuhan bisa terjadi setelah pengobatan, namun kondisi ini bisa kambuh. Beberapa langkah pengobatan yang mungkin menjadi tindakan untuk mengatasi jumlah darah rendah meliputi: Transfusi darah, baik sel darah merah maupun trombosit. Terapi antibiotik preventif untuk mencegah infeksi. Praktik kebersihan yang baik guna menghindari infeksi. Tindakan khusus dalam hal persiapan makanan, seperti hanya mengonsumsi makanan yang matang dengan baik. Menghindari lokasi konstruksi yang dapat menjadi sumber jamur tertentu. Penggunaan obat untuk merangsang produksi sel di sumsum tulang. Terapi untuk mengendalikan respons sistem kekebalan tubuh. Terapi hormon. Pada kasus tertentu, transplantasi sumsum tulang dapat menjadi pilihan untuk menyembuhkan anemia aplastik. Penyesuaian Gaya Hidup Untuk Penderita Menjalani kehidupan dengan anemia aplastik melibatkan upaya kolaboratif antara Anda dan... - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/plagiocephaly/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Kepala Peyang pada Bayi, Plagiocephaly - Translation Priorities: Optional Selain craniosynostosis, ada jenis kelainan lain pada kepala bayi yang perlu bunda ketahui, yakni plagiocephaly. Pada kondisi ini, bentuk kepala bayi tidak normal atau ada yang menamakannya sebagai “peang”. Penyebabnya sendiri beraneka ragam. Salah satunya yakni terjadi karena bawaan lahir atau genetik. Namun, ada pula yang disebabkan oleh posisi tidur bayi yang salah mengingat tulang tengkorak bayi masih lunak. Nah, untuk mengetahui rincian seputar plagiocephaly, yuk simak rinciannya berikut ini. Pengertian Plagiocephaly Plagiocephaly adalah kondisi kelainan yang mana bentuk kepala bayi tidak normal yakni datar atau peang di satu sisi. Penyebutannya sendiri berasal dari bahaya Yunani dari kata “Plagios” yang berarti sisi miring dan “Kephale” yang berarti kepala. Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut sebagai flat head syndrome. Kebanyakan kasus plagiocephaly terjadi karena posisi tidur bayi yang salah sehingga satu sisinya mengalami perubahan bentuk. Ini terjadi akibat tulang tengkorak bayi masih sangat lunak sehingga rentan terjadi perubahan bentuk. Sebagai orang tua, tentunya kita khawatir bila anak mengalami masalah demikian. Sejatinya, apakah kondisi ini dapat membahayakan tumbuh kembang buah hati dan perkembangan otaknya? Tentunya tidak. Kondisi ini umumnya lebih mengganggu secara tampilan atau kosmetik. Walau demikian, perawatan tetap dibutuhkan untuk mengembalikan posisi kepala ke keadaan normal. Bila bayi masih berusia di bawah 6 bulan, maka kondisi ini bisa diperbaiki dengan mudah. Namun, bila sudah 6 bulan atau bahkan 1 tahun lebih, maka lebih sulit karena ubun-ubun telah menutup dan tulang tengkorak sudah mengeras. Kondisi Plagiocephaly Gejala Utama Bentuk kepala bayi datar Dokter Spesialis Dokter spesialis anak Penyebab Bayi prematur, posisi tidur dalam waktu lama Diagnosis Wawancara medis, tes penunjang, pemeriksaan fisik Faktor Risiko Bayi laki-laki, bayi prematur, ibu penderita tiroid, kelainan sejak lahir Pengobatan Penggunaan helm khusus, pembedahan Pencegahan Mengubah posisi tidur secara berkala Komplikasi Penampilan yang kurang elok, mata malas, mata juling Faktor Risiko Ini dia beberapa faktor risiko yang menjadikan bayi rentan terkena kelainan satu ini: Bayi laki-laki Bayi lahir kembar Posisi tidur telentang dalam waktu lama Ibunya penderita tiroid Kurangnya tengkurap Bayi lahir prematur Penggunaan obat tertentu (contoh clomiphene citrate) Persalinan forcep / vakum ekstraktor Penderita muscular torticollis Kelainan bawaan sejak lahir Penyebab Sesuai informasi dari laman nhs. uk, bahwa plagiocephaly memiliki 2 penyebab utamanya yakni: Kelainan bawaan yang mana tulang tengkorak menutup terlalu cepat. Akibatnya, kepala bayi tidak berkembang dengan sempurna yang mengakibatkan adanya perubahan bentuk yang abnormal. Hal ini juga sering disebut sebagai craniosynostosis. Bayi yang tidur lama dalam satu waktu dan kurangnya tengkurap maupun mengubah posisi tidurnya. Hal ini sering terjadi pada ibu yang menidurkan si buah hati dalam posisi yang terlentang secara terus menerus. Kondisi ini juga sering disebut sebagai positional plagiocephaly. Gejala Terdapat beberapa gejala yang tampak pada penderita kondisi ini. Di antaranya yaitu: Bentuk kepala yang tidak normal, yakni datar di satu sisi Mata juling yang diderita 50-60% pasien plagiocephaly Kepala bayi terhambat perkembangannya, bahkan berhenti berkembang Diagnosis Karena pasien di sini merupakan bayi, maka dokter akan melakukan proses wawancara medis kepada orang tuanya, atau bahkan ke anggota keluarga lain yang sekiranya berhubungan. Beberapa pertanyaan yang sering kali dokter tanyakan ke orang tua bayi yakni berupa keluhan, faktor risiko, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, posisi tidur bayi, dan sebagainya. Setelah itu, dokter akan melakukan pengecekan fisik bayi untuk menentukan apakah itu benar-benar plagiocephaly atau kelainan lainnya. Pengecekan tersebut meliputi pengukuran kepala bayi, pengamatan bentuk kepala, identifikasi kelainan, pengamatan wajah, dan sebagainya. Bila masih belum pasti, maka dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan penunjang guna mengetahui secara lebih mendalam. Contohnya meliputi: CT scan Rontgen Cek genetik Pencegahan Apabila plagiocephaly yang terjadi akibat dari faktor genetik, maka tidak ada upaya pencegahan apapun. Namun, bunda bisa melakukan antenatal care sesuai jadwal yang telah di tentukan sehingga bisa mendeteksi terjadinya kondisi plagiocephaly pada bayi. Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat bunda lakukan seperti halnya: Pemeriksaan fungsi tiroid ibu hamil Cek risiko genetik dengan skrining genetik Tummy time pada bayi secara rutin Ubah posisi tidur secara berkala Pengobatan Dibutuhkan multidisplin kedokteran untuk menentukan pengobatan plagiocephaly secara tepat. Untuk kasus ringan, tidak perlu pembedahan atau rekonstruksi namun dengan perawatan konservatif seperti halnya: Fisioterapi Pengaturan postur tidur Penggunaan helm plagiocephaly Tummy time Perubahan posisi tidur berkala Komplikasi Tidak ada komplikasi serius yang terjadi pada penderita penyakit ini. Akan tetapi, bila penyebab yang mendasarinya merupakan akibat dari kelainan bawaan, maka nantinya berpotensi mengakibatkan: Gangguan kognitif Mata silinder Mata juling Tekanan rongga kepala meningkat Mata malas Kapan Harus ke Dokter Bawalah buah hati bunda ke dokter spesialis anak, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis bedah plastik, atau bisa juga dokter rekonstruksi dan estetik bila gejala plagiocephaly muncul pada buah hati Anda. Untuk mendapatkan perawatan secara tepat, pastikan untuk tidak menunda pemeriksaan mengingat semakin bertambah usia bayi, semakin sulit penanganannya. Narasumber: dr. Shanty Djajakusli, Sp. A (K) Neonatalogi Spesialis Anak, Konsultan Neonatologi Primaya Hospital Hertasning - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-menyusui/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Hampir semua ibu tentu berencana menyusui bayinya setelah melahirkan. Sebab, begitu banyak manfaat air susu ibu bagi ibu dan anak. Untuk mewujudkan rencana itu, harus ada persiapan menyusui oleh ibu sebelum melahirkan. Persiapan ini penting terutama bagi baru yang hendak memiliki anak pertama. Menyusui adalah proses fisiologis yang alami pada perempuan setelah melahirkan. Namun, tanpa pengalaman dan persiapan, menyusui bisa menjadi aktivitas yang menantang dan menyulitkan. Baik ibu maupun bayinya mesti sama-sama saling menyesuaikan agar proses menyusui lancar. Untuk itu, ibu harus membekali diri dengan informasi, produk, serta dukungan terkait dengan menyusui. Mencari Informasi Seputar Menyusui Terdapat banyak cara untuk mencari informasi seputar menyusui. Di antaranya dengan bertanya kepada ibu atau mertua, saudara, juga rekan kerja atau sahabat yang telah berpengalaman dalam soal persiapan menyusui. Bisa pula berkonsultasi dengan dokter atau pakar laktasi. Informasi yang penting misalnya tentang cara menyusui yang benar, bagaimana memegang bayi, kapan memberikan susu, dan lain-lain. Ibu juga mesti paham apa saja manfaat menyusui sehingga termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hati. Manfaat menyusui dengan program ASI eksklusif mencakup: Menjaga kesehatan: menyusui telah terbukti meningkatkan kesehatan ibu dalam jangka pendek dan panjang. Misalnya menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker organ reproduksi. Menggenjot suasana hati: ibu yang menyusui cenderung jauh dari tanda stres, khawatir, dan suasana hati yang buruk. Sebab, proses menyusui melepaskan hormon yang memiliki efek menenangkan, yakni oksitosin dan prolaktin. Memulihkan berat badan: ibu menyusui lebih mudah kembali ke berat badan semula sebelum melahirkan, antara lain berkat hormon oksitosin. Hemat waktu dan uang: tak perlu beli susu formula bila menyusui bayi sendiri. Tak butuh pula menghabiskan waktu untuk belanja susu dan menyiapkan botol susu setiap hari. Adapun manfaat menyusui bagi bayi antara lain terpenuhinya nutrisi yang seimbang dari ASI. Daya tahan tubuh bayi juga lebih kuat bila meminum ASI ketimbang susu formula. Berdasarkan riset, tingkat kecerdasan bayi yang mengonsumsi ASI pun lebih tinggi kelak ketika besar. Konsultasi dengan Dokter Seputar Menyusui Meski banyak orang di sekitar yang bisa membagikan info tentang persiapan menyusui, sumber terbaik tetaplah dokter kandungan dan kehamilan. Ketika dalam pemeriksaan kehamilan, beri tahu dokter soal rencana menyusui seusai persalinan. Tanyakan apa pun yang belum diketahui, terutama bila ada masalah kesehatan yang berpotensi mengganggu proses menyusui. Contoh pertanyaan yang bisa disampaikan kepada dokter mengenai menyusui antara lain: Seberapa sering harus menyusui dan berapa lama Bagaimana mengetahui bayi sudah kenyang Bolehkah mengonsumsi suplemen Bila bayi susah menyusu, apa yang harus dilakukan Cara mengatasi puting payudara yang lecet saat menyusui Apakah ada makanan atau minuman yang harus dihindari Bolehkah minum obat saat menyusui Saat harus bekerja, bagaimana menyiapkan rencana menyusui Perlengkapan Bunda Siapkan untuk Persiapan Menyusui Persiapan menyusui juga mencakup ketersediaan perlengkapan menyusui. Ibu bisa membeli perlengkapan itu sebelum persalinan agar sudah tersedia dan bisa langsung digunakan begitu bayi terlahir. Contohnya: Bra khusus agar lebih mudah menyusui Breast pad untuk mencegah pakaian basah karena rembesan ASI Krim untuk payudara yang lecet Gel dingin untuk membuat payudara terasa nyaman Vitamin Bantal khusus agar lebih gampang menyusui Kain pelindung jika hendak menyusui di tempat publik Pompa ASI jika berencana memerah ASI setelah kembali bekerja Tempat penyimpanan ASI Botol ASI dan sikat khusus botol Pengering dan pensteril botol ASI bila perlu Persiapan menyusui harus matang agar tak terjadi kendala dalam pengalaman yang tak terlupakan itu. Dukungan suami dan anggota keluarga lain penting dalam proses persiapan ini. Jika merasa memerlukan, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli laktasi demi kelancaran menyusui, terutama demi menyukseskan ASI eksklusif. Narasumber: dr. Ernawati Kusumaningrum, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/daftar-vaksin-penting-sebelum-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Hingga saat ini, penyakit menular berbahaya seperti hepatitis dan campak masih ada di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penyakit ini tak kenal korbannya, dari anak-anak hingga orang tua, pria, wanita, sampai ibu hamil. Karena itu, ada rekomendasi daftar vaksin yang penting bagi wanita sebelum hamil. Mengenal Vaksinasi Sebelum Kehamilan Bagi wanita, terutama yang tengah merencanakan kehamilan, vaksinasi mungkin menjadi topik pembahasan yang mengkhawatirkan. Sebab, di luar sana banyak kesalahpahaman mengenai keamanan vaksin terkait dengan kehamilan. Kekeliruan ini tak pelak menimbulkan kebingungan, bahkan ketakutan yang sebenarnya tak perlu ada bila sudah paham soal manfaat vaksinasi. Faktanya, justru dokter dan pakar kesehatan merekomendasikan sejumlah vaksin yang sebaiknya diterima sebelum kehamilan. Daftar vaksin ini, yang didukung banyak bukti dari penelitian, dipandang perlu bagi wanita yang hendak hamil untuk melindungi diri dan bayinya kelak dari penyakit menular yang dapat dicegah lewat imunisasi. Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh secara alami menjadi lebih lemah dari biasanya. Artinya, ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit tertentu yang dapat membahayakan ibu dan bayi Anda yang sedang berkembang. Vaksinasi adalah cara sederhana dan efektif untuk melindungi ibu dan bayi dari infeksi tertentu. Sebelum hamil, periksa apakah sudah mendapat vaksin terkini mencegah penyebab penyakit tersebut. Seperti halnya vaksinasi rutin seperti tetanus dan polio, ibu hamil harus memiliki kekebalan terhadap hepatitis B, campak, gondongan, rubela, cacar air (varicella), batuk rejan (pertusis), dan influenza. Siapa yang Memerlukan Vaksinasi? Semua wanita dianjurkan untuk mendapatkan vaksin sebelum hamil karena beberapa dari daftar vaksin ini tidak direkomendasikan selama kehamilan. Namun, jika tidak dapat menerima vaksin ini sebelum kehamilan, berkonsultasilah dengan dokter apakah perlu mendapat vaksin susulan saat hamil atau setelah bayi lahir. Sebelum menerima vaksinasi apa pun, beri tahu dokter atau petugas vaksinasi jika ibu memiliki alergi parah atau jika pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap vaksin. Alergi adalah reaksi terhadap sesuatu yang ibu sentuh, makan, atau hirup yang membuat ibu bersin, gatal, ruam, atau kesulitan bernapas. Misalnya, beberapa vaksin dibuat dengan telur. Jika ada alergi berat terhadap telur, vaksin tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi yang berat pula. Jika memiliki alergi, beri tahu dokter agar mendapat vaksin yang sesuai dan lebih aman. Daftar Vaksinasi untuk Wanita Sebelum Hamil Daftar vaksin sebelum hamil memuat setidaknya tujuh jenis vaksin yang punya beragam fungsi, yakni: MMR Penyakit campak, gondongan, dan rubela masih menjadi masalah global yang serius. Vaksin MMR bertujuan melindungi para calon ibu serta bayinya dari ketiga penyakit itu. Campak bisa memicu infeksi paru-paru dan kerusakan otak. Gondongan dapat mempengaruhi bayi, antara lain mengalami tuli, meningitis, dan gangguan pernapasan. Sedangkan rubela bisa menyebabkan cacat bawaan. Semua penyakit itu juga bisa berujung pada kematian/keguguran. Influenza Influenza adalah penyakit musiman yang sangat mudah menular. Vaksin flu berguna mencegah tertular penyakit ini. Bila belum menerima vaksin influenza tapi sudah hamil, ibu tetap bisa divaksin tapi dengan vaksin yang terbuat dari virus yang dimatikan. Varicella Vaksin ini penting khususnya bagi calon ibu yang belum pernah menerimanya. Vaksin varicella berfungsi melindungi dari risiko terkena cacar air. Ada risiko tinggi janin mengalami cacat bawaan bila ibu tertular cacar air pada awal kehamilan. Adapun bila terkena infeksi pada trimester ketiga kehamilan, bayi berisiko terkena cacar air parah setelah lahir. HPV HPV atau human papillomavirus dapat menyebabkan kanker serviks bagi perempuan, termasuk ibu hamil. Vaksin HPV bertujuan mencegah infeksi penyakit tersebut. Ibu hamil yang terinfeksi HPV juga mungkin harus menjalani persalinan caesar bila ada risiko persalinan normal akibat infeksi pada jalan lahir bayi. PCV Vaksin PCV atau pneumococcal conjugate vaccine bisa melindungi ibu dan janin dari risiko infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, dan bakteremia. Hepatitis B Penyakit hepatitis B yang diderita ibu hamil bisa menular ke janin hingga menyebabkan kerusakan hati atau bahkan keguguran. Selain itu, ada risiko janin terlahir dengan hepatitis B pula. Untuk mencegahnya, ibu perlu mendapat vaksin hepatitis B sebelum hamil. TDaP Ada tiga jenis penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin ini, yakni tetanus, difteri, dan pertusis. Bila terkena salah satu saja dari penyakit itu, ada risiko kesehatan bagi ibu dan janin saat kehamilan. Manfaat Vaksinasi Sebelum Kehamilan Vaksin penting bagi ibu yang menginginkan kehamilan yang sehat. Vaksin ini membantu melindungi ibu dan bayi dari penyakit serius. Beberapa penyakit sangat berbahaya bagi ibu hamil serta bayinya dan dapat menyebabkan cacat lahir, kelahiran prematur, keguguran, dan kematian. Banyak dari penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi. Penting untuk mengetahui vaksin mana yang Anda butuhkan sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Yang terbaik adalah daftar vaksin rutin ibu sudah lengkap diterima semua sebelum hamil. Ini penting karena beberapa vaksin yang bisa memberikan perlindungan tidak dapat diberikan selama kehamilan. Selain itu, pastikan waktu vaksinasi sudah tepat agar mendapat manfaat yang maksimal. Apakah Ibu Hamil Wajib Vaksin Covid? Vaksinasi Covid-19 adalah program untuk menghentikan pandemi secara global. Berdasarkan penelitian, ibu hamil sudah bisa menerima vaksin Covid-19. Vaksin ini penting untuk melindungi ibu hamil dari infeksi virus corona yang bisa menyebabkan kelahiran prematur. Selain... - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/kandung-kemih-turun/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Tag: kandung kemih, kandung kemih prolaps, kandung kemih turun - Translation Priorities: Optional Kandung kemih turun atau prolaps adalah gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada siapa saja seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi ini lebih berisiko pada wanita hamil dan telah memasuki masa menopause. Seseorang yang menderita kandung kemih dengan prolaps parah dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Namun, penyakit ini dapat diobati dengan pengobatan non-bedah dan bedah. Lalu, sebenarnya kandung kemih prolaps itu apa? Apa itu Kandung Kemih Turun? Kandung kemih adalah organ tubuh manusia yang bentuknya seperti kantong di dalam panggul yang berfungsi untuk menampung urine. Pada wanita, dinding otot menopang kandung kemih yang terletak di bagian depan vagina. Ketika dinding otot yang menopang kandung kemih ini melemah, maka menyebabkan kandung kemih turun atau prolaps ke area vagina yang disebut sebagai Sistokel. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi wanita hamil lebih berisiko. Kehamilan dan kelahiran dapat menyebabkan otot dasar panggul melemah. Jika kondisinya sudah sangat lemah, maka dinding otot vagina tidak lagi mampu menopang kandung kemih sehingga akibatnya turun ke bagian area vagina. Penyebab Kandung Kemih Turun Seperti penjelasan di atas, penyebab kandung kemih prolaps adalah melemahnya otot-otot yang menopang dan menahan kandung kemih. Akan tetapi, penyebab otot dasar panggul melemah belum diketahui secara pasti. Adapun faktor risiko penyebab otot dasar panggul melemah sehingga tidak mampu lagi menopang kandung kemih sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, antara lain: Kehamilan dan persalinan: Wanita yang pernah melahirkan secara normal, kelahiran kembar, atau bayi dengan berat badan tinggi saat lahir memiliki resiko mengalami prolaps kandung kemih. Menopause: Risiko kandung kemih prolaps akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause. Oleh karena itu, perlu asupan estrogen untuk membantu dasar panggul tetap kuat. Histerektomi: Wanita yang pernah melakukan pengangkatan rahim atau histerektomi mungkin menyebabkan melemahkan otot pada dasar panggul. Namun, tidak selalu mengalami prolaps kandung kemih. Obesitas: Wanita dengan kebelinaj berat badan atau obesitas berisiko lebih tinggi mengalami prolaps kandung kemih. Hal ini karena tekanan pada perut dan panggul dapat meningkatkan otot dasar panggul. Genetika: Beberapa wanita yang memiliki keturunan dengan kondisi jaringan ikat lemah, hal ini akan lebih rentan mengalami prolaps kandung kemih. Oleh karena itu, sebaiknya hati-hati dengan kondisi ini Gejala Kandung Kemih Turun Kondisi kandung kemih mengalami prolaps memang awalnya tidak ada gejala apapun. Namun, setelah bertambah parah baru akan muncul gejala yang dapat menderita rasakan. Adapun gejala umum kandung kemih turun sebagai berikut: Terlihat tonjolan pada area vagina yang dapat penderita rasakan Kandung kemih terasa penuh meskipun sudah buang air kecil Rasa nyeri di vagina, panggul, perut bawah, dan selangkangan Nyeri pada saat melakukan hubungan seksual Inkontinensia urine (kebocoran urin saat batuk dan bersin) Infeksi kandung kemih dengan tanda urin berwarna keruh Merasa ada yang jatuh atau keluar dari vagina Gejala di atas biasanya akan memburuk ketika penderita berdiri dalam waktu yang lama, mengangkat beban berat, mengejan saat buang air besar, dan batuk. Namun, keluhan umumnya akan membaik ketika penderita berbaring. Diagnosis Kandung Kemih Turun Dokter biasanya dapat menentukan diagnosa hanya melakukan tanya jawab dengan pasien dan pemeriksaan fisik. Namun, dokter juga akan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan tes untuk mengetahui penyebab pastinya. Adapun pemeriksaan yang dokter lakukan untuk mengetahui diagnosa pasien dengan kandung kemih yang turun, antara lain: Tes urodinamik. Pemeriksaan oleh dokter untuk melihat adanya kelainan pada sistem urinaria, kejadian melihat sisa urin setelah pasien buang air kecil.   Foto rontgen (sistouretrografi). Pemeriksaan untuk mengetahui bentuk kandung kemih dan posisinya berada apakah sudah mengalami prolaps.   CT Scan atau MRI. Pemeriksaan oleh dokter untuk melihat dan mengetahui kondisi bagian dalam organ bagian perut dan dasar panggul lewat sinar X. Dengan melakukan beberapa pemeriksaan di atas, dokter akan lebih mudah menentukan pengobatan dengan mengukur tingkat keparahan. Adapun tingkat keparahannya, yaitu: Stadium 1 merupakan sistokel ringan yang dapat diketahui dari tanda kandung kemih hanya turun sedikit ke dalam area vagina.   Stadium 2 merupakan sistokel sedang dengan tanda kandung kemih prolaps yang sedikit menonjol ke luar vagina.   Stadium 3 merupakan sistokel parah dengan tanda kandung kemih sudah menonjol keluar melalui lubang vagina. Pengobatan Kandung Kemih Turun Jika dokter sudah mengetahui penyebabnya melalui diagnosa, maka dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan. Jika kondisinya masih ringan, maka dokter tidak akan memberikan pengobatan khusus. Dokter hanya akan memberikan saran agar pasien tidak mengangkat benda berat atau mengejan saat buang air besar. Selain itu, dokter menyarankan pasien melakukan senam kegel yang bertujuan untuk memperkuat otot panggul. Namun, jika kondisinya sudah sangat mengganggu aktivitas, maka dokter akan memberikan penanganan medis untuk mengatasi kandung kemih prolaps atau turun, yaitu berupa: Vaginal Pessary: Pemasangan cincin pesarium untuk menopang kandung kemih tidak turun. Metode ini tidak bisa memperbaiki kondisi, tetapi meringankan gejala.   Terapi estrogen: Metode pengobatan dengan menggunakan terapi hormon estrogen agar meningkat di dalam tubuh, sehingga otot dasar panggul menjadi lebih kuat.   Operasi: Tindakan ini dilakukan pada pasien yang sudah parah. Tujuannya untuk mengembalikan kandung kemih ke posisi normal dan menguatkan otot panggul. Pencegahan Bagaimana cara... - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gizi/atasi-infeksi-saluran-kemih/ - Kategori: Gizi, Penyakit - Tag: infeksi saluran kemih, ISK, makanan penyembuh infeksi saluran kemih - Translation Priorities: Optional Salah satu cara mengatasi ISK adalah konsumsi makanan penyembuh infeksi saluran kemih. Ada beberapa jenis makanan yang baik untuk membantu proses penyembuhan. Makanan ini mengandung zat yang dibutuhkan oleh penderita ISK lho! Saat mengalami ISK atau infeksi saluran kemih biasanya penyembuhan menggunakan obat antibiotik dari dokter. Namun, penderita ISK juga dapat mengkonsumsi makanan sehat yang dianjurkan. Apa saja? Yuk, simak informasinya di bawah ini! Tentang Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi saluran kemih (ISK) adalah suatu kondisi ketika sistem kemih mengalami infeksi yang terjadi pada bagian ureter, kandung kemih, uretra, dan ginjal. Penyebab infeksi ini karena bakteri Escherichia Coli yang menyerang kandung kemih dan uretra. ISK yang tidak segera mendapat penanganan, infeksi bisa sampai ke ginjal. Bahkan, infeksi ini juga dapat menyebar dan menyebabkan respons peradangan di seluruh tubuh. Sementara tanda atau gejala seseorang terkena ISK adalah sering buang air kecil tetapi urin yang keluar sedikit, rasa sakit saat buang air kecil, dan warna urine keruh atau merah. Jika mengalami gejala lebih parah, maka periksakan ke dokter untuk mendapat pengobatan. Pengobatan biasanya dengan obat antibiotik pembasmi bakteri penyebab ISK. Selain itu, pengobatan juga bisa dengan makanan penyembuh ISK. Makanan Penyembuh Infeksi Saluran kemih Pola makan sehat adalah cara efektif mencegah berbagai penyakit, termasuk salah satunya infeksi saluran kemih. Lalu, apa saja jenis makanan penyembuh infeksi saluran kemih yang baik untuk penderita konsumsi? Berikut makanannya: 1. Sayuran Hijau Makanan tinggi serat yang dikombinasikan dengan minum cukup air dapat membantu meningkatkan pencernaan yang sehat dan buang air besar lebih teratur. Hal ini tidak akan memberi tekanan lebih pada saluran kemih yang terinfeksi. Ketika pergerakan usus tidak teratur serta saluran kemih tertekan dan menghalangi aliran urine, ini memungkinkan bakteri berkembang. Hal ini menyebabkan infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, makanan serat tinggi secara tidak langsung membantu penderita ISK mengurangi risiko lebih parah. Adapun beberapa sumber makanan kaya serat dapat Anda peroleh dari roti gandum, pisang, apel, dan kacang-kacangan. 2. Sayuran Hijau Menurut penelitian dalam Journal of Biological Chemistry menunjukan bahwa pola makan sayuran dapat membantu mengatasi ISK. Hal ini karena kandungan dalam sayuran hijau dapat membantu mengurangi keasaman urine. Penelitian lebih lanjut menunjukan hasil bahwa urine kurang asam dan lebih netral dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab penyakit ISK. Adapun jenis sayuran yang dapat pengidap ISK konsumsi seperti kubis, brokoli, bayam, selada, dan sayuran hijau lainnya. Sayuran hijau ini memiliki kandungan antioksidan yang secara aktif membantu dalam meminimalkan gejala ISK. 3. Konsumsi Cranberry Berdasarkan WebMD menyebutkan cranberry adalah obat alami untuk menyembuhkan ISK selama bertahun-tahun. Hal ini karena fenolik pada buah berry dapat menghambat bakteri E. Coli penyebab ISK tidak masuk ke dalam uretra. Selain itu, cranberry juga mengandung asam quinic yang berfungsi membunuh bakteri di saluran kemih. Berry lainnya seperti blueberry, strawberry, dan blackberry juga mengandung senyawa yang sama untuk menghambat bakteri ISK. Meski demikian, Anda harus memperhatikan penggunaan cranberry untuk pengobatan ISK. Jangan konsumsi jus cranberry ketika sedang konsumsi obat pengencer darah 4. Makanan Probiotik Makanan probiotik adalah jenis makanan sehat yang dapat membantu mengurangi infeksi saluran kemih. Secara khusus, makanan probiotik yang termasuk ke dalam kelompok Lactobacillus dapat membantu pengobatan infeksi saluran kemih. Adapun jenis makanan probiotik yang dapat Anda konsumsi untuk mengobati ISK adalah yogurt dan produk fermentasi lainnya, termasuk kedelai fermentasi dan mentega susu. Pada makanan probiotik biasanya dapat kandungan bakteri baik yang dapat membantu mencegah infeksi ISK dan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, makanan probiotik juga secara aktif menjaga sistem pencernaan berfungsi dengan baik. 5. Makanan Kaya Vitamin C Makanan yang mengandung vitamin C merupakan salah satu makanan penyembuh infeksi saluran kemih yang efektif. Makanan dengan kandungan vitamin C ini bisa diperoleh dari jeruk, lemon, strawberry dan sayuran berdaun hijau. Makanan tinggi vitamin C akan membuat urine lebih asam. Hal ini membantu mencegah bakteri berkembang biak di saluran kemih. Selain itu, makanan vitamin C juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan imun tubuh. Vitamin C juga bereaksi dengan nitrat dalam urine untuk membentuk nitro oksida yang dapat membunuh bakteri. Hal ini dapat menurunkan pH urine dan membantu mengurangi kemampuan bakteri di dalam saluran kemih bertahan hidup. Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih Ada beberapa cara mencegah infeksi saluran kemih (ISK), salah satunya yakni minum air putih yang cukup sehingga bakteri dapat keluar dari tubuh melalui urine. Selain itu, terapkan pola hidup yang baik dengan konsumsi makanan sehat. Ada beberapa makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi penderita ISK. Makanan dan minuman ini tidak boleh konsumsi selama masa penyembuhan, yaitu: Kopi, teh, dan minuman berkarbonasi Hindari makanan pedas Hindari gula dan pemanis buatan Hindari minuman beralkohol Imbangi pola makan sehat Anda dengan konsumsi makanan kaya akan antioksidan seperti makanan kaya serat, sayuran hijau, dan buah-buahan. Pastikan Anda juga tetap terhidrasi dan jangan menahan keinginan untuk buang air kecil Kapan Harus ke Dokter? Jika infeksi saluran kemih tidak kunjung sembuh, maka konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan resep... - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/urologi/menyembuhkan-penyakit-prostat/ - Kategori: Urologi - Tag: buah untuk menyembuhkan penyakit prostat, makanan sehat, penyakit prostat Apakah anda sedang mencari solusi alternatif untuk mengatasi masalah gangguan prostat? Anda dapat konsumsi buah untuk mencegah atau membantu penyembuhan penyakit prostat dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Pengobatan alami ini dapat menjadi pilihan terbaik. Dengan menambahkan buah-buahan ke dalam menu makan sehat, hal ini dapat mengurangi resiko masalah prostat, termasuk kanker prostat dan pembesaran prostat jinak. Lalu, jenis buah apa saja yang dapat menyembuhkan gangguan prostat?   Buah untuk Mencegah atau Membantu Penyembuhan Penyakit Prostat Berdasarkan penelitian Prostate Cancer Foundation menunjukan pola makan yang sehat adalah kunci menjaga kesehatan prostat. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dapat memperlambat pertumbuhan prostat yang membesar. Seiring bertambahnya usia, pria lebih berisiko terkena penyakit prostat seperti pembesaran prostat jinak, kanker prostat, dan infeksi prostat. Adapun salah satu cara mencegahnya dengan konsumsi makanan sehat, termasuk buah-buahan. Berikut adalah daftar buah-buahan untuk yang menderita masalah prostat yang sebaiknya dikonsumsi atau tambahkan ke menu makan sehat, di antaranya 1. Tomat Menurut Prostate Cancer Foundation, tomat sudah menjadi perhatian para peneliti karena kandungan likopen. Likopen adalah antioksidan yang dapat membantu untuk mengurangi kerusakan dan menghambat tumbuhnya sel kanker. Oleh karena itu, tomat menjadi rekomendasi buah dan sayuran yang bagus untuk penderita penyakit prostat, khususnya kanker prostat. Hal ini karena kandungan likopen tomat yang menjadi antioksidan untuk mencegah keparahan. Cara meningkatkan penyerapan antioksidan pada tomat, Anda dapat mengubahnya menjadi jus, saus, atau pasta tomat. Bahkan lebih baik lagi, Anda masak tomat dengan minyak zaitun yang dapat membantu penyerapan likopen. 2. Semangka Semangka merupakan salah satu buah yang bagus dikonsumsi pada saat musim panas. Buah ini terkandung vitamin A dan C yang tinggi serta bebas lemak dan natrium. Selain itu, semangka juga merupakan sumber likopen yang baik. Likopen merupakan antioksidan yang dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat. Likopen juga dapat ditemukan pada buah-buahan seperti tomat, jeruk bali merah muda, jambi biji, pepaya, aprikot, dan buah-buahan berwarna lainnya. Jika ingin meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak terkena gangguan prostat akibat bakteri, maka Anda dapat konsumsi buah semangka. Ini akan membantu melawan bakteri penyebab masalah prostatitis atau infeksi prostat. 3. Buah Beri Buah beri seperti blackberry, raspberry, strawberry kaya akan vitamin C dan antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam tubuh untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas, molekul yang menyerang sel sehat menjadi sel kanker. Selain itu, vitamin C juga dapat membantu meringankan gejala Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Caranya dengan melancarkan buang air kecil dan mengurangi pembengkakan pada prostat. Pada buah strawberry sendiri terdapat kandungan vitamin C sekitar 90 mg dalam sagu cangkir dan 14 mg blueberry dalam satu cangkir. Bagi Anda yang ingin mencegah penyakit prostat, maka bisa konduksi 90 mg vitamin C setiap hari. 4. Pepaya Pepaya adalah buah yang kaya magnesium yang dapat mengaktifkan vitamin D dalam tubuh. Menurut penelitian, penderita kanker prostat yang kebutuhan vitamin D hariannya terpenuhi memiliki keparahan kanker yang lebih rendah. Vitamin D dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sehingga bisa mencegah tingkat keparahan. Oleh karena itu, pepaya menjadi salah satu buah untuk menyembuhkan penyakit kanker yang dapat Anda masukan ke dalam menu sehat. Apakah buah pepaya tidak sulit menemukannya, Anda dapat membeli di pasar atau menanam pohon pepaya sendiri di rumah. Selain itu, buah pepaya juga mengandung serat tinggi sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan. 5. Jeruk Jeruk adalah salah satu buah yang terkenal dengan kandungan vitamin C dan antioksidan tinggi. Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu mengurangi pembesaran prostat pada penderita BPH dan juga dapat melancarkan buang air kecil. Selain itu, jeruk memiliki sifat anti radang sehingga dapat berperan untuk mengurangi keparahan kanker prostat. Pertumbuhan-sel kanker dapat dihambat dengan konsumsi jeruk setiap hari sebagai menu diet sehat yang baik untuk tubuh. Manfaat lain dari buah jeruk juga dapat meningkatkan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat membantu tubuh dalam melawan infeksi yang menyebabkan prostatitis ataupun jenis penyakit prostat lainnya. 6. Alpukat Alpukat merupakan buah yang kaya akan beta-sitosterol yang dianggap dapat mengurangi risiko yang terkait dengan pembesaran prostat jinak atau BPH. Beberapa pria yang mengkonsumsi beta-sitosterol memiliki aliran urin lebih baik. Meski demikian, efek dari kandungan beta-sitosterol pada alpukat masih dalam penelitian lebih lanjut. Namun, menurut catatan Journal of Nutritional Biochemistry menyebutkan bahwa ekstrak alpukat kaya akan kandungan lutein. Lutein merupakan karotenoid yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Karotenoid ini bertindak sebagai antioksidan untuk menurunkan risiko kanker prostat dan jenis kanker lainnya yang berbahaya bagi tubuh. 7. Jambu Biji Jambu biji yang berwarna pink di dalamnya adalah sumber vitamin C, vitamin A, kalsium, serat, dan kandungan likopen. Dengan banyaknya kandungan nutrisi, jambu biji menjadi buah untuk menyembuhkan penyakit kanker. Kandungan likopen dan antioksidan pada jambu biji sangat baik untuk melawan kanker prostat. Selain itu, vitamin C jambu biji dapat menyembuhkan penyakit prostat. Buah ini efektif menekan sel kanker dan melindungi sel sehat. Dengan konsumsi jambu biji, penyakit infeksi prostat atau prostat juga lebih cepat pulih karena sifat antibakteri pada jambu biji. Oleh... - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-04-01 - URL: https://primayahospital.com/en/uncategorized/simvastatin-efek-samping-dosis-dan-aturan-pakainya/ - Kategori: Umum Penumpukan kolesterol dalam tubuh dapat memicu timbulnya penyakit yang mematikan. Selain perubahan gaya hidup sehat, penderita kolesterol tinggi membutuhkan pengobatan secara intens. Salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasinya yaitu simvastastin. Obat ini tergolong sebagai obat keras dan membutuhkan resep dokter dalam hal penggunaannya. Bila ingin tahu apa saja efek samping, dosis, dan aturan pakainya, yuk simak informasinya berikut ini. Apa itu Simvastatin Simvastatin adalah obat golongan statin yang berfungsi sebagai agen dislipidemik dengan cara menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dengan obat ini, maka risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke dapat berkurang selama diimbangi dengan pola hidup sehat. Cara kerjanya simvastastin yaitu dengan berperan sebagai inhibitor kompetitif enzim HMG-CoA reduktase, suatu enzim yang berfungsi dalam mempercepat sintesis kolesterol. Oleh karena itu, obat ini mampu menurunkan level kolesterol secara keseluruhan baik kolesterol total, trigliserida, LDL, serta mampu meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Di pasaran, obat ini tersedia versi generik maupun versi bermerek seperti halnya: Zochol Lipivast Selvas Rechol Esvat Simvasto Simvastal Nama Obat Simvastatin Kategori Obat Agen dislipidemik, statin Golongan Obat Obat keras, obat resep Bentuk Obat Tablet salut selaput Manfaat/Indikasi Menurunkan kadar kolesterol jahat, meningkatkan kadar kolesterol baik, mengatasi hiperlipidemia Dikonsumsi Oleh Dewasa dan anak Kategori Ibu Hamil Kategori X, dapat berdampak pada janin Peringatan Ibu Menyusui Bersifat kontraindikasi pada wanita usia subur yang akan hamil ataupun wanita hamil Manfaat Simvastatin Dalam medis, obat ini berguna untuk mengatasi beberapa hal berikut ini: Menurunkan kadar kolesterol jahat Mengatasi hiperlipidemia Meningkatkan kadar kolesterol baik Dengan berkurangnya lemak dan kolesterol jahat dalam darah, maka risiko berbagai jenis gangguan jantung dan pembuluh darah seperti serangan jantung dan stroke dapat berkurang. Dosis dan Aturan Pakai Simvastatin Terdapat beberapa bentuk obat simvastatin di pasaran. Namun yang paling sering ditemui yaitu jenis tablet salut selaput atau suspensi oral dengan ukuran 5 mg, 10 mg, 40 mg, dan juga 80 mg. Menurut MIMS, bahwa dosis obat ini dapat diberikan sebagai berikut: Dislipidemia Campuran Dewasa: dosis awal 10 – 20 mg sekali per hari, dosis dapat dinaikkan hingga maksimal 80 mg sekali per hari. Respons dapat dokter amati dalam interval minimum 4 minggu. Obat di minum hanya sekali sehari di malam hari. Hiperkolesterolemia Dewasa: untuk tipe hiperkolesterolemia familiar homozigot dengan dosis awal 20 mg sekali per hari sebagai tambahan dalam pengobatan penurun lipid bersama obat lainnya. Obat di minum hanya sekali sehari di malam hari. Anak: untuk tipe hiperkolesterolemia familiar heterozigot dengan dosis awal 10 mg satu kali per hari dengan maksimal dosis 40 mg sekali sehari pada malam hari. Mengurangi Risiko Kardiovaskular Dewasa: dosis awal 20 – 40 mg sekali per hari untuk pasien yang berisiko tinggi terhadap penyakit jantung koroner baik dengan hiperlipidemia maupun tidak. Obat di minum hanya sekali sehari di malam hari Bagaimana Cara Menggunakan Simvastatin? Simvastatin merupakan obat oral yang umumnya hanya dianjurkan untuk diminum sekali per harinya dengan waktu yang tepat pada malam hari. Jangan tambahkan dosis tanpa resep dokter, penambahan secara bertahap harus dengan pengawasan dokter. Selalu minum obat dalam waktu yang sama setiap harinya seperti sebelum tidur agar efektivitasnya bagus. Jangan hentikan pengobatan tanpa saran dokter walaupun gejala yang Anda rasakan sudah membaik. Butuh setidaknya 4 minggu hingga Anda benar-benar merasakan fungsi utama dari simvastatin sehingga tidak boleh berhenti mendadak. Cara Penyimpanan Simpanlah simvastatin di tempat yang benar-benar tidak bisa dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan. Pastikan tempat penyimpanan bebas dari terpaan sinar matahari secara langsung, terkena percikan air, maupun terlalu panas/dingin. Interaksi Simvastatin dengan Obat Lain Obat golongan antibiotik klaritromisin, telitromisin, asam fusidat, dan juga eritromisin Obat untuk HIV Ciclosporin Gemfibrozil Nefazodone Danazol Obat infeksi hepatitis Obat infeksi jamur golongan azol Peringatan dan Perhatian Menggunakan Simvastatin Terdapat beberapa peringatan yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini seperti halnya: Beri tahu dokter apabila saat ini Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu Beri tahu dokter apabila saat ini Anda punya riwayat penyakit tertentu Informasikan ke dokter bila saat ini Anda sedang merencanakan kehamilan maupun hamil/menyusui Hindari menambah atau mengurangi dosis tanpa resep dokter, penambahan secara bertahap harus dengan pengawasan dokter Hindari untuk menghentikan pengobatan tanpa saran dokter walaupun gejala yang Anda rasakan sudah lebih baik dari sebelumnya Efek Samping dan Bahaya Simvastatin Efek Samping Umum Sakit kepala Gejala flu Ruam kulit ringan Nyeri otot ringan Sulit tidur Nyeri sendi Konstipasi Sakit perut Perut mual ringan Efek Samping Serius Mual Mulut kering Kulit kering Kebingungan Sakit perut bagian atas Daya ingat menurun Demam Penglihatan buram Selalu merasa haus Selalu merasa lapar Kelelahan tanpa sebab Nyeri otot linu Urine keluar hanya sedikit Urine keruh gelap Sakit saat kencing Pembengkakan beberapa area tubuh Hilangnya nafsu makan Peningkatan atau penurunan berat badan Alternatif Obat Sejenis Simvastatin Atorvastatin Lovastatin Rosuvastatin Pravastatin Pitavastatin Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter apabila Anda mengalami gejala efek samping serius akibat konsumsi obat simvastatin. Terlebih jika Anda mengalami reaksi alergi berat maupun overdosis obat ini. Referensi: dr.... - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/sport-clinic/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Sport clinic adalah salah satu layanan modern dari rumah sakit yang hadir mengikuti perkembangan zaman. Unit ini tersedia untuk menangani berbagai masalah kesehatan terkait dengan aktivitas fisik, terutama olahraga. Aktivitas olahraga bisa menyebabkan cedera pada individu walaupun bukan sebagai atlet profesional. Mereka memerlukan penanganan yang lebih spesifik dan lebih baik dari tim dokter sub-spesialis , spesialis serta tim terkait. Mengenal Sport Clinic Sport clinic adalah bagian dari ilmu kedokteran yang berkaitan dengan pencegahan (preventive) , penanganan, perawatan dan upaya performa, baik pelaku olahraga non-profesional maupun profesional. Di rumah sakit, sport clinic memiliki tim yang terdiri atas dokter sub-spesialis sports injury, spesialis kedokteran olahraga, fisioterapi olahraga , personal trainer dan personel lain dari lintas disiplin yang berhubungan dengan keolahragaan. Fungsi sport clinic tidak hanya mengobati pasien, tapi juga mencegah penyakit atau cedera dan merehabilitasi pasien untuk memulihkan kondisinya. Unit rumah sakit ini menyediakan layanan operasi dan non-operasi. Tindakan operasi yang umum dilakukan adalah operasi rekonstruksi ligamen krusiat anterior atau anterior cruciate ligament (ACL) dan operasi bahu serta foot and ankle. Siapa saja yang Membutuhkan Sport Clinic? Sport clinic tidaklah eksklusif diperuntukkan bagi atlet yang mengalami cedera. Siapa pun yang cedera saat berolahraga, misalnya ketika joging santai di akhir pekan, juga dapat memperoleh layanan klinik tersebut. Dokter di unit sport clinic dapat memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien. Tak perlu pula mengalami cedera dulu baru datang ke sport clinic. Pasien yang datang untuk berkonsultasi dan meminta rekomendasi untuk meningkatkan performa juga dapat dilayani, termasuk yang bertujuan mengikuti program latihan yang berhubungan dengan penyakit penyerta. misalnya pasien dengan gejala low back pain ( nyeri pada pinggang bawah) dapat dilakukan treatment melalui exercise yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Pelayanan di Sport Clinic Di samping program pencegahan (preventive) , penanganan, perawatan dan upaya performa, klinik olahraga menyediakan layanan untuk mengobati berbagai kondisi terkait dengan masalah keolahragaan. Contohnya: Tendon achilles robek: robekan pada tendon yang menghubungkan bagian belakang ankle ke tumit akibat cedera atau terlalu sering digunakan dalam aktivitas. Pergelangan kaki terkilir ( sprain) : kondisi ini tidak hanya terjadi saat berolahraga, kadang disertai ligamen robek. Radang sendi : pembengkakan pada sendi di lutut, bahu, atau pinggul yang berfungsi sebagai kerangka tubuh agar dapat bergerak flexible . Cedera ligamen lutut: ligament pada lutut ada yang disebut ACL, PCL,MCL atau LCL. Biasanya pemicu cedera adalah gerakan tiba-tiba yang mempengaruhi lutut. Robekan meniskus lutut: robeknya meniskus pada lutut akibat aktivitas memutar dengan cepat. Osteoartritis: peradangan sendi yang ditandai dengan rusaknya tulang rawan sendi. Dislokasi bahu: bagian atas tulang lengan keluar dari soket bahu lantaran terjatuh, tertabrak, atau terpukul. Tendinitis: peradangan pada tendon atau jaringan lunak yang menghubungkan otot dengan tulang, seringnya di pergelangan bahu, tangan , dan ankle Tim Dokter Sport clinic memiliki tim terkoordinasi yang bertugas dalam evaluasi, diagnosis, dan perawatan cedera yang terjadi akibat aktivitas olahraga. Tim lintas disiplin ini akan bekerja bersama-sama untuk memulihkan kondisi pasien agar dapat kembali beraktivitas fisik kembali bahkan mengembalikan pasien agar dapat berolahraga kembali (return to sports) . Selain itu, tim juga memberikan layanan preventif lewat konsultasi seputar kebugaran dan kesehatan fisik. Tim sport clinic tersebut meliputi: Dokter Ortopedi Sub-spesialis Sports Injury : memberikan tindakan bedah ataupun non-bedah Spesialis kedokteran Olahraga: membuat rencana program peningkatan kondisi pasien, serta menangani cedera non-bedah Fisoterapi fisik olahraga: Bekerja sama dokter bedah ortopedi dan spesialis kedokteran olahraga untuk mengembangkan program rehabilitasi dan peningkatan kondisi pasien. Tergantung kebutuhan, pasien juga bisa memperoleh layanan dari personal trainer . Fasilitas di Sport Clinic Unit klinik olahraga di rumah sakit didedikasikan untuk mendukung pencegahan, perawatan, dan pemulihan pasien. Untuk itu, selain tim dokter yang mumpuni, diperlukan fasilitas yang memadai, antara lain: Ruang periksa modalitas fisioterapi terbaru dan tercanggih Peralatan kebugaran Alat untuk melatih kekuatan dan mobilitas Ruang terbuka untuk aktivitas pemulihan pasien Laboratorium Ruang Fisioterapi yang nyaman dan privasi Sport Clinic di Primaya Hospital Primaya Hospital memiliki sport clinic yang berupaya menyediakan layanan berkualitas untuk masalah kesehatan terkait dengan aktivitas olahraga. Layanan ini mencakup promosi kesehatan bagi masyarakat agar terhindar dari penyakit dan cedera olahraga. Dengan dokter yang tepat dibidangnya dan tim medis yang berpengalaman serta dukungan teknologi terkini, Primaya Hospital akan membantu memberikan perawatan terbaik bagi pasien sehingga dapat mengembalikan pasien kembali berolahraga seperti semula bahkan lebih baik dari semula. Primaya Hospital menerapkan standar internasional yang sama untuk pelayanan di setiap cabangnya di seluruh Indonesia. Hubungi sport clinic di Primaya Hospital guna mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pelayanan sports clinic. Narasumber: dr. Evan, M. Kes, Sp. OT (K) , FICS, AIFO-K Dokter Spesialis Orthopedi dan Trauma Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-04-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/cedera-saraf-tulang-belakang/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Cedera saraf tulang belakang atau spinal cord injury (SCI) adalah kondisi kesehatan yang serius dan mengganggu kehidupan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 250. 000-500. 000 orang menderita cedera ini setiap tahun di seluruh dumia. Sebagian besar kasus cedera saraf ini terjadi karena penyebab yang sebenarnya dapat dicegah, seperti kecelakaan di jalan raya, terjatuh, kekerasan, aktivitas olahraga yang berlebihan, ataupun penyakit lain. Mengenal Cedera Saraf Tulang Belakang Tiap manusia memiliki tulang belakang yang dilengkapi dengan saraf. Kumpulan saraf ini kerap disebut sebagai sumsum tulang belakang yang ibarat kabel penghubung otak dengan punggung bagian bawah, dan bagian tubuh lainnya. Saraf merupakan sel yang membawa pesan gerakan dan perasaan dari otak ke seluruh tubuh dan dari tubuh kembali ke otak. Saraf tulang belakang mengontrol: Pergerakan otot Fungsi tubuh, seperti bernapas dan berkemih Perasaan (sensasi) seperti panas, dingin, getaran, dan sentuhan Kesadaran akan posisi dan gerakan tubuh Ketika terjadi cedera saraf tulang belakang, kehidupan orang bisa jadi berubah drastis karena cara tubuh bergerak, merasakan, dan berfungsi pada umumnya pun berubah. Orang tersebut bisa jadi lumpuh atau sebagian anggota tubuhnya tak bisa lagi berfungsi seperti sebelumnya. Setelah seseorang mengalami cedera, dokter tidak selalu dapat mengetahui bagaimana kondisi orang tersebut dalam jangka panjang. Pemulihan bisa berjalan hingga lebih dari dua tahun setelah cedera. Orang yang mengalami cedera saraf tulang belakang memerlukan perawatan medis secara intensif dan berkelanjutan agar dapat pulih. Cedera saraf tulang belakang biasanya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu lengkap (complete) dan tidak lengkap (incomplete). Pada cedera lengkap, tidak ada sinyal antara otak dengan titik di bawah lokasi cedera, sehingga tidak ada sensasi dan gerakan aktif maupun gerakan refleks. Gangguan terjadi di kedua sisi tubuh. Adapun orang dengan cedera tidak lengkap mungkin dapat lebih menggerakkan satu anggota tubuh daripada yang lain, dapat merasakan bagian tubuh yang tidak dapat digerakkan, atau satu sisi tubuhnya lebih berfungsi daripada yang lain. Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang Cedera tulang belakang dapat menyebabkan satu atau lebih tanda dan gejala berikut: Kehilangan gerakan/kelumpuhan Kehilangan kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan Kehilangan kontrol usus atau kandung kemih Aktivitas refleks yang berlebihan tau kejang Perubahan fungi seksual, sensitivitas seksual dan kesuburan Rasa sakit atau sensasi menyengat yang disebabkan oleh kerusakan pada serabut saraf di sumsum tulang belakang Kesulitan bernapas, batuk, atau mengeluarkan lendir dari paru-paru Nyeri punggung yang ekstrem atau tekanan di leher, kepala, atau punggung Mati rasa, kesemutan, atau hilangnya sensasi di tangan, jari tangan, kaki atau jari kaki Posisi leher atau punggung aneh atau bengkok Penyebab Cedera Saraf Tulang Belakang Cedera saraf tulang belakang dapat terjadi akibat kerusakan pada tulang belakang, ligamen, bantalan tulang belakang, atau sumsum tulang belakang itu sendiri. Penyebab kerusakan itu antara lain pukulan atau benturan tiba-tiba pada tulang belakang yang membuatnya patah, terkilir, remuk, atau tertekan satu sama lain. Pemicu lainnya adalah luka tembak atau pisau yang menembus dan memotong saraf tulang belakang. Cedera tambahan bisa terjadi dalam hitungan hari atau pekan karena perdarahan, pembengkakan, peradangan, dan akumulasi cairan di dalam dan sekitar sumsum tulang belakang. Selain itu, ada penyebab cedera non-traumatis, seperti artritis, kanker, infeksi, atau degenerasi bantalan tulang belakang. Diagnosis Cedera Saraf Tulang Belakang Untuk mendiagnosis cedera saraf tulang belakang, dokter akan mengecek gerakan atau sensasi di sekitar titik cedera, termasuk napas dan respons pasien. Adapun tes medis untuk memeriksa cedera ini antara lain: Sinar-X menunjukkan gambar dua dimensi sebagian bear bagian tubuh, seperti sendi atau sistem organ utama. Retakan atau ketidakselarasan pada tulang belakang dapat segera terlihat dengan pemeriksaan ini. Computerized tomography (CT) scan memberikan gambaran dua dimensi yang cepat dan jelas tentang organ, tulang, dan jaringan. CT dapat mendeteksi patah tulang, perdarahan, dan penyempitan kanal tulang belakang. Magnetic resonance imaging (MRI) menghasilkan gambar tiga dimensi rinci dari struktur tubuh, termasuk jaringan, organ, tulang, dan saraf. Hasil tes ini dapat menunjukkan trauma otak dan tulang belakang akibat cedera. Perawatan Cedera Saraf Tulang Belakang Perawatan untuk cedera saraf tulang belakang bergantung pada otot, sensasi, dan fungsi yang terpengaruh. Perawatan yang utama meliputi: Pemberian obat-obatan Bantuan pernapasan Penggunaan kateter untuk membantu membuang air kecil Operasi tulang belakang Pasien juga perlu perawatan jangka panjang untuk menghadapi perubahan hidup yang dialami. Perawatan rehabilitasi in termasuk belajar menggunakan kursi roda atau kruk, melatih kekuatan otot tubuh, mengatasi perasaan frustrasi, takut, sedih, atau marah. Pencegahan Cedera Saraf Tulang Belakang Sebagian bear penyebab cedera saraf tulang belakang dapat dicegah. Contohnya: Berkendara dengan aman. Tabrakan mobil adalah salah satu penyebab paling umum cedera saraf tulang belakang. Kenakan sabuk pengaman setiap kali Anda berada di dalam mobil. Bila capek, sebaiknya menepi dan beristirahat dulu. Bagi anak-anak, pastikan menggunakan kursi pengaman anak yang sesuai dengan usia dan berat badan di mobil. Anak-anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya duduk di kursi belakang untuk menghindari cedera akibat keluarnya kantong udara di kursi depan Mencegah jatuh. Misalnya dengan berpegangan ketika naik-turun tangga, menggunakan keset anti-selip di kamar mandi, dan berhati-hati sat mengenakan sepatu hak... - Published: 2024-04-21 - Modified: 2024-02-27 - URL: https://primayahospital.com/anak/kurap-pada-bayi/ - Kategori: Anak - Tag: bayi gatal, kurap pada bayi, penyakit kulit Tidak hanya menyerang orang dewasa, faktanya kurap pada bayi juga bisa terjadi karena beberapa faktor. Karena menimbulkan rasa gatal dan gejala yang membuat si kecil tidak nyaman, sebaiknya para orang tua mengetahui apa saja penyebab, gejala, dan cara mengobatinya. Saat masih bayi, kulit memang sangat rentan terkena berbagai macam penyakit termasuk kurap. Sebab kurap mudah menular, penanganan dengan tepat akan mencegah penularannya di area tubuh lain ataupun orang yang melakukan kontak langsung. Mengenal Kurap pada Bayi Kurap atau tinea corporis adalah sejenis penyakit kulit yang muncul dengan ciri-ciri adanya ruam merah berbentuk lingkaran dan terasa sangat gatal. Bukan hanya itu, di area lingkaran tersebut tampak bersisik dan terkadang sedikit mengelupas. Pada kasus-kasus yang telah terjadi, kurap merupakan jenis infeksi. Hanya saja rasa gatal dan nyerinya seringkali membuat bayi tidak nyaman sehingga lebih sering rewel. Medical News Today menjelaskan bahwa kurap akan menyebar jika tidak diobati. Bagaimana tidak, rasa gatal yang muncul memicu keinginan bayi menggaruk bagian kurap. Akibatnya, bakteri lain berpotensi masuk ke dalam luka sehingga menyebabkan infeksi bakteri lebih serius. Bukan hanya menyebar di area tubuhnya yang lain, kurap juga mudah menyebar ke orang lain yang melakukan sentuhan langsung berbagi barang tertentu, dan sebagainya. Penyebab Munculnya Kurap pada Bayi Menyinggung mengenai penyebab kurap, penyakit kulit ini muncul akibat infeksi jamur, seperti Trichophyton rubrum dan Epidermophyton floccosum. Kurap merupakan penyakit kulit yang rentan menular. Pada bayi, umumnya penularannya melalui cara-cara berikut: Kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi jamur penyebab kurap Menggunakan barang yang sama dengan penderita kurap, baik itu selimut, handuk, sisir, sikat, bantal, sprei, sisir, atau lainnya Berinteraksi dengan anjing atau kucing yang terkena kurap secara berlebihan Menyentuh permukaan yang terkontaminasi seperti pada lantai, area kolam renang, ruang ganti, dan pancuran Berpelukan dengan penderita kurap tanpa adanya penghalang Saat masih bayi, tubuh cenderung lemah sehingga mudah terkena berbagai macam penyakit termasuk kurap. Jika di sekitar bayi ada penderita kurap, ada baiknya menjaga jarak sampai penderita sembuh total. Tanda-Tanda Kurap pada Bayi Sebagai orang tua, tentu ingin buah hatinya tetap dalam kondisi sehat agar tumbuh dan kembangnya berjalan maksimal. Selain selalu waspada dengan penyakit-penyakit berat, kemunculan kurap juga patut para orang tua waspadai. Sayangnya, karena tingkat penularan kurang begitu mudah dan cepat, banyak orang tua yang mengaku kecolongan meski sudah berhati-hati. Lalu, apa ciri-ciri bayi yang terkena kurap? Begini penjelasan lengkapnya: Muncul bercak merah bersisik pada kulit, bisa di area badan, pipi, kulit kepala, tangan, dan kuku Terjadinya kerontokan atau kerusakan rambut di area yang terinfeksi jamur penyebab kurap Tumbuh lingkaran berbentuk cincin dengan diameter berkisar antara ½ inci hingga 1 inci Bercak gatal akibat kurap berwarna kemerahan, bertekstur, di area lingkarannya timbul, dan memiliki area tengah yang tampak begitu jelas Pada kondisi lebih lanjut, kurap yang muncul di kepala akan melebar menjadi kerion atau lesi di bagian pertama kali kurap muncul Tampak tidak nyaman dan terus memegangi atau melakukan gerakan menggaruk di area kulit yang terinfeksi Menjadi semakin rewel akibat merasa tidak nyaman Terjadi perubahan perilaku, mulai dari sulit tidur atau intensitas menyusu menjadi meningkat Terdapat bagian kulit yang mengelupas dan bertekstur lebih kering daripada bagian kulit di sekitarnya Terjadinya perubahan pada kuku, mulai dari bentuk, warna, dan ukurannya Jika kurap sudah semakin parah, ada kemungkinan si kecil akan kehilangan kuku akibat kuku tidak dapat menempel di kulit karena terhalang lapisan kurap Akibat reaksi infeksi jamur, tidak jarang kulit bayi mengalami pembengkakan ringan Faktor Risiko Kurap pada Bayi Pada dasarnya, setiap orang berpotensi terkena kurap. Namun, ada beberapa pihak dengan faktor risiko tertentu yang lebih rawan terinfeksi jamur penyebab kurap. Penjelasan selengkapnya ada di bawah ini: Orang yang hidup di wilayah beriklim hangat lebih berpotensi terkena kurap karena jamur tinea mudah berkembang di lingkungan hangat dan cenderung lembab Memiliki peliharaan dan sering melakukan kontak langsung dengannya, baik hanya mengelus, memeluk, atau berinteraksi secara intens dengan penderita Selain kontak langsung dengan penderita dan menyentuh benda-benda yang terinfeksi jamur kurap, kurang gizi juga meningkatkan kemungkinan terjadi infeksi Pengobatan Kurap di Kulit Bayi Kondisi kulit yang masih sangat sensitif menjadi penyebab mengapa orang tua tidak boleh memberi obat kurap ke si kecil secara sembarangan. Takutnya malah memunculkan masalah kesehatan lebih parah. Simak penjelasannya pada ulasan berikut: Memberikan krim antijamur yang ramah anak-anak, misalnya Klotrimazol, Ketokonazol, dan Mikonazol Menggunakan shampo khusus untuk menghindari terjadinya iritasi pada ruam akibat kurap Memberi si kecil antibiotik dengan jenis dan dosis sesuai saran dokter Beberapa orang percaya bahwa mengolesi kurap dengan ASI bisa mengurangi gejalanya karena di dalam ASI terkandung antibodi Membahas mengenai pengobatannya. . akan lebih baik jika Anda mengkonsyltasikannya langsung ke dokter. Melakukan pengobatan secara sembarangan malah meningkatkan risiko kondisi kurap semakin parah atau bahkan muncul masalah kesehatan lain. Cara Mencegah Bayi Tertular Kurap Berbeda dengan jamur olahan, ukuran jamur penyebab kurap sangat kecil. Akibatnya, jika tanpa alat maka jamur tersebut tidak terlihat keberadaannya. Sebagai kehati-hatian, orang tua wajib melakukan hal ini: Jangan izinkan... - Published: 2024-04-21 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-dan-stroke/ - Kategori: Penyakit Jantung Serangan jantung dan stroke adalah dua gangguan kesehatan yang sama-sama membahayakan jiwa. Dua penyakit ini berbeda, tapi punya naungan yang sama, yakni penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner adalah sebutan untuk kumpulan berbagai penyakit yang berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Serangan jantung dan stroke adalah dua di antaranya. Perbedaan Penyebab Serangan Jantung dan Stroke Penyebab stroke dan serangan jantung sama-sama berupa masalah pada pembuluh darah. Pembuluh darah merupakan bagian penting dalam sistem tubuh yang menjadi saluran bagi darah untuk beredar di seluruh tubuh. Setiap organ memerlukan darah yang mengandung oksigen untuk dapat berfungsi secara normal. Ketika pembuluh darah bermasalah, ada konsekuensi yang akan dialami organ tubuh tersebut. Penyebab Serangan Jantung Jantung memerlukan pasokan darah untuk bisa bekerja normal memompa darah ke seluruh tubuh. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju jantung terhambat sehingga membuat otot jantung bekerja lebih keras. Seiring dengan waktu, otot jantung akan melemah dan rusak. Penyebab terhambatnya aliran darah itu adalah tumpukan plak yang terdiri atas kolesterol dan zat lain di dalam pembuluh darah arteri. Bila plak terus menumpuk, pembuluh darah bisa tersumbat total dan menyebabkan serangan jantung akibat rusaknya otot jantung lantaran tak mendapat suplai darah yang dibutuhkan. Penyebab Stroke Mirip dengan serangan jantung, stroke bisa terjadi akibat adanya masalah dalam suplai darah. Tapi, berbeda dengan serangan jantung, stroke disebabkan oleh terhambatnya aliran darah menuju otak. Gangguan pasokan darah ini biasanya disebabkan oleh sumbatan atau kerusakan pembuluh darah di otak. Kedua kondisi itu membuat jaringan otak tak bisa memperoleh pasokan oksigen yang diperlukan untuk bisa bekerja. Bila hal itu terjadi, sel-sel otak yang kekurangan oksigen akan mati dan membuat seseorang terserang stroke. Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan Stroke Baik serangan jantung maupun stroke dapat terjadi secara mendadak dalam hitungan detik hingga menit. Orang yang tampak bugar bisa tiba-tiba kolaps dengan gejala serangan jantung atau stroke. Gejala dua problem kesehatan ini berbeda. Namun keduanya sama-sama membutuhkan penanganan secepatnya untuk menyelamatkan nyawa orang yang mengalaminya. Gejala Serangan Jantung Gejala serangan jantung bisa muncul tiba-tiba, tapi bisa pula terakumulasi dalam periode waktu tertentu yang lebih panjang. Gejala serangan jantung mungkin berlainan antara satu orang dan orang lain, tapi yang paling umum mencakup: Dada terasa berat atau nyeri Tiba-tiba merasa nyeri di lengan, bahu, rahang, hingga punggung Sesak napas atau napas pendek Tubuh terasa lemas Kepala pusing Pingsan Gejala tersebut mungkin disertai beberapa gejala lain, seperti kelelahan yang tidak biasa, mual, atau muntah. Menurut sejumlah riset, gejala tersebut lebih banyak dialami perempuan ketimbang laki-laki. Tak jarang gejala-gejala tersebut disalahpahami sebagai tanda gangguan kesehatan lain, seperti maag atau penyakit asam lambung. Gejala Stroke Gejala stroke sering kali terjadi dengan sangat cepat akibat matinya sel-sel otak lantaran kekurangan oksigen. Gejala tersebut meliputi: Merasa pusing tiba-tiba dan kehilangan keseimbangan tanpa penyebab jelas Bagian atas tubuh hingga wajah terasa lemas atau mati rasa (biasanya hanya pada satu sisi tubuh) Kepala terasa sangat sakit Pandangan mata mendadak kabur baik pada satu maupun kedua mata Sulit berbicara atau memahami perkataan orang lain Gejala stroke yang bisa muncul tanpa tanda-tanda awal membutuhkan perhatian ekstra demi keselamatan nyawa penderitanya. Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan ketika curiga seseorang terkena stroke, yaitu wajah, lengan, dan kemampuan komunikasi orang tersebut. Bila merasa ada masalah pada ketiga hal itu, segera cari pertolongan medis secepatnya. Metode untuk Identifikasi Gejala Stroke dan Serangan Jantung Serangan jantung bisa terjadi secepat kilat tanpa kita sadari sebelumnya. Namun pada dasarnya selalu ada pertanda bahwa terdapat masalah dalam tubuh manusia. Perhatikan apakah ada nyeri dada yang tidak biasa. Kita harus memahami tubuh dengan mencoba merasakan pertanda tersebut. Serangan jantung tidak selalu langsung berdampak fatal. Tak jarang serangan jantung ringan terjadi beberapa kali dulu hingga kemudian muncul serangan yang lebih hebat. Metode untuk mengidentifikasi gejala serangan jantung bergantung pada kemampuan kita untuk memahami tubuh sendiri. Lihat apakah ada faktor risiko yang meningkatkan potensi terkena serangan jantung. Bila ada, kelola faktor risiko itu dengan bantuan dokter di rumah sakit jantung sebelum muncul gejala serangan jantung berat. Memahami tubuh juga menjadi kunci untuk mengidentifikasi gejala stroke. Namun ada satu metode khusus bernama FAST buat mengenali gejala stroke dan mengambil tindakan secepatnya, yakni: Facial drooping: wajah melelai atau terkulai ke bawah Arm weakness: lengan terasa lemah Speech difficulties: kesulitan berbicara Time: waktu sangat penting untuk menyelamatkan nyawa orang yang menunjukkan gejala stroke. Kapan Harus ke Dokter? Stroke dan serangan jantung adalah penyakit yang bisa dicegah. Tanpa perlu menunggu gejala, kita sebaiknya mendatangi dokter bila mendapati ada faktor risiko yang berkaitan dengan kedua penyakit tersebut. Pemeriksaan medis di rumah sakit jantung bisa menjadi langkah penting untuk deteksi dini sebelum stroke dan serangan jantung hebat telanjur menyerang dan mengancam jiwa. Ditinjau oleh: dr. Faizal Pamewa Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-04-21 - Modified: 2024-04-21 - URL: https://primayahospital.com/jantung/tindakan-ptcra/ - Kategori: Penyakit Jantung Pembuluh darah adalah bagian yang sangat penting dalam sistem kerja tubuh manusia. Ketika terjadi masalah pada pembuluh darah, banyak ancaman kesehatan yang mungkin terjadi. Penumpukan plak di pembuluh darah koroner, misalnya, dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan dapat berakibat fatal jika menimbulkan kerusakan otot luas akibat serangan jantung. Plak yang bertumpuk hingga menghambat aliran darah harus segera mendapat penanganan, antara lain dengan tindakan PTCRA atau percutaneous transluminal coronary rotational atherectomy, jika terdapat perkapuran yang masif. Mengenal PTCRA (Percutaneous Transluminal Coronary Rotational Atherectomy) Tindakan PTCRA merupakan salah satu cara menghilangkan penumpukan plak yang mengalami perkapuran berat di pembuluh darah jantung. Cara ini pun kerap menjadi solusi lebih lanjut, yakni ketika cara lain untuk menghilangkan sumbatan di pembuluh darah jantung secara konvensional dengan menggunakan balon tidak berhasil atau kemungkinan berhasilnya kecil. Tindakan PCTRA membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus dalam penerapannya. PTCRA (Percutaneous Transluminal Coronary Rotational Atherectomy) bertujuan menyingkirkan perkapuran plak yang menyumbat atau membuat pembuluh darah jantung menyempit. Plak ini terdiri atas kolesterol, lemak, dan pada kondisi tertentu bisa disertai perkapuran. PTCRA merupakan metode untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah akibat plak yang telah sangat mengeras akibat perkapuran dan sulit dihilangkan dengan metode lain, sehingga bisa berakibat gagalnya pemasangan ring jantung atau angioplasti. Dalam tindakan PTCRA, tim dokter menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti bor berukuran amat kecil (gambar 1). Dengan bantuan kateter dan kawat penuntun, bor bisa dihantarkan ke lokasi pembuluh koroner yang mengalami perkapuran berat. Setelah sampai di lokasi yang ditdengan kecepatan amat tinggi, antara 135. 000-180. 000 RPM untuk menghancurkan perkapuran plak yang menyumbat pembuluh darah. Metode ini juga sering disebut sebagai rotablation. Sedangkan alatnya adalah rotablator. Bor untuk melakukan Tindakan rotablator memiliki berbagai ukuran, 1. 25-2. 5mm (gambar. 2) disesuaikan dengan diameter pembuluh darah dan derajat penyempitan. Gambar. 2 : Ukuran ‘burr’ rotablator yang bisa dipilih sesuai dengan diameter pembuluh darah dan derajat penyempitan, tersedia dari 1. 25 mm hingga 2. 5 mm. Siapa yang Memerlukan Tindakan PTCRA? Tindakan PTCRA dibutuhkan dalam kasus penyempitan pembuluh darah jantung atau stenosis disertai perkapuran berat dan tidak dapat diatasi dengan metode konvensional memakai balon. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menyarankan tindakan PTCRA. Pasien yang pembuluh darahnya sudah menunjukkan penumpukan plak serta penyumbatan yang parah umumnya memiliki gejala sebagai berikut : Rasa tidak nyaman atau nyeri di bagian dada kiri yang menjalar hingga leher, bahu, hingga lengan dan punggung Dada seperti diremas, atau ditekan benda berat Muncul keringat dingin disertai rasa lemas Mual dan muntah (umumnya pada serangan jantung karena sumbatan di pembuluh koroner kanan, keluhan bisa menyerupai penyakit lambung) Kepala terasa ringan hingga jatuh pingsan, terutama yang disertai kelainan irama jantung Gejala tersebut bisa muncul secara terpisah, bisa pula secara bersamaan. Bila sering merasakan gejala itu, sebaiknya segera hubungi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Mengapa Memerlukan Tindakan PTCRA? PTCRA (Percutaneous Transluminal Coronary Rotational Atherectomy) dipakai hanya ketika plak yang menumpuk sudah terlalu keras akibat perkapuran berat dan tidak dapat diatasi dengan metode konvensional lain. Umumnya, dokter akan menjajaki dulu metode angioplasty konvensional dengan memasukkan balon, dan jika berhasil akan diikuti dengan pemasangan stent/ ring jantung untuk membuka pembuluh darah. Namun balon tak akan dapat mengembang jika plak terlampau keras akibat perkapuran, begitu pula penggunaan ring jantung. Rotablasi dapat menjadi alternatif lebih lanjut dengan menggunaan bor (rotablator) yang untuk menghancurkan plak berkapur di pembuluh darah jantung, sehingga tindakan penggunaan balon dan stent bisa dilakukan dengan sempurna. Prosedur Tindakan PTCRA Diperlukan tim dokter yang berpengalaman untuk dapat menjalankan prosedur tindakan PTCRA. Sebab, metode ini membutuhkan keahlian khusus untuk dapat menangani penumpukan plak di pembuluh darah jantung. Namun secara prosedural, tindakan PTCRA punya kemiripan dengan angioplasty menggunakan balon dan ring jantung. Pasien tanpa pembiusan umum, dan akan tetap terjaga selama prosedur berlangsung. Dokter akan memasukkan alat khusus lewat pembuluh darah di pangkal paha hingga menuju pembuluh darah yang tersumbat. Setelah alat pemandu menemukan sumbatan, dokter memasukkan kateter berupa tabung yang tipis dan fleksibel bersama rotablator. Rotablator itu diarahkan ke titik penumpukan plak yang mengalami perkapuran berat di pembuluh koroner, lalu dokter menggunakannya untuk mengikis plak hingga optimal untuk melakukan prosedur berikutnya. Setelah Tindakan rotablasi, dokter dapat memakai metode angioplasti memakai balon dan stent (ring) untuk membuka pembuluh darah guna melancarkan aliran pembuluh darah jantung agar dapat berfungsi dengan baik. Pecahan plak berupa partikel yang berukuran lebih kecil dari sel darah merah akan dikeluarkan melalui ginjal, (gambar. 3). Kasus dengan perkapuran berat di pembuluh Left Anterior Descendens (LAD) Ditinjau oleh dr. Bambang Budiono, Sp. JP, FIHA, FAPSC, FAPSIC, FSCAI Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-04-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/mengatasi-cedera-olahraga/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Tapi kadang kita mengalami cedera saat berolahraga yang justru mengganggu aktivitas sehari-hari. Cedera olahraga bisa terjadi karena berbagai hal. Misalnya kecelakaan, saat berolahraga, gerakan yang keliru, alat olahraga yang tak sesuai, atau tidak melakukan pemanasan yang memadai. Untuk membantu pemulihan, dokter ortopedi dapat memberikan solusi. Mengenal Cedera Olahraga Cedera olahraga adalah cedera yang terjadi ketika orang berolahraga atau melakukan permainan olahraga. Tingkat cedera bervariasi, dari ringan hingga sangat serius. Di rumah sakit, penanganan cedera olahraga dilakukan oleh dokter ortopedi, terutama jika membutuhkan operasi demi pemulihan sepenuhnya. International Classification of Functioning, Disability, and Health mendefinisikan cedera olahraga sebagai gangguan yang terkait dengan rasa sakit dan keterbatasan fungsional serta kemampuan untuk berkompetisi akibat dari trauma akut atau cedera kronis yang berlebih. Bila tak mendapat penanganan yang tepat, gangguan ini bisa muncul sebagai gejala yang berulang dan pada akhirnya menimbulkan disabilitas dalam kaitan dengan olahraga. Cedera olahraga biasanya terbagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya: Makrotrauma Mikrotrauma yang berulang dan berlebihan Dalam makrotrauma, terjadi peristiwa tertentu yang mempengaruhi atau menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh yang sebelumnya normal. Misalnya kaki keseleo karena terjatuh saat bermain sepak bola. Sedangkan mikrotrauma adalah cedera kecil yang tak begitu terasa tapi terjadi berulang kali hingga mengakibatkan kerusakan atau penurunan fungsi jaringan tubuh. Contohnya nyeri punggung akibat kesalahan gerakan yang berulang dalam olahraga angkat beban. Penyebab Cedera Olahraga Dokter ortopedi dapat menangani pasien yang mengalami cedera olahraga dengan berbagai penyebab, misalnya: Mengalami kecelakaan, seperti jatuh atau terkena pukulan berat Tidak melakukan pemanasan dengan benar sebelum berolahraga Menggunakan peralatan yang tidak tepat Melakukan teknik olahraga yang buruk Terlalu keras memaksakan diri Hampir setiap bagian tubuh bisa mengalami cedera olahraga, termasuk otot, tulang, sendi, serta tendon dan ligamen. Yang paling riskan mengalami cedera adalah pergelangan kaki dan lutut. Jenis-Jenis Cedera Olahraga Jenis cedera olahraga yang umumnya ditangani dokter ortopedi termasuk: Gegar otak: cedera otak traumatis akibat pukulan langsung atau tidak langsung ke kepala atau leher Patah atau retak tulang: cedera pada tulang ini bisa terjadi secara langsung atau merupakan akumulasi dari cedera yang terjadi secara terus-menerus Dislokasi: benturan atau gerakan tiba-tiba biasa membuat persendian tulang bergeser dari lokasinya. Ini jenis cedera olahraga yang memerlukan penanganan medis secepatnya karena sangat menyakitkan. Sprain: biasanya terjadi karena peregangan berlebihan atau robeknya jaringan penghubung tulang (ligamen). Otot tegang: umumnya terjadi akibat peregangan berlebihan atau kesalahan gerak dalam olahraga. Cedera punggung: tekanan pada bagian punggung atau kekeliruan posisi bisa menyebabkan punggung mengalami cedera. Luka: jaringan tubuh yang terbuka, misalnya lecet Pembengkakan: otot yang membengkak adalah reaksi alami tubuh terhadap cedera. Cara Mengatasi Cedera Olahraga yang Benar Menurut Dokter Ortopedi Bila mengalami cedera, mungkin pada saat itu juga langsung timbul rasa sakit, nyeri, bengkak, memar, atau keterbatasan gerakan di area tubuh yang terkena. Namun kadang gejala ini baru terasa atau terlihat beberapa saat kemudian. Menurut dokter ortopedi, cedera olahraga harus ditangani segera begitu terjadi. Segera hentikan olahraga, terlepas dari apakah cedera itu terjadi tiba-tiba ataupun rasa sakit sudah terasa beberapa waktu sebelumnya. Bila terus melanjutkan olahraga, cedera bisa makin bertambah parah dan memperlambat proses pemulihan. Cedera ringan sering kali hanya perlu mendapat perawatan mandiri di rumah. Sedangkan cedera parah membutuhkan penanganan di rumah sakit, termasuk dokter ortopedi, sesuai dengan apa jenis cedera yang dialami. Orang yang terkena cedera parah saat berolahraga sebaiknya segera dibawa ke instalasi gawat darurat agar bisa memperoleh perawatan secepatnya. Pertolongan Pertama Saat Cedera Olahraga Cedera olahraga membutuhkan pertolongan pertama untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Cara pertolongan tergantung jenis cedera yang dialami. Untuk cedera otot dan sendi, misalnya: Istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera selama setidaknya 48 jam Kompres ke area yang cedera selama 20 menit setiap dua jam Pakai perban elastis pada bagian yang sakit Posisikan area yang sakit lebih tinggi daripada jantung Hindari penggunaan alkohol karena bisa menambah pembengkakan Bila gejala tak kunjung mereda, segera datangi rumah sakit dan temui dokter ortopedi. Pencegahan Cedera Olahraga Cara terbaik penanganan cedera olahraga adalah mencegah masalah kesehatan itu terjadi. Memahami aturan main serta menggunakan alat yang tepat dapat membantu mencegah cedera. Anda juga bisa mengurangi risiko cedera dengan: Lakukan pemanasan secara memadai dan perlahan. Kenakan alas kaki yang sesuai. Gunakan peralatan keselamatan yang sesuai, seperti pelindung mulut, helm, dan bantalan. Minum banyak cairan sebelum, selama, dan setelah olahraga Sebaiknya tidak berolahraga di waktu yang paling panas, antara pukul 11. 00-15. 00. Jangan memaksakan diri melebihi kemampuan. Tingkatkan intensitas dan durasi olahraga secara bertahap. Gunakan teknik yang baik. Lakukan pendinginan setelah olahraga dengan peregangan secukupnya. Jalani pemeriksaan medis secara teratur. Kapan Harus ke Dokter? Pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter ortopedi atau spesialis lain bisa menjadi cara pencegahan cedera olahraga. Dari pemeriksaan itu bisa diketahui bagian tubuh mana yang rentan jika melakukan olahraga tertentu. Dokter juga dapat memberikan saran medis agar bisa berolahraga dengan aman. Narasumber dr. Prori Fatwa Noor, Sp. OT Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-04-20 - Modified: 2024-02-27 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: ibu hamil, Kehamilan, sayuran yang dilarang untuk ibu hamil Konsumsi sayuran sebenarnya sangat penting selama masa kehamilan. Namun, beberapa sayuran yang dilarang untuk ibu hamil karena cukup berisiko pada janin. Meskipun ada pula sayuran yang disarankan ibu hamil mengkonsumsinya. Terlepas dari itu, sayuran adalah jenis makanan sehat yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk kehamilan. Adapun kandungan sayuran seperti serat, vitamin, dan mineral untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan janin. Lalu, apa saja sayuran yang tidak boleh bagi ibu hamil? Mengapa sayuran ini dilarang untuk ibu hamil? Yuk, ketahui informasinya lewat penjelasan di bawah ini! Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil Jika Anda sedang berada dalam masa kehamilan dan ingin konsumsi sayuran, maka perlu mengetahui sayuran yang tidak boleh Anda konsumsi. Hal ini karena zat yang terkandung dapat membahayakan janin dalam kandungan. Berikut ini beberapa sayuran yang dilarang untuk ibu hamil seperti dilansir dari berbagai sumber. Apa saja jenis sayuran yang tidak boleh Anda konsumsi? Simak penjelasannya! 1. Kecambah Mentah Kecambah mentah merupakan sayuran yang mengandung jenis bakteri seperti escherichia coli dan salmonella. Jika Anda mengkonsumsi dalam keadaan masih mentah atau setengah matang, maka dapat berbahaya untuk orang hamil. Orang hamil bisa mengalami diare ataupun muntah jika mengkonsumsi kecambah mentah karena infeksi salmonella. Sementara, bakteri E coli yang masuk ke tubuh dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan kehamilan. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mengkonsumsi kecambah saat hamil, maka sebaiknya membersihkan dan memasaknya hingga matang agar bakteri berbahaya mati. 2. Sayuran Tidak Dicuci Sayuran adalah jenis makanan yang kaya akan nutrisi. Namun, ibu hamil sebaiknya hindari sayuran yang tidak dicuci karena berpotensi mengandung parasit toksoplasma. Parasit ini bisa menembus plasenta yang melekat di rahim sebagai pemasok oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi. Jika terjadi infeksi akan membuat janin mengalami kelainan, seperti bayi lahir prematur atau meninggal dalam kandungan. Bahkan, hampir semua sayuran mentah mengandung pestisida yang berbahaya bagi orang hamil. Pestisida yang masuk ke dalam tubuh bisa memicu komplikasi kehamilan seperti keguguran, cacat pada bayi, dan masalah kehamilan lainnya. 3. Lalapan Mentah Lalapan mentah yang tidak melalui proses masak terlebih dahulu ini menjadi salah satu jenis sayuran yang tidak boleh orang hamil untuk mengkonsumsinya. Hal ini karena khawatir mengandung bakteri atau parasit berbahaya bagi kehamilan. Meski terlihat menggiurkan, lalapan mentah adalah jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil konsumsi dahulu selama kehamilan. Setelah bayi lahir, ibu dapat mengkonsumsinya. Alasan utama tidak boleh konsumsi lalapan mentah adalah bakteri di dalam sayuran ini bisa melepaskan racun yang menyebabkan diare dan muntah. Gejalanya bahkan bisa langsung muncul dalam waktu 1 atau 2 jam setelah mengkonsumsinya. 4. Tauge Mentah Pare adalah jenis sayuran yang bermanfaat untuk menurunkan gula darah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, pare tidak boleh ibu hamil konsumsi karena rasa pahitnya yang berbahaya bagi janin dalam kandungan. Menurut lansiran WebMD, konsumsi pare bisa menyebabkan efek sakit perut, sakit kepala, diare, dan kram perut. Jika orang hamil konsumsi pare, maka akan mempengaruhi kadar gula menjadi rendah bagi yang memiliki gula darah normal. Ketika gula darah rendah, hal ini akan membahayakan ibu hamil dan janin. Oleh karena itu, sebaiknya selama masa kehamilan tidak boleh makan pare dahulu hingga melahirkan. 5. Sayuran Pare Mengkonsumsi pepaya muda memang berbahaya untuk orang hamil karena kulitnya yang masih hijau mengandung getah dan papain getah atau lateks. Kenangan ini juga terdapat pada daun pepaya yang tidak boleh untuk orang hamil. Menurut penelitian dalam British Journal Nutrition pada 2012, bahwa getah atau lateks pada pepaya mentah dapat memicu kontraksi uterus sehingga terjadi persalinan dini. Selain itu, kandungan papain pada pepaya muda dapat menginduksi persalinan. Papain juga dipercaya dapat melemahkan membran vital yang berfungsi menopang janin. Sebaiknya selama kehamilan jangan makan pepaya muda atau mentah. 6. Pepaya Mentah Mengkonsumsi pepaya muda memang berbahaya untuk orang hamil karena kulitnya yang masih hijau mengandung getah dan papain getah atau lateks. Kenangan ini juga terdapat pada daun pepaya yang tidak boleh untuk orang hamil. Menurut penelitian dalam British Journal Nutrition pada 2012, bahwa getah atau lateks pada pepaya mentah dapat memicu kontraksi uterus sehingga terjadi persalinan dini. Selain itu, kandungan papain pada pepaya muda dapat menginduksi persalinan. Papain juga dipercaya dapat melemahkan membran vital yang berfungsi menopang janin. Sebaiknya selama kehamilan jangan makan pepaya muda atau mentah. Cara Mengolah Sayuran yang Benar Pada dasarnya, semua jenis sayuran baik untuk orang hamil. Namun, kadang ada sayuran yang kerap kali orang-orang dalam keadaan masih mentah tanpa pengolahan. Ini yang sebenarnya tidak boleh ibu hamil konsumsi karena berisiko. Mengolah sayuran yang benar tidak hanya aman ketika orang hamil mengkonsumsinya, tetapi juga menjaga nutrisinya tidak hilang. Berikut cara mengolah sayuran yang benar: Mencuci sayuran di bawah air mengalir hingga bersih Tidak mencuci sayuran dengan sabun atau deterjen Potong dan buang bagian sayuran yang sudah busuk Proses memasak pakai peralatan yang bersih Masak sayuran hingga benar-benar matang Selain mengolah sayuran dengan benar, Anda juga perlu memperhatikan kebersihan tangan. Pastikan cuci tangan dahulu sebelum mulai... - Published: 2024-04-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/miokarditis/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: Miokarditis, Myocarditis - Translation Priorities: Optional Nyeri dada saat tarik nafas merupakan salah satu gejala gangguan jantung yang seringkali diabaikan oleh banyak orang. Padahal, banyak penyakit yang berhubungan dengan jantung yang dapat membahayakan nyawa, salah satunya yaitu miokarditis. Miokarditis terjadi karena suatu infeksi entah itu infeksi bakteri, virus, jamur, ataupun parasit. Untuk mengatasi hal ini, maka butuh penanganan khusus dari dokter sesuai dengan penyebab utamanya. Nah, bila Anda didiagnosis penyakit ini, maka silakan ikuti beberapa langkah-langkah penanganan berikut ini. Pengertian Miokarditis Miokarditis adalah penyakit inflamasi (peradangan) pada otot jantung atau disebut juga miokardium. Fungsi utama otot jantung yaitu untnuk memompa darah baik masuk maupun keluar jantung yang diedarkan dari seluruh. Nah, saat otot jantung tersebut terjadi peradangan, maka fungsi pemompaan darah akan terganggu. Hal ini berakibat pada berbagai macam kondisi kesehatan mulai dari masalah pernafasan hingga gangguan pembuluh darah seperti stroke. Lalu, apakah penyakit ini bisa sembuh sendiri? Perlu Anda ketahui, bahwa miokarditis dapat sembuh sendiri walaupun tanpa perawatan maupun pengobatan dari dokter. Namun, apabila ada beberapa gejala lain yang menyertainya, maka butuh penanganan yang intensif sehingga tidak terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa. Bila berlangsung lama (kronis), maka akan mengakibatkan kerusakan otot jantung. Kondisi ini biasanya terjadi secara diam-diam sehingga banyak penderita miokarditis yang tidak mendapatkan pengobatan secara tepat waktu. Kondisi Miokarditis (myocarditis) Gejala Utama Sesak nafas, nyeri dada, bengkak pada sendi kaki Dokter Spesialis Dokter jantung & pembuluh darah Penyebab Infeksi patogen Diagnosis Wawancara medis, tes penunjang, cek fisik Pengobatan Pemberian antibiotik dan obat tertentu sesuai resep dokter Pencegahan Pola hidup bersih dan sehat Komplikasi Gagal jantung, serangan jantung, aritmia, kardiomiopati Penyebab Dikutip dari Healthline, bahwa penyebab dasar miokarditis masih belum diketahui. Bahkan, 50% kasus pasien miokarditis akut tidak jelas penyebabnya. Ini sering disebut sebagai idiopathic myocarditis. Belakangan ini, ramai diperbincangkan bahwa penyakit ini merupakan efek samping dari vaksin Covid-19 tipe mRNA. Namun, dalam studi kohort tahun 2021, bahwa efek samping tersebut hanya terjadi pada 1,7 dari 100 ribu orang sejak mereka menerima dosis vaksin tipe mRNA. Namun, pada kasus yang berhasil diketahui penyebabnya, miokarditis umumnya disebabkan karena infeksi. Berbagai patogen mulai dari bakteri, virus, parasit, jamur, atau lainnya menginfeksi otot jantung (miokardium) Dalam beberapa kasus, inflamasi pada otot jantung terjadi akibat reaksi sistem imun tubuh terhadap infeksi. Hal ini sering terjadi pada penderita gangguan auto imun seperti halnya penyakit lupus. Jadi, sistem imun atau sistem kekebalan tubuh justru akan menyerang otot jantung itu sendiri karena reaksi yang berlebihan. Akibatnya, terjadi inflamasi pada miokardium yang menjadi penyebab miokarditis. Inilah beberapa patogen yang menyebabkan miokarditis pada seseorang: Virus SARS-CoV-2 Coxsackievirus group B Parvovirus B19 Adenovirus Hepatitis C virus Epstein-Barr virus Rubella virus Echoviruses Herpes simplex virus Human immunodeficiency virus (HIV) Bakteri Staphylococcus aureus Corynebacterium diphtheriae Borrelia burgdorferi Parasit Trypanosoma cruzi Fungi/Jamur Candida Aspergillus Gejala Gejala umum yang paling sering terjadi pada penderita penyakit ini meliputi: Nyeri dada Kelelahan Denyut jantung tak beraturan Demam Sesak nafas Pembengkakan di kaki atau sendi Pandangan berkunang-kunang Pingsan Diagnosis Umumnya, dokter akan mendiagnosis miokarditis dengan banyak metode yang berbeda mengingat proses analisanya cukup sulit. Ini dia tes yang kerap dokter lakukan untuk menentukan apakah seseorang benar-benar terkena penyakit ini atau tidak: Elektrokardiogram (EKG): berguna untuk melihat adanya kelainan pada ritme denyut jantung yang menjadi tanda otot jantungnya bermasalah atau tidak. Tes darah: melihat apakah seseorang terkena infeksi dengan melihat kultur mikroorganisme pada darah. Sinar X: menggunakan sinar X pada dada bisa digunakan untuk mengetahui apakah terdapat tanda-tanda gagal jantung atau tidak. Biopsi endomiokardial: bertujuan untuk mengetahui sampel jaringan jantung dengan melakukan pembedahan ringan. Echocardiogram: untuk melihat apakah terjadi pembesaran jantung karena inflamasi atau peradangan ataukah tidak. Pencegahan Mengingat hampir 50% penderita miokarditis tidak memiliki penyebab pasti, maka untuk mencegah penyakit ini cukup sulit. Namun, kita bisa mengurangi risiko terhadap penyebaran infeksi mikroorganisme berbahaya dengan cara: Menjalankan pola hidup bersih dan sehat Melakukan aktivitas seksual secara aman Vaksinasi untuk mencegah terjadinya infeksi Pengobatan Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini dapat sembuh sendiri secara alami tanpa adanya pengobatan apa pun. Akan tetapi, dalam kasus tertentu seperti pada penderita autoimun atau penderita pelemahan imun tubuh, maka akan mengakibatkan kondisi kronis. Jadi, penting sekali untuk mengunjungi dokter yang nantinya akan mendapatkan perawatan secara tepat seperti halnya: Pemberian obat ACE inhibitors Konsumsi antibiotik (khusus infeksi bakteri) Pemberian obat diuretik Konsumsi obat anti inflamasi Diet rendah garam Sering istirahat saat bekerja Pemberian obat ACE inhibitor Komplikasi Bila kondisinya parah, maka miokarditis dapat mengakibatkan kerusakan jantung yang parah yang mengakibatkan: Gagal jantung Serangan jantung Aritmia Kardiomiopati Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah apabila Anda mengalami gejala miokarditis sesuai yang kami sebutkan di atas. Dengan perawatan yang tepat, maka risiko terkena komplikasi akibat inflamasi otot jantung dapat ditekan. Narasumber: dr. Addiena Primawati, Sp. JP-FIHA Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Evasari Hospital - Published: 2024-04-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/hemofilia-gejala-mencegah-dan-mengobati/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Hemofilia adalah kelainan darah langka yang dapat menurun dari orang tua ke anak-anak pada waktu kelahiran. Individu dengan hemofilia perlu berhati-hati terhadap risiko perdarahan karena tubuhnya sulit mengontrol pembekuan darah. Mengenal Hemofilia Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah yang membuat seseorang mudah mengalami perdarahan dalam waktu lama dan sulit menghentikan darah yang keluar akibat luka atau cedera. Hemofilia terjadi karena kurang atau tiadanya faktor pembekuan darah tertentu. Seperti dijelaskan CDC, terdapat beberapa jenis hemofilia dan dua jenis yang utama adalah: Hemofilia A (klasik) akibat kurangnya faktor pembekuan darah VIII Hemofilia B akibat kurangnya faktor pembekuan darah IX Kedua jenis hemofilia ini bersifat genetik dan diwariskan dalam pola resesif terkait dengan kromosom X. Artinya, hemofilia lebih kerap terjadi pada laki-laki karena cuma punya satu kromosom X. Wanita, yang punya dua kromosom X, biasanya menjadi pembawa (carrier) hemofilia tanpa gejala, tapi bisa menurunkannya kepada anak laki-lakinya. Hemofilia bisa diwariskan dari salah satu atau kedua orang tua. Pada orang yang hidup dengan hemofilia, perdarahan bisa terjadi secara spontan ataupun dari luka. Perdarahan internal atau yang terjadi di dalam tubuh lebih memerlukan perhatian karena bisa menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Di seluruh dunia, ada 200. 000 orang yang hidup dengan berbagai jenis hemofilia. Tapi ada indikasi banyak kasus hemofilia yang tak terdiagnosis sehingga jumlahnya mungkin lebih banyak. Belum ada obat untuk kondisi ini, tapi perdarahan berat bisa dikendalikan dengan obat-obatan. Gejala Hemofilia Gejala hemofilia berkaitan dengan kondisi perdarahan baik secara internal maupun eksternal. Gejala itu meliputi: Mudah memar tanpa penyebab jelas atau trauma ringan Muncul darah setelah luka ringan Pembengkakan jaringan lunak Otot nyeri dan bengkak Mudah mimisan Terjadi perdarahan yang berlebihan dalam operasi atau prosedur lain Ada kemungkinan anak dengan hemofilia mengalami perdarahan internal di area persendian tanpa terlihat. Kondisi ini bisa berkembang menjadi serius dan membutuhkan penanganan segera. Tanda adanya perdarahan di area sendi antara lain: Sendi terasa nyeri dan membengkak Kesemutan Sendi terasa hangat Penyebab Hemofilia Hemofilia terjadi karena kelainan genetik yang berkaitan dengan faktor pembekuan darah. Hemofilia A yang paling banyak dijumpai terjadi akibat kurang atau tidak adanya faktor pembekuan darah VIII. Sedangkan hemofilia B yang lebih jarang terjadi dibanding hemofilia A disebabkan oleh kurang atau tiadanya faktor pembekuan darah IX. Namun, dalam kasus tertentu, hemofilia bisa terjadi tanpa faktor genetik alias acquired. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menyerang faktor pembekuan darah VIII. Jenis hemofilia ini bisa berkaitan dengan kondisi autoimun, seperti lupus, serta multiple sclerosis, kanker, interaksi obat, dan kehamilan. Cara Dokter Mendiagnosis Hemofilia Dokter umumnya akan merekomendasikan tes darah koagulasi bila menduga anak mengalami hemofilia. Dalam tes ini, tingkat faktor pembekuan darah VIII dan IX akan diukur untuk memastikan diagnosis. Adapun untuk mengecek apakah ada perubahan atau mutasi genetik yang menyebabkan hemofilia, dokter bisa menyarankan tes genetik. Tes ini juga dapat menentukan jenis hemofilia. Selain itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarga untuk mengidentifikasi adanya riwayat hemofilia dalam keluarga. Pemeriksaan fisik juga diperlukan guna menilai tanda dan gejala yang mungkin berkaitan dengan hemofilia, seperti memar yang tampak pada kulit dan kondisi persendian. Cara Mengatasi Hemofilia Penanganan hemofilia mesti disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Fokus utamanya adalah mencegah dan mengatasi perdarahan, meningkatkan kualitas hidup, serta menghindari komplikasi dalam jangka panjang. Caranya antara lain: Terapi pemberian faktor pembekuan darah VIII atau IX yang kurang atau tidak ada melalui infus untuk meningkatkan kemampuan membekukan darah Pemberian obat-obatan hemostatik untuk membantu menghentikan perdarahan atau mengurangi lamanya perdarahan Fisioterapi untuk membantu menjaga kesehatan otot dan sendi serta mengurangi dampak perdarahan Manajemen nyeri dengan obat analgesik dan metode pengendalian nyeri Penghindaran obat-obatan yang bisa menghambat pembekuan darah Komplikasi Hemofilia Hemofilia yang tak terkendali bisa memicu komplikasi yang mendatangkan ancaman kesehatan serius, seperti: Kerusakan sendi akibat perdarahan sendi berulang Kerusakan jaringan lunak dan otot akibat perdarahan yang tak terkontrol Keterbatasan gerakan Perdarahan internal yang tak terdeteksi, termasuk pada organ vital seperti otak Infeksi yang menyebar lewat darah Infeksi hepatitis hingga kerusakan hati Pencegahan Hemofilia Sebagai kelainan genetik, belum ada cara pasti untuk dapat mencegah hemofilia. Namun ada cara untuk meminimalkan dampak hemofilia dan mencegah risiko kesehatan yang lebih besar, seperti: Menjalani konseling genetika untuk memahami risiko genetik, membahas pilihan perencanaan keluarga, dan mendapatkan dukungan emosional bagi keluarga yang punya riwayat hemofilia Menghindari aktivitas yang berisiko tinggi mengakibatkan perdarahan Menjalani vaksinasi hepatitis untuk menjaga fungsi hati Merawat kesehatan mulut dan gigi untuk mencegah infeksi yang bisa memicu perdarahan Kapan Harus ke Dokter? Bila curiga anak mengalami hemofilia, segera datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan dan tes diagnostik. Deteksi dini berguna untuk mencegah komplikasi perdarahan yang mengancam jiwa. Ikuti rekomendasi dokter terkait dengan perawatan kondisi kesehatan bila terdiagnosis hemofilia. Narasumber: dr. Arina Kartika, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-04-19 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/jantung/sembuh-dari-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: ciri ciri sembuh dari penyakit jantung, jantung sehat, sembuh dari penyakit jantung Menjaga kesehatan jantung merupakan upaya untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung. Namun, ketika seseorang menderita penyakit jantung, tentu berupaya melakukan penyembuhan. Lantas, apa ciri ciri sembuh dari penyakit jantung? Jantung yang sehat adalah rahasia umur panjang. Oleh karena itu, kita harus memahami cara menjaga jantung agar tetap kuat dan berfungsi normal sebagaimana mestinya. Salah satu caranya yakni dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Terlepas dari itu, salah satu kekhawatiran ketika seseorang terdiagnosa penyakit jantung, apakah bisa sembuh sendiri? Seperti apa tanda dari penyakit jantung yang sembuh? Apakah Penyakit Jantung Bisa Sembuh? Berdasarkan sumber dari TheWoman'sClinic, bahwa penyakit jantung tidak bisa sembuh sendiri. Artinya, penyakit ini perlu pengendalian dengan perawatan medis dan gaya hidup yang sehat agar tidak berisiko dan membahayakan kesehatan. Dalam perawatan penyakit jantung, dokter akan memeriksa kondisi jantung dan melakukan tindakan untuk memperbaiki. Dokter akan memberikan pengobatan sesuai gangguan yang pasien alami untuk menurunkan faktor risiko. Misalnya, dokter memberikan obat-obatan untuk menurunkan faktor risiko seperti obat penurun tekanan darah dan pencegah pembekuan darah. Selain itu, dokter memberikan masukan terkait dengan pola hidup yang sehat pada pasien. Ketika pasien sudah melakukan pengendalian penyakit jantung dengan berobat dan mengubah gaya hidup sehat, kemudian muncul tanda atau ciri penyakit jantung sembuh. Hal ini menandakan pengendalian penyakit berhasil dilakukan. Apa Ciri Ciri Sembuh dari Penyakit Jantung? Seseorang yang terkena penyakit jantung akan muncul gejala dan perlu mendapatkan pengobatan ke dokter. Ketika sudah berobat rutin dan merasa lebih baik dengan ciri di bawah ini, apakah ini tanda bahwa penyakit jantung sembuh? Berdasarkan informasi Texas Health Resources, ciri-ciri sembuh dari penyakit jantung yang perlu kita ketahui agar nanti kedepannya dapat menjaga jantung agar tetap sehat, yaitu antara lain: 1. Dada Tidak Merasa Nyeri Secara fisik, tanda yang penderita rasakan ketika menuju kesembuhan adalah dada tidak lagi merasakan nyeri. Nyeri dada memang menjadi salah satu tanda penyakit jantung yang muncul di fase akhir sebelum terjadinya serangan jantung. Setelah pasien memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan, lalu beberapa lama melakukan aktivitas tidak lagi mengalami nyeri dada. Hal ini sebagai tanda bahwa jantung mulai sembuh karena aliran darah di jantung kembali normal. 2. Tekanan Darah Normal Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu tanda jantung sedang mengalami masalah. Meski begitu, hipertensi bukan penanda serangan jantung yang akurat tetapi sebagai salah satu faktor risiko penyebab penyakit jantung. Adapun tekanan darah yang menandakan jantung yang sehat biasanya di bawah 120/80 mm Hg. Jika tekanan sistolik berada di angka 130 atau lebih atau tekanan diastolik di angka 90 atau lebih, maka hal ini akan dianggap meningkat. 3. Jumlah Kolesterol Terkontrol Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan penyebab aterosklerosis. Sisa pecahan aterosklerosis ini yang sering menyumbat pembuluh darah pada jantung yang berakibat terjadinya penyakit jantung. Adapun untuk memperbaiki penyumbatan aliran darah di jantung dengan cara menurunkan kolesterol pada darah. Jika kolesterol berada di bawah 200 mg/dl, maka tandanya pembuluh darah Anda bersih dan darah mengalir dengan lancar. 4. Kadar Gula Darah Normal Kenaikan gula darah merupakan salah satu respon dari tingkat stres yang tinggi sehingga menyebabkan serangan jantung. Pasien dengan gula darah tinggi cenderung mengalami serangan jantung yang lebih parah dan sangat berbahaya. Oleh karena itu, penderita penyakit jantung harus melakukan terapi recovery yang bertujuan untuk menurunkan kadar gula darah sampai batas normal di angka 200 mg/dl. Jika berada di angka normal, maka tandanya jantung membaik. 5. Kadar Troponin Darah Turun Troponin adalah sekelompok protein yang berfungsi untuk mengatur kontraksi otot jantung maupun otot rangka. Ketika troponin berada di dalam darah jumlahnya melebihi angka 0,04 ng/ml, maka berarti ada kerusakan pada sel jantung. Sementara itu, apabila Anda pernah mengalami serangan jantung dan kadar troponin dalam darah kembali di bawah angka 0,04 ng/ml, maka sebagai ciri sembuh dari penyakit jantung karena troponin normal berada di bawah 0,04 ng/ml. 6. Beraktivitas Tanpa Kelelahan Penderita penyakit jantung biasanya akan mudah lebih ketika aktivitas. Hal ini karena melemahnya fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga kebutuhan energi tidak tercukup akibatnya tubuh mudah merasa lelah. Oleh karena itu, tanda sembuh dari penyakit jantung yang dapat penderita rasakan adalah ketika beraktivitas lebih dari 30 menit tanpa kelelahan yang sangat. Hal ini karena fungsi jantung kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 7. Bergairah Secara Seksual Ketika seseorang mengalami serangan jantung, ada resiko mengalami gangguan seksual. Penyebab kondisi ini karena faktor kecemasan dan stres, serta kelemahan jantung memompa darah dan efek samping dari pengobatan jantung. Setelah Anda mengikuti program recovery, biasanya gairah seksual akan kembali normal termasuk kemampuan ereksi pada pria. Nah, Kembalinya gairah seksual ini menjadi salah satu tanda bahwa Anda sembuh dari penyakit jantung. Beberapa ciri ciri sembuh dari penyakit jantung ini perlu Anda ketahui yang dapat menjadi referensi ketika ada anggota keluarga yang terkena penyakit jantung. Lantas, bagaimana cara agar penyakit jantung bisa sembuh kembali? Cara Agar Sembuh dari Penyakit Jantung Ada berbagai cara penyembuhan dan pengobatan penyakit... - Published: 2024-04-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/omeprazole/ - Kategori: Obat, Umum - Tag: Omeprazole - Translation Priorities: Optional Asam lambung adalah zat asam klorida yang diproduksi di dalam lambung yang berfungsi sebagai zat aktivator enzim, memecah makanan, membunuh mikroorganisme, hingga membantu penyerapan nutrisi. Namun, jika produksinya berlebih maka dapat mengakibatkan penyakit asam lambung. Salah satu obat yang dapat digunakan untuk menekan asam lambung berlebih yaitu omeprazole. Apa itu Omeprazole? Omeprazole adalah obat jenis antirefluks dan antiulserasi yang berfungsi untuk menekan gejala akibat produksi asam lambung yang berlebih. Obat inin masuk dalam kelompok PPI (Proton Pump Inhibitor) yang akan menghambat pompa proton sehingga produksi akan lambung dapat berkurang. Dokter umumnya meresepkan obat ini untuk gejala seperti hearthburn, refluks asam lambung, kesulitan menelan, batuk tak kunjung sembuh, luka lambung, hingga kerongkongan gatal atau sakit akibat asam lambung yang naik. Obat ini dapat bekerja secara cepat dengan efektivitas tertinggi antara 1 – 2 jam setelah mengonsumsinya. Paruh waktu dalam tubuh pun cukup lama hingga 72 jam sehingga bisa diberikan cukup sekali sehari. Namun, obat ini menunjukkan tingkat kestabilan tertinggi setelah Anda konsumsi pada hari keempat bila digunakan secara rutin. Oleh karena itu, dokter kerap memberikan dosis untuk jangka waktu 5 – 7 hari yang harus dihabiskan. Jenis omeprazole di pasaran tersedia dalam versi generik maupun dalam versi bermerek seperti halnya: Tipe Kapsul: Tamezole, Protop, Promezol, Ozid, Zollocid, Omed, Etagastrin, Ulpraz, Rindopump, Lanacer, Gastrofer, Redusec, Lokev, Prilos, Omeyus Tipe Injeksi: Norsec, Inhipump, Rocer Nama Obat Omeprazole Kategori Obat Obat antiulserasi, antirefluks Golongan Obat Obat keras Bentuk Obat Kapsul, injeksi Manfaat/Indikasi Menurunkan produksi asam lambung Dikonsumsi Oleh Dewasa Kategori Ibu Hamil Kategori C (hanya boleh diberikan apabila manfaatnya lebih besar dibandingkan risiko bagi janin) Peringatan Ibu Menyusui Harus berkonsultasi ke dokter apabila digunakan pada ibu menyusui Manfaat Omeprazole Manfaat omprepazole yaitu untuk membantu mengatasi beberapa gangguan yang berkaitan dengan produksi asam lambung berlebih seperti: GERD Tukak duodenum Tukak lambung Infeksi H. Pylory tukak peptik Refluks esofagitis Zollinger Ellison syndrome Dosis dan Aturan Pakai Omeprazole Obat ini telah masuk kategori sebagai obat resep atau obat keras oleh BPOM. Jadi, penggunaannya harus atas petunjuk dan juga saran dari dokter. Mengutip dari laman situs www. mims. com, bahwa penggunaan obat ini bisa mengikuti dosis sebagai berikut: 1. Gastroesophageal Feflux Disease (GERD) Dosis awal: 20 mg 1x sehari. Dapat dokter tingkatkan hingga 40 mg 1x sehari. Dosis pemeliharan: 10 mg 1x sehari, dapat dokter tingkatkan ke 20-40 mg 1x sehari. 2. Tukang Lambung Dosis awal: 20 – 40 mg 1x sehari. Dosis pemeliharan: 10 – 20 mg 1x sehari, dapat dokter tingkatkan ke 40 mg 1x sehari. 3. Infeksi Bakteri H. Pylory Dosis awal: 20 mg 2x sehari. Di kombinasikan dengan obat lain seperti antibiotik. Dosis pemeliharan: 40 mg 1x sehari. Di kombinasikan dengan obat lain seperti antibiotik. 4. Ulserasi akibat obat NSAID Dosis awal: 20 mg 1x sehari. Dosis pemeliharan: 20 mg 1x sehari. 5. Sindrom Zollinger-Ellison Dosis awal: 60 mg dalam sehari. Dosis pemeliharan: 20 – 120 mg dalam sehari. (Untuk dosis di atas 80 mg harus Anda bagi 2 dosis) 6. Tukak Duodenum Dosis: 40 mg 1x sehari melalui infus (untuk tipe injeksi). Bagaimana Cara Menggunakan Omeprazole? Beberapa aturan terkait penggunaan omeprazole bisa Anda simak pada poin-poin berikut ini: Konsumsi obat ini antara 30 – 60 menit sebelum makan Jenis kapsul/tablet tidak boleh dihancurkan, harus ditelan utuh Bila Anda minum dalam dua dosis, maka bisa meminumnya di pagi dan malam Jangan gunaak obat ini untuk jangka panjang, kecuali sesuai resep dokter Konsultasikan ke dokter apabila Anda punya penyakit hati/ginjal Cara Penyimpanan Simpan omeprazole di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa sebelum mengonsumsinya sehingga terjamin keamanannya. Interaksi Omeprazole dengan Obat Lain Beberapa obat-obatan yang terbukti dapat berinteraksi dengan omeprazole baik mengurangi atau meningkatkan kinerja dan efek sampingnya yaitu: methotrexate tacrolimus clopidogrel nelfinavir saquinavir atazanavir cilostazol phenytoin Peringatan dan Perhatian Menggunakan Omeprazole Informasikan ke dokter apabila Anda punya riwayat alergi obat golongan PPI Temui dokter sesegera mungkin apabila Anda mengalami efek samping serius, overdosis, maupun reaksi alergi obat Beri tahu dokter bila saat ini Anda sedang mengonsumsi obat-obatan atau suplemen lain Informasikan ke dokter apabila saat ini Anda sedang menyiapkan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui Informasikan ke dokter apabila Anda menderita penyakit liver, ginjal, kanker lambung, jantung, demensia, autoimun, osteoporosis Efek Samping dan Bahaya Omeprazole Secara umum, obat ini mampu menimbulkan beberapa efek samping seperti berikut ini: Mual Muntah Sakit kepala Lemas Konstipasi Peningkatan enzim hati Batuk Insomnia Perut kembung Alternatif Obat Sejenis Omeprazole Beberapa jenis obat yang masih satu golongan dengan omeprazole yang bisa dijadikan alternatif yaitu: Esomeprazole Rabeprazole Pantoprazole Lansoprazole Kapan Harus ke Dokter? Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter apabila Anda khawatir tentang konsumsi obat ini. Atau, bila Anda mengalami efek samping setelah menggunakan omeprazole, maka wajib segera mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Narasumber: dr. Jayanti Chairina Sari Dokter Umum Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-04-19 - Modified: 2024-02-27 - URL: https://primayahospital.com/anak/pilek-pada-anak/ - Kategori: Anak - Tag: Flu Pada Bayi, mengatasi pilek anak, pilek pada anak Saat anak sakit flu, tentu saja Ibu-ibu sudah resah karena si kecil seringkali kesulitan bernapas. Tidak harus selalu diberi obat kimia, coba cara mengatasi pilek pada anak secara alami. Selain aman, faktanya cara alami juga murah. Bahkan alat dan bahannya mudah ditemukan di sekitar. Penasaran bagaimana caranya? Jangan lewatkan pembahasan lengkapnya di sini. Begini Cara Mengatasi Pilek pada Anak Secara Alami Berdasarkan penjelasan Kemenkes, pilek adalah kondisi di mana penderitanya mengeluarkan cairan dari hidung yang beriringan dengan rasa berat dan hidung tersumbat. Selain itu, penderitanya juga akan merasakan tidak nyaman pada tenggorokan, demam, bahkan batuk. Pilek tidak hanya menyerang orang dewasa saja melainkan juga anak-anak. Karena menyebabkan rasa kurang nyaman sehingga anak menjadi rewel, bunda perlu tahu cara mengatasi pilek pada anak secara alami pada ulasan berikut: 1. Memberi Si Kecil Buah Nanas Buah nanas mengandung enzim bernama bromelain yang dipercaya dapat meredakan peradangan dan mengencerkan lendir di tenggorokan sekaligus hidung. Rasanya yang manis membuat nanas menjadi obat flu alami bagi si kecil yang tidak akan membuatnya menolak seperti minum obat kimia. Terlebih, selain mampu meredakan pilek ternyata buah nanas juga bisa mengencerkan dahak. Sajikan nanas dengan cara paling anak Anda sukai, misalnya dengan memotongnya berbentuk dadu sekali hap, mengolahnya menjadi jus tanpa tambahan gula, atau cara lainnya 2. Memandikan dengan Air Hangat Saat anak flu, hindari memandikan menggunakan air dingin. Suhu dingin pada air berpotensi menyebabkan lendir mengental. Pada akhirnya hidung menjadi lebih tersumbat sehingga si kecil kesulitan bernapas. Sebaiknya mandikan anak dengan air hangat baik saat mandi pagi atau sore. Pastikan suhu air sesuai dengan kulit anak, jangan sampai terlalu panas karena kulit anak masih sangat sensitif dengan perubahan suhu. Manfaat mandi air hangat ketika pilek salah satunya adalah untuk meredakan hidung tersumbat karena lendir akan menjadi encer. Selain itu, air hangat dapat membuka pori-pori kulit, alhasil demam pun bisa menurun. 3. Memberikan Kunyit Kunyit merupakan rempah yang memiliki banyak kegunaan. Selain untuk meningkatkan citarasa masakan, manfaat lainnya adalah meringankan pilek. Khasiatnya adalah melembabkan tenggorokan kering dan melancarkan pernapasan. Agar anak tidak merasa aneh dengan rasa khas kunyit, khusus untuk anak berusia 9 bulan maka campurkan kunyit dengan ASIP (Air Susu Ibu Perah). Kemudian berikan minuman ASIP tersebut setiap malam. Bagi balita, ibu bisa menyajikannya dengan cara normal yaitu dengan mengiris tipis-tipis kunyit kemudian rebus selama kurang lebih 10-15 menit. Tunggu sampai suhunya menurun, kemudian berikan pada si kecil. 4. Pastikan Si Kecil Cukup Istirahat Bukan hanya memberikan obat, Anda juga perlu memberikan si kecil waktu untuk beristirahat total. Dengan istirahat, kesehatan tubuh semakin cepat pulih. Sebaiknya tidak membangunkan mereka meski dengan tujuan mengecek kesehatan. Cukup cek dengan menyentuh dahinya atau menggunakan termometer tanpa mengganggu istirahatnya. 5. Memberi Yoghurt Siapa sangka jika yoghurt merupakan olahan dari susu mampu meredakan gejala pilek. Di dalamnya mengandung probiotik yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Caranya dengan menyeimbangkan bakteri baik dalam pencernaan. Saat imun dalam tubuh membaik, tubuh anak bisa melawan virus penyebab pilek sehingga lebih cepat sembuh. Yoghurt sangat cocok bunda berikan pada bayi MPASI. Lembutnya tekstur yoghurt terbilang efektif dalam menenangkan tenggorokan yang mengalami peradangan. Sedikit catatan, pastikan memilih yoghurt tanpa tambahan gula. 6. Memberi Sup Ayam Hangat Pengobatan sakit tidak selamanya menggunakan obat atau olahan dengan citarasa aneh. Faktanya, memberi sup ayam hangat pada anak yang sedang mengalami pilek termasuk obat mujarab untuk meredakan gejalanya. Buat sup ayam dengan campuran sayuran yang mengandung nutrisi tinggi. Protein dalam daging ayam dipercaya dapat membantu anak melawan infeksi dalam tubuhnya. Oleh karenanya masyarakat percaya bahwa mengkonsumsi sup ayam hangat mampu meredakan peradangan. Ramuan ini bukan hanya dari kebiasaan masyarakat, tetapi telah ilmuwan buktikan melalui beberapa studi. Seperti yang termuat dalam jurnal Chest yang menyatakan bahwa sup ayam hangat membantu meredakan peradangan pada saluran pernapasan atas dan meredakan gejala pilek. 7. Memberikan Air Hangat Selain cara ribet, ada cara mudah yang cukup efektif meredakan pilek yaitu memberi anak minum air hangat. Meski tampak tidak istimewa, air hangat ternyata bisa memecah lendir bandel yang menempel di tenggorokan ataupun hidung. Alhasil, lendir mudah keluar baik dari lubang hidung maupun tenggorokan. Hanya saja para bunda perlu menghindari penambahan madu di air hangat yang akan diberikan pada bayi di bawah usia 12 bulan. Alasannya madu berpotensi menyebabkan infant botulism yaitu sebuah kondisi keracunan makanan. 8. Menyalakan Humidifier Apabila Anda memasang AC di ruang tidur anak, kemungkinan besar udara berubah menjadi lebih kering. Udara kering tidak baik untuk di kecil yang sedang mengalami pilek karena menyebabkan lendir di hidung dan tenggorokan semakin menebal. Cek berapa kelembaban udara di kamar buah hati. Jika di bawah 30%, maka nyalakan humidifier untuk meningkatkan kelembaban ruangan. Namun, jika kelembaban ruangan sudah mencapai 50%, sesegera mungkin matikan humidifier. Sebab, apabila tingkat kelembaban ruangan lebih dari itu maka potensi menumbuhkan jamur, mikroba jahat, dan bakteri menjadi tinggi. 9. Mengoleskan Balsem Pereda Pernapasan Selanjutnya adalah dengan mengoleskan balsem pereda pernapasan yang mengandung vaporub khusus... - Published: 2024-04-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/rabun-senja/ - Kategori: Mata, Penyakit - Tag: Night Blindness, Rabun Senja - Translation Priorities: Optional Rabun senja atau disebut juga night blindness termasuk salah satu gangguan mata yang kerap terjadi pada seseorang entah itu yang berusia tua ataupun muda. Seperti namanya, rabun ini terjadi pada saat kondisi cahaya minim mulai dari waktu senja hingga malam hari. Kondisi ini juga kadang disebut sebagai rabun ayam. Hal itu karena ayam juga memiliki kecenderungan tidak melihat dengan jelas setelah senja tiba. Lalu, bagaimana ciri-ciri rabun senja dan apakah bisa sembuh total? Bila ingin tahu, yuk simak rinciannya berikut. Pengertian Rabun senja (nyctalopia) yaitu kondisi gangguan penglihatan di mana saat lingkungan kurang cahaya, penderitanya akan kesulitan melihat. Jadi, saat senja di mana cahaya mulai terbatas, maka akan kesulitan melihat dengan jelas, namun masih tetap bisa melihat. Karena kondisi ini mirip dengan ayam yang mana saat senja tiba penglihatannya juga tidak jelas, maka sebagian orang menyebutnya sebagai rabun ayam. Perlu Anda tahu, rabun senja ini bukan tergolong sebagai penyakit, melainkan gejala yang timbul akibat dari berbagai penyakit lainnya. Salah satunya yaitu karena rabun jauh yang menyebabkan penderitanya kesulitan dalam melihat saat kondisi minim cahaya. Selain itu, beberapa kondisi lain juga berperan dalam menyebabkan seseorang terkena rabun senja. Contohnya yaitu katarak, glaukoma, hingga ulkus kornea. Oleh karena itu, pengobatan harus menyesuaikan dengan penyebab utama yang mendasarinya. Penyakit Rabun senja (nyctalopia) Gejala Utama Tidak dapat melihat jelas di kondisi kurang cahaya Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Komplikasi diabetes, glaukoma, katarak,kekurangan vitamin A Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek tahap lanjut Faktor Risiko Kanker mata, ibu hamil, kekurangan vitamin A, kelainan mata Pengobatan Pengobatan berdasar pada penyakit yang mendasarinya Pencegahan Pola makan yang sehat dan cukupi kebutuhan vitamin A Faktor Risiko Inilah beberapa kelompok orang yang memiliki risiko untuk mengalami rabun senja: Kekurangan vitamin A Punya penyakit mata Memiliki kelainan mata Kanker mata Komplikasi diabetes Penyebab Terdapat beberapa kondisi yang menjadikan seseorang terkena rabun senja. Berikut ini beberapa di antaranya: Katarak: yaitu kondisi ketika lensa mata menjadi berkabut karena masalah usia yang akibat kerusakan protein pada lensa mata. . Glaukoma: kerusakan pada saraf optik yang menghubungkan antara otak dan mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Retinitis pigmentosa: yaitu penyakit mata yang tergolong langka yang berupa kerusakan pada retina sehingga memengaruhi penglihatan pada kondisi rencah cahaya. Miopia: yaitu rabun jauh di mana seseorang kesulitan untuk melihat suatu objek yang terletak jauh dari mata. Kekurangan vit A: nutrisi utama untuk mata yaitu retinol atau vitamin A yang akan membuat suatu protein yang berperan untuk menyerap cahaya di retina. Gejala Rabun Senja Menurut American Academy Ophthalmology, bahwa Anda bisa mengetahui apakah terkena rabun senja atau tidak dengan cara menjawab beberapa pertanyaan berikut: Apakah kesulitan untuk berjalan di rumah saat malam hari di bawah lampu dim? Apakah butuh waktu lama untuk beradaptasi di kondisi kurang cahaya setelah melihat cahaya terang? Saat mengemudi di malam hari apakah kesulitan melihat objek di depannya? Apakah kesulitan untuk mengenali wajah seseorang saat berada di lampu dim? Selain berupa masalah penglihatan, ada beberapa gejala rabun senja lain yang tidak boleh Anda abaikan seperti: Sakit mata Pusing Mual Muntah Pandangan berkabut Kesulitan melihat jarak jauh Sensitif terhadap cahaya Diagnosis Tentunya, dokter akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui riwayat gejala rabun senja beserta berbagai penyakit lain yang menyertainya. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan lain seperti: A. Tes Retina Yaitu jenis tes yang berfungsi untuk mengetahui retina apakah strukturnya normal ataukah tidak. B. Tes Darah Berguna untuk menganalisa kadar gula darah serta mengevaluasi kadar vitamin A dalam darah apakah terjadi kekurangan atau tidak. C. Tes Ketajaman Visual Yaitu jenis tes refraksi mata untuk mengetahui kemampuan fokus mata dalam melihat suatu huruf dalam jarak tertentu. D. Pemeriksaan Lampu CelahPencegahan Suatu tes yang berguna untuk melihat struktur depan suatu mata mulai dari lensa, kornea, hingga iris yang berguna untuk mendeteksi ada kelainan mata atau tidak Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya rabun senja. Berikut ini contohnya: Pastikan pencahayaan di rumah selalu memadai Konsumsi makanan bernutrisi lengkap Gunakan kacamata bila punya gangguan mata Kurangi aktivitas di ruangan gelap Periksakan mata rutin Pengobatan Walau tidak selalu masuk sebagai kondisi yang dapat memicu kehilangan penglihatan, namun pengobatan pada penyakit ini harus menjadi prioritas utama. Berikut beberapa pengobatan yang kerap dokter berikan: Pemberian suplemen vitamin A Penggunaan lensa korektif Operasi mata Kapan Harus ke Dokter? Anda dapat mengunjungi dokter spesialis mata apabila rabun senja yang Anda derita mengganggu aktivitas sehari-hari di ruangan kurang cahaya. Bila terus dibiarkan tanpa perawatan, tentunya hal ini dapat menyebabkan kondisi gangguan penglihatan yang serius. Narasumber: dr. Olly Congga, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2024-04-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/rebusan-daun-apa-untuk-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: cara mencegah penyakit jantung, makanan penyebab penyakit jantung, rebusan daun untuk penyakit jantung - Translation Priorities: Optional Ada berbagai cara pengobatan penyakit jantung yang dapat pasien jalani agar cepat sembuh, salah satunya adalah minum air rebusan daun alami. Lantas, rebusan daun apa untuk penyakit jantung yang bagus dan efektif? Selama ini diketahui air rebusan daun sirsak dianggap bisa mengobati penyakit jantung bengkak. Selain itu, ada salah satu jenis daun yang tidak kalah berkhasiat untuk mencegah serangan jantung yakni rebusan daun salam. Bagaimana bisa rebusan daun salam bisa mengatasi masalah jantung? Apakah daun salam bagus dan aman untuk penyakit jantung? Berikut penjelasan lengkapnya. Rebusan Daun Salam untuk Penyakit Jantung Sebagian besar masyarakat Indonesia tentunya tidak asing lagi dengan daun salam. Daun ini biasanya digunakan sebagai penambah cita rasa pada masakan. Selain itu, daun salam juga ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Pada daun salam terdapat kandungan vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, magnesium, caffeic acid, dan rutin. Kandungan ini membuat daun salam memiliki efek anti-peradangan dan bagus untuk menjaga kesehatan jantung. Seperti kita ketahui, faktor resiko seseorang terkena penyakit jantung adalah kolesterol tinggi dan kadar gula darah meningkat, termasuk kadar trigliserida yang tinggi. Dengan meminum air rebusan daun salam dapat memberikan manfaat seperti menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol LDL, menaikkan kadar trigliserida, melindungi lapisan pembuluh darah, dan meningkatkan kolesterol baik. Jadi, jika bertanya rebusan daun apa untuk penyakit jantung yang bisa menurunkan faktor risikonya adalah daun salam. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa konsumsi daun salam sebagai minuman atau bentuk teh daun salam. Apakah Daun Salam Aman untuk Jantung? Daun salam yang sudah melewati proses perebusan, yang mana airnya untuk dikonsumsi sebagai obat herbal tidak berdampak buruk untuk jantung. Justru sebaliknya, air rebusan daun salam sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Hal ini karena tidak lepas dari senyawa pada daun salam yang relevan untuk meningkatkan kekuatan pembuluh darah. Kandungan flavonoid membantu menurunkan tekanan darah dan quercetin membantu menurunkan kolesterol LDL. Seperti kita ketahui, penyakit jantung terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah akibat tumpukan kolesterol dan peradangan pada pembuluh darah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan kolesterol jahat yang merusak pembuluh darah, Anda bisa meminum air rebusan daun salam secara rutin. Namun perlu Anda ingat, pencegahan penyakit jantung tidak hanya meminum rebusan daun salam, tetapi perlu Anda imbangi dengan pola hidup sehat seperti jangan merokok, hindari makanan cepat saji, berlemak, dan sebagainya. Membuat Rebusan Daun Salam untuk Jantung Setelah mengetahui rebusan daun apa untuk penyakit jantung yang aman untuk Anda minum, selanjutnya ketahui cara membuat rebusan air daun salam tersebut. Adapun cara membuat air rebusan daun salam sebagai upaya untuk pencegahan penyakit jantung cukup mudah. Anda bisa membuatnya menjadi rebusan teh daun salam. Untuk lebih jelasnya, mari simak prosesnya di bawah ini! Menyiapkan bahan-bahan: 2-3 lembar daun salam kering atau segar 2 gelas air 1 batang kayu manis (opsional) 2-3 cengkeh utuh (opsional) Irisan madu atau lemon (opsional Proses pembuatannya: Bersihkan daun salam dengan air dingin Hancurkan daun salam hingga lembut Rebus 2 gelas air di dalam panci Masukkan daun salam ke dalam panci Tambahkan kayu manis dan cengkeh (opsional Didihkan daun salam selama 5-7 menit Lalu saring air daun salak ke dalam gelas Tambahkan madu atau lemon untuk cita rasa Jika ingin meminum rebusan daun salamnya saja, maka cukup rebus 10-15 lembar daun salam ke dalam air mendidih. Air rebusan daun dalam bisa Anda minum selagi hangat. Sebagai catatan, meski daun salam memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun, manfaat daun salam untuk jantung masih memerlukan suatu penelitian lebih lanjut. Hanya saja, daun salam bisa digunakan sebagai rempah untuk masakan. Panduan Konsumsi Rebusan Daun Salam Daun salam adalah salah satu jenis tanaman yang daunnya seringkali digunakan sebagai penyedap rasa dan pengharum masakan. Selain itu, daun salam juga bisa menjadi teh herbal dengan merebusnya dan air rebusannya bisa kita minum. Efektivitas air rebusan daun salam untuk mengobati penyakit jantung memang masih belum ada penelitian yang lebih lanjut. Namun, secara umum rebusan daun ini bisa memberikan manfaat kesehatan dengan mengkonsumsinya secara teratur. Namun, penting untuk Anda ketahui sebelum mengkonsumsi rebusan daun salam sebagai pengobatan medis. Alangkah baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Konsultasi dengan dokter bertujuan untuk mencegah terjadinya efek samping atau interaksi obat yang Anda konsumsi. Selain itu, konsultasi dokter ini juga bertujuan untuk memberikan saran sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Daun salam memang bisa memberikan manfaat bagi tubuh apabila kita konsumsi dalam jumlah yang dianjurkan. Konsumsi daun salam ini secara berlebihan bisa menimbulkan efek buruk pada orang dengan masalah kesehatan tertentu. Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Jantung? Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi penting bagi manusia. Fungsi jantung ini yakni untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme. Ketika jantung bermasalah, maka dapat mengakibatkan penderitanya terkena serangan jantung atau penyakit jantung. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti riwayat keluarga, gaya hidup, pola makan, dan faktor... - Published: 2024-04-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/hernia-umbilikalis/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Hernia umbilikalis adalah salah satu masalah yang kerap dijumpai pada bayi yang baru lahir. Terkadang kondisi ini tak diketahui sesaat setelah lahir dan baru terdeteksi seiring dengan bertambahnya usia. Meski terbilang lazim, hernia ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius dan butuh penanganan medis. Mengenal Hernia Umbilikalis Hernia umbilikalis adalah kondisi ketika ada organ atau bagian dari organ tertentu yang menonjol melewati otot atau dinding perut di sekitar pusar. Tonjolan ini umumnya munculnya karena kondisi otot yang lemah atau adanya celah yang memungkinkan organ itu bergeser dari posisinya hingga terbentuk tonjolan atau benjolan yang bisa dilihat dan diraba di permukaan kulit. Hernia umbilikalis juga kerap disebut hernia pusar lantaran lokasinya yang berada di area pusar, terutama pada bayi yang baru lahir yang pusarnya belum tertutup sepenuhnya. Meski banyak terjadi pada bayi, kondisi ini didapati pula pada kelompok usia lain, termasuk orang dewasa. Namun faktor yang meningkatkan risiko hernia pusar pada bayi berbeda dengan orang dewasa. Dalam studi data statistik didapati jumlah kasus hernia umbilikalis lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah. Hernia pusar pada bayi bisa hilang sendiri sejalan dengan proses tumbuh-kembang. Namun ada juga kemungkinan dibutuhkan intervensi medis untuk mengatasi kondisi itu, termasuk pembedahan. Gejala Gejala hernia umbilikalis pada anak-anak dan orang dewasa serupa. Tanda yang umum adalah adanya tonjolan pada pusar atau area sekitarnya yang lunak ketika disentuh. Tonjolan ini bisa terlihat terus-menerus, tapi bisa pula baru tampak ketika ada tekanan pada area perut, misalnya saat menangis atau mengangkat benda berat. Gejala umum lainnya mencakup: Rasa nyeri di area pusar, terutama ketika tonjolan terlihat atau ditekan Mual dan muntah Area sekitar pusar membengkak Merasa tidak nyaman di area tonjolan terutama ketika melakukan aktivitas fisik yang menimbulkan tekanan pada perut Penyebab Penyebab hernia umbilikalis yang utama adalah adanya celah atau kelemahan pada otot atau dinding perut di area pusar. Pada bayi, hernia umbilikalis biasanya terjadi ketika lubang pada dinding perut yang menjadi tempat lewatnya tali pusat tak tertutup sepenuhnya di masa tumbuh-kembang janin dalam kandungan. Terutama pada bayi prematur lantaran otot perutnya belum cukup berkembang. Adapun faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hernia umbilikalis pada orang dewasa termasuk: Kelebihan berat badan atau obesitas yang menimbulkan tekanan ekstra pada otot perut Sedang hamil akibat adanya tekanan tambahan pada otot perut dari perkembangan janin Aktivitas fisik yang berlebihan, seperti mengangkat benda berat tanpa teknik yang benar Adanya penumpukan cairan di perut, misalnya pada penderita sirosis hati Pernah menjalani prosedur operasi perut Cara Dokter Mendiagnosis Biasanya dokter cukup melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis hernia umbilikalis. Dalam pemeriksaan ini, pasien akan diminta berdiri dan membuat otot perut menegang, misalnya dengan batuk, sehingga tonjolan bisa terlihat dan diraba. Prosedur pemeriksaan lain bisa dilakukan untuk menguatkan diagnosis ataupun mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi, seperti: Ultrasonografi atau USG Pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT scan) Pencitraan resonansi magnetik (MRI) Pemeriksaan darah atau urine Cara Mengatasi Hernia umbilikalis pada anak-anak biasanya tak memerlukan tindakan khusus dan bisa hilang sendiri sering dengan waktu. Lebih dari 90 persen anak yang mengalami hernia umbilikalis bisa sembuh saat berusia 4-5 tahun. Dokter mungkin akan mencoba menekan hernia agar kembali ke posisinya semula. Pembedahan pada anak dengan hernia umbilikalis mungkin diperlukan bila ada indikasi ada organ atau bagian organ yang terjepit atau terjebak hernia. Begitu juga bila tonjolan berukuran besar lebih dari 2 sentimeter, masih ada saat sudah menginjak usia lebih dari 5 tahun, dan terasa sakit. Adapun cara utama untuk menangani hernia umbilikalis pada orang dewasa adalah dengan pembedahan. Sebab, hernia pada orang dewasa lebih mungkin berkembang menjadi lebih parah dan memicu komplikasi. Komplikasi Bila tak mendapat penanganan medis, hernia umbilikalis bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti: Inkarserata: terjebaknya tonjolan di dalam dinding perut sehingga timbul rasa sakit yang hebat dan menyebabkan gangguan aliran darah ke organ yang terjebak Strangulasi: tonjolan terjepit sehingga pasokan darah bisa terhenti dan memicu kerusakan jaringan Peritonitis: peradangan pada lapisan perut (peritoneum) yang bisa terjadi bila organ yang mengalami hernia pecah Pencegahan Hernia umbilikalis sulit dicegah karena banyak faktor yang berperan di dalamnya baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun ada sejumlah langkah untuk meminimalkan risikonya: Menerapkan gaya hidup sehat agar berat badan terjaga sehingga otot perut aman dari tekanan berlebih Melakukan aktivitas fisik dengan aman, termasuk memastikan menggunakan teknik yang benar untuk mengangkat benda yang berat agar otot perut tak mengalami tekanan berlebih Melakukan latihan untuk menguatkan otot perut Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami gejala hernia umbilikalis, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencari solusi terbaik. Intervensi medis mendesak dilakukan jika muncul gejala serius seperti muntah berlebihan, rasa nyeri yang intens dan mendadak dari area pusar, tonjolan yang tak bisa dimasukkan kembali, dan warna tonjolan berubah menjadi merah gelap atau keunguan. Narasumber: dr. Adriandy Saleh, Sp. B Spesialis Bedah Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-04-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/nyeri-perut-sebelah-kiri/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Tag: Nyeri Perut Sebelah Kiri - Translation Priorities: Optional Nyeri perut sebelah kiri umumnya bagian dari gejala penyakit asam lambung maupun kembung. Namun, dalam beberapa kondisi kondisi nyeri semacam ini juga patut Anda waspadai karena dapat berisiko terjadinya penyakit serius. Sejatinya, ada cukup banyak hal yang mendasarinya terjadinya nyeri perut pada bagian kiri atas maupun bawah. Apabila Anda ingin tahu selengkapnya, maka cek dulu rinciannya berikut ini. Pengertian Nyeri perut sebelah kiri adalah kondisi di mana terjadi ketidaknyamanan pada bagian perut kiri atas maupun kiri bawah. Walau sering dianggap sepele, namun kondisi ini bisa menjadi tanda dari suatu penyakit serius. Organ yang terletak di area sekitar perut bagian kiri atas meliputi lambung, limpa, ginjal kiri, pankreas, hati (bagian kiri), hingga kelenjar adrenal. Sementara pada bagian perut kiri bawah terdapat usus besar serta ovarium. Mengingat banyaknya organ yang terletak di bagian ini, maka potensi penyakit yang mendasari nyeri semacam ini juga banyak. Jadi, dokter umumnya akan mendiagnosis secara menyeluruh guna mengetahui kondisi atau penyebab yang mendasarinya. Beberapa contoh penyakit yang berhubungan dengan nyeri perut bagian kiri atas adalah kenaikan asam lambung, radang usus besar, devertikulitis, hingga hernia. Apabila kondisi ini tidak sembuh selama beberapa hari atau beberapa minggu, maka Anda harus mengunjungi dokter untuk pemeriksaan. Kondisi Nyeri perut sebelah kiri Gejala Utama Nyeri atau sakit pada perut bagian kiri Dokter Spesialis Penyakit dalam Penyebab Utama Gangguan organ yang berkaitan Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, serta tes tahap lanjut Faktor Risiko Tergantung penyakit yang mendasarinya Pengobatan Sesuai dengan kondisi atau penyakit yang mendasarinya Pencegahan Mengurangi faktor risiko Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kiri Mengacu pada laman Cleveland Clinic, bahwa penyebab nyeri perut sebelah kiri bisa diakibatkan oleh beberapa hal yang meliputi: 1. GERD (Refluks Asam Lambung) Seringkali, nyeri perut sebelah kiri atas merupakan gejala dari GERD atau refluks kenaikan asam lambung. Seseorang dapat dikatakan menderita GERD apabila dalam satu minggu terjadi lebih dari 2x kenaikan asam lambung tersebut. Ciri-cirinya yaitu nyeri ulu hati, panas, sakit perut, dan rasa gatal dan mengganjal pada tenggorokan. 2. Kembung Kembung merupakan proses terjebaknya gas di dalam usus maupun lambung. Bila gas yang dihasilkan dari proses pencernaan ini tidak dapat bergerak dalam usus, maka akan membuat perut terasa nyeri, melilit, begah, perut membesar, hingga kentut berlebih. 3. Gastritis Berbeda dengan GERD, gastritis merupakan radang lambung yang terjadi akibat produksi asam lambung berlebih. Jadi, GERD sendiri bisa menjadi penyebab dari gastritis. Namun kondisi lain seperti infeksi bakteri H. Pylori maupun konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa mengakibatkan gejala yang sama. 4. Pankreatitis Akut Saat pankreas tiba-tiba mengalami peradangan, maka hal itu disebut sebagai pankreatitis akut. Umumnya, akan timbul rasa nyeri di bagian perut kiri atas yang lama kelamaan menjalar hingga area punggung. Jika tidak ditangani dengan baik, bahkan dapat menyebar ke organ dalam lainnya. 5. Sindrom Iritasi Usus Besar Disebut juga IBS, kondisi ini merupakan masalah pada usus besar yang gejalanya seolah-olah usus sedang mengalami iritasi padahal tidak. Gejala yang muncul yaitu sakit perut, nyeri, kadang sembelit kadang diare, kembung, dan sering kentut. 6. Angina Angina merupakan nyeri bagian dada kiri atas hingga perut kiri atas karena otot jantung kekurangan oksigen. Jadi, senasi yang muncul seperti dada sedang diremas disertai dengan nyeri menusuk, dan rasa tidak nyaman di perut kiri atas, leher, maupun rahang. 7. Hernia Apabila jaringan dinding otot perut lemah, maka usus maupun jaringan lunak dalam perut bisa menembusnya sehingga membentuk tonjolan. Kondisi ini akan lebih terasa nyerinya saat mengangkat beban berat, batuk-batuk, maupun membungkuk. 8. Kehamilan Ektopik Yaitu kehamilan di luar rahim. Kondisi ini mengakibatkan ibu hamil mengalami rasa sakit pada perut, nyeri payudara, hingga perdarahan vagina. 9. Kolitis Ulseratif Jenis jenis penyakit berupa peradangan usus besar. Kondisi ini mengakibatkan rasa sakit perut sebelah kiri, demam, penurunan berat badan, hingga diare berlendir yang kadang terdapat darah. 10. Divertikulitis Saat kantong-kantong kecil pada usus mengalami inflamasi atau peradangan, maka itu bisa menjadi kondisi divertikulitis. Selain nyeri, kondisi yang sering dirasakan berupa demam dan feses berdarah. 11. Penyakit Ginjal Beberapa gangguan ginjal seperti batu ginjal, infeksi ginjal, maupun gagal ginjal bisa berakibat pada rasa sakit di perut, mual, nyeri di area pangkal paha, hingga demam yang berkepanjangan. 12. Kista Ovarium Merupakan penyakit kista atau kantong cairan nanah yang terletak di ovarium. Walaupun kebanyakan tidak menimbulkan gejala, namun bila pecah bisa mengakibatkan sakit perut bagian kiri dan juga bagian panggul. Cara Mengatasi Nyeri Perut Sebelah Kiri Mengutip dari laman Victoria State Gov, bahwa ada beberapa metode yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi nyeri semacam ini. Berikut ini contohnya: Perbanyak minum air putih Kurangi alkohol, kopi, teh, atau soda Mandi air hangat Istirahat cukup Konsumsi obat maag Konsumsi pereda nyeri Hindari makanan pemicu Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam apabila gejala nyeri perut sebelah kiri tidak kunjung hilang dalam waktu 1 minggu. Semakin cepat berkunjung ke dokter, maka semakin cepat pula penanganan yang dilakukan sehingga tidak terjadi komplikasi yang berbahaya. Narasumber: dr. Andalia Fitri, Sp.... - Published: 2024-04-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/gizi-buruk/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Gizi buruk masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah di Indonesia. Buruknya gizi dapat mendatangkan beragam risiko kesehatan dan mengancam masa depan anak-anak. Oleh karena itu, perlu kesadaran akan pentingnya kecukupan gizi sejak dini. Mengenal Gizi Buruk Gizi buruk merupakan kondisi ketika seorang individu tidak memperoleh nutrisi yang memadai dari makanan yang dikonsumsi, sehingga tubuh tidak mendapatkan gizi yang dibutuhkan. Gizi buruk dapat mengacu pada kelebihan gizi maupun kekurangan gizi, tetapi ada kecenderungan umum bahwa gizi buruk terkait dengan kekurangan gizi. Kekurangan gizi bisa terjadi karena berbagai macam faktor, seperti faktor finansial ataupun masalah kesehatan yang membuat seorang individu tak bisa mendapatkan nutrisi sesuai dengan kebutuhannya. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kekurangan gizi memiliki empat bentuk, yakni: Wasting: berat badan dibanding tinggi badan sangat rendah atau di bawah ambang batas normal Stunting: tinggi badan di bawah standar untuk usianya Underweight: berat badan kurang untuk usianya Micronutrient deficiencies: tubuh kekurangan mikronutrien berupa vitamin dan mineral Ketika seseorang mengalami gizi buruk, proses tumbuh kembangnya akan terganggu. Kondisi ini juga akan mempengaruhi perkembangan otak anak-anak yang dampaknya akan tampak dari tingkat kecerdasan dan kemampuan belajar. Kondisi kesehatan individu yang mengalami gizi buruk juga cenderung lebih rentan daripada seseorang yang telah mendapatkan gizi yang cukup. Gizi buruk pun menjadi salah satu penyebab kematian tidak langsung pada anak-anak. Karena itu, penting untuk mencegah dan menanggulangi gizi buruk terutama pada periode 1. 000 hari pertama kehidupan, yakni dari saat kehamilan hingga usia dua tahun. Gejala Gizi Buruk Gejala gizi buruk biasanya muncul secara bertahap dan bisa berbeda-beda antara satu individu dan yang lain. Tanda dan gejala yang mungkin dapat terjadi meliputi: Pertumbuhan terhambat atau tak sesuai dengan kurva pertumbuhan normal Mudah lelah Kulit kering Rambut kusam Masalah pada sistem pencernaan seperti diare dan konstipasi Daya tahan tubuh melemah sehingga lebih mudah terkena infeksi dan sembuhnya lebih lama Tidak terlalu berselera makan Gangguan fungsi kognitif Pembengkakan pada bagian perut dan kaki Penyebab Gizi Buruk Penyebab gizi buruk bisa bermacam-macam dan bisa bersumber dari internal orang itu sendiri ataupun dari faktor eksternal. Penyebab yang umum antara lain: Kurangnya asupan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup Penyakit kronis yang menghambat penyerapan nutrisi, antara lain tuberkulosis dan infeksi usus Masalah kesehatan yang mempengaruhi pencernaan, seperti penyakit crohn, penyakit celiac, dan gangguan pada usus Kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti pola makan kurang variatif, praktik makan dengan gizi tidak seimbang, dan banyak konsumsi makanan cepat saji atau kurang sehat yang rendah gizi Kebutuhan energi dan gizi yang meningkat, misalnya baru menjalani pemulihan dari cedera serius atau luka bakar atau sedang dalam masa kehamilan dan menyusui Selain itu, faktor ekonomi seperti kemiskinan bisa menjadi faktor penyebab gizi buruk pada seseorang. Adapun secara usia, orang yang berumur 65 tahun ke atas dan anak berusia di bawah 5 tahun adalah usia yang paling rentan mengalami gizi buruk. Cara Dokter Mendiagnosis Gizi Buruk Seorang dokter atau ahli gizi bisa mendiagnosis gizi buruk berdasarkan sejumlah parameter fisik dan klinis serta pemeriksaan terhadap riwayat kesehatan dan gejala yang dialami pasien. Terdapat pula beberapa alat untuk mendiagnosis gizi buruk. Salah satunya Malnutrition Universal Screening Tool (MUST) yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang mengalami atau berisiko mengalami gizi buruk. Adapun metode diagnostik yang biasanya digunakan termasuk: Pengukuran indeks massa tubuh (IMT), yakni perbandingan antara berat dan tinggi badan Pengukuran tinggi dan berat badan serta lingkar kepala untuk memastikan apakah sesuai dengan kurva pertumbuhan normal pada kelompok usianya Penggunaan alat seperti densitometri ganda sinar-X untuk mengukur lemak tubuh dan massa otot Tes darah untuk mengecek kadar nutrisi dalam tubuh, misalnya zat besi atau vitamin B12 Pemeriksaan fisik untuk mendeteksi gejala gizi buruk Wawancara untuk mengetahui riwayat medis pasien Cara Mengatasi Gizi Buruk Bila sudah mendiagnosis seseorang mengalami gizi buruk, dokter akan membuat rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi gizi orang tersebut. Penanganan gizi buruk umumnya dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan tim perawatan yang mencakup ahli gizi dan dokter lain, terutama jika ada kondisi kesehatan yang melatar belakangi ataupun komplikasi. Metode yang dapat digunakan antara lain: Pemantauan dan tes screening secara berkelanjutan Penyusunan rencana diet yang tepat, termasuk konsumsi suplemen bila dibutuhkan Penanganan gejala secara spesifik Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat Penanganan masalah kesehatan yang melatari Dalam kasus yang parah, dokter bisa memberikan nutrien melalui jalur intravena/infus Komplikasi Gizi Buruk Ada sederet komplikasi serius yang bisa terjadi akibat gizi buruk, seperti: Pertumbuhan terhambat yang bisa mempengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar Masalah kesehatan kulit Kehilangan massa otot dan kelemahan otot sehingga sulit melakukan aktivitas sehari-hari Mudah sakit dan sulit sembuh ketika sakit Anemia yang bisa menurunkan daya tahan tubuh Kerusakan organ, terutama ginjal, hati, dan jantung Gangguan kesehatan mental Risiko kematian, khususnya di kalangan anak-anak Pencegahan Gizi Buruk Langkah pencegahan gizi buruk yang utama adalah memastikan tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan. Caranya antara lain menerapkan pola makan gizi seimbang dengan memastikan terdapat berbagai jenis makanan yang mengandung beragam... - Published: 2024-04-15 - Modified: 2024-05-15 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: cici ciri hamil, tanda kehamilan, tekan pusar tanda hamil - Translation Priorities: Optional Tekan pusar tanda hamil merupakan metode yang telah dipercaya masyarakat secara turun-menurun. Pasalnya, kondisi pusar seorang ibu hamil memang berbeda dengan kondisi sebelum hamil. Perubahan tersebut terjadi karena adanya pembesaran tekanan dari dalam perut karena pertumbuhan bayi. Secara berkala, penampakan pusar berubah-ubah tergantung usia bayi dalam kandungan Apakah Tekan Pusar Tanda Kehamilan Efektif? Banyak ibu baru yang tidak sadar bahwa ia tengah mengandung sehingga tidak merawat kesehatannya dengan baik. Pada dasarnya, ada beberapa tanda kehamilan yang terlihat dari ciri-ciri fisik. Setelah merasakan beberapa tanda kehamilan, seperti halnya morning sickness, terlambat haid, dan mood swing, seseorang biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Salah satunya yakni tekan pusar. Sayangnya, saat usia kehamilan masih sangat muda, metode tekan pusar tanda hamil tidak efektif untuk memperkirakan apakah seseorang tengah hamil atau tidak. Lebih lanjutnya, para ahli berpendapat bahwa metode tersebut tepat digunakan ketika kandungan sudah berusia 12 minggu. Sebab, saat itu janin sudah membesar sehingga terjadi perubahan fisik yang cukup terlihat. Di sisi lain, saat bayi berusia 12 minggu maka detak jantungnya sudah mulai terasa. Deteksinya bisa menggunakan Laennec stethoscope yang berbentuk seperti terompet. Perubahan Pusar Saat Hamil Pusar terbentuk semasa janin di dalam kandungan yang berfungsi untuk memasok nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. Fungsi lainnya adalah membawa limbah dari janin ke luar agar tidak sampai menyebabkan masalah kesehatan janin. Ketika terlahir, pusar tersebut akan dipotong karena bayi tidak lagi membutuhkannya. Mereka sudah bisa mendapatkan nutrisi dan oksigen secara langsung. Proses pembuangan limbah pada tubuhnya juga berlangsung melalui organ miliknya sendiri. Pada awal kehamilan, perubahan tubuh wanita hamil tidak begitu tampak. Perubahan tubuhnya sendiri mulai tampak ketika janin mulai membesar. Tanda paling terlihat adalah pusar semakin tampak menonjol akibat terdesak janin. Tanda tersebut semakin tampak setelah janin memasuki trimester ketiga. Hal ini terjadi karena ukuran janin semakin membesar. Saat itulah para bunda merasa kurang nyaman karena pusar bergesekan langsung dengan baju yang akhirnya menyebabkan iritasi kulit. Tidak jarang ibu hamil juga merasakan nyeri dan tidak nyaman di area pusaranya. Cara Mempraktekkan Metode Tekan Pusar Tanda Hamil Meski metode ini tidak efektif untuk kehamilan muda, tetapi tidak sedikit yang ingin mencobanya. Salah satu tujuannya untuk berinteraksi dan mengetahui kondisi bayi di dalam kandungannya. Sebagai kehati-hatian, ada cara khusus untuk melakukannya. Penasaran bagaimana itu? Silahkan simak penjelasan selengkapnya di bawah ini: Kosongkan kandung kemih terlebih dahulu dengan buah air kecil Silakan berbaring telentang di bidang datar seperti halnya kasur atau lantai dengan posisi lutut Anda tekuk dan kaki menapak datar ke lantai atau kasur. Selanjutnya, tarik napas secara perlahan dan dalam beberapa kali, biarkan tubuh rileks. Taruh telapak tangan kiri di pusar atau perut tengah untuk mengangkat lipatan lemak yang berada di perut ke atas. Posisikan tangan kanan ke bagian atas tulang kemaluan dengan posisi jari mengarah ke tulang. Terakhir, gerakan secara perlahan jari-jari tangan kanan ke area atas perut sambil menurunkan posisi kaki lurus sejajar. Apabila seseorang benar-benar hamil, maksudnya bukan hamil palsu, maka akan terasa ada benjolan serupa bola cukup padat yang berada di belakang tulang kemaluan. Kondisi ini bisa menjadi tanda puncak rahim (fundus ) pada ibu hamil. Namun, apabila ibu tidak merasakan adanya benjolan, hindari menekan area perut terus-menerus. Ada baiknya melakukan tes kehamilan dengan meraba perut dengan menunggu sekitar 1 minggu setelahnya, setidaknya hingga rahim naik ke area atas rongga panggul. Perlu Anda ingat, hasil dari metode tekan pusar tanda hamil tetap perlu dipastikan dengan tes kehamilan secara medis. Sebagai langkah menghindari masalah di kemudian hari atau adanya kemungkinan kehamilan palsu, sesegera mungkin periksakan kandungan ke fasilitas kesehatan terdekat. Macam-Macam Perubahan Bentuk Pusar Saat Hamil Menyinggung terkait perubahan pusar ibu hamil, memang ada perubahan bentuk pusar mengikuti usia kehamilan. Baik sadar maupun tidak, pusar ibu hamil memang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Penasaran dengan bagaimana bentuknya? Berikut ulasan lengkapnya: 1. Pusar Rata Tidak semua ibu hamil akan mengalami pusar menonjol, beberapa dari mereka memiliki pusar yang cenderung rata. Penyebabnya karena kulit mengencang di berbagai sisi sehingga bagian pusar ikut tertarik. Tidak perlu khawatir, pusar akan kembali ke kondisi semula setelah bayi terlahir. Tetapi terkadang memang muncul stretch mark, yaitu guratan berwarna putih kemerah-merahan dengan pola memanjang. 2. Pusar Menonjol Seperti pada pembahasan sebelumnya, pusar menonjol merupakan kondisi paling umum yang terjadi pada ibu hamil. Bentuk pusar biasanya cenderung membulat keluar dan rentan bergesekan dengan baju. Apabila merasa tidak nyaman, tidak ada salahnya untuk menggunakan pelindung. Gunakan produk berbahan lembut, seperti halnya kaos atau sejenisnya. Hindari terlalu lama mengenakan pakaian berbahan kasar, misalnya yang berbahan rajut. 3. Pusar Masuk ke Dalam Kebalikan dari pusar menonjol, ada beberapa ibu hamil yang mengatakan bahwa bagian pusarnya masuk ke dalam. Seiring berjalannya waktu, pusar akan semakin masuk ke dalam, bukan malah ke luar. Pusar masuk ke dalam tidak akan berlangsung lama, umumnya hanya sampai bunda melahirkan saja. Nantinya pusar akan kembali normal seperti sebelum kehamilan. Bentuk pusar seperti ini memang biasa muncul pada... - Published: 2024-04-15 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mual-saat-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: cara mengatasi mual saat hamil, mencegah mual, morning sickness Pada trimester pertama, para calon ibu umumnya mengalami morning sickness atau mual. Jika berlangsung terlalu sering, tentu saja hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman hingga menurunkan nafsu makan. Agar kesehatan tubuh tetap stabil dan nutrisi tubuh terpenuhi, ketahui cara mengatasi mual saat hamil secara efektif. Di sini akan dibahas cara alami mengatasi mual,dengan tidak menggunakan obat-obatan kimia yang menggunakan resep dokter. Begini Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Pada awal kehamilan, umumnya calon ibu akan mengalami berbagai gejala yang membuat mereka merasa kurang nyaman, salah satunya adalah morning sickness. Maksud dari istilah tersebut adalah mual-mual hingga muntah yang terjadi terutama di pagi hari. Mual selama kehamilan merupakan hal yang wajar, akan tetapi dapat berpengaruh pada mood dan nafsu makan bunda. Supaya gejalanya lebih terkendali, coba lakukan hal-hal berikut: 1. Menghirup Aromaterapi Aroma yang keluar dari aroma terapi membuat bunda merasa rileks. Pilih varian aroma yang menyegarkan, coba untuk mencari aroma favorit. Sebab, terkadang aroma favorit sebelum hamil dan setelah hamil berubah. Dari sekian banyak varian aroma yang tersebar di pasaran, beberapa paling recomended untuk ibu hamil adalah aroma lemon, peppermint, spearmint, jeruk manis, dan jeruk mandarin. Selain itu, aroma lavender, teh hijau, dan aroma alami lainnya juga memberi efek rileks untuk tubuh 2. Ubah Pola Makan Pada saat merasakan gejala morning sickness, kebiasaan makan biasanya akan terganggu. Rasa tidak nyaman yang muncul kerap membuat nafsu makan ibu hamil menurun. Meskipun begitu, jangan biarkan kondisi lambung sampai kosong. Untuk mengatasinya, ubah pola makan dengan mengonsumsi makanan porsi sedikit tetapi sering. Pilih menu-menu yang mengandung nutrisi tinggi. Menu makanan yang bisa Anda pilih misalnya kentang, roti, bubur, sup ayam, dan biskuit. Pilihan makanan tersebut cukup efektif meredakan mual. 3. Lakukan Olahraga Ringan Walaupun sedang mengandung,bunda tetap dianjurkan untuk melakukan olahraga rutin. Bukan olahraga pada umumnya, pilih jenis olahraga khusus yang baik bagi janin dan ibu hamil. Faktanya memang selain menyehatkan, olahraga saat hamil juga meringankan rasa mual yang muncul. Bagi ibu hamil, sebaiknya memilih jenis olahraga ringan, misalnya berjalan kaki perlahan di pagi hari, renang, dan yoga. Setidaknya lakukan olahraga setiap hari selama kurang lebih 30 menit atau sebanyak 3 kali seminggu tergantung kondisi tubuh. Membentuk kebiasaan seperti ini pada awalnya memang berat, tetapi lama-kelamaan para bunda akan terbiasa. 4. Sering Makan Camilan Meski tampak sering diabaikan, ternyata makan camilan efektif mengurangi gejala mual. Hanya saja, jangan sampai ngemil sembarang makanan, terlebih yang berpotensi memperparah rasa mual dan mengandung zat berbahaya. Tenang saja, ada banyak sekali daftar makanan yang aman untuk ibu hamil dengan catatan konsumsinya tidak boleh berlebihan. Camilannya sendiri berupa ubi, alpukat, popcorn, bubur beras merah, oatmeal, apel, granola, smoothies buah, coklat, salad buah, dan lainnya. Hindari membiarkan lambung kosong karena memicu masalah kesehatan lambung. Meski terasa mual hingga ingin muntah, tetap usahakan mengonsumsi camilan secara berkala. Tetapi jaga agar perut tidak sampai kekenyangan. 5. Hindari Makanan atau Hal-Hal yang Berbau Menyengat Selama masa kehamilan, wanita cenderung sensitif terhadap bau-bauan, terutama di trimester pertama. Supaya tidak terlalu mual dan muntah, jauhi hal-hal yang memunculkan bau menyengat, baik itu sabun mandi, parfum, ataupun makanan. Para bunda harus jauh lebih berhati-hati saat berada di luar rumah. Banyak sekali bau-bauan menyengat, bisa dari sampah, aroma rokok, knalpot mobil dan motor, atau aroma tubuh dari orang lain. Usahakan selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Tujuan utamanya agar penciuman tidak terlalu sensitif. 6. Makan Permen Tidak sedikit ibu hamil yang mengaku bahwa gejala mualnya berkurang setelah mengonsumsi permen. Salah satu Jenis permen yang dapat direkomendasikan untuk mengurangi mual adalah permen jahe. Jahe merupakan tanaman obat-obatan yang mengandung gingerol yang mampu meningkatkan motilitas lambung. Maksud dari motilitas adalah peredaran makanan ke seluruh tubuh. Ketika motilitas baik, secara otomatis mual menjadi berkurang. Jadi bunda-bunda perlu menyetok permen jahe merk paling favorit. 7. Hindari Makanan yang Memicu Gejala Mual Semakin Parah Tidak semua jenis makanan cocok dikonsumsi ibu hamil. Bukan hanya bergizi, pilih juga menu yang mampu mengurangi rasa mual. Menu makanan yang sebaiknya bunda hindari adalah makanan pedas dan berlemak. Perlu diperhatikan bagi pecinta makanan pedas termasuk seblak dan bakso mercon, hindari makanan-makanan tersebut selama kehamilan. Makanan berlemak dan pedas dapat memicu naiknya asam lambung. Akibatnya, gejala mual pada trimester pertama kehamilan kemungkinan semakin parah jika terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kriteria itu. 8. Istirahat Cukup Sewaktu hamil, bunda-bunda pasti merasakan tubuhnya mudah lelah meski tidak terlalu beraktifitas. Alhasil, gejala morning sickness semakin parah apabila tidak mendapatkan penanganan dengan benar. Cobalah untuk istirahat cukup dan hindari hal-hal yang membuat pikiran stres. Banyak yang mengaku bahwa gejala morning sickness-nya berkurang drastis setelah menerapkan kegiatan ini. Supaya keluarga mengerti kondisi Anda, komunikasikan kepada mereka tentang gejala-gejala yang muncul sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, terutama bagi yang tinggal bersama mertua. 9. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh Bukan dengan minum-minuman instan yang mengandung berbagai campuran zat aditif khusus makanan atau BTP (Bahan Tambahan Pangan). Dalam porsi tertentu memang BTP masih aman bagi tubuh,... - Published: 2024-04-15 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/herpangina/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Herpangina adalah penyakit yang mudah menyebar di kalangan anak-anak akibat infeksi virus coxsackie atau jenis enterovirus lain. Herpangina bisa menyebar melalui kontak dengan cairan dari lepuhan di dalam mulut atau droplet alias percikan dari mulut atau hidung ketika seseorang batuk atau bersin. Penularannya mudah terjadi di tempat-tempat yang dipenuhi anak, seperti sekolah, taman bermain, atau tempat penitipan anak. Umumnya herpangina bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga satu-dua minggu dengan cukup beristirahat dan memastikan tidak kekurangan cairan di rumah. Meski begitu, pada beberapa anak, penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang berat dan ada risiko komplikasi sehingga memerlukan perawatan medis. Gejala Herpangina Biasanya gejala herpangina muncul dalam 3-5 hari setelah terkena infeksi. Gejala yang umum meliputi: Demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat Celsius Sakit atau ketidaknyamanan pada tenggorokan Muncul lepuhan di rongga mulut atau sariawan Keluar banyak air liur Sulit menelan Muntah Diare Kehilangan nafsu makan Rewel Penyebab Infeksi virus, terutama kelompok virus coxsackie, khususnya tipe A, adalah penyebab utama herpangina. Virus ini tergolong dalam keluarga enterovirus. Terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko penyebaran herpangina, antara lain kondisi lingkungan yang mendukung. Herpangina lebih kerap terjadi pada musim panas dan tempat berkumpulnya anak-anak, terutama sekolah. Penularannya umumnya terjadi melalui kontak dengan cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi. Misalnya: Berbagi barang pribadi dengan orang yang sedang sakit herpangina, misalnya alat makan dan minum Menghirup udara yang terkontaminasi cairan dari bersin atau batuk individu yang terinfeksi Menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang terkontaminasi cairan orang yang terinfeksi, misalnya setelah menyentuh benda Cara Mengatasi Penanganan herpangina secara umum bersifat suportif dan tak selalu memerlukan perawatan di rumah sakit. Artinya, fokus penanganan adalah berupaya meredakan gejala dan memberikan dukungan pemulihan. Contohnya antara lain: Istirahat yang cukup Memastikan kebutuhan cairan terpenuhi Pemberian obat penghilang nyeri dan penurun demam Menghindari makanan dan minuman yang bisa menambah iritasi pada lepuhan di mulut, misalnya makanan yang pedas atau asam Menggunakan kompres dingin pada lepuhan untuk meredakan pembengkakan dan mengurangi ketidaknyamanan Komplikasi Sebagian besar kasus herpangina tak berujung pada komplikasi karena bersifat ringan. Tapi individu yang memiliki masalah kekebalan tubuh atau sistem imun lemah rentan mengalami komplikasi seperti: Dehidrasi Infeksi sekunder dari lepuhan di dalam mulut Kekurangan nutrisi karena anak-anak kesulitan makan Masalah pernapasan ketika lepuhan menyebar hingga ke saluran pernapasan Pencegahan Herpangina bisa dicegah dengan mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat. Caranya antara lain: Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan sesudah ada kontak dengan orang yang sakit Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit dengan gejala infeksi herpangina Tidak berbagi barang pribadi seperti gelas, sendok, atau sikat gigi yang bisa menjadi sarana penyebaran virus Menjaga kebersihan permukaan benda yang kerap disentuh, seperti mainan anak-anak Meningkatkan kekebalan Tubuh dengan rajin berolahraga, pola makan seimbang, dan istirahat yang cukup Kapan Harus ke Dokter? Walau secara umum ringan, herpangina bisa membahayakan terutama bagi anak baru lahir dan individu yang memiliki masalah daya tahan tubuh. Jika mengalami gejala herpangina yang sangat parah, seperti kesulitan bernapas atau ada tanda-tanda dehidrasi, segeralah datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan. Dokter bisa memberikan saran dan tindakan medis lebih lanjut sembari memantau perkembangan kondisi pasien hingga pulih. Narasumber: dr. Tiara Alfitriana Dokter Umum Primaya Hospital Sukabumi - Published: 2024-04-15 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/hand-foot-mouth-disease/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Flu singapura, Gejala flu singapura, pencegahan flu singapura - Translation Priorities: Optional Pemberitaan mengenai HFMD beberapa waktu lalu menjadi trending topik karena banyak sekali orang yang terjangkit penyakit ini. Karena disebabkan oleh virus, proses penularannya tergolong cepat terutama pada anak di kisaran usia 5-10 tahun. Meski saat ini kasusnya sudah mulai mereda, tetapi tidak ada salahnya untuk mewaspadai kemunculannya dengan mengetahui penyebab, faktor risiko, dan gejalanya. Anda bisa mendapatkan informasi-informasi tersebut di sini: Mengenal Apa Itu HFMD HFMD seringkali disebut flu singapura oleh orang awam, merupakan kondisi dimana timbul sariawan di mulut dan luka lepuh di kulit karena infeksi beberapa jenis virus Coxsackie, terutama virus Coxsackie A16. HFMD sendiri bisa menyerang berbagai kalangan usia termasuk bayi, anak-anak, hingga dewasa. Pada kebanyakan kasus yang telah terjadi, HFMD bersifat ringan. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila salah atau telat mendapatkan penanganan. Penyebab dan Faktor Risiko HFMD Seperti pembahasan sebelumnya, penyebab HFMD adalah virus dari kelompok enterovirus berupa Coxsackievirus berjenis A16 atau Coxsackievirus A6. Masih dari kelompok yang sama, tidak jarang juga penyakit ini dipicu oleh Enterovirus 71. Virus tersebut hidup dan berkembang biak di cairan hidung, tenggorokan, tinja, air liur, dan cairan yang timbul dari luka lepuh pada kulit. Jadi, penularannya melalui cairan atau bagian tubuh lain yang menjadi tempat perkembangbiakannya. Ada beberapa kondisi yang sangat berpotensi membuat seseorang terserang virus penyebab HFMD, yaitu : Kurang menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan dengan baik Sering melakukan kontak fisik dengan benda atau orang-orang di tempat umum Bergantian alat makan dan minum dengan penderita Menghirup percikan air liur yang keluar dari penderita saat batuk atau bersin Langsung menyentuh area mulut, mata, atau hidung setelah membersihkan tinja penderita tanpa mencuci tangan terlebih dahulu Bersentuhan langsung dengan benda-benda yang telah terkontaminasi virus kemudian langsung menyentuh area wajah atau memasukkan tangan ke mulut Gejala yang Muncul Setelah terinfeksi, tubuh tidak langsung mengalami gejala. Biasanya gejalanya baru akan muncul sekitar 3-6 hari setelahnya. Pada awal terinfeksi, penderita biasanya merasakan peningkatan suhu tubuh atau tenggorokannya sakit. Kemudian 1-2 hari setelah itu, mulai muncul sariawan, lepuh, dan ruam di beberapa bagian tubuh. Bagi yang ingin tahu apa saja gejala lebih lengkapnya, coba perhatikan pembahasan berikut: Tenggorokan sakit Peningkatan suhu badan Sariawan yang nyerinya sampai terasa di lidah, gusi, serta bagian dalam pipi Nafsu makan menurun drastis Pada anak-anak, biasanya mereka menjadi lebih rewel Terjadi nyeri perut Adanya ruam yang terkadang disertai lepuhan di telapak kaki, bokong, dan telapak tangan tetapi tidak terasa gatal Batuk-batuk Diagnosis HFMD Sebelum mendiagnosa bahwa seseorang benar-benar menderita HFMD dokter akan melakukan serangkaian tahapan pemeriksaan. Tahap pertama adalah dengan melihat gejala yang pasien alami. Kemudian berlanjut pada meneliti riwayat aktivitasnya. Setelah itu barulah ke tahap pemeriksaan fisik dengan melihat pola penyebaran ruam dan sariawan. Komplikasi yang Mungkin Terjadi Saat gejala yang penderita rasakan semakin parah, maka tidak menutup kemungkinan muncul berbagai komplikasi, diantaranya : Penderita mengalami dehidrasi karena sariawan yang muncul menyebabkan penderita kesulitan minum meski hanya air putih Ensefalitis: Merupakan radang otak yang terjadi pada jaringan otak dan mampu menyebabkan gangguan saraf Meningitis: Terjadinya peradangan pada meninges, yaitu lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang Miokarditis: Peradangan yang terjadi pada miokardium atau otot jantung yang berpotensi membuat penderitanya mengalami serangan jantung dadakan Paralisis. Maksud dari istilah ini adalah gangguan kesehatan berupa kelumpuhan yang terjadi akibat saraf yang mengatur gerak otot tubuh terganggu Pencegahan HFMD Karena penularannya sangat mudah dan gejala yang muncul cukup mengganggu. Alangkah lebih baiknya mengetahui bagaimana pencegahannya dengan tepat. Poin utamanya adalah menjaga kebersihan dengan : Selalu mencuci tangan di air mengalir menggunakan sabun setelah memegang benda-benda dari tempat umum atau setelah mengganti popok anak yang terinfeksi virus Hindari berbagi alat makan atau minum serta melakukan kontak jarak dekat dengan seseorang yang sedang sakit Tutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, sebaiknya menggunakan memakai tisu atau siku bagian dalam Secara berkala bersihkan benda yang berpotensi menjadi media penularan virus misalnya gagang pintu, remote tv, dan meja, dengan benar Jangan menciumi anak yang sedang mengalami HFMD Isolasi penderita hingga dokter menyatakan bahwa ia sudah benar-benar sembuh dan virusnya tidak akan menyebar ke orang lain Cara Penyembuhan Meski tanpa penanganan khusus, HFMD bisa sembuh dengan sendirinya karena dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. Hanya saja ada kondisi di mana Anda perlu sesegera mungkin melakukan penanganan, terlebih jika gejala yang muncul semakin memburuk. Jangan sampai menunggu hingga gejala ringan berubah menjadi komplikasi yang membuat penderitanya merasa semakin tidak nyaman. Oleh karenanya, ketahui bagaimana cara penyembuhannya: Hindari mengonsumsi antibiotik karena penyebabnya adalah virus, kecuali memang jika dokter menyarankan hal itu Jauhi makanan atau minuman dengan citarasa asam dan pedas karena malah akan membuat luka di mulut terasa perih Berikan obat penurun demam sesuai dengan anjuran dokter, pastikan untuk membaca aturan konsumsi terlebih dahulu Perbanyak istirahat agar sistem imun mampu melawan serangan virus dengan baik Perbanyak minum air putih dengan suhu ruangan untuk membuat tenggorokan lebih tenang serta tidak terasa sakit berlebihan Kapan Harus ke Dokter? Ketika... - Published: 2024-04-15 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/urologi/ginjal-bocor/ - Kategori: Urologi - Tag: cara penanganan, definisi ginjal bocor, gejala ginjal bocor, ginjal bocor Masalah kesehatan ginjal bocor bisa menyerang siapapun terutama orang yang tidak menerapkan gaya hidup sehat. Kondisi ini meningkatkan risiko kematian sehingga perlu diketahui penyebabnya agar ginjal bekerja dengan baik. Dalam kedokteran, medis sering menyebutnya dengan albuminuria. Lalu, sebenarnya apa penyebab dan cara penanganannya? Cari tahu jawabannya di sini. Definisi Ginjal Bocor Ginjal bocor atau albuminuria yang juga dikenal proteinuria adalah kondisi di mana urine mengandung albumin dalam jumlah berlebih. Sebagai informasi, albumin merupakan salah satu jenis protein dalam darah. Sebenarnya, jika jumlah albumin yang keluar melalui urine sebanyak 5-10 mg per hari maka terbilang masih aman. Sementara itu, apabila jumlahnya lebih banyak, yaitu sebanyak 30-300 mg atau di atasnya per hari maka mengindikasikan adanya gangguan pada ginjal. Kondisi tersebut terjadi karena pembuluh darah kecil (glomerulus) pada ginjal mengalami kerusakan yang akhirnya membuat perannya sebagai penyaring tidak berfungsi dengan baik. Akhirnya, protein bocor dan tercampur ke urine secara berlebihan. Gejala Ginjal Bocor Pada stadium awal terkena penyakit biasanya penderita tidak mengalami gejala apapun. Gejala timbul setelah penyakitnya kian parah yaitu sebagai berikut: Terlalu sering buang air kecil (overactive bladder) Urine berbuih atau berbusa Mengalami sesak napas Terjadinya pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti perut, kaki, pergelangan, dan wajah Mual hingga muntah Mudah lelah saat menjalankan aktivitas sehari-hari Nafsu makan menurun Otot mengalami kram terutama di malam hari Sulit berkonsentrasi Mengalami kesulitan tidur atau insomnia Pembengkakan di area mata Kulit kering dan gatal-gatal Terjadi gangguan elektrolit Gejala yang muncul tidak boleh Anda abaikan begitu saja karena bisa membuat seseorang mengalami kondisi bernama sindrom nefrotik, ditandai dengan penimbunan air di dalam tubuh penderita. Penyebab Ginjal Bocor Belum ada penelitian yang mengungkap secara pasti apa penyebab dari albuminuria. Tetapi ahli menuturkan ada penyakit-penyakit yang meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan ginjal tersebut, yaitu: Infeksi ginjal: Pielonefritis atau infeksi ginjal terjadi karena bakteri E. coli yang berada di saluran kemih bagian bawah naik ke ginjal. Orang yang mengalaminya biasanya akan merasakan gejala demam menggigil, buang air kecil terasa sakit, dan nyeri di area punggung, perut, atau pinggang. Lupus nefritis: Lupus nefritis adalah kondisi di mana ginjal mengalami peradangan yang terjadi karena penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun di mana sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari penyakit, malah berbalik menyerang sel dan organ tubuh. Preeklamsia: Ciri-ciri orang yang mengalami preeklamsia yaitu menderita tekanan darah tinggi di atas 140/90 mmHg dan kadar protein dalam urinnya tinggi (proteinuria). Preeklampsia sendiri termasuk komplikasi kehamilan yang muncul dengan gejala nyeri perut bagian atas, sakit kepala parah, dan penglihatan menjadi kabur. Sindrom nefrotik: Jenis sindrom ini merupakan gangguan ginjal yang membuat tubuh kehilangan terlalu banyak protein yang keluar melalui urine. Hal itu terjadi karena glomerulus mengalami kerusakan baik akibat sumbatan pembuluh darah, peradangan, infeksi, hingga penyakit tertentu, seperti lupus, diabetes, dan kanker. Cara Dokter Mendiagnosa Tes dipstick: Tes ini menggunakan bantuan alat berupa strip plastik berukuran kecil dan kertas indikator. Manfaatnya adalah untuk mendeteksi jumlah protein. Jika alatnya mendeteksi adanya kelebihan protein pada urine, maka bagian ujungnya akan berubah warna. Tes kadar albumin dan kreatinin: Pengetesan tersebut bertujuan untuk mencari tahu seberapa banyak kadar kadar albumin dan kreatinin yang pasien keluarkan dalam kurun waktu 24 jam pada urine. Apabila hasil ACR di atas 30 mg/mmol, artinya pasien mengalami albuminuria. Sedangkan jika ACR di bawah 3 mg/mmol, artinya masih normal. Tes darah: Melalui tes darah dokter dapat mengetahui berapa kadar protein, kreatinin, dan laju filtrasi glomerulus. Selain itu, tes tersebut juga bisa menggambarkan seberapa baik ginjal seseorang bekerja. Tes pemindaian: Ada beberapa jenis tes pemindaian untuk melihat kadar albumin, seperti CT scan atau ultrasounds. Melalui tes pemindaian, medis nantinya mampu melihat gambar ginjal sehingga lebih mudah menemukan masalah di dalamnya. Elektroforesis protein urine: Berguna untuk melihat jenis protein yang terdapat pada urine agar dokter bisa melihat penyakit pada pasiennya. Tes darah imunoterapi: Fungsi utama dari tes darah imunoterapi adalah untuk mengecek ada atau tidaknya protein bernama imunoglobulin yang merupakan antibodi pelawan infeksi dalam darah. Sebagai penyakit yang menyerang organ dalam, diagnosanya perlu menggunakan peralatan medis khusus. Ingin tahu apa saja itu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:Biopsi ginjal: Jangan terburu-buru takut, prosedur pemeriksaan biopsi ginjal. Selanjutnya, dilakukan pengambilan sebagian jaringan untuk dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Cara Pengobatan Bagi yang mengalami retensi air, pastikan untuk membatasi jumlah asupan garam dan air pada pola makan harian. Natrium dalam garam mampu meningkatkan tekanan kapiler glomerulus yang akhirnya mengganggu kinerja Ginjal. Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) juga sebaiknya mengurangi asupan garam dalam makanan. Selain itu, atur pola makan dan hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi memperparah kondisi kesehatan tubuh. Pengobatan penyakit ini tergantung dari kondisi yang memicu kemunculannya. Misalnya jika penyebabnya adalah diabetes atau penderita hipertensi, biasanya dokter akan memberikan obat ARB (Angiotensin Receptor Blockers) dan ACE (Angiotensin Converting Enzyme) inhibitors.   Selain mengonsumsi obat-obatan, penderita juga perlu kontrol kesehatan secara berkala supaya terhindari dari kondisi lebih parah. Untuk membuat tubuh... - Published: 2024-04-14 - Modified: 2024-05-15 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ciri-ciri-orang-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: cici ciri hamil, ibu hamil, Kehamilan - Translation Priorities: Optional Sebelum terjadinya perubahan ukuran perut yang kian membesar, ciri awal kehamilan dapat terlihat pada wajah. Penasaran? seperti apa ciri ciri orang hamil dari raut wajah? Yuk, kenali pula penyebab perubahan kulit wajah tersebut! Telat haid merupakan salah satu tanda kehamilan yang paling umum pada sebagian wanita. Selain itu, ciri bahwa Anda sedang hamil juga dapat diketahui dari perubahan fisik, termasuk perubahan raut wajah yang dapat terjadi selama kehamilan. Penyebab Perubahan Kondisi Wajah Orang Hamil Sebagian besar penyebab terjadinya perubahan kondisi wajah adalah hormon kehamilan. Kondisi ini menyebabkan pori-pori memproduksi minyak berlebih, sehingga membuat Anda rentan terhadap terjadinya ruam dan perubahan warna kulit. Berikut ini ada beberapa faktor penyebab perubahan raut wajah pada wanita hamil yang umum terjadi, hal ini penting Anda ketahui sebagai bahan referensi, di antaranya: 1. Fluktuasi Hormon Hormon kehamilan yang muncul dapat membuat kulit memerah dan ruam. Hormon yang berfluktuasi adalah progesteron, estrogen, human chorionic gonadotropin. Pada umumnya, kondisi ini membuat tampilan kulit bercahaya pada wanita hamil. 2. Aliran Darah Meningkat Pada masa kehamilan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi. Volume darah yang meningkat akan membuat pembuluh darah melebar. Kondisi ini akan membuat kulit menjadi memerah. 3. Produksi Minyak Meningkat Produksi minyak dari kelenjar sebum mengalami peningkatan karena fluktuasi hormon kehamilan. Selain itu, volume darah yang meningkat juga menaikkan sekresi minyak. Kondisi ini akan menimbulkan efek samping seperti jerawat. Kenali Ciri Ciri Orang Hamil dari Raut Wajah Menurut American Pregnancy Association, saat awal kehamilan akan terjadi perubahan pada kulit wajah. Meski tidak semua wanita hamil mengalami perubahan kulit yang sama, tetapi perubahan ini dapat terlihat jelas. Perubahan kulit wajah bisa Anda terlihat jelas seiring dengan bertambahnya usia kehamilan karena fluktuasi hormon yang terlepas. Adapun ciri ciri orang hamil dari raut wajah adalah sebagai berikut: 1. Melasma (Chloasma Gravidarum) Melasma atau disebut sebagai mask of pregnancy merupakan perubahan kulit pada wanita hamil. Perubahan ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik gelap dan flek hitam, terutama pada area pipi, hidung, bibir, dan dahi wanita hamil. Penyebab melasma sendiri karena adanya perubahan hormon estrogen yang merangsang produksi melanosit yang berlebih, sehingga menimbulkan area gelap di wajah. Paparan sinar UV , juga dapat meningkatkan perubahan warna kulit wajah. Meski demikian, melasma pada orang hamil akan memudar setelah melahirkan. Untuk mengurangi risiko melasma ini, pada wanita hamil dapat menggunakan tabir surya atau sunscreen yang aman. 2. Pregnancy Glow Salah satu ciri atau tanda awal kehamilan adalah perubahan kulit wajah yang lebih bersinar, kondisi ini disebut dengan pregnancy glow. Kulit wajah yang lebih cerah ini disebabkan terjadinya fluktuasi hormon kehamilan. Selain itu, pregnancy glow dapat terjadi karena tubuh orang hamil memproduksi 50% lebih banyak darah. Peningkatan sirkulasi darah pada tubuh ini yang menyebabkan kulit wajah ibu hamil akan terlihat menjadi lebih cerah dan bersinar. Pregnancy glow juga dapat terjadi pada wanita hamil karena tubuh memproduksi hormon yang menyebabkan kelenjar minyak berlebih. Jika wajah terlalu berminyak, dapat dibersihkan dengan pembersih minyak. 3. Kulit Wajah Berjerawat Jika wajah Anda berjerawat tidak seperti biasanya, ini menjadi salah satu pertanda kehamilan. Hal ini karena perubahan hormonal yang mempengaruhi peningkatan produksi minyak di kulit sehingga kulit berjerawat. Minyak yang menumpuk pada kulit akan membuat pori-pori menjadi tersumbat sehingga menimbulkan jerawat. Tanda wajah yang satu ini bahkan akan terlihat lebih parah apabila anda berjerawat sebelumnya. Kondisi wanita hamil yang berjerawat merupakan hal yang normal. Jadi tidak perlu khawatir jika kulit wajah berjerawat saat hamil. Anda dapat menggunakan produk perawatan wajah yang aman untuk mencegah dan mengurangi jerawat di wajah. 4. Wajah Bengkak Kondisi ini terjadi karena ada perubahan hormon dan volume cairan yang meningkat. Kondisi wajah bengkak saat hamil adalah normal. Cara mengatasi pembengkakan tersebut dengan memberikan kompres dingin dan minum air putih yang cukup. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung kalium dan batasi konsumsi kafein serta natrium selama kehamilan. Apabila saat hamil mengalami pembengkakan ekstrem atau tiba-tiba di area ekstremitas disertai sakit kepala, segera periksakan ke dokter! Jika pembengkakan terjadi setelah umur kehamilan 20 minggu disertai tekanan darah tinggi itu adalah tanda preeklamsia. 5. Rosacea Rosacea adalah kondisi kulit kronis yang dapat menyebabkan ruam dan peradangan pada wajah. Ruam kemerahan biasanya terlihat dengan jelas pada area pipi, dahi, dan hidung. Kondisi rosacea ini berbeda dengan jerawat pada wajah. Menurut studi Dermatology Online Journal tahun 2021 rosacea dapat bertambah parah selama masa kehamilan, hal ini karena terkait kondisi lain yang disebut dengan rosacea fulminans. Penyebab rosacea pada wajah belum diketahui pasti, diduga terjadi akibat perubahan sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh. Jika kondisinya memberat, segera periksakan ke dokter. 6. Mata Tampak Sembab Tidak semua wanita hamil mengalami mata sembab. Umumnya, kondisi ini terjadi karena pembuluh darah wajah. Namun, kelelahan juga dapat membuat mata terlihat sembab. Ciri-ciri wanita hamil dengan raut wajah ini terjadi ketika terjadi peningkatan cairan dan darah yang menumpuk di jaringan ikat sekitar mata. Hal ini akan membuat mata wanita hamil akan terlihat sembab seperti... - Published: 2024-04-14 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/craniosynostosis/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Craniosynostosis, Gejala Craniosynostosis - Translation Priorities: Optional Saat janin berkembang secara tidak sempurna selama dalam kandungan, maka akan mengakibatkan berbagai kelainan. Salah satunya yakni kelainan pada tulang tengkorak bayi yang mengakibatkan bentuk kepala tidak sempurna yang disebut sebagai craniosynostosis. Penyakit ini tidak memiliki pencegahan. Oleh karena itu, bunda wajib memeriksakan kandungan secara rutin selama kehamilan sesuai saran yang telah diberikan oleh lembaga kesehatan setempat. Nah, untuk tahu lebih lengkap seputar pengobatan atau penanganan atas penyakit ini, yuk simak rinciannya berikut. Pengertian Craniosynostosis Craniosynostosis adalah kelainan bawaan pada bayi di mana terjadi cacat pada bentuk tulang tengkorak bayi sehingga tak berkembang secara sempurna. Penyebabnya yaitu karena tulang tengkorak bayi menutup terlalu cepat, dengan begitu kepala bayi tidak dapat berkembang optimal. Pada dasarnya, tengkorak manusia memiliki sutura, yakni bagian yang memisahkan antar satu tulang tengkorak dengan tulang tengkorak lainnya. Sutura sendiri berupa jaringan yang memiliki tingkat elastisitas begitu kuat. Selama bayi, sutura berguna agar tulang tengkorak bisa menyesuaikan bentuknya sesuai dengan perkembangan otak bayi. Oleh karena itu, bagian atas bayi terdapat celah (ubun-ubun) yang menjadi pemisah antar tulang tengkorak. Seiring waktu, sutura akan menutup sehingga tulang tengkorak akan mengeras. Namun, pada penderita craniosynostosis tidaklah demikian sehingga mengakibatkan bentuk kepalanya tidak sempurna. Craniosynotosis Surgery | David Johnson (davidjohnsonoxfordplasticsurgeon. co. uk) Types of craniosynostosis. | Download Scientific Diagram (researchgate. net) Faktor Risiko Sesuai laporan CDC (Centers for Disease Control), bahwa terdapat beberapa faktor risiko yang mengakibatkan terjadinya craniosynostosis. Di antaranya yaitu: Ibu hamil penderita tiroid: apabila ibu hamil punya riwayat penyakit tiroid, maka ia memiliki risiko untuk memiliki anak dengan penyakit ini. Konsumsi obat-obatan oleh ibu hamil: bila ibu hamil sebelumnya mengonsumsi obat penyubur baik sebelum maupun selama masa kehamilan, maka berpotensi melahirkan anak dengan penyakit ini Penyebab Hingga saat ini, craniosynostosis masih belum diketahui dengan baik apa penyebab utama yang mendasarinya. Namun, dugaan utamanya berasal dari kelainan genetik. Oleh karena itu, beberapa hal ahli membagi menjadi dua kategori sebagai berikut: A. Sindromik Craniosynostosis Yaitu jenis sindrom yang penyebab utamanya berupa kelainan genetik. Contohnya ada Sindroma Pfeiffer, Sindroma Apert, Sindroma Crouzon, dan juga Saethre-Chotzen. B. Non Sindromik Craniosynostosis Kondisi penyebab yang belum diketahui pasti apa alasan dibaliknya. Beberapa ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan lingkungan maupun genetik Gejala Craniosynostosis Mengutip dari laman The National Health Services UK, bahwa beberapa gejala craniosynostosis pada bayi meliputi: Bentuk kepala kecil dan memanjang, seperti bola rugby Sebelah kepala (baik kanan maupun kiri) menonjol Dahi agak lancip atau membentuk segitiga Ubun-ubun menghilang sebelum bayi berusia 1 tahun Walaupun jarang, namun penderita craniosynostosis juga dapat mengalami gejala seperti berikut ini: Masalah penglihatan Masalah pendengaran Kesulitan belajar Gangguan dalam bernafas Gangguan pertumbuhan gigiDiagnosa Dalam mendiagnosa apakah bayi mengidap craniosynostosis, maka butuh peran dari dokter spesialis anak dan bedah saraf anak dan juga bedah plastik rekonstruksi. Beberapa proses pemeriksaan yang kerap dilakukan yakni: Wawancara medis: dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan ibu beserta kondisi selama kehamilan. Pemeriksaan fisik: jenis pemeriksaan dengan melihat langsung kondisi bayi, termasuk mengukur kepalanya, mengecek ubun-ubun, dan meraba sutura. Tes genetik: hanya dilakukan apabila terdapat kecurigaan dalam hal kelainan genetik yang mendasarinya. Tes scan: yakni proses pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan scan seperti rontgen, CT scan, MRI, dan lainnya untuk melihat sutura dengan jelas. Diagnosa Dalam mendiagnosa apakah bayi mengalami craniosynostosis, maka butuh peran dari dokter spesialis anak dan bedah saraf anak dan juga bedah plastik rekonstruksi. Beberapa proses pemeriksaan yang kerap dilakukan yakni: Wawancara medis: dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan ibu beserta kondisi selama kehamilan. Pemeriksaan fisik: jenis pemeriksaan dengan melihat langsung kondisi bayi, termasuk mengukur kepalanya, mengecek ubun-ubun, dan meraba sutura. Tes genetik: hanya dilakukan apabila terdapat kecurigaan dalam hal kelainan genetik yang mendasarinya. Tes scan: yakni proses pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan scan seperti rontgen, CT scan, MRI, dan lainnya untuk melihat sutura dengan jelas Komplikasi Beberapa komplikasi yang kerap terjadi pada penderita craniosynostosis meliputi: Sakit kepala Gangguan perkembangan Masalah kognitif Bentuk abnormal kepala menjadi permanen Tekanan intrakranial meningkat (tekanan rongga kepala) Masalah penglihatan Masalah pendengaran Kesulitan belajar Gangguan dalam bernafas Gangguan pertumbuhan gigi Pencegahan Kondisi ini belum ada metode pencegahannya. Akan tetapi, risiko bisa berkurang apabila rutin melakukan pemeriksaan selama periode kehamilan (antenatal care) Tatalaksana Proses pengobatannya sendiri bergantung pada tingkat keparahan dari gejala yang tampak. Berikut beberapa pengobatan yang kerap dokter berikan: Penggunaan helm khusus: berguna untuk memperbaiki bentuk tulang tengkorak pada bayi yang baru lahir. Bedah endoskopi: bila usia bayi di bawah 6 bulan, maka umumnya akan menjalani prosedur pembedahan menggunakan endoskopi dengan minimal invasif. Bedah terbuka: bila bayi telah berumur 6 bulan lebih, maka akan dilakukan pembedahan terbuka agar bentuk tulang tengkorak kembali normal Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter spesialis anak bila anak mengalami gejala: Ubun-ubun tidak teraba pada bayi kurang dari 1 tahun Bayi sering kejang Perubahan pada bentuk kepala Perkembangan ukuran kepala yang abnormal Sering muntah menyembur Kejang Sering rewel Tubuh yang lemas Bila gejalanya semakin berat, sebaiknya dilakukan rujukan ke dokter spesialis bedah... - Published: 2024-04-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/penyakit-lyme/ - Kategori: Penyakit, Umum - Tag: Lyme Disease, Penyakit Lyme - Translation Priorities: Optional Tak hanya dapat menginfeksi hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kuda saja, penyakit lyme juga dapat menginfeksi manusia. Penyakit ini ditularkan melalui perantara kutu atau caplak yang telah terinfeksi bakteri jenis Borrelia. Penyakit ini dapat menyerang semua usia dan lebih rentan menyerang mereka yang sehari-harinya menetap di daerah hutan lebat atau daerah berumput. Akan tetapi, penyakit ini tidak dapat menular dari satu orang ke orang lain tanpa perantara kutu, kecuali bagi ibu hamil yang menularkan pada janinnya. Pengertian Penyakit lyme adalah suatu infeksi bakteri yang ditularkan oleh vektor berupa kutu atau caplak. Penamaan lyme sendiri mengacu pada “Old Lyme” yaitu sebuah kota yang ada di Connecticut (salah satu negara bagian di US, Amerika Serikat). Tempat tersebut awalnya menjadi tempat pertama di mana kasus lyme ditemukan. Namun, kini lyme sudah menyebar dan tersedia di hampir seluruh penjuru benua di dunia. Hal ini karena vektor pembawanya berupa caplak juga dapat menginfeksi hewan mulai dari hewan liar, hewan peliharaan, hingga burung sehingga cepat menyebar ke berbagai wilayah. Borrelia burgdorferi merupakan penyebab umum dari penyakit ini. Akan tetapi, beberapa varian bakteri lain seperti Borrelia afzelii, Borrelia mayonii, dan juga Borellia garinii juga kadang ikut menyebabkan lyme. Walaupun jenis bakteri ini tersebar di semua benua, namun risiko terjangkit lyme lebih tinggi bagi mereka yang tinggal di areal hutan lebat atau tempat berumput. Hal ini karena kutu-kutuan lebih menyukai beberapa tempat tersebut. Penyakit Lyme Gejala Utama Ruam bulls’s eye pattern, demam, nyeri kepala, badan menggigil, nyeri sendi Dokter Spesialis Dokter umum, dokter spesialis reumatologi, spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Infeksi bakteri jenis Borrelia dengan vektor kutu/caplak Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan tes ELISA (Enzyme linked immunosorbent assay) Faktor Risiko Dapat menyerang semua usia, terutama yang tinggal di area rerumputan/hutan Pengobatan Pemberian senyawa penangkal kutu, obat doksisiklin atau amoksisilin. Pencegahan Jaga kebersihan lingkungan dan pakaian, penggunaan senyawa penangkal kutu Komplikasi Sakit pada sendi terutama lutut Faktor Risiko Risiko terkena Lyme akan meningkat apabila seseorang bekerja di luar ruangan. Sering kali, seseorang yang habis bepergian ke hutan, camping, hiking, atau rekreasi di alam terbuka pun lebih mudah terkena penyakit ini. Secara umum, faktor risiko pada penyakit lyme meliputi: Lingkungan kerja Area geografis Aktivitas outdoor Waktu di bulan tertentu Penyebab Penyebab penyakit lyme adalah gigitan kutu yang telah terinfeksi bakteri Borrelia burgdorferi, Borrelia afzelii, Borrelia mayonii, dan Borellia garinii. Di Indonesia sendiri, Borrelia burgdorferi menjadi pemicu utama dari penyakit ini. Walaupun sudah ada penanganan khusus untuk penyakit ini, namun kasus terjangkitnya Lyme masih tinggi. Menurut laman resmi CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat, bahwa setidaknya ada 300 ribu kasus penyakit lyme setiap tahunnya. Gejala Sebanyak kurang lebih 80% penderita Lyme mengalami ruam EM (erthema migrans) yang muncul 3 – 30 hari setelah terinfeksi. Di minggu pertama hanya berukuran kecil, namun semakin lama semakin membesar yang membentuk ruam bulat yang disebut bull’s eye karena digambarkan seperti mata banteng. A. Gejala Awal Umumnya, setelah seseorang terinfeksi bakteri penyebab penyakit lyme, maka dalam beberapa hari akan muncul gejala seperti berikut: Demam Kelelahan Nyeri sendi Nyeri otot Panas dingin Sakit kepala B. Gejala Lanjutan Setelah gejala awal muncul, berikutnya akan muncul gejala lanjutan seperti halnya berikut ini: Arthritis Nyeri sendi Pembengkakan sendi Ruam di berbagai titik lain Leher terasa kaku Detak jantung tak beraturan Nafas pendek-pendek Inflamasi pada otak Nyeri saraf Pelemahan otot wajah Diagnosis Dalam mendiagnosis penyakit lyme, maka dokter akan melakukan serangkaian tata laksana seperti: Wawancara medis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan ELISA Tes western blot Pencegahan Pencegahan utama terhadap penyakit ini ialah dengan menghindari sebisa mungkin gigitan kutu atau caplak. Terutama saat bepergian ke hutan atau ouotdoor lainnya. Pengobatan Belum ada perawatan secara khusus untuk lyme. Namun, ada beberapa obat yang efektif untuk mengatasi gejala dari penyakit ini seperti: Antibiotik Antiinflamasi Obat arthritis Komplikasi Beberapa kemungkinan terjadinya komplikasi pada penderita penyakit lyme meliputi: Lyme carditis: gejalanya meliputi detak jantung tak beraturan, pingsan, hingga nafas yang pendek-pendek. PTLDS: yaitu singkatan dari Post Treatment Lyme Disease Syndrome yang terjadi akibat kondisi lyme kronis seperti sakit sendi parah. Infeksi lain: caplak atau kutu yang membawa lyme juga kadang dapat membawa penyakit lain seperti anaplasmosis dan babesiosis. Gangguan neurologi: beberapa masalah yang berhubungan dengan neurologi meliputi penurunan fungsi kognitif, meningitis, hingga enchpalitis Kapan Harus ke Dokter? Anda harus segera mengunjungi dokter umum apabila melihat tanda-tanda tergigit kutu atau caplak. Apabila nantinya membutuhkan perawatan yang lebih optimal, maka akan diberikan rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis reumatologi Narasumber: dr. Ricky Pratama Wijaya Dokter Umum Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-04-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/hepatitis-fulminan/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Hati termasuk organ yang sangat penting dalam sistem tubuh manusia. Maka, ketika ada masalah kesehatan pada hati, penanganan medis harus menjadi perhatian utama. Terlebih bila mengalami penyakit hati kronis, salah satunya penyakit hepatitis. Salah satu kondisi serius pernasalahan pada hati yang ditimbulkan disebut hepatitis fulminan. Gejala Hepatitis Fulminan Hepatitis fulminan adalah kondisi ketika hati atau liver mulai mengalami kegagalan fungsi yang terjadi sangat cepat, dapat terjadi dalam beberapa hari atau pekan. Kondisi ini dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya menderita hepatitis atau baru saja terinfeksi virus hepatitis. Hepatitis fulminan ditandai dengan gejala yang parah dan dapat memburuk dengan cepat, seringkali dalam beberapa hari. Hepatis fulminan juga biasa disebut gagal hati akut. Umumnya hepatis fulminan terjadi karena proses peradangan hati atau hepatitis yang berkembang sangat parah dan cepat. Namun, tidak semua hepatitis akan berkembang menjadi hepatitis fulminan. Kondisi hepatitis fulminan ini tergolong kasus yang jarang terjadi, namun dampaknya bisa sangat serius dan mengancam jiwa. Seperti dikutip dari beberapa studi yang membahas strategi penanganan hepatitis fulminan, terapi standar yang utama untuk pasien hepatitis fulminan yang tak bisa dipulihkan adalah dengan prosedur transplantasi hati. Tingkat keparahan hepatitis pada setiap orang bergantung pada berbagai macam faktor risiko, seperti jenis virus hepatitis, kondisi kesehatan pasien secara umum, dan respons tubuh pasien terhadap infeksi. Maka demi mencegah komplikasi yang lebih berat, pasien hepatitis harus menjalani perawatan yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter. Gejala Hepatitis Fulminan Hepatitis fulminan dapat muncul dan memburuk dalam waktu singkat. Gejala yang umum ditimbulkan, meliputi: Perut terasa sangat nyeri, terutama saat terjadi pembengkakan hati Perut tampak bengkak, serta menjadi keras atau kaku Muntah terus-menerus Penurunan kesadaran, gelisah, hingga koma Mata dan kulit tampak berwarna kuning Mudah mengalami perdarahan Sesak napas atau napas pasien tampak cepat Sakit kepala yang intens dan tak sembuh-sembuh Penyebab Hepatitis Fulminan Penyebab paling sering hepatitis fulminan adalah infeksi virus hepatitis, khususnya hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV). Infeksi virus lain juga bisa menimbulkan kondisi hepatitis fulminan, di antaranya virus herpes simplex dan virus Epstein-Barr. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, hepatitis fulminan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu. Penyebab lain yang dapat menimbulkan hepatitis fulminan adalah akibat reaksi autoimun, yakni ketika daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh justru menyerang sel-sel hati yang normal pada tubuh sendiri. Selain itu, paparan obat-obatan tertentu, toksin, atau zat kimia beracun juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan memicu terjadinya hepatitis fulminan. Gangguan metabolism yang dapat memicu terjadinya hepatitis fulminan, antara lain hemokromatosis (penumpukan zat besi) dikarenakan dapat memicu kerusakan hati yang parah. Persentase kemungkinan seseorang mengalami hepatitis fulminan akan semakin besar bila terdapat riwayat penyakit hati sebelumnya atau riwayat gangguan pada sistem kekebalan tubuh seperti gangguan autoimun dan infeksi HIV. Cara Dokter Mendiagnosis Hepatitis Fulminan Untuk mendiagnosis hepatitis fulminan, termasuk menilai tingkat keparahan dan penyebab kerusakan hati yang terjadi begitu cepat, terdapat sejumlah langkah diagnostik yang meliputi serangkaian tes dan evaluasi medis, seperti: Wawancara medis dan pemeriksaan riwayat kesehatan untuk mendiskusikan gejala dan faktor risiko, termasuk kemungkinan paparan virus hepatitis Pemeriksaan fisik untuk mengecek tanda dan gejala seperti warna mata dan kulit yang menguning serta perut yang mengeras Tes darah untuk mengevaluasi fungsi hati dan mengukur kadar enzim hati Uji virus hepatitis lewat prosedur tes darah untuk mengecek keberadaan virus hepatitis yang bisa menyebabkan hepatitis fulminan Uji imunologi untuk mengecek apakah ada faktor reaksi autoimun yang memicu hepatitis Prosedur pencitraan, antara lain dengan ultrasonografi untuk mengidentifikasi perubahan pada struktur hati yang berkaitan dengan kerusakan hati Cara Mengatasi Hepatitis Fulminan Penanganan hepatitis fulminan bersifat mendesak karena penyakit ini bisa membuat kondisi pasien memburuk dengan cepat. Umumnya, pasien perlu dirawat di rumah sakit agar tim medis bisa melakukan pemantauan secara ketat dan segera melakukan penanganan sesuai dengan perkembangan kondisi pasien. Selama perawatan, tim medis akan memberikan obat-obatan serta mengambil tindakan medis yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi hati tetap berjalan. Di antaranya obat untuk mengatasi peradangan dan pemberian nutrisi lewat infus. Tindakan medis lain disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien, termasuk ketika ada tanda komplikasi seperti perdarahan atau penumpukan cairan di dalam tubuh. Dalam kasus yang berat, tatkala fungsi hati tak bisa dipulihkan atau tak membaik walau sudah diberi penanganan sebelumnya, dokter mungkin merekomendasikan transplantasi hati untuk menggantikan hati yang sudah rusak. Komplikasi Hepatitis Fulminan Hepatitis fulminan dapat mengakibatkan komplikasi yang serius dan berpotensi mengancam jiwa, seperti: Kegagalan hati atau hilangnya kemampuan hati dalam menjalankan fungsi normalnya Kerusakan otak akibat penumpukan amonia dan zat beracun lain dalam darah akibat kegagalan fungsi hati Perdarahan di berbagai bagian tubuh, termasuk di sistem organ dalam tubuh Rentan terkena infeksi serius karena sistem kekebalan tubuh melemah Gangguan jantung dan paru-paru, termasuk edema paru dan gagal jantung Sindrom disfungsi multiorgan, yakni rusak atau gagalnya fungsi sejumlah organ dalam tubuh Pencegahan Hepatitis Fulminan Cara utama untuk mencegah hepatitis fulminan adalah berupaya menjaga kesehatan hati agar terhindar dari penyakit hepatitis. Contohnya: Menjalani vaksinasi hepatitis Menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk... - Published: 2024-04-13 - Modified: 2024-04-14 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kenali-anemia-aplastik/ - Kategori: Penyakit Dalam Anemia aplastik merupakan kegagalan hematopoeisis yang relative jarang ditemukan namun berpotensi mengancam jiwa. Penyakit ini ditandai dengan pansitopenia dan aplasia sumsum tulang. Anemia Aplastik umumnya muncul pada usia 15-25 tahun dan lebih sedikit muncul pada usia 60 tahun. Umur dan jenis kelamin bervariasi secara geografis. Perjalanan penyakit pada pria lebih berat daripada perempuan. Anemia aplastik dihubungkan dengan paparan terhadap zat kimia dan obat obatan, radiasi, kemoterapi. Penyebab lain meliputi kehamilan, hepatitis viral, adanya kelainan respon imun dapat disebabkan oleh infeksi virus atau pajanan obat atau zat kimia tertentu. dan ada yang tidak diketahui penyebabnya atau idiopatik. Sebagian besar anemia aplastik bersifat Idiopatik. Anemia Aplastik dapat muncul mendadak atau perlahan lahan. Anemia dapat menyebabkan lemas, sesak dan jantung berdebar debar. Trombosit yang rendah dapat menyebabkan perdarahan mukosa dan mudah memar. Jumlah neutrofl yang rendah meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Pasien mungkin juga mengeluh sakit kepala , nafsu makan berkurang dan demam. Penyebab anemia aplastik dapat disebabkan obat karena hipersensitivitas obat seperti kloramfenikol, fenilbutazon, senyawa sulfur, dan antikonvulsan. Obat obatan sitotoksik seperti mileran atau nitrosourea. Benzena merupakan bahan kimia yang dapat menyebabkan anemia aplastik. Penyakit infeksi seperti virus Epstein Barr, Influenza A, Tuberkulosis (milier), Citomegalovirus, Hepatitis dan HIV dapat menyebabkan anemia aplastik. Pada kehamilan kadang ditemukan pansitopenia dan aplasia yang berlangsung sementara karena pengaruh hormone estrogen dan akan membaik setelah melahirkan. Resiko morbiditas berhubungan dengan derajat keparahan anemia aplastic. Angka kematian setelah dua tahun pada anemia aplastic berat atau sangat berat mencapai 80%. Pada anemia aplastic yang tidak berat, jarang mengancam jiwa dan sebagian besar tidak membutuhkan terapi. Pemeriksaan Laboratorium: Darah tepi, pada tahap awal penyakit, pansitopenia tidak selalu Adanya anemia dan granulosit serta trombosit ditemukan rendah. Laju endap darah (LED) selalu Faal hemostasis: waktu perdarahan memanjang dan retraksi bekuan beruk karena jumlah trombosit yang rendah. Aspirasi sumsum tulang Pemeriksaan virus Hepatitis, HIV, Parvovirus dan cytomegalovirus Terapi: Terapi imunosupresif seperti pemberian siklosporin dan kortikosteroid Transplantasi sumsum tulang dapat diberikan bila pasien berumur kurang dari 50 tahun dan gagal dengan pemberian terapi Transfusi darah Perjalanan penyakit anemia aplastik dapat berupa: Remisi Hal ini jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh kemoterapi atau radiasi Meninggal dalam 1 Hal ini terjadi pada sebagian besar kasus. Bertahan hidup selama 20 tahun atau Membaik dan bertahan hidup lama namun kebanyakan kasus mengalami remisi tidak sempurna. Narasumber: dr. Theresia Asti Prasasti Darma Sudjono, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-04-12 - Modified: 2024-05-15 - URL: https://primayahospital.com/gizi/berat-badan-anak/ - Kategori: Gizi - Tag: anak usia 1 tahun, berat badan anak, menambah berat badan anak - Translation Priorities: Optional Pada dasarnya, berat badan anak-anak akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Namun, sebagian anak ada yang tidak mengalami kenaikan berat badan yang cukup. Lantas, bagaimana cara menambah berat badan anak usia 1 tahun? Meskipun banyak anak-anak secara alami bertambah berat badannya, tetapi beberapa anak perlu mendapatkan perhatian. Pemenuhan gizi dan nutrisinya harus terpantau sehingga memperoleh berat badan yang ideal untuk anak-anak. Pentingnya Memantau Berat Badan Anak Memantau seberapa banyak pertambahan berat badan anak usia 1 tahun sangatlah penting, agar orang tua mengetahui berapa jumlah gizi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Pemantauan penambahan berat badan anak-anak juga penting untuk mengetahui apakah bertumbuh kembang sesuai usianya. Sebab, ketika ada gangguan pertumbuhan yang tidak teridentifikasi bisa berdampak pada kualitas hidup anak. Adapun cara untuk mengetahui pertambahan berat badan anak ideal sesuai usianya, Anda bisa mengacu pada grafik pertumbuhan anak dari WHO. Menurut WHO, kisaran berat badan anak usia 1 tahun yang ideal adalah sebagai berikut: Anak laki-laki usia 1 tahun: Berat badan 7,7-10,8 dan tinggi badan 71-78,1 cm. Anak perempuan usia 1 tahun: Berat badan 7,0-10,1 dan tinggi badan 68,9-76,6 cm. Bagaimana jika berat badan anak Anda kurang dari acuan ideal sesuai usianya? Bagaimana cara mencapai berat badan anak sesuai acuan grafik pertumbuhan anak dari WHO? Cara Menambah Berat Badan Anak Usia 1 Tahun Penambahan berat badan anak kurang dari acuan membutuhkan perhatian dan penanganan serius. Berat badan yang kurang dari acuan dapat menjadi masalah pada pertumbuhan anak, terutama pada tahun pertama anak berkembang. Orang tua tidak perlu khawatir jika berat badan anaknya kurang atau penambahan berat badan lambat. Sebagai referensi, berikut beberapa cara menambah berat badan anak usia 1 tahun yang bisa orang tua terapkan, di antaranya: 1. Nutrisi Lengkap dan Seimbang Nutrisi dianggap sebagai salah satu faktor penentu penambahan berat badan dan tumbuh kembang anak. Bagi orang tua yang ingin anaknya bertambah berat badannya, maka harus menerapkan pola makan yang bernutrisi dan bergizi Perbandingan asupan diatas dapat digunakan untuk anak 12-23bulanyang memerlukan 70% makanan pokok (jenis karbohidrat), Protein dan lemak serta sayur dan buah. Walaupun sayur makanan yang sehat, untuk anak usia 1 tahun sayur bukan yang utama karena mengandung anti nutrient yang dapat menurunkan penyerapan gizi lain. Jadi sayur boleh saja, namun tetap protein yang utama. Kelompok makanan bergizi mengandung karbohidrat untuk membantu memberikan energi yang dibutuhkan anak. Contohnya seperti kentang, sereal, dan umbi-umbian. Untuk usia 6-23 bulan direkomendasi makanan tinggi protein. Anak usia 1 tahun memerlukan asupan yang mengandung protein tinggi. Selain itu, untuk menambah berat badan anak perlu asupan makanan mengandung lemak baik seperti lemak hewani, yang dapat membantu menyerap vitamin. Sementara vitamin bisa diperoleh dari sayuran dan buah-buahan matang. 2. Makanan Tinggi Kalori dan Lemak Sehat Cara menambah berat badan anak 1 tahun selanjutnya adalah asupan lemak sehat dan makanan tinggi kalori bisa orang tua berikan. Hal ini sebagaimana Harvard Health Publishing sebutkan untuk anak dengan berat badan di bawah kisaran. Meskipun sering dianggap musuh, kalori dan lemak merupakan nutrisi yang penting untuk membantu menambah berat badan. Asal sumber lemak diperoleh dari makanan sehat. Adapun makanan dengan kalori dan lemak sehat seperti telur, alpukat, minyak zaitun, daging ayam tanpa lemak, ikan dan makanan laut. Terpenting hindari memberikan makanan dengan lemak jenuh seperti junk food atau cake. 3. Anak Mendapatkan Tidur yang Cukup Anak usia 1 tahun yang cukup tidur setelah mendapatkan ASI ataupun susu formula bisa membantu menambah berat badannya. Ketika anak hendak tidur di malam hari, maka cobalah untuk menawarkan ASI atau memberikan susu formula. Pemberian susu formula atau ASI bisa membantu meningkatkan berat badan dengan cepat pada malam hari. Jadi biarkan anak tidur terlelap dan jangan mengganggu tidurnya. Selain itu, biasanya anak usia 1 tahun juga lebih sering tidur siang dan ini bisa membantu menaikkan berat badannya. Sebelum tidur siang, anak bisa Anda berikan makanan sehat atau ASI untuk membuat berat badannya bertambah. 4. Berikan Susu Pertumbuhan dan Vitamin Memberikan susu pertumbuhan kaya akan zat besi dan zinc bisa membantu menambah berat badan anak. Kandungan zinc dan zat besi juga bisa meningkatkan nafsu makan dan penyerapan nutrisi penting dari makanan si kecil. Selain itu, untuk mencapai berat badan anak 1 tahun yang ideal bisa memberikan vitamin penambah nafsu makan. Namun, sebaiknya Anda konsultasi dahulu dengan dokter anak sebelum memberikan susu atau vitamin penambah berat badan. Saat ini ada banyak sekali produk susu atau vitamin penambah berat badan anak, sehingga harus cermat memilih produk yang tepat dan aman untuk anak usia 1 tahun. 5. Jadwalkan Pemberian Makan Anak Anak usia 1 tahun sudah bisa Anda berikan makan dengan porsi besar 3 kali sehari. Adapun jadwal pemberian makannya, yaitu makan pagi pukul 08. 00, makan siang pukul 12. 00, dan makan malam pukul 18. 00 rutin setiap harinya dan dibarengi dengan pemberian ASI. Selain itu, Anda juga bisa melengkapinya dengan pemberian makanan selingan 2 kali sehari. Makanan selingan ini bisa berupa snack sehat atau makanan sehat untuk... - Published: 2024-04-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/ulkus-kornea/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Dari sekian banyak jenis infeksi pada mata, ada satu kondisi yang disebut sebagai ulkus kornea. Seperti namanya, kondisi ini terjadi ketika terdapat luka terbuka di bagian kornea mata. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi, misalnya infeksi virus, bakteri atau jamur, maupun penyebab lain. Tanpa adanya perawatan dari dokter secara tepat dan optimal, maka hal tersebut dapat mengakibatkan beragam komplikasi. Oleh karena itu, bila Anda terdiagnosis ulkus kornea, maka silakan lakukan beberapa perawatan dan pengobatan seperti yang kami ulas di bawah ini. . Pengertian Ulkus kornea (corneal ulcer) adalah kondisi terjadinya luka terbuka di area kornea mata yang dalam kebanyakan kasus akibat dari adanya infeksi. Kornea sendiri merupakan bagian dari mata yang berperan sebagai bagian terdepan masuknya cahaya menuju mata. Sejatinya, kornea mata secara alami sudah terlindungi dari infeksi karena terdapat air mata. Jadi bakteri, jamur, maupun virus pun tidak dapat menginfeksinya. Namun, kondisi tertentu seperti adanya erosi mata, cedera ringan, ataupun luka akibat penggunaan lensa kontak dapat mengakibatkan infeksi kornea. Penyakit Ulkus kornea (Corneal Ulcer) Gejala Utama Mata gatal dan berair, mata merah, sensitif terhadap cahaya, nyeri pada mata Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Infeksi, cedera mata, defisiensi vitamin A Diagnosis Pemeriksaan fluorescein eye stain Faktor Risiko Dapat menyerang semua usia, pengguna lensa kontak jangka panjang Pengobatan Pemberian obat sesuai gejalanya Pencegahan Hindari tidur dengan lensa kontak, cuci tangan sebelum menyentuh area mata Komplikasi Kebutaan Faktor Risiko Inilah beberapa faktor risiko yang menjadikan seseorang lebih rentan terkena ulkus kornea: Pengguna lensa kontak disposable jangka panjang Mata kering Peradangan Penyebab Penyebab ulkus kornea sangatlah beragam, namun yang paling sering yaitu akibat dari infeksi. Berikut ini beberapa gejala yang sering kali tampak: Infeksi Bakteri, Umumnya terjadi pada pengguna lensa kontak yang tidak bersih Infeksi Virus, Misalnya herpes simplex virus atau varicella Infeksi Jamur, Misalnya akibat cedera dengan bahan organik seperti cabang atau ranting. Bisa pula akibat penggunaan teted mata steroid atau lensa kontak   Mata kering   Peradangan . Gejala Ulkus Kornea Seseorang yang akan mengalami ulkus kornea umumnya akan merasakan tanda-tanda infeksi yang mendahuluinya. Contohnya yaitu: Mata berair dan merah Mata gatal dan sakit Sensitif terhadap cahaya (fotofobia) Mata mengeluarkan nanah Bintik putih pada kornea Pandangan kabur Kelopak mata bengkak Diagnosis Dokter akan mendiagnosis ulkus kornea dengan melalui beberapa macam tahapan. Contohnya yaitu: Wawancara medis Pemeriksaan mata Pemeriksaan penunjang Dalam sebagian kasus, luka pada penyakit ini memiliki bentuk yang sangatlah kecil sehingga dokter membutuhkan penanganan lanjutan seperti menggunakan alat magnifikasi. Selain itu, pemeriksaan lainnya yaitu pengecekan flueorscein eye stain yang menggunakan zat oranye yang dituangkan pada kertas blottting. Setelah itu di tempelkan di mata lalu hasilnya di cek di mikroskop menggunakan slit lamp. Untuk kasus pengecekan yang lebih akurat, dokter juga sering kali menggunakan metode pengecekan sampel kornea. Metode ini akan memberikan hasil akurat untuk pengecekan adanya jamur, bakteri, maupun virus pada kornea mata. Pencegahan Agar tidak sampai terjadi ulkus kornea, maka lebih baik segera periksakan ke dokter mata apabila mengalami gejala awal seperti yang kami sebutkan di atas. Setelah itu, terdapat beberapa metode yang bisa kalian lakukan seperti: Bila ada kotoran pada mata, jangan kucek tapi bilas dengan air steril Selalu bersihkan lensa kontak sebelum penggunaan Copot lensa kontak setiap kali akan tidur Cuci tangan hingga bersih saat Anda akan menyentuh mata Memakai kacamata pelindung Pengobatan Selama pengobatan, pasien tidak boleh memakai lensa kontak, menggunakan rias mata, dan menyentuh atau mengusap mata dengan tangan yang tidak bersih. Terdapat beberapa upaya untuk mengobati ulkus kornea seperti halnya: Memakai kacamata pelindung, batasi penyebaran infeksi dengan rutin mencuci tangan Tetes mata antibiotik / antivirus / anti jamur (sesuai dengan penyebabnya) Salep mata Obat pereda nyeri Operasi transplantasi kornea, menghilangkan semua bagian kornea mata yang rusak akibat ulkus, kemudian menggantinya dengan jaringan kornea sehat atau pendonor mata yang sesuai Komplikasi Penyakit ini membutuhkan perawatan sedini mungkin. Jika tidak, maka berisiko terjadinya komplikasi seperti: Luka serius pada kornea Kehilangan penglihatan Rasa nyeri hebat pada mata Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda merasakan kondisi tidak nyaman pada mata termasuk gejala-gejala yang kami sebutkan di atas, maka penting sekali untuk segera mengunjungi dokter spesialis mata. Mengingat penyakit ini dapat membahayakan kondisi mata bahkan bisa sampai menyebabkan kebutaan, maka pastikan untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin Narasumber: dr Nina Manggiasih, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Barat   - Published: 2024-04-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/rabun-jauh/ - Kategori: Mata, Penyakit - Tag: Myopia, Rabun jauh - Translation Priorities: Optional Rabun jauh atau biasa disebut sebagai mata minus memang menjadi salah satu kondisi gangguan mata yang kerap dialami berbagai usia. Entah itu kalangan muda maupun tua, kondisi ini kerap mereka alami. Lalu, apakah rabun jauh bisa sembuh total? Sejatinya, rabun jauh tidak bisa sembuh total. Namun, penggunaan lensa mata korektif sekaligus perawatan yang tepat dapat memperlambat perkembangan mata minus menjadi lebih parah. Untuk tahu fakta lengkapnya tentang rabun jauh, yuk simak rincian lengkapnya di bawah ini. Pengertian Rabun jauh atau myopia muncul bila bentuk mata lebih panjang / lonjong, yang mengakibatkan berkas cahaya jatuh di depan retina, sehingga penderita sulit melihat jauh. Rabun jauh (myopia) adalah kondisi di mana seseorang kesulitan melihat objek jarak jauh. Penglihatan akan kabur atau tidak jelas saat melihat objek yang jauh dari lokasi ia berdiri. Namun, saat melihat objek jarak dekat akan terlihat jelas atau normal. Kondisi ini tergolong sebagai gangguan mata yang umum terjadi di lingkungan masyarakat. Penderitanya pun tidak hanya dari mereka yang berusia tua saja, namun juga dari usia remaja hingga anak-anak. Untuk mengatasi rabun jauh, seseorang dapat menggunakan kaca mata ataupun melakukan operasi laser vision correction tergantung dari tingkat keparahannya. Untuk jenisnya sendiri, rabun jauh terbagi menjadi 3 tipe yaitu: Simple myopia: jenis miopia yang sering diidap banyak orang. Perawatannya cukup dengan menggunakan kaca mata atau lensa kontak maka mata dapat melihat secara normal. Pathological myopia: jenis miopia terjadi akibat perubahan degeneratif mata. Hal ini dapat membahayakan penglihatan hingga kebutaan bila tidak mendapatkan penanganan secara tepat. Pathological myopia dapat menyebabkan penurunan fungsi pengelihatan yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata / lensa kontak. High myopia: salah satu jenis myopia yang kerap terjadi sejak muda, umumnya ukuran kacamata lebih dari -6. 00 dan semakin memburuk seiring meningkatnya usia. Tanpa perawatan yang tepat maka dapat mengakibatkan postenor vitreous detachment, lepasnya retina (saraf mata) hingga katarak. Penyakit Myopia (Rabun Jauh) Gejala Utama Tidak dapat melihat objek jarak jauh Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Bola mata terlalu panjang Diagnosis Tes fisik, wawancara medis, dan pemeriksaan lanjutan Faktor Risiko Riwayat keluarga, penderita diabetes Pengobatan Penggunaan kacamata refraktif, operasi lasik Pencegahan Sering bermain di luar, hindari beraktivitas di tempat gelap Komplikasi Pembengkakan pada mata dan kornea Faktor Risiko Risiko untuk memiliki rabun jauh (myopia) akan semakin meningkat apabila memiliki beberapa kondisi seperti: Riwayat keturunan keluarga Anak yang jarang ke luar rumah Orang yang sering membaca/menatap layar/aktivitas membaca jarak dekat Membaca di ruang gelap Penyebab Berkebalikan dengan rabun dekat, rabun jauh diakibatkan oleh lensa atau bola mata yang terlalu panjang. Karena hal tersebut, maka cahaya yang masuk akan jatuh di depan retina, akibatnya mata tidak dapat memfokuskan penglihatan dengan baik. Gejala Beberapa gejala yang muncul apabila seseorang mengalami rabun jauh yaitu: Pandangan kabur saat melihat benda jarak jauh Nyeri kepala dan sekitar mata Mata tegang Juling Mata lelah Kesulitan membaca di papan tulis Mata mengernyit / menyipitkan mata Diagnosis Dalam mendiagnosis rabun jauh, maka dokter akan mengevaluasi berdasarkan gejala atau keluhan pasien. Juga akan melakukan pemeriksaan refraksi mata untuk mengetahui tingkat miopia yang dideritanya. Pencegahan Apabila penyebabnya merupakan faktor genetik, maka rabun jauh tidak dapat dicegah sama sekali. Namun, bila penyebabnya merupakan faktor lain, maka bisa melakukan beberapa metode pencegahan berikut: Melakukan pemeriksaan mata secara berkala Hindari kelelahan berlebih pada mata Hindari penggunaan HP/komputer dalam waktu lama Pastikan untuk tidak menatap layar cerah di ruangan gelap Sering-sering beraktivitas di luar ruangan Pengobatan Apakah rabun jauh bisa sembuh? saat ini telah tersedia beberapa metode pengobatan mata minus. berikut ini beberapa di antaranya: A. Penggunaan Lensa Korektif Penggunaan kacamata adalah salah satu cara mengatasi myopia tanpa operasi yang umum dilakukan. Lensa korektif atau kaca mata korektif dapat membantu mata dalam memfokuskan cahaya sehingga jatuh tepat pada retina. Dengan begitu, penglihatan akan normal kembali. Namun, tingkat keparahan mata rabun jauh yang berbeda juga membutuhkan jenis lensa yang berbeda pula. B. Lasik (Laser Vision Correction) Operasi ini dilakukan untuk memperbaiki berntuk kornea mata pada penderita miopia agar kembali normal dan dapat melihat jelas tanpa bantuan kacamata. Laser In-Situ Keratomileusis (LASIK) yaitu jenis operasi yang paling sering digunakan untuk menyembuhkan mata minus. Prosedurnya yaitu dengan menggunakan pisau mikro sehingga akan terbentuk flap tipis di area kornea mata. Nantinya, pembiasan cahaya menuju retina menjadi normal seperti sedia kala. C. Implantasi Lensa Buatan Implantasi lensa buatan pada miopia adalah pencangkokan lensa pada mata dengan jenis lensa buatan yang disesuaikan kebutuhan pengidapnya. Cara ini juga digunakan pada pengidap mata katarak. Komplikasi Ada beberapa komplikasi yang kerap terjadi seperti: Mata kering Pembengkakan pada mata dan kornea Retina lepas Kapan Harus ke Dokter? Jangan tunda lagi untuk memeriksakan ke dokter spesialis mata apabila Anda mengalami gejala mata rabun jauh seperti yang kami sebutkan di atas. Apalagi bila disertai dengan rasa sakit dan tidak nyaman, maka harus segera diperiksakan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi. Narasumber: dr. Nina Manggiasih, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/ginekomastia/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Pada umumnya, payudara laki-laki tidak menonjol seperti umumnya perempuan. Tapi, dalam kasus tertentu, ada kemungkinan payudara laki-laki mengalami pembengkakan sehingga tampak membesar layaknya perempuan. Kondisi yang disebut ginekomastia ini bisa terjadi karena berbagai faktor yang bervariasi, terutama hormonal. Mengenal Ginekomastia Ginekomastia adalah kondisi medis umum yang ditandai dengan pembesaran kelenjar payudara pada pria. Walau umumnya tidak membahayakan secara medis, kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan dampak psikologis yang signifikan pada individu yang mengalaminya. Pemicu pembengkakan payudara bisa berupa proses fisiologis yang tidak berbahaya hingga neoplasma yang jarang. Neoplasma adalah pertumbuhan sel yang abnormal dalam tubuh. Salah satu jenis neoplasma adalah kanker, yakni kondisi ketika sel tumbuh secara berlebihan dan tak terkendali sehingga menyebabkan gangguan serius pada sistem jaringan atau organ tubuh. Ginekomastia dapat terjadi pada satu sisi (unilateral) ataupun kedua sisi (bilateral) payudara pria. Pria dari berbagai usia bisa terpengaruh oleh kondisi ini, termasuk pada masa pubertas hingga usia lanjut. Menurut studi yang melibatkan 6. 200 laki-laki berusia 1-19 tahun, prevalensi ginekomastia berkisar 4 persen di kelompok usia 10-19 tahun. Dalam banyak kasus, ginekomastia bersifat sementara dan bisa hilang dengan sendirinya. Tapi ada pula situasi ketika perawatan medis atau intervensi bedah bisa jadi diperlukan, terutama kalau kondisi ini menimbulkan rasa sakit atau menyebabkan gangguan psikologis yang signifikan. Gejala Gejala ginekomastia bisa bervariasi dari ringan hingga parah. Ada juga kemungkinan tidak muncul gejala sama sekali. Berikut ini beberapa gejala umum yang bisa muncul: Ukuran payudara lebih besar pada satu atau kedua sisi payudara Rasa nyeri pada payudara Payudara tampak lebih bulat atau berisi Puting lebih besar atau berubah warna Ukuran kedua payudara asimetris atau berbeda Ada semacam sensasi benjolan yang terasa pada kelenjar payudara Tingkat kepercayaan diri turun Warna kulit di sekitar payudara memerah tanda iritasi Keluar cairan dari puting Penyebab Ginekomastia Penyebab ginekomastia bisa bermacam-macam, dari yang serius hingga ringan. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon, terutama antara estrogen dan testosteron. Perubahan hormonal pada masa pubertas, misalnya, bisa menyebabkan perubahan estrogen dan testosteron yang dapat memicu pembengkakan pada kelenjar payudara pada pria. Kondisi ini seringnya hanya sementara dan pembengkakan berkurang seiring dengan waktu. Kadar hormon yang berubah seiring dengan pertambahan usia juga bisa memicu pertumbuhan kelenjar payudara. Ginekomastia juga bisa terjadi sebagai efek samping penggunaan obat-obatan, termasuk obat hipertensi, antidepresan, dan terapi untuk kanker. Pemakaian zat tertentu, seperti alkohol dan narkotik, pun dapat memicu tumbuhnya kelenjar payudara pada pria. Selain itu, beberapa kondisi medis bisa menjadi faktor penyebab ginekomastia, seperti: Penyakit ginjal Penyakit hati Hipogonadisme (produksi hormon testosteron rendah) Penyakit tiroid Kelebihan berat badan atau obesitas Tumor/kanker Dalam beberapa kasus, orang dengan riwayat keluarga ginekomastia juga lebih berisiko mengalami kondisi yang sama. Cara Dokter Mendiagnosis Ginekomastia Terdapat serangkaian cara untuk mendiagnosis ginekomastia yang mencakup pemeriksaan fisik dan evaluasi medis. Di antaranya: Wawancara tentang gejala yang dialami, termasuk kapan kemunculannya dan apa saja yang dirasakan Pemeriksaan fisik terhadap kondisi kelenjar payudara, seperti ukuran, bentuk, dan teksturnya, termasuk perubahan pada puting dan kulit di sekitarnya Evaluasi terhadap obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi pasien untuk mengecek apakah ada efek sampingnya yang mempengaruhi kelenjar payudara Tes darah untuk mengukur kadar hormon, terutama testosteron dan estrogen, untuk mengetahui keseimbangannya Tes pencitraan dengan ultrasonografi (USG) ataupun mamografi guna mengecek apakah ada kondisi lain yang mendasari, termasuk tumor Cara Mengatasi Ginekomastia Tidak semua kasus ginekomastia memerlukan perawatan medis karena bisa sembuh sendiri seiring dengan waktu. Khususnya bila kondisi ini didapati pada masa pubertas yang umumnya bersifat sementara. Adapun jika dokter menyimpulkan dibutuhkan intervensi medis berdasarkan hasil pemeriksaan, biasanya tindakan yang dilakukan bergantung pada penyebab yang melatarinya. Di antaranya: Terapi hormon dengan obat-obatan untuk kembali menyeimbangkan kadar hormon Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat bila ada faktor kelebihan berat badan atau obesitas yang berpengaruh Pemberian obat untuk mengurangi pembengkakan kelenjar payudara Pembedahan bila ginekomastia bersifat parah untuk menghilangkan jaringan berlebih dan mengurangi ukuran kelenjar payudara Komplikasi Ginekomastia Komplikasi akibat ginekomastia sangat jarang terjadi. Tapi adanya perubahan atau perbedaan fisik berupa pembesaran payudara bisa mempengaruhi kondisi psikologis penderitanya secara signifikan. Misalnya: Merasa cemas berlebih Kepercayaan diri turun Depresi Enggan bersosialisasi Mempertanyakan atau ragu terhadap identitas dan maskulinitas Selain itu, ginekomastia sendiri bisa menjadi gejala atau tanda atas adanya kondisi medis yang melatarinya. Pencegahan Ginekomastia Sejumlah faktor pemicu ginekomastia tak bisa dihindari sepenuhnya. Namun terdapat beberapa cara untuk mengurangi risiko mengalami kondisi ini, seperti: Menggunakan obat-obatan yang dibutuhkan sesuai dengan resep dokter Tidak menyalahgunakan narkotik dan obat-obatan terlarang Tidak mengonsumsi minuman beralkohol Menjaga berat badan yang sehat Kapan Harus ke Dokter? Sebagian besar kasus ginekomastia bersifat sementara dan ukuran payudara bisa mengecil sendiri tanpa perawatan medis. Namun segera datangi dokter bila payudara yang membesar disertai gejala dan tanda seperti adanya rasa nyeri, terdapat benjolan yang terasa keras atau tidak biasa, serta ada gejala lain yang mencurigakan. Konsultasi dengan dokter dibutuhkan guna memperoleh diagnosis dan perawatan yang tepat. Narasumber: dr. Meky Tanjung, Sp. B Spesialis Bedah... - Published: 2024-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gastric-balloon/ - Kategori: Penyakit Dalam, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Gastric balloon merupakan salah satu terobosan medis terbaru untuk mengatasi obesitas. Obesitas adalah kondisi ketika berat badan seseorang berlebih sehingga bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan. Karena itu, metode inovatif ini penting untuk segera mengatasi obesitas dan mendapatkan berat badan yang sehat sebelum muncul risiko kesehatan serius. Mengenal Gastric Balloon Gastric balloon adalah metode penurunan berat badan terkini yang sangat aman tapi terbukti efektif dalam mengatasi obesitas. Dalam metode ini, lambung pasien akan dimasukkan balon khusus dengan alat endoskopi, yang nantinya akan dikembangkan dengan menggunakan cairan sehingga menjadi seperti balon ketika berada di lambung. Keberadaan balon berisi cairan di dalam lambung ini akan memberikan efek rasa kenyang sehingga porsi makan pasien bisa menjadi lebih sedikit dan tak berlebihan. Metode gastric balloon atau balon lambung ini sangat aman dan tidak membutuhkan prosedur operasi. Selain itu, pasien tak perlu menjalani rawat inap dan bisa segera pulang seusai tindakan. Biasanya balon akan dibiarkan berada di dalam lambung selama enam bulan sampai satu tahun, sembari pasien menjalani pemantauan kesehatan dan metode penurunan beat badan lain yang dibutuhkan. Pelaksanaan metode balon lambung umumnya ditangani oleh tiga dokter spesialis, yakni dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi, dokter spesialis gizi klinis, dan dokter spesialis radiologi, yang memiliki peran masing-masing untuk mendapatkan hasil yang diharapkan pasien. Siapa Saja yang Memerlukan Dokter dapat merekomendasikan gastric balloon bagi individu yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) tinggi. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), rumus menghitung indeks massa tubuh adalah membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam m2). Adapun klasifikasi obesitas berdasarkan IMT menurut WHO untuk orang dewasa adalah: Kelebihan berat badan (overweight): IMT sama dengan atau lebih dari 25 Obesitas: IMT sama dengan atau lebih dari 30 Kapan Seseorang Memerlukan Umumnya, dokter menilai seorang pasien obesitas mungkin memerlukan gastric balloon ketika tidak berhasil menurunkan berat badan dengan metode konvensional, seperti pengaturan pola makan atau diet dan aktivitas fisik. Biasanya keputusan untuk menjalani prosedur ini dibuat setelah ada konsultasi dengan tim perawatan kesehatan yang meliputi dokter ahli gizi, dokter bedah digestif, dan dokter radiologi. Prosedur pemasangan gastric balloon juga kerap menjadi pilihan bagi pasien yang enggan atau tak bisa menjalani tindakan bedah. Metode balon lambung ini adalah opsi yang bisa membantu menurunkan berat badan tanpa perlu pembedahan. Tindakan ini sangat aman dan tidak ada risiko pembedahan. Manfaat/Tujuan Prosedur gastric balloon memiliki tujuan utama menurunkan berat badan bagi individu yang mengalami obesitas dan tak berhasil atau sulit mendapatkan berat badan yang normal lewat metode konvensional seperti olahraga dan diet. Selain menurunkan berat badan, pemasangan gastric balloon bisa membantu meningkatkan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dengan turunnya berat badan, kondisi pasien yang memiliki masalah kesehatan terkait dengan obesitas seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, atau gangguan sendi bisa membaik sehingga meningkatkan kualitas hidupnya. Sebagai opsi alternatif non-bedah, gastric balloon juga bermanfaat bagi pasien obesitas yang tak memenuhi syarat atau tidak berkenan menjalani bedah bariatrik. Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan Gastric balloon adalah prosedur medis yang tak memerlukan persiapan kompleks layaknya tindakan bedah. Demi memastikan keamanan pasien dan mendapatkan hasil yang optimal, persiapan yang umum meliputi: Konsultasi dengan tim dokter, termasuk ahli gizi, spesialis penyakit dalam KGEH, dan ahli radiologi, guna memastikan prosedur gastric balloon adalah pilihan yang sesuai Penilaian nutrisi untuk menentukan kebutuhan nutrisi serta merancang pola makan yang selaras dengan upaya penurunan berat badan Edukasi dan konseling mengenai prosedur, risiko, dan manfaat pemasangan balon lambung serta apa yang harus dilakukan untuk menunjang hasil yang optimal Berhenti merokok bila punya kebiasaan merokok Tidak minum minuman beralkohol Menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu jika perlu sesuai dengan instruksi dokter Prosedur dan Pelaksanaan Pemasangan gastric balloon dilakukan di fasilitas layanan kesehatan terutama rumah sakit yang memiliki fasilitas endoskopi dan dikerjakan oleh tim dokter dan perawat terlatih. Setelah mengenakan gaun khusus dari rumah sakit, pasien dibaringkan lalu dilakukan pembiusan agar selama dilakukan prosedur tidak terasa sakit. Dokter penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi akan memasukkan balon gastric dengan alat endoskopi. Prosedur ini aman dan dibuat agar pasien tidak merasakan apa-apa. Proses ini hanya memerlukan waktu kurang-lebih 15 menit. Pasien bisa langsung pulang setelahnya tanpa perlu rawat inap. Perawatan Pasca Tindakan Balon yang telah mengembang akan terus berada di dalam lambung selama 6 bulan sampai 1 tahun, sebelum akhirnya setelah target tercapai maka balon akan dikempiskan dan dikeluarkan melalui teknik endokopi. Selama itu pula diperlukan kontrol balon yang rutin dan prosedur penunjang gastric balloon oleh tim. Para dokter ini akan mengawasi dan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara detail serta memastikan keberadaan balon di dalam lambung tetap sesuai di tempatnya. Selain itu, dokter akan membantu memberikan program diet dan olahraga yang tepat bagi pasien selama 6 bulan sampai 1 tahun, guna menunjang efektivitas gastric balloon. Adakah Efek Samping Prosedur gastric balloon sangat aman karena tak memerlukan pembedahan baik dengan sayatan kecil maupun besar. Efek samping yang mungkin muncul di antaranya nyeri perut disertai mual dan ketidaknyamanan. Namun dengan obat-obatan biasanya bisa digunakan untuk mengatasi efek... - Published: 2024-04-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/hidronefrosis/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Hidronefrosis adalah pembengkakan yang terjadi pada salah satu atau kedua ginjal karena penumpukan urine akibat sumbatan pada saluran kencing, sehingga urine tidak dapat mengalir ke kandung kemih. Gangguan kesehatan ini dapat terjadi pada semua usia, bahkan pada janin (hidronefrosis antenatal) Mengenal Hidronefrosis Hidronefrosis adalah kondisi yang terjadi tatkala saluran urine dari ginjal mengalami pembesaran atau penyumbatan sehingga urine tak bisa keluar dan menumpuk di dalam ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan dan pada akhirnya ginjal bisa rusak bila tak segera mendapat perawatan medis. Hambatan atau sumbatan itu bisa dipicu oleh beragam hal, termasuk batu ginjal. Ginjal memiliki peran penting dalam penyaringan darah dan produksi urine. Ketika saluran urine terhambat, bisa terjadi penumpukan urine yang semestinya dibuang dari ginjal. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu ataupun kedua ginjal sekaligus. Biasanya hidronefrosis terjadi secara bertahap dan gejalanya mungkin tak langsung terlihat. Menurut NHS, hidronefrosis bisa terjadi pada berbagai kalangan usia, termasuk bayi. Janin dalam kandungan pun bisa terdeteksi mengalami kondisi ini ketika diperiksa dengan ultrasonografi atau USG. Kondisi ini disebut sebagai hidronefrosis antenatal. Secara umum, hidronefrosis tidak menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang bila terdiagnosis dan tertangani segera. Bila kondisi ini sudah berkembang, bisa terjadi komplikasi yang lebih serius, termasuk gagal ginjal. Karena itu, pemahaman akan hidronefrosis sangat penting untuk mengidentifikasi dan menangani kondisi ini dengan efektif. Gejala Gejala hidronefrosis lebih sering muncul pada orang dewasa daripada anak-anak. Bentuk gejala ini bergantung pada tingkat keparahan dan jumlah ginjal yang terpengaruh. Di antaranya: Rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada pinggang atau punggung bawah yang bisa muncul mendadak dan parah ataupun timbul-tenggelam dan makin terasa setelah banyak minum Warna urine berubah menjadi gelap atau disertai darah Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil Merasa kelelahan dan tidak enak badan Lebih jarang buang air kecil Buang air kecil tidak tuntas Aliran urine lemah Mual dan muntah Penyebab Penting untuk mengetahui penyebab hidronefrosis agar bisa merumuskan tindakan medis yang tepat. Seringnya hidronefrosis terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran urine. Faktor pemicunya antara lain: Batu ginjal Tumor Kelainan bawaan pada saluran urine Infeksi saluran kemih Pembesaran prostat pada pria Kehamilan Jaringan parut Penggumpalan darah Penyakit ginjal kronis Prolaps organ panggul Cara Dokter Mendiagnosis Diagnosis sedini mungkin menjadi kunci untuk menangani hidronefrosis secara efektif. Bila terlambat, ginjal bisa mengalami kerusakan permanen. Dokter umumnya melakukan diagnosis dengan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara umum, lalu beralih memeriksa tanda dan gejala yang terkait dengan urine. Dokter bisa mendeteksi adanya pembesaran ginjal lewat pijatan atau tekanan lembut pada perut dan pinggang. Selain itu, diagnosis bisa dilakukan lewat: Analisis urine untuk mendeteksi adanya infeksi atau batu yang bisa menyebabkan penyumbatan saluran urine Tes darah untuk mengukur tingkat urea dan kreatinin yang bisa mengindikasikan seberapa jauh ginjal berfungsi Prosedur pencitraan seperti computed tomography scan (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI) yang bisa memberikan gambaran ginjal dan saluran urine lebih detail Urografi intravena dengan menyuntikkan zat kontras ke pembuluh darah untuk melihat aliran urine dalam sistem perkemihan dengan lebih jelas Pielografi renal dengan menyuntikkan zat kontras langsung ke saluran kemih agar diperoleh gambaran lebih detail akan ginjal dan saluran urine Untuk kasus hidronefrosis pada janin dalam kandungan, biasanya terdeteksi ketika ibu menjalani pemeriksaan kehamilan rutin lewat prosedur USG. Cara Mengatasi Perawatan pasien hidronefrosis bergantung pada kondisi yang melatarinya. Meski kadang memerlukan tindakan operasi, kondisi ini tak jarang hilang sendiri tanpa perawatan khusus. Untuk hidronefrosis ringan hingga sedang, dokter mungkin menyarankan pemantauan kondisi secara berkelanjutan. Sebagai langkah antisipasi, dokter bisa meresepkan obat antibiotik untuk menurunkan risiko terkena infeksi saluran kemih. Sedangkan buat hidronefrosis berat, yakni ketika ginjal sudah kepayahan menjalankan fungsinya, operasi menjadi pilihan utama untuk mengatasi penyumbatan yang menyebabkan hidronefrosis. Ada bermacam jenis operasi dan tindakan medis lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidronefrosis, seperti: Litotripsi yang merupakan prosedur untuk menghancurkan batu ginjal Pemasangan stent di saluran urine agar aliran urine kembali lancar Penyakit kronis yang berkaitan dengan ginjal Pemberian antibiotik jika terjadi infeksi Komplikasi Dengan diagnosis dini dan penanganan yang cepat, komplikasi hidronefrosis seperti di bawah ini bisa dicegah: Infeksi ginjal Tekanan darah tinggi Gangguan fungsi ginjal atau kerusakan ginjal yang bisa jadi memerlukan prosedur cuci darah rutin hingga transplantasi ginjal Pembentukan batu ginjal Pencegahan Pencegahan hidronefrosis melibatkan sederet upaya menjaga kesehatan ginjal dan sistem kemih secara umum, seperti: Minum air yang cukup, setidaknya 2 liter sehari, tergantung kebutuhan masing-masing orang Menjaga kesehatan saluran kemih agar tak terkena infeksi Menjalani perawatan dan pemantauan rutin bila mengalami batu ginjal Menerapkan gaya hidup sehat dan aktif Tidak merokok Mengendalikan tekanan dan gula darah Kapan Harus ke Dokter? Demi memperbesar peluang kesembuhan dan menekan risiko komplikasi, jangan tunda untuk mendatangi dokter bila ada gejala hidronefrosis. Terlebih jika gejala itu menandakan ada masalah serius pada ginjal. Keterlambatan diagnosis bisa meningkatkan risiko komplikasi yang lebih membahayakan. Narasumber: dr. Dyah Ratih Widyokirono, Sp. U, M. Ked. Klin Spesialis Urologi Primaya Hospital Depok - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/hernia-epigastrik/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Daerah dinding perut anterior yang terletak di antara pusar dan tulang dada disebut epigastrium yang artinya 'terletak di atas perut'. Penyakit ini bisa bersifat bawaan, namun umumnya cenderung baru berkembang di kemudian hari. Pada orang dewasa, sebagian besar hernia epigastrik didapat. Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan tekanan di rongga perut. Hal ini dapat terjadi karena sejumlah alasan - kelebihan berat badan, misalnya menderita asites atau sedang hamil. Mengejan terus-menerus akibat buang air besar/sembelit yang membandel juga dapat menyebabkan hernia epigastrik. Mengenal Hernia Epigastrik Hernia epigastrik merupakan kelainan fasia dinding perut anterior yang terjadi tepatnya di garis tengah, Linea alba, di antara dua otot rektus abdominis (otot rektus). Celah pada dinding perut ini memungkinkan bagian jaringan lemak pra-peritoneum atau peritoneum menyelinap masuk dalam bentuk kantung hernia, tempat usus dan bagian organ dapat masuk dari dalam perut. Terdapat sejumlah jenis hernia yang dibedakan menurut lokasi kemunculannya. Bila terjadi di area antara pusar dan dada atau epigastrium, kondisi ini disebut hernia epigastrik. Hernia epigastrik bisa terjadi bila ada otot atau jaringan yang lemah pada dinding perut sehingga organ di area sekitarnya dapat menonjol melalui titik tersebut. Tonjolan ini bisa terlihat sejak lahir yang artinya kondisi tersebut merupakan bawaan lahir. Menurut informasi dari situs KidsHealth, sebanyak 75 persen hernia epigastrik terjadi pada laki-laki. Ukuran tonjolan dalam hernia epigastrik bervariasi, begitu juga jumlahnya. Seseorang bisa mengalami beberapa tonjolan hernia epigastrik secara bersamaan. Dalam banyak kasus, ukuran benjolan hernia epigastrik kecil dan hanya jaringan lemak yang menonjol. Tapi ada juga kemungkinan bagian dari usus halus terperangkap dalam hernia tersebut sehingga berisiko mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis secepatnya. Gejala Hernia epigastrik tak selalu disertai gejala atau asimtomatik. Gejala yang umum meliputi: Tonjolan di daerah antara pusar dan dada yang bisa tampak atau terasa ketika berdiri atau batuk Rasa sakit atau nyeri di daerah tonjolan Pembengkakan atau kemerahan di area hernia, terutama bila jaringan yang menonjol terjebak atau terjepit Merasa tidak nyaman di area hernia terutama saat melakukan aktivitas tertentu seperti batuk atau mengangkat benda berat Selain itu, dalam beberapa kasus ada gejala berupa gangguan pencernaan seperti mulas dan perut begah. Penyebab Seperti jenis hernia lain, penyebab utama hernia epigastrik adalah kelemahan pada otot di dinding perut. Terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko hernia ini, seperti: Penuaan yang umumnya dibarengi dengan makin lemahnya otot dan jaringan di dinding perut (fasia) Batuk kronis dan sering mengangkat beban berat serta aktivitas lain yang bisa menimbulkan tekanan berlebih pada dinding perut Kelainan genetik atau faktor keturunan Pernah mengalami hernia sebelumnya Infeksi, terutama setelah operasi Cedera pada area perut Kegemukan Kehamilan Mengejan terlalu keras saat buang air besar atau buang air kecil Cara Dokter Mendiagnosis Hernia epigastrik tak jarang terjadi tanpa gejala sehingga membutuhkan keahlian dokter yang akan melakukan serangkaian langkah evaluasi medis, seperti: Pemeriksaan fisik dengan meraba dan menekan dengan lembut area epigastrium untuk mendeteksi dan menilai tonjolan di sana. Untuk memastikan adanya tonjolan, dokter juga bisa meminta pasien batuk sembari meraba area di antara pusar dan dada. Pengumpulan informasi tentang gejala yang dialami, riwayat kesehatan, serta faktor risiko yang berkaitan dengan hernia epigastrik. Pemeriksaan tambahan dengan ultrasonografi (USG), pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT scan), atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) yang bisa sekaligus memberikan informasi mengenai ukuran dan tingkat keparahan hernia. Pemeriksaan penunjang, misalnya dengan endoskopi untuk menilai kondisi organ di dalam perut serta mengecek apakah ada komplikasi yang terjadi. Cara Mengatasi Dokter dapat mengatasi hernia epigastrik berdasarkan diagnosis dari hasil pemeriksaan sebelumnya. Secara umum, cara paling efektif untuk mengatasi hernia apa pun jenisnya adalah dengan operasi untuk mengembalikan posisi jaringan atau organ yang menonjol. Namun ada juga metode konservatif untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi, seperti: Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan harapan bisa menjaga berat badan yang sehat karena kelebihan berat badan bisa menambah risiko mengalami komplikasi hernia Tidak melakukan aktivitas yang bisa menambah tekanan pada area perut dan sekitarnya, seperti mengangkat benda yang berat Memakai penyangga hernia khusus (hernia truss) untuk menyokong dan mengurangi tekanan pada hernia Tindakan pembedahan penting untuk segera dilakukan bila ada organ yang terjebak atau terjepit di dalam hernia. Bedah bisa dilakukan dengan metode laparoskopi ataupun terbuka sesuai dengan kondisi pasien. Dalam pembedahan, dokter bisa sekaligus memperkuat otot-otot di sekitar area hernia dengan penjahitan atau penanaman jaringan khusus (mesh). Komplikasi Hernia epigastrik bisa memicu komplikasi terutama bila dibiarkan tanpa penanganan medis. Misalnya: Organ terjebak atau terjepit (strangulated) yang bisa membuat organ tersebut mengalami kerusakan jaringan karena tak mendapatkan pasokan darah yang dibutuhkan Gangguan pencernaan Penurunan kualitas hidup karena ketidaknyamanan yang bersumber dari area hernia Peradangan hingga perdarahan di dalam hernia Infeksi, khususnya bila terjadi luka terbuka di area hernia Pencegahan Tidak ada langkah khusus yang bisa dipastikan dapat mencegah hernia epigastrik sepenuhnya. Meski begitu, ada sejumlah cara yang bisa dipraktikkan untuk mengurangi risiko mengalami hernia ini: Menerapkan pola makan gizi seimbang Rajin berolahraga dan melakukan aktivitas fisik secara aman Melatih otot... - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/kolesterol-hdl/ - Kategori: Patologi Klinik, Penyakit - Tag: kolesterol HDL, Kolesterol Tinggi, pemeriksaan kolesterol HDL - Translation Priorities: Optional Tes kolesterol adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk mengukur jumlah kadar kolesterol yang terkandung di dalam tubuh. Salah satu jenis kolesterol yang memerlukan pemeriksaan adalah kolesterol HDL atau kolesterol baik. HDL atau high-density lipoprotein merupakan good cholesterol dalam darah yang dapat membantu melawan penumpukan plak di arteri. Oleh karena itu, untuk mengetahui jumlahnya di dalam tubuh membutuhkan tes darah. Apa itu Pemeriksaan Kolesterol HDL? HDL adalah jenis lipoprotein yang ada di dalam darah. Lipoprotein adalah sebuah partikel yang berasal dari lipid (lemak) dan protein. Tugas utamanya untuk mengangkut lemak ke seluruh tubuh menuju sel-sel yang mengancam. Pemeriksaan kolesterol HDL adalah pemeriksaan darah yang bertujuan untuk mengukur kadar HDL dalam darah. Keberadaannya dinilai baik untuk kesehatan jantung, maka perlu meningkatkan kadarnya untuk membantu mengurangi LDL atau kolesterol jahat dan membuangnya dari tubuh karena LDL ini dapat memicu penyakit jantung. Oleh karena itu penting untuk meningkatkan kadar HDL yang memiliki manfaat bagi tubuh. Sebaliknya, anda perlu menurunkan LDL yang berisiko tinggi terhadap kesehatan jantung. Tujuan Pemeriksaan Kolesterol HDL Pemeriksaan HDL biasanya digunakan untuk menentukan risiko penyakit jantung dan stroke. Ketika anda memiliki kadar kolesterol HDL tinggi, anda memiliki risiko lebih rendah dan mungkin tidak disarankan pengobatan. Pemeriksaan HDL biasanya tidak dapat terpisah dari pemeriksaan lainnya seperti LDL dan Trigliserida. Kombinasi kolesterol total dan HDL bertujuan untuk skrining risiko penyakit jantung, terutama penyakit yang masih tahap awal. Tujuan pemeriksaan High-density Lipoprotein bagi penderita penyakit kolesterol adalah untuk memantau perkembangan penyakit. Pemeriksaan HDL juga dilakukan untuk tujuan memantau apakah pengobatan berjalan baik atau tidak. Pemeriksaan HDL secara rutin dapat membantu mengetahui kondisi kolesterol di dalam tubuh sehingga akan lebih mudah melakukan perawatan, pengobatan, dan pencegahan terhadap berbagai penyakit kolesterol Manfaat Pemeriksaan Kolesterol HDL Manfaat melakukan pemeriksaan kadar HDL adalah dapat terhindar dari berbagai penyakit yang terjadi akibat kolesterol, juga bermanfaat untuk memberikan informasi kepada dokter mengenai kondisi pasien yang sedang menjalani pengobatan sehingga dokter dapat menentukan obat-obatan yang tepat. Memiliki kadar kolesterol HDL yang tinggi umumnya baik untuk tubuh. Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan kadarnya melebihi batas normal atau terlalu tinggi, Kadar kolesterol HDL yang rendah lebih berbahaya karena dapat mengindikasikan seseorang mengidap penyakit yang mengarah ke penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk tes HDL bersamaan dengan tes darah lainnya. Kisaran Kadar Kolesterol HDL Normal Melansir Cleveland Clinic, kadar HDL ideal untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah berada di angka 60 mg/dL atau lebih tinggi. Kadar HDL yang tidak sehat dan berisiko tinggi terkena penyakit jantung adalah kurang dari 40 mg/dL. Orang yang memiliki HDL yang rendah memiliki masalah medis cukup serius yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, sangat penting melakukan pemeriksaan HDL secara rutin untuk mengendalikan kadarnya. Jika terlalu rendah, maka Anda dapat meningkatkan kadarnya hingga berada di angka ideal atau lebih tinggi yang baik untuk kesehatan. Persiapan Pemeriksaan Cholesterol HDL Dokter akan memberikan instruksi lengkap untuk persiapan pemeriksaan. Persiapan tersebut seperti puasa sebelum pemeriksaan HDL selama 12 jam dan mungkin menghentikan sementara pengobatan tertentu. Beberapa kondisi yang bisa menurunkan kadar HDL dalam darah adalah penyakit akut, serangan jantung, operasi, dan hal yang menimbulkan stres. Jika ingin melakukan pemeriksaan tetapi sedang sakit, maka dapat menunggu enam minggu setelah sakit. Selain itu, pada wanita hamil kadar HDL juga dapat berpengaruh sehingga pemeriksaan perlu menunggu enam minggu setelah melahirkan. Hal yang paling penting adalah ikuti instruksi dari dokter sebelum melakukan pemeriksaan agar hasilnya optimal dan sesuai dengan harapan, serta tes darah dapat berjalan dengan lancar. Prosedur Pemeriksaan Kolesterol HDL Pemeriksaan kolesterol HDL berlangsung dengan cepat dan relatif tanpa rasa sakit. Petugas kesehatan akan mengambil sampel darah menggunakan jarum suntik pada pembuluh darah vena yang terdapat di area lengan pada bagian dalam atas. Setelah pengambilan darah sudah cukup, kemudian darah akan dikirim ke laboratorium untuk tahap pengujian. Petugas laboratorium akan memeriksa dan mengevaluasi tingkat HDL yang terkandung di dalam sampel darah. Hasil pemeriksaan sudah dapat diambil di laboratorium sesuai dengan tanggal pengambilan hasil pemeriksaan. Arti Hasil Pemeriksaan Cholesterol HDL Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil setiap orang yaitu usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, dan kadar kolesterol total. Jadi, hasil pemeriksaan akan berbeda. Kadar HDL yang sehat berada di atas 60 mg/dL. Kondisi ini menunjukkan memiliki risiko penyakit jantung yang rendah. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat juga menandakan ada masalah kesehatan tertentu. Kadar HDL di bawah angka 40 atau 50 mg/dL sudah termasuk rendah. Kondisi ini mungkin menunjukan adanya risiko penyakit kardiovaskular yakni penyakit jantung dan stroke, sehingga perlu diwaspadai. Jika sudah memiliki kolesterol tinggi dan memiliki faktor risiko terhadap penyakit jantung, maka. penting melakukan pemeriksaan lebih sering. Hal ini bertujuan untuk mengontrol dan menentukan pengobatan yang tepat. Tempat Pemeriksaan Kolesterol HDL Pemeriksaan HDL dapat dilakukan bersamaan dengan tes darah lainnya di rumah sakit atau klinik yang tersedia fasilitas laboratorium. Hal ini untuk memudahkan memperoleh hasil yang cepat dan akurat. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar HDL rendah, dokter akan merekomendasikan... - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/hidrokel/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Tag: hidrokel, kesuburan pria, skrotum - Translation Priorities: Optional Ketika bayi lahir dengan kondisi skrotum atau kantong buah zakar yang tampak lebih besar daripada umumnya, bisa jadi itu adalah tanda hidrokel. American Urological Association menyebutkan sekitar 6 dari 100 bayi laki-laki lahir dengan kondisi ini. Bergantung dari penyebabnya, hidrokel bisa hilang seiring dengan waktu. Tapi ada kemungkinan muncul gejala yang mengganggu dan perubahan pada ukuran testis sehingga butuh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Mengenal Hidrokel Hidrokel adalah kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan kantong buah zakar karena adanya penumpukan cairan di sekeliling testis di dalamya. Kondisi ini bisa terjadi pada satu testis (unilateral) ataupun kedua testis (bilateral) pada bayi hingga orang dewasa. Penyebabnya pun bermacam-macam. Terdapat setidaknya dua jenis hidrokel yang utama, yakni komunikans dan non-komunikans. Hidrokel komunikans terjadi bila ada saluran yang terbuka antara perut dan skrotum sehingga cairan yang menumpuk bisa mengalir keluar-masuk dari skrotum. Kondisi ini erat kaitannya dengan hernia inguinalis. Sedangkan hidrokel non-komunikans terjadi bila penumpukan cairan di rongga kantong skrotum tak disertai kemunculan saluran terbuka yang menghubungkan dengan perut sehingga cairan tertahan di dalamnya. Dibanding non-komunikans, hidrokel non-komunikans adalah jenis hidrokel yang lebih banyak dijumpai. Gejala Meski kantong buah zakar tampak lebih besar karena kondisi hidrokel, umumnya tidak ada gejala berupa rasa nyeri ataupun gatal yang disebabkan olehnya. Gejala hidrokel yang umum mencakup: Pembengkakan skrotum dengan ukuran bervariasi Skrotum terasa berat dan menyebabkan ketidaknyamanan, terutama saat beraktivitas Skrotum terasa lunak ketika disentuh karena keberadaan cairan di dalamnya Khusus untuk hidrokel komunikans, mungkin ada gejala lain yang muncul jika disertai dengan hernia. Karena saluran antara perut dan skrotum tak sepenuhnya tertutup, ada kemungkinan terjadi hernia inguinalis yang menyebabkan rasa sakit. Bayi yang mengalami kondisi ini bisa terus-terusan menangis karena kesakitan. Penyebab Hidrokel bisa terjadi karena berbagai hal. Berikut ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hidrokel: Masalah perkembangan janin yang menyebabkan saluran antara perut dan kantong buah zakar tak tertutup sehingga bayi terlahir dengan kondisi hidrokel Infeksi pada testis yang bisa meningkatkan produksi cairan di rongga skrotum Cedera trauma pada skrotum, misalnya akibat benturan Hernia inguinalis Operasi pada panggul atau skrotum Cara Dokter Mendiagnosis Untuk memastikan apakah pasiennya mengalami hidrokel, dokter pertama-tama akan melakukan pemeriksaan fisik. Skrotum yang terkena hidrokel akan membengkak, tapi tak terasa sakit. Selain itu, testis tak bisa dirasakan karena terhalang cairan di dalam kantong buah zakar. Dokter juga akan melakukan prosedur yang disebut transiluminasi, yakni menerangi skrotum untuk mengecek apakah ada cairan di dalamnya. Bila terdapat cairan, skrotum akan tampak lebih terang ketika disinari. Selain itu, dokter akan mengecek kemungkinan adanya hernia inguinalis dengan cara tes valsava. Pasien mungkin akan diminta batuk dalam pemeriksaan ini untuk melihat apakah ada tonjolan yang keluar di area lipat paha yang menandakan kondisi hernia. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi di dalam skrotum, dokter juga mungkin menyarankan prosedur ultrasonografi. Ini adalah prosedur pencitraan dengan teknologi gelombang suara yang dapat menghasilkan gambar organ di dalam tubuh. Cara Mengatasi Penanganan hidrokel bergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejalanya. Untuk hidrokel yang terjadi pada anak, biasanya dokter akan melakukan observasi dulu sembari melakukan tindakan yang dibutuhkan karena umumnya kondisi ini akan hilang sendiri dalam waktu sekitar 1-2 tahun. Bila hidrokel masih ada atau membesar, mungkin dibutuhkan operasi untuk mengatasinya. Operasi menjadi metode paling umum untuk mengatasi hidrokel, terutama pada orang dewasa. Lewat prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil atau menggunakan metode laparoskopi pada skrotum untuk mengeluarkan cairan dari dalamnya. Komplikasi Hidrokel jarang menyebabkan komplikasi yang serius, terutama bila mendapat penanganan medis yang tepat. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain: Infeksi bakteri Kerusakan jaringan tesis Hernia Pencegahan Tidak ada metode yang secara spesifik dapat diterapkan untuk mencegah hidrokel, terutama pada bayi dan anak-anak. Namun langkah-langkah berikut ini bisa diambil sebagai upaya pencegahan: Menjaga kebersihan skrotum untuk mencegah infeksi yang bisa memicu hidrokel Mengobati infeksi secepat mungkin untuk mencegah terjadinya hidrokel yang bisa muncul sebagai komplikasi infeksi Mengenakan pengaman dan berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera dan memicu hidrokel Kapan Harus ke Dokter? Hidrokel pada bayi baru lahir biasanya bisa segera terdeteksi dan ditangani dokter. Adapun pada anak yang berusia lebih tua dan orang dewasa, sebaiknya segera datangi dokter bila ada gejala hidrokel, terutama jika ada tanda-tanda infeksi yang memerlukan perhatian medis secepatnya. Narasumber: dr. Riyan Adi Kurnia, Sp. U Spesialis Urologi Primaya Hospital Depok - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/hammer-toe-gejala-mencegah-dan-mengobati/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ketika kaki terasa nyeri dan kaku serta ujungnya terlihat membengkak dan melengkung, ada kemungkinan itu adalah gejala hammer toe. Kondisi yang mempengaruhi mobilitas ini memerlukan penanganan medis karena bisa menurunkan kualitas hidup individu yang mengalaminya secara signifikan. Mengenal Hammer toe adalah salah satu jenis deformitas kaki yang terjadi ketika salah satu sendi jari kaki mengalami pelengkungan atau pembengkokan ke arah bawah, umumnya pada jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis kaki. Akibatnya, bentuk jari kaki akan tampak seperti hammer alias palu atau martil. Karena itulah istilah hammer toe disematkan untuk kondisi ini. Hammer toe umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan otot atau tendon yang mengendalikan gerakan jari. Pemicunya ada berbagai macam, dari kondisi genetik atau keturunan hingga penggunaan sepatu yang tidak tepat. Ada beberapa kalangan yang lebih berisiko mengalami hammer toe. Menurut studi, deformitas kaki lebih lazim dijumpai pada kalangan perempuan dewasa, termasuk hammer toe. Hammer toe memang hanya mempengaruhi jari-jari kaki dan dampaknya terbatas hanya pada area itu. Meski demikian, bila tak mendapat penanganan yang tepat, bisa timbul problem lain yang mengganggu kehidupan secara umum. Gejala Tanda atau gejala hammer toe bisa dilihat dari bentuk jari kaki yang tidak normal. Gejala lain bisa berbeda-beda antarindividu, tergantung seberapa parah kondisi yang dialami. Berikut ini gejala yang umum: Jari kaki melengkung hingga menyerupai martil, kait, atau cakar Rasa nyeri atau tidak nyaman pada jari yang terpengaruh, khususnya ketika berjalan atau mengenakan sepatu Sendi jari yang terkena membengkak dan tampak memerah Sulit memasukkan kaki ke dalam sepatu dengan nyaman karena terhalang jari yang melengkung Kulit jari kaki yang terkena mengeras Gerakan pada jari kaki terbatas atau sulit melakukan gerakan yang normal Penyebab Hammer toe terjadi akibat ketidak seimbangan otot yang menimbulkan tekanan pada otot, ligamen, dan tendon jari kaki. Dalam gerakan menekuk dan meluruskan jari kaki, otot bekerja secara berpasangan. Bila jari tertekuk terlalu lama di satu posisi, otot menjadi tegang dan tak bisa meregang. Berikut ini sejumlah faktor yang bisa menjadi penyebab ataupun meningkatkan risiko hammer toe: Genetika atau faktor keturunan dari riwayat keluarga yang memiliki kondisi ini Penggunaan sepatu yang tidak sesuai, misalnya terlalu sempit, terlalu sesak, atau dengan hak tinggi, dalam jangka panjang yang bisa menyebabkan gesekan dan tekanan berlebih pada jari kaki Kondisi medis tertentu yang bisa memicu kerusakan otot, ligamen, dan tendon sehingga mempengaruhi keseimbangan otot pada kaki, seperti artritis reumatoid dan diabetes Cedera pada yang menyebabkan perubahan struktural jari kaki Kelainan struktural bawaan pada kaki yang membuat hammer toe lebih mudah terjadi Pertambahan usia yang membuat kekuatan dan elastisitas otot jari kaki berkurang Faktor-faktor di atas tidak bersifat tunggal. Artinya, hammer toe bisa terjadi karena kombinasi sejumlah faktor tersebut. Cara Dokter Mendiagnosis Hammer Toe Dokter dapat menegakkan diagnosis dengan memeriksa kaki secara fisik dan melakukan sejumlah langkah evaluasi yang diperlukan. Berikut ini langkah-langkah yang bisa diambil dokter: Wawancara mengenai gejala yang dialami, seperti bagaimana awal mulanya, seberapa sering nyeri atau ketidaknyamanan dirasakan, serta faktor-faktor yang mungkin meningkatkan risiko, antara lain jenis sepatu yang biasa dipakai Pemeriksaan terhadap bentuk jari, pergerakan sendi, serta adanya pembengkakan pada jari untuk menentukan tingkat keparahannya Tes penunjang seperti sinar-X untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai struktur tulang dan sendi pada kaki Cara Mengatasi Hammer Toe Setelah menegakkan diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan ini, dokter akan menyusun rencana penanganan yang tepat berdasarkan tingkat keparahan dan seberapa besar kondisi hammer toe itu mempengaruhi kegiatan sehari-hari. Pilihan penanganan itu meliputi: Fisioterapi untuk membantu memperkuat otot dan memulihkan keseimbangan otot di sekitar jari kaki Latihan peregangan untuk memperbaiki kondisi jari kaki yang melengkung Pemberian obat pereda nyeri untuk mengatasi peradangan, termasuk injeksi steroid bila perlu Penggunaan splint atau penyangga khusus untuk membantu menjaga jari kaki dalam posisi yang benar agar tidak makin parah Bila kondisi jari sudah terlalu parah dan penanganan biasa tak manjur, mungkin dokter perlu melakukan pembedahan untuk memulihkan struktur jari yang terpengaruh Komplikasi Hammer Toe Demi mencegah kondisi yang makin parah dan komplikasi, hammer toe perlu mendapat penanganan medis yang dibutuhkan. Komplikasi yang bisa muncul antara lain: Perubahan postur kaki dan cara berjalan yang bisa membuat gerakan tak seimbang dan rentan terjatuh Jari kaki rentan terluka dan menimbulkan infeksi Keterbatasan gerakan pada jari kaki yang kronis sehingga aktivitas sehari-hari tak bisa dilakukan dengan nyaman Pencegahan Hammer Toe Hammer toe bisa dicegah dengan memperhatikan faktor risikonya, terutama penggunaan sepatu yang sering menjadi penyebab terjadinya kondisi tersebut. Pilihlah sepatu yang tidak terlalu sempit, terutama pada ujungnya sehingga jari-jari kaki memiliki cukup ruang untuk bergerak. Selain itu, batasi penggunaan sepatu berhak tinggi dan gunakan alas kaki yang bisa membantu meminimalkan tekanan pada jari kaki. Menjaga berat badan yang sehat juga bisa mengurangi tekanan pada struktur dan persendian kaki. Bila kaki digunakan untuk bekerja atau beraktivitas dengan posisi yang sama dalam jangka waktu lama, lakukan peregangan dan istirahat secara berkala. Kapan Harus ke Dokter? Penanganan hammer toe memerlukan panduan medis dari dokter yang kompeten. Bila curiga ada gejala... - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-saraf/herniasi-otak/ - Kategori: Bedah Saraf, Penyakit - Translation Priorities: Optional Herniasi otak tergolong sebagai kondisi medis darurat yang sangat membahayakan dan berpotensi mengancam jiwa. Penting untuk memahami kondisi ini secara utuh agar tahu apa yang mesti dilakukan bila ada risiko mengalaminya. Mengenal Herniasi Otak Herniasi otak adalah suatu kondisi medis serius yang terjadi ketika otak bergeser dari tempat seharusnya dan menekan struktur-struktur di sekitarnya. Bagian otak yang terdorong keluar ini dapat menekan struktur saraf hingga menyebabkan gejala yang parah dan bahkan membahayakan jiwa penderitanya karena berisiko mengakibatkan kerusakan serius pada jaringan otak dan saraf. Herniasi otak berkaitan erat dengan peningkatan tekanan di dalam tengkorak atau intrakranial. Kondisi ini mungkin terjadi sebagai dampak adanya peningkatan tekanan itu ataupun keberadaan massa, misalnya tumor, yang menekan otak. Trauma pada kepala juga berpotensi meningkatkan tekanan intrakranial. Seperti dikutip dari penjelasan di National Library of Medicine, herniasi otak membutuhkan diagnosis dini dan penanganan segera untuk mencegah memburuknya kondisi yang tidak bisa dipulihkan dan pada akhirnya dapat menyebabkan henti napas dan kematian. Gejala Terdapat berbagai gejala yang berbeda sesuai dengan lokasi hernia dan seberapa jauh otak terdorong keluar dari tempatnya. Gejala yang umum termasuk: Sakit kepala tumpul ataupun tajam dengan intensitas yang mungkin terus meningkat Mual dan muntah secara mendadak Perubahan penglihatan, misalnya penglihatan kabur, terus berkedip-kedip, bahkan penglihatan hilang sebagian Pupil membesar Kebas pada bagian tubuh tertentu Penurunan kesadaran hingga koma Tekanan darah naik ataupun turun Kejang Napas pendek Gerakan tubuh kaku Posisi dan postur tubuh menjadi tidak normal Kemunculan gejala ini bervariasi tergantung penyebab herniasi otak. Bila otak mengalami herniasi karena cedera akibat kecelakaan di jalan, misalnya, gejala bisa muncul dalam beberapa jam. Sedangkan gejala herniasi otak akibat tumor bisa terjadi secara perlahan seiring dengan waktu. Penyebab Herniasi otak umumnya terjadi sebagai akibat dari pembengkakan otak. Pembengkakan itu membuat jaringan otak tertekan sehingga bergeser atau terdorong ke bagian lain di dalam tengkorak. Kondisi yang bisa memicu tekanan itu antara lain: Trauma kepala yang parah akibat pukulan atau benturan yang keras Tumor otak baik ganas (kanker) maupun jinak Infeksi pada otak, termasuk meningitis dan ensefalitis Stroke Perdarahan di dalam kepala Hidrosefalus (penumpukan cairan di otak) Operasi otak Kelainan pada struktur otak yang disebut malformasi Chiari Cara Dokter Mendiagnosis Herniasi otak bisa mengancam jiwa sehingga membutuhkan proses diagnosis yang cepat. Langkah yang dilakukan dokter untuk mengonfirmasi kondisi ini antara lain: Pemeriksaan fisik dan gejala, termasuk neurologis untuk menilai fungsi otak dan sistem saraf Pemeriksaan dengan CT scan atau MRI untuk mendapatkan gambaran lebih detail mengenai struktur otak dan mendeteksi herniasi Analisis cairan serebrospinal untuk mengecek kemungkinan adanya infeksi atau peradangan Pemeriksaan elektroensefalogram (EEG) untuk mengevaluasi aktivitas listrik otak Cara Mengatasi Tujuan penanganan adalah meredakan pembengkakan dan tekanan di dalam tengkorak yang memicu pergeseran otak ke lokasi lain di sekitarnya. Caranya antara lain: Konsumsi obat untuk mengatasi gejala Terapi obat osmotik atau diuretik untuk mengeluarkan cairan dari jaringan otak Penggunaan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan Operasi untuk mengangkat tumor, gumpalan darah, atau abses akibat infeksi Ventrikulostomi, yakni pembedahan untuk menguras cairan di dalam tengkorak Kraniektomi, yaitu operasi untuk mengangkat sebagian tengkorak agar tercipta ruang lebih banyak Komplikasi Bila tak mendapat penanganan medis secepatnya, herniasi otak bisa berujung pada komplikasi yang mengancam jiwa, seperti: Kerusakan otak permanen, khususnya pada area otak yang mengalami tekanan Hilangnya fungsi neurologis, seperti masalah penglihatan, gerakan, bicara, dan pendengaran, karena struktur saraf tertekan Edema atau pembengkakan otak Infeksi otak Kejang epilepsi Henti napas atau henti jantung Mati otak Koma Kematian Pencegahan Langkah pencegahan meliputi upaya untuk menghindari penyebabnya, seperti: Berkendara dengan aman, termasuk menggunakan helm dengan baik dan benar saat menggunakan sepeda motor Mengenakan alat pengaman sesuai dengan standar ketika melakukan aktivitas yang berisiko tinggi Menjalani perawatan untuk kondisi medis yang berpotensi menyebabkan herniasi otak, misalnya bila ada tumor otak Mengendalikan faktor risiko yang bisa meningkatkan tekanan intrakranial, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi Kapan Harus ke Dokter? Herniasi otak adalah kondisi serius yang memerlukan bantuan medis segera. Dengan memahami gejala, penyebab, cara diagnosis, pengobatan, komplikasi, dan upaya pencegahan, kesadaran akan kondisi ini bisa meningkat sehingga dapat dan membantu individu yang mengalami gejalanya untuk mendapatkan tindakan tepat waktu. Jika ada tanda-tanda yang dicurigai sebagai gejala herniasi otak, segeralah datangi dokter untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan yang diperlukan. Narasumber: dr. Edo Johanes Namalo Sihombing, Sp. BS Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Depok - Published: 2024-04-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/hidradenitis-suppurativa/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Benjolan pada kulit yang tampak seperti jerawat bisa jadi merupakan kondisi yang lebih serius. Terlebih bila benjolan itu muncul bukan di wajah, melainkan di area tubuh lain yang tak lazim ditumbuhi jerawat seperti ketiak dan pangkal paha. Ada kemungkinan benjolan itu adalah kondisi yang disebut hidradenitis suppurativa yang juga dikenal dengan nama jerawat inversa. Mengenal Hidradenitis Suppurativa Meski disebut pula sebagai jerawat inversa, hidradenitis suppurativa adalah kondisi yang sama sekali berbeda dengan jerawat. Hidradenitis suppurativa atau HS merupakan kondisi kulit kronis yang ditandai dengan adanya benjolan kecil di bawah kulit yang terasa sakit. Benjolan ini umumnya muncul di bagian tubuh yang memiliki rambut dan kelenjar keringat serta rentan mengalami gesekan, seperti ketiak, pangkal paha, dada, dan sekitar anus. NHS menjelaskan bahwa hidradenitis suppurativa kerap muncul pada masa puber, tapi kondisi ini bisa juga terjadi di usia berapa pun seusai masa puber. Karena itu, ada kemungkinan hormon seksual berperan dalam terjadinya kondisi tersebut. Dibanding laki-laki, perempuan lebih mungkin mengalami hidradenitis suppurativa. Banyak pula perempuan dengan kondisi ini yang memiliki jerawat dan mengalami pertumbuhan rambut berlebihan di area tubuhnya atau hirsutisme. Benjolan hidradenitis suppurativa biasanya berjumlah lebih dari satu dan seukuran kacang tanah serta berisi nanah. Karena itu, pecahnya benjolan yang mengakibatkan keluarnya nanah berisiko menyebabkan infeksi di area kulit sekitarnya. Risiko inilah yang mesti menjadi perhatian walau hidradenitis suppurativa secara umum tidak membahayakan. Gejala Gejala hidradenitis suppurativa yang utama adalah adanya benjolan seperti jerawat di area tubuh tertentu. Berikut ini ciri benjolan tersebut: Berisi cairan nanah atau abses yang terasa nyeri, terutama ketika terjadi peradangan dan saat beraktivitas Muncul pada satu atau beberapa bagian tubuh yang memiliki folikel rambut dan kelenjar keringat Kadang disertai pembengkakan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan Terdapat terowongan kulit atau saluran yang terbentuk di bawah kulit yang menghubungkan area yang terkena hidradenitis suppurativa Area kulit yang terkena tampak memerah tanda terjadinya peradangan Peradangan bersifat kronis atau terjadi dalam waktu lama secara berulang ataupun terus-menerus Muncul jaringan parut setelah benjolan pecah dan sembuh yang membatasi gerakan di area tubuh yang terpengaruh Tingkat keparahan gejala ini bervariasi, ada yang ringan dan ada yang berat. Orang yang memiliki berat badan berlebih dan terbiasa merokok berkaitan dengan gejala yang lebih buruk, tapi orang yang kurus dan tak merokok bisa pula mengalami kondisi medis yang berat. Penyebab Hingga kini para ahli belum sepenuhnya memahami apa penyebab hidradenitis suppurativa yang pasti, tapi benjolan ini terbentuk karena tersumbatnya folikel rambut. Ada kemungkinan sejumlah faktor bisa memicu atau memperburuk gejala yang muncul, seperti kelebihan berat badan atau obesitas dan kebiasaan merokok. Faktor genetika atau riwayat keluarga juga disebut berperan dalam terjadinya kondisi ini pada seseorang. Begitu juga perubahan hormon, terutama hormon seksual, karena kondisi ini banyak dijumpai pada masa pubertas. Selain itu, peradangan kronis atau inflamasi berulang bisa meningkatkan risiko terbentuknya abses. Dalam beberapa kasus, hidradenitis suppurativa ada kemungkinan berkaitan dengan penyakit Crohn, khususnya bila benjolan muncul di sekitar pangkal paha atau anus. Yang pasti, hidradenitis suppurativa tidak menular dan tak berkaitan dengan kondisi kebersihan yang buruk. Cara Dokter Mendiagnosis Hidradenitis Suppurativa Tidak ada tes yang secara spesifik ditujukan untuk mendiagnosis hidradenitis suppurativa. Terkadang kondisi ini disalahpahami sebagai jerawat atau rambut yang tumbuh ke dalam. Dokter biasanya melakukan beberapa cara untuk menegakkan diagnosis, antara lain: Pemeriksaan fisik terhadap kondisi benjolan Wawancara medis mengenai gejala yang dialami dan riwayat keluarga yang terkait dengan kondisi ini Tes darah untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang menyebabkan gejala serupa Biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari benjolan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium Cara Mengatasi Hidradenitis Suppurativa Hidradenitis suppurativa adalah kondisi kronis dan mungkin membutuhkan perawatan dalam waktu lama hingga bisa sepenuhnya sembuh. Terdapat berbagai obat yang mungkin diresepkan dokter, seperti: Antibiotik dalam bentuk krim, tablet, kapsul, atau cair bila ada infeksi bakteri yang didapati dalam pemeriksaan Antiseptik untuk digunakan setiap hari pada area benjolan Retinoid untuk mengatasi peradangan pada kulit Steroid untuk mengurangi peradangan Terapi hormonal Selain itu, dokter bisa melakukan tindakan drainase untuk mengeluarkan nanah. Adapun untuk kasus yang parah ketika gejala tak bisa dikendalikan dengan obat-obatan, dokter mungkin perlu melakukan pembedahan. Komplikasi Hidradenitis Suppurativa Hidradenitis suppurativa bisa berkembang menjadi komplikasi, antara lain: Infeksi akibat abses yang pecah Pembentukan jaringan parut Perubahan warna kulit pada area yang terkena atau hiperpigmentasi Gerakan menjadi terbatas karena gejala yang parah Kanker kulit Dampak psikologis dan sosial, termasuk depresi dan gangguan kecemasan Pencegahan Hidradenitis Suppurativa Walau tidak seratus persen bisa mencegah hidradenitis suppurativa, berikut ini sejumlah langkah pencegahan yang bisa diterapkan: Menurunkan berat badan bila berlebih Berhenti merokok bila punya kebiasaan merokok Mandi secara teratur menggunakan sabun antiseptik Mengenakan pakaian yang tidak terlalu ketat sehingga mengurangi risiko gesekan Kapan Harus ke Dokter? Bila ada gejala yang mengarah pada hidradenitis suppurativa, segeralah cari pertolongan medis dan menjalani perawatan sesuai dengan petunjuk dokter. Belum ada obat untuk menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Tapi, dengan diagnosis dini dan pengelolaan yang tepat, gejalanya bisa dikendalikan dan kualitas hidup... - Published: 2024-04-06 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/kulit-sensitif-pada-anak/ - Kategori: Kulit dan Kelamin - Tag: masalah kulit, mengatasi kulit sensitif pada anak, penyakit kulit anak Pada usia anak-anak, kulit mereka cenderung sensitif sehingga mudah teriritasi. Dari pada mengobati, akan lebih baik jika bunda mengetahui bagaimana cara mengatasi kulit sensitif pada anak. Caranya sangat berkaitan dengan penggunaan produk-produk yang langsung bersentuhan dengan kulit, baik itu pampers ataupun pelembab kulit. Begini Mengatasi Kulit Sensitif pada Anak Sebagai orang tua, tentu ingin buah hatinya selalu dalam kondisi sehat. Meski hanya muncul ruam, tetapi kondisi tersebut biasanya sudah menimbulkan keresahan. Agar kulit sensitif anak tetap terjaga, lakukan beberapa cara mengatasi kulit sensitif pada anak berikut: 1. Berikan Pelembab Bukan hanya orang dewasa yang perlu pelembab, anak juga perlu produk dengan kandungan moisturizer untuk menjaga kulit sensitifnya agar tetap aman. Jangan sembarangan, pilih produk yang aman untuk usia anak-anak. Selain mempertahankan kelembaban, pelembab juga berguna untuk memperbaiki tekstur kulit si kecil sehingga lebih lembut dan fleksibel. Pengolesan pelembab sebaiknya dilakukan setelah mandi, setelah mandi keringkan dengan handuk yang lembut lalu oleskan pelembab. Penyerapan pelembab akan lebih baik di waktu tersebut. 2. Pilih Produk yang Aman Karena kebutuhan si kecil cukup banyak, tidak sedikit orang tua yang memilih produk untuk buah hatinya secara sembarangan. Sebenarnya tidak perlu produk dengan harga mahal, hanya saja perhatikan tingkat keamanannya. Saat akan melakukan pembelian, perhatikan terlebih dahulu beberapa hal yang ada pada poin-poin berikut: Gunakan sabun yang bebas dari kandungan SLS (Sodium Lauryl Sulfate) atau Anionik surfaktan. Kandungan tersebut memicu iritasi dan dapat menyerap kelembaban kulit si kecil. Pilih sabun dengan efek licin bahkan setelah Anda bilas dengan air bersih. Bukan sebagai tanda adanya kandungan berbahaya, ciri-ciri ini malah menjadi tanda bahwa sabun tersebut memiliki kandungan pelembab tinggi. Hindari memilih sabun yang meninggalkan efek kesat di kulit. Mengapa begitu? Alasannya karena produk sabun terkait berpotensi membuat kulit bertekstur kering. Hindari produk antiseptik, karena berpotensi membuat kulit menjadi kering sehingga akan lebih sensitif dan mudah gatal. Sebaiknya gunakan produk sabun dan shampo dengan pH seimbang. Pilih produk yang pH-nya low ocular irritation index berlabel pH balanced. Apabila memilih sabun atau produk yang berkaitan dengan kulit si kecil, pilih yang berlabel hypoallergenic atau anti alergi. Dengan begitu produk yang digunakan aman bagi kulit sensitifnya. Pilih produk yang terbuat dari bahan-bahan alami 3. Bijak Memandikan Bayi Sesaat setelah kelahiran bayi, ada baiknya tidak langsung memandikannya sebagai perawatan untuk kulitnya yang masih sangat sensitif. Hanya saja kebanyakan ibu risih ketika melihat adanya selaput lemak yang ada di kulit buah hatinya. Sebagai informasi, selaput lemak tersebut berfungsi untuk melembabkan dan melindungi kulit dari infeksi dan risiko alergi. Para tenaga medis biasa menyebutnya dengan nama vernix caseosa. Ada banyak pakar kesehatan yang menyarankan para orang tua menunda waktu mandi pertama bayi hingga tanda-tanda vital dan suhu tubuhnya stabil. Perkiraannya sekitar 2-4 jam setelah lahir bayi baru boleh Anda mandikan. Mandikan si kecil pada air bersuhu 36-37 derajat celcius. Caranya yakni dengan merendam seluruh tubuhnya di bak. Tidak perlu terlalu lama, cukup 10-15 menit saja. Terlalu lama memandikan bayi akan memicu hipotermia. 4. Rawat Area Popok Masalah yang paling umum muncul pada area popok adalah ruam. Sebab, kulit di area itu cenderung lembab, rentan tergaruk, bersinggungan dengan popok, dan tersumbat. Kondisi seperti ini memicu iritasi, penyakit kulit bayi, kerusakan, dan ruam popok. Berdasarkan penjelasan The Royal Children’s Hospital Melbourne, popok sekali pakai memiliki daya serap yang tinggi. Dengan begitu area kulit yang terbungkus popok tetap kering dan tidak mudah rusak. Sedangkan bagi yang lebih suka memakaikan popok kain, sebaiknya berikan tambahan lapisan penyerap dengan daya serap baik. 5. Hindari Penggunaan Tisu Basah Saat membersihkan bagian kulit yang tertutup popok, sebaiknya tidak menggunakan tisu basah. Manfaatkan handuk dan kapas yang dibasahi dengan air hangat. Apabila perlu menggunakan sabun, pilih produk dengan kadar pH seimbang. Setelah selesai membersihkannya, oleskan pelembab secukupnya untuk mengurangi adanya kemungkinan terjadi iritasi kulit. Pilih pelembab yang mengandung zinc. Hindari mengaplikasikan bedak tabur karena takutnya malah membuat area yang tertutup popok lembab sehingga menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri. 6. Lindungi dari Sinar Matahari Pada dasarnya, bayi membutuhkan sinar matahari untuk memperkuat sistem imunnya. Namun waktu dan durasi menjemur bayi harus disesuaikan, waktu yang tepat untuk berjemur adalah antara jam 7 sampai jam 9 pagi, dengan durasi15-20 menit. Meskipun begitu, bayi tetap perlu mendapatkan perlindungan dari sinar UV dengan penerapan produk yang sesuai dengan kondisi kulitnya. Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), penggunaan sunscreen pada bayi disarankan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, kulit bayi dinilai sudah dapat menerima formula dan kandungan-kandungan yang ada dalam sunscree. sunscreen yang dianjurkan adalah yang mengandung titanium dioxide dan zinc oxide Aplikasikan sunscreen bayi 15-20 menit sebelum keluar, ulangi pengaplikasinnya setiap 2 jam sekali. Anda bisa memperkuat perlindungannya dengan menggunakan payung atau penutup pada kereta bayi setiap kali keluar rumah. 7. Batasi Kontak dengan Bahan Kimia Penggunaan detergen, sabun mandi, minyak wangi, dan produk untuk anak-anak lain bisa saja membuat kulit sensitif mereka menjadi gatal hingga berakhir... - Published: 2024-04-05 - Modified: 2026-06-18 - URL: https://primayahospital.com/bedah/hernia-femoralis/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Terdapat berbagai jenis hernia yang bisa mempengaruhi orang dari segala usia dan gender. Di antaranya ada hernia femoralis yang lebih banyak terjadi pada kalangan perempuan. Jenis hernia ini tak jarang menimbulkan komplikasi sehingga memerlukan operasi darurat. Mengenal Hernia Femoralis Hernia femoralis adalah kondisi medis ketika terdapat organ internal yang menonjol melewati otot yang lemah di area panggul atau pangkal paha, terutama pada kanalis femoralis. Kanalis femoralis adalah saluran kecil di dekat paha bagian atas dan pangkal paha. Kondisi ini kerap ditandai dengan munculnya benjolan di selangkangan atau paha bagian dalam. Hernia femoralis termasuk jarang terjadi dibanding jenis hernia lain. Meski bisa terjadi pada pria dan wanita, menurut penjelasan di National Library of Medicine, jenis hernia ini 10 kali lipat lebih sering dialami perempuan daripada laki-laki. Salah satu alasannya adalah perempuan memiliki struktur tulang panggul yang lebih lebar. Wanita berusia lebih dari 50 tahun lebih rentan mengalami kondisi ini. Selain itu, hernia femoralis lebih lazim dialami orang dewasa daripada anak-anak. Kondisi hernia ini pada anak-anak lebih mungkin berkaitan dengan kelainan jaringan ikat atau ada kondisi yang meningkatkan tekanan pada area perut. Sebanyak 70 persen kasus hernia femoralis pada anak-anak terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun. Gejala Hernia Femoralis Seseorang mungkin bisa menebak mengalami hernia ketika mendapati adanya benjolan di area pangkal paha atau selangkangan yang biasanya bisa keluar masuk. Benjolan atau tonjolan ini memang menjadi gejala atau tanda utama hernia femoralis. Gejala lain yang bisa muncul termasuk: Benjolan lebih terlihat atau bisa diraba ketika batuk atau berdiri Tidak nyaman ketika melakukan aktivitas tertentu, terutama yang menimbulkan tekanan pada area panggul Jika terdapat usus/penggantung usus yang terjepit, dapat disertai gejala sebagai berikut : Nyeri di area perut dan/atau sekitar benjolan Benjolan tidak dapat masuk kembali Mual dan muntah, serta tidak dapat kentut ataupun BAB Gejala hernia femoralis bisa berkembang secara perlahan dan mungkin tidak disadari oleh individu yang mengalaminya pada tahap awal. Penyebab Dalam banyak kasus, penyebab pasti hernia femoralis tak bisa diketahui. Ada kemungkinan seseorang lahir dengan kanal femoralis yang lemah atau area tubuh ini melemah seiring dengan waktu sehingga jaringan atau organ di sekitarnya bisa mendesak dan menyebabkan hernia. Terdapat sejumlah faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko hernia femoralis, seperti: Faktor genetik Pertambahan usia Keadaan yang bisa meningkatkan tekanan pada otot dan jaringan di area perut dan panggul, seperti kehamilan, kesulitan buang air kecil karena pembesaran prostat, konstipasi, dan batuk Kelebihan berat badan atau obesitas Kegiatan fisik yang berlebihan, termasuk kerap mengangkat benda berat dengan cara yang tidak tepat Cara Dokter Mendiagnosis Biasanya diagnosis hernia femoralis membutuhkan serangkaian pemeriksaan fisik dan tes diagnostik. Proses diagnosis yang umum meliputi: Wawancara medis untuk mengetahui gejala pasien dan faktor risiko yang mungkin ada. Pemeriksaan terhadap area panggul dan pangkal paha untuk mencari tanda-tanda hernia femoralis. Dalam pemeriksaan ini, pasien bisa diminta berdiri, batuk, dan mengejan untuk mengecek apakah ada tonjolan yang muncul di area tersebut. Pemeriksaan penunjang, seperti ultrasonografi (USG) untuk mendapatkan gambar organ internal dan struktur di area panggul yang lebih detail. Selain itu, dokter bisa meminta pasien menjalani pemeriksaan lain sesuai dengan kebutuhan, seperti pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT scan) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI), untuk menegakkan diagnosis. Cara Mengatasi Seusai menegakkan diagnosis, dokter akan menyarankan tindakan yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan tersebut. Dalam kasus hernia jenis apa pun, tindakan bedah menjadi pilihan yang dianggap paling efektif untuk mengatasinya. Komplikasi Komplikasi yang utama adalah inkarserata dan strangulasi. Inkarserata terjadi ketika organ dalam yang keluar melalui hernia terjebak atau tak bisa dikembalikan ke posisi semula di kanalis femoralis ataupun rongga perut. Adapun strangulasi adalah kondisi ketika organ tersebut terjepit setelah lama terjepit sehingga suplai darah ke organ itu terhenti dan menyebabkan kematian jaringan yang pada akhirnya mengakibatkan kerusakan organ permanen. Komplikasi lain yang mungkin terjadi meliputi: Infeksi pada area hernia Abses atau kumpulan nanah yang muncul di sekitar area hernia Hernia yang berulang atau bertambahnya ukuran benjolan dan dapat disertai adanya hernia jenis lain Penurunan kualitas hidup karena terganggunya aktivitas akibat gejala hernia Pencegahan Walau tak sepenuhnya dapat mencegah hernia femoralis, berikut ini ada sejumlah langkah yang bisa mengurangi risikonya: Mengurangi tekanan pada otot dan jaringan di area panggul dengan menjaga berat badan yang sehat, tidak melakukan kegiatan fisik yang terlalu berat, serta tidak mengejan secara berlebihan Menguatkan otot perut dan panggul dengan melakukan latihan spesifik Menjalani perawatan jika ada kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hernia Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami gejala yang diduga merupakan hernia femoralis, penting untuk segera mendatangi dokter dan berkonsultasi mengenai masalah tersebut. Terutama bila muncul benjolan di area pangkal paha atau panggul yang makin terlihat saat batuk atau mengejan. Jika benjolan disertai rasa nyeri dan ketidaknyamanan, mual, muntah, atau tidak bisa BAB, pasien diharapkan segera ke IGD RS terdekat karena kemungkinan terjadinya jepitan pada usus. Deteksi dini bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi yang membahayakan. Narasumber: dr. Andy Supandi, M. Biomed,... - Published: 2024-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyakit-jantung-pada-pria/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: ciri ciri penyakit jantung, penyakit jantung, penyakit jantung pria - Translation Priorities: Optional Apa ciri ciri penyakit jantung pada pria yang bisa dikenali sejak dini? Ada beberapa ciri atau tanda seorang pria terkena penyakit jantung, salah satunya yang umum terjadi adalah nyeri dada hebat. Lebih detail, simak penjelasan di bawah ini! Tanda penyakit jantung pada pria secara umum sebenarnya tidak jauh berbeda dengan wanita. Namun, penyakit jantung bisa datang secara mendadak maupun muncul dengan peringatan terlebih dahulu. Inilah yang harus kita waspadai. Salah satu tantangan dalam merespon tanda penyakit jantung adalah dengan mengenali tanda yang muncul. Meskipun mungkin tanda tersebut tampak tidak berhubungan dengan penyakit jantung, tetapi ini yang akan kita pelajari. Mengenal Penyakit Jantung Pada Pria Pada dasarnya, penyakit jantung bisa menyerang siapa saja tak peduli jenis kelamin ataupun usia. Namun umumnya, penyakit jantung pada pria dengan usia lebih muda memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Oleh karena itu, penting mengetahui penyebab pria lebih muda rentan terkena penyakit jantung daripada wanita. Hal ini sebagai upaya untuk pencegahan dengan mempelajari faktor risiko agar kita bisa terhindar dari penyakit jantung. Rata-rata pria terkena penyakit jantung 10 tahun lebih awal dari wanita. Hal ini sebagian besar penyebabnya karena adanya perbedaan hormonal. Wanita memiliki perlindungan lebih besar karena memiliki kadar estrogen lebih tinggi. Selain perbedaan hormonal, perbedaan faktor risiko tertentu juga bisa menjadi penyebab pria lebih awal terkena penyakit jantung daripada wanita. Untuk itu, penting mengetahui ciri-ciri penyakit jantung pada pria sejak usia muda. Dengan mengetahui ciri-cirinya, Anda akan lebih peduli lagi dengan kesehatan jantung. Merubah kebiasaan buruk dengan menjaga pola hidup yang lebih sehat. Ciri Ciri Penyakit Jantung pada Pria Dengan mengetahui ciri ciri penyakit jantung pada pria sejak dini, hal ini akan membantu untuk melakukan pencegahan dan perlindungan dari penyakit tersebut. Meski ciri atau tandanya bisa bervariasi dari orang satu dengan lainnya. Berikut beberapa tanda atau ciri penyakit jantung pada pria yang harus diwaspadai dan segera melakukan pemeriksaan agar tidak menjadi lebih parah, di antaranya: 1. Nyeri Dada Bagian Kiri Tanda penyakit jantung yang umum terjadi pada pria, termasuk wanita adalah nyeri dada di bagian sebelah kiri. Gejalanya bisa timbul secara tiba-tiba akibat dari faktor risiko yang mempengaruhi kemunculan rasa nyeri di dada ini. Nyeri dada ini biasanya bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun sedang beristirahat. Rasa nyeri bisa berlangsung berapa menit dan hilang sendirinya. Rasa nyeri dada sebelah kiri yang muncul umumnya terasa tertekan, tertindih, dan diremas. Jika nyeri sudah tidak tertahankan, maka segera periksakan ke dokter. Sebab, nyeri dada sebelah kiri juga bisa karena penyakit lain seperti GERD. 2. Gejala Sesak Nafas Biasanya penyakit jantung atau serangan jantung mendadak memiliki ciri dengan gejala sesak nafas. Hal ini karena jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk bagian jantung yang membuat sesak nafas karena kurangnya oksigen. Tubuh akan berusaha untuk bernapas lebih cepat untuk mendapatkan oksigen dari udara. Hal ini yang membuat penderita penyakit jantung sering mengalami nafar tersengal. Jika Anda mengalami sesak nafas, maka jangan panik. Hindari terlalu banyak bergerak dan coba lebih tenang. Kemudian berusaha untuk bernafas secara normal. Tarik nafas dan hembuskan dari mulut secara berulang sampai sesak hilang. 3. Gangguan Irama Jantung Ciri ciri penyakit jantung pada pria yang juga bisa terjadi yakni berupa gangguan irama jantung, istilah ini dikenal dengan sebutan aritmia. Aritmia adalah kondisi jantung yang berdetak tidak beraturan seperti terlalu lambat atau cepat. Selain itu, aritmia juga menjadi salah satu pertanda yang kerap terjadi pada seseorang yang mengalami serangan jantung atau henti jantung mendadak. Kondisi seperti ini harus Anda waspadai, segera periksa ke dokter jika gejala semakin parah. 4. Nyeri di Bagian Tubuh Lain Berdasarkan Centers of Disease Control and Prevention, rasa nyeri atau ketidaknyamanan di area tubuh lain seperti punggung, leher atau rahang, bahu, dan perut. Hal ini sebagai akibat dari kurangnya pasokan darah dari jantung. Kondisi ini sebagai respon dari tubuh yang kekurangan darah karena aliran darah tidak mengalir lancar ke seluruh tubuh akibat adanya penyumbatan di pembuluh darah. Oleh karena itu, bagian tubuh lain terasa nyeri dan tidak nyaman. 5. Gejala Lainnya Adapun ciri-ciri penyakit jantung pada pria bisa kita ketahui dari gejala lainnya yang muncul seperti tubuh terasa mudah lelah, Anda mudah cemas, dan sering berkeringat dingin meski tidak melakukan banyak aktivitas yang berat. Gejala lainnya pada pria penderita penyakit jantung seperti mual dan muntah, meskipun kondisi ini lebih jarang terjadi pada pria dibanding wanita. Selain itu, pusing menjadi tanda lain yang mungkin dialami oleh penderita penyakit jantung. Semakin banyak gejala yang Anda alami, semakin besar kemungkinan Anda terkena penyakit jantung. Namun, perlu Anda ketahui bahwa penyakit jantung juga ada yang tidak mengalami gejala sehingga perlu kita waspadai bersama Faktor Risiko Penyakit Jantung pada Pria Jika membandingkan faktor risiko penyakit jantung wanita, pada pria mungkin sulit untuk terdeteksi sejak dini. Namun, pria lebih mungkin terkena penyakit jantung di usia lebih muda rata-rata 10 tahun lebih awal dibandingkan wanita. Disfungsi ereksi dan testosteron rendah bisa menjadi tanda peringatan awal penyakit... - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hamil-4-bulan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: cici ciri hamil, hamil 4 bulan, kalender kehamilan Hamil 4 bulan menjadi tanda bahwa kehamilan telah memasuki trimester kedua. Pada periode ini, perut ibu hamil sudah mulai membesar. Selain itu, gejala morning sickness juga berkurang bahkan mereda. Trimester kedua merupakan awal dari masa periode bulan madu. Disebut demikian karena ibu hamil sudah tidak mengalami mual dan muntah lagi. Selera makan pun mulai kembali sehingga berat badan lebih stabil. Perkembangan Janin 4 Bulan Berbagai perubahan signifikan terjadi pada saat kehamilan 4 bulan (13 - 16 minggu). Penasaran dengan di bagian mana saja perubahan tersebut terjadi? Penjelasan selengkapnya ada di bawah ini: 1. Ukuran Janin Pasti para bunda penasaran dengan ukuran bayi pada usia 4 bulan. Rata-rata, pada usia ini janin berukuran sekitar 13 cm dengan berat 140 gram. Namun, untuk detailnya tergantung dari perawatan serta kecukupan nutrisi janin. Meski ukurannya masih kecil, tetapi bunda sudah bisa merasakan gerakannya. Bahkan pergerakannya terbilang lincah, untuk itu selalu pilih posisi nyaman baik saat tidur maupun duduk bersantai. 2. Bentuk Janin Gambaran bayi berusia 4 bulan sudah mirip dengan bentuk bayi dewasa. Hanya saja, lingkaran kepalanya lebih besar daripada lingkar perutnya. Menariknya, bagian alis, kelopak mata, bulu mata, dan rambut mulai nampak jelas. Di sisi lain, tangan, kaki, gigi, kuku, dan tulang-tulangnya mulai memadat. Bagian kelaminnya juga sudah terbentuk yang dapat dilihat melalui USG 4 dimensi sehingga setiap bagian tubuh si kecil terlihat detail. 3. Detak Jantung Janin Awal detak jantung bayi mulai terdeteksi ketika janin berusia 5 minggu. Hanya saja pada saat itu detak jantungnya belum terdengar jelas. Barulah di minggu ke 12, buda bisa mendengarkan suara detak jantung buah hati sangat jelas. Detak jantung rata-rata janin di usia 4 bulan adalah 110 sampai 160 bpm. Permenitnya, detak jantung janin mencapai sekitar 5 hingga 25 kali detakan. Intensitas detak jantungnya sendiri mungkin saja berubah menyesuaikan dengan kondisi di dalam rahim sang ibu. 4. Letak Janin Seperti yang kita tahu, letak bayi akan berubah-ubah sesuai dengan usianya. Pada usia 4 bulan, letaknya berada di antara symphysis dan pusar. Untuk membuktikannya, cobalah merasakan gerakannya. Para bunda tidak perlu panik jika saat usia 4 bulan janin belum menunjukkan pergerakan secara intens. Hanya saja akan lebih aman memeriksakannya langsung ke dokter kandungan untuk mengetahui bagaimana detail kondisi janin terkini. Pantangan-Pantangan Hamil 4 Bulan Selama masa kehamilan, para bunda tidak boleh mengonsumsi atau melakukan suatu hal secara sembarangan. Sebab, efek buruknya tidak hanya berdampak pada sang ibu, tetapi juga janin. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang mampu memenuhi kebutuhan energi. Sebaiknya, kurangi asupan lemak dan penuhi kebutuhan karbohidrat dari bahan makanan yang kaya akan nutrisi. Supaya kesehatan ibu dan janin terjaga dengan baik, sebaiknya jauhi pantangan-pantangan yang ada di bawah ini: Hindari mengkonsumsi makanan mentah atau yang tidak melalui proses pencucian dengan benar. Jika bunda seorang perokok aktif, sesegera mungkin hentikan kebiasaan tersebut karena memicu munculnya masalah pernapasan pada bayi setelah kelahirannya nanti. Alkohol merupakan minuman yang patut bunda hindari. Ketika bayi mendapatkan asupan alkohol berlebihan maka meningkatkan risiko bayi lahir dengan kondisi fetal alcohol syndrome (FAS). Kurangi hingga hentikan konsumsi ikan laut. Mengapa begitu? Alasannya karena ikan laut sekarang sebagian besar mengandung merkuri. Kandungan ini sangat berpengaruh buruk pada janin karena bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan, meningkatkan risiko penyakit ADHD, dan mengganggu perkembangan otak. Sebab ukuran kandungan semakin membesar, jangan sampai bunda terus mengenakan pakaian press body. Usahakan mengenakan pakaian longgar dan terbuat dari bahan elastis. Cara Perawatan Hamil 4 Bulan Sebagai orang tua, tentu mengharapkan bayinya tumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karenanya, pada kehamilan 4 bulan, perawatan penting dilakukan. Caranya sebagai berikut: Lakukan aktivitas fisik secara teratur, misalnya dengan berolahraga. Jenis olahraga yang bisa ibu hamil lakukan adalah berjalan santai, yoga, berenang, dan pilates. Saat berolahraga, konsumsi sejumlah 100-200 Kalori ekstra untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh. Pilih sumber kalori yang kaya nutrisi dan sehat, misalnya smoothies, kombinasi yogurt dengan sereal, apel, pisang, roti gandum dengan olesan selai kacang, dan keju. Konsumsi makanan dengan bergizi seimbang, pastikan makanan tersebut memiliki kandungan serat tinggi, vitamin, zat besi, antioksidan, dan asam folat. Bunda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak sehat, seperti kacang dan alpukat. Selain itu, konsumsi juga makanan yang tinggi protein dan kalsium untuk mendukung kesehatan otot serta tulang ibu dan bayi. Penuhi kebutuhan cairan tubuh karena selama hamil, tubuh akan mudah mengalami dehidrasi. Perlu Anda tahu dehidrasi berpotensi menyebabkan kelelahan, rasa melayang, dan sakit kepala. Perawatan Eksternal Kesehatan Janin Selain merawatnya dari dalam, pastikan juga memperhatikan beberapa faktor eksternal. Paling utama yang berkaitan dengan keanehan pada tubuh karena gejala tersebut mungkin muncul sebagai tanda bahwa tubuh ibu hamil atau kondisi janin sedang tidak baik-baik saja. Berikut penjelasannya Apabila muncul gusi berdarah, pastikan untuk sesegera mungkin melakukan konsultasi ke dokter gigi agar tidak sampai terjadi komplikasi. Bagi bunda yang mengalami mimisan dan telinga terasa tersumbat, tidak perlu terlalu panik karena hal seperti ini umum terjadi saat usia kandungan 4 bulan. Untuk meringankan gejalanya, Anda bisa... - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/hemokromatosis/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, antara lain pembentukan hemoglobin di sel darah merah. Tapi, bagi orang dengan hemokromatosis, ada risiko dari kelebihan zat besi yang justru membahayakan karena bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh. Belum ada obat untuk kondisi ini sehingga dibutuhkan penanganan medis yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Mengenal Hemokromatosis Hemokromatosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan akumulasi zat besi yang berlebihan di dalam tubuh. Zat besi berperan krusial dalam proses metabolisme dan transportasi oksigen di dalam tubuh. Namun, pada individu yang mengalami kondisi ini, tubuhnya akan menyerap dan menyimpan zat besi lebih banyak dari kebutuhan. Hemokromatosis berkaitan erat dengan kelainan genetik yang menyebabkan tubuh lebih banyak menyerap zat besi dari makanan di dalam usus. Kondisi ini bisa bersifat herediter atau diturunkan ke anak-anak dari orang tua. Hemokromatosis juga bisa terjadi karena kondisi medis lain. Dikutip dari National Library of Medicine, terdapat lima jenis hemokromatosis herediter yang diketahui, yaitu 1, 2 (2A, 2B), 3, 4, dan 5. Tiap jenis itu disebabkan oleh mutasi pada gen berbeda yang terlibat dalam metabolisme zat besi. Hemokromatosis tipe 1 adalah jenis yang paling umum dan berkaitan dengan gen HFE. Hemokromatosis memerlukan penanganan medis di rumah sakit untuk mengatur kadar zat besi di dalam tubuh agar tetap seimbang. Pemantauan pasien secara berkesinambungan juga dibutuhkan sebagai bagian penting dari pengelolaan kondisi ini. Gejala Hemokromatosis Hemokromatosis tidak selalu disertai gejala. Ada kemungkinan individu dengan kondisi ini tak menunjukkan gejala apa pun. Umumnya gejala hemokromatosis berkembang secara perlahan seiring dengan akumulasi zat besi di dalam tubuh. Gejala yang mungkin muncul meliputi: Merasa kelelahan atau kurang bertenaga sepanjang waktu Nyeri sendi, terutama sendi besar seperti lutut Kulit berubah warna menjadi seperti kelabu atau kecokelatan, khususnya pada area yang terkena paparan sinar matahari Suasana hati berubah-ubah, depresi, dan merasa cemas berlebihan Penurunan berat badan yang tak diinginkan Disfungsi ereksi pada pria Haid tidak teratur, berhenti, atau jadwalnya terlewati Penyebab Hemokromatosis terutama dipicu oleh kelainan genetik yang mengakibatkan peningkatan penyerapan zat besi dari makanan di dalam usus. Menurut studi, kondisi ini paling banyak dijumpai pada keturunan orang Eropa utara. Bila dalam keluarga terdapat riwayat hemokromatosis, kemungkinan seseorang mengalami kondisi serupa akan lebih besar. Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko hemokromatosis meliputi: Jenis kelamin pria lebih banyak mengalami kondisi ini daripada perempuan yang punya mekanisme perlindungan alami berupa menstruasi yang membuat darah bisa keluar dari tubuh dengan teratur Usia pertengahan hingga lanjut seiring dengan pertambahan usia Kondisi kesehatan lain yang bisa menyebabkan peningkatan penyerapan zat besi, antara lain anemia hemolitik seperti penyakit sel sabit atau thalasemia, sirosis hati, serta anemia aplastik dan anemia berat yang memerlukan transfusi darah berulang Cara Dokter Mendiagnosis Diagnosis hemokromatosis memerlukan serangkaian tindakan medis, terutama tes untuk mengidentifikasi kadar zat besi di dalam tubuh. Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien terkait dengan gejala serta faktor risiko seperti riwayat anemia dan hemokromatosis dalam keluarga. Adapun tes yang umumnya perlu dijalani termasuk: Tes darah untuk mengukur jumlah zat besi, protein penyimpan zat besi (ferritin), dan kapasitas pengikatan besi dalam darah Tes saturasi trasnferrin untuk mengevaluasi penyerapan besi oleh tubuh Tes genetik untuk mengidentifikasi mutasi pada gen HFE atau gen lain yang berkaitan dengan hemokromatosis Untuk mengonfirmasi hasil tes, dokter bisa menyarankan biopsi hati guna mengukur kadar zat besi di jaringan hati jika kondisi pasien memungkinkan. Tes pencitraan dengan magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) scan juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan organ, khususnya pada hati. Cara Mengatasi Hemokromatosis Hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan pasien dengan hemokromatosis. Penanganan kondisi ini berfokus pada upaya mengendalikan gejala dan mencegah timbulnya komplikasi yang membahayakan. Caranya antara lain: Terapi flebotomi atau mengeluarkan darah lewat transfusi secara rutin untuk mengurangi jumlah zat besi yang menumpuk di dalam tubuh. Biasanya terapi ini sering dilakukan di tahap awal, lalu frekuensi dikurangi hingga kadar zat besi mencapai level normal. Bila terjadi kerusakan atau masalah pada organ seperti pankreas dan hati, dokter akan memberikan perawatan untuk mengendalikan gejalanya. Menjaga pola makan dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Pemantauan secara berkelanjutan terhadap kadar zat besi di dalam tubuh. Komplikasi Hemokromatosis Komplikasi hemokromatosis terutama terkait dengan dampak penumpukan zat besi di dalam tubuh. Di antaranya: Kerusakan hati, sirosis, hingga kanker hati Kerusakan pankreas yang bisa memicu diabetes akibat rusaknya sel pankreas yang memproduksi insulin Kerusakan jantung, termasuk gagal jantung dan aritmia Masalah sendi, seperti artritis Kerusakan organ lain, seperti ginjal dan kelenjar pituitary Pencegahan Hemokromatosis Hemokromatosis yang berkaitan dengan kelainan genetik tak dapat dicegah. Guna mencegah komplikasi, dibutuhkan deteksi dini bila ada faktor risiko hemokromatosis. Selain itu, secara umum penerapan gaya hidup sehat dengan diet seimbang bisa membantu menjaga kesehatan. Jika diperlukan, ahli gizi atau dokter bisa memberikan rekomendasi diet yang sesuai. Kapan Harus ke Dokter? Hemokromatosis membutuhkan tindakan medis yang tepat dan sesuai dengan kondisinya. Meski tak ada obat penyembuhnya, banyak... - Published: 2024-04-02 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/mata/pemeriksaan-mata-anak/ - Kategori: Mata - Tag: mata anak, Merawat mata, pemeriksaan mata anak Di era kecanggihan teknologi, mata anak rentan mengalami masalah karena konsentrasi penggunaan gadget terlalu intens. Agar masalah kesehatan mata tidak kian parah, ketika anak merasakan gejala-gejalanya, sesegera mungkin bawa mereka untuk melakukan pemeriksaan mata anak. Tidak hanya orang dewasa, pada dasarnya anak-anak juga bisa mengalami masalah kesehatan mata, termasuk mata minus, silinder. Faktornya beragam, bisa karena intensitas penggunaan gadget terlalu tinggi, faktor genetik, dan sebagainya. Waktu Paling Tepat Pemeriksaan Mata Anak Faktanya, mata adalah salah satu dari lima panca indera yang kesehatannya perlu dijaga. Sebab, tidak sedikit anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan dan perlu menggunakan kacamata meski usianya masih sangat belia. Dalam rangka mencegah kemungkinan buruk di kemudian hari, pemeriksaan mata biasanya dokter lakukan pada waktu-waktu berikut: 1 bulan pertama kehidupan : Tidak menunggu setelah dewasa, pemeriksaan mata bisa dimulai pada 1 bulan pertama kehidupan. Butuh pemeriksaan yang komprehensif pada newborn yang lahir prematur, kecurigaan gangguan pada mata anak dan riwayat gangguan mata dalam keluarga Antara usia 6 hingga 12 bulan : Pada anak yang sebelumnya tidak didapatkan gangguan pada mata, skrining penglihatan kedua dapat dilakukan pada anak usia 6 – 12 bulan. Pada tahap ini dapat diamati kesejajaran dan gerakan bola mata. Antara usia 3 hingga 5 tahun: Pada tahap ini pemeriksaan mata yang dilakukan meliputi tajam penglihatan, kesejajaran bola mata dan amblyopia/mata Pada anak yang kooperatif, tajam penglihatan dinilai dengan menggunakan grafik pemeriksaan mata. Apabila ditemukan adanya mata juling/ strabismus, kelainan refraksi dan amblyopia perlu pemeriksaan lanjutan yang lebih komprehensif. Usia sekolah / > 5 tahun : Pemeriksaan tajam penglihatan dan kesejajaran bola mata dilakukan pada tahap ini. Miopia/rabun jauh merupakan gangguan tajam penglihatan yang sering ditemukan pada usia ini. Kelaianan ini dapat dikoreksi dengan kacamata yang ukurannya secara akurat ditentukan oleh dokter spesialis Sebagai tambahan informasi, skrining penglihatan biasa diadakan di sekolah. Sayangnya, tidak semua sekolah mengadakannya karena satu dan lain hal. Apabila di sekolah belum ada skrining kesehatan mata, orang tua perlu membawa buah hatinya untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. Proses Pemeriksaan Mata Anak Meski kesehatan mata anak yang dokter periksa, tetapi peran orang tua dalam hal ini tetap penting. Sebab, umumnya dokter mengajukan pertanyaan mengenai apakah ibu mengalami komplikasi selama kehamilan atau persalinan. Selain itu, dokter juga menanyakan perihal riwayat medis anak, riwayat alergi, penggunaan obat jangka panjang dan riwayat gangguan mata di keluarga Saat menjalankan pemeriksaan kesehatan, orang tua perlu menjawab secara jelas dan lengkap pertanyaan yang dokter ajukan. Selain menjawab pertanyaan, Anda juga perlu menyampaikan beberapa poin penting berikut: Ada atau tidaknya riwayat kelahiran prematur Tertundanya perkembangan motorik Kebiasaan anak yang kerap menggosok mata baik secara perlahan maupun brutal Intensitas kedipannya apakah berlebihan atau masih normal Anak terlalu sering gagal mempertahankan kontak mata Tidak bisa mempertahankan pandangan dalam jangka waktu tertentu Jenis Pemeriksaan Mata Anak Untuk menentukan mata anak sehat atau telah mengalami masalah, dokter akan menjalankan pemeriksaan dengan jenis tertentu. Membahas soal jenis pemeriksaan mata, berikut pemaparannya: 1. Pemeriksaan Fisik Mata Uji refraksi bermanfaat untuk mengetahui seberapa jelas penglihatan pasien saat melihat suatu objek pada jarak tertentu. Pemeriksaan tajam penglihatan ini dilakukan menggunakan alat refraksi yang disesuaikan dengan usia anak. Alat yang digunakan biasanya berupa chart yang berisi simbol yang ditujukan pada anak usia preverbal dan chart yang berisi huruf atau angka yang ditujukan pada anak usia sekolah. Alat tersebut dapat dijadikan panduan untuk menilai apakah anak menderita rabun jauh atau dekat yang nantinya menjadi pertimbangan dokter mata dalam meresepkan kacamata. Pemeriksaan mata anak – anak biasanya membutuhkan tetes mata untuk melebarkan pupil, hal ini bertujuan untuk menghilangkan akomodasi mata anak saat pemeriksaan refraksi dan memudahkan visualisasi saat pemeriksaan saraf mata / retina. 2. Pemeriksaan Gerakan Otot Mata Pemeriksaan fisik mata meliputi pemeriksaan segmen anterior (kelopak mata, konjungtiva, kornea, iris, pupil dan lensa) dan segmen posterior (saraf mata/retina. Pemeriksaan segmen anterior dilakukan dengan menggunakan slit lamp atau hand-held light. Pada pemeriksaan bagian mata yang lebih dalam, dokter memeriksa bagian saraf mata / retina dengan menggunakan alat bantu berupa oftalmoskop. Pada anak yang lahir dengan riwayat prematur perlu pemeriksaan untuk menilai adanya retinopathy of prematurity (ROP). ROP merupakan perkembangan abnormal pembuluh darah retina yang terjadi pada bayi prematur. 3. Pemeriksaan Gerakan dan Kesejajaran Bola Mata Otot mata merupakan bagian penting yang berpengaruh pada gerakan mata. Oleh karenanya, pemeriksaan gerakan otot mata menjadi salah satu jenis pemeriksaan mata yang juga dokter lakukan. Manfaatnya adalah untuk menilai kekuatan otot mata saat menggerakkan bola mata. Pemeriksaan kesejajaran bola mata juga penting dilakukan untuk menilai apakah kedua mata simetris atau tidak. Tidak simetrisnya mata dapat mengganggu transfer gambar ke otak yang dapat menyebabkan penglihatan anak menjadi terbatas. Apabila dibiarkan dapat menyebabkan ambliopia / mata malas. Bila masalah penglihatan ini dapat diketahui sejak dini, tatalaksana akan menjadi lebih efektif dan pusat penglihatan di otak anak dapat tumbuh dengan maksimal. 4. Pemeriksaan Lapang Pandang Pemeriksaan lapang pandang dapat dinilai apabila fiksasi visual anak telah berkembang dengan baik... - Published: 2024-04-02 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/poliuria/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: poliuria, sering buang air kecil, urine berlebihan Poliuria merupakan suatu kondisi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak urin, sehingga sering buang air kecil dengan jumlah urin yang melebihi batas normal. Lalu, apa penyebab produksi urin berlebih? Bagaimana cara mengatasinya? Poliuria bukanlah suatu kondisi medis, tetapi dapat menjadi pertanda atau gejala penyakit lain. Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas karena Anda harus sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil dengan jumlah yang banyak. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama orang yang berusia 70 tahun ke atas, orang hamil, dan pembesaran prostat. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang masalah poliuria, maka simak informasinya di bawah ini! Apa itu Poliuria? Poliuria adalah kondisi ketika tubuh menghasilkan atau memproduksi urin berlebihan. Akibatnya, ketika kencing atau buang air kecil, urin yang Anda keluarkan pun jauh lebih banyak dari jumlah normal untuk ukuran orang dewasa. Meski produksi urin setiap orang berbeda, tetapi orang dewasa rata-rata menghasilkan urin normal sebanyak 0,8-2 liter dalam sehari. Dengan perkiraan asupan cairan ke dalam tubuh sebanyak 2 liter dari air minum atau sumber lainnya. Adapun jumlah urin berlebih ketika melewati batas normal yakni lebih dari 2,5 liter dalam sehari. Bahkan, produksi urin dapat mencapai 15 liter dalam kurun waktu 24 jam pada penderita poliuria akibat adanya penyakit tertentu. Oleh karena itu, ketika Anda sering buang air kecil dengan jumlah yang banyak dan melebihi batas normal. Apakah kondisi ini termasuk gangguan poliuria atau tidak. Untuk itu, Anda perlu mencari tahu penyebab dan gejala pastinya. Penyebab Poliuria Sering buang air kecil dalam jumlah banyak terjadi karena seseorang mengkonsumsi cairan berlebih atau banyak minum air. Beberapa jenis minuman membuat Anda sering buang air kecil karena sifat diuretik seperti kopi dan teh. Poliuria akibat terlalu banyak minum air bukanlah masalah medis, hal ini karena dapat membaik dengan sendirinya. Melansir dari Cleveland Clinic ada beberapa penyebab medis seseorang memproduksi urin berlebih atau poliuria, yaitu: 1. Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyebab paling umum seseorang sering buang air kecil dan jumlahnya berlebih. ISK sendiri muncul karena akibat infeksi bakteri di kandung kemih, uretra, dan di bagian saluran kandung kemih. 2. Diabetes Tipe 1 dan 2 Penderita penyakit diabetes tipe 1 dan 2, organ ginjal tidak dapat menyaring gula dalam darah. Akibatnya, urin yang keluar membawa banyak cairan sehingga penderita diabetes sering buang air kecil dan jumlahnya cukup banyak. 3. Diabetes Insipidus Bagi seseorang yang menderita penyakit diabetes insipidus, biasanya tubuh kesulitan mengontrol jumlah cairan dalam tubuh. Dampaknya, penderita lebih sering merasa haus dan selalu ingin buang air kecil yang tidak tertahankan. 4. Penyakit Ginjal Salah satu fungsi ginjal adalah mengendalikam keseimbangan air. Saat seseorang menderita penyakit ginjal, maka ginjal tidak dapat produksi urin seperti sebelumnya. Dampaknya, produksi urin dalam tubuh berlebih atau tidak seimbang. 5. Kehamilan Kehamilan dapat memicu terjadinya diabetes gestasional. Dampaknya sama seperti diabetes melitus yang berpengaruh terhadap produksi urin. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini akan hilang setelah kehamilan. 6. Penyakit Hati Jika memiliki masalah dengan hati, maka kondisi ini juga berpengaruh terhadap fungsi ginjal. Hati tidak dapat memproses limbah dan aliran darah ke ginjal terhambat, sehingga ginjal tidak dapat melakukan fungsi dan tugasnya dengan baik. 7. Obat-obatan Tertentu Ada beberapa obat yang dapat menyebabkan gangguan poliuria atau produksi urin berlebih, yaitu obat diuretik. Jenis obat ini dapat menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak urin, sehingga Anda lebih sering buang air kecil. Sebenarnya masih banyak penyebab medis yang dapat menimbulkan masalah poliuria, seperti pembesaran prostat, kencing manis, sistitis interstisial, batu ginjal, dan lainnya. Kondisi ini perlu pemeriksaan dan penanganan dari dokter. Gejala Poliuria Gejala paling umum dari masalah poliuria adalah frekuensi buang air kecil yang lebih sering. Normalnya, orang dewasa buang air kecil sebanyak 6-7 kali sehari. Buang air kecil mencapai 10 kali sehari terbilang masih wajar asal tidak ada keluhan. Sementara itu, bagi penderita gangguan poliuria dapat buang air kecil hingga frekuensinya belajar kali dalam sehari. Mereka mungkin sering terbangun di malam hari karena ingin buang air kecil, kondisi seperti ini bernama nokturia. Jika sering buang air kecil dalam jumlah banyak karena penyebabnya ada penyakit tertentu seperti diabetes, maka gejala gangguan poliuria akan disertai dengan polidipsia atau sering merasa haus dan polifagia atau rasa lapar yang berlebih. Selain itu, gejala lainnya sering buang air kecil adalah adanya spasme pada kandung kemih. Kondisi di mana saat proses pengeluaran urin atau saat berkemih terhenti secara tiba-tiba, kondisi ini menyebutnya sebagai kondisi hesitansi. Cara Mengatasi Poliuria Adapun cara mengatasi poliuria tergantung dari penyebab utamanya. Misalkan sering buang air kecil karena penyakit gula darah, maka cara mengatasinya dengan mengontrol kadar gula dalam darah, pastikan berada dalam batas normal. Selain itu, ada beberapa cara mengatasi sering buang air kecil dengan jumlah banyak yang dapat Anda lakukan di rumah, di antaranya: Latihan berkemih: Metode pengobatan ini untuk mengontrol kandung kemih dalam menampung urin lebih lama, sehingga dapat menurunkan frekuensi buang air kecil. Buang air kecil... - Published: 2024-04-01 - Modified: 2024-04-01 - URL: https://primayahospital.com/umum/sindrom-kelelahan/ - Kategori: Umum Sindrom kelelahan merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi kondisi seseorang hingga kesulitan menjalani aktivitasnya karena sebab yang belum diketahui. Simak penjelasan selengkapnya mengenai sindrom kelelahan berikut ini. Anda bisa mendapatkan konsultasi nyaman dengan dokter melalui layanan kunjungan dokter ke rumah dari homecare Kavacare. Kami juga menyediakan layanan infus untuk booster badan lemas atau kelelahan. Hubungi kami melalui Whatsapp di nomor 0811 1446 777. Apa Itu Sindrom Kelelahan? Sindrom kelelahan kronis, yang dikenal juga sebagai myalgic encephalomyelitis, adalah penyakit multisistem kompleks yang umumnya ditandai dengan kelelahan parah, disfungsi kognitif, masalah tidur, disfungsi otonom, dan post-exertional malaise (gejala yang terasa semakin buruk setelah melakukan kegiatan yang melelahkan), yang dapat sangat mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit kronis yang tidak diketahui pasti penyebabnya ini telah diakui oleh World Health Organization (WHO) dan the United States Center for Disease Control and Prevention (US CDC) sebagai kondisi kelainan otak. Meski penyebab pasti penyakit ini belum diketahui oleh para ahli, mereka percaya sindrom kelelahan kronis ini dapat muncul karena lebih dari satu hal yang berbeda-beda sebagai beberapa penyebab sekaligus. Bukan hal yang tidak mungkin dua atau lebih pemicu bersama-sama menyebabkan munculnya suatu penyakit, dalam kasus ini, sindrom kelelahan kronis. Hal-hal yang telah dipelajari sebagai beberapa kemungkinan penyebab penyakit ini, antara lain: Infeksi, 1 dari 10 orang yang pernah terinfeksi virus viral (seperti Epstein-Barr, Ross River, atau Coxiella burnetii) memiliki gejala yang mirip dengan kriteria sindrom kelelahan kronis. Perubahan sistem imun, seperti produksi sitokin (protein yang mengatur perilaku sel lain) kronis, fungsi sel pembunuh alami yang menurun, hingga perbedaan penanda aktivasi sel T (sel yang mengaktifkan dan menekan respons imun terhadap infeksi). Stres fisik atau emosional, yang dapat memengaruhi jaringan kompleks yang mengontrol reaksi tubuh terhadap respons imun, pencernaan, penggunaan energi, dan suasana hati. Perubahan dalam produksi energi. Kemungkinan hubungan genetik, tetapi masih diperlukan banyak penelitian untuk menemukan gen pasti atau faktor lain yang menjadi penyebab penyakit ini. Faktor Risiko Menurut prevalensinya, ada beberapa hal yang dapat disebut sebagai faktor risiko penyakit sindrom kelelahan kronis ini. Hal-hal tersebut, antara lain: Berusia 40-70 tahun. Berjenis kelamin perempuan. Perempuan lebih berisiko terkena sindrom kelelahan dengan perbandingan rasio dengan laki-laki 3:1. Berkulit putih (ras Kaukasoid). Bergolongan ekonomi menengah ke bawah. Tanda dan Gejala Gejala yang menunjukkan adanya sindrom kelelahan kronis ini biasanya mirip dengan gejala-gejala kebanyakan penyakit lain. Penyakit ini memiliki beberapa gejala utama dan gejala tambahan yang dapat dilihat sebagai penunjang diagnosis. Berikut ini beberapa tanda dan gejala sindrom kelelahan kronis menurut CDC. Gejala Primer Tiga gejala yang disebut juga sebagai gejala inti ini, yaitu: Kemampuan untuk melakukan aktivitas yang sangat menurun bersamaan dengan rasa lelah yang telah dirasakan selama 6 bulan atau lebih. Rasa lelah sindrom ini berbeda dengan rasa lelah yang biasanya dirasakan kebanyakan orang, dengan ciri-ciri, seperti: Bisa terasa parah. Bukan hasil dari aktivitas yang sangat berat. Tidak membaik meskipun sudah tidur maupun beristirahat. Tidak pernah menjadi keluhan sebelumnya. Memburuknya tanda-tanda sindrom setelah melakukan aktivitas fisik atau mental yang sebelumnya tidak menimbulkan keluhan, yang disebut sebagai post-exertional malaise (PEM). Tanda-tanda yang dapat muncul untuk pertama kalinya atau justru bertambah buruk dari sebelumnya ini, seperti: Kesulitan berpikir. Sulit tidur. Sakit tenggorokan. Sakit kepala. Kelelahan parah. Bermasalah dengan pola tidur, di mana penderita biasanya tidak membaik setelah tidur semalaman atau justru kesulitan untuk bisa atau tetap tertidur. Selain itu, diperlukan salah satu dari gejala tambahan untuk menentukan diagnosis sindrom kelelahan kronis. Gejala tambahan tersebut, antara lain: Bermasalah dalam ingatan dan cara berpikir, seperti kesulitan berpikir dengan cepat, mengingat sesuatu, dan memperhatikan detail, yang biasanya disebut penderita sebagai terjebak di dalam “kabut” sehingga kesulitan berpikir dengan jelas. Memburuknya gejala ketika berdiri atau duduk dengan tegak, yang disebut sebagai intoleransi ortostatik, di mana penderita merasa pusing, lemah, hingga pingsan ketika berdiri atau duduk dari posisi tidur. Gejala Umum yang Lain Meski tidak semua, sebagian penderita sindrom kelelahan kronis mengalami beberapa gejala lain, seperti: Nyeri dan nyeri otot. Nyeri sendi tanpa bengkak atau kemerahan. Sakit kepala, baik baru atau memburuk. Kelenjar getah bening lunak di leher atau ketiak. Sakit tenggorokan yang sering terjadi. Masalah pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar. Menggigil dan berkeringat di malam hari. Alergi dan kepekaan terhadap makanan, bau, bahan kimia, cahaya, atau kebisingan. Kelemahan otot. Sesak napas. Detak jantung tidak teratur. Diagnosis Selain menanyakan riwayat medis pasien dan keluarga, serta melakukan pemeriksaan mental dan fisik secara menyeluruh, yang diperlukan adalah melihat gejala primer dan gejala pendukung yang menyertai. Tidak ada pemeriksaan tambahan yang diperlukan selain pemeriksaan laboratorium standar. Tujuan dari pemeriksaan lab ini adalah untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi atau kemungkinan diagnosis lain dari sindrom kelelahan, bukan untuk menegakkan diagnosis. Tes yang dibutuhkan seperti: Tes urin. Tes darah. Tes fungsi tiroid. Tes enzim otot, seperti kreatin kinase. Tes sensitivitas gluten. Tes antibodi endomisial imunoglobulin A. Tes antibodi reumatologis. Terapi Belum ada obat-obatan yang terbukti dapat menyembuhkan sindrom kelelahan kronis. Akan tetapi, beberapa gejala sindrom ini dapat... - Published: 2024-04-01 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/umum/anak-intuiting/ - Kategori: Umum - Tag: anak intuiting, cara memahami anak intuiting, intuitif kuat Anak intuiting cenderung memiliki kelebihan yang tidak ada pada anak lainnya. Mereka memiliki jiwa kreatif, unik, dan suka berimprovisasi. Terkadang anak dengan intuisi yang kuat bisa jadi sangat menantang bagi para orang tua. Meski demikian, anak dengan intuisi kuat dapat menjauhkan mereka dari bahaya selama berada dalam aktivitas yang mereka sukai. Orang tua bisa membimbing mereka untuk mengembangkan keterampilan unik dan kreatif mereka. Berikut penjelasan tentang intuiting, jenis, ciri-ciri dan cara memahami anak dengan intuisi yang kuat. Ini bisa menjadi referensi untuk menghadapi mereka. Yuk, simak! Apa itu Anak Intuiting? Anak intuiting adalah anak yang memiliki kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan melalui penalaran mereka. Anak yang intuitif biasanya akan sangat menantang bagi orang tua dalam mengasuh mereka. Seorang anak dengan intuitif kuat dikenal sebagai anak perfeksionis yang sering dianggap unik. Hal ini karena mereka memiliki bakat yang bisa terus berkembang sampai mencapai tingkat kepuasannya. Orang tua harus bisa membimbingnya. Pada dasarnya, setiap anak yang terlahir memiliki perasaan intuitif yang alami terhadap dunia mereka. Mereka memiliki pengetahuannya sendiri yang bisa melampaui akal sehat. Sebagai orang tua, yang harus kita lakukan adalah pola pengasuhan dan memahami cara kerja intuisi pada anak. Dengan begitu, orang tua akan lebih mudah membimbing mereka menjadi anak yang cerdas dan pintar dengan intuisinya. Jenis Jenis Intuiting pada Anak Intuiting adalah kepribadian yang didominasi oleh otak kanan sehingga mereka memiliki kelebihan sebagai pribadi yang kreatif dan inovatif. Menurut jenisnya, intuiting dibagi menjadi dua yakni introvert dan ekstrovert. Berikut penjelasannya. 1. Intuiting Introvert Intuiting introvert adalah kepribadian yang selalu berpikir positif dan memiliki privasi yang kuat. Mereka juga memiliki kepribadian super keras kepala, tetapi tinggi empati. Mereka sangat lucu dan sering dikatakan sebagai "anak mami". Selaon itu, intuiting introvert juga memiliki insting yang kuat dan suka mencari informasi untuk mengetahui makna dasarnya. Hal ini karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sering memperhatikan lingkungan sekitarnya. Tak heran, jika mereka dengan intuiting introvert kerap mendapatkan pujian dari orang sekitar karena ringan tangan dan gemar membantu orang lain yang membutuhkan. 2. Intuiting Ekstrovert Intuiting ekstrovert merupakan kepribadian seseorang yang mampu menemukan makna suatu rangkaian peristiwa yang terputus dan merangkainya secara imajiner. Kepribadiannya seperti layaknya detektif yang suka mencari tahu informasi. Selain itu, kepribadian intuiting ekstrovert juga biasanya memiliki sifat inspiratif, suka memecahkan masalah, dan tidak malu mengungkapkan perasaan. Mereka juga termasuk orang yang senang berkelompok dan terbuka dengan orang lain. Seseorang yang memiliki intuiting ekstrovert dikatakan memiliki indra keenam atau intuisi yang kuat. Mereka memiliki pergaulan yang luas dan aktif kegiatan kelompok. Ciri Ciri Anak dengan Intuitif Kuat Pada usia tiga tahun, sebenarnya anak-anak sudah bisa berbagi cerita dengan orang tua maupun orang lain tentang kehidupannya. Meski tidak semua dari mereka mengingatnya dan menceritakan semuanya apa yang telah mereka alami. Adapun ciri-ciri anak dengan intuitif kuat memiliki kemampuan untuk mengeksplor dirinya dan memiliki kepribadian yang kreatif. Berikut ini ciri-ciri anak intuitif secara umum: 1. Mampu Membaca Orang Lain Anak dengan intuiting yang kuat memiliki naluri besar terhadap orang lain. Ketika mereka bertemu seseorang, maka mereka bisa mengetahui orang tersebut jahat atau baik. Mereka juga bisa mengetahui orang itu berbohong atau jujur. 2. Peka Terhadap Energi Orang Lain Anak yang memiliki intuitif kuat sangat peka terhadap energi orang lain. Tanpa kita beritahu pun mereka bisa mengetahui perasaan kita, termasuk kemampuan dalam merasakan rasa sedih, marah dan senang dalam diri seseorang. 3. Memiliki Masalah Tidur Pikiran yang aktif membuat anak-anak dengan intuitif kuat mengalami kesulitan tidur. Mereka juga sering mengalami mimpi buruk atau sering terbangun di malam hari. Hal inilah yang menjadi tantangan orang tua memiliki anak yang intuitif. 4. Tidak Menyukai Keramaian Anak dengan intuitif kuat cenderung tidak menyukai keramaian. Hal ini karena energi yang mereka peroleh di tempat ramai membuat mereka kewalahan. Mereka lebih memilih di rumah daripada di tempat ramai yang menghabiskan energi. 5. Memiliki Kreativitas Tinggi Kemampuan inovatif seorang anak terbentuk dari kepribadian berasal dari otak kanan. Mereka cenderung lebih kreatif dan imajinatif dalam melakukan segala hal. Itulah sebabnya, anak intuitif memiliki jiwa seni dan kreativitas tinggi. Cara Memahami Anak Intuiting Dalam membimbing anak intuiting memerlukan kesabaran serta kemampuan memahami kelebihan yang mereka miliki. Orang tua bisa membantu mereka dalam belajar menghadapi kehidupan dan hal berkaitan dengan keterampilan. Berikut ini ada beberapa cara mendukung anak intuitif agar tetap bisa aktif dalam aktivitas yang positif mengutip dari Natural Awakenings, di antaranya: Tetap terbuka terhadap persepsi anak tanpa menghakimi. Jangan membesarkan dan mengecilkan pengalaman intuitifnya ketika meresponnya. Bantu anak menyadari cara memandang kehidupan merupakan bagian penting dari dirinya, termasuk bakat dan kemampuan lainnya. Bantu anak dalam mengelola pemicu stres yang terkait dengan cara mereka dalam mempelajari kehidupan di dunia nyata. Beritahu anak bahwa dia tidak sendiri, kita siap membantunya. Perhatikan kesehatan anak karena perubahan suasana hati dan menderita rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan oleh anak. Ajari anak cara untuk melindungi diri mereka sendiri agar bisa belajar mandiri... - Published: 2024-03-31 - Modified: 2024-03-27 - URL: https://primayahospital.com/umum/lansia-minum-kopi/ - Kategori: Umum Kopi adalah minuman yang digemari oleh banyak kalangan, termasuk lansia. Akan tetapi, dampak kopi dan kafein di dalamnya bisa signifikan bagi lansia karena faktor usia. Bolehkah lansia mengonsumsi kopi? Bagaimana efeknya bagi mereka? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. Konsultasikan kesehatan lansia di rumah dengan layanan homecare Kavacare. Dapatkan layanan perawatan lansia di rumah yang aman dan nyaman oleh profesional. Hubungi kami melalui Whatsapp di nomor 0811 1446 777. Bolehkah Lansia Minum Kopi? Kopi adalah salah satu minuman penambah energi sekaligus minuman yang kadang dikonsumsi untuk menyegarkan badan maupun suasana hati. Selama tidak memiliki riwayat khusus atau catatan larangan dari dokter, maka lansia boleh-boleh saja minum kopi, dalam jumlah yang dianjurkan. Efek Kafein Bagi Kesehatan Lansia Efek Positif Kafein Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, maka kafein memiliki beberapa manfaat bagi lansia, di antaranya adalah sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafein memiliki efek yang lebih besar dalam mempercepat sistem penyerapan kalsium dan metabolisme tulang pada orang-orang dengan usia lanjut. Hasil penelitian mengerucut pada hasil yang menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit Alzheimer maupun gangguan fungsi eksekutif yang meliputi kegiatan seperti perencanaan, mengorganisir, manajemen waktu, dan memori kerja. Kafein mungkin menurunkan risiko seorang lanjut usia terhadap penyakit demensia. Bukti dari penelitian juga mengarah pada meningkatnya usia berhubungan dengan meningkatnya sensitivitas seseorang terhadap pressor effect dari kafein. Pressor effect kafein adalah hubungan antara konsumsi kafein dengan meningkatnya tekanan darah pengonsumsi. Meningkatkan tingkat energi peminumnya. Secara umum, kafein adalah stiimulan yang memacu meningkatnya kadar energi dan melawan rasa lelah, hal tersebut bisa jadi sangat bermanfaat bagi kaum lansia. Membuat suasana hati menjadi lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi berhubungan dengan tingkat depresi yang lebih rendah dan juga kesehatan mental yang lebih baik. Baik kopi reguler maupun kopi bebas kafein diperkirakan memiliki efek perlindungan pada hati. Hal ini disimpulkan dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa peminum kopi cenderung memiliki tingkat enzim hati yang berada dalam kisaran yang sehat (tidak terlalu rendah, dan tidak pula terlalu tinggi) jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengonsumsi kopi. Konsumsi kafein dalam jumlah secukupnya juga dikaitkan dengan menurunnya risiko semua penyebab dan kematian kardiovaskular pada pasien lanjut usia dengan tekanan darah tinggi. Dewasa lanjut usia yang rutin mengonsumsi kopi memiliki risiko kematian yang secara umum lebih rendah. Efek Negatif Kafein Meskipun memiliki banyak efek positif, konsumsi kafein secara tidak tepat juga dapat menimbulkan efek negatif. Efek negatif kafein tersebut di antara lain adalah: Meningkatkan kadar kalsium urin, baik pada lansia maupun golongan yang lebih muda. Konsumsi kopi lebih dari empat cangkir setiap hari dapat menimbulkan kecemasan, sakit kepala, gelisah, dan jantung berdebar-debar. Tekanan darah tinggi yang naik. Efek tersebut sesungguhnya hanya terjadi sementara, namun bisa berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi. Dapat menimbulkan masalah saluran pencernaan. Hal tersebut disebabkan oleh kafein yang bisa mempercepat pencernaan, yang dapat menyebabkan diare. Kandungan asam yang tinggi pada kopi juga bisa memperburuk asam lambung atau GERD. Konsumsi kopi dapat menyebabkan dehidrasi. Efek stimulan pada kopi meningkatkan produksi urin, yang dapat berujung pada dehidrasi. Hal ini perlu diwaspadai karena dehidrasi adalah salah satu penyebab utama rawat inap pada pasien di atas 65 tahun. Rekomendasi Asupan Kafein untuk Lansia Asupan kafein yang masih dalam batas aman untuk dikonsumsi lansia adalah sekitar empat cangkir kopi. Jumlah tersebut kurang lebih adalah sekitar 400mg kafein pada satu hari. Jika konsumsi kopi Anda dalam sehari melebihi jumlah tersebut, maka sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengubah beberapa cangkir kopi reguler menjadi kopi bebas kafein. Alternatif Kopi untuk Lansia Sebagian lansia mengonsumsi kopi untuk asupan kafein, sebagian lagi mengonsumsi sebagai pilihan minuman panas, dan sebagian juga mengonsumsi kopi sebagai minuman untuk menyegarkan. Berikut ini adalah beberapa minuman yang dapat dijadikan pilihan pengganti kopi. Teh matcha. Minuman ini mengandung cukup kafein namun dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan kopi. Pilihan ini bisa dijadikan alternatif jika ingin mengurangi asupan kafein dalam kadar yang lebih rendah. Teh matcha juga bisa mengurangi kecemasan dan stres, sehingga aman dari risiko kecemasan yang dapat ditimbulkan kopi reguler. Teh hijau. Teh ini memiliki manfaat yang sama dengan kopi yaitu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes, namun teh hijau memiliki kafein 70% lebih sedikit dibandingkan kopi. Teh hitam. Teh hitam memiliki kadar kafein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan teh hijau, namun kadar kafein teh hitam masih tetap lebih rendah dibandingkan kopi. Ini adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh. Kombucha bisa memiliki manfaat yang menyehatkan bagi usus. Minuman ini memiliki kadar kafein yang sangat rendah, sehingga bisa dijadikan alternatif pilihan jika ingin mengurangi asupan kafein. Perlu diketahui bahwa kombucha mengandung alkohol. Selain dapat dijadikan pilihan minuman untuk menyegarkan, cokelat juga memiliki manfaat bagi kesehatan, antara lain adalah meningkatkan memori dan mendukung kinerja kognitif pada lansia. Dengan begitu, cokelat bisa menjadi alternatif pengganti kopi yang menguntungkan bagi lansia. Pastikan untuk memilih cokelat murni dengan kualitas yang baik dan tidak memiliki terlalu banyak... - Published: 2024-03-31 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/kreatinin-egfr/ - Kategori: Patologi Klinik - Tag: kreatinin + eGFR, manfaat kreatinin + eGFR, penerapan kreatinin + eGFR Ginjal merupakan organ tubuh yang mengambil peran besar dalam penyaringan dan pembuangan limbah. Untuk menilai fungsi ginjal dibutuhkan beberapa pemeriksaan, salah satunya adalah pemeriksaan kreatinin + eGFR. Ada berbagai hal yang membuat kinerja ginjal menjadi terganggu. Agar ginjal tetap sehat, penting untuk merawat kesehatannya dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Mengenal Tes Kreatinin + eGFR Tes kreatinin eGFR adalah pemeriksaan untuk mengukur kadar kreatinin dan estimated GFR (eGFR) di dalam darah. Berdasarkan hasil tes itu, ahli medis akan mengetahui kondisi ginjal pasien. eGFR (laju filtrasi glomerulus) merupakan metode untuk mengukur fungsi ginjal dan menentukan tingkat keparahan penyakit ginjal pada seseorang. Pemeriksaan tersebut membutuhkan tes kreatinin darah, ukuran tubuh, usia, dan jenis kelamin. Jika hasilnya menunjukkan bahwa angka eGFR rendah, ada kemungkinan bahwa ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Orang dengan eGFR rendah sangat berisiko terkena penyakit ginjal kronis (CKD) yang bisa berkembang menjadi gagal ginjal. Semakin cepat penyakit ginjal terdeteksi, maka besar juga peluang untuk memperlambat atau menghentikan laju perkembangannya dengan metode khusus sesuai jenis dan tingkat keparahan penyakitnya. Perkiraan Laju Filtrasi Glomerulus (eGFR) Membahas mengenai eGFR, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan glomerulus. Glomerulus adalah filter kecil di ginjal yang membantu menghilangkan racun (limbah) dari darah manusia. Mengingat fungsi pentingnya itu, adanya pemeriksaan eGFR sangat berguna untuk mengukur berapa banyak darah disaring oleh filter ginjal per menitnya berdasarkan ukuran tubuh. Menggunakan hasil dari eGFR, penyakit ginjal dapat terdeteksi oleh dokter sedini mungkin. Bukan hanya jenis penyakitnya saja, tetapi juga tingkat keparahannya. Tanda-Tanda Glomerulus Bermasalah Ginjal adalah organ tubuh yang masuk ke dalam bagian sistem saluran kemih. Masalah kesehatannya sendiri bisa muncul pada salah satu atau kedua ginjal sekaligus. Bagian ginjal paling sering terserang masalah adalah glomerulus. Saat hal itu terjadi, racun yang sebenarnya harus glomerulus saring malah terlarut ke dalam darah sehingga lama-kelamaan akan membahayakan kesehatan tubuh. Seperti halnya ketika organ lain bermasalah, glomerulus yang tidak dapat menjalankan fungsinya dengan semestinya juga menunjukkan beberapa gejala. Salah satunya adalah terlalu sering buang air kecil yang disertai dengan kejang otot. Tanda tersebut umumnya muncul ketika kondisi kesehatan glomerulus sudah kian parah, setidaknya ketika seseorang kehilangan 40% fungsi ginjalnya. Pemeriksaan kesehatan ginjal sangat membantu menekan kemungkinan kerusakan ginjal semakin parah. Karena, penanganan yang tepat dapat memperlambat atau bahkan menghentikan kerusakan ginjal secara efektif. Pihak-Pihak yang Sebaiknya Menjalankan Tes Kreatinin + eGFR Ada berbagai hal yang menyebabkan ginjal bermasalah, baik itu berkaitan dengan faktor genetik ataupun kebiasaan buruk penderitanya. Orang-orang dengan faktor risiko berikut lebih waspada dan menjalankan tes Kreatinin + eGFR secara berkala. Cacat lahir yang berpengaruh pada fungsi ginjal Penderita penyakit arteri koroner atau penyakit jantung Diabetes (kadar gula tinggi) Memiliki keluarga yang mengalami penyakit ginjal Sering mengalami infeksi saluran kemih (ISK) atau penyumbatan saluran kemih Tekanan darah tinggi (hipertensi) Seorang perokok aktif Kelebihan berat badan Prosedur Tes Kreatinin + eGFR Pemeriksaan ini termasuk tes yang sangat kompleks, penyedia layanan kesehatan akan menggunakan formula khusus untuk menghasilkan perkiraan GFR (eGFR) dengan tepat. Formulanya menggabungkan hasil tes darah kreatinin dengan informasi seperti usia dan jenis kelamin. Tes darah kreatinin sendiri berguna untuk mengukur kadar kreatinin, yaitu produk limbah yang mengalir di dalam darah. Jika kadar kreatinin melebihi batas normal, ada kemungkinan otot bisa melepas racun kemudian mengalirkannya ke darah. Walaupun tidak memberi dampak secara langsung, racun yang menumpuk tetap memberi dampak bagi kesehatan ginjal di kemudian hari. Untuk mencegah masalah kesehatan ginjal semakin parah, tes eGFR juga mempertimbangkan hal-hal berikut: Tingkat kreatinin Usia Tinggi dan berat badan Ras atau etnis Persiapan Tes Berdasarkan fakta bahwa tes eGFR sangat sensitif, pasien perlu mempersiapkan diri dengan baik. Jika tidak, ada kemungkinan hasil tes yang keluar tidak akurat sehingga menyebabkan hasil diagnosa tidak valid. Cara untuk meningkatkan keakuratan hasil tes, penyedia layananan kesehatan akan menyarankan pasien untuk melakukan hal-hal berikut: Berpuasa dengan tidak mengonsumsi makanan padat apapun dalam jangka waktu tertentu dan hanya boleh minum cairan Menghentikan konsumsi minum obat tertentu selama beberapa waktu Tidak boleh makan daging matang sehari sebelum tes karena makan daging bisa meningkatkan kadar kreatinin untuk sementara waktu Arti Hasil Tes eGFR Kadar eGFR di bawah 60 selama tiga bulan atau lebih atau angkanya malah di tas 60, ada kemungkinan pasien mengalami kerusakan ginjal parah. Tanda paling umum yang muncul adalah kadar albumin dalam urin terdeteksi tinggi. Kadar eGFR biasanya menurun seiring bertambahnya usia. Jadi, seseorang tidak selalu mengalami penyakit ginjal kronis ketika kadarnya kurang dari 60. Dokter juga biasanya memadukan tes tersebut dengan UACR. Fungsinya untuk memeriksa darah atau albumin (salah satu jenis protein) dalam urin. Tim kesehatan akan menjalankan beberapa prosedur cek kesehatan ginjal lainnya setelah hasil tesnya keluar, yaitu: Tes pencitraan: Jenisnya bisa tes USG atau CT scan yang berguna untuk mendapatkan gambaran ginjal dan saluran kemih secara detail. Berdasarkan hasilnya, dokter bisa tahu apakah pasien mengalami batu ginjal atau tumor, dan apakah ada masalah pada struktur ginjal serta saluran kemih atau tidak. Biopsi ginjal: Prosedur pemeriksaan ini dokter lakukan dalam... - Published: 2024-03-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/penyakit-prostat/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Tag: gejala penyakit prostat, kelenjar prostat, penyakit prostat - Translation Priorities: Optional Penyakit prostat merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi pada pria, terutama berusia 50 tahun ke atas. Penyakit ini mengancam kesehatan organ intim pria, tetapi bukan termasuk PMS (Penyakit Menular Seksual). Seiring bertambah usia, prostat yang awalnya hanya seukuran kacang kenari tetapi tumbuh besar. Ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada pria. Oleh karena itu, penting mencari tahu penyebab dan cara pencegahannya. Sekilas Tentang Penyakit Prostat Prostat adalah kelenjar pada reproduksi pria yang membungkus saluran kemih. Adapun letak kelenjar prostat berada di bagian bawah kandung kemih dan depak rektum. Fungsi prostat adalah untuk memproduksi hormon dan mengeluarkan cairan yang menjadi komponen air mani. Ketika prostat mengalami masalah, ini akan berdampak pada gangguan kesehatan yang disebut dengan penyakit pada prostat. Penyakit prostat adalah penyakit yang dialami seseorang ketika ukuran prostat menjadi lebih besar dari ukuran normal yakni sebesar biji kenari. Kondisi ini menyebabkan penderitanya kesulitan buang air kecil, ini salah satu dampaknya. Adanya masalah prostat dapat menimbulkan bahaya serius jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Oleh karena itu, mari kenali lebih jauh tentang jenis penyakit ini! Jenis Penyakit Prostat dan Penyebabnya Menurut lansiran Better Health Channel, sekitar 25 persen pria berusia 55 tahun ke atas memiliki gangguan prostat. Angka ini meningkat hingga 50 persen pada usia 70 tahun. Pada tahap awal penyakit ini mungkin tidak menunjukan gejala. Namun, setiap pria berisiko mengalami masalah prostat karena semua pria memiliki kelenjar prostat. Sebenarnya masalah prostat disebabkan gangguan kesehatan yang berbeda-beda. Secara umum, ada tiga jenis gangguan prostat, yaitu: 1. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) BPH adalah pembesaran prostat bersifat jinak yang dapat terjadi ketika kelenjar prostat membesar. Hal ini membuat saluran kemih mengalami penyempitan dan otot kandung kemih menebal. Penyakit ini terjadi seiring bertambahnya usia. Meskipun begitu, jenis prostat ini tidak mengancam jiwa tetapi dapat mempengaruhi kualitas hidup pria. Ditambah, hingga saat ini belum ada yang mengetahui pasti penyebab pembesaran prostat jinak yang umumnya terjadi pada usia lanjut. Namun, kemungkinan penyebab gangguan BPH karena tingginya kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Hormon ini dapat meningkatkan aktivitas zat untuk pertumbuhan jaringan prostar, sehingga kelenjar prostat membesar. Jika ukurannya sudah melebihi batas, maka prostat menekan saluran kemih dan uretra. Kondisi seperti ini akan menyebabkan gejala rasa tak nyaman ketika buang air kecil. 2. Kanker Prostat Masalah kesehatan ini terjadi ketika ada sel kanker yang tumbuh dan berkembang pada prostat. Jika sel kanker agresif, maka sel ini keluar dari kelenjar prostat dan masuk ke dalam sistem pembuluh darah. Hal ini sangatlah berbahaya. Jika sel kanker masuk ke dalam pembuluh darah, maka sel kanker akan menyebar kebagian tubuh lain sehingga menimbulkan tumor sekunder. Kanker prostat pada stadium awal tidak ada gejala, tetapi gejala akan muncul pada stadium lanjut. Sementara penyebab kanker prostat masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seperti riwayat keluarga, usia, dan obesitas. Berbeda dengan penyebab kanker lainnya yang terjadi dari mutasi DNA sel abnormal akan membuat sel tumbuh dan membelah dengan cepat. Sel kanker pada prostat belum diketahui berasal dari mana dan masih perlu penelitian lebih lanjut. 3. Prostatitis Prostatitis adalah peradangan dan pembengkakan kelenjar prostat. Masalah kesehatan ini dapat terjadi pada pria berusia lebih muda, yaitu antara usia 30-50 tahun. Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab prostatitis. Bakteri ini berasal dari infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual. Meski dalam beberapa kasus, penyebab gangguan prostata ini belum diketahui secara pasti. Berdasarkan kelompoknya, penyebab prostatitis terjadi karena bakteri akut yang diakibatkan infeksi bakteri Coli atau Neisseria Gonorrhoeae. Selain itu, penyebab prostatitis lainnya akibat bakteri kronis berasal dari infeksi saluran kemih. Penyakit prostatitis dapat terjadi pada pria segala usia dan ukurannya dapat membesar atau tidak. Namun, gangguan prostat ini lebih sering terjadi pada pria muda dan paruh baya. Hanya 5-10% pria menderita prostat seumur hidupnya. Gejala Penyakit Prostat Meski penyakit prostat memiliki penyebab yang berbeda, tetapi untuk gejalanya hampir sama. Itulah sebabnya, penting pemeriksaan dengan dokter sebagai upaya mendapatkan penanganan yang tepat setelah mengetahui gejala-gejalanya. Pada beberapa kasus, masalah prostat membuat penderita kesulitan buang air kecil karena pembesaran prostat menekan uretra. Adapun gejala umum lainnya, yaitu: Sering buang air kecil di malam hari Terasa nyeri saat buang air kecil dan ejakulasi Harus mengedan sebelum buang air kecil Pancaran buang air kecil lemah Urine berwarna lebih keruh dari biasanya Kandung kemih terasa tidak dapat dikosongkan atau rasa tidak puas setelah buang air kecil Rasa tidak nyaman pada area panggul Disfungsi seksual dan kehilangan libido Terdapat darah ketika buang air kecil Kesulitan buang air kecil yang parah. Secara umum, gejala prostat bermasalah dapat Anda rasakan pada stadium lanjut. Namun, jika masalah prostat terdeteksi sedari dini, maka peluang sembuh semakin besar. Jadi, jangan ragu konsultasi ke dokter ketika ada gejala. Dokter bisa mendiagnosa masalah prostat lewat serangkaian metode pemeriksaan dan evaluasi, antara lain Anamnesis atau wawancara antara dokter dengan pasien, untuk mendiagnosa dan menentukan derajat keparahan dari penyakit Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi dan... - Published: 2024-03-28 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/terlambat-haid/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: ibu hamil, perbedaan terlambat haid dengan hamil, Terlambat Haid Terlambat haid tidak selalu menjadi penanda bahwa seorang wanita sedang hamil. Sebab, memang ada beberapa kondisi yang membuat wanita telat haid, termasuk karena penyakit tertentu atau kelelahan. Agar tidak salah, ketahui perbedaan terlambat haid dengan hamil. Mengapa penting mengetahui perbedaannya? Salah satu alasannya karena takutnya calon ibu tidak sadar bahwa dirinya sedang hamil sehingga tetap melakukan kegiatan berat. Ini Dia Perbedaan Terlambat Haid dengan Hamil Telat haid atau datang bulan sangat sering dikaitkan dengan kehamilan. Akan tetapi, ada kalanya seorang wanita telat haid karena stres berat. Untuk itu, para calon ibu wajib tahu perbedaan terlambat haid dengan hamil. 1. Mual dan Muntah Saat jadwal haid sudah dekat, ada beberapa wanita yang juga merasakan mual hingga muntah. Kondisi ini hampir sama seperti gejala kehamilan awal. Untuk mempermudah membedakannya, coba perhatikan ulasan berikut: Haid Kemungkinan merasakan mual sangat kecil dan hanya terjadi pada orang-orang tertentu saja Munculnya masalah pencernaan seperti kembung dan diare yang bisa berujung pada kemunculan rasa mual Hamil Mual hingga muntah paling sering terjadi di pagi hari, untuk itu dinamakan morning sickness Mual hingga muntah berlangsung sebulan setelah pembuahan sampai sebelum memasuki minggu ke 9 kehamilan Tanda mual hingga muntah mulai mereda memasuki trimester kedua 2. Ngidam Tiba-tiba merasa ingin makan sesuatu saat haid? Tidak perlu terburu-buru panik. Sebab, ngidam ternyata juga umum muncul ketika terlambat haid. Ada perbedaan yang sangat terlihat antara ngidam terlamat haid dan hamil, berikut ulasannya: Haid Ingin mengonsumsi makanan yang bercita rasa manis atau asin Ngidam pada wanita haid umumnya terjadi hanya sebentar saja Rasa ngidam akan hilang dengan sendirinya setelah haid selesai Hamil Terjadi perubahan selera makan yang sangat spesifik Keinginan atau ngidam yang terlintas di angan-angan calon ibu harus segera terpenuhi Ada kemungkinan makanan favorit sebelum hamil menjadi makanan paling dibenci calon ibu 3. Flek Darah yang Muncul Pada trimester pertama, ada kemungkinan wanita hamil mengeluarkan flek darah. Sayangnya, masih banyak yang terkecoh dengan tanda ini dan menganggap ia sedang mengalami haid. Supaya mudah membedakannya, coba perhatikan penjelasan berikut: Haid Flek darah akan nampak setelah mulai haid Aliran darahnya terasa deras Darah keluar biasanya berlangsung hingga satu minggu Warna darah haid cenderung merah tua atau coklat dengan tekstur kental Hamil Flek tidak muncul deras, seringkali hanya satu hingga dua tetas saja Warna darah flek kehamilan cenderung merah muda terang atau kekuningan Kerap muncul pada 10 - 14 hari setelah pembuahan Tidak berlangsung lama, umumnya 1-2 hari saja 4. Kram Perut Salah satu momok menakutkan bagi sebagian wanita ketika mengalami haid adalah kram perut. Faktanya, kram perut juga bisa muncul pada wanita hamil. Lalu, apa perbedaannya? Informasinya bisa Anda ketahui di sini: Haid Rasa nyeri terjadi di perut dan area bagian bawah perut Berlangsung sekitar satu sampai dua hari lamanya Pada beberapa kondisi, nyeri akan berlanjut hingga hari terakhir masa hadi Hamil Nyeri yang terjadi pada wanita hamil berpusat pada satu sisi Masa penyembuhannya lebih cepat daripada nyeri haid Rasa nyerinya mulai terasa setelah proses ovulasi dan mereda dalam hitungan jam 5. Nyeri Payudara Tidak selalu karena penyakit kronis, wanita haid atau hamil dapat merasakan nyeri payudara dengan intensitas berbeda-beda tergantung kondisi tubuhnya. Karena sama-sama terasa nyeri, maka Anda bisa membedakan keduanya dengan melihat ciri-ciri berikut: Haid: Hanya berlangsung selama haid saja, ketika haid usai maka nyerinya juga menghilang Payudara terasa membesar dan mengencang pada 1-2 hari sebelum masa haid Nyeri payudara hilang secara otomatis setelah memasuki hari pertama haid Hamil Terjadi kurang lebih selama 1-2 minggu setelah ovulasi Selama kehamilan, payudara terasa membengkak Rasa nyeri pada bagian payudara baru mereda setelah melahirkan 6. Mood Swing Wanita yang sedang haid atau hamil sangat rentang mengalami perubahan mood atau mood swing. Jadi tidak aneh jika mereka tiba-tiba bahagia dan tiba-tiba sedih dalam jangka waktu berdekatan. Cari tahu bagaimana perbedaannya pada penjelasan di bawah ini: Haid Hanya berlangsung sebentar, paling parah biasanya terjadi ketika perut terasa nyeri Umum muncul beberapa hari menjelang masa haid Hamil Mood swing terjadi dalam jangka waktu lama Mood berubah normal setelah masa melahirkan 7. Sakit Punggung Kebingungan mengatur posisi adalah masalah paling sering dihadapi wanita yang mengalami haid maupun hamil. Meski sama-sama sakit punggung, tetap ada perbedaan antara keduanya, yaitu: Haid Berlangsung saat mendekati jadwal haid terjadi Sakit punggung berpusat pada area punggung bawah, kemudian menjalar sampai betis Hamil Perut terasa membesar karena janin mengalami pertumbuhan Nyerinya menghilang secara otomatis setelah kelahiran bayi 8. Nafsu Makan Perubahan nafsu makan memang dapat terjadi sewaktu-waktu yang berpengaruh pada mood serta kondisi tubuh. Pada wanita haid dan hamil, nafsu makannya cenderung berkebalikan, berikut penjelasannya: Haid Perubahan hormon yang terjadi menyebabkan wanita haid menjadi lebih nafsu makan Seorang yang sedang haid terkadang suka mengkonsumsi coklat, minuman manis, atau makanan asin Hamil Nafsu makan menjadi menurun drastis Ada kemungkinan mengalami mual dan muntah Ciri-Ciri Telat Haid Bukan Karena Hamil Bagi wanita sangat penting mengetahui ciri-ciri telat haid bukan karena hamil. Takutnya, banyak yang panik karena... - Published: 2024-03-27 - Modified: 2024-03-27 - URL: https://primayahospital.com/gigi/penyebab-gusi-bengkak/ - Kategori: Gigi - Tag: Gigi Anak, gusi bengkak anak, penyebab gusi bengkak pada anak anak Saat gusi anak membengkak, tentu para orang tua khawatir karena anak menunjukkan sikap tidak nyaman, seperti rewel, menangis, hingga suhu tubuhnya naik. Agar tidak salah menyikapinya, ketahui apa saja penyebab gusi bengkak pada anak anak. Penyebab gusi bengkak sangat beragam yang diiringi dengan gejala tertentu. Karena anak-anak belum sepenuhnya bisa mendeskripsikan apa yang mereka rasakan, orang tua patut memiliki sedikit banyak pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Kenali Penyebab Gusi Bengkak pada Anak Anak Gigi dan mulut merupakan bagian tubuh yang penting bagi manusia. Untuk menjaga fungsinya, perawatan dengan tepat menjadi hal penting agar tidak muncul masalah kesehatan gigi dan mulut seperti halnya gusi bengkak. Pertanyaannya, apa penyebab gusi bengkak pada anak anak? Bagi yang penasaran, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini: 1. Kebersihan Gigi Kurang Baik Di usia anak-anak, mereka cenderung menyukai makanan manis-manis. Sayangnya, masih sedikit anak yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Alhasil banyak yang mengalami gusi bengkak. Hal itu terjadi karena adanya akumulasi plak dan pembentukan calculus (karang gigi). Begitu karang gigi terbentuk, jaringan gusi mulai rusak yang akhirnya menyebabkan peradangan, pendarahan, dan gigi terlepas dari gusi. Selain gusi bengkak, tanda paling umum jika kebersihan area mulut tidak terjaga yaitu gusi mudah berdarah dan muncul aroma tidak sedap dari mulut. 2. Tumbuh Gigi Teething syndrome atau odontitis merupakan sebutan lain kondisi bayi tumbuh gigi. Tumbuhnya gigi pada anak umumnya terjadi di kisaran usia 6 bulan hingga 2,5 tahun. Meski sangat normal terjadi, tetapi para orang tua sering merasa serah. Sebab, si kecil akan menunjukkan beberapa gejala. Mulai dari gusi membengkak, drooling (ngeces), sebagian area gusi mengeras, nafsu makan menurun, menjadi suka menggigit benda keras, dan terkadang juga demam. Guna mengurangi gejala yang membuat si kecil merasa tidak nyaman, orang tua bisa memijat halus di sekitar gusi yang bengkak menggunakan kasa atau jari bersih. Selain itu, berikan juga teether atau makanan dingin bertekstur keras untuk efek shooting. 3. Trauma/Cedera pada gigi   Trauma gigi merupakan kerusakan jaringan keras gigi dan atau periodontal karena kontak yang keras dengan suatu benda yang tidak terduga sebelumnya pada gigi anterior baik pada rahang atas maupun rahang bawah atau kedua-duanya. Trauma gigi dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung, trauma gigi secara langsung terjadi ketika benda keras langsung mengenai gigi, sedangkan trauma gigi secara tidak langsung terjadi ketika benturan yang mengenai dagu menyebabkan gigi rahang bawah membentur gigi rahang atas dengan kekuatan atau tekanan besar dan tiba-tiba. Hal ini biasanya berdampak pada jaringan lunak dan keras gigi seperti gusi yang sering ditandai dengan luka robek, bengkak , kemerahan, dan perdarahan. Jika dibiarkan pembengkakan tersebut dapat meluas dan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi secara masif. 4. Kondisi Sistemik Kemungkinan besar masih banyak yang bingung dengan kondisi sistemik. Maksud istilah tersebut adalah kondisi di mana seseorang mengalami pembengkakan gusi karena malnutrisi, perubahan hormonal saat puber, dan kelainan darah semisal leukemia. Orang dengan gangguan epilepsi juga berpotensi mengalami pembesaran gingiva. Sebagai informasi, gingiva merupakan sebutan lain untuk gusi. Pada kasus-kasus seperti ini perlu adanya penanganan tepat sesuai dengan kondisi pasien. Hindari membiarkan anak merasakan gejalanya terlalu lama karena tentunya menimbulkan rasa mengganjal saat menutup mulut. 5. Radang Gusi Ciri khusus anak yang mengalami radang gusi adalah bagian gusinya terlihat kemerahan dan sering berdarah ketika sikat gigi. Radang gusi sendiri tidak selalu menyebabkan sakit, tetapi memang sering menyebabkan rasa kurang nyaman. Mengulas mengenai penyebabnya, kebersihan mulut yang buruk merupakan penyebab radang gusi paling sering. Sisa-sisa makanan yang menempel di area mulut lama-kelamaan menjadi plak yang akhirnya menjadi tempat paling nyaman kuman dan bakteri berkembang biak. Supaya terhindar dari radang gusi, ajari anak untuk menyikat gigi dengan cara yang benar. Khusus untuk anak berusia di bawah 8 tahun, sebaiknya orang tua dampingi untuk menunjukkan cara menyikat gigi sesuai anjuran dokter dan memantau adanya keanehan pada gigi dan mulut mereka atau tidak. 6. Infeksi Gigi Pada kasus-kasus yang telah terjadi, timbulnya infeksi gigi paling umum yaitu karena gigi berlubang sudah mencapai bagian saraf atau mengalami trauma akibat benturan. Terjadilah pembengkakan gigi (abses gigi) berisi nanah. Kondisi tersebut membuat anak merasa tidak nyaman karena timbul rasa ngilu berdenyut yang hebat dan dalam jangka waktu lama. Pada kondisi lebih lanjut, abses gigi sering membuat penderitanya mengalami demam. Bahkan pembengkakannya bisa mencapai area pipi hingga bawah mata. Untuk mengurangi gejalanya, anak perlu mendapatkan obat penghilang rasa nyeri (pain killer). 7. Pengaruh Obat Tertentu Tidak semua jenis obat cocok untuk tubuh anak. Salah satu gejala penolakan yang mungkin terjadi adalah pembengkakan gusi. Kasus pembengkakan memang mungkin saja terjadi setelah anak mengonsumsi jenis obat tertentu, misalnya obat anti kejang atau antibiotik. Para bunda perlu waspada dengan kejadian seperti ini agar tidak lagi memberi anak obat yang menyebabkan alergi. Setelah melihat perubahan kondisi tubuh anak, sesegera mungkin berkonsultasi ke dokter. Jangan menunggu hingga gejalanya kian parah, takutnya memberi dampak buruk pada anak, seperti menurunkan nafsu makannya atau membuat mereka sulit tidur karena... - Published: 2024-03-26 - Modified: 2024-03-26 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-hamil-berpuasa-apakah-berbahaya/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Berpuasa adalah salah satu kewajiban umat Muslim saat bulan Ramadhan. Namun, apakah boleh untuk ibu hamil berpuasa? Berikut ini akan kita bahas mengenai adakah bahayanya hingga bagaimana agar puasa ini tidak membahayakan baik janin yang berada dalam kandungan maupun ibundanya. Pendapat Ahli Keputusan untuk berpuasa selama hamil adalah pilihan pribadi. Dalam Islam, ibu hamil boleh untuk tidak berpuasa jika ada kekhawatiran terhadap kesehatan bayi atau dirinya sendiri. Saran dr Huthia Andriyana, Sp. OG dari Primaya Hospital Depok: Jawabannya Boleh. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan seperti : -Bumil trimester 1 tidak mual muntah hebat -Tidak ada penyakit penyerta (hipertensi, DM/Diabetes melitus dengan gula darah tidak terkontrol dan lain-lain. -Sudah kontrol/USG dan diperbolehkan oleh dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan. Jika terlewat puasa, bisa memindahkan hari puasanya nanti atau membayar fidyah. Keputusan berpuasa adalah pribadi dan sebaiknya berdiskusi dengan dokter. Pasalnya, berpuasa lebih mudah saat orang lain juga berpuasa daripada sendirian. Meski demikian, beberapa ahli menyatakan jika ibu hamil berpuasa selama Ramadhan tidak berdampak signifikan pada berat atau panjang janin, serta waktu kelahiran. Namun, bagi ibu hamil yang lelah atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, berpuasa bisa menjadi beban. Tanda Bahaya Berpuasa saat hamil memerlukan konsultasi dengan dokter. Penting untuk menjaga hidrasi dan mengenali tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus yang berlebihan atau urine gelap. Jika ada gejala dehidrasi atau perubahan gerakan bayi, segera hentikan puasa dan hubungi dokter. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu menjadi catatan selama berpuasa, terutama bagi ibu hamil: Pemantauan Berat Badan Pastikan berat badan Anda tetap stabil untuk menghindari risiko pada bayi. Jika tidak ada penimbangan selama kunjungan pranatal, timbanglah diri Anda sendiri di rumah secara rutin. Tanda-Tanda Dehidrasi Jika Anda merasa sangat haus, buang air kecil menjadi lebih jarang, atau warna urin Anda gelap, ini bisa jadi tanda dehidrasi. Dehidrasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan komplikasi lainnya. Gejala yang Mengkhawatirkan Apabila Anda mengalami pusing, kelemahan, kebingungan, atau kelelahan yang berlebihan, bahkan setelah istirahat yang cukup, segera akhiri puasa Anda. Gunakan minuman manis dan camilan asin untuk pemulihan cepat, kecuali jika Anda memiliki kondisi tekanan darah tinggi. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi yang kaya air sangat menjadi anjuran. Pertimbangkan juga untuk berpuasa di hari tertentu saja dan hindari makan berlebih. Pilih makanan yang memberi energi bertahap dan hindari yang dapat menyebabkan dehidrasi atau sakit maag. Pola Makan dan Minum Sahur Buka Sebelum Tidur/habis tarawih ngemil sedikit demi sedikit. Kebutuhan cairan total 2 liter per hari, setara dengan 8 gelas air (bukan hanya air putih, sudah termasuk minuman lain atau makanan berkuah) Apa Yang Harus Dilakukan Berikut adalah poin-poin yang dapat membantu ibu hamil berpuasa saat bulan Ramadhan dengan lebih mudah: Konsultasi Kesehatan Bicarakan dengan dokter Anda untuk memeriksa kondisi kesehatan dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi. Pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih sering selama berpuasa. Koordinasi dengan Tempat Kerja Diskusikan dengan atasan Anda mengenai penyesuaian jam kerja selama Ramadhan, seperti pengurangan jam kerja atau penambahan waktu istirahat. Catatan Makanan Buatlah buku harian makanan untuk mencatat asupan makanan dan minuman, agar Anda dapat memantau konsumsi nutrisi Anda. Persiapan Dini Mulailah berbelanja dan menyelesaikan tugas-tugas penting sebelum Ramadhan tiba, sehingga Anda dapat berfokus pada ibadah dan kegiatan lainnya selama bulan suci. Dengan mengetahui beberapa informasi diatas serta mengikuti pertimbangannya, ibu hamil dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman. Batalkan Puasa Jika : Bumil mengalami kunang-kunangan atau pandangan kabur Bumil mengalami keringat dingin Lemas / pusing / nyeri kepala Ada tanda dehidrasi (haus berlebihan, bibir kering dan pecah-pecah, warna urine pekat. Narasumber: dr. Huthia Andriyana, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Depok - Published: 2024-03-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/usus-buntu/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Penyakit usus buntu (apendiks) merupakan salah satu masalah pencernaan yang umum dan bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini terbilang kegawatan medis yang harus segera ditangani, umumnya teratasi dengan operasi. Berikut ini beberapa mitos seputar usus buntu dan faktanya. Untuk informasi lebih lengkap seputar usus buntu dan penanganannya, Anda bisa menghubungi telekonsultasi dokter atau mendapatkan kunjungan dokter ke rumah dari layanan homecare Kavacare. Hubungi Kavacare melalui Whatsapp di nomor 0811 1446 777. Apa Itu Usus Buntu? Istilah usus buntu (apendiks) yang selama ini kita kenal sebenarnya mengacu pada peradangan yang terjadi di organ usus buntu atau apendiks. Apendiks adalah bagian dari usus, jaringan dengan panjang 5-10 sentimeter yang terhubung dengan usus besar. Usus buntu terletak di bagian kanan tubuh. Akibat berbagai hal, usus buntu bisa mengalami peradangan yang menimbulkan rasa sakit parah. Radang usus buntu terjadi saat apendiks tersumbat feses yang mengeras, benda asing yang tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh, hingga kanker atau tumor. Apendiks juga bisa tersumbat oleh pembengkakkan yang merupakan respons infeksi di dalam tubuh. Gejala usus buntu antara lain: Nyeri di bagian kanan perut, di dekat pusar mengarah ke bawah. Nyeri ini umumnya tanda awal peradangan usus buntu Hilang nafsu makan Mual dan muntah setelah mulai merasakan nyeri Demam Tidak bisa buang angin. Sementara gejala lainnya yang jarang ditemui tetapi bisa jadi dialami pasien yaitu: Rasa sakit yang berdenyut atau menusuk di area sekitar perut, bahkan di atas, bawah, belakang, hingga dekat bokong Kram Sembelit atau diare saat perut terasa kembung Mitos Usus Buntu dan Faktanya Usus buntu termasuk penyakit yang umum ditemui, tetapi masih banyak mitos usus buntu yang beredar dan dipercayai orang. Berikut penjelasan seputar mitos usus buntu dan fakta-faktanya. 1. Usus Buntu Tidak Punya Fungsi Khusus Posisi usus buntu normalnya di bagian kanan bawah perut. Tepatnya di pertemuan antara usus halus dengan usus besar. Organ ini memiliki panjang sekitar 10 sentimeter. Seperti namanya, organ ini seperti jalan buntu pada usus. Banyak yang bingung dengan fungsi usus buntu. Fungsi pasti usus buntu masih belum bisa dijelaskan. Ada teori yang menjelaskan jika usus buntu merupakan tempat berkumpulnya bakteri-bakteri baik yang akan bekerja memperbaiki saluran pencernaan setelah terserang masalah seperti diare. Ada pula ahli yang menjelaskan jika usus buntu memang tidak memiliki fungsi khusus dan merupakan sisa-sisa evolusi tubuh manusia. Oleh karenanya, pengangkatan usus buntu tidak memberikan dampak kesehatan pada pasien. 2. Semua Orang akan Kena Penyakit Usus Buntu Semua orang memang memiliki usus buntu. Ada yang pernah mendengar mitos usus buntu jika penyakit ini berarti pasti akan dialami semua orang. Namun ternyata tidak semua orang akan mengalami peradangan pada usus buntu. Diperkirakan kasus usus buntu hanya terjadi pada 5% populasi dunia. Di Indonesia, prevalensi usus buntu sekitar 24,9 kasus per 10. 000 populasi. Usus buntu juga bukan penyakit keturunan. Penyebabnya yang seringkali tidak diketahui membuat usus buntu termasuk penyakit yang tidak bisa dicegah secara spesifik. Walau demikian, semua orang berisiko mengalami penyakit usus buntu. Apendisitis diperkirakan lebih rentan terjadi pada laki-laki. Paling sering radang usus buntu dialami oleh mereka yang berusia remaja hingga usia 20-an, tapi orang yang berusia lebih tua juga bisa mengalami penyakit usus buntu. 3. Usus Buntu Harus Dioperasi Faktanya, tindakan bedah adalah prosedur yang paling banyak dipilih untuk penanganan usus buntu. Operasi pengangkatan usus buntu seringkali dilakukan juga sebagai langkah pencegahan usus buntu yang meradang kemudian pecah dan menyebabkan komplikasi. Biasanya pasien akan mendapatkan perawatan dengan antibiotik lebih dulu, kemudian tindakan operasi dilakukan. Operasi bisa dilakukan melalui pembedahan mayor atau dengan laparoskopi. Prosedur menggunakan laparoskopi memungkinkan sayatan operasi jauh lebih kecil dan membantu pemulihan lebih cepat. Namun seiring perkembangan zaman, ditemukan kemungkinan jika penyakit usus buntu bisa ditangani hanya dengan antibiotik, tanpa tindakan operasi. Antibiotik bisa diberikan jika peradangan yang terjadi tidak berisiko menyebabkan pecahnya usus buntu. Namun usus buntu yang diobati tanpa operasi memiliki risiko kambuh yang lebih tinggi. Selain itu, beberapa pasien mungkin mengalami resistensi jika perawatan menggunakan antibiotik digunakan dalam jangka panjang. 4. Usus Buntu Disebabkan oleh Biji Jambu dan Biji Cabai Salah satu mitos usus buntu yang banyak beredar adalah jika penyakit ini bisa terjadi jika Anda menelan biji jambu atau biji cabai, sehingga biji-bijian tersebut masuk ke dalam usus buntu. Faktanya, walaupun Anda menelan biji cabai maupun jambu, hal ini tidak memicu usus buntu. Menelan biji maupun bagian dari buah-buahan yang umumnya tidak dikonsumsi secara umum tidak menyebabkan usus buntu. Penelitian membuktikan jika radang usus buntu akut yang disebabkan oleh sisa-sisa buah atau sayuran sangat jarang ditemukan pada pasien yang telah dioperasi. Namun sebaiknya Anda tetap waspada dan usahakan untuk menghindari menelan biji-bijian yang kemungkinan besar tidak tercerna oleh tubuh. Selalu kunyah makanan dengan sempurna untuk membantu organ pencernaan bekerja lebih optimal. 5. Konsumsi Mi Instan Bisa Menyebabkan Usus Buntu Mi instan termasuk makanan yang sering dikaitkan dengan radang usus buntu. Mitosnya, usus buntu bisa disebabkan oleh konsumsi mi instan. Namun hal ini ternyata hanya mitos usus... - Published: 2024-03-25 - Modified: 2024-02-20 - URL: https://primayahospital.com/umum/musik-untuk-lansia/ - Kategori: Umum Musik dapat menyentuh kita, menginspirasi kita, dan terkadang menyembuhkan kita. Hal ini terutama berlaku bagi orang dewasa lanjut usia, yang mungkin menghadapi isolasi, depresi, rasa sakit, penurunan kognitif, atau kesedihan. Dapatkah musik benar-benar membantu para lansia melewati banyak tantangan seiring bertambahnya usia? Bila Anda memerlukan layanan perawat lansia di rumah, Anda bisa menghubungi homecare Kavacare. Kontak Kavacare Support melalui Whatsapp di nomor 0811 - 1446 - 777 hari ini untuk konsultasi kebutuhan perawatan orang terkasih Anda di rumah. Apa Itu Terapi Musik? Musik merupakan kekuatan luar biasa yang mampu membangkitkan emosi yang kuat, membawa kembali kenangan yang mengharukan, dan menjadi sarana untuk mengekspresikan diri. Karena kemampuannya ini, musik memiliki manfaat terapeutik yang dapat digunakan untuk mengelola berbagai macam kondisi individu, bahkan meningkatkan kualitas hidup. Terapi musik adalah penggunaan musik dan/atau elemen musik (seperti suara, ritme, dan harmoni) untuk mencapai tujuan, seperti mengurangi stres atau meningkatkan kualitas hidup. Menggunakan musik sebagai alat terapi memiliki potensi yang baik untuk peningkatan kesejahteraan dan kesehatan lansia. Terapi musik dan aktivitas terkait musik menumbuhkan kenikmatan, sosialisasi, kesejahteraan, dan peningkatan kesehatan mental pada orang lanjut usia, yang biasanya semakin rentan terhadap isolasi dan menderita kondisi yang berkaitan dengan kesehatan mental, seperti depresi. Manfaat Musik untuk Lansia Orang-orang lanjut usia dapat memperoleh berbagai macam manfaat dari mendengarkan musik, karena musik memberi mereka saluran untuk kreativitas, sosialisasi, dan stimulasi mental. Berikut ini manfaat musik untuk lansia beserta penjelasan singkatnya. 1. Meredakan Stress Menurut NCBI, musik mampu membangkitkan emosi positif yang kuat, dan meningkatkan suasana hati seseorang. Musik dapat menurunkan tingkat kortisol dalam tubuh, hormon yang berkontribusi terhadap perasaan stres dan kecemasan. Ini juga dapat memicu reaksi kimia lain di otak, sehingga merangsang perasaan positif. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi para lansia yang rentan terhadap perasaan stres akibat berbagai perubahan hal yang terjadi dalam hidupnya. Bernyanyi biasanya menjadikan seseorang berada sepenuhnya pada saat itu dan menikmati seluruh momen yang ada. Saat seseorang bernyanyi, kebanyakan dari mereka tidak akan memikirkan hal-hal yang biasanya menjadi fokus kecemasan pikiran di kebanyakan waktu. 2. Meningkatkan Kesehatan Fisik Musik yang tepat dapat menjadi alat penyemangat untuk membantu para lansia menjadi lebih aktif secara fisik. Mereka akan membuat lebih banyak gerakan sembari mendengarkan musik, baik itu berjalan, menari, atau melakukan peregangan diiringi musik. Hal-hal tersebut kemudian dapat meningkatkan kesehatan jantung, kekuatan otot, kepadatan tulang, keseimbangan dan koordinasi, fleksibilitas. Memutar atau mendengarkan musik membantu para lansia bernapas secara ritmis sehingga dapat meningkatkan kesehatan pernapasan, membantu melepaskan ketegangan tubuh, dan meningkatkan suasana hati, yang semuanya dapat berdampak positif pada kualitas hidup secara keseluruhan. 3. Meningkatkan Kesehatan Mental Musik telah menunjukkan dapat mengurangi depresi secara signifikan di kalangan lansia. Ketika musik dimainkan dalam kelompok lansia, rasa kesepian yang semula melingkupi akan terpinggirkan secara otomatis saat para lansia menikmati sesi mendengarkan musik bersama. Mendengarkan musik atau berkreasi bersama orang lain merupakan kegiatan santai dan menyenangkan yang dapat membangun hubungan antarsenior. Partisipasi aktif dalam musik oleh para lansia berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis, dan kesehatan mental selama tahun-tahun transisi pensiun dan seterusnya. Lebih jauh lagi, melalui partisipasi musik, para lansia dapat mengekspresikan diri mereka secara kreatif dan berpartisipasi dalam pengalaman yang bermanfaat dan menarik. 4. Meningkatkan Kesehatan Otak (demensia, alzheimer, dsb) Musik memiliki keterkaitan yang unik dengan memori. Selama menjalani hidup, kemungkinan besar seseorang akan mengasosiasikan lagu, artis, atau genre musik tertentu dengan kejadian atau peristiwa besar yang cukup membekas dalam ingatan. Lagu-lagu ini kemudian menjadi musik tema untuk hidup seseorang. Orang-orang lanjut usia dengan masalah ingatan, seperti penderita demensia dan penyakit Alzheimer, dapat menggunakan musik untuk menggali pengalaman dan kenangan masa lalu mereka. Penderita demensia atau Alzheimer mungkin merasa sulit berkomunikasi. Kesulitan-kesulitan ini sering kali menyebabkan isolasi dan depresi. Kenangan musik sering kali tidak tersentuh oleh penyakit Alzheimer, menjadikan musik sebagai pilihan pengobatan yang lebih kuat. Ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, depresi, dan agitasi. Musik memberikan cara bagi mereka untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan pengasuhnya. Musik yang familier membantu lansia penderita Alzheimer mempertahankan kenangan tentang pengalaman dan identitas mereka di masa hidupnya. Terapi musik membantu mereka tetap berpegang pada kenyataan dan hal-hal yang membuat mereka bahagia. Meski belum ada obatnya, terapi musik setidaknya dapat meningkatkan kualitas hidup penderita demensia dan Alzheimer. Bagaimana Cara Mulai Menerapkan Terapi Musik? Ada 2 jenis utama terapi musik, yaitu aktif dan reseptif. Anda tidak memerlukan bakat musik untuk dapat melakukan terapi musik, jadi siapa pun dapat berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari terapi ini. Terapi Musik Aktif Anda terlibat aktif dengan jenis terapi ini. Terapi ini biasanya melibatkan peserta untuk memainkan alat musik sederhana, menari, atau menyanyi. Aktivitas tersebut mendorong rangsangan fisik yang dapat bermanfaat bagi kesehatan fisik. Terapi Musik Reseptif Untuk terapi ini, biasanya perlu melibatkan beberapa waktu yang sengaja disisihkan untuk mendengarkan musik dengan penuh perhatian dan biasanya melibatkan rekaman atau musik yang diperdengarkan secara langsung, yang dikurasi secara khusus. Pilihan lagu sering kali mencerminkan budaya, generasi, dan pengalaman pribadi seseorang.... - Published: 2024-03-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/tht/barotrauma/ - Kategori: Penyakit, THT - Tag: Barotrauma, Gejala Barotrauma - Translation Priorities: Optional Saat terjadi perbedaan antara tekanan pada telinga dengan tekanan udara luar, hal itu bisa mengakibatkan kerusakan telinga. Kondisi ini disebut sebagai barotrauma yang berarti trauma atas perbedaan tekanan udara. Besar kecilnya gejala pada barotrauma bergantung pada seberapa intens kerusakannya. Bila yang mengalami kerusakan hanya telinga luar saja, maka tidak akan separah bila mengalami kerusakan pada telinga bagian dalam. Untungnya, kondisi ini bisa diobati dengan mudah bila masih pada tahap awal. Untuk mengetahuinya, yuk cek rinciannya berikut. Pengertian Barotrauma Barotrauma adalah kerusakan pada telinga yang penyebabnya berupa perbedaan tekanan udara antara di dalam dan di luar telinga. Selain terjadi di telinga, barotrauma juga bisa terjadi di saluran pencernaan maupun di paru-paru. Umumnya, kondisi ini kerap terjadi saat pesawat akan lepas landas maupun saat mendarat. Kondisi tersebut mengakibatkan tekanan udara yang ada di kabin pesawat terjadi perubahan secara cepat dan mendadak. Akibatnya, telinga tidak punya kesempatan untuk beradaptasi dalam menyeimbangkan tekanan di dalam dan di luar telinga. Hal itulah yang menjadi sebab seseorang terkena barotrauma. Di dalam telinga, terdapat sebuah saluran yang menjadi penghubung antara telinga dan hidung yang bernama tuba Eustachius. Fungsinya yakni untuk menyeimbangkan tekanan di dalam dan luar telinga. Bila sampai saluran ini tersumbat seperti saat sedang terkena infeksi telinga atau pilek, maka risiko seseorang terkena barotrauma akan naik. Kondisi Barotrauma Gejala Utama Telinga terasa pengang, telinga sakit Dokter Spesialis Dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) Penyebab Perbedaan tekanan udara di dalam dan luar telinga Diagnosis Wawancara medis, tes penunjang, tes fisik Faktor Risiko Sedang pilek, otitis media, riwayat keluarga Pengobatan Konsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin Pencegahan Mengunyah permen, turun perlahan di saat scuba diving, tetap terjaga saat take off Komplikasi Gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, masalah kognitif Penyebab Penyebab barotrauma yaitu karena terjadi perbedaan tekanan udara antara di dalam dan di luar telinga. Namun perlu Anda pahami, bahwa barotrauma tidak hanya terjadi pada telinga, melainkan juga terjadi para paru-paru maupun sistem pencernaan. Umumnya, seseorang akan mudah terkena kondisi ini pada saat sedang naik pesawat. Khususnya saat sedang lepas landas atau saat sedang mendarat. Namun, bagi mereka yang telah terbiasa naik pesawat tentunya telinga telah beradaptasi untuk hal semacam ini. Selain di pesawat, kondisi ini pun dapat terjadi saat seseorang sedang scuba diving (menyelam). Apabila turun terlalu cepat dan terlalu dalam, maka perbedaan tekanan dalam air dan tekanan dalam telinga dapat terjadi secara mendadak. Pada kondisi ekstrem, bahkan membuat gendang telinga pecah. Bagi para pasien yang menggunakan ventilator oksigen hiperbarik sebagia alat bantu nafas, mereka juga kadang terkena kondisi ini pada paru-parunya. Oleh karena itu, penting sekali memahami manfaat sekaligus risiko dari penggunaan alat bantu nafas. Ini dia ragam aktivitas yang dapat menjadikan seseorang terkena barotrauma: Naik pesawat terbang Menyelam (scuba diving) Naik kendaraan di daerah pegunungan tinggi Mendaki ke puncak gunung Terapi oksigen hiperbarik Naik lift untuk bangunan yang sangat tinggi Cedera pada telinga karena ledakan Gejala Pada skala ringan, gejala yang muncul umumnya akan hilang begitu saja setelah beberapa menit atau beberapa jam. Pengobatannya pun relatif sederhana dan bahkan bisa sembuh total tanpa pengobatan sekalipun. Nah, untuk gejala skala ringan meliputi: Telinga terasa pengang Nyeri telinga skala ringan Pendengaran menurun Pusing Rasa tidak nyaman di telinga Lalu untuk gejala yang lebih serius meliputi beberapa hal berikut: Vertigo Nyeri hebat di telinga Pendengaran menurun bahkan hilang Perdarahan dari telinga Muntah-muntah Telinga berdengung Gejala barotrauma pada paru-paru yaitu berupa sesak nafas, suara yang terdengar serak, sekaligus nyeri dada. Lalu, untuk gejala di saluran pencernaan meliputi perut kembung, nyeri, dan kram perut. Diagnosis Mendiagnosis kondisi ini cukup mudah bahkan tanpa butuh bantuan dokter sekalipun. Namun, pemeriksaan ke dokter tetap menjadi keharusan apabila gejalanya tidak kunjung berkurang selama beberapa hari. Dokter akan melakukan serangkaian perawatan. Contohnya melihat ke dalam telinga menggunakan alat bantu otoskop. Melakukan tes pendengnaran kepada pasien, CT scan atau MRI, atau rontgen. Pencegahan Agar terhindar dari barotrauma, maka yang Anda perlukan adalah menjaga saluran tuba Esutachius agar selalu terbuka setiap saat. Dengan begitu, tekanan udara bisa stabil sehingga tidak akan timbul berbagai gejala. Nah, berikut ini beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan: Konsumsi obat antihistamin 1 jam sebelum perjalanan Gunakan sumbat telinga (earplugs) saat naik pesawat Jangan tidur saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat Sering minum selama dalam perjalanan Kunyah permen karet atau konsumsi permen Pengobatan Mengutip dari laman Havard Health, bahwa ada beberapa langkah awal pengobatan barotrauma untuk skala ringan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah: Konsumsi obat antihistamin dan atau dokengestan Kunyah permen karet atau bisa juga menelan makanan apapun Menguap atau bila tidak ngantuk maka bisa mengikuti gerakan menguap Hindari hal-hal yang membuat barotrauma semakin parah Tarik nafas, tutup mulut dan hidung, buang nafas dalam keadaan mulut hidung tertutup Komplikasi Untuk kasus yang parah, bisa terjadi berbagai komplikasi yang muncul seperti halnya: Perdarahan dari hidung maupun telinga Infeksi telinga Vertigo Gendang telinga pecah Kehilangan pendengaran permanen Emboli paru Penumothorax Tamponade jantung Pneumomediastinum Kapan Harus... - Published: 2024-03-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/manfaat-puasa-bagi-kesehatan-yuk-mulai-puasa/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Apakah Anda menjalankan puasa karena kewajiban agama Anda? Jika iya, maka Anda melakukan hal yang tepat. Pasalnya, ada banyak manfaat puasa untuk kesehatan yang sudah dibuktikan secara ilmiah. Nah, berikut ada delapan manfaat puasa bagi kesehatan yang telah teruji dan terbukti dengan penelitian. Mendukung Kontrol Gula Darah Puasa meningkatkan pengendalian gula darah dengan mengurangi resistensi insulin, dapat membantu mencegah diabetes. Studi 2023 menemukan puasa intermiten 3 hari seminggu menurunkan risiko diabetes tipe 2 melalui peningkatan sensitivitas insulin. Ini mengurangi resistensi insulin, efisien mengangkut glukosa ke sel. Dengan potensi penurunan gula darah, puasa menjaga stabilitas gula darah, mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah. Penelitian 2022 menyarankan bahwa puasa intermiten dan waktu makan terbatas mengurangi risiko sindrom metabolik, terkait diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Manfaat puasa bagi kesehatan yang kedua adalah dapat meningkatkan kesehatan dengan meredakan peradangan. Meskipun peradangan akut membantu melawan infeksi, peradangan kronis dapat berdampak serius, terkait dengan penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthritis. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi peradangan; sebuah ulasan tahun 2022 menemukan bahwa puasa intermiten signifikan mengurangi kadar protein C-reaktif, penanda peradangan. Membantu Meningkatkan Kesehatan Jantung Manfaat puasa bagi kesehatan lainnya adalah dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengatur tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol. Sebagai penyebab utama kematian global, penyakit jantung dapat dikurangi dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Beberapa penelitian sudah menunjukkan manfaat potensial puasa dalam mendukung kesehatan jantung. Meningkatkan Fungsi Otak Puasa dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah gangguan neurodegeneratif. Meskipun mayoritas penelitian teruji pada hewan, temuan menunjukkan bahwa puasa memiliki efek positif pada kesehatan otak. Selain itu, efek meredakan peradangan dari puasa juga berkontribusi dalam pencegahan gangguan neurodegeneratif. Membantu Menurunkan Berat Badan Puasa dapat bantu penurunan berat badan dengan membatasi kalori dan meningkatkan metabolisme. Eksperimen diet menunjukkan bahwa tidak mengonsumsi makanan tertentu dapat mengurangi asupan kalori, menyebabkan penurunan berat badan. Studi tahun 2015 menyatakan puasa sepanjang hari dapat menurunkan berat badan hingga 9% dan lemak tubuh selama 12-24 minggu. Meningkatkan Hormon Pertumbuhan Hormon pertumbuhan manusia (HGH) adalah faktor kunci untuk kesehatan, termasuk pertumbuhan, metabolisme, penurunan berat badan, dan kekuatan otot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa alami dapat meningkatkan kadar HGH. Terdapat sebuah artikel yang menyatakan jika puasa selama 37,5 jam tercatat dapat meningkatkan konsentrasi HGH basal sepuluh kali lipat dan mengurangi laju metabolisme saat tubuh membersihkan HGH. Memberi Umur Panjang Puasa memiliki potensi untuk memperpanjang umur, seperti hasil penelitian pada hewan menunjukkan. Studi tahun 2021 menemukan bahwa puasa berkala meningkatkan keragaman bakteri bermanfaat dalam mikrobioma usus manusia, termasuk spesies Christensenella yang terkait dengan umur panjang. Penelitian tersebut juga mencatat peningkatan sirtuin, protein yang berperan dalam regulasi metabolisme dan terkait dengan umur panjang. Membantu Mencegah dan Mengobati Kanker Puasa intermittent, menurut sebuah ulasan dalam American Cancer Society Journal, dapat membantu dalam pencegahan dan pengobatan kanker dengan menurunkan pertumbuhan tumor dan toksisitas kemoterapi pada beberapa individu. Meskipun demikian, fakta ini masih membutuhkan uji klinis berkualitas tinggi lebih lanjut, dan sebagai saran agar puasa intermiten hanya sebagai bagian dari uji klinis untuk pengobatan kanker, karena bisa berpotensi menimbulkan efek negatif tergantung pada situasi dan jenis kanker. Ada banyak manfaat puasa bagi kesehatan sehingga berpuasa bisa menjadi pilihan gaya hidup yang dapat meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. Anda bisa mempertimbangkan untuk menjadikan puasa bukan hanya sebagai kewajiban agama saja melainkan juga gaya hidup sehat. Mari berpuasa dan mengeksplorasi manfaat kesehatan yang mungkin dapat Anda nikmati! Narasumber: dr. Khoirul Fahrizal Rokim Dokter Umum Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-03-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/mengenal-peia-percutaneus-ethanol-injection-ablation/ - Kategori: Bedah Digestif, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation) Tumor bisa berkembang menjadi kanker yang mematikan. Maka penting untuk melakukan deteksi dan penanganan dini untuk mencegah perkembangan tumor yang berpotensi menjadi kanker. Di antara sejumlah pilihan terapi untuk menangani tumor, PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) bisa menjadi pilihan yang tepat, terutama pada tumor hati. Mengenal PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation) PEIA adalah prosedur medis minimal invasif untuk menangani tumor dengan menyuntikkan etanol atau alkohol terhadap tumor. Etanol yang disuntikkan langsung ke tumor ini bisa merusak sel-sel tumor dan mencegah perkembangannya. Prosedur ablasi ini terutama ditujukan untuk mengobati tumor yang berukuran kecil. PEIA umumnya digunakan pada pasien tumor hati, khususnya yang bersumber dari sel hati atau dari organ/jaringan lain (metastasis). Menurut penelitian, PEIA juga efektif sebagai prosedur penanganan utama untuk mengatasi nodul atau benjolan tiroid, seperti di leher. Dalam prosedur PEIA, dokter memasukkan jarum tipis ke dalam kulit dan mengarahkannya area tumor dengan dipandu teknik pencitraan seperti ultrasonografi (USG) atau pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan). Begitu jarum sudah berada tepat di area tumor, dokter menyuntikkan alkohol pekat atau etanol yang berfungsi mematikan sel-sel tumor. PEIA adalah pilihan pengobatan tumor hati kecil yang relatif aman dan efektif, khususnya bagi pasien yang tak dapat menjalani operasi atau transplantasi hati karena kondisi tertentu. Siapa Saja yang Memerlukan PEIA Seseorang mungkin memerlukan PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) bila terdiagnosis mengalami tumor hati. Kandidat PEIA umumnya memiliki tiga tumor hati atau kurang dan berukuran 3 sentimeter atau kurang dengan batas yang berbeda serta jauh dari permukaan hati dan harus memiliki enkapsulasi fibrosa. PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) juga lebih efektif untuk mengobati pasien kanker hati yang juga mengidap sirosis hati. Bila ada tanda atau gejala gagal ginjal kronis, pasien tak bisa menjalani PEIA karena tak akan bisa menoleransi injeksi alkohol. Kapan Seseorang Memerlukan PEIA PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) biasanya disarankan bagi pasien tumor hati yang belum memerlukan prosedur yang lebih rumit seperti bedah terbuka atau transplantasi hati. Berikut ini sejumlah kondisi pasien yang mungkin memerlukan PEIA: Tumor hati berkurang sama dengan atau kurang dari 3 cm Memiliki kondisi medis tertentu yang membuat prosedur ablasi lain tak memungkinkan untuk dilakukan, seperti radiofrequency ablation Menderita karsinoma hepatoseluler stadium awal yang tak memenuhi kriteria menjalani reseksi atau transplantasi hati Menderita penyakit hati yang berat sehingga prosedur bedah invasif atau prosedur lain yang membutuhkan anestesi umum tak bisa dilakukan Manfaat/Tujuan PEIA PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) memberikan sederet manfaat bagi pasien tumor hati, seperti: Mematikan sel tumor sehingga tak berkembang lebih lanjut Mengendalikan gejala yang berkaitan dengan tumor hati Memperbaiki fungsi hati Meningkatkan harapan dan kualitas hidup PEIA juga menjadi alternatif yang efektif bagi pasien yang tak bisa menjalani prosedur lain serta membuat pasien memiliki waktu lebih banyak untuk menerima perawatan tambahan seperti kemoterapi. Persiapan Sebelum Menjalani PEIA Agar PEIA (percutaneus ethanol injection ablation) membuahkan hasil yang diharapkan, pasien mesti menjalani persiapan sesuai dengan instruksi dokter dan tim medis. Persiapan PEIA umumnya mencakup: Berkonsultasi dengan dokter mengenai seluk-beluk prosedur PEIA yang akan dijalani Menjalani pemeriksaan penunjang, antara lain tes darah, tes pencitraan, dan evaluasi fungsi hati guna memastikan pasien dapat menerima PEIA Memberi tahu tim medis bila ada masalah kesehatan atau alergi terhadap obat-obatan tertentu Merencanakan transportasi kepulangan karena efek anestesi mungkin masih ada sehingga berbahaya bila berkendara sendiri Prosedur dan Pelaksanaan PEIA Prosedur PEIA umumnya dilakukan dengan anestesi lokal dan pasien tak perlu menjalani rawat inap. Mungkin dokter perlu melakukan beberapa kali PEIA, tergantung ukuran dan lokasi tumor. Tahap-tahap prosedur PEIA biasanya meliputi: Pasien bersiap menjalani anestesi lokal yang akan membuat pasien tak merasa sakit ketika prosedur berlangsung Tim medis menyiapkan USG atau CT scan untuk memandu jarum yang akan disuntikkan ke area tumor Dokter memasukkan etanol melalui jarum yang sudah terpasang di area tumor Setelah etanol masuk dan dokter mengecek kondisi pasien, jarum ditarik dan luka bekas suntikan ditutup dengan plester Perawatan Pasca PEIA Seusai prosedur, pasien mesti menjalani pemantauan kondisi sebagai bagian dari perawatan pasca PEIA (percutaneus ethanol injection ablation). Tim medis akan mengunjungi pasien di ruang observasi guna memastikan tak ada komplikasi yang terjadi. Dokter atau perawat akan memberikan panduan mengenai pemulihan pasca prosedur, termasuk perawatan luka dan aktivitas fisik yang aman dilakukan. Adakah Efek Samping Setelah PEIA Sebagai prosedur minimal invasif, PEIA tergolong aman. Efek samping yang mungkin muncul bersifat ringan, seperti sakit di area suntikan dan memar atau nyeri tumpul pada perut atau bahu kanan selama beberapa hari. Efek samping lain termasuk: Demam atau tidak enak badan Mual atau muntah Perdarahan atau infeksi di titik suntikan atau area yang dilakukan ablasi PEIA (Percutaneus Ethanol Injection Ablation) di Primaya Hospital Dengan standar perawatan medis yang tinggi dan tenaga medis yang terampil serta berpengalaman, Primaya Hospital adalah pilihan yang tepat untuk menjalani PEIA (percutaneus ethanol injection ablation). Ketersediaan fasilitas medis yang modern juga mendukung akurasi diagnosis dan efektivitas penanganan sesuai dengan kondisi pasien. Narasumber: dr. Mulkyawan Bahrun, Sp. B-KBD... - Published: 2024-03-22 - Modified: 2026-06-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/saluran-pencernaan/ - Kategori: Penyakit Dalam, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional EGD atau esophagogastroduodenoscopy merupakan salah satu prosedur diagnostik utama dalam bidang gastroenterologi. Lewat prosedur ini, dokter dapat mengevaluasi kondisi saluran pencernaan bagian atas secara langsung dan akurat. Dokter pun juga bisa melakukan intervensi langsung di tengah pemeriksaan dengan EDG. Mengenal EGD EGD adalah singkatan dari esophagogastroduodenoscopy, yakni prosedur medis yang dijalankan dokter untuk memeriksa bagian dalam kerongkongan, lambung, serta usus dua belas jari (duodenum) dengan alat yang disebut endoskop. Endoskop adalah alat berbentuk tabung panjang fleksibel yang dilengkapi kamera dan cahaya di ujungnya sehingga dokter bisa melihat dengan jelas organ yang sedang diperiksa. Prosedur EGD biasanya dipilih untuk diterapkan ketika ada gejala yang terkait dengan gangguan sistem pencernaan, seperti ulkus lambung, peradangan, penyempitan, hingga kanker. Selain itu, EGD bisa digunakan untuk mengobati kondisi medis tertentu, misalnya dengan mengangkat jaringan yang tidak normal atau memberikan obat langsung ke area yang mengalami masalah. Gastrointestinal Institute menjelaskan bahwa banyak masalah pada saluran pencernaan bagian atas yang tak bisa didiagnosis dengan sinar-X. Dibanding prosedur sinar-X, EGD lebih akurat dalam mendeteksi tukak lambung dan usus dua belas jari terutama jika terdapat perdarahan atau jaringan parut akibat tukak sebelumnya. EGD pun bisa mendeteksi kanker Siapa Saja yang Memerlukan EGD dapat membantu dokter mendeteksi, mendiagnosis, dan mengatasi sejumlah gangguan pada saluran pencernaan atas. Berikut ini sejumlah kondisi tersebut: Tukak lambung: luka pada dinding lambung Gastritis: peradangan pada dinding lambung akibat infeksi atau faktor lain Penyakit refluks gastroesofageal (GERD): kenaikan asam lambung yang bisa mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam esofagus Tanda-tanda awal kanker di saluran pencernaan atas, misalnya adanya luka atau perubahan jaringan yang mencurigakan Penyempitan atau hambatan pada saluran pencernaan atas Perdarahan pada saluran pencernaan atas Kapan Seseorang Memerlukan EGD Seseorang mungkin memerlukan EGD ketika mengalami tanda dan gejala yang mengarah pada dugaan adanya masalah pada sistem pencernaan atas. Di antaranya: Nyeri perut Mual dan muntah Kesulitan menelan Feses berwarna gelap Muntah darah Mudah kenyang Kehilangan nafsu makan Perut terasa kembung Sulit mengambil napas panjang Dokter umumnya akan merekomendasikan EGD setelah melakukan evaluasi awal terhadap gejala tersebut serta memeriksa riwayat kesehatan pasien. Dengan mengacu pada hasil EGD, dokter bisa membuat diagnosis yang akurat dan merencanakan perawatan yang tepat. Manfaat/Tujuan EGD memiliki sederet manfaat dan tujuan yang penting dalam evaluasi dan penanganan gangguan kesehatan saluran pencernaan atas, seperti: Mendiagnosis berbagai kondisi yang berpengaruh pada saluran pencernaan atas, misalnya tukak lambung, GERD, dan gastritis Mendeteksi tanda-tanda awal kanker lambung, esofagus, atau usus dua belas jari sehingga bisa segera ditangani sebelum menjalar Mengevaluasi dan menghentikan perdarahan pada saluran pencernaan atas Mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan di laboratorium atau biopsi untuk mengevaluasi kondisi tertentu Mengangkat polip Mengatasi saluran pencernaan yang menyempit atau terhalang Memantau kondisi pencernaan yang kronis Persiapan Sebelum Menjalani EGD EGD membutuhkan persiapan yang penting dilakukan agar prosedur berlangsung dengan lancar dan aman serta hasil yang didapatkan akurat. Langkah persiapan yang umum antara lain: Berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pemeriksaan mengenai gejala yang dialami Tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu yang bisa meningkatkan risiko komplikasi dalam prosedur Berpuasa sejak tengah malam sebelum prosedur Menginformasikan kepada dokter perihal alergi obat, riwayat kesehatan, atau masalah lain yang bisa mempengaruhi prosedur EGD Menyiapkan pendamping yang akan mengantar pulang pasien seusai prosedur Mengenakan pakaian yang nyaman dan mudah dilepaskan untuk diganti dengan gaun khusus rumah sakit pada saat prosedur Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur EGD biasanya berlangsung 3-4 jam sejak awal persiapan hingga selesai. Tahap-tahapnya meliputi: Pasien berganti pakaian dengan gaun khusus dari rumah sakit dan berbaring di meja periksa Pemberian anestesi lokal agar pasien merasa nyaman selama prosedur berlangsung Endoskop dimasukkan lewat mulut dan diarahkan ke saluran pencernaan atas yang meliputi esofagus, lambung, dan usus dua belas jari Dokter memeriksa saluran pencernaan atas lewat kamera pada endoskop Jika perlu, dokter melakukan tindakan yang diperlukan seperti mengangkat polip, mengambil sampel, atau melebarkan struktur saluran yang menyempit Setelah tindakan selesai, endoskop ditarik perlahan dan kondisi pasien dipantau beberapa saat Perawatan Pasca EGD Seusai prosedur EGD, efek anestesi mungkin masih terasa sehingga pasien perlu menjalani pemantauan hingga dinyatakan aman dan dapat pulang. Sebaiknya pasien tidak makan berat setelah prosedur dan baru mulai makan seperti biasa 2 jam seusai tindakan. Adakah Efek Samping Prosedur EGD secara umum aman dan relatif tidak menyakitkan. Tapi pasien mungkin merasa sedikit tidak nyaman pada tenggorokan seusai prosedur. Efek samping ini umumnya bersifat ringan dan akan mereda dalam beberapa jam. EGD di Primaya Hospital Primaya Hospital adalah pilihan yang tepat untuk menjalani prosedur EGD dengan adanya pelayanan yang unggul dan infrastruktur medis yang modern. Bersama tim dokter spesialis pencernaan yang berpengalaman dan terlatih, Primaya Hospital menjamin kualitas pelayanan yang tinggi dengan memprioritaskan kenyamanan dan keamanan pasien selama prosedur. Narasumber: dr. Anief Ferdianto, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2024-03-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-saat-puasa-yang-perlu-diwaspadai/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Puasa merupakan ibadah wajib bagi umat muslim yang dilaksanakan sebulan Penuh di bulan Ramadhan. Sebagai kehati-hatian, Anda perlu mengetahui apa saja penyakit saat puasa yang mungkin saja muncul tiba-tiba. Terlebih, saat berpuasa seseorang tidak bisa langsung mengkonsumsi obat sehingga harus mengontrol kesehatannya dengan baik. Macam-Macam Penyakit Saat Puasa Pola makan yang berubah dan beberapa faktor lainnya seperti stres, intensitas kegiatan sehari-hari, serta kesalahan pada pola makan sahur dan berbuka, berpotensi membuat seseorang mengalami penyakit saat berpuasa. Apa saja itu? Berikut penjelasan lengkapnya: 1. Gula Darah Rendah Gejala paling umum yang muncul pada orang dengan keluhan gula darah rendah adalah pusing, lesu, tubuh mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi. Untuk menurunkan gejalanya, meminimalisir konsumsi makanan manis atau karbohidrat. Makanan manis atau karbohidrat membuat tubuh memproduksi insulin dalam jumlah berlebih sehingga memberi efek buruk pada tubuh. 2. Nyeri Tenggorokan Akibat tercegah dari makan dan minum selama kurang lebih 13 jam, tenggorokan menjadi kering. Hal ini akhirnya memicu munculnya rasa nyeri pada tenggorokan apalagi jika Anda berbuka dengan mengonsumsi gorengan atau makanan bertekstur keras. Bukan hanya itu, suhu rendah juga menjadi penyebab lain orang yang berpuasa mengalami nyeri tenggorokan. 3. Radang Pencernaan Perut yang kosong selama berjam-jam menyebabkan asam lambung naik. Akhirnya muncul rasa tidak nyaman di perut dan terbakar di area ulu hati. Sebagai langkah pencegahannya, Anda perlu menghindari mengkonsumsi makanan terlalu pedas dan minuman bersoda. Minuman yang mengandung kafein atau bercita rasa asam juga perlu dihindari. Meskipun enak, tetapi bisa membuat produksi asam lambung meningkat dan menyebabkan radang pencernaan. 4. Tekanan Darah Rendah Pasti banyak dari Anda yang merasa lemas, letih, lesu, muncul keringat berlebih, dan pusing berkunang-kunang saat menjalankan ibadah puasa. Semua itu merupakan tanda-tanda tubuh kekurangan darah. Solusi untuk masalah ini adalah meningkatkan konsumsi cairan dan garam sewaktu sahur dan berbuka. Namun, pastikan menyesuaikan kebutuhan tubuh supaya tidak sampai berlebihan. 5. Sembelit Susah buang air besar atau sembelit adalah kondisi di mana feses sulit keluar dari saluran cerna. Gejala kemunculannya bisa berupa perut terasa penuh, keras, padat, atau kencang. Apabila gejalanya semakin parah, saluran cerna terasa nyeri. Penyebab utama dari sembelit sendiri adalah kurangnya konsumsi serat dan kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi. Oleh karenanya, konsumsi sayur, buah, serta minum air putih secukupnya setiap sahur maupun berbuka. 6. Maag Pasti sudah banyak yang tidak asing dengan maag. Penyebab kemunculan penyakit ini yaitu karena terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas atau asam, junk food, minum minuman berkafein, dan stres berlebih. Agar maag tidak mengganggu kelancaran berpuasa, usahakan menjaga pola makan. Hindari juga stres berlebihan karena sangat berpotensi memicu kenaikan asam lambung. 7. Kram Otot Satu lagi penyakit yang umum dialami oleh orang yang sedang berpuasa adalah kram otot. Penyebab utamanya yaitu karena kurangnya konsumsi kalsium, kalium, dan magnesium. Berdasarkan penyebabnya, solusi efektif untuk mencegah terjadinya kram otot selama berpuasa adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, magnesium, dan kalium. Itulah daftar penyakit saat puasa yang paling rawan muncul secara tiba-tiba. Sesuai dengan penjelasan di atas, cegah kemunculannya dengan melakukan berbagai kebiasaan baik. Jangan lupa penuhi asupan nutrisi serta cairan tubuh dan imbangi dengan olahraga teratur, setidaknya 30 menit setiap harinya. Narasumber: dr. Barry Anggara, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-03-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/sakit-pinggang/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Tag: Bahaya Sakit Pinggang Belakang Bawah, Penyebab Sakit Pinggang Belakang Bawah, Sakit Pinggang, Sakit Pinggang Belakang Bawah - Translation Priorities: Optional Bila sakit pinggang sebelah kanan kerap dikaitkan dengan apendistis dan masalah ginjal, lalu bagaimana dengan sakit pinggang belakang bawah? Kondisi satu ini memang sering terjadi pada orang dengan usia lanjut. Namun, ada banyak penyebab dan faktor risiko lain yang mendasarinya. Bila ingin tahu, yuk simak rinciannya di bawah ini. Pengertian Sakit pinggang adalah suatu kondisi keluhan kesehatan di mana terjadi rasa sakit, pegal, nyeri, atau kesemutan pada pinggang. Lokasi terjadinya rasa sakit cukup beragam mulai dari bagian kiri dan kanan, belakang atas, dan belakang bawah. Walau tampak sepele, namun sakit pinggang belakang bawah dapat menyiratkan terjadinya suatu penyakit berbahaya. Terlebih, pinggang sendiri tersusun atas banyak organ seperti pembuluh darah, otot, diskus, tulang belakang, ligamen, kulit, dan saraf. Jadi, apabila ada salah satu bagian tubuh tersebut yang terganggu, maka bisa mengakibatkan terjadinya rasa sakit pada pinggang bagian belakang. Beberapa penyebab yang kerap terjadi yakni berupa cedera sendi atau otot atau akibat gerakan pinggang yang dilakukan secara berulang-ulang. Namun, beberapa penyakit yang menyerang organ dalam juga bisa menjadi pemicunya. Contohnya gangguan ginjal, osteoporosis, hingga infeksi. Kondisi Sakit pinggang Gejala Utama Pegal pada pinggang, nyeri, atau kesemutan Dokter Spesialis Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dokter spesialis saraf Penyebab Olahraga berlebih, salah posisi saat tidur, cedera, saraf kejepit, obesitas Diagnosis Pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, wawancara medis Faktor Risiko Usia 50 tahun ke atas, wanita, kurang aktivitas Pengobatan Obat pereda nyeri Pencegahan Jaga berat badan ideal, olahraga teratur, tidur dengan alas rata Komplikasi Nyeri kronis, kerusakan saraf, kelumpuhan, DVT (deep vein thrombosis) Faktor Risiko Dikutip dari WHO, bahwa setidaknya ada 619 juta orang secara global yang menderita sakit pinggang bawah (low back pain). Bahkan, angka tersebut akan meningkat hingga 843 juta orang di tahun 2050 nanti seiring meningkatnya jumlah populasi. Walaupun semua orang berpotensi terkena kondisi ini, namun ada beberapa faktor yang memengaruhi tingginya risiko terkena kondisi kesehatan ini seperti halnya: Usia 50 tahun ke atas Wanita Kurang gerak Berat badan berlebih Penyebab Sakit pinggang belakang bawah umumnya akibat dari gerakan yang berulang-ulang saat olahraga, mengangkat beban berat, atau karena cedera. Namun, ada beberapa kondisi lain yang juga menjadi penyebabnya seperti: Saraf kejepit akibat hernia nukleus pulposus Miom Inflamasi pada sendi-sendi tulang belakang Endometriosis Kelainan lengkung tulang belakang Infeksi ginjal Penyempitan pada bagian ruang tulang belakang Kista ovarium Spondylolisthesis Obesitas atau kelebihan berat badan Usus buntu Pankreatitis Batu ginjal Masa kehamilan Tumor di tulang belakang Pengeroposan tulang atau osteoporosis Gejala Beda penyebabnya, gejala yang timbul pun berbeda. Namun, kondisi satu ini umumnya menimbulkan beberapa gejala seperti: Pinggang yang sakit seperti ditusuk-tusuk Pinggang kaku dan pegal Sakit akan bertambah saat duduk terlalu lama Nyeri hingga ke bokong dan kaki Rasa sakit bertambah saat malam hari Kondisi memburuk saat mengangkat beban berat Tungkai mati rasa (untuk saraf kejepit) Diagnosis Untuk kasus sakit pinggang ringan, dokter umumnya hanya akan melakukan pemeriksaan fisik saja sembari melakukan wawancara medis. Namun, untuk pemeriksaan lanjutan akan dilakukan beberapa diagnosis seperti: Tes darah. Berfungsi untuk melihat adanya infeksi sekaligus mengetahui laju endap darah, hitung darah lengkap, dan protein C-reaktif. USG ginjal dan ovarium. Untuk mengetahui apakah ada masalah dari organ tersebut atau tidak. Elektrodiagnostik. Serangkaian tes yang mgeliputi pemeriksaan aktivitas listrik otot, kecepatan hantaran saraf, dan tes konduksi saraf. Cek CT Scan atau MRI. Berguna untuk melihat adanya masalah pada pembuluh darah, saraf, ataupun ligamen. Foto rontgen. Khusus untuk sakit akibat adanya cedera pada tulang, termasuk patah tulang dan pengeroposan tulang. Pencegahan Berikut ini beberapa langkah-langkah yang dapat Anda terapkan agar terhindar dari sakit pinggang belakang bawah: Olahraga rutin agar otot pinggang kuat Jangan mengangkat beban yang sangat berat Pastikan posisi tidurnya sesuai Cukupi kebutuhan vitamin D dan kalsium Hindari duduk terlalu lama Pengobatan Apabila sakit pinggang bukan akibat dari cedera atau kondisi gangguan organ dalam, maka rasa sakit akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, bila penyebabnya yaitu akibat dari gangguan organ dalam, maka perlu perawatan dari dokter. Berikut beberapa pengobatan sederhana yang dapat Anda lakukan: Tetap beraktivitas dalam skala ringan Kompres dingin maupun hangat Gunakan obat pereda nyeri Untuk kondisi yang parah, dokter akan melakukan berbagai perawatan sesuai dengan masing-masing penyebab yang mendasarinya. Kapan Harus ke Dokter? Apabila sakit pinggang tidak kurun sembuh selama 2 minggu atau terjadi kekambuhan secara berulang-ulang, maka segera kunjungi dokter spesialis ortopedi dan traumatologi. Bila berhubungan dengan saraf, maka Anda bisa mengunjungi dokter spesialis saraf. Gejala berikut ini juga bisa menjadi tanda bahwa sakit pinggang menjadi kondisi serius sehingga tidak boleh Anda anggap enteng: Sakit pinggang disertai demam Pinggang nyeri saat buang air kecil Pinggang sakit saat batuk atau bersin Paha mati rasa Berat badan naik atau turun drastis Narasumber: dr. Satria Prawira Putra, M. Kes, FICS, Sp. OT (K) Hip and Knee Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Hip & Knee Primaya Hospital Bekasi Utara   - Published: 2024-03-21 - Modified: 2024-03-19 - URL: https://primayahospital.com/gizi/menu-sehat/ - Kategori: Gizi Menu Sehat untuk Berbuka Selama 1 Minggu Lengkap dengan Kandungan Gizinya Selama berpuasa, tubuh sangat membutuhkan makanan dengan nutrisi seimbang. Agar hal itu tercapai, ketahui apa saja menu sehat untuk berbuka selama 1 minggu yang berasal dari bahan-bahan pilihan. Tenang saja, makanan sehat tidak selalu dibanderol dengan harga mahal. Bahkan Anda bisa mendapatkan makanan sehat dari bahan-bahan yang ada di sekitar. Daftar Menu Sehat untuk Berbuka Selama 1 Minggu Salah satu masalah paling umum yang dirasakan orang berpuasa adalah tubuh terasa lemas. Agar tidak sampai mengalaminya, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi saat berbuka. Penasaran apa saja itu? Simak rekomendasinya pada ulasan berikut: 1. Nasi Merah Cakalang Bakar Di dalam nasi merah terdapat berbagai kandungan baik berupa vitamin B1, B2, B3, dan B6, serta mineral seperti selenium, magnesium, dan zat besi. Berkat kandungan tersebut, nasi merah dapat mendukung metabolisme energi, fungsi sistem saraf, dan pembentukan sel darah merah. Tidak kalah dengan nasi merah, ikan cakalang juga mengandung banyak nutrisi baik, mulai dari asam lemak omega-3, asam dokosaheksaenoat (DHA), asam eikosapentaenoat (EPA), zat besi, tinggi protein, vitamin B12, D, C, dan sebagainya. Berbuka dengan nasi merah dan ikan cakalang sangat membantu mengontrol tekanan darah tinggi serta menurunkan kolesterol tubuh. 2. Cah Caisim Tauco Nama caisim mungkin masih asing bagi banyak orang, tetapi sebenarnya caisim merupakan salah satu sayuran favorit banyak orang. Istilah tersebut merupakan sebutan lain dari sawi hijau yang kaya akan vitamin A, B1, B2, B3, C, K, potasium, kalsium, antioksidan, dan fosfor. Kandungan nutrisinya semakin tinggi saat dipadukan dengan tauco. Sebab, di dalamnya terkandung protein, zat besi, seng, tembaga, dan fosfor. Sebagai informasi, tauco sendiri adalah produk fermentasi dari kedelai yang sering masyarakat manfaatkan sebagai bumbu masakan. Mengonsumsi cah caisim tauco sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan proses detoksifikasi tubuh, baik bagi penderita kadang gula tinggi, dan mencegah penuaan dini. 3. Cah Bayam Jamur Tiram Bayam merupakan sayuran hijau favorit sejuta umat. Meski harganya tergolong murah, tetapi kandungan nutrisinya sangat baik untuk kesehatan tubuh, beberapa di antaranya yaitu vitamin A, C, K, antioksidan, zat besi, serat, dan folat. Untuk menambah citarasa dan memperkaya kandungan nutrisinya, masak cah bayam dengan campuran jamur tiram. Di dalam jamur tiram terdapat kandungan berupa serat, fosfor, kalsium, karbohidrat, lemak, protein, dan kalori. Mengonsumsinya bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, memperkuat sistem imun, mengontrol kadar gula darah, memperlambat pertumbuhan kanker, dan menyehatkan mata. 4. Tumis Tofu Brokoli Hoisin Tofu atau tahu bermanfaat untuk mengontrol gula darah memelihara fungsi dan kesehatan otak, menghambat sel kanker, mencegah anemia, dan menjaga berat badan. Manfaat baik tersebut muncul karena kandungan baik di dalamnya yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin B, E, asam lemak jenuh, dan kolin. Sementara itu, brokoli mengandung kalium, serat, dan antioksidan. Manfaatnya Pun juga banyak, mulai dari mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil, baik untuk memelihara kesehatan jantung, dan sebagainya. Berdasarkan manfaat tersebut, tumis tahu brokoli hoisin merupakan menu buka puasa yang kaya akan nutrisi yang cocok untuk masuk ke dalam daftar menu makan harian. 5. Setup Buah Sarang Burung Selanjutnya, ada setup buah sarang burung yang biasa menjadi pilihan minuman menyehatkan. Buah memiliki kandungan baik yang membantu menjaga kesehatan tubuh, mulai dari vitamin A, B, B1, B6, C, serat, antioksidan. Memadukannya dengan sarang burung membuat minuman satu ini semakin kaya nutrisi. Bagaimana tidak, di dalam sangkar burung terdapat kandungan karbohidrat, sedikit lemak, protein, fosfor, dan glikoprotein Dengan mengonsumsi dapat mendukung kinerja organ tubuh dan mencegah radikal bebas. 6. Sup Sayur Berbuka puasa paling enak mengonsumsi makanan berkuah, salah satu rekomendasinya adalah sup sayur. Di dalam sayur terdapat potasium, asam folat, serat makanan,vitamin A, C, E, dan lain sebagainya. Mengonsumsinya dapat mengurangi stres berlebih, memperlancar buang air besar, mencegah penyakit jantung, sebagai sumber energi, dan menjaga kesehatan mata. 7. Oatmeal Alasan mengapa oatmeal masuk ke dalam daftar makanan sehat yang cocok untuk berbuka adalah mengandung nutrisi baik. Nutrisi tersebut berupa karbohidrat, serat pangan, asam lemak tak jenuh, kalium, fosfor, dan protein. Oatmeal sangat cocok untuk Anda jadikan sebagai makanan berbuka jika ingin menjaga kadar kolesterol, menjaga berat badan, melancarkan pencernaan, melembabkan sekaligus mencerahkan kulit. Itulah menu sehat untuk berbuka selama 1 minggu sebagai inspirasi para ibu jika bingung ingin menyajikan masakan apa untuk berbuka puasa. Narasumber: dr. Andry Kelvianto M. Gizi, Sp. GK, AIFO-K Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-03-20 - Modified: 2024-03-19 - URL: https://primayahospital.com/umum/ketiduran-setelah-sahur-bagaimana-cara-mengatasinya/ - Kategori: Umum Setiap tahun, umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang melibatkan sahur, makan sahur sebelum fajar, dan berbuka setelah matahari terbenam. Namun, seringkali setelah sahur, banyak orang merasa ngantuk atau bahkan tertidur kembali. Berikut beberapa penyebab ngantuk / ketiduran setelah sahur. Penyebab Ngantuk / Ketiduran Setelah Sahur 1. Kurang Tidur Seringkali, orang tidak mendapatkan tidur yang cukup di malam hari karena berbuka, menunaikan shalat tarawih, atau aktivitas lainnya. Kurangnya tidur menjadi penyebab ngantuk / ketiduran setelah sahur, membuat tubuh merasa lelah dan mengantuk di pagi hari setelah sahur. 2. Perubahan Pola Makan Penyebab ngantuk / ketiduran setelah sahur yang kedua adalah karena konsumsi makanan berat atau berlemak saat sahur. Hal ini dapat membuat tubuh merasa lelah karena memerlukan energi ekstra untuk mencerna makanan tersebut. Selain itu, konsumsi makanan tinggi gula juga dapat menyebabkan lonjakan energi yang kemudian terjadi penurunan tajam energi. Inilah yang akan menyebabkan rasa kantuk. 3. Dehidrasi Kurangnya asupan cairan selama waktu puasa dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat membuat tubuh merasa lemah dan mengantuk. 4. Perubahan Hormonal Puasa dapat mempengaruhi kadar glukosa dalam darah dan hormon lainnya, yang dapat mempengaruhi tingkat energi dan membuat seseorang merasa ngantuk. Ini adalah penyebab ngantuk / ketiduran setelah sahur yang paling umum terjadi. Cara Menghindari Rasa Ngantuk atau Ketiduran Setelah Sahur Selain memahami penyebab ngantuk / ketiduran setelah sahur penting untuk Anda menjaga stamina dan konsentrasi selama bulan Ramadhan. Termasuk juga untuk memperhatikan beberapa langkah sederhana berikut agar dapat menghindari rasa ngantuk yang sering muncul setelah sahur. 1. Tidur Cukup Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup di malam hari. Usahakan untuk tidur lebih awal atau tidur sebentar setelah sahur jika memungkinkan. 2. Pilih Makanan yang Tepat Hindari makanan berat dan berlemak saat sahur. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan protein untuk menjaga energi Anda stabil. 3. Hindari Minuman Berkafein Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat membuat Anda lebih sulit tidur di malam hari dan meningkatkan risiko merasa ngantuk setelah sahur. 4. Perbanyak Asupan Cairan Pastikan untuk minum air secukupnya selama waktu sahur dan setelahnya untuk mencegah dehidrasi. 5. Bergerak Aktif Lakukan sedikit olahraga ringan atau aktivitas fisik setelah sahur untuk meningkatkan aliran darah dan membangkitkan energi. Kegiatan Bermanfaat Setelah Sahur Setelah sahur, ada beberapa kegiatan yang bermanfaat guna menjaga stamina dan meningkatkan kualitas harian. Pertama tentu saja dengan melakukan ibadah seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, atau ibadah lainnya dapat memberikan keberkahan dan ketenangan dalam menjalani puasa. Kedua, membuat daftar kegiatan dalam 24 jam membantu menjaga keteraturan aktivitas sehingga jadwal Anda efisien. Ketiga, mendengarkan musik atau podcast dapat meningkatkan mood sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Selanjutnya, bercengkerama dengan keluarga setelah sahur mempererat hubungan dan membangun keharmonisan keluarga. Terakhir, melakukan olahraga ringan seperti berjalan santai membantu menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan memperhatikan pola tidur dan pola makan yang sehat selama bulan Ramadhan, Anda dapat mengurangi kemungkinan merasa ngantuk atau tertidur setelah sahur. Dengan demikian, Anda dapat lebih fokus dan produktif dalam menjalankan ibadah puasa dan aktivitas sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda di bulan Ramadhan. Narasumber: dr. Cathy Risma Cansiarini Dokter Umum Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-03-19 - Modified: 2024-03-17 - URL: https://primayahospital.com/umum/tips-puasa-sehat-agar-puasa-full-sampai-akhir-ramadan/ - Kategori: Umum Terserang penyakit saat menjalankan puasa Ramadhan tentu akan menimbulkan rasa kurang nyaman, terlebih jika mengharuskan libur puasa dan menggantinya di hari lain. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui tips puasa sehat yang disarankan oleh para ahli. Tanpa diimbangi dengan pola hidup yang baik, kesehatan tubuh bisa melemah selama berpuasa. Kunci agar tetap sehat selama berpuasa sangat berkaitan erat dengan makanan yang masuk ke tubuh, kebiasaan tidur, dan aktivitas sehari-hari. Jangan Abaikan, Ini Tips Puasa Sehat di Bulan Ramadhan Sesuai pengertiannya, puasa adalah menahan diri melakukan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Jadi selama itu, tubuh akan kekurangan asupan nutrisi dan cairan. Agar tubuh tetap bugar dan tidak sampai terserang sakit ringan maupun parah selama berpuasa, perhatikan tips-tips berikut: 1. Jangan Skip Makan Sahur Banyak yang skip makan sahur karena merasa tubuhnya kuat menahan lapar dan haus sampai waktu berbuka tiba. Faktanya, makan sahur merupakan kunci untuk mempertahankan kebugaran tubuh selama seharian. Hindari makanan tinggi garam dan berlemak yang dapat membuat cepat haus dan mengantuk sepanjang hari. Lengkapi menu makan sahur dengan protein dan karbohidrat kompleks, bisa dari sayuran, buah-buahan, beras merah, oatmeal, roti gandum, kurma, telur, kentang, atau lainnya. Ada baiknya juga penuhi kebutuhan nutrisi dengan lemak sehat dari ikan salmon, alpukat, minum susu rendah lemak, serta minyak zaitun. 2. Rutin Berolahraga Meski sedang berpuasa, sebaiknya kita tetap melakukan aktifitas fisik ringan seperti yoga, jogging, bersepeda santai, dan senam. Aktifitas fisik secara teratur dapat meningkatkan stamina, rasa percaya diri, daya ingat, mengurangi stres, dan memperlancar peredaran darah. Setidaknya lakukan 30 menit setiap harinya, bisa pagi, sore, atau malam hari. Sebaiknya tidak memilih berolahraga di siang hari karena meningkatkan risiko dehidrasi yang menyebabkan tubuh terasa sangat lemas dan akhirnya aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. 3. Makan Secukupnya Saat Berbuka Tidak makan dan minum seharian membuat kebanyakan orang yang berpuasa menjadi kalap. Seluruh makanan serta minuman yang tersedia biasanya akan langsung dikonsumsi saat itu juga sampai perut terasa kekenyangan. Hal tersebut akan menyebabkan kita mudah mengantuk, perut terasa begah, dan lemas. Oleh sebab itu, hindari makan yang berlebihan saat berbuka. Mulailah dengan minum air hangat dan makanan manis. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi seimbang. 4. Konsumsi Makanan Tinggi Protein Bagi yang sedang menjalankan program defisit kalori, tetap cukupi kebutuhan protein dengan mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi kandungan tersebut. Misalnya saja dari dada ayam tanpa atau kedelai. Mengonsumsi makanan tinggi protein dapat memberi manfaat baik bagi kesehatan, seperti membentuk antibodi, menambah energi, memelihara jaringan tubuh, dan membentuk kekuatan serta kelenturan. 5. Buat Jadwal Tidur dengan Baik Aktivitas sehari-hari yang padat selama berpuasa membuat tubuh merasa lelah. Guna mengembalikan energi yang terkuras, beri waktu tubuh untuk beristirahat secara maksimal dan efektif. Di malam hari, beri waktu tubuh beristirahat selama 4 jam. Peringatan, apabila masih merasa mengantuk setelah makan sahur, jangan sampai langsung tidur. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita penyakit maag, Gerd, dan sejenisnya. 6. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Sering merasa bad mood, sakit kepala, migrain, dan sembelit? Hal itu menjadi sinyal bahwa tubuh Anda kekurangan cairan. Solusinya adalah dengan minum 2-3 liter atau sekitar 8 gelas. Hindari minum-minuman yang dapat memicu dehidrasi, seperti teh kopi, dan minuman bersoda. Itulah ulasan mengenai tips puasa sehat yang sebaiknya Anda terapkan. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh. Apabila merasa tidak kuat berpuasa karena satu dan lain hal, termasuk sakit, dehidrasi parah, atau lainnya yang berpotensi menyebabkan pingsan, sebaiknya tidak melanjutkan puasa. Silakan menggantinya di lain hari. Narasumber: Dr. Elizabet Veren Dokter Umum Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-03-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/infeksi-usus/ - Kategori: Bedah Digestif, Penyakit - Tag: Gejala Infeksi Usus, Penyebab Infeksi Usus, Tanda-Tanda Infeksi Usus - Translation Priorities: Optional Secara umum, gejala enterokolitis (infeksi usus) mirip dengan gejala dari berbagai gangguan pencernaan lain seperti gerd, sindrom iritasi usus, malabsorpsi, hingga radang usus buntu. Namun, salah satu tanda yang paling tampak ialah berupa muntah dan diare yang disertai dengan darah. Kondisi ini mengakibatkan peradangan yang melibatkan organ berupa usus besar dan usus halus. Tanpa perawatan yang tepat, maka hal tersebut dapat berpotensi mengakibatkan komplikasi serius yang menjalar ke organ lainnya seperti hati dan otak. Oleh karena itu, kami akan memberikan rincian tentang infeksi usus sekaligus penangannya. Pengertian Infeksi Usus   Infeksi usus atau dalam istilah medis sering disebut sebagai enterokolitis adalah kondisi gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh peradangan pada usus besar dan usus halus akibat infeksi. Asal kata enterokolitis sendiri dari gabungan kata enteris yang berarti infeksi usus halus dan colitis yang berarti infeksi usus besar. Penyebab infeksinya sendiri sangat beragam. Contohnya ada jamur, bakteri, virus, parasit, dan sebagainya. Oleh karena itu, perawatannya sendiri membutuhkan kolaborasi dari berbagai dokter yang berbeda mulai dari dokter spesialis penyakit dalam hingga dokter bedah digestif. Gejala yang sering kali tampak yakni adanya gangguan pencernaan yang tak kunjung sembuh. Contohnya yaitu diare yang kadang disertai darah dan lendir, mual-mual, muntah, demam, sakit dan kram perut, serta penurunan berat badan secara cepat. Penyakit Infeksi Usus (Enterokolitis) Gejala Utama Sakit perut, diare yang kadang disertai darah/lendir, mual, muntah, kram perut, Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi, dokter spesialis bedah digestif Penyebab Infeksi oleh bakteri, virus, parasit, atau jamur Diagnosis Cek fisik, wawancara medis, pemeriksaan penunjang, cek sampel feses Faktor Risiko Usia 65 tahun ke atas, sistem kekebalan tubuh lemah, kontaminasi pada makanan/minuman Pengobatan Pemberian antibiotik, pembedahan, pemberian cairan pengganti Pencegahan Cuci bersih sayur/buah sebelum dimakan, rajin cuci tangan, lakukan hubungan seksual yang sehat, tingkatkan imun tubuh Komplikasi Abses otak, abses hati, perforasi usus, sepsis Faktor Risiko Mereka yang rentan terkena infeksi usus yaitu mereka yang berada pada kategori kelompok berikut ini: Usia lanjut mulai dari 65 tahun ke atas Penderita HIV/AIDS Sistem imun tubuh yang lamah Gizi buruk Pasca operasi transplantasi organ Konsumsi makanan/minuman kontaminan Bepergian ke tempat dengan sanitasi buruk Tinggal di lingkungan yang kotor Penderita kanker Gejala Menurut laman Cleveland Clinic, bahwa infeksi usus akan mengakibatkan beberapa macam gejala pada penderitanya seperti halnya: Diare (kadang disertai lendir/darah) Mual-mual Muntah Penurunan berat badan Kram perut Nyeri perut Demam Kehilangan nafsu makan Kelelahan Pembengkakan bagian perut Penyebab Infeksi usus memiliki banyak penyebabnya. Di antaranya ada bakteri, virus, jamur, dan parasit. Berikut ini beberapa contoh mikroorganisme yang menjadi penyebab utamanya: Penyebab Contoh Virus Astrovirus, Coxsackievirus, Rotavirus, Cytomegalovirus, Human immunodeficiency virus (HIV) dan juga Norovirus. Jamur Candida spp. , Paracoccidioides, Cryptococcus spp. , Histoplasma capsulatum, Aspergillus spp. , dan juga Talaromyces marneffei. Bakteri Salmonella spp. , E. coli, Campylobacter jejuni, Clostridium difficile, Shigella, dan juga M. tuberculosis. Parasit Cyclospora cayetanenesis, Ascaris lumbricoides, Trichiuris Trichiuria, Ancylostoma duodenale, Giardia intestinalis, dan juga Entamoeba hystolitica. Diagnosis Dalam mendiagnosa infeksi usus pada beberapa pasien, dokter akan melakukan serangkaian tes. Umumnya, hal pertama yang dokter lakukan yaitu dengan menanyakan riwayat kesehatannya. Selanjutnya, akan melakukan evaluasi terhadap kondisi fisik. Termasuk melihat adanya pembengkakan pada perut atau tidak. Jika masih belum jelas, maka dokter akan melakukan serangkaian tes tambahan seperti: Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count) Tes infeksi darah (blood culture test) Pemeriksaan sampel feses Umumnya, pemeriksaan feses menjadi pilihan utama yang digunakan oleh dokter. Hal tersebut bisa mengetahui dengan jelas apakah memang ada mikroorganisme penyebab infeksi atau tidak. Namun, bila hasilnya masih belum diketahui dokter juga akan melakukan tes tambahan seperti: CT scan Ultrasounds MRI scan Pengobatan Dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan jenis infeksi yang menyerang, tingkat keparahan penyakit, komplikasi, serta perkembangan penyakit tersebut. Bila sampai kondisi parah, maka akan dilakukan pembedahan, khususnya bila terjadi robekan dan pelebaran usus. Terapi obat-obatan juga diberikan. Tujuannya untuk mencegah perkembangan mikroorganisme berkembang. Berikut beberapa jenis obat yang kerap dokter berikan pada pasien: Antibiotik: ornidazole, tinidazole, vancomycin, metronidazole Antipiretik: ibuprofen, paracetamol Antijamur: fluconazole Antiemetik: domperidone, ondansetron Antituberkulosis: etambutol, isoniazid, pirazinamid, rifampisin Agen luminal: diloxanide furoate, diiodohydroxyquin, paromomycin Komplikasi Komplikasi yang kerap terjadi pada pasien penderita infeksi usus meliputi: Perforasi usus Abses hati Abses otak Sespis Peritonitis Megakolon toksik Kapan Harus ke Dokter? Apabila belakangan ini Anda merasakan gejala infeksi usus seperti yang kami sebutkan di atas, maka segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan sedini mungkin. Penanganan penyakit ini membutuhkan banyak kolaborasi interprofesional seperti halnya dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, dokter spesialis bedah umum, dan juga dokter spesialis bedah digestif. Narasumber: dr. Yan Ardianto Senjaya, Sp. B-KBD Spesialis Bedah Digestif Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-03-19 - Modified: 2024-03-19 - URL: https://primayahospital.com/gizi/kandungan-gizi-takjil/ - Kategori: Gizi Saat berbuka puasa adalah momen penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Namun, kita juga perlu memilih takjil yang tepat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan memenuhi kebutuhan gizi. Oleh karena itulah, penting bagi Anda untuk memperhatikan kandungan gizi takjil saat berbuka puasa. Jangan sampai berlebihan. Takjil yang sehat dapat memberikan energi yang cukup dan menjaga kadar gula darah tetap stabil hingga waktu sahur tiba. Dalam artikel ini, kita akan membahas kandungan gizi takjil yang ideal dan beberapa tips untuk mengatur asupan kalori saat berbuka puasa. Pilih Takjil yang Sehat Sebelum berbuka, pastikan Anda memilih takjil yang sehat. Takjil sehat sebaiknya mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral. Beberapa contoh takjil sehat meliputi: Buah-buahan: Buah segar kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan. Contohnya kurma atau juga potongan buah segar. Kacang-kacangan: Kacang-kacangan seperti almond, kenari, atau kacang mete mengandung protein dan lemak sehat yang baik untuk kesehatan jantung. Minuman rendah kalori: Jus buah tanpa tambahan gula, air kelapa, atau air mineral adalah pilihan minuman yang sehat. Takjil yang mengandung banyak gula tambahan atau lemak jenuh sebaiknya tidak Anda konsumsi. Makanan atau minuman yang tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat yang kemudian terjadi penurunan yang drastis. Hal ini akan menyebabkan rasa lapar kembali muncul. Pilihlah takjil dengan gula alami dari buah-buahan. Sedangkan takjil yang tinggi lemak jenuh dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Lemak jenuh yang berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan berkontribusi pada penumpukan lemak di sekitar organ dalam. Selain menilik kandungan gizi takjil Anda, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut, seperti: Meskipun takjil sehat, jumlahnya tetap harus tidak berlebih. Terlalu banyak mengonsumsi takjil bisa menyebabkan asupan kalori berlebihan. Pastikan untuk membatasi porsi takjil dan tetap perhatikan ukuran porsi makanan utama saat berbuka puasa. Perhatikan Waktu Makan Utama Setelah mengkonsumsi takjil, beri tubuh waktu untuk mencerna sebelum melanjutkan dengan makanan utama. Ini membantu mengurangi risiko terlalu banyak makan karena lapar yang tidak terkendali. Memperhatikan waktu makan utama setelah berbuka puasa dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik. Selain itu juga bermanfaat untuk mengurangi risiko over eating serta mengatur kembali nafsu makan sehingga tetap dalam porsi yang sehat selama bulan Ramadhan. Pilih Makanan Utama yang Seimbang Saat mulai makan utama, pastikan untuk memilih makanan yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Selalu hindari makanan yang yang mengandung banyak lemak terutama makanan yang berminyak. Memilih makanan utama yang seimbang memastikan tubuh mendapatkan semua nutrisi penting terutama yang Anda butuhkan selama bulan Ramadhan. Hal ini juga membantu menjaga energi dan kesehatan tubuh selama menjalani ibadah puasa. Tetap Aktif Setelah berbuka, tetap aktif dengan melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau senam ringan. Ini membantu menjaga kesehatan dan metabolisme tubuh. Dengan tetap aktif setelah berbuka puasa, kita dapat menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan metabolisme, mengurangi risiko kenaikan berat badan, serta meningkatkan kesehatan jantung dan stamina. Sehingga, kita dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih bugar dan optimal. Dengan memperhatikan kandungan gizi takjil dan mengatur asupan kalori secara bijaksana, kita dapat menjaga kesehatan tubuh dan tetap bugar selama bulan Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa! Narasumber: dr. Andry Kelvianto M. Gizi, Sp. GK, AIFO-K Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-03-19 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/gizi/puasa-saat-maag/ - Kategori: Gizi Agar bisa berpuasa dengan nyaman, untuk penderita penyakit maag bisa lakukan tips dibawah supaya lancar menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini. 1. Hindari makan banyak dan terburu buru Jangan biasakan makan terlalu cepat dan banyak, terlebih lagi sambil mengobrol, itu membuat banyak udara masuk ke saluran pencernaan dan memicu akhirnya sakit maag. Jadi saat sahur usahakan bangun sejam sebelum imsak, agar makan tidak terburu buru. Sebaliknya ketika berbuka juga jangan terlalu nafsu langsung ingin memasukan semua makanan. 2. Makanan yang harus dihindari Hindari makanan berminyak dan memiliki asam agar tidak mengiritasi perut, contohnya cabai/sambal ataupun makanan pedas lainnya. Berikut makanan yang harus dihindari : Hindari konsumsi santapan yang berlemak dan buah yang memiliki banyak asam seperti tomat, anggur maupun jeruk meski memiliki banyak vitamin C Hindari konsumsi makanan buatan/olahan yang tidak murni dan memiliki bahan pengawetnya Hindari juga makanan tinggi gula seperti Nasi yang bisa diganti dengan nasi merah Hindari juga meneguk minum yang tinggi cafein seperti kopi, teh dan soda 3. Makan makanan yang tepat Untuk makanan utama yang baik dikonsumsi adalah, seperti oatmeal. Santapan ini bisa meminimalisir asam lambung agar tidak terjadi saat menjalani puasa. Setelah oatmeal kamu bisa juga tambahkan seperti daging rendah lemak, seperti daing kalkun tanpa kulit maupun punggung kambing, selain itu untuk buah bisa seperti semangka, pepaya dan melon. 4. Jangan langsung tidur ketika baru selesai makan Baiknya setelah sahur, usahakan untuk tidak tidur lagi karena bisa memicu sakit maag. Atau jika paling tidak menahan hingga 1-2 jam untuk tidur lagi. Jika rasa ngantuk tidak tertahankan, Sobat westerindo bisa tidur dengan posisi setengah duduk. Awalnya, letakan kepala lebih tinggi dari pada perut dengan menggunakan bantal yang ditumpuk agar makanan tidak kembali ke kerongkongan. 5. Kendalikan emosi Saat berpuasa, momen paling tepat untuk belajar mengendalikan emosi dan kelola stres dengan baik. Tujuannya pasti mencari ridho allah berpahala, dapat meminimalisir terjadinya penyakit maag. Caranya, bisa berwudhu atau beristirahatlah sejenak jika Anda merasa stress atau pun lelah. Narasumber: dr. A. Faradillah, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-03-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/shigellosis/ - Kategori: Penyakit, Umum - Tag: Diare disertai darah dan lendir, Shigella, Shigellosis - Translation Priorities: Optional Banyak sekali jenis penyakit yang menyerang pencernaan manusia. Salah satunya yaitu Shigellosis yang merupakan penyakit pada saluran pencernaan akibat kelompok bakteri bernama Shigella. Gejala yang tampak yakni berupa diare yang kadang disertai darah dan lendir. Namun kadang kala penderita infeksi Shigella sama sekali tidak menampakkan gejala apa pun. Untuk mengetahui apakah ini termasuk penyakit berbahaya atau tidak, yuk simak rinciannya berikut. Pengertian Shigellosis Shigellosis adalah penyakit yang menyerang usus atau saluran pencernaan akibat dari kelompok bakteri Shigella. Pasien yang terinfeksi penyakit ini akan merasakan kram perut, demam, hingga diare yang kadang kala disertai darah maupun lendir. Umumnya, gejala akan muncul 1 – 3 hari setelah terinfeksi bakteri Shigella dan berlangsung selama 5 – 7 hari. Walaupun tanpa perawatan khusus, penyakit ini dapat sembuh sendiri. Namun, dengan perawatan yang tepat maka gejala yang timbul dapat berkurang dan lebih cepat sembuh. Penyakit ini ditularkan oleh pasien terinfeksi melalui berbagai hal. Mulai dari minuman dan makanan bekas penderita, toilet, kolam renang, feses, sentuhan, ataupun air ludah. Bila salah satu anggota keluarga terinfeksi, maka anggota keluarga yang lain berisiko tinggi untuk ikut terinfeksi juga. Risiko tinggi lebih mengarah kepada anak-anak berusia 2-4 tahun atau balita. Namun, orang dewasa dengan imun yang lemah juga berpotensi untuk terkena infeksi bakteri satu ini. Penyakit Shigellosis Gejala Utama Sakit perut, kram perut, diare yang kadang disertai darah atau lendir Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi Penyebab Infeksi oleh kelompok bakteri Shigella Diagnosis Cek fisik, wawancara medis, cek sampel feses Faktor Risiko Usia 2-4 tahun, tinggal di areal yang kurang bersih, tinggal dengan penderita terinfeksi Pengobatan Pemberian antibiotik, pemberian asupan cairan pengganti Pencegahan Rajin cuci tangan, desinfeksi menyeluruh, hindari kontak dengan pasien Komplikasi Post infection arthritis Faktor Risiko Seseorang berpotensi terkena Shigellosis apabila memiliki beberapa kondisi seperti berikut ini: Anak-anak usia 2-4 tahun Tinggal di tempat dengan sanitasi buruk Penggunaan fasilitas publik (toilet, kolam renang, tempat bermain anak) Kontak dengan penderita infeksi Penyebab Apabila seseorang menelan bakteri Shigella, maka ia berpotensi terkena penyakit ini. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat: Makan atau menyentuh mulut dengan tangan yang kotor Minum air yang mengandung bakteri Shigella Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Gejala Shigellosis Dalam kebanyakan kasus, Shigellosis akan memunculkan gejala setelah 1-2 hari terinfeksi bakteri. Walau demikian, terkadang bakteri Shigella butuh waktu 5-7 hari untuk berkembang di dalam usus penderita. Gejalanya sendiri meliputi: Diare yang disertai darah atau lendir Demam Nyeri perut Kram perut Diagnosis Dalam mendiagnosa penyakit ini, maka dokter akan menggunakan beberapa metode. Di antaranya yaitu wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan cek sampel feses. Nah, sampel feses tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah terdapat bakteri Shigella atau tidak. Bila ternyata ada bakteri tersebut di dalamnya, maka dokter akan memberikan perawatan sesuai infeksi Shigellosis. Pencegahan Hingga saat ini, belum ada vaksin yang secara khusus untuk Shigellosis. Walau demikian, WHO (World Health Organization) sedang mengupayakan untuk pembuatan vaksin. Sebelum itu, ada beberapa metode pencegahn yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari infeksi bakteri Shigella seperti berikut ini: Rajin-rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Desinfeksi tempat mengganti popok bayi Buang popok kotor di tempat yang jauh dari rumah Hindari bersentuhan dengan penderita Jangan menelan air kolam renang saat berenang Pengobatan Bila mengalami gejala diare parah, maka langkah pertama yang harus dilakukan yakni minum air yang banyak, terutama cairan elektrolit. Dokter juga kerap memberikan antibiotik apabila infeksinya cukup parah. Antibiotik akan mematikan bakteri yang ada pada saluran pencernaan sehingga gejala akan membaik. Beberapa antibiotik yang kerap dokter berikan yakni: Ciprofloxacin Azithromycin Sulfamethoxazole/trimethoprim Komplikasi Berdasarkan informasi dari laman CDC, bahwa sekitar 2% penderita Shigellosis mengalami kondisi kesehatan bernama post infection arthritis. Yaitu sebuah kondisi kronis yang dapat bertahan hingga bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Gejala yang tampak yakni: Sakit pada persendian Iritasi mata Sakit saat buang air kecil Komplikasi lain yang mungkin terjadi yakni infeksi darah, kejang (khusus anak-anak), dan sindrom hemolytic uremic. Namun, kejadian tersebut sangat jarang terjadi. Kapan Harus ke Dokter? Anda dapat memeriksakan ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi apabila mengalami gejala shigellosis seperti yang kami sebutkan di atas. Jangan lupa lakukan isolasi dan hindari kerumunan publik apabila Anda terinfeksi penyakit ini. Dengan begitu, penyakit tidak menular ke orang lain. Narasumber: dr. Rosella Elnita Dokter Umum Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-03-18 - Modified: 2024-03-17 - URL: https://primayahospital.com/umum/lancar-berpuasa/ - Kategori: Umum Ketika sistem imun dalam tubuh seseorang melemah, tubuh menjadi mudah terserang berbagai penyakit. Di hari-hari biasa, mungkin seseorang merasa tidak terlalu terganggu jika terserang penyakit ringan. Namun, hal ini akan berbeda apabila terserang penyakit saat menjalankan ibadah puasa wajib. Lalu bisakah lancar berpuasa meski sedang sakit? . Jawabannya tentu bisa, tetapi memang ada tips dan trik yang perlu dilakukan agar tubuh tidak semakin melemah selama berpuasa. Ini Dia Tips Lancar Berpuasa Meski Sedang Sakit Berpuasa saat mengalami sakit membuat seseorang merasa semakin tidak nyaman. Biasanya tubuh akan terasa lemas dan berpotensi menyebabkan pingsan karena tubuh kekurangan nutrisi dan cairan. Agar tidak sampai mengalami hal-hal yang membahayakan kesehatan tubuh, ikuti tips puasa ketika sedang sakit berikut ini: 1. Konsumsi Vitamin Supaya daya tahan tubuh tidak semakin melemah selama puasa, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi vitamin C. Jenis vitamin ini dipercaya dapat meningkatkan kekuatan sistem imun sehingga pengonsumsinya tidak mudah terserang berbagai penyakit. Dengan mengonsumsi vitamin C, pemulihan tubuh dari sakit yang sedang Anda alami akan semakin cepat. Namun, sebelum itu sebaiknya berhati-hati terutama jika sedang mengalami masalah lambung dan ketahui juga sebenarnya vitamin apa yang dibutuhkan oleh tubuh. 2. Perbanyak Minum yang Bersuhu Hangat Minum es buah, es teh, es jeruk, atau es varian lain ketika berbuka memang sangat menyegarkan tenggorokan. Hanya saja, untuk orang yang sedang mengalami sakit, sebaiknya tidak meminumnya. Cukup berbuka dengan minum air hangat secukupnya untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menghindari sakit tenggorokan. Bukan hanya ketika berbuka, perbanyak minum air hangat juga saat sahur. 3. Istirahat Cukup Memperbanyak istirahat merupakan tips lain yang memang cukup efektif meningkatkan imunitas. Hindari memaksa tubuh untuk terus melakukan aktivitas, terutama aktivitas-aktivitas berat. Beri waktu tubuh istirahat secara efektif dan sebaiknya hindari begadang. Sebab, begadang berlebihan dapat menurunkan sistem imun. Usahakan sudah mulai tidur maksimal pada pukul 22. 00. Tujuannya agar kesehatan segera membaik serta menghindari telat bangun untuk makan sahur. 4. Konsumsi Makanan yang Mempercepat Penyembuhan Penyakit Ada beberapa rekomendasi menu makan yang dinilai mempercepat seseorang sembuh dari sakit ringan seperti halnya flu dan batu, yaitu sup ayam, aneka sayuran hijau, oatmeal, alpukat, madu, dan pisang. Ikan yang mengandung lemak baik juga masuk ke dalam daftar makanan yang mempercepat penyembuhan tubuh dari sakit. Hanya saja tetap tidak boleh berlebihan, konsumsi secukupnya saja sesuai kebutuhan nutrisi tubuh. 5. Lakukan Olahraga Minimal 30 Menit Berpuasa dalam kondisi sakit bukan alasan untuk bisa berleha-leha. Malah, dianjurkan untuk melakukan olahraga minimal 30 menit per hari. Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Jenis olahraganya bisa berupa yoga, jogging, senam, berpesepada, atau lari kecil. Hindari menjalankan aktivitas tersebut di siang hari saat matahari sedang terik-teriknya. Takutnya bukannya menyehatkan tubuh, malah berpotensi membuat tubuh mengalami dehidrasi. 6. Jaga Pola Makan Saat Berbuka Karena setelah berpuasa seharian perut dalam keadaan kosong, jangan sampai langsung makan atau minum terlalu banyak. Sering kali hal itu membuat perut begah, akhirnya muncul rasa tidak nyaman. Pilih jenis makanan yang tidak mengandung lemak jahat seperti halnya gorengan. Cukup konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi tinggi yang efektif mempercepat kuatnya imunitas tubuh. Itulah ulasan mengenai tips lancar berpuasa meski sedang sakit. Jika sakit yang Anda alami sudah terasa parah, sebaiknya sesegera mungkin periksakan ke dokter. Jangan sampai menunda-nunda pemeriksaan, apalagi ketika gejala yang muncul terasa begitu intens. Narasumber: Dr. Ferdinand Gouwtama Dokter Umum Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-03-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/jenis-afasia-pada-anak/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Tag: Gejala Afasia, Gejala Jenis Afasia, Jenis Afasia - Translation Priorities: Optional Secara umum, jenis afasia (aphasia) terbagi menjadi dua yakni afasia motorik dan afasia sensorik. Namun, sesuai informasi dari laman National Aphasia Association, penyakit ini terbagi menjadi beberapa kategori tergantung dari penyebab yang mendasarinya serta dari usia penderita. Afasia sendiri merupakan kondisi gangguan kognitif yang mengakibatkan seseorang sulit berkomunikasi. Baik itu berkomunikasi secara lisan, tulisan, maupun dalam memahami bahasa. Bagi anak-anak, khususnya balita tentunya kondisi semacam ini dapat memengaruhi kemampuan belajarnya. Pengertian Afasia Afasia broca merupakan gangguan bahasa dimana penderitanya memahami apa yg ingin disampaikan tetapi sulit mengucapkannya. Umumnya penderita ini hanya mampu mengutarakan kurang dari 4 kata Dalam otak, ada bagian tersendiri yang berperan mengatur kemampuan seseorang dalam berbahaya. Lokasinya ada di otak bagian kiri. Bila bagian otak ini bermasalah, maka bisa menimbulkan berbagai gangguan, salah satunya yakni afasia. Setiap penderita gangguan kesehatan satu ini punya gejala yang berbeda tergantung pada jenis afasia yang dideritanya. Ada yang tetap fasih berbahasa namun sulit menangkap pembicaraan orang lain. Ada pula yang dapat menangkap pembicaraan orang lain namun sulit merangkai suatu kata baik dalam bentuk pembicaraan maupun dalam bentuk tulisan. Nama Penyakit Afasia Gejala Kesulitan berbicara, merangkai kata Dokter Spesialis Dokter spesialis saraf Penyebab Tumor otak, stroke, gangguan otak, penyakit neruodegeneratif Diagnosis MRI, CT scan, tes sistem saraf Faktor Risiko Penderita nerudogeneratif, cidera otak, tumor otak Pengobatan Sesuai penyakit yang mendasarinya Pencegahan Jaga gaya hidup sehat, hindari penyakit-penyakit berbahaya, segera obati infeksi Penyebab Kebanyakan penderita afasia diakibatkan oleh adanya kerusakan otak, terutama bagian kiri otak akibat cedera atau lainnya. Berikut penyebab afasia secara umum: Tumor otak Cedera kepala Stroke Gangguan pembuluh darah Infeksi di otak Penyakit degeneratif Operasi otak Epilepsi Gangguan genetik Migrain (efeknya sementara) Keracunan Kemoterapi Terapi radiasi Cerebral hypoxia (otak kurang oksigen) Jenis Afasia & Gejalanya Dikutip dari laman Cleveland Clinic, bahwa ada banyak jenis afasia. Antara satu jenis dengan jenis lain bahkan punya gejala yang terbilang hampir mirip satu sama lain. Berikut ini beberapa yang paling umum diidap oleh para penderita: Afasia Broca: disebut juga non fluent aphasia, yakni jenis afasia yang membuat penderitanya hanya dapat berbicara sangat terbatas yang umumnya kurang dari 4 kata. Afasia Wernicke: tidak ada kesulitan dalam mengucapkan kata namun pemahaman terhadap katanya bermasalah. Sehingga sering mengucapkan kata-kata tapi tidak punya arti. Afasia Anomik: jenis afasia satu ini membuat penderitanya sulit menyampaikan pikirannya karena tidak dapat merangkai kata-kata, terutama kata benda maupun kata sifat. Afasia Global: dibandingkan dengan jenis afasia lain, tipe ini yang paling serius efeknya karena membuat si penderita sulit bicara, sulit merangkai kata, dan sulit membaca/menulis. Afasia Primer Progresif: disebabkan oleh gangguan neurodgeneratif seperti pada penderita Alzheimer sehingga pemahaman bahasanya perlahan-lahan menurun. Jenis Kefasihan Berbicara Pemahaman Bahasa Merangkai Kata Afasia Broca - ü - Afasia Wernicke ü - - Afasia Anomik ü ü ü Afasia Global - - - Afasia tracortical motor - ü ü Afasia transcortical sensory ü - ü Afasia mixed transcortial - ü ü Diagnosa Diagnosis pada penderita afasia harus melalui tahapan evaluasi secara menyeluruh. Dokter nantinya akan menjalankan serangkaian proses pemeriksaan layaknya: Cek riwayat kesehatan Cek fisik Wawancara medis Tes bicara, menulis, membaca CT scan MRI Tes kognitif Tes memori Tes fungsi sistem saraf Pengobatan Pengobatan afasia secara menyeluruh tergolong sulit. Hal ini karena yang namanya sel saraf otak terutama sel saraf pusat tidak bisa regenerasi seperti sel tubuh lainnya. Jadi, bila sudah rusak maka tidak bisa sembuh seperti sedia kala karena tidak punya sentrosom dan neurolema. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui area otak yang mengalami kerusakan. Juga termasuk penyakit lain yang mendasarinya. Selain itu, akan dilakukan terapi bicara, terapi menggambar, terapi menulis, dan terapi tambahan menggunakan alat elektronik. Pencegahan Sayangnya belum ada pencegahan yang spesifik untuk gangguan afasia ini, tetapi gangguan ini dapat diminimalisir dengan mencegah gangguan yang mendasarinya sepereti stroke, cedera otak, atau epilepsi. Bila kalian merasa bahwa kemampuan bicara mulai menurun, kesulitan menulis, sulit merangkai kata, maka segera kunjungi dokter untuk melakukan terapi bicara. Jangan lupa untuk selalu menggunakan dan melatih otak dengan sering bersosialisasi, berbicara dengan orang banyak, hingga menulis. Berikut beberapa pencegahan secara umum yang dapat Anda lakukan: Jaga gaya hidup sehat Jangan hiraukan infeksi (telinga/mata) Selalu pakai pelindung kerja tetentu/di jalan raya Turunkan tekanan darah tinggi Segera lakukan perawatan diabetes tipe 2 Rawat penyakit epilepsi Komplikasi Komplikasi afasia dapat terjadi pada sebagian penderita dan begitu sebaliknya. Umumnya, komplikasi lebih dititikberatkan pada penyakit lain yang mendasarinya. Jadi, silakan tanyakan dokter terkait efek samping atau komplikasi dari penyakit afasia yang kalian miliki. Dengan begitu, kalian bisa meminimalisir terjadinya komplikasi tersebut. Kapan Harus ke Dokter? Silakan berkunjung ke dokter spesialis saraf apabila menemukan bahwa Anda atau anak Anda mengalami gejala afasia. Atau segera kunjungi gawat darurat bila: Tiba-tiba sakit kepala tak tertahankan Kebingungan, dan emosi yang meledak-ledak Kehilangan penglihatan Kesulitan menelan Tidak dapat bicara sama sekali Tubuh mati separo Tidak bisa fokus, berfikir, maupun mengingat Narasumber: dr. Johannes Siringoringo, Sp. N Spesialis Saraf... - Published: 2024-03-17 - Modified: 2024-03-17 - URL: https://primayahospital.com/umum/lansia-berpuasa/ - Kategori: Umum Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam. Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit, hamil, atau bepergian. Selain merupakan rukun islam yang ketiga, puasa di bulan Ramadhan juga memiliki manfaat kesehatan, namun bagaimana dengan lansia, apakah boleh untuk lansia berpuasa? Lansia (usia >60 tahun) umumnya memiliki kondisi kesehatan yang sangat beragam. Kondisi fisik seorang lansia secara umum berbeda dengan seorang dewasa muda. Oleh karena itu, manula harus menimbang-nimbang beberapa risiko, di antaranya penurunan keseimbangan tubuh. Berikut ulasannya untuk anda terutama para lansia sehingga dapat mengatasi masalah yang mungkin muncul saat berpuasa. Orang dewasa lanjut usia yang sehat dapat berpuasa, tetapi apabila lansia tersebut memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit diabetes, gangguan ginjal, atau gangguan jantung, mungkin memiliki beberapa risiko saat berpuasa. Lansia dengan diabetes dan gangguan kardiovaskuler berpuasa Melalui studi berjudul “Ramadan Fasting Effects on Metabolic Parameters in Elderly Person with Cardiovascular Risk Factors” (2012) (PDF), Baccouche, dkk. menyimpulkan bahwa puasa berdampak positif bagi pasien kardiovaskular berusia lanjut saat periode awal puasa. Namun, sayangnya, setelah masa puasa, ada risiko penurunan fungsi ginjal akibat kenaikan kadar glukosa dalam darah yang simultan pada pasien diabetes. Lansia penderita diabetes dengan masalah kadar gula dalam darah memiliki resiko saat berpuasa. Termasuk juga, risiko dehidrasi dan kelemahan otot saat berpuasa dapat meningkatkan risiko jatuh pada orang lanjut usia. Penderita diabetes lanjut usia perlu memperhatikan perubahan kadar air dan gula darah saat berpuasa. Konsultasikan dengan dokter sebelum lansia dengan diabetes berpuasa, sesuaikan dosis obat dan monitoring mandiri kadar gula darah dengan glukometer. Lansia dengan diabetes juga sebaiknya menunda waktu sahur dan memilih karbohidrat kompleks sebagai menu sahur dan berbuka, mengonsumsi lebih banyak sayuran, dan menghindari makanan atau minuman yang tinggi kadar gula dan kalori. Hipotensi Postural Akibat Dehidrasi Orang lanjut usia mungkin rentan terhadap dehidrasi selama Ramadhan, terutama jika mereka mengalami "hipotensi postural" akibat obat tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala pusing sampai dengan penurunan kesadaran saat berdiri. Untuk menghindari hal ini ini, cobalah untuk bangun dari berbaring ke berdiri secara bertahap dan rehidrasi cukup saat sahur dan berbuka puasa. Perhatikan Jadwal Tidur Orang yang beribadah puasa termasuk lansia mungkin akan mengalami perubahan jadwal tidur selama bulan Ramadhan. Aktivitas lansia di malam hari seperti shalat tarawih dan tahajud, makan sahur, dan lebih sering menggunakan toilet saat malam hari dapat meningkatkan risiko terjatuh di malam hari. Untuk keamanan dalam penggunaan toilet, anda dapat memastikan pencahayaan yang cukup, memasang pegangan di toilet, serta menempatkan alat bantu jalan dan kacamata dekat dengan tempat tidur. Kebutuhan gizi lansia saat berpuasa Bagi orang berpuasa termasuk lansia, menjaga nutrisi saat berbuka dan sahur sangat penting. Berikut beberapa saran untuk menjaga kesehatan lansia saat berpuasa. Perbanyak minum air antara buka puasa dan sahur agar tubuh tetap prima dan terhindar dari dehidrasi saat puasa. Berbuka puasa dengan air dan kurma sebagai sumber energi cepat dan rehidrasi. Batasi gorengan, lemak jenuh dan tinggi gula yang sering dijumpai pada takjil atau makanan penutup untuk menjaga kondisi gula darah. Asupan gula yang disarankan untuk lansia berpuasa adalah asupan gula dari sumber buah-buahan seperti semangka. Hindari minuman mengandung kafein (kopi), teh dan minuman bersoda. Hindari kebiasaan meninggalkan makan sahur, pilih menu makanan karbohidrat kompleks, rotein tanpa lemak, buah, dan sayuran. Batasi gorengan, lemak jenuh dan tinggi gula yang sering dijumpai pada takjil atau makanan penutup untuk menjaga kondisi gula darah. Selain mengontrol asupan makanan, WHO juga meminta Anda untuk menghindari tempat bersuhu tinggi karena akan membuat anda berkeringat lebih banyak. Secara umum, lansia dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang cukup dan memantau kondisi kesehatan mereka. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menyesuaikan pengobatan. Narasumber: dr. Nova Setyaningsih, MKK Dokter Umum Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-03-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/infeksi-adenovirus/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Gejala Infeksi Adenovirus, Infeksi Adenovirus, Penyakit Adenovirus - Translation Priorities: Optional Dibandingkan orang dewasa, sistem imun pada balita masih terbilang lemah. Hal ini menjadikannya rentan terhadap infeksi berbagai bakteri maupun virus. Salah satunya yakni sekelompok virus yang bernama Adenovirus. Kelompok virus ini rentan menyerang anak berusia di bawah 5 tahun. Kondisi anak yang terserang pun bisa timbul gejala yang ringan, berat, maupun tanpa gejala sama sekali. Umumnya, gejala yang tampak mirip dengan flu hingga sesak nafas. Jadi, bunda perlu mewaspadainya bila anak menunjukkan gejala tersebut. Pengertian Infeksi Adenovirus Infeksi adenovirus adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh virus bernama HAdV (Human adenovirus). Yaitu sekelompok virus dengan DNA beruntai ganda yang terdiri atas 70+ jenis HAdV, spesies B (HAdV-3,7,11 & 14), spesies C (HAdV-1,2,5 & 6), dan juga spesies E (HAdV-4). Virus tersebut dapat menyerang berbagai organ tubuh yang berbeda. Mulai dari saluran pencernaan, saluran pernafasan, sistem saraf pusat, saluran kemih, mata, hingga jantung. Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus ini yakni ada pneumonia (infeksi paru-paru), tonsilitis, bronkitis, miokarditis, keratokonjungtivitis, meningitis, gastroenteritis, dan juga sistitis. Walaupun lebih rentan menyerang anak-anak usia balita (di bawah usia 5 tahun), namun virus ini pun dapat menyerang manusia. Bahkan, dapat menyerang hewan karena spesiesnya yang cukup banyak dan terus berkembang. Anak penderita infeksi adenovirus umumnya akan mengalami gejala seperti flu. Akan tetapi, biasanya diiringi juga dengan gejala lain seperti gagal nafas, pneumonia, sesak nafas, dan gejala lain sesuai sistem organ yang terserang. Nama Penyakit Infeksi Adenovirus Gejala Gangguan pernafasan, gangguan pencernaan, gangguan sistem saraf pusat Dokter Spesialis Spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis paru Penyebab Virus HAdV (Human adenovirus) Diagnosis Pemeriksaan fisik & pemeriksaan penunjang Faktor Risiko Anak balita Pengobatan Perawatan suportif, perawatan sesuai kondisi pasien Komplikasi Infeksi berat, pneumonia berat, kardiomiopati, gagal nafas Faktor Risiko Terdapat beberapa faktor yang akan meningkatkan potensi seseorang terkena risiko infeksi adenovirus. Berikut di antaranya: Anak balita Sistem imun lemah Pengidap HIV/AIDS Pengidap kanker Penerima transplantasi organ Bermukim di hunian padat Penyebab Infeksi Adenovirus Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa penyebab utama infeksi penyakit ini yakni karena virus HAdV( Human adenovirus). Setidaknya, ada 70+ jenis HAdV, spesies B (HAdV-3,7,11 & 14), spesies C (HAdV-1,2,5 & 6), dan juga spesies E (HAdV-4). Virus ini mudah menular dan mudah berkembang dari satu individu ke individu lain. Beberapa jenis metode penularan yang kerap terjadi yakni: Bersentuhan dengan penderita yang terinfeksi Terkena droplet dari batuk & bersin dari penderita Kontak dengan air kencing dan feses penderita terinfeksi Sentuhan terhadap benda yang terkontaminasi virus Beberapa jenis virus adenovirus memiliki masalah kesehatan yang cukup serius, sebagian lainnya tidak. Berikut ini beberapa yang bersifat membahayakan: Tipe 3, 4, dan 7: menyebabkan infeksi pernafasan akut Tipe 8, 19, 37, 53, dan 54: konjungtivitis yang sangat menular Tipe 14: menyebabkan infeksi pernafasan akut Tipe 40 dan 41: mengakibatkan gastroenteritis, khususnya pada anak-anak Gejala Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bahwa gejala penyakit ini akan berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Hal ini karena sistem organ yang terkena pun berbeda-beda. Umumnya, masa inkubasi (masa terkena infeksi) pada virus ini berkisar antara 2 – 14 hari sejak awal terserang. Berikut ini beberapa gejala yang sering muncul pada penderita: Gejala seperti flu Demam dan meriang Tenggorokan gatal dan sakit Pneumonia Inflamasi pada pencernaan Bronkitis akut Gastroenteritis akut Konjungtivitis (mata kemerahan) Bila dilihat dari organ yang terserang, maka gejala yang tampak sebagai berikut: 1. Gejala Saluran Pernafasan Sakit kepala Demam Nyeri otot Mengi Pilek dan meler Sakit tenggorokan Batuk-batuk Sesak nafas 2. Gejala Saluran Pencernaan Diare terus menerus Nyeri perut Mual muntah Demam 3. Gejala pada Mata Konjungtivitis (mata merah) Nyeri mata Mata berair Sensitivitas terhadap cahaya Demam Penglihatan kabur Kesulitan membuka mata 4. Gejala di Sistem Saraf Pusat Demam Leher kaku Sakit kepala Sensitif terhadap cahaya Mual-mual 5. Gejala pada Jantung Kesulitan makan Nyeri dada Sesak nafas Detak jantung yang cepat Pembengkakan wajah Badan lemas Demam 6. Gejala pada Saluran Kemih Nyeri pada saat BAK Demam Mengompol Nyeri perut bawah Kencing berdarah Sering berkemih Diagnosa Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah seseorang terkena serangan adenovirus atau tidak. Pemeriksaan fisik meliputi pengecakan tanda vital, keadaan umum, dan tanda-tanda infeksi adenovirus. Lalu untuk pemeriksaan penunjang meliputi: Tes darah Tes urine Kultur sel Tes antigen Rontgen CT scan Tes CPR Tes feses Pencegahan Infeksi Adenovirus Perlu Anda tahu, saat ini belum ada vaksin untuk penyakit infeksi adenovirus. Jadi, upaya pencegahan merupakan satu-satunya cara agar terhindar dari penyakit ini. Berikut ini caranya: Rajin cuci tangan, terutama sebelum makan Hindari memegang muka saat tangan kotor Terapkan etika batuk dan bersin Hindari kontak dengan penderita Pengobatan Pengobatan penyakit ini yakni melalui perawatan suportif yang meliputi: Isolasi dari orang lain Konsumsi obat demam Istirahat cukup Cukupi kebutuhan cairan Cukupi nutrisi harian Pemberian alat bantu oksigen Nebulizer bila diperlukan Komplikasi Pneumonia akut Gagal napas Bronkiektasis Bronkiolitis obliterans Kardiomiopati Disseminated adenovirus infection Kapan Harus ke Dokter? Lakukan pemeriksaan ke dokter... - Published: 2024-03-15 - Modified: 2024-05-14 - URL: https://primayahospital.com/jantung/sayuran-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: cara mencegah penyakit jantung, makan sehat untuk jantung, sayuran yang tidak boleh untuk penyakit jantung - Translation Priorities: Optional Faktanya, ada beberapa jenis sayuran yang tidak boleh untuk penyakit jantung. Bukan menyehatkan, jika sayuran tersebut dikonsumsi malah bisa memperparah kondisi orang dengan masalah jantung. Pasti banyak yang bertanya-tanya mengenai apa saja jenisnya karena kebanyakan orang mengetahui bahwa sayuran merupakan makanan yang kaya nutrisi. Penasaran apa saja itu? Penjelasan selengkapnya ada disini. Daftar Sayuran yang Tidak Boleh untuk Penyakit Jantung Berdasarkan data WHO yang dirilis pada 2021 lalu, kematian akibat penyakit jantung menyentuh angka 17,8 juta. Artinya, setiap tahunnya ada 3 orang meninggal karena menderita penyakit jantung. Agar kondisi jantung tetap sehat, sebaiknya hindari mengkonsumsi sayuran yang tidak boleh untuk penyakit jantung berikut: 1. Sayuran Dalam Kaleng Seperti halnya dengan buah, sayuran memiliki batas maksimal masa simpan. Ketika sudah melebihi batas tersebut, maka sayuran akan mengalami proses pembusukan. Sayur yang busuk tentu saja sudah tidak layak konsumsi. Takutnya di dalamnya malah mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan. Berdasarkan fakta ini, para pengusaha sayur dalam kaleng biasanya akan menambahkan pengawet makanan agar sayur tidak mudah busuk. Karena sudah tercampur dengan pengawet, sebaiknya para penderita penyakit jantung tidak mengkonsumsi sayuran dalam kaleng. Kandungan kimia yang berbahaya bagi kesehatan jantung, apalagi jika masuk ke dalam tubuh dalam jangka waktu lama. 2. Sayuran Overcook Panggilan untuk para ibu dan juru masak, sebaiknya mulai saat ini berhenti memasak sayuran hingga overcook. Maksud dari overcook sendiri adalah memasak terlalu matang sehingga membuat kandungan baik dalam sayuran hilang atau bahkan berubah menjadi jahat. Larangan memasak sayur sampai overcook ini berlaku untuk berbagai metode memasak, baik itu direbus, tumis, atau lainnya. Paling terlarang adalah memasak sayur kematangan dengan ditumis. Sebab, selain kandungan nutrisi di dalamnya yang rusak, alasan lainnya yaitu minyak untuk menumis menjadi teroksidasi. Makanan seperti ini sangat tidak sehat bagi penderita penyakit jantung. 3. Sayuran dengan Toping Tidak Sehat Anda termasuk pecinta salad sayur? Mulai sekarang sebaiknya memperhatikan apa saja toping pelengkapnya. Pada dasarnya, sayuran segar yang terdapat dalam olahan tersebut kaya akan nutrisi, tetapi yang membuatnya tidak bersahabat dengan penderita sakit jantung adalah topingnya. Untuk membuat rasa salad sayur lebih kaya rasa dan enak di lidah, biasanya orang-orang menambahkan toping berupa daging asap, craisins, keju, atau mayonaise. Toping-toping yang disebutkan di atas seluruhnya mengandung lemak. Dalam kadar tertentu, lemak memang memberi manfaat untuk tubuh. Namun, jika sudah berlebihan maka bisa menaikkan kadar kolesterol dalam tubuh yang memperburuk kondisi kesehatan jantung. 4. Sayuran dengan Tambahan Gula Anda tentu sudah sering melihat tutorial memasak olahan sayur dengan tambahan gula. Tujuannya yaitu agar rasa masalah menjadi seimbang dan sesuai dengan cita rasa yang mereka inginkan. Sayangnya, menambahkan gula di dalam masakan sayur tidak baik untuk kesehatan jantung. Berdasarkan sumber yang beredar, gula pada masakan sayur berpotensi menaikkan kadar kolesterol. Setelah mengetahui informasi ini, sebaiknya para penderita sakit jantung tidak mengkonsumsi olahan sayur dengan tambahan gula. Lebih aman lagi, coba minta ahli gizi atau konsultasi langsung dengan dokter spesialis jantung. 5. Sayuran Hijau yang Kaya Kandungan Vitamin K Tidak semua sayuran hijau aman untuk orang dengan gangguan kesehatan jantung. Salah satu yang terlarang adalah sayuran yang mengandung vitamin K. Vitamin K merupakan aktivator yang berperan dalam proses pembekuan darah. Sementara itu, penderita gangguan jantung tertentu malah perlu mengonsumsi obat pengencer darah. Fungsi pentingnya adalah untuk mengurangi proses pembekuan darah yang menghambat kerja jantung. Karena efek bertentangan antara obat pengencer darah dengan vitamin K, akhirnya sayuran dengan kandungan vitamin K dianggap berbahaya bagi penderita penyakit jantung. Sebaiknya, batasi asupan jenis vitamin tersebut, kurang lebih hanya 90 - 140 mikrogram per hari saja. 6. Sayuran Goreng Belakangan ini sedang marak olahan sayur goreng, seperti kol goreng, bayam goreng, dan brokoli goreng. Tidak sedikit yang mengaku bahwa olahan sayur goreng sangat enak dan menambah nafsu makan. Hanya saja masih sedikit yang peduli dengan efek jangka panjangnya. Sayur goreng mengandung kadar kolesterol tinggi. Ketika Anda konsumsi dalam jumlah banyak, lama-kelamaan kolesterol akan bertumpuk dalam darah. Saat melalui pembuluh, kolesterol bisa menempel dan membentuk plak. Lama-kelamaan, plak semakin menumpuk yang akhirnya membuat aliran darah menjadi terganggu bahkan terhambat. Kondisi ini berpotensi membuat seseorang mengalami gagal jantung. 7. Sayuran yang Mengandung Gas Selanjutnya adalah sayuran yang mengandung gas. Jenisnya mulai dari kol, lobak, nangka muda,asparagus, dan lain sebagainya. Kandungan gas di dalamnya memicu sesak nafas yang memberi dampak buruk bagi penderita jantung. Meski pengolahannya benar, tetapi sebaiknya tetap menghindari sayuran-sayuran yang tinggi kandungan gasnya. Gas yang bertumpuk pada perut membuat seseorang mudah merasa sesak, akhirnya kerja jantung terganggu. Tandanya yaitu jantung berdebar kencang hingga akhirnya tubuh hilang keseimbangan. Jenis-Jenis Sayuran yang Aman untuk Jantung Setelah mengetahui sayuran terlarang untuk penyakit jantung, penting juga untuk mengetahui jenis-jenis sayur yang aman bagi jantung. Penasaran dengan apa saja itu? Penjelasan lengkapnya sebagai berikut: 1. Pakcoy Sayuran yang belakang ini menjadi favorit masyarakat Indonesia ternyata baik untuk jantung. Kandungan didalamnya mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu juga bersifat anti kanker. Manfaat tersebut muncul karena sayur pakcoy memiliki kandungan... - Published: 2024-03-14 - Modified: 2024-03-15 - URL: https://primayahospital.com/mata/mendeteksi-kolestrol/ - Kategori: Mata Selain menanyakan perihal gejala apa yang pasien alami, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada beberapa organ tubuh termasuk mata. Faktanya mendeteksi kolestrol lewat mata menjadi metode pemeriksaan yang bisa dokter terapkan. Mata orang sehat dengan penderita kolestrol tampak berbeda. Jika sudah cukup parah, ciri-cirinya bisa terlihat meski tanpa bantuan alat-alat medis. Hanya saja memang perlu ketelitian agar tidak sampai salah diagnosa. Ciri-Ciri Mata Penderita kolestrol Dari gambar di atas Arcus senilis (AS), juga dikenal sebagai gerontoxon, arcus lipoides, arcus cornae, atau corneal arcus, adalah pengendapan lipid di stroma kornea perifer. Ciri khasnya adalah terdapat endapan lemak di sekitar mata. Endapan lemak tersebut terlihat seperti membentuk cincin berwarna kelabu yang berada di permukaan kornea mata. Kondisi ini kabarnya tidak menyebabkan gangguan penglihatan sehingga penderitanya tetap dapat melihat secara normal. Dalam istilah medis, timbunan lemak tersebut dikenal dengan sebutan arcus senilis. Berdasarkan beberapa kajian, sekitar 45 persen orang berusia di atas 40 tahun memiliki bagian lemak di sekitar mata. Tingkat risikonya semakin tinggi ketika seseorang telah berusia di atas 70 tahun. Prosentasenya bahkan mencapai 70 persen. Bagi yang mengalaminya, sebaiknya berhati-hati. Sesegera mungkin konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Xanthelasma Hampir separuh pasien xanthelasma memiliki kelainan lipid terkait. Hal ini termasuk hiperlipidemia Tipe II, hiperlipidemia Tipe IV, kolesterol total yang tinggi, trigliserida tinggi, dan tingkat lipoprotein densitas tinggi (HDL) yang rendah. 2,5 Namun, meskipun terdapat hubungan yang kuat antara XP dengan ketidakseimbangan lipid, 25-70% pasien mengalami normolipidemik pada presentasi. Narasumber: dr. Zulfikri Khalil Novriansyah, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-03-13 - Modified: 2024-05-14 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyandang-diabetes-berpuasa/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: diabetes, diabetes mellitus, dr. Irma Wahyuni SpPD, spesialis penyakit dalam - Translation Priorities: Optional Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dinanti oleh umat muslim tak terkecuali oleh penyandang diabetes (diabetisi). Bagi diabetisi, kegiatan berpuasa dalam jangka waktu yang cukup lama akan meningkatkan timbulnya risiko dehidrasi, hipoglikemia (gula darah sangat rendah) maupun hiperglikemia (gula darah sangat tinggi). Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pemahaman secara benar tentang perubahan perilaku diabetisi sangat diperlukan selama bulan suci Ramadhan karena berdampak pada kadar gula darah selama berpuasa. Pemahaman yang baik akan sangat membantu dalam penyusunan progam pengobatan diabetisi selama menjalankan ibadah puasa. Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan keputusan pribadi namun disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat. Yang harus dipahami adalah, perawatan kesehatan diabetisi sangat bersifat individual. Perencanaan pengelolaan akan berbeda pada setiap individu, begitu pula pengelolaan pada saat berpuasa Ramadhan. American Diabetes Association merekomendasikan diabetisi tipe 2 untuk melakukan perencanaan berpuasa dan pemeriksaan kesehatan sekurang-kurangnya satu atau dua bulan sebelum Ramadhan. Panduan tatalaksaan kelainan endokrin di daerah Asia Selatan juga merekomendasikan setidaknya perencanaan pengelolaan pada saat bulan Ramadhan dilakukan 3 bulan sebelumnya. Para diabetisi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan risiko diabetisi dalam berpuasa. Berdasarkan American Diabetes Association tahun 2020 terdapat 4 kategori risiko yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah. Sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan perlu mengindentifikasi apakah si Diabetisi termasuk pada kelompok risiko tinggi atau sangat tinggi. Pada kelompok ini tidak disarankan untuk menjalani puasa Ramadhan dikarenakan komplikasi akut yang sering terjadi. Kelompok ini antara lain adalah penyandang diabetes dengan: riwayat hipoglikemia (gula darah sangat rendah) berat dalam 3 bulan terakhir menjelang Ramadhan, riwayat hipoglikemia berulang, hipoglikemia yang tidak disadari atau bergejala, kendali gula yang buruk (gula darah masih relative tinggi), Diabetes Melitus tipe 1, sedang sakit atau dalam perawatan di rumah sakit, riwayat koma hiperglikemia (kadar gula tinggi) dalam 3 bulan terakhir menjelang Ramadhan, menjalankan pekerjaan fisik yang berat, hamil atau cuci darah kronik. Penyandang diabetes dengan ciri–ciri tersebut disarankan untuk tidak menjalankan puasa, namun sekali lagi kembali pada keputusan individu. Maka dari itu sebaiknya diabetisi dengan kriteria tersebut benar – benar melakukan persiapan yang baik dan diskusi yang mendalam dengan dokter yang merawat sebelum memulai ibadah. Komplikasi pada penyandang diabetes Komplikasi akut yang sering terjadi pada penyandang diabetes antara lain adalah hipoglikemia, yaitu gula darah rendah, yang pada kondisi berat dapat menyebabkan kehilangan kesadaran yaitu koma. Dilaporkan kejadian hipoglikemia di bulan Ramadhan dapat meningkat hingga 7 kali lipat pada pasien DM dan berefek pada meningkatnya angka rawat inap akibat hipoglikemia. Komplikasi lain antara lain adalah hiperglikemia yang dapat meningkat hingga 5 kali lipat pada pasien DM di bulan Ramadhan . Kendali gula yang buruk dapat bertambah berat dan mengakibatkan terjadinya kondisi lanjut seperti Ketoasidosis Diabetikum atau krisis hiperglikemia yang merupakan salah satu kondisi yang mengancam nyawa. Hal lain yang dapat terjadi pada penyandang diabetes adalah dehidrasi dan meningkatnya kekentalan darah yang berakibat pada meningkatnya risiko stroke dan serangan jantung. Gejala hipoglikemia yang harus diwaspadai oleh penderita antara lain adalah adanya gejala lemas disertai berkeringat banyak, gelisah, sakit kepala, bingung dan pusing, mudah mengantuk, mudah lapar, mudah marah dan detak jantung yang cepat. Apabila merasakan gejala seperti tersebut diatas, segeralah memeriksakan gula Anda. Apabila didapati gula darah < 70 mgdL, maka Anda disarankan harus segera berbuka puasa. Efek jangka panjang kondisi hipoglikemia dapat menyebabkan hilangnya kesadaran atau kejang yang memerlukan penanganan darurat. Selain gejala hipoglikemia, gejala hiperglikemia juga harus diwaspadai. Beberapa tanda hiperglikemia adalah lemas, haus yang berlebihan, hilangnya konsentrasi, sering buang air kecil dan sakit kepala atau didapatkan kadar gula darah >300 md/dL maka diabetisi sebaiknya membatalkan puasa karena pada kondisi hiperglikemia yang berat dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan koma. Tips untuk penyandang diabetes Diabetisi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mempersiapkan diri menjalani ibadah Ramadhan. Konsultasi sebaiknya dilakukan 1-3 bulan sebelum berpuasa meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, menghitung resiko berpuasa, diskusi tentang perencanaan diet, serta aktivitas fisik selama berpuasa dan pengaturan dosis dan jadwal konsumsi obat-obatan selama bulan puasa. Pemantauan kadar gula darah secara mandiri menggunakan alat periksa gula darah selama berpuasa sangat disarankan. Dianjurkan pemeriksaan dilakukan minimal 3-4 kali dalam sehari yaitu saat sahur, tengah hari (pukul 12. 00 – 13. 00), saat berbuka dan 2 jam setelah berbuka puasa, selain itu juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan bila ada keluhan. Bila ditemukan kadar gula darah 300 mg/dL agar dapat terhindar dari komplikasi yang berat. Pola makan atau diet selama bulan puasa adalah hal mutlak yang harus diperhatikan oleh diabetisi. Diabetisi juga dianjurkan untuk sahur mendekati jam imsak misalnya 30 menit sebelum imsak. Berbagai macam kudapan yang biasanya tersedia pada bulan Ramadhan kadang mengganggu usaha penyandang diabetes untuk dapat menjaga stabilisasi kadar gula selama berpuasa sehingga edukasi dan pemahaman yang baik terhadap pengaturan pola makan harus dimengerti oleh penyandang dan juga keluarga. Asupan cairan yang cukup (selama tidak ada pembatasan cairan karena penyakit tertentu), harus sangat diperhatikan. Diskusi tips dan trik konsumsi cairan untuk tetap menjaga status hidrasi selama bulan puasa... - Published: 2024-03-13 - Modified: 2024-03-13 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/puasa-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru Puasa adalah kewajiban bagi masyarakat muslim yang sedang tidak berhalangan. Ibu hamil dan menyusui puasa pun dibolehkan. Untuk itu, diperlukan cara agar para ibu tetap fit saat puasa. Hingga kini masih ada argumentasi mengenai efek puasa pada ibu hamil dan menyusui. Selama berabad-abad, banyak ibu hamil dan menyusui punya anak yang bisa tumbuh sehat meski berpuasa. Namun ada pula penelitian yang menemukan risiko puasa pada ibu hamil dan menyusui. Penelitian menyebutkan puasa pada trimester pertama kehamilan bisa menyebabkan bayi kurang berat badan saat lahir. Tapi perbedaannya dengan rata-rata berat badan bayi normal tak terlalu jauh. Adapun riset tentang puasa pada masa menyusui menunjukkan adanya penurunan kadar zinc, magnesium, dan potasium. Namun hal ini tetap bergantung pada kondisi masing-masing. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan apakah kondisi ibu hamil dan menyusui memadai untuk berpuasa. Menurut WHO pun ibu hamil dan menyusui masih bisa berpuasa selama kondisi mendukung. Tetap Fit Saat Puasa, Caranya? WHO menekankan pentingnya asupan cairan selama puasa. Cairan bisa didapatkan dari makanan ataupun minuman. Ibu hamil dan menyusui dianjurkan minum air putih 8-10 gelas per hari sejak waktu berbuka hingga imsak. Cairan sangat dibutuhkan agar sistem dalam tubuh manusia bisa bekerja dengan lancar lantaran sebagian besar tubuh merupakan air. Bagi ibu hamil Ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan gizi, nutrisi, dan cairan dengan adanya bayi dalam kandungan. Sebaiknya ibu hamil rutin berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan setiap bulan untuk memeriksa pengaruh puasa pada janin. Istirahat juga menjadi kunci agar tetap fit menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil. Asupan nutrisi dan gizi mesti diperhatikan betul saat sahur dan buka. Camilan yang menyehatkan juga perlu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Meski begitu, ibu hamil yang memiliki gangguan kesehatan seperti kurang darah, tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi, atau diabetes tidak disarankan menjalankan puasa. Sebab, kondisi itu akan berpengaruh pada diri dan janin yang dikandung. Bagi ibu menyusui Ketika ibu menyusui puasa, tubuhnya tidak lantas berhenti memproduksi air susu yang dibutuhkan bayi. Jumlah produksi juga tidak terpengaruh. Namun semua itu bergantung pada kondisi psikis dan asupan makanan serta minuman yang dikonsumsi ibu. Ada kemungkinan kadar gizi dan nutrisi dalam ASI turun saat ibu menyusui puasa. Kurangnya asupan itu tak hanya mempengaruhi bayi, tapi juga ibu sendiri. Ibu menyusui butuh lebih banyak energi untuk tetap fit saat puasa. Maka sebaiknya tidak terlalu banyak makan gorengan serta makanan lain dengan kandungan gula dan lemak tinggi. Konsumsi banyak makanan berserat dan berpotein. Buah dan sayur harus selalu ada dalam menu sahur dan buka. Saat ibu hamil dan menyusui puasa, olahraga juga berperan penting untuk memastikan tubuh tetap fit. Lakukan olahraga yang ringan seperti jalan-jalan pagi. Ibu hamil juga bisa melakukan senam hamil untuk menjaga kesehatan. Hindari dulu aktivitas yang menguras energi saat puasa, terutama pada siang hari. Yang juga patut diingat adalah ibu hamil dan menyusui tak perlu memaksakan diri berpuasa jika memang kondisinya tidak memungkinkan. Dampaknya bisa fatal bagi ibu dan buah hati jika terus ingin melanjutkan puasa, sementara tubuh sedang tidak fit. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis yang memadai saat hendak berpuasa Narasumber: dr. Wahyuni Saddang, Sp. OG, M. Kes, Subsp. FER Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-03-13 - Modified: 2024-05-14 - URL: https://primayahospital.com/umum/macam-macam-penyakit-jantung/ - Kategori: Umum - Tag: macam-macam penyakit jantung, penyakit jantung bawaan, PJB - Translation Priorities: Optional Tingkat kematian karena penyakit jantung masih sangat tinggi di seluruh dunia. Sebagai kehati-hatian, Anda perlu tahu macam-macam penyakit jantung bawaan baik dengan gejala ringan maupun berat sekalipun. Sayangnya, masih banyak yang asing dengan penyakit jantung bawaan. Akhirnya, tidak sedikit masyarakat kecolongan dan baru menyadari adanya penyakit tersebut di dalam tubuhnya setelah parah. Data Kematian Akibat Penyakit Jantung Bawaan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) atau congenital heart disease merupakan kelainan jantung yang muncul saat bayi lahir. Kelainan ini umumnya melibatkan struktur jantung, seperti pada katup, pembuluh masuk dan keluarnya darah, serta dinding jantung. Penyakit ini sangat mengancam jiwa karena aliran darah menjadi terhambat. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO, setidaknya lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Salah satu negara dunia dengan kasus kematian tinggi akibat penyakit jantung adalah Indonesia. Datanya sendiri terdapat dalam jurnal Institute for Health Metrics and Evaluation yang rilis pada 2019 lalu. Berikut penjabarannya: Kasus kematian akibat kardiovaskular mencapai 651. 481 penduduk per tahun Kasus kematian akibat stroke mencapai 331. 349 penduduk per tahun Kasus kematian akibat jantung koroner mencapai 245. 343 penduduk per tahun Kasus kematian akibat penyakit jantung hipertensi mencapai 50. 620 penduduk per tahun Pada kasus kematian akibat penyakit jantung bawaan yang telah terjadi, ditemukan fakta bahwa kondisi ini sering terjadi pada bayi berusia kurang dari 28 hari. Selama tahun 1999-2006, tercatat ada 41. 494 kasus kematian akibat kelainan tersebut di Amerika. Dari total kematian yang terjadi, kasus kematian akibat penyakit jantung bawaan pada masa bayi dengan rentang usia di bawah 1 tahun mencapai 48%. Berarti, ada sekitar 27. 960 bayi yang meninggal. Ini Dia Macam-Macam Penyakit Jantung Bawaan Agar tidak sampai terlambat menyadari adanya penyakit jantung bawaan, ada baiknya untuk mengenal macam-macam penyakit jantung bawaan itu sendiri. Tidak berlama-lama, berikut beberapa di antaranya: 1. Tetralogi Fallot Bayi yang mengalami tetralogi fallot perlu mendapatkan penanganan operasi jantung terbuka sesegera mungkin setelah lahir. Tujuannya untuk mencegah munculnya gangguan serius pada organ jantung. Sebagai informasi, tetralogi fallot adalah gabungan dari empat jenis kelainan jantung bawaan sekaligus, yaitu: Dinding di area kanan atau bawah ventrikel mengalami penebalan Ventrikel membesar (cacat septum) Aorta berada di tempat yang tidak seharusnya, misalnya bergeser ke lubang atas ventrikel Katup paru mengalami kekakuan yang menyebabkan darah sulit mengalir dari jantung ke paru-paru 2. Cacat Katup Katup jantung merupakan salah satu bagian jantung yang memegang peranan penting dalam mengontrol aliran darah ventrikel dan arteri jantung. Berikut beberapa penyakit jantung bawaan yang mempengaruhi kinerja katup jantung. Stenosis katup pulmonal: Kelainan ini paling umum muncul pada bayi baru lahir. Pada kondisi lebih parah, bayi akan mengalami tekanan pada ventrikel kanan. Anomali Ebstein: Bayi yang menderita anomali ebstein sering mengalami cacat septum atrium akibat katup jantung bernama trikuspid tidak bisa menutup rapat. Atresia: Faktor penyebab atresia adalah ketika katup tidak terbentuk seperti seharusnya atau tidak ada lubang sebagai jalan keluar darah. Regurgitasi: Katup jantung tidak bisa menutup rapat yang akhirnya menyebabkan darah bocor ke belakang. Stenosis: Masih berkaitan dengan katup jantung, stenosis terjadi ketika katup menyempit, kaku, atau tidak mau terbuka. 3. Cacat Ventrikel Tunggal Pada beberapa kasus cacat ventrikel tunggal, biasanya bayi terlahir dengan satu katup hilang atau bilik bawah jantung berukuran kecil. Beberapa jenis cacat ventrikel tunggal yaitu sebagai berikut: Atresia Trikuspid: Tanda bayi yang mengalami atresia trikuspid adalah bayi tidak memiliki katup trikuspid yang seharusnya ada di antara bilik atas, bawah, dan sisi kanan jantung. Atresia paru atau septum ventrikel utuh: Merupakan kondisi di mana dalam jantung bayi tidak terdapat katup untuk mengontrol aliran darah dari jantung menuju paru-paru. Sindrom jantung kiri hipoplastik: Bayi yang mengalami sindrom jantung kiri hipoplastik ciri-ciri umumnya adalah bilik kiri bawah dan aorta belum berkembang sempurna 4. Trunkus Arteriosus Pada kondisi normal, manusia lahir dengan dua arteri untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Hanya saja pada penderita trunkus arteriosus, bayi hanya terlahir dengan satu buah arteri utama saja. Untuk membuat jantung bekerja secara normal, bayi perlu mendapatkan tindakan medis berupa operasi setelah kelahirannya. Kemudian, operasi perlu dilakukan lagi di kemudian hari. 5. Transposisi Arteri Besar Sesuai penamaannya, transposisi arteri besar terjadi ketika posisi bilik kanan dan kiri jantung bayi terbalik. Posisi tersebut tetap membuat darah mengalir dengan normal. Namun, seiring berjalannya waktu, ada kemungkinan ventrikel kanan tidak lagi berfungsi dengan baik. Selain itu, bisa juga terjadi d-transposisi besar. Maksudnya adalah adanya dua arteri utama jantung bayi yang terbalik. Hal tersebut menyebabkan darah tidak dapat bergerak melalui paru-paru untuk mengambil pasokan oksigen. 6. Patent Ductus Arteriosus (PDA) Saat berada di dalam kandungan, bayi memang memiliki lubang pada aortanya yang memungkinkan darah bayi melalui paru-parunya dan mendapatkan oksigen dari sang ibu. Normalnya, lubang itu akan menutup setelah bayi lahir. Akan tetapi, lubang pada bayi dengan kondisi PDA tidak segera menutup. Sebab, setelah terlahir bayi bisa mendapatkan oksigen dari paru-parunya sendiri. 7. Cacat Kanal Atrioventrikular Lengkap Di antara cacat septum lainnya, cacat kanal atrioventrikular... - Published: 2024-03-12 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/blefaritis-penyebab-kelopak-mata-bengkak-dan-merah/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Blefaritis merupakan suatu kondisi peradangan pada kelopak mata sehingga tampak merah dan membengkak. Walaupun tidak tergolong sebagai penyakit berbahaya, namun seseorang yang menderita blefaritis kronis dapat terganggu kualitas hidupnya. Kondisi ini pun dapat menyerang semua usia mulai dari anak-anak hingga usia lanjut sekalipun. Walau demikian, pengobatannya sendiri dapat dilakukan dari rumah dengan menggunakan perawatan sederhana. Pengertian Blefaritis adalah kondisi inflamasi atau peradangan pada kelopak mata yang menjadikannya bengkak dan memerah. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit yang tidak menular dan dapat sembuh dengan sendirinya. Walau demikian, blefaritis dapat kambuh bagi beberapa orang. Oleh karena itu, penanganan dari ahlinya tetap diperlukan untuk mengurangi frekuensi kambuh-kambuhan yang terjadi. Berdasarkan jenisnya, kondisi ini terbagi menjadi tiga kategori yaitu: Blefaritis Anterior. Yaitu peradangan yang terdapat pada kelopak mata bagian depan serta di area pangkal bulu mata. Blefaritis Posterior. Kondisi peradangan pada area kelenjar dalam kelopak mata yang berlokasi di bagian yang bersentuhan langsung dengan bola mata. Blefaritis Campuran. Yaitu kondisi peradangan yang merupakan gabungan antara kedua jenis peradangan di atas. Penyakit Blefaritis Gejala Utama Pembengkakan pada area kelopak mata Dokter Spesialis Dokter spesialis mata Penyebab Utama Infeksi bakteri, masalah pada kelenjar meibomian Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang Faktor Risiko Penderita disfungsi kelenjar meibomian Pengobatan Kompres dengan air hangat, gunakan obat tetes mata Pencegahan Bersihkan area sekitar mata dan wajah secara teratur Faktor Risiko Sebenarnya, tidak ada faktor risiko khusus yang menjadikan seseorang lebih mudah terkena blefaritis atau tidak. Namun, ada beberapa kategori seseorang yang lebih rentan terhadap penyakit ini seperti halnya: Penderita disfungsi kelenjar meibomian Orang yang memiliki ketombe Penyebab Untuk mengetahui penyebab dari blefaritis, kita juga dapat menggolongkannya berdasarkan masing-masing jenisnya. Berikut ini contohnya: Blefaritis Anterior. Yaitu peradangan yang terdapat pada kelopak mata bagian depan serta di area pangkal bulu mata. Blefaritis Posterior. Kondisi peradangan pada area kelenjar dalam kelopak mata yang berlokasi di bagian yang bersentuhan langsung dengan bola mata. Blefaritis Campuran. Yaitu kondisi peradangan yang merupakan gabungan antara kedua jenis peradangan di atas. Gejala Beragam gejala blefaritis yang kerap terlihat pada penderitanya meliputi: Mata merah Gatal pada kelopak mata Mata panas Mata terasa terbakar Gangguan pengihatan Kerontokan bulu mata Pertumbuhan bulu mata abnormal Fotopobia (sensitif cahaya) Sering keluar air mata Mata menjadi kering Kotoran mata saat bangun tidur Diagnosis Dokter dapat mendiagnosis blefaritis secara mudah. Metode yang kerap mereka gunakan yaitu berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pengecekan peradangan untuk melihat kemungkinan adanya bakteri, virus, atau fungi yang menandakan adanya infeksi. Bila ternyata dicurigai terdapat suatu infeksi pada kelopak mata, maka akan ada prosedur khusus untuk mengecek cairan mata yang akan diteliti lebih lanjut dalam laboratorium. Setelah jelas penyebab utamanya, maka dokter akan melanjutkan perawatan berdasarkan hasil analisa tersebut. Pencegahan Anda dapat melakukan tindak pencegahan agar terhindar dari Blefaritis dengan cara membersihkan wajah secara rutin menggunakan air bersih. Bagi yang sehari-harinya menggunakan kosmetik, maka dapat melakukan pembersihan sisa-sisa bahan kosmetik yang melekat di area sekitar mata sebelum tidur. Selain itu, usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun bersamaan dengan air mengalir sebelum menyentuh wajah. Agar infeksi tidak menyebar, bila ada rasa gatal pada area mata maka jangan sekali-kali menggosok-gosoknya. Pengobatan Pengobatan blefaritis bisa Anda lakukan dari rumah khusus untuk kasus ringan. Namun pada kasus yang lebih berat, maka perlu pengobatan yang lebih kompleks seperti halnya: Pijat sekitar kelopak mata dengan lembut dan pastikan tangannya bersih Kompres sekitar kelopak mata menggunakan air bersih dan hangat Bila sudah melakukan perawatan tersebut namun masih menunjukkan gejala yang sama atau bahkan lebih parah, maka segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih kompleks. Berikut ini beberapa pengobatan yang kerap dokter lakukan: BlephEx (Electrochemical lid margin debridement). Berguna untuk menghilangkan bakteri dan ragam mikroorganisme yang ada di kelopak mata. Perawatan ini juga berguna untuk membuka kelenjar meibomian yang tersumbat. (Berikan contoh ilustrasi gambar alat) IPL (Intense pulse light therapy). Hampir sama seperti BlephEx, namun fungsi utamanya yaitu untuk membuka kelenjar kelopak mata yang mengalami penyumbatan. Lipiflow (Thermal pulsation treatment). Berfungsi untuk menghilangkan beragam jenis material yang menghalangi kelenjar meibomian. Komplikasi Umumnya, blefaritis menyebabkan terjadinya kerontokan pada bulu mata. Hal ini akibat dari kerusakan pada folikel rambut bulu mata yang membuat pertumbuhan rambut terhambat. Selain itu, ada beberapa komplikasi lain yang kerap terjadi seperti: Mata merah kronis Kerusakan mata Luka pada kelopak mata Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter spesialis mata apabila gejala blefaritis yang Anda alami tidak kunjung sembuh selama beberapa hari. Dengan berkunjung ke dokter, maka Anda pun akan mendapatkan perawatan yang tepat sehingga infeksi yang terjadi tidak menyebar dan menyebabkan beragam jenis komplikasi. Narasumber: dr. Melvina Nidya Sandra, Sp. M Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-03-12 - Modified: 2024-05-14 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cek-asam-urat/ - Kategori: Penyakit Dalam - Tag: Asam urat, pemeriksaan asam urat, pemeriksaan uric acid - Translation Priorities: Optional Tes asam urat atau uric acid adalah tes untuk mengukur seberapa tinggi atau rendah kadar uric acid di dalam darah. Tes ini juga dapat membantu menentukan seberapa baik tubuh memproduksi kadar uric acid di dalam darah. Pengujian uric acid membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Selain itu, pemeriksaan zat ini juga dapat diketahui melalui urine. Lalu, bagaimana prosedur pemeriksaan uric acid? Berapa kadar normalnya? Apa itu Pemeriksaan Asam Urat? Asam urat adalah zat sisa dari pemecahan zat yang bernama purin. Zat ini larut dalam tubuh, sementara sisa zat yang belum terlarut masuk ke ginjal dan keluar dari tubuh lewat urine. Uric acid dalam batas normal tidak berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, perlu sebuah tes atau pemeriksaan kadar uric acid di dalam tubuh. Pemeriksaan ini merupakan rangkaian tes yang biasanya dilakukan saat menjalani medical check up. Tes biasanya bersamaan dengan tes darah lainnya. Namun, Anda dapat melakukan pemeriksaan uric acid ketika tubuh mulai menunjukkan gejala kenaikkan uric acid dari batas normal. Pemeriksaan ini juga dapat Anda lakukan ketika ada gejala penyakit asam urat atau batu ginjal. Tujuan Pemeriksaan Asam Urat Sebenarnya test uric acid tidak harus dilakukan pada pemeriksaan tes darah rutin. Namun, jika Anda memiliki masalah kesehatan karena penyebabnya kadar uric acid yang tinggi, maka lebih baik mengukur tingkat kadarnya. Kadar uric acid yang tinggi dapat menyebabkan penyakit uric acid dan harus menurunkannya agar tidak berbahaya bagi tubuh. Sementara itu, tujuan yang paling umum dari pemeriksaan kadar uric acid adalah sebagai berikut: Mendiagnosa orang dengan uric acid Memantau orang yang menjalani kemoterapi Pemeriksaan fungsi ginjal setelah cedera Penerimaan penyebab batu ginjal Mendiagnosa adanya kelainan ginjal Selain itu, Anda juga mungkin memerlukan pemeriksaan uric acid jika: Mengalami nyeri sendi atau bengkak Anda sedang menjalani kemoterapi Ketika akan memulai kemoterapi Sering Menderita batu ginjal Pernah terdiagnosa menderita uric acid Manfaat Pemeriksaan Asam Urat Jika terlalu banyak uric acid di dalam tubuh, maka dapat membentuk kristal di persendian. Kondisi ini akan menimbulkan peradangan dan rasa nyeri di persendian jika dibiarkan begitu saja tanpa pemeriksaan dan pengobatan. Bahkan, uric acid yang sudah parah dapat memicu penyakit lain seperti gagal ginjal dan batu ginjal. Oleh karena itu, penting menerapkan pola makan sehat untuk menghindari naiknya uric acid di dalam tubuh. Selain itu, cobalah memeriksa atau mengecek tingkat uric acid dalam tubuh Anda apakah masih tergolong normal atau tidak. Pemeriksaan uric acid juga bermanfaat untuk: Mendeteksi tingginya kadar uric acid dalam darah Memantau pemandabfab penderita penyakit uric acid Memantau pasien yang menjadi kemoterapi dan radiasi Kisaran Kadar Asam Urat yang Normal Sebenarnya uric acid dalam tubuh seseorang akan berbeda-beda. Hal ini tergantung dari asupan makanan yang mereka konsumsi setiap hari. Jika sering mengkonsumsi makanan pemicu uric acid, maka kadarnya akan tinggi di dalam tubuh. Melansir Healthline, terdapat acuan untuk menentukan kadar uric acid normal pada tubuh seseorang. Kadar uric acid normal adalah 1,5-6,0 mg/dL untuk wanita dan untuk pria normalnya kadar uric acid dalam tubuh adalah 2,5-7,0 mg/dL. Setiap laboratorium biasanya memiliki nilai yang berbeda, tetapi masih berada dalam kisaran angka tersebut. Berikut resiko jika kadar uric acid terlalu tinggi dan rendah dalam tubuh: 1. Kadar Uric Acid Tinggi dalam Darah Jika kadar Uric Acid tinggi dalam darah, maka hal ini menjadi tanda Anda mengkonsumsi makanan tinggi purin. Kondisi ini jika Anda biarkan, maka akan menyebabkan penyakit batu ginjal dan masalah gangguan preeklampsia. 2. Kadar Uric Acid Tinggi dalam Urine Sementara jika pemeriksaan melalui urine hasilnya tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan kondisi kesehatan seperti diabetes, obesitas, atau kanker seperti leukemia dan multiple myeloma. Hal ini akibat konsumsi makanan tinggi purin. 3. Kadar Uric Acid Rendah dalam Darah Meski kadarnya tergolong rendah dan tidak membahayakan, ini bukan berarti tidak menimbulkan masalah kesehatan. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan penyakit hati atau ginjal, serta efek samping dari pengobatan allopurinol. 4. Kadar Uric Acid Rendah dalam Urine Ketika hasil pemeriksaan angkanya rendah di bawah normal, hal ini dapat menjadi pertanda bahwa seseorang menderita penyakit ginjal. Selain itu, kadar uric acid rendah dapat terjadi karena minum alkohol berlebihan dan keracunan timbal. Prosedur Pemeriksaan Asam Urat Berdasarkan sampel pemeriksaan kadar uric acid di dalam tubuh, ada dua metode yang dapat petugas kesehatan lakukan untuk mengukur tingkat kadar asam urat, yaitu sampel darah dan sampel urine. Berikut penjelasan selengkapnya. 1. Pemeriksaan dengan Sampel Darah Sebelum pemeriksaan, dokter akan meminta Anda untuk berpuasa dahulu. Selanjutnya pengambilan sampel darah dengan mengambil darah dari pembuluh darah vena di lengan. Kemudian sampel darah diperiksa di bagian laboratorium. Tes kadar uric acid ini dengan sampel darah ini juga dapat dengan cara memasukkan jarum kecil di ujung jari, kemudian tetes darah yang keluar diperiksa ke ujung alat. Hasil tes akan muncul di layar monitor dalam hitungan menit. Meski tergolong praktis dan cepat, tetapi tes dengan alat portabel ini bersifat skrining. Artinya, cara ini hanya memberikan gambaran kadar uric acid dalam tubuh. Jika... - Published: 2024-03-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/anemia-hemolitik-2/ - Kategori: Patologi Klinik, Penyakit - Translation Priorities: Optional Dalam tubuh, sel darah merah berperan dalam menyalurkan oksigen dari paru-paru menuju jantung dan setiap sel-sel tubuh. Organ yang berperan dalam produksi sel darah merah yaitu sumsum tulang. Nah, apabila kondisi tersebut terganggu, maka akan mengakibatkan anemia yang salah satunya berupa anemia sferositosis. Di dalam tubuh kita, sel darah merah memiliki life span atau masa hidup sekitar 120 hari. Saat sel darah merah tersebut mati sebelum waktunya, maka dapat mengakibatkan kekurangan sel darah merah dan terjadi kondisi yang dinamakan anemia. Pengertian Sferositosis atau Hereditary spherocytosis (HS) adalah kondisi gangguan lapisan permukaan sel darah merah yang diturunkan. Dalam istilah medis, kondisi ini juga sering disebut sebagai kelainan membran sel darah merah. Salah satu ciri utama dari sferositosis adalah terdapat perubahan bentuk pada sel darah merah yang lebih mengarah ke bentuk bulat dan padat (sferis). Kondisi ini menjadikan fleksibilitasnya jadi jauh lebih rendah dibandingkan sel darah merah yang normal. Pada kondisi ini, selubung luar sel darah merah mengalami kerusakan. Selain itu, umurnya jauh lebih pendek dari sel darah merah yang normal. Bentuknya yang bulat membuatnya jadi lebih kaku. Karena bentuknya yang tidak normal tersebut (bulat dan kaku), maka sel darah merah akan mengalami kesulitan dalam melewati limpa. Padahal, limpa merupakan organ penyaring sel darah yang mengalami kerusakan. Karena bentuknya yang aneh tersebut, maka limpa akan menganggap sel darah tersebut rusak dengan cara memecah sel-sel tersebut. Kondisi ini disebut juga sebagai hemolisis. Oleh karena itu, masa hidup sel darah merah pada penderita sferositosis hanya 10 – 30 hari saja, beda jauh dengan yang normal yaitu hingga 120 hari. Penyakit Sferositosis Gejala Utama Pusing, sesak nafas, rasa lelah, nyeri kepala Dokter Tergantung usia penderita, bisa Dokter Spesialis Anak (Konsultan Hematologi Onkologi) atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Konsultan Hematologi Onkologi Medik) Penyebab Utama Kelainan genetik Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tahap lanjut Faktor Risiko Riwayat keturunan keluarga Pengobatan Pemberian suplemen, operasi, terapi sinar Pencegahan Belum ada pencegahan yang efektif Komplikasi Batu empedu, pembesaran limpa, gangguan motorik Faktor Risiko Salah satu alasan utama yang berkorelasi positif terhadap anemia sferositosis yaitu karena faktor genetik atau keturunan. Jadi, bagi yang mempunyai orang tua atau kakek nenek mengidap penyakit ini, maka potensi terkena penyakit ini pun jauh lebih besar. Sferositosis dijumpai di seluruh dunia dan insidens pada mereka yang mempunyai leluhur berasal dari Eropa Utara sebesar 1 kasus per 2000-3000 jiwa. Penyebab Inilah beragam penyebab yang menjadikan seseorang berpotensi lebih tinggi terkena sferositosis yang perlu diwaspadai: Mutasi genetik (sejak janin) Kekurangan protein penyusun membran sel darah merah Gejala Menurut informasi dari raredisease. org, bahwa kondisi ini akan memunculkan beberapa gejala seperti berikut ini: Pembesaran limpa Panas dingin Batu empedu Penyakit kuning Hemolisis Kekurangan Hb Nyeri otot Otot melemah Sesak nafas Nyeri kepala Pusing Peningkatan detak jantung Diagnosis Dalam mendiagnosis sfrerositosis, dokter akan menanyakan tentang keluhan dari masing-masing pasien. Umumnya, diagnosa atas penyakit ini dimulai sejak masih anak-anak atau pada awal dewasa. Karena 3 dari 4 kasus sferositosis berasal dari keturunan dan merupakan autosomal dominan, maka dokter juga akan menanyai apakah ada anggota keluarga lain seperti orang tua atau saudara yang mempunyai kondisi sama. Dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti: Cek pembesaran limpa Analisis sampel darah Test hitung darah Cek bentuk darah merah Cek kadar bilirubin Pencegahan Mengingat kondisi ini berkaitan erat dengan genetik, maka hingga saat ini belum ada pengobatan pasti yang sepenuhnya efektif untuk mengatasi hal ini. Jadi, belum diketahui secara pasti bagaimana metode pencegahan yang efektif dan efisien. Pengobatan Ada berbagai faktor yang dokter gunakan untuk merawat dan menangani penyakit ini pada pasiennya. Berikut ini contohnya: Pemberian vitamin (vit B dan asam folat) Pengangkatan limpa Pembedahan Transfusi darah Operasi pembedahan Terapi sinar Tanpa adanya perawatan yang tepat, maka anak-anak bisa mengalami berbagai komplikasi yang membahayakan, termasuk penurunan usia harapan hidupnya. Dalam sebuah jurnal studi 2018, bahwa angka harapan hidup pada anak-anak penderita penyakit ini berkisar pada angka: Pembengkakan limpa sebesar 73,8% Aplastic crisis (berhentinya produksi sel darah merah) 13,8% Pembentukan batu empedu (cholelithiasis) 30,8%. Komplikasi Setiap penderita sferositosis punya komplikasi yang berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan gejala yang muncul. Berikut ini beberapa komplikasi yang sering terjadi pada sebagian besar orang: Sakit perut Pembesaran hati Penggumpalan darah Gatal-gatal pada kulit Pelemahan otot Gangguan motorik Ada juga beberapa komplikasi yang jarang muncul namun tetap berpotensi menyerang bagi mereka para penderita sferositosis. Di antaranya yaitu: Gangguan jantung (restrictive cardiomiopati) Asam urat Perlambatan pertumbuhan Bisul Pembengkakan perut Kapan Harus ke Dokter? Umumnya, gejala sferositosis dapat terlihat sejak masih masa anak-anak. Agar terhindar dari terhambatnya pertumbuhan pada anak, maka diperlukan perawatan spesifik dari dokter spesialis anak konsultan hematologi onkologi (hematologi anak) dan pada apabila gejala muncul pada saat dewasa maka diperlukan perawatan spesifik oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik (hematolog). Pada tahap awal, umumnya dokter akan memberikan suplemen seperti asam folat untuk membantu produksi sel darah merah. Namun bila sampai membahayakan maka akan lanjut ke tahap... - Published: 2024-03-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mulut-kering/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Tag: Mulut Kering, Xerosomia - Translation Priorities: Optional Mulut kering seringkali berakibat pada bibir pecah-pecah dan bau mulut. Namun, perlu dipahami bahwa kondisi ini bisa diakibatkan oleh berbagai penyakit lain yang mendasarinya. Jadi, buat yang bertanya-tanya kenapa mulut terasa kering padahal sudah minum banyak, maka hal pertama yang harus diketahui ialah kondisi lain yang mungkin mendasarinya. Kondisi ini terjadi akibat air ludah yang berkurang sehingga mulut terasa kering. Bagi sebagian orang, kondisi ini hanya bersifat sementara. Namun, dalam kondisi tertentu bisa berakibat permanen. Untuk tahu lebih lengkap tentang seperti apa gejala dan penyebab mulut kering, silakan simak rinciannya di bawah ini. Pengertian Mulut kering atau dalam medis sering disebut sebagai xerosomia yaitu sebuah masalah kesehatan di mana mulut terasa kering akibat produksi air liur yang berkurang. Air liur sendiri berperan dalam menjaga kebersihan rongga mulut, mencegah kerusakan gigi, hingga membantu dalam proses mengunyah maupun menelan makanan. Berkurangnya jumlah air liur bisa diakibatkan oleh banyak hal. Mulai dari konsumsi obat-obatan, penyakit, kerusakan sel saraf, konsumsi ataupun pengaruh perawatan khusus seperti kemoterapi. Umumnya gejala ini terjadi saat malam hari yang mana tingkat produksi air liurnya rendah. Namun, kondisi siang hari saat cuaca begitu terik dan tubuh yang dehidrasi juga dapat mengakibatkan mulut kering. Kondisi Mulut kering (xerosomia) Gejala Utama Bau mulut, tenggorokan terasa kering Dokter Spesialis Dokter spesialis gigi dan mulut Penyebab Dehidrasi, efek samping obat-obatan, penyakit tertentu Diagnosis Pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, wawancara medis Faktor Risiko Usia 50 tahun ke atas Pengobatan Obat perangsang produksi air ludah Pencegahan Jaga asupan cairan, hindari obat-obatan tertentu Komplikasi Bibir pecah-pecah, sariawan, gigi berlubang Penyebab Berikut ini beberapa penyebab utama kenapa seseorang terkena kondisi ini: Konsumsi obat-obatan. Contohnya yaitu obat analgesik, antihistamin, obat penurun tekanan darah, antidepresan, dekongestan, hingga berbagai obat-obatant erlarang. Dehidrasi. Yaitu salah satu kondisi yang paling sering terjadi pada penderita mulut kering. Terutama pada kondisi cuaca yang panas. Infeksi kelenjar ludah. Sialadenitis atau kelenjar ludah berperan penting untuk memproduksi ludah. Bila sampai terinfeksi, maka akan mengakibatkan produksi air liur menurun. Gangguan ginjal. Penderita penyakit ginjal sering kali mengalami mulut kering dan bau mulut akibat peningkatan kadar urea di dalam air liur dan darah. Konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol akan memberikan kekeringan pada mulut akibat penurunan cairan dalam tubuh yang berakibat dehidrasi. Aging (penuaan). Salah satu penyebab mulut kering yang sering terjadi ialah karena penuaan dari orang tersebut. Semakin tua usianya, maka semakin berkurang air liurnya. Sjogren syndrome. Yaitu berupa masalah gangguan autoimun yang berdampak pada produksi air ludah. Diabetes. Pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2, sering kali air liurnya menurun akibat kadar gula darah yang tinggi sehingga mulut akan kering. Gaya hidup: kebiasaan sehari-hari seperti merokok dapat membuat produksi saliva menurun sehingga mulut akan terasa kering. Kerusakan saraf: cedera atau kondisi lainnya dapat mengakibatkan kerusakan saraf yang berakibat pada fungsi kelenjar air liur. Perawatan medis: kondisi tertentu yang membutuhkan perawatan medis seperti kemoterapi akan mengakibatkan produksi air liur menurun. Gejala Mengutip dari situs MedicalNewsToday, bahwa gejala dry mouth meliputi beberapa hal berikut ini: Bau mulut Kesulitan berbicara Kesulitan menelan Sulit mengunyah Mulut seperti terbakar Radang gusi Peningkatan karies gigi Infeksi jamur candida Gangguan indra pengecapan Tenggorokan sakit Lidah kering, kasar, kemerahan Dalam hidung kering Diagnosis Dokter butuh serangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk mendiagnosis seseorang apakah terkena kondisi ini atau tidak. Berikut beberapa pemeriksaan yang kerap dokter lakukan: Wawancara medis Pemeriksaan fisik Cek darah tepi Pemeriksaan sialografi Pemeriksaan lanjutan Pemindaian MRI/CT Scan Pencegahan Gejala pada mulut yang terasa kering bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya sederhana seperti berikut ini: Hindari konsumsi kafein Hindari merokok Batasi asupan alkohol Jangan nafas melalui mulut Batasi makanan tinggi gula & garam Periksa ke dokter gigi min 2x per tahun Gunakan pelembab bibir Pakai pelembab udara (humidifier) di malam hari Gunakan pasta gigi tanpa alkohol Gunakan obat kumur berfluoride Pengobatan Umumnya, dokter akan menyarankan untuk memberikan air minum agar tidak dehidrasi. Dokter juga akan memberikan obat untuk merangsang produksi air liur seperti pilocarpine. Komplikasi Komplikasi yang kerap terjadi pada xerosomia yaitu berupa: Sariawan Infeksi jamur (mulut) Bibir pecah-pecah Karang gigi Gigi berlubang Penyakit gizi Kekurangan gizi (karena sulit menelan) Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter gigi dan mulut untuk meredakan keluhan mulut kering, khususnya bila gejalanya tidak kunjung reda setelah beberapa hari. Dengan melakukan pemeriksaan ke dokter, maka tidak akan terjadi komplikasi serius yang mungkin membahayakan kesehatan. Narasumber: dr. Nitya Prasanta, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-03-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/empiema/ - Kategori: Paru, Penyakit - Tag: Empiema, Empyema - Translation Priorities: Optional Ada beragam jenis penyakit yang menyerang paru-paru, salah satunya yaitu empiema paru atau dalam istilah medis sering menyebutnya dengan nama pyothorax atau purulent pleuritis. Kondisi ini dapat terjadi saat seseorang telah mengalami pneumonia atau sehabis melakukan tindak pembedahan di area dada. Nah, untuk mengetahui apa saja gejala empiema dan beragam kondisi yang mendasarinya, maka silakan simak rincian lengkapnya di bawah ini. Pengertian Empiema merupakan kondisi penumpukan cairan pus (nanah) yang terletak di rongga pleura. Lokasi rongga pleura sendiri berada di antara dinding dada bagian dalam dengan paru-paru. Nanah tersebut umumnya berisikan sekumpulan sel mati, bakteri, hingga sel-sel imun tubuh. Cairan yang terjebak dalam nanah tidak dapat keluar melalui batuk ataupun dahak sehingga harus menggunakan prosedur operasi ataupun penyedotan dengan jarum. Umumnya, kondisi ini terjadi setelah mereka mengalami pneumonia. Namun, infeksi lain pada saluran pernafasan juga bisa menjadi penyebab atas penumpukan cairan tersebut. Akibat dari cairan nanah yang berada di rongga pleura, maka akan mengakibatkan antara rongga dada dan lapisan paru-parunya melekat sehingga membentuk suatu kantung. Jadi, paru-paru pun tidak dapat mengembang sempurna yang mana akan mengakibatkan gangguan pada pernafasan. Gejala yang timbul mirip dengan pleuritis yakni saat menarik nafas dalam-dalam, maka dada akan terasa sakit. Juga sering kali disertai dengan beberapa gejala lain seperti nyeri kepala, produksi keringat yang berlebihan, hingga kebingungan. Penyakit Empiema Gejala Utama Batuk kering, sesak nafas, nyeri dada Dokter Spesialis Dokter spesialis paru Penyebab Utama Penumpukan cairan pada pleura paru Diagnosis Penyakit Pemeriksaan fisik, wawancara medis, & cek tahap lanjut Faktor Risiko Pengidap pneumonia Pengobatan Operasi maupun penyedotan cairan paru Pencegahan Deteksi dini penyakit infeksi paru-paru Komplikasi Tekanan darah rendah, detak jantung yang kencang, demam tinggi Faktor Risiko Pneumonia merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan seseorang terkena empiema. Kondisi ini pun dapat terjadi pada semua usia namun, yang paling sering terjadi ialah pada anak-anak dan orang dengan usia lanjut. Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang menjadikan seseorang terkena penyakit ini seperti: Pelemahan sistem imun Pengguna alkohol Bronkiektasis Diabetes Riwayat operasi di dada Trauma atau cedera pada dada Abses paru-paru Rheumatoid arthritis Chronic obstructive pulmonary disease Penyebab Penyebab empiema yang utama yaitu karena habis mengidap pneumonia. Nah, pneumonia sendiri cukup banyak sekali bakteri yang menjadi penyebabnya. Namun, yang paling sering yaitu ada dua berupa Streptococcus pneumoniae & Staphylococcus aureus. Selain itu, kondisi ini juga sering kali terjadi pada mereka yang baru saja mengalami pembedahan atau operasi dada. Kondisi ini dapat mengakibatkan masuknya bakteri menuju rongga pleura. Gejala Empiema Dalam mendalami gejala apa saja yang muncul pada penyakit empiema, maka kita perlu melihatnya dari dua kategori. Untuk kategori pertama yaitu empiema sederhana yang meliputi: Sesak nafas Demam Nyeri kepala Batuk kering Demam Nyeri dada ketika bernafas Nafsu makan menurun Kebingungan Sementara untuk kategori kompleks, ini terjadi ketika infeksinya terus memburuk dari waktu ke waktu. Gejala yang sering kali muncul yaitu meliputi: Kesulitan bernafas Nyeri dada Suasa nafas menurun Berat badan menurun Diagnosis Dalam mendiagnosis empiema, maka dokter akan melakukan X-ray dada untuk mengetahui jumlah cairan yang terdapat pada rongga pleural. Bila ternyata jumlahnya tidak banyak, maka dokter akan menggunakan metode ultrasound. Metode ini jauh lebih sensitif sehingga dapat menunjukkan jumlah cairan dalam rongga pleural secara lebih efektif. CT scan juga banyak dipilih untuk melihat secara lebih jelas kondisi cairan pada rongga pleural sama halnya dengan ultrasound. Pencegahan Mengingat penyakit ini sering kali terjadi akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia), maka yang perlu kita lakukan untuk mencegahnya yaitu deteksi dini penyakit tersebut. Apabila Anda memang sudah mengidap pneumonia, maka harus segera melakukan penanganan sedini mungkin agar tidak berisiko terkena empiema paru. Pengobatan Mengacu pada beberapa penelitian, bahwa pengobatan empiema yaitu dengan mengeluarkan nanah dari rongga pleura tersebut. Sumber masalah dari infeksi tersebut pun harus dihilangkan sehingga cairan tidak terkumpul lagi pada rongga pleura tersebut. Untuk mengeluarkannya, maka terdapat beberapa metode yang populer seperti halnya; Evakuasi cairan dengan jarum Pembedahan dan penggunaan tabung drainase Komplikasi Walaupun jarang terjadi, namun empiema dapat mengakibatkan beberapa komplikasi berbahaya seperti halnya: Fibrosis. Kerusakan pada jaringan paru-paru yang mengakibatkan masalah pada pernafasan. Empyema necessitatis. Kondisi darurat medis akibat dari infeksi empiema yang memperluas ke dinding dada. Kapan Harus ke Dokter? Walaupun kondisi ini tidak berisiko menyebabkan kerusakan pada paru-paru dalam jangka panjang, namun penting untuk mengunjungi dokter spesialis paru apabila Anda mengalami gejala tersebut. Terlebih, bila seseorang memiliki masalah terhadap sistem imun, maka angka tingkat kematian penderita empiema dapat mencapai 40%. Oleh karena itu, perawatan sedini mungkin harus Anda lakukan apabila muncul beberapa gejala seperti yang kami sebutkan di atas. Narasumber: dr. Muhammad Sofiansyah, Sp. P Spesialis Paru Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2024-03-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/kulit-kesemutan/ - Kategori: Penyakit, Umum - Tag: Gejala Parestesia, Penyebab Parestesia, Tanda Parestesia - Translation Priorities: Optional Saat Anda merasakan kesemutan, sensasi ditusuk-tusuk, hingga mati rasa pada kulit, maka hal ini bisa disebut sebagai parestesia. Beberapa bagian tubuh yang paling sering mengalami hal ini yaitu pada tangan dan kaki. Umumnya, gejala kesemutan semacam ini terjadi akibat aliran yang darah tidak lancar seperti tangan yang tertindih ataupun pada kaki karena kelamaan duduk tongkrong. Namun dalam kasus parestesia berbeda. Kondisi ini lebih mengacu pada masalah saraf, bahkan dalam beberapa kasus tidak ada penyebabnya sama sekali. Pengertian Parestesia adalah suatu kondisi di mana terjadi sensasi kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, hingga sensasi tertusuk jarum pada kulit. Walau dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, namun yang paling sering terjadi yaitu pada tangan dan kaki. Sensasi yang terasa sangat mirip dengan kesemutan yang terjadi akibat duduk terlalu lama. Namun, kondisi ini pun dapat sembuh dengan sendirinya selama bukan tergolong sebagai parestesia kronis. Bagi pasien parestesia kronis, mereka akan merasakan gejala tersebut berulang-ulang atau kambuh-kambuhan. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa jadi karena kerusakan saraf ataupun karena kondisi serius lain yang mendasarinya. Kondisi Parestesia (paresthesia) Gejala Utama Kulit kesemutan, sensasi tertusuk jarum Dokter Dokter spesialis saraf, dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Kerusakan atau tekanan pada saraf Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan tes tahap lanjutan Faktor Risiko Penderita gangguan autominum, defisiensi vitamin B-12 dan asam folat Pengobatan Terapi dan pengobatan sesuai penyebab utamanya Pencegahan Hindari memiliki penyakit yang berpotensi menyebabkan parestesia Faktor Risiko Sejatinya, setiap orang berpeluang untuk mengalami paresthesia. Selain itu, risiko akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Nah, beberapa hal lain yang menjadikan seseorang lebih rentan terkena penyakit ini meliputi: Penderita diabetes tipe 1 atau 2 Kekurangan vitamin, terutama B-12 dan folat Memiliki gangguan autoimun Punya masalah neurologis seperti pada MS Melakukan gerakan yang berulang-ulang Penyebab Tidak mudah menyimpulkan penyebab paresthesia mengingat tidak semua penyakit ini memiliki penyebab yang jelas. Namun secara umum penyebabnya meliputi: A. Radikulopati Kondisi di mana akar saraf mengalami tekanan ataupun peradangan. Umumnya, kondisi ini terjadi pada mereka yang punya kondisi: Herniated disk atau hernia nukleus pulposus Tekanan saraf tulang belakang akibat tumor Tekanan pada area saraf skiatik B. Neuropati Merupakan kondisi yang muncul akibat adanya kerusakan saraf kronis. Ini dia beberapa penyebabnya: Kadar gula darah yang tinggi Trauma Gangguan ginjal Stroke Gangguan hati Gangguan autoimun Tumor pada otak Hipotrioid Gangguan neurologis Terlalu banyak vitamin D Kekurangan vit B1, B6, B12, E, niacin Infeksi bakteri atau virus Kemoterapi Menghirup bahan kimia tertentu Gejala Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari laman National Institute of Neurological Disorder and Stroke, bahwa parestesia umumnya akan mengakibatkan beberapa gejala seperti berikut ini: Kesemutan Terasa dingin Mati rasa Perasaan geli Sensasi terbakar Sensasi tertusuk jarum Lemah Diagnosis Untuk mendiagnosis paresthesia, dokter akan melakukan wawancara medis sebagai langkah utamanya. Dengan proses ini, maka dokter akan tahu tentang riwayat medisnya ataupun aktivitas sehari-harinya sehingga akan tahu salah satu penyebab utamanya. Setelah itu akan lanjut ke tahapan pemeriksaan fisik. Contohnya berupa pemeriksaan saraf, tes darah, tes cairan tulang belakang, dan serangkaian tes lain yang diperlukan. Bila sudah, maka akan lanjut ke tahapan pemeriksaan radiologi. Contohnya yaitu pemeriksaan sinar X, MRI, CT scan, atau lainnya untuk membantu memeriksa kondisi tulang belakang ataupun leher. Pencegahan Pencegahan parestesia cukup sulit, bahkan untuk beberapa jenis penyakit ini tidak ada pencegahannya sama sekali. Namun, kita tetap dapat melakukan serangkaian hal yang membantu mengurangi risiko terjadinya parestesia seperti: Segera obati penyakit berbahaya seperti ginjal, kencing manis, atau stroke Hindari gerakan yang Anda lakukan secara berulang-ulang Pastikan untuk tidak duduk dalam waktu yang lama Perhatikan posisi ketika tidur agar tidak sampai ada yang tertindih Pengobatan Pada parestesia biasa, tidak ada pengobatan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya walau tanpa perawatan. Namun, pada kasus kronis akan membutuhkan pengobatan sesuai dengan penyebab lain yang mendasarinya. Apalagi bila masalah utamanya berupa aging atau penunaan. Tentunya, sudah tidak dapat disembuhkan lagi mengingat sel-sel yang berperan sebagai sensor indra penciuman sudah tidak dapat berfungsi secara optimal. Komplikasi Komplikasi hingga keparahan dari penyakit ini sangat bergantung pada penyakit lain yang mendasarinya. Jadi, perlu penyembuhan dari akar-akarnya untuk membantu mengatasi masalah kulit mati rasa semacam ini. Namun, yang paling berdampak pada penderitanya yaitu berupa masalah pada kualitas hidupnya akibat dari gejala yang muncul sehari-harinya. Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter spesialis saraf apabila mengalami gejala parestia yang tidak kunjung sembuh. Kunjungi pula dokter spesialis penyakit dalam bila kondisi ini diakibatkan oleh penyakit lain yang mendasarinya. Tanpa perawatan yang tepat, tentunya penyakit ini dapat mengakibatkan serangkaian masalah tersendiri pada penderitanya. Apalagi dapat mengancam kehidupan sehari-harinya.   Narasumber: dr. Asty Selevani Dokter Umum Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-03-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/tht/memulihkan-anosmia-penyebab-hidung-tidak-bisa-menghidu-bau/ - Kategori: Penyakit, THT - Translation Priorities: Optional Saat kita sedang flu ataupun menderita gangguan pernafasan seperti pada kasus COVID-19, maka berisiko kehilangan penghidu. Kondisi ini dalam istilah medis disebut dengan istilah anosmia. Para peneliti mengungkapkan bahwa setidaknya 3-20% populasi di dunia menderita anosmia. Umumnya, anosmia akan sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk kondisi tertentu membutuhkan perawatan yang intens karena berisiko menimbulkan gejala permanen. Pengertian Anosmia adalah ketidakmampuan seseorang untuk menghidu bau. Kondisi ini memiliki banyak penyebab mulai dari penyakit saluran pernafasan, penurunan fungsi indra penciuman dari waktu ke waktu, hingga penyakit bawaan dari lahir. Saat di lingkungan terdapat molekul bau yang menyebar, maka akan diterima oleh reseptor indra penciuman dalam hitung. Setelah itu baru di kirimkan ke suatu saraf yang bernama saraf olfaktori sehingga kita bisa membedakan antara bau satu dengan bau lainnya. Penderita anosmia dapat mengalami gejala kehilangan penciuman baik bersifat sementara atau permanen. Pengobatan yang tepat dapat berisiko mengurangi gejala kehilangan penghidu secara permanen. Kondisi Anosmia Gejala Utama Tidak dapat menghidu bau Dokter Dokter spesialis THT (telinga hidung tenggorokan) Penyebab Utama Bawaan lahir, penyakit saluran pernafasan, usia lanjut Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek tahap lanjut Faktor Risiko Memiliki penyakit kronis, usia lanjut, riwayat cedera kepala Pengobatan Terapi sesuai penyebab utamanya Pencegahan Hindari faktor risiko Komplikasi Penurunan kualitas hidup Penyebab Menurut beberapa data penelitian, bahwa anosmia umumnya terjadi akibat dari beberapa hal di bawah ini: A. Penuaan Semakin tua, kemampuan menghidu bau semakin menurun dari waktu ke waktu. Jadi, bagi yang berusia lanjut, maka wajar bila mereka mengalami penurunan menghidu terhadap berbagai jenis baru. Alasannya beragam mulai dari matinya sel-sel sensor yang terdapat di hidung, masalah pada sistem saraf pusat, hingga penurunan reseptor dan serat saraf dalam otak. B. Penyakit Saluran Nafas Kronik Saat seseorang memiliki penyakit saluran pernafasan, maka mereka lebih berisiko terkena anosmia. Contohnya ada polip hidung, tumor hidung, rinitis alergi, hingga deviasi septum. Ada pula penyakit yang tergolong neurosensorial yang menyebabkan disfungsi pada saraf yang menghubungkan otak dan hidung. Ini umumnya terjadi karena pernah menghirup racun ataupun karena infeksi virus pada saluran pernafasan atas. C. Penyakit Neurodegeneratif Kondisi penyakit neurodegeneratif juga memengaruhi masalah pada kemampuan penciuman. Contohnya yaitu penyakit parkinson, alzheimer, amyotrophic lateral sclerosis, dan huntington. D. Inherited Anosmia Inherited anosmia merupakan gejala kehilangan penciuman sejak lahir. Kondisi ini juga dalam istilah medis disebut sebagai ICA (isolated congenital anosmia). Para peneliti hingga kini masih mendalami lebih jauh tentang penyakit ini. Setidaknya mereka menemukan ada dua gen yang berperan dalam timbulnya anosmia pada seseorang. E. Idiopathic Anosmia Terkadang, anosmia tidak hanya akibat dari beberapa kondisi di atas. Namun juga karena belum tahu pasti apa penyebab yang mendasarinya. Hal tersebut menjadikannya dikategorikan sebagai idiopathic anosmia yang merupakan salah satu kondisi langka karena tidak ada penyebab sama sekali yang mendasarinya. Gejala Tentunya, gejala anosmia yang tampak sangat jelas yaitu kemampuan penghidu yang berkurang bahkan tidak berfungsi sama sekali. Bahkan, orang yang sejak lahir menderita penyakit ini mereka tidak dapat mengidentifikasi dengan jelas bahwa mereka punya anosmia. Hal ini karena mereka sejak kecil memang tidak dapat menghidu bau sama sekali. Diagnosis Dalam mendiagnosis penyakit ini, maka dokter membutuhkan beberapa tahapan. Di antaranya yaitu: Wawancara medis: untuk mengetahui riwayat alergi, kapan gejala muncul, paparan zat kimia, riwayat cedera, penyakit pernafasan, dan sebagainya. Pemeriksaan fisis: serangkaian pengecekan kondisi tubuh pasien seperti adanya pembengkakan, produksi lendir, peradangan, tes penciuman, cek polip hidung. Tes lanjutan: yaitu serangkaian tes menggunakan magnetic resonance imaging (MRI), sinar X, computerized tomography (CT). Pencegahan Untuk mencegah anosmia agar tidak berkembang secara serius, maka perlu upaya pencegahan. Contohnya: Melakukan cuci hidung secara rutin Pemeriksaan rutin bagi orang lanjut usia Perawatan penyakit neurodegeneratif Hindari paparan zat kimia Pengobatan & Cara Memulihkan Cara memulihkan anosmia kerap dokter lakukan dengan mengacu pada penyakit yang mendasarinya. Contohnya: Genetik: menggunakan terapi sel dan terapi genetik Infeksi: pemberian suplemen antibiotik atau zinc gluconate Penyakit pernafasan: latihan penciuman dengan aroma pemicu Peradangan: pemberian obat kortikosteroid Neurodeneratif: pengobatan pada penyakit neurodegeneratif Penyakit sinonasal: operasi pembedahan Komplikasi Apabila mengalami masalah tersebut, maka kualitas hidup seseorang akan menurun. Mulai dari saat menikmati makanan hingga masalah sensual. Bahkan, kondisi ini bisa sangat membayakan karena mereka tidak dapat mengidentifikasi bau di lingkungan sekitar. Contohnya bau cairan racun hingga bau kebocoran gas. Kapan Harus ke Dokter? Apabila mengalami anosmia selama beberapa hari dan tidak ada tanda-tanda kesembuhan, maka segera periksakan ke dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) untuk mendapatkan perawatan optimal. Narasumber: dr. Deti Fitriah Sp. T. H. T. B. K. L Spesialis THT Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-03-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/tht/cara-memulihkan-anosmia/ - Kategori: Penyakit, THT - Tag: Anosmia, Gejala Anosmia, Tanda-Tanda - Translation Priorities: Optional Saat kita sedang flu ataupun menderita gangguan pernafasan seperti pada kasus COVID-19, maka berisiko kehilangan penciuman. Kondisi ini dalam istilah medis disebut dengan istilah anosmia. Lalu, bagaimana cara memulihkan anosmia? Para peneliti mengungkapkan bahwa setidaknya 3-20% populasi di dunia menderita penyakit ini. Umumnya, anosmia akan sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk kondisi tertentu membutuhkan perawatan yang intens karena berisiko menimbulkan gejala permanen. Pengertian Anosmia Anosmia adalah ketidakmampuan seseorang untuk mencium bau. Kondisi ini memiliki banyak penyebab mulai dari penyakit saluran pernafasan, penurunan fungsi indra penciuman dari waktu ke waktu, hingga penyakit bawaan dari lahir. Saat seseorang menghidu suatu aroma atau bau, sejatinya terjadi proses yang kompleks di dalamnya. Hal tersebut melibatkan indra penciuman yang terdapat pada hidung dengan otak. Saat di lingkungan terdapat molekul bau yang menyebar, maka akan diterima oleh reseptor indra penciuman dalam hitung. Setelah itu baru di kirimkan ke suatu saraf yang bernama saraf olfactory sehingga kita bisa membedakan antara bau satu dengan bau lainnya. Penderita anosmia dapat mengalami gejala kehilangan penciuman baik bersifat sementara atau permanen. Pengobatan yang tepat dapat berisiko mengurangi gejala kehilangan penciuman secara permanen. Kondisi Anosmia Gejala Utama Tidak dapat mencium bau Dokter Dokter spesialis THT (telinga hidung tenggorokan) Penyebab Utama Bawaan lahir, penyakit saluran pernafasan, usia lanjut Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek tahap lanjut Faktor Risiko Memiliki penyakit kronis, usia lanjut, riwayat cedera kepala Pengobatan Terapi sesuai penyebab utamanya Pencegahan Hindari faktor risiko Komplikasi Penurunan kualitas hidup Penyebab Menurut beberapa data penelitian, bahwa anosmia umumnya terjadi akibat dari beberapa hal di bawah ini: A. Penuaan Semakin tua, kemampuan penciuman bau semakin menurun dari waktu ke waktu. Jadi, bagi yang berusia lanjut, maka wajar bila mereka mengalami penurunan penciuman terhadap berbagai jenis baru. Alasannya beragam mulai dari matinya sel-sel sensor yang terdapat di hidung, masalah pada sistem syaraf pusat, hingga penurunan reseptor dan serat saraf dalam otak. B. Penyakit Saluran Nafas Kronis Saat seseorang memiliki penyakit saluran pernafasan, maka mereka lebih berisiko terkena anosmia. Contohnya ada polip hidung, tumor hidung, rhinitis alergi, hingga septal deviation. Ada pula penyakit yang tergolong neurosensorial yang menyebabkan disfungsi pada saraf yang menghubungkan otak dan hidung. Ini umumnya terjadi karena pernah menghirup racun ataupun karena infeksi virus pada saluran pernafasan atas. C. Penyakit Neurodegeneratif Kondisi penyakit neurodegeneratif juga memengaruhi masalah pada kemampuan penciuman. Contohnya yaitu penyakit parkinson, alzheimer, amyotrophic lateral sclerosis, dan huntington. D. Inherited Anosmia Inherited anosmia merupakan gejala kehilangan penciuman sejak lahir. Kondisi ini juga dalam istilah medis disebut sebagai ICA (isolated congenital anosmia). Para peneliti hingga kini masih mendalami lebih jauh tentang penyakit ini. Setidaknya mereka menemukan ada dua gen yang berperan dalam timbulnya anosmia pada seseorang. E. Idiopathic Anosmia Terkadang, anosmia tidak hanya akibat dari beberapa kondisi di atas. Namun juga karena belum tahu pasti apa penyebab yang mendasarinya. Hal tersebut menjadikannya dikategorikan sebagai idiopathic anosmia yang merupakan salah satu kondisi langka karena tidak ada penyebab sama sekali yang mendasarinya. Gejala Tentunya, gejala anosmia yang tampak sangat jelas yaitu kemampuan penciuman yang berkurang bahkan tidak berfungsi sama sekali. Bahkan, orang yang sejak lahir menderita penyakit ini mereka tidak dapat mengidentifikasi dengan jelas bahwa mereka punya anosmia. Hal ini karena mereka sejak kecil memang tidak dapat mencium bau sama sekali. Diagnosis Dalam mendiagnosis penyakit ini, maka dokter membutuhkan beberapa tahapan. Di antaranya yaitu: Wawancara medis: untuk mengetahui riwayat alergi, kapan gejala muncul, paparan zat kimia, riwayat cedera, penyakit pernafasan, dan sebagainya. Pemeriksaan fisik: serangkaian pengecekan kondisi tubuh pasien seperti adanya pembengkakan, produksi lendir, peradangan, tes penciuman, cek polip hidung. Tes lanjutan: yaitu serangkaian tes menggunakan magnetic resonance imaging (MRI), sinar X, computerized tomography (CT). Pencegahan Untuk mencegah anosmia agar tidak berkembang secara serius, maka perlu upaya pencegahan. Contohnya: Pemeriksaan rutin bagi orang lanjut usia Perawatan penyakit neurodegeneratif Hindari paparan zat kimia Pengobatan & Cara Memulihkan Anosmia Cara memulihkan anosmia kerap dokter lakukan dengan mengacu pada penyakit yang mendasarinya. Contohnya: Genetik: menggunakan terapi sel dan terapi genetik Infeksi: pemberian suplemen antibiotik atau zinc gluconate Penyakit pernafasan: latihan penciuman dengan aroma pemicu Peradangan: pemberian obat kortikosteroid Neurodeneratif: pengobatan pada penyakit neurodegeneratif Penyakit sinonasal: operasi pembedahan Komplikasi Apabila mengalami anosmia, maka kualitas hidup seseorang akan menurun. Mulai dari saat menikmati makanan hingga masalah sensual. Bahkan, kondisi ini bisa sangat membayakan karena mereka tidak dapat mengidentifikasi bau di lingkungan sekitar. Contohnya bau cairan racun hingga bau kebocoran gas. Kapan Harus ke Dokter? Apabila mengalami anosmia selama beberapa hari dan tidak ada tanda-tanda kesembuhan, maka segera periksakan ke dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) untuk mendapatkan perawatan optimal. Narasumber: dr. Deti Fitriah, Sp. THT-KL Spesialis THT Primaya Hospital Inco Sorowako   - Published: 2024-03-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/sindrom-kompartemen-benarkah-penyebab-kelumpuhan-otot/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Sindrom kompartemen akut terjadi ketika ada peningkatan tekanan di dalam kompartemen osteofascial yang tertutup, sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi lokal. Sindrom kompartemen akut dianggap sebagai keadaan darurat bedah karena, tanpa pengobatan yang tepat, dapat menyebabkan iskemia dan akhirnya nekrosis. Fasia adalah lembaran jaringan ikat tipis dan tidak elastis yang mengelilingi kompartemen otot dan membatasi kapasitas untuk berekspansi dengan cepat. Tungkai bawah/betis, adalah lokasi paling umum untuk sindrom kompartemen. Kompartemen ini berisi otot ekstensor jari kaki, otot tibialis anterior, saraf peroneal, dan arteri tibialis. Lokasi lain di mana sindrom kompartemen akut terlihat termasuk lengan bawah, paha, bokong, bahu, tangan, dan kaki. 1-5 Etiologi Sindrom kompartemen akut dapat terjadi pada kondisi apa pun yang membatasi ruang intrakompartemen atau meningkatkan volume cairan di ruang intrakompartemen. Sindrom kompartemen akut dapat terjadi tanpa adanya trauma pencetus tetapi biasanya terjadi setelah patah tulang panjang, patah tulang tibia/tulang kering menjadi penyebab paling umum dari kondisi ini, diikuti oleh patah tulang pada distal radius. 75% kasus sindrom kompartemen akut berhubungan dengan patah tulang. Setelah patah tulang, penyebab paling umum dari sindrom kompartemen akut adalah cedera jaringan lunak. Penyebab lain dari sindrom kompartemen akut termasuk luka bakar, cedera pembuluh darah, cedera akibat terlindas, overdosis obat, cedera reperfusi, trombosis, gangguan perdarahan, infeksi, pemasangan gips atau bidai yang tidak tepat, pemasangan perban yang ketat, trauma tembus, aktivitas atletik yang intens, dan posisi yang buruk selama operasi. Pada anak-anak, fraktur supracondylar humerus dan fraktur lengan bawah ulna dan radial berhubungan dengan sindrom kompartemen. 5, 6-10 Epidemiologi Insiden sindrom kompartemen akut diperkirakan 7,3 per 100. 000 pada pria dan 0,7 per 100. 000 pada wanita, dengan sebagian besar kasus terjadi setelah trauma. Fraktur tibia adalah penyebab paling umum dari sindrom kompartemen akut, berhubungan 1 -10% kejadian sindrom kompartemen akut. Sindrom kompartemen akut lebih sering terjadi pada pria berusia kurang dari 35 tahun, hal ini mungkin disebabkan oleh massa otot intrakompartemen yang relatif lebih besar dan peningkatan kemungkinan terlibat dalam trauma berenergi tinggi. Patofisiologi Sindrom kompartemen akut terjadi karena berkurangnya ruang intrakompartemen atau peningkatan volume cairan intrakompartemen karena fasia di sekitarnya pada dasarnya tidak mampu menyesuaikan/non-komplians. Ketika tekanan kompartemen meningkat, hemodinamik terganggu. Biasanya ada keseimbangan antara aliran keluar vena dan aliran masuk arteri. Ketika terjadi peningkatan tekanan kompartemen, terjadi penurunan aliran keluar vena. Hal ini menyebabkan tekanan vena dan, dengan demikian, tekanan kapiler vena meningkat. Jika tekanan intrakompartemen menjadi lebih tinggi dari tekanan arteri, maka penurunan aliran masuk arteri juga akan terjadi. Berkurangnya aliran keluar vena dan aliran masuk arteri mengakibatkan penurunan oksigenasi jaringan sehingga menyebabkan iskemia. Jika defisit oksigenasi menjadi cukup tinggi, nekrosis ireversibel dapat terjadi. Tekanan normal dalam suatu kompartemen kurang dari 10 mmHg. Jika tekanan intrakompartemen mencapai 30 mmHg atau lebih, terjadi sindrom kompartemen akut. Namun, pembacaan ICP normal tidak menyingkirkan sindrom kompartemen akut. ICP harus dipantau secara serial atau terus menerus. 11-13 Anamnesis & Pemeriksaan Fisik Sindrom kompartemen akut biasanya terjadi dalam beberapa jam setelah terjadinya trauma. Namun, keadaan ini dapat muncul hingga 48 jam setelahnya. Temuan fisik obyektif yang paling awal adalah tegang/kencang , atau keras "seperti kayu/wood-like feeling" pada kompartemen yang terkena. Nyeri hebat yang tidak sebanding dengan cedera. Pada awalnya, nyeri mungkin hanya muncul dengan peregangan pasif/pasif stretch. Namun, gejala ini mungkin tidak ada pada sindrom kompartemen akut lanjut. Pada tahap awal, nyeri dapat ditandai dengan sensasi seperti terbakar atau nyeri hebat pada kompartemen yang terlibat. Parestesia, hipoestesia, atau nyeri otot dalam yang tidak terlokalisasi dengan baik juga dapat terjadi. Secara klasik, gambaran sindrom kompartemen akut dikenal dengan “Lima P”: Nyeri/Pain Tidak ada denyut nadi/Pulseless Kurang sensasi rasa-sensoris/Paresthesia Kelumpuhan/Paralysis Tampak pucat/Pallor Namun, selain paresthesia, yang mungkin terjadi pada awal perjalanan penyakit, gejala ini biasanya terjadi pada tahap akhir. Hati-hati karena ada atau tidaknya denyut arteri yang teraba mungkin tidak secara akurat menunjukkan tekanan relatif jaringan atau memprediksi risiko sindrom kompartemen. Pada beberapa pasien, denyut nadi masih ada, bahkan pada ekstremitas yang sangat lemah. Pemeriksaan fisik harus fokus pada neurovaskular dari kompartemen yang terlibat: Amati kulit apakah ada lesi, bengkak, atau perubahan warna Palpasi seluruh kompartemen, amati suhu, tegangan, nyeri tekan Periksa denyut nadi Evaluasi sensorik Evaluasi fungsi motorik Meskipun gambaran klinis yang dibahas di atas dapat membantu mengidentifikasi sindrom kompartemen, sensitivitas dan spesifisitasnya terbatas. Faktor lain, seperti tekanan kompartemen, dapat membantu menegakkan diagnosis. 14-15 Karena potensi perkembangan sindrom kompartemen yang cepat, dokter harus melakukan pemeriksaan secara serial. Evaluasi Sindrom kompartemen akut adalah diagnosis klinis dan memerlukan pengobatan segera. Namun, hal berikut dilakukan untuk evaluasi lebih lanjut dan memastikan diagnosis. Radiografi : jika dicurigai adanya fraktur Pengukuran tekanan intrakompartemen tidak diperlukan tetapi dapat membantu diagnosis jika terdapat keraguan atas temuan klinis. Tekanan kompartemen sering kali diukur dengan manometer, metode lain menggunakan slit catheter. Metode slit catheter lebih akurat dan memungkinkan pemantauan terus menerus. Penggunaannya juga disarankan untuk mengukur seluruh kompartemen di sekitarnya. USG dengan Doppler dapat digunakan untuk mencari oklusi atau trombus. Peningkatan kreatin fosfokinase (CPK) mungkin menunjukkan kerusakan... - Published: 2024-03-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/atelektasis/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Saat paru-paru tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal, maka akan terjadi berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya yaitu atelektasis. Pasien penderita penyakit ini memiliki pengempisan di jalan nafas sehingga memunculkan gejala sesak nafas hingga tubuh membiru akibat kekurangan oksigen. Kondisi ini dapat terjadi akibat banyak hal. Mulai dari masuknya makanan atau benda asing, gumpalan lendir, tumor, maupun darah yang menggumpal. Nah, untuk mengetahui apa saja bahaya yang timbul dari penyakit ini, silakan simak rincian lengkapnya di bawah ini. Apa itu Atelektasis? Atelektasis adalah kondisi di mana sebagian ataupun keseluruhan rongga paru-paru tidak berfungsi secara optimal. Akibatnya, terjadi pengempisan kantung udara paru-paru yang menyebabkan penderitanya kesulitan bernafas. Dalam paru-paru, terdapat pipa-pipa bercabang yang menghubungkan paru-paru dan hidung. Nah, d ari pipa tersebut memiliki jutaan cabang yang mana masing-masing cabang memiliki ujung layaknya sebuah balon yang disebut sebagai alveolus. Fungsi utama alveolus yaitu untuk menampung oksigen saat mengembang, dan membuang CO2 (karbon dioksida) saat mengempis. Nah, apabila alveolus ini tidak dapat berjalan optimal maka akan mengakibatkan kondisi yang disebut sebagai atelektasis. Ada banyak penyebab yang mendasari kondisi ini pada sebagian orang. Contohnya yaitu karena benda asing yang masuk, cedera akibat benturan di dada, operasi, hingga fibrosis kistik. Kondisi Atelektasis Gejala Utama Sesak nafas, tubuh membiru, hingga peningkatan detak jantung Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru Penyebab Penyumbatan saluran nafas, saluran nafas kemasukan benda asing Diagnosis Pemeriksaan fisik, cek tahap lanjut, wawancara meis Faktor Risiko Anak-anak di bawah 3 tahun, usia lanjut di atas 60 tahun, lahir prematur Pengobatan Penyedotan saluran nafas, bronkoskopi, operasi, terapi obat Pencegahan Kunyah hingga lembut saat makan makanan Komplikasi Hipoksia, gagal nafas, pneumonia Faktor Risiko Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari situs WebMD, bahwasanya ada beberapa risiko yang menjadikan seseorang lebih rentan terkena atelectasis. Berikut ini contohnya: Perokok Penyakit paru-paru kronis Kerusakan saraf dan otot Penyakit tertentu Kelebihan berat badan Efek obat-obatan tertentu Pengguna alat bantu oksigen Anak-anak di bawah usia 3 tahun Orang lanjut usia di atas 60 tahun Penyebab Bagi anak-anak, seringkali penyakit ini disebabkan karena mereka tersedak sehingga ada makanan yang masuk ke dalam saluran nafas. Sementara bagi orang dewasa, kondisi ini lebih sering terjadi bagi mereka yang baru saja menjalani operasi. Hal ini karena obat bius (anestesi) dapat memengaruhi fungsi paru-paru. Dalam kebanyakan kasus, atelektasis memang terjadi akibat dari suatu hal yang secara fisik memblokir jalannya nafas seperti: Lendir dahak Tumor Makanan Selain itu, tekanan dari luar juga dapat mengakibatkan jalannya nafas terganggu seperti yang diakibatkan oleh: Pneumonia Jaringan paru yang terluka Tulang yang terdeformasi Tumor yang menekan saluran nafas Cairan yang ada di lapisan paru Udara yang terjebak di lapisan paru Tekanan akibat pakaian Gejala Atelektasis Umumnya, pengidap atelectasis akan mengakibatkan beberapa gejala yang meliputi berikut ini: Batuk-batuk Nyeri dada Jantung berdebar kencang Tubuh membiru Diagnosis Pertama, dokter akan mewawancarai apa saja keluhan dari pasien yang bersangkutan. Setelah itu, akan lanjut ke tahap pemeriksaan fisik untuk melihat dan mengamati apa ada gejala lain yang muncul. Bila masih belum jelas dalam menunjukkan positif atelektasis atau tidak, maka akan lanjut ke tahap pemeriksaan lanjutan yang meliputi beberapa di bawah ini: A. CT Scan Berguna untuk mengetahui secara detail kondisi paru-paru pasien. Bisa juga untuk melihat apakah ada desakan pada saluran nafas, tumor, ataupun makanan dan benda asing yang menyumbat jalur nafas. B. Rontgen Dada Rontgen juga dperlukan untuk melihat secara lebih detail terkait benda asing yang dicurigai menjadi penyebab utama atelektasis. C. Oksimetri Kondisi ini dapat mengakibatkan kadar oksigen darah menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan oksimetri untuk mengukur tingkat kadar oksigen yang terkandung dalam darah. D. Bronkoskopi Yaitu pemeriksaan yang memungkinkan dokter untuk mengetahui secara langsung struktur jalan pernafasan menuju paru-paru. Caranya selang akan dimasukkan untuk menyusuri nafas. Pencegahan Tidak semua kondisi atelektasis dapat dicegah. Namun, kita dapat membatasi faktor risikonya dengan cara: Pastikan mengunyah makanan hingga halus agar tidak tersedak Sembuhkan penyakit PPOK seperti asma Makan-makanan halus bagi orang lanjut usia di atas 60 t ahun Konsultasi secara mendalam sebelum operasi Hindari melahirkan kondisi prematur Gunakan pelindung dada untuk pekerjaan atau aktivitas ekstrem Pengobatan Ini dia serangkaian pengobatan yang cukup bervariasi yang kerap dokter gunakan dalam merawat dan menangani pasien atelektasis: Suction (penyedotan saluran nafas) Operasi Bronkoskopi Terapi obat-obatan Komplikasi Dalam kondisi ekstrem, penyakit ini dapat mengakibatkan ragam komplikasi penyakit lain yang harus Anda waspadai. Contohnya yaitu: Gagal nafas Pneumonia (infeksi paru-paru akibat bakteri) Hipoksia (level oksigen darah menurun drastis) Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter spesialis paru-paru atau dokter spesialis penyakit dalam apabila mengalami gejala atelektasis seperti yang kami sebutkan di atas. Namun, apabila mengalami gejala kesulitan bernafas hingga tubuh yang semakin membiru, maka segera bawa ke UGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan sesegera mungkin. Narasumber: Dr. dr. M. Harun Iskandar, Sp. PD, Sp. P (K) Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-03-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/tes-urine-lengkap/ - Kategori: Tindakan Medis, Urologi - Tag: kegunaan urine lengkap, Urine lengkap - Translation Priorities: Optional Urine lengkap merupakan salah satu tes kesehatan yang bisa digunakan untuk mendeteksi berbagai macam penyakit. Sesuai penamaannya, tes ini mengambil sampel urine dari orang bersangkutan. Dari urine, dokter dapat mendeteksi masalah kesehatan yang pasiennya alami. Sebab, urin atau air kencing mengandung bahan-bahan buangan dari tubuh. Mengenal Tes Urine Lengkap Untuk mengetahui kesehatan tubuh seseorang, ada beberapa pilihan tes termasuk urine lengkap. Tes tersebut berfungsi untuk mengetahui adanya gangguan dalam tubuh sehingga pasien bisa sesegera mungkin mendapatkan penanganan tepat sesuai dengan penyakit yang ia derita. Saat menjalankan pemeriksaan, dokter akan memeriksa urine dengan teliti, mulai dari warna, komposisi, konsentrasi, dan baunya. Apabila pasien mengalami suatu penyakit, maka akan terjadi ketidaknormalan pada urinenya. Dari hasil uji urine, barulah dapat disimpulkan seseorang sedang mengalami masalah kesehatan apa terutama yang berkaitan dengan saluran kemih, misalnya: Kadar gula tinggi (diabetes) Fenilketonuria atau penyakit metabolik lain Masalah kesehatan ginjal atau infeksi Penyakit hati Gagal jantung Infeksi saluran kemih Kanker Lupus Tahapan Pemeriksaan Urine Lengkap Inspeksi visual: Pertama adalah dengan melihat ciri urine yang keluar. Jika warnanya merah, keruh, coklat kemerahan, bisa saja terdapat darah atau nanah di urine. Terkadang batu ginjal juga dapat terdeteksi melalui inspeksi di urin. Mencium aromanya: Pada dasarnya, bau yang keluar urine beragam, misalnya berbau seperti sirup maple, bau berjamur atau musky, dan ikan busuk. Bau tersebut menjadi tanda bahwa ada kemungkinan pemilik urine mengalami masalah kesehatan tertentu. Penyaringan bahan kimia: Pemeriksaan ini ahli medis lakukan dengan menempatkan urine pada strip reagen atau tongkat celup. Hasilnya bisa menunjukkan informasi tentang kadar pH, kandungan darah, protein, atau gula. Skrining mikroskopis: Fungsi dari skrining mikroskopis adalah untuk mendeteksi hal yang tidak terdeteksi pada pemeriksaan visual itu dipstick. Cara pemeriksaannya menggunakan bantuan mikroskop sehingga senyawa di dalam urine bisa terdeteksi, misalnya sel darah putih, bakteri atau ragi, kristal, sel darah merah, dan epitel. Dalam melaksanakan pemeriksaan urine, ahli medis tidak bisa sembarangan. Ada prosedur tahapan khusus. Tujuan utamanya adalah agar hasil pemeriksaan mendekati valid. Berikut penjelasannya: Skrining laboratorium: Membantu mengetahui seberapa pekat atau encer urine dan mengukur berat jenis sampel urin. Manfaat Tes Urine Lengkap Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal utama yang perlu Anda perhatikan. Selain membiasakan hidup sehat, perlu juga melakukan pemeriksaan urine lengkap untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit yang bisa terdeteksi melalui urine. Dari sekian banyak manfaat dari tes urine, salah satunya adalah mengetahui kinerja organ kemih. Sebab, proses pembentukan urine melibatkan organ dalam seperti ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra yang berperan penting dalam menyaring limbah dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit. Selain itu, masih ada manfaat lain yang tidak boleh Anda lewatkan. Mengenai apa saja itu, simak pembahasan berikut: Membantu mendiagnosis masalah kesehatan ketika mengalami gejala tertentu Menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin Memantau perkembangan kehamilan yang tidak normal, seperti diabetes gestasional Memantau kesehatan penderita penyakit tertentu Menilai fungsi ginjal sebelum operasi Persiapan Sebelum Tes Sebenarnya, tidak banyak yang perlu Anda persiapkan saat akan menjalankan tes urine. Khusus bagi yang menjalankan prosedur tes urine lengkap saja, umumnya dokter memperbolehkan mereka untuk makan dan minum baik sebelum atau setelah tes. Sedangkan bagi yang ingin melakukan pengujian lain pada waktu bersamaan, terkadang perlu berpuasa dalam jangka waktu tertentu. Jika ingin mengetahui informasi lebih jelasnya, langsung saja tanyakan pada ahli medis yang bertanggung jawab menangani tes urine. Selain berbagai persiapan sebelum tes, Anda juga perlu mengetahui beberapa informasi penting berikut: Terdapat jenis obat dan suplemen, baik dari resep ataupun tanpa resep dokter, berpengaruh pada hasil tes Sesuai penamaannya, untuk menjalankan tes ini perlu sampel urin, ada kemungkinan penyedia layanan kesehatan meminta pasien untuk mengambil sampel urine saat pertama kali buang air kecil di pagi hari Tidak jarang juga pihak medis meminta pasiennya untuk mengumpulkan seluruh urine yang keluar selama 12 atau 24 jam Pada kondisi tertentu, penyedia layanan kesehatan bisa saja mengambil sampel dengan memasang kateter kecil yang terhubung langsung ke kandung kemih melalui uretra Cara Pengetesan Pengambilan sampel akan dokter lakukan sesuai dengan kondisi pasiennya. Apabila tidak memungkinkan datang ke layanan kesehatan terdekat, maka proses pengambilan sampel bisa dilakukan di rumah. Untuk pengambilan sampel urine, dokter biasanya memberikan wadah khusus. Selanjutnya, pasien tinggal mengikuti langkah-langkah pada pembahasan berikut: Pergi ke toilet dengan membawa wadah, kemudian tampung air kencing yang keluar pertama Taruh wadah dekat dengan aliran urine agar cairannya tertampung dengan baik Pada pancaran kedua, kumpulkan setidaknya 30-59 ml urine ke dalam wadah berbeda Selesaikan proses buang air kecil, jangan sampai menahannya Terakhir, tinggal berikan sampel urine sesuai dengan petunjuk dokter Catatan penting, hindari membawa sampel urine lebih dari 60 menit dari setelah proses penampungan. Lebih dari jangka waktu tersebut, ada kemungkinan bahwa pengetesannya tidak lagi efektif. Apabila tidak memungkinkan, sebaiknya simpan sampel ke dalam lemari es atau berikan pengawet sesuai anjuran dokter. Arti Hasil Tes Kemungkinan besar setiap orang akan mendapatkan hasil tes berbeda-beda. Hal ini karena pengaruh jenis kelamin, usia, riwayat kesehatan, dan hal lainnya. Karena tidak semua orang memiliki... - Published: 2024-03-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/heat-stroke/ - Kategori: Penyakit, Umum - Tag: Gejala Heat Stroke, Heat Stroke - Translation Priorities: Optional Salah satu penyakit yang bisa terjadi akibat cuaca terlalu panas yaitu heat stroke. Tak hanya terjadi di musim kemarau saja, kondisi ini juga dapat terjadi pada musim penghujan seperti sekarang dengan tingkat paparan sinar matahari yang sangat tinggi. Apalagi, Indonesia yang termasuk negara tropis tentunya punya paparan index UV yang lebih tinggi. Walau sering disepelekan, namun kondisi ini dapat membahayakan kesehatan kita, bahkan bisa sampai mengancam jiwa. Lalu seperti apa penanganan yang tepat untuk mengatasi hal ini? Bila ingin tahu selengkapnya, yuk simak rincian singkat yang kami ulas berikut ini! Pengertian Heat Stroke Heat stroke adalah kondisi kesehatan yang sangat serius yang berkaitan dengan kondisi suhu tubuh. Kondisi ini terjadi pada cuaca yang sangat panas sementara tubuh tidak mampu mengontrol temperatur secara normal. Akibatnya, suhu tubuh meningkat drastis karena tidak mampu menurunkan suhu tubuh hingga ke titik normal. Dalam kondisi ini, mekanisme berkeringat dalam tubuh juga mengalami masalah yang membuat suhu tubuh tidak dapat turun. Suhu tubuh penderita heat stroke dapat mencapai 40ᐤC dengan puncaknya berada di 10 – 15 menit. Bila tidak segera mendapatkan perawatan, maka dapat mengakibatkan cacat permanen bahkan kematian. Kondisi Heat stroke Gejala Utama Suhu tubuh sangat panas, kejang, kebingungan mental, koma Dokter Spesialis Dokter di instalasi gawat darurat, dokter spesialis saraf, dokter spesialis kedokteran olahraga Penyebab Pengaturan suhu tubuh yang bermasalah Diagnosis Cek laboratorium, pemeriksaan urine dan tinja, CT Scan, EKG Pengobatan Rehidrasi, kompres dingin, penangan sesuai penyakit yang menyertainya Pencegahan Hindari panas terik matahari dalam waktu yang lama Komplikasi Gagal berbagai organ tubuh, hipoglikemia, rhabdomyolisis, gagal ginjal akut Faktor Risiko Terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan risiko seseorang terkena heat stroke semakin tinggi. Diantaranya yaitu: Lingkungan: kondisi paparan sinar matahari dalam waktu yang lama rentan mengakibatkan heat stroke. Kondisi kesehatan: seseorang dengan penyakit seperti ginjal, pernafasan, jantung, atau pada wanita hamil lebih rentan terkena penyakit ini. Usia: kondisi ini sering terjadi pada anak-anak kecil maupun usia tua di atas 50 tahun Penggunaan obat: jenis obat-obatan tertentu layaknya obat diuretik, antikolinergik, hingga beta bloker berperan dalam meningkatkan risiko terkena kondisi ini. Penyebab Pada kondisi normal, tubuh kita punya sistem yang kompleks untuk mempertahankan suhunya. Bagian yang berperan akan hal ini yakni hipolamus yang akan mengatur suhu tubuh sekitar 37°C. Saat terjadi peningkatan suhu tubuh, maka akan memicu keringat dan peningkatan aliran darah dalam kulit yang menyebabkan sinkop panas. Bila kondisi panas terus berlanjut, maka akan terjadi ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh akibat hilangnya garam dan air. Hal ini akan menyebabkan seseorang berpotensi terkena heat stroke. Terlebih, bila terjadi penurunan aliran darah maka akan ada banyak organ tubuh yang mengalami kegagalan. Gejala Mengutip dari laman situs The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), gejala dari heat stroke yang kerap terjadi pada kebanyakan orang meliputi: Kebingungan mental Suhu tubuh yang sangat tinggi Berkeringat dengan jumlah banyak Kulit kering dan panas Berkurang atau hilang kesadaran (koma) Bicara yang tidak jelas (cadel) Kejang-kejang Diagnosis Pada tahap pemeriksaan, dokter akan menanyakan pada Anda tentang riwayat terkena serangan panas, termasuk kondisi lingkungan yang memungkinkan terjadinya kondisi ini. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Untuk pemeriksaan fisik yang kerap dokter lakukan yaitu cek terkenan darah, cek suhu tubuh, cek nadi, hingga pengecekan apakah ada penurunan kesadaran atau tidak. Lalu, untuk pemeriksaan lanjutan atau pemeriksaan penunjang meliputi: Cek darah lengkap Cek fungsi ginjal Tes elektrolilt tubuh Tes fungsi hati Analisis gas darah Cek rhabdomyolysis Cek urine dan tinja EKG (Elektrokardiogram) CT Scan Pencegahan Upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah heat stroke meliputi: Hindari berada di panas terik saat cuaca sedang panas Gunakan sunscreen atau tabir surya saat terkena paparan sinar UV Gunakan pakaian berwarna cerah dan tidak terlalu tebal Pastikan sirkulasi udara di rumah lancar Konsumsi air putih untuk menggantikan keringat yang keluar Batasi konsumsi makanan tinggi lemak dan pedas saat sedang panas Pengobatan & Pertolongan Pertama Bagi di dekat Anda terdapat seseorang yang terkena heat stroke, maka bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Segera panggil ambulance atau bawa ke UGD Sembari menunggu ambulance datang, pindahkan penderita ke tempat sejuk Lepaskan baju atau pakaian terluarnya sehingga suhu lebih sejuk Basahi tubuhnya dengan air dingin atau air es Kompres dengan air dingin pada kepala, leher, lengan, kaki, dada, dan perutnya Pastikan sirkulasi udara di sekitarnya lancar, bisa gunakan kipas angin Komplikasi Inilah beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita heat stroke: Rhabdomyolisis Gagal ginjal akut Kegagalan berbagai organ tubuh Koagulasi intravaskuler diseminata Hipoglikemia Acute respiratory distress syndrome Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami heat stroke, langsung bawa ke UGD untuk ditangani oleh dokter yang berjaga di instalasi gawat darurat. Nantinya, bila butuh perawatan lanjutan akan diurus oleh dokter spesialis saraf atau dokter spesialis kedokteran olahraga. Pastikan untuk tidak telat membawa ke UGD mengingat penyakit ini dapat memberikan dampak kesehatan serius mulai dari cacat permanen hingga kehilangan nyawa. Narasumber: dr. Jayanti Chairina Sari Dokter Umum Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-03-04 - Modified: 2024-05-15 - URL: https://primayahospital.com/urologi/ureum/ - Kategori: Urologi - Tag: Pemeriksaan Ureum, tes Blood Urea Nitrogen, ureum - Translation Priorities: Optional Ureum atau urea merupakan zat sisa yang ada di dalam tubuh hasil dari proses pemecahan protein yang terjadi di organ hati. Kadar urea yang tinggi mengindikasikan adanya masalah kelainan ginjal yang perlu kita waspadai. Zat urea ini memiliki sifat racun sehingga perlu segera dikeluarkan oleh tubuh melalui urine. Sebab, keberadaan urea di dalam tubuh sangat berkaitan erat dengan kesehatan ginjal. Lalu, bagaimana cara tes kadar urea dalam tubuh? Apa itu Pemeriksaan Ureum? Pemeriksaan ureum atau yang dikenal dengan tes Blood Urea Nitrogen (BUN) adalah untuk mengukur kadar urea di dalam tubuh. Tes BUN ini biasanya digunakan untuk mengetahui fungsi ginjal dan memastikan dalam kondisi baik. Dalam prosesnya, urea terbentuk dari pemecahan protein makanan yang kita konsumsi setiap hari. Pembentukan zat urea ini terjadi di organ hati, lalu mengalir menuju organ ginjal untuk penyaringan dan tubuh membuangnya melalui urine. Jika ginjal kondisinya sehat, maka fungsi penyaringan bekerja dengan normal. Namun, jika ginjal gagal membuang zat urea ini, maka akan terjadi kondisi bernama uremia. Uremia adalah kondisi urine masuk ke dalam aliran darah. Kemudian, ketika seseorang menderita penyakit ginjal, maka urea akan menumpuk di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada kesehatan lain yang cukup serius seperti tekanan darah tinggi, anemia, sehingga penyakit jantung. Tujuan Pemeriksaan Ureum Pemeriksaan kadar urea atau tes BUN merupakan bagian dari medical check up ataupun pemeriksaan rutin ketika tes darah panel metabolik komprehensif. Tes BUN ini juga untuk memeriksa kadar urea sebelum menentukan pengobatan. Pada orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit ginjal atau ada riwayat keluarga yang mengidap penyakit ginjal, dokter memeriksa kadar BUN ini dengan tujuan: Mengevaluasi fungsi ginjal Mendiagnosa gejala kerusakan ginjal Mengawasi pasien penyakit ginjal Mendiagnosa kerusakan hati Mendiagnosa gagal jantung kongestif Keefektifan perawatan cuci darah Selain tes Blood Urea Nitrogen (BUN), dokter juga mungkin menyarankan tes kreatinin. Tingkat kreatinin dalam darah dapat menunjukan seberapa baik kondisi ginjal. Kreatinin yang tinggi sebagai indikasi ginjal tidak berfungsi baik. Tes BUN dan kreatinin dapat dilakukan bersamaan untuk mengetahui rasio BUN terhadap kreatinin. Hasil tes ini dapat membantu dokter memeriksa masalah seperti dehidrasi, yang menyebabkan kadar BUN dan kreatinin tidak normal. Manfaat Pemeriksaan Ureum Pemeriksaan nitrogen urea merupakan tes darah yang paling umum untuk mengetahui kondisi organ ginjal. Melalui pemeriksaan ini, Anda dapat melakukan pemantauan kesehatan ginjal sejak dini jika terindikasi ada kelainan. Selain itu, pemeriksaan nitrogen urea darah atau BUN juga bermanfaat untuk membantu dokter mendiagnosa kondisi yang berhubungan dengan penyakit sebagai berikut: Kerusakan hati Gagal jantung kongestif Perdarahan gastrointestinal Obstruksi saluran kemih Malnutrisi dan dehidrasi Sirkulasi darah yang buruk Mengukur kadar urea darah Tes BUN atau pemeriksaan nitrogen urea darah juga sering dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin ketika medical check up. Selain itu, pemeriksaan BUN ini juga biasanya dilakukan setelah pengobatan untuk penyakit diabetes. Meskipun demikian, pemeriksaan urea nitrogen di dalam darah untuk mengukur kadar urea. Namun, pemeriksaan ini tidak mengidentifikasi penyebab jumlah kadar urea tinggi atau rendah dari rata-rata atau kadar urea normal. Kadar Normal Nitrogen Urea Darah Secara umum, kadar ureum atau BUN yang normal cenderung nilainya berbeda-beda, hal ini tergantung dari jenis kelamin dan usia. Selain itu, setiap laboratorium juga mungkin memiliki rentang normal yang berbeda dari hasil pemeriksaan urea. Namun, hasil pemeriksaan nitrogen urea darah biasanya dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL). Lalu, berapa kadar normal nitrogen urea darah? Melansir Cleveland Clinic, kadar BUN normal berada pada rentang sebagai berikut: Pria dewasa: 8 - 24 mg/dL Wanita dewasa: 6 - 21 mg/dL Anak usia 1-17 tahun: 7 - 20 mg/dL Ketika kadar urea dalam darah terlalu tinggi mencapai > 50 mg/dL, hal ini disebut uremia. Uremia dapat menyebabkan mudah lelah, mual dan muntah, pusing, dan kaki kram. Apa penyebab kadar nitrogen urea darah tinggi? Berikut ada beberapa faktor penyebab tingkat kadar BUN tinggi yang harus Anda waspadai, yaitu di antaranya: Konsumsi makanan protein tinggi berlebihan Terjadinya sumbatan pada saluran kemih Pendarahan di dalam saluran cerna Mengalami kondisi dehidrasi berat Mengidap penyakit gagal ginjal Mengkonsumsi obat antibiotik tertentu Sedang berada dalam masa kehamilan Mengalami kondisi nefropati diabetik Dokter mungkin melakukan pemeriksaan lain untuk mendiagnosa atau merekomendasikan perawatan yang tepat. Hidrasi adalah salah satu cara efektif untuk menurunkan kadar BUN, termasuk melakukan diet rendah protein. Persiapan Pemeriksaan BUN Pada dasarnya, pemeriksaan nitrogen urea darah tidak memerlukan persiapan khusus. Anda hanya cukup memberikan informasi kepada dokter jika sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi hasil tes. Kemudian tanyakan kepada dokter atau penyedia layanan kesehatan apakah perlu berpuasa dahulu sebelum melakukan tes BUN atau tes darah lainnya. Mungkin tes darah lainnya mengharuskan Anda puasa selama 8 hingga 12 jam. Biasanya, jika Anda hanya melakukan tes BUN saja, maka Anda boleh makan dan minum atau boleh tidak puasa. Terpenting, ikuti semua arahan dari dokter sebelum menjalani proses pemeriksaan nitrogen urea darah atau tes BUN. Prosedur Pemeriksaan Ureum (BUN) Secara prosedur, tes BUN tidak jauh berbeda dengan tes darah lainnya. Petugas kesehatan akan mengambil sampel... - Published: 2024-03-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/adenoiditis-penyebab-sakit-telinga-tenggorokan-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Dalam literature review tahun 2020, diketahui bahwa adenoid merupakan salah satu organ yang berperan dalam proses aktivasi sel darah putih. Dengan begitu, tubuh punya kemampuan dalam melawan infeksi. Namun, organ ini pun dapat terinfeksi bakteri ataupun virus yang mengakibatkan meradang dan membesar yang disebut sebagai adenoiditis. Walau dapat terjadi pada semua usia, namun kondisi ini lebih sering menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun. hal ini karena adenoid akan menyusut seiring berjalannya usia. Nah, bila buah hati bunda punya keluhan berupa sakit telinga dan tenggorokan, maka waspadai terkena infeksi adenoiditis. Pengertian Adenoiditis adalah peradangan yang terjadi pada adenoid, suatu kumpulan kelenjar limfatik yang berlokasi di bagian belakang hidung. Kelenjar ini memiliki fungsi yang sama dengan amandel yakni untuk menghasilkan sel darah putih yang berguna untuk melawan bakteri. Bila pada amandel bisa dengan mudah dilihat hanya dengan membuka mata, namun pada adenoid sulit dilihat karena terletak di tengah belakang hidung. Jadi, dokter akan menggunakan peralatan khusus untuk mendiagnosa penyakit ini. Penyakit ini termasuk jenis penyakit yang umum terjadi pada anak-anak. Hal ini karena sistem imunnya masih lemah dan adenoidnya masih pada perkembangan puncaknya. Walau demikian, orang dewasa juga tetap dapat terkena penyakit ini. Gejala utamanya yaitu berupa sakit tenggorokan dan sakit telinga. Setidaknya, 7% penderita adenoiditis memiliki gejala mendengkur saat tidur dan sebanyak 2% yang mengalami kesulitan bernafas saat tengah malam. Kondisi Adenoiditis Gejala Utama Nyeri tenggorokan, sulit bernafas dengan hidung, sulit menelan Dokter Spesialis Dokter spesialis THT-KL (Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Bedah Kepala Leher) Penyebab Infeksi virus atau bakteri Diagnosis Pemeriksaan fisik, x-Ray, waancara medis, swab tenggorokan, tes darah Faktor Risiko Anak-anak, infeksi berulang, infeksi amandel Pengobatan Pemberian antibiotik atau antiviral, operasi, nasal spray Pencegahan Jaga kebersihan diri maupun lingkungan, lakukan pola hidup sehat Komplikasi Sinusitis, pneumonia, bronkitis, otitis media Faktor Risiko Beberapa faktor risiko yang menjadikan seseorang lebih rentan terhadap infeksi yang menyebabkan adenoiditis yaitu: Anak-anak di bawah 10 tahun Penderita infeksi amandel Paparan virus, bakteri, atau patogen Infeksi berulang pada tenggorokan Penyebab Adenoiditis Umumnya, adenoiditis disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu kelompok bakteri yang sering menyerang yaitu golongan Streptococcus. Walau demikian, infeksi ini juga dapat terjadi akibat dari infeksi virus seperti halnya rhinovirus, Epstein Barr virus, dan adenovirus. Gejala Mengutip dari laman Otolaryngology Specialists of North Texas, bahwa gejala adenoiditis yang sering menyerang anak meliputi: Tenggorokan gatal dan kering Tenggorokan sakit saat pagi hari Mendengkur saat tidur Infeksi telinga Gelisah dan tidak nyaman saat tidur Infeksi sinus yang berulang Bronkitis Sulit menelan Pneumonia Kesulitan bernafas saat tidur Tidur yang tidak nyenyak Bernafas melalui mulut Diagnosis Proses diagnosis pada adenoiditis tidak sesederhana diagnosis tonsilitis. Dokter akan menggunakan beberapa tahapan pemeriksaan yang meliputi: Wawancara medis: dokter akan bertanya tentang berbagai keluhan yang muncul beserta berapa lama gejala mulai menyerang. Pemeriksaan fisik: beberapa langkah yang kerap dokter lakukan meliputi pengecekan dengan menekan atau meraba daerah sekitar adenoiditis. Pemeriksaan lanjutan: meliputi beberapa metode yang kerap dokter lakukan seperti halnya pemeriksaan x-ray, swab tenggorokan, dan tes darah. Pencegahan Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut ini agar anak terhindar dari adenoiditis: Tidur dan istirahat yang cukup Konsumsi makanan yang bernutrisi Pastikan kebutuhan cairan mencukupi Jaga kebersihan diri maupun lingkungan Tunjang dengan pola gaya hidup sehat Pengobatan Dokter akan memberikan pengobatan pada penyakit ini sesuai dengan tingkat keparahannya maupun berdasarkan penyakit lain yang mungkin menyertainya. Contoh pengobatannya yaitu: Nasal spray: bila masih dalam kondisi ringan, maka dokter akan memberikan nasal spray yang berguna untuk melegakan peradangan sehingga gejala seperti sakit tenggorokan dapat berkurang. Antibiotik: untuk infeksi akibat dari bakteri maka obat-obatan berupa antibiotik selalu dokter resepkan. Kortikosteroid: obat golongan ini berguna untuk mengurangi peradangan sehingga kelenjar adenoid dapat mengecil seperi semula. Operasi: dalam kasus parah seperti adenoiditis kronis maka operasi merupakan pilihan terbaik agar infeksi tidak terus berulang. Komplikasi Tanpa penanganan yang tepat, maka penyakit ini dapat mengakibatkan beragam komplikasi seperti: Otitis media (infeksi telinga tengah) Sinusitis Pneumonia Bronkitis Glue ear (penumpukan lendir telinga tengah) Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi segera dokter spesialis THT-KL (Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Bedah Kepala Leher) setelah buah hati bunda menunjukkan gejala sakit tenggorokan, sakit telinga, dan memiliki masalah bernafas saat tidur di malam hari. Perawatan sekaligus penanganan yang tepat dari dokter tentunya dapat membantu mengurangi gejalanya bahkan menyembuhkan secara permanen. Selain itu, penaganan dari ahlinya juga akan meminimalisir terjadinya komplikasi yang mungkin terjadi. Narasumber: dr. Candra Segeren, Sp. A, M. Kes Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-03-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/gejala-hepatoblastoma/ - Kategori: Bedah Digestif, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kanker adalah penyakit serius yang tak mengenal usia dan bisa menyerang organ mana saja. Pada anak-anak, ada kanker hati atau hepatoblastoma yang jarang terjadi tapi sangat membahayakan. Ketika mengalami kondisi ini, hati tidak akan bisa berfungsi secara normal dan bisa berdampak panjang pada kondisi kesehatan secara keseluruhan. Mengenal Hepatoblastoma Hepatoblastoma adalah jenis kanker hati yang sangat langka dan umumnya terjadi pada anak-anak. Tumor ganas ini bersumber dari sel-sel hati yang belum sepenuhnya matang. Sel kanker ini bisa menyebar atau bermetastasis ke bagian lain tubuh, tapi jarang terjadi. Menurut Chop. edu, hepatoblastoma terutama mempengaruhi anak-anak pada masa bayi hingga berusia 5 tahun. Kasus paling umum terjadi pada 18 bulan pertama kehidupan. Bayi yang terlahir sangat prematur dengan berat badan sangat rendah paling sering mengalami jenis kanker hati ini. Gejala dan penanganan hepatoblastoma berbeda-beda, tergantung stadium atau tingkat keparahan yang dialami. Pada stadium IV, sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain dan bisa muncul lagi setelah menjalani perawatan. Penting untuk ditekankan bahwa hepatoblastoma tetap merupakan jenis kanker hati yang sangat langka pada anak-anak. Banyak anak yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah tidak mengalami kondisi ini. Begitu pula sebaliknya, tak sedikit kasus hepatoblastoma yang tak terkait dengan kelahiran prematur dan berat badan rendah. Gejala Banyak anak yang mengalami hepatoblastoma menunjukkan gejala berupa pembesaran perut atau ada benjolan pada perut. Gejala lain yang mungkin muncul termasuk: Nyeri atau ketidaknyamanan pada perut Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas Kehilangan selera makan Mual dan muntah Kulit dan mata tampak menguning Demam Penyebab Hingga kini, dokter dan para ahli masih berupaya memahami penyebab hepatoblastoma. Namun ada sejumlah faktor risiko yang mungkin berkaitan dengan kemunculan kanker pada anak ini, seperti: Bayi lahir prematur Berat badan saat lahir sangat rendah Kelainan genetik, seperti sindrom Beckwith-Wiedemann Paparan zat atau senyawa kimia pada ibu saat hamil Berusia di bawah lima tahun Cara Dokter Mendiagnosis Hepatoblastoma Cara Dokter Mendiagnosis Cara Dokter Mendiagnosis Proses diagnosis hepatoblastoma mencakup serangkaian langkah pemeriksaan oleh tim medis. Berikut ini sejumlah metode yang biasanya digunakan dokter untuk mendiagnosis hepatoblastoma: Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi gejala dan tanda-tanda fisik, seperti perut yang membesar dan warna kuning pada kulit Tes darah untuk mengetahui fungsi hati dan mengidentifikasi tumor Tes fungsi hati Pencitraan medis, seperti ultrasonografi (USG), CT scan, sinar-X, atau MRI serta scintigraphy yang menggunakan zat radioaktif untuk mendapatkan gambaran visual hati Biopsi atau pengambilan sampel jaringan hati dengan jarum halus atau operasi kecil untuk dianalisis lebih lanjut di bawah mikroskop Pemeriksaan genetik Setelah terdiagnosis, stadium hepatoblastoma akan ditentukan berdasarkan luasnya penyebaran tumor dan kemungkinannya untuk diangkat dengan operasi. Hampir separuh kasus hepatoblastoma terdiagnosis ketika tumor berukuran kecil dan bisa diangkat dengan operasi. Cara Mengatasi Penanganan hepatoblastoma melibatkan tim medis yang terdiri atas sejumlah dokter spesialis, antara lain dokter anak, ahli onkologi anak, radiolog, dan ahli bedah. Stadium kanker dan bagaimana sel kanker terlihat ketika diperiksa di bawah mikroskop menentukan jenis penanganan yang sesuai. Bila kanker masih kecil atau masih stadium I, prosedur pembedahan saja cukup untuk mengatasi hepatoblastoma. Hati adalah organ yang bisa memulihkan diri sendiri sehingga pembedahan menjadi cara terbaik untuk memastikan kesembuhan sepenuhnya. Namun dalam kasus ketika kanker sudah membesar dan mulai menyebar ke kelenjar getah bening (stadium II dan III), kemoterapi biasanya dilakukan untuk mengecilkan ukuran kanker dulu sebelum dilakukan operasi. Biasanya sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti paru-paru, pada stadium ini sehingga diperlukan penanganan yang lebih kompleks. Bila sel kanker terus muncul setelah sempat hilang dan belum menyebar ke luar hati, dokter bisa melakukan transplantasi hati. Anak-anak yang telah mendapat penanganan hepatoblastoma akan memerlukan pemantauan jangka panjang guna mendeteksi kemungkinan kambuh atau efek samping pengobatan. Penting pula untuk memberikan dukung emosional dan psikososial kepada anak dan keluarganya selama dan setelah penanganan. Komplikasi Seperti jenis kanker lain, hepatoblastoma bisa berkembang dan memicu komplikasi, di antaranya: Penyebaran kanker ke organ lain (metastasis) Gangguan fungsi hati, termasuk memicu sirosis hati Gangguan tumbuh kembang anak Selain itu, anak bisa mengalami efek samping pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi yang membutuhkan perhatian orang tua. Pencegahan Karena penyebab hepatoblastoma belum dapat dipastikan, belum ada pula cara yang pasti untuk mencegah kanker hati pada anak-anak ini. Meski begitu, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan guna mengantisipasi risiko penyakit anak pada umumnya, seperti: Vaksinasi sesuai dengan anjuran dokter Perawatan dan pemeriksaan rutin selama kehamilan Menghindari paparan zat beracun selama kehamilan Kapan Harus ke Dokter? Anak-anak mungkin tak menunjukkan gejala hepatoblastoma hingga tumor telah tumbuh besar. Karena itu, jika orang tua mencurigai adanya gejala hepatoblastoma pada anak atau melihat ada yang berubah pada kondisi kesehatan anak, segeralah datangi dokter untuk berkonsultasi. Narasumber: Dr. dr. Ibrahim Labeda, Sp. B-KBD Spesialis Bedah Digestif Primaya Hospital Hertasning - Published: 2024-03-02 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/hemiplegia/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Stroke sebagai salah satu penyakit serius yang menyerang sistem saraf dapat membawa rentetan dampak yang panjang pada orang yang mengalaminya. Hemiplegia adalah satu di antara sejumlah dampak lanjutan itu. Kondisi ini bisa juga terjadi akibat masalah atau gangguan kesehatan lain yang mengakibatkan kerusakan sistem saraf, terutama otak. Mengenal Hemiplegia Hemiplegia adalah kondisi ketika satu sisi tubuh mengalami kelumpuhan. Kondisi ini umumnya terjadi karena stroke yang menyebabkan kerusakan pada bagian otak yang berfungsi mengendalikan fungsi dan gerakan tubuh. Gejala dan penanganan hemiplegia bisa bervariasi, tergantung penyebabnya. National Library of Medicine mengungkapkan bahwa istilah hemiplegia kadang dipertukarkan dengan hemiparesis. Namun ada perbedaan di antara keduanya, yakni hemiplegia mengacu pada hilangnya kekuatan secara penuh dan parah, sedangkan hemiparesis lebih ringan. Selain itu, seseorang bisa terlahir dengan hemiplegia (kongenital) atau mengalaminya di kemudian hari. Dokter biasanya mengklasifikasikan hemiplegia sebagai kondisi kongenital bila kerusakan otak terjadi sebelum, selama, atau sesaat setelah lahir hingga usia 2 tahun. Hemiplegia bersifat permanen karena belum ada obat yang diketahui dapat memulihkan kekuatan yang hilang. Namun terdapat beberapa pilihan terapi yang terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami kondisi ini. Gejala Gejala dan tingkat keparahan hemiplegia bergantung pada bagian otak yang mengalami kerusakan. Secara umum, gejala hemiplegia dapat disertai : Tak bisa merasakan sensasi pada sisi yang lumpuh Kesemutan atau mati rasa Gangguan keseimbangan dan koordinasi gerakan Kesulitan dalam berbicara dan memahami ujaran Gangguan menelan Penglihatan kabur atau menurun Tak bisa mengendalikan buang air besar dan air kecil Kehilangan ingatan Sulit menjalankan aktivitas motorik, seperti mengambil atau menggenggam barang Penyebab Hemiplegia terjadi tatkala ada bagian otak yang tak dapat menerima pasokan darah yang memadai untuk bisa berfungsi secara normal. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini, tapi yang paling umum adalah stroke. Stroke baik iskemik maupun hemoragik bisa mengganggu aliran darah ke otak. Penyebab lainnya termasuk: Cedera kepala serius Tumor otak Penyakit neurologis, seperti Parkinson dan multiple sclerosis Kelumpuhan infantil atau terjadi sejak bayi Infeksi otak, seperti meningitis dan ensefalitis Kelainan otak atau sistem saraf kongenital Migrain Cara Dokter Mendiagnosis Hemiplegia Untuk mendiagnosis hemiplegia, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik pada bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan menilai koordinasi gerakan, refleks, dan fungsi sensorik melalui serangkaian tes. Tingkat keparahan kelumpuhan juga dapat dideteksi lewat tes ini. Untuk menunjang diagnosis, dokter akan menjalankan prosedur pencitraan dengan metode MRI atau CT scan guna menilai kerusakan atau lesi di otak yang menyebabkan kelumpuhan. Selain itu, pemeriksaan neurologis bisa menghasilkan informasi mengenai fungsi otak, saraf, dan sistem motorik yang mengalami gangguan. Adapun untuk beberapa kondisi tertentu seperti diabetes yang diduga berkaitan dengan hemiplegia yang dialami pasien, dokter akan menyarankan tes darah dan pemeriksaan laboratorium. Bila perlu, elektroensefalogram (EEG) juga bisa dilakukan untuk merekam aktivitas kelistrikan otak dan membantu menegakkan diagnosis. Cara Mengatasi Hemiplegia tak bisa disembuhkan secara total dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Langkah yang biasa ditempuh dokter untuk mengatasi hemiplegia biasanya meliputi: Fisioterapi untuk membantu menguatkan otot, meningkatkan koordinasi gerakan, dan memulihkan mobilitas Terapi okupasi agar pasien bisa mandiri dalam aktivitas harian seperti makan, mengenakan pakaian, dan bersih-bersih diri Terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan wicara Pemberian obat-obatan untuk mengelola gejala atau mengendalikan kondisi yang melatari, seperti obat analgesik atau anti-spastik Penggunaan alat bantu seperti kursi roda atau tongkat agar pasien lebih mudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Bila ada tumor atau lesi, dokter mungkin perlu melakukan prosedur pengangkatan lewat bedah Dukungan psikologis atau konseling bagi pasien dan keluarganya untuk mengatasi dampak emosional yang mungkin muncul Komplikasi Hemiplegia bisa menyebabkan komplikasi terutama bila tak mendapatkan perawatan yang memadai. Komplikasi itu antara lain: Hilangnya fleksibilitas dan kekuatan otot Penurunan kualitas hidup karena keterbatasan mobilitas dan tingkat kemandirian Berisiko jatuh dan cedera akibat gangguan keseimbangan dan koordinasi Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung Masalah psikososial, termasuk depresi dan gangguan kecemasan Kekurangan nutrisi karena gangguan menelan atau kesulitan makan Pencegahan Cara terbaik untuk mencegah hemiplegia adalah menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan gizi seimbang, olahraga rutin, serta mengendalikan stres. Termasuk menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol yang bisa mempengaruhi sistem saraf dan otak. Untuk individu yang punya faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, ikuti anjuran dokter agar kondisinya tetap terkendali dan tak berkembang menjadi komplikasi yang dapat mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak. Kapan Harus ke Dokter? Ketika ada gejala hemiplegia, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menjalani perawatan di bawah bimbingan tim medis. Segera kunjungi dokter bila mendapati gejala kelumpuhan di satu sisi tubuh, terutama jika sebelumnya memiliki faktor risiko stroke atau mengalami insiden yang mempengaruhi otak. Narasumber: dr. Evita Rosada, Sp. S Spesialis Saraf Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-03-01 - Modified: 2024-02-29 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/hematologi-lengkap/ - Kategori: Patologi Klinik - Tag: Hematologi Lengkap, manfaat Hematologi Lengkap, mengenal Hematologi Lengkap Hematologi Lengkap adalah salah satu jenis pemeriksaan darah yang berguna untuk mendiagnosa penyakit secara lebih efektif. Pada dasarnya, suatu penyakit bisa terdeteksi melalui perubahan sel-sel dalam darah. Untuk mengetahui informasi selengkapnya perihal pengertian, manfaat, dan jenis penyakit yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ini, simak penjelasan selengkapnya di sini. Mengenal Apa Itu Hematologi Lengkap Tes hematologi lengkap dikenal juga sebagai pemeriksaan darah lengkap yang meliputi penghitungan sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan tertentu yang memengaruhi sel darah. Manfaat lain dari pemeriksaan darah lengkap adalah untuk memantau perkembangan penyakit dan hasil pengobatannya. Penyakit yang Terdeteksi Melalui Tes Hematologi Lengkap Tes hematologi biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan. Selain itu, tes hematologi lengkap biasanya diminta untuk mendiagnosis kondisi tertentu seperti infeksi atau penyakit perdarahan. Tes hematologi lengkap diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh dan mendeteksi adanya gangguan kesehatan tertentu. Beberapa kondisi yang dapat terdeteksi yaitu: Anemia Inflamasi Infeksi Leukemia Apa Saja yang Termasuk Tes Hematologi Lengkap? Untuk mendapatkan hasil detail, pemeriksaan darah lengkap akan dokter lakukan pada beberapa bagian darah. Lalu, di bagian mana saja itu? Bagi yang penasaran dengan pembahasannya, simak poin-poin berikut: 1. Sel darah merah Pada tubuh manusia, sel darah merah memiliki fungsi penting, salah satunya adalah membawa oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. Dalam pemeriksaan hematologi lengkap, ada aspek-aspek yang dokter perhatikan untuk menemukan ada atau tidaknya masalah kesehatan pada darah merah, yaitu: Jumlah seluruh hemoglobin dalam darah Persentase jumlah sel darah merah (hematokrit) Ukuran rata-rata sel darah merah (mean corpuscular volume) Jumlah rata-rata hemoglobin di dalam sel darah merah (mean corpuscular hemoglobin) Tingkat kepadatan molekul hemoglobin dalam sel darah merah (mean corpuscular hemoglobin concentration) Variasi ukuran sel darah merah (red cell distribution width) Berdasarkan hasil pemeriksaannya, anggota medis dapat mengetahui adanya penyakit dalam tubuh pasiennya yang berkaitan dengan sel darah merah. Misalnya anemia (kurang darah) dan terjadinya dehidrasi. 2. Sel darah putih Selain sel darah merah, dalam tubuh manusia juga terdapat sel darah putih. Fungsi pentingnya adalah untuk memerangi infeksi dan proses alergi sekaligus peradangan. Proses perhitungan sel darah putih bisa langsung secara keseluruhan atau berdasarkan jenis-jenisnya. Pada sel darah putih memang terdapat beberapa komponen yang memiliki fungsi khusus. Mengenai apa saja itu, informasinya bisa Anda dapatkan di bawah ini: Neutrofil: Bertanggung jawab dalam melawan bakteri atau virus Limfosit: Menciptakan antibodi yang berguna untuk melawan virus dan bakteri Monosit: Meningkatkan respon tubuh terhadap serangan penyakit serta menyingkirkan sel dan jaringan yang mengalami kerusakan Eosinofil: Bertugas melawan infeksi yang memicu peradangan dan reaksi alergi Basofil: Mampu melepaskan enzim yang berguna untuk mengendalikan alergi 3. Platelet Istilah platelet bagi kebanyakan orang mungkin masih sangat asing. Sebenarnya, platelet adalah sebutan lain dari trombosit. Sebagai informasi, trombosit adalah sel darah yang berperan dalam proses pembekuan darah. Pada pemeriksaan darah lengkap, ahli medis akan menilai ukuran rata-rata, keseragaman ukuran platelet dalam darah, dan jumlahnya. 4. Hematokrit Tes hematokrit berfungsi untuk mengukur persentase sel darah merah yang ada di tubuh. Jika ternyata tingkat hematokrit tinggi, maka menjadi tanda adanya kemungkinan seseorang menderita polisitemia vera. Selain hematokrit yang tinggi, hematokrit yang rendah juga menjadi tanda adanya kelainan dalam darah seseorang, yaitu tanda dari anemia. Tujuan Pemeriksaannya Bukan tanpa alasan, pemeriksaan hematologi lengkap memiliki beberapa tujuan. Seperti pada penjelasan-penjelasan sebelumnya, tujuan utamanya adalah membantu mengetahui masalah kesehatan pada manusia. Namun, sebenarnya masih ada tujuan lain yang sebaiknya Anda ketahui sebelum menjalankan pemeriksaan tersebut. Berikut ulasannya: Mencari tahu penyebab munculnya suatu gangguan kesehatan, terutama jika pasien mengalami gejala seperti demam, lemas, kelelahan, bengkak, dan perdarahan. Evaluasi kesehatan menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit yang terdeteksi dari penurunan ataupun peningkatan sel darah Mengawasi perkembangan kesehatan pasien yang berkaitan dengan kadar sel darah dalam tubuh Memantau penanganan penyakit yang memengaruhi kadar sel darah Serangkaian Tes Pendukung Hematologi Lengkap Tes hematologi memiliki tujuan utama untuk mencari tahu masalah kesehatan pada tubuh manusia dan perawatan paling tepat. Agar hasilnya semakin valid dan detail, biasanya dokter akan mendukung pemeriksaan tersebut dengan tes-tes berikut: Analisa darah tepi: dilakukan untuk mengevaluasi morfologi dari sel-sel darah. Aspirasi sumsum tulang: Pemeriksaan ini merupakan prosedur medis berupa ekstraksi bagian cair dari sumsum tulang yang bertujuan untuk melihat adanya kelainan pada prekursor sel darah yang menyebabkan perubahan pada sel-sel darah yang bersirkulasi. Elektroforesis hemoglobin: Tes yang bertujuan untuk melihat adanya perubahan dari struktur hemoglobin dalam sel darah merah. Jangan khawatir bagi yang ingin menjalankan tes, Anda tidak perlu berpuasa terlebih dahulu. Hanya saja, apabila sebelumnya mengonsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu, maka perlu berkonsultasi ke dokter. Selain itu, pada saat tes usahakan mengenakan pakaian yang mudah digulung pada bagian lengannya. Lalu, kapan sebenarnya harus menjalankan tes darah lengkap? Jawabannya yakni saat pemeriksaan kesehatan rutin ataupun sesuai petunjuk dokter. Tes hematologi lengkap menjadi tes kesehatan yang sangat membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit seseorang. Supaya tidak perlu menjalankan perawatan rumit, sebaiknya selalu jaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat.... - Published: 2024-03-01 - Modified: 2024-05-06 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/hematoma/ - Kategori: Kulit dan Kelamin Ketika terjadi trauma kadang yang terlihat pada daerah kulit berwarna biru keunguan dan disertai rasa nyeri terutama saat disentuh. Masyarakat umum menyebutnya sebagai kondisi memar atau lebam. Namun. Secara medis, kondisi itu disebut hematoma, yang pada umumnya tidak membahayakan, tapi bisa juga mengindikasikan adanya masalah medis yang serius. Mengenal Hematoma Hematoma bisa terjadi diakibatkan oleh benturan yang bisa menyebabkan pembuluh darah di area yang terkena pecah dan mengeluarkan darah. Makin besar benturan, makin besar pula terjadinya potensi perdarahan. Karena tak ada luka terbuka, darah tersebut merembes ke jaringan lunak di sekitarnya dan menimbulkan perubahan warna pada area bawah kulit yang terluka. Kondisi ini disebut hematoma subkutan. Dalam beberapa kasus, hematoma bisa terjadi di beberapa bagian tubuh lain yang tak terlihat. Kondisi inilah yang membutuhkan perhatian khusus contohnya Hematoma pada kepala. Umumnya dianggap lebih serius daripada di bagian tubuh lain karena berkaitan dengan cedera otak traumatis. Gejala Gejala bisa berbeda-beda, tergantung lokasi dan tingkat keparahannya. Secara umum, gejala itu meliputi: Perubahan warna kulit menjadi biru keunguan hingga hitam karena adanya darah yang terkumpul di bawah kulit Pembengkakan akibat kumpulan darah di dalam jaringan Nyeri di area tubuh yang terkena Bila hematoma mempengaruhi sendi atau otot, bisa muncul rasa ketidaknyamanan atau kesulitan ketika menggerakkan area sendi atau otot tersebut Sakit kepala, mual, atau kehilangan kesadaran bila hematoma terjadi pada area kepala Penyebab Hematoma bisa terjadi dikarenakan banyak hal, namun penyebab yang paling umum adalah cedera atau trauma fisik. Faktor penyebab lain meliputi: Rusaknya pembuluh darah saat atau setelah prosedur pembedahan Pencabutan atau suntik gigi yang mempengaruhi pembuluh darah di sekitarnya Kelainan pembekuan darah, misalnya hemofilia yang menghambat proses pembekuan darah ketika terjadi perdarahan Penggunaan obat-obatan seperti pengencer darah yang bisa meningkatkan risiko perdarahan Cara Dokter Mendiagnosis Untuk kasus yang menimbulkan perubahan warna dan permukaan kulit, dokter relatif lebih mudah menegakkan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa tanda dan gejala yang terlihat seperti warna kulit yang berubah menjadi lebih gelap dan adanya pembengkakan di area yang terkena. Dalam beberapa kasus, bisa menyarankan pasien menjalani beberapa pemeriksaan seperti magnetic resonance imaging (MRI), computed tomography (CT) scan, atau pemeriksaan X-Ray agar diperoleh gambaran visual yang lebih jelas mengenai lokasi dan ukuran hematoma. Selain itu, tes darah bisa dilakukan guna mengecek sistem pembekuan darah pada pasien dan memastikan tidak adanya kelainan yang memicu timbulnya hematoma. Cara Mengatasi Kasus yang ringan bisa hilang dengan sendiri hanya dengan beristirahat dan menjaga area yang terkena dari kemungkinan cedera tambahan. Untuk mempercepat proses penyembuhan, salah satunya bisa dengan kompres dingin yang berfungsi meredakan rasa nyeri dan mengurangi pembengkakan. Agar pembengkakan cepat berkurang, bagian tubuh perlu ditinggikan untuk mengurangi aliran darah ke area tersebut. Misalnya kaki yang terkena hematoma bisa diposisikan lebih tinggi dari tubuh dengan menganjal menggunakan bantal. Dokter juga bisa memberikan terapi dengan obat yang berfungsi mengurangi nyeri dan peradangan, seperti ibuprofen dan parasetamol. Adapun untuk hematoma yang mempengaruhi sendi atau otot, pasien sepertinya memerlukan fisioterapi untuk memulihkan kefungsi normal dan mengurangi ketidaknyamanan. Sedangkan pada kasus berat, mungkin diperlukan prosedur drainase guna mengeluarkan cairan dari area yang mengalami hematoma. Komplikasi Hematoma yang tak terdiagnosa ataupun tidak mendapatkan penanganan yang tepat bisa memicu berbagai komplikasi, seperti: Kerusakan otak permanen bila hematoma terjadi di kepala Infeksi yang menyebar akibat perkembangan bakteri Meluasnya perdarahan yang makin menekan organ dan membahayakan fungsi organ yang terpengaruh Hilangnya fungsi dan elastisitas otot Kapan Harus ke Dokter? Penting untuk digarisbawahi bahwa hematoma bisa terjadi di berbagai bagian tubuh dan gejala serta penanganannya bisa bervariasi tergantung lokasi dan tingkat keparahannya. Bila mengalami cedera yang menyebabkan hematoma atau muncul gejala yang mencurigakan, sebaiknya segera datangi dokter untuk berkonsultasi dan menjalani evaluasi serta perawatan yang tepat. Narasumber: dr. Nurul Indah, Sp. DV Spesialis Dermatovenerologi Primaya Hospital Hertasning - Published: 2024-02-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/hemarthrosis/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Keluarnya darah dari dalam pembuluh darah tidak selalu tampak hingga ke atas permukaan kulit. Dalam kasus tertentu, perdarahan bisa terjadi di dalam tubuh, termasuk di area persendian. Kondisi yang disebut hemarthrosis ini memerlukan penanganan yang tepat dan efisien untuk menghindari komplikasi yang lebih serius. Mengenal Hemarthrosis Hemarthrosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya perdarahan di dalam sendi. Perdarahan ini bisa dipicu cedera, trauma, atau gangguan pembekuan darah. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai sendi, seperti lutut, siku, dan pergelangan tangan. Sendi adalah bagian tubuh yang berfungsi menghubungkan tulang-tulang dan membantu manusia menggerakkan tubuh untuk melakukan beragam aktivitas. Sendi juga termasuk rentan mengalami masalah seperti nyeri. Bila nyeri sendi kerap terjadi atau terasa intens, ada kemungkinan pemicunya adalah hemarthrosis. Hemarthrosis kerap dijumpai pada individu yang mengalami hemofilia, yakni gangguan pembekuan darah yang disebabkan oleh kurang atau tidak adanya faktor pembekuan darah tertentu di dalam gen. Hemarthrosis pada pengidap hemofilia membutuhkan penanganan yang komprehensif dan terpadu karena risiko komplikasinya lebih besar. Gejala Tanda dan gejala hemarthrosis bisa bervariasi dari ringan hingga berat dan umumnya memburuk ketika terjadi perdarahan yang meluas. Gejala itu bisa meliputi: Nyeri yang kian terasa bila sendi digerakkan Pembengkakan karena adanya kumpulan darah di dalam sendi Kaku pada persendian yang terkena Kulit persendian memerah dan terasa hangat saat disentuh Ada sensasi terjepit atau tertekan di area sendi yang terkena Penyebab Seperti dikutip dari Kementerian Kesehatan, hemarthrosis bisa dibedakan menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yakni: Hemarthrosis akibat cedera, seperti keseleo, otot meregang, dan ligamen yang robek. Cedera ringan hingga berat bisa memicu hemarthrosis pada satu sendi atau lebih Hemarthrosis akibat kondisi selain cedera, antara lain Gangguan darah, Penggunaan obat pengencer darah Kekurangan vitamin C Infeksi Osteoartritis atau peradangan sendi Kanker Komplikasi tindakan pembedahan Penyebab umum hemarthrosis adalah gangguan pembekuan darah. Pada pengidap hemofilia, misalnya, perdarahan dalam sendi bisa terjadi bahkan setelah cedera ringan. Cara Dokter Mendiagnosis Hemarthrosis Dokter biasanya dapat mengidentifikasi hemarthrosis dengan memeriksa persendian secara visual. Dokter akan menilai gejala dan tanda-tanda hemarthrosis, seperti pembengkakan, kemerahan, dan keterbatasan gerak. Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter bisa meminta pasien menjalani prosedur seperti: Pemeriksaan darah untuk memastikan apakah terdapat gangguan pembekuan darah atau faktor pembekuan yang tidak mencukupi. Pemeriksaan radiologi seperti sinar-X atau resonansi magnetik (MRI) guna mendeteksi perubahan struktural pada sendi dan menilai tingkat perdarahan. Aspirasi sendi, yakni pengambilan sampel cairan dari dalam sendi dengan jarum untuk kemudian dianalisis lebih lanjut guna menentukan apakah terdapat darah yang berlebihan di dalam sendi. Pemeriksaan ultrasonografi untuk mendeteksi perdarahan dalam sendi dan memberikan gambaran real-time kondisi sendi. Pemindaian computed tomography (CT scan) untuk mendapatkan gambaran lebih rinci tentang struktur sendi. Cara Mengatasi Cara efektif untuk mengatasi hemarthrosis dengan meredakan nyeri dan pembengkakan adalah metode RICE atau rest, ice, compression, and elevation. Dengan metode ini, sendi yang terpengaruh harus diistirahatkan untuk meredakan tekanan dan peradangan. Bagian tubuh tempat persendian ini lalu diposisikan lebih tinggi untuk membantu mengurangi pembengkakan. Selain itu, kompres dingin diberikan pada area sendi yang terkena dan memberikan kompres untuk meredakan pembengkakan. Penggunaan obat analgesik dan anti-inflamasi juga bisa membantu mengurangi gejala seperti nyeri dan peradangan. Sedangkan untuk individu dengan hemofilia yang mengalami hemarthrosis, pilihan penanganannya bisa mencakup: Pemberian faktor pembekuan darah (faktor VIII atau IX) lewat infus Aspirasi sendi untuk mengeluarkan cairan berlebih injeksi steroid untuk meredakan peradangan Pembedahan jika terjadi perdarahan berulang yang bisa memicu kerusakan jaringan Komplikasi Hemarthrosis memerlukan perawatan medis agar tak terjadi komplikasi seperti: Kerusakan sendi Keterbatasan gerakan yang bisa menurunkan kualitas hidup karena aktivitas sehari-hari terganggu Nyeri dan ketidaknyamanan yang konstan Infeksi Perburukan gangguan pembekuan darah Pencegahan Pencegahan hemarthrosis bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, termasuk melakukan olahraga ringan yang bisa menguatkan sendi dan otot. Misalnya joging, berenang, bersepeda, atau bermain tenis. Bagi individu dengan hemofilia, terapi faktor pembekuan darah juga efektif untuk mencegah perdarahan. Aktivitas atau olahraga yang bisa meningkatkan risiko cedera pada sendi juga harus dihindari. Pengidap hemofilia terutama harus memilih aktivitas yang lebih aman dan menghindari kegiatan yang berisiko tinggi. Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami gejala hemarthrosis, penting untuk segera mencari bantuan medis. Terutama bila ada riwayat gangguan pembekuan darah, terutama hemofilia, atau bila gejala itu terjadi setelah cedera atau trauma pada sendi. Penanganan dini akan meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi yang lebih membahayakan. Narasumber: dr. Muhammad Phetrus Johan, MKes, PhD, Sp. OT (K) Spesialis Bedah Orthopedi Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-02-29 - Modified: 2024-05-15 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/ast-sgot/ - Kategori: Patologi Klinik - Tag: AST/SGOT, pemeriksaan AST, penyakit hati - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan AST/SGOT bertujuan untuk mengukur kadar aspartate aminotransferase dan membantu memeriksa fungsi hati. Kadar enzim yang terlalu tinggi dapat menjadi indikasi adanya masalah organ tersebut seperti kerusakan hati. Oleh karena itu, pemeriksaan AST atau SGOT ini penting dilakukan karena hati merupakan organ yang fungsinya sangat krusial pada tubuh setiap orang. Lantas, bagaimana prosedur pemeriksaan AST? Berapa kadar normal AST atau SGOT? Apa itu Pemeriksaan AST/SGOT? Aspartate Aminotransferase atau AST adalah enzim yang ditemukan di hati dan juga terdapat di bagian tubuh lain seperti otot, ginjal, jantung. Nama lain dari enzim AST ini adalah Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT). AST merupakan enzim yang berperan untuk proses metabolisme asam amino dalam hati. AST atau SGOT biasanya ada di dalam darah dengan kadar rendah. Saat sel-sel pada organ hati mengalami kerusakan, enzim AST terlepas dan masuk ke aliran darah. Saat inilah dapat ditemukan kadar AST dalam darah meningkat. Pemeriksaan AST atau SGOT umumnya dokter ajukan ketika seseorang memiliki beberapa keluhan yang mengarah ke gangguan hati atau liver. Hal ini untuk mengetahui kondisi organ hati apakah mengalami kerusakan atau tidak. Siapa yang Membutuhkan Tes SGOT/AST? Pemeriksaan atau tes AST adalah bagian dari tes darah rutin bertujuan untuk memantau kesehatan secara keseluruhan. Jadi, pemeriksaan ini sering kali menjadi pemeriksaan rutin karena jadi bagian dari panel metabolik komprehensif. Melansir WebMD, adapun seseorang yang membutuhkan pemeriksaan AST atau SGOT adalah mereka yang apabila memiliki gejala kerusakan hati atau liver, seperti: Penyakit kuning, yaitu kulit dan mata berwarna kuning Urine berwarna gelap dan kotoran berwarna terang Pembengkakan di bagian kaki dan pergelangan kaki Perut terasa sakit pada bagian atas sisi kanan Kehilangan nafsu makan, sehingga mudah lemas Kulit terasa gatal dan memar Selain itu, alasan seseorang membutuhkan pemeriksaan AST yakni saat terlalu banyak konsumsi alkohol, konsumsi obat perusak jati, terpapar virus hepatitis, riwayat penyakit hati di keluarga, obesitas, diabetes, dan penyakit hati berlemak. Dengan melakukan pemeriksaan AST dini, Anda dapat mengetahui dan antisipasi mengalami penyakit hati atau liver. Anda dapat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat ketika mengetahui hasil pemeriksaan kadar AST dalam darah. Berapa Kisaran Kadar SGOT/AST Normal? Ketika seseorang melakukan pemeriksaan AST, hasilnya ada beberapa klasifikasi rentang AST menjadi normal, tinggi atau rendah. Kisarannya dapat berbeda-beda berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, dan faktor lainnya. Melansir Healthline Media, pengukuran kadar AST ini biasanya dalam satuan Unit per Liter (U/L) atau satuan Internasional Unit per Liter (IU/L). Pada hasil pemeriksaan, laboratorium biasanya mencantumkan rentang referensi spesifiknya. Pada orang yang sehat, enzim AST/SGOT biasanya memiliki angka normal kurang dari 40 U/L. Jika melebihi angka normal, maka ada kemungkinan mengalami gangguan fungsi hati. Persiapan Sebelum Pemeriksaan SGOT/AST Pada dasarnya, jika Anda ingin memeriksa kadar AST atau SGOT, maka tidak memerlukan persiapan khusus. Penting untuk memberitahu dokter jika Anda sedang mengkonsumsi obat atau suplemen tertentu. Sebab, hal ini dapat mempengaruhi hasil tes atau pemeriksaan AST. Setelah semua Anda persiapkan untuk menjalani tes pemeriksaan AST, selanjutnya petugas laboratorium akan mengambil sampel darah dari lengan. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian dengan lengan pendek pada saat akan tes. Pemeriksaan atau tes AST dalam darah biasanya hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Setelah pengambilan darah, Anda dapat langsung pulang di hari yang sama kemudian menunggu hasil dari tes kadar AST dari laboratorium. Prosedur Pemeriksaan AST/SGOT Tes darah AST sendiri cukup mudah dan mirip dengan tes darah lain. Petugas kesehatan profesional akan mengambil langkah-langkah sesuai prosedur yang berlaku, yaitu: Petugas kesehatan membersihkan area pengambilan darah di lengan atas atau area dalam siku dengan lap dan antiseptik agar terhindar dari kuman. Mengikat pita atau tali di sekitar lengan atas yang bertujuan untuk membendung aliran darah di area tersebut sehingga memudahkan pengambilan darah. Memasukkan jarum ke pembuluh darah di lengan atas untuk mengambil sampel darah. Mungkin Anda akan merasakan sedikit nyeri tusukan. Setelah volume darah yang diambil cukup, petugas kesehatan melepaskan jarum kemudian menempelkan bola kapas untuk menghentikan pendarahan. Petugas kesehatan akan mengirimkan sampel darah yang sudah mereka ambil ke laboratorium untuk pengujian dan mengetahui hasilnya. Tempat Pemeriksaan AST/SGOT Jika Anda memiliki gejala penyakit hati atau ingin check up kesehatan rutin setiap tahun, maka dapat melakukan tes dan pemeriksaan AST di rumah sakit atau laboratorium. Jadi, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan AST/SGOT jika Anda merasa ada gejala atau tanda penyakit hati. Biasanya pemeriksaan ini juga termasuk dalam pemeriksaan rutin yang menjadi bagian dari panel metabolik komprehensif. Narasumber: dr. Shendy Sherly, Sp. PK Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Hertasning - Published: 2024-02-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/halusinasi/ - Kategori: Kejiwaan, Penyakit - Translation Priorities: Optional lam percakapan generasi milenial baik secara langsung maupun di medsos sering disebut istilah ‘halu’ bila ada komunikasi yang tampak meracau atau bertingkah di luar nalar. Istilah Halu di sini adalah kependekan dari halusinasi, yang sebenarnya merupakan salah satu kondisi medis yang memerlukan perhatian karena mungkin berkaitan dengan penyakit tertentu yang serius. Apa sebenarnya pengertian dari halusinasi? Halusinasi adalah persepsi yang salah terhadap objek atau peristiwa yang melibatkan indra seseorang. Dengan kata lain, halusinasi merupakan pengalaman sensorik melalui persepsi indra yang dialami seseorang tanpa adanya rangsangan eksternal yang sebenarnya. Jadi seseorang dikatakan berhalusinasi bila orang tersebut bisa merasakan, melihat,meraba, menghidu atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi bisa terjadi melibatkan salah satu atau beberapa indra dari panca Indra manusia. Halusinasi sendiri dalam bahasa Latin berarti “berkelana secara mental”. Dengan kata lain, pikiran individu yang mengalami kondisi ini seolah-olah berjalan-jalan dalam lingkungan yang sejatinya tidak nyata karena terbentuk oleh pikiran itu sendiri. Gejala Gejalanya bervariasi, tergantung indra mana yang terpengaruh oleh kondisi ini. Contohnya: Melihat bayangan, sosok, atau objek lain yang tak ada Mendengar suara seperti bisikan atau obrolan orang lain yang tak nyata Merasa seolah-olah disentuh sesuatu Mencium aroma yang tak dicium oleh orang-orang di sekitarnya Mengecap rasa yang tak terkait dengan makanan yang dikonsumsi Intensitas gejala ini bervariasi, dari ringan hingga parah, bisa muncul secara acak ataupun ketika dalam kondisi tertentu. Durasinya pun bisa lama ataupun sebentar. Selain itu, pengalaman halusinasi bisa membuat orang merasa lebih stres dan cemas meski masih memiliki kesadaran terhadap realitas di sekitarnya. Gangguan jiwa apa saja yang dapat mengalami halusinasi? Dalam ilmu psikiatri adanya halusinasi menjadi salah satu gejala penting untuk mendiagnosis bahwa seseorang menderita gangguan jiwa berat. Yang dimaksud dengan gangguan jiwa berat atau psikosis adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu membedakan kenyataan (realistis) dengan khayalan (non realistis). Pada kondisi psikosis selain adanya halusinasi dapat juga ditemukan delusi serta gangguan suasana perasaan dan gangguan isi pikir lainnya. Gangguan psikiatrik yang sering terdapat gejala halusinasi di antaranya: Gangguan psikosis seperti skizofrenia serta gangguan psikosis akibat penggunaan narkotika, psikotropika maupun alcohol. Kondisi medis tertentu, seperti epilepsi, demensia, Parkinson, demam tinggi dan tumor otak yang menimbulkan tekanan signifikan pada otak Gangguan suasana hati, terutama depresi berat yang berkaitan dengan rasa putus asa atau kehilangan serta gangguan bipolar Selain itu kadangkala individu yang masih mampu menyadari realita dapat juga mengalami halusinasi, biasanya bersifat singkat dan sementara, misal : Orang yang mengalami gangguan pendengaran atau penglihatan Pengalaman traumatis seperti post-traumatic stress disorder (PTSD) Kurang tidur Dampak anestesi setelah operasi Isolasi sosial Penyakit terminal seperti kanker otak, gagal hati, dan HIV/AIDS Halusinasi yang dialami oleh seseorang akibat penggunaan narkoba mungkin awalnya mendatangkan kesenangan atau ketenangan sementara. Selanjutnya sifat adiktif dari narkoba membuat pengguna menjadi kompulsif dalam menggunakan narkoba dan pada akhirnya akan menimbulkan berbagai masalah yang lebih serius selain risiko terjadinya gangguan jiwa berat. Gejala halusinasi yang menetap dalam jangka waktu lama cukup berbahaya bila tidak ditangani dengan tepat, sebab akan mempengaruhi kemampuan menilai realita. Akibatnya mampu mendorong orang tersebut untuk melakukan hal yang di luar kewajaran bahkan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Bagaimana menilai Untuk mendiagnosis halusinasi, dokter perlu mengetahui riwayat kesehatan mental dan fisik pasien serta faktor lain yang berpengaruh. Selain itu, dokter akan melakukan serangkaian langkah seperti berikut : Menilai gejala yang dialami pasien lewat prosedur tanya-jawab atau wawancara psikiatrik Mengevaluasi kesehatan mental secara menyeluruh untuk mengecek apakah ada masalah yang mengarah pada gangguan jiwa tertentu Tes darah, urine dan pemeriksaan laboratorium lain yang diperlukan Wawancara dengan anggota keluarga atau sahabat terdekat tentang perubahan sikap dan perilaku pasien Pemeriksaan dengan menggunakan tes psikologis tertentu kadang dibutuhkan untuk memastikan diagnosis dan menentukan Tingkat keparahan gejala Cara Mengatasi Penanganan halusinasi bergantung dari penyebabnya. Jika dokter sudah memastikan penyebab itu, dokter akan menentukan langkah penanganan yang tepat. Adapun cara yang umum untuk mengatasi halusinasi meliputi: Psikoterapi untuk membantu pasien mengenali dan mengendalikan faktor pemicu halusinasi dan menentukan strategi yang tepat guna mengatasi gejalanya Pemberian obat-obatan psikofarmaka untuk mengatasi dan menekan halusinasi serta gejala psikiatrik lain yang dialami Manajemen stres, misalnya lewat terapi relaksasi, meditasi, atau yoga untuk menekan risiko tekanan mental yang bisa memperburuk gejala halusinasi Dukungan sosial dari lingkungan terdekat untuk menunjang pemulihan dan pengendalian gejala halusinasi Pemantauan kondisi kesehatan secara berkala guna memastikan efektivitas pengobatan dan penyesuaian dosis obat bila perlu Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, termasuk menghindari penyalahgunaan narkoba Komplikasi Halusinasi umumnya menjadi pertanda adanya gangguan atau kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan penanganan medis psikiatrik. Bila dibiarkan tanpa perawatan, bisa timbul komplikasi seperti: Gangguan terhadap rutinitas sehari-hari, termasuk dalam bekerja, belajar, serta menjalin relasi sosial Merasa terisolasi secara sosial dan rendah diri karena tak dipercayai oleh orang sekitar Kesulitan membedakan kenyataan dari hal yang tidak nyata Depresi dan gangguan kecemasan Kesulitan berkomunikasi atau merespons stimulus dari lingkungan sekitar, termasuk orang-orang terdekat, sehingga terjadi ketegangan dalam hubungan dan komunikasi Mempengaruhi seseorang untuk melakukan... - Published: 2024-02-27 - Modified: 2024-05-15 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/alt-sgpt/ - Kategori: Patologi Klinik - Tag: ALT/SGPT, manfaat ALT/SGPT - Translation Priorities: Optional Meski bagi kebanyakan orang tes ALT/SGPT masih sangat asing, tetapi perannya sebenarnya sangat penting. Tes ini sendiri berfungsi untuk mendeteksi kondisi hati melalui pengujian sampel darah seseorang. Berbekal tes tersebut juga dokter bisa mengetahui seberapa jauh perubahan kondisi pasien yang sedang dalam perawatan atau pengobatan. Mengenal Tes ALT/SGPT   ALT (Alanin Aminotransferase) yang dikenal juga dengan sebutan SGP (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) adalah tes darah untuk memeriksa kerusakan hati. Mengapa begitu? Sebab, ketika hati mengalami kerusakan, maka enzim yang ada di dalamnya yaitu ALT akan keluar, kemudian mengalir melalui darah. Akhirnya, pada saat tes darah, hasilnya menunjukkan kadar Alanin Aminotransferase meningkat. Selain itu, manfaat lainnya adalah untuk mengetahui apakah suatu obat, penyakit, atau cedera telah merusak hati seseorang atau tidak. Melakukan pengecekan ALT merupakan langkah tepat untuk mendeteksi adanya penyakit hati sedini mungkin. Sebagaimana yang kita tahu, hati merupakan salah satu organ manusia yang memiliki banyak peran penting, seperti: Membuat zat yang membantu proses pembekuan darah Membuat cairan empedu yang berfungsi untuk mencerna makanan dalam tubuh Menyimpan vitamin dan mineral sampai terdeteksi tubuh seseorang membutuhkannya Menghilangkan limbah dan racun dalam hati melalui sistem penyaringan yang terdapat di hati Menetralisir kelebihan gula dari darah Dalam kondisi normal, jumlah Alanin Aminotransferase dalam tubuh manusia yakni sekitar 7-56 unit per liter serum. Sedikit catatan, sebenarnya nilai tersebut tidaklah pasti. Masih ada kemungkinan perbedaan di setiap orang karena nilainya terpengaruh pada jenis kelamin. Manfaat ALT/SGPT pada Tubuh Manusia Enzim Alanin Aminotransferase sebenarnya terdapat dalam beberapa bagian tubuh, utamanya di hati. Untuk sebagian kecilnya, tersebar di ginjal, otot, dan organ lainnya. Keberadaan ALT/SGPT berperan penting dalam memecah makanan menjadi energi. Umumnya, kadar enzim tersebut dalam darah berjumlah rendah. Namun, ketika hati mengalami kerusakan, bukan tidak mungkin jika kadarnya menjadi meningkat. Guna mengetahui kondisi kesehatan hati, dokter terkadang menyarankan pasiennya menjalankan tes darah untuk mengetahui kadar Alanin Aminotransferase pada tubuhnya. Sayangnya, pada kondisi tertentu, meski hasil tes menyatakan kadarnya normal, tetapi tidak menjamin hati dalam kondisi baik-baik saja. Hal itu sering terjadi pada pasien dengan kasus penyakit hati kronis (menahun dan berjalan perlahan), hepatitis B kronik, atau hepatitis C kronik. Kapan Harus Tes ALT/SGPT? Sebagai tes untuk mengetahui kesehatan hati, dokter akan menyarankan seseorang menjalankan tes tersebut setelah mendeteksi gejala yang tampak pada tubuh mereka. Berikut beberapa di antaranya: Muntah Mual Perut membengkak atau terasa sakit Mata atau kulit berubah warna menjadi kekuningan, kondisi ini bernama penyakit kuning Tubuh menjadi lemah Merasa lelah berlebih Warna urine menggelap Feses berwarna terang Kulit gatal-gatal Kerusakan hati semakin rawan terjadi pada orang dengan faktor risiko tertentu. Siapa saja itu? Jawabannya ada di bawah ini: Seseorang yang pernah terkena virus hepatitis Peminum alkohol aktif Ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit hati Mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan kerusakan hati, seperti obat penghilang rasa sakit yaitu asetaminofen dan ibuprofen Mengalami kelebihan berat badan (obesitas) Penderita diabetes Sebenarnya, meski tidak merasakan gejala atau memiliki faktor risiko sesuai penjelasan di atas, tetapi tidak ada salahnya untuk menjalankan tes ALT, sebagai pemeriksaan rutin. Persiapan Sebelum Tes Sebelum tes, ada kemungkinan dokter akan meminta Anda untuk menghentikan aktivitas makan dan minum alias berpuasa beberapa jam sebelum tes. Hal ini karena biasanya tes ALT dilakukan bersamaan dengan tes darah lain yang mengharuskan pasiennya puasa lebih dulu. Bagi orang yang rutin mengonsumsi obat-obatan untuk perawatan penyakit tertentu, tanyakan pada dokter apakah obat yang Anda konsumsi berpengaruh pada hasil tes atau tidak. Bukah hanya obat, faktanya ada beberapa suplemen yang juga berpengaruh pada hasil tes darah. Oleh karenanya ada kemungkinan dokter meminta untuk menghentikan konsumsi obat atau suplemen tersebut sementara waktu. Satu lagi hal yang memengaruhi hasil tes yaitu olahraga intens. Sebelum menjalankan tes, ada baiknya memberi tahu jika berencana atau memang sudah rutin menjalankan olahraga intens. Tahapan Pemeriksaan ALT/SGPT Pertama-tama, perawat akan mengambil secukupnya sampel darah dari pasiennya. Sampel yang mereka ambil umumnya di bagian pembuluh darah di area lengan. Tidak sembarangan, ada langkah khusus untuk melakukan pemeriksaan ini. Sebelum mengambil sampel darah, terlebih dahulu perawat mengikat lengan pasien. Tujuannya adalah agar pembuluh darah terisi darah dan membengkak. Guna menghindari kontaminasi virus, bakteri, atau kotoran, perawat akan membersihkan area tersebut dengan antiseptik. Barulah setelah itu jarum suntik dimasukkan ke pembuluh darah. Pengambilan sampel darah biasanya hanya berlangsung dalam hitungan menit. Darah yang keluar, mereka tampung ke dalam botol atau tabung steril. Setelah jumlah yang terkumpul mencukupi, pita dan jarum akan perawat lepas. Supaya pendarahan berhenti, perawat memasangkan perban dan kain kasa di tempat masuknya jarum tadi. Risiko yang Mungkin Terjadi Tidak perlu ragu atau terlalu khawatir, faktanya tes ALT tidak berbahaya. Hanya saja memang pada beberapa orang bisa menimbulkan efek sebagai berikut: Pendarahan Memar di area masuknya jarum Infeksi Sedikit nyeri saat jarum masuk ke pembuluh darah Pingsan atau pusing Hasil Pemeriksaan Apabila seluruh proses sudah Anda jalani, tinggal tunggu hasilnya keluar. Hasilnya sendiri akan keluar dalam hitungan jam hingga hari. Ikuti saja arahan dari dokter agar tidak bolak-balik... - Published: 2024-02-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/glomerulonefritis/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ginjal manusia memiliki peran vital sebagai bagian dari sistem ekskresi yang bertugas menyaring dan membuang hasil metabolisme yang tak dibutuhkan dalam darah. Glomerulonefritis terjadi ketika bagian ginjal yang berfungsi sebagai penyaring itu mengalami kerusakan dan peradangan. Bila tak mendapat pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Mengenal Glomerulonefritis Glomerulonefritis adalah kondisi medis yang mempengaruhi glomeruli, yakni bagian kecil di dalam ginjal yang berperan menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah untuk dibuang dalam bentuk urine. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau berkembang tahap demi tahap (kronis). Selain itu, glomerulonefritis bisa bersifat primer, yaitu menyerang glomeruli secara langsung, atau sekunder alias muncul sebagai akibat dari adanya penyakit lain. Ketika terjadi glomerulonefritis, limbah metabolisme, kelebihan cairan, dan toksin tak bisa disaring dengan baik ke urine dan justru menumpuk di dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala seperti pembengkakan dan kelelahan. Glomerulonefritis adalah kondisi medis yang sangat mempengaruhi fungsi ginjal dan bisa menimbulkan dampak yang signifikan pada kesehatan seseorang. Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, belum ada obat untuk menyembuhkan pasien dengan kondisi ini. Namun pengelolaan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan mengoptimalkan kesehatan ginjal. Gejala Glomerulonefritis Gejala glomerulonefritis bisa berbeda antara satu orang dan yang lain. Perbedaan jenisnya, apakah akut atau kronis, turut mempengaruhi kemunculan gejala. Secara umum, gejala yang dialami meliputi: Tekanan darah tinggi atau hipertensi Pembengkakan pada wajah, perut, kaki, dan mata Urine berwarna gelap atau bercampur darah Terdapat buih dalam urine Kelelahan Penurunan nafsu makan Peningkatan berat badan tanpa penyebab jelas Nyeri atau ketidaknyamanan di bagian bawah punggung Sering sakit kepala, nyeri sendi, dan mengalami gangguan penglihatan Jumlah urine yang dikeluarkan sedikit Penyebab Glomerulonefritis Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan glomerulonefritis, di antaranya: Infeksi bakteri, virus, atau parasit, terutama bakteri streptokokus Gangguan autoimun seperti lupus eritematosus sistemik dan penyakit Berger Penyakit sistemik lain, termasuk peradangan pembuluh darah (vaskulitis) Penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi yang tak terkendali Penyakit genetik yang mempengaruhi ginjal Obat-obatan seperti obat anti-inflamasi nonsteroid, beberapa jenis antibiotik, obat ACE inhibitor dan toksin seperti senyawa kimia dan logam berat Penyakit ginjal kronis Cara Dokter Mendiagnosis Glomerulonefritis Selain menanyai pasien mengenai gejala dan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis glomerulonefritis, seperti: Pemeriksaan fisik untuk menilai tanda-tanda glomerulonefritis yang tampak, seperti pembengkakan pada bagian tubuh tertentu Analisis urine untuk mengecek keberadaan protein berlebih dan darah dalam urine Tes darah untuk mengetahui sejauh mana fungsi ginjal Tes imunologi bila ada dugaan penyebabnya adalah gangguan autoimun Pencitraan medis dengan ultrasonografi atau metode lain untuk mengamati struktur ginjal lebih jelas Biopsi ginjal dengan mengambil sampel jaringan ginjal untuk dianalisis di laboratorium dengan mikroskop Cara Mengatasi Glomerulonefritis Penyakit ginjal seperti glomerulonefritis membutuhkan penanganan medis yang berfokus pada pengendalian dan pencegahan komplikasi. Caranya antara lain: Pengendalian tekanan darah, antara lain dengan konsumsi obat penurun tekanan darah Pemberian obat diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh yang memicu pembengkakan Penggunaan obat anti-inflamasi atau imunosupresan untuk meredakan peradangan dan reaksi sistem kekebalan tubuh Mengurangi asupan protein dan garam demi meringankan beban kerja ginjal Menjaga kadar gula darah dalam batas normal antara lain lewat pengaturan pola makan dan olahraga teratur Transplantasi ginjal bagi pasien dengan ginjal yang sudah rusak berat dan tak merespons pengobatan konvensional Komplikasi Glomerulonefritis Glomerulonefritis bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius bila tak dikendalikan secara medis. Di antaranya: Gagal ginjal Pembengkakan paru-paru Kerusakan pembuluh darah Anemia Gangguan keseimbangan elektrolit Mudah terkena infeksi, terutama saluran kemih dan ginjal Fungsi ginjal menurun hingga hilang Terbentuknya gumpalan darah yang bila terlepas bisa menyumbat aliran darah ke organ vital, termasuk otak Pencegahan Glomerulonefritis Cara utama untuk mencegah glomerulonefritis adalah dengan menjaga kesehatan ginjal melalui penerapan gaya hidup sehat. Berikut ini sejumlah langkah pencegahan yang bisa diambil: Menjaga kebersihan diri, seperti rajin mencuci tangan terutama setelah memakai toilet dan sebelum makan Menjaga jarak dari orang yang sedang sakit, terutama yang menunjukkan gejala infeksi bakteri streptokokus Menjalani vaksinasi sesuai dengan rekomendasi dokter Bagi yang memiliki penyakit tertentu yang bisa mempengaruhi ginjal, jalani perawatan medis sesuai dengan yang disarankan, misalnya mengendalikan kadar gula darah bagi yang punya diabetes dan menjaga tekanan darah normal bagi pengidap hipertensi Mengikuti rencana perawatan dari dokter bagi yang memiliki kondisi autoimun Menghindari paparan zat kimia dan toksin yang bisa merusak ginjal, gunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan bila beraktivitas di lingkungan yang berisiko Mempraktikkan pola makan gizi seimbang dan berolahraga secara teratur Minum air putih yang cukup Tidak merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan Menghindari obat-obatan yang berisiko merusak ginjal kecuali diresepkan dokter untuk mengatasi kondisi tertentu Kapan Harus ke Dokter? Datangi dokter bila melihat ada darah dalam urine atau urine berwarna gelap. Bisa jadi itu tanda glomerulonefritis. Begitu pula bila merasakan gejala yang mungkin berkaitan dengan masalah ginjal seperti nyeri sendi, kelelahan, dan masalah pernapasan. Narasumber: Prof. dr. Taralan Tambunan, Sp. A, Subsp. Nefro Spesialis Anak Konsultan Nefrologi Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2024-02-26 - Modified: 2024-02-25 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/pemeriksaan-kolesterol/ - Kategori: Patologi Klinik Kolesterol merupakan komponen lemak yang penting bagi manusia, diantaranya berperan dalam susunan membran sel, pembentukan hormon dan penyerapan vitamin yang larut dalam lemak. Meskipun kolesterol mempunyai banyak peranan penting namun dapat juga membahayakan tubuh kita jika kadarnya melebihi batas normal, kondisi tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Di Indonesia, berdasarkan data surveilans penyakit tidak menular berbasis fasilitas kesehatan tingkat pertama dan survei indikator kesehatan nasional tahun 2016 bahwa jumlah responden dengan hasil pemeriksaan kolesterol darah yang tinggi mencakup 10. 614 responden (42% dari seluruh jumlah responden). Data Kesehatan Dunia (World Health Organization) mengungkapkan bahwa peningkatan kolesterol diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian dan 29,7 juta disability-adjusted life years (DALYs). Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan kolesterol yakni untuk mengetahui jumlah kadar komponen lemak dalam darah dan dapat mengetahui resiko terjadinya timbunan plak atau penyumbatan di pembuluh darah. American Heart Association merekomendasikan bagi orang dewasa berusia 20 tahun ke atas untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol rutin. Setidaknya setiap empat sampai enam tahun sekali, terlebih ketika kadarnya mulai naik. Anjuran pemeriksaan akan lebih sering bagi pasien yang berisiko dan memiliki kadar lemak tinggi dengan tujuan untuk memantau hasil pengobatan dan mengendalikan faktor resiko. Kadar kolesterol yang tinggi seringkali tidak menimbulkan keluhan apapun bagi penderitanya, oleh sebab itu sebaiknya kita melakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah secara berkala agar kita dapat mengendalikan dan terhindar dari resiko penyakit berbahaya. Apa itu pemeriksaan Kolesterol ? Saat kita menemui ahli kesehatan dan ingin melakukan pemeriksaan kolesterol, akan direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan panel lipid atau profil lipid yang terdiri dari kolesterol total, LDL (low density lipoprotein), HDL (High density Lipoprotein) dan Trigliserida. Total kolesterol terdiri dari Keseluruhan jumlah kolesterol yang ditemukan dalam darah, yaitu terdiri dari kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan 20% Trigliserida. Low-density Lipoprotein: LDL tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah. Plak ini dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung. High-density Lipoprotein: HDL memiliki peran untuk membantu membawa LDL dan menjaga pembuluh darah terbuka, sehingga aliran darah tetap lancar. Trigliserida: Jenis lemak dalam darah yang terbentuk saat tubuh mengubah kalori yang tidak dibutuhkan menjadi trigliserida dan tersimpan dalam sel lemak. Kisaran nilai rujukan kolesterol total, LDL, HDL dan Trigliserida Panduan klasifikasi kadar rujukan pemeriksaan lipid profil dari National Cholesterol Education Program (NCEP ATP III Tahun 2001) sebagai berikut. kadar total kolesterol terbagi ke dalam beberapa kategori yaitu : Optimal : di bawah 200 mg/dL Batas optimal : 200 - 239 mg/dL Tinggi: 240 mg/dL atau lebih tinggi Kadar rujukan Kolesterol LDL Direk terbagi dalam : Optimal : Dibawah 100 mg/dl Mendekati optimal : 100-129 mg/dl Batas optimal : 130-159 mg/dl Tinggi : 160-189 mg/dl Sangat tinggi : 190 mg atau lebih tinggi Kadar rujukan kolesterol HDL terbagi dalam : Rendah : kurang dari 40 mg/dl Optimal : Diatas 60 mg/dl atau lebih tinggi Kadar rujukan trigliserida terbagi dalam : Optimal : Kurang dari 150 mg/dl Batas optimal : 150-199 mg/dl Tinggi : 200 - 499 mg/dl Sangat tinggi : 500 mg/dl atau lebih tinggi Abnormalitas salah satu profil lipid dalam darah disebut dislipidemia. Selain itu, dapat juga diklasifikasikan berdasarkan profil lipid yang menonjol seperti hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, isolated low HDL-kolesterol dan dislipidemia campuran. Nilai rujukan diatas akan disesuaikan kembali oleh dokter bila kita mempunyai faktor resiko gangguan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, stroke, merokok, tekanan darah tinggi, riwayat sakit keluarga, faktor usia, sindrom metabolik, diabetes melitus dan faktor resiko lainnya. Hasil pemeriksaan dapat menjadi acuan dokter dalam memberikan penatalaksanaan seperti rekomendasi perubahan gaya hidup atau pemberian terapi obat-obatan agar kesehatan tubuh kita tetap optimal. Prosedur Pemeriksaan Pemeriksaan kadar kolesterol atau profil lipid dilakukan menggunakan sampel darah. Sebelum pengambilan darah, ahli kesehatan akan menyarankan untuk berpuasa selama 10-12 jam. Selama berpuasa kita masih diperbolehkan untuk minum air putih. Tes darah dilakukan di pagi harinya setelah kita beristirahat cukup dan menghindari aktifitas fisik yang berat serta jangan lupa untuk menginformasikan obat-obat rutin yang kita konsumsi. Pengambilan darah menggunakan jarum di pembuluh darah pada bagian lengan, selanjutnya sampel darah akan di persiapkan dan dilakukan pemeriksaan menggunakan alat Clinical Chemistry analyzer untuk mengukur kadar profil lipid. Proses pengujian biasanya memakan waktu beberapa jam dan setelah hasilnya keluar, kita dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai hasil pemeriksaan. Tempat Pemeriksaan Pemeriksaan profil lipid dapat Anda lakukan di rumah sakit, fasilitas layanan primer atau laboratorium klinik yang mempunyai fasilitas tersebut. Jika ingin memeriksanya, Anda dapat membuat janji terlebih dahulu dengan ahli kesehatan untuk persiapan sebelum pemeriksaan. Narasumber : dr. Dwi Fajaryani, Sp. PK Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-02-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gastritis/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Lambung adalah organ yang memiliki lapisan-lapisan yang berperan penting dalam menjalankan fungsi pencernaan. Karena faktor tertentu, lapisan atau dinding lambung ini bisa mengalami peradangan. Kondisi yang disebut gastritis ini bisa menyebabkan beragam masalah kesehatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting untuk memahami gejala serta pencegahan dan pengobatannya. Mengenal Gastritis Gastritis adalah kondisi peradangan pada lapisan lambung yang juga banyak dikenal sebagai maag meskipun sebenarnya dua kondisi yang berbeda. Ketika lapisan lambung meradang, bisa muncul gejala seperti nyeri pada perut, mulas, mual, dan muntah. Pemicu kondisi ini bisa berbagai faktor, dari infeksi bakteri, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga stres. Seperti dicuplik dari National Library of Medicine, terdapat setidaknya tiga jenis gastritis, yakni akut, kronis, dan reaktif. Gastritis akut: peradangan terjadi secara tiba-tiba dan bisa sembuh sepenuhnya dengan penanganan yang tepat Gastritis kronis: berlangsung dalam jangka waktu lama dan risiko kerusakan permanen pada dinding lambung lebih besar Gastritis reaktif: terjadi karena ada faktor pencetus atau adanya rangsangan tertentu, termasuk aliran balik asam lambung Individu yang mengalami gastritis membutuhkan penanganan yang tepat agar dapat pulih sepenuhnya dan tak ada peradangan lagi. Bila tak tertangani dengan baik, gastritis bisa berkembang menjadi lebih serius dan bahkan berujung pada kanker dan kematian. Gejala Gastritis tidak selalu menyebabkan gejala. Sebagian orang sama sekali tak mengalami gejala gastritis meski terjadi peradangan pada lapisan lambungngya. Adapun gejala yang mungkin muncul meliputi: Perut terasa nyeri dan tidak nyaman Ada sensasi terbakar di lambung Mual dan muntah, terutama setelah makan Sering berserdawa Cepat kenyang, kembung, atau begah walau makan dalam porsi kecil Tinja berwarna gelap atau bercampur darah Tenggorokan seperti terbakar dan ada rasa asam atau pahit di lidah Nafsu makan berkurang Sering merasa ingin buang angin Pusing Detak jantung cepat Penyebab Gastritis bisa terjadi karena beragam faktor yang dapat menyebabkan peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Faktor itu termasuk: Infeksi Helicobacter pylori pada lapisan mukosa lambung. Virus, jamur, dan parasit juga bisa menyebabkan infeksi meski kasusnya lebih jarang Penggunaan obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dalam jangka panjang, termasuk ibuprofen dan aspirin, juga obat lain yang bisa meningkatkan risiko peradangan pada lapisan lambung Konsumsi alkohol berlebih Kebiasaan merokok Kondisi autoimun tertentu yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel-sel lambung sendiri Produksi asam lambung berlebih Stres baik secara fisik maupun emosional Tak jarang seorang individu mengalami gastritis karena kombinasi sejumlah faktor ini. Perlu pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebab dan menentukan perawatan yang tepat. Cara Dokter Mendiagnosis Gastritis Dokter dapat mendiagnosis gastritis dengan melakukan serangkaian pemeriksaan dan tes yang meliputi: Pengumpulan informasi mengenai gejala pasien, termasuk lamanya gejala dan apakah ada faktor tertentu yang memicu kemunculannya Pemeriksaan fisik guna mengevaluasi gejala dan tanda gastritis, terutama pada perut Tes darah untuk mendeteksi keberadaan antibodi yang mungkin muncul karena adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori Pengambilan sampel jaringan di dalam lambung untuk dianalisis di laboratorium Uji tinja untuk mendeteksi adanya perdarahan di saluran pencernaan Uji barium di mana pasien diminta meminum larutan barium untuk kemudian diperiksa dengan sinar-X untuk melihat gambar kondisi lambung Uji napas untuk mengukur kadar karbon dioksida yang bisa menandakan infeksi bakteri Helicobacter pylori Uji pH asam lambung untuk mengukur tingkat keasaman lambung Bila dokter curiga ada kondisi autoimun, tes serologi autoimun bisa dilakukan Cara Mengatasi Gastritis Penanganan gastritis umumnya mencakup kombinasi perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan, dan penyesuaian pola makan. Pelaksanaan prosedur ini bergantung pada jenis dan tingkat keparahan gastritis, termasuk: Menghindari faktor pemicu dan risiko, antara lain dengan membatasi atau menghindari konsumsi minuman beralkohol, tidak merokok, dan membatasi penggunaan obat pemicu peradangan lapisan lambung Mengendalikan stres lewat latihan relaksasi, yoga, meditasi, atau aktivitas lain Mengubah pola makan menjadi lebih teratur dan menghindari bahan makanan tertentu yang bisa memicu gejala gastritis seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas serta tinggi kafein Pemberian obat-obatan seperti antasid untuk meredakan gejala Konsumsi antibiotik bila gastritis terjadi akibat infeksi bakteri Komplikasi Gastritis yang awalnya tak bergejala atau gejalanya ringan bisa berkembang menjadi lebih serius dan memerlukan penanganan medis darurat bila tak teridentifikasi dan tertangani dengan baik. Sejumlah komplikasi yang bisa muncul dari gastritis antara lain: Terbentuknya ulkus atau luka pada dinding lambung yang bisa memicu perdarahan dan robekan dinding lambung Perdarahan lambung Anemia Penyempitan saluran pencernaan Terhambatnya penyerapan nutrisi Kanker lambung Pencegahan Langkah pencegahan gastritis melibatkan penerapan praktik higienis dan menjaga gaya hidup yang sehat. Secara umum, gastritis bisa dicegah dengan cara: Menghindari makanan asam dan berlemak Tidak mengonsumsi obat NSAID Makan dalam porsi kecil beberapa kali dalam sehari alih-alih langsung banyak Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun Memakan makanan yang sudah diolah dengan baik untuk mencegah infeksi bakteri Mengendalikan stres Menghindari konsumsi alkohol, rokok, dan kafein Kapan Harus ke Dokter? Jika merasa khawatir atau mengalami gejala yang gastritis yang mengganggu aktivitas sehari-hari, lebih baik segera cari bantuan medis. Datangi dokter secepatnya bila ada gejala seperti nyeri perut yang parah dan intens, muntah darah, tinja berwarna hitam, pusing, atau sesak napas. Narasumber : dr.... - Published: 2024-02-25 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/ptca/ - Kategori: Penyakit Jantung, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Penyakit arteri atau jantung koroner masih menjadi momok terhadap kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ada berbagai macam cara mengatasi penyakit ini, tergantung tingkat keparahan dan kondisi pasien. Salah satunya adalah percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) yang merupakan prosedur umum bagi pasien jantung koroner. Mengenal Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) adalah prosedur nonbedah untuk mengatasi penyakit jantung koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyakit arteri koroner terjadi ketika ada timbunan plak yang terdiri atas lemak, kalsium, dan zat lain pada dinding pembuluh darah koroner. Akibatnya, pembuluh darah menyempit dan aliran darah ke jantung menjadi terbatas. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gejala, terutama nyeri dada atau angina. Dengan metode percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA), aliran darah ke jantung akan meningkat dan meredakan gejala tersebut sekaligus meminimalkan risiko serangan jantung yang bisa berakibat fatal. Nama lain percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) adalah intervensi koroner perkutan. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung atau kardiolog di laboratorium kardiologi dengan peralatan khusus. Peralatan yang digunakan antara lain kateter yang dilengkapi balon kecil pada ujungnya. PTCA bisa dilakukan bersamaan dengan pemasangan stent untuk kondisi tertentu. Seperti dijelaskan MedlinePlus, percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) termasuk minimal invasif, yakni tak melibatkan penggunaan pisau bedah untuk membuat sayatan layaknya operasi besar. Karena itu, risikonya lebih kecil dan masa pemulihan pasien pun lebih singkat. Siapa Saja yang Memerlukan Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Dokter spesialis jantung bisa merekomendasikan percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) bagi pasien penyakit jantung koroner atau kondisi yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah, seperti: Pasien dengan angina stabil, yakni nyeri atau tekanan pada dada yang dialami secara teratur, umumnya selama melakukan aktivitas fisik. Pasien dengan angina tidak stabil, yaitu nyeri dada yang lebih sering dirasakan serta lebih berat dan bisa terjadi bahkan ketika sedang beristirahat. Serangan jantung akut akibat sumbatan pada arteri koroner Pasien yang mengalami restenosis atau penyempitan pembuluh darah di tempat yang sama atau di sekitarnya setelah sebelumnya pernah menjalani PTCA Pasien penyakit jantung koroner dengan komplikasi medis lain sehingga tak memungkinkan bila dilakukan operasi jantung terbuka Kapan Seseorang Memerlukan Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh dulu terhadap kondisi pasien untuk menentukan apakah ia memerlukan percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA). Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan prosedur ini jika kondisi pasien tak kunjung membaik dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Selain itu, seseorang mungkin memerlukan percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) bila gejalanya memburuk, misalnya nyeri dada makin sering terasa dan mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan. PTCA juga bisa menjadi pilihan dalam situasi darurat tatkala pasien mengalami angina tidak stabil guna mencegah risiko serangan jantung. Manfaat/Tujuan Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) menawarkan sejumlah manfaat/tujuan yang signifikan dalam perawatan pasien penyakit jantung koroner. Berikut ini beberapa di antaranya: Meningkatkan aliran darah ke jantung dengan cara membuka pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke jantung kembali lancar Mengurangi nyeri dada yang terjadi akibat penumpukan plak di pembuluh darah koroner Mencegah komplikasi serius penyakit jantung koroner, terutama serangan jantung yang bisa dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung dan mengancam jiwa Memperbaiki fungsi jantung yang sebelumnya terganggu akibat kurangnya suplai darah yang kaya oksigen karena penyumbatan pembuluh darah Menghindari kondisi yang membutuhkan operasi jantung terbuka yang lebih berisiko bagi pasien Mencegah ketergantungan pada obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengendalikan gejala penyakit jantung koroner Persiapan Sebelum Menjalani Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Dokter atau perawat akan menginformasikan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA). Pasien harus berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan prosedur tersebut adalah pilihan yang tepat. Dokter akan meminta pasien menjalani tes diagnostik seperti elektrokardiogram (EKG), tes darah, sinar-X dada, atau tes stres jantung. Biasanya pasien juga diminta berpuasa selama 6-8 jam serta tidak merokok beberapa pekan sebelum prosedur berlangsung. Yang juga penting adalah pasien perlu menyiapkan kondisi psikologis untuk menjalani prosedur ini. Dalam sesi konsultasi, pasien bisa mendiskusikan kekhawatiran atau ketakutan yang dialami. Dokter dan tim medis akan memberikan pemahaman yang dibutuhkan agar prosedur bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Prosedur dan Pelaksanaan Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Prosedur percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) lebih sederhana ketimbang operasi atau bedah terbuka. Berikut ini langkah-langkahnya: Pasien dibimbing menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan, termasuk pemantauan aktivitas jantung dengan elektrokardiogram, untuk memastikan kesiapannya Bila sudah siap, pasien akan diberi anestesi atau bius lokal di area kulit yang akan menjadi titik akses masuknya kateter, biasanya pada paha atau pergelangan tangan Begitu efek anestesi sudah berjalan, dokter akan memasukkan kateter ke pembuluh darah di titik akses Kateter diarahkan ke pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan dengan fluoroskopi, yakni pemeriksaan sinar-X yang bisa menghasilkan gambar aliran darah dan pembuluh darah pada saat itu juga Setelah kateter sampai di lokasi arteri yang bermasalah, dokter menyuntikkan cairan kontras lewat kateter untuk melihat tingkat keparahan... - Published: 2024-02-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/pembuluh-darah/ - Kategori: Penyakit Jantung, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Terdapat sejumlah cara dokter mendiagnosis masalah pada pembuluh darah. Salah satu yang kerap menjadi pilihan adalah IVUS (intravascular ultrasound). Prosedur IVUS menggunakan teknologi gelombang suara ultrasonik atau ultrasonografi untuk menghasilkan gambar detail pembuluh darah. Selain memudahkan dokter untuk mengidentifikasi masalah dan menghasilkan diagnosis yang akurat, IVUS kerap menjadi bagian dari proses tindakan untuk mengatasi penyakit pembuluh darah. Mengenal IVUS IVUS (intravascular ultrasound) adalah tes pencitraan medis yang digunakan untuk memperoleh gambar detail bagian dalam pembuluh darah secara langsung dengan gelombang ultrasonik. Teknik ini umumnya digunakan dalam bidang kardiologi dan vaskular guna mendeteksi penyempitan, penyumbatan, atau masalah lain pada pembuluh darah. IVUS (intravascular ultrasound) memanfaatkan teknologi gelombang ultrasonik dengan penggunaan kateter berbasis ultrasonografi yang dimasukkan ke pembuluh darah. Dengan cara ini, dokter dapat mengamati struktur internal pembuluh darah dalam resolusi tinggi sehingga sangat membantu dalam proses diagnostik ataupun tindakan, seperti angioplasti atau pemasangan stent. Seperti dicukil dari National Library of Medicine, teknologi IVUS (intravascular ultrasound) memiliki kelebihan dibanding angiografi yang memanfaatkan teknologi sinar-X untuk menghasilkan gambar 2 dimensi dari struktur 3 dimensi. Alih-alih kondisi luarnya saja, IVUS membuat dokter bisa menilai kondisi pembuluh darah dari dalam secara lebih detail. Siapa Saja yang Memerlukan IVUS IVUS (intravascular ultrasound) umumnya menjadi pilihan ketika ada masalah medis tertentu yang membutuhkan informasi detail mengenai struktur pembuluh darah. Dokter mungkin merekomendasikan tes ini bagi pasien yang diduga mengalami: Penyakit arteri koroner: kerusakan pada pembuluh darah utama jantung Penyakit arteri perifer: kerusakan pada pembuluh darah selain di jantung, seperti tangan atau kaki Aterosklerosis: penumpukan plak yang bisa menyebabkan penebalan atau pengerasan arteri Bekuan darah: gumpalan seperti gel yang terbentuk dari darah yang menempel Kapan Seseorang Memerlukan IVUS Dokter dapat melakukan IVUS (intravascular ultrasound) untuk menegakkan diagnosis ataupun melakukan tindakan korektif/intervensi untuk mengatasi penyakit pembuluh darah. Berikut ini situasi ketika seseorang mungkin memerlukan IVUS: Pemeriksaan pembuluh darah untuk menilai seberapa parah penyempitan yang mungkin membutuhkan tindakan seperti angioplasti atau pemasangan stent Evaluasi aterosklerosis untuk memeriksa plak yang bisa mengganggu aliran darah dan memicu penyakit pembuluh darah Pemeriksaan hasil tindakan medis seperti angioplasti atau pemasangan stent guna memastikan keberhasilan prosedur tersebut Tes pencitraan lain kurang memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi pembuluh darah sehingga dibutuhkan tes tambahan untuk mengonfirmasi diagnosis Manfaat/Tujuan IVUS IVUS (intravascular ultrasound) memberikan sederet manfaat/tujuan yang berkaitan dengan kondisi pembuluh darah dan jantung. IVUS memungkinkan dokter melihat struktur pembuluh darah secara langsung dan lebih jelas dibanding tes pencitraan lain. IVUS (intravascular ultrasound) dapat mengukur persentase penyempitan pada pembuluh darah dan memberi informasi tentang sifat plak yang memicu penyempitan tersebut. Selain itu, tes pencitraan ini bisa mengungkap penumpukan plak berulang yang sebelumnya sudah disingkirkan dengan tindakan medis alias restenosis. Restenosis disebut bukanlah plak yang menumpuk lagi, melainkan plak yang sebelumnya tak terdeteksi dalam prosedur angiografi dan angioplasti. Persiapan Sebelum Menjalani IVUS Umumnya tak ada persiapan khusus sebelum menjalani IVUS (intravascular ultrasound). Dokter akan memberikan instruksi mengenai persiapan apa yang harus dilakukan terutama jika prosedur IVUS ini dilakukan sebagai bagian dari tindakan medis lain. Pasien biasanya diminta berpuasa makan dan minum sejak malam sebelum hari tindakan. Demi kenyamanan, tim perawat akan mengimbau pasien mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman serta tidak memakai perhiasan pada hari tindakan. Pasien mesti memberitahukan obat-obatan yang dikonsumsi, baik obat bebas maupun suplemen. Bila obat ini berpotensi mengganggu prosedur IVUS (intravascular ultrasound) atau memicu komplikasi, pasien akan diminta menghentikan konsumsi obat tersebut sebelum tindakan. Prosedur dan Pelaksanaan IVUS Prosedur IVUS (intravascular ultrasound) lazimnya berlangsung sekitar 1 jam. Namun jika ada tindakan medis yang dilakukan, waktunya bisa lebih panjang. Tim medis biasanya terdiri atas dokter spesialis jantung intervensional, dan scrub nurse cathlab. Agar pasien merasa nyaman dan tenang sepanjang prosedur, dokter akan memberikan anestesi lokal. Dokter lalu membuat sayatan kecil pada pangkal paha atau bahu untuk memasukkan sheath (tabung plastik kecil) ke pembuluh darah. Setelah itu, dokter memasukkan kateter ke sheath dan mengarahkannya ke lokasi pembuluh darah yang bermasalah dengan panduan pencitraan ultrasonografi atau sinar-X. Dokter lantas melepas probe ultrasonik dari kateter yang masuk ke pembuluh darah. Probe ini menghasilkan gelombang ultrasonik yang memantul dari dinding pembuluh darah dan jaringan sekitarnya sehingga bisa didapatkan gambar detail bagian dalam pembuluh darah. Jika tak ada tindakan lanjutan, dokter menarik kateter keluar dan menutup sayatan tempat masuknya kateter. Perawatan Pasca IVUS Setelah kateter diambil seusai IVUS (intravascular ultrasound), pasien harus menjalani tirah baring selama dua hingga enam jam untuk mencegah perdarahan. Pasien bisa pulang pada hari yang sama, tapi bisa juga harus menjalani rawat inap 1 x 24 jam. Tim medis akan memberikan instruksi perawatan pasca IVUS (intravascular ultrasound) di rumah terutama jika IVUS digunakan sebagai bagian dari prosedur pemasangan stent atau angioplasti. Biasanya pasien harus banyak beristirahat dan menghindari aktivitas fisik yang berat selama setidaknya 24 jam. Adakah Efek Samping Setelah IVUS IVUS (intravascular ultrasound) adalah prosedur medis yang aman karena tak menggunakan radiasi dan berisiko rendah. Tidak ada efek samping yang membahayakan. Komplikasi seperti penggumpalan darah,... - Published: 2024-02-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/onkologi/ - Kategori: Saraf, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Kanker sistem saraf pusat adalah jenis kanker yang sangat kompleks dan memerlukan keterlibatan dokter spesialis multidisiplin untuk kebutuhan diagnosis dan perawatan. Bagi individu yang didiagnosis mengalami kanker otak, saraf perifer, atau sumsum tulang belakang ini, dokter spesialis neuro-onkologi akan menjadi bagian dari tim medis untuk menanganinya. Mengenal Neuro-onkologi Neuro-onkologi adalah cabang ilmu kedokteran yang secara spesifik mempelajari tumor yang berkembang pada otak (sistem saraf pusat) dan saraf perifer. Ini mencakup berbagai jenis kanker yang jinak maupun ganas Menurut Cancer. net, sebanyak 85-90 persen kasus tumor sistem saraf pusat primer adalah tumor otak. Secara global, 308. 102 orang didiagnosis tumor otak dan sistem saraf pusat pada 2020. Neuro-onkologi memiliki peran yang sangat vital dalam upaya penanganan penyakit kanker ini. Dokter ahli neuro-onkologi berperan dalam perawatan pasien kanker sistem saraf pusat mulai dari diagnosis awal, pengendalian gejala, hingga manajemen tindakan paliatif pada tahap akhir. Terdapat sejumlah jenis kanker otak dengan karakteristik dan sifat yang berbeda. Jenis yang umum termasuk glioma, meningioma, dan medulloblastoma. Dalam penanganannya, dokter neuro-onkologi akan bekerja sama dengan dokter spesialis lain dalam penentuan diagnosis hingga pemberian terapi pengobatan yang sesuai. Siapa Saja yang Memerlukan Penanganan Neuro-onkologi Individu yang memerlukan penanganan neuro-onkologi meliputi beragam kelompok individu yang memiliki risiko atau sudah didiagnosis mengalami kanker pada sistem saraf. Jenis kanker yang sering ditemukan antara lain: Glioblastoma multiforme: ini jenis kanker glioma yang sangat ganas, agresif, dan cepat tumbuh yang bersumber dari otak atau sumsum tulang belakang Meningioma: biasanya bersifat jinak, bersumber dari sel membran pelapis otak dan sumsum tulang belakang Neuroma akustik: tumor yang tumbuh dari sel saraf pendengaran, umumnya jinak Medulloblastoma: tumor ganas ini berasal dari sel saraf embrionik di area otak kecil, umumnya terjadi pada anak-anak Ependimoma: tumor yang tumbuh pada sel ependymal yang membentuk saluran otak dan tulang belakang Oligodendroglioma: sumbernya dari sel oligodendroglial yang berada di sekitar saraf Kordoma: tumor pada tulang belakang atau dasar tengkorak Kapan Seseorang Memerlukan Penanganan Neuro-onkologi Seseorang mungkin membutuhkan penanganan neuro-onkologi jika ada gejala yang berkaitan dengan kanker pada sistem saraf. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan jenis kanker, lokasi, dan tingkat perkembangannya. Berikut ini sejumlah gejala yang mungkin membuat individu membutuhkan penanganan neuro-onkologi: Sakit kepala yang parah dan berlangsung lama Gangguan penglihatan secara perlahan Gangguan koordinasi dan keseimbangan, misalnya sering tersandung saat berjalan Kejang tanpa riwayat epilepsi Kesemutan / kebas lama pada sesisi wajah atau tubuh Penurunan kesadaran bertahap Nyeri di area kepala atau leher yang memburuk ketika melakukan gerakan tertentu Kesulitan bernapas Gangguan pada indra pendengaran Kesulitan dalam berbicara atau menggerakkan wajah Bagian sesisi tubuh terasa lemah Manfaat/Tujuan Penanganan Neuro-onkologi Tujuan utama penanganan neuro-onkologi adalah mendiagnosis, merawat, dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, termasuk memperpanjang harapan hidup. Berikut ini rinciannya: Memperkecil atau menghilangkan tumor tanpa merusak jaringan di sekitarnya yang sehat Mengatasi gejala yang mempengaruhi kualitas hidup Memberikan perawatan psikologis untuk meredakan gangguan seperti depresi atau kecemasan, rawat bersama psikiatri (pendampingan) Memelihara fungsi otak dan sistem saraf Memantau dan mendeteksi dini pertumbuhan kembali tumor Memberikan dukungan bagi pasien dan keluarga terkait dengan tekanan mental dan emosional Berkoordinasi dengan tim paliatif Persiapan Sebelum Menjalani Penanganan Neuro-onkologi Sebelum menjalani penanganan neuro-onkologi, penting bagi pasien untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Sebab, kanker pada sistem saraf tergolong serius dan membutuhkan kerja sama pasien demi efektivitas pengobatan. Langkah persiapan yang umum meliputi: Berkonsultasi dengan tim perawatan yang biasanya terdiri atas dokter ahli neuro-onkologi, ahli bedah saraf, ahli terapi radiasi, dan perawat yang memiliki keahlian dalam penanganan kanker Memahami jenis tindakan dan prosesnya, termasuk efek samping yang bisa muncul Menjalani pemeriksaan medis lengkap guna mengetahui kondisi kesehatan umum dan memastikan kesiapan menjalani tindakan yang diperlukan Menyiapkan kondisi mental dan emosional untuk menjalani terapi pengobatan, termasuk menghadapi dampak psikologisnya Karena ada beragam jenis tindakan atau terapi untuk mengobati kanker otak atau sistem saraf pusat, persiapan lain bergantung pada jenis tindakan tersebut. Prosedur dan Pelaksanaan Penanganan Neuro-onkologi Penanganan neuro-onkologi melibatkan serangkaian prosedur dan langkah sesuai dengan jenis, lokasi, dan tingkat keganasan tumor yang dialami. Berikut ini prosedur umumnya: Dokter mengevaluasi tanda dan gejala gangguan kesehatan pasien, termasuk lewat pemeriksaan fisik, pencitraan medis, dan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk dianalisis lebih lanjut Tim dokter mendiskusikan rencana pengobatan yang dinilai sesuai dengan kondisi pasien Tergantung diagnosis dan evaluasi kondisi pasien, dokter melakukan tindakan untuk mengatasi kanker, misalnya pembedahan untuk mengangkat kanker sepenuhnya atau mengurangi ukurannya Rehabilitasi dan pemulihan untuk memulihkan atau mempertahankan fungsi dalam aktivitas sehari-hari Setiap pasien akan mendapat penanganan neuro-onkologi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing. Rencana pengobatan bisa berkembang seiring dengan waktu berdasarkan respons pasien terhadap terapi. Perawatan Pasca Penanganan Neuro-onkologi Untuk membantu memastikan pemulihan pasien, diperlukan perawatan pasca penanganan neuro-onkologi. Perawatan ini bertujuan mempercepat pemulihan, mengelola efek samping, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Aspek perawatan ini biasanya meliputi: Pemantauan dan evaluasi secara rutin dengan pencitraan medis seperti CT scan atau MRI guna menilai respons pasien terhadap pengobatan dan mengantisipasi kemungkinan kembali tumbuhnya tumor Pengendalian efek samping pengobatan yang... - Published: 2024-02-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/tangan-kesemutan/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Umumnya, kesemutan terjadi saat tangan tertindih atau tidak bergerak selama waktu tertentu. Namun, apa jadinya bila tangan sering kesemutan tanpa sebab tertentu? Gejala penyakit apa itu? Dalam dunia medis, kesemutan disebut sebagai paresthesia. Yakni kondisi abnormal pada bagian tubuh tertentu berupa perpaduan rasa geli, panas terbakar, dan sensasi ditusuk-tusuk jarum. Dalam kebanyakan kasus, kesemutan akan hilang sendirinya. Namun bila kondisi ini tidak mau pergi dan sering kambuh, maka segera hubungi dokter. Mengenal Apa itu Kesemutan Kesemutan adalah kondisi pada tangan, kaki, lengan, jari, dan bagian tubuh lainnya yang berupa sensasi geli, mati rasa, terbakar, gatal, dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum. Kondisi ini termasuk gejala, bukanlah suatu penyakit. Hampir semua bagian tubuh bisa mengalami hal ini. Penyebab utama yang sering terjadi yakni karena saraf yang terjepit atau karena aliran darah tidak lancar. Misalnya terlalu lama duduk yang menyebabkan peredaran darah tidak lancar sehingga mengakibatkan kesemutan pada kaki. Umumnya, kesemutan terjadi secara tiba-tiba dan akan hilang dengan sendirinya. Tidak disertai dengan sensasi nyeri atau sakit. Namun lebih ke seperti ditusuk-tusuk jarum atau seolah ada yang bergerak di bawah kulit. Hilangnya pun dapat terjadi secara tiba-tiba. Akan tetapi, bila kesemutan terjadi secara berkepanjangan dan tidak kunjung hilang biasanya muncul akibat kerusakan saraf. Kerusakan saraf yang berkelanjutan dapat menyebabkan mati rasa dan kelumpuhan. Maka segeralah untuk menghubungi dokter karena bisa jadi tanda atas suatu penyakit berbahaya. Nama Gejala Kesemutan (Paresthesia) Gejala Utama Sensasi seperti ditusuk-tusuk Dokter Spesialis Dokter spesialis saraf Penyebab Utama Syaraf kejepit, terganggunya aliran darah, penyakit tertentu Diagnosis Wawancara medis, cek fisik Pencegahan Makan makanan kaya vitamin B12, batasi alkohol, hindari tangan tertindih saat tidur Pengobatan Pengobatan sesuai penyebabnya Penyebab Tangan Sering Kesemutan Dilansir dari laman NINDS Paresthesia, tangan sering kesemutan tidak selalu menunjukkan tentang gejala penyakit tertentu. Secara umum, kesemutan pada tangan dan beberapa bagian tubuh lainnya disebabkan oleh: 1. Terganggunya Aliran Darah Posisi tidur yang salah, terlalu lama duduk, atau tangan yang tertindih saat tidur dapat menyebabkan tekanan pada saraf atau aliran darah terganggu. Akibatnya saraf dibagian bagian tersebut akan kekurangan oksigen dan nutrisi lain yang dibutuhkan sehingga menimbulkan reaksi kebas dan kesemutan. 2. Saraf yang Terjepit Tekanan pada saraf dalam waktu lama akan menimbulkan kesemutan. Kondisi kesemutan hilang timbul ini disebut sebagai paresthesia temporer. Kondisi berkepanjangan juga bisa menimbulkan kesemutan kronis contohnya pada saraf tulang punggung yang terjepit (HNP). 3. Keracunan Zat Kimia Tertentu Bila kondisi ini terjadi, biasanya bagian yang paling jauh dengan jantung akan merasakan kesemutan seperti mulai dari ujung jari hingga kaki dan tangan. Beberapa zat kimia yang kerap menimbulkan keracunan kesemutan meliputi merkuri, arsenik, timbal, dan thallium. 4. Kekurangan Vitamin Neurotropik Vitamin neurotropik berperan penting dalam menjaga kondisi kesehatan saraf. Bila sampai kekurangan maka akan berakibat pada kondisi yang sering kesemutan. Vitamin yang berperan dalam hal ini adalah vitamin B12, B1, B6, dan vitamin E. 5. Penyakit Tertentu Banyak yang bertanya tentang tangan sering kesemutan gejala penyakit apa. Nah, beberapa di antaranya akibat dari penyakit seperti halnya carpal tunnel syndrome, gagal ginjal, multiple sceloris, diabetes, autoimun, peripheral artery disease, tumor, epikondilitis, dan transient ischemic attack. 6. Penyebab Lainnya Selain beberapa hal di atas, ada beberapa penyebab lain tangan sering kesemutan. Di antaranya yaitu: Melakukan gerakan berulang Stroke Kecanduan alkohol Penggunaan obat-obatan tertentu Kebiasaan merokok Infeksi yang berakibat inflamasi saraf Gigitan serangga (laba-laba, kelabang, dll) Dehidrasi (kekurangan cairan) Migraine Serangan panik Kejang Terkena luka bakar Cara Dokter Mendiagnosa Keluhan terkait kesemutan umumnya akan dilakukan pemeriksaan secara fisik dan wawancara medis. Dokter butuh evaluasi singkat hingga mendalam untuk mendiagnosa kondisi ini secara lebih mendalam. Terlebih bila Anda memiliki keluhan penyakit lainnya yang berpotensi berhubungan langsung dengan kesemutan. Komplikasi Bila paresthesia yang kalian idap bukan karena masalah tangan yang tertindih saat tidur atau karena masalah sejenis, maka hal tersebut bisa membahayakan tubuh. Anda harus segera memeriksakannya ke dokter karena bisa saja hal itu berasal dari penyakit berbahaya. Dalam kasus parah, kesemutan pada tangan dapat memicu komplikasi seperti: Tidak dapat menggerakkan tangan Tangan mati rasa Masalah neurologi atau saraf Masalah pada sirkulasi darah Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan sekaligus pengobatan tangan sering kesemutan terbagi berdasarkan jenis penyakit tersebut. Berikut rinciannya: Paresthesia Temporary Transient: yakni jenis kesemutan hilang timbul yang paling umum yang terjadi dalam waktu singkat akibat saraf yang terjepit akibat tertindih. Biasa dirasakan setelah bangun tidur atau setelah duduk singkat dalam waktu lama. Contoh, carpal tunnel syndrom, migrain, kejang. Paresthesia Chronic Persistent: tipe kesemutan yang tidak mau lebih dari 6 bulan. Penyebab utama adanya penyakit serius seperti tumor hingga stroke, canal stenosis spinal. Dokter akan melakukan perawatan sesuai penyakit yang Anda derita. Kapan Harus ke Dokter? Apabila tangan sering kesemutan tanpa sebab akibat tertindih atau masalah gerak lainnya, maka segera kunjungi dokter spesialis saraf. Terutama bila anda memiliki riwayat keluarga stroke dan kanker/tumor, berusia lebih dari 50 tahun, dan terjadi gangguan gerak akibat kesemutan. Kesemutan bisa jadi gejala dari penyakit serius yang mengancam nyawa. Konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan... - Published: 2024-02-22 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/glukosa-darah-puasa/ - Kategori: Patologi Klinik - Tag: diabetes, glukosa darah (puasa), gula darah - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan glukosa darah (puasa) merupakan prosedur medis untuk mengetahui tinggi rendahnya kadar gula dalam darah. Pemeriksaan gula darah juga penting dilakukan untuk mendeteksi sejak dini dan antisipasi penyakit gula (diabetes). Gula darah memiliki peran penting dalam tubuh yakni sebagai sumber karbohidrat untuk menghasilkan energi. Namun, kadar gula yang tinggi sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, perlu pemeriksaan gula darah secara rutin. Apa itu Pemeriksaan Glukosa Darah (Puasa)? Gula darah atau glukosa adalah zat yang memiliki fungsi penting untuk tubuh. Insulin akan membuat gula darah dapat memasuki sel-sel tubuh dan diubah menjadi energi, sehingga kita dapat menggerakan tubuh. Glukosa darah (puasa) adalah kadar gula yang kita periksakan setelah tidak makan dan minum selama minimal 8 jam. Pemeriksaan gula darah puasa dapat menjadi tolak ukur untuk skrining bagi penderita diabetes atau mereka yang tidak memiliki penyakit diabetes. Bagi penderita diabetes, pemeriksaan gula darah puasa menjadi titik awal mengetahui berapa banyak jumlah insulin atau obat yang mereka butuhkan saat pengobatan. Ini dapat membantu penyesuaian dosis obat dari dokter. Sementara bagi mereka yang tidak menderita diabetes, kadar gula puasa dapat membantu mendiagnosis jika mengalami gejala. Ini juga merupakan protokol standar pemeriksaan darah selama check up kesehatan tahunan. Tujuan Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa Pemeriksaan gula darah puasa merupakan cara mudah dan umum untuk mengetahui kondisi prediabetes, diabetes, dan diabetes gestasional. Tujuan pemeriksaan ini juga untuk menguji efektivitas dari berbagai obat dalam pengendalian diabetes. Itulah sebabnya, pemeriksaan gula darah sebelumnya harus berpuasa terlebih dahulu atau pada saat seharusnya berada di level terendah. Hal ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam darah yang tepat dan akurat dalam tubuh. Kisaran Gula Darah yang Normal Kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia terjadi ketika terlalu banyak gula atau glukosa di dalam alirah darah. Ini dapat terjadi karena insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Insulin adalah hormon pengontrol kadar gula di dalam darah. Menurut American Diabetes Association, kadar gula darah puasa yang normal berada di angka kurang dari 100 ml/dL. Jika kadar gula darah puasa antara 100 dan 125 mg/dL, maka Anda menderita prediabetes. Sedangkan dari pemeriksaan kadar gula darah puasa menunjukkan angka 126 mg/dL atau lebih tinggi, maka Anda menderita penyakit diabetes. Sementara hasil pemeriksaan kadar gula darah tanpa puasa antara 140-199 mg/dL, bisa jadi Anda menderita prediabetes. Jika Anda melakukan pemeriksaan gula darah tanpa puasa hasilnya di atas 200 ml/dL, maka Anda menderita diabetes. Dengan mengetahui kadar gula setelah pemeriksaan, dokter dapat melakukan penanganan terhadap hasil pemeriksaan tersebut. Jika kadar gula darah puasa normal, maka tidak perlu pengobatan. Cukup menjaga pola hidup sehat saja. Kapan Harus Cek Gula Darah Puasa? Pemeriksaan glukosa atau gula darah untuk mendeteksi penyakit diabetes. Selain itu, pemeriksaan ini juga untuk menentukan obat paling cocok untuk penyakit diabetes. Lalu, kapan waktu yang tepat memeriksa kadar gula darah puasa? Melansir Mayo Clinic, American Diabetes Association memberikan rekomendasikan tes gula darah puasa ketika seseorang sudah masuk kriteria sebagai berikut: Berusia lebih dari 45 tahun dengan hasil pemeriksaan normal, tetapi orang tersebut harus melakukan pemeriksaan kembali setiap tiga tahun sekali. Memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang overweight (>23 untuk orang Asia) dan memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan riwayat diabetes keluarga. Orang yang telah terdiagnosa mengalami prediabetes, maka harus melakukan tes atau pemeriksaan kadar gula puasa setiap setahun sekali untuk kontrol. Wanita hamil yang mengalami diabetes gestasional harus melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Meski kondisi ini bisa sembuh setelah melahirkan. Kondisi prediabetes, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional seringkali tidak menunjukkan tanda atau gejala awal. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar gula darah puasa ini bermanfaat untuk membantu mendeteksi kondisi tersebut. Prosedur Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa Ada sejumlah prosedur yang harus Anda perhatikan ketika ingin cek dan memeriksa kadar gula darah. Jika Anda melakukan pemeriksaan glukosa darah (puasa), maka tidak boleh makan dan minum apapun (puasa) selama minimal 8 jam. Sebelum pemeriksaan, dokter mungkin akan menanyakan adakah obat yang sedang Anda konsumsi. Hal ini karena obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi nilai kadar gula darah. Pemeriksaan biasanya berlangsung di pagi hari setelah sebelumnya berpuasa dan prosedur dengan mengambil sampel darah biasa. Adapun prosedur pengambilan darah oleh petugas kesehatan (flebotomis) adalah sebagai berikut: Pasien duduk di tempat yang tersedia. Flebotomis memeriksa lengan untuk menemukan pembuluh darah. Biasanya pembuluh darah berada di bagian dalam lengan atau area dalam siku. Setelah menemukan pembuluh darah di lengan, flebotomis membersihkan dan desinfeksi area dalam siku untuk membunuh kuman/ Mengikat pita atau tali di sekitar lengan atas, tujuannya agar pembuluh darah di lengan terisi dengan darah, terfiksasi dan memudahkan mengambilnya. Langkah selanjutnya, flebotomis memasukkan jarum bersih ke dalam vena untuk mengambil sampel darah pasien. Darah kemudian akan terkumpul di tabung reaksi, kemudian pada tabung ada label identitas pasien agar tidak tertukar dengan yang lain. Setelah memperoleh cukup darah untuk pengujian atau pemeriksaan gula darah, flebotomis akan melepaskan jarum dari lengan pasien. Terakhir, menempelkan bola kapas atau kain kasa untuk menghentikan pendarahan, lalu... - Published: 2024-02-21 - Modified: 2024-02-16 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/sulit-tidur/ - Kategori: Kejiwaan Apakah anda pernah mengalami sulit tidur? Bila ya, berikut ini beberapa tips mengenai tata cara tidur yang sehat (sleep hygiene ) yang bisa anda coba: Tidur dalam jumlah jam yang ada butuhkan secukupnya sampai anda merasa segar saat bangun di pagi hari Batasi waktu tidur dapat membuat tidur lebih lelap. Waktu tidur yang terlalu panjang membuat tidur menjadi mudah terbangun dan dangkal. Bangun pada jam yang sama di pagi hari meskipun tidur hanya sebentar. Bangun tidur di jam yang sama setiap hari Waktu bangun tidur yang teratur di pagi hari dapat membantu tubuh untuk mengatur jam biologis tubuh untuk tidur. Olahraga teratur Jadwalnya waktu untuk berolahraga. Olahraga dapat membantu memulai tidur dan tidur lebih nyenyak. Namun, jangan lakukan olahraga 3 jam sebelum waktu tidur. Buat suasana kamar tidur yang nyaman dan bebas dari cahaya dan suara berisik Suasana kamar tidur yang nyaman, bebas dari silau cahaya dan suara berisik mengurangi kemungkinan anda terbangun di malam hari. Suara bising walaupun tidak membuat anda terbangun tetap dapat mengganggu kualitas tidur anda. Pertimbangkan penggunaan karpet, penyekat jendela, atau menutup pintu untuk mengurangi suara bising yang masuk ke kamar tidur. Pastikan suhu udara kamar yang nyaman Suhu panas ataupun dingin yang berlebihan, dapat mengganggu tidur. Makan secara teratur dan jangan tidur dalam keadaan lapar Rasa lapar dapat mengganggu tidur. Makan makanan kecil sebelum tidur, dapat membantu tidur, namun hindari makanan besar dan berlemak. Hindari minum air berlebihan di sore & malam hari Mengurangi minum di sore & malam hari dapat mengurangi kemungkinan terbangun di malam hari untuk buang air kecil ke wc. Kurangi konsumsi kafein Minuman dan makanan yang mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, cola, minuman energi dapat menyebabkan sulit tertidur, terbangun di malam hari, tidur tidak nyenyak. Hindari minum alkohol terutama di sore hari Walaupun alkohol dapat membantu tertidur namun alkohol dapat menyebabkan tidur dangkal dan tidak nyenyak sehingga mudah terbangun di malam hari. Merokok dapat mengganggu tidur Rokok mengandung stimulan yang membuat otak bekerja aktif. Jangan merokok di sore/malam hari bila anda sulit tidur. Jangan memikirkan masalah di tempat tidur Memikirkan masalah di tempat tidur dapat membuat perasaan cemas dan otot tegang sehingga membuat keadaan tubuh tidak relaks sehingga sulit untuk tertidur dan tidur menjadi tidak nyenyak. Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur Menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur membiasakan otak mengasosiasikan tempat tidur dengan kegiatan tidur. Jangan membaca buku, menonton televisi, ataupun makan di tempat tidur. Jangan paksakan diri untuk tidur Memaksakan diri tidur hanya akan membuat anda semakin sulit bisa tertidur. Apabila anda tidak bisa tidur, tinggalkan tempat tidur dan lakukan aktivitas lain yang santai seperti membaca buku namun jangan lakukan kegiatan yang sangat aktif dan memicu kerja otak seperti berolahraga. Kembali ke tempat tidur hanya saat anda sudah merasa mengantuk. Taruh jam di bawah bantal atau jangan ada jam di kamar tidur Melihat jam hanya akan membuat anda btertambah cemas, marah, dan frustasi yang akan mengganggu tidur anda. Hindari tidur siang Tetap beraktivitas sepanjang hari dan menghindari tidur siang dapat membantu anda untuk bisa tertidur di malam hari. Apabila anda sudah berusaha menjalani tata cara tidur sehat di atas dan masih mengalami sulit tidur, sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter. Jangan mengkonsumsi obat tidur tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Penggunaan obat tidur dalam jangka panjang dan penggunaan yang tidak tepat dapat membuat masalah sulit tidur anda menjadi bertambah parah dan berisiko menyebabkan anda mengalami ketergantungan obat tidur. Gangguan cemas, gangguan psikotik, skizofrenia, dan depresi dapat membuat anda menjadi sulit tidur. Mengatasi penyebab yang mendasari masalah sulit tidur yang anda alami dapat membuat tidur anda berangsur-angsur membaik. Narasumber: Dr. Rossalina, Sp. KJ Spesialis Kedokteran Jiwa Primaya Evasari Hospital - Published: 2024-02-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/sindrom-cushing/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Tag: Cushing's Syndrome, Sindrom Cushing - Translation Priorities: Optional Dalam tubuh kita, terdapat suatu hormon yang disebut sebagai hormon kortisol (cortisol). Yaitu suatu hormon steroid yang dikenal pula sebagai hormon stres karena berperan dalam respons stres tubuh. Bila produksi hormon ini berlebihan, maka dapat mengakibatkan sindrom cushing. Salah satu gejala utama yang tampak dari sindrom ini yaitu berupa peningkatan berat badan. Lalu, apakah sindrom ini berbahaya bagi kesehatan kita secara keseluruhan? Yuk simak rinciannya untuk mengetahui selengkapnya. Pengertian Sindrom cushing (Cushing’s syndrome) yaitu gejala yang tampak akibat adanya peningkatan hormon kortisol dalam darah. Dalam medis, kondisi ini juga kerap dinamai sebagai hiperkortisolisme. Seperti yang telah dijelaskan di awal, bahwa hormon kortisol (glukokortikoid) sendiri merupakan jenis hormon steroid yang berperan dalam mengatur respons stres sekaligus metabolisme tubuh, gula darah, tekanan darah, sistem imun, mengubah protein menjadi energi, membantu perkembangan janin, hingga mengurangi peradangan. Hormon ini diproduksi pada kelenjar suprarenal atau adrenal yang lokasinya ada di atas ginjal. Dalam kondisi normal, hormon ini akan membantu sistem tubuh kita beroperasi secara optimal. Namun, bila produksinya berlebihan maka dapat mengakibatkan beragam gangguan terhadap kesehatan tubuh. Berdasarkan jenisnya, sindrom cushing terbagi menjadi dua golongan yaitu: ACTH-dependent Cushing’s Syndrome: jenis sindrom cushing akibat pengeluaran sekresi ACTH secara berlebihan. ACTH (adrenocorticotropic hormone) sendiri adalah hormon yang memengaruhi pengeluaran dan produksi kortisol di kelenjar adrenal. ACTH-independent Cushing’s Syndrome: tipe sindrom yang bukan akibat dari ACTH ACTH (adrenocorticotropic hormone) ini merupakan hormon yang diproduksi pada kelenjar hipofisis di bagian dasar otak. Kondisi Sindrom cushing (Cushing’s syndrome) Gejala Utama Berat badan bertambah, berjerawat, wajah bulat dan sembab, otot melemah, patah tulang, memar, tekanan darah tinggi Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, & diabetes Penyebab Konsumsi obat glukokortikoid dalam waktu lama Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan pemeriksaan penunjang Faktor Risiko Pengguna obat glukokortikoid, pengidap penyakit hiperplasia adrenal Pengobatan Pengobatan sesuai penyakit atau kondisi yang mendasarinya Pencegahan Tidak mengonsumsi obat glukokortikoid tanpa resep dokter Komplikasi Serangan jantung, stroke, patah tulang, depresi, emboli paru Faktor Risiko Terdapat beberapa faktor risiko yang menjadikan seseorang rentan terhadap sindrom satu ini seperti halnya: Pengidap penyakit seperti hiperplasia adrenal dan adenoma hipofisis Pengguna obat glukokortikoid jangka panjang Lebih sering terjadi pada wanita, kecuali untuk tipe ACTH-dependent Penyebab Untuk mengetahui penyebabnya, maka kita perlu mengenali dua sumber penyebabnya yang berasal dari dalam (endogen) dan juga luar tubuh (eksogen). Berikut ini rincian lengkapnya: A. Sindrom Cushing Endogen Jenis cushing yang terjadi akibat dari dalam tubuh saat kelenjar adrenal menyekresikan hormon kortisol secara berlebih ke dalam darah. Kondisi ini kerap terjadi pada pengidap hiperplasia adrenal (penebalan bagian kelenjar adrenal) dan juga adenoma hipofisis (tumor kelenjar yang terletak di dasar otak). B. Sindrom Cushing Endogen Selain faktor dari dalam tubuh, juga terdapat beberapa faktor lain dari luar. Contohnya paparan terhadap obat-obatan jenis glukokortikoid seperti dexamethasone dan prednisolone dalam jangka panjang. Obat ini kerap dokter berikan untuk pengobatan asma dan peradangan seperti rheumatoid arthritis. Gejala Cushing’s Syndrome Inilah beberapa gejala yang umum muncul pada mereka yang memiliki sindrom cushing: Berat badan meningkat mendadak Stretch mark akibat badan gemuk mendadak Moon face (penumpukan lemak di wajah sehingga tampak bulat) Buffalo hump (penumpukan lemak di area tengkuk dan juga bahu) Osteoporosis (pengeroposan tulang) Patah tulang Gula darah tinggi Siklus haid tidak teratur (pada wanita) Berjerawat di muka maupun dada Mudah merasa lelah Penurunan libido Disfungsi ereksi (pada pria) Memar di beberapa bagian tubuh Insomnia Kelemahan otot Sering merasa haus Keringat yang berlebihan Sering kencing Hipertensi (tekanan darah tinggi) Kolesterol darah yang tinggi Depresi Diagnosis Kondisi ini dapat dokter diagnosis dengan melakukan serangkaian tahapan pemeriksaan. Contohnya yaitu wawancara medis, pemeriksaan penunjang, dan pemeriksaan fisik. Pertama-tama, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan penyakit ini seperti keluhan, gejala yang timbul, lama waktu terkena, hingga riwayat konsumsi obat tertentu. Selain itu, dokter pun akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik guna mengetahui tanda-tanda terkena sindrom cushing. Selanjutnya, akan ada tahap pemeriksaan penunjang seperti halnya: Tes supresi dexamethasone: pemberian dexamethasone dosis rendah Tes kortisol air liur: cek sampel air liur untuk mengetahui kadar kortisol Cek kortisol urine: mengecek kadar kortisol dalam sampel urin dalam 24 jam Pencegahan Mengutip dari laman National Institutes of Health, bahwa kita dapat mencegah agar tidak terkena sindrom ini dengan cara: Hindari mengonsumsi obat kortikosteroid sembarangn Periksa rutin jika punya penyakit hiperplasia adrenal Periksa rutin jika punya penyakit adenoma hipofisis Pengobatan Sindrom satu ini umumnya membutuhkan pengobatan berupa: Pengurangan obat streroid eksogen Terapi obat-obatan Pembedahan Pengobatan penyakit bawaan Komplikasi Apabila tidak segera mendapatkan perawatan, maka nantinya kondisi ini dapat membahayakan kondisi pasien atau penderita. Contoh komplikasi yang dapat terjadi seperti: Osteoporosis Stroke Emboli paru Hipertensi Serangan jantung Kerentanan infeksi Trombosis vena dalam Depresi Diabetes melitus Tumbuh rambut berlebih (hirsutisme) Kapan Harus ke Dokter? Periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, & diabetes apabila Anda mengalami gejala sindrom cushing seperti yang kami sebutkan di atas. Bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka risiko terjadinya... - Published: 2024-02-20 - Modified: 2024-02-20 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hasil-usg-tidak-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: hasil USG tidak hamil, tes kehamilan, USG Terkadang setelah melakukan tes kehamilan dengan menggunakan alat test pack hasilnya positif tetapi hasil USG tidak hamil. Ini adalah kasus yang umum terjadi pada kebanyakan wanita yang harus diketahui penyebab pastinya. Ketika merasakan gejala kehamilan, hal yang pertama dilakukan adalah tes kehamilan di rumah. Ketika hasilnya positif, Anda tentu akan pergi menemui dokter kandungan untuk memastikan kehamilan. Namun, setelah dokter memeriksa dengan alat USG ternyata tidak ada tanda kehamilan. Mengapa ini bisa terjadi? Yuk, cari tahu alasan dan penyebabnya di bawah ini! Sekilas Tentang USG untuk Kehamilan USG adalah teknik yang efektif untuk mendeteksi kehamilan secara dini dan memberikan gambaran janin sebelum melahirkan. Alat USG untuk cek kehamilan biasanya menggunakan sinar X yang aman bagi janin dalam kandungan. Kehamilan adalah proses alami perkembangan janin yang ada di dalam rahim wanita. Proses kehamilan terdiri dari 3 trimester yang mana secara keseluruhan berlangsung sembilan bulan. Jadi, setiap trimester terdiri dari tiga bulan. USG kehamilan bermanfaat untuk membantu ibu hamil mengetahui keadaan janin dalam kandungan. Selain itu, ada beberapa manfaat lain dari USG yakni meliputi: Menganalisis dan mencatat detak jantung janin Menentukan usia kehamilan yang berkembang Membantu mendiagnosis kehamilan ektopik Mengamati pertumbuhan tidak normal pada bayi Membantu memprediksi tanggal lahir bayi Oleh karena itu, pemeriksaan USG sangat diperlukan untuk ibu hamil atau bagi wanita yang ingin mengetahui kehamilan minggu pertama. Hal ini biasanya untuk memastikan hasil positif dari alat test pack jika benar adanya kehamilan. Penyebab Hasil USG Tidak Hamil Bagaimana jika ada tanda kehamilan tetapi hasil USG ternyata tidak mendeteksi hamil? Kondisi ini biasanya terjadi karena Anda terlalu dini mengecek kehamilan melalui USG, meski sudah diketahui hasil positif dari alat test pack kehamilan. Jika ingin mengetahui penyebab hasil USG tidak hamil lebih jelasnya, mari simak informasi berikut ini yang mungkin bermanfaat sebelum Anda melakukan pemeriksaan! 1. Pemeriksaan USG Terlalu Dini Pemeriksaan terlalu dini bisa menjadi faktor penyebab kehamilan tidak terlihat melalui USG. Alih-alih janin terlihat di layar USG, tetapi justru belum melihat keberadaannya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini wajar terjadi ketika terlalu dini melakukan pemeriksaan USG. Sebab, kantung kehamilan biasanya baru akan terlihat melalui layar USG pada usia kehamilan antara 5-6 minggu. Pada kasus ini, biasanya dokter akan menganjurkan Anda melakukan pemeriksaan USG ulang sekitar 1-2 minggu kemudian. Hal ini untuk memastikan adanya kehamilan, mengetahui usia kehamilan, dan untuk mengecek kondisi janin dalam rahim. 2. Mengalami Keguguran Salah satu penyebab hasil USG menunjukkan tidak hamil lainnya yakni keguguran. Hal ini dapat terjadi ketika seluruh atau hampir semua jaringan janin keluar dari vagina, sehingga hasil pemeriksaan USG tidak ada kehamilan terjadi. Tes kehamilan mungkin akan menunjukkan hasil yang positif selama 3 minggu setelah keguguran. Kondisi ini akan berangsur terus ada hingga hormon kehamilan di dalam tubuh wanita yang mengalami keguguran kembali menjadi stabil. Berdasarkan penjelasan di atas, pemeriksaan USG dapat menunjukan hasil yang tidak sejalan dengan gejala kehamilan. Namun, beberapa kondisi medis bukan berarti tidak dapat hamil. Semua membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. 3. Kehamilan Ektopik Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar organ rahim, misalnya indung telur, leher rahim, atau tuba falopi. Menurut lansiran Ganesh Diagnostic, hal ini membuat rahim kosong dan hasil tes USG ditemukan tidak ada kehamilan. Tanda kehamilan ektopik memang mirip seperti tanda kehamilan pada umumnya, seperti nyeri payudara, telat haid, mual dan muntah. Akan tetapi, kehamilan ektopik dapat merusak jaringan dan memicu nyeri perut hebat atau pendarahan. Kehamilan ektopik harus melakukan pemeriksaan USG lebih lanjut dan perlu mendapatkan penanganan medis segera. Hal ini dilakukan untuk mencegah komplikasi kehamilan yang mengancam nyawa dan rencana untuk hamil kembali. 4. Hamil Anggur Hamil anggur merupakan tumor jinak yang berkembang di dalam janin yang penyebabnya karena kondisi plasenta tumbuh yang tidak normal. Plasenta ini akan dipenuhi tumor yang berisi cairan berbentuk mirip seperti buah anggur. Jika seseorang mengalami hamil anggur, maka hasil USG tidak hamil kemungkinan besar terdeteksi dan terlihat pada pemeriksaan. Meski seseorang menunjukkan tanda kehamilan, tetapi tumor menghambat perkembangan janin. Sebagian besar wanita yang menderita hamil anggur akan mengalami keguguran spontan. Hal ini umumnya akan ditandai dengan keluarnya gumpalan pada vagina. 5. Kehamilan Kosong Kehamilan kosong adalah kondisi seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada janin di dalam kandungannya. Biasanya, tanda kehamilan ini sama seperti kehamilan pada umumnya yakni mual, muntah, dan bahiaj perut bag membesar. Kondisi hamil kosong penyebabnya karena sel telur yang telah dibuahi sperma tidak membentuk embrio, terapi hormon kehamilan dan juga kantung kehamilan terbentuk. Hal ini memungkinkan hamil tanpa ada janin di dalam kandungan. Jika seseorang mengalami kehamilan kosong, maka hasil USG tidak akan terdeteksi hamil. Hal ini karena tidak ada tanda janin yang terlihat pada layar pada saat USG. Kapan Waktu Ideal untuk USG Kehamilan? USG kehamilan merupakan salah satu pemeriksaan kehamilan untuk mengetahui lebih jelas adanya janin dalam kandungan. Pemeriksaan USG bertujuan untuk memastikan kesehatan dan perkembangan bayi dalam kandungan ibu hamil. Selain itu, pemeriksaan kehamilan melalui USG juga untuk memastikan... - Published: 2024-02-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gigi/gusi-bengkak/ - Kategori: Gigi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Gusi bengkak adalah masalah kesehatan yang banyak terjadi pada area sekitar mulut. Dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalaminya. Banyak pula kasus pembengkakan pada gusi menjadi gejala adanya masalah kesehatan lain yang serius. Itu sebabnya gusi yang sehat menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara umum. Mengenal Gusi Bengkak Gusi bengkak adalah kondisi ketika jaringan gusi mengalami pembengkakan atau peradangan. Bila dalam kondisi sehat, gusi semestinya tampak berwarna merah muda dan kencang serta tak terasa nyeri. Ketika gusi menjadi bengkak, berarti ada masalah kesehatan yang terutama berkaitan dengan kebersihan mulut dan gigi. Gusi adalah jaringan berwarna merah muda yang melingkupi tulang rahang. Jaringan yang tebal dengan serat dan dipenuhi pembuluh darah ini memiliki peran penting dalam menjaga tubuh tetap sehat. Gusi membantu melindungi mulut dan juga tubuh dari risiko infeksi. Gusi bengkak adalah salah satu tanda adanya problem kesehatan dan harus menjadi perhatian. Terdapat dua jenis gusi bengkak yang umum, yakni: Gingivitis: peradangan gusi yang umumnya disebabkan oleh plak bakteri yang menumpuk di sekitar gigi, merupakan tahap awal penyakit gusi. Periodontitis: seperti dikutip dari jurnal Malays Fam Physician, jika tidak diobati, gingivitis bisa berkembang menjadi periodontitis berupa peradangan yang lebih dalam dan serius di sekitar gigi. Bila mengalami pembengkakan, gusi akan tampak menonjol keluar. Ketika gusi sudah sangat bengkak, gigi yang berada di bawahnya bahkan mungkin tak terlihat karena tertutup gusi. Gusi bengkak akan menjadi sensitif atau terasa nyeri. Selain itu, gusi menjadi mudah berdarah saat menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang (flossing). Gejala Gusi bengkak umumnya menimbulkan gejala berupa rasa nyeri atau ketidaknyamanan, terutama ketika menyikat gigi atau mengunyah makanan. Gejala lainnya meliputi: Ada tonjolan yang tampak dari gusi Warna gusi berubah menjadi merah gelap atau keunguan Gusi berdarah saat menyikat gigi Bau mulut tidak sedap Gusi lunak saat disentuh Penyebab Gusi bengkak bisa terjadi karena berbagai hal, dari yang sederhana seperti sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi hingga infeksi pada gigi. Berikut ini contoh penyebab gusi bengkak: Penumpukan plak yang mengandung bakteri dan karang pada gigi atau area sekitar gusi Infeksi pada gigi atau akar gigi yang merambat hingga ke gusi Gusi tidak sehat, misalnya ada masalah gigi berlubang atau rusak yang bisa menyebabkan reaksi peradangan pada gusi Trauma atau cedera pada gusi, misalnya akibat terlalu keras menyikat gigi atau terbentur saat beraktivitas Impaksi gigi atau pertumbuhan gigi yang tidak normal sehingga menekan gusi dan memicu pembengkakan Gigi goyang atau lepas sehingga memicu perubahan struktur dan dukungan gusi Reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan tertentu dalam pasta gigi, obat kumur, atau produk perawatan gigi Perubahan hormon yang terjadi secara cepat dan signifikan, misalnya pada ibu hamil Cara Dokter Mendiagnosis Demi penanganan yang efektif, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Berikut ini beberapa langkah yang biasa dilakukan dokter untuk mendiagnosis gusi bengkak: Pemeriksaan fisik secara langsung untuk mencari tanda-tanda pembengkakan, perubahan warna, dan perdarahan pada gusi Bila perlu, dokter akan merekomendasikan rontgen gigi untuk membantu mendeteksi masalah pada gigi atau akar gigi yang mungkin menyebabkan gusi bengkak Tergantung hasil pemeriksaan sebelumnya, dokter mungkin menyarankan tes lain yang sesuai untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat Cara Mengatasi Penanganan gusi bengkak bisa dilakukan di rumah bila masih dalam tahap awal dan tak menyebabkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Caranya antara lain: Berkumur dengan air garam Menggunakan kompres dingin Mengoleskan minyak kelapa Menempelkan kantong teh hijau yang sudah diseduh Berkumur dengan air lemon Selain itu, penggunaan obat anti-peradangan seperti ibuprofen bisa membantu meredakan rasa nyeri. Bila penyebab gusi bengkak adalah bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi pembengkakan. Sedangkan bila ada plak dan karang gigi yang menyebabkan pembengkakan, diperlukan pembersihan gigi secara profesional oleh dokter gigi. Komplikasi Gusi bengkak bisa reda bila mendapat penanganan yang tepat. Bila tidak, bisa terjadi komplikasi serius seperti: Gingivitis kronis dan periodontitis yang bisa merusak gigi dan tulang pendukung gigi Penyebaran infeksi dari gusi ke jaringan di sekitarnya Pembusukan Nyeri yang terasa terus menerus-nerus Gigi bergoyang Gigi copot Pencegahan Untuk mencegah, cara yang paling sederhana dan utama adalah senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut. Caranya antara lain: Menyikat gigi dengan benar setidaknya dua kali sehari dan sebelum tidur Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi Menggunakan produk perawatan gigi yang sesuai Membatasi makanan/minuman yang manis karena bisa menambah pertumbuhan bakteri penyebab plak dan karang gigi Tidak merokok Tidak mengonsumsi minuman beralkohol Berhati-hati ketika makan makanan yang bisa melukai gusi atau terselip di sela-sela gigi, seperti keripik, biji-bijian, dan kacang-kacangan Kapan Harus ke Dokter? Gusi bengkak kerap menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang melatari seperti infeksi atau penyakit gusi. Karena itu, bila mengalami gejala tersebut, sebaiknya langsung datangi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan menjalani perawatan yang tepat. Narasumber: drg. Lidiawati, Sp. Perio Dokter Spesialis Periodontik Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-02-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/selesma/ - Kategori: Penyakit, Umum - Tag: Gejala Selesma, Penyebab Selesma, Selesma, Tanda-Tanda Selesma - Translation Priorities: Optional Selesma atau dalam istilah medis sering disebut common cold atau common flu adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan bagian atas (hidung dan tenggorokan). Kelompok virus yang menyerang sendiri cukup beragam, namun yang paling sering menyerang yaitu dari kelompok rhinovirus. Berbeda dengan influenza yang disebabkan oleh virus influenza. Virus tersebut dapat menyerang setiap orang dari berbagai kelompok usia. Namun, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terkena infeksi selesma. Hal ini karena sistem imunnya masih lemah atau masih belum sempurna. Umumnya, selesma sembuh dalam waktu beberapa hari. Bahkan tanpa obat-obatan medis pun akan membaik dengan sendirinya. Walau demikian, bila gejalanya tidak kunjung sembuh, maka segera konsultasikan dengan dokter. Faktor risiko Ini dia faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit selesma yang harus Anda ketahui: Usia bayi dan anak kecil Paparan virus dari penderita Pergantian musim Melemahnya sistem imun tubuh Merokok Perbedaan Gejala Selesma dan Influenza Gejala selesma cukup ringan dengan keluhan yang akan sembuh dalam waktu 2 – 3 hari dengan total infeksi antara 7 – 10 hari. Berikut gejalanya: Bersin Lendir menetes ke tenggorokan Demam (jarang terjadi pada dewasa) Hidung tersumbat Pilek Mata berair Sakit tenggorokan Batuk Lalu, untuk gejala influenza sendiri hampir sama seperti di atas. Hanya saja, tingkat keparahannya lebih tinggi. Bahkan seringkali disertai dengan sakit kepala, nyeri otot, tubuh pegal-pegal, demam tinggi (di atas 38,3 celcius), dan juga risiko komplikasi. Pencegahan Bila Anda tidak ingin terjangkit penyakit ini, maka penting sekali untuk melakukan upaya pencegahan seperti: Cuci tangan dengan sabun Selalu jaga kebersihan diri Jaga kebersihan lingkungan Gunakan masker di tempat umum Pakai alat makan pribadi Pengobatan Ada beberapa metode pengobatan selesma yang bisa kita lakukan dari rumah seperti: Istirahat yang cukup Konsumsi madu Konsumsi vitamin dan suplemen Konsumsi probiotik Meditasi Irigasi hidung (bila perlu) Perbanyak cairan dengan minum air Bila gejala yang kalian rasakan cukup mengganggu aktivitas sehari-sehari, maka bisa mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan gejala dan resep dokter, seperti: Antihistamin Penurun demam Pereda nyeri Dekongestan Pereda batuk Kapan harus ke dokter? Segera kunjungi dokter umum atau dokter penyakit dalam apabila Anda mengalami beberapa gejala seperti: Demam persisten (lebih dari 3 hari) Batuk terus menerus (2 minggu lebih) Sakit saat menelan Sakit kepala terus menerus Hidung tersumbat persisten Perawatan darurat diperlukan apabila Anda mengalami tanda-tanda yang parah dan kritis seperti: Nyeri dada hebat Muntah terus menerus Sakit kepala berat Kebingungan Sesak napas Pusing hebat Warna kulit membiru Demam muncul ruam kulit Bernafas cepat Walaupun tergolong penyakit ringan yang tidak membahayakan, namun bila Anda mengidap selesma maka perlu mendapatkan perawatan yang optimal. Dengan begitu, tidak terjadi risiko komplikasi yang parah. Narasumber: dr. Tiara Alfitriana Dokter Umum Primaya Hospital Sukabumi - Published: 2024-02-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/apakah-pneumotoraks-bisa-sembuh-cek-pengobatannya/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Nyeri dada tidak hanya menjadi pertanda penyakit jantung saja, namun juga kondisi gangguan paru-paru. Salah satunya yakni pneumotoraks atau paru-paru kolaps atau mengempis. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini sangat membahayakan kesehatan pasien yang mana tingkatannya sampai membahayakan nyawa. Apalagi, pneumothorax dapat menyerang semua usia. Oleh karena itu, yuk pahami rincian lengkapnya dalam artikel berikut ini. Pengertian Pneumotoraks adalah salah satu gangguan pernafasan serius yang membuat paru-paru mengempis (kolaps). Kondisi ini terjadi akibat udara memasuki ruangan yang berlokasi di antara lapisan pleura dan paru-paru. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat adanya cedera yang terjadi pada dinding dada maupun akibat ruptur jaringan paru-paru. Hal ini berakibat pada perubahan tekanan udara pada paru-paru yang mengakibatkan kolaps. Jadi, saat terdapat udara yang masuk ke pleura (rongga antara dinding dada dan paru-paru), maka akan terbentuk pneumotoraks. Nah, dari jenisnya sendiri pnemuotoraks terbagi menjadi beberapa macam yaitu: Spontan primer pneumothorax. Yaitu jenis pneumothorax yang terjadi pada mereka yang berusia muda tanpa ada permasalahan pada paru-parunya. Spontan sekunder pneumothorax. Yaitu jenis pneumothorax yang terjadi pada mereka yang berusia muda yang didasari adanya permasalahan pada paru-parunya. Traumatik pneumothorax. Penyebabnya yaitu akibat adanya benturan pada dada karena trauma tumpul baik berupa luka tembak dan luka tusuk. Tenson pneumothorax. Jenis yang sangat berbahaya dan tergolong darurat karena dapat mengakibatkan gangguan pada jantung, pembuluh darah, hingga struktur mediastinum. Open pneumothorax. Suatu kondisi yang terjadi akibat dari luka terbuka yang terletak pada dinding dada. Simple pneumothorax. Salah satu tipe pneumothorax yang tidak mengakibatkan pergeseran struktur mediastinum. Katamenial pneumothorax. Jenis pneumothorax yang kerap terjadi dalam rentang waktu sekitar 72 jam setelah maupun sebelum menstruasi. Kondisi Pneumotoraks Gejala Utama Nyeri dada, sesak nafas, keringat dingin, kulit membiru Dokter Spesialis Dokter spesialis paru Penyebab Peningkatan tekanan udara di sekitar paru Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, pemeriksaan penunjang (CT Scan, USG dada) Faktor Risiko Perokok, riwayat keluarga, wanita hamil Pengobatan Drainase udara, operasi Pencegahan Hindari scuba diving, hentikan aktivitas merokok Komplikasi Gagal jantung, sulit bernafas, reekspansi edema paru, kematian Siapa yang Berisiko? Ini dia beberapa faktor risiko yang kerap dialami oleh para penderita pneumothorax: Perokok Wanita hamil Keturunan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) TBC (Tuberkulosis) Penderita asma Penderita endometriosis toraks Trauma tumpul maupun tembus di dada Pengidap sindrom marfan Cedera ekstrem pada dada Penyebab Penyebab utama pneumotoraks adalah akibat adanya masalah pada paru-paru maupun di dinding dada. Selain itu, infeksi akibat mikroorganisme yang terdapat di rongga pleura juga dapat menghasilkan udara atas gas yang mengakibatkan kondisi ini. Gejala Dikutip dari situs American Lung Association, bahwa pneumothorax umumnya akan menampilkan gejala seperti halnya: Nyeri dada yang semakin saat saat menarik nafas Nafas yang pendek dan cepat Kelelahan Kulit membiru (akibat kurang oksigen) Batuk kering Detak jantung cepat Diagnosis Pertama-tama, dokter akan mendiagnosis apakah seseorang berpotensi terkena pneumothorax atau tidak dengan cara melakukan wawancara medis. Fungsinya yaitu untuk mengetahui adanya riwayat penyakit paru-paru. Setelah bertanya-tanya tentang riwayat, keluhan, dan gejala yang timbul, dokter akan melanjutkan pemeriksaan fisik. Contohnya yaitu mengukur kadar gas dalam aliran darah. Fungsinya untuk mengetahui kadar karbondioksida maupun oksigen. Selanjutnya, akan lanjut ke perkusi maupun auskultasi paru-paru untuk menentukan adanya perubahan suara nafas atau suara ketuk paru. Bila masih belum jelas dalam mendiagnosis penumotoraks, maka akan lanjut ke tahap pemeriksaan lanjutan. Contoh yang kerap dokter lakukan yaitu dengan tes pencitraan. Misalnya berupa CT scan, rontgen, dan USG dada. Dengan pemeriksaan yang lengkap, maka dokter bisa menentukan secara detail terkait perawatan yang akan diambil nantinya. Komplikasi Tanpa perawatan yang tepat dari dokter, maka kondisi ini dapat berdampak pada timbulnya penyakit lain yang bahkan dapat membahayakan nyawa. Berikut ini beberapa komplikasi dari pneumotoraks yang kerap terjadi: Kerusakan paru-paru Infeksi paru-paru Reekspansi edema paru Gagal jantung Kesulitan nafas Kematian Pencegahan Apabila Anda memiliki anggota keluarga seperti saudara kandung atau orang tua yang punya riwayat pneumotoraks, maka perlu melakukan tindak pencegahan seperti: Hindari aktivitas yang berkaitan perubahan tekanan udara mendadak seperti scuba diving Berhenti merokok Temui dokter secara teratur Pengobatan Buat Anda yang bertanya-tanya apakah pneumotoraks bisa sembuh atau tidak, maka jawabannya bisa sembuh. Namun, di sini peran dokter dalam mendiagnosa serta melakukan perawatan sangat diperlukan. Berikut ini beberapa diantaranya: Pemberian ekstra oksigen Drainase udara Pleurodesis Operasi torakotomi Operasi torakoskopi Lobektomi Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter spesialis paru atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan pulmonologi apabila Anda mengalami gejala terkena pneumotoraks. Pada kondisi ekstrem seperti sesak nafas, gagal jantung, atau sering hilang kesadaran maka segera bawa ke UGD untuk mendapatkan penangan dari dokter di instalasi UGD. Bila membutuhkan langkah penanganan lanjutan, maka dokter tersebut akan merujuknya ke dokter spesialis bedah atau dokter spesialis bedah toraks & kardiovaskular untuk melakukan tindak operasi. Narasumber: dr. Adriandi Saleh Sp. B Spesialis Bedah Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-02-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/sindrom-iritasi-usus-besar/ - Kategori: Penyakit, Umum - Tag: Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar, Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar, Sindrom Iritasi Usus Besar - Translation Priorities: Optional Apabila Anda sering mengalami sakit perut yang disertai kembung, maka bisa jadi keluhan tersebut merupakan gejala dari sindrom iritasi usus besar. Seperti namanya, penyakit ini termasuk gangguan pencernaan tepatnya pada usus besar yang seolah-olah mengalami iritasi. Penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, seperti yang bersumber dari laman Mayoclinic, bahwa penyakit ini dapat dipicu oleh kondisi seperti infeksi, radang usus, hingga abnormalitas sistem saraf. Pengertian Sindrom Iritasi Usus Besar   Sindrom iritasi usus atau dalam medis dikenal sebagai Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit berupa gangguan pencernaan khususnya usus besar yang terjadi secara menahun. Penyakit ini dapat kambuh berulang kali sesuai penyebab yang memicunya. Karena tergolong sebagai penyakit kronis, maka sindrom iritasi usus besar membutuhkan perawatan dan pengobatan jangka panjang. Dengan begitu, gejala yang terjadi dapat diminimalisir serta frekuensi kekambuhan gejala yang muncul pun akan berkurang. Gejala utama yang terjadi pada penderita IBS yakni berupa kram perut, kembung dan begah, sakit atau nyeri perut, diare, dan konstipasi. Pengidap sindrom ini umumnya hanya menampilkan gejala yang ringan dan terkadang dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun tergolong kronis, namun penyakit ini tidak akan sampai menimbulkan keganasan pada usus maupun mengakibatkan perubahan terhadap struktur jaringan usus itu sendiri. Walau demikian, perawatan yang tepat dari dokter tetap harus diutamakan untuk meminalisir keparahan gejalanya. Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar Gejala Utama Sakit perut, nyeri kram, diare, konstipasi/sembelit, begah, sering sendawa Dokter Spesialis Dokter spesialis gastroenterologi atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi Penyebab Kontraksi berlebih pada usus besar, stres psikis Diagnosis Cek darah, endoskopi Faktor Risiko Usia di bawah 50 tahun, perempuan, riwayat keluarga, riwayat gangguan jiwa Pengobatan Cukupi tidur, hindari stres, hindari makanan tinggi gas, terapi obat-obatan Pencegahan Batasi teh, soda, dan kopi, hindari produk gluten dan susu Komplikasi Dehidrasi, penurunan kualitas hidup, gangguan suasana hati Faktor Risiko Mengacu pada situs Cleveland Clinic, IBS umumnya terjadi pada seseorang yang berusia remaja akhir hingga awal 40an tahun. Selain itu, terdapat beberapa kondisi lain yang menambah risiko terkena penyakit ini seperti halnya: Jenis kelamin perempuan Intoleran terhadap makanan tertentu Diagnosis gangguan jiwa & PTSD Riwayat kekerasan Riwayat keluarga penderita IBS Penyebab Sindrom Iritasi Usus Besar Irritable Bowel Syndrome pada dasarnya terjadi karena adanya kontraksi berlebih pada usus besar. Berbeda dengan radang usus yang mana terdapat inflamasi di dalamnya. Walau demikian, hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apakah penyebab utamanya. Dugaan sementara pada IBS terjadi akibat: Rasa cemas berlebih Stres dan depresi Gangguan sistem saraf Infeksi berat Ketidakseimbangan flora usus Gejala Setiap penderita biasanya memiliki gejala yang bervariasi. Tingkat keparahannya pun berbeda-beda dan terjadi secara berulang-ulang. Secara umum, berikut ini gejala yang seringkali tampak pada seseorang yang mengalami IBS : Diare Konstipasi Nyeri/Sakit perut Kram perut Kembung/Begah Terdapat lendir di tinja Sering sendawa Sering kentut Diagnosis Sejatinya tidak ada diagnosis khusus untuk sindrom iritasi usus besar. Selain karena pemicunya belum pasti, juga karena penyakit ini tidak terlalu membahayakan walaupun tergolong sebagai penyakit kronis. Walau demikian, dokter biasanya tetap melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui kondisi lain yang mungkin terjadi. Hal ini karena beberapa penyakit pada saluran pencernaan mirip dengan sindrom iritasi usus besar. Contohnya yaitu kolitis (radang usus), malabsorpsi, hingga maag/gerd. Beberapa pemeriksaan yang kerap dilakukan yakni berupa endoskopi serta pemeriksaan darah. Dengan memastikan bahwa gejala yang ada bukan termasuk penyakit lainnya, maka dokter akan dengan mudah memberikan perawatan yang tepat. Pencegahan Terdapat beberapa macam pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari IBS. Di antaranya yaitu: Hindari cemas: penting sekali untuk menghindari cemas maupun stres karena keduanya berpotensi mengakibatkan IBS. Olahraga teratur: dengan berolahraga secara teratur 4-5 kali per minggu, maka Anda akan merasa lebih bahagia. Ini karena tubuh akan mengeluarkan hormon endorphin yang membuat kita merasa tenang dan bahagia. Jalani hobi: dengan menjalani hobi, Anda tidak sempat merasa cemas atau depresi. Bahkan mampu membuat tubuh berkembang. Contohnya yaitu dengan mendengarkan musik, main game, berkebun, atau lainnya. Meditasi: dengan mengatur pernafasan dan menenangkan diri, maka kecemasan pun akan menghilang sehingga gejala IBS tidak akan muncul lagi. Batasi makanan pemicu: setiap orang punya makanan pemicu IBS yang berbeda-beda. Contohnya ada yang berupa laktosa, gluten, jeruk, kubis, kacang-kacangan, ataupun minuman berkafein seperti kopi dan soda. Pengobatan Bila pengobatan sudah dilakukan namun masih terjangkit IBS, maka Anda harus mendapatkan perawatan oleh dokter. Caranya yakni dengan memberikan obat-obatan berikut ini sesuai dengan gejala pasien: Antibiotik Antidepresan Probiotik Antispasmodik Pereda nyeri Komplikasi Beberapa risiko terjadinya komplikasi pada IBS meliputi: Dehidrasi Penurunan kualitas hidup Gangguan suasana hati Kapan Harus ke Dokter? Apabila terdapat satu atau beberapa gejala sindrom iritasi usus besar, maka segera periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi. Dengan berkonsultasi ke dokter, maka anda akan mendapatkan penanganan terbaik sedini mungkin agar terhindar dari komplikasi yang membahayakan Narasumber: dr. Muhammad Rifqi Dokter Umum Primaya Hospital Sukabumi - Published: 2024-02-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-hamil-yuk-ketahui-tanda-tanda-morning-sickness-akan-berakhir/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Bagi mereka yang baru pertama kali hamil, tentunya sering bertanya-tanya terkait kondisi mual-mual dan muntah atau morning sickness yang dialaminya. Padahal, gejala semacam ini dapat dialami oleh semua orang, bukan hanya pada ibu hamil saja. Bahkan, dapat terjadi pada laki-laki yang bisa dialami pria atau suami yang disebut sebagai couvade syndrome. Walau begitu, dalam istilah medis kondisi ini memang lebih mengacu pada gejala awal kehamilan. Sejatinya, morning sickness terjadi jam berapa dan berapa lama prosesnya? Yuk ketahui selengkapnya dalam artikel yang kami ulas di bawah ini bila ingin tahu selengkapnya. Pengertian Morning Sickness Morning sickness adalah gejala kehamilan yang ditandai dengan mual dan terkadang disertai muntah. Tak seperti namanya, gejala yang muncul tidak hanya dapat terjadi pada pagi hari saja, melainkan di berbagai waktu sepanjang hari. Umumnya, kondisi ini terjadi pada 4 bulan awal kehamilan. Kondisi ini bukanlah gejala yang membahayakan, bahkan di alami oleh kebanyakan ibu hamil. Gejala dan tanda-tandanya umumnya akan menghilang setelah tiga atau empat bulan pertama kehamilan. Puncak morning sickness umumnya terjadi pada minggu ke-9. Sementara awalnya dimulai pada minggu ke-6. Namun, dalam study tahun 2021 terbaru menunjukkan bahwa gejala yang muncul jauh lebih awal dari waktu tersebut. Mengingat setiap orang umumnya memiliki gejala yang berbeda, maka tanda-tanda morning sickness akan berakhir pun berbeda pula. Namun ciri khas yang kerap terjadi yakni penurunan frekuensi mual dan peningkatan kembali nafsu makan. Faktor Risiko Beberapa faktor risiko yang kerap menjadikan seseorang terkena morning sickness meliputi: Hamil bayi kembar atau lebih Punya masalah mual-mual bahkan sebelum kehamilan Penderita migraine kronis Gejala & Tanda-Tanda Morning Sickness Gejala yang kerap muncul meliputi mual, muntah, dan tidak nafsu makan. Walaupun tidak terlalu berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan, namun kondisi ini juga dapat mengakibatkan berbagai macam masalah, salah satunya pada gangguan aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala morning sickness yang sering kali muncul meliputi: Mual dengan atau tanpa muntah Urine yang sedikit dan pekat Jantung berdebar-debar Pusing Lemas saat berjalan atau berdiri Muntah darah Sulit makan karena selalu ingin muntah Diagnosis Dokter akan mendiagnosis kondisi ini berdasarkan berbagai macam tahapan. Di antaranya yaitu melalui pemeriksaan fisik, wawancara medis untuk mengetahui riwayat kesehatan, hingga pengecekan lanjutan melalui USG untuk memastikan kondisi janin. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus yang parah dokter pun akan mencurigai adanya hiperemesis gravidarum yang merupakan salah satu komplikasi dari morning sickness. Jadi, akan ada tahapan selanjutnya seperti tes urine dan pemeriksaan darah. Pencegahan Tidak ada metode khusus untuk mencegah terjadinya kondisi ini. Namun, kita dapat mengendalikan gejala yang timbul dengan cara: Konsumsi vitamin B6 saat malam (harus sesuai anjuran dokter) Minum obat antihistamin (harus sesuai anjuran dokter) Minum obat anti mual (harus sesuai anjuran dokter) Sering-sering beristirahat Minum air yang banyak, terutama jika muntah-muntah Makan dalam jumlah kecil tapi sering Coba minum teh jahe Pastikan aroma kamar/ruangan rumah tidak bikin mual Hindari berbaring setelah makan Jangan makan-makanan pedas Hindari makanan dengan bau-bauan tajam Hindari makanan kaya lemak Pengobatan Karena bukan termasuk kondisi yang membahayakan, maka dokter akan memberikan pengobatan secara umum seperti: Pemberian vitamin prenatal Konsumsi vitamin B6 Pengobatan metoclopramide (untuk mual) Pemberian antihistamin Pemberian phenothiazine (meredakan muntah) Antacid (menurunkan asam lambung) Akupuntur Produk alami dari jahe Komplikasi Morning sickness dapat mengakibatkan HG (Hyperemis gravidarum), suatu kondisi langka yang hanya terjadi pada 0,3 – 3% dari total ibu hamil. Penyebabnya sendiri belum pasti, namun gejala yang timbul meliputi: Mual-mual sepanjang waktu Mual diiringi muntah-muntah Dehidrasi akibat terlalu banyak muntah Penurunan berat badan hingga 5% Kepala pusing dan keleyengan Tanpa mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini tidak hanya menimbulkan bahaya bagi ibu hamil, melainkan bagi bayinya. Contoh dampak yang terjadi yaitu: Dehidrasi parah Penurunan berat badan ekstrem Sering sakit Pertumbuhan bayi terhambat Kematian bayi Kapan Harus ke Dokter? Sebagai ibu hamil, pastikan untuk mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Atau, bisa juga kunjungi bidan di masing-masing tempat tinggal Anda untuk pengecekan sederhana untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan. Namun, segera bawa ke UGD bila mengalami gejala seperti: Penurunan berat badan ekstrem Tidak dapat menelan makanan Detak jantung berdetak kencang Muntah darah Sakit perut Demam Jarang buang air kecil Urine keruh Narasumber: dr. Boeyoeng Ego A. P. Dalimunthe, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-02-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/sindrom-putri-tidur/ - Kategori: Kejiwaan, Penyakit - Tag: Apa itu Sindrom Putri Tidur, Ciri-Ciri Sindrom Putri Tidur, Gejala Sindrom Putri Tidur, Tanda Sindrom Putri Tidur - Translation Priorities: Optional Sleeping beauty syndrome atau dikenal juga dengan istilah sindrom putri tidur merupakan salah satu gangguan kognitif yang menjadikan penderitanya ingin tidur terus menerus. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan dapat membuat seseorang memiliki episode tidur berhari-hari hingga berminggu-minggu lamanya. Kondisi kesehatan satu ini tergolong sebagai penyakit yang langka. Prevalensinya sendiri hanya satu dari satu juta populasi dunia. Nah bila Anda juga mengalami gejala berupa tidur panjang semacam ini, maka pahami lebih lanjut tentang sindrom putri tidur dan gejala lain yang tampak. Pengertian Sindrom Putri Tidur Sindrom putri tidur atau dalam istilah medis disebut Kleine-Levin syndrome (KLS) adalah kondisi gangguan neurologis yang ditandai dengan tidur berlebih. Kondisi ini termasuk langka karena hanya menyerang 1:1. 000. 000 total populasi dunia. Awalnya, sindrom ini merupakan hasil penelitian dari ahli saraf yang bernama Willie Kleine pada tahun 1925. Lalu, seorang psikiater berkebangsaan Amerika, Max Levin juga menemukan gambaran lebih lanjut tentang penyakit ini pada tahun 1936. Karena hal itulah, sindrom ini memiliki nama lain sebagai sindrom Kleine-Levin yang diambil dari dua orang nama penemunya. Walaupun bernama “putri tidur”, namun sindrom ini dapat menyerang siapa saja. Jenis kelamin laki-laki lebih sering terkena dibanding perempuan. Usia rerata penderita sindrom ini yaitu 15 tahun, dan sekitar 81% kasus tercatat mulai mengalami gejala ini selama dekade kedua hidupnya. Tanpa perawatan yang tepat, maka kondisi ini dapat mengakibatkan masalah pada kehidupan sehari-harinya. Mulai dari aktivitas harian, pekerjaan, sekolah, beribadah, bersosialisasi, dan sebagainya. Penyakit Sindrom putri tidur Gejala Utama Terdapat periode kambuh-remisi (Relaps-Remitting) dari kondisi tidur yang berlebihan (hipersomnolens) dihubungkan dengan gangguan kognitif, psikiatri dan tingkah laku. Dokter Spesialis Dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) dan dokter spesialis neurologi (otak dan saraf) Penyebab Belum ada penyebab yang spesifik dan definitif. Beberapa kasus didahului oleh infeksi, trauma kepala, konsumsi alkohol, abnormalitas kadar neurotransmitter serotonin dan dopamin. Diagnosis Tes darah, tes tidur, tes memori Faktor Risiko Beberapa kasus didahului oleh infeksi, trauma kepala, konsumsi alkohol, abnormalitas kadar neurotransmitter serotonin dan dopamin. Pengobatan Tidak ada penangan definitif Pencegahan Belum ada pencegahan Komplikasi Gangguan psikis Gejala & Ciri-Ciri Sindrom Putri Tidur Ciri-ciri sindrom putri tidur yang paling tampak adalah tidur dalam waktu 12 – 24 jam per harinya. Tidurnya sendiri per episode yang mana dalam satu episode bisa membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Umumnya, pasien penderita penyakit ini mengalami setidaknya 12 episode tiap tahunnya dengan jangka waktu yang bervariasi pada masing-masing orang. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), gejala yang biasa tampak dari KLS meliputi: Tidur 12 – 24 jam, bangun hanya untuk makan atau buang air Tubuh selalu merasa lesu Halusinasi Gejala mirip flu Gangguan memori Pemahaman dan pola pikir yang menurun Kesulitan dalam berkomunikasi Kesulitan membedakan mimpi dengan dunia nyata Suasana hati berubah-ubah (tidak stabil) Terjadinya kenaikan berat badan Selalu ingin makan dalam jumlah banyak Hiperseksualitas (gairah seks meningkat tajam) Kebingungan atau disorientasi Penyebab Sindrom Putri Tidur Hingga saat ini, penyebab dari sindrom satu ini belum tahu pasti. Beberapa ahli berspekulasi atas kondisi penyakit ini. Misalnya dugaan atas kelainan atau kerusakan pada thalamus dan hipotalamus yang terletak di otak. Dua areal tersebut berperan penting dalam mengatur pola tidur, gairah seksual, hingga nafsu makan. Beberapa ahli juga berpendapat lain. Contohnya berupa dugaan atas faktor autoimun yang di awali oleh infeksi virus. Pendapat satu ini diperkuat melalui penelitian dari Stanford University pada tahun 2005. Faktor lain yang tak boleh diabaikan yakni berupa faktor genetik (keturunan). Banyak kasus di mana penderita pengidap penyakit ini memiliki orang tua atau keluarga dengan sindrom yang sama. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi munculnya gejala dari kondisi penyakit ini. Di antaranya yaitu: Cedera kepala Stress Aktivitas fisik berlebih Penggunaan obat-obatan Infeksi Konsumsi alkohol Diagnosis Untuk mendiagnosis KLS sebenarnya tidaklah mudah. Dokter akan melakukan pengecekan fisik, wawancara medis, dan juga pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan penyakit lain yang menyerupai gejala penyakit ini seperti: Cek darah Tes memori (mengetahui kondisi memori) Tes tidur (mengetahui aktivitas listrik di otak) MRI (tes pencitraan) Pencegahan Tidak ada metode tertentu untuk pencegahan terhadap KLS. Hal tersebut karena penyebab dasarnya belum pasti. Apabila hal tersebut merupakan faktor genetik, maka sama sekali tidak ada tidak pencegahan yang bisa dilakukan. Pengobatan Belum ada pengobatan definitif untuk penyakit ini. Psikoedukasi dan dukungan terkait sangat dibutuhkan dalam tatalaksana penyakit ini. Beberapa obat golongan stimulan dan mood stabilisers dapat bermanfaat untuk beberapa kasus yang berat. Kapan Harus ke Dokter? Kleine Levin Syndrome dapat memengaruhi kesehatan mental. Bila Anda merasakan gejala depresi, kehilangan fokus, mudah lupa, cemas, sulit membedakan mimpi dan kenyataan, hingga keinginan bunuh diri, maka segera kunjungi psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa) dan dokter spesialis neurologi (otak dan saraf). Sebagai catatan, karena sindrom putri tidur merupakan kondisi yang sangat langka dan terjadi berkepanjangan bahkan dapat seumur hidup, maka pastikan untuk rutin berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu, risiko komplikasi seperti gangguan terhadap kesehatan fisik dan mental dapat berkurang. Narasumber: dr. Feilin Tanita, Sp. KJ Spesialis Kedokteran Jiwa Primaya Hospital... - Published: 2024-02-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/henti-jantung-mendadak-2/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Jantung adalah organ yang memiliki peran sangat vital dalam sistem tubuh manusia. Namun, di sisi lain, jantung termasuk rentan terhadap ancaman masalah kesehatan. Salah satunya adalah henti jantung mendadak yang kerap disalahartikan sebagai serangan jantung meski sama-sama membahayakan. Mengenal Henti Jantung Mendadak Henti jantung mendadak adalah kondisi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak atau detak jantung tidak memadai untuk menjaga kelangsungan hidup. Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung yang terjadi akibat masalah pada aliran darah ke jantung yang membuat fungsi jantung terganggu. Serangan jantung terjadi saat aliran darah yang menuju jantung terhalang atau terhenti, biasanya akibat sumbatan plak pada pembuluh darah koroner. Kondisi itu menyebabkan matinya otot jantung. Namun serangan jantung tidak selalu berarti jantung berhenti berdetak. Henti jantung mendadak cenderung berkaitan dengan sistem kelistrikan jantung yang mengalami gangguan. Akibat gangguan itu, jantung tak lagi berdetak sebagaimana mestinya. Fungsi pemompaan jantung menjadi terhenti atau tertahan. Meski begitu, seperti dijelaskan National Library of Medicine, serangan jantung bisa mengakibatkan henti jantung mendadak dan berujung pada kematian mendadak akibat berhentinya fungsi kerja jantung sehingga harus menjadi perhatian masyarakat. Gejala Henti jantung mendadak, sebagaimana tersirat dari namanya, seringkali terjadi tanpa tanda atau gejala apa pun. Bila muncul, gejala dan tanda itu biasanya sudah sangat parah dan terjadi seketika, seperti: Kolaps tiba-tiba Kehilangan kesadaran Tak ada denyut nadi Napas tak terdeteksi Namun kadang ada gejala yang bisa menjadi peringatan akan adanya henti jantung mendadak, antara lain: Rasa tidak nyaman di dada Napas pendek atau kesulitan bernapas Tubuh lemas Irama detak jantung cepat dan tak beraturan Penyebab Sebagian besar kasus henti mendadak berkaitan dengan aritmia atau gangguan irama jantung yang bisa menyebabkan detak jantung tak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat. Kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab termasuk: Serangan jantung Penyakit jantung koroner Trauma berat, misalnya pukulan/benturan ke dada Konsumsi obat atau alkohol berlebihan Paparan kejutan listrik, misalnya tersetrum atau tersambar petir Kesulitan bernapas, misalnya akibat asma atau tercekik Reaksi alergi Kadar kalium rendah (hipokalemia) Kekurangan oksigen (hipoksia) Gangguan elektrolit lain Cara Dokter Mendiagnosis Henti jantung mendadak tergolong sebagai kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis sesegera mungkin untuk menyelamatkan jiwa pasien. Karena itu, seringkali dokter tidak sempat melakukan serangkaian tes untuk menegakkan diagnosis. Meski begitu, dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda vital seperti detak jantung dan napas yang bila terganggu bisa menjadi indikasi terjadinya henti jantung mendadak. Adapun pemeriksaan screening yang bisa dilakukan antara lain: Elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung Tes troponin untuk mendeteksi kerusakan otot jantung Pengambilan gambar visual jantung seperti lewat angiografi koroner atau pencitraan jantung Pemeriksaan laboratorium, antara lain tes darah Cara Mengatasi Dalam penanganan henti jantung mendadak, tindakan yang cepat dan tanggap menjadi kunci untuk menyelamatkan jiwa pasien. Makin cepat perawatan medis diperoleh, makin besar peluang pemulihan pasien. Bila ada orang di sekitar yang tampaknya mengalami henti jantung mendadak, segera cari bantuan medis dengan menelepon rumah sakit atau ambulans. Sembari menunggu kedatangan tenaga medis, bisa dilakukan resusitasi jantung dan paru-paru untuk memberikan kompresi pada dada serta napas bantuan guna menjaga otak tetap mendapatkan aliran darah dan oksigen yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi normal. Adapun tenaga medis bisa menggunakan alat defibrilator guna membantu memulihkan irama detak jantung yang normal. Seusai pertolongan medis darurat, pasien akan mendapat perawatan lanjutan seperti pemberian obat dan prosedur medis tertentu di rumah sakit sesuai dengan kondisi yang melatarinya. Nantinya, setelah henti jantung mendadak teratasi, pasien biasanya masih perlu menjalani program rehabilitasi jantung guna mengembalikan kekuatan jantung serta meningkatkan kesehatan secara umum. Komplikasi Henti jantung mendadak bisa memicu komplikasi hingga jangka panjang, seperti: Perubahan kepribadian Masalah ingatan Merasa kerap kelelahan Gangguan keseimbangan Masalah pada wicara dan bahasa Mikoklonus (gerakan tubuh yang tak disadari) Pencegahan Guna mencegah terkena henti jantung mendadak, utamakan penerapan gaya hidup sehat dengan menerapkan pola makan gizi seimbang, rutin berolahraga, dan menjaga stres tetap terkendali. Bagi orang yang merasa berisiko mengalami kondisi ini, bisa menjalani tes sebagai langkah antisipasi. Orang yang melakukan kegiatan olahraga lebih berisiko terkena henti jantung mendadak. Pada individu tersebut Kapan Harus ke Dokter? Penanganan medis henti jantung mendadak tak boleh ditunda-tunda. Butuh perawatan yang cepat ketika seseorang dicurigai mengalami kondisi ini agar nyawanya terselamatkan. Itu sebabnya penting untuk menjalani screening terhadap henti jantung mendadak sebagai langkah antisipasi, terutama bila memiliki faktor risiko tertentu. Narasumber: dr. Muh Nirsyad Saphiro, Sp. JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-02-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hipotensi/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Tag: Hipotensi, Hypotension, Tekanan darah rendah - Translation Priorities: Optional Tak hanya tekanan darah tinggi saja yang menyebabkan gejala pusing, mual, hingga kelelahan, namun hipotensi atau tekanan darah rendah pun demikian. Bahkan, bahaya yang timbul dari tekanan darah rendah pun tidak jauh beda dengan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, penting sekali untuk segera memeriksakan ke dokter apabila terdapat gejala tekanan darah rendah yang muncul. Nah, untuk mengetahui apa saja gejalanya, yuk simak rincian lengkapnya di bawah ini. Pengertian Hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah level normal. Dalam kondisi normal, Tekanan darah seseorang berada di sekitar 120/80 mmHg. Pada penderita hipotensi, tekanan darahnya di bawah angka 90/60 mmHg. Hipotensi biasanya tidak ada gejalanya, Namun bila sampai menyebabkan gejala seperti pusing, jalan sempoyongan, lemas, hingga sering kali hilang kesadaran, maka perlu perawatan medis. Hipotensi terjadi berprinsip dasar terganggunya 3 mekanisme tubuh yaitu turunnya tekanan pembuluh darah akibat dari gangguan sirkulasi; 1. Dari jumlah darah yang bersikulasi menurun, 2. pompa jantung yang terganggu, dan 3. pembuluh darah yang melebar sebagai respon tubuh. Hal ini terjadi akibat gangguan hormon, dehidrasi, pendarahan, awal kehamilan, reaksi alergi, infeksi berat, hingga kekurangan vitamin dan mineral tertentu. Beberapa orang menganggap sama antara kurang darah/anemia dan tekanan darah rendah/ hipotensi. Padahal, keduanya berbeda karena kondisi yang mendasarinya pun berbeda. kurang darah (anemia) sendiri merupakan kondisi kekurangan sel-sel darah merah. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan penghantaran oksigen ke jaringan. Karena jumlah sel darah merah yang berkurang, maka tubuh akan mengkompensasi dengan meningkatkan detak jantung guna memenuhi kebutuhan oksigen jaringannya Namun gejala yang timbul keduanya hampir sama yaitu berupa pusing, mual, kelelahan, hingga penurunan kesadaran. Penyakit Hipotensi Gejala Utama Pusing, lemas, mual, tidak bisa konsentrasi, kulit pucat Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Gangguan jantung, gangguan hormon, perdarahan hebat Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, hingga pemeriksaan tahap lanjut Faktor Risiko Anak-anak, lansia, wanita hamil Pengobatan Terapi sesuai dengan kondisi yang mendasarinya Pencegahan Melakukan pencegahan berdasarkan penyebab atau faktor risiko Komplikasi Jatuh pada lansia, shock Faktor Risiko Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan hipotensi seperti : Anak-anak Lansia Wanita hamil Penderita gangguan jantung Konsumsi obat-obatan tertentu Orang dengan tirah baring lama Ada gangguan hormonal Kondisi radang kronis ( cth : TBC) Penyebab Sejatinya, tubuh punya siklus untuk mengatur aliran darah yang mana di saat tertentu tekanan darah naik dan di saat tertentu pula tekanan darah turun. Namun, dalam kondisi tertentu seseorang dapat mengalami tekanan darah rendah setiap waktu baik yang diikuti gejala maupun tidak. Berikut ini beberapa penyebabnya: Berdiri secara tiba-tiba ( orthostatic hypotension) Kehamilan Gizi kurang atau buruk Gangguan jantung Gangguan endokrin seperti diabetes Dehidrasi Disfungsi autonomic (akibat kerusakan saraf seperti stroke) Tidur berbaring dalam waktu lama Infeksi berat baik akut ataupun kronis Penggunaan obat-obatan tertentu Gejala Hipotensi tidak selalu menyebabkan suatu gejala. Namun jika ada kausa utama penyebab hipotensi maka gejala dapat terjadi seperti : Kelelahan Kepala pusing dan pening Sempoyongan Mual - muntah Berkeringat dingin Kulit yang tampak pucat Menurunnya kemampuan berpikir Kehilangan kesadaran Badan lemas tak berenergi Pandangan yang berkunang Diagnosis Diagnosis hipotensi dapat dilakukan dengan alat pengukur tekanan darah (Tensimeter / Sphygmomanometer) yang saat ini bisa di beli secara bebas. Dokter biasanya akan menggunakan stetoskop dan alat pengecek tekanan darah untuk mengetahui potensi terjadinya hipotensi. Selain pengecekan menggunakan tensimeter, dokter juga melakukan pemeriksaan fisik. Bila nantinya muncul gejala sesuai dengan kondisi hipotensi, maka baru lanjut ke penanganannya. Pencegahan Terdapat beberapa metode yang dapat Anda lakukan guna mencegah terkena hipotensi seperti halnya berikut ini: Perubahan gaya hidup sehat : Cukupi kebutuhan cairan Hindari stres dan depresi Bergerak aktif Makan yang bergizi Hindari minum kopi di sore/malam hari Mengendalikan komplikasi penyakit kronisnya jika ada : Kontrol dan minum obat rutin Hindari faktor resiko yang memperburuk penyakitnya Pengobatan Untuk kondisi hipotensi yang mengganggu aktifitas hidup, maka membutuhkan pengobatan medis yang meliputi: Pengobatan sesuai penyakit utamanya Pemberian obat untuk meningkatkan tekanan darah Perawatan darurat jika terjadi gejala syok Komplikasi Bagi orang dengan usia lanjut, hipotensi dapat mengakibatkan hal-hal yang membahayakan. Dalam banyak kasus, tekanan darah rendah dapat membuat lansia mudah jatuh sehingga membuat cedera parah yang membahayakan. Nah, berikut ini merupakan beberapa komplikasi lain dari hipotensi yang perlu Anda waspadai: Detak jantung yang tak beraturan Penurunan fungsi otak/ kognitif Gangguan fungsi jantung Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter spesialis penyakit dalam jika mengalami gejala lemah, letih dan lesu yang terkait hipotensi. Dengan memeriksakan diri di waktu yang tepat, maka risiko komplikasi tidak akan terjadi. Narasumber: dr. Mauludi Rachmantya Tranggana, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-02-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gizi/malabsorpsi-makanan/ - Kategori: Gizi, Penyakit - Tag: Malabsorpsi Makanan, Sindrom Malabsorpsi - Translation Priorities: Optional Masa anak-anak merupakan masa yang paling penting untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang seorang anak. Terdapat salah satu kondisi anak yang sudah makan cukup banyak, namun sedikit atau bahkan tidak ada perkembangan pada tumbuh kembangnya. Hal ini bisa diakibatkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah malabsorpsi. Malabsorbsi merupakan suatu kondisi gangguan masalah pada absorpsi (penyerapan) nutrisi dari makanan ke seluruh tubuh. Kondisi ini terjadi akibat banyak faktor, salah satunya karena sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi secara efektif dan optimal. Pengertian Malabsorpsi makanan atau disebut juga sebagai sindrom malabsorpsi adalah kondisi ketika sistem pencernaan memiliki gangguan dalam menyerap nutrisi dari makanan maupun minuman secara efektif. Salah satu organ yang paling berperan dalam sindrom malabsorpsi adalah usus halus. Hal ini karena usus halus merupakan sistem pencernaan yang berperan dalam menyerap nutrisi dari makanan untuk di edarkan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. Sindrom malabsorpsi dapat terjadi pada semua usia. Namun, bagi anak-anak dalam periode tumbuh kembangnya, bila mengalami kekurangan nutrisi, dapat mengakibatkan beragam gangguan pada kesehatannya. Contohnya yaitu sistem daya tahan tubuh yang lemah, rentan terhadap infeksi, pengeroposan tulang, hingga penurunan kualitas hidup akibat terganggunya aktivitas sehari-hari. Seperti yang kita ketahui, tubuh manusia membutuhkan nutrisi yang kompleks, yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan juga mineral. Apabila salah satu tidak terpenuhi, maka pertumbuhan akan terhambat. Penyakit Sindrom Malabsorpsi Gejala Utama Tampak kurus, masalah dalam berfikir, kelemahan otot dan tulang Dokter Spesialis Dokter spesialis gizi, dokter spesialis anak (Gastroenterologi Hepatologi Anak) Penyebab Utama Parasit dalam usus, kerusakan usus, intoleransi laktosa Diagnosis Tes feses, tes nafas, tes darah, biopsi Faktor Risiko Pasien operasi usus, pengguna alkohol, riwayat keluarga Pengobatan Menyesuaikan dengan gejala yang mendasarinya Pencegahan Menghindari penyebab utamanya Komplikasi Anemia, batu ginjal, batu empedu, tulang yang melemah Faktor Risiko Mengacu pada laman iffgd. org, bahwa anak-anak akan rentan terhadap malabsorpsi makanan apabila ia sebelumnya pernah mengalami beberapa kondisi seperti berikut ini: Konsumsi alkohol berkepanjangan Pernah melakukan pembedahan / operasi usus Konsumsi obat pencahar jangka panjang Riwayat malabsorpsi nutrisi dalam keluarga Penyebab Sindrom Malabsorpsi Terdapat ragam jenis faktor penyebab sindrom malabsorpsi makanan pada anak seperti halnya berikut ini: A. Gangguan pada Pencernaan (Usus) Sering kali, malabsorpsi berawal dari gangguan usus halus atau sistem pencernaan secara keseluruhan yang diakibatkan oleh: Penyakit Crohn Penyakit Celiac Infeksi cacing Radiasi (kemoterapi) Operasi usus halus Sindrom usus pendek B. Gangguan Selain Pencernaan Selain gangguan pada usus, malabsorpsi juga kerap menyerang mereka yang memiliki gangguan kesehatan lain yang tidak berhubungan langsung dengan pencernaan. Contohnya yaitu: Masalah pada sekresi enzim pankreas Kolestasis (gangguan produksi cairan empedu) Konsumsi obat antibiotik jangka panjang Konsumsi obat penurun berat badan jangka panjang Intoleransi laktosa Gangguan kebiasaan makan Diare berkepanjangan akibat HIV/AIDS Konsumsi obat antasida dalam jangka panjang Gejala Gejala yang timbul pada penderita malabsorpsi sangatlah bervariasi. Sering kali, gejala yang muncul berbeda-beda tergantung pada kekurangan nutrisi yang terserap tubuh. Contohnya: Vitamin: masa otot berkurang, berat badan menurun, anemia, tekanan darah tinggi, dan kemampuan berpikir menurun. Karbohidrat: diare, perut kembung, perut begah, dan tubuh terasa lemas tak berdaya. Protein: rambut kering dan mengalami kerontokan, terjadi penumpukan cairan di kaki Lemak: feses yang lembek dan baunya sangat menyengat. Diagnosis Pada saat mendiagnosis malabsorpsi, maka dokter akan melakukan proses evaluasi menyeluruh melalui rangkaian tes berikut ini: Tes darah Tes urine CT scan Uji nafas (gas hidrogen) Tes sample feses Cek vit B-12 deficiency Tes simulasi secretin Biopsi usus halus X-ray Pencegahan Pencegahan terjadinya malabsorpsi bisa dilakukan dengan melakukan penanganan terhadap penyakit yang mendasarinya. Untuk kondisi tertentu seperti intoleransi laksota, maka bisa mengontrol gejalanya dengan tidak mengonsumsi makanan yang menyebabkan kondisi tersebut. Nah, agar pertumbuhan anak tidak terganggu, disarankan pemberian makanan bergizi dalam porsi kecil namun sering, sehingga kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi walau tidak sepenuhnya optimal. Pengobatan Perawatan dan pengobatan terhadap malabsorpsi tentunya membutuhkan penanganan dari tenaga ahli atau dokter. Hal ini dikarenakan penyakit yang mendasarinya berbeda, sehingga berbeda pula perawatannya. Contohnya bila kondisi tersebut terjadi akibat intoleransi laktosa, maka dokter akan memberikan enzim laktase. Apabila masalahnya karena parasit seperti cacing tambang atau cacing pita, maka dokter akan meresepkan obat cacing. Bila penyakit utamanya dari usus halus yang bermasalah, mungkin akan ada prosedur khusus untuk menanganinya seperti biopsi. Komplikasi Apabila terjadi dalam rentang waktu yang lama, maka sindrom malabsorpsi dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan lainnya seperti berikut ini: Anemia Tulang yang melemah Batu empedu Batu ginjal Kapan Harus ke Dokter? Hubungi atau kunjungi dokter spesialis gizi untuk berkonsultasi tentang malabsorpsi dan penanganannya. Khusus untuk anak-anak, maka bunda bisa membawanya ke dokter spesialis anak (konsultan gastroenterologi hepatologi anak) untuk mengetahui penyakit yang mendasarinya. Konsultasikan kepada dokter saat gejala awal muncul, sehingga risiko komplikasi dapat lebih terminimalisir, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.   Narasumber: dr. Sophika Umaya, M. Gizi, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-02-15 - Modified: 2024-02-15 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/asam-folat-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: asam folat, asam folat untuk ibu hamil, ibu hamil Asam folat untuk ibu hamil merupakan nutrisi yang penting bagi janin untuk mencegah cacat lahir. Kekurangan nutrisi ini berisiko bagi perkembangan bayi dalam janin, sehingga perlu mencukupi kebutuhan asam folat setiap harinya. Masa kehamilan menjadi momen yang sangat krusial karena sebagai penentu tumbuh kembang bayi dalam janin dan setelah lahir. Oleh karena itu, penting memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan, salah satunya dengan asam folat. Apa itu Asam Folat? Asam folat atau vitamin B9 adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air yang berperan penting dalam tubuh. . Zat ini memiliki fungsi untuk pembentukan sel darah merah, sintetis, perbaikan DNA, dan metabolisme asam amino. Asam folat untuk ibu hamil memiliki fungsi untuk membantu dalam mencegah cacat tabung saraf pada janin. Tabung saraf adalah bagian penting bayi yang sedang berkembang seperti membentuk otak dan sumsum tulang belakang. Cacat tabung saraf biasanya terjadi pada 28 hari pertama kehamilan, bahkan sebelum wanita mengetahui bahwa dirinya hamil. Oleh karena itu, orang hamil atau sebelum hamil harus mulai mengkonsumsi asam folat untuk mencegah cacat saraf. Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil Pada saat bayi berkembang di awal kehamilan, asam folat membantu membentuk tabung saraf. Tanpa asam folat yang cukup, sel-sel dalam struktur pembentuk tabung tidak dapat berfungsi sehingga berisiko terjadi cacat tabung saraf. Oleh karena itu, orang hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan asam folat. Berikut manfaat utama asam folat untuk kehamilan sehat, di antaranya: 1. Mencegah Cacat Tabung Saraf Asam folat bermanfaat untuk membantu pembentukan tabung saraf pada janin berkembang dengan baik dan menghindari kondisi bayi terkena anensefali dan spina bifida. Anensefali adalah kondisi bayi terlahir tanpa otak dan tulang tengkorak yang umumnya akan meninggal setelah lahir. Sedangkan, bifida adalah kelainan yang membuat bayi memiliki celah pada tulang belakang dan saraf belakang saat lahir. 2. Mencegah Terjadinya Keguguran Konsumsi asam folat tiap hari sangat bermanfaat bagi ibu hamil karena dapat mencegah terjadinya keguguran. Kondisi ini dapat terjadi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu karena kondisi janin yang tidak cukup asupan asam folat. Selain keguguran, asam folat juga dapat menurunkan risiko gangguan kehamilan seperti bayi terlahir prematur dan gangguan perkembangan janin di dalam kandungan. 3. Menurunkan Risiko Preeklamsia Manfaat mengkonsumsi makanan mengandung asam folat membantu menurunkan risiko preeklamsia. Kondisi ini merupakan komplikasi dari kehamilan dengan tanda meningkatnya tekanan darah dan kadar protein dalam urine ibu hamil. Ketika menderita preeklamsia, berisiko terjadi eklampsia atau kejang yang berbahaya bagi ibu hamil. Preeklampsia juga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan kurang. 4. Mencegah Anemia Ibu hamil yang mengalami anemia atau kurang darah cukup berisiko pada kehamilannya. Anemia saat hamil dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan yang berpotensi mengancam nyawa ibu dan bayi yang ada di dalam kandungan. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia pada ibu hamil perlu asupan asam folat yang cukup, termasuk kebutuhan zat besi harus mencukupi selama masa kehamilan. 5. Mencegah Bibir Sumbing Jika Anda mengkonsumsi asam folat selama kehamilan, maka dapat memberikan manfaat untuk mencegah dan melindungi bayi dari risiko bibir sumbing saat ia lahir. Kekurangan asupan asam folat saat hamil diperkirakan menjadi salah satu penyebab anak menderita bibir sumbing. Meski hingga saat ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, tetapi konsumsi asam folat harus sesuai rekomendasi. Cara Mencukupi Asam Folat Bagi Ibu Hamil Jika ibu hamil ingin terhindar dari risiko komplikasi kehamilan ataupun cacat tabung saraf, maka harus mengkonsumsi asam folat yang cukup. Adapun untuk mendapatkan asupan asam folat yang cukup untuk ibu hamil dapat melalui: Konsumsi vitamin yang mengandung asam folat Buah-buahan seperti pepaya, alpukat, dan jeruk Sayuran seperti brokoli, bayam, kentang, dan selada Kacang-kacangan, termasuk kacang polong dan kacang merah Konsumsi sereal yang sudah difortifikasi dengan asam folat Jika Anda ingin mengkonsumsi suplemen atau vitamin kehamilan yang mengandung asam folat, maka konsultasikan dahulu dengan dokter. Dokter akan menentukan jenis dan dosis yang tepat agar aman untuk ibu hamil konsumsi. Jumlah Asam Folat yang Ibu Hamil Butuhkan Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil jumlahnya cenderung variatif sesuai dengan kondisi dan usia kehamilan. Menurut lansiran March of Dimes, asupan asam folat yang dianjurkan untuk ibu hamil sebanyak 600 mikrogram per hari. Sementara itu, bagi Anda yang sedang ingin hamil dapat memenuhi kebutuhan asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari. Sedangkan, jika pernah melahirkan dengan kondisi cacat tabung saraf perlu asam folat sebesar 4. 000 mikrogram. Kebutuhan asupan asam folat 4. 000 mikrogram dapat Anda konsumsi sebelum menjalani program hamil hingga usia kehamilan 12 minggu. Hal ini untuk membantu mengurangi risiko memiliki bayi dengan cacat tabung saraf hingga 70 persen. Jika Anda ingin mendapatkan asam folat untuk kebutuhan nutrisi bayi dalam janin, mak dapat menanyakan kepada pelayanan kesehatan yang direkomendasikan oleh dokter. Sebab, mengkonsumsi beberapa vitamin prenatal tidaklah aman ketika Anda terlalu banyak mengkonsumsi nutrisi lain yang mungkin bahaya bagi kesehatan Anda. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter sebelum konsumsi asam folat. Risiko Ibu Hamil Kekurangan Asam Folat Ketiadaan nutrisi penting ini... - Published: 2024-02-14 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/hemangioma/ - Kategori: Bedah Vaskuler, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ketika muncul benjolan pada tubuh tanpa penyebab jelas, banyak orang mungkin akan mengiranya sebagai tumor atau justru kanker. Hal ini wajar karena ciri utama kanker adalah adanya benjolan. Namun bisa jadi benjolan itu adalah tumor non-kanker yang bisa muncul di berbagai bagian tubuh atau hemangioma. Mengenal Hemangioma Hemangioma adalah jenis tumor jinak yang muncul karena adanya pertumbuhan abnormal pembuluh darah dan biasanya tampak pada permukaan kulit. Tumor ini bisa juga terjadi di organ dalam dan umumnya dialami oleh anak bayi sehingga kerap disebut sebagai tanda lahir. Sebagian besar hemangioma melewati beberapa fase pertumbuhan hingga kemudian mengecil dan bisa hilang dengan sendirinya. Biasanya tumor jinak ini muncul pada minggu-minggu pertama kehidupan dan berkembang cepat hingga anak berusia 3 bulan. Lalu pada 3-4 bulan berikutnya, pertumbuhan hemangioma mulai melambat dan memudar pada usia sekitar 1 tahun sebelum hilang sepenuhnya sebelum usia 10 tahun. Hemangioma umumnya tak membahayakan, tapi mungkin memerlukan perhatian lebih bila muncul pada organ vital seperti otak. American Brain Tumor Association menjelaskan terdapat dua jenis hemangioma yang kerap dijumpai pada otak, yakni: Hemangioblastoma yang bersifat jinak, tumbuh dengan lambat, dan memiliki batas yang jelas Hemangioperisitoma yang merupakan tumor langka dari sel-sel yang mengelilingi pembuluh darah pada selaput otak Adapun berdasarkan lokasinya, hemangioma bisa dibedakan menjadi superfisial (di atas permukaan kulit) dan dalam (di bawah kulit) serta campuran keduanya. Gejala Gejala hemangioma bisa bervariasi, tergantung lokasi dan ukurannya. Sejumlah gejala yang umum meliputi: Benjolan atau bercak kemerahan di permukaan kulit Benjolan tumbuh dengan cepat, lalu melambat dan mengecil Warna kulit di area sekitar benjolan berubah Permukaan benjolan tidak rata, seperti buah stroberi Biasanya benjolan muncul di area seperti wajah, kepala, punggung, atau leher Adapun gejala hemangioma yang muncul di organ internal, seperti hati, otak, atau paru-paru, mungkin tidak menunjukkan gejala pada awalnya. Seiring dengan waktu, bisa muncul gejala tergantung lokasi dan ukurannya, seperti sakit kepala bila hemangioma muncul di otak atau batuk dan sesak napas pada hemangioma di paru-paru. Penyebab Hingga kini penyebab hemangioma belum dapat dipastikan. Namun terdapat sejumlah faktor yang mungkin berkaitan dengan kemunculannya, seperti: Genetik atau riwayat keluarga Hormonal, terutama hormon estrogen Paparan zat kimia pada masa kehamilan Pertumbuhan sel pelapis pembuluh darah (endotial) yang tak terkendali Cara Dokter Mendiagnosis Hemangioma Dokter bisa mendiagnosis hemangioma lewat serangkaian metode pemeriksaan dan evaluasi, antara lain: Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi dan memeriksa karakteristik hemangioma yang dilakukan dengan: Pengamatan langsung terhadap warna, ukuran, dan bentuk benjolan/bercak Menyentuh langsung benjolan untuk mengevaluasi tekstur, kekencangan, dan suhu Pemeriksaan penunjang untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai struktur dan ukuran hemangioma terutama yang berlokasi di bawah kulit, misalnya lewat: Ultrasonografi (USG) Tomografi komputer (CT scan) Resonansi magnetik (MRI) Untuk kasus tertentu, mungkin dokter akan melakukan biopsi atau mengambil sampel jaringan hemangioma untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium Cara Mengatasi Hemangioma Sebagian besar hemangioma bisa hilang tanpa perlu menjalani penanganan medis. Namun tetap diperlukan pemantauan secara rutin untuk menilai pertumbuhan benjolan tersebut. Jika diperlukan, dokter bisa memberikan resep obat-obatan guna membantu mengurangi ukuran hemangioma. Terapi laser juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi ukuran hemangioma pada permukaan kulit. Dengan terapi ini, pembuluh darah yang tumbuh tak terkendali akan dihancurkan. Sedangkan bila ukuran hemangioma besar dan mengganggu fungsi organ tertentu atau ada risiko komplikasi, dokter mungkin akan menjalankan prosedur operasi untuk mengangkatnya. Komplikasi Walau pada umumnya bersifat jinak, hemangioma tetap bisa memicu komplikasi tergantung lokasi, ukuran, dan karakteristiknya. Komplikasi yang bisa muncul antara lain: Ulkus atau luka pada kulit bila terkena gesekan atau tekanan Masalah estetika, khususnya pada anak yang telah berusia pra-remaja Komplikasi fungsional bila hemangioma tumbuh di area tertentu, seperti dekat mata, hidung, atau mulut Perdarahan internal Infeksi bakteri bila hemangioma pecah atau rusak Gangguan pada saluran napas/cerna bila hemangioma muncul di area organ pernapasan atau pencernaan Pencegahan Karena penyebab hemangioma belum dipahami sepenuhnya, belum ada langkah pencegahan yang dapat dipastikan. Namun penerapan gaya hidup sehat seperti makan makanan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, dan menghindari stres bisa membantu mengurangi faktor risikonya. Pada ibu hamil, perawatan kehamilan penting untuk dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hemangioma pada anak yang kelah dilahirkan. Kapan Harus ke Dokter? Hemangioma umumnya bersifat jinak tapi tetap ada potensi komplikasi yang mesti diwaspadai. Jika curiga ada hemangioma atau melihat pertumbuhan kulit yang mencurigakan pada diri sendiri atau anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan diagnosis yang tepat. Narasumber: dr. Haidir Bima, Sp. B, Subsp. BVE(K) Spesialis Bedah Vascular dan Endovascular Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-02-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hamil-anggur/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Masa kehamilan memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin dan saksama untuk menghindari komplikasi yang bisa membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Salah satunya adalah hamil anggur yang bisa menyebabkan janin mengalami keguguran. Mengenal Hamil Anggur Hamil anggur adalah istilah awam untuk menyebut komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tak berkembangnya janin dalam kandungan. Secara medis, kondisi ini disebut mola hydatidosa atau hydatidiform mole. Saat terjadi hamil anggur, sel-sel janin tak berkembang dengan benar. Pada akhirnya, bisa terjadi keguguran atau meninggalnya janin dalam kandungan. Kondisi ini bisa diketahui lewat pemeriksaan kehamilan dengan ultrasonografi (USG). Menurut NHS, kondisi hamil molar dapat terdeteksi lewat USG pertama kali pada usia kehamilan 8-14 minggu. Mola hydatidosa bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni komplet dan parsial. Pada hamil anggur komplet, sel telur yang tak normal atau tanpa inti sel bersatu dengan sperma, tapi tak ada kontribusi materi genetik dari sperma. Walhasil, janin tak terbentuk sebagaimana mestinya. Sedangkan hamil anggur parsial ditandai dengan terjadinya pembuahan sel telur yang abnormal, tapi dengan kontribusi materi genetik dari sperma. Karena kondisi ini, embrio berkembang tapi secara abnormal atau tidak mencapai tahap lebih lanjut. Kedua jenis mola hydatidosa itu berujung pada keguguran janin. Gejala Gejala dan tanda hamil ini bisa didapati pada saat pemeriksaan USG, di antaranya: Flek-Flek Pendarahan perVagina Ukuran rahim lebih besar Gerakan janin tak terdeteksi Tak ada detak jantung janin Merasa mual dan nyeri atau kram perut yang parah saat pagi Tekanan darah tinggi Penyebab Hamil anggur tergolong langka tapi bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas. Terdapat sejumlah faktor yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya kondisi ini, seperti: Kelainan genetik pada sel telur atau sperma Usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun Ibu hamil memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit autoimun, atau gangguan tiroid Kekurangan nutrisi, terutama asam folat, sebelum dan saat hamil Pernah mengalami hamil anggur sebelumnya Cara Dokter Mendiagnosis Hamil anggur seringnya teridentifikasi ketika dokter melakukan pemeriksaan kehamilan dengan USG. USG bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan janin dan kondisi rahim. Dalam kasus ini, gambar hasil USG akan menunjukkan janin terlihat tidak normal atau tampak seperti kumpulan massa yang karakteristiknya berbeda dengan janin yang normal. Selain itu, ibu hamil bisa menjalani pemeriksaan darah human chorionic gonadotropin (hCG) untuk melihat apakah kadar hormon dalam darah sesuai dengan perkembangan kehamilan yang normal. Bila ada indikasi hamil anggur, dokter bisa menyarankan pengambilan sampel jaringan dari rahim untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Cara Mengatasi Untuk mengangkat jaringan yang terbentuk dalam rahim itu, dokter akan melakukan prosedur kuretase atau evakuasi. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan alat medis khusus untuk membersihkan rahim dari jaringan abnormal lewat leher rahim. Setelah itu, tim medis akan melakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi pasien dan memastikan tak ada komplikasi yang muncul. Guna mengatasi rasa kehilangan kehamilan, ibu hamil bisa menjalani konseling emosional bersama pasangannya untuk mengusir trauma dan merencanakan kehamilan selanjutnya dengan lebih baik. Komplikasi Komplikasi yang utama akibat hamil anggur adalah gugurnya janin dalam kandungan. Kehmilan ini juga bisa memicu komplikasi berupa perdarahan berat yang tergolong sebagai kondisi darurat medis. Selain itu, sel-sel yang abnormal dalam rahim bisa berkembang menjadi ganas dan memicu kemunculan kanker. Adapun prosedur kuretase dapat mendatangkan risiko infeksi yang bisa berkembang menjadi masalah serius. Risiko yang juga patut menjadi perhatian adalah terganggunya kondisi mental dan emosional ibu dan pasangan karena mendapati fakta bahwa janin dalam kandungan tak berkembang sehingga harus diangkat. Menurut studi, kasus hamil anggur berulang juga berisiko besar terjadi jika seorang ibu pernah mengalami kondisi ini sebelumnya. Pencegahan Hamil anggur tak selalu dapat dicegah. Meski demikian, terdapat sejumlah langkah yang bisa membantu mengurangi risiko terjadinya kondisi ini, antara lain: Pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mendeteksi sejak dini jika terjadi masalah yang butuh perhatian medis Penerapan gaya hidup sehat bagi ibu dan pasangan, termasuk dengan memastikan konsumsi makanan bernutrisi, menghindari rokok dan alkohol, serta rutin berolahraga Memastikan nutrisi berupa asam folat sudah mencukupi sejak merencanakan kehamilan hingga selama masa kehamilan Pemantauan dan pengendalian kondisi kesehatan ibu hamil bila ada masalah kesehatan tertentu yang bisa mempengaruhi kondisi janin dan kehamilan Mengelola stres dengan baik, misalnya lewat terapi meditasi dan yoga Menjalani pemeriksaan genetik sebelum merencanakan kehamilan untuk mendeteksi risiko adanya kelainan genetik yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya hamil anggur Kapan Harus ke Dokter? Hamil anggur kerap teridentifikasi pada saat pemeriksaan kehamilan sehingga dokter bisa langsung melakukan tindakan pada saat itu juga. Tapi ada juga kasus hamil anggur yang baru ketahuan setelah muncul gejala berupa nyeri atau kram perut yang parah. Ketika mengalami gejala ini, segera datangi dokter kandungan untuk memastikan kondisi kehamilan dan menentukan langkah selanjutnya yang aman bagi ibu dan janin dalam kandungan. Narasumber: dr Fredy Lisnan, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Karawang - Published: 2024-02-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gigi/gusi-berdarah/ - Kategori: Gigi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Gusi berdarah adalah pertanda bahwa ada masalah kesehatan yang melatari, seperti infeksi. Bila terdeteksi dan tertangani sejak dini, perdarahan pada gusi bisa disembuhkan. Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan gusi berdarah, potensi komplikasi yang merugikan bisa dihindari. Mengenal Gusi Berdarah Gusi berdarah adalah kondisi ketika gusi mengalami peradangan dan cenderung lebih mudah berdarah. Perdarahan pada gusi kerap menjadi tahap awal penyakit gusi yang lebih serius dan rumit seperti periodontitis yang timbul karena tumpukan plak dan karang gigi. Individu yang kurang menjaga kebersihan mulut lebih berisiko mengalami kondisi ini. Gusi adalah jaringan lunak yang melapisi tulang rahang dan menutupi akar gigi. Jaringan ini menjadi bagian penting dari sistem pendukung gigi dan memiliki peran dalam menjaga kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan. Gusi yang sehat berwarna merah muda dengan tekstur yang halus dan tidak berdarah saat menyikat gigi. Ketika muncul darah dari gusi, ada indikasi jaringan tersebut mengalami peradangan. Gusi berdarah kerap berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS One, misalnya, menemukan individu yang mengalami masalah sistem pernapasan juga menunjukkan gejala gusi berdarah. Gusi berdarah juga mungkin berkaitan dengan infeksi, kanker, dan stres yang tak terkendali. Gejala Gejala gusi berdarah yang utama adalah adanya darah yang keluar dari gusi terutama ketika menyikat gigi atau membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau flossing. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi: Gusi bengkak atau terasa nyeri Bau mulut tidak sedap Warna gusi berubah menjadi gelap Gusi terasa lunak dibanding sebelumnya Penyebab Gusi Berdarah Terdapat beragam faktor yang bisa menyebabkan gusi berdarah, antara lain: Penumpukan plak dan karang gigi Kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti banyak mengonsumsi makanan/minuman yang tinggi gula Perubahan hormon, misalnya selama kehamilan Penyakit sistemik, termasuk masalah pada sistem pernapasan atau metabolisme Stres Infeksi Kelainan darah Kekurangan vitamin C atau K Menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang terlalu keras Menggunakan gigi palsu yang penempatannya tidak pas Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya obat pengencer darah Cara Dokter Mendiagnosis Dokter bisa menempuh berbagai pilihan metode untuk mendiagnosis gusi berdarah. Diagnosis yang akurat penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini sejumlah langkah untuk mendiagnosis gusi berdarah: Pemeriksaan fisik dan visual pada gusi untuk mencari tanda seperti pembengkakan, kemerahan, dan perdarahan Menanyai pasien tentang kebiasaan pasien yang mungkin berkaitan dengan kondisi gusi berdarah, seperti kebiasaan merokok dan makan Pemeriksaan dengan sinar-X untuk melihat lebih jelas kondisi tulang rahang dan jaringan penyokong gigi untuk mengetahui apakah ada kerusakan Tes tambahan bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis dan penyebab masalah pada gusi, misalnya dengan alat pengukur kebersihan gigi (indeks plak) Jika ada kemungkinan infeksi, dokter bisa melakukan prosedur biopsi, yakni mengambil sampel gusi untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium Cara Mengatasi Gusi Berdarah Untuk dapat mengatasi gusi berdarah sepenuhnya, diperlukan pemahaman mendalam mengenai penyebabnya. Pada umumnya, masalah gusi yang berdarah bisa diatasi dengan penerapan gaya hidup sehat terutama kesadaran untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Misalnya menyikat gigi dengan benar menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan menggunakan benang gigi secara teratur untuk membersihkan sela-sela gigi yang tak terjangkau dengan sikat gigi. Selain itu, jika menggunakan cairan kumur, pastikan ada kandungan antiseptik dan fluoride serta menghindari produk yang memiliki kandungan alkohol tinggi. Cara lain untuk mengatasi gusi berdarah tergantung penyebab yang melatarinya, termasuk: Pembersihan gigi dari plak Penggunaan obat-obatan dan suplemen vitamin dengan resep dokter Mengendalikan stres Tidak merokok dan minum minuman beralkohol Komplikasi Ada sejumlah komplikasi yang mungkin muncul akibat gusi berdarah ketika tidak mendapat penanganan yang tepat, antara lain: Periodontitis, yakni peradangan yang signifikan pada jaringan di sekitar gigi yang bisa membuat gigi goyah dan bahkan copot Infeksi yang menyebar ke jaringan di sekitar gusi Terbentuknya kantong-kantong bernanah atau abses di area gusi Peningkatan risiko gangguan kesehatan secara umum, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan masalah kehamilan Pencegahan Cara terbaik untuk mencegah gusi berdarah adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Di antaranya: Menjalani pemeriksaan gigi dan mulut setidaknya 6 bulan sekali ke dokter gigi Menyikat gigi secara teratur minimal dua kali dan sebelum tidur malam Membersihkan celah-celah gigi dengan benang gigi, terutama setelah makan Menyikat gigi dengan hati-hati Menggunakan sikat gigi yang lebih lembut dan mengganti yang baru setiap 3-4 bulan sekali Tidak menggunakan cairan kumur yang memiliki kandungan alkohol tinggi Mengelola stres Meningkatkan asupan vitamin C dan K secara alami dengan banyak makan buah dan sayur seperti jeruk, kentang, brokoli, dan bayam Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami gusi berdarah, penting untuk segera mendatangi dokter bila perdarahan terjadi dalam jangka waktu lama atau kronis. Demikian juga bila gusi tetap berdarah walau sudah menjalani perawatan atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan yang menyertai perdarahan. Narasumber : drg. Merlyana Prastika Dokter Gigi dan Mulut Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-02-11 - Modified: 2025-02-17 - URL: https://primayahospital.com/kanker/kanker-serviks/ - Kategori: Kanker, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan wanita baik di dunia khususnya Indonesia. Menurut data Globocan 2020 yang dimuat International Agency for Research on Cancer, kanker serviks menduduki peringkat ketiga jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya masyarakat yang belum memahami factor resiko, gejala dan tanda kanker serviks sehingga sering mengabaikan gejala awal kanker serviks atau tidak mengetahui akses ke layanan kesehatan yang tepat. Gejala kanker serviks sering tidak khas dan kerap terabaikan sehingga diagnosis dan penanganannya sering terlambat dan berakibat fatal. Oleh karena itu, edukasi seputar kanker serviks, mulai dari pengenalan gejala, pencegahan dan pengobatan sangat penting. Apa penyebab kanker serviks? Kanker serviks adalah tumor ganas yang berkembang pada leher rahim atau serviks. Kanker terjadi ketika inti sel tertentu dalam tubuh yang mengalami mutasi (perubahan DNA sel) sehingga sel sel tersebut membelah tak terkendali dan berkembang secara abnormal dan membentuk tumor atau keganasan. Penyebab mutasi sel bermacam-macam seperti faktor genetik hingga pengaruh lingkungan seperti infeksi virus tertentu, papasan dengan radiasi, atau zat kimia tertentu Infeksi virus HPV adalah penyebab pasti kanker serviks. Terdapat ratusan strain dari virus HPV. Berdasarkan kemmapuannya memicu mutase sel, virus HPV digolongkan menjadi onkogenik type (memicu mutase sel dan menimbulkan keganasan) dan non onkogenik type (tidak memicu mutase dan keganasan). Virus HPV tipe onkogenik (khususnya HPV tipe 16 dan 18) ditemukan pada 99% kasus kanker serviks. Infeksi persisten (menetap) tipe onkogenik HPV (human papillomavirus) menimbulkan mutase sel dan menjadi penyebab kanker serviks. Perjalanan infeksi HPV sampai menimbulkan kanker serviks bisa sangat bervariasi mulai dari 3 sampai 20 tahun. Kanker serviks atau kanker leher rahim umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan sering tidak bergejala dan bisa menjalar ke bagian tubuh lain bila tak mendapat penanganan yang tepat. Faktor Resiko Berbagai factor telah dikaitkan dengan factor resiko kanker serviks. Berbagai factor terkait dengan Paparan dengan virus HPV menjadi factor resiko utama kanker serviks. faktor resiko kanker serviks adalah Multiple seksual partner atau partner seksual dengan multiple seksual partner, yang meningkatkan resiko terpapar virus HPV dari pasangan seksual Aktivitas seksual usia dini (kurang dari 18 tahun). Aktivitas seksual usia dini menigkatkan resiko 5x untuk mengalami kanker serviks. Hal ini disebabkan karena pada usia dini, sel sel di leher Rahim belum matur sehingga sangat rentan mengalami kerusakan saat terpapar dengan berbagai hal dari luar . Riwayat mengalami penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual menimbulkan kerusakan pada leher rahum sehingga memudahkan virus HPV yang terpapar saat aktivitas seksual dengan mudah masuk ke dalam lapisan sel leher Rahim Multiparitas (melahirkan berkali kali) Merokok atau sering terpapar asap rokok Sistem imun atau kekebalan tubuh yang lemah Ada anggota keluarga yang mengalami kanker serviks Mengonsumsi alkohol berlebihan Pola makan tidak sehat Menggunakan kontrasepsi hormonal jangka panjang Factor genetic. Sekelompok wanita dengan polimorfisme genetic mengalami peningkatan resiko untuk mengalami kanker serviks Gejala Pada tahap awal, gejala kanker serviks seringkali tidak jelas dan sulit terdeteksi. Gejala mungkin baru muncul ketika kanker telah berkembang. Di antaranya: Perdarahan dari vagina di luar siklus haid atau paska berhubungan seksual Perdarahan lebih banyak atau lebih lama dari haid biasanya Perdarahan dari vagina setelah menopause Panggul terasa nyeri ketika berhubungan seksual Panggul atau perut bagian bawah terasa nyeri atau tertekan Keputihan tidak normal, misalnya berbau tidak sedap atau warnanya berbeda dibanding biasanya Berat badan menurun tanpa diketahui penyebabnya Kelelahan berlebihan Kesulitan, kesakitan, atau keluar darah saat buang air besar atau buang air kecil Nyeri punggung Kaki membengkak Namun adanya gejala gejala tersebut di atas tidak selalu menandakan kanker serviks. Ada kemungkinan masalah kesehatan lain yang menjadi penyebabnya sehingga perlu pemeriksaan dokter jika mengalami gejala tersebut di atas Cara Dokter Mendiagnosis Kanker Serviks Terdapat beberapa prosedur standar untuk mendiagnosis kanker serviks seperti Pemeriksaan fisik oleh dokter yang mencakup pemeriksaan langsung ke dalam liang kemaluan sampai leher rahim dengan menggunakan alat cocor bebek (inspekulo) dan juga pemeriksaan dalam untuk menilai perubahan pada mulut rahim Dalam tes ini, dokter akan mengambil sampel sel dari leher rahim dan memeriksanya dengan mikroskop. Tes ini bertujuan mengecek apakah ada perubahan sel abnormal pada leher rahim yang merupakan tanda awal kanker serviks. IVA test, dengan mengaplikasikan cairan asetat 3-5% dan melihan perubahan lesi putih pada leher Rahim. Adanya lesi putih menandakan perubahan abnormal pada sel sel leher Rahim yang disebabkan oleh infeksi persisten virus HPV Tes HPV yang bertujuan mengidentifikasi adanya onkogenik type virus HPV di leher rahim. Kolposkopi, yakni pemeriksaan serviks secara langsung dan mendalam dengan kolposkop (kamera khusus dengan pembesaran dan focus tertentu) Tes pencitraan dengan MRI atau CT scan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke organ atau jaringan tubuh lain dan bagaimana persebarannya Cara Mengatasi Kanker Serviks Penanganan kanker serviks memperhatikan kondisi kesehatan pasien secara umum, usia pasien, dan tingkat keparahan kanker. Pertama-tama, pasien perlu memperbaiki gaya hidupnya dan menghindari fakto resiko, misalnya dengan berhenti merokok, makan makanan bergizi seimbang, dan rutin berolahraga. Adapun prosedur medis... - Published: 2024-02-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-giardiasis/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Giardiasis masih menjadi masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih oleh masyarakat, terutama di wilayah dengan sanitasi yang kurang memadai. Angka kasus penyakit diare akibat infeksi parasit ini masih cenderung tinggi di daerah yang memiliki akses air bersih terbatas. Mengenal Giardiasis Giardiasis adalah penyakit umum yang terjadi akibat infeksi parasit protozoa bernama Giardia lamblia, Giardia intestinalis, atau Giardia duodenalis. Parasit ini bisa menginfeksi saluran pencernaan manusia dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama gangguan pencernaan seperti diare dan nyeri perut. Infeksi parasit Giardia bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih lazim pada anak-anak atau orang yang berkegiatan rutin di lingkungan dengan sanitasi buruk. Sebab, parasit Giardia mudah berkembang di lingkungan yang kurang higienis dan memicu kontaminasi pada air serta makanan di area tersebut. Giardiasis mudah menular dan bisa memicu wabah bila tak ditangani dengan tepat. Menurut sebuah penelitian, sekitar 200 juta orang terkena giardiasis dan sebanyak 500. 000 kematian dilaporkan tiap tahun. Giardiasis bisa membahayakan proses tumbuh kembang anak-anak karena parasit Giardia yang menempel pada lapisan usus kecil manusia hingga dapat menyebabkan diare dan menghambat penyerapan nutrisi dari makanan yang dicerna. Gejala Giardiasis Gejala giardiasis umumnya muncul dalam satu-dua minggu setelah terjadi infeksi. Gejala ini bisa bervariasi antara satu individu dan yang lain. Mungkin pula tak ada gejala yang muncul sama sekali. Adapun gejala yang umum mencakup: Diare selama beberapa hari dengan feses yang berbau lebih busuk dan encer atau berlendir, kadang disertai darah Perut kembung dan terasa tidak nyaman Perut mulas atau nyeri dengan intensitas ringan hingga berat Mual dan muntah Penurunan berat badan yang signifikan Kram perut Penyebab Giardiasis Penyebab giardiasis adalah infeksi bakteri Giardia lamblia yang mudah berkembang dan menyebar dalam kondisi ideal dengan tingkat kelembapan dan suhu tinggi. Cara utama penularan bakteri ini adalah melalui air serta makanan yang terkena kontaminasi kista parasit Giardia. Orang akan terinfeksi ketika tak sengaja mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi kista parasit tersebut. Bakteri ini juga bisa berpindah dari satu individu ke individu lain melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi bakteri Giardia. Terlebih pada individu yang tak menerapkan praktik-praktik higienis yang benar. Cara Dokter Mendiagnosis Giardiasis Untuk memastikan diagnosis giardiasis, dokter bisa melakukan analisis feses, tes darah, hingga pemeriksaan usus. Dalam uji feses, dokter akan mengambil sampel feses pasien untuk kemudian dianalisis di laboratorium guna mendeteksi keberadaan kista Giardia lamblia. Pemeriksaan di bawah mikroskop diperlukan untuk mengetahui struktur karakteristik parasit itu. Selain itu, tes darah serologi bertujuan mendeteksi antibodi yang dibuat oleh tubuh untuk merespons infeksi Giardia. Walau hasil tes ini bisa mengindikasikan adanya infeksi, uji feses masih menjadi metode diagnostik yang paling akurat untuk kasus giardiasis. Dalam sejumlah kasus yang lebih rumit atau diagnosis belum bisa ditegakkan dengan pasti, dokter bisa melakukan endoskopi untuk mengecek langsung kondisi saluran pencernaan. Prosedur lanjutan ini bisa diterapkan karena tak jarang parasit sulit dideteksi lewat uji tinja karena hanya sedikit yang keluar lewat tinja, sisanya masih ada di dalam saluran pencernaan. Cara Mengatasi Giardiasis Dokter umumnya meresepkan obat-obatan untuk mematikan parasit yang menyebabkan giardiasis. Misalnya metronidazole yang merupakan obat umum untuk mengatasi giardiasis. Obat lain yang mungkin menjadi alternatif adalah tinidazole. Biasanya obat-obatan ini diberikan dalam dosis tertentu selama beberapa hari. Langkah lain yang penting untuk mengatasi giardiasis sekaligus mencegah komplikasinya adalah menjaga asupan cairan dan nutrisi. Khususnya bila pasien mengalami gejala diare berat yang bisa menimbulkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Konsumsi minuman elektrolit hingga pemberian infus bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien. Agar tubuh kelas pulih, pasien juga harus beristirahat yang cukup dan memilih makanan tinggi nutrisi serta mudah dicerna. Makanan berlemak atau berat sebaiknya dihindari demi penyembuhan sistem pencernaan. Komplikasi Giardiasis Giardiasis bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan, terutama bagi anak-anak dan kalangan individu yang punya sistem kekebalan tubuh kurang baik. Komplikasi itu meliputi: Kekurangan nutrisi Gangguan tumbuh kembang anak Infeksi parasit kronis Reaktivasi parasit pada orang yang memiliki masalah imun, seperti orang dengan HIV Gangguan fungsi usus, termasuk sindrom iritasi usus Pencegahan Giardiasis Mencuci tangan secara rutin dengan air mengalir dan sabun bisa menjadi langkah pencegahan giardiasis yang efektif. Hal ini penting terutama bila tinggal atau sering melakukan aktivitas di lingkungan dengan sanitasi kurang baik, khususnya setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. Memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi telah melewati proses yang higienis dan bersih juga penting sebagai upaya pencegahan. Selain itu, hindari kontak langsung dengan orang yang sedang terinfeksi, terutama jika masih ada gejala. Kapan Harus ke Dokter? Jika gejala giardiasis tak kunjung hilang atau justru kian parah setelah beberapa hari, lebih baik segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk menjalani pemeriksaan. Begitu pula bila merasa telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi parasit Giardia baru-baru ini untuk memastikan ada-tidaknya penularan, terutama bagi anak-anak yang masih sangat membutuhkan nutrisi demi proses tumbuh kembang. Narasumber: dr. Barry Anggara Putra, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2024-02-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gejala-gastroparesis/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Otot lambung memainkan peran penting dalam proses pencernaan makanan. Proses ini melibatkan koordinasi antara otot dan saraf untuk memastikan makanan yang masuk ke lambung bisa dicerna dengan baik. Jika otot ini mengalami masalah, bisa terjadi gastroparesis yang bisa menyebabkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengenal Gastroparesis Gastroparesis adalah kondisi ketika pengosongan lambung berjalan lambat sehingga gerakan makanan dan cairan melalui sistem pencernaan pun lebih lambat dari yang seharusnya. Kondisi ini terjadi saat otot lambung tidak dapat berkontraksi dengan kuat atau berkoordinasi dengan baik sehingga proses pencernaan yang normal terganggu. Pada orang yang sehat atau ketika lambung berfungsi dengan normal, kontraksi lambung membantu menghancurkan makanan dan mengirim makanan yang sudah hancur ke usus kecil untuk kemudian dicerna dan diserap nutrisinya. Pada penderita gastroparesis, proses ini berjalan sangat lambat sehingga menyebabkan sejumlah gejala yang bisa mempengaruhi kualitas hidup individu tersebut. Menurut American College of Gastroenterology, gastroparesis erat kaitannya dengan diabetes. Orang yang mengalami diabetes lebih berisiko terkena gastroparesis sehingga harus lebih waspada. Kadang kondisi ini juga bisa terjadi setelah menjalani pembedahan atau terkena infeksi virus yang menyerang saraf dan mempengaruhi otot lambung. Selain itu, individu dengan masalah neurologis bisa mengalami gastroparesis. Gejala Ketika terkena gastroparesis, setiap orang mungkin mengalami gejala yang berbeda-beda. Begitu pula tingkat keparahan gejalanya. Gejala ini kerap muncul setelah makan berat atau memakan makanan yang sulit dicerna. Berikut ini sejumlah gejala gastroparesis yang umum: Perut terasa nyeri atau tidak nyaman Mual dan muntah Cepat merasa kenyang Penurunan berat badan Kadar gula darah tidak stabil Gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit Sensasi terbakar di tenggorokan karena asam lambung naik Kelelahan dan kurang energi Dehidrasi Dada seperti tertekan mirip serangan jantung Penyebab Gastroparesis Penyebab utama gastroparesis adalah diabetes, terutama tipe 1. Pada pasien diabetes, tingginya kadar gula darah bisa mengakibatkan kerusakan saraf yang mengatur gerakan otot lambung. Faktor lain yang menyebabkan gastroparesis meliputi: Gangguan neurologis yang mempengaruhi otot lambung Efek samping obat-obatan yang bisa memperlambat gerakan otot lambung Operasi pada lambung atau organ pencernaan lain yang bisa merusak otot atau saraf lambung Infeksi yang merusak saraf lambung, terutama oleh virus Gangguan hormonal seperti hipotiroidisme Gangguan autoimun seperti lupus dan scleroderma Kondisi inflamasi seperti penyakit Crohn Masalah metabolisme Gangguan makan seperti anoreksia nervosa Dalam sejumlah kasus, penyebab gastroparesis tak bisa diketahui dengan pasti walau gejalanya muncul. Kondisi ini disebut idiopatik. Cara Dokter Mendiagnosis Gastroparesis Dokter perlu melakukan serangkaian tes dan evaluasi medis untuk menegakkan diagnosis gastroparesis. Diagnosis biasanya didasarkan pada pemeriksaan gejala yang khas. Namun pemeriksaan penunjang mungkin perlu dilakukan untuk memastikan tak ada penyumbatan mekanis pada lambung atau usus serta masalah lain seperti tukak lambung. Berikut ini beberapa cara dokter mendiagnosis gastroparesis: Pemeriksaan riwayat medis dan gejala yang dialami Tes pencitraan dengan pemberian cairan kontras untuk mengamati bagaimana kerja lambung saat mengosongkan isinya Pemeriksaan endoskopi untuk melihat langsung kondisi lambung Tes elektrogastrografi dengan merekam aktivitas listrik lambung lewat elektroda yang ditempelkan pada kulit perut guna mengevaluasi kontraksi otot lambung Uji manomatri untuk mengukur tekanan di dalam lambung dan esofagus Tes analisis darah dan urine untuk membantu mengidentifikasi kondisi penyebab gastroparesis Tes pencernaan dan penyerapan nutrisi dengan meminta pasien menghirup hidrogen setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan gula tertentu Evaluasi sistem saraf guna mendeteksi adanya gangguan sistem saraf yang bisa mempengaruhi otot lambung Cara Mengatasi Gastroparesis Penanganan gastroparesis biasanya menggunakan pendekatan komprehensif yang meliputi perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, pemberian obat, dan tindakan medis bila perlu. Langkah umum untuk mengatasi gastroparesis antara lain: Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan menghindari stres dengan melakukan latihan relaksasi dan olahraga secara teratur Mengatur pola makan, seperti: Makan dalam porsi lebih kecil Tidak makan makanan berlemak dan sulit dicerna Makan dengan perlahan Memilih makanan yang mudah dicerna, seperti sup dan bubur Menghindari makanan/minuman yang bisa menimbulkan rangsangan seperti kopi dan makanan pedas/asam Penggunaan obat prokinetik atau pemacu gerakan otot lambung agar lambung lebih cepat kosong Pemberian nutrisi tambahan bila ada tanda kekurangan nutrisi Bagi penderita diabetes, tim medis akan membantu pengelolaan kadar gula darah Untuk kasus gastroparesis berat dan pasien sangat kekurangan nutrisi, dokter bisa menggunakan feeding tube untuk memberikan nutrisi langsung ke usus halus melalui lambung Komplikasi Gastroparesis Gastroparesis bisa memicu komplikasi yang mempengaruhi kualitas hidup penderita dan dapat berdampak serius terhadap kondisi kesehatannya. Di antaranya: Kekurangan nutrisi Dehidrasi Penurunan berat badan yang signifikan Perburukan diabetes Infeksi lambung Refluks asam lambung Kerusakan saraf permanen Bagi ibu hamil, kondisi janin dalam kandungan bisa terpengaruh Gangguan mental dan emosional, termasuk depresi Pencegahan Gastroparesis Pencegahan gastroparesis bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat setiap hari, termasuk dalam hal kebiasaan makan. Misalnya: Minum 6-10 gelas air putih setiap hari Menjaga kadar gula darah tetap dalam batas aman Tidak merokok Tidak minum minuman beralkohol Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik rutin Tidak makan dalam jumlah berlebih Membatasi makanan yang sulit dicerna Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami gejala seperti mudah kenyang, mual, dan muntah setiap hari hingga rutinitas terganggu, penting... - Published: 2024-02-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gastroenteritis/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Infeksi pada saluran pencernaan alias gastroenteritis bisa memicu diare dan muntah-muntah pada anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi yang juga dikenal sebagai flu perut ini pada umumnya tak membahayakan, tapi bisa berdampak serius bila tak mendapat penanganan dengan baik, khususnya bagi kalangan anak-anak. Mengenal Gastroenteritis Gastroenteritis adalah kondisi ketika saluran pencernaan mengalami peradangan, terutama lapisan usus dan lambung. Peradangan pada dinding lambung dan usus dapat menyebabkan masalah pencernaan, terutama muntah-muntah dan buang air besar yang tidak seperti biasanya. Masyarakat umum mengenal kondisi ini sebagai muntaber. Gastroenteritis bisa terjadi akibat infeksi bakteri, virus, atau parasit. Pada anak-anak, rotavirus paling sering menjadi pemicu. Dikutip dari National Library of Medicine, gastroenteritis di kalangan anak-anak sangatlah umum dan menjadi penyebab kematian nomor dua pada anak-anak di seluruh dunia. Sedangkan pada orang dewasa, penyebab paling umum adalah norovirus. Virus ini terutama banyak beredar pada musim hujan. Ada pula jenis gastroenteritis noninfeksius yang terjadi bukan karena infeksi, melainkan faktor lain yang tak berkaitan dengan infeksi virus, bakteri, ataupun parasit. Gastroenteritis yang terjadi karena infeksi sangatlah menular. Namun langkah pencegahannya terbilang sederhana, antara lain dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Gejala Gejala gastroenteritis bisa memicu gangguan pada aktivitas sehari-hari. Pemahaman terhadap gejala kondisi ini menjadi langkah awal yang penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi kondisi ini dengan tepat. Di antaranya: Diare atau sering buang air besar dengan tinja yang lebih cair dari biasanya dan bisa berlangsung selama beberapa hari Mual dan muntah yang bisa menyebabkan dehidrasi karena kehilangan terlalu banyak cairan Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut Demam ringan hingga tinggi, tergantung tingkat keparahannya Merasa lemah dan letih lesu Kram perut Merasa tidak enak badan Penurunan nafsu makan Penyebab Gastroenteritis bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya: Virus, terutama norovirus dan rotavirus yang paling umum menyebabkan gastroenteritis. Infeksi virus ini sering menyebar melalui kontak langsung atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli, Campylobacter, dan Shigella dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, biasanya bersumber dari kontaminasi makanan yang tidak dimasak dengan baik atau air yang tercemar. Parasit seperti Giardia lamblia dan Cryptosporidium yang bisa menyebabkan infeksi dari konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi Noninfeksius, biasanya reaksi terhadap obat, alergi makanan, atau konsumsi zat toksik Cara Dokter Mendiagnosis Dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat gejala pasien untuk mendiagnosis gastroenteritis. Biasanya dokter bisa menyatakan seorang individu mengalami gastroenteritis bila tinja yang dikeluarkan encer atau setengah encer dengan kandungan air lebih banyak ketimbang tinja pada umumnya. Selain itu, gejala tersebut bisa berlangsung lebih dari tiga kali dalam sehari disertai mual dan muntah. Berikut ini langkah umum dalam proses diagnosis gastroenteritis: Wawancara medis mendalam untuk mengulik riwayat kesehatan pasien, termasuk gejala yang dialami dan faktor lain yang mungkin berkaitan Menilai gejala pasien untuk memastikan karakteristik klinisnya Evaluasi riwayat perjalanan untuk mengetahui apakah pasien baru saja mengunjungi area dengan risiko gastroenteritis tinggi Tes darah untuk mengidentifikasi peningkatan jumlah sel darah putih yang bisa menandakan adanya infeksi Tes pada sampel tinja untuk mengidentifikasi penyebab infeksi Prosedur pencitraan seperti CT scan untuk melihat kondisi saluran pencernaan lebih detail serta memeriksa adanya peradangan atau kerusakan Kultur bakteri bila dokter menduga penyebabnya adalah infeksi bakteri Cara Mengatasi Penanganan gastroenteritis berfokus pada upaya meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Langkah penanganan itu antara lain berupa: Rehidrasi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare dengan banyak minum air putih dan meminum cairan elektrolit Konsumsi makanan yang lebih mudah dicerna, seperti bubur dan sup Pemberian obat diare dan muntah bila gejala muntaber sudah sangat mengganggu Komplikasi Gastroenteritis tergolong penyakit ringan, tapi tetap bisa menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal terutama pada kalangan rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Komplikasi itu meliputi: Dehidrasi parah yang antara lain ditandai dengan bibir kering, jarang buang air kecil, dan rasa haus yang ekstrem Gangguan keseimbangan elektrolit yang bisa mempengaruhi fungsi jantung, otot, dan sistem saraf Infeksi sekunder khususnya pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah Kerusakan saluran pencernaan Pencegahan Untuk mencegah gastroenteritis, kebiasaan hidup bersih dan sehat harus menjadi prioritas. Berikut ini sejumlah langkah pencegahan gastroenteritis: Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah memakai toilet, sebelum makan, dan setelah memegang benda yang mungkin terkontaminasi Memasak makanan dengan baik dan matang, khususnya daging, ayam, dan telur Memastikan air yang dikonsumsi bersih dan aman Mendapat vaksinasi, terutama untuk mencegah infeksi rotavirus pada anak-anak Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit Kapan Harus ke Dokter? Secara umum, gastroenteritis adalah penyakit yang tidak serius. Kebanyakan orang bisa merawat diri di rumah dan pulih sendiri tanpa obat-obatan. Namun, bila gejala muntah dan diare tak kunjung hilang atau justru makin parah, sebaiknya selekasnya berkonsultasi dengan dokter. Narasumber: dr. Devid Ergan, Sp. PD-KGEH, FINASIM Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-02-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/gangrene/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Setiap organ dan jaringan tubuh memerlukan pasokan darah yang memadai untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hilangnya pasokan darah bisa menyebabkan jaringan tubuh mati. Kondisi yang disebut gangrene ini berpotensi terjadi pada individu yang memiliki penyakit tertentu yang berkaitan dengan sirkulasi darah. Mengenal Gangrene Gangrene adalah kondisi serius ketika jaringan tubuh mati karena terhentinya suplai darah akibat masalah medis tertentu. Kondisi ini bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun, termasuk otot, kulit, dan organ dalam, tapi biasanya bermula dari jari kaki, kaki, jari tangan, atau tangan. Jaringan ini bisa mati karena tak memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan yang terkandung di dalam darah. Gangrene bisa terjadi sebagai dampak dari luka, infeksi, atau masalah kesehatan kronis yang mempengaruhi peredaran darah. Individu yang mengalami kondisi ini berisiko tinggi kehilangan jiwa. Adapun pasien penyintas mungkin akan merasakan dampak yang sangat besar pada kualitas hidupnya. Terdapat tiga jenis gangrene yang utama, yaitu: Gangrene kering: kondisi ketika pasokan darah berkurang secara perlahan karena adanya hambatan, biasanya terjadi pada bagian tubuh yang jauh dari jantung seperti kaki atau ujung jari Gangrene basah: terjadi karena kombinasi infeksi bakteri dan luka terbuka, bisa berkembang dengan sangat cepat Gangrene gas: terjadi ketika ada bakteri anaerob yang menginfeksi jaringan dan menghasilkan gas, termasuk jenis yang paling serius dan membutuhkan tindakan medis secepatnya Selain itu, seperti dijelaskan di Postgraduate Medical Journal, ada Fournier’s gangrene yang sangat serius dan mematikan walau sangat jarang terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria lanjut usia, tapi bisa juga dialami perempuan dan anak-anak. Penderita diabetes, alkoholik, dan individu yang memiliki sistem imun lemah lebih mungkin mengalami jenis gangrene ini. Kematian jaringan dalam gangrene bisa memicu kerusakan permanen pada organ tubuh yang terkena. Karena itu, pencegahan dan pengobatan gangrene sangat penting agar infeksi tak menyebar ke bagian tubuh lain hingga memicu kematian. Gejala Gejala gangrene bisa bermacam-macam, tergantung jenis dan sejauh mana perkembangannya. Beberapa gejala umum yang mungkin muncul termasuk: Rasa nyeri atau justru mati rasa pada area tubuh yang terkena Warna kulit berubah menjadi kemerahan, ungu, hingga kehitaman Pembengkakan akibat penumpukan cairan di dalam jaringan yang mati Bau tak enak dari bagian tubuh yang mengalami gangrene basah akibat infeksi bakteri Luka terbuka yang mungkin bernanah dan mengalami pembusukan Demam dan merasa tidak enak badan Pertumbuhan rambut di area yang terkena gangrene terhenti Penyebab Penyebab gangrene berkaitan dengan faktor-faktor yang dapat mengganggu aliran darah yang normal atau memicu infeksi. Di antaranya: Kurangnya aliran darah karena masalah tertentu, seperti penyakit pembuluh darah (vaskular) berupa penyempitan atau penyumbatan Infeksi bakteri pada luka terbuka atau infeksi di dalam jaringan Penyakit kronis yang bisa mempengaruhi pembuluh darah, seperti diabetes dan autoimun Cedera serius yang bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah utama Tumor atau kanker di sekitar pembuluh darah atau organ tertentu Cara Dokter Mendiagnosis Gangrene Dokter menegakkan diagnosis gangrene berdasarkan evaluasi gejala dan riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Berikut ini beberapa langkah diagnosis yang umum: Pemeriksaan fisik untuk mengecek tanda dan gejala gangrene pada area tubuh yang terkena, termasuk memeriksa tanda-tanda infeksi Pengecekan riwayat medis antara lain untuk mengetahui apakah ada faktor kondisi medis yang mungkin meningkatkan risiko terkena gangrene Tes darah untuk mengecek tanda adanya infeksi dari sel darah putih Pemeriksaan gambar radiologi seperti MRI, CT scan, dan sinar-X untuk mengamati kondisi pembuluh darah dan jaringan internal lebih jelas Pengambilan sampel jaringan atau cairan untuk dianalisis dalam laboratorium guna menentukan jenis bakteri penyebab infeksi atau menemukan tanda-tanda kematian sel Evaluasi aliran darah untuk mendeteksi adanya penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah Cara Mengatasi Gangrene Penanganan gangrene melibatkan prosedur untuk mengatasi masalah kesehatan yang mendasari, pemberian obat-obatan, pembedahan, hingga terapi oksigen hiperbarik sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan kondisi jaringan yang terpengaruh. Berikut ini rinciannya: Penanganan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kemunculan gangrene seperti diabetes atau penyakit pembuluh darah bisa berupa pengendalian tekanan darah, pengaturan kadar gula darah, hingga pemberian obat-obatan yang diperlukan Pemberian antibiotik untuk gangrene yang terjadi akibat infeksi bakteri Pembedahan guna mengangkat jaringan yang mati guna mencegah penyebaran infeksi dan memulihkan aliran darah, termasuk bedah amputasi bila diperlukan Terapi oksigen hiperbarik yang dilakukan di ruangan khusus dengan oksigen murni untuk meningkatkan pasokan oksigen ke jaringan yang terkena gangrene Manajemen luka untuk mencegah infeksi, antara lain dengan pembersihan luka secara berkala dan perawatan luka sesuai dengan instruksi dokter Komplikasi Gangrene tergolong sebagai kondisi serius yang bisa memicu komplikasi yang membahayakan jiwa. Komplikasi itu termasuk: Infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah (sepsis) Syok septik berupa turunnya tekanan darah secara drastis sehingga memicu disfungsi organ Kerusakan organ akibat kematian jaringan Kehilangan anggota tubuh karena amputasi Kesulitan mempertahankan kualitas hidup terutama bila harus menjalani amputasi Gangguan psikologis seperti depresi, stres, atau kecemasan Pencegahan Cara utama untuk mencegah gangrene adalah dengan memperhatikan kesehatan pembuluh darah. Langkah pencegahan yang umum meliputi: Tidak merokok dan minum minuman beralkohol karena bisa merusak pembuluh darah Berolahraga secara rutin Mengendalikan kadar gula darah Merawat... - Published: 2024-02-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/gangguan-tidur/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Para pakar kesehatan menyarankan orang dewasa untuk tidur 7-8 jam sehari demi kesehatan fisik dan mental. Secara ilmiah, tidur antara lain bermanfaat untuk memulihkan dan mengatur berbagai fungsi tubuh. Karena itu, ketika terjadi gangguan tidur, seseorang berisiko mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Mengenal Gangguan Tidur Gangguan tidur adalah kondisi ketika pola tidur normal seseorang berubah karena faktor tertentu sehingga kualitas dan lama waktu tidurnya terpengaruh. Setiap individu memiliki pola tidur normal yang dibedakan berdasarkan usianya. Orang dewasa berusia 18-64 tahun, misalnya, memiliki pola tidur normal 7-8 atau hingga 9 jam per hari. Ketika individu itu hanya dapat tidur kurang atau malah lebih dari waktu tersebut, bisa jadi ia mengalami gangguan tidur. Begitu pula bila perilaku tidurnya tidak normal. Gangguan ini bisa berupa kesulitan untuk memulai tidur atau menjaga tidur tetap nyenyak hingga bangun keesokan paginya. Terdapat beberapa jenis gangguan tidur yang meliputi: Insomnia: sulit memulai tidur atau tetap tidur hingga waktu yang cukup Sleep apnea: terhentinya napas selama beberapa saat karena masalah di saluran pernapasan sehingga sering terbangun ketika tertidur Narkolepsi: gangguan tidur yang membuat individu merasa sangat lelah dan bisa tidur secara tiba-tiba saat beraktivitas Restless leg syndrome/sindrom kaki gelisah: kaki terasa tidak nyaman dan bergerak-gerak saat tidur Parasomnia: gangguan berupa tidur sambil berjalan, mengigau, halusinasi, paralisis, mimpi buruk, dan perasaan terteror di malam hari Gangguan ritme sirkadian: ketidakseimbangan ritme tidur alami tubuh dengan jadwal tidur Mengutip dari National Library of Medicine, gangguan tidur bisa terjadi baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Namun gejala gangguan tidur pada anak-anak bisa berbeda dibanding pada orang dewasa. Gejala Gangguan tidur bisa terjadi dengan beragam gejala yang berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Berikut ini sejumlah gejala yang umum: Insomnia Sulit memulai tidur Sering terbangun tengah malam Bangun terlalu pagi dan tak dapat kembali tidur Sulit berkonsentrasi saat beraktivitas karena kurang tidur Suasana hati tak stabil Sleep apnea Napas terhenti selama beberapa saat ketika tidur Merasa sesak napas atau seperti tercekik sehingga kerap terbangun di tengah tidur Mengorok Narkolepsi Merasa kelelahan ekstrem di pagi atau siang hari karena malamnya sulit tidur Tiba-tiba tertidur saat beraktivitas Sindrom kaki gelisah Ada dorongan kuat untuk menggerakkan kaki karena rasa tidak nyaman seperti gatal atau terbakar ketika beristirahat atau tidur Parasomnia Berjalan sembari tidur Merasa sangat takut, gelisah, dan bingung saat tidur Terbangun di tengah tidur dengan berteriak karena mimpi buruk Gangguan ritme sirkadian Sulit tidur sesuai dengan waktu tidur yang diinginkan Penyebab Gangguan tidur bisa terjadi karena adanya masalah fisik ataupun psikis yang mengganggu siklus tidur. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan gangguan tidur: Stres atau kecemasan yang berkepanjangan sehingga membuat individu tak dapat tenang dan mengganggu pola tidur Masalah medis seperti diabetes, nyeri kronis, asma, dan penyakit jantung yang gejalanya bisa mengganggu tidur Perubahan lingkungan, misalnya perubahan zona waktu atau perubahan jadwal kerja yang dapat mengganggu pola tidur dan ritme sirkadian Suhu ruangan terlalu panas atau dingin, kebisingan, atau cahaya terlalu terang Kebiasaan tidur yang buruk, seperti tidur siang berlebihan atau mengonsumsi minuman berkafein/beralkohol sebelum waktu tidur Konsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping terhadap pola tidur Gangguan genetik Penggunaan narkotik dan obat-obatan terlarang Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Tidur Dokter perlu melakukan serangkaian tes dan evaluasi untuk dapat mendiagnosis gangguan tidur, termasuk menentukan jenis dan penyebabnya. Langkah diagnostik itu antara lain: Wawancara medis oleh dokter yang akan menanyakan pola dan kebiasaan tidur serta gejala yang dialami, termasuk tentang durasi dan jam tidur serta apa yang dirasakan sebelum tidur Tes tidur untuk mencatat aktivitas otak, mata, pernapasan, dan otot selama tidur yang disebut polisomnografi Tes tidur di laboratorium tidur khusus terutama untuk mengidentifikasi gangguan tidur berupa sleep apnea Evaluasi psikologis guna mengidentifikasi faktor psikologis yang mungkin menjadi penyebab gangguan tidur Untuk membantu menguatkan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat, dokter juga mungkin meminta pasien membuat jurnal tidur. Dalam jurnal ini, pasien diminta mencatat waktu tidur dan bangun, kegiatan sebelum tidur, serta gejala yang dialami di saat tidur. Cara Mengatasi Gangguan Tidur Metode penanganan gangguan tidur bergantung pada jenis gangguan yang dialami. Umumnya dokter menggunakan pendekatan holistik yang antara lain meliputi perubahan gaya hidup dan terapi perilaku ataupun medis. Perubahan gaya hidup yang dilakukan misalnya dengan membuat pola tidur dan bangun yang teratur setiap hari serta berolahraga secara rutin dan meninggalkan kebiasaan buruk yang bisa mengganggu pola tidur. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengatasi gangguan tidur, ada beberapa pilihan pengobatan yang tersedia, seperti: Terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku yang dapat mempengaruhi tidur Terapi cahaya dengan lampu khusus untuk mengatur ritme tidur dan bangun Terapi posisi tubuh menggunakan alat atau bantal khusus untuk menjaga posisi tidur yang baik dan nyaman Pemakaian perangkat tidur tertentu yang dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala gangguan tidur Pemberian obat tidur atau obat lain untuk membantu mengatasi gangguan tidur Komplikasi Gangguan tidur yang tidak diatasi bisa menimbulkan efek negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Di antaranya: Gangguan... - Published: 2024-02-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyebab-adhd-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan salah satu gangguan mental dan perilaku yang kerap menyerang anak-anak. Penyebab ADHD pada anak disebabkan oleh adanya gangguan pada perkembangan syaraf. Kondisi akan akan memengaruhi perilaku penderita yang bersangkutan. Di antaranya yaitu terlalu aktif (hiperaktif), impulsif, sulit fokus, dan kurang dalam perhatian. Bila tidak segera dilakukan perawatan, maka penyakit ini dapat bertahan hingga usia dewasa. Pengertian ADHD dan Karakteristiknya Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD adalah kondisi gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh terhambatnya perkembangan saraf. Akibatnya, penderita akan mengalami masalah gangguan psikiatrik yang ditandai dengan sulit fokus, hiperaktif, minim perhatian, dan impulsif. Menurut American Psychiatric Association, sebanyak 8,4% anak dan 2,5% dewasa di seluruh dunia merupakan penderita ADHD. The National Institute of Mental Health sendiri mengklaim bahwa angka tersebut bisa saja lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak dilaporkan. Umumnya, kondisi ini mulai terlihat awal gejalanya saat anak-anak mulai memasuki usia sekolah. Namun, dalam beberapa kasus gejalanya baru terdiagnosis saat menginjal remaja atau bahkan saat dewasa. Anak penderita ADHD akan sulit konsentrasi saat di kelas, terlalu aktif, dan sulit untuk diam atau tenang walau sebentar saja. Terdapat 3 karakteristik utama yang diidap oleh anak-anak ADHD (Stahl, 2009), yaitu: A. Hiperaktif Jalan dan lari tanpa kendali Banyak bicara Tidak mau diatur Selalu merasa gelisah Tidak mau diam atau duduk Tidak mau antre B. Inatensi Sulit konsentrasi atau fokus Sering kehilangan barang Tidak mendengarkan pelajaran Tidak mau mengikuti instruksi Sulit rukun saat berorganisasi C. Impulsif Suka memotong pembicaraan Menjawab tanpa pikir dahulu Tidak mau menunggu giliran Nama Penyakit ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Gejala Utama Hiperaktif, pelupa, sulit fokus, suka mengganggu orang lain Dokter Spesialis Spesialis anak, spesialis kedokteran jiwa (psikiater), dan spesialis saraf Diagnosis Cek kesehatan fisik, wawancara medis Faktor Risiko Riwayat genetik dari orang tua, cedera otak, berat badan rendah saat lahir Pencegahan Memenuhi nutrisi pada saat ibu hamil, menjaga pola hidup sehat pada ibu hamil Pengobatan Terapi obat dan terapi lingkungan Komplikasi Gangguan kurang tidur (insomnia), risiko bunuh diri Penyebab ADHD pada Anak Dilansir dari Centers of Disease Control and Prevention, bahwa penyebab utama ADHD berasal dari genetik. Namun, dalam penelitian dan studi terbaru mengungkapkan bahwa terdapat beberapa penyebab lain penyakit ini. Di antaranya yaitu: Kelahiran prematur Paparan kimia saat masa kehamilan Cedera atau kerusakan otak Lahir dengan berat terlalu rendah Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan antara ADHD dengan anak sering main HP, sering menonton TV, kelebihan makanan manis, faktor pola asuh dari orang tua, ataupun faktor sosial, keluarga dan lingkungan. Gejala yang Tampak Memang, mengetahui gejala ADHD pada anak cukup sulit. Sekedar hiperaktif dan sulit fokus memang jadi kewajaran sekaligus ciri khas tersendiri pada anak. Walaupun demikian, penderita gangguan psikiatrik satu ini mengalaminya dengan melebihi batas kewajaran. Gejalanya sendiri umumnya tampak sebelum anak berusia 12 tahun. Namun dalam beberapa kasus, anak sudah memperlihatkan tanda-tanda awal ADHD mulai dari usia 3 tahun. Hal ini tentu akan berakibat pada gangguan belajar di sekolah, gangguan pertemanan dan sosialisasi, serta masalah tumbuh kembang bila tidak ditangani dengan baik. Sebagai orang tua, Anda perlu memperhatikan gejala yang tampak pada anak Anda seperti berikut: Anak tidak mau diam Banyak melamun Selalu merasa gelisah Tidak mau fokus pada satu hal Anak sering lupa Kurang dalam perhatian Tidak mau mengalah Sering membuat kecerobohan Tidak suka antre atau bergiliran Sulit bergaul atau berteman Sulit menahan godaan Cara Dokter Mendiagnosa Dokter akan mendiagnosa gejala dan penyebab ADHD pada anak dengan pedoman American Psychiatric Association dan kriteria berdasarkan standar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Hal ini karena proses diagnosa penyakit ini tidak mudah dan butuh pengamatan yang tidak sebentar. Beragam diskusi dengan penderita, orang tua, guru, bahkan teman pun kerap dilakukan. Selain itu, dokter akan melakukan beberapa tahap diagnosis lainnya seperti: Cek medis lengkap (tes lab maupun pencitraan otak) Wawancara terhadap anak maupun orang yang biasa di sekitarnya Mengecek kriteria sesuai Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Pengecekan sejarah medis, keturunan keluarga, ataupun riwayat kecelakaan Mengevaluasi skala penilaian penyakit ADHD pada anak Komplikasi ADHD akan memberikan beberapa komplikasi terhadap gangguan kesehatan lainnya seperti halnya berikut: Cedera fisik (akibat hiperaktif) Gangguan tidur (insomnia) Risiko bunuh diri Penyalahgunaan zat terlarang Risiko aktivitas seksual Pencegahan & Pengobatan Hingga saat ini, belum ada pencegahan yang bisa dilakukan agar anak terhindar dari penyakit ini. Namun, kondisi ini bisa diminimalisir dengan pola hidup sehat ibu selama masa kehamilan. Misalnya dengan: Menghadiri antenatal care secara rutin Diet dengan nutrisi yang seimbang Tidak merokok Hindari mengonsumsi alkohol Olahraga ringan secara teratur Kelola stres dan depresi Untuk pengobatannya sendiri, dokter akan merawatnya sesuai dengan gejala dan sebab yang tampak. Di antaranya yaitu: Terapi: terapi perilaku, psikoterapi, konseling rutin, dan jalur pendidikan khusus Obat: untuk mengurangi efek dari gejala seperti obat kecemasan, stimulan, antidepresan Kapan Harus ke Dokter? Sebagai orang tua, Anda harus segera mungkin memeriksakan anak ke dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) atau spesialis... - Published: 2024-02-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gigi/gigi-berlubang/ - Kategori: Gigi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Gigi dan mulut merupakan bagian yang penting dari tubuh kita yang saling berhubungan dengan organ tubuh yang lain, seperti hidung, telinga,jantung, dll. Maka dari itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut juga berarti menjaga kesehatan organ tubuh yang lain. Masih banyak dari masyarakat yang belum mengetahui pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga mereka juga tidak mengetahui dampak dan efek yang timbul apabila mereka tidak menjaga dan merawat kebersihan gigi dan mulut. Padahal, tidak jarang penyakit sistemik didahului dari infeksi dari mulut, seperti dapat menimbulkan kelainan jantung. Penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama dari daftar 10 besar penyakit yang paling sering dikeluhkan masyarakat Indonesia. Penyakit gigi dan mulut yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia yaitu karies/gigi berlubang. Karies gigi adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme baik dari email maupun dari jaringan gusi yang merusak struktur gigi. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, dan infeksi. Gigi berlubang banyak terjadi pada anak-anak, tapi orang dewasa juga tak sedikit yang mengalaminya. Meski termasuk umum terjadi, masalah kesehatan gigi ini bisa mengarah pada komplikasi bila tak mendapat penanganan yang baik. Perlu kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi untuk mencegah terbentuknya lubang pada gigi yang gejalanya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengenal Gigi Berlubang Gigi berlubang adalah kondisi ketika lapisan keras pada gigi alias enamel rusak akibat serangan bakteri yang banyak hidup di dalam mulut. Proses terjadinya lubang di gigi bermula ketika bakteri alam plak memproduksi asam dari konsumsi gula dan karbohidrat. Asam ini dapat merusak enamel hingga menembus lapisan gigi yang lebih dalam dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini bisa menyebabkan terbentuknya lubang pada gigi yang lalu memicu kemunculan gejala seperti rasa nyeri dan sensitivitas. Bila tak diobati, gigi berlubang alias karies gigi bisa mengakibatkan komplikasi yang lebih serius. Dalam sebuah studi disebutkan bahwa gigi berlubang adalah masalah kesehatan gigi yang paling umum terjadi daripada yang lain, termasuk penyakit gusi. Terdapat beberapa jenis gigi berlubang, antara lain: Karies superfisial: terjadi pada permukaan gigi terluar atau pada daerah enamel karies dentin : terjadi pada bagian gigi setelah enamel karies profunda ; terjadi pada bagian gigi yang mendekati atap pulpa (tmpat syaraf dan pembuluh darah) Karies radikular: terjadi pada bagian akar gigi Karies kronis: gigi berlubang secara perlahan dalam waktu lama Karies akut: lubang di gigi terbentuk dengan santa cepat dan gejalanya biasanya lebih intens Karies rampan: lubang yang terbentuk di sejumlah gigi pada anak-anak secara sekaligus early childhood caries : terjadi pada beberapa gigi anak yang disebabkan oleh kebiasaan penggunaan botol untuk minum susu pada malam hari Pada anak-anak, gigi berlubang bisa menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan gigi secara umum. Karena itu, penting untuk mengutamakan pencegahan dengan penerapan kebiasaan membersihkan gigi secara rutin dan disiplin. Gejala Gejala gigi berlubang bisa ringan, bisa juga sangat intens sehingga memerlukan intervensi medis secepatnya. Berikut ini beberapa gejala yang umum: Gigi lebih sensitif terhadap rangsangan seperti makanan/minuman yang panas, dingin, atau manis Gigi terasa nyeri, biasanya ketika digunakan untuk mengunyah tapi bisa juga berlangsung terus-menerus Terdapat tanda fisik berupa bercak berwarna gelap atau lubang yang terlihat jelas pada permukaan gigi Gigi terasa sakit ketika mendapat tekanan, termasuk saat menggigit dan mengunyah makanan, sehingga aktivitas makan menjadi tak nyaman Pembengkakan gusi di sekitar gigi yang terkena Gusi berdarah ketika menyikat gigi Bau mulut tak sedap Penyebab Gigi berlubang terjadi sebagai akibat hilangnya kandungan mineral pada enamel gigi karena adanya aktivitas bakteri yang memproduksi asam dari sisa makanan di dalam mulut. Di bawah ini sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang: Kurang menjaga kebersihan gigi, termasuk menyikat gigi setidaknya saat mandi dua kali sehari dan sebelum tidur serta menggunakan benang gigi untuk mengambil sisa makanan di sela-sela gigi Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi sehingga bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan gigi berlubang Air liur yang sedikit mempermudah terjadinya karies karena fungsi saliva bukan saja sebagai pelumas yang membantu proses mengunyah makanan tetapi juga untuk melindungi gigi terhadap proses pembentukan karies Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol Kekurangan mineral fluorida yang bisa membantu melindungi dan menguatkan lapisan gigi Tidak mengunjungi dokter gigi secara rutin untuk menjalani pemeriksaan setidaknya 6 bulan sekali Cara Dokter Mendiagnosis Dokter gigi melakukan pemeriksaan secara visual dengan instrumen khusus untuk melihat tanda-tanda gigi berlubang seperti lubang, bercak berwarna gelap, atau perubahan warna pada permukaan gigi. Bagian seperti permukaan dan sela-sela gigi serta gusi juga akan diperiksa guna mengetahui seberapa parah kerusakan gigi. Selain itu, dokter gigi dapat menyarankan pasien menjalani rontgen untuk melihat struktur gigi lebih dalam. Lewat gambar hasil rontgen, dokter bisa mendeteksi kerusakan gigi bagian dalam yang bisa dilihat secara langsung. Di era modern, penggunaan laser juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi gigi berlubang sejak dini sehingga dokter bisa segera melakukan tindakan sebelum kondisi gigi makin parah. Cara Mengatasi Untuk mengatasi gigi berlubang, diperlukan serangkaian tindakan perawatan sesuai dengan tingkat keparahan kondisi gigi.... - Published: 2024-01-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/sakit-perut-sebelah-kanan-bawah/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Sakit perut sebelah kanan bawah sampai ke pinggang kerap kali dikaitkan dengan penyakit radang usus buntu, hernia, atau gangguan ginjal. Walau demikian, ada banyak penyebab lainnya yang mendasari kondisi ini. Dalam medis, gejala semacam ini sering disebut sebagai “lower right abdominal pain”. Perlu Anda ketahui, di area perut bagian bawah dari tubuh kita tersimpan aneka jenis organ. Jadi, untuk mendiagnosa penyakit ini, dibutuhkan penanganan khusus dari dokter spesialis. Seputar Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah Sakit perut sebelah kanan bawah adalah kondisi kesehatan yang umum dilaporkan di dunia medis. Walau demikian, cukup sulit untuk mengetahui penyebab utamanya mengingat ada banyak gejala yang mendasarinya. Kondisi ini tidak dikatakan serius bila dengan sendirinya sembuh dalam satu atau dua hari ke depan. Namun, jika rasa sakit terus menyerang secara persisten, maka perawatan dari dokter harus diutamakan. Dari segi medis, kondisi sakit perut bagian kanan bawah dibagi menjadi dua yakni: Akut: kondisi sakit secara tiba-tiba dan bisa sembuh dengan sendirinya. Umumnya disebabkan akibat benturan, kecelakaan, ataupun infeksi. Kronis: rasa sakit perut yang berkepanjangan dan sering kambuh. Bahkan, kondisi sakitnya dapat memburuk seiring waktu. Gejala Penyakit Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah Gejala Utama Nyeri di perut kanan bagian bawah, kadang diiringi rasa panas Dokter Spesialis Dokter Umum, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Diagnosis Tes urin, tes darah, cek fisik, wawancara medis Faktor Risiko Sesuai penyakit yang mendasarinya Pencegahan Perawatan pada penyakit utama yang diderita Pengobatan Terapi obat-obatan, pengobatan sesuai penyakit pemicu Organ Apa Saja yang Terpengaruh? Mengacu pada laman Cleveland Clinic, diketahui ada beberapa penyebab utama dari kondisi sakit perut sebelah kanan bawah. Di antaranya yaitu disebabkan oleh gangguan dari organ: Usus halus Usus besar Ovarium Usus buntu Rahim Ureter Peritoneum Kandung kemih Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah Secara umum, ada beberapa penyebab sakit perut sebelah kanan bawah yang paling sering ditemui di lapangan. Di antaranya yaitu: 1. Apendiks (Usus Buntu) Merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada umbai cacing (salah satu bagian dari usus). Penyebabnya bisa jadi dari tumor, kotoran, maupun benda asing. 2. Hernia Umbikalis Tonjolan usus di bagian dekat pusar. Biasanya akan timbul gejala rasa sakit hebat saat mengangkat beban berat, bersin, maupun batuk. 3. Hernia Inguinalis Jenis hernia berupa robeknya jaringan perut yang menyebabkan usus menonjol ke selangkangan atau area sekitar testis. 4. Radang Usus Peradangan pada usus yang ditandai dengan gejala BAB berdarah, perut kembung, diare, hingga nafsu makan yang menurun. 5. Kehamilan Ektopik Yaitu kondisi kehamilan di luar kandungan (rahim). Biasanya timbul gejala saat janin sudah mulai membesar yang berupa nyeri perut hingga pendarahan vagina. 6. Infeksi Ginjal Kondisi infeksi pada ginjal yang terjadi akibat kontaminasi bakteri, jamur, maupun virus. Kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit perut sebelah kanan bawah hingga ke pinggang dan punggung bawah. 7. Torsi Ovarium Benjolan di ovarium yang berupa kista berukuran besar sehingga menimbulkan rasa nyeri pada perut dan seringkali disertai mual-mual. 8. Penyakit Lainnya Selain beberapa penyakit di atas, masih banyak kondisi lain yang menjadi sebab terjadinya sakit perut sebelah kanan bawah seperti halnya: Kram menstruasi Radang panggul Endometriosis Sindrom iritasi usus besar Batu ginjal Dismenore Penumpukan gas perut Mag Kista ovarium Testicural torsion Inflamasi pelviks Gejala Dalam beberapa kasus, sakit perut sebelah kanan bawah merupakan gejala penyakit serius. Namun sebagian lain tidak. Berikut ini beberapa gejala yang sering dirasakan para penderita: Nyeri tekan pada perut Perut begah & kembung Mual dan muntah Demam Konstipasi (sembelit) Nafsu makan berkurang Detak jantung tak beraturan Darah pada urine Darah pada tinja Penyakit kuning Bengkak dan tonjolan pada perut Nafas pendek Cara Dokter Mendiagnosa Mengingat banyaknya penyebab yang menjadi akar masalah dari kondisi ini, maka dokter akan melakukan diagnosa berdasarkan beberapa hal seperti: Wawancara medis Cek riwayat penyakit Tes urine dan darah Tes pencitraan Pencegahan Pencegahan sakit perut tipe ini bisa dicegah dengan beberapa strategi berikut: Minum air dalam jumlah cukup Hindari makanan pedas dan berminyak Hindari makanan berat yang sulit dicerna Makan secukupnya dalam jumlah kecil Cobalah minum antacid di awal gejala Minum obat pereda nyeri (jika perlu) Kapan Harus ke Dokter? Segera temui dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam apabila Anda mengalami gejala: Rasa sakit yang hebat dan mendadak Nyeri yang tak kunjung sembuh Terdapat benjolan pada perut Demam yang terus kambuh Mual yang diikuti dengan muntah parah Darah pada urin maupun tinja Mata dan kulit berwarna kekuningan Jika Anda sedang masa kehamilan Sakit yang berasal dari kecelakaan Saat tidak bisa BAB selama beberapa hari Itulah beberapa penyebab sakit perut sebelah kanan beserta gejala dan cara pencegahannya. Pastikan untuk segera mengunjungi dokter apabila ditemukan beberapa kondisi seperti di atas. Narasumber: dr. Redmal, Sp. B Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2024-01-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/catheter-dual-lumen/ - Kategori: Bedah Vaskuler, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional CDL (catheter dual lumen) adalah jenis kateter yang memiliki sederet kelebihan daripada jenis kateter lain dalam berbagai prosedur medis. Dengan adanya dua lumen atau saluran yang terpisah di dalam kateter, dua fungsi yang berbeda bisa dilakukan secara bersamaan jika menggunakan jenis kateter ini. Dalam situasi medis tertentu yang memerlukan akses vaskular yang stabil dan multiguna, penggunaan kateter dual lumen ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Mengenal CDL (Catheter Dual Lumen) CDL adalah jenis kateter yang mempunyai dua lumen terpisah di dalamnya. Lumen adalah saluran atau tabung yang berada di dalam kateter yang digunakan untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan, obat-obatan, atau bahan lain ke atau dari tubuh. Pada prinsipnya, saluran internal ini yang memungkinkan cairan atau zat mengalir di sepanjang kateter. CDL kerap digunakan dalam prosedur medis untuk berbagai tujuan, seperti memasukkan obat, cuci darah, atau pemeriksaan diagnostik. Karena terdapat dua saluran, dokter bisa menggunakan masing-masing saluran untuk keperluan berbeda. Misalnya satu saluran untuk memberikan cairan intravena dan saluran lain buat mengeluarkan darah dari tubuh. Menurut riset, penggunaan CDL yang memiliki dua saluran yang terpisah secara fisik dapat meminimalkan risiko infeksi dan komplikasi lain yang bisa muncul dari pemakaian kateter lumen tunggal. Namun prosedur pemasangan dan penggunaan kateter yang tepat tetap harus diperhatikan guna mencegah risiko infeksi atau komplikasi yang mungkin timbul. Siapa Saja yang Memerlukan CDL Ada berbagai kondisi yang membuat pasien mungkin memerlukan CDL (catheter dual lumen). Berikut ini di antaranya: Penyakit ginjal kronis, termasuk gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis atau cuci darah. Penyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah yang serius, misalnya untuk kateterisasi jantung, angiografi koroner, angioplasti koroner, dan pemasangan stent. Kondisi medis darurat, seperti syok atau kondisi kritis lain yang memerlukan akses vaskular yang efektif secepatnya. Kapan Seseorang Memerlukan CDL CDL (catheter dual lumen) dapat digunakan dalam berbagai situasi medis yang memerlukan akses vaskular yang cepat dan dapat diandalkan, seperti: Pemberian obat atau cairan intravena secara darurat atau transfusi darah yang mendesak Dialisis sementara, misalnya pada pasien gagal ginjal yang membutuhkan dialisis secepatnya sedangkan akses pembuluh darah yang permanen tidak tersedia karena rusak atau terjadi komplikasi Prosedur bedah atau intervensi medis membutuhkan akses pembuluh darah yang stabil Pemantauan dan perawatan jangka panjang, antara lain ketika pasien mengalami penyakit kronis yang membutuhkan perawatan dalam waktu lama secara berkelanjutan dan stabil Pemeriksaan diagnostik, seperti pengambilan sampel darah dan pemberian bahan kontras Manfaat/Tujuan CDL CDL (catheter dual lumen) memiliki sejumlah manfaat dan tujuan yang penting dalam prosedur pengobatan ataupun pemeriksaan diagnostik yang meliputi: Memungkinkan akses vaskular yang multiguna, fleksibel, dan efisien Membantu penanganan dalam situasi medis darurat yang berkaitan dengan akses vaskular Memfasilitasi dialisis yang mendesak untuk sementara ketika akses vaskular yang permanen tak tersedia Memudahkan prosedur pembedahan atau intervensi medis lain yang membutuhkan pemberian obat atau cairan intravena Menunjang perawatan jangka panjang di rumah sakit bagi pasien dengan kondisi medis kronis Persiapan Sebelum Menjalani CDL Persiapan untuk menjalani prosedur pemasangan CDL (catheter dual lumen) bergantung pada jenis tindakan yang akan dilakukan. Secara umum, persiapan itu mencakup: Berkonsultasi dengan dokter tentang prosedur CDL yang akan dijalani secara detail. Pasien mesti sudah memahami risiko dan manfaatnya sebelum memberikan persetujuan Memberitahukan riwayat kesehatan secara rinci, termasuk bila ada alergi terhadap obat-obatan tertentu, riwayat perdarahan, atau masalah medis lain yang meningkatkan risiko prosedur CDL Menjalani pemeriksaan seperti tes darah, pemeriksaan fisik, atau pencitraan guna memastikan kondisi pasien memungkinkan untuk menjalani CDL Menginformasikan kepada dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan atau suplemen tertentu untuk memastikan obat/suplemen tersebut tak mempengaruhi prosedur CDL Prosedur dan Pelaksanaan CDL Pemasangan CDL (catheter dual lumen) umumnya meliputi langkah-langkah sebagai berikut: Pasien diminta berbaring dalam posisi yang nyaman di meja operasi atau tempat tidur rumah sakit Tim medis membersihkan dan mensterilkan area tubuh yang akan menjadi tempat masuknya kateter Dokter anestesi memberikan anestesi lokal untuk membuat pasien lebih nyaman dan tak merasakan sakit saat prosedur berlangsung Setelah titik masuknya kateter sudah siap, dokter memasukkan kateter dengan membuat sayatan kecil pada kulit untuk menjangkau pembuluh darah Guna memastikan kateter menjangkau area yang tepat, dokter menjalankan prosedur ultrasonografi atau fluoroskopi untuk memandu pergerakan kateter Dokter melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan kondisi pasien setelah kateter sudah berada di tempatnya Setelah kateter sudah siap di lokasi yang tepat, dokter memastikan kateter berfungsi degnan baik dan kemudian menutup luka bekas masuknya kateter Perawatan Pasca CDL Agar CDL (catheter dual lumen) yang telah terpasang terus berfungsi dengan baik serta menghindari risiko komplikasi yang serius, pasien perlu menjalani perawatan pasca CDL sesuai dengan instruksi dokter. Perawatan pada kateter biasanya termasuk: Menjaga akses kateter tetap kering, termasuk saat mandi Tidak menyentuh area pemasangan kateter Secepatnya mengganti kasa jika basah Selain itu, pasien diminta tidak melakukan kegiatan fisik yang berisiko mempengaruhi kateter. Gerakan yang berlebihan di area sekitar titik kateter bisa membuat kateter bergeser atau rusak. Yang juga penting, bila ada tanda-tanda infeksi seperti demam tinggi serta nyeri, pembengkakan, dan kemerahan pada area kateter, segera hubungi... - Published: 2024-01-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/tht/tonsillectomy/ - Kategori: THT, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Anak-anak yang mengalami masalah pada amandelnya mungkin memerlukan tonsillectomy sebagai tindakan perawatan. Prosedur ini dapat menjadi pilihan jika terjadi peradangan pada amandel alias tonsilitis, terutama pada anak-anak. Mengenal Tonsillectomy Tonsillectomy adalah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat amandel atau tonsil. Amandel adalah sepasang jaringan kelenjar kecil yang berada di sisi kanan dan kiri bagian belakang tenggorokan. Jaringan ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Para ahli belum memahami fungsinya secara pasti, tapi amandel diketahui sebagai tempat produksi sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jaringan ini juga menjadi perangkap bagi kuman yang hendak masuk ke tubuh lewat hidung atau tenggorokan. Meski amandel diangkat, tidak ada dampak yang spesifik terhadap tubuh. Karena itulah dokter spesialis telinga-hidung-tenggorokan (THT) bisa menyarankan tindakan tonsillectomy / operasi amandel ketika individu mengalami peradangan amandel kronis atau berulang dengan berbagai gejala yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya kesulitan menelan, demam, hingga radang tenggorokan. Prosedur bedah ini juga dapat dilakukan sebagai tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan lain yang terkait dengan amandel. Tonsillectomy / operasi amandel umumnya dilakukan pada anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa menjalaninya bila dianggap perlu. Menurut riset, perempuan lebih mungkin menjalani operasi pengangkatan amandel daripada pria. Siapa Saja yang Memerlukan Tonsillectomy Perlu-tidaknya seseorang menjalani tonsillectomy didasarkan pada hasil pemeriksaan oleh dokter. Secara umum, pasien yang mengalami kondisi berikut ini membutuhkan operasi amandel tersebut: Tonsilitis kronis/berulang yang tak kunjung sembuh meski sudah mendapat perawatan medis Abses atau terbentuknya sekumpulan nanah di area amandel Pembengkakan amandel memicu gangguan pernapasan, khususnya ketika tidur Komplikasi serius akibat tonsilitis Terjadi tumor atau pertumbuhan tak normal pada area amandel Gangguan darah, seperti penurunan jumlah trombosit Kapan Seseorang Memerlukan Tonsillectomy Terdapat beberapa kriteria umum yang menentukan kapan seseorang membutuhkan tonsillectomy ketika mengalami tonsilitis, seperti: Mengalami tujuh atau lebih episode tonsilitis bakteri yang tercatat dalam satu tahun Mengalami lima atau lebih episode tonsilitis per tahun selama dua tahun berturut-turut Mengalami tiga atau lebih episode tonsilitis per tahun selama tiga tahun berturut-turut Selain itu, dokter akan mengukur seberapa besar dampak peradangan tonsil itu terhadap kualitas hidup pasien. Adapun untuk kondisi selain tonsilitis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan apakah pasien memerlukan tonsillectomy. Manfaat/Tujuan Tonsillectomy Tonsillectomy antara lain bermanfaat untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan amandel, antara lain: Mengatasi peradangan amandel kronis/berulang dan abses tonsil Mencegah risiko komplikasi serius dari masalah pada amandel Memulihkan pernapasan Mencegah perkembangan tumor di area amandel Meningkatkan kualitas hidup yang sebelumnya terpengaruh kondisi amandel Persiapan Sebelum Menjalani Tonsillectomy Agar tonsillectomy berjalan dengan lancar dan memberikan hasil maksimal, ada sejumlah langkah persiapan yang penting dilakukan, seperti: Berdiskusi dengan dokter mengenai tonsillectomy yang akan dijalankan dan dampaknya bagi pasien Menjalani pemeriksaan pendahuluan oleh dokter, termasuk tes darah Tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung ibuprofen atau aspirin dalam 7 hari sebelum tindakan Berpuasa makan-minum sejak tengah malam sebelum operasi berlangsung Mengenakan pakaian yang nyaman dan mudah diganti Tidak memakai perhiasan atau aksesori apa pun Menyiapkan pendamping yang akan menemani pulang seusai operasi Memberi tahu dokter jika memiliki alergi Prosedur dan Pelaksanaan Tonsillectomy Tonsillectomy berlangsung di rumah sakit dengan prosedur umum berikut ini: Pasien berganti pakaian dengan gaun khusus operasi dari rumah sakit Pemberian anestesi agar pasien tak merasakan apa pun selama prosedur Setelah efek anestesi bekerja, dokter memulai operasi lewat mulut Dengan menggunakan alat khusus, dokter mengisolasi dan memisahkan amandel dari jaringan di sekitarnya Dokter lantas mengangkat amandel dengan perlahan menggunakan pisau bedah atau alat medis lain yang sesuai Setelah amandel diangkat, dokter akan berupaya menghentikan perdarahan dari lokasi amandel dengan teknik medis tertentu dan memasang jahitan Perawatan Pasca Tonsillectomy Seusai prosedur tonsillectomy / operasi amandel, pasien akan menjalani pemulihan. Tim medis akan memantau kondisi pasien dengan cermat guna memastikan tak terjadi komplikasi sebelum pasien dibolehkan pulang. Bagi pasien anak-anak, biasanya butuh waktu satu pekan untuk pulih sepenuhnya. Sedangkan waktu pemulihan orang dewasa umumnya sekitar dua pekan karena area yang terpengaruh lebih besar. Selama masa perawatan pasca tonsillectomy, pasien harus membatasi aktivitas sehari-hari. Biasanya pasien diminta tak melakukan olahraga berat selama sekitar dua pekan. Dokter juga akan meminta pasien menghindari batuk, bersin, atau membersihkan tenggorokan terlalu keras selama dua minggu. Guna mempercepat waktu pemulihan, pasien perlu minum cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Selain itu, pasien sebaiknya hanya makan makanan yang lunak dan dingin guna mengatasi rasa nyeri dan meminimalkan iritasi. Adakah Efek Samping Setelah Tonsillectomy Tak berbeda dengan kebanyakan prosedur bedah lain, ada efek samping tonsillectomy yang memerlukan perhatian, termasuk: Rasa nyeri dan tidak nyaman di tenggorokan Kesulitan menelan Tenggorokan membengkak dan ada bercak darah Perubahan suara yang bersifat sementara Demam ringan Tonsillectomy di Primaya Hospital Dengan tenaga medis yang terlatih dan memiliki pengalaman panjang di bidangnya, Primaya Hospital menyediakan layanan tonsillectomy. Adanya fasilitas modern dan teknologi medis mutakhir di Primaya juga menjadi poin penting dalam memilih Primaya untuk menjalani operasi ini. Untuk mengoptimalkan layanan, Primaya juga menawarkan pelayanan berkualitas tinggi bagi pasien. Narasumber: dr. Hendra Eka... - Published: 2024-01-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/urs-menghancurkan-batu-ginjal/ - Kategori: Tindakan Medis, Urologi - Translation Priorities: Optional Batu ginjal yang terperangkap di ginjal atau saluran kandung kemih dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bila dibiarkan tak ditangani secara medis. URS (ureteroscopy lithotripsy) adalah salah satu pilihan yang umum digunakan untuk menangani / menghancurkan penyakit batu ginjal ini. Mengenal URS (Ureteroscopy Lithotripsy) URS (ureteroscopy lithotripsy) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi penyakit batu ginjal dengan cara menghancurkan batu itu dan kemudian dikeluarkan lewat urine. Prosedur ini melibatkan penggunaan ureteroskop yang dimasukkan melalui saluran kemih yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh (uretra) dan kemudian diteruskan ke ginjal atau saluran kemih bagian dalam yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih (ureter). Ureteroskop adalah alat medis berupa tabung tipis dan fleksibel dengan serat optik yang dapat menyajikan gambaran visual bagian dalam ginjal dan ureter. Dengan ureteroskop ini, dokter bisa mengidentifikasi lokasi batu ginjal dan memasukkan instrumen kecil untuk melakukan berbagai prosedur penanganan batu ginjal, seperti laser, ultrasound, atau alat mekanis lain. Biasanya, URS (ureteroscopy lithotripsy) diterapkan untuk batu ginjal berukuran kecil hingga sedang. Laser lithotripsy, misalnya, kerap ditujukan untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu ginjal berukuran kurang dari 2 cm. Prosedur ini menggunakan teknologi pencitraan sinar-X untuk menemukan lokasi batu yang tepat. URS (ureteroscopy lithotripsy) tergolong sebagai prosedur minimal invasif. Artinya, dokter tak perlu membuat sayatan besar dalam tindakan sehingga waktu pemulihan pasien lebih cepat dan risiko komplikasi lebih rendah. Siapa Saja yang Memerlukan URS (Ureteroscopy Lithotripsy) URS (ureteroscopy lithotripsy) lazim dilakukan sebagai penanganan penyakit batu ginjal. Prosedur ini bisa menjadi opsi terutama bila batu ginjal tak bisa keluar secara alami lewat urine atau memicu berbagai gejala yang mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Seseorang mungkin memerlukan prosedur URS bila batu ginjalnya: Menyebabkan rasa nyeri di perut Menghalangi aliran urine Memicu perdarahan atau kerusakan ginjal Mengakibatkan infeksi saluran urine Kapan Seseorang Memerlukan URS (Ureteroscopy Lithotripsy) Tidak semua orang yang mengalami penyakit batu ginjal memerlukan URS (ureteroscopy lithotripsy). Untuk mendapat kepastian kapan orang dengan penyakit batu ginjal membutuhkan prosedur ini, dokter harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu. Secara umum, berikut ini sejumlah faktor yang berpengaruh: Ukuran dan jenis batu Batu tak bisa dikeluarkan secara alami Batu terbentuk beberapa kali Nyeri hebat di daerah pinggang atau perut bagian bawah Aliran urine terhambat karena saluran kemih tersumbat batu Terjadi infeksi saluran kemih berulang Manfaat/Tujuan URS (Ureteroscopy Lithotripsy) Dokter bisa merekomendasikan URS (ureteroscopy lithotripsy) untuk mengeluarkan batu ginjal yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari pasien. Karena itu, URS bermanfaat untuk meredakan gejala penyakit batu ginjal dan meningkatkan kualitas hidup pasien. URS (ureteroscopy lithotripsy) yang merupakan prosedur minim invasif karena bisa dilakukan lewat saluran alami tubuh tanpa perlu membuat sayatan besar sehingga: Pemulihan lebih cepat Risiko infeksi lebih kecil Nyeri pasca-operasi lebih ringan Persiapan Sebelum Menjalani URS (Ureteroscopy Lithotripsy) Sebelum menjalani URS (ureteroscopy lithotripsy), pasien harus memberi tahu dokter apa saja obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi. Begitu juga jika ada alergi tertentu atau sedang hamil. Biasanya konsumsi obat seperti ibuprofen, aspirin, dan warfarin harus dihentikan sebelum prosedur berlangsung. Guna memastikan kondisi kesehatan pasien menjalani URS (ureteroscopy lithotripsy), dokter akan melakukan pemeriksaan elektrokardiogram, sinar-X, serta tes darah dan urine. Pasien juga harus berpuasa. Prosedur dan Pelaksanaan URS (Ureteroscopy Lithotripsy) Prosedur URS (ureteroscopy lithotripsy) meliputi persiapan pasien di rumah sakit, pemberian anestesi, hingga tindakan. Di rumah sakit, pasien harus berganti pakaian dengan gaun khusus operasi. Perhiasan aksesori lain pun perlu dilepas. Tergantung kasus dan keputusan dokter serta pasien, URS (ureteroscopy lithotripsy) bisa dilakukan dengan anestesi lokal ataupun umum. Jika pasien sudah tertidur, dokter segera menggunakan alat ureteroskop untuk dimasukkan lewat uretra hingga ke ginjal. Dari ureteroskop ini bisa terlihat gambaran lokasi dan karakteristik atau masalah lain pada batu ginjal. Pencitraan sinar-X juga kerap digunakan untuk menemukan lokasi batu ginjal. Dokter lantas menggunakan metode lithotripsy yang sesuai untuk menghancurkan batu menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil sehingga lebih mudah dikeluarkan lewat saluran kemih. Dokter bisa memilih memakai metode laser, USG, atau lainnya sesuai dengan kondisi batu dan pasien. Setelah batu dihancurkan, dokter mengangkat alat ureteroskop dan batu yang sudah menjadi serpihan-serpihan akan lebih mudah dikeluarkan bersama urine. Perawatan Pasca URS (Ureteroscopy Lithotripsy) Umumnya pasien yang menjalani URS (ureteroscopy lithotripsy) tak memerlukan rawat inap. Untuk mendukung pemulihan, pasien perlu mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Dokter akan memberikan pedoman mengenai cara pulih lebih cepat dan mencegah risiko komplikasi pasca URS. Untuk meredakan rasa nyeri, dokter dapat meresepkan obat analgesik. Pasien juga perlu banyak minum air putih agar tetap terhidrasi dan sisa-sisa batu yang telah hancur bisa dikeluarkan Bersama urine. Selama masa pemulihan, pasien disarankan tak melakukan kegiatan fisik berat, termasuk mengangkat benda berat. Adakah Efek Samping Setelah URS (Ureteroscopy Lithotripsy) Terdapat beberapa efek samping setelah URS (ureteroscopy lithotripsy) yang lazim terjadi, seperti mual dan kadang-kadang muntah. Selama 24-48 jam pertama, bagian bawah perut atau pinggang juga biasanya terasa nyeri. Ketika buang air kecil, warna urine akan tampak seperti merah muda hingga kemerahan atau bahkan cokelat transparan karena tercampur dengan darah.... - Published: 2024-01-25 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/apa-itu-pneumonia/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Paru-paru basah atau dalam dunia medis disebut sebagai pneumonia merupakan salah satu penyakit yang menyerang salah satu maupun kedua organ paru-paru. Apabila tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan kondisi yang membahayakan. Bahkan bagi golongan orang yang berisiko, penyakit ini bahkan bisa menimbulkan berbagai macam komplikasi. Lantas, seperti apa pencegahan dan penangan pneumonia serta gejala yang tampak sehingga kita harus segera berkunjung ke dokter? Nah, untuk mengetahuinya, yuk cek rincian lengkap seputar apa itu pneumonia di bawah ini. Apa itu Pneumonia? Pneumonia adalah kondisi penyakit berupa infeksi kantung udara (alveolus) pada paru-paru yang mengakibatkan peradangan. Kondisi ini akan mengakibatkan adanya cairan bening keputihan (nanah) pada kantung udara tersebut sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Akibatnya, penderita mengalami kesulitan bernafas hingga batuk-batuk yang tak kunjung berhenti. Karena adanya infeksi, maka demam tinggi dan tubuh menggigil pun kerap terjadi secara berulang-ulang. Proses terjadinya infeksi sendiri yakni karena adanya mikroorganisme baik itu virus, bakteri, maupun fungi (jamur) yang menjadi penyebab pneumonia. Namun, yang paling sering dialami anak-anak balita yakni karena virus. Namun bagi orang dewasa lebih sering akibat dari infeksi bakteri. Serangan mikroorganisme tersebut dapat terjadi secara langsung maupun berkembang setelah adanya infeksi lain yang menyerang. Misalnya bagi penderita pilek, flu, sinusitis, hingga asma. Bila daya imun si penderita rendah, bahkan dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih serius. Misalnya berupa bakteri yang mengalir dalam aliran darah sehingga menyebar ke berbagai organ-organ tubuh lainnya. Saat kondisi ini tidak segera ditangani, maka cairan yang berada pada kantung udara tadi akan berkumpul di lapisan pelindung paru. Dalam hal ini, maka prosedur operasi pengeluaran cairan harus dilakukan. Nama Penyakit Pneumonia Gejala Kesulitan bernafas, nyeri dada, demam tinggi Dokter Spesialis Spesialis pulmonolgi (spesialis paru-paru) Penyebab Infeksi oleh mikroorganisme Diagnosis Rontgen dada, cek darah, tes dahak, cek denyut nadi Faktor Risiko Orang dengan sistem imun lemah Pengobatan Terapi kausal, terapi inhalasi, fisioterapi dada Pencegahan Jaga kebersihan diri dan lingungan, tingkatkan imun tubuh Penyebab Seperti yang dilansir dari laman CDV. gov, bahwa terdapat beberapa penyebab pneumonia yang kerap menyerang. Di antaranya yaitu: Bakteri: penyebab utama yang paling umum diidap seseorang. Beberapa jenis bakteri yang menyerang meliputi H, influenza, S. Penumonia, M. tuberculosis, S. aureus, P. aeruginosa, dan M. Kansasii. Virus: paling banyak menyerang anak balita dengan gejala serangan mulai dari ringan hingga berat. Contohnya meliputi virus covid-19 (corona), CMV dan juga herpes simpleks. Jamur: bagi yang punya sistem imun lemah, maka jamur juga bisa jadi penyebab dari infeksi pneumonia. Beberapa jenis jamur tersebut meliputi: C. neoformans, P. carinii, C. immitis, H. capsulatum, dan juga S. Fumigatus. Selain karena mikroorganisme, juga ada beberapa hal lain yang menjadi pemicu terjadinya pneumonia. Contohnya: Penyakit jantung kronis Kebiasaan merokok Gangguan sistem imun Lemahnya saluran pernafasan Polusi lingkungan Interaksi dengan penderita Penyalahgunaan antibiotik Gejala Pneumonia Secara umum, pneumonia memiliki gejala yang bervariasi mulai dari anak-anak hingga dewasa. Contohnya ada: Batuk Nyeri otot dan sendi Demam Sesak nafas Nyeri dada Menggigil Mual muntah Denyut jantung naik Denyut jantung melemah Diagnosa Umumnya, dalam mendiagnosa apakah seseorang terinfeksi pneumonia atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa: Cek darah Rontgen dada Tes dahak Cek denyut nadi Pencegahan Ada dua metode penting dalam mencegah pneumonia. Di antaranya yakni menjaga kebersihan tubuh dan meningkatkan sistem imun. Beberapa hal yang dapat kalian lakukan meliputi: Rajin cuci tangan secara teratur Hindari menyentuh areal wajah Mengenakan masker saat ke tempat umum Olahraga secara teratur Cukupi kebutuhan nutrisi harian Pengobatan Dokter biasanya akan melakukan beberapa macam pengobatan dan penanganan terhadap penderita pneumonia seperti halnya: Terapi kausal (dengan antibiotik/antijamur) Terapi inhalasi (pengobatan langsung ke paru) Fisioterapi dada (paru-paru) Terapi suportif umum (pemberian oksigen) Kapan Harus ke Dokter? Bila Anda atau keluarga Anda mengalami gejala pneumonia terutama berupa kesulitan bernafas, maka segera kunjungi dokter spesialis pulmonologi atau spesialis paru. Terutama bila mengalami gejala gawat darurat seperti: Kesulitan menarik nafas Demam 38 C secara terus menerus Batuk berkepanjangan Nyeri saat bernafas Orang tua usia di atas 65 tahun Anak balita di bawah usia 2 tahun Pasien kemoterapi Orang dengan sistem imun lemah Narasumber: dr. Theresia Asti Prasasti Darma Sudjono, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2024-01-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/macam-macam-diabetes/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Tag: Gejala Diabetes, Macam-Macam Diabetes, Macam-Macam Diabetes dan Penyebabnya - Translation Priorities: Optional Walau bukan penyakit menular, namun diabetes merupakan penyakit berbahaya yang paling banyak diderita oleh orang-orang di seluruh penjuru dunia. Sesuai data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar), diketahui bahwa penderita diabetes di Indonesia terus naik dari tahun ke tahun. Terlebih, ada banyak macam-macam diabetes yang diderita tiap penderita. Penyakit metabolik satu ini seringkali diturunkan dari orang tua sehingga diderita seumur hidup. Namun, ada pula kondisi yang mana tidak menurun secara genetik, namun akibat gaya hidup yang buruk. Bila dirincikan, maka ada banyak sekali jenis-jenis diabetes dan penyebabnya. Yuk simak infonya berikut ini untuk mengetahuinya. Pengertian Diabetes Diabetes adalah suatu penyakit metabolik yang berupa naiknya tingkat kadar gula darah seseorang. Penyebab dasarnya yakni karena resistensi insulin atau gangguan organ pankreas dalam memproduksi insulin. Nah, insulin sendiri adalah sebuah hormon yang berperan dalam meningkatkan metabolisme protein, karbohidrat, lemak. Nah, gula (glukosa) dalam darah juga diatur oleh hormon ini sehingga jumlahnya tetap normal. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang usia tua atau dewasa saja. Entah itu bayi, anak-anak, maupun remaja pun berpotensi terkena. Apalagi bila faktor utamanya yakni genetik yang diturunkan dari orang tua. Bila tidak melakukan kontrol atau perawatan, maka penyakit ini akan membahayakan kondisi tubuh. Contohnya berupa serangan jantung, gagal ginjal, hingga amputasi kaki atau bagian tubuh lainnya. Ciri khas penderitanya yakni seringkali merasa lapar dan haus berlebihan. Kadang juga diikuti dengan penurunan berat badan hingga sering buang air kecil (kencing). Penyakit Diabetes Gejala Utama Sering buang air kecil, sering lapar dan haus, penurunan berat badan Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Riwayat keluarga, gaya hidup yang buruk Diagnosis pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan wawancara medis Faktor Risiko Usia > 50 tahun, daya tahan tubuh rendah Pengobatan Pengobatan antihiperglikemik Pencegahan Olahraga teratur, hindari gula berlebih, makan secukupnya Komplikasi Hipoglikemia, stroke, gagal jantung, amputasi bagian tubuh Faktor Risiko Ada beberapa faktor risiko yang menjadikan seseorang lebih berpotensi terkena penyakit ini. Berikut di antaranya: Riwayat keluarga Usia 50 tahun ke atas Riwayat prediabetes Infeksi pada usia dini Infeksi selama kehamilan Rinitis Dermatitis atopik Merokok Hipertensi Kurang aktivitas fisik Macam-Macam Diabetes dan Penyebabnya Mengutip dari laman diabetes. org. uk, diketahui bahwa macam-macam diabetes dibagi menjadi beberapa kategori seperti: A. Tipe 1 Jenis tipe 1 ini merupakan kondisi yang mana gula darah terlalu tinggi karena tubuh tidak dapat membuat hormon insulin. Penyebab: sel imun tubuh yang merusak sel beta pankreas (sel penghasil insulin). Akibatnya, tidak ada insulin yang berproduksi sama sekali (gangguan autoimun). Namun, ada beberapa kondisi yang mana penyebabnya tidak jelas (idiopatik). B. Tipe 2 Kondisi di mana pankreas tidak bekerja secara optimal dalam membuat insulin yang mencukupi (resistensi insulin). Di Inggris, 90% penderita diabetes merupakan golongan dari tipe 2 diabetes seperti ini. Penyebab: naiknya kadar gula darah akibat pankreas tidak dapat membuat insulin yang cukup untuk mengubah glukosa menjadi energi. C. Tipe 3c Jarang disebutkan, namun tipe diabetes ini juga kerap diderita beberapa pasien diabetes. Ini terjadi karena adanya kerusakan pada pankreas akibat hal lain. Penyebab: kerusakan pankreas akibat beberapa kondisi seperti kanker pankreas, pankreatisis, haemochromatosis, cystic fibrosis, atau operasi pengangkatan pankreas. D. Gestasional Gestasional merupakan penyakit metabolik akibat naiknya gula darah pada ibu hamil. Kondisi ini tidak terjadi sebelum masa kehamilan. Penyebab: masih belum tahu pasti, namun kemungkinan karena adanya peningkatan resistensi insulin selama periode kehamilan. E. MODY (Maturity Onset Diabetes of the Young) Berbeda dengan tipe 1 dan 2, MODY merupakan jenis penyakit kencing manis yang langka dan bersifat sangat menurun pada keluarga dengan persentase penurunan sekitar 50%. Penyebab: mutasi genetik tunggal yang menyebabkan anak berpotensi terkena penyakit yang sama sebelum usia 25 tahun. F. LADA (Latent Autoimmune Diabetes in Adults) Bisa dikatakan, LADA berada di antara tipe 1 dan tipe 2 diabetes. Jadi, beberapa orang kerap menamainya dengan sebutan 1,5 diabetes. Namun hingga saat ini belum jelas penggolongannya. Penyebab: belum jelas. G. Neonatal Neonatal terjadi pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Karena penderita masih sangat kecil, maka sering kali orang tua mengabaikannya. Penyebab: lebih mengarah ke genetik namun beda dengan diabetes tipe 1 yang disebabkan karena gangguan autoimun. H. Jenis Lainnya Masih ada beberapa macam-macam diabetes lainnya. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda sesuai kondisi penyebab yang mendasarinya. Berikut contohnya: Cystic fibrosis diabetes Monogenic Steroid diabetes Wolfram syndrome Alström syndrome Gejala Ada beberapa gejala diabetes yang sering dialami para penderita. Contohnya sebagai berikut: Selalu lapar Selalu haus Sering kencing Luka sulit sembuh Penglihatan kabur Penurunan berat badan Tubuh lemas Kesemutan Gatal di areal kelamin (wanita) Dermopati diabetik Diagnosis Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan kondisi penyakit satu ini. Contohnya yakni: Wawancara medis Pengecekan fisik Cek gula darah puasa Tes HbA1C (Hemoglobin terglikasi) Tes penapisan komplikasi Pencegahan Pencegahan hanya efektif untuk diabetes tipe 2 karena bisa dicegah dengan meminimalisir faktor risikonya. Sementara pada tipe 1 atau tipe lain yang belum jelas penyebabnya, maka sulit untuk mencegahnya. Batasi makanan tinggi gula Olahraga rutin, terutama aerobik Jaga berat badan ideal... - Published: 2024-01-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gizi/takut-gemuk-bulimia-nervosa/ - Kategori: Gizi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Saat seseorang mengalami kelaparan, tentunya otak akan merespons berupa keinginan untuk makan. Demikian pula saat kenyang, maka otak akan menyuruh kita untuk berhenti makan. Namun, ada satu gangguan yang berkaitan dengan makan yang disebut sebagai bulimia nervosa. Penderita bulimia tidak punya kontrol terhadap pola makan. Dengan begitu, ia akan memakan berbagai jenis makanan sekaligus dalam satu waktu dengan porsi yang begitu besar yang kemudian akan memuntahkannya kembali. Lalu, seperti apa penanganannya? Cek rincian berikut ini untuk mengetahuinya. Pengertian Bulimia Nervosa Bulimia nervosa yaitu sebuah kondisi gangguan makan. Penyakit ini tergolong sebagai gangguan kesehatan mental yang berpotensi mengancam nyawa bila tanpa mendapat penanganan yang tepat. Penderita bulimia memiliki obsesi terhadap makanan sekaligus berat badan dan bentuk badan. Secara langsung maupun tidak langsung, obsesi ini dapat membahayakan kesehatan fisik maupun psikis dari penderita. Ciri khasnya yaitu berupa makan dalam jumlah besar sekaligus dalam satu waktu (binge eating). Lalu, apakah setiap makan dengan porsi banyak bisa disebut sebagai bulimia nervosa? Tentu tidak. Ada dua karakteristik utama dari penderita penyakit ini seperti: Binge eating. Yaitu mengonsumsi makanan dengan jumlah yang sangat banyak dalam periode yang singkat atau dalam sekali makan. Purging. Yaitu mengeluarkan kembali makanan yang telah dimakan. Bisa dengan menggunakan obat-obatan ataupun dengan manual agar muntah. Umumnya, penderita bulimia memiliki kondisi berat badan yang ideal karena mereka terobsesi dengan penampilan dan bentuk badannya. Namun, perilakunya yang tidak sehat dapat membahayakan kondisinya dalam jangka panjang. Bahkan, mereka seringkali melakukan beberapa hal seperti: Olahraga dengan sangat intens Mengonsumsi obat diet tanpa pengawasan dokter Mengonsumsi obat diuretik Puasa setiap hari Siapa yang Berisiko? Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, bahwa bulimia sering terjadi pada perempuan dari pada laki-laki. Umumnya, masa remaja atau awal dewasa menjadi awal terkena penyakit ini. Walau demikian, hampir semua usia dapat berpotensi terkena bulimia. Selain itu, penyakit ini juga tidak memandang ras, etnik, usia, jenis kelamin, maupun jenis golongan darah. Setidaknya 1-2% orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini. Gejala Bulimia Nervosa Orang lain seringkali sulit mengetahui gejala bulimia pada seseorang. Penyebabnya ialah karena orang dengan kondisi penyakit ini justru akan menyembunyikannya dari orang lain. Jadi, dokter pun akan sulit mendiagnosa bila si pasien tersebut tidak terbuka sepenuhnya dengan dokter. Namun, secara umum penderita penyakit ini memiliki beberapa gejala yang tampak seperti halnya: Olahraga yang intens dan berlebihan Sering ke kamar mandi (terutama setelah makan) Sensitif dan takut dengan kegemukan Selalu terobsesi dengan bentuk tubuh ideal Cemas dan depresi Penyalahgunaan obat-obatan Merasa berdosa saat makan Menarik diri dari pergaulan maupun keluarga Beberapa gejala lain yang tampak secara fisik adalah: Gigi yang keropos/berlubang akibat asam lambung (dari muntahan) Luka atau kapalan pada jari akibat muntah yang dipaksakan Memiliki otot yang lemah Jadwal menstruasi atau haid yang tidak teratur Sering pingsan Dehidrasi Penyebab Hingga saat ini, penyebab bulimia nervosa masih belum pasti. Namun, dalam beberapa riset disebutkan bahwa faktor genetik masih menjadi risiko utama seseorang terkena penyakit satu ini. Selain itu, gaya hidup juga memengaruhinya. Bagi para artis, selebriti, influencer, atau mereka yang sehari-harinya berada di depan layar, seringkali mereka akan terobsesi dengan penampilan. Jadi, potensi terkena bulimia lebih besar. Diagnosis Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosa bulimia pada seseorang. Mereka pun akan menanyakan riwayat kesehatan termasuk keturunan untuk mengetahui apakah ada anggota keluarga lain yang mengalaminya. Selain itu, ada beberapa tes yang kerap dokter lakukan seperti halnya: Tes urin Tes darah EKG (Electrocardiogram) Tes fungsi ginjal Komplikasi Kondisi ini akan mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang optimal sehingga dapat terjadi defisiensi makronutrien, vitamin dan mineral yang dapat menyebabkan penyakit lainnya. Nah, berikut beberapa komplikasi yang sering terjadi pada penderita bulimia: Gigi berlubang Luka pada lambung dan tenggorokan Peradangan esofagus Ketidakseimbangan elektrolit Aritmia Risiko bunuh diri Gagal jantung Pencegahan Karena genetik memegang peran utama, maka tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah bulimia. Namun, dengan memiliki hubungan yang baik dengan makanan dan bentuk tubuh, serta memahami gejala awal, kita bisa melakukan perawatan secepat mungkin sehingga risiko komplikasi bisa ditekan. Bila penyebab utamanya karena stres, cemas, atau depresi, maka kalian bisa menjalani perawatan secara khusus untuk hal tersebut. Pengobatan Bulimia Nervosa membutuhkan penanganan multidisiplin dengan tujuan memperbaiki perilaku/sikap terhadap makanan dan bentuk tubuh dan memperbaiki status nutrisi serta pola makan. Dokter akan melakukan pengobatan menggunakan berbagai metode yang berbeda-beda sesuai hasil diagnosa. Umumnya, pengobatan dan perawatannya meliputi: Terapi medik gizi Psikoterapi dan konseling Obat-obatan Grup support Kapan Harus ke Dokter? Bila Anda mengalami gejala bulimia nervosa, maka segera kunjungi dokter gizi klinik dan psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa). Perawatan yang tepat dari kedua dokter tersebut akan meminimalisir terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan. Narasumber: dr. Vania Roswenda, Sp. GK Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2024-01-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-saraf/astrositoma-jenis-tumor/ - Kategori: Bedah Saraf, Penyakit - Translation Priorities: Optional Di antara sekian banyak jenis tumor, ada satu tumor yang sangat berbahaya yakni astrositoma. Seperti namanya, tumor ini memiliki bentuk bintang layaknya sel astrosit. Walau dapat menyerang sumsum tulang belakang, namun lebih sering menyerang otak besar. Perawatan penyakit ini membutuhkan kolaborasi interprofesional dari masing-masing dokter spesialis terkait. Di antaranya ada spesialis neurologi (saraf), onkologi, bedah saraf, hingga spesialis onkologi radiasi. Buat yang ingin tahu apa saja gejala dan pengobatan untuk penyakit ini, silakan simak rinciannya berikut. Apa itu Astrositoma? Astrositoma (astrocityoma) adalah salah satu jenis tumor yang berbentuk bintang (sel astrosit) yang berlokasi di sel glial yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini bisa bersifat kanker. Astrositoma sendiri merupakan glioma yang paling umum ditemui di dunia kedokteran. Glioma sendiri merupakan tumor yang terbentuk di sel glial yang tumbuh tak terkontrol. Tanpa perawatan yang tepat, Astrositoma dapat membahayakan penderitanya, mulai dari menyebabkan ragam komplikasi bahkan sampai mengancam nyawa. Umumnya, pembedahan atau operasi menjadi pilihan pertama untuk pengobatan penyakit ini. Nama Penyakit Astrositoma Gejala Utama Nyeri kepala, gangguan kognitif, mual muntah, masalah komunikasi Dokter Spesialis Dokter spesialis saraf (neurologi), spesialis bedah saraf, spesialis onkologi radiasi, spesialis bedah onkologi Penyebab Riwayat keluarga, cedera kepala Diagnosis Cek fisik, cek penunjang, wawancara medis Faktor Risiko Riwayat keluarga pengidap tumor otak, mutasi genetik, radiasi pengion Pengobatan Kemoterapi, operasi, terapi radiasi Komplikasi Kejang, gangguan syaraf, infeksi Siapa yang Berisiko? Faktor risiko pada penyakit Astrositoma rentan dialami oleh mereka yang memiliki kondisi seperti di bawah: Mutasi genetik Riwayat keluarga pengidap tumor otak Radiasi pengion Adanya cedera pada kepala Penyebab Para periset hingga saat ini masih belum mengetahui apa penyebab dari Astrositoma. Bahkan, jenis tumor ini terjadi secara random yang tidak memandang usia. Hingga sejauh ini, para periset mengidentifikasi beberapa kemungkinan utama mengapa seseorang terkena penyakit ini yakni: Genetik (riwayat keluarga) Paparan radiasi Mutasi genetik (IDH1 gen) Jenis-Jenis Astrositoma Tidak ada standar khusus yang digunakan untuk menentukan level stadium dari tumor Astrositoma seperti halnya pada kanker. Namun, jika mengacu pada data dari World Health Organization (WHO), maka ada 4 stadium dari Astrositoma yang digolongkan dari seberapa lama penderita bertahan dengan penyakit ini. Inilah lengkapnya: Stadium/Kelas Nama Waktu Survival Usia Penderita Stadium I Pilocytic astrocytomas Lebih dari 10 tahun Anak-anak dan remaja Stadium II Low-grade diffuse astrocytomas Lebih dari 5 tahun Dewasa usia 20 - 60 Stadium III Anaplastic astrocytomas Antara 2 – 5 tahun Dewasa usia 30 – 60 Stadium IV Glioblastoma Sekitar 1 tahun Dewasa usia 50 - 80 Gejala Gejala Astrositoma sangat bervariasi pada masing-masing penderita. Hal ini karena lokasi, ukuran, dan stadium yang diderita akan menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Berikut di antaranya: Kejang Mual Muntah Sakit kepala Kehilangan memori Lelah Gangguan refleks tubuh Depresi Demensia Delirium Masalah penglihatan Masalah bicara (aphasia) Diagnosa Dalam mendiagnosa, dokter akan melakukan beberapa tindakan. Di antaranya yakni: Wawancara medis: yakni akan menanyakan apa saja keluhan yang dideritanya, riwayat pengobatan, riwayat keluarga, faktor risiko, riwayat cedera bagian kepala, riwayat kesehatan keluarga, dan banyak lagi. Pemeriksaan fisik: dokter akan mengevaluasi secara mendalam terkait persarafan, tanda-tanda vital, dan berbagai pemeriksaan lain yang diperlukan. Pemeriksaan penunjang: bila masih belum bisa diidentifikasi dengan jelas, maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan penunjang. Contohnya yaitu MRI (magnetic resonance imaging) dan juga CT scan. Pencegahan Karena penyebab utamanya belum pasti, maka metode pencegahannya pun belum tersedia. Jadi, salah satu metode yang bisa digunakan adalah dengan mengurangi faktor risiko yang dapat dicegah. Contohnya yakni dengan menghindari cedera kepala seperti menggunakan pelindung kepala saat berkendara ataupun bekerja di lapangan. Sembuhkan juga beberapa penyakit lain yang menjadi faktor risiko dari penyakit ini. Pengobatan Bicara soal pengobatan, Astrositoma umumnya hanya bisa disembuhkan dengan operasi pengangkatan tumor untuk level 1 dan level 2 (jarang). Itu pun bila ahli bedah syaraf dapat mengangkatnya secara aman keseluruhan tumor tersebut. Untuk stadium atau level 3 dan 4, dilakukan triple modalitas berupa operasi, kemoterapi dan radiasi karena pertumbuhan tumor sangat cepat berkembang bahkan bisa menyebar ke bagian lain. Namun, pertumbuhannya dapat diperlambat dengan beberapa perawatan seperti: Terapi radiasi Kemoterapi Komplikasi Bila tidak dilakukan perawatan sesegera mungkin, maka Astrositoma dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan lain seperti: Infeksi Gangguan pergerakan Kebutaan Gangguan saraf Kejang Kekambuhan Kapan Karus ke Dokter? Apabila kalian punya gejala berupa masalah daya ingat, penurunan berat badan ekstrem, kejang, sakit kepala tak kunjung sembuh, dan penglihatan yang menurun maka segera kunjungi dokter saraf, dokter onkologi, onkologi radiasi, maupun dokter ahli bedah saraf. Penyakit ini membutuhkan kolaborasi interprofesional mengingat tumor otak merupakan penyakit serius yang mengancam nyawa. Dengan perawatan dan penangan sedini mungkin, maka perkembangan tumor dapat ditekan dan bahkan dapat disembuhkan total. Narasumber: dr. Aristianti, Sp. BS Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-01-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/bayi-baru-lahir-tidak-menangis/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Asfiksia neonatorum adalah penyebab utama dari gangguan perkembangan pada bayi baru lahir. Menurut WHO pada tahun 2018, asfiksia merupakan penyebab utama kematian pada bayi, sebanyak 21% kematian terjadi pada bayi dengan asfiksia di negara berkembang. Kejadian asfiksia neonatorum ini sekitar 2-27 per 1000 kelahiran. Bila tidak segera mendapatkan penanganan dari dokter, kondisi ini berdampak sangat serius hingga dapat mengancam nyawa. Berdasarkan American Academy of Paediatrics (AAP) resusitasi yang tepat terutama pada 2 menit pertama dapat memperbaiki kondisi asfiksia dan menurunkan angka kematian sebanyak 30%. Oleh karena itu, penanganan asfiksia pada bayi baru lahir merupakan hal yang harus diprioritaskan. Penanganan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir biasanya diberikan tambahan oksigenisasi sehingga tidak ada organ tubuh bayi yang mengalami kerusakan. Nah, bila bunda ingin tahu apa saja gejala dan penyebabnya, yuk simak rinciannya berikut ini. Pengertian Asfiksia Neonatorum Asfiksia neonatorum atau disebut juga sebagai asfiksia perinatal (birth asphyxia) adalah sebuah kondisi kesehatan di mana bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup karena kegagalan untuk bernapas spontan dan teratur segera setelah lahir. Kondisi ini terjadi selama, sebelum, maupun sesudah persalinan. Gejala yang tampak yakni berupa laju jantung menurun atau < 100 kali/menit saat lahir, tonus otot lemah, warna kulit bayi yang kebiruan, tidak menangis saat lahir, hingga sulit bernafas. Penilaian ini dapat kita lakukan untuk menilai APGAR score yang meruakan salah 1 kriteria untuk mediagnosis asfiksia. Tanpa perawatan yang tepat, maka afsiksia dapat mengganggu perkembangan bayi, merusak otak, dan bahkan mengancam nyawa. Mengingat saat ini kebanyakan proses persalinan dilakukan di rumah sakit, maka proses perawatan dan penanganan akan kondisi ini pun dapat segera dilakukan. Dengan begitu, tidak terjadi komplikasi maupun memburuknya kesehatan si bayi. Penyakit Asfiksia Neonatorum Gejala Utama Kulit bayi kebiruan, sulit bernafas, terkadang tidak menangis saat lahir, otot lemah, laju nadi - Published: 2024-01-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/herpes-zoster/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Tag: Gejala Herpes Zoster, Herpes Zoster, Tanda Herpes Zoster - Translation Priorities: Optional Herpes Zoster atau masyarakat umum sering menyebutnya sebagai cacar api atau dompo tergolong salah satu penyakit kulit yang dapat menyerang semua usia. Walau sering disepelekan nyatanya penyakit ini bisa membahayakan bila tidak ditangani dengan tepat. Walau sama-sama memiliki kata “herpes” dalam namanya, namun herpes zoster dan herpes simplex berbeda. Bila penyakit cacar api ini disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV), herpes simplex disebabkan oleh herpes simplex virus. Untuk tahu lebih lengkapnya, yuk simak rinciannya berikut. Apa itu Herpes Zoster? Herpes Zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus dalam saraf. gejala umumnya yaitu berupa plenting plenting berisi cairan pada kulit dan juga ruam yang gatal sekaligus menimbulkan rasa nyeri. Penyakit ini memiliki beberapa sebutan mulai dari shingles, dompo, dampa, hingga cacar api. Penyebab utamanya yakni Varicella-zoster (VZV), virus yang sama yang menjadi penyebab cacar air. Saat virus tersebut menginfeksi seseorang untuk pertama kalinya, maka akan menimbulkan cacar air. Setelah sembuh, virusnya tidak hilang melainkan dormant (tidak aktif) dan menetap di system saraf. Nah, apabila virus yang dormant tadi aktif kembali, maka itu akan menimbulkan cacar api, bukan lagi cacar air. Gejala dan reaksinya pun berbeda antara keduanya walau berasal dari virus yang sama. Penyakit Herpes Zoster (Cacar Api) Gejala Utama Gatal, ruam, plenting berisi air, panas, nyeri Dokter Spesialis Dokter spesialis kulit dan kelamin Penyebab penurunan sistem imun Diagnosis Pemeriksaan fisik dan wawancara medis Faktor Risiko Usia > 50 tahun, daya tahan tubuh rendah Pengobatan Obat antivirus, anti nyeri, vitamin Pencegahan Vaksinasi herpes zoster Komplikasi Kebutaan, sindrom ramsay-hunt, postherpetic neuralgia   Faktor Risiko Seseorang akan lebih mudah terjangkit herpes zoster apabila memiliki faktor risiko seperti berikut ini: Imun lemah: bisa terjadi akibat adanya masalah kekebalan tubuh akibat suatu penyakit tertentu seperti kanker dan HIV/AIDS. Usia >50 tahun: faktor usia juga menentukan seseorang mudah terkena penyakit ini karena semakin tua usianya maka semakin menurun daya tahan tubuhnya. Stres: baik karena stres fisik maupun stres emosional, tubuh akan melepaskan zat kimia yang akan berpengaruh terhadap imun tubuh seseorang. Pasien tertentu: seseorang yang baru saja menjalani prosedur medis besar seperti operasi transplantasi organ maupun kemoterapi biasanya akan rentan terkena penyakit ini.   Penyebab Penyebab herpes zoster adalah virus Varicella-zoster (VZV) yang juga menjadi penyebab penyakit cacar air. Virus ini akan menetap dan dormant (tidak aktif) di system saraf. Nah, bila virus tersebut aktif kembali, maka akan menyebabkan penyakit cacar api atau dampa, bukan lagi cacar air. Hingga kini, belum tahu pasti mekanisme di balik aktifnya lagi virus tersebut. Namun, berdasarkan laporan yang ada, bahwa sistem imun yang lemah menjadi penyebab utama virus tersebut aktif kembali.   Gejala Herpes Zoster Gejala herpes zoster terbagi menjadi 2 tahapan yakni: A. Tahap Prodromal (Sebelum Muncul Ruam) Gejala seperti flu Nyeri di lokasi terinfeksi Rasa tidak nyaman di perut Sakit kepala, leher, punggung, dada Kelenjar getah bening bengkak B. Tahap Aktif (Muncul Ruam dan Lepuh) Timbul ruam dan plenting berisi cairan Nyeri seperti tertusuk jarum Sensitif terhadap cahaya Sangat gatal Luka lepuh mengering setelah 5-7 hari Ruam hilang total setelah 2-4 minggu   Pencegahan Herper zoster sendiri bukan penyakit menular. Namun, virus varisela zosternya sendiri yang dapat dengan mudah menular. Untuk itu, terdapat beberapa cara pencegahan seperti berikut: Vaksinasi herpes zoster Rutin cuci tangan Hindari menggaruk ruam Hindari kontak dengan penderita   Pengobatan Mengutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), bahwa terdapat beberapa perawatan untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi herpes zoster. Di antaranya yaitu: 1. Perawatan Mandiri Ada beberapa perawatan mandiri yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit satu ini seperti halnya: Hindari mengoleskan salep antibiotik tanpa anjuran dokter Gunakan pakaian longgar dan lembut Jaga kebersihan ruam Gunakan lotion calamin atau bedak bila gatal Tetap mandi dan mengeringkan badan dengan handuk secara perlahan setelah mandi 2. Perawatan Dokter Sejatinya, herpes zoster dapat sembuh dengan sendirinya. Tapi, untuk menghindari terjadinya komplikasi maka kalian tetap perlu memeriksakannya ke dokter. Berikut ini beberapa perawatan yang kerap dilakukan: Pemberian obat antivirus Pemberian obat anti nyeri Pemberian obat topikal / oles   Komplikasi Walau jarang terjadi, namun penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi seperti halnya: Infeksi bakteri: bisa terjadi apabila ruam tidak terjaga kesterilannya Postherpetic neuralgia: rasa nyeri parah yang berlangsung lama setelah ruam sembuh Kebutaan: apabila terjadi peradangan zoster di areal mata Ramsay-hunt syndrom: paralisis saraf wajah sehingga tampak menyeringai   Kapan Harus ke Dokter? Periksakan ke dokter spesialis penyakit kulit apabila kalian mengalami beberapa kondisi seperti nyeri yang hebat, ruam dan juga luka lepuh yang parah, atau ruam di areal dekat mata. Bila kalian memiliki faktor risiko seperti yang telah kami sebutkan di atas seperti halnya telah berusia 50 tahun ke atas, pastikan juga untuk memeriksakannya ke dokter sebelum timbul komplikasi.   Narasumber: dr. Erien Afrinia, Sp. DV Spesialis Dematovenerologi Primaya Hospital Semarang - Published: 2024-01-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ciri-batu-empedu/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Batu empedu merupakan suatu endapan yang mengeras di dalam kantung empedu. Berbagai metode penanganan dapat dilakukan untuk mengeluarkannya, salah satunya yakni dengan operasi. Namun, operasi umumnya hanya dilakukan apabila sudah menunjukkan ciri batu empedu yang parah. Bila kondisi sudah parah, batu empedu dapat membahayakan tubuh kita karena komplikasi penyakit yang diderita. Salah satunya yakni penyumbatan yang menyebab sensasi nyeri yang semakin bertambah seiring waktu. Gejala ini pun bisa menimbulkan penyakit kuning bila tidak diatasi dengan tepat. Mengenal Apa itu Penyakit Batu Empedu Batu empedu (Cholelithiasis) adalah sebuah endapan cairan pencernaan yang mengeras yang terbentuk di dalam kantong empedu. Nah, kantong empedu sendiri merupakan suatu organ yang terletak di bawah hati (liver). Fungsinya ialah untuk menampung empedu yang nantinya akan dikeluarkan ke usus. Endapan batu empedu umumnya berada di kantong empedu. Namun, dapat terbawa hingga ke saluran empedu yang mengakibatkan penyumbatan serta infeksi kolangitis (infeksi saluran empedu). Menurut riset yang dipublikasikan oleh The Medical Clinics of North America, bahwa sebanyak 15% penderita batu empedu di kantong empedu pasti memiliki batu empedu di saluran empedunya. Dari jenis batu endapannya, penyakit ini digolongkan menjadi 4 kategori yakni: Batu Empedu Kolesterol: jenis batu empedu yang terbentuk dari sisa-sisa endapan kolesterol jenuh dengan ciri khas berwarna kuning atau hijau. Empedu Bilirubin Batu: disebut juga bau empedu pigmen yang zat utamanya adalah kalsium bilirubinat dengan warna hitam, biru tua, atau cokelat. Hipomotilitas kandung empedu: yakni ketika kandung empedu tidak lagi dapat mengosongkan empedu secara efektif sehingga mengendap jadi batu. Batu Empedu Campuran: hampir 80% kasus batu empedu merupakan batu empedu campuran yang terdiri atas batu kolesterol dan bilirubin. Nama Penyakit Batu empedu (Cholelithiasis) Gejala Utama Nyeri perut Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam, dokter bedah umum, dokter bedah digestif Penyebab Utama Penumpukan cairan pencernaan Diagnosis USG abdomen, wawancara medis, cek fisik Pencegahan Tidak diet ekstrem, olahraga, batasi alkohol Pengobatan Pengobatan anti nyeri, operasi Komplikasi Infeksi saluran empedu (kolangitis), infeksi darah (sepsis) Faktor Risiko Batu empedu memiliki peningkatan risiko pada mereka yang memiliki kondisi sebagai berikut: Perempuan Usia 40 tahun ke atas Riwayat keluarga Wanita hamil Keturunan ras Kaukasia Penderita diabetes Penderita obesitas Kurang aktivitas fisik Sering makan kolesterol Kurang konsumsi serat Sering konsumsi daging merah Punya penyakit liver Kelainan darah (anemia sel sabit) Penyebab Sejatinya, penyebab batu empedu adalah adanya ketidakseimbangan senyawa kimia di dalam kantong empedu. Riset sendiri masih belum paham betul kondisi apa yang menyebabkan ketidakseimbangan kondisi tersebut. Namun, berikut ini beberapa hal yan menjadi penyebabnya: 1. Terlalu Banyak Kolesterol Jenuh Kolesterol jenuh yang sangat banyak yang terdapat di dalam empedu dapat mengakibatkan endapan batu empedu yang hasilnya berwarna kekuningan. 2. Bilirubin yang Terlalu Banyak di Empedu Bilirubin adalah senyawa kimia yang diproduksi untuk mencerna sel darah merah. Bila kondisinya terlalu banyak, maka dapat mengendap menjadi batu empedu. 3. Kemampuan Kantong Empedu yang Menurun Suatu saat, kantong empedu harus menurunkan atau mengosongkan cairan empedu yang ada di dalamnya. Bila tidak mampu mengosongkannya, maka dapat mengendap dan terbentuk batu. 4. Garam Empedu yang Tidak Mencukupi Garam empedu berperan dalam memecah lemak, menghilangkan limbah sistem pencernaan, penyerapan vitamin larut lemak, dan berperan sebagai surfaktan dalam tubuh. Kekurangan garam empedu berakibat pada pengendapan batu empedu. Ciri Batu Empedu yang Parah Di US, sebanyak 9% wanitanya memiliki batu empedu dan 6% untuk pria. Sebagian besarnya merupakan batu empedu asimptomatik (tanpa gejala) yang tidak butuh pengobatan khusus. Namun demikian, sebanyak 20% batu empedu asimptomatik baru merasakan gejalanya selama 15 tahun kemudian. Sakit tiba-tiba pada perut kanan atas Sakit tiba-tiba di tengah perut Mual dan muntah-muntah Sakit di punggung dan bahu kanan Demam tinggi menggigil Menguningnya kulit Menguningnya bagian putih mata Komplikasi Walau sebagian besar kasus batu empedu tidak menimbulkan komplikasi, namun untuk kondisi yang parah atau kronis dapat menyebabkan: Peradangan kantong empedu Penyumbatan saluran epedu Kanker kantung empedu Penyumbatan saluran pankreas Cara Dokter Mendiagnosa Terdapat beberapa metode yang dipakai untuk mendiagnosa penyakit batu empedu seperti halnya: Pemeriksaan fisik (mata & kulit) Ultrasonografi (USG) CT Scan Tes darah Pemindaian radionuklida Pencegahan Penyakit ini lebih kerap menyerang mereka yang punya kategori 4F yakni Female, Forty, Fertile, dan Fatty. (Wanita, usia 40-an, usia subur, kegemukan). Bila anda termasuk wanita, berusia 40 tahun, dan sedang dalam usia subur maka risikonya lebih besar. Namun, ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan seperti: Hindari diet penurunan badan ekstrem Jangan sampai melewatkan jadwal makan Pertahankan berat badan yang ideal Makan-makanan berserat tinggi Pengobatan Apakah sakit batu empedu bisa sembuh tanpa operasi? Dalam suatu penelitian diketahui bahwa hanya 30% dari total penderita batu empedu asimptomatik (tanpa gejala) yang perlu dioperasi. Saat awal-awal gejala, umumnya dokter hanya akan memberikan obat pereda rasa sakit. Namun, dalam kondisi yang menunjukkan ciri batu empedu yang parah, maka dokter akan memilih tindakan operasi pengangkatan kantung empedu. Selain operasi, ada beberapa pengobatan lain yang bisa digunakan seperti: A. ESWL (Extracorporeal shockwave lithotripsy) Extracorporeal shockwave lithotripsy adalah terapi shockwave atau gelombang kejut yang berguna untuk... - Published: 2024-01-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/prediabetes/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Saat kadar gula seseorang melebihi batas normal, maka ia belum bisa dikatakan terkena diabetes. Apabila belum mencapai ambang batas atas gula darah, maka ia masuk kategori prediabetes. Lalu, berapa lama prediabetes bisa normal? Risiko dari prediabetes menjadi diabetes umumnya berkisar antara beberapa tahun hingga beberapa puluh tahun. Walau demikian, dengan pola gaya hidup sehat maka risiko tersebut akan berkurang. Jadi, seperti apa pola pencegahan agar prediabetes tidak menjadi diabetes? Yuk simak rinciannya berikut! Pengertian Prediabetes Prediabetes atau pradiabetes adalah kondisi peningkatan kadar gula dalam darah yang melebihi batas ambang normal namun belum cukup tinggi untuk disebut sebagai diabetes. Dalam medis, kondisi ini juga kerap disebut sebagai borderline diabetes. Kadar gula darah pada penderita prediabetes yakni 100 – 125 mg/dL atau 5,6-7,0 mmol/L untuk jenis kadar GDP (gula darah puasa). Seseorang baru dikatakan diabetes apabila telah mencapai angka 126 mg/dL atau di atas 7,0 mmol/L. Penyakit ini termasuk salah satu kelainan metabolik yang kerap berhubungan dengan obesitas atau kegemukan. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang intensif serta melakukan pola hidup sehat, maka prediabetes dapat berkembang ke tahap lanjut. Gejala yang timbul memang tidak separah penderita diabetes (diabetes mellitus tipe 2). Namun, kondisi ini juga berisiko menyebabkan gangguan jantung dan stroke. Jadi, prediabetes termasuk dalam kategori penyakit serius yang dapat membahayakan nyawa. Di Amerika, 1 dari 3 orang mengidap prediabetes. Bahkan, 80% dari mereka tidak mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi penyakit ini. Tanpa penangan yang tepat, maka kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2 dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. Kondisi Prediabetes Gejala Utama Cepat haus, cepat lapar, kulit menghitam di area lekukan, sering buang air kecil Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Gangguan insulin Diagnosis Cek kadar GDP, HbA1c, TTGO Faktor Risiko Riwayat keturunan, obesitas, kurang aktif Pengobatan Pemberian obat penurun gula darah Pencegahan Perubahan gaya hidup Komplikasi Diabetes tipe 2, jantung, stroke, ginjal, kebutaan, amputasi Faktor Risiko Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang dapat terkena risiko prediabetes. Di antaranya yakni: Obesitas Keturunan keluarga Usia 40 tahun ke atas Kurang bergerak Tekanan darah tinggi Kadar HDL rendah Kadar trigliserida tinggi Lahir anak lebih dari 4 kg Perokok Konsumsi makanan tidak sehat Penderita PCOS (polycystic ovarian syndrome) Berapa Lama Prediabetes Bisa Normal? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seseorang yang mengidap prediabetes dapat disembuhkan dengan pola gaya hidup sehat. Walau demikian, dalam sebuah studi karya Philip Tuso yang terbit di The Permanente Journal 2014, bahwa 37% pengidap prediabetes dapat naik menjadi diabetes dalam waktu 4 tahun. Untuk berapa lama prediabetes bisa normal, maka hal itu tergantung dari pola gaya hidup yang dilakukan. Bila belum terlalu parah, maka dapat sembuh dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun sejak awal mengidap. Penyebab Prediabetes berhubungan erat dengan masalah fungsi insulin (resistensi insulin). Nah, insulin sendiri adalah salah satu hormon penting dalam tubuh. Bila kinerjanya terganggu, maka dapat mengakibatkan: Tidak bisa membantu glukosa masuk ke sel Tubuh tidak punya energi Pengeluaran hormon insulin terbatas Respons terhadap insulin semakin menipis Gejala Prediabetes Sebanyak 80% penderita prediabetes tidak sadar kalau mereka mengidap penyakit ini karena gejalanya tidak terlalu tampak. Berikut di antaranya: Cepat merasa lapar Penglihatan kabur Sering merasa haus Luka sulit sembuh Sering kencing Sering kesemutan Penurunan berat badan Kulit menghitam di area lekukan Diagnosa Umumnya, dokter akan mendiagnosa dengan mengukur kadar HbA1c atau kadar gula dalam darah saat seseorang puasa dalam 2-3 bulan terakhir. Seseorang masuk kategori prediabetes apabila: Kadar glukosa darah saat puasa: 100 mg/dL-125 mg/dL Kadar HbA1c 2-3 bulan terakhir: 5,7 – 6,4% Dokter juga akan melakukan tes toleransi glukosa jika perlu. Terutama bila kadar HbA1c di bawah 42 mmol/mol namun menunjukkan tanda-tanda prediabetes. Tes toleransi glukosa juga dapat terganggu bila hasilnya antara 140 mg/dL–199 mg/dL. Komplikasi Tanpa penanganan secara intensif, maka prediabetes dapat menimbulkan komplikasi seperti: Gangguan jantung Stroke Kebutaan Kerusakan saraf Kerusakan ginjal Kolesterol tinggi Amputasi Pencegahan Agar tidak naik status menjadi DM tipe 2, maka penderita prediabetes harus melakukan pencegahan seperti: Olahraga rutin Makan-makanan sehat Hindari stres Berhenti merokok Hindari obesitas Istirahat yang cukup Cek kadar gula rutin Pengobatan Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa prediabetes tidak mesti menjadi diabetes. Melainkan bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat seperti: Kontrol berat badan Perubahan diet harian Minum obat penurun gula darah Kontrol tingkat kolestrol Kontrol tekanan darah Beraktivitas minimal 30 menit/hari Kapan Harus ke Dokter? Saat salah satu dari beberapa gejala prediabetes muncul dalam tubuh kalian, maka segera periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam. Dengan begitu, kalian akan mendapatkan penanganan yang tepat bila terkena penyakit ini. Perawatan yang tepat dari dokter andalan tentunya akan membantu mencegah prediabetes menjadi DM tipe 2. Selain itu, pola hidup sehat sehari-hari juga akan membuat kadar gula darah kalian normal kembali seperti sedia kala. Narasumber: dr. Ricky Setiawan Kepala Divisi Pelayanan dan Penunjang Medis Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-01-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/phacoemulsification/ - Kategori: Tindakan Medis, Umum - Translation Priorities: Optional Phacoemulsification adalah buah perkembangan teknologi di bidang kesehatan mata. Prosedur bedah mata modern ini sangat efektif untuk mengatasi katarak, salah satu masalah mata yang banyak dialami oleh penduduk di seluruh dunia. Mengenal Phacoemulsification Phacoemulsification adalah teknik bedah mata yang inovatif untuk mengatasi katarak, yakni kondisi umum ketika lensa mata menjadi keruh sehingga kemampuan penglihatan menurun. Jika dibiarkan tanpa penanganan, katarak bisa mengakibatkan kebutaan. Dengan phacoemulsification, lensa yang keruh akan dihancurkan dengan teknologi gelombang ultrasonik menjadi fragmen-fragmen kecil. Setelah itu, pecahan lensa itu diangkat atau diisap keluar dan dipasang lensa buatan sebagai pengganti. Phacoemulsification menawarkan berbagai keunggulan yang tak dimiliki jenis operasi katarak lain. Misalnya prosedur ini hanya memerlukan sayatan yang kecil untuk mengangkat lensa yang rusak dan menggantinya dengan lensa baru. Alhasil, penglihatan bisa lebih cepat pulih dengan risiko komplikasi yang lebih kecil. Saat ini phacoemulsification menjadi prosedur standar untuk mengatasi katarak, terutama untuk katarak yang belum mengeras. Tingkat keberhasilan operasi katarak secara umum mencapai 97-98 persen menurut studi yang dimuat di Harvard Health Publishing. Karena itu, orang yang menderita katarak disarankan untuk menjalani tindakan operasi demi mengembalikan penglihatannya yang jernih. Siapa Saja yang Memerlukan Phacoemulsification Phacoemulsification direkomendasikan bagi siapa pun yang mengalami katarak. Katarak bisa mempengaruhi orang dari berbagai latar belakang dan usia. Karena itu, jika mengalami gejala katarak dan memenuhi kriteria tertentu yang dianggap memerlukan prosedur phacoemulsification, siapa saja bisa menjalaninya. Khususnya penderita katarak yang sudah banyak mengalami penurunan kemampuan penglihatan dan tak lagi dapat melakukan rutinitas dengan lancar, seperti berkendara, membaca, bahkan sekadar melihat orang-orang di sekitar. Meski begitu, konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter mata tetap diperlukan untuk menentukan apakah seseorang memerlukan prosedur phacoemulsification atau jenis operasi katarak lain. Kapan Seseorang Memerlukan Phacoemulsification Seseorang mungkin memerlukan phacoemulsification ketika mengalami gejala katarak yang meliputi: Penglihatan kabur atau buram seperti berkabut sehingga sulit melihat dengan jelas Ada semacam lingkaran putih ketika melihat cahaya Muncul kilatan yang membuat silau saat ada cahaya terang Kesulitan membedakan warna dengan jelas Kemampuan penglihatan menurun saat malam tiba atau ketika cahaya kurang Ukuran refraksi mata berubah sehingga harus mengganti kacamata baru untuk dapat melihat dengan jelas Manfaat/Tujuan Phacoemulsification Sebagai teknik bedah mata modern untuk mengatasi katarak dan memperbaiki penglihatan, phacoemulsification memiliki sederet manfaat dan keunggulan, seperti: Pemulihan pasien lebih cepat karena hanya butuh sayatan kecil pada kornea Sebagian besar struktur mata yang sehat bisa dipertahankan tanpa harus diangkat Pengangkatan lensa yang keruh lebih akurat Risiko komplikasi lebih rendah daripada teknik operasi mata lain Persiapan Sebelum Menjalani Phacoemulsification Persiapan yang tepat akan membantu memastikan kelancaran prosedur phacoemulsification sehingga bisa memperoleh hasil yang diharapkan berupa pulihnya penglihatan. Berikut ini langkah persiapan umum sebelum menjalani operasi phacoemulsification: Berkonsultasi dengan dokter mata sekaligus menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh Pemeriksaan pra-operasi, seperti pengukuran tekanan mata dan panjang mata serta evaluasi kondisi kesehatan secara umum Memberi tahu dokter jika sedang rutin minum obat atau suplemen tertentu serta bila punya alergi tertentu Karena pasien tak mungkin mengemudi sendiri setelah operasi, siapkan pula orang yang bisa mendampingi atau mengantar pulang dari rumah sakit Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur phacoemulsification hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis mata yang terlatih dan berpengalaman di bidangnya. Langkah operasi mata ini meliputi: Pemberian suntikan bius lokal di sekitar area mata atau lewat tetes mata agar mata mati rasa selama prosedur berlangsung dan pasien tak merasakan sakit Menggunakan pisau bedah khusus, dokter membuat sayatan kecil pada permukaan kornea Begitu kornea terbuka dan dokter mendapatkan akses ke lensa, gelombang ultrasonik digunakan untuk menghancurkan lensa yang terkena katarak Potongan-potongan kecil lensa lantas diisap keluar dari mata dengan alat isap khusus secara lembut Dokter memasang lensa intraokular buatan menggantikan lensa yang diangkat Bekas sayatan ditutup dengan jahitan Perawatan Pasca Phacoemulsification Prosedur phacoemulsification biasanya memerlukan waktu sekitar 30-45 menit, tergantung tingkat keparahan katarak dan kondisi mata pasien. Seusai operasi, pasien akan menjalani perawatan untuk pemulihan dan mengantisipasi komplikasi yang mungkin terjadi. Setelah dievaluasi dokter dan dinilai tak ada masalah, pasien boleh pulang. Perawatan yang perlu diperhatikan pasien di luar rumah sakit untuk menunjang penyembuhan dan pemulihan meliputi: Mengenakan pelindung mata sesuai dengan instruksi dokter, termasuk ketika tidur guna menghindari gesekan atau tekanan Banyak beristirahat dan memantau kondisi mata secara reguler Menggunakan obat tetes mata sesuai dengan resep dokter Tidak melakukan aktivitas yang berisiko terhadap mata, termasuk menggosok mata serta bersin atau batuk dengan keras karena tekanan pada mata bisa meningkat Mengenakan kacamata ketika beraktivitas di luar ruang pada saat siang Menghindarkan mata dari kontak langsung dengan air selama beberapa hari sesuai dengan petunjuk dokter Mengikuti jadwal pemeriksaan tindak lanjut pasca-operasi Adakah Efek Samping Setelah Phacoemulsification Phacoemulsification adalah prosedur bedah mata yang terbilang aman. Tapi efek samping setelah menjalani tindakan ini bisa muncul, seperti: Mata terasa tidak nyaman, kering, dan gatal Ada seperti lingkaran putih ketika melihat Mata sensitif terhadap cahaya Mual dan kebingungan Mata memerah Mata terlihat seperti mengantuk Glaukoma sekunder Phacoemulsification di Primaya Hospital Primaya Hospital telah terbukti menjadi pilihan yang tepat... - Published: 2024-01-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gejala-amenorea/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Saat seorang wanita melewatkan satu atau lebih periode haid atau menstruasi, maka itu disebut sebagai amenorrhea. Gejala amenorea sendiri cukup beragam, demikian pula dengan penyebab yang mendasarinya. Umumnya, amenorea bukanlah gejala penyakit serius. Namun, tanpa perawatan yang tepat, hal ini bisa menjadi tanda dari suatu kondisi kelainan pada tubuh. Segera kunjungi dokter bila Anda melewatkan beberapa periode menstruasi dalam rentang waktu 3 bulan atau lebih. Apa itu Amenorea? Amenorea (Amenorrhea) atau dalam bahasa medis sering disebut sebagai amenore adalah kondisi ketika Anda tidak mengalami periode menstruasi (haid). Kondisi ini merupakan hal normal pada wanita yang sedang hamil, menyusui, sebelum pubertas, atau saat memasuki masa menopause. Namun, selain di luar kondisi tersebut maka masuk dalam gejala yang tidak normal dan justru bisa jadi tanda akan penyakit tertentu. Ada dua jenis amenore yang terbagi berdasarkan gejalanya. Yakni: Amenore Primer: saat wanita sudah berusia di atas 15 tahun namun belum haid walaupun telah muncul tanda seks sekunder seperti payudara yang tumbuh dan tumbuhnya rambut pubis. Kondisi ini terjadi hanya pada 0,1 – 2,5% wanita di usia reproduksi di seluruh dunia. Amenore Sekunder: bila sebelumnya si wanita punya kondisi siklus haid yang normal namun tiba-tiba tidak menstruasi selama 3 periode atau lebih berturut-turut. Kondisi ini lebih kerap terjadi dibandingkan amenore prime. Kondisi Amenorea (Amenorrhea) Gejala Utama Haid yang berhenti selama 3 periode atau lebih Dokter Spesialis Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Penyebab Utama Stres, riwayat keluarga, penyakit kronik Diagnosis Anamnesis, histeroskopi, USG, cek kadar FSH Faktor Risiko Genetik, BB yang tidak ideal, penyakit kronis, diet ekstrem Pencegahan Pola hidup sehat, cek kadar kalsium, cek kadar vitamin D Komplikasi Masalah kesuburan, osteoporosis Faktor Risiko Amenore Menurut Cleveland Clinic, diketahui bahwa 1 dari 4 wanita usia subur yang tidak sedang hamil atau menyusui pernah setidaknya sekali mengalami amenore. Jadi, kondisi ini terbilang gejala yang normal. Namun, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena kondisi ini seperti: Genetik (riwayat keluarga) Gangguan makan Stres Kondisi obesitas (kegemukan) Berat badan terlalu rendah Diet ekstrem Olahraga ekstrem Penyakit kronis Penyebab Untuk melihat apa saja penyebabnya, maka kita dapat membaginya berdasarkan jenisnya yakni: 1. Amorea Primer Kelainan kromosom seperti sindrom Turner Masalah pada organ reproduksi wanita Gangguan pada pituitary gland atau pada otak 2. Amorea Sekunder Kehamilan Menyusui Menopause Penggunaan pil KB Kemoterapi bagi penderita kanker Stres berlebih Kekurangan nutrisi Olahraga ekstrem Diet ekstrem Obat-obatan tertentu Kegemukan Beberapa jenis tumor Sindrom iritasi usus besar Gangguan ginjal Gangguan tiroid Gejala Amenorea Ada beberapa gejala amenorea yang tampak pada wanita yang sedang mengalaminya seperti halnya: Tidak haid Nyeri kepala Rambut rontok Nyeri panggul Keluar cairan dari puting Gangguan mata Munculnya jerawat Tumbuh bulu halus wajah Komplikasi Tak hanya gejala amenorea saja yang wajib diwaspadai, namun juga komplikasi yang mungkin membahayakan kesehatan seperti: Osteoporosis akibat level estrogen dalam tubuh yang terlampau r endah Ketidaksuburan karena tidak adanya ovulasi sehingga tidak bisa hamil Cara Dokter Mendiagnosa Banyak metode yang digunakan untuk mengetahui gangguan berhentinya haid pada wanita. Berikut ini di antaranya: Tes Tiroid: mengukur level TSH (Hormon Perangsang Tiroid) dalam darah mengingat gangguan tiroid menjadi penyebab utama amenore. Tes Androgen: mengecek tingkat androgen dalam darah yang biasa dilakukan bersamaan dengan tes tiroid. Pencitraan MRI: penggunaan alat resonansi magnetik pada otak untuk mengetahui kelainan kelenjar hipotalamus dan kelenjar hipofisis. Tes Ovarium: pengecekan fungsi ovarium dengan cara mengukur level FSH (Hormon Perangsang Folikel) dalam darah. Tes Prolaktin: berguna untuk mengukur kadar hormon prolaktin yang bisa jadi pertanda akan adanya tumor pituitari. CT Scan: melakukan tomografis komputer pada panggul maupun perut untuk melihat kondisi indung telur dan kelainan pada rahim. Tes USG: pengecekan dengan metode ultrasonografi untuk melihat secara rinci penyebab akan amenore. Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa macam upaya seperti halnya: Menjalankan pola hidup sehat Selalu jaga pola makan Hindari diet ekstrem Hindari olahraga ekstrem Istirahat yang cukup Catat periode haid secara rutin Pengobatan Dokter akan melakukan beberapa perawatan dan pengobatan dengan beberapa metode di bawah ini: Pemberian obat-obatan sesuai dengan gejala penyakit yang mendasarinya Operasi dan terapi hormon apabila penyebabnya berasal dari genetik Olahraga dan diet sehat bagi pasien yang memiliki obesitas (kegemukan) Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan apabila Anda tidak haid selama periode 3 bulan atau lebih. Kunjungi dokter spesialis genetika apabila amenorea yang Anda dapatkan berasal dari riwayat keturunan keluarga. Kunjungi juga dokter apabila memiliki masalah seperti berikut ini: Mengeluarkan ASI padahal tidak sedang mau melahirkan Masalah pada koordinasi dan keseimbangan tubuh Usia di atas 15 tahun namun belum pernah haid Gangguan penglihatan diiringi pusing Rambut yang tumbuh secara berlebih Demikianlah rincian singkat tentang gejala amenorea beserta penyebab dan kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke dokter. Narasumber: dr. Nenny Yoanitha, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2024-01-16 - Modified: 2023-12-27 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/dampak-bullying/ - Kategori: Kejiwaan Perundungan atau bullying belakangan ini sudah menjadi hal yang cukup biasa terjadi di masyarakat dan telah menjadi situasi darurat kesehatan masyarakat. Perundungan biasanya dilakukan dengan ‘halus’ dan tersembunyi, karenanya dampak bullying sangat memengaruhi kondisi para korban. Dapatkan layanan konsultasi online dengan psikolog bersama layanan homecare Kavacare. Hubungi Kavacare Support melalui Whatsapp di nomor 0811 - 1446 - 777 hari ini. Apa Itu Perundungan (Bullying)? Bullying, yang di dalam bahasa Indonesia disebut dengan perundungan atau penindasan, merupakan segala bentuk kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang merasa lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Meskipun kerap terjadi pada anak-anak dan remaja, kasus ini juga dapat menimpa orang dewasa. Kasus bullying yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia kian memprihatinkan. Hasil kajian Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter tahun 2014 menyebutkan, hampir setiap sekolah di Indonesia ditemukan adanya kasus perundungan, meski ‘hanya’ bullying verbal dan psikologis/mental. Dampak Fisik Perundungan Paparan stres akibat perundungan dapat memicu serangkaian perubahan fisik di dalam tubuh, yang disebut sebagai respons fight or flight. Ketika otak mengenali situasi stres, terdapat pelepasan hormon yang mendorong ginjal untuk melepaskan epinefrin atau adrenalin. Ini dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi, juga kadar gula darah untuk mempersiapkan otot sebelum beraksi. Akibatnya, menekan proses tubuh yang kurang penting, seperti fungsi kekebalan dan pencernaan. Selain itu, dampak pada fisik yang dapat ditimbulkan perundungan adalah sebagai berikut. 1. Sakit Kepala Menderita stres dapat meningkatkan risiko sakit kepala karena tegang yang terjadi di sekitar dahi, belakang kepala, dan leher. Meskipun mungkin pada mulanya terasa ringan, semakin sering mengalaminya, rasa sakit pada kepala tersebut bisa semakin memburuk. 2. Nyeri Otot Perundungan dapat membuat seseorang merasa tegang, sehingga bukan tidak mungkin mereka mengalami rasa sakit di punggung dan tungkai juga. Stres psikologis membuat otot berkontraksi, tidak hanya saat aktif, tetapi juga saat istirahat. Kontraksi terus menerus ini kemudian menyebabkan rasa nyeri pada otot. 3. Gangguan Pencernaan Bila seseorang menderita sindrom iritasi usus, mendapatkan perundungan mungkin dapat membuat kondisi tersebut memburuk. Hal ini terjadi karena ada hubungan yang erat antara otak dan sistem pencernaan karena jaringan saraf yang memasok usus. Mengalami stres dapat meningkatkan sensitivitas usus dan lambung. 4. Fungsi Kekebalan Tubuh yang Menurun Mengalami perundungan dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami flu dan infeksi ringan lainnya akibat paparan terus-menerus terhadap situasi stres yang berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi pada hidung dan tenggorokan. 5. Sering Berdebar Stres terus-menerus dapat meningkatkan detak jantung dan sensasi berdebar. Hal ini seringkali dikaitkan dengan kondisi cemas atau anxiety. Dampak Mental dan Emosional Penindasan mungkin memiliki reputasi sebagai masalah yang terjadi ‘hanya’ di halaman sekolah, tetapi efek kesehatan mental korbannya jauh melampaui halaman sekolah. Anak-anak yang diintimidasi menghadapi peningkatan risiko masalah sosial dan emosional dalam jangka pendek dan panjang, bahkan hingga dewasa. 1. Dampak Jangka Pendek Dalam jangka pendek, intimidasi dapat menyebabkan beberapa hal, seperti: Rendah diri. Sulit tidur. Pikiran menyakiti diri sendiri, bahkan bunuh diri. 2. Dampak Jangka Panjang Meski pengalaman tidak menyenangkan tersebut bisa mereda seiring waktu, tidak berarti korban perundungan telah melupakannya. Terdapat temuan bahwa anak-anak yang mengalami perundungan berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental saat mereka tumbuh dewasa. Risiko kesehatan mental yang mungkin timbul dalam jangka waktu panjang tersebut, antara lain: Gangguan kecemasan umum. Gangguan panik. Agorafobia. Menghindari sekolah. Jenis-Jenis Perundungan Ada banyak jenis perundungan yang sebenarnya bisa ditemukan di dalam suatu kelompok tertentu. Berikut ini merupakan jenis-jenis perundungan dan penjelasan singkat mengenai hal tersebut. 1. Perundungan Fisik Jenis ini merupakan bentuk perundungan yang paling jelas dan mudah diidentifikasi. Pelaku biasanya menggunakan kekuatan fisik untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas target perundungan mereka. Kerapnya, pelaku bertubuh lebih besar, kuat, dan agresif daripada teman sebayanya. Contoh tindak bullying fisik, antara lain menendang, memukul, meninju, menampar, mendorong, dan serangan fisik lainnya. 2. Perundungan Verbal Pelaku bullying verbal menggunakan kata-kata, pernyataan, dan panggilan nama untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas target mereka. Jenis perundungan ini kerapnya sangat sulit diidentifikasi karena para pelaku melakukan aksinya ketika sedang tidak ada orang dewasa di sekitar mereka. Biasanya, pelaku perundungan verbal akan menggunakan hinaan tanpa henti untuk meremehkan, merendahkan, dan menyakiti orang lain. Pelaku memilih target berdasarkan penampilan, tindakan, atau perilaku mereka. Umum juga bagi perundung verbal menjadikan anak-anak dengan kebutuhan khusus sebagai target mereka. 3. Agresi Relasional Agresi relasional adalah jenis perundungan yang licik dan berbahaya yang sering luput dari perhatian orang tua dan guru. Kadang-kadang, jenis ini disebut juga sebagai perundungan emosional atau perundungan sosial, di mana remaja mencoba menyakiti teman sebayanya atau menyabotase status sosial mereka. Pelaku jenis perundungan ini sering mengucilkan seseorang dari suatu kelompok, menyebarkan berita bohong, memanipulasi situasi, dan merusak kepercayaan. Tujuan melakukan aksi ini adalah untuk meningkatkan status sosial diri sendiri dengan mengendalikan atau mengintimidasi orang lain. Biasanya lebih banyak dilakukan oleh anak-anak perempuan dan tidak hanya di lingkungan sekolah, pada lingkungan kerja pun... - Published: 2024-01-15 - Modified: 2023-12-27 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/menghilangkan-komedo/ - Kategori: Kulit dan Kelamin Pernahkah Anda menemukan banyak benjolan kecil sewarna kulit serupa jerawat, tetapi tidak berwarna kemerahan, di beberapa bagian wajah Anda? Besar kemungkinan, hal tersebut adalah komedo, yang merupakan istilah tidak asing lagi kebanyakan orang. Namun, apa sebenarnya definisi dari komedo dan apa yang dapat menyebabkan komedo muncul? Bila Anda memerlukan layanan konsultasi dokter di rumah, Anda bisa menghubungi Kavacare. Kontak Kavacare Support melalui Whatsapp di nomor 0811 - 1446 - 777 hari ini untuk konsultasi kebutuhan perawatan Anda di rumah. Apa Itu Komedo? Komedo adalah benjolan kecil (papula) yang dapat berwarna seperti kulit, putih, atau bahkan gelap, yang memberikan tekstur kasar pada kulit. Komedo merupakan salah satu jenis jerawat yang ditemukan pada pembukaan pori-pori kulit, seringnya di bagian dahi dan dagu, dengan isian padat di bagian tengah benjolannya. Jenis-Jenis Komedo Meskipun komedo merupakan salah satu bentuk jerawat, komedo masih dibedakan lagi menjadi beberapa jenis. Jenis yang paling banyak dikenal kebanyakan orang adalah komedo whiteheads dan blackheads. Selain dua jenis tersebut, masih ada jenis komedo yang lain, antara lain: Whiteheads, yaitu komedo yang tertutup oleh kulit, berwarna seperti kulit normal atau sedikit lebih terang dari kulit sekitarnya. Blackheads, yaitu komedo yang pembukaan pori-porinya terbuka, sehingga benjolan komedo yang masih mengandung kulit mati dan minyak terpapar udara secara langsung menyebabkan oksidasi lemak sehingga menjadikan komedo tersebut berwarna gelap. Microcomedones, merupakan komedo yang sangat kecil hingga tidak tampak oleh mata telanjang. Macrocomedones, merupakan komedo tertutup di wajah yang berukuran lebih besar dari 2-3 mm. Giant comedones atau komedo raksasa, adalah sejenis kista di mana terdapat komedo blackhead besar di kulit yang lubang pori-porinya terbuka. Solar comedones atau komedo surya, yang biasanya ditemukan pada pipi dan dagu orang-orang berusia lanjut yang diduga merupakan kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari. Bagaimana Komedo Terbentuk? Komedo merupakan pori-pori atau folikel rambut yang tersumbat oleh bakteri, minyak, dan sel kulit mati yang membentuk benjolan di kulit. Sumbatan ini terjadi, akibat sel-sel yang melapisi saluran kelenjar minyak (sebum) berkembang biak dan selanjutnya terjadi peningkatan produksi minyak yang kemudian menyumbat saluran kelenjar minyak dan pori-pori pada kulit. Meski tidak separah dan semenyakitkan jenis jerawat yang lain, komedo diketahui juga melibatkan peradangan. Adanya riwayat jerawat pada anggota keluarga juga meningkatkan risiko seseorang rentan memiliki komedo pada kulit. Selain itu, ada juga beberapa faktor yang menyebabkan muncul dan berkembangnya komedo, seperti: Aktivitas berlebihan hormon testosteron pria di dalam sel kulit. Penurunan jumlah linoleat (garam dari asam lemak esensial, asam linoleat) dalam sebum menyebabkan terbentuknya lebih banyak kerak dan mengurangi fungsi pelindung pada kulit. Sitokin proinflamasi (protein yang memberi sinyal pada sel), seperti Interleukin 1 (IL-1) dan IL-8, diproduksi oleh sel yang kemudian melapisi pori-pori sebagai respons terhadap aktivasi sistem kekebalan tubuh bawaan. Bakteri jerawat yang kemudian mendorong minyak menghasilkan asam lemak bebas. Kontak dengan bahan kimia tertentu, termasuk pomade berminyak, isopropil miristat, propilen glikol dan beberapa pewarna dalam kosmetik. Pecahnya pori-pori karena cedera, seperti memencet jerawat, pencucian abrasif, pengelupasan kimia atau perawatan laser. Merokok, komedo lebih sering terjadi pada perokok daripada mereka yang tidak merokok. Faktor makanan tertentu dapat menyebabkan jerawat komedonal, terutama produk susu dan makanan dengan indeks glikemik (gula dan lemak) yang tinggi. Perlukah Menghilangkan Komedo? Selain mengganggu penampilan yang dapat memengaruhi rasa percaya diri seseorang untuk tampil di muka umum, pembersihan dan penghilangan komedo diperlukan karena dapat menyebabkan area tempat munculnya komedo tersebut meluas sehingga meningkatkan risiko terjadinya peradangan. Komedo dapat ditangani oleh dokter kulit atau ahli kecantikan. Sangat ideal untuk menggabungkan terapi dermatologi dengan perawatan wajah yang higienis (ekstraksi komedo). Cara Menangani/Menghilangkan Komedo Menghilangkan komedo dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan kosmetik dan bahan perawatan muka yang bebas minyak. Cuci wajah dua kali sehari dengan sabun berkandungan lembut dan air bersih. Yang terpenting, cobalah untuk berhenti merokok dan melakukan diet rendah gula, lemak, dan produk susu untuk mengurangi munculnya komedo dan mencegahnya bertahan terlalu lama di kulit wajah Anda. Bila diperlukan, gunakan obat topikal yang dapat mencegah datangnya komedo dan produksi sebum berlebih. Obat ini harus digunakan sekali atau dua kali sehari dengan cara mengoleskan tipis-tipis pada seluruh area yang terkena. Mungkin diperlukan waktu beberapa minggu hingga bulan sebelum terlihat perkembangan pada kulit. Seringnya, perawatan ini perlu dilanjutkan dalam jangka panjang (bahkan selama bertahun-tahun). Obat topikal yang cocok meredakan komedo, antara lain: Benzoil peroksida. Asam azelaic. Asam salisilat +/- belerang dan resorsinol. Asam glikolat. Retinoid seperti tretinoin, isotretinoin, adapalene (ini memerlukan resep dokter). Dokter juga mungkin meresepkan obat oral yang biasanya digunakan untuk menangani komedo. Contohnya adalah terapi hormon, isotretinoin, atau antibiotik. Bila tidak ada perubahan yang berarti, beberapa penanganan bedah kadang bisa direkomendasikan untuk menghilangkan komedo yang membandel, seperti: Terapi krio. Electrosurgery (kauter atau diatermi). Cara Mencegah Munculnya Komedo Beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi atau mencegah munculnya komedo di waktu mendatang, terlebih bila Anda seseorang dengan jenis muka yang rentan memiliki jerawat dan komedo, adalah sebagai berikut. Rajin mencuci muka dengan menggunakan sabun pembersih... - Published: 2024-01-14 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/musik-untuk-janin/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan janin di dalam rahim. Salah satu faktor yang sering dibahas adalah dampak musik terhadap pertumbuhan janin. Musik telah lama dianggap sebagai bentuk stimulasi yang dapat memberikan manfaat positif bagi bayi dalam kandungan. Apakah klaim tersebut benar adanya? Apakah ada jenis musik tertentu yang lebih disarankan oleh para ahli untuk didengarkan bayi dalam kandungan? Bila Anda memerlukan layanan maternity profesional di rumah, Anda bisa menghubungi Kavacare. Kontak Kavacare Support melalui Whatsapp di nomor 0811 - 1446 - 777 hari ini untuk konsultasi kebutuhan perawatan Anda di rumah. Bisakah Bayi dalam Janin Mendengarkan Kita? Ya, bayi dalam janin dapat mendengarkan suara-suara yang dihasilkan di dalam tubuh sang ibu. Selain itu, seluruh jenis suara yang terjadi di lingkungan sekitar ibu hamil juga dapat didengar oleh bayi yang berada dalam kandungan. Suara-suara ini meliputi musik, percakapan manusia, serta suara detak jantung dan suara deru yang berasal dari dalam perut. Bayi mulai mengembangkan kemampuan pendengaran mereka sejak trimester kedua kehamilan, di mana struktur pendengaran mereka sudah terbentuk dan mereka dapat mendengar suara-suara di sekitar mereka, termasuk suara dari luar tubuh ibu. Meski demikian, respons aktif terhadap suara-suara tersebut biasanya baru terjadi pada trimester akhir kehamilan. Selama periode ini, bayi dapat mengenali suara-suara yang sering didengarkan, seperti suara ibu, anggota keluarga, dan bahkan musik yang sering diputar. Bagaimana Musik Memengaruhi Perkembangan Janin? Paparan musik dan suara-suara lainnya yang didengar oleh janin dalam kandungan dapat memberikan pengaruh pada tumbuh kembang mereka, terutama dari segi pengembangan sistem pendengaran. Suara-suara yang didengar oleh janin dapat membantu untuk membentuk dan melatih pendengaran mereka. Selain itu, suara-suara yang didengar oleh janin juga dapat berkontribusi bagi perkembangan ingatan dan emosi mereka. Bayi dalam kandungan dapat mengenali dan mengingat suara-suara yang sering mereka dengar, termasuk suara ibu, ayah, atau suara lain yang akrab bagi mereka. Namun, meskipun suara-suara ini memiliki peran dalam pertumbuhan janin, musik bukanlah faktor yang krusial bagi perkembangan bayi dalam kandungan. Musik hanyalah salah satu jenis suara yang turut berkontribusi dalam tumbuh kembang mereka. Bahkan, beberapa ahli menyatakan bahwa berinteraksi langsung dengan bayi dalam kandungan melalui nyanyian atau membacakan sesuatu dengan bersuara memiliki dampak yang lebih efektif daripada meletakkan pengeras suara di sekitar perut sang ibu. Ini karena saat ibu hamil menyanyi atau berbicara, suara dan getaran yang dihasilkan dapat langsung dirasakan oleh janin melalui tubuh ibu. Apakah Musik Membuat Bayi Lebih Pintar? Sejauh ini, belum ada penelitian yang secara spesifik mengaitkan musik dengan tingkat kecerdasan bayi yang terpapar musik saat berada dalam kandungan. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang rutin terpapar musik selama trimester ketiga kehamilan dapat mengenali irama musik yang sama setelah mereka lahir. Temuan ini membuktikan bahwa bayi memiliki kemampuan untuk mengingat musik yang telah mereka dengar selama mereka berada di dalam kandungan. Akan tetapi, kemampuan mengenali irama musik ini tidak dapat disamakan dengan tingkat kecerdasan bayi. Oleh sebab itu, tidak ada keharusan bagi ibu hamil untuk memutarkan musik bagi bayi mereka selama kehamilan. Janin akan tetap menerima rangsangan dari suara-suara lain yang muncul secara alami, baik dari dalam tubuh sang ibu maupun dari lingkungan di sekitarnya. Suara-suara seperti detak jantung ibu, bunyi pernapasan, dan suara-suara sehari-hari sudah dapat memberikan stimulasi yang cukup bagi perkembangan janin. Akan tetapi, ibu hamil masih dapat memutarkan musik untuk bayi mereka selama mengandung jika mereka memang menginginkannya. Aktivitas yang menyenangkan seperti mendengarkan musik tetap dapat memberikan manfaat positif bagi ibu hamil dan bayinya. Selain itu, jika ibu hamil ikut bersenandung atau bernyanyi, bayi dapat mengembangkan familiaritas terhadap suara sang ibu. Kegiatan ini dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk membangun ikatan dengan bayi sejak ada dalam kandungan. Musik Seperti Apa yang Aman untuk Bayi dalam Janin? Beberapa ahli merekomendasikan musik dengan melodi sederhana (seperti lagu-lagu nina bobo) sebagai jenis musik yang cocok untuk didengarkan bayi dalam kandungan. Sementara itu, beberapa ahli lainnya menganjurkan ibu hamil untuk memutarkan musik klasik bagi bayinya. Meski demikian, tidak ada aturan yang secara khusus menetapkan apa jenis musik yang harus diperdengarkan oleh ibu hamil pada bayi dalam janin mereka. Setiap ibu hamil bebas memilih musik apa pun yang mereka sukai untuk diperdengarkan pada bayi dalam janin, dengan catatan bahwa musik harus diputar dalam volume rendah. Suara-suara yang dihasilkan secara alami di dalam tubuh ibu hamil, seperti detak jantung, pernapasan, dan aliran darah, dapat menciptakan lingkungan yang cukup berisik bagi bayi dalam kandungan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak meletakkan pengeras suara persis di atas perut agar bayi tidak terpapar kebisingan yang berlebihan. Alih-alih memberikan dampak yang positif bagi bayi, hal tersebut justru dapat merusak sistem pendengaran mereka. Ketika Anda memutarkan musik bagi bayi dalam kandungan, sangat penting untuk menjaga volume suara pada tingkat yang aman. Disarankan untuk menjaga volume di kisaran 50 hingga 60 desibel, yang setara dengan volume percakapan biasa atau musik latar di toko-toko, sebab hal ini akan meminimalkan risiko melukai pendengaran bayi. Selain itu, jika Anda berniat... - Published: 2024-01-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/batu-saluran-kemih/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Batu saluran kemih (BSK) didefinisikan sebagai pembentukan batu di saluran kemih yang meliputi batu ginjal, ureter, buli, dan uretra. Terjadinya pembentukan BSK berkaitan dengan adanya kejadian kekambuhan sebelumnya dan hal tersebut sangat penting dalam tata laksana farmakologi dan perawatan medis pada pasien dengan BSK. Sekitar 50% pembentukan BSK juga dapat ditemukan kekambuhannya setidaknya 1 kali dalam seumur hidup. Faktor risiko terjadinya pembentukan batu antara lain, terjadinya BSK di usia muda, faktor keturunan, batu asam urat, batu akibat infeksi, hiperparatiroidisme, sindrom metabolik, dan obat-obatan Siapa yang Berisiko? Menurut Clevelandclinic, penyakit batu saluran kemih lebih berisiko diderita oleh laki-laki berkulit putih dengan usia 30 – 40 tahun. Walau demikian, siapa pun berisiko terkena penyakit ini mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang terkena penyakit ini. Di antaranya yaitu: Jenis kelamin laki-laki Pria berkulit putih Usia antara 30 – 40 tahun Punya riwayat BSK Memiliki kelebihan berat badan Mereka yang kurang minum Mereka yang makan tinggi purin Konsumsi protein, natirum, gula berlebih Penderita gangguan pencernaan Penderita infeksi saluran kemih Penyebab Batu saluran kemih bisa disebabkan oleh beberapa kondisi yang berbeda sehingga komposisi yang dihasilkan pun berbeda. Di antaranya yaitu: Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) Diet tinggi phospate dan protein Diet tinggi purin (pemicu asam urat) Sering menahan buang air kecil Saluran urinary yang tersumbat Riwayat keturunan keluarga Diet tinggi gula dan tinggi garam Kondisi penyakit atau masalah kesehatan tertentu juga dapat memicu terbentuknya batu saluran kemih. Contohnya: Kegemukan (obesitas) Hypercalciuria (kelebihan kalsium dalam urine) Diabetes Asam urat Osteoporosis (pengeroposan tulang) Kista ginjal (kidney cysts) Infeksi ginjal dan saluran kandung kemih Gejala Penyakit Pada tahap awal terkena batu saluran kemih memang sulit dideteksi. Namun, jika sudah berada di tahap lanjut maka akan mengakibatkan gejala seperti: 1. Nyeri Pinggang Nyeri pada pinggang tembus ke depan atau perut bagian bawah dan nyeri dapat juga menjalar ke kemaluan 2. Perih Saat Buang Air Kecil Untuk batu pada buli-buli didapatkan gejala berupa nyeri dan perih pada saat buang air kecil dan kadang BAK disertai darah serta tidak lancar. 3. Demam Apabila batu saluran kemih memicu infeksi dan peradangan, maka tubuh akan bereaksi dengan gejala demam. Apalagi jika terjadi komplikasi infeksi berat maka bisa menyebabkan demam tinggi. 4. Anyang-anyangan Anyang-anyangan merupakan kondisi sering buang air kecil namun dalam volume kecil. Saat kencing, seringkali disertai rasa sakit pada perut bagian bawah. 5. Urine, Keruh, dan Kemerahan Air kencing (urine) pada penderita batu saluran kemih akan berwarna keruh kuning tua, bahkan hingga kemerahan. 6. Kembung, Mual, dan Muntah Akibat persarafan saluran kemih atas yang mempunyai persarafan yang sama dengan katup lambung sehingga dapat menyebabkan kembung, mual dan muntah. Cara Dokter Mendiagnosa Terdapat serangkaian tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit oleh dokter. Di antaranya yaitu: Wawancara medis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium berupa analisis urine dan fungsi ginjal Pencitraan gambar (x-ray, ultrasound, CT-scan) Komplikasi Saat batu saluran kemih masih dalam ukuran kecil, maka tidak ada komplikasi yang terjadi. Namun, bila batu sudah berukuran besar, maka bisa menimbulkan kondisi seperti: Infeksi saluran kemih Infeksi ginjal Gagal ginjal akut Gagal ginjal kronis Aliran urine terhambat Pencegahan Bagi mereka yang pernah terkena batu saluran kemih, maka risiko terkena penyakit ini secara berulang cukup besar. Jadi, harus dilakukan pencegahan walaupun sudah melakukan pengobatan maupun operasi. Di antaranya yakni: Selalu cukupi kebutuhan air minum Hindari makan-makanan tinggi oksalat Hindari sayuran dengan kandungan purin tinggi Konsumsi gula & garam sewajarnya Turunkan berat badan Kurangi minum suplemen kalsium berlebih Perbanyak aktifitas fisik Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter spesialis urologi apabila Anda memiliki keluhan berupa nyeri pinggang yang tak kunjung henti, sakit saat buang air kecil, warna urine keruh dan kemerahan, hingga demam menggigil secara berulang. Itulah beberapa gejala penyakit batu saluran kemih serta pencegahannya yang harus Anda pahami. Semoga bermanfaat dan salam sehat! Narasumber: dr. Khoirul Kholis Sp. U Spesialis Urologi Primaya Hospital Makassar - Published: 2024-01-12 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/akupunktur/akupunktur-medis/ - Kategori: Akupunktur, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Akupunktur telah ada sejak 2. 000 tahun lalu dan masih banyak digunakan hingga sekarang. Sebagai metode pengobatan tradisional, akupunktur juga menjadi pilihan pengobatan medis (ukupunktur medis) di era modern. Riset tentang metode ini masih terbatas, tapi sudah ada sejumlah temuan yang memberikan bukti bahwa akupunktur dapat membantu meredakan gejala berbagai penyakit. Mengenal Akupunktur Akupunktur adalah praktik pengobatan tradisional dari negeri Cina yang melibatkan penyisipan jarum kecil ke titik-titik yang spesifik pada tubuh untuk merangsang aliran energi, menyeimbangkan energi tubuh (dikenal sebagai chi atau qi), dan membantu penyembuhan. Praktik ini didasarkan pada konsep tradisional yin dan yang. Akupunktur Medis, berfokus pada peran sistem saraf, hormon, dan proses fisiologis lain dalam tubuh. Penyisipan jarum akupunktur bisa memicu berbagai reaksi di dalam tubuh, termasuk melepas zat kimiawi yang bisa meredakan nyeri secara alami, memodulasi sistem imun, dan mengatur sistem saraf otonom. Akupunktur biasa dilakukan oleh terapis dengan menyisipkan jarum secara manual dan dapat memberikan stimulasi dengan panas (menggunakan herba kering yang disebut moksa) atau arus listrik kecil. Kadang praktisi akupunktur menangani lebih dari satu orang dalam satu waktu karena jarum harus dibiarkan tersisip pada tubuh selama beberapa saat. Siapa Saja yang Memerlukan Akupunktur Tidak semua orang bisa menjalani akupunktur meski menunjukkan gejala nyeri. Misalnya jika orang tersebut menderita gangguan perdarahan. Namun secara umum sejumlah studi klinis menunjukkan akupunktur efektif digunakan untuk menangani kondisi seperti: Rinitis alergi Nyeri epigastrium Sakit kepala Nyeri punggung bawah Nyeri pasca operasi Nyeri leher Nyeri lutut Linu panggul Mual di pagi hari Nyeri wajah Keseleo Kondisi autoimun Orang yang mengalami depresi, gangguan kecemasan, insomnia, dan masalah reproduksi juga disebut dapat mendapatkan manfaat akupunktur. Kapan Seseorang Memerlukan Akupunktur Seseorang mungkin memerlukan akupunktur untuk mengatasi nyeri kronis yang tak kunjung sembuh walau sudah ditangani dengan metode perawatan lain. Selain itu, akupunktur umumnya menjadi pilihan bagi orang ketika: Hendak menghindari efek samping obat-obatan konvensional Memilih pendekatan holistik dalam perawatan Mengalami masalah kesehatan berulang Akupunktur biasanya menjadi metode perawatan yang melengkapi tindakan medis utama. National Center for Complementary and Integrative Health pun menyarankan orang-orang untuk tidak menggunakan akupunktur sebagai pengganti penanganan medis konvensional. Manfaat/Tujuan Akupunktur Akupunktur memberikan sejumlah manfaat sebagai terapi komplementer untuk mengendalikan bermacam kondisi. Manfaat/tujuan akupunktur meliputi: Mengendalikan nyeri kronis dan berulang Meningkatkan imun tubuh Memberikan efek relaksasi Meredakan kecemasan Dapat dikombinasikan dengan terapi medis lain Risiko efek samping kecil Mengatasi masalah tidur Sebagai bagian dari program pemulihan pascacedera Merawat kesehatan secara umum Persiapan Sebelum Menjalani Akupunktur Bila berencana menjalani akupunktur, ada sejumlah persiapan yang sebaiknya diperhatikan agar aman dan nyaman serta mendapatkan manfaat yang optimal. Di antaranya: Berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai rencana menjalani akupunktur untuk mendapat masukan Menemui ahli akupunktur untuk menceritakan kondisi yang dialami serta menyampaikan tujuan yang hendak dicapai lewat prosedur ini Mengikuti instruksi ahli akupunktur yang akan melakukan tindakan, seperti tidak makan makanan berat atau minuman berkafein sebelum prosedur Mengenakan pakaian yang nyaman sehingga mudah diangkat atau digulung saat tindakan berlangsung Beristirahat yang cukup sebelum sesi Prosedur dan Pelaksanaan Akupunktur Prosedur akupunktur meliputi sejumlah tahap yang penting untuk dijalani, seperti: Konsultasi awal mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang dialami Pemeriksaan area tubuh yang akan menjadi fokus perawatan Penentuan titik-titik akupunktur Pembersihan kulit di area yang akan disisipi jarum akupunktur Penyisipan jarum dengan perlahan dan mempertimbangkan sudut serta kedalaman sesuai dengan kondisi yang ditangani dan tujuan perawatan Setelah jarum disisipkan, ahli terapi bisa memberikan stimulasi tambahan, misalnya dengan menggoyangkan atau memutar jarum dan memakai aliran listrik atau panas ringan Biasanya jarum akan dibiarkan berada di tempatnya selama sekitar 15-30 menit Setelah itu, jarum diangkat dengan perlahan Perawatan Pasca Akupunktur Perawatan pasca akupunktur penting dilakukan agar hasilnya maksimal dan menghindari risiko efek samping. Panduan perawatan itu biasanya mencakup: Istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berat Menghindari stimulasi berlebihan terhadap tubuh, misalnya dari minuman berkafein, alkohol, dan makanan pedas Minum air putih yang cukup Menghindari panas atau dingin yang berlebihan, misalnya tidak mandi berendam di air panas ataupun air dingin Adakah Efek Samping Setelah Akupunktur Bila dilakukan oleh ahli akupunktur profesional yang telah terlatih, risiko akupunktur sangatlah minim. Efek saping yang bisa muncul antara lain: Nyeri saat jarum menusuk kulit Perdarahan atau memar di area kulit yang disisipi jarum Rasa kantuk Nyeri Merasa pusing atau pingsan Akupunktur di Primaya Hospital Primaya Hospital adalah salah satu rumah sakit yang memberi perhatian pada penggunaan akupunktur sebagai terapi untuk kesehatan pasien. Dokter spesialis akupunktur medis bersama tim dengan didukung fasilitas serta peralatan modern di Primaya siap menghadirkan layanan akupunktur yang aman dan nyaman. Narasumber: dr. Hanggoro Laka Bunawan, Sp. Ak Spesialis Akupunktur Primaya Evasari Hospital - Published: 2024-01-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/gangguan-sistem-saraf-anak/ - Kategori: Anak, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Gangguan sistem saraf atau neurologis pada anak-anak dapat menimbulkan dampak yang signifikan pada perkembangan dan kualitas hidup anak. Dampak gangguan neurologis pada anak-anak dapat melibatkan aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial. Dalam hal ini, diperlukan penanganan di bidang neuro pediatric yang berfokus pada masalah terkait dengan sistem saraf di kalangan anak-anak. Neuro pediatric atau pediatric neurology adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari kondisi sistem saraf pada anak-anak sejak lahir hingga remaja. Ini termasuk diagnosis, pengobatan, dan manajemen berbagai masalah neurologis yang mempengaruhi perkembangan sistem saraf anak-anak. Sistem saraf meliputi otak, saraf tulang belakang, saraf perifer, sistem saraf otonom, hingga pembuluh darah dan otot. Sejumlah contoh gangguan neurologis pada anak-anak yang termasuk bidang neuro pediatric antara lain epilepsi, cerebral palsy, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH), serta disleksia. Dalam Journal of Pediatric Neurological Disorders dijelaskan, gangguan neurologis pada anak-anak yang umum adalah ADHD dan disleksia. Penanganan kasus gangguan neurologis di bidang neuro pediatric dilakukan oleh Dokter Anak Ahli Neurologi. Dokter Anak Ahli Neurologi memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis hingga merawat anak-anak dengan gangguan neurologis. Demi perkembangan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup, penting bagi anak-anak untuk menjalani pemeriksaan oleh Dokter Anak Ahli Neurologi ketika didapatkan gejala atau tanda yang berkaitan dengan sistem saraf. Siapa Saja yang Membutuhkan Penanganan Neuro Pediatric Terdapat sejumlah kondisi pada anak-anak yang membutuhkan penanganan neuro pediatric, seperti: Epilepsi: kondisi kejang berulang akibat terganggunya pola aktivitas listrik di otak Cerebral palsy: gangguan gerakan dan postur karena kerusakan sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang/belum selesai pertumbuhannya. Gangguan tumbuh kembang: termasuk gangguan spektrum autisme dan GPPH Gangguan neuromuskular: misalnya distrofi otot yang menyebabkan otot lemah dan kehilangan fungsi Infeksi pada otak dan sistem saraf, seperti : meningitis, ensefalitis, dan abses otak Gangguan perkembangan bahasa dan keterampilan motorik: seperti disleksia yang ditandai dengan kesulitan membaca Gangguan gerakan dan koordinasi, misalnya gerakan involunter Nyeri kepala kronis yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebabnya Manfaat/Tujuan Penanganan Neuro Pediatric Tujuan utama penanganan neuro pediatric adalah mengidentifikasi dan menangani gangguan neurologis di kalangan anak-anak. Berikut ini rincian manfaat/tujuan utama penanganan neuro pediatric: Mengidentifikasi gangguan neurologis pada tahap awal sehingga bisa dilakukan intervensi dini dan pengelolaan yang tepat Menyediakan pilihan perawatan dan manajemen terapi guna mengatasi gejala dan dampak gangguan neurologis Meningkatkan kemampuan motorik dan koordinasi lewat terapi yang tepat Mengontrol kejang agar tidak berulang dalam kasus epilepsi Memaksimalkan perkembangan kognitif dan akademis Menangani masalah emosional dan psikososial akibat gangguan neurologis Mengeredakan gejala sakit dan ketidaknyamanan seperti nyeri kepala dan nyeri otot Mengembangkan keterampilan hidup, termasuk dalam hal sosial Memberikan edukasi, informasi, dan dukungan bagi keluarga Mencegah atau mengendalikan komplikasi gangguan neurologis Persiapan Sebelum Menjalani Penanganan Neuro Pediatric Anak membutuhkan pendampingan orang tua ketika hendak menjalani pemeriksaan hingga tindakan terkait neuro pediatric. Berikut beberapa hal yang dapat dipersiapkan oleh orang tua sebelum mendampingi anak menjalani pemeriksaan dengan dokter anak ahli neurologi : Mengumpulkan informasi mengenai riwayat kesehatan anak dan keluarga yang mungkin berkaitan dengan kondisi anak Menyusun daftar pertanyaan mengenai kondisi anak untuk diajukan kepada dokter Menjelaskan kepada anak tentang rencana kunjungan ke rumah sakit dan memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan Membawa barang yang disukai anak, misalnya mainan favorit, agar merasa nyaman saat menjalani pemeriksaan Prosedur dan Pelaksanaan Penanganan Neuro Pediatric Prosedur penanganan neuro pediatric bisa bervariasi, bergantung pada jenis tindakan yang dilakukan serta tujuannya. Pada tahap awal, biasanya dokter akan melakukan evaluasi melalui wawancara dengan orang tua, pemeriksaan fisik, serta pencatatan riwayat medis lengkap. Adapun pemeriksaan neurologis biasanya meliputi evaluasi refleks, kekuatan otot, koordinasi, keseimbangan, dan fungsi sensorik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan setelah evaluasi awal yaitu pencitraan otak (MRI atau CT scan), elektroensefalogram (EEG), elektromielografi (EMG), analisis cairan otak, atau pemeriksaan darah guna mendapatkan gambaran lebih jelas tentang kondisi anak sebelum merencanakan perawatan dan terapi yang sesuai. Perawatan Pasca Penanganan Neuro Pediatric Penting bagi anak-anak untuk mendapatkan penanganan yang lengkap dan menyeluruh dalam neuro pediatric. Perawatan ini dapat berupa perawatan jangka pendek maupun jangka panjang seusai tindakan sesuai dengan kondisi anak. Perawatan ini biasanya mencakup pemantauan rutin oleh keluarga dan tim medis serta terapi dan intervensi lanjutan guna menunjang perkembangan keterampilan kognitif, motorik, dan sosial anak. Adakah Efek Samping Setelah Penanganan Neuro Pediatric Setiap penanganan neuro pediatric berpotensi menyebabkan efek samping, tergantung jenis perawatan yang diberikan dan kondisi khusus anak. Namun mesti digarisbawahi bahwa tidak semua anak akan mengalami efek samping. Selain itu, efek samping yang muncul bisa berbeda-beda antar individu. Tindakan penanganan dilakukan oleh Dokter Anak Ahli Neurologi yang sudah profesional dan berpengalaman di bidangnya. Penanganan Neuro Pediatric di Primaya Hospital Primaya Hospital memiliki dokter anak ahli neurologi dan tim medis yang memiliki subspesialisasi di bidang neuro pediatric. Dengan fasilitas yang ramah anak dan teknologi modern, layanan ini bisa memberikan jawaban bagi orang tua yang memiliki kekhawatiran atau mendapati tanda/gejala yang berkaitan dengan gangguan neurologis. Narasumber: dr. Ricky Saunders, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital PGI Cikini - Published: 2024-01-10 - Modified: 2023-12-22 - URL: https://primayahospital.com/jantung/intra-aortic-balloon-pump/ - Kategori: Penyakit Jantung Intra-Aortic Balloon Pump (IABP) merupakan sebuah tindakan invasif yang digunakan pada beberapa kondisi jantung yang berat. Pada kondisi-kondisi demikian, bilik kiri (ventrikel kiri) memerlukan bantuan mekanik (mechanical support) agar dapat bekerja lebih optimal memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah besar yang disebut aorta. Bagaimana IABP membantu jantung melakukan hal ini? Sebuah kateter dimasukkan ke dalam aorta melalui arteri di lipat paha kanan atau kiri. Di ujung kateter terdapat sebuah balon cukup besar dan panjang sedangkan di ujung lain, kateter terhubung dengan konsol komputer. Komputer ini berfungsi sebagai pengatur kerja IABP yang kompleks, termasuk mengembangkan dan mengempeskan balon yang ada di aorta pada waktu yang sudah diatur sesuai kerja jantung. Secara umum, aktivitas balon ‘berlawanan’ dengan kerja jantung. Ketika jantung memompa (sistolik), balon dikempeskan agar darah dapat mengalir ‘langsung’ ke seluruh pembuluh darah. Sebaliknya ketika jantung relaksasi (diastolik), balon akan dikembangkan. Saat balon dikembangkan maka sebagian darah di bagian aorta tempat balon berada akan didorong kembali ke pangkal aorta sedangkan sebagian lagi didorong ke arah kaki (distal). Darah yang dipompa kembali ke pangkal aorta akan mengisi arteri koroner yang memberi asupan oksigen ke otot-otot jantung (diastolic augmentation of coronary flow). Dengan bantuan aliran koroner akibat kerja IABP, diharapkan kekuatan pompa jantung bisa membaik, curah jantung membaik, selanjutnya aliran darah ke organ-organ tubuh kemudian membaik. Kondisi Jantung Seperti Apa yang Memerlukan IABP? Tidak banyak yang membutuhkan alat penopang jantung seperti IABP. Beberapa orang mengalami kondisi jantung lebih berat dari pada yang lain, seperti pompa jantung lebih lemah, penyempintan koroner lebih berat, penyakit penyerta yang lebih banyak, dan lain-lain. Hal ini terutama penting pada pasien yang akan menjalani intervensi tertentu, baik intervensi bedah maupun non-bedah (kateterisasi koroner/pemasangan ring). Secara umum, kondisi klinis yang berisiko lebih besar untuk membutuhkan IABP antara lain: Serangan jantung Operasi jantung Gagal jantung Berapa Lama IABP Digunakan? Penggunaan IABP hanya sementara. Alat penopang seperti ini lebih banyak berfungsi sebagai ‘jembatan/bridge’ sampai kondisi jantung membaik atau intervensi/operasi telah diselesaikan dengan baik. Lama pemakaian ditentukan oleh respons pasien (perbaikan keluhan, parameter hemodinamik, perbaikan pompa jantung, dan sebagainya) yang dinilai dari waktu ke waktu oleh dokter. Semakin berat kondisi pasien, semakin lama alat penopang diperlukan. Namun, pada akhirnya, semua penopang hanya bersifat sementara. Narasumber: dr. Henry Pakpahan, Sp. JP, FIHA Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-01-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ligasi-esophagus/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Pasien sirosis hati rentan terkena komplikasi ketika mengalami peningkatan tekanan dalam sistem vena portal. Komplikasi itu termasuk varises esofagus yang dapat berkembang dan pecah hingga menyebabkan perdarahan. Dalam hal ini, ligasi esophagus dapat menjadi cara untuk mencegah ataupun mengatasi perdarahan yang bisa berakibat fatal tersebut. Mengenal Ligasi Esophagus Ligasi esophagus adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengobati atau mencegah perdarahan yang bisa terjadi akibat pecahnya vena varises di esofagus. Kondisi ini kerap terjadi pada pasien sirosis hati. Ketika hati mengalami sirosis atau dipenuhi jaringan parut, tekanan darah di dalam pembuluh darah vena portal bisa meningkat dan memicu varises. Vena portal adalah vena besar yang mengalirkan darah dari usus ke hati. Seperti dikutip dari Journal & Encyclopedia of GI Endoscopy, varises esofagus didapati pada sebagian besar pasien sirosis hati dalam diagnosis, khususnya pasien dengan penyakit hati stadium lanjut. Prosedur ligasi esophagus umumnya diterapkan sebagai bagian dari pengelolaan perawatan jangka panjang pasien sirosis hati. Tujuannya adalah mencegah perdarahan dari vena varises esofagus yang bisa menjadi kondisi medis darurat yang mengancam jiwa. Prosedur ligasi esophagus melibatkan penggunaan endoskop dan semacam gelang karet. Endoskop digunakan untuk memandu penyisipan gelang karet itu di sekitar vena varises. Gelang ini berfungsi menekan vena varises dan menghentikan aliran darah ke vena tersebut sehingga bisa mencegah perdarahan lebih lanjut Siapa Saja yang Memerlukan Umumnya individu yang mengalami kondisi tertentu yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi di vena portal memerlukan ligasi esophagus, terutama sirosis hati. Berikut ini kondisi individu yang biasanya perlu menjalani prosedur tersebut: Pasien sirosis hati dengan vena varises esofagus yang rentan pecah dan menyebabkan perdarahan Individu dengan penyakit hati lain yang bisa memicu peningkatan tekanan darah di vena portal Pasien yang pernah mengalami perdarahan dari vena varises esofagus dan membutuhkan tindakan lebih lanjut untuk pencegahan Kapan Seseorang Memerlukan Seseorang mungkin memerlukan ligasi esophagus ketika didiagnosis mengalami sirosis hati, terutama bila sudah ada varises esofagus. Sirosis hati terjadi karena komplikasi penyakit hati kronis seperti hepatitis. Berikut ini beberapa gejalanya: Badan lemah dan mudah lelah Penurunan nafsu makan Berat badan merosot Kehilangan massa otot Perut kembung dan membuncit akibat penumpukan cairan Kulit gatal-gatal Kulit dan mata tampak berwarna kuning Tak mampu berpikir secara jelas akibat kerusakan otak berat Perdarahan sulit berhenti Mudah mengalami memar Pembuluh darah terlihat pada kulit Dokter akan mengevaluasi setiap kasus penyakit hati secara individu oleh dokter yang merawat sebelum merekomendasikan penerapan ligasi esophagus. Faktor seperti kondisi kesehatan umum dan riwayat medis pasien juga menjadi pertimbangan untuk menjalankan prosedur ini. Manfaat/Tujuan Ligasi esophagus memiliki sejumlah manfaat/tujuan terkait dengan penanganan sirosis hati dan vena varises esofagus, seperti: Mencegah perdarahan dari vena varises esofagus yang bisa membahayakan jiwa Mengurangi risiko komplikasi sirosis hati, termasuk perdarahan gastrointestinal berulang Meningkatkan kualitas hidup pasien sirosis hati karena tak lagi khawatir terhadap risiko komplikasi sirosis hati Harus digarisbawahi bahwa ligasi esophagus harus menjadi bagian dari manajemen perawatan jangka panjang untuk menangani sirosis hati. Agar manfaat yang diperoleh maksimal, harus ada metode perawatan lain yang dipraktikkan, seperti perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Persiapan Persiapan untuk menjalani ligasi esophagus meliputi: Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi rinci tentang prosedur, risiko, serta manfaat prosedur tersebut Menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan riwayat medis, termasuk tes hitung darah lengkap dan profil koagulasi Hanya makan makanan ringan pada saat malam dan berpuasa makan/minum sejak tengah malam sebelum tindakan Merencanakan kepulangan dari rumah sakit sesuai prosedur dengan didampingi teman atau kerabat demi keselamatan perjalanan Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur ligasi esophagus berlangsung dengan serangkaian langkah yang mencakup: Pemberian anestesi lokal agar tenggorokan mati rasa sehingga tak terasa sakit saat prosedur berlangsung Agar rileks dan merasa nyaman, pasien diberi obat melalui infus Dengan berbaring di meja periksa, tanda-tanda vital pasien akan dipantau, di antaranya denyut nadi, tekanan darah, dan saturasi oksigen Dokter memasang alat pendukung pada mulut pasien berupa tabung pengisap yang akan membersihkan mulut pasien dari air liur dan cairan lain Endoskop dimasukkan lewat mulut hingga ke tenggorokan dan kerongkongan hingga menjangkau vena varises yang dituju Setelah vena varises terlihat, dokter memasang gelang karet kecil di sekitarnya yang akan memberi tekanan dan menghentikan aliran darah ke sana Semua peralatan dilepas dan diangkat seusai prosedur Perawatan Pasca Ligasi Esophagus Prosedur ligasi esophagus umumnya relatif singkat. Sebagian besar pasien bisa pulang pada hari yang sama setelah prosedur. Namun ada juga yang membutuhkan pemantauan lanjutan. Setelah pasien boleh pulang, dokter akan memberikan pedoman perawatan lanjutan dan mungkin meresepkan obat. Pedoman itu biasanya meliputi: Pengaturan pola makan, antara lain menghindari makanan keras atau pedas yang bisa memicu iritasi pada esofagus selama masa pemulihan Banyak minum air putih agar esofagus yang menanggung tekanan terlalu berat Meminum obat pereda rasa sakit ataupun obat lain sesuai dengan resep dokter Menghindari aktivitas fisik berat Memantau gejala yang mencurigakan, seperti nyeri hebat, perdarahan, dan kesulitan menelan Adakah Efek Samping Walau terbilang aman, ligasi esophagus tetap mengandung risiko komplikasi dan efek samping, antara lain: Perut kembung atau terasa penuh... - Published: 2024-01-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/nephrectomy/ - Kategori: Penyakit Dalam, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Setiap orang umumnya memiliki dua ginjal yang berperan penting dalam menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Ketika ginjal terkena penyakit tertentu yang serius, dibutuhkan tindakan medis yang tepat, termasuk prosedur pengangkatan ginjal alias nephrectomy. Mengenal Nephrectomy Nephrectomy adalah prosedur pembedahan yang bertujuan mengangkat satu atau kedua ginjal dari dalam tubuh. Prosedur ini termasuk tindakan medis yang serius dan berisiko, tapi kerap menjadi opsi satu-satunya dalam situasi tertentu yang memerlukan intervensi medis secepatnya, seperti kanker ginjal, penyakit ginjal kronis, dan cedera atau infeksi berat pada ginjal. Selain buat mengatasi penyakit ginjal, nephrectomy merupakan bagian dari tahap donor ginjal. Terdapat beberapa metode yang bisa diterapkan dalam nephrectomy, antara lain bedah terbuka, laparoskopi, dan robotik. Dibanding laparoskopi dan robotik, bedah terbuka memerlukan pembuatan sayatan yang lebih besar dengan waktu pemulihan lebih lama dan risiko komplikasi lebih tinggi. Menurut Cancer Center, nephrectomy bisa dibedakan menjadi dua, yakni radikal dan parsial. Perbedaan di antara keduanya terletak pada tujuan, indikasi, konsekuensi, dan prosedur. Dalam nephrectomy radikal, seluruh ginjal bersama jaringan dan struktur terkait akan diangkat. Sedangkan pada nephrectomy parsial, hanya sebagian ginjal yang diangkat, sementara bagian lain yang masih sehat dipertahankan. Nephrectomy parsial biasanya menggunakan teknik pembedahan laparoskopi atau robotik. Siapa Saja yang Memerlukan Nephrectomy Nephrectomy umumnya menjadi opsi terakhir ketika seseorang mengalami penyakit ginjal yang serius dan tak bisa diobati dengan prosedur lain. Misalnya: Kanker ginjal jika telah tumbuh atau menyebar ke jaringan sekitarnya Infeksi atau cedera ginjal yang parah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut Penyakit ginjal kronis yang parah Gangguan struktural atau kelainan ginjal Kapan Seseorang Memerlukan Nephrectomy Nephrectomy adalah prosedur yang kerap disarankan untuk mengatasi kanker ginjal, terutama jika sel kanker sudah mulai menyebar dan terapi pengobatan lain tak efektif untuk mencegahnya. Begitu pula bila terjadi infeksi berulang yang bersumber dari ginjal atau ginjal tak lagi dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, orang yang hendak mendonorkan ginjalnya untuk tujuan transplantasi memerlukan prosedur ini. Manfaat/Tujuan Nephrectomy merupakan solusi untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh gangguan pada ginjal. Berikut ini beberapa manfaat/tujuannya secara umum: Mencegah kanker menyebar ke jaringan atau organ lain Meminimalkan risiko pertumbuhan sel kanker baru Meningkatkan peluang hidup pasien yang mengalami kanker ginjal Mengatasi gejala yang mempengaruhi kualitas hidup, seperti nyeri saat buang air kecil Memperbaiki kualitas hidup pasien Menjaga fungsi ginjal Untuk mendapatkan sederet manfaat ini, pasien harus menjalani pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu sehingga dapat dipastikan nephrectomy adalah tindakan yang tepat untuk kondisi pasien. Persiapan Sebelum Menjalani Nephrectomy Demi kelancaran prosedur, pasien perlu bersiap sebelum menjalani nephrectomy. Langkah persiapan yang umum untuk menjalani prosedur bedah ini meliputi: Berkonsultasi dokter untuk memahami prosedur nephrectomy sepenuhnya, terutama manfaat dan risikonya Menjalani evaluasi kesehatan secara umum, termasuk pemeriksaan fisik, tes darah, dan tes pencitraan Memberi tahu dokter mengenai riwayat penyakit, alergi, dan reaksi terhadap anestesi serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi Berhenti merokok karena rokok bisa meningkatkan risiko komplikasi dan mempengaruhi proses penyembuhan Berpuasa makan/minum sebelum operasi Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur dan pelaksanaan nephrectomy tergantung teknik yang digunakan, apakah bedah terbuka, laparoskopi, atau robotik. Secara umum, tahap-tahapnya mencakup: Pemberian anestesi umum setelah pasien siap dengan gaun khusus dari rumah sakit Jika memakai metode bedah terbuka, dokter akan membuat sayatan besar di abdomen atau samping tubuh guna mengakses ginjal Bila menggunakan prosedur laparoskopi, dokter membuat beberapa sayatan kecil di perut untuk memasukkan sejumlah alat medis Adapun bila memanfaatkan teknologi robotik, dokter akan mengendalikan instrumen robotik dengan konsol untuk menjangkau area ginjal yang terpengaruh Jika sumber penyakit ginjal telah teridentifikasi, dokter melakukan tindakan pengangkatan ginjal pasien baik seluruhnya maupun sebagian sesuai dengan rencana tindakan Dokter juga akan mengidentifikasi saluran penghubung ginjal dengan kandung kemih (ureter), pembuluh darah, dan jaringan lain yang berkaitan dengan ginjal Untuk membantu proses berkemih, dokter akan memasang kateter yang terhubung dengan kandung kemih Setelah seluruh proses selesai, sayatan ditutup dengan cara dijahit dan pasien menjalani proses pemulihan Perawatan Pasca Nephrectomy Pasien yang menjalani nephrectomy umumnya harus dirawat inap selama 1-7 hari, tergantung jenis operasi yang dilakukan. Pasien terlebih dahulu menjalani pemulihan sebelum masuk ke ruang rawat inap. Seusai perawatan di rumah sakit, pasien bisa pulang tapi tetap harus menghindari aktivitas fisik yang berat selama setidaknya 6 pekan. Bila menjalani prosedur laparoskopi, masa pemulihan pasien akan lebih cepat dan rasa nyeri pun lebih minimal daripada bedah terbuka. Untuk memantau fungsi ginjal yang tersisa jika tak diambil semuanya, dokter akan meminta pasien datang lagi untuk berkonsultasi dan menjalani tes darah. Adapun bila seluruh ginjal diambil, pasien harus menjalani proses cuci darah atau dialisis secara rutin sesuai dengan instruksi dokter. Adakah Efek Samping Setelah Nephrectomy Nephrectomy memiliki efek samping yang berbeda, tergantung apakah pasien menjalani prosedur bedah radikal atau parsial. Efek samping bedah parsial umumnya lebih minim daripada radikal. Secara general, berikut ini beberapa efek samping setelah nephrectomy: Nyeri pada area sayatan di kulit Perubahan pola buang air kecil Perdarahan Infeksi Perubahan emosional, seperti depresi dan gangguan kecemasan Nephrectomy di Primaya Hospital Nephrectomy... - Published: 2024-01-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/nephrolithotomy/ - Kategori: Bedah, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Ada sejumlah cara untuk mengeluarkan batu ginjal yang gejalanya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Sebagai contoh, nephrolithotomy umumnya dilakukan ketika ukuran batu ginjal terlalu besar dan sulit dikeluarkan lewat proses buang air kecil biasa. Mengenal Nephrolithotomy Nephrolithotomy adalah istilah untuk menyebut prosedur bedah yang dilakukan untuk mengeluarkan batu ginjal yang berukuran besar dan keras sehingga sulit dihancurkan dan dikeluarkan dengan prosedur non-bedah. Untuk melakukan prosedur ini, dokter perlu membuat sayatan pada tubuh agar dapat mengakses batu ginjal dan mengangkatnya. Terdapat beberapa teknik yang dapat diterapkan dalam prosedur nephrolithotomy, antara lain: Terbuka: diperlukan sayatan besar pada area pinggang untuk mengakses ginjal dan mengangkat batu secara langsung. Perkutan: dokter hanya perlu membuat sayatan kecil pada kulit dan memasukkan alat medis yang disebut nefroskop untuk mengetahui lokasi batu dan mengangkatnya. Laparoskopi: menggunakan alat bedah kecil yang disebut laparoskop yang dimasukkan ke ginjal dengan sayatan kecil. Di antara ketiga teknik nephrolithotomy tersebut, metode perkutan percutaneous nephrolithotomy (PCNL) paling banyak dipilih karena memberikan sejumlah manfaat yang tak dimiliki teknik lain. Seperti dikutip dari UOFMHealth, prosedur terbaik untuk batu ginjal yang besar dan kompleks adalah PCNL. Namun pilihan prosedur bedah bergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran dan lokasi batu serta kondisi kesehatan umum pasien sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter. Sebelum menjalankan prosedur ini, dokter akan membahas manfaat dan risikonya dengan pasien. Siapa Saja yang Memerlukan Nephrolithotomy Pasien batu ginjal mungkin memerlukan nephrolithotomy jika batu di dalam ginjal berukuran sangat besar (lebih dari 2 sentimeter) atau lokasinya membuat metode lain seperti extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) atau ureteroskopi tak efektif. Karena nephrolithotomy tergolong sebagai operasi terbuka, ada risiko yang mesti diperhatikan sehingga perlu pemeriksaan oleh dokter sebelum menentukan apakah seorang pasien memerlukan prosedur ini atau tidak. Kapan Seseorang Memerlukan Nephrolithotomy Biasanya dokter merekomendasikan nephrolithotomy bagi individu dengan batu ginjal yang sulit diatasi dengan metode non-bedah atau teknik bedah minimal invasif lain. Berikut ini beberapa kondisi yang biasanya menandakan seseorang memerlukan nephrolithotomy: Batu ginjal berukuran lebih dari 2 sentimeter atau memiliki karakteristik tertentu yang kemungkinan besar tak bisa dihancurkan atau dihilangkan dengan metode lain, misalnya tingkat kekerasan atau kepadatannya tinggi Menimbulkan gejala yang parah, terutama nyeri tak tertahankan di area pinggang dan saat berkemih Aliran urine terhambat oleh batu ginjal Mengalami infeksi berulang pada saluran kemih atau ginjal Terapi non-bedah sudah dilakukan tapi tak efektif dalam mengatasi batu ginjal Manfaat/Tujuan Manfaat/tujuan utama nephrolithotomy adalah bisa mengangkat batu ginjal yang tak dapat keluar sendiri atau dikeluarkan dengan penanganan lain. Dengan terangkatnya batu ginjal, ada manfaat lain yang bisa diperoleh, seperti: Mengurangi risiko komplikasi yang serius, termasuk kerusakan ginjal Menghilangkan rasa nyeri parah yang bisa mengganggu rutinitas Mencegah infeksi saluran kemih berulang Memulihkan aliran urine yang normal Selain itu, khusus untuk nephrolithotomy perkutan dan laparoskopi, pasien bisa pulih lebih cepat daripada operasi terbuka karena menggunakan prosedur invasif minimal. Persiapan Sebelum Menjalani Nephrolithotomy Sebelum menjalani nephrolithotomy, pasien mesti menjalani serangkaian tes. Tes darah dan urine dilakukan untuk mengecek tanda-tanda infeksi atau masalah lain. Selain itu, pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) dapat menunjukkan lokasi batu di dalam ginjal yang hendak diangkat. Dokter biasanya juga menginstruksikan pasien berpuasa sejak tengah malam sebelum prosedur. Dokter dan tim medis pun perlu tahu apa saja obat-obatan, vitamin, atau suplemen yang sedang dikonsumsi. Sebab, ada kemungkinan beberapa jenis obat itu bisa mempengaruhi proses operasi sehingga harus disesuaikan atau dihentikan konsumsinya. Guna mengantisipasi risiko infeksi, dokter bisa meresepkan antibiotik sebelum prosedur berlangsung. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur dan pelaksanaan nephrolithotomy bergantung pada teknik yang digunakan. Secara umum, tahap-tahapnya meliputi: Setelah siap, pasien berbaring dengan posisi telungkup ataupun telentang di meja operasi untuk menerima anestesi sesuai dengan instruksi dokter Dokter memulai pembedahan dengan membuat sayatan untuk mengakses ginjal, yakni sayatan besar jika menggunakan teknik bedah terbuka dan sayatan kecil bila memakai metode perkutan atau laparoskopi Dengan bantuan visualisasi dari sinar-X dan instrumen bedah yang sesuai, dokter mengidentifikasi batu di dalam ginjal, lalu menghancurkan batu itu menjadi serpihan-serpihan kecil Serpihan batu lantas diangkat atau dibiarkan di tempatnya untuk dikeluarkan secara alami lewat urine Jika perlu, dokter akan memasang kateter khusus untuk membantu mengeluarkan serpihan batu bersama urine Setelah batu hilang, dokter menjahit atau memplester bekas luka sayatan Umumnya seluruh tahap ini berlangsung selama 2-4 jam. Perawatan Pasca Nephrolithotomy Perawatan pasca nephrolithotomy dimulai di rumah sakit seusai prosedur. Biasanya pasien perlu menjalani rawat inap 1-2 hari untuk dipantau kondisinya, termasuk apakah ada komplikasi atau tidak. Selama masa pemulihan, tidak disarankan melakukan kegiatan fisik seperti mengangkat benda berat, mendorong, atau menarik selama 2-4 minggu setelah operasi. Pasien umumnya bisa kembali bekerja dalam waktu sekitar 1 minggu. Bila menggunakan kateter, pasien mesti meminta pedoman perawatannya dari dokter dan berjaga-jaga bila terjadi perdarahan. Adakah Efek Samping Setelah Nephrolithotomy Terdapat beberapa efek samping ataupun risiko komplikasi yang bisa terjadi setelah nephrolithotomy, seperti: Nyeri dan ketidaknyamanan di area bekas sayatan atau sekitar ginjal Sakit saat buang air kecil Mual dan muntah Terdapat darah... - Published: 2024-01-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/menurunkan-kolesterol-tinggi/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Kolesterol merupakan komponen pembentuk lemak yang berperan dalam pembentukan dinding sel dan memproduksi vitamin D. Selain itu, kolesterol juga berguna untuk memproduksi hormon seksual, serta membantu saraf dan otak agar berfungsi sebagaimana mestinya. Akan tetapi, kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh dapat membahayakan kesehatan. Bila hal ini terus terjadi dalam waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penumpukan lemak dalam pembuluh darah. Nah, bila anda mengalami kondisi ini maka jangan panik, simak rincian pencegahannya berikut. Pengertian Kolesterol Tinggi Kolesterol tinggi merupakan kondisi pada seseorang saat kadar kolesterol dalam darah berada di atas batas normal. Dalam bahasa medis, kolesterol tinggi disebut sebagai “dislipidemia”. Pada dasarnya, kolesterol sendiri tidaklah berbahaya namun bila kadar kolesterol yang tinggi dibiarkan terus menerus maka akan membahayakan jantung dan organ lain. Kolesterol sendiri adalah senyawa berbentuk lemak yang diproduksi oleh hati (liver). Karena berupa lemak, maka senyawa ini tidak dapat larut air sehingga membutuhkan zat lain untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang dinamakan sebagai “lipoprotein”. Lipoprotein akan membantu peredaran kolesterol melalui darah yang dibagi menjadi lima kategori utama yaitu: HDL (High Density Lipoprotein): disebut juga sebagai “kolesterol baik” yang membantu mengembalikan kolesterol jahat kembali ke liver untuk dibuang oleh tubuh. LDL (Low Density Lipoprotein): yaitu “kolesterol jahat” yang dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah yang berakibat pada berbagai masalah kesehatan. VLDL (Very Low Density Lipoprotein): diproduksi oleh hati dan kaya Ukuran partikel VLDL bervariasi tergantung pada jumlah trigliserida yang dibawa dalam partikel. Ketika produksi trigliserida di hati meningkat, partikel VLDL yang dikeluarkan berukuran besar. IDL (Intermediate Density Lipoprotein): merupkan hasil dari pemecahan trigliserida dari VLDL. IDL akan dibuang oleh hati atau diubah menjadi LDL. Kilomikron: merupakan lipoprotein terbesar. Kilomikron kaya akan trigliserida yang dibuat oleh usus dan berperan dalam pengangkutan trigliserida ke jaringan perifer dan hati. Kondisi Kolesterol Tinggi (Dislipidemia) Gejala Utama Biasanya tidak menimbulkan gejala; gumpalan lemak pada kulit/kelopak mata. Dokter Spesialis Dokter Umum, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dokter Penyakit Dalam Faktor Risiko Genetik, merokok, konsumsi obat-obatan tertentu, kurangnya aktivitas fisik Diagnosis Pemeriksaan laboratorium Pencegahan Lakukan pola hidup sehat, cek kadar kolesterol secara rutin Komplikasi Stroke, serangan jantung Siapa yang Berisiko? Kolesterol tinggi merupakan kondisi umum di berbagai negara di dunia. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di Amerika Serikat sendiri ada sekitar 94 juta orang yang mengalami kondisi ini. Walaupun ada pengaruh genetik, tetapi faktor risiko lain kolesterol tinggi antara lain: Diet yang buruk (konsumsi lemak trans dan kolesterol) Kurang aktivitas fisik Berat badan berlebih Merokok Diabetes yang tidak terkontrol Penggunaan obat-obatan (kortikosteroid, imunosupresan, dll) Stres berkepanjangan Konsumsi alkohol Hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) Gejala Pada tahap awal, kadar kolesterol yang tinggi tidak mengakibatkan gejala apapun. Umumnya, pasien baru berkunjung ke dokter akan masalah ini bila sudah ada komplikasi penyakit yang diderita. Berikut ini beberapa kondisi yang kerap timbul akibat kolesterol tinggi: Gumpalan lemak pada kulit (xanthoma) Gumpalan lemak pada kelokak mata (xanthelasma) Diagnosis Diagnosis kolesterol tinggi bisa dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium. Komplikasi Kolesterol tinggi tahap awal tidak berpotensi menyebabkan komplikasi. Namun, jika dibiarkan maka akan timbul plak pada dinding arteri. Akibatnya, oksigen dalam darah tidak dapat tersalurkan dengan baik yang disebutkan aterosklerosis. Ada beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan: Stroke Serangan jantung Penyakit jantung koroner Batu empedu Pencegahan & Pengobatan Pencegahan sekaligus pengobatan kolesterol tinggi dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat sebagai berikut: Cek kadar kolesterol rutin (minimal 1tahun sekali) Olahraga secara rutin Hindarj stres Berhenti merokok Istirahat yang cukup Hindari alkohol Konsumsi makanan sehat Hindari makanan tinggi lemak Hindari makanan tinggi gula garam Untuk menurunkan kolesterol secara efektif, dokter umumnya akan meresepkan obat-obatan penurun kolesterol seperti simvastatin, rosuvastatin, atorvastatin, dan ezetimibe. Namun, kalian tidak boleh mengonsumsinya tanpa pengawasan dari dokter. Kapan Harus ke Dokter? Segera kunjungi dokter apabila: Kolesterol total: di atas 240mg/dL LDL cholesterol: di atas 160 mg/dL HDL cholesterol: di bawah 40 mg/dL Apabila angkanya masih di ambang batas atas (mendekati angka di atas), sebaiknya kunjungi dulu dokter umum untuk berkonsultasi. Narasumber: dr. Anna Puteri Gozali, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital - Published: 2024-01-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/operasi-turp-kelenjar-prostat/ - Kategori: Tindakan Medis, Urologi - Translation Priorities: Optional Pembesaran kelenjar prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH) rentan terjadi pada pria seiring dengan bertambahnya usia. Akibat kondisi ini, aliran urine bisa melemah atau tidak lancar. Dalam kasus tertentu, bisa terjadi infeksi, batu ginjal, dan penurunan fungsi ginjal yang membahayakan. Karena itu, diperlukan penanganan medis yang sesuai, antara lain TURP (transurethral resection of prostate). Mengenal TURP TURP (transurethral resection of prostate) adalah prosedur bedah yang lazim dilakukan untuk mengatasi kondisi pembesaran kelenjar prostat atau hiperplasia prostat jinak. Dalam prosedur ini, sebagian kelenjar prostat diangkat melalui operasi. Kelenjar prostat berada di bawah kandung kemih dan melingkupi saluran yang membawa urine keluar dari tubuh (uretra). Operasi TURP tidak memerlukan sayatan apa pun karena kelenjar prostat diangkat lewat lubang penis. Dokter menggunakan alat medis yang disebut resektoskop, yakni instrumen bedah kecil yang dilengkapi kamera untuk melihat dan memotong sebagian besar prostat yang membesar. Dalam prosedur ini, pasien mendapat anestesi sehingga tak merasakan nyeri ketika alat dimasukkan melalui penis. Menurut laman Johns Hopkins Medicine, kadang TURP (transurethral resection of prostate) dilakukan hanya untuk mengendalikan gejala, bukan menyembuhkan penyakit. Misalnya ketika seseorang mengalami kesulitan buang air kecil karena kanker prostat tapi operasi pengangkatan prostat tak bisa dilakukan, maka TURP bisa menjadi pilihan. Siapa Saja yang Memerlukan TURP Umumnya TURP dilakukan pada pria yang mengalami gejala pembesaran kelenjar prostat yang berat dan penanganan medis lain tak efektif. Seseorang mungkin memerlukan TURP jika mengalami beberapa gejala berikut ini: Kesulitan buang air kecil karena saluran uretra mengalami penyempitan Sering merasa hendak buang air kecil, khususnya pada malam Nyeri atau tidak nyaman ketika buang air kecil Kesulitan menahan urine atau inkontinensia Mengalami infeksi saluran kemih berulang Sebelum TURP direkomendasikan, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan evaluasi, termasuk pemeriksaan fisik, pemeriksaan prostat, uroflowmetry untuk mengukur aliran urine, serta evaluasi gejala dan riwayat kesehatan secara keseluruhan. Kapan Seseorang Memerlukan TURP Tidak semua pria yang mengalami pembesaran prostat memerlukan TURP . Keputusan tentang jenis perawatan yang tepat bergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran prostat, tingkat gejala, dan kondisi kesehatan umum pasien. Beberapa kriteria umum yang mungkin digunakan dalam menentukan kapan TURP diperlukan termasuk: Gejala yang berat hingga mempengaruhi kualitas hidup pasien Penanganan medis konservatif, seperti pemberian obat-obatan dan perubahan gaya hidup, tidak membuahkan hasil yang diharapkan Ukuran prostat membesar secara signifikan Ginjal mengalami kerusakan Mengalami infeksi saluran kemih berulang Kondisi kesehatan pasien secara umum mendukung untuk dilakukan TURP Manfaat/Tujuan Tujuan utama dokter melakukan TURP adalah mengatasi gejala yang disebabkan oleh pembesaran prostat jinak. Adapun manfaat dari prosedur ini mencakup: Meningkatkan aliran urine dengan dibukanya saluran uretra Mencegah komplikasi seperti kerusakan ginjal dan masalah uretra yang lebih serius Membantu memulihkan fungsi kandung kemih Meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga lebih nyaman dalam melakukan kegiatan sehari-hari Menghindari penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang yang berisiko mendatangkan efek samping yang membahayakan Persiapan Sebelum Menjalani TURP Persiapan menjalani TURP umumnya dimulai sehari sebelum prosedur berlangsung. Pasien biasanya diminta berpuasa makan/minum selama 6 jam sebelum operasi. Bergantung pada hasil penilaian sebelum prosedur. Pasien mesti memberi tahu dokter mengenai obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi serta alergi yang dimiliki kepada dokter. Biasanya dokter akan meminta pasien menghentikan konsumsi obat pengencer darah atau obat lain yang bisa meningkatkan risiko komplikasi. Prosedur dan Pelaksanaan Sebelum menjalani prosedur TURP, pasien harus mengosongkan kandung kemih dulu dengan buang air kecil. Setelah itu, pasien berganti pakaian dengan gaun khusus dari rumah sakit dan bersiap di meja operasi dengan menggunakan sanggurdi untuk menahan kaki. Tahap berikutnya meliputi: Pemberian anestesi agar pasien tak sadarkan diri selama prosedur Pemasangan alat untuk memantau detak jantung, tekanan darah, kadar oksigen dalam darah, dan pernapasan Untuk membantu pernapasan, mungkin dokter akan memasang ventilator lewat mulut Dokter pertama-tama akan memeriksa uretra dan kandung kemih dengan endoskop lewat ujung penis Setelah itu, dokter memasukkan resektoskop lewat uretra yang digunakan untuk memotong sebagian jaringan prostat yang membesar atau menghalangi uretra Potongan prostat kemudian dikeluarkan lewat uretra melalui kandung kemih Resektoskop lalu diangkat dan dokter memasukkan kateter untuk mengeluarkan urine Perawatan Pasca TURP Seusai prosedur TURP , pasien akan dibawa ke ruang pemulihan guna menjalani pemantauan kondisi. Setelah kondisi stabil, pasien masuk ke kamar inap dan biasanya mesti menjalani rawat inap selama 1-3 hari. Namun ada juga kemungkinan pasien bisa pulang di hari yang sama. Dokter akan memberi instruksi tentang perawatan kateter. Kateter biasanya akan diambil dalam satu hari hingga satu minggu setelah. Untuk mempercepat pemulihan dan menghindari komplikasi, pasien akan diminta menghindari aktivitas fisik yang melelahkan, termasuk berhubungan seksual, selama beberapa pekan. Adakah Efek Samping Setelah TURP TURP bisa menimbulkan efek samping layaknya prosedur bedah lain. Umumnya pasien akan merasa tidak enak badan dan kelelahan selama beberapa hari setelah pulang ke rumah. Selain itu, wajar jika pasien kesulitan buang air kecil dan ada darah dalam urine. Jika merasa khawatir terhadap kondisi pasca TURP, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapat pemeriksaan. TURP di Primaya Hospital Dengan fasilitas medis terkini dan teknologi canggih, Primaya Hospital menyediakan... - Published: 2024-01-03 - Modified: 2023-12-20 - URL: https://primayahospital.com/gizi/asam-amino-berlebih/ - Kategori: Gizi Asam amino atau banyak paramedis menyebutnya dengan protein, asam amino merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh dalam mempertahankan kesehatan setiap hari. menurut beberapa penelitian bahwa tubuh manusia juga mampu memproduksi asam amino sendiri, jumlah asam amino dalam tubuh dapat bertambah dengan adanya konsumsi makanan yang mengandung asam amino dari luar tubuh. Untuk keseimbangan kesehatan, tubuh tidak boleh kekurangan asupan asam amino, namun kelebihan asam amino bagi tubuh juga berdampak pada kesehatan. selain tubuh bisa memproduksi asam amino sendiri namun asupan seimbang dari sari makanan yang mengandung asam amino dari luar tubuh juga diperlukan. Berikut jenis makanan yang mengandung asam amino, diantaranya : kacang kenari, alpukat, brokoli, ragi bergizi, sayuran dengan warna hijau yang pekat, blueberry, Quinoa, Kacang-kacangan, wijen, tahini, daging, telur, Susu, Unggas, dan masih banyak lagi lainnya termasuk sumber makanan yang berasal dari laut, seperti daging ikan dari laut semuanya mengandung asam amino. dalam kehidupan sehari-hari asam amino merupakan kebutuhan pokok tubuh dan harus ditunjang dengan asupan dari sember protein luar tubuh. Sehingga kekurangan asam amino dapat terhindar, namun kelebihan asam amino bagi tubuh dapat mengakibatkan bahaya kesehatan, sehingga hindari penggunaan obat atau kapsul yang mengandung asam amino sebagai suplemen tubuh tanpa bimbingan dokter. Berikut ini beberapa dampak kelebihan asam amino dalam tubuh, diantaranya adalah : Menyebabkan alergi Zat asam amino bisa dianggap zat asing oleh tubuh apabila masuk dalam tubuh dan belum diproses menjadi nutrisi lalu masuk kedalam aliran darah melalui usus. dengan begitu zat asam amino direspon oleh tubuh sebagai benda tidak dikenal dan membuat otak merespon dengan memberikan sinyal bagi tubuh untuk menahan dan menghancurkannya agar tidak menyebar keseluruh sel, dalam proses penghancuran itulah timbul reaksi alergi, yang berupa penyakit chorn dan kolagen. Gangguan hati dan ginjal Bila terjadi kelebihan asam amino dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urine dan yang mengandung urea, sehingga bila produksi asam amino dalam tubuh mengalami peningkatan besar maka kinerja hati dan ginjal terganggu. kelebihan asam amino dalam tubuh membuat hati dan ginjal akan terus fokus untuk mengeluarkan sisa kelebihannya dan hal itu berdampak buruk pada kedua organ ini. Memicu sel kanker Pengkonsumsian daging secara berlebihan membuat asam amino dalam tubuh bertambah. dan yang terpenting adalah daging memiliki racun yang mampu mengubah sel tubuh yang sehat menjadi sel kanker. daging yang memiliki lemak di dalamnya membuat bahaya bagi kesehatan, kelebihan asam amino dalam tubuh dikarenakan daging membuat peradangan dan dapat menimbulkan kerusakan pada sel darah putih. Tubuh kekurangan kalsium Kandungan asam amino yang berlebih dalam tubuh menyebabkan kondisi darah berubah menjadi lebih asam dan untuk menetralisir keadaan ini tubuh membutuhkan kalsium yang tinggi sesuai kadar asam dalam darah. Dehidrasi disertai lemas Tubuh mampu memproduksi asam amino sendiri, sehingga batas asupan dari luar harus dikurangi. Dengan kelebihan asam amino dalam tubuh membuat tubuh kesulitan menyerap zat ini sehingga membuat tubuh kekurangan cairan dan menyebabkan dehidrasi yang disertai lemas-lemas pada persendian. Gangguan pada sistem saraf Kelebihan asam amino dalam tubuh membuat sistem saraf terganggu yang menimbulkan dampak pada psikologis, mudah tersinggung, malu, gelisah dan takut. hal psikologis ini dipengaruhi oleh kadar kelebihan asam amino dalam tubuh yang mengganggu kinerja saraf otak. Daya ingat menurun Kelebihan asam amino dalam tubuh juga bisa menyebabkan gangguan pada ingatan, atau lebih tepatnya menurunkan daya ingat seseorang. Hal ini dikarenakan sumbatan aliran darah ke jantung yang mengalami kelancaran aliran darahnya, sehingga meningkatkan kadar asam tubuh meningkat. kelebihan asam amino dalam tubuh juga bisa menyebabkan depresi. Rambut rontok Manfaat Asam amino dalam mencegah rambut rapuh dan rontok sehingga bila terjadi kelebihan asam amino dalam tubuh akan terjadi sebaliknya yakni membuat rambut menjadi rontok dan rapuh. Menimbulkan peradangan Jumlah atau kadar asam amino yang abnormal dalam tubuh membuat sulit dalam penyembuhan luka dan infeksi karena bakteri. kelebihan asam amino dalam tubuh menjadi penyebab sulitnya luka pada kulit sulit disembuhkan. namun bila kadar asam amino seimbang membuat luka dan infeksi bakteri dapat sembuh dengan mudah. Osteoporosis Bila kadar asam amino dalam tubuh berlebih dari batas wajar maka akan menjadikan tulang terkena osteoporosis dan penuaan dini. namun kebalikannya bila kadar asam amino seimbang membuat tubuh memproduksi hormon dan memadatkan tulang, serta meningkatkan sel kolagen. Menyebabkan fungsi persendian menurun Kelebihan asam amino dalam tubuh menyebabkan kepadatan tulang terganggu sehingga fungsi sendi pada tubuh juga mengalami penurunan. dan dalam hal ini bila seseorang sudah mengalami masalah persendian yang disebabkan kadar abnormal asam amino maka akan terserang osteoporosis bila kadar asam aminonya tidak diturunkan. Itulah beberapa dampak kelebihan asam amino dalam tubuh manusia, jadi bila Anda ingin sehat mulailah menjalani gaya hidup sehat dan pola makan yang sehat serta tidak berlebih. Semoga info ini bermanfaat bagi anda serta keluarga atau orang yang anda sayangi, selamat mencoba berubah ke pola hidup sehat guna kesehatan yang terjaga. Narasumber: dr. Jayanti Chairina Sari Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2024-01-02 - Modified: 2023-12-20 - URL: https://primayahospital.com/gizi/manfaat-buah-alpuka/ - Kategori: Gizi Alpukat merupakan buah yang memiliki rasa nikmat dan khas. Selain rasanya yang enak, alpukat juga bisa dibilang buah yang memiliki segudang manfaat. Manfaat buah alpukat tidak hanya baik bagi kesehatan tetapi juga bagus untuk kecantikan. Sebelum kita membahas lebih lanjut terkait Aneka Manfaat Buah Alpukat Yang Baik Untuk Kesehatan, maka tidak ada salahnya untuk mengetahui terlebih dahulu kandungan gizi yang ada didalamnya. Kandungan Nutrisi dan Juga Manfaat Alpukat Buah yang memiliki biji besar di bagian dalam tersebut memang sangat pas bila dicampurkan pada sup buah. Selain itu, alpukat juga sangat nikmat bila dibuat jus apalagi ditambahkan dengan susu. Namun, jangan terlalu banyak menambahkan gula supaya khasiat jus alpukat tidak memudar karena penambahan kalori. Sebelum mengetahui fungsi buah alpukat, berikut ini ada beberapa kandungan nutrisinya. Asam folat Alpukat merupakan buah yang memiliki kandungan asam folat paling tinggi daripada buah lainnya. Asam folat sendiri berfungsi untuk membantu pertumbuhan otak serta menjaga kesehatan otak. Vitamin E Buah yang berwarna hijau tersebut memiliki kandungan vitamin E yang sangat tinggi. Tak heran jika manfaat alpukat juga baik untuk kecantikan. Zat besi Nutrisi yang ketiga adalah kandungan zat besi. Zat besi di dalam alpukat bisa membantu Anda untuk pembentukan darah merah. Vitamin B6 Vitamin yang terkandung dalam alpukat adalah vitamin B6 dan fungsinya untuk mengontrol fungsi saraf. Jadi sangat baik bagi Anda untuk selalu mengkonsumsinya secara rutin. Serat Semua buah pasti banyak mengandung serat tetapi kadarnya yang berbeda. Pada alpukat, kandungan seratnya bisa dibilang cukup tinggi dan hal tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Setelah mengetahui beberapa kandungan nutrisi buah tersebut, tentu sangat disarankan untuk selalu mengkonsumsinya. Anda dapat merasakan aneka manfaat alpukat jika mengkonsumsinya dengan cara yang tepat. berbagai manfaat alpukat yang harus Anda ketahui, diantaranya sebagai berikut. Membantu pertumbuhan pada anak Manfaat yang pertama adalah membantu pertumbuhan pada anak. Buah yang satu ini memiliki kandungan vitamin, asam folat dan juga kalsium yang baik untuk masa pertumbuhan anak-anak. Anda bisa membuatkannya jus bila mereka tidak menyukai buah yang dimakan secara langsung. Mungkin dengan penambahan susu sangat dianjurkan supaya asupan kalsiumnya lebih banyak. Menghaluskan kulit Manfaat buah alpukat untuk kecantikan yang pertama adalah bisa menghaluskan kulit. Kandungan vitamin E yang tinggi pada buah tersebut dimanfaatkan para pemilik salon kecantikan. Manfaat alpukat untuk kulit memang sangat besar karena bisa membuat kulit utamanya wajah menjadi lebih halus. Mengurangi resiko cacat lahir pada bayi Buah alpukat bagi ibu hamil memberikan manfaat yang luar biasa yaitu mengurangi resiko cacat lahir pada bayi. Hal ini dikarenakan alpukat mengandung banyak vitamin dan juga asam folat. Anda tentu sudah mengetahui bila asam folat bisa membantu pertumbuhan otak serta menjaga kesehatannya. Bagi ibu hamil, sangat penting mengkonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut setiap hari dan alpukat merupakan sumber makanan yang bisa dipilih. Baik bagi ibu hamil Manfaat buah alpukat untuk ibu hamil sangat banyak. Diantaranya adalah meningkatkan sistem imun tubuh ibu karena adanya kandungan vitamin C. Kemudian manfaat buah alpukat bagi bumil yang kedua adalah menghindarkan ibu hamil dari rasa lemas akibat kekurangan darah. Ini karena adanya kandungan zat besi di dalamnya, kemudian manfaat berikutnya adalah memperkuat tulang. Ibu hamil sangat dianjurkan sekali mengkonsumsi makanan yang juga mengandung kalsium karena proses kehamilan butuh tubuh serta tulang yang kuat supaya terhindar dari resiko osteoporosis setelah melahirkan. Menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi Manfaat buah alpukat ternyata juga sangat dirasakan bagi penderita hipertensi. pada buah tersebut terkandung kalium yang bisa mengontrol tekanan darah. Jadi sangat baik bagi Anda yang ingin menurunkan tekanan darah dengan minum jus alpukat atau memakannya langsung secara rutin. Mencegah penuaan dini Manfaat buah alpukat untuk wajah bisa didapatkan hasilnya lebih maksimal apabila sering memakai masker dari buah tersebut kemudian dipadukan dengan mengkonsumsi buah itu secara rutin. Hal itu akan menghindarkan Anda dari penuaan dini atau keriput. Terbukti bila alpukat sangat bermanfaat untuk mencegah penuaan dini karena memiliki kandungan vitamin E tinggi dan juga zat antioksidan. Zat itulah yang nantinya bisa mencerahkan kulit wajah karena selalu terhindar dari radikal bebas. Melancarkan pencernaan Karena alpukat memiliki kandungan serat tinggi, maka tak heran bila buah tersebut bisa melancarkan pencernaan. Persea Americana merupakan nama latin alpukat dan buah tersebut memang kaya akan serat pangan yang sangat baik bagi kesehatan pencernaan. Dengan selalu rutin mengkonsumsi buah tersebut, Anda akan terhindar dari konstipasi dan bahaya kanker usus. Menjaga kesehatan mata Selain vitamin E, alpukat juga memiliki kandungan vitamin A serta adanya kandungan zat lutein yang bisa membantu menjaga kesehatan mata. Lutein tersebut akan menghindarkan Anda dari katarak dan juga gangguan mata lainnya. Cocok untuk program kehamilan Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan, sangat dianjurkan sekali mengkonsumsi alpukat. Memang benar jika ingin cepat hamil seseorang harus banyak mengkonsumsi makanan yang memiliki asupan vitamin E serta asam folat tinggi. Maka dari itu alpukat merupakan salah satu sumber makanan yang pas bagi Anda yang menjalankan program kehamilan. Mencegah stroke Alpukat ternyata juga memiliki manfaat luar biasa lainnya yaitu mencegah stroke. Perlu... - Published: 2024-01-01 - Modified: 2023-12-27 - URL: https://primayahospital.com/gizi/makanan-tinggi-kalsium/ - Kategori: Gizi Kalsium merupakan salah satu mineral yang terkandung di dalam tubuh manusia, dimana hampir 99% dari unsur ini terakumulasi di tulang dan gigi. Sedangkan sisanya tersebar dalam sel-sel otot, aliran darah, dan jaringan tubuh lainnya. Keberadaan kalsium di dalam tubuh tentu tidaklah sia-sia. Unsur yang memiliki simbol kimia “Ca” ini berperan penting dalam membantu pertumbuhan dan memperkuat struktur tulang. Selain itu, kalsium juga mempunyai manfaat lain bagi sistem syaraf, darah, dan otot. Penting untuk memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan tubuh dengan Makanan yang Mengandung Kalsium. Kalsium merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Kalsium memiliki aneka manfaat yang baik bagi tubuh, mulai dari menghilangkan rasa nyeri hingga mengurangi risiko penyakit berbahaya, seperti kanker dan jantung. Berikut ini diantaranya aneka manfaat kalsium yang baik bagi kesehatan : Mencegah osteoporosis (keroposan tulang) Menjaga kesehatan gigi Melancarkan aliran darah Mengurangi risiko penyakit kanker payudara Mengurangi risiko kanker usus Membantu proses diet dengan cara membakar kelebihan lemak dalam tubuh Mengurasi rasa nyeri saat haid Mengaktifkan prankeas dan mengurangi risiko diabetic Menyehatkan jantung Membantu kelenturan otot Dapat mengatasi masalah kulit pecah-pecah pada bagian kaki dan juga tangan Penyeimbang cairan dalam tubuh Sebenarnya secara alamiah tubuh kita memiliki kemampuan dalam menyimpan kalsium, akan tetapi seiring bertambahnya usia kandungan kalsium dalam tubuh akan semakin berkurang. Oleh karenan itu, sebaiknya kita harus menjaga dan mencukupi asupan kalsium agar kesehatan tubuh dapat terjaga. Bagaimana caranya? Caranya tidaklah sulit, anda bisa mendapatkannya dengan mengkonsumsi suplemen serta makanan yang memliki kandungan kalsium yang tinggi. Makanan dengan Kandungan Kalsium Sebenarnya cukup banyak sumber Makanan yang Mengandung Kalsium, mulai dari buah, sayuran, kacang-kacangan, makanan laut, sumber makanan hewani dan nabati, sampai dengan aneka produk-produk olahan lainnya. Beberapa diantaranya adalah : Pisang Sebagai masyarakat Indonesia, pasti kita sudah tak asing lagi dengan buah pisang. pisang merupakan salah satu buah yang memiliki berbagai macam mineral, seperti magnesium, kalium, zat besi, fosfor, dan pastinya kalsium. Kurma Kurma adalah salah satu buah yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Ternyata buah ini juga mengandungt tinggi kalsium. Setidaknya dalam 3 buah kurma tersedia sekitar 46 mg kalsium. Jeruk Jeruk merupakan buah yang banyak disukai dan cukup mudah dijumpai. Buah berwarna orange ini selain kaya akan vitamin C, juga memiliki kandungan kalsium sangat tinggi yaitu sekitar 60 mg. Stroberi Selain jeruk, kandungan kalsium juga banyak ditemukan dalam buah stoberi yaitu sekitar 23,24 mg. Buah yang juga dikenal dengan sebutan arbei ini dapat mudah ditemukan di kawasan dataran tinggi yang memiliki suhu udara relatif dingin, seperti Batu dan Magelang. Delima Buah delima atau dikenal sebagai Pomegranate merupakan salah satu buah asli Indonesia yang sering dijadikan sebagai tanaman hias di halaman rumah. Namun tahukah kamu, buah delima ternyata juga kaya akan antioksidan dan vitamin lho, serta mengandung kalsium sebesar 10 mg. Brokoli Brokoli memberikan sumbangsih kalsium yang cukup tinggi. Dalam 50 gram sayuran brokoli terkandung sekitar 30 mg kalsium. Bayam Bila kamu tidak suka brokoli, alternatif sayuran lain sumber kalsium adalah bayam. Sayuran yang dikenal dalam animasi “Popeye” ini memiliki kandungan kalsium sangat tinggi, yaitu sekitar 240 mg dalam satu cangkirnya. Pokchoy Pernah mendengar tentang sayuran pokchoy? Pokchoy merupakan sayuran mirip sawi, biasanya disajikan dengan cara ditumis. Nah, sayuran ini juga kaya kalsium. Dengan mengonsumsi pokchoy berukuran kecil sekitar satu cangkir berarti kamu telah memenuhi asupan kalsium sebanyak 75 mg kalsium. Lobak Sayuran yang sering dijadikan campuran dalam acar ini memiliki manfaat menyehatkan tubuh. Kandungan kalsium yang ada didalamnya sekitar 200 mg kalsium perbatang. Kangkung Kangkung atau biasa juga disebut kale merupakan sayuran tinggi antioksidan yang mengandung kalsium. Setidaknya terdapat sekitar 210 mg kalsium dalam 100 gram kangkung. Ikan salmon Ikan salmon adalah ikan yang tinggi akan kandungan omega-3 dan antioksidan. Ikan ini sangat baik dikonsumsi untuk membatu penyerapan makanan dan mengurangi risiko diabetes. Di dalam ikan salmon juga terkandung vitamin D dan beberapa mineral lain seperti kalsium. Setidaknya terdapat 181 mg kalsium dalam 6 ons ikan salmon kalengan. Ikan sarden Makanan olahan ikan laut ini memiliki berbagai macam kandungan mineral, salah satunya kalsium. Kandungan kalsium dalam ikan sarden sekitar 33% dari total kebutuhan tubuh. Setidaknya konsumsilah makanan ini minimal sekali dalam seminggu, sebab Ikan sarden juga punya banyak manfaat untuk kesehatan, misalnya mencegah penyakit jantung dan kanker. Kacang Almond Selain kaya vitamin E, kacang almond juga memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi yaitu sekitar 70-80 mg. Biji wijen Ukuran boleh mungil, tapi kandungan kalsium dalam biji wijen cukup tinggi yaitu sekitar 160 mg kalsium dalam satu sendoknya. Kacang kedelai Buat kamu yang suka ngemil kacang kedelai, ternyata kebiasaan tersebut sangat bermanfaat gaes. Sebab di dalam kacang kedelai terkandung kalsium yang tinggi. Dengan mengonsumsi satu cangkir kacang kedelai, maka tubuhmu akan mendapatkan asupan kalsium sebanyak 261 mg. Tahu dan Tempe Sebagaimana kita tahu, tahu dan tempe adalah olahan makanan yang berasal dari endapan kedelai yang difermentasikan. Nah, kedua makanan yang populer di indonesia nyatanya mengandung kalsium yang tinggi. Jadi, jangan lupa selalu memasukan... - Published: 2023-12-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/percutaneus-nephrolithotomy/ - Kategori: Tindakan Medis, Urologi - Translation Priorities: Optional Saat ini terdapat beberapa pilihan untuk mengeluarkan batu ginjal tanpa perlu melakukan sayatan terbuka di kulit pasien. Namun untuk batu ginjal yang berukuran besar dengan tingkat kepadatan dan kekerasan yang tinggi masih diperlukan bedah terbuka, termasuk dengan percutaneus nephrolithotomy. Mengenal Percutaneus Nephrolithotomy Percutaneus nephrolithotomy adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk menghilangkan semua batu ginjal. Prosedur ini biasanya hanya digunakan terhadap batu yang berukuran besar (diameter lebih dari 2 cm) atau memiliki karakteristik yang kompleks sehingga sulit dihancurkan dengan metode non-bedah seperti extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) atau ureteroscopy. Seperti dikutip dari Johns Hopkins Medicine, teknik percutaneus nephrolithotomy memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dalam membersihkan ginjal dari batu dalam satu kali tindakan daripada teknik lain, yang sering memerlukan beberapa kali percobaan. Dalam prosedur percutaneus nephrolithotomy, dokter akan membuat sayatan kecil pada punggung guna mengakses ginjal pasien. Lalu sebuah alat khusus dimasukkan ke ginjal dengan panduan ultrasonografi (USG) atau sinar-X. Alat ini akan membuat terowongan ke dalam ginjal dan alat teleskop dimasukkan untuk menemukan batu. Batu yang telah teridentifikasi lantas dihancurkan dengan laser, alat bor khusus, atau USG. Serpihan-serpihan batu kemudian akan diangkat atau dibiarkan keluar sendiri bersama urine dan gejala yang dialami pasien pun reda. Siapa Saja yang Memerlukan Prosedur ini? Orang yang mengalami batu ginjal mungkin memerlukan percutaneus nephrolithotomy. Namun dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh dulu untuk memastikan individu tersebut adalah kandidat yang tepat. Umumnya dokter akan melihat apakah batu ginjal itu bisa diatasi dengan metode non-bedah terlebih dahulu. Sebab, tindakan non-bedah seperti ESWL dan ureteroskopi lebih minim risiko dan pemulihan pasien lebih cepat. Namun bila tindakan tersebut sudah dicoba dan gagal atau dianggap tak memungkinkan karena karakteristik batu ginjal atau kondisi kesehatan pasien secara umum, dokter bisa segera menyarankan prosedur percutaneus nephrolithotomy. Kapan Seseorang Memerlukan Percutaneus Nephrolithotomy Dokter bisa menilai seseorang memerlukan percutaneus nephrolithotomy dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti: Ukuran batu ginjal berdiameter lebih dari 2 cm Batu ginjal keras dan padat, misalnya batu kalsium oksalat yang tebal Lokasi batu di bagian dalam ginjal atau sulit dijangkau menggunakan metode non-bedah Metode penanganan lain tak berhasil, seperti ESWL dan ureteroskopi Terdapat infeksi atau komplikasi lain akibat batu ginjal Pasien merasa nyeri hebat sehingga butuh tindakan segera Manfaat/Tujuan Percutaneus nephrolithotomy menawarkan manfaat utama sebagai prosedur yang efektif untuk mengeluarkan seluruh batu ginjal yang besar dan kompleks. Dengan hilangnya batu ginjal, manfaat lain yang didapatkan termasuk: Meredakan gejala batu ginjal seperti nyeri hebat Memulihkan fungsi ginjal Mencegah komplikasi jangka panjang, termasuk infeksi saluran kemih berulang dan kerusakan ginjal Membantu mengurangi risiko kembali munculnya batu ginjal Adapun sebagai prosedur minimal invasif, percutaneus nephrolithotomy memiliki manfaat berupa waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien. Pasien pun dapat meningkatkan kualitas hidup yang sebelumnya terganggu akibat gejala batu ginjal. Persiapan Sebelum Menjalani Percutaneus Nephrolithotomy Persiapan untuk menjalani percutaneus nephrolithotomy mencakup serangkaian tes, seperti tes darah untuk mengecek tanda-tanda infeksi atau kondisi lain, USG ginjal, serta CT scan guna mengetahui lokasi batu ginjal. Dokter biasanya juga akan menginstruksikan pasien agar berpuasa sebelum prosedur tindakan dilakukan. Demi keamanan prosedur, pasien perlu memberi tahu tim medis terkait obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi karena ada beberapa jenis obat yang bisa mempengaruhi prosedur tindakan. Untuk mengantisipasi berkembangnya infeksi seusai prosedur, dokter bisa meresepkan antibiotik. Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur percutaneus nephrolithotomy biasanya berlangsung sekitar 20-45 menit, tergantung ukuran, karakteristik, dan lokasi batu ginjal. Secara umum, prosedur nefrolitotomi perkutan bisa dijabarkan seperti berikut ini: Setelah berganti pakaian dengan gaun operasi, pasien akan diminta dalam posisi tengkurap atau miring di meja operasi Agar tak merasa sakit saat prosedur berlangsung, pasien akan diberi anestesi umum Dokter membuat sayatan kecil pada kulit di area lokasi batu ginjal Menggunakan metode pencitraan, termasuk fluoroskopi atau ulstrasonografi, dokter lalu memasukkan jarum melalui sayatan ke dalam ginjal Kawat pemandu kemudian dimasukkan lewat jarum ke dalam ginjal, sedangkan jarum ditarik keluar Alat medis nefroskop yang terdiri atas tabung dan kamera pada ujungnya lalu dimasukkan agar dokter dapat melihat batu ginjal untuk tindakan Dengan alat tertentu, batu ginjal dipecah-pecahkan menjadi lebih kecil lalu diangkat sekaligus dengan nefroskop atau bisa juga ditinggalkan di ginjal untuk kemudian dikeluarkan lewat urine Setelah serpihan batu diangkat, dokter bisa memasang tabung drainase untuk membantu mengalirkan serpihan batu dan darah residu mengalir dari ginjal Bekas luka dijahit atau ditutup dengan cara lain Perawatan Pasca Percutaneus Nephrolithotomy Pasca percutaneus nephrolithotomy, pasien umumnya mesti menjalani rawat inap setidaknya 2 hari untuk memulihkan diri. Selama pemulihan, pasien harus beristirahat yang cukup dan menaati instruksi dari tim medis yang bertugas, termasuk makan banyak sayur dan minum air putih setidaknya 1,5 liter per hari. Pasien bisa meninggalkan rumah sakit setelah bisa buang air kecil secara alami dengan lancar dan tak ada lagi demam atau rasa nyeri. Adakah Efek Samping Setelah Percutaneus Nephrolithotomy Percutaneus nephrolithotomy adalah prosedur yang sangat aman dan telah lama diterapkan sebagai tindakan terhadap batu ginjal yang efektif. Namun tetap ada efek samping dan kemungkinan risiko seperti: Nyeri di... - Published: 2023-12-30 - Modified: 2026-04-20 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/operasi-achilles/ - Kategori: Ortopedi, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Achilles adalah tendon yang memiliki peran penting dalam berbagai gerakan manusia, dari berjalan, melompat, hingga berlari. Tendon di belakang kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit ini juga berfungsi menopang bobot tubuh. Maka, ketika mengalami masalah atau cedera, operasi ini kerap tak terhindarkan demi mengembalikan fungsi tendon tersebut. Mengenal Operasi Achilles Operasi achilles adalah jenis operasi yang ditujukan untuk mengatasi masalah pada tendon achilles. Achilles adalah tendon terbesar dan terkuat yang terdapat di bagian belakang kaki. Tendon ini mungkin membutuhkan operasi ketika mengalami cedera serius, misalnya putus atau robek. Cedera serius pada tendon achilles lebih mungkin terjadi pada individu yang kerap melakukan kegiatan fisik yang intens, terutama atlet olahraga. Tendon ini juga mungkin mengalami cedera akibat kecelakaan. Seperti dikutip dari laman National Library of Medicine, cedera robek tendon achilles adalah cedera robek tendon yang paling kerap terjadi pada bagian tubuh bawah. Cedera ini paling sering dialami orang dewasa pada usia 30-50 tahun. Dalam kasus cedera serius seperti putus tendon, dokter bisa merekomendasikan operasi achilles untuk memperbaiki kondisi tendon yang mengalami kerusakan. Terdapat beberapa macam operasi yang dibedakan menurut tujuannya, antara lain: Pengikatan tendon: menyatukan kembali ujung-ujung tendon yang robek atau putus Rekonstruksi tendon: memperbaiki atau menggantikan bagian tendon yang rusak parah dengan jaringan tendon dari bagian tubuh lain atau donor Pengangkatan jaringan: mengangkat jaringan parut atau jaringan tendon yang rusak agar jaringan baru yang sehat bisa tumbuh Pemotongan tendon: memotong sebagian tendon yang terlalu tegang guna meredakan ketegangan Perbaikan sambungan otot-tendon: memulihkan sambungan antara otot betis dan tendon achilles Operasi achilles memerlukan masa rehabilitasi sesudahnya guna memastikan pemulihan yang optimal dan mengembalikan kemampuan gerak kaki. Siapa Saja yang Memerlukan Seseorang mungkin memerlukan operasi achilles ketika mengalami cedera yang serius pada tendon achilles-nya. Orang yang mengalami cedera kronis atau tak kunjung sembuh pada tendon achilles juga umumnya perlu menjalani operasi ini. Berikut ini beberapa jenis kondisi seseorang yang memerlukan operasi achilles: Robekan sebagian atau seluruh tendon Tendinopati yang merupakan kondisi cedera pada tendon Achilles, mencakup tendinitis (peradangan akut) ataupun tendinosis (peradangan kronis) Kelainan bawaan pada tendon achilles Kapan Seseorang Memerlukan Dokter akan mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum merekomendasikan operasi achilles, seperti seberapa parah cedera yang dialami, bagaimana respons terhadap penanganan non-operasi, dan tingkat keaktifan pasien. Dokter mungkin menilai pasien memerlukan operasi achilles jika ada gejala atau tanda seperti berikut ini: Nyeri hebat dan pembengkakan di atas area tumit Ada bunyi derak atau letupan dari tendon ketika cedera dialami Tak mampu menekuk kaki atau mendorong ke depan ketika berjalan Tak bisa berdiri dengan jinjit Berjalan dengan kaki datar Sebelum melakukan operasi achilles, dokter bisa menangani cedera tendon dengan metode non-bedah seperti obat pereda nyeri atau gips. Operasi baru akan direkomendasikan jika metode ini tak berhasil memperbaiki atau memulihkan kondisi tendon yang rusak. Manfaat/Tujuan Tujuan utama operasi achilles adalah memperbaiki tendon achilles yang mengalami kerusakan atau cedera sehingga fungsinya kembali normal. Berikut ini rinciannya: Memperbaiki robekan atau cedera serius pada tendon Meredakan rasa sakit yang muncul akibat cedera Memungkinkan pasien bergerak lebih bebas Mengurangi risiko kambuhnya cedera tendon achilles Mengembalikan mobilitas dan aktivitas sehari-hari Persiapan Persiapan sebelum menjalani operasi achilles mencakup sejumlah langkah yang penting untuk memastikan tak ada masalah dalam tindakan, termasuk risiko komplikasi yang bisa muncul. Persiapan itu meliputi: Konsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana prosedur operasi achilles serta manfaat dan risikonya, termasuk pemulihan yang mesti dijalani Pemeriksaan pra-operasi, seperti pemeriksaan fisik, tes darah, dan tes pencitraan Diskusi tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi karena beberapa obat atau suplemen bisa meningkatkan risiko perdarahan atau komplikasi selama atau sesudah operasi Puasa untuk persiapan operasi Prosedur dan Pelaksanaan Operasi achilles bisa dijalankan dengan beberapa metode oleh dokter bedah ortopedis bersama tim medis yang terlatih dalam bidang ini. Operasi ini membutuhkan waktu beberapa jam. Langkahnya meliputi: Pemberian anestesi tulang belakang sehingga pasien tak merasakan apa pun dari pinggang ke bawah ataupun bius total sehingga pasien tertidur selama operasi berlangsung Selama operasi, dokter akan memantau tanda-tanda vital seperti tekanan darah dan detak jantung Dokter akan memulai operasi dengan membuat sayatan pada bagian belakang kaki di dekat tumit untuk menjangkau area yang mengalami cedera Dokter memeriksa kondisi tendon dan melakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tendon yang rusak Setelah tindakan perbaikan selesai, dokter membersihkan area sayatan dan menutupnya dengan menjahitnya Perawatan Perawatan pasca operasi achilles amat penting untuk membantu memastikan pasien dapat pulih dengan optimal dan tak mengalami risiko komplikasi. Perawatan itu antara lain menjaga bekas luka sayatan operasi tetap bersih dan kering serta menjalani terapi fisik atau fisioterapi yang diperlukan. Pasien harus mengikuti program fisioterapi dengan disiplin untuk mempercepat rehabilitasi atau pemulihan fleksibilitas dan kekuatan kaki. Untuk menghilangkan rasa nyeri, dokter bisa meresepkan obat pereda nyeri selama masa pemulihan. Bila perlu, pasien dapat menggunakan alat bantu seperti penyangga atau penopang untuk membantu meringankan beban pada tendon achilles selama masa awal pemulihan. Lamanya masa pemulihan biasanya bergantung pada tingkat kerusakan tendon, seberapa cepat operasi dilakukan setelah... - Published: 2023-12-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/herniotomy-operasi-hernia/ - Kategori: Bedah, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Hernia adalah kondisi ketika ada suatu organ di dalam tubuh yang menonjol keluar lewat otot atau jaringan yang menahan organ tersebut. Sebagai salah satu cara untuk mengatasi kondisi yang kerap dialami laki-laki ini, dokter bisa merekomendasikan herniotomy. Prosedur medis ini pun bisa digabungkan dengan tindakan lain untuk mengatasi hernia dengan optimal. Mengenal Herniotomy Herniotomy adalah istilah untuk prosedur medis yang bertujuan mengatasi hernia lewat pembedahan. Hernia terjadi ketika ada organ dalam tubuh, seperti usus, yang menonjol melalui celah atau bagian lemah pada dinding otot atau jaringan di sekitarnya. Hernia lebih lazim dialami oleh pria daripada perempuan. Herniotomy adalah prosedur bedah yang cukup umum dan aman. Prosedur ini kerap diikuti dengan tindakan medis lain. Seperti dikutip dari Medscape, tindakan itu antara lain penguatan dinding otot atau jaringan dengan menambahkan jaring sintetis yang disebut hernioplasty dan pengembalian posisi organ yang menonjol serta perbaikan dinding otot atau jaringan yang melemah yang disebut herniorrhaphy. Jenis metode bedah herniotomy bisa dibedakan menjadi dua, yakni bedah terbuka dan laparoskopi. Dibanding bedah terbuka, herniotomy dengan laparoskopi yang merupakan metode minimal invasif menjanjikan pemulihan pasien lebih cepat dan lebih minim risiko komplikasi. Bedah herniotomy sering dilakukan dalam kasus hernia inguinal, yaitu hernia yang menonjol melalui otot perut di area panggul atau selangkangan. Prosedur ini bisa dilakukan pada anak-anak ataupun orang dewasa. Namun dibutuhkan evaluasi oleh dokter untuk memastikan tindakan ini tepat untuk mengatasi hernia pada pasien tertentu. Siapa Saja yang Memerlukan Herniotomy Orang yang mengalami hernia umumnya memerlukan operasi untuk dapat pulih sepenuhnya. Namun keputusan apakah orang tersebut memerlukan herniotomy atau tidak bergantung pada hasil pemeriksaan dokter. Herniotomy umumnya dilakukan terhadap pasien hernia inguinal. Namun ada juga kemungkinan penderita jenis hernia lain memerlukan prosedur ini, seperti: Hernia umbilikalis: hernia yang terjadi di sekitar pusar Hernia femoralis : hernia yang tampak di area otot dekat paha Kapan Seseorang Memerlukan Herniotomy Dokter dapat merekomendasikan herniotomy kepada pasien hernia yang mengalami gejala signifikan atau ada risiko komplikasi yang membahayakan. Contohnya seseorang memerlukan herniotomy ketika: Merasa tidak nyaman dan nyeri saat beraktivitas akibat hernia yang dialami Hernia tak bisa dikembalikan ke posisinya secara manual Ada risiko komplikasi organ terjepit Lokasi hernia berada di area yang menyebabkan rutinitas sehari-hari terganggu Tonjolan hernia terus berkembang dengan cepat Perut terasa nyeri tajam dan muntah Saraf tertekan oleh hingga menyebabkan iritasi dan mati rasa Manfaat/Tujuan Herniotomy Herniotomy adalah tindakan pembedahan yang bertujuan mengatasi hernia. Manfaat prosedur ini bagi pasien meliputi: Mengatasi gejala seperti nyeri dan rasa tidak nyaman akibat tonjolan hernia Mencegah terjadinya komplikasi, seperti organ terjepit yang bisa memicu gangguan pada aliran darah dan mempengaruhi fungsi organ Mencegah hernia kumat kembali dengan menguatkan dinding otot atau jaringan yang lemah Meningkatkan kualitas hidup pasien setelah gejala hernia yang mengganggu hilang Persiapan Sebelum Menjalani Herniotomy Persiapan herniotomy mencakup beberapa langkah yang serupa dengan persiapan prosedur bedah pada umumnya, antara lain: Berkonsultasi dengan dokter mengenai prosedur herniotomy yang akan dilakukan, termasuk manfaat dan risikonya Menginformasikan obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi, mungkin ada beberapa obat yang perlu dihentikan konsumsinya demi kelancaran tindakan Berpuasa makan dan minum sejak tengah malam sebelum tindakan Menjalani pemeriksaan pra-operasi, seperti tes darah, tes tekanan darah, dan elektrokardiografi Prosedur dan Pelaksanaan Herniotomy Prosedur herniotomy meliputi langkah-langkah berikut ini: Pasien berganti pakaian dengan gaun khusus operasi, lalu berbaring di meja operasi Tim medis akan membersihkan dan mensterilkan area tubuh yang akan menjalani operasi Pasien diberi anestesi agar tak merasakan sakit ketika prosedur berlangsung Dokter membuat sayatan pada area yang mengalami hernia Kantong hernia diidentifikasi dan dipisahkan Isi kantong hernia dikembalikan ke dalam perut, sedangkan kantongnya diangkat keluar Dinding otot atau jaringan yang lemah diperbaiki atau diperkuat Bekas sayatan ditutup dengan jahitan Seluruh prosedur ini biasanya berlangsung 20-45 menit. Pasien umumnya bisa pulang pada hari yang sama dengan tindakan. Tapi ada kemungkinan pasien menjalani rawat inap untuk pemantauan kondisi. Perawatan Pasca Herniotomy Pasien perlu menjalani perawatan pasca herniotomy guna memastikan tak ada masalah yang muncul setelah prosedur dan pasien bisa pulih sesuai dengan harapan. Pasien akan menjalani pemantauan kondisi secara ketat sesaat setelah operasi di ruang pemulihan. Untuk menghilangkan rasa sakit setelah operasi, dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Dokter juga akan memberikan instruksi tentang perawatan luka, termasuk soal penggantian perban. Demi pemulihan yang optimal, pasien juga harus banyak beristirahat dan tak melakukan aktivitas fisik yang berat selama beberapa waktu sesuai dengan instruksi dokter. Adakah Efek Samping Setelah Herniotomy Ada kemungkinan muncul efek samping herniotomy layaknya prosedur operasi pada umumnya, seperti: Infeksi yang ditandai kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari luka bekas operasi Nyeri dan ketidaknyamanan pada area yang dioperasi Perdarahan saat atau setelah operasi Herniotomy di Primaya Hospital Hernia memerlukan penanganan medis agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Untuk itu, bagi yang memiliki gejala hernia, Primaya Hospital menyediakan layanan pemeriksaan hingga tindakan herniotomy baik dengan laparoskopi ataupun tidak dengan tim medis yang terlatih dan berpengalaman serta peralatan terkini. Jadwalkan pemeriksaan dan konsultasi untuk mendapat solusi terbaik... - Published: 2023-12-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/laser-hemoroidectomy/ - Kategori: Bedah, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Hemoroid, yang sering disebut wasir, adalah kondisi ketika pembuluh darah di area rektum atau anus mengalami pembesaran dan peradangan. Hemoroid bisa terjadi di dalam rektum (internal) ataupun luar anus (eksternal). Penanganan untuk jenis Hemoroid ini bisa berbeda-beda. Untuk Hemoroid internal, laser Hemorrhoidectomy bisa menjadi pilihan yang mendatangkan lebih banyak manfaat daripada prosedur bedah konvensional. Mengenal Laser Hemoroidectomy Laser hemorrhoidectomy prosedur bedah dengan menggunakan sinar laser untuk menghilangkan / atasi wasir atau mengurangi ukurannya. Prosedur ini khususnya digunakan untuk mengatasi wasir internal yang parah. Sinar laser khusus dipakai buat memotong jaringan wasir yang membesar atau meradang. Adapun pada pembuluh darah di sekitarnya dilakukan koagulasi untuk mengurangi perdarahan. Sinar laser mengandung energi panas yang dapat membakar dan menutup pembuluh darah. Dengan begitu, wasir akan menyusut dan risiko perdarahan berlebih selama dan sesudah prosedur laser hemorrhoidectomy menurun. Laser hemorrhoidectomy termasuk prosedur penanganan / atasi wasir yang relatif baru. Dibanding bedah konvensional, laser hemorrhoidectomy menawarkan manfaat seperti pemulihan yang lebih cepat serta risiko yang minimal. Sebuah penelitian menemukan prosedur laser ini lebih efektif daripada bedah terbuka. Meski begitu, pilihan penggunaan bedah laser atau konvensional bergantung pada hasil pemeriksaan dokter dan kondisi pasien. Siapa Saja yang Memerlukan Laser Hemoroidectomy Dokter dapat merekomendasikan laser Hemorrhoidectomybagi orang yang mengalami wasir internal yang parah atau sudah masuk stadium 3 atau 4. Prosedur ini biasanya menjadi pilihan jika penggunaan obat-obatan atau prosedur bedah biasa tak berhasil mengatasi wasir itu. Namun keputusan menjalankan prosedur laser Hemorrhoidectomyharus ditentukan oleh dokter setelah mengevaluasi kondisi medis pasien secara menyeluruh. Penting pula bagi pasien untuk memahami manfaat dan risiko prosedur bedah tersebut. Dokter akan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk riwayat medis pasien dan tingkat keparahan wasir, sebelum memberikan rekomendasi penanganan yang tepat. Kapan Seseorang Memerlukan Laser Hemoroidectomy Gejala wasir bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika sudah parah. Gejala itu meliputi: Perdarahan rektal / anus yang berkepanjangan Nyeri yang tak tertahankan Kesulitan mengendalikan buang air besar Ketidaknyamanan karena tonjolan wasir di dekat anus (prolaps) Iritasi, gatal, atau bengkak di sekitar anus Jika sudah muncul gejala-gejala tersebut dan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kondisi pasien memungkinkan, laser Hemorrhoidectomybisa menjadi pilihan. Namun, terlepas dari tingkat keparahannya, penanganan wasir hampir selalu diawali dengan modifikasi gaya hidup, seperti diet tinggi serat. Manfaat/Tujuan Wasir yang parah akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat beraktivitas. Kualitas hidupnya pun bisa menurun. Karena itu, laser Hemorrhoidectomy memiliki manfaat/tujuan utama menghilangkan gejala tersebut agar kualitas hidup terjaga. Prosedur bedah laser ini juga dipilih karena menjanjikan pemulihan yang lebih cepat dibanding bedah biasa. Selain itu, risiko perdarahan bisa ditekan karena sinar laser yang digunakan dalam metode ini dapat membantu pembekuan darah. Risiko komplikasi juga lebih minimal daripada bedah konvensional. Persiapan Sebelum Menjalani Laser Hemoroidectomy Persiapan bagi pasien sebelum menjalani laser Hemorrhoidectomy meliputi sejumlah langkah yang perlu dijalankan agar tak ada hambatan ataupun risiko komplikasi yang muncul ketika prosedur berlangsung. Persiapan itu antara lain: Menjalani pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan tes lain yang diperlukan Tidak makan dan minum setidaknya 6 jam sebelum tindakan Mendiskusikan obat-obatan yang boleh dikonsumsi dan tak boleh atau harus diatur konsumsinya dengan dokter Dokter mungkin meminta pasien mengonsumsi obat pencahar untuk membantu membersihkan usus Tidak memakai perhiasan atau aksesori saat datang ke rumah sakit Prosedur dan Pelaksanaan Laser Hemorrhoidectomyadalah prosedur rawat jalan. Biasanya pasien tak perlu dirawat inap dan bisa pulang beberapa jam seusai tindakan. Prosedur bedah laser ini meliputi: Pemberian anestesi setelah pasien berganti pakaian dengan gaun khusus operasi dan siap di ruang operasi Pasien biasanya dalam posisi telentang dengan kedua kaki diangkat Jika pasien telah siap dan efek anestesi sudah bekerja, dokter mulai menggunakan sinar laser untuk memotong dan menghilangkan jaringan wasir yang membesar Sinar laser juga digunakan untuk mencegah perdarahan berlebih Begitu wasir telah diangkat, dokter melakukan perawatan pada bagian yang terpengaruh Perawatan Pasca Laser Hemoroidectomy Daripada bedah biasa, laser Hemorrhoidectomymembuat pasien bisa lebih cepat pulih. Namun perawatan pascatindakan tetap penting untuk membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi. Perawatan itu mencakup: Pasien dibawa ke ruang pemulihan seusai tindakan dan menjalani pemantauan kondisi hingga stabil sebelum bisa pulang. Penggunaan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan nyeri dan gejala peradangan lain Menjaga hidup tetap sehat dengan lebih banyak konsumsi sayur berserat agar buang air besar lancar Dokter akan memberi panduan tentang perawatan luka bekas operasi serta kegiatan fisik yang aman dilakukan selama masa pemulihan Adakah Efek Samping Setelah Laser Hemoroidectomy Setiap prosedur bedah tentu memiliki efek samping. Ihwal laser Hemoroidectomy, efek samping itu mencakup: Rasa nyeri atau tak nyaman di sekitar anus Perdarahan ringan Sulit buang air besar atau sembelit Reaksi alergi Infeksi pada area bekas operasi Laser Hemorrhoidectomydi Primaya Hospital Wasir adalah gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis segera jika sudah tergolong parah. Primaya Hospital memiliki tim medis yang berpengalaman dan terlatih serta peralatan yang mendukung untuk menjalankan laser Hemorrhoidectomysecara aman. Konsultasikan keluhan gejala Anda untuk mendapat pemeriksaan menyeluruh sebelum menjalani prosedur bedah laser untuk mengangkat wasir yang mengganggu. Narasumber:... - Published: 2023-12-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/penyakit-peritonitis/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Saat seseorang mengalami rasa nyeri disertai kembung pada perut, seringkali dikaitkan dengan penyakit GERD. Padahal, ada banyak penyakit lain yang memiliki gejala yang sama, salah satunya yaitu peritonitis. Walaupun penyakit ini bisa mengancam nyawa, namun pencegahan peritonis secara tepat dapat mengurangi dampak negatif yang diderita. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi jamur maupun bakteri. Akibatnya, akan timbul gejala nyeri, iritasi, dan inflamasi sehingga membutuhkan perawatan secepat mungkin. Untuk mengetahui selengkapnya tentang hal ini, maka Anda dapat menyimak rincian artikel lengkapnya berikut. Mengenal Apa itu Peritonitis Peritonitis adalah inflamasi atau peradangan pada peritoneum. Nah, peritoneum sendiri merupakan lapisan tipis yang terletak di bagian perut. Fungsinya ialah untuk melindungi organ-organ yang terdapat di dalamnya. Normalnya, peritoneum selalu higienis dan bebas dari mikroorganisme berbahaya. Akan tetapi, dalam kasus tertentu dapat mengakibatkan peradangan yang akan membahayakan kesehatan bila tidak mendapatkan perawatan secara tepat. Bila digolongkan berdasarkan infeksi yang menyerang, maka penyakit peritonitis dibagi menjadi 3 kategori yakni: Peritonitis primer: memiliki nama lain peritonitis spontan, merupakan jenis peritonitisyang terjadi akibat jamur atau bakteri yang secara langsung menyerang bagian peritoneum. Peritonitis sekunder: terjadi akibat infeksi bakteri maupun jamur yang berasal dari organ lainnya yang memasuki peritoneum akibat suatu kondisi. Peritonitis tersier: kondisi yang terjadi akibat seseorang mengalami sistem imun yang lemah atau saat pasien sedang menjalani cuci darah melalui perut. Nama Penyakit Peritonitis Gejala Utama Nyeri perut, kembung, mual dan muntah, tidak bisa BAB Dokter Spesialis Dokter spesialis bedah Penyebab Utama Luka tusuk pada perut, usus buntu pecah, tukak lambung pecah Diagnosis Cek darah, anamnesis, pencitraan, analisis cairan peritoneal Pencegahan Selalu jaga kesehatan tangan dan kulit Pengobatan Antibiotik, analgesik, pembedahan, pengobatan sesuai penyakit Komplikasi Gangguan pembekuan darah, syok sepsis, kegagalan organ Faktor Risiko Risiko seseorang terkena penyakit peritonitis akan meningkat apabila mengalami termasuk dalam kondisi berikut ini: Memiliki cedera bagian perut Pasien radang usus buntu Punya penyakit divertikuliltis Memiliki riwayat tukak lambung parah Pertumbuhan sel kanker di pencernaan Memiliki penyakit radang panggul Mengalami peradangan pankreas Terkena infeksi pada aliran darah & pencernaan Mengalami peradangan di saluran cerna Pernah melakukan bedah rongga perut Gejala Penyakit Dikutip dari Better Health Channel, bahwa pasien yang mengalami penyakit ini akan menimbulkan gejala tertentu seperti halnya: Diare Demam tinggi Menggigil Perut kembung Nafsu makan kurang Detak jantung yang cepat Nyeri perut Pembengkakan perut Perut kembung Kelelahan Mual dan muntah Penyebab Terdapat beberapa macam penyebab yang menjadikan peritonitis seperti halnya: Kebocoran salah satu organ dalam perut Inokulasi bakteri di peritoneum Iritasi peritoneum Benda asing yang mengoyak peritoneum Imunokompromais / imunitas rendah Metode cuci darah melalui perut / CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis) Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Peritonitis termasuk kondisi kegawatdaruratan sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus secara optimal. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa upaya untuk mendiagnosisnya seperti: Cek hitung darah lengkap Cek pencitraan CT Scan / rontgen Analisis cairan peritoneal (paracentesis) Cek kultur darah Tes urine Cara Mengatasi Karena peritonitis tergolong sebagai kondisi serius dan mengancam jiwa, maka untuk mengatasinya harus dilakukan melalui perawatan di rumah sakit. Oleh sebab itu, dokter akan melakukan perawatan menyeluruh tergantung dari penyebab utama yang mendasarinya. Selain itu, akan diberikan beberapa perawatan lain seperti: Pemberian antibiotik Pemberian antijamur Transfusi darah Memberi oksigen Pemberian obat anti nyeri Operasi penutupan luka robek Operasi pengangkatan infeksi Komplikasi Bila dibiarkan, penyakit ini dapat menginfeksi seluruh bagian tubuh si penderita. Selain itu, juga akan menimbulkan komplikasi seperti halnya: Sepsis (infeksi yang menyebar ke aliran darah) Ensefalopati hepatik (hilangnya fungsi otak) Sindrom hepatorenal Infeksi yang berakibat kegagalan banyak organ Abses intra abdomen Syok septik (tekanan darah terlampau rendah) Adhesi intraperitoneal Usus gangren (sel usus mati) Pencegahan Peritonitis Pencegahan peritonitis dilakukan sesuai dengan penyebab utamanya serta dari faktor risiko si penderita. Secara medis, pencegahan secara khusus untuk penyakit ini memang belum ada. Namun, kita bisa melakukan beberapa langkah seperti halnya: Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan Penggunaan kondom untuk terhindari dari IMS (infeksi menular seksual) Konsultasikan ke dokter apabila menderita sirosis Batasi penggunaan obat pereda nyeri yang berakibat tukak lambung Segera dapatkan perawatan bila memiliki radang usus buntu Kapan Harus ke Dokter? Apabila Anda mengalami gejala peritonitis, maka segera kunjungi dokter umum atau dokter spesialis bedah. Terlebih, bila Anda mengalami kondisi seperti tidak dapat BAB, nyeri yang semakin memburuk, demam tinggi, dan perut yang tegang. Dengan semakin cepatnya penanganan atas penyakit ini, maka kondisi kegawatdaruratan pun tidak akan terjadi. Narasumber: dr. Meky Tanjung, Sp. B Spesialis Bedah Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-12-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/covid-varian-baru/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Setelah pandemi Covid-19 mereda, masyarakat dunia kembali harus meningkatkan kewaspadaan karena kemunculan Covid varian baru pada akhir 2023. Di sejumlah negara tercatat ada peningkatan tajam jumlah kasus positif Covid, termasuk di Indonesia. Ada setidaknya dua subvarian Covid yang menyebabkan peningkatan kasus positif ini, yakni EG. 2 dan EG. 5. Mengenal Covid Varian Baru Semua virus bisa mengalami mutasi seiring dengan waktu, tak terkecuali virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Mutasi ini dapat memicu kemunculan Covid varian baru yang memiliki perbedaan sifat daripada virus sebelumnya, seperti tingkat penularan, tingkat keparahan penyakit, atau kemampuan menghindari kekebalan dari vaksin. Bisa jadi Covid varian ini lebih mudah menular dan menyebabkan pasien mengalami sakit yang parah serta lebih mampu melawan sistem imun. Tapi bisa juga virus hasil mutasi tersebut bersifat sebaliknya. Sebagai contoh, Covid varian Delta dulu lebih berpotensi menyebabkan penyakit yang serius daripada virus awal. Varian baru Covid yang terdeteksi sejauh ini ada empat yang utama, yakni Alpha, Beta, Delta, dan Omicron. Adapun subvarian Covid baru yang terdeteksi pada 2023 di Indonesia antara lain EG. 2 dan EG. 5 yang berasal dari Omicron. EG. 5 atau Eris menjadi Covid varian baru yang mendominasi jumlah kasus positif di sejumlah negara pada pertengahan 2023. Pada saat itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkannya sebagai “variant of interest”. Artinya, ada perubahan genetik yang membuat varian ini memiliki kelebihan dan prevalensinya berkembang. Walau termasuk jenis baru, gejala, pengobatan, dan pencegahannya relatif sama dengan Covid sebelumnya. Masyarakat yang sudah mendapat vaksin Covid secara umum lebih aman dari risiko penularan dan keparahan penyakit. Gejala Tidak seperti Covid pada awal pandemi, gejala Covid varian baru pada 2023 secara umum lebih ringan. Ada pula pasien yang positif yang tidak mengalami gejala. Berikut ini beberapa gejala varian baru Covid yang banyak dilaporkan: Sakit tenggorokan, termasuk kesulitan menelan Demam hingga lebih dari 38 derajat Celsius Kesulitan bernapas atau sesak napas Tidak bisa merasakan dan/atau mencium bau Kelelahan atau lemas Sakit kepala Batuk, bersin, pilek Kelelahan, badan terasa lemas Mual, muntah Diare Penyebab Covid Varian Baru Sama seperti Covid pada masa pandemi dan seusai pandemi, penyebab Covid varian baru adalah virus corona SARS-CoV-2. Namun pada kasus baru ini penyebabnya spesifik jenis virus varian baru hasil mutasi. Varian Eris, misalnya, penyebabnya adalah SARS-CoV-2 EG. 5. Covid varian baru EG. 5 adalah subvarian Omicron yang terdeteksi pertama kali pada Februari 2023. Sejumlah negara di Eropa, Afrika, Amerika, dan Asia sudah melaporkan keberadaan varian virus ini, termasuk Indonesia. Karakteristik virus corona varian baru ini mirip dengan Omicron yang lebih mudah menyebar tapi gejala sakit yang ditimbulkan lebih ringan. Cara Dokter Mendiagnosis Covid Varian Baru Dokter dapat mendiagnosis Covid varian baru dengan cara yang sama dengan varian-varian sebelumnya, seperti pemeriksaan gejala dan evaluasi riwayat medis. Adapun standar utama untuk menegakkan kasus positif Covid adalah tes reaksi berantai polimerase (PCR). Tes ini hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis terlatih. Dalam tes PCR, sampel lendir dari hidung atau mulut orang yang diduga positif Covid diambil dengan alat khusus, lalu diperiksa di laboratorium untuk mengecek keberadaan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid. Alternatifnya adalah tes antigen. Metode pengambilan sampelnya sama dengan tes PCR. Namun tidak dibutuhkan pemeriksaan laboratorium sehingga hasilnya lebih cepat diketahui. Meski demikian, hasil tes antigen tetap perlu konfirmasi dari tes PCR untuk memastikan diagnosis. Adapun untuk mendeteksi Covid varian baru, diperlukan analisis genom. Tenaga medis terlatih akan mengambil sampel dari orang yang positif Covid untuk mengidentifikasi perubahan genetik pada virus. Sampel itu dapat berupa cairan atau lendir dari hidung/tenggorokan atau darah pasien. Cara Mengatasi Covid Varian Baru Pengobatan bagi pasien yang terinfeksi Covid varian baru masih mengikuti pedoman penanganan Covid sebelumnya. Pilihan pengobatan yang tepat bergantung pada kondisi dan tingkat keparahan gejala pasien. Pasien mesti menjalani isolasi guna mencegah penularan kepada orang lain. Bila gejalanya ringan dan kondisinya memungkinkan, pasien dapat menjalani isolasi mandiri di rumah. Dokter akan meresepkan obat antivirus serta obat lain sesuai dengan gejala yang dialami. Sedangkan untuk kasus infeksi yang berat atau ada penyakit penyerta (komorbid), pasien biasanya perlu menjalani perawatan di rumah sakit agar dokter lebih mudah memantau kondisi pasien dan segera melakukan tindakan yang dibutuhkan. Komplikasi Covid Varian Baru Covid varian baru Eris pada umumnya menimbulkan gejala yang ringan dan risiko komplikasinya kecil. Namun risiko komplikasi bisa lebih besar pada pasien yang memiliki komorbid. Komplikasi itu antara lain: Pneumonia atau peradangan pada kantong paru Sindrom pernapasan akut berat yang memicu kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen parah Trombosis atau pembentukan gumpalan darah yang bisa memicu stroke atau emboli paru Masalah jantung Masalah pernapasan dalam jangka panjang atau kronis Pencegahan Covid Varian Baru Covid varian baru lebih mudah menular, tapi upaya pencegahan yang sama seperti sebelumnya masih efektif. Langkah pencegahan itu meliputi: Menggunakan masker dengan benar, yakni menutupi hidung dan mulut sepenuhnya, saat berada di tempat umum Tidak menyentuh wajah, termasuk hidung dan mulut, secara langsung Menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, khususnya bila orang tersebut... - Published: 2023-12-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/tht/endoscopic-hidung/ - Kategori: THT, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Endoskopi hidung alias Nasal endoscopic adalah prosedur diagnostik yang kerap menjadi pilihan ketika ada gangguan kesehatan yang bersumber dari hidung pasien. Dengan prosedur ini, dokter dapat memeriksa bagian dalam hidung pasien secara langsung tanpa lewat pembedahan. Mengenal Endoscopic Hidung Endoscopic hidungl adalah salah satu prosedur diagnostik yang bertujuan memeriksa rongga hidung dan sinus menggunakan endoskop. Endoskop adalah perangkat medis yang terdiri atas tabung tipis yang dilengkapi kabel serat optik untuk penerangan dan kamera mungil. Alat ini terhubung dengan layar komputer di mana dokter dapat mengamati bagian dalam hidung dengan detail. Endoskop berukuran kecil dan ramping sehingga gampang dimasukkan lewat lubang hidung guna mengecek kondisi saluran sinus dan struktur hidung. Dokter kerap menjalankan prosedur endoscopic hidung untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan rongga hidung, antara lain dengan pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Prosedur ini juga bisa sekaligus dilakukan untuk mengobati kondisi tersebut. Menurut riset, endoskopi hidung merupakan teknik diagnostik yang lebih baik dalam mendeteksi berbagai masalah kesehatan pada rongga hidung dan sinus, termasuk anatominya. Endoscopic hidung membuat dokter dapat menegakkan diagnosis yang akurat serta merancang perawatan yang sesuai dengan masalah kesehatan yang teridentifikasi. Sebagai prosedur minimal invasif, endoskopi hidung juga bisa dijalankan tanpa perlu rawat inap bagi pasien. Siapa Saja yang Memerlukan Seseorang mungkin memerlukan endoscopic hidubg ketika mengalami masalah tertentu yang berkaitan dengan saluran atau anatomi hidung. Berikut ini di antaranya: Sinusitis kronis: orang yang mengalami peradangan berulang pada rongga sinusnya bisa jadi membutuhkan endoscopic hidungl untuk memperoleh diagnosis dan perawatan yang lebih tepat Polip hidung: endoskopi hidung bisa membantu pemantauan dan pengendalian pertumbuhan jaringan berlebih di dalam hidung yang dapat mengganggu pernapasan Mimisan berulang: bila seseorang kerap mengalami mimisan atau perdarahan hidung, endoscopic hidungl mungkin dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyebabnya serta menentukan penanganan medis yang sesuai Cedera hidung: endoskopi hidung berguna untuk menilai kerusakan yang terjadi di dalam hidung ketika terjadi cedera seperti patah tulang hidung Kapan Seseorang Memerlukan Tindakan Seseorang mungkin membutuhkan endoscopic hidungl jika dokter membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai masalah kesehatan terkait dengan hidung yang dialami, misalnya: Hidung mampet Hidung tersumbat Infeksi rongga dan sinus hidung Polip Tumor Mimisan Kehilangan kemampuan penciuman Kebocoran cairan serebrospinal Manfaat/Tujuan Endoscopic hidungl dapat memperlihatkan detail spesifik seperti titik mimisan atau pembengkakan jaringan hidung. Adanya pertumbuhan massa di dalam hidung yang diduga kanker juga dapat terlihat lewat prosedur endoscopic hidung. Kadang endoskopi hidung juga dibutuhkan untuk memastikan hasil pemeriksaan dengan metode lain sebelumnya. Dalam kasus tertentu, endoskopi hidung juga bisa diterapkan sebagai bagian dari prosedur perawatan. Misalnya mengangkat benda asing di dalam hidung. Selain itu, dokter dapat menjalankan endoscopic hidung guna mengecek seberapa efektif pengobatan yang sebelumnya dilakukan. Contohnya apakah polip hidung sudah mengecil atau belum. Persiapan Sebelum Menjalani Endoscopic Hidung Dokter akan menginformasikan apa saja persiapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani endoscopic hidungl. Termasuk berpuasa makan dan minum sejak semalam sebelumnya. Sebelum prosedur, pasien juga perlu memberitahukan kepada dokter bila sedang mengonsumsi obat atau suplemen tertentu. Pasien harus memastikan apakah ada obat-obatan yang perlu dihentikan konsumsinya karena bisa meningkatkan risiko komplikasi atau mempengaruhi prosedur, misalnya obat pengencer darah. Prosedur dan Pelaksanaan Dokter memulai prosedur endoscopic hidungl dengan menyemprotkan atau meneteskan dekongestan dan obat anestesi lokal untuk membuat hidung mati rasa. Dengan begitu, pasien tak merasakan apa pun pada hidungnya nanti tatkala prosedur berlangsung. Bila efek obat-obatan sebelumnya sudah bekerja, dokter akan memasukkan endoskop lewat lubang hidung pasien. Dari kamera dan cahaya yang menyinari, hasilnya adalah gambar saluran dan sinus hidung pasien pada layar komputer di ruang tindakan. Dokter lantas memeriksa bagian dalam hidung tersebut dan mengambil tindakan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Perawatan Pasca Endoscopic Hidung Seusai tindakan endoscopic hidungl, pasien umumnya perlu menjalani pemulihan yang sebentar lalu bisa pulang setelahnya. Banyak orang yang setelah menjalani tindakan endoskopi nasal masih bisa berkegiatan secara normal. Namun sebaiknya pasien tidak melakukan aktivitas yang sibuk dan berat hingga berisiko menambah beban pada hidung. Untuk merawat kondisi hidung, dokter bisa memberikan pedoman mengenai cara membersihkan hidung dengan perlahan dan lembut. Semprotan hidung khusus atau larutan garam bisa digunakan untuk membersihkan sekaligus menekan risiko infeksi. Adakah Efek Samping Secara umum, endoscopic hidungl adalah prosedur medis yang relatif memiliki risiko rendah. Namun, seperti layaknya prosedur medis lain, ada risiko efek samping atau komplikasi yang membutuhkan perhatian. Di antaranya: Perdarahan Hidung terasa gatal dan tidak nyaman Hidung membengkak Alergi Endoscopic Hidung di Primaya Hospital Primaya Hospital dapat menjalankan prosedur endoscopic hidung sebagai bagian dari layanan telinga-hidung-tenggorokan umum. Prosedur ini penting dalam diagnosis dan pengobatan sederet masalah hidung yang mempengaruhi kualitas hidup. Dengan tim medis yang profesional dan peralatan canggih, Primaya Hospital mengutamakan kenyamanan dan keamanan pasien dalam endoskopi nasal dan prosedur lain. Narasumber: dr. Tantri Kurniawati, SpTHT- KL, M. Kes Spesialis THT Primaya Hospital Karawang - Published: 2023-12-25 - Modified: 2023-12-18 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/buah-untuk-penderita-diabetes/ - Kategori: Penyakit Dalam Pemilihan Buah Untuk Penderita Diabetes memang perlu teliti karena tidak semuanya mempunyai indeks glikemik yang rendah. Sebelum mengkonsumsi buah yang baik untuk penderita diabetes, sebaiknya perhatikan beberapa hal seperti kandungannya, tingkat gula dalam buah, dan baikkah buah tersebut untuk kesehatan diabetes. Hanya karena memiliki label ‘buah’ belum tentu buah tersebut baik dikonsumsi untuk kondisi yang sangat spesifik ini. Agar tidak salah dalam memilih buah, yuk simak buah untuk diabetes apa saja yang baik untuk dikonsumsi! Pisang Buah pisang mengandung karbohidrat yang baik untuk penderita diabetes karena indeks glikemiknya yang rendah, sehingga kadar gula dalam darah nisa terkontrol dengan baik. Selain itu, buah pisang kaya akan mineral dan vitamin yang mampu mengendalikan tekanan dalam darah. Aprikot Aprikot memiliki indeks glikemik yang rendah sama dengan buah pisang. Aprikot memiliki serat yang berguna untuk mengendalikan pelepasan gula dalam darah. Kemampuan tubuh dalam berinteraksi dengan insulin akan meningkat setelah mengkonsumsi buah aprikot yang kaya akan vitamin E. Apel Apel merupakan buah yang baik untuk penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Apel juga dapat membuat antiaging yang dapat mempercepat proses pemulihan tubuh. Selain itu, apel memiliki kandungan pectin yang dapat membantu kontrol gula darah. Plum Bukan hanya mampu mengubah pati menjadi energi, buah plum juga mampu menyeimbangkan kadar gula dalam darah berkat indeks glikemik yang rendah. Penderita diabetes yang ingin buang air kecilnya berkurang wajib mengkonsumsi buah rendah kalori ini. Kiwi Selain memuat fruktosa, buah kiwi juga rendah akan indeks glikemiknya sehingga kadar gula dalam darah dapat terjaga. Bukan hanya itu saja, buah kiwi juga memiliki kandungan inositol yang bersifat pendongkrak kinerja insulin. Vitamin A dan C yang terkandung dalam buah kiwi dipercaya mampu meningkatkan proses penyembuhan penyakit diabetes. Alpukat Buah selanjutnya adalah alpukat. Alpukat memiliki kandungan potassium yang cukup tinggi, bahkan buah ini sangat baik dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi. Buah yang satu ini juga dapat menurunkan trigliserida dan kolesterol jahat dalam tubuh, karena mengandung lemak sehat yang mampu meningkatkan kadar insulin dalam darah. Grapefruit Buah ini kaya akan nutrisi seperti vitamin C, likopen dan antioksidan yang mampu mendongkrak system kekebalan tubuh dan mampu menurunkan berat badan, sehingga resistensi insulin dalam tubuh dapat berkurang. Apabila grafefruit ini dikonsumsi dengan makanan lain, maka buah ini akan mengontrol kadar insulin dalam tubuh. Lemon Lemon memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga cocok dijadikan Buah Untuk Penderita Diabetes. Selain itu, buah ini kaya akan vitamin C dan serat yang mampu memperlambat proses penyerapan gula ke dalam darah. Delima Buah yang satu ini memiliki kandungan yang kaya akan antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas dan berbagai penyakit kronis lainnya. Oleh sebab itu buah yang satu ini juga termasuk dalam daftar buah yang baik untuk diabetes. Jambu biji Serat yang terkandung dalam buah jambu dapat mencegah sembelit dan rendah akn indeks glikemiknya. Buah ini juga dapat menurunkan risiko timbulnya penyakit diabetes tipe 2. Anggur Kandungan frukstosa dalam buah anggur dapat menyerap glukosa dengan segera. Selain memiliki serat yang baik untuk pelaku diet sehat. Buah anggur juga mengandung ragam vitamin, betakaroten, antioksidan dan polifenol yang mampu mencegah munculnya diabetes tipe 1 dan meminimalisir resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2. Belimbing Buah belimbing memiliki serat yang banyak dan dipercaya dapat menyerap dan menunda penyebaran glukosa dalam hati. Hal tersebut dapat berimbas pada turunnya kadar gula dalam darah. Tapi bagi kamu yang menderita komplikasi nefropati, maka buah ini cocok dikonsumsi karena rendah kalori dan lemak. Berry Kebanyakan buah beri seperti raspberry, strawberry, balcakberry, cranberry, blueberry bahkan boysenberry kaya akan kandungan airnya (lebih dari 85%). Dengan begitu, buah ini dapat membantu dalam mengontrol kadar gula dalam darah sekaligus mampu menurunkan kolesterol dan berat badan. Buah Naga Buah naga mengandung gula yang sangat sedikit sehingga buah ini masih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Buah naga menjadi buah yang baik untuk penderita diabetes selama mengkonsumsinya tanpa mencampurkan gula. Tomat Tomat mengandung sejuta manfaat diantaranya adalah kandungan karbohidrat mampu mengendalikan kadar gula dalam darah sehingga mampu menurunkan berat badan. Selain itu, tomat mengandung likopen yang mampu mencegah rusaknya membran sel ataupun sistem imun tubuh. Tomat mengandung beragam vitamin diantaranya B1, B2, B6, C, E, dan K, tomat juga mengandung kromium dan mangan yang bertugas untuk menyeimbangkan gula dalam darah. Nah, itu dia Buah Untuk Penderita Diabetes yang perlu kamu ketahui. Kamu dapat menjadikan buah-buahan di atas sebagai pengganti cemilan yang penuh kalori dan karbohidrat. Agar kadar gula dalam darah terkontrol dengan baik sehingga kesehatan tetap terjaga. Narasumber: dr. Mohammad Irfan, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2023-12-25 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/water-sealed-drainage/ - Kategori: Paru, Penyakit, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Keberadaan udara yang terperangkap di dalam rongga pleura bisa menyebabkan paru-paru kolaps hingga mengancam jiwa. Namun kadang kondisi yang disebut pneumotoraks ini tak terhindarkan dalam kondisi tertentu. Untuk mengatasinya, dokter antara lain dapat memanfaatkan metode WSD (water sealed drainage). Mengenal WSD WSD (water sealed drainage) adalah teknik medis yang biasa digunakan untuk mengeluarkan cairan atau udara di dalam rongga pleura dengan menggunakan selang. Metode ini memainkan peran vital dalam menjaga fungsi pernapasan dan membantu pemulihan pasien yang baru saja menjalani operasi dada atau mengalami gangguan pernapasan. Cara kerja WSD menggunakan prinsip dasar pembentukan segel atau katup air untuk mencegah udara dari luar masuk kembali ke rongga pleura, sementara udara atau cairan yang berlebih dapat dikeluarkan secara satu arah. Dikutip dari National Library of Medicine, selain untuk udara dan cairan, water sealed drainage bisa digunakan buat menghilangkan darah, chyle, atau purulen yang terjebak di rongga pleura. Komponen utama WSD (water sealed drainage) terdiri atas tabung drainase atau kateter yang ditempatkan di rongga pleura, selang yang menghubungkan tabung drainase dengan komponen lain, serta botol atau bejana penampung yang berfungsi menciptakan segel air. Dalam beberapa teknik, terdapat lebih dari satu botol yang memiliki fungsi masing-masing. Siapa Saja yang Memerlukan WSD Umumnya individu yang memerlukan WSD (water sealed drainage) adalah yang mengalami kondisi medis terkait dengan akumulasi cairan atau udara di rongga pleura. Di antaranya: Pneumotoraks, yakni terkumpulnya udara di rongga pleura Pasca-operasi toraks karena adanya akumulasi udara atau cairan yang bisa terjadi pada masa pemulihan Efusi pleura, yaitu terkumpulnya cairan di rongga pleura Komplikasi pasca-operasi Cedera trauma dada Kapan Seseorang Memerlukan WSD Dokter bisa segera menilai seseorang memerlukan WSD (water sealed drainage) ketika sedang atau setelah melakukan operasi toraks. Di luar itu, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan atas tanda dan gejala yang dikeluhkan pasien, seperti: Kesulitan bernapas Nyeri dada Penurunan kadar oksigen dalam darah Pernapasan cepat Batuk kering Manfaat/Tujuan WSD Prosedur WSD (water sealed drainage) memberikan sederet manfaat/tujuan yang penting dalam menyelaraskan tekanan di dalam rongga pleura, membantu pemulihan, dan meningkatkan fungsi pernapasan serta kenyamanan pasien. Prosedur ini juga dapat mencegah risiko komplikasi yang mungkin muncul dalam operasi pneumotoraks atau efusi pleura. Selain itu, sistem water sealed drainage membuat dokter dapat memantau dan mengukur volume udara serta cairan yang dikeluarkan dari rongga pleura. Di samping itu, WSD dapat menghilangkan gejala yang muncul akibat terjebaknya udara atau cairan di rongga pleura sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien. Persiapan Sebelum Menjalani WSD Persiapan menjalani WSD (water sealed drainage) mencakup sejumlah langkah yang bertujuan memastikan prosedur berjalan dengan lancar dan aman. Langkah itu meliputi: Berkonsultasi dengan dokter untuk memahami rincian prosedur, termasuk manfaat dan risikonya Menjalani pemeriksaan fisik dan evaluasi medis guna memastikan kesiapan pasien pada hari tindakan Tergantung instruksi dokter, pasien mungkin perlu menghentikan atau mengendalikan konsumsi obat-obatan tertentu yang bisa mempengaruhi prosedur WSD Berpuasa makan/minum sejak tengah malam sebelum tindakan Menyiapkan pendamping dan transportasi yang aman untuk kembali ke rumah seusai prosedur Prosedur dan Pelaksanaan WSD Prosedur WSD mencakup sejumlah langkah yang penting dari persiapan di rumah sakit hingga pemulihan, di antaranya: Pasien berganti pakaian dengan gaun khusus dari rumah sakit dan bersiap di ruang tindakan dengan posisi yang nyaman, biasanya berbaring miring Tim medis membersihkan dan mensterilkan area kulit di bagian dada yang akan ditangani Dokter memberikan anestesi lokal agar pasien tak merasakan sakit ketika tabung drainase atau kateter dimasukkan Setelah membuat sayatan kecil pada dinding dada atau melalui ruang di antara dua tulang rusuk, dokter memasukkan kateter dengan dipandu gambar dari ultrasonografi atau fluoroskopi Kateter lantas dihubungkan dengan komponen water sealed drainage di luar Sistem WDS mulai bekerja dan dokter memantau proses ini untuk memastikan semua berjalan dengan lancar Seusai prosedur, dokter menarik keluar kateter dan menutup luka sayatan Perawatan Pasca WSD Dalam upaya pemulihan dan pencegahan komplikasi, perawatan pasca WSD tak boleh dilewatkan. Berikut ini langkah perawatan yang umum: Menghindari aktivitas fisik berat karena bisa memicu ketegangan pada area operasi Mengonsumsi cairan yang cukup guna mencegah dehidrasi serta menunjang pemulihan Menjaga pola akan seimbang dan memastikan memperoleh nutrisi yang baik untuk mendukung proses penyembuhan Mengikuti instruksi dokter untuk merawat luka dengan baik agar tak terjadi infeksi Adakah Efek Samping Setelah WSD Pada umumnya, WSD (water sealed drainage) adalah prosedur medis yang aman. Meski begitu, tetap ada kemungkinan munculnya efek samping serta komplikasi, seperti: Rasa nyeri atau ketidaknyamanan di lokasi masuknya tabung drainase Reaksi alergi Infeksi Perdarahan berlebih Cedera pada organ lain WSD (Water Sealed Drainage) di Primaya Hospital WSD (water sealed drainage) adalah teknik medis yang dapat menyelamatkan jiwa individu yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi gawat. Primaya Hospital memiliki tim medis yang kompeten dan berpengalaman serta peralatan yang mumpuni dalam melakukan prosedur WDS secara aman dan efektif. Dengan menjalani WDS di Primaya, keselamatan pasien dipastikan akan menjadi prioritas utama sejak awal. Narasumber: dr. Nurhayati, Sp. P, FISR Spesialis Paru Primaya Hospital Karawang - Published: 2023-12-24 - Modified: 2026-06-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/alergi-susu-sapi/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Akhir-akhir ini, insiden terjangkitnya alergi pada anak mengalami peningkatan terus menerus. Salah satunya yakni karena alergi susu sapi. Seperti yang kita, pada usia balita mereka memiliki sistem imun yang lebih rentan sehingga mudah terpicu oleh suatu allergen. Oleh karena itu, bunda wajib mengenali ciri-ciri alergi susu sapi pada anak-anak. Dalam kebanyakan kasus, penyakit alergi susu sapi (AAS) adalah penyakit atopik pertama yang diderita bayi atau anak. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, penyakit ini menjangkit 2% – 3% total populasi bayi di Indonesia. Bahkan, sebanyak 30% - 45% dari penyakit dermatitis atopik pada anak merupakan akibat dari alergi susu sapi. Mengenal Apa itu Alergi Susu Sapi Alergi susu sapi (Cow’s milk allergy) adalah gejala kesehatan yang berupa terjadinya hipersensitivitas sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu sapi. Kondisi ini kerap dialami oleh anak balita dan akan sembuh sendirinya seiring waktu. Protein susu sapi atau dalam bahasa medis disebut alpha S1-casein merupakan jenis protein yang paling banyak menyebabkan reaksi alergi. Oleh karena itu, susu lainnya seperti susu kambing, susu kedelai, susu almond, atau lainnya tidak menimbulkan gejala ini. Antara alergi susu sapi dan intoleransi laktosa susu merupakan hal yang berbeda. Walau keduanya sering menunjukkan gejala yang sama, namun faktor yang melatarbelakanginya berbeda jauh. Kondisi Alergi susu sapi (Cow’s milk allergy) Gejala Utama Ruam kulit, batuk-batuk, mata bengkak Dokter Spesialis Dokter spesialis anak Penyebab Utama Mengonsumsi protein alpha S1-casein pada susu sapi Diagnosis Pemeriksaan darah ig E, cek reaksi alergi kulit, wawancara medis Pencegahan Menghindari produk susu sapi Pengobatan Obat-obatan antihistamin, kortkostreoid Komplikasi Alergi makanan, rhinitis, syok anafilaksis Faktor Risiko Dalam suatu penelitian, alergi susu sapi kerap dialami oleh bayi dan anak usia 2 tahun ke bawah. Hal ini karena 85% penderita penyakit ini akan sembuh atau toleran dengan sendirinya sebelum ia berusia 3 tahun. Namun, kondisi ini pun dapat terjadi hingga anak berusia 6 tahun atau bahkan hingga usia dewasa. Walau demikian, seiring bertambahnya usia maka semakin kecil pula gejala alergi yang ditimbulkan. Penyebab Dalam tubuh seseorang, sistem imun berperan sebagai alat untuk menghancurkan mikroorganisme berbahaya dari luar. Namun, dalam kondisi ini sistem imun justru akan menganggap protein yang terkandung dalam susu sebagai ancaman layaknya mikroorganisme tersebut. Karena reaksi berlebihan atau hipersensitivitas inilah maka akan terjadi reaksi berlebih pada tubuh yang menimbulkan alergi. Ciri-Ciri Ada beberapa macam ciri-ciri alergi pada anak yang perlu diketahui yang meliputi: Ruam kulit Bayi sering merengek Bersin-bersin Hidung berair Mata berair Mata bengkak Batuk-batuk Muka bengkak Susah makan Diare Berat badan susah naik Eksim Mual dan muntah Konstipasi Diagnosa Bayi atau anak yang terduga mengalami alergi susu sapi akan menjalani pemeriksaan invitro dan invivo. Beberapa metode yang digunakan yakni meliputi: Anamnesis (cek riwayat keturunan) Cek ig E spesifik Tes reaksi kulit terhadap susu sapi DBPCFC (Double blind placebo control food challenge) Nah, double blind placebo control food challenge merupakan gold standar atau standar baku yang kerap dipakai untuk mendiagnosis alergi susu dengan lebih objektif. Metode yang digunakan yakni dengan memberikan anak atau bayi berupa makanan atau minuman pemicu alergi dan satunya lagi berupa minuman yang mirip namun tidak mengandung zat alergen. Komplikasi Walau jarang terjadi, namun pada anak usia balita dapat menyebabkan syok anafilaksis. Ciri-cirinya yakni muncul ruam kemerahan yang ekstrem sehingga anak akan garuk-garuk kulit hingga berdarah. Tak jarang, juga disertai dengan sesak nafas. Kondisi ini dapat mengancam jiwa sehingga harus segera diberi penanganan darurat medis. Selain itu, ada beberapa komplikasi lain yang dapat terjadi seperti halnya; Alergi makanan lain Rhinitis alergi Pencegahan Metode terbaik untuk mencegah alergi susu sapi adalah dengan menghindari konsumsi susu sapi. Selain itu, ada beberapa metode pencegahan lainnya seperti: Memperhatikan komposisi produk secara tepat Beri tahu dokter tentang riwayat alergi keluarga Minum susu alternatif seperti susu kedelai Konsumsi susu formula hipoalergenik Pengobatan Sebagai orang tua, tentunya Anda harus mengenali tanda-tanda alergi pada anak, terutama alergi susu sapi. Bila muncul reaksi setelah minum susu atau makanan pemicu alergen lainnya, maka harus segera memberikan perawatan sederhana atau membawanya ke dokter. Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk melakukan perawatan terhadap penyakit ini meliputi: Obat antihistamin Obat kortikosteroid Kapan Harus ke Dokter? Apabila anak Anda mengalami gejala syok anfilaksis (sesak nafas, ruam kulit parah) maka segera bawa ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat. Nantinya, si buah hati akan ditangani oleh dokter spesialis anak. Dalam kasus yang sangat parah dan mengancam nyawa, maka anak akan diberikan suntikan adrenalin. Perawatan yang tepat tentunya dapat menghindarkan diri dari hal-hal berbahaya bagi buah hati Anda. Narasumber: dr. Daniel Prasetyo, Sp. A Spesialis Anak Primaya Hospital Inco Sorowako - Published: 2023-12-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-saraf/pentingnya-external-ventricular-drain/ - Kategori: Bedah Saraf, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Terdapat beragam cara dan peralatan dalam prosedur pembedahan. (EVD) external ventricular drain adalah salah satu alat medis yang kerap menjadi pilihan dokter dalam melakukan pembedahan ketika terjadi tekanan tinggi dari cairan yang berasal dari rongga kepala atau intrakranial. Menggunakan alat ini, dokter dapat mengurangi tekanan yang membahayakan itu dengan mengeluarkan cairan berlebih di rongga kepala yang menjadi penyebabnya. Mengenal (EVD) External Ventricular Drain (EVD) external ventricular drain adalah peralatan medis yang kerap digunakan untuk mengatasi kondisi penumpukan cairan serebrospinal di dalam rongga atau ventrikel otak. Terdapat empat ventrikel yang semuanya terhubung oleh serangkaian tabung. Di dalam ventrikel ini terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi melindungi otak dari risiko mengalami pergerakan yang membahayakan akibat benturan atau pukulan pada kepala. Seperti dijelaskan di jurnal Surgical Neurology International, pembedahan dengan alat EVD disebut-sebut sebagai salah satu prosedur paling umum dan penting untuk menyelamatkan jiwa pasien di unit perawatan intensif neurologis. Perangkat EVD terdiri atas kateter, yakni tabung tipis dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam salah satu rongga otak lewat lubang kecil yang dibuat pada tengkorak. Kateter ini terhubung dengan alat drainase dan pengukur tekanan di luar tubuh yang bekerja dengan sistem gravitasi. Lewat kateter ini, cairan berlebih atau darah di dalam rongga otak akan dikeluarkan atau dipindahkan ke tempat yang sesuai sehingga tekanan intrakranial berkurang. Dokter bedah saraf umumnya menggunakan EVD dalam kondisi darurat untuk membantu mengurangi tekanan pada otak serta mencegah terjadinya risiko lebih lanjut. EVD juga membantu dokter untuk memantau tekanan di dalam rongga otak dan mengambil sampel cairan serebrospinal untuk keperluan analisis. Indikasi Utama EVD Penggunaan EVD terutama untuk pasien dengan perdarahan Intraventrikular dan Infeksi Intraventrikuler. Kapan Seseorang Memerlukan EVD Penggunaan EVD bergantung pada hasil pemeriksaan dan penilaian dokter terhadap kondisi pasien. Biasanya dokter akan memutuskan menerapkan EVD untuk mengatasi tekanan intrakranial yang membahayakan jiwa pasien atau mengakibatkan kerusakan otak lebih lanjut. Manfaat/Tujuan EVD EVD adalah perangkat medis yang sangat penting dalam pembedahan saraf dan perawatan darurat untuk menangani kondisi yang berkaitan dengan otak. Manfaat atau tujuan utama EVD adalah meredakan tekanan intrakranial dan mencegah kerusakan otak lebih lanjut akibat penumpukan cairan serebrospinal berlebih. Persiapan Sebelum Menjalani EVD Persiapan sebelum menjalani pemasangan EVD sangat penting demi keamanan prosedur dan mendapatkan hasil yang diharapkan. Persiapan ini meliputi: Penilaian kondisi kesehatan awal, termasuk pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan Pemeriksaan darah untuk mengecek penggumpalan darah serta fungsi organ dan pengukuran tekanan darah dan detak jantung Penjelasan proses (EVD) external ventricular drain oleh dokter atau tim medis, termasuk risiko yang bisa terjadi Persiapan fisik, termasuk mungkin puasa makan dan minum selama beberapa jam sebelum prosedur berlangsung sesuai dengan instruksi dokter Prosedur dan Pelaksanaan EVD Pemasangan (EVD) external ventricular drain adalah prosedur bedah yang kompleks sehingga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh dokter dan tim medis yang kompeten. Prosedur EVD antara lain: Persiapan pasien di ruang operasi atau unit perawatan intensif. Setelah menggunakan pakaian khusus dari rumah sakit, pasien umumnya diminta berbaring di meja operasi untuk mendapat anestesi. Pembersihan dan pensterilan area kepala yang akan menjadi tempat masuknya kateter EVD guna mencegah infeksi. Dokter bedah menandai titik kepala yang akan menjadi tempat masuknya EVD ke rongga otak yang sesuai. Pembuatan sayatan kecil pada titik kepala yang telah ditandai, lalu dokter membuat lubang kecil pada tengkorak pasien dengan alat bor khusus lewat titik itu. Dokter memasukkan kateter EVD lewat lubang tersebut untuk menjangkau rongga otak. Setelah alat terpasang, dokter mengukur tekanan intrakranial awal untuk memantau perubahan tekanan selama prosedur berlangsung hingga selesai. Kateter akan dikunci agar tak berubah dari tempatnya sampai prosedur selesai. Prosedur ini biasanya berlangsung selama satu-dua jam, sesuai dengan tujuan dan kondisi pasien. Perawatan Pasca EVD Perawatan pasca-pemasangan (EVD) external ventricular drain adalah tahap penting untuk memastikan prosedur ini sudah sesuai dan tak terjadi risiko yang tak diharapkan. Berikut ini beberapa aspek perawatan pasca-EVD: Pemantauan tekanan intrakranial secara berkelanjutan dengan alat pengukur yang terhubung dengan EVD Pemantauan jumlah dan karakteristik cairan serebrospinal yang dikeluarkan lewat EVD untuk mengecek adanya infeksi atau perdarahan Pemantauan fungsi neurologis, termasuk gejala seperti kebingungan, perubahan perilaku, atau kelemahan Perawatan luka pada titik di kepala tempat masuknya alat EVD, termasuk untuk mengantisipasi tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan atau kemerahan Adakah Efek Samping Setelah EVD Salah satu risiko utama pemasangan (EVD) external ventricular drain adalah infeksi yang bisa terjadi di area titik masuknya EVD. Infeksi juga mungkin terjadi jika ada kuman yang masuk ke sistem ventrikel otak pada saat pemasangan EVD. Komplikasi atau efek samping lain yang mungkin muncul termasuk: Perdarahan Ketidaknyamanan di tempat masuknya EVD Kebingungan, mual, muntah, perubahan perilaku, kelemahan, sakit kepala, dan gejala neurologis lain (EVD) External Ventricular Drain di Primaya Hospital Primaya Hospital melayani pemasangan (EVD) external ventricular drain untuk pasien yang mengalami gejala terkait peningkatan tekanan intrakranial dengan tenaga medis yang berpengalaman dan terlatih di bidang bedah saraf dan saraf. Jadwalkan pemeriksaan untuk mendapat evaluasi medis secara mendalam sebelum menjalani tindakan di rumah sakit Primaya. Narasumber: dr.... - Published: 2023-12-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/migrain-sering-kambuh/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Saat sakit kepala menyerang dengan gejala utamanya berupa nyeri yang berdenyut-denyut, maka hal itu disebut sebagai migrain. Walau dapat sembuh dengan sendirinya, namun penyakit ini bisa datang pergi dalam waktu dekat. Penyebab migrain sering kambuh semacam ini pun bisa diakibatkan oleh banyak hal. Di Amerika Serikat, migrain menyerang setidaknya 30 juta orang per tahunnya. Puncak serangannya sendiri terjadi pada usia produktif sejak seseorang berumur 25 tahun. Nah, untuk tahu lebih lanjut seputar penyakit ini maka silakan simak rinciannya berikut. Apa itu Migrain? Migrain atau migraine adalah nyeri kepala kompleks yang kerap terjadi berulang-ulang yang kadang disertai dengan aura (dapat berupa gangguan sensori atau visual). Saat terkena penyakit ini, maka penderita kerap memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya, bau, suara, hingga sentuhan. Sebagian orang mengenal migraine sebagai gejala sakit kepala sebelah. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada kedua sisi kepala. Gejala yang terasa yakni berupa rasa nyeri berdenyut atau sakit kepala seperti ditusuk-tusuk. Walau lebih rentan menyerang usia produktif, namun migraine dapat terjadi pada semua usia mulai dari anak-anak hingga lansia. Dalam dunia medis, migrain sendiri tergolong penyakit kompleks dan sering terjadi berulang kali sehingga butuh diagnosis yang mendalam untuk perawatannya. Setiap orang memiliki sebab terkena migraine yang berbeda-beda, termasuk frekuensi serangannya. Hasil penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari 15% orang dewasa di US mengalami migraine selama beberapa kali dalam 3 bulan terakhir. Bila dibedakan berdasarkan jenisnya, maka terdapat beberapa tipe migraine yakni: Migraine dengan aura Migraine tanpa aura Aura migraine tanpa sakit kepala Migraine kronik Nama Penyakit Migraine Gejala Utama Sakit kepala sebelah maupun 2 sisi, disertai mual muntah, sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau Dokter Spesialis Dokter spesialis Neurologi Faktor Risiko Riwayat keluarga Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik Pencegahan Menghindari penyebab yang mentrigernya Pengobatan Pereda nyeri, obat antimual Komplikasi Stroke, aura memanjang, gangguan psikologis, kejang Faktor Risiko Menurut data epidemiologi dari American Migraine Study, bahwa prevalensi migrain tertinggi berada di usia 25 – 55 tahun. Prevalensi untuk pria hanya 6% sementara pada wanita sebesar 18% atau punya rasio sebesar 3:1. Sementara itu, WHO (World Health Organization) sendiri mengungkapkan bahwa penyakit kepala ini punya prevalensi rata-rata di seluruh dunia sebesar 18%. Kondisi ini banyak ditemui di Asia Tenggara, Amerika, Eropa, dan Pasifik Barat. Sebanyak 70 – 80% penderita migrain punya riwayat keluarga. Namun, etiologi atau penyebab pastinya sendiri belum diketahui secara pasti. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini punya ikatan genetik yang kuat. Contohnya pada tipe migraine FHM (famililal hemiplegic migraine) yang menyerang mereka dengan defek genetik untuk jenis kromosom 1, 2, dan 19. Penyebab Sering Kambuh Selama beberapa puluh tahun terakhir, secara patofisiologi migrain disepakati atas adanya proses disregulasi vaskular. Akan tetapi, baru-baru ini ditemukan teori bahwa migrain diakibatkan oleh vasokonstriksi intrakranial, aktivasi saraf nosiseptif, serta vasodilatasi rebound. Ini dia ragam penyebab sering kambuh lainnya: Faktor psikologis atau emosi Perubahan hormon Ketegangan pada leher Kelelahan atas aktivitas b erat Kurang istirahat Makan tidak teratur Makan-makanan pemicu Terkena cahaya yang sangat terang Layar HP atau TV yang flick (berkedip) Aroma yang menyengat Bunyi-bunyian kencang Pil kontrasepsi Obat tidur Obat terapi hormon Penderita gangguan bipolar Penderita epilepsi Gejala Seseorang dikatakan terkena migrain apabila merasakan beberapa gejala seperti berikut ini: Nyeri kepala dari sedang hingga berat Nyeri kepala sebelah sisi maupun dua sisi Sensasi berdenyut-denyut pada kepala Diikuti rasa mual dan muntah Nyeri semakin parah oleh aktivitas fisik Sensitif terhadap cahaya, bau, suara, sentuhan Tumbuh yang lelah dan lemah Penglihatan terasa kabur Pingsan (jarang terjadi) Cara Dokter Mendiagnosa Terdapat 3 tahapan yang kerap dokter gunakan untuk mendiagnosis terjadinya migrain sering kambuh pada pasien. Berikut di antaranya: Wawancara medis Cek fisik lengkap Pemeriksaan penunjang bila dibutuhkan untuk menyingkirkan nyeri kepala sekunder Komplikasi Pasien penderita migrain dapat mengalami beberapa komplikasi seperti halnya: Stroke Kejang Aura memanjang Status migrainosus Gangguan psikologis Pencegahan Agar terhindari dari migrain atau agar gejala yang ditimbulkan tidak semakin parah, maka bisa melakukan upaya pencegahan seperti: Rutin berolahraga Kurangi makanan instan Jauhi stres fisik maupun mental Stop merokok Hindari alkohol Kurangi kafein (kopi) Istirahat yang cukup Pengobatan Dokter akan melakukan beberapa penangan seperti: Pemberian obat pereda sakit Konsumsi triptan Obat-obatan antimual Kapan Harus ke Dokter? Segera hubungi dokter spesialis saraf apabila frekuensi migrain sangat sering, terjadi nyeri yang parah, dan aura yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Waspadai juga bila migrain berakibat pada kesulitan bicara, demam tinggi, lumpuh sebagian, kejang, leher kaku, sakit kepala tak tertahankan, ruam, dan penglihatan ganda. Narasumber: dr. Feliana, Sp. N Spesialis Neurologi Primaya Hospital Semarang - Published: 2023-12-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/tension-headache/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Dalam dunia medis, sakit kepala terbagi atas banyak jenisnya. Mulai dari sakit kepala terus menerus, migrain, sakit kepala kluster, sakit kepala sinus, hingga sakit kepala hipnik. Selain itu, ada satu jenis tipe sakit kepala yang rentan dialami orang dewasa yang disebut tension headache. Seperti namanya, gejala dari tension type headache yakni berupa tension atau ketegangan. Umumnya, penderita akan merasakan sensasi kepala yang terikat kencang di kedua sisi kepalanya. Kadang kala diikuti dengan ketegangan otot bahu maupun leher. Frekuensi serangan penyakit ini berbeda-beda tergantung kategori penyakit yang diidap si penderita. Perawatan penyakit ini cukup mudah diatasi secara medis. Namun, menjalankan pola hidup sehat diiringi pengobatan akar permasalahannya dapat meminimalisir frekuensi serangan. Apa itu Tension Headache? Sakit kepala tegang atau dalam medis disebut tension headache adalah kondisi nyeri sekaligus tegang pada bagian dahi dan belakang kepala. Terkadang, rasa tegang dan nyeri akan menyebar ke leher hingga bahu. Umumnya, tension headache digambarkan dengan kepala yang diikat tali dengan kuat. Atau dalam kasus nyeri ekstrem digambarkan seperti terdapat penjepit yang sedang menekan tengkorak kepala. Penyebab utamanya sendiri adalah berupa faktor psikis seperti stres akibat masalah keluarga, sosial, maupun pekerjaan. Oleh karena itu, tipe headache satu ini kadang disebut juga dengan sebutan “Sakit kepala psikogenik”. Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini akan hilang sendirinya walaupun tidak diberikan perawatan atau pengobatan khusus. Namun, kondisi pemicu yang diderita juga dapat membuat penyakit ini kambuh lagi dalam waktu dekat. Berbeda dengan sakit kepala tipe lainnya, tension type headache sebagian besar tidak menimbulkan mual maupun muntah. Namun, bagi beberapa penderita ada kondisi yang membuatnya tidak merasa nyaman di saat melihat cahaya maupun suara. Penyakit Tension Headache (Tension type Headache) Gejala Utama Nyeri kedua sisi kepala, tekanan di kepala dan otot leher/bahu, gangguan tidur Dokter Spesialis Dokter spesialis Neurologi Diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik Faktor Risiko Kurang tidur, postur tubuh yang tidak tepat, alkohol, stres, menstruasi Pencegahan Pola hidup sehat, cukupi kebutuhan vitamin D dan B12 Pengobatan Perawatan sesuai penyakit pemicu, terapi obat-obatan Komplikasi Gangguan mood, stres meningkat Siapa yang Berisiko? Siapa pun dapat terkena tension headache. Akan tetapi, risiko terbesarnya yaitu diidap oleh mereka yang sedang berada di usia produktif atau dikategorikan sebagai usia dewasa. Berdasarkan data penelitian, bahwa 30 – 80% orang dewasa di US pernah mengalami penyakit ini. Sebagian besar di antaranya merupakan wanita, terutama mereka yang sedang dalam masa menstruasi. Tension headache dibagi ke dalam dua tipe yakni: Episodik: frekuensinya muncul ke penderita secara berkala dengan jumlah kurang dari 15 hari per bulan. Nyeri yang dirasakan sendiri berkisar antara 30 menit hingga 7 hari. Kronis: penderita mengalami sakit kepala dengan frekuensi 15 hari atau lebih tiap bulannya. Kondisi ini akan kambuh dan sembuh dalam waktu yang sama dengan tipe episodik. Penyebab Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman mayoclinic. org, bahwa tension type headache merupakan jenis sakit kepala yang paling sering di derita kebanyakan orang. Walau demikian, penyebabnya sendiri masih belum dipahami dengan pasti. Awalnya, jenis sakit kepala ini diduga diakibatkan oleh kelelahan aktivitas fisik, ketegangan otot leher, kontraksi kulit kepala, maupun kontraksi berlebih pada otot wajah. Akan tetapi, dalam penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tension type headache tidak ada hubungannya dengan itu semua. Namun, ada beberapa penyebab lain yang sering dilaporkan oleh para penderita sakit kepala tipe satu ini. Di antaranya yaitu: Stres (psikologis) Menstruasi Insomnia Postur tubuh kurang baik Kekurangan vitamin B12 Kekurangan vitamin D Merokok Tidak makan sesuai jadwal Konsumsi alkohol Gejala Tension Headache Gejala tension headache kadang serupa dengan migraine, namun terdapat beberapa perbedaan di antaranya: Sensasi tegang pada dahi Belakang kepala tertekan Kepala terasa nyeri Pegal dan kaku di otot leher Nyeri otot bahu dan leher Merasa lelah Sulit tidur Mudah marah Perubahan mood Sensitif cahaya (jarang terjadi) Sensitif suara (jarang terjadi) Diagnosa Karena jenis sakit kepala satu ini merupakan tipe sakit kepala yang paling sering ditemui, maka dokter bisa mengidentifikasinya dengan mudah melalui: Pemeriksaan fisik Wawancara medis Pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan MRI/CT scan kepala apabila dibutuhkan Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada penderita sakit kepala tegang yakni meliputi: Perubahan mood Peningkatan stres Pencegahan Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah tension headache yang kambuh yakni: Kelola stres dengan baik Seimbangkan ritme hidup Terapkan pola hidup sehat Selalu makan tepat waktu Istirahat tidur dengan cukup Olahraga secara rutin Hindari minum alkohol Cukupi kebutuhan vitamin D Cukupi juga vitamin B-12 Kapan Harus ke Dokter? Kunjungi dokter apabila Anda mengalami penyakit ini lebih dari 2x dalam seminggunya. Bila dibutuhkan penanganan lebih lanjut, maka dokter umum akan merujuknya ke dokter Neurologi. Hubungi segera unit gawat darurat apabila mengalami nyeri yang sangat hebat, atau sakit kepala yang menyebabkan kebingungan mental. Narasumber: Dr. Feliana, Sp. N Spesialis Neurologi Primaya Hospital Semarang - Published: 2023-12-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ciri-ciri-penyakit-maag/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Tak mengenal batasan usia, maag bisa menyerang siapa saja. Penyakit yang sudah dianggap umum di kalangan masyarakat ini sering membuatnya diabaikan. Padahal, kondisi yang serius dapat membahayakan nyawa. Oleh karena itu, pahami ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah sehingga Anda dapat mengantisipasinya sejak awal. Sejatinya, maag sendiri bukan suatu penyakit, hanya berupa gejala akan gangguan yang menyerang pencernaan. Kondisi ini bisa terjadi akibat dari penyakit asam lambung, GERD, iritasi usus, gastritis, dan lainnya. Gejala yang timbul umumnya berupa perut yang perih, mual, kembung, hingga tenggorokan terasa panas. Mengenal Apa itu Maag Maag adalah suatu kondisi gangguan kesehatan berupa rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. Asal kata maag dari bahasa Belanda “Maagorganen” yang berarti lambung. Jadi, maag kini menjadi istilah untuk suatu kondisi berupa rasa perih, mual, kembung, hingga sensasi panas pada lambung. Dalam bahasa medis, maag dikenal dengan sebutan dispepsia. Maag sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala dari penyakit lain yang mendasarinya. Gejala yang paling dirasakan yakni rasa perih di lambung, kembung, mual, dan begah pada lambung. Namun, kondisi ini juga mengacu pada organ lain mulai dari usus halus hingga usus besar. Menurut sebuah data, bahwa 25% populasi dunia menderita maag setiap tahunnya. Sebagian di antaranya memang hanya bersifat akut atau sementara, namun sebagian lagi bersifat kronik atau berulang yang kambuh setiap periode waktu tertentu. Walaupun tidak sampai bersifat mengancam jiwa, namun maag dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, penanganan secara tepat dapat menghentikan risiko komplikasi maupun kondisi yang semakin memburuk. Nama Penyakit Maag (Dispepsia) Gejala Utama Perut nyeri dan perih, mulas, rasa panas, kembung, mual, begah Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab Utama Stres, depresi, cemas, pola makan tidak teratur Diagnosis Tes bakteri H Pylori, cek fisik, wawancara medis, endoskopi lambung/gastroskopi Pencegahan Makan teratur, hindari stres, hindari obat-obatan pereda nyeri Pengobatan Antibiotik, antasida, h2 blocker, proton pump inhibitor, anti mual Komplikasi Tukak lambung, kekurangan nutrisi, perdarahan saluran cerna atas Siapa Saja yang Berpotensi Terkena Maag Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit maag. Berikut ini di antaranya: Usia tua Obesitas Stres dan depresi Kecemasan berlebih Pola makan yang buruk Konsumsi pereda nyeri jangka panjang Kebiasaan merokok Ketergantungan alkohol Penderita penyakit tertentu Ciri-Ciri Penyakit Maag yang Sudah Parah Dilansir dari laman National Health Service UK, berikut ini ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah: Hearthburn (sensasi panas di ulu hati) Perut kembung Sakit hingga tidak bisa berdiri Sesak nafas Mual-mual Muntah Muntah darah Hilang nafsu makan Cepat kenyang saat makan Sendawa Nyeri dada Sesak nafas Keringat berlebihan Wajah yang pucat Feses berwarna hitam Penurunan berat badan Penyebab Penyakit Menurut riset, sebanyak 75% penderita maag tidak memiliki kelainan atau disebut sebagai dispepsia fungsional. Beberapa penyebabnya yakni: Sensitivitas akan nyeri Gangguan otot lambung Gangguan saraf Infeksi bakteri H. pylori Masalah sosial dan psikologis Lalu, sebanyak 25% pasien lainnya mengalami maag akibat kelainan organik. Hal yang menjadi penyebab utamanya berupa: GERD Tukak lambung Kanker lambung Penggunaan anti nyeri jangka panjang Cara Dokter Mendiagnosis Maag dapat didiganosis melalui berbagai metode. Umumnya, dokter akan melakukan serangkaian diagnosa berikut: Wawancara medis Pemeriksaan fisik Tes bakteri H. Pylori Endoskopi lambung/gastroskopi Cara Mengatasi Maag yang Sudah Parah Sebagian besar penyakit maag diakibatkan oleh stres psikologis dan pola makan yang buruk. Berikut ini adalah beberapa metode untuk mengatasinya: Memperbaiki pola makan dengan baik Kelola stres dengan baik Hindari makanan asam dan pedas Stop alkohol, kopi, dan cokelat Batasi makanan berlemak tinggi Makan sering dengan porsi kecil Jangan berbaring setelah makan Kurangi kelebihan berat badan Hindari obat pereda nyeri Berhenti merokok Gunakan obat-obatan khusus maag (tanpa resep) Komplikasi Umumnya, maag tidak mengakibatkan komplikasi yang cukup serius. Namun, ada beberapa potensi komplikasi yang dapat terjadi seperti halnya: Memengaruhi produktivitas k erja Memengaruhi kualitas hidup Tukak lambung Perdarahan lambung Kehilangan nafsu makan Mudah sakit Kapan Penderita Maag Harus ke Dokter? Kunjungi dokter spesialis penyakit dalam apabila Anda mengalami beberapa gejala seperti berikut: Muntah darah Muntah terus menerus Nyeri saat menelan Nyeri tak tertahankan Demam tinggi >39 C Berat badan menurun drastis Walaupun termasuk penyakit umum, namun Anda tidak boleh menyepelekan maag. Segera temui dokter dan konsultasikanlah kondisi penyakit yang Anda derita. Dengan begitu, penanganan medis yang tepat dapat dilakukan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi serius. Narasumber: dr Barry Anggara Putra, Sp. PD Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-12-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/laparotomy-cholecystectomy/ - Kategori: Bedah, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Ketika terjadi gangguan kesehatan di area perut yang memerlukan pembedahan, dokter bisa mengambil satu di antara dua pilihan tindakan, yakni laparoscopy atau laparotomy. Termasuk ketika gangguan itu bersumber dari kandung empedu dan memerlukan pengangkatan. Dalam hal ini, laparotomy cholecystectomy bisa menjadi pilihan. Mengenal Laparotomy Cholecystectomy Laparotomy cholecystectomy adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk mengangkat kandung empedu atau gallbladder dengan melakukan sayatan besar pada dinding perut. Cholecystectomy adalah istilah medis untuk pengangkatan kandung empedu dan umumnya dilakukan pada orang yang mengalami masalah kesehatan yang mempengaruhi kandung empedu, misalnya batu empedu. Adapun laparotomy adalah teknik operasi pada perut yang mengharuskan pembuatan sayatan besar pada dinding perut. Alternatifnya adalah laparoscopy yang hanya memerlukan sayatan kecil pada dinding perut sehingga risikonya relatif lebih kecil dan waktu pemulihan pasien lebih cepat. Namun kadang laparoscopy sulit atau mustahil dilakukan karena adanya komplikasi atau kondisi pasien yang tak memungkinkan sehingga satu-satunya cara adalah laparotomy cholecystectomy. Dengan laparotomy cholecystectomy, dokter melakukan pembedahan terbuka pada dinding perut, lantas mengangkat kandung empedu yang bermasalah. Seusai tindakan, pasien umumnya membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama daripada laparoscopy yang menerapkan pendekatan bedah invasif minimal. Bekas lukanya juga lebih besar. Tapi, dalam kasus tertentu, laparotomy cholecystectomy adalah pilihan yang tepat ketika pasien lebih memerlukan pendekatan bedah yang lebih invasif karena kondisi kesehatannya. Dalam artikel Open Cholecystectomy di laman National Library of Medicine dijelaskan bahwa laparotomy cholecystectomy paling sering dilakukan ketika dokter harus beralih dari sebelumnya menggunakan pendekatan laparoscopy. Peralihan ini disebabkan oleh beragam alasan. Setiap kali ada pertanyaan atau keraguan mengenai anatomi pasien, dokter bedah bisa beralih ke teknik bedah terbuka. Siapa Saja yang Memerlukan Dokter bisa merekomendasikan laparotomy cholecystectomy bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan tertentu terkait dengan kandung empedu. Gangguan ini antara lain: Batu empedu yang memicu gejala yang signifikan, misalnya nyeri hebat, mual, dan muntah, hingga komplikasi seperti peradangan kandung empedu Kolesistitis atau peradangan kandung empedu akut Diskinesia kandung empedu, yakni kondisi ketika kandung empedu tak berkontraksi secara normal dengan gejala nyeri perut Polip kandung empedu, terutama bila ada potensi pertumbuhan menjadi ganas Kanker kandung empedu Komplikasi gangguan saluran empedu, biasanya karena ada penyumbatan Kapan Seseorang Memerlukan Tindakan Umumnya pilihan pertama ketika terjadi masalah pada kandung empedu adalah laparoscopy. Namun kadang laparotomy cholecystectomy yang harus dipilih karena situasi dan kondisi tertentu yang membuat laparoscopy tak mungkin dilakukan atau tak aman bagi keselamatan jiwa pasien sendiri. Contohnya: Komplikasi serius batu empedu seperti infeksi dan kolesistitis akut Batu empedu terlalu besar atau banyak Gangguan anatomi pasien, misalnya posisi kandung empedu yang sulit dijangkau dengan alat laparoskop Pasien memiliki gangguan kesehatan serius seperti masalah pernapasan atau penyakit jantung Kelainan saluran empedu yang membuat metode laparoscopy sulit dilakukan Manfaat/Tujuan Manfaat/tujuan utama laparotomy cholecystectomy adalah mengatasi gangguan kesehatan yang muncul akibat masalah pada kandung empedu guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Secara spesifik, manfaat atau tujuan itu mencakup: Mengeluarkan batu empedu Menghilangkan peradangan pada kandung empedu Mengangkat polip di kandung empedu Mengambil kandung empedu yang sudah tak berfungsi dengan baik Mengatasi kanker yang berkembang di kandung empedu Mencegah komplikasi pada saluran empedu Persiapan Dokter atau perawat akan memberikan penjelasan mengenai prosedur laparotomy cholecystectomy, termasuk risiko dan manfaatnya. Pasien bisa menyampaikan pertanyaan apa pun terkait dengan prosedur tersebut. Jika sudah paham dan setuju, pasien perlu menjalani pemeriksaan fisik serta tes darah dan tes diagnostik lain untuk memastikan kondisinya sehat. Untuk mencegah komplikasi, pasien juga perlu menginformasikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi atau jika ada alergi tertentu. Obat pengencer darah terlarang dikonsumsi beberapa hari sebelum operasi guna mencegah risiko perdarahan. Laparotomy adalah prosedur bedah terbuka yang membutuhkan rawat inap hingga 2-3 hari atau mungkin lebih. Karena itu, pasien juga perlu menyiapkan perlengkapan pribadi selama menjalani masa pemulihan di rumah sakit. Prosedur dan Pelaksanaan Tahap prosedur dan pelaksanaan laparotomy cholecystectomy kurang-lebih sama seperti bedah terbuka pada umumnya. Pasien akan menjalani pemeriksaan fisik dan pengukuran tekanan darah serta detak jantung terlebih dahulu setelah mengenakan pakaian khusus operasi. Tim medis juga akan memasangkan selang ke lengan untuk memberikan cairan dan obat lewat pembuluh darah. Pasien mendapat anestesi umum dalam prosedur laparotomy cholecystectomy sehingga tak merasakan apa pun hingga operasi selesai. Dokter bedah akan membuat sayatan besar sekitar 7-30 sentimeter pada perut, biasanya sekitar rongga perut atau area rusuk kanan. Setelah itu, dokter akan menjangkau dan memisahkan kandung empedu dari jaringan sekitarnya. Pengangkatan dimulai dengan mengikat kandung empedu sebelum memotongnya dari saluran empedu. Setelah terpotong, kandung empedu diangkat lewat sayatan tadi dan bekas sayatan ditutup dengan jahitan. Perawatan Pasca Laparotomy Cholecystectomy Pasien laparotomy cholecystectomy mesti menjalani rawat inap selama beberapa hari untuk pemulihan. Selama masa rawat inap, tim medis akan memantau kondisi pasien tiap hari guna memastikan tak ada komplikasi dan pasien bisa pulih sesuai dengan rencana. Dokter akan memberikan panduan tentang bagaimana perawatan bekas sayatan laparotomy untuk mencegah infeksi. Biasanya pasien diminta tak melakukan aktivitas fisik yang berat selama beberapa minggu pasca-operasi. Menu makanan juga perlu diatur, misalnya lebih banyak mengonsumsi makanan... - Published: 2023-12-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/cystoscopy/ - Kategori: Tindakan Medis, Urologi - Translation Priorities: Optional Saluran kemih dan kandung kemih termasuk bagian tubuh yang rentan mengalami masalah kesehatan. Untuk mendeteksi dini masalah tersebut dan sekaligus mengatasinya, dokter bisa merekomendasikan cystoscopy baik pada pria maupun wanita. Mengenal Cystoscopy Cystoscopy adalah istilah untuk prosedur medis yang memungkinkan dokter melihat langsung kondisi kandung kemih dan uretra dengan kamera khusus yang disebut sistoskop. Uretra adalah saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Adapun sistoskop berupa tabung panjang dan tipis dengan kamera pada ujungnya yang akan dimasukkan ke saluran tersebut dalam prosedur ini. Cystoscopy bisa menjadi prosedur diagnosis untuk mengidentifikasi penyakit tertentu, misalnya penyempitan uretra, batu uretra dan kandung kemih, pembesaran prostat dan tumor. Tindakan penanganan untuk penyakit tersebut kadang juga bisa dilakukan bersamaan dengan diagnosis, antara lain pengangkatan batu uretra dan kandung kemih serta tumor. Dokter juga dapat menerapkan cystoscopy untuk keperluan evaluasi kondisi uretra dan kandung kemih berdasarkan gejala yang dialami pasien. Siapa Saja yang Memerlukan Pasien yang terdapat darah dalam urin, kesulitan buang air kecil (termasuk infeksi saluran kemih berulang), skrining maupun evaluasi keganasan dan cidera saluran kemih disarankan untuk menjalani sistoskopi Kapan Seseorang Memerlukan Tindakan Seseorang mungkin memerlukan cystoscopy ketika mengalami tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah pada kandung kemih atau saluran kemih. Gejala itu antara lain: Ada darah tercampur dalam urin Tidak dapat menahan buang air kecil, buang air kecil sering di malam hari, nyeri pada saat buang air kecil Pancaran urin melemah, urin becabang, buang air kecil terputus-putus, buang air kecil mengedan dan urin menetes di akhir buang air kecil Buang air kecil mengompol Dalam cystoscopy, dokter akan berupaya mencari penyebab gejala itu dan mengatasinya. Cystoscopy juga dapat dilakukan ketika hasil pemeriksaan lain membutuhkan tindak lanjut untuk konfirmasi diagnosis (pemeriksaan urinalisa lengkap, sitologi urin, USG, CT Scan dan lain-lain) Manfaat/Tujuan Cystoscopy bermanfaat sebagai prosedur untuk mendiagnosis, memantau, dan mengatasi kondisi yang mempengaruhi kandung kemih dan saluran kemih. Di antaranya: Menyelisik penyebab gejala dan tanda seperti urin dalam darah dan gangguan berkemih Mendiagnosis kondisi dan penyakit kandung kemih, seperti batu, peradangan, dan tumor pada kandung kemih Mengatasi penyakit kandung kemih, misalnya tumor yang berukuran kecil bisa sekaligus diangkat lewat prosedur ini Mendiagnosis pembesaran prostat pada pria Persiapan Persiapan untuk menjalani cystoscopy bergantung pada tujuan pelaksanaan prosedur tersebut. Dokter mungkin meminta pasien untuk puasa sebelum prosedur bila membutuhkan pembiusan. Dokter atau perawat akan menjelaskan prosedur ini dan pasien bisa bertanya jika ada yang belum dipahami. Pasien harus memberi tahu dokter jika ada alergi tertentu dan bila sedang mengonsumsi obat-obatan atau suplemen yang mungkin bisa mempengaruhi prosedur cystoscopy. Prosedur dan Pelaksanaan Cystoscopy Sebelum prosedur cystoscopy, pasien perlu mengosongkan dulu kandung kemihnya sesuai dengan instruksi dokter. Biasanya prosedur ini membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Setelah berganti pakaian dengan gaun rumah sakit, pasien akan diminta berbaring di meja operasi dan tim medis akan membersihkan area sekitar uretra. Tergantung tujuan prosedur, pasien bisa mendapat anestesi lokal, umum, atau sedasi. Dokter akan memasukkan sistoskop ke kandung kemih dan mengamatinya lewat layar komputer yang terhubung dengan kamera pada alat tersebut. Jika perlu, dokter akan melakukan tindakan seperti pengambilan sampel (biopsi) atau pengangkatan batu kandung kemih. Perawatan Pasca Cystoscopy Seusai prosedur, pasien akan menjalani pemulihan di rumah sakit selama beberapa saat. Biasanya pasien tidak perlu menjalani rawat inap dan bisa langsung pulang pada hari yang sama jika tak ada tanda komplikasi. Adakah Efek Samping Cystoscopy adalah prosedur yang aman, tapi ada risiko infeksi pada saluran kemih, darah dalam urine, serta reaksi terhadap anestesi yang digunakan. Hubungi dokter bila ada gejala seperti: Demam tinggi Urine dalam darah lebih dari 48 jam Nyeri lebih dari 48 jam Cystoscopy di Primaya Hospital Primaya Hospital memiliki layanan cystoscopy dengan berbagai tujuan sesuai dengan kebutuhan pasien. Bagi Primaya, kepuasan pasien adalah yang utama. Dengan tim medis yang berpengalaman dan terlatih serta teknologi dan fasilitas yang modern, Primaya adalah pilihan yang tepat untuk menjalani prosedur cystoscopy. Narasumber: dr. Riyan Adi Kurnia, Sp. U Spesialis Urologi Primaya Hospital Depok - Published: 2023-12-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/neuro-spine/ - Kategori: Saraf, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Sistem saraf tulang belakang berperan penting dalam kesehatan dan fungsi tubuh manusia. Kondisi yang berkaitan dengan sistem yang juga disebut neuro spine ini bisa menimbulkan dampak yang besar pada kehidupan sehari-hari. Karena itu, bila ada kondisi yang mempengaruhi sistem saraf ini, penting untuk segera menjalani konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter spesialis yang tepat. Mengenal Neuro Spine Neuro spine adalah bidang kedokteran yang berfokus pada penanganan masalah atau gangguan pada sistem saraf tulang belakang. Sistem neuro spine ini meliputi tulang belakang dan sistem saraf yang terdiri atas akar saraf, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Sistem ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tubuh manusia yang berperan penting dalam mengoordinasikan dan mengirim sinyal saraf ke seluruh tubuh. Gangguan atau kondisi sistem saraf tulang belakang ini mencakup sumbatan, infeksi, cedera tulang belakang hingga tumor dan penyakit degeneratif yang bisa terjadi seiring dengan pertambahan usia. Salah satu gejala gangguan ini adalah sakit punggung, yang menurut Mayo Clinic merupakan salah satu alasan paling umum bagi orang-orang untuk mencari pertolongan medis atau tidak masuk kerja. Penanganan kondisi neuro spine bergantung pada jenis serta tingkat keparahannya. Dokter bisa menggunakan pendekatan konservatif seperti penggunaan obat penghilang rasa sakit, terapi fisik, dan manajemen nyeri untuk menangani kondisi tersebut. Jika kondisi itu lebih serius atau bila pendekatan konservatif tak efektif, dokter bisa mengambil langkah pembedahan untuk mengatasi sumber penyebabnya secara tuntas. Siapa Saja yang Memerlukan Penanganan Individu yang mengalami masalah atau kondisi kesehatan terkait dengan sistem saraf tulang belakang mungkin memerlukan penanganan neuro spine. Contohnya: Cedera tulang belakang akibat terjatuh, terlibat kecelakaan, atau insiden lain yang berdampak pada tulang belakang Hernia nukleus pulposus, yakni bantalan tulang belakang menonjol bahkan robek, sehingga menekan saraf menyebabkan penyempitan saluran tulang belakang (stenosis spinal). Radikulopati atau kerusakan akar saraf tulang belakang Tumor tulang belakang Penyakit degeneratif tulang belakang, termasuk osteoartritis Infeksi tulang belakang Kelainan bawaan pada tulang belakang atau saraf tulang belakang, seperti spina bifida Adanya tekanan pada saluran tulang belakang, misalnya hidrosefalus yang mempengaruhi sistem saraf pusat Kapan Seseorang Memerlukan Penanganan Dokter perlu melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan untuk menilai kapan seseorang memerlukan penanganan neuro spine. Gejala yang mungkin menandakan seseorang membutuhkan penanganan neuro spine antara lain: Nyeri punggung yang berkepanjangan atau memburuk Nyeri kian terasa ketika melakukan aktivitas tertentu Dari punggung, nyeri menyebar ke bagian tubuh lain seperti lengan dan kaki Punggung terasa kaku atau sulit digerakkan Sensasi mati rasa atau kesemutan Gangguan koordinasi dan keseimbangan Merasa tidak nyaman saat beraktivitas, termasuk sulit tidur karena rasa nyeri Manfaat/Tujuan Penanganan neuro spine memiliki tujuan utama untuk meredakan atau mengendalikan gejala serta memperbaiki atau mempertahankan sistem saraf tulang belakang. Dengan begitu, kualitas hidup pasien bisa meningkat. Berikut ini rinciannya: Mengurangi atau menghilangkan nyeri Memulihkan fungsi tubuh yang terpengaruh masalah saraf tulang belakang Mencegah komplikasi dan kerusakan lebih lanjut pada saraf, tulang belakang, ataupun bagian tubuh lain Membantu pemulihan dari cedera tulang belakang Mengatasi tumor baik yang bersifat ganas maupun jinak Persiapan Terdapat berbagai pilihan cara untuk menangani masalah neuro spine. Terapi obat-obatan atau metode non-bedah lain secara umum tak memerlukan persiapan khusus. Lain bila pasien harus menjalani pembedahan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Persiapan bedah sistem saraf tulang belakang biasanya mencakup: Berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami rincian prosedur yang akan dijalani beserta manfaat dan risikonya Menjalani pemeriksaan pra-operasi seperti tes darah, tes pencitraan, dan evaluasi kesehatan secara umum Menginformasikan dokter mengenai riwayat medis, alergi, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi karena mungkin mempengaruhi prosedur yang akan dijalankan Menyiapkan rencana kepulangan seusai prosedur dan rawat inap bila diperlukan Berpuasa makan/minum sejak tengah malam sebelum tindakan kalau memerlukan anestesi Prosedur dan Pelaksanaan Terdapat bermacam cara penanganan neuro spine dengan prosedur yang berbeda-beda. Jenis penanganan itu meliputi: Pemberian obat-obatan untuk meredakan nyeri dan peradangan Pemeriksaan Electromyografi (EMG) Terapi fisik dan rehabilitasi guna memperbaiki kekuatan, fleksibilitas, serta koordinasi otot Radioterapi untuk mengurangi peradangan dan mengobati tumor tulang belakang Pembedahan untuk mengatasi tekanan pada saraf atau memperbaiki/mengganti bagian dari tulang belakang yang rusak Perawatan Perawatan pasca penanganan neuro spine tak bisa diabaikan untuk mengoptimalkan pemulihan dan mencegah komplikasi. Tim medis akan menyampaikan serangkaian langkah perawatan sesuai dengan prosedur yang sebelumnya dijalani. Umumnya perawatan ini mencakup aspek berikut ini: Pemantauan terhadap tanda-tanda vital, respons terhadap pengobatan, serta potensi komplikasi Pengelolaan nyeri yang meliputi pemberian obat penghilang rasa sakit Terapi fisik dan rehabilitasi Perawatan luka bekas operasi Pemulihan aktivitas sehari-hari secara bertahap Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat Tindak lanjut medis untuk memastikan kondisi pasien sudah membaik Adakah Efek Samping Bila ada efek samping setelah penanganan neuro spine, itu wajar seperti layaknya tindakan medis pada umumnya. Efek samping yang bisa muncul bervariasi sesuai dengan jenis tindakan yang dilakukan, seperti: Nyeri atau ketidaknyamanan pada area operasi Perdarahan atau pembengkakan di area operasi Reaksi alergi terhadap anestesi Kehilangan keseimbangan dan kemampuan koordinasi dalam waktu sementara Area operasi terasa kaku, lemah, mati rasa, atau tidak nyaman Penanganan Neuro Spine di Primaya Hospital Untuk membantu masyarakat... - Published: 2023-12-15 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/rfa-radiofrequency-ablation/ - Kategori: Saraf, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Nyeri adalah sinyal atau pertanda bahwa ada yang bermasalah dalam tubuh. Rasa nyeri biasanya akan hilang begitu pemicunya diketahui dan diatasi. Adapun nyeri yang berlangsung lama dan tak kunjung hilang alias nyeri kronis membutuhkan penanganan medis yang lebih spesifik. RFA atau radiofrequency ablation merupakan salah satu prosedur yang lazim digunakan untuk mengelola nyeri kronis. Mengenal RFA RFA adalah prosedur medis yang diterapkan untuk mengatasi berbagai kondisi medis dengan memanfaatkan arus listrik berfrekuensi tinggi yang dapat menghancurkan jaringan yang abnormal. Kondisi medis yang memerlukan prosedur ini termasuk nyeri leher kronis, osteoartritis sendi, nyeri punggung bawah, dan masalah lain yang berkaitan dengan saraf dan jaringan lunak. RFA juga dapat digunakan sebagai prosedur invasif minimal untuk mengecilkan ukuran tumor/kanker, bintil, atau pertumbuhan abnormal lain pada tubuh. Dalam prosedur RFA, dokter menggunakan elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh, umumnya di dekat lokasi saraf yang menjadi sumber rasa nyeri. Arus listrik dengan frekuensi tinggi lantas dialirkan lewat elektroda sehingga menghasilkan panas yang mempengaruhi jaringan yang dituju. Energi panas ini berfungsi menghancurkan jaringan yang abnormal atau mengurangi/menghentikan aktivitas saraf dalam mengirim sinyal rasa nyeri ke otak sehingga rasa nyeri yang dirasakan pasien akan reda. Seperti dikutip dari laman National Library of Medicine, terdapat sejumlah jenis teknik RFA, antara lain pulsed radiofrequency ablation, water-cooled radiofrequency ablation, dan cryoneurolysis. Pemilihan teknik ini disesuaikan dengan masalah kesehatan dan kondisi pasien dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Siapa Saja yang Memerlukan Seseorang mungkin memerlukan RFA ketika mengalami kondisi medis tertentu, seperti: Gangguan nyeri kronis untuk mengatasi rasa sakit Tumor hati kecil yang sulit diangkat lewat pembedahan Tumor ginjal yang tak memenuhi syarat operasi karena faktor tertentu Tumor paru-paru yang tak dapat diangkat lewat operasi konvensional Tumor tulang belakang Untuk memastikan apakah seorang pasien membutuhkan RFA, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengecek riwayat medis pasien. Kapan Seseorang Memerlukan RFA Umumnya seorang pasien dianggap perlu menjalani RFA jika kondisinya tak memungkinkan untuk menjalani bedah invasif konvensional yang berisiko lebih tinggi. Begitu pula bila pasien itu sudah menjalani prosedur medis lain tapi tak menunjukkan perbaikan kondisi. Gejala yang mengindikasikan seseorang memerlukan RFA antara lain: Nyeri kronis yang tak dapat dikendalikan dengan obat-obatan atau prosedur terapi lain, misalnya pada leher, punggung, atau lutut Penurunan berat badan tanpa alasan jelas Mual dan muntah Kelelahan berlebih Kulit atau mata berubah menjadi kuning Perut membengkak Batuk tak kunjung sembuh Batuk berdarah Sesak napas Kehilangan nafsu makan Nyeri dada Gejala lain yang mengarah pada kemungkinan adanya tumor atau kanker di dalam tubuh Aplikasi radiofrekuensi dapat diberikan pada banyak kondisi klinis dalam penanganan nyeri seperti: 1. Nyeri Punggung Belakang Nyeri cervical Nyeri kronik pada cervical (leher) dapat mucul dari beberapa struktur regio cervical termasuk sendi zygaphophiseal, segment saraf cervical, ligament dan myofascial Pengobatan radiofrekuensi pada area cervical. Yakni radiofrekuensi denervasi pada cabang medial atau denervasi facet untuk manajemen nyeri leher dan atau cervicogenic headchache. Nyeri Thorakal Penyebab dari nyeri regio thorakal antara lain neuralgia intercostal, neuralgia dari dinding abdominal, lalu nyeri menjalar dari medulla spinalis yakni akibat osteoporosis, ataupun collapse vertebrae. Dua publikasi menunjukkan hasil yang memuaskan antara grup dengan terapi RF pada manajemen thoracic radicular pain. Stolker et al melakukan evaluasi pada 45 pasien dengan thoracic radicular pain. Didapatkan penurunan signifikan dari nyeri pada > dari 70 % pasien 13-46 bulan setelah terapi. Studi mirip yang lain dilakukan oleh van Kleef dan Spaans mendapatkan 52 % pasien mengalami penurunan nyeri yang signifikan pada 9-30 bulan. Nyeri Lumbal Vertebra lumbalis terdiri dari lima ruas tulang atau nama lainnya adalah ruas tulang pinggang, luas tulang pinggang adalah yang terbesar. Taju durinya lebar dan berbentuk seperti kapak kecil. Taju sayapnya panjang dan langsing. Ruas kelima membentuk sendi dan sacrum pada sendi lumbo sacral. Target radiofrekuensi adalah cabang medial dari ramus primer posterior dari lumbal (L1-L4), hubungan antara processus artikularis superior dan permukaan atas dari bagian lateral dari sacrum (L5) sebelah lateral dari foramen sacralis (S1-S3). 2. Trigeminal Neuralgia Nervus trigeminus merupakan nervus terbesar di antara 12 nervus cranialis dan merupakan saraf kranial yang kompleks. Nervus ini merupakan nervus campuran (mixed nerve) yang memiliki komponen mayor berupa saraf sensoris (somatic afferent fibers) untuk wajah dan komponen minor berupa saraf motoris (special somatic efferent) untuk otot-otot mengunyah (mastikasi). Trigeminal neuralgia juga disebut “tic douloureux” karena adanya pada saat meringis ke satu sisi menunjukkan rasa sakit/ nyeri pedih yang terbatas pada distribusi satu atau lebih divisi dari saraf trigeminal. Diagnosis biasanya dibuat berdasarkan deskripsi pasien tentang rasa sakit dan rangsangan yang memprovokasi. Untuk mengekslusi adanya massa lesi CT scan atau MRI diindikasikan. Manajemen farmakologis adalah pengobatan pilihan pertama tetapi pada pasien yang menderita trigeminal neuralgia refraktori untuk terapi radiofrekuensi pada gasserian bisa dipertimbangkan 3. Trigeminal Oksipital Neuralgia oksipital juga disebut Arnold’s neuralgia, diartikan oleh International Headache Society sebagai nyeri yang paroksismal, menusuk pada greater, lesser dan atau distribusi saraf third occipital intensitas nyeri seringkali berat dan menyebabkan kelemahan dan berhubungan dengan kualitas hidup fungsional.... - Published: 2023-12-14 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/laparoscopy/ - Kategori: Bedah, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Di era modern seperti saat ini, operasi tidak selalu harus dilakukan dengan bedah terbuka yang berisiko tinggi dan memerlukan waktu pemulihan yang relatif lama. Ketika memungkinkan, dokter bisa melakukan bedah laparoscopy untuk membantu mengatasi masalah kesehatan pasien, khususnya pada area perut dan panggul. Selain itu, teknik operasi ini bermanfaat untuk membantu menegakkan diagnosis yang akurat. Mengenal Laparoscopy Laparoscopy adalah teknik operasi modern yang tergolong invasif minimal karena tidak membutuhkan sayatan besar untuk menjangkau organ dalam yang ditargetkan dalam tindakan. Dengan prosedur laparoscopy, dokter cukup membuat sayatan kecil sekitar 5-10 mm di permukaan kulit area perut atau panggul dan memasukkan alat berupa tabung kecil dengan kamera yang terhubung dengan layar komputer di ruang operasi. Dengan begitu, dokter bisa melihat kondisi organ dalam di perut dan panggul lewat layar tersebut dalam melakukan penanganan medis yang diperlukan. Teknik bedah ini juga disebut operasi lubang kunci mengacu pada ukuran sayatan yang kecil seperti lubang kunci. Alat yang digunakan untuk memeriksa organ dalam seperti ovarium, kandung kemih, dan lainnya di dalam perut disebut sebagai laparoskop. Laparoskop yang berukuran kecil tak membutuhkan sayatan besar seperti dalam operasi konvensional untuk dimasukkan ke tubuh pasien. Operasi laparoskopi antara lain kerap digunakan untuk menangani endometriosis atau kista ovarium. Selain sebagai bagian dari upaya perawatan, laparoscopy dimanfaatkan sebagai salah satu metode diagnosis masalah medis dengan mengamati kondisi organ dalam. Siapa Saja yang Memerlukan Laparoscopy Laparoscopy adalah prosedur medis yang banyak dilakukan terhadap pasien yang mengalami gejala masalah kesehatan di area perut atau panggul. Gejala itu bisa menandakan gangguan medis seperti: Kista ovarium atau munculnya kantong berisi cairan di dalam ovarium Endometriosis atau tumbuhnya jaringan di luar rahim Peradangan usus buntu Penyakit lambung dan usus Peradangan kandung empedu Batu ginjal Penyakit hati Batu kandung kemih Selain itu, pasien yang harus menjalani pengangkatan fibroid rahim, operasi prolaps panggul, dan beragam prosedur ginekologi lain mungkin memerlukan laparoscopy. Kapan Seseorang Memerlukan Laparoscopy Tidak semua orang yang mengeluhkan nyeri di perut atau gejala lain yang berkaitan dengan perut dan panggul pasti memerlukan laparoscopy. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dulu sebelum merekomendasikan tindakan ini. Merujuk pada informasi dari laman NHS, sebagai prosedur diagnostik, seringnya laparoscopy dilakukan ketika hasil pemeriksaan fisik, sinar-X, atau CT scan kurang jelas. Seseorang juga mungkin memerlukan laparoscopy untuk mengetahui stadium kanker pada organ sekitar perut. Bagi orang yang mengalami cedera perut, laparoscopy juga bisa dilakukan untuk mengetahui lokasi cedera dan seberapa dalam cedera itu. Walau jarang, dokter dapat menjalankan laparoscopy juga dalam beberapa operasi kardiovaskular, misalnya pemasangan kateter. Manfaat/Tujuan Laparoscopy sangat bermanfaat sebagai prosedur medis untuk tujuan diagnosis ataupun operatif. Dengan laparoscopy, dokter bisa mendiagnosis gangguan kesehatan yang sulit atau tak teridentifikasi lewat pemeriksaan fisik atau tes medis lain. Karena merupakan prosedur minimal invasif, pasien juga akan mendapatkan manfaat seperti: Berkurangnya rasa sakit Pemulihan lebih cepat Risiko infeksi lebih rendah Tak meninggalkan bekas luka sayatan besar Persiapan Sebelum Menjalani Laparoscopy Terdapat beberapa macam laparoscopy yang dibedakan menurut tujuannya. Namun umumnya pasien diminta berpuasa makan dan minum selama 6-12 jam sebelum menjalani tindakan ini. Dokter juga akan meminta pasien tidak mengonsumsi obat pengencer darah beberapa hari sebelumnya agar tak terjadi perdarahan berlebih ketika operasi berlangsung. Begitu juga bila pasien terbiasa merokok, kebiasaan ini harus dihentikan karena bisa menghambat pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi. Biasanya pasien bisa langsung pulang pada hari yang sama dengan tindakan tanpa perlu rawat inap. Karena itu, pasien mesti membawa pendamping yang menemani hingga mengantar pulang pasien seusai tindakan. Prosedur dan Pelaksanaan Lazimnya pasien menjalani laparoscopy di bawah pengaruh anestesi sehingga tidak merasakan apa pun selama tindakan. Setelah efek anestesi bekerja, dokter memulai prosedur laparoscopy dengan membuat sayatan kecil sekitar 1-2 cm di perut atau area organ lain yang akan diperiksa. Setelah itu, dokter memasukkan laparoskop yang dilengkapi kamera di ujungnya. Hasil dari kamera itu akan tampak di layar komputer yang terhubung dengan laparoskop sehingga dokter bisa lebih jelas dalam mengamati dan mengambil tindakan. Supaya gambar lebih jelas, dokter mungkin akan memasukkan gas karbon dioksida lewat sayatan sebelumnya sehingga dinding perut terangkat untuk sementara. Dokter pun bisa langsung melakukan tindakan diagnostik ataupun operatif dengan mengamati kondisi organ dalam perut lebih jelas lewat layar tersebut. Begitu prosedur laparoscopy selesai, dokter mengeluarkan gas karbon dioksida dan alat laparoskop dari perut. Lantas dokter menutup bekas sayatan dengan lem atau jahitan. Perawatan Pasca Laparoscopy Demi pemulihan yang lebih cepat dan terhindar dari risiko komplikasi, pasien perlu menjalani perawatan pasca laparoscopy sesuai dengan instruksi dokter. Perawatan pertama dilakukan di ruang pemulihan tempat pasien menjalani pemulihan sembari dipantau dengan ketat oleh para tenaga medis. Pemulihan ini biasanya berlangsung selama beberapa jam di rumah sakit hingga dibolehkan pulang. Pasien disarankan langsung beristirahat ketika sampai di rumah. Selama beberapa hari, wajar jika ada ketidaknyamanan atau nyeri di lokasi tempat masuknya laparoskop. Selama masa pemulihan, pasien tak disarankan melakukan kegiatan berat selama beberapa hari. Biasanya pasien bisa kembali menjalani rutinitasnya 5 hari setelah tindakan. Adakah Efek Samping Setelah Laparoskopi... - Published: 2023-12-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/trabeculectomy-atasi-glaukoma/ - Kategori: Mata, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata yang umum terjadi. Untuk mengatasinya, terdapat prosedur trabeculectomy yang dapat meredakan tekanan intraokular atau tekanan di dalam bola mata yang menyebabkan glaukoma. Mengenal Trabeculectomy Trabeculectomy adalah prosedur medis yang dapat mengatasi glaukoma dengan cara menurunkan tekanan intraokular mata. Glaukoma umumnya disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam mata yang mengakibatkan kerusakan pada saraf optik yang menghubungkan mata dengan otak. Prosedur ini lazimnya menjadi pilihan ketika penanganan medis yang kurang invasif seperti penggunaan obat tetes mata dan operasi laser tidak membuahkan hasil. Dalam operasi trabeculectomy, dokter membuat saluran kecil baru di bagian putih bola mata atau sklera di bawah kelopak mata atas untuk mengalirkan cairan mata ke jaringan di sekitarnya. Sebagian jaringan di dalam mata akan diangkat sehingga terbentuk saluran keluar bagi cairan mata yang membuat tekanan pada bola mata berkurang. Saluran cairan yang tercipta dalam proses ini menjadi kantong atau benjolan kecil yang disebut bleb. Cairan di dalam bleb akan terserap ke dalam pembuluh darah. Bleb yang berada di bawah konjungtiva atau lapisan tipis pada bola mata ini umumnya tak terlihat oleh orang lain sehingga tak mengganggu penampilan. Dibanding tindakan lain lainnya, trabeculectomy dapat lebih mengendalikan tekanan mata dalam jangka panjang. Seperti dikutip dari Hopkins Medicine, trabeculectomy bertujuan mencegah kerusakan lebih lanjut pada penglihatan akibat glaukoma. Prosedur ini tak bisa memulihkan penglihatan yang hilang atau meningkatkan kemampuan penglihatan, tapi dapat membantu melindungi penglihatan dalam jangka panjang. Siapa Saja yang Memerlukan Trabeculectomy Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan progresif pada saraf optik. Jika tidak ditangani, glaukoma bisa membuat saraf optik rusak permanen dan menyebabkan kebutaan total. Maka dokter umumnya merekomendasikan trabeculectomy untuk membantu mencegah kondisi glaukoma makin parah. Trabeculectomy dapat diterapkan untuk berbagai jenis glaukoma, baik sudut tertutup maupun sudut terbuka. Begitu pula untuk glaukoma primer dan sekunder. Namun untuk memastikan apakah prosedur ini diperlukan dan tepat, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Kapan Seseorang Memerlukan Trabeculectomy Dokter mata umumnya merekomendasikan trabeculectomy kepada pasien glaukoma dalam situasi saat glaukoma yang diderita tak dapat dikendalikan dengan prosedur medis lain. Berikut ini sejumlah situasi ketika pasien mungkin membutuhkan tindakan bedah ini: Glaukoma parah atau sudah mencapai tahap lanjut hingga menyebabkan kerusakan signifikan pada saraf optik Berisiko tinggi mengalami kerusakan mata lebih parah karena faktor tertentu, misalnya tekanan mata yang amat tinggi atau ada riwayat anggota keluarga yang menderita glaukoma parah Kondisi glaukoma tidak membaik walau sudah diberi obat tetes mata atau menjalani terapi laser Manfaat/Tujuan Melalui trabeculectomy, pasien dapat terlindungi dari risiko kehilangan penglihatan secara permanen akibat glaukoma. Berikut ini beberapa poin manfaat/tujuan trabeculectomy: Mencegah atau memperlambat kerusakan pada saraf optik yang disebabkan oleh tingginya tekanan pada bola mata Mengendalikan glaukoma yang tidak membaik setelah menjalani prosedur medis lain seperti pemberian obat tetes mata dan terapi laser yang merupakan langkah pertama untuk mengatasi glaukoma Meningkatkan kualitas hidup pasien dengan membantu menjaga penglihatan pasien Persiapan Sebelum Tindakan Trabeculectomy membutuhkan persiapan yang matang agar efektif dalam mengatasi glaukoma. Langkah persiapannya biasanya mencakup: Berkonsultasi dengan dokter mata untuk mengevaluasi kondisi mata yang hendak ditangani Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi, misalnya obat pengencer darah yang tak boleh dikonsumsi sebelum operasi karena bisa meningkatkan risiko perdarahan Mengikuti arahan dokter mengenai pola makan sebelum operasi, termasuk jika diminta untuk berpuasa Memastikan ada orang yang mendampingi hingga mengantar pulang seusai prosedur Prosedur dan Pelaksanaan Secara umum, prosedur trabeculectomy meliputi langkah-langkah berikut ini: Pemberian anestesi lokal pada area mata agar pasien tak merasakan sakit pada mata selama menjalani operasi Dokter membuat flap kecil pada bagian putih mata pada bagian atas di bawah kelopak untuk mengakses jaringan dalam mata Dokter mengangkat sebagian jaringan mata untuk membuat saluran keluar buat cairan mata Cairan mata akan mengalir keluar dari mata ke bleb di bawah konjungtiva Untuk mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut berlebih, dokter bisa menyuntikkan obat antiparut dalam prosedur ini Dokter menutup luka pada sklera dan konjungtiva dengan jahitan halus seusai prosedur Mata mungkin perlu ditutup dengan patch atau diperban yang baru bisa dilepas setelah evaluasi hasil operasi oleh dokter Perawatan Pasca Trabeculectomy Guna mengoptimalkan penyembuhan dan pemulihan serta mencegah komplikasi, penting bagi pasien untuk mematuhi instruksi perawatan pasca trabeculectomy yang diberikan dokter. Biasanya perawatan tersebut mencakup: Menggunakan obat tetes mata yang mengandung antibiotik dan steroid sesuai dengan dosis guna mencegah infeksi dan peradangan Melindungi mata dari risiko tekanan berlebih ataupun gesekan selama masa pemulihan Menghindari aktivitas fisik yang berat dan memicu tekanan pada mata, seperti mengangkat benda berat Memantau kondisi mata dengan rutin. Bila ada gejala tak biasa seperti perdarahan dari mata, demam, atau penglihatan memburuk, langsung hubungi dokter Adakah Efek Samping Banyak orang yang berhasil mengatasi glaukoma dengan operasi trabeculectomy. Namun ada risiko atau efek samping yang mesti menjadi perhatian, antara lain: Mata akan terasa sedikit mengganjal pasca operasi Penglihatan berubah, termasuk kabur dan tidak jelas Terbentuknya jaringan parut berlebih pada area operasi Peradangan atau infeksi Kebocoran cairan dari area... - Published: 2023-12-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/recombinant-tissue-plasminogen-activator/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Penyumbatan pembuluh darah bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang membahayakan, termasuk stroke dan serangan jantung yang mengancam jiwa. Sebelum risiko kesehatan itu terjadi, penting untuk mengupayakan pencegahan terutama dengan mengendalikan faktor risiko. Adapun bagi pasien yang sudah mengalami serangan awal, terapi recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik bisa menjadi jawaban. Mengenal Recombinant Tissue Plasminogen Activator/rtPA/Trombolitik Recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik adalah jenis obat yang bermanfaat untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh gumpalan atau bekuan darah yang terperangkap dan menghalangi aliran darah. Obat ini dapat memecah atau meluruhkan gumpalan darah yang menyumbat aliran darah hingga memicu serangan jantung, stroke, atau emboli paru. Istilah recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik merujuk pada bentuk obat ini yang merupakan rekombinan dari tissue plasminogen activator (tPA). Seperti dikutip dari laman National Library of Medicine, tPA adalah produk sintetis tPA yang diproduksi di laboratorium dengan bioteknologi rekombinan. Contoh obat ini meliputi alteplase, reteplase, and tenecteplase. Obat yang bisa diberikan lewat infus atau kateter ini bekerja dengan cara merangsang pembentukan enzim plasmin yang dapat menghancurkan fibrin, yaitu protein pembentuk gumpalan darah. Plasmin yang muncul dari rangsangan rtPA/trombolitik akan membantu menghancurkan gumpalan darah sehingga aliran darah pulih kembali dan pasien terhindar dari risiko yang lebih membahayakan. Recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik hanya boleh digunakan di bawah pengawasan profesional medis. Sebab, tidak semua pasien yang mengalami serangan jantung, stroke, emboli paru, atau gangguan penyumbatan pembuluh darah lain cocok menjalani terapi ini. Siapa Saja yang Memerlukan rtPA/Trombolitik Seseorang mungkin memerlukan terapi rtPA/trombolitik ketika mengalami masalah kesehatan yang diduga terjadi akibat adanya gumpalan atau bekuan darah yang menghambat aliran darah dan berisiko membahayakan jiwa. Contohnya: Stroke iskemik: kondisi tersumbatnya pembuluh darah yang menuju otak Serangan jantung: aliran darah ke jantung terhambat sehingga timbul rasa nyeri pada dada disertai gejala lain Trombosis vena dalam: terbentuknya bekuan darah di bagian pembuluh darah vena yang dalam, misalnya pembuluh darah di kaki Emboli paru: kondisi terlepasnya bekuan darah dari lokasi asalnya hingga menyumbat aliran darah di pembuluh darah yang menuju paru-paru Kapan Seseorang Memerlukan rtPA/Trombolitik Dokter perlu menjalankan serangkaian pemeriksaan dulu terhadap pasien untuk menentukan apakah pasien memerlukan terapi rtPA/trombolitik. Ada kriteria tertentu buat pasien yang hendak menjalani terapi ini. Terapi ini seringnya efektif hanya jika dilakukan dalam beberapa jam setelah kemunculan awal gejala. Sebelum memberikan recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik, dokter bisa memberikan obat pengencer darah dulu. Dokter atau tim medis juga perlu mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh terlebih dahulu sebelum memutuskan terapi trombolitik ini tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan pasien. Biasanya pasien yang segera menjangkau rumah sakit ketika mengalami gejala stroke, serangan jantung, atau masalah pembuluh darah lain bisa menjalani terapi ini sesuai dengan hasil evaluasi dokter sebelum kondisi kian parah dan mengancam jiwa. Manfaat/Tujuan Terdapat setidaknya empat manfaat/tujuan terapi rtPA/trombolitik sebagai upaya mengatasi gumpalan atau bekuan darah yang bisa menghambat aliran darah, yakni: Melarutkan bekuan darah di dalam pembuluh darah yang bisa memicu kerusakan jaringan bila dibiarkan menyumbat aliran darah. Memulihkan aliran darah yang dibutuhkan organ dan jaringan agar dapat bekerja dengan baik, khususnya otak dan jantung yang sangat vital. Mencegah kerusakan jaringan dan organ lebih parah. Makin cepat obat recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik diberikan setelah gejala muncul, pasien makin berpeluang pulih. Mencegah komplikasi serius hingga kematian yang bisa terjadi karena terhambatnya aliran darah akibat gumpalan darah. Persiapan Sebelum Menjalani rtPA/Trombolitik Recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik umumnya menjadi cara darurat untuk mengatasi gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah dan menimbulkan gejala. Karena itu, pasien seringnya tak memerlukan persiapan tertentu lantaran kondisinya sudah mendesak memerlukan tindakan medis. Namun, demi efektivitas terapi, pasien harus segera mendatangi rumah sakit ketika merasakan awal gejala. Misalnya kesulitan bicara, kelemahan pada satu sisi tubuh, dan penglihatan yang tiba-tiba berubah yang merupakan gejala stroke iskemik atau nyeri dada dan sesak napas yang merupakan gejala serangan jantung. Prosedur dan Pelaksanaan Recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik bisa diberikan melalui infus atau kateter, tergantung dari indikasinya. Pemberian trombolitik dengan kateter bisa lebih terarah dan intensif karena kateter dapat langsung diarahkan ke titik gumpalan darah di dalam pembuluh darah dengan panduan sinar-X. Jika menggunakan infus, pasien diberi obat rtPA/trombolitik dengan berbaring. Cairan obat akan diberikan melalui infus yang dipasang di lengan pasien sembari dipantau fungsi jantung dan paru-parunya. Seusai prosedur, dokter akan menutup titik masuknya jarum infus di lengan. Perawatan Pasca rtPA/Trombolitik Setelah terapi recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik selesai, pasien perlu menjalani perawatan untuk memastikan pemulihan pasien berjalan lancar dan mencegah risiko komplikasi. Tim medis akan memantau kondisi pasien dengan saksama selama beberapa jam seusai terapi, terutama tekanan darah dan detak jantungnya. Pelarutan gumpalan darah biasanya memakan waktu hingga 48 jam. Jadi pasien perlu menjalani rawat inap di rumah sakit. Bila perlu, pasien mungkin menjalani terapi tambahan seperti pengendalian tekanan darah atau pengobatan terhadap masalah medis yang melatari terjadinya sumbatan sesuai dengan kondisi pasien. Adakah Efek Samping Setelah rtPA/Trombolitik Terapi recombinant tissue plasminogen activator/rtPA/trombolitik bisa menimbulkan efek samping atau risiko berupa perdarahan di pembuluh darah ataupun di tempat... - Published: 2023-12-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/injeksi-avastin/ - Kategori: Mata, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Mata adalah organ yang sangat sensitif dan semua bagiannya rentan terhadap risiko kesehatan. Ketika terjadi masalah pada retina, misalnya, penglihatan bisa terganggu dan bahkan mengalami kebutaan. Injeksi Avastin adalah salah satu cara untuk mengatasi penurunan kemampuan penglihatan akibat degenerasi makula terkait usia (AMD) neovaskular, retinopati diabetik, dan beberapa masalah retina yang lain. Mengenal Injeksi Avastin Pemberian obat intravitreal merupakan teknik kritis dan luas digunakan untuk mengobati berbagai penyakit retina, terutama degenerasi makula terkait usia (AMD) neovaskular, retinopati diabetik, dan penyumbatan vena retina. Metode ini melibatkan penyuntikan obat secara langsung ke dalam rongga vitreous mata. Obat intravitreal yang paling umum digunakan adalah obat anti-vascular endothelial growth factor (VEGF), yang sangat penting dalam mengelola kondisi yang ditandai oleh pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal di retina. Obat anti-VEGF, termasuk ranibizumab, bevacizumab, dan aflibercept, umumnya digunakan untuk suntikan intravitreal. Obat-obatan ini membantu menghambat pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal dan mengurangi permeabilitas vaskular. Avastin adalah merek obat yang mengandung zat bevacizumab. Dalam prosedur injeksi Avastin, bevacizumab berperan sebagai inhibitor angiogenesis, yakni penghambat pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal di mata. Zat ini juga berfungsi memblokade kebocoran cairan dari pembuluh darah. Kebocoran cairan ini bisa mempengaruhi kemampuan penglihatan. Dengan peran itu, obat ini bisa membantu mengurangi perdarahan dan kerusakan yang terkait dengan masalah retina mata. Menurut banyak penelitian, Avastin aman dan efektif untuk mengobati penyakit mata sejak pertama kali diterapkan pada 2005. Siapa Saja yang Memerlukan Pasien yang mengalami gangguan penglihatan mungkin memerlukan injeksi Avastin, terutama jika gangguan itu berkaitan dengan retina. Berikut ini sejumlah kondisi mata yang mungkin membutuhkan pemberian Avastin lewat suntikan: Degenerasi makula terkait usia (AMD) tipe wet (basah): perkembangan pembuluh darah yang abnormal di bagian tengah retina Oklusi vena retina sentral (CRVO) dan oklusi vena retina cabang (BRVO): penyumbatan pembuluh darah vena di retina. Retinopati diabetik: komplikasi serius diabetes yang mempengaruhi pembuluh darah di retina Retinopati prematuritas: pertumbuhan abnormal pembuluh darah di mata yang terjadi pada bayi prematur Glaukoma neovaskular: peningkatan tekanan pada bola mata akibat terbentuknya pembuluh darah baru yang abnormal di sudut mata yang menghalangi aliran cairan mata Kapan Seseorang Memerlukan Seseorang bisa jadi memerlukan injeksi Avastin untuk mata terutama pada kondisi retina yang mengalami perdarahan ataupun ada kondisi tertentu di makula yang menyebabkan penglihatan menjadi terganggu. Kondisi ini umumnya melibatkan pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal pada mata. Biasanya penggunaan Avastin menjadi pilihan pengobatan setelah prosedur lain telah dicoba dan tidak efektif atau tidak tersedia. Keputusan untuk menggunakan injeksi Avastin biasanya dibuat oleh seorang dokter spesialis mata setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengevaluasi kondisi mata pasien. Pengobatan ini dapat membantu memperlambat atau bahkan mencegah progresi penyakit dan meningkatkan fungsi mata. Manfaat/Tujuan Injeksi Avastin yang mengandung bevacizumab untuk mata bertujuan mengatasi kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan pertumbuhan pembuluh darah abnormal di mata yang mempengaruhi penglihatan. Tujuan umum injeksi Avastin adalah menghambat pertumbuhan pembuluh darah tersebut dan mengurangi peradangan di mata. Dengan begitu, kualitas penglihatan pasien bisa dipertahankan atau ditingkatkan. Menurut penelitian, injeksi Avastin efektif sebagai pengobatan ketika terjadi kebocoran cairan mata atau perdarahan. Persiapan Sebelum menjalani injeksi Avastin untuk mata, pastikan mengikuti semua instruksi persiapan dari dokter mata. Dengan demikian, prosedur dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal. Langkah persiapan yang umum meliputi: Konsultasi dengan dokter mata dan menjalani pemeriksaan menyeluruh mengenai kondisi mata serta riwayat medis secara keseluruhan Menginformasikan kepada dokter jika punya alergi terhadap obat tertentu Bila sedang mengonsumsi obat tertentu, sampaikan kepada dokter untuk mengetahui apakah perlu dihentikan atau disesuaikan penggunaannya Prosedur dan Pelaksanaan Prosedur injeksi Avastin untuk mata umumnya dilakukan di ruang periksa dokter mata atau klinik mata. Tahap-tahapnya antara lain: Dokter mengecek kondisi mata secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan mata dan menentukan titik yang tepat untuk injeksi Pemberian obat tetes mata yang mengandung anestesi agar mata pasien tak terasa sakit saat prosedur berlangsung Dokter melakukan desinfeksi sebelum menyuntikkan avastin. Dokter menyuntikkan Avastin ke mata dengan jarum kecil yang tipis dan steril Seusai injeksi, dokter akan melakukan observasi selama beberapa saat sebelum pasien dibolehkan pulang Perawatan Pasca Injeksi Avastin Kepatuhan pada instruksi perawatan pasca injeksi Avastin amat penting untuk memastikan pemulihan dan hasil yang optimal. Instruksi perawatan itu biasanya meliputi: Mengistirahatkan mata semaksimal mungkin dengan tidak melakukan aktivitas yang menambah beban pada mata, misalnya membaca dalam cahaya remang atau menggunakan gadget terlalu lama Tidak menggosok mata karena bisa menyebabkan iritasi dan infeksi yang bisa mengganggu proses penyembuhan Tidak melakukan aktivitas fisik yang berat, termasuk olahraga yang bisa meningkatkan tekanan darah Menghindarkan mata dari air selama sekitar 2 pekan Bila hendak berkeramas, lakukan dengan menengadah seperti keramas di salon Gunakan alat pelindung mata bila hendak beraktivitas di luar ruangan Adakah Efek Samping Seusai injeksi Avastin, bisa terjadi efek samping tertentu seperti: Kemerahan atau iritasi pada mata Mata terasa tidak nyaman, pegal, gatal, atau panas Penglihatan kabur atau menurun sesaat Injeksi Avastin di Primaya Hospital Injeksi Avastin hanya dapat dilakukan oleh dokter mata yang... - Published: 2023-12-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hyfosy-hysterosalpingo-foam-sonography/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Penyumbatan atau kerusakan tuba merupakan salah satu penyebab ketidakmampuan menghasilkan keturunan alias infertilitas. Untuk mengidentifikasi masalah tersebut, terdapat dua metode yang kerap digunakan, yakni hysterosalpingography (HSG) dan HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography). HyFoSy adalah pengembangan hysterosalpingo-contrast sonography (HyCoSy) yang menawarkan keamanan lebih baik dari risiko paparan sinar-X ataupun alergi iodin bagi pasien. Mengenal HyFoSy (Hysterosalpingo foam Sonography) HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography) adalah prosedur diagnostik yang dilakukan untuk mengevaluasi kelancaran saluran tuba falopi pada perempuan yang mengalami kesulitan untuk hamil. Prosedur ini dijalankan dengan menyuntikkan foam atau busa ke dalam rahim melalui serviks, lalu diikuti pencitraan ultrasonografi (USG) untuk memantau pergerakan busa itu melalui saluran tuba. Saluran tuba falopi menghubungkan ovarium dengan rahim dalam sistem reproduksi wanita. Saluran ini mempunyai peran signifikan dalam proses kehamilan, antara lain sebagai tempat pertemuan sel telur yang dilepaskan dari ovarium dengan sel sperma yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Embrio yang terbentuk dari pembuahan kemudian masuk dan menempel pada dinding rahim lewat saluran ini hingga berkembang menjadi janin. Maka, ketika ada dugaan infertilitas terjadi karena masalah pada saluran tuba falopi, prosedur hysterosalpingo foam sonography dapat dilakukan untuk pengecekan lebih lanjut. Penggunaan foam dalam hysterosalpingo foam sonography menjadi alternatif hysterosalpingo-contrast sonography (HyCoSy) yang memakai cairan kontras. HyFoSy dinilai lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman tanpa rasa nyeri bagi pasien daripada HyCoSy. Menurut penelitian, penggunaan HyFoSy juga menunjukkan hasil diagnostik yang lebih baik daripada HyCoSy. Siapa Saja yang Memerlukan HyFoSy (Hysterosalpingo foam Sonography) Sebelum menjalani hysterosalpingo foam sonography, penting untuk memastikan bahwa prosedur itu diperlukan sebagai langkah penanganan kondisinya. Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien dan memberikan rekomendasi prosedur yang sesuai. Pada umumnya, HyFoSy direkomendasikan bagi perempuan yang: Sulit hamil. Ada kemungkinan kondisi itu terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran tuba falopi. Mengalami keguguran berulang guna mengevaluasi kondisi saluran tuba falopi. Pernah terkena penyakit menular seksual tertentu atau infeksi saluran reproduksi untuk mengecek apakah terjadi kerusakan pada saluran tuba atau rahim akibat infeksi tersebut. Punya riwayat kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan untuk memeriksa apakah penyebabnya adalah penyumbatan saluran tuba. Hendak menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan untuk memastikan kondisi saluran tuba. Kapan Seseorang Memerlukan Hysterosalpingo foam Sonography? Seseorang mungkin memerlukan HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography) ketika tak kunjung berhasil mendapatkan keturunan, termasuk mengalami keguguran berulang. Prosedur ini hanya bisa dijalankan berdasarkan rekomendasi dokter yang akan melakukan pemeriksaan menyeluruh lebih dulu. Dokter akan mempertimbangkan beberapa faktor seperti kondisi medis dan riwayat kesehatan pasien. Sebagai alternatif ketika hysterosalpingo foam sonography tidak memungkinkan, dokter dapat menyarankan HSG atau HyCoSy. Manfaat/Tujuan HyFoSy HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography) bermanfaat sebagai prosedur medis untuk mengecek kondisi saluran tuba falopi, apakah ada sumbatan atau kerusakan yang menyebabkan kesulitan hamil atau keguguran berulang. HyFoSy juga bisa dilakukan sebagai sarana untuk memeriksa kondisi rahim yang bisa mempengaruhi kemampuan untuk hamil. Secara umum, berikut ini manfaat/tujuan HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography): Evaluasi saluran tuba falopi Pengecekan kemampuan reproduksi Diagnosis infertilitas Identifikasi kelainan pada rahim Pemeriksaan pra-IVF Adapun dibanding HyCoSy dan HSG, prosedur ini menawarkan manfaat seperti: Lebih cepat Lebih mudah dilakukan Tidak ada rasa nyeri Tak ada paparan radiasi Tak ada risiko alergi cairan kontras Pemeriksaan dengan USG bisa sekaligus dilakukan untuk mengevaluasi kondisi rahim Persiapan Sebelum Menjalani HyFoSy (Hysterosalpingo foam Sonography) Umumnya prosedur HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography) dilakukan dalam 7-11 hari setelah awal periode menstruasi terakhir. Adapun persiapan yang diperlukan mencakup: Konsultasi dengan dokter untuk memahami prosedur HyFoSy serta risiko dan hasil yang diharapkan Tidak berhubungan seksual sejak hari pertama menstruasi sampai tanggal tindakan Menginformasikan kepada tim medis jika ada alergi dan bila sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu Menyiapkan mental untuk menjalani tindakan HyFoSy di rumah sakit Prosedur dan Pelaksanaan Terdapat serangkaian langkah untuk menjalankan prosedur HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography) yang mencakup persiapan pasien, penyuntikan busa atau foam, dan pencitraan USG. Berikut ini langkahnya secara umum: Pasien berganti pakaian dengan pakaian khusus dari rumah sakit, lalu berbaring di meja periksa Tim medis akan melakukan pemindaian transvaginal rutin lebih dulu untuk memastikan tak ada hal yang bisa menghambat prosedur HyFoSy Kateter dimasukkan ke dalam serviks dan alat periksa USG dimasukkan ke vagina Busa disuntikkan melalui kateter ke rahim melewati saluran tuba falopi Pergerakan busa diamati lewat pencitraan USG untuk mengecek apakah ada penyumbatan atau kerusakan Setelah hasilnya didapatkan, kateter dan alat USG dikeluarkan Seluruh prosedur ini biasanya berlangsung dalam 10-15 menit. Perawatan Pasca Hyfosy (Hysterosalpingo foam Sonography) HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography) adalah prosedur non-invasif. Artinya, tidak ada proses pembedahan atau pembuatan sayatan pada permukaan kulit baik kecil maupun besar. Dengan demikian, tidak diperlukan perawatan khusus seusai prosedur HyFoSy. Pasien bisa langsung pulang setelah menjalani prosedur ini tanpa perlu dirawat inap. Adakah Efek Samping Setelah Hysterosalpingo foam Sonography Sebagai prosedur non-invasif, HyFoSy (hysterosalpingo foam sonography) terbilang aman dengan efek samping minimal. Efek samping yang mungkin muncul antara lain: Kram perut Keluar sisa busa atau cairan dari vagina Reaksi alergi terhadap bahan busa, walau sangat jarang... - Published: 2023-12-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mycoplasma-pneumoniae/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Peningkatan jumlah kasus pneumonia secara mendadak di Cina pada akhir 2023 menyebabkan kekhawatiran akan munculnya wabah seperti Covid-19 pada awal 2020. Terlebih beberapa negara lain seperti Inggris dan Amerika Serikat, termasuk Indonesia, juga melaporkan adanya kasus serupa. Namun, menurut laporan otoritas kesehatan setempat, kasus infeksi paru-paru mycoplasma pneumoniae ini bukan penyakit baru dan sudah ada cara untuk mengobatinya. Mengenal Mycoplasma Pneumoniae Mycoplasma pneumoniae adalah salah satu jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pada paru-paru hingga memicu peradangan pada kantong udara di dalam paru-paru. Infeksi mycoplasma pneumoniae mengakibatkan penyakit yang disebut mycoplasma pneumonia atau pneumonia mikoplasma. Centers for Disease Control dan Prevention (CDC) Amerika Serikat menjelaskan bahwa bakteri mycoplasma pneumoniae umumnya menyebabkan infeksi sistem pernapasan yang ringan dan tak membutuhkan rawat inap sehingga disebut pneumonia berjalan (walking pneumonia). Namun kadang bakteri ini juga dapat memicu infeksi paru-paru yang serius sehingga pasien perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Infeksi mycoplasma pneumoniae adalah salah satu penyebab pneumonia atipikal, yakni jenis pneumonia yang pemicunya berbeda dengan bakteri pneumonia konvensional. Bakteri mycoplasma ini memiliki sifat atipikal alias tak biasa dalam merespons antibiotik yang diberikan untuk mengatasi pneumonia. Bakteri mycoplasma pneumoniae tak memiliki dinding sel yang khas. Kondisi itu membuat bakteri tersebut resistan terhadap antibiotik tertentu yang bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri. Karena itu, kadang diperlukan pemeriksaan dokter untuk menentukan jenis perawatan dan antibiotik yang tepat. Gejala Gejala infeksi mycoplasma pneumoniae yang umum meliputi: Demam Batuk Sakit tenggorokan Sakit kepala Kelelahan Adapun pada anak berusia 5 tahun ke bawah yang terkena infeksi bakteri ini, gejala yang muncul bisa berbeda dibanding pasien anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa. Gejala itu meliputi: Bersin-bersin Hidup meler atau tersumbat Sakit tenggorokan Mata berair Mengi Diare Muntah Penyebab Infeksi mycoplasma pneumoniae bisa terjadi karena terhirupnya droplet atau percikan cairan dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi. Kasus penularan lewat udara ini kerap terjadi di tempat yang ramai orang, seperti sekolah dan tempat penitipan anak. Selain itu, mycoplasma pneumoniae kerap menyebar lewat kontak langsung serta sentuhan pada benda yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh atau sekresi pernapasan pasien. Masa inkubasi bakteri ini di dalam tubuh adalah 2-3 minggu dan ada kecenderungan peningkatan jumlah kasus pada awal musim dingin. Cara Dokter Mendiagnosis Mycoplasma Pneumoniae Ketika mengalami gejala yang berkaitan dengan gangguan sistem pernapasan, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Khususnya bila gejala itu bertahan selama berhari-hari atau lebih lama meski sudah diberi obat. Dokter akan menentukan diagnosis dengan beberapa cara berikut ini: Wawancara medis guna mendapatkan informasi lengkap tentang gejala pasien serta riwayat kesehatan dan faktor lain Pemeriksaan fisik untuk mengecek gejala klinis yang berkaitan dengan infeksi mycoplasma pneumoniae, seperti suara pernapasan dan batuk Tes darah untuk mengukur penanda infeksi yang bisa menunjukkan ada tidaknya dan derajat keparahan infeksi yang terjadiPemeriksaan sampel dahak untuk mencari tanda-tanda infeksi Pemeriksaan serologi untuk mendeteksi antibodi spesifik mycoplasma pneumoniae Tes pencitraan dengan sinar-X atau CT scan untuk melihat kondisi paru-paru Cara Mengatasi Mycoplasma Pneumoniae Pengobatan utama untuk mengatasi infeksi mycoplasma pneumoniae adalah pemberian antibiotik. Meski begitu, sebagian besar orang yang terkena infeksi bakteri ini dapat sembuh tanpa antibiotik. Adapun antibiotik yang umumnya diresepkan antara lain: Azitromisin Klaritromisin Doksisiklin Di samping pemberian antibiotik, pasien harus banyak beristirahat dan minum air putih untuk membantu tubuh melawan infeksi bakteri dan mendukung pemulihan. Sedangkan untuk meredakan gejala seperti sakit kepala dan demam, obat seperti parasetamol atau ibuprofen bisa digunakan. Komplikasi Secara umum, infeksi mycoplasma pneumoniae bersifat ringan dan kondisi pasien dapat membaik seiring dengan waktu. Namun tetap ada kemungkinan munculnya komplikasi yang membuat pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit, seperti: Pneumonia parah Serangan asma Pembengkakan otak Kekurangan sel darah merah Masalah ginjal Gangguan kulit, seperti sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik Pada anak-anak, komplikasi infeksi mycoplasma pneumoniae bisa memicu infeksi telinga dengan gejala seperti gangguan pendengaran, keluarnya cairan dari telinga, serta nyeri telinga. Pencegahan Infeksi mycoplasma pneumoniae bisa terjadi pada siapa pun terlepas dari usianya. Seseorang juga bisa terkena infeksi bakteri ini lebih dari sekali. Hingga saat ini belum ada vaksin spesifik yang bisa digunakan sebagai langkah pencegahan karena pemicunya berbeda dengan bakteri penyebab pneumonia pada umumnya . Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan cara-cara berikut ini: Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik, terutama sesudah batuk atau bersih, selepas dari toilet, atau sebelum menyentuh muka. Sebagai alternatif sabun dan air, hand sanitizer bisa digunakan. Menutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin atau menggunakan bagian dalam lengan bila tak ada tisu Segera membuang tisu yang baru saja dipakai ke tempat sampah Jika tak ada tisu, gunakan lengan bagian dalam untuk menutup hidung dan mulut Menjaga kekebalan tubuh dengan mempraktikkan pola hidup sehat, termasuk rajin berolahraga, tidur cukup, dan makan makanan sehat Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, terutama dengan gejala infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan bersin Kapan Harus ke Dokter? Meski biasanya infeksi mycoplasma pneumoniae tak... - Published: 2023-11-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cutaneous-larva-migrans/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Cacing bisa menyebabkan infeksi ketika masuk ke tubuh manusia. Cutaneous larva migrans adalah salah satu contoh infeksi oleh cacing. Penyakit ini lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing atau kucing di rumah. Begitu juga pada pemilik peternakan atau petani di perdesaan. Meski bisa sembuh sendiri, kondisi ini tetap memerlukan perhatian agar tidak menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Mengenal Cutaneous Larva Migrans Cutaneous larva migrans (CLM) adalah bentuk peradangan kulit atau dermatitis yang dipicu oleh infeksi cacing parasit pada hewan, terutama peliharaan seperti kucing dan anjing. Cacing tambang ini bisa masuk ke kulit manusia dan menyebabkan gatal-gatal, ruam, serta pola seperti benang terurai berwarna kemerahan pada kulit. Infeksi ini biasanya menyerang kaki dan tangan lantaran kontak langsung manusia dengan tanah yang terkontaminasi telur cacing. CLM banyak terjadi di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Walau tak membahayakan jiwa secara langsung, infeksi cacing ini bisa membuat individu yang mengalaminya merasa tak nyaman. Sebab, muncul rasa gatal yang amat mengganggu khususnya pada malam hari. Akibatnya, rutinitas harian akan terganggu dan kualitas hidup pasien bisa menurun. CLM tergolong penyakit yang dapat hilang sendiri dan hanya membutuhkan perawatan mandiri, seperti pemberian obat oles. Namun dalam kasus yang berat, infeksi bisa memburuk sehingga membutuhkan perawatan medis. Gejala Gejala cutaneous larva migrans umumnya muncul beberapa hari setelah terjadi kontak antara telur cacing dan kulit hingga berkembang menjadi larva cacing. Gejala yang kerap muncul termasuk: Gatal-gatal yang bisa terasa sangat intens pada area kulit yang terpapar Ruam pada kulit yang terkena infeksi cutaneous larva migrans Muncul pola berbentuk garis atau lingkaran berwarna merah yang bisa bergerak karena pergerakan larva di bawah permukaan kulit Benjolan kecil atau lepuhan pada kulit Sensasi terbakar di area kulit yang terpapar Pembengkakan di area kulit yang terinfeksi Sensasi seperti ada sesuatu yang bergerak di bawah kulit Penyebab Penyebab cutaneous larva migrans adalah infeksi cacing tambang. Ada beberapa jenis cacing tambang yang dapat menjadi pemicu kondisi ini. Di antaranya: Ancylostoma braziliense Ancylostoma caninum Uncinaria stenocephala Bunostomum phlebotomum Proses infeksi bermula dari keluarnya telur cacing lewat kotoran hewan ke tanah. Di tanah ini, larva bisa menetas. Ketika terjadi kontak dengan kulit manusia, larva bisa menembus masuk ke kulit dan menyebabkan infeksi. Setelah beberapa hari atau beberapa bulan, larva akan bermigrasi di bawah permukaan kulit. Larva ini umumnya tak dapat menembus permukaan kulit yang lebih dalam sehingga tak dapat berkembang dan menghasilkan lebih banyak telur di dalam usus. Cara Dokter Mendiagnosis Cutaneous Larva Migrans Diagnosis cutaneous larva migrans bisa ditegakkan lewat pemeriksaan fisik pasien. Dokter akan mengamati kulit yang diduga terpapar larva cacing tambang untuk mengecek gejala seperti ruam dan pola seperti benang berwarna kemerahan yang terasa gatal. Dokter juga akan menanyakan riwayat medis pasien, termasuk kapan gejala itu muncul serta apa dan di mana aktivitas yang dilakukan saat itu. Menurut CDC, tidak ada tes darah untuk infeksi cacing tambang zoonotik. Tapi untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter bisa melakukan biopsi atau pengambilan sampel kulit untuk diperiksa di laboratorium. Cara Mengatasi Cutaneous Larva Migrans Pasien cutaneous larva migrans dapat sembuh sendiri. Cacing tambang tak bisa hidup lama di manusia karena inang yang utama adalah hewan. Karena itu, larva cacing pada akhirnya akan mati di dalam tubuh manusia. Dalam banyak kasus, gejala akan hilang dalam waktu 4-8 minggu tanpa pengobatan. Namun, dengan pengobatan, pasien bisa sembuh lebih cepat. Obat yang biasa digunakan termasuk tiabendazole, albendazole, mebendazole, dan ivermectin yang diberikan baik dengan cara dioles atau ditelan. Biasanya pengobatan topikal menggunakan krim atau salep lebih diutamakan daripada oral dalam bentuk tablet atau kapsul. Antihistamin atau kortikosteroid juga bisa digunakan untuk mengurangi gatal-gatal. Komplikasi Cutaneous larva migrans tak tergolong penyakit serius, tapi tetap ada kemungkinan terjadi komplikasi. Di antaranya: Infeksi sekunder, yakni infeksi lain yang terjadi setelah infeksi cacing tambang. Misalnya kulit jadi luka karena terlalu keras digaruk sehingga memudahkan masuknya bakteri yang bisa menimbulkan infeksi lain Reaksi alergi terhadap cacing tambang yang bisa memunculkan gejala seperti kesulitan bernapas Infeksi menyebar ke bagian tubuh lain, meski ini jarang terjadi Pencegahan Upaya penegahan cutaneous larva migrans yang bisa dilakukan termasuk: Menjaga kebersihan diri dengan baik, misalnya rajin mencuci tangan dan mandi dengan sabun rutin dua kali sehari Tidak duduk atau bertelanjang kaki ketika berjalan di area bertanah, berpasir, atau ditumbuhi rumput yang lembap atau basah Perhatikan kebersihan hewan peliharaan Kapan Harus ke Dokter? Cutaneous larva migrans tak selalu membutuhkan perawatan medis. Namun bila gejala sudah sangat mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan, sebaiknya kunjungi dokter untuk berkonsultasi dan meminta saran penanganan yang tepat. Dengan begitu, infeksi bisa lekas selesai dan aktivitas bisa kembali pulih tanpa gangguan berupa gatal-gatal atau gejala lain Narasumber dr. Agy Faqih Dharmanegara Dokter Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2023-11-29 - Modified: 2023-11-29 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/menjaga-kesehatan-selama-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: ibu hamil, Kehamilan, menjaga kesehatan Seorang ibu hamil cenderung mudah mengalami masalah kesehatan karena imunitasnya menurun. Ada trik khusus untuk menjaga kesehatan selama kehamilan untuk mempertahankan kesehatan ibu dan janin. Bukan hanya dari segi gaya hidup, ada hal lain yang mempengaruhi kesehatan selama kehamilan. Dalam hal ini, ibu perlu dukungan suami dna pihak keluarga agar tingkat kesehatannya semakin baik. Apa Itu Kehamilan? Menurut BKKBN, kehamilan adalah proses pertemuan antara sel telur matang dengan sperma yang pada akhirnya membentuk zigot. Tidak jauh berbeda dengan itu, WHO menyebutkan bahwa kehamilan atau pregnancy adalah proses sembilan bulan atau lebih yang mana mana seorang perempuan membawa embrio dan janin di dalam rahimnya. Kehamilan sendiri dapat terjadi ketika sel telur terbuahi oleh sel sperma. Pada beberapa kondisi, ada kalanya janin di dalam kandungan ada dua atau kembar. Selain pembuahan alami, di dunia medis juga ada prosedur bayi tabung. Tanda-Tanda Janin yang Sehat Suatu keharusan seorang ibu menjaga kesehatan dirinya dan janin di dalam kandungannya. Memahami tanda-tanda bayi dalam keadaan sehat menjadi hal yang perlu Anda lakukan. Penasaran apa saja itu? Simak ulasannya pada poin berikut: Berat badan bertambah: Ketika masih gadis dan saat menjadi calon ibu, perhitungan berat badan normal wanita akan berbeda. Mengapa demikian? Sebab di dalam rahim terdapat janin yang terus bertumbuh. Oleh karena itu, normalnya berat badan ibu harus bertambah. Plasenta berada di posisi yang tepat: Plasenta merupakan saluran makan untuk janin. Posisinya harus sesuai dengan seharusnya supaya janin bisa mendapatkan asupan makanan dari sang ibu secara maksimal. Janin bergerak: Janin yang berkembang dengan baik, umumnya akan menunjukkan tanda kehidupan berupa bergerak-gerak, bisa dengan menendang atau berpindah posisi sesuai usianya. Idealnya, gerakan janin akan sangat terasa pada usia kehamilan 6 atau 10 minggu. Perut membesar: Karena janin di dalam perut terus bertumbuh, maka perut lama-kelamaan akan membesar. Semakin tua usia kandungan, maka perut ibu juga lebih besar dari pada awal kehamilan. Hormon progesteron dan estrogen normal: Pada dasarnya, manusia memiliki beberapa hormon, dalam kehamilan terdapat dua hormon yang memiliki peran penting yaitu progesteron dan estrogen. Dalam hal ini, progesteron membantu mencegah keluarnya darah haid, sedangkan estrogen berperan dalam pertumbuhan janin. Cara Menjaga Kesehatan Selama Kehamilan yang Wajib Anda Ketahui Sebenarnya cara untuk menjaga kesehatan pada masa-masa kehamilan tidaklah sulit, ada beberapa tips yang perlu Anda lakukan. Tidak berlama-lama, langsung saja simak pembahasannya di bawah ini: 1. Makan makanan dengan Gizi Seimbang Janin cukup sensitif dengan jenis-jenis makanan. Seorang ibu yang sedang mengandung tidak bisa makan sembarangan olahan, terutama yang mengganggu kesehatan bayi atau menyebabkan alergi. Pastikan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, seperti daging, sayur, dan buah-buahan. Makan juga bahan olahan yang kaya omega 3, seperti yang terkandung pada ikan salmon. Selain itu, sebaiknya konsumsi juga makanan dengan kandungan protein, vitamin C, kalsium, zat besi, dan asam folat. 2. Minum Vitamin Prenatal Guna membantu kebutuhan nutrisi tubuh selama kehamilan, ibu sebaiknya minum vitamin prenatal yang dokter resepkan. Di dalam vitamin prenatal umumnya mengandung asam folat, DHA, Omega 3, Kalsium, dan Vitamin D3. Pada ibu hamil asam folat bertugas untuk menunjang perkembangan otak serta sumsum tulang belakang bayi. Selain itu, kandungan ini juga mencegah risiko bayi lahir cacat sen meningkatkan kesehatan sang ibu. 3. Olahraga Rutin Apabila kondisi tubuh mendukung, ibu disarankan untuk rutin berolahraga. Tidak perlu yang berat-berat, pilih jenis olahraga sesuai kesanggupan, misalnya saja yoga khusus ibu hamil atau senam. Dengan menjalankan olahraga secara rutin, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat berupa sirkulasi darah sekaligus oksigen lancar, otot lebih kuat, dan stres berkurang. 4. Hentikan Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol Bagi yang memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol mungkin snagat sulit untuk menghentikannya. Namun hal ini merupakan keharusan yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan badan dan membuat janin dapat bertumbuh dengan baik. Kandungan pada rokok dan minuman beralkohol dapat memberi pengaruh buruk pada janin. Jika tidak mau menghentikan kebiasaan tersebut, biasanya masalah-masalah seperti bayi lahir mati, lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah bisa saja terjadi, atau lahir cacat. 6. Mencukupi Cairan Tubuh Poin ini sering masyarakat abaikan karena belum tahu betul apa manfaat mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Seperti pada ibu hamill, tubuh yang tercukupi jumlah cairannya maka aliran darah menuju jantung akan tetap lancar. Lebih lanjutnya, masalah kesehatan seperti kelelahan, dehidrasi, sembelit, anemia, infeksi saluran kencing, dan wasir dapat dihindari. Jenis dan Gejala Infeksi pada Kehamilan Infeksi pada kehamilan bisa saja terjadi akibat faktor-faktor tertentu. Penularannya bisa secara secara vertikal (menyebar dari ibu ke janin). Akibatnya, ada kemungkinan bayi lahir prematur, keguguran, hingga mengalami kecacatan. Berdasarkan cara penularannya, infeksi kehamilan terbagi menjadi dua yaitu: Infeksi menular seksual (IMS), seperti halnya gonorrhea, herpes, dan sifilis Infeksi lainnya (non-IMS), seperti halnya infeksi saluran kemih, keputihan dan tuberkulosis paru Bahayanya, tidak semua infeksi yang terjadi memunculkan gejala. Bahkan tidak sedikit ibu hamil yang mengaku merasa sehat meski sebenarnya sedang terinfeksi bakteri, virus, atau jamur tertentu. Namun ada gejala umum yang biasa muncul, seperti: Nyeri otot Demam, badan terasa... - Published: 2023-11-21 - Modified: 2023-11-21 - URL: https://primayahospital.com/homecare/makanan-untuk-lansia/ - Kategori: Homecare Dalam menjaga kesehatan lansia, pemilihan makanan untuk lansia yang tepat memegang peranan penting. Dengan memasukkan makanan yang mudah dicerna dan sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka, kualitas hidup dan kesejahteraan mereka pun dapat lebih terjaga. Salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia saat ini adalah masalah gizi. Masalah gizi pada lansia sering muncul karena pola makan yang tidak seimbang, dimana konsumsi gizi tidak sesuai dengan kebutuhan yang disarankan. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti perubahan anatomi, fisiologis, pola makan, dsb yang mempengaruhi cara makan dan sistem pencernaan lansia. Anda bisa menghubungi Kavacare di nomor WhatsApp 0811 - 1446 - 777 untuk mendapatkan layanan perawat lansia di rumah untuk memberikan perawatan optimal bagi mereka. Jenis-Jenis Makanan yang Mudah Dicerna Lansia Dengan berbagai kondisi diatas, maka lansia sangat memerlukan makanan yang mudah dicerna untuk mengurangi gejala gangguan pencernaan sekaligus memastikan terpenuhinya asupan nutrisi. Dibawah ini adalah beberapa jenis makanan untuk lansia yang mudah dicerna. 1. Makanan Rendah Serat Meskipun serat biasanya baik untuk kesehatan pencernaan, bagi lansia makanan tinggi serat mungkin tidak cocok. Serat sulit dicerna dan dapat menyebabkan masalah bagi lansia dengan sistem pencernaan yang lambat. Oleh karena itu, makanan rendah serat seperti seperti nasi putih, kentang, dan buah-buahan rendah serat seperti jeruk bali menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan menu makanan untuk lansia. 2. Sayuran yang Dimasak Sayuran adalah sumber serat yang baik, tetapi setelah dimasak, seratnya akan sedikit terurai oleh panas sehingga menjadi lebih mudah dicerna. Sayuran mengandung vitamin dan mineral penting yang membantu melawan peradangan dalam tubuh. Contohnya adalah bayam, labu, atau wortel. 3. Pisang yang Matang Makanan untuk lansia selanjutnya adalah pisang. Pisang merupakan makanan yang mudah dicerna, terutama jika dipilih pada tingkat kematangan yang tepat. Pisang matang mengandung karbohidrat, kalium, serta vitamin dan mineral penting lainnya yang semakin mudah dicerna seiring dengan kematangan buahnya. 4. Roti Putih Roti putih atau roti tawar adalah pilihan yang baik saat mengalami masalah pencernaan. Roti putih memiliki serat yang lebih rendah dibandingkan dengan roti dari biji-bijian utuh, serta seringkali mengandung vitamin dan mineral yang ditambahkan. Meskipun bukan pilihan terbaik dalam jangka panjang, roti putih dapat membantu sementara bagi mereka dengan gejala masalah pencernaan. 5. Protein Berkualitas Tinggi Ikan yang empuk, telur, dan tahu adalah beberapa sumber protein yang cenderung mudah dicerna karena rendah serat. Namun, penting untuk menghindari konsumsi berlebihan protein dalam satu waktu. Bila porsinya terlalu besar dalam sekali makan, hal itu mungkin mempengaruhi kemampuan untuk mencerna dengan cepat. 6. Nasi Putih Nasi putih adalah makanan yang mudah dicerna karena kandungan seratnya yang rendah. Hal ini berarti nasi putih tidak akan memberi beban berlebih pada lambung atau sistem pencernaan lansia. Sebagai tambahan, nasi putih dapat dikombinasikan dengan sayuran yang dimasak dan protein berkualitas tinggi, seperti telur atau ikan lembut. Kombinasi ini memberikan nutrisi yang cukup dan mudah dicerna oleh tubuh, sehingga sangat cocok sebagai pilihan makanan untuk lansia yang mudah dicerna. 7. Sup dan Kaldu Anda juga bisa menambahkan makanan kaya nutrisi seperti sup dan kaldu tulang buatan sendiri ke dalam menu makanan untuk lansia. Makanan ini mengandung asam amino, elektrolit, dan kolagen, serta dapat membantu menenangkan saat perut terasa sakit. 8. Susu dan Produk Olahannya Susu dan produk olahannya seperti yoghurt dan keju juga mengandung serat dalam jumlah yang kecil. Hal ini juga berlaku untuk produk susu yang berasal dari sumber nabati, seperti susu almond dan susu kedelai. Akan tetapi, pastikan untuk memilih produk yang tanpa lemak karena pencernaan lemak lebih kompleks dibandingkan dengan makronutrien lainnya. 9. Oatmeal Instan Oatmeal instan adalah jenis oat yang paling banyak diproses dan dipecah sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Untuk variasi hidangan, tambahkan berbagai topping kreatif sesuai selera. Misalnya, buah-buahan segar yang bertekstur lembut, madu, atau kacang-kacangan cincang untuk memberikan variasi rasa yang lezat. 10. Telur Telur mengandung nutrisi penting seperti protein, kolin, kalsium, dan fosfor, serta mudah dicerna. Jika ingin menyajikannya dalam bentuk telur goreng atau orak-arik, gunakan minyak zaitun sebagai pengganti mentega karena mungkin lebih nyaman di perut. Pengaruh Penuaan pada Cara Makan dan Pencernaan Lansia Proses penuaan dapat mengakibatkan perubahan signifikan dalam fungsi sistem pencernaan manusia. Berikut adalah dampak penuaan pada cara makan dan sistem pencernaan lansia: Berkurangnya Nafsu Makan: Seiring bertambahnya usia, asupan makanan berkurang karena berbagai alasan kompleks yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan. Selain itu, perubahan dalam kemampuan penciuman dan pengecapan juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan. Penurunan Kinerja Kelenjar Air Liur: Penuaan pada seseorang juga bisa menyebabkan kinerja kelenjar air liur yang menghasilkan air liur berkurang. Lansia yang kekurangan produksi air liur dalam mulut rentan terhadap berbagai masalah, seperti kerusakan gigi dan xerostomia (mulut kering). Kondisi ini pun juga bisa mempengaruhi nafsu makan dan cara makan lansia. Melambatnya Gerak Peristaltik: Penuaan juga dapat membuat gerak peristaltik di kerongkongan dan usus besar lambat. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan yang umum pada lansia seperti refluks, sembelit, serta disfagia (kesulitan menelan) yang dapat meningkatkan... - Published: 2023-11-21 - Modified: 2023-11-21 - URL: https://primayahospital.com/homecare/buah-untuk-kesehatan-daya-ingat/ - Kategori: Homecare Jenis makanan yang Anda konsumsi sehari-hari dapat mencerminkan seperti apa kondisi kesehatan tubuh Anda. Bila Anda memiliki pola makan yang buruk serta kebiasaan untuk mengonsumsi makanan-makanan tak sehat, hal ini dapat berdampak pada kondisi kesehatan yang menurun, termasuk pada daya ingat. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi beberapa jenis makanan, seperti buah-buahan, gandum utuh dan legum, makanan berlemak sehat, ikan, dan biji-bijian serta dedaunan herba dapat berpengaruh pada kualitas daya ingat seseorang. Bila Anda memerlukan bantuan ahli gizi untuk menyusun menu makan yang sehat sesuai kondisi Anda, tenaga ahli tepercaya Kavacare siap membantu Anda. Segera hubungi kami di 0811 1446 777 untuk berkonsultasi online dengan ahli gizi. 1. Buah Beri Buah beri memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga dapat membantu untuk melindungi otak dari stres oksidatif (ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh) serta mencegah penuaan dini dan pikun. Buah bluberi secara khusus memiliki kandungan antosianin dan flavonoid-flavonoid lainnya yang dapat meningkatkan fungsi otak. 2. Anggur Buah berwarna ungu ini memiliki kandungan resveratrol yang dapat meningkatkan kualitas daya ingat Anda. Anggur concord, secara spesifik, kaya akan kandungan polifenol yang dapat membantu untuk meningkatkan kinerja otak Anda. Anggur merah juga mengandung polifenol yang tinggi antioksidan untuk menghambat Alzheimer dan penyakit lainnya seperti kanker dan jantung. 3. Semangka Semangka memiliki kandungan likopen yang sangat tinggi. Likopen merupakan sebuah zat antioksidan yang dapat membantu tubuh untuk memerangi kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Kandungan air dalam semangka juga memiliki dampak yang baik bagi otak. Dehidrasi sendiri dapat mengakibatkan menurunnya daya ingat seseorang. Berdasarkan sebuah penelitian tahun 2020, konsumsi semangka dapat memperbaiki kerusakan daya ingat pada kelompok tikus Wistar. Efek signifikan pada daya ingat terlihat signifikan setelah konsumsi selama 6 minggu berturut-turut. 4. Alpukat Alpukat adalah sebuah jenis buah-buahan yang kaya akan kandungan lemak tak jenuh tunggal. Kandungan jenis lemak ini dapat meningkatkan daya ingat seseorang dengan cara menyeimbangkan kadar kolesterol yang terkandung dalam darah. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Daya Ingat Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi daya ingat, di antaranya adalah penuaan, gangguan tidur, kurangnya nutrisi tertentu dalam tubuh, ketidakseimbangan hormon, riwayat penyakit keluarga, pola makan, serta konsumsi zat-zat tertentu. Penuaan: Pada umumnya, lansia akan mengalami penurunan dalam kemampuan untuk mempertahankan memori jangka pendek, atau biasa juga disebut dengan istilah short-term memory (STM). Di usia senja, kemampuan untuk memproses informasi dan berkonsentrasi juga dapat berkurang. Gangguan Tidur: Gangguan tidur juga dapat berpengaruh pada kualitas ingatan seseorang. Menurut sebuah penelitian yang diadakan di Inggris, individu dengan kualitas tidur yang buruk dapat mengalami perubahan pada bagian otak mereka yang berkaitan erat dengan memori, karena ingatan tidak dapat disalurkan pada bagian otak korteks prefrontal yang berguna untuk memproses logika dan ingatan. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang untuk menjadi pelupa, dan bahkan melupakan hal-hal sesederhana nama. Kurangnya Gizi Tertentu dalam Tubuh: Penelitian membuktikan bahwa kekurangan vitamin B12, B1, B6, dan B9 dapat meningkatkan risiko menurunnya daya ingat. Kurangnya konsumsi vitamin D juga konon memiliki kaitan dengan munculnya gangguan kognitif pada seseorang. Ketidakseimbangan Hormon: Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh juga memiliki dampak buruk pada fungsi otak dan tubuh, baik yang berkaitan dengan pembentukan ingatan maupun pada proses pemanggilan ingatan. Misalnya pada gangguan tiroid, hormon-hormon tertentu yang mengatur ingatan seseorang dapat berkurang, dan bahkan menyebabkan gejala-gejala serupa demensia. Riwayat Penyakit Keluarga: Kemungkinan seseorang untuk mengalami penurunan daya ingat meningkat bila orang tua atau kerabat dekat keluarga mereka mengidap penyakit Alzheimer atau jenis demensia lainnya Pola Makan dan Konsumsi Zat-Zat Tertentu: Konsumsi makanan yang kaya akan protein hewani dan lemak jenuh dapat berpengaruh pada daya ingat Anda. Selain itu, konsumsi zat-zat tertentu seperti antidepresan juga dapat berpengaruh pada ingatan seseorang, maka sangat penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan ahli medis terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan. Merokok, minuman beralkohol, dan konsumsi obat-obatan berlebihan juga dapat merusak daya ingat seseorang. Gizi Penting untuk Daya Ingat Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengatur pola makan sangatlah penting untuk menjaga kesehatan daya ingat. Berikut adalah beberapa jenis gizi dan nutrisi penting yang dapat Anda konsumsi untuk merawat kesehatan ingatan Anda. Omega-3: Mengonsumsi Omega-3 tidak hanya membantu untuk meningkatkan kemampuan otak memproses pikiran, tetapi juga dapat berguna untuk meningkatkan daya ingat seseorang. Penelitian telah membuktikan bahwa Omega-3 dapat mencegah penyakit Alzheimer dan demensia. Asam lemak ini umumnya ditemukan dalam daging ikan, tetapi juga dapat ditemukan dalam biji-bijian seperti flax seeds, chia seeds, dan kacang walnut. Vitamin B: Vitamin B memiliki peranan penting untuk mengatur suasana hati dan kinerja otak seseorang. Vitamin ini konon dapat membantu untuk menurunkan potensi berkembangnya demensia. Selain itu, vitamin ini juga dapat membantu untuk mengurangi gejala kecemasan, depresi, stres, migrain, PMS (premenstrual syndrome), serta menurunkan risiko penyakit jantung. Vitamin E: Vitamin E adalah sebuah antioksidan yang sangat penting untuk mencegah dan memperlambat munculnya gangguan kognitif. Vitamin ini juga berguna untuk meningkatkan daya ingat seseorang seiring dengan bertambahnya usia. Vitamin ini biasa ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, tahu, dan sayur-sayuran hijau. Likopen: Selain... - Published: 2023-11-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/homecare/mencegah-cedera-olahraga/ - Kategori: Homecare, Penyakit - Translation Priorities: Optional Cedera olahraga adalah hal yang wajar terjadi, tetapi rasa sakit saat mengalami cedera tentu bisa mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Sehingga memahami cara mencegah cedera cukup penting, terutama bagi mereka yang hobi berolahraga. Hal ini tentu untuk mengurangi risiko terjadinya cedera olahraga dan mencegah terjadinya cedera jangka panjang. Anda bisa menghubungi Kavacare Support di nomor 0811-1446-777 untuk mendapatkan layanan fisioterapi di rumah untuk pencegahan atau perawatan pascacedera. Kavacare memiliki layanan home care yang dapat menghadirkan fisioterapis, perawat, dan dokter ke rumah. 1. Peran Fisioterapi Olahraga Mencegah cedera dengan fisioterapi bisa menjadi langkah terbaik. Pasalnya fisioterapis olahraga dapat membantu Anda mengidentifikasi cedera dan menilai fungsi biomekanik untuk memperbaiki pola gerakan saat olahraga untuk mencegah cedera. Tidak hanya itu, fisioterapis juga dapat membantu mencegah cedera olahraga dengan melakukan beberapa hal berikut: Mengatur program pencegahan khusus untuk Anda. Mengajarkan teknik pemanasan dan peregangan yang benar. Menyarankan program latihan individu untuk memperbaiki ketidakseimbangan otot. Melakukan identifikasi pada cedera sebelumnya yang belum sembuh. Membuat latihan rehabilitasi khusus untuk Anda. Mengajarkan latihan postural. Mengembangkan program khusus dan memodifikasinya agar Anda bisa kembali berlatih dengan aman. Seorang terapis juga bisa membantu meningkatkan performa olahraga dengan cara seperti menawarkan analisis video tentang aktivitas dan gerakan Anda. Selain itu, fisioterapi olahraga memiliki beberapa manfaat, seperti: 1. Meningkatkan fleksibilitas otot dan sendi Fisioterapi olahraga dapat meningkatkan kelenturan otot dan persendian melalui latihan dengan terapi tertentu. Fleksibilitas ini adalah aspek penting dalam menentukan performa seorang atlet. 2. Membantu tubuh rileks Di dalam terapi ini ada teknik pijatan dan program terapi lainnya yang dapat membuat tubuh lebih rileks. 3. Membantu mencegah cedera Seorang terapis olahraga dapat membuat rencana latihan khusus untuk seorang atlet sesuai dengan kondisi tubuhnya. Sehingga ini bisa mengurangi cedera ringan seperti robekan ligamen, keseleo, kejang, serta cedera akibat penggunaan otot dan tulang secara berlebihan. 4. Meningkatkan daya tahan tubuh Dengan menggunakan layanan fisioterapi olahraga, seorang terapis dapat membuat rencana latihan tertentu. Misalnya latihan untuk memperkuat otot, persendian, dan ligamen. Di mana ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengatasi tuntutan fisik yang tinggi dari latihan olahraga. 5. Panduan yang akurat Cedera dapat membuat atlet pensiun bila tidak mendapat penanganan yang tepat. Dengan terapis olahraga, atlet bisa mendapatkan rencana atau panduan olahraga yang akurat dan tepat. Sehingga bisa mencegah cedera berulang yang memperparah kondisinya. 2. Jenis Cedera Olahraga yang Umum Cedera olahraga dibagi menjadi dua kategori besar yaitu akut dan kronis. Cedera akut biasanya terjadi secara tiba-tiba, sedangkan cedera kronis bisa terjadi karena penggunaan salah satu bagian tubuh secara berlebihan. Dari kedua jenis cedera tersebut, berikut ini ada beberapa cedera yang umum terjadi pada atlet dan mereka yang hobi olahraga. 1. Patah tulang Patah tulang dapat terjadi akibat beberapa faktor saat olahraga. Misalnya atlet sepak bola dapat mengalami cedera akibat terjatuh saat berusaha mengambil bola dari lawan. Sehingga menyebabkan area yang menjadi tumpuan ketika jatuh mengalami retak atau patah. Namun, patah tulang ini juga bisa terjadi akibat adanya tekanan yang berlebihan pada bagian tubuh bawah seperti tulang paha, tibia, fibula, dan tulang kaki. Di mana kondisi fraktur stress ini lebih banyak menyerang atlet lari, tenis, basket, dan atletik. 2. Dislokasi sendi Olahraga yang sering melakukan kontak dengan lawan seperti sepak bola bisa meningkatkan risiko cedera dislokasi sendi. Dislokasi sendi ini terjadi jika ada tekanan yang membuat dua tulang terpisah. Biasanya cedera olahraga ini terjadi pada bahu, siku, jari tangan, dan lutut. 3. Keseleo Keseleo atau cedera ligamen juga umum terjadi pada seorang atlet. Bagian tubuh yan rentan keseleo yakni pergelangan kaki, lutut, dan pergelangan tangan. Biasanya cedera olahraga ini terjadi akibat adanya benturan saat jatuh atau pukulan yang membuat sendi keluar dari posisinya. 4. Strain Ketegangan otot atau strain adalah adanya tarikan atau robekan pada otot atau tendon. Cedera olahraga yang satu ini rentan menyerang atlet sepak bola, basket, voli, dan tenis. Biasanya strain terjadi pada bagian otot atau tendon di antara dua sendi. 5. Tendinitis Tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon yang merupakan jaringan fibrosa fleksibel yang menghubungkan otot ke tulang. Cedera ini sering terjadi pada siku, bahu, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Tendinitis dapat terjadi akibat cedera akut, tetapi lebih sering terjadi karena gerakan berulang yang berlebihan. 6. Bursitis Ini adalah peradangan pada bursae atau kantong kecil berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan bagian penggerak lainnya. Bursitis dapat terjadi akibat adanya benturan dan gerakan yang berulang secara berlebihan. Cedera olahraga ini sering terjadi pada bagian tubuh seperti bahu, siku, pinggul, dan lutut. 7. Cedera rotator cuff Cedera olahraga ini umum terjadi pada atlet yang sering melakukan gerakan tangan di atas kepala secara berlebihan. Misalnya seperti atlet renang, tenis, dan badminton. Namun, cedera rotator cuff juga dapat terjadi karena cedera akut. Sementara rotator cuff sendiri adalah empat otot tendon yang berfungsi untuk menstabilkan persendian di bahu. 3. Berbagai Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga Melakukan pemanasan yang benar sebelum olahraga menjadi salah satu langkah mencegah cedera... - Published: 2023-10-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diabetes-basah-dan-kering/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Anda mungkin pernah mendengar istilah ‘diabetes basah’ dan ‘diabates kering’. Namun, tahukah Anda bahwa keduanya bukanlah istilah medis? Lantas, apa yang selama ini dimaksud dengan diabetes basah dan kering? Simak mitos dan faktanya di bawah ini. Apabila Anda atau orang di sekitar Anda memerlukan bantuan dan informasi lebih lanjut mengenai penyakit diabetes, layanan homecare Kavacare siap membantu Anda. Segera hubungi kami melalui Whatsapp di nomor 0811-1446-777 untuk mendapatkan layanan homecare untuk pasien diabetes, mulai dari cek gula darah di rumah hingga perawatan luka diabetes oleh perawat medis profesional. Apa Itu Diabetes Basah dan Kering? Diabetes adalah sebuah penyakit yang tak lagi asing di telinga kita. Bagi banyak pengidap diabetes di Indonesia, penyakit tersebut kerap dipisahkan menjadi dua kategori, yakni diabetes basah dan kering. Apa itu diabetes basah dan diabetes kering? Pada dasarnya, diabetes basah dan kering adalah dua istilah yang seringkali digunakan untuk menjelaskan kondisi penyembuhan luka yang umumnya terjadi pada individu yang menderita diabetes. Hanya saja, dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah yang disebut dengan diabetes basah dan kering. Yang biasa disebut sebagai diabetes basah dan kering, dalam ilmu kedokteran merupakan sebuah kondisi kesehatan yang biasa disebut dengan istilah gangren. Apa Itu Gangren? Gangren didefinisikan sebagai matinya jaringan yang tidak mendapatkan oksigen karena sirkulasi darah yang buruk, sehingga jaringan tersebut berubah warna menjadi hitam hingga bahkan mengelupas. Gangren, seperti pengertian kebanyakan orang soal diabetes, memiliki dua jenis, yakni gangren basah dan gangren kering. Dua jenis gangren inilah yang selama ini kerap disalahartikan oleh penderita diabetes di Indonesia sebagai diabetes basah dan diabetes kering. 1. Gangren Kering Gangren kering, atau yang umumnya kerap disalahartikan sebagai diabetes kering, biasanya merupakan komplikasi yang terjadi akibat kondisi lain, salah satunya yaitu diabetes. Hiperglikemia, atau tingginya kadar gula dalam darah, dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah di seluruh tubuh. Rusaknya pembuluh darah ini dapat mengakibatkan terputusnya aliran darah hingga terjadilah kondisi yang disebut gangren. Sesuai namanya, gangren kering umumnya dicirikan oleh kulit yang kering, keriput, dan mengalami perubahan warna, baik menjadi hitam, cokelat, atau ungu. 2. Gangren Basah Sedangkan gangren basah, atau yang kerap juga disalahartikan sebagai diabetes basah, merupakan gangren yang disebabkan oleh infeksi. Jenis gangren ini biasanya merupakan ancaman bagi penderita diabetes yang memiliki gangguan sistem kekebalan karena tubuh yang kurang mampu melawan bakteri, virus, dan jenis infeksi lainnya. Gangren basah biasanya berupa ulkus yang muncul pada kaki. Selain itu, gangren basah juga dapat menyebabkan penampakan kulit yang membengkak dan melepuh. Jenis-Jenis Diabetes Diabetes merupakan sebuah kondisi medis yang dikenal sebagai penyakit dengan tingginya kadar gula darah. Diabetes sendiri dibagi menjadi dua jenis utama, yakni Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2. Berikut adalah penjelasan untuk masing-masing jenis utama penyakit diabetes. 1. Diabetes Tipe 1 Diabetes tipe 1 merupakan sebuah penyakit autoimun yang menyebabkan sel beta penghasil insulin di pankreas hancur sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengatur kadar glukosa darah secara memadai. Diabetes jenis ini disebut juga sebagai diabetes yang bergantung insulin. Karena diabetes tipe 1 menyebabkan hilangnya produksi insulin, diperlukan pemberian insulin secara teratur baik melalui suntikan maupun dengan pompa insulin. 2. Diabetes Tipe 2 Diabetes tipe 2 adalah gangguan metabolisme yang menyebabkan terjadinya hiperglikemia, di mana insulin tidak bekerja secara efektif untuk memasukkan gula ke dalam sel. Diabetes mellitus 2 sendiri dapat terjadi karena beberapa hal, seperti: Tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, dan/atau Tubuh tidak memproduksi cukup insulin. Karena adanya masalah terkait insulin yang seharusnya bekerja untuk memproses dan memasukkan gula ke dalam seli, maka kadar glukosa dalam darah pun meningkat dan berisiko mengakibatkan terjadinya kondisi yang disebut hiperglikemia. Pada stadium lanjut, diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan pada sel penghasil insulin di pankreas, yang menyebabkan produksi insulin tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Pencegahan Luka Diabetes Jika Anda mengidap penyakit diabetes, maka Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangren. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang dapat merusak saraf, terutama saraf-saraf di sekitar kaki. Kerusakan saraf akibat diabetes dapat menyebabkan mati rasa dan mengakibatkan Anda lebih rentan terhadap luka pada kaki yang terjadi tanpa disadari. Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah ke kaki. Hal ini dapat membuat luka pada kaki menjadi lebih sulit diobati dan lebih rentan terinfeksi. Oleh sebab itu, langkah-langkah pencegahan sangat penting dilakukan oleh penderita diabetes demi mencegah terjadinya gangren atau luka akibat diabetes. Untuk membantu mengurangi risiko berkembangnya gangren atau luka yang disebabkan oleh diabetes, Anda dapat mencoba melakukan beberapa hal, di antaranya adalah: Mengelola diabetes yang Anda miliki, seperti mengontrol kadar gula darah, memeriksa tangan dan kaki setiap hari untuk mencari luka dan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, bengkak, atau keluar cairan. Memeriksakan frostbite (radang dingin) karena mengurangi aliran darah di area tubuh yang terkena. Menurunkan berat badan, karena berat badan memberi tekanan pada pembuluh arteri dan memperlambat aliran darah yang meningkatkan risiko infeksi dan menyebabkan penyembuhan luka... - Published: 2023-10-18 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/umum/obesitas-pada-lansia/ - Kategori: Umum - Translation Priorities: Optional Penuaan membawa berbagai perubahan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang mungkin dihadapi oleh kelompok lansia adalah obesitas. Obesitas pada lansia merupakan kondisi di mana terjadi penumpukan berlebihan lemak tubuh, yang dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan serius. Proses penuaan secara alami menyebabkan perubahan dalam komposisi tubuh, termasuk penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh. Kondisi ini dapat diperparah oleh gaya hidup yang kurang aktif dan kebiasaan makan yang tidak sehat, sehingga mengakibatkan peningkatan risiko obesitas pada kelompok lansia. Anda dapat menghubungi Kavacare untuk mendapatkan layanan homecare untuk menangani obesitas pada lansia, mulai dari layanan kunjungan dokter ke rumah hingga cek darah di rumah. Hubungi kami di nomor Whatsapp 0811 1446 777 untuk konsultasi lebih lanjut. Seputar Obesitas pada Lansia Obesitas merupakan suatu kondisi medis di mana terjadi suatu penumpukan berlebihan lemak tubuh sehingga menyebabkan berbagai dampak negatif pada kondisi kesehatan. Seseorang dianggap mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari atau sama dengan 30. Pada lansia, obesitas dapat menjadi masalah serius karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker. Angka kejadian obesitas terus meningkat di berbagai kelompok usia. Tingkat prevalensi obesitas secara umum dan obesitas di sekitar perut mencapai titik tertinggi pada usia sekitar 60 dan 70 tahun. Setelah itu, berat badan mulai stabil dan menurun. Penyebab Obesitas pada Lansia Obesitas pada lansia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis. Pada tahap lanjut usia, metabolisme tubuh cenderung menurun, sementara tingkat aktivitas fisik dan perubahan pola makan cenderung menurun. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab obesitas pada lansia secara lebih detail: 1. Perubahan Hormon Saat usia lanjut, terjadi perubahan hormon tertentu, seperti penurunan hormon tiroid dan hormon seksual. Perubahan hormonal ini dapat mempengaruhi tingkat metabolisme tubuh dan menyebabkan penumpukan lemak. 2. Penurunan Metabolisme Metabolisme tubuh cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan tubuh sulit membakar kalori dengan cepat, dan kalori yang tidak terbakar akan disimpan sebagai lemak. 3. Penurunan Aktivitas Fisik Seiring bertambahnya usia, frekuensi dan intensitas aktivitas fisik pun ikut menurun. Lansia sering menghadapi berbagai kendala fisik, seperti nyeri sendi, kelemahan otot, atau masalah keseimbangan, yang dapat mengurangi keaktifan mereka. Akibatnya, kalori yang dikonsumsi tidak terbakar secara efisien sehingga memicu penumpukan lemak. 4. Perubahan Pola Makan Lansia sering menghadapi perubahan dalam pola makan mereka. Beberapa mengalami penurunan nafsu makan dan kehilangan berat badan, sementara yang lain mungkin mengalami peningkatan nafsu makan. Perubahan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran kalori. Dampak Obesitas pada Kesehatan Lansia Obesitas pada lansia dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mereka. Seiring bertambahnya usia, tubuh lansia mengalami perubahan fisik dan fungsi yang dapat membuat mereka lebih rentan terhadap komplikasi kesehatan akibat obesitas. Berikut adalah beberapa dampak obesitas pada kesehatan lansia 1. Penyakit Jantung Obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung pada lansia. Lemak berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, kolesterol tinggi, dan peradangan pada dinding pembuluh darah. Semua faktor ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. 2. Diabetes Tipe 2 Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2 pada lansia. Kelebihan lemak tubuh dapat menyebabkan resistensi insulin, dimana tubuh tidak merespons insulin dengan baik, menyebabkan peningkatan kadar gula darah. 3. Osteoartritis Lansia yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami osteoartritis. Berat badan yang berlebihan dapat menimbulkan tekanan ekstra pada sendi, khususnya pada lutut dan pinggul, yang menyebabkan kerusakan pada tulang rawan. 4. Gangguan Pernapasan Obesitas dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada lansia, seperti sleep apnea. Kelebihan lemak di sekitar leher dan dada dapat menyebabkan penyempitan saluran napas, sehingga menyebabkan berhenti napas sementara saat tidur. Cara Mengatasi Obesitas pada Lansia Mengatasi obesitas pada lansia memerlukan pendekatan yang berhati-hati. Setiap lansia memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga penanganan yang dilakukan pun harus disesuaikan. Berikut ini adalah beberapa cara dan tips yang dapat membantu mengatasi obesitas pada lansia: 1. Konsultasikan dengan Dokter Langkah pertama yang penting adalah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis yang berpengalaman dalam merawat lansia. Dokter dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan lansia dan memberikan panduan yang sesuai. 2. Rencanakan Pola Makan Sehat Lansia perlu mengadopsi pola makan yang sehat dan seimbang. Konsumsi makanan rendah lemak, rendah gula, tinggi serat, serta kaya akan nutrisi penting seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Makanan olahan dan cepat saji cenderung tinggi kalori dan rendah nutrisi, sehingga harus dihindari untuk mengontrol berat badan. Selain itu, lansia cenderung memiliki penurunan kebutuhan kalori karena penurunan tingkat aktivitas fisik. Oleh karena itu, mengontrol porsi makan bisa membantu menjaga berat badan yang sehat. 3. Tetap Aktif Secara Fisik Walaupun dengan intensitas yang disesuaikan, lansia tetap perlu menjaga aktivitas fisik. Berjalan kaki, senam, atau aktivitas fisik lainnya secara rutin dapat membantu membakar kalori dan meningkatkan kesehatan jantung serta kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bagaimana Peran Keluarga dalam Mengatasi Obesitas? Peran keluarga sangat penting... - Published: 2023-10-08 - Modified: 2023-10-08 - URL: https://primayahospital.com/mata/mengatasi-mata-merah/ - Kategori: Mata Mata merah merupakan pertanda bahwa adanya iritasi pada mata. Gejalanya akan berakibat pada mata akan terasa gatal dan kasar. Apabila hal ini terjadi pada Anda, pastilah Anda akan menggosok-gosokkan mata Anda menggunakan tangan untuk menghilangkan hal tersebut. Namun, jika yang seperti itu Anda lakukan, justru mata Anda akan mengalami iritasi 'berat' dan semakin memerah. Penyebab Mata Merah diakibatkan karena: Terdapat bakteri masuk kedalam mata Terjadi sentuhan atau pergesekan tidak sengaja pada mata Terlalu lama menatap layar ber-radiasi (TV, Komputer, Gadget) Pemakaian lensa kontak terlalu lama Terkena bahan ber-zat kimia (Shampoo/Sabun) Mata lelah Apakah Anda tidak ingin mengatasi mata merah dengan 'obat' yang mengandung bahan kimia? Sebaiknya lakukan cara lain yang alternatif lebih mudah dan alami untuk Mengatasi Mata Merah Karena Iritasi seperti berikut dibawah ini. Tips Rahasia Mengatasi Mata Merah Karena Iritasi 1. Berkedip Apakah Anda terlalu lama menatap layar komputer, TV, ataupun gadget Anda? Bisa jadi ini penyebab mata Anda memerah. Karena penglihatan Anda selalu fokus pada layar ber-radiasi tersebut, dan Anda menjadi lupa akan berkedip. Maka dari itu, luangkanlah sejenak untuk mengedipkan mata Anda beberapa kali supaya cairan biologis pada mata Anda dapat keluar dan akan melumasi mata Anda yang kering. 2. Pandang Warna Cerah Alami Seperti melihat warna hijau pada rerumputan dan dedaunan. Segeralah beranjak dari tempat Anda sekarang dan keluarlah ke halaman latar untuk mendapatkan warna-warna cerah alami tersebut. Dengan begitu, mata Anda yang iritasi dapat mereda dan akan terasa segar kembali. 3. Basuh Mata Dengan Air Steril Cara ini sangat praktis dan simple sekali untuk Anda lakukan. Karena yang perlu Anda lakukan hanya membasuh mata Anda menggunakan air yang steril dan terjamin bersihnya. Hal ini dapat memusnahkan bakteri dan debu yang ada pada mata Anda sehingga mata yang terkena iritasi dapat segera mereda. 4. Usap Menggunakan Kain Lembab Setelah Anda melakukan cara ke-3, pakailah kain yang lembab untuk mengeringkan mata Anda dari air. Usap juga area mata Anda supaya debu dan bakteri tidak kembali masuk kedalam mata Anda. Ingat, hanya usap dengan perlahan dan ringan saja, jangan terlalu 'keras'. Dan jika Anda lakukan dengan benar, pasti mata Anda yang merah dapat dengan segera 'sirna' dan terasa sehat kembali. 5. Lakukan Senam Mata Ringan Jika ke-4 cara sudah Anda lakukan, tidak salah apabila Anda melakukan cara kelima ini. Karena selain untuk meredakan mata merah. Senam mata ringan ini dapat mengendurkan otot syaraf tegang yang terdapat pada organ mata Anda. Lakukan senam mata ini seperti halnya menggerakkan bola mata Anda ke samping, atas dan bawah. Dengan sebentar saja, hal ini terbukti ampuh sekali. Demikianlah tadi ulasan kita kali ini mengenai 5 Rahasia Mengatasi Mata Merah Karena Iritasi. Semoga bermanfaat, terimakasih. Reviewed by dr. Vincent Wang Tahija, Sp. M Dokter Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2023-10-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyebab-diabetes-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: diabetes anak, diabetes militus, penyebab diabetes anak - Translation Priorities: Optional Bukan hanya diderita orang dewasa, diabetes juga bisa menyerang anak-anak dengan kondisi dan kebiasaan tertentu. Pada tahun 2023 ini, kasusnya tercatat terus mengalami peningkatan. Oleh karenanya, orang tua perlu tahu apa saja penyebab diabetes anak dan cara pencegahannya. Salah satu faktor mengapa seseorang bisa menderita diabetes yaitu karena genetik. Namun, itu hanya satu penyebabnya, masih ada banyak faktor lainnya yang bisa memicu munculnya diabetes terutama pada anak-anak. Mengenal Diabetes Tentu sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan apa itu diabetes. Penyakit ini termasuk gangguan kesehatan kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam tubuh. Penyakit satu ini memiliki sebutan lain yaitu diabetes melitus. Penyebabnya sangat beragam, utamanya karena mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula secara berlebihan. Pada dasarnya, tubuh manusia membutuhkan gula sebagai tambahan tenaga. Namun jika jumlahnya berlebihan, tentu saja akan berdampak buruk bagi kesehatan sehingga perlu mengontrol segala jenis makanan yang mengandung gula masuk ke tubuh. Meski kebanyakan penderitanya adalah orang dewasa hingga kaum tua, beberapa waktu terakhir tersebar kabar bahwa sudah ada 1. 645 anak di Indonesia yang menderita diabetes. Jumlah tersebut berdasarkan data yang dinas kesehatan ambil pada Januari 2023. Gejala Diabetes pada Anak Pada masing-masing anak bisa saja mengalami gejala diabetes yang sedikit berbeda, umumnya tergantung dari tipenya. Diabetes sendiri memiliki dua tipe yaitu tipe 1 dan 2. Supaya lebih waspada, ketahui beberapa gejala di bawah ini: Intensitas buang air kecil semakin meningkat, bahkan terkadang mengompol Menjadi sering haus meski suhu udara sekitar tidak begitu panas Nafsu makan meningkat lebih dari biasanya Berat badan menurun secara drastis Penglihatan menjadi kabur Tidak semangat bermain karena tubuh terasa lemah dan lesu Beberapa bagian kulit menjadi gelap terutama di area leher, ketiak, dan selangkangan Luka terbuka pada tubuh menjadi sulit sembuh Penyebab Diabetes Anak Berdasarkan Tipenya Diabetes terbagi menjadi dua yang mendasari penentuan penyebab munculnya diabetes itu sendiri. Penasaran dengan apa saja itu? Berikut penjelasan lengkapnya: 1. Diabetes tipe 1 Tipe 1 merupakan diabetes yang menyerang anak-anak dan juga remaja. Bahkan pada beberapa kasus juga menyerang bayi, balita, hingga orang dewasa. Penyebabnya adalah kelainan autoimun. Kelainan autoimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh pada anak yang seharusnya melindungi dari serangan virus atau bakteri, malah menyerang bagian pankreas. Akibatnya, hormon insulin dalam tubuh hanya sedikit. Apabila kelaianna tersebut berlangsung lama, kadar gula menjadi tinggi dan akhirnya merusak organ dan jaringan tubuh. Sayangnya, belum ada penelitian yang menyebutkan secara pasti apa penyebab dari diabetes tipe satu ini. Akan tetapi orang dengan faktor risiko berikut cenderung lebih rentan. Ada keluarga yang mengalami diabetes tipe 1 Riwayat infeksi virus Makan dan minum manis 2. Diabetes tipe 2 Penyebab utama dari diabetes tipe dua yaitu ketika sel-sel tubuh kesulitan menggunakan insulin untuk memanfaatkan gula darah sebagai energi. Kondisi seperti ini biasanya terjadi pada anak berusia di atas 10 tahun atau remaja. Sebaiknya orang dengan faktor risiko berikut bisa lebih waspada. Orang tua atau keluarga ada yang mengalami diabetes tipe 2 Anak mengalami kelebihan berat badan Memiliki kebiasaan makan dan minum tinggi gula, termasuk makanan sekaligus minuman instan Anak yang tidak terlalu aktif bergerak, misalnya sehari-harinya lebih sering bermain HP Cara Dokter Mendiagnosa Mengingat diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyerang anak-anak, para orang tua sudah selayaknya mengetahui berbagai gejalanya. Dengan begitu saat muncul tanda-tanda terjadinya diabetes, maka sesegera mungkin memeriksakannya ke dokter. Nantinya dokter akan menanyai gejala-gejala yang anak rasakan. Untuk memastikan diagnosanya, dokter melanjutkan pemeriksaan ke tahap lebih lanjut seperti tes darah dan lainnya. Penanganan sesegera mungkin bisa meminimalisir munculnya komplikasi berkepanjangan. Setelah mendapat diagnosa, orang tua harus menuruti saran dari dokter. Cara Mengatasi Diabetes Anak Anak yang mengalami diabetes perlu perawatan khusus. Hal wajib paling perlu bunda lakukan adalah dengan mengontrol makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Lebih lanjutnya, begini pembahasannya: 1. Mengatur Pola Makan yang Baik Pola makan merupakan hal utama yang perlu bunda-bunda perhatikan. Jangan hanya karena suka lantas memberikan makanan sembarangan kepada anak. Kebiasaan seperti itu malah memicu munculnya berbagai masalah kesehatan serius. Untuk meminimalisir berbagai penyebabnya, orang tua harus mulai mengontrol asupan makanan dan minuman anak. Begini tekniknya: Mengurangi asupan minuman manis, terutama minuman kemasan. Konsumsi sayur dan buah dengan kadar gula rendah Makan secara perlahan supaya cepat kenyang dan makanan dikunyah halus Makan dengan porsi kecil terlebih dahulu 2. Melakukan Aktivitas Fisik Anak-anak sekarang memang lebih suka bermain HP sehingga tubuhnya kurang gerak. Usahakan mengajak anak menjalankan aktivitas fisik misalnya dengan jogging, memasak, berkebun, atau memainkan robot-robotan dan puzzle. Penjelasan lebih lengkapnya ada di bawah ini: Menjalankan aktivitas fisik selama 60 menit dengan membagi waktu pengerjaannya dalam sesi kecil sekitar 10 - 15 menit perhari. Memperkenalkan aktivitas fisik yang baru agar di kecil tidak mudah bosan Membiarkan anak melakukan aktivitas fisik yang mereka sukai Menyediakan waktu untuk jalan bersama Melakukan aktivitas membersihkan rumah Mencoba hobi yang bisa dilakukan di rumah, seperti bercocok tanam atau membuat kerajinan Mencegah Diabetes pada Anak Selain mengatasi, Anda... - Published: 2023-10-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diare/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Setiap orang bisa jadi pernah mengalami diare setidaknya sekali semasa hidupnya. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling biasa terjadi dan mempengaruhi semua umur, dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun kondisi ini bisa juga menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius yang butuh perhatian medis. Mengenal Diare Diare adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang lebih sering buang air besar daripada biasanya atau tinja yang dibuang encer/berair. Terdapat beragam faktor yang bisa memicu kondisi ini, seperti infeksi, peradangan usus, reaksi tubuh terhadap makanan/minuman tertentu, dan efek samping obat-obatan. Sebagian besar orang dewasa mengalami episode diare setidaknya empat kali setiap tahun. Episode ini bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung hingga 14 hari atau bersifat akut. Diare sebetulnya merupakan cara tubuh untuk membersihkan saluran pencernaan dari bakteri, virus, atau racun dengan cepat. Untuk kasus diare akut yang disebabkan oleh virus, gejalanya bisa hilang dalam beberapa hari dengan perawatan mandiri yang tepat di rumah. Namun jika diare berlangsung lebih lama, bisa jadi itu merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Bisa menjadi kondisi yang membahayakan terutama jika tak mendapat penanganan yang baik. Ketika mengalami diare, seseorang akan kehilangan banyak cairan hingga mengalami dehidrasi yang mengancam jiwa, khususnya pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa yang rentan karena kondisi kesehatannya. Gejala Diare kerap disertai dengan buang angin, nyeri perut, dan keinginan buang air besar yang tak tertahankan. Kadang penderitanya juga mengalami mual dan muntah. Berikut ini beberapa gejala diare yang kerap muncul: Tinja berair atau encer Frekuensi buang besar meningkat hingga lebih dari tiga kali sehari Kram perut yang menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan Demam terutama untuk diare yang disebabkan oleh infeksi Pusing Letih lesu karena kehilangan cairan dan elektrolit Selera makam turun atau hilang Mulut kering Rewel (bayi) Ada darah dalam tinja, menandakan adanya penyakit yang lebih serius Penyebab Ada berbagai kemungkinan penyebab diare, dari infeksi hingga obat-obatan atau makanan yang dikonsumsi. Penyebab paling umum adalah infeksi bakteri, virus, atau parasit. Bakteri yang kerap memicu infeksi antara lain E. coli dan Salmonella. Berikut ini beberapa penyebab lain: Reaksi alergi atau intoleransi terhadap kandungan makanan/minuman, misalnya laktosa atau gluten. Konsumsi makanan/minuman yang tidak higienis, misalnya makanan mentah/belum/kurang matang. Air yang terkontaminasi juga bisa memicu diare ketika dikonsumsi. Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan obat pencahar. Sindrom iritasi usus yang mempengaruhi saluran pencernaan. Peradangan usus yang bisa memicu diare kronis atau berulang dalam jangka waktu lama. Masalah lain pada saluran pencernaan. Stres atau gangguan kecemasan. Cara Dokter Mendiagnosis Diare Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien berdasarkan riwayat medis dan gejala yang dialami. Dokter akan bertanya seputar gejala buang air besar pasien, seperti berapa kali buang air besar dalam sehari, apakah tinja cair, apakah ada darah, dan lain-lain. Dokter juga akan menanyakan apa makanan dan minuman yang baru-baru dikonsumsi, riwayat perjalanan, serta obat yang pernah atau sedang dikonsumsi. Selain itu, dokter bakal memeriksa fisik pasien untuk melihat tanda-tanda dehidrasi, gangguan elektrolit, atau lainnya yang mungkin berkaitan dengan diare. Guna memastikan penyebab diare, dokter bisa meminta pasien menjalani tes laboratorium. Misalnya tes tinja untuk mengidentifikasi bakteri, virus, atau parasit yang mungkin menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Dalam kasus tertentu, pasien mungkin perlu menjalani tes pencitraan seperti USG atau CT scan agar dokter memperoleh informasi lebih banyak tentang kondisi saluran pencernaan. Cara Mengatasi Diare Fokus penanganan diare adalah meredakan gejala, mengganti cairan yang hilang, dan mencegah komplikasi. Berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan: Beristirahat yang cukup agar tubuh punya tenaga untuk memulihkan diri Minum banyak air putih Mengonsumsi larutan elektrolit, seperti oralit Makan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti bubur, sop, nasi, roti, kentang rebus Menghindari makanan pedas, berlemak, atau tinggi serat Menghindari minuman beralkohol atau berkafein, termasuk teh dan kopi Menghentikan penggunaan obat yang diduga menyebabkan efek samping diare Menjaga kebersihan diri termasuk dengan rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun Komplikasi Diare rentan menyebabkan komplikasi jika tak mendapat penanganan yang tepat. Di antaranya: Dehidrasi yang bisa menyebabkan gangguan serius pada fungsi organ tubuh hingga kematian Ketidakseimbangan elektrolit yang bisa memicu gangguan jantung, kejang, dan kelumpuhan otot Malnutrisi atau gangguan kekurangan nutrisi, terutama pada anak-anak Gangguan keseimbangan asam-basa yang bisa mempengaruhi fungsi organ vital dan mengganggu sistem pernapasan serta peredaran darah Infeksi sekunder yang kian memperparah gejala Masalah pencernaan karena rusaknya lapisan usus atau gangguan fungsi organ lain Pencegahan Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah cara utama untuk mencegah diare, antara lain dengan: Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun setelah menggunakan toilet atau menyentuh benda yang terkontaminasi Memastikan mengonsumsi minuman/makanan yang telah matang dan diolah secara higienis Jika ragu terhadap kebersihan makanan/minuman, sebaiknya tidak mengonsumsinya Menggunakan perlengkapan dan tempat makan yang bersih Menjalani vaksinasi, terutama anak-anak Kapan Harus ke Dokter? Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter bila mengalami diare yang parah dan berkepanjangan serta disertai gejala yang mengkhawatirkan, seperti dehidrasi, demam tinggi, darah dalam tinja, atau penurunan berat badan yang signifikan. Dokter akan melakukan... - Published: 2023-10-04 - Modified: 2023-10-04 - URL: https://primayahospital.com/anak/tabel-berat-badan-anak-usia-1-5-tahun-menurut-who/ - Kategori: Anak - Tag: berat badan anak, tabel berat badan, tips kesehatan, WHO Tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO sangat penting diketahui orang tua, hal ini bisa menjadi referensi pertumbuhan anak yang ideal. Dengan begitu, orang tua bisa mempersiapkan segala sesuatu untuk mendukungnya. Mengetahui berat badan anak yang ideal sesuai usianya adalah salah satu cara memantau tumbuh kembangnya. Namun, kadang bingung harus menggunakan acuan atau pedoman menimbang berat badan ideal anak yang mana. Belum lagi, acuan yang digunakan untuk setiap kelompok usia anak bisa berbeda. Oleh karena itu, orang tua bisa mengetahui berat badan ideal anak menurut perhitungan milik Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Berikut informasinya. Pedoman Berat Badan Ideal Anak Pedoman berat badan anak yang ideal adalah mengacu pada kurva pertumbuhan dari WHO (World Health Organization). Dengan begitu, orang tua tidak perlu bingung mencari acuan yang terpercaya untuk dipelajari dan dipahami. WHO telah menyusun standar yang menggambarkan pertumbuhan anak normal mulai dari lahir hingga usia 5 tahun. Standar acuan berat badan ini dapat diterapkan pada semua anak di seluruh belahan dunia manapun tak terkecuali. Sementara anak yang berusia 5 tahun ke atas, pedoman berat badan ideal menggunakan kurva CDC atau kurva pertumbuhan nasional. Hal ini penting dilakukan sebagai antisipasi kondisi anak mengalami masalah pertumbuhan. Meski berat badan anak hampir sama dengan anak lain, tetapi perkembangan fisik mungkin tidak sama dengan anak seusianya. Oleh karena itu, penting mengetahui tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO sebagai standar. Hal ini untuk mengantisipasi anak jangan sampai memiliki berat badan terlalu tinggi atau terlalu rendah dari anak seusianya. Jika terlalu tinggi, anak menunjukkan kondisi obesitas. Sedangkan terlalu rendah bisa mengalami stunting. Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Anak Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan anak, yaitu faktor genetik, faktor asupan gizi, dan faktor kondisi kesehatan. Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan anak pada rentang usia 1-5 tahun. Misalnya anak 2 tahun berat badan idealnya adalah : 9,7-15,3 kg untuk laki-laki dan 9-14,8 kg untuk perempuan. Jika berat badan kurang atau lebih dari angka ini, maka kemungkinan menandakan adanya kondisi kesehatan tertentu. Orang tua perlu mewaspadai saat berat badan anak tak sesuai dengan berat badan standar untuk anak usianya. Biasanya berat badan dan tinggi badan akan mengikuti sesuai usianya. Kendati demikian, sebagai orang tua tentu tetap harus memantau berat badan anak agar tetap ideal dan sehat. Tabel Berat Badan Anak 1-5 Tahun Menurut WHO Kini untuk memantau berat badan anak yang ideal dapat diketahui dari data yang telah disusun oleh WHO, terkait dengan berat badan ideal anak usia 1-5 tahun sesuai jenis kelamin. Hal ini bisa jadi acuan atau panduan orang tua. Pada dasarnya, menimbang berat badan bertujuan untuk mengetahui dan memantau kesehatan anak dan pertumbuhannya. Berikut ini tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO yang bisa dijadikan referensi orang tua, yaitu: Usia Laki-Laki Perempuan 1 tahun 7,7-12 kg 7-11,5 kg 2 tahun 9,7-15,3 kg 9-14,8 kg 3 tahun 11,3-18,3 kg 10,8-18,1 kg 4 tahun 12,7-21,2 kg 12,3-21,5 kg 5 tahun 14,1-24,2 kg 13,7-24,9 kg Tabel di atas bisa menjadi pedoman bagi orang tua menentukan anak sudah memenuhi standar atau belum. Jika berat badan kurang atau melebihi standar, perlu waspada karena bisa berpengaruh terhadap kesehatan anak. Meskipun demikian, berat badan anak bisa dipengaruhi faktor genetik atau keturunan. Namun yang terpenting, sebenarnya bukan berat badan anak pada satu waktu saja, tetapi tren berat badan anak dari waktu ke waktu. Cara Menaikkan Berat Badan Anak Sebagai orang tua tentunya ingin melihat anaknya bertumbuh dan berkembang secara normal, termasuk berat badannya sesuai dengan standar seusianya. Jika kekurangan berat badan, bisa menambah berat badan dengan cara: 1. Asupan Lemak Sehat Salah satu cara menambah berat badan anak adalah menambahkan asupan lemak sehat untuk tubuh seperti alpukat, keju, mentega, dan minyak zaitun. Selain itu, konsumsi juga lemak omega 3 yang ada pada ikan dan sebagainya 2. Makanan Tinggi Kalori Kebutuhan kalori setiap anak berbeda sesuai dengan usianya. Jika anak masih berusia 2-3 tahun, maka asupan kalori yang dibutuhkan 1. 000 Kkal setiap hari. Adapun makanan tinggi kalori seperti alpukat, telur, salmon, dan daging sapi. 3. Mengatur Jam Makan Mengatur jam makan anak membantu mendorong kebiasaan makan anak. Idealnya anak memerlukan makan utama sebanyak 3 kali dalam sehari, serta makanan selingan 1-2 kali. Gal ini dapat menjaga berat badan ideal anak. . 4. Makanan Bernutrisi Seimbang Konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang dapat membantu dalam menaikkan berat badan anak. Adapun makanan seimbang artinya anak mendapat asupan karbohidrat, lemak, protein, serat, dan vitamin yang cukup setiap harinya. 5. Mengatur Waktu Minum Anak Mengatur waktu minum anak saat makan adalah salah satu cara untuk menambah berat badan anak. Anak yang terlalu sering minum saat makan membuat anak lebih cepat kenyang tetapi tidak menambah berat badannya. Sebenarnya ada banyak cara menambah berat badan anak agar sesuai dengan standar nilai WHO. Namun, jika berat badan anak masih tidak bertambah, konsultasikan dengan dokter mungkin akan memberikan vitamin untuk anak. Cara Menurunkan Berat Badan... - Published: 2023-10-04 - Modified: 2023-10-04 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/usia-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: HPL, kalender kehamilan, usia kehamilan Ada berbagai pilihan cara untuk mengetahui usia kehamilan maupun Hari Perkiraan Lahir (HPL), salah satunya adalah kalender kehamilan. Kalender bisa Anda gunakan untuk memantau perkembangan janin dari minggu ke minggu. Kehamilan merupakan kondisi yang harus dipantau untuk mengetahui pertumbuhan janin dari awal hingga kelahiran tiba. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memiliki alat atau aplikasi untuk mengetahui perkembangan kehamilan. Aplikasi kalender untuk kehamilan menjadi rekomendasi, ibu hamil bisa menggunakannya untuk berbagai keperluan selama kehamilan. Berikut informasi selengkapnya. Apa itu Kalender Kehamilan? Kalender kehamilan adalah alat untuk menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir. Setelah mengetahui adanya kehamilan, hal pertama yang bisa Anda lakukan menghitung usia kehamilan agar bisa memantau perkembangan janin. Sebenarnya ada banyak cara menghitung usia kehamilan, mulai dari rumus perhitungan hingga melalui pemeriksaan USG. Jika ingin praktis, maka bisa dengan menghitung manual menggunakan kalender khusus untuk ibu hamil. Dengan memiliki kalendar ini, tentu ibu hamil bisa terbantu dalam mempersiapkan segala sesuatunya sampai dengan persalinan. Meski demikian, perhitungan kalender ini sifatnya estimasi, yang berarti bisa lebih cepat atau lambat. Terlepas dari itu, kalender untuk kehamilan bisa menjadi panduan bagi ibu mempersiapkan apa saja selama kehamilan demi menjaga kondisi janin tetap sehat. Ibu bisa memantau kondisi kesehatan janin melalui kalender ini. Manfaat Memiliki Kalender Kehamilan Memiliki kalender untuk menghitung usia kehamilan tidak hanya bisa memberikan manfaat bagi ibu hamil. Tetapi, kalender ini juga bisa jadi alat bantu dokter atau bidan memantau perkembangan janin. Berikut sederet manfaatnya: 1. Menghitung Usia Kehamilan Usia kehamilan biasanya berlangsung selama 37-42 minggu. Namun, pada kenyataannya rata-rata ibu melahirkan di usia 38 minggu sejak pertama kali masa pembuahan. Meskipun tidak semua menyadari ada pembuahan dalam tubuhnya. Oleh karena itu, penting memiliki aplikasi yang dapat memantau dan mengetahui usia kehamilan yang akurat. Salah satu yang bisa Anda pakai adalah kalender ibu hamil, yang mana bisa menghitung usia kehamilan dalam kandungan. 2. Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) Manfaat memiliki kalendar ini adalah ibu hamil bisa menghitung Hari Perkiraan Lahir atau HPL. Dengan begitu, ibu hamil bisa mengetahui kapan bayi dalam rahim akan lahir sehingga bisa mempersiapkan kebutuhan sebelum melahirkan. Pada umumnya, penghitungan HPL menggunakan rumus Naegele yang patokannya dari hari pertama haid terakhir, kemudian ditambah satu tahun dan tujuh hari, dikurangi dengan tiga bulan. Semua itu bisa diketahui melalui kalender. 3. Perkiraan Berat Badan Normal Dengan kalender ibu hamil dapat memperkirakan berat badannya sendiri atau bayi selama kehamilan. Biasanya, ibu hamil akan mengalami kenaikan 1-2 kg pada tiga bulan pertama kehamilan, lalu akan bertambah 0,5 kg setiap minggunya. Melalui kalender hamil ini, sedianya bisa membantu mencegah para ibu hamil mengalami kelebihan berat badan. Ketika melahirkan dengan berat berlebih, maka bisa meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi atau diabetes. 4. Mengetahui Berat Badan Janin Selain bisa memperkirakan berat badan ibu hamil, kalendar ini juga bisa membantu ibu memantau berat badan janin. Ada patokan berat badan yang harus dicapai tiap trimester untuk memastikan timbuh kembannyua optimal. Ketika bayi lahir, berat badan idek bisa tercapai karena sebelumnya terpantau oleh ibu melalui kalender. Dengan begitu, hal ini membantu ibu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi janin selama masa kehamilan hingga lahir. 5. Mengetahui Akhir dan Awal Trimester Manfaat menggunakan kalender untuk kehamilan lainnya adalah ibu hamil bisa mengetahui awal dan akhir fase trimester kehamilan. Jadi, kalender ini bisa membantu dalam menangani setiap perubahan yang terjadi pada kandungan. Seperti diketahui, setiap kehamilan tentu akan membawa perubahan fisik dan psikis ibu hamil. Berat badan akan naik dan emosi naik turun sehingga membuat ibu hamil cenderung lebih sensitif. Perubahan ini akan terjadi tiap trimester. Berbagai Metode Kalender Kehamilan Ada berbagai metode untuk memperkirakan usia kehamilan dengan hasil yang cukup akurat. Ibu hamil bisa mengetahuinya cukup melalui kalender kehamilan tanpa perlu pergi ke dokter untuk menanyakan usia kehamilan, di antaranya: 1. Perhitungan Usia Gestasional Usia gestasional merupakan waktu antara konsepsi dengan kelahiran, atau lama usia kehamilan dalam ukuran minggu. Biasanya, usia gestasional diukur dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) sampai minggu kehamilan berlangsung. Usia kehamilan umumnya terjadi 37-42 minggu, sementara ibu hamil melahirkan rata-rata pada usia kehamilan 38 minggu. Jika kurang dari minggu ke-37, maka disebut sebagai kelahiran bayi prematur atau belum waktunya. 2. Perhitungan Metode Manual Perhitungan usia kehamilan dengan metode manual sebenarnya cukup sulit karena hanya sedikit orang yang mengetahui kapan dirinya hamil. Meski berhubungan seks di masa subur, tetapi tidak ada yang bisa memastikan kehamilan terjadi. Jika ibu hamil ingin menggunakan metode manual, maka catat seluruh pola haid termasuk tanggal berhubungan seks. Pembuahan bisa terjadi pada hari pertama sperma membuahi sel telur atau setelah lima hari hubungan seksual. 3. Metode Fundus Uteri Metode fundus uteri atau puncak rahim adalah metode yang bisa ibu hamil gunakan untuk mengetahui usia kehamilan. Caranya dengan meraba bagian rahim, kemudian ukur jarak antara tulang kemaluan sampai bagian puncak rahim. Jika jaraknya sekitar 18 cm, maka usia kehamilan bisa Anda perkirakan memasuki 28 minggu. Hanya saja, kekurangan metode... - Published: 2023-10-04 - Modified: 2023-10-04 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/fertilisasi-dan-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: fertilisasi, fertilisasi dan kehamilan, Kehamilan Dalam proses kehamilan, penting untuk memahami konsep fertilisasi karena menentukan seberapa besar peluang mendapatkan keturunan. Jika penasaran, simak lebih lanjut proses fertilisasi dan kehamilan di bawah ini hingga akhir. Proses kehamilan setiap wanita tidaklah sama, sebagian ada yang lebih cepat dibandingkan lainnya setelah berhubungan intim. Bahkan, ada yang mengalami kehamilan tanpa memiliki gejala sampai melewatkan masa menstruasi. Lalu, bagaimana proses kehamilan terjadi? Apa yang dimaksud dengan fertilisasi pada kehamilan? Hal ini penting untuk diketahui agar ada gambaran tentang kehamilan terutama bagi yang berencana memiliki anak setelah menikah. Apa itu Fertilisasi dan Kehamilan? Kehamilan adalah kondisi seorang wanita mengandung janin dalam rahim yang terbentuk dari proses fertilisasi. Proses kehamilan memang terdengar rumit karena proses awal kehamilan hingga kelahiran tidak mudah dan penuh tantangan. Fertilisasi adalah proses kompleks terjadinya kehamilan pada seorang wanita. Jika fertilisasi berhasil, maka wanita akan mengalami hamil. Namun jika gagal, wanita akan mengalami menstruasi sehingga tidak ada proses pembuahan. Fertilisasi dan kehamilan adalah proses yang terjadi pada wanita dan proses ini dikenal juga sebagai konsepsi, yang merupakan bagian dari proses reproduksi untuk mendapatkan keturunan. Oleh karena itu, fertilisasi menjadi hal krusial. Proses fertilisasi adalah proses pembuahan ketika sperma bertemu dengan sel telur dan bergabung menjadi satu sel. Kemudian, sel ini berkembang menjadi embrio yang menjadi cikal bakal terbentuknya janin dalam rahim. Bagaimana Proses Terjadinya Fertilisasi? Proses fertilisasi atau pembuahan hanya terjadi selama masa subur dalam beberapa hari ovulasi. Prosesnya diawali dengan masa ovulasi hingga implantasi dalam proses ini, terjadi perpindahan sel telur ke dalam rahim setelah dibuahi. Bahkan, jika sperma berhasil sampai ke tuba falopi, tetapi belum tentu sperma membuahi sel telur. Berikut tahapan proses fertilisasi yang terjadi pada manusia, yaitu: 1. Proses Masuknya sperma Pada saat sperma masuk melalui vagina, tidak otomatis membuahi sel telur yang dilepaskan organ reproduksi wanita. Sel telur akan melalui banyak adaptasi yang disebut kapasitasi, sebelum sperma bertemu dengan sel telur. Prosesnya, sperma akan mengalami peningkatan ion kalsium sehingga eor sperma bergerak aktif. Setelah mendekat ke sel telur, antigen pada sel sperma menghilang sehingga sperma dapat mengikat sel telur untuk proses selanjutnya. 2. Sperma dan Sel Telur Bertemu Ketika pada sel telur terdapat zona pellucida yang tebal, maka sperma tidak memungkinkan mengikatnya sehingga tidak terjadi pembuahan. Zona pellucida adalah suatu lapisan yang membungkus sel telur terkandung tiga jenis glikoprotein. Adapun untuk mencapai tuba fallopi dari leher rahim, sperma butuh waktu sekitar 15 menit dengan kecepatan renang 2,5 cm. Waktu paling cepat sperma mencapai sel telur adalah dalam waktu 45 menit untuk proses pembuahan. 3. Sel telur dan Sperma Bersatu Proses pembuahan sel telur, sperma membutuhkan PH30 yang disebut fretilin, berfungsi untuk melebur sel telur dan sperma yang terjadi pada tuba fallopi. Pada tahap ini, sperma akan melepas ekornya, sebagian lainnya membelah sel telur. Setelah itu, terjadi pembuahan yang anan sel telur dan sperma saling bertemu di tuba falopi. Proses ini memicu fungsi pronukleus jantan pada sperma dengan pronukleus betina pada ovum. Waktu dibutuhkan untuk pembuahan adalah 24 jam 4. Proses Aktivasi Proses fertilisasi terakhir adalah aktivitas atau melihat respon sel telur terhadap sel sperma saat pembuahan. Biasanya, respon pertama sel telur akan mencegah terjadinya pembuahan oleh banyak sperma atau disebut polispermi. Setelah proses pembuahan terjadi, sel telur yang sudah dibuahi atau disebut zigot akan berkembang menjadi embrio. Setelah itu, embrio akan menempel di dinding rahim dalam waktu 5-10 hari setelah terjadinya pembuahan. Itulah tahapan proses terjadinya fertilisasi menuju kehamilan, di mana kehamilan bisa terjadi karena adanya pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi prosesnya di dalam rahim. Bagaimana Jika Fertilisasi Tidak Berhasil? Ketika proses fertilisasi tidak berhasil, maka sel telur tidak aktif. Hal ini dapat diketahui dari adanya peluruhan dinding rahim atau dikenal dengan menstruasi. Pada vagina akan keluar darah dan lendir dari peluruhan tersebut. Pada kondisi menstruasi normal, biasanya hanya berlangsung 7 hari yang tidak disertai rasa nyeri hebat. Jika mengalami menstruasi yang tidak normal, apalagi sampai mengganggu aktivitas pekerjaan, maka bisa periksa ke dokter. Sementara itu, sperma sendiri bisa hidup di saluran reproduksi wanita selama 72 jam. Bahkan, beberapa kasus sperma bisa hidup hingga lima hari. Sedangkan, umum sel telur jauh lebih pendek hanya hidup 12-23 jam saja setelah ovulasi. Ketika sperma tidak mencapai sel telur dan tuba fallopi, maka peluang pembuahan akan tertutup. Artinya, tidak akan ada proses fertilisasi sehingga tidak akan terjadi kehamilan karena sperma tidak berhasil membuahi sel telur. Di Mana Proses Fertilisasi Terjadi? Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa pembuahan terjadi dalam rahim. Padahal, rahim merupakan tempat untuk janin tumbuh dan berkembang. Adapun proses pembuahan atau fertilisasi terjadi di saluran tuba falopi. Fertilisasi dan kehamilan dapat terjadi karena sel telur bertemu dan bersatu dengan sel sperma. Dalam prosesnya, fertilisasi membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak saat itu juga terjadi kehamilan. Ada proses yang harus dilewati. Awal prosesnya, sperma harus berjalan menuju rahim ke saluran tuba. Sesampainya di tuba falopi ini, sperma yang beruntung akan bertemu sel telur... - Published: 2023-10-02 - Modified: 2023-10-02 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-otot-perut/ - Kategori: Sport Clinic - Tag: cedera otot perut, kram otot, otot perut Cedera otot perut adalah cedera yang terjadi ketika otot yang ada di area perut meregang atau robek. Kondisi ini disebut juga dengan otot perut tertarik, suatu kondisi yang kerap dialami setiap orang dan perlu penanganan segera. Siapapun dapat mengalami abdominal muscles injury, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang dengan olahraga tertentu. Meski demikian, cedera otot pada bagian perut ini dapat sembuh secara bertahap dengan istirahat. Berikan penjelasan mengenai cedera abdominal muscles, gejala dan faktor penyebab cedera ini serta cara penanganannya yang tepat sesuai saran dokter. Yuk, simak! Apa itu Cedera Otot Perut? Cedera otot perut adalah kerusakan pada otot perut atau abdominal musclesyang disebabkan berbagai faktor pada saat berolahraga, angkat beban, dan aktivitas lain yang mengakibatkan otot kram atau robek sehingga terasa nyeri pada perut penderitanya. Otot perut adalah bagian dari sistem muskuloskeletal yang berada di bagian depan tubuh, yakni di antara panggul dan tulang rusuk. Otot perut berfungsi menopang tubuh, menahan organ di tempatnya, dan membantu pergerakan tubuh. Letak otot perut membentang di atas perut yakni dari dada ke bagian pinggul, menutupi bagian samping dan tengah. Beberapa orang ada yang menyebutkan ini perut, padahal perut sebenarnya adalah organ tubuh yang berbeda. Ketika abdominal muscles mengalami cedera atau terasa tegang, penderitanya akan merasakan sensasi rasa nyeri, kram, kejang otot, dan kesulitan menggerakkan otot perut. Adapun gejala abdominal muscles injury lain, simak uraian di bawah ini Gejala Otot Perut Cedera Siapapun berisiko mengalami cedera otot pada perut, tetapi aktivitas tertentu dapat meningkatkan risiko. Mereka yang melakukan olahraga seperti sepak bola dan tenis mungkin lebih berisiko mengalami cedera otot pada perut. Salah satu cedera otot perut adalah otot perut tertarik atau kram otot. Kondisi ini dapat membuat perut terasa sakit dan nyeri, terutama saat bergerak. Berikut beberapa gejala yang umum terjadi saat otot perut cedera, di antaranya: Perut terasa nyeri atau nyeri saat ditekan Rasa tidak nyaman saat menyentuh perut Pembengkakan dan memar pada area perut Terjadi kejang otot pada perut Nyeri pada saat bergerak atau meregang Rasa sakit setelah cedera atau olahraga berlebih Selain itu, penderita juga mungkin akan mengalami kondisi yang lebih serius ketika terjadi cedera otot pada perut yang bisa ditandai dengan gejala, seperti: Perut terasa sakit saat bersin atau batuk Perut terasa sakit ketika memutar tubuh Bangun setelah duduk atau berbaring Area perut dipegang terasa tegang dan sakit Kekakuan dan terjadi kram otot Kondisi otot perut ini dokter menyebutnya sebagai otot perut tertarik atau otot perut robek. Cedera otot perut tertarik ini dapat bervariasi tergantung tingkat keparahan. Oleh karena itu, penting memeriksakan diri ke dokter jika memiliki gejala dibawah ini: Badan terasa demam BAB berwarna hitam atau berdarah, sebagai tanda perdarahan saluran cerna bagian bawah. Mual dan muntah terus menerus Perut tegang/kaku saat disentuh atau menekannya Perut mengalami pembengkakan Penyebab Otot Perut Cedera Ada beberapa penyebab otot perut terasa tertarik atau tegang, salah satunya adalah latihan fisik berlebihan. Otot perut yang tertarik sering kali penyebabnya oleh cedera akibat gerakan berulang, biasanya olahraga dan aktivitas fisik. Ketika otot perut tertarik, hal ini dapat menyebabkan otot meregang atau otot perut robek. Selain disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan, penyebab cedera otot perut juga bisa terjadi karena berbagai aktivitas berikut ini: Kecelakaan seperti jatuh dari kendaraan Kondisi penyakit batuk dan bersin kronis Melakukan olahraga yang intent atau berlebihan Mengangkat beban berat tidak sesuai kemampuan Melakukan gerakan yang buruk saat berolahraga Memutar badan bagian perut secara tiba-tiba Selain itu, ada beberapa peluang yang dapat meningkatkan kondisi abdominal muscles injury. Hal ini perlu perhatian agar kondisi cedera tidak semakin parah, seperti: Ketegangan atau cedera otot di perut pada masa lalu Kelelahan otot setelah melakukan aktivitas yang berat Otot perut terasa kencang atau terjadi kram otot Jika sudah mengetahui gejala dan penyebabnya, Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan dokter. Meskipun abdominal muscles injury bisa dengan penanganan dan perawatan di rumah apabila kondisinya ringan sesuai dengan anjuran dokter. Diagnosa Cedera Abdominal Muscles Dokter akan melakukan diagnosa cedera otot pada perut yang tegang dengan menanyakan terlebih dahulu gejala dan penyebab otot perut mengalami cedera. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dokter untuk mendiagnosa kondisi. Dengan mengetahui penyebab dan gejala cedera otot di perut, dokter kemudian mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang. Hal ini dilakukan untuk mencari kemungkinan lain seperti cedera tulang, patah tulang punggung, atau kondisi lainnya. Jika dokter menduga nyeri perut bukanlah karena otot tegang, mungkin akan melakukan tindakan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan darah, feses, urine, USG, CT scan, ataupun endoskopi untuk mengetahui faktor penyebabnya. Ketika sudah diketahui penyebabnya, dokter memberikan pengobatan sesuai gejala cedera otot. Jika kondisi ringan, dokter mungkin memberi saran perawatan di rumah. Berikut cara penanganan cedera otot pada perut selengkapnya. Pengobatan Otot Perut Cedera Pengobatan utama cedera otot perut yang tegang atau tertarik adalah istirahatkan otot agar dapat pulih kembali. Jangan melakukan aktivitas apapun yang menambah ketegangan pada otot atau menyebabkan rasa sakit pada perut. Sementara itu, jika cedera otot pada... - Published: 2023-10-02 - Modified: 2023-10-02 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-otot-dada/ - Kategori: Sport Clinic - Tag: cedera otot dada, dada nyeri, otot tegang Cedera otot dada merupakan suatu kondisi ketika bagian dada terasa nyeri dan tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi serius. Risiko yang lebih tinggi menyebabkan pernapasan terganggu ataupun sesak nafas. Berikut informasinya. Ada berbagai gejala dan penyebab cedera pada otot dada, hal ini tentu penting diketahui penderita agar dapat melakukan penanganan yang tepat dan benar. Sebab, cedera otot ini menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri dada ekstrem. Berikut lebih lanjut penjelasan tentang cedera pada otot dada dan cara pengobatannya yang efektif bagi penderita, jangan biarkan cedera ini menimbulkan risiko serius. Yuk, simak! Apa itu Cedera Otot Dada? Cedera otot dada adalah kondisi otot dada tegang, terasa ketarik, atau otot dada robek. Meski otot dada tegang atau ketarik tidak seserius serangan jantung. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam pada dada. Cedera pada otot dada sebaiknya jangan dianggap enteng karena bisa menjadi komplikasi. Cedera dada seringkali berisiko serius saat terjadi kerusakan pada tulang rusuk dan otot dada cukup parah sehingga mengancam jiwa. Namun, jika cedera nyeri otot dada berupa ketegangan atau otot dada ketarik biasanya cedera ringan yang dapat sembuh beberapa minggu dengan istirahat. Meski begitu, tetap harus periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Oleh karena itu, ketika Anda mengalami nyeri otot dada akibat ketarik atau otot dada tegang, penting mengetahui gejala dan penyebabnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dokter memberikan pengobatan yang tepat dan sesuai. Gejala Otot dada cedera seperti otot tegang atau terjadi robekan pada otot biasanya menyebabkan rasa nyeri di area dada, kondisi akan semakin parah saat bergerak atau batuk. Rasa nyeri juga terasa saat menyentuh otot dada yang cedera. Rasa sakit pada otot dada mungkin banyak yang mengartikan sebagai gejala terjadi serangan jantung. Namun, pada kasus serangan jantung biasanya akan muncul gejala lain. Orang yang cedera otot di dinding dada menunjukkan gejala: Nyeri dada seperti ditusuk atau ditekan Nyeri saat menggerakan dada dan tulang belakang Nyeri memburuk saat batuk atau menarik nafas Pembengkakan dada dan memar di dada Punggung bagian atas terasa sakit Segera mencari bantuan medis ketika rasa sakit dada terasa tajam dan terjadi tiba-tiba pada saat olahraga atau aktivitas berat. Sebab, nyeri dada juga dapat terjadi karena kondisi kesehatan lain seperti serangan jantung dan pneumonia. Nyeri dada biasanya terjadi karena ada kontraksi otot di tulang rusuk. Kontraksi otot ini tidak dapat dikendalikan dan membuat otot dada jadi tegang. Ada beberapa penyebab sakit dada atau cedera pada otot dada. Berikut informasinya. Penyebab Ketegangan otot dada atau otot dada tertarik adalah cedera pada otot dada yang paling umum terjadi. Otot dada ini disebut juga sebagai otot interkostal, yaitu kelompok otot yang ada di antara tulang rusuk dan membentuk dinding dada. Kelompok otot interkostal terdiri dari tiga lapisan, yaitu otot interkostal internal, eksternal, dan terdalam. Kelompok otot ini berfungsi untuk menstabilkan tulang rusuk dan membantu pernapasan tetap lancar tanpa ada gangguan. Penyebab cedera otot dada karena terjadi ketegangan pada otot dada atau otot dada tertarik, hal ini disebabkan oleh aktivitas mengangkat beban berat atau cedera olahraga. Berikut ini penyebab umum cedera pada otot ada, yaitu: Cedera akibat kecelakaan mobil atau terjatuh Mengangkat beban berat dengan teknik yang salah Tidak pemanasan sebelum latihan atau olahraga Mengangkat barang sambil memutar bagian badan Batuk atau bersin keras saat sakit bronkitis atau pilek Cedera nyeri otot dada dapat terjadi pada siapa saja. Namun, potensi risiko lebih tinggi pada orang yang mengalami cedera dinding dada akibat jatuh. Selain itu, orang yang mengalami kecelakaan mobil atau aktivitas fisik berlebihan. Diagnosa Jika Anda mengalami gejala otot dada seperti tertarik atau tegang, hal ini dapat dikatakan sebagai cedera pada otot dada. Sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mengetahui kondisi cedera jika dada nyeri tidak tertahankan. Dokter menanyakan gejala dan riwayat medis, serta aktivitas yang mungkin menimbulkan rasa nyeri. Jika penyebab cedera adalah karena ketegangan otot atau otot dada tertarik, dokter akan menilai tingkat keparahan seperti: Tingkat 1 (kerusakan ringan): Kerusakan kurang dari 5% dari serat otot dada. Kondisi ini membuat kekuatan dan gerak terganggu. Pemulihan umumnya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai dengan 3 minggu. Tingkat 2 (kerusakan lebih luas): cedera mempengaruhi tingkat kerusakan lebih luas dari serat otot, tetapi tidak merusak otot sepenuhnya. Pemulihan membutuhkan waktu selama 2 sampai dengan 3 bulan. Tingkat 3 (otot dada robek): Terjadi kerusakan parah pada otot dada karena terjadi robekan sepenuhnya. Dalam beberapa kasus, kondisi ini memerlukan penanganan untuk memperbaiki bagian otot yang rusak. Dari hasil diagnosa, dokter dapat memutuskan pengobatan yang tepat sesuai dengan gejala dan tingkat keparahan cedera otot. Jika cedera tergolong ringan, pasien dapat melakukan perawatan sendiri di rumah sesuai anjuran dokter. Pengobatan Pada umumnya, cedera pada otot dada seperti tertarik atau tegang masih tergolong ringan. Dengan perawatan yang tepat, cedera akan sembuh sendirinya dalam beberapa minggu dengan mengikuti metode RICE, yaitu: Rest: Hindari aktivitas berat, terutama yang berkontribusi pada ketegangan otot atau otot dada tertarik. Sebaiknya istirahatkan badan hingga pulih Ice: kompres air es pada... - Published: 2023-10-02 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/penyebab-tennis-elbow/ - Kategori: Penyakit, Sport Clinic - Tag: cedera olahraga, penyebab tennis elbow, petenis - Translation Priorities: Optional Dari sekian banyak cedera olahraga, ada salah satu jenis cedera yang kerap dirasakan oleh petenis atau pebulutangkis, yaitu tennis elbow. Karena menimbulkan rasa kurang nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya ketahui pengertian dan penyebab tennis elbow. Pada dasarnya, ada banyak sekali faktor yang memicu munculnya tennis elbow itu sendiri. Menghindari berbagai penyebabnya tersebut merupakan cara jitu menjaga komponen tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Penasaran dengan penjelasan lebih lengkapnya? Simak artikel ini sampai selesai. Sekilas Tentang Tennis Elbow Namanya mungkin masih asing di telinga banyak orang, namun sebenarnya tennis elbow merupakan cedera paling umum menyerang area lengan. Tennis elbow sendiri merupakan sebuah kondisi medis di mana siku bagian luar terasa sakit. Cedera yang memiliki nama lain epikondilitis lateral ini menimbulkan rasa sakit yang menyebar ke lengan bagian bawah hingga pergelangan tangan. Tetapi rasa sakitnya paling terasa di bagian tendon, yaitu sebuah jaringan ikat yang melekatkan otot ke tulang. Pada kebanyakan kasus, rasa sakitnya paling sering akan muncul di area tendon dari otot-otot di lengan bawah yang melekat pada tulang menonjol di bagian luar siku. Para ahli medis lebih mengenalnya dengan istilah epikondilitis lateral. Gejala-Gejala yang Muncul Rasa sakit di sisi luar lengan bagian tengah, tepatnya berada pada bagian bawah siku yang seringkali menyebar hingga ke pergelangan tangan, merupakan gejala umum dari munculnya tennis elbow. Tidak di semua kondisi, Untuk mempermudah diagnosa, pahami hal-hal berikut, rasa sakit tersebut muncul pada waktu-waktu tertentu seperti saat: Mengangkat benda berat Meluruskan dan menekuk tangan Melakukan gerakan memutar, misalnya saat memutar knop pintu atau membuka tutup toples Bersalaman, menulis, atau menggenggam benda kecil, seperti pensil. Ada satu lagi gejala yang seringkali muncul pada penderita tennis elbow yaitu berupa adanya rasa kaku pada siku saat bangun tidur. Bersamaan dengan itu, timbul benjolan pada siku yang terasa sakit ketika tersenggol atau tersentuh. Penyebab Tennis Elbow Kondisi tersebut sering terjadi ketika otot ekstensor carpi radialis brevis (ECRB) yang letaknya di lengan bawah mengalami kerusakan. Faktornya ada beragam, tetapi paling sering adalah stres berulang yang akhirnya melemahkan otot ECRB dan menimbulkan robekan kecil. Akibat robekan itu, akhirnya muncul rasa sakit karena otot yang meradang. Supaya otot ECRB tetap dalam kondisi baik, hindari melakukan kegiatan ini terlalu intens. Sering menggunakan obeng, palu, atau komputer Tenis dan jenis olahraga raket lainnya. Main golf Berenang Memutar kunci Faktor Risiko Seseorang akan jauh lebih berisiko mengalami cedera tennis elbow karena beberapa alasan. Begini penjelasannya: Usia: Tennis elbow memang bisa menyerang siapapun, akan tetapi orang dengan rentang usia 30 - 50 tahun lebih berisiko mengalaminya karena kondisi otot semakin melemah. Melakukan pekerjaan tertentu: Bidang pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang pada pergelangan tangan dan lengan akan meningkatkan kemungkinan timbulnya rasa sakit di siku bagian luar. Jenis pekerjaannya yaitu tukang ledeng, pelukis, tukang kayu, tukang daging dan juru masak. Sering menjalankan olahraga berat: Jenis olahraga yang menggunakan raket berperan penting meningkatkan risiko tennis elbow, terutama jika menggunakan teknik pukulan yang buruk. Cara Dokter Mendiagnosis Dalam mendiagnosa, dokter akan melakukan beberapa tahapan penting, pertama adalah memeriksa kondisi fisik, menanyakan mengenai gejala, riwayat kesehatan, dan obat yang pasien konsumsi, serta riwayat kegiatan atau pekerjaan. Untuk mengetahui seberapa parah kondisi pasiennya, setelah dokter melakukan pemeriksaan fisik dan tanya jawab, maka dokter akan menjalankan serangkaian pemeriksaan menggunakan bantuan alat canggih. Sinar-X: Menggunakan pemeriksaan sinar X-Ray, bagian tulang terlihat jelas. Tujuannya adalah untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis yang memiliki gejala serupa seperti radang sendi atau patah tulang. USG/CT-Scan/MRI : Prosedur medis yang masuk ke dalam tes pencitraan mulai dari, ultrasound, MRI atau CT scan dengan tujuan untuk menilai kerusakan tendon dan otot. Elektromiografi (EMG): Berfungsi untuk memeriksa saraf terkompresi, caranya yaitu dengan mengukur aktivitas listrik otot dan saraf yang bekerja di sekitar siku. Pengobatan Tennis Elbow Pada sebagian besar kasus, cedera tennis elbow bisa sembuh tanpa operasi. Tetapi, dokter biasanya akan memberikan saran perawatan seperti: Cara untuk mengembalikan kesehatan lengan adalah dengan mengistirahatkan lengan selama beberapa minggu. Mengompres bagian yang cedera dengan es, caranya yaitu letakkan kompres es di atas siku selama beberapa waktu untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri. Bantu proses penyembuhan dengan konsumsi obat bebas, seperti aspirin dan ibuprofen. Komplikasi yang Muncul Penanganan yang cepat dan tepat akan menurunkan resiko terjadinya komplikasi. Namun sebaliknya, tennis elbow yang tidak mendapatkan penanganan tepat, bisa memicu berbagai masalah lainnya. Komplikasi yang sering muncul yaitu berupa cedera berulang, putus tendon akibat suntikan steroid berulang, hingga kegagalan dalam perawatan non-operatif atau operatif. Selain Memahami Penyebab Tennis Elbow, Ketahui Juga Cara Penanganannya Kegiatan manusia yang sangat banyak dan sebagian besar bertumpu pada lengan membuat kemunculan tennis elbow tidak mudah dihindari. Bagi yang sering angkat-angkat berat dan bekerja dengan bertumpu pada lengan, pastikan untuk menghindari penyebabnya. Lakukan juga tindakan pencegahan supaya lengan tetap kuat dan sanggup mengangkat benda berat sesuai batas kemampuannya. Lebih lanjutnya, simak pembahasan berikut: Seorang atlet badminton atau tenis, pilih raket dan penunjang lain yang berbobot ringan, sehingga tidak terlalu membebani siku. Menghindari penggunaan... - Published: 2023-10-02 - Modified: 2023-10-02 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-bahu-dan-penanganannya/ - Kategori: Sport Clinic - Tag: cedera bahu, gejala cedera bahu, nyeri bahu Cedera pada bahu dapat terjadi pada siapa saja, terutama yang sering melakukan aktivitas berat. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh usia. Lantas, seperti apa gejala cedera bahu dan penanganannya? Berikut informasi selengkapnya. Cedera bahu sering terjadi karena adanya robekan pada rotator cuff, yang berfungsi untuk pergerakan bahu, serta robekan pada labrum dan ligamen yang berfungsi untuk menjaga stabilitas sendi bahu (menjaga baru agar tidak dislokasi). Rasa nyeri pada bahu terjadi karena ada masalah pada salah satu atau semua bagian otot-otot ligamen yang ada di sendi putar bahu. Ketika terjadi cedera bahu, tentu saja akan mengganggu aktivitas yang membutuhkan gerakan gangan. Mengenal Cedera Baru Bahu adalah salah satu sendi dalam tubuh manusia yang paling banyak digunakan untuk aktivitas. Pada bahu terdapat otot dan tendon yang disebut rotator cuff atau manset rotator, yang membuat bahu bisa melakukan gerak dengan jangkauan luas. Rotator cuff atau manset rotator adalah bagian yang sangat penting pada bahu yang terdiri dari otot dan tendon. Otot-otot ini berfungsi menghubungkan tulang lengan atas (humerus) ke tulang selangka (klavikula) dan tulang belikat (skapula), serta memberi kemampuan bahu untuk bergerak leluasa. Jika manset rotator mengalami cedera, maka dapat menyebabkan kelemahan, rentang gerak berkurang, dan kekakuan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh aktivitas berat pada bahu, seperti renang, tenis, sepak bola dan lain sebagainya. Cedera bahu tidak terbatas pada atlet saja, tetapi mereka yang sering terlibat kegiatan berat juga berisiko mengalami cedera bahu. Dengan begitu, perlu penanganan segera agar dapat melakukan pemulihan yang cepat pada cedera. Gejala Cedera Baru Ketika seseorang mengalami cedera bahu akibat robekan rotator cuff atau manset rotator, ada gejala yang mungkin muncul dan dapat dirasakan langsung. Robekan manset rotator adalah salah satu jenis cedera bahu paling umum. Robekan manset rotator bervariasi tergantung tingkat keparahan dari robekan. Ketika terjadi robekan manset rotator akan mengakibatkan cedera bahu dengan gejala, seperti: Nyeri menjalar dari bahu atas ke bawah siku Ketika menggerakkan bahu akan terasa sakit Terasa pegal pada bahu dan lengan atas Terjadi kelemahan otot bahu ketika bergerak Lengan terasa nyeri ketika diangkat ke atas Selain itu, gejala cedera bahu juga dapat diketahui dari perubahan fisik yang nampak jelas seperti bahu terlihat lebih kotak dari biasanya. Gejala fisik lainnya, yaitu: Muncul benjolan di dekat area bahu Letak lengan tidak pada posisi seharusnya Mengalami pembengkakan sekitar bahu Bahu sulit digerakan dan terasa sakit Bentuk bahu terlihat kotak dari biasanya Ketika sudah diketahui gejala cedera bahu secara fisik maupun non fisik, penting mengetahui penyebab cedera bahu dan penangannya yang tepat agar pemulihan cepat. Pemeriksaan ke dokter diperlukan ketika cedera terindikasi parah. Penyebab Cedera Baru Penyebab umum cedera bahu hingga muncul nyeri terjadi saat rotator cuff terperangkap diantara bawah tulang bahu. Hal ini bisa membuat tendon menjadi meradang atau rusak, kondisi ini disebut rotator cuff tendinitis dan bursitis. Berikut beberapa kondisi penyebab nyeri pada bahu, antara lain: Peradangan kantung cairan sendi Arthritis pada sendi bahu Taji tulang / osteofit di daerah bahu Patah tulang bahu Dislokasi bahu Cedera saraf pada bahu Terjadi robekan rotator cuff Penyebab cedera bahu juga bisa karena adanya gerakan mendadak dan membuat bahu cedera, seperti misalnya mengangkat beban. Berikut penyebab lainnya: Robekan pembuluh darah karena terpelintir atau terbentur Cedera pada ligamen, jaringan yang menstabilkan sendi bahu Kerusakan tendon akibat pukulan atau peregangan berlebihan Patah tulang akibat terpelintir atau menahan beban berat Bahu adalah sendi yang paling banyak bergerak, terdiri dari tiga tulang : humerus, skapula, dan klavikula. Selain itu, terdiri dari banyak otot dan tendon yang menahan tulang bahu di tempatnya dan menstabilkan setiap gerakan lengan. Ketika bahu mengalami cedera, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Jika sudah diketahui gejala dan penyebabnya, segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut agar cedera bahu cepat pulih kembali. Cara Penanganan Cedera Bahu Rotator cuff ataupun manset rotator adalah cedera bahu yang paling sering terjadi karena faktor ketegangan, robekan, dan tendinitis. Hal ini dapat terjadi dengan risiko ringan hingga parah, serta dapat bersifat kronis dan akut. Rotator cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang membantu menstabilkan bahu. Setiap kali bahu melakukan gerakan, otomatis akan menggunakan rotator cuff untuk kestabilan dan menggerakkan sendi dan tulang bahu. Berikut beberapa perawatan cedera bahu dan penangannya yang bisa Anda lakukan di rumah untuk meminimalisir cedera yang lebih parah, yaitu di antaranya: Kompres bahu yang cedera dengan es dibungkus handuk. Setelah itu, tempelkan pada bagian cedera selama 15 menit. Lakukan 3-4 kali sehari secara rutin Setelah kompres, istirahatkan baru dan hindari mengangkat beban berat sampai bahu benar-benar nyaman dan pulih tanpa rasa nyeri pada area cedera Konsumsi obat pereda nyeri, jika rasa nyeri bayu masih terasa. Anda bisa membeli obat untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri bahu di apotik Jika perawatan cedera bahu di atas belum membuahkan hasil, maka konsultasikan dengan dokter terdekat. Dengan begitu, Anda mendapat penanganan yang tepat dan jauh lebih aman karena ditangani oleh dokter ahli di bidangnya. Jika cedera bahu terbilang parah dan... - Published: 2023-10-02 - Modified: 2023-10-02 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-mata/ - Kategori: Mata, Sport Clinic - Tag: cedera mata, Keselamatan kerja, Merawat mata Cedera mata dapat terjadi akibat berbagai cedera yang membuat mata bengkak, sakit mata, dan gejala lainnya. Bahkan, cedera lebih serius pada mata dapat menyebabkan kehilangan fungsi penglihatan secara permanen atau kebutaan. Mata merupakan bagian tubuh yang berperan penting dalam hidup manusia. Ketika mata mengalami cedera dapat menimbulkan berbagai gejala yang perlu diketahui. Cedera pada mata juga dapat terjadi kapan saja dan penyebabnya bervariasi. Lalu, apa penyebab utama cedera pada mata? Seperti apa mata yang mengalami cedera? Bagaimana cara mengatasi mata yang cedera? Jika pemasaran tentang cedera pada mata, simak penjelasan di bawah ini hingga akhir! Apa itu Cedera Mata? Cedera pada mata merupakan suatu kondisi terjadi kerusakan jaringan bagiannya seperti saraf mata, kelopak kata, dan rongga orbita. Kondisi mata rusak ini terjadi karena adanya benda tumpul, tajam, atau zat kimia mengenai mata. Pada umumnya, cedera mata penyebabnya karena ada partikel yang masuk ke mata seperti debu, serbuk kayu, serpihan logam, dan zat keras lainnya. Selain itu, cedera pada mata juga bisa disebabkan oleh partikel kimia dan energi radiasi. Cedera pada mata dapat sembuh dengan istirahat dan perawatan di rumah. Namun, kondisi tertentu dapat menyebabkan kerusakan mata yang lebih serius dan bahkan kehilangan penglihatan sehingga perlu pemeriksaan dokter. Kondisi cedera pada mata yang lebih serius harus ditangani dengan tindakan medis, agar fungsi dan kesehatan mata tidak terancam. Jika keadaan darurat, pertolongan pertama juga penting untuk mencegah cedera semakin parah. Kenali Gejala Cedera Mata Siapapun bisa mengalami cedera pada mata, orang yang melakukan olahraga dengan kontak fisik seperti sepak bola dan tinju memiliki resiko, termasuk pekerja dengan bahan kimia atau laser berpotensi cedera pada mata yang lebih tinggi. Jika menunjukkan salah satu tanda dan gejala ini pada orang lain atau diri sendiri, segera periksa ke dokter. Adapun gejala cedera pada mata umumnya, seperti: Rasa sakit mata yang berkelanjutan Kesulitan melihat dengan jelas Kelopak mata mengalami robek Satu mata tidak bergerak sebagaimana mata lainnya Mata memiliki ukuran pupil yang tidak biasa Terdapat darah pada bagian mata Terdapat benda asing di kelopak mata yang sulit hilang Masuknya partikel seperti pasir, debu atau partikel kecil lainnya pada mata biasanya bukan kondisi darurat. Kondisi ini masih bisa ditangani dengan membilas mata dengan air atau kedipan mata hingga partikel keluar dari mata. Penyebab Utama Cedera Mata Penyebab cedera mata bisa terjadi karena berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga fatal. Berikut beberapa kondisi yang paling umum mengakibatkan cedera pada bagian mata yang penting diketahui, yaitu antara lain: 1. Benda Asing Masuk Mata Masuknya benda asing ke mata menjadi salah satu penyebab cedera, seperti serbuk kayu, serpihan logam, debu, dan partikel kecil lainnya. Keluhan yang dirasakan berupa ada rasa mengganjal atau sakit pada mata hingga mata berair. Jika benda asing mengenai kornea, hal ini bisa menyebabkan ulkus kornea / luka terbuka pada kornea. Dampaknya, penglihatan terganggu karena bagian ini merupakan jalur masuknya cahaya sehingga penting melakukan pemeriksaan ke dokter. 2. Mata Terbentur Benda Tumpul Cedera pada mata bisa disebabkan adanya benturan benda tumpul seperti terkena bola basket atau bola bisbol yang bergerak cepat dan mengenai mata. Selain itu, bisa juga disebabkan adanya pukulan keras mengenai mata. Mata yang terkena benturan benda tumpul bisa menimbulkan keluhan. Jika cedera pada mata ringan, bagian kelopak mata membengkak atau memar. Sementara pada cedera parah, bisa terjadi pendarahan dalam mata atau hifema. 3. Mata Terpapar Bahan Kimia Penyebab cedera pada mata selanjutnya adalah paparan bahan kimia. Kerusakan yang ditimbulkan bisa berbeda, tergantung dari jenis bahan kimia, berapa lama bahan kimia di mata, dan kedalaman bahan kimia masuk ke mata. Misalnya bahan kimia uap, cedera yang ditimbulkan pada mata hanya terjadi iritasi mata. Akan tetapi, ketika mata terkena bahan kimia keras seperti cairan alkali, kerusakan yang terjadi lebih serius dan bahkan kelingan penglihatan. 4. Mata Terpapar Radiasi Paparan sinar ultraviolet dari matahari dan sinar radiasi lainnya seperti radioterapi, tidak hanya membakar kulit tetapi bisa merusak bagian mata. Cedera pada mata yang terjadi menimbulkan mata merah, berair, dan sensitif cahaya. Keluhan yang ditimbulkan akibat radiasi memang tergolong ringan, tapi jangan disepelekan. Dalam jangka panjang, cedera pada mata ini bisa menyebabkan katarak ataupun degenerasi makula, yaitu kerusakan pada bagian retina mata. Cara Mengatasi Cedera Mata Penanganan cedera mata tergantung dari penyebabnya. Jika cedera mata tergolong ringan, bisa melakukan perawatan secara mandiri di rumah. Berikut beberapa cara mengobati dan mengatasi cedera pada mata, di antaranya: 1. Kompres Mata yang Cedera Jika kondisi cedera pada mata berupa bengkak atau mata merah, maka bisa dikompres dengan air dingin. Caranya basahi handuk dengan air dingin dan tekan kain handuk pada bagian yang cedera. Lakukan beberapa kali sampai bengkak membaik. 2. Jangan Mengucek Mata Jika mata kemasukan partikel kecil atau benda asing, kedipkan mata atau basuh dengan air hingga benda tersebut keluar dari mata. Hindari mengucek mata yang dapat menyebabkan iritasi atau mata merah dan risiko bahaya lainnya. 3. Pasang Pelindung Mata Cedera Memasang pelindung mata yang cedera menjadi salah atau... - Published: 2023-09-20 - Modified: 2023-09-20 - URL: https://primayahospital.com/jantung/tanda-tanda-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: Gejala jantung koroner, gejala penyakit jantung, jenis penyakit jantung, tanda penyakit jantung Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, hal ini dapat diketahui dari gejala dan tanda tanda penyakit jantung. Dengan mengenal ciri-ciri sakit jantung, maka bisa mendapatkan penanganan sebelum menimbulkan komplikasi fatal. Ketika organ jantung bermasalah, kondisi ini akan mempengaruhi kesehatan. Oleh karena itu, kesehatan jantung merupakan hal penting yang perlu diperhatikan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Kondisi jantung yang tidak sehat dapat diketahui dari berbagai gejala dan ciri-ciri. Jika bisa lebih cepat mengenali ciri-cirinya, maka tentu saja penanganannya bisa segera dengan memeriksakan ke Dokter spesialis jantung di rumah sakit. Mengenal Penyakit Jantung Jantung adalah organ vital yang berperan penting mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Ketika terjadi kerusakan, organ jantung tidak akan berfungsi dengan baik untuk memompa darah. Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatan jantung. Penyakit jantung adalah kondisi adanya sumbatan di pembuluh darah, akibatnya aliran darah menuju otot jantung akan berkurang atau yang paling fatal terjadi henti jantung. Jika tidak segera ditangani, otot jantung mengalami kerusakan parah. Pada dasarnya, jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) berfungsi menyuplai darah ke seluruh bagian tubuh. Ibaratnya, jantung adalah pompa, sementara pembuluh darah adalah pipa berisi darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Kerusakan jantung dan pembuluh darah bisa diakibatkan karena lemak yang menumpuk pada arteri. Lemak atau plak berlebihan terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah sehingga bisa terjadi serangan jantung atau stroke. Gejala Penyakit Jantung Tanda tanda penyakit jantung dapat diketahui dari gejalanya. Hal ini penting untuk diketahui agar segera memeriksanya untuk mendapat penanganan dokter. Jika dibiarkan begitu saja, maka gejala ini dapat menjadi penyakit yang berisiko. Berikut gejala penyakit jantung yang harus diwaspadai, di antaranya: Jantung berdebar dan dada terasa seperti di remas-remas Sesak napas disertai dengan keringat dingin dan lemas Nyeri pada bagian dada sebelah kiri dan jantung berdebar Terasa mual dan muntah, serta pusing atau sakit kepala Badan berkeringat dingin dan perasaan mudah lelah Jika merasa mengalami gejala di atas, maka konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Dengan demikian, penyakit jantung dapat dicegah termasuk mencegah komplikasi penyakit jantung yang lebih fatal. Tanda Tanda Penyakit Jantung Selain gejala penyakit jantung yang perlu diantisipasi sejak dini, maka penting mengenal tanda-tanda utama penyakit jantung. Penyakit ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan fungsi organ vital. Kondisi jantung yang tidak sehat akan menimbulkan tanda-tanda yang sebenarnya dapat dikenali. Berikut tanda atau ciri-ciri jantung bermasalah dan perlu diwaspadai, di antaranya: 1. Nyeri Dada Menjalar Kondisi jantung bermasalah sering ditandai nyeri dada yang menjalar ke bagian lengan kiri, leher, rahang, dan bahan menembus ke punggung. Hal ini disebabkan oleh penyimpangan pembuluh darah yang juga dikenal sebagai serangan jantung. Rasa nyeri dada biasanya akan sangat terasa saat melakukan aktivitas, seperti berolahraga dan mengalami stres. Rasa sakit bertahan beberapa menit, sebelum hilang dan muncul kembali. Kondisi ini harus diwaspadai dan perlu pemeriksaan. 2. Sesak Napas dan Cepat Lelah Ciri-ciri penyakit jantung selanjutnya adalah sesak nafas. Hal ini karena fungsi jantung sebagai pompa darah terganggu dan suplai darah menuju paru-paru terhambat. Kondisi semakin parah jika terjadi bersamaan dengan nyeri dada. Selain itu, penyakit jantung bisa ditandai tubuh cepat merasa lelah dan lemas. Biasanya kondisi ini disertai dengan gejala pusing yang terjadi akibat sirkulasi darah terganggu. Meski tidak melakukan aktivitas, tapi terasa lelah dan dada sesak. 3. Pergelangan Kaki Bengkak Penyakit jantung perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan risiko komplikasi. Salah satu ciri penyakit jantung ditandai dengan kondisi kaki bengkak, terutama bagian pergelangan dan punggung kaki akibat penumpukan cairan. Kaki bengkak karena penyakit jantung terjadi karena mengalami gagal jantung kongestif. Ketika salah satu atau kedua bilik jantung di bagian bawah kehilangan daya memompa darah, maka imbasnya cairan akan menumpuk ke bagian kaki. 4. Sleap Apneu / Mendengkur Keras Mendengkur merupakan hal yang normal terjadi pada manusia. Tetapi, berbeda kondisinya jika mendengkur keras. Kondisi ini bisa menjadi ciri-ciri jantung bermasalah, dengkuran keras bahkan seperti terengah-engah atau gejala sleep apnea Ketika terjadi sleep apnea, dimana kondisi henti nafas sejenak selama beberapa kali saat tidur. Kondisi ini memberikan tekanan lebih pada jantung. Oleh sebab itu, mendengkur keras perlu diwaspadai terhadap kondisi kesehatan jantung. 5. Keringat Berlebih Meksipun tidak melakukan aktivitas atau sedang beristirahat , namun berkeringat berlebih. Hal ini menandakan kondisi adanya gangguan pada kesehatan jantung. Biasanya kondisi ini sebagai tanda gejala awal terjadinya serangan jantung. Ketika pembuluh darah mengalami penyempitan, otot jantung pun akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan Iskemia. Kondisi ini dapat memicu terjadinya keringat yang berlebih serta mual dan muntah karena rasa tidak nyaman. Tipe Tipe Penyakit Jantung Setelah mengetahui tanda tanda penyakit jantung, penting mengenal tipe dan jenisnya. Ada beberapa jenis penyakit jantung yang bisa terjadi pada seseorang dengan gejala berbeda. Berikut jenis penyakit jantung yang harus diketahui: 1. Serangan Jantung Serangan jantung adalah jenis penyakit yang terjadi saat aliran darah tersumbat atau terjadi penyumbatan pembuluh darah ke otot jantung. Ciri-ciri serangan jantung, yaitu keringat dingin, detak jantung cepat, sesak nafas, nyeri... - Published: 2023-09-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/komplikasi-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Tag: ibu hamil, komplikasi kehamilan, masa kehamilan - Translation Priorities: Optional Pada masa kehamilan, tubuh para ibu akan mengalami penurunan sistem imun. Akibatnya, berbagai komplikasi kehamilan berpotensi menginfeksi dan membahayakan kesehatan ibu sekaligus janin. Ada berbagai macam komplikasi kehamilan yang membahayakan ibu sekaligus janin. Ada baiknya untuk selalu berhati-hati dan menerapkan gaya hidup sehat agar berbagai komplikasi tersebut dapat terhindarkan. Informasi Mengenai Komplikasi Kehamilan Baik ibu baru atau yang sudah melahirkan beberapa kali, perlu mengetahui apa itu komplikasi kehamilan. Istilah itu mengarah pada gangguan kesehatan yang melibatkan ibu, janin, dan keduanya. Penyebabnya sendiri sangat beragam bisa karena faktor usia, penyakit bawaan, dan gaya hidup kurang sehat. Seluruhnya akan memberikan efek negatif pada kesehatan janin dan ibu hamil. Dalam rangka menjaga kestabilan kesehatan dan menunjang tumbuh kembang janin secara optimal, para bunda wajib menghindari pantangan selama kehamilan. Misalnya tidak boleh terlalu sering begadang, hindari mengangkat benda-benda berat, hindari stres berat, dan konsumsi makanan bergizi tinggi. Komplikasi Kehamilan yang Umum Terjadi Ada banyak sekali komplikasi kehamilan yang bisa mengancam keselamatan bayi jika tidak segera mendapatkan penanganan. Mencegah kondisinya semakin memburuk, perhatikan komplikasi kehamilan yang ada di sini: 1. Komplikasi di Trimester Pertama Dalam dunia medis, komplikasi kehamilan terbagi menjadi dua bagian yaitu komplikasi pada trimester pertama dan akhir. Pada pembahasan kali ini akan mengelas apa saja komplikasi di trimester pertama. Kehamilan ektopik: Seorang yang mengalami kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi tidak menempel di rahim melainkan di luar rahim. Perlu adanya pembedahan untuk mengangkat jaringan ektopik tersebut sebelum mengancam kesehatan pengidapnya. Keguguran: Ada setidaknya 10% hingga 20% ibu mengalami keguguran pada 20 minggu pertama. Sedangkan tercatat sebanyak 80% keguguran terjadi di trimester pertama kehamilan. Kelainan bawaan: Ketika janin yang Anda kandung terdeteksi mengalami kelainan bawaan, komplikasi kehamilan lebih rentan mengalami komplikasi. Perlu adanya pemantauan kesehatan oleh tenaga medis. Hiperemesis gravidarum (HG): Bagi yang belum tahu, HG merupakan kondisi kesehatan dengan gejala muntah dan terjadi secara terus-menerus selama kehamilan. Hal ini menyebabkan ibu mengalami dehidrasi atau kehilangan berat badan secara ekstrim. 2. Komplikasi di Trimester Akhir Jika sebelumnya merupakan komplikasi yang biasa terjadi pada trimester pertama kehamilan, kali ini komplikasinya muncul saat usia kehamilan sudah mulai berusia lanjut. Berikut daftarnya: Diabetes gestasional: Penyebab utamanya adalah hormon kehamilan mempersulit metabolisme tubuh yang bertujuan menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Jika sudah terdeteksi mengalaminya, usahakan untuk diet glukosa dan olahraga teratur. Preeklampsia: Sebagian orang mungkin masih asing dengan preeklampsia. Penyakit tersebut merupakan masalah tekanan darah yang umumnya muncul pada trimester kedua hingga 6 minggu setelah melahirkan. Sebagian besar penderita yang tercatat mengalami preeklampsia adalah orang dengan gangguan kesehatan darah tinggi. Persalinan prematur : Persalinan prematur (awal) adalah saat Anda melahirkan sebelum 37 minggu kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan bayi Anda lahir dengan berat lahir rendah atau dengan organ yang kurang berkembang. Infeksi: Selama kehamilan, ada banyak virus serta bakteri yang mengancam kesehatan ibu dan janin. Ada beberapa daftar penyakit yang biasa menjangkit ibu hamil, misalnya radang grup B, vaginosis bakteri, saluran kemih (ISK), dan penyakit menular seksual. Plasenta previa atau plasenta akreta: Jenis penyakit tersebut menyerang plasenta yang berpotensi membahayakan kehamilan hingga persalinan. Pendarahan vagina: Memang ada kemungkinan terjadi pendarahan pada ibu hamil, namun normalnya terjadi di trimester pertama dengan jumlah darah yang tidak begitu banyak. Namun jika pendarahan berkelanjutan dan beriringan dengan gejala lain seperti nyeri di area perut, segera hubungi dokter. Cairan ketuban rendah (oligohidramnion): Seperti penyebutannya, di dalam kandungan hanya ada sedikit cairan ketubah. Akibatnya, bayi lebih rentan mengalami kelahiran prematur. Anemia: Kapasitas sel darah yang terlalu sedikit di dalam tubuh juga akan memberi efek negatif karena tubuh tidak mendapatkan pasokan darah dengan kandungan oksigen mencukupi. Demi mencegah kondisi pengidap lebih parah, biasanya dokter akan memberikan suplemen atau makan yang kaya akan zat besi. Depresi dan kecemasan: Pada dasarnya, terlalu cemas pada suatu hal akan mempengaruhi kesehatan. Seorang ibu hamil, sepatutnya mengendalikan stres dan kecemasannya agar kesehatan dan lainnya dalam kondisi baik. Ibu yang Berisiko Mengalami Komplikasi Kehamilan Komplikasi kehamilan bisa saja menyerang siapapun. Meski bisa saja menyerang ibu dengan kondisi sehat, tetapi ibu yang memiliki riwayat penyakit tertentu lebih berpotensi mengalaminya. Berikut beberapa di antaranya: Kanker Kencing manis Tekanan darah tinggi Masalah ginjal Infeksi Menular Seksual (IMS) Anemia Epilepsi Selain ibu yang menderita penyakit tertentu, komplikasi selama kehamilan dapat muncul karena alasan lain. Ingin tahu apa saja itu? Ini daftar lengkapnya: Mengalami gangguan makan, seperti anoreksia Hamil di atas 35 tahun Hamil di bawah 20 tahun Menggunakan obat-obatan terlarang Merokok dan minum minuman beralkohol Hamil anak lebih dari satu Ada riwayat melahirkan secara prematur Pernah mengalami keguguran Kelebihan berat badan Mengalami masalah makan, seperti anoreksia Cegah Komplikasi Kehamilan dengan Melakukan Hal Ini! Dari penyebab komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan pada pemaparan di atas, ada beberapa penyebab yang dapat Anda cegah dengan cara-cara khusus. Untuk mencegah kemunculannya atau memperburuk kondisinya, perhatikan hal-hal berikut: Usahakan memiliki badan yang sehat dengan berhenti merokok, tidak minum minuman beralkohol, mencapai berat badan normal, dan... - Published: 2023-09-20 - Modified: 2023-09-20 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kantung-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: Kantung kehamilan, Kehamilan, tanda kehamilan Kantung kehamilan merupakan salah satu tanda kehamilan yang dapat dideteksi dari hasil pemeriksaan USG. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan melihat ada atau tidaknya kantung janin atau gestational sac yang penting diketahui ibu hamil. Sebenarnya untuk mengetahui kehamilan dapat diketahui melalui tes pack dan tanda-tanda kehamilan. Namun, untuk memastikan kantung janin perlu pemeriksaan ultrasonography (USG) ke dokter atau rumah sakit khusus ibu dan anak. Apa sebenarnya kantung janin? Kapan kantung janin terlihat di USG? Berikut ini terdapat penjelasan tentang kantung janin yang penting untuk diketahui. Yuk, simak! Apa itu Kantung Kehamilan? Kantung kehamilan adalah kantung berisi cairan yang mengelilingi sel telur atau embrio yang telah dibuahi beberapa minggu pertama. Letak kantong ini berada di dalam rahim dan terbentuk sekitar 5-7 minggu setelah siklus menstruasi. Ketika pemeriksaan USG, kantung janin yang normal terlihat seperti lingkaran bulat hitam berbatas tegas, kemudian dikelilingi oleh bagian berwarna putih keabu-abuan. Prosedur pemeriksaan ini dilakukan dokter spesialis kandungan. USG sendiri adalah salah satu cara mendeteksi kehamilan intrauterin (dalam rahim). Tujuan USG dilakukan tidak hanya sekedar mengetahui usia janin dan viabilitas, tetapi juga dapat mendeteksi kantung janin yang penting diketahui. Ketika keberadaan kantung janin diketahui, hal ini menandakan wanita positif hamil. Namun, kantung ini bisa tidak terlihat yang menandakan adanya komplikasi kehamilan dan faktor lainnya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Tahapan Perkembangan Kantung Kehamilan Dengan pemeriksaan USG pertama kali, kantung janin akan terlihat dengan ukuran diameter sekitar 2 mm. Ukurannya bertambah 5-6 mm pada usia 5 minggu. Setelah itu, diameter kantung akan meningkat sekitar 1 mm per hari. Pada usia kehamilan 5 minggu, kantung kuning akan terlihat dan akan bertambah besar hingga diameter mencapai 6 mm pada usia kehamilan 10 minggu. Kantung kuning akan mengecil sebelum hilang pada usia 12 minggu kehamilan. Kantung kuning memiliki fungsi untuk memberikan nutrisi pada embrio yang berkembang hingga diambil alih plasenta. Oleh sebab itu, kantong kuning akan mengecil dan menghilang seiring pertumbuhan embrio dalam rahim. Selanjutnya, embrio berkembang di dalam kantung janin dan bisa mempengaruhi ukuran kantung. Ketika embrio sekitar 5 mm, ukuran kantung berkisar 15-18 mm. Seiring bertambah usia kehamilan, maka kantung akan tampak seperti mengelilingi atau melindungi janin yang berkembang. Selain itu, fisik bayi pun mulai terbentuk termasuk organ vital yang juga mulai berkembang dengan pesat. Kapan Kantung Kehamilan Terlihat di USG? Berdasarkan pemeriksaan USG, yang dapat terlihat pada kehamilan muda adalah kantung kuning dan kantung janin yang memiliki fungsi masing-masing. Tanda ini sebagai bentuk visualisasi adanya embrio yang berkembang. Fungsi kantung kuning, yaitu memberikan nutrisi pada embrio yang sedang berkembang sampai plasenta mengambil alih. Kantung kuning juga membantu memproduksi sel darah selama tahap awal kehamilan. Yolk sac memiliki tugas memberikan makanan pada embrio yang sedang berkembang dalam rahim. Bagian dari janin ini akan menghasilkan sel yang membentuk tali pusat, sel darah, dan organ reproduksi janin dalam rahim. Sementara itu, embrio biasanya masih belum terlihat karena ukuran yang masih sangat kecil. Ketika hasil pemeriksaan USG menunjukan keberadaan embrio, terlihat bentuknya seperti benda kecil berwarna putih melengkung. Bagaimana Jika Kantung Kehamilan Tidak Terlihat? Saat mengalami tanda-tanda kehamilan, kemudian ingin melakukan pemeriksaan USG untuk mengecek perkembangan janin tetapi dokter tidak melihat adanya kantung kehamilan. Ada beberapa kemungkinan terjadi, antara lain karena: 1. Pemeriksaan USG Terlalu Dini Ketika mengetahui sedang hamil dari hasil test pack dan tanda-tanda kehamilan, tidak sedikit yang memeriksakan diri mengecek keberadaan kantung hamil menggunakan alat USG. Padahal, usia kehamilan masih beberapa minggu. Jika hasil pemeriksaan USG tidak menemukan kantong janin, hal ini bisa terjadi karena usia kehamilan masih terlalu dini. Sebab, kantung janin baru dapat terlihat pada usia 5 minggu kehamilan atau hCG telah mencapai 1500-2000. 2. Kehamilan Ektopik Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi sperma tumbuh di luar rongga utama rahim. Oleh karena itu, kondisi ini dapat membuat hasil pemeriksaan USG tidak terlihat adanya kantung janin. Kondisi kehamilan ektopik memiliki risiko yang berbahaya dan harus segera mendapatkan penanganan medis. Kemhamiln ini dapat menyebabkan pendarahan hebat di dalam perut sehingga berbahaya bagi ibu dan perkembangan janin. 3. Keguguran Jika hasil pemeriksaan USG tidak menemukan atau melihat kantung janin, maka hal ini bisa terjadi adanya keguguran dini. Keguguran bisa terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi sperma tidak membentuk embrio sebagai baik. Keguguran ini dapat ditandai dengan adanya pendarahan vagina, meskipun bukan gejala satu-satunya. Sebab, pendarahan vagina bisa terjadi ada sesuatu yang lain dalam kehamilan. Maka dari itu, sebaiknya konsultasi dengan dokter. Itulah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tidak terlihatnya kantung janin sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter kandungan profesional. Bagaimana Jika Kantung Kehamilan Kosong? Pada kehamilan normal umumnya, embrio mulai terlihat pada usia 6 minggu kehamilan. Namun, kantung janin bisa kosong atau tidak berisi embrio ketika melakukan pemeriksaan USG. Ada kemungkinan embrio gagal berkembang. Penyebab kehamilan kosong salah satunya adalah akibat ada pembelahan sel yang tidak sempurna, kualitas sel telur dan sperma buruk sehingga embrio gagal berkembang. Pada kasus lain, hal... - Published: 2023-09-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyebab-bisulan-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: benjolan kecil, bisulan, penyebab bisulan pada anak. - Translation Priorities: Optional Meski hanya berupa benjolan kecil, tetapi bisulan menimbulkan rasa ngilu yang cukup mengganggu. Supaya tidak sampai mengganggu kenyamanan anak, sebaiknya para orang tua mengetahui sebenarnya apa penyebab bisulan pada anak. Bisulan sendiri merupakan gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada berbagai kalangan usia termasuk anak-anak. Tidak perlu terlalu khawatir, cegah bisulan dengan melakukan beberapa hal. Mengenal Apa Itu Bisulan Istilah bisulan tentu saja sudah tidak asing bagi sebagian besar orang karena sering dibicarakan oleh banyak orang. Bisulan atau furunkel merupakan benjolan kecil pada kulit yang di dalamnya berisi nanah. Kondisi ini paling sering terjadi akibat infeksi bakteri yang akhirnya memicu peradangan pada tempat tumbuhnya rambut atau folikel. Tempat tumbuhnya rambut di sini maksudnya bisa di mana saja seperti area kemaluan dan pantat. Kemunculannya paling sering terjadi pada kulit yang sering mengalami gesekan dan berkeringat. Gejala Timbulnya Bisulan Saat bisul muncul, kulit menjadi kemerahan dengan titik putih di bagian tengahnya. Hal itu menandakan bahwa kulit sedang mengalami radang yang menimbulkan rasa sakit. Untuk gejala lainnya, kamu bisa menemukannya pada ulasan berikut: Muncul benjolan merah berisi nanah di leher, paha, dada, bahu, ketiak, payudara, wajah, pantat, dan selangkangan dengan ukuran kecil, tetapi ada kemungkinan berubah semakin membesar Kulit di area benjolan berubah warna menjadi kemerahan, bengkak, dan terasa hangat jika saat bunda sentuh Benjolan tersebut terasa nyeri baik ketika tersentuh atau tanpa sentuhan Ada titik putih atau kuning di bagian puncak (pustula) benjolan yang kemudian akan pecah dan mengeluarkan nanah setelah beberapa waktu Umumnya, bisul pada anak hanya muncul satu, tetapi tidak menutup kemungkinan muncul banyak. kondisi ini biasa dokter sebut dengan bisul sabut atau karbunkel. Penyebab Bisulan pada Anak Bisul bisa saja muncul akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Pada beberapa penelitian berhasil menemukan infeksi bakteri tersebut kulit dan dalam lapisan hidung yang sama sekali tidak menimbulkan gangguan. Infeksinya baru akan terjadi saat bakteri masuk ke folikel rambut karena luka gores atau gigitan serangga. Selain itu ada faktor yang memperkuat timbulnya bisulan. Berikut beberapa di antaranya: Anak melakukan sentuhan dengan penderita bisulan, misalnya saja teman atau keluarga yang tinggal serumah Daya tahan tubuhnya sedang melemah bisa karena kelelahan, iklim ekstrim, HIV, menjalani kemoterapi, atau menderita diabetes Mengalami masalah kulit, misalnya kulit berjerawat, eksim, atau scabies Tidak menjaga kebersihan, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan Terpapar senyawa kimia berbahaya yang menyebabkan kulit teriritasi Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik atau menderita obesitas Kepercayaan yang berkembang di masyarakat, bisulan timbul karena terlalu banyak mengonsumsi telur. Mengenai hal ini belum ada penelitian resminya, namun jika anak alergi makanan protein tinggi, sebaiknya menghindari konsumsi telur. Cara Dokter Mendiagnosa Metode untuk mendiagnosa anak mengalami bisulan tidak begitu sulit. Pertama-tama, dokter akan melakukan tanya jawab kepada bunda atau jika mendukung, langsung ke anak yang mengalaminya. Tahap selanjutnya adalah memeriksa ciri-ciri bisulan yang muncul. Tujuannya untuk memastikan tingkat keparahan dan memprediksi obat apa paling sesuai dengan kondisi bisulan anak. Selain itu, terkadang pihak medis juga akan mengambil sampel nanah, kulit, atau darah pasien, untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut umumnya dilakukan karena: Proses penyembuhannya lama dan bisul muncul secara berulang Timbul bisul dalam jumlah banyak dengan bentuk menggerombol atau karbunkel Penderita memiliki sistem imun yang lemah atau menderita penyakit kronis, seperti diabetes Selain pemeriksaan di atas, dokter biasanya akan melakukan tes kultur bakteri yang bertujuan untuk untuk mengetahui jenis antibiotik paling cocok dalam mempercepat penyembuhan bisul. Cara Mengatasi Bisulan Anak Tidak perlu langsung panik, sebenarnya bisul pada anak bisa sembuh dengan langkah-langkah sederhana. Bagaimana itu? Penjelasannya ada di bawah ini. Kompres bisul dengan air hangat selama kurang lebih 10 menit sebanyak 4 kali sehari. Manfaatnya adalah untuk mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah berkumpul di puncak benjolan Bersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa steril dan sabun anti-bakteri, kemudian tinggal tutup bisul dengan kain kasa steril Ganti perban untuk menutupi bekas pecahan bisul sesering mungkin, setidaknya 2–3 kali sehari Usahakan selalu cuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul Berikan ibuprofen atau paracetamol untuk menurunkan demam anak Namun apabila cara-cara di atas tidak membuat gejalanya berkurang, segera ke dokter. Biasanya bunda akan mendapatkan resep salep dengan kandungan anti bakteri supaya bisul segera sembuh. Komplikasi Bisul pada Anak Penanganan yang terlambat bisa membuat bisul mengalami komplikasi atau kondisi yang lebih parah. Sayangnya, karena tanda-tandanya sering tidak anak ketahui, akhirnya muncul komplikasi, seperti: Munculnya jaringan parut Bisul terjadi berulang (kambuh) Timbul infeksi ke lapisan kulit lebih dalam (selulitis) Menyebarnya infeksi ke dalam aliran darah (sepsis) Infeksi sampai menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti ke jantung (endokarditis), tulang (osteomielitis), otak (meningitis), atau sumsum tulang belakang Pencegahan Bisul agar Tidak Muncul Terlalu Sering Meski hanya berupa bentol kecil, tetapi saat meradang rasa sakitnya cukup mengganggu, bahkan pada beberapa kondisi, anak bisa mengalami demam hingga berakibat pada menurunnya nafsu makan. Agar bisa mencegah kemunculan bisul, usahakan melakukan langkah-langkah khususnya. Apalagi di masa-masa pertumbuhan, takutnya malah akan mengganggu pertumbuhan anak.... - Published: 2023-09-20 - Modified: 2023-09-20 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tes-darah-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: ibu hamil, Kehamilan, tes darah kehamilan Tes darah kehamilan adalah salah satu upaya untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin. Dengan tes darah, ibu hamil dapat memantau kondisinya menyeluruh melalui serangkaian pemeriksaan darah oleh dokter di laboratorium. Pemeriksaan darah yang dilakukan secara rutin selama hamil dapat mencegah masalah kesehatan lebih besar. Mendeteksi potensi adanya penyakit sedini mungkin sehingga dapat membantu menentukan penanganan yang tepat. Lantas, jenis pemeriksaan darah apa saja yang penting dijalani selama kehamilan? Apa manfaat melakukan tes atau pemeriksaan darah saat hamil? Berikut informasinya. Mengapa Perlu Tes Darah Saat Hamil? Kehamilan adalah kondisi yang memerlukan penanganan tepat guna menjaga kesehatan ibu dan janin. Selama kehamilan, dokter atau bidan mungkin akan menyarankan menjalankan pemeriksaan, darah satunya adalah tes darah. Tes darah kehamilan adalah bagian dari perawatan antenatal yang berlaku bagi semua ibu hamil, termasuk yang berisiko infeksi tertentu karena penyakit bawaan. Sistem kekebalan tubuh ibu hamil dapat dipengaruhi oleh kehamilan dan ibu hamil rentan dengan berbagai infeksi. Oleh karena itu, untuk melindungi kesehatan ibu hamil dan janin, pemeriksaan tes darah perlu dilakukan secara rutin. Melalui tes darah, dokter dapat mendeteksi penyakit atau infeksi seperti sifilis, hepatitis B, dan HIV. Dengan begitu, dokter dapat menentukan perawatan untuk mencegah masalah kesehatan yang bisa mengganggu kondisi janin. Apa Tujuan Ibu Hamil Tes Darah? Tujuan utama tes darah ibu hamil adalah untuk mengetahui kondisi ibu secara umum dan menyeluruh. Dengan begitu, dokter lebih mudah menemukan tanda-tanda kekurangan gizi, potensi penyakit atau infeksi yang dialami ibu hamil. Selain itu, tes darah juga dapat membantu ibu dan janin ketika terjadi pendarahan atau kekurangan zat besi. Pada kehamilan trimester 3, ibu hamil juga perlu tes darah karena cukup menentukan keselamatan janin sebelum melahirkan. Pemeriksaan tes darah juga dapat dilakukan ketika ingin mengetahui kehamilan awal untuk hasil yang akurat. Tes darah dapat mendeteksi kehamilan dengan hasil berupa angka yang dapat memudahkan dokter memastikan kehamilan. Apa Saja Jenis Tes Darah Kehamilan? Pemeriksaan darah ibu hamil dapat membantu menemukan kondisi yang berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara rutin atau setiap trimester kehamilan, agar ketika ada masalah bisa segera ditangani. Ada beberapa jenis tes darah kehamilan yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Apa saja jenis tes darah ini? Berikut uraiannya. 1. Tes Darah Lengkap Tes darah lengkap ibu hamil adalah pemeriksaan yang meliputi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), hemoglobin (Hb), dan keping darah (trombosit) beserta komponen pendukungnya yang perlu diperiksa menyeluruh. Pemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk mendeteksi kondisi yang seringkali dialami ibu hamil seperti anemia karena kurang darah. Selain itu, termasuk gangguan fungsi ginjal, liver, dan tanda infeksi yang perlu diketahui selama kehamilan. 2. Kadar Gula Darah Pemeriksaan kadar gula darah ibu hamil penting dilakukan untuk mencegah perkembangan penyakit diabetes. Pada saat sedang hamil, ibu hamil rentan mengalami risiko terserang berbagai penyakit yang cukup berbahaya. Terlebih saat kehamilan, nafsu makan ibu hamil akan meningkat tidak terkecuali konsumsi makanan manis. Oleh karena itu, tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil agar tidak memicu diabetes. 3. Golongan Darah Tes golongan darah bertujuan untuk mengetahui golongan darah ibu hamil seperti darah A, B, AB, atau O. Pemeriksaan ini hanya dilakukan satu kali saja. Jika suatu waktu membutuhkan pendonor, maka dapat diketahui golongan darahnya. Selain itu, pemeriksaan darah juga untuk melihat rhesus antibodi. Jika hasil pemeriksaan ditemukan kemungkinan rhesus, cukup berdampak pada janin. Contohnya ibu dengan rhesus negatif akan mengandung bayi rhesus positif. 4. Infeksi Menular Seksual Tes darah untuk mengetahui infeksi menular seksual pada ibu hamil yang berbahaya bagi janin. Umumnya, pemeriksaan darah ini untuk mendeteksi penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Sifilis, Klamidia, dan penyakit menular lainnya. Selain itu, tes darah juga dapat mengetahui penyakit gonore dan hepatitis C yang beresiko bagi ibu hamil. Jika terdeteksi penyakit ini, maka dokter akan segera melakukan penanganan agar bayi tidak mengalami masalah kesehatan. 5. Tes Darah Alfa Fetoprotein (AFP) Pemeriksaan darah ini bertujuan untuk mengukur tingkat protein yang dibuat oleh organ hati janin. Melalui tes darah, maka bisa mengetahui informasi tentang risiko kondisi genetik tertentu yang akan dialami oleh bayi saat lahir. Jika tingkat AFP tidak normal, maka bisa menjadi tanda dari beberapa kondisi, seperti down syndrome, masalah kromosom, cacat tabung saraf atau spina bifida, dan lainnya. Pemerisana ini bisa dilakukan pada 15-20 minggu usia kehamilan. 6. Tes Hemoglobin Pemeriksaan darah ibu hamil bermanfaat untuk mengetahui tekanan darah. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil, konfiks dimana meningkatnya volume darah dalam tubuh ibu hamil. Oleh karena itu, perlu adanya tes hemoglobin untuk mengetahui ibu hamil memiliki masalah anemia. Anemia tidak hanya membuat cepat lelah, tetapi berisiko mengalami pendarahan saat hamil atau kelahiran karena kekurangan zat besi. 7. Tes TORCH Tes TORCH adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksinya adanya toxoplasmosis, herpes simpleks, rubella cytomegalovirus dan HIV pada ibu hamil. Kondisi ini bisa diketahui melalui tes darah yang dilakukan di laboratorium. Pemeriksaan tes darah... - Published: 2023-09-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/macam-macam-cedera/ - Kategori: Penyakit, Sport Clinic - Tag: cedera, macam macam cedera, penanganan cedera - Translation Priorities: Optional Tidak hanya satu, ada macam macam cedera dengan penyebab berbeda-beda yang menimbulkan rasa kurang nyaman. Oleh karenanya, ketahui apa saja jenis cedera, penyebab, serta cara penanganannya dengan benar. Hal itu bertujuan agar kegiatan sehari-hari tidak sampai terganggu akibat rasa sakit yang muncul. Terlebih tubuh cedera bisa mengalami komplikasi jika tidak mendapatkan penanganan dengan benar. Sekilas Tentang Cedera Sesuai namanya, cedera merupakan gangguan kesehatan yang muncul selama atau setelah tubuh melakukan aktivitas berat. Cedera sangat rawan dialami oleh olahragawan, atlet, dan pekerja berat seperti halnya kuli panggung ataupun tukang bangunan. Penanganan cedera harus sesuai dengan kondisi serta penyebab cedera itu sendiri. Penyebabnya bisa karena terkilir, tubuh menanggung beban terlalu besar, konsentrasi olahraga di atas kemampuan tubuh, atau mengalami kecelakaan. Menghindari berbagai penyebabnya merupakan keharusan agar tubuh tetap dalam kondisi normal dan mendukung untuk menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa harus menanggung rasa sakit berlebihan. Macam-Macam Cedera Tubuh manusia tersusun atas tulang, otot, dan jaringan lain yang saling terikat. Saat mengalami guncangan atau rangsangan dengan intensitas tinggi secara tiba-tiba, biasanya akan timbul cedera. Jenis-jenis cedera yang umum muncul ada banyak, tergantung dari pemicunya. Penasaran dengan apa saja itu? Penjelasan lengkapnya ada di bawah ini: 1. Strain Penyebab kemunculan strain adalah terjadinya tarikan atau regangan yang berlebihan pada otot dan tendon, yaitu sebuah jaringan yang menghubungkan antara otot dengan tulang. Lokasi paling umum muncul strain yaitu pergelangan kaki, lutut, dan punggung. 2. Sprain Terkilir / Keseleo Memaksakan diri untuk melakukan sesuatu dapat memicu sprain. Sprain sendiri merupakan cedera yang terjadi ketika persendian bergerak melebihi batas normalnya. Bagian tubuh yang paling sering mengalami sprain berupa pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan lutut. 3. Patah Tulang Cedera patah tulang merupakan kondisi dimana kesinambungan tulang rusak akibat benturan keras. Patah tulang paling sering terjadi setelah kecelakaan, jatuh dari ketinggian, dan tertindih benda berat. 4. Cedera Bahu Pada kebanyakan kasus, cedera bahu sering sekali dialami oleh para olahragawan, seperti petenis, pemain golf, perenang, pemain bisbol, dan lainnya. Penyebabnya terjadinya yakni karena munculnya beban serta gerakan yang intens di area bahu. 5. Dislokasi dan Subluksasi Sesuai namanya, kondisi ini terjadi saat tulang di sendi mengalami pergeseran atau keluar dari posisi normalnya, misalnya akibat kecelakaan atau terjatuh. 6. Cedera Siku Siku menjadi anggota tubuh yang sering manusia gunakan untuk beraktivitas baik ringan maupun berat. Paling umum, cedera siku paling sering terjadi pada olahragawan yang gerakannya bertumpu pada siku. 7. Cedera Pinggang Cedera pinggang bisa saja muncul karena insiden saat olahraga atau kecelakaan. Cabang olahraga dengan risiko cedera pinggang paling tinggi misalnya saja bersepeda, golf, dan angkat beban. 8. Cedera Lutut Meski fungsi pentingnya tidak begitu manusia sadari, akan tetapi lutut merupakan anggota tubuh yang cukup sering mengalami cedera. Sebab bagian tersebut sering menjadi tumpuan berat badan, sehingga saat mendapatkan rangsangan terlalu intens, bagian ini akan mengalami tekanan. 9. Cedera Paha Mungkin banyak yang mengira paha tidak bisa cedera. Pada dasarnya, paha bisa saja cedera saat otot hamstring mendapatkan tekanan karena beberapa aktivitas lari, mulai dari sprint, basket, dan sepakbola. 10. Cedera Pergelangan Kaki Ada beberapa jenis cedera pergelangan kaki, mulai dari sprain, dislokasi, robekan tendon, hingga patah tulang. Seluruhnya perlu mendapatkan penanganan tepat untuk menghindari gejala lebih parah. 11. Cedera betis Seringkali, cedera betis melibatkan tendon dan otot. Salah satu penyebab kemunculannya paling umum adalah terjadinya peregangan dan kontraksi yang berlebihan pada otot sehingga mengakibatkan robekan. Pencegahan Cedera Daripada harus merasakan sakit yang berpotensi mengalami komplikasi, ada baiknya untuk melakukan tindak pencegahan sejak dini. Caranya tidak rumit, yaitu seperti di bawah ini: 1. Menggunakan Perlengkapan dan Pelindung Memadai Baik saat berkendara atau berolahraga, sebaiknya gunakan perlengkapan keamanan berstandar SNI. Jangan asal memilih produk karena takutnya ketika terkena sedikit benturan malah rusak dan tingkat pengamanannya menjadi rendah. 2. Gunakan Teknik Olahraga yang Tepat Bagi para olahragawan pemula, usahakan untuk menggunakan jasa mentor berpengalaman. Pada dasarnya, setiap jenis olahraga memiliki gerakan tersendiri yang tingkat kesulitannya berbeda-beda. 4. Jangan Berlebihan Menjalankan olahraga memang baik untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, akan tetapi tetap harus Anda lakukan sesuai kemampuan tubuh. Terlalu memaksakan diri akan memberikan efek buruk berkepanjangan. 5. Lakukan Pendinginan Selain pemanasan, dalam olahraga juga penting melakukan pendinginan. Tujuannya adalah agar otot lebih rileks dan tidak tegang. Dengan begitu Anda tidak akan mudah mengalami cedera ringan ataupun berat. 6. Lanjutkan Aktivitas Secara Perlahan Bagi yang pernah mengalami cedera, jangan langsung menjalankan aktifitas-aktifitas berat termasuk olahraga secara intens. Coba konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter agar mendapatkan saran paling tepat. Cara Dokter Mendiagnosa Pertama-tama, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai apa yang pasien alami sebelumnya serta riwayat kesehatannya. Langkah berikutnya adalah memeriksa dengan memanfaatkan berbagai perlengkapan berteknologi tinggi seperti: USG musculoskeletal Foto rontgen CT Scan 256 slices untuk mendapatkan gambar dengan tampilan lebih detail dan jelas MRI 1,5 T dengan 8 channel untuk membantu mempermudah diagnosis pasien Penanganan Cedera Ada dua cara penanganan cedera yang dokter sesuai dengan tingkat keparahan kondisi pasien yaitu dengan operasi atau tanpa operasi. Penanganan... - Published: 2023-09-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/gerakan-senam-jantung-sehat/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: gerakan senam jantung sehat, kesehatan jantung, tips kesehatan - Translation Priorities: Optional Melakukan senam jantung sehat sangat bermanfaat untuk membantu mengoptimalkan kinerja jantung. Hasilnya, penyakit-penyakit berbahaya seperti halnya jantung koroner, gagal jantung, serangan jantung, dapat terhindarkan. Ada berbagai gerakan senam yang bisa kamu pilih sesuai kesanggupan. Jadi tidak ada alasan lagi karena tubuh lemah akhirnya tidak melakukan olahraga. Pada dasarnya, olahraga merupakan kegiatan yang menyenangkan serta meningkatkan sistem imun tubuh. Sebenarnya Apa Itu Senam Jantung Sehat dan Manfaat Baiknya? Sesuai namanya, senam jantung sehat merupakan olahraga yang gerakannya untuk membuat jantung lebih sehat dan kuat. Fokus utamanya berada di otot besar dan sendi sehingga oksigen masuk ke dalam tubuh dengan baik. Dalam sebuah penelitian, senam jantung sehat merupakan tindak penangan non farmakologis. Artinya kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan jantung tanpa perlu mengonsumsi obat-obatan kimia. Melakukan senam jantung secara teratur memberikan berbagai dampak positif, termasuk salah satunya menurunkan tekanan darah. Seperti yang kita tahu, tekanan darah tinggi dapat memicu munculnya pembengkakan pada jantung. Oleh karenanya perlu menghindarinya supaya kesehatan jantung tetap terjaga. Ragam Gerakan Senam Jantung Sehat dan Cara Melakukannya Di masyarakat, penyakit jantung masuk ke dalam daftar penyakit yang banyak menyebabkan kematian. Jenis penyakitnya mulai dari serangan jantung, jantung koroner, henti jantung, dan gagal jantung. Mengingat pentingnya peran jantung, perlu menjaga kesehatannya dengan melakukan senam jantung sehat. Berikut gerakan sederhana yang mudah kamu praktekkan di rumah: 1. Gerakan Jalan di Tempat Tidak sedikit orang menyebut gerakan jalan di tempat ini dengan high knee karena saat mempraktekkan gerakannya, seseorang harus mengangkat kaki setinggi pinggang. Agar lebih mudah dan meminimalisir terjadinya cedera, coba perhatikan ulasan berikut: Berdiri tegak, kemudian rapatkan kaki dan letakan lengan tangan di samping kanan dan kiri. Angkat satu lutut ke arah dada, pada gerakan ini angkat juga tangan ke depan dada, lakukan juga pada anggota badan sebelah kiri, namun secara bergantian. Posisikan kaki seperti permulaan gerakan. Untuk memperoleh hasil bagus, lakukan gerakan jalan di tempat sebanyak 8-10 kali (1 set) dan ulangi sebanyak 2 set. 2. Gerakan lateral shuffle Manfaat utama ketika teratur melakukan gerakan lateral shuffle adalah meningkatkan detak jantung. Cara mempraktekkannya tidak sulit, bagi yang ingin tahu bagaimana penerapannya, langsung saja simak pembahasan berikut: Ambil posisi berdiri dengan kaki terbuka, kira-kira selebar pinggul. Lanjutkan dengan mencondongkan tubuh sedikit ke depan sambil mengangkat kedua tangan ke depan dada. Angkat kaki kanan ke sebelah kanan lalu rapatkan. Pindah gerakan kaki ke arah sebaliknya dengan gerakan yang masih sama. Lakukan gerakan sebanyak 1 set atau sekitar 8-10 kali. 3. Gerakan Standing Oblique Crunch Kabar baik untuk pemula yang masih ingin mengetahui kekuatan tubuh, bisa memilih gerakan standing oblique crunch. cukup mudah dilakukan. Manfaatnya adalah meningkatkan denyut jantung karena dapat mengoptimalkan kinerja otot inti di sisi tubuh. Buka kaki selebar bahu, lanjutkan dengan meletakkan tangan di belakang kepala. Angkat kaki dengan arah lutut menyamping. Usahakan mendekatkan lutut dengan siku. Silakan kembali ke posisi awal dan lakukan gerakannya secara bergantian antara bagian kanan dan kiri. 4. Gerakan Butt Kicks Mudahnya, gerakan butt kicks merupakan kebalikan dari gerakan jalan di tempat (high knee). Sebab gerakannya dilakukan dengan menekuk kaki ke belakang. Cara penerapannya sebagai berikut: Rapatkan kaki, lalu letakkan lengan tangan di samping tubuh. Tekuk satu lutut ke belakang sampai mendekati bokong. Pada saat melakukannya pastikan sambil mengangkat kedua tangan di depan dada. Posisikan telapak tangan terbuka dan saling menempel. Lakukan gerakan yang sama dengan berganti kaki secara berulang. 5. Gerakan Rotational Jacks Apabila mengalami detak jantung tidak beraturan dan kekuatan jantung melemah, melakukan gerakan rotation jacks merupakan pilihan terbaik. Pasalnya gerakan tersebut dapat memperbaiki detak jantung dan meningkatkan kekuatannya. Ambil posisi berdiri dengan kaki merenggang dan tangan ke samping. Letakkan satu tangan ke bawah, kira-kira hampir menyentuh lantai. Lakukan gerakan tersebut dengan membungkukan badan ke depan. Kembalilah ke posisi semula dan melompat sekuatnya. Ulangi gerakan yang sama setidaknya dua set. 6. Gerakan Speed Skaters Sesuai namanya, gerakan speed skaters merupakan olahraga yang meniru gerakan ketika seseorang berada di atas skater. Langkah penerapannya cukup simpel, begini penjelasannya: Buka kaki selebar bahu. Ambil salah satu kaki, lalu silangkan ke belakang sambil mengayunkan satu tangan ke depan dada. Lakukan gerakannya dengan menyilangkan posisi kaki dan tangan, maksudnya ketika mengayunkan kaki kiri, maka yang diangkat adalah tangan kanan. Jenis-Jenis Penyakit Jantung Membahas penyakit jantung, ada banyak sekali jenisnya yang hampir seluruhnya mampu memberikan pengaruh buruk pada kinerja tubuh. Langsung saja, berikut beberapa penyakit jantung paling sering menyerang manusia: Jantung koroner merupakan penyakit yang menyerang pembuluh darah arteri yang mengalami penyumbatan karena plak atau zat kimia dari makanan dan minuman. Penyakit jantung bawaan yaitu kelainan jantung yang sudah ada sejak lahir Gangguan irama jantung (aritmia) Infeksi di perikardium (perikarditis) dan bagian dalam jantung (endokarditis) yang biasanya terjadi karena bakteri, virus, dan parasit Gangguan otot jantung (kardiomiopati) Penyakit katup jantung Penyebab dan Gejala Penyakit Jantung Masing-masing penyakit jantung akan memunculkan gejala yang berbeda. Mewaspadainya serta melakukan pengecekan kesehatan secara berkala adalah langkah jitu mencegah kondisi tubuh semakin... - Published: 2023-09-19 - Modified: 2023-09-19 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tfu-berdasarkan-usia-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: fundus uteri, TFU, usia kehamilan Sebagian bunda mungkin masih asing apa itu TFU. Selain pengertian, Anda juga perlu mengetahui cara menghitung TFU berdasarkan usia kehamilan. Ada cara khusus untuk menghitungnya untuk mengetahui bagaimana perkembangan janin. TFU sendiri merupakan singkatan dari sebuah kalimat. Ingin tahu pengertiannya? Jangan lewatkan pembahasan pada artikel ini sampai selesai. Sekilas Mengenai TFU Berdasarkan Usia Kehamilan Bagi yang belum tahu, TFU atau fundus uteri merupakan puncak tertinggi rahim. Sementara itu, tinggi TFU adalah jarak antara tulang kemaluan sampai perut atas yang penghitungannya secara vertikal, baik dari atas ke bawah atau bawah ke atas. Kabarnya, salah satu manfaat mengetahui panjang TFU adalah bisa memprediksi berapa usia kehamilan. Pasalnya, ukuran fundus normal umumnya sesuai dengan usia kehamilan, bahkan kabarnya perbedaannya tidak begitu jauh. Manfaat lain dari pengukuran fundus uteri adalah mempermudah mengetahui perkembangan janin, memperkirakan ukuran tubuh bayi, dan melihat perkembangan posisi janin. Dengan begitu, ketika bayi tidak mengalami pergerakan atau pertumbuhannya terhambat, maka dokter bisa secepat mungkin mengambil tindakan. Kemungkinan janin dapat terselamatkan jauh lebih besar. Cara Mengukur TFU Berdsarkan Usia Kehamilan Pengukuran TFU kabarnya dapat mengganti peran dari USG dalam hal deteksi JTL (Janin Tumbuh Lambat). Berdasarkan peran pentingnya, mengetahui bagaimana cara untuk mengukur TFU merupakan hal penting. Penjelasannya sebagai berikut: 1. Menggunakan Caliper Metode pengukuran TFU pertama adalah menggunakan Caliper. Pengukurannya membutuhkan alat pendukung berupa jangka lengkung (Caliper). Cara penggunaan alat ukurnya yaitu dengan meletakkan salah satu ujung Caliper tepat pada organ kewanitaan. Selanjutnya, ujung lainnya silahkan letakkan di fundus. Bagi yang ingin mengukur TFU menggunakan caplier sebaiknya berhati-hati karena kabarnya dapat menyebabkan infeksi. Di dunia medis, pengukuran menggunakan alat ini termasuk jarang dokter lakukan. 2. Menggunakan Pita Ukur Pada tahun 1906 - 1910, Mc. Donald mulai mengenalkan pita ukur untuk mengukur fundus. Menariknya, teknik pengukuran ini direkomendasikan oleh The American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dan The Public Health Service Expert Panel. Praktik penggunaan pita ukur dapat bunda lakukan sendiri dengan bantuan suami atau langsung meminta bantuan tenaga medis. Jika ingin melakukan sendiri, coba perhatikan bagaimana penerapannya. Ambil posisi berbaring telentang di tempat datar. Ambil pita pengukur, kemudian letakkan pita pengukurnya tepat pada tulang kemaluan. Lanjutkan dengan menarik pita pengukur sampai ke rahim bagian atas. Angka yang terdapat pada rahim bagian atas merupakan tinggi fundus. 3. Menggunakan Metode Jari Selain metode di atas, ada satu lagi metode yang tidak kalah simpel yaitu pengukuran menggunakan jari. Menariknya, metode satu ini dapat membantu para buinda mengetahui usia kehamilan. Capai bagian atas rahim menggunakan tangan. Proses berikutnya adalah menghitung berapa lebar rahim yang berada di bawah atau atas pusar. Apabila lebarnya ada dua jari, perkiraan usia janin sekitar satu bulan. Beberapa orang masih banyak yang bingung mengenai bagaimana cara membaca hasil pengukuran TFU. Simak panduannya pada bagian berikut: Tinggi fundus uteri 24-25 cm di atas tulang kemaluan berarti usia kehamilan 22-28 minggu Tinggi fundus uteri 26,7 cm di atas tulang kemaluan berarti usia kehamilan 28 minggu Tinggi fundus uteri 29,5-30 cm di atas tulang kemaluan berarti usia kehamilan 30-32 minggu Tinggi fundus uteri 31 cm di atas tulang kemaluan berarti usia kehamilan 34 minggu Tinggi fundus uteri 32 cm di atas tulang kemaluan berarti usia kehamilan 36 minggu Tinggi fundus uteri 33 cm di atas tulang kemaluan berarti usia kehamilan 38 minggu Tinggi fundus uteri 37,7 cm di atas tulang kemaluan berarti usia kehamilan 40 minggu Penyebab TFU Terlalu Besar Tinggi TFU terlalu besar jika panjangnya di atas batas minimal 3 cm dari ukuran standar. Agar ukuran TFU normal, maka hindari penyebab-penyebab di bawah ini: Usia kandungan melebihi HPL (Hari Perkiraan Lahir) Otot perut lebih kendur daripada wanita pada umumnya. Penyebab tersebut muncul ketika seorang wanita sudah pernah hamil Hamil anak kembar Cairan ketuban terlalu banyak (polihidramnion) Obesitas atau kelebihan berat badan Panggul berukuran kecil. Bayi berada dalam posisi sungsang Ukuran bayi jauh lebih besar daripada ukuran rata-rata (makrosomia) Bayi dalam keadaan sehat, tetapi ukurannya memang sedikit lebih besar Penyebab TFU Terlalu Kecil Berbanding terbalik dengan sebelumnya, ukuran TFU terlalu kecil jika berada di bawah 3 cm. Jangan panik atau khawatir berlebihan, cukup hindari penyebab-penyebab kemunculannya seperti di bawah ini: Usia kandungan lebih muda daripada perkiraan tenaga medis Otot perut yang masih kencang Postur tubuh kecil Cairan ketuban terlalu sedikit (oligohidramnion) Pertumbuhan janin terhambat (intrauterine growth restriction). Posisi bayi sudah turun ke arah panggul (pelvis) Bayi dalam keadaan sehat tetapi berukuran agak kecil Cara Menangani TFU Berdasarkan Usia Kehamilan yang Terlalu Besar atau Kecil TFU yang terlalu besar atau kecil akan memberi dampak kurang baik apabila Anda biarkan tanpa adanya penanganan sama sekali. Penanganannya sendiri tidak sulit sesulit yang dibayangkan, coba perhatikan penjelasan pada poin berikut: 1. Penanganan TFU yang Besar Apabila kondisi fundus terlalu besar akibat air ketuban yang banyak, maka cara pengobatannya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengurangi produksi urine janin dan jumlah air ketuban. Penanganan selanjutnya jika masalahnya pada ukuran bayi,... - Published: 2023-09-19 - Modified: 2023-09-19 - URL: https://primayahospital.com/anak/disleksia-pada-anak/ - Kategori: Anak - Tag: Anak disleksia, disleksia pada anak, Gejala anak disleksia Disleksia pada anak merupakan gangguan proses belajar dengan ciri anak kesulitan menulis dan membaca. Kondisi ini dapat anak alami dengan gangguan kelainan saraf pada otak sehingga anak bisa kesulitan dalam belajar. Meski kondisi ini membuat anak kesulitan belajar, terapi disleksia tidak akan mempengaruhi tingkat kecerdasan si kecil asalkan bisa dikelola dan ditangani dengan baik. Misalnya dengan meningkatkan keterampilan membaca dan menulis sejak dini. Lalu, apa penyebab anak mengalami disleksia? Seperti apa ciri-ciri atau gejala anak dengan disleksia? Apakah kondisi ini berisiko bagi tumbuh kembang anak? Yuk, ketahui juga cara penanganan si kecil dnegan disleksia melalui penjelasan di bawah ini! Apa itu Disleksia pada Anak? Disleksia bukan penyakit berbahaya, melainkan hanya gangguan belajar pada anak sehingga menyebabkan kesulitan membaca. Anak kesulitan dalam mengidentifikasi suatu ucapan dan mempelajari hal yang berkaitan dengan huruf dan kata. Disleksia pada anak adalah gangguan belajar yang mengakibatkan anak kurang memahami kosakata, kalimat, membaca, dan memahami bahan bacaan. Anak dengan disleksia biasanya kesulitan mencocokan huruf dengan urutan benar. Contohnya pada saat membaca, indra mata akan mengirim sinyal dari huruf atau gambar bacaan yang mereka lihat dan dengar ke sistem saraf pusat atau otak. Kemudian, otak akan menghubungkan huruf dan gambar dalam urutan benar. Namun, pada si k dengan disleksia akan mengalami kesulitan untuk membaca huruf atau gambar yang benar. Oleh karena itu, anak akan kesulitan dalam mempelajari hal selanjutnya yang berkaitan dengan tulisan, kosakata, dan bacaan. Jenis Disleksia yang Perlu Diketahui Ada beberapa jenis disleksia yang dapat menjangkiti seorang anak. Hal ini penting untuk diketahui sehingga dapat memudahkan dalam cara menanganinya. Berikut jenis disleksia yang ditemukan pada anak, di antaranya sebagai berikut: 1. Phonological Dyslexia Jenis disleksia ini berkaitan dengan kesulitan dalam kesadaran fonemik pada anak, yaitu kemampuan mengenal huruf dalam satu kata. Anak kesulitan memecah kata menjadi suku kata dan menghubungkan kata dengan suara yang tepat. 2. Rapid Naming Dyslexia Jenis disleksia yang menggambarkan kondisi ketidakmampuan untuk menyebutkan huruf atau angka dengan cepat. Anak membutuhkan waktu lama memproses informasi sehingga saat membaca lebih lambat dibanding kondisi normal. 3. Surface Dyslexia Jenis disleksia yang berkaitan dengan ketidakmampuan membaca kata yang dieja secara berbeda dengan pengucapannya. Anak akan sulit untuk memahami kaya setelah melihatnya, kondisi ini dikenal juga sebagai kondisi disleksia visual. 4. Double Deficit Dyslexia Jenis disleksia yang berasal dari kombinasi phonological dyslexia dan rapid naming dyslexia. Anak yang menderita double deficit dyslexia cenderung mengalami gejala atau tanda-tanda yang berkaitan erat dengan kedua kondisi tersebut. Tanda dan Gejala Disleksia Gangguan belajar baca tulis akan sulit mengetahui tanda dan gejalanya jika anak belum mulai sekolah. Gangguan ini bisa mengetahuinya pada saat anak mulai belajar membaca dan menulis, ada beberapa tanda yang terjadi pada anak disleksia. Anak disleksia kemungkinan akan berulang kali menemukan angka dan huruf terbalik atau kata dengan urutan yang tidak benar. Meskipun kondisi ini juga bisa ditemukan pada anak normal yang melakukan kesalahan penulisan huruf. Berikut ada beberapa tanda dan gejala disleksia yang bisa para orang tua identifikasi setelah anak mulai sekolah atau belajar menulis dan membaca, antara lain: Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad Perkembangan bicara lambat dibanding anak seusianya Sering menulis terbalik. Misalkan 'pit' menjadi 'tip' Sulit membedakan huruf. Misalkan 'b' dengan 'd' Kesulitan mengenali ritme dalam sebuah kalimat Selain itu, si kecil dengan disleksia juga kerap mengalami kesulitan dalam sejumlah aktivitas terutama saat mulai sekolah, cenderung mengalami kesulitan mengikuti pelajaran. Adapun ciri-ciri disleksia yang umum terjadi sebagai berikut: Kesulitan mengeja, membaca, dan menulis Sulit memproses dan memahami apa yang didengar Kesulitan mengingat huruf, angka, dan warna Kesukaan mengucapkan kata yang tidak umum Sulit memahami tata bahasa dan imbuhan pada kata Penyebab Anak Mengalami Disleksia Penyebab utama disleksia pada anak adalah faktor genetika. Seorang anak kemungkinan menderita disleksia yang diturunkan dari orang tua, saudara, atau keluarga kainnya. Kondisi ini umum terjadi karena ada cacat pada gen DCD2. Seseorang yang mengalami disleksia menyebabkan disfungsi otak pada bagian pengelolaan bahasa, bahasa yang berguna untuk memahami bahasa dengan baik. Penderitanya menjadi lebih lambat dan sulit untuk memahami bahasa. Meskipun demikian, kemampuan pengelolaan bahasa akan membaik ketika anak tumbuh dewasa. Pengidapnya mungkin tidak akan pernah menjadi pembaca yang baik, tetapi otak bisa melakukan itu meskipun tidak lancar. Pengidap disleksia memiliki kemampuan berkembang dan menangkap gambar ataupun sura. Hanya saja, kecepatan merespon mereka lebih lambat daripada dengan anak normal. Lalu, bagaimana cara mengatasi dan penanganan disleksia? Cara Mengatasi Anak Disleksia Ada beberapa cara untuk menangani masalah disleksia, salah satunya adalah dengan meningkatkan kemampuan baca tulis. Hal ini bisa membantu dalam memperbaiki kondisi disleksia yang si kecil alami sejak dini. Saat ini memang belum ada cara menyembuhkan disleksia. Namun, ada berbagai upaya yang bisa lakukan untuk meningkatkan kemampuan baca tulis si kecil dengan disleksia, yaitu: Menggunakan metode tonik yang dapat mendorong penderita fokus meningkatkan kemampuan mengidentifikasi dan memproses suara Melakukan latihan membaca dan menulis di rumah untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan suara pada anak disleksia secara rutin Bekerja sama... - Published: 2023-09-19 - Modified: 2023-09-19 - URL: https://primayahospital.com/anak/warna-pup-anak-hijau/ - Kategori: Anak - Tag: BAB, kesehatan pencernaan, warna pup anak hijau Mengapa warna pup anak hijau? Apakah kondisi ini normal? Warna pup atau BAB bisa menjadi tanda kondisi kesehatan seseorang termasuk anak-anak. Ketika Anda mendapati anak BAB berwarna hijau tidak perlu panik, walaupun biasanya pup si kecil memiliki warna coklat. Perubahan warna dan tekstur pup pada anak biasanya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi dan dari faktor kesehatan. Lantas, apa penyebab pup warna hijau? Bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut? Apa saja yang harus diperhatikan ketika Anak memiliki pup berwarna hijau? Berikut penjelasannya. Memahami Pup Anak Berwarna Hijau Pada saat bayi baru berusia beberapa hari, pup mereka biasanya akan berubah dari warna hitam pekat menjadi kuning kecoklatan. Seiring bertambahnya usia, warna pup pun kembali berubah hal ini dampak dari pola makan berubah. Umumnya anak yang konsumsi susu formula dengan kandungan zat besi akan mengeluarkan pup berwarna hijau gelap. Warna hijau berasal dari empedu yang dihasilkan di hati dan disimpan di kantung empedu. Empedu tersebut berfungsi untuk membantu tubuh mencerna lemak yang kita konsumsi. Warna empedu dan waktu transit feses di saluran pencernaan mempengaruhi warna feses. Pup anak warna hijau bisa juga karena konsumsi sejumlah besar sayuran daun hijau. Selain dari makanan, ada beberapa penyebab lain pup warna hijau. Berikut informasinya. Penyebab Warna Pup Anak Hijau Anak mengeluarkan pup warna hijau umumnya normal terjadi, bisa karena faktor makanan. Namun, pup warna hijau pada anak kadang juga menandakan masalah kesehatan. Berikut beberapa penyebab pup anak berwarna hijau, yaitu: 1. Anak Mengalami Diare Diare pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, namun penyebab utamanya karena virus. Biasanya anak akan terus buang air besar dan tekstur pup encer warna kehijauan. Selain itu, mungkin ada keluhan sakit perut melilit. Diare merupakan salah satu penyebab anak pup berwarna hijau. Kondisi ini bisa disebabkan karena infeksi bakteri, seperti salmonella. Selain itu, parasit juga bisa menyebabkan diare yang menyebar ke usus yang telah terinfeksi. Kondisi warna pup anak hijau mungkin juga disertai dengan lendir yang sekilas tampak berkilau, yang bisa jadi disebabkan oleh bakteri atau virus. Oleh karena itu, kondisi ini bisa konsultasikan dengan dokter. Anak yang terkena giardiasis atau parasit sering mengalami diare dan tinja tampak berwarna kehijauan dan berminyak. Kondisi ini terjadi karena kebiasaan buruk anak dalam mencuci tangan, hal ini rentan anak terkena parasit. 2. Minum Susu Pertumbuhan Anak konsumsi susu formula atau suplemen untuk balita, biasanya warna pup berubah menjadi hijau. Hal ini disebabkan pada susu yang dikonsumsi anak terkandung zat besi tinggi sehingga pup anak menjadi berwarna hijau Pada masa pertumbuhan anak memang memerlukan zat besi untuk menjaga kesehatan serta fungsi tubuhnya bekerja optimal. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter jika ingin memberikan susu yang kaya zat besi. Zat besi bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi sel darah merah dan oksigen ke seluruh tubuh. Ada kalanya, dalam kondisi tertentu bayi membutuhkan tambahan asupan zat besi yang bisa menjadi penyebab pup berwarna hijau. 3. Asupan Makanan Perubahan warna hijau pada pup anak bisa dipengaruhi asupan makanan yang mengandung klorofil, yaitu zat yang membuat sayuran atau tanaman warna hijau. Saat anak konsumsi sayuran, maka bisa merubah pup jadi hijau. Jadi, makanan berwarna hijau seperti sayuran adalah salah satu dari penyebab warna pup anak hijau. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu panik khawatir jika setelah makan sayuran, pup anak berubah menjadi berwarna hijau. Selain itu, pup warna hijau juga disebabkan oleh pewarna makanan buatan. Jadi, tidak perlu heran ketika setelah makan makanan yang berwarna hijau, pup yang dikeluarkan berwarna hijau buka kecoklatan seperti kondisi normalnya. Penyebab pup berwarna hijau anak memang tidak banyak faktornya, tidak seperti pada bayi yang disebabkan oleh banyak hal seperti ASI, tumbuh gigi, bayi mengalami alergi, dan sebagainya sehingga perlu penanganan yang tepat. Cara Mengatasi Pup Anak Berwarna Hijau Perubahan warna pup hijau sebenarnya tidak perlu panik, terutama jika penyebabnya berkaitan dengan konsumsi sayuran. Namun, jika kondisinya berkaitan dengan masalah kesehatan, maka perlu tindakan untuk mengatasinya. Sementara itu, jika pup berwarna hijau disertai dengan diare, pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup agar anak tidak dehidrasi. Kemudian batasi konsumsi makanan atau minuman dengan kandungan zat besi tinggi. Agar kesehatan pencernaan anak terjaga, maka bisa memberikan jenis makanan yang mengandung serat setiap hari. Dengan konsumsi serta makan sembelit dan diare berkurang, sehingga warna pup kembali normal. Selain itu, orang tua juga bisa memberikan makanan dengan kandungan bakteri baik seperti yogurt atau keju. Kandungan bakteri baik pada makanan ini bermanfaat untuk sistem pencernaan agar kondisinya terjaga dengan baik. Jika kondisi pup anak berwarna hijau disebabkan oleh diare, maka bisa periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Dokter akan memberikan resep obat untuk menyembuhkan diare pada anak sesuai dosis. Waspadai Warna Pup Anak Selain Hijau Pada normalnya pup yang dikeluarkan oleh anak adalah berwarna coklat. Selain pup warna hijau, orang tua perlu mewaspadai anaknya jika pup berubah menjadi warna hitam. Hal ini bisa terjadi karena ada masalah kesehatan seperti pendarahan di lambung atau saluran pencernaan pada anak. Kemudian,... - Published: 2023-09-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/ciri-ispa-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: ciri ISPA pada anak, ispa, kesulitan bernafas - Translation Priorities: Optional Apakah buah hati Anda sering tiba-tiba mengalami sesak nafas? Bisa saja hal itu karena Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA). Ada perbedaan yang cukup terlihat antara ciri ISPA pada anak dengan masalah kesehatan pernafasan lain. Pernafasan yang tidak teratur tentu saja akan sangat mengganggu anak, bahkan bisa sampai membuat mereka kehilangan nafsu makan. Oleh karenanya, penanganan dengan tepat perlu orang tua lakukan untuk mencegah kemungkinan munculnya masalah kesehatan kronis lain yang lebih fatal. Sekilas Tentang ISPA pada Anak Membahas mengenai masalah kesehatan pernafasan pada anak, ISPA termasuk salah satunya. ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan) merupakan infeksi pernafasan akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan, terutama pernapasan bagian atas. Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan lansia sehingga para orang tua patut mewaspadai kemunculannya. Pemicu munculnya ISPA yaitu karena virus atau bakteri yang masuk ke saluran pernafasan. Orang yang terinfeksi kemudian akan menunjukkan beberapa gejala. Penanganan segera dapat menentukan kondisi penderita kedepannya. Gejala ISPA pada Anak ISPA adalah gangguan pernapasan yang sering menyerang anak-anak dan lansia. Penyakit ini bisa datang secara tiba-tiba. Anak yang terinfeksi virus atau bakteri penyebab ISPA, biasanya akan menunjukkan beberapa gejala, misalnya: Hidung mengeluarkan ingus dan terasa tersumbat Anak mengalami bersin dan pilek Sputum atau dahak keluar secara berlebihan Demam tinggi Nyeri kepala Mudah lelah sampai lemah dan malas beraktivitas Tenggorokan terasa sakit terutama saat menelan makanan Suara menjadi serak, terutama ketika anak mengalami laringitis ISPA akibat virus biasanya bertahan 1-2 minggu. Menariknya, tubuh anak akan melakukan penyembuhan sendiri, untuk itu para ibu tidak perlu terburu-buru panik. Siapa sangka, pilek merupakan salah satu penyakit ISPA yang paling umum anak-anak alami. Selain itu, masih ada jenis ISPA lainnya. Bagi yang penasaran, bisa menyimak pembahasan berikut: Laringitis Sinusitis Radang tenggorokan (faringitis) Epiglottitis Radang amandel (tonsillitis) Penyebab ISPA pada Anak Setiap penyakit yang muncul tentu saja ada penyebabnya, termasuk ISPA anak. Membahas penyebab ISPA, kemunculan penyakit ini dipicu oleh virus atau bakteri. Saat menginfeksi, bagian yang terserang adalah saluran pernapasan atas mulai dari hidung, tenggorokan, faring, laring, dan bronkus. ISPA bisa menular melalui droplet atau cairan air liur. Di samping itu, kontak langsung dan menggunakan alat suntik yang sama juga memungkinkan menjadi perantara penularannya. Lebih lanjutnya, ada beberapa jenis virus yang menyebabkan ISPA itu sendiri. Virus yang sering menyebabkan ISPA, diantaranya yaitu: Adenovirus Rhinovirus Virus coxsackie Virus Parainfluenza Human metapneumovirus Beralih ke penyebab kedua, bakteri juga merupakan pemicu munculnya ISPA pada anak-anak. Bakteri yang sering menyebabkan ISPA, diantaranya yaitu: Kelompok A beta-hemolytic streptococci Kelompok C beta-hemolytic streptococci Neisseria gonorrhoeae (gonore) Corynebacterium diphtheriae (diphtheria) Klamidia pneumoniae (klamidia) Mengapa Anak Bisa Terkena Virus atau Bakteri Penyebab ISPA? Virus dan bakteri cukup mudah menular dari satu orang ke orang lain. Pada umumnya, ada lima cara penularannya. Ingin tahu bagaimana itu? Begini penjelasan lengkapnya: Anak-anak melakukan kontak langsung dengan penderita ISPA. Virus serta bakteri penyebab ISPA terbang melalui udara dan terhirup oleh anak-anak karena orang yang menderita ISPA pada saat batuk ataupun bersin tidak menutup hidung. Si kecil berada di ruang tertutup yang berisi banyak orang dan salah satu atau beberapa di antaranya terinfeksi ISPA Saat orang yang terinfeksi virus menyentuh hidung dan mata anak. Infeksi dapat menular saat cairan yang terinfeksi bersentuhan dengan hidung dan mata. Udara lembab atau faktor cuaca, mempermudah penyebaran virus dan bakteri ISPA Sistem kekebalan tubuh yang sedang lemah, misalnya ketika kelelahan Perlu Anda ketahui, virus dan bakteri jauh lebih cepat berkembang biak saat musim hujan. Alasannya karena pada waktu tersebut udara sedang lembab dan mendukung pertumbuhan bakteri. Cara mengatasi ISPA pada Anak Meski tampak seperti penyakit kronik yang sulit sembuh, sebenarnya ISPA dapat sembuh sendiri dengan beberapa cara. Agar proses penyembuhannya lebih cepat, ibu perlu menjalankan terapi berikut: 1. Oleskan Pelembab Saat mengalami ISPA, sebaiknya ibu memberikan pelembab di area hidung terluar. Manfaatnya adalah untuk mencegah terjadinya iritasi. Mengapa begitu? Sebab area hidung luar merupakan bagian yang cukup sensitif. Gunakan produk yang ramah untuk kulit si kecil baik berjenis pelembab atau petroleum jelly. Usahakan mengoleskannya setiap hari setelah anak selesai mandi dan saat akan tidur di malam hari. 2. Cukup Tidur Tubuh yang kelelahan akan melemahkan sistem imun. Untuk memperkuatnya kembali, beri anak waktu tidur setidaknya 9-10 jam per harinya. Mengapa jauh lebih lama dari orang dewasa? Sebab, pada dasarnya anak-anak membutuhkan jam istirahat lebih lama. Agar selama istirahat lebih nyaman, usahakan memasang pelembab udara atau humidifier. Produk tersebut bisa Anda beli di marketplace atau toko penyedia terdekat. Pilih juga aroma menyegarkan, misalnya daunt mint atau eucalyptus. 3. Menggunakan Semprotan Pelega Pernapasan Saat terkena ISPA, anak-anak biasanya akan merasakan sesak nafas. Untuk sedikit melegakan pernafasannya, Anda bisa memberikan semprotan pelega pernapasan yang saat ini sudah tersedia di apotek atau toko online. Salah satu produk yang bermanfaat untuk melegakan tenggorokan adalah Dekongestan. Kabarnya, produk tersebut memiliki kandungan yang manjur membuat hidung lega dan nyaman untuk bernapas. 4. Memperbanyak Minum Air Putih Seseorang yang menderita ISPA biasanya rongga tenggorokannya mudah kering. Hal ini sebagai... - Published: 2023-09-19 - Modified: 2023-09-19 - URL: https://primayahospital.com/homecare/penggunaan-popok-lansia/ - Kategori: Homecare Penggunaan popok dewasa adalah pilihan terbaik untuk mengatasi masalah lansia yang sulit menahan buang air kecil atau sering disebut dengan istilah inkontinensia urine. Kondisi ini sering terjadi pada manula karena adanya perubahan struktural kandung kemih dan gangguan pada kontrol saraf akibat penuaan. Sehingga penggunaan popok lansia sangat diperlukan untuk mempermudah aktivitas mereka. Apalagi penggunaan popok bisa mempermudah caregiver dalam merawat lansia. Juga berguna untuk menjaga mental mereka dari rasa malu dan rendah diri karena sering mengompol. Namun, agar penggunaan popok pada lansia ini efektif, Anda perlu mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan dihindari. Layanan homecare Kavacare siap menjawab semua pertanyaan Anda seputar penggunaan popok lansia. Hubungi kami di nomor Whatsapp 0811-1446-777 untuk telekonsultasi dokter atau mendapatkan homecare untuk lansia oleh caregiver profesional. Kapan Lansia Perlu Menggunakan Popok? Ketika memasuki tahap lanjut usia, ada banyak orang tua yang mengalami kesulitan dalam mengontrol buang air kecil. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak hal seperti inkontinensia urine, obesitas, pembesaran prostat, atau akibat serangan stroke. Sehingga untuk kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup, mereka perlu untuk mengenakan popok. Bila bicara tentang kapan lansia perlu mengenakan popok dewasa, tentu ini mengacu dari seberapa seringnya mereka buang air kecil. Juga pada kondisi apakah mereka mampu mengontrol buang air kecil. Jika, lansia sudah kesulitan dalam mengontrol keinginan buang air kecil, berarti itulah waktunya untuk mengenakan popok. Namun lansia juga bisa mengenakan popok pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat bepergian ke tempat yang jauh. Hal ini karena seiring bertambahnya usia, lansia mungkin mengalami kesulitan untuk menahan urine terlalu lama. Sementara ketika sedang berada di luar rumah, akses untuk ke kamar mandi bisa sangat sulit. Oleh karena itu, penggunaan popok lansia dibutuhkan untuk mencegah mereka harus menahan kencing atau terpaksa mengompol. Selain itu, popok juga bisa dikenakan saat malam agar lansia bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak tanpa harus terganggu dengan ngompol atau pergi ke toilet. Hal Penting dalam Penggunaan Popok Lansia Sebelum mengenakan popok lansia pada orangtua Anda, sebaiknya Anda perlu memperhatikan lima hal berikut. Hal ini agar membuat orang tersayang nyaman mengenakan popok. Juga supaya penggunaan popok efektif dan tak membuat iritasi pada lansia. 1. Pilih Merek Sesuai Bahan dan Budget Ada banyak popok lansia yang beredar di pasaran dengan fungsi dan harga yang beragam. Oleh karena itu, saat akan membeli popok dewasa, Anda perlu memperhatikan kemampuannya dalam menyerap urine. Biasanya merek popok dewasa yang bahannya dapat menyerap urine dengan jangka waktu yang lama harganya mahal. Anda bisa memilih popok jenis ini jika ingin bepergian jauh. Namun, jika hanya untuk aktivitas sehari-hari di rumah, Anda bisa memilih popok yang memiliki daya tampung jangka pendek. Sehingga Anda bisa menghemat pengeluaran bulanan untuk pembelian popok. Tak hanya itu, perhatikan juga bahan dari popok dewasa. Sebaiknya pilih popok berbahan kain yang membuat sirkulasi udara pada popok lancar sehingga kulit lebih cepat kering. Penggunaan popok ini bisa mengurangi ruam di kulit lansia, tapi perlu harus sering ganti popok agar tak rembes. Namun jika dalam perjalanan jauh, Anda bisa memilih popok berbahan plastik atau mengandung gel. Meskipun kurang nyaman di kulit, popok berbahan ini lebih aman dari rembes akibat popok penuh. Selain itu, pastikan juga jika popok yang akan dikenakan oleh orang tersayang sudah lolos uji dermatologi. Sehingga aman untuk kulit lansia yang sensitif. 2. Pilih Ukuran Popok Lansia yang Sesuai Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya dalam memilih popok adalah ukurannya. Ukuran popok harus sesuai dengan tubuh lansia, tidak kekecilan ataupun kebesaran. Selain demi faktor kenyamanan, ukuran popok yang tepat dapat mengurangi risiko popok bocor. Untuk memilih popok dewasa yang sesuai ukuran, Anda bisa memeriksa apakah popok lansia pas di sekitar pinggang dan bagian kaki. Bila bagian kaki lansia lebih berisi atau kurus bila dibandingkan ukuran rata-rata, Anda perlu melakukan penyesuaian dengan melihat ukuran pinggang. Penyesuaian ini mungkin bisa membuat Anda kerepotan di awal. Namun, jika Anda telah menemukan ukuran yang tepat, penggunaan popok akan membantu perawatan lansia. Sebaiknya perhatikan juga perubahan berat badan lansia yang menggunakan popok. Bila semakin hari berat badannya bertambah, pertimbangkan lagi untuk mengganti popok ke ukuran yang lebih besar. Bisa saja popok yang kini mereka kenakan sudah terlalu ketat. Apalagi jika Anda melihat kerutan di kulit lansia akibat popok, segera ganti ukurannya. Pasalnya penggunaan popok yang ketat dalam jangka waktu yang lama bisa membuat iritasi dan merusak kulit. 3. Selalu Sediakan Stok Popok Ketika Anda memiliki lansia yang mengenakan popok, memiliki stok popok adalah sebuah kewajiban. Sebab, Anda tak bisa memperkirakan berapa kali mereka akan ganti popok dalam sehari. Tidak mungkin juga Anda memaksa mereka untuk memakai popok yang telah penuh. Sebab, popok bisa rembes dan membuat mereka tak nyaman, menyebabkan iritasi serta meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, bila sekiranya popok sudah hampir habis, ada baiknya Anda membeli yang baru untuk jaga-jaga. Jangan lupa juga untuk membawa popok baru saat bepergian. Sebab, popok dewasa tidak selalu tersedia di toko. Biasanya popok dewasa hanya ada di... - Published: 2023-09-19 - Modified: 2023-09-19 - URL: https://primayahospital.com/homecare/perawatan-untuk-pemulihan-tifus/ - Kategori: Homecare Tifus adalah infeksi bakteri yang menyerang organ pencernaan dan disertai dengan gejala demam tinggi. Umumnya, tifus dapat diatasi dengan baik dengan pemberian antibiotik. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat pemulihan tifus guna mempercepat penyembuhan, juga mencegah penularan ke orang lain. Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui perawatan untuk pemulihan tifus yang tepat. Meski diet tifus tidak ditujukan untuk mengobati atau mencegah tifus secara langsung, namun pola makan ini dapat sangat membantu meredakan gejala tertentu dari tifus. Untuk mendapatkan rekomendasi menu makanan sehat selama pemulihan tifus, atau mendapatkan layanan homecare untuk pasien tifus dari perawat medis profesional, Anda bisa menghubungi Kavacare di nomor 0811-1446-777. Apa Itu Tifus? Tifus atau demam tifoid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi (S. Typhi) yang biasanya ditularkan melalui konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi. Bakteri tersebut menginfeksi usus halus dan menyebabkan demam tinggi yang dapat berlangsung hingga berminggu-minggu jika tidak ditangani. Selain demam tinggi, biasanya tifus juga disertai dengan gejala lain, yang dapat meliputi: Sakit kepala Panas dingin Nyeri otot Mual Muntah Sakit perut Diare atau sembelit Kehilangan selera makan Tifus ini pun sudah menjadi masalah serius di banyak bagian dunia. Diperkirakan 11 hingga 21 juta orang di seluruh dunia terkena tifus setiap tahunnya. Serta telah menyebabkan lebih dari 215. 000 kematian secara global setiap tahun. Berapa Lama Tifus Sembuh Total? Pemulihan tifus hingga sembuh total rata-rata berlangsung 7 sampai 10 hari apabila diobati segera setelah gejala mulai muncul. Jika tidak diobati atau pengobatan dimulai kemudian, maka penyakit tersebut bisa bertahan 3 minggu atau lebih. Dan jika tifus berkembang menjadi lebih buruk dan penderita mengalami komplikasi, maka dibutuhkan waktu lebih lama dari itu untuk pulih sepenuhnya. Tifus mulai sembuh ditandai dengan adanya perbaikan keluhan. Dan untuk memastikan bahwa Anda telah sembuh sepenuhnya dari tifus, Anda perlu mengunjungi dokter kembali dan menjalani pemeriksaan serta melakukan tes darah jika diperlukan. 6 Langkah Perawatan Tifus untuk Meringankan Gejala Tifus bisa menjadi kondisi yang lebih serius dan ada risiko komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak diobati. Jadi, pastikan Anda mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin agar terhindar dari risiko terburuk dari penyakit tifus ini. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk meringankan keluhan tipes. Namun, jika yang disarankan di bawah ini belum membawa hasil, maka segera periksakan diri ke dokter. 1. Konsumsi Obat Hingga Tuntas Dokter biasanya akan meresepkan obat berupa antibiotik untuk mengatasi tifus. Antibiotik yang diberikan mungkin termasuk: Ciprofloxacin, levofloxacin atau ofloxacin Ceftriaxone, cefotaxime dan cefixime Azitromisin Karbapenem Pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai petunjuk dokter, bahkan jika Anda mulai merasa lebih baik. Hal ini dikarenakan Anda masih memiliki potensi menulari orang lain untuk waktu yang lama meskipun gejala telah hilang. Selain itu, minum antibiotik sesuai durasi yang ditentukan dokter juga memungkinkan kinerja obat yang lebih efektif dalam mengatasi infeksi secara tuntas. 2. Gunakan Kompres Hangat Saat mengalami demam, kompres bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Namun, yang benar kompres dingin atau hangat? Kompres dingin kurang efektif jika digunakan pada kondisi demam. Karena selain kurang nyaman, kompres dingin juga dapat merangsang produksi panas dan menghalangi pengeluaran panas tubuh. Sebaliknya, kompres hangat dapat membuka pori-pori pada tubuh, melebarkan pembuluh darah tepi, dan meningkatkan pembuangan panas. Dengan demikian, kompres hangatlah yang lebih tepat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh saat demam. Selain itu, penting juga untuk tidak hanya berfokus mengompres pada area dahi saja. Beberapa bagian tubuh lain seperti leher, ketiak, dan lipatan paha atau area selangkangan juga dianjurkan untuk dikompres saat demam. 3. Pilih Makanan yang Mudah Dicerna Saat mengalami tifus, Anda harus memilih makanan yang rendah serat daripada makanan berserat tinggi. Hal ini dikarenakan makanan berserat tinggi lebih sulit untuk dicerna sehingga dapat memperburuk masalah pencernaan yang disebabkan oleh tifus. Disamping makanan tinggi serat, makanan lain yang sulit dicerna dan juga perlu dihindari dapat meliputi makanan berlemak dan makanan pedas. 4. Minum Banyak Air Putih Tifus dapat menyebabkan penderitanya muntah dan diare, selain itu demam juga bisa membuat produksi keringat ikut meningkat. Gejala yang dialami tersebut bisa menyebabkan penderita kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, selama pemulihan tifus pastikan untuk minum banyak air putih. Air putih ini masih menjadi sumber cairan yang terbaik. Disamping dapat mengembalikan cairan tubuh yang hilang dan mencegah dehidrasi, juga akan membantu menghindari risiko gangguan kesehatan lain seperti peningkatan asam lambung, asupan gula berlebih, dsb. 5. Istirahat yang Cukup Ketika sakit, tubuh membutuhkan waktu untuk bekerja melawan infeksi bakteri yang sedang menginvasi tubuh. Proses itu pun dapat membuat tubuh terasa lemas dan lebih banyak mengantuk. Ketika ini terjadi, disarankan untuk tidak memaksakan diri dalam bekerja atau beraktivitas berat. Pastikan untuk menuruti keinginan tubuh untuk tidur atau beristirahat karena isitahan yang cukup saat demam dapat membantu sistem kekebalan bekerja lebih baik sehingga Anda bisa lebih cepat sembuh dari infeksi. 6. Menjaga Higienitas Selain menerapkan hal-hal diatas, Anda juga perlu menjaga kebersihan diri... - Published: 2023-09-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/sariawan-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Pencegahan sariawan, sariawan, sariawan pada anak - Translation Priorities: Optional Pada anak-anak, cukup rentan muncul sariawan yang berakibat pada menurunnya nafsu makan, bahkan pada beberapa kasus sampai memicu munculnya demam. Agar terhindar dari dampak tersebut, diketahui cara mengatasi sariawan pada anak sesuai anjuran ahli medis. Sariawan sendiri bisa muncul karena beberapa faktor, mulai dari cedera bagian area mulut, infeksi virus, dan lainnya. Sebagai orang tua sebaiknya terus memantau perkembangan kesehatan buah hatinya. Mengenal Apa Itu Sariawan Dalam istilah medis, sariawan juga memiliki nama lain yaitu stomatitis aphtosa. Lalu apa itu sariawan? Gangguan kesehatan ini merupakan luka atau peradangan yang terjadi di mulut, termasuk pipi bagian dalam, lidah, gusi, langit-langit mulut, dan lidah. Sariawan sering menimbulkan rasa ngilu dan tidak nyaman pada penderitanya. Perlu bunda ingat, antara sariawan dan herpes oral berbeda meski dari segi gejala hampir sama. Sariawan sering muncul di dalam mulut dan biasanya tidak menular. Sementara itu, herpes oral muncul di permukaan bibir dan sangat mudah menular. Sebaiknya ketahui perbedaan gejalanya agar bisa melakukan tindak penanganan paling tepat ketika muncul salah satu dari kedua penyakit tersebut terutama pada anak. Gejala yang Muncul pada Anak Sariawan Setelah terinfeksi virus, bakteri, atau area dalam mulut tergigit, sariawan tidak akan langsung muncul. Ada tahap perkembangan yang biasanya beriringan dengan beberapa gejala di bawah ini: Lidah terasa seperti terbakar Mulut dan lidah terlihat kemerahan Saat menelan, tenggorokan akan terasa sakit Bagian dalam mulut terasa tidak nyaman, misalnya terasa panas Terdapat luka berwarna putih yang muncul di area lidah Terjadi pendarahan ringan saat ada bagian mulut yang tergores Penyebab Sariawan Anak Ada beberapa penyebab sariawan yang umum menyerang manusia. Paling utama, sariawan muncul karena keberadaan jamur Candida albicans. Selain itu, masih ada penyebab lain yang perlu bunda waspadai. Berikut pembahasannya: 1. Cedera Mulut Biasanya terjadi setelah tergigit atau tergores bulu sikat gigi, lama-kelamaan area goresan tersebut muncul peradangan. 2. Sensitivitas Makanan Ada kalanya anak terserang sariawan karena sensitif terhadap beberapa jenis makanan biasanya adalah makanan yang sangat asam seperti cokelat, kopi, dan buah jeruk yang mengiritasi selaput lendir sensitif di mulut anak. 3. Penyakit Autoimun Ketika anak mengalami sariawan berulang munculnya tanpa penyebab pasti, kemungkinan ada masalah autoimun. Di masyarakat, ada banyak anak dengan penyakit celiac dan radang usus yang sering sariawan. Pada penderita autoimun, kemunculan sariawan biasanya bersamaan dengan hadirnya gejala lain. 4. Infeksi Virus Hand, foot, and mouth disease atau penyakit tangan, kaki, dan mulut merupakan gangguan kesehatan yang sering menyerang menyerang balita, bayi, dan anak prasekolah. Gejala paling sering anak alami ketika menderita penyakit ini adalah sariawan dan timbul bintik seperti luka lepuh di tangan serta kaki. 5. Kekurangan Gizi Ada dua kandungan penting yang tubuh butuhkan untuk menjalankan fungsinya, jika kadarnya terlalu sedikit maka akan memicu timbulnya sariawan. Pertama ada zat besi, ketika tubuh kekurangan zat besi biasanya timbul sariawan, kulit pucat, mata panda, dan mudah merasa lelah. Solusinya, cukupi kebutuhan zat besi anak yang rata-rata per harinya membutuhkan sekitar 8-15 miligram. Kedua ada asam folat, tubuh yang kekurangan asam folat atau vitamin B12 seringkali menunjukkan gejala berupa sariawan. Untuk menambah menambah asam folat pada tubuh, berikan anak kacang polong, sereal, dan buah atau sayuran tertentu. Cara Dokter Mendiagnosa Pemeriksaan pada penderita sariawan bertujuan untuk mencari tahu apa penyebabnya. Cara diagnosanya menggunakan serangkaian pemeriksaan, berikut pembahasannya: Melakukan apusan (swab) yang berfungsi untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri dan virus Kerokan (swab jaringan), fungsinya untuk mendeteksi adanya infeksi jamur Pemeriksaan biopsi merupakan tindakan medis berupa pengangkatan sel atau jaringan untuk membantu diagnosa lebih lanjut Tes darah Tes tempel untuk mengidentifikasi alergi Cara Mengatasi Sariawan Pengobatan sariawan tergantung dari penyebab kemunculannya. Supaya proses penyembuhannya lebih cepat, dukung dengan melakukan hal-hal berikut: Cukupi kebutuhan cairan anak dengan menganjurkan minum banyak air putih Selalu minta anak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan rutin menggosok gigi setiap hari Beri anak sikat gigi dengan bulu yang lembut tetapi tingkat pembersihannya tinggi Untuk membantu mengobati rasa sakit, berikan obat kumur sesuai usianya Jika anak sering mengalami sariawan, jangan perbolehkan makan-makanan bersifat abrasif, misalnya keripik kentang dan kacang-kacangan Minat mereka berkumur dengan larutan garam, silakan gunakan 1 sendok teh garam kemudian campur dengan setengah cangkir air hangat Larang anak terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, asin, dan asam terlalu sering Hindari pasta gigi yang memicu iritasi Apabila sariawan terjadi pada bayi, ada langkah khusus untuk meredakan gejalanya supaya si kecil tidak rewel berkepanjangan. Berikan makanan dengan tekstur lembut Memberikan minum air putih yang cukup Untuk sementara, beri minum anak dari sendok atau sedotan, jangan dari botol Buat larutan garam, kemudian hisap cairannya dengan kapas. Tempelkan kapas tersebut ke bibir anak, lakukan 3-4 kali sehari Komplikasi Sariawan Sariawan yang tidak mendapatkan penanganan serius akan menyebabkan komplikasi. Sebaiknya jika sariawan tidak sembuh sendiri dalam 10 hari, segera saja bawa ke dokter daripada timbul komplikasi seperti: Perubahan suara Peradangan dan pendarahan pada gusi Tonsilitis Kehilangan gigi Penyebaran infeksi Pencegahan Sariawan Daripada mengobati, ada baiknya untuk mencegah sariawan muncul. Rasa sakit yang... - Published: 2023-09-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/fisioterapi-dan-rehabilitasi-medik/disartria-gangguan-berbicara/ - Kategori: Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ketika berbicara, ada otot-otot yang berperan di dalamnya untuk menghasilkan ucapan yang jelas dan bisa dipahami. Maka, jika terjadi gangguan pada otot ini, kemampuan bicara seseorang akan terpengaruh. Disartria adalah istilah untuk menyebut gangguan bicara motorik yang terjadi akibat lumpuh atau melemahnya otot tersebut karena ada kerusakan pada sistem saraf. Mengenal Disartria Disartria adalah gangguan berbicara yang disebabkan oleh kelainan motorik. Penyebabnya adalah kerusakan atau kelainan pada sistem motorik yang mengendalikan bagian tubuh yang terlibat dalam proses bicara, seperti rahang, kotak suara, dan lidah. Orang yang mengalami kondisi ini tidak dapat mengendalikan suara yang dihasilkan ketika berbicara. Akibatnya, ia akan kesulitan mengucapkan kata dengan jelas, mengatur ritme dan intonasi suara, serta mengendalikan volume suara. Disartria bisa terjadi pada segala usia, dari anak-anak sampai orang dewasa. Terdapat beberapa jenis disartria yang dibedakan menurut sumber dan kelainan motorik yang melatarinya, antara lain: Disartria spastik: otot kaku dan tegang sehingga ucapan lambat, kaku, dan terputus-putus Disartria ataksik: gerakan otot tak terkoordinasi sehingga sulit menekankan kata saat berbicara Disartria hipokinetik: gerakan otot terbatas atau lambat sehingga suara terdengar lemah dan monoton serta sulit mulai berbicara Disartria hiperkinetik: gerakan otot tak terkendali sehingga suara terdengar sangat cepat dan tak bisa diprediksi Disartria flaccid: terjadi kerusakan pada saraf motorik bawah yang membuat suara yang dihasilkan terdengar berat atau sengau Disartria campuran: kombinasi dari beberapa jenis disartria Disartria dapat menimbulkan dampak besar pada kehidupan orang yang mengalaminya, khususnya dalam hal komunikasi dan psikososial. Itu sebabnya diperlukan penanganan medis yang memadai untuk memulihkan kemampuan bicara pasien. Gejala Gejala disartria yang utama adalah kesulitan berbicara dengan jelas yang mengakibatkan orang lain sulit memahami perkataan yang keluar dari mulut penderitanya. Umumnya meliputi: Berbicara terlalu cepat atau lambat Suara sangat pelan atau sangat keras Ucapan terdengar seperti gumaman Cadel Serak Sengau Suara seperti robot, monoton Ucapan terputus-putus Penekanan intonasi dan ritme bicara tidak tepat Tampak ragu-ragu saat akan mulai berbicara, lalu ucapan keluar seperti tersembur Penyebab Disartria disebabkan oleh kerusakan pada otak dan saraf yang mengendalikan otot yang terlibat dalam proses bicara dan produksi suara. Kerusakan ini bisa terjadi pada masa tumbuh kembang ketika anak dalam kandungan atau saat lahir, bisa juga akibat kerusakan otak yang terjadi di kemudian hari. Berikut ini beberapa faktor yang bisa memicu disartria: Stroke Penyakit Parkinson Penyakit Alzheimer Sklerosis lateral amiotrofik Cedera otak traumatis Kelainan struktur organ yang terlibat dalam proses bicara, seperti bibir sumbing Efek samping obat-obatan atau zat tertentu, seperti obat penenang atau alkohol Infeksi otak Tumor otak Cara Dokter Mendiagnosis Disartria Umumnya diagnosis disartria dilakukan oleh dokter spesialis rehabilitasi medis atau ahli terapi wicara. Langkah diagnosis meliputi: Pemeriksaan riwayat medis pasien, termasuk riwayat penyakit/cedera dan gangguan bicara Pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengevaluasi sistem saraf dan otot yang berperan dalam proses bicara Serangkaian tes bicara dan bahasa, misalnya mengucapkan kata/kalimat, bercerita, menirukan suara, mengulang frasa, membaca tulisan, dan bernyanyi Tes fungsi motorik dengan menggerakkan bibir, rahang, lidah, dan langit-langit mulut sesuai dengan instruksi Prosedur medis lain, seperti pemindaian otak, tes neurologis, dan tes laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab disartria yang dialami pasien Cara Mengatasi Disartria Bila seseorang didiagnosis dengan disartria, pendekatan medis yang utama adalah terapi wicara dan bahasa. Terapi ini berguna untuk membantu meningkatkan kemampuan bicara dan komunikasi lewat latihan-latihan yang bertujuan menguatkan otot bicara, meningkatkan pengendalian sistem motorik, dan mengembangkan strategi komunikasi yang sesuai. Program terapi bagi pasien bisa berbeda-beda, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu dalam hal bicara dan bahasa. Program ini biasanya mencakup latihan fisik yang bertujuan meningkatkan kontrol motorik dan koordinasi gerakan lewat penguatan otot-otot yang digunakan ketika berbicara, misalnya otot wajah, lidah, dan rahang. Dalam kasus disartria parah, biasanya diperlukan alat bantu komunikasi agar pasien bisa lebih efektif berkomunikasi. Alat bantu ini bisa berupa perangkat elektronik canggih hingga papan sederhana dengan huruf atau gambar. Komplikasi Penderita disartria tak dapat berkomunikasi secara efektif karena orang lain sulit memahami ucapannya. Walhasil, individu tersebut bisa merasa frustrasi dan terisolasi sehingga sulit berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan karier. Kualitas hidupnya pun akan terpengaruh secara keseluruhan. Menurut penelitian, orang yang mengalami gangguan bicara terkait dengan kerusakan saraf menghadapi berbagai keterbatasan dalam hal kehidupan sosial. Tingkat kepuasan hidupnya pun rendah dan mengalami dampak negatif pada aspek psikososial. Penderita disartria juga bisa mengalami kesulitan makan dan menelan, misalnya sering tersedak. Karena itu, ada risiko masuknya makanan atau cairan ke saluran pernapasan yang bisa menyebabkan infeksi paru-paru. Pencegahan Disartria tak selalu bisa dicegah. Meski demikian, terdapat beberapa cara untuk meminimalkan risiko mengalaminya, antara lain: Menjaga kesehatan otak dengan melindungi kepala dari risiko cedera Mengendalikan faktor risiko kerusakan saraf dengan menerapkan gaya hidup sehat Menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang normal Bila mengalami cedera kepala, segera mencari bantuan medis dan mengikuti prosedur perawatan medis Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin bagi ibu hamil Kapan Harus ke Dokter? Disartria memerlukan penanganan medis untuk meningkatkan kemampuan komunikasi penderitanya sehingga lebih dapat terlibat dalam kehidupan masyarakat. Makin cepat... - Published: 2023-09-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/kejang-demam-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: demam anak, Kejang demam anak, kejang kejang - Translation Priorities: Optional Ketika anak mengalami kejang demam, penanganan yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah kondisi anak semakin buruk. Jangan membiarkan kondisi tersebut terlalu lama karena dikhawatirkan akan memicu timbulnya penyakit kronis. Pada dasarnya, anak maupun dewasa bisa mengalami kejang dan demam secara bersamaan. Tidak perlu terlalu khawatir, munculnya demam sekaligus kejang merupakan hal yang wajar, tetapi orang tua tetap harus waspada. Sebenarnya Apa Itu Kejang dan Demam pada Anak? Meski istilah ini sudah tersebar luas, namun belum banyak yang mengerti arti dari kejang demam. Khusus untuk yang belum mengetahui pengertiannya, kejang demam pada si kecil terjadi akibat kenaikan suhu tubuh, yang umumnya muncul pada si kecil yang berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Kondisi tersebut umumnya tidak berkaitan dengan terganggunya elektrolit atau metabolik dalam tubuh. Saat mengalami kejang demam, suhu tubuh anak akan meningkat drastis yang beriringan dengan terjadinya guncangan (kejang) pada tubuh anak. Mengenai tingkat keparahan gejalanya tergantung dari penyebab serta kondisi kesehatan pasien. Gejala Perlu Anda ketahui, kejang demam berbeda dengan epilepsi. Epilepsi merupakan gangguan kesehatan yang dapat muncul secara tiba-tiba tanpa diawali gejala demam terlebih dahulu. Berbeda dengan kejang demam, kondisi kejang terjadi saat suhu tubuh anak naik. Membedakan antara kejang demam dengan epilepsi merupakan hal penting yang tidak boleh orang tua abaikan. Untuk memudahkan, silahkan simak bagaimana gejalanya: Muncul keringat berlebihan Suhu tubuh meningkat drastis umumnya lebih dari 38° Celcius Bagian kaki dan tangan menjadi gemetar, serta mengalami kejang Tiba-tiba buang air kecil dengan kondisi bola mata berputar ke atas Anak pingsan atau kehilangan kesadaran terutama setelah mengalami kejang Anak menjadi kurang responsif ketika diajak bicara Penyebab Kejang Demam Ada beberapa penyebab kejang demam anak yang muncul tiba-tiba. Usia paling sering anak mengalami kejang demam, yaitu di kisaran usia 6 - 60 bulan. Risiko terjadinya kejang demam juga semakin tinggi apabila beberapa atau salah satu dari keluarga pernah mengalami kejang demam. Agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih, mari ketahui apa saja penyebab kejang demam yang paling umum pada ulasan berikut: 1. Infeksi Merupakan penyebab kejang demam yang paling sering. Kondisi demam dapat terjadi akibat infeksi virus maupun bakteri. Beberapa jenis virus yang paling sering menimbulkan demam tinggi pada anak adalah virus flu (influenza) dan virus penyebab roseola. Setelah terinfeksi, biasanya penderita akan mengalami demam tinggi yang diikuti dengan adanya kejang. 2. Kejang Pasca Vaksinasi Imunisasi pada usia anak-anak bertujuan untuk meningkatkan toleransi tubuh mereka terhadap berbagai jenis virus maupun bakteri penyebab infeksi. Pada beberapa kondisi, berhubungan dengan kondisi tubuh masing-masing anak, beberapa vaksin memang menimbulkan reaksi berupa demam. Kondisi demam pasca vaksinasi ini dapat dilakukan pencegahan agar tidak terjadi kejang dengan mempertahankan suhu tubuh anak agar tidak terus-menerus naik. Mengingat lebih besarnya manfaat pada anak untuk dilakukan imunisasi, tentunya alangkah lebih bijak apabila hal ini tidak menjadikan anak tidak dilakukan imunisasi. Faktor Risiko Kejang Demam Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kejang demam pada anak adalah sebagai berikut: Usia: Usia yang memungkinkan terjadinya kejang demam berkisar pada usia 6 hingga 60 bulan, Faktor genetik: Anak dari orang tua yang pernah mengalami kejang demam jauh lebih berisiko mengalami hal serupa Etnisitas atau ras: Berdasarkan beberapa data penelitian, didapatkan kondisi pada anak-anak keturunan Jepang dan populasi Pulau Pasifik tertentu lebih rentan terjadi kejang demam Infeksi virus: Infeksi virus flu dan campak memungkinkan si kecil mengalami kondisi kejang demam Berat badan: Anak dengan riwayat kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan mengalami keterlambatan dalam proses perkembangan merupakan beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kejang demam Cara Dokter Mendiagnosis Proses diagnosis kejang demam dimulai dengan dilakukan anamnesis (tanya-jawab) dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Lalu kemudian, apabila terdapat indikasi untuk dilakukan pemeriksaan darah maupun rontgen makan dokter akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut untuk mengidentifikasi penyebab kejang demam yang terjadi pada pasien. Beberapa pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan antara lain adalah pemeriksaan cairan serebrospinal (pungsi lumbal) ataupun penilaian aktivitas gelombang elektrik di bagian otak melalui pemeriksaan EEG. Tentunya beberapa pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan indikasi yang ditemukan oleh dokter dalam proses pemeriksaan. Pengobatan Kejang Demam Umumnya, kondisi kejang hanya berlangsung singkat yaitu sekitar kurang dari 5 menit, sehingga seringkali kejang sudah membaik ketika pasien sampai di rumah sakit. Pemberian obat pada kondisi anak yang kejang, umumnya akan diberikan obat penurun panas maupun obat anti kejang melalui dubur. Tetapi pada kondisi pasien yang sudah dirawatkan, pemberian obat penurun panas dan obat anti kejang dilakukan melalui infus (pembuluh darah). Penanganan kejang demam pada anak di rumah, ibu dapat menyediakan obat penurun panas dan anti kejang yang dimasukkan lewat dubur di rumah (sesuai dengan anjuran atau resep dokter) untuk berjaga-jaga apabila terjadi kejang demam kembali terutama pada anak dengan riwayat kejang demam sebelumnya. Apabila setelah pemberian, kondisi kejang maupun demam pada anak tidak membaik, maka dapat segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Komplikasi Salah satu komplikasi yang paling mungkin terjadi pada kejang demam adalah epilepsi. Penanganan Kejang Demam Penanganan pertama saat anak... - Published: 2023-09-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/demam-scarlet/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Demam scarlet adalah kondisi akibat infeksi bakteri yang banyak terjadi pada anak-anak. Ketika anak mengalami radang tenggorokan, ada kemungkinan mereka terkena demam ini. Penanganan medis diperlukan secepatnya untuk mencegah komplikasi yang serius. Mengenal Demam Scarlet Demam scarlet adalah kondisi yang dipicu infeksi bakteri Streptococcus pyogenes yang juga dikenal sebagai grup A Streptococcus. Bakteri ini bisa masuk dan menyebabkan infeksi pada tenggorokan dan amandel. Ketika terjadi infeksi, racun dari bakteri dapat masuk ke aliran darah dan memicu demam serta ruam. Nama "scarlet" berasal dari gejala khas penyakit ini, yaitu ruam kulit yang berwarna merah muda atau merah terang. Demam scarlet bisa terjadi pada siapa pun. Tapi, seperti dikutip dari Kementerian Kesehatan, anak berusia 5-15 tahun cenderung lebih rentan mengalaminya. Anak-anak lebih rentan terkena demam scarlet karena sistem kekebalan tubuhnya masih dalam masa perkembangan dan belum matang sepenuhnya. Karena itu, mereka lebih mudah terkena infeksi, termasuk oleh bakteri Streptococcus pyogenes yang memicu demam scarlet. Gejala Gejala demam scarlet yang khas adalah munculnya ruam pada kulit. Ruam ini sedikit menonjol sehingga ketika kulit diraba seperti ada benjolan-benjolan kecil dan tipis. Ruam kemerahan ini akan hilang dalam 3-5 hari dan meninggalkan kulit yang mengelupas di area yang paling kerap mengalami ruam, seperti leher, selangkangan, ketiak, serta jari tangan dan kaki. Wajah juga bisa memerah dengan area sekitar mulut yang tampak pucat. Selain itu, lidahnya bisa tampak memerah dengan lapisan putih. Gejala lain mencakup: Demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat Celsius Pembengkakan amandel Pembengkakan kelenjar getah bening Sakit kepala Nyeri perut Mual Penyebab Penyebab demam scarlet adalah infeksi bakteri Streptococcus pyogenes pada tenggorokan atau amandel. Streptococcus pyogenes dapat menghasilkan racun, antara lain toksin eritrogenik yang menyebabkan gejala khas berupa ruam kulit kemerahan. Ketika bakteri ini dapat masuk ke tubuh lewat saluran pernapasan atau luka pada kulit dan menyebar melalui aliran darah hingga memicu gejala. Bakteri ini bisa menyebar melalui droplet atau percikan dari batuk atau bersin, bisa juga lewat kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Berbagi alat minum atau alat mandi bisa meningkatkan risiko penularan. Wabah demam scarlet bisa terjadi di tempat penitipan anak dan sekolah di mana terjadi banyak kontak erat antara satu anak dan anak lain. Ada kemungkinan seseorang mengalami demam scarlet lebih dari sekali, tapi ini jarang terjadi. Cara Dokter Mendiagnosis Demam Scarlet Dokter mendiagnosis demam scarlet dengan melakukan evaluasi medis secara menyeluruh pada pasien. Dokter akan mencari informasi tentang riwayat medis pasien, seperti gejala yang dialami dan lama kemunculan gejala tersebut. Gejala khas berupa ruam kulit, demam tinggi, dan sakit tenggorokan menjadi data penting untuk menegakkan diagnosis. Dokter juga akan mengecek kondisi tenggorokan untuk melihat adanya tanda peradangan atau infeksi. Untuk mendukung diagnosis, pasien akan diminta menjalani tes laboratorium. Di antaranya tes swab tenggorokan untuk mengecek keberadaan bakteri Streptococcus pyogenes. Tes darah juga bisa dilakukan untuk melihat ada-tidaknya peningkatan jumlah sel darah putih. Ketika jumlahnya meningkat, ada indikasi terjadi infeksi. Cara Mengatasi Demam Scarlet Cara utama untuk mengatasi demam scarlet adalah pemberian antibiotik sesuai dengan petunjuk dokter agar bakteri lenyap sepenuhnya. Kebanyakan anak-anak bisa dengan cepat merespons antibiotik. Gejala seperti demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala biasanya akan hilang dalam 24 jam. Adapun ruam umumnya baru akan hilang dalam 3-5 hari. Pasien juga perlu beristirahat yang cukup untuk mempercepat pemulihan dan minum banyak cairan guna mencegah dehidrasi serta mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh meningkat. Untuk mengatasi ruam pada kulit yang mungkin terasa gatal atau menimbulkan ketidaknyamanan, dokter bisa menyarankan penggunaan losion atau krim kulit yang mengandung bahan pelembap. Demi mencegah penularan, pasien juga harus dipisahkan dari orang lain. Anak-anak, misalnya, harus izin tidak masuk sekolah dulu sampai benar-benar sembuh. Komplikasi Demam scarlet bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan, khususnya pada anak-anak. Bila dibiarkan tanpa perawatan, bisa terjadi infeksi telinga dan sinus, pembengkakan kelenjar leher, dan nanah pada tonsil. Komplikasi paling serius dari radang tenggorokan adalah demam rematik yang menyebabkan nyeri sendi hingga kerusakan jantung. Pencegahan Untuk mencegah demam scarlet, menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah utama. Terapkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur, khususnya sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan sesudah bersentuhan dengan benda yang mungkin terkontaminasi bakteri. Pastikan membersihkan seluruh permukaan tangan dan bagian bawah kuku dengan benar. Cara lainnya adalah menghindari kontak dan tidak berbagai peralatan makan atau mandi serta barang-barang pribadi lain dengan orang yang terinfeksi. Saat ini belum ada vaksin yang secara spesifik mencegah Scarlet Fever, tapi vaksin lain yang bisa mencegah infeksi bakteri bisa membantu menjaga kekebalan tubuh dan mencegah infeksi sekunder. Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami gejala demam scarlet, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai. Dokter akan memberikan arahan yang spesifik berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien. Narasumber dr. Monica Pramana Dokter Umum - Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2023-09-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyakit-kulit-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: jenis penyakit kulit, masalah kulit, penyakit kulit anak - Translation Priorities: Optional Ada berbagai jenis penyakit kulit anak dengan gejala yang berbeda dan perlu mendapat perhatian. Begitu pula penyebabnya, entah itu karena alergi atau virus, dan bahkan tertular dari orang lain. Yuk, ketahui info lebih lanjut di bawah ini! Pada dasarnya, penyakit kulit pada anak atau bayi umumnya tidak begitu membahayakan dan penangannya mudah bisa dilakukan sendiri di rumah. Namun, penyakit ini ada yang bersifat ringan sehingga dapat sembuh dengan sendirinya. Jika penyakit kulit menunjukkan gejala serius, maka membutuhkan penanganan langsung dari dokter. Lantas, apa saja jenis penyakit kulit pada anak? Bagaimana cara mengatasi jenis penyakit ini? Berikut informasi selengkapnya. Apa itu Penyakit Kulit Anak? Penyakit kulit anak adalah kondisi kulit pada bagian luar mengalami masalah yang perlu diatasi agar tidak mengganggu dan membuat anak tidak nyaman. Meski sifatnya sementara, tetapi ada yang permanen atau terus-menerus kambuh. Bahkan, penyakit kulit bisa menyerang orang yang menjaga kebersihan. Oleh karena itu, penting mengetahui penyebab penyakit ini agar bisa mengatasi dan mencegahnya timbul. Meskipun penyakit ini umum terjadi pada manusia. Penyebab penyakit kulit berbeda-beda, bisa terjadi karena infeksi virus, kurang kebersihan diri, paparan zat berbahaya bagi kulit, sampai mada imunitas seperti alergi. Oleh karena itu, penanganannya pun bisa berbeda setiap penderitanya. Jenis Penyakit Kulit Anak Sering Terjadi Anak yang sering mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya rentan mengalami masalah kulit, kondisi ini terjadi karena ada paparan kuman atau bakteri. Adapun jenis penyakit kulit yang sering terjadi pada anak adalah sebagai berikut: 1. Biduran atau Urtikaria Biduran adalah penyakit kulit pada anak yang menyerang bagian kaki, badan, wajah, lengan, dan bagian lainnya. Meski tidak membahayakan, tetapi penyakit kulit ini membuat anak tidak nyaman saat tidur atau beraktivitas sehari-hari. Penyebab biduran pada anak terjadi karena adanya reaksi alergi yang bisa berasal dari makanan, umumnya telur dan susu. Penyebabnya bisa juga karena keringat yang bergesekan dengan kulit sehingga timbul rasa gatal dan ruam. Cara Mengatasi Biduran: Sebagian kasus biduran pada anak penyebabnya adalah alergi, maka cara mengatasinya dengan menghindari pemicunya. Misalkan alergi makanan seperti telur, sebaiknya anak tidak konsumsi telur terlebih dahulu sebelum sembuh. Jika anak mengalami biduran kronis, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan memberikan resep obat untuk mengurangi gejala yang timbul pada penyakit kulit ini. 2. Biang Keringat atau Miliaria Biang keringat merupakan kondisi paling umum dan sering terjadi pada anak maupun bayi. Miliaria atau biang keringat terjadi ketika keringat tersumbat di bawah kulit. Kondisi ini bisa juga karena kelenjar keringat tersumbat. Gejala anak mengalami biang keringat adalah munculnya bintik-bintik seperti jerawat pada bagian leher dan kepala. Biasanya biang keringat muncul ketika anak berada di daerah dengan cuaca panas dan anak sering berkeringat. Cara Mengatasi Biang Keringat: Biang keringat biasanya hilang sendiri. Namun, sebagai langkah pencegahan bisa memakai pakaian yang bisa menyerap keringat agar biang keringat tidak bertambah parah. Kemudian hindari anak dari cuaca panas dan bersuhu lembab. Jika biang keringat menimbulkan gatal, maka oleskan bedak salicyl yang mengandung calamine. Pada kondisi gatal parah, maka bisa memakai antihistamin untuk meredakan gatal. Tetapi, tanyakan dokter dahulu untuk mendapat dosis sesuai. 4. Kurap, Kadas atau Tinea Kurap yang dikenal sebagai dermatofitosis adalah jenis penyakit kulit anak disebabkan infeksi jamur yang hidup di jaringan kulit. penyakit kulit ini bisa menular melalui kulit pada manusia dan bisa menyebar ke bagian tubuh manusia. Gejala kurap bervariasi tergantung dimana akan terinfeksi. Umumnya gejala yang timbul seperti bercak keputihan atau kemerahaan, tidak melepuh dengan batas aktif kemerahan. Cara Mengatasi Kurap: Cara penanganan kurap pada anak tergantung gejala dan usianya. Jika kurap terjadi pada kulit kepala, maka bisa mengobatinya dengan obat antijamur atau sampo khusus untuk menghilangkan jamur secara efektif pada kulit anak. Pengobatan kurap pada area tubuh lainnya bisa memakai krim atau salep anti jamur. Sebelum menggunakan obat anti jamur, maka sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter agar mendapat resep obat sesuai dengan dosis anak 5. Impetigo Penyakit Kulit Anak Impetigo adalah kelainan kulit pada anak yang disebabkan infeksi kulit bakteri. Penyakit ini sangat rentan dialami anak berusia 2 hingga 5 tahun. Gejala penyakit impetigo pada anak awalnya muncul lenting - lenting berisi cairan yang cepat pecah sehingga membentuk kerak yang keras melekat di kulit, jika diangkat akan berdarah. Cara Mengatasi Impetigo: Pada beberapa kasus, impetigo bisa sembuh sendirinya dalam jangka waktu dua sampai dengan toga minggu. Jika kondisi belum membaik, maka bisa konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dna lebih baik. Dokter akan memeriksa kondisi anak dengan impetigo. Jika mengetahui penyebabnya,, dokter akan memberikan resep antibiotik untuk mempercepat penyembuhan. Cara ini juga bisa mengurangi risiko penularan pada anak lainnya. Kapan Anak harus ke Dokter? Ketika menemukan gejala dan tanda-tanda anak mengalami penyakit kulit, maka segera konsultasi dengan dokter. Hal ini bertujuan supaya mendapat penanganan segera sehingga anak tidak terganggu dengan kondisi penyakit tersebut. Dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi penyakit sesuai gejala dan penyebabnya. Jika sudah mengetahui faktor penyebabnya, dokter akan memberikan resep obat untuk membantu proses penyembuhan... - Published: 2023-09-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/difteri/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Difteri adalah infeksi serius pada hidung dan tenggorokan yang serius. Penyakit ini pernah menjadi wabah mematikan di sejumlah negara dengan sebagian besar korban adalah anak-anak. Kini difteri sudah jarang terjadi berkat adanya vaksin, tapi tetap perlu diwaspadai karena dampak yang membahayakan jiwa. Mengenal Difteri Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri yang menyebar lewat percikan dahak atau lendir ini dapat mengeluarkan racun yang bisa merusak jaringan saluran pernapasan. Difteri terutama menyerang sistem pernapasan atas, tapi juga bisa mempengaruhi organ lain. Umumnya penularan difteri terjadi lewat kontak langsung dengan percikan dahak atau lendir dari orang yang terinfeksi. Misalnya ketika orang tersebut batuk atau bersin. Difteri juga bisa menyebar melalui benda-benda yang terkontaminasi bakteri tersebut atau kontak langsung antarkulit, terutama dari luka terbuka. Difteri pernah mewabah pada 2017 dan sejak itu ada tren peningkatan jumlah kasus di Indonesia. Untuk mencegah penularan, ada program vaksinasi difteri yang diberikan sejak masa kanak-kanak. Difteri bisa membawa ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat secara umum jika tak dikendalikan dengan baik. Karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala difteri dan pentingnya vaksinasi guna mencegah penularan atau meminimalkan dampak difteri. Gejala Salah satu gejala difteri yang khas adalah munculnya lapisan berwarna abu-abu atau keputihan yang menutupi tenggorokan dan amandel. Lapisan ini bisa dilihat ketika pasien membuka mulutnya lebar-lebar. Lapisan yang disebut membran difteri ini dapat menyebabkan kesulitan menelan dan bernapas. Gejala utama lainnya termasuk: Sakit tenggorokan Demam Pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang terasa sakit Tidak enak badan Badan letih dan lesu Suara serak Pusing Sesak Nafas disertai Stridor Pesudomembran mudah berdarah Gejala difteri pada tiap pasien bisa berbeda-beda. Ada juga kemungkinan seseorang terinfeksi bakteri difteri tapi tak bergejala, namun tetap dapat menulari orang lain. Penyebab Penyebab difteri adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyebar lewat kontak dengan percikan dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi. Menurut CDC, risiko penularan bakteri ini meningkat pada orang yang tinggal di rumah yang sama dengan orang yang terinfeksi, sering berkontak erat dengan pasien difteri, serta terpapar sekresi langsung dari bagian tubuh pasien yang dicurigai terinfeksi, seperti kulit dan mulut. Orang juga lebih rentan terinfeksi jika belum mendapat vaksin difteri serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang yang terinfeksi difteri bisa menjadi sumber penularan bagi orang lain, bahkan ketika tak ada gejala. Karena itu, penting untuk mengambil langkah pencegahan, termasuk vaksinasi, guna mengendalikan penyebaran penyakit ini. Cara Dokter Mendiagnosis Difteri Dokter akan mencari tanda dan gejala khas difteri untuk menegakkan diagnosis. Terutama membran difteri yang menutupi amandel dan tenggorokan. Dokter juga akan mengecek apakah ada pembengkakan kelenjar getah bening serta menanyakan gejala yang dialami serta memastikan apakah pasien sudah mendapat vaksin difteri atau belum. Tes laboratorium juga dibutuhkan guna memastikan diagnosis, antara lain lewat pemeriksaan sampel dari tenggorokan dan hidung atau luka terbuka jika ada ataupun tes darah. Jenis tes yang bisa dilakukan antara lain: Kultur bakteri untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Corynebacterium Tes PCR untuk mendeteksi DNA bakteri secara spesifik Tes serologi guna mengidentifikasi antibodi dalam darah yang dihasilkan ketika ada infeksi Untuk menunjang diagnosis, dokter juga bisa merekomendasikan tes rontgen untuk mengecek apakah ada komplikasi pada organ pernapasan terutama paru-paru serta elektrokardiogram guna . Cara Mengatasi Difteri Penanganan difteri meliputi penggunaan obat antitoksin untuk mencegah racun difteri merusak jaringan tubuh. Pengobatan ini penting untuk mengatasi infeksi bakteri pada saluran pernapasan. Penggunaan obat antibiotik juga diperlukan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Pasien difteri biasanya tak bisa lagi menulari orang lain 48 jam setelah mulai mengonsumsi antibiotik. Tapi penting untuk memastikan resep antibiotik dituntaskan agar bakteri sepenuhnya hilang dari tubuh. Setelah obat antibiotik habis, dokter perlu menjalankan tes lagi untuk memastikan bakteri sudah tak ada lagi di dalam tubuh pasien. Komplikasi Difteri termasuk penyakit infeksi yang bisa menyebabkan komplikasi mematikan bila tak diobati dengan tepat. Dari saluran pernapasan, racun bakteri difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan organ lain. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain: Gangguan pernapasan, termasuk sesak napas dan gagal napas Kerusakan jantung akibat racun yang merusak otot jantung atau infeksi yang menyebar ke jaringan jantung Kerusakan saraf lantaran racun difteri menyerang sistem saraf hingga mengakibatkan gangguan seperti kelemahan otot, kelumpuhan, dan kesulitan menelan Infeksi sekunder, seperti infeksi telinga, pneumonia, atau infeksi saluran pernapasan bawah Toksemia difteri, yakni kondisi serius ketika racun difteri menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah sehingga terjadi kerusakan sistemik Pencegahan Difteri bisa dicegah lewat vaksinasi atau imunisasi dengan vaksin difteri. Di Indonesia, ada vaksin difteri pertusis tetanus-hepatitis B-hemofilus influenza tIpe B (DPT-HB-Hib), difteri tetanus (DT), dan tetanus difteri (Td) yang diberikan sesuai dengan usia. Penerapan pola hidup bersih dan sehat juga penting untuk mencegah penularan bakteri difteri, seperti dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengenakan masker, dan menjaga jarak dari orang yang sakit. Kapan Harus ke Dokter? Bila Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gejala yang diduga difteri, segera cari perawatan medis. Difteri adalah penyakit serius yang... - Published: 2023-09-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diare-kronis/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Banyak jenis gangguan kesehatan yang dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan lama berlangsungnya, yaitu kronis dan akut. Kondisi yang kronis umumnya memerlukan perawatan lebih lama hingga sembuh. Tak terkecuali diare kronis yang berpotensi membahayakan terutama bila terjadi pada anak-anak. Mengenal Diare Kronis Diare adalah kondisi ketika seseorang buang air besar lebih sering daripada biasanya dan tinjanya menjadi encer atau berair. Seseorang disebut mengalami diare akut bila diare itu berlangsung dalam waktu singkat. Sedangkan bila diare berlangsung lebih lama, istilahnya adalah diare kronis. Diare kronis adalah diare yang terjadi selama empat pekan atau lebih. Karena itu, dampak yang dialami oleh penderitanya umumnya bisa lebih besar. Menurut National Institutes of Health, anak-anak berusia di bawah 3 bulan lebih berisiko mengalami diare kronis yang parah dan membahayakan nyawa sehingga perlu segera dibawa ke dokter bila muncul tanda diare. Ada setidaknya tiga poin yang membedakan diare kronis dan diare akut, yakni: Durasi: diare kronis empat pekan atau lebih, sementara diare akut kurang dari dua pekan Penyebab: diare kronis biasanya gangguan sistem pencernaan, sedangkan penyebab diare akut adalah infeksi virus atau bakteri Gejala: gejala diare kronis bisa lebih ringan tapi lebih lama, sementara diare akut umumnya lebih parah tapi lebih singkat Walau diare kronis tidak selalu lebih membahayakan daripada diare akut, kondisi ini perlu diwaspdai karena bisa mengganggu kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup. Jika mengalami diare dalam jangka waktu lama, penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Gejala Secara umum, gejala diare kronis sama dengan gejala diare akut. Hal yang membedakan adalah durasi gejala yang dialami. Gejala diare kronis berlangsung empat pekan atau lebih lama. Gejala itu antara lain: Frekuensi buang air besar meningkat dengan interval lebih pendek Tinja encer atau berair, kadang disertai lendir atau darah Pola buang air besar tak teratur, kadang diselingi sembelit Nyeri perut baik sebelum, selama, maupun sesudah buang air besar Letih dan lesu karena dehidrasi dan hilangnya nutrisi Penurunan berat badan Gangguan tidur Penyebab Terdapat berbagai faktor penyebab diare kronis. Penyebab paling umum adalah gangguan pada sistem pencernaan. Contohnya: Sindrom iritasi usus besar, yakni sekumpulan gejala yang menandakan adanya iritasi pada usus besar, faktornya antara lain stres, pola makan tidak sehat, dan ketidakseimbangan bakteri usus Penyakit peradangan usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif Gangguan penyerapan nutrisi oleh usus, antara lain akibat penyakit celiac Infeksi bakteri atau parasit kronis Gangguan motilitas atau otot usus yang mempengaruhi proses pencernaan Selain itu, ada kemungkinan intoleransi atau ketidakmampuan mencerna makanan sebagai penyebab diare kronis, misalnya intoleransi laktosa, fruktosa, atau gluten. Diare kronis bisa juga terjadi akibat efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik. Cara Dokter Mendiagnosis Diare Kronis Diagnosis dokter penting untuk memastikan penyebab diare kronis sehingga bisa diambil langkah penanganan yang sesuai. Diagnosis biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik, riwayat medis, tes laboratorium, dan prosedur pencitraan bila perlu. Dalam pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan mengecek area perut atau abdomen untuk mencari tahu apakah ada indikasi terjadinya peradangan atau masalah pada organ pencernaan. Dari pemeriksaan riwayat medis, dokter bisa mendapat informasi mengenai masalah kesehatan yang pernah dialami, durasi dan frekuensi diare, makanan/minuman yang dikonsumsi, dan lain-lain yang berkaitan dengan diare kronis yang dialami. Untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter juga bisa merekomendasikan tes laboratorium. Misalnya tes darah untuk mengukur kadar elektrolit. Sedangkan tanda infeksi, peradangan, atau gangguan pencernaan lain bisa dideteksi lewat tes tinja. Bila dianggap perlu, prosedur pencitraan seperti endoskopi atau kolonoskopi bisa dilakukan agar dokter bisa mengamati langsung kondisi saluran pencernaan. Cara Mengatasi Diare Kronis Orang yang mengalami diare kronis sangat berisiko terkena dehidrasi atau kekurangan cairan. Karena itu, penting untuk memastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan banyak minum air putih setiap hari. Minuman elektrolit juga mungkin dibutuhkan untuk menjaga kadar elektrolit dalam tubuh. Untuk meredakan gejala, hindari makanan yang bisa menambah keparahan diare seperti makanan pedas, berlemak, dan kaya serat. Hindari pula makanan atau minuman dengan kandungan tertentu yang memicu reaksi alergi atau intoleransi, seperti laktosa dan gluten. Pengendalian stres dengan latihan teknik pernapasan, yoga, dan meditasi juga bisa membantu meredakan gejala. Adapun dokter bisa meresepkan suplemen dan probiotik untuk menjaga kesehatan dan memulihkan fungsi usus. Komplikasi Diare kronis bisa menyebabkan komplikasi yang serius, terutama dehidrasi parah. Hilangnya cairan dan elektrolit dalam waktu lama karena diare kronis sangat mungkin membuat tubuh kekurangan cairan sehingga fungsi organ-organ vital menjadi terganggu. Komplikasi lainnya termasuk: Kekurangan nutrisi Gangguan tumbuh kembang pada anak Penyakit penyerta, seperti infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran kemih Pencegahan Cara utama untuk mencegah diare kronis adalah mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat. Misalnya selalu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan atau sesudah buang air di toilet. Menjaga lingkungan sekitar tetap bersih juga penting agar tak terjadi kontaminasi yang bisa memicu diare, terutama pada air minum. Hindari konsumsi makanan yang belum matang atau tak diolah dengan higienis. Pastikan sudah mencuci sayur, buah, atau bahan makanan lain yang akan dimasak atau dikonsumsi. Bila hendak jajan, sebaiknya... - Published: 2023-09-03 - Modified: 2023-09-03 - URL: https://primayahospital.com/anak/leukosit-tinggi-pada-anak/ - Kategori: Anak - Tag: leukosit tinggi pada anak, penyebab leukosit tinggi, sel darah putih Leukosit tinggi pada anak merupakan pertanda adanya jumlah sel darah putih lebih banyak dari kondisi normal, kondisi ini merupakan respon imun yang normal. Namun, kondisi ini dapat mengisyaratkan adanya penyakit tertentu. Seperti diketahui, leukosit atau sel darah putih memiliki peran penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit. Meski sel darah putih hanya menyumbang sekitar 1% dari darah tetapi dampaknya besar bagi kesehatan tubuh. Jika mengabaikan kondisi sel darah putih meningkat, maka berbahaya bagi kesehatan anak. Leukosit tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah dalam tubuh. Ketahui lebih lanjut mengenai leukosit pada anak di bawah ini. Apa itu Leukosit Tinggi pada Anak? Leukosit adalah sebutan dari sel darah putih berfungsi untuk membantu tubuh melawan infeksi dan berbagai penyakit. Ketika ada peningkatan jumlah sel darah putih dalam tubuh, kondisi ini biasa disebut sebagai leukositosis. Pada bayi yang baru lahir, umumnya jumlah nilai leukosit normal antara 9. 000-30. 000 per mikroliter (mcL) darah. Kemudian pada anak berusia di bawah 2 tahun, nilai leukosit normal berada di rentang 6. 200-17. 000 mcL darah. Leukosit yang merupakan hasil produksi dari sumsum tulang, kemudian mengalirkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sel darah putih merupakan salah satu bagian berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, maka tubuh lebih mudah terkena serangan virus, bakteri, jamur dan parasit penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, saat nilai leukosit tinggi perlu diwaspadai. Gejala dan Tanda Leukosit Tinggi Gejala leukosit tinggi pada anak berbeda-beda, tergantung dari apa yang menjadi penyebab sel darah putih meningkat. Meski tidak ada gejala spesifik yang menandakan leukosit tinggi. Namun, waspadai jika terjadi gejala sebagai berikut: Anak mengalami demam Berat badan anak menurun Mudah merasa kelelahan Muncul ruam pada kulit dan rasa gatal Mengalami kondisi sesak napas Tubuh mudah mengalami lebam Mengalami gangguan pada fungsi mata Selain itu, banyak gejala leukosit tinggi pada usia anak yang menjadi indikasi adanya infeksi yang lebih serius, seperti leukemia dan limfoma. Pada leukemia akut, sel darah putih dapat membuat darah menjadi kental dan mengurangi aliran darah yang meningkat. Dengan demikian, penting untuk memahami bahaya leukosit tinggi. Sebab, leukosit tinggi dapat menjadi petanda komplikasi yang serius. Oleh karena itu, pahami gejala dan penyebab agar terhindar dari penyakit ini. Penyebab Leukosit pada Anak Tinggi Adapun penyebab meningkatnya jumlah sel darah putih pada anak, salah satunya sering disebabkan oleh peradangan atau infeksi. Selain itu, juga bisa penyebabnya oleh beberapa hal berikut: Infeksi yang penyebabnya bakteri atau virus Reaksi dari obat yang dapat menambah sel darah putih Gangguan sistem kekebalan tubuh seperti rheumatoid arthritis Mengalami stress secara fisik maupun emosional Mengalami peradangan jangka panjang Mengidap penyakit kanker darah seperti leukemia Dokter biasanya mengetahui jumlah sel darah putih normal dan tinggi setelah pemeriksaan darah. Dari pemeriksaan, diketahui jenis sel darah putih dan kecurigaan penyebab peningkatan jumlahnya. Berikut jenis leukosit dan penyebabnya: Neutrofil: Kenaikan jumlah sel darah putih jenis neutrofil ini bernama neutrofilia, biasanya disebabkan infeksi dan inflamasi atau peradangan Limfosit: Kenaikan jumlah limfosit melebihi normal bernama limfositosis. Penyebab limfositosis ini umumnya terkait dengan leukemia dan infeksi virus Monosit: Kenaikan monositosis jarang terjadi dalam tubuh daripada gangguan leukosit lainnya. Penyebab gangguan ini karena kanker dan infeksi Eosinofil: Kelebihan kadar eosinofil dalam tubuh ini dinamakan eosinofilia. Penyebab kondisi ini terjadi biasanya karena alergi dan parasit dalam tubuh Basofil: Kelebihan jumlah basofil dalam tubuh yang bernama basofilia. Penyebab basofilia ini biasanya dipicu oleh penyakit leukemia Sebenarnya saat penyebab peningkatan sel darah putih hilang, sel darah putih akan kembali normal. Namun, jika kelebihan sel darah putih pada anak menimbulkan masalah, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Diagnosis Leukosit pada Anak Tinggi Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menanyakan gejala apa saja yang muncul pada anak, hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya leukosit tinggi pada si kecil atau tidak. Dokter akan lebih mudah melakukan penanganan. Selain itu, dokter juga akan memeriksa dan melihat riwayat anak guna mengetahui adanya faktor pemicu kondisi sel darah putih meningkat. Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan penunjang akan dilakukan berupa tes darah lengkap. Tes darah lengkap ini berfungsi untuk melihat kondisi sel darah putih, sel darah merah, dan platelet (trombosit) dalam darah, apakah jumlah sel darah nilainya normal atau justru di atas normal. Semuanya dapat mengetahuinya dari tes ini. Pemeriksaan tes darah lengkap biasanya cukup untuk memberikan hasil yang tepat. Namun jika memerlukan, pemeriksaan sumsum tulang dapat melakukannya untuk memastikan diagnosis leukosit pada anak tinggi atau di atas normal. Penanganan Leukosit Anak Tinggi Penanganan untuk menurunkan leukosit tinggi pada anak bervariasi, hal ini tergantung penyebab kondisi sel darah putih naik. Misalnya, jika jumlah leukosit tinggi karena infeksi bakteri, dokter akan membuat resep obat antibiotik. Berhubungan kondisi leukosit anak tinggi karena penyebabnya banyak, maka perawatannya berbeda-beda sampai berangsur pulih. Berikut beberapa perawatan untuk menurunkan kondisi leukosit tinggi pada usia anak, antara lain: Pemberian obat antibiotik untuk mengatasi infeksi Perawatan kondisi anak yang menyebabkan peradangan Pemberian antihistamin ataupun inhaler pada reaksi... - Published: 2023-08-15 - Modified: 2023-08-15 - URL: https://primayahospital.com/homecare/orang-tua-tidak-mau-makan/ - Kategori: Homecare Semakin bertambahnya usia, kondisi fisik dan mental akan mengalami perubahan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah orang tua tidak mau makan. Menurunnya selera makan lansia bisa dipengaruhi banyak hal, tetapi kondisi ini bisa memengaruhi asupan nutrisi sehingga butuh perhatian khusus. Bantuan perawatan lansia atau orang tua yang sulit makan bisa Anda percayakan pada Kavacare. Silakan hubungi Kavacare Support di nomor 0811 1446 777 untuk konsultasi seputar layanan homecare bagi orang terkasih di rumah. Tips Mengatasi Lansia Sulit Makan Berbagai masalah kesehatan pada lansia seperti menurunnya metabolisme, gangguan menelan, lebih sensitif pada aroma makanan, serta efek samping obat-obatan dapat menyebabkan nafsu makan menurun. Mengatasi orang tua tidak mau makan tentu perlu pendekatan tersendiri. Anda tidak bisa memaksa. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar lansia mau makan: 1. Buat Jadwal Makan dan Camilan Buatlah jadwal harian untuk makan, hidangkan makan besar pada waktu yang sama setiap harinya. Siapkan juga jadwal memberikan camilan untuk lansia. Cara ini dilakukan untuk membiasakan tubuh lansia makan pada jam-jam tertentu. Anda tidak bisa selalu menunggu orang tua merasa lapar, karena selera makan lansia umumnya berkurang drastis hingga mereka mengabaikan keinginan makan. Maka sebaiknya hidangkan dan tawarkan makanan lebih dulu. 2. Berikan Porsi Kecil Beberapa lansia merasa kurang nyaman ketika menyadari seberapa banyak porsi makanan yang diberikan. Mereka mungkin merasa takut tidak bisa menghabiskan, lalu menjadi ragu untuk mulai makan. Disarankan untuk mengatasi orang tua tidak mau makan dengan cara memberikan porsi lebih sedikit. Anda bisa menggunakan piring kue yang berukuran lebih kecil. Namun berikanlah makanan tinggi nutrisi, misalnya dengan menambahkan alpukat, minyak zaitun, atau keju lembut. 3. Kurangi Penggunaan Alat Makan Berkurangnya kemampuan menggenggam bisa menyebabkan lansia sulit menggunakan alat makan seperti sendok, garpu, sumpit, atau pisau. Kendala ini lantas dapat memicu rasa frustrasi tiap hendak makan, kemudian membuat lansia tidak mau menyantap porsi makannya. Maka Anda bisa membantu orang tua makan lebih mudah dengan menghidangkan masakan yang tidak perlu dimakan dengan alat makan. Misalnya nugget, fish stick, potongan timun, atau sayuran rebus yang mudah digenggam. 4. Selalu Siapkan Makanan Kecil Kadang orang tua lebih suka makan makanan kecil sepanjang hari dibandingkan menghabiskan satu porsi makan besar. Anda harus memahami preferensi ini, selama lansia tetap mau makan. Agar kebutuhan gizi orang tua tetap terpenuhi, siapkan snack lezat tinggi nutrisi. Misalnya buah-buahan, biskuit dan selai kacang, keju batang ukuran sekali makan, serta siapkan susu. 5. Smoothies, Jus, dan Milkshake Jika lansia tidak memiliki masalah dalam menelan (disfagia), Anda bisa menyiasati selera makan orang tua dengan memberikan minuman bergizi dan sehat. Smoothies yang terbuat dari buah-buahan dan yoghurt bisa menjadi pilihan. Selain bernutrisi, minuman ini juga mengenyangkan. Selain smoothies bisa juga memberikan jus buah dan sayuran, atau milkshake. 6. Selalu Pantau Respons Lansia Perhatikan dan catat jenis makanan apa saja yang disukai, makanan yang dihindari, dan jenis-jenis makanan yang tampak sulit dikonsumsi oleh orang tua. Selain itu perhatikan pula kapan lansia tampak lebih bersemangat untuk makan. Tidak semua cara mengatasi orang tua tidak mau makan pasti berhasil, maka sebaiknya Anda selalu mencoba hal-hal baru. Perlukah Obat Penambah Nafsu Makan? Orang tua tidak mau makan tentu membuat keluarga khawatir. Mungkin Anda terpikir untuk memberikan obat penambah nafsu makan atau suplemen untuk meningkatkan selera makan. Namun tidak dianjurkan memberi obat penambah nafsu makan pada lansia. Suplemen makanan tinggi kalori pun hanya meningkatkan berat badan lansia, tetapi tidak memberikan dampak positif pada kualitas hidup, selera makan, serta motivasi orang tua untuk beraktivitas. Obat-obatan tersebut tidak berdampak signifikan, bahkan dapat berisiko buruk pada kesehatan lansia. Cara terbaik mengatasi orang tua tidak mau makan adalah memberikan dukungan dari lingkungan sekitar. Penggunaan Infus Nutrisi Nutrisi yang diberikan melalui infus atau dengan metode intravena dapat memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi pada pasien, atau sebagai suplemen jika pemberian makanan secara oral kurang mencukupi. Biasanya metode ini dilakukan ketika pasien tidak bisa menelan, tetapi kehilangan banyak nutrisi karena muntah, terus berkeringat, atau diare. Jika lansia menolak makan dan minum, tubuh tetap membutuhkan cairan. Infus bisa diberikan sebagai asupan nutrisi dan mencegah terjadinya dehidrasi. Namun pemberian infus ini tentunya harus dengan konsultasi dokter. Penggunaan Infus Pengganti Makan Infus pengganti makan diberikan ketika sistem pencernaan pasien tidak lagi berfungsi dengan baik. Metode ini dinamakan infus nutrisi parenteral. Untuk memberikan nutrisi parenteral dibutuhkan selang intravena berukuran besar yang dimasukkan melalui pembuluh vena besar, terletak di bawah tulang selangka. Infus nutrisi parenteral umumnya terdiri dari karbohidrat sebagai sumber kalori, air, protein, lemak, vitamin, mineral, asam lemak, serta asam amino yang penting untuk tubuh. Nutrisi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi pasien. Pemberian infus pengganti makanan adalah jalan terakhir pemberian nutrisi, sebab metode ini memiliki banyak risiko komplikasi dan tidak dapat menjaga fungsi sistem pencernaan. Pertanyaan Umum Seputar Orang Tua Tidak Mau Makan Normalkah Orang Tua Sulit Makan? Selera makan yang berkurang signifikan merupakan masalah yang sering dialami pada lansia, baik saat dirawat di rumah maupun ketika menjadi pasien di rumah sakit. Berkurangnya... - Published: 2023-08-15 - Modified: 2023-08-15 - URL: https://primayahospital.com/homecare/gatal-gatal-pada-lansia/ - Kategori: Homecare Gatal-gatal pada lansia, yang sering disebut juga pruritus, cukup umum terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dermatologis (masalah kulit) dan nondermatologis. Walaupun begitu, gatal kronis pada lansia paling umum terjadi akibat masalah dermatologis. Rasa gatal cenderung terjadi akibat perubahan terkait usia di kulit, penyakit komorbid yang sistemik (yang berkaitan dengan metabolisme), efek pengobatan, dan kondisi psikologis. Apabila Anda atau lansia yang Anda rawat mengalami gatal-gatal, segera hubungi dokter untuk memeriksakan penyebabnya. Anda juga dapat menghubungi layanan homecare dari Kavacare di nomor 0811 1446 777 untuk mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter ke rumah. Definisi Gatal Kulit yang gatal adalah sensasi yang mengganggu yang membuat Anda ingin menggaruk. Kondisi ini juga disebut dengan pruritus, yang biasanya diakibatkan oleh kulit kering dan umum terjadi pada lansia karena kulit lansia cenderung menjadi lebih kering seiring dengan pertambahan usia. Bergantung pada penyebab rasa gatal pada kulit, kulit Anda bisa jadi tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun atau mungkin meradang, menjadi kasar, atau mengalami benjolan. Menggaruk secara terus-menerus dapat menyebabkan area kulit menjadi iritasi, sehingga kulit semakin menebal dan bisa terluka serta berisiko mengalami infeksi. Penyebab Umum Gatal Pada Lansia 1. Masalah Dermatologis Salah satu penyebab paling umum gatal pada lansia adalah akibat masalah dermatologis, yaitu gangguan yang berkaitan dengan kulit, rambut, dan kuku. Berikut ini adalah masalah dermatologis yang dapat menyebabkan gatal pada lansia: Dermatitis seboroik, yaitu infeksi dari jamur Malassezia ketika kekebalan tubuh lansia tengah menurun. Masalah kulit ini dapat terjadi akibat penyakit Parkinson dan masalah kejiwaan, seperti depresi dan kecemasan. Dermatitis statis kronis, yaitu peradangan yang disebabkan penyumbatan aliran darah, biasanya terjadi di tungkai kaki bagian bawah. Dermatitis numularis, yang dapat ditandai dengan erupsi pruritus kronis atau akut walaupun tidak ada penyakit atopik. Kemungkinan faktor penyakit ini adalah kulit kering atau bisa disebabkan oleh faktor stressor. Dermatitis kontak, masalah kulit ini dapat terjadi akibat alergi atau iritasi kulit yang muncul akibat paparan suatu zat atau benda iritatif. Umumnya terjadi pada lansia. Masalah kulit ini biasanya terjadi akibat menurunnya perlindungan kulit bagian terluar dan sistem kekebalan tubuh, tetapi dapat juga terjadi akibat peradangan. Prurigo nodularis, yang juga umum terjadi pada lansia akibat masalah kulit, neuropati, dan penyakit sistemik, seperti penyakit ginjal stadium akhir dan HIV. Benjolan dan lesi akibat penyakit ini dapat menyebar ke kaki-tangan, punggung bagian atas, dan bokong. Psoriasis, yang biasanya ditunjukkan dengan tipe plak yang bersifat kronis. Penyakit ini merupakan jenis penyakit autoimun dan tidak dapat disembuhkan. Psoriasis hanya bisa dikontrol dari faktor pencetusnya serta menggunakan obat-obatan. Pemphigus bulosa yang sering dipicu oleh infeksi virus dan beberapa jenis obat-obatan, tetapi kebanyakan kasus tidak menunjukkan pemicu yang jelas. Jika infeksi, biasanya akan muncul benjolan di kulit yang berisi cairan. Skabies, yaitu gatal pada kulit akibat tungau (mite), yang ditandai dengan ruam pruritis yang intens dan paling sering terjadi pada malam hari atau setelah mandi dengan air hangat. Penularan melalui kontak dengan penderitanya, atau tinggal satu rumah dengan banyak penghuni dan dalam tidur dalam satu ruangan bersama. 2. Gatal Neuropati Walaupun masalah dermatologis adalah yang paling umum mengakibatkan gatal pada lansia, ada pula gatal yang disebabkan oleh neuropati, yaitu gangguan pada saraf. Penanganan Gatal pada Lansia Pengobatan pada kulit gatal terfokus pada menghilangkan penyebab gatal tersebut. Apabila pengobatan di rumah tidak menyembuhkan gejala-gejala Anda, Anda dapat menghubungi dokter untuk mendapatkan resep untuk pengobatan gatal atau saran pengobatan lainnya. Mengendalikan gejala-gejala kulit bisa jadi cukup sulit dan membutuhkan terapi jangka panjang. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Krim dan Lotion Kortikosteroid Apabila kulit Anda gatal dan meradang, dokter Anda bisa jadi akan menyarankan pengolesan krim atau lotion pada area yang gatal. Setelahnya, Anda dapat menutupi kulit yang tengah diobati dengan bahan katun yang lembab karena lembab membantu kulit menyerap krim dan memberikan sensasi sejuk yang dapat memberikan kenyamanan pada area yang gatal. 2. Krim dan Lotion Lain Pengobatan lain yang dapat dilakukan pada kulit termasuk inhibitor calcineurin, seperti tacrolimus (Protopic) dan pimecrolimus (Elidel). Atau Anda dapat meredakan gatal dengan anestesi topikal, krim capsaicin atau doxepin. 3. Terapi Sinar (fototerapi) Teknik ini menggunakan metode dimana kulit Anda diberikan sinar spesifik yang dapat mengobati rasa gatal pada kulit. Sinar ini dinamakan dengan sub eritemogenik fototerapi berbasis ultraviolet. Anda dapat melakukan terapi ini beberapa kali hingga rasa gatal dapat dikendalikan. Kapan Harus ke Dokter? Rasa gatal sebenarnya termasuk kasus yang sering terjadi, tetapi gatal-gatal pada lansia dapat menjadi serius dan Anda akan membutuhkan bantuan dokter dalam mengatasi rasa gatal tersebut. Apabila Anda mengalami gatal-gatal di bawah ini, maka sebaiknya Anda segera menghubungi dokter. Gatal yang menyebar (generalized itching), yaitu jika gatal-gatal pada lansia menyebar ke seluruh tubuh dan tidak hanya pada lokasi yang spesifik, dan terasa sepanjang waktu, tidak hanya pada cuaca tertentu atau waktu-waktu tertentu. Rasa gatal yang lama, jika rasa gatal berlangsung lebih dari lama empat minggu sekalipun Anda telah mencoba pengobatan di rumah dan gatal tidak juga mereda. Ruam yang tampak jelas,... - Published: 2023-08-15 - Modified: 2023-08-15 - URL: https://primayahospital.com/homecare/anak-susah-makan/ - Kategori: Homecare Anak memilih-milih makanan dan mendadak menolak untuk makan adalah hal wajar, terutama pada balita. Namun jika anak susah makan dalam jangka waktu lama, kondisi ini perlu menjadi perhatian orangtua sebab normalnya anak-anak merasa lapar setiap beberapa jam. Anak susah makan tentu membuat orangtua cemas. Hubungi Kavacare melalui Whatsapp di nomor 0811 1446 777 untuk mendapatkan telekonsultasi dengan ahli gizi dari rumah. Dapatkan juga kunjungan dokter ke rumah untuk pemeriksaan medis lebih lanjut dengan layanan homecare Kavacare. Penyebab Anak Susah Makan Beberapa hal yang dapat menyebabkan anak susah makan yaitu: 1. Hanya Menyukai Jenis Makanan Tertentu Anak-anak terutama balita seringkali hanya makan makanan yang disukai oleh mereka atau selective eating. Biasanya mereka memiliki jenis makanan kesukaan untuk beberapa waktu, kebanyakan lebih menyukai makanan manis. Tanpa membiasakan memberikan makanan lain, anak-anak akan lebih tertarik dengan rasa manis, bahkan sejak bayi. 2. Takut dengan Makanan Baru Mulai usia 2 tahun, anak-anak mungkin memiliki ketakutan untuk mencoba makanan baru. Hal ini termasuk alasan paling sering anak susah makan. Ketakutan ini akan berkurang dan hilang seiring waktu, tetapi orangtua harus bersabar menghadapinya. Anak-anak butuh dikenalkan dengan makanan baru lebih dari sekali hingga akhirnya mereka mau mencoba memakannya. 3. Masalah Sensorik Anak-anak memiliki kuncup perasa lebih banyak dari orang dewasa, ini menyebabkan mereka lebih sensitif terhadap rasa makanan, terutama makanan pahit seperti sayur-sayuran. Beberapa anak juga memilih makanan tidak hanya berdasarkan rasa, tetapi bagaimana indera-indera lain memproses, misalnya: Tekstur Aroma Bentuk Warna Gerakan, seperti gelatin atau puding. Jika pemilihan makanan anak lebih ekstrem, bisa jadi ini menandakan gangguan proses sensorik. Biasanya anak yang memiliki masalah sensorik hany memilih makanan dengan tekstur atau warna tertentu. Jika Anda mencurigai adanya gangguan sensorik pada anak, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter. 4. Nafsu Makan Turun Anak-anak pun bisa mengalami penurunan nafsu makan. Namun pada dasarnya, mereka dapat memahami ketika mulai merasa lapar. Jika anak susah makan dan bersikeras tidak merasa lapar, orangtua bisa mencoba menawarkan makanan ringan. 5. Kelelahan dan Adanya Gangguan Seperti orang dewasa, anak susah makan bisa karena terlalu lelah bergerak untuk makan. Bisa jadi anak terlalu sibuk dengan kegiatannya dan menolak untuk makan. Hal ini dapat terjadi jika anak sangat aktif di hari itu, kurang tidur, atau sedang sibuk bermain. 6. Masalah Kesehatan Anak susah makan juga bisa disebabkan oleh masalah-masalah kesehatan, contohnya: Tumbuh gigi Konstipasi atau sembelit Infeksi yang menyebabkan sakit tenggorokan atau demam Sensitivitas terhadap makanan Refluks asam lambung, GERD Tenggorokan bengkak karena alergi atau naiknya asam lambung. Dampak jika Anak Susah Makan Makanan adalah sumber nutrisi penting untuk anak. Kebiasaan memilih-milih makanan atau susah makan bisa menimbulkan masalah kesehatan serius pada anak. Anak susah makan atau pemilih bisanya mengonsumsi jenis makanan yang terbatas, hal ini dapat menyebabkan defisiensi nutrisi. Beberapa dampak jika anak susah makan adalah: Berkurangnya konsentrasi dan energi anak, akibatnya anak menjadi kurang aktif dalam mengeksplorasi lingkungan Berkurangnya kemampuan kognitif Sistem kekebalan tubuh melemah, semakin sulit melawan penyakit dan berbagai infeksi Bertambahnya risiko masalah berat badan, seperti kurang berat atau kelebihan berat badan Masalah pada gigi, terutama jika anak hanya mau makan makanan ringan atau makanan manis. Tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, ketika anak susah makan, situasi keluarga dan orangtua pun dapat terpengaruh. Orangtua akan merasa cemas dan stres karena tidak bisa memenuhi kebutuhan makan anak sesuai anjuran. Ditambah jika anak merespons negatif saat dibujuk untuk makan. Maka jika anak susah makan, hal ini tidak boleh disepelekan. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi ketika mulai merasa khawatir dengan kebiasaan anak menolak untuk makan. Cara Mengatasi Anak Susah Makan Anda bisa mengikuti beberapa tips ini untuk mengatasi anak susah makan: Berikan anak makanan yang sama dengan keluarga lainnya, tetapi perhatikan kadar gizinya Makanlah bersama anak untuk menemaninya belajar menikmati makanan baru Coba berikan porsi kecil, tetap apresiasi anak biarpun hanya makan sedikit Jika anak menolak makan, jangan paksa mereka. Cobalah lebih sabar, ambil makanan dan tawarkan lagi di waktu berikutnya Biasakan anak untuk makan sebelum terlalu lapar atau terlalu lelah Jika anak butuh waktu lama saat makan, tetap bersabar Jangan berikan makanan ringan terlalu banyak Jangan jadikan makanan sebagai hadiah, ini bisa menimbulkan pemikiran jika makanan manis lebih baik dibandingkan sayur-sayuran Buatlah waktu makan menjadi menyenangkan, duduk dan mengobrol bersama anak saat makan bisa membuatnya lebih menikmati waktu makan Variasikan bagaimana Anda menghidangkan makanan untuk anak, buatlah makanan tampak lebih menarik. Mematuhi jadwal makan dengan teratur. Pola Makan Anak yang Tepat Pola makan tepat terdiri dari nutrisi yang seimbang dan porsi dan tepat. Porsi makan seimbang dianjurkan mengandung semua jenis kelompok nutrisi yang dibutuhkan anak, seperti protein, susu atau pengganti susu, buah, sayur, dan biji-bijian sebagai karbohidrat. Memvariasikan isi piring anak juga membuat waktu makan menjadi lebih menarik dan membantu anak mengenal lebih banyak rasa. Setiap jenis bahan makanan mengandung kombinasi nutrisi yang unik. Maka variasi jenis makanan juga penting untuk kesehatan anak. Anjuran sajian sehat dalam menu makan anak... - Published: 2023-08-15 - Modified: 2023-08-15 - URL: https://primayahospital.com/homecare/hipotermia-ringan/ - Kategori: Homecare Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 35 derajat Celcius. Hipotermia dapat memicu kondisi berbahaya bagi kesehatan. Normalnya, manusia akan mempertahankan suhu tubuh dengan rentang 36. 5 hingga 37. 5 derajat Celcius. Suhu ini dipertahankan sistem tubuh. Namun ketika berada di lingkungan dengan suhu lebih rendah dari tubuh, tubuh akan melepaskan panas. Bila Anda atau orang terkasih di rumah memerlukan perawatan pasca hipotermia di rumah, Kavacare dapat membantu Anda. Kavacare menghadirkan layanan homecare oleh perawat medis berpengalaman di IGD/ICU. Hubungi kami melalui Whatsapp di nomor 0811-1446-777 untuk mendapatkan layanan homecare sesuai kebutuhan medis Anda. Penyebab Hipotermia Ringan Hipotermia dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan atau kondisi medis tertentu. Tubuh akan melepaskan panas dengan meningkatkan metabolisme dan kontraktivitas otot-otot. Menurunnya kedua proses tersebut menyebabkan pelepasan panas tubuh berkurang, akibatnya temperatur tubuh kita akan mulai turun dan bisa terjadi hipotermia. Selain faktor lingkungan, hipotermia bisa terjadi pada pasien stroke dan pasien diabetes melitus yang mengalami episode hipoglikemik (gula darah rendah di bawah batas normal). Pasien dengan kondisi ini mungkin akan berbaring dalam waktu lama dan meningkatkan risiko hipotermia. Faktor-faktor risiko lainnya seperti: Lansia, kemampuan untuk meregulasi suhu tubuh semakin berkurang seiring pertambahan usia Anak-anak, dibandingkan orang dewasa, anak-anak membakar lebih banyak energi dan tanpa sadar bisa menghabiskan cadangan energi mereka. Hal ini bisa menyebabkan mereka juga tidak menyadari jika tengah kedinginan Bayi rawan mengalami hipotermia karena lebih cepat melepaskan panas tubuh dan tidak memiliki energi cadangan untuk meningkatkan suhu tubuh. Bayi bahkan rawan mengalami hipotermia jika tidur di ruangan dingin Tidak berpengalaman mendaki gunung, memancing, atau berburu. Biasanya mereka yang awam tidak paham barang-barang apa saja yang harus dibawa untuk mencegah hipotermia Kecanduan alkohol, sifat alkohol melebarkan pembuluh darah sehingga panas lebih cepat keluar dari tubuh. Alkohol juga mengurangi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, termasuk saat kedinginan Tuna wisma, berisiko hipotermia karena tidak memiliki tempat yang aman untuk berlindung saat kedinginan Pengidap gangguan kognitif dan mental, mereka mungkin kesulitan memahami cuaca, rentan tersesat, dan tidak bisa memilih pakaian yang cocok untuk terhindar dari udara dingin Mengonsumsi obat-obatan tertentu, beberapa jenis obat seperti obat sedasi, anestesi, opioid, antipsikotik, dan clonidine bisa mengurangi kemampuan seseorang merasakan dingin Hipotermia dapat dibagi berdasarkan derajat. Derajat yang paling awal adalah hipotermia ringan. Berikut penjelasan gejala dan pertolongan pertama hipotermia ringan yang telah dirangkum oleh Kavacare. Ciri-ciri Hipotermia Ringan Seseorang dikatakan mengalami hipotermia ringan ketika suhu tubuh turun pada kisaran 32 - 35 derajat Celcius. Namun setiap individu merespons berbeda ketika terjadi hipotermia, sehingga mungkin saja temperatur saat terserang hipotermia berbeda-beda pula. Gejala hipotermia ringan contohnya: Tampak pucat dan dingin saat disentuh karena pembuluh darah di kulit menyempit Tampak mengantuk, lemas, dan tidak bertenaga ketika bergerak Menggigil Meningkatnya detak jantung Napas menjadi lebih cepat Pertolongan Pertama Hipotermia Ringan Hipotermia ringan pun bisa menjadi kondisi yang mengancam nyawa jika tidak segera mendapat pertolongan pertama. Segera hubungi petugas medis untuk mendapat bantuan. Sebelum pertolongan medis tiba, llangkah-langkah yang harus segera dilakukan jika orang di sekitar kita mengalami hipotermia ringan adalah sebagai berikut: 1. Cegah Panas Tubuh Hilang Langkah pertama saat terjadi hipotermia adalah mencegah temperatur tubuh semakin turun. Sebaiknya segera bawa mereka ke tempat yang lebih hangat dan kering. Carilah tempat berteduh yang aman dari paparan angin dingin. Jika mereka mengenakan pakaian basah, segera lepas. Kemudian lapisi seluruh tubuh mereka dengan kain kering dan hangat untuk mencegah panas hilang karena radiasi. Pada anak-anak, tutupi area kepala. 2. Hangatkan Tubuh Untuk menghangatkan tubuh seseorang yang mengalami hipotermia, pastikan mereka dalam keadaan kering. Hindari melakukan metode merendam dengan air hangat, karena cara ini berisiko menyebabkan darah mengalir menjauhi jantung dan otak, kemudian terjadi penurunan tekanan darah yang membahayakan. Lakukan prosedur insulasi dengan menyelimuti mereka agar panas tubuh tidak hilang dan tidak terpapar udara dingin di sekitar. Gunakan sumber hangat yang ada, seperti botol isi air hangat atau selimut hangat. Proses menghangatkan ini sebaiknya dilakukan perlahan-lahan untuk menghindari kondisi pembuluh darah yang menyempit langsung melebar. Situasi ini berisiko menyebabkan kondisi medis lain, contohnya gagal jantung dan penurunan kesadaran. Jangan sampai suhu terlalu panas. Idealnya sumber panas yang digunakan harus lebih hangat dari temperatur individu yang terserang hipotermia. Hindari pula memberikan alkohol karena dapat mengganggu proses tubuh menyimpan panas. 3. Awasi dan Lakukan Resusitasi Jantung Paru Jangan tinggalkan seseorang yang mengalami hipotermia, selalu awasi mereka, terutama bagaimana mereka bernapas. Jika pasien dalam kondisi tidak sadar, napas terhenti, dan tidak teraba denyut nadi, segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR) jika kita atau ada orang terdekat yang terlatih melakukannya. Perawatan Pasien Hipotermia Ringan Perawatan pasien hipotermia tergantung seberapa parah kondisinya. Pada dasarnya perawatan pasien hipotermia terbagi menjadi: Rutin mengganti pakaian jika selama perawatan baju terasa basah Menghangatkan secara aktif (insulasi dengan selimut hangat) Menghangatkan temperatur inti tubuh (contohnya memberikan cairan infus yang dihangatkan, oksigen lembap dan hangat, dan penghangatan darah menggunakan metode khusus) Untuk pasien hipotermia ringan, perawatan cukup mudah dilakukan. Menghangatkan secara pasif, menyelimuti... - Published: 2023-08-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/anak-mengalami-tantrum/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: anak mengalami tantrum, gejala tantrum, Tantrum anak - Translation Priorities: Optional Tantrum pada anak merupakan kondisi yang paling sering terjadi saat anak meluapkan emosinya dengan menangis, teriak-teriak, dan bahkan berguling-guling di lantai. Kondisi ini membuat orang tua kesulitan dan bingung menghadapinya. Meskipun kondisi ini cukup normal terjadi pada anak usia 1-4 tahun sebagai bagian dari proses perkembangannya. Oleh karena itu, ketika anak mengalami tantrum tidak perlu panik karena ada beberapa cara mengatasi permasalahan ini. Lalu, apa yang harus dilakukan saat tantrum? Apa penyebab si kecil mengalami tantrum? Yuk, baca terus artikel ini hingga akhir untuk mengetahui masalah anak-anak dengan kondisi tantrum. Berikut informasi selengkapnya untuk Anda. Apa itu Tantrum? Tantrum adalah kondisi di mana terjadi ledakan emosi yang kuat pada anak-anak disertai dengan perilaku agresif seperti berteriak tidak jelas, tidur di atas lantai, perasaan marah, sedih, dan jengkel. Apakah kondisi ini normal bagi anak? Meskipun tantrum merupakan kondisi normal yang sifatnya tidak permanen. Namun, perilaku ini kerap membuat orang tua panik dan bingung menghadapinya. Pada dasarnya, tantrum akan hilang saat usia anak 4 tahun ke atas. Setiap anak memiliki frekuensi tantrum berbeda. Menurut kutipan dari buku Temper Tantrums, sekitar 20 persen anak mengalami tantrum setidaknya sekali dalam sehari dengan durasi sekitar 2-15 menit akan segera normal kembali. Tantrum juga bisa dialami oleh anak dengan usia di atas 4 tahun, hal ini dapat terjadi karena mereka belum belajar cara mengekspresikan atau mengelola perasaan yang tepat. Oleh karena itu, perlu treatment yang tepat bagi si kecil yang tantrum. Gejala Tantrum pada Anak Ada beberapa tanda dan gejala anak mengalami tantrum yang penting diketahui oleh orang tua. Tanda-tanda ini seringkali dilewatkan hingga tidak mengetahui cara menghadapinya dengan tepat. Adapun gejala tantrum pada anak-anak sebagai berikut: Anak sering merengek dan menjerit Anak sering menangis dan berteriak Anak menendang dan memukul Anak melempar barang Anak marah sampai melukai diri sendiri Frekuensi kemarahan anak sering terjadi Tanda dan gejala di atas merupakan kondisi yang menjadi resiko adanya gangguan emosional pada anak. Oleh karena itu, penting orang tua mengetahui penyebab tantrum agar bisa melakukan penanganan yang tepat pada si kecil yang tantrum. Penyebab Anak Tantrum Penyebab anak yang tantrum biasanya karena rasa marah dan kesal. Namun, kondisi tantrum juga bisa muncul karena anak-anak merasa lapar dan tidak nyaman. Tindakan agresif itu terjadi karena mereka sulit mengungkapkan keinginannya. Selain itu, ketika si kecil mengalami tantrum bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor yang mendorong anak berperilaku agresif dan sulit dikendalikan karena anak belum bisa mengontrol emosinya. Berikut faktor penyebab lainnya: Anak mengalami kelelahan atau mengantuk Rasa lapar sehingga membuat anak stres Situasi tidak nyaman dan meresahkan bagi anak Ketakutan seperti contohnya bertemu orang asing Keinginannya tidak terpenuhi hingga anak marah Pola asuh anak yang terlalu memanjakannya Meskipun begitu, orang tua tidak perlu khawatir dengan kondisi si kecil yang tantrum. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan bahasa semakin meningkat dan anak-anak juga lebih mampu mengendalikan emosi dan perilakunya. Cara Mengatasi Tantrum pada Anak Ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi atau menghadapi anak-anak dengan tantrum. Cara penanganan yang seharusnya dilakukan tidak membuat anak semakin menjadi meluapkan emosi dan berperilaku agresif. Adapun cara menghadapi dan mengatasi tantrum pada anak dengan melakukan pendekatan yang membuat si kecil tenang. Selain itu, bisa dengan penanganan berikut ini: 1. Memberi Ruang pada Anak Memberi ruang pada anak artinya, orang tua bisa memberikan anak kesempatan meluapkan emosinya tetapi tetap dalam pantauan orang tua. Anak bebas mengekspresikan emosinya tanpa mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya. 2. Menunjukkan Empati Cara mengatasi si kecil tantrum dengan menunjukkan rasa empati, bukan malah memukul atau mencubitnya. Orang tua bisa bisikan kata yang menenangkan dan bentuk suasana positif agar anak merasa ada yang memperhatikan. 3. Pastikan Anak Aman Ketika si kecil mengalami tantrum atau meluapkan emosinya, pastikan di sekeliling anak tidak ada benda yang membahayakan terutama saat anak berguling-guling di lantai. Hal ini sebagai upaya mengatasi si kecil tantrum dengan aman. 4. Pahami Perasaan Anak Dengan memahami perasaan si kecil, orang tua bisa mengerti apa yang sedang dibutuhkan atau diinginkan oleh anak. Anak mungkin merasa lapar, capek atau ingin istirahat. Orang tua harus mampu memahami perasaan anak tersebut. 5. Sabar dan Tenang Menghadapi si kecil sedang tantrum harus dengan cara yang tepat, salah satunya adalah sabar dan tenang. Lebih baik orang tua menjauh sebentar, kemudian tarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri sebelum menghadapinya 6. Bersikap Tegas dan Konsisten Perilaku agresif anak biasanya muncul saat keinginan tidak terpenuhi. Orang tua bisa bersikap tegas dan konsisten sehingga anak paham apa yang dilakukan tidak baik. Sebisa mungkin tidak menuruti semua apa keinginannya. 7. Hindari Membentak Anak Paling penting, menghadapi si kecil tantrum tidak boleh membentaknya atau menyukainya dengan nada marah. Usahakan jangan terpancing emosi sehingga ikut emosional. Hal ini hanya akan membuat akan semakin agresif. Cara Pencegahan Tantrum pada Anak Ada beberapa cara bisa dilakukan mencegah si kecil mengalami tantrum atau berperilaku agresif, salah satunya adalah meluangkan waktu untuk istirahat. Anak-anak yang kelelahan... - Published: 2023-08-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/radang-tenggorokan-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Faringitis, radang tenggorokan, tenggorokan - Translation Priorities: Optional Radang tenggorokan pada anak umum terjadi karena beberapa faktor. Umumnya, masalah kesehatan ini terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun. Seringkali muncul pada musim hujan serta musim panas. Pada kedua musim tersebut cenderung menguras konsentrasi tubuh sehingga imunitas menjadi melemah. Akibatnya, tubuh menjadi mudah sekali terkena penyakit terutama pada anak-anak yang status sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan. Kenali Apa Itu Radang Tenggorokan Faringitis atau radang tenggorokan merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Umumnya virus biang flu, demam kelenjar, dan influenza kerap memicu munculnya radang tenggorokan. Selain virus, radang tenggorokan juga sering terjadi akibat Infeksi bakteri seperti streptokokus. Karena menimbulkan rasa kurang nyaman terutama ketika menelan makanan dan minuman, pengobatan dengan tepat perlu bunda-bunda lakukan. Terlalu lama membiarkan anak mengalami radang tenggorokan berpotensi membuat berat badannya turun. Mengapa begitu? Karena rasa sakit yang timbul saat menelan makanan atau minuman, menjadikan anak-anak malas makan. Gejala-Gejala Radang Tenggorokan pada Anak Dikenal sebagai infeksi menular yang tersebar melalui kontak langsung, penderita radang tenggorokan atau faringitis akan menunjukkan beberapa tanda setelah terinfeksi. Pembahasan mengenai gejalanya ada di bawah ini: Tenggorokan tiba-tiba terasa sakit Ketika menelan sesuatu tenggorokan terasa nyeri meski berupa air, bubur, atau makanan lunak lainnya Muncul demam Kelenjar getah bening di leher mengalami pembesaran, biasanya penderita mengeluhkan adanya tonjolan di sekitar leher Mudah merasa haus akibat tenggorokan yang kering Timbul kemerah-merahan di bagian langit-langit mulut Terjadi pembesaran amandel atau muncul bercak putih hingga nanah Suara berubah menjadi serak Penyebab Utama Munculnya Radang Tenggorokan Terjadinya radang tenggorokan paling umum karena bakteri Streptococcus dan virus mononukleosis. Selain itu, ada satu lagi jenis virus penyebab sakit tenggorokan yang beberapa waktu lalu melanda dunia yaitu Covid-19. Selain virus dan bakteri, ternyata masih ada penyebab lain yang patut ibu waspadai agar anak tidak sampai mengalami masalah kesehatan tersebut. 1. Alergi Seorang yang bernafas melalui mulut cenderung lebih mudah terkena radang tenggorokan, apalagi kondisi udara di ruangan sedang panas. Jika orang yang bersangkutan tidak merubah cara bernafasnya, ada kemungkinan akan terserang radang secara berulang. 2. Infeksi jamur Bukan karena alergi, virus, atau bakteri, gangguan kesehatan ini juga timbul akibat jamur. Jamur jenis ini sering menyerang orang dengan kondisi imunokompromais, penggunaan steroid, atau antibiotik dalam jangka panjang. 3. Infeksi HIV Kasus HIV pada anak cukup jarang terjadi, namun bukan berarti tidak ada. Cara penularan paling umum yaitu melalui transfusi darah atau menggunakan suntik yang sama dengan pengidap HIV. Karena menyerang sistem imun, seorang yang terkena HIV mudah terserang berbagai penyakit termasuk radang tenggorokan. 4. Iritasi di dalam tenggorokan akibat GERD Pada anak remaja, gangguan kesehatan paling banyak mereka alami adalah GERD. Ketika penyakit tersebut menyerang, asam lambung akan naik ke esofagus (kerongkongan) sehingga menyebabkan sesak nafas dan radang. Faktor Risiko Radang tenggorokan semakin rawan menyerang anak yang memiliki faktor riisko tertentu. Agar lebih waspada dan tahu bagaimana cara menanganinya dengan baik, simak penjelasan berikut: Berada di lingkungan sosial yang rentan melakukan sentuhan Saat anak menginjak usia remaja, mereka akan lebih sering mengalami radang tenggorokan Sering merasakan sinusitis Berada di tempat dengan banyak perokok aktif Anak menderita masalah imunitas Udara sekitar sedang rendah Anak menderita rhinitis alergi Menggunakan kortikosteroid Cara Dokter Mendiagnosa Dokter melakukan diagnosa dengan menjalankan langkah-langkah khusus. Tujuannya untuk memastikan apakah pasiennya benar-benar menderita radang tenggorokan atau tidak. Berikut penjelasannya: 1. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik merupakan langkah pertama yang dokter lakukan sebelum mendiagnosa pasien. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, rongga mulut, dan memastikan kondisi tenggorokan. Pemeriksaan berlanjut pada pengecekan apakah terjadi pembesaran getah bening di leher atau tidak. 2. Wawancara Medis Tindakan yang dokter lakukan pertama kali adalah memberikan beberapa pertanyaan pada pasien, mulai dari apakah mengalami demam, nyeri tenggorokan, nyeri saat menelan, serta ada benjolan di sekitar leher atau tidak. 3. Pemeriksaan terhadap Apus Tenggorokan Pemeriksaan apus bertujuan untuk memastikan penyebab radang tenggorokan karena infeksi bakteri atau lainnya. Pemeriksaannya tenaga medis lakukan di laboratorium dengan menggunakan perlengkapan khusus. 4. Pemeriksaan Darah Jika penyebab radang adalah bakteri, umumnya jumlah darah putih jauh lebih tinggi. Sementara itu, jika penyebabnya virus maka sel darah putih normal atau malah sedikit meningkat. Cara Mengatasi Gangguan tenggorokan bisa sembuh secara berkala. Namun akan mengkhawatirkan apabila anak sampai malas makan atau minum. Usahakan untuk memeriksakan ke dokter THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Pengobatan faringitis sendiri bisa di rumah atau rumah sakit dengan langkah-langkah sederhana di bawah ini. Berkumur dengan larutan garam hangat atau obat kumur Pemberian obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, asam mefenamat. Berikan anak makanan lembut agar mudah tertelan tanpa menyakiti tenggorokan terlalu parah Jika penyebabnya karena bakteri, naka pemberian antibiotik merupakan solusi terbaiknya Hindari makan atau minum dengan suhu terlalu ekstrem baik terlalu dingin atau panas. Minta anak untuk memperbanyak istirahat Berikan air putih yang banyak untuk memenuhi kebutuhan cairan si kecil Jaga kelembaban udara di rumah menggunakan humidifier agar mencegah tenggorokan kering Komplikasi Radang Tenggorokan Kabar baiknya, komplikasi radang tenggorokan sangat jarang terjadi. Akan tetapi untuk jenis komplikasi... - Published: 2023-08-07 - Modified: 2023-08-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/aplikasi-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: aplikasi kehamilan, ibu hamil, Tips Kehamilan Aplikasi kehamilan memberi kemudahan bagi ibu hamil memantau perkembangan janin, daftar makanan dan minuman sehat ibu hamil, serta berbagai daftar kebutuhan ibu hamil lainnya tersedia lengkap di aplikasi canggih tersebut. Keberadaan aplikasi untuk kehamilan membantu ibu hamil mencatat perkembangan janin dan usia kehamilan. Tidak hanya itu, ada berbagai fitur canggih yang dapat digunakan ibu hamil dengan mudah langsung melalui handphone. Ibu hamil dapat mengakses informasi penting seputar kehamilan dan perkembangan janin melalui aplikasi tersebut. Berikut penjelasan tentang aplikasi untuk kehamilan serta manfaat dan pilihan aplikasi yang bagus untuk digunakan. Yuk, simak! Apa itu Aplikasi Kehamilan? Kehamilan adalah momen yang paling dinantikan oleh setiap pasangan suami istri untuk mendapatkan buah hati. Segala upaya tentunya akan dilakukan demi menjaga kesehatan dan perkembangan janin sampai waktu melahirkan tiba. Salah satu cara memantau dan mengecek kesehatan janin adalah pakai aplikasi khusus untuk kehamilan. Aplikasi yang dirancang untuk ibu hamil mengetahui informasi yang dibutuhkan selama masa kehamilan sampai dengan melahirkan. Aplikasi kehamilan tidak bisa menjadi pengganti pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter. Tetapi, aplikasi ini memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil yang memberikan berbagai petunjuk dan melacak perkembangan janin. Oleh karena itu, ibu hamil tidak ada salahnya mencoba menggunakan aplikasi pemantau kehamilan yang dapat di unduh gratis dan dipasang melalui handphone. Lantas, apa fungsi utama aplikasi ibu hamil ini? Berikut informasinya. Fungsi Aplikasi Ibu Hamil Aplikasi untuk kehamilan memiliki fungsi yang cukup penting bagi ibu hamil. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mencatat dan mencari informasi seputar kehamilan dengan mudah. Adapun fungsi utama dari aplikasi ibu hamil sebagai berikut: Mempersiapkan masa kehamilan Tersedia kalender siklus menstruasi Mengecek tanda dan gejala awal kehamilan Info pemeriksaan kehamilan Info pertumbuhan dan perkembangan janin Mengetahui nutrisi saat kehamilan Menandai hari pertama menstruasi terakhir Mengetahui perkiraan usia masa kehamilan Mengetahui kondisi kesehatan saat kehamilan Informasi nutrisi ibu hamil yang harus dikonsumsi Beberapa aplikasi mungkin memiliki fitur yang lebih lengkap, sehingga memudahkan ibu hamil menjaga kondisi kandungannya hingga masa persalinan. Jadi, aplikasi untuk kehamilan ini layak untuk digunakan selama masa kehamilan. Manfaat Aplikasi Kehamilan Aplikasi mengecek kehamilan bisa membantu ibu hamil menjalani kehidupan yang sehat dan bahagia. Kecanggihan teknologi pada aplikasi ini bisa memberikan berbagai kemudahan informasi yang sangat dibutuhkan oleh para ibu hamil. Manfaatnya tentu saja tidak hanya sebatas memberikan informasi seputar kehamilan, tetapi membantu ibu hamil mengingat apa saja yang perlu dilakukan selama kehamilan. Adapun manfaat aplikasi ibu hamil adalah sebagai berikut: 1. Memantau Perkembangan Janin Pada aplikasi ibu hamil terdapat fitur pemantau kehamilan. Fitur ini dapat digunakan untuk mengetahui kondisi perkembangan janin sesuai usia kehamilan, seperti bentuk, ukuran, kemampuan janin, dan tips meningkatkan pertumbuhannya. 2. Informasi Gejala kehamilan Bagi yang ingin mengetahui tanda dan gejala kehamilan, pada aplikasi ini juga telah tersedia informasi tentang tips dan gejala kehamilan. Bahkan, beberapa aplikasi ibu hamil juga tersedia fitur forum untuk ibu hamil membagikan cerita. 3. Menyediakan Informasi Praktis Dengan hadirnya aplikasi ibu hamil, kini untuk mengakses informasi seputar kehamilan menjadi lebih praktis. Ibu hamil cukup mengunduh dan memasang aplikasinya di handphone secara gratis tanpa perlu membayar biaya apapun. 4. Menjadi Pengingat Ibu Hamil Aplikasi ibu hamil memiliki peran penting untuk mengingatkan apa yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Terdapat fitur yang memudahkan ibu hamil untuk mencatat apa saja yang diperlukan agar janin tetap sehat sampai masa persalinan. 5. Mudah Diakses Ibu Hamil Kini untuk mendapatkan informasi seputar kehamilan bisa langsung mengakses aplikasi saja. Bahkan, beberapa aplikasi punya kredibilitas baik yang mana banyak dokter dan tenaga medis profesional berbagi informasi seputar kehamilan. Manfaat menggunakan aplikasi ini bisa membuat ibu hamil merasa tenang karena bisa mengetahui dna memantau perkembangan janin. Dengan aplikasi ibu hamil, maka tidak perlu lagi cemas dan katara tentang kehamilan. Ciri-Ciri Aplikasi Kehamilan yang Bagus Saat ini ada banyak sekali aplikasi cek kehamilan atau ibu hamil yang menawarkan berbagai fitur. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika hendak menggunakan aplikasi tersebut karena tidak semua berfungsi efektif. Jika Anda ingin menggunakan aplikasi untuk kehamilan, berikut ciri-ciri aplikasi yang bagus yang dilengkapi fitur untuk memudahkan ibu hamil memantau kehamilan, di antaranya: Bebas biaya (gratis) atau biaya terjangkau (berbayar) Memiliki fitur mudah digunakan dan dipahami Ibu hamil Informasi memiliki kredibilitas dari sumber terpercaya Memiliki peringkat dan ulasan yang bagus dari pengguna Ada tenaga medis profesional yang meninjau konten Memiliki fitur komunitas atau forum berbagi pengalaman Tersedia artikel sesuai perkembangan janin dan bayi Kehamilan adalah kondisi yang cukup menakutkan bagi sebagian orang atau yang baru pertama kali. Oleh karena itu, penting memilih aplikasi yang menyediakan informasi akurat. Semua itu perlu dipertimbangkn untk kehamilan terbaik. Cara Memilih Aplikasi Kehamilan Terbaik Memilih aplikasi untuk mengecek dan memantau kehamilan terbaik perlu memperhatikan beberapa hal penting. Sebab, tidak semua memberikan akses dan informasi tepat. Adapun cara memilih aplikasi kehamilan sebagai berikut: Pilih aplikasi yang memiliki rating bagus. Hal ini pertanda jika aplikasi tersebut banyak direkomendasikan dan informasi yang tersedia bagus untuk ibu hamil Pilih aplikasi dengan ulasan... - Published: 2023-08-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/radang-amandel-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: gejala peradangan, penyakit radang amandel, radang amandel pada anak - Translation Priorities: Optional Radang amandel pada anak merupakan masalah yang sering dijumpai dengan berbagai gejala. Kondisi ini umumnya disebabkan infeksi bakteri. Anak dengan kondisi ini biasanya akan merasa tidak nyaman, terutama saat menelan makanan. Sebenarnya radang amandel tidak hanya terjadi pada usia anak saja, tetapi juga bisa terjadi pada semua usia. Meskipun begitu, penyakit radang amandel adalah penyakit anak yang umum terjadi dengan berbagai faktor penyebabnya. Berikut terdapat beberapa informasi yang penting untuk diketahui oleh orang tua seputar radang amandel yang terjadi pada anak, agar bisa mendapat penanganan yang tepat. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini! Apa itu Radang Amandel? Radang amandel adalah kondisi peradangan yang terjadi pada kelenjar kecil di tenggorokan. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya kerusakan selaput lendir yang penyebabnya karena terjadi infeksi bakteri dan virus pada kelenjar amandel. Amandel adalah salah satu bagian dari sistem pertahanan tubuh, yang memiliki tugas untuk melawan virus dan bakteri. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, maka amandel bisa mengalami peradangan dan tidak berfungsi dengan baik. Radang amandel pada anak adalah kondisi yang umum terjadi karena tubuhnya yang masih dalam masa pertumbuhan, sehingga anak lebih rentan dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, penting mengetahui gejala dan penyebabnya. Ketika anak mengalami radang amandel, tidak perlu panik. Ada beberapa cara mengatasinya agar kondisi peradangan ini bisa sembuh. Namun, terpenting ketahui terlebih dahulu gejala dan penyebabnya melalui uraian di bawah ini. Yuk simak! Gejala Radang Amandel Anak Perdagangan pada amandel umumnya ditandai dengan gejala area di tenggorokan terasa nyeri, apa phi pada saat menelan. Beberapa gejala lain ikut menyertai radang amandel yang perlu orang tua ketahui agar mendapat penanganan tepat. Anak-anak yang mengalami penyakit radang amandel tidak disarankan minum air dingin dan bersoda. Hal ini akan membuat peradangan jadi parah, sebaiknya minum air hangat secara teratur. Berikut gejala anak dengan radang amandel, yaitu: Warna amandel menjadi kemerahan Lapisan putih dan kuning di area amandel Pembengkakan di area kelenjar getah bening Nafas mengeluarkan bau tidak sedap Nafsu makan menjadi menurun Demam, sakit kepala, dan perut Nafas anak terdengar di gilir saat tidur Jika anak menunjukkan gejala di atas, orang tua perlu mewaspadai anak terkena radang amandel. Penyakit peradangan ini memang tidak berisiko tinggi, namun penderitanya akan merasa tidak nyaman dan sakit pada tenggorokan. Penyebab Radang Amandel pada Anak Sebelum melakukan pengobatan dan pencegahan, ada baiknya ketahui dahulu penyebab utama radang amandel pada anak. Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui faktor risiko yang meningkatkan terjadinya radang agar bisa dihindari. Radang amandel atau tonsilitis adalah kondisi yang kerap menyerang anak-anak karena ukuran amandel anak lebih mudah membesar dari amandel orang dewasa. Adapun faktor penyebab terjadinya radang amandel adalah sebagai berikut: 1. Bakteri Penyebab radang amandel yang paling umum adalah bakteri. Adapun jenis bakterinya yakni streptococcus pyogenes dan streptococcus beta hemolyticus. Ketika terjadi infeksi bakteri, maka amandel pada anak bisa mengalami peradangan. Gejala yang mungkin muncul karena infeksi bakteri pada amandel anak seperti demam yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, tetapi anak tidak mengalami pilek. Namun, anak biasanya akan kesulitan menelan makanan. 2. Virus Sementara itu, penyebab anak terkena radang amandel karena virus akan menjalani gejala seperti batuk, bersin, dan hidung tersumbat. Hal ini disebabkan adanya infeksi virus seperti adenovirus, influenza, dan Epstein-Barr virus. Penularan radang amandel atau tonsilitis bisa menyebar melalui udara berbentuk tetesan saat terinfeksi batuk, bersin, dan bernafas. Anak bisa terinfeksi setelah menghirup tetekan itu, menular lewat kulit, dan benda lain melalui mulut. Cara Mengobati Radang Amandel Anak Setelah mengetahui gejala dan penyebab radang amandel, maka orang tua bisa melakukan pengobatan untuk mengatasi kondisi ini. Salah satu penanganannya bisa dilakukan secara mandiri di rumah sesuai dengan penyebab radang amandel. Jika radang amandel disebabkan oleh virus, biasanya kondisinya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Sedangkan, jika radang amandel disebabkan oleh bakteri, maka perlu pemberian obat antibiotik sesuai resep dokter. Selain memberikan obat, ada beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala radang amandel pada anak, yaitu di antaranya: 1. Istirahat yang Cukup Istirahat adalah cara paling efektif untuk memulihkan kondisi tubuh yang sedang sakit, termasuk penyakit radang amandel. Pastikan akan mendapatkan istirahat yang cukup hingga kondisinya berangsur terus membaik dan sembuh 2. Konsumsi Makanan Lembut Radang amandel biasanya membuat efek nyeri ketika menelan sesuatu pada tenggorokan. Oleh karena itu, berikan anak makanan lembut dan mudah ditelan seperti bubur, sup, atau nasi tim, kemudian berikan minum air hangat. 3. Berkumur dengan Air Garam Jika anak berusia di atas 6 tahun, berkumur dengan air haram menjadi salah satu cara mengobati radang amandel. Caranya tuangkan satu sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat, lalu diaduk. Kumur dengan larutan tersebut 4. Memperbaiki Kualitas Udara Cara mengatasi radang amandel dengan memperbaiki kualitas udara di rumah. Jauhkan anak dari paparan polusi udara seperti debu dan asap rokok. Bila perlu gunakan humidifier untuk membuat udara menjadi lembab dan bersih. 5. Konsultasi dengan Dokter Jika gejala radang amandel tidak kunjung membaik,... - Published: 2023-08-07 - Modified: 2023-08-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tespek-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: tanda kehamilan, tes kehamilan, tespek kehamilan Para wanita tentu sudah tidak asing lagi dengan test pack kehamilan. Alat ini bermanfaat untuk mendeteksi apakah seorang wanita sedang hamil atau tidak. Sekarang ini, produknya sudah semakin banyak jenisnya. Tingkat keakuratannya terbilang cukup baik sehingga para ibu bisa mempercayai hasilnya. Apabila ingin memastikan kehamilan atau mengetahui usia janin di dalam kandungan, dilanjutkan dengan pemeriksaan ke dokter kandungan. Menjawab Pertanyaan Apa Itu Tespek Kehamilan Meski cara penggunaannya simpel dan ukurannya kecil, tetapi sebenarnya test pack sangat bermanfaat untuk mendeteksi kehamilan. Test pack sendiri adalah alat yang memanfaatkan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) di dalam urine untuk mendeteksi kehadiran janin dalam kandungan. Alasan mengapa test pack bisa membedakan antara wanita yang sedang hamil dan tidak yaitu karena komponennya didesain agar bisa mengetahui adanya hormon hCG. Jenis hormon tersebut umumnya diproduksi setelah sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim. Produksi hormon hCG pada masa kehamilan akan meningkat pesat, bahkan mencapai dua kali lipat setiap dua atau tiga hari. Akibatnya, test pack akan mendeteksi hal itu dan menunjukkan kondisi wanita bahwa ia sedang hamil. Secara garis besar, test pack ada dua jenis yaitu deteksinya menggunakan sampel urine dan darah. Untuk sampel urine, ada banyak bentuknya. Penasaran dengan apa saja itu? Pembahasan lengkapnya sebagai berikut: Test pack strip: Merupakan alat deteksi kehamilan dengan berbentuk strip plastik. Cara penggunaannya yaitu dengan mencelupkan strip ke dalam wadah berisi urine selama beberapa waktu. Pregnancy cassette test: Sebuah alat tes kehamilan berbentuk stick yang cara penggunaanya dengan meneteskan urine ke bagian penampung yang ada di stick tersebut. Test pack digital: Kehadiran alat ini berkat perkembangan zaman yang cara kerjanya mirip dengan test pack strip, tetapi keterangan hasil hamil atau tidak hamil muncul dari layar digital pada alat tersebut. Cara Penggunaan Tespek Kehamilan yang Benar Hormon hCG yang muncul pada ibu hamil akan meningkat seiring dengan usia kandungan. Alat test pack akan bekerja dengan baik pada saat hormon hCG meningkat. Agar hasilnya mendekati valid, coba perhatikan cara penggunaan tespek berikut: 1. Pahami Simbol yang Terdapat pada Tespek Pada alat test pack terdapat indikator hasil tes dengan simbol berbeda, biasanya baik itu satu atau dua garis, simbol + atau -, dan kata Hamil atau Tidak Hamil. Saat akan menggunakannya, perhatikan lebih dulu simbol hasil tesnya. Baca keterangan yang ada di kemasannya jika ada. Tujuannya untuk mengetahui informasi penting mengenai test pack baik mengenai cara penggunaan atau mengenai maksud dari simbol-simbolnya. 2. Gunakan Test pack yang Masih dalam Kondisi Baik dan Berfungsi Test pack yang masih berfungsi dengan baik dapat memberikan hasil mendekati 100 persen adalah yang masih berfungsi. Umumnya, alat tersebut digunakan sekali pakai sehingga setelah muncul hasilnya, maka kamu tinggal membuang atau menjadikannya sebagai bukti kehamilan. Test pack juga memiliki tanggal kadaluarsa. Sama halnya seperti produk lain, test pack yang sudah kadaluarsa tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Pastikan memilih test pack yang belum kadaluarsa. Jangan khawatir, alat tes kehamilan ini sudah tersedia di apotek terdekat. Jenis-jenisnya juga banyak, tinggal pilih mana saja yang paling memenuhi kebutuhan dan penggunaannya praktis. 3. Kenali Waktu Paling Tepat Menggunakan Tespek Kehamilan belum dapat terdeteksi oleh test pack jika masih terlalu muda. Waktu yang paling baik untuk melakukan pengecekan yaitu ketika menyadari terlambat haid atau 2 minggu setelah berhubungan intim. Hasil paling akurat untuk mendeteksi kehamilan adalah setelah 1-2 minggu telat haid. Jika hasil tes positif, kemungkinan kehamilan sudah memasuki usia 6–7 minggu. Sebaiknya, gunakan test pack pagi hari saat kadar hormon HCG cukup tinggi. Setelah hasil tespek menunjukkan positif hamil, langkah selanjutnya adalah mengunjungi dokter kandungan terpercaya. Nantinya mereka akan melakukan USG untuk memastikan apakah ada tanda pasti kehamilan. 4. Gunakan Test Pack Sesuai dengan Tata Cara yang Benar Ada kalanya cara penggunaan test pack berbeda antara satu dengan lainnya, untuk itu sebelum menggunakannya selalu baca tata cara penggunaan yang tertera di balik kemasan. Dengan penggunaan yang benar, hasilnya akan mendekati valid. Ketika sudah melakukan tes tetapi caranya salah, kamu perlu tes ulang menggunakan test pack baru. Apabila hasilnya tetap negatif tetapi sudah muncul tanda awal, silakan tes ulang 3-5 hari lagi. Selama masa tersebut, hindari merokok atau minum-minuman beralkohol. Masalah yang Muncul pada Awal Kehamilan Pada saat hamil, ibu harus mulai beradaptasi dengan masalah yang umumnya muncul di awal kehamilan. Masalah tersebut akan memberikan rasa kurang nyaman bahkan sampai mengganggu aktivitas. Pembahasan lengkapnya sebagai berikut: 1. Nyeri Payudara Jangan buru-buru panik, nyeri payudara bisa muncul ketika seseorang sedang hamil. Hal ini terjadi Ketika hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi lebih banyak pada awal kehamilan untuk mendukung pertumbuhan calon janin. Cara untuk mengatasinya yaitu dengan mengenakan sport bra agar payudara rileks. Selain itu, ubah juga ukuran bra sesuai dengan kebutuhan, pastikan tidak terlalu sempit. 2. Konstipasi Trimester Pertama Sembelit atau konstipasi ibu hamil rasakan yang biasanya akan memberikan efek berupa begah dan tidak nyaman di area perut. Saat mengalaminya, usahakan memperbanyak minum air putih serta mengkonsumsi makanan yang kaya akan... - Published: 2023-08-07 - Modified: 2023-08-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-bahaya-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: Kehamilan, tanda bahaya kehamilan, tanda kehamilan Seorang ibu harus jauh lebih berhati-hati ketika janin di dalam tubuhnya mulai berkembang. Hal ini untuk meminimalisir munculnya berbagai tanda bahaya kehamilan yang apabila dibiarkan dapat memicu berbagai masalah bahkan sampai terancamnya nyawa janin. Waspadai tanda-tanda keanehan yang mungkin saja muncul selama kehamilan. Pastikan selalu menjaga kondisi tubuh dalam keadaan baik. Usahakan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang serta hindari aktivitas yang menyebabkan kelelahan. Daftar Tanda Bahaya kehamilan Setiap wanita hamil,tentunya menginginkan janinnya selalu dalam kondisi sehat. Namun dalam kondisi tertentu, biasanya akan timbul tanda-tanda bahaya kehamilan. Berisiko atau tidaknya tergantung dari penanganan. Kewaspadaan ibu dan orang-orang di sekitarnya sangat berperan penting pada keselamatan ibu serta bayi di dalam kandungan. Lalu apa saja tanda bahaya kehamilan? Penjelasan lengkapnya ada di bawah ini. Pembengkakan atau kemerahan yang ada di area wajah, tangan, atau jari Muncul keputihan pada vagina yang berbau,terasa gatal serta perdarahan tiba-tiba Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil Penurunan atau hilangnya gerakan janin Penglihatan kabur Jantung sering berdebar saat hamil Adanya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau janin Kesulitan bernapas Kelelahan yang ekstrem Sakit pada area dada Demam saat hamil di atas 38°C Sekedar informasi, tanda bahaya kehamilan di atas belum lengkap seluruhnya. Oleh karenanya, ketika muncul keluhan selama kehamilan, sesegera mungkin kunjungi dokter kandungan. Jangan sampai membiarkan gejalanya semakin parah. Faktor Risiko Timbulnya Tanda Bahaya Kehamilan Tanda-tanda bahaya pada kehamilan bisa saja muncul sewaktu-waktu karena beberapa alasan. Untuk meminimalisir dampaknya, hindari faktor risiko yang ada. Apabila sedang berada di posisi tersebut, usahakan rutin mengecek kesehatan ke dokter berpengalaman. Berat badan ibu di bawah standar, sekitar kurang dari 45 kg. Ketika ibu kekurangan berat badan, janin berisiko mengalami masalah dan akhirnya timbul tanda bahaya kehamilan. Hamil di usia 17 tahun atau di bawahnya meningkatkan risiko terjadinya bahaya karena pada usia tersebut, sistem reproduksi mungkin belum sepenuhnya matang untuk mendukung kehamilan. Jika sebelumnya usia ibu terlalu muda, ternyata usia ibu terlalu tua ketika hamil juga berbahaya untuk kesehatan janin. Hamil di atas 35 tahun meningkatkan risiko keguguran dini,cacat janin dan komplikasi lainnya. Menerapkan gaya hidup buruk seperti minum alkohol, merokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Obesitas selama hamil meningkatkan risiko munculnya diabetes tipe 2, preeklampsia, diabetes gestasional, dan bayi lahir dengan berat berlebih (makrosomia) sehingga mengalami kesulitan saat persalinan. Hamil kembar atau lebih Bagaimana Ketika Muncul Pendarahan Pada Trimester Pertama? Salah satu tanda bahaya yang mungkin salah muncul pada awal kehamilan adalah terjadinya pendarahan. Saat keluar darah, sebenarnya tidak perlu terburu-buru panik. Perhatikan dan Cermati ciri-ciri darah yang keluar tersebut. Ada dua jenis pendarahan yang bisa saja terjadi pada ibu hamil, Pertama yaitu pendarahan ringan yang hanya berupa flek atau tetesan darah pada pakaian dalam. Kedua adalah pendarahan deras sehingga ibu perlu mengenakan pembalut. Pendarahan ringan biasanya berlangsung hanya hitungan jam atau hari kemungkinan penyebab kemunculannya karena proses pelekatan sel telur pada dinding rahim. Vagina keluar darah, tetapi hal ini tidak perlu Anda takuti selagi masih normal. Namun untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,lakukan tindakan penanganan, seperti: 1. Hindari Berhubungan Intim Bagi ibu yang memiliki Riwayat kandungan lemah seperti sering flek atau perut terasa kram, usahakan untuk sementara waktu tidak berhubungan badan, kira-kira sampai kandungan kuat dan kesehatan tubuh stabil. 2. Perhatikan Warna Darah Meski hanya warna, tetapi darah yang keluar saat kehamilan dapat menjadi tanda apakah pendarahan tersebut normal atau tidak. Umumnya, flek atau pendarahan ringan warnanya lebih terang daripada darah haid. Di samping itu, keluarnya juga tidak terlalu lama dan tidak beriringan dengan rasa kram atau sakit berlebih, kemungkinan masih pendarahan normal. 3. Gunakan Pembalut Apabila darah yang keluar cukup deras, sebaiknya gunakan pembalut dan hindari menggunakan tampon. Selain aman untuk janin, manfaatkan pembalut adalah untuk mempermudah mengetahui sebenarnya berapa banyak darah yang keluar. 4. Istirahat Total Ada kalanya munculnya pendarahan pada Ibu hamil karena kelelahan. Sebaiknya gunakan tubuh untuk beristirahat total. Kurangi waktu berdiri serta berjalan. Bagi yang bekerja selama kehamilan, usahakan meminta izin selama beberapa waktu untuk beristirahat total. Kondisi Pendarahan yang Patut Ibu Waspadai Pendarahan pada kehamilan bisa karena faktor lebih serius, mulai dari keguguran,kehamilan ektopik, atau hamil anggur. Para ibu hamil wajib mewaspadai pendarahan serta tanda-tanda yang mengiringinya: Apabila pada saat pendarahan ada jaringan miss V yang keluar, sebaiknya jangan terburu-buru untuk membuangnya,lakukan dokumentasi seperti di foto. Sebab, mungkin saja dokter membutuhkannya untuk mendiagnosa kondisi ibu hamil dan janinnya. Pendarahan keluar dengan deras, bukan hanya tetesan ringan. Kondisi ini biasanya diiringi dengan keluarnya darah berwarna merah menyala dan terjadi kram di area bawah perut. Selama pendarahan keluar, kepala terasa pusing bahkan menyebabkan pingsan tiba-tiba. Waspadai juga yang keluar beriringan dengan gejala meriang atau demam mencapai suhu di atas 38 derajat. Cara Mencegah Bahaya Kehamilan Berdasarkan penjelasan mengenai tanda bahaya kehamilan, sudah sepatutnya untuk mewaspadai masalah atau komplikasi yang bisa saja terjadi saat kehamilan. Untuk meminimalisir berbagai kemungkinan buruk, perhatikan cara penanganannya berikut ini: Guna mencegah sembelit saat hamil muda, perbanyak konsumsi serat dari... - Published: 2023-08-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-rematik/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Suatu penyakit atau kondisi bisa berkembang dan mengakibatkan masalah medis lain. Sebagai contoh, demam rematik yang bisa terjadi menyusul infeksi bakteri pada tenggorokan. Penyakit serius ini bisa menyebabkan penyakit jantung rematik dan mengakibatkan kerusakan jantung. Mengenal Demam Rematik Demam rematik adalah penyakit peradangan sistemik serius yang terjadi setelah infeksi bakteri tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang juga dikenal sebagai infeksi streptokokus A. Demam ini tak umum terjadi pada anak-anak, tapi bisa mempengaruhi orang dari segala usia, termasuk kalangan lansia. Ketika terjadi demam rematik, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi, jantung, dan kadang organ lain seperti kulit dan otak. Reaksi autoimun ini dapat menyebabkan kerusakan organ vital. Dampak demam rematik pada orang yang memiliki penyakit atau kondisi lain bisa lebih serius. Demam ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menambah masalah pada jantung berupa kerusakan pada katup jantung yang dikenal sebagai penyakit jantung rematik. Penyakit jantung rematik bisa menyebabkan gangguan aliran darah, gagal jantung, dan masalah jantung lain. Orang yang pernah terkena demam rematik kemungkinan besar akan mengalami kondisi yang sama di kemudian hari ketika ada pemicunya. Gejala Gejala demam rematik biasanya muncul sekitar 1-5 minggu setelah terinfeksi bakteri Streptococcus. Gejala yang dialami tiap orang bisa berbeda-beda. Berikut ini beberapa gejala yang umum: Demam di atas 38 derajat Celsius Nyeri sendi, terutama lutut, pergelangan tangan, siku, dan pergelangan kaki Sendi tampak memerah dan bengkak Ruam kulit Sesak napas Gelisah Kelelahan Gerakan tak terkoordinasi, menyentak-nyentak Penyebab Infeksi streptokokus A pada tenggorokan atau amandel menjadi faktor pemicu utama dalam terjadinya demam rematik. Namun tidak semua orang yang terkena infeksi bakteri ini akan mengalami demam rematik. Faktor genetik dan kerentanan individu juga berperan penting dalam kondisi ini. Orang-orang dengan riwayat keluarga demam rematik dan punya masalah autoimun berisiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut. Bakteri Streptococcus bisa menyebar lewat droplet yang keluar ketika bersin atau batuk. Karena itu, penting untuk menjaga jarak dari orang yang sedang sakit untuk mengantisipasi penularannya. Cara Dokter Mendiagnosis Demam Rematik Tidak ada tes tunggal yang bisa dijalankan untuk mendiagnosis demam rematik. Bila pasien ada gejala demam rematik, dokter akan memintanya menjalani serangkaian tes untuk menegakkan diagnosis. Tes ini termasuk tes darah dan echocardiogram untuk mengecek kondisi jantung. Untuk mendeteksi bakteri Streptococcus di tenggorokan, dokter perlu mengambil sampel lendir dari tenggorokan dengan metode usap. Sampel ini akan diperiksa di laboratorium. Dokter juga akan mengamati dan mengevaluasi gejala yang ditunjukkan pasien untuk memastikan keterkaitannya dengan demam rematik. Dalam beberapa kasus, pasien perlu rujukan ke dokter spesialis jantung (kardiolog) untuk evaluasi lebih lanjut mengenai kondisi jantung. Penyakit jantung rematik biasanya bisa didiagnosis dokter ketika mengecek suara detak jantung dengan stetoskop. Penyakit ini ditandai dengan suara murmur atau kecamik yang merupakan tanda masalah aliran darah yang keluar lewat katup jantung yang bocor. Cara Mengatasi Demam Rematik Penanganan demam rematik melibatkan pengobatan infeksi Streptococcus yang melatari kondisi ini, meredakan gejala peradangan, serta mengelola kondisi jantung bila sudah terpengaruh. Berikut ini beberapa cara yang umum: Pengobatan antibiotik untuk menghilangkan infeksi bakteri Pemberian obat anti-inflamasi nonsteroid seperti ibuprofen untuk meredakan nyeri sendi dan peradangan Obat anti-inflamasi steroid seperti prednison untuk peradangan yang lebih parah Obat penstabil kondisi jantung bila terjadi masalah pada katup jantung dan penyakit jantung rematik, misalnya penurun tekanan darah atau beta blocker Terapi fisik atau rehabilitasi untuk mengatasi masalah sendi yang terpengaruh Komplikasi Demam rematik bisa menyebabkan peradangan pada jaringan jantung, termasuk endokarditis (lapisan dalam jantung), miokarditis (otot jantung), dan perikarditis (selaput jantung). Jika tidak diobati, kerusakan jangka panjang pada katup jantung dapat terjadi. Kondisi ini disebut penyakit jantung rematik. Setelah mengalami demam rematik, infeksi apa pun bisa membuat jantung berisiko mengalami masalah. Komplikasi lain yang bisa terjadi termasuk kekakuan dan keterbatasan sendi akibat peradangan sendi yang berulang serta komplikasi kulit, misalnya ruam dan benjolan keras di bawah kulit. Beberapa individu juga mengalami chorea minor atau sindrom Sydenham, yakni gerakan tak terkoordinasi pada bagian tubuh tertentu, selama beberapa minggu atau bulan akibat demam rematik. Pencegahan Langkah pencegahan demam rematik berfokus pada upaya menghindari infeksi bakteri Streptococcus. Caranya antara lain: Menerapkan kebiasaan bersih, termasuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku bagian dalam, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang tak bersih. Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi Menggunakan antibiotik profilaksis untuk orang yang punya riwayat demam rematik dan infeksi tenggorokan Kapan Harus ke Dokter? Ketika curiga terinfeksi bakteri Streptococcus dan mengalami demam rematik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat evaluasi dan diagnosis yang tepat. Hanya dokter yang dapat mendiagnosis demam rematik berdasarkan gambaran keseluruhan gejala dan temuan medis. Penanganan segera bisa mencegah komplikasi yang serius. Narasumber dr. Ricky Pratama Wijaya Dokter Umum - Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2023-08-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/separation-anxiety-disorder/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Gangguan Kecemasan, Separation anxiety disorder, separation anxiety pada anak - Translation Priorities: Optional Separation anxiety disorder atau gangguan kecemasan umumnya terjadi pada anak-anak ketika meninggalkannya meski hanya sebentar oleh orang tuanya. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun atau masih bayi. Mungkin Anda pernah meninggalkan anak sejenak, misalkan ke kamar mandi atau dapur kemudian anak menangis atau merengek. Kondisi ini perlu mewaspadainya sebagai salah satu gejala separation anxiety yang perlu perhatian. Apa saja gejala separation anxiety? Apa penyebab gangguan kecemasan pada anak ini? Bagaimana cara mengatasi dan mencegah kecemasan akan perpisahan ini? Lebih jelasnya, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Apa itu Separation Anxiety Disorder? Anak merasa takut dan cemas saat orang tua atau asisten rumah tangga yang mengurusnya meninggalkannya meskipun hanya sebentar, hal ini perlu perhatian khusus karena bisa mempengaruhi kesehatan anak itu sendiri. Separation anxiety disorder (SAD) adalah kondisi yang membuat anak takut atau cemas ketika berada jauh dari rumah atau ditinggal orang tua meski hanya sebentar saja. Selain takut dan cemas, juga mengganggu aktivitas anak. Kondisi separation anxiety pada anak bisa membuat mental anak jadi terganggu. Anak takut pergi bermain dengan teman-temannya atau pergi ke sekolah. Mereka cenderung ingin dekat dengan orang tua atau orang dicintainya. Menurut penelitian, separation anxiety pada anak usia 8-14 bulan adalah hal wajar. Mereka umumnya sedang menjalani fase tidak lepas dari orang tuanya. Mereka akan merasa cemas dan takut ketika melihat wajah atau tempat tidak familiar. Namun, ketika takut dan cemas tersebut terbawa oleh anak sampai usia 5 tahun ke atas atau berlangsung lebih dari 4 minggu, kondisi ini dikenal dengan separation anxiety. Gejala Separation Anxiety pada Anak Ada beberapa gejala anak mengalami gangguan kecemasan atau separation anxiety, salah satunya adalah merasa ketakutan ketika dalam kondisi sendirian. Meksi tergolong wajar, tetapi kondisi ini bukan harus dibiarkan begitu saja. Adapun tanda-tanda atau gejala separation anxiety yang umumnya terjadi pada anak, yang perlu perhatian dan penanganan segera adalah sebagai berikut: Rasa cemas yang tidak realistis dan berkepanjangan Merasa khawatir hal buruk terjadi jika orang tua atau ART pergi Menolak pergi ke sekolah untuk bisa bersama orangtua Tidak mau tidur jika orang tua tidak berada didekatnya Sering mengalami tantrum atau ledakan emosi Muncul gejala fisik seperti sakit perut dan sakit kepala Merasa takut dan cemas jika sendirian tanpa orang tua Mengingat gejala separation anxiety pada anak yang cukup umum, pemeriksaan biasanya memerlukan asesmen selama beberapa waktu sebelum diagnosis. Hal ini untuk mengetahui apakah anak menginap separation anxiety atau tidak. Penyebab Separation Anxiety pada Anak Menurut para ahli, penyebab separation anxiety pada anak karena faktor lingkungan dan biologis. Jadi, gangguan kecemasan ini bukanlah kondisi yang terjadi begitu saja. Namun, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab, di antaranya: 1. Perubahan Lingkungan Ketika anak berada di lingkungan baru yang belum familiar, hal ini bisa menjadi pemicu munculkan separation anxiety. Anak merasa tidak nyaman dan tidak bisa beradaptasi dengan mudah hingga membuat mereka merasa stres. 2. Stres Akibat Kondisi Tertentu Kondisi kecemasan berlebih atau separation anxiety pada anak terjadi karena mengalami stres akibat kondisi tertentu, misalnya perceraian orang tua, ada salah satu orang tua yang meninggal, ditinggal ART, dan peristiwa lainnya. 3. Orang Tua Terlalu Protektif Sikap orang tua yang terlalu protektif bisa mempengaruhi kondisi psikologis anak, hal ini bisa membuat anak mudah cemas dan merasa takut saat anak tinggalkan hanya sebentar. Kondisi ini tentunya harus mendapat perhatian dan penanganan. Jika anak mengalami gejala separation anxiety, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat sehingga kondisi kesehatan tidak terganggu. Berikut penjelasan penanganan separation anxiety yang terjadi pada anak. Cara Mengatasi Separation Anxiety Kondisi separation anxiety membutuhkan pemeriksaan medis untuk mendiagnosa tanda dan gejalanya. Jika terdiagnosa, maka perlu penanganan selanjutnya. Adapun cara mengatasi separation anxiety disorder pada anak, yaitu: 1. Melakukan Terapi Psikoterapi Mengatasi separation anxiety bisa lewat psikoterapi, dokter akan mengajak anak berbicara membahas dan berdiskusi. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan suatu toleransi atas ketidakhadiran orang tua dalam kehidupannya. Melalui jenis terapi yang disebut dengan cognitive-behavioral (perilaku kognitif), juga bisa diterapkan untuk pembentukan fungsi kognitif atau pemahaman anak. Tidak hanya itu, terapi keluarga bisa untuk mendapatkan hasil yang lebih positif. 2. Melatih Anak Jauh dari Orang Tua Cara penanganan anak dengan separation anxiety dengan melatihnya jauh dari orang tua atau orang-orang terdekatnya. Misalnya Anda bisa menitipkan anak ke rumah neneknya untuk beberapa waktu saja untuk mengetahui responnya. Tidak hanya menitipkan ke rumah keluarga, Anda juga bisa meminta anak untuk bermain sendiri ke rumah temannya. Hal ini bisa membuat anak menjadi terbiasa berada jauh dari orang tua, serta tidak merasa cepat dan takut sendirian. 3. Berdiskusi Tentang Rasa Takut Anak Dengan berdiskusi, Anda bisa mengetahui perasaan takut yang mereka miliki. Jadilah orang tua yang memiliki perasaan empati terhadap anak sehingga anak tidak merasa sendiri dalam kondisi yang mungkin kurang menyenangkan. Selain itu, orang tua harus menjadi pendengar yang baik untuk anak. Hindari menyepelekan rasa takutnya, dan alih-alih menghargai perasaan tersebut. Hal ini bisa membantu memberi dukungan secara... - Published: 2023-08-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/defisiensi-protein-c/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Terdapat berbagai macam protein dalam tubuh dengan fungsi masing-masing. Jumlah protein haruslah cukup agar dapat berfungsi dengan baik. Namun kadang ada faktor yang menyebabkan individu mengalami kekurangan atau defisiensi protein tertentu. Termasuk defisiensi protein C yang merupakan kondisi langka dan berpotensi membahayakan. Mengenal Defisiensi Protein C Defisiensi protein C adalah kondisi medis berupa kurangnya jumlah protein C dalam darah karena gangguan produksi. Protein C adalah protein pembekuan atau penggumpalan darah yang dihasilkan oleh hati. Protein ini adalah pengencer darah alami yang berperan penting dalam mencegah pembekuan darah yang berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi karena kelainan genetik, bisa juga akibat masalah medis tertentu. Orang dengan defisiensi protein C berisiko mengalami hiperkoagulabilitas, yakni kondisi ketika darah menggumpal secara berlebihan sehingga lebih kental daripada darah pada umumnya. Akibatnya, individu itu bisa terkena berbagai problem kesehatan yang dipicu oleh gumpalan darah seperti stroke, emboli paru, hingga kematian. Defisiensi protein C tergolong sebagai penyakit langka di seluruh dunia. Defisiensi protein C kongenital parah memiliki prevalensi 1 per 4 juta kelahiran lahir secara global menurut MedScape. Adapun jumlah kasus defisiensi protein C ringan adalah 1 berbanding 200 hingga 1 berbanding 500 individu. Penting untuk diingat bahwa defisiensi protein C adalah kondisi medis yang serius dan memerlukan perawatan medis yang tepat. Bayi yang terlahir dengan kondisi ini berisiko meninggal sebelum sempat mendapatkan penanganan lebih lanjut. Gejala Umumnya Gejala defisiensi protein C tidak menimbulkan gejala signifikan, baru muncul setelah terjadi proses penggumpalan darah di dalam tubuh karena hal tertentu. Beberapa gejala yang biasa ditemukan pada pengidap kondisi ini termasuk: Varises atau pembengkakan vena Kaki terasa nyeri terutama saat berjalan atau berdiri dalam jangka waktu lama Kram otot kaki Bila terjadi luka sulit sembuh Perdarahan sulit berhenti Kelelahan Jika terjadi komplikasi, gejala lain bisa muncul bergantung pada komplikasi itu. Penyebab Defisiensi protein C terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup protein C untuk mengendalikan pembekuan darah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan dari orang tua ataupun terjadi secara spontan karena masalah medis tertentu (acquired). Gen yang mengalami mutasi dalam defisiensi protein C adalah PROC yang berfungsi memberi instruksi pembentukan protein. Adapun kondisi medis yang bisa menyebabkan defisiensi protein C antara lain: Menderita Kekurangan vitamin K Mengkonsumsi terapi pengencer darah seperti warfarin Menderita gagal hati Menjalani kemoterapi Infeksi bakteri berat pada anak-anak, septikaemia Menjalani transplantasi sumsum tulang Cara Dokter Mendiagnosis Defisiensi Protein C Dokter akan mengecek riwayat medis pasien dan keluarga terkait dengan masalah penggumpalan darah untuk mendiagnosis defisiensi protein C. Dokter juga akan melakukan tes protein C untuk mengukur kadar protein ini dalam darah. Bila kadarnya rendah, ada kemungkinan terjadi defisiensi. Tes koagulasi juga bisa dilakukan untuk mengukur waktu yang diperlukan bagi darah untuk menggumpal. Bila penggumpalan terjadi dalam waktu yang lebih cepat dari yang seharusnya, bisa jadi pasien mengalami defisiensi protein C. Meski tak selalu diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis, tes genetik juga dapat diterapkan guna mengidentifikasi keberadaan mutasi pada gen yang memproduksi protein C. Cara Mengatasi Defisiensi Protein C Individu yang memiliki kondisi defisiensi protein C tidak selalu memerlukan perawatan medis. Sebagian besar kasus defisiensi protein C ringan tak membutuhkan penanganan kecuali pada saat operasi atau selama masa kehamilan. Begitu juga jika individu tersebut baru saja mengalami trauma, misalnya terlibat dalam kecelakaan, atau tidak aktif secara fisik. Pengobatan utama untuk defisiensi protein C adalah terapi penggantian protein C, yakni pemberian protein C sintetis lewat suntikan untuk menambah kadar protein C dalam darah agar mencukupi. Sedangkan pada defisiensi protein C acquired, prosedur pengobatan bergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah obat tertentu, dokter akan menghentikan pemberian atau mengganti obat tersebut. Dalam kasus yang sangat parah, defisiensi protein C dapat menyebabkan trombosis atau pembekuan darah berlebihan. Dokter akan memberikan obat antikoagulan atau pengencer darah untuk mencegah komplikasi yang membahayakan akibat trombosis. Komplikasi Komplikasi yang utama akibat defisiensi protein C adalah trombosis. Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk dan menghalangi atau menyebabkan penyumbatan pada aliran darah yang normal. Bila trombosis terjadi pada pembuluh darah di otak, individu yang mengalaminya bisa terkena stroke. Sedangkan trombosis pada pembuluh darah di jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Defisiensi protein C juga dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai purpura fulminans, yaitu terbentuknya lesi berwarna kehitaman yang berasal dari matinya jaringan kulit. Komplikasi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir. Untuk ibu yang sedang hamil bisa meningkatkan resiko keguguran. Pencegahan Tak ada cara pasti untuk mencegah defisiensi protein C yang merupakan penyakit keturunan. Namun gaya hidup sehat dan aktif bisa membantu mengurangi risiko mengalami masalah produksi protein C yang disebabkan oleh kondisi medis lain. Gaya hidup ini juga dapat membantu menekan risiko komplikasi yang bisa terjadi akibat kurangnya produksi protein C dalam darah. Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat defisiensi protein C, penting untuk mendatangi dokter guna menjalani tes dan pemeriksaan medis. Lewat tes, dokter bisa menentukan apakah Anda memiliki risiko mengembangkan kondisi ini. Dokter juga dapat mengambil tindakan pengobatan... - Published: 2023-08-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cholangiocarcinoma/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Kanker telah lama menjadi momok bagi kesehatan masyarakat. Ada banyak jenis kanker yang dapat berkembang di tubuh manusia, dari yang jarang hingga kerap dijumpai. Salah satu jenis kanker yang jarang adalah cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu. Di bawah ini akan dibahas seputar jenis kanker ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya. Mengenal Cholangiocarcinoma Cholangiocarcinoma adalah jenis kanker yang terjadi pada saluran empedu. Empedu merupakan organ yang menghubungkan hati dengan usus. Kanker saluran empedu ini termasuk jenis kanker yang langka dan umumnya sulit dideteksi pada stadium awal sehingga penanganan baru dapat dilakukan ketika sudah mencapai stadium lanjut. Meski langka, cholangiocarcinoma adalah jenis kanker yang agresif atau cepat berkembang. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar perawatan bisa dilakukan secepatnya. Terdapat dua jenis kanker saluran empedu yang dibedakan menurut lokasi terbentuknya sel kanker, yakni intrahepatik dan ekstrahepatik. Cholangiocarcinoma intrahepatik: sel kanker terbentuk di saluran empedu di dalam hati. Cholangiocarcinoma ekstrahepatik: sel kanker muncul di saluran empedu di luar hati. Dari dua jenis cholangiocarcinoma, ekstrahepatik adalah yang paling umum. Ada dua macam kanker cholangiocarcinoma ekstrahepatik, yaitu perihilar dan distal. Cholangiocarcinoma perihilar terjadi di dekat tempat saluran empedu menyambung dengan hati. Sedangkan cholangiocarcinoma distal terletak di area distal yang lebih jauh dari hati, biasanya di bagian bawah saluran empedu atau dekat pankreas. Penanganan tiap jenis kanker saluran empedu ini berbeda-beda. Diperlukan diagnosis yang tepat agar pengobatan bisa efektif. Gejala Beberapa gejala cholangiocarcinoma yang umum antara lain: Nyeri perut atau rasa tidak nyaman di bagian kanan atas perut Warna kuning pada kulit dan mata Urine berwarna gelap Kehilangan nafsu makan Penurunan berat badan Mual dan muntah Demam dan menggigil Gatal-gatal Tinja berwarna seperti tanah liat Kelelahan Penyebab Penyebab pasti cholangiocarcinoma belum dapat disimpulkan. Tapi ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap risiko seseorang terkena kanker saluran empedu, seperti: Infeksi hepatitis B atau C yang bisa menyebabkan kerusakan hati Batu empedu yang dapat menghambat aliran empedu dan menyebabkan peradangan Kolangitis sklerotik primer, yakni kondisi kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran empedu Kelainan saluran empedu Obesitas Meningkatnya kadar bilirubin Kebiasaan merokok Selain itu, seperti dikutip dari Livercanceruk. org, makin tua usia, makin besar risiko terkena cholangiocarcinoma. Jenis kanker ini umum dijumpai pada orang berusia 50-70 tahun dan lebih banyak menimpa pria dibanding wanita. Cara Dokter Mendiagnosis Cholangiocarcinoma Diagnosis cholangiocarcinoma bisa ditempuh dengan sejumlah metode, seperti: Pemeriksaan fisik: dokter akan memeriksa fisik dan gejala yang dialami pasien. Pemeriksaan darah: tes ini bisa membantu mengidentifikasi tanda-tanda kerusakan hati atau saluran empedu yang terkena dampak kanker. Ultrasonografi (USG) abdomen: USG dapat membantu mengidentifikasi keberadaan tumor di saluran empedu. Pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) abdomen: prosedur ini dapat memberikan gambaran kanker yang lebih jelas dan mengidentifikasi apakah sel kanker telah menyebar ke organ lain. Tes fungsi hati: lewat tes ini, bisa diketahui kadar enzim bilirubin, AST, dan ALT yang jika lebih tinggi bisa menandakan adanya penyakit hati yang mungkin disebabkan oleh kanker saluran empedu Endoskopi: pemeriksaan rongga tubuh dengan alat endoskop ini dilakukan untuk memeriksa saluran empedu dan mengambil sampel jaringan (biopsi) jika diperlukan. Tes laboratorium: pemeriksaan sampel jaringan, darah, urine, atau zat lain di tubuh di laboratorium Cara Mengatasi Cholangiocarcinoma Penanganan cholangiocarcinoma bergantung pada lokasi, ukuran, dan stadium kanker. Beberapa pilihan pengobatan yang bisa dijalankan antara lain: Operasi: prosedur ini bertujuan mengangkat tumor atau bagian dari saluran empedu yang terkena dampak kanker. Radioterapi: radioterapi bisa dilakukan untuk membantu mengurangi ukuran tumor atau menghancurkan sel kanker. Kemoterapi: kemoterapi bisa menjadi prosedur pengobatan utama atau tambahan untuk memperkecil ukuran tumor atau mencegah kanker menyebar ke organ lain. Transplantasi hati: bila kanker telah menyebar ke hati, transplantasi dapat dilakukan untuk mengganti hati yang terkena kanker dengan hati yang sehat. Komplikasi Bila cholangiocarcinoma terlambat ditangani, bisa terjadi komplikasi serius yang lebih membahayakan jiwa, seperti: Obstruksi saluran empedu: tumor yang tumbuh bisa menyumbat saluran empedu hingga menyebabkan kerusakan hati. Infeksi: bila saluran empedu tersumbat, risiko infeksi pada saluran empedu atau hati akan meningkat. Metastasis: menyebarnya sel kanker ke organ lain, seperti hati, paru-paru, atau tulang, akan mengancam nyawa pasien. Sirosis hati: komplikasi berupa pengerutan dan pengerasan hati ini terutama rentan terjadi pada pasien yang mengalami kolangitis sklerotik primer Pencegahan Tidak ada cara spesifik untuk mencegah cholangiocarcinoma. Meski begitu, ada sejumlah langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena kanker saluran empedu ini, seperti: Menerapkan gaya hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman yang aman untuk hati Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok Mendapat vaksin hepatitis B Menghindari kontak dengan orang yang mengidap hepatitis C Kapan Harus ke Dokter? Cholangiocarcinoma tak selalu disertai gejala dan jika muncul gejala seringkali kanker sudah mencapai stadium lanjut. Karena itu, upaya pencegahan harus lebih diutamakan. Bila merasakan gejala yang diduga kanker saluran empedu, langsung datangi dokter untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan diagnostik supaya pengobatan dapat segera dilakukan sebelum kanker berkembang lebih lanjut. Narasumber dr. Nugraheni Irda, Sp. PD, M. Kes Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital - Published: 2023-08-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/cholangitis/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit hati terdiri atas banyak jenis. Cholangitis, misalnya, adalah sejenis penyakit hati yang mempengaruhi saluran empedu. Saluran empedu bertanggung jawab membawa cairan empedu dari hati dan kantong empedu ke usus guna mencerna dan menyerap lemak serta membuang limbah. Bila terjadi gangguan pada saluran ini, hati bisa mengalami kerusakan hingga menyebabkan masalah kesehatan lain dan bahkan kematian. Mengenal Cholangitis Cholangitis adalah kondisi ketika terjadi peradangan pada saluran empedu, yaitu saluran yang menghubungkan hati dengan usus. Kondisi ini bisa terjadi ketika saluran empedu tersumbat atau terinfeksi bakteri. Cholangitis dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius dan harus segera diobati. Seperti dikutip dari artikel tentang cholangitis yang dimuat di Journal of Clinical and Translational Hepatology, cholangitis adalah masalah serius yang mengancam jiwa yang mempengaruhi sistem hepatobiler. Sistem ini terdiri atas hati, saluran empedu, limpa, dan pankreas yang berperan dalam pencernaan serta penyerapan lemak dan pembuangan limbah dari dalam tubuh. Ketika sistem ini mengalami gangguan, dampaknya bisa fatal. Cholangitis bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis, tergantung penyebab dan lokasi infeksi. Berikut ini beberapa jenis yang umum: Cholangitis sklerosa primer (PSC): jenis cholangitis autoimun kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan pada saluran empedu. Cholangitis sklerosa sekunder (SSC): peradangan terjadi akibat kondisi medis lain, seperti batu empedu, tumor, atau penyempitan saluran empedu. Cholangitis akut: jenis cholangitis ini berkembang dengan cepat dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran empedu. Cholangitis kronis: jenis cholangitis ini berkembang perlahan dan berlangsung selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Cholangitis pascapenyempitan (post-stenotic): cholangitis ini terjadi setelah adanya penyempitan pada saluran empedu, seperti akibat batu empedu atau tumor. Cholangitis iskemik: penyebabnya adalah gangguan aliran darah ke saluran empedu. Cholangitis obstruktif: pemicunya adalah sumbatan pada saluran empedu, seperti batu empedu atau tumor. Gejala Pada umumnya, gejala cholangitis bergantung pada jenis yang dialami dan berapa lama pasien mengalaminya. Setiap individu dengan kondisi ini bisa merasakan tanda dan gejala yang berlainan. Banyak juga pasien yang bahkan tak merasakan gejala. Gejala awal cholangitis meliputi: Kelelahan Kulit gatal Mata dan mulut kering Jika cholangitis sudah lama diderita, gejalanya bisa berupa: Nyeri di bagian atas perut Berkeringat saat malam hari Pembengkakan kaki Warna kulit menggelap Nyeri otot Nyeri sendi Perut kembung Penumpukan lemak di area sekitar mata, kaki, lutut, dan siku Diare Penurunan berat badan Perubahan suasana hati Gangguan memori Adapun jika mengalami cholangitis akut, gejalanya antara lain: Demam tinggi lebih dari satu hari Nyeri di bagian atas perut Meriang Mual Muntah Sakit punggung Mata dan kulit menguning Urine gelap Tekanan darah rendah Kebingungan Penyebab Cholangitis bisa terjadi pada seseorang karena beberapa faktor, seperti: Batu empedu: batu empedu yang besar bisa memicu penyumbatan pada saluran empedu dan menyebabkan cholangitis. Infeksi bakteri: bakteri bisa masuk ke saluran empedu melalui kandung empedu atau dari infeksi lain di tubuh, seperti infeksi saluran kemih, HIV, atau pneumonia. Tumor: tumor pada saluran empedu atau pankreas bisa memicu penyumbatan dan cholangitis. Kerusakan hati: kerusakan hati kronis bisa menyebabkan penyumbatan dan peradangan pada saluran empedu. Gangguan autoimun: sistem imun yang keliru menyerang saluran empedu akan menyebabkan peradangan dan penyumbatan saluran empedu. Cara Dokter Mendiagnosis Cholangitis Dokter bisa mendiagnosis cholangitis dengan sejumlah prosedur tes dan pemeriksaan. Di antaranya: Hitung darah lengkap untuk mengukur jumlah sel darah putih dan melihat apakah ada infeksi yang biasanya ditandai dengan tingginya sel darah putih Tes fungsi hati untuk menilai fungsi hati dan mengecek apakah kadar enzim hati dalam kisaran normal Tes antibodi antimitokondrial yang bertujuan mengecek keberadaan antibodi antimitokondrial yang bisa mengindikasikan adanya cholangitis Tes kolesterol yang bermanfaat untuk menilai faktor risiko batu empedu yang dapat mengarah ke cholangitis Kultur darah untuk memastikan tak ada infeksi darah Tes pencitraan seperti ultrasonografi (USG), pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan), atau magnetic resonance cholangiopancreatography untuk melihat bagaimana fungsi saluran empedu dan hati Cara Mengatasi Cholangitis Prosedur penanganan cholangitis bervariasi sesuai dengan penyebab dan seberapa dini diagnosis dilakukan. Perawatan secepatnya sangat penting untuk cholangitis akut. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk diminum hingga 10 hari. Pasien mungkin memerlukan rawat inap untuk mendapatkan infus atau menjalani prosedur pengeringan saluran empedu. Sedangkan untuk cholangitis kronis, hingga saat ini belum ada obat yang tersedia. Penanganan cholangitis kronis ditujukan untuk: Mengendalikan gejala Memantau fungsi hati Membuka sumbatan di saluran empedu Prosedur yang bisa dilakukan baik untuk cholangitis akut maupun kronis meliputi: Endoscopic retrograde cholangiopancreatography untuk menghilangkan penyumbatan pada saluran empedu. Pemasangan stent pada saluran empedu untuk membuka saluran yang tersumbat. Operasi jika penyumbatan atau kerusakan pada saluran empedu parah. Transplantasi hati bila hati sudah sangat rusak parah. Komplikasi Bila dibiarkan tanpa perawatan, cholangitis bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi yang kian membahayakan jiwa pasien. Di antaranya: Empiema empedu: infeksi dan terbentuknya nanah pada kantong empedu Sepsis: infeksi menyebar ke seluruh tubuh dan bisa memicu kegagalan organ Kerusakan hati atau saluran empedu akibat infeksi kronis Peritonitis: infeksi pada selaput perut yang bisa memicu peradangan dan rasa sakit pada perut Pencegahan Upaya mencegah cholangitis bisa dilakukan dengan menghindari faktor risikonya. Berikut ini beberapa... - Published: 2023-08-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/detak-jantung-normal/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: detak jantung, dokter jantung, jantung - Translation Priorities: Optional Menjaga detak jantung normal merupakan hal penting yang perlu Anda lakukan supaya fungsinya tidak mengalami masalah. Sebagai komponen penting pada tubuh manusia, memang sudah seharusnya menjaganya agar tetap baik. Supaya bisa mendeteksi adanya masalah kesehatan jantung sejak dini, pastikan mengetahui berapa detak jantung yang tergolong normal. Faktanya, setiap orang memiliki detak jantung berbeda-beda tergantung aktivitas dan kondisi tubuhnya. Ini Ukuran Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia Ketika menemukan detak jantungmu dan orang lain berbeda, tidak perlu terburu-buru panik. Sebab masing-masing orang memang bisa saja berbeda jumlah detak jantung per detiknya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah detak jantung itu sendiri, mulai dari usia, aktivitas, kondisi kesehatan tubuh, dan momen yang dialami. Sebagai contoh, seorang yang cedera biasanya detak jantungnya akan melemah. Pada orang dewasa, umumnya memiliki detak jantung normal berada di kisaran 50 dan 100 denyut per menit (bpm). Berbeda lagi dengan atlet yang terlatih, detak jantung istirahatnya biasanya bawah 60 bpm dan terkadang juga 40 bpm. Jika berdasarkan usia, berikut perhitungannya: Bayi baru lahir: 100-160 bpm Anak usia 0-5 bulan: 90-150 bpm Anakan usia 6-12 bulan: 80-140 bpm Anak usia 1-3 tahun: 80-130 bpm Anak usia 3-4 tahun: 80-120 bpm Anak usia 6-10 tahun: 70-110 bpm Anak usia 11-14 tahun: 60-105 bpm Anak usia 15 tahun ke atas: 60 - 100 bpm Orang dewasa usia 20-35 tahun: 95 - 170 bpm Orang dewasa usia 35 - 50 tahun: 85 - 155 bpm Orang dewasa berusia 60 tahun: 80 - 130 bpm Cara Mengukur Detak Jantung Detak jantung seseorang yang berada di bawah 60 bpm tidak selalu berarti upnormal. Pengukuran detak jantung perlu dilakukan untuk mengetahui apakah detak jantung seseorang masih dalam ukuran normal atau upnormal. Ada teknik tersendiri untuk menghitung detak jantung. Terlebih dahulu temukan letak denyut nadi pada pergelangan tangan atau leher. Selanjutnya coba ukur denyut nadi radial yang kamu rasakan di bagian lateral pergelangan tangan, tepatnya di bawah sisi ibu jari tangan. Tekan perlahan ujung jari telunjung serta jari tengah. Arahkan tekanan tepat di atas pembuluh darah yang ada di pergelangan tangan. Usahakan menekannya menggunakan ibu jari, karena ibu jari juga memiliki denyut nadi tersendiri. Silahkan mulai menghitung detak yang dirasakan selama satu menit penuh. Apabila ingin lebih mudah, hitung detak jantung menggunakan monitor detak jantung. Alat tersebut akan menghitung detak jantung secara otomatis. Menariknya, penggunanya bisa mengaturnya sesuai dengan kebutuhan termasuk waktu penghitungan detak jantung. Gangguan Irama Jantung Paling Sering Menyerang Dalam medis, gangguan irama jantung memiliki nama lain berupa aritmia. Seseorang bisa disebut mengalami aritmia ketika denyut jantung terlalu cepat, lambat, tidak teratur, atau bahkan terhenti. Bukan hanya satu, ada beberapa jenis aritmia yang umumnya menyerang manusia. 1. Takikardia Supraventrikular Orang dengan gangguan irama detak jantung ini biasanya akan merasakan jantung berdetak lebih cepat. Sumbernya dari impuls listrik pada serambi jantung atau atrium yaitu sebuah ruang di atas bilik jantung yang disebut nodus AV. 2. Long QT Syndrome Tanda-tanda utama yang muncul pada orang dengan gangguan kesehatan long QT syndrome adalah detak jantungnya sangat cepat dan cenderung tidak teratur. Hal ini karena faktor genetik atau penggunaan obat jenis tertentu. 3. Fibrilasi Ventrikel Seseorang dapat terkena fibrilasi ventrikel memiliki ciri-ciri bilik jantungnya tidak mampu memompa darah secara optimal tetapi malah bergetar. Pada kondisi yang parah, masalah irama jantung ini sering membunuh penderitanya karena menyebabkan gagal jantung. 4. Fibrilasi atrium Saat mengalami detak jantung lebih cepat, ada kemungkinan terkena penyakit fibrilasi atrium. Tandanya adalah detak jantung tidak teratur tepatnya di ruang atrium yang seringkali melibatkan takikardia. 5. Atrial flutter Orang-orang yang mengalami atrial flutter biasanya satu area di atrium tidak bekerja dengan baik. Kondisi tersebut menyebabkan pola detak jantung tidak seperti seharusnya. Apabila tidak mendapatkan penanganan tepat, seringkali memicu munculnya fibrilasi. Penyebab Umum Gangguan Detak Jantung Ada beberapa hal yang menjadi penyebab umum gangguan detak jantung. Mulai dari riwayat penyakit jantung, gangguan tiroid, tekanan darah tinggi, penyakit katup jantung, gangguan elektrolit, atau sedang dalam masa pemulihan setelah menjalankan operasi jantung. Selain itu, gaya hidup tidak sehat juga menjadi penyebab utama dari munculnya gangguan detak jantung. Gaya hidup tidak sehat yaitu mulai dari minum-minuman beralkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan merokok secara berlebih. Gejala yang biasanya muncul pada orang-orang dengan masalah kesehatan aritmia beragam, tergantung dari apa masalah kesehatannya. Ada yang mengeluhkan sakit dada, pusing, sesak nafas, dan lain sebagainya. Cara Dokter Mendiagnosa Meski telah menunjukkan gejala terkena aritmia jenis tertentu, tetapi dokter tidak bisa begitu saja mendiagnosa seseorang. Ada serangkaian pemeriksaan yang perlu dokter lakukan untuk memastikan apakah benar-benar terserang aritmia atau masalah kesehatan lain. Untuk mendiagnosa, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang pasien rasakan seperti apakah merasakan berdebar di dada, sesak napas, nyeri dada, pingsan, kelelahan, detak terlalu cepat, atau detak lebih lambat. Selain menanyakan gejala-gejala yang mereka alami dan riwayat penyakit, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda aritmia lebih dalam. Pemeriksaan sendiri berupa ekokardiogram, uji latih beban jantung, monitor holter, dan studi elektrofisiologi. Cara Mencegah... - Published: 2023-08-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/pneumonia-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Penyakit Paru, penyakit pneumonia, pneumonia pada anak - Translation Priorities: Optional Pneumonia pada anak merupakan kondisi yang harus diwaspadai oleh orang tua karena sangat berisiko tinggi apabila tidak segera ditangani. Penyakit ini memiliki gejala seperti batuk, demam, sesak napas, dan beberapa kondisi lainnya. Pemicu yang bisa meningkatkan risiko pneumonia pada anak-anak penting untuk diketahui, sehingga orang tua bisa segera melakukan pemeriksaan apabila ditemukan gejalanya. Yuk, cari tahu informasi selengkapnya di bawah ini! Pengertian Pneumonia Pneumonia adalah kondisi adanya peradangan paru-paru yang disebabkan infeksi. Penyakit ini bisa menimbulkan gejala ringan hingga berat, umumnya orang yang mengidap penyakit pneumonia mengalami sesak napas, batuk, dan demam tinggi. Pneumonia pada anak adalah kondisi paru-paru anak terjadi infeksi. Jika biasanya kantong-kantong udara paru-paru (alveoli) berisi udara, tetapi pada anak dengan pneumonia kantong ini berisi cairan. Hal ini menyebabkan sulit bernafas atau sesak nafas. Cairan yang ada di dalam kantung udara paru-paru ini muncul akibat adanya peradangan yang disebabkan oleh infeksi. Kondisi seperti ini umumnya terjadi lebih sering pada anak usia kurang dari 5 tahun, sehingga perlu diwaspadai. Umumnya, penyakit pneumonia diawali dengan demam dan batuk atau pilek, kemudian diikuti sesak nafas. Kondisi ini biasanya terjadi dalam kurun waktu 15 hari dan bersifat akut, sehingga perlu segera mendapat penanganan dokter. Penyebab Pneumonia pada Anak Apa faktor penyebab munculnya pneumonia pada anak-anak? Kondisi ini bisa disebabkan berbagai macam virus dan bakteri. Namun, yang banyak ditemukan pada pneumonia anak adalah rhinovirus, influenza, dan respiratory syncytial virus. Selain itu, virus campak (morbili) juga dapat memicu terjadi komplikasi berupa pneumonia pada kondisi tertentu. Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko anak terkena pneumonia yang perlu orang tua waspadai, di antaranya: Mengalami kelahiran prematur Menderita infeksi seperti campak atau HIV Anak belum memperoleh vaksin pneumonia Tidak mendapatkan ASI eksklusif ketika bayi Kekurangan gizi atau malnutrisi Kelainan bawaan pada paru-paru dan pernapasan Faktor lingkungan seperti paparan asap rokok, polusi udara, atau debu juga bisa menjadi faktor meningkatkan risiko. Oleh karena itu, penting mengajarkan anak menjaga kebersihan dan mencuci tangan setelah menyentuh benda apapun. Tanda dan Gejala Anak Pneumonia Anak dengan penyakit pneumonia akan menunjukkan tanda dan gejala yang beragam, tergantung kondisi kesehatan anak secara umum. Jika pneumonia pada anak penyebabnya bakteri, maka gejala yang timbul adalah sebagai berikut: Badan demam yang cukup tinggi Batuk berdahak. Dahak biasanya kental, berwarna kunig hingga kehijauan Sesak nafas. Pernapasan cepat dan pendek Nyeri dada yang diperburuk kondisi batuk Detak jantung berdebar kencang Mual dan muntah, kadang hingga disertai diare Adanya keluhan sakit kepala dan nyeri badan Sementara itu, jika terjadi infeksi yang disebabkan oleh virus, kondisi anak kadang tidak terlihat sakit. Tanda-tandanya seperti batuk pilek, dan demam ringan. Meskipun demikian, perlu perhatian khusus dan bisa segera diobati. Cara Mengobati Anak Pneumonia Pengobatan anak dengan pneumonia menyesuaikan dengan penyebab penyakit ini. Jika disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik. Umumnya akan membaik setelah 48 jam pada kondisi ringan setelah minum antibiotik. Meskipun kondisi anak sudah membaik, namun obat antibiotik ini harus dihabiskan. Anak mungkin akan mengalami batuk selama 3 minggu setelah perawatan selesai. Kemudian, kondisi akan berangsur sembuh dengan sendirinya. Sementara itu, pengobatan anak dengan pneumonia akibat virus dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Dokter akan memberikan obat untuk meredakan gejalanya. Masa pemulihan pneumonia akibat virus butuh waktu Sekitar 4 minggu. Jika anak kondisi anak lemah atau kondisi pneumonia parah, dokter akan memberikan terapi oksigen dan juga cairan infus. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan melalui suntikan pada anak yang menderita pneumonia. Cara Mencegah Anak Pneumonia Perlu diketahui, pneumonia sebenarnya bisa menular melalui percikan batuk atau bersin, serta melalui peralatan makan dan minum bersama dengan penderita. Agar anak terhindar dari pneumonia terapkan langkah pencegahan berikut ini: 1. Kebutuhan Gizi Anak Tercukupi Untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak secara alami, maka berikan kebutuhan gizi yang mencukupi. Jika masih bayi, berikan ASI selama 6 bulan pertama. Setelah 6 bulan, cukupi kebutuhan gizi seimbang anak dengan konsumsi makanan tinggi protein dan dilengkapi dengan buah dan sayuran sesuai kebutuhan. 2. Melengkapi Imunisasi Anak Cara mencegah pneumonia pada anak efektif adalah memberikan vaksin pneumonia atau lebih dikenal dengan vaksin PCV untuk menurunkan risiko terkena penyakit ini. Selain itu, berikan juga imunisasi tambahan seperti vaksin influenza, vaksin campak, HiB, dan vaksin DPT. 3. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Biasanya untuk menerapkan hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir setelah menyentuh benda apapun. Selain itu, menjaga kebersihan rumah dan mengolah makan secara bersih sebelum dikonsumsi. Dengan mengetahui cara mencegah pneumonia, penyakit berbahaya ini dapat dihindari pada anak. Namun, jika anak mengalami gejala dan tanda pneumonia, segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapat penanganan dokter. Ciri Anak Rentan Terkena Pneumonia Ada beberapa kondisi yang bisa membuat anak rentan mengalami penyakit pneumonia. Hal ini perlu diketahui oleh para orang tua agar segera mendapat penanganan jika terjangkit. Berikut ciri anak rentan terkena pneumonia, yaitu: 1. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah Ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, berisiko tinggi terkena pneumonia. Menurunnya sistem kekebalan tubuh disebabkan kurang... - Published: 2023-08-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/ciri-ciri-otot-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: ciri ciri otot jantung, otot jantung, penyakit jantung - Translation Priorities: Optional Otot jantung merupakan bagian penting pada jantung karena mengemban fungsi khusus. Untuk dapat memahaminya, ketahui ciri ciri otot jantung sehingga lebih mudah membedakannya dengan jenis lainnya. Meski tidak berukuran terlalu besar, tetapi otot yang terdapat pada tubuh manusia memiliki fungsi masing-masing, termasuk otot jantung. Ingin tahu penjelasan lebih lengkapnya? Jangan lewatkan penjelasan pada artikel ini sampai selesai. Sebenarnya Apa Itu Otot Jantung? Membahas otot, bagian tersebut memiliki tekstur kenyal yang umumnya terdapat pada tubuh manusia maupun hewan. Secara umum, fungsinya untuk menggerakkan organ di dalam tubuh secara leluasa. Setidaknya ada tiga jenis otot yang terdapat dalam tubuh manusia, mulai dari otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Pada pembahasan kali ini akan mengulas terkait apa itu otot lurik. Bagi yang belum tahu, bagian tersebut merupakan gabungan dari otot polos sekaligus otot lurik. Meski berupa gabungan dari dua jenis otot, tetapi ada ciri tersendiri dari otot jantung. Hal itu memungkinkan seseorang lebih mudah membedakannya dengan jenis otot lainnya sehingga tidak akan tertukar. Letak Keberadaan Otot Jantung Sesuai namanya, otot jantung merupakan otot yang letaknya ada di jantung. Karena letaknya di jantung, otot ini bekerja secara terus-menerus tanpa henti supaya proses yang berkaitan dengan jantung tetap bisa berlangsung dengan baik. Melihat tugasnya yang tiada hentinya, otot jantung juga sering mndapatkan julukan otot spesial. Bagian tubuh manusia ini menjalankan tugasnya secara involunter, artinya di bawah kesadaran manusia sehingga manusiapun tidak menyadari kapan bagian tubuh itu bekerja. Jika Anda perhatikan dengan teliti, strukturnya mirip seperti otot rangka. Bedanya, bentuk otot jantung tampak seperti anyaman. Untuk letaknya sendiri ada di miokardium atau lapisan tengah jantung. Fungsi utamanya adalah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Mengenal Ciri Ciri Otot Jantung Secara Khusus Sebagai otot yang berperan penting pada tubuh manusia, rasanya perlu mengetahui ciri ciri otot jantung. Jangan khawatir, bentuknya cukup mudah dibedakan dengan otot lain yang ada di dalam tubuh. 1. Memiliki Serabut Khusus Pada otot jantung terdapat serabut yang tampilannya seperti poros sehingga terlihat unik. Lebih lanjutnya, serabut khusus tersebut berbentuk bulir magnetik dan bercabang dengan suatu nukleus sentral. 2. Panjangnya Sekitar 85-100 mikron Ciri lain dari otot jantung yaitu panjangnya berada di kisaran 85 sampai 100 mikron dan diameternya sekitar 15 mikron. Dari segi ukuran memang tidak begitu besar ataupun kecil dan masih bisa terlihat dengan mata telanjang. 3. Terdapat Diskus Interkalaris Istilah ini menurut sebagian orang mungkin masih cukup asing. Maksud dari diskus interkalaris adalah garis-garis transversal yang berwarna gelap. Tugasnya yaitu sebagai sambungan dan bagian luarnya bersentuhan dengan sel-sel otot luar. Tiga hubungan diskus interkalaris, antara lain: Fascia adherens: Tempat filamen aktin melekat pada sarkomer terminal. Mascula adherens: Berperan penting dalam mempertahankan otot jantung agar tidak terpisah dengan sarkomer apabila terjadi kontraksi. Gap junction: Berupa kontinuitas ionik di antara sel-sel yang letaknya saling berdekatan. 4. Kontraksi Otot Jantung Kuat dan Berirama Otot jantung mampu berkontraksi dengan kuat, berirama, dan terjadi secara continue alias terus menerus. Saat ada stimulus, otot jantung akan bereaksi dengan cepat. Ketika otot jantung kontraksi, posisi menguncup. Sementara ketika otot jantung relaksasi, maka jantung mengembang. 5. Kerjanya Tidak Berkaitan dengan Otak Pada saat manusia sedang pingsan atau kritis, jantung akan tetap berdetak. Itu artinya kinerja dari otot-otot jantung tidak bergantung pada otak. Kondisi tersebut memperjelas bahwa otot jantung bekerja di bawah kesadaran manusia. 6. Berkaitan dengan Saraf Otonom Kinerjanya memang tidak berada di bawah kendali otak, tetapi otot jantung berkaitan erat dengan saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Saraf simpatik bertugas mempercepat kerja organ-organ tubuh. Sedangkan saraf parasimpatik untuk memperlambat kerja seluruh organ tubuh. Ciri Ciri Otot Jantung secara Umum Dari sekian banyak ciri ciri otot jantung yang hanya ada di organ tubuh tersebut, masih ada ciri lainnya. Meski tidak sepenuhnya mempermudah membedakannya dengan otot bagian lain, tetapi ciri-ciri berikut ada pada otot jantung juga. Bentuknya otot jantung terlihat memanjang Bagian inti selnya terdapat di tengah otot Tercatat ada sekitar 1. 500 filamen serabut otot Otot jantung terus bekerja tanpa beristirahat Bentuk serabutnya bercabang-cabang. Bentuk otot jantung silindris dan memiliki banyak rcabang Gambaran Ciri Ciri Otot Jantung dan Strukturnya Setelah memahami ciri ciri otot jantung, hal lain yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana struktur otot jantung. Seperti yang disinggung sebelumnya, struktur otot jantung berbentuk anyaman sel dengan bentuk bercabang. Otot jantung tersusun atas sel silindris, serabut lurik pendek, dan cabang yang saling terhubung satu sama lain. Pada setiap sel terdiri 1-2 inti sel yang berada di tengah sarkoplasma. Strukturnya menyerupai otot lurik, hanya saja inti selnya terletak di bagian tengah sel dan memiliki percabangan. Faktanya, setiap percabangannya memiliki jaringan pengikat yang bernama sebagai diskus interkalaris. Penyakit yang Memengaruhi Perubahan Ciri Ciri Otot Jantung Seperti pada organ-organ tubuh lain, ada otot jantung juga bisa mengalami kelainan tertentu, salah satu kelainannya bernama kardiomiopati. Kondisi ini menyerang pada fungsi pompa jantung. Ketika otot jantung terkena kardiomiopati biasanya akan terjadi perubahan seperti penebalan otot jantung, kaku, dan melebar. Akibatnya fungsi jantung tidak dapat... - Published: 2023-08-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diabetes/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Diabetes adalah masalah kesehatan yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Penyakit ini kerap tak menunjukkan gejala hingga akhirnya timbul komplikasi yang membahayakan jiwa. Berbagai organ tubuh bisa terpengaruh diabetes sehingga membutuhkan penanganan yang komprehensif dan berkesinambungan. Mengenal Diabetes Diabetes adalah penyakit gangguan metabolik seseorang yang ditandai kadar gula darah yang tinggi akibat pankreas tidak dapat atau kurang memproduksi hormon atau tubuh tidak efektif menggunakan insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas dan memiliki fungsi penting dalam pengaturan metabolisme glukosa. Kondisi medis ini ditandai dengan tingginya kadar glukosa atau gula darah sehingga sering disebut juga sebagai penyakit gula. Terdapat empat jenis diabetes, yakni tipe 1, tipe 2, gestasional dan tipe lain. Diabetes tipe 1 merupakan jenis penyakit autoimun, yakni ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel pankreas sendiri. Walhasil, pankreas tak bisa menghasilkan insulin yang memadai atau bahkan tak ada produksi sama sekali. Diabetes tipe 2, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), adalah jenis diabetes yang paling umum dan jumlah kasusnya terus melonjak beberapa tahun terakhir. Kondisi ini terjadi saat tubuh tak dapat memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tak bisa menggunakan insulin secara efektif. Sedangkan diabetes gestasional terjadi pada masa kehamilan dan umumnya tak ada lagi seusai persalinan. Namun ibu yang mengalami diabetes gestasional lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 kelak. Bentuk lain diabetes adalah diabetes tipe lain yang terjadi akibat gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat defek genetik fungsi sel beta, juga disebabkan oleh obat-obatan atau zat kimia. Gejala Gejala diabetes kerap tak kentara terutama pada tahap awal perkembangannya. Salah satu gejala yang paling umum adalah kerap buang air kecil (poliuria). Tingginya kadar gula darah membuat ginjal bekerja lebih keras dalam menyaring dan mengeluarkan glukosa lewat urine. Gejala lainnya termasuk: Sering merasa haus (polidipsia) Lapar terus-menerus (polifagia) Berat badan merosot cepat tanpa penyebab yang jelas Kesemutan, gatal di daerah genital Keputihan pada wanita Infeksi yang sulit sembuh Penglihatan kabur Cepat lelah atau mudah mengantuk Cara Dokter Mendiagnosis Diabetes Dokter perlu menjalankan serangkaian tes dan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis diabetes. Dokter akan mengecek riwayat medis dan memeriksa kondisi fisik pasien secara menyeluruh untuk mencari tahu tanda-tanda diabetes. Adapun sejumlah tes diagnosis yang biasanya diperlukan meliputi: Tes glukosa puasa: tes darah yang dilakukan setelah pasien puasa makan/minum selama 8 jam. Tes toleransi glukosa oral: pengukuran kadar gula darah setelah pasien minum larutan glukosa. Sampel darah diambil sebelum meminum larutan dan dua jam kemudian. Tes hemoglobin A1c: pengukuran persentase rata-rata gula darah yang terikat pada molekul hemoglobin selama 2-3 bulan terakhir. Tes C-peptida dan insulin: pemeriksaan kadar C-peptida dan insulin dalam darah untuk mengecek apakah tubuh masih bisa menghasilkan insulin atau tidak. Cara Mengatasi Diabetes Upaya mengatasi diabetes memerlukan kombinasi perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, pengaturan pola makan, pembiasaan olahraga dan aktivitas fisik, serta konsumsi obat-obatan jika diperlukan, termasuk insulin. Pasien diabetes mesti membatasi konsumsi makanan/minuman tinggi kalori dan makanan olahan serta memperbanyak buah dan sayuran. Menjaga berat badan juga bisa membantu mengendalikan gula darah, termasuk dengan berolahraga secara teratur. Yang juga penting adalah menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Obat-obatan yang diresepkan bersifat individual dan tergantung komorbid sehingga perlu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis sebelum konsumsi obat-obatan tersebut. Komplikasi Diabetes diketahui bisa menyebabkan bermacam komplikasi yang serius, seperti: Penyakit jantung Stroke Penyumbatan pembuluh darah di kaki Luka sulit sembuh Amputasi Retinopati diabetik yang bisa mengakibatkan kebutaan Gangguan ginjal Gangguan saraf, terutama pada kaki dan tangan Disfungsi ereksi Infeksi kulit Infeksi saluran kemih Masalah gigi dan mulut Pencegahan Diabetes tak selalu bisa sepenuhnya dicegah. Namun ada sejumlah cara untuk meminimalkan risiko mengalaminya, seperti: Memilih makanan yang menyehatkan, seperti sayur, buah, biji-bijian, dan protein rendah lemak Mengontrol berat badan, turunkan bila berlebih Rutin berolahraga setidaknya 150 menit tiap pekan Tidak merokok dan minum minuman beralkohol Memantau gula darah secara teratur Kapan Harus ke Dokter? Jika merasakan gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko diabetes, terutama ada riwayat diabetes dalam keluarga, penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna menjalani evaluasi dan pengujian lebih lanjut. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat amat vital untuk dapat mengelola diabetes dengan baik dan mencegah komplikasinya. Narasumber dr. Rochsismandoko, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang - Published: 2023-08-06 - Modified: 2023-08-06 - URL: https://primayahospital.com/jantung/berapa-banyak-katup-yang-dimiliki-jantung-manusia/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: jantung, katup jantung, katup jantung manusia, kelainan katup jantung Jantung merupakan salah satu organ vital manusia yang memegang peranan penting. Di dalamnya terdapat katup yang masing-masingnya memiliki fungsi tersendiri. Pertanyaannya berapa banyak katup yang dimiliki jantung manusia dan apa katup saja masalah kesehatan berkaitan dengan organ ini? . Secara umum, katup jantung berfungsi layaknya pintu satu arah. Seperti halnya pintu, tugasnya adalah untuk menjaga aliran darah dari jantung agar dapat mengalir dengan lancar, baik antara ruang pada jantung atau dari jantung keluar ke pembuluh darah. Mengenal Apa Itu Katup Jantung Katup jantung atau klep merupakan bagian jantung yang dapat menutup dan membuka dengan sendirinya untuk menjaga agar aliran darah tetap lancar. Tanpa adanya klep, aliran darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh tidak akan terkendali. Alhasil, malah akan muncul berbagai masalah kesehatan tubuh dari yang ringan hingga kronis. Begitupun sebaliknya, apabila klep berhenti bekerja maka darah dari jantung bertumpuk di satu lokasi saja. Katup jantung tidak hanya satu saja jumlahnya tetapi ada 4. Meski secara garis besar fungsinya sama, tetapi sebenarnya masing-masingnya memiliki tugas penting tersendiri. Jawaban Berapa Banyak Katup yang Dimiliki Jantung Manusia Seperti pada penjelasan sebelumnya, katup jantung ada 4. Setiap bagiannya memiliki nama tersendiri. Mengenai apa saja itu, penjelasannya ada di bawah ini: Katup trikuspid: Tugasnya adalah menyalurkan darah yang berasal dari serambi (atrium) kanan menuju ke bilik (ventrikel) kanan. Katup mitral: Bagian ini bertugas menyalurkan darah dari serambi kiri ke bilik kiri. Katup pulmonal: Tugasnya mengalirkan darah dari bilik kanan ke pembuluh darah yang mengarah ke paru-paru (arteri pulmonaris). Katup aorta: Fungsi utamanya adalah menyalurkan darah dari bilik kiri ke bagian pembuluh darah yang menuju ke seluruh tubuh (aorta). Jenis Penyakit yang Menyerang Katup Jantung Tanpa perawatan yang baik atau karena penyebab lainnya, katup jantung dapat mengalami masalah kesehatan. Hal itu terjadi di keempat katupnya. Beberapa di antaranya sebagai berikut: 1. Stenosis Kondisi ini dapat terjadi ketika katup jantung menjadi kaku, menebal, atau saling menempel. Akibatnya katup yang bertugas sebagai pintu keluar masuknya darah tidak dapat terbuka dengan baik. Alhasil otot jantung harus bekerja keras untuk memompa darah melalui katup. 2. Insufisiensi Atau Regurgitasi Dalam dunia medis, influensi juga memiliki sebutan lain yaitu jantung bocor yaitu kondisi dimana jantung tidak dapat menutup dengan baik. Hal tersebut menghambat darah mengalir kembali ke ruangan jantung sehingga jumlah darah dari jantung yang menuju ke seluruh tubuh berkurang. 3. Kelainan Bentuk Katup Jantung Sesuai penyebutannya, bentuk katup jantung mengalami keanehan. Umumnya, kelainan ini merupakan bawaan lahir. Diagnosis parah atau tidaknya tergantung dari bentuk katup jantung itu sendiri. Pada kondisi parah, akan terjadi masalah aliran darah berat. Namun kabarnya baiknya, masih ada kemungkinan tidak menyebabkan gangguan apapun. Gejala Penyakit Katup Jantung Baik penyakit yang ringan atau berat, masing-masingnya tetap menunjukkan gejala tertentu. Gejalanya sendiri dapat berbeda pada setiap penderitanya tergantung dari kondisi kesehatan tubuh dan faktor lain. Agar lebih waspada, ketahui gejalanya di bawah ini: Mudah lelah Perut membengkak Kaki dan pergelangan kaki membengkak Sesak napas Suara jantung tidak normal Nyeri dada Pusing dan pingsan tiba-tiba Detak jantung tidak teratur Penyebab yang Sering Terjadi Ada berbagai penyebab mengapa seseorang dapat mengalami kelainan katup jantung. Sebaiknya hindari penyebab-penyebabnya karena meski gejalanya dapat diringankan dengan obat-obatan, tetapi kesehatannya tidak dapat kembali sepenuhnya. 1. Penyakit Bawaan Bukan akibat salah makan atau gaya hidup buruk, kelainan katup jantung ini terjadi saat janin di dalam kandungan. Hingga kini, belum ada yang menyebutkan secara pasti apa penyebab dari penyakit katup jantung bawaan karena setiap orang bervariasi. 2. Penyakit Pengaruh dari Luar Gaya hidup yang buruk atau akibat penyakit tertentu biasanya akan memberikan dampak buruk pada kondisi kesehatan katup jantung. Beberapa di antaranya sebagai berikut: Tekanan darang tinggi Aterosklerosis Demam reumatik Gagal jantung Kardiomiopati Penyakit autoimun Kerusakan jaringan akibat serangan jantung Endokarditis Gangguan metabolisme 3. Pemicu Paling Umum Jantung merupakan bagian tubuh yang bekerja secara mandiri karena tidak bekerja di bawah kendali otak. Oleh karenanya perlu menghindari berbagai penyebab umum terjadinya masalah kesehatan katupnya. Proses penuaan Obesitas Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan kurang berolahraga Riwayat mengkonsumsi obat tertentu, seperti radioterapi dan obat penurun berat badan Cara Dokter Mendiagnosa Dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, serta gaya hidup pasien. Selanjutnya berlanjut pada pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop. Stetoskop berfungsi untuk apabila suara detak jantung tidak normal, misalnya menimbulkan bunyi bising atau irama jantung yang tidak beraturan. Setelah itu, dokter akan menjalankan pemeriksaan lanjutan menggunakan ekokardiografi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat pergerakan jantung, ukuran katup serta ruangan jantung, dan juga aliran darah yang melewati katup jantung. Cara Mengatasi Penyakit Katup Jantung Pengobatan katup jantung lebih efektif jika melihat gejala-gejalanya terlebih dahulu. Cara pertama yaitu dengan pemberian obat jenis tertentu seperti deuritik, beta blockers, antiaritmia, ACE inhibitors, vasodilators. Sayangnya dari seluruh obat-obatan tersebut belum ada yang dapat sepenuhnya menyembuhkan penyakit katup jantung. Apabila kondisinya sudah cukup parah, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi. Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang bermasalah. Operasi katup jantung merupakan... - Published: 2023-08-06 - Modified: 2023-08-06 - URL: https://primayahospital.com/anak/tantrum-pada-anak/ - Kategori: Anak - Tag: emosional anak, gejala tantrum, tantrum pada anak Para orang tua wajib tahu beberapa sifat anak-anak agar nantinya bisa mengambil sikap yang baik ketika menghadapinya. Salah satu masalah paling umum adalah tantrum pada anak dengan gejala yang biasa bahkan hingga memukul-mukul orang di sekitarnya. Jangan sampai langsung terpicu emosi saat menghadapinya, ketahui terlebih dahulu apa itu tantrum, penyebab, gejala dan penanganannya. Sebab gejala tantrum sendiri bisa anak tunjukkan sewaktu-waktu, termasuk di tempat ramai. Pengertian Tantrum Anda tentu bertanya-tanya, sebenarnya apa itu tantrum? Bagi yang belum tahu, tantrum merupakan kondisi di mana anak mengalami ledakan emosi. Biasanya mereka akan menunjukkan beberapa tanda seperti marah, berteriak, membangkang, menangis, menjerit keras, melempar barang hingga memukul. Sebenarnya tantrum merupakan hal yang cukup wajar, tetapi tetap perlu mengetahui bagaimana cara mengatasinya agar para orang tua dapat mengendalikan emosinya. Sangat tidak disarankan melakukan kekerasan atau malah mengunci anak di dalam kamar mandi saat mereka mengalami tantrum. Tantrum sendiri muncul akibat balita belum bisa mengetahui emosi yang mereka rasakan. Akhirnya mereka lebih memilih meluapkan emosinya baik berupa kemarahan, kesedihan, keinginan yang terpendam dengan menangis atau marah-marah. Gejala Tantrum pada Anak Meski sama-sama menangis, tetapi antara tantrum dan menangis biasa cukup berbeda. Ada beberapa gejala tantrum yang perlu para bunda waspadai apalagi jika sudah melebihi batas normal. Berikut penjelasannya: Menangis, menjerit, dan berteriak Merengek Menahan napas Menendang dan memukul Mendorong Lemas Menegangkan badan dan meronta-ronta tubuhnya Melempar barang Pada kondisi lebih parah, anak yang mengalami tantrum akan menunjukkan gejala cenderung agresif. Berikut gejala tantrum yang melebihi batas wajar: Anak sering mengamuk dalam waktu yang lama Frekuensi mengamuk yang mereka tunjukkan cukup sering Saat mengamuk, melakukan mereka sering melakukan kontak fisik dengan orang lain Marah-marah sampai memukuli diri sendiri, seperti menampar, menjambak rambut, hingga guling-guling di tanah. Penyebab Tantrum yang Paling Umum Membahas penyebab tantrum. pada masing-masing anak bisa saja berbeda. Paling sering adalah karena keinginannya tidak terpenuhi, misalnya ketika meminta mainan atau makanan yang seharusnya tidak mereka konsumsi dalam jumlah banyak. Temperamen Anak: Ada anak yang cenderung mudah marah, ada juga yang lebih santai dalam menghadapi persoalan. Temperamen sendiri memberi pengaruh pada reaksi mereka terhadap hal-hal yang membuat frustrasi atau perubahan lingkungan mereka. Stres, kelaparan, kelelahan, dan stimulasi berlebihan: Pernah melihat buah hati yang tiba-tiba menangis sangat kencang setelah melakukan perjalanan jauh? hal itu bisa karena kelelahan serta situasi lingkungan tidak mendukung. Mengalami situasi yang sulit bagi anak-anak: Meski terlihat biasa bagi orang dewasa, tetapi ada banyak situasi yang terlihat rumit bagi anak-anak. Sebagai contohnya adalah bagian kepala robotnya lepas. Mereka beranggapan jika mainannya sudah rusak dan takut orang tuanya marah, hasilnya mereka menangis sejadi-jadinya. Cara Dokter Mendiagnosa Sebenarnya tidak perlu langsung membawa anak ke dokter saat mereka mengalami tantrum. Apabila gejalanya masih ringan dan intensitas tantrumnya masih terkendali, maka sebaiknya ibu mengatasinya sendiri menggunakan trik khusus. Namun jika gejalanya sudah tidak terkendali dan konsentrasi tantrumnya terjadi sangat sering hingga mempengaruhi pada emosi anak, sesegera mungkin konsultasikan ke dokter berpengalaman. Nantinya dokter akan melihat gejala serta reaksi anak ketika mengalami tantrum. Selanjutnya mereka akan mendiagnosa serta memberikan tips dan trik ketika anak tersebut tantrum lagi setelah kembali ke rumah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah gejala yang anak tunjukkan merupakan gejala tantrum atau gangguan kesehatan mental. Diagnosa sejak dini dapat membantu mengefektifkan penanganannya. Cara Mengatasi Tantrum yang Tepat Mengatasi tantrum dengan cara yang tepat akan mempercepat berhentinya tantrum. Menariknya, emosional anak juga bisa terbentuk dengan baik, sehingga ketika dewasa mereka bisa mengendalikan dirinya saat marah atau mengalami masa-masa sulit. Bukan dengan memukul, membentak, atau marah-marah, mengatasi tantrum pada anak ada trik jitunya. Ingin tahu bagaimana itu? Berikut pembahasannya: Perlu buah hati untuk meredakan emosinya yang sedang membara. Saat memeluknya, berikan juga tepukan halus pada punggung. Pastikan emosi Anda stabil dan usahakan untuk terus menemaninya agar anak tidak merasa terabaikan. Langkah tersebut juga untuk menghindari tindakan nekat, misalnya memukul tubuhnya sendiri atau lari ke tempat berbahaya. Ajak melihat atau membeli makanan favoritnya, tetapi tetap beri kesempatan buah hati mengekspresikan emosinya. Jangan sampai memberikan hukuman fisik, sebab tindakan ini akan terbawa hingga dewasa, bahan dapat membentuk karakternya menjadi orang yang suka melakukan tindakan kriminal ketika emosinya terpancing. Apabila tantrumnya sudah mereda, ajak mereka berbicara menggunakan nada lembut dan kata-kata yang baik tanpa adanya makian atau kata kotor. Beberapa Cara untuk Mencegah Tantrum Berlebihan Penanganan tantrum harus bunda lakukan dengan mengetahui penyebabnya. Pahami juga kebiasaan anak saat berada di tempat umum, pastikan tidak mengabaikan perubahan emosinya. Lebih jelasnya, berikut cara mencegah tantrum: 1. Menghindari Pemicunya Pemicu tantrum pada masing-masing anak bervariasi, misalnya karena keinginannya tidak terpenuhi, kelelahan, terlalu lama terpapar sinar matahari, atau lainnya. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari apa penyebabnya. Setelah itu lakukan tindakan yang mengurangi intensitas gejala tantrumnya. 2. Menghindari Penjual Snack atau Mainan Anak Ada beberapa anak yang sangat suka membeli snack dan mainan meski tidak mereka gunakan. Namun ketika ibunya melarang membelinya, biasanya mereka akan menangis atau mengamuk. Cara mengatasinya adalah dengan... - Published: 2023-08-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/bronkopneumonia-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: bronkopneumonia, bronkopneumonia pada anak, gejala bronkopneumonia - Translation Priorities: Optional Selain ISPA, anak bisa mengalami kesulitan bernafas karena bronkopneumonia pada anak. Sebagai orang tua tentunya ingin buah hatinya tumbuh dengan sehat, untuk itu wajib tahu penyebab dan cara penanganan gangguan kesehatan satu ini. Tingkat keparahan gejalanya sendiri tergantung kondisi dari pasien. Biasanya pasien bronkopneumonia akan merasakan gejala seperti, kesulitan bernafas, batuk, hingga demam. Agar tidak salah dalam penanganannya, ketahui informasi lengkapnya di sini. Mengenal Bronkopneumonia pada Anak Belum banyak yang tahu mengenai bronkopneumonia bisa terjadi pada anak-anak sehingga terkadang orang tua terlambat menyadarinya. Sekedar informasi, bronkopneumonia adalah radang yang terjadi pada bronkus sampai alveolus paru-paru. Gangguan kesehatan satu ini paling sering menyerang anak kecil dan bayi. Gejalanya cukup beragam dan patut mendapatkan perhatian para orang tua agar kondisi buah hati tidak sampai memburuk. Dari data WHO yang tersebar luas menyebutkan bahwa ada sekitar 10-20 persen pertahun anak Indonesia yang mengalami bronkopneumonia. Ada faktor risiko yang meningkatkan anak-anak terinfeksi bakteri penyebabnya, misalnya : Menderita infeksi seperti campak atau HIV Anak belum memperoleh vaksin pneumonia Tidak mendapatkan ASI eksklusif ketika bayi Kekurangan gizi atau malnutrisi Kelainan bawaan pada paru-paru dan pernapasan Mengalami kelahiran prematur Gejala yang Muncul Ketika Anak Mengalami Bronkopneumonia Tingkat keparahan gejala anak yang mengalami bronkopneumonia cukup beragam, umumnya tergantung dari kondisi kesehatan serta kondisi lingkungan sekitarnya. Berikut beberapa di antaranya: Suhu tubuh meningkat Tiba-tiba mengalami kesulitan bernafas Rasa nyeri pada dada yang kemungkinan memburuk saat batuk Munculnya batuk berlendir, dahak kental hingga kuning atau kehijauan Berkeringat di atas normal Tubuh menggigil Timbulnya nyeri pada otot Tubuh cepat merasa kelelahan Nafsu makan menjadi menurun Si kecil merasakan sakit kepala Kebingungan atau disorientasi, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Kepala terasa pening Mual sampai muntah Batuk dengan bercak darah Dada terasa nyeri Anak menjadi sering rewel bahkan sampai kesulitan tidur Wajah berubah pucat Perubahan warna pada bibir dan kuku yang berubah kebiruan Saat bernafas berbunyi grok-grok Penyebab Bronkopneumonia pada Anak Paling umum, bronkopneumonia terjadi karena akibat paru-paru terinfeksi bakteri jenis Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe b (Hib). Pada kondisi lain, gangguan kesehatan ini juga terjadi karena Infeksi paru-paru oleh virus dan jamur. Baik virus, bakteri, dan jamur bisa masuk ke bronkus dan alveolus kemudian berkembang hingga memicu munculnya bronkopneumonia. Bukan hanya itu, orang dengan faktor risiko tertentu kemungkinan tertular penyakit ini jauh lebih besar. Siapa saja itu? Penjelasannya sebagai berikut: Anak yang berusia di bawah 2 tahun Orang tua yang berusia di atas 65 tahun Perokok aktif atau peminum alkohol Seorang yang mengalami infeksi pernapasan seperti pilek dan flu Pengidap penyakit paru-paru seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), cystic fibrosis, bronkiektasis, dan asma. Memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, gagal jantung, atau penyakit hati. Mengalami kondisi yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, mulai dari HIV atau gangguan autoimun tertentu. Cara Dokter Mendiagnosa Gejala luar yang terlihat tidak bisa menjadi satu-satunya sumber diagnosis. Setelah melihat gejala, ciri fisik, dan riwayat kesehatan, dokter akan melakukan beberapa hal berikut: 1. Tes Darah Cara pemeriksaannya adalah dengan mengambil sampel darah, kemudian petugas terkait akan mengujinya di lab untuk mendeteksi penyebab bronkopneumonia. 2. Rontgen Dada atau CT Scan Dengan rontgen dada atau CT scan, bagian paru-paru terlihat lebih detail sehingga memudahkan memeriksa bagaimana kondisi di dalamnya. 3. Bronkoskopi Fungsi bronkoskopi hampir sama dengan CT scan dan rontgen, untuk menjalankan prosedur ini memanfaatkan sebuah alat berbentuk tabung tipis dengan cahaya dan kamera melalui mulut pasien turun ke tenggorokan, dan masuk ke paru-paru. 4. Oksimetri Nadi Manfaat tes tersebut adalah untuk memeriksa kadar oksigen dalam paru-paru. Apabila di bawah normal, maka ada kemungkinan seseorang mengalami bronkopneumonia. 5. Pemeriksaan Kultur Dahak Lendir yang keluar dari orang terinfeksi akan terdeteksi mengandung virus, bakteri, atau jamur tertentu. Cara Mengatasi Bronkopneumonia Penanganan bronkopneumonia dengan tepat akan meningkatkan kemungkinan penderitanya sembuh. Cara mengatasinya yaitu sebagai berikut: 1. Terapi Cairan (infus) Saat mengalami bronkopneumonia, anak-anak umumnya tidak berselera makan ataupun minum. Supaya kondisi tubuhnya tidak semakin melemah, dokter akan memberikan terapi cairan infus. Tujuannya adalah menggantikan asupan nutrisi dari makanan melalui cairan. Setelah mulai membaik, bunda perlu memberi mereka minum air putih dan makanan yang tinggi akan nutrisi. 2. Pemberian Obat-Obatan Jenis obat yang dokter berikan kepada pasien tergantung dari penyebab bronkopneumonia itu sendiri. Apabila muncul akibat bakteri, biasanya akan diresepkan obat antibiotik. Sedangkan jika bronkopneumonia akibat infeksi jamur, dokter biasanya akan memberikan antijamur yang harus pasien minum sesuai anjuran. Obat lain yang perlu anak penderita bronkopneumonia minum ada penurun panas dan peningkat sistem imun supaya tingkat penyembuhannya semakin cepat. 3. Terapi Oksigen Apabila salah satu gejala anak yang terserang bronkopneumonia adalah sesak nafas, tenaga medis akan menyarankan terapi oksigen. Untuk mempercepat penyembuhannya, sebaiknya orang tua menjauhkan anak dari asap rokok dan menjaga kebersihan lingkungan terutama dari debu dan polusi. Komplikasi Penanganan sesegera mungkin akan menekan kemungkinan terjadi komplikasi. Namun apabila gangguan kesehatan ini tidak mendapatkan perawatan cepat dan tepat, biasanya muncul komplikasi seperti: 1. Infeksi Darah Saat bakteri penyebab bronkopneumonia sudah... - Published: 2023-08-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/penyebab-keguguran/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Tag: keguguran, penyebab keguguran, usia kehamilan - Translation Priorities: Optional Setiap ibu tentunya tidak ingin mengalami keguguran karena anak yang ada di alamnya kandungannya sangat diharap-harapkan. Agar hal buruk itu tidak sampai terjadi, perhatikan penyebab dan bagaimana cara menanganinya dengan benar. Ada berbagai penyebab keguguran itu sendiri sehingga patut diwaspadai oleh para ibu. Ketahui Apa Itu Keguguran! Meski sudah sering dibahas, tetapi tidak sedikit orang yang masih bingung mengenai apa sebenarnya keguguran. Istilah tersebut menunjukkan kondisi di mana janin di dalam kandungan mengalami pemberhentian pertumbuhan dan tanda-tanda kehidupannya juga menghilang. Tercatat setidaknya ada 8 - 20 persen kehamilan yang mengalami keguguran pada usia kehamilan 12 minggu. Untuk penyebabnya sangat beragam, bisa karena kebiasaan hidup sang ibu, penyakit bawaan, atau memang karena prosedur medis. Maksud dari prosedur medis bukan terkait dengan pengguguran paksa. Biasanya karena kondisi janian yang sangat lemah atau keselamatan ibu akan terancam jika bayi di dalam kandungannya tetap dipertahankan Berbagai Macam Gejala Keguguran Sebab janin berada di dalam lahir, ketika mengalami kontraksi maka akan muncul gejala-gejala tertentu. Agar para ibu selalu waspada, berikut gejala-gejala yang umumnya muncul saat wanita mengalami keguguran. Keguguran yang tidak bisa dihindari (abortus insipiens): Seorang yang mengalami abortus insipiens biasanya akan mengalami pendarahan, pembukaan jalan lahir, dan kram perut yang sangat menyakitkan. Keguguran tidak lengkap (abortus inkomplit): Tanda saat ada yang mengalami abortus inkomplit yaitu pada vagina keluar darah, kram hebat, dan luruhnya plasenta atau janin namun masih ada beberapa produk kehamilan tersisa di rahim ibu. Keguguran lengkap (abortus komplit): Kondisi yang menandakan wanita sedang mengalami keguguran lengkap yaitu seluruh jaringan plasenta keluar dari rahim yang beriringan dengan pendarahan hebat. Keguguran yang terlewatkan (missed abortion): Bagi yang belum tahu, missed abortion merupakan kondisi di mana janin sudah tidak berkembang namun ibu tidak mengalami gejala tertentu sehingga keguguran ini tidak diketahui. Keguguran berulang (recurrent abortion): Sesuai namanya, kehamilan berulang terjadi ketika ibu lebih dari satu kali keguguran secara berturut-turut. Penyebab paling umum yaitu akibat kelainan genetik, seperti sindrom antifosfolipid. Penyebab Keguguran yang Sepatutnya Anda Waspadai Keguguran memang kenyataan yang cukup mengerikan terutama bagi pasangan yang sudah benar-benar mengharapkan buah hati. Kabar baiknya, kondisi tersebut dapat Anda hindari dengan melakukan tindak pencegahan. Supaya pencegahannya tepat sasaran maka perlu mengetahui apa saja penyebabnya. Terjadinya kelainan kromosom yang membuat janin tidak dapat berkembang dengan baik di dalam kandungan Ibu terkena infeksi dari virus, bakteri, atau jamur yang memicu munculnya penyakit kronis, misalnya penyakit menular seksual, rubella, toksoplasmosis dan malaria Memiliki riwayat penyakit autoimun, seperti sindrom lupus dan antifosfolipid Terjadinya gangguan hormon mulai dari PCOS dan penyakit tiroid. Hamil pada usia di atas 35 tahun Penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal Terpapar bahan kimia beracun dan radiasi tinggi Pernah keguguran lebih dari 2 kali Menerapkan gaya hidup tidak sehat sehingga tubuh mudah terkena penyakit yang akhirnya membuat kondisi janin melemah Penggunaan obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid, methotrexate, dan retinoid Bentuk rahim atau leher rahim tidak seperti pada umumnya Berat badan tidak memenuhi standar Cara Dokter Mendiagnosa Pada awalnya, dokter akan menanyakan mengenai gejala serta tanda-tanda yang pasiennya rasakan. Pemeriksaan berlanjut pada pengecekan panggul kemudian dilakukan USG kehamilan. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah terjadi keguguran atau tidak. Pada ibu hamil yang pernah mengalami keguguran lebih dari satu kali, dokter akan melakukan beberapa tindakan medis berikut: Tes genetik: Dari tes genetik, dokter bisa memperoleh hasil mengenai riwayat kelainan pada orang tua. Tes darah: Tujuannya untuk mendeteksi penyebab dari keguguran, baik akibat gangguan hormon, infeksi, penggumpalan atau pengentalan darah. USG transvaginal: Fungsi tindakan tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi ovarium, rahim, area panggul, dan leher rahim. Penanganan Keguguran Apabila ibu hamil terdeteksi mengalami keguguran, dokter biasanya akan langsung mengambil tindakan sesuai dengan kondisi pasien dan janinnya. Biasanya mereka akan melakukan hal-hal berikut: 1. Pemberian Obat-Obatan Jika pasien dinyatakan mengalami keguguran, dokter akan memberikan obat yang berguna untuk meluruhkan dan membersihkan janin. Penggunaan obatnya bisa dengan menyuntikkan, minum langsung, atau dimasukkan melalui vagina. Selain meresepkan obat untuk mempercepat keluarnya janin, dokter juga akan memberikan antibiotik, anti pendarahan, dan suntik immunoglobulin jika diperlukan. 2. Perawatan Kehamilan Apabila janin masih ada kemungkinan selamat, maka perawatan kehamilan merupakan tindakan yang tenaga medis ambil. Pada tahap ini, ibu harus benar-benar istirahat total, sampai kesehatannya pulih kembali dan janin di dalam kandungannya kuat. Pasien juga tidak boleh berolahraga ataupun melakukan hubungan seksual sampai kesehatan ibu dan janin terdeteksi aman. 3. Kuret Sebab janin yang sudah keguguran tidak boleh terus berada di dalam rahim, prosedur kesehatan yang dokter lakukan adalah kuret. Fungsinya adalah untuk melebarkan leher rahim agar jaringan ari-ari atau sisa tubuh janin bisa keluar sepenuhnya. Komplikasi yang Terjadi pada Keguguran Keguguran dapat memicu komplikasi apabila pembersihan janin tidak benar. Sisa organ pada janin yang tertinggal berisiko menimbulkan infeksi dan akhirnya pasien mengalami abortus septik. Gejala paling umum yang mungkin akan pasien rasakan setelah mengalami infeksi ini adalah munculnya demam, keputihan bahkan berwarna hingga kehijauan, nyeri di perut bagian bawah, dan tubuh menggigil karena demam tinggi. Di... - Published: 2023-08-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/penyebab-isk-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: ISK, jenis ISK, penyebab ISK - Translation Priorities: Optional Pada usia anak-anak, berbagai penyakit seringkali menyerang sehingga para orang tua perlu waspada. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai kemunculannya adalah ISK. Penyebab ISK pada anak-pun beragam dan patut mendapatkan perhatian khusus. Faktanya, ISK tidak hanya terjadi pada orang tua saja melainkan juga anak-anak. Tentu Anda bertanya-tanya apa sebenarnya ISK dan bagaimana cara menanganinya. Penjelasan lengkapnya ada di sini. Mengenal ISK Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan ISK. Sebenarnya, ISK merupakan kepanjangan dari Infeksi Saluran Kemih. Kondisi ini bisa terjadi karena seseorang kurang menjaga kebersihan terutama di area kelamin. ISK dapat terjadi pada siapa saja termasuk anak-anak karena gangguan kesehatan ini terjadi akibat bakteri Escherichia coli atau ecoli yang masuk ke uretra menuju saluran kemih dan akhirnya menginfeksi kandung kemih (sistitis) dan ginjal (nefritis). Melakukan penanganan sesegera mungkin dapat meminimalisir kemungkinan gangguan kesehatannya semakin parah. Namun para orang tua bisa sedikit bernafas lega, sebab kasus ISK pada anak sebagian besar bisa sembuh. Kuncinya adalah memberikan antibiotik dengan tepat serta melakukan penanganan sesuai dengan penyebab penyakitnya itu sendiri. Gejala ISK pada Anak Anak-anak cenderung tidak menyadari apa yang terjadi pada tubuhnya. Oleh karenanya sebagai orang tua patut mewaspadai berbagai gejala yang muncul. Salah satu tujuannya adalah mencegah penyakitnya semakin parah. Hal ini juga berlaku untuk penyakit ISK. Sebenarnya, ada kemungkinan setiap individu akan merasakan gejala berbeda ketika terjangkit infeksi saluran kemih. Tetapi pada umumnya akan merasakan beberapa hal berikut: Buang air kecil terlalu sering dan tidak tuntas Nafsu makan menurun, bahkan tidak jarang anak tiba-tiba merasakan mual hingga muntah Mengalami demam dan terkadang menggigil Warna urine tidak normal serta cenderung keruh Timbul nyeri di area sekitar perut bagian bawah Menjadi sering ngompol meski sebelum tidur sudah pipis Saat buang air kecil, anak terlihat sangat kesakitan Muncul pembengkakan pada bagian kemih, seperti di uretra, lapisan kandung kemih, juga ginjal, dan ureter. Adanya sumbatan aliran kencing di ujung penis yang belum disunat (fimosis), sumbatan ini dapat mengakibatkan ISK. Jenis dan Penyebab ISK pada Anak Infeksi saluran kemih terbagi menjadi dua jenis ISK atas dan ISK bawah. Tingkat keparahan masing-masingnya bergantung pada kondisi kesehatan penderitanya. Supaya tidak bingung, mari simak penjelasan di bawah ini: ISK atas: Merupakan infeksi pada organ yang terletak sebelum kandung kemih, yaitu ginjal dan ureter. Kabarnya, ISK atas perlu penanganan serius karena jika penanganannya telat maka penyakitnya bisa menyebar luas ke seluruh tubuh. ISK bawah: Jenis ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi di bagian kandung kemih kandung kemih (cystitis) dan uretra (uretritis) Dari kedua jenis ISK di atas, penyebab utamanya karena bakteri. Ada beberapa jenis bakterinya, yaitu E. coli, Klebsiella, Staphylococcus saprophyticus, dan Pseudomonas. Bakteri bisa masuk ke saluran kemih melalui saluran uretra. Setelah menginfeksi, bakterinya akan berkembang biak dan menyebar. Bakteri ini akan ke atas sampai organ vital lain mulai dari kandung kemih dan ginjal. Penyebab lain ISK, bisa karena adanya kelainan saluran kemih mulai dari bawah sampai ginjal, seperti batu ginjal, striktur atau sumbatan lainnya. Hal-hal inilah yg menyebabkan stasis air kemih yang bisa menimbulkan infeksi. Cara Dokter Mendiagnosa Sebelum mendiagnosa pasiennya, dokter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan. Pertama-tama, mereka akan menanyakan mengenai gejala dan riwayat kesehatan yang anak alami. Selanjutnya masuk pada tahap pemeriksaan lebih lanjut menggunakan metode-metode berikut: 1. Urinalisis Tujuan dari urinalisis adalah untuk mengidentifikasi apakah di dalam urine terdapat sel darah merah, sel darah putih, bakteri dan sebagainya. Pemeriksaannya menggunakan urine segar dan urin pancaran tengah bila memungkinkan untuk mendapatkannya. 2. Kultur Urine Bagi yang belum tahu, kultur urine berfungsi untuk menentukan jenis bakteri penyebab ISK secara pasti sehingga dokter menjadi lebih mudah ketika akan meresepkan antibiotik. 3. Tes Pencitraan Tes ini melingkupi USG, CT scan atau MRI yang bertujuan untuk melihat dengan jelas kondisi saluran kemih. 4. Sistoskopi Pada pemeriksaan sistoskopi, dokter akan menggunakan alat kamera khusus yang dimasukkan melalui uretra. Tujuan dari prosedur medis ini adalah untuk melihat kondisi dan kelainan struktural pada saluran kemih. Cara Mengatasi ISK pada Anak Apabila anak sudah menunjukkan gejala ISK, bunda harus sesegera mungkin memeriksakannya ke dokter. Jangan sampai membiarkannya terlalu lama karena akibatnya bisa fatal, salah satunya yaitu memicu kerusakan ginjal. Nantinya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apakah anak benar-benar mengalami ISK atau tidak. Jika ternyata hasilnya menunjukkan positif, maka dokter akan meresepkan obat anti bakteri, dengan catatan penyebab ISK-nya karena bakteri. Pada banyak kasus, ISK akan membaik setelah pasien mengkonsumsi antibiotik sesuai resep dokter selama 3–10 hari. Selama proses penyembuhan, usahakan membuat anak memenuhi cairan tubuh dengan minum air putih sesuai standar kebutuhan per hari. Setelah pengobatan selama beberapa waktu, dokter mungkin akan meminta pasien melakukan pemeriksaan kembali. Tujuannya untuk memastikan apakah ISK sudah hilang atau belum. Faktor Risiko ISK pada Anak Siapa saja bisa terserang ISK, namun ada beberapa orang yang sangat berisiko terserang ISK. Penasaran siapa saja itu? Berikut ini penjelasannya: Orang yang mengalami kelainan bentuk struktural atau penyumbatan di salah satu organ saluran kemih Saluran kemih bekerja tidak... - Published: 2023-08-02 - Modified: 2023-08-02 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/contoh-flek-tanda-kehamilan-normal/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: contoh flek, flek normal, tanda kehamilan Ada flek normal dan tidak normal, untuk mencegah hal-hal yang tidak sesuai keinginan, ada baiknya untuk mengetahui contoh flek tanda kehamilan normal. Tanpa penanganan tepat, flek tidak normal menyebabkan berbagai masalah baik untuk janin ataupun ibu hamil. Ada perbedaan yang begitu terlihat antara flek normal dan tidak normal. Mengkonsultasikan ke dokter merupakan langkah tepat agar mengetahui dengan jelas sebenarnya jenis flek apa yang muncul dan apa saja efeknya untuk tubuh. Contoh Flek Tanda Kehamilan Normal Setelah kehamilan, wanita tidak mengalami menstruasi karena indung telur dalam rahim telah mengalami pembuahan. Namun ada kalanya vagina mengeluarkan flek terutama pada trimester pertama. Jangan terburu-buru panik, sebenarnya flek ini memang bisa saja muncul pada 1 dari 5 wanita hamil. Dalam istilah medis, flek yang muncul pada trimester pertama kehamilan disebut dengan pendarahan implantasi. Penyebabnya yaitu karena pada awal kehamilan, sekitar 6-12 hari setelah pembuahan maka embrio mulai menempel di dinding rahim. Kondisi tersebut memicu munculnya perdarahan ringan. Biasanya, para calon ibu menganggapnya sebagai permulaan siklus menstruasi baru. Padahal, flek darah tersebut adalah flek ringan yang menandai awal kehamilan. Ada perbedaan khusus antara implantasi dengan darah haid, salah satunya adalah darah yang keluar tidak sebanyak saat haid. Jadi, munculnya flek ini tidaklah berbahaya untuk ibu hamil maupun janin. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa kemunculannya merupakan tanda bahwa ibu bisa melahirkan normal dan bayi dalam keadaan sehat. Berdasarkan beberapa sumber, flek saat kehamilan muda umumnya muncul pada ibu yang mengandung anak kembar. Sebagai kehati-hatian, ketahui penyebab lain munculnya flek pada pembahasan berikut: Penetrasi penis yang terlalu keras saat berhubungan seks Perubahan hormon yang menyebabkan serviks (leher rahim) menjadi mudah berdarah Contoh Flek Tanda Kehamilan Tidak Normal Meski bisa saja muncul pada ibu di awal-awal kehamilan, tetapi Anda tetap perlu waspada. Mengapa begitu? Sebab ada kalanya flek yang muncul merupakan tanda adanya masalah kehamilan atau kesehatan. Simak pemaparannya berikut ini: 1. Flek Berwarna Coklat Warna flek yang menandai awal kehamilan biasanya warnanya lebih terang daripada saat haid. Namun jika ada keanehan, ada kemungkinan hal itu sebagai tanda adanya komplikasi lain, misalnya: Keguguran Hamil anggur Kehamilan ektopik Keguguran sendiri sering muncul pada trimester pertama kehamilan sampai usia kandungan 13 minggu. Apabila kegugurannya masih kecil, biasanya janin masih dapat diselamatkan. Oleh sebab itu ketika mengalami hal-hal di bawah ini sebagai segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Berat badan berkurang secara drastis Tiba-tiba sakit punggung ringan sampai berat, Keluar lendir berwarna pink dan putih dari vagina Ada gumpalan darah keluar dari vagina Kram atau kontraksi 2. Flek yang Muncul pada Trimester Kedua dan Ketiga Kehamilan Umumnya, flek normal muncul pada awal-awal kehamilan saja. Tetapi jika sudah masuk trimester kedua dan ketiga tetap muncul flek, ada baiknya mulai mewaspadainya. Ada kalanya hal itu menjadi tanda beberapa masalah berikut: Plasenta previa: Penyebab adanya plasenta previa yaitu ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks. Tanda yang paling sering terjadi adalah flek yang keluar berwarna coklat bahkan sampai pendarahan. Sebagai kehati-hatian, sebaiknya jangan melakukan aktivitas terlalu berat seperti angkat beban atau lainnya. Plasenta abruptio atau solusio: Masalah ini dapat terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim. Mengapa perlu Anda waspadai karena ibu kemungkinan akan mengalami perdarahan berat sampai pembekuan darah yang menimbulkan sakit perut, kram, nyeri sekitar uterus, dan nyeri punggung. Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth): Berdasarkan info dari WHO, stillbirth terjadi pada janin usia 28 minggu atau lebih. Saat stillbirth terjadi, seringkali akan muncul tanda-tanda mulai dari nyeri perut atau kram, perdarahan dari vagina, dan kontraksi. Rahim robek (ruptur uteri): Tanda-tanda paling sering muncul pada ibu yang mengalami rahim robek adalah adanya jeda pada kontraksi. Ibu yang pernah melahirkan secara caesar memiliki risiko tinggi mengalami masalah ini. Luka pada serviks: Memang boleh melakukan hubungan badan selama kehamilan, tetapi ada aturan khusus yang tidak boleh pasangan suami istri langgar, yaitu melakukan seks terlalu intens. Tanda yang palin biasa terjadi seperti, rasa nyeri pada panggul, adanya memar, dan area serviks lebih lunak bahkan terkadang terasa tidak nyaman. Cara Mengatasi Flek Pada Masa Kehamilan Membahas cara mengatasinya, sebenarnya tergantung pada penyebab kemunculan fleknya itu sendiri. Namun untuk penanganan secara umum, saat ibu mengalami flek, maka hal perlu mereka lakukan adalah menggunakan pembalut untuk menampung darah. Selama keluarnya darah, perhatikan gejala-gejala yang mengiringinya. Kalau masih normal dan berhenti keluar setelah kurang lebih 2-3 hari, maka fleknya masih normal. Akan tetapi apabila selama tenggang waktu tersebut tetap keluar, segera hubungi dokter. Tindakan yang biasanya dokter lakukan adalah meminta pasiennya untuk bedrest. Karena flek dapat muncul akibat ibu yang terlalu sering menjalankan aktivitas berat, sebaiknya selama kehamilan memperbanyak istirahat dan menghindari mengangkat galon atau benda berat lainnya. Hindari juga mandi dengan air terlalu panas karena bisa membuat kepala pusing. Selanjutnya, ada baiknya lebih berhati-hati saat berhubungan seksual supaya kemungkinan mengalami keguguran sangat minim. Tips Mencegah Flek Saat Hamil Keluarnya flek pada masa kehamilan begitu tidak terduga, untuk itu perlu mencegahnya agar tidak sampai membahayakan kesehatan sendiri dan... - Published: 2023-08-02 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/degenerasi-makula/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Degenerasi makula adalah salah satu penyakit mata yang umum terjadi pada orang dewasa, terutama di kalangan lanjut usia. Degenerasi makula termasuk kondisi medis yang serius dan bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup individu yang mengalaminya. Karena itu, sangat penting bagi semua orang untuk memperhatikan faktor risiko dan gejala kondisi ini. Mengenal Degenerasi Makula Degenerasi makula adalah kondisi medis yang terjadi ketika daerah sentral retina yang disebut makula mengalami kerusakan. Makula berperan untuk penglihatan pusat, dan warna. Makula sangat penting untuk penglihatan jarak dekat dan detail. Ketika seseorang mengalami degenerasi makula, kemampuannya untuk membaca, mengemudi, dan melakukan aktivitas sehari-hari lain akan terganggu. Berdasarkan penyebabnya, degenerasi makula umum dikategorikan menjadi degenerasi makula herediter (hereditary macular degeneration). dan degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration/ARMD) Degenerasi makula herediter adalah kondisi genetik atau diwariskan dari orang tua, sementara ARMD merupakan kondisi degenerasi makula yang terjadi karena pertambahan usia. d Ada dua jenis degenerasi makula terkait usia yang dibedakan menurut proses perkembangannya, yaitu degenerasi makula kering dan degenerasi makula basah. Degenerasi makula kering berkembang secara perlahan dan prevalensinya lebih besar daripada degenerasi makula basah. Degenerasi makula basah berkembang lebih cepat dan lebih berbahaya. Degenerasi macula kering maupun basah dapat mempengaruhi satu atau kedua mata. Apa pun jenisnya, degenerasi makula berbahaya karena mengganggu penglihatan pusat yang diperlukan untuk melihat objek dengan jelas. Pada tahap lanjut, kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya penglihatan pusat secara permanen sehingga kualitas hidup penderitanya menurun. Prevalensi Degenerasi Makula Menurut sejumlah studi, perempuan lebih rentan terkena degenerasi makula terutama pada usia 50-60 tahun. Framingham Eye Study mendapatkan hasil prevalensi eksudatif ARMD pada usia diatas 52 tahun adalah 1. 5%. Prevalensi ARMD meningkat tajam pada usia diatas 75 tahun. Penyebab Penyebab pasti degenerasi makula belum sepenuhnya dipahami. Namun terdapat sejumlah faktor risiko telah diidentifikasi, seperti: Usia Risiko ARMD meningkat tiga kali lipat pada pasien berusia diatas 75 tahun dibandingkan dengan pasien udia 65 – 74 tahun (Beaver Dam Eye Study; Framingham Eye Study). Merokok Konsumsi rokok 10 pax per tahun berhubungan dengan peningkatan risiko ARMD. Perokok memiliki risiko dua kali lipat menderita ARMD dibandingkan tidak merokok. Lain-lain Penyakit kardiovaskular, hipertensi, gender wanita, ras kulit putih, hiperkolesterolemia, obesitas, hipermetropia, dan riwayat keluarga. Gejala Gejala degenerasi makula bisa berbeda-beda, bergantung pada jenisnya. Berikut ini beberapa gejala yang umum: Penglihatan pusat menjadi buram, pudar, atau menjorok ke dalam Gangguan persepsi warna Penglihatan terdistorsi, seperti ada garis bergelombang atau benda bulat tampak menjadi persegi panjang Ada bintik-bintik gelap atau area kosong di tengah pandangan Kesulitan membaca atau melihat objek kecil Cara Dokter Mendiagnosis Degenerasi Makula Dokter spesialis mata dapat mendiagnosis degenerasi makula lewat serangkaian tes dan pemeriksaan mata menyeluruh. di antaranya: Riwayat medis lengkap, meliputi riwayat keluarga, dan faktor risiko degenerasi makula yang dimiliki. Pemeriksaan fisik yaitu tajam penglihatan, persepsi warna dan pemeriksaan retina dengan alat yang disebut oftalmoskop untuk mengamati langsung kondisi makula dan melihat adanya tanda-tanda degenerasi. Pemeriksaan penunjang berupa angiografi fluoresensi dengan cara memasukkan zat pewarna lewat pembuluh darah, kemudian dokter mengambil serangkaian foto menggunakan kamera yang dilengkapi filter fluoresensi. Tujuannya adalah melihat bagaimana kondisi aliran darah di dalam mata. Tomografi koherensi optic (OCT) dengan gelombang cahaya untuk membuat gambar tingkat tinggi dan jaringan mata agar dokter bisa memperoleh gambaran detail ketebalan dan kondisi lapisan makula. Cara Mengatasi Degenerasi Makula Degenerasi makula tak bisa diatasi sepenuhnya. Namun ada beberapa cara untuk mencegah kondisi ini memburuk dan mengakibatkan komplikasi, seperti: Terapi anti-vaskular endothelial growth factor menggunakan obat yang disuntikkan ke dalam mata untuk membantu memperlambat perkembangan degenerasi makula dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Terapi laser untuk menghancurkan atau menghambat perkembangan pembuluh darah yang tak normal. Konsumsi vitamin dan suplemen yang baik untuk mata, seperti vitamin E, C, zinc, lutein, zeaxanthin Terapi rehabilitasi untuk membantu meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari dalam kondisi penglihatan yang menurun. Terapi psikologis untuk mengatasi stres dan tantangan emosional yang kerap menyertai kondisi degenerasi makula. Komplikasi Degenerasi makula bisa menyebabkan komplikasi dengan cepat jika tak mendapat perawatan yang tepat. Komplikasi itu antara lain: Kerusakan permanen pada penglihatan sentral sehingga kehilangan penglihatan Sulit melakukan aktivitas umum sehari-hari Depresi dan gangguan kecemasan Risiko cedera lebih tinggi Pencegahan Degenerasi makula tak selalu bisa dicegah. Meski begitu, ada cara untuk mengurangi kemungkinan terkena kondisi ini. Cara yang utama adalah mengelola faktor risiko, seperti: Menghindari paparan asap rokok dan berhenti merokok Menurunkan body mass index pada obesitas Pengobatan faktor risiko seperti hipertensi Kapan Harus ke Dokter? Diagnosis dan penanganan dini adalah kunci untuk mengantisipasi komplikasi degenerasi makula. Jika Anda curiga mengalami gejala kondisi ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter mata terkait agar segera mendapat pemeriksaan dan pengobatan secepatnya. Narasumber dr. Ivana Tanoko, MKK, Sp. M Dokter Spesialis Mata Primaya Hospital Semarang - Published: 2023-07-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/keracunan-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Tag: ibu hamil, Keracunan, keracunan kehamilan - Translation Priorities: Optional Keracunan kehamilan merupakan kondisi yang perlu waspadai oleh para ibu hamil karena cukup berisiko. Oleh karena itu, penting mengetahui gejala dan penanganannya agar tidak membahayakan ibu dan janin. Berikut informasinya. Keracunan pada kehamilan dapat terjadi saat usia kehamilan masuk 20 minggu. Namun, bisa juga terjadi lebih awal atau setelah melahirkan. Bahkan kasus yang parah, bahaya keracunan ini dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, perlu pengetahuan bagi ibu hamil tentang keracunan pada kehamilan agar dapat mendeteksinya sedini mungkin. Jika tidak terdeteksi, tentu akan sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan kondisi janin dalam kandungan. Pengertian Keracunan Kehamilan Keracunan kehamilan adalah kondisi dalam medis yang disebut juga sebagai preeklampsia atau toxemia. Kondisi terjadi kenaikan tekanan darah dan adanya protein dalam urine. Umumnya kondisi ini akan hilang setelah bayi lahir. Kondisi keracunan ini dapat Anda ketahui dari adanya faktor pembeku darah (platelet) yang rendah, serta terdapat masalah pada organ ginjal dan hati. Lepasnya plasenta dari dinding rahim dan ada penumpukan cairan dalam paru-paru. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, maka bisa berakibat fatal bagi ibu dan janin. Lantas, bagaimana cara menangani keracunan pada kehamilan? Apa penyebab keracunan ini? Seperti apa gejalanya? Yuk, ketahui informasinya di bawah ini! Penyebab Keracunan Pada Kehamilan Penyebab terjadinya keracunan pada kehamilan belum diketahui pasti. Namun, menurut ahli menduga hal ini dapat terjadi ketika plasenta tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada ibu hamil hingga terjadi keracunan pada kehamilan. Ibu hamil yang mengalami preeklampsia, bagian pembuluh darah yang berfungsi memasok oksigen dan nutrisi ke plasenta tidak bekerja baik. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah menjadi tidak stabil, akibatnya terjadi risiko keracunan. Asupan gizi yang buruk saat kehamilan juga bisa menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko keracunan ataupun preeklampsia. Adapun faktor lainnya yang berpotensi menjadi penyebab keracunan pada kehamilan sebagai berikut: Faktor genetik preeklampsia Masalah pada pembuluh darah Memiliki kelainan autoimun Mengandung bayi kembar Kehamilan di atas usia 35 tahun Kehamilan di usia dini atau remaja Ibu hamil mengalami obesitas Memiliki riwayat tekanan darah tinggi Memiliki riwayat diabetes Memiliki masalah pada organ ginjal Faktor penyebab preeklampsia ini tidak dapat mencegahnya. Namun, ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan secara rutin sejak awal kehamilan agar dapat mengetahui perkembangan dan kesehatan janin, sehingga dapat terpantau dengan baik. Gejala Keracunan Pada Kehamilan Ada beberapa gejala keracunan yang dapat terjadi pada ibu hamil. Bahkan, terdapat kasus preeklampsia muncul tanpa gejala sama sekali. Namun, gejala paling umum terjadi adalah tekanan darah tinggi dan kadar protein tinggi dalam urine. Berikut gejala keracunan pada kehamilan yang dapat dirasakan ibu hamil lainnya yang perlu diwaspadai dan mendapat perhatian khusus, yaitu di antaranya: Sakit kepala parah terus menerus Kencing sedikit atau tidak sama sekali Penurunan kadar trombosit dalam darah Kenaikan berat badan dalam satu atau dua hari Nyeri perut bagian atas dibawah tulang rusuk Wajah, tangan, dan kaki bengkak Perubahan refleks atau kondisi mental Penglihatan kabur dan sensitif cahaya Mual dan muntah Sesak nafas Gejala yang umum seperti mual dan muntah, kemudian sakit kepala dan nyeri adalah kondisi yang kerap dialami ibu hamil. Kondisi ini sulit membedakannya sehingga perlu konsultasi ke dokter jika kondisinya semakin parah agar mendapat penanganan. Setiap penanganan keracunan pada kehamilan berbeda-beda, hal ini tergantung dari kondisi dan seberapa parah kondisi preeklampsia yang terjadi pada ibu hamil. Penanganan Kasus Keracunan Kehamilan Salah satu penanganan mengatasi keracunan kehamilan yang dapat dilakukan ibu hamil adalah melahirkan. Kondisi ini bisa dilakukan jika usia kehamilan telah memasuki 37 minggu, serta kondisi bayi dalam kondisi baik dan sehat. Akan tetapi, jika ibu hamil belum cukup bulan untuk melahirkan, maka dokter biasanya akan menyarankan ibu hamil untuk bedrest di rumah sakit. Dokter dapat memeriksa dan juga mengawasi perkembangan kondisi ibu dan janinnya. Namun pada kondisi ringan, preeklampsia ataupun keracunan pada kehamilan biasanya dokter akan meminta ibu hamil untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dengan melakukan pemantauan tekanan darah dan gejala lainnya oleh dokter. Sementara pada kasus berat, kondisi keracunan atau preeklampsia ibu hamil penanganan oleh dokter dengan memberikan obat-obatan tertentu, seperti antikonvulsan, antihipertensi, dan kortikosteroid. Tentu dalam pengawasan dokter. Pencegahan Keracunan Pada Kehamilan Keracunan atau preeklampsia pada ibu hamil sangat berbahaya karena dapat menghilangkan komplikasi, seperti kerusakan hati, gagal ginjal, edema paru, solusio plasenta, dan kelahiran prematur. Bahkan, hingga dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, ada sejumlah cara mencegah preeklampsia yang dapat dilakukan untuk membantu terhindar dari kondisi tersebut. Meskipun keracunan pada kehamilan tidak dapat mencegah sepenuhnya. Berikut cara mencegah preeklampsia: 1. Konsumsi Makanan Bergizi Salah satu upaya mencegah kondisi keracunan pada kehamilan adalah konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi. Hindari makanan olahan, gorengan, dan mengurangi konsumsi garam yang tidak baik untuk kesehatan ibu dan janin. 2. Minum Air Putih yang Cukup Cara mencegah keracunan atau preeklampsia pada ibu hamil, pastikan minum air putih yang cukup setiap harinya. Jika wanita yang sedang tidak hamil minum 3 liter air per hari, maka ibu hamil bisa lebih banyak lagi minum air putihnya. 3. Melakukan Olahraga Ringan Olahraga ringan merupakan aktivitas yang bisa ibu... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyebab-jantung-bengkak/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: jantung bengkak, kardiomegali, pembengkakan jantung - Translation Priorities: Optional Meski termasuk organ dalam, tetapi ternyata jantung dapat mengalami pembengkakan. Ada berbagai penyebab jantung bengkak yang patut dihindari. Meski tidak sefatal penyakit jantung lainnya, tetapi bisa memicu munculnya penyakit-penyakit mematikan seperti gagal jantung dan stroke. Selain jantung bengkak, para ahli medis juga sering menyebutnya sebagai kardiomegali. Berdasarkan beberapa penelitian, penyebabnya yaitu terjadinya penebalan otot jantung yang mengakibatkan jantung membesar, menebal, hingga membengkak. Sederet Penyebab Jantung Bengkak Kardiomegali sendiri sebenarnya bukan penyakit tetapi kondisi dimana jantung mengalami pembengkakan. Membiarkannya tanpa melakukan penanganan merupakan pilihan buruk yang bisa berakibat fatal. Agar tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli obat dan menjalankan serangkaian perawatan, sebaiknya ketahui apa saja penyebab kemunculannya: 1. Tekanan Darah Tinggi Istilah ini tentu saja sudah tidak asing di kalangan masyarakat. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang membuat jantung bekerja lebih ekstra dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Kabarnya, tekanan darah tinggi yang berkelanjutan dapat menyebabkan pembengkakan jantung. Dalam istilah medis, kondisi ini bernama hipertensi pulmonal. Penderitanya biasanya akan mengalami tekanan darah tinggi pada arteri tempat terhubungnya jantung dan paru-paru. 2. Penyakit Jantung Bawaan Selain istilah tersebut, banyak yang menyebutnya sebagai kardiomegali kongenital. Karena kondisi ini merupakan bawaan lahir, terkadang orang-orang menjadi kurang waspada dan menganggapnya masalah kesehatan biasa. Untuk memudahkan mengenalinya, coba perhatikan ciri-ciri berikut: Cacat septum ventrikel: Munculnya lubang di bagian dinding yang menjadi pemisah dua ruang bawah jantung; Patent ductus arteriosus: Masih membahas lubang pada jantung, patent ductus arteriosus merupakan lubang yang muncul di aorta (arteri utama). Tetralogy of Fallot (TOF): Penyakit ini merupakan cacat lahir yang mengganggu aliran darah melalui jantung; Cacat septum atrium (kebocoran bilik jantung) Koarktasio aorta (penyempitan aorta) Anomali Ebstein: Merupakan masalah kesehatan pada katup jantung yang memisahkan antara atrium dan ventrikel. 3. Kardiomiopati Pemicu terjadinya kardiomiopati adalah kesulitan jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Penyakitnya menyerang bagian otot jantung sehingga menyebabkan pembengkakan jantung. Mengapa bisa begitu? Sebab jantung berusaha terlalu keras untuk terus memompa darah. 4. Serangan Jantung Munculnya serangan jantung yaitu akibat penyebaran aliran darah yang kaya oksigen ke otot jantung terhambat. Alhasil, otot jantung menjadi melemah dan akhirnya timbul pembengkakan. 5. Penyakit Katup Jantung Terdapat 4 katup jantung yang masing-masingnya memiliki peran penting. Sayangnya, ada sebuah penyakit yang sering menyerang salah satu atau beberapa di antaranya. Akibatnya, aliran darah menjadi terhambat dan timbullah pembengkakan jantung. 6. Iskemia Jantung Pada dasarnya, iskemia merupakan kondisi berkurangnya pasokan darah ke organ tubuh tertentu. Apabila iskemia terjadi pada jantung, sel-sel di dalamnya lama-kelamaan akan mengalami kerusakan. Saat hal ini terjadi, jantung menjadi kesulitan dalam memompa darah. Gejala Jantung Bengkak Ketika jantung membengkak, biasanya akan muncul beberapa tanda-tanda. Sebaiknya kamu mulai waspada saat tanda tersebut muncul supaya bisa melakukan tindak pencegahan sebelum penyakitnya semakin parah. Tubuh terasa lemah meski tidak begitu melakukan banyak kegiatan Bagian abdomen terasa mengalami pembengkakan akibat terjadinya penumpukan cairan Penderita akan merasakan pusing bahkan sampai menyebabkan pingsan Terjadi pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan lutut Dada terasa sesak atau tiba-tiba batuk saat berbaring Meski dalam keadaan normal, detak jantung terdengar sangat cepat Kesulitan bernafas Rasa tidak nyaman seperti mendapat tekanan di bagian dada. Cara Dokter Mendiagnosa Tidak sembarangan, seorang dokter akan mendiagnosa pasiennya setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan. Pertama-tama, mereka akan menanyakan gejala serta riwayat penyakit yang pasiennya alami. Kemudian prosesnya berlanjut pada pemeriksaan menggunakan bantuan alat medis khusus, seperti: Foto Rontgen dada: Tujuan dari rontgen yaitu untuk melihat seberapa ukuran jantung dan paru-paru, apakah lebih dari normal atau masih normal. Rekam jantung (elektrokardiogram): Dengan rekam jantung atau EKG, maka aktivitas listrik jantung terlihat. Berbekal hasil pemeriksaan ini, dokter lebih mudah memeriksa irama jantung dan kondisi otot jantung. Ekokardiografi (USG jantung): Dari proses USG jantung, terlihat berapa ketebalan otot, ukuran bilik jantung, kinerja katup jantung, dan keoptimalan pompa jantung. CT scan (MRI): Manfaat dokter melakukan MRI adalah untuk melihat bagaimana gambaran jantung secara lebih detail. Tes stres (exercise test): Bagi yang belum tahu, manfaat dari tes stres adalah memantau kemampuan jantung dalam memompa darah ketika melakukan aktivitas fisik, mulai dari berjalan di atas treadmill atau mengendarai sepeda statis. Tes darah: Selanjutnya ada tes darah yang berfungsi untuk mengetahui kadar zat tertentu di dalam darah. Kateterisasi jantung: Adanya pemeriksaan menggunakan kateterisasi jantung yaitu membantu melihat tekanan di dalam ruang jantung atau mengetahui apakah pasien mengalami masalah kesehatan jantung koroner atau tidak. Biopsi jantung: Dari biopsi jantung, dokter dapat mendeteksi kardiomiopati sekaligus infeksi jantung. Cara Mengatasi Pembengkakan Jantung Apabila pembengkakan jantung tidak begitu parah biasanya pasien akan mendapatkan resep obat. Jenis-jenis obatnya beragam, tergantung dari penyebab pembengkakan jantungnya. Umumnya, dokter akan meresepkan obat penurun tekanan darah golongan ACE Inhibitor, penghambat beta, dan obat diuretik. Agar obat-obat tersebut dapat bekerja dengan baik, perlu mendukungnya dengan melakukan kegiatan menyehatkan seperti: Menjalankan olahraga secara rutin Pastikan untuk mengelola stres dengan baik Tetap jaga berat badan ideal, jangan sampai obesitas atau malah terlalu kurus Membatasi asupan garam dalam makanan Usahakan mencukupi waktu tidur yaitu kurang... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2023-07-31 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-memancing-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan - Tag: cara memancing kehamilan, Kehamilan, Tips Kehamilan Memiliki buah hati menjadi dambaan setiap suami istri. Tidak heran, jika setelah menikah banyak yang menantikan kehadirannya. Jika ingin cepat hamil, maka bisa mencoba cara memancing kehamilan bagi pasangan muda. Pada dasarnya, kehamilan terjadi ketika sperma membuahi sel telur. Peluang kehamilan akan semakin besar apabila berhubungan seks di masa suburnya. Pada wanita, ketika ovarium melepaskan sel telur ke dalam rahim setelah sperma membuahi Sebelum membahas proses memancing kehamilan, sebaiknya ketahui dahulu pengertian kehamilan dan penyebabnya, serta ciri-ciri wanita hamil dan wanita subur yang mudah cepat hamil melalui uraian di bawah ini. Yuk, simak! Apa itu Kehamilan? Kehamilan adalah suatu kondisi yang menggambarkan terjadi periode janin berkembang dalam rahim. Periode kehamilan ini biasanya terjadi selama 9 bulan atau 40 minggu dihitung setelah masa menstruasi yang terakhir kali. Kehamilan terjadi karena adanya proses implantasi, mulai dari saat sperma membuahi sel telur yang lepas dari ovarium. Sel telur ini akan bergerak menuju rahim untuk menjalankan proses implantasi hingga janin siap melahirkan. Bagi pasangan muda yang baru menikah, kehamilan menjadi hal yang sangat dinantikan untuk mendapatkan keturunan. Menerapkan cara memancing kehamilan menjadi solusi agar bisa cepat hamil dan memiliki momongan. Oleh karena itu, pasangan menikah ketika akan melakukan hubungan seks, penting untuk mengetahui masa subur wanita. Masa dimana ovarium melepaskan sel telur dan bergerak ke dinding rahim, lalu terjadi proses implantasi. Penyebab Kehamilan Penyebab utama kehamilan adalah adanya pembuahan sel telur oleh sperma. Pembuahan tidak terjadi begitu saja, sperma yang sudah bergabung dengan sel telur bergerak menuju rahim. Kemudian mulai membentuk bola sel. Bola sel ini disebut sebagai blastokista yang akan sampai ke rahim sekitar 3-4 hari setelah terjadi pembuahan. Jika bola sel menempel di rahim, maka akan terjadi implantasi, saat dimana kehamilan secara resmi pun dimulai. Setelah itu, embrio akan berkembang dari sel di bagian dalam bola. Sementara itu, plasenta berkembang dari sel di luar bola. Ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam dalam rahim, maka melepaskan hormon kehamilan. Itulah sebabnya, wanita hamil tidak lagi mengalami menstruasi. Sel telur tidak akan lagi bertemu sperma ketika berhubungan intim saat hamil karena sudah terjadi pembuahan sebelumnya. Lalu, seperti apa ciri-ciri wanita hamil? Ciri-Ciri Wanita Hamil Mungkin masih banyak yang mengira ketika wanita hamil ditandai dengan mual dan muntah. Padahal, ada banyak ciri-ciri kehamilan yang jarang diketahui orang. Pada saat hamil, maka akan mengalami gejala kehamilan berikut ini: Terlambat menstruasi atau haid Perubahan payudara, areola cenderung gelap Muncul flek darah dan terjadi kram perut Mual dan muntah (morning sickness) Mood swing atau perubahan suasana hati Sering buang air kecil meski jarang minum Nyeri kepala dan punggung Penciuman lebih sensitif terhadap bau Suhu tubuh meningkat Kenaikan berat badan Itulah beberapa ciri-ciri kehamilan yang terkadang tidak disadari oleh wanita yang ada janin di dalam perutnya. Sebab, beberapa tanda hamil mirip dengan tanda menstruasi seperti nyeri payudara, kram perut, dan perubahan suasana hati. Ciri-Ciri Wanita Subur dan Mudah Hamil Ada beberapa hal yang penting untuk diketahui bagi pasangan muda yang ingin punya anak, salah satunya adalah mengetahui masa subur. Berikut ini terdapat ciri-ciri wanita subur yang mudah hamil, yaitu antara lain: Siklus menstruasi teratur dan tidak pernah terlambat Mengalami semua tanda dan gejala menstruasi Cairan vagina memiliki warna bening dan jernih Darah keluar saat menstruasi jumlahnya normal Durasi menstruasi dalam waktu normal Jarang atau tidak pernah merasakan sakit di pinggul Menjaga pola makan yang sehat dan bergizi Tetap hamil meski sudah memakai alat kontrasepsi Masa ovulasi mudah diketahui Gairah seksual yang meningkat Memiliki hormon yang seimbang Rutin periksa kesehatan reproduksi ke dokter Dengan mengetahui ciri-ciri wanita subur dan mudah hamil, maka bisa membantu pasangan suami istri dalam merencanakan program hamil. Jadi, memahami wanita ada dalam masa suburnya sangat penting agar mudah untuk hamil. Cara Memancing Kehamilan Salah satu cara memancing kehamilan adalah dengan meningkatkan kesuburan pasangan suami istri setelah menikah. Adapun cara meningkatkan kesuburan agar mudah hamil yang bisa Anda coba dan usahakan sebagai berikut: 1. Hubungan Seks Teratur Berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi adalah cara cepat hamil yang terbilang efektif. Untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan, sebaiknya melakukan hubungan seks saat sedang memasuki masa ovulasi. Peluang terbaik sperma membuahi sel telur adalah 3-5 hari menjelang atau saat ovulasi. Jadi, setidaknya berhubungan seks 2-3 kali dalam seminggu. Selama pria memiliki jumlah sperma normal, maka peluang hamil semakin besar. 2. Pola Hidup Sehat Dengan menerapkan gaya hidup sehat, maka peluang terjadinya hamil lebih besar. Salah satu caranya menjaga pola makan sehat dengan konsumsi makanan bernutrisi seperti daging, kacang-kacangan, sayuran, dan ikan. Selain itu, menjaga berat badan tetap ideal dengan berolahraga teratur dan hindari olahraga berlebihan karena bisa mengganggu kesuburan. Kemudian batasi minum kafein dan cukup istirahat dengan tidur selama 7-9 jam setiap malam. 3. Konsumsi Asam Folat Konsumsi makanan dengan kandungan tinggi asam folat setiap hari dapat membantu dalam meningkatkan kesuburan. Selain itu, asam folat juga bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta mencegah terlahir cacat. Bagi wanita yang sedang merencanakan... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/gejala-gagal-ginjal-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Gagal Ginjal, gejala gagal ginjal pada anak, penyakit ginjal - Translation Priorities: Optional Gejala gagal ginjal pada anak tidak boleh menganggapnya sepele karena hal ini berkaitan dengan kesehatan organ tubuh manusia. Oleh karena itu, penting mengetahui penyebab dan cara penanganan penyakit gagal ginjal pada usia anak. Gagal ginjal mengacu pada kerusakan sementara atau permanen yang mengakibatkan ginjal tidak berfungsi normal. Seringkali masalah ini bersifat genetik, tetapi ada beberapa faktor penyebab lainnya yang perlu mewaspadainya. Gagal ginjal merupakan tahap akhir dari penyakit ginjal, hal ini terjadi karena kerusakan pada ginjal yang cukup berat. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang gagal ginjal pada anak yang perlu diketahui orang tua di bawah ini. Apa itu Gagal Ginjal? Gagal ginjal adalah salah satu penyakit ginjal yang cukup ditakuti dan perlu diwaspadai. Ketika ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka tidak dapat menyaring darah dengan baik dan bisa merusak organ-organ lainnya. Kondisi gagal ginjal bisa bersifat sementara. Namun, gagal ginjal juga dapat menjadi kronis dan permanen secara perlahan dalam waktu lama. Oleh karena itu, gagal ginjal dibedakan dua jenis, yaitu gagal ginjal akut dan kronis. 1. Gagal Ginjal Akut Gagal ginjal akut adalah penyakit ginjal yang menyerang dengan cepat, namun kondisinya kembali membaik atau normal dengan cepat. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan kondisi penyakit ini bisa menjadi lebih serius. 2. Gagal Ginjal Kronis Gagal ginjal kronis adalah penyakit ginjal yang tingkat kerusakannya berlangsung secara perlahan, biasanya lebih dari 3 bulan. Kondisi dari penyakit ginjal ini kemungkinan besar bisa berubah menjadi penyakit gagal ginjal permanen. Dari dua jenis gagal ginjal di atas, nantinya bisa mengetahui gejala dan penyebab yang memicu terjadinya penyakit ini. Dengan begitu, saat pemeriksaan oleh dokter dapat diketahui diagnosanya dan langkah penanganan yang tepat. Gejala Gagal Ginjal pada Anak Perlu diketahui, penyakit gagal ginjal tidak hanya menyerang orang dewasa saja tetapi juga kerap dialami oleh anak-anak. Sebagai orang tua, penting mengetahui tanda dan gejala gagal ginjal pada anak agar terdeteksi sedini mungkin. Pada dasarnya, gejala gagal ginjal anak tidak jauh berbeda dengan gejala pada orang dewasa. Tanda dan gejala ini dapat dideteksi oleh orang tua agar bisa segera mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Berikut gejalanya, yaitu: Nyeri dada pada bagian kiri atau kanan perut Anak sering mengalami mual dan muntah Anak rewel saat buang air kecil karena sakit Jarang buang air kecil dan urine lebih pekat Kulit terlihat lebih pucat dari kondisi biasanya Anak sering merasakan sakit kepala dan anemia Wajah, tangan, atau kaki terlihat bengkak Selain itu, penting untuk diketahui bahwa penyakit gagal ginjal dapat menyebabkan gejala bervariasi pada setiap orang. Gejala yang muncul tergantung tingkat keparahan pengidap, sehingga perlu pemeriksaan dari dokter spesialis. Penyebab Anak Mengalami Gagal Ginjal Penyebab gagal ginjal dialami anak adalah karena kerusakan organ ini yang sudah cukup parah atau terjadi dalam waktu cukup lama. Hal ini dapat mengakibatkan penumpukan kadar garam dan bahan kimia lain dalam tubuh pengidap. Penyebab gagal ginjal lainnya dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui penyebabnya sehingga dapat membantu penanganannya. Berikut uraiannya: 1. Penyebab Gagal Ginjal Akut Adapun kondisi yang dapat memicu terjadi gagal ginjal pada anak-anak disebabkan berbagai hal. Kondisi ini bisa menjadi tanda ada gangguan pada ginjal, antara lain: Penurunan aliran darah ke ginjal jangka waktu tertentu Obstruksi atau sumbatan di sepanjang saluran kemih Obat-obatan tertentu penyebab toksisitas pada ginjal Ada penyakit tertentu, seperti glomerulonefritis Adanya cedera dan luka parah pada organ ginjal Adanya Infeksi parah, alergi parah atau anafilaksis Baru menjalani tindakan medis operasi besar 2. Penyebab Gagal Ginjal Kronis Penyebab gagal ginjal kronis adalah kerusakan organ ginjal jangka waktu panjang sehingga kondisinya parah dan bisa bersifat permanen. Faktor penyebab lainnya: Penyakit autoimun seperti penyakit lupus Konstruksi atau sumbatan saluran kemih berkepanjangan Menderita penyakit ginjal polikistik dan batu ginjal Memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga Sindrom Alport, kelainan penyebab kerusakan ginjal Sindrom nefrotik, adanya protein dalam urin Anak mengalami kondisi obesitas Dengan mengetahui penyebab gagal ginjal pada anak-anak, hal ini bisa memudahkan dokter untuk mendiagnosa pengidap. Dengan begitu, dokter bisa memberi pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ginjal ini. Cara Mengobati Anak dengan Gagal Ginjal Pengobatan gagal ginjal pada anak akan ditentukan oleh dokter anak yang penangannya berdasarkan usia, riwayat medis, dan kesehatan secara keseluruhan. Berikut perawatan yang dilakukan untuk mengobati gagal ginjal anak, yaitu: Pemberian cairan dan mengubah pola makan Obat-obatan diuretik untuk meningkatkan jumlah urine Pengawasan terhadap kadar garam dalam darah Obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah Membatasi konsumsi sodium, fosfir, kalium dan protein Terkait pembatasan dan pengurangan konsumsi protein, kalium, dan fosfor bertujuan untuk meningkatkan fungsi ginjal. Sebab, ginjal tidak bisa membuang limbah yang berasal dari makanan nutrisi tersebut, meski penting bagi tubuh. Dokter akan mendiskusikan dengan orang tua terkait dengan asupan makanan dengan protein tinggi pada anak dengan gangguan ginjal. Dokter juga akan meresepkan obat untuk mengobati gagal ginjal pada usia anak-anak. Cara Mencegah Anak Terkena Gagal Ginjal Meskipun penyakit ginjal bisa disebabkan karena faktor genetik, tetapi kondisi ini bisa dicegah dengan... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/flu-singapura-pada-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Tag: Flu singapura, Gejala flu singapura, Penyebab flu singapura - Translation Priorities: Optional Flu Singapura pada anak merupakan salah satu penyakit yang perlu orang tua waspadai. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak maupun balita. Namun, orang dewasa juga bisa terkena penyakit menular ini, meski jarang terjadi. Mengapa anak-anak lebih rentan terkena Flu Singapura? Hal ini karena daya tahan tubuh anak yang belum sekuat orang dewasa. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh infeksi, serta lebih mudah menular di tempat dengan suhu yang panas. Berikut ini terdapat penjelasan tentang Flu Singapura, gejala dan faktor penyebab penyakit ini pada anak, serta cara mengobati dan mencegah penyakit ini secara efektif dan kapan harus memeriksakan anak ke dokter. Yuk, simak! Apa itu Flu Singapura? Flu Singapura dalam dunia medis dikenal juga sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Artinya, gejala penyakit ini muncul pada area tangan, kaki, dan bagian mulut yang disebabkan oleh adanya infeksi yang sangat menular. Anak berusia di bawah 10 tahun rentan mengalami Flu Singapura. Akan tetapi, anak usia 5 tahun lebih sering terkena penyakit menular ini. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak dini menjadi upaya mencegah penyakit ini. Flu Singapura umumnya terjadi ketika anak mengalami demam 1-3 hari dan muncul luka di mulut disertai ruam pada tangan dan kaki. Dalam beberapa kasus, luka juga muncul di lutut, siku, bokong, dan bagian selangkangan pada anak. Flu Singapura pada anak dianggap sebagai kondisi medis ringan karena dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, bukan berarti bisa disepelekan tetapi penting melakukan tindak pencegahan agar tidak berbahaya. Gejala Flu Singapura pada Anak Munculnya gejala penyakit Flu Singapura cukup sederhana, setelah anak terinfeksi virus. Virus akan melakukan inkubasi pada tubuh selama 3-6 hari. Kemudian, virus selanjutnya masuk pada bagian faring dan bagian usus anak. Setelah itu, virus melanjutkan perjalanannya masuk ke jaringan limfoid dan menyebar ke kelenjar limfe regional dan darah. Lalu, barulah akan muncul lesi di kulit kaki, tangan, dan mulut anak. Berikut ini gejala Flu Singapura umumnya: Demam dan batuk Sakit tenggorokan Nafsu makan berkurang Bayi dan balita akan rewel Muncul sariawan di gusi dan lidah Ruam merah di tangan, kaki, dan bokong Nyeri perut pada anak Kondisi gejala seperti ini tentunya membuat anak dengan penyakit Flu Singapura merasa tidak nyaman, terutama pada saat makan, minum, ataupun menelan. Selain itu, ruam yang muncul di tangan dan kaki menambah kesakitan. Meskipun Flu Singapura disebabkan oleh kelompok virus yang sama dengan herpangina, tetapi pada Flu Singapura terjadi ruam pada kaki dan tangan. Ruam ini kerap disamakan dengan cacar air yang biasanya lebih meluas di tubuh. Penyebab Penyakit HFMD Penyebab Flu Singapura pada anak adalah virus Coxsackievirus strain A16. Coxsackievirus merupakan salah satu bagian dari kelompok virus yang disebut Enterovirus. Jenis virus ini menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain. Awalnya, virus mulai menyebar ke jaringan mulut, sekitar amandel dalam tenggorokan, dan masuk ke sistem pencernaan. Akhirnya, virus menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan menimbulkan gejala yang bisa diketahui. Anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, mungkin risiko terkena infeksi virus ini tidak signifikan. Meski begitu, usia anak di bawah 10 tahun lebih rentan terkena dibandingkan dengan remaja yang jarang terinfeksi. Flu Singapura dapat menyebar melalui berbagai cara, yaitu: Cairan atau droplet dari hidung saat pengidap bersin Air liur atau ludah terlempar ke udara pada saat batuk Cairan yang keluar dari luka kulit yang melepuh Benda yang terkontaminasi kotoran (tinja) penderita Adapun proses penularan Flu Singapura terjadi beberapa hari setelah terinfeksi virus, biasanya terjadi sebelum muncul ruam. Ruam yang melepuh dapat mengering sekitar 10 hari dan cenderung tidak akan menyebar ke orang lain. Meski begitu, virus penyebab Flu Singapura ini dapat hidup lama dan berminggu-minggu dalam tinja penderita setelah ruam hilang. Oleh karena itu, penting memeriksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Cara Mengobati Flu Singapura Dalam kebanyakan kasus, infeksi virus penyebab Flu Singapura akan hilang dengan sendiri tanpa pengobatan selama 7-10 hari. Namun, dokter mungkin merekomendasikan perawatan untuk meringankan gejala sampai penderita sembuh. Ada beberapa perawatan mandiri yang bisa dilakukan orang tua untuk anak yang mengalami penyakit yang menular ini. Adapun perawatan Flu Singapura sebagai berikut: Parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam Minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit tenggorokan Hindari memberi makanan atau minuman asam dan pedas Berikan makanan lunar agar tidak sakit saat menelannya Memberikan air yang cukup agar tidak dehidrasi Memastikan anak beristirahat yang cukup setiap harinya Mengoleskan krim anti gatal dan ruam cepat kering Perawatan Flu Singapura pada anak juga bisa dengan cara berkumur air garam hangat yang berguna untuk meringankan rasa sakit pada tenggorokan dan terkait dengan lepuh mulut. Anak dapat melakukan hal ini beberapa kali sehari. Selain pengobatan, penting mengetahui cara pencegahan penyakit ini agar bisa melakukan penanganan yang tepat. Meskipun penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi perlu memastikan penyakit tidak menular ke orang lain. Cara Mencegah Flu Singapura Dengan mengajarkan anak mencuci tangan secara teratur adalah salah satu cara mengurangi risiko terkena virus... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2023-07-31 - URL: https://primayahospital.com/anak/zat-besi-untuk-anak/ - Kategori: Anak - Tag: menjaga kesehatan, zat besi, zat besi untuk anak Zat besi untuk anak dapat membantu proses tumbuh kembangnya agar tidak terhambat. Kekurangan nutrisi ini membuat anak rentan mengalami masalah kesehatan. Oleh karena itu, pastikan asupan zat besi pada anak tercukupi. Kebutuhan zat besi untuk anak-anak dapat terpenuhi dengan konsumsi berbagai makanan yang memiliki kandungan nutrisi ini. Dengan zat besi yang mencukupi, anak bisa terhindar dari berbagai kemungkinan masalah kesehatan. Lantas, apa manfaat zat besi untuk anak-anak? Berapa kebutuhan zat besi yang tepat untuk anak? Apa risiko jika anak kekurangan zat besi? Yuk, ketahui terlebih dahulu tentang zat besi dan fungsinya untuk tubuh di bawah ini! Apa itu Zat Besi? Zat besi adalah mineral yang berperan sangat penting dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein yang bertugas sebagai pengangkut oksigen dalam darah, juga sebagai komponen pembentuk sel darah merah. Selain itu, zat besi dalam tubuh juga membantu menjalankan berbagai fungsi tubuh yang sangat penting. Contohnya seperti metabolisme energi, sistem kekebalan tubuh, proses pencernaan, kinerja otak, dan mengatur suhu tubuh. Zat besi untuk anak membantu tumbuh kembangnya, terutama untuk anak usia 0-5 tahun. Anak yang kekurangan zat ini bisa mengalami anemia, yaitu kekurangan sel darah merah. Hal ini tentu bisa menghambat tumbuh kembangnya. Anak kekurangan zat besi bisa mengalami gangguan kesehatannya. Selain itu, kurangnya zat besi juga bisa menghambat perkembangan keterampilan motoriknya hingga kelemahan otot. Itulah pentingnya zat besi pada anak-anak usia dini. Apa Fungsi Utama Zat Besi? Zat besi atau dikenal dengan simbol Fe berfungsi mengunci oksigen. Zat besi bekerja sama dengan hemoglobin membantu mengangkut oksigen dalam sel darah merah dari paru-paru menuju berbagai jaringan tubuh anak. Ketika zat besi dalam tubuh anak tidak terpenuhi, maka anak berisiko mengalami kondisi anemia defisiensi besi. Kondisi ini mempengaruhi kesehatan anak seperti pusing, lemas, kelemahan otot, nafas pendek, dan anak sakit. Saat tubuh yang mengalami anemia defisiensi besi, kondisi ini tentu akan menghambat penyebaran oksigen dalam sel darah merah ke seluruh tubuh. Sedangkan, tubuh kelebihan zat besi bisa menyebabkan keracunan zat besi. Oleh karena itu, penting mengetahui kebutuhan zat besi pada anak per hari. Tujuannya agar orang tua bisa memberikan makanan ataupun suplemen zat besi sesuai dengan kebutuhan anak, tidak kekurangan dan juga kelebihan. Berapa Kebutuhan Zat Besi Anak Per Hari? Kebutuhan zat besi setiap orang berbeda, hal ini tergantung dari usia dan jenis kelaminnya. Kebutuhan zat besi pada anak yang cukup tinggi adalah pada usia 6-11 bulan karena sedang memasuki fase tumbuh kembang yang begitu pesat. Sementara itu, pada usia 0-5 bulan hanya membutuhkan sedikit zat besi karena kecukupan zat besi terpenuhi dari ASI. Berbeda lagi ketika sudah memasuki masa anak-anak. Berikut ini kebutuhan zat besi anak per hari, di antaranya: Usia 0-5 bulan: 0,3 mg Usia 6-11 bulan: 11 mg Usia 1-3 tahun: 7 mg Usia 4-6 tahun: 10 mg Usia 7-9 bulan: 10 mg Usia 10-12 tahun: 8 mg Ketika anak memasuki usia 13-18 tahun, kebutuhan zat besi sebanyak 11 mg untuk anak laki-laki dan 15 mg untuk anak perempuan yang sudah haid. Kebutuhan zat besi ini perlu terpenuhi setiap hari agar tidak kekurangan zat besi. Apa Manfaat Zat Besi untuk Anak? Ada beberapa manfaat zat besi untuk anak yang perlu diketahui oleh orang tua, agar bisa mencukupi kebutuhannya. Anak dengan cukup zat besi akan bertumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut manfaat zat besi untuk anak-anak: 1. Menunjang Tumbuh Kembang Fisik Kecukupan zat besi pada anak bisa membantu pertumbuhan fisiknya, terutama otot dan jaringan tubuhnya. Jadi, pastikan anak mendapat kecukupan zat besi setiap harinya untuk menunjang tumbuh kembang fisik anak. 2. Menunjang Imunitas Tubuh Anak Zat besi memiliki peran penting dalam menunjang imunitas dan sistem kekebalan tubuh anak. Dengan begitu, anak tidak akan mudah sakit karena imunnya bagus. Oleh karena itu, penting mencukupi kebutuhan zat besi anak. 3. Mendukung Perkembangan Motorik Ketika ada defisiensi besi pada tubuh anak, maka bisa mempengaruhi aktivitas motorik anak. Kondisi ini akan membuat anak mudah lelah, gangguan belajar, dan aktivitas lain. Oleh karena itu, cukup kebutuhan zat besi anak. 4. Membentuk Sel Darah Merah Zat besi memiliki peran sangat penting membantu pembentukan sel darah merah, sehingga anak tetap aktif beraktivitas. Sel darah merah adalah jenis sel mikroskopis yang menjadi alat angkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. 5. Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak Kekurangan zat besi pada anak bisa menyebabkan adanya gangguan pertumbuhan pada anak. Beberapa gangguan kni seperti berat dan tinggi badan anak menyimpang, serta pertumbuhan mendatar atau tidak berkembang. 6. Mengurangi Risiko Anak Stunting Stunting merupakan kondisi yang kerap menjadi gangguan tumbuh kembang pada anak. Untuk mencegah stunting pada anak, maka dengan memberikan asupan zat besi pada anak yang mencukupi atau tidak berlebihan. 7. Mencegah Anemia pada Anak Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia, kondisi hemoglobin mengikat oksigen dalam taraf di bawah normal. Oleh karena itu, orang tuang perlu membiasakan anak konsumsi makanan yang mengandung zat besi sejak kecil. Apa Akibat Anak Kekurangan Zat Besi? Ada beberapa resiko anak kekurangan zat besi, salah satunya adalah... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/obat-jantung-alami-dari-tumbuhan/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: obat jantung, obat jantung alami, tanaman herbal - Translation Priorities: Optional Obat jantung alami dari tumbuhan bisa menjadi alternatif mengobati masalah penyakit jantung. Obat ini bisa Anda temukan dengan mudah dan cenderung tidak memiliki efek samping karena bebas dari bahan kimia berbahaya, serta mudah diolah. Konsumsi tanaman herbal yang terbuat dari bahan-bahan alami merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, pengobatan herbal juga dapat membantu meringankan gejala dan menurunkan risiko penyakit jantung. Jenis obat alami untuk mengatasi jantung yang bermasalah memang murah dan mudah menemukannya. Hanya saja, masih banyak orang belum mengetahuinya tanaman apa saja yang bisa menjadi obat untuk sakit jantung. Berikut informasinya. Mengenal Obat Alami Jantung Obat alami atau lebih dikenal dengan obat herbal merupakan jenis obat yang terbuat dari tanaman untuk membantu mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Obat herbal juga bisa dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung. Sebenarnya untuk menjaga kesehatan jantung bisa dengan konsumsi makanan sehat dan olahraga cukup. Bahkan, ketika ada gejala penyakit jantung, perubahan pola makan dan gaya hidup sehat membantu mengurangi kerusakan jantung. Oleh karena itu, konsumsi obat herbal dapat membantu mengatasi gangguan jantung dan gejala yang muncul. Risiko komplikasi dan kerusakan yang fatal dapat Anda minimalisir dengan minum obat herbal sebagai bagian dari pola makan sehat. Jika Anda ingin mencoba pengobatan penyakit jantung dengan obat herbal alami, maka. bisa konsumsi obat-obatan yang terbuat dari tanaman yang bisa didapatkan dari alam. Apa saja jenis tanaman obat jantung alami ini? Berikut ulasannya. Jenis Obat Jantung Alami dari Tumbuhan Obat herbal adalah tumbuhan dengan kandungan senyawa atau zat aktif yang berguna menjaga kesehatan tubuh. Tumbuhan herbal ini seringkali memanfaatkannya untuk pengobatan alami atau pengobatan alternatif untuk berbagai penyakit. Konsumsi obat herbal hampir tidak memiliki efek samping selama cara konsumsinya dengan benar. Berikut terdapat obat jantung alami dari tumbuhan yang bisa Anda konsumsi, yaitu: 1. Bawang Putih Bawang putih bermanfaat menurunkan kadar kolesterol jahat, mengurangi pembengkakan, dan menurunkan tekanan darah. Dengan konsumsi bawang putih dapat mengurangi resiko serangan jantung, stroke, dan menjaga tekanan darah. Selain mengobati penyakit jantung, konsumsi bawang putih juga membantu membersihkan plak di bagian arteri. Ketika arteri bersih dari plak, maka aliran darah tidak akan terhambat menuju otot jantung yang bertugas memompa darah. 2. Teh Hijau Teh hijau merupakan salah satu obat herbal alami yang banyak percaya bisa mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Konsumsi teh hijau alami sebanyak 5-6 gelas per hari, diyakini dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Bahkan menurut penelitian Western University of Health Sciences, bahwa konsumsi teh hijau 10 gelas sehari bisa menurunkan kolesterol jahat penyebab sakit jantung. Jadi, jika ingin jantung sehat bisa konsumsi teh hijau setiap hari. 3. Jahe Jahe merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat dan manfaat untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol, dan mencegah pembekuan darah. Tumbuhan herbal ini juga disebut memiliki kemampuan anti inflamasi dan antioksidan yang tinggi. Berdasarkan studi menunjukkan, konsumsi jahe dapat menghentikan pembekuan darah di pembuluh darah. Dengan demikian, jahe dianggap potensial menjadi ramuan efektif untuk mencegah dan mengobati gangguan kesehatan jantung. 4. Kunyit Kunyit merupakan jenis obat herbal alami untuk mengatasi penyakit jantung. Tumbuhan ini diyakini ampuh untuk melindungi otot jantung dan bisa mengurangi pembekuan darah pada bagian arteri, selain telah dikenal sebagai bumbu untuk masak. Studi penelitian menunjukkan, bahwa kandungan polifenol pada kunyit dapat membantu membuka penyumbatan arteri penyebab serangan jantung dan stroke. Namun, konsumsi kunyit berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. 5. Kayu Manis Tumbuhan alami yang baik Anda konsumsi untuk obat jantung selanjutnya adalah kayu manis. Tanaman herbal ini memiliki senyawa antiinflamasi yang tinggi membantu menyeimbangkan tekanan darah dan kolesterol penyebab penyakit jantung. Tidak hanya itu, kayu manis juga memiliki manfaat dan khasiat lain seperti meredakan sendi akibat rheumatoid arthritis, mengurangi keluhan infeksi saluran kemih, mencegah demensia, dan menurunkan gula darah bagi penderita diabetes. 6. Ginseng Ginseng digunakan sebagai obat tradisional selama ribuan tahun yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Tumbuhan herbal ini sering digunakan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi, serta menjaga sistem kekebalan tubuh. Meski memiliki banyak manfaat, sebaiknya konsumsi ginseng tidak berlebihan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika ingin konsumsi obat herbal alami dari tumbuhan ini ketika sedang konsumsi obat sakit jantung lainnya. 7. Ketumbar Ketumbar seringkali digunakan dalam masakan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Orang yang memasukkan ketumbar dalam makanannya cenderung memiliki tingkat risiko penyakit jantung yang rendah. Mengapa demikian? Ketumbar memiliki senyawa diuretik, zat yang berguna mengeluarkan cairan dan natrium dari dalam tubuh. Hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat sehingga dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Cara Mencegah Penyakit Jantung Selain konsumsi obat jantung alami dari tumbuhan, ada cara efektif mencegah penyakit jantung. Salah satu pencegahannya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut ini cara melindungi jantung agar tetap sehat, antara lain: 1. Konsumsi Makanan Sehat Diet jantung sehat dapat membantu melindungi jantung dari berbagai faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol dan tekanan darah tinggi. Adapun makanan sehat yang sebaiknya dikonsumsi untuk kesehatan jantung sebagai berikut:... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2023-07-31 - URL: https://primayahospital.com/jantung/enzim-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: enzim jantung, otot jantung, Serangan Jantung Seseorang mengalami serangan jantung, otot jantung akan mengalami kerusakan. Akibatnya, kadar enzim jantung meningkat dan bocor keluar bersama aliran darah. Oleh karena itu, perlu pemeriksaan untuk mendiagnosa kondisi tersebut. Ketika seseorang mengeluh nyeri dada dan indikasi serangan jantung, maka dokter akan melakukan tindakan pemeriksaan enzim. Jika enzim dalam darah ini jumlahnya banyak, maka telah terjadi kerusakan jantung pada pasien. Serangan jantung sendiri merupakan kondisi ketika jantung kehilangan oksigen, hal ini terjadi karena adanya sumbatan pada arteri yang memberikan suplai darah ke jantung. Biasanya ditandai dengan gejala nyeri dada dan sesak nafas. Mengenal Enzim Dalam Jantung Enzim jantung adalah enzim yang memiliki peran penting menunjang kerja otot jantung. Pada kondisi normal, enzim dalam darah jumlahnya tidak banyak. Namun, kadar enzim akan meningkat ketika seseorang mengalami serangan jantung. Enzim adalah protein yang membantu tubuh untuk mengelola reaksi kimia tertentu. Ada banyak enzim dalam tubuh yang memiliki fungsi masing-masing seperti pencernaan, fungsi otak, pembekuan darah, fungsi saraf, dan sebagainya. Enzim dalam jantung berfungsi membantu kerja jantung melakukan tugasnya. Ketika terjadi kerusakan jantung, maka enzim ini akan keluar dan mengalir dalam darah. Adanya enzim ini membantu petugas medis mendiagnosa penyakit jantung. Apa Saja Jenis Enzim Dalam Jantung? Ada berbagai jenis enzim dalam jantung, yang semuanya bisa menjadi indikator penunjuk tubuh mengalami penyakit jantung ketika terjadi peningkatan enzim. Berikut beberapa jenis enzim yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit, yaitu: 1. Troponin Troponin adalah sejenis enzim dalam jantung yang seringkali dipakai untuk mendiagnosa penyakit jantung. Enzim ini memiliki sensitifitas tinggi ketika seseorang mengalami serangan jantung, troponin masuk aliran darah sekitar 3-4 jam. Selain itu, enzim troponin juga mampu bertahan lebih lama dalam aliran darah sehingga memudahkan saat mendiagnosa. Ada dua jenis troponin yang dinilai yakni troponin T dan Troponin I untuk mengenali kondisi kesehatan jantung. 3. Myoglobin Mioglobin adalah jenis enzim atau protein yang berada di jaringan dan sel otot jantung. Enzim ini cenderung akan meningkat sekitar 2-3 jam setelah jantung mengalami kerusakan, puncaknya 8-12 jam setelah mengalami serangan jantung. Pemeriksaan myoglobin seringkali bersamaan dengan enzim jantung lainnya karena enzim ini bisa meningkat pada kondisi penyakit lainnya. Oleh karena itu, diagnosa tidak hanya dari pemeriksaan enzim saja tetapi butuh pemeriksaan fisik. 3. Kreatin Kinase Kreatin Kinase adalah jenis enzim atau protein dari jaringan jantung dan otot rangka. Enzim ini akan meningkat sekitar 3-6 jam setelah ada kerusakan jantung, puncaknya terjadi 18-24 jam pada CK atau Creatine Kinase dan 12-24 pada CK-MB. CK-MB biasanya menjadi patokan karena lebih sensitif mendeteksi serangan jantung. Hanya saja, kekurangan CK-MB akan cepat turun ke kadar normal dalam waktu satu atau dua hari setelah serangan jantung yang diderita oleh pasien. Apa itu Pemeriksaan Enzim Jantung? Pemeriksaan enzim jantung adalah proses pemeriksaan oleh dokter untuk mengukur kadar enzim atau protein yang berkaitan dengan otot jantung. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan saat seseorang mengalami kondisi serangan jantung. Pada saat seseorang mengalami serangan jantung, kadar enzim seperti Troponin T (TnT, Troponin I (TnI), dan Creatine Kinase (CK) terdeteksi mengalami peningkatan dalam darah. Normalnya enzim ini ditemukan dengan tingkat rendah. Namun, ketika otot jantung mengalami kerusakan maka enzim akan keluar dari sel otot jantung dan mengalir dalam darah. Meski begitu, perlu perbandingan dengan pemeriksaan fisik karena enzim ini juga ditemukan di jaringan lain. Enzim dalam jantung dapat kembali normal jika pemeriksaan dilakukan terlalu cepat setelah terjadi serangan jantung. Dokter biasanya akan mengulangi pemeriksaan enzim di jantung setelah beberapa jam untuk mengetahui hasil diagnosa. Prosedur Pemeriksaan Enzim Dalam Jantung Pada dasarnya tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan enzim dalam jantung, seperti berpuasa dahulu atau berhenti konsumsi obat tertentu. Namun, beritahu dokter jika ada wisayat penyakit jantung dan gejala sebelum pemeriksaan. Proses pemeriksaan enzim akan dilakukan oleh tenaga medis untuk mengambil sampel darah. Pada dasarnya, pemeriksaan enzim dalam jantung mirip seperti tes darah. Adapun langkah-langkah pemeriksaan enzim dalam jantung, yaitu: Dokter atau tenaga medis mengikat lengan pasien bagian atas dengan tourniquet untuk memperlambat aliran darah, agar pembuluh darah terlihat Dokter melakukan identifikasi letak pembuluh vena, kemudian membersihkan area yang akan disuntik dengan menggunakan alkohol Dokter mulai mengambil darah pasien dengan jarum suntik ke dalam pembuluh darah, mungkin memerlukan lebih dari satu jarum suntik Setelah darah selesai diambil, jarum suntik ditarik keluar dari pembuluh darah. Dokter akan menempelkan kain kasa untuk menutupi bekas jarum suntikan Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui hasilnya lebih lanjut di laboratorium. Nilai atau skor normal untuk laporan hasil pemeriksaan enzim memiliki range bervariasi tergantung laboratorium tempat pemeriksaan. Berapa Kisaran Normal Enzim Dalam Jantung? Hasil enzim dalam jantung bervariasi tergantung spesifikasi dan pemeriksaan. Pengukuran pemeriksaan tingkat enzim biasanya dalam satuan nanogram per mililiter (ng/mL) yang dapat diketahui setelah melakukan tes darah pasien. Jika seseorang tidak mengalami kerusakan jantung, kadar Troponin ada di bawah 0,2 ng/mL. Jika hasil angka pemeriksaan lebih tinggi, maka hal ini dapat menunjukkan kerusakan pada jantung. Berikut, arti dari hasil pemeriksaan Troponin: 1. Hasil Pemeriksaan Normal Jika Troponin dalam darah tidak terdeteksi... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2023-07-31 - URL: https://primayahospital.com/jantung/cara-mengobati-jantung-bengkak-dengan-daun-sirsak/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: jantung bengkak, obat jantung, pembengkakan jantung Jantung merupakan organ vital pada manusia yang ternyata dapat mengalami pembengkakan karena beberapa faktor. Menariknya, di internet tersebar cara mengobati jantung bengkak dengan daun sirsak. Membahas mengenai pengobatan pembengkakan jantung, sebenarnya kembali pada tingkat keparahannya. Untuk mendeteksi apakah masalah tersebut menyebabkan gagal jantung atau tidak, biasanya dokter akan melakukan EKG (elektromiogram) atau mengambil foto rontgen jantung. Sebelum Mengetahui Cara Mengobati Jantung Bengkak dengan Daun Sirsak, Ketahui Pengertian Jantung Bengkak Jantung bengkak atau kardiomegali merupakan suatu kondisi yang mana jantung kesulitan memompa darah karena ukurannya membesar. Pembesaran ukuran jantung sendiri disebabkan oleh beberapa faktor yaitu penyakit jantung koroner atau darah tinggi. Pada dasarnya, pembesaran ukuran jantung dapat terjadi sementara atau permanen, tergantung dari apa penyebabnya. Ketepatan dan kecepatan penanganan juga berpengaruh pada kondisi pembengkakan tersebut. Apabila penanganan terlambat, biasanya pasien akan mengalami komplikasi. Perawatan intensif perlu mereka lakukan dan mengimbanginya dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin, tidak merokok, menggunakan NAPZA, dan mengkonsumsi makanan bernutrisi. Gejala Pembengkakan Jantung Ada beragam gejala yang muncul ketika seseorang mengalami pembengkakan jantung. Sebaiknya mulai waspada supaya lebih mudah mendeteksi kemunculan gejalanya dan bisa membedakan antara pembengkakan jantung dan penyakit jantung lain. Berikut pembahasannya: Palpitasi atau jantung tiba-tiba berdebar tidak wajar Sesak nafas terutama saat melakukan beraktivitas fisik atau ketika berbaring telentang Pada tungkai dan kaki mengalami pembengkakan Mengalami aritmia yaitu gangguan irama jantung Berat badan bertambah tetapi tubuh tetap terlihat seperti biasanya akibat terjadinya pembengkakan Mudah lelah meski tidak terlalu melakukan kegiatan fisik Timbul nyeri dada Penyebab Paling Sering Terjadi Berbicara mengenai penyebab, ada berbagai penyebab kardiomegali yang memang perlu masyarakat waspadai. Jangan sampai terlena karena merasa fisik terasa baik-baik saja. Supaya masalahnya tidak sampai mengakibatkan komplikasi, perhatikan penyebabnya di bawah ini: Penyakit jantung bawaan Penyakit jantung koroner Tekanan darah tinggi Anemia Kelainan otot jantung Gangguan pada katup jantung Kehamilan Detak jantung tidak normal Jarang berolahraga Obesitas Segera pergi ke dokter setelah merasakan berbagai gejalanya, terlebih jika sudah sering merasakan nyeri dada, sesak nafas, pingsan tiba-tiba, serta rasa tidak nyaman di area leher, rahang, atau perut. Cara Mengobati Jantung Bengkak dengan Daun Sirsak Memeriksakan kondisi ke dokter merupakan hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah mengalami gejala-gejala kardiomegali. Setelah mendapatkan diagnosis, ikuti seluruh anjuran dan larangan dari dokter. Jangan sampai sembarangan mengkonsumsi makanan dan rutinkan minum obat. Agar penyembuhan lebih cepat, bisa minum ramuan tradisional yang diklaim membantu mempercepat penyembuhan pembengkakan jantung yaitu rebusan daun sirsak. Namun sebelum itu, lihat apakah kandungannya berbahaya untuk kesehatan tubuh atau tidak. Khasiat air rebusan daun sirsak semakin bagus ketika diminum secara rutin. Trik agar rasanya tidak begitu pahit, silahkan menambahkannya dengan gula aren. Sebelum itu, usahakan mengkonsultasikannya ke ahli herbal untuk mengetahui apakah kandungan di dalam daun sirsak sesuai dengan tubuh atau tidak. Apabila merasakan gejala yang semakin parah, segera konsultasi ke dokter ahli. Selain Cara Mengobati Jantung Bengkak dengan Daun Sirsak, Pahami Langkah Pembuatan Ramuannya Di perkampungan, pohon sirsak seringkali tumbuh liar. Siapa sangka di dalamnya mengandung segudang vitamin yang bermanfaat untuk meringankan gejala pembengkakan jantung. Kandungannya sendiri berupa vitamin A, B dan C Folat atau vitamin B9, kalium, kalsium, tembaga, zat besi, alkaloid, saponin, tanin, magnesium, fruktosa, steroid, flavonoid, dan glikosida Fitokimia. Untuk mendapat manfaat baiknya, rebus daun sirsak kemudian minum air rebusannya. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut: Ambil daun sirsak sebanyak 10 - 15 lembar. Pilih yang masih hijau, maksudnya belum mengering. Cuci bersih di air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel. Ambil air sebanyak 4 gelas air bersih kemudian tuangkan ke panci. Panaskan air tadi hingga benar-benar mendidih. Masukkan daun sirsak yang sudah dicuci bersih tadi, tetapi sebelum itu potong-potong daunnya terlebih dahulu. Rebus daun sirsak selama kurang lebih 15 - 20 menit. Saat melakukan perebusan, usahakan menggunakan api kecil saja. Setelahnya, matikan api kemudian diamkan air rebusannya hingga agak dingin. PIsahkan air dan potongan daun sirsak menggunakan saringan. Tambahkan gula aren untuk memunculkan rasa manis. Peringatan, sebaiknya tidak merebus daun sirsak terlalu lama supaya khasiatnya tetap bagus. Di samping itu, pada pemberian gula aren, sebaiknya jangan terlalu banyak,, terutama bagi yang memiliki keluhan diabetes. Mengatasi Pembengkakkan Jantung Secara Medis Pada kondisi lebih lanjut, pengobatan medis merupakan pilihan tepat untuk menekan terjadinya komplikasi. Sebab, sebenarnya tidak semua orang cocok dengan kandungan yang terdapat di dalam daun sirsak. Oleh karenanya perlu berhati-hati. Biasanya, para tenaga medis memberikan obat-obatan khusus yang mereka sesuaikan dengan keluhan pasiennya, berikut beberapa di antaranya: 1. Obat Diuretik fUngsi obat diuretik adalah untuk mengurangi cairan sekaligus natrium yang berlebihan di dalam tubuh. Jenis obat diuretik sendiri tidak hanya satu, pastikan mengonsumsi obat hanya dengan resep dokter. 2. Angiotensin Receptor Blockers (ARB) Pada pasien dengan keluhan darah tinggi, obat yang ahli medis berikan berupa Angiotensin Receptor Blockers (ARB). Fungsinya untuk menurunkan tekanan darah dengan memutuskan reseptor T1 pada jantung, ginjal, dan pembuluh darah. 3. Antikoagulan Fungsi obat satu ini adalah untuk pengencer darah agar darah yang membeku bisa mencair... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/clubfoot/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Clubfoot adalah kondisi yang mempengaruhi perkembangan kaki dan bisa berdampak pada kemampuan berjalan dan berdiri. Sebagai kelainan bawaan, kondisi ini membutuhkan perhatian dan penanganan medis demi menjaga kualitas hidup. Perawatan yang cepat dan tepat diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Mengenal Clubfoot Clubfoot atau talipes equinovarus adalah kondisi medis yang mempengaruhi perkembangan kaki pada bayi dan anak-anak. Kaki yang terkena clubfoot cenderung bengkok dan bentuknya tidak seperti kaki yang normal. Biasanya, kaki clubfoot menghadap ke arah dalam dan ke bawah sehingga individu yang mengalaminya sulit untuk berdiri dan berjalan dengan normal. Clubfoot adalah kondisi bawaan yang terjadi tatkala bayi masih berada di dalam kandungan. Sejumlah faktor risiko yang bisa mempengaruhi kemungkinan bayi terkena clubfoot antara lain genetik, kelainan kromosom, dan lingkungan selama masa kehamilan. Kondisi clubfoot dapat terjadi pada satu kaki ataupun kedua kaki. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, sekitar 1 dari setiap 1. 000 kelahiran hidup bayi mengalami clubfoot. Karena itu, kondisi ini adalah salah satu kelainan bawaan pada kaki yang umum terjadi. Clubfoot tidak menimbulkan rasa sakit saat bayi. Namun, jika kondisi ini tak mendapat penanganan, bentuk kaki tidak bisa normal dan anak tak dapat berjalan dengan normal. Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar anak yang terkena clubfoot masih bisa melakukan banyak aktivitas fisik dengan baik. Gejala Gejala clubfoot bisa berbeda antarindividu, bergantung pada tingkat keparahan kondisi. Gejala umumnya meliputi: Kaki cenderung bengkok ke dalam dan ke bawah. Kaki yang terpengaruh bisa hanya satu, bisa juga kedua-duanya. Kaki terlihat lebih pendek atau lebih kecil dari kaki yang normal. Telapak kaki melengkung dan terlihat seperti huruf “C”. Kejang pada jari dan otot kaki. Kaki kaku. Kesulitan berjalan dan berdiri karena bentuk kaki yang tidak normal. Postur tubuh tidak seimbang. Penyebab Penyebab clubfoot tidak diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor risiko yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya kondisi ini: Genetik: clubfoot bisa jadi merupakan kondisi medis terjadi secara turun-temurun dalam keluarga. Risiko terjadinya clubfoot pada anak meningkat dua kali lipat jika salah satu orang tua atau saudara kandung memiliki kondisi yang sama. Kelainan neurologis: sejumlah kelainan neurologis, seperti spina bifida, dapat mempengaruhi perkembangan kaki dan menyebabkan clubfoot. Lingkungan: faktor lingkungan, seperti merokok saat hamil atau terkena paparan zat kimia, bisa meningkatkan risiko bayi terkena clubfoot. Kelainan kromosom: beberapa jenis kelainan kromosom, seperti trisomy 18 dan trisomy 13, dapat berpengaruh terhadap terjadinya clubfoot. Cara Dokter Mendiagnosis Clubfoot Dokter bisa mendiagnosis clubfoot ketika bayi lahir. Namun banyak kasus clubfoot pertama kali teridentifikasi pada saat pemeriksaan kehamilan dengan ultrasonografi (USG). Dokter anak atau ahli ortopedi akan menegakkan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik yang mencakup pemeriksaan terhadap: Penampilan visual kaki Gerakan kaki Otot dan jaringan lunak di sekitar kaki Dokter akan mengecek seberapa fleksibel kaki dan bagaimana fungsi kaki tersebut. Selain itu, dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan radiologi, seperti sinar-X atau pencitraan resonansi magnetik (MRI), untuk memeriksa struktur kaki lebih detail dan memastikan tak ada kelainan lain, misalnya fraktur tulang. Dokter juga akan menanyakan apakah ada riwayat clubfoot atau kelainan kaki lain dalam keluarga untuk mendukung diagnosis. Cara Mengatasi Clubfoot Penanganan clubfoot mesti dilakukan sesegera mungkin setelah bayi lahir untuk mencapai hasil yang optimal. Terdapat dua cara utama untuk mengatasi clubfoot, yakni non-operasi dan operasi. Dokter akan menentukan jenis penanganan yang tepat bergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien. Metode non-operasi untuk mengatasi clubfoot disebut dengan Ponseti yang meliputi: Terapi fisik yang mencakup peregangan, manipulasi, dan pelatihan otot untuk memperbaiki fleksibilitas dan kekuatan otot kaki untuk kasus ringan hingga sedang. Penggunaan alat orthosis atau brace untuk menjaga kaki dalam posisi yang benar. Alat ini bisa digunakan selama beberapa bulan atau lebih dari setahun, sesuai dengan keparahan kondisi kaki. Kasting, yakni teknik untuk menarik kaki secara perlahan ke posisi yang benar dengan menggunakan gips. Achilles tenotomy, yaitu prosedur bedah kecil untuk melepaskan ketegangan pada tendon Achilles sehingga kaki dapat ditekuk ke arah yang benar. Metode Ponseti memerlukan peran aktif orang tua karena berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Jika metode Ponseti tidak berhasil, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk memperbaiki posisi kaki. Operasi dijalankan untuk memperbaiki struktur kaki yang tak normal, contohnya tendon atau ligamen yang tidak terbentuk dengan baik. Seusai operasi, anak perlu menjalani rehabilitasi fisik untuk membantu pemulihan fungsi kaki. Komplikasi Jika clubfoot tak mendapat penanganan yang baik, bisa terjadi komplikasi seperti: Kesulitan berjalan dan berdiri Gangguan keseimbangan Kelainan postur tubuh Masalah kaki lainnya, seperti arthritis Gangguan emosional karena penampilan kaki yang berbeda Masalah sosial karena kurangnya kepercayaan diri Pencegahan Tidak ada cara terbukti bisa mencegah clubfoot. Meski begitu, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena kondisi ini, misalnya: Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin guna memantau perkembangan bayi dalam kandungan Memperhatikan kesehatan selama kehamilan Menghindari faktor risiko clubfoot, seperti merokok selama kehamilan Mengantisipasi penyakit neurologis yang bisa mempengaruhi perkembangan kaki Kapan Harus ke Dokter? Segera datangi dokter jika merasa ada yang janggal pada bentuk kaki bayi. Penting untuk... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2023-10-22 - URL: https://primayahospital.com/jantung/buah-untuk-kesehatan-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: buah untuk jantung, kesehatan jantung, makanan sehat Ada banyak jenis buah untuk kesehatan jantung yang dapat Anda konsumsi setiap harinya. Buah-buahan merupakan bagian dari cara menerapkan pola makan sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan organ lainnya dalam tubuh. Penyakit jantung masih menjadi ancaman cukup besar, bahkan jumlah pengidapnya semakin meningkatkan setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlu upaya mencegah penyakit jantung. Salah satu caranya dengan asupan makanan yang sehat. Konsumsi buah menjadi penunjang dalam mencegah kerusakan fungsi jantung. Kandungan nutrisi dalam buah berkhasiat menjaga jantung sehat. Lalu, buah apa yang sebaiknya Anda konsumsi untuk kesehatan jantung? Berikut informasinya. Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung Jantung adalah organ vital yang memiliki fungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Organ ini akan bekerja terus menerus tanpa henti dan perlu upaya untuk menjaga kesehatannya. Jika terjadi kerusakan organ jantung, maka sangat beresiko. Saat ini penyakit jantung dapat menimpa siapa, termasuk usia muda. Meskipun serangan jantung dan kondisi jantung lainnya sering menemukannya pada usia di atas 60 tahun. Namun, usia 20 tahun juga perlu mewaspadai penyakit jantung. Penyakit jantung di usia muda biasanya terjadi akibat dari gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan tidak terjaga dengan baik yang terus dilakukan bertahun-tahun. Kebiasaan itu dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jantung. Oleh sebab itu, penting menjaga kesehatan jantung dengan mengubah pola hidup lebih sehat karena bisa menjadi investasi penting sampai masa tua nanti. Salah satu cara menjaga kesehatan jantung dengan konsumsi buah-buahan segar. Rekomendasi Buah untuk Kesehatan Jantung Penambahan menu buah-buahan pada pola makan memiliki efek yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk jantung. Selain kandungan serat tinggi, buah-buahan juga memiliki kandungan nutrisi penting untuk jantung tetap sehat. Berikut rekomendasi jenis buah untuk kesehatan jantung yang dapat dikonsumsi setiap hari. Buah-buahan ini dapat dimasukkan ke dalam menu diet sehat Anda, di antaranya: 1. Apel Apel terdapat kandungan pektin dan quercetin yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kedua senyawa ini berperan menurunkan kadar kolesterol tinggi yang berpotensi merusak pembuluh darah penyebab risiko penyakit jantung. 2. Jeruk Jeruk merupakan buah sehat untuk jantung, kandungan kalium yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, jeruk juga terdapat antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan jantung seperti fenolik dan karotenoid. 3. Alpukat Kandungan asam oleat pada alpukat, yaitu sejenis asam lemak tidak jenuh tunggal mampu membantu mengurangi peradangan terutama di jantung. Ditambah kandungan kalium yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan jantung. 4. Pepaya Pepaya merupakan buah yang tinggi antioksidan, serta kalium yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung. Konsumsi pepaya rutin dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko penyakit jantung. 5. Buah Berry Buah berry seperti strawberry, raspberry atau blueberry memiliki kandungan anthocyanin yang dapat melindungi tubuh dari peradangan pemicu risiko penyakit jantung. Konsumsi buah berry rutin bagus untuk menjaga kesehatan jantung. 6. Delima Delima merupakan jenis buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi yang dapat menurunkan kolesterol penyebab stroke dan sakit jantung. Buah delima bisa Anda masukkan ke dalam menu makanan diet sehat untuk jantung. 7. Anggur Kandungan resveratrol dan polifenol pada buah anggur bermanfaat mencegah penyumbatan pembuluh darah. Kedua antioksidan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung sehingga buah anggur baik dikonsumsi secara rutin. 8. Manggis Buah manggis terutama kulitnya memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. Pada kulit manggis terdapat kandungan xanthones, yaitu antioksidan yang dapat mengurangi penumpukan lemak dalam pembuluh darah. 9. Aprikot Buah aprikot mengandung flavonoid, yaitu antioksidan bentuk asam katekin, kuersetin, dan klorogenti. Senyawa ini bermanfaat untuk menetralkan radikal bebas sehingga penyakit jantung dapat dihindari dengan konsumsi buah aprikot. 10. Tomat Tomat merupakan jenis buah yang sering digunakan untuk masakan. Buah ini mengandung lycopene, sejenis senyawa karotenoid yang dipercaya mampu menurunkan risiko hipertensi, mencegah stroke, dan melawan berbagai penyakit jantung. Itulah beberapa jenis buah untuk kesehatan jantung yang bagus untuk dikonsumsi secara rutin Selain itu, perhatikan juga gaya hidup yang berisiko untuk keshetaan penyakit. Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan jantung dari sejak dini? Cara Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Dini Menjaga pola makan sehat saja tidak cukup mencegah penyakit jantung. Perlu menerapkan gaya hidup yang tepat agar jantung dan pembuluh darah kesehatannya terjaga. Berikut gaya hidup untuk menjaga kesehatan jantung: 1. Berhenti Merokok Merokok memiliki efek yang buruk bagi kesehatan jantung, begitu pula dengan perokok pasif (menghirup asap rokok) juga lebih berisiko. Zat pada rokok dapat merusak pembuluh darah jantung, akibatnya fungsi jantung bisa terganggu. 2. Olahraga Secara Rutin Cara mencegah penyakit jantung selanjutnya sempatkan melakukan olahraga rutin sekitar 20-30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, renang, dan aktivitas fisik lainnya. Aktif secara fisik atau olahraga dapat menjaga kesehatan jantung. 3. Mengurangi Lemak Jenuh Lemak jenuh atau lemak trans merupakan lemak jahat yang dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. Kolesterol yang menumpuk dapat menyumbat pembuluh darah. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan mengandung lemak jenuh. 4. Konsumsi Banyak Serat Makanan berserat dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Makanan berserat diperoleh dari sayuran, buah-buahan, dan kacang. Ketika makan berserat sebaiknya banyak minum air putih agar pencernaan lancar. 5. Menjaga... - Published: 2023-07-31 - Modified: 2023-07-31 - URL: https://primayahospital.com/jantung/transplantasi-jantung-pertama/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: gagal jantung, transplantasi jantung, transplantasi jantung pertama Mungkin masih banyak yang belum mengetahui transplantasi jantung pertama kali di dunia pernah terjadi pada seorang dokter bernama Christian Barnard, pada tahun 1967 di Cape Town, Afrika Selatan. Berikut informasi selengkapnya. Transplantasi organ jantung bertujuan untuk mendapatkan kesempatan hidup lebih lama terutama bagi pasien yang menderita kerusakan jantung parah. Pasien menerima jantung dari seorang donor yang baru meninggal dengan kondisi jantung masih baik. Meski demikian, pencangkokan jantung tidak menyarankan pada pasien dengan kondisi tertentu. Seorang yang jantungnya akan transplantasi harus tepat menjadi kandidat penerima. Untuk informasi lebih detail, simak penjelasan di bawah ini. Apa itu Transplantasi Jantung? Transplantasi jantung adalah prosedur medis pengangkatan jantung yang tidak bekerja optimal atau gagal berfungsi, kemudian jantung ini diganti dengan jantung pendonor yang masih sehat. Biasanya donor dari orang baru meninggal. Tindakan transplantasi atau pencangkokan terjadi ketika pemberian obat dan metode pengobatan lain sudah tidak lagi efektif mengatasi gangguan jantung. Meskipun pasca transplantasi perlu pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi pasien. Pasien dengan gagal jantung, pencangkokan menjadi harapan bertahan hidup. Pasien yang sudah menjalani pencangkokan jantung biasanya akan berusaha menjaga kesehatan jantung dengan pola makan sehat dan gaya hidup berkualitas. Meski terdengar menyeramkan, pencangkokan jantung perlu tindakan demi keselamatan dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan gagal jantung. Proses transplantasi juga termasuk aman selama pasien menjalani pemeriksaan secara rutin. Ketahui Sejarah Transplantasi Jantung Pertama Transplantasi jantung adalah langkah penanganan terakhir bagi orang dengan gagal jantung. Biasanya jantung pengganti berasal dari donor orang yang meninggal karena kecelakaan, pendarahan otak, cedera kepala, stroke, dan kondisi tertentu Menurut sejarah, pencangkokan jantung pertama kali dilakukan pada tahun 1967 di Groote Schuur Hospital, sebuah rumah sakit di Afrika Selatan. pencangkokan jantung dilakukan oleh tim dokter yang diketuai oleh Dr. Christiaan Barnard. Adapun orang yang mendapat pencangkokan jantung bernama Louis Washkansky (53 tahun) dengan penyakit jantung kronis. Sementara itu, orang yang donor jantung bernama Denise Darvall (25 tahun), yang terluka parah karena kecelakaan. Proses pencangkokan jantung ini berhasil selama 9 jam oleh tim dokter terdiri dari 30 profesional. Namun, Washkansky hanya bisa bertahan 18 hari dan dinyatakan meninggal karena Pneumonia yang disebabkan obat Imunosupresan. Meskipun demikian, keberhasilan transplantasi jantung yang pertama ini tetap mendapat pujian dari seluruh dunia. Hal ini membuat nama Christiaan Barnard mulai terkenal. Siapa yang Perlu Transplantasi Jantung? Transplantasi jantung biasanya untuk pasien yang mengalami gagal jantung tingkat lanjut. Kondisi jantung gagal untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan gejala, seperti sesak nafas, rasa lelah perkandangan, dan kaki bengkak. Sebagian besar resipien pencangkokan jantung mengalami gagal jantung kronis. Tetapi, hanya pasien khusus yang ditawarkan pencangkokan karena harapan hidup lebih besar. Transplantasi jantung bisa Anda pertimbangkan jika kondisinya seperti: Mengalami gagal jantung parah Peluang hidup rendah jika tidak mendapatkan donor jantung Kondisi cukup sehat untuk menjalani operasi dan perawatan Bersedia mengikuti program medis dari tim dokter Pasien tidak merokok Sementara itu, pencangkokan jantung tidak menyarankan bagi pasien yang menderita penyakit jantung atau gagal jantung dengan kondisi sebagai berikut: Riwayat penyakit kanker atau penyakit yang berisiko tinggi Berusia lanjut yang mempengaruhi kemampuan pemulihan Memiliki penyakit lain, infeksi parah, atau obesitas Apa Saja Risiko Transplantasi Jantung? Seperti diketahui, transplantasi jantung pertama berhasil tetapi pasien hanya mampu bertahan dalam waktu 18 hari. Saat itu banyak yang beranggapan, bahwa metode transplantasi jantung memiliki risiko yang cukup tinggi. Namun, pencangkokan jantung menjadi salah satu kemajuan dan suatu prestasi terbesar kedokteran modern saat itu hingga akhirnya banyak pasien dapat bertahan hidup lebih lama. Adapun risiko melakukan pencangkokan jantung, yaitu: 1. Efek Samping Pengobatan Setelah berhasil menjalani pencangkokan jantung, pasien harus minum obat imunosupresan sepanjang hidupnya. Namun, obat ini memiliki efek samping yang dapat membuat kerusakan ginjal. Oleh karena itu, minum sesuai petunjuk dokter. 2. Infeksi Konsumsi obat imunosupresan memiliki cara kerja menekan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, infeksi akan sulit sembuh. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung secara rutin. 3. Kanker Akibat sistem kekebalan tubuh menurun, potensi kanker dapat meningkat karena konsumsi obat imunosupresan. Adapun jenis kanker yang paling berisiko terjadi selama pengobatan pencangkokan jantung adalah kanker limfoma non-Hodgkin. 4. Masalah Pembuluh Arteri Pengerasan pembuluh arteri adalah resiko setelah pasien melakukan pencangkokan jantung. Ketika pembuluh arteri bermasalah, kondisi ini akan membuat sirkulasi darah di jantung tidak lancar sehingga dapat memicu penyakit jantung. 5. Penolakan Jantung Baru oleh Tubuh Risiko terbesar setelah pencangkokan jantung adalah penolakan tubuh terhadap jantung baru. Oleh karena itu, dokter menganjurkan pasien untuk konsumsi obat imunosupresan yang diresepkan dan menjalani pemeriksaan secara berkala. Prosedur Transplantasi Jantung Tujuan utama pencangkokan jantung adalah keselamatan dan kualitas hidup pasien menjadi meningkat. Dengan pencangkokan jantung, kesempatan hidup lebih lama. Adapun prosedur melakukan transplantasi jantung adalah sebagai berikut: 1. Menemukan Donor yang Tepat Menemukan donor jantung yang tepat bukan hal mudah, banyak faktor perlu diperhatikan terkait dengan ukuran jantung, golongan darah, dan kondisi penerima donor. Donor berasal dari orang yang baru meninggal dengan kondisi jantung yang masih baik. Proses perpindahan jantung dari... - Published: 2023-07-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/crush-injury/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit, Sport Clinic - Translation Priorities: Optional Kecelakaan yang mengakibatkan tekanan pada tubuh bisa memicu crush injury yang membahayakan. Individu yang menjadi korban kecelakaan ini bisa tampak baik-baik saja pada awalnya. Beberapa hari kemudian mungkin baru menunjukkan gejala pada organ dalam. Mengenal Crush Injury Crush injury adalah jenis cedera yang terjadi ketika bagian tubuh mengalami tekanan yang kuat atau terjepit dalam waktu lama secara langsung oleh benda berat. Akibatnya, jaringan dan organ dalam tubuh bisa rusak. Cedera ini sering diakibatkan oleh kecelakaan industri, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, atau kecelakaan olahraga. Crush injury bisa mempengaruhi organ-organ dalam tubuh, termasuk ginjal, hati, paru-paru, juga otak. Cedera ini dapat memicu masalah kesehatan dalam jangka panjang. Bahkan ada risiko cedera berujung fatal bila individu yang mengalaminya tak mendapat penanganan yang tepat dan cepat. Risetyang dimuat di Med J Armed Forces India menyebutkan bahwa crush injury tidak hanya bisa menyebabkan kematian segera pada saat insiden terjadi, tapi juga gangguan komplikasi yang menyebar setelah beberapa waktu pada penyintas. Gangguan ini memerlukan manajemen perawatan yang aktif. Korban kecelakaan yang mengalami crush injury parah pada dada dan perut kerap tutup usia sebelum bantuan bisa diperoleh Cedera pada bagian tubuh seperti kaki dan tangan bisa jadi tidak tampak serius pada awalnya, tapi ada kemungkinan muncul gejala gangguan kesehatan di sekitar area tersebut di kemudian hari. , Pemahaman terhadap crush injury sangat penting terutama bagi para tenaga profesional medis dan layanan darurat. Tindakan medis yang cepat dan akurat dalam kondisi darurat bisa menyelamatkan nyawa atau mengurangi risiko komplikasi dan cacat tubuh dalam jangka panjang. Gejala Gejala crush injury bisa bermacam-macam tergantung bagian tubuh yang terkena dan tingkat keparahan cedera. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain: Rasa sakit yang hebat pada bagian tubuh yang tertekan atau terjepit Perdarahan pada kulit atau jaringan yang mengalami cedera Pembengkakan dan kemerahan pada area tubuh yang terkena Organ tubuh yang terkena cedera mengalami kekakuan atau kesulitan bergerak Nyeri atau kesemutan Masalah pernapasan atau sesak napas bila cedera menimpa dada Mual, muntah, atau kebingungan bila kepala yang terkena cedera Nyeri perut atau mual jika cedera mengenai perut atau organ pencernaan Penyebab Crush injury bisa terjadi karena berbagai faktor, antara lain: Kecelakaan lalu lintas, seperti tabrakan kendaraan bermotor yang bisa membuat pengendara atau penumpang terkena hantaman keras atau terjepit di antara kendaraan Kecelakaan kerja, terutama di industri yang memiliki risiko kecelakaan tinggi seperti konstruksi dan pertambangan Bencana alam, misalnya tanah longsor atau gempa bumi yang bisa membuat orang tertimpa benda berat atau terjepit di antara reruntuhan Kekerasan fisik, seperti pukulan benda berat Kecelakaan olahraga, misalnya dalam sepak bola, tinju, rugby, dan gulat Cara Dokter Mendiagnosis Crush Injury Dokter dapat mendiagnosis crush injury dengan berbagai metode pemeriksaan. Awalnya dokter akan mengecek kondisi fisik dan bila memungkinkan. kronologis terjadinya cedera Dokter juga akan menanyakan apakah ada riwayat sakit yang diderita sebelumnya. Tes dan prosedur diagnostik yang bisa dilakukan termasuk: Radiologi, misalnya prosedur sinar-X, CT scan, atau MRI untuk melihat gambar organ dalam tubuh yang lebih detail Tes darah yang hasilnya dapat memberikan informasi tentang adanya kerusakan organ dalam seperti ginjal atau hati Pemeriksaan neurologis guna mengecek apakah ada kerusakan pada sistem saraf Dokter bersama tim medis juga akan mengobservasi kondisi pasien selama beberapa saat untuk mengamati perkembangan gejala dan memastikan tak ada komplikasi. Cara Mengatasi Crush Injury Ketika terjadi crush injury, diperlukan pertolongan pertama secepatnya terutama bila terjadi perdarahan,yaitu. Menghentikan perdarahan dengan memberi tekanan langsung pada sumbernya Menutup area yang cedera dengan perban atau kain basah Angkat area itu agar lebih tinggi dari posisi jantung bila memungkinkan Jika ada dugaan cedera pada tulang belakang, leher, atau kepala, jangan gerakkan bagian tubuh itu Panggil ambulans atau layanan medis darurat Setiba di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain, dokter akan mengecek kondisi cedera pasien untuk menentukan perawatan lanjutan. Jika ada luka terbuka, dokter akan membersihkan dan menutupnya dengan kasa steril. Seringkali crush injury memerlukan operasi untuk memperbaiki kerusakan yang menimpa tulang atau organ dalam. Kadang amputasi diperlukan guna mencegah cedera menimbulkan komplikasi yang membahayakan jiwa. Komplikasi Crush injury bisa memicu komplikasi yang mengancam jiwa. Misalnya: Kerusakan organ dalam seperti ginjal, hati, atau paru-paru Kerusakan jaringan lunak seperti ligamen, otot, dan tendon Kerusakan tulang Cedera kompartemen, yaitu penumpukan tekanan berlebih pada jaringan dan pembuluh darah di area tertentu sehingga mengganggu aliran darah dan oksigen ke jaringan tersebut Infeksi Komplikasi neurologis bila otak atau tulang belakang cedera Pencegahan Cara utama untuk mencegah crush injury adalah mengutamakan keselamatan dan keamanan ketika menjalani aktivitas yang berisiko, terutama di tempat kerja. Contohnya: Menghindari bekerja di bawah benda berat Mengenakan alat pelindung diri seperti helm, sepatu keselamatan, dan sarung tangan sesuai dengan standar pekerjaan Menjaga lingkungan kerja selalu bersih dan rapi agar tak menimbulkan kecelakaan Berhati-hati saat bekerja dengan benda berat Memeriksa kondisi mesin atau alat kerja berat secara berkala Memperhatikan tanda bahaya saat beraktivitas Mengenakan alat pengaman standar saat berkendara atau melakukan olahraga yang berisiko Kapan Harus ke Dokter? Crush injury... - Published: 2023-07-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/claustrophobia/ - Kategori: Kejiwaan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Setiap orang tentu punya ketakutan masing-masing terhadap sesuatu, baik benda ataupun situasi. Namun ada kalanya tingkat ketakutan itu begitu ekstrem sehingga berpotensi mengganggu kehidupan dan menimbulkan gangguan dalam fungsi sehari-hari. Dalam dunia medis kondisi ini dikenal dengan FOBIA, yang salahsatunya adalah : Claustrophobia. Menurut Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ) III, Fobia termasuk dalam kelompok Gangguan Neurotik Anxietas dan somatoform serta gangguan terkait stress. Pada Fobia, anxietas dicetuskan oleh adanya situasi ataupun objek yang jelas dan berasal dari luar yang sebenarnya pada saat kejadian ini tidak membahayakan. Mengenal Claustrophobia Claustrophobia termasuk dalam fobia spesifik, yaitu kondisi ketakutan ekstrem atau berlebihan yang irasional dan terus-menerus terhadap tempat atau situasi yang tertutup, sempit, atau menyulitkan orang untuk keluar dari tempat tsb. Orang yang mengalami claustrophobia akan merasa cemas dan tidak nyaman berada di ruang tertutup yang kecil atau ruangan yang penuh sesak dengan orang ataupun barang dengan pintu tertutup, bahkan ketika berada di dalam lift. Biasanya terdapat sejumlah orang yang merasa sedikit cemas ketika berada di ruang tertutup, tapi pada orang dengan Claustrofobia akan timbul kecemasan luar biasa hingga mengalami serangan panik. Kadang hanya memikirkan akan berada di ruang tertutup saja mampu memunculkan rasa cemas, sehingga menjadi ciri khas seseorang yang menderita Fobia untuk menghindari situasi ataupun objek fobiknya sedapat mungkin. Hal ini berakibat mengurangi kualitas hidup orang tersebut, sebab kegiatan sehari-harinya menjadi terbatas. Dalam artikel di National Library of Medicine disebutkan sekitar 12,5 persen populasi mengalami claustrophobia. Sebagian besar penderitanya adalah perempuan. Claustrophobia bisa muncul tanpa diketahui penyebabnya. Namun ada sejumlah faktor yang bisa menjadi pemicu, antara lain: Pernah mengalami peristiwa yang traumatis di masa lalu, misalnya terjebak di dalam lift atau terkunci di toilet yang sempit Menjadi korban bullying saat masih kecil Ada riwayat anggota keluarga yang menderita claustrophobia atau gangguan kecemasan lain Menderita gangguan kecemasan lain Gejala Claustrophobia Gejala claustrophobia tidak persis sama pada setiap orang, namun biasanya gejala yang muncul merupakan akibat dari aktivitas sistem saraf otonom yang menyebabkan gejala fisik, di antaranya : Ketakutan berlebihan Sesak napas atau merasa sulit bernapas Detak jantung meningkat (tachycardi) Keringat berlebihan Gemetaran Rasa nyeri dada Menggigil Sakit kepala hingga pusing Mulut kering Telinga berdenging Merasa kebingungan Rasa kesemutan Merasa ingin buang air Jika mengalami claustrophobia parah, bisa muncul gejala psikologis seperti: Takut kehilangan kendali Takut pingsan Perasaan seperti terlepas dari tubuh Takut mati Diagnosis Profesional kesehatan mental seperti Psikolog dan Dokter/Psikiater menegakkan diagnosis claustrophobia berdasarkan gejala yang dialami pasien. Caranya antara lain: Wawancara psikiatri untuk memahami rasa takut yang dialami pasien terhadap ruangan sempit, seperti seberapa sering perasaan itu muncul dan seberapa parah rasa takut yang dialami serta kapan menyadari adanya ketakutan ekstrem tersebut Mengisi kuesioner untuk mengukur seberapa besar kecemasan yang dialami pasien Observasi terhadap perilaku dan reaksi pasien yang mengalami ketakutan Dokter akan memeriksa kondisi fisik dan laboratorium untuk memastikan tak ada kondisi medis umum yang berkaitan dengan gejala pasien Penanganan Terdapat sejumlah cara untuk mengatasi claustrophobia, seperti: Terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membantu pasien mengubah pola pikir dan perilaku agar dapat mengatasi ketakutan berlebih yang dialaminya Terapi Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) yang berfokus pada upaya menanggulangi ingatan traumatis atau pengalaman buruk yang mendasari claustrophobia Terapi kelompok untuk membantu pasien berinteraksi dengan individu lain yang punya problem serupa guna mendapat dukungan emosional dan merasa lebih bisa dipahami Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau latihan pernapasan untuk meredakan kecemasan dan ketegangan yang terkait dengan claustrophobia Terapi paparan (exposure therapy) dan Desensitisasi, untuk membantu pasien menghadapi ketakutannya secara bertahap dengan cara mengekspos pasien tersebut pada situasi yang memunculkan rasa takut . Pemberian Obat-obatan seperti antidepresan dan anti cemas untuk mengurangi gejala cemas berlebihan atau serangan panik pada pasien, sebelum melanjutkan dengan berbagai pendekatan psikoterapi. Komplikasi Banyak orang yang hidup dengan claustrophobia tanpa penanganan yang memadai. Mereka memilih menghindari tempat atau situasi yang memicu rasa takut berlebih. Namun ada risiko komplikasi yang mengancam jika claustrophobia dibiarkan tanpa perawatan. Misalnya: Gangguan tidur, seperti insomnia kronis Gangguan kecemasan yang lebih parah Aktivitas sehari-hari menjadi terbatas Kehidupan sosial dan karier terganggu Depresi atau merasa tak berdaya hingga tindakan suicide Dengan adanya komplikasi itu, individu yang mengalami claustrophobia rentan mengalami penurunan kualitas hidup. Pencegahan Karena penyebab pasti claustrophobia tak diketahui, tak ada pula cara pencegahan yang pasti. Namun ada beberapa cara yang bisa membantu mengurangi risiko mengalami claustrophobia, seperti: Menghindari tempat atau situasi yang memicu ketakutan berlebih Menjalankan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan untuk meredakan rasa cemas dan stres Berkonsultasi dengan professional (psikolog, psikiater) untuk meminta saran medis dan mendapatkan terapi yang tepat Dalam kondisi yang sangat mengganggu perlu segera mendapatkan pengobatan berupa pemberian psikofarmaka sesuai dengan beratnya gejala pasien. Kapan Harus ke Psikiater? Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala claustrophobia, sebaiknya segera datangi dokter/psikiater atau psikolog untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan yang tepat. Terlebih bila gejala itu sudah sangat mempengaruhi dan membatasi produktivitas dalam kehidupan sehari-hari dan... - Published: 2023-07-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-kuning/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Demam kuning adalah penyakit yang serius dan memerlukan perhatian medis profesional. Penyakit yang menular lewat gigitan nyamuk ini mirip dengan demam berdarah yg disebabkan oleh virus dengue. Dalam kasus yang parah, demam kuning dapat mengakibatkan kematian. Mengenal Demam Kuning Demam kuning adalah penyakit demam berdarah oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi virus demam kuning (yellow fever virus). Penyakit ini merupakan penyakit endemik di kawasan tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Afrika. Nama "demam kuning" mengacu pada gejala klinis karakteristik yang dialami pasien, terutama kulit dan putih mata yang tampak berubah warna menjadi kekuningan (jaundice) disertai demam tinggi. Nyamuk yang menularkan virus demam kuning umumnya adalah Aedes aegypti yang terinfeksi. Manusia menjadi inang utama bagi virus ini. Tapi primata nonmanusia bisa pula menjadi sumber penularan. Penyakit ini tidak menular antarmanusia. Ketika seseorang terinfeksi virus demam kuning, gejala awalnya mirip dengan flu biasa. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit, gejalanya bisa memburuk dan menyebabkan kerusakan hati, perdarahan, dan gangguan fungsi organ lain. Demam kuning dapat berkembang menjadi bentuk parah yang dikenal sebagai demam kuning berdarah, yang memiliki tingkat kematian lebih tinggi. Menurut data WHO, sebanyak 20-50 persen orang yang masuk fase beracun meninggal dalam 2 minggu. Gejala Tidak semua orang yang mengalami demam kuning menunjukkan gejala. Gejala demam kuning bisa dibedakan menurut fasenya yang terbagi menjadi fase infeksi dan fase beracun: Fase infeksi Demam tiba-tiba dan tinggi, seringnya lebih dari 39 derajat Celsius Sakit kepala parah, terutama terasa di daerah belakang mata Nyeri otot dan sendi yang hebat, kerap terasa di punggung dan lutut Tubuh terasa lelah dan lemah Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri perut, dan penurunan nafsu makan Fase beracun Kulit dan mata menguning karena meningkatkan kadar bilirubin dalam darah Perdarahan, termasuk muntah darah atau perdarahan dari hidung dan gusi Tinja dan urine berwarna gelap Kegagalan fungsi organ Delirium Dalam banyak kasus, gejala hilang setelah 3-4 hari. Namun gejala fase beracun bisa muncul 24 jam setelah pulih dari gejala awal. Penyebab Virus demam kuning yang merupakan bagian dari keluarga Flaviviridae adalah penyebab demam kuning. Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti di daerah perkotaan serta Haemagogus dan Sabethes di area hutan. Setelah seseorang tergigit nyamuk yang membawa virus ini, virus mulai berkembang biak di dalam tubuh dan menyebar ke berbagai organ, terutama hati. Masuknya virus ini ke hati menyebabkan peradangan dan kerusakan sel hati hingga akhirnya membuat fungsi hati menurun. Karena itulah terjadi gejala demam kuning. Cara Dokter Mendiagnosis Demam Kuning Secara umum demam kuning ini sulit dideteksi pada tahap awal penyakit karena gejala yang mirip dengan penyakit seperti leptospirosis, hepatitits fullminan, malaria atau demam berdarah dengue. Dokter dapat mendiagnosis demam kuning berdasarkan gejala klinis yang khas pada pasien, yakni jaundice yang ditandai dengan menguningnya warna kulit dan putih mata. Dokter juga akan mengorek informasi tentang gejala tersebut, seperti kapan gejala mulai terasa, serta riwayat perjalanan pasien ke daerah endemic (Amerika Selatan dan Afrika). Informasi ini akan membantu dokter mempertimbangkan kemungkinan infeksi demam kuning. Untuk memperkuat diagnosis demam kuning, dokter bisa meminta pasien menjalani serangkaian tes laboratorium, seperti: Tes enzim hati untuk melihat adanya kerusakan hati yang berkaitan dengan demam kuning Tes untuk mendeteksi keberadaan virus demam kuning atau material genetiknya (PCR) Pemeriksaan kadar bilirubin Pemeriksaan darah perifer lengkap Cara Mengatasi Demam Kuning Tidak ada pengobatan antivirus spesifik untuk mengobati demam kuning. Penanganan pasien bersifat suportif untuk mengendalikan gejala dan mengurangi risiko komplikasi yang serius hingga infeksi memudar. Pasien biasanya perlu menjalani perawatan di rumah sakit agar bisa beristirahat lebih baik dan kondisinya bisa dipantau lebih ketat. Selama perawatan, pasien diberi cairan infus untuk mencegah dehidrasi. Adapun pengobatan gejalanya mencakup pemberian obat antipiretik atau penurun demam. Obat tertentu yang bisa meningkatkan risiko perdarahan mesti dihindari, seperti aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid. Komplikasi Tanpa perawatan yang memadai, demam kuning bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan. Komplikasi yang biasa terjadi termasuk: Kerusakan hati Gangguan perdarahan Koma Infeksi sekunder Syok Pencegahan Saat ini sudah ada vaksin demam kuning yang bisa menjadi sarana pencegahan efektif. Jika hendak bepergian ke wilayah yang berisiko demam kuning, sebaiknya dapatkan vaksin ini dulu sebagai langkah pencegahan yang utama (1 dosis vaksin untuk 10 tahun). Adapun guna mencegah gigitan nyamuk yang mungkin membawa virus demam kuning, lakukan cara ini: Menggunakan kelambu saat tidur Menggunakan losion antinyamuk Mengenakan baju dan celana panjang Menghilangkan genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk Kapan Harus ke Dokter? Bila curiga mengalami demam kuning, penting untuk mendapatkan perhatian medis secepatnya. Makin cepat ditangani, kemungkinan pulih dan terhindar dari risiko komplikasi lebih besar. Sekali orang terinfeksi, seseorang akan lebih kebal dari penularan virus itu di kemudian hari. Narasumber dr. Raden Agung Suryoputro Reksoprodjo, Sp. PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Depok - Published: 2023-07-26 - Modified: 2023-07-26 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/tendon-kaki-robek/ - Kategori: Sport Clinic - Tag: cedera kaki, cedera tendon achilles, tendon kaki robek Tendon kaki robek merupakan salah satu cedera tendon achilles yang mempengaruhi bagian belakang kaki bawah. Cedera ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih berisiko pada orang yang berolahraga lari atau bermain bola basket. Tendon pada kaki robek juga bisa terjadi ketika terlalu sering menggunakan tendon achilles. Tendon membengkak, meradang, iritasi, dan menimbulkan rasa sakit. Tingkat keparahannya bisa ringan dan parah tergantung penyebabnya. Beberapa penyebab dan gejala tendon achilles robek pada kaki dapat Anda ketahui melalui penyelesaian di bawah ini, termasuk pengobatan mengatasi cedera kaki ini. Yuk, simak! Apa itu Tendon Kaki Robek? Tendon kaki robek adalah kondisi tendon achilles mengalami cedera ataupun robek karena berbagai faktor penyebab. Tendon achilles sendiri adalah tendon terbesar di dalam tubuh manusia yang letaknya di bagian belakang tumit kaki. Tendon adalah tali jaringan panjang dan kuat yang menghubungkan bagian otot ke tulang. Pada kaki, tendon achilles adalah gabungan dari tiga otot besar yang terdapat di betis seperti gastrocnemius medial, otot lateral dan otot soleus. Tendon achilles berfungsi untuk membantu seseorang berjalan, berjalan, dan melompat. Jika tendon kaki ini digunakan secara berlebihan, tendon bisa robek sebagian atau sepenuhnya hingga bisa menimbulkan gejala rasa nyeri kaki. Cedera tendon achilles dengan kondisi robek umumnya terjadi pada seseorang yang banyak melakukan aktivitas dengan banyak tekanan pada kaki. Misalnya pemain bola basket atau penari yang lebih banyak menggunakan tumpuan kaki. Tendon achilles pada kaki robek akan menimbulkan rasa sakit dan terkadang menyebabkan penderita kesulitan berjalan. Oleh karena itu, penting konsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih jauh terkait kondisinya. Penyebab Tendon Achilles Robek Cedera tendon achilles hingga mengalami robek terjadi pada orang yang sering melakukan aktivitas gerak kaki tiba-tiba dengan cepat, melambat tiba-tiba, dan berputar sehingga menyebabkan tendon pada kaki robek. Contohnya: Menari Sepakbola Berlari Olahraga senam Baseball Bola basket Tenis Voli Tendon pada kaki robek cenderung terjadi jika seseorang bergerak tiba-tiba saat mengangkat kaki daripada saat mendarat. Sebab, setiap gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba bisa memberikan lebih banyak tekanan pada tendon. Selain itu, robekan tendon achilles tidak hanya terjadi saat olahraga. Namun, tendon robek juga bisa karena melewatkan satu langkah saat menuruni tangga, atau tidak sengaja masuk ke lubang di jalan sehingga membuat kaki terkilir. Gejala Tendon Achilles Kaki Robek Gejala yang menjadi perganda paling jelas saat tendon achilles robek adalah rasa nyeri di atas tumit kaki. Pada saat meregangkan bagian pergelangan kaki atau berdiri di atas jari kaki, rasa nyeri akibat tendon kaki robek akan terasa. Jika tendon achilles robek, biasanya ada suara gertakan atau letupan saat terjadi robekan. Pada bagian kaki atau tumit akan membengkak dan memar, serta kesulitan mengarahkan jari kaki dan mendorong jari kaki saat melangkah. Berikut gejala yang terjadi ketika tendon achilles mengalami robekan yang penting untuk diketahui agar bisa melakukan perawatan dengan tepat, yaitu: Nyeri parah di sekitar tumit secara tiba-tiba Sensasi seperti ada yang putus pada betis Area daerah tumit membengkak dan memar Jari-jari kaki tidak bisa digerakkan ke atas Tempat ada celah pada kulit di belakang tumit Kesulitan berjalan karena rasa sakit parah Tendon achilles kaki robek merupakan cedera traumatis yang memerlukan perhatian medis. Tanpa perawatan, robekan tendon achilles pada kaki mungkin sulit sembuh dengan baik sehingga bisa meningkatkan risiko yang lebih serius. Diagnosa Tendon Achilles Robek Dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat pasien berjalan atau berlari, hal ini bertujuan untuk mencari masalah yang menjadi penyebab robekan pada tendon achilles. Sebab, terkadang cedera ini dikira hanya kaki terkilir. Kemudian, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan tes menekan betis. Dokter menekan otot betis pada kaki yang sehat, hal ini untuk membuat kaki bergerak. Selanjutnya, dokter melakukan hal yang sama pada kaki cedera. Jika tendon achilles robek, maka kaki tidak akan bergerak karena otot betis tidak terhubung ke kaki. Dokter mungkin juga akan menguji rentang gerak pasien untuk melihat pergerakan pergelangan kaki apakah seperti yang seharusnya. Selain itu, pemeriksaan tendon achilles kaki robek bisa dengan alat tes pencitraan gambar seperti sinar-X atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan ini bisa menampilkan kerusakan tendon apakah ringan atau parah. Pengobatan Tendon Achilles Kaki Robek Cara penanganan tendon kaki robekan umumnya tergantung tingkat keparahan dan zebelama lama mengalami kondisi tersebut. Berikut ini ada beberapa cara mengobati tendon achilles robek yang biasa disarankan dokter, yaitu: 1. Pengobatan Non-bedah Pengobatan non bedah adalah perawatan tendon achilles kaki robekan dilakukan dengan mengupayakan meredakan rasa sakit dan bengkak pada kaki, seperti: Istirahatkan kaki yang cedera dengan tongkat penopang Tempelkan es pada area yang akot selama 20 menit Kompres pada kaki yang sakit untuk meredakan bengkak Mengangkat kaki yang nyeri lebih tinggi agar aliran darah balik Tindakan penanganan tanpa pembedahan untuk menghindari adanya infeksi yang terjadi akibat pembedahan. Namun, jika dokter menyarankan untuk pengobatan dengan pembedahan, maka pasien harus mengikuti prosedur operasi. 2. Pengobatan Pembedahan Prosedur operasi untuk mengatasi tendon achilles kaki robekan dengan membuat sayatan di belakang kaki bagian bawah, lalu tendon robek akan dijahit agar tersambung kembali, menyatu dan... - Published: 2023-07-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/chikungunya/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Selama ini kebanyakan orang mengenal Aedes aegypti sebagai nyamuk yang dapat memicu penyakit demam berdarah. Mungkin belum banyak yang tahu, nyamuk ini juga bisa membuat orang mengalami penyakit lain, yakni chikungunya. Meski sama-sama terjadi karena nyamuk Aedes, chikungunya sama sekali berbeda dengan demam berdarah. Mengenal Chikungunya Chikungunya adalah penyakit virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes. Selain Aedes aegypti, nyamuk Aedes albopictus kerap menjadi perantara penyebaran penyakit ini. Virus chikungunya lebih banyak menyebar di kawasan tropis dan menyebabkan wabah demam chikungunya berulang. Demam chikungunya ditandai dengan artralgia (nyeri sendi) dan myalgia (nyeri otot) yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan dapat menyebabkan efek yang merusak pada kesehatan, kualitas hidup, dan produktivitas ekonomi. Demam ini mirip dengan yang terjadi ketika orang terkena demam berdarah. Banyak pasien yang mengeluh merasa tulangnya terasa sakit saat terinfeksi chikungunya. Karena itu, penyakit ini juga kerap disebut sebagai flu tulang. Chikungunya hanya bisa menyebar lewat perantara nyamuk. Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat khusus untuk menangani infeksi virus chikungunya. Gejala Menurut Pan American Health Organization, gejala chikungunya biasanya mulai muncul 4-8 hari setelah gigitan nyamuk, tapi bisa juga terjadi kapan pun dalam jangka waktu 2-12 hari. Gejala yang utama adalah demam tinggi dan sekujur badan terasa sakit-sakitan. Gejala lain meliputi: Sakit kepala Nyeri otot Nyeri sendi Ruam kulit Nyeri pada mata Mual dan muntah Gejala ini bisa berlangsung selama beberapa minggu. Sebagian besar pasien membaik dalam satu minggu. Namun ada juga yang mengalami gejala berkepanjangan dan mempengaruhi kualitas hidupnya. Penyebab Penyebab penyakit chikungunya adalah virus chikungunya. Virus ini berasal dari famili Togaviridae dan genus Alphavirus. Virus ini menyebar lewat gigitan beberapa jenis nyamuk, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk tersebut berperan sebagai perantara atau vektor penyebaran virus. Prosesnya adalah nyamuk menggigit manusia yang telah terinfeksi virus chikungunya. Lantas ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain, ia sekaligus menyebabkan infeksi pada orang tersebut. Virus itu menyebar lewat aliran darah dan memicu infeksi sistemik. Sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terkena chikungunya antara lain: Tinggal atau mendatangi tempat yang tercatat memiliki kasus chikungunya Kurang menjaga kebersihan lingkungan rumah sehingga banyak sarang nyamuk Kondisi cuaca dan iklim cocok untuk perkembangbiakan nyamuk, misalnya musim hujan yang lembap dan hangat Berusia dewasa; anak-anak lebih jarang terinfeksi virus chikungunya Sistem imun tubuh lemah karena masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, HIV, dan penyakit autoimun Cara Dokter Mendiagnosis Chikungunya Dokter umumnya akan menjalankan serangkaian tes dan pemeriksaan fisik sebagai cara mendiagnosis chikungunya. Beberapa metode yang umum digunakan untuk mendiagnosis chikungunya antara lain: Pemeriksaan fisik untuk mengecek tanda dan gejala chikungunya. Tes serologis untuk mendeteksi aktivitas antibodi terhadap virus chikungunya dalam darah. Tes dilakukan dengan sampel darah pasien. Tes ini juga bisa berfungsi memastikan penyakit yang dialami adalah chikungunya, bukan penyakit lain yang punya gejala serupa. Tes reaksi berantai polimerase (PCR) untuk mendeteksi DNA virus chikungunya dalam darah pasien. Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan ini mencakup tes laboratorium tambahan, termasuk tes darah lengkap dan tes fungsi hati. Cara Mengatasi Chikungunya Belum ada obat yang terbukti dapat menyembuhkan pasien chikungunya. Namun ada sederet cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi chikungunya. Contohnya: Mencegah dehidrasi dengan minum banyak air putih Mengistirahatkan tubuh untuk memperkuat sistem imun dalam melawan infeksi Mengonsumsi obat pereda nyeri, misalnya parasetamol Fisioterapi dan olahraga ringan untuk meredakan rasa sakit dan kaku di sendi Guna mencegah risiko perdarahan, hindari konsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid seperti aspirin dan ibuprofen. Komplikasi Chikungunya pada umumnya tak mendatangkan konsekuensi serius. Tapi tetap ada risiko komplikasi yang bisa terjadi, seperti: Gangguan pada sistem saraf pusat, misalnya meningitis atau ensefalitis. Artritis atau nyeri sendi kronis yang berlangsung berbulan-bulan Masalah kesehatan pada janin bagi calon ibu yang mengandung Masalah mental, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur Menurunnya kualitas hidup Pencegahan Belum ada vaksin yang dapat mencegah penyebaran virus chikungunya. Namun seringnya orang hanya mengalami chikungunya sekali seumur hidup karena telah mengembangkan antibodi yang dapat melawan virus tersebut di kemudian hari. Cara lainnya: Menggunakan produk repelen insektisida untuk mencegah gigitan nyamuk Menjaga kebersihan lingkungan rumah agar nyamuk tak punya tempat untuk berkembang biak, pastikan tak ada genangan di barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk Hindari tempat-tempat yang kerap menjadi sarang nyamuk, misalnya barang bekas yang dipenuhi genangan air atau kolam yang tak lagi difungsikan tapi masih dipenuhi air Memakai kelambu ketika tidur Bila berada di daerah yang terjangkit chikungunya, kenakan pakaian yang menutup sebagian besar tubuh seperti kemeja lengan panjang dan celana panjang serta sepatu Kapan Harus ke Dokter? Jika merasakan gejala letih lesu dan tulang seperti sakit semua, datangi dokter untuk memeriksakan diri. Terutama jika ada orang di sekitar tempat tinggal yang terjangkit chikungunya atau merasakan gejala yang serupa. Meski pasien pada umumnya dapat sembuh sendiri, dibutuhkan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien. Narasumber dr. Barry Anggara Putra, Sp. PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-07-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/chancroid/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ada beragam jenis penyakit menular seksual yang mesti menjadi perhatian masyarakat. Chancroid adalah satu di antaranya. Penyakit ini sangat mudah menular dan pernah tercatat sebagai penyakit menular seksual dengan jumlah kasus yang tinggi di seluruh dunia. Masyarakat perlu memahami penyakit yang merupakan salah satu faktor risiko penularan HIV ini. Mengenal Chancroid Chancroid adalah penyakit menular seksual (PMS) akibat infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Penyakit ini umumnya menyebar lewat hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi, tapi bisa juga melalui kontak dengan cairan tubuh dari luka chancroid. Chancroid bisa terjadi pada laki-laki ataupun perempuan. Data UNAIDS dan WHO menyebutkan terdapat 6 juta kasus chancroid tiap tahun secara global. Namun saat ini chancroid tergolong jarang terjadi dan jumlah kasusnya menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun terutama di negara yang telah memiliki infrastruktur baik. Walau sangat menular, penyakit ini relatif mudah disembuhkan. Penyakit ini ditandai dengan keberadaan luka pada alat kelamin atau area sekitarnya yang terasa menyakitkan. Pada pria, chancroid biasanya menyerang penis dan pangkal paha atau area yang kerap terkena gesekan saat berhubungan seksual. Sedangkan pada wanita, bagian yang terpengaruh umumnya area genital luar seperti labia, klitoris, dan vagina. Tapi tanda dan gejala penyakit ini pada kalangan wanita lebih sulit terdeteksi daripada pria. Gejala Gejala chancroid umumnya muncul dalam 4-10 hari setelah paparan seksual. Biasanya akan muncul pustula (gelembung pada kulit berisi nanah) yang kecil dan kemerahan di area genital yang kemudian pecah dalam satu atau dua hari sehingga timbul luka terbuka. Ukuran luka ini bervariasi, dari kecil hingga besar, dan terasa sakit. Luka bisa muncul tersendiri atau dalam kelompok kecil dan biasanya disertai pembengkakan kelenjar getah bening di area panggul atau selangkangan. Gejala lain yang biasanya muncul termasuk: Demam Sakit kepala Kelelahan Perdarahan dari rektum Sakit saat buang air besar/air kecil Sakit saat berhubungan seksual Keputihan Penyebab Penyebab penyakit menular seksual chancroid adalah bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri ini bisa masuk ke tubuh lewat luka terbuka atau lecet pada kulit atau selaput lendir di alat kelamin atau area sekitarnya ketika berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan peradangan pada alat kelamin hingga timbul luka berukuran kecil hingga besar. Penyakit menular seksual ini juga bisa menyebar lewat kontak dengan darah atau cairan dari luka itu. Penularan bisa terjadi dalam kontak seksual vaginal atau oral dan lebih kerap terjadi pada pria ketimbang wanita. Faktor risiko yang berpengaruh antara lain: Berhubungan seksual tanpa kondom Bergonta-ganti pasangan seksual Pernah terkena penyakit menular seksual sebelumnya Cara Dokter Mendiagnosis Chancroid Saat ini belum ada tes laboratorium yang bisa segera mengonfirmasi diagnosis chancroid. Karena itu, diagnosis ditegakkan berdasarkan penilaian klinis. Menurut Centres for Disease Control and Prevention, ada kemungkinan diagnosis bisa ditegakkan jika: Terdapat satu atau lebih luka pada area genital yang terasa sakit Luka di area genital dan, jika ada, pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan khas chancroid Tidak ada bukti infeksi sifilis dari pengujian tes atau dari tes darah yang dilakukan minimal 7 hari setelah timbulnya luka Hasil tes swab pada luka untuk mengecek virus herpes simpleks negatif Dokter juga akan membuat diagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyai pasien tentang gejala yang dialaminya. Cara Mengatasi Chancroid Penanganan chancroid yang tepat bisa menyembuhkan infeksi, mengurangi risiko komplikasi, dan mencegah penularan. Penanganan harus langsung dilakukan sesaat setelah ada dugaan chancroid. Kunci pengobatan chancroid melibatkan penggunaan antibiotik. Antibiotik juga bisa membantu mengurangi risiko jaringan parut setelah luka sembuh. Dokter akan meresepkan antibiotik yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan, contohnya azitromisin atau seftriakson. Jika ada gelembung nanah, dokter akan memecahkannya agar kering serta mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Selama masa pengobatan itu, pasien akan diminta beristirahat yang cukup dan menghindari aktivitas seksual serta membersihkan area genital dengan air dan sabun yang tidak mengandung bahan kimia keras. Untuk meredakan rasa nyeri, dokter juga bisa meresepkan obat seperti parasetamol atau ibuprofen. Komplikasi Chancroid bisa menimbulkan komplikasi jika tak mendapat perawatan secepatnya. Komplikasi itu antara lain: Superinfeksi, yakni sel yang terinfeksi terkena infeksi lagi oleh bakteri lain Luka menjadi borok dan menyebar di area sekitarnya Masalah kesehatan reproduksi Lebih berisiko terkena penyakit menular seksual lain, termasuk HIV Pencegahan Chancroid menyebar lewat hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Maka satu-satunya cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular seksual ini adalah tidak melakukan aktivitas seksual sama sekali. Namun untuk mengurangi risiko tertular, caranya adalah mempraktikkan perilaku seks yang aman. Misalnya menggunakan kondom dengan benar dan tidak bergonta-ganti pasangan serta menjaga kebersihan area genital. Kapan Harus ke Dokter? Segera kontak dokter untuk menjadwalkan konsultasi jika ada gejala chancroid, terutama setelah berhubungan seksual dengan pasangan yang mengalami atau diduga terkena penyakit menular seksual. Narasumber dr. Agni Anastasia, Sp. KK Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-07-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cheilitis-angular/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Luka pada sudut bibir atau cheilitis angular termasuk masalah kesehatan yang umum, tapi tetap perlu mendapat perhatian. Penyakit ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Pemahaman lebih lanjut mengenai kondisi ini dapat mencegah komplikasi yang bisa berdampak panjang pada kesehatan. Mengenal Cheilitis Angular Air liur sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. Tapi air liur juga bisa menjadi faktor penting penyebab penyakit karena dikenal sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi berbagai kuman. Salah satunya adalah cheilitis angular. Cheilitis angular adalah kondisi peradangan kulit pada sudut bibir yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan karena terasa perih, kering, panas, dan gatal. Penyakit yang juga kerap disebut perleche atau stomatitis angularis ini secara umum tidak membahayakan jiwa, tapi dapat menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya. Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalami cheilitis angular. Kebiasaan menjilati ujung bibir dengan air liur terutama saat bibir terasa kering memperbesar risiko terkena penyakit ini karena air liur merupakan sarang bakteri. Ketika air liur menumpuk, peluang terjadinya infeksi akan lebih besar termasuk pada sudut bibir. Gejala Tanda dan gejala cheilitis angular bisa diamati pada kulit di area sudut bibir, seperti: Ruam merah Kering Pecah-pecah Retakan Bercak putih atau kuning Gatal Selain itu, sudut bibir akan terasa nyeri atau perih seperti terbakar ketika membuka mulut, termasuk saat menyuap makanan dan tertawa. Orang yang terkena cheilitis angular juga mungkin mengalami sariawan dan ruam di bagian bawah wajah. Langit-langit mulut juga bisa berwarna kemerahan. Seperti dikutip dari National Library of Medicine, gejala cheilitis angular seringkali ringan dan tak mendapat penanganan selama bertahun-tahun hingga memerlukan perhatian medis. Penyebab Cheilitis angular disebabkan oleh infeksi kuman, seperti bakteri, virus, atau jamur. Di antaranya jamur Candida albicans dan bakteri Staphylococcus aureus. Kuman ini bisa berkembang biak dan menyebabkan infeksi di sudut bibir akibat penumpukan air liur. Saat air liur di sudut bibir mengering, kulit rentan mengalami pecah-pecah dan timbul luka. Orang yang merasa bibirnya kering cenderung ingin menjilatinya untuk mengatasinya. Namun luka yang terjadi di sudut bibir justru bisa terinfeksi karena lingkungan lembap bisa menjadi tempat berkembang biak yang mendukung bagi kuman. Keberadaan kuman itu pada akhirnya bisa menyebabkan peradangan pada sudut bibir. Faktor yang meningkatkan risiko terkena cheilitis angular antara lain: Kekurangan nutrisi, terutama vitamin B, zat besi, dan seng Masalah kesehatan yang melemahkan sistem imun tubuh, misalnya diabetes dan HIV/AIDS Kebiasaan menjilati bibir Penggunaan alat kosmetik bibir yang tidak higienis Kebiasaan merokok Gigi tak sejajar Pemasangan gigi palsu tidak tepat Sering mengeluarkan air liur ketika tidur Kebiasaan mengisap jempol atau dot Sering mengenakan masker dalam jangka waktu lama Cara Dokter Mendiagnosis Cheilitis Angular Dokter mendiagnosis cheilitis angular dengan cara memeriksa gejala yang dialami pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati langsung kondisi kulit pada sudut bibir untuk mengidentifikasi infeksi yang terjadi. Dokter juga akan menanyakan kebiasaan pasien yang mungkin mempengaruhi kemunculan kondisi tersebut. Beberapa kondisi lain memiliki gejala yang mirip dengan cheilitis angular, seperti herpes labialis. Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter mungkin perlu mengambil sampel dari sudut bibir dan dalam hidung dengan dan mengirimnya ke laboratorium untuk memastikan jenis bakteri atau jamur yang mungkin ada di dalamnya. Cara Mengatasi Cheilitis Angular Penanganan cheilitis angular bergantung pada penyebabnya. Untuk peradangan yang terjadi akibat infeksi bakteri, dokter bisa meresepkan obat antibiotik baik dalam bentuk oles maupun yang diminum. Adapun bila penyebabnya adalah jamur, dokter biasanya akan meresepkan obat oles antijamur. Selain itu, perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi cheilitis angular antara lain: Membersihkan kulit pada sudut bibir dengan air hangat dan sabun dengan kandungan bahan kimia yang ringan Menambah asupan vitamin B kompleks, zat besi, dan seng Menghentikan kebiasaan menjilati bibir Lebih memperhatikan kebersihan mulut dan gigi Mengoleskan minyak petroleum jelly ke bibir Komplikasi Bila tak ditangani dengan tepat, cheilitis angular bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi yang lebih serius dan bersifat kronis atau tak kunjung sembuh dalam jangka waktu panjang. Kondisi kronis ini bisa membuat kulit pada sudut bibir mengalami penebalan sehingga pasien sulit untuk berbicara atau makan. Bibir juga bisa mengalami kerusakan permanen. Akibatnya, kualitas hidup pasien bisa menurun. Pencegahan Cara utama untuk mencegah cheilitis angular adalah dengan rutin menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut, termasuk bibir. Di antaranya: Menghindari kebiasaan menjilati atau menggigiti bibir Rutin membersihkan area luar mulut dengan air dan sabun Menghindari kebiasaan merokok Menjaga asupan nutrisi dengan gizi seimbang, terutama vitamin B kompleks Tidak menggunakan alat kosmetik bibir yang tercemar atau sudah tersimpan terlalu lama Kapan Harus ke Dokter? Cheilitis angular membutuhkan perawatan medis untuk mencegah komplikasi. Jika merasa bibir kering, luka, atau pecah-pecah, hindari menggunakan air liur untuk membasahinya. Sebaiknya segera datangi dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. Narasumber dr. Agni Anastasia, Sp. KK Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-07-26 - Modified: 2023-07-26 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-leher-saat-gym/ - Kategori: Sport Clinic - Tag: cedera leher saat gym, gangguan kesehatan, whiplash injury Meski dengan prosedur yang benar, masih ada kemungkinan seseorang mengalami cedera leher saat gym. Selain berfokus membentuk otot, saat gym juga perlu memperhatikan beberapa hal termasuk tidak memaksakan diri untuk angkat beban di luar batas kemampuan. Bagi para pemula, penting untuk mendapatkan bimbingan dari profesional agar agar terhindar dari berbagai kemungkinan buruk. Gym perlu dimulai dari dasar terlebih dahulu sesuai anjuran coach. Sekilas Mengenai Cedera Leher Cedera leher atau whiplash injury merupakan gangguan kesehatan yang muncul akibat pergerakan cepat, tiba-tiba, dan kuat baik berasal dari depan, samping, maupun belakang area kepala. Pada sebagian besar kasus, cedera ini muncul karena kecelakaan kendaraan, namun tidak menutup kemungkinan muncul juga pada kasus kecelakaan olahraga, orang yang mendapat tindak kekerasan, dan jatuh dari ketinggian. Tingkat penyembuhannya bisa saja cepat atau lambat tergantung dari kondisi pendirtanya sendiri serta keparahan cederanya. Kabar baiknya, ada sebagian besar orang yang mengalami cedera leher bisa sembuh dalam waktu singkat setelah menjalankan pengobatan dan pemulihan secara intensif. Namun, tidak sedikit juga yang perlu melakukan berbagai tindakan medis untuk menyembuhkannya karena cedera yang mereka alami cukup fatal. Gejala-Gejala Cedera Leher saat Gym Meski tidak tampak di pandangan, tetapi sebenarnya cedera leher mudah penderitanya ketahui. Setelah mengalami insiden saat gym, gejala-gejala akan muncul dalam kurun waktu 24 jam dan bertahan hingga berhari-hari sampai berminggu-minggu bahkan lebih. Parah atau tidaknya cedera sangat berpengaruh pada gejala yang muncul. Secara umum, seseorang akan mengalami gejala sebagai berikut: Rasa kelelahan yang muncul dalam jangka waktu lama Timbulnya nyeri pada leher Tiba-tiba leher terasa kaku sehingga sulit menengok atau mengangguk Kepala bagian bawah tengkorak terasa sakit Bagu, punggung, dan lengan terasa nyeri Pusing, berkunang-kunang Penglihatan memburam Ada beberapa gejala lain yang sebenarnya jarang terjadi namun tetap ada kemungkinan muncul pada penderitanya, yaitu: Sulit mendengar dengan jelas karena telinga terus berdenging Tidur menjadi tidak nyenyak Daya ingat dan konsentrasi menurun drastis Menjadi mudah marah Penderita bisa sampai mengalami depresi Timbulnya nyeri yang amat sangat di bagian leher Pada sebagian pasien, gejala-gejalanya muncul setelah beberapa hari mengalami insiden gym. Untuk mencegah hal-hal yang tidak Anda harapkan, sebaiknya waspadai perubahan fisik di area leher serta tanda-tandanya. Ada kalanya kesemutan dan mati rasa pada bahu, lengan, dan sepanjang tangan akan muncul pasca insiden. Apabila sudah merasakannya, segera hubungi ahli medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penyebab Cedera Leher Pergerakan tiba-tiba atau dalam intensitas cepat merupakan faktor utama mengapa seseorang bisa mengalami cedera leher. Pada kasus cedera leher setelah gym, umumnya akan muncul ketika seseorang mengalami suatu insiden. Mengangkat beban terlalu berat, terpukul dengan kencang, atau tertimpa benda berat merupakan faktor penyebab yang meningkatkan orang mengalami cedera leher. Namun pada sebagian penderita, gejalanya tidak langsung muncul setelah insiden. Biasanya hal ini membuat dokter sulit mendiagnosa. Untuk itu, pastikan selalu berhati-hati selama menjalankan kegiatan gym. Jangan lupa periksakan ke dokter setelah mengalami suatu insiden. Cara Dokter Mendiagnosa Untuk mendiagnosa pasiennya, dokter akan menanyakan terlebih dahulu insiden sebelumnya, kemudian berlanjut pada gejala-gejala yang mereka rasakan. Supaya dokter bisa mendiagnosa dengan tepat, maka akan dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti: X-ray: Merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan energi elektromagnetik untuk memperoleh gambar bagian jaringan internal, tulang, dan organ dalam. Magnetic resonance imaging (MRI): Cedera organ dalam, dokter juga sering menjalankan prosedur MRI. Tujuannya untuk melihat struktur jaringan lunak dalam tubuh. Pemindaian Computer tomography (CT scan): pemeriksaan menggunakan gabungan dari X-ray dan teknologi komputer dalam menghasilkan gambar dari dalam tubuh. Cara Mengatasi Cedera Leher Saat Gym Mengatasi cedera leher tidak boleh Anda lakukan secara sembarangan. Takutnya malah akan timbul masalah kesehatan kronis. Untuk penanganan pertama, coba lakukan hal-hal berikut: 1. Mengompres Leher dengan Air Hangat atau Es Pada cedera leher, Anda dapat memilih ingin mengompres menggunakan air hangat atau es. Hanya saja sebelum itu ketahui tata cara yang paling tepat. Jika ingin mengompres menggunakan es, sebaiknya untuk memasukkan es pada cool pack atau handuk. Hindari menyentuhkan es langsung ke leher yang cedera supaya tidka sampai menyebabkan cedera kulit. Sedangkan untuk penerapan air hangat, usahakan juga menggunakan handuk. Caranya yaitu dengan mencelupkan terlebih dahulu handuk tersebut ke air hangat kemudian tinggal tempelkan ke bagian leher yang sakit. Lakukan tindakan ini selama kurang lebih 20-30 menit dan lakukan 3-4 hari sekali dalam kurun waktu 2-3 hari kedepan. 2. Istirahat Cukup Apabila mengalami insiden di tempat gym, usahakan langsung istirahat dengan nyaman. Jangan memaksakan diri untuk terus melakukan gym pada step selanjutnya. Tunggu hingga kondisi benar-benar pulih, baru lakukan kegiatan gym kembali secara rutin. 3. Mengkonsumsi Obat Pereda Rasa Sakit Bagi yang ingin mengkonsumsi obat pereda nyeri, kami sarankan untuk memeriksakan kondisi terlebih dahulu ke dokter. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui secara jelas tingkat keparahan cedera dan apa obat paling tepat. Biasanya, dokter akan memberikan beberapa jenis obat pereda nyeri, seperti Tylenol, paracetamol, ibuprofen, atau aspirin. Khusus yang tidak ingin menjalankan perawatan medis, termasuk mengkonsumsi obat-obatan kimia, coba langkah-langkah penyembuhan berikut: Pijat untuk meringankan beberapa ketegangan pada otot leher Akupunktur Chiropractic Stimulasi saraf... - Published: 2023-07-09 - Modified: 2023-07-09 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penurunan-curah-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: cardiac output, kesehatan jantung, penurunan curah jantung Istilah curah jantung atau cardiac output memang cukup jarang terdengar, namun sebenarnya dapat menjadi gambaran kesehatan jantung seseorang. Faktanya, pada jantung manusia bisa mengalami penurunan curah jantung atau kenaikan. Jantung yang mengalami penurunan curah jantung saja tidak langsung disebut tidak normal. Ada standar tersendiri yang umumnya dokter gunakan untuk mendiagnosa apakah curah jantung pasiennya masih normal atau sudah mengalami masalah. Apa Sebenarnya Penurunan Curah Jantung? Begini Penjelasannya Curah jantung adalah jumlah darah yang dikeluarkan oleh jantung dalam waktu satu menit. Penghitungan curah jantung berpatokan pada hasil perkalian antara jumlah detak jantung per menit dengan jumlah darah yang dikeluarkan oleh jantung dalam satu detakan. Untuk teknik pengukurannya sendiri ada beberapa cara, dan cara yang paling sering digunakan yaitu dengan pemeriksaan USG jantung atau ekokardiografi Curah jantung tiap orang bisa berbeda-beda, termasuk antara orang dewasa dan anak-anak. Ada juga faktor lain yang menyebabkannya berbeda yaitu faktor usia dan kondisi kesehatan seseorang. Umumnya, orang dewasa memiliki cardiac output sebanyak 5 liter saat istirahat. Hal ini berarti jantung manusia mampu memompa sebanyak 5 liter darah setiap satu menitnya. Berbeda saat aktifitas fisik misalnya saat berlari, seringkali cardiac output akan mengalami peningkatan. Peningkatannya bisa mencapai 3-4 kali lipat. Tidak perlu kaget, kondisi ini sangat normal terjadi karena pada saat itu jantung sedang memastikan tubuh mendapatkan pasokan darah sesuai kebutuhannya. Bukan hanya saat aktivitas fisik, curah jantung juga akan meningkat selama masa kehamilan. Peningkatannya bahkan mencapai 30 - 50%, namun hal tersebut memang normal terjadi. Gejala Penurunan Curah Jantung yang Patut Kamu Waspadai Pada beberapa kondisi, penurunan curah jantung memang sangat bisa terjadi. Jika masih dalam batas normal, tentu tidak masalah. Akan tetapi apabila sudah merasakan gejala-gejala seperti di bawah ini maka harus sesegera mungkin memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tubuh menjadi lebih lemah sehingga tidak mampu menjalankan kegiatan fisik seperti berolahraga atau lainnya. Mengalami kelelahan yang parah meski tidak sedang menjalankan banyak kegiatan pada waktu itu. Munculnya bengkak di area kaki Mengalami sesak napas meski sebelumnya tidak memiliki riwayat asma atau penyakit pernafasan lain. Timbulnya mual hingga muntah yang sering terjadi Perut membesar Penyebab Penurunan Curah Jantung Ada beberapa faktor yang menyebabkan curah jantung mengalami penurunan. Sangat patut untuk mewaspadainya supaya tidak sampai memicu munculnya masalah berat. Ingin tahu apa saja itu? Penjelasannya sebagai berikut: 1. Perikarditis Konstriktif Seorang yang dengan masalah perikarditis konstriktif akan mengalami kekakuan pada selaput pembungkus jantung. Alhasil, kemampuannya untuk memompa darah menjadi terganggu sehingga memicu penurunan curah jantung. 2. Stenosis Aorta Bagi yang belum tahu Stenosis Aorta merupakan kondisi di mana pembuluh darah aorta mengalami penyempitan. Akhirnya timbul masalah berupa aliran darah dari jantung ke aorta menjadi berkurang, tergantung dari tingkat penyempitannya. 3. Atrial Fibrilasi Gejala umum yang penderita atrial fibrilasi rasakan adalah jantung berdebar-debar tidak beraturan, pusing, lemas, sesak napas, dan nyeri dada. Galanya biasanya berlangsung cukup lama, untuk itu perlu sesegera mungkin memeriksakannya ke dokter sebelum menjadi parah. 4. Serangan jantung Pasti sudah banyak orang yang tidak asing dengan serangan jantung. Penyakit satu ini mampu membuat curah jantung menjadi menurun. Penyebabnya karena pada saat terjadi serangan jantung, aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen untuk kinerja jantung mengalami penurunan. 5. Tekanan darah tinggi Seorang yang menderita tekanan darah tinggi lebih rentan mengalami penurunan curah jantung. Terjadilah peningkatan tekanan pada arteri karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke pembuluh arteri. 6. Lanjut Usia Pada lansia, curah jantung akan menurun. Penyebabnya yaitu melemahnya kinerja jantung akibat faktor usia. Alhasil jantung tidak dapat memompa darah dengan jumlah seperti ketika muda dulu. Cara Dokter Mendiagnosa Ada serangkaian pemeriksaan yang dokter lakukan untuk mendiagnosa apakah pasiennya mengalami penurunan curah jantung atau tidak. Pertama-tama, pemeriksaan dilakukan dengan menanyakan keluhannya dan melihat kondisi fisik pasien. Pada beberapa kasus, pasien akan merasakan irama jantung tidak seperti biasanya. Apabila terdeteksi adanya tanda-tanda tersebut, pemeriksaan berlanjut pada tahap berikutnya yaitu pencatatan irama dan bunyi nafas, memeriksa tingkat kesadaran, dan memeriksa bunyi detak jantungnya. Serangkaian pemeriksaan tersebut berfungsi untuk melihat seberapa pengaruh penurunan curah jantung. Sebab, kondisi tersebut memberikan pengaruh buruk termasuk memicu kecemasan, perubahan tingkat kesadaran, penurunan saturasi oksigen di vena serta arteri, dan lain sebagainya. Pengobatan Penurunan Curah Jantung Untuk mencegah masalah ini menjadi lebih parah, ada langkah-langkah yang diambil oleh pihak medis. Misalnya seperti berikut ini: 1. Memberikan Oksigen Tambahan Pada pasien yang mengalami sesak nafas, pengobatan akan melibatkan pemasangan oksigen. Biasanya hal ini terjadi pada pasien gagal jantung yang detak jantungnya meningkat saat terjadi peningkatan kebutuhan oksigen. 2. Pemberian Obat Sesuai Keluhan Pasien Pada penderita sakit jantung, obatnya berupa angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, digoxin, dan beta-blocker seperti carvedilol. Selain memberikan obat-obatan, dokter juga akan melakukan terapi seperti vasodilator, antiaritmia, digitalis, diuretik, inhibitor enzim pengubah angiotensin, dan agen inotropik. 3. Terapi Detak Jantung Apabila penyebab penurunan curah jantung karena gagal jantung, pasien perlu menjalankan serangkaian terapi untuk menormalkan detak jantungnya. Dengan terapi rutin, biasanya detak jantung akan kembali normal sehingga kapasitas... - Published: 2023-07-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyumbatan-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Tag: jantung tersumbat, kesehatan jantung, penyumbatan jantung - Translation Priorities: Optional Jantung merupakan organ vital manusia yang memiliki peran begitu penting, fungsinya adalah memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Oleh karenanya perlu menjaganya agar berbagai masalah kesehatan jantung tidak sampai muncul, termasuk salah satunya penyumbatan jantung. Ada berbagai alasan mengapa penyumbatan jantung sampai terjadi. Saat merasakan gejala-gejalanya, sebaiknya tidak mengabaikannya begitu saja dan sesegera mungkin melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mengetahui Apa Itu Penyumbatan Jantung Ada beberapa hal yang membuat jantung mengalami gangguan, misalnya saja penyumbatan jantung. Gangguan tersebut menyerang pembuluh darah koroner sehingga memicu munculnya sejumlah penyakit serius hingga kematian. Oleh karenanya penting untuk mewaspadai terjadinya penyumbatan. Jangan biarkan gaya hidup tidak sehat mempengaruhi kesehatan jantung. Sebab akibat yang muncul nantinya bisa sangat mengerikan. Gejala yang Timbul Karena Jantung Tersumbat Sesuai penyebutannya. jantung tersumbat timbul karena adanya penyempitan pada pembuluh darah koroner. Di awal-awal, mungkin penderitanya tidak begitu merasakan gejala-gejalanya. Namun ketika kondisinya semakin buruk, biasanya akan muncul gejala seperti: 1. Serangan Jantung Ketika pembuluh darah sudah tersumbat total, maka akan terjadi serangan jantung. Kondisi ini terjadi karena tidak ada pasokan darah yang cukup yang masuk ke jantung sehingga kinerja jantung akan terganggu. Sebelum terjadi kerusakan permanen, penanganan sesegera mungkin akan menurunkan risiko terjadinya kondisi lebih buruk. Biasanya, serangan jantung akan diawali dengan angina pektoris yang berlangsung kurang lebih 15 menit. Untuk gejala lainnya yaitu mual, lemas, pusing, dan pasien mengeluarkan keringat dingin. 2. Pusing dan Kelelahan Penyumbatan di saluran jantung menyebabkan jantung harus bekerja lebih ekstra. Tubuh biasanya akan memberikan respon berupa mudah mengalami kelelahan meskipun tidak melakukan kegiatan berat. Pusing dan kelelahan juga menjadi tanda masalah kesehatan jantung, pemeriksaan lebih lanjut sangat perlu dokter lakukan. Tujuannya untuk mendapatkan hasil diagnosis yang benar. 3. Sesak Napas Ketika jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan organ-organ tubuh, pengaruh paling terasa yaitu di pernafasan yang terganggu. Gejala yang timbul adalah manusia menjadi kesulitan bernafas meski saat itu sedang tidak flu atau tidak memiliki riwayat asma. Kondisi ini akan terus memburuk apabila tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, apalagi pasiennya melakukan aktivitas fisik terlalu tinggi atau mengalami stres. 4. Angina Pektoris Bagi yang asing dengan istilah ini, angina pektoris adalah kondisi dimana munculnya rasa nyeri akibat suplai darah ke jantung berkurang. Saat sumbatan semakin berat, kinerja jantung akan semakin terganggu. Pada pengidap penyumbatan jantung, angina pektoris seringkali muncul selama beberapa menit. Biasanya seorang yang kelelahan atau stres lebih sering merasakan gejala ini. Oleh sebab itu jaga agar tubuh tetap stabil dan tidak sampai mengalami stres berlebih. Penyebab Penyumbatan Jantung Paling Umum Terjadi Ada beberapa alasan mengapa jantung bisa tersumbat. Penyebab tersering adalah merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, umur tua, jenis kelamin laki laki, obesitas, dan riwayat penyakit tertentu. Penyumbatnya sendiri terbentuk dari penumpukan plak atau aterosklerosis. Penyebabnya yaitu kolesterol, sisa metabolisme, lemak, kalsium, dan bahan pembeku darah berjenis fibrin yang biasanya terdapat pada dinding pembuluh darah jantung. Akhirnya plak yang terbawa oleh darah akhirnya tertimbun di dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan plaknya menebal dan menghalangi aliran darah menuju jantung sehingga menyebabkan penyumbatan di aliran pembuluh darah jantung. Cara Mengatasi Penyumbatan Jantung Penanganan pertama yang dokter lakukan saat menemukan pasien penyumbatan jantung adalah dengan memeriksa kondisinya. Apabila kondisinya tidak begitu berat, pemberian obat merupakan solusi yang dokter ambil, beberapa jenis obatnya yaitu: Obat kolesterol: Bagi pasien yang kolesterolnya terdeteksi tinggi, untuk mengurangi resiko penyumbatan jantung yang lebih lanjut yaitu dengan memberikan obat penurun kolesterol. Aspirin: Manfaat obat tersebut adalah mencegah darah menggumpal yang berpotensi meyumbat jantung. Beta bloker : Pasien yang mengkonsumsi beta bloker akan merasakan detak jantung lebih stabil karena manfaatnya adalah untuk memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah. Penghambat saluran kalsium: Seringkali dokter meresepkan obat ini bersama dengan pemblokir beta. Nitrogliserin: Sebagai pengontrol nyeri dada dengan melebarkan arteri koroner. Penghambat enzim pengubah angiotensin dan penghambat reseptor angiotensin II. Kedua obat tersebut untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit arteri koroner berkembang. Selain dengan obat, pengobatan penyumbatan jantung juga melalui tindakan invasif. Tujuannya adalah untuk menghilangkan penumpukan plak di arteri dan mengatasi penyumbatan jantung. Prosedur paling umum yaitu memasang stent. Tindakan invasif selain memasang stent yaitu tindakan operasi cangkok bypass arteri koroner. Prosedur ini bertujuan untuk membuat aliran baru saluran pembuluh darah. Faktor Risiko Penyumbatan Jantung Penyumbatan jantung dapat terjadi pada siapapun. Namun penyakit satu ini lebih rentan menjangkit pada orang-orang yang memiliki faktor risikonya. Penasaran siapa saja itu? berikut daftarnya: Laki-laki yang berusia di atas 40 tahun Orang yang memiliki gen penyakit jantung Kadar kolesterol tinggi. Penderita diabetes Pengidap obesitas Orang dengan masalah tekanan darah tinggi Perokok aktif Memiliki gaya hidup tidak sehat, misalnya sering makan makanan tinggi lemak dan jarang olahraga. Pencegahan Paling Jitu Daripada mengobati, sebaiknya mencegah penyumbatan jantung terjadi dengan cara menjaga asupan makanan atau minuman yang masuk ke tubuh. Pastikan juga untuk menjaga berat badan agar tetap normal. Rajin berolahraga juga merupakan cara untuk menurunkan risiko terjadinya penyumbatan pada jantung. Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup... - Published: 2023-07-09 - Modified: 2023-07-09 - URL: https://primayahospital.com/jantung/jantung-buatan/ - Kategori: Penyakit Jantung - Tag: jantung buatan, transplantasi jantung, transplantasi jantung buatan Jantung merupakan organ vital bagi manusia. Jantung bertugas memompa darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh setiap saat. Tanpa jantung manusia tidak dapat hidup. Namun, bagi beberapa orang, jantung dapat tidak dapat berfungsi dengan baik. Bahkan ada kondisi jantung yang sulit diobati dengan obat-obatan maupun dengan tindakan intervensi dan pembedahan. Oleh karena itu pilihan terakhir berupa transplantasi atau penggantin jantung harus dilakukan. Pergantian jantung dapat dilakukan dengan menggunakan donor jantung orang lain atau dengan menggunakan jantung buatan. Pengembangan jantung buatan telah diupayakan oleh pusat-pusat pengembangan kardiovaskular mengingat transplantasi jantung dengan menggunaan donor jantung manusia memiliki keterbatasan dalam beberapa hal. Pengembangannya sendiri sudah lama, namun masih perlu proses pengkajian lebih lanjut supaya kinerjanya lebih stabil. Seperti yang kita tahu, jantung merupakan organ vital tubuh yang bertugas memompa darah. Karena bekerja secara mandiri tanpa pengaruh otak, kestabilannya memang perlu dijaga. Jantung buatan sendiri merupakan alat buatan yang bertugas menggantikan fungsi jantung untuk memompa darah ke paru- paru dan seluruh tubuh. Sering kali pemasangan jantung buatan dilakukan untuk sebagai “jembatan” atau terapi sementara sebelum dilakukan transplantasi jantung. Namun, adakalanya operasi jantung buatan ini dilakukan untuk menggantukan jantung secara permanen Penjelasan Singkat Mengenai Jantung Buatan Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Saat mengalami masalah, tentu saja kinerjanya akan menurun sehingga menyebabkan masalah-masalah pada tubuh. Melihat betapa pentingnya fungsi jantung pada tubuh manusia, para ilmuwan kemudian mengembangkan jantung buatan. Bagi yang belum tahu, jantung buatan adalah protesis yang berfungsi untuk menggantikan fungsi jantung biologis. Sistem kinerja jantung buatan berada di luar tubuh manusia yang komponennya tersusun atas pintas jantung-paru. Orang pertama yang menggunakan jantung buatan adalah Barney Clark. Pada tahun 1982, ia melakukan operasi transplantasi jantung buatan yang bernama Jarvik-7. Setelah 112 hari pemasangannya, Barney Clark terkonfirmasi meninggal dunia. Pembuat Jarvik-7 merupakan seorang ilmuwan bernama Robert Jarvik. Versi pertamanya, Jarvik-7 terbuat dari perangkat plastik dan logam. Fungsi alatnya Jarvik desain seperti jantung biologis yaitu dapat memompa darah. Setelah kematian Clark yaitu seorang yang mengalami disfungsi jantung, banyak pihak mulai mengembangkan jantung buatan. Syarat Orang yang Bisa Melakukan Transplantasi Jantung Buatan Untuk dilakukan transplantasi jantung buatan harus memenuhi beberapa persyaratan. Hal ini merupakan prosedur keamanan dan keselamatan pasien. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain : Pasien mengalami gagal jantung yang cukup parah dan berisiko mengalami kematian Peluang hidupnya sudah sangat rendah karena jantungnya sudah tidak berfungsi dengan benar Bukan seorang perokok Kondisi tubuhnya memungkinkan untuk menjalankan prosedur operasi besar. Orang yang transplantasi jantung harus bersedia dan bisa mengikuti seluruh program medis Transplantasi paling dokter sarankan ketika pasien mengalami kondisi kesehatan sebagai berikut: Memiliki riwayat penyakit kanker atau penyakit lain yang berisiko besar terhadap kondisi tubuh Sudah berusia lanjut yang kemampuan tubuhnya untuk menyembuhkan diri sudah semakin melemah Memiliki penyakit lain berupa infeksi parah, atau obesitas. Jenis-Jenis Penyakit Jantung Tidak semua orang dapat menjalankan operasi transplantasi jantung buatan. Biasanya dokter akan melihat terlebih dahulu bagaimana fungsi jantung pasien apakah masih bagus dan bisa membaik atau penyakitnya semakin parah. Ada beberapa jenis penyakit jantung yang paling sering mengkibatkan gagal jantung sehingga pada akhirnya wajib dilakukan transplantasi jantung buatan antara lain : Gangguan pada otot jantung (kardiomiopati) Jantung koroner Penyakit jantung bawaan Gangguan irama jantung (aritmia) Penyakit katup jantung Infeksi di perikardium (perikarditis) dan bagian dalam jantung (endokarditis) Penyebab Penyakit Jantung yang Patut Masyarakat Hindari Kondisi-kondisi yang bisa menjadi faktor pemicu seseorang mengidap penyakit jantung antara lain : Tekanan darah tinggi (hipertensi) Diabetes tidak terkontrol Penumpukan lemak di dalam pembuluh darah koroner (aterosklerosis) Infeksi Stres berlebihan Jarang berolahraga Sering mengonsumsi dengan kadar gula, garam, atau lemak tinggi Terlalu banyak minum-minuman beralkohol Sering kurang tidur Merokok Menggunakan NAPZA Resiko Transplantasi Jantung Buatan Meski dilakukan dengan prosedur yang aman, tetapi tidak menutup kemungkinan jika setelah operasi akan muncul beberapa efek. Oleh karenanya, sebaiknya pahami risiko yang mungkin saja muncul nantinya. 1. Infeksi Obat jantung berupa imunosupresan bekerja dengan menekan sistem imunitas tubuh. Akibatnya, kekebalan tubuh menjadi melemah dan akhirnya memicu munculnya infeksi yang sulit sembuh. Perlu pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui bagaimana kondisi jantung hasil transplantasi untuk mencegah infeksi berat. 2. Efek Samping Pengobatan Setelah proses operasi berhasil, dokter akan memberikan obat berjenis imunosupresan selama hidup. Tujuannya adalah untuk mencegah penolakan tubuh terhadap jantung hasil pencangkokan. Namun perlu Anda ketahui, jika mengkonsumsi obat tersebut dalam jangka panjang maka akan memberi efek samping berupa kerusakan ginjal. 3. Masalah pada Pembuluh Arteri Paling umum, setelah menjalankan operasi transplantasi jantung biasanya pasien akan mengalami masalah pada pembuluh arteri. Akibatnya, sirkulasi darah di jantung menjadi tidak lancar dan berpotensi mengakibatkan serangan jantung. 4. Kanker Potensi mengalami kanker limfoma semakin meningkat akibat sistem kekebalan tubuh yang menurun. Penyebabnya adalah konsumsi obat imunosupresan secara teratur sehingga sistem imun menjadi melemah. 5. Penolakan jantung baru oleh tubuh Seperti penjelasan sebelumnya, karena jantung buatan bukan berupa daging melainkan komponen yang terbuat dari bahan khusus, kemungkinan besar tubuh akan memberikan penolakan baik ringan maupun berat. Cara Mencegah Munculnya... - Published: 2023-07-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/infeksi-menular-seksual/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Ketika melakukan seks, jangan pernah lupa bahwa lebih dari 30 bakteri, virus dan parasit dapat berpindah. Baik itu melalui kontak vaginal, anal ataupun oral. Bakteri, virus dan parasit tersebut memiliki kemungkinan menumbuhkan infeksi menular seksual pada diri Anda. Lebih buruknya lagi, Anda dapat mengidap infeksi menular seksual namun Anda tidak mengetahuinya dan kemudian menularkannya dengan pasangan Anda. Namun jangan khawatir, jika Anda berpikir Anda terpapar infeksi menular seksual, Anda dapat mengonsultasikannya dengan dokter. Hubungi layanan homecare untuk telekonsultasi dengan tenaga medis profesional Kavacare di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Dengan telekonsultasi, Anda dapat mengetahui pengobatan atau perawatan paling tepat dalam menangani infeksi menular seksual. Apa Itu Infeksi Menular Seksual? Infeksi menular seksual (sexually transmitted infections (STI)) atau penyakit menular seksual (sexually transmitted diseases (STD)) merupakan infeksi yang terjadi setelah penyebaran bakteri, virus atau parasit melalui aktivitas seksual. Infeksi ini umumnya berpindah dari orang ke orang melalui darah, sperma atau cairan vagina, dan cairan badan lainnya. Meski begitu, terkadang infeksi ini tidak menular melalui aktivitas seks, misalnya seperti dari ibu ke bayinya ketika hamil atau melahirkan, atau melalui transfusi darah dan jarum suntik yang dipakai bersama. Tipe-tipe Infeksi Menular Seksual Umumnya, tipe infeksi menular seksual terbagi menjadi beberapa penyakit yang disebabkan bakteri, virus hingga parasit seperti di bawah ini: Klamidia (Chlamydia) Gonore atau kencing nanah (Gonorrhoea) Trichomoniasis Kutil kelamin Herpes kelamin Kutu kelamin Pedikulosis pubis (kutu bulu pubis) Sifilis atau raja singa (Syphilis) Human papillomavirus (HPV) HIV/AIDS Hepatitis A dan hepatitis B Gejala Infeksi menular seksual memiliki berbagai tanda dan gejala yang beragam, bahkan terkadang tidak ada gejala sama sekali. Maka dari itu ketika menularkan ke pasangan, sangat mungkin infeksi menular seksual tidak diketahui hingga terjadi komplikasi atau melakukan diagnosis. Berikut beberapa tanda atau gejala yang mungkin mengindikasikan infeksi menular seksual: Luka atau benjolan di alat kelamin atau di daerah mulut atau dubur; Ketika buang air kecil terasa menyakitkan atau terbakar; Kotoran keluar dari penis; Keputihan yang abnormal dari segi bau, warna, volume, frekuensi, hingga menyebabkan keluhan lain; Pendarahan vagina yang tidak biasa; Sakit saat berhubungan seks; Kelenjar getah bening luka dan membengkak, terutama di daerah selangkangan; Nyeri perut di bagian bawah; Demam; Ruam di badan, tangan atau kaki. Penyebab Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, penyebab utamanya terdiri dari tiga hal, yaitu: Gonore, sifilis dan klamidia merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri; HPV, herpes kelamin dan HIV merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus; Trichomoniasis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Komplikasi Umumnya, orang tidak mengalami gejala infeksi menular seksual ketika masih di tahap awal. Jika tidak dilakukan screening lebih lanjut, komplikasi yang mungkin terjadi jika terpapar infeksi menular seksual adalah sebagai berikut: Nyeri panggul Komplikasi kehamilan Peradangan mata Arthritis Penyakit radang panggul Infertilitas Penyakit jantung Kanker tertentu, misalnya seperti kanker serviks dan rektal yang terkait dengan HPV Penyakit liver yang disebabkan hepatitis Pertanyaan Umum Seputar Infeksi Menular Seksual 1. Apa Faktor Risiko Infeksi Menular Seksual? Siapapun yang menjalani aktivitas seksual secara aktif (sexually active) memiliki risiko terpapar infeksi menular seksual. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko tersebut, seperti: Seks tidak menggunakan pengaman. Jika berhubungan seks dengan pasangan yang terpapar infeksi menular seksual, hubungan seks tanpa kondom meningkatkan risiko Anda ikut terpapar infeksi menular seksual. Penggunaan kondom yang tidak benar dan tidak konsisten juga dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi menular seksual; Melakukan aktivitas seksual dengan banyak orang. Semakin banyak orang yang berhubungan seks dengan Anda, semakin tinggi risiko terpapar infeksi menular seksual Lelaki yang melakukan hubungan seks dengan lelaki (LSL). Banyak aktivitas seksual yang dilakukan oleh LSL, seperti hubungan seksual melalui anus tanpa pelindung, menjadi cara penularan infeksi menular seksual yang efektif; Memiliki riwayat infeksi menular seksual. Jika Anda pernah terpapar infeksi menular seksual, akan lebih mudah untuk selanjutnya kembali terpapar; Dipaksa untuk melakukan aktivitas seksual. Umumnya berhubungan dengan kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan; Penyalahgunaan alkohol atau penggunaan obat-obatan. Kedua hal ini dapat memicu Anda untuk melakukan hal-hal yang berisiko seperti seks tanpa pengaman; Menyuntikkan narkoba. Beberapa narkoba dimasukkan ke dalam tubuh melalui jarum suntik, dan ketika jarum suntik digunakan oleh banyak orang, terdapat kemungkinan terjadinya infeksi serius, seperti HIV, hepatitis B dan hepatitis C. 2. Bagaimana Penanganan yang Tepat? Jika Anda merasa diri Anda terpapar infeksi menular seksual, tahap pertama penanganan adalah datang ke klinik kesehatan reproduksi. Di sana, dokter akan bertanya tentang kehidupan seks Anda, mulai dari aktivitas hingga orientasi seksual. Lalu Anda akan diperiksa bagian kelamin dan duburnya dan akan dilakukan tes jika dianggap perlu. Untuk beberapa infeksi menular seksual yang disebabkan bakteri (seperti gonore, sifilis dan klamidia) juga parasit (trichomoniasis), terdapat pengobatan untuk penanganannya, yaitu dengan antibiotik. Untuk herpes dan HIV, meski tidak dapat disembuhkan, terdapat perawatan menggunakan antivirus yang dapat mengendalikan penyakit tersebut. 3. Bisakah Infeksi Menular Seksual Disembuhkan? Bisa, seperti yang diungkapkan sebelumnya, beberapa infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri dan parasit memiliki pengobatan untuk menyembuhkan infeksi tersebut.... - Published: 2023-07-03 - Modified: 2023-07-03 - URL: https://primayahospital.com/homecare/penanganan-dehidrasi/ - Kategori: Homecare Sebagian besar dari tubuh kita berisi cairan, maka dari itu, meminum cukup air putih adalah hal yang harus dilakukan setiap harinya. Terlebih jika Anda sedang berolahraga, berpuasa, atau dalam kondisi cuaca yang sangat panas hingga menyerap cairan dalam tubuh dengan cepat. Ketika tubuh kekurangan cairan dan Anda tidak segera mengganti cairan yang kurang tersebut, Anda dapat memicu beberapa hal buruk untuk tubuh Anda. Di dalam artikel ini, Kavacare akan menjelaskan terkait penanganan dehidrasi serta pertolongan pertama ketika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami dehidrasi. Jika Anda atau orang terkasih mengalami tanda-tanda dehidrasi, Anda bisa melakukan telekonsultasi dengan Kavacare di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Kavacare siap menghadirkan layanan homecare seperti infus di rumah untuk penanganan dehidrasi. Penyebab Dehidrasi Dehidrasi merupakan kekurangan cairan tubuh dan utamanya disebabkan oleh kurangnya tubuh menerima cairan, misalnya ketika kita tidak meminum dalam jumlah yang cukup karena sakit, sibuk atau kekurangan akses pada air minum karena sedang di perjalanan. Selain tidak minum, terdapat sebab lain yang dapat memicu dehidrasi seperti: Diare, muntah: Diare parah yang membuat penderitanya muntah secara terus-menerus dapat menghilangkan cairan dan elektrolit dalam tubuh dengan cepat; Demam: Semakin tinggi demam, semakin tinggi tingkat dehidrasi Anda; Keringat berlebih: Dengan keluarnya keringat, berarti Anda mengeluarkan cairan dari dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi ketika Anda beraktivitas berat seperti berolahraga dan sedang dalam kondisi cuaca yang panas juga lembab; Buang air kecil berlebih: Hal ini mungkin terjadi karena diabetes yang tidak terkendali, atau beberapa pengobatan seperti diuretics dan tekanan darah yang memicu Anda terus buang air kecil sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Semua orang dapat terkena dehidrasi, namun bayi, anak kecil, lansia dan orang sakit berisiko lebih mengalami dehidrasi karena: Bayi dan anak kecil: Golongan ini paling mungkin mengalami diare parah dan muntah sehingga berkemungkinan lebih mengalami dehidrasi; Lansia: Ketika usia makin menua, cairan yang disimpan di dalam tubuh makin lama makin menyusut dan menyebabkan kemampuan lansia dalam menyimpan air menjadi berkurang. Hal ini memicu kepekaan terhadap rasa haus berkurang, ditambah lagi jika lansia harus menjalani pengobatan karena mengalami sakit; Orang yang sakit parah: Memiliki diabetes yang tidak terkendali atau penyakit ginjal dapat memicu Anda mengalami dehidrasi; Orang yang bekerja atau olahraga di tempat terbuka: Terlebih jika di lingkungan yang panas dan lembab, risiko Anda mengalami dehidrasi akan lebih tinggi lagi karena suhu tubuh akan terus meningkat yang mana menyebabkan kebutuhan tubuh akan air juga meningkat. Tanda-tanda Dehidrasi Tanda-tanda seseorang mengalami dehidrasi dapat dikelompokkan berdasarkan umurnya sebagai berikut: 1. Bayi atau anak kecil Tanda-tanda bagi bayi atau anak kecil yang dehidrasi adalah sebagai berikut: Mulut atau lidah yang kering; Tampak kehausan atau tidak kehausan disertai dengan lemas/menjadi tidak aktif Tidak ada air mata ketika menangis; Popok tidak basah selama tiga jam karena produksi urine berkurang; Mata dan pipi yang cekung ke dalam; Titik lembut (fontanelle) di atas kepala tampak cekung. 2. Dewasa Tanda-tanda bagi orang dewasa yang dehidrasi adalah sebagai berikut: Haus yang luar biasa; Frekuensi buang air kecil yang rendah; Urin berwarna gelap; Kelelahan; Pusing; Pertolongan Pertama Saat Dehidrasi 1. Anak-anak Dehidrasi ringan yang terjadi pada anak dapat ditangani sendiri di rumah, namun alangkah baik jika sebelum melakukan penanganan dehidrasi sendiri di rumah, Anda meminta konfirmasi terlebih dahulu kepada dokter terkait beberapa hal, utamanya seperti solusi elektrolit oral (Pedialyte, Enfalyte) yang dapat membantu anak keluar dari fase dehidrasi. Jika dokter sudah mengizinkan penanganan dehidrasi di rumah, Anda dapat melakukan beberapa hal seperti di bawah ini: Berikan anak Anda tegukan kecil dari solusi rehidrasi yang telah disebut di atas sesering yang Anda bisa, sekitar 1 atau 2 sendok teh (5 atau 10 ml) setiap beberapa menit; Bayi dapat melanjutkan menyusui sepanjang tidak muntah terus-menerus; Anak dapat tetap memakan makanan mereka kecuali dokter menyarankan untuk mengganti makanannya karena terdapat kemungkinan mereka tidak ingin makan setelah dehidrasi selesai namun selama mereka masih ingin minum, tidak apa-apa; Hindari memberikan bayi air putih karena tidak memiliki nutrisi yang tepat bagi bayi yang mengalami dehidrasi; Hindari memberikan minuman olahraga, soda, atau jus buah karena memiliki terlalu banyak gula; Hindari memberikan obat untuk diare dan muntah kecuali memang diperintahkan oleh dokter. 2. Dewasa Penanganan dehidrasi untuk orang dewasa sebenarnya tidak banyak berbeda dengan penanganan dehidrasi untuk anak-anak, seperti di bawah ini: Dudukkan orang yang mengalami dehidrasi hingga posisi paling nyaman; Berikan mereka banyak air, dapat juga menggunakan solusi rehidrasi oral seperti yang disebutkan di pertolongan pertama untuk anak-anak di atas; Jika mereka mengalami keram, dorong mereka untuk beristirahat. Bantu mereka meregangkan badan dengan memijat otot-otot yang keram; Pantau level respons yang diberikan oleh orang yang mengalami dehidrasi dalam 6 jam. Jika belum ada perbaikan seperti dari kondisi produksi urine, segera bawa ke rumah sakit. Kapan Harus ke Dokter? 1. Anak-anak Anda harus segera pergi ke dokter jika anak Anda mengalami hal-hal seperti ini: Tidak minum apapun selama lebih dari beberapa jam; Di bawah 1 tahun dan hanya meminum solusi elektrolit oral (tidak... - Published: 2023-06-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-kepala-berat/ - Kategori: Penyakit, Sport Clinic - Translation Priorities: Optional Cedera kepala berat adalah jenis cedera kepala yang sangat membutuhkan pertolongan medis secepatnya. Kepala adalah bagian yang amat penting karena terdapat otak di dalamnya yang merupakan pusat pengaturan seluruh tubuh. Jika mengalami cedera kepala, diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan tingkat keparahannya guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya cedera berat. Mengenal Cedera Kepala Berat Cedera kepala berat adalah cedera kepala yang serius. Cedera ini dapat terjadi akibat kecelakaan, kekerasan fisik, atau kondisi medis tertentu. Cedera berat pada kepala dapat menyebabkan kerusakan otak dan jaringan di sekitarnya hingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal. Terdapat dua jenis cedera kepala berat, yakni terbuka dan tertutup. Cedera kepala tertutup terjadi ketika jaringan otak mengalami cedera tapi tulang tengkorak masih utuh. Sedangkan cedera kepala terbuka ditandai dengan adanya luka terbuka pada kepala, seperti berlubang atau luka tusukan. Adapun menurut tingkat keparahannya, cedera kepala berat bisa dibagi menjadi tiga jenis, yakni ringan, sedang, dan parah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), cedera kepala berat adalah salah satu penyebab kematian utama di dunia. Pada 2016, cedera kepala berat menyebabkan sekitar 27 persen dari semua kematian akibat cedera di seluruh dunia. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah kasus cedera kepala berat dari tahun ke tahun. Sebanyak 33 persen kasus itu terjadi pada usia 0-4 tahun, umumnya karena jatuh dari tempat tidur atau kursi. Gejala Tanda dan gejala cedera kepala berat bisa bervariasi, tergantung tingkat keparahan cedera. Beberapa gejala umum cedera kepala berat termasuk: Kehilangan kesadaran Sakit kepala parah Mual dan muntah Kebingungan atau ketidakmampuan untuk berkonsentrasi Gangguan pada penglihatan atau pendengaran Kesulitan berbicara atau memahami bahasa Kesulitan berjalan atau berdiri Kehilangan ingatan Memar dan bengkak di sekitar mata atau belakang telinga Kejang-kejang Keluar darah atau cairan dari telinga atau hidung Koma Penyebab Penyebab cedera kepala berat bisa bermacam-macam. Sejumlah penyebab yang umum meliputi: Jatuh dari ketinggian, termasuk dari ranjang atau kursi, atau terpeleset di rumah atau tempat lain Kecelakaan mobil, sepeda motor, atau kecelakaan lain di jalan umum Olahraga kontak atau ekstrem seperti sepak bola, basket, tinju, atau gulat Tindak kekerasan seperti pemukulan atau serangan dengan senjata tajam Kecelakaan di tempat kerja, seperti di pabrik atau dalam proyek konstruksi Trauma kepala saat lahir, misalnya karena penggunaan forsep atau vakum Cara Dokter Mendiagnosis Cedera Kepala Berat Cedera kepala berat bisa didiagnosis dengan beberapa cara berikut ini: Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi pasien dan melihat tanda-tanda cedera, seperti memar atau luka, serta mengecek tingkat kesadaran pasien Evaluasi neurologis untuk memeriksa kemampuan pasien dalam berbicara dan berkonsentrasi serta fungsi memori dan motorik pasien Tes pencitraan seperti pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk mengecek kerusakan pada otak Elektroensefalogram (EEG) untuk mengukur aktivitas kelistrikan pada otak dan membantu menegakkan diagnosis kerusakan otak atau problem lain yang berkaitan dengan cedera kepala berat Tes darah untuk memeriksa kemungkinan terjadi infeksi atau gangguan pembekuan darah yang bisa memperburuk kondisi pasien Cara Mengatasi Cedera Kepala Berat Cedera kepala berat membutuhkan perawatan medis segera. Pada umumnya, cara mengatasi cedera kepala berat meliputi: Pemeriksaan medis menyeluruh, termasuk dengan tes diagnostik seperti CT scan atau MRI, untuk menentukan tingkat keparahan cedera Pemberian obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan Perawatan untuk gejala spesifik, seperti kejang atau tekanan darah rendah, yang memerlukan perawatan khusus Operasi otak jika terjadi perdarahan di otak, penggumpalan darah di otak, patah tulang tengkorak, atau ada benda asing di dalam otak Komplikasi Cedera kepala berat bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan, seperti: Pembengkakan otak akibat penumpukan cairan yang terjadi karena adanya cedera Penumpukan darah di antara otak dan lapisan tengkorak yang lebih dalam, bisa menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian Infeksi bakteri yang masuk lewat kulit kepala yang terbuka akibat cedera Gangguan fungsi kognitif, seperti sulit memusatkan perhatian dan masalah ingatan jangka pendek Gangguan psikologis, misalnya depresi, kecemasan, dan stres pasca-trauma Pencegahan Cedera kepala berat bisa dicegah dengan mengambil langkah antisipasi ketika melakukan aktivitas yang berisiko mendatangkan cedera pada kepala. Misalnya: Mengenakan helm saat berkendara dengan sepeda atau sepeda motor Memasang sabuk pengaman ketika mengendarai ataupun menumpang mobil Memakai alat pengaman yang standar saat memainkan olahraga tertentu, misalnya helm serta pelindung lutut dan pergelangan tangan Selain itu, hindari kekerasan fisik atau kericuhan yang bisa memicu cedera kepala berat. Penting pula untuk memperhatikan keselamatan di tempat kerja, khususnya dalam pekerjaan yang terkait dengan risiko cedera kepala. Kapan Harus ke Dokter? Cedera kepala berat memerlukan pemeriksaan medis secepatnya agar pasien bisa segera mendapat perawatan yang tepat sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami. Bila terlambat ditangani, cedera pada kepala bisa berdampak fatal terhadap keselamatan pasien. Reviewer dr. Edih Suyanto, Sp. B Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-06-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/depresi/ - Kategori: Kejiwaan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Seseorang bisa mengalami depresi tanpa ia sadari. Yang berbahaya, individu itu enggan berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami gejala depresi. Masalah mental ini butuh kewaspadaan karena bisa mengganggu kehidupan secara umum. Mengenal Depresi Depresi adalah gangguan mental yang umum. Orang yang mengalami depresi bisa kehilangan minat atau kesenangan terhadap berbagai kegiatan dalam waktu yang panjang. Gangguan depresif ini berbeda dengan perubahan suasana hati dan perasaan yang bisa terjadi setiap saat. Depresi bisa mempengaruhi siapa pun, dari anak-anak hingga orang dewasa. Tatkala seseorang mengalami depresi, terjadi perubahan fisik dan kimia di otak. Di antaranya: Penurunan aktivitas otak, antara lain hipokampus yang berperan dalam pengaturan emosi. Penurunan kadar neurotransmiter seperti serotonin yang berperan dalam regulasi suasana hati. Gangguan pada sistem saraf pusat, termasuk sistem hormonal dan stres. Hormon kortisol dilepaskan dalam situasi stres, misalnya, bisa meningkat dalam kondisi depresi kronis. Semua aspek kehidupan akan terpengaruh ketika seseorang terkena depresi, termasuk hubungan dengan keluarga, teman, dan masyarakat. Depresi bisa terjadi pada siapa pun. Namun, menurut data WHO, perempuan lebih mungkin mengalami depresi daripada pria. Gejala Gejala depresi bisa mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku, tubuh individu. Gejala antarindividu bisa berbeda. Berikut ini sejumlah gejala umumnya: Merasa sedih berkepanjangan, hampa, atau kehilangan minat dan kesenangan terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai Perubahan pola tidur, baik kesulitan tidur atau justru tidur berlebihan Kehilangan selera makan yang bisa menurunkan berat badan Gangguan energi seperti merasa lemas, lelah, dan letih bahkan setelah beristirahat yang cukup Merasa tidak berharga, bersalah, dan berprasangka buruk terhadap diri sendiri Sulit berkonsentrasi, mengingat, membuat keputusan, dan mengerjakan tugas sehari-hari Masalah fisik seperti nyeri badan dan sakit kepala tanpa penyebab jelas Ada pikiran untuk bunuh diri Penyebab Penyebab pasti depresi masih diteliti lanjut. Ada berbagai faktor yang bisa berkontribusi terhadap berkembangnya masalah ini, antara lain: Ketidakseimbangan zat kimia di otak Faktor genetik, ada riwayat depresi dalam keluarga Perubahan hormon yang bisa mempengaruhi suasana hati, termasuk saat hamil Stres dan peristiwa hidup yang menekan, antara lain perceraian, kehilangan orang terdekat, masalah keuangan, tuntutan pekerjaan, dan konflik interpersonal Riwayat trauma atau pengalaman buruk, misalnya pernah menjadi korban pelecehan, kekerasan, atau insiden traumatis lain Masalah kesehatan fisik, seperti gangguan tiroid, penyakit jantung, diabetes, dan kanker Penggunaan obat tertentu, contohnya obat penenang dan kortikosteroid Cara Dokter Mendiagnosis Depresi Dokter bisa mengacu pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan American Psychiatric Association untuk mendiagnosis depresi berdasarkan gejala yang dialami. Dokter juga akan memeriksa fisik dan menanyakan kondisi kesehatan pasien secara umum serta mengecek riwayat medis diri pasien dan keluarganya terkait dengan depresi atau gangguan mental lain. Dokter juga akan melakukan screening untuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan mental lain, misalnya kecemasan, gangguan bipolar, atau gangguan kecemasan sosial yang bisa memiliki gejala yang sama dengan depresi. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan keahlian psikiater atau psikolog untuk mengevaluasi kondisi pasien guna mendukung diagnosis. Cara Mengatasi Depresi Bagi banyak orang yang mengalami depresi, metode penanganan yang ampuh adalah dengan pengobatan dan psikoterapi. Dokter atau psikiater bisa meresepkan berbagai obat untuk meredakan gejala. Contohnya obat antidepresan untuk membantu menyeimbangkan zat kimia di otak. Terapi dari psikiater atau psikolog juga bisa membantu pemulihan orang yang mengalami depresi. Psikoterapi ini termasuk terapi kognitif perilaku untuk membantu pasien mengatasi pola pikir yang buruk, melatih pengelolaan stres, dan membangun relasi sosial yang sehat. Dukungan dari keluarga serta teman juga penting agar pasien merasa terhubung dan mendapat sokongan mental. Berbagai pengalaman dengan orang yang mengalami kondisi serupa juga bisa membantu memulihkan kondisi emosional. Selain itu, pasien perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan mengutamakan konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Pasien perlu mengikuti rencana perawatan dari dokter sepenuhnya agar efektif dan mempercepat pemulihan. Komplikasi Depresi yang parah bisa berujung pada komplikasi serius yang menurunkan kualitas hidup dan bahkan berdampak fatal. Berikut ini beberapa komplikasi depresi yang mungkin terjadi: Masalah fisik secara keseluruhan Gangguan tidur kronis Masalah dalam hubungan interpersonal Karier dan pendidikan terganggu Penyalahgunaan narkotik Risiko bunuh diri Kondisi atau penyakit lain Pencegahan Tidak ada cara yang dapat memastikan seseorang tak akan terkena depresi. Namun ada sederet upaya preventif untuk mengurangi risiko mengalaminya, antara lain: Menjaga kesehatan fisik dengan rutin makan makanan sehat dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, dan istirahat yang cukup Mengelola stres, misalnya dengan meditasi, yoga, atau latihan teknik pernapasan Menghindari penggunaan alkohol, obat terlarang, dan produk tembakau Mempelajari keterampilan coping atau menghadapi tantangan dan tekanan dalam hidup secara positif Mencari dan mempertahankan relasi sosial Mengenali faktor risiko pribadi untuk mengupayakan pencegahan yang sesuai Kapan Harus ke Dokter? Depresi adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian dan perawatan yang tepat. Jika Anda mengalami gejala depresi atau khawatir akan kesehatan mental, jangan ragu untuk segera mencari bantuan dari profesional medis atau kesehatan mental. Reviewer dr. Esther Margaritha Livida Sinsuw, SpKJ Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Primaya Hospital Depok - Published: 2023-06-26 - Modified: 2026-06-18 - URL: https://primayahospital.com/paru/defisiensi-alfa-1-antitripsin/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Mutasi gen menjadi momok bagi banyak orang karena bisa mengakibatkan berbagai kondisi dan masalah kesehatan. Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah salah satu contoh kondisi yang berkaitan dengan mutasi gen. Individu yang mengalami kondisi ini memerlukan penanganan medis untuk mencegah kerusakan hati dan paru-paru yang bisa berakibat fatal. Mengenal Defisiensi Alfa-1 Antitripsin Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi protein alfa-1 antitripsin dalam jumlah yang memadai atau bahkan tak ada produksi sama sekali. Alfa-1 antitripsin adalah protein yang diproduksi di hati dan ditemukan dalam darah. Fungsinya melindungi paru-paru dari risiko kerusakan. Alfa-1 antitripsin melindungi paru-paru dengan cara menghambat enzim elastase yang dihasilkan oleh sel-sel darah putih di paru-paru. Elastase ini dapat merusak jaringan paru-paru. Selain itu, alfa-1 antitripsin membantu menjaga keseimbangan antara protein dalam darah. Defisiensi alfa-1 antitripsin berkaitan dengan faktor genetik atau diturunkan dari orang tua. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki satu atau dua salinan gen yang menyebabkan produksi alfa-1 antitripsin tidak cukup. Gejala American Lung Association menyebutkan gejala defisiensi alfa-1 antitripsin bisa muncul pada usia muda atau anak-anak. Namun banyak yang baru muncul ketika individu yang mengalaminya mencapai usia separuh baya. Gejala yang bisa muncul termasuk: Napas pendek Batuk dengan lendir berlebih Bersin-bersin Daya tahan saat olahraga menurun Kelelahan Nyeri dada yang meningkat saat menarik napas Gejala ini bisa bersifat kronis atau berlangsung dalam jangka waktu panjang, bisa juga berbarengan dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut seperti demam atau flu. Jika hati sudah terpengaruh, gejalanya mungkin termasuk penurunan nafsu makan, berat badan merosot, pembengkakan pada kaki atau perut, penyakit kuning, muntah darah, dan darah dalam tinja. Dalam kasus yang jarang terjadi, defisiensi alfa-1 antitripsin bisa menyebabkan penyakit kulit yang disebut panikulitis yang mengakibatkan munculnya benjolan yang terasa nyeri serta bercak-bercak kemerahan pada kulit. Penyebab Penyebab defisiensi alfa-1 antitripsin adalah mutasi pada gen SERPINA1. Gen ini menginstruksikan produksi protein yang disebut alfa-1 antitripsin yang melindungi tubuh dari enzim kuat yang disebut elastase neutrofil. Enzim ini dilepaskan oleh sel darah putih untuk melawan infeksi. Namun bila tak dikendalikan dengan ketat oleh alfa-1 antitripsin, enzim itu justru bisa menyerang jaringan yang normal, terutama paru-paru. Sejumlah faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena defisiensi alfa-1 antitripsin atau mengalami komplikasi termasuk: Riwayat keluarga, diturunkan dari orang tua ke anak Kebiasaan merokok Paparan zat kimia seperti debu, asap industri, dan polutan udara lain Penyakit hati kronis atau hepatitis Pertambahan usia Cara Dokter Mendiagnosis Defisiensi Alfa-1 Antitripsin Dokter bisa melakukan tes darah sederhana untuk mengecek defisiensi alfa-1 antitripsin terutama jika pasien berusia muda dan memiliki penyakit hati atau penyakit paru obstruktif kronis. Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar alfa-1 antitripsin dalam darah. Hasilnya bisa menunjukkan apakah terjadi defisiensi alfa-1 antitripsin. Tes genetik juga bisa dijalankan untuk mendeteksi mutasi pada gen yang mempengaruhi produksi alfa-1 antitripsin. Bila dokter menduga pasien mengalami kerusakan hati akibat defisiensi alfa-1 antitripsin, tes fungsi hati mungkin diperlukan untuk mengecek seberapa baik kinerja hati. Adapun untuk mengantisipasi kerusakan paru-paru, dokter bisa menjalankan tes pencitraan seperti CT scan atau tes fungsi paru. Dari tes itu bisa diketahui kondisi kesehatan paru-paru. Cara Mengatasi Defisiensi Alfa-1 Antitripsin Tak ada obat yang bisa menyembuhkan pasien defisiensi alfa-1 antitripsin. Tapi ada sejumlah cara yang dapat membantu meredakan gejala dan mencegah paru-paru rusak lebih parah, seperti: Terapi penambahan alfa-1 antitripsin lewat suntikan intravena untuk meningkatkan kadar alfa-1 antitripsin dalam darah. Terapi ini harus dilakukan terus seumur hidup setiap minggu atau dua minggu sekali. Terapi bronkodilator untuk meredakan gejala sesak napas dan memulihkan aliran udara pada paru-paru. Pemberian obat anti-peradangan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada paru-paru. Terapi oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan memperlancar pernapasan. Terapi fisik untuk menguatkan otot pernapasan, meningkatkan kapasitas paru, dan memperlambat kerusakan paru. Komplikasi Defisiensi alfa-1 antitripsin dapat berkembang dan mengakibatkan berbagai komplikasi, misalnya: Penyakit paru obstruktif kronik, termasuk bronkitis kronis dan emfisema Penyakit hati seperti sirosis, hepatitis, dan kanker hati Panikulitis (penyakit kulit) Penyakit vaskular seperti stroke dan penyakit arteri perifer Pencegahan Karena ada faktor genetik yang berperan dalam terjadinya defisiensi alfa-1 antitripsin, tidak ada cara yang terbukti dapat mencegahnya. Tapi ada sejumlah langkah untuk meminimalkan risiko komplikasi, seperti: Tidak merokok dan menghindari asap rokok Menghindari papan zat kimia dan polutan udara Menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat Menjalani tes genetik jika berencana memiliki anak, terutama bila punya riwayat defisiensi alfa-1 antitripsin dalam keluarga Kapan Harus ke Dokter? Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah kondisi genetik dan diturunkan dalam keluarga. Banyak orang tak sadar bahwa mereka mengidapnya. Diagnosis dini bisa membantu mengendalikan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Berkonsultasilah dengan dokter bila ada anggota keluarga yang memiliki defisiensi alfa-1 antitripsin atau mengalami gejala seperti batuk kronis, sesak napas, dan penyakit hati. Reviewer dr. Galoeh Adyasiwi, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Evasari Hospital - Published: 2023-06-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Demam adalah salah satu gejala umum berbagai penyakit yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Terkadang demam bukanlah pertanda adanya kondisi yang serius, tetapi ada kemungkinan naiknya suhu tubuh menandakan penyakit yang membahayakan. Penting untuk memahami bagaimana demam bisa terjadi dan cara mengatasinya demi mengantisipasi risiko tersebut. Mengenal Demam Suhu tubuh normal manusia berkisar 36-37 derajat Celsius. Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas level tersebut. Kenaikan suhu merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau kondisi lain yang mempengaruhi keseimbangan termal. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan suatu tanda bahwa tubuh mengalami masalah. Demam dapat diklasifikasikan berdasarkan pola terjadinya perubahan suhu tubuh, antara lain: Demam intermiten: suhu tubuh dapat turun sampai ke tingkat normal setiap hari, dengan perbedaan suhu 0,3-1,4 derajat Celcius. Demam remiten: suhu tubuh dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu normal, dengan perbedaan suhu 0,3-1,4 derajat Celcius. Demam hektik: demam dengan perbedaan suhu tubuh setiap hari lebih dari 1,4 derajat Celcius. Demam kontinu: kenaikan suhu tubuh berlangsung secara terus-menerus. Demam relaps: demam disertai dengan suhu tubuh yang normal selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Demam juga bisa dibedakan menurut tingkat kenaikan suhu, yaitu: Ringan: 37,3-38 derajat Celsius Sedang: 38,1-39 derajat Celsius Tinggi: 39,1-41 derajat Celsius atau lebih Hiperpireksia: di atas 41 derajat Celsius Berdasarkan durasi, demam bisa dikelompokkan menjadi: Akut: kurang dari 7 hari Sub-akut: 7-14 hari Kronis: lebih dari 14 hari Gejala Demam ditandai dengan pemingkatan suhu tubuh di atas 37,2 derajat Celcius. Kenaikan suhu ini diiringi bisa disertai gejala lain seperti: Menggigil Kehilangan nafsu makan Kelelahan Sakit kepala Nyeri otot dan sendi Mual dan muntah Keringat berlebih Wajah merona merah Rewel (pada bayi) Penyebab Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan demam. Berikut ini beberapa penyebab demam secara umum: Infeksi virus, bakteri, parasit, atau jamur Peradangan Efek samping obat Cedera atau trauma Kanker, terutama leukemia dan limfoma Gangguan autoimun, misalnya lupus Gangguan kelenjar tiroid Reaksi alergi Cara Dokter Mendiagnosis Demam Dokter akan menegakkan diagnosis dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta menjalankan pemeriksaan diagnostik lain yang sesuai. Lewat anamnesis dokter bisa memperoleh informasi tentang gejala yang dialami dan riwayat sakit yang pernah diderita. Dokter juga akan memeriksa tanda-tanda vital, seperti denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh, serta pemeriksaan fisik lainnya. Pemeriksaan diagnostik lain bisa dilakukan sesuai indikasi. Pemeriksaan tersebut mencakup pemeriksaan darah, urine, kultur bakteri, pemeriksaan serologi, serta pemeriksaan radiologi. Cara Mengatasi Demam Demam biasanya berlangsung selama 3-5 hari dan kebanyakan orang bisa pulih dari demam ringan dengan menjalani perawatan mandiri di rumah. Prosedur penanganan di rumah biasanya mencakup: Minum banyak air putih dan cairan elektrolit Beristirahat yang cukup Menjaga ruangan tetap sejuk Menggunakan pakaian yang nyaman dan ringan Kompres dengan air hangat Mengganti seprai dan sarung bantal-guling secara berkala, terutama jika basah karena keringat Jika demam berkepanjangan dan disertai gejala yang mengkhawatirkan, terutama pada bayi dan anak-anak, diperlukan penanganan dokter. Komplikasi Demam ringan dan sedang bisa menyebabkan komplikasi jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Demam tinggi yang terjadi mendadak atau berkepanjangan bisa membahayakan atau mengancam jiwa. Dalam situasi ekstrem, demam parah bisa mengakibatkan kerusakan otak, koma, atau kematian. Pada pasien dengan kondisi tertentu, demam juga dapat menimbulkan ancaman bagi jiwa. Pasien dengan penurunan sistem imun yang mengalami penyakit seperti pneumonia, misalnya, berisiko mengalami kondisi yang lebih parah jika tidak tertangani. Pencegahan Berikut ini sejumlah langkah untuk membantu mencegah demam: Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara berkala untuk mencegah infeksi penyebab demam Mendapatkan vaksin untuk melawan penyakit penyebab demam seperti flu dan hepatitis Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit Mengonsumsi makanan yang sehat dengan pola makan gizi seimbang Minum air putih yang cukup Rutin berolahraga Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan Kapan Harus ke Dokter? Umumnya demam adalah reaksi alami tubuh yang bisa hilang sendiri dalam beberapa hari. Jika suhu tidak kunjung turun atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat. Reviewer dr. Anna Gozali, Sp. PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital - Published: 2023-06-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gizi/defisiensi-vitamin-e/ - Kategori: Gizi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Tubuh kita memerlukan vitamin yang cukup agar dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan salah satu jenis vitamin saja dapat berakibat buruk untuk kesehatan. Tak terkecuali ketika mengalami kekurangan atau defisiensi vitamin E. Mengenal Defisiensi Vitamin E Defisiensi vitamin E adalah kondisi medis yang terjadi ketika kadar vitamin E dalam tubuh tidak mencukupi. Vitamin E adalah vitamin larut lemak yang dapat ditemukan dalam beragam jenis makanan. Di dalam tubuh vitamin E berperan sebagai antioksidan, yang membantu menjaga sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin E juga dibutuhkan tubuh untuk pembentukan membran sel, metabolisme otot, dan sistem kekebalan tubuh yang baik. Oleh karena itu, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan berbagai gejala medis yang dapat memengaruhi kualitas hidup individu. Kebutuhan vitamin E bervariasi bergantung pada usia dan jenis kelamin. National Institute of Health (NIH) Berdasarkan angka kecukupan gizi tahun 2019 merekomendasikan remaja berusia 10 tahun hingga orang dewasa mendapatkan asupan 15 mg vitamin E setiap hari. Defisiensi vitamin E pada dasarnya sangat jarang terjadi pada orang sehat. Terdapat banyak sumber makanan sehari-hari yang mengandung vitamin ini sehingga mudah didapatkan. Kekurangan vitamin E dapat terjadi ketika menjalani diet rendah lemak atau terkait dengan penyakit tertentu yang mengakibatkan gangguan pencernaan atau penyerapan lemak oleh tubuh. Penyerapan vitamin E di dalam tubuh membutuhkan bantuan lemak. Gejala Defisiensi vitamin E tergolong langka. Namun bila terjadi, gejalanya meliputi: Gangguan neurologis seperti kelemahan otot, kesulitan berjalan, koordinasi yang buruk, sulit menjaga keseimbangan, tremor, kehilangan daya refleks, dan nyeri neuropatik Mudah lelah, kulit pucat, detak jantung cepat, dan sesak napas karena kerusakan sel darah merah yang lebih cepat dari yang seharusnya. Gangguan pada kulit dan rambut, seperti kering, kasar, dan mudah rusak Gangguan pada mata, misalnya penglihatan kabur, sulit melihat dalam kondisi pencahayaan rendah, dan perubahan pada retina Mudah terkena infeksi karena turunnya daya tahan tubuh Penyebab Defisiensi vitamin E dapat terjadi karena kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin E sehari-hari. Pola makan yang tidak seimbang juga dapat membuat seseorang kekurangan vitamin E. Faktor lain yang berpengaruh terhadap terjadinya kondisi ini termasuk: Gangguan penyerapan lemak karena tubuh memerlukan lemak untuk menyerap vitamin E, misalnya karena penyakit hati, gangguan pankreas, gangguan saluran empedu, atau penyakit celiac dan cystic fibrosis. Kelainan genetik yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap, mengolah, dan mengangkut vitamin E, seperti abetalipoproteinemia dan sindrom defisiensi vitamin E terisolasi. Kondisi medis yang menyebabkan malabsorpsi atau penurunan kemampuan tubuh untuk menyerap zat gizi, seperti penyakit Crohn dan colitis ulseratif. Cara Dokter Mendiagnosis Defisiensi Vitamin E Dokter umumnya mendiagnosis defisiensi vitamin E dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis, gejala, dan fisik pasien serta menjalankan tes laboratorium. Dalam pemeriksaan riwayat medis, dokter akan meminta informasi tentang pola makan, penyakit yang sedang/pernah dialami, obat-obatan yang rutin dikonsumsi, dan apakah ada riwayat defisiensi vitamin E dalam keluarga. Dokter juga akan menanyakan gejala yang dialami serta mencari tanda-tanda kekurangan vitamin E lewat pemeriksaan fisik, misalnya dengan mengecek fungsi neurologis, kelainan kulit, atau gangguan penglihatan. Adapun dalam tes laboratorium, dokter akan melakukan tes untuk mengukur kadar vitamin E dalam tubuh serta menjalankan pemeriksaan hitung darah lengkap guna memeriksa adanya perubahan pada sel darah merah yang mungkin berkaitan dengan kekurangan vitamin E. Bila perlu, dokter dapat meminta pasien menjalani tes lain seperti tes keseimbangan oksidatif, tes penyerapan lemak, atau tes lain untuk mendeteksi penyakit yang terkait dengan kondisi malabsorpsi. Cara Mengatasi Defisiensi Vitamin E Upaya mengatasi defisiensi vitamin E umumnya mencakup perubahan pola makan dan/atau pemberian suplemen. Dokter akan membantu pasien meningkatkan asupan makanan yang kaya vitamin E untuk membantu memenuhi kebutuhan harian. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin E antara lain minyak nabati seperti minyak gandum, minyak jagung, dan minyak biji matahari, juga kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, serta buah-buahan seperti kiwi dan alpukat. Dokter juga dapat menyarankan konsumsi suplemen bila terjadi kekurangan vitamin E yang signifikan dan asupan makanan yang kaya vitamin E tidak cukup. Selain itu, jika ada kondisi medis yang melatari terjadinya kekurangan vitamin E, penanganan akan difokuskan pada pengobatan kondisi tersebut agar penyerapan vitamin E dapat optimal. Pencegahan Cara utama untuk mencegah defisiensi vitamin E adalah dengan memastikan kecukupan asupan makanan yang kaya vitamin E setiap hari. Untuk meminimalkan penyusutan kandungan vitamin E dalam makanan yang hendak dikonsumsi, simpan makanan itu dengan benar. Vitamin E termasuk sensitif terhadap panas, cahaya, dan oksidasi sehingga harus disimpan di dalam wadah kedap udara dan terhindar dari paparan langsung sinar matahari. Selain itu, jangan memasaknya terlalu lama atau menggunakan suhu terlalu tinggi agar kandungan vitamin E tidak menyusut. Yang tak kalah penting adalah menghindari faktor risiko berupa kondisi medis yangdapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin E, seperti masalah penyerapan lemak, gangguan hati, atau gangguan saluran empedu. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapat saran pencegahan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Kapan Harus ke Dokter? Penting untuk dicatat bahwa gejala defisiensi vitamin E dapat berbeda antara satu individu dengan yang lain. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau khawatir mengalami kekurangan vitamin... - Published: 2023-06-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/sport-clinic/cedera-kepala-ringan/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit, Sport Clinic - Translation Priorities: Optional Cedera kepala ringan bisa menimpa siapa saja dengan gejala bervariasi dari ringan hingga sedang. Penting untuk mengupayakan pencegahan guna mengurangi risiko cedera kepala ringan dan mengobati cedera dengan benar agar tak terjadi komplikasi yang serius. Mengenal Cedera Kepala Ringan Cedera kepala ringan adalah cedera pada otak yang terjadi akibat trauma pada kepala, seperti benturan atau guncangan keras. Meskipun cedera kepala ini disebut ringan, jika tidak diobati dengan benar, bisa terjadi masalah serius di kemudian hari. Karena itu, diperlukan perawatan yang tepat dan serius demi menghindari komplikasi yang membahayakan. Cedera kepala ringan terjadi ketika seseorang mengalami trauma pada kepala yang menyebabkan kerusakan pada jaringan otak, namun tidak terjadi kerusakan permanen pada struktur otak. Di Amerika Serikat, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 2,5 juta orang mengalami cedera kepala setiap tahun dan sekitar 75 di antaranya adalah kasus cedera kepala ringan. Cedera ini bisa terjadi pada siapa pun, tapi lebih umum pada pria daripada wanita. Selain itu, anak-anak dan remaja lebih banyak mengalaminya ketimbang orang dewasa. Gejala Gejala cedera kepala ringan bervariasi dari ringan hingga sedang. Gejala yang umum mencakup: Sakit kepala, ini gejala paling sering terjadi Pusing dan merasa lemas Nyeri leher Mual dan muntah Kehilangan keseimbangan Kesulitan berkonsentrasi Masalah ingatan Kebingungan Gangguan penglihatan Gangguan tidur Sensitif terhadap cahaya Penyebab Cedera kepala bisa terjadi karena berbagai faktor. Bahkan aktivitas sehari-hari tak lepas dari risiko cedera kepala dari ringan, sedang, hingga berat. Berikut ini beberapa penyebab cedera kepala yang umum: Kecelakaan di jalan, misalnya ketika tabrakan saat berkendara tanpa memakai alat pengaman seperti helm atau sabuk pengaman Olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepak bola, bola basket, dan tinju Pekerjaan tertentu yang memiliki risiko cedera kepala, misalnya pekerjaan konstruksi dan kelistrikan Celaka saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti terjatuh dari tangga atau terpeleset di kamar mandi Terlibat atau menjadi korban tindak kekerasan, seperti pembegalan Cara Dokter Mendiagnosis Cedera Kepala Ringan Terhadap individu yang mengalami gejala cedera kepala ringan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes diagnostik untuk menentukan tingkat keparahan cedera dan mengidentifikasi komplikasi yang mungkin terjadi. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mencari tanda-tanda cedera kepala dari kepala dan leher, seperti memar atau bengkak. Dokter juga akan mengecek tingkat kesadaran dan koordinasi gerakan pasien. Selain itu, dokter perlu melakukan wawancara medis untuk menanyakan gejala yang muncul setelah cedera. Pertanyaan yang dilontarkan antara lain apakah mengalami pusing atau sakit kepala, apakah sulit berkonsentrasi, dan apakah ada gangguan penglihatan atau pendengaran. Untuk menentukan tingkat kerusakan otak akibat cedera, dokter mungkin akan menjalankan tes neurologis yang meliputi tes refleks serta tes kekuatan otot, koordinasi, dan keseimbangan. Dalam beberapa kasus, pasien perlu menjalani tes pencitraan berupa computed tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI) guna menilai tingkat kerusakan otak dan memastikan tidak ada masalah yang serius. Cara Mengatasi Cedera Kepala Ringan Penanganan cedera kepala ringan dilakukan sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Umumnya gejala akan mereda dalam beberapa hari dengan penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa caranya: Istirahat: ini cara yang paling penting untuk mengobati cedera kepala ringan. Pasien harus menghindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan mengistirahatkan otak selama beberapa hari. Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan sakit kepala dan mengurangi peradangan Terapi fisik untuk membantu memulihkan kekuatan dan koordinasi gerakan pasien serta mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan fleksibilitas Terapi kognitif untuk mengatasi gangguan kognitif, seperti kesulitan berkonsentrasi, kebingungan, dan mudah lupa. Komplikasi Tingkat keparahan cedera kepala ringan memang rendah, tapi tetap ada kemungkinan komplikasi yang serius bila tak diobati dengan tepat. Komplikasi itu antara lain: Masalah yang terkait dengan gangguan kognitif, seperti penurunan prestasi akademis dan karier Gangguan mental, misalnya depresi, cemas berlebih, dan gangguan stres pasca-trauma Epilepsi Mudah mengalami kecelakaan atau cedera karena gangguan keseimbangan Sindrom pasca-gegar otak, seperti sakit kepala kronis, depresi, dan gangguan tidur Pencegahan Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera kepala ringan meliputi: Menggunakan helm ketika mengendarai sepeda atau sepeda motor Menggunakan sabuk pengaman sebagai pengendara ataupun penumpang mobil Mencegah jatuh dengan mengenakan alas kaki yang sesuai, memperhatikan jalan, menghindari lantai yang licin, serta berhati-hati ketika melakukan kegiatan yang berisiko tinggi Memakai peralatan pengaman yang benar dan berkualitas baik saat melakukan olahraga yang berisiko mengakibatkan cedera kepala Menghindari konsumsi alkohol dan obat terlarang yang membuat seseorang rentan mengalami cedera karena terlibat kecelakaan Kapan Harus ke Dokter? Jika mengalami gejala cedera kepala ringan, segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang tepat. Diagnosis dan penanganan sejak dini penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Reviewer dr. Edih Suyanto, Sp. B Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-06-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/cerebral-palsy/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Tumbuh-kembang anak dipengaruhi oleh banyak hal. Beberapa anak bisa mengalami masalah tumbuh-kembang sejak dalam kandungan karena gangguan pada otak. Salah satunya adalah cerebral palsy yang belum diketahui pasti penyebabnya. Mengenal Cerebral Palsy Cerebral palsy adalah kelainan pada otak yang mempengaruhi kendali otak atas sistem saraf dan otot. Kelainan ini bisa terjadi sesaat sebelum lahir atau setelah lahir karena adanya kerusakan otak yang disebabkan oleh berbagai faktor. Akibat kelainan itu, kemampuan gerak tubuh dan koordinasi otot individu yang mengalaminya akan terganggu. Kondisi ini mempengaruhi berbagai bagian tubuh yang berbeda sehingga gejala dan tingkat keparahannya bisa berbeda-beda. Selain itu, kondisi cerebral palsy biasanya tidak membaik ataupun memburuk seiring dengan pertambahan usia anak. Namun komplikasi yang bersumber dari kondisi itu bisa menyebabkan masalah kesehatan lain. Menurut Cerebral Palsy Guide, terdapat lima jenis cerebral palsy, yakni: Spastik: ini jenis cerebral palsy yang paling umum, ditandai dengan kekakuan pada otot tubuh dan keterbatasan gerak. Terdapat tiga subtipe cerebral palsy spastik yang dibedakan menurut bagian tubuh yang terpengaruh, yakni hemiplegia (sisi kanan atau kiri tubuh), diplegia (dari pinggang ke bawah), dan quadriplegia (dari leher ke bawah). Diskinetik: individu dengan tipe diskinetik ditandai dengan gerakan yang tak terkendali atau tak teratur. Ataksik: pada individu yang mengalami jenis cerebral palsy ini, koordinasi ototnya buruk dan tak dapat mengontrol gerakan tubuh dengan akurat. Hipotonik: ini tipe yang langka, ditandai dengan mobilitas yang buruk dan fleksibilitas berlebih. Campuran: sesuai dengan namanya, jenis cerebral palsy ini ditandai dengan kombinasi gejala dari dua atau lebih jenis cerebral palsy yang berbeda. Cerebral palsy tak bisa disembuhkan, tapi ada prosedur terapi, pengobatan, dan operasi yang bisa membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Bergantung pada tingkat keparahannya, pasien bisa hidup mandiri, tapi mungkin juga memerlukan bantuan seumur hidup. Gejala Gejala cerebral palsy bisa berbeda-beda antara satu individu dan individu lain, tergantung tipe yang dialami dan tingkat keparahan kerusakan otak. Gejala umumnya antara lain: Kesulitan menggerakkan tubuh atau bagian tubuh tertentu Otot tubuh kaku Sulit mengambil atau menggenggam benda berukuran kecil Kesulitan berjalan Gangguan bicara Suara sengau, serak, atau monoton Kesulitan mengunyah atau menelan makanan Kesulitan mengendalikan buang air kecil atau besar Air liur berlebih Sulit mengangkat kepala ketika bayi Kesulitan mempelajari hal baru Penyebab Kerusakan otak bayi pada saat dalam kandungan, persalinan, atau kelahiran adalah penyebab utama cerebral palsy. Kerusakan ini bisa mempengaruhi berbagai bagian otak yang mengendalikan gerakan motorik. Namun belum diketahui apa penyebab pasti kondisi ini. Faktor yang meningkatkan risiko cerebral palsy pada bayi termasuk: Terkena infeksi selama kehamilan, seperti rubella, sitomegalovirus, atau toksoplasmosis Kurangnya kadar oksigen dalam tubuh saat hamil Kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah Trauma lahir, misalnya bayi terjepit atau sulit keluar pada saat persalinan Hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hipoksemia (kadar oksigen rendah), dan hipotensi (tekanan darah rendah) yang berkepanjangan pada bayi baru lahir Cedera kepala pada bayi Cara Dokter Mendiagnosis Cerebral Palsy Untuk membuat diagnosis cerebral palsy, dokter akan meninjau riwayat medis dan menjalankan tes asesmen untuk menentukan tipe cerebral palsy yang dialami pasien. Dokter akan menanyakan riwayat tumbuh-kembang pasien, termasuk apakah terdapat keterlambatan perkembangan motorik. Selain itu, dokter akan menanyakan apakah anak pernah mengalami komplikasi selama kehamilan atau persalinan, seperti lahir prematur, kekurangan oksigen, atau infeksi. Dokter juga dapat melakukan tes neurologis untuk mengevaluasi fungsi otak dan sistem saraf, termasuk tes refleks, koordinasi, dan kekuatan otot. Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter bisa melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), pencitraan resonansi magnetik (MRI), atau elektroensefalografi (EEG). Lewat tes ini, dokter bisa menemukan lokasi bagian otak yang rusak sehingga penanganan bisa lebih baik. Cara Mengatasi Cerebral Palsy Hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan pasien cerebral palsy. Tapi terdapat sejumlah langkah penanganan yang bisa diambil untuk membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Misalnya: Fisioterapi untuk membantu meningkatkan koordinasi otot dan kemampuan gerak tubuh. Terapi okupasi untuk mengembangkan keterampilan sehari-hari, seperti makan, berpakaian, dan membersihkan diri. Terapi wicara dan bahasa untuk meningkatkan kemampuan bicara dan komunikasi. Penggunaan alat bantu untuk mempermudah kegiatan sehari-hari, seperti kursi roda, alat bantu jalan, dan alat bantu komunikasi. Obat-obatan untuk mengurangi kekakuan otot atau meredakan gejala lain. Bila pasien tak merespons metode penanganan itu atau ada komplikasi yang tak dapat diatasi dengan terapi, pasien mungkin memerlukan operasi atau pembedahan. Operasi cerebral palsy bisa membantu mengurangi gejala terkait dengan koordinasi otot dan gerakan. Komplikasi Cerebral palsy bisa menyebabkan komplikasi yang menurunkan kualitas hidup hingga membahayakan jiwa pasien. Di antaranya: Gangguan motorik yang mempengaruhi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bergerak dan berjalan. Gangguan kognitif, seperti kesulitan belajar, kesulitan bicara, dan masalah konsentrasi, sehingga mempengaruhi prestasi akademis Masalah pendengaran atau penglihatan Gangguan tidur Infeksi saluran kemih Masalah sistem pencernaan Pencegahan Cerebral palsy tak selalu dapat dicegah. Namun ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, seperti: Menjalani pemeriksaan kehamilan rutin agar kondisi janin bisa terus dipantau sehingga jika ada masalah yang mempengaruhi perkembangan janin bisa cepat terdeteksi dan tertangani Menyiapkan persalinan dengan baik untuk memastikan... - Published: 2023-06-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/cystitis-infeksi-kandung-kemih/ - Kategori: Penyakit, Umum, Urologi - Translation Priorities: Optional Jika Anda merasa lebih sering ingin buang air kecil atau merasakan sakit saat berkemih, bisa jadi Anda terkena cystitis. Cystitis bisa terjadi pada siapa pun baik wanita maupun pria. Infeksi yang menyebabkan peradangan pada kandung kemih ini bisa menyebar ke ginjal dan memicu infeksi ginjal yang lebih serius. Dengan pengobatan yang tepat, dampak buruk peradangan ini bisa dicegah. Mengenal Cystitis Cystitis adalah peradangan pada kandung kemih yang umumnya diakibatkan oleh infeksi bakteri. Infeksi bisa terjadi jika ada bakteri dari saluran kemih yang masuk ke kandung kemih dan berkembang biak di sana. Meski sama-sama bisa terkena, wanita lebih rentan terkena cystitis dibanding pria karena uretra (saluran kemih dari kandung kemih ke luar tubuh) wanita lebih pendek. Selain itu, lokasinya berada lebih dekat dengan anus sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih. Cystitis juga bisa terjadi karena faktor non-infeksi alias tak ada peran bakteri dalam terjadinya masalah kesehatan ini. Biasanya peradangan kandung kemih non-infeksi terjadi karena iritasi pada dinding kandung kemih atau akibat reaksi autoimun. Gejala cystitis infeksi dan non-infeksi serupa dan sama-sama perlu diwaspadai, terutama jika gejala ini dijumpai pada anak-anak. Makin cepat cystitis ditangani, makin cepat pemulihan dari kondisi ini. Gejala Gejala cystitis pada umumnya adalah rasa sakit, perih, sensasi terbakar, atau tersengat saat buang air kecil dan lebih kerap merasa ingin buang air kecil daripada biasanya. Gejala lain yang mungkin terjadi termasuk: Merasa tidak bisa tuntas buang air kecil Warna urine gelap, keruh, dan berbau tidak sedap Merasa tidak enak badan Darah dalam urine Demam, biasanya ketika terjadi infeksi yang parah Nyeri dan kram di daerah perut atau punggung bagian bawah Penyebab Ada dua macam penyebab cystitis, yakni infeksi dan non-infeksi. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi kandung kemih adalah Escherichia coli yang biasanya ditemukan di usus dan bisa masuk ke kandung kemih melalui uretra. Faktor yang meningkatkan risiko cystitis akibat infeksi antara lain: Tidak mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil Menggunakan alat kontrasepsi diafragma Menyeka dari belakang ke depan setelah buang air (sebaiknya menyeka dari depan ke belakang) Selain itu, kelainan atau gangguan kesehatan pada saluran kemih dan sistem imun yang lemah bisa meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri yang memicu cystitis. Sedangkan cystitis non-infeksi terjadi karena iritasi pada kandung kemih. Iritasi ini bisa disebabkan oleh faktor seperti: Kandungan zat kimia dan parfum dalam sabun Radioterapi pada panggul Gesekan dari hubungan seksual Diabetes Perubahan hormon saat hamil atau menopause Cara Dokter Mendiagnosis Cystitis Dokter umumnya mendiagnosis cystitis dengan mengevaluasi gejala pasien. Selain itu, dokter mungkin perlu menjalankan tes untuk memastikan diagnosis. Tes itu antara lain: Pemeriksaan sampel urine di laboratorium untuk mengecek keberadaan bakteri Kultur urine untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat kandung kemih dengan lebih jelas dan mengidentifikasi masalah yang mungkin mempengaruhi aliran urine Sistokopi, yakni pemeriksaan kandung kemih dengan alat yang disebut sistokop Cara Mengatasi Cystitis Untuk kasus cystitis yang ringan, penanganan bisa dilakukan secara mandiri di rumah dan dapat sembuh dalam beberapa hari. Sedangkan untuk kasus yang serius dan disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi selama beberapa hari. Dokter juga mungkin akan memberikan obat anti-inflamasi nonsteroid guna meredakan nyeri dan merekomendasikan perawatan diri untuk mencegah gejala memburuk. Misalnya menghindari produk perawatan yang mengandung zat kimia tertentu, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, serta mengompres area perut atau panggul dengan air hangat dan banyak minum air putih. Komplikasi Komplikasi yang membahayakan dari cystitis adalah infeksi ginjal yang bermula dari infeksi pada kandung kemih. Infeksi ginjal memerlukan perawatan medis yang intensif. Komplikasi lainnya yang perlu perhatian termasuk: Kista kandung kemih Hambatan aliran urine yang bisa memicu kerusakan ginjal Hematuria atau keluarnya darah bersama urine Gangguan kesehatan mental dan emosional, misalnya depresi Pencegahan Cara pencegahan cystitis yang efektif menurut penelitian adalah memastikan minum air putih yang cukup setiap hari. Direkomendasikan setiap orang mengonsumsi 8 gelas air putih setiap hari. Cara lainnya adalah: Tidak menahan buang air kecil Menyeka dari depan ke belakang setelah buang air Mandi dengan pancuran daripada berendam Bersihkan area genital dengan lembut dan perlahan dari arah depan ke belakang, hindari penggunaan sabun berbahan keras Buang air kecil serta membersihkan dan membilas area genitalia sebelum dan setelah berhubungan seksual Hindari penggunaan produk perawatan pada area genital yang bisa menyebabkan iritasi Mengenakan pakaian dalam yang tidak ketat dan tidak lembab. Konsumsi banyak air putih untuk mencegah perkembangbiakan bakteri dalam kandung kemih. Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda mengalami gejala cystitis, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Meski cystitis bisa sembuh sendiri, lebih baik mengikuti rekomendasi dokter agar lebih aman dan pemulihan bisa berlangsung lebih cepat. Reviewer dr. Adhitya Fajar Prasetya, Med. Klin, SpU Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Semarang - Published: 2023-06-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/chronic-venous-insufficiency/ - Kategori: Bedah Vaskuler, Penyakit - Translation Priorities: Optional Chronic venous insufficiency atau insufisiensi vena kronis adalah salah satu masalah yang bisa terjadi pada pembuluh darah dan mempengaruhi sistem tubuh. Secara spesifik, jenis pembuluh darah yang bermasalah di sini adalah pembuluh darah balik (vena). Apa itu chronic venous insufficiency dan bagaimana gejala, pencegahan, hingga pengobatannya akan dibahas berikut ini. Apa itu Chronic Venous Insufficiency Chronic venous insufficiency (CVI) atau insufisiensi vena kronis adalah kondisi ketika vena atau pembuluh darah balik di tungkai tidak berfungsi dengan baik. Normalnya, vena mengalirkan darah kembali ke jantung dari seluruh tubuh. Namun, pada orang dengan CVI, fungsi katup dalam pembuluh darah kaki tidak bekerja dengan baik dan menyebabkan terkumpulnya darah di kaki sehingga kaki menjadi bengkak. Chronic venous insufficiency bisa terjadi pada orang dari segala usia, tapi lebih umum didapati pada orang dewasa berusia di atas 50 tahun. CVI bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang karena dapat menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan ketidaknyamanan lainnya pada kaki. Selain itu, kondisi ini dapat memperburuk masalah kaki lainnya, seperti koreng yang sulit sembuh dan infeksi. Dengan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang diperlukan, gejala CVI dapat dikelola dan individu yang mengalaminya dapat kembali menjalani kehidupan yang normal dan sehat. Gejala Gejala yang terkait dengan chronic venous insufficiency dapat meliputi: Pembengkakan pada kaki: ini gejala chronic venous insufficiency yang paling umum, terutama pada pergelangan kaki dan kaki bagian bawah. Kondisi ini terjadi ketika darah dan cairan menumpuk di kaki karena sirkulasi yang buruk. Varises: varises adalah pembuluh darah vena yang melebar dan berkelok-kelok yang bisa dilihat di bawah permukaan kulit. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan tekanan pada pembuluh darah vena kaki akibat buruknya sirkulasi. Nyeri kaki: banyak pasien CVI mengalami nyeri atau ketidaknyamanan pada kaki, terutama ketika berdiri atau berjalan dalam waktu yang lama. Nyeri ini bisa berupa rasa sakit, tertekan, atau kram. Perubahan kulit: seiring dengan waktu, CVI dapat menyebabkan perubahan pada kulit di kaki, seperti menebal, berubah warna, atau timbulnya luka atau borok. Kelelahan dan kaki terasa berat: kaki orang yang menderita CVI kerap terasa berat dan melelahkan, terutama setelah beraktivitas sepanjang hari. Penyebab Penyebab chronic venous insufficiency adalah rusaknya katup-katup di dalam pembuluh darah vena pada kaki yang mengakibatkan darah tidak dapat mengalir kembali ke jantung dengan baik. Sejumlah faktor yang bisa memicu kerusakan ini antara lain: Deep vein thrombosis (DVT): kondisi terbentuknya gumpalan darah di bagian dalam pembuluh darah vena ini dapat menyebabkan kerusakan katup pembuluh darah vena dan meningkatkan risiko terkena CVI. Usia: makin tua usia, makin besar kemungkinan mengalami masalah pada pembuluh darah vena di kaki. Obesitas: berat badan berlebih bisa meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena di kaki hingga memicu kerusakan katup. Kehamilan: selama kehamilan, volume darah dalam tubuh meningkat sehingga menambah tekanan pada pembuluh darah vena di kaki yang dapat menyebabkan kerusakan katup. Riwayat keluarga: risiko seseorang mengalami chronic venous insufficiency makin besar jika ada anggota keluarganya yang juga terkena masalah kesehatan ini. Merokok: merokok bisa merusak pembuluh darah, termasuk vena di kaki. Gaya hidup tidak sehat: kurang berolahraga, sering makan makanan yang tidak sehat, dan terlalu lama duduk atau berdiri bisa meningkatkan risiko CVI. Diagnosis Untuk mendiagnosis chronic venous insufficiency, dokter terlebih dahulu akan memeriksa fisik dan riwayat medis pasien. Adapun tes atau prosedur diagnostik yang bisa dilakukan mencakup: USG Pembuluh Darah (Doppler): penggunaan teknologi gelombang suara untuk menghasilkan gambar pembuluh darah pada kaki dan mengevaluasi aliran darah. Pencitraan medis: prosedur seperti computed tomography (CT) scan Angiografi atau magnetic resonance imaging (MRI) Angiografi bisa membantu dokter melihat struktur dan fungsi pembuluh darah dengan lebih baik. Venografi: dalam prosedur ini, cairan kontras dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan dokter akan melihat aliran darah di dalam pembuluh darah dengan sinar-X. Cara Mengatasi Chronic Venous Insufficiency Terdapat sejumlah cara untuk mengatasi chronic venous insufficiency, di antaranya: Mengenakan medical stocking (stocking kompresi) untuk membantu mengurangi pembengkakan dan membantu aliran darah balik. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti rajin berolahraga, tidak terlalu lama duduk, makan makanan sehat, dan berhenti merokok. Terapi obat untuk mengatasi berbagai gejala, seperti antikoagulan (pengencer darah), analgesik (pereda nyeri), dan diuretik (mengurangi pembengkakan). Skleroterapi dengan menyuntikkan agen sklerotik ke vena untuk membuat pembuluh darah mengecil dan tak berfungsi lagi. Prosedur bedah, seperti operasi pengangkatan vena atau bedah laser endovenous untuk menutup vena yang rusak. Komplikasi Dalam artikel Seminars in Interventional Radiology dijelaskan bahwa chronic venous insufficiency yang tak mendapat penanganan tepat bisa menyebabkan berbagai komplikasi, terutama rasa sakit dan ketidaknyamanan yang konstan, perdarahan, tromboflebitis superfisial (peradangan dan pembentukan bekuan darah pada vena di dalam kulit), serta perubahan pada kulit yang bisa berujung pada terbentuknya ulkus atau luka terbuka. Pencegahan Berikut ini beberapa cara untuk mencegah chronic venous insufficiency: Rutin berolahraga untuk meningkatkan sirkulasi darah Menjaga berat badan yang sehat Menghindari duduk atau berdiri dalam waktu lama Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat Berhenti merokok Angkat kaki pada posisi lebih tinggi dari jantung ketika tidur atau beristirahat agar aliran... - Published: 2023-06-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/buta-bagaimana-mengatasinya/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Penglihatan sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari. Mata yang buta akan mempengaruhi semua aspek kehidupan dari yang terkecil hingga terbesar. Maka penting untuk memahami cara terbaik untuk merawat mata guna menghindari hilangnya penglihatan. Mengenal Buta Buta adalah kondisi hilangnya kemampuan orang untuk melihat serta membedakan objek atau cahaya. Kebutaan bisa bersifat sementara ataupun permanen dan dapat terjadi pada salah satu ataupun kedua mata. Terdapat berbagai penyebab kebutaan, dari cedera, penyakit mata, hingga faktor usia. Seperti dilansir Kementerian Kesehatan, WHO menyebutkan penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah katarak sebanyak 62%. Di bawahnya ada glaukoma (15 %), degenerasi makula terkait dengan usia (7 %), dan retinopati diabetik (3 %). Terdapat beberapa jenis kebutaan, antara lain: Parsial: hanya sebagian penglihatan yang hilang, bisa pada satu atau kedua mata Buta warna: kesulitan membedakan warna tertentu, bisa sebagian bisa pula total Kongenital: kebutaan yang terjadi saat lahir atau bawaan Buta akibat penyakit: penglihatan hilang karena penyakit tertentu, seperti diabetes, infeksi, dan tekanan darah tinggi Buta akibat cedera: penglihatan hilang lantaran trauma atau cedera pada mata atau otak Buta akibat faktor lingkungan: kebutaan yang terjadi karena paparan radiasi, bahan kimia, atau hal lain yang bersumber dari lingkungan Mata yang buta tak bisa diobati, tapi ada sejumlah cara bagi individu yang mengalaminya untuk beradaptasi dengan alat bantu, pelatihan keterampilan, serta dukungan sosial dan psikologis. Gejala Gejala buta pada tiap individu bisa berbeda-beda, tergantung penyebab dan jenisnya. Gejala itu antara lain: Sama sekali tidak bisa atau hanya dapat melihat sedikit cahaya atau bayangan Kesulitan membaca atau menulis, termasuk dengan kacamata atau lensa kontak Perubahan pada mata, misalnya membengkak, terasa sakit, atau berwarna kemerahan Kesulitan mengenali wajah orang Penglihatan kabur atau buram Kesulitan berjalan di tempat yang belum dikenal Sensitif terhadap cahaya Kesulitan menentukan bentuk benda Mata berair Mata gatal Keliru mengidentifikasi warna Seperti ada kilatan cahaya, tirai putih, atau lingkaran cahaya (halo) pada penglihatan Nyeri pada mata atau terasa ada tekanan pada area mata Penyebab Terdapat sejumlah penyebab mata buta yang umum, di antaranya: Katarak: kabur atau buramnya penglihatan karena lensa mata menjadi keruh, antara lain karena penuaan, cedera, atau penyakit tertentu Glaukoma: rusaknya saraf optik akibat peningkatan tekanan di dalam mata Degenerasi makula terkait dengan usia: hilangnya penglihatan karena kerusakan makula, yakni bagian dari retina Retinopati diabetik: komplikasi diabetes berupa rusaknya pembuluh darah di retina dan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan Penyakit mata lain: misalnya infeksi atau radang yang dapat merusak mata Kerusakan mata akibat cedera: misalnya terkena kebakaran, kecelakaan di jalan, atau trauma pada mata Masalah kesehatan lain: masalah kesehatan seperti stroke atau tumor otak juga dapat mempengaruhi fungsi mata hingga mengakibatkan mata buta Genetik: riwayat genetik atau keturunan berperan dalam beberapa jenis kebutaan, seperti retinitis pigmentosa dan sindrom Usher Faktor lingkungan: paparan radiasi, bahan kimia, atau sinar matahari yang berlebihan bisa merusak mata dan menyebabkan kebutaan Cara Dokter Mendiagnosis Buta Hanya dokter atau ahli mata yang bisa menegakkan diagnosis mata buta. Ada serangkaian tes dan pemeriksaan yang dibutuhkan. Salah satunya adalah pemeriksaan mata dengan alat khusus, seperti oftalmoskop atau biomikroskop untuk melihat kondisi dan struktur mata. Tes lainnya termasuk: Tes penglihatan untuk mengukur kemampuan mata dalam melihat, misalnya dengan tes Snellen, tes optotip, atau tes Amsler Tes bidang pandang untuk mengetahui seberapa luas bidang atau lapangan pandang guna memastikan apakah ada kerusakan di saraf optik atau area visual pada otak Tes warna untuk melihat kemampuan membedakan warna untuk mengetahui buta warna Tes neurologis untuk mengevaluasi kerusakan saraf atau fungsi otak yang mungkin menyebabkan kebutaan Ketika Mata Ketika mata buta, tidak ada cara untuk menyembuhkan atau memulihkan penglihatan sepenuhnya. Namun terdapat beberapa cara untuk mengatasi atau meminimalkan dampak kebutaan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: Pengobatan dengan resep dokter atau tindakan medis untuk mengobati kondisi yang menyebabkan kebutaan. Misalnya pengobatan katarak dengan operasi pengangkatan lensa mata yang keruh Edukasi dan terapi untuk membantu orang yang mengalami kebutaan supaya bisa hidup mandiri dan produktif, antara lain dengan terapi okupasi, fisioterapi, dan terapi psikologis Penggunaan teknologi alat bantu untuk membantu meningkatkan fungsi orang yang mengalami kebutaan, misalnya dengan alat bantu visual, pendengaran, mobilitas, dan komunikasi seperti tongkat penuntun dan perangkat lunak suara yang bisa membantu membacakan teks Selain cara-cara di atas, dibutuhkan dukungan sosial dari keluarga dan teman-teman agar individu yang buta dapat merasa lebih percaya diri dan mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Komplikasi Mata buta bisa mengakibatkan komplikasi pada kesehatan hingga kualitas hidup individu. Di antaranya: Merasa terisolasi secara sosial lantaran sulit berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain Mengalami depresi dan gangguan kecemasan karena merasa tak bisa lagi melakukan kegiatan yang disenangi dan tak bebas beraktivitas Sulit mengerjakan tugas sehari-hari, seperti memasak, membersihkan rumah, hingga membuat keputusan yang penting dalam hidup terkait dengan pekerjaan atau pendidikan Mengalami kecelakaan atau cedera karena tak dapat atau sulit melihat Kualitas hidup menurun lantaran tak dapat berkegiatan seperti biasa, termasuk menjalankan hobi tertentu yang menyenangkan hati Sangat bergantung pada orang lain atau tidak dapat... - Published: 2023-06-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/mengatasi-cegukan/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Semua orang pasti pernah mengalami cegukan di satu titik dalam hidupnya. Orang zaman dulu kerap mengatakan cegukan adalah tanda seorang anak akan beranjak besar. Tapi secara medis tidak kaitan antara cegukan dan proses tumbuh-kembang karena orang dewasa juga bisa mengalaminya sehingga pernyataan tersebut hanya sekedar mitos saja. Berikut ini penjelasannya bagaimana cara mengatasi cegukan lebih lanjut. Mengenal Cegukan Cegukan alias hiccup adalah kontraksi tiba-tiba dan tak terkontrol pada diafragma dan otot pernapasan lain yang menyebabkan udara masuk dengan cepat ke paru-paru dan menghasilkan suara "hik". Diafragma adalah otot yang memisahkan rongga dada dari rongga perut dengan kata lain batas pemisah rongga dada dan perut. Cegukan atau singultus biasanya terjadi ketika saraf frenikus yang mengontrol diafragma terangsang. Cegukan biasanya tak membahayakan dan bisa hilang sendirinya dalam beberapa menit. Dalam beberapa kasus, cegukan dapat berlangsung berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu dan menjadi masalah yang mengganggu. Seperti dikutip dari National Library of Medicine, cegukan yang berlangsung kurang dari 48 jam disebut akut, sedangkan jika bertahan lebih dari 2 hari disebut persisten. Adapun bila cegukan bertahan lebih dari sebulan, sebutannya adalah intractable. Bila cegukan tergolong persisten ataupun intractable atau kerap dialami, bisa jadi itu adalah tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Pemeriksaan medis diperlukan untuk kasus cegukan ini. Gejala Gejala cegukan yang utama adalah suara "hik" yang khas yang terjadi secara tiba-tiba dan berulang. Suara ini bisa terus muncul dalam beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Ada juga orang yang merasakan ketidaknyamanan di dada atau tenggorokan saat cegukan terjadi. Selain itu, beberapa orang melaporkan gejala seperti: Nyeri di dada atau perut Sulit bernapas atau napas pendek Kebas atau mati rasa pada wajah atau ekstremitas Penyebab Beberapa penyebab cegukan yang umum antara lain: Peningkatan tekanan pada diafragma, seperti ketika makan terlalu cepat atau terlalu banyak Merokok atau menghirup asap rokok Mengonsumsi alkohol secara berlebihan Lambung meregang akibat konsumsi minuman berkarbonasi atau makanan pedas Stres atau kecemasan Selain itu, ada penyebab yang lebih serius yang mengakibatkan cegukan berlangsung lama dan rutin terjadi, seperti: Gangguan pada sis tem saraf pusat atau saraf tepi, termasuk stroke Masalah pada sistem pernapasan, antara lain infeksi saluran pernapasan Gangguan pada sistem pencernaan, misalnya GERD atau asam lambung naik Efek samping obat-obatan Cara Dokter Mendiagnosis Cegukan Cegukan yang kerap dialami atau tak kunjung hilang memerlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan diagnosis. Biasanya dokter perlu menjalankan serangkaian tes diagnostik serta pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi penyebab dan menemukan metode pengobatan yang tepat. Tes yang umumnya dilakukan termasuk: Tes darah dan urine untuk mengecek fungsi hati, ginjal, dan organ lain dalam tubuh Tes dengan alat yang disebut endoskop untuk melihat bagian dalam kerongkongan dan perut guna mencari tahu apakah ada masalah pada organ pencernaan yang melatari cegukan, seperti GERD atau naiknya asam lambung CT scan atau MRI untuk melihat kondisi otak dan memeriksa apakah ada masalah di sana yang menyebabkan cegukan. Elektromiografi untuk melihat aktivitas saraf frenikus dan mencari tahu apakah ada masalah pada saraf tersebut. Cara Mengatasi Cegukan Untuk cegukan yang tak bisa hilang sendiri dalam beberapa menit atau jam atau kerap terjadi, dokter bisa merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasinya, misalnya: Menelan air atau es batu yang dapat membantu menghentikan cegukan dengan cara mengalihkan perhatian saraf. Air dingin juga bisa menenangkan saraf yang terkait dengan cegukan. Menghirup udara dalam plastik, tujuannya sama dengan menelan air atau es batu dengan mengalihkan perhatian saraf. Menekan saraf di bagian bawah tulang belakang leher dengan perlahan. Memijat tenggorokan atau area sekitar diafragma. Menarik napas dalam-dalam dan menahannya selama beberapa detik agar perhatian saraf teralihkan. Dengan cara ini, rongga dada akan lebih luas sehingga bisa membantu meredakan cegukan. Adapun bila cegukan disebabkan oleh masalah medis, dokter akan menentukan langkah penanganan untuk mengatasi kondisi tersebut. Misalnya, bila cegukan dipicu oleh GERD, dokter bisa meresepkan obat untuk mengurangi produksi asam lambung. Komplikasi Dalam sebagian besar kasus, cegukan tak menimbulkan komplikasi ketika dapat hilang sendiri dalam waktu singkat. Namun bila cegukan berlangsung lama dan terus-menerus terjadi secara berkala, bisa terjadi komplikasi seperti: Gangguan tidur Kelelahan Gangguan nutrisi Dehidrasi Pencegahan Terdapat sejumlah cara untuk mencegah cegukan, di antaranya: Makan perlahan-lahan dan mengunyah makanan dengan baik. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin serta terlalu asam atau terlalu pedas. Makan dan minum secukupnya agar tidak membuat perut terlalu penuh yang bisa memicu cegukan. Hindari konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok. Hindari asap rokok dari orang lain yang bisa memicu iritasi di tenggorokan hingga mengakibatkan cegukan. Kapan Harus ke Dokter? Cegukan termasuk kejadian yang umum dialami orang. Kebanyakan orang tak perlu memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami cegukan. Bila cegukan berlangsung hingga berjam-jam atau kerap terjadi setiap hari, barulah diperlukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa kondisi yang melatarinya. Reviewer dr. Arinta Prinarbaningrum Dokter Umum – Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2023-06-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/croup-gangguan-pernapasan-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Anak rentang mengalami berbagai masalah kesehatan. Di antaranya croup yang banyak menyerang anak berusia balita. Meski merupakan umum terjadi pada anak, kondisi ini memerlukan perhatian orang tua karena bisa mengganggu saluran pernapasan dan berakibat fatal. Mengenal Croup Croup adalah gangguan pernapasan pada anak-anak yang dipicu peradangan pada saluran napas bagian atas yang terdiri atas laring (pita suara), trakea (pipa udara menuju paru-paru), dan bronkus (saluran udara di dalam paru-paru yang terhubung ke batang tenggorokan). Nama lainnya adalah laringotraheobronkitis. Croup biasanya terjadi pada anak-anak pada umur 6 bulan hingga 3 tahun, tapi bisa juga menimpa anak yang berusia lebih tua. Ketika mengalaminya, anak akan batuk-batuk keras seperti suara gonggongan. Prevalensi croup bervariasi di seluruh dunia, bergantung pada musim dan keadaan geografis. Data jumlah kasus croup di Indonesia terbatas, tapi kondisi ini masih dianggap sebagai salah satu penyakit pernapasan yang sering ditemukan pada anak-anak. Jika tak segera ditangani, croup bisa menyebabkan konsekuensi yang serius. Dalam kasus yang berat, anak bisa mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, croup bisa memicu masalah pada saluran napas dalam jangka panjang dan bahkan menyebabkan kematian. Gejala Gejala awal croup umumnya seperti flu, misalnya demam dan hidung meler atau tersumbat. Saat saluran napas atas teriritasi dan membengkak, suara anak akan menjadi serak dan keluar batuk menggonggong. Gejala ini bisa muncul mendadak dan lebih buruk di malam hari. Gejala lainnya termasuk: Napas berbunyi atau terdengar suara yang berat ketika bernapas Sesak napas atau sulit bernapas Suhu tubuh tinggi Gejala ini bisa memburuk secara bertahap dalam 2-3 hari. Jika muncul gejala yang mengkhawatirkan, seperti warna kulit menjadi biru yang menandakan kurangnya oksigen, segera datangi dokter. Penyebab Seperti dikutip dari National Library of Medicine, penyebab croup yang umum adalah virus parainfluenza. Namun bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini. Virus parainfluenza yang kerap memicu croup adalah tipe 1 dan 2. Namun virus lain seperti influenza dan adenovirus juga bisa menjadi pemicu. Infeksi virus tersebut membuat bagian dari saluran napas mengalami peradangan. Seiring dengan waktu, saluran napas bisa menyempit atau membengkak sehingga anak sulit bernapas. Anak paling sering mengalami gangguan pernapasan karena sistem kekebalan tubuhnya belum matang. Anak juga belum punya antibodi yang cukup guna melawan virus pemicu croup. Anak-anak yang hidup di wilayah dengan iklim kering atau mengalami perubahan cuaca ekstrem lebih berisiko terkena croup. Cara Dokter Mendiagnosis Croup Dokter bisa menegakkan diagnosis croup lewat pemeriksaan fisik dan riwayat medis serta tes diagnostik. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek tenggorokan dan dada pasien untuk menyelisik tanda-tanda croup, terutama penyempitan pada saluran napas. Selain itu, pasien mungkin perlu menjalani tes darah untuk mengecek tanda-tanda infeksi, seperti jumlah sel darah putih. Dokter juga bisa melakukan tes pencitraan dengan sinar-X atau CT scan dada atau leher untuk memeriksa apakah ada obstruksi pada saluran napas. Sebagai tambahan, dokter juga mungkin menggunakan alat yang disebut pulse oximeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah pasien. Tes ini membantu menentukan seberapa parah gangguan pernapasan dan memastikan pasien beroleh perawatan yang tepat. Cara Mengatasi Croup Perawatan untuk mengatasi croup bervariasi, tergantung apakah kondisi yang dialami ringan, sedang, atau berat. Untuk croup ringan, pasien bisa dirawat di rumah. Namun pastikan pasien meminum banyak air putih supaya tak kekurangan cairan. Untuk menjaga pasien anak tetap nyaman dan tidak rewel, berikan kenyamanan semaksimal mungkin. Misalnya dengan menggunakan pelembap udara agar anak lebih mudah bernapas dan memberikan mainan kesukannya. Dokter bisa meresepkan obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan obat bronkodilator guna melebarkan saluran napas. Obat ini biasanya diberikan dengan inhaler atau nebulizer. Sedangkan bila gejala croup parah dan anak sulit bernapas, dokter bisa menerapkan prosedur medis seperti intubasi atau trakeostomi untuk membantu pernapasan anak. Komplikasi Croup bisa menyebabkan komplikasi untuk kasus yang parah. Komplikasi itu termasuk: Obstruksi saluran pernapasan yang parah akibat pembengkakan yang tak kunjung diatasi sehingga pasien kekurangan oksigen Pneumonia, yakni menjalarnya infeksi virus atau bakteri penyebab croup ke area paru-paru Dehidrasi atau kekurangan cairan lantaran anak tak mau minum atau makan sehingga membahayakan jiwanya Hilang kesadaran dan kerusakan otak lantaran kurangnya kadar oksigen dalam tubuh Pencegahan Upaya pencegahan croup berfokus pada penerapan pola hidup bersih dan sehat. Lewat cara ini, kemungkinan terkena infeksi virus atau bakteri penyebab croup akan lebih kecil dan gejala bisa lebih terkendali. Untuk membantu menekan risiko, cara lainnya termasuk: Menghindari atau membatasi konsumsi rokok Menghindar dari asap rokok dan zat penyebab polusi udara lain Menjaga kelembapan udara agar tak terlalu kering ataupun terlalu lembap Menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan sehat dan rutin berolahraga Kapan Harus ke Dokter? Sangat penting untuk segera mengambil tindakan dengan mendatangi dokter demi berkonsultasi dan pemeriksaan jika anak mengalami gejala croup. Pengobatan yang tepat dan cepat dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan. Reviewer dr. Sjully Mamahit, M. Kes. ,Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar - Published: 2023-06-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/de-quervains-tenosynovitis-ibujari-nyeri/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Pergelangan tangan yang tiba-tiba terasa sakit bisa menandakan banyak hal. Di antaranya yang mungkin terjadi adalah de Quervain’s tenosynovitis atau tenosinovitis de Quervain. Kondisi ini bisa dialami siapa pun dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga menurunkan produktivitas. Perawatan medis dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan sehingga pasien bisa kembali beraktivitas. Mengenal De Quervain’s Tenosynovitis De Quervain’s tenosynovitis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan atau inflamasi pada tendon extensor dan abduktor ibu jari tangan dan pergelangan tangan yang menyebabkan nyeri dan kesulitan gerakan pada jempol. Tendon adalah urat otot atau jaringan ikat berwarna putih berbentuk seperti tali yang merupakan ujung otot untuk melekat pada tulang atau struktur lain. Tendon yang mengalami kondisi ini biasanya terletak pada sisi jempol dan memanjang ke bawah ke pergelangan tangan Kondisi ini kerap terjadi pada orang yang melakukan gerakan berulang pada pergelangan tangan dan jempol, misalnya mengangkat bayi atau memegang alat tulis. Kondisi ini bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dan bahkan menurunkan kualitas hidupnya. Istilah untuk kondisi ini diambil dari nama ahli bedah Fritz de Quervain asal Swiss yang pertama kali mengidentifikasinya pada 1895. Ada beberapa kondisi yang mirip dengan de Quervain’s tenosynovitis. Diperlukan pemeriksaan klinis untuk memastikan diagnosis. Gejala Gejala utamanya adalah nyeri di sisi radial ibu jari hingga pergelangan tangan terutama saat membentuk kepalan tangan, menekan tombol telepon seluler, menggenggam benda, atau memutar pergelangan tangan. Rasa nyeri bisa menjalar ke bagian lain pada ibu jari atau lengan bawah. Gejala lainnya meliputi: Area pergelangan tangan dan ibu jari membengkak Ada rasa tidak nyaman atau sakit saat melakukan gerakan dengan jempol dan pergelangan tangan Kadang ada suara klik ketika melakukan gerakan dengan jempol Jempol atau pergelangan tangan terasa kaku Penyebab De Quervain’s tenosynovitis terjadi karena ketegangan berulang pada tendon karena seringnya pergelangan tangan dan/atau ibu jari dalam posisi yang fleksi. Posisi ini membuat tendon mengalami peradangan. Sejumlah aktivitas bisa memperbesar risiko seseorang mengalami cedera ini, seperti: Menggunakan komputer Merajut Mengangkat dan menggendong bayi Mengetik di ponsel Memalu paku ke tembok Aktivitas ibu rumah tangga Seperti dikutip dari University of Michigan Health, kondisi ini paling umum menyerang wanita berusia 30-50 tahun, tapi semua orang pada usia berapa pun pada dasarnya bisa terkena. Faktor lain yang berpengaruh dalam terjadinya de Quervain’s tenosynovitis termasuk: Kondisi tertentu, seperti gangguan tiroid, diabetes, obesitas, dan artritis reumatoid Penggunaan alat bantu atau peralatan yang tidak ergonomis atau tidak nyaman digunakan, seperti bolpen atau mengetik di komputer Ada cedera pada pergelangan tangan atau jempol Cara Dokter Mendiagnosis De Quervain’s Tenosynovitis Dokter dapat menegakkan diagnosis de Quervain’s tenosynovitis lewat pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien secara cermat. Dokter akan menanyakan riwayat medis pasien, termasuk kondisi yang saat ini dan dulu pernah dialami, cedera sebelumnya, dan gejala yang dirasakan. Tes yang umumnya dilakukan untuk memastikan diagnosis adalah tes Finkelstein. Dalam tes ini, pasien diminta menekuk ibu jari ke arah telapak tangan dan menutupnya dengan jari-jari lain. Setelah itu, dokter akan memutar pergelangan tangan pasien ke arah luar. Bila pasien merasa nyeri pada bagian ibu jari dan pergelangan tangan, kemungkinan besar ia mengalami de Quervain’s tenosynovitis. Cara Mengatasi De Quervain’s Tenosynovitis De Quervain’s tenosynovitis gejalanya dapat berulang. Dapat dilakukan perawatan mandiri di rumah, terutama dengan mengistirahatkan ibu jari dan pergelangan tangan guna meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan. Penggunaan kompres dingin juga bisa membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit. Setelah itu, kompres hangat bisa digunakan untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah di area yang sakit dan meredakan nyeri. Cara lainnya termasuk: Penggunaan belat (splint) atau brace untuk membantu membatasi gerakan pergelangan tangan dan ibu jari untuk mempercepat pemulihan. (Thumb Spica Splint ) Pemberian obat pereda nyeri seperti ibuprofen Injeksi kortikosteroid jika obat sebelumnya tak efektif Terapi fisik untuk membantu memperkuat otot yang digunakan dalam gerakan pergelangan tangan dan ibu jari Bila gejalanya parah atau tak kunjung membaik, langkah terakhir untuk mengatasi de Quervain’s tenosynovitis adalah operasi melepaskan jepitan pada tendon ibu jari pada jaringan tendon yang terpengaruh. Setelah operasi, pasien mungkin perlu menggunakan splint selama satu hingga empat minggu. Komplikasi Komplikasi serius akibat de Quervain's tenosynovitis tergolong jarang terjadi. Meski begitu, ada kemungkinan gejala makin parah dan mempengaruhi kemampuan individu dalam melakukan pekerjaan sehari-hari bila tak diobati dengan tepat. Komplikasi yang mungkin terjadi mencakup: Tidak mampu melakukan aktivitas yang menggunakan pergelangan tangan dan ibu jari Penurunan kualitas hidup karena rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dirasakan dalam jangka waktu lama Gangguan hingga kerusakan saraf di area pergelangan tangan dan ibu jari Infeksi pada jaringan yang terkena Pencegahan Terdapat beberapa cara yang bisa membantu mencegah atau mengurangi risiko terkena de Quervain's tenosynovitis, antara lain: Menghindari gerakan berulang yang menggunakan pergelangan tangan dan ibu jari. Ambil jeda atau istirahat secara teratur untuk mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan dan jempol. Menggunakan teknik yang tepat ketika melakukan aktivitas yang melibatkan pergelangan tangan dan ibu jari. Melatih otot-otot di area pergelangan tangan dan ibu jari. Menggunakan peralatan yang tepat dan ergonomis untuk menunjang aktivitas... - Published: 2023-05-30 - Modified: 2023-05-30 - URL: https://primayahospital.com/saraf/rumah-aman-pasien-stroke/ - Kategori: Saraf Perawatan pasien stroke membutuhkan perhatian khusus, sebab umumnya dilakukan secara rawat jalan. Penting untuk menyiapkan rumah aman pasien stroke sebaik mungkin. Berikut hal-hal yang wajib dipahami keluarga pasien stroke untuk persiapan perawatan pasien stroke di rumah. Untuk membantu menciptakan rumah aman pasien stroke, Anda bisa mempercayakannya pada Kavacare. Hubungi Kavacare Support di nomor 0811 1446 777 untuk mendapatkan perawatan hingga fisioterapi di rumah bagi pasien stroke oleh tenaga medis profesional. Mengenal Apa Itu Stroke Stroke terjadi saat pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi menuju otak terhambat atau pecah. Hambatan ini bisa terjadi karena adanya gumpalan yang menyumbat atau pecahnya pembuluh darah. Ketika otak tidak menerima suplai darah dan oksigen yang cukup, hanya dalam hitungan menit sel-sel otak pun akan mati. Ada dua jenis stroke berdasarkan penyebabnya. Stroke yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah (stroke iskemik/ischemic stroke) dan stroke akibat pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik/hemorrhagic stroke). Penyebab Stroke Stroke iskemik dipicu oleh menyempitnya pembuluh darah sehingga terjadi penurunan aliran darah secara drastis (iskemia). Biasanya penyempitan ini akibat dari penumpukan lemak, penggumpalan darah, atau adanya sumbatan lain yang terbawa aliran darah. Jenis stroke ini paling banyak ditemui. Stroke hemoragik terjadi saat salah satu pembuluh darah di otak bocor atau pecah, mengakibatkan perdarahan. Beberapa faktor pemicunya seperti tekanan darah tinggi tidak terkontrol, konsumsi pengencer darah tanpa pengawasan, trauma pada kepala, melemahnya pembuluh darah, atau pembengkakan pada dinding pembuluh darah. Penyebab lainnya adalah stroke iskemik yang kemudian memicu perdarahan pada otak. Gejala Stroke Jika Anda atau keluarga memiliki risiko stroke, beberapa gejala yang perlu diwaspadai: Kesulitan bicara dan memahami ucapan orang lain. Pasien akan kebingungan, tidak lancar mengucap, bicara pelo, atau tampak sulit memahami perkataan orang lain Lumpuh sebagian atau mati rasa pada beberapa bagian tubuh. Pasien stroke tiba-tiba mengalami paralisis atau kelumpuhan sebagian, serta mati rasa pada sebagian wajah, tangan, atau kaki Gangguan penglihatan. Seseorang yang mengalami serangan stroke kemungkinan pandangannya mendadak buram atau berbayang Sakit kepala mendadak. Salah satu gejala stroke adalah timbulnya sakit kepala hebat diikuti kesadaran yang menurun Sulit berjalan. Kehilangan keseimbangan atau kepala terasa berputar mengakibatkan pasien sulit melangkah tanpa bantuan. Dampak Stroke pada Kehidupan Sehari-hari Komplikasi pada stroke dapat menyebabkan disabilitas sementara maupun permanen. Beberapa dampaknya seperti: Kelumpuhan atau tidak mampu menggerakan otot pada sebagian anggota tubuh Kesulitan bicara atau menelan, karena stroke memengaruhi otot area mulut dan tenggorokan Hilang ingatan, kesulitan berpikir, tidak mampu memahami konsep maupun mengambil keputusan Sulit mengontrol emosi, bahkan dapat mengalami depresi Sensasi tidak nyaman yang terus menerus, seperti nyeri, mati rasa, atau kesemutan Perubahan signifikan pada perilaku hingga tidak mampu merawat diri sendiri Hal yang Harus Diperhatikan saat Merawat Pasien Stroke Tahun 2018, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mencatat dari 1000 penduduk Indonesia, 10 orang di antaranya terserang stroke. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun 1990-an. Sedangkan pada tahun 2019 tercatat pula setiap harinya RS Pusat Otak Nasional (RS PON) menangani 500 pasien rawat jalan, dengan 350 di antaranya adalah pasien stroke. Dari data tersebut disimpulkan perawatan stroke umumnya dilakukan rawat jalan di rumah. Maka, merawat pasien stroke di rumah tentu butuh perhatian khusus. Anda dan keluarga perlu memerhatikan beberapa hal, yaitu: Kurangi Risiko Serangan Stroke. pasien sewaktu-waktu dapat mengalami serangan stroke kembali. Untuk mencegahnya terjadi kembali, pastikan pola makan pasien terjaga, rutin konsumsi obat sesuai resep, dan berolahraga sesuai anjuran Hati-hati dengan Risiko Jatuh. Setelah mengalami stroke, keseimbangan pasien seringkali terganggu dan rentan terjatuh. Pada pasien stroke, jatuh tidak bisa disepelekan. Terjatuh pada pasien stroke dapat menyebabkan fraktur (patah tulang) serta cidera serius. Pasien stroke yang pernah terjatuh juga berisiko semakin ragu untuk beraktivitas secara mandiri karena takut terjatuh kembali. Perhatikan Perubahan Sikap dan Kemampuan Pasien. Perubahan perilaku maupun kemampuan pasien bergerak atau komunikasi memengaruhi jenis perawatan yang sebaiknya diberikan Proses Penyembuhan Tergantung Banyak Hal. Pasien stroke dapat pulih, tetapi banyak faktor yang memengaruhi seperti bagian otak mana yang terserang, semangat pasien, motivasi dari keluarga, serta tingkat kesehatan pasien secara umum Perkembangan Pasien Stroke Berbeda-beda. Beberapa pasien stroke dapat pulih dan beraktivitas lebih baik dalam 3-4 bulan pasca serangan stroke, tetapi ada pula yang butuh waktu 1-2 tahun hingga mengalami perkembangan signifikan Pertimbangkan Bantuan. Perawatan pasien stroke butuh perhatian ekstra. Anda dan keluarga mungkin perlu bantuan tenaga profesional untuk mendampingi, di samping melakukan terapi rutin saat konsultasi ke dokter Pahami Kebutuhan Pasien Stroke. Anda dan keluarga sebaiknya mencatat perkembangan pasien, serta mempertimbangkan apakah rumah tempat pasien dirawat nantinya perlu disiapkan agar sebagai rumah aman pasien stroke Modifikasi Rumah agar Aman bagi Pasien Stroke Rumah aman pasien stroke perlu mempertimbangkan beberapa situasi, seperti pasien yang fisiknya jauh lebih lemah, adanya kelumpuhan, kesulitan bergerak, dan mudah lelah. Selain itu pasien stroke bisa mengalami hilang ingatan, berarti berada di rumah sendiri pun mungkin terasa asing. Ditambah pasien stroke sering kesulitan menahan buang air kecil. Beberapa hal yang bisa Anda dan keluarga lakukan saat menyiapkan rumah aman pasien stroke adalah: 1. Lantai Gunakan karpet... - Published: 2023-05-30 - Modified: 2023-05-30 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyembuhan-luka-dekubitus/ - Kategori: Penyakit Dalam Makanan memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan tubuh dari penyakit. Dengan asupan makanan yang memiliki gizi seimbang, tubuh dapat memperbaiki jaringan yang rusak lebih cepat dengan dibantu obat-obatan. Pada luka dekubitus, makanan bergizi seimbang berperan besar di setiap tingkatan penyembuhannya. Pemilihan makanan yang tepat bagi pasien luka dekubitus tidak hanya membantu proses penyembuhan namun juga dapat membantu mencegah luka tersebut terbentuk kembali. Perawatan luka dekubitus seringkali membutuhkan perhatian khusus. Untuk mendapatkan perawatan luka di rumah oleh perawat profesional, hubungi layanan homecare dari Kavacare di nomor Whatsapp Kavacare Support 0811-1446-777. Tentang Luka Dekubitus Luka dekubitus atau disebut juga ulkus dekubitus adalah luka pada bagian tubuh yang mendapat tekanan juga gesekan secara konstan karena pergerakan yang terbatas. Keterbatasan pergerakan ini dapat terjadi karena kondisi kesehatan pasien mengharuskan proses perawatan dilakukan secara berbaring atau dengan gerakan seminimal mungkin. Luka dekubitus terbentuk karena aliran darah yang terhambat ke bagian tubuh yang mendapat tekanan tersebut. Kurangnya aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ini dapat menyebabkan kerusakan hingga kematian jaringan. Luka dekubitus umumnya terbentuk pada bagian tubuh yang letaknya menutupi tulang seperti seperti tumit, pergelangan kaki, pinggul dan tulang ekor. Sementara untuk pasien yang menggunakan kursi roda, luka dekubitus juga dapat terbentuk di area bokong, punggung, lengan dan kaki yang terus bersandar dengan bagian sandaran kursi. Terdapat 4 tingkatan luka dekubitus yang dapat terbentuk dalam hitungan jam ataupun hari. Semakin cepat luka dekubitus terdeteksi, semakin tinggi kemungkinan luka tersebut dapat disembuhkan. Meski demikian, pada kategori lebih lanjut luka dekubitus juga dapat menjadi luka permanen. Gejala Luka Dekubitus Adapun gejala dari luka dekubitus antara lain sebagai berikut: Perubahan warna atau tekstur kulit Pembengkakan Muncul nanah Kulit yang luka terasa lebih dingin atau hangat saat disentuh dibanding bagian lain Tipe Luka Dekubitus Terdapat 4 tingkat keparahan luka dekubitus. Berikut adalah ciri-ciri setiap tingkatannya. Tingkat 1 Luka dekubitus tingkat 1 ditandai dengan adanya rasa gatal dan perubahan warna kulit pada bagian yang terluka. Bagian kulit juga terasa berbeda dari bagian sekitarnya: lebih keras atau lebih lembut, hangat atau lebih dingin. Tingkat 2 Luka dekubitus tingkat 2 ditandai dengan pembengkakan pada area luka. Kulit yang terasa lebih hangat dari sekitarnya hingga munculnya luka terbuka/lecet yang mengeluarkan cairan. Tingkat 3 Pada tingkat 3, luka dekubitus sudah menembus bagian kulit yang lebih dalam. Area sekitar luka menunjukan tanda-tanda adanya infeksi: kulit kemerahan, nanah, bau menyengat juga panas. Kulit di sekitar luka juga bisa berwarna kehitaman jika jaringannya sudah mati. Tingkat 4 Luka dekubitus pada tahap ini sudah menembus kulit paling dalam hingga bagian otot dan tulang. Warna kulit berubah hitam dengan tanda infeksi yang jelas. Pada beberapa kasus, tendon, otot dan tulang pasien dapat terlihat. Selain 4 kategori di atas, terdapat 2 lagi tingkatan luka dekubitus: Tingkatan tidak diketahui Dokter tidak bisa memastikan tingkat keparahan luka dekubitus selama luka belum dibersihkan. Suspected Deep Tissue Injury (SDTI) Pada tingkatan ini, pada bagian permukaan kulit dengan luka dekubitusnya tampak seperti tingkat 1 atau 2, namun pada bagian dalam kulit luka sudah mencapai tingkat 3 atau 4. Perawatan Luka Dekubitus Bagi pasien yang harus berbaring dalam waktu lama, perawat maupun pihak keluarga yang mendampingi wajib mengubah posisinya secara teratur dan dianjurkan miring ke kiri atau kanan. Dengan mengubah posisi secara teratur ini, dapat dilakukan deteksi dini adanya luka dekubitus yang mungkin terbentuk. Jika keluarga atau perawat yang bertugas menemukan luka dekubitus pada pasien dan tidak adanya perubahan setelah 24 hingga 48 jam, segera hubungi dokter. Setelah dokter mendiagnosa kondisi luka dekubitus yang diderita pasien, rangkaian perawatan dapat diberikan sesuai tingkat keparahannya. Langkah pertama setelah diagnosa adalah pembersihan luka dekubitus menggunakan larutan saline. Setelah luka dibersihkan, area tersebut harus dijaga kebersihannya dan ditutup dengan perban yang sesuai. Beberapa tindakan yang diberikan dalam perawatan luka dekubitus: Mengubah posisi pasien secara teratur. Setelah dokter selesai mendiagnosa tingkat keparahan luka dekubitus, dokter dapat memberikan jadwal untuk mengubah posisi pasien. Perubahan posisi ini dapat dilakukan setidaknya sekali tiap 15 menit atau sekali dalam 2 hingga 4 jam. Pemasangan kasur dan bantal. Pada pasien yang berisiko mendapat luka dekubitus, pihak dokter maupun penyedia layanan kesehatan dapat menyarankan kasur maupun bantal yang didesain khusus sesuai keperluan bergerak pasien. Penggunaan Krim & Salep Pemberian Antibiotik Operasi Pengangkatan Jaringan Mati Operasi ini dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan yang sudah mati demi mempercepat proses penyembuhan luka dekubitus. Operasi Tindakan operasi dapat dilakukan jika luka dekubitus tidak mungkin sembuh secara alami. Pada kasus tersebut operasi dilakukan untuk menutup luka, mempercepat proses penyembuhan juga meminimalisir risiko infeksi. Peran Gizi dalam Perawatan Luka Dekubitus Gizi berperan penting dalam perawatan luka dekubitus. Diet gizi seimbang dengan kandungan protein yang cukup dan dibarengi asupan vitamin dan mineral dapat mempercepat proses penyembuhan luka dekubitus. Kebutuhan cairan juga berperan dalam menjaga kondisi kulit tetap sehat dan mencegah kerusakan jaringan. Pasien yang perlu berbaring dalam jangka panjang memerlukan cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi yang dapat memperlambat proses penyembuhan. Jika diperlukan, keluarga... - Published: 2023-05-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/dandy-walker-syndrome/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Tumbuh-kembang anak bermula sejak dari masa kandungan. Ada kalanya proses ini mengalami gangguan karena hal-hal tertentu sehingga mengakibatkan masalah pada organ-organ tertentu di kemudian hari. Dandy-Walker syndrome adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi karena gangguan pada perkembangan otak. Mengenal Dandy-Walker Syndrome Dandy-Walker syndrome adalah kelainan kongenital alias bawaan lahir pada otak yang terjadi akibat tidak normalnya perkembangan bagian otak yang berperan dalam koordinasi gerakan dan keseimbangan, yakni otak kecil atau serebelum, serta ventrikel otak atau saluran cairan otak. Kondisi ini bisa terdeteksi saat janin dalam kandungan atau sesaat setelah lahir. Pada Dandy-Walker syndrome, serebelum berkembang tidak normal dan membentuk cairan berlebih yang disebut kista Dandy-Walker. Kelainan ini bisa terjadi pada masa awal perkembangan janin, yakni saat usia kehamilan sekitar 5-11 minggu. Hal ini perlu mendapat perhatian karena bisa mengakibatkan bermacam gejala hingga komplikasi yang membahayakan, seperti gangguan keseimbangan, masalah penglihatan, retardasi mental, dan masalah perkembangan fisik. Dandy-Walker syndrome tergolong kondisi genetik langka di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut studi, diperkirakan kelainan ini terjadi pada sekitar 1 dari 25. 000-35. 000 kelahiran hidup. Bayi yang terlahir dengan kondisi ini kerap mengalami gangguan kesehatan lain yang mempengaruhi kualitas hidup dan mengancam jiwa. Gejala Setiap individu dengan Dandy-Walker syndrome bisa memiliki gejala yang berbeda-beda. Gejala yang kerap dilaporkan antara lain: Kepala membesar karena adanya penumpukan cairan di otak (hidrosefalus) Gangguan penglihatan, misalnya penglihatan kabur Masalah keseimbangan dan koordinasi gerakan Hambatan dalam perkembangan motorik, misalnya terlambat berjalan atau berbicara Kejang-kejang Mual dan muntah Sakit kepala Epilepsi Autisme Kelainan jantung, ginjal, dan masalah kongenital lain Penyebab Para pakar belum sepenuhnya memahami penyebab Dandy-Walker syndrome. Namun ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan janin dan berkontribusi pada terjadinya kondisi ini, seperti: Faktor genetik atau riwayat keluarga, ada perubahan pada gen tertentu yang berkaitan dengan perkembangan serebelum Faktor lingkungan, misalnya paparan zat kimia atau infeksi pada masa kehamilan, termasuk konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat terlarang Kelainan kromosom, seperti trisomi 13 atau sindrom delesi 22q11 Kondisi kesehatan ibu ketika hamil, misalnya kelebihan berat badan dan diabetes yang bisa mempengaruhi perkembangan janin Cara Dokter Mendiagnosis Dandy-Walker Syndrome Dokter bisa mendeteksi kemungkinan Dandy-Walker syndrome pada saat pemeriksaan kehamilan berdasarkan hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang detail. Fokus pemeriksaan ini adalah otak janin. Ketika ada dugaan Dandy-Walker syndrome, dokter akan melakukan amniosentesis, yakni mengambil sampel air ketuban untuk mengetes kelainan kromosom. Adapun cara diagnosis pada bayi yang terlahir dengan kemungkinan Dandy-Walker syndrome antara lain: Pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda meningkatnya tekanan dalam tengkorak dan masalah keseimbangan Tes pencitraan, seperti pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk mendapatkan visual detail otak guna mendeteksi adanya kelainan pada otak kecil atau ventrikel otak Cara Mengatasi Dandy-Walker Syndrome Dandy-Walker syndrome bersifat kompleks dan menyebabkan dampak yang berbeda pada setiap individu. Karena itu, penanganannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien masing-masing. Beberapa cara untuk menangani kondisi ini antara lainL Pemberian obat untuk mengendalikan atau meredakan gejala, seperti antikonvulsan, diuretik, dan kortikosteroid Terapi fisik untuk meningkatkan kemampuan keseimbangan dan koordinasi serta fungsi motorik pasien sekaligus mengurangi kejang-kejang Terapi okupasi untuk membantu mengembangkan keterampilan sehari-hari sehingga lebih mampu hidup mandiri Terapi dan dukungan psikologis untuk mengatasi perasaan cemas, khawatir, atau tertekan akibat kondisi ini Pembedahan untuk mengatasi gejala atau komplikasi yang muncul (seperti pemasangan VP shunt) Komplikasi Dandy-Walker syndrome secara spesifik mempengaruhi otak. Tapi bisa terjadi komplikasi pada sistem tubuh lain. Komplikasi yang kerap muncul termasuk: Sakit kepala, muntah, kejang, hingga koma akibat hidrosefalus yang terjadi karena penumpukan cairan yang meningkatkan tekanan di dalam otak Kista otak yang menambah tekanan di dalam otak Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan dan berbicara, akibat terhambatnya perkembangan motorik Cacat telinga Jari tangan atau kaki ekstra (polidaktil) atau jari tangan atau kaki menyatu (sindaktil) Masalah perkembangan mental Fitur wajah tidak normal Pencegahan Lantaran penyebab Dandy-Walker syndrome belum dapat dipastikan, tak ada cara yang sungguh dapat mencegah kondisi ini. Walau begitu, terdapat sejumlah langkah yang bisa diambil untuk mengantisipasi terjadinya kelainan ini, terutama oleh ibu hamil. Misalnya: Meningkatkan kesehatan dan menjaga gaya hidup sehat, seperti menghindari konsumsi rokok dan alkohol, makan makanan sehat dengan gizi seimbang, serta rutin berolahraga Memeriksakan kehamilan secara teratur untuk mendeteksi segala kemungkinan masalah yang bisa terjadi pada janin dan ibu hamil sehingga perawatan bisa dilakukan sedini mungkin Berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan untuk mengurangi berbagai risiko kelainan bawaan Kapan Harus ke Dokter? Dandy-Walker syndrome bisa terdeteksi pada saat pemeriksaan kehamilan. Karena itu, ikuti jadwal pemeriksaan yang disarankan. Jika curiga terjadi kelainan bawaan, dokter bisa segera mengambil tindakan untuk memperkecil risiko fatal. Reviewer dr. Hushaemah Syam, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar - Published: 2023-05-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-vaskuler/deep-vein-thrombosis/ - Kategori: Bedah Vaskuler, Penyakit - Translation Priorities: Optional Deep vein thrombosis adalah kondisi ketika terjadi bekuan atau gumpalan darah (trombus) di vena dalam. Umumnya kondisi ini terjadi pada kaki, tapi dampaknya bisa sampai ke paru-paru sehingga lebih membahayakan. Mengenal Deep Vein Thrombosis Deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam mengacu pada kondisi terbentuknya gumpalan darah di sistem vena dalam, yakni jaringan vena besar dengan percabangan luas yang meliputi seluruh tubuh. Lokasi paling umum tempat terjadinya kondisi ini adalah vena dalam kaki dan paha. Vena adalah jenis pembuluh darah yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh melalui arteri kemudian mengalir lewat pembuluh darah kapiler dan vena sebelum akhirnya kembali ke jantung. Vena terdiri atas dua macam, yaitu vena dangkal dan vena dalam. Vena dangkal terletak di dekat kulit dan bisa dilihat dengan jelas. Sedangkan vena dalam terletak lebih dalam di dalam tubuh dan lebih sulit dilihat. Vena dalam membawa darah kembali dari kaki dan panggul ke jantung. Trombosis terjadi ketika terbentuk bekuan darah di dalam pembuluh darah. Dalam kasus deep vein thrombosis, bekuan itu terbentuk di dalam vena yang dalam dan dapat menghambat aliran darah. Bekuan darah biasanya terbentuk ketika darah menjadi lebih cair dari biasanya, misalnya ketika duduk dalam waktu lama atau kurang bergerak aktif. Bekuan darah juga bisa terbentuk saat pembuluh darah terluka atau mengalami peradangan. Bekuan darah deep vein thrombosis bisa amat membahayakan karena dapat menyebabkan kondisi yang disebut emboli paru-paru. Dalam kondisi ini, bekuan darah terlepas dan bergerak melalui aliran darah menuju paru-paru dan bisa menyumbat pembuluh darah. Akibatnya, individu yang mengalaminya akan kesulitan bernapas dan bisa meninggal. Karena itu, penting untuk mengenali tanda dan gejala deep vein thrombosis dan segera mencari pertolongan medis ketika mengalaminya. Gejala Menurut CDC, sekitar 50 persen kasus deep vein thrombosis tak disertai gejala. Ketika muncul, gejala itu meliputi: Pembengkakan pada kaki Kulit kaki yang terkena berubah warna menjadi kemerahan Rasa nyeri atau pegal di area kaki yang terkena Irama detak jantung cepat Kulit kaki terasa hangat Muncul urat-urat kecil yang terlihat pada kulit kaki Gejala deep vein thrombosis bisa menyerupai kondisi atau masalah kesehatan lain sehingga dibutuhkan pemeriksaan dokter untuk memastikannya. Penyebab Penyebab deep vein thrombosis bisa dibedakan menjadi tiga kategori, yakni: Cedera pada vena dalam yang membuat darah lebih mungkin menggumpal, misalnya terkena pukulan atau menjalani pembedahan. Imobilitas yang menyebabkan darah terkumpul dan menggumap di kaki, seperti lama menjalani tirah baring dan duduk/berdiri terlalu lama misalnya dalam perjalanan. Faktor dan penyakit yang meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah, antara lain kanker, kehamilan, usia tua, kondisi genetik, terapi penggantian hormon, pil kontrasepsi oral, merokok, dan kelebihan berat badan Cara Dokter Mendiagnosis Deep Vein Thrombosis Tes yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis deep vein thrombosis adalah ultrasonografi (USG) dupleks. Lewat tes ini, dokter bisa langsung melihat pembuluh darah pada kaki dan mengetahui ada-tidaknya bekuan darah. Tes lain yang mungkin digunakan adalah venografi kontras dengan cara menyuntikkan pewarna kontras ke dalam pembuluh darah pada kaki atau panggul, lalu melakukan pemindaian untuk mengidentifikasi tanda-tanda deep vein thrombosis. Cara Mengatasi Deep Vein Thrombosis Fokus penanganan deep vein thrombosis adalah mencegah bekuan darah yang lebih serius dan komplikasi seperti emboli paru-paru. Berikut ini beberapa caranya: Pemberian obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut dan menghancurkan gumpalan darah yang telah terbentuk Penggunaan kaus kaki kompresi untuk membantu mencegah kembalinya darah dan mengurangi pembengkakan pada kaki Menaikkan kaki ketika berbaring agar darah tak mengalir kembali ke kaki Trombektomi, yakni prosedur bedah untuk mengangkat bekuan darah dari pembuluh darah Pemasangan filter vena cava untuk mencegah emboli paru Modifikasi gaya hidup menjadi lebih aktif bergerak dan meninggalkan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan makan makanan yang tak menyehatkan Komplikasi Komplikasi paling serius dari deep vein thrombosis adalah emboli paru yang terjadi ketika bekuan darah terlepas, mengalir lewat aliran darah ke paru, dan menyebabkan sumbatan sehingga paru-paru tak mendapat pasokan darah yang dibutuhkan hingga pada akhirnya mengakibatkan kematian. Komplikasi lain meliputi: Sindrom post-trombotik, yaitu kerusakan pada vena setelah mengalami deep vein thrombosis Luka terbuka bila deep vein thrombosis tak diobati dan pembuluh darah terus tersumbat sehingga aliran darah ke kulit dan jaringan sekitarnya terganggu Stroke bila gumpalan darah menyumbat pembuluh darah di otak Serangan jantung jika bekuan darah menyumbat pembuluh darah di jantung Pencegahan Deep vein thrombosis bisa dicegah. Caranya antara lain: Menggerakkan tubuh secara berkala, terutama dalam situasi ketika harus duduk, berdiri, atau berbaring dalam waktu lama. Misalnya dalam perjalanan jauh. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah. Berhenti merokok. Menghindari penggunaan celana yang terlalu ketat karena bisa menghambat sirkulasi darah. Menerapkan pola makan gizi seimbang. Minum banyak air putih. Menjaga berat badan yang sehat. Kapan Harus ke Dokter? Ketika merasa mengalami gejala deep vein thrombosis, penting untuk segera mendatangi dokter guna menjalani pemeriksaan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya komplikasi yang mengancam jiwa. Makin cepat penanganan, makin besar peluang kesembuhan. Reviewer dr. Haidir Bima, Sp. B, Subsp.... - Published: 2023-05-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/delirium/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Delirium adalah perubahan kondisi mental yang memerlukan perhatian. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Penanganan kondisi ini memerlukan keterlibatan orang-orang di sekitar individu yang mengalaminya, terutama keluarga. Mengenal Delirium Delirium adalah kondisi medis berupa perubahan kondisi mental yang terjadi secara mendadak, terutama dalam hal kesadaran, konsentrasi, dan pemikiran. Kondisi ini berkaitan dengan terganggunya fungsi otak dan sistem saraf. Delirium bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak, tapi lebih umum terjadi pada orang yang lebih tua atau orang yang memiliki penyakit kronis atau kondisi kesehatan lain. Terdapat beberapa jenis delirium yang umum seperti dikutip dari MedlinePlus, yakni: Hipoaktif: jenis delirium yang paling umum, individu tampak tidak aktif, lelah, depresi, dan mengantuk Hiperaktif: lebih jarang terjadi, individu menjadi lebih aktif dan gelisah serta mengalami halusinasi, delusi, dan cenderung bertindak impulsif Campuran: gabungan dari hipoaktif dan hiperaktif, individu bisa menjadi sangat gelisah, lalu lesu dan tampak lelah kemudian atau sebaliknya Delirium biasanya dipicu kondisi medis lain atau faktor lingkungan, seperti infeksi, dehidrasi, obat-obatan, atau kerusakan organ vital. Delirium harus diwaspadai karena bisa jadi merupakan tanda adanya masalah serius dalam tubuh atau sistem yang membutuhkan perhatian medis segera. Gejala Gejala delirium pada setiap orang bisa berbeda-beda. Berikut ini beberapa gejala delirium yang umum menurut jenisnya: 1. Delirium Hipoaktif Aktivitas fisik terbatas: sulit bergerak, cenderung berbaring atua duduk tanpa melakukan aktivitas fisik yang signifikan Kurang responsif: sulit atau tidak merespons suara, cahaya, atau perintah orang lain Kesulitan konsentrasi: tak mampu berfokus pada pekerjaan atau aktivitas yang memerlukan perhatian 2. Delirium Hiperaktif Gelisah: merasa terganggu atau tidak nyaman, cenderung bergerak-gerak Agitasi: merasa cemas dan gelisah, sulit diam Halusinasi: melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada atau tak dapat dirasakan oleh orang lain Delusi: memiliki keyakinan yang keliru atau tak realistis Tidak mengindahkan bahaya: menunjukkan perilaku berisiko, misalnya menyeberang jalan tanpa melihat kondisi lalu lintas 3. Delirium Campuran Gelisah dan terus bergerak, kemudian lesu dan tidak responsif Susah berkonsentrasi dan berbicara, lantas mengalami halusinasi atau delusi Tidak mampu merespons suara atau perintah, lalu menunjukkan perilaku berisiko Penyebab Delirium bisa terjadi karena berbagai faktor, dari kondisi medis yang mendasarinya, obat-obatan yang dikonsumsi, hingga faktor lingkungan. Berikut ini beberapa penyebab umum delirium: Gangguan neurologis seperti stroke, tumor otak, atau epilepsi Infeksi, seperti infeksi saluran kemih, pneumonia, atau infeksi sistem saraf pusat Dehidrasi, terutama pada orang tua atau orang dengan gangguan mental Efek samping obat, seperti obat antibiotik dan obat pereda nyeri Gangguan tidur Trauma kepala Gangguan psikiatrik, seperti depresi atau gangguan bipolar Faktor lingkungan seperti suhu ruangan yang tidak nyaman, kebisingan, atau kegelapan Gangguan metabolik, misalnya kadar gula darah yang sangat tinggi atau rendah, kadar natrium rendah, atau kadar oksigen rendah Keracunan, misalnya akibat konsumsi alkohol atau obat terlarang Penghentian konsumsi obat tertentu, seperti obat penenang, obat tidur, dan psikotropika Cara Dokter Mendiagnosis Delirium Dalam mendiagnosis delirium, dokter akan menggunakan berbagai metode dan prosedur yang mencakup peninjauan riwayat medis pasien, observasi gejala dan perilaku, pemeriksaan fisik dan mental menyeluruh, tes kognitif, serta tes diagnostik. Dokter pertama-tama akan melakukan wawancara dan pemeriksaan riwayat medis pasien. Dari prosedur ini bisa diperoleh informasi tentang pasien, seperti riwayat penyakit, obat yang dikonsumsi, gangguan psikiatri, dan faktor risiko yang terkait dengan delirium. Dokter juga akan mengecek kondisi fisik serta mengobservasi gejala dan perilaku pasien, termasuk mengevaluasi fungsi neurologis dan status kesadaran pasien. Dokter juga akan mengecek kondisi mental pasien dengan tes dan alat evaluasi tertentu untuk menilai kemampuan memori, orientasi, perhatian, dan berpikir pasien. Tes diagnostik lewat pemeriksaan laboratorium atau pencitraan mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi kondisi medis yang melatari delirium. Cara Mengatasi Delirium Penanganan delirium melibatkan beberapa strategi untuk mengurangi gejala dan membantu pemulihan, antara lain: Mengidentifikasi dan menangani penyebabnya. Bila delirium terjadi karena masalah medis, dokter akan mengatasinya terlebih dahulu. Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman terbebas dari suara bising, keramaian, dan cahaya terang untuk membantu pemulihan pasien. Memberikan dukungan emosional dengan menenangkan pasien, berbicara dengan lembut, dan siap mendampingi kapan pun agar pasien merasa lebih aman dan tenang. Terapi fisik dan rehabilitasi bila pasien mengalami penurunan fungsi dan kehilangan kemampuan fisik. Pemberian obat untuk mengurangi gejala dan mengurangi ketidaknyamanan. Penggunaan alat bantu seperti kacamata, alat bantu dengar, atau alat komunikasi lain. Komplikasi Delirium bisa mengakibatkan sederet komplikasi yang serius dan membahayakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut ini beberapa di antaranya: Penurunan fungsi kognitif jangka panjang, seperti kesulitan memecahkan masalah, gangguan ingat, kesulitan berkonsentrasi Kelemahan fisik sehingga sulit mengerjakan tugas sehari-hari Risiko cedera seperti jatuh, terpeleset, atau terlibat kecelakaan Risiko infeksi karena sistem kekebalan tubuh bisa terpengaruh delirium Penurunan kualitas hidup akibat berbagai dampak delirium terhadap fungsi tubuh secara keseluruhan Pencegahan Delirium dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko yang bisa menjadi pemicunya. Menerapkan pola hidup sehat bisa membantu menekan risiko delirium. Keterlibatan keluarga juga dibutuhkan untuk membantu menciptakan suasana yang kondusif bagi individu yang berisiko mengalami delirium. Kapan Harus ke Dokter? Delirium memerlukan perawatan medis secepatnya.... - Published: 2023-05-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/cubital-tunnel-syndrome/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Tubuh manusia dipenuhi saraf yang berperan penting dalam fungsi sensorik dan motorik. Ketika terjadi masalah pada saraf di area tertentu, bagian tubuh yang dipersyarafi oleh saraf tersebut akan terpengaruh. Cubital tunnel syndrome misalnya yang bisa mengganggu fungsi sensorik dan motorik pada lengan bawah hingga pergelangan dan jari tangan. Mengenal Cubital Tunnel Syndrome Cubital tunnel syndrome adalah sekumpulan gejala yang terjadi saat saraf ulnaris yang berjalan sepanjang sisi dalam lengan atas hingga talapak tangan, terjepit atau mengalami tekanan pada area siku. Saraf ulnaris adalah salah satu saraf yang memberikan sensasi dan gerakan pada tangan, terutama pada jari kelingking dan sebagian jari manis serta bagian kecil dari punggung tangan. Ketika saraf ulnaris mengalami gangguan, fungsi sensorik dan/atau motorik tangan akan turut terganggu, sehingga menimbulkan berbagai sensasi tidak nyaman pada area tangan dan lengan bawah serta mengganggu kemampuan ketangkasan dan kekuatan cengkeraman. Cubital tunnel Syndrome seringkali terjadi sebagai akibat dari penekanan pada area siku dengan berbagai sebab, dan dari beberapa studi didapatkan bahwa cubital tunnel syndrome sering terjadi pada wanita di usia produktif. Banyak orang yang mengalami cubital tunnel syndrome memiliki kebiasaan tidur dengan siku ditekuk, lengan ditaruh di atas kepala, atau kedua-duanya. Posisi tidur ini bisa memperparah kondisi saraf. Saraf akan teriritasi dan mengakibatkan mati rasa pada jari manis dan kelingking serta kelemahan otot tangan dan lengan bawah. Seiring dengan waktu, bisa terjadi kerusakan saraf. Menurut studi di Amerika Serikat, kasus cubital tunnel syndrome lebih banyak dilaporkan pada pria daripada wanita. Gejala Orang dengan cubital tunnel syndrome seringkali mengeluhkan rasa nyeri “ditusuk jarum” pada area lengan bawah dan tangan, yang bertambah berat ketika menekuk siku dalam waktu tertentu. Derajat rasa nyeri sangat bervariasi, tergantung dari derajat keparahan kerusakan saraf. . Rasa sakit juga bisa muncul secara konstan ataupun timbul-tenggelam dan dapat timbul sensasi menjalar. Gejala lain yang juga sering dirasakan: Kebas dan kesemutan di pada area kelingking dan jari manis Kaku dan kesulitan menggenggam pada tangan sisi dalam dan pergelangan tangan Kekuatan cengkeraman berkurang Gerakan motorik halus tangan dan jari terganggu Kesulitan memegang benda kecil Gejala ini bisa memburuk seiring dengan bertambahanya waktu dan dapat terjadi pada satu ataupun kedua tangan. Penyebab Penyebab utama cubital tunnel syndrome adalah tekanan berlebih dan berulang pada saraf ulnaris terutama di area siku. Tekanan ini bisa disebabkan oleh berbagai sebab, seperti: Cedera pada area siku atau lengan yang bisa memicu peradangan dan penyempitan ruang di sekitar saraf ulnaris Perubahan atau masalah anatomi pada siku, seperti tulang siku yang tidak sejajar Aktivitas atau kebiasaan berulang pada siku dan lengan, seperti menekuk siku dalam waktu lama, yang bisa membuat saraf ulnaris mengalami iritasi, seperti duduk dengan menopang pada siku terlalu lama, tidur dengan siku tertekuk, atau kegiatan berulang lain yang menyebabkan peregangan pada saraf ulnaris sehingga menyebabkan iritasi. Penumpukan cairan di sekitar siku, misalnya akibat rematik Masalah kesehatan lain yang menyebabkan kerusakan saraf dan memperburuk gejala cubital tunnel syndrome, seperti diabetes, gangguan tiroid, dan obesitas Faktor genetik yang membuat individu tertentu lebih rentan mengalami tekanan pada saraf ulnaris karena struktur dan fungsi tubuh bawaan Perubahan hormon pada masa kehamilan Cara Dokter Mendiagnosis Cubital Tunnel Syndrome Selain pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan menyeluruh, ada beberapa cara dokter untuk mendiagnosis cubital tunnel syndrome. Dokter pertama-tama akan menjalankan beberapa pemeriksaan tertentu pada lengan, tangan, dan siku untuk mengecek gejala dan fungsi saraf ulnaris. Dokter juga akan menanyakan aktivitas apa yang biasa dilakukan yang mungkin berkontribusi terhadap munculnya gejala tersebut. Adapun tes diagnostik yang bisa dilakukan termasuk elektromiografi (EMG) dan uji kecepatan hantar saraf (nerve conduction velocity test) untuk mengetahui seberapa cepat impuls saraf mengalir melalui lengan dan tangan. Sebagai pendukung diagnosis, jika diperlukan pasien akan menjalani tes pencitraan seperti sinar-X, MRI, atau CT scan untuk mencari kelainan anatomis pada area siku sebagai kemungkinan penyebab cubital tunnel syndrome. Cara Mengatasi Cubital Tunnel Syndrome Setelah menegakkan diagnosis cubital tunnel syndrome, dokter akan menentukan rencana perawatan terbaik berdasarkan faktor seperti tingkat keparahan gejala, penyebab, serta riwayat kesehatan pasien. Tujuan perawatan ini adalah mengurangi tekanan pada saraf ulnaris untuk meredakan gejala. Caranya antara lain: Menghentikan atau membatasi semua kegiatan yang menyebabkan atau memperburuk gejala cubital tunnel syndrome Konsumsi obat-obatan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada saraf ulnaris Penggunaan alat splint untuk menyangga pergelangan tangan dan/atau siku Fisioterapi dan latihan fisik untuk memulihkan fungsi motorik siku dan tangan Pembedahan guna melepaskan tekanan pada saraf ulnaris untuk kasus cubital tunnel syndrome yang parah atau ketika metode non-operasi sebelumnya gagal memberikan hasil yang diharapkan Komplikasi Ada risiko terjadinya komplikasi ketika cubital tunnel syndrome dibiarkan tanpa perawatan dalam jangka waktu lama. Di antaranya: Kerusakan saraf permanen Gangguan fungsi motorik yang mengakibatkan kesulitan dalam aktivitas seperti menulis atau mengetik, bahkan menggenggam benda berukuran kecil Gangguan kepekaan pada jari kelingking dan sebagian jari manis Nyeri kronis pada lengan dan tangan Gangguan tidur Gangguan kecemasan atau depresi Pencegahan Cubital tunnel syndrome bisa dicegah dengan menghindari faktor risiko yang menyebabkan kondisi ini. Contohnya:... - Published: 2023-05-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/carpal-tunnel-syndrome/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Jika pergelangan tangan tiba-tiba terasa sakit disertai kesemutan pada jari-jari tangan, waspada, jangan-jangan itu gejala carpal tunnel syndrome (CTS). Rasa sakit atau nyeri yang muncul akibat sindrom ini tak bisa diabaikan begitu saja. Sebab, kegiatan sehari-hari akan terganggu dan ada risiko kerusakan saraf permanen yang bisa terjadi. Mengenal Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah masalah kesehatan yang terjadi saat saraf medianusus di pergelangan tangan tertekan atau terjepit saat melewati terowongan sempit yang disebut terowongan karpal di pergelangan tangan. Itu sebabnya kondisi ini disebut carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal. Tekanan terhadap saraf ini bisa memunculkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan pada pergelangan tangan dan jari-jari. Tangan juga akan terasa lemah saat hendak digerakkan. Ibu hamil juga tak jarang mengalami CTS karena perubahan hormon. Selain itu CTS juga lebih dapat ditemukan pada penderita diabetes mellitus, gangguan tiroid, dan rheumatoid arthritis, akan tetapi sebagian besar penderita CTS tidak menglami kondisi tersebut. Orang yang kerap melakukan gerakan berulang dengan pergelangan tangan rentan mengalami CTS. Tingkat keparahan CTS bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung seberapa besar tekanan terhadap saraf medianusus. Untuk CTS yang menimbulkan rasa sakit hebat dan membatasi aktivitas, diperlukan perawatan segera untuk memulihkan kondisi sehingga kualitas hidup tak menurun dan tidak terjadi perburukan gejala. Gejala Gejala utama CTS adalah perubahan sensasi pada tangan, terutama pergelangan, ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan jari manis, jarang terjadi pada jari kelingking. Banyak orang yang mendeskripsikan perubahan sensasi tersebut sebagai kesemutan. Kesemutan bertambah hebat saat malam atau bangun pagi hari. Selain kesemutan, gejala lain meliputi: Rasa sakit di pergelangan tangan, terutama saat malam Tangan menjadi lemah dan kesulitan memegang atau mengangkat benda kecil, seperti pensil dan kunci Mudah menjatuhkan benda yang sedang digenggam atau dipegang Jari dan pergelangan tangan terasa kaku Kadang rasa sakit menjalar ke lengan bawah Penyebab Sebagian besar kasus CTS terjadi akibat kombinasi berbagai faktor. Menurut penelitian, kalangan wanita dan orang berusia lebih tua lebih mungkin mengalami kondisi ini. Faktor risiko lainnya: Keturunan atau riwayat keluarga Penggunaan pergelangan tangan secara berulang dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan pembengkakan pada tendon dan menekan saraf. Cedera pada pergelangan tangan Perubahan hormon, terutama pada masa kehamilan Kondisi kesehatan lain, seperti diabetes, ketidakseimbangan kelenjar tiroid, dan reumatoid artritis Cara Dokter Mendiagnosis Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Dokter bisa mendiagnosis CTS dengan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala yang dialami. Dokter akan dengan cermat memeriksa tangan dan pergelangan tangan serta melakukan sejumlah tes fisik, seperti menekan atau mengetuk saraf medianus di telapak tangan, menekuk pergelangan tangan, serta mengetes kepekaan ujung jari dengan menggunakan alat khusus selagi pasien menutup mata. Bila ada indikasi CTS berdasarkan hasil pemeriksaan fisik ini, dokter bisa meminta pasien menjalani tes tambahan seperti pemeriksaan kecepatan hantar saraf (KHS) dan elektromiografi (EMG) yang dapat mengonfirmasi diagnosis. Lewat tes ini, dokter bisa mengetahui seberapa cepat sinyal saraf bisa bergerak melewati saraf medianus dan mengidentifikasi apakah ada kerusakan saraf. Dalam beberapa kasus, pasien juga mungkin menjalani pemeriksaan pencitraan seperti dengan sinar-X, USG atau MRI. Tujuannya adalah mengecek struktur tulang dan jaringan lunak di sekitar pergelangan tangan. Cara Mengatasi Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Terdapat dua cara utama untuk mengatasi CTS, yakni non-operasi dan operasi. Lewat cara non-operasi, pasien perlu menjalani serangkaian terapi dan perubahan gaya hidup serta mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala. Pasien juga akan diminta mengenakan alat brace di pergelangan tangan terutama pada malam hari untuk mencegah pergelangan menekuk sehingga bisa mengurangi tekanan pada saraf. Selain itu juga dapat dilakukan penyuntikan pada terowongan karpal. Bila prosedur non-operasi tidak berhasil, dokter akan menyarankan operasi. Keputusan melakukan operasi didasarkan pada tingkat keparahan gejala, temuan dari pemeriksaan fisik, respons terhadap prosedur non-operasi, serta hasil serangkaian tes. Dalam operasi, dokter akan membuat sayatan pada terowongan karpal guna melepaskan tekanan pada saraf medianus. Seusai operasi, pasien harus menjalani pemulihan yang bisa berlangsung hingga beberapa bulan. Komplikasi Carpal tunnel syndrome (CTS) bisa sembuh sendiri terutama jika faktor penyebabnya adalah perubahan hormon. Namun bila gejala memburuk dan dibiarkan tanpa perawatan, sindrom terowongan karpal bisa memicu komplikasi, seperti: Kerusakan saraf permanen Nyeri kronis pada tangan dan pergelangan Kehilangan fungsi tangan Ketidakmampuan melakukan pekerjaan dasar sehari-hari Gangguan tidur Penurunan kualitas hidup Masalah dalam karier dan sosial Pencegahan Langkah yang paling penting untuk pencegahan CTS adalah menghindari penggunaan tangan dan pergelangan secara berulang dalam jangka waktu lama. Misalnya mengetik atau mengoperasikan alat tertentu. Selingi aktivitas itu dengan istirahat dan peregangan setiap 30 menit sekali. Selain itu, ubah posisi tangan secara berkala agar tidak terjadi ketegangan pada saraf. Alat seperti wrist rest untuk menopang pergelangan tangan juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi tekanan pada saraf medianus. Yang tak kalah penting adalah menghindari faktor risiko seperti gaya hidup tidak sehat yang berkaitan dengan faktor risiko sindrom terowongan karpal. Kapan Harus ke Dokter? Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kondisi medis yang berkembang secara bertahap. Pada banyak orang, sindrom ini akan memburuk seiring dengan waktu tanpa perawatan. Karena itu,... - Published: 2023-05-29 - Modified: 2023-05-29 - URL: https://primayahospital.com/homecare/pertolongan-pertama-lansia-jatuh/ - Kategori: Homecare Seiring bertambahnya usia, kemampuan dalam keseimbangan akan semakin berkurang hingga menyebabkan lansia jatuh. Kejadian lansia jatuh sendiri sangat dihindari karena dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang berbahaya. Kita seringkali bingung bagaimana menolong dan memberikan pertolongan pertama saat lansia jatuh. Lansia mudah jatuh tentu menjadi perhatian dan kekhawatiran tersendiri karena efek samping yang dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jika Anda memerlukan bantuan medis di rumah terkait kondisi yang mungkin muncul setelah lansia jatuh, Anda dapat menghubungi layanan homecare Kavacare. Hubungi Kavacare Support melalui WhatsApp di 0811-1446-777. Mengapa Lansia Rentan Jatuh? Selain karena berkurangnya keseimbangan, ada beberapa alasan lain mengapa lansia rentan jatuh. Antara lain: 1. Bahaya di Dalam dan di Sekitar Rumah Meski dianggap aman, ternyata kondisi rumah dapat menjadi penyebab mengapa lansia mudah jatuh. Berikut beberapa faktor yang mengakibatkan lansia mudah jatuh di dalam dan di sekitar area rumah. Halangan pada lantai, seperti penggunaan karpet, alas lantai, hingga instalasi kabel listrik yang ditempatkan di area lantai. Adanya halangan pada lantai membuat permukaan tidak lagi rata dan dapat menyebabkan lansia mudah tersandung, terlebih pada lansia yang kemampuan berjalannya sudah menurun. Perlu adanya penyesuaian permukaan lantai agar meminimalisir lansia terjatuh. Pencahayaan yang buruk atau minimnya cahaya yang masuk dan ada dalam rumah dapat menyebabkan lansia kesulitan dalam melihat dan memperbesar risiko jatuh. Sesuaikan penerangan atau pencahayaan, baik di luar maupun di dalam rumah agar lansia dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman Permukaan bergerak yang licin, seperti lantai yang basah atau lantai yang baru saja dipoles dapat menyebabkan lansia jatuh. Pastikan permukaan lantai selalu kering dan tidak terlalu licin agar dapat membantu lansia dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Permukaan yang basah atau licin dapat mengurangi kemampuan lansia dalam mempertahankan keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh Alas kaki yang kurang nyaman dan aman, seperti penggunaan sandal longgar atau penggunaan alas kaki dengan tumit yang sempit. Alas kaki yang terlalu longgar dapat menyebabkan lansia tersandung dengan alas kakinya sendiri. Sedangkan alas kaki yang terlalu sempit dapat menyebabkan kemampuan keseimbangan lansia berkurang dan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan nyeri kaki. Pastikan alas kaki yang digunakan nyaman dan sesuai dengan ukuran lansia agar dapat beraktivitas dengan aman. Tangga serta permukaan lantai yang tidak rata. Hindari menempatkan lansia berada di lantai atas, baik untuk kamar tidur atau berkegiatan. Semakin bertambahnya usia, kemampuan berjalan dan keseimbangan akan semakin berkurang. Beraktivitas di tangga sangat berisiko pada lansia, terlebih saat mereka tidak dapat menyeimbangkan diri. 2. Perubahan pada Tubuh Dengan bertambahnya usia, tubuh kita juga akan mengalami perubahan secara alamiah dari waktu ke waktu. Berikut beberapa faktor perubahan pada tubuh yang dapat mengakibatkan lansia mudah jatuh. Penglihatan yang semakin buruk, yaitu kesulitan untuk melihat dengan jelas atau mengalami kesulitan dengan perubahan cahaya yang tiba-tiba Masalah keseimbangan, seperti mudah goyah saat berjalan Waktu reaksi tubuh yang lebih lambat sehingga tidak dapat menahan diri sendiri atau menghindari halangan dan menyebabkan mudah jatuh Otot yang lebih lemah, misalnya, membuat kesulitan untuk mengangkat kaki saat berjalan Masalah kesehatan baru, seperti inkontinensia (masalah buang air kecil atau buang air besar), atau demensia yang menyebabkan lansia tidak nyaman dalam berkegiatan. Masalah buang air kecil atau buang air besar dapat menyebabkan lansia terburu-buru dan tidak dapat mengendalikan diri untuk pergi ke kamar mandi sendiri. Perubahan-perubahan ini dapat disebabkan oleh penuaan secara alamiah atau disebabkan oleh suatu penyakit, atau kondisi tertentu. Faktor-faktor kesehatan ini dapat mempengaruhi cara Anda bergerak, dan terkadang menjadi penyebab lansia mudah jatuh. 3. Mengabaikan Kesehatan Lansia yang tidak bergerak secara aktif cenderung memiliki keseimbangan yang lebih buruk serta otot yang lebih lemah, dimana kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan lansia terjatuh. Tidak mengonsumsi makanan dan minum air dengan cukup juga dapat membuat lansia sulit mendapatkan kekuatan untuk bergerak dengan aman dan nyaman. 4. Kondisi Lainnya Kondisi-kondisi tertentu lainnya juga dapat meningkatkan risiko lansia mudah jatuh, antara lain: Lansia dengan riwayat darah rendah mungkin merasakan pusing atau goyah saat bergerak hingga dapat menyebabkan jatuh Hipotensi postural atau ortostatik, dimana dengan kondisi ini, tekanan darah turun saat seseorang mengubah posisi dari duduk ke berdiri. Lansia dengan hipotensi postural – baik alami atau karena efek samping obat, berisiko lebih tinggi untuk jatuh Sudah pernah jatuh lebih dari sekali dalam kurun waktu 6 bulan, maka kemungkinan besar berisiko untuk jatuh lagi Kondisi terburu-buru saat hendak buang air besar atau buang air kecil juga dapat meningkatkan risiko jatuh karena gerakan yang terlalu mendadak dan cenderung tidak memperhatikan Langkah Penyakit stroke, Parkinson dan artritis, di mana kondisi-kondisi tersebut mengubah cara bergerak serta mempersulit tubuh untuk bereaksi dengan cepat dan menghentikan diri sendiri saat akan tersandung Lansia yang menderita depresi dan mengonsumsi obat, biasanya rentan jatuh akibat efek samping obat yang dikonsumsi Perubahan kadar gula darah dapat membuat lansia lemah hingga pingsan. Diabetes juga mampu mempengaruhi penglihatan lansia dan mengurangi rasa pada kaki hingga membuat kebas Lansia dengan demensia dapat menjadi kurang sadar akan lingkungannya serta kurang mampu bereaksi... - Published: 2023-05-29 - Modified: 2023-05-29 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/bayi-tabung-inseminasi-buatan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Tidak semua pasangan bisa mendapatkan keturunan dengan mudah. Kehamilan bagi beberapa orang mungkin adalah hal yang membutuhkan perjuangan ekstra karena adanya masalah kesuburan. Beberapa cara untuk mengatasi masalah kesuburan ini adalah melakukan bayi tabung dan inseminasi buatan. Jika Anda ingin memulai perawatan kesuburan atau berkonsultasi memilih prosedur kehamilan mana yang paling cocok untuk Anda, bisa menghubungi konsultan medis agar mendapat informasi lengkap. Layanan homecare dan telekonsultasi Kavacare siap membantu Anda dalam penanganan dan pendampingan kondisi medis, termasuk masalah kesuburan. Silakan hubungi kami di nomor 0811 1446 777. Apa Itu Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan? Bayi tabung atau in-vitro fertilization (IVF) dan inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI) adalah 2 jenis terapi kesuburan dengan tindakan medis untuk membantu pasangan agar dapat hamil. Kedua prosedur ini dilakukan ketika usaha kehamilan secara alami tidak membuahkan hasil walau telah dikonsultasikan dan dicoba berulang kali. Kedua prosedur ini mungkin dianjurkan oleh dokter kandungan jika Anda dan pasangan mengalami kesulitan untuk hamil atau memiliki masalah kesuburan. Baik bayi tabung maupun inseminasi buatan termasuk 2 jenis prosedur yang banyak dianjurkan dan ditempuh pasangan untuk mendapatkan anak. Perbedaan Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan Bayi tabung dan inseminasi buatan berbeda secara prosedur. Inseminasi buatan tergolong lebih sederhana, sedangkan bayi tabung melalui proses invasif. 1. Prosedur Bayi Tabung Bayi tabung dilakukan dengan beberapa langkah. Normalnya, ovarium atau indung telur hanya memproduksi satu folikel setiap bulan. Pada wanita yang menjalani prosedur bayi tabung akan diberikan suntikan hormon yang disesuaikan dosisnya sesuai kebutuhan dan arahan dari dokter. Suntikan hormon ini diberikan sebagai upaya agar ovarium memproduksi lebih banyak folikel berisi sel telur. Diharapkan dalam prosedur ini, indung telur mampu memproduksi 10 - 15 folikel berisi sel telur. Namun jumlah ini tergantung kondisi setiap orang, seperti faktor usia, riwayat medis, dan kondisi ovarium. Pada prosedur bayi tabung, setelah sel telur matang, dokter akan mengambil sel-sel telur tersebut. Pengambilan sel telur dilakukan melalui operasi. Sel telur yang berhasil diambil kemudian dibawa ke laboratorium, diletakkan pada wadah khusus. Di laboratorium, sel telur dipertemukan dengan sperma dari pasangan yang telah diambil dan disimpan. Diharapkan pada proses ini nantinya akan terjadi pembuahan dan muncul embrio. Jika sel telur berhasil dibuahi, embrio pun dimasukkan ke rahim dan kehamilan berjalan seperti pada umumnya. 2. Prosedur Inseminasi Buatan Inseminasi buatan dilakukan dengan memasukkan sperma langsung ke dalam uterus atau rahim. Prosedur ini membantu mengurangi jarak yang ditempuh sperma untuk mencapai sel telur, sehingga kesempatan hamil lebih besar. Sampel cairan sperma diambil lebih dulu, kemudian sperma dipisahkan dari cairan lainnya. Sperma yang telah diambil dimasukkan ke dalam rahim dengan cara injeksi. Secara signifikan jumlah sperma yang dapat mencapai rahim pun meningkat. Prosedur memasukkan sperma dilakukan sehari setelah puncak masa ovulasi. Memasukkan sperma ke rahim tidak memakan waktu lebih dari 10 menit. Dokter akan menggunakan alat khusus bernama spekulum untuk menemukan mulut rahim, kemudian selang kecil dimasukkan. Melalui selang tersebut sperma diinjeksikan masuk ke rahim. Inseminasi buatan kadang dikombinasikan dengan induksi ovulasi, yaitu pemberian obat-obatan untuk menstimulasi pembentukan dan pelepasan sel telur. Cara ini bisa meningkatkan kesempatan pasangan untuk hamil. Bagaimana Memilih Prosedur Kehamilan yang Tepat? Baik bayi tabung maupun inseminasi buatan adalah langkah yang dapat memperbesar peluang kehamilan. Untuk memilih prosedur kehamilan yang tepat, awalnya dokter akan memeriksa penyebab masalah kesuburan. Akan dilihat apakah ada gangguan ovulasi, kondisi sperma yang kurang baik, tersumbatnya saluran keluar sel telur (tuba falopi), atau kemungkinan adanya endometriosis (penebalan dinding rahim). Pertimbangan lainnya untuk memilih prosedur kehamilan yang tepat adalah dari usia pasangan, riwayat kesehatan, apakah ada masalah medis, serta riwayat kesehatan keluarga. Hal-hal ini kemudian dianalisis untuk menentukan rekomendasi sesuai kebutuhan dan kondisi. Karena rangkaian prosesnya sangat personal, maka opini pasien pun memiliki peran penting dalam pertimbangan dokter memberikan rekomendasi untuk prosedur yang dilakukan. Mana yang Lebih Baik? Menentukan mana yang lebih baik antara IVF dan IUI tergantung pada kondisi setiap pasien. Situasi setiap tentu pasien berbeda-beda, sehingga perlu diskusi lebih jauh dengan dokter spesialis untuk mengetahui rekomendasi tindakan terbaik. Kapan Perlu Dilakukan Inseminasi Buatan? Dokter mungkin akan merekomendasikan pasangan untuk melakukan inseminasi buatan lebih dulu jika masalah kesuburan tidak bisa dijelaskan (unexplained infertility). Pada kondisi ini tidak ditemukan adanya penyebab gangguan kesuburan. Inseminasi buatan juga lebih dianjurkan jika ada masalah kesuburan pada pria, misalnya disfungsi ereksi. Dari segi biaya, inseminasi buatan pun tergolong lebih murah. Prosedurnya juga tidak invasif seperti bayi tabung. Inseminasi buatan sering direkomendasikan sebagai langkah pertama prosedur kehamilan pada pasangan yang mengalami masalah kesuburan. Kapan Perlu Dilakukan Bayi Tabung? Biasanya bayi tabung langsung direkomendasikan pada pasangan yang mengalami masalah seperti: Masalah kesuburan parah pada pria Saluran indung telur yang tersumbat Gagal saat melakukan inseminasi buatan Kecemasan mewariskan kelainan genetik. Pada prosedur bayi tabung memungkinkan untuk dilakukan tes genetik sebelum implantasi atau proses pembuahan dilakukan. Prosedur tes genetik bisa dilakukan untuk mengidentifikasi kelainan genetik atau kelainan kondisi kromosom pada embrio. Dari hasil pemeriksaan tersebut bisa ditentukan embrio mana yang paling baik untuk... - Published: 2023-05-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/demam-tifoid-tipes/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Demam tifoid adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella typhi yang masih banyak terjadi di Indonesia. Infeksi ini bisa menyebabkan penyakit sistemik yang mempengaruhi berbagai organ. Demam ini bisa mengakibatkan komplikasi serius bila tak mendapat penanganan yang memadai. Mengenal Demam Tifoid Demam tifoid adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serotipe Typhi. Penyakit ini kerap didapati di negara-negara dengan sanitasi yang buruk dan standar kebersihan rendah. Di Indonesia, demam tifoid lebih dikenal dengan sebutan tipes atau tifus. Demam tifoid bisa menimbulkan dampak serius pada kesehatan dan menyebabkan komplikasi jika tak diobati dengan tepat. Orang yang terinfeksi bakteri Salmonella dan mengalami tifus mungkin mengalami gejala ringan hingga berat. Gejala biasanya muncul dalam 8-14 hari setelah terkena infeksi, tapi bisa juga dalam 3-60 hari setelah terpapar. Bakteri Salmonella penyebab demam tifoid hanya hidup pada manusia. Orang yang sembuh dari penyakit ini bisa tetap membawa bakteri tersebut dan menularkannya kepada orang lain. Karena itu, diperlukan perawatan medis secara menyeluruh guna mencegah penularan dan komplikasi yang bisa berakibat fatal. Gejala Gejala demam tifoid bisa berbeda pada tiap individu, dari ringan hingga parah. Gejala ini biasanya berkembang secara bertahap beberapa minggu setelah terinfeksi. Gejala yang umum meliputi: Demam tinggi hingga lebih dari 39 derajat Celsius yang berlangsung selama minggu pertama demam bisa naik turun dan menetap. Demam disore/malam hari setelah minggu ke 2 Kembung dan sakit perut, biasanya di sekitar pusar dan makin terasa saat ditekan Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan Sakit kepala dan kelelahan Diare atau sembelit Tinja berwarna hijau atau cokelat kemerahan, kadang disertai darah atau lendir Ruam kulit dengan bercak-bercak berwarna merah muda pada perut dan dada Penyebab Penyebab demam tifoid adalah bakteri Salmonella typhi yang bisa menyebar lewat makanan atau air yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi atau pembawa bakteri (carrier). Selain itu, penularan bisa terjadi lewat kontak langsung dengan tinja atau air liur mereka. Menurut WHO, demam tifoid kerap terjadi di tempat-tempat dengan sanitasi buruk dan kekurangan air minum yang aman. Begitu masuk ke tubuh, bakteri itu menyebar melalui sistem pencernaan dan menempel pada dinding usus. Organ lain dapat terpengaruh ketika bakteri terbawa aliran darah, misalnya hati, limpa, dan kelenjar getah bening. Bakteri ini akan hidup dan berkembang di dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala. Cara Dokter Mendiagnosis Demam Tifoid Dokter umumnya mendiagnosis demam tifoid dengan mengacu pada riwayat klinis pasien, gejala, serta hasil pemeriksaan dan tes laboratorium. Dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami serta kemungkinan terpapar bakteri dari perjalanan, benda yang disentuh, atau makanan/minuman yang dikonsumsi. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek tanda dan gejala khas demam tifoid. Adapun tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah guna melihat tanda-tanda infeksi, antara lain peningkatan jumlah sel darah putih dan penurunan jumlah trombosit. Tes serologi juga mungkin dibutuhkan untuk mendeteksi antibodi. Guna memeriksa keberadaan bakteri Salmonella, tes terhadap sampel tinja dan kultur darah dari sampel darah pasien dapat dilakukan. Cara Mengatasi Demam Tifoid Begitu ada diagnosis demam tifoid, pasien perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Penanganan demam tifoid melibatkan pemberian antibiotik seperti siproflaksin, seftriakson, atau azitromisin sesuai dengan kondisi pasien. Umumnya antibiotik diberikan selama 10-14 hari. Untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi, pasien juga perlu mengonsumsi banyak air putih dan larutan elektrolit, termasuk lewat infus bila sudah terjadi dehidrasi parah. Selama masa pengobatan dan pemulihan, pasien perlu beristirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi yang bisa membantu tubuh pulih lebih cepat. Selalu penting untuk mengikuti saran dan instruksi dari dokter yang merawat dalam mengatasi demam tifoid. Jika gejala tidak membaik setelah pengobatan atau ada komplikasi yang muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Komplikasi Dalam beberapa kasus, demam tifoid bisa menyebabkan komplikasi serius, antara lain: Perdarahan usus yang bisa merusak dinding usus Perforasi atau lubang pada usus Radang pada jantung atau miokarditis Infeksi dan peradangan pada berbagai organ tubuh, termasuk hepatitis, gangguan ginjal, dan infeksi kelenjar getah bening Pencegahan Berikut ini sederet cara untuk mencegah demam tifoid: Mendapat vaksin tifus Selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang matang Bila makan buah atau sayur segar, pastikan sudah dicuci atau kupas kulitnya Pastikan kebersihan air yang digunakan untuk masak dan minum Hindari minum minuman dingin dengan es batu jika makan/minum di luar Perhatikan kebersihan pedagang atau warung ketika jajan atau makan di luar Kapan Harus ke Dokter? Demam tifoid memerlukan perawatan medis untuk lebih memastikan pengobatan yang tepat dan mempercepat pemulihan. Bila merasa ada gejala tifus, langsung cari bantuan medis untuk mendapat diagnosis dan penanganan sesegera mungkin sebelum gejala memburuk dan terjadi komplikasi. Reviewer dr. Kartariadi Gandadinata, Sp. PD. FINASIM Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2023-05-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/penyakit-pikun-demensia/ - Kategori: Penyakit, Saraf - Translation Priorities: Optional Ketika seseorang mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, sering hilang ingatan, atau kebingungan, sering ada anggapan bahwa ia mengalami pikun (demensia). Sebetulnya demensia bukanlah penyakit tunggal dengan beragam gejala. Demensia juga punya kemiripan dengan delirium sehingga perlu pemeriksaan oleh dokter untuk memastikan kondisi ini. Mengenal Demensia Demensia atau yang lebih dikenal dengan pikun adalah kondisi neurologis yang mempengaruhi fungsi kognitif, antara lain kemampuan berpikir, mengingat, dan membuat keputusan, termasuk mengerjakan aktivitas sehari-hari. Demensia bersifat kronis dan progresif yang berarti gejalanya berkepanjangan dan cenderung kian buruk seiring dengan waktu. Pikun (demensia) adalah istilah umum yang meliputi berbagai penyakit dan kondisi yang mengakibatkan gangguan kognitif. Terdapat beberapa jenis demensia, seperti: Penyakit Alzheimer: terjadi kerusakan sel-sel otak yang mengganggu komunikasi antar-sel saraf, merupakan bentuk demensia paling umum menurut CDC Demensia vaskular: terjadi kerusakan pembuluh darah di otak, bisa disebabkan oleh stroke atau penyakit pembuluh darah Demensia Lewy Body: akumulasi protein yang disebut Lewy bodies di otak menyebabkan gangguan kognitif dan gejala lain, seperti perubahan perilaku dan gangguan gerakan Demensia frontotemporal: kelompok penyakit yang mempengaruhi daerah frontal dan temporal otak yang berperan dalam fungsi kepribadian, perilaku, dan bahasa Demensia bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih banyak dijumpai pada kalangan lanjut usia. Namun demensia bukanlah kondisi yang normal pada orang lanjut usia. Ada langkah-langkah pencegahan bisa dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan risiko terjadinya demensia di usia senja. Gejala Gejala demensia bisa berbeda-beda sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan penyakit yang diderita. Umumnya mencakup: Sulit mengingat sesuatu atau kejadian dalam jangka pendek dan jangka panjang Kesulitan mempertahankan perhatian dan konsentrasi Kesulitan berbicara atau memahami bahasa Sulit merumuskan pemecahan masalah Perubahan suasana hati, termasuk kecemasan, depresi, atau mudah marah Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk berpakaian, makan, atau mandi Perubahan perilaku, antara lain kebingungan, delusi, atau halusinasi Adapun tanda yang mengarah ke demensia antara lain: Tersesat di lingkungan yang sudah dikenal Menggunakan kata yang tak lazim untuk menyebut objek yang familiar Lupa nama teman atau anggota keluarga yang dekat Tak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari secara mandiri Penyebab Pikun (Demensia) terjadi karena adanya perubahan pada bagian otak tertentu yang menyebabkan sel saraf atau neuron dan koneksinya tak lagi bisa bekerja dengan baik. Para peneliti masih menyelidiki kenapa dan bagaimana perubahan ini bisa terjadi pada beberapa orang, tapi tidak pada orang lain. Pada beberapa orang, diketahui ada varian genetik langka yang diduga bisa menyebabkan dementia. Faktor yang bisa meningkatkan risiko antara lain: Pertambahan usia; faktor risiko terbesar, sebagian besar kasus demensia terjadi pada usia 65 tahun ke atas Riwayat keluarga yang mengalami demensia Kondisi kesehatan jantung buruk, termasuk tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi Kebiasaan merokok Cedera kepala, terutama bila parah atau terjadi berulang Cara Dokter Mendiagnosis Demensia Dokter perlu menjalankan serangkaian tes untuk mendiagnosis demensia. Tes ini antara lain bertujuan mengecek kondisi fisik dan menguji kemampuan perhatian, memori, pemecahan masalah, dan kemampuan kognitif lain pada pasien. Dokter juga akan mengecek riwayat kesehatan pasien dan keluarga, termasuk gejala yang dialami dan berapa lama gejala itu terjadi. Untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab gejala lain, dokter bisa meminta pasien menjalani tes laboratorium. Pemindaian otak dengan tomografi komputer (CT) atau resonansi magnetik (MRI) juga mungkin dibutuhkan untuk memperoleh gambaran detail otak guna memastikan kemungkinan kondisi medis lain yang menyebabkan gejala serupa. Cara Mengatasi Demensia Penanganan demensia bergantung pada kondisi yang melatarinya. Demensia yang berkaitan dengan penurunan fungsi sel saraf seperti Alzheimer tak bisa diobati. Pengobatan hanya bertujuan menjaga otak dari risiko kerusakan dan mengendalikan gejala. Perubahan gaya hidup dengan menerapkan pola makan gizi seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stres juga penting untuk mendukung kesehatan otak. Selain itu, dukungan sosial dan psikososial dibutuhkan bagi pengidap demensia agar mereka merasa mendapat dukungan dan pendampingan dari orang yang disayangi. Yang tak kalah penting adalah menciptakan lingkungan yang mendukung perawatan, seperti menjaga suasana yang tenang dan bersih. Menciptakan rutinitas bagi penderita demensia juga baik untuk membantu menguatkan kemampuan ingatan. Komplikasi Demensia bisa menyebabkan komplikasi yang mempengaruhi kualitas hidup mereka. Misalnya: Gangguan perilaku dan psikologis, termasuk depresi, gangguan kecemasan, dan delusi Penurunan tingkat kemandirian, butuh bantuan dalam aktivitas sehar-hari Masalah nutrisi dan penurunan berat badan Risiko jatuh dan cedera Mengalami kondisi medis lain, termasuk infeksi yang membahayakan Pencegahan Tidak ada cara pasti untuk mencegah demensia. Namun terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, seperti: Rutin melatih kesehatan otak, misalnya dengan rutin membaca, menulis, bermain musik, dan memainkan permainan yang mengasah pikiran Menjaga hubungan sosial Mencoba hal-hal baru Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk dengan rutin berolahraga, tidak merokok, dan makan makanan bergizi Mengelola faktor risiko kesehatan Melindungi kepala dari risiko cedera Mengendalikan stres dan istirahat yang cukup Kapan Harus ke Dokter? Gejala pikun (demensia) terjadi secara bertahap dan mungkin terlewatkan hingga kondisi telanjur memburuk. Karena itu, bila merasa ada faktor demensia atau curiga mengalami gejalanya, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar mendapat kepastian. Penanganan sedini mungkin bisa membantu pasien mempertahankan kualitas hidup dan menghindari komplikasi. Reviewer dr.... - Published: 2023-05-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/crohns/ - Kategori: Bedah Digestif, Penyakit - Translation Priorities: Optional Crohn’s disease adalah salah satu jenis penyakit radang usus yang bisa mempengaruhi bagian tubuh lain, dari mulut hingga ujung rektum atau anus. Penyakit autoimun ini membahayakan karena sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri yang sehat dan merupakan kondisi seumur hidup. Mengenal Crohn's Disease Crohn’s disease atau penyakit Crohn adalah gangguan kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran gastrointestinal atau pencernaan. Kondisi ini bisa mempengaruhi mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, sampai anus. Bisa juga terjadi peradangan pada hati, mata bahkan sendi. Crohn's disease lebih sering terjadi pada orang dewasa muda, tapi juga bisa menimpa anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua. Crohn's disease bisa terjadi di mana saja di saluran pencernaan, tapi lebih sering terjadi di usus kecil bagian bawah (ileum) atau usus besar. Malnutrisi dan kelainan darah adalah kondisi yang umum ditemukan pada pasien Crohn's disease. Sebagai gangguan kronis, Crohn’s disease akan dialami dalam jangka panjang dengan gejala yang bisa hilang dan kemudian kambuh lagi sepanjang hidup. Diperlukan perawatan yang tepat dan berkesinambungan untuk mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi yang mengancam jiwa pasien. Gejala Gejala Crohn’s disease bergantung pada bagian mana dari saluran pencernaan tempat peradangan terjadi dan juga tingkat keparahannya. Gejala yang umum termasuk: Diare berulang dan sulit dikendalikan, bisa disertai darah dan lendir Sakit perut dari ringan hingga parah Nyeri panggul atau anus, terutama saat buang air besar Penurunan berat badan Mual dan muntah Kehilangan nafsu makan Demam, kadang disertai keringat dingin dan meriang BAB berdarah, berlendir, dan berbau busuk Perdarahan dubur Malnutrisi dan defisiensi vitamin Kelelahan Depresi, kecemasan Tumbuh kembang terhambat pada anak-anak Kadang nyeri sendi, bintik merah pada mata, mulut, atau ruam kulit Pada kondisi berat saluran cerna bisa tersumbat, kembung, sampai terjadi kebocoran saluran cerna yang terkena. Menurut penelitian, di antara sejumlah gejala diatas, diare kronis lebih dari dua minggu adalah gejala yang paling sering muncul. Penyebab Penyebab pasti Crohn's disease masih belum diketahui. Tapi terdapat sederet faktor yang bisa memicu terjadinya kondisi ini, seperti: Genetik: orang yang keluarganya memiliki riwayat Crohn's disease ini lebih rentan terkena penyakit ini Lingkungan: misalnya polusi udara, asap rokok, dan makanan yang tinggi kandungan lemak dan gula serta rendah serat Sistem kekebalan tubuh: sistem imun yang semestinya memberikan perlindungan mengalami gangguan sehingga malah menyerang jaringan sendiri Di antara sejumlah faktor itu, genetik menjadi salah satu faktor risiko utama Crohn’s disease. Masalah sistem kekebalan tubuh juga merupakan faktor risiko penting dalam terjadinya peradangan usus akibat kondisi ini. Cara Dokter Mendiagnosis Crohn's Disease Tidak ada satu cara tunggal untuk mendiagnosis Crohn’s disease. Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien dulu. Setelah itu, dokter akan menjalankan serangkaian tes diagnostik sesuai dengan kebutuhan, seperti: Tes darah untuk mengetahui kadar hemoglobin dan jumlah sel darah putih dalam tubuh yang mengindikasikan ada-tidaknya peradangan atau infeksi Kolonoskopi / teropong anus-usus yaitu tes dengan alat seperti tabung kamera yang fleksibel untuk memeriksa saluran pencernaan bagian bawah guna melihat tanda-tanda peradangan Endoskopi, mirip dengan kolonoskopi tapi bagian yang diperiksa adalah saluran pencernaan atas seperti kerongkongan dan lambung Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium, biasanya dilakukan berbarengan dengan prosedur kolonoskopi atau endoskopi Tes pencitraan seperti MRI dan CT scan untuk mendapatkan gambar detail saluran pencernaan Cara Mengatasi Crohn's Disease Pada prinsipnya pengobatan untuk membantu mengurangi gejala, terapi nutrisi, terapi fisik, dan psikologis. Bila berbagai cara itu tak berhasil mengatasi gejala Crohn’s disease atau terjadi komplikasi, misalnya penyempitan usus, fistula, atau abses, dokter akan menyarankan pembedahan dengan memotong bagian usus yang terkena, disambung kembali atau usus dikeluarkan ke dinding perut untuk dibuat pembuangan sementara, lalu disambung kembali setelah kondisi pasien membaik. Komplikasi Sebagai kondisi seumur hidup, Crohn’s disease bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Terutama bila terjadi komplikasi seperti: Stenosis: penyempitan usus menyebabkan penymbatan Abses: terbentuknya kumpulan nanah di saluran pencernaan Fistula: terbentuknya saluran tidak normal yang menghubungkan organ tubuh yang semestinya terpisah Malabsorpsi nutrisi: kesulitan menyerap nutrisi dari makanan sehingga mengakibatkan masalah kesehatan Osteoporosis: pengeroposan tulang Komplikasi lain yang bisa terjadi meski jarang adalah kanker usus yang disebabkan oleh rusaknya dinding usus akibat peradangan kronis yang memicu mutasi gen atau kerusakan DNA sel dan pertumbuhan sel-sel kanker. Pencegahan Crohn’s disease tak bisa dicegah, tapi ada cara untuk mengurangi risiko mengalaminya. Di antaranya: Menerapkan pola makan gizi seimbang, hindari terlalu banyak makanan berlemak, pedas, atau terlalu banyak gula yang bisa menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan Berolahraga teratur untuk menguatkan sistem imun dan menjaga kebugaran tubuh Mengelola stres, misalnya dengan meditasi atau yoga Menghindari rokok Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu Kapan Harus ke Dokter? Ketika merasa ada gejala Crohn’s disease, segeralah jadwalkan kunjungan ke dokter untuk konsultasi lebih lanjut. Khususnya bila ada riwayat Crohn’s disease dalam keluarga. Diagnosis dan penanganan lebih dini akan membantu pasien mengendalikan gejala dan memperbaiki kualitas hidup. Reviewer dr. Dogma Handal, Sp. B-KBD Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Primaya Hospital Depok - Published: 2023-05-24 - Modified: 2023-05-24 - URL: https://primayahospital.com/paru/batuk-berdarah/ - Kategori: Paru Batuk Berdarah adalah pengalaman menakutkan bagi banyak orang. Darah keluar yang saat batuk menandakan kemungkinan adanya masalah di sistem pernapasan baik atas ataupun bawah. Risiko ini akan meningkat pada berbagai penyakit paru dan saluran napas. Mengenal Batuk Berdarah Batuk berdarah adalah kondisi ketika terdapat darah yang keluar saat batuk, baik dalam bentuk darah segar ataupun darah bercampur lendir atau dahak, yang berasal dari paru dan saluran napas. Di bidang medis kondisi ini disebut hemoptisis. Batuk darah dapat merupakan satu-satunya gejala penyakit ataupun disertai gejala lain seperti : Sesak Nyeri dada Demam Penurunan berat badan. Tidak nafsu makan Lemah dan mudah lelah Berdasarkan volume darah yang dibatukkan dalam 24 jam, hemoptisis dikategorikan menjadi tiga, yaitu: Hemoptisis masif apabila volume batuk darah yang dikeluarkan >200 ml dalam 24 jam. Konsisi ini termasuk kegawat-daruratan paru apabila tidak ditangani segera. Hemoptisis non-masif adalah kondisi batuk darah dengan volume darah yang yang dibatukkan - Published: 2023-05-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/batuk-rejan-menular/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Batuk rejan adalah jenis batuk yang sangat mengganggu dan mudah menular. Batuk yang terjadi secara terus-menerus ini juga bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Untuk itu, perlu penanganan yang memadai agar gejala dapat terkendali dan tidak terjadi penularan lebih luas. Mengenal Batuk Rejan Batuk rejan adalah penyakit pernapasan yang sangat menular. Penyakit akibat infeksi bakteri ini menyebabkan serangan batuk yang parah, kadang disertai muntah dan suara rejan yang terdengar seperti kesulitan napas. Disebut juga pertusis, batuk rejan bisa bertahan hingga tiga bulan sehingga juga dikenal sebagai “batuk seratus hari”. Gejala batuk rejan lebih jelas pada anak-anak karena bayi dan orang dewasa lebih jarang mengeluarkan suara rejan ketika mengalami batuk pertusis. Seiring dengan berkembangnya gejala, komplikasi bisa terjadi, terutama pada bayi. Bayi berusia di bawah 12 bulan paling berisiko mengalami komplikasi yang serius. Bayi yang tidak mendapat vaksin pertusis sesuai dengan jadwal lima kali lipat lebih mungkin menjalani rawat inap akibat batuk rejan daripada bayi yang divaksin tepat waktu. Banyak bayi tertular dari kakak atau orang tuanya, seringkali sebelum mereka cukup umur untuk mendapat vaksinasi penuh. Karena kekebalan berkurang seiring dengan waktu, semua orang dewasa berpotensi menjadi sumber infeksi bagi bayi. Orang yang sakit batuk rejan cenderung bisa menulari orang lain dari sepekan sebelum mereka mulai batuk sampai tiga pekan setelah mulai batuk. Adapun bagi remaja dan orang dewasa, batuk rejan biasanya lebih ringan. Terutama jika dulu sudah mendapat vaksin ketika bayi. Meski begitu, tetap ada kemungkinan komplikasi, rawat inap, dan kematian. Gejala Gejala batuk rejan yang utama adalah batuk yang terjadi terus-menerus hingga tiga bulan. Kemunculan gejala bisa dibedakan menjadi tiga tahap, yakni: Tahap 1 Hidung meler, bersin, demam, dan batuk ringan yang memburuk dalam 1-2 pekan. Tahap 2 Mulai ada serangan batuk. Pada setiap akhir serangan, ada suara rejan yang keras. Tahap ini bisa membahayakan bagi bayi dan anak kecil. Selama serangan, kulit mereka bisa terlihat membiru dan sulit bernapas. Tahap ini biasanya berlangsung selama 1-6 pekan. Tahap 3 Batuk mulai mereda secara perlahan dan hilang dalam 2-3 pekan. Penyebab Penyakit batuk rejan disebabkan oleh bakteri pertussis. Ketika ada satu orang yang terinfeksi, bakteri Bordetella pertussis mudah menginfeksi orang lain yang tinggal di satu rumah, terutama yang belum menerima vaksin pertusis. Anak sekolah dan remaja cenderung mudah tertular oleh siswa lain atau teman. Seseorang bisa mengalami pertusis ketika terinfeksi bakteri Bordetella pertussis yang masuk ke tubuh lewat droplet dari orang lain yang sedang sakit. Bakteri ini menempel pada struktur kecil seperti rambut yang melapisi sistem pernapasan bagian atas serta melepaskan racun yang menyebabkan kerusakan. Karena itu, saluran udara jadi membengkak dan menyebabkan masalah pernapasan. Cara Dokter Mendiagnosis Batuk Rejan Dokter dapat mendiagnosis batuk rejan dengan pertama-tama menanyakan gejala yang dialami dan apakah sebelumnya pernah melakukan kontak dengan orang lain yang terinfeksi batuk itu. Bila dokter menduga kuat pasien mengalami batuk rejan, dokter akan melakukan tes usap, yakni mengambil sampel dari belakang hidung dan mengirimnya ke laboratorium untuk mengonfirmasi diagnosis. Tes usap paling akurat menggunakan metode reaksi berantai polimerase (PCR) dengan sampel dari hidung dan tenggorokan serta dikombinasikan dengan pemeriksaan riwayat klinis pasien. Kadang dokter juga meminta tes darah untuk mengukuhkan diagnosis. Cara Mengatasi Batuk Rejan Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan pasien batuk rejan. Pada tahap awal infeksi, obat antibiotik seperti eritromisin bisa digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Obat ini bisa mengurangi gejala jika diberikan sejak awal. Penanganan dini terhadap batuk rejan sangat penting untuk membantu mengurangi tingkat keparahan, durasi, dan risiko komplikasi, khususnya pada bayi. Jadi, ketika sudah ada diagnosis, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan antibiotik secepatnya. Selain itu, ada beberapa cara mengatasi batuk rejan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah, terutama untuk meredakan batuk yang terjadi terus-menerus dalam satu waktu. Minum air hangat Gunakan pelembap udara di kamar Gunakan obat tetes hidung salin untuk menghilangkan lendir yang kental Minum banyak air putih Hindari pemicu batuk seperti asap rokok, parfum, atau polutan Jika batuk rejan sudah berlangsung lebih dari tiga pekan, dokter biasanya tidak akan meresepkan antibiotik karena bakteri sudah hilang dari dalam tubuh. Pada tahap ini, gejala umumnya akan membaik sendiri. Namun dokter perlu mengecek apakah ada kerusakan dalam tubuh akibat infeksi sebelumnya. Komplikasi Gejala batuk rejan yang berkembang dapat mengarah ke komplikasi. Bayi lebih rentan mengalami komplikasi berupa pneumonia, gagal jantung, paru-paru kolaps, perdarahan otak, hingga kematian. Adapun anak yang lebih besar dan orang dewasa bisa muntah, tak bisa mengendalikan buang air kecil, dan patah tulang rusuk lantaran batuk terlalu keras. Komplikasi lain yang mungkin terjadi termasuk: Dehidrasi Penurunan berat badan Infeksi telinga Kekurangan oksigen Perdarahan di mata Henti napas saat tidur di malam hari Peradangan otak Kejang Pencegahan Batuk rejan bisa dicegah dengan menggunakan vaksin. CDC menjelaskan bahwa vaksin pertusis efektif meski tidak sempurna. Orang yang sudah mendapat vaksin masih bisa tertular, tapi tingkat keparahan penyakitnya lebih rendah daripada orang yang belum divaksin. Ibu hamil disarankan mendapat vaksin ini untuk... - Published: 2023-05-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/gejala-infeksi-ginjal/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Semua organ tubuh manusia bisa terkena infeksi, termasuk ginjal. Infeksi ginjal bisa mengakibatkan rasa sakit yang parah dan berdampak serius. Wanita dewasa muda lebih banyak mengalami infeksi ini daripada pria. Butuh pemahaman lebih mengenai penyakit ini seperti apa gejala infeksi ginjal dan bagaimana untuk mencegah komplikasi yang membahayakan. Mengenal Infeksi Ginjal Infeksi ginjal adalah infeksi yang terjadi pada ginjal dan saluran kemih atas. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah pielonefritis. Infeksi akibat bakteri ini bisa menyebabkan gejala yang serius dan dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada ginjal jika tak mendapat penanganan yang tepat. Data penelitian menunjukkan infeksi ginjal adalah kondisi yang cukup umum. Tanpa pengobatan yang benar, pasien bisa mengalami komplikasi yang serius. Sebuah riset yang diterbitkan di jurnal Urology pada 2018 mendapat kasus infeksi ginjal meningkat dalam 15 tahun terakhir, terutama pada wanita yang lebih tua dan di tengah kalangan pengidap diabetes. Studi ini juga menemukan penggunaan antibiotik untuk mengobati infeksi ginjal menurun selama periode yang sama. Hal ini bisa menyebabkan pengobatan infeksi ginjal kurang efektif. Studi lain yang diterbitkan di jurnal Obstetrics & Gynecology menemukan perempuan yang mengalami infeksi ginjal saat tengah hamil berisiko lebih tinggi mengalami pre-eklampsia dan persalinan prematur. Gejala Gejala infeksi ginjal seringkali tidak jelas dan tidak konsisten. Ada juga pasien yang tak menunjukkan gejala sama sekali. Gejala yang umum antara lain: Penurunan selera makan Sering kehausan Sering buang air kecil Terasa nyeri saat buang air kecil Ada darah dalam urine Nyeri pada bagian belakang atau samping perut Demam Menggigil Sakit kepala Mual dan muntah Tubuh letih dan lesu Penyebab Infeksi ginjal umumnya disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih dan menyebar ke ginjal. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi ginjal adalah E. coli. Bakteri lain yang jusa bisa mengakibatkan infeksi pada ginjal termasuk Proteus, Klebsiella, dan Pseudomonas. Adapun faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena infeksi ginjal antara lain: Diabetes Batu ginjal Obstruksi saluran kemih Infeksi saluran kemih berulang Kelainan anatomi pada sistem perkemihan Gangguan sistem imun Kanker Sedang hamil Cara Dokter Mendiagnosis Infeksi Ginjal Guna mendiagnosis infeksi ginjal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien dan mengecek riwayat medisnya. Karena gejala infeksi ginjal sering tidak jelas, dokter perlu menjalankan tes untuk menegakkan diagnosis, antara lain: Pemeriksaan urine untuk mencari tanda infeksi ginjal, seperti keberadaan bakteri dalam urine Tes darah untuk memeriksa jumlah sel darah putih dan memastikan adanya infeksi Tes radiologi dengan ultrasonografi atau CT (computed tomography) scan untuk mendapat gambaran lebih jelas dari ginjal dan saluran kemih Kultur urine dengan cara mengambil sampel urine untuk dianalisis di laboratorium guna mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi Cara Mengatasi Infeksi Ginjal Jika pasien terdiagnosis infeksi ginjal, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Jenis antibiotik yang diresepkan umumnya bergantung pada jenis bakteri itu. Beberapa jenis yang kerap digunakan termasuk: Ciprofloxacin Levofloxacin Amoxicillin-clavulanate Selain menjalani terapi antibiotik, pasien akan menjalani perawatan lain untuk membantu meredakan gejala, seperti istirahat yang cukup, minum banyak air putih, dan mengonsumsi obat pereda nyeri. Jika infeksi sudah mengakibatkan kerusakan parah pada ginjal, pasien mungkin perlu menjalani operasi pengangkatan dan transplantasi ginjal. Komplikasi Infeksi ginjal bisa menyebabkan komplikasi yang serius bila tak diobati atau tak mendapat pengobatan yang tepat. Komplikasi itu meliputi: Kerusakan permanen pada jaringan ginjal sehingga ginjal tak bisa berfungsi dengan normal atau terjadi gagal ginjal Septisemia, yakni kondisi ketika bakteri dari infeksi ginjal masuk ke aliran darah dan menyebar hingga bisa menyebabkan infeksi serius di seluruh tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian. Abses ginjal, yaitu kumpulan nanah di dalam ginjal yang bisa menyebabkan nyeri hebat, demam, dan perdarahan. Batu ginjal yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan kesulitan buang air kecil. Pencegahan Untuk mencegah infeksi ginjal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya: Menjaga kebersihan diri Menghindari dehidrasi dengan mengonsumsi banyak cairan Segera buang air kecil secepat mungkin jika merasa ingin berkemih Adapun bagi kalangan wanita yang lebih berisiko mengalami infeksi ginjal, upaya pencegahan yang direkomendasikan termasuk membersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan setelah berhubungan seksual, selalu mengenakan pakaian dalam yang bersih dan tidak ketat, serta menghindari penggunaan produk perawatan kewanitaan yang bisa menyebabkan iritasi. Kapan Harus ke Dokter? Infeksi ginjal memerlukan tindakan medis secepatnya untuk mencegah komplikasi yang bisa mengancam jiwa pasien. Jika merasa ada gejala yang mengarah ke masalah ginjal, seperti sakit saat berkemih dan nyeri di area perut, sebaiknya segera datangi dokter untuk berkonsultasi. Reviewer dr. Cahyo Pradipto, Sp. U Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Tangerang - Published: 2023-05-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/risiko-kanker-kulit/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kulit adalah bagian terluar tubuh manusia rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, dari yang ringan hingga berat. Di antara sederet masalah itu, kanker kulit menjadi kekhawatiran tersendiri karena risiko yang dibawa. Deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mengatasi kanker ini. Mengenal Kanker Kulit Kanker kulit adalah kanker yang berkembang dari kulit, biasanya di area tangan, kaki, leher, wajah, dan bagian lain yang sering terpapar sinar matahari. Kanker terjadi ketika ada sel yang berkembang secara abnormal dan membentuk tumor atau pertumbuhan yang ganas. Dari kulit, kanker bisa menyebar ke jaringan dan organ di sekitarnya seiring dengan perkembangan kanker tersebut. Terdapat tiga jenis kanker kulit yang utama, yakni: 1. Karsinoma sel basal (basal cell carcinoma) Ini adalah jenis kanker kulit yang paling umum. Kanker bermula dari sel basal yang berada di dasar epidermis yang merupakan lapisan terluar kulit. Kanker ini biasa muncul di daerah kulit yang terkena paparan sinar matahari, seperti wajah, kepala, leher, pundak, dan lengan. Kanker sel basal jarang menyebar ke bagian tubuh yang lain, tapi bisa tumbuh dan merusak jaringan di sekitarnya bila tak diobati. 2. Karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma) Karsinoma sel skuamosa juga umumnya muncul pada kulit yang kerap terpapar sinar matahari, seperti wajah, kepala, leher, dan lengan. Seperti kanker sel basal, kanker ini bermula dari epidermis, tapi lebih ganas dan bisa dengan mudah masuk ke jaringan di bawahnya dan menyebar ke organ lain jika tak ditangani segera. 3. Melanoma Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling jarang terjadi, tapi juga paling ganas dibanding ke 2 jenis kanker yang lainnya. Melanoma biasanya muncul pada kulit yang jarang terkena sinar matahari, seperti punggung, kaki, dan leher bagian belakang. Melanoma bisa menjalar ke bagian tubuh lain dan berakibat fatal jika tidak segera diobati. Jumlah kasus kanker kulit di Indonesia cukup tinggi, terutama karena sebagian besar wilayah Indonesia mendapat banyak paparan sinar matahari sepanjang tahun. Menurut data Globocan 2020, angka kasus kanker kulit di Indonesia pada 2020 mencapai 18. 000 dengan angka kematian sekitar 3. 000. Gejala Gejala kanker kulit bisa berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Berikut ini adalah gejala yang umum yang bisa timbul pada kanker melanoma dan non melanoma: Gejala kanker kulit melanoma: Muncul tahi lalat baru atau tahi lalat yang sudah ada berubah, baik warna, ukuran, atau teksturnya Ada bintik kecokelatan besar dengan bintik-bintik berwarna lebih gelap Tahi lalat berdarah Lesi kecil dengan pinggiran tak beraturan dan ada bagian yang tampak berwarna merah, merah muda, putih, biru, atau biru-kehitaman Lesi dapat terasa sakit, gatal atau seperti terbakar Lesi berwarna gelap pada telapak tangan atau kaki, ujung jari tangan atau kaki, atau lapisan selaput lendir pada mulut, hidung, anus, atau vagina Gejala kanker kulit non-melanoma: Munculnya benjolan atau bercak pada kulit yang tidak sembuh dalam waktu lama atau sembuh kemudian kambuh kembali Kulit di sekitar benjolan terasa gatal, sakit, atau terbakar Terbentuknya kerak atau luka yang tidak sembuh dalam waktu lama dan terus tumbuh Kulit di sekitar benjolan atau luka berubah warna menjadi merah, cokelat, atau hitam Tumbuhnya benjolan atau luka pada bagian kulit yang terkena sinar matahari, seperti wajah, kepala, tangan, dan leher Perubahan pada bentuk, ukuran, atau warna tahi lalat yang sudah ada Perubahan pada kulit, seperti bertambak tebal, bertambah keras, atau perubahan tekstur Penyebab Sekitar 90 persen kanker kulit terjadi akibat rusaknya sel kulit karena paparan sinar matahari yang berlebihan. Kandungan sinar ultraviolet (UV) dalam sinar matahari bisa menyebabkan mutasi pada DNA di sel kulit. Mutasi ini terjadi pada gen yang mengendalikan pertumbuhan sel sehingga sel kulit bisa tumbuh tak terkendali hingga membentuk massa yang disebut tumor. Di samping sinar UV, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit, diantara yaitu: Riwayat kanker kulit dalam keluarga Paparan bahan kimia tertentu Daya tahan tubuh lemah, misalnya pada pengidap penyakit autoimun Penggunaan obat tertentu yang menekan sistem kekebalan tubuh Merokok atau terpapar asap rokok Berkulit terang atau kuning langsat Memiliki banyak tahi lalat (lebih dari 50) Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kanker Kulit? Terdapat beberapa cara dokter untuk mendiagnosis kanker kulit, antara lain: Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda kanker kulit, seperti warna, ukuran, bentuk atau tekstur kulit yang berbeda dari biasanya Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan kulit yang diduga terkena kanker untuk diperiksa di bawah mikroskop Dermatoskopi, yakni penggunaan alat khusus bernama dermatoskop yang mampu menghasilkan gambar kulit yang lebih jelas dan besar agar bisa mengecek tanda kanker kulit lebih baik Tes imunologi dengan menghitung sel darah putih untuk mendeteksi kanker kulit pada tahap awal Cara Mengatasi Kanker Kulit Penanganan kanker kulit bergantung pada jenis, tingkat keparahan, dan area lokasinya. Beberapa pilihan yang bisa diambil termasuk: Pembedahan yang merupakan metode utama untuk mengatasi kanker kulit dengan cara mengangkat jaringan kulit yang terserang kanker Radioterapi dengan sinar-X untuk menghancurkan sel kanker Kemoterapi dengan obat-obatan khusus untuk mematikan sel kanker Terapi target dengan obat yang bertujuan menghancurkan sel kanker dengan menargetkan protein atau molekul tertentu di dalam... - Published: 2023-05-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/benjolan-di-ketiak/ - Kategori: Bedah, Penyakit - Translation Priorities: Optional Benjolan di ketiak bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang memerlukan perawatan medis. Beberapa kondisi serius bisa menyebabkan munculnya benjolan pada ketiak. Karena itu, penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menemukan benjolan di bagian tubuh. Mengenal Benjolan di Ketiak Benjolan di ketiak bisa berarti banyak hal. Sebagian besar benjolan ini tidak membahayakan. Pemicunya bisa berupa membesarnya kelenjar getah bening, infeksi, atau tumor. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem imun tubuh yang membantu melawan infeksi dan penyakit tertentu. Kelenjar ini bisa didapati di seluruh tubuh, termasuk di ketiak. Pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak lazim terjadi. Pemicunya paling sering adalah infeksi atau peradangan pada bagian tubuh yang terkoneksi dengan kelenjar tersebut. Infeksi bisa mengakibatkan kelenjar getah bening membengkak sehingga tampak seperti benjolan. Namun ada juga kemungkinan benjolan itu menandakan kondisi yang lebih serius, antara lain kanker payudara. Itu sebabnya bagi orang yang merasakan ada benjolan pada ketiaknya perlu memeriksakan diri agar diketahui penyebab pastinya sehingga dapat dilakukan penanganan secepatnya jika benjolan tersebut merupakan pertanda penyakit serius. Gejala Gejala benjolan di ketiak yang utama adalah adanya tonjolan yang bisa diraba pada kulit ketiak. Tonjolan ini bisa disertai rasa nyeri atau ketidaknyamanan serta warna kulit menjadi kemerahan. Gejala lainnya bervariasi, tergantung penyebabnya. Di antaranya: Gejala pilek atau flu yang meliputi demam, ingus, batuk, lemah, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan sakit dan nyeri di berbagai bagian tubuh Lengan membengkak Gatal Kelelahan Sensasi terbakar Memar tanpa penyebab jelas Penurunan nafsu makan Pembesaran kelenjar getah bening di bagian tubuh lain Muntah Demam Berat badan menurun Penyebab Terdapat sejumlah kemungkinan penyebab benjolan di ketiak, antara lain: Infeksi: infeksi pada kelenjar getah bening di ketiak bisa menyebabkan pembengkakan atau benjolan. Pemicu infeksi ini bisa berupa bakteri, virus, atau jamur. Kista: benjolan berisi cairan ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, termasuk di ketiak. Lemak berlebih: ketika seseorang mengalami kelebihan berat badan, bisa terjadi penumpukan lemak di beberapa bagian tubuh sehingga tampak seperti benjolan, antara lain di ketiak. Lipoma: lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh perlahan di bawah kulit dan pada umumnya tidak berbahaya. Gangguan autoimun: gangguan autoimun seperti lupus dan reumatoid artritis bisa memicu pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Reaksi alergi: benjolan pada ketiak juga bisa dipicu reaksi alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu. Efek samping vaksinasi: setelah mendapat vaksin, bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak yang merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin tersebut. Cara Dokter Mendiagnosis Benjolan di Ketiak Dokter mendiagnosis benjolan di ketiak dengan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu. Lalu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada ketiak serta area di sekitarnya, termasuk lengan, leher, dada, dan kepala. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mengecek bentuk dan ukuran benjolan serta tanda lain seperti ruam. Selain itu, dokter bisa melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, biopsi, atau tes pencitraan seperti CT scan, MRI, atau mammografi guna mengonfirmasi diagnosis. Bila ada dugaan benjolan di bagian tubuh disebabkan oleh gangguan autoimun, dokter juga dapat menjalankan tes imunologi untuk memperjelas diagnosis. Cara Mengatasi Benjolan di Ketiak Setelah memastikan penyebab benjolan di ketiak, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab tersebut. Sebagai contoh, jika penyebabnya adalah infeksi, dokter bisa meresepkan antibiotik. Adapun bisa benjolan disebabkan oleh kanker payudara, perlu dilakukan tindakan lebih lanjut, seperti operasi pengangkatan, kemoterapi, atau radioterapi. Operasi pengangkatan juga bisa dilakukan bila diketahui penyebab benjolan itu adalah kista yang besar. Guna meredakan nyeri dan pembengkakan, dokter juga dapat meresepkan obat pereda nyeri. Selain itu, pasien bisa menggunakan kompres hangat pada ketiak untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan. Komplikasi Benjolan di ketiak bisa menyebabkan komplikasi jika tak dilakukan penanganan dengan tepat. Komplikasi yang mungkin muncul bergantung pada penyebabnya. Misalnya: Infeksi yang menyebar ke bagian tubuh lain hingga mengancam jiwa pasien Kanker payudara menjalar ke organ tubuh lain sehingga menyebabkan masalah yang lebih serius Gangguan sistem limfatik atau kekebalan tubuh Rasa sakit dan tidak nyaman di area ketiak yang mengganggu aktivitas Pencegahan Mempraktikkan gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan tubuh secara rutin adalah kunci untuk mencegah berbagai macam penyakit, termasuk yang menyebabkan benjolan di ketiak. Mandi secara teratur bisa membantu mencegah infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Penerapan pola makan yang sehat dan olahraga secara teratur juga dapat menurunkan berbagai faktor risiko masalah kesehatan, seperti kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu, hindari penggunaan kosmetik untuk ketiak yang mengandung aluminium. Menurut riset, penggunaan kosmetik berbahan aluminium yang terlampau sering bisa memicu akumulasi aluminium di jaringan payudara dan berpotensi memicu kanker payudara. Pada pasien dan keluarga yang mempunyai riwayat tumor atau kanker sebaiknya melakukan screening lebih awal melalui medical check up di rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas screening kanker dan tumor. Kapan Harus ke Dokter? Jika menemukan benjolan di ketiak, langkah pertama yang sebaiknya diambil adalah mengecek apakah benjolan itu membesar dan berubah bentuk atau tidak. Jika benjolan tersebut ukurannya tidak bertambah atau tidak disertai gejala apa pun,... - Published: 2023-05-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/berat-badan-lahir-rendah/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Berat badan bayi saat lahir menjadi indikator kesehatan bayi tersebut. Saat BB lahir rendah, ada risiko bayi itu mengalami masalah kesehatan dari yang ringan hingga berat. Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi BB bayi saat lahir. Ibu yang mengandung pun memiliki peran penting dalam penentuan berat badan buah hati ketika lahir nanti. Mengenal Berat Badan Lahir Rendah Berat badan lahir rendah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram. Rata-rata berat bayi ketika lahir adalah lebih dari 3,5 kilogram. Bayi yang lahir dengan BB rendah mungkin tetap sehat ketika ukurannya secara umum juga kecil. Namun, dalam sebagian besar kasus, BB bayi yang rendah saat lahir menandakan adanya problem kesehatan yang serius. BB lahir rendah bisa terjadi pada bayi yang lahir prematur ataupun sesuai dengan hari perkiraan lahir alias bayi cukup bulan. Tapi kasus berat badan rendah cenderung lebih sering terjadi pada bayi prematur. Kelahiran bayi disebut prematur jika ia lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi dengan berat lahir rendah bisa jadi berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi hingga meninggal mendadak (sudden infant death syndrome). Tubuh bayi yang mungil membuatnya rentan. Bayi juga mungkin lebih sulit mendapat asupan nutrisi, menambah berat badan, dan melawan infeksi. Karena lemak tubuh yang sangat sedikit, bayi itu juga kerap kesulitan menjaga diri tetap hangat di suhu normal. Hampir semua bayi dengan berat badan lahir rendah butuh perawatan khusus di Neonatal Intensive Care Unit hingga beratnya bertambah dan kondisinya aman untuk bisa dipulangkan. Gejala Gejala berat badan lahir rendah terlihat dari ukuran tubuh bayi yang lebih mungil daripada bayi pada umumnya yang lahir dengan BB normal. Selain itu, kepala bayi yang berat badannya rendah tampak lebih besar dibanding bagian tubuh lain atau tidak proporsional. Tubuhnya juga terlihat kurus dengan lemak tubuh dan rambut yang sedikit. Bayi dengan BB lahir rendah umumnya juga kurang tanggap atau kurang aktif. Selama beberapa jam pertama setelah lahir, bayi itu juga tidak buang air kecil layaknya bayi yang lahir normal. Penyebab Berat badan lahir rendah biasanya disebabkan oleh kelahiran prematur atau saat masa kehamilan kurang dari 37 minggu. Karena lahir terlalu cepat, bayi tak punya cukup waktu untuk dapat lebih tumbuh dan berkembang serta menambah berat badan dalam kandungan. Penyebab lainnya adalah intrauterine growth restriction (IUGR), yakni kondisi ketika bayi tak bisa berkembang dengan baik selama kehamilan. Pemicunya bisa jadi masalah pada plasenta, kondisi kesehatan bayi, ataupun masalah kesehatan ibu yang mengandung. Bayi dengan IUGR bisa lahir prematur ataupun sesuai dengan masa kehamilan normal (antara 37 dan 41 minggu). Bila kelahirannya sesuai dengan 9 bulan periode kehamilan pada umumnya, tubuh bayi itu biasanya lebih kecil. Faktor lain yang berpengaruh antara lain: Ibu berusia muda, khususnya kurang dari 15 tahun Bayi kembar Ibu menggunakan obat-obatan terlarang, merokok, atau minum alkohol saat hamil Ibu kekurangan asupan nutrisi selama hamil Cara Dokter Mendiagnosis Berat Badan Lahir Rendah Berat badan lahir rendah bisa diprediksi pada saat pemeriksaan kehamilan oleh dokter kandungan. Cara yang utama adalah dengan prosedur ultrasonografi (USG) untuk mengecek tumbuh kembang janin. USG menggunakan teknologi gelombang suara untuk menghasilkan gambar janin yang bisa dilihat di monitor komputer. Dokter akan mengukur kepala bayi, perut, hingga tulang kaki bagian atas atau femur dalam USG. Hasil pengukuran itu digunakan untuk memprediksi berat bayi. Cara lainnya adalah dengan memeriksa tinggi fundus atau bagian atas tulang kemaluan ibu sampai bagian atas rahim. Tinggi fundus diukur dalam sentimeter. Angkanya semestinya hampir sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah minggu ke-20. Misalnya, jika usia kehamilan 28 minggu, berarti tinggi fundus mesti berada di kisaran 28 cm. Bila tingginya kurang dari itu, ada kemungkinan tumbuh kembang janin dalam kandungan bermasalah sehingga berisiko mengalami berat badan lahir rendah. Dibanding pengukuran tinggi fundus, pemeriksaan USG lebih akurat dalam mengukur berat badan bayi dalam kandungan. Cara Mengatasi Berat Badan Lahir Rendah Dokter akan menentukan cara mengatasi berat badan lahir rendah secara spesifik berdasarkan: Usia kehamilan saat bayi lahir, kesehatan bayi secara keseluruhan, dan riwayat medisnya Toleransi bayi terhadap pengobatan, prosedur, atau terapi tertentu Pendapat atau preferensi orang tua Perawatan untuk bayi berat lahir rendah biasanya meliputi: Perawatan di NICU Tempat tidur dengan suhu terkontrol Pemberian makan khusus, terkadang dengan selang ke dalam perut jika bayi tidak dapat menyusu, atau melalui jalur intravena (infus) Bila tak ada komplikasi lain, bayi dengan BB lahir rendah biasanya bisa mengejar pertumbuhan fisik dari bayi lain yang lahir dengan BB normal. Jika ada komplikasi, bayi akan dirujuk ke program perawatan untuk mendapat tindak lanjut khusus sesuai dengan komplikasi yang dialami. Komplikasi Menurut studi, bayi dengan berat badan lahir rendah berkaitan dengan penyakit seperti hipertensi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung koroner di masa dewasa. Komplikasi lain yang bisa muncul baik saat lahir maupun seiring dengan bertambahnya usia meliputi: Cerebral palsy Kehilangan pendengaran dan penglihatan Perkembangan kognitif dan motorik lambat Mudah terkena infeksi Masalah pernapasan Problem pencernaan Meninggal mendadak Pencegahan Berat badan lahir... - Published: 2023-05-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/autisme/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Autisme adalah gangguan perkembangan serius yang mempengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Seringnya masalah ini terdeteksi pada masa kanak-kanak. Anak dengan autisme memiliki perbedaan dalam berbagai hal dengan anak lain, tapi tetap dapat meraih kesuksesan dalam kehidupan terutama bila mendapat perawatan yang sesuai. Mengenal Autisme Autisme adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan tantangan dalam hal komunikasi, sosial, dan perilaku. Autisme juga dikenal dengan sebutan gangguan spektrum autisme. Kondisi ini bersifat seumur hidup dan gejalanya bisa berbeda-beda dari satu orang ke orang lain. Autisme juga disebut gangguan spektrum karena ada banyak variasi terminologi jenis gejala yang dialami individu dan tingkat keparahan gejala tersebut. Tanda autisme biasanya mulai muncul pada usia dini. Intervensi sejak dini bisa membantu anak-anak dengan autisme menghadapi tantangan yang kelak muncul di dunia yang lebih luas. Jumlah kasus autisme diketahui terus bertambah dari tahun ke tahun. Sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Pediatrics, misalnya, mendapati peningkatan angka kasus hampir tiga kali lipat selama 2000-2016 pada anak-anak berusia 8 tahun di area metropolitan New York-New Jersey, Amerika Serikat. Ketika mendapat diagnosis autisme, tingkat fungsional individu tersebut juga akan diidentifikasi. Terdapat tiga tingkat gangguan spektrum autisme, yakni: Tingkat 1: Autisme ringan, individu yang mengalaminya mungkin punya masalah dengan hubungan sosial dan perilaku restriktif. Biasanya hanya memerlukan bantuan minimal dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat 2: Individu di level ini butuh dukungan lebih banyak. Kesulitannya dalam kehidupan sosial terlihat jelas, misalnya masalah komunikasi, dan butuh bantuan untuk mengendalikan perilakunya yang problematis. Tingkat 3: Gejala autisme di level ini sudah sangat mengganggu kemampuan individu untuk hidup dan berfungsi secara mandiri. Orang di level ini sering tidak berkomunikasi secara verbal, sulit menerima perubahan, punya perilaku restriktif atau repetitif, dan sensitif terhadap rangsangan sensorik. Mesti digarisbawahi bahwa autisme sendiri bukanlah penyakit meski bisa menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan seseorang. Bagi beberapa orang, autisme menyebabkan dirinya memerlukan bantuan seumur hidup. Sedangkan bagi orang lain, kondisi itu tidak menghalanginya untuk dapat hidup dan bekerja secara mandiri. Gejala Tanda dan gejala autisme berbeda-beda antara satu individu dan yang lain. Gejalanya juga berbeda pada usia tertentu. Usia sebelum 3 tahun Tidak berceloteh hingga umur 12 bulan atau mengucapkan kata hingga umur 16 bulan Tidak merespons ketika diajak bicara oleh orang lain, tapi bereaksi terhadap suara lain Tidak berkontak mata Membuat barisan mainan atau benda lain secara berlebihan Enggan dipeluk Enggan bermain dengan orang lain atau melakukan permainan khayalan Usia lebih tua Sulit memulai percakapan Sulit berteman dan berinteraksi dengan orang lain Menggunakan bahasa yang berulang dan atipikal Tidak nyaman dengan perubahan pada rutinitasnya Sangat tertarik pada benda atau topik tertentu Penyebab Tidak ada penyebab tunggal autisme. Ada banyak faktor yang telah teridentifikasi bisa membuat anak lebih mungkin mengalami gangguan spektrum ini, termasuk lingkungan, biologis, dan genetik. CDC menyebutkan ada bukti beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami autisme, yaitu: Punya saudara kandung yang memiliki autisme Memiliki kondisi kromosom atau genetik tertentu, seperti sindrom X rapuh atau tuberous sklerosis Mengalami komplikasi saat lahir Lahir dari orang tua yang berusia lebih tua Cara Dokter Mendiagnosis Autisme Dokter membuat diagnosis autisme dengan mempertimbangkan riwayat tumbuh kembang individu serta keterampilan, daya, dan tantangan serta dampak tantangan tersebut terhadap kehidupan sehari-hari individu tersebut. Dokter akan mengamati perilaku serta memberi pertanyaan tentang perkembangan individu tersebut. Tidak ada tes yang secara spesifik dapat memastikan seseorang mengalami autisme. Dokter mungkin mendapati adanya kendala atau hambatan dalam tumbuh kembang ketika melakukan pemeriksaan rutin pada masa kanak-kanak. Jika perlu, dokter akan meminta individu tersebut menjalani evaluasi lanjutan dengan sekelompok dokter spesialis, seperti tumbuh kembang anak, kejiwaan anak, dan patologi wicara-bahasa. Para dokter ini akan menilai sejumlah hal, seperti apakah perilakunya sudah sesuai dengan usianya, bagaimana keterampilan kognitifnya, dan bagaimana kemampuan bahasanya. Tes yang digunakan antara lain: Kuesioner gejala autisme Pemantauan perkembangan Tes pendengaran Tes IQ Diagnosis umumnya baru bisa dilakukan setelah umur 2 tahun agar hasilnya lebih tepercaya. Diagnosis pada usia remaja hingga dewasa lebih sulit karena gejalanya bisa bercampur dengan kondisi mental lain seperti gangguan kecemasan dan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Cara Mengatasi Autisme Autisme adalah kondisi seumur hidup, tapi ada perawatan yang bisa membantu pasien mengendalikan gejala dan meningkatkan keterampilan di berbagai bidang kehidupan. Menurut National Institute of Mental Health, perawatan harus langsung dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan. Individu dengan autisme umumnya memerlukan kombinasi perawatan dengan obat-obatan dan berbagai terapi. Obat yang digunakan bertujuan untuk mengatasi gejala seperti agresi, kecemasan, kesulitan fokus, depresi, hiperaktivitas, dan penarikan diri dari lingkungan sosial. Adapun jenis terapi yang diterapkan seringnya berfokus pada pelatihan pada keterampilan, psikologis, dan perilaku. Terapi wicara, okupasi, dan sosial serta dengan alat bantu teknologi juga bisa dilakukan. Selain oleh ahli terapi atau dokter, keluarga bisa membantu menjalankan program terapi ini di rumah sesuai dengan panduan medis. Komplikasi Autisme seringkali memicu munculnya berbagai masalah mental dan fisik. Di antaranya: Masalah saluran pencernaan Epilepsi Gangguan makan Gangguan tidur Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) Kecemasan Depresi Gangguan obsesif... - Published: 2023-05-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/batuk/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Batuk adalah salah satu gejala umum berbagai masalah kesehatan. Batuk bisa sangat mengganggu, membuat terjaga di malam hari, bahkan menyebabkan sulit bernapas. Terlebih bila ada gejala lain yang menyertai seperti hidung tersumbat. Meski demikian, batuk umumnya dapat hilang sendiri. Namun kadang perlu bantuan obat untuk meredakan gejala agar aktivitas kembali lancar. Mengenal Batuk Batuk adalah tindakan untuk mengeluarkan udara dengan cepat dari paru-paru guna membersihkan tenggorokan dan saluran pernapasan dari mikroba, cairan, iritasi, lendir, atau partikel asing lain. Orang bisa sengaja batuk untuk membersihkan tenggorokannya, bisa juga batuk menjadi respons alami tubuh atau refleks untuk membersihkan saluran udara dan melegakan pernapasan. Batuk dapat terjadi karena beberapa alasan berbeda dan bisa dikaitkan dengan berbagai gejala. Batuk bisa melindungi tubuh dari asap, debu, atau serbuk sari yang bisa mengganggu pernapasan. Tapi batuk juga bisa menandakan adanya penyakit atau kondisi kesehatan yang parah. Mekanisme batuk melewati tiga tahap, yakni: Inhalasi atau menghirup udara Tekanan terbentuk di tenggorokan dan paru-paru dengan pita suara tertutup Pelepasan udara yang eksplosif saat pita suara terbuka, menimbulkan suara yang biasanya diasosiasikan dengan batuk Terdapat empat jenis batuk yang utama, yakni: 1. Batuk basah Jenis batuk ini terdengar basah karena membawa lendir. Batuk basah lebih dikenal dengan sebutan batuk berdahak atau batuk produktif. Batuk ini bisa berlangsung kurang dari tiga minggu atau akut, bisa juga hingga beberapa bulan atau kronis. 2. Batuk kering Batuk kering terasa seperti ada gelitikan di bagian belakang tenggorokan. Batuk ini bisa terjadi secara berkepanjangan dalam satu waktu dan biasanya tidak dibarengi lendir. Batuk kering dapat disebabkan oleh peradangan pada sistem pernapasan. 3. Batuk paroksismal Batuk paroksismal adalah batuk yang keras dan tidak terkendali serta menimbulkan rasa sakit. Batuk ini bisa dibarengi dengan kesulitan napas dan bahkan muntah. Pertusis atau batuk rejan adalah penyebab paling umum batuk paroksismal. 4. Batuk croup Batuk croup juga disebut batuk menggonggong karena suara batuk terdengar seperti gonggongan yang khas. Batuk ini terjadi karena infeksi virus yang memicu iritasi dan pembengkakan pada saluran napas bagian atas. Batuk ini biasanya menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Gejala Batuk sendiri merupakan gejala adanya infeksi penyakit menular atau kondisi lain yang terkait dengan pernapasan. Di saat yang sama, batuk bisa disertai dengan berbagai gejala lain, seperti: Hidung meler atau tersumbat Berdeham untuk membersihkan tenggorokan Sakit tenggorokan Mengi Sesak napas Ada cairan yang terasa mengalir di bagian belakang tenggorokan Suara serak Rasa asam di mulut Nyeri dada Dalam kasus yang jarang terjadi, darah dalam batuk Kemunculan gejala ini bergantung pada penyebab yang melatari batuk. Penyebab Penyebab batuk bisa bermacam-macam sesuai dengan jenisnya. Penyebab batuk kering misalnya: Demam Flu Radang tenggorokan Croup Penggunaan obat-obatan tertentu Sakit tenggorokan Tonsilitis atau radang amandel Asma Sinusitis Alergi Refluks asam GERD Paparan iritasi di udara, termasuk asap, polusi, atau debu Penyebab batuk basah: Flu biasa Bronkitis kronis/akut Asma Radang paru-paru Penyakit paru obstruktif kronis Emfisema atau kerusakan kantong udara di paru-paru Batuk croup terjadi akibat infeksi virus yang menyebabkan saluran napas bagian atas menjadi iritasi dan bengkak sehingga sulit bernapas. Adapun batuk paroksismal bisa disebabkan oleh Asma Penyakit paru obstruktif kronis Tuberkulosis Batuk rejan (pertusis) Radang paru-paru Tersedak Cara Dokter Mendiagnosis Batuk Untuk mendiagnosis batuk, dokter perlu memeriksa riwayat kesehatan pasien, menjalankan pemeriksaan fisik, dan meminta pasien menjalani tes tertentu, seperti sinar-X pada dada dan tes fungsi paru-paru. Dokter juga akan mengecek tanda-tanda vital seperti suhu udara dan jumlah napas yang diambil per menit. Dokter pun mungkin perlu mengecek kadar oksigen saat pemeriksaan. Dalam pemeriksaan ini pasien perlu menjawab pertanyaan seputar gejala dan aktivitas sebelumnya yang mungkin berkaitan dengan batuk yang dialami. Misalnya apakah terbiasa merokok atau pernah merokok sebelumnya, apa pekerjaannya, berapa lama batuknya, bagaimana napasnya saat istirahat dan saat beraktivitas fisik, apakah tidur terganggu akibat batuk, dan lain-lain. Cara Mengatasi Batuk Batuk seringnya tak memerlukan penanganan medis jika penyebabnya adalah infeksi virus biasa. Batuk akan reda dan hilang sendiri dalam beberapa hari hingga pekan. Pasien bisa merawat diri sendiri dengan banyak beristirahat, minum air putih, dan jika perlu minum obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. Dokter perlu menemukan apa penyebab batuk itu dulu sebelum menentukan jenis tindakan yang perlu dilakukan. Misalnya jika batuk disebabkan oleh alergi tertentu, dokter akan memberikan obat antihistamin untuk meredakan reaksi alergi itu dan menyarankan pasien menghindari alergen atau pemicu alergi agar tidak batuk di kemudian hari. Komplikasi Menurut penelitian, batuk bisa menimbulkan komplikasi yang terkait dengan kardiovaskular, pencernaan, muskuloskeletal, neurologis, oftalmologis, psikososial, pernapasan, kulit, dan penurunan kualitas hidup. Contohnya: Insomnia, yakni tak bisa tidur atau sulit tidur nyenyak di malam hari Perubahan suara menjadi serak karena peradangan pita suara Sakit kepala Perburukan asma Pecahnya pembuluh darah pada hidung dan subkonjungtiva (area mata) Nyeri otot dada dan punggung Pencegahan Batuk bisa dicegah dengan menghindari penyebab iritasi atau hal lain yang bisa memicu batuk. Vaksin flu, pneumonia, dan Covid-19 juga bisa menjadi penangkal infeksi virus yang menyebabkan gejala batuk. Cara lainnya termasuk:... - Published: 2023-05-01 - Modified: 2023-05-01 - URL: https://primayahospital.com/homecare/penyebab-lansia-jatuh/ - Kategori: Homecare Kasus lansia jatuh adalah risiko yang sering terjadi, termasuk di Indonesia. Jatuh pada lansia dapat memicu dan menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lain yang mempengaruhi kesehatan serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Risiko ini terjadi seiring bertambahnya usia, karena tingkat kontrol keseimbangan yang dimiliki seringkali mengalami penurunan. Namun, tentu bukan hanya itu saja yang menjadi penyebab lansia jatuh. Jika orang terkasih di rumah membutuhkan perawatan setelah jatuh, Anda dapat melakukan konsultasi bersama Kavacare. Kami siap menghadirkan layanan perawat ke rumah untuk membantu aktivitas lansia. Untuk informasi selengkapnya, hubungi kami melalui WhatsApp di 0811-1446-777. Penyebab Lansia Jatuh Jatuh yang dialami orang lanjut usia atau lansia menjadi hal yang harus dihindari. Hal ini dikarenakan komplikasi yang seringkali timbul sesudah jatuh dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih parah. Hal ini pula yang menjadi alasan perlunya pengawasan yang baik pada lansia saat beraktivitas, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Berikut beberapa faktor atau penyebab lansia jatuh yang perlu diperhatikan. 1. Perubahan pada Kondisi Tubuh Tubuh manusia berubah secara bertahap selama bertahun-tahun sebagai bagian dari proses penuaan yang normal. Seiring bertambahnya usia, dapat timbul masalah kesehatan sebagai berikut: Penglihatan yang lebih buruk, dimana pandangan menjadi tidak terlalu jelas atau mengalami kesulitan dengan perubahan cahaya atau silau yang tiba-tiba Masalah keseimbangan, seperti mudah goyah saat berjalan Waktu reaksi yang lebih lambat Otot menjadi lebih lemah, misalnya, membuat Anda kesulitan mengangkat kaki saat berjalan Masalah kesehatan baru, seperti inkontinensia – masalah buang air kecil atau buang air besar dan demensia Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh proses penuaan normal atau mungkin disebabkan oleh suatu penyakit, atau kondisi. Faktor-faktor di atas dapat mempengaruhi cara lansia bergerak dan terkadang menjadi penyebab terjatuh. 2. Mengabaikan Kesehatan Tubuh Lansia yang tidak aktif secara fisik, menjadi tidak bugar dan cenderung mempunyai keseimbangan yang lebih buruk serta otot yang lebih lemah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjatuh. Memiliki pola makan yang buruk dan tidak minum cukup air juga dapat membuat lansia kesulitan untuk cukup kuat dalam bergerak dengan aman. Memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, mulai dari konsumsi makanan dan minuman secara teratur dengan nilai gizi yang baik perlu untuk mengurangi risiko lansia jatuh. 3. Bahaya di Dalam dan di Sekitar Rumah Dalam beberapa kasus, penyebab lansia jatuh adalah kondisi rumah dan lingkungan sekitar yang kurang aman untuk beraktivitas dan bergerak aktif. Bahaya untuk lansia yang umum ditemui pada lingkungan rumah yakni: Alas kaki yang tidak aman – seperti sandal yang longgar dan sempit pada bagian tumit Pencahayaan yang buruk Tangga dan permukaan yang tidak rata, atau pegangan tangga tidak ada Permukaan licin, seperti lantai basah atau lantai yang baru saja dipoles Halangan pada permukaan lantai, seperti karpet, kabel listrik atau alas lantai lainnya 4. Riwayat Kesehatan dan Keseimbangan Tubuh Beberapa penyakit seperti penyakit jantung, diabetes atau gangguan pada kelenjar tiroid, pembuluh darah, saraf dan kaki dapat mempengaruhi keseimbangan yang kita miliki hingga meningkatkan risiko jatuh. Perlu adanya pemeriksaan secara berkala untuk melihat apakah tingkat tertentu dalam penyakit tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan lansia. 5. Obat-Obatan dan Keseimbangan Tubuh Beberapa jenis obat mampu meningkatkan risiko dan menjadi penyebab lansia jatuh akibat adanya efek samping, seperti pusing atau kebingungan atau menghambat kontrol keseimbangan dan fungsi saraf perifer. Semakin banyak obat yang dikonsumsi, maka semakin besar pula kemungkinan efek samping yang dapat muncul. Tips Mencegah Lansia Jatuh Apabila kesehatan lansia terjaga secara menyeluruh, risiko jatuh dapat dikurangi. Mayoritas jatuh dan kecelakaan tidak terjadi tanpa alasan. Berikut beberapa tips untuk membantu lansia mengurangi risiko jatuh, antara lain: Latihan keseimbangan dan kekuatan, seperti Yoga, Pilates dan Tai Chi yang mampu meningkatkan keseimbangan serta kekuatan otot. Olahraga lain yang bisa dicoba yaitu angkat beban (dalam pengawasan) atau menggunakan resistance band guna membangun kekuatan otot. Tetap aktif secara fisik dengan merencanakan program latihan yang tepat. Olahraga teratur dapat meningkatkan kekuatan otot dan fisik. Selain itu, olahraga juga membantu menjaga persendian, tendon serta ligament tetap fleksibel. Aktivitas menahan beban ringan juga dapat memperlambat pengeroposan tulang akibat osteoporosis – penyakit yang membuat tulang lemah dan lebih mudah patah. Melakukan uji mata dan pendengaran. Perubahan kecil dalam penglihatan dan pendengaran erat kaitannya dengan peningkatan risiko jatuh. Saat lansia mendapatkan kacamata atau lensa kontak baru, luangkan waktu untuk mereka membiasakan diri terlebih dulu. Kenakan kacamata atau lensa kontak seperti yang disarankan oleh dokter. Apabila memiliki alat bantu dengar, pastikan ukurannya pas dan dapat dikenakan dengan baik oleh lansia. Lengkapi rumah dengan beberapa alat bantuan untuk membantu terhindar dari jatuh, seperti menghilangkan beberapa alas kaki atau karpet yang dapat menghalangi langkah, memindahkan letak kabel listrik pada lantai ke tempat yang lebih aman, atau penggunaan penanda tertentu agar lebih berhati-hati saat melangkah. Bangun terlalu cepat – dari posisi duduk atau rebahan, dapat menyebabkan tekanan darah turun secara drastis. Hal ini dapat membuat lansia merasa goyah dan kehilangan keseimbangan. Ada baiknya menjeda beberapa waktu dari posisi rebah ke duduk, atau duduk ke berdiri untuk menghindari jatuh. Pilih alas kaki yang... - Published: 2023-05-01 - Modified: 2023-05-01 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/pertolongan-pertama-cedera-olahraga/ - Kategori: Ortopedi Olahraga adalah aktivitas fisik yang dianjurkan rutin untuk dilakukan setiap orang. Namun ketika seseorang berolahraga, adanya kesalahan atau kecelakaan dapat menyebabkan cedera. Cedera saat olahraga tidak boleh diremehkan dan dibiarkan, sebaiknya perlu segera mendapat pertolongan pertama untuk mencegah komplikasi. Setelah mendapat pertolongan pertama cedera olahraga, Anda mungkin tetap butuh perawatan tambahan. Anda bisa menghubungi Kavacare di nomor 0811 1446 777 untuk berkonsultasi maupun mendapat pendampingan medis di rumah terkait cedera olahraga. Kavacare siap menghadirkan pelayanan homecare terbaik untuk Anda dan orang terkasih. Apa Itu Cedera Olahraga? Cedera olahraga bisa terjadi mendadak (akut) atau muncul setelah beberapa waktu (kronis). Cedera bisa dikatakan sebagai cedera olahraga jika muncul karena melakukan aktivitas olahraga rutin maupun olahraga atletik. Biasanya cedera olahraga disebabkan oleh kecelakaan seperti jatuh, tubuh yang kurang pemanasan, menggunakan peralatan olahraga kurang tepat, atau pemilihan jenis aktivitas dengan intensitas tinggi padahal tubuh belum terbiasa melakukannya. Bagian tubuh yang umumnya cedera adalah persendian di kaki dan tangan, misalnya lutut, paha, pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, dan bahu. Cedera olahraga bisa terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada kondisi tertentu, seperti: Mereka yang jarang berolahraga Orang-orang yang tidak menggunakan peralatan pelindung Berolahraga tanpa pemanasan dan pendinginan Melakukan olahraga yang rawan kontak fisik seperti bertubrukan dan menjegal Melakukan aktivitas fisik dengan melompat, berlari, dan mengubah arah gerak dengan cepat Umumnya, cedera terjadi karena: Pergerakan berlebihan Benturan langsung enggunaan gaya yang lebih besar daripada yang dapat ditahan oleh bagian tubuh. Beberapa jenis cedera olahraga yang sering terjadi adalah: Patah tulang atau fraktur, biasanya terjadi ketika adanya benturan atau tekanan kuat secara mendadak Cedera tulang rawan, tulang rawan merupakan bagian tubuh yang kuat dan fleksibel, biasanya terletak di ujung-ujung tulang. Cedera tulang rawan biasanya terjadi pada area sendi seperti lutut dan bahu Gegar otak, terjadi ketika adanya benturan kuat di area kepala Dislokasi tulang, dislokasi terjadi jika ujung tulang yang terhubung dengan sendi bergeser dari posisi seharusnya Tendinitis, terjadi saat tendon atau jaringan penghubung otot dengan tulang menjadi bengkak dan meradang Keseleo atau sprain, ketika ligamen meregang terlalu jauh atau sobek. Ligamen berfungsi menghubungkan tulang dan menjaga kestabilan sendi Salah urat atau strain, terjadi saat otot bekerja terlalu keras sehingga meregang berlebih atau bahkan sobek. Pertolongan pertama cedera olahraga serta perawatannya pun berbeda-beda. Penting untuk memberikan pertolongan pertama cedera olahraga yang tepat. Apa yang Harus Dilakukan saat Saya Cedera? Jika Anda mengalami cedera, segeralah berhenti berkegiatan termasuk saat berolahraga. Memaksakan diri untuk tetap berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berlebih bisa memperparah cedera. Ketahui beberapa indikasi Anda mengalami cedera, yaitu: Nyeri atau bagian tubuh terasa lebih sensitif Muncul memar Posisi sendi atau tulang tampak berbeda Berkurangnya kemampuan gerak, misalnya menjadi lebih sulit untuk mengangkat lengan setinggi kepala Suara retak atau ‘klik’ pada bagian-bagian tertentu Kesulitan menahan berat Kulit terasa lebih hangat saat disentuh Kaku atau lemas pada bagian tubuh tertentu Muncul pembengkakkan Gangguan pergerakan, misalnya sendi seolah terkunci saat hendak meluruskan kaki Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, bahkan tanpa rasa sakit, sebaiknya hentikan aktivitas fisik. Perawatan cedera olahraga tergantung jenisnya. Cedera ringan bisa reda dengan sendirinya atau setelah perawatan mandiri di rumah selama beberapa hari. Namun sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika: Terasa nyeri hebat yang mengganggu saat bergerak atau nyeri tidak kunjung membaik Pembengkakkan besar tidak mengecil setelah beberapa hari Memar tampak besar dan jelas, atau terjadi perdarahan Bagian yang cedera tidak bisa digerakkan Bentuk abnormal yang jelas terlihat, misalnya kaki menekuk ke arah yang tidak wajar Dokter akan mendiagnosis cedera olahraga dengan pemeriksaan fisik, memeriksa gejala yang dialami, dan memastikan gerak pada area cedera. Tergantung jenis dan seberapa parah cedera olahraga, dokter mungkin menganjurkan pemeriksaan dengan sinar X, CT scan, atau MRI. Pertolongan Pertama Cedera Olahraga Pertolongan pertama cedera olahraga tergantung jenis cedera yang dialami. Berikut pertolongan pertama cedera olahraga sesuai jenisnya. 1. Keseleo atau Sprain Keseleo atau sprain termasuk jenis cedera yang paling sering terjadi saat beraktivitas fisik. Biasanya gejala keseleo adalah area cedera terasa nyeri, bengkak, memar, dan kesulitan bergerak pada area sendi yang terdampak. Keseleo sering terjadi pada pergelangan tangan, lutut, dan jari-jari. Tergantung seberapa parah, keseleo bisa sembuh dalam waktu beberapa hari, tetapi bisa juga butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih sempurna. Pertolongan pertama cedera olahraga keseleo biasanya adalah metode RICE, yaitu: REST atau mengentikan gerak, mengistirahatkan area yang cedera hingga rasa sakit mereda ICE atau mengompres area cedera dengan es batu. Cara tepatnya adalah dengan membungkus kantung es batu menggunakan handuk atau kain tebal dan letakkan di atas area cedera selama 20 menit. Ulangi 4 - 8 kali setiap hari COMPRESSION adalah mencegah area cedera bergerak berlebihan atau mengalami tekanan. Gunakan kain khusus untuk membalut area cedera selama pemulihan ELEVATION, posisikan area yang cedera lebih tinggi dari jantung. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi pembengkakan. 2. Salah Urat atau Strain Salah urat juga termasuk jenis cedera yang sering terjadi saat olahraga. Seringkali penyebabnya ketika seseorang berolahraga berlebihan atau kurangnya... - Published: 2023-04-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cacar-monyet/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Cacar monyet menjadi topik pembicaraan yang hangat di tengah menurunnya angka infeksi Covid-19 pada 2022. Sebab, salah satu jenis cacar ini mewabah di beberapa negara yang berstatus non-endemis alias bukan negara yang umum dijumpai wabah penyakit zoonosis ini. Penyakit ini memang secara umum ringan, tapi tetap butuh perhatian karena bisa menyebabkan dampak yang serius bagi orang yang tertular. Mengenal Cacar Monyet Cacar monyet adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox. Virus yang termasuk genus Orthopoxvirus ini terkait dengan virus penyebab cacar pada manusia, yakni varicella zoster. Penyakit cacar monyet umumnya ditemukan pada primata non-manusia, seperti monyet, serta hewan pengerat seperti tupai dan tikus. Pada manusia, kasus monkeypox tergolong langka. Jika terjadi penularan terhadap manusia, gejala yang muncul mirip dengan cacar umum pada manusia. Penyebaran antar manusia biasanya terjadi melalui kontak dekat dengan cairan tubuh seperti darah, lendir, dan air liur yang terinfeksi ataupun pernapasan. Namun penyakit ini bisa juga ditularkan dari hewan ke manusia, oleh karena itu penting untuk melakukan upaya pencegahan terutama bagi orang yang kerap berkontak dengan hewan yang berisiko terinfeksi cacar ini. Secara umum, virus monkeypox menyebabkan dampak kesehatan yang ringan. Namun gejalanya bisa juga sedang hingga berat. Pasien anak-anak, kekurangan nutrisi, ibu hamil, dan orang dengan masalah kekebalan tubuh paling berisiko mengalami penyakit ini. Gejala Gejala cacar monyet mirip dengan cacar manusia. Kondisi ini biasanya muncul berselang 5-12 hari setelah terpapar virus dan berlangsung dalam 1-2 minggu. Gejala awalnya antara lain: Demam Sakit kepala Kelelahan Nyeri otot Kehilangan nafsu makan Pembengkakan kelenjar getah bening Setelah itu, gejala lain yang mungkin muncul meliputi: Ruam berbintik pada kulit. Ruam ini lantas berkembang menjadi gelembung berisi cairan atau lepuhan dan setelah meletus membentuk keropeng yang terasa nyeri Sakit tenggorokan Sakit perut Sakit kepala parah Mual dan muntah Tingkat keparahan gejala bergantung pada kondisi kesehatan individu yang terinfeksi, bagaimana mereka terpapar virus, dan rantai/strain virus yang menginfeksi. Ada dua rantai/strain virus cacar monyet, yakni Clade I dan Clade II. Gejala infeksi virus Clade II umumnya lebih berat daripada Clade I. Penyebab Penyebab cacar monyet adalah virus monkeypox yang ditemukan pada hewan liar seperti monyet, tupai, dan tikus di Afrika Tengah dan Barat. Berdasarkan bukti saat ini, ada tiga cara penyebaran virus ini, yaitu: Dari hewan ke manusia, melalui gigitan atau cakaran; saat mengolah daging; konsumsi daging yang kurang matang Dari orang ke orang, antara lain: Kontak langsung dengan lesi atau keropeng pada kulit orang yang terinfeksi Kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi seperti darah dan air liur Partikel pernapasan seperti dari batuk atau bersin, berbicara, napas Dari ibu hamil ke janin dalam kandungan lewat plasenta Cara Dokter Mendiagnosis Cacar Monyet Cara utama untuk mendiagnosis cacar monyet adalah dengan pemeriksaan fisik dan dapat di tunjang oleh pemeriksaan tes reaksi berantai polimerase (PCR) di laboratorium. Dalam tes ini, sampel yang diperiksa diambil dari lesi kulit orang yang terinfeksi. Jika memungkinkan, biopsi juga bisa menjadi pilihan. Sampel lesi mesti disimpan dalam tabung yang kering dan steril dalam suhu dingin agar hasil diagnosis akurat. Cara Mengatasi Cacar Monyet Kebanyakan kasus cacar monyet bersifat self-limited alias bisa sembuh sendiri tanpa memerlukan perawatan khusus. Pasien umumnya akan sembuh dalam 2-4 minggu. Penanganan biasanya difokuskan pada gejala yang muncul, seperti: Obat pereda nyeri dan demam, seperti parasetamol atau ibuprofen Obat atau salep antibiotik untuk mencegah infeksi pada kulit yang terbuka Selain pengobatan sesuai dengan gejala, penting untuk mengisolasi pasien agar virus tak menyebar dan menularkan orang lain. Jika terdiagnosis monkeypox, pasien harus dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki ruang isolasi untuk menghindari penyebaran virus ke orang lain. Komplikasi Cacar monyet bisa menyebabkan berbagai komplikasi hingga dampak yang fatal berupa kematian. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain: Infeksi sekunder, misalnya oleh bakteri Hiperpigmentasi atau hipopigmentasi (perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau terang) Pneumonia Kehilangan penglihatan karena infeksi pada kornea Dehidrasi Radang otak Sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh jaringan tubuh) Menurut WHO, rasio fatalitas atau tingkat kematian kasus cacar monyet berdasarkan catatan riwayat penanganan penyakit ini berkisar 0-11 % pada populasi umum dan lebih tinggi pada kalangan anak-anak. Pencegahan Cara mencegah infeksi cacar monyet meliputi: Vaksinasi Menghindari kontak dengan hewan yang berisiko menulari Memastikan daging yang dikonsumsi sudah dimasak dengan baik Menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air Tidak berbagi benda/barang pribadi Waspada ketika mendatangi daerah endemis cacar monyet Kapan Harus ke Dokter? Jika merasa ada gejala cacar monyet, segera periksakan diri ke dokter. Terutama jika punya riwayat kunjungan ke wilayah yang menjadi lokasi penyebaran virus monkeypox atau pernah berkontak dengan orang yang sakit dengan gejala cacar. Reviewer dr. Agni Anastasia Sahulata, Sp. KK Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-04-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/penanganan-cedera-hamstring/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Manusia memiliki ratusan otot yang terbagi menjadi tiga jenis, yakni otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Setiap otot memiliki tingkat kerentanan masing-masing yang mempengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan. Salah satu otot yang paling kerap mengalami cedera adalah hamstring. Cedera hamstring dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signifikan terutama bagi orang yang aktif bergerak setiap hari, seperti atlet. Mengenal Cedera Hamstring Cedera hamstring adalah cedera atau kerusakan yang terjadi pada otot hamstring. Otot hamstring adalah otot besar atau tendon yang berada di bagian belakang paha. Fungsinya adalah memungkinkan fleksibilitas lutut dan mempertahankan posisi tubuh ketika bergerak. Otot ini bisa mengalami cedera akibat penegangan atau peregangan berlebihan. Cedera hamstring biasanya terjadi pada saat olahraga, misalnya ketika berlari dengan kencang lalu tiba-tiba berhenti dalam olahraga sepak bola, basket, dan atletik. Gerakan lain dengan kaki yang dilakukan secara mendadak juga bisa membuat otot hamstring cedera. Ketika cedera, orang yang mengalaminya akan merasa otot di belakang paha ini tertarik dan kesakitan ketika berjalan. Cedera hamstring bisa berupa kram, memar, keseleo, atau robekan otot. Akibat cedera ini, akan timbul rasa sakit, kaku, dan tidak nyaman ketika bergerak. Kaki juga akan mengalami pembengkakan sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala Gejala cedera hamstring bergantung pada tingkat keparahannya, apakah ringan (tingkat 1), sedang (tingkat 2), atau berat (tingkat 3). Secara umum, gejala itu meliputi: Nyeri pada bagian belakang paha saat bergerak atau melakukan aktivitas tertentu Paha terasa kram atau tertarik Pembengkakan atau peradangan di area cedera Memar pada area cedera Jika cedera berat, akan muncul rasa nyeri yang hebat bahkan ketika tidak sedang bergerak Penyebab Penyebab umum cedera hamstring antara lain: Kurang atau tidak melakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga atau kegiatan fisik yang intens Otot hamstring mengalami kelelahan karena penggunaan berlebih Otot hamstring kelebihan beban Posisi tubuh tidak tepat saat bergerak Gerakan olahraga yang salah Penegangan atau peregangan pada otot hamstring secara mendadak, misalnya ketika berlari dalam kecepatan tinggi atau melompat Otot yang terkait dengan otot hamstring tidak kuat atau tidak fleksibel Faktor yang meningkatkan risiko terkena cedera hamstring termasuk usia, riwayat cedera sebelumnya, dan ketidakseimbangan otot. Cara Dokter Mendiagnosis Cedera Hamstring Langkah pertama dokter untuk mendapatkan diagnosis cedera hamstring yang lengkap dan akurat adalah melakukan pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa paha pasien untuk melihat tanda-tanda pembengkakan dan memar. Pemeriksaan ini juga bertujuan menentukan tingkat cedera yang dialami, apakah ringan, sedang, atau berat. Setelah pemeriksaan fisik, ada sejumlah tes diagnostik, seperti: Sinar-x untuk melihat apakah ada tulang yang retak atau patah Pencitraan resonansi magnetic (MRI) untuk melihat robekan di jaringan lunak secara detail Ultrasonografi untuk menganalisis ukuran dan lokasi robekan di jaringan lunak secara cepat, namun tidak detail Tes lain yang juga mungkin diperlukan termasuk tes rangsang nyeri dengan menekan area yang terkena cedera untuk menentukan lokasi dan tingkat keparahan cedera serta tes fleksibilitas dan kekuatan otot untuk membantu dokter atau fisioterapis merencanakan program perawatan yang tepat. Cara Menangani Cedera Hamstring Penanganan cedera hamstring memerlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat pulih sepenuhnya. Kuncinya adalah mengistirahatkan otot hamstring dengan menghindari aktivitas yang membebani otot ini agar lekas pulih. Cara lainnya meliputi: Mengompres area yang cedera dengan es untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan, biasanya selama 20 menit beberapa kali sehari Melilitkan perban elastis untuk melindungi dan menstabilkan otot hamstring ketika bergerak untuk mempercepat pemulihan Menjalani terapi fisik seperti latihan peregangan dan pernapasan guna meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot hamstring Penggunaan obat anti-peradangan dan penghilang rasa nyeri Operasi untuk cedera hamstring berat untuk memperbaiki otot yang robek atau memulihkan posisi otot Komplikasi Seperti dikutip dari National Library of Medicine, komplikasi yang bisa terjadi akibat cedera hamstring meliputi: Cedera dan nyeri hamstring kronis ketika terlalu dini beraktivitas kembali saat cedera belum pulih benar Cedera berulang terkait dengan peradangan dan kalsifikasi pada area yang mengalami cedera Sindrom hamstring, yakni terbentuknya bekas luka dan timbulnya rasa nyeri akibat gangguan saraf sensorik pada paha belakang, panggul, dan bokong Komplikasi lainnya termasuk ketidakseimbangan otot yang bisa meningkatkan risiko cedera pada bagian tubuh lain serta kelumpuhan. Pencegahan Cedera hamstring bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan membatasi aktivitas hingga menurunkan produktivitas. Karena itu, penting untuk mengupayakan pencegahan, antara lain: Melakukan pemanasan dengan tepat sebelum melakukan aktivitas fisik yang intens, bukan cuma ketika hendak berolahraga Melakukan peregangan otot setelah beraktivitas fisik Meningkatkan intensitas aktivitas fisik atau olahraga dengan perlahan, tidak tiba-tiba Menghentikan kegiatan ketika merasakan sakit atau tidak nyaman di belakang paha Melatih kekuatan dan fleksibilitas otot hamstring serta otot lain di sekitarnya Menghindari beban dan gerakan berlebihan yang mempengaruhi otot hamstring Mengenakan sepatu yang empuk dan nyaman untuk mengurangi tekanan pada otot hamstring Menerapkan teknik olahraga yang tepat Beristirahat yang cukup di sela olahraga atau aktivitas fisik Kapan Harus ke Dokter? Cedera hamstring memerlukan pemeriksaan dokter segera untuk menilai tingkat keparahan dan menentukan metode perawatan yang sesuai. Bila merasakan gejala utama berupa nyeri yang bersumber dari belakang paha saat atau setelah melakukan aktivitas... - Published: 2023-04-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/campak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Program imunisasi yang tersedia untuk anak-anak sejak berusia dini bertujuan mencegah penyebaran penyakit menular yang membahayakan. Salah satunya adalah campak yang kerap menyerang dan menjadi wabah di kalangan anak-anak. Penyakit ini sangat menular sehingga perlu kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebarannya. Mengenal Campak Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat mudah dari satu orang ke orang lain melalui perantara udara. Terutama bila orang tersebut belum pernah terinfeksi virus campak atau belum mendapat imunisasi terhadap virus tersebut. Campak atau measles atau rubeola dapat hilang sendiri dalam beberapa minggu, tapi bisa pula memicu komplikasi yang serius khususnya pada anak-anak berumur di bawah 5 tahun serta orang dewasa yang memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuhnya serta ibu hamil. Tak ada obat khusus untuk campak, tapi sudah ada vaksin yang bisa mencegah munculnya gejala penyakit ini. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin campak tersedia gratis dan bisa diberikan pada anak mulai usia 9 bulan. Vaksin booster atau penguat kemudian bisa diperoleh ketika berumur 18 bulan dan 5-7 tahun. Vaksin memang tak bisa sepenuhnya membuat seseorang terhindar dari penyakit. Namun, mengingat campak adalah penyakit yang kerap terjadi di masa anak-anak dan sangat menular serta bisa berakibat fatal, vaksinasi adalah cara terbaik agar selamat dari ancaman infeksi virus campak. Gejala Gejala campak umumnya muncul dalam 10-14 hari seusai paparan virus campak. Di antaranya: Demam tinggi Batuk kering Pilek Mata merah dan berair Bintik kecil putih di bagian dalam pipi Ruam merah yang gatal pada seluruh tubuh, termasuk wajah, telinga, dan leher Sakit kepala Nyeri otot dan sendi Nyeri tenggorokan Kelelahan dan kelemahan Sensitif terhadap cahaya Penyebab Campak disebabkan oleh virus campak (measles virus atau morbillivirus). Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui udara atau kontak dengan orang yang terinfeksi. Penularan virus terjadi lewat lendir atau cairan orang yang terinfeksi, misalnya droplet yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Measles virus bisa bertahan selama dua jam di udara ketika keluar lewat droplet dari orang yang terinfeksi. Jika ada orang lain di ruangan yang sama atau berada di dekatnya menghirup udara atau menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi, lalu menggosok mata atau menyentuh hidung atau mulut, ada kemungkinan orang tersebut akan turut terinfeksi. Saat ada satu orang yang terinfeksi, 90% dari orang lain yang melakukan kontak dengan orang tersebut akan tertular bila mereka tak memiliki kekebalan. Kekebalan ini bisa diperoleh lewat imunisasi atau pernah terkena infeksi sebelumnya. Cara Dokter Mendiagnosis Campak Umumnya dokter mendiagnosis campak dengan memeriksa ruam di kulit serta mengecek tanda-tanda bintik putih kecil di dalam mulut. Selain itu, dokter akan memeriksa gejala lain seperti batuk, demam, dan sakit tenggorokan serta menanyakan riwayat kontak dengan orang lain yang terinfeksi. Jika dari pemeriksaan gejala klinis dan riwayat medis ini masih sulit menentukan diagnosis, dokter mungkin akan melakukan tes darah dengan mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa di laboratorium. Konfirmasi diagnosis juga bisa didapatkan lewat tes reaksi berantai polimerase (PCR) dengan mengambil sampel dari lendir di tenggorokan. Hasil tes PCR ini sangat penting sebagai konfirmasi diagnosis karena gejala campak mirip dengan beberapa penyakit lain, termasuk ruam. Cara Mengatasi Campak Tidak ada obat yang bisa digunakan untuk mengatasi campak. Dokter hanya akan menyediakan obat untuk meredakan gejala agar tidak memburuk dan mempercepat pemulihan. Misalnya obat ibuprofen atau paracetamol sebagai pereda nyeri dan penurun demam atau obat batuk dan pilek. Cara lainnya termasuk: Istirahat yang cukup Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi Minum banyak air putih Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara Menggunakan pelembab atau salep untuk mengurangi gatal-gatal dari ruam di kulit Berkumur dengan air garam untuk mengatasi sakit tenggorokan Vaksinasi dalam 72 jam setelah terpapar virus campak bagi orang, khususnya anak-anak, yang belum mendapat vaksin campak Guna mencegah penyebaran virus, pasien campak mesti menjalani isolasi dan membatasi interaksi dengan orang lain. Komplikasi Sebagian besar pasien campak bisa sembuh tanpa komplikasi. Tapi tetap ada kemungkinan muncul komplikasi terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan gangguan sistem imun atau daya tahan tubuhnya lemah. Komplikasi itu antara lain: Pneumonia atau radang paru Ensefalitis atau radang otak Infeksi telinga tengah Kehilangan penglihatan Kehilangan pendengaran Gagal jantung akut Keguguran, lahir mati, berat lahir rendah, atau persalinan prematur bagi ibu hamil Kematian Pencegahan Cara utama untuk mencegah penularan campak adalah dengan menjalani imunisasi sesuai dengan jadwal. Cara lainnya termasuk: Menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi Mengenakan masker ketika berada di kerumunan atau tempat yang padat Kapan Harus ke Dokter? Jika ada gejala campak atau diduga terinfeksi campak, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat. Konsultasi juga diperlukan bagi orang tua yang anaknya belum divaksin untuk mendapat jadwal imunisasi yang dianjurkan guna mengantisipasi infeksi. Reviewer dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKes Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-04-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/cacar-air/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Banyak orang mengira cacar air adalah penyakit yang hanya menyerang anak-anak sekali seumur hidup. Memang ada beberapa kasus yang demikian. Namun orang dewasa yang sebelumnya tidak pernah terkena atau menerima vaksin cacar air masih bisa terinfeksi penyakit tersebut. Mengenal Cacar Air Cacar air yang juga dikenal sebagai varicella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Virus ini menular. Ketika seseorang terkena infeksi, akan muncul ruam atau bintik-bintik merah kecil yang gatal pada kulit. Lalu ruam ini berkembang menjadi gelembung berisi cairan hingga membentuk keropeng sebelum akhirnya sembuh. Virus yang menyebabkan cacar air biasanya menyebar lewat udara misalnya melalui batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi. Ketika terkena infeksi virus ini, seseorang bisa menulari orang lain selama 1-2 hari sebelumnya timbulnya ruam dan sampai semua gelembung menjadi keropeng, umumnya 4-5 hari. Adapun jarak antara kontak dengan virus dan berkembangnya penyakit bervariasi tergantung individu. Karena virus cacar air ini menular, orang yang terinfeksi mesti mengisolasi diri dengan cara tidur sendiri, menggunakan pakaian dan barang-barang tidak secara bergantian. Menurut NHS, cacar air sangat umum terjadi pada anak berusia diatas 9 bulan hingga 10 tahun. Anak-anak lebih sering terkena infeksi virus varicella antara Maret dan Mei terutama di lingkungan sekolah atau tempat penitipan anak yang ramai. Gejala Gejala cacar air pada anak-anak dan orang dewasa secara umum sama. Namun biasanya gejala pada orang dewasa lebih parah. Gejala itu antara lain: Demam, badan pegal linu, dan sakit kepala 1-2 hari sebelum muncul ruam Bintik-bintik merah yang gatal muncul di dada, wajah, leher, dan kulit kepala Jika bintik-bintik ini digaruk, bisa meninggalkan bekas luka Nafsu makan menurun Sakit kepala Gangguan pernapasan Gejala cacar air ini biasanya menghilang dalam waktu 2-4 minggu setelah ruam pertama kali muncul. Penyebab Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster. Virus ini amat menular dan bisa menyebar lewat udara. Virus varicella mampu hidup dalam lendir hidung dan tenggorokan sehingga bisa menyebar ke udara saat bersin atau batuk. Orang yang pernah terinfeksi virus varicella akan memiliki kekebalan terhadap virus tersebut sehingga tidak akan terkena lagi di kemudian hari. Namun virus ini bisa bertahan di sistem saraf dan kembali aktif dalam tubuh sehingga menyebabkan cacar ular atau herpes zoster pada orang dewasa. Seseorang lebih berisiko terkena cacar air jika: Berusia di atas 9 bulan hingga dewasa Tidak pernah mendapat vaksin cacar air atau tidak pernah terkena cacar air sebelumnya Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang dengan HIV/AIDS, sedang menjalani kemoterapi, atau mengonsumsi obat imunosupresan Tinggal, bekerja, atau sering beraktivitas di tempat yang padat, misalnya sekolah, tempat penitipan anak, atau kantor dengan banyak karyawan Berkontak dengan orang yang terinfeksi virus varicella-zoster Kurang baik dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan Cara Dokter Mendiagnosis Cacar Air Dokter umumnya dapat menegakkan diagnosis cacar air berdasarkan gejala klinis serta riwayat kesehatan pasien. Dokter akan mengamati ruam bintik atau gelembung cacar pada kulit dan menanyakan gejala yang dialami pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, dokter biasanya sudah bisa memberikan diagnosis. Meski demikian, sebagian besar diagnosis cacar air sudah cukup bersumber dari gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Selain bintik-bintik merah di kulit, gejala seperti demam, letih lesu, dan sakit kepala sudah bisa menjadi dasar untuk menegakkan diagnosis. Cara Mengatasi Cacar Air Cacar air biasanya bisa hilang sendiri jika imunitas pasien baik. Tak ada penanganan spesifik untuk anak ataupun orang dewasa yang terkena cacar air. Mereka bisa menjalani perawatan sendiri di rumah, biasanya untuk meredakan rasa gatal di kulit atau gejala lain yang mengganggu. Yang pasti, jangan pernah menggaruk ruam bintik atau gelembung yang muncul karena bisa menyebabkan bekas luka permanen dan infeksi kulit. Cara yang aman untuk mengatasi gejala cacar air antara lain: Tidur cukup (mengistirahatkan diri) Makan makanan bergizi, minum vitamin untuk meningkatkan imunitas Mandi dengan air hangat dan larutan anti gatal Menggunakan krim atau pelembab setelah mandi untuk mengurangi rasa gatal Menggunakan parasetamol untuk mengatasi demam atau ketidak nyamanan Komplikasi Komplikasi cacar air bisa terjadi karena virus sudah menyebar ke bagian tubuh lain atau ada infeksi tambahan oleh bakteri. Terutama pada orang dengan komorbid atau dengan imunitas rendah. Komplikasi yang bisa terjadi termasuk: Sepsis atau penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, seperti kulit, jaringan lunak, tulang, persendian, dan aliran darah Pneumonia atau radang paru-paru Peradangan otak atau ensefalitis Bagi orang yang terinfeksi cacar air ketika hamil, terutama hamil muda, ada juga potensi komplikasi berupa kelainan saat lahir atau abnormalitas yang dialami bayi ketika lahir. Pencegahan Cara terbaik untuk mencegah cacar air adalah mempraktikkan hidup bersih dan sehat. Cara lainnya termasuk: Menerima vaksin cacar air Menghindari kontak dengan orang sedang yang terkena cacar air Kurangi kontak dengan orang sekitar karena dapat menular melalui udara Vaksin memang bukan jaminan seseorang tak akan terkena cacar air. Namun apabila terinfeksi, gejala yang dialami umumnya tidak parah. Kapan Harus ke Dokter? Jika merasa mengalami gejala cacar air, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar bisa menjalani perawatan dan pengobatan yang tepat. Terutama untuk orang dengan komorbid seperti... - Published: 2023-04-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/paru-paru-basah/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Paru paru basah adalah penyakit serius yang bisa terjadi pada orang dari usia anak-anak hingga dewasa. Sebetulnya paru-paru basah adalah istilah awam dari proses peradangan paru atau secara medis disebut dengan pneumonia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia adalah penyebab kematian utama pada anak-anak di seluruh dunia. Sekitar 1,4 juta anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap tahun akibat pneumonia. Karena itu, penting untuk mengupayakan pencegahan. Jika sudah ada diagnosis, penanganan harus dilakukan secepatnya untuk mencegah komplikasi. Mengenal Paru Paru Basah Paru paru basah (pneumonia) adalah kondisi peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru yang terjadi akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Saat mengalami peradangan, paru-paru akan menghasilkan cairan dalam kantong-kantong udara di dalamnya, apabila infeksi disebabkan oleh bakteri maka cairan tersebut bisa menyerupai nanah. Pneumonia bisa menyebabkan masalah kesehatan yang ringan, tapi bisa juga berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Pada bayi, anak kecil, dan lansia berumur 60 tahun ke atas, pneumonia bisa mengancam jiwa sehingga penting untuk mendapat penanganan medis sesegera mungkin. Di Indonesia sendiri, pneumonia berada di urutan ketiga sebagai penyakit penyebab kematian tertinggi pada anak-anak berumur di bawah 5 tahun setelah kelainan bawaan dan infeksi saluran pernapasan atas. Orang yang tampaknya sudah pulih dari selesma (batuk-pilek) atau flu namun kondisinya menjadi memburuk, bisa jadi ia mengalami pneumonia. Gejala Gejala paru paru basah bermacam-macam. Gejala ini pada umumnya mirip dengan flu, tapi bisa lebih berat. Di antaranya: Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius Batuk kering ataupun berdahak Sesak napas atau sulit bernapas Nyeri dada yang kian terasa ketika mengambil napas dalam-dalam atau batuk Sakit kepala Tubuh lemas dan kelelahan Pegal-pegal di sekujur tubuh Kehilangan nafsu makan Mual dan muntah Penyebab Terdapat tiga penyebab utama paru paru basah, yakni virus, bakteri, dan jamur. Di antara ketiganya, virus adalah yang paling kerap menyebabkan infeksi paru. Selesma atau flu bisa menjadi pemicu masuknya kuman ini ke dalam paru-paru. Namun paru-paru basah juga bisa disebabkan oleh zat iritan seperti paparan zat kimia, polusi udara dan asap rokok. 1. Pneumonia bakteri Penyebabnya adalah berbagai macam bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae (pneumokokus), Haemophilus influenzae, Legionella pneumophila, dan Staphylococcus aureus. Paru paru basah yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae adalah salah satu jenis pneumonia yang serius dan membahayakan jiwa pasien. 2. Pneumonia virus Ada berbagai jenis virus yang bisa menyebabkan pneumonia, termasuk virus influenza, virus syncytial pernapasan (RSV), dan virus corona penyebab Covid-19. Separuh kasus pneumonia disebabkan oleh infeksi virus. 3. Pneumonia jamur Jenis jamur atau fungi yang dapat menyebabkan paru paru basah termasuk Cryptococcus neoformans, Histoplasma capsulatum, dan Aspergillus fumigatus. Jenis pneumonia ini umumnya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau pengidap kanker. Cara Dokter Mendiagnosis Paru Paru Basah Diagnosis paru paru basah bisa dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat menjalankan sejumlah tes diagnostik, misalnya: Pemeriksaan dahak dan lendir lewat prosedur medis tertentu untuk mencari tanda-tanda keberadaan virus, bakteri, atau jamur Rontgen dada untuk melihat tanda infeksi pada paru-paru berupa bercak putih atau bayangan CT scan dada, yakni penggunaan teknologi sinar-X untuk mendapatkan gambar detail paru-paru. Tes ini biasa dilakukan ketika tak ditemukan tanda-tanda infeksi pada foto rontgen biasa sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi paru Tes darah guna menentukan jenis infeksi dan tingkat keparahan kondisi pasien Cara Mengatasi Paru Paru Basah Penanganan paru paru basah bergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Penanganan perlu dilakukan secepatnya agar tidak terjadi komplikasi. Bagi yang menderita pneumonia bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik. Adapun pengobatan pneumonia virus melibatkan penggunaan obat antibirus. Sedangkan pneumonia jamur mebutuhkan penanganan khusus dengan obat antijamur. Jika demam tak kunjung turun, ada masalah pernapasan, atau kondisi kesehatan pasien semakin menurun maka pasien perlu dilarikan ke rumah sakit. Perawatan di rumah sakit biasanya meliputi pemberian antibiotik lewat infus serta pengaturan pernapasan. Bila kondisi pasien memburuk, bisa jadi diperlukan penanganan di unit perawatan intensif (ICU). Selain itu, bila tingkat oksigen dalam darah pasien terlalu rendah, mungkin dibutuhkan terapi oksigen untuk memulihkan kadar oksigen ke level yang aman. Pasien juga mungkin menjalani prosedur pembersihan saluran napas dengan mengeluarkan lendir dan dahak menggunakan nebulizer. Selama perawatan dan pemulihan, pasien mesti beristirahat dan minum air putih yang cukup. Komplikasi Bila paru paru basah tak diobati atau penanganannya terlambat, bisa terjadi komplikasi yang serius, misalnya: Infeksi yang menyebar dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lain Peradangan pada lapisan luar paru-paru yang menyebabkan kesulitan pernapasan dan nyeri dada Abses paru atau terbentuknya nanah di dalam paru-paru yang bisa menyebabkan kerusakan pada paru Pernapasan gagal karena paru-paru tak mampu mengambil oksigen yang cukup dari udara dan melepaskan karbon dioksida Pencegahan Terdapat sejumlah cara untuk mencegah paru paru basah. Salah satunya adalah menjalani vaksinasi pneumokokus dan influenza untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh virus. Cara lainnya termasuk: Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab... - Published: 2023-04-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/buta-warna/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Warna menjadi fitur dan memberikan sifat unik pada suatu benda yang membedakannya dengan benda lain. Karena itu, masalah penglihatan berupa buta warna bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga membutuhkan perhatian khusus. Mengenal Buta Warna Buta warna adalah kesulitan atau ketidakmampuan membedakan warna tertentu. Biasanya orang yang mengalami buta warna sulit atau tak bisa membedakan warna merah, hijau, biru, dan kuning. Akibatnya, mereka akan mendapati kesulitan dalam berbagai aktivitas, dari sekolah hingga karier. Faktor utama yang menyebabkan kondisi buta warna adalah genetik atau kelainan bawaan yang ada sejak lahir. Seperti dikutip dari National Eye Institute, buta warna lebih banyak dialami kalangan pria daripada wanita. Penyebabnya adalah tidak normalnya sel kerucut, yakni sel yang berperan mengirim informasi tentang warna ke otak. Ketidaknormalan ini terkait dengan kromosom yang diturunkan dari orang tua. Berbeda dengan penyakit mata seperti katarak atau glaukoma, kondisi ini tidak mempengaruhi kesehatan mata. Tingkat keparahan buta warna bervariasi dari ringan hingga berat. Ada orang yang hanya kesulitan membedakan warna tertentu, ada juga yang tidak bisa melihat warna sama sekali. Berikut ini beberapa jenis buta warna: Deuteranopia: warna merah tampak seperti kuning kecokelatan dan warna hijau menjadi krem Protanopia: warna merah terlihat seperti hitam, sementara hijau tampak seperti kuning Tritanopia: tidak bisa membedakan warna biru dan kuning Deuteronomali: objek berwarna hijau tampak kemerahan Protanomali: objek berwarna merah terlihat lebih hijau gelap Tritanomali: tidak bisa membedakan biru dan hijau atau merah dan kuning Monokromasi: tidak bisa melihat warna sama sekali, hanya dapat melihat hitam, putih, dan abu-abu Buta warna tidak dapat disembuhkan, tapi orang yang mengalami kondisi ini dapat belajar mengenali warna dengan bantuan tes atau alat khusus serta belajar mengatasi kesulitan yang terkait dengan masalah pengelihatan. Gejala Orang yang mengalami buta warna tidak lantas pasti tak dapat melihat warna sama sekali atau hanya bisa melihat dunia dalam warna hitam, putih, dan abu-abu. Gejala lain yang mungkin dialami antara lain sulit membedakan: Warna tertentu, misalnya merah dan hijau atau biru dan kuning Warna dalam gambar atau pola Warna dalam cahaya redup Warna pada objek tertentu, misalnya lampu lalu lintas Di antara sejumlah gejala buta warna itu, ketidakmampuan melihat warna sama sekali adalah yang paling jarang terjadi. Penderita buta warna juga mungkin tak dapat mengidentifikasi warna dalam versi yang lebih terang. Penyebab Buta warna umumnya disebabkan oleh gen resesif-X yang diturunkan dari ibu ke anaknya. Ada juga kemungkinan penyebab buta warna adalah penyakit atau cedera yang mengakibatkan kerusakan saraf optik atau retina yang berdampak hilangnya kemampuan mengenal warna. Adapun penyakit yang bisa menyebabkan buta warna antara lain: Diabetes Glaukoma Degenerasi makula Leukemia Penyebab lainnya termasuk penggunaan obat-obatan yang menimbulkan efek samping ke penglihatan, penuaan, serta paparan bahan kimia. Cara Dokter Mendiagnosis Buta Warna Dokter bisa mendiagnosis buta warna lewat pemeriksaan tes warna. Dalam tes ini, dokter menggunakan papan tes warna Ishara yang terdiri atas serangkaian titik berwarna yang diatur untuk membentuk angka atau bentuk tertentu. Pasien akan diminta mengidentifikasi angka atau bentuk tersebut untuk mengecek apakah ada kesulitan dalam membedakan warna. Selain tes warna Ishihara, ada beberapa tes warna yang bisa dipakai untuk menegakkan diagnosis buta warna, misalnya tes warna Farnsworth-Munsell dan Nagel. Inti tes itu adalah mengecek kemampuan individu dalam membedakan warna serta mengidentifikasi pola warna tertentu. Bila berdasarkan hasil tes itu ditemukan ada kesulitan dalam membedakan warna, dokter mata atau ahli optometri akan membuat diagnosis kondisi buta warna. Mengatasi Buta Warna Tidak ada cara untuk menyembuhkan buta warna, tapi ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti: Memakai alat bantu berupa kacamata khusus atau lensa kontak yang bisa membantu memperjelas kontras warna sehingga lebih mudah dibedakan Menggunakan aplikasi atau perangkat lunak yang dapat mengonversi warna dalam gambar atau teks Meminta bantuan dari keluarga atau teman untuk memberi petunjuk warna ketika membutuhkan Belajar memperhatikan kontras warna yang tinggi pada benda di sekitar Komplikasi Pada umumnya buta warna tidak dipandang sebagai masalah medis yang serius dan tak menyebabkan komplikasi pada kondisi kesehatan penderitanya. Tapi buta warna bisa mempengaruhi kualitas hidup terutama dalam hal pekerjaan atau kegiatan yang membutuhkan pengenalan warna yang akurat dan konsisten. Pencegahan Kebanyakan kasus buta warna disebabkan oleh faktor genetik yang tak bisa dicegah. Tapi ada beberapa cara untuk membantu mengurangi risiko mengalami buta warna karena penyebab lain dan mencegah kondisi ini memburuk. Misalnya: Menghindari paparan bahan kimia yang bisa merusak sel pengelihatan, seperti pestisida dan zat kimia beracun Menjaga diri agar terhindar dari cedera pada mata atau kepala yang bisa mengakibatkan kerusakan pada saraf optik atau retina Mengonsumsi makanan yang menyehatkan dan menghindari asap rokok demi kesehatan mata Kapan Harus ke Dokter? Walau buta warna dianggap sebagai masalah kesehatan yang tak serius, tetap butuh perhatian medis agar individu yang mengalaminya tetap dapat beraktivitas dengan lancar. Bila ada gejala buta warna, sebaiknya temui dokter secepatnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Reviewer dr. Melvina Nidya Sandra, Sp. M Dokter Spesialis Mata Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2023-04-19 - Modified: 2023-04-19 - URL: https://primayahospital.com/bedah/cantengan/ - Kategori: Bedah Cantengan adalah salah satu masalah pada kuku yang kerap terjadi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila tak mendapat penanganan yang memadai, bisa terjadi infeksi dan bahkan memerlukan prosedur bedah. Mengenal Cantengan Cantengan adalah kondisi medis ketika tepi kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai paronychia/onikokriptosis/ingrowing nail. Cantengan bisa memicu peradangan, nyeri, pembengkakan, hingga infeksi pada area kuku yang bermasalah. Kondisi ini umumnya terjadi pada jari kaki, terutama jempol. Tapi jari tangan bisa juga terpengaruh. Cantengan sering disebabkan oleh pemotongan kuku yang tidak benar, seperti terlalu pendek atau membentuk sudut yang terlalu tajam. Seperti dikutip dari Medical News Today, sekitar 2,5-5% dari populasi umum pernah mengalami cantengan. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa muda dengan rentang usia 10-20 tahun serta orang dewasa yang berusia lebih tua (50-60 tahun). Sekitar 20% dari semua jenis masalah kaki adalah cantengan. Rasa sakit akibat kuku jari yang tumbuh ke dalam bisa menyebabkan infeksi dan menurunkan kualitas hidup, serta mengganggu aktifitas. Jari yang terpengaruh akan terasa sakit ketika berjalan atau berolahraga, bahkan ketika tersenggol selimut atau seprai saat tidur di malam hari. Karena itu, kondisi ini perlu mendapat penanganan yang tepat agar aktivitas sehari-hari tak terganggu Gejala Pada awalnya gejala cantengan mungkin hanya ketidaknyamanan atau rasa sakit di sekitar sudut kuku yang terkena. Jika tidak diobati, gejala bisa menjadi lebih serius dan menyebabkan infeksi. Di antaranya: Rasa sakit saat menyentuh atau menekan jari kaki yang terkena cantengan Kemerahan dan peradangan pada kulit di sekitar sudut kuku Pembengkakan di sekitar sudut kuku Keluar nanah pada area jari yang terkena Perdarahan pada kulit di sekitar sudut kuku Kesulitan dalam memakai sepatu atau berjalan Penyebab Penyebab paling umum cantengan meliputi: Teknik pemotongan kuku yang tidak benar Mencabut atau mencungkil tepian kuku Mengenakan alas kaki ketat sehingga menimbulkan tekanan pada sisi jari kaki yang dapat mendorong kuku ke dalam kulit di sekitarnya Infeksi jamur Melakukan olahraga dengan tendangan, seperti sepak bola, yang berulang kali membuat jari kaki terkena benturan dan mendorong kuku ke dalam kulit Selain itu, bentuk kuku yang tumbuh melengkung berpengaruh terhadap terjadinya cantengan. Orang yang memiliki masalah kesehatan seperti artritis, diabetes, dan peredaran darah yang buruk juga lebih berisiko mengalami cantengan. Cara Dokter Mendiagnosis Cantengan Umumnya dokter bisa langsung menegakkan diagnosis cantengan dengan melakukan pemeriksaan klinis. Dokter akan mengecek sudut kuku yang tertanam ke kulit dan mengecek apakah ada tanda-tanda infeksi, seperti pembengkakan, perdarahan, nanah, dan kemerahan. Dokter juga bisa menjalankan tes diagnostik untuk memeriksa kemungkinan infeksi. Salah satunya dengan tes tusukan, yakni menusuk jaringan kulit di sekitar kuku jari memakai jarum kecil guna mengambil sampel cairan atau nanah untuk diperiksa di bawah mikroskop. Hasil tes ini bisa membantu memberikan konfirmasi diagnosis infeksi dan menentukan jenis bakteri penyebab infeksi. Adapun guna menentukan tingkat keparahan cantengan dan mengecek apakah ada masalah struktural pada jari, dokter juga mungkin memeriksa kuku jari dengan sinar-X atau prosedur pencitraan lain. Cara Mengatasi Cantengan Cara mengatasi cantengan bergantung pada tingkat keparahan gejala dan infeksi. Berikut ini beberapa caranya: Mengompres area jari yang terkena dengan air hangat selama 15-20 menit beberapa kali sehari untuk meredakan peradangan dan rasa sakit Meminum obat antinyeri seperti ibuprofen atau parasetamol Menggunakan antibiotik bila terjadi infeksi Menjalani bedah minor untuk kasus cantengan yang parah Dalam banyak kasus, cantengan bisa sembuh sendiri dengan perawatan mandiri dalam 3-5 hari. Tapi ada kemungkinan kondisi ini berulang sehingga membutuhkan penanganan yang lebih baik di rumah sakit. Komplikasi Tanpa penanganan yang tepat, cantengan bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, seperti: Infeksi pada jaringan di sekitar kuku yang bisa menyebar ke tulang dan menyebabkan osteomielitis atau infeksi tulang Ulkus atau luka yang dalam di kaki Selulitis, yaitu infeksi kulit yang meluas dengan tanda dan gejala seperti kemerahan, bengkak, dan rasa sakit pada kaki Abses yaitu kantong nanah yang terbentuk di bawah kulit Gangren atau kematian jaringan pada kaki yang bisa mengarah ke amputasi Tips Perawatan untuk Kuku Sehat Cara utama untuk mencegah cantengan adalah melakukan perawatan kuku yang baik. Misalnya memotong kuku dengan benar dan tidak memotong kuku terlalu pendek. Cara lainnya termasuk: Menjaga kebersihan kaki dengan rajin mencuci kaki menggunakan air dan sabun serta memastikan kaki sudah kering setelah mandi atau berenang Tidak mengenakan alas kaki atau sepatu yang terlalu ketat Menghindari cedera pada kuku, misalnya ketika berolahraga sepak bola Tidak memakai sepatu dengan tumit yang terlalu tinggi agar ujung jari tidak tertekan Menghindari kaus kaki yang terlalu ketat karena bisa mengurangi sirkulasi darah ke kaki dan jari-jari kaki Kapan Harus ke Dokter? Bila mengalami cantengan, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama spesialis bedah, bila mengalami rasa sakit yang hebat di sekitar kuku serta ada gejala infeksi seperti demam atau keluar nanah dari area kuku. Begitu juga jika cantengan kerap terjadi berulang atau mengidap masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi penyembuhan, seperti diabetes. Reviewer dr. Edih Suyanto, Sp. B Dokter Spesialis Bedah... - Published: 2023-04-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/alergi-dingin/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Ketika tak tahan terhadap udara dingin, orang sering mengaku alergi dingin. Padahal dia cuma mau menghindari ajakan jalan-jalan ke luar rumah saat turun hujan, misalnya. Namun, bagi sebagian orang, alergi terhadap udara dingin memang nyata. Jenis alergi ini disebut urtikaria dingin, yang bisa menimbulkan berbagai gejala dari yang ringan hingga berat. Mengenal Alergi Dingin Alergi dingin adalah kondisi ketika seseorang mengalami reaksi alergi ketika berkontak dengan udara, air, ataupun permukaan benda yang dingin. Alergi dingin tergolong sebagai kondisi langka. Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center, reaksi alergi biasanya berlangsung dalam 5-10 menit setelah paparan terjadi dan bisa bertahan sekitar 1-2 jam. Orang yang memiliki alergi dingin akan mengalami bentol-bentol besar pada kulitnya disertai ruam kemerahan dan bengkak ketika terpapar temperatur dingin. Bentol-bentol itu umumnya baru muncul setelah kulit sudah hangat. Dibanding laki-laki, perempuan lebih mungkin mengalami alergi ini dan dalam beberapa kasus alergi akan hilang sendiri setelah beberapa tahun. Dalam kasus yang parah, misalnya reaksi terjadi saat berenang di air es, penderitanya bisa pingsan, mengalami syok, hingga meninggal dunia. Dari anak-anak hingga orang dewasa bisa memiliki alergi ini, tapi umumnya yang paling banyak adalah anak, remaja, dan orang dewasa muda. Dokter biasanya menggolongkan urtikaria dingin menjadi tiga, yakni: Urtikaria akut: bila ruam hilang sepenuhnya dalam 6 pekan Urtikaria kronis: ruam muncul dan hilang selama lebih dari 6 pekan, bisa sampai bertahun-tahun Urtikaria vasculitis: ruam ada selama lebih dari 24 jam, terasa lebih sakit, dan muncul memar karena pembuluh darah di dalam kulit mengalami peradangan Secara umum, alergi dingin tidak serius. Tapi reaksi parah alias anafilaksis bisa terjadi terutama bila seluruh tubuh terkena dampak dingin. Gejala Orang yang memiliki alergi dingin bisa mengalami gejala berbeda-beda. Ada yang gejalanya ringan, ada juga yang berat. Gejala yang umum termasuk: Bentol-bentol ruam pada area kulit yang terpapar dingin Kulit terasa gatal terutama setelah sudah tidak dingin Tangan membengkak ketika memegang benda yang dingin Bibir membengkak akibat mengonsumsi makanan atau minuman dingin Dalam kasus yang parah, gejala berat bisa terjadi, seperti: Pingsan Irama detak jantung cepat Syok Lidah dan tenggorokan membengkak sehingga sulit bernapas Penyebab Penyebab pasti alergi dingin tak diketahui. Alergi ini antara lain dikaitkan dengan infeksi, gigitan serangga, hingga kanker darah. Yang jelas, reaksi alergi muncul ketika kulit terpapar udara dingin yang menjadi alergen. Alergen itu mengaktifkan sel mast atau mastosit dan menyebabkan terlepasnya histamin yang bisa memicu peradangan dan rasa gatal. Cara Dokter Mendiagnosis Alergi Dingin Dokter bisa mendiagnosis alergi dingin dengan melakukan tes alergi terhadap kulit. Caranya adalah menaruh es batu pada lengan atas selama 1-5 menit, lalu dilihat reaksinya. Bila ruam merah pada kulit dan pembengkakan terjadi dalam beberapa menit pada area yang dites, itu tandanya pasien memilik alergi terhadap dingin. Dokter ahli kulit atau dermatolog juga dapat menegakkan diagnosis dengan menanyakan gejala yang dialami ketika pasien terpapar udara atau benda dingin. Tes hitung darah komplet dan tes metabolisme juga bisa dijalankan untuk menentukan penyakit yang berkaitan dengan kondisi alergi tersebut. Cara Mengatasi Alergi Dingin Seperti banyak jenis alergi, belum ada obat untuk alergi dingin. Namun terdapat prosedur penanganan untuk meredakan gejala. Misalnya: Menghindari pemicu alergi Mengonsumsi obat antihistamin sebelum berkontak dengan pemicu alergi atau saat gejala muncul Mengonsumsi obat lain yang lebih kuat sesuai dengan petunjuk dokter jika antihistamin kurang efektif, misalnya omalizumab Menyuntikkan obat epinefrin untuk gejala yang berat untuk mencegah anafilaksis Mengoleskan salep atau krim antigatal Komplikasi Alergi dingin kronis bisa berujung komplikasi yang membutuhkan tindakan medis secepatnya. Komplikasi ini tak hanya mengganggu, tapi juga menurunkan kualitas hidup pasien hingga menyebabkan kematian. Di antaranya: Angioedema: pembengkakan lapisan kulit dalam yang disebabkan oleh penumpukan cairan, biasanya terjadi pada mata, bibir, genital, tangan, dan kaki. Dampak emosional: alergi terhadap udara dingin bisa memicu stres, depresi, dan gangguan kecemasan karena berpengaruh terhadap aktivitas sosial dan emosional. Anafilaksis: reaksi parah yang terjadi akibat alergi yang bisa memicu kematian. Pencegahan Tak ada cara mencegah alergi dingin karena penyebabnya tak diketahui. Namun, untuk mencegah reaksi alergi dingin, langkah terbaik adalah menghindari pemicunya baik itu udara dingin maupun benda dingin. Bila harus beraktivitas di bawah cuaca dingin, pastikan tubuh tertutup sepenuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki agar tetap hangat. Misalnya dengan mengenakan topi, sarung tangan, jaket, dan sepatu bot. Kapan Harus ke Dokter? Siapa pun yang mengalami bentol-bentol kemerahan pada kulitnya setelah terpapar dingin mesti berkonsultasi dengan dokter. Bila alergi dingin terdiagnosis sejak dini, pasien bisa mengambil langkah antisipasi untuk mencegah munculnya reaksi. Jika muncul gejala anafilaksis seperti sesak napas, pusing, irama detak jantung cepat, dan kehilangan kesadaran, pasien mesti segera dibawa ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Reviewer dr. Indah Kencana, Sp. DV Dokter Spesialis Dermatovenereologi Primaya Hospital Bhakti Wara - Published: 2023-04-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian mendadak tanpa ada gejala yang jelas sebelumnya. Karena itu, masyarakat perlu lebih memperhatikan gejala yang terkait dengan masalah jantung serta pembuluh darah. Mengenal Penyakit Jantung Penyakit jantung adalah masalah medis berupa kerusakan atau gangguan pada jantung atau pembuluh darah yang mengalirkan pasokan darah ke jantung. Penyakit ini juga berkaitan dengan masalah medis lain, terutama yang mempengaruhi fungsi pembuluh darah. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Terdapat sejumlah jenis penyakit jantung yang memiliki karakteristik berbeda sesuai dengan bagian dari organ jantung yang terpengaruh dan risiko yang ditimbulkan. Contohnya: Penyakit jantung koroner: penyakit ini terjadi akibat gangguan pada arteri koroner atau pembuluh darah jantung yang menyempit atau mengeras sehingga pasokan darah ke jantung terhambat. Aritmia: gangguan irama detak jantung, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tak beraturan. Penyakit jantung bawaan: kelainan pada struktur jantung yang terjadi sejak lahir atau dalam kandungan. Gagal jantung: kondisi ini terjadi saat jantung tak mampu memompa darah dengan efektif sehingga mempengaruhi fungsi organ tubuh lain yang memerlukan darah. Penyakit jantung perifer: kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah dari jantung yang mengalirkan darah ke kaki dan tangan tersumbat. Penyakit jantung reumatik: penyakit ini berupa kerusakan jaringan jantung yang dipicu infeksi bakteri hingga menyebabkan masalah pada katup jantung. Penyakit katup jantung: gangguan fungsi katup jantung yang mengalami penyempitan atau lemah/tak mampu menutup sepenuhnya. Kardiomiopati: kelainan pada otot jantung yang terjadi karena berbagai penyebab, seperti faktor genetik, infeksi, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Ketika seseorang mengalami sakit jantung, kualitas hidupnya bisa menurun dan aktivitas fisiknya lebih terbatas. Tak jarang pengobatan dan perawatan jangka panjang diperlukan untuk memulihkan kondisinya. Gejala Penyakit jantung bisa menyebabkan berbagai gejala, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Berikut ini beberapa gejala umumnya: Rasa ketidaknyamanan atau nyeri pada dada seperti terbakar, tertekan, atau diremas yang bisa menjalar hingga rahang, lengan, dan punggung Sesak napas baik ketika beraktivitas maupun beristirahat Jantung berdebar-debar Mudah merasa lelah Pusing, terutama ketika tiba-tiba berdiri atau bergerak cepat Kaki bengkak Ada suara desingan atau gemuruh di jantung (murmur) Penurunan selera makan Penyebab Penyebab penyakit jantung ada bermacam-macam, tergantung kondisi yang dialami pasien. Ada faktor risiko yang bisa diubah, ada pula yang tak bisa. Berikut ini di antaranya: 1. Risiko yang bisa diubah Tekanan darah tinggi (hipertensi) Kadar kolesterol tinggi Merokok atau terpapar asap rokok Diabetes atau pra-diabetes Kurang beraktivitas fisik Banyak makan makanan tidak sehat Stres 2. Risiko yang tak bisa diubah Pertambahan usia Gender, pria lebih rentan daripada wanita, tapi risiko pada wanita meningkat setelah masuk masa menopause Pernah mengalami serangan jantung atau stroke Punya riwayat sakit jantung dalam keluarga Punya riwayat kadar kolesterol tinggi dalam keluarga Ada riwayat pre-eklamsia saat hamil Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Jantung Dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan dan tes medis untuk menegakkan diagnosis penyakit jantung. Berikut ini beberapa caranya: Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan: dokter akan memeriksa fisik pasien untuk mencari tanda-tanda sakit jantung, misalnya detak jantung tidak normal, pembengkakan pada kaki, atau suara desingan dari jantung. Elektrokardiogram untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung guna mengecek irama detak jantung. Ekokardiogram berupa tes dengan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran detail struktur dan fungsi jantung. Tes stres jantung guna melihat seberapa baik fungsi jantung ketika intensitas kerjanya meningkat, misalnya dengan berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda statis. Angiografi koroner dengan sinar-X dan cairan kontras untuk memeriksa kondisi arteri koroner. Tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol dan gula darah serta mendeteksi enzim jantung yang dilepaskan saat jantung mengalami kerusakan. Pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) Cara Mengatasi Penyakit Jantung Cara mengatasi sakit jantung berbeda-beda sesuai dengan jenis dan kondisi yang dialami pasien. Cara yang umum meliputi: Konsumsi obat-obatan, misalnya obat penurun tekanan darah, penurun kadar kolesterol, pengatur detak jantung, dan pengencer darah Perubahan gaya hidup dengan menerapkan pola makan gizi seimbang, berhenti merokok, berolahraga secara rutin, dan mengelola stres dengan lebih baik Prosedur medis seperti pemasangan stent untuk mengatasi penyumbatan arteri koroner, angioplasti untuk melebarkan pembuluh darah, dan bedah terbuka atau operasi jantung. Pemulihan kardiovaskular misalnya lewat program fisioterapi, diet, dan senam jantung. Komplikasi Penyakit jantung bisa berkembang dan mengakibatkan komplikasi yang membahayakan jiwa, seperti: Serangan jantung: berhentinya fungsi jantung karena aliran darah ke jantung yang terhenti secara mendadak akibat tersumbatnya pembuluh darah. Stroke: komplikasi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen. Emboli paru: terlepasnya bekuan darah atau gumpalan lemak yang masuk ke paru-paru hingga bisa menyebabkan sesak napas dan bahkan kematian. Kematian jantung mendadak: kematian tiba-tiba pada orang yang berisiko tinggi mengalami sakit jantung. Pencegahan Cara utama untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan mempraktikkan gaya hidup sehat dan aktif. Pastikan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat serta menerapkan pola makan gizi seimbang. Selain itu, rutin berolahraga dan lebih banyak bergerak dalam aktivitas... - Published: 2023-04-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/keputihan-saat-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Peningkatan jumlah cairan (keputihan) sangat sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Seringkali ibu hamil menganggap bahwa adanya cairan berlebih dari jalan lahir adalah normal dan bawaan hamil. Namun bunda bunda harus tahu, peningkatan cairan berlebih juga bisa karena infeksi pada area genitalia (vagina dan leher Rahim). Infeksi pada area genitalia dapat meluas ke dalam rahim dan menginfeksi selaput ketuban sehingga ketuban pecah dini (ketuban pecah sebelum persalinan pada kehamilan cukup bulan) pada janin dan menimbulkan persalinan premature. Sehingga bunda bunda perlu mengenali keputihan karena infeksi dalam kehamilan Mengenal Keputihan Saat Hamil Pada wanita usia reproduktif, jumlah cairan vagina sekitar 1-4 mm per 24 jam, dan berwarna transparan, tebal atau tipis (tergantung siklus haid) dan tidak berbau atau gatal. Keputihan yang normal adalah cairan yang diproduksi oleh lapisan dalam saluran rahim bersama dengan sel epitel vagina yang luruh, flora normal vagina dan transudate vagina. Terganggunya ekosistem pada area kemaluan akan menimbulkan suatu kondisi yang kondusif untuk perkembangan flora pathogen vagina yang memicu infeksi dan mengahsilkan cairan yang sangat berlebihan. Beberapa factor yang mengganggu ekosisiem vagina adalah penyakit menular seksual, penggunaan antibiotic, adanya benda asing, perubahan kadar hormon estrogen, pemakaian antiseptic, kehamilan, aktivitas seksual dan metode kontrasepsi tertentu Pada masa kehamilan, terjadi perubahan pada tubuh perempuan termasuk perubahan hormon. Salah satu yang sering muncul adalah peningkatan hormon estrogen dan progesterone sehingga cairan keputihan saat hamil atau leukorrhea, seperti dikutip dari American Pregnancy, lebih banyak daripada biasanya. Keputihan saat hamil pada umumnya dianggap sebagai hal yang normal selama tidaak disertai gejala lain yang mencurigakan seperti berwarna selain bening, seperti berbau tidak sedap, menyebabkan gatal-gatal, , atau muncul rasa nyeri di sekitar organ reproduksi. Namun tidak semua keputihan normal. Infeksi bakteri, virus, jamur atau parasite dapat memicu terjadinya keputihan yang tidak normal. Dibutuhkan pemeriksaan dokter untuk memastikan apakah keputihan yang terjadi normal atau akibat infeksi. Gejala Gejala keputihan saat hamil yang normal sama dengan gejala keputihan pada umumnya. Gejala yang utama tentu keluarnya cairan dari vagina. Cairan ini keluar tiap hari dengan warna putih atau jernih, kental, seperti lendir, serta tak berbau atau hampir tak ada bau sama sekali. Jumlahnya mungkin lebih banyak daripada keputihan sebelum hamil, biasanya terjadi peningkatan jumlah atau perubahan cairan menjelang akhir masa kehamilan. Sedangkan gejala keputihan saat hamil yang bisa jadi menandakan infeksi antara lain: Berbau tidak sedap Gatal-gatal di area kewanitaan Warna cairan berwarna hijau, kuning, cokelat, atau kemerahan Area kewanitaan terasa nyeri atau tidak nyaman Cairan keputihan jauh lebih banyak dari biasanya Penyebab Penyebab keputihan saat hamil yang normal adalah perubahan hormon. Saat hamil, terjadi perubahan hormon yang signifikan pada wanita. Akibatnya, produksi lendir di dalam vagina akan meningkat sehingga terjadi keputihan yang lebih banyak dari biasanya. Aktivitas seksual saat hamil juga bisa meningkatkan produksi lendir dalam vagina dan menyebabkan keputihan. Adapun penyebab keputihan saat hamil lainnya meliputi: Infeksi jamur atau bakteri pada area kewanitaan Kurang menjaga kebersihan area kewanitaan Kondisi medis lain, seperti infeksi saluran kemih dan diabetes Penyakit menular seksual Cara Dokter Mendiagnosis Keputihan Saat Hamil Ada setidaknya tiga cara dokter untuk mendiagnosis keputihan saat hamil, yaitu pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Dokter yang biasanya membuat diagnosis adalah spesialis kandungan. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek kondisi area kewanitaan dan memeriksa tanda infeksi atau kondisi medis lain. Dokter juga mungkin perlu memeriksa cairan atau lendir keputihan untuk mengecek warna dan baunya. Lewat tes laboratorium, dokter akan mengambil sampel darah, urine, atau cairan keputihan. Sampel ini akan dibawa dan dites di laboratorium guna memastikan penyebab keputihan. Sedangkan pemeriksaan USG bisa jadi dilakukan untuk memeriksa kondisi organ reproduksi dalam rahim. Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil Cara mengatasi keputihan saat hamil disesuaikan dengan penyebabnya Jika keputihan normal dan tak bergejala, tak perlu ada perawatan khusus. Tapi bila keputihan disebabkan oleh infeksi atau problem medis lain, diperlukan pengobatan untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius. Pengobatan keputihan abnormal disesuaikan dengan penyebabnya. Dokter kandungan biasanya akan meresepkan obat-obatan, misalnya krim antibiotik atau antijamur, antiparaasit guna mengatasi keputihan infeksi sesuai penyebabnya Guna mencegah iritasi, kebersihan area kewanitaan juga perlu dijaga dengan rajin mencucinya dengan menggunakan air dan sabun yang baik untuk area kemaluan. Hindari pemakaian sabun atau antiseptik dengan kandungan keras untuk area kewanitaan. Minum banyak air putih juga akan membantu mengatasi keputihan saat hamil yang tidak normal. Jaga area kewanitaan tetap kering dan tidak terlalu lembab dengan memakai pakai dalam dan bawahan yang longgar, berbahan katun Terapkan metode personal hygiene yang benar Komplikasi Keputihan normal atau fisiologis tidak menyebabkan komplikasi dalam kehamilan. Namun keputihan yang tidak normal bisa menimbulkan komplikasi, seperti: Infeksi saluran kemih yang bisa terjadi ketika bakteri masuk ke kandung kemih. Bila tak segera ditangani, infeksi bakteri ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius pada kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Perluasan infeksi bakteri pada rahim dapat memicu infeksi pada selaput ketuban (korioamnionitis) yang bisa menyebabkan ketuban pecah dan memicu persalinan prematur Infeksi dapat memicu... - Published: 2023-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/botulisme/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Ada banyak jenis dan sumber racun di sekitar kita. Bakteri adalah salah satu penyebab keracunan yang umum. Tapi ada satu jenis keracunan oleh bakteri yang tergolong jarang terjadi, yakni botulisme. Walau langka, jenis keracunan ini bisa berakibat fatal jika tak secepatnya mendapat penanganan yang memadai. Mengenal Botulisme Botulisme adalah penyakit langka yang disebabkan oleh racun dari bakteri anaerobik yang dapat membentuk spora, yakni Clostridium botulinum. Sebagai bakteri anaerobik, ia tak memerlukan oksigen untuk hidup. Orang yang terkena racun bakteri ini bisa mengalami kelumpuhan dan meninggal. Terdapat tiga jenis botulisme yang utama, yakni ditularkan melalui makanan (foodborne), luka (wound), dan usus (intestinal). Seseorang terkena botulisme foodborne botulism jika memakan makanan yang mengandung racun botulinum. Botulisme luka terjadi ketika bakteri Clostridium botulinum berkembang di area luka dan memproduksi racun. Adapun botulisme usus terjadi jika seseorang memakan spora dari bakteri tersebut. Spora akan berlipat ganda di usus dan kemudian melepaskan racun. Jenis keempat, yakni botulisme inhalasi (inhalation), sangat jarang terjadi. Keracunan ini disebabkan oleh racun botulinum yang terhirup dari udara. Misalnya ketika terjadi kecelakaan laboratorium atau memang racun ini sengaja dilepaskan ke udara. Botulisme usus adalah jenis yang paling umum. Bayi dan anak-anak berusia muda paling rentan mengalaminya. Spora botulinum yang tertelan kerap berasal dari madu, debu, atau tanah yang terkontaminasi. Botulisme usus yang terjadi pada anak berusia di bawah 12 bulan disebut botulisme bayi (infant). Ada tujuh jenis racun botulinum yang utama, yaitu A, B, C1, D, E, F, and G. Racun tipe A, B, E, dan F bisa menyebabkan penyakit pada manusia. Adapun tipe C1, D, dan G bisa menyebabkan keracunan pada hewan. Botulisme akibat racun botulinum tipe A dan B yang paling sering terjadi. Dua tipe racun itu juga dimanfaatkan untuk membuat beberapa macam obat, antara lain untuk mengatasi masalah otot, keringat berlebih, dan migrain. Racun ini juga dipakai sebagai bahan kosmetik. Gejala Gejala botulisme bisa berbeda-beda tergantung kadar racun di dalam tubuh, usia, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Gejala umum pada bayi antara lain: Sembelit Kurang berenergi Tubuh lemah Susah makan Sulit mengendalikan gerak kepala Refleks mengisap dan muntah kurang Gejala umum pada anak dan dewasa termasuk: Penglihatan ganda atau berbayang Kelopak mata terkulai Bicara tidak jelas Kesulitan menelan atau berbicara Mulut kering Otot lemah Sulit bernapas Kelumpuhan, biasanya dari wajah lalu turun hingga ke kaki Penyebab Botulisme disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum. Racun ini menyebabkan gangguan pada saraf. Gejala biasanya muncul dalam 12-36 jam setelah racun botulinum masuk ke tubuh dan bisa berkembang dengan cepat. Transmisi racun terjadi lewat makanan, luka, atau benda lain yang masuk ke mulut. Penyakit ini tak bisa menular dari satu orang ke orang lain. Namun jika seseorang terdiagnosis botulisme, diperlukan tindak lanjut segera untuk mengantisipasi terjadinya keracunan massal, terutama untuk jenis botulisme bawaan makanan. Pihak berwenang perlu mengamankan makanan yang diduga menjadi sumber makanan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap orang-orang yang mengonsumsi makanan itu sebelumnya. Bakteri ini banyak didapati pada makanan yang tak menjalani pemrosesan dengan tuntas, seperti makanan kaleng dan makanan olahan instan seperti daging dan sosis. Spora dari bakteri ini juga bisa menyebabkan kontaminasi pada tanah, tanaman, serta usus hewan seperti unggas, ikan, dan mamalia yang lazim dikonsumsi manusia. Cara Dokter Mendiagnosis Botulisme Dokter perlu berhati-hati dalam mendiagnosis botulisme karena gejalanya mirip dengan penyakit lain, termasuk stroke. Umumnya diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik pasien. Pasien juga mungkin perlu menjalani tes darah dan elektromiografi (EMG) untuk mendukung diagnosis. EMG adalah prosedur diagnostik untuk menilai kondisi otot dan sel saraf yang mengendalikan otot tersebut. Cara Mengatasi Botulisme Dokter umumnya merawat pasien yang mengalami botulisme dengan obat antitoksin untuk mencegah efek racun meluas. Jika keracunan parah, pasien biasanya mengalami kesulitan bernapas sehingga mungkin memerlukan alat bantu pernapasan atau ventilator hingga bisa bernapas sendiri dengan normal. Pasien umumnya perlu menjalani rawat inap selama beberapa hari bahkan hingga sebulan lebih untuk pemulihan. Sebab, kelumpuhan akibat racun ini biasanya membaik dengan perlahan. Perawatan dan obat di rumah sakit akan membantu mempercepat pemulihan. Bagi pasien botulisme yang terjadi akibat luka, kadang dibutuhkan operasi untuk mengangkat sumber bakteri dan mungkin memerlukan antibiotik. Komplikasi Jika botulisme dibiarkan tanpa perawatan, bisa terjadi gagal napas dan kematian. Komplikasi lain yang penting seperti dikutip dari WikiDoc antara lain: Otot pernapasan lemah Gagal napas di kemudian hari Kelemahan jangka panjang Kesulitan menelan Kelelahan ekstrem Pencegahan Botulisme bisa dicegah dengan memastikan semua makanan dimasak hingga matang, terutama makanan olahan dan kemasan. Jika kemasan makanan menggembung atau rusak atau bau makanan sudah tak enak, segera buang. Bagi anak terutama yang berusia 12 bulan ke bawah, jangan diberi madu karena ada potensi kandungan spora botulinum di sana. Adapun pencegahan botulisme luka bisa dilakukan dengan segera mendapat penanganan medis untuk luka yang mengalami infeksi. Kapan Harus ke Dokter? Botulisme perlu segera mendapat penanganan dokter. Jika timbul gejala yang mengarah ke masalah saraf akibat racun botulinum, perlu cepat-cepat datangi rumah sakit guna... - Published: 2023-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/botak/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Rambut rontok adalah hal yang biasa terjadi setiap hari. Tapi jika banyak rambut yang rontok hingga menipis lebih cepat dari biasanya, bisa jadi itu pertanda kebotakan. Kepala botak bisa dialami pria ataupun wanita. Dalam banyak kasus, kebotakan ini berkaitan dengan pertambahan usia. Tapi ada juga kemungkinan pemicunya adalah masalah kesehatan. Mengenal Botak Botak adalah kondisi kepala yang tak ditumbuhi rambut atau rambut yang ada sebelumnya mengalami kerontokan. Secara medis, masalah rambut rontok disebut sebagai alopecia, yakni menipisnya rambut secara berlebihan hingga akhirnya rontok. Rambut yang rontok tidak hanya berasal dari kepala, tapi juga bagian tubuh lain. Kondisi botak bisa terjadi ketika laju pertumbuhan rambut tak sesuai dengan tingkat kerontokan rambut. Rata-rata orang dewasa kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan dan pergantian rambut alami. Siklus hidup folikel, yakni tempat tumbuhnya rambut, serta kemampuannya dalam menumbuhkan rambut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Terdapat beberapa jenis kondisi botak bergantung pada penyebab dan gejalanya, antara lain: Androgenic alopecia: kebotakan bermula dari kerontokan rambut yang membentuk pola. Kerontokan seringnya dimulai dari bagian depan, samping, atau ubun-ubun. Botak total lebih jarang terjadi pada wanita dibanding pria. Alopecia areata: karakteristik utamanya bagian yang botak berukuran seperti koin dan bisa muncul di satu bagian kepala atau lebih. Kerontokan rambut terjadi secara tiba-tiba di area tertentu, tapi rambut bisa kembali tumbuh setelah beberapa bulan kecuali kondisinya berkembang menjadi kebotakan total atau alopecia totalism. Toxic alopecia: kebotakan ini bisa terjadi setelah demam tinggi atau sakit parah. Penyebabnya bisa jadi obat-obatan seperti retinoid, thallium, vitamin A dosis tinggi, dan obat kanker. Kerontokan rambut bersifat sementara. Cicatricial alopecia: area di kepala yang botak adalah bekas luka atau jaringan parut yang membuat rambut tak bisa tumbuh kembali. Trichotillomania: kepala botak karena kebiasaan menarik-narik rambut, umumnya pada anak kecil. Gejala Tanda dan gejala kepala botak yang terkait dengan kerontokan rambut antara lain: Ada bercak bundar berukuran koin di kulit kepala Ada sensasi gatal atau terbakar pada kulit kepala sebelum rambut rontok Perubahan pada kuku jari tangan dan kaki, misalnya teksturnya kasar, tipis, tak berkilau, penyok, pecah, serta terdapat bintik-bintik dan garis putih Perubahan lain pada rambut, seperti rambut runcing, putih, dan pecah-pecah Rambut lama tumbuh Banyak rambut yang rontok saat keramas atau menyisir rambut Gejala di atas banyak berkaitan dengan alopecia areata. Bisa jadi kerontokan rambut yang menyebabkan kebotakan tak bergejala sama sekali atau asimtomatis. Penyebab Terdapat sejumlah kemungkinan penyebab rambut rontok, antara lain: Genetik atau keturunan, menurut American Academy of Dermatology Association, ini penyebab kerontokan rambut paling umum baik di kalangan pria maupun wanita Stres, misalnya akibat peristiwa traumatis atau emosional, biasanya memicu kerontokan rambut sementara Ketidakseimbangan hormon, termasuk ketika masa kehamilan, persalinan, menstruasi, dan menopause Penggunaan obat-obatan tertentu yang menimbulkan efek samping rambut rontok Penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh hiperaktif dan mempengaruhi folikel rambut Masalah kesehatan seperti diabetes, tiroid, lupus, dan anemia Diet rendah protein yang tidak seimbang Kurang vitamin B12, zat besi, folat, seng, dan/atau kalsium Perawatan rambut yang tidak tepat dan berlebihan, misalnya memakai sampo yang keras atau terlalu sering mencatok rambut Cara Dokter Mendiagnosis Botak Dokter bisa mendiagnosis masalah kerontokan rambut yang menyebabkan botak melalui pengecekan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Biopsi atau pengambilan sampel dari kulit kepala juga bisa dilakukan untuk membantu mengidentifikasi jenis kebotakan dan/atau penyebabnya. Bila diduga ada infeksi, dokter bisa meminta pasien menjalani tes kultur, yakni mengambil sampel kulit dengan cara dikeruk lalu memeriksanya di bawah mikroskop. Cara Mengatasi Botak Ada berbagai cara mengatasi botak sesuai dengan penyebabnya. Misalnya: Obat oles untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut Obat anthralin yang bisa mengiritasi kulit guna mempercepat rambut tumbuh kembali Krim kortiskosteroid yang bisa mengurangi peradangan di folikel rambut Imunoterapi dengan bahan kimia yang digunakan pada kulit untuk memicu pertumbuhan rambut baru Injeksi steroid, terutama untuk alopecia areata ringan, untuk membantu rambut tumbuh lagi di area yang botak Obat-obatan lain yang diminum Terapi cahaya dengan memanfaatkan sinar radiasi Jika berbagai cara itu tak berhasil, pasien biasanya bisa menjalani transplantasi rambut untuk menutup bagian kepalanya yang botak. Komplikasi Kerontokan rambut dan botak bisa memicu sederet komplikasi secara fisik ataupun psikis, seperti: Turunnya tingkat kepercayaan diri Merasa tertekan dan tidak menarik Rambut baru hasil transplantasi terlihat tidak alami Perdarahan dari kulit kepala Pencegahan Kerontokan rambut yang terkait dengan genetik mungkin tak bisa dicegah. Tapi beberapa langkah ini bisa dicoba untuk meminimalkan risiko kerontokan rambut yang berujung botak: Tidak mengepang, mengucir, atau menyanggul rambut terlalu ketat Hindari menarik, menggosok, atau memelintir rambut Meningkatkan asupan zat besi dan protein Mengurangi penggunaan produk penataan rambut seperti pelurus rambut, pengering rambut, dan cat rambut Melindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung Menggunakan sampo antirontok untuk mencegah penipisan rambut dan memperlambat kerontokan rambut Menggunakan suplemen vitamin yang bisa membantu mencegah kerontokan rambut seperti vitamin B12, zat besi, kalsium, folat, dan seng Kapan Harus ke Dokter? Bagi banyak orang, rambut adalah bagian penting... - Published: 2023-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/anthrax/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Anthrax adalah penyakit infeksi serius yang umum dijumpai pada hewan, khususnya pada hewan berkuku seperti sapi, domba, kambing, dan kuda. Akan tetapi, manusia juga bisa terkena terutama ketika memakan daging hewan yang terinfeksi oleh bakteri anthrax ini. Para pakar juga percaya bahwa penyakit ini bisa digunakan sebagai salah satu senjata biologis yang berbahaya. Mengenal Anthrax Anthrax adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini tidak menular antarmanusia, melainkan dari hewan ke manusia. Paparan bakteri anthrax dalam jumlah kecil dianggap tak cukup untuk membuat seseorang terkena penyakit ini. Anthrax bisa ditemukan di berbagai belahan dunia. Beberapa kawasan seperti Amerika Selatan dan Tengah, Eropa Timur dan Selatan, Asia, Afrika, Karibia, serta Timur Tengah melaporkan lebih banyak kasus anthrax pada hewan di wilayah tersebut dibandingkan pada kawasan lain. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, di Indonesia terdapat 14 wilayah endemis anthrax, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Barat, Jambi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Terdapat tiga jenis utama penyakit anthrax berdasarkan cara penularan bakteri dalam memasuki tubuh manusia sebagai berikut: Anthrax kulit (Cutaneous anthrax), merupakan jenis anthrax yang paling umum. Proses penularan terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka atau goresan pada kulit. Anthrax inhalasi (Inhalational anthrax), merupakan jenis anthrax yang paling berbahaya dan mematikan. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui saluran nafas karena menghirup udara yang terkontaminasi spora Bacillus anthracis. Anthrax usus (Gastrointestinal anthrax), merupakan jenis anthrax yang terjadi ketika seseorang menelan spora Bacillus anthracis, biasanya dalam ketika seseorang mengonsumsi daging atau produk susu yang terkontaminasi oleh spora bakteri tersebut. Selain ketiga jenis anthrax di atas, terdapat jenis anthrax lain yang lebih jarang terjadi, di antaranya seperti anthrax injeksi (injectional anthrax) yang terjadi ketika obat-obatan yang terkontaminasi spora Bacillus anthracis disuntikkan kepada seseorang, serta anthrax mata (ocular anthrax) yang terjadi saat spora Bacillus anthracis mengenai mata seseorang. Gejala Gejala anthrax bervariasi, bergantung pada jenis dan seberapa luas persebarannya. Gejala yang ditimbulkan biasanya mulai muncul tujuh hari setelah terjadi kontak. Berikut ini adalah beberapa gejala umum dari anthrax: Anthrax kulit: Gejala berupa luka kecil yang kemudian berkembang menjadi luka bernanah dengan area hitam di tengah. Area di sekitar luka akan membengkak dan berwarna kemerahan, biasanya tidak terasa sakit. Anthrax usus: Gejala yang muncul berupa sakit perut, demam, kehilangan nafsu makan, mual serta muntah, bahkan hingga perdarahan saluran cerna. Anthrax inhalasi: Gejala awal yang ditimbulkan oleh jenis anthrax ini mirip seperti flu biasa atau pilek, sakit tenggorokan, demam ringan, dan nyeri otot. Ketika berlanjut dan penyakitnya berkembang, gejala dapat mencakup kelelahan, batuk, dada terasa tidak nyaman, hingga sesak napas. Penyebab Penyakit anthrax disebabkan oleh infeksi bakteri Bacillus anthracis. Manusia bisa terinfeksi bakteri ini ketika menghirup udara yang mengandung spora bakteri anthrax, akibat memakan daging hewan terinfeksi yang mentah atau belum matang, mengonsumsi air yang juga terkontaminasi spora bakteri anthrax, dan kontaminasi spora bakteri anthrax ke dalam luka pada kulit. Beberapa faktor risiko anthrax antara lain: Bekerja di bidang yang terkait dengan hewan, seperti di peternakan dan pengolahan produk hewani; Tinggal atau berkunjung ke wilayah endemis anthrax; Orang yang menggunakan obat-obatan tertentu yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi dan kortiskosteroid jangka panjang; serta Kontak dengan spora anthrax di lingkungan kerja atau laboratorium. Cara Dokter Mendiagnosis Anthrax Menurut CDC, cara untuk mendiagnosis anthrax hanya dapat dilakukan dengan mengukur kadar antibodi atau toksin dalam darah serta melakukan tes langsung untuk mendeteksi keberadaan bakteri Bacillus anthracis pada sampel yang diambil dari: Darah Lesi kulit Cairan sumsum tulang belakang Sekret pernapasan Sampel harus diambil sebelum pasien mulai menjalani perawatan dengan antibiotik untuk menegakkan diagnosis. Cara Mengatasi Anthrax Cara mengatasi anthrax atau pengobatan yang diberikan untuk penyakit anthrax adalah dengan penggunaan antibiotik. Orang yang melakukan kontak dengan sumber anthrax harus mendapatkan perawatan antibiotik secepatnya dalam 24 jam setelah kontak terjadi. Biasanya antibiotik diberikan secara berkala dalam 14 hari. Pada 2001, ketika terjadi serangan bioterorisme dengan anthrax di Amerika Serikat, orang yang terpapar setelah menghirup spora anthrax mendapat perawatan antibiotik untuk tujuan preventif selama 60 hari. Selain itu, pasien memerlukan perawatan medis yang tepat untuk mengatasi gejala dan komplikasi dari infeksi anthrax. Perawatan ini meliputi pengobatan simtomatis sesuai dengan gejala yang ditimbulkan seperti demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan sesuai dengan yang dialami pasien. Komplikasi Pasien bisa pulih sepenuhnya dari infeksi anthrax jika secepatnya mendapat perawatan. Bila tidak, bisa terjadi beberapa komplikasi yang serius seperti: Sepsis, terjadi ketika infeksi menyebar ke seluruh tubuh hingga mengakibatkan kerusakan berbagai sistem organ. Meningitis hemoragik, terjadi peradangan pada membran dan cairan yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang hingga menyebabkan perdarahan masif dan berisiko kematian. Syok, merupakan kondisi medis yang mengancam jiwa yang ditandai dengan menurunnya tekanan darah dan mengakibatkan sistem peredaran darah yang buruk. Abses, spora anthrax bisa membentuk abses (kantong berisi nanah) pada kulit atau organ tubuh lainnya. Pencegahan... - Published: 2023-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/bph-pembesaran-prostat-jinak/ - Kategori: Penyakit, Umum - Translation Priorities: Optional Ketika seseorang memiliki prostat yang sehat, biasanya ia tak sadar akan dengan keberadaan organ ini. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, organ seksual pria yang terletak tepat di bawah kandung kemih ini dapat mengalami pembesaran dan mempengaruhi kualitas hidup. Suatu kondisi yang ditandai dengan masalah seputar buang air kecil ini disebut BPH (Benign Prostatic Hyperplasia). Mengenal BPH (Pembesaran Prostat Jinak) BPH atau hiperplasia prostat jinak merupakan kondisi ketika kelenjar prostat membesar melebihi ukuran yang seharusnya. Kondisi ini umum terjadi pada pria yang berusia lebih tua. Gejala BPH dapat mengganggu kualitas hidup, tetapi kondisi ini berbeda dengan kanker dan tidak meningkatkan risiko mengalami kanker prostat. Prostat sendiri berada di sekitar leher kandung kemih dan uretra atau saluran kemih dari kandung kemih ke luar tubuh. Saat membesar, prostat bisa menekan uretra dan menyebabkan masalah seperti kesulitan berkemih, kerap buang air kecil, merasa nyeri setiap kali buang air kecil, dan aliran yang urine melemah. Benign prostatic hyperplasia tidak membahayakan jiwa, namun pengobatan bisa jadi diperlukan bila gejala yang muncul menyebabkan masalah yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa perawatan, pembesaran prostat bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, termasuk kerusakan ginjal. Oleh karena itu, bila mengalami gejala yang terkait dengan hiperplasia prostat jinak, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Gejala BPH dapat menjadi asimtomatis atau tak menunjukkan gejala dan tak sengaja terdiagnosis dalam pemeriksaan rektal (colok dubur) yang dilakukan untuk mengecek masalah kesehatan lain, seperti wasir, inkontinensia feses (tak mampu mengendalikan buang air besar), atau dugaan kanker dubur. Jika ada, gejala itu antara lain: Laju urine yang lemah atau keluar sedikit-sedikit Nyeri hebat saat buang air kecil Kencing berdarah Infeksi saluran kemih berulang Batu kandung kemih Sulit memulai buang air kecil Tidak dapat berkemih dengan tuntas Tidak mampu mengendalikan buang air kecil Kerap merasa ingin buang air kecil, terutama saat malam hari Penyebab Penyebab BPH ada berbagai faktor, mulai dari genetik, gaya hidup, hingga hormonal. Salah satu teori yang diterima secara luas adalah hormon testosteron dan dihidrotestosteron yang memiliki kontribusi paling besar terhadap kondisi ini. Walhasil, terdapat terapi farmakologis yang dikembangkan untuk menargetkan hormon ini. Semakin tua usia seorang pria, risiko mengalami hiperplasia prostat jinak pun akan meningkat. Menurut literatur yang sudah ada, prevalensi BPH meningkat setelah usia 40 tahun. Risiko terkena pembesaran prostat semakin besar bila terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama. Demikian pula jika menerapkan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang beraktivitas fisik dan senang makan makanan berlemak. Cara Dokter Mendiagnosis BPH (Pembesaran Prostat Jinak) Untuk mendiagnosis BPH, dokter akan melakukan beberapa tes dan pemeriksaan, termasuk: Pemeriksaan fisik: dokter akan memeriksa prostat lewat pemeriksaan digital rektum (PDR) atau colok dubur untuk mengevaluasi ukuran, bentuk, dan konsistensi prostat. Tes darah: tes darah bertujuan mengukur kadar antigen spesifik prostat (PSA) dalam darah. Kadar PSA yang tinggi bisa jadi menunjukkan adanya masalah pada prostat, termasuk benign prostatic hyperplasia maupun kanker prostat. Uroflometri: tes untuk mengukur kecepatan aliran urine ketika buang air kecil. MRI atau USG: pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau ultrasonografi (USG) bisa membantu dokter melihat ukuran dan bentuk prostat secara detail. Biopsi: bila ada dugaan kanker prostat, dokter mungkin akan merekomendasikan tes biopsi dengan mengambil sampel jaringan prostat guna diperiksa di bawah mikroskop. Cara Mengatasi BPH (Pembesaran Prostat Jinak) Ada beberapa cara untuk mengatasi BPH, antara lain: Perubahan gaya hidup: perubahan gaya hidup seperti menghindari minuman beralkohol dan kafein, mengurangi asupan garam, menjaga berat badan yang sehat, dan rutin berolahraga bisa membantu mengurangi gejala BPH. Obat-obatan: beberapa jenis obat bisa membantu meringankan gejala BPH, seperti obat golongan alpha blocker dan inhibitor 5-alpha reductase. Terapi laser: terapi ini bisa membantu mengurangi gejala dan ukuran prostat, tetapi terapi ini biasanya direkomendasikan hanya jika obat-obatan tidak efektif. Operasi: jika gejala sangat mengganggu dan tidak dapat diatasi dengan cara-cara lain, operasi mungkin diperlukan. Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan, seperti Reseksi prostat transurethral (TURP) dan ablasi laser. Komplikasi BPH dapat menyebabkan sejumlah komplikasi jika tidak diobati atau tidak ditangani dengan benar, diantaranya seperti: Infeksi saluran kemih Batu ginjal Kerusakan ginjal Retensi urine (sulit mengosongkan kandung kemih secara sempurna) Batuk darah Gangguan seksual Pencegahan Belum diketahui cara efektif untuk mencegah BPH. Namun penerapan gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi menurunkan risiko terkena BPH. Misalnya dengan rajin berolahraga dan menerapkan pola makan gizi seimbang guna menjaga berat badan sehat. Selain itu, kurangi konsumsi kafein dan minuman beralkohol karena zat-zat tersebut dapat mengiritasi kandung kemih. Penting juga untuk tidak menahan buang air kecil agar fungsi kandung kemih tak terbebani. Kapan Harus ke Dokter? Kelenjar prostat dapat membesar seiring dengan bertambahnya usia. Dalam berbagai kasus, tidak ada masalah dalam proses yang normal ini. Namun bila ada gejala yang mengarah ke BPH sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter sebelum masalah tersebut berkembang lebih parah. Reviewer dr. Muhammad Rifqi Dokter Umum - Primaya Hospital Sukabumi - Published: 2023-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/borderline-personality-disorder/ - Kategori: Kejiwaan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Penyakit mental dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari penderitanya. Salah satunya adalah BPD (borderline personality disorder), yang memengaruhi cara orang memandang diri sendiri dan orang lain. Ketika seseorang mengalami masalah kesehatan mental ini, orang-orang terdekatnya dapat ikut terpengaruh. Mengenal BPD (Borderline Personality Disorder) BPD (borderline personality disorder) atau gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental yang membuat penderitanya merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Orang dengan gangguan kepribadian ini memiliki pemikiran dan keyakinan negatif tentang diri mereka sendiri dan orang lain. Penyakit ini menyebabkan kesulitan dalam mengatur emosi dan impuls serta memengaruhi hubungan dengan orang lain. Orang dengan BPD mudah marah dan tertekan. Mereka dapat dengan mudah tersinggung oleh ucapan atau perbuatan orang lain. Akibatnya, karier, kehidupan keluarga, dan lingkungan sosial penderita gangguan mental ini terganggu. Sebagian besar gejala borderline personality disorder muncul pada masa remaja atau dewasa muda. Saat merasa emosional, mereka sulit untuk ditenangkan dan dapat terlibat dalam tindakan membahayakan diri sendiri, termasuk penyalahgunaan narkoba dan upaya bunuh diri. Gejala ini dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, penting untuk mendiagnosis gangguan kepribadian ini sedini mungkin agar perawatan dapat dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari kemungkinan risiko yang mengancam jiwa. Gejala Berdasarkan pengamatan klinis, penderita BPD dapat mengalami beberapa gejala yang serupa dengan gangguan kepribadian lainnya. Di antaranya: Sangat takut ditinggalkan oleh orang lain Memiliki hubungan yang intens dan tidak sabil dengan orang lain, seperti mengidolakan seseorang, dan kemudian sangat tidak menyukai orang tersebut Merasa sangat tidak yakin pada diri sendiri Mengambil risiko atau terlibat dalam aktivitas berisiko, seperti membelanjakan uangnya tanpa berpikir matang, menyalahgunakan alkohol atau obat terlarang, dan menyetir sembarangan Berulang kali melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri Perubahan suasana hati yang cepat Suasana hati yang mudah tersinggung dan tidak terkendali Merasa hampa dalam diri Mudah stres, curiga terhadap orang lain atau merasa tak punya pegangan dalam hidup Penyebab Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan BPD (borderline personality disorder). Namun, menurut National Institute of Mental Health, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini. Genetik: jika seseorang memiliki hubungan keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung memiliki kondisi ini, orang tersebut berisiko mengalami gangguan kepribadian ambang Fungsi dan struktur otak: beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kepribadian ambang mengalami perubahan pada struktur dan fungsi otak, terutama di area yang mengendalikan impuls dan emosi Sosial, budaya, dan lingkungan: banyak orang dengan gangguan kepribadian ambang mengaku pernah mengalami peristiwa traumatis dalam hidup mereka, seperti kekerasan dan masa-masa sulit saat kecil. Cara Dokter Mendiagnosis BPD (Borderline Personality Disorder) Hanya psikiater atau psikolog yang dapat mendiagnosis BPD. Tidak ada tes khusus untuk menegakkan diagnosis. Dokter akan dengan hati-hati menanyakan gejala dan meninjau riwayat kesehatan pasien untuk menentukan diagnosis. Dokter juga akan dengan berhati-hati menanyakan tentang kehidupan dan pengalaman pasien terkait dengan gejala yang dialami. Biasanya diperlukan lebih dari satu sesi tanya jawab untuk memastikan diagnosis. Sebab beberapa gejala gangguan kepribadian ambang mirip dengan gejala gangguan mental lainnya. Secara umum, diagnosis paling dini dapat ditegakkan dengan pasti setelah masa pubertas. Cara Mengatasi BPD (Borderline Personality Disorder) Psikoterapi melalui terapi bicara adalah cara terbaik untuk mengatasi BPD (borderline personality disorder). Perawatan ini biasanya berupa sesi tanya-jawab antara psikolog dan pasien, namun bisa juga berupa pertemuan kelompok dengan beberapa pasien yang memiliki masalah serupa. Tujuan terapi ini adalah: Meredakan masalah emosional seperti depresi, kecemasan, dan amarah Menemukan lebih banyak makna dalam hidup, misalnya dengan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Membangun hubungan yang lebih baik Belajar memahami diri sendiri Meningkatkan kesehatan fisik Selain psikoterapi, ada beberapa bentuk terapi yang efektif untuk mengatasi gangguan kepribadian ambang, seperti terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektis, dan psikoterapi psikodinamik. Komplikasi Menurut National Library of Medicine, komplikasi BPD (borderline personality disorder) meliputi: Penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan terlarang Melakukan perbuatan yang berisiko Kehilangan pekerjaan Tidak lulus sekolah Bermasalah dengan hukum Bermasalah dalam hubungan Percobaan bunuh diri Pencegahan Tidak diketahui cara untuk mencegah BPD (borderline personality disorder). Seringkali gangguan ini ada dalam keluarga atau bersifat keturunan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan keluarga untuk menjaga kesehatan mental anggota keluarga yang rentan terhadap gangguan ini, seperti: Memvalidasi emosi Meningkatkan perilaku positif Selalu siap memberi dukungan dan bersabar Menunjukkan kehadiran Kapan Harus ke Dokter? Penanganan dini sangat penting bagi penderita BPD (borderline personality disorder). Oleh karena itu, diagnosis dini sangat diperlukan. Jika merasa ada gejala gangguan kepribadian ini, segera konsultasikan ke psikolog. Begitu juga jika ada anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami gejala gangguan kepribadian ambang. Reviewer dr. Intan Sawaliyah Dokter Umum – Primaya Hospital Sukabumi - Published: 2023-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/bronkitis-kronis/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Bronkitis adalah peradangan pada saluran penapasan. Ketika saluran pernapasan mengalami peradangan dan/atau terinfeksi, udara yang mengalir ke dan dari paru-paru menjadi lebih sedikit dan dapat disertai lendir atau dahak yang banyak. Dibandingkan bronkitis akut, bronkitis kronis adalah penyakit yang lebih serius dan memerlukan perawatan intensif dalam jangka panjang. Mengenal Bronkitis Kronis Bronkitis kronis didefinisikan sebagai batuk kronis dan berdahak setidaknya selama tiga bulan dalam setahun yang dialami dua tahun berturut-turut. Banyak kajian yang menggunakan definisi berbeda. Namun yang pasti jenis bronkitis ini berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari penurunan fungsi paru-paru, berkurangnya kualitas hidup terkait dengan kesehatan, hingga peningkatan risiko kematian akibat penyakit. Bronkitis kronis dapat terjadi pada segala usia, tapi lebih banyak pada anak-anak dan orang dewasa yang berusia lebih tua. Peradangan yang menyebabkan bronkitis dipicu oleh infeksi berbagai jenis virus ataupun bakteri. Infeksi ini lebih sering terjadi pada musim hujan atau cuaca dingin. Bronkitis kronis bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kesulitan napas dan batuk terus-menerus dapat menyebabkan kelelahan dan membuat tenggorokan terasa sakit. Selain itu, risiko terkena infeksi virus lain pun meningkat. Bila mengalami gejala bronkitis, penting untuk segera memeriksakan diri agar mendapat penanganan yang tepat. Gejala Gejala bronkitis kronis meliputi: Batuk terus-menerus Batuk berdahak Batuk berulang di pagi hari Napas pendek Kelelahan Bersin-bersin Demam dan meriang Ketidaknyamanan di dada Hidung tersumbat/meler Bau napas tak sedap Berat badan menurun Penyebab Career Development Center (CDC) menjelaskan bahwa merokok menjadi penyebab utama penyakit paru obstruktif kronis, yang mencakup bronkitis kronis. Sebanyak 80-90 persen kasus penyakit paru obstruktif kronis disebabkan oleh kebiasaan merokok. Paparan asap rokok dari orang lain juga bisa menyebabkan bronkitis. Faktor lain yang meningkatkan risiko terkena bronkitis kornis termasuk: Paparan terus-menerus terhadap polusi udara Terpajan bahan kimia berbahaya, seperti gas asam sulfat atau amonia Infeksi virus atau bakteri berulang pada saluran pernapasan Reaksi alergi terhadap serbuk sari, debu, atau bahan lain yang dihirup Kelainan anatomi pada saluran pernapasan Riwayat bronkitis kronis atau masalah pernapasan lain dalam keluarga Punya orang tua yang perokok berat Cara Dokter Mendiagnosis Bronkitis Kronis Dalam menegakkan diagnosis bronkitis kronis, dokter biasanya memeriksa fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Adapun tes diagnostik yang mungkin dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis antara lain: Tes fungsi paru, seperti spirometri yang bertujuan mengukur seberapa banyak dan cepat udara bisa dikeluarkan dari paru-paru. Tes dahak dengan mengambil sampel dahak untuk diperiksa di laboratorium guna melihat apakah ada tanda-tanda infeksi atau peradangan. Rontgen dada untuk memeriksa keberadaan tanda-tanda peradangan atau kerusakan pada paru-paru. Selain mendiagnosis bronkitis kronis, prosedur ini sekaligus berguna untuk memastikan tak ada penyakit saluran pernapasan lain yang dialami pasien, termasuk pneumonia. Cara Mengatasi Bronkitis Kronis Penanganan bronkitis kronis ditujukan untuk mengurangi gejala dan memulihkan fungsi paru dengan cara kombinasi perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan terapi. Berikut ini sejumlah cara mengatasi bronkitis kronis: Berhenti merokok dan menghindari paparan bahan kimia serta polusi udara Terapi oksigen untuk membantu mengurangi gejala sesak napas dan kelelahan Terapi fisik, misalnya latihan pernapasan dan fisioterapi, untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kinerja paru-paru Obat-obatan seperti bronkodilator untuk membantu melonggarkan saluran udara, kortikosteroid yang dapat meredakan peradangan, serta antibiotik bila ada infeksi bakteri Menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga dan makan makanan sehat Untuk kasus bronkitis yang parah, mungkin dokter akan merekomendasikan operasi, termasuk transplantasi paru-paru yang rusak. Komplikasi Bronkitis kronis bisa menyebabkan komplikasi yang lebih gawat bila tidak dirawat atau gagal dikendalikan, seperti: Infeksi saluran napas berulang karena bronkitis kronis membuat penderitanya lebih rentan mengalami masalah pernapasan Infeksi paru-paru berat (pneumonia) Gangguan pernapasan yang bisa menurunkan kualitas hidup pasien Gagal napas Serangan jantung Gangguan tidur Eksaserbasi atau gejala sesak napas dan masalah pernapasan lainnya yang tiba-tiba memburuk sehingga butuh pertolongan medis darurat Pencegahan Penyebab paling sering bronkitis kronis adalah paparan asap rokok. Karena itu, cara utama untuk mencegahnya adalah dengan berhenti merokok dan menjauhi asap rokok. Penting pula untuk menghindari zat atau bahan yang bisa menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru, seperti polusi udara, uap/asap bahan kimia, dan debu. Selain itu, mempraktikkan gaya hidup sehat dan bersih merupakan salah satu upaya pencegahan bronkitis kronis. Misalnya dengan rajin mencuci tangan memakai air mengalir dan sabun serta punya agenda olahraga rutin setiap pekan. Kapan Harus ke Dokter? Bronkitis kronis tergolong penyakit pernapasan serius yang butuh perhatian medis. Tanpa perawatan yang memadai, bisa timbul banyak komplikasi hingga meningkatkan risiko kematian. Gejala berupa batuk yang terus-menerus perlu dikonsultasikan dengan dokter untuk mendapat kepastian diagnosis. Makin cepat kondisi tersebut diketahui dan ditangani, maka makin besar peluang pemulihan fungsi paru-paru. Reviewer dr. Arni Lasari Hutagalung Dokter Umum – Primaya Hospital Sukabumi - Published: 2023-04-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gizi/anoreksia-nervosa/ - Kategori: Gizi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kemudahan teknologi dan pengaruh masif dari media sosial dapat memiliki dampak negatif bagi sebagian populasi. Hal ini berdampak ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dan keinginan untuk menurunkan berat badan secara ekstrim dan berlebihan yang mempengaruhi kesehatan tubuh dan mental penderita. Penderita anorexia nervosa tidak dapat melihat bahwa tubuh mereka sudah kekurangan nutrisi karena memandang makanan sebagai masalah utama. Orang yang mengidap anorexia nervosa memiliki ketakutan yang berlebihan jika berat badannnya baik. Mengenal Anoreksia Nervosa Anoreksia nervosa merupakan gangguan perilaku makan yang ditandai dengan berat badan yang sangat rendah, rasa takut yang berlebihan pada kenaikan berat badan, dan persepsi yang salah terhadap berat badan. Seseorang yang mengalami kecenderungan anorexia nervosa merasa takut yang berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Sehingga individu akan menahan rasa lapar dan tidak akan makan walaupun dirinya merasakan rasa lapar. Kondisi anoreksia nervosa dapat membahayakan secara medis dan melibatkan kondisi mental yang membutuhkan penanganan secara komprehensif oleh professional. Terdapat dua jenis anoreksia nervosa yang utama, yakni: Restricting: pasien anoreksia jenis ini membatasi kuantitas dan jenis makanan yang dikonsumsi. Misalnya dengan menghitung kalori secara detail, melewatkan makan, membatasi makanan tertentu (misalnya karbohidrat), dan mengikuti aturan yang obsesif, seperti hanya makan makanan berwarna tertentu. Perilaku ini bisa disertai dengan olahraga berlebih. Binge eating/purging: dalam jenis ini, pasien juga membatasi makanannya. Tapi pasien cenderung makan berlebih dan tak terkendali, lalu mengeluarkannya dengan muntah atau menyalahgunakan obat pencahar. Gejala Gejala anoreksia nervosa berbeda dalam hal intensitas antara satu orang dan orang lain. Gejala ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik, emosional, dan mental. Salah satunya adalah takut berat badannya bertambah. Pasien akan merasa tubuhnya lebih gemuk dari yang sebenarnya. Berikut ini beberapa tanda dan gejala umum anoreksia: Membatasi prosi makan seminimal mungkin atau tidak makan sama sekali sehingga berat badan semakin turun dengan perawakan kurus. Pembatasan asupan makan sangat ekstrim ini menyebabkan malnutrisi sehingga kebutuhan zat- zat gizi penting tidak tercukupi yang berakibat rambut rontok, kulit kering, kuku kering dan rapuh. Membatasi minum secara berlebihan. Olahraga yang terlalu berlebihan karena didorong niat untuk menurunkan berat badan secara berlebihan Pasien sering merasa kelelahan hingga pingsan Menggunakan obat – obatan seperti obat pencahar atau penekan nafsu makan tanpa petunjuk dan pengawasan dokter. Pasien dapat menunjukkan gejala depresi, seperti suasana perasaan sedih, iritabilitas, insomnia, menarik diri secara sosial, dan berkurangnya minat pada seks. Faktor- faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya anorexia nervosa kepribadian, image sosial budaya media sosial lingkungan sosial citra diri terkait berat badan. Cara Dokter Mendiagnosis Anoreksia Nervosa Dokter keluarga, dokter anak, atau psikiater dapat mendiagnosis anoreksia nervosa. Prosedur diagnostik yang dilakukan antara lain dengan pemeriksaan fisik dan evaluasi kesehatan mental. Dokter akan mengecek apakah penurunan berat badan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan pasien. Dokter juga akan memeriksa beberapa hal lain pada pasien, seperti: Ketakutan yang kuat terhadap bertambahnya berat badan Pandangan yang melenceng mengenai tubuhnya dibanding kondisi yang sebenarnya (distorsi citra tubuh) Tingkat kepercayaan diri dipengaruhi anggapan tentang bentuk dan berat badan Kurang mengakui bahwa penurunan berat badan mempengaruhi kesehatan Cara Mengatasi Anoreksia Nervosa Penanganan pasien anoreksia melibatkan beberapa hal, seperti obat-obatan, psikoterapi dan edukasi nutrisi. Obat-obatan yang umumnya diberikan kepada pasien anoreksia adalah antidepresan. Obat tersebut akan lebih efektif apabila dibarengi dengan prosedur psikoterapi. Psikoterapi dilakukan untuk mengetahui masalah pasien yang menyebabkan anoreksia dan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tak jarang upaya psikoterapi juga melibatkan keluarga pasien. Pengobatan anoreksia biasanya berlangsung dalam jangka panjang dan membutuhkan kerja sama yang baik antara professional medis, pasien, dan keluarga. Pasien anoreksia harus memiliki keinginan tinggi untuk sembuh agar pengobatan dapat berjalan efektif. Komplikasi Dalam jangka panjang, anoreksia nervosa bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang serius karena kekurangan nutrisi. Di antaranya: Masalah pada otot dan tulang, termasuk merasa letih dan lesu, osteoporosis, serta masalah tumbuh kembang fisik pada anak-anak dan remaja Gangguan kesuburan Kehilangan gairah seksual Masalah pada pembuluh darah dan jantung Masalah pada otak dan saraf Penyakit ginjal Daya tahan tubuh melemah Keinginan bunuh diri Pencegahan Beberapa langkah untuk mencegah terjadinya anoreksia nervosa Menerapkan kebiasaan makan sehat dengan gizi seimbang Membangun kepercayaan diri dan meningkatkan rasa cinta kepada diri sendiri. Berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinis dalam melakukan program penurunan berat badan yang sehat dan tepat. Bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terbawa pengaruh buruk. Kapan Harus ke Dokter? Kunci untuk sembuh dari anoreksia nervosa adalah mendapat pertolongan medis sesegera mungkin. Jika ada kerabat atau kenalan yang diduga mengalami anoreksia, beri dukungan agar ia mau memeriksakan diri dan menjalani perawatan oleh tenaga medis professional agar dapat sembuh. Reviewed by dr. Nathalia Safitri, Sp. GK Dokter Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Semarang - Published: 2023-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/bisul/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Bisul lebih dari sekadar benjolan yang mengakibatkan ketidaknyamanan. Munculnya benjolan yang terasa perih ini menandai adanya infeksi bakteri. Bisul secara umum tidak membahayakan, tapi perlu penanganan yang tepat agar lekas reda dan tidak mengakibatkan komplikasi. Mengenal Bisul Bisul adalah benjolan kecil berwarna merah yang terasa perih atau nyeri pada kulit. Di dalam benjolan ini terdapat nanah yang bisa keluar ketika bisul pecah. Bisul terjadi karena infeksi bakteri pada folikel rambut. Folikel adalah lubang-lubang kecil pada kulit tempat tumbuhnya rambut. Karena itu, bisul bisa muncul di banyak bagian tubuh yang ditumbuhi rambut. Pada umumnya bisul didapati pada wajah, leher, paha, dan bokong. Infeksi oleh bakteri bisa terjadi ketika ada luka pada kulit, misalnya akibat digaruk terlalu keras atau digigit serangga. Awalnya bisul bisa tampak seperti benjolan biasa di kulit, seperti jerawat. Namun, ketika infeksi makin parah, benjolan ini menjadi membesar, keras, dan terasa sakit. Nanah yang terkandung di dalam bisul adalah campuran bakteri dan sel darah putih yang muncul karena upaya tubuh untuk melawan infeksi itu. Seiring dengan waktu, bisul bisa pecah sehingga nanah akan keluar. Nyeri bisa makin terasa sesaat sebelum bisul pecah. Tapi, begitu bisul sudah pecah dan cairan nanah keluar semua, rasa nyeri pun mereda atau bahkan hilang sepenuhnya. Beberapa bisul bisa muncul bersamaan di area tubuh yang sama sehingga lebih terasa nyeri. Biasanya bisul akan pecah sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Namun jika bisul kian mengganggu aktivitas, penanganan medis bisa menjadi pilihan agar lebih cepat pecah. Gejala Gejala utama bisul adalah benjolan kecil berwarna kemerahan dan padat yang terasa sakit. Benjolan ini umumnya terdapat di bagian tubuh yang paling sering berkeringat atau mengalami gesekan, seperti wajah, leher belakang, paha, ketiak, dan bokong. Gejala lainnya meliputi: Kulit di sekitar benjolan bisul tampak membengkak Bisul awalnya kecil, lalu membesar hingga diameternya bisa mencapai lebih dari 5 sentimeter Muncul nanah beberapa hari setelah benjolan terbentuk Di ujung benjolan muncul titik putih kekuningan yang kemudian pecah dan membuat nanah keluar Bila terdapat beberapa bisul yang terkumpul di satu area, kadang pasien mengalami gejala demam, kelelahan, meriang, atau tidak enak badan. Penyebab Bakteri yang paling kerap menyebabkan bisul adalah Staphylococcus aureus. Karena itu, bisul juga sering disebut sebagai infeksi staph. Bakteri ini umumnya ada di beberapa area kulit tanpa menyebabkan masalah kesehatan. Bakteri Staphylococcus aureus baru dapat menyebabkan infeksi tatkala kulit terbuka. Bakteri dapat masuk ke tubuh lewat bukaan di kulit itu sehingga sistem imun akan berupaya melawannya. Upaya perlawanan dari sel darah putih untuk menyingkirkan bakteri ini yang memicu munculnya bisul. Seseorang lebih mungkin mengalami bisul bila sistem imunnya terganggu atau punya masalah kesehatan yang memperlambat pemulihan luka. Diabetes dan eksim (masalah kulit kronis yang ditandai dengan kulit kering dan gatal) adalah dua contoh masalah kesehatan kronis yang bisa meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri staph. Risiko mengalami bisul juga lebih besar jika: Berkontak erat dengan orang yang terkena infeksi bakteri staph Melakukan olahraga kontak atau berbagi peralatan olahraga yang sama Kelebihan berat badan Kekurangan nutrisi Cara Dokter Mendiagnosis Bisul Dokter kemungkinan besar bisa langsung mendiagnosis bisul dengan hanya melihatnya. Dokter biasanya dapat mengenali bisul berdasarkan penampilannya yang khas serta uraian gejala dari pasien. Bila perlu, sampel nanah akan dibawa ke lab untuk dites. Ini terutama dilakukan bila pasien berulang kali mengalami infeksi bakteri staph atau jika penanganan standar tak efektif memberikan hasil yang diharapkan. Pasien juga mungkin diminta menjalani tes darah bila terdapat beberapa bisul yang muncul di waktu yang sama atau berisiko tinggi mengalami komplikasi. Pemeriksaan nanah di laboratorium bertujuan mengetahui secara pasti jenis bakteri yang menyebabkan infeksi serta menentukan antibiotik yang tepat. Adapun tes darah membantu mencari tahu apakah infeksi telah menyebar dan kemungkinan adanya masalah kesehatan lain pada pasien yang bisa meningkatkan risiko berulangnya infeksi bakteri. Cara Mengatasi Bisul Pasien akan sembuh dari infeksi bila bisul sudah pecah dan nanah di dalamnya sepenuhnya kering. Biasanya bisul dapat pecah sendiri. Tapi dokter juga bisa melakukan prosedur sederhana yang aman menggunakan jarum atau pisah kecil khusus untuk membuat sayatan atau lubang di atas bisul sehingga nanah mengalir keluar. Area kulit yang sebelumnya ditumbuhi bisul lalu dibersihkan dan diperban. Pasien lantas bisa pulang dengan diberi informasi tentang cara membersihkan area kulit tersebut serta obat resep oles antibakteri. Dokter juga mungkin meresepkan obat antibiotik yang diminum. Dalam National Library of Medicine disebutkan antibiotik diperlukan hanya jika komplikasi telah atau kemungkinan besar terjadi. Komplikasi Mayoritas bisul bisa hilang tanpa bantuan medis ataupun komplikasi. Namun tetap ada kemungkinan komplikasi yang membahayakan, seperti sepsis, yakni ketika infeksi menyebar ke bagian tubuh lain hingga menyebabkan disfungsi organ. Sepsis bisa mengancam jiwa pasien karena organ tubuh tak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya, termasuk organ vital seperti jantung dan paru-paru. Pencegahan Cara mencegah bisul yang efektif adalah dengan mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat. Contohnya: Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer Menghindari berbagi benda pribadi seperti handuk, baju, selimut, atau pisau cukur... - Published: 2023-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/asites/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Suatu penyakit bisa berkembang menjadi aneka masalah kesehatan lain alias komplikasi. Komplikasi dari penyakit itu bisa mengakibatkan problem yang lebih serius dan memerlukan penanganan khusus. Sebagai contoh, seseorang yang terkena sirosis hati bisa mengalami komplikasi berupa asites. Mengenal Asites Asites adalah penumpukan cairan di rongga peritoneal, yakni ruang di sekitar organ di dalam abdomen atau perut. Asites terjadi karena adanya cairan yang bocor dari pembuluh darah akibat proses penyakit tertentu, terutama sirosis hati yang dibiarkan tidak mendapat penanganan. Sirosis adalah kondisi ketika hati penuh dengan jaringan parut hingga mengakibatkan hati rusak dan tak bisa berfungsi dengan normal. Kadang asites juga muncul dengan tumor di organ perut. Pada dasarnya asites tidak mengancam jiwa, tapi cairan di rongga perut akan meningkatkan tekanan terhadap liver dan banyak organ lain di sekitarnya, seperti ginjal, limpa, usus, dan pankreas. Selain itu, infeksi oleh bakteri pada area asites bisa membahayakan dan memerlukan penanganan secepatnya. Seperti dikutip dari Intecophen, asites bisa berujung pada sejumlah komplikasi lain yang membahayakan jiwa pasien dan memerlukan perawatan dalam jangka panjang. Asites muncul dari tekanan tinggi pada pembuluh darah di hati dan rendahnya kadar protein yang disebut albumin. Cairan yang menumpuk di organ perut bisa dikeringkan, tapi ada kemungkinan terakumulasi lagi setelah beberapa minggu atau bulan. Bila hal ini terjadi, diperlukan penanganan medis khusus agar cairan tak menumpuk lagi. Gejala Gejala asites bisa berkembang secara bertahap ataupun dengan cepat. Asites ringan bisa terasa seperti pertambahan berat badan biasa. Berikut ini gejala asites secara umum: Perut begah dan kembung Pertambahan berat badan Sakit perut Sesak napas Napas pendek Pembengkakan (edema) pada kaki Memar Gangguan fungsi dan struktur otak (ensefalopati) Rasa kenyang Perut terasa berat Mual atau gangguan pencernaan Muntah Wasir Kelelahan Nyeri punggung Sembelit Penyebab Penyebab asites paling umum adalah kerusakan organ hati akibat sirosis. Adapun penyebab utama sirosis salah satunya adalah infeksi kronik dari hepatitis B dan hepatitis C, serta minum minuman beralkohol secara berlebihan. Tumor dan kanker juga bisa memicu asites selain problem kesehatan seperti gangguan jantung dan infeksi. Seiring dengan rusaknya hati, organ ini menjadi lebih kaku sehingga meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah. Kondisi ini disebut hipertensi portal. Peningkatan tekanan itu menyebabkan cairan merembes keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di rongga peritoneal. Kondisi dan faktor risiko yang memicu asites antara lain: Konsumsi alkohol berlebih Infeksi hepatitis B atau C Peradangan hati kronis Kelebihan zat besi dalam tubuh (hemokromatosis) Kanker organ perut seperti liver, pankreas, rahim, dan usus besar Gagal jantung kongestif Infeksi rongga perut Peradangan pankreas Tuberkulosis Cara Dokter Mendiagnosis Asites Asites biasanya bisa terdeteksi dengan pemeriksaan fisik dan ultrasonografi (USG). Dokter juga akan menanyakan soal gejala yang dialami pasien. Prosedur lain yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab asites dan mengecek fungsi organ meliputi: Parasentesis, yakni mengambil sampel cairan dari perut menggunakan jarum khusus Tes fungsi hati Tes fungsi ginjal Tes darah untuk mengecek kadar protein dan elektrolit Pencitraan resonansi magnetik (MRI) Pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) MRI dan CT scan sama-sama prosedur pencitraan untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam perut. Bedanya adalah MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet, sementara CT scan memakai pemindaian dengan komputer dan sinar-X. Cara Mengatasi Asites Penanganan asites bertujuan menghentikan penumpukan cairan dan mengeluarkan cairan yang telah terakumulasi di rongga perut. Dokter pertama-tama akan mengidentifikasi dan menangani kondisi yang menyebabkan penumpukan itu. Cara lainnya termasuk penggunaan obat diuretik untuk mengurangi cairan dari dalam tubuh dan prosedur parasentesis. Parasentesis dilakukan dengan menyuntikkan jarum ke perut untuk mengambil cairan dari dalam rongga perut. Dalam prosedur ini, dokter akan memberikan anestesi sehingga pasien tidak merasakan apa pun ketika jarum disuntikkan ke perut. Adapun guna meringankan gejala seperti nyeri, mual, dan muntah, dokter akan meresepkan obat yang sesuai. Dokter juga akan meminta pasien mengurangi konsumsi garam dan tidak menggunakan pengganti garam yang mengandung potasium karena obat-obatan untuk mengatasi asites bisa meningkatkan kadar potasium dalam tubuh. Dalam kasus yang lebih berat ketika cairan kembali menumpuk setelah dikeringkan dengan parasentesis, pasien mungkin memerlukan prosedur transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS) hingga transplantasi hati bila ginjal sudah rusak berat akibat sirosis. Komplikasi Asites bisa menyulitkan aktivitas seperti makan, minum, dan mobilitas dari satu tempat ke tempat lain. Asites juga bisa berujung pada masalah pernapasan. Komplikasi lain yang bisa terjadi termasuk: Infeksi organ dalam perut Gagal ginjal Hernia Pencegahan Untuk mencegah asites, langkah utama yang penting untuk diambil adalah mengupayakan pencegahan sirosis hati dan kondisi lain yang bisa memicu penumpukan cairan di rongga perut. Caranya antara lain: Tidak minum minuman beralkohol Melakukan imunisasi untuk mencegah hepatitis B Skrining hepatitis B dan hepatitis C Mengurangi konsumsi makanan/ minuman dengan tinggi kandungan lemak dan kolesterol Melakukan upaya preventif sekunder pada orang dengan hepatitis B dan hepatitis C dengan cara berobat secara rutin atau cek berkala. Kapan Harus ke Dokter? Jika menderita sirosis hati, pastikan menjalani perawatan yang tepat agar terhindar dari risiko komplikasi asites. Begitu pula bila mengalami kondisi lain yang berpotensi memicu penumpukan... - Published: 2023-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/asbestosis/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Asbes dulu banyak dipakai sebagai bahan atap, insulasi, rem mobil, kapal, semen, pipa, keramik, tekstil, atap dan banyak lainnya. Namun sesungguhnya asbes sangat berbahaya bagi kesehatan sehingga banyak negara kemudian melarang pemakaiannya sejak tahun 1970 dikarenakan material debu asbes dapat menyebabkan asbestosis yang membuat fungsi paru terganggu dan rusak. Mengenal Asbestosis Asbestosis adalah penyakit paru yang timbul akibat inhalasi debu serat asbes. Saat debu asbes terhirup, serat asbes yang berukuran mikroskopis dan sangat kecil akan mengendap di paru dan tidak bisa dikeluarkan oleh tubuh. Semakin lama pajanan, endapan tersebut dapat menyebabkan kerusakan paru permanen dan gejala gangguan pernapasan kronis. Asbestosis tidak muncul sesaat setelah seseorang menghirup debu asbes serta butuh waktu lama sebelum gejala muncul dan terasa oleh orang tersebut. Orang yang terdiagnosis mengalami asbestosis saat ini mungkin 10-30 tahun lalu banyak menghirup debu asbes setiap hari. Asbes banyak dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan pada 1970-an hingga 1990-an. Menurut NHS, orang yang bekerja di industri konstruksi atau sejenis yang kerap memakai asbes berpotensi telah terpapar debu asbes akan menanggung risiko lebih tinggi terkena asbestosis. Walaupun saat ini asbes sudah tidak sering digunakan di bidang konstruksi, pekerja pembongkaran gedung/bangunan dapat terpajan saat mereka merubuhkan bangunan tua. Untuk penyakit asbestosis saat ini tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan pasien. Masalah pernapasan dapat terus memburuk dan dapat mengakibatkan sesak napas hingga gagal napas bila tidak mendapat penanganan dan perawatan yang tepat. Asbetosis dapat menjadi faktor resiko terjadinya kanker paru, terutama bagi perokok yang memiliki pajanan terhadap asbes. Gejala Asbestosis biasanya berkembang lambat dan gejalanya tidak disadari hingga berpuluh tahun kemudian setelah terpajan debu serat asbes. Gejala itu antara lain: Napas pendek atau dispneu Batuk kering dan terus-menerus Nyeri dada Batuk darah Kehilangan selera makan Kelelahan ekstrim Jari tangan atau kaki membengkak Napas pendek sebagai gejala asbestosis biasanya pada awalnya muncul pada saat beraktivitas fisik, tapi lama-kelamaan menjadi lebih konsisten. Penyebab Seperti disebutkan sekilas sebelumnya, seseorang dapat mengalami asbestosis jika sering menghirup udara yang mengandung debu asbes atau asbestos. Asbestos sendiri merupakan sebutan untuk sekelompok mineral yang digunakan di banyak industri. Terdapat beberapa macam partikel asbestos yang dibedakan berdasarkan bentuknya. Partikel asbes yang panjang, lurus, dan berbentuk seperti batang lebih berbahaya untuk kesehatan. Ketika terhirup dan masuk ke dalam organ paru, partikel ini menyebabkan jaringan parut pada paru dan dapat mengganggu gerakan mengembang dan mengempisnya paru selama bernapas. Menghirup asbes juga dapat mengakibatkan penebalan selaput yang menyelimuti paru (pleura). Selain lewat udara yang terhirup, partikel asbestos dapat masuk ke tubuh lewat konsumsi makanan atau minuman yang tercemar debu asbes. Semakin sering terpajan debu asbes, semakin besar risiko mengalami asbestosis atau penyakit lain yang berkaitan dengan partikel asbestos. Pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami asbestosis adalah pekerja konstruksi, mekanik kendaraan, pekerja elektrik, pekerja galangan kapan dan pekerja lain yang berhubungan dengan serat asbes. Cara Dokter Mendiagnosis Asbestosis Umumnya dokter menegakkan diagnosis asbestosis berdasarkan beberapa temuan, seperti: Paparan asbestos derajat sedang hingga berat Tanda klinis fibrosis atau jaringan parut pada paru Gambaran buram di paru pasien Fungsi paru yang rusak Temuan itu diperoleh dari pengecekan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik pasien. Selain itu, dokter akan menanyakan riwayat pekerjaan atau aktivitas sebelumnya yang berkaitan dengan paparan asbestos. Temuan itu juga didapatkan dari serangkaian tes, seperti: Roentgen dada (Chest X-Ray) CT scan toraks / rongga dada Tes fungsi paru (spirometri) Cara Mengatasi Asbestosis Saat terdiagnosis asbestosis, tidak ada terapi spesifik untuk menyembuhkan ataupun memulihkan kerusakan paru seperti semula. Namun terdapat pilihan pengobatan dan perubahan gaya hidup yang membantu meredakan gejala serta mencegah kerusakan lebih parah. Salah satu cara utama dan penting adalah segera berhenti merokok jika memiliki kebiasaan merokok dan hindari pajanan asap rokok. Terapi tambahan lain adalah terapi rehabilitasi paru untuk membantu latihan pernapasan dan meningkatkan kekuatan paru untuk memperingan gejala asbestosis. Penting untuk segera menurunkan atau menghentikan pajanan asbestos lebih lanjut. Hal ini dapat dilakukan dengan memakai masker atau pakaian khusus saat bekerja atau bahkan berganti pekerjaan. Diskusikan dengan dokter cara terbaik untuk menghindari pajanan di lingkungan pekerjaan jika mampu laksana. Perawatan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala termasuk terapi pemberian oksigen tambahan. Jaringan parut akibat asbestosis membuat pasien sulit mengambil napas dalam sehingga jumlah oksigen yang masuk ke tubuh lebih sedikit. Terapi oksigen akan menambah jumlah oksigen dari tiap kali napas. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat-obatan tambahan yang berguna membuat napas lebih mudah. Selain itu, pasien akan diimbau mendapat vaksin influenza, vaksin pneumonia, vaksin COVID19 dan infeksi pernapasan lain untuk mencegah perburukan kondisi paru. Pada kasus jaringan parut yang berat, pilihan yang mungkin harus diambil adalah transplantasi paru. Komplikasi Jika positif mengalami asbestosis, artinya sudah terbentuk jaringan parut pada paru yang mengakibatkan kedua paru kehilangan elastisitas atau kemampuannya memasukkan oksigen dengan baik dan optimal. Karena itulah gejala awalnya adalah napas pendek terutama ketika melakukan aktivitas fisik. Ketika kondisi itu makin parah, dapat muncul komplikasi seperti batuk berdahak dan mengi (sesak yang disertai bunyi) yang parah. Berdasarkan... - Published: 2023-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/asam-urat/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Penyakit asam urat menyimpan berbagai bahaya kesehatan di baliknya yang butuh perhatian. Selama ini penyakit tersebut identik dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi pada orang tua. Namun ternyata bukan hanya orang tua yang bisa mengalaminya, tapi juga orang muda, remaja, dan bahkan anak-anak. Mengenal Asam Urat Penyakit asam urat adalah penyakit yang menyebabkan rasa nyeri hebat yang terjadi secara tiba-tiba pada persendian. Penyakit ini juga disebut artritis gout. Selain nyeri, bagian sendi itu akan membengkak, hangat, lunak ketika disentuh, dan memerah. Serangan nyeri ini terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah yang membentuk kristal monosodium urat pada rongga-rongga sendi serta jaringan sekitarnya. Kristal berukuran kecil berwujud mirip jarum inilah yang menyebabkan serangan nyeri hebat setelah sebelumnya memunculkan reaksi peradangan. Reaksi ini terjadi seiring dengan upaya tubuh untuk mengeluarkan kristal tersebut. Biasanya serangan hanya terjadi pada satu sendi pada satu waktu, seringnya sendi besar jari-jari kaki, namun sendi lain juga bisa terpengaruh, seperti pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, dan siku. Dalam kasus yang jarang terjadi, sendi bahu, pinggul, atau tulang belakang juga bisa terkena. Efek serangan nyeri dari penyakit asam urat berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalami satu episode serangan saja tanpa masalah lain, ada juga yang merasakan nyeri hebat dalam waktu lama. Terdapat empat tahap penyakit asam urat, yakni: Tahap 1: Kadar asam urat tinggi tanpa serangan nyeri. Tahap 2: Terjadi serangan asam urat akut yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada satu atau lebih persendian. Tahap 3: Pada tahap ini pasien merasa normal setelah rasa nyeri reda, tapi berisiko mengalami serangan berulang. Tahap 4: Pasien masuk tahap asam urat kronis di mana terdapat gumpalan asam urat alias tophi sehingga serangan nyeri lebih sering terjadi dan lebih hebat dari satu serangan ke serangan lain. Gejala Serangan penyakit asam urat berkembang dengan sangat cepat. Serangan awal kerap terjadi pada malam hari ketika tidur atau ketika bangun di pagi hari. Gejala yang dialami antara lain: Nyeri sendi yang mendadak dan hebat Sendi membengkak Kulit di area sendi tampak kemerahan atau keunguan Kulit terasa sangat lunak hingga sentuhan kain tipis saja bisa menyebabkan rasa sakit Tidak bisa menggerakkan bagian sendi yang terkena serangan karena terasa sangat sakit Penyebab Penyakit asam urat dulu disalahpahami sebagai penyakitnya orang kaya karena tampak disebabkan oleh makanan yang sering dimakan orang kaya dan terlalu banyak minum alkohol. Namun kini penyakit ini didapati bisa menyerang segala kalangan karena ada beragam penyebabnya. CDC menjelaskan bahwa penyebab penyakit asam urat adalah hiperurikemia, yakni kondisi ketika tubuh kelebihan kandungan asam urat. Tubuh menghasilkan asam urat ketika memecah purin, zat yang terdapat pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, seperti kerang-kerangan, makanan laut, jeroan, daging merah, bir, olahraga berlebih, dan anggur merah. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko mengalami penyakit asam urat: Genetik Tekanan darah tinggi Diabetes Obesitas Stres Kemoterapi Pembedahan atau operasi Obat dan vitamin tertentu Konsumsi alkohol berlebih Dehidrasi Cara Dokter Mendiagnosis Asam Urat Untuk mendiagnosis penyakit asam urat, dokter akan mengecek riwayat kesehatan personal dan keluarga. Lalu dokter akan memeriksa sendi yang mengalami serangan. Untuk memastikan diagnosis, dokter bisa meminta pasien menjalani tes darah untuk mengukur kadar asam urat di dalam tubuh. Dokter juga bisa mengambil sampel cairan dari sendi yang terpengaruh guna memeriksa kristal yang terbentuk lebih lanjut. Kadang tes laboratorium dan pencitraan sinar-X dibutuhkan untuk menentukan apakah pembengkakan yang terjadi disebabkan oleh kondisi selain penyakit asam urat. Untuk diingat, tingginya kadar asam urat dalam darah tidak selalu menandakan seseorang sudah terkena penyakit asam urat. Begitu pula sebaliknya, bila kadarnya rendah, bukan berarti orang tersebut aman dari serangan nyeri asam urat. Cara Mengatasi Asam Urat Tidak ada obat untuk menyembuhkan pasien asam urat. Namun kondisi ini bisa dikendalikan dengan perawatan dan pengobatan yang tepat. Prosedur medis ini bisa membantu pasien menghindari serangan nyeri berikutnya dan kerusakan sendi dalam jangka panjang. Berikut ini prosedur awal untuk mengatasi serangan asam urat: Obat-obatan untuk meredakan nyeri dan bengkak Modifikasi menu makanan dengan menghindari makanan dan minuman yang punya kandungan purin tinggi Minum banyak air putih setiap hari Menghindari minuman beralkohol Istirahat dengan berbaring dan naikkan kaki lebih tinggi daripada tubuh Jika serangan nyeri berlanjut, kondisi yang melatarinya harus mendapat penanganan terlebih dahulu. Misalnya ada obat tertentu yang memicu serangan, dokter akan merekomendasikan penghentian obat tersebut selama memungkinkan. Komplikasi Tanpa perawatan yang tepat, asam urat berpotensi berkembang dan menyebabkan komplikasi seperti: Kerusakan sendi Perubahan bentuk sendi Keterbatasan mobilitas atau rentang gerak Tulang rapuh dan mudah patah Tophi menumpuk di seluruh tubuh Batu ginjal Penyakit ginjal kronis Pencegahan Upaya mencegah asam urat bisa dimulai dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman sehari-hari. Batasi makanan dan minuman yang mengandung banyak purin serta jaga berat badan normal. Minuman yang terkenal kaya akan purin adalah minuman yang manis-manis serta alkohol. Cara lainnya termasuk: Minum air 2 liter atau 8 gelas sehari Berolahraga secara teratur Mengendalikan kondisi atau penyakit lain yang berkaitan, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes... - Published: 2023-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/bronkitis/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Saluran udara termasuk bagian dari sistem organ tubuh manusia yang rentan mengalami masalah. Misalnya bronkitis yang merupakan salah satu penyakit paling umum pada pasien rawat jalan. Orang yang mengalami penyakit ini bisa sembuh sepenuhnya dalam waktu singkat setelah menjalani pengobatan, tapi bisa juga gejalanya terus ada sehingga membutuhkan perawatan dalam jangka panjang. Mengenal Bronkitis Bronkitis adalah kondisi inflamasi atau peradangan pada saluran udara yang menghubungkan trakea dengan paru-paru yang disebut bronkus. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan dapat menyebabkan batuk, sesak napas, dahak, serta demam. Paparan bahan kimia atau zat yang dapat merusak paru-paru juga bisa mengakibatkan inflamasi. Terdapat dua jenis bronkitis, yakni bronkitis akut dan kronis. Keduanya berbeda dalam hal durasi, penyebab, gejala, dan pengobatan. Bronkitis akut biasanya berlangsung selama beberapa minggu dan dapat sembuh dengan tuntas tanpa perawatan khusus, sementara bronkitis kronis adalah kondisi yang lebih serius dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun, memerlukan perawatan jangka panjang, dan acap tak dapat disembuhkan sepenuhnya. Bronkitis bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Menurut suatu studi, ketika terkena bronkitis di masa kanak-kanak, ada kemungkinan seseorang mengalami masalah paru-paru ketika dewasa, Belum ada data prevalensi yang pasti mengenai bronkitis di Indonesia karena belum ada penelitian menyeluruh tentang kondisi ini. Namun bronkitis termasuk salah satu penyakit yang cukup umum. Menurut data WHO, penyakit saluran pernapasan adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Bronkitis termasuk kelompok penyakit tersebut. Gejala Gejala bronkitis bisa bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung jenis dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa orang mungkin hanya batuk-batuk dan sedikit sesak napas, sementara orang lain mungkin mengalami gejala yang lebih serius, seperti demam tinggi dan sulit bernapas. Berikut ini beberapa gejala bronkitis: Batuk lebih dari lima hari dengan dahak. Batuk ini bersifat kering atau basah dan bisa memburuk pada malam hari atau saat terkena udara dingin. Dahak keluar dari tenggorokan, biasanya berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan. Sesak napas atau sulit bernapas, terutama saat melakukan aktivitas fisik. Dada terasa sesak atau tidak nyaman. Demam, terutama pada bronkitis akut. Kelelahan Tidak enak badan. Nyeri tenggorokan atau sakit kepala, terutama pada bronkitis akut. Nafsu makan menurun. Selain itu, terdapat gejala lain seperti hidung meler atau tersumbat, nyeri otot dan sendi, serta sakit kepala. Penyebab Penyebab bronkitis bisa infeksi virus, bakteri, atau bahan kimia atau polutan yang dapat menimbulkan iritasi. Infeksi virus adalah penyebab utama bronkitis akut, sedangkan infeksi bakteri umumnya mengakibatkan bronkitis kronis. Berikut ini beberapa penyebab dan faktor yang meningkatkan risiko terkena bronkitis: Asap rokok Polusi udara Asam sulfat Amonia Sistem kekebalan tubuh yang lemah Menderita asma, alergi, atau penyakit paru obstruktif kronis Usia tua Paparan suhu ekstrem panas ataupun dingin Bekerja di bidang atau tempat yang rentan terpapar polutan atau bahan kimia, misalnya di pertambangan Cara Dokter Mendiagnosis Bronkitis Dokter dapat mendiagnosis bronkitis setelah melakukan pemeriksaan fisik dan mendiskusikan gejala yang dialami pasien. Bila dalam pemeriksaan pasien mengeluhkan gejala batuk terus-menerus, mengeluarkan dahak kekuningan atau kehijauan, serta baru-baru ini mengalami infeksi paru atau demam, besar kemungkinan dokter bisa langsung menegakkan diagnosis. Dokter juga mungkin perlu menjalankan tes fungsi paru-paru untuk menilai kinerja paru-paru dalam sistem pernapasan serta sejumlah tes lain, seperti: Tes dahak untuk mengecek apakah ada infeksi virus atau bakteri Tes darah yang bisa membantu memastikan tanda infeksi dalam tubuh Sinar-X dada guna mengetahui apakah ada infeksi atau peradangan pada saluran pernapasan CT scan atau pemindaian tomografi terkomputasi untuk mendapat gambaran saluran pernapasan yang lebih rinci serta mendeteksi bronkitis kronis Cara Mengatasi Bronkitis Penanganan bronkitis bergantung pada jenis dan tingkat keparahan yang dialami pasien. Cara yang biasanya digunakan antara lain: Menghirup uap untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan lendir atau dahak di saluran pernapasan, misalnya dengan mandi air panas atau memakai humidifier Minum banyak air putih dan jus buah murni untuk melunakkan lendir agar mudah keluar dan mencegah dehidrasi Istirahat yang cukup agar tubuh punya kesempatan untuk memulihkan diri Pengobatan sesuai dengan gejala yang dialami, misalnya obat batuk dan pereda nyeri Minum antibiotik bila bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri Menghindari penyebab iritasi, seperti asap rokok, udara kotor, dan bahan kimia yang beraroma tajam dan bisa menyebabkan peradangan Terapi fisik untuk mengurangi gejala bronkitis kronis dan memulihkan fungsi paru-paru Komplikasi Bronkitis bisa menyebabkan komplikasi bila tak mendapat penanganan yang tepat. Di antaranya: Pneumonia atau peradangan jaringan paru-paru akibat infeksi virus atau bakteri dari bronkus Asma jika terjadi peradangan kronis pada saluran udara Serangan jantung Emfisema atau kerusakan permanen pada saluran udara kecil Gangguan tidur akibat gejala bronkitis, terutama batuk yang parah Komplikasi kehamilan bila bronkitis terjadi pada ibu hamil Pencegahan Cara terbaik untuk mencegah bronkitis adalah menghindari pemicunya, khususnya asap rokok. Jika punya kebiasaan merokok, berhentilah. Hindari juga asap rokok dari orang lain. Selain itu, vaksin influenza dan pneumonia bisa membantu sebagai upaya pencegahan terutama bagi para lanjut usia dengan masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes. Penerapan pola hidup bersih dan sehat juga penting untuk menghindari infeksi bakteri atau virus... - Published: 2023-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/ankylosing-spondylitis/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Nyeri punggung adalah salah satu problem kesehatan yang sangat umum di kalangan masyarakat. Penyebab dan gejalanya bermacam-macam, dari yang ringan hingga berat. Begitu juga jenisnya. Misalnya nyeri punggung artritis yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan atau ankylosing spondylitis yang membutuhkan perawatan berbeda dibanding nyeri punggung biasa. Mengenal Ankylosing Spondylitis Ankylosing spondylitis adalah gangguan peradangan sistemik kronis yang terutama mempengaruhi tulang belakang atau punggung. Selain nyeri punggung, penyakit ini menyebabkan kekakuan tulang belakang serta radang pinggul, bahu, sendi di tangan atau kaki, serta jari tangan atau kaki. Gangguan ini bisa terjadi pada pria ataupun wanita, tapi gejalanya lebih umum dialami pria. Biasanya gejala nyeri punggung mulai terasa pada usia 30-an tahun. Ada kaitan kondisi ini dengan genetik. Artinya, seseorang lebih berisiko mengalami nyeri ankylosing spondylitis jika ada kerabatnya yang juga mengalaminya, terutama bila ada gen HLA B27 yang terdeteksi dalam tes darah. Pada individu yang mengalami ankylosing spondylitis, sendi dan ligamen yang biasanya memungkinkan tulang belakang bergerak menjadi meradang dan kaku. Sendi lain seperti pinggul, bahu, lutut, atau pergelangan kaki juga bisa terkena peradangan. Bila tak dikendalikan, peradangan di tulang belakang dan jaringan lunak muskuloskeletal lain serta persendian bisa meningkatkan pembentukan tulang di tulang belakang. Akibatnya, tulang belakang menjadi makin kaku dan akhirnya dapat melebur. Kekakuan ini berdampak pada kemampuan menjaga kepala tetap tegak dan memutar serta membatasi gerakan punggung bawah dan atas. Aktivitas normal sehari-hari pun menjadi terganggu. Gejala Gejala ankylosing spondylitis yang utama adalah punggung terasa nyeri dan kaku. Berbagai masalah lain di tubuh juga bisa terjadi akibat kondisi ini, seperti: Nyeri kronis dan kekakuan pada punggung bagian bawah tempat pertemuan tulang belakang dengan panggul Nyeri yang makin terasa ketika tidak beraktivitas, termasuk saat duduk dalam waktu lama dan ketika tidur Rasa nyeri mereda ketika mandi dengan air hangat Nyeri terasa seperti bergerak dari satu sisi ke sisi lain di punggung bawah dekat bokong Nyeri di bagian tulang rusuk, seperti ketika membuang napas Kaki atau tumit terasa nyeri Nyeri di rahang Demam Diare, kembung, atau gejala penyakit gastrointestinal lain Mata berwarna kemerahan karena peradangan Kelelahan Penyebab Penyebab ankylosing spondylitis tidak diketahui pasti. Penyakit ini dianggap sebagai autoimun, yakni kondisi ketika sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri hingga menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang dengan riwayat keluarga yang memiliki kondisi tersebut. Salah satu teori menyebutkan pemicunya bisa jadi berasal dari faktor lingkungan, seperti infeksi terhadap orang dengan gen yang membuatnya berisiko terkena ankylosing spondylitis. Sistem kekebalan merespons pemicu itu dengan memproduksi bahan kimia yang menyebabkan peradangan pada tulang belakang dan sendi tubuh lain. Meski begitu, tidak ada bukti bahwa infeksi menyebabkan kondisi ini. Cara Dokter Mendiagnosis? Diagnosis dini terhadap ankylosing spondylitis sangat krusial untuk mencegah peleburan sendi dan kekakuan permanen pada tulang belakang. Dokter akan mengevaluasi riwayat kesehatan lengkap, termasuk riwayat penyakit nyeri punggung dalam keluarga, ketika melakukan diagnosis. Dokter juga akan memastikan usia pasien ketika gejala nyeri punggung terasa. Selain itu, pasien mungkin perlu menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti: Pemeriksaan fisik, termasuk jangkauan gerakan tulang belakang pasien Sinar-X Pemindaian resonansi magnetik (MRI) Tes darah Diagnosis ankylosing spondylitis mungkin memerlukan rujukan ke reumatolog atau doktor yang memiliki spesialisasi menangani artritis. Cara Mengatasi Ankylosing Spondylitis Ankylosing spondylitis tak bisa disembuhkan. Karena itu, penanganan ditujukan untuk meminimalkan gejala, mencegah komplikasi, dan menjaga mobilitas. Biasanya perawatan pasien ankylosing spondylitis menggunakan cara kombinasi sehingga melibatkan tim yang terdiri atas beberapa dokter spesialis dan ahli terapi. Cara kombinasi yang digunakan termasuk: Obat-obatan: obat anti-inflamasi nonsteroid untuk meredakan nyeri dan inflamasi, obat pereda nyeri seperti parasetamol, dan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan Terapi fisik: olahraga untuk menjaga pergerakan sendi tulang belakang serta menguatkan otot punggung dan leher, antara lain dengan berenang Modifikasi gaya hidup: tidak merokok, menjaga berat badan sehat, dan menerapkan pola makan gizi seimbang Operasi untuk kasus yang parah, misalnya penggantian sendi panggul dan meluruskan tulang belakang Komplikasi Pasien ankylosing spondylitis empat kali lipat lebih berisiko mengalami patah tulang. Komplikasi lainnya meliputi: Berkurangnya fleksibilitas Kerusakan sendi Irtritis, yakni mata menjadi merah dan bengkak serta peka terhadap cahaya Penyakit kardiovaskular Sindrom cauda equina, yakni saraf di bagian bawah tulang belakang menjadi padat sehingga menyebabkan mati rasa di beberapa bagian tubuh seperti sekitar alat kelamin dan kaki Psiorasis, yakni kulit bercak-bercak dan terkelupas Penyakit radang usus Pencegahan Karena penyebab ankylosing spondylitis tak diketahui pasti dan ada keterkaitan dengan masalah genetik, tak ada langkah pencegahan yang terbukti efektif. Namun dalam sebagian besar kasus pasien masih bisa menjalani hidup mandiri jika mengikuti arahan dokter dalam perawatan. Kapan Harus ke Dokter? Nyeri punggung bisa disebabkan oleh banyak hal. Guna memastikan apakah nyeri itu diakibatkan oleh ankylosing spondylitis, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter. Reviewed by dr. Ivander Pruvance, SpOT Dokter Spesialis Ortopedi Primaya Hospital Semarang - Published: 2023-04-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/anus-gatal/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam - Translation Priorities: Optional Anus gatal pasti akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi gatal yang bersumber dari area sekitar lubang dubur ini bukanlah penyakit, melainkan gejala dari penyakit atau kondisi tertentu. Meski umum terjadi, kondisi ini tetap butuh perhatian karena bisa mendatangkan komplikasi yang lebih serius. Mengenal Anus Gatal Anus gatal adalah kondisi ketika area di sekitar lubang tempat keluarnya feses memunculkan sensasi gatal. Dalam dunia medis, kondisi ini biasa disebut pruritus ani yang berasal dari bahasa Latin. Individu yang mengalami kondisi ini bisa merasakan gatal yang intens sehingga tak tahan ingin menggaruknya. Rasa gatal pada anus bisa ringan atau berat, bisa pula terasa terus-menerus atau timbul-tenggelam. Anus gatal juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti kemerahan, pembengkakan, atau sensasi terbakar alias perih di sekitar anus. Meskipun dapat sangat mengganggu, kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan perawatan mandiri di rumah dan perubahan gaya hidup, seperti menjaga kebersihan area sekitar anus dan mencegah iritasi kulit. Namun, dalam beberapa kasus, anus gatal bisa jadi merupakan gejala adanya masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis yang lebih intensif. Kondisi ini juga mungkin berkembang menjadi lebih serius karena upaya pasien untuk meredakan gejala sendiri yang malah memperburuk keadaan. Gejala Gejala utama anus gatal adalah rasa gatal di sekitar anus. Gejala lain yang mungkin menyertai termasuk: Kulit di sekitar anus kering dan retak-retak Pembengkakan di area sekitar anus Kulit di area anus berwarna kemerahan dan muncul ruam Sensasi terbakar atau perih pada anus Keluar cairan atau lendir dari anus Merasa nyeri atau tidak nyaman ketika buang air besar Keinginan kuat untuk menggaruk atau menggosok area sekitar anus Gejala ini bisa terjadi selama beberapa hari hingga berbulan-bulan. Bila terjadi perdarahan, lecet, atau nanah, dibutuhkan pemeriksaan oleh dokter untuk memperoleh perawatan yang tepat. Penyebab Penyebab anus gatal tak selalu bisa diketahui dengan pasti. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain: Infeksi kulit: infeksi jamur, bakteri, atau virus dapat menyebabkan rasa gatal pada area sekitar anus Iritasi kulit: penggunaan sabun atau tisu toilet atau pakaian yang terlalu ketat atau kasar bisa mengakibatkan kulit di sekitar anus menjadi kering, retak, dan gatal Alergi: alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau bahan kimia tertentu dapat menyebabkan reaksi kulit berupa gatal di sekitar anus Hemoroid: pelebaran pembuluh darah di area anus dan rektum alias wasir ini dapat membuat anus terasa gatal Penyakit kulit: penyakit kulit seperti psoriasis, dermatitis atopik, dan eksim dapat menyebabkan anus gatal, termasuk akibat tidak membersihkan area anus dengan tuntas setelah buang air besar Konstipasi: konstipasi atau sembelit dapat menyebabkan kotoran terakumulasi di dalam usus bisa mengakibatkan iritasi dan rasa gatal di sekitar anus Kanker anus: kanker anus termasuk penyebab anus gatal yang sangat jarang terjadi Selain sejumlah penyebab itu, ada kemungkinan pemicu anus terasa gatal adalah psikogenik alias berkaitan dengan pikiran. Kondisi ini disebut gatal psikogenik. Cara Dokter Mendiagnosis? Guna menegakkan diagnosis anus gatal, dokter akan menjalankan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa area sekitar anus untuk melihat tanda-tanda infeksi atau peradangan. Sejumlah tes dan prosedur yang mungkin dibutuhkan untuk mengonfirmasi diagnosis antara lain: Tes kulit untuk mengecek reaksi alergi atau infeksi pada kulit di area anus Tes tinja guna mendeteksi infeksi atau parasit yang mungkin memicu anus gatal Kolonoskopi: penggunaan alat khusus untuk melihat bagian dalam usus besar dan rektum untuk mengecek kemungkinan penyebab rasa gatal pada anus Biopsi: pengambilan sampel jaringan kulit di sekitar anus untuk diperiksa di laboratorium Cara Mengatasi Anus Gatal Penanganan anus gatal bergantung pada penyebabnya. Sejumlah pilihan caranya antara lain: Menjaga kebersihan area sekitar anus: mandi atau rutin membersihkan area sekitar anus dengan air dan sabun yang lembut bisa membantu mengurangi rasa gatal. Setelah dibersihkan, pastikan area sekitar anus benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian. Menghindari pemicu: bila anus gatal terjadi akibat iritasi kulit, hindari faktor pemicu seperti pakaian ketat, tisu toilet beraroma, serta sabun atau produk perawatan tubuh yang mengandung bahan kimia keras Menggunakan krim kortikosteroid: krim ini bisa membantu mengurangi rasa gatal dan peradangan, tapi harus dengan resep dokter agar aman Minum obat antihistamin: bila penyebab anus gatal adalah alergi, dokter akan meresepkan obat antihistamin untuk meredakan gejala Mengatasi sembelit: konsumsi makanan yang kaya akan serat dan minum banyak air untuk membantu menjaga kesehatan dan kelancaran sistem pencernaan Mengobati infeksi: untuk mengatasi infeksi yang mengakibatkan anus gatal, dokter akan memberikan obat antibiotik atau antijamur sesuai dengan penyebabnya Komplikasi Anus gatal bisa menyebabkan komplikasi jika tak mendapat perawatan yang tepat. Di antaranya: Luka pada kulit di area anus akibat digaruk terlalu keras sehingga membuka jalan bagi infeksi bakteri atau jamur Kudis atau infeksi kulit akibat kutu yang bisa menyebar ke seluruh tubuh bila tak diobati Robekan atau retakan di dinding anus Pembengkakan pembuluh darah memburuk bila anus digaruk terus-menerus Pencegahan Berikut ini beberapa cara untuk mencegah anus gatal: Membersihkan area anus dengan lembut setelah buang air besar. Gunakan tisu basah atau bilas dengan air agar lebih bersih. Menghindari penggunaan sabun berbahan... - Published: 2023-04-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/body-dysmorphic-disorder/ - Kategori: Kejiwaan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Terdapat banyak jenis gangguan mental yang ada di tengah masyarakat dan butuh perhatian. Salah satunya adalah body dysmorphic disorder atau gangguan dismorfik tubuh. Gangguan mental ini sering muncul mulai usia remaja dan tak terdiagnosis selama bertahun-tahun. Bila tak mendapat perawatan yang tepat, kondisi orang yang mengidap gangguan ini bisa makin buruk seiring dengan waktu. Mengenal Body Dysmorphic Disorder Body dysmorphic disorder adalah masalah kejiwaan yang membuat penderitanya merasa ada yang kurang dalam penampilan atau bagian tubuhnya dan terus-menerus memikirkannya hingga menyebabkan stres dan mengganggu fungsinya sehari-hari. Gangguan dismorfik tubuh berbeda dengan jenis gangguan somatoform lain seperti gangguan obsesif-kompulsif, gangguan makan, dan depresi. American Psychiatric Association menggolongkan body dysmorphic disorder sebagai gangguan somatoform tersendiri pada 1987. Gangguan somatoform atau gejala somatik adalah gangguan kejiwaan yang gejala fisiknya mengindikasikan ada masalah kesehatan tapi tak bisa dijelaskan sepenuhnya secara medis pada umumnya. Orang yang menderita body dysmorphic disorder tidak suka terhadap penampilannya dalam taraf tertentu hingga tak bisa berhenti memikirkan dan mengkhawatirkannya. Bagi orang lain, reaksi tersebut tampak berlebihan karena hal yang dianggap sebagai kekurangan dalam penampilan itu tak terlihat atau dinilai hanya kecil, seperti tahi lalat atau bekas jerawat tipis yang mungkin tak disadari oleh orang lain. Walau begitu, bagi penderita body dysmorphic disorder, hal tersebut dianggap sebagai cacat yang besar, jelas, dan parah. Body dysmorphic disorder kerap muncul pada masa pra-remaja, tapi sering tak disadari dan tak terdiagnosis hingga dewasa. Diagnosis dan perawatan sejak dini penting karena gangguan ini bisa mengarah pada disabilitas, depresi, dan bahkan bunuh diri. Gejala Body dysmorphic disorder biasanya mulai muncul pada usia 12-13 tahun. Gejala yang biasa muncul antara lain: Terlalu khawatir atau malu pada penampilan Percaya bahwa kekurangan kecil pada penampilan membuatnya jelek Tenggelam dalam kekhawatiran terhadap bagian tertentu pada tubuh, seperti hidung atau gigi Menghabiskan banyak waktu ketika becermin atau sepenuhnya menghindari dari cermin Terus-menerus mencari kepastian tentang penampilannya Menolak difoto Ingin menjalani operasi kosmetik Depresi Merasa cemas di lingkungan sosial Kekhawatiran mengganggu kehidupan sehari-hari Penyebab Saat ini belum diketahui pasti penyebab body dysmorphic disorder. Dalam banyak kasus, ada kemungkinan kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosio-kultural yang berpengaruh. Menurut studi, ketidakseimbangan kadar serotonin di otak bisa jadi membuat orang lebih menunjukkan gejala gangguan tersebut. Selain itu, ada kemungkinan olok-olok yang berlebihan di masa kecil atau tekanan keluarga mengenai penampilan menjadi faktor risiko. Berikut ini beberapa faktor yang mungkin membuat seseorang mengalami body dysmorphic disorder: Perundungan atau perisakan Kepercayaan diri rendah Ketakutan ditolak Perfeksionis Membandingkan diri dengan orang lain Genetik Depresi, kecemasan, atau gangguan obsesif-kompulsif Cara Dokter Mendiagnosis Body Dysmorphic Disorder Dokter ahli kejiwaan atau pakar kesehatan mental bisa membuat diagnosis body dysmorphic disorder dengan kombinasi pemeriksaan fisik dan evaluasi psikologis. Seseorang bisa didiagnosis mengalami gangguan dismorfik tubuh bila: Khawatir berlebihan terhadap kekurangan yang kecil atau tidak ada pada tubuh Pikiran tentang kekurangan itu cukup parah hingga mengganggu kemampuan hidup secara normal Dokter juga akan menanyakan gejala yang dialami dan memeriksa riwayat kesehatan pasien untuk membedakannya dengan gangguan kejiwaan lain. Gejala gangguan makan, depresi, kecemasan sosial, dan obsesif-kompulsif bisa mirip dengan gejala body dysmorphic disorder. Cara Mengatasi Body Dysmorphic Disorder Terdapat setidaknya dua cara untuk mengatasi body dysmorphic disorder, yakni terapi obat-obatan dan psikoterapi. Obat yang tampak bermanfaat dan efektif pada penderita gangguan dismorfik tubuh adalah serotonin-reuptake inhibitors (SRI). SRI adalah sekumpulan obat antidepresan yang telah berhasil digunakan dalam penanganan depresi dan gangguan obsesif-kompulsif. Pasien yang merespons terapi SRI umumnya menghabiskan lebih sedikit waktu saat menyalurkan obsesi pada kekurangan tubuhnya. Ketika pasien mulai memikirkan kekurangan tersebut, mereka lebih mudah mengesampingkan pikiran tersebut dan memikirkan hal lain. Perasaan cemas, depresi, hingga keinginan bunuh diri pun berkurang seiring dengan waktu. Adapun psikoterapi yang digunakan dalam penanganan gangguan dismorfik tubuh adalah terapi perilaku kognitif. Tujuannya adalah mengurangi tekanan terkait dengan situasi tertentu yang biasanya mereka hindari karena harus menunjukkan kekurangan tubuh yang dikhawatirkan. Komplikasi Komplikasi yang bisa jadi disebabkan atau terkait dengan body dysmorphic disorder antara lain: Kepercayaan diri anjlok Menutup diri dari lingkungan sosial Depresi berat atau gangguan suasana hati lain Perilaku atau pikiran untuk bunuh diri Gangguan kecemasan Gangguan obsesif-kompulsif Gangguan makan Penyalahgunaan obat-obatan terlarang Masalah kesehatan karena gangguan perilaku Sakit fisik atau risiko cacat karena operasi kosmetik berulang Pencegahan Tidak ada cara pasti untuk mencegah body dysmorphic disorder. Cara pencegahan terbaik adalah dengan mendeteksinya sejak dini. Gangguan ini cenderung makin parah ketika usia bertambah. Operasi plastik untuk mengoreksi kekurangan tubuh yang dikhawatirkan jarang bisa menjadi solusi. Anggota keluarga bisa membantu dengan tidak berlebihan dalam mengomentari penampilan atau justru ikut mengolok-olok kekurangan anak atau remaja dalam keluarga tersebut. Kapan Harus ke Dokter? Body dysmorphic disorder adalah gangguan mental. Bila anak atau remaja tampak terlalu khawatir terhadap penampilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kejiwaan. Terlebih jika gejala yang muncul sudah mengganggu kehidupannya sehari-hari. Reviewed by Cecilia Helmina Erfanie Sinaga, M. Psi, Psikolog Psikolog Primaya Hospital Karawang - Published: 2023-04-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/bintitan/ - Kategori: Mata, Penyakit - Translation Priorities: Optional Bintitan adalah salah satu masalah kesehatan yang masih kental dengan mitos. Banyak yang bilang bintitan adalah tanda bahwa orang suka mengintip. Pandangan ini tentu keliru bila ditinjau dari sisi medis. Apa itu bintitan dan bagaimana gejala serta cara mencegah dan mengobatinya akan dibahas di bawah ini. Mengenal Bintitan Bintitan adalah bintil kecil berwarna kemerahan yang muncul di area dalam atau luar kelopak mata. Dalam dunia kesehatan, bintitan disebut hordeolum. Orang awam juga sering menyebutnya dengan timbil atau timbilan. Tidak ada kaitan antara hobi mengintip dan kemunculan bintil yang terasa sakit bila disentuh ini. Di bagian tengah bintil bintitan tampak titik berwarna kuning yang merupakan nanah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang berkembang di dalam folikel akar bulu mata, di dalam kelenjar apokrin, atau di dalam kelenjar minyak yang melekat pada folikel. Bintitan bisa berkembang pada anak-anak maupun orang dewasa hanya dalam hitungan hari setelah terjadi infeksi. Bintitan lazim terjadi dan tidak membahayakan. Bakteri stafilokokus yang paling sering menyebabkan bintitan biasa ada di tubuh manusia, terutama kulit area hidung, dan tidak memicu infeksi. Infeksi terjadi hanya ketika bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui epitel atau lapisan atas kulit dan selaput lendir yang terganggu atau rusak, misalnya akibat luka. Setelah masuk, bakteri ini bisa menyebar hingga mencapai mata dan menyebabkan bintitan. Meski mirip, bintitan berbeda dengan jerawat. Jerawat terjadi ketika minyak berlebih terperangkap di dalam pori-pori kulit. Kelenjar minyak yang tersumbat sel kulit mati menyebabkan berkembangnya jerawat. Tidak ada infeksi bakteri yang terlibat dalam kemunculan jerawat. Gejala Pasien bintitan umumnya mengeluhkan gejala seperti: Bintil kecil di kelopak mata Mata berair Mata tak tahan melihat cahaya Kelopak mata memerah Mata terasa seperti kemasukan pasir atau benda kecil Area sekitar mata gatal Bintil di kelopak mata bisa muncul lebih dari satu dan bisa didapati pada satu ataupun kedua mata. Kadang putih mata pasien juga menjadi merah ketika mengalami bintitan. Penyebab Bintitan terjadi akibat infeksi terutama pada kelenjar minyak di kelopak mata. Ada sejumlah kelenjar minyak di dalam kulit kelopak di mana minyak dilepaskan lewat lubang-lubang kecil di dekat bulu mata. Ketika kelenjar ini tersumbat, misalnya oleh debu, minyak tak bisa keluar sehingga muncul benjolan kecil pada kelopak. Bila ada infeksi bakteri, benjolan ini akan mengalami peradangan dan memunculkan nanah sehingga terasa sakit dan bengkak. Menurut American Academy of Ophthalmology, Staphylococcus aureus adalah bakteri yang paling banyak menyebabkan bintitan. Faktor pemicu penyumbatan dan infeksi ini antara lain: Sering mengucek mata Jarang mencuci tangan dengan bersih Ada sisa bekas kosmetik Memakai dan melepas lensa kontak dengan tangan kotor Bintitan juga kerap terjadi pada orang yang mengalami kondisi seperti blepharitis, ocular rosacea, diabetes, dan seborrheic dermatitis. Cara Dokter Mendiagnosis Bintitan Untuk membuat diagnosis bintitan, dokter perlu mengamati dengan saksama bagian mata tempat munculnya bintil. Pengamatan ini bertujuan memastikan apakah benjolan kecil yang terlihat di kelopak adalah benar gejala bintitan atau yang lain. Dokter juga biasanya akan menanyakan gejala lain yang dirasakan pasien serta memeriksa riwayat kesehatan pasien. Umumnya pasien tidak perlu menjalani tes diagnostik karena diagnosis bisa ditegakkan langsung lewat pengamatan dan pemeriksaan riwayat medis pasien. Cara Mengatasi Bintitan Sebagian besar bintitan bisa sembuh sendiri dalam hitungan hari atau minggu. Cairan nanah biasanya keluar setelah bintil pecah dalam 3-4 hari. Penting untuk digarisbawahi bahwa bintil sebaiknya tidak dipencet-pencet untuk dipecahkan sendiri. Sebab, infeksi justru bisa menyebar ke area lain. Guna mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Misalnya: Mengompres bagian mata yang bintitan dengan air hangat selama 5-10 menit beberapa kali dalam sehari Tidak mengenakan lensa kontak dulu Tidak memakai dandanan di area mata yang bintitan Menggunakan obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen Komplikasi Bintitan tidak mempengaruhi kemampuan penglihatan pasien. Meski begitu, ada kemungkinan komplikasi minor seperti: Bintitan berulang atau kronis Munculnya kalaizon yang keras di dalam kelopak mata Selulitis periorbital, yakni pembengkakan di area periorbital (kelopak mata atas dan bawah hingga ke alis) akibat menyebarnya infeksi di kelopak mata dan jaringan lunak di sekitar soket mata Konjungtivitis karena infeksi bakteri menyebar ke selaput lendir pada mata Pencegahan Karena penyebab utama bintitan adalah infeksi bakteri, upaya pencegahan yang terbaik adalah menghindari infeksi. Caranya antara lain: Rutin mencuci tangan dengan air bersih mengalir serta sabun atau hand sanitizer Tidak mengucek-ngucek atau sering memegang-megang mata Gunakan kosmetik yang terbukti aman dan berkualitas Bersihkan wajah dengan tuntas dari sisa kosmetik sebelum tidur Jaga kebersihan lensa kontak Kapan Harus ke Dokter? Umumnya bintitan tak memerlukan perawatan dokter karena dapat sembuh sendiri. Namun bila mata terasa sakit dan membengkak parah atau bintitan tak kunjung hilang setelah lebih dari 2 minggu, sebaiknya datangi dokter. Begitu juga bila penglihatan menjadi terganggu atau ada kemungkinan infeksi menyebar. Reviewed by dr. Novaqua Yand, SpM Dokter Spesialis Mata Primaya Hospital Karawang - Published: 2023-04-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/biduran/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit - Translation Priorities: Optional Biduran adalah salah satu masalah kulit yang umum. Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengalaminya. Ada berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab. Seseorang juga mungkin menjadi langganan biduran sehingga butuh pemeriksaan medis lebih lanjut agar tidak mengganggu rutinitasnya. Mengenal Biduran Biduran adalah ruam, bilur, atau benjolan berwarna kemerahan yang menyebar pada area kulit disertai gatal-gatal. Biduran juga dikenal sebagai urtikaria. Bilur-bilur merah ini bisa muncul dan kemudian hilang dengan cepat, sementara rasa gatal bisa ringan hingga parah. Dalam beberapa kasus, bisa juga muncul rasa seperti terbakar atau tersengat. Biduran bisa muncul di bagian tubuh mana pun, termasuk wajah, tangan, telinga, bibir, leher, bahkan lidah. Menurut American College of Allergy Asthma and Immunology, sekitar 20 persen orang pernah mengalami biduran. Biduran bukanlah penyakit menular. Namun ruam di kulit bisa bertahan hingga berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan lebih. Seseorang juga bisa terkena biduran berkali-kali. Biduran secara garis besar dibedakan menjadi dua macam, yakni: Urtikaria akut: jenis paling umum, gejala bertahan kurang dari 6 minggu. Penyebabnya umumnya bisa diketahui lewat pemeriksaan medis, misalnya alergi. Biasanya muncul pada wajah, tangan, kaki, leher, dan kadang area genital pria. Urtikaria kronis: ruam ada di kulit hingga lebih dari 6 minggu. Penyebabnya sulit diidentifikasi, seringnya malah tak bisa teridentifikasi. Namun dalam beberapa kasus jenis biduran ini bisa dikaitkan dengan masalah sistem imun atau penyakit seperti tiroid, hepatitis, dan bahkan kanker. Urtikaria akut bukanlah kondisi yang serius lantaran gejalanya akan mereda dalam 6 minggu dan biasanya dapat diatasi dengan obat antihistamin. Sebaliknya, urtikaria atau biduran kronis lebih membutuhkan perhatian karena dampak dan faktor pemicunya lebih serius. Gejala Gejala biduran biasanya mudah dikenali dengan munculnya ruam atau bilur kemerahan yang gatal pada kulit. Selain berwarna merah, bilur-bilur ini kadang sewarna dengan kulit. Ketika bagian tengah bilur dipencet, warnanya berubah menjadi putih. Selain itu, ruam biduran bisa berubah bentuk dan lokasi, muncul lalu hilang lagi, dan tepiannya terlihat jelas. Penyebab Biduran terjadi akibat reaksi tubuh terhadap alergen atau iritasi. Biduran bisa disebabkan oleh alergi, bisa juga yang lain atau non-alergi. Contoh penyebab non-alergi: Virus atau infeksi Suhu udara ekstrem, panas ataupun dingin Paparan cahaya matahari langsung Tekanan terhadap kulit, misalnya mengenakan pakaian yang terlalu ketat Stres emosional Olahraga Penyebab alergi termasuk: Makanan, seperti kacang, telur, susu, atau makanan laut Obat-obatan, seperti antibiotik dan pereda nyeri Lateks Tanaman Serangga Serbuk sari Zat kimia Penyakit kronis, seperti tiroid dan lupus Cara Dokter Mendiagnosis Biduran Dalam sebagian besar kasus, dokter bisa mendiagnosis biduran dengan melihat gejalanya di kulit. Dokter juga akan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan menanyakan kebiasaan sehari-hari, apa yang baru saja dimakan, dan obat-obatan yang tengah dikonsumsi. Pasien pun umumnya sadar akan hal yang menyebabkan munculnya bilur-bilur di kulitnya, misalnya setelah makan kacang atau terpapar suhu udara dingin. Dengan begitu, dokter bisa segera mengidentifikasi penyebabnya. Namun jika pasien tak tahu apa yang kira-kira menyebabkan ruam itu, dokter mungkin perlu menjalankan serangkaian tes, seperti: Tes darah dengan mengambil sampel darah untuk mendeteksi apakah ada infeksi virus atau bakteri. Autologous serum skin testing untuk mengecek apakah ada gangguan autoimun yang memicu biduran. Tes tusuk kulit (skin prick) dengan menyuntikkan alergen yang mungkin menyebabkan biduran. Biopsi kulit dengan mengambil sampel kulit untuk diperiksa di laboratorium. Cara Mengatasi Biduran Dalam kebanyakan kasus biduran, tidak dibutuhkan penanganan khusus karena bilur-bilur di kulit akan hilang sendiri dalam waktu singkat. Untuk meredakan gejala gatal-gatal, cara yang utama adalah menggunakan obat antihistamin. Obat ini berperan menghambat efek histamin yang muncul akibat reaksi alergi dan sangat efektif mengatasi gatal-gatal. Jika pasien mengalami biduran yang parah, dokter bisa meresepkan obat kortikosteroid. Adapun untuk biduran yang muncul di bibir dan lidah hingga mengakibatkan masalah pernapasan dan membuat pasien kehilangan kesadaran, dokter bisa menyuntikkan adrenalin. Pasien juga bisa meredakan gejala gatal-gatal biduran sendiri di rumah dengan mandi air dingin dan mengoleskan losion calamine. Komplikasi Orang yang pernah mengalami biduran bisa terkena lagi hingga berkali-kali setelah gejalanya mereda. Sejumlah studi mengindikasikan 48-54 persen orang yang pernah terkena biduran mengalaminya lagi dalam waktu 3 tahun. Akibatnya, orang itu bisa mengalami komplikasi berupa penurunan kualitas hidup, gangguan tidur, dan masalah sosial. Selain itu, biduran yang merupakan reaksi alergi bisa berujung pada anafilaksis yang membahayakan jiwa. Ketika pasien mengalami anafilaksis, akan muncul gejala mual, muntah, sesak napas, dan syok berat. Pasien harus segera ditangani dengan obat epinefrin yang disuntikkan. Bila tidak, pasien bisa kehilangan kesadaran hingga meninggal. Pencegahan Biduran Untuk mencegah biduran, perlu diketahui dulu apakah seseorang punya alergi tertentu. Orang itu harus menghindari alergen atau penyebab alergi tersebut agar tidak timbul gejala berupa biduran. Misalnya seseorang alergi terhadap kacang, berarti ia mesti menghindari konsumsi makanan atau minuman apa pun yang mengandung kacang. Untuk biduran yang disebabkan oleh faktor non-alergi, perlu pemeriksaan oleh dokter guna menentukan potensi penyebabnya serta merencanakan upaya pencegahan yang bisa dilakukan selama memungkinkan. Kapan Harus ke Dokter? Umumnya biduran tak memerlukan perawatan di rumah sakit karena dapat hilang sendiri. Namun jika ruam tak kunjung hilang... - Published: 2021-03-16 - Modified: 2021-03-14 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyempitan-pembuluh-darah-tanpa-pembedahan/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyempitan pembuluh darah berpotensi mendatangkan beragam bahaya kesehatan. Penyakit jantung koroner, yang merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia, bisa muncul akibat pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat. Penyakit jantung koroner bisa memicu serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Untuk mengatasinya, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dapat memanfaatkan prosedur percutaneous coronary intervention (PCI). Mengenal Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Percutaneous coronary intervention atau PCI adalah salah satu metode penyembuhan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah tanpa perlu melalui pembedahan. Ketika pembuluh darah menyempit atau terjadi sumbatan, aliran darah di seluruh tubuh, termasuk ke jantung, menjadi tidak lancar. Kondisi ini dapat membahayakan jiwa pasien jika tidak segera memperoleh penanganan. Pembuluh darah bisa menyempit karena timbunan plak, yakni lemak, kolesterol, dan zat lain. Percutaneous coronary intervention berfungsi untuk menyingkirkan masalah pembuluh darah itu agar aliran darah kembali lancar sehingga jantung dan organ lain dapat bekerja normal. Prosedur percutaneous coronary intervention kerap menjadi pilihan antara lain karena pasien tak perlu menjalani operasi. Dalam prosedur yang juga sering disebut angioplasty ini, dokter menggunakan kateter dengan alat seperti balon di ujungnya. Kateter berbentuk mirip tabung fleksibel dan tipis. Dokter memasukkan kateter untuk menjangkau titik pembuluh darah yang tersumbat, lalu balon mengembang dan mendorong plak yang menumpuk. Siapa yang Memerlukan PCI Dokter menerapkan percutaneous coronary intervention untuk memulihkan aliran darah ke jantung saat pembuluh darah koroner tersumbat atau menyempit akibat penyakit jantung koroner. Orang yang memiliki gejala penyakit jantung koroner memerlukan penanganan PCI. Begitu pula jika terdapat faktor risiko yang memperbesar kemungkinan terkena penyakit jantung. Namun dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan guna memastikan perlu-tidaknya PCI untuk pasien. Mengapa Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Solusi untuk pembuluh darah yang menyempit bukan hanya percutaneous coronary intervention. Tapi PCI menawarkan sejumlah manfaat bagi pasien yang memerlukannya. Satu kelebihan utama percutaneous coronary intervention adalah pasien tak harus menjalani pembedahan atau operasi. Artinya, risikonya lebih kecil dan pemulihan lebih cepat. Dalam banyak kasus, aliran darah pasien sepenuhnya pulih seusai PCI. Banyak pasien yang tidak lagi merasakan gejala penyakit jantung koroner dan dapat beraktivitas lebih banyak. Kemungkinan selamat bagi pasien yang pernah terkena serangan jantung juga lebih besar dibandingkan bila hanya menggunakan terapi obat-obatan. Percutaneous coronary intervention pun mampu menurunkan potensi terkena serangan jantung lagi di kemudian hari. Persiapan Sebelum PCI Persiapan percutaneous coronary intervention meliputi pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Pemeriksaan itu antara lain elektrokardiogram (EKG), tes darah, dan sinar-X. Jika menemukan sumbatan pada pembuluh darah, dokter mungkin akan menyarankan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dulu. Misalnya dengan banyak berolahraga dan mempraktikkan pola makan gizi seimbang. Tapi bila masalah pembuluh darah sudah sangat mendesak untuk diatasi, PCI bisa langsung menjadi pilihan. Dokter jantung akan memberikan panduan persiapan PCI sesuai dengan kondisi pasien. Prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Percutaneous coronary intervention berlangsung di ruang khusus di rumah sakit yang disebut cath lab. Di ruangan ini, pasien berbaring di atas meja untuk memulai prosedur PCI. Tim dokter akan memasang infus pada lengan untuk memberikan cairan dan obat penenang guna membuat pasien rileks dan mencegah penggumpalan darah. Tapi pasien sepenuhnya sadar sepanjang prosedur. Setelah pasien merasa nyaman, dokter membuat sayatan kecil di bagian pangkal paha atau lengan untuk memasukkan kateter. Dokter juga memasukkan kabel pemandu yang terhubung dengan monitor di ruang cath lab untuk membantu mengarahkan kateter ke area pembuluh darah yang tersumbat. Dokter mengambil kabel pemandu setelah menempatkan kateter di titik sumbatan. Agar mudah menemukan titik sumbatan, dokter menyuntikkan zat pewarna khusus lewat kateter yang dapat dilihat dengan sinar-X. Lantas dokter menyelipkan tabung dengan balon kempis ke kateter. Saat mencapai titik sumbatan, balon dikembangkan oleh dokter untuk mendorong plak ke dinding pembuluh darah. Balon lalu dikempiskan kembali. Dokter bisa mengulang langkah ini beberapa kali guna memastikan plak sudah tersingkirkan. Dokter jantung juga lazimnya menggunakan stent dalam percutaneous coronary intervention. Stent berbentuk seperti jaring logam berukuran kecil yang bisa dilebarkan. Dokter memasukkan stent ke pembuluh darah yang telah dibuka dengan balon untuk menjaganya agar tidak kembali menyempit atau tersumbat. Setelah tuntas, dokter menarik semua peralatan dan menutup lubang di arteri. Perawatan Pasien Pasca Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Prosedur percutaneous coronary intervention bisa mencapai 1-2 jam. Seusai tindakan, pasien dipindahkan ke ruang perawatan dan mesti tinggal beberapa jam kemudian hingga satu hari satu malam. Tim dokter akan memastikan kondisi pasien stabil dan dapat pulang. Tim dokter jantung akan memberikan saran tentang perawatan diri selepas PCI, termasuk tentang kegiatan apa saja yang boleh dilakukan dan obat-obatan yang bisa diminum. Pasien sebaiknya mengecek bagian tubuh tempat dimasukkan kateter untuk berjaga-jaga bila ada infeksi. Percutaneous coronary intervention merupakan metode yang aman. Pasien bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala dalam satu-dua pekan kemudian. Narasumber: dr. Rony Marethianto Santoso, Sp. JP(K), FIHA, FSCAI, FAPSC Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. nhlbi. nih. gov/health-topics/percutaneous-coronary-intervention https://www. pjnhk. go. id/artikel/percutaneous-coronary-intervention-pci https://jamanetwork. com/journals/jama/fullarticle/198185 https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/coronary-angioplasty/about/pac-20384761 https://www. nhs. uk/conditions/coronary-angioplasty/ - Published: 2021-03-15 - Modified: 2026-03-29 - URL: https://primayahospital.com/jantung/diagnostic-coronary-angiography-deteksi-penyumbatan-pembuluh-darah/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Penyakit kardiovaskular tercatat sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tak terkecuali di Indonesia. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah di sekitar jantung yang tersumbat, misalnya, bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Untuk mendeteksi adanya penyumbatan pembuluh darah, diagnostic coronary angiography bisa menjadi salah satu cara. Mengenal Diagnostic Coronary Angiography Diagnostic coronary angiography adalah metode pemeriksaan penyakit jantung dengan mengecek kondisi pembuluh darah yang mengarah ke jantung atau arteri koroner. Dengan diagnostic coronary angiography, dokter dapat melihat ada atau tidaknya penyumbatan/penyempitan pada pembuluh darah. Bila ada, dokter juga bisa menilai seberapa parah untuk menentukan langkah selanjutnya guna mengatasi masalah tersebut. Diagnostic coronary angiography menggunakan sinar-X dan cairan khusus untuk mendeteksi sumbatan. Prosedur ini lazim sebagai salah satu prosedur diagnosis penyakit jantung, terutama jantung koroner. Siapa yang Memerlukan Diagnostic Coronary Angiography Pasien memerlukan diagnostic coronary angiography untuk mengonfirmasi gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung. Jika mengalami gejala seperti nyeri di dada yang menjalar hingga leher, rahang, hingga lengan tanpa tahu penyebabnya, Anda mungkin perlu menjalani diagnostic coronary angiography. Orang dengan faktor risiko penyakit jantung juga dapat memperoleh manfaat diagnostic coronary angiography. Sebagai deteksi dini, pemeriksaan ini akan mempengaruhi peluang kesembuhan pasien penyakit jantung. Mengapa Memerlukan Diagnostic Coronary Angiography? Diagnostic coronary angiography bukanlah satu-satunya prosedur untuk mendeteksi penyumbatan pembuluh darah. Untuk memastikan seseorang perlu memerlukannya, dokter akan menjalankan pemeriksaan dulu secara menyeluruh. Berikut ini beberapa alasan umum seseorang membutuhkan coronary angiography: Mengalami gejala penyakit jantung Memiliki penyakit jantung bawaan Punya masalah pembuluh darah Katup jantung bermasalah Dokter mungkin juga menyarankan diagnostic coronary angiography bila pasien hendak menjalani operasi yang tak berkaitan dengan jantung tapi terdapat risiko masalah jantung dalam operasi tersebut. Persiapan Sebelum Diagnostic Coronary Angiography Untuk persiapan diagnostic coronary angiography, pasien harus berkonsultasi dulu dengan dokter jantung dan pembuluh darah. Pasien akan diminta menjalani pemeriksaan dan tes, termasuk tes darah. Pasien umumnya mesti berpuasa 6-8 jam sebelum angiography. Informasikan riwayat kesehatan secara lengkap kepada dokter dan tim medis, termasuk konsumsi obat-obatan serta alergi. Dokter akan memberi petunjuk lengkap mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan menjelang coronary angiography. Prosedur Diagnostic Coronary Angiography Prosedur diagnostic CAG (coronary angiography) dilakukan di rumah sakit dengan tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Selama prosedur, pasien dalam keadaan sadar. Dokter akan membantu pasien rileks dengan memberikan obat penenang. Tim dokter pertama-tama membersihkan dan memberikan anestesi lokal pada area tubuh yang akan dimasuki kateter, biasanya lengan atau pangkal paha. Dari area itu, dokter memasukkan kateter berupa tabung tipis dan fleksibel ke pembuluh darah, lalu mengarahkannya ke jantung. Dokter menggunakan sinar-X untuk memposisikan kateter. Setelah kateter terpasang, dokter menyuntikkan zat cairan pewarna yang disebut bahan kontras ke kateter. Gambar sinar-X akan menunjukkan bagaimana pewarna itu bergerak melalui pembuluh darah. Pewarna akan membantu dokter menemukan sumbatan pada pembuluh darah. Selama prosedur, pasien tidak akan merasakan sakit. Prosedur diagnostic coronary angiography lazimnya berlangsung selama 30-60 menit. Dokter akan memeriksa hasil diagnostic coronary angiography dan menginformasikannya kepada pasien, termasuk ihwal langkah apa selanjutnya yang perlu bagi pasien. Pasien mesti menjalani pemantauan seusai prosedur selama beberapa jam. Bila tidak ada masalah, pasien dapat langsung pulang. Ikuti petunjuk dokter selama pemeriksaan demi kelancaran proses. Temukan diagnostic CAG (Coronary Angiography) di Primaya Hospital Bekasi Barat, Primaya Hospital Tangerang, Primaya Hospital PGI Cikini, Primaya Hospital Kelapa Gading, Primaya Hospital Makassar dan Primaya Hospital Betang Pambelum. Narasumber: dr. Tito Purbojoyo Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. nhs. uk/conditions/coronary-angiography/ https://www. nhlbi. nih. gov/health-topics/coronary-angiography https://www. who. int/health-topics/cardiovascular-diseases#tab=tab_1 http://www. p2ptm. kemkes. go. id/artikel-sehat/indonesia-dalam-risiko-penyakit-kardiovaskular https://www. who. int/health-topics/cardiovascular-diseases#tab=tab_1 - Published: 2021-03-14 - Modified: 2021-03-14 - URL: https://primayahospital.com/jantung/terapi-icd/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit jantung masih menjadi masalah serius di Indonesia. Tren jumlah kasus penyakit jantung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Seiring dengan itu kematian mendadak akibat penyakit jantung juga semakin meningkat. Untuk menurunkan angka kematian, dibutuhkan penanganan sesuai dengan jenis penyakit jantung pasien. Salah satu cara mencegah terjadinya kematian mendadak akibat penyakit jantung adalah dengan terapi ICD atau implantable cardioverter defibrilator. Mengenal ICD (Implantable Cardioverter Device) Dalam hal alat bantu kerja jantung, masyarakat lebih banyak mengenal alat pacu jantung ketimbang terapi ICD. Pada dasarnya, fungsi ICD mirip dengan alat pacu jantung ( Pacemaker) yakni mengembalikan fungsi jantung ketika mengalami penurunan kinerja akibat adanya ganguan irma jantung. ICD adalah sebuah alat dengan ukuran kecil sebesar jam tangan yang ditanam di dalam dada untuk mengembalikan ritme jantung yang abnormal. Perangkat ICD memiliki baterai yang dapat bertahan hingga 8 tahun, tergantung frekuensi kerja alat tersebut. Perangkat ICD bekerja dengan menghasilkan impuls listrik kejut untuk menggagalkan irama abnormal dan mengubahnya menjadi normal kembali, sekaligus mengembalikan fungsi jantung. ICD ditanam di bawah kulit dengan prosedur operasi kecil tanpa bius total. Implantable Cardioverter Device memiliki Kabel yang masuk memalui vena besar dan terhubung dengan bilik jantung untuk menghantarkan impuls kecut tersebut . ICD juga dapat memantau detak jantung secara berkelanjutan. Ketika mendeteksi detak jantung terlalu lambat, perangkat tersebut langsung mengirim impuls listrik kontinu guna menstimulasi kembalinya denyut jantung, bila detak jantung terdeteksi terlalu cepat atau tak beraturan, ICD secara otomatis memberikan kejutan defibrilasi untuk mengembalikan ritme jantung. Siapa yang Memerlukan Terapi ICD? Orang yang memiliki gangguan irama jantung tidak semuanya pasti memerlukan terapi ICD. Namun ICD dibutuhkan jika seseorang memiliki kelainan irama jantung yang mengancam jiwa seperti misalnya penderita yang baru saja pulih dari serangan jantung akibat fibrilasi ventrikel atau pingsan akibat aritmia ventrikel atau memiliki penyakit jantung bawaan tertentu yang berpotensi mengancam jiwa. Pada umumnya, orang yang memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung karena aritmia ventrikel memerlukan terapi ICD, termasuk pasien gagal jantung yang punya masalah kontraksi jantung dengan fraksi ejeksi yang rendah. Dokter jantung dengan sub spesialisasi ahli irama jantung mungkin memiliki alasan lain untuk merekomendasikan terapi ICD. Sebelum menyarankan pemasangan alat ICD, dokter akan menjalankan serangkaian tes, seperti antara lain studi elektrofisiologi. Tes ini dapat menentukan jenis gangguan irama jantung apa yang pasien miliki dan apakah penggunaan perangkat ICD bisa menjadi solusi. Mengapa Memerlukan Terapi ICD? Terapi Implantable Cardioverter Device bertujuan mencegah kejadian fatal akibat gangguan ritme jantung yang fatal atau disebur sebagai aritmia, terutama jenis takikardia ventrikel dan fibrilasi ventrikel, Irama jantung yang terlalu lambat, terlalu cepat, atau tak beraturan yang dapat membahayakan nyawa penderitanya. Karena itu, penderita memerlukan perangkat ICD yang berfungsi mengendalikan ritme jantung. Prosedur Terapi ICD Prosedur terapi ICD mirip dengan pemasangan alat pacu jantung atau pacemaker. Dokter memasang perangkat ICD yang terdiri atas generator dan kabel elektroda di dada bagian atas. Ukuran alat yang mungil, kira-kira sebesar arloji, memudahkan pemasangan tanpa operasi besar bahkan hanya dengan buis lokal saja. Dalam terapi untuk mengatur ritme jantung, ICD bisa memberikan satu atau lebih tindakan pada pasien, yakni: Mengirim impuls listrik bertegangan rendah dalam kecepatan tinggi Menghantarkan satu atau lebih kejutan listrik kecil Mengirim kejutan listrik lebih besar satu kali atau lebih Memberikan pemacuan yang dibutuhkan Tips Menjalani Terapi ICD Karena terapi ICD berkaitan dengan listrik, pasien yang menjalaninya harus waspada terhadap lingkungan sekitar. Bila ada medan magnet yang cukup kuat di dekat pasien, kerja alat ICD mungkin akan terganggu. Benda yang mengandung magnet kuat dapat mengganggu fungsi mikrokomputer didalam ICD dan membuatnya tak dapat bekerja secara normal. Narasumber: dr. Agung Chandranegara, Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. heart. org/en/health-topics/arrhythmia/prevention--treatment-of-arrhythmia/implantable-cardioverter-defibrillator-icd https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/implantable-cardioverter-defibrillators/about/pac-20384692 https://medlineplus. gov/pacemakersandimplantabledefibrillators. html https://www. bhf. org. uk/informationsupport/treatments/implantable-cardioverter-defibrillator - Published: 2021-03-12 - Modified: 2026-04-12 - URL: https://primayahospital.com/jantung/pacemaker/ - Kategori: Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Jantung adalah organ yang bertanggung jawab memompa darah ke seluruh tubuh. Setiap organ memerlukan darah untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Maka ketika terjadi gangguan pada kerja jantung, kondisi tubuh akan terpengaruh. Jantung berdetak seiring dengan aliran darah. Detak jantung semestinya teratur. Saat terdeteksi masalah sistem kelistrikan jantung hingga detak jantung tak normal, perlu dilakukan penanganan. Salah satunya dengan pemasangan pacemaker atau alat pacu jantung. Apa itu Pacemaker? Pacemaker adalah perangkat medis yang secara elektrik dapat menstimulasi otot jantung untuk berkontraksi guna menghasilkan detak jantung. Dokter spesialis jantung menempatkan perangkat yang kecil dan ringan ini di dalam dada bagian atas lewat prosedur bedah atau melalui pembuluh darah tanpa bedah, tergantung jenisnya. Pacemaker menjaga detak jantung sesuai dengan program agar tubuh mendapatkan cukup pasokan oksigen dan nutrien yang terkandung dalam darah (National Heart, Lung, and Blood Institute, n. d. ). Dokter bisa memasang pacemaker secara permanen ataupun temporer seturut kondisi pasien. Alat pacu jantung ini dapat merasakan setiap detak jantung penggunanya dan hanya menstimulasi otot jantung saat detak turun hingga di bawah batas detak yang diprogramkan. Pacemaker bekerja dengan baterai yang dapat bertahan hingga 10 tahun lebih. Ada pacemaker yang bekerja secara otomatis sesuai dengan pengaturan sebelumnya, ada pula yang bisa diatur di luar tubuh. Misalnya untuk mengatur ukuran daya dan kecepatan aliran listrik. Siapa yang Memerlukan Pacemaker, Alat Pacu Jantung? Pacemaker lazimnya digunakan untuk menangani pasien aritmia atau detak jantung abnormal. Pasien gagal jantung juga mungkin memerlukannya. Tapi tidak semua pasien aritmia atau gagal jantung memerlukan pacemaker. Alasan paling umum kenapa orang memerlukan pacemaker adalah detak jantungnya terlalu lambat atau jeda terlalu lama. Kondisi ini dapat mengakibatkan pasien jatuh pingsan dan segera memerlukan pertolongan medis. Dalam beberapa kasus, pacemaker juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah atau menangani pasien detak jantung terlalu cepat atau tak beraturan. Yang pasti, pasien yang memiliki masalah sistem kelistrikan jantung dapat memperoleh manfaat dari pacemaker (National Health Services UK, 2022). Fungsi Pacemaker, Alat Pacu Jantung Jantung sebetulnya punya pacemaker alami, yakni node sinus atau node sinoatrial, yang berfungsi mengirim impuls listrik guna membuat jantung berdetak. Ketika node sinus tak dapat bekerja secara normal, pacemaker buatan mengambil perannya. Pacemaker berfungsi menghantarkan impuls listrik untuk memacu jantung berkontraksi hingga berdetak dengan normal. Kebanyakan pacemaker bekerja hanya ketika dibutuhkan atau sesuai dengan pengaturan. Ada pula pacemaker yang senantiasa mengirim impuls listrik saat terpasang. Meski demikian, pacemaker tidak menghasilkan listrik yang dapat menyengat jantung. Prosedur Tindakan Pacemaker Dokter dapat memasang pacemaker sesuai dengan jadwal ataupun dalam kondisi darurat. Alat pacu jantung yang dipasang pada pasien gawat darurat berjenis sementara. Bila pemasangan pacemaker dijadwalkan, pasien dapat menanyakan soal prosedurnya kepada dokter jantung sejak jauh hari. Dalam prosedur pacemaker, pasien mendapat bius yang membuat bagian tubuh mati rasa atau tertidur. Pasien mungkin mendapat antibiotik untuk mencegah infeksi serta pengencer darah guna mengantisipasi pembekuan darah. Prosedur pemasangan pacemaker tergantung jenis yang dipakai, apakah lewat operasi pembedahan pada dada atau memasukannya melalui pembuluh darah vena tanpa operasi. Seusai pemasangan pacemaker, pasien umumnya mesti menginap di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan terhadap alat pacu jantung itu sebelum dibolehkan pulang. Pasien sangat tidak disarankan pulang ke rumah sendiri demi keamanannya. Perawatan Setelah Tindakan Pacemaker Setelah pasien selesai dipantau dan boleh pulang, dokter jantung akan mengecek pacemaker secara berkala. Banyak orang dapat kembali ke rutinitas hariannya dalam beberapa hari ke depan. Namun terdapat beberapa pantangan agar pacemaker tetap dapat berfungsi maksimal. Salah satunya menjauhkan diri dari medan magnet kuat seperti yang terdapat dalam sejumlah peralatan elektronik rumah tangga. Sebab, pacemaker sangat sensitif terhadap medan magnet. Bila menelepon, misalnya, pasien sebaiknya tidak mendekatkan telepon selulernya dengan lokasi pemasangan pacemaker. Pasien juga harus menghindari aktivitas yang berat dan mempengaruhi bagian lengan atas, seperti bermain golf dan berenang. Pasien mesti segera menghubungi dokter bila merasa ada yang janggal pada dirinya, misalnya demam tinggi dalam waktu lama dan merasa terus pusing hingga pingsan. Pacemaker di Primaya Hospital Primaya Hospital memiliki layanan unggulan Heart and Vascular Center dan merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan pemasangan pacemaker sebagai cara menstimulasi otot jantung. Para dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Primaya Hospital akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan pasien adalah kandidat yang tepat untuk menjalani tindakan pemasangan Pacemaker. Temukan layanan PCI Jantung di Primaya Hospital Makassar, Primaya Hospital Kelapa Gading, Primaya Hospital PGI Cikini (Jakarta), Primaya Hospital Tangerang, Primaya Hospital Bekasi Barat Ditinjau oleh: dr. Darwin Maulana, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar - Published: 2021-03-11 - Modified: 2021-03-14 - URL: https://primayahospital.com/jantung/cardiac-resynchronization-therapy-crt/ - Kategori: Penyakit Jantung Angka kasus gagal jantung Indonesia terus naik dari tahun ke tahun. Pusat Jantung Nasional Harapan Kita sebagai pusat rujukan penyakit jantung mencatat peningkatan jumlah pasien gagal jantung berusia di bawah 50 tahun yang mesti menjalani rawat inap. Banyak faktor yang memicu peningkatan prevalensi gagal jantung, seperti masih tingginya prevalensi penyakit jantung koroner serta infeksi pada jantung dan katup jantung. Dari sederet opsi penanganan pasien gagal jantung tersebut, cardiac resynchronization therapy atau terapi resinkronisasi jantung kerap menjadi pilihan. Mengenal Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) Prinsip penanganan pasien gagal jantung adalah bertujuan memperbaiki kualitas dan memperpanjang usia hidup. Pengobatan bisa menjadi cara penanganan pasien, tapi dalam kondisi tertentu, harapan hidup pasien tak bisa naik hanya dengan obat-obatan. Pada saat itulah dokter dapat menerapkan CRT. Pasien gagal jantung mengalami kelainan kontraksi ventrikel kanan dan kiri jantung. Ventrikel adalah bilik jantung yang berperang dalam fungsinya memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam CRT, dokter menanamkan perangkat elektronik kecil lewat pembedahan untuk membantu kedua ventrikel berkontraksi berbarengan (sinkron) sehingga jantung berfungsi secara normal. Perangkat CRT kadang disebut alat pacu jantung biventrikular. Siapa yang Memerlukan Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) Dokter spesialis jantung biasanya menerapkan CRT pada pasien yang menunjukkan gejala gagal jantung sedang hingga berat dengan risiko gangguan irama jantung cepat, tak beraturan, dan mengancam jiwa. Terapi ini tidak efektif pada orang yang tidak memiliki gejala gagal jantung atau gejalanya ringan. Terapi resinkronisasi ini juga tidak cocok bagi pasien yang belum sepenuhnya mendapat terapi obat-obatan untuk penyakitnya. Hingga saat ini, CRT terbukti efektif baik bagi laki-laki maupun perempuan. Secara umum, dokter dapat merekomendasikan cardiac resynchronization therapy karena: Menderita gejala gagal jantung sedang hingga berat Ventrikel tidak bekerja secara sinkron Hasil pemeriksaan menunjukkan jantung lemah atau terjadi pembengkakan Obat-obatan dan perubahan gaya hidup tidak cukup efektif untuk mengendalikan gagal jantung Mengapa Memerlukan Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) Pasien gagal jantung tidak selalu memerlukan cardiac resynchronization therapy. Terdapat beberapa kriteria bagi pasien yang dinilai perlu menjalani terapi tersebut. Dokter pertama-tama akan memeriksa fraksi ejeksi pasien. Bila hasil pengukuran di bawah 35 persen, pasien itu mungkin membutuhkan terapi resinkronisasi. Dokter juga harus memastikan gerakan ventrikel jantung tidak sinkron. Sebab, orang memerlukan CRT untuk kembali menyinkronkan gerakan ventrikel dan otot jantung sehingga pasokan darah ke semua organ tubuh tak tersendat. Karena itu, dokter akan menjalankan pemeriksaan dengan echocardiography dan electrocardiography terlebih dahulu. Prosedur Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) Pasien gagal jantung mesti menjalani serangkaian pemeriksaan dan terapi obat-obatan serta perubahan gaya hidup dulu sebelum bisa memanfaatkan cardiac resynchronization therapy. Prosedur pemasangan alat CRT tergantung kondisi pasien, bisa sebagai pasien rawat jalan ataupun rawat inap. Selama prosedur pemasangan alat, pasien sadar tapi mendapat obat penenang agar rileks dan terkantuk. Dokter hanya akan membuat bagian tubuh tempat masuknya alat mati rasa, biasanya pada pangkal paha. Tim dokter memantau jantung serta tekanan darah dan level oksigen sepanjang prosedur. Untuk memasukkan alat CRT, dokter membuat sayatan kecil di pangkal paha. Alat yang terdiri atas seperangkat baterai dan kabel itu ditempatkan ke jantung lewat pembuluh darah. Guna menuntun alat tepat ke jantung, dokter menggunakan sinar-X. Dokter lantas mengetes alat itu dengan impuls listrik. Pasien mungkin akan merasa jantungnya berdegup kencang. Setelah alat sudah pasti berada di posisi yang tepat, dokter memasukkan alat pacu jantung cardiac resynchronization therapy yang dihubungkan dengan kabel tadi dan menutup sayatan. Ditinjau oleh: dr. Darwin Maulana, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. heart. org/en/health-topics/heart-failure/treatment-options-for-heart-failure/cardiac-resynchronization-therapy-crt https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/cardiac-resynchronization-therapy/pyc-20385014 https://www. nature. com/articles/nrcardio. 2014. 67 https://www. hopkinsmedicine. org/health/treatment-tests-and-therapies/cardiac-resynchronization-therapy https://heart. bmj. com/content/103/24/2000 - Published: 2021-03-10 - Modified: 2021-03-14 - URL: https://primayahospital.com/jantung/perbedaan-primary-elective-pci/ - Kategori: Penyakit Jantung Percutaneous coronary intervention (PCI) telah banyak menjadi pilihan untuk menangani penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang mengarah ke jantung (arteri koroner). Dengan PCI, prosedur penanganan pasien oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lebih sederhana daripada operasi. Terdapat dua macam PCI, yakni primary dan elective. Baik primary maupun elective percutaneous coronary intervention sama-sama bertujuan mengatasi masalah pada arteri koroner yang terjadi akibat penumpukan plak. Plak yang terdiri atas kolesterol, lemak, dan zat lain membuat aliran darah di arteri terganggu. Dalam kondisi plak yang menumpuk parah, aliran darah bisa sama sekali macet dan berakibat fatal pada pasien. Apa itu Primary PCI Primary percutaneous coronary intervention, atau angioplasty primer, adalah prosedur medis untuk memulihkan aliran darah ke jantung dengan cara mengatasi sumbatan atau penyempitan pada arteri koroner. Primary PCI dilakukan dengan meregangkan area arteri koroner yang menyempit memakai balon yang terpasang pada kateter. Primary PCI adalah cara paling efektif untuk menangani pasien serangan jantung untuk memulihkan kerja otot jantung dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa pasien. Proses primary percutaneous coronary intervention mencakup penggunaan tabung kecil dan kateter dengan panduan gambar sinar-X untuk menemukan gumpalan darah beku yang menyebabkan serangan jantung. Dokter akan membersihkan gumpalan itu, baru memasukkan kateter dengan balon untuk membuka arteri. Dalam kasus serangan jantung, waktu sangatlah vital. Karena itu, primary PCI berperan sangat penting lantaran berlangsung singkat dan dapat segera dilakukan untuk menyelamatkan pasien. Apa itu Elective PCI Elective percutaneous coronary intervention pada dasarnya prosedur yang sama dengan primary percutaneous coronary intervention. Namun elective PCI dilangsungkan tidak dalam kondisi gawat darurat seperti pada pasien serangan jantung. Dokter akan melakukan pemeriksaan dulu secara komprehensif sebelum melakukan PCI. Nantinya, dokter menjalankan PCI sesuai dengan jadwal setelah melihat hasil pemeriksaan pasien. Mungkin dokter lebih dulu meminta pasien menerapkan program lain, seperti berolahraga secara rutin dan berdiet untuk mengontrol kolesterol. Bisa juga dengan terapi obat. Jika cara itu belum dapat mengatasi penyempitan arteri, barulah pasien diminta menjalani elective PCI. Proses percutaneous coronary intervention seperti angiogram, yakni dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah. Kateter adalah alat berupa tabung yang tipis dan fleksibel. Dokter spesialis jantung akan memasukkan kateter lewat lengan bawah atau pangkal paha dengan hati-hati. Lantas dokter mengarahkan kateter ke arteri koroner dan menempatkannya pada bagian pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat dengan bantuan sinar-X. Dokter jantung kemudian mengembangkan balon pada ujung kateter yang mendorong plak dan memaksa arteri terbuka sekaligus melebarkannya. Dalam sebagian besar prosedur, dokter juga memasang stent logam dalam arteri. Stent adalah silinder jaring terbuat dari logam yang bertugas menjaga arteri tetap lebar dan mencegah penyempitan kembali. Stent akan menjadi bagian permanen dari arteri. Pasien yang memiliki stent dalam arterinya mesti meminum obat tertentu untuk menekan risiko penggumpalan darah di sekitar stent. Kadang dokter juga memakai stent untuk melepaskan obat secara perlahan ke area arteri yang bermasalah. Obat ini berguna untuk mencegah arteri kembali menyempit. Apa Bedanya Primary PCI dan Elective PCI? Dengan demikian, perbedaan primary dan elective percutaneous coronary intervention yang paling utama hanya terletak pada urgensinya. Pasien serangan jantung mesti menjalani primary PCI sebagai solusi darurat demi menyelamatkan nyawanya. Sedangkan elective PCI bersifat pilihan. Pasien dapat menjalani elective PCI setelah melalui serangkaian pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Ditinjau oleh: dr. Darwin Maulana, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. bhf. org. uk/-/media/files/publications/large-print/his26lp_0314_primary-angioplasty_a4. pdf https://www. health. harvard. edu/heart-health/understanding-angioplasty-when-you-need-it-and-when-you-may-not https://oshpd. ca. gov/data-and-reports/healthcare-quality/elective-percutaneous-coronary-intervention-pci-program-reports/ https://citoday. com/articles/2008-oct-nov/CIT1108_04-php https://www. pjnhk. go. id/artikel/percutaneous-coronary-intervention-pci - Published: 2021-03-09 - Modified: 2021-03-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/stimulasi-prenatal-untuk-mengoptimalkan-tumbuh-kembang-janin/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Kehamilan adalah suatu investasi masa depan bagi semua orang tua untuk menghasilkan keturunan yang sehat, cerdas dan berahlak baik. Pertumbuhan dan perkembangan janin yang baik sejak masa kehamilan akan menghasilkan generasi yang sehat, cerdas dan berahlak baik. Memantau dan melakukan berbagai usaha untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin adalah salah satu kewajiban ibu yang sedang hamil. Pertumbuhan dan perkembangan janin yang baik didukung oleh beberapa faktor seperti kecukupan nutrisi, factor hormonal dan lingkungan disekitar janin. Kemampuan fisik, kecerdasan, dan perilaku diatur oleh bagian bagian tertentu di otak. Pembentukan dan perkembangan otak dimulai sejak awal kehamilan. Perkembangan dan pertumbuhan sel sel otak janin terutama terjadi pada usia 10-20 minggu. Perkembangan neurosensory terjadi pada usia sekitar 16-20 minggu. Janin mulai dapat merasakan nyeri setelah usia 24 minggu. Menjelang usia 7 bulan, janin mulai menunjukkan tanda tanda kepribadian, sifat dan perilaku. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa atensi dan memori pada janin terbentuk setelah 32 minggu. Janin juga sudah memiliki perasaan, mimpi dan dapat menikmati sesuatu. Otak dibentuk oleh sel sel otak yang disebut neuron. Sel sel otak saling terhubung satu sama lain membentuk jaringan (network) . Setiap stimulasi yang sesuai dan adekuat pada otak akan memicu terbentuknya koneksi dan integrasi sel sel neuron. Koneksi sel sel otak yang semakin banyak, semakin kompleks dan terintegrasi dikaitkan dengan kemampuan inteligensi, social dam emosional yang lebih baik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembetukan, pertumbuhan, perkembangan sel dan jaringan otak janin dapat dioptimalkan sejak dalam kandungan. Selain nutrisi yang baik, tentunya lingkungan janin yang baik dan hangat melalui beberapa stimulasi eksternal akan mendukukung pertumbuhan otak janin yang baik. Stimulasi prenatal adalah suatu proses untuk mendorong proses pembelajaran pada janin sehingga mengoptimalkan perkembangan fisik, sensoris dan mental pada janin melalui stimulasi eksternal. Proses pembelajaran pada janin akan optimal jika dilakukan dengan cara teratur dan berulang ulang. Beragam penelitian menunjukkan bahwa janin yang distimulasi saat dalam kandungan menunjukkan perkembangan daya lihat, pendengaran, linguistic (Bahasa), motorik, daya belajar, tingkat kecerdasan dan kreativitas yang lebih baik. Stimulai prenatal dapat dilakukan sejak awal trimester kedua kehamilan. Ada beragam cara stimulasi janin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa stimulus seperti mengelus ngelus janin melalui perut, memaparkan music yang lembut, berbicara dengan janin, memberikan getaran lembut serta cahaya pada janin adalah menyenangkan bagi janin. Calon ibu bisa melakukannya dengan janin sendiri dalam kandungan, bisa pula bersama suami. Peran suami penting dalam stimulasi perkembangan janin. Demikian pula anggota keluarga lain, khususnya di lingkaran terdekat ibu hamil. Berikut ini beberapa cara stimulasi janin: 1. Memperdengarkan Janin dengan Musik Sistem pendengaran pada janin dapar berespon terhadap bunyi sejak usia sekitar 25 minggu. Awalnya janin berespon terhadap bunyi frekwensi rendah 250-500 hz pada usia 25-27 minggu dan respon terhadap bunyi 1000-3000Hz pda usia 29-31 minggu. Perkembangan jaringan dan network sel sel saraf pada periode perinatal sangat dipengaruhi oleh aktivitas multisesorik intinsik dan ekstrinsik. Beragam penelitian menunjukkan bahwa paparan bunyi yang terstruktur seperti music meningkatkan pembentukan sel sel saraf korteks dan sinaps di otak. Paparan bunyi melodi atau music yang lembut dapat meningkatkan respon sel sel saraf terhadap bunyi sehingga meningkatkan kemampuan mendengar pada janin dan dampak postif ini dapat berlangsung untuk jangka panjang. Paparan music pada periode prenatal dan postnatal dapat meningkatkan perkembangan otak dan memperbaiki kemapuan belajar (learning capacities). Music juga menginduksi aktivitas di beberapa bagian otak yang berperan dalam pembentukan perilaku dan emosi sehingga music dapat mepengaruhi maturasi dan perkembangan aspek sosial emosional janin. Pada tahun 1990-an, banyak calon ibu di Barat yang menempelkan headphone untuk memperdengarkan musik kepada janin. Tujuannya adalah merangsang indra pendengaran janin. Anda dapat menggunakan cara tersebut, bisa juga dengan memutar musik biasa tanpa headphone. Musik dapat menstimulasi berbagai aspek perkembangan janin. Makin dini memperdengarkan musik, makin bagus untuk memastikan janin tumbuh dan berkembang secara sehat. Tidak ada jenis musik khusus sebagai alat stimulasi, tapi musik klasik bisa menjadi pilihan karena dapat memunculkan suasana tenang. 2. Membaca Buku Sebuah penelitian pada 2013 di University of Oregon, Amerika Serikat, menemukan bahwa janin yang diperdengarkan kata-kata saat dalam kandungan bisa mengenali kata tersebut ketika lahir. Dalam penelitian, sejumlah ibu hamil diberi rekaman kata-kata yang diperdengarkan menjelang akhir masa kehamilan. Hasilnya, bayi yang lahir kemudian kenal dengan kata-kata tersebut dan variasinya. Artinya, membacakan buku untuk janin memberikan manfaat untuk perkembangan janin. Bacalah buku dengan suara jelas dan keras. Tidak harus buku cerita anak, bisa juga novel atau bacaan lain yang menarik. 3. Menyentuh dan Memijat Ibu juga bisa melakukan stimulasi rabaan terhadap janin. Janin sudah bisa merasakan gerakan di luar rahim pada usia kehamilan 26 minggu. Ibu bersama pasangan bisa memberikan stimulasi dengan menyentuh dan memijat, juga membelai, menepuk, atau mengusap perut. Stimulasi ini dapat membuat rileks dan menenangkan bayi dalam kandungan. Janin itu akan merespons stimulasi dengan menyentuh dinding rahim, mengubah posisi, serta menendang atau mendorong tubuhnya ke belakang. 4. Berolahraga Ibu yang rajin berolahraga selama kehamilan tidak hanya bisa meningkatkan kesehatannya, tapi juga dapat menstimulasi perkembangan... - Published: 2021-03-08 - Modified: 2021-03-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-stimulasi-perkembangan-janin-agar-optimal/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Memantau perkembangan janin adalah kewajiban bagi ibu hamil demi kelancaran proses hingga persalinan. Perkembangan janin berlangsung lebih cepat daripada ketika sudah di luar kandungan. Itu sebabnya penting memastikan janin berkembang secara ideal dan optimal lewat pemeriksaan kehamilan. Selain memeriksakan kehamilan, calon ibu bisa melakukan stimulasi untuk mendorong perkembangan janin. Pembentukan neuron bayi bermula dari tahap embrio. Neuron adalah sel unit dasar otak dan sistem saraf yang sangat berperan dalam hal kecerdasan. Ketika banyak neuron saling terhubung, anak akan memiliki beragam pengetahuan baru. Stimulasi janin akan membantu perkembangan neuron dan pada akhirnya meningkatkan kecerdasannya. Ada beragam cara stimulasi janin. Calon ibu bisa melakukannya dengan janin sendiri dalam kandungan, bisa pula bersama suami. Peran suami penting dalam stimulasi perkembangan janin. Demikian pula anggota keluarga lain, khususnya di lingkaran terdekat ibu hamil. Berikut ini beberapa cara stimulasi janin: 1. Memperdengarkan Janin dengan Musik Pada 1990-an, banyak calon ibu di Barat yang menempelkan headphone untuk memperdengarkan musik kepada janin. Tujuannya adalah merangsang indra pendengaran janin. Anda dapat menggunakan cara tersebut, bisa juga dengan memutar musik biasa tanpa headphone. Musik dapat menstimulasi banyak area perkembangan janin. Makin dini memperdengarkan musik, makin bagus untuk memastikan janin tumbuh dan berkembang secara sehat. Tidak ada jenis musik khusus sebagai alat stimulasi, tapi musik klasik bisa menjadi pilihan karena dapat memunculkan suasana tenang. 2. Membaca Buku Sebuah penelitian pada 2013 di University of Oregon, Amerika Serikat, menemukan bahwa janin yang diperdengarkan kata-kata saat dalam kandungan bisa mengenali kata tersebut ketika lahir. Dalam penelitian, sejumlah ibu hamil diberi rekaman kata-kata yang diperdengarkan menjelang akhir masa kehamilan. Hasilnya, bayi yang lahir kemudian kenal dengan kata-kata tersebut dan variasinya. Artinya, membacakan buku untuk janin memberikan manfaat untuk perkembangan janin. Bacalah buku dengan suara jelas dan keras. Tidak harus buku cerita anak, bisa juga novel atau bacaan lain yang menarik. 3. Menyentuh dan Memijat Ibu juga bisa melakukan stimulasi rabaan terhadap janin. Janin sudah bisa merasakan gerakan di luar rahim pada usia kehamilan 26 minggu. Ibu bersama pasangan bisa memberikan stimulasi dengan menyentuh dan memijat, juga membelai, menepuk, atau mengusap perut. Stimulasi ini dapat membuat rileks dan menenangkan bayi dalam kandungan. Janin itu akan merespons stimulasi dengan menyentuh dinding rahim, mengubah posisi, serta menendang atau mendorong tubuhnya ke belakang. 4. Berolahraga Ibu yang rajin berolahraga selama kehamilan tidak hanya bisa meningkatkan kesehatannya, tapi juga dapat menstimulasi perkembangan janin. Sebuah studi dari University of Montreal, Kanada, menemukan bahwa wanita hamil yang berolahraga setidaknya selama 20 menit sehari, tiga kali seminggu, memiliki bayi yang lahir dengan tingkat aktivitas otak lebih tinggi. Jadi berolahraga secara rutin bisa merangsang perkembangan otak janin. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain berjalan, berenang, aerobik ringan, dan bersepeda statis. 5. Mengajak Berbicara Stimulasi perkembangan janin ini juga bisa dilakukan bersama oleh ibu dan pasangannya. Konsepnya mirip dengan membacakan buku untuk bayi dalam kandungan. Bayi akan menerima rangsangan itu dan memberikan respons. Selain meningkatkan perkembangan janin, mengajak bicara bayi dalam kandungan bisa menguatkan jalinan batin. Ibu pun bisa merasa tenang dan jauh dari kecemasan saat berkomunikasi dengan buah hati di dalam perutnya. Stimulasi ini mesti berlanjut hingga bayi lahir. Narasumber oleh: dr. Christina Sitorus, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. unicef. org/parenting/child-development/how-music-affects-your-babys-brain-class https://www. webmd. com/baby/news/20130102/babies-learn-womb#1 https://www. pnas. org/content/110/37/15145 https://www. eurekalert. org/pub_releases/2013-11/uom-edp110113. php https://www. idai. or. id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-stimulasi-bermain-untuk-merangsang-kecerdasan-multipel - Published: 2021-03-07 - Modified: 2021-03-07 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-dengan-bantuan-forceps/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Persiapan melahirkan sangat penting bagi kelancaran persalinan serta keselamatan ibu dan bayinya. Namun kadang persalinan tak berjalan sesuai dengan rencana. Seorang ibu yang telah bersiap melahirkan secara spontan alias normal mungkin di tengah jalan mesti menjalani operasi caesar karena alasan tertentu. Atau bisa juga ibu itu memerlukan bantuan peralatan lantaran tak kunjung dapat melahirkan meski sudah mengejan berulang-ulang. Salah satunya dengan bantuan forceps. Apa itu Forceps Forceps adalah alat bantu melahirkan yang berwujud seperti capit dengan dua sendok bolong yang besar. Penemunya adalah Peter Chamberlen, orang Prancis yang bermigrasi ke Inggris. Alat ini disebut-sebut pertama kali digunakan pada tahun 1600-an. Penggunaan forceps umumnya dilakukan dalam persalinan normal. Dokter memakai forceps untuk memegangi kepala bayi dan mengeluarkannya secara perlahan dari saluran rahim. Persalinan forceps jarang dipraktikkan. Dokter biasanya memilih memakai metode vakum atau langsung operasi caesar ketika terjadi komplikasi dalam persalinan. Terdapat tiga jenis tindakan forceps, yaitu: Rendah: forceps dipasang setelah kepala janin sampai di dasar perineum Tengah: pemasangan forceps sebelum tahap forceps rendah, sesudah kepala masuk panggul Tinggi: tindakan forceps saat kepala janin belum sampai di pintu atas panggul, sudah sangat jarang dilakukan Kondisi Seseorang yang Membutuhkan Bantuan Forceps? Ibu tak lazim membuat persiapan melahirkan dengan bantuan forceps. Tapi mungkin ibu memerlukan forceps untuk membantu mengeluarkan bayi dari rahimnya. Kondisi ibu yang mungkin membutuhkan bantuan forceps antara lain: Sudah kelelahan dan tak sanggup mengejan lagi Punya masalah kesehatan yang membuat ibu berisiko untuk mengejan Ada indikasi bayi mengalami stres dan perlu keluar lebih cepat Sebelum membantu persiapan melahirkan dengan forceps, dokter akan mengamati posisi bayi. Untuk mengurangi risiko, dokter mesti memastikan kepala dan wajah bayi sudah dalam posisi yang tepat. Dokter akan memeriksanya dengan teliti dan memastikan keamanan persalinan dengan bantuan forceps. Mengapa Memerlukan Bantuan Forceps? Setiap ibu umumnya melakukan persiapan melahirkan secara alami, tanpa bantuan. Tapi kadang terjadi hal yang membuat persalinan alami tidak memungkinkan, terutama demi alasan keamanan. Salah satu alasan utama ibu memerlukan bantuan forceps adalah proses persalinan terhambat. Bayi tak kunjung keluar meski ibu terus mengejan. Alasan lain memerlukan bantuan forceps adalah bayi menghadap ke aras yang salah ketika keluar dari jalan lahir. Bila wajah terangkat, misalnya, dokter bisa menggunakan forceps untuk membalikkan tubuh bayi. Dokter juga bisa memutuskan memakai forceps bila ada tanda masalah pada bayi yang hendak keluar. Misalnya perubahan detak jantung. Demikian pula bila dokter melihat ada risiko keselamatan ibu dalam proses persalinan alami. Bagaimana Proses Melahirkan dengan Forceps? Untuk melahirkan dengan metode forceps, ibu memerlukan obat guna meredakan nyeri. Obat yang ditempatkan di vagina ini dapat menimbulkan efek mati rasa. Setelah itu, dokter menyiapkan peralatan forceps. Dokter akan menempatkan forceps dengan pelan dan hati-hati pada kepala bayi. Lantas, saat terjadi kontraksi, ibu akan diminta mengejan lagi. Pada saat yang sama, dokter menarik forceps dengan lembut untuk membantu persalinan bayi. Begitu dokter bisa mulai mengeluarkan kepala bayi, ibu diminta membantu mendorongnya hingga sepenuhnya keluar. Setelah lahir, bayi bisa ditengkurapkan ke dada ibu bila kondisinya memungkinkan. Adapun bila tindakan forceps tak dapat menggerakkan bayi hingga keluar, dokter mungkin akan menjalankan operasi caesar. Persiapan Melahirkan dengan Bantuan Forceps Dokter umumnya mengambil keputusan membantu persalinan dengan forceps pada saat itu juga. Jadi ibu tak ada persiapan melahirkan khusus untuk metode forceps. Ketika dokter melihat persalinan memerlukan bantuan forceps, ibu dan keluarganya akan diberi penjelasan mengenai risiko dan manfaatnya, termasuk alternatif yang memungkinkan. Dokter akan menerangkan bahwa operasi caesar dapat menjadi tindakan selanjutnya bila forceps tak berhasil. Penggunaan vakum setelah metode forceps yang gagal tidak direkomendasikan karena tingginya risiko komplikasi pada janin. Pastikan ibu telah memahami sepenuhnya bagaimana cara kerja forceps, termasuk risikonya. Akan jauh lebih baik jika ibu sudah mengetahui apa itu forceps sebelum masuk kamar bersalin sehingga bisa menyiapkan diri bila persalinan mesti dibantu dengan forceps. Narasumber: dr. Renny Lestari, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/forceps-delivery/about/pac-20394207 https://www. nhs. uk/pregnancy/labour-and-birth/what-happens/forceps-or-vacuum-delivery/ https://www. nct. org. uk/labour-birth/different-types-birth/assisted-or-complicated-birth/assisted-birth-ventouse-or-forceps-delivery https://medlineplus. gov/ency/patientinstructions/000509. htm https://www. babycentre. co. uk/a546719/forceps-and-ventouse-assisted-birth https://www. rcog. org. uk/globalassets/documents/patients/patient-information-leaflets/pregnancy/pi-an-assisted-vaginal-birth-ventouse-or-forceps. pdf Sumber Gambar : kdbsurgipharma. com - Published: 2021-03-02 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/aneurisma-aorta/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Aneurisma aorta merupakan salah satu jenis kelainan pembuluh darah yang membahayakan. Di seluruh dunia, penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki daripada perempuan. Aneurisma aorta kadang tak menimbulkan gejala. Orang bisa tiba-tiba mengalami gejala dan butuh penanganan secepatnya untuk menyelamatkan nyawanya. Mengenal Aneurisma Aorta Aneurisma aorta adalah kondisi ketika aorta membesar atau menggembung. Aorta adalah sebutan untuk pembuluh darah besar. Akibat kelainan itu, aorta dapat pecah dan mengancam nyawa karena perdarahan yang terjadi. Sebab, aorta adalah pembuluh darah utama dan merupakan pemasok darah yang penting bagi tubuh. Pecahnya aorta menyebabkan suplai darah ke seluruh tubuh terhenti sehingga organ tak dapat berfungsi. Dalam aneurisma aorta, umumnya pembuluh darah tidak langsung membesar tiba-tiba. Aorta sedikit demi sedikit menjadi besar, sementara tekanan darah di dalamnya melemah. Pembesaran aorta dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, tapi pada dasarnya aneurisma aorta terdiri atas dua jenis, yakni yang terjadi di perut dan di rongga dada atau toraks. Begitu dokter mendiagnosis adanya pembesaran aorta, pasien akan menjalani pemantauan kondisi dengan cermat. Operasi biasanya menjadi opsi hanya kalau aneurisma pecah atau ada risiko tinggi pecah. Gejala Aneurisma Aorta Orang yang menderita aneurisma aorta tidak selalu menunjukkan gejala sampai pembuluh darah telah membesar secara signifikan atau pecah. Gejala aneurisma aorta antara lain: Sakit perut dan panggung Nyeri kaki Kaki kebas Susah bernapas Sulit menelan Dada mendadak terasa nyeri Ketimbang aneurisma aorta perut, aneurisma aorta toraks lebih jarang terjadi. Meski begitu, seseorang dapat mengalami kedua jenis aneurisma aorta itu sekaligus. Penyebab Aneurisma Aorta Hingga kini, belum ada penelitian yang dapat menentukan penyebab pasti aneurisma aorta. Aneurisma umumnya terjadi pada bagian aorta yang lemah dan dapat membesar karena tekanan darah dalam pembuluh melemah. Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan aneurisma aorta: Penuaan yang menyebabkan aorta tak elastis lagi Cedera pada arteri Kelainan bawaan Peradangan pada aorta Penumpukan plak dalam pembuluh darah Infeksi selaput jantung Tekanan darah tinggi (hipertensi) Kadar kolesterol tinggi Kebiasaan merokok Faktor keturunan Deteksi Aneurisma Aorta Dokter dapat mendeteksi aneurisma aorta lewat pemeriksaan kesehatan rutin. Saat memeriksa perut atau jantung, dokter juga dapat melihat apakah pasien mengalami aneurisma atau tidak. Dokter umumnya akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dulu untuk mengetahui faktor risiko yang mungkin ada. Dokter juga akan melihat faktor keturunan atau riwayat keluarga untuk mengecek risiko adanya aneurisma aorta. Setelah itu, dokter akan menjalankan pemeriksaan secara fisik. Dari sini, dokter dapat meminta pasien menjalani sejumlah tes jika curiga ada penyakit aneurisma aorta guna menegakkan diagnosis. Tes itu antara lain: Angiografi: tes dengan sinar-X pada pembuluh darah menggunakan pewarna kontras Elektrokardiogram: mendeteksi impuls listrik jantung Pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT scan): pemeriksaan bagian dalam tubuh secara digital dan memakai sinar-X Pencitraan resonansi magnetik (MRI): menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio Ultrasonografi: pencitraan dengan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ dalam Pengobatan Aneurisma Aorta Pengobatan aneurisma aorta berupa perawatan untuk mencegah aorta pecah. Pilihan pengobatan umumnya bergantung pada dua faktor: Seberapa besar penggembungan aorta Seberapa cepat pertumbuhannya Dari dua faktor itu, dokter dapat merekomendasikan pemantauan medis atau pembedahan buat pasien aneurisma aorta. Faktor lain yang mempengaruhi jenis pengobatan yang tepat termasuk kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan dan usia. Pemantauan medis menjadi pilihan pengobatan terbaik bagi pasien dengan aneurisma aorta yang masih kecil. Pasien harus mengunjungi dokter secara rutin untuk diperiksa dan dipantau serta mengonsumsi obat-obatan guna mengendalikan risiko. Adapun pembedahan atau operasi menjadi opsi ketika aneurisma aorta berkembang pesat dan butuh penanganan segera karena gejala yang membuat pasien merasa sangat tidak nyaman. Begitu pula bila aneurisma aorta telah pecah, operasi harus dilakukan secepat mungkin. Pencegahan Aneurisma Aorta Tidak ada obat untuk aneurisma aorta, tapi banyak cara pencegahannya. Berikut ini beberapa contohnya: Bila merokok, kurangi kebiasaan itu atau bila memungkinkan berhenti sama sekali Jauhi asap rokok di lingkungan sekitar Jaga pola makan sehat rendah lemak dan kolesterol Pantau tekanan darah, jika perlu konsumsi obat-obatan Berolahraga secara teratur Jalani pemeriksaan kesehatan rutin secara menyeluruh bila berusia 50 tahun ke atas untuk deteksi dini aneurisma aorta sebelum pecah Narasumber: dr. Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Karawang - Published: 2021-02-28 - Modified: 2021-02-28 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-pompa-asi/ - Kategori: Anak, Kebidanan dan kandungan Air susu ibu adalah sumber makanan terbaik bagi bayi. Agar bayi mendapatkan manfaat optimal, ibu mesti memberikan ASI eksklusif. Para dokter spesialis anak dan tenaga kesehatan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif bagi semua bayi selama tidak ada kondisi medis tertentu atau kontraindikasi. ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu selama enam bulan tanpa ada penambahan makanan atau minuman lain. Untuk menunjang keberhasilan program ASI eksklusif, ibu kadang membutuhkan pompa ASI, baik dengan tangan maupun alat pompa. Misalnya ibu yang mesti bekerja setelah tiga bulan cuti melahirkan. Pemberian ASI dengan botol dari hasil pompa masih tergolong ASI eksklusif. Agar hasilnya optimal, tips berikut ini bisa menjadi panduan. Cara Memompa ASI dengan Tangan Beberapa ibu merasa lebih mudah memompa ASI dengan tangan, khususnya dalam beberapa hari atau pekan-pekan pertama setelah melahirkan. Memompa dengan tangan kadang menghasilkan lebih banyak ASI ketimbang memakai alat. Artinya, peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif lebih besar. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat. Siapkan wadah yang bersih untuk menampung susu. Pijat dengan lembut payudara untuk membantu mengalirkan ASI. Telungkupi payudara dengan satu tangan, lalu tangan lainnya membentuk huruf “C” dengan telunjuk dan ibu jari. Pompa dengan lembut payudara, jauhkan jari dan ibu jari beberapa sentimeter dari puting, tepat di luar areola. Lepaskan tekanan, lalu ulangi, bangun ritme. Tetesan akan mulai muncul. Bila tak muncul tetesan, gerakkan sedikit telunjuk dan ibu jari. ASI mulai mengalir. Terus pompa sampai aliran melambat. Saat aliran ASI melambat, gerakkan jari-jari ke bagian lain payudara dan ulangi proses pompa. Beralihlah ke payudara lain jika aliran ASI sudah sangat lambat. Ulangi proses pompa hingga ASI berhenti mengalir sama sekali (kira-kira 20-30 menit). Cara Memompa ASI dengan Alat Pompa ASI Terdapat dua jenis alat pompa ASI, yakni elektrik dan manual. Ibu bisa menggunakan jenis mana pun sesuai dengan kenyamanannya demi menunjang program ASI eksklusif. Merek pompa pun bervariasi. Seorang ibu mungkin cocok dengan alat pompa A, tapi tidak demikian dengan ibu lain. Alat pompa ASI manual umumnya lebih murah, tapi prosesnya tidak secepat pompa elektrik. Meski begitu, hasil pompa ASI manual bisa jadi lebih optimal ketimbang pompa elektrik, tergantung kualitas dan cara ibu dalam memompa ASI. Alat pompa elektrik lebih mudah digunakan karena bekerja secara otomatis menggunakan listrik. Sedangkan alat pompa manual membutuhkan latihan agar bisa memberikan hasil yang optimal. Setiap alat umumnya memiliki panduan penggunaan di boksnya. Pahami dan ikuti panduan tersebut supaya lancar memberikan ASI eksklusif kepada buah hati. Sebaiknya gunakan alat pompa berbentuk piston atau suntikan karena komponennya mudah dibersihkan. Tidak disarankan memakai pompa berbentuk bohlam atau corong lantaran lebih susah dibersihkan dan tak dapat disterilkan. Tips agar ASI Hasil Pompa Berlimpah Teknik pompa ASI menggunakan tangan ataupun alat pompa amat menentukan hasilnya. Pastikan cara ibu sudah benar agar hasilnya optimal. Untuk mendukung ASI eksklusif, hasil pompa mesti mencukupi untuk kebutuhan bayi. Ikuti tips ini agar hasil pompa berlimpah. Memompa ASI sesering mungkin. Setelah menyusui langsung, ibu masih bisa meluangkan waktu untuk memompa ASI selama masih bisa mengalir. Begitu juga bagi ibu yang bekerja. Pompalah ASI sebelum berangkat kerja, di tempat kerja, dan begitu pulang kerja. Tenangkan pikiran agar rileks ketika memompa. Hindari stres dan kecemasan karena bisa mengganggu kondisi psikologis sehingga menghambat produksi ASI. Minum banyak air setidaknya delapan gelas sehari. Hindari konsumsi kafein dan minuman bersoda. Selain air putih, jus buah atau sayur bermanfaat untuk ASI. Tingkatkan asupan nutrisi sayur, buah, ikan, susu, daging, dan kacang-kacangan. ASI eksklusif telah terbukti bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi. Maka sebaiknya pastikan bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan. Bila merasa ada masalah dalam produksi ASI, ibu bisa menemui dokter atau konsultan laktasi untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan solusi. Narasumber: dr. Ernawati Kusumaningrum, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. nhs. uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/expressing-breast-milk/ https://promkes. kemkes. go. id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi https://apps. who. int/iris/bitstream/handle/10665/43593/9789241594974_eng_slides. pdf? sequence=3&isAllowed=y https://www. idai. or. id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-pengendalian-infeksi http://digilib. unisayogya. ac. id/4083/1/Pedoman%20malu%20tidak%20memberikan%20ASI%20%20eksklusif%2010%20jan%202017. pdf - Published: 2021-02-26 - Modified: 2021-02-24 - URL: https://primayahospital.com/anak/tips-melancarkan-asi-dengan-relaksasi/ - Kategori: Anak Bagi ibu yang baru melahirkan, menyusui buah hati bisa menjadi salah satu pengalaman terbaik. Namun kadang terdapat masalah yang bisa menghambat pemberian air susu ibu. Masalah ini berpotensi menghambat program ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI kepada bayi sejak lahir hingga berusia enam bulan tanpa tambahan makanan dan minuman lain. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif untuk lebih mengoptimalkan tumbuh kembang dan kesehatan anak. Beberapa masalah dalam menyusui berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu yang memerlukan pemeriksaan oleh dokter untuk dapat diketahui sumber masalahnya dan berdiskusi bersama ibu untuk menemukan solusinya, misalnya lewat pengobatan. Namun ada pula faktor lain yang membuat programASI eksklusif tidak lancar. Salah satunya kondisi psikologis ibu. Kekhawatiran berlebih kerap mendorong munculnya kondisi psikologis yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif. Khawatir tak bisa memproduksi cukup ASI misalnya, padahal sesungguhnya produksi ASI ibu cukup namun menjadi terhambat karena stress ASI tidak cukup. Umumnya ibu dengan anak pertama yang mengalami masalah ini karena menjadi pengalaman baru. Kondisi psikologis ibu mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif, terutama terkait dengan produksi ASI. Meningkatnya tekanan psikologis bisa mengganggu aliran ASI. Untuk mengatasi masalah tersebut, ibu bisa mencoba menjalani relaksasi selama periode menyusui. Manfaat Relaksasi agar ASI Lancar Sebuah penelitian di Malaysia yang hasilnya dimuat di American Journal of Clinical Nutrition pada 2019 menemukan manfaat terapi relaksasi bagi ibu dan bayi. Dalam riset itu, peneliti membagi dua kelompok ibu dan bayi, yakni yang menjalani terapi relaksasi dan yang tidak. Hasilnya, bayi yang ibunya mengikuti terapi memiliki berat badan lebih tinggi. Kebiasaan tidur bayi itu juga lebih baik. Selain itu, tingkat stres ibu lebih kecil menurut indeks Perceived Stress Score. Penelitian tersebut menyebutkan, relaksasi bisa mempengaruhi volume dan/atau komposisi ASI yang berdampak positif pada pertumbuhan dan kebiasaan tidur bayi. Karena itu, sebaiknya ibu memastikan dirinya dalam kondisi rileks selama periode ASI eksklusif. Untuk mencapai kondisi tersebut, ibu dapat menjalani relaksasi baik lewat terapi secara khusus maupun secara mandiri di rumah. Cara Relaksasi untuk Melancarkan ASI Terdapat sejumlah cara relaksasi untuk keberhasilan ASI eksklusif. Banyak di antaranya yang bisa ibu lakukan sendiri di rumah ketika ada waktu senggang. 1. Latihan pernapasan Ibu bisa mencapai kondisi rileks dengan melatih pernapasan. Salah satunya dengan teknik pernapasan perut. Caranya, duduk dengan nyaman di lantai, lipat kaki, dan letakkan satu tangan di dada dan tangan lain di perut. Lalu tarik napas dalam-dalam dengan hidung, buang lewat mulut. Rasakan kontraksi otot perut selama proses ini sembari menutup mata. Lakukan kira-kira 10-15 menit. 2. Dengarkan musik Musik bisa membantu ibu rileks, terutama ketika menyusui atau memompa susu. Pilih musik yang menenangkan, seperti musik klasik. Pikiran akan tenang ketika mendengarkan musik jenis ini. Ibu bisa membangun mood atau suasana hati yang baik dengan mendengarkan musik favorit. 3. Meditasi Meditasi telah lama dikenal sebagai teknik relaksasi yang mumpuni. Bermeditasilah saat kondisi memungkinkan. Sebab, meditasi membutuhkan suasana yang sunyi dan tenang. Tidak ada cara khusus untuk bermeditasi. Ibu bisa berdiam diri sambil menutup mata dan berfokus pada satu hal yang menenangkan. Bisa pula sembari berdoa. 4. Membaca Membaca juga bisa menjadi cara relaksasi untuk melancarkan ASI. Bacalah buku yang disenangi, bisa novel ataupun majalah wanita. Membaca membantu mengalihkan pikiran menuju hal yang baru dan menarik. Lakukan teknik relaksasi yang dirasa paling sesuai dan mudah dilakukan. Bila perlu, temui dokter atau ahli terapi untuk mendapatkan masukan profesional demi kelancaran ASI eksklusif. Narasumber: dr. Meirdhania Andina SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: http://digilib. unisayogya. ac. id/4083/1/Pedoman%20malu%20tidak%20memberikan%20ASI%20%20eksklusif%2010%20jan%202017. pdf https://promkes. kemkes. go. id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi http://spesialis1. ika. fk. unair. ac. id/wp-content/uploads/2017/03/Rekomendasi-IDAI-Air-Susu-Ibu-dan-Menyusui. pdf https://www. idai. or. id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak https://academic. oup. com/ajcn/article/110/1/121/5510581 - Published: 2021-02-25 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tanda-tanda-melahirkan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Persiapan melahirkan memerlukan perhatian serius bagi para calon orang tua. Bagi yang sebelumnya punya pengalaman mempersiapkan kelahiran buah hati, pasti sudah terbayangkan bagaimana sibuknya hari-hari menjelang persalinan. Persiapan melahirkan bahkan sudah berjalan beberapa bulan sebelum hari perkiraan lahir. Persiapan melahirkan memang bukan perkara remeh. Bila persiapan tidak matang, pasti timbul masalah. Masalah itu bukan hanya soal ketinggalan barang yang seharusnya terbawa ketika persalinan, tapi juga yang lebih serius, termasuk yang mengancam jiwa ibu dan bayi. Persiapan ini penting baik bagi ibu yang hendak melahirkan secara normal maupun lewat operasi caesar. Ketahui Tanda-tanda Akan Melahirkan Persalinan umumnya terjadi ketika usia kehamilan 36-40 minggu. Orang tua bisa mengetahui hari perkiraan lahir bayi dengan bertanya kepada dokter. Namun tidak ada yang bisa memastikan betul kapan seorang ibu akan melahirkan. Untuk itu, demi persiapan melahirkan yang matang, orang tua perlu memahami tanda-tanda ibu akan melahirkan. Menurut Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbitan Kementerian Kesehatan tahun 2020, berikut ini tanda-tanda awal persalinan: Perut terasa mulas secara teratur. Makin lama rasa mulas makin sering timbul. Dari jalan lahir keluar lendir yang tercampur dengan darah. Cairan ketuban keluar dari jalan lahir. Kontraksi rahim serta rasa sakit pada punggung juga mengiringi tanda-tanda itu. Kontraksi terjadi ketika rahim mengencang dan lalu mengendur. Buat beberapa ibu, rasanya mirip dengan nyeri haid. Ketika menjelang dan saat persalinan, kontraksi akan menjadi lebih lama, kuat, dan sering. Rasa nyeri akan lebih terasa. Ibu bisa merasakan kontraksi itu dengan meletakkan tangan di atas perut. Kontraksi akan mendorong bayi ke bawah dan membuka pintu jalan lahir. Kontraksi tidak selalu menandakan tahap persalinan telah berlangsung. Bila kontraksi mulai teratur dalam 10 menit sekali, itu saatnya ibu datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pemeriksaan terkait dengan persalinan. Adapun kontraksi yang tidak menandakan awal persalinan disebut juga kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini umumnya terjadi pada trimester kedua hingga trimester ketiga kehamilan. Saat kontraksi ini terjadi, ibu juga merasakan nyeri di perut yang timbul-tenggelam. Tapi rasa nyeri itu tidak sehebat kontraksi tanda persiapan melahirkan. Durasinya juga tidak lama dan tak bertambah kuat. Ibu bisa meredakan rasa nyeri akibat kontraksi tersebut dengan berjalan atau merebahkan diri. Persiapan yang Dilakukan Menjelang Persalinan Mengutip dari Buku KIA 2020 dari Kementerian Kesehatan, ada beberapa persiapan melahirkan yang aman dan mesti menjadi perhatian para orang tua. Pertama-tama, orang tua harus tahu tanggal perkirakan lahir bayi. Persiapan lainnya meliputi: Menyiagakan suami atau anggota keluarga menjelang hari perkiraan lahir untuk mendampingi saat persalinan. Mengalokasikan dana untuk membiayai persalinan dan kebutuhan lain yang berkaitan. Bagi masyarakat yang terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau BPJS Kesehatan, siapkan kartu itu untuk mengurus persalinan. Siapkan kendaraan untuk transportasi pada hari perkiraan lahir. Buat rencana hendak melahirkan di mana. Menyiapkan satu orang atau lebih yang punya golongan darah sama dengan ibu dan mau mendonorkan darahnya bila ibu membutuhkan dalam proses persalinan. Untuk kebutuhan pendataan dan pendaftaran persalinan, siapkan kartu tanda penduduk, kartu keluarga, dan dokumen lain yang berkaitan. Kementerian Kesehatan memiliki Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) untuk membantu persiapan melahirkan bagi para ibu. Anda dapat menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan informasi mengenai P4K. Narasumber: dr. Renny Pratiwi, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: http://kesga. kemkes. go. id/images/pedoman/BUKU%20KIA%20TAHUN%202020%20BAGIAN%20IBU. pdf https://www. webmd. com/baby/labor-signs#1 - Published: 2021-02-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/vaksin-covid-19-untuk-ibu-hamil-apakah-aman/ - Kategori: Covid-19, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Ketika infeksi saluran pernapasan akut (SARS) menyebar beberapa tahun silam, banyak ibu hamil yang terinfeksi membutuhkan perawatan intensif dan alat bantu pernapasan. Proporsi angka kematiannya juga lebih tinggi ketimbang perempuan dewasa yang tidak hamil. Ini menjadi alasan para ibu hamil mesti waspada dalam situasi pandemi Covid-19, yang mirip dengan SARS karena menyerang saluran pernapasan. Di tengah pandemi yang masih merajalela, kehadiran vaksin Covid-19 tentu memberikan harapan. Ibu hamil tergolong kelompok rentan terhadap penularan Covid-19 sehingga membutuhkan vaksin untuk mengurangi risiko infeksi. Selain itu, perlu perhatian ekstra bagi ibu hamil dalam mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona. Namun hingga saat ini masih ada pertanyaan mengenai kepastian keamanan vaksin Covid-19 buat ibu hamil. Mengenal Vaksin Covid-19 Vaksin berperan penting dalam upaya pemutusan penularan virus atau bakteri yang mewabah. Sederet program vaksinasi sudah terbukti mampu memberantas suatu penyakit yang sebelumnya begitu mudah menyebar di suatu daerah. Polio salah satunya. Karena itu, tersedianya vaksin Covid-19 adalah kabar baik bagi dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta banyak institusi lain yang berkompeten di bidang pengembangan vaksin telah bekerja membuat vaksin sejak Covid-19 merebak. Pengembangan vaksin Covid-19 bisa dikatakan sangat cepat. Hingga Desember 2020, sudah ada lebih dari 200 kandidat vaksin Covid-19. Setidaknya 52 di antaranya sudah melewati uji klinis pada manusia. Beberapa bahkan sudah mendapat izin penggunaan darurat di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Selama ini, terdapat tiga pendekatan utama dalam mengembangkan vaksin. Perbedaannya terletak pada penggunaan bagian virus atau bakteri sebagai bahan vaksin. Ada vaksin yang menggunakan: Virus/bakteri secara keseluruhan Sebagian virus/bakteri yang memicu sistem imun Materi genetik virus/bakteri yang menghasilkan instruksi untuk membuat antibodi tertentu Adapun jenis vaksin Covid-19 saat ini terdiri atas empat jenis dengan produsen berbeda, yakni: mRNA: Pendekatan terbaru menggunakan materi genetik yang disebut messenger RNA. Produsennya Pfizer-BioNTech dan Moderna. Vektor: Menggunakan virus lain yang berkaitan, dalam hal ini adenovirus. Produsennya AstraZeneca, Janssen, dan Sputnik. Protein subunit: Memakai sedikit bagian virus. Pembuatnya Novavax dan Sanofi. Virus utuh: Memanfaatkan virus utuh yang telah dimatikan atau diinaktivasi menggunakan cara khusus di laboratorium. Pengembangnya Sinovac. Setiap vaksin itu bekerja dengan tujuan serupa, yaitu membentuk antibodi di dalam tubuh untuk melawan infeksi virus corona SARS-CoV-2. Walau demikian, setiap vaksin memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Karena itu, ada kemungkinan vaksin yang digunakan setiap negara berbeda, sesuai dengan aturan penggunaan vaksin di negara tersebut. Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil Belum ada uji klinis vaksin Covid-19 untuk ibu hamil. Karena itulah belum ada rekomendasi vaksinasi buat ibu hamil. Bukti non-klinis menjadi syarat permulaan uji klinis dalam pengembangan vaksin. Ini menjadi standar pembuatan vaksin di seluruh dunia. Saat ini bukti dari studi non-klinis terhadap beberapa vaksin Covid telah diterima dan ditinjau oleh WHO. Dalam bukti itu, tidak ditemukan hal yang mengkhawatirkan terkait dengan kehamilan. Maka diharapkan uji klinis segera berlangsung untuk melihat efek vaksin Covid-19 pada ibu hamil. Belum ada informasi mengenai pelaksanaan uji klinis bagi ibu hamil. Saat ini uji klinis baru dilakukan terhadap orang berusia di atas 16 tahun. Uji vaksin terhadap anak berusia lebih muda baru direncanakan pada 2021. Risiko dan Potensi Vaksin Covid-19 Pada Ibu Hamil dan Janin Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI) di Inggris menyebutkan ada manfaat potensial vaksinasi Covid untuk ibu hamil dengan kondisi tertentu. Begitu juga CDC di Amerika Serikat. Di antaranya ibu hamil yang berisiko tinggi tertular Covid, misalnya tenaga kesehatan. Begitu juga bagi ibu hamil yang berpotensi mengalami komplikasi penyakit serius ketika terinfeksi Covid atau memiliki penyakit penyerta. Adapun Kementerian Kesehatan belum merekomendasikan vaksinasi Covid pada ibu hamil. Karena vaksin Covid-19 masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, ibu hamil non-tenaga kesehatan belum dapat menerima vaksin. Bila kelak sudah dapat menjadi penerima vaksin, pahami prosedur yang berlaku terutama terkait dengan status keamanannya. Butuh rekomendasi dari otoritas kesehatan bagi ibu hamil untuk bisa memperoleh vaksin dengan aman. Narasumber: dr. Nathalia V. Mappewali, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. who. int/news-room/feature-stories/detail/the-race-for-a-covid-19-vaccine-explained https://www. health. harvard. edu/blog/wondering-about-covid-19-vaccines-if-youre-pregnant-or-breastfeeding-2021010721722 https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations/pregnancy. html https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/how-they-work. html https://www. gov. uk/government/publications/priority-groups-for-coronavirus-covid-19-vaccination-advice-from-the-jcvi-30-december-2020/joint-committee-on-vaccination-and-immunisation-advice-on-priority-groups-for-covid-19-vaccination-30-december-2020 Illustrasi Gambar : Freepic - Published: 2021-02-23 - Modified: 2021-02-22 - URL: https://primayahospital.com/jantung/perbedaan-gejala-serangan-jantung-dan-gerd/ - Kategori: Penyakit Jantung Gejala serangan jantung sering muncul tanpa kita sadari. Sedikit rasa nyeri di dada saja bisa jadi tanda adanya serangan jantung, meski sifatnya ringan. Namun sakit dada tidak selalu menandakan serangan jantung atau penyakit jantung lainnya. Penyakit yang gejalanya berupa rasa sakit pada dada mirip serangan jantung antara lain GERD atau gastroesophageal reflux disease. Orang kerap menyebut GERD sebagai penyakit asam lambung, atau lebih tepatnya refluks asam. Sebetulnya, GERD adalah penyakit asam lambung yang lebih parah dan kronis. Refluks asam terjadi ketika asam lambung mengalir mundur ke saluran yang menghubungkan lambung dan tenggorokan (esofagus). Saat mengalami refluks asam, di bagian belakang mulut akan terasa cairan asam dan ada rasa makanan yang telah ditelan. Selain itu, ada sensasi terbakar pada dada, mirip dengan gejala penyakit jantung. Gejala Serangan Jantung yang Mirip GERD Orang kerap tak bisa membedakan gejala serangan jantung yang utama berupa nyeri dada dan sensasi terbakar di dada akibat GERD. Terutama masyarakat awam yang hanya merasakannya tanpa menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Satu petunjuk penting yang menandakan gejala serangan jantung adalah nyeri dada datang bersamaan dengan sejumlah gejala lain, seperti napas pendek atau berkeringat dingin. Bila nyeri dada masih muncul setelah meminum obat asam lambung, besar kemungkinan itu merupakan gejala serangan jantung atau penyakit jantung lain. Orang mengalami serangan jantung ketika pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke jantung tersumbat. Sumbatan itu mencegah aliran darah bersama oksigen ke jantung. Walhasil, jantung tak dapat berfungsi sepenuhnya dan dapat berakibat fatal. Perbedaan Gejala GERD dan Serangan Jantung Nyeri dada hanyalah salah satu gejala GERD. Kadang rasa nyeri ini menjalar hingga punggung, lengan, dan rahang sehingga muncul kecurigaan itu gejala penyakit jantung. Bila hanya merasakan nyeri dada, akan sulit membedakannya dengan gejala serangan jantung. Nyeri dada akibat GERD terasa lebih menjurus ke sensasi terbakar. Sedangkan nyeri dada yang merupakan gejala serangan jantung seringnya terasa seperti remasan, cubitan, atau tekanan yang kuat. Selain itu, nyeri dada GERD terasa lebih sakit ketika menarik napas. Cara lain untuk melihat perbedaan gejala GERD dan serangan jantung adalah mengecek gejala lain yang muncul berbarengan. Gejala Gastroesophageal reflux disease (GERD) Pada umumnya orang yang terkena GERD akan merasakan sensasi terbakar di bagian tengah dada serta rasa asam di mulut akibat asam lambung yang naik. Gejala lain yang terasa meliputi: Batuk dan cegukan yang timbul tenggelam Suara parau/serak Napas bau Mual dan muntah Bersendawa Sulit menelan Mulut terasa penuh air ludah Gejala ini biasanya muncul setelah makan atau minum sesuatu yang bisa memicu naiknya asam lambung. Misalnya makanan berlemak, minuman soda, makanan pedas dan asin, serta kopi. Gejala akan lebih terasa ketika berbaring atau membungkuk. Tapi umumnya gejala asam lambung naik bisa segera hilang dengan minum obat yang mengandung antasida. Gejala Serangan Jantung Orang yang mengalami serangan jantung tidak selalu langsung memegangi dadanya, lalu kolaps dan tak sadarkan diri. Kadang serangan jantung muncul tanpa gejala yang kentara, yakni serangan jantung ringan. Ketimbang pria, wanita lebih sering tidak mengalami nyeri dada ketika mengalami serangan jantung. Gejala serangan jantung selain nyeri dada antara lain: Pusing Mual-mual Kelelahan Napas pendek Keringat dingin Kepala terasa ringan Badan lemas Kapan Harus ke Dokter Jantung? Baik serangan jantung maupun GERD merupakan penyakit yang membutuhkan perhatian lebih. Meski ada obat untuk mengatasi GERD, penyakit ini bisa berkelanjutan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, perlu tindakan menyeluruh untuk mengatasi sumber masalahnya, yang berkaitan dengan gangguan pencernaan. Sementara itu, serangan jantung merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Bila bingung menerka apakah mengalami gejala serangan jantung atau GERD, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut demi mencegah risiko fatal. Narasumber: dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. JP (K), FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. webmd. com/heartburn-gerd/guide/diagnose#1-2 http://bppsdmk. kemkes. go. id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/DIETETIK-PENYAKIT-INFEKSI-FINAL-SC. pdf https://www. verywellhealth. com/gastroesophageal-reflux-heart-attack-1742565 https://www. nhsinform. scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/gastro-oesophageal-reflux-disease-gord https://www. nhs. uk/conditions/heartburn-and-acid-reflux/ Illustrasi Gambar : Freepic - Published: 2021-02-22 - Modified: 2021-02-22 - URL: https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-di-pagi-hari-kenali-morning-surge/ - Kategori: Penyakit Jantung Banyak kasus serangan jantung terjadi pada pagi hari. Beberapa penelitian menemukan kaitan kasus ini dengan tingginya tekanan darah ketika bangun pagi atau yang sering disebut sebagai morning surge. Kondisi dehidrasi juga mempengaruhi besarnya peluang terjadi serangan jantung saat pagi. Selain mendapati peningkatan risiko, para peneliti menemukan bahwa serangan jantung pada pagi hari dapat memicu kerusakan lebih banyak pada jantung ketimbang yang terjadi di waktu lain. Tak hanya serangan jantung, morning surge juga dikaitkan dengan kasus stroke yang banyak pula terjadi saat pagi, yaitu antara pukul 6 pagi dan tengah hari. Apa itu Morning Surge? Tekanan darah umumnya turun saat tidur seiring dengan turunnya hormon stres. Sesaat sebelum bangun, kadarnya akan perlahan kembali ke titik semula karena otak melepaskan hormon stres ke aliran darah. Level tekanan darah biasanya mencapai puncaknya pada tengah hari. Menjelang petang, tekanan darah akan menurun lagi. Itu siklus normal tekanan darah pada setiap orang. Namun ada kemungkinan terjadi abnormalitas pada pola tekanan darah itu. Salah satunya adalah morning surge atau morning hypertension, yakni kondisi ketika tekanan darah meningkat melebihi batas normal pada pagi hari saat bangun. Kondisi itu bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti serangan jantung dan kerusakan otak. Bukan hanya orang dengan tekanan darah tinggi yang berisiko mengalami morning surge. Mereka yang tekanan darahnya terkontrol juga bisa terkena morning surge hingga serangan jantung. Untuk mengetahui adanya morning surge, ukur tekanan darah ketika bangun pagi hari dan sesaat sebelum tidur malam. Morning surge terjadi jika rata-rata tekanan darah pada pagi dan malam kurang dari 135 mmHg serta perbedaan tekanan darah pada pagi dan malam sekitar 15-20 mmHg. Ciri-Ciri Serangan Jantung di Pagi Hari Serangan jantung pada pagi hari berpotensi fatal karena terjadi tiba-tiba dan sering kali tak bisa mendapat pertolongan segera. Terdapat beberapa ciri serangan jantung saat pagi hari yang membutuhkan perhatian: Sakit kepala parah Dada terasa sakit atau nyeri seperti tertekan atau diremas Kesemutan pada lengan hingga wajah Kelelahan ekstrem Berkeringat Susah bernapas/sesak napas Sakit perut/mual Kehilangan kesadaran Bila merasakan gejala tersebut, segera cari pertolongan. Jika merasa memiliki faktor risiko penyakit jantung, Anda harus lebih memperhatikan potensi serangan jantung saat pagi. Khususnya bagi yang memiliki tekanan darah tinggi. Bekali diri dengan alat pengukur tekanan darah manual guna mengontrol levelnya selalu di batas aman setiap hari. Alat ini bisa diperoleh di toko alat kesehatan. Ukur tekanan darah setiap pagi dan malam dan catat hasilnya. Yang tak kalah penting, ubah gaya hidup yang tidak sehat demi kesehatan jantung. Kapan Harus ke Dokter Jantung? Kita dapat mengurangi risiko serangan jantung dengan perbaikan gaya hidup. Pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung juga penting untuk deteksi dini. Orang dengan tekanan darah tinggi sebaiknya rutin menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai dengan anjuran dokter, termasuk untuk mengecek kondisi jantungnya. Jika merasa mengalami morning surge, sebaiknya tidak menunda untuk pergi ke dokter jantung. Bawalah hasil pengukuran tekanan darah yang dilakukan mandiri di rumah saat ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna menegakkan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat. Penyakit jantung adalah masalah serius yang membutuhkan tindakan secepatnya dan sedini mungkin. Segera datangi dokter bila memiliki faktor risiko serangan jantung. Makin dini pemeriksaan, makin besar peluang pemulihan. Jangan tunggu sampai terkena serangan jantung. Narasumber: dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. JP (K), FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. ahajournals. org/doi/10. 1161/01. cir. 0000056521. 67546. aa https://www. ahajournals. org/doi/10. 1161/01. CIR. 0000060887. 83850. 46 https://www. health. harvard. edu/newsletter_article/what-triggers-heart-attacks https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC2841701/ https://www. medicalnewstoday. com/articles/327151#prevention-and-control https://www. med. or. jp/english/pdf/2005_05/234_240. pdf https://www. myhealthmylife. com. my/high-blood-pressure/morning-blood-pressure Illustrasi Gambar : Freepic - Published: 2021-02-21 - Modified: 2021-02-23 - URL: https://primayahospital.com/jantung/bibir-bayi-warna-biru/ - Kategori: Anak, Penyakit Jantung Ketika bibir bayi berubah menjadi berwarna biru, berarti ada yang salah dengan kesehatan sang buah hati. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Artinya, lebih baik membawa bayi ke rumah sakit secepatnya untuk mendapat pemeriksaan. Bibir bayi yang berwarna biru bisa jadi merupakan tanda penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung bawaan adalah kondisi ketika jantung mengalami kecacatan dari lahir atau sejak dalam kandungan. Perkembangan jantung yang terhambat atau tidak sempurna membuat bayi terlahir dengan penyakit jantung bawaan. Salah satu tanda penyakit ini adalah bibir bayi terlihat membiru. Bibir Bayi Biru Tanda Penyakit Jantung Bawaan? Bibir biru pada bayi adalah gejala kurangnya oksigen dalam darah. Istilah medisnya adalah sianosis. Selain tangan, bagian tubuh bayi yang membiru antara lain lidah, kuku, dan jari tangan serta kaki. Gejala ini menandakan adanya penyakit jantung bawaan asianotik. Namun bisa pula penyebabnya adalah kondisi lain, seperti pneumonia dan penyakit lain yang berkaitan dengan paru-paru. Selain itu, lokasi di dataran tinggi, suhu udara yang rendah, dan sirkulasi udara yang buruk bisa pula menyebabkan bibir bayi berubah membiru lantaran kekurangan oksigen. Untuk memastikan apakah warna biru pada bibir bayi itu merupakan tanda penyakit jantung bawaan, perlu pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung. Pemeriksaan ini mencakup penilaian terhadap riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik dan penunjang. Bibir biru diduga kuat menjadi tanda penyakit jantung bawaan jika ada beberapa gejala lain yang berkaitan, seperti: Kesulitan bernapas/terengah-engah Detak jantung tidak teratur, bisa lebih cepat atau lebih lambat Sering mengeluarkan banyak keringat Tidak berselera makan/menolak makanan Pertumbuhan terhambat Di Indonesia, menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, terdapat sekitar 43. 200 kasus penyakit jantung bawaan dari 4,8 juta kelahiran hidup per tahun. Angka ini masih di bawah prevalensi jenis penyakit jantung lain. Penyakit jantung bawaan juga kadang hanya menimbulkan masalah minor, meski bisa juga menyebabkan kematian. Apa Penyebab Penyakit Jantung Bawaan Hingga kini, belum ada penyebab pasti penyakit jantung bawaan. Sejumlah penelitian menemukan beberapa kemungkinan penyebab penyakit itu, dari masalah kromosom, genetik, hingga lingkungan. Sebanyak 85-90 persen penyakit jantung bawaan tak bisa diidentifikasi penyebabnya. Umumnya, penyebabnya disebut sebagai warisan multifaktor. Artinya, banyak faktor yang terlibat dalam munculnya penyakit tersebut. Faktor lingkungan di sekitar ibu disebut turut berpengaruh terhadap kemungkinan bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan. Beberapa faktor itu antara lain: Kebiasaan merokok/sering terpapar asap rokok Minum minuman beralkohol Kelebihan berat badan Terpapar polusi lingkungan Mengidap virus saat hamil Kekurangan asam folat Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Jantung Bawaan Karena kurangnya informasi mengenai penyebab pasti penyakit jantung bawaan, tidak ada jaminan orang tua dapat menghindarkan buah hatinya dari masalah tersebut. Namun, bagi ibu hamil, terdapat sejumlah cara untuk mengurangi risiko penyakit jantung bawaan berikut ini: Pastikan sudah mendapat vaksin rubela dan flu Hindari minuman beralkohol Hanya minum obat yang sesuai dengan anjuran dokter Jauhi asap rokok Konsumsi suplemen asam folat tiap hari, terutama pada trimester pertama kehamilan Konsultasikan obat herbal dengan dokter kandungan bila hendak meminumnya Pantau kadar gula darah dan berat badan ideal Hindari paparan zat pelarut organik seperti yang digunakan dalam penghilang cat kuku, tiner, parfum, dan detergen Sebagai langkah preventif dan deteksi dini, periksakan kehamilan secara rutin sejak trimester pertama sesuai dengan jadwal. Tanda penyakit jantung bawaan bisa terdeteksi dalam pemeriksaan kehamilan sehingga dokter dapat segera mengambil tindakan penanganan yang tepat dan cepat. Ditinjau oleh: dr. Citra Amelinda, Sp. A, M. Kes, IBCLC Dokter Spesialis Anak - Primaya Hospital Bekasi Timur dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. JP (K), FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. aap. org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/chphc/Pages/Risk-Factors-For-CHD. aspx https://www. heart. org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects https://www. nhs. uk/conditions/congenital-heart-disease/prevention/ https://www. nhs. uk/conditions/blue-skin-or-lips-cyanosis/ http://www. inaheart. org/education_for_patient/2019/7/10/penyakit_jantung_bawaan https://www. cdc. gov/ncbddd/heartdefects/facts. html Illustrasi Gambar : Freepic - Published: 2021-02-19 - Modified: 2021-02-22 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perkembangan-janin-usia-8-minggu/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Perkembangan janin dari bulan ke bulan memerlukan pemantauan secara berkala. Tujuannya adalah memastikan janin berkembang sesuai dengan rencana. Selain itu, kondisi ibu bisa turut terpantau hingga tiba waktunya melahirkan. Pemantauan lewat pemeriksaan oleh dokter kandungan atau bidan ini penting demi kelancaran masa kehamilan hingga persalinan (Ante Natal care / ANC ). Pada usia kehamilan satu bulan, perkembangan janin belum cukup pesat untuk dapat terpantau. Pemantauan bisa lebih baik untuk melihat perkembangan janin ketika sudah hamil dua bulan ( 8 Minggu ). Ibu bisa mendapatkan gambaran bayinya dalam kandungan lewat pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pertumbuhan Janin Usia Hamil 2 Bulan Saat awal berusia dua bulan, ukuran janin kira-kira 2,5 sentimeter atau seperti buah stroberi. Janin masih disebut sebagai embrio. Wajahya belum tampak jelas sebagai manusia, tapi beberapa organ sudah mulai berkembang, seperti mata, hidung, mulut, dan telinga. Sejumlah sistem tubuh yang penting juga telah terbentuk, misalnya organ pernapasan dan sistem saraf. Otak bayi juga bertambah besar. Denyut jantung pun telah ada. Pada usia kehamilan dua bulan ( 8 Minggu ) ini, perkembangan janin berlangsung amat cepat. Janin sudah mulai bisa bergerak-gerak walau ibu belum dapat merasakannya. Bagi janin dengan jenis kelamin laki-laki, penis juga sudah mulai terbentuk. Adakah Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Ibu Saat Kehamilan 2 Bulan ( 8 Minggu )? Tubuh ibu hamil berubah seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan perkembangan janin. Saat usia kehamilan dua bulan ( 8 Minggu ), tanda-tanda hamil makin jelas. Rasa tidak nyaman mulai lebih sering muncul, seperti mudah lelah, mual dan muntah, dada terasa panas, dan kerap buang air kecil. Beberapa ibu mengalami hidung tersumbat. Mood atau suasana hati juga gampang berubah karena perubahan hormon. Tubuh juga memproduksi lebih banyak darah dan jantung akan berdetak lebih kencang dan keras untuk mengalirkan darah itu. Adapun perubahan fisik meliputi: Payudara kian membesar Puting lebih menonjol dan berwarna lebih gelap Terdapat bintil-bintil di sekitar areola. Kadang kadang Muncul jerawat karena meningkatnya kadar hormon Rambut lebih susah diatur Gusi menjadi lebih lunak Pada masa kehamilan dua bulan ( 8 minggu ), ibu hamil rentan mengalami masalah pencernaan. Jadi, meski mulai mengidam dan ingin makan banyak, tetap harus menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak makanan berserat dan minum cukup air. Pastikan banyak beristirahat dan berolahraga dengan aman demi perkembangan janin. Kurangi dulu kegiatan fisik yang berat dan hindari makanan serta minuman yang tak menyehatkan ( Jungfood dan makanan berlemak ). Apa Saja Pemeriksaan Kehamilan Pada Usia Hamil 2 Bulan? Umumnya, ibu hamil baru pertama kali menjalani pemeriksaan saat usia kehamilannya dua bulan ( 8 Minggu ). Ini akan menjadi pemeriksaan yang paling lama karena butuh rekam medis ibu yang komplet, termasuk bila sebelumnya sudah pernah hamil. Kehamilan akan dikonfirmasi melalui serangkaian pemeriksaan. Salah satunya dengan USG. Karena itu, dokter atau bidan akan menanyakan soal siklus menstruasi. Dokter juga bakal menanyakan apa saja obat-obatan yang dikonsumsi dan penyakit apa saja yang pernah atau sedang diderita. Bila ada alergi, ibu harus memberitahukannya. Tinggi dan berat badan ibu akan dicek, juga tekanan darahnya. Demi perkembangan janin, ibu disarankan pula menjalani tes screening pada kehamilan cek lab, darah dan urine. Tanyakan apa pun yang hendak Anda ketahui saat pemeriksaan pada usia hamil dua bulan ( 8 Minggu ) ini. Khususnya bagi ibu yang baru hamil untuk pertama kali. Keterbukaan dan komunikasi yang baik akan membantu dokter memberikan penanganan terbaik untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin. Narasumber: dr. Ita Rosita, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. mayoclinic. org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/prenatal-care/art-20044882 https://www. mayoclinic. org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/prenatal-care/art-20045302 https://www. babycentre. co. uk/2-months-pregnant https://www. acog. org/womens-health/faqs/how-your-fetus-grows-during-pregnancy https://www. webmd. com/baby/1to3-months https://americanpregnancy. org/healthy-pregnancy/week-by-week/ - Published: 2021-02-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/sering-mendengkur-tanda-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Banyak orang beranggapan bahwa mendengkur adalah tanda orang tidur sangat nyenyak. Apalagi bila orang tersebut susah dibangunkan, bahkan ketika banyak suara berisik di dekatnya. Padahal mendengkur justru bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Salah satunya tanda penyakit jantung. American Heart Association menyebutkan bahwa mendengkur bisa menjadi tanda sleep apnea, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Sleep apnea adalah gangguan kesehatan berupa terhentinya napas selama beberapa saat ketika tidur. Gangguan tidur ini berpotensi serius dan bisa menyebabkan kematian. Mengapa Kita Mengorok Atau Mendengkur? Mendengkur atau mengorok bukanlah perilaku tidur yang wajar. Orang mendengkur ketika tidak ada cukup ruang bagi lidah di bagian belakang tenggorokan. Umumnya, orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas mendengkur ketika tidur. Sebab, terdapat tumpukan lemak di saluran pernapasan, bahkan di area lidah, yang menghalangi kerja sistem pernapasan. Ini yang mengaitkan kebiasaan mendengkur dengan tanda penyakit jantung. Saat orang tertidur, otot di langit-langit mulut, lidah, dan tenggorokan akan melemas. Jaringan di tenggorokan yang rileks itu dapat menghalangi jalan napas dan menimbulkan getaran saat bernapas. Bila lemak bertumpuk di jaringan itu, jalan napas akan makin sempit. Akibatnya, aliran napas makin kuat sehingga getaran meningkat. Walhasil, muncul suara dengkuran ketika tidur. Apakah Mendengkur Tanda Penyakit Jantung? Patut digarisbawahi adalah tidak ada kaitan langsung antara mendengkur dan penyakit jantung. Namun, menurut banyak penelitian, terdapat peningkatan risiko penyakit jantung pada orang yang punya kebiasaan mendengkur. Itu yang memunculkan pendapat bahwa mendengkur bisa jadi tanda penyakit jantung. Jadi ada pula kemungkinan orang mendengkur tapi tak punya masalah jantung. Terdapat beberapa penyebab orang mendengkur saat tidur yang tak terkait dengan penyakit jantung, seperti: Anatomi mulut: bila langit-langit mulut secara anatomi tebal dan rendah, jalan napas akan sempit dan memicu dengkuran. Masalah pada hidung: hidung tersumbat kronis atau bengkoknya partisi di antara lubang hidung bisa membuat orang mendengkur. Kurang tidur: jaringan otot tenggorokan orang yang kurang tidur cenderung lebih lemas sehingga menghalangi jalan napas. Posisi tidur: orang yang tidur dalam posisi telentang bisa mendengkur karena efek gravitasi pada tenggorokan. Genetis: orang yang memiliki riwayat keturunan anggota keluarga mendengkur mungkin akan mengalami hal yang sama. Mendengkur diduga kuat menjadi tanda penyakit jantung ketika mengarah ke gejala obstructive sleep apnea (OSA). Gangguan tidur ini terjadi ketika ada masalah pada sistem pernapasan. Indikasi adanya OSA pada seseorang salah satunya biasa mendengkur ketika tidur. Indikasi lainnya meliputi: Rasa kantuk berlebih pada siang hari Orang di dekatnya bisa menyaksikan terhentinya napas selama beberapa saat ketika pasien tidur Susah memusatkan perhatian Merasa tenggorokan sakit dan mulut kering ketika bangun tidur Gelisah saat tidur, susah tidur Tersedak atau terengah-tengah kala tidur di malam hari Tekanan darah tinggi Merasa dada nyeri saat malam Libido menurun Mudah marah Dengkuran amat keras hingga orang lain di sekitarnya merasa sangat terganggu. Kapan Harus ke Dokter Jantung? Meski mendengkur tidak secara langsung menjadi tanda penyakit jantung, kita patut waspada bila punya kebiasaan itu. Khususnya bila memiliki faktor risiko penyakit jantung, terutama obesitas. Sebaiknya temui dokter segera bila terbiasa mendengkur dengan diiringi indikasi adanya masalah jantung. Pria lebih sering mendengkur ketimbang wanita. Tapi bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami sleep apnea yang mengarah ke masalah jantung di kemudian hari. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter jantung bisa menjadi cara terbaik untuk melakukan pencegahan dan perawatan sejak dini. Narasumber: dr. Robert Edward Saragih, Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. health. harvard. edu/heart-health/why-snoring-could-be-a-sign-your-heart-is-at-risk https://www. heart. org/en/health-topics/sleep-disorders/sleep-apnea-and-heart-disease-stroke https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/snoring/symptoms-causes/syc-20377694 https://pubmed. ncbi. nlm. nih. gov/1791087/ https://pharmascope. org/ijrps/article/view/2997/6646 https://www. ahajournals. org/doi/full/10. 1161/circulationaha. 107. 189420 Illustrasi Gambar : Freepic - Published: 2021-02-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/amankah-vaksin-covid-19-untuk-ibu-menyusui/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Vaksin Covid-19 adalah alat penting untuk membantu mengendalikan pandemi yang kian menjalar di seluruh dunia. Dengan kombinasi pengujian dan pencegahan lewat protokol kesehatan, vaksinasi bahkan bisa mendorong berakhirnya pandemi. Saat ini telah tersedia sejumlah vaksin Covid yang sudah mendapat izin penggunaan. Namun kehadiran vaksin yang prosesnya terbilang singkat ini memantik banyak pertanyaan, terutama mengenai keamanannya. Salah satu pertanyaan itu terkait dengan keamanan vaksin Covid-19 bagi ibu menyusui. Sebagai ibu yang baru melahirkan buah hati, tentu keamanan menjadi prioritas utama bagi ibu dan bayinya. Pengembangan vaksin biasanya memakan waktu bertahun-tahun. Jadi ketika ada vaksin Covid yang pengembangannya begitu cepat dibanding pengembangan vaksin pada umumnya, wajar muncul tanda tanya. Sudah Ada Uji Klinis Vaksin ke Ibu Menyusui? Dari sejumlah vaksin Covid-19 yang sudah siap, belum ada yang telah melewati uji klinis dengan peserta ibu menyusui. Sebab, ibu menyusui dan ibu hamil hampir selalu tak masuk daftar peserta uji klinis vaksin. Para pakar yang mengembangkan vaksin kesulitan untuk sepenuhnya memahami risiko vaksin pada bayi. Karena itulah tak ada data tentang keamanan vaksin Covid-19 bagi ibu menyusui, termasuk dampaknya terhadap bayi dan produksi ASI. Namun vaksin jenis mRNA dianggap tak berisiko terhadap bayi yang masih menyusu. Anggapan ini bersumber dari vaksinasi terhadap sejumlah tenaga kesehatan yang juga ibu menyusui. Dari para tenaga medis ini, belum ada laporan risiko yang muncul pada bayi ataupun mereka sendiri seusai vaksinasi. Bagaimana Cara Vaksin Bekerja? Vaksin mengurangi risiko seseorang terkena penyakit dengan cara membantu pembentukan antibodi untuk melawan kuman penyebab penyakit tersebut. Ketika mendapat vaksin, sistem imun akan memberikan respons, yakni: Mengenali kuman yang masuk, baik virus maupun bakteri Menghasilkan antibodi, yaitu protein yang terbentuk secara alami oleh sistem imun untuk melawan penyakit Mengingat penyakit dan cara melawannya. Bila tubuh terpapar kuman itu di kemudian hari, sistem imun akan dapat dengan mudah memusnahkannya sebelum jatuh sakit Begitu pula cara kerja vaksin Covid-19. Penyebab Covid-19 adalah virus SARS-CoV-2. Bagi orang yang sudah mendapat vaksin, sistem imunnya akan mengenali virus itu ketika terinfeksi dan langsung melawannya. Sedangkan orang yang belum memperoleh vaksin hampir dapat dipastikan jatuh sakit lantaran sistem imunnya tak punya bekal untuk melawan infeksi. Namun vaksin tidak seperti Superman yang bisa langsung kuat melawan penjahat. Butuh waktu bagi vaksin untuk dapat bekerja maksimal. Selain itu, ada faktor dosis yang berpengaruh yang menentukan kemanjuran vaksin. Dosis vaksin Covid-19 pada umumnya dua kali, yang berarti seseorang harus menjalani dua kali vaksinasi dalam rentang waktu tertentu sesuai dengan jenis vaksin yang diterima. Vaksin juga bukan jaminan seseorang akan kebal terhadap virus. Fungsinya hanya mengurangi risiko tertular. Jadi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan ketika beraktivitas sehari-hari meski sudah memperoleh vaksin Covid-19. Meski begitu, orang yang telah menerima vaksin umumnya tidak mengalami komplikasi yang parah ketika terinfeksi ketimbang orang yang belum divaksin. Apakah Aman untuk Ibu dan Bayi? Hingga saat ini uji klinis vaksin Covid-19 hanya dilakukan terhadap peserta di atas usia 16 tahun. Jadi Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan pemberian vaksin Covid kepada anak usia di bawahnya, termasuk bayi. Tapi ada diskusi mengenai vaksinasi bagi ibu menyusui. Beberapa organisasi, seperti American College of Obstetricians and Gynecologists dan Academy of Breastfeeding Medicine, berpendapat bahwa para ibu hamil dan ibu menyusui semestinya berkesempatan mengikuti vaksinasi. Sebab, belum ada laporan efek samping berbahaya terhadap mereka dalam program vaksinasi yang sedang berjalan. Vaksin tidak mengandung virus yang bisa menginfeksi penerimanya. Maka Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) berpendapat vaksin tidak membawa risiko pada bayi yang masih menyusu. Tapi, karena Amerika Serikat menggunakan vaksin mRNA, pendapat itu hanya berlaku untuk vaksin jenis tersebut saat ini. Meski begitu, karena belum ada data mengenai hasil uji klinis vaksin Covid-19 terhadap ibu menyusui, belum ada pula organisasi yang dapat memastikan sepenuhnya keamanan vaksin bagi ibu menyusui dan bayinya. Perlukah Berhenti Menyusui Setelah Divaksin? Academy of Breastfeeding Medicine menjelaskan bahwa bayi memperoleh segudang manfaat dari air susu ibu. ASI memiliki kandungan yang banyak dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi, termasuk antibodi. Bertolak dari hal tersebut, ibu tak perlu berhenti menyusui setelah menerima vaksin Covid-19. Justru bayi mungkin dapat menerima pula manfaat vaksin lewat ASI. WHO pun tidak merekomendasikan ibu berhenti menyusui setelah divaksin. Hingga sekarang, baru para tenaga kesehatan yang mendapat prioritas vaksin. Jadi baru ibu menyusui yang berstatus tenaga kesehatan yang berkesempatan memperoleh manfaat vaksin Covid-19 hingga ada pengumuman vaksinasi lebih lanjut. Narasumber: dr. Amelia Abdullah, SpOG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. nhs. uk/conditions/coronavirus-covid-19/coronavirus-vaccination/coronavirus-vaccine/ https://covid19. go. id/p/berita/satgas-covid-19-vaksin-menstimulasi-imunitas-tubuh https://covid19. go. id/tanya-jawab https://www. who. int/news-room/q-a-detail/vaccines-and-immunization-what-is-vaccination https://www. eurekalert. org/pub_releases/2021-01/mali-itc011221. php https://www. health. harvard. edu/blog/wondering-about-covid-19-vaccines-if-youre-pregnant-or-breastfeeding-2021010721722 Illustrasi Gambar : Freepic - Published: 2021-02-16 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/pentingnya-vaksin-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Covid-19 telah menimbulkan banyak kerugian di hampir semua negara di dunia. Dari anak-anak hingga kalangan lanjut usia tak luput dari ancaman penyakit dari virus corona jenis baru itu. Maka, ketika muncul kabar bahwa telah tersedia vaksin Covid-19, banyak orang bersukaria. Kehadiran vaksin ini memantik harapan untuk pemulihan kondisi global. Meski begitu, vaksin Covid-19 bukanlah jaminan virus corona akan segera musnah dari muka bumi. Tak ada pula yang dapat memastikan kapan vaksin akan menghentikan penularan virus mematikan tersebut. Demi mewujudkan harapan pemulihan itu, butuh peran serta aktif masyarakat di seluruh dunia untuk mendapatkan vaksin virus corona, termasuk di Indonesia. Mengapa Kita Harus Melakukan Vaksin Covid-19 Covid-19 bisa menimbulkan komplikasi yang serius dan mengancam jiwa, dan tidak ada yang sepenuhnya aman dari penularan virus tersebut. Dari satu saja orang yang terinfeksi Covid-19, terdapat potensi penularan terhadap puluhan orang lain, bahkan lebih. Vaksin Covid-19 berfungsi menekan potensi itu. Ketika seseorang terinfeksi virus corona, sistem imun alias antibodinya telah dapat mengenali virus itu sehingga kemungkinan tertular lagi lebih kecil. Artinya, dia lebih kebal atau imun terhadap Covid-19 ketimbang orang lain yang belum pernah terinfeksi. Vaksin Covid-19 menawarkan perlindungan berupa kekebalan tersebut tanpa perlu sakit Covid dulu. Orang yang positif Covid harus menghadapi kemungkinan terburuk berupa kehilangan nyawa. Yang bergejala ringan atau tanpa gejala pun tetap mesti melakukan isolasi mandiri dan mengikuti prosedur perawatan yang rumit. Bila mendapatkan vaksin Covid-19, kita tak perlu mengalami masa-masa sulit dan berisiko itu untuk memperoleh kekebalan terhadap virus corona. Manfaat lain menerima vaksin Covid-19 adalah membantu pembentukan herd immunity atau kekebalan komunitas untuk menghentikan pandemi. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok dalam masyarakat telah mendapat kekebalan dari suatu penyakit. Dengan demikian, potensi penularan penyakit tersebut lebih kecil, bahkan nihil, karena mata rantai terputus saat virus tak bisa menginfeksi anggota masyarakat yang telah kebal. Seberapa Aman Vaksin Covid-19? Dalam pembuatan vaksin, keamanan adalah faktor utama yang menjadi perhatian para petugas dan pakar kesehatan. Termasuk ketika mengembangkan vaksin Covid-19. Demi memastikan keamanan vaksin, ada serangkaian prosedur yang mesti ditaati. Prosedur ini mencakup uji praklinis hingga uji klinis dalam tiga fase. Kebanyakan vaksin membutuhkan waktu panjang hingga bertahun-tahun untuk dapat digunakan. Karena itu, wajar jika muncul keraguan terhadap vaksin Covid-19 yang tersedia dalam waktu sangat singkat. Walau pengembangan vaksin Covid terbilang cepat, prosedur uji praklinis hingga uji klinis tahap ketiga tak ditinggalkan untuk memastikan keamanannya. Semua vaksin Covid-19 yang sudah siap telah menjalani pengujian untuk menentukan tingkat keamanan dan efikasinya. Pengujian itu mencakup uji coba terhadap masyarakat yang menjadi sukarelawan. Dari hasil serangkaian pengujian itu, barulah vaksin diajukan ke otoritas terkait untuk mendapat izin penggunaan. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan telah memberi izin penggunaan darurat untuk sejumlah vaksin. Majelis Ulama Indonesia pun sudah menerbitkan fatwa halal pemakaian vaksin Covid-19. Bagaimana Mengelola Efek Samping Usai Vaksinasi Serupa dengan vaksin lain, terdapat kemungkinan muncul efek samping vaksin Covid-19. Menurut penelitian, vaksin Covid bisa menimbulkan efek samping baik dari dosis pertama maupun dosis kedua. Contohnya: Rasa sakit, bengkak, merah pada kulit yang disuntik Demam Kelelahan Lemas Sakit kepala Nyeri otot Menggigil kedinginan Nyeri sendi Ada juga reaksi alergi yang dilaporkan seusai vaksinasi Covid. Bila hendak mendapat vaksin, Anda harus menjelaskan ke pemberi vaksin bila punya alergi tertentu. Penerima vaksin Covid-19 akan berada di bawah pemantauan selama setidaknya 15 menit setelah vaksinasi. Petugas akan mengamati apakah ada reaksi yang muncul seketika. Kebanyakan efek samping vaksin Covid muncul dalam tiga hari selepas vaksinasi dan hilang sendiri hingga maksimal 1 pekan. Jika demam, minum parasetamol dan beristirahatlah. Bila sakit berlanjut, hubungi dokter sesegera mungkin dengan menjelaskan bahwa Anda telah menerima vaksin Covid. Harus digarisbawahi bahwa orang yang telah menerima vaksin masih bisa terinfeksi. Karena itu, penerima vaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Bila merasa ada gejala Covid, segera isolasi mandiri dan jalani tes usap. Jika Sudah Pernah Terkena Covid-19, Perlukah Vaksin? Pada umumnya, orang yang pernah terkena Covid-19 telah mendapat kekebalan dari virus penyebab penyakit itu. Namun, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), orang yang pernah positif Covid masih bisa memperoleh manfaat dari vaksin Covid-19. Belum ada informasi yang memadai mengenai berapa lama seseorang dapat terlindungi dari Covid-19 setelah dia terinfeksi dan memiliki kekebalan alami. Bukti awal dari sejumlah penelitian mengindikasikan kekebalan alami ini tak begitu lama bertahan. Ada kasus reinfeksi atau orang kembali tertular Covid tiga bulan setelah infeksi yang pertama. Karena itu, rekomendasinya adalah orang yang pernah tertular Covid menjalani vaksinasi tiga bulan setelah sembuh. Narasumber: Dr. dr. Muh. Harun Iskandar, Sp. PD, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/faq. html https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/vaccine-benefits. html https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-vaccine/art-20484859 https://www. unicef. org/coronavirus/what-you-need-to-know-covid-vaccine https://www. who. int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines https://www. nhs. uk/conditions/coronavirus-covid-19/coronavirus-vaccination/coronavirus-vaccine/ https://covid19. go. id/p/berita/satgas-covid-19-vaksin-menstimulasi-imunitas-tubuh https://covid19. go. id/tanya-jawab https://www. aarp. org/health/conditions-treatments/info-2020/coronavirus-vaccine-research. html - Published: 2021-02-15 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/tht/penyakit-meniere/ - Kategori: Penyakit, THT - Translation Priorities: Optional Bila sering merasa pusing, penglihatan kabur, dan kemampuan pendengaran berkurang, bisa jadi itu gejala penyakit meniere. Penyakit meniere adalah penyakit progresif atau bisa bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Bila tak segera ditangani, penyakit pada bagian dalam telinga ini akan mengganggu kehidupan penderitanya. Penyakit meniere kerap didapati pada orang berusia 20-50 tahun. Tapi tak tertutup kemungkinan orang mengalaminya di luar usia tersebut. Meniere menyebabkan berkurangnya kemampuan keseimbangan. Pemeriksaan oleh dokter perlu dilakukan segera jika merasakan gejala tersebut. Gejala Penyakit Meniere Salah satu gejala awal yang terjadi adalah gangguan pendengaran berupa suara berdenging (tinitus) dan tekanan pada telinga. Biasanya, hanya satu telinga yang mengalaminya. Tapi bisa juga kedua telinga merasakan hal itu, terutama saat penyakit kian parah. Gejala kerap disertai rasa pusing seperti berputar-putar atau vertigo serta kaburnya penglihatan secara tiba-tiba. Penderitanya bisa mengalami gejala itu selama 20 menit hingga beberapa jam sehingga perlu mengistirahatkan diri. Kondisi ini dapat muncul beberapa kali dalam sepekan, bisa pula jaraknya terpaut bulan atau bahkan tahun. Gejala penyakit meniere lain yang sering dijumpai di antaranya: Perasaan gelisah Mual, muntah, dan diare Badan gemetar Berkeringat dingin Detak jantung cepat Ketika serangan terjadi, gejala tersebut bisa jadi tidak muncul secara bersamaan. Tingkat keparahan gejala pun tidak sama dalam setiap serangan. Misalnya kemarin vertigo dirasakan sangat berat, tapi hari ini keringat dingin yang lebih mendominasi. Tanda yang konstan muncul berkaitan dengan telinga, seperti tinitus dan perasaan penuh di telinga. Keduanya mungkin dirasakan bahkan ketika tidak terjadi serangan gejala lain. Pengobatan Penyakit Meniere Hingga saat ini, penyebab meniere belum diketahui dengan jelas. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab adalah volume cairan di labirin telinga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Pengobatan penyakit meniere terutama dilakukan untuk mengurangi vertigo dan mengatur cairan di telinga. Obat vertigo: Obat yang kerap diresepkan dokter untuk mengatasi vertigo serta mual-mual antara lain prochlorperazine, antihistamine, valium, dramamine, dan antivan. Sebagai pendamping, terapi rehabilitasi vestibular mungkin juga dibutuhkan untuk mengatasi vertigo. Mengatur cairan: Sodium bisa membuat cairan di dalam tubuh melebihi kebutuhan. Karena itu, kurangi asupan sodium, antara lain dari garam dan makanan cepat saji. Obat diuretik juga mungkin diresepkan untuk mengurangi cairan di telinga. Pengobatan penyakit meniere juga dapat dilakukan secara periodik dan menggunakan peralatan khusus. Contohnya: Steroid: Bila mendeteksi ada masalah imun, dokter bisa meminta penderita penyakit meniere mengonsumsi steroid dalam jangka waktu tertentu. Alat bantu dengar: Dokter bisa menyarankan penggunaan alat bantu dengar setelah diagnosis untuk meningkatkan kemampuan pendengaran. Perangkat Meniett: Peralatan khusus ini berfungsi memberi tekanan pada saluran telinga untuk mengatur gerakan cairan di dalam telinga. Perangkat ini bisa digunakan di rumah. Injeksi: Dokter mungkin menyuntikkan antibiotik gentamicin untuk mengurangi fungsi bagian telinga yang terganggu. Dalam kasus tertentu, pengobatan penyakit meniere bisa jadi membutuhkan operasi karena kondisi pasien tidak membaik setelah menjalani perawatan. Operasi tersebut antara lain: Bedah kantong endolimfatik: Operasi ini dilakukan pada kantong endolimfatik di bagian dalam telinga. Ada beberapa variasi operasi. Tujuannya mengurangi tekanan dari cairan di telinga. Pasien harus dibius total untuk operasi ini. Labirintektomi: Operasi ini bertujuan merusak fungsi pendengaran dan vestibular pada bagian dalam telinga yang bertugas mengendalikan keseimbangan. Serangan vertigo akan berkurang setelah operasi. Tapi pasien akan mengalami tuli sehingga prosedur ini hanya disarankan jika vertigo sudah sangat parah. Pemotongan saraf verstibular: Prosedur ini dilakukan oleh dokter bedah saraf. Dalam operasi, saraf yang bertugas mengirim sinyal keseimbangan akan dihancurkan untuk mengurangi vertigo. Pencegahan Penyakit Meniere Serangan penyakit meniere bisa dicegah dengan mengubah pola makan dan menerapkan gaya hidup serta konsumsi obat. Salah satu obat untuk mengurangi frekuensi dan keparahan penyakit meniere adalah betahistine. Obat ini disebut dapat mengurangi tekanan oleh cairan pada bagian dalam telinga serta meredakan vertigo. Makanan tinggi sodium dan kafein juga perlu dikurangi. Kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol pun disarankan ditinggalkan atau setidaknya dikurangi. Rutin berolahraga serta bermeditasi juga dipandang perlu sebagai terapi relaksasi guna mengatasi serangan gejala penyakit meniere. Narasumber: dr. Asterina Suhardi SpTHT Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://med. unhas. ac. id/kedokteran/wp-content/uploads/2016/09/Bahan-Ajar-_-Meniere-2. pdf https://www. webmd. com/brain/what-is-meniere-disease#1 https://www. nhs. uk/conditions/menieres-disease/ - Published: 2021-02-14 - Modified: 2021-02-15 - URL: https://primayahospital.com/jantung/pentingnya-cek-kesehatan-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Kesehatan jantung memainkan peran vital dalam kehidupan. Dengan jantung sehat, aktivitas sehari-hari akan lebih lancar. Sayangnya, tak sedikit orang yang abai terhadap kesehatan jantungnya. Padahal penyakit jantung masih menduduki peringkat pertama sebagai pembunuh nomor satu di dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Penyakit jantung adalah istilah untuk berbagai jenis masalah jantung. Contohnya penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, serangan jantung, henti jantung, dan penyakit jantung bawaan. Untuk mengetahui ada atau tidaknya risiko tersebut, orang perlu menjalani pemeriksaan kesehatan jantung. Pemeriksaan sejak dini akan membantu penanganan risiko masalah jantung sehingga orang itu bisa hidup lebih sehat dan lebih lama. Mengapa Cek Kesehatan Jantung Sangat Penting Kesehatan jantung tak bisa terpantau secara kasatmata. Medical Check Up jantung secara teratur akan membantu mendeteksi berbagai masalah jantung serta faktor risikonya. Dokter dapat memantau kesehatan jantung dan menemukan potensi suatu masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius. Medical Check Up jantung penting untuk: Mendeteksi potensi masalah atau penyakit jantung sejak dini Mengurangi kemungkinan masalah menjadi lebih serius Mendapat perawatan yang tepat dengan cepat Meningkatkan dan menjaga kesehatan seluruh tubuh Memperoleh gambaran kondisi kesehatan dari waktu ke waktu Mencegah pengeluaran lebih banyak untuk merawat penyakit di kemudian hari Dengan rutin menjalani pengecekan kesehatan, kita akan memahami kondisi jantung sendiri. Pemahaman ini penting, terutama bila ada masalah atau risiko penyakit jantung yang didapati dari pemeriksaan. Dokter spesialis jantung akan memberi bantuan untuk mengelola risiko itu, misalnya dengan obat-obatan, terapi, dan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Tips Menjaga Kesehatan Jantung Menjaga kesehatan jantung sebetulnya sederhana. Dengan menjaga jantung tetap sehat, kita pun dapat merawat kondisi tubuh secara keseluruhan. Bukan cuma penyakit jantung yang bisa dicegah, tapi juga penyakit lain yang berkaitan, seperti stroke. 1. Ketahui risiko Setiap orang memiliki risiko penyakit jantung, tapi kadarnya berbeda-beda. Ketahui risiko ini dalam diri kita dengan melihat faktor yang mempengaruhi, misalnya usia, kebiasaan hidup sehari-hari, dan riwayat kesehatan keluarga. Bila telah mengetahui risiko tersebut, kita dapat menjaga kesehatan dengan meningkatkan gaya hidup menjadi lebih sehat. 2. Makan makanan sehat Kurangi makanan yang mengandung garam, lemak, dan gula untuk menjaga kesehatan. Sebaliknya, perbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, ikan, dan bahan makanan lain yang lebih menyehatkan. 3. Lebih aktif Bergeraklah lebih banyak. Salah satunya cara dengan berolahraga secara teratur, misalnya joging atau bersepeda tiap dua hari sekali selama 60 menit. Memilih berjalan kaki ketimbang naik kendaraan juga lebih baik untuk kesehatan jantung. 4. Pantau berat badan Berat badan berlebih meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, penting untuk memantau berat badan ideal demi kesehatan jantung. Cek indeks massa tubuh yang sesuai. Bila perlu, pakai bantuan dokter untuk mengurangi atau menjaga bobot yang ideal. 5. Jauhi rokok Bila tak punya kebiasaan merokok, itu bagus buat kesehatan. Tembakau dalam rokok memiliki kandungan yang berbahaya buat jantung. Bila di sekitar kita ada yang merokok, lebih baik menjauh karena asap rokok orang lain itu juga membahayakan kita. Rutin Lakukan Pemeriksaan Jantung Menurut American Heart Association, pemeriksaan jantung secara rutin sebaiknya dimulai saat usia 20 tahun. Khususnya untuk mendeteksi risiko penyakit jantung koroner. Dalam pemeriksaan, dokter antara lain akan mengecek kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, detak jantung, dan fungsi jantung secara keseluruhan. Berapa kali pemeriksaan jantung harus dilakukan tergantung kondisi kesehatan jantung setiap orang. Mulailah peduli dengan kesehatan jantung dari sekarang. Tanda penyakit jantung kerap tak diketahui hingga seseorang sudah terkena penyakit tersebut. Dengan rutin menjalani pemeriksaan jantung, kita lebih berpeluang memperbesar harapan hidup. Narasumber: dr. Yudistira Panji S, SpPD, KKV, M. Kes FINASIM Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. heart. org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/prevent-heart-disease-and-stroke https://www. heartfoundation. org. au/heart-health-education/heart-health-checks https://www. webmd. com/heart-disease/diagnosing-doctors-exam#1 https://www. nhsinform. scot/illnesses-and-conditions/heart-and-blood-vessels/common-tests/tests-for-diagnosing-heart-conditions http://p2ptm. kemkes. go. id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/16/kendalikan-penyakit-jantung-koroner-dengan-patuh-apa-saja-patuh http://www. inaheart. org/education_for_patient/2020/2/27/waspada_kematian_mendadak_usia_muda_1 Sumber Gambar : Freepic - Published: 2021-02-12 - Modified: 2021-02-15 - URL: https://primayahospital.com/jantung/berdebar-saat-hamil/ - Kategori: Penyakit Jantung Tanda penyakit jantung amat beragam. Banyak orang sampai tak sadar bahwa dia memiliki penyakit jantung. Sebab, tanda-tanda itu mirip dengan gejala penyakit lain. Namun ada pula yang langsung curiga ketika mengalami gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung, seperti sering berdebar-debar. Apalagi bila gejala itu baru muncul seiring dengan perubahan pada tubuhnya. Ibu hamil, misalnya, kerap merasa jantungnya berdebar-debar sejak trimester pertama. Padahal sebelumnya ia tak pernah mengalami hal tersebut. Terlebih bila ada keluarga atau orang di sekitarnya yang memiliki penyakit jantung dengan gejala serupa. Jantung berdebar memang salah satu tanda penyakit jantung. Namun jangan terburu-buru untuk menyimpulkan gejala itu. Penyebab Berdebar Saat Hamil Ibu hamil mengalami begitu banyak perubahan pada dirinya. Tak hanya perubahan fisik, ada pula sistem kerja tubuh yang berubah. Saat hamil, jantung akan bekerja lebih keras ketimbang sebelumnya. Tujuannya adalah meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh demi perkembangan janin. Kian keras jantung bekerja, detak jantung pun kian cepat. Pada ibu hamil, terjadi peningkatan jumlah detak jantung hingga 10-20 kali per menit dibanding ketika belum hamil. Menjelang persalinan atau pada trimester ketiga, jantung akan lebih sering berdebar. Meski demikian, ada pula kemungkinan jantung berdebar pada ibu hamil sebagai tanda penyakit jantung. Bisa jadi itu merupakan gejala aritmia takikardia atau kondisi ketika detak jantung terlalu cepat. Bisa pula penyakit jantung koroner yang dipicu sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah di sekitar jantung. Penyebab jantung berdebar saat hamil juga bisa berupa hal lain yang tak terkait dengan kondisi jantung, seperti: Cemas dan stres berlebihan Dehidrasi Reaksi terhadap obat tertentu Asupan makanan atau minuman tertentu, seperti kopi Perubahan hormonal Tekanan darah tinggi Masalah tiroid Apakah Jantung Berdebar Normal Saat Hamil? Tak perlu khawatir berlebihan. Jantung berdebar lumrah bagi ibu hamil. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya sesudah melahirkan. Namun, bagi ibu hamil yang memang memiliki kondisi aritmia takikardia, perlu penanganan secara khusus oleh dokter. Konsultasikan kondisi itu ke dokter kandungan untuk mendapatkan tindakan sesuai. Demikian pula bila ada faktor risiko penyakit jantung koroner, seperti kelebihan berat badan dan jarang berolahraga. Bisa jadi jantung berdebar itu merupakan tanda penyakit jantung. Kuncinya adalah sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan diri sendiri, termasuk pemeriksaan kehamilan. Terdapat banyak faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan memicu jantung berdebar saat hamil. Contohnya: Berusia 35 tahun ke atas Ada kelainan jantung Riwayat penyakit jantung dalam keluarga Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, sering begadang, dan kurang berolahraga Tekanan darah tinggi Diabetes Gangguan autoimun Obesitas Kondisi medis lain Kapan Harus ke Dokter Jantung? Pada dasarnya, jantung berdebar saat hamil adalah fenomena biasa. Tapi ada kemungkinan kondisi yang membutuhkan perawatan ekstra pada ibu hamil yang punya risiko penyakit jantung. Karena itu, ibu hamil perlu memperhatikan beberapa gejala lain yang mengiringi jantung berdebar. Gejala ini menguatkan dugaan adanya penyakit jantung atau kondisi lain yang perlu penanganan dokter jantung segera: Susah bernapas, sesak napas Dada terasa nyeri seperti diremas Batuk berdarah Denyut tak teratur Napas pendek Berkeringat dingin Dokter akan memeriksa tanda penyakit jantung itu dengan mengecek riwayat kesehatan ibu. Dokter juga akan menjalankan serangkaian tes guna mengecek kondisi jantung. Bila sebelumnya pernah mendapat diagnosis masalah jantung, sebaiknya berterus terang kepada dokter. Demikian pula bila ada anggota keluarga yang punya penyakit jantung. Keterbukaan akan membantu dokter memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat. Ditinjau oleh: dr. Roy Christian SpJP FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC2095764/ https://www. nm. org/conditions-and-care-areas/cardiovascular-care/preventive-cardiology/heart-disease-and-pregnancy/cardiac-signs-and-symptoms-during-pregnancy https://www. mayoclinic. org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20045977 https://health. usnews. com/conditions/heart-disease/articles/heart-palpitations-during-pregnancy http://bppsdmk. kemkes. go. id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Asuhan-Kebidanan-Kehamilan-Komprehensif. pdf Sumber Gambar : Freepic - Published: 2021-02-10 - Modified: 2021-02-10 - URL: https://primayahospital.com/tht/gangguan-pendengaran/ - Kategori: THT Gangguan pendengaran pada anak dapat mempengaruhi keterampilan bahasa dan sosialnya. Makin dini mengenali gangguan pendengaran, makin besar peluang memaksimalkan potensi anak dengan perawatan yang tepat. Orang tua mesti segera melakukan tindakan begitu curiga ada sesuatu yang janggal pada pendengaran sang buah hati. Masalahnya, kadang terjadi keterlambatan deteksi karena gejala yang muncul tak dikenali. Masalah pendengaran pada anak terjadi ketika ada bagian dari telinga yang tak berfungsi sebagaimana mestinya. Bagian itu mencakup bagian luar, tengah, dan dalam telinga serta saraf pendengaran dan sistem auditori. Gejalanya pada anak bisa berbeda-beda. Salah satu faktornya adalah usia. Gejala gangguan pendengaran pada bayi antara lain: Tidak terlihat terkejut saat ada suara keras Tidak mengikuti sumber suara setelah umurnya 6 bulan lebih Belum mengucapkan satu kata, misalnya mama, saat umurnya sudah 1 tahun Tidak menengok saat dipanggil Gejala gangguan pendengaran pada anak yang lebih besar di antaranya: Telat berbicara Bicara tidak jelas Tidak mengikuti arahan Sering bilang, “Ha? ” Bila menonton televisi sering menambah volume hingga terlalu keras. Penyebab Terjadinya Gangguan Pendengaran pada Anak Menurut WHO, ada dua macam penyebab terjadinya masalah pendengaran pada anak, yakni bawaan dan dapatan. Untuk mengetahui lebih pasti penyebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan secara medis. Penyebab bawaan Penyebab gangguan pendengaran pada anak disebut bawaan jika terjadi sesaat setelah kelahiran. Gangguan itu bisa dipicu faktor keturunan atau komplikasi saat kehamilan atau persalinan, seperti: Rubela, sifilis, atau infeksi lain selama masa kehamilan Bayi lahir dengan bobot rendah Kekurangan oksigen saat kelahiran Penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai saat kehamilan Sakit kuning berat yang bisa menyebabkan kerusakan saraf pendengaran Penyebab dapatan Penyebab gangguan pendengaran pada anak berupa dapatan bisa muncul pada usia berapa pun. Contohnya: Infeksi seperti meningitis, campak, dan gondok Infeksi telinga kronis Otitis media atau menumpuknya cairan di dalam telinga Cedera pada kepala atau telinga Suara bising yang berlebihan, misalnya dari mainan Terbiasa terpapar suara keras, seperti kerap mendengarkan televisi dengan volume tinggi atau memakai headset Saluran telinga terhambat kotoran Penyebab gangguan pendengaran pada anak-anak yang paling umum adalah otitis media. Cara Mendeteksi Gangguan Pendengaran pada Anak Pemeriksaan medis untuk mendeteksi masalah pendengaran pada anak itu mudah, cepat, dan tidak menyakitkan. Bahkan anak bayi bisa dites selagi terlelap. Disarankan bayi menjalani tes pendengaran ketika berumur kurang dari 1 bulan. Adapun anak yang lebih besar sebaiknya segera diperiksa ketika ditemukan gejala gangguan pendengaran. Ada beberapa cara mendeteksi masalah pendengaran pada anak lewat tes medis. Jenis tes bergantung pada usia anak dan gejala yang ditunjukkan. Tes ini tidak memerlukan respons secara verbal, berbeda dengan tes gangguan pendengaran pada orang dewasa. Auditory brainstorm: Tes ini dimaksudkan untuk mengecek sensor saraf pendengaran. Dokter atau tenaga medis lain menggunakan elektrode yang dipasang pada kepala dan kedua bagian belakang telinga serta alat serupa earphone mungil di dalam telinga untuk mengukur respons otak terhadap suara. Umumnya digunakan pada bayi baru lahir atau anak usia dini. Otoacoustic emission: Tes ini biasanya diterapkan pada anak usia dini hingga usia awal sekolah. Dalam tes, alat serupa earphone dimasukkan ke telinga dan diperdengarkan suara. Alat tersebut lalu mengukur respons telinga bagian dalam itu terhadap suara yang diperdengarkan. Tympanometry: Tes ini biasa dipakai buat mendeteksi gangguan pendengaran pada anak yang lebih besar. Sebab, anak harus duduk dengan stabil selama pemeriksaan. Dalam tes, sebuah alat diletakkan di dalam telinga dan menekan udara hingga membuat gendang telinga bergerak maju-mundur. Mesin bernama tympanogram akan merekam pergerakan itu dan menunjukkan apakah ada gangguan, seperti menumpuknya cairan dan adanya lubang atau sobekan pada gendang telinga. Terdapat sejumlah tes lain sebagai cara mendeteksi gangguan pendengaran pada anak. Untuk mendapatkan cara yang tepat, orang tua mesti berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis sehingga masalah pendengaran tersebut bisa segera dideteksi dan diatasi demi tumbuh kembang anak di kemudian hari. Narasumber: dr. Pandu Putra Harsarapama, Sp. THT-KL Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala dan Leher Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. who. int/docs/default-source/imported2/childhood-hearing-loss--strategies-for-prevention-and-care. pdf? sfvrsn=cbbbb3cc_0 https://medlineplus. gov/lab-tests/hearing-tests-for-children/ https://www. cdc. gov/ncbddd/hearingloss/facts. html Sumber Gambar: Freepic - Published: 2021-02-09 - Modified: 2021-11-01 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/cek-kekebalan-tubuh/ - Kategori: Covid-19 Jakarta, 10 Februari 2021 – Di tengah vaksin SARS COV2 didistribusikan, akan banyak pertanyaan masyarakat terkait seberapa besar kekebalan tubuh masyarakat terhadap SARS COV 2 atau biasa kita sebut dengan virus Covid-19. Di sisi lain, masih juga banyak pertanyaan masyarakat terkait seberapa besar kekebalan tubuh seseorang yang pernah terpapar Covid-19 itu sendiri? Menurut, dr. Muhammad Irhamsyah, Sp. PK, M. Kes, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat dan Bekasi Timur, terdapat metode pemeriksaan kekebalan tubuh manusia terhadap Covid-19 melalui pemeriksaan Antibodi SARS COV2 kuantitatif. “Pemeriksaan Antibodi SARS COV2 kuantitatif adalah suatu pemeriksaan untuk mendeteksi suatu protein yang disebut antibodi, khususnya antibodi spesifik terhadap SARS COV2 ini. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada orang-orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, orang yang sudah mendapatkan vaksinasi, serta dapat digunakan untuk mengukur antibodi pada donor plasma konvalesen yang akan ditransfusikan,” ujar dr. Muhammad Irhamsyah, Sp. PK, M. Kes. Prinsip pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini menggunakan pemeriksaan laboratorium imunoserologi pada sebuah alat automatik (autoanalyzer) untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 atau pemeriksaan ini biasa disebut dengan ECLIA (Electro chemiluminescence immunoassay). Menurut dr. Muhammad Irhamsyah, Sp. PK, M. Kes; ECLIA akan mendeteksi, mengikat, serta mengukur antibodi netralisasi. Antibodi netralisasi yaitu antibodi yang dapat berikatan spesifik pada bagian struktur protein Spike SARS COV2 (protein yang terdapat pada permukaan virus Covid-19) sebelum virus Covid-19 memasuki sel-sel pada tubuh kita dengan menggunakan label-label yang berikatan spesifik dengan antibodi netralisasi tersebut. Jenis sampel yang dapat digunakan sangat mudah didapatkan yaitu sampel serum dan plasma dengan cara diambil darah vena. Tingkat keakurasian suatu pemeriksaan antibodi tersebut dipengaruhi oleh seberapa sensitif dan spesifik alat dan metode ini mampu mendeteksi antibodi spesifik SARS COV 2. “Dari hasil uji yang ada, didapatkan tingkat spesifisitas (spesifik) pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini bisa mencapai 99–100% karena tidak ditemukan adanya reaksi silang dengan penyakit infeksi atau penyakit kronis lainnya selain penyakit akibat virus Covid-19,” ujar dr. Muhammad Irhamsyah, Sp. PK, M. Kes. Di sisi lain, tingkat sensitivitas tes kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 cukup tinggi yaitu 98-100% setelah 14 hari seseorang mendapatkan vaksinasi atau setelah terinfeksi Covid-19, baik melalui konfirmasi tes PCR dan atau setelah mengalami gejala sehingga pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini sangat mempresentasikan hasil pemeriksaan dengan kondisi pasien saat itu. Tidak ada syarat tertentu sebelum melakukan tes ini. “Tidak ada batasan usia, riwayat penyakit, jenis kelamin, ras, atau kategori lainnya sehingga semua orang dapat melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini,” ujar dr. Muhammad Irhamsyah, Sp. PK, M. Kes. Belum ada publikasi hasil uji penelitian batasan pasien penyakit tertentu seperti komorbid, autoimun, atau penyakit lainnya yang tidak diperbolehkan melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini. Namun, saat ini telah dilakukan uji penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil kadar antibodi spesifik SARS COV yang lebih tinggi signifikan pada pasien yang mengalami gejala berat dibandingkan pasian dengan gejala sedang, ringan, bahkan pada pasien tidak bergejala. Menurut dr. Muhammad Irhamsyah, Sp. PK, M. Kes, sebelum pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini diperkenalkan, sebelumnya sudah ada pemeriksaan antibodi SARS COV kualitatif yang tidak kalah pentingnya dikarenakan sangat berguna untuk screening pasien yang mengalami infeksi SARS COV 2. Sedangkan, pemeriksaan antibodi kuantitatif ini digunakan untuk mengetahui seberapa banyak antibodi yang mampu melindungi kita lebih cepat dan lebih dini dalam menghadapi infeksi SARS COV 2. Perbedaan signifikan antara pemeriksaan kuantitatif dan kualitatif adalah perbedaan target antibodi yang dideteksi. Antibodi kualitatif mendeteksi antibodi nucleocapsid (protein nucleocapsid terdapat pada cangkang yang melindungi inti virus Covid-19) sedangkan antibodi kuantitatif mendeteksi antibodi Spike (protein Spike terdapat pada permukaan virus Covid-19) yang mampu melekat pada permukaan sel-sel yang akan diinfeksi oleh SARS COV2. Hanie Dewita, Head of Marketing & Corporate Communication Primaya Hospital Group, mengatakan bahwa Primaya Hospital menyediakan pemeriksaan Antibodi SARS COV2 kuantitatif ini di seluruh cabang Primaya Hospital, baik di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Karawang, Makassar, dan Palangkaraya. Masyarakat bisa melakukan pemeriksaan ini dengan mengunjungi Primaya Hospital terdekat ataupun melalui pemeriksaan home care (pemeriksaan di rumah), atau onsite (pemeriksaan bagi karyawan perusahaan). ------- Primaya Hospital Group adalah Rumah Sakit yang menyediakan standar pelayanan prima yang mengutamakan mutu keselamatan pasien. Hal tersebut tercermin dari telah terakreditasinya Primaya Hospital Group tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rembilan rumah sakit kami telah terakreditasi internasional oleh Joint Commission International (JCI). Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) serta memberikan layanan pasien dengan jaminan Perusahaan/Asuransi/BPJS/KIS dengan teknologi terbaik. Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat. Primaya Hospital Group tersebar di wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya... - Published: 2021-02-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/jantung-berdebar/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Jatuh cinta, berjuta indahnya. Saat bertemu dengan si dia, pasti deg-degan rasanya. Jantung seperti mau copot. Tapi hati-hati, jangan sampai salah sangka. Soalnya, jantung berdebar bukan semata-mata tanda orang sedang jatuh cinta. Jantung yang berdegup kencang pada waktu tertentu juga bisa menjadi sinyal bahwa orang tersebut memiliki penyakit jantung. Jantung berdebar ketika antusias, khawatir, atau cemas terhadap sesuatu sebenarnya wajar. Pada banyak orang, penyebabnya simpel. Misalnya kurang tidur atau terlalu banyak minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein. Namun kadang kala jantung berdebar menandakan masalah yang kesehatan yang pelik yang berkaitan dengan jantung. Salah satunya fibrilasi atrium, yang merupakan jenis aritmia. Aritmia adalah kondisi ketika irama detak jantung lebih cepat, lebih lambat, atau tak beraturan karena adanya masalah kelistrikan pada jantung. Fibrilasi atrium adalah nama lain irama detak jantung tak beraturan, seringnya cepat. Aritmia fibrilasi atrium bisa memicu serangan jantung atau stroke bila tanpa penanganan. Namun ada pula kondisi kesehatan selain aritmia yang salah satu gejalanya adalah jantung berdebar, seperti anemia dan masalah tiroid. Karena itu, bila kerap merasa jantung kerap berdegup kencang, terutama ketika tidak sedang berpapasan dengan gebetan, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung. Penyebab Jantung Berdebar Ada sejumlah penyebabnya, dari gaya hidup, emosional, sampai masalah jantung. Berikut ini contohnya. Gaya hidup: Tak cukup tidur Berolahraga terlalu berat Minuman berkafein Alkohol Terbiasa merokok Konsumsi narkotik ilegal Makanan pedas atau kaya bumbu Emosional: Rasa antusias atau khawatir Stres atau cemas Serangan panik Obat (hanya obat tertentu): Inhaler asma Obat hipertensi Obat alergi Antibiotik Antidepresan Obat jamur Perubahan hormon (temporer, tidak berbahaya): Menstruasi Hamil Menopause Masalah jantung: Aritmia Gangguan fungsi katup jantung Kardiomiopati hipertrofi (masalah otot dan dinding jantung) Gagal jantung Penyakit jantung bawaan Masalah kesehatan lain: Tiroid Kadar gula rendah Anemia Dehidrasi Gejala Jantung Berdebar Meski penyebabnya beragam, gejala yang berkaitan dengan masalah jantung mirip dengan yang lain, misalnya: Berdegup-degup Detak terdengar kencang Denyut di dada sangat terasa saat dipegang Tapi ada beberapa gejala lain yang cenderung mengarah ke masalah jantung, seperti: Keringat dingin Nyeri di dada hingga lengan dan leher Napas tersengal Pusing Dada seperti diremas atau terbakar Gejala yang menandakan sakit jantung umumnya terjadi secara spontan, bahkan ketika sedang berbaring sembari menonton televisi. Pengobatan Jantung Berdebar Pengobatannya tergantung apa penyebabnya. Penyebab paling umum adalah aritmia jenis fibrilasi atrium. Jadi perlu pemeriksaan jantung oleh dokter untuk memastikan masalahnya dan bagaimana pengobatan yang tepat. Ada sejumlah tes yang penting untuk menegakkan diagnosis penyakit yang berkaitan dengan jantung berdebar. Salah satunya elektrokardiogram (EKG). Dalam pemeriksaan EKG, alat itu akan merekam aktivitas kelistrikan yang menunjukkan irama detak jantung. Dokter spesialis jantung akan meneliti irama itu untuk mengidentifikasi penyebab masalah jantung yang di alami dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai. Pencegahan Jantung Berdebar Jantung berdebar memang tidak selalu menandakan sakit jantung, tapi ada baiknya melakukan evaluasi diri dulu. Terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung. Sebagai langkah pencegahan, lakukan hal-hal berikut ini: Tidak merokok Hindari alkohol Jaga pola makan dengan gizi seimbang Makan dengan teratur Tidur setidaknya 6-7 jam sehari Bila dengan upaya pencegahan itu masih merasa jantung berdebar tanpa sebab jelas, segera konsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Narasumber: dr. Ivan Noersyid, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. nhs. uk/conditions/heart-palpitations/ https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196 https://www. health. harvard. edu/heart-disease-overview/skipping-a-beat--the-surprise-of-palpitations https://www. bhf. org. uk/informationsupport/conditions/palpitations http://www. p2ptm. kemkes. go. id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/11/gejala-serangan-jantung - Published: 2021-02-07 - Modified: 2021-02-03 - URL: https://primayahospital.com/jantung/asam-lambung-gejala-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit jantung terkenal sebagai pembunuh senyap karena gejalanya sering tak terasa. Seseorang bisa mendadak terkena serangan jantung tanpa pernah mendapat diagnosis bahwa dia punya penyakit jantung. Sebenarnya mungkin telah ada gejala sebelumnya, hanya orang tersebut kurang memperhatikannya atau belum paham. Namun ada satu gejala penyakit jantung yang hampir semua orang paham: nyeri dada. Masalahnya, nyeri dada tidak selalu menjadi tanda penyakit jantung. Asam lambung naik (gastroesophageal reflux disease/GERD) juga menyebabkan nyeri dada. Orang kerap keliru memahami nyeri dada akibat asam lambung sebagai gejala penyakit jantung. Gejala Asam Lambung dan Penyakit Jantung GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik sampai ke kerongkongan. Pemicunya bermacam-macam, antara lain: Kebiasaan merokok Makan terlambat, dalam porsi besar, atau saat larut malam Minuman beralkohol Makanan gorengan dan berlemak Kopi Obat-obatan tertentu, seperti aspirin Namun tidak semua orang dengan pemicu tersebut akan mengalami GERD. Terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko GERD pada seseorang, misalnya: Kelebihan berat badan Sedang hamil Hiatus hernia (otot diafragma terdorong oleh perut) Kelainan jaringan ikat Menahan lapar Adapun gejala asam lambung kebanyakan berhubungan dengan organ pencernaan, misalnya susah menelan, terdapat cairan atau makanan di mulut, dan seperti ada yang mengganjal di kerongkongan. Persamaan gejala asam lambung dan penyakit jantung yang paling mencolok hanya nyeri dada. Namun nyeri dada yang merupakan gejala asam lambung berupa sensasi terbakar, berbeda dengan nyeri dada gejala penyakit jantung. Apakah Perbedaan Gejalanya? Nyeri dada akibat asam lambung naik sering disebut heartburn. Sensasinya berbeda dengan gejala penyakit jantung. Begitu pula gejala lain yang menyertai. Rincian nyeri dada gejala asam lambung meliputi: Sensasi terbakar muncul dari perut bagian atas kemudian naik hingga ke dada Umumnya terjadi selepas makan, ketika berbaring, atau saat membungkuk Bila makan larut malam, terutama dalam waktu dua jam sebelum tidur, nyeri akan terasa saat tidur sehingga bisa terbangun dibuatnya Bisa diredakan dengan obat maag (antasida) Ada rasa asam dalam mulut Makanan/minuman dari lambung naik ke kerongkongan hingga mulut Sedangkan nyeri dada gejala penyakit jantung spesifik bersumber dari masalah di organ jantung dan/atau pembuluh darah di sekitarnya. Ketika mengalami penyakit jantung, nyeri dada yang dirasakan berupa dada terasa sesak, tertekan, teremas-remas, atau tertusuk. Selain itu, bagian tengah dada yang paling terasa nyeri dan nyeri dapat menjalar hingga ke bahu, leher, dagu, atau lengan. Segera ke Dokter Jantung Bila Mengalami Gejala Ini Asam lambung secara terpisah relatif tidak membahayakan. Gejala nyeri dada yang muncul bisa hilang dengan obat dan beristirahat. Tapi tidak demikian dengan nyeri dada yang menjadi gejala penyakit jantung. Karena kesamaan gejala antara asam lambung dan penyakit jantung, mungkin orang-orang akan kebingungan. Bila Anda ragu apakah nyeri dada yang dialami merupakan gejala penyakit jantung atau GERD, sebaiknya konsultasi dengan dokter. Terlebih bila mengalami gejala lain yang mengarah ke adanya masalah jantung, seperti: Jantung berdebar-debar, bisa tak beraturan atau terlalu epat Keluar keringat dingin Pusing Lemas Sulit bernapas Mual dan muntah Bila ternyata tak ada gangguan fungsi jantung, kita tetap dapat memperoleh manfaat memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat membantu meredakan GERD dengan resep obat-obatan. Hingga kini, tak ditemukan kaitan langsung antara GERD dan penyakit jantung. Meski begitu, orang yang memiliki GERD rentan mengalami penyakit jantung pula. Sebab, orang dengan penyakit GERD lebih mudah emosional atau mengalami stres akibat penyakit tersebut. Sedangkan stres merupakan salah satu pemantik penyakit jantung. Untuk mendapat kepastian, temui dokter dengan menceritakan gejala yang dialami. Narasumber: dr. Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. webmd. com/heartburn-gerd/understanding-gerd-basics#1 https://www. heart. org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/heartburn-or-heart-attack https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC5058831/ https://www. health. harvard. edu/heart-health/heartburn-vs-heart-attack https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/heartburn/in-depth/heartburn-gerd/art-20046483 https://www. health. com/condition/gerd/heartburn-or-heart-attack-how-to-tell-the-difference https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940 Sumber Gambar : Freepic - Published: 2021-02-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/sakit-perut-tanda-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Penyakit jantung terkenal dengan sebutan silent killer alias pembunuh senyap. Sebab, tanda penyakit jantung sering kali tak terasa atau terabaikan. Tiba-tiba saja seseorang bisa terjatuh sambil memegangi dadanya, tanda serangan jantung. Bahkan atlet olahraga tak luput dari ancaman penyakit jantung meski sering berolahraga. Problem penyakit jantung pada wanita lebih rumit karena tanda-tandanya lebih samar ketimbang pada pria. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, angka prevalensi penyakit jantung pada wanita sebanyak 1,6 persen. Sedangkan prevalensi pada pria mencapai 1,3 persen. Hal ini menandakan wanita lebih rentan terkena penyakit jantung ketimbang pria. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan tanda penyakit jantung pada wanita. Tanda penyakit jantung pada wanita kerap disalahpahami sebagai gejala penyakit lain. Sakit perut seperti maag, misalnya. Karena itulah penanganannya sering terlambat karena kurangnya deteksi dini. Wanita yang telah masuk periode pra-menopause hingga menopause juga lebih rentan mengalami penyakit jantung. Itu sebabnya perlu dipahami apa saja gejala penyakit jantung pada wanita, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini. Gejala Penyakit Jantung Pada Wanita Ketika terjadi serangan jantung, pria dan wanita tak selalu mengalami gejala yang sama. Demikian pula ketika ada penyakit jantung lainnya. Keluhan utama pada wanita adalah sesak napas. Rasa sakit pun dialami di area perut, punggung bawah, hingga rahang dan tenggorokan. Wanita yang berisiko mengalami tanda penyakit jantung ini umumnya adalah yang kurang beraktivitas fisik dan memiliki masalah berat badan. Terlebih wanita yang telah berumur 45 tahun ke atas atau telah menopause. Pemicunya antara lain kadar hormon estrogen yang menurun. Sakit perut juga merupakan salah satu tanda penyakit jantung pada wanita. Bukan sakit perut biasa tentunya. Perut akan terasa tertekan kuat hingga muncul rasa panas yang menjalar hingga ke dada. Rasanya seperti ada beban teramat berat yang menimpa perut. Masalahnya, tak sedikit yang menyangka gejala ini sebagai tanda penyakit atau gangguan kesehatan lain. Contohnya maag atau asam lambung naik. Lebih baik memeriksakan diri jika mengalami masalah ini. Apalagi bila ada tanda penyakit jantung lain yang menyertai, seperti: Rasa tidak nyaman pada dada Nyeri di lengan, punggung, leher, dan bahu Sesak napas, mual, dan pusing Berkeringat dingin Kelelahan ekstrem Bagaimana Mencegah Penyakit Jantung pada Wanita Risiko penyakit jantung pada wanita lebih tinggi ketimbang pria. Maka para wanita perlu lebih proaktif dalam upaya mencegah penyakit jantung. Selain memahami tanda penyakit jantung, kalangan perempuan mesti menjalankan pola hidup yang sehat sebagai cara pencegahan utama. Rutin Cek Kesehatan ke Dokter Sebaiknya tidak tunggu sakit untuk pergi ke dokter. Rutin cek kesehatan ke dokter membawa manfaat berupa pencegahan sedari dini. Ketika dalam pemeriksaan kesehatan ini didapati masalah yang mengarah ke tanda penyakit jantung, dokter bisa segera memberikan penanganan yang sesuai. Makin dini deteksi masalah, makin besar peluang pencegahan dan penyembuhan pasien. Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan memiliki pedoman gizi seimbang yang berguna untuk menjaga kesehatan, termasuk mencegah penyakit jantung: Variasikan makanan pokok Tidak berlebihan memakan makanan asin, manis, dan berlemak Berkegiatan fisik dan menjaga bobot ideal Rutin mengonsumsi lauk berprotein tinggi Selalu sarapan Minum air putih yang cukup dan aman Banyak konsumsi sayur dan buah Selalu baca label kemasan pangan Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir Mensyukuri dan menikmati makanan Kapan Harus ke Dokter Jantung? Tidak ada kata terlalu dini untuk mengunjungi dokter jantung guna mendiskusikan risiko penyakit jantung. Jadi, jika Anda merasa tergolong kelompok berisiko, sebaiknya tidak menunda untuk pergi ke dokter jantung. Apalagi bila telah mengalami keluhan yang mengarah ke tanda penyakit jantung. Sebab, serangan jantung bisa datang tiba-tiba tanpa terduga. Dokter akan memeriksa dan membuat diagnosis terhadap keluhan itu. Sakit perut tidak selalu menjadi tanda penyakit jantung pada wanita. Guna mendapat kepastian, perlu pemeriksaan dari dokter jantung. Narasumber: dr. Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. kemkes. go. id/resources/download/info-terkini/hasil-riskesdas-2018. pdf http://p2ptm. kemkes. go. id/infographic-p2ptm/obesitas/apa-saja-sepuluh-pedoman-gizi-seimbang https://www. webmd. com/heart-disease/features/womens-heart-attack-symptoms#1 https://www. medicalnewstoday. com/articles/321528#risk-factors https://www. bhf. org. uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/11-signs-you-might-have-heart-disease https://jamanetwork. com/journals/jama/fullarticle/188224 - Published: 2021-02-03 - Modified: 2024-04-17 - URL: https://primayahospital.com/bedah/tips-bertemu-dokter-bedah/ - Kategori: Bedah Dokter bedah bukan dokter biasa. Dokter bedah lebih banyak bekerja di ruang bedah atau kamar operasi rumah sakit. Sebab, memang itulah keahlian atau spesialisasinya. Namun bukan berarti pasien bisa bertemu dengan dokter bedah ketika di ruang bedah saja. Dokter bedah juga melayani temu janji konsultasi, terutama bagi yang hendak menjalani operasi. Apa Itu Dokter Bedah Dalam suatu tindakan bedah alias operasi, terdapat sebuah tim yang menjalankan prosedur tersebut di ruang operasi. Pemimpin tim itulah dokter bedah. Anggotanya antara lain dokter anestesi dan perawat. Untuk menjadi dokter bedah, butuh pendidikan spesialisasi di bidang bedah. Di Indonesia, para dokter bedah berhimpun dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) yang telah beralih menjadi Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia. Perhimpunan ini beranggotakan 10 organisasi profesi di lingkungan bedah, yaitu: PABI (Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia) PABOI (Perkumpulan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia) IAUI (Ikatan Ahli Urologi Indonesia) PERAPI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik) PERSPEBSI (Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia) HBTKVI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia) PERBANI (Perkumpulan Spesialis Bedah Anak Indonesia) PESBEVI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia) IKABDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia) PERABOI (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) Penyakit Apa Saja yang Dapat Ditangani Oleh Dokter Bedah Dokter bedah bisa menangani beraneka penyakit sesuai dengan bidang spesialisasi atau subspesialisasinya. Contohnya: Kanker Kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) Kelainan bawaan lahir Hernia Usus buntu Batu empedu Patah tulang Luka tusuk Luka bakar Radang hati Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Dokter bedah memiliki tugas layaknya dokter lain, seperti mencatat riwayat medis dan mendiagnosis penyakit atau cedera pasien. Jadi dokter bedah melayani konsultasi pula, termasuk memberikan nasihat dan informasi medis kepada pasien dan keluarganya. Layanan medis ini diberikan sebelum, saat, dan sesudah operasi. Tapi, sementara dokter biasa umumnya cuma meresepkan obat untuk kesembuhan pasien, dokter bedah bertindak langsung untuk menangani penyakit atau cedera pasien. Ada setidaknya tiga jenis tindakan medis bedah, yakni: Bedah terbuka atau tradisional: metode bedah dengan membuat satu sayatan penuh Minimal invasif (laparoskopi): metode baru dengan beberapa sayatan kecil Bedah robot: dokter bedah memanfaatkan teknologi robotik dalam pembedahan Tindakan mana yang diambil tergantung tujuan bedah atau kondisi medis yang dialami pasien. Kapan Saya Harus ke Dokter Bedah Pembedahan bisa dilakukan secara terjadwal (elektif) ataupun darurat (emergensi). Kondisi darurat yang membuat dokter bedah harus segera bertindak antara lain pasien patah tulang akibat kecelakaan. Bila dokter tak lekas melakukan operasi, kondisi pasien bisa bertambah parah dan bahkan meninggal. Sedangkan bedah terjadwal tergantung kondisi pasien, baik itu untuk pengobatan maupun perawatan. Dokter baru akan menyarankan bedah setelah melakukan pemeriksaan. Tapi bisa pula ada alternatif selain bedah, seperti terapi dan perbaikan pola hidup. Pasien umumnya harus ke dokter bedah jika gejala penyakit kian sering dialami dan sangat mengganggu. Meski begitu, pasien tetap perlu menjalani pemeriksaan dulu untuk memastikan apakah perlu bedah atau tidak. Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum ke Dokter Bedah di Tengah Covid-19? Pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas terhambat dan butuh kewaspadaan agar tidak tertular. Termasuk bagi pasien yang membutuhkan bedah. Bila memang harus bertemu dokter bedah di tengah Covid-19, kuncinya adalah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Buatlah janji secara online tanpa harus datang ke rumah sakit guna mencegah risiko penularan. Pasien juga dapat memanfaatkan fasilitas telemedicine untuk konsultasi tanpa tatap muka langsung. Rumah sakit juga sudah memiliki protokol tersendiri dalam menerima dan merawat pasien, termasuk untuk prosedur bedah. Tanyakan dan pahami protokol ini sebaik-baiknya sebelum mendatangi dokter bedah. Narasumber: dr. Edwin Christian Tjiomas, Sp. B Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Karawang - Published: 2021-02-02 - Modified: 2021-01-31 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kelainan-kandungan-di-trimester-kehamilan-pertama/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Trimester kehamilan menjadi kosakata yang lazim bagi kalangan ibu yang tengah mengandung. Trimester kehamilan adalah pembagian periode kehamilan setiap tiga bulan. Artinya, ada tiga trimester selama masa kehamilan yang berlangsung selama sembilan bulan. Pembagian ini bertujuan memudahkan pemeriksaan dan perawatan kandungan, antara lain dalam mendeteksi potensi kelainan. Salah satu kelainan yang dapat terdeteksi dalam pemeriksaan trimester kehamilan adalah terkait dengan kromosom atau genetik bayi. Pemeriksaan bisa dilakukan sejak dari trimester pertama. Tapi umumnya baru pada trimester kehamilan kedua kelainan kromosom bisa terdeteksi, yakni dengan amniosentesis. Kelainan kromosom pada janin bisa mengakibatkan sejumlah risiko kesehatan, dari bayi lahir cacat hingga keguguran. Kelainan kromosom yang bisa terdeteksi saat trimester kehamilan antara lain sindrom Down dan sindrom Edward. Tapi pemeriksaan tidak bisa memastikan janin mengalami kelainan kromosom atau tidak, melainkan hanya memberikan diagnosis yang akurasinya bisa sampai 99 persen. Hasil diagnosis itu bisa menjadi dasar untuk melakukan tindakan selanjutnya bila terdeteksi adanya kelainan kandungan. Pemeriksaan Kelainan Kromosom Bayi (Amniosentesis) Amniosentesis adalah tes yang bertujuan mengetahui kelainan genetik pada janin lewat pemeriksaan cairan ketuban atau amnion. Menurut sejumlah penelitian, tes ini memberikan hasil lebih baik ketika dijalankan pada saat trimester kehamilan kedua. Pada trimester kehamilan pertama, amniosentesis berisiko menimbulkan infeksi hingga keguguran. Pemeriksaan kelainan kromosom bayi pada trimester kehamilan pertama yang disarankan adalah chorionic villus sampling (CVS). Meski demikian, tingkat keberhasilan amniosentesis tidak hanya ditentukan oleh usia kehamilan. Metode dan tenaga kesehatan yang menjalankan pemeriksaan turut berperan dalam menentukan akurasi tes tersebut. Dalam amniosentesis, dokter mengambil sampel cairan ketuban untuk diuji di laboratorium. Ketuban adalah cairan berwarna bening pucat kekuningan yang mengelilingi janin dalam kandungan. Fungsi ketuban antara lain: Melindungi janin dari risiko luka Mencegah infeksi Memungkinkan janin bergerak dan berkembang Membantu mengendalikan suhu janin Cairan ketuban mengandung sel dari janin yang berisi informasi genetik. Sel inilah yang akan menjalani pemeriksaan di laboratorium untuk mendeteksi ada-tidaknya kelainan kromosom. Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Amniosentesis Amniosentesis berlangsung di rumah sakit dan ditangani dokter kandungan pada masa trimester kehamilan kedua. Dokter memulai prosedur dengan membersihkan area perut ibu memakai antiseptik. Lalu dokter melihat posisi janin dan plasenta menggunakan ultrasonografi (USG). Lantas dokter memasukkan jarum tipis ke perut untuk mengambil sampel ketuban dengan panduan USG. Sampel itu lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Setelah amniosentesis, ibu akan merasa sedikit tidak nyaman pada bagian perut. Sebaiknya ibu segera pulang dan beristirahat sepanjang hari serta tidak menjalankan aktivitas fisik yang berat, termasuk berhubungan badan. Hasil amniosentesis tidak bisa keluar pada hari itu juga. Hasil seluruhnya baru bisa diketahui dalam 2-3 pekan. Tapi ada beberapa kondisi yang dapat terdeteksi dalam 2-3 hari seusai amniosentesis. Kapan Harus ke Dokter Tidak semua ibu memerlukan amniosentesis ketika menjalani pemeriksaan trimester kehamilan kedua. Umumnya hanya ibu hamil yang berisiko tinggi memiliki kelainan kandungan yang disarankan menjalaninya. Misalnya: Ada riwayat kelainan genetik dalam keluarga Berusia lebih dari 35 tahun Tes skrining menunjukkan ada ketidaknormalan Bila merasa punya risiko-risiko tersebut, ibu hamil sebaiknya ke dokter saat trimester kehamilan kedua guna menjalani amniosentesis. Dari beragam penelitian, akurasi amniosentesis mencapai 99 persen, tapi bukan berarti semua kelainan kromosom dapat terdeteksi. Narasumber: dr. Berryl Imran Burhan, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Evasari Hospital Referensi: https://pusdatin. kemkes. go. id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-down-syndrom-2019-1. pdf https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/amniocentesis/about/pac-20392914 https://www. stanfordchildrens. org/en/topic/default? id=amniocentesis-procedure-92-P07762 https://americanpregnancy. org/prenatal-testing/amniocentesis-733/ https://www. webmd. com/baby/pregnancy-amniocentesis#1 https://www. nhs. uk/conditions/amniocentesis/results/ Sumber Gambar : Freepic - Published: 2021-02-01 - Modified: 2021-01-31 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-menjelang-hari-perkiraan-lahir/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Mengantarkan anak ke dunia bisa menjadi salah satu pengalaman terindah bagi para ibu. Tapi melahirkan bukanlah proses yang mudah. Butuh persiapan yang matang agar bayi bisa hadir dengan selamat di dunia, begitu pula bagi ibu. Karena itu, menjelang hari perkiraan lahir, ibu harus lebih memfokuskan diri pada persiapan melahirkan. Salah satu persiapan melahirkan bagi ibu adalah mengetahui seluk-beluk persalinan. Khususnya bagi ibu yang baru akan melahirkan anak pertama alias belum punya pengalaman. Dari informasi seputar persalinan itu, ibu bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi ketika hendak melahirkan. Informasi itu mencakup metode melahirkan hingga segala masalah yang mungkin muncul, termasuk masalah mental. Persiapan melahirkan lebih penting lagi di tengah pandemi. Sebab, begitu banyak faktor yang mempengaruhi masa kehamilan hingga persalinan. Keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama. 1. Konsultasi dengan Dokter Mengenai Metode Melahirkan Rumah sakit pada dasarnya memiliki dua metode melahirkan, yakni caesar dan vaginal. Persalinan vaginal sering pula disebut normal meski sebenarnya mencakup persalinan spontan juga. Menjelang hari perkiraan lahir, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang metode tersebut. Dokter akan memberikan anjuran sesuai dengan hasil pemeriksaan kandungan. Bila tidak ada risiko yang membahayakan jiwa ibu dan bayi, persalinan vaginal akan menjadi pilihan yang disarankan. Sedangkan jika kehamilan berisiko, umumnya dokter menganjurkan metode caesar. Di luar kedua metode itu, terdapat beberapa metode melahirkan alternatif. Namun tidak semua rumah sakit bisa memberikan fasilitas untuk metode persalinan alternatif. Agar persiapan melahirkan berlangsung lancar, sebaiknya segera tentukan metode melahirkan sesuai dengan kondisi kehamilan atau preferensi ibu menjelang hari perkiraan lahir. 2. Proteksi Diri dengan 3M 3M alias mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker penting dalam persiapan melahirkan di tengah pandemi. Konsep 3M bertujuan melindungi diri serta orang di sekitar dari kemungkinan penularan penyakit. Covid-19 yang menjadi pandemi dan mudah menular salah satunya. Ibu hamil sebaiknya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ini. Sebab, persiapan melahirkan bagi ibu yang positif Covid-19 lebih rumit. Walau begitu, ibu positif Covid tetap bisa melahirkan secara normal dan hingga kini belum ditemukan kasus penularan Covid dari ibu ke bayi dalam kandungan. 3. Memilih Tempat Melahirkan yang Tepat Rumah sakit menjadi pilihan tempat melahirkan yang cenderung lebih aman dan nyaman bagi ibu. Terutama saat masih ada pandemi, yang membutuhkan protokol kesehatan ketat serta peralatan yang memadai. Secara umum, klinik bersalin atau bidan memiliki alat serta tenaga kesehatan yang lebih terbatas ketimbang rumah sakit. Meski demikian, ibu bebas memilih tempat melahirkan yang sesuai dengan kondisinya. Ada beberapa faktor yang penting ketika hendak memilih tempat persalinan agar proses persiapan melahirkan tak terhambat. Salah satunya adalah lokasi tempat tersebut mesti dekat dengan tempat tinggal sehingga lebih mudah terjangkau ketika tiba saatnya melahirkan. 4. Persiapkan Mental atas Segala Kemungkinan Bagi sejumlah ibu, masa kehamilan sangatlah menguras mental. Terlebih bagi calon ibu baru. Kekhawatiran dan rasa tak berdaya kerap membuat kondisi psikis tertekan. Kondisi ini pun bisa berlangsung hingga masa persalinan dan sesudahnya. Untuk itu, ibu perlu benar-benar menyiapkan mental menjelang hari perkiraan lahir. Mintalah dukungan dari orang sekitar agar persiapan melahirkan sesuai dengan rencana. Berkonsultasilah dengan dokter kandungan untuk mendapatkan tindakan medis bila perlu. Persalinan adalah proses membutuhkan mental kuat untuk menghadapi apa pun kemungkinan yang bisa terjadi. Narasumber: dr. Berryl Imran Burhan, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. nhs. uk/pregnancy/keeping-well/mental-health/ https://kidshealth. org/en/parents/pregnant-mental-health. html https://www. healthline. com/health/pregnancy/birthing-options#birthing-options https://www. webmd. com/baby/pregnancy-choosing-obstetric-health-care-provider#1 https://media. neliti. com/media/publications/108617-ID-gambaran-pilihan-persalinan-oleh-tenaga. pdf https://www. who. int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-pregnancy-and-childbirth Sumber Gambar : Freepic - Published: 2021-01-31 - Modified: 2021-01-31 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-untuk-ibu-positif-covid-19/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Persiapan melahirkan bukan perkara gampang bagi para orang tua. Apalagi di tengah masa pandemi, khususnya bagi ibu yang positif Covid-19. Semua rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain sudah memiliki protokol dari Kementerian Kesehatan untuk membantu persalinan para ibu. Demikian pula untuk persiapan melahirkan ibu yang terjangkit virus corona. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan wanita hamil termasuk rentan mengalami kondisi yang lebih parah bila terkena Covid-19. Terutama wanita hamil yang kelebihan berat badan dan memiliki masalah medis yang sudah ada, seperti hipertensi dan diabetes. Karena itu, ada syarat para ibu hamil menjalani tes usap dengan polymerase chain reaction (PCR) untuk persiapan melahirkan ketika datang ke rumah sakit. Kementerian Kesehatan menyarankan ibu menjalani screening Covid, termasuk tes PCR bila perlu, tujuh hari sebelum hari perkiraan lahir. Dari hasil tes PCR, rumah sakit bisa menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan hasil tes tersebut. Bila ibu sudah tahu positif Covid-19 jauh sebelum hari perkiraan lahir (HPL), persiapan melahirkan cenderung lebih mudah. Sebab, ibu bisa menyiapkan segala sesuatunya sejak jauh hari dengan matang. Berbeda jika hasil positif baru ketahuan ketika sudah merasa akan melahirkan. Yang pasti, ibu tak perlu khawatir bayinya pasti positif juga kelak ketika lahir. WHO hingga kini belum menemukan kasus penularan virus corona selama kehamilan atau saat persalinan. Walau begitu, persiapan melahirkan tetap penting untuk mencegah penularan yang mungkin terjadi akibat droplet dari ibu atau tenaga kesehatan yang membantu persalinan. Persiapan ini juga perlu untuk memastikan kondisi ibu tidak mengalami keparahan akibat Covid-19. 1. Tetap di Rumah Saja Seperti imbauan dari otoritas kesehatan negara seluruh dunia, sebaiknya tetap di rumah saja selama masa pandemi Covid-19. Demi persiapan melahirkan lancar, ibu yang positif Covid-19 bisa mengisi waktu di rumah dengan rutin melakukan senam kehamilan. Kegiatan yang sifatnya memberikan relaksasi juga penting agar pikiran ibu tetap jernih meski terjangkit Covid. Apalagi bila ada gejala. Berdiam di rumah sambil beristirahat akan bermanfaat untuk mempercepat pemulihan. 2. Memakai Masker Jika Keluar Rumah Ibu yang positif Covid-19 tidak disarankan keluar rumah. Namun mungkin ada beberapa ibu yang mesti keluar rumah untuk keperluan tertentu. Bila memang harus keluar, pakailah masker dengan benar. Pastikan menggunakan masker sesuai dengan standar, entah itu masker kain entah masker medis. Dengan memakai masker, ibu yang positif bisa mencegah penularan ke orang lain ketika di luar rumah. 3. Usahakan Memilih Rumah Sakit Saat Kontrol Kehamilan Meski ada pilihan persiapan melahirkan di tempat pelayanan kesehatan seperti klinik atau bidan, sebaiknya pilih rumah sakit saat kontrol kehamilan. Sebab, rumah sakit umumnya memiliki fasilitas yang lebih baik dan lebih lengkap. Jadi pemeriksaan bisa lebih menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Protokol kesehatan juga cenderung lebih disiplin dijalankan. Dengan begitu, ibu bisa lebih tenang dan nyaman serta memperoleh informasi lebih lengkap ketika memeriksakan kandungan. 4. Minum Suplemen dan Multivitamin Sesuai Anjuran Dokter Untuk kelancaran persiapan melahirkan, kondisi ibu haruslah prima. Karena itu, ibu yang positif Covid-19 sebaiknya meminta saran dokter khususnya mengenai suplemen dan multivitamin yang bisa dikonsumsi. Ibu hamil tanpa Covid pun sering kali membutuhkan suplemen dan multivitamin demi persalinan yang lancar. Ibu dengan Covid lebih memerlukan asupan tambahan itu untuk melawan virus dalam tubuhnya. 5. Segera ke Dokter Jika Terdapat Gejala Covid-19 Tidak semua orang yang positif Covid-19 menunjukkan gejala. Orang tanpa gejala ini bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, termasuk ibu hamil. Namun bila terdapat gejala, harus segera ke dokter untuk meminta saran dan menjalani pemeriksaan. Kalau mendapati gejala yang berat, perawatan di rumah sakit amat diperlukan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi dalam rangka persiapan melahirkan. Narasumber: dr. Berryl Imran Burhan, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Evasari Hospital Referensi: https://infeksiemerging. kemkes. go. id/download/Protokol_B-4_Petunjuk_Praktis_Layanan_Kesehatan_Ibu_dan_BBL_pada_Masa_Pandemi_COVID-19. pdf http://sehatnegeriku. kemkes. go. id/baca/rilis-media/20200720/0034500/begini-aturan-persalinan-masa-pandemi-covid-19/ https://www. who. int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-pregnancy-and-childbirth https://americanpregnancy. org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/can-i-safely-give-birth-if-i-have-coronavirus-71067/ - Published: 2021-01-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/efektivitas-vaksin-pneumonia-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Pneumonia alias radang paru-paru tercatat sebagai salah satu penyebab kematian utama pada anak balita di seluruh dunia. Pemicunya adalah bakteri pneumokokus (Streptococcus pneumoniae). Selain menyebabkan pneumonia, bakteri ini dapat menimbulkan penyakit seperti meningitis atau radang selaput otak dan infeksi aliran darah serta infeksi telinga. Untuk mencegah penularan penyakit berbahaya tersebut, vaksin anak telah tersedia di banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia. Sebuah penelitian yang terbit di The Lancet menyebutkan, secara global, episode klinis pneumonia pada anak kecil berkurang 22 persen dari 178 juta pada 2000 menjadi 138 juta pada 2015 setelah adanya vaksinasi. Bayi dan anak kecil menjadi perhatian utama karena masuk kelompok paling berisiko lantaran belum memiliki sistem imun yang matang. Dulu dokter menggunakan antibiotik penisilin untuk merawat pasien infeksi bakteri pneumokokus. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, bakteri ini menjadi resistan terhadap antibiotik. Artinya, antibiotik tak lagi mampu memusnahkan bakteri itu. Sebab, bakteri bisa berubah menjadi lebih kuat untuk menyesuaikan diri terhadap perlawanan dari antibiotik. Karena itulah vaksin anak penting sebagai upaya pencegahan pneumonia dan penyakit lain akibat bakteri pneumokokus. Mengenali Gejala Pneumonia Pada Anak Tanda dan gejala pneumonia berbeda-beda, tergantung usia anak dan pemicunya. Layaknya infeksi pada umumnya, gejala pneumonia anak biasanya demam. Gejala ini membuat anak berkeringat, menggigil, dan merasa tidak nyaman. Anak juga menjadi kehilangan selera makan dan lemas, kurang aktif ketimbang biasanya. Khusus pada anak bayi, kulit mereka biasanya terlihat pucat dan lebih sering menangis. Adapun gejala pneumonia yang spesifik antara lain anak menjadi kesulitan bernapas. Walhasil, terdapat beberapa gejala lain yang berhubungan dengan gangguan pernapasan itu, seperti: Batuk Napas cepat dan tersengal Lubang hidung melebar Rasa sakit pada dada dan perut, terutama saat batuk Napas berat Dokter bisa mendiagnosis pneumonia pada anak dengan mengamati gejala dan tanda serta lewat pemeriksaan fisik. Tapi perlu beberapa prosedur lain untuk menegakkan diagnosis, seperti dengan pemindaian sinar-X, guna melihat dengan lebih jelas kondisi paru-paru. Pemberian Vaksin Pneumonia Untuk Anak Vaksin anak untuk mencegah pneumonia ada beberapa jenis, yakni pneumococcus conjugated vaccine (PCV), haemofilus influenza tipe B (Hib), dan campak. Meski vaksin PCV tergolong baru dan lebih spesifik menyasar bakteri pneumokokus. Vaksin anak PCV baru ada di Indonesia pada 2017 dengan Lombok Barat dan Lombok Timur sebagai penerima yang pertama. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan pemberian vaksin anak PCV tiga kali plus satu kali sebagai boosting atau vaksin penguat. Pemberian pertama adalah saat anak berusia 2 bulan, lalu 4 bulan dan 6 bulan. Adapun vaksin tambahan ketika usia anak 12-15 bulan. Bila anak belum mendapat vaksin hingga berusia 7-12 bulan, pemberian vaksin adalah sebanyak dua kali dengan interval satu bulan. Sedangkan jika anak belum juga menerima vaksin ketika berumur 1-2 tahun, vaksin diberikan dua kali dengan jarak pemberian dua bulan. Buat yang belum divaksin sampai umurnya 2-5 tahun, vaksin juga diberikan dua kali dengan interval dua bulan. Pentingnya Memberikan Vaksin Pneumonia untuk Anak Menurut UNICEF, pneumonia pada anak telah menyebabkan kematian 800 ribu anak di seluruh dunia setiap tahun. Kasus kematian banyak terjadi pada anak yang memiliki kondisi medis seperti penyakit kronis paru dari kelahiran prematur, penyakit jantung bawaan, dan gangguan sistem imun. Sedangkan vaksin anak telah terbukti menurunkan angka kematian dan infeksi di banyak negara di dunia. Karena itulah para pakar kesehatan menyarankan pemberian vaksin pneumonia untuk anak sesuai dengan jadwal. Bila terlambat, masih ada kesempatan melindungi anak dari pneumonia hingga usianya lima tahun. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapat informasi lebih lanjut. Ditinjau oleh: dr. Enny Karyani, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. immunize. org/catg. d/p2016. pdf https://www. cdc. gov/vaccines/vpd/pneumo/hcp/recommendations. html https://www. who. int/bulletin/volumes/86/5/07-044503/en/ https://fk. ui. ac. id/berita/penelitian-efektivitas-imunisasi-pcv-13-pada-imunisasi-dasar-dua-kali-dan-penguat-satu-kali-guna-mengurangi-beban-penyakit-ipd-akibat-pneumonia. html https://data. unicef. org/topic/child-health/pneumonia/ https://www. thelancet. com/journals/langlo/article/PIIS2214-109X(18)30408-X/fulltext https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus - Published: 2021-01-29 - Modified: 2021-01-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyebab-jantung-berdebar/ - Kategori: Penyakit Jantung Pada umumnya, kita tak bisa mendengar suara detak jantung tanpa menggunakan alat. Untuk mendengarkan detak jantung orang lain pun kita mesti menempelkan telinga ke dadanya. Bila suatu ketika terdengar suara detak jantung tanpa alat, kita patut waspada. Apalagi bila bersamaan dengan itu terasa jantung berdebar dengan irama cepat serta muncul gejala seperti keringat dingin, pusing, susah bernapas, dan gelisah. Mungkin itu tanda jantung bermasalah. Jantung berdebar adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih kencang dan lebih cepat ketimbang biasanya. Kadang kala irama detak jantung juga tak beraturan. Jantung berdebar sebetulnya tak senantiasa menandakan adanya penyakit jantung. Yang patut menjadi kewaspadaan adalah kondisi itu kerap terjadi tanpa penyebab pasti. Masalah pada jantung yang kerap memicu jantung berdebar adalah fibrilasi atrium, kondisi ketika irama detak jantung berjalan cepat dan tak teratur. Selain menyebabkan gangguan fungsi jantung, seperti henti jantung mendadak, fibrilasi atrium bisa memicu stroke. Para dokter spesialis jantung mengidentifikasi gaya hidup berperan penting sebagai faktor risiko terhadap pasien fibrilasi atrium. Untuk itu, perlu modifikasi gaya hidup untuk memulihkan kualitas hidup bagi mereka yang kerap merasa jantung berdebar akibat masalah jantung. Gaya Hidup yang Sebabkan Penyakit Jantung Terdapat beberapa faktor gaya hidup yang berhubungan dengan penyakit jantung, seperti: Kebiasaan merokok Gemar minum minuman berkafein, misalnya kopi, teh, serta minuman bersoda dan minuman energi Suka mengonsumsi minuman beralkohol Tenggelam dalam stres yang bisa memicu depresi dan abai terhadap kesehatan diri Menggunakan obat-obatan terlarang Hobi berolahraga yang menguras fisik Orang yang menjalankan gaya hidup tersebut tidak selalu menunjukkan gejala penyakit jantung. Perlu pemeriksaan jantung di rumah sakit untuk memastikan ada-tidaknya masalah pada kinerja jantung. Bila punya gaya hidup itu dan kerap merasa jantung berdebar, jangan tunda datang ke dokter spesialis jantung untuk menjalani pemeriksaan. Dokter akan menggelar serangkaian tes untuk mengevaluasi kondisi jantung, antara lain pemeriksaan EKG (elektrokardiogram). Dokter spesialis jantung juga akan melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai gejala yang muncul dan riwayat kesehatan. Tips Jaga Kesehatan Jantung Guna menjauhkan diri dari risiko penyakit jantung, kuncinya ada pada diri masing-masing. Terdapat empat prinsip yang utama untuk menjaga kesehatan jantung dalam kehidupan sehari-hari, yakni: Memastikan pola makan sehat dan teratur Rutin beraktivitas fisik, terutama berolahraga Berhenti atau kurangi konsumsi zat pemicu penyakit jantung, seperti kafein, alkohol, nikotin, dan sodium Memahami dan mengendalikan kadar kolesterol serta tekanan darah Prinsip menjaga kesehatan jantung itu bisa kita lakukan setiap hari. Untuk menjaga asupan yang sehat dan teratur, misalnya, jangan berfokus pada satu-dua jenis makanan atau nutrien saja. Contohnya cuma menghindari garam atau tidak mau makan nasih. Sebaiknya berfokuslah pada pola makan harian, mingguan, dan bulanan. Pastikan dalam pola makan itu ada lebih banyak kandungan serat, antioksidan, vitamin, dan zat lain yang bermanfaat buat jantung. Selain itu, harus ada jadwal makan tiap hari baik untuk pagi, siang, dan malam. Lalu untuk menjadi lebih aktif, kita tak semata-mata harus berolahraga. Berjalan naik-turun tangga sudah termasuk bagus untuk mencegah jantung berdebar tanda tidak sehat. Akan lebih baik lagi bila punya jadwal rutin olahraga, bisa harian atau mingguan. Misalnya joging 30 menit tiap tiga hari dalam sepekan. Perubahan gaya hidup yang menjadi faktor risiko penyakit jantung juga mungkin memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung. Konsultasi serta pemeriksaan jantung oleh dokter akan membuat kita mengetahui apa risiko yang sebenarnya, bagaimana mengatasinya, dan cara apa yang terbaik serta sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Jangan ragu menjalani pemeriksaan jantung bila curiga mendapati seringnya jantung berdebar. Narasumber: dr. Andriga Dirgantomo, Sp. JP. FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC6059525/ https://www. hopkinsmedicine. org/heart_vascular_institute/conditions_treatments/conditions/palpitations. html https://www. health. harvard. edu/blog/lifestyle-changes-are-important-for-managing-atrial-fibrillation-2020073120682 https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/diagnosis-treatment/drc-20350674 https://www. heartfoundation. org. au/heart-health-education/keeping-your-heart-healthy Sumber Gambar : Freepic - Published: 2021-01-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/mencegah-henti-jantung-mendadak/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Henti jantung mendadak adalah gangguan kelistrikan dalam irama detak jantung yang bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Di Amerika Serikat, sebanyak 350 ribu kematian terjadi akibat henti jantung mendadak setiap tahun. Adapun menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, terdapat 300-350 ribu insiden henti jantung mendadak di Indonesia per tahun. Henti jantung mendadak berbeda dengan serangan jantung. Henti jantung membuat tubuh tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya karena gangguan aliran darah dari jantung yang membawa oksigen. Terutama otak. Walhasil, orang yang terkena henti jantung bisa langsung kolaps dan napasnya terhenti dalam waktu sekejap. Sedangkan serangan jantung terjadi akibat penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung. Aliran darah menjadi terganggu akibat blokade tersebut. Orang yang mengalami serangan jantung pada umumnya masih sanggup bernapas dan tetap sadar. Dalam kasus yang ringan, orang itu bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Namun serangan jantung bisa pula memicu henti jantung mendadak. Henti jantung mendadak adalah masalah kesehatan yang serius, tapi ada sejumlah cara pencegahan yang direkomendasikan para dokter spesialis jantung. Pencegahan ini berkaitan erat dengan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat. 1. Tidak merokok Merokok dapat menyebabkan sederet masalah kesehatan, tapi banyak penggemarnya. Menurut sejumlah penelitian, kebiasaan merokok yang ringan saja berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat henti jantung mendadak, terutama pada perempuan. Risiko kematian melonjak 8 persen untuk setiap 5 tahun kebiasaan merokok. Namun untuk menurunkan risiko menjadi sama dengan non-perokok, orang harus berhenti merokok dulu selama 15-20 tahun. Itu sebabnya sebaiknya menghindari rokok bila ingin mencegah henti jantung mendadak. Bila perlu, ikuti terapi khusus untuk berhenti merokok. Mintalah dukungan dari orang-orang di sekitar agar berhasil menjauhkan bahaya rokok. 2. Menjaga berat badan ideal Para peneliti di Harvard Medical School, Amerika Serikat, menemukan dalam risetnya bahwa menjaga berat badan ideal adalah salah satu cara meminimalkan risiko henti jantung mendadak. Berat badan berlebih bisa menjadi awal akumulasi risiko henti jantung. Namun upaya mengurangi berat badan di kemudian hari tak bisa menghapus sepenuhnya risiko tersebut. Masalah berat badan menjadi salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam insiden henti jantung mendadak pada kalangan anak muda. Maka sebaiknya atur pola makan dan pastikan mendapat asupan gizi seimbang agar bobot senantiasa ideal dan terhindar dari masalah jantung. 3. Menghindari konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi garam Masih berhubungan dengan poin berat badan, konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan garam juga meningkatkan risiko henti jantung mendadak. Makanan tanpa garam memang kurang sedap. Makanan berlemak pun cenderung lezat. Namun, guna mencegah henti jantung mendadak, hindari konsumsi kedua bahan pangan itu secara berlebihan. Satu sendok teh garam sudah cukup sehari. Bagi yang punya faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, maksimal konsumsi separuhnya. Itu takaran ideal demi menjaga jantung tetap sehat. 4. Olahraga teratur Olahraga terkenal punya segudang manfaat kesehatan, tak cuma mencegah henti jantung mendadak. Tak perlu daftar jadi anggota pusat kebugaran, cukup jalan santai beberapa menit tiap hari untuk memelihara kesehatan jantung. Hari ini mungkin cuma 10 menit, besok 20 menit, lusa 30 menit, dan seterusnya sesuai dengan kemampuan. Tapi jenis olahraga yang direkomendasikan secara khusus untuk kesehatan jantung adalah aerobik, latihan ketahanan tubuh, serta latihan keseimbangan dan fleksibilitas. Dengan olahraga itu, kita bisa membakar kalori, mengusir lemak jahat, serta melenyapkan pemicu risiko henti jantung mendadak yang lain. 5. Mengelola stress dengan baik Stres bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah, inflamasi, dan bahkan kadar kolesterol. Semua itu meningkatkan kemungkinan seseorang terkena serangan jantung dan sekaligus henti jantung mendadak. Sebaiknya kelola stres dengan saksama dengan banyak berpikir positif dan cukup beristirahat. Bila perlu, temui psikolog atau ahli terapi untuk meminta rekomendasi cara mengelola stres dengan baik. 6. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pemeriksaan kesehatan secara rutin bisa memberi kita tanda peringatan awal akan adanya masalah kesehatan. Makin dini tanda itu diketahui, makin besar peluang untuk sembuh. Pemeriksaan jantung bisa dilakukan secara tersendiri atau bersama pemeriksaan lain dalam medical check up. Dokter spesialis jantung akan menjalankan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi jantung. Bila menemukan risiko henti jantung mendadak, dokter bisa langsung mengambil tindakan pencegahan. Narasumber: dr. Andriga Dirgantomo, Sp. JP. FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. heart. org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/symptoms-causes/syc-20350634 https://www. nhlbi. nih. gov/health-topics/sudden-cardiac-arrest https://www. heart. org/en/health-topics/cardiac-arrest/about-cardiac-arrest https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/in-depth/sudden-death/art-20047571 https://www. heart. org/en/news/2018/05/01/report-10-measures-could-prevent-sudden-cardiac-death https://www. webmd. com/men/guide/heart-attack-cardiac-arrest#1 Sumber Gambar : Freepic - Published: 2021-01-26 - Modified: 2021-01-25 - URL: https://primayahospital.com/jantung/kematian-jantung-mendadak/ - Kategori: Penyakit Jantung Tahun 2020 tidak hanya ditandai dengan merebaknya pandemi Covid-19, tapi juga meninggalnya seniman Didi Kempot. Kabar duka itu mengejutkan banyak orang karena Didi Kempot sebelumnya tidak menunjukkan adanya masalah serius pada kesehatannya. Menurut pemberitaan, Didi meninggal akibat henti jantung. Di tengah pandemi, ada pula kasus orang meninggal tiba-tiba ketika sedang bersepeda. Penyebabnya sama: henti jantung. Pada populasi umum usia 20 sd 75 tahun, insiden kematian jantung mendadak sebesar 1 per 1000 orang, sekitar 18,5% dari total seluruh kematian. Pada individu usia 1 sd 40 tahun, insiden mencapai 1,3-8,5 per 100. 000 orang. Apa itu henti jantung? Orang-orang sering mencampur-adukkan antara serangan jantung (sindroma koroner akut) dan henti jantung (cardiac arrest). Padahal keduanya berbeda. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhenti, sementara kematian jantung mendadak adalah kondisi saat kematian di sebabkan oleh jantung dengan kehilangan kesadaran secara mendadak dalam waktu satu jam setelah onset perubahan status kardiovaskular secara akut. Disrupsi pada sistem pernapasan dan fungsi jantung dapat berakibat fatal bila tak mendapat penanganan segera. Bahkan hanya sekitar 10 persen pasien yang mengalami henti jantung di luar rumah sakit yang dapat selamat. Ini sekaligus menekankan betapa pentingnya deteksi dini serta respons darurat bagi keselamatan individu yang terkena henti jantung. Penyebab Henti Jantung Mendadak Penyebab paling umum henti jantung mendadak adalah penyakit jantung coroner, sekitar 75% dari total kematian jantung. Terdapat 9 bagian besar penyebab dan faktor berkontribusi kematian jantung mendadak: Abnormalitas arteri Koroner ( kelainan pada pembuluh darah arteri koroner jantung) Penyakit jantung koroner atherosklerotik: Serangan jantung atau sindrom koroner akut termasuk di bagian ini Penyakit jantung koroner non-ahteroskelrotik: emboli arteri koroner, lesi bawaan arteri koroner, Vaskulitis arteri koroner ( Sindrom Kawasaki, Takayasu) Abnormalitas elektrofisiologis (kelainan system konduksi listrik jantung) Abnormal system konduksi: Sindrom Wolf Parkinson white, penyakit Lenegre Abnormal repolarisasi : Sindrom interval QT memanjang , Sindrom brugada, sindrom repolarisasi dini Gagal jantung dan penyakit kardiomiopati: Kelainan pada struktur jantung di tanda dengan gejala gagal jantung dapat di ikuti penurunan fungsi jantung ) Kongestif kronik: Kardiomiopati iskemik, kardiomiopati dilatasi idiopatik, kardiomiopati hipertensif, kardiomiopati peripartum Gagal jantung akut: miokarditis akut, sindrom koroner akut, Sindrom takotsubo, emboli katup pada penyakit stenosis katup aorta, edema paru akut Penyakit jantung katup: Stenosis/insufisiensi katup aorta, prolapse katup mitral, endocarditis, disfungsi katup prostetik Hipertrofi miokardium ventrikel: Hipertrofi ventrikel kiri karena penyakit jantung koroner Penyakit jantung hipertensi tanpa atherosclerosis koroner signifikan Disebabkan penyakit jantung katup Kardiomiopati hipertrofi obstruktif atau non obstruktif Hipertensi paru Inflamasi, infiltrasi, neoplastic, degenerative. Penyakit jantung bawaan: Stenosis aorta atau pulmonal kongenital, defek septum kongenital dengan eisenmenger, efek lanjut pasca pembedahan Instabilitas elektrik berkaitan dengan system saraf pusat : Lain-lain: trauma tumpul dada, diseksi/aneurisma aorta. Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan henti jantung, misalnya: Riwayat keluarga Hipertensi Kadar kolesterol tinggi Kelebihan berat badan Kadar gula darah tinggi atau diabetes melitus Biasa merokok Kurang beraktivitas fisik Latihan beban berat yang berlebihan Gejala Henti Jantung Mendadak Proses dari munculnya gejala henti jantung hingga kematian sering kali berlangsung sangat singkat. Bahkan tanpa tanda-tanda sama sekali. Gejala itu antara lain: Tiba-tiba pingsan atau hilang kesadaran dalam waktu lama Tidak ada denyut jantung atau nadi yang teraba Tak ada pergerakan dinding dada saat bernafas Beberapa gejala lain yang muncul sebelum jatuh pada kondisi henti jantung mencakup: Rasa tidak nyaman pada dada atau nyeri dada Cepat lelah Merasa lemas Jantung berdebar-debar Pingsan Kapan Harus ke Dokter Jantung Ketika gejala pendahulu sudah mulai muncul baik nyeri dada/ rasa tidak nyaman di dada, cepat lelah, jantung berdebar, merasa lemah. Pada usia lebih dari 40 tahun, sebaiknya melakukan pemeriksaan medical check-up jantung secara rutin terutama yang memiliki factor resiko hipertensi, diabetes mellitus, obesitas atau kegemukan, perokok baik aktif maupun pasif, memiliki riwayat keluarga dengan sakit jantung. Pada seseorang yang akan menjalani olahraga dengan intensitas berat. Ketika jantung berhenti berdetak, otak akan kekurangan oksigen hanya dalam hitungan menit. Tanpa penanganan segera, otak akan rusak dan mati. Karena itulah setiap detik sangat berharga dalam kasus henti jantung. Orang yang memiliki gejala aritmia, terutama detak jantung tak teratur, sebaiknya tak menunda pemeriksaan ke dokter spesialis jantung demi deteksi dini. Begitu pula bila punya masalah lain yang berkaitan dengan jantung. Ketimbang perempuan, pria lebih banyak mengalami kondisi ini seiring dengan bertambahnya usia. Adanya faktor kesehatan hingga genetik akan meningkatkan risiko mengalami henti jantung. Narasumber: dr. Ivan Noersyid, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: Munawar DA. Henti Jantung dan Kematian jantung mendadak. Buku Ajar Kardiovaskular Jilid 1 FKUI. Jakarta. 2017 https://www. heart. org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/symptoms-causes/syc-20350634 https://www. nhlbi. nih. gov/health-topics/sudden-cardiac-arrest https://www. heart. org/en/health-topics/cardiac-arrest/about-cardiac-arrest https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/in-depth/sudden-death/art-20047571 - Published: 2021-01-25 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/depresi-sebabkan-gangguan-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Banyak orang pernah merasa cemas dalam hidupnya. Misalnya sewaktu menunggu giliran presentasi, saat interviu pekerjaan, atau ketika menjelang bertemu dengan pujaan hati. Rasa cemas itu wajar, bahkan bisa membantu kita untuk memfokuskan perhatian dalam rangka mengatasi kecemasan tersebut. Tapi ada kalanya rasa cemas datang berbarengan dengan depresi yang berpotensi menyebabkan gangguan jantung. Inilah yang mesti diwaspadai. Cemas adalah perasaan gelisah yang membuat hati tidak tenteram. Perasaan ini muncul tanpa bisa dikendalikan karena situasi tertentu. Dalam kondisi ekstrem, rasa cemas yang berlebihan dan kerap muncul dapat menimbulkan gangguan serius dalam kehidupan, termasuk gangguan jantung. Di Amerika Serikat, gangguan kecemasan merupakan masalah mental yang banyak dijumpai pada kalangan orang dewasa. Kasus berkembangnya gangguan kecemasan dan depresi juga tergolong tinggi. Menurut National Alliance on Mental Illness, sekitar 60 persen orang dengan gangguan kecemasan menunjukkan gejala depresi. Dalam penelitian, depresi dan gangguan jantung kerap ditemukan pada individu yang sama walau belum jelas benar bagaimana korelasi kedua hal tersebut. Gejala Gangguan Cemas atau Depresi Gangguan cemas dan depresi memiliki kemiripan gejala meski bisa berbeda-beda pada setiap individu. Berikut ini contohnya: Gampang merasa lelah Pikiran kosong Sulit berkonsentrasi Mudah marah Susah tidur atau tidur tidak nyenyak Rasa takut dan khawatir yang muncul terus-menerus Perubahan gaya hidup menjadi lebih tidak sehat Sering merasa sedih, tak berdaya, dan tak berarti Sulit merasa nyaman Mudah panik Berpikir untuk bunuh diri Selain itu, terdapat sejumlah gejala fisik yang kerap berkaitan dengan gangguan jantung. Jantung berdebar Pusing Berkeringat Susah bernapas Sakit perut Mengapa Sering Cemas Bisa Sebabkan Gangguan Jantung Ketika orang sering merasa cemas dan berujung pada depresi, muncul reaksi tubuh yang bisa menambah beban pada kerja jantung. Orang yang mengalami depresi cenderung tak lagi memikirkan diri sendiri, termasuk soal kesehatannya. Misalnya waktu tidur terganggu, makan tak teratur, serta tidak lagi peduli pada gizi dan kebugaran fisik. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan gangguan jantung. Sering cemas memiliki kaitan dengan beberapa faktor gangguan jantung dan pembuluh darah ini: Irama detak jantung lebih cepat. Dalam kasus yang serius, fungsi jantung jadi terganggu dan meningkatkan risiko henti jantung. Bila berkembang menjadi gangguan jantung kronis, hipertensi bisa memicu penyakit jantung koroner, membuat fungsi otot jantung lemah, dan menyebabkan gagal jantung. Variabilitas denyut jantung turun. Meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung. Pencegahan Gangguan Kecemasan Ada setidaknya dua cara utama untuk mencegah dan mengatasi gangguan kecemasan, yakni terapi dan obat-obatan. Dengan penanganan yang tepat dan memadai, gejala gangguan kecemasan serta depresi bisa berkurang dan bahkan hilang. Dengan demikian, risiko terkena gangguan jantung dapat ditekan. Terapi Psikoterapi yang berfokus pada pikiran dan perasaan serta berbagai masalah yang ada dalam hidup akan membantu mencegah gangguan kecemasan. Butuh keterbukaan dari individu yang merasa punya masalah kecemasan agar terapi bisa memberikan hasil yang optimal. Terapis akan membantu mengarahkan individu itu untuk hidup lebih sehat, mengatasi stres, hingga membangun relasi yang positif dengan lingkungan sekitar, terutama keluarga. Obat-obatan Dokter kerap meresepkan obat berupa antidepresan untuk membantu meningkatkan suasana hati yang baik. Obat ini harus diminum dengan resep dokter demi keamanan. Sebab, setiap obat memiliki efek samping yang mungkin berbahaya bagi individu tertentu. Dokter akan memberikan resep dengan dosis sesuai kondisi setiap individu. Obat ini hanya bersifat meringankan gejala, bukan untuk menyembuhkan secara total. Orang yang merasa ada gangguan jantung sekaligus mudah merasa cemas perlu mendiskusikan masalah itu dengan dokter spesialis jantung. Dari pemeriksaan jantung, dokter akan dapat mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil tindakan sesuai dengan diagnosis. Narasumber: dr. Ivan Noersyid, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. hopkinsmedicine. org/health/conditions-and-diseases/anxiety-and-heart-disease https://www. cdc. gov/tobacco/campaign/tips/diseases/depression-anxiety. html https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/depression/expert-answers/depression-and-anxiety/faq-20057989 https://www. webmd. com/depression/features/anxiety-depression-mix#1 https://www. health. harvard. edu/heart-health/can-anxiety-cause-a-heart-attack https://www. hopkinsmedicine. org/health/conditions-and-diseases/depression-and-heart-disease Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/ibu-positif-covid-19/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Air susu ibu atau ASI eksklusif amat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Menyusui sang buah hati juga berguna bagi kesehatan ibu. Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan ibu memberikan ASI eksklusif hingga usia anak 6 bulan. Artinya, selama periode itu, anak hanya menerima asupan makanan dan minuman dari ASI, tanpa tambahan apa pun. Tapi, di tengah pandemi Covid-19, muncul kekhawatiran di kalangan ibu mengenai boleh-tidaknya memberikan ASI eksklusif bila mereka positif terinfeksi virus corona. Untuk menjawab pertanyaan itu, kita pertama-tama harus paham bagaimana penularan Covid-19. Virus SARS-CoV-2 menular lewat droplet atau percikan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Hingga kini, tidak ada temuan bahwa virus itu bisa menular melalui ASI. Karena itu, ibu yang positif Covid-19 tetap boleh memberikan ASI eksklusif. Badan Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), serta Kementerian Kesehatan RI pun memberikan lampu hijau bagi ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif meski terkonfirmasi positif ataupun masih menjadi suspek. Tapi ada syaratnya: taat protokol kesehatan. Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan Protokol Petunjuk Praktis Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Selama Pandemi Covid-19. CDC dan WHO juga menyampaikan panduan serupa demi mencegah penularan Covid dari ibu ke anak yang mendapat ASI eksklusif. Tips Menyusui Untuk Menghindari Penyebaran Virus ke Bayi CDC meminta para ibu memberikan ASI eksklusif dengan beberapa aturan guna mencegah penularan. Salah satunya ibu mesti menaati prosedur isolasi mandiri sesuai dengan protokol Covid-19. Saat isolasi mandiri, anak masuk kategori kontak dekat sehingga harus turut menjalani karantina selama periode menyusui. Tips lainnya meliputi: Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh bayi atau memerah susu. Bila tak ada air dan sabun, pakailah hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Selalu mengenakan masker, terutama ketika berjarak kurang dari 2 meter dari bayi atau tengah memerah susu. Cuci dan sterilkan pompa ASI bila memakai pompa ASI. Bila tidak memungkinkan memberikan ASI langsung, misalnya ibu tidak enak badan akibat gejala Covid-19, ibu bisa meminta bantuan orang lain selama periode isolasi mandiri. Pastikan orang tersebut sehat dan tidak berisiko mengalami sakit yang parah akibat Covid. ASI eksklusif dapat diberikan dari perahan ibu menggunakan botol. Bila orang ini tinggal di rumah yang sama atau berkontak dengan ibu, dia mesti mengenakan masker. Tindakan Pencegahan Saat Menyusui di Payudara Bagi ibu yang hendak memberikan ASI eksklusif lewat payudara langsung, harus lebih ketat dan disiplin demi menghindari penularan Covid ke anak. Mengenakan masker saja tidak cukup. Ibu harus mengenakan masker dengan benar, yaitu: Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal 20 detik Gunakan hand sanitizer jika tak tersedia air dan sabun Pastikan mulut dan lubang hidung sudah tertutup masker seluruhnya Jangan menyentuh-nyentuh masker. Jika menyentuh masker, langsung cuci tangan sesuai dengan prosedur Bila lembap atau basah, lepas masker dan ganti yang baru Buang masker yang telah terpakai Untuk melepas masker, jangan menyentuh bagian depannya, melainkan dari talinya Selain itu, ibu mesti menahan diri untuk tidak membelai atau menyentuh bagian wajah bayi. Bila hendak menyentuh, pastikan tangan betul-betul sudah bersih agar tidak justru menulari sang buah hati. Apakah Memberikan ASI Eksklusif Bisa Menular ke Bayi? Berbagai penelitian menyebutkan virus corona hanya bisa menular melalui droplet. Tidak ada data yang memadai untuk memastikan bisa terjadi transmisi vertikal Covid-19 lewat ASI eksklusif. Pada bayi, risiko infeksi Covid-19 pun terbilang rendah. Infeksi biasanya bersifat ringan dan tanpa gejala. Sementara itu, konsekuensi tidak adanya ASI eksklusif bagi bayi sangat besar. ASI eksklusif juga bermanfaat menguatkan sistem imun anak guna mencegah infeksi. Karena itu, berbagai instansi dan otoritas kesehatan masih merekomendasikan pemberian ASI eksklusif oleh ibu positif Covid-19, tentu dengan selalu menaati protokol kesehatan. Narasumber: dr. Sri Kusumawati, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. cdc. gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/maternal-or-infant-illnesses/covid-19-and-breastfeeding. html https://www. who. int/news-room/commentaries/detail/breastfeeding-and-covid-19 http://www. emro. who. int/nutrition/nutrition-infocus/breastfeeding-advice-during-covid-19-outbreak. html https://aimi-asi. org/layanan/lihat/panduan-menyusui-di-masa-pandemi-covid-19 https://covid19. go. id/p/protokol/protokol-b-4-petunjuk-praktis-layanan-kesehatan-ibu-dan-bbl-pada-masa-pandemi-covid-19 https://covid19. go. id/edukasi/masyarakat-umum/cara-memakai-masker-yang-benar2 Sumber gambar: Freepic - Published: 2021-01-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/cegah-sakit-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Menurut Sample Registration System Indonesia, penyakit jantung menyebabkan kematian paling banyak nomor dua di bawah stroke. BPJS Kesehatan pun mencatat adanya kenaikan klaim biaya perawatan jantung tahun demi tahun. Hal itu menandakan penyakit jantung masih menjadi momok besar di negeri ini. Padahal setiap orang bisa mencegah sakit jantung dengan berbagai cara. Salah satu cara cegah sakit jantung adalah dengan rutin menjalani medical check up. Seseorang mungkin mengidap penyakit jantung tanpa gejala yang kentara. Itu sebabnya perlu pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama yang memiliki faktor risiko tinggi sakit jantung. Penyakit jantung tidak kenal usia. Orang muda berusia 20-an tahun pun bisa terkena serangan jantung. Maka cara terbaik untuk mendeteksi risiko sakit jantung adalah memeriksakan diri sejak muda. Deteksi dini lewat medical check up menjadi langkah penting untuk cegah sakit jantung. Pentingnya Medical Check Up Medical check up adalah prosedur pemeriksaan kesehatan diri secara menyeluruh di laboratorium atau rumah sakit. Dalam pemeriksaan ini, akan diketahui kondisi medis seseorang secara umum. Bila ada tanda gangguan kesehatan, orang yang menjalani pemeriksaan bisa menentukan langkah segera untuk mengatasinya. Tapi kebanyakan orang merasa takut atau malas mengikuti medical check up. Alasannya beragam. Yang paling sering adalah khawatir mendapati penyakit dalam tubuhnya sehingga harus dirawat atau menerapkan pantangan tertentu. Padahal justru itulah pentingnya medical check up. Dengan mengetahui adanya tanda atau gejala masalah kesehatan sedari dini, peluang kesembuhan makin besar. Khusus untuk upaya cegah sakit jantung, medical check up menjadi tahap pertama sebelum pemeriksaan spesifik terhadap kondisi jantung untuk menegakkan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat. Sasaran medical check up yang terkait dengan pencegahan sakit jantung mencakup: Tekanan darah Kadar kolesterol Level gula darah Ketahanan fisik Penyebab Sakit Jantung Penyakit jantung bisa muncul akibat berbagai penyebab, seperti kerusakan pada sebagian atau seluruh bagian jantung, masalah pembuluh darah di sekitar jantung, atau kurangnya pasokan oksigen ke jantung. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kemiskinan dan stres sebagai dua faktor kunci yang menyebabkan meningkatnya kasus penyakit jantung dan kardiovaskuler secara global. Sebagai langkah cegah sakit jantung, kedua faktor tersebut bisa dikendalikan. Faktor lain yang juga dapat dikelola antara lain: Kebiasaan merokok Kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol tinggi Pola hidup tidak sehat Kelebihan berat badan Namun ada pula faktor yang di luar kendali manusia, seperti umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan ras. Tips Mencegah Sakit Jantung Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian. Walau demikian, banyak cara untuk cegah sakit jantung. Poin utama terletak pada perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Kontrol tekanan darah Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko besar penyakit jantung. Karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah secara rutin setidaknya sekali dalam setahun bagi orang dewasa. Pemeriksaan harus lebih sering jika punya tekanan darah tinggi. Kendalikan kadar kolesterol Kadar kolesterol yang tinggi bisa menyumbat arteri dan meningkatkan risiko sakit jantung. Ubahlah gaya hidup dan konsumsi obat-obatan jika perlu untuk menurunkan kolesterol. Jaga berat badan Kelebihan berat badan atau obesitas juga akan memicu penyakit jantung. Sebab, kondisi berat badan lebih dari batas ideal akan berpengaruh pada kadar kolesterol dan tekanan darah. Orang yang obesitas juga lebih berisiko mengalami diabetes, salah satu faktor penyakit jantung. Makan makanan sehat Kurangi asupan lemak, sodium, garam, dan gula dari makanan. Sebaiknya, perbanyak konsumsi buah dan sayur. Pola makan ini akan membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Rutin berolahraga Olahraga memberikan sederet manfaat. Selain menguatkan daya tahan tubuh, jantung bisa lebih sehat. Berat badan juga dapat terjaga tetap ideal dengan olahraga secara rutin. Istirahat cukup Orang yang kurang beristirahat berisiko memiliki tekanan darah tinggi dan mengidap obesitas. Risiko stres juga akan meningkat. Sebaiknya tidur sekurangnya 7 jam sehari agar tubuh punya waktu cukup untuk beristirahat. Jauhi rokok Kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko sakit jantung karena naiknya tekanan darah. Risiko terkena stroke pun bisa meningkat akibat asap rokok. Kita bisa cegah sakit jantung sedini mungkin dengan rutin menjalani medical check up. Medical check up bisa dilakukan mulai usia 18 tahun. Bagi yang berusia di bawah 40 tahun, pakar kesehatan memberikan rekomendasi medical check up setiap lima tahun sekali. Sedangkan bagi yang berumur 40 tahun ke atas setiap satu hingga tiga tahun sekali. Ditinjau oleh: dr. Darwin Maulana, Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar Referensi: https://medlineplus. gov/howtopreventheartdisease. html https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-disease-prevention/art-20046502 https://www. cdc. gov/heartdisease/prevention. htm https://www. heart. org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/how-to-help-prevent-heart-disease-at-any-age https://www. who. int/cardiovascular_diseases/guidelines/Full%20text. pdf https://www. heart. org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/heart-health-screenings http://p2ptm. kemkes. go. id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-saja-faktor-risiko-penyebab-penyakit-jantung-koroner-pjk Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-21 - Modified: 2021-01-22 - URL: https://primayahospital.com/jantung/kelelahan-gejala-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Bila Anda merasa lebih sering kelelahan setelah melakukan aktivitas biasa, misalnya menaiki anak tangga di rumah atau di kantor, mungkin kini saatnya bagi Anda untuk memeriksakan diri. Sebab, bisa jadi itu adalah gejala penyakit jantung. Kegagalan fungsi jantung bisa membuat seseorang merasa lelah, bahkan sampai hilang kesadaran diri alias pingsan. Kegiatan yang sebelumnya terasa enteng menjadi lebih berat. Kelelahan adalah salah satu gejala umum penyakit jantung, terutama gagal jantung. Gejala ini lebih buruk pada pasien gagal jantung dengan gangguan fungsi diastolik. Pasien gagal jantung ini memiliki masalah pada sistem jantung yang berdampak pada kurangnya pasokan darah dan oksigen ke otak dan otot. Karena kurangnya pasokan itu, pasien kerap mengalami kelelahan hingga pingsan. Walau demikian, mudah lelah tidak selalu menandakan gejala penyakit jantung. Depresi, kurang tidur, dan pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan kelelahan. Apakah Pingsan Tanda Sakit Jantung? Meski jarang terjadi, beberapa masalah jantung yang serius bisa mengakibatkan pingsan. Kondisi terkait denga jantung yang paling sering memicu pingsan adalah masalah pada sistem kelistrikan jantung. Masalah ini bisa menyebabkan gangguan irama detak jantung alias aritmia. Pingsan juga bisa menjadi gejala penyakit jantung lain, seperti pembengkakan jantung, jantung lemah, sobekan pada aorta, atau kerusakan otot jantung akibat serangan jantung. Pingsan sebenarnya merupakan mekanisme keselamatan diri. Ketika kadar oksigen dan darah di otak rendah, tubuh akan segera menghentikan kerja organ non-vital untuk menyalurkan langsung sumber tenaga ke organ vital. Dalam istilah medis, pingsan disebut syncope. Pingsan tidak semata-mata menjadi gejala penyakit jantung. Ada pemicu lain yang lebih ringan, seperti kepanasan, dehidrasi, hingga perubahan posisi tubuh yang mendadak seperti dari duduk ke berdiri. Orang yang pingsan dengan dugaan gejala penyakit jantung tapi kondisinya tak serius tak perlu menjalani rawat inap. Evaluasi di ruang perawatan dibutuhkan jika didapati kondisi medis yang serius, seperti adanya aritmia, iskemia jantung, atau emboli paru. Dokter akan menjalankan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan apakah kondisi pingsan itu merupakan tanda penyakit jantung yang membutuhkan penanganan mendesak. Alat pemeriksaan tersebut antara lain: Elektrokardiogram Ekokardiogram Monitor Holter MRI jantung Elektrofisiologi Implan perekam jantung Penanganan yang Harus Dilakukan Setelah Pingsan Orang yang mengalami tanda-tanda akan pingsan, seperti pusing, mual, dan keluar keringat dingin di telapak tangan, sebaiknya segera duduk atau berbaring. Orang yang pingsan bisa segera siuman, tapi mungkin akan merasa sedikit kebingungan. Jadi jangan langsung berdiri, melainkan tunggu hingga kesadaran pulih sepenuhnya. Pingsan tak selalu menjadi gejala penyakit jantung, tapi ada kemungkinan masalah kesehatan pada diri seseorang. Karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara detail di rumah sakit, terutama untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah jantung. Penanganan pasien penyakit jantung yang kerap pingsan bergantung pada apa penyebabnya yang spesifik. Misalnya penggantian obat-obatan, operasi untuk menangani masalah katup, ablasi untuk irama detak jantung terlalu cepat, pemasangan alat pacu jantung untuk detak jantung yang lambat, serta pemasangan defiblirator bagi pasien yang berisiko meninggal mendadak. Resep terbaik untuk menangani gejala penyakit jantung adalah hidup sehat. Terapkan pola makan dengan gizi seimbang, jauhi rokok, dan rutin berolahraga. Resep ini amat berguna sekalipun tidak ada gejala penyakit jantung yang terasa. Ditinjau oleh: dr. Darwin Maulana, Sp. JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. heartfoundation. org. nz/journeys/more-tired-by-the-day-and-no-clue-why https://www. bhf. org. uk/informationsupport/heart-matters-magazine/wellbeing/living-with-fatigue https://my. clevelandclinic. org/health/diseases/17536-syncope https://www. heart. org/en/health-topics/arrhythmia/symptoms-diagnosis--monitoring-of-arrhythmia/syncope-fainting https://www. icm-mhi. org/en/health-care-and-services/cardiovascular-diseases/cardiovascular-syncope - Published: 2021-01-20 - Modified: 2021-01-18 - URL: https://primayahospital.com/jantung/henti-jantung-mendadak/ - Kategori: Penyakit Jantung Henti jantung mendadak terjadi ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh. Henti jantung adalah kondisi yang sangat serius dan memerlukan pertolongan segera. Sebab, individu yang mengalaminya bakal seketika kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas. Setiap detik sangatlah menentukan. Bila tak ada penanganan secepatnya, henti jantung bisa berakibat fatal. Karena itu, setiap orang mesti mewaspadai bahayanya henti jantung mendadak. Gejala henti jantung mendadak kadang tidak kentara. Orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung patut menaruh perhatian lebih besar pada masalah ini, terutama soal aritmia alias gangguan irama detak jantung. Ada sejumlah alternatif pengobatan untuk mengantisipasi terjadinya henti jantung mendadak. Berikut ini contohnya: Dengan Obat-Obatan Dokter spesialis jantung menggunakan berbagai macam obat anti-aritmia untuk situasi darurat atau perawatan jangka panjang terhadap pasien aritmia. Kelompok obat-obatan yang bernama beta blocker paling sering diresepkan bagi orang yang memiliki risiko henti jantung mendadak. Obat lain yang kerap dipakai antara lain ACE dan obat khusus untuk menghambat aliran kalsium. Beragam obat ini secara teori memberikan manfaat untuk situasi tertentu terkait dengan kondisi tersebut. Tapi belum ada yang terbukti dapat meningkatkan potensi pulihnya pasien dalam jangka panjang sehingga perlu dibarengi dengan pengobatan lain. Implan Alat Kejut Jantung (ICD) Alat ini berfungsi mencegah kematian mendadak pada pasien yang memiliki masalah aritmia, terutama takikardia dan fibrilasi atrium. Dengan tenaga baterai, ICD ditempatkan di bawah kulit untuk memantau detak jantung. Seutas kabel kecil menyambungkan ICD dengan jantung. Saat irama detak jantung yang abnormal terdeteksi, ICD akan mengirim listrik kejut untuk menormalkan irama. Berbagai studi menunjukkan bahwa ICD memiliki peran penting dalam mengatasi henti jantung mendadak. Khususnya bagi pasien yang berisiko tinggi mengalami aritmia. Ada ICD generasi baru yang punya dua fungsi, yakni menghantarkan listrik serta menjadi alat pacu jantung. Pemasangan Ring Jantung (Angioplasti Koroner) Angioplasti koroner meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien henti jantung mendadak. Dalam prosedur medis ini, dokter menggunakan semacam balon khusus yang dimasukkan ke tubuh memakai kateter untuk membuka blokade pada arteri yang tersumbat atau menyempit. Dengan begitu, aliran darah ke otot jantung kembali lancar. Dokter juga bisa sekaligus memasang ring jantung dalam tindakan ini. Ring jantung atau stent yang terbuat dari baja antikarat dimasukkan bersamaan dengan balon agar pembuluh darah arteri tetap terbuka dalam jangka waktu lebih lama. Ablasi Jantung (Radiofrequency Catheter Ablation) Prosedur medis ini secara spesifik bertujuan mengatasi masalah irama detak jantung yang cepat dan tak teratur. Ablasi jantung menggunakan energi radiofrekuensi (seperti panas microwave) untuk menghancurkan bagian kecil jaringan jantung yang memicu aritmia. Dengan hilangnya jaringan itu, detak jantung dapat kembali teratur. Karena itulah dokter spesialis jantung juga bisa memakai prosedur ini untuk mengobati pasien henti jantung mendadak. Tindakan ini telah terbukti bisa meningkatkan kualitas hidup banyak pasien aritmia. Operasi Bypass Jantung (CABG) Dokter menerapkan operasi ini untuk melancarkan aliran darah di sekitar jantung. Caranya, dokter mengambil pembuluh darah dari bagian lain tubuh, lalu menghubungkannya ke pembuluh darah arteri koroner yang mengalami sumbatan untuk mengatasi arteri yang tersumbat. Dengan demikian, jantung bisa mendapat aliran darah sekaligus oksigen untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Operasi Perbaikan Jantung (Corrective Heart Surgery) Pengobatan henti jantung mendadak ini khususnya ditujukan bagi pasien yang memiliki penyakit jantung bawaan, terutama kardiomiopati. Kardiomiopati menyebabkan jantung sulit memompa darah ke organ tubuh lain, termasuk otak. Di kalangan orang muda, kardiomiopati hipertrofi adalah yang paling banyak memicu henti jantung mendadak yang berujung pada kematian. Operasi perbaikan jantung mencakup banyak tindakan medis untuk memperbaiki kerusakan jantung. Misalnya perbaikan katup jantung agar jantung dapat berfungsi normal kembali. Contoh lainnya adalah penggantian katup jantung bila perbaikan tak lagi memungkinkan. Narasumber: dr. Robert E Saragih,Sp. JP. FIHA dr. Andriga,Sp. JP. FIHA Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi https://www. kemkes. go. id/article/view/2155/resusitasi-jantung-dini-upaya-pertolongan-pertama-pada-henti-jantung. html https://www. heart. org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different https://www. cambridge. org/core/journals/cardiology-in-the-young/article/abs/hypertrophic-cardiomyopathy/C7BF2B4C4DF2B9D88845207646B693D0 https://www. heart. org/en/health-topics/arrhythmia/prevention--treatment-of-arrhythmia/implantable-cardioverter-defibrillator-icd https://www. heart. org/en/health-topics/arrhythmia/prevention--treatment-of-arrhythmia/ablation-for-arrhythmias https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/in-depth/sudden-death/art-20047571 - Published: 2021-01-20 - Modified: 2021-01-19 - URL: https://primayahospital.com/jantung/gejala-penyakit-jantung-bawaan/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kondisi ketika jantung tak berkembang atau terjadi kecacatan dalam kandungan, sebelum bayi lahir. Terdapat beberapa jenis penyakit jantung bawaan. Misalnya katup jantung pada bayi tak terbentuk secara sempurna atau mungkin ada lubang di antara bilik jantung. Kondisi ini mungkin tak berdampak serius, tapi banyak juga yang memerlukan operasi. Dokter tak selalu dapat segera mengidentifikasi penyebab PJB pada bayi. Ada kecenderungan penyakit ini turun-temurun dalam keluarga. Faktor lain mencakup: Masalah pada gen atau kromosom Ibu mengonsumsi obat-obatan tertentu secara berlebihan saat hamil Infeksi penyakit menular, misalnya rubela, pada ibu hamil saat trimester pertama kehamilan Dokter bisa mendapati penyakit jantung bawaan ketika memeriksa kehamilan. Namun mungkin pula anak tak menunjukkan gejala penyakit ini sampai mereka dewasa. Bahkan ada yang tanpa gejala sama sekali. 6 Gejala Penyakit Jantung Bawaan Kerap kali PJB tak terdiagnosis pada anak-anak. Sebab, gejalanya sering tak tampak. Berikut ini enam gejala penyakit jantung bawaan yang umum terjadi. 1. Irama Jantung Tidak Normal Detak jantung normalnya bergantung pada usia dan aktivitas seseorang. Bila terdeteksi adanya ketidaknormalan, orang itu mungkin menderita aritmia. Aritmia adalah kondisi ketika irama detak jantung tidak normal, bisa lebih cepat, lebih lambat, atau tak beraturan. Untuk mendeteksi aritmia, dokter umumnya menggunakan elektrokardiogram (EKG). Penanganan gejala PJB ini bisa dengan konsumsi obat-obatan, tergantung jenis gangguan iramanya. Dalam kasus yang lebih serius, misalnya detak jantung sangat lambat, pasien mungkin membutuhkan alat pacu jantung. 2. Merasa Pusing Ada penelitian yang menemukan hubungan antara penyakit jantung dan pusing, terutama migrain atau pusing pada salah satu bagian kepala. Perempuan yang mengidap migrain lebih berisiko mengalami nyeri dada hingga serangan jantung. Penyakit jantung bawaan yang terkait dengan gejala pusing adalah asianotik. Penyakit jantung asianotik terjadi ketika darah mengandung cukup oksigen, tapi tak terpompa secara normal ke seluruh tubuh. Bayi yang lahir dengan kondisi asianotik mungkin tak menunjukkan gejala, tapi dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk gagal jantung. 3. Kesulitan Bernapas Bayi yang lahir dengan PJB mungkin mengalami kesulitan bernapas ketika menyusu. Karena itu, berat badannya sulit bertambah. Adapun pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, gejala ini mungkin muncul ketika berolahraga. Napas yang pendek dan kesulitan bernapas pada bayi tidaklah normal. Bila mendapat bayi mendengus atau susah bernapas saat minum susu, segera datangi dokter. 4. Pingsan Sering pingsan tiba-tiba atau hilang kesadaran alias mengalami syncope juga merupakan gejala penyakit jantung bawaan. Gejala ini umum terjadi dan seringnya tidak mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius. Syncope berkaitan dengan kurangnya aliran darah ke otak. Kondisi ini kerap terjadi ketika tekanan darah rendah dan jantung tidak cukup memompa oksiden ke otak. Meski demikian, ada kemungkinan masalah jantung yang serius dari syncope, seperti bradikardia dan takikardia. 5. Pembengkakan Pembengkakan pada kaki atau tangan bisa jadi merupakan edema yang disebabkan oleh terjebaknya cairan berlebih dalam jaringan tubuh. Edema juga bisa menjadi gejala PJB akibat dari konsumsi obat tertentu ketika hamil. Tanda edema antara lain kulit menggembung, terutama di kaki atau tangan, kulit meregang, serta kulit legok selama beberapa detik setelah ditekan. Penyakit jantung bawaan juga menyebabkan pembengkakan pada perut. 6. Kelelahan Salah satu gejala umum penyakit jantung bawaan adalah kelelahan ekstrem. Anak yang lebih besar akan mudah lelah atau sulit bernapas ketika beraktivitas fisik jika punya penyakit jantung bawaan. Kelelahan ini umumnya diikuti rasa kantuk dan rasa lemas. Kelelahan bisa jadi tanda penyakit gagal jantung. Tapi ada juga kemungkinan lain. Butuh pemeriksaan oleh dokter untuk memastikan penyebab kelelahan tersebut. Apa yang Harus Dilakukan? Datangi dokter ahli jantung jika mendapati atau curiga ada gejala PJB. Tidak semua orang yang memiliki PJB memerlukan perawatan. Beberapa di antaranya hanya perlu berkonsultasi dengan kardiolog dan menjalani observasi secara berkala. Dalam kasus lain, mungkin butuh operasi atau kateterisasi jantung hingga transplantasi untuk menekan efek penyakit jantung atau memperbaiki kerusakan jantung. Penyakit jantung bawaan bisa berkembang ketika usia dewasa sehingga penanganan pada masa kanak-kanak mesti dilanjutkan hingga dewasa. Narasumber: dr. Faisal Pamewa, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Makassar Referensi: https://medlineplus. gov/congenitalheartdefects. html https://www. stanfordchildrens. org/en/topic/default? id=congenital-heart-disease-90-P02346 https://www. heart. org/en/health-topics/congenital-heart-defects https://www. heart. org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects https://www. webmd. com/heart-disease/guide/congenital-heart-disease#1 https://www. bhf. org. uk/informationsupport/conditions/congenital-heart-disease Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/pentingnya-vaksin-pneumonia/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kuman, baik itu berupa bakteri, jamur, parasit, maupun virus, bisa memicu berbagai macam penyakit pada anak. Beberapa penyakit bisa sembuh tanpa penanganan intensif. Tapi beberapa lainnya sangat membahayakan, bahkan bisa merenggut jiwa. Pneumonia salah satunya. Penyakit menular ini bisa dicegah dengan vaksin anak. Pneumonia terjadi antara lain ketika paru-paru terinfeksi kuman pneumokokus. Akibat infeksi itu, kantong udara pada paru-paru terisi oleh nanah atau cairan yang membuat sesak napas. Oksigen yang masuk ke tubuh pun tak bisa optimal. Pneumonia umumnya terjadi pada anak berusia muda. Sebagai pencegahan, Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin anak pneumokokus alias PCV. Di Indonesia, vaksin anak PCV tidak masuk program imunisasi dasar dari pemerintah. Karena itu, imunisasi dengan vaksin PCV bersifat pilihan. Anak yang tergolong berisiko tinggi terinfeksi pneumokokus dan mengalami komplikasi perlu dipertimbangkan untuk menerima vaksin PCV. Contohnya anak yang memiliki penyakit jantung bawaan, talasemia (kelainan sel darah merah), dan HIV, serta gangguan kesehatan lain yang membuat sistem imun tubuh tak bisa bekerja maksimal. Seberapa Bahaya Penyakit Pneumonia Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terjadi peningkatan angka prevalensi pneumonia di Indonesia. Dalam Riskesdas 2013, angka pasien pneumonia sebanyak 1,8 persen. Sedangkan pada 2018 meningkat menjadi 2 persen. Prevalensi pada kalangan anak berusia di bawah 5 tahun mencapai 4,5 per 100. Artinya, 4-5 anak dari 100 anak balita terkena pneumonia. Adapun Profil Kesehatan Indonesia 2015 menyebutkan 15 persen atau sebanyak 922 ribu kematian anak balita terjadi akibat pneumonia. Selama tiga tahun, yakni dari 2015 hingga 2018, terjadi kenaikan angka kasus pneumonia pada balita sebanyak 500 ribu per tahun. Pneumonia pun dinyatakan bertanggung jawab atas kematian 19 ribu anak balita pada 2018, yang berarti setiap jam terdapat dua anak meningkat akibat pneumonia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2017 juga menyebutkan tingginya angka kematian anak balita secara global akibat pneumonia, yaitu 5,5 juta kasus. Menurut Johns Hopkins University, sebanyak 11 juta anak bisa meninggal karena pneumonia bila tak ada langkah pencegahan, seperti lewat pemberian vaksin anak. UNICEF menyatakan polusi udara berkaitan dengan setengah dari kasus kematian anak yang dipicu pneumonia. Maka, selain memberikan vaksin anak, penting kiranya untuk mengurangi polusi udara terutama di sekitar anak guna menekan risiko terkena pneumonia. Tanda Anak Terkena Pneumonia Tanda pneumonia pada setiap anak bisa berbeda. Faktor yang berpengaruh antara lain pemicu pneumonia tersebut. Ketika terjadi pandemi Covid-19, dokter mendapati sejumlah pasien juga mengalami pneumonia. Adapun tanda anak terkena pneumonia akibat bakteri antara lain: Batuk berdahak Susah bernapas Napas cepat Diare Muntah-muntah Tak berselera makan Kelelahan Demam Sakit kepala Tanda pneumonia pada anak mungkin terlihat seperti tanda penyakit lain. Cara terbaik untuk memastikannya adalah dengan berkonsultasi kepada dokter. Kapan Memberikan Vaksin Pneumonia Untuk Anak Vaksin anak penumonia tidak masuk program imunisasi dasar. Jadi anak tidak wajib mendapatkannya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan pemberian vaksin anak PCV tiga kali sebelum usia 1 tahun, yakni saat anak berumur 2, 4, dan 6 bulan. Untuk menambah kekebalan, vaksinasi diulang saat usia anak 12-15 bulan. Adapun jika belum mendapatkan vaksin anak PCV saat usianya sudah 7-12 bulan, vaksin diberikan dua kali dengan interval dua bulan. Sedangkan anak yang belum memperoleh vaksin ini saat sudah berumur 1 tahun hanya bisa menerimanya satu kali. Sebagai booster, vaksin diberikan ulang satu kali lagi dengan jarak minimal 2 bulan setelah vaksinasi pertama. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan vaksin anak pneumonia. Ditinjau oleh: dr. Baginda P. Hutahaean, Sp. A, MSi. Med Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Sumber: https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus https://www. cdc. gov/vaccines/vpd/pneumo/hcp/recommendations. html https://www. nhs. uk/conditions/vaccinations/pneumococcal-vaccination/ https://www. cdc. gov/vaccines/vpd/pneumo/public/index. html https://www. who. int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters https://stoppneumonia. id/9-fakta-pneumonia-pada-anak/ https://www. unicef. org/indonesia/id/stories/6-fakta-pneumonia https://kesmas. kemkes. go. id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274. pdf Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/manfaat-vaksin-influenza/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Vaksin anak masih memiliki peran penting dalam pencegahan penularan influenza. Influenza atau flu merupakan penyakit yang sangat menular. Bagian tubuh yang terinfeksi adalah hidung, tenggorokan, dan terkadang paru-paru. Virus flu menyebar lewat droplet alias percikan cairan dari orang yang sakit flu. Droplet ini berasal dari batuk atau bersin. Cairan dari mulut pasien flu yang berbicara juga bisa mengandung virus dan menulari orang lain. Penularannya lewat udara, mirip dengan cara penularan Covid-19. Anak rentan terinfeksi virus flu khususnya saat musim hujan. Sekolah merupakan salah satu lokasi yang kerap menjadi sumber penyebaran flu. Sebab, interaksi siswa sangat dekat di sekolah. Pinjam-meminjam barang juga lazim di kelas. Virus flu yang menempel pada benda dan terpegang oleh anak berpotensi menyebabkan infeksi ketika anak tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mata. Tanpa vaksin anak, potensi penularan kian besar. Pemberian vaksin anak bisa menjadi langkah awal pencegahan flu. Di samping itu, perlu pula penerapan disiplin kebersihan pada kalangan anak. Orang tua sebaiknya selalu mengingatkan pentingnya mencuci tangan dengan sabun untuk mengusir berbagai kuman. Bila ada teman yang sedang sakit flu, beri tahu anak untuk jaga jarak. Manfaat Vaksin Influenza Untuk Anak Virus flu umumnya menyebar saat musim hujan. Ini disebut flu musiman. Di tengah pandemi Covid-19, yang punya kemiripan dengan flu, fasilitas pelayanan kesehatan bisa jadi kewalahan menerima pasien flu dan Covid-19 ketika musim hujan. Karena itulah vaksin influenza lebih besar manfaatnya sepanjang 2020-2021. Menurut laporan singkat penelitian yang terbit dalam of the American Board of Family Medicine pada November 2020, vaksin flu pun disebutkan bisa memiliki efek perlindungan pada pasien positif Covid-19. Namun vaksin anak influenza tak bisa mencegah infeksi Covid-19. Walau demikian, masih banyak manfaat vaksin flu untuk anak, seperti: Mengurangi risiko komplikasi flu, perawatan di rumah sakit, hingga kematian Mencegah keparahan penyakit yang sudah ada ketika terserang flu Menekan risiko kondisi penyakit kronis memburuk saat terinfeksi flu Menjaga anak mendapat pelajaran sekolah sesuai jadwal dengan terhindar dari absen karena sakit flu Melindungi orang di sekitar anak dari risiko tertular, khususnya yang punya adik yang masih kecil atau bayi Efek Samping Vaksin Flu untuk Anak Manfaat vaksin anak sudah banyak terbukti, tapi tetap ada risiko efek samping. Vaksin anak flu diberikan lewat suntikan. Efek samping atau reaksi yang mungkin terjadi dari suntikan itu antara lain: Badan terasa lelah Sakit kepala Demam ringan Mual-mual Bagian yang disuntik nyeri dan membengkak Risiko efek samping ini lebih kecil, bahkan tidak kentara, ketimbang manfaat vaksin bagi anak. Jikapun muncul, efek samping tersebut akan hilang sendiri dalam satu atau dua hari tanpa obat. Yang patut menjadi perhatian para orang tua adalah mitos dan kesalahpahaman mengenai vaksin anak influenza. Salah satunya soal vaksin anak justru menyebabkan flu. Ini mustahil karena tak ada satu pun vaksin yang terbuat dari virus hidup. Vaksin anak influenza berasal dari virus yang dimatikan. Memang ada jenis vaksin flu berupa semprotan hidung yang isinya virus hidup, tapi virus ini sudah dilemahkan secara khusus sehingga tidak akan mampu menginfeksi. Satu efek samping yang amat jarang terjadi dari vaksin anak flu adalah alergi. Tanda anak alergi vaksin meliputi sesak napas, muntah, wajah membengkak, denyut jantung bertambah cepat, hingga pingsan. Segera datangi rumah sakit jika menemukan tanda-tanda ini. Ditinjau oleh: dr. Baginda P. Hutahaean, Sp. A, MSi. Med Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang https://www. idai. or. id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020 https://saripediatri. org/index. php/sari-pediatri/article/download/829/764 https://www. cdc. gov/flu/prevent/vaccine-benefits. htm https://www. webmd. com/children/guide/children-and-flu https://www. cdc. gov/flu/symptoms/symptoms. htm https://www. jabfm. org/sites/default/files/COVID_20-0528. pdf Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-15 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/pentingnya-vaksin-flu-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Flu adalah salah satu penyakit akibat virus yang paling banyak menyerang anak-anak. Tapi orang tua sering menyamakan flu dengan pilek. Meski sekilas gejala flu dan pilek tampak sama, ada perbedaan yang cukup besar di antara keduanya. Gejala pilek lebih ringan, biasanya batuk, bersin, dan hidung meler. Sedangkan gejala flu alias influenza lebih berat, seperti demam dan rasa lemas. Pilek juga bisa menjadi salah satu gejala flu. Flu lebih berisiko dan bahkan dapat memicu kematian, tapi bisa dicegah dengan vaksin anak. Terdapat tiga tipe virus penyebab flu, yakni A, B, dan C. Virus flu tipe A dan B kerap memicu epidemi tiap tahun. Sedangkan flu tipe C biasanya lebih ringan dengan gejala minim, bahkan tanpa gejala. Dalam program vaksin anak, penyedia layanan kesehatan lebih berfokus pada virus flu tipe A dan B. Seberapa Bahaya Penyakit Influenza Flu tercatat dalam sejarah sebagai penyakit yang pernah menjadi pandemi mematikan. Pada 1918, flu Spanyol menyebabkan kematian puluhan juta orang di seluruh dunia. Indonesia, yang waktu itu masih bernama Hindia Belanda, turut terkena dampaknya. Kala itu belum ada vaksin flu, termasuk vaksin anak. Pada kalangan anak-anak, flu tergolong amat mudah menular karena sistem imunnya belum matang benar. Menurut penelitian pada 2018 yang terbit dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, anak-anak paling mungkin sakit akibat flu, sedangkan orang berusia 65 tahun ke atas paling jarang. Angka kejadian flu menurut kelompok usia adalah 9,3 persen (umur 0-17 tahun), 8,8 persen (18-64 tahun), 3,9 persen (65 tahun ke atas). Itu artinya anak berusia 18 tahun ke bawah dua kali lebih mungkin mengalami infeksi flu ketimbang para lansia. Ini sekaligus menandakan pentingnya vaksin anak untuk mencegah flu. Virus flu menyebar dengan cepat antara lain di sekolah, tempat penitipan anak, dan tempat bermain. Anak bisa dengan mudah tertular ketika berdekatan dengan anak lain yang sakit flu. Penularan juga bisa terjadi saat anak memegang benda yang terhinggapi virus, seperti pensil, penghapus, dan mainan, lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut. Di seluruh dunia, setiap tahun jutaan anak sakit flu musiman, ribuan harus masuk rumah sakit, dan beberapa di antaranya meninggal. Anak yang berusia 5 tahun ke bawah biasanya membutuhkan perawatan intensif. Tanpa vaksin anak, flu bisa menjadi lebih berbahaya dan menyebabkan komplikasi, seperti: Pneumonia: penyakit radang paru akibat infeksi virus Dehidrasi: tubuh kekurangan cairan Disfungsi otak Sinus Infeksi telinga Memperparah penyakit yang sudah ada, seperti penyakit jantung atau asma Tanda Anak Terkena Influenza Gejala flu bervariasi, dari ringan sampai amat parah. Orang tua mesti memahami gejala ini sekaligus membedakannya dengan pilek biasa. Berikut ini perbedaan gejala pilek dan flu menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC): Tanda dan Gejala Pilek Flu Kemunculan Bertahap Tiba-tiba Demam Jarang Sering, bisa 3-4 hari Nyeri Ringan Sering kali parah Menggigil Sangat jarang Umum terjadi Lelah, lemas Kadang Sering Bersin Umum terjadi Kadang Dada tidak nyaman, batuk Ringan hingga sedang, kering Umum terjadi, bisa sangat parah Hidung tersumbat Umum terjadi Kadang Tenggorokan sakit Umum terjadi Kadang Sakit kepala Jarang Umum terjadi Kapan Memberikan Vaksin Influenza Untuk Anak Para pakar kesehatan menyarankan pemberian vaksin anak setahun sekali untuk mencegah flu musiman. Terutama bagi anak yang berisiko tertular serta mengalami komplikasi. Adapun Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin anak influenza mulai usia 6 bulan. Pemberian bisa diulang per tahun. Ketika berusia 6-8 tahun, vaksin anak diberikan dalam 2 dosis dengan jarak pemberian paling sedikit 4 pekan. Bagi usia 9 tahun ke atas, dalam vaksinasi pertama diberikan 1 dosis vaksin anak. Ditinjau oleh: dr. Baginda P. Hutahaean, Sp. A, MSi. Med Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. idai. or. id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020 https://saripediatri. org/index. php/sari-pediatri/article/download/829/764 https://www. who. int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-similarities-and-differences-with-influenza https://www. webmd. com/children/guide/children-and-flu https://www. cdc. gov/flu/symptoms/symptoms. htm - Published: 2021-01-13 - Modified: 2021-01-14 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/terapi-kanker-padat/ - Kategori: Bedah Digestif Pasien kanker padat (solid cancer) memiliki sejumlah opsi penanganan (multi modalitas) , tergantung tingkat keparahan (stadium) kanker tersebut, berupa operasi, dan bila di perlukan dilakukan terapi ajuvan berupa kemoterapi, radiasi, terapi target, hormonal, immuneCel theraphy, TAE/TACE/TACI, terapi paliatip. Operasi menjadi pilihan utama untuk menangani kanker padat. Bila stadium kanker tersebut adalah stadium 3 dan atau 4 maka memerlukan terapi ajuvan tergantung organ primer dari kanker-nya. Terdapat berbagai jenis operasi untuk pasien kanker, dari pembedahan konvensional, laparoskopi sampai laser. Dokter akan memberikan tindakan operasi sesuai dengan hasil pemeriksaan. Operasi untuk pasien kanker bertujuan menghilangkan kanker primer dan jaringan yang masih sehat di sekitarnya guna mencegah penyebaran kanker secara lokal. Jenis dan tingkat keberhasilan operasi kanker bergantung pada tipe, stadium, ukuran, penyebaran, dan lokasi kanker. Operasi yang berlangsung pada tahap awal kanker, akan memberikan hasil yang memuaskan dan tercapai residu nol. Dokter akan memberikan terapi ajuvan pada stadium 3 dan 4 Penanganan tambahan penting untuk memusnahkan sel kanker yang terlepas tersebut. Kadang operasi tidak bisa mengangkat kanker seluruhnya jika massanya terlalu besar. Operasi hanya dapat mengurangi ukurannya, lalu dokter menjalankan kemoterapi neo ajuvan untuk mengecilkan ukuran kanker. Narasumber: dr. Fajar Firsyada, Sp. B-KBD Dokter Spesialis Bedah Digestif Primaya Hospital Bekasi Barat Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-12 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/vaksin-corona-anak/ - Kategori: Anak, Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Vaksin corona menjadi topik pembicaraan yang hangat belakangan ini. Sejumlah vaksin sudah mendapat rekomendasi penggunaan darurat di Amerika Serikat dan negara lain. Adapun Badan Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan penilaian terhadap salah satu vaksin, yakni buatan Pfizer. Dari hasil penilaian itu, WHO akan memberikan lampu hijau bagi vaksin yang sudah selesai menjalani serangkaian uji klinis tersebut. Meski begitu, vaksin anak corona masih menjadi teka-teki. Dokter Jose Romero dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan harapannya melihat uji coba vaksin anak corona pada kuartal kedua 2021. Bila vaksin terbukti aman dan efektif, anak berumur 18 tahun ke bawah bisa menerima suntikan vaksin pada pertengahan hingga akhir 2021. Apakah Vaksin Corona Sudah Bisa Digunakan Untuk Anak? Terdapat beberapa kandidat vaksin corona, tapi belum ada satu pun kandidat vaksin anak yang siap, termasuk untuk penggunaan darurat. Pada umumnya, uji coba vaksin diperuntukkan bagi orang berusia dewasa lebih dulu. Setelah uji coba dinyatakan berhasil dan aman, barulah orang dewasa mendapat vaksin. Sering kali produsen vaksin mengembangkan vaksin dewasa sembari meneliti vaksin anak. Yang pasti, vaksin anak tak bisa didistribusikan hingga benar-benar menjalani serangkaian uji klinis dan terbukti aman serta efektif. Saat ini para produsen vaksin telah melakukan uji klinis terhadap puluhan ribu orang. Hasil uji klinis dinyatakan efektif dan aman. Beberapa negara juga sudah memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin itu untuk penduduk mereka. Untuk penggunaan secara global, vaksin butuh rekomendasi dari WHO. Itu artinya jalan vaksin anak untuk menghadapi virus corona masih panjang. Pfizer, misalnya, baru saja memulai uji klinis vaksin anak pada mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Penelitian vaksin akan berfokus pada dosis, jumlah dosis, dan jarak pemberian dosis untuk disesuaikan dengan usia anak. Ketika vaksin anak sudah menunjukkan keamanan pada anak berusia lebih tua, pengujian bisa bergeser ke anak yang lebih kecil. Misalnya 6-12 tahun. Lalu perlahan uji klinis dilakukan terhadap anak yang berusia di bawahnya hingga bayi. Usia Ideal Anak Bisa Menerima Vaksin Virus Corona Seiring dengan belum adanya data pasti mengenai virus anak corona, belum ada pula kepastian usia ideal anak bisa menerima vaksin itu. Pfizer dan Moderna menyasar anak usia 12 tahun ke atas untuk uji klinis vaksin anak corona. Pfizer telah mencoba vaksin pada sekitar 100 anak berumur 12-15 tahun pada akhir November 2020. Sedangkan Moderna berharap bisa mulai mengetes vaksin pada anak umur 11-17 tahun akhir 2020 ini. Jika melihat vaksin lain, bayi yang baru lahir beberapa jam pun sudah bisa menerima vaksin, yakni hepatitis B. Namun, mengingat Covid-19 adalah penyakit baru yang masih butuh banyak penelitian, vaksin anak untuk penyakit itu harus benar-benar dipastikan keamanannya dari segi usia penerimanya sebelum didistribusikan. Yang jelas, vaksin anak perlu untuk memberantas suatu penyakit menular. Kemanjuran vaksin telah terbukti dalam memerangi berbagai penyakit, termasuk yang menjadi pandemi. Vaksin anak juga perlu guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok dalam hal pencegahan Covid-19 di tingkat nasional ataupun global. Yang Harus Dilakukan Saat Anak Positif Covid-19 Belum adanya vaksin anak corona menuntut kewaspadaan tinggi dari orang tua. Terutama orang tua yang memiliki anak berusia di bawah lima tahun. Menurut CDC, bayi berumur satu tahun ke bawah lebih mungkin sakit parah ketika terinfeksi Covid-19. Tapi, secara umum, lebih banyak kasus infeksi pada orang dewasa ketimbang anak-anak. Jika anak positif Covid-19, orang tua tak perlu panik atau khawatir. Segera konsultasikan dengan dokter soal tingkat keparahan infeksi anak. CDC menyatakan ada beberapa kondisi medis anak yang bisa menyebabkan gejala Covid pada anak lebih parah, seperti asma, diabetes, gangguan imun, obesitas, dan penyakit jantung bawaan. Bila memungkinkan, anak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, terutama anak berusia besar. Tapi bila tidak, anak perlu dirawat di rumah sakit. Narasumber: dr. Ernawati Kusumaningrum, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. healthline. com/health-news/heres-when-we-may-get-a-covid-19-vaccine-for-children https://www. who. int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/children/symptoms. html#children-teens - Published: 2021-01-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/vaksin-pfizer-anak/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia memunculkan optimisme bahwa pandemi bisa segera terkendali dan pada akhirnya teratasi. Program vaksinasi akan berjalan tahun depan untuk mencapai herd immunity alias kekebalan kelompok. Tapi masih ada pertanyaan: apakah sudah ada vaksin anak untuk mencegah virus corona? Saat ini beberapa perusahaan farmasi telah menghasilkan vaksin corona, tapi belum ada satu pun yang menyediakan vaksin anak. Sinovac, produsen yang vaksinnya sudah tiba di Indonesia, baru menguji coba vaksinnya terhadap anak-anak. Produsen lain juga sudah memulai uji coba, seperti Pfizer dari Amerika Serikat. Pfizer bekerja sama dengan BioNTech asal Jerman dalam pembuatan vaksin corona. Vaksin produksi BioNTech merupakan jenis baru. Vaksin ini berfungsi melatih sistem imun untuk melawak virus corona yang masuk ke tubuh. Dalam uji klinis yang melibatkan 44. 000 peserta, vaksin Pfizer terbukti aman dan 95 persen efektif. Sejarah Vaksin Pfizer Pfizer adalah perusahaan farmasi multinasional yang berdiri sejak lebih dari 170 tahun yang lalu. Pfizer bermarkas di New York, Amerika Serikat, dan telah banyak memproduksi obat-obatan dan vaksin secara global. Mereka membuat vaksin dewasa dan vaksin anak. Pada 1900-an, Pfizer turut menghasilkan produk vaksin cacar komersial. Pfizer juga menjadi perusahaan pertama yang mengembangkan vaksin cacar tahan panas dan beku kering. Selain itu, mereka tercatat membuat inovasi vaksin kombinasi difteri, pertusis, dan tetanus (DPT). Vaksin anak DPT masuk program imunisasi dasar dari pemerintah Indonesia. Dalam hal vaksin covid-19, Pfizer memulai langkahnya dengan mengumumkan rencana melawan pandemi lewat kolaborasi pada Maret 2020. Pfizer berharap bisa bekerja sama dengan pihak lain dalam mengatasi Covid-19, termasuk untuk produksi vaksin. Pada 17 Maret, Pfizer resmi bekerja sama dengan BioNTech untuk menghasilkan vaksin corona. Pada April 2020, Pfizer-BioNTech menyatakan sudah menyiapkan kapasitas produksi untuk menyokong pasokan vaksin secara global. Mereka memproyeksikan produksi dan distribusi jutaan dosis vaksin pada akhir 2020 dan ratusan juta dosis pada 2021. Pada bulan yang sama, Pfizer-BioNTech menyatakan sudah mendapat persetujuan dari otoritas Jerman untuk mengadakan uji klinis pertama terhadap kandidat vaksin Covid-19. Lantas berturut-turut mereka disetujui menggelar uji klinis pertama di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Setelah itu, uji klinis berlangsung hingga tahap ketiga sampai dinyatakan bisa dipakai untuk penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Fakta Vaksin Pfizer Pada 12 Desember 2020, Komite Penasihat Praktik Imunisasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menerbitkan rekomendasi sementara penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk penduduk berusia 16 tahun ke atas. Belum ada rekomendasi vaksin anak yang tersedia. Vaksin corona dari Pfizer diberi nama BNT162b2. Jenisnya adalah vaksin mRNA. Vaksin ini memiliki cara kerja yang berbeda dengan vaksin biasa. Saat masuk ke tubuh, vaksin mRNA akan menginstruksikan tubuh untuk menghasilkan spike protein. Virus corona menginfeksi sel lewat protein ini. Dengan adanya spike protein dari vaksin, sistem imun bisa terlatih untuk melawan jika nantinya ada infeksi corona dari virus SARS-CoV-2. Sistem imun diharapkan bisa memproduksi antibodi untuk melawan virus tersebut. Efektivitas Vaksin Pfizer untuk Anak FDA ataupun CDC belum membuat rekomendasi vaksin anak buatan Pfizer. Sebab, Pfizer sendiri masih menguji efektivitas vaksinnya pada anak. Fokusnya selama ini masih pada remaja dan orang dewasa berusia 16 tahun ke atas. Pada Oktober 2020, Pfizer bersama BioNTech mencoba efektivitas vaksin anak buatannya pada 100 orang di Amerika Serikat. Belum diketahui secara pasti seberapa efektif vaksin anak Pfizer. Uji klinis masih harus berlangsung hingga dipastikan keamanan dan efektivitasnya. Para pakar kesehatan memprediksi vaksin anak corona baru tersedia pada pertengahan atau akhir 2021. Ditinjau oleh: dr. Tumpal, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. pfizer. com/science/vaccines/milestones https://www. who. int/news-room/q-a-detail/vaccines-and-immunization-what-is-vaccination https://www. drugwatch. com/manufacturers/pfizer/ https://www. who. int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines https://www. pfizer. com/health/coronavirus/updates - Published: 2021-01-10 - Modified: 2021-01-05 - URL: https://primayahospital.com/jantung/gejala-penyakit-jantung-koroner/ - Kategori: Penyakit Jantung Berita terkait kematian mendadak akibat serangan jantung tidak jarang kita dengar. Bahkan serangan jantung dapat terjadi pada kelompok usia relatif muda seperti yang dialami seorang publik figur beberapa waktu terakhir. Penyakit jantung koroner (PJK) / serangan jantung merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, mencapai 31% dari semua kematian. Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen ke otot jantung, yaitu pembuluh koroner. Penyumbatan pada umumnya terjadi karena lemak yang tertimbun pada dinding pembuluh darah tersebut. Gejala-gejala serangan jantung antara lain: Nyeri dada atau leher atau rahang (seperti ditekan atau tertindih) berlangsung lebih dari 20 menit. Disertai gejala berkeringat seluruh tubuh, mual dan muntah, sesak. Dan tidak jarang muncul rasa cemas. Masyarakat sering menggunakan istilah ‘angin duduk’. Agar kita dapat mencegahnya, kita harus mengetahui apa saja faktor resiko seseorang dapat menderita penyakit jantung koroner dan mengalami serangan jantung. Berikut beberapa faktor risiko penyakit jantung tersebut, terbagi menjadi faktor resiko yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Yang dapat dikendalikan Hipertensi Diabetes Merokok Hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi) Obesitas Yang tidak dapat dikendalikan Faktor keturunan Jenis kelamin (laki-laki>wanita) Usia (>40 tahun) Melihat faktor tersebut di atas, kita dapat mengetahui apa saja yang harus kita hindari, khususnya faktor-faktor "yang dapat dikendalikan". Minumlah obat antihipertensi secara teratur bila menderita hipertensi. Begitu pula bila menderita diabetes. Segeralah berhenti merokok bagi yang perokok, karena mereka yang perokok memiliki resiko 4 kali lipat lebih besar untuk terkena PJK. Perhatikanlah pola makan Anda. Hindari makanan cepat saji yang tinggi akan lemak trans, makanan yang mengandung banyak lemak tersaturasi, dan garam. Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan serta makanan yang kaya akan serat dan antioksidan. Terakhir dan juga penting, lakukan olah raga secara benar dan teratur. Olah raga yang disarankan antara lain berjalan, jogging, sepeda, berenang, dan bermain tenis (jenis olah raga aerobik). Bagi pemula frekuensi cukup 5 kali seminggu dengan lama olahraga sekitar 30 menit. Beban sampai tercapai target denyut nadi sekitar 50-75 persen dari denyut jantung maksimal. Periksakan juga tubuh dan jantung Anda ke dokter secara berkala agar serangan jantung dapat dicegah. Narasumber: dr. Wira Kimahesa Anggoro SpJP FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang Referensi: American Heart Association WHO - Cardiovascular Diseases Incidences. Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-08 - Modified: 2021-01-05 - URL: https://primayahospital.com/jantung/3-jenis-serangan-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Serangan jantung tidak selalu berujung pada kematian. Bahkan banyak orang yang dapat selamat dan melanjutkan hidup yang produktif bertahun-tahun setelahnya. Namun harus diakui, bagi yang pernah merasakannya, serangan jantung adalah pengalaman yang menakutkan dan tak terlupakan. Tingkat kefatalannya tergantung jenis serangan jantung yang terjadi. Otot jantung memerlukan oksigen untuk berfungsi secara normal. Orang mengalami serangan jantung ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung terganggu atau terhambat sepenuhnya. Pemicunya antara lain masalah pada pembuluh darah koroner yang menyuplai darah ke otot jantung. Masalah itu bisa berupa menumpuknya lemak, kolesterol, dan zat lain di pembuluh darah hingga membuatnya menyempit atau terblokade. Pada level awal, serangan jantung yang terjadi bersifat ringan. Namun serangan bisa lebih berat ketika masalah pada jantung itu tak kunjung mendapat perhatian. Berikut ini tiga jenis serangan jantung yang perlu diwaspadai. Coronary Artery Spasm (CAS) CAS juga sering disebut Variant angina atau Prinzmetal angina. Ini bukan jenis serangan jantung yang jamak terjadi. Orang yang mengalami CAS akan merasa dadanya sesak selama beberapa waktu. Pemicunya adalah penyempitan pembuluh darah di sekitar jantung. Diagnosis Dokter mendiagnosis CAS dengan angiogram guna menghasilkan gambar sinar-X dari pembuluh darah. Sembari menjalankan proses itu, dokter menginjeksikan zat kimia bernama asetilkolin yang akan melemaskan pembuluh darah. Bila pembuluh justru menegang, hal itu menjadi indikasi terjadinya CAS. Gejala Gejala CAS antara lain nyeri dan sesak pada dada. Biasanya gejala ini muncul secara spontan atau terpicu oleh udara dingin pada malam serta pagi hari. Stres serta aktivitas fisik yang berat juga bisa memicu jenis serangan jantung ini. Faktor Risiko Faktor risiko CAS antara lain: Kebiasaan merokok Paparan udara dingin Stres berlebih Penggunaan obat-obatan stimulan secara ilegal Perawatan CAS adalah jenis serangan jantung umum yang ringan. Perawatan untuk penyakit ini antara lain dengan konsumsi obat-obatan yang dapat melemaskan arteri dan mengurangi ketegangan. Kebanyakan penderita CAS tidak memiliki faktor risiko umum penyakit jantung, seperti tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi. ST Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) STEMI adalah salah satu jenis serangan jantung yang paling kerap terjadi dan bersifat serius. Sebab, pasokan darah terhalang dalam waktu lama. Penyebabnya adalah blokade total pada arteri koroner yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sebagian besar area jantung. Diagnosis Dokter umumnya mendiagnosis STEMI dengan elektrokardiogram (EKG) untuk melihat elevasi segmen ST. Bila terjadi elevasi, berarti ada abnormalitas yang berpotensi memicu STEMI. STEMI berkaitan dengan aterosklerosis, yakni penyumbatan atau penyempitan arteri akibat tumpukan plak di dalamnya. Gejala Tanda dan gejala STEMI meliputi rasa tidak nyaman atau nyeri pada dada, napas pendek, pusing, mual dan muntah, keringat dingin mengucur, jantung berdebar, serta gelisah. Gejala ini kerap muncul tiba-tiba dan perlu penanganan segera. Faktor Risiko Faktor risiko STEMI antara lain: Tingginya kadar lemak dalam darah Hipertensi Kebiasaan merokok Diabetes Obesitas Riwayat keluarga Perawatan Pasien jenis penyakit jantung ini memerlukan perawatan sesegera mungkin. Banyak yang mengabaikan gejala STEMI hingga terjadi serangan jantung yang masif dan nyawanya tak terselamatkan. Perawatan pasien STEMI bisa dengan obat trombolitik untuk memecah gumpalan darah atau prosedur kateterisasi jantung. Non-ST Segment Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) NSTEMI mirip dengan STEMI. Bedanya adalah pada jenis penyakit jantung ini, arteri tidak tersumbat sepenuhnya. Pasokan oksiden dalam darah masih ada. Tapi NSTEMI juga dapat merusak pembuluh darah secara permanen. Diagnosis Seperti STEMI, dokter melakukan diagnosis menggunakan EKG. Ada indikasi NSTEMI jika dokter tak mendapati elevasi segmen ST dalam proses EKG. Diagnosis juga berlangsung lewat tes darah untuk mengetahui tanda adanya kerusakan jantung, antara lain dari meningkatkan kadar troponin. Gejala Ada kemiripan gejala NSTEMI dan STEMI, seperti napas pendek, nyeri dan rasa tidak nyaman pada dada, pusing, mual-mual, serta muncul keringat dingin dalam jumlah banyak. Faktor Risiko Faktor risiko NSTEMI mencakup: Kurangnya aktivitas fisik Terbiasa merokok Diabetes Kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi Kelebihan berat badan Ada riwayat penyakit jantung atau stroke pada keluarga Perawatan Perawatan pasien NSTEMI bergantung pada tingkat keparahan sumbatan pada arteri. Dokter akan mengalkulasi risiko dengan melihat beberapa faktor, seperti umur, detak jantung, tekanan darah sistolik, hasil EKG, kadar serum kreatinin, dan hasil pemeriksaan fisik. Dokter bisa memberikan obat seperti antikoagulan bagi pasien dengan risiko NSTEMI rendah. Ditinjau oleh: dr. Rony M. Santoso, SpJP (K), FIHA, FSCAI, FAPSC Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. nhs. uk/conditions/heart-attack/symptoms/ https://www. webmd. com/heart-disease/understanding-heart-disease-symptoms https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 https://www. bhf. org. uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/coronary-artery-spasm https://www. ecgmedicaltraining. com/what-is-a-stemi/ https://www. healthline. com/health/nstemi#symptoms http://www. inaheart. org/upload/image/Pedoman_tatalaksana_Sindrom_Koroner_Akut_2015. pdf Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-07 - Modified: 2021-01-05 - URL: https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-menyerupai-maag/ - Kategori: Penyakit Jantung Kebanyakan orang menganggap sakit maag adalah penyakit yang ringan, namun tahukah anda bahwa nyeri karena serangan jantung juga dapat menyerupai nyeri karena sakit maag? Tanpa adanya pemeriksaan yang tepat dan peralatan yang memadai, kedua tipe nyeri ini sulit untuk dibedakan dan dapat berakibat fatal bilamana seseorang terkena serangan jantung namun salah disalahartikan sebagai sakit maag. Nyeri oleh karena serangan jantung atau angina pektoris, biasanya berlangsung lebih dari 20 menit, berlokasi di tengah dada menjalar ke rahang, punggung, atau lengan kiri. Pasien sering menggambarkannya seperti tertekan benda berat atau sesak nafas, biasanya disertai gejala lain seperti keringat dingin, mual dan muntah. Ada kalanya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati sehingga sering disalahartikan sebagai nyeri karena maag. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Resiko menderita serangan jantung semakin meningkat dengan adanya penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang olahraga, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner pada usia muda. Secara anatomis, jantung diperdarahi oleh tiga pembuluh darah arteri koroner yang berfungsi memberi pasokan nutrisi dan oksigen pada otot jantung. Serangan jantung terjadi biasanya oleh karena sumbatan total atau hampir total pada pembuluh arteri koroner tersebut. Sumbatan ini sebagian besar disebabkan oleh ruptur (sobeknya) plak aterosklerosis yang sebelumnya sudah ada pada arteri koroner, yang kemudian diikuti pembentukan bekuan darah (trombus) di dalam arteri koroner tersebut, sehingga aliran darah yang memasok nutrisi dan oksigen ke otot jantung berkurang. Kurangnya aliran darah pada otot jantung dirasakan oleh pasien sebagai nyeri. Serangan jantung dan sakit maag penanganannya jelas berbeda. Serangan jantung yang diakibatkan oleh sumbatan total atau hampir total dari arteri koroner membutuhkan penanganan sedini mungkin. Kecepatan penanganan merupakan kunci utama bagi kesembuhan pasien sehingga dikenal istilah “golden period”, yakni penanganan yang harus dilakukan sedini mungkin dalam waktu kurang dari 12 jam. Otot jantung yang tidak mendapat aliran darah selama 12 jam akan rusak secara permanen sehingga fungsi jantung akan menurun. Jika seseorang mengalami nyeri dada dan dicurigai mendapat serangan jantung, tindakan yang harus dilakukan adalah segera mencari pertolongan medis, telepon ambulans atau meminta pertolongan orang lain untuk mengantar ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat dan jangan mengendarai kendaraan sendiri. Saat ini pengobatan paling muktahir untuk pasien yang mengalami serangan jantung adalah tindakan intervensi koroner perkutan (PCI / Percutaneous Coronary Intervention). Tindakan intervensi koroner perkutan bukan suatu tindakan bedah. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah koroner di jantung melalui pembuluh darah arteri di pergelangan tangan atau sela paha. Saat dilakukan tindakan pasien tetap sadar dan hanya memerlukan pembiusan lokal. Apabila ditemukan sumbatan, dapat dilakukan pemasangan cincin atau stent jantung yang dimasukkan melalui kateter tadi. Serangan jantung dapat dicegah dengan mengurangi faktor-faktor risiko berikut, yaitu diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok dan kurang olahraga. Semakin banyak seseorang memiliki faktor risiko tersebut, semakin tinggi kemungkinannya terkena penyakit jantung koroner. Oleh: dr. Tito Phurbojoyo, SpJP(K), FIHA Interventional Cardiologist Primaya Hospital Tangerang Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/seputar-imunisasi-japanese-encephalitis/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Japanese encephalitis (JE) merupakan suatu penyakit infeksi peradangan otak akibat virus JE yang ditularkan oleh nyamuk. JE lebih sering ditemukan di negara beriklim tropis dibanding beriklim dingin, terutama pada musim hujan. Sebagian besar orang yang terinfeksi virus JE tidak bergejala atau gejala tidak spesifik menyerupai flu. Tanda dan gejala penyakit radang otak biasanya muncul antara 4-14 hari setelah gigitan nyamuk (masa inkubasi) dengan gejala utama berupa demam tinggi yang mendadak, perubahan status mental, gejala gastrointestinal, sakit kepala, disertai perubahan gradual gangguan bicara dan berjalan. Pada anak, gejala awal biasanya berupa demam, anak tampak rewel, muntah, diare, dan kejang. Mengapa Japanese Encephalitis berbahaya? JE bisa menyebabkan kematian. Setiap tahun diperkirakan terjadi 67. 900 kasus JE dengan 13. 600-20. 400 kematian. Bilapun bertahan hidup, biasanya penderita seringkali mengalami gejala sisa (sekuele), antara lain gangguan sistem motorik (motorik halus, kelumpuhan, gerakan abnormal); gangguan perilaku (agresif, emosi tak terkontrol, gangguan perhatian, depresi); atau gangguan intelektual (retardasi); atau gangguan fungsi saraf lain (gangguan ingatan/memori, epilepsi, kebutaan). Di daerah endemis, JE terutama menyerang anak di bawah usia 15 tahun. Suatu penelitian di Indonesia pada tahun 2005-2006 yang meliputi 15 rumah sakit di 6 propinsi terhadap anak berumur kurang dari 15 tahun mendapatkan 1496 kasus ensefalitis, 28 di antaranya disebabkan JE, 95% kasus ditemukan pada anak berusia kurang dari 10 tahun. Mortalitas dan gejala sisa neurologis terjadi pada 47% kasus. Pada 2015-2016, ada ratusan laporan kasus JE di sejumlah provinsi di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Yogyakarta. Bagaimana cara penularan Japanese Encephalitis? Virus JE ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk, terutama spesies Culex tritaeniorrhynchus atau nyamuk rumahan yang bertelur di air tergenang, misalnya di sawah, serta menggigit manusia setelah matahari terbenam. Nyamuk ini mendapatkan virus JE dari hewan lain, yaitu burung dan babi. Mengapa imunisasi Japanese Encephalitis penting? Peneliti belum menemukan obat untuk ensefalitis JE yang dapat menyebabkan kematian. Program pemberian imunisasi anak menunjukkan efektivitas dalam penurunan sekaligus pencegahan kasus JE, termasuk berkurangnya beban ekonomi akibat penyakit tersebut. WHO position paper 2015 merekomendasikan pemberian imunisasi JE pada negara endemis, termasuk Indonesia. Surveilans JE di Indonesia tahun 2016 ada 9 provinsi melaporkan kasus JE: Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau, dengan kasus JE terbanyak di provinsi Bali. Sejumlah negara Asia telah menjalankan program imunisasi JE pada anak, seperti Jepang, Thailand, Korea, Taiwan, dan Cina. Di negara-negara itu, vaksinasi terbukti telah menurunkan angka kejadian JE secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir, yang artinya, vaksinasi pada anak dapat mengendalikan penyebaran JE, terutama di daerah endemis. Kapan imunisasi Japanese Encephalitis dapat diberikan? Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020, imunisasi JE diberikan mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun kemudian. Ditinjau oleh: dr. Ria Yoanita SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: Pusponegoro H. , Sitaresmi M. , Hartoyo E. Japanese Ensefalitis. Pedoman imunisasi di Indonesia Ed 6. 2017. h. 385-91. Soedjatmiko, Sitaresmi M. , Rezeki S. , Kartasasmita C. , Ismoedijanto, et al. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020. Sari pediatri 2020;22(4):252-60. Prasetyo D. , Japanese encephalitis. 2018. https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis - Published: 2021-01-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/seputar-imunisasi-mmr/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional MMR adalah singkatan dari measles, mumps, dan rubella alias campak, gondongan, dan rubella. Tiga penyakit ini tergolong menular dan dapat menyerang anak-anak. Campak adalah penyakit dengan gejala utama berupa demam dan ruam atau bintil-bintil merah pada kulit. Campak bisa memicu infeksi paru, kerusakan otak, hingga kematian. Gondongan adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh family Paramyxovirus, dengan predileksi pada kelenjar dan jaringan saraf. Pada gondongan, paling sering terjadi pembengkakan pada kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis. Penyebaran melalui droplet dan terutama terjadi pada anak dengan insidens puncak usia 5-9 tahun. Gondongan dapat mengakibatkan meningitis, pembengkakan ovarium atau testis, serta tuli. Rubella pada umumnya merupakan penyakit infeksi akut yang ringan yang disebabkan oleh virus rubella. Penyebaran melalui udara dan droplet. Gejala klinis yang mencolok adalah timbulnya ruam makulo-papular yang bersifat sementara (kira-kira 3 hari), pembengkakan kelenjar sekitar telinga dan kepala, nyeri sendi. Walapun jarang terjadi, namun dapat terjadi komplikasi lain pada sistem saraf dan trombositopenia. Di Indonesia, diperkirakan terjadi sekitar 23 ribu kasus campak dan 30 ribu kasus rubela sepanjang 2010-2015. Apa manfaat imunisasi MMR? Imunisasi MMR sangat efektif untuk melindungi diri dari campak, gondongan, dan rubela sekaligus mencegah terjadinya komplikasi akibat penyakit tersebut. Anak yang telah menerima dua dosis vaksin MMR terbilang lebih terlindungi seumur hidupnya, meski tetap ada potensi infeksi. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), efektivitas satu dosis vaksin MMR terhadap campak sebesar 93 persen, gondongan 78 persen, dan rubela 97 persen. Sedangkan dua dosis vaksin MMR 97 persen efektif mencegah campak dan 88 persen efektif terhadap gondongan. Imunisasi anak MMR akan memberikan perlindungan lewat pembentukan antibodi di dalam tubuh. Antibodi ini terbentuk dari vaksin anak MMR yang berasal dari virus MMR yang dilemahkan. Jikapun anak terinfeksi MMR, gejalanya tidak akan berat dan lebih cepat pulih. Kapan imunisasi MMR dapat diberikan? Berdasarkan jadwal imunisasi rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020, bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Karena dapat terjadi kegagalan imunisasi primer campak pada 10-15% anak, maka harus diberikan vaksin campak ke 2 (bersama rubella) pada umur 15-18 bulan. Selanjutnya, imunisasi MR (atau MMR) diberikan pada umur 5-7 tahun atau pada kelas 1 SD dalam program BIAS. Jadwal ini juga sesuai dengan WHO position paper mengenai vaksin mumps 2007 yang menganjurkan pemberian vaksin mumps 2 dosis (bersama campak dan rubella) mulai umur 12-18 bulan. Dosis kedua diberikan pada usia masuk sekolah (school entry) sekitar umur 6 tahun untuk memberikan perlindungan jangka panjang. Ditinjau oleh: dr. Ria Yoanita SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: Salimo H. , Pasaribu S. , Soedjatmiko. Campak, Gondongan dan Rubella (Measles, Mumps, Rubella=MMR). Pedoman imunisasi di Indonesia Ed 6. 2017. h. 340-8. Soedjatmiko, Sitaresmi M. , Rezeki S. , Kartasasmita C. , Ismoedijanto, et al. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020. Sari pediatri 2020;22(4):252-60. Sumber gambar : Freepic - Published: 2021-01-04 - Modified: 2021-01-04 - URL: https://primayahospital.com/anak/seputar-imunisasi-varisela/ - Kategori: Anak Varisela atau cacar air adalah penyakit infeksi yang sangat menular melalui udara atau kontak langsung, dan disebabkan oleh virus Varisela-zooster. Tingkat penyebaran varisela lebih tinggi di kawasan tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Meskipun gejalanya terbilang ringan pada anak dan dapat sembuh sendiri, ada risiko komplikasi yang mungkin muncul. Dampak infeksi varisela lebih parah pada remaja dan orang dewasa, terutama bila tak pernah menjalani imunisasi varisela. Komplikasi yang umum terjadi antara lain infeksi lesi kulit, pneumonia, gangguan sistem saraf, dan trombositopenia yang membuat rentan mengalami perdarahan. Apa manfaat imunisasi varisela? Di Amerika Serikat, sebelum ada vaksin varisela, terdapat sekitar 4 juta kasus varisela setiap tahun dengan pasien rawat inap 10. 500 hingga 13. 000 orang dengan angka kematian 100-150 orang. Setelah ada program imunisasi anak, angka infeksi varisela berkurang menjadi 500 ribu per tahun. Jumlah pasien rawat inap dan kematian pun berturut-turut turun hingga 4. 000 dan 50 kasus. Hal itu menandakan manfaat besar imunisasi varisela dalam melindungi masyarakat dari penyakit cacar air, contohnya anak lebih cepat sembuh bila terinfeksi dan namun risiko terjadinya komplikasi lebih berkurang. Namun yang patut menjadi perhatian adalah tetap ada kemungkinan terkena cacar air meskipun sudah menerima imunisasi. Varisela adalah penyakit yang sangat mudah menular. Oleh karena itulah anak yang terkena cacar air harus berdiam di rumah hingga setidaknya sepekan guna mencegah penularan. Tanpa imunisasi varisela, anak lebih berisiko memicu penularan secara luas di lingkungan rumah dan sekolah. Kapan waktu yang tepat memberikan Imunisasi Varisela? Sesuai dengan rekomendasi jadwal imunisasi anak IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), imunisasi varisela dapat diberikan mulai usia 12 bulan sampai 18 bulan. Pada umur 1-2 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Usia 13 tahun atau lebih dengan interval 4 sampai 6 minggu. Ditinjau oleh: dr. Ria Yoanita SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: Satari H. , Hartoyo E. Varisela. Pedoman imunisasi di Indonesia Ed 6. 2017. h. 334-9. Soedjatmiko, Sitaresmi M. , Rezeki S. , Kartasasmita C. , Ismoedijanto, et al. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun Rekomendasi IDAI Tahun 2020. Sari pediatri 2020;22(4):252-60. Soedjatmiko, Tumbelaka A. Tanya jawab cacar air. 2013. https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-cacar-air. - Published: 2020-12-28 - Modified: 2020-12-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung/seputar-kateterisasi-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Jutaan orang Indonesia hidup dengan masalah jantung dan banyak yang tidak menyadari kondisi tersebut. Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia, termasuk di Indonesia, melampaui kanker dan diabetes. Karena itulah penting untuk menjalani diagnosis dan perawatan sesegera mungkin. Salah satu penanganan penyakit jantung adalah dengan kateterisasi jantung, atau pemasangan ring jantung. Kateterisasi jantung adalah prosedur pemeriksaan sekaligus pengobatan pasien penyakit jantung. Prosedur ini bisa memberi tahu dokter kondisi jantung dan pembuluh darah pasien guna menentukan tindakan yang tepat untuk menangani berbagai masalah jantung, dari gangguan fungsi katup hingga penyumbatan arteri. Kenali Fungsi dan Manfaat Kateterisasi Jantung Dokter membutuhkan kateterisasi jantung untuk mendiagnosis dan menangani masalah seputar jantung yang mungkin bisa berkembang menjadi problem yang lebih besar, seperti stroke dan serangan jantung. Pasien bisa mencegah serangan jantung atau stroke ketika dokter mampu menemukan sumber masalah dan segera menanganinya. Dokter menggunakan kateterisasi jantung untuk mendiagnosis dan mengevaluasi gangguan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Berikut ini beberapa tujuan kateterisasi jantung sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Memahami lebih lanjut hasil pemeriksaan atau prosedur lain, seperti ekokardiogram, MRI, dan CT scan jantung, terutama jika prosedur tersebut tidak bisa membantu menemukan masalah pada pasien. Mendiagnosis penyebab nyeri dada atau tanda dan gejala masalah jantung lain. Juga untuk mengevaluasi kondisi pasien dalam kondisi darurat, seperti pasien serangan jantung. Dari tindakan ini, dokter bisa mendiagnosis kondisi seperti penyakit jantung iskemik, gangguan fungsi katup jantung, dan kardiomiopati. Mengevaluasi kondisi pasien yang hendak menjalani transplantasi jantung. Memeriksa kondisi arteri pulmonalis, yakni pembuluh yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru. Mengukur kadar tekanan darah dan oksigen di jantung. Saat menjalankan kateterisasi jantung, dokter juga dapat melakukan prosedur tambahan untuk mendiagnosis atau merawat kondisi Anda, misalnya: Biopsi: mengambil sampel jaringan jantung untuk mengujinya di laboratorium Angiografi koroner: mengamati kondisi jantung atau pembuluh darah lewat penyuntikan pewarna lewat kateter Operasi jantung minor: guna merawat kelainan jantung bawaan dan melebarkan atau mengganti katup jantung yang menyempit Intervensi koroner perkutan (Percutaneous coronary intervention): untuk mengatasi pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit, antara lain lewat angioplasti atau pemasangan ring jantung (stent). Siapa Saja yang Memerlukan Kateterisasi Jantung & Pemasangan Ring Jantung? Pada dasarnya, siapa yang memerlukan kateterisasi jantung bergantung pada hasil pemeriksaan awal dokter. Dokter mungkin merekomendasikan kateterisasi jantung untuk menemukan penyebab tanda atau gejala penyakit jantung atau merawat serta memperbaiki masalah jantung. Yang pasti, kateterisasi jantung aman bagi sebagian besar orang. Kateterisasi jantung memberikan informasi mengenai seberapa baik kerja jantung, apa masalah yang terjadi, dan tindakan apa yang tepat untuk mengatasinya. Jika hasil pemeriksaan jantung, seperti elektrokardiogram atau stress test, menunjukkan indikasi adanya masalah jantung yang memerlukan pendalaman, dokter bisa meminta pasien menjalani kateterisasi jantung. Kapan Perlu Melakukan Kateterisasi Jantung? Dokter akan membimbing pasien yang dinilai membutuhkan kateterisasi jantung. Dokter antara lain akan menjelaskan alasan perlunya kateterisasi. Secara umum, pasien perlu menjalani kateterisasi jantung ketika: Kerap merasa sakit atau nyeri dada Menunjukkan gejala penyakit jantung Napasnya pendek Mengalami sakit pada bahu Muncul rasa nyeri pada lengan, dagu, leher, atau punggung Mendapat serangan jantung Hasil pemeriksaan jantung tidak memberikan informasi yang cukup atau mengindikasikan adanya masalah jantung Segera datangi dokter jika merasa perlu menjalani kateterisasi jantung. Makin dini deteksi masalah yang terjadi, makin besar peluang kesembuhan bagi pasien gangguan jantung. Narasumber: SMF ( Staf Medis Fungsional ) Jantung Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. nhlbi. nih. gov/health-topics/cardiac-catheterization https://www. webmd. com/heart-disease/guide/cardiac-catheterization1#1 https://www. heart. org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/cardiac-catheterization https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/cardiac-catheterization/about/pac-20384695 Sumber : Freepic - Published: 2020-12-27 - Modified: 2020-12-23 - URL: https://primayahospital.com/jantung/aman-kateterisasi-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Kateterisasi jantung adalah salah satu cara untuk mendiagnosis dan menangani masalah jantung dan pembuluh darah alias kardiovaskular. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit itu termasuk serangan jantung dan penyakit jantung koroner. Di Indonesia, data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan memperlihatkan kenaikan biaya klaim untuk penyakit jantung tahun demi tahun. Ini menunjukkan penyakit jantung merupakan masalah yang sangat serius. Dalam kateterisasi jantung, dokter akan memasukkan alat bernama kateter yang berbentuk seperti tabung mungil, panjang, dan fleksibel ke pembuluh darah di selangkangan, leher, atau lengan. Dokter lalu mengarahkan kateter ke arah jantung. Setelah kateter sampai di tujuan, dokter menjalankan sejumlah pemeriksaan. Dokter bisa menempatkan ujung kateter ke berbagai bagian jantung untuk mengukur tekanan dalam bilik jantung atau mengambil sampel untuk mengukur kadar oksigen. Selain itu, dokter mungkin memasukkan cairan kontras lewat kateter untuk mengecek aliran darah di arteri. Meski kateterisasi jantung penting, adanya pandemi Covid-19 menjadi halangan bagi pasien yang hendak mendatangi rumah sakit. Di Inggris, misalnya, terjadi penurunan jumlah tindakan kateterisasi jantung sebanyak 48,5 persen pada masa puncak penularan Covid-19 dibanding tahun sebelumnya. Covid-19 memang sangat berbahaya bagi pasien yang memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta, termasuk masalah jantung. Adanya penyakit penyerta meningkatkan risiko kematian pasien Covid-19. Meski demikian, pasien tetap dapat aman datang ke rumah sakit untuk menjalani kateterisasi jantung. Pentingnya Melakukan Kateterisasi Jantung di Tengah Covid-19 Kementerian Kesehatan menyatakan Covid-19 semestinya tidak membuat pelayanan kesehatan esensial berhenti. Pelayanan kesehatan tersebut mencakup pemeriksaan ibu hamil, imunisasi, dan pengobatan pasien penyakit kronis, termasuk penyakit jantung. Ketika pelayanan kesehatan itu terhenti, justru ada risiko peningkatan kasus penyakit ketika pandemi Covid-19 usai. Karena itu, Kementerian Kesehatan dan para dokter mengimbau masyarakat tidak takut datang ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan, termasuk kateterisasi jantung. Apalagi jika pasien membutuhkannya karena kondisi darurat. Bila kondisi tersebut dibiarkan, kesehatan pasien justru berpotensi memburuk. Rumah sakit telah menyiapkan langkah antisipasi guna memastikan keamanan pasien yang datang. Antisipasi itu ada sejak kedatangan pasien di rumah sakit hingga kepulangannya. Itu sebabnya, meski penyakit jantung menjadi salah satu faktor risiko pada pasien Covid-19, sebaiknya pasien tidak menunda konsultasi ataupun tindakan jika membutuhkannya. Tips Aman Kateterisasi Jantung di Tengah Pandemi Kementerian Kesehatan selaku instansi yang paling berperan dalam penanganan pandemi Covid-19 telah menerbitkan buku Panduan Teknis Pelayanan Rumah Sakit pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Buku ini menjadi acuan manajemen serta tenaga kesehatan di rumah sakit serta pasien dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah sakit. Pasien yang hendak menjalani kateterisasi jantung ataupun tindakan lain bisa lebih memastikan keamanannya dengan mengikuti panduan tersebut. Dalam panduan, pasien mesti mengikuti alur ketika masuk baik lewat instalasi gawat darurat maupun ruang rawat jalan. Terdapat tiga panduan alur kedatangan pasien, yakni: Langsung ke rumah sakit tanpa perjanjian Menjalani skrining Covid-19. Bila ada dugaan Covid, pasien diarahkan ke area Fever Clinic. Bila tidak ada dugaan, pasien bisa langsung masuk sesuai tujuan kedatangan. Lewat rujukan Bila berstatus suspek atau konfirmasi Covid, langsung ke area Fever Clinic. Jika hasil tes Covid negatif atau belum menjalani tes Covid, pasien harus menjalani skrining dulu. Melalui pendaftaran online Mengisi formulir penilaian kondisi mandiri terkait dengan Covid. Bila ada gejala Covid, pasien diarahkan ke area Fever Clinic. Jika tak ada indikasi, pasien menjalani skrining. Bila hendak datang ke rumah sakit, termasuk untuk kateterisasi jantung, pastikan pasien menaati protokol 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan secara rutin, dan menjaga jarak. Sebaiknya bikin janji dulu lewat telepon atau website sebelum ke rumah sakit agar lebih aman di tengah pandemi Covid-19. Ditinjau oleh: dr. Arief fadhilah, Sp. JP. FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. kemkes. go. id/article/view/20100800007/pelayanan-kesehatan-essensial-tetap-menjadi-prioritas-di-masa-pandemi-covid-19. html http://sehatnegeriku. kemkes. go. id/baca/rilis-media/20200416/0033691/pelayanan-rutin-rumah-sakit-selama-masa-pandemi-covid-19/ https://covid19. kemkes. go. id/download/Pedoman_Penanganan_Cepat_Medis_dan_Kesehatan_Masyarakat_COVID-19_di_Indonesia. pdf. pdf https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC7520383/ https://covid19. go. id/p/tenaga-kesehatan/panduan-teknis-pelayanan-rumah-sakit-pada-masa-adaptasi-kebiasaan-baru - Published: 2020-12-23 - Modified: 2020-12-22 - URL: https://primayahospital.com/anak/kejar-imunisasi-anak/ - Kategori: Anak Imunisasi anak merupakan salah satu program kesehatan utama di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan sendiri mencanangkan program imunisasi dasar lengkap yang telah bertransformasi menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap terdiri atas imunisasi dasar dan lanjutan. Pemberian imunisasi itu berpatokan pada jadwal yang dibuat berdasarkan hasil penelitian mengenai manfaat imunisasi. Karena itu, imunisasi anak diharapkan berlangsung sesuai dengan jadwal. Meski demikian, ada solusi ketika anak terlambat mengikuti imunisasi lewat program imunisasi kejar atau catch-up immunization. Apa itu Imunisasi Kejar Imunisasi kejar merupakan tindakan vaksinasi terhadap orang yang belum menerima dosis vaksin tertentu atau terlewat dari jadwal imunisasi nasional padahal orang itu sebenarnya telah memenuhi syarat untuk menerima vaksin. Alasan keterlambatan itu bisa berbagai macam. Misalnya ketika terjadi pandemi Covid-19 yang membuat orang tua khawatir ke rumah sakit untuk imunisasi anak. Pemberian imunisasi kejar bisa melalui program imunisasi rutin di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Walau begitu, imunisasi kejar tidak berlaku untuk semua jenis imunisasi. Ada beberapa imunisasi yang ketika sudah terlewat jadwalnya tak lagi perlu karena efektivitasnya telah berkurang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi panduan rancangan imunisasi berdasar kelompok usia seperti berikut: Bayi lahir hingga 1 tahun -> imunisasi dasar Balita (1-4 tahun) -> imunisasi ulangan dan imunisasi kejar Usia sekolah (5-12 tahun) -> imunisasi kejar Remaja (13-18 tahun) -> imunisasi kejar serta persiapan masa dewasa dan kehamilan Lanjut usia -> mengurangi risiko morbiditas Batas Maksimal Terlambat Imunisasi Anak Sesuai dengan panduan WHO, imunisasi anak berupa program kejar bisa berlangsung hingga umur 18 tahun. Namun itu bukan berarti semua jenis vaksin bisa masuk program imunisasi kejar bagi anak yang sudah besar. Imunisasi kejar tetap mesti memperhatikan batas waktu dan jenis vaksin. Salah satu vaksin yang tak bisa disusulkan adalah rotavirus. Alasannya adalah imunisasi anak dengan vaksin rotavirus memiliki batas waktu tiga bulan dari jadwal nasional. Vaksin anak lain yang tak bisa serta-merta diberikan lewat program susulan adalah Haemophilus influenzae tipe B (Hi) dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Sebab, anak yang berumur lebih dari lima tahun tak lagi memerlukannya karena usia rentan terkait dengan vaksin tersebut adalah di bawah lima tahun. Sementara itu, beberapa vaksin anak yang bisa menyusul ketika terlambat imunisasi anak antara lain hepatitis B, polio, serta difteri, pertusis, dan tetanus (DPT). Ada pula vaksin campak yang dapat menyusul hingga usia anak 12 bulan. Bila anak tak mendapat vaksin campak hingga usianya 1 tahun lebih, orang tua bisa membawanya untuk menerima imunisasi campak, gondongan, dan rubela (MMR) secara langsung. Apa yang Terjadi Jika Anak Telat Imunisasi? Imunisasi anak bertujuan membuat anak terlindung dari sejumlah jenis penyakit menular lewat pembentukan zat antibodi yang berasal dari vaksin. Karena itulah ada jadwal imunisasi yang ditetapkan dengan dasar berupa bermacam-macam riset klinis oleh para pakar. Ketika seorang anak telat imunisasi, ada risiko tertular penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin tertentu. Jadi orang tua seyogianya memastikan anak mengikuti imunisasi anak sesuai dengan jadwal untuk menangkis risiko tersebut. Orang tua mesti berkonsultasi dengan dokter anak soal pemberian vaksin susulan terkait dengan keterlambatan imunisasi anak. Sebab, pemberian dosis vaksin berbeda-beda tergantung usia anak. Ditinjau oleh: dr. Sjully Mamahit, Sp. A, M. Kes, CIMI Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. who. int/immunization/programmes_systems/policies_strategies/WHO_Catch-up_guidance_working_draft_11. 08. 20. pdf? ua=1 https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-i https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapimengejar-imunisasi-bagian-iv Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-12-22 - Modified: 2020-12-22 - URL: https://primayahospital.com/anak/terlambat-imunisasi-anak/ - Kategori: Anak Imunisasi sangatlah penting demi tumbuh kembang anak di kemudian hari. Negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO), termasuk Indonesia, memiliki program imunisasi dasar guna memenuhi hak si kecil mendapatkan imunisasi. Program ini berjalan sesuai dengan jadwal berdasarkan ketentuan dari WHO. Anak semestinya mengikuti imunisasi menurut jadwal itu. Tapi ada kemungkinan imunisasi anak terlambat karena berbagai hal sehingga berpotensi menimbulkan dampak yang tak diharapkan. Apa Itu Imunisasi? Vaksin dalam imunisasi membantu anak imun terhadap suatu penyakit serius menular tanpa perlu sakit dulu. Tanpa imunisasi, anak mesti terjangkit penyakit itu lebih dulu untuk bisa mencapai imunitas terhadap kuman yang menyebabkannya. Fungsi vaksin akan optimal jika anak mendapatkannya pada usia tertentu sesuai dengan hasil riset para peneliti kesehatan. Contohnya anak baru boleh menerima vaksin campak ketika berusia setidaknya 9 bulan. Bila imunisasi sebelumnya, manfaatnya tak akan maksimal. Beberapa penyakit menular bisa berdampak fatal pada anak-anak, termasuk menyebabkan gangguan kesehatan dalam jangka waktu lama. Sistem imun anak memerlukan bantuan untuk melawan penyakit tersebut lewat vaksin. Vaksin dalam imunisasi akan menstimulasi tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat melawan infeksi. Imunisasi menyiapkan tubuh untuk menghadapi infeksi penyakit yang bisa terjadi di masa depan. Anak kecil sangat rentan terhadap infeksi sehingga mereka butuh perlindungan lewat imunisasi sesuai dengan jadwal. Lewat program imunisasi anak dari pemerintah ataupun secara mandiri, anak akan terlindung dari risiko infeksi penyakit menular yang bisa menyebar tak terkendali tanpa vaksinasi. Apa yang Terjadi Jika Imunisasi Anak Terlalu Dini? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan imunisasi seturut jadwal. Rekomendasi ini terbit berdasarkan berbagai hasil penelitian yang menyebutkan imunogenisitas anak kurang optimal. Imunogenisitas adalah kemampuan vaksin dalam membangkitkan respons imun dari tubuh. Dalam penelitian “Measles vaccination below 9 months of age: Systematic literature review and meta‐ analyses of effects and safety” yang terbit di situs WHO, misalnya, yakni tentang pemberian vaksin campak pada anak di bawah usia 9 bulan. Menurut penelitian itu, imunogenisitas humoral dalam imunisasi di bawah 9 bulan lebih rendah dibanding di atas usia 9 bulan. Selain itu, ada temuan efek blunting atau ketumpulan dalam vaksin selanjutnya. Maka imunisasi terlalu dini sebaiknya ditindaklanjuti dengan pengulangan pemberian vaksin yang sama. Tidak ada temuan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang membahayakan akibat imunisasi anak terlalu dini. Walau demikian, butuh riset lebih lanjut untuk memastikannya. Bagaimana Jika Anak Telat Melakukan Imunisasi? Indonesia memiliki program imunisasi yang berlaku secara nasional. Para orang tua semestinya mengikuti program ini dengan membawa sang buah hati menjalani imunisasi sesuai dengan jadwal. Namun kesibukan dan alasan lain kadang menghambat anak mendapatkan vaksin seturut jadwal. Ini menjadi tantangan bersama karena bukan hanya anak yang memperoleh manfaat imunisasi, tapi seluruh masyarakat umum. Jika Anda selaku orang tua melewatkan atau lupa sehingga imunisasi terlambat, segera beri tahu dokter. Tanyakan soal jadwal imunisasi dan bagaimana cara melakukan imunisasi susulan (catch-up immunization). Jadi anak masih berkesempatan mendapat perlindungan vaksin meski terlambat mengikuti imunisasi susulan, meski tidak semua vaksin bisa disusulkan. Dampak Jika Imunisasi Tidak Sesuai Jadwal Ketika imunisasi tidak sesuai dengan jadwal, dampaknya tidak hanya mereka rasakan. Orang-orang di sekitarnya dan orang lain yang rentan terhadap suatu penyakit akan terkena dampak. Sebab, vaksin itu berguna mencegah penyebaran penyakit menular. Bila ada anak yang menderita penyakit tersebut, dia berpotensi menulari orang lain, terutama yang rentan. Anak dan bayi adalah yang paling rentan terhadap penyakit menular tersebut. Sebab, sistem imun mereka belum matang dan tak bisa melawan infeksi sepenuhnya. Jadwal imunisasi ada terutama untuk melindungi anak-anak sebagai kalangan yang mudah terpapar penyakit menular tertentu. Makin terlambat atau lebih dini imunisasi, potensi tertular penyakit yang sebetulnya bisa dicegah dengan vaksin itu makin besar. Ditinjau oleh: dr. Fith Dahlan, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar Referensi https://www. cdc. gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/appendices/a/age-interval-table. pdf https://www. nidirect. gov. uk/articles/childhood-immunisation-programme https://www. who. int/immunization/sage/meetings/2015/october/2_MCV1_below_9_months_Effect_safety_28092015. pdf - Published: 2020-12-21 - Modified: 2020-12-20 - URL: https://primayahospital.com/anak/rentang-jarak-aman-vaksin-anak/ - Kategori: Anak Pada beberapa bulan pertama kehidupan, anak mungkin telah cukup mendapat perlindungan dari ibunya jika sang ibu sudah pernah mendapat imunisasi. Istilahnya adalah imunitas pasif, yakni antibodi dari ibu menurun ke anak selama kehamilan. Tapi vaksin anak tetap penting untuk menjaga imunitas anak terhadap beberapa jenis penyakit menular. Sebab, perlindungan antibodi dari ibu tersebut mungkin terlalu rendah dan bisa berkurang dengan cepat. Artinya, anak lebih berisiko tertular penyakit jika tanpa vaksin. Walau begitu, ada ketentuan mengenai rentang jarak yang aman untuk memberikan vaksin aman yang harus menjadi perhatian para orang tua. Jarak Aman Memberikan Vaksin Anak Kebanyakan vaksin anak diberikan lewat injeksi ke lengan atau kaki, kecuali beberapa vaksin yang masuk lewat mulut. Dosis vaksinasi bisa mengandung satu jenis vaksin untuk melawan satu penyakit spesifik, tapi bisa juga beberapa penyakit sekaligus. Namanya adalah injeksi kombinasi yang bertujuan mengurangi jumlah injeksi terhadap anak. Rentang pemberian vaksin anak umumnya adalah 4-8 pekan. Adanya rentang waktu ini menjadi patokan agar imunisasi berlangsung aman dan efektif. Faktor yang mempengaruhi jarak aman pemberian vaksin anak antara lain jenis vaksin tersebut, apakah vaksin hidup atau vaksin mati. Dunia kedokteran mengenal vaksin hidup dan vaksin mati dalam imunisasi. Vaksin hidup berasal dari virus atau bakteri yang telah dibuat lemah. Meski kuman tersebut masih hidup, anak yang mendapat vaksinasi tidak akan sakit karena mikroorganisme bahan pembuatan vaksin itu telah lemah. Sedangkan vaksin mati merupakan virus atau bakteri yang sengaja dirawat untuk kemudian dimatikan atau diinaktivasi. Cara mematikannya lewat pemanasan atau pemberian zat kimia sesuai dengan prosedur. Jarak Aman untuk Kategori Vaksin Hidup Vaksin hidup yang kerap disebut Live Attenuated Vaccine ini bersumber dari mikroorganisme berupa bakteri atau virus yang dilemahkan di laboratorium. Ketika masuk ke tubuh anak, vaksin tersebut bereplikasi dan memunculkan respons imun. Vaksin hidup sudah banyak digunakan sejak 1950. Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan pemberian 5 jenis vaksin anak berupa vaksin hidup, yaitu: Tuberkulosis (BCG) Polio oral Campak Rotavirus Demam kuning Contoh lainnya adalah vaksin cacar air, gondongan, rubela, dan pneumokokus. Dokter bisa memberikan beberapa vaksin anak tersebut secara berbarengan, seperti campak, gondongan, dan rubella (MMR). Ada juga yang mesti berbeda waktu untuk memastikan manfaat dan keamanannya. Jarak aman pemberian vaksin hidup adalah 2-4 pekan, kecuali untuk vaksin oral yang tidak ada interval waktu. Jarak Aman untuk Kategori Vaksin Mati Pembuatan vaksin mati bermula dari pengembangbiakan mikroorganisme bahan vaksin, seperti bakteri dan virus. Mikroorganisme itu akan dimatikan atau dibuat tidak aktif untuk menjadi vaksin. Karena telah mati, vaksin tersebut tidak bisa memicu penyakit ketika masuk ke tubuh. Ketimbang vaksin hidup, vaksin mati lebih stabil. Contoh vaksin anak dari bakteri atau virus yang telah mati antara lain: Influenza Polio injeksi Hepatitis A dan B Difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) Kolera Tifoid Berbeda dengan vaksin hidup, tidak ada ketentuan jarak aman pemberian vaksin mati. Meski demikian, penelitian mengenai interval waktu antara satu imunisasi dengan vaksin mati dan imunisasi selanjutnya masih dibutuhkan untuk mendapat kepastian keamanan. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak untuk rencana vaksinasi anak terkait dengan rentang jarak yang aman. Tujuannya adalah memastikan imunisasi dapat memberikan manfaat optimal bagi kesehatan anak dan menjaga risiko seminimal mungkin. Ditinjau oleh: dr. Husaemah Syam, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar Referensi: http://sehatnegeriku. kemkes. go. id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/ https://www. who. int/immunization/policy/Immunization_routine_table2. pdf? ua=1 https://in. vaccine-safety-training. org/live-attenuated-vaccines. html - Published: 2020-12-20 - Modified: 2020-12-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-influenza/ - Kategori: Anak Ketika mengalami batuk dan pilek, orang sering menyebut dirinya terkena flu. Padahal demam dengan gejala pilek tidaklah sama dengan flu alias influenza. Terdapat ratusan jenis virus yang bisa memicu pilek, tapi yang paling umum adalah rhinovirus. Sedangkan penyebab flu adalah virus influenza yang terdiri atas tipe A, B, dan C. Orang yang terinfeksi influenza lebih mungkin mengalami kondisi lebih parah ketimbang pilek, terutama anak berusia kurang dari 2 tahun. Salah satu cara mencegah penularan influenza adalah dengan imunisasi anak. Flu adalah penyakit infeksi pernapasan yang bisa menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terjadi 290-650 ribu kematian tiap tahun akibat gangguan pernapasan yang berasal dari infeksi virus influenza. Angka itu belum mencakup kematian akibat penyakit lain yang mungkin berhubungan dengan influenza, seperti penyakit kardiovaskular. Karena itu, WHO menilai flu tetap menjadi ancaman pada tingkat global dan mengimbau negara-negara anggotanya untuk mengambil langkah guna mengatasi masalah kesehatan tersebut. WHO antara lain menekankan perlunya imunisasi anak dengan vaksin influenza. Lewat penggunaan vaksin, anak bisa terhindar dari risiko menjalani perawatan di rumah sakit akibat influenza. Apa Manfaat Imunisasi Influenza Orang yang mengalami flu umumnya bisa sembuh sendiri dengan banyak beristirahat dan minum air putih. Tapi infeksi flu bisa lebih membahayakan ketika menyerang anak-anak lantaran daya tahan tubuh mereka lebih rendah. Manfaat imunisasi anak dengan vaksin influenza terutama untuk mencegah anak sakit flu. Bila anak mengalami flu, ada risiko penularan lebih luas ke anggota keluarga lain di rumah. Jadi imunisasi anak bermanfaat bukan hanya buat anak sendiri, tapi juga saudara dan orang tua. Ada pula manfaat ekonomi berupa berkurangnya potensi pengeluaran tambahan untuk mengobati anak yang sakit. Pada masa pandemi seperti Covid-19, imunisasi anak dan kelompok lain yang rentan, seperti kalangan lanjut usia dan orang yang memiliki penyakit penyerta, juga penting. Tujuannya adalah mencegah orang tersebut mengalami kondisi yang lebih berat atau komplikasi ketika terinfeksi Covid-19. Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Vaksin Influenza? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian imunisasi anak untuk mencegah influenza bisa dilakukan mulai usia 6 bulan. Setelah itu, WHO merekomendasikan pemberian vaksin satu kali setiap tahun. Di Indonesia, terdapat Vaksin Influenza ada Trivalent ( Flubio) dan Ada Quadrivalent (Vaxigrip tetra). Tanpa melihat faktor risiko, anak berusia sekurangnya 6 bulan bisa menerimanya. Referensi ini diambil dari negara dengan 4 musim, di Indonesia kapan saja bisa imunisasi Influenza. Berapa Kali Vaksin Influenza Diberikan? WHO menyarankan imunisasi anak dengan vaksin influenza setahun sekali, terlepas dari ada atau tidaknya faktor risiko. Sebab, virus flu bisa bermutasi dan butuh vaksin tertentu sesuai dengan hasil penelitian mengenai mutasi itu agar efektif. Adapun dosisnya bervariasi, sesuai dengan umur anak. Bagi anak yang baru pertama kali menerima vaksin flu pada usia di bawah 9 tahun, imunisasi dilakukan sebanyak dua dosis dengan interval dosis pertama dan kedua sekurangnya 4 pekan. Setelah itu, dosis vaksin cukup satu dalam setiap imunisasi. Efek Samping Vaksin Influenza Pada umumnya, tak ada efek samping yang serius akibat imunisasi anak guna mencegah influenza. Efek samping ringan yang umum terjadi antara lain: rasa nyeri dan bengkak serta kemerahan pada lokasi suntikan mata gatal dan merah demam sakit kepala merasa lelah Efek samping tersebut bakal hilang dalam hitungan hari. Ditinjau oleh: dr. Suryadi SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. cdc. gov/flu/prevent/different-flu-vaccines. htm https://www. cdc. gov/flu/prevent/keyfacts. htm https://www. who. int/immunization/research/development/influenza/en/ https://www. webmd. com/vaccines/flu-shot-guidelines-for-adults#1 https://www. vaxcorpindo. com/quadrivalent-influenza-vaccine-now-indonesia/ https://www. vaccines. gov/diseases/flu - Published: 2020-12-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-campak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Angka penyakit campak melonjak drastis mencapai puncaknya dalam 23 tahun terakhir pada 2019. Itu temuan penelitian yang dipublikasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Dalam temuan yang terbit November 2020 itu, kasus campak di seluruh dunia mencapai 869. 770 pada 2019. Ini angka tertinggi di semua negara anggota WHO setelah 1996. Padahal, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, sudah ada langkah pencegahan, yaitu lewat imunisasi anak. Campak atau measles adalah penyakit infeksi yang amat menular. Apabila satu orang penderita campak berada dalam satu ruangan dengan sepuluh orang lain yang belum pernah sakit / belum pernah di imunisasi campak, maka di perkirakan sepuluh orang tersebut akan terinfeksi. Penyebabnya adalah Paramyxovirus. Campak bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa, tapi kelompok usia anak lebih rentan menderita komplikasi, seperti infeksi telinga, diare, dan pneumonia, bahkan kematian. Imunisasi anak penting untuk mencegah penularan sehingga terhindar dari komplikasi. Apa Manfaat Imunisasi Campak Campak merupakan penyakit yang tak ada obatnya. Meski demikian, ada cara pencegahan lewat imunisasi anak. Di Indonesia, vaksin anak campak masuk program imunisasi nasional. Angka kasus campak di Indonesia terbilang tinggi. Maka pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyediakan vaksin campak gratis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang terakreditasi. Efektifitas vaksin campak atau MR sangat baik. Pada 1962 di america serikat, tepat satu tahun vaksin campak di temukan tercatat empat juta orang terdiagnosis campak dengan 48. 000 orang di antara nya di rawat dan 3000 meninggal dunia. Dalam kurun waktu setengah abad, setelah imunisasi kasus campak menurun tajam hanya 55 kasus pada 2012. Manfaat imunisasi campak adalah mencegah anak sakit campak atau menurunkan angka penularan di lingkungan di sekitar nya. Kapan Imunisasi Dapat Diberikan? Sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan, anak berusia 9 bulan bisa menerima imunisasi campak / MR. Sebaik nya di lakukan imunisasi ulangan pada usia 18 bulan (vaksin MR), dan pada usia 5 - 6 tahun atau 6 - 7 tahun saat BIAS. Imunisasi campak pada anak di atas 1 tahun dapat di berikan imunisasi kombinasi berupa vaksin MMR (measles, mumps, rubella). apabila MMR sudah di berikan tidak perlu lagi melakukan lagi imunisasi campak (MR) pada usia 18 bulan. Namun anak bisa pula menerima vaksin campak secara terpisah. Pemerintah sendiri lebih berfokus pada pemberian vaksin campak bersama rubela (MR) karena komplikasi akibat dua penyakit itu terbilang lebih membahayakan ketimbang gondongan. Berapa Kali Vaksin Campak Diberikan? Anak menerima vaksin campak secara terpisah sebanyak 3 kali, yakni saat berumur 9 bulan dan diulangi pada usia 24 bulan dan 6 tahun. Khusus buat yang mendapat imunisasi anak MR/MMR saat berumur 15 bulan, pemberian vaksin tetap 3 kali, tapi yang terakhir adalah ketika umurnya 5-6 tahun. Pemberian vaksin campak tidak cukup hanya sekali demi mengoptimalkan efektivitasnya. Keputusan imunisasi hingga 3 kali ini berdasarkan riset para ahli. Saat anak mendapat vaksin pertama pada umur 9 bulan, ada kemungkinan masih ada perlindungan antibodi dari sang ibu. Karena itu, vaksin bisa jadi kurang efektif. Dengan demikian, butuh booster atau penyokong efektivitas vaksin anak lewat imunisasi lanjutan. Efek Samping Vaksin Campak Anak wajar mengalami beberapa efek samping seusai imunisasi campak. Demam lebih dari 39. 50C pada 5 - 15% kasus, pada hari ke 5 hingga ke 6 sesudah imunisasi dan bisa berlangsung sampai selama 5 hari. Ruam menyerupai ruam campak pada 5% kasus, pada hari ke 7 hingga ke 10 sesudah imunisasi dan berlangsung 2 - 4 hari. Trombosit turun terjadi pada kurang dari 1 dalam 30. 000 orang dan kejang demam pada 1 hari dari 3. 000 - 4. 000 orang. Ensefalopati (kejang/penurunan kesadaran) dan reaksi alergi berat terjadi pada kurang dari 1 dalam satu juta penerima imunisasi campak. Ditinjau oleh: dr. Robert Soetandio SpA, M. Si. Med Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. idai. or. id/artikel/seputar-kesehatan-anak/apakah-infeksi-campak https://www. who. int/news/item/12-11-2020-worldwide-measles-deaths-climb-50-from-2016-to-2019-claiming-over-207-500-lives-in-2019 http://origin. searo. who. int/indonesia/topics/immunization/mr_measles_status. pdf https://www. who. int/news-room/fact-sheets/detail/measles https://www. who. int/ith/vaccines/measles/en/ https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr https://www. idai. or. id/wp-content/uploads/2014/04/Jadwal-Imunisasi-2014-lanscape-Final. pdf Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-12-16 - Modified: 2020-12-14 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-rotavirus/ - Kategori: Anak Rotavirus merupakan penyebab paling umum diare BERAT pada anak-anak di seluruh dunia. Menurut perkiraan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 215 ribu anak berusia di bawah 5 tahun meninggal setiap tahun pada 2013 akibat infeksi rotavirus pada 2013. Hampir semua anak yang berusia 5 tahun pernah terinfeksi rotavirus, dengan gejala yang ringan maupun berat. Padahal sebenarnya ada cara yang efektif mencegah infeksi rotavirus, yakni dengan vaksin rotavirus. Karena itulah WHO merekomendasikan penggunaan vaksin anak rotavirus dalam program imunisasi nasional di seluruh dunia, terutama Asia Selatan, Asia Tenggara, dan kawasan sub-Sahara Afrika. Rotavirus adalah virus berbentuk seperti roda yang memicu gastroenteritis ditandai diare dan muntah-muntah sehingga bisa menyebabkan seorang anak mengalami dehidrasi berat. Tanpa penanganan yang tepat, terutama bila tak pernah mendapat imunisasi anak dengan vaksin rotavirus, ada kemungkinan infeksi ini berujung fatal. Penyakit rotavirus sangat menular. Kuman rotavirus dapat bertahan lama di permukaan benda, termasuk tangan orang. Anak-anak rentan terinfeksi lantaran kerap menyentuh dan memasukkan benda secara sembarangan ke mulut. Orang tua dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi rotavirus lewat imunisasi anak. Apa Manfaat Imunisasi Rotavirus Manfaat utama imunisasi rotavirus adalah mencegah penularan diare akibat rotavirus. Sejumlah penelitian menyebutkan imunisasi rotavirus pada anak dapat mencegah hingga 74 persen. Yang lebih penting, vaksin ini bisa mencegah sekitar 98 persen infeksi berat rotavirus. Angka perawatan di rumah sakit akibat diare karena rotavirus berkurang hingga 96 persen dengan imunisasi rotavirus. Seiring dengan berkurangnya risiko infeksi, berkurang pula beban ekonomi setiap keluarga yang muncul ketika anak harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit rotavirus. Selain itu, orang tua tetap bisa menjaga produktivitas kerja sehingga roda ekonomi tetap berjalan lancar. WHO menyatakan imunisasi anak harus dibarengi dengan strategi yang komprehensif seperti mempromosikan gaya hidup bersih dan sehat (rajin mencuci tangan dan meningkatkan kualitas sanitasi di setiap rumah tangga). Kapan Imunisasi Dapat Diberikan? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian imunisasi anak rotavirus pada usia 2 bulan. Terdapat dua macam vaksin rotavirus di Indonesia, yakni Vaksin rotavirus monovalen (@Rotarix) dan pentavalen (@Rotateq) Jumlah dosis untuk masing-masing vaksin tersebut berbeda. Rotateq: 3 dosis, dosis pertama ketika anak berumur 6-14 minggu; dosis kedua 4-8 minggu kemudian, dosis ketiga maksimum saat usia anak 8 bulan. Rotarix: 2 dosis, dosis pertama untuk anak berusia 10 minggu; dosis kedua ketika umur anak 14 minggu, maksimal 6 bulan. Pemberian vaksinasi yang sesuai jadwal bertujuan supaya anak mendapat daya tahan tubu yang optimal. Imunisasi sebelum jadwal berisiko mengurangi manfaat vaksin. Sedangkan bila telat, imunisasi anak dengan vaksin rotavirus tak perlu lagi karena belum ada riset yang membuktikan manfaat vaksinasi rotavirus yang melebihi jadwal dan dikhawatirkan timbul efek samping yang jarang seperti invaginasi. Dosis vaksin Vaksin rotavirus diberikan secara oral dengan dosis 2ml. Untuk bayi, dosis 2ml adalah jumlah yang banyak sehingga berisiko dimuntahkan kembali oleh bayi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memberikan vaksin dengan cara meneteskannya secara perlahan karena tidak dianjurkan untuk mengulang pemberian vaksin setelah dimuntahkan. Untuk memperkecil resiko vaksin dimuntahkan kembali pemberian vaksin sebaiknya dilakukan sebelum bayi menyusu. Efek Samping Vaksin Rotavirus Efek samping vaksin ini ringan seperti mual dan muntah, rewel dan menangis, serta diare. Umumnya hilang tanpa penanganan khusus. Jika ayah bunda khawatir akibat imunisasi ini, bisa berkonsultasi dengan dokter. Ditinjau oleh: dr. Robert Soetandio SpA, M. Si. Med Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Tangerang Referensi: http://pionas. pom. go. id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-rotavirus https://www. neliti. com/publications/22571/vaksin-rotavirus-apakah-sudah-waktunya-dimasukkan-dalam-program-imunisasi-nasion https://www. cdc. gov/vaccines/vpd/rotavirus/index. html https://www. webmd. com/children/vaccines/rotavirus-rv-vaccine#1 https://www. who. int/immunization/diseases/rotavirus/en/ Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-12-15 - Modified: 2020-12-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-pneumonia-pcv/ - Kategori: Anak Pada 2005, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 1,6 juta orang meninggal tiap tahun akibat penyakit pneumokokus. Perkiraan itu mencakup kematian 700 ribu-1 juta anak berumur kurang dari 5 tahun, sebagian besar asal negara berkembang. Anak berusia kurang dari 2 tahun menanggung beban utama penyakit ini. Imunisasi pneumonia dapat menjadi salah satu jalan untuk mengatasi masalah di negara berkembang ini, termasuk di Indonesia. Penyakit pneumokokus muncul akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini bisa hidup tanpa membahayakan di tenggorok orang sehat. Infeksi umumnya menyerang saluran pernapasan dan rongga hidung. Penyakit ini jamak terjadi pada anak-anak. Tapi, ketika menyerang orang dewasa, pneumokokus bisa memicu komplikasi yang serius. Untungnya, sudah ada vaksin anak PCV atau pneumococcal conjugate vaccine dalam program imunisasi anak yang dapat mencegah pneumokokus. Apa Manfaat Imunisasi PCV Anak berusia kurang dari 2 tahun, lansia berumur lebih dari 65 tahun, dan orang-orang lain dengan kondisi medis tertentu tergolong berisiko tinggi terkena infeksi pneumokokus. Kondisi itu antara lain mengidap HIV, terkena gagal ginjal, kronis, menderita diabetes hingga butuh insulin, memiliki penyakit jantung bawaan, dan mengalami masalah fungsi limpa. Imunisasi anak PCV sangat efektif mencegah kelompok berisiko tersebut terkena infeksi hingga harus dirawat di rumah sakit, bahkan meninggal. Imunisasi anak PCV akan mengurangi angka perawatan pasien pneumokokus di rumah sakit, angka kematian, serta tanggungan biaya pengobatan di rumah sakit. Terdapat dua macam vaksin untuk penyakit pneumokokus, yaitu: PCV13: vaksin anak untuk umur kurang dari 2 tahun dan anak usia 2 tahun ke atas yang memiliki kondisi medis tertentu. Orang dewasa harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima jenis vaksin PCV ini. PPSV23: vaksin untuk orang dewasa serta anak berumur lebih dari 2 tahun dengan kondisi medis tertentu, juga buat orang dewasa yang terbiasa merokok. Pneumokokus merupakan penyakit menular yang bisa memicu beragam masalah kesehatan, termasuk infeksi serius di paru-paru, darah, tulang belakang, serta lapisan otak. Pneumokokus terutama berbahaya bagi bayi. Manfaat utama imunisasi anak PCV adalah mencegah penularan penyakit berbahaya tersebut. Kapan Waktu yang tepat Memberikan Imunisasi PCV? Imunisasi anak PCV menyasar balita berumur 2, 4, dan 6 bulan sesuai dengan saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dosis dasar vaksin anak PCV itu lalu ditambah dengan imunisasi pada umur 12-15 bulan. Orang yang tak lagi berusia anak juga dapat menerima vaksin PCV bila termasuk berisiko tinggi terhadap penyakit pneumokokus, terutama para lansia. Berapa Kali Vaksin PCV Diberikan? Vaksin anak PCV diberikan 3 kali dalam dosis dasar, lalu 1 kali berupa booster. Dengan demikian, total imunisasi anak PCV sebanyak 4 kali. Bila anak berumur 7-12 bulan belum mendapat vaksin PCV, imunisasi dijalankan 2 kali dengan interval pemberian dosis pertama dan kedua selama 2 bulan. Adapun untuk anak usia 1 tahun ke atas yang belum menjalani imunisasi anak PCV, vaksin diberikan 1 kali saja. Walau begitu, anak itu bisa menerima imunisasi booster dalam jangka waktu sekurangnya 2 bulan sesudah vaksinasi pertama. Sedangkan orang dewasa berumur 50 tahun ke atas cukup menerima 1 kali vaksin PCV. Khusus buat kelompok dewasa berisiko tinggi, imunisasi PCV juga cukup 1 kali. Efek Samping Vaksin PCV Layaknya vaksin lain, terdapat efek samping vaksin PCV bagi anak. Efek samping itu meliputi bengkak, merah, dan rasa nyeri pada lokasi bekas suntikan. Anak juga bisa mengalami demam seusai imunisasi. Risiko reaksi alergi ada, tapi sangat kecil. Demam akibat vaksin anak PCV hanya ringan dan tidak membahayakan. Semua gejala itu pun akan berangsur-angsur hilang dengan segera. Ditinjau oleh: dr. Dedi Kurniawan Saputra, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. idai. or. id/wp-content/uploads/2014/04/Jadwal-Imunisasi-2014-lanscape-Final. pdf https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus https://www. who. int/biologicals/areas/vaccines/pneumo/en/ https://www. vaccines. gov/diseases/pneumonia https://www. cdc. gov/vaccines/vpd/pneumo/index. html - Published: 2020-12-14 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-hib/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Haemophilus influenza tipe B atau Hib adalah penyakit serius yang bisa menyebabkan kematian pada anak hingga orang dewasa. Penyebabnya adalah bakteri yang berada di saluran pernapasan bagian atas. Transmisi bakteri Hib melalui droplet dari orang yang terinfeksi. Namun orang yang terinfeksi tidak selalu menunjukkan gejala. Inilah yang membuatnya berbahaya. Orang mungkin telah terinfeksi bakteri Hib tanpa sadar. Untuk itu, imunisasi anak menggunakan vaksin Hib penting guna mengurangi risiko tertular bakteri Haemophilus influenza tipe B. Penyakit Hib bisa menyerang orang dari segala umur. Tapi 90 persen lebih kasus invasif Hib terjadi pada anak berusia kurang dari 5 tahun. Itu sebabnya butuh imunisasi anak dengan vaksin Hib. Hib menjadi kasus invasif ketika bakteri masuk ke aliran darah. Kasus invasif Hib dapat memicu pneumonia (radang paru), meningitis (radang otak), sepsis, dan berbagai penyakit serius lain. Jika bakteri menyebar hingga ke rongga sinus atau bagian tengah telinga, dapat timbul infeksi telinga yang parah atau sinusitis. Di antara sejumlah penyakit akibat bakteri Hib tersebut, meningitis bisa berujung pada komplikasi yang menyebabkan kebutaan, tuli, dan kematian. Apa Manfaat Imunisasi HIB Dengan menerima vaksin Hib, anak akan terlindungi dari sederet penyakit akibat bakteri Hib. Itulah manfaat utama imunisasi Hib. Manfaat lainnya termasuk mengurangi risiko beban keuangan untuk merawat anak yang menderita penyakit akibat Hib. Meski namanya mengandung kata “influenza”, vaksin anak Hib bukanlah vaksin untuk mencegah flu. Selain itu, imunisasi anak Hib tidak bisa mencegah pneumonia dan meningitis akibat kuman pneumokokus. Vaksin ini hanya bisa mengatasi bakteri Hib. Kapan Waktu yang tepat Memberikan Imunisasi HIB? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, imunisasi anak dengan vaksin Hib dapat diberikan pertama kali ketika berumur 2 bulan. Anak lalu mendapat vaksin Hib lagi saat usianya 4 dan 6 bulan. Sebagai tambahan, anak kembali menerima vaksin Hib tatkala umurnya 15-18 bulan. Imunisasi anak Hib umumnya dikombinasikan dengan DPT dan HB. Anak dapat memperolehnya secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan yang telah mendapatkan akreditasi. Anak berumur 5 tahun ke atas sebagian besar tidak membutuhkan vaksin Hib. Namun dokter mungkin akan merekomendasikan imunisasi Hib bila: Memiliki penyakit sel sabit atau limpa Pernah menjalani transplantasi sumsum tulang Mengidap HIV Berapa Kali Vaksin HIB Diberikan? Pemberian vaksin anak Hib sebanyak 3 kali. Dengan menghitung imunisasi tambahan pada usia 15-18 bulan sebanyak 1 kali, berarti total vaksinasi Hib sebanyak 4 kali. Bila baru akan menerima vaksin anak Hib saat usianya 1-5 tahun, imunisasi cukup hanya 1 kali. Sebab, penyakit Hib sebagian besar menyerang anak berumur kurang dari 5 tahun. Imunisasi tambahan atau booster bagi anak yang berumur 15-18 bulan berguna untuk memberikan perlindungan lebih dalam jangka panjang. Ini sesuai dengan hasil penelitian serta rekomendasi imunisasi IDAI. Efek Samping Vaksin HIB Vaksin anak Hib melalui suntikan pada paha atau lengan anak. Pemberian vaksin anak Hib, baik berupa vaksin monovalen maupun kombinasi dengan antigen lain, pada dasarnya aman. Sebanyak 20-25 persen penerimanya mengalami rasa nyeri pada bagian yang mendapat suntikan dalam 24 jam. Anak mungkin akan menangis dan demam setelah imunisasi. Area tubuh yang disuntik juga memerah dan bengkak. Gejala ini umumnya ringan dan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa hari. Efek samping yang serius sangat jarang terjadi. Ditinjau oleh: dr. Dedi Kurniawan Saputra, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-idai-2014 https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-hib-haemophilus-influenza-tipe-b https://www. cdc. gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hib. html https://www. vaccines. gov/diseases/hib https://www. neliti. com/publications/154966/vaksin-haemophilus-influenzae-type-b-hib-untuk-pencegahan-meningitis-dan-pneumon - Published: 2020-12-13 - Modified: 2020-12-14 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-polio/ - Kategori: Anak ImuniPolio adalah nama umum untuk penyakit poliomyelitis, dari bahasa Yunani yang berarti peradangan tulang belakang. Dulu orang-orang menyebutnya sebagai kelumpuhan anak-anak. Tapi polio tidak hanya menyerang anak-anak. Kasus polio masih banyak di Indonesia. Menurut penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018, Indonesia tergolong berisiko tinggi dalam penyebaran polio. Salah satu cara memberantas penyakit ini adalah dengan imunisasi anak menggunakan vaksin anak polio. Polio rentan menjadi epidemi dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Banyak penyintas polio yang harus cacat permanen seumur hidup. Terdapat tiga virus penyebab polio. Virus ini menyebar lewat kontak dengan penderita, sekresi oral dan nasal (misalnya air liur dan ingus), serta kontak dengan feses yang terkontaminasi. Virus polio masuk ke tubuh lewat mulut dan terus berlipat ganda sepanjang perjalanannya hingga sampai ke saluran cerna. Dalam kasus polio yang menyebabkan kelumpuhan, virus meninggalkan saluran cerna dan masuk ke aliran darah, lalu menyerang sel saraf. Kurang dari 2 persen penderita polio mengalami kelumpuhan. Dalam kasus yang parah, tenggorokan dan dada turut lumpuh. Bila tak ada bantuan alat penyokong pernapasan, pasien bisa meninggal dunia. Imunisasi anak dengan vaksin polio berguna mencegah kejadian ini. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat dua jenis vaksin polio, baik vaksin anak maupun dewasa. Vaksin polio inaktif: Vaksin ini berasal dari virus polio yang dimatikan. Cara pemberiannya dengan menyuntikkan ke paha atau lengan. Vaksin polio oral: Asalnya adalah virus polio hidup yang dilemahkan. Ini adalah vaksin anak, diberikan lewat tetesan di mulut. Apa Manfaat Imunisasi Polio Imunisasi anak polio bermanfaat untuk menguatkan imunitas anak terhadap virus polio. Vaksin anak dapat menekan risiko tertular virus polio hingga dewasa. Bila sudah mendapatkan vaksin polio saat berusia kanak-kanak, orang dewasa pada umumnya tidak lagi memerlukan imunisasi. Dengan pemberian imunisasi anak, bukan hanya anak tersebut yang menerima manfaatnya. Keluarga si anak juga akan mendapatkan manfaat secara ekonomi karena bisa mengurangi risiko pengeluaran biaya di masa mendatang untuk mengobati penyakit polio. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggalakkan program imunisasi anak polio. Pemerintah menyediakan vaksin anak polio gratis lewat posyandu dan puskesmas serta fasilitas pelayanan kesehatan lain sebagai bagian dari program imunisasi dasar. Kapan Imunisasi Polio Dapat Diberikan? IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak yang menjadi acuan pemberian vaksin anak di seluruh Indonesia. Menurut jadwal imunisasi IDAI, anak semestinya mendapat imunisasi polio saat lahir, lalu ketika usianya 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Vaksin anak berupa vaksin oral ketika anak baru lahir. Setelahnya, anak mendapat vaksin inaktif lewat suntikan. Anak juga bisa menerima vaksin polio ketika berusia 18-24 bulan dan 5 tahun sebagai imunisasi anak tambahan (booster) guna lebih memberikan perlindungan kepada anak. Adapun sebagian besar orang dewasa tak membutuhkan vaksinasi lagi, kecuali dalam kondisi tertentu. Misalnya: Hendak bepergian ke daerah yang memiliki tingkat penularan polio yang tinggi. Bekerja di laboratorium atau menangani spesimen yang mungkin mengandung virus polio. Tenaga medis yang merawat pasien polio atau pernah berkontak dekat dengan orang yang mungkin terinfeksi virus polio. Berapa Kali Vaksin Polio Diberikan? Sesuai dengan rekomendasi IDAI, pemberian vaksin polio minimal sebanyak 4 kali, termasuk ketika bayi lahir di rumah sakit, bidan, atau rumah orang tua sendiri. Jika menghitung vaksin anak tambahan Bila telat memberikan imunisasi anak polio, orang tua tak perlu mengulang dosis vaksin anak sejak awal, melainkan bisa langsung meneruskan vaksinasi seturut jadwal. Vaksin polio umumnya diberikan bersamaan dengan vaksin DPT-HB-Hib (vaksinasi pentavalen). Efek Samping Vaksin Polio Vaksin anak apa pun memiliki efek samping, termasuk untuk imunisasi anak polio. Tapi, secara umum, vaksin polio aman. Efek samping yang muncul biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya, contohnya: Bekas suntikan di kulit Demam Nyeri di area suntikan Efek samping serius bisa terjadi jika anak memiliki alergi tertentu. Konsultasikan dengan dokter soal pemberian imunisasi anak untuk polio jika ada alergi. Ditinjau oleh: dr. Dedi Kurniawan Saputra, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-polio https://www. who. int/teams/health-product-and-policy-standards/standards-and-specifications/vaccines-quality/poliomyelitis https://www. cdc. gov/vaccines/vpd/polio/public/index. html https://www. who. int/immunization/diseases/poliomyelitis/inactivated_polio_vaccine/Key_mess_FAQs. pdf https://www. who. int/docs/default-source/searo/indonesia/sit-rep/epi-vpd-bulletin-ed1. pdf? sfvrsn=ae70706f_2 https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-idai-2014 - Published: 2020-12-10 - Modified: 2020-12-28 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/operasi-batu-empedu-dengan-laparoskopi/ - Kategori: Bedah Digestif Penyakit Batu empedu atau cholelithiasis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang mengganggu. Penderitanya bisa merasakan sakit perut serta mual dan muntah hingga demam tinggi. Meski secara umum ringan, penyakit batu empedu dapat menimbulkan komplikasi dan menghambat aktivitas sehari-hari. Salah satu solusi untuk mengatasi batu empedu adalah dengan operasi menggunakan metode laparoskopi. Batu empedu umumnya terbentuk di dalam kantong atau kandung empedu, yakni organ mungil berwujud seperti buah pir yang berlokasi di bawah hati. Organ ini berfungsi menyimpan cairan pencernaan yang tugasnya mencerna lemak. Penyakit batu empedu muncul ketika terjadi endapan lemak yang tak tercerna di kandung empedu. Selain di kandung empedu, endapan bisa terbentuk di saluran empedu. Faktor pemicu endapan ini bermacam-macam, misalnya pola hidup tidak sehat, usia, dan diet yang keliru. Keunggulan Operasi dengan Laparoskopi Operasi batu empedu dengan laparoskopi merupakan tindakan pengangkatan kandung dan batu empedu lewat pembuatan sejumlah luka kecil berupa sayatan di perut. Dalam laparoskopi batu empedu, dokter bedah akan mengembungkan perut dengan karbon dioksida atau udara agar pengamatannya bisa lebih jelas. Operasi batu empedu dengan laparoskopi memiliki banyak keunggulan ketimbang prosedur bedah tradisional. Berbeda dengan operasi konvensional yang terbuka, dokter bedah bisa menjalankan laparoskopi tanpa memotong otot perut. Karena itu, pasien bisa mendapatkan manfaat tertentu, seperti: Rasa sakit lebih ringan sesudah operasi Tidak harus lama menginap di rumah sakit Masa pemulihan lebih cepat Dapat kembali bekerja atau beraktivitas sehari-hari Luka bekas operasi lebih tipis Meski demikian, tidak semua orang yang memiliki masalah batu empedu bisa menjalani laparoskopi. Sebab, ada risiko yang justru bisa membahayakan jiwa pasien jika memakai prosedur laparoskopi. Pasien yang tergolong berisiko antara lain pernah menjalani operasi di area sekitar kandung empedu sebelumnya, cenderung mudah mengeluarkan banyak darah, dan ada masalah yang membuat dokter kesulitan melihat kandung empedu. Persiapan Sebelum Menjalani Operasi Layaknya prosedur bedah lain, operasi batu empedu dengan laparoskopi memerlukan persiapan. Dokter bedah mungkin akan meminta pasien berpuasa setidaknya selama empat jam sebelum operasi. Beri tahu dokter jika ada kewajiban minum obat atau suplemen tertentu guna mengantisipasi masalah perdarahan selama operasi. Walau laparoskopi batu empedu umumnya tidak sampai membuat pasien menjalani rawat inap, tetap siapkan segala keperluan jika sampai perlu menginap. Misalnya baju dan celana ganti serta peralatan pribadi lain, termasuk kartu asuransi kesehatan bila ada. Pasien juga mesti ada pendamping untuk mengantar dan menjemput. Persiapan laparoskopi secara ringkas mencakup: Tidak makan 4 jam sebelum operasi Minum air putih boleh setidaknya 2 jam menjelang laparoskopi Mandi dengan bersih menggunakan sabun anti-bakteri Tidak mengenakan perhiasan Prosedur Operasi Batu Empedu dengan Laparoskopi Laparoskopi batu empedu berlangsung dengan anestesi sehingga pasien tidak sadar sepanjang operasi. Pemberian anestesi lewat pembuluh darah akan mengawali laparoskopi. Setelah obat bius mulai bekerja, tim bedah akan memasukkan slang pernapasan ke tenggorokan. Dokter lantas menjalankan prosedur operasi dengan membuat beberapa sayatan kecil di perut pasien. Dari salah satu sayatan, dokter mengamati lokasi batu empedu di kandung empedu menggunakan laparoskop. Lewat sayatan lain, dokter lalu mulai mengangkat kandung empedu. Dokter bedah mungkin akan menjalankan prosedur tes pencitraan, misalnya dengan sinar-X atau ultrasonografi, bila ada kemungkinan masalah lain di area sekitar kandung empedu. Seluruh prosedur ini berlangsung selama 1-2 jam. Setelah Operasi Pengangkatan Kandung Empedu Selepas menjahit bekas sayatan, tim bedah membawa pasien ke ruang pemulihan sembari menunggu efek anestesi hilang. Pasien kemudian menuju ruang perawatan untuk melanjutkan pemulihan. Operasi pengangkatan kandung empedu dengan laparoskopi tak membutuhkan pemulihan dalam waktu lama. Umumnya, pasien bisa langsung pulang pada hari yang sama. Pasien juga bisa kembali ke aktivitas rutin lebih cepat dari operasi terbuka, yakni kurang dari 2 pekan. Risiko & Efek Samping yang Mungkin Terjadi (Komplikasi) Seperti tindakan bedah lain, ada risiko dan efek samping yang mungkin terjadi dalam laparoskopi. Contohnya: Perdarahan internal Infeksi dari sayatan Luka pada area sekitar kandung empedu, seperti saluran empedu, hati, dan usus kecil Kebocoran empedu ke rongga perut Risiko terkait dengan anestesi, misalnya pembekuan darah dan pneumonia Risiko komplikasi ini terbilang jarang terjadi. Jika mengalami keluhan setelah laparoskopi batu empedu, pasien harus segera memberi tahu dokter atau tim petugas kesehatan. Ditinjau oleh: dr. Raya Henri Batubara, Sp. B-KBD Dokter Spesialis Bedah Digestif Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. webmd. com/digestive-disorders/surgery-for-gallstones#1 https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/cholecystectomy/about/pac-20384818 https://www. healthline. com/health/gallbladder-removal-laparoscopic#procedure https://medlineplus. gov/ency/article/007371. htm - Published: 2020-12-09 - Modified: 2020-12-06 - URL: https://primayahospital.com/anak/persiapan-melahirkan-anak-pertama/ - Kategori: Anak Menantikan kehadiran anak pertama menjadi momen yang tak bakal bisa terlupakan. Perasaan senang, gugup, cemas, dan bingung, semua bercampur. Apalagi ketika tiba saatnya untuk mematangkan persiapan melahirkan, tatkala hari perkiraan lahir sang buah hati sudah di depan mata. Wajar bila ayah dan bunda merasa galau dalam persiapan melahirkan anak pertama. Bahkan mereka yang menantikan kehadiran anak kedua, ketiga, atau keempat pun kadang masih merasa khawatir. Kuncinya adalah orang tua mesti bersikap positif menjelang jadwal persalinan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mengimbau rumah sakit dan tenaga kesehatan membantu agar melahirkan menjadi pengalaman positif, terutama bagi bunda. Ada setidaknya enam hal yang patut menjadi perhatian dalam persiapan melahirkan anak pertama. Keenamnya penting untuk membantu memastikan persalinan berjalan lancar. Rutin Mengikuti Senam Hamil Senam hamil merupakan latihan bagi ibu hamil yang bertujuan menguatkan serta mempertahankan elastisitas otot dan jaringan yang berkaitan dengan proses persalinan, seperti otot dinding perut, otot dasar panggul, dan ligamen. Senam hamil disarankan bagi ibu hamil saat trimester kehamilan kedua atau usia kandungan lebih dari 3 bulan. Bila senam hamil sebelum trimester kehamilan kedua, terdapat risiko abortus alias keguguran lantaran pelekatan janin pada rahim belum cukup kuat. Untuk persiapan melahirkan, bunda sebaiknya rutin mengikuti senam hamil yang diadakan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain. Bunda bisa juga melakukan senam hamil sendiri di rumah. Tapi bunga harus mengetahui dulu teknik dasarnya agar dapat menarik manfaat senam hamil secara maksimal dan tidak justru membahayakan kondisi janin. Pengetahuan tentang cara senam hamil ini bisa bunda peroleh antara lain dari rumah sakit saat mengikuti kelas. Mempelajari Bagaimana Cara Merawat Bayi Dalam persiapan melahirkan anak pertama, bunda perlu tahu juga bagaimana cara merawat bayi. Tentu pengetahuan ini bisa bunda dapatkan dari orang tua atau mertua. Tapi akan jauh lebih baik bila bunda menambah pengetahuan dengan menyempatkan diri membaca-baca soal cara merawat bayi. Dari Kementerian Kesehatan, misalnya, ada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KITA) yang bisa bunda peroleh dari posyandu atau puskesmas. Bunda juga dapat mengunduh buku ini secara online dari situs Kementerian Kesehatan. Di dalam buku itu terdapat panduan persiapan melahirkan sampai informasi cara menyusui dengan benar. Buku ini sekaligus menjadi catatan atas kesehatan bunda dan bayi yang baru lahir. Memilih Tempat Bersalin Bunda bebas menentukan hendak bersalin di mana. Yang pasti, jangan sampai lupa memilih tempat bersalin yang sesuai dengan kebutuhan dalam persiapan melahirkan anak pertama. Faktor yang penting sebagai bahan pertimbangan dalam memilih tempat bersalin antara lain: Lokasi: Pilih tempat bersalin yang dekat dengan domisili agar bisa cepat sampai ketika sudah ada tanda melahirkan. Tarif: Harus cocok dengan bujet. Fasilitas: Mesti sesuai dengan kebutuhan. Bila ada risiko dalam kehamilan, sebaiknya pilih tempat bersalin dengan fasilitas lebih memadai. Konsultasi Dengan Dokter terkait Persiapan Melahirkan Pemeriksaan kehamilan sejak trimester pertama hingga terakhir sangatlah penting, terutama untuk persiapan melahirkan anak pertama. Dalam pemeriksaan ini, bunda bisa mengetahui kondisi kehamilan, misalnya apakah ada risiko. Bunda juga dapat sekaligus bertanya-tanya kepada dokter mengenai metode persalinan serta tahap persalinan. Ada dua metode persalinan utama, yakni normal dan caesar. Dokter akan memberikan saran sesuai dengan kondisi kehamilan. Bila ada risiko, dokter akan menyarankan caesar demi keselamatan bunda dan janinnya. Adapun tahap persalinan misalnya mengenai tanda-tanda awal melahirkan. Peralatan yang Harus Dibawa ke RS Saat Bersalin Bunda sebaiknya membuat daftar peralatan yang harus dibawa ke rumah sakit ketika akan bersalin. Daftar ini memuat barang-barang yang penting bagi bunda, ayah, dan bayi yang kelak lahir, seperti: Kartu identitas Kartu asuransi/BPJS Kesehatan Pakaian ganti, termasuk pakaian dalam, untuk tiga hari Sandal Kaus kaki Bra menyusui Alat sanitasi dan mandi Alat makeup Minyak telon Dan lain-lain Pastikan semua barang ini sudah ada dalam tas yang siap dibawa ketika sudah ada tanda melahirkan. Persiapan Mental dan Fisik Sebelum Persalinan Ini persiapan melahirkan yang menentukan kelancaran persalinan. Bunda perlu menyiapkan mental dan fisik menjelang kelahiran anak pertama. Bunda bisa meminta dukungan dari ayah serta keluarga dan rajin memupuk pikiran positif. Bangun suasana hati yang baik, antara lain dengan mendengarkan lagi favorit. Mengikuti kelas persiapan melahirkan juga baik untuk mematangkan mental. Adapun persiapan fisik terkait dengan upaya menguatkan raga saat proses persalinan, terutama dengan metode normal. Bunda harus memastikan tubuh sehat walafiat saat persalinan. Selain berolahraga, bunda sebaiknya cukup beristirahat dan minum suplemen sesuai dengan saran dokter. Ditinjau oleh: dr Lazuardy Rachman, Sp. OG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. who. int/reproductivehealth/intrapartum-care/en/ https://www. nidirect. gov. uk/articles/preparing-labour https://www. healthline. com/health/pregnancy/how-much-do-you-really-need-to-prepare-for-labor https://www. kemkes. go. id/resources/download/info-terkini/BUKU%20KIA%2020_03%202016. pdf Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-12-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-hepatitis-a/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Peradangan hati akibat hepatitis A merupakan penyakit akut dan umumnya tidak berakibat fatal. Tapi hepatitis A masih menjadi penyakit endemis di Indonesia dan berbahaya bagi anak-anak, yang sistem imunnya belum matang. Gejala hepatitis A pada anak-anak kerap tidak tampak. Bila penyakit ini terus berkembang tanpa penanganan, bisa terjadi gagal hati akut yang bisa memicu fatalitas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi anak dengan vaksin hepatitis A untuk mencegah risiko itu. WHO mencatat hepatitis A menyebabkan sekitar 7. 134 kematian pada 2016 di seluruh dunia. Penyebab penyakit ini adalah virus hepatitis A yang antara lain menyebar lewat mulut. Pemicunya adalah sanitasi yang buruk dan pola hidup tidak higienis serta kurangnya air bersih. Di Indonesia, hepatitis A pernah menjadi kejadian luar biasa di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Paser, Bengkulu, Kediri, dan Sijunjung. Pemerintah turut mengimbau pencegahan penularan hepatitis A dengan imunisasi anak sesuai dengan rekomendasi WHO. Saat ini terdapat vaksin anak dan dewasa untuk mencegah hepatitis A. Apa Manfaat Imunisasi Hepatitis A Terdapat lima jenis penyakit hepatitis, yakni A, B, C, D, dan E. Sedangkan yang berstatus endemis di Indonesia adalah hepatitis A, B, dan C. Ketimbang hepatitis B dan C, hepatitis A relatif tidak membahayakan jiwa penderitanya. Tapi tetap butuh pengendalian agar tidak terjadi wabah yang bisa merugikan masyarakat secara sosial ataupun ekonomi. Imunisasi anak bermanfaat sebagai upaya pengendalian selain perilaku hidup bersih. Karena anak belum punya daya tahan tubuh yang memadai, risiko tertular virus hepatitis A lebih besar. Lewat imunisasi anak menggunakan vaksin hepatitis A, risiko penularan ke orang dewasa akan berkurang. Anak pun bisa terlindung dari infeksi virus sehingga dapat mencegah munculnya beban ekonomi dalam keluarga yang bisa terjadi jika anak harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat tertular hepatitis A. Kapan Imunisasi Dapat Diberikan? Guna mengendalikan penyebaran hepatitis A, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi imunisasi anak setelah berusia 2 tahun hingga 18 tahun. Vaksin hepatitis A bagi anak belum masuk program imunisasi wajib. Orang tua bisa mendapatkan vaksin anak di rumah sakit atau praktik dokter. Imunisasi anak menggunakan vaksin dari virus hepatitis A yang dimatikan. Pemberiannya lewat suntikan ke lengan atas. Selain vaksin bagi anak, ada anjuran pemberian imunisasi bagi orang dewasa dalam kondisi tertentu, misalnya: Hendak bepergian ke daerah endemis hepatitis A Baru kembali dari lokasi penularan hepatitis A Punya penyakit hati kronis Berbagi tempat tinggal dengan penderita hepatitis A Memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan pasien atau penelitian mengenai hepatitis A Pasien hepatitis B dan C kronis Berapa Kali Vaksin Hepatitis A Diberikan? Sesuai dengan rekomendasi IDAI, vaksin anak hepatitis A diberikan dalam 2 dosis pada periode usia 2-18 tahun. Dosis kedua diberikan dalam interval 6-12 bulan setelah dosis pertama. Sedangkan orang yang hendak pergi ke wilayah endemis hepatitis A sebaiknya menjalani imunisasi 2-4 pekan sebelum berangkat. Orang yang pernah terinfeksi virus hepatitis A tidak perlu lagi mendapat imunisasi karena sudah ada antibodi di dalam tubuhnya. Antibodi ini terbentuk dalam sistem imun dari infeksi virus yang pertama dan dapat mencegah penularan untuk kedua kalinya. Efek Samping Vaksin Hepatitis A Efek samping imunisasi anak dengan vaksin hepatitis A bersifat ringan dan sementara. Reaksi terjadi pada area penyuntikan vaksin, seperti rasa nyeri, memerah, dan bengkak. Ada pula laporan efek samping berupa sakit kepala dan demam serta kehilangan nafsu makan. Untuk mencegah efek samping yang membahayakan, imunisasi anak mesti ditunda bila sedang mengalami demam atau menderita penyakit kronis atau akut. Ditinjau oleh: dr. Tumpal Rajagukguk, MD, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. kemkes. go. id/resources/download/info-terkini/buku_saku_hepatitis_2020. pdf https://archives. who. int/vaccines/en/hepatitisa. shtml https://www. idai. or. id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-hepatitis-a-pada-anak https://www. cdc. gov/vaccinesafety/vaccines/hepatitis-a-vaccine. html - Published: 2020-12-07 - Modified: 2020-12-06 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/daftar-perlengkapan-persiapan-melahirkan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Orang tua harus membuat banyak keputusan penting untuk memastikan persiapan melahirkan berjalan lancar. Misalnya memutuskan melahirkan secara normal atau lewat operasi caesar. Soal cara melahirkan itu, dokter kandungan dapat memberi nasihat dan rekomendasi sesuai dengan hasil pemeriksaan kehamilan. Satu hal yang berada di luar kendali dokter kandungan adalah soal perlengkapan persiapan melahirkan. Memutuskan membeli dan membawa perlengkapan apa yang dibutuhkan menjelang persalinan sepenuhnya menjadi urusan orang tua dan keluarga. Ketersediaan perlengkapan ini juga penting sebagai salah satu persiapan melahirkan. Perlengkapan Melahirkan yang Perlu Dipersiapkan Para orang tua lazimnya membuat daftar perlengkapan melahirkan sebelum perkiraan hari lahir. Check list ini tidak hanya mencakup kebutuhan persiapan melahirkan ibu, tapi juga bagi bayi dan ayah yang mendampingi. Perlengkapan untuk Ibu Umumnya, rumah sakit telah menyediakan gaun khusus melahirkan dan sandal serta perlengkapan toilet standar. Ibu bisa membawa sandal sendiri yang biasa dipakai di rumah agar lebih nyaman. Perlengkapan lain yang perlu bagi ibu antara lain: Buku kontrol rumah sakit: buku ini berisi data ibu serta hasil pemeriksaan kehamilan. Rumah sakit memerlukannya untuk administrasi dan informasi bagi dokter kandungan serta perawat yang menangani persalinan. Baju khusus menyusui atau berkancing: dengan baju ini, ibu tidak akan kesusahan menyusui bayi setelah melahirkan. Bra khusus menyusui: bra ini juga membantu ibu memberikan susu kepada bayi dengan lebih mudah. Pembalut nifas: agar ibu nyaman pasca-persalinan. Breastpad: mencegah baju basah karena ASI merembes keluar. Perlengkapan mandi: sabun, sampo, sikat dan pasta gigi, deodoran, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan. Kacamata: jika ibu mengenakan kacamata untuk membantu penglihatan. Korset atau stagen: untuk mengurangi rasa nyeri pada perut serta mengencangkan kembali kulit perut pasca-persalinan. Air minum dalam botol isi ulang: untuk mencegah dehidrasi saat dan sesudah persalinan. Charger handphone: supaya bisa terus berkomunikasi lewat telepon seluler. Gadget: misalnya pemutar lagu, e-book reader, atau apa pun bagi yang perlu untuk mengisi waktu luang dan membuat nyaman. Perlengkapan untuk Bayi Rumah sakit juga menyediakan perlengkapan persiapan melahirkan standar untuk bayi, seperti tisu, popok, dan selimut. Orang tua perlu membawa perlengkapan lain, misalnya: Topi: supaya kepala bayi tidak kedinginan. Popok: untuk mengganti popok ketika di kamar perawatan bersama ibu. Sarung tangan dan kaus kaki: kuku bayi bisa melukai kulit sehingga perlu sarung tangan. Kaus kaki agar bayi merasa hangat. Kaus lengan panjang dan celana panjang: untuk dipakai bayi saat pulang dari rumah sakit. Jumper/baju kodok: agar mudah mengganti popok. Bedong: supaya bayi merasa hangat. Minyak telon: menjaga bayi tetap hangat. Kain lap: buat mengelap ASI atau lainnya. Perlengkapan untuk Ayah Ayah juga berperan penting dalam persiapan melahirkan ibu. Berikut ini daftar perlengkapan yang penting: Kartu identitas: untuk proses pendaftaran persalinan dan administrasi. Uang tunai atau kartu debit/kredit: guna membayar biaya persalinan, termasuk deposit. Kartu BPJS Kesehatan: bila ibu melahirkan memakai BPJS Kesehatan atau program jaminan kesehatan lain, siapkan kartunya untuk administrasi. Ponsel dan charger: supaya mudah berkomunikasi dengan anggota keluarga. Snack dan air minum: sebagai bekal saat menunggui persalinan hingga di kamar perawatan. Bantal: untuk tidur di rumah sakit agar lebih nyaman. Selimut atau jaket: agar tidak kedinginan saat mendampingi ibu melahirkan. Gadget: sebagai hiburan sembari menanti persalinan. Siapkan barang-barang perlengkapan ini di dalam tas khusus ketika usia kehamilan memasuki 37 minggu. Hari perkiraan lahir biasanya sekitar usia 40 minggu, tapi bisa lebih cepat. Taruh tas berisi perlengkapan melahirkan itu di dekat pintu atau bisa juga di dalam mobil agar tak tertinggal. Persiapan ini tak hanya penting bagi ibu yang berencana melahirkan secara normal, tapi juga lewat operasi caesar. Sebab, tanda-tanda awal persalinan bisa saja muncul sebelum jadwal operasi. Ditinjau oleh: dr Renny Lestari Sp. OG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://medlineplus. gov/ency/patientinstructions/000543. htm https://www. babycenter. com/pregnancy/your-body/packing-for-the-hospital-or-birth-center_185 - Published: 2020-12-06 - Modified: 2020-12-06 - URL: https://primayahospital.com/gigi/kelainan-tumbuh-kembang-gigi-anak/ - Kategori: Gigi Pertumbuhan dan perkembangan gigi secara spesifik dikenali dengan adanya proses munculnya gigi sulung atau yang biasa disebut gigi susu keluar dari gusi, padahal sebenarnya proses pertumbuhan gigi sudah dimulai saat janin berada dalam kandungan. Proses pertumbuhan dan perkembangan gigi merupakan proses fisiologi yang normal. Akan tetapi bisa menjadi tidak normal ketika terjadi gangguan pada proses tersebut, banyak faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan gigi pada anak diantaranya faktor genetik, trauma, riwayat saat kehamilan ibu, nutrisi ibu saat hamil dan lain sebagainya. Beberapa kelainan tumbuh dan perkembangan gigi yang sering muncul pada anak diantaranya yaitu : gigi berlebih Gigi Berlebih Kelainan tumbuh gigi ini terjadi akibat berlanjutnya proses pembentukan gigi yang berlebihan, kecenderungan ini biasanya diturunkan secara genetik. Tampak adanya gigi tambahan yang bentuk umumnya merupakan duplikat gigi sebelahnya. Apabila menyebabkan gangguan sebaiknya dibawa ke dokter gigi untuk dilakukan tindakan pencabutan. fusi gigi Fusi Gigi Gigi yang mengalami fusi tampak seperti dua gigi yang menjadi satu, tetapi mempunyai dua akar, hal ini diakibatkan dari penggabungan saat pembentukan gigi, sehingga mahkota gigi nampak menyatu germinasi gigi Germinasi Gigi Gigi dengan satu akar tetapi memiliki dua mahkota lengkap maupun tidak lengkap yang terpisah. Penyebabnya bisa genetik ataupun faktor lokal dan sistemik lainnya. Amelogenesis imperfecta Amelogenesis Imperfecta Suatu kondisi dimana gigi hanya dilapisi selapis tipis email sehingga berwarna king kecoklatan yang disebabkan oleh faktor genetik. Terapinya bisa dilakukan penambalan untuk memperbaiki estetik dari gigi tersebut. Diskolorisasi gigi Diskolorisasi Gigi Bayi yang lahir prematur memiliki bilirubin yang tinggi, sehingga beresiko terkena penyakit kuning. Kondisi ini mengakibatkan gigi mengalami perubahan warna yang disebut green teeth. Diskolorisasi gigi dapat terjadi juga pada ibu yang semasa hamil memgkonsumsi antibiotik tetrasiklin secara berlebih sehingga mengakibatkan gigi anak tampak berwarna kuning sampai kecoklatan. Narasumber: drg. Ary Shinta A, SpKGA Dokter Gigi Primaya Hospital Bekasi Utara Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-12-04 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/anak/memilih-tempat-imunisasi-anak/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Pandemi Covid-19 membuat banyak hal penting bagi masyarakat terganggu, termasuk imunisasi anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan program imunisasi terhadang pandemi sehingga berpotensi memunculkan masalah baru, yakni wabah penyakit yang sebenarnya bisa tertanggulangi lewat imunisasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan bisa muncul wabah campak dan rubela akibat terhalangnya program imunisasi anak. Campak sangat mudah menular layaknya Covid-19. Menurut IDAI, satu penderita campak bahkan bisa menulari hingga 18 orang dan dropletnya dapat menjangkau jarak 6 meter lebih. Ada pula ancaman wabah difteri yang sangat berbahaya. Anak bakal sulit bernapas bila terkena difteri. Bahkan, dalam kondisi lebih parah, anak sama sekali tak bisa bernapas sehingga dokter harus membuat lubang pada lehernya. Imunisasi anak dapat mencegah risiko tersebut. IDAI telah mengeluarkan panduan bagi orang tua dan pelaksana imunisasi untuk menjalankan program imunisasi anak selama pandemi. Imunisasi boleh telat, tapi jangan sampai terlewat. Kementerian Kesehatan pun sudah membuat protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid, termasuk soal tempat imunisasi anak. Tempat imunisasi menjadi faktor penting yang mesti menjadi perhatian orang tua. Terlebih bila lokasi tempat tinggalnya masuk zona merah alias memiliki kasus positif Covid-19 yang teramat banyak. Berikut ini tips memilih tempat imunisasi anak saat pandemi: Imunisasi di Layanan Kesehatan Tempat imunisasi anak bisa di klinik atau rumah sakit. Klinik adalah pilihan terbaik karena sudah pasti tak merawat pasien Covid. Tapi tetap harus memandang apakah penerapan protokol kesehatan oleh pengelola klinik tersebut sudah benar dan ketat. Rumah sakit juga bisa menjadi pilihan, terutama yang memiliki prosedur ketat dan membedakan jalur antara pasien biasa dan imunisasi anak. Dengan begitu, tidak akan ada pertemuan antara anak dan pasien biasa di rumah sakit. Ruangan layanan kesehatan atau tempat layanan imunisasi lebih baik dipisah dengan ruangan pasien yang sedang sakit. Untuk imunisasi tetap melakukan penerapan protokol kesehatan salah satunya dengan cara mengatur jadwal kedatangan atau membuat janji terlebih dahulu, lalu menyediakan handsanitizer dan tempat mencuci tangan dengan air mengalir. Cari Lokasi yang Dekat Rumah Makin dekat tempat imunisasi anak, risiko penularan makin kecil. Sebab, orang tua dan anak tak perlu berlama-lama di luar rumah baik untuk menuju maupun pulang dari lokasi imunisasi. Ini terutama penting buat orang tua yang menggunakan transportasi umum untuk mengantar anak imunisasi. Risiko penularan juga akan lebih kecil jika pengantar anak hanya satu orang. Tak perlu kedua orang tuanya. Tetap Menggunakan Masker Sesuai Protokol Kesehatan Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menegaskan perlunya langkah 3M untuk mencegah penularan Covid: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ikuti langkah protokol kesehatan ini saat imunisasi anak. Anak mungkin merasa tidak nyaman mengenakan masker. Orang tua bisa menggantinya dengan pelindung wajah atau face shield. Yang penting, selalu patuhi protokol kesehatan sejak berangkat hingga pulang dari tempat imunisasi. Saat ini banyak rumah sakit yang telah beradaptasi dengan situasi pandemi. Ada sederet mekanisme baru tercipta untuk melindungi pasien dari risiko tertular virus corona. Dalam soal imunisasi anak, ada prosedur vaksinasi drive-thru oleh beberapa rumah sakit. Sejumlah klinik juga menawarkan cara imunisasi ini. Layaknya membeli makanan di restoran cepat saji, orang tua dan anak tak perlu masuk ke ruang praktik dokter untuk imunisasi anak. Dokter akan memberikan vaksin di luar. Tapi orang tua harus mendaftar dulu untuk mendapatkan layanan ini. Sejumlah dokter rumah sakit mewajibkan pertemuan tatap muka sekali saja sebelum imunisasi. Setelah itu, konsultasi bisa berjalan secara virtual. Narasumber: dr. Enny Karyani, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Betang Pambelum - Published: 2020-12-03 - Modified: 2020-11-26 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/melahirkan-lotus-birth/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Para orang tua lazimnya ingin memberikan yang terbaik untuk putra dan putrinya. Niat itu bahkan sudah ada sejak masa kehamilan. Beberapa orang tua hendak menunjukkan niat tersebut dengan memilih persiapan melahirkan menggunakan metode lotus birth. Orang tua tersebut percaya bahwa lotus birth memberikan manfaat besar buat sang buah hati. Namun metode ini bukannya tanpa risiko. Kementerian Kesehatan pun tidak merekomendasikan persiapan melahirkan dengan metode lotus birth. Di Inggris, Royal College of Obstetricians and Gynaecologists juga menaruh perhatian besar pada metode lotus birth yang tengah menjadi tren. Setiap orang tua bebas memilih persiapan melahirkan dengan metode apa pun. Meski begitu, bila hendak memilih metode lotus birth, orang tua harus memahami benar bagaimana pelaksanaannya. Begitu juga risiko yang mungkin muncul dan cara mencegahnya. Apa Itu Metode Lotus Birth Metode melahirkan lotus birth adalah persalinan tanpa memutus tali pusat begitu bayi lahir. Metode ini erat kaitannya dengan kepercayaan bahwa tali pusat mesti putus secara alami dari plasenta. Orang yang pertama kali mempraktikkannya adalah Claire Lotus Day pada 1974 di Amerika Serikat. Ide persiapan melahirkan dengan metode lotus birth terinspirasi dari observasi Claire terhadap simpanse yang tidak memotong tali pusat anaknya seusai persalinan. Perbedaan Metode Lotus Birth dengan Cara Melahirkan Biasanya Proses persalinan metode lotus birth dan cara melahirkan normal biasa tak ada bedanya. Perbedaan terletak pada proses setelahnya, yakni ketika bayi sudah lahir. Pada persalinan biasa, dokter akan memotong tali pusat sesudah bayi lahir. Sedangkan dengan metode lotus birth, tali pusat tetap menempel pada plasenta. Badan Organisasi Dunia (WHO) merekomendasikan pemotongan tali pusat pada bayi yang baru lahir. Tapi pemotongan menunggu 1-3 menit seusai persalinan, tidak dengan segera. Penundaan pemotongan tali pusat ini bermanfaat bagi kebutuhan nutrisi dan kesehatan bayi baru lahir. Manfaat Melahirkan dengan Metode Lotus Birth Hingga kini, belum ada hasil penelitian ilmiah mengenai manfaat melahirkan dengan metode lotus birth. Adapun praktisi lotus birth percaya adanya beberapa manfaat berikut ini: Lebih menenangkan bayi yang baru keluar dari rahim Meningkatkan nutrisi dan darah dari plasenta bagi bayi Mengurangi risiko luka pada pusar bayi Risiko Menjalani Metode Lotus Birth Terlepas dari manfaatnya, harus ada persiapan melahirkan yang matang karena ada risiko infeksi dari metode lotus birth. Dokter umumnya memperingatkan akan adanya infeksi bakteri. Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap penyakit. Sistem kekebalan tubuhnya pun belum berkembang. Dengan tidak memotong tali pusat, mikroorganisme di sekitarnya bisa menyerang jaringan plasenta yang telah mati dan menempel di sana. Tali pusat yang terlalu lama melekat pada bayi seusai kelahiran akan meningkatkan risiko infeksi. Infeksi itu bisa menyebabkan masalah kesehatan pada bayi. Meski demikian, penelitian tentang metode lotus birth masih terbatas. Butuh lebih banyak riset untuk memastikan risikonya. Apa yang Perlu Dipersiapkan dan Tips Sebelum Menjalani Proses Melahirkan Persiapan melahirkan dengan metode lotus birth tak jauh berbeda dengan proses melahirkan biasa. Ibu hamil tetap harus memeriksakan kehamilan dan berolahraga agar persalinan lancar. Yang utama adalah memilih dokter yang punya pengalaman dengan metode lotus birth. Persiapan lainnya termasuk menyediakan wadah plasenta yang aman sembari menunggu tali pusat putus dengan sendirinya. Ibu tetap bisa menyusui langsung dengan tali pusat tetap menempel pada plasenta. Plasenta juga butuh perawatan khusus karena telah menjadi jaringan mati sehingga bisa membusuk. Misalnya dengan memberikan garam dan minyak esensial. Dalam metode lotus birth, tali pusat akan putus dalam waktu 3-10 hari. Bila mendapati masalah selama proses itu, misalnya area di sekitar tali pusat membengkak dan memerah hingga bayi rewel serta susah minum air susu ibu, sebaiknya segera datangi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ditinjau oleh: dr. Risma Maharani, SpOG, MKes Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. pregnancy. com. au/birth/lotus-birth/ https://parenting. firstcry. com/articles/lotus-birth-benefits-and-risks/ https://web. archive. org/web/20170322221453/https://www. rcog. org. uk/en/news/rcog-statement-on-umbilical-non-severance-or-lotus-birth https://www. who. int/elena/titles/full_recommendations/cord_clamping/en/ - Published: 2020-12-02 - Modified: 2020-11-26 - URL: https://primayahospital.com/gigi/kawat-gigi/ - Kategori: Gigi Kawat gigi merupakan salah satu jenis perawatan Orthodonti yang dilakukan oleh dokter gigi spesialis Ortodonti. Kawat gigi digunakan untuk memperbaiki susunan gigi, memperbaiki posisi gigitan yang tidak benar, menutup ruang antar gigi, dan membuat gigi dan bibir berada dalam posisi yang baik sehingga tercipta estetika wajah yang baik. Gigi dengan susunan yang berantakan menyulitkan dalam pembersihannya sehingga lebih beresiko untuk gigi hilang lebih awal akibat berlubang atau penyakit pada jaringan pendukung gigi yang bisa menyebabkan gigi goyang. Terdapat beberapa pilihan perawatan kawat gigi baik yang bisa dilepas maupun tidak. Namun, semuanya memiliki prinsip yang sama, yaitu memberikan tekanan optimal sehingga gigi bergerak perlahan hingga didapatkan posisi yang diinginkan. Berikut adalah beberapa jenis dari banyak perawatan kawat gigi yang tersedia: Kawat Gigi Metal Behel metal ini merupakan perawatan yang paling sering digunakan. Terdiri dari 3 komponen, yaitu bracket, kawat, dan karet. Bracket metal dilekatkan ke gigi dan berfungsi sebagai penjangkaran. Kemudian kawat gigi dipasangkan pada bracket dan “diikat” dengan menggunakan karet. Kawat Gigi Damon Behel damon merupakan alat yang “self ligating”, artinya tidak membutuhkan karet untuk melekatkan kawat ke bracketnya. Dengan efisiensinya, alat ini dapat membuat gigi bergerak lebih cepat dan teratur kearah yang diinginkan, sehingga waktu perawatannya bisa lebih singkat. Bracket damon juga lebih bagus secara estetis karena warna bracketnya hampir menyerupai gigi sehingga tidak terlalu menarik perhatian. Clear Aligner Clear aligner adalah satu set cetakan gigi custom dari plastic bening yang berfungsi untuk menggerakkan gigi anda hingga didapatkan susunan yang harmonis. Sekitar 2x sebulan, pasien akan mengganti clear aligner yang baru, dan terus berulang hingga dihasilkan susunan gigi sesuai dengan yang diharapkan. Clear aligner dapat dilepas saat makan, menyikat gigi, dan flossing. Lingual braces Behel lingual, behel tak terlihat, merupakan behel yang diletakkan di sisi dalam gigi (sisi gigi yang menghadap ke lidah dan langit-langit), dan merupakan pilihan yang sesuai untuk orang yang sangat perhatian pada penampilannya. Sama seperti behel metal, gigi digerakkan dengan memberikan tekanan optimal. Retainer Retainer merupakan alat ortodonti lepasan yang digunakan setiap selesai perawatan orto cekat. Retainer sangat berperan dalam menjaga gigi agar tidak kembali berantakan setelah behel dilepas. Pemakaiannya wajib digunakan sepanjang hari selama 3-6 bulan untuk mencegah gigi kembali berantakan. Narasumber: Drg. Thalita Audi Primaya Hospital Bekasi Timur Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-12-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/sebelum-kateterisasi-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Kateterisasi jantung adalah prosedur medis yang dijalankan dokter spesialis jantung dan timnya untuk mengevaluasi fungsi jantung dan mendiagnosis kondisi kardiovaskular. Sebuah alat bernama kateter berupa tabung tipis dimasukkan ke pembuluh darah yang mengarah ke jantung dengan bantuan sinar-X. Pembuluh darah arteri atau vena yang dimasuki kateter dipilih yang berada di lengan atau pangkal paha. Kondisi Dilarang Melakukan Kateterisasi Jantung Tak ada kontraindikasi definitif yang absolut dalam kateter jantung. Sebagian besar kontraindikasi bersifat relatif, tergantung prosedur dan komorbiditas pasien. Bila risiko komplikasi dipandang lebih besar, dokter akan menjalankan prosedur alternatif. Adapun beberapa kondisi pasien yang terlarang menjalani kateterisasi jantung atau boleh tapi dengan persyaratan tertentu antara lain: Ada gangguan pembekuan darah Gagal ginjal akut Ada masalah irama detak jantung (aritmia) Mengalami infeksi Tekanan darah tinggi tak terkendali Alergi terhadap cairan pewarna kontras Punya riwayat stroke Kekurangan zat besi/kurang darah Gangguan elektrolit Ada masalah saluran pencernaan Berapa Lama Kateterisasi Jantung Bertahan? Kateterisasi jantung dilakukan di laboratorium khusus. Prosedur ini umumnya berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam. Namun persiapan sebelum hingga pemulihannya bisa memakan waktu hingga 8-9 jam. Pasien harus menginap di rumah sakit setidaknya semalam untuk menjalani pemulihan. Apa yang Terjadi Selama Kateterisasi Jantung? Pasien kateterisasi jantung harus berpuasa selama 6-8 jam sebelumnya. Sebelum prosedur berlangsung, pasien akan dibius lokal supaya tak merasakan sakit tapi tetap terjaga. Prosedur kateterisasi umumnya seperti berikut ini: Pasien melepaskan perhiasan atau aksesori lain yang bisa mengganggu prosedur. Pasien mengenakan baju khusus dari rumah sakit. Tim dokter mungkin perlu mencukur area yang akan dimasuki kateter. Pasien berbaring di meja operasi. Elektrokardiogram untuk memonitor kondisi jantung dihubungkan. Dokter menyuntikkan bius ke area kulit yang akan dimasuki kateter. Pasien mungkin akan merasa seperti digigit semut di area itu. Dokter memasukkan kateter ke arteri atau vena lalu mengarahkannya ke jantung. Setelah kateter masuk, dokter menyuntikkan cairan kontras untuk memvisualkan jantung dan arteri. Gambar jantung dari sinar-X akan dihasilkan. Tergantung kondisi, dokter mungkin menjalankan prosedur untuk mengatasi penyempitan arteri, termasuk dengan memasang ring jantung. Apa yang Terjadi Setelah Kateterisasi Jantung? Pasien kateterisasi jantung akan dibawa ke ruang pemulihan atau kamar rawat inap seusai prosedur. Pasien harus berbaring selama beberapa jam dan perawat akan memantau secara berkala. Pasien harus memberi tahu perawat jika merasakan sakit atau sesak pada dada atau keluhan lain. Mungkin akan muncul keinginan berkemih karena efek pewarna kontras. Mintalah bantuan jika merasa sulit berkemih sendirian. Setelah bedrest, pasien bisa makan makanan ringan. Sebaiknya segera minum yang banyak untuk menghilangkan pewarna kontras di dalam tubuh. Sebelum dibolehkan pulang, dokter akan memeriksa kondisi pasien dan mendiskusikan soal pola makan, aktivitas fisik, dan prosedur selanjutnya. Hasil Kateter Jantung dan Perawatan Rumah Dokter akan memberitahukan hasil kateterisasi jantung, termasuk apa yang mereka temukan saat prosedur berlangsung. Dokter sekaligus memberi informasi seputar perawatan di rumah untuk mempercepat pemulihan dan pencegahan risiko. Hasil kateterisasi jantung bergantung pada prosedur yang dijalankan dokter sesuai dengan diagnosis. Perawatan pasien di rumah mungkin melibatkan obat-obatan yang harus dikonsumsi secara rutin. Begitu pula perubahan gaya hidup yang harus dilakukan demi kesehatan jantung. Ditinjau oleh: dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. JP (K), FIHA Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. heart. org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/cardiac-catheterization https://www. webmd. com/heart-disease/guide/cardiac-catheterization1#1 https://pubmed. ncbi. nlm. nih. gov/26673558/ - Published: 2020-11-30 - Modified: 2020-11-26 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perkembangan-janin-terhambat-apa-yang-harus-dilakukan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Ibu hamil wajib senantiasa mewaspadai tanda dan gejala perkembangan janin terhambat. Salah satu tanda kondisi ini adalah bobot bayi dalam kandungan lebih kecil daripada bobot ideal sesuai dengan usia kehamilan. Dunia kedokteran mengenal kondisi perkembangan janin terhambat dengan nama intrauterine growth restriction (IUGR). IUGR dapat bermula kapan pun selama masa kehamilan. Janin yang perkembangannya terhambat berpotensi mengalami masalah selama dalam kandungan hingga nantinya setelah persalinan. Masalah ini juga bisa berlanjut hingga mereka tumbuh besar. Ketika perkembangan janin terhambat, pertumbuhan organ, jaringan, dan selnya turut terganggu. Ukuran bayi ketika lahir pun akan lebih kecil dari normalnya. Meski demikian, tidak semua bayi yang lahir dengan bobot kecil pasti mengalami IUGR. Karena itulah ibu hamil perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan setidaknya empat kali selama masa kehamilan. Gejala Perkembangan Janin Terhambat Ada dua tipe kondisi perkembangan janin terhambat, yaitu: Simetris/primer: ukuran organ janin lebih kecil dari seharusnya, terjadi pada 20-30 persen dari total kasus IUGR. Asimetris/sekunder: ukuran kepala dan otak normal, namun perut kurang. Kebanyakan terjadi pada usia kehamilan trimester ketiga. Sebanyak 70-80 persen dari total kasus IUGR bertipe asimetris. Gejala utama perkembangan janin terhambat dari dua tipe tersebut adalah ukuran janin yang lebih kecil dari angka ideal. Dalam pemeriksaan kehamilan, dokter memperkirakan ukuran janin dengan mengukur tinggi fundus pada ibu hamil atau jarak dari tulang panggul ke bagian teratas perut. Pengukuran bisa memakai ultrasonografi (USG) atau cara manual dengan berbaring di tempat tidur. Ketika usia kehamilan 12 minggu, normalnya ukuran tinggi fundus 10-14 sentimeter. Ketika sudah 20 minggu, tinggi fundus sama dengan umur kehamilan. Sedangkan saat usia kehamilan 35 minggu, ukurannya bisa lebih kecil sekitar 3-4 sentimeter. Dokter akan menjalankan tes lain untuk mengkonfirmasi adanya gejala perkembangan janin terhambat, termasuk dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG membantu dokter mengukur kepala, perut, lengan, dan kaki janin secara lebih akurat. Dokter lantas menggunakan hasil pengukuran itu untuk menghitung perkiraan berat badan bayi. Dari situ, dokter membandingkan bobot tersebut dengan bobot rata-rata bayi pada usia kehamilan yang sama pada tabel pertumbuhan. Jika sudah ada gejala perkembangan janin terhambat, dokter bisa meminta ibu hamil menjalani tes darah dan serangkaian pemeriksaan lain untuk menegakkan diagnosis. Perawatan yang Diperlukan Ibu hamil yang tampaknya sehat tidak selalu menandakan perkembangan janin berjalan lancar. Ada faktor lain yang bisa menjadi penyebab perkembangan janin terhambat, seperti gangguan genetik, kondisi plasenta, infeksi, dan sosio-ekonomi. Perlu pemeriksaan dokter untuk menilai pertumbuhan janin dalam kandungan. Jika sudah ada diagnosis perkembangan janin terhambat, ibu hamil memerlukan penanganan lebih lanjut baik secara mandiri maupun dengan bantuan medis di rumah sakit. Salah satunya dengan menghentikan segala kebiasaan buruk yang berbahaya bagi kesehatan ibu ataupun bayi dalam kandungan. Misalnya berhenti merokok. Ibu juga mesti lebih banyak mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Namun, dalam sejumlah kasus, perubahan kebiasaan dan pola konsumsi ibu tak bisa mempengaruhi bobot janin. Bila ini yang terjadi, dokter akan lebih memfokuskan penanganan pada kondisi janin. Tujuannya adalah menjaga kelangsungan kehamilan seaman mungkin hingga waktunya persalinan. Bila sudah menjelang atau memasuki masa persalinan, dokter juga mungkin meminta ibu hamil menjalani rawat inap agar bisa lebih intensif memantau kondisinya. Dokter akan segera menjalankan prosedur persalinan bila menilai IUGR kian membahayakan, termasuk dengan induksi ataupun operasi caesar. Ditinjau oleh: dr. Enricko Michael S. D. , M. Biomed, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. webmd. com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction#1 https://www. sciencedirect. com/science/article/pii/B9781416000396500124 - Published: 2020-11-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/dokter-spesialis-kandungan/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Bagi ibu hamil, bertemu dengan dokter spesialis kandungan akan menjadi momen yang mendebarkan sekaligus menyenangkan. Dokter akan memeriksa kandungan dan memberikan informasi hasil pemeriksaan serta nasihat medis untuk menjaga kandungan tetap sehat. Begitu pula para orang tua yang mendambakan kehadiran buah hati. Dokter kandungan bisa membantu upaya orang tua memiliki anak dengan berbagai cara medis. Apa itu Dokter Spesialis Kandungan Dokter spesialis kandungan adalah dokter yang memiliki spesialisasi pada perawatan kesehatan reproduksi wanita serta kehamilan dan persalinan. Orang mengenal dokter kandungan sebagai ob-gyn, singkatan dari obstetrician-gynecologist (kebidanan dan ginekologi). Dokter kandungan berbeda dengan bidan meski lingkup kerjanya beririsan. Setelah mengambil spesialisasi kebidanan dan ginekologi, dokter kandungan bisa memilih salah satu bidang atau mempraktikkan keduanya. Ginekologi: tidak membantu persalinan dan memeriksa ibu hamil. Mereka hanya menangani penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Kebidanan: hanya menangani masalah kesehatan seputar kehamilan. Kebanyakan dokter obgyn berpraktik secara umum. Tapi ada juga yang mengambil subspesialis, antara lain: Endokrin dan infertilitas: menangani masalah terkait dengan kesuburan yang menghambat kehamilan. Fetomaternal: fokusnya adalah kehamilan berisiko tinggi Bedah rekonstruksi panggul/uroginekologi: menjalankan operasi untuk mengobati gangguan kesehatan pada sistem reproduksi perempuan, termasuk panggul dan saluran kemih Onkologi: menangani kanker pada sistem reproduksi perempuan. Penyakit Apa Saja yang Dapat Ditangani Oleh Dokter Spesialis Kandungan Dokter spesialis kandungan menangani masalah kesehatan yang sangat penting dalam kehidupan. Selain memeriksa kehamilan dan membantu persalinan, dokter kandungan bisa menangani: Pengendalian kehamilan Menopause Infeksi saluran kemih Masalah pada panggul Infeksi kelamin Kanker Ginekologi remaja Masalah perilaku Endokrinologi Infertilitas Ginekologi operatif Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Tergantung kondisi pasien, dokter spesialis kandungan dapat melakukan berbagai tindakan medis yang dibutuhkan. Tindakan itu mencakup pencegahan, manajemen masalah, diagnosis, dan perawatan. Dokter kandungan antara lain terlatih menjalankan prosedur berikut ini. Persalinan (normal ataupun operasi caesar) Histerektomi (pengangkatan rahim) Pengangkatan jaringan tak normal seperti kista dan fibroid Operasi panggul Pap smear Ultrasonografi Perawatan dan konsultasi kesuburan Mammogram Biopsi Kuret dan dilasi Sterilisasi Pembuahan in vitro (bayi tabung) Kapan Saya Harus ke Dokter Kandungan? Ibu hamil sebaiknya menemui dokter spesialis kandungan setidaknya sekali pada trimester kehamilan pertama dan masing-masing dua kali pada trimester selanjutnya. Tujuannya adalah memeriksakan kandungan dan menyiapkan persalinan, termasuk melakukan intervensi jika mendapati ada masalah kehamilan. Demikian pula jika ada dugaan infertilitas yang ditandai dengan tak kunjung terjadi kehamilan setelah pasangan suami-istri rutin bersanggama dua hingga tiga kali sepekan tanpa kontrasepsi selama 12 bulan. Adapun di luar masalah kebidanan, seseorang perlu menemui dokter kandungan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan. Misalnya hendak memeriksakan keluhan seputar masalah reproduksi, termasuk jika ada infeksi pada area reproduksi serta ada faktor risiko kanker. Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum ke Dokter di Tengah Covid-19? Untuk menemui dokter spesialis kandungan, sebaiknya bikin janji dulu tanpa harus datang ke rumah sakit. Manfaatkan fasilitas pendaftaran online yang tersedia baik lewat telepon maupun situs atau aplikasi rumah sakit. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 karena ibu hamil tergolong rentan. Untuk menghindari keramaian di rumah sakit, pilih kedatangan pada hari kerja atau selain akhir pekan. Jangan lupa mengenakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan. Ditinjau oleh: dr. Sita Daniswati Utari,SpOG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. medicalnewstoday. com/articles/324292#what-areas-do-they-specialize-in https://www. webmd. com/women/guide/what-to-expect-from-an-ob-gyn-visit#1 https://www. healthline. com/find-care/articles/obgyns/what-is-an-obgyn#procedures - Published: 2020-11-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/jenis-jenis-tes-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Diagnosis Covid-19 dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan adanya virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh pasien. Saat ini beberapa jenis metode pemeriksaan digunakan untuk menegakkan diagnosis Covid -19, diantaranya pemeriksaan rapid dan PCR. Banyaknya tes Covid-19 di media massa, wajar jika masyarakat awam merasa kebingungan dengan beragam tes itu dan apa saja perbedaannya. WHO merekomendasikan pemeriksaan molekuler untuk pasien yang terduga terinfeksi COVID_19. Metode yang dianjurkan adalah metode deteksi molekuler/NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) seperti pemeriksaan RT-PCR (Real Time PCR). Jenis tes ini memeriksa material genetik virus dalam tubuh. Untuk pemeriksaan rapid terdapat pemeriksaan rapid antibodi, rapid antigen dan pemeriksaan TCM (Test Cepat Molekuler). Pemeriksaan rapid ini maksudnya dalah pemeriksaan yang dapat dikerjakan dengan cepat, paling lama 1 jam. Jenis-jenis tes Covid-19 tersebut masih dalam pengembangan. Para peneliti pun terus memantau efektivitas semua tes dalam upaya deteksi Covid-19. Penyakit ini tergolong baru,maka tak mengherankan kerap muncul informasi baru mengenai penyakit itu, termasuk gejala dan jenis tesnya. Kementerian Kesehatan dulu gencar melakukan rapid antibodi dalam rangka menyaring individu yang diduga terpapar corona sekaligus memantau laju penularan Covid-19. Kini, tes rapid antigen yang lebih ramai sebagai topik pembahasan karena hasilnya lebih akurat ketimbang rapid antibodi menurut sejumlah penelitian. Perbedaan RT-PCR, TCM, Swab Antigen, dan Rapid Antibodi Masyarakat perlu memahami beberapa jenis tes Covid-19 saat ini, terutama perbedaannya. Berikut ini poin perbedaan tes RT-PCR, TCM, rapid antigen, dan rapid test antibodi. Metode Metode pemeriksaanya tergantung target apa yang akan diperiksa ( material genetik atau RNA dan protein virus ) Apabila materi genetik atau RNA yang akan dicari maka pemeriksaannya menggunakan RT-PCR atau TCM. Apabila protein virus yang dicari maka pemeriksaan yang dilakukan adalah tes antigen dan antibodi Sampel RT-PCR: spesimen saluran pernapasan (swab hidung, tenggorok, dahak dll), tinja. TCM : swab pangkal hidung dan tenggorok. Rapid antigen: swab pangkal hidung dan tenggorok Rapid antibodi: darah dari ujung jari atau lengan. Durasi pemeriksaan RT-PCR: bisa berhari-hari, tergantung antrean sampel yang menjalani pemeriksaan TCM : minimal 45-60 menit. Rapid antigen : maksimal 60-90 menit Rapid antibodi: minimal 10-15 menit Biaya RT-PCR: paling tinggi, pemerintah mematok maksimal Rp 900 ribu Rapid antigen: bervariasi, mulai dari Rp 100 ribuan Rapid antibodi: pemerintah menetapkan maksimal Rp 150 ribu Tujuan RT-PCR : penegakan diagnosis Rapid antigen,dan rapid antibodi: skrining, tidak digunakan untuk diagnostik. Mana yang Lebih Akurat? Dari semua jenis tes Covid-19 tersebut, yang paling akurat adalah RT-PCR. Tes ini menjadi standar penegakan diagnosis di negara mana pun sesuai dengan rekomendasi WHO. Namun biaya yang tinggi dan keterbatasan peralatan serta tenaga profesional sering menjadi kendala untuk melaksanakan tes RT- PCR. Selain itu, seperti tes standar lain, tetap ada kemungkinan ketidakakuratan dalam pemeriksaan. Akurasi tes Covid-19 bergantung pada sejumlah hal. Yang paling utama adalah kesesuaian metode pemeriksaan dengan prosedur, termasuk keahlian tenaga kesehatan yang melakukan tes. Individu yang telah menjalani rapid antigen, atau rapid antibodi masih memerlukan tes PCR untuk mengkonfirmasi apakah dirinya positif atau negatif Covid-19. Ditinjau oleh: dr. Nita Nurhidayati, Sp. MK Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. fda. gov/consumers/consumer-updates/coronavirus-testing-basics https://www. medicaldevice-network. com/features/types-of-covid-19-test-antibody-pcr-antigen/ https://scdhec. gov/covid19/covid-19-testing-type-information Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Juli 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID -19) - Published: 2020-11-26 - Modified: 2020-11-24 - URL: https://primayahospital.com/anak/ciri-asi-basi/ - Kategori: Anak Apakah bunda tahu ciri asi basi? Banyak ibu yang sekaligus berstatus wanita karier memilih memerah air susu agar program ASI eksklusif tuntas. Ini cara yang tepat demi menyiasati terbatasnya kontak dengan bayi karena ibu harus bekerja. Dengan begitu, ASI eksklusif tetap berjalan dan baik ibu maupun bayi sama-sama mendapatkan manfaatnya. ASI eksklusif memiliki banyak keunggulan. Tapi jangan sampai merasa “sayang” untuk membuang air susu ibu perahan jika memang sudah tak layak konsumsi. ASI eksklusif yang kedaluwarsa atau basi telah berkurang kandungan nutrisinya sehingga bayi tak menerima manfaat yang seharusnya. Dalam jangka panjang, ASI basi bisa membahayakan kesehatan bayi. Karena itu, para orang tua mesti memahami bagaimana cara menyimpan ASI yang benar dan berapa lama daya tahannya. Daya Tahan ASI Sesuai Cara Menyimpannya Berapa lama Anda dapat menyimpan ASI perahan secara aman tergantung metode penyimpanannya. Hanya, satu hal yang penting, sejumlah penelitian menemukan bahwa makin lama penyimpanan ASI, baik di lemari pendingin maupun di freezer, makin banyak kandungan vitamin C yang hilang dari ASI tersebut. Karena itu, manfaat ASI eksklusif akan berkurang. Penting pula untuk mengetahui bahwa kebutuhan bayi akan kandungan ASI berubah seiring dengan pertambahan usianya. Kandungan ASI yang keluar saat bayi lahir tidak akan memenuhi kebutuhan bayi yang umurnya sudah beberapa bulan. Selain itu, penyimpanan ASI untuk bayi yang lahir prematur, sakit, atau tengah dalam perawatan di rumah sakit mungkin berbeda dengan cara menyimpan ASI eksklusif bagi bayi yang kondisi kesehatannya normal. Berikut ini daya tahan ASI sesuai cara menyimpannya seperti dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia Tempat Suhu Durasi Keterangan Meja Maksimal 25 derajat Celsius 6-8 jam Wadah ASI harus tertutup rapat dan terjaga tetap dingin Cooler bag Minus 25 hingga 4 derajat Celsius 24 jam Cooler bag harus tertutup rapat dan es batu bersentuhan dengan plastik atau botol ASI Lemari es 4 derajat Celsius 5 hari Lokasi terbaik di bagian belakang Freezer Freezer pada lemari es satu pintu Minus 15 derajat Celsius 2 minggu Simpan di tempat paling belakang Freezer pada lemari es dua pintu Minus 18 derajat Celsius 3-6 bulan Freezer dengan pintu di atas Minus 20 derajat Celsius 6-12 bulan Ciri-Ciri ASI Basi Volume ASI yang keluar dari payudara ibu berlainan. Ada yang banyak, ada pula yang sedikit. Para ibu yang bisa memerah ASI dalam jumlah banyak harus memperhatikan penyimpanannya agar tidak basi. Ada kecenderungan para ibu menumpuk banyak kantong atau botol ASI di kulkas dan lupa melacak mana yang hasil perahan lama hingga menjadi basi. Waspadai ciri-ciri ASI basi berikut ini agar bayi menerima manfaat ASI eksklusif secara optimal. Ada gumpalan Perhatikan adanya dua lapisan ASI beku dalam kulkas. Pada bagian atas, ASI terlihat kental. Sedangkan pada bagian bawah encer. Pada ASI yang masih layak konsumsi, kedua lapisan itu akan menyatu begitu ASI yang sudah cair dan hangat diaduk. Adapun ASI bisa jadi telah basi bila kedua lapisan tersebut tidak tercampur. Ketika Anda mengaduk atau mengocok ASI dalam botol, pada bagian atas permukaan akan muncul gumpalan. Gumpalan ini menjadi tanda bahwa ASI sudah basi. Rasanya masam Rasa ASI perahan ibu pada dasarnya berbeda-beda karena bergantung pada makanan dan minuman asupan ibu. Namun satu hal yang pasti, bila rasa ASI masam, itu adalah tanda ASI basi. Meski begitu, ada juga kemungkinan rasa ASI menjadi masam karena metode penyimpanan dan pencairannya. Baunya tajam Bau ASI yang tajam menandakan bahwa ASI itu telah kedaluwarsa. Enzim lipase dari ASI juga memunculkan bau seperti sabun atau logam, tapi hal ini wajar. Yang patut menjadi perhatian adalah bau tajam seperti susu sapi yang basi. Ditinjau oleh: dr. Ali Syaugi, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. kemkes. go. id/article/view/19080300001/begini-cara-pemberian-asi-yang-benar. html https://www. idai. or. id/artikel/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah https://www. cdc. gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk. htm - Published: 2020-11-25 - Modified: 2020-11-24 - URL: https://primayahospital.com/anak/kelebihan-asi-eksklusif/ - Kategori: Anak Para calon orang tua baru wajib menggali informasi mengenai air susu ibu atau ASI eksklusif, termasuk perbandingannya dengan susu formula. Informasi ini penting demi memastikan buah hati kelak mendapatkan yang terbaik. ASI eksklusif memiliki peran besar dalam perkembangan anak. Bahkan pemerintah sampai menerbitkan peraturan khusus tentang pemberian ASI eksklusif. ASI adalah cairan yang berasal dari kelenjar payudara ibu. Sedangkan ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi sejak lahir hingga berusia enam bulan tanpa ada tambahan makanan atau minuman lain. Pemberian obat atau vitamin lewat oral di bawah pengawasan dokter masih boleh selama masa ASI eksklusif jika bayi membutuhkannya. Keunggulan ASI Dibanding Susu Formula ASI memberikan banyak manfaat dibandingkan dengan susu formula. Apalagi ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Yang menerima manfaat tersebut bukan hanya bayi, tapi juga ibu. Berikut ini contohnya. Hemat Tak perlu mengeluarkan uang atau biaya untuk memberikan ASI kepada bayi. ASI fresh dan segar, hygienes karna langsung di susukan dari puting ibu. Bayi yang mendapat ASI eksklusif memiliki daya tahan tubuh lebih kuat sehingga jarang sakit, karna pada ASI ada imunoglobulin yang berperan untuk daya tahan tubuh bayi. Jadi sangat ekonomis, kemungkinan pengeluaran tambahan untuk pengobatan bayi kecil, atau tidak ada karna bayi sehat. Kenal banyak rasa ASI terdiri atas komponen komponen dari makanan dan minuman asupan ibu. Jadi rasanya pun beraneka ragam, tergantung apa yang di konsumsi ibu. Keuntungannya, bayi bisa mengenal banyak rasa, sehingga kelak dapat lebih menerima bermacam-macam rasa makanan . Lebih praktis Ini khususnya berlaku buat ibu yang menyusui langsung bayinya. Tanpa perlu meracik susu di botol, ibu bisa langsung memberikan ASI kepada sang buah hati. Tak perlu pula repot bangun dari tempat tidur untuk membuat susu ketika bayi rewel di tengah malam. Bayi cerdas Sejumlah penelitian menyebutkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi di banding kan dengan anak yang diberi susu formula. Tentunya dari ibu yang sehat dengan asupan gizi yang baik dan seimbang Ikatan erat Dalam pemberian ASI, terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi. Sentuhan langsung ini memunculkan ikatan yang lebih erat secara emosional. Apakah Susu Formula Dapat Menggantikan ASI? Para ahli kesehatan meyakini ASI sebagai pilihan nutrisi terbaik bagi bayi. Bila berlebih atau ASI cukup banyak usahakan ASI di perah untuk persediaan. Tapi ada kemungkinan seorang ibu tak bisa memberikan ASI eksklusif, karena kondisi tertentu. Bagi para ibu yang tak bisa menyusui, susu formula dapat sebagai alternatif. Susu formula bisa menyediakan nutrien yang bayi butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, walaupun tidak sebaik ASI. Beberapa ibu khawatir tak bisa menumbuhkan ikatan batin dengan bayi jika tak menyusui. Faktanya, ibu yang perhatian dan sayang kepada buah hatinya akan selalu memiliki ikatan emosional itu. Memegangi botol ketika bayi minum susu formula juga bisa menjadi cara untuk memperkuat ikatan batin. Kelebihan & Kekurangan Susu Formula Dibandingkan ASI Kelebihan : Ayah atau pengasuh bisa ikut membantu memberikan susu kepada bayi, tidak harus ibu Ibu tak perlu mencari tempat privat untuk memberikan susu Bagi ibu sibuk, tak harus mencari-cari waktu untuk memerah susu di tengah kesibukan Susu formula lebih lama tercerna sehingga bayi tak sedikit-sedikit rewel minta susu Ibu bisa lebih bebas mengonsumsi makanan dan minuman karena tak perlu khawatir asupannya akan mempengaruhi bayi Kekurangan : Susu formula tak mengandung antibodi yang bayi butuhkan untuk membentuk daya tahan tubuh Nutrisi ASI lebih baik dari susu formula. Harus selalu tersedia stok susu formula. Semua peralatan dan botol bersih yang sudah steril telah di siapkan. Menambah biaya, pengeluaran menjadi lebih boros karna membeli susu formula. Sering kali bayi yang mendapat susu formula mengalami konstifasi( sulit bab,sembelit ) karna susu formula lebih sulit tercerna. Ditinjau oleh: dr. Yenny W Abbas, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://promkes. kemkes. go. id/susu-formula-tidak-sebanding-dengan-pemberian-asi https://www. kemkes. go. id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin%20ASI%20per%20halaman%20-%2002012018. pdf https://kidshealth. org/en/parents/breast-bottle-feeding. html - Published: 2020-11-24 - Modified: 2020-11-24 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/efektivitas-mammografi/ - Kategori: Onkologi Secara global, terdapat kurang-lebih 1,3 juta kasus kanker payudara per tahun dan 458 ribu kematian per 2008. Kanker payudara menjadi ancaman besar terutama pada wanita. Kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan mandiri berperan besar dalam upaya mengurangi laju kasus dan angka kematian. Pemeriksaan itu termasuk dengan mammografi. Mammografi adalah metode pencitraan menggunakan sinar-X berdosis rendah pada jaringan payudara dalam posisi terkompresi. Guna mendapatkan interpretasi yang baik, dokter membutuhkan dua posisi hasil mammografi dengan proyeksi berbeda 45 derajat. Peran Mammografi pada Kanker Payudara Tujuan mammografi bisa untuk screening atau penyaringan guna mendeteksi kanker payudara sejak dini, bisa pula untuk diagnosis dan kontrol dalam pengobatan. Di Indonesia, kanker payudara tercatat sebagai salah satu jenis kanker pemicu kematian yang paling banyak. Dengan deteksi dini, dokter bisa menemukan tanda dan gejala lebih awal sehingga dapat segera menentukan langkah penanganan yang tepat. Walhasil, peluang kesembuhan pasien lebih besar. Para praktisi kesehatan menyarankan mammografi rutin tiap satu atau dua tahun bagi perempuan berumur di atas 35 tahun. Meski demikian, perempuan berusia lebih muda dapat pula menjalaninya demi deteksi dini. Hingga saat ini masih ada perbedaan pendapat mengenai usia yang tepat untuk menjalani mammografi guna mendeteksi kanker payudara. Walau begitu, semua praktisi medis satu suara bahwa makin bertambah usia, manfaat deteksi dini makin besar. Dokter dapat memberikan masukan perihal kapan seseorang sebaiknya menjalani mammografi berdasarkan pemeriksaan sebelumnya. Adapun tindakan screening yang menjadi alternatif mammografi antara lain periksa payudara sendiri (sadari) dan periksa payudara klinis (sadanis). Kementerian Kesehatan rutin mengampanyekan metode pemeriksaan payudara itu lewat berbagai media. Efektivitas Mammografi untuk Skrining Kanker Payudara Sejauh ini, efektivitas mammografi sebagai metode screening kanker payudara mendapat pengakuan kalangan medis. Mammografi ampuh menemukan kanker payudara, terutama pada perempuan berusia 35 tahun ke atas. Menurut beberapa studi, sensitivitas mammografi berkisar 85 persen. Artinya, mammografi mampu mengidentifikasi 85 persen perempuan yang menjalani mammografi benar-benar menderita kanker payudara. Sensitivitas ini lebih tinggi pada perempuan berumur 50 tahun lebih. Begitu pula pada wanita yang memiliki payudara berlemak ketimbang perempuan yang payudaranya padat. Mammografi bisa menunjukkan hasil false positive alias positif palsu, yakni ada kanker padahal payudaranya normal. Menurut penelitian, kemungkinan hasil positif palsu lebih besar pada perempuan yang lebih sering menjalani mammografi. Untuk itu, perlu pemeriksaan lanjutan guna memastikan hasil mammografi tersebut. Peluang mendapat hasil positif palsu setelah sekali menjalani mammografi adalah 7-12 persen, tergantung usia pasien. Pasien lebih muda lebih berpotensi menemukan hasil positif palsu. Setelah 10 tahun rutin menjalani mammografi, peluang memperoleh false positive adalah 50-60 persen. Kesimpulan Meski mammografi adalah cara terefektif untuk screening kanker payudara bagi kebanyakan wanita, metode ini tidaklah sempurna. Mammografi bisa luput mendeteksi 13 persen kanker payudara. Makin padat payudara seseorang, kemungkinan luput makin besar. Selain itu, beberapa kanker payudara lebih sulit terdeteksi. Misalnya mammografi lebih ampuh menemukan kanker payudara yang bermula dari saluran susu ketimbang kelenjar susu. Dalam beberapa kasus, dokter perlu menjalankan tes lain sebagai kombinasi mammografi untuk memperoleh hasil pemeriksaan lebih baik. Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalani pemeriksaan mammografi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pertimbangan dan penjelasan mengenai mammografi agar lebih memahami efektivitasnya sebagai metode screening kanker payudara. Ditinjau oleh: dr. Wiliam, SpRad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. nature. com/articles/s41598-020-64802-x https://www. cancer. org/cancer/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection/mammograms/limitations-of-mammograms. html http://kanker. kemkes. go. id/guidelines/PPKPayudara. pdf - Published: 2020-11-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/dokter-spesialis-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Bagi keluarga yang telah mendapat anugerah buah hati, memiliki dokter spesialis anak andalan merupakan kebutuhan. Ketika anak jatuh sakit dan memerlukan pertolongan secepatnya, keluarga sudah tahu harus menghubungi siapa dan ke mana. Setiap keluarga bisa jadi memiliki kriteria dokter anak andalan yang berbeda-beda. Banyaknya dokter spesialis anak terbaik di rumah sakit akan membantu menentukan pilihan. Apa Itu Dokter Spesialis Anak Dokter spesialis anak adalah dokter yang berfokus pada penanganan masalah kesehatan anak sejak lahir hingga usia remaja (18 tahun) yang meliputi pencegahan, pengobatan, hingga perawatan. Dokter anak juga sering disebut dokter pediatri. Untuk menjadi dokter anak, seseorang harus menjalani kuliah kedokteran umum terlebih dulu, lalu mengambil spesialisasi anak. Gelar kesarjanaan dokter anak adalah Sp. A. Dokter anak harus memiliki surat izin praktik dan kebanyakan berhimpun dalam organisasi nasional. Di Indonesia, ada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menaungi para dokter spesialis anak. Terdapat setidaknya 14 bidang sub-spesialis dokter anak, yakni: Respirologi Endokrinologi Gastro Hepatologi Hemato Ongkologi Infeksi dan Pediatrik Tropis Pediatrik Gawat Darurat Kardiologi Nefrologi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Radiologi Neurologi Perinatologi Alergi Imunologi Tumbuh Kembang Penyakit Apa Saja yang Dapat Ditangani oleh Dokter Anak? Tujuan studi kedokteran spesialis anak adalah mengurangi angka kematian bayi dan anak, mengendalikan penyebaran penyakit menular, mempromosikan gaya hidup sehat, serta membantu meringankan masalah anak dan remaja dengan kondisi kronis. Untuk mencapai tujuan itu, dokter spesialis anak dapat menangani berbagai macam penyakit, seperti: Infeksi Non infeksi Dokter anak pun tidak hanya menangani pengobatan penyakit secara langsung, tapi juga memperhatikan efek jangka panjang penyakit itu yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Dokter anak akan terlibat dalam pencegahan, deteksi dini, dan manajemen sejumlah masalah kesehatan anak, contohnya: Gangguan tumbuh kembang Edukasi ketepatan jadwal imunisasi Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan oleh Dokter Anak Dokter spesialis anak tidak cuma memberikan perawatan medis bagi anak yang sakit akut atau kronis. Mereka juga memberikan layanan kesehatan preventif bagi anak yang sehat. Dokter anak akan membantu orang tua menjaga dan mengelola kondisi fisik, mental, serta emosional anak dapat setiap tahap perkembangan baik saat sehat maupun sakit. Terkait dengan hal itu, dokter anak bisa melakukan serangkaian tindakan medis yang perlu, termasuk: Melakukan pemeriksaan fisik Memeriksa riwayat kesehatan anak sejak lahir Memberikan imunisasi atau suntikan untuk pengobatan Menyampaikan saran perawatan anak Mengamati perkembangan anak Melakukan tindakan segera dalam kondisi gawat darurat Menjelaskan kesehatan anak Merujuk anak ke dokter sub-spesialis sesuai dengan kebutuhan Kapan Saya Harus ke Dokter Anak Ketimbang orang dewasa, anak memiliki keterbatasan dalam memahami kondisi kesehatan sendiri. Terlebih bagi anak berusia muda. Orang tua yang memiliki peran penting dalam memperhatikan keadaan anak dan tahu kapan harus menemui dokter spesialis anak. Sebaiknya orang tua membawa anak ke dokter jika mendapati ada perbedaan dari keseharian mereka. Misalnya dari yang biasanya aktif menjadi pasif. Beberapa gejala penyakit juga bisa menjadi pertanda untuk segera menemui dokter anak, seperti: Demam tinggi tak kunjung turun Kejang Muntah terus-menerus Muncul ruam di kulit Bayi rewel berkepanjangan Masalah pernapasan, misalnya napas tersengal atau sesak napas Batuk-pilek tak berkesudahan Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum ke Dokter Anak di Tengah Covid-19? Di tengah situasi pandemi Covid-19, kesehatan anak tergolong rentan ketika beraktivitas di luar rumah. Karena itu, orang tua mesti membuat persiapan khusus jika merasa perlu ke dokter spesialis anak. Satu hal yang penting adalah membuat janji dulu dengan dokter anak secara online guna menghindari antrean pendaftaran di rumah sakit. Pilih rumah sakit yang memisahkan fasilitas pediatri dengan ruang perawatan lain, terutama bagi pasien Covid-19. IDAI menyarankan penggunaan masker bagi anak usia 2-18 tahun. Bila perlu, bisa memakai face shield. Ketika di rumah sakit, usahakan selalu menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain dan tidak menyentuh benda apa pun. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Setiba di rumah, segera ganti baju dan mandi untuk membersihkan diri. KLIK DISINI untuk Buat janji dengan dokter spesialis anak Primaya Hospital Ditinjau oleh: dr. Andina Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. idai. or. id/wp-content/uploads/2013/04/Buku-Pedoman-Praktik. pdf https://fk. ui. ac. id/departemen-ilmu-kesehatan-anak. html https://www. webmd. com/parenting/baby/pick-pediatrician-16/what-is-a-pediatrician - Published: 2020-11-22 - Modified: 2020-11-22 - URL: https://primayahospital.com/konsultasi-online/dokter-anak/ - Kategori: Anak, Konsultasi Online Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak / sang buah hati. Tak terkecuali ketika memilih dokter anak untuk berkonsuItasi mengenai kesehatan si kecil. Konsultasi dengan dokter anak bisa menjadi sebagian faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Apalagi bagi anak yang memiliki kondisi medis khusus sehingga membutuhkan perawatan dan pemantauan secara intensif oleh dokter spesialis anak. Memilih dokter anak terbaik tidak memiliki rumus pasti layaknya matematika. Ada faktor subjektivitas yang mempengaruhi keputusan orang tua saat hendak memilih konsultasi dokter anak. Orang tua A mungkin merasa dokter B adalah yang terbaik, tapi orang tua C bisa jadi menganggap dokter D yang paling baik. Yang pasti, untuk konsultasi dokter anak yang tepercaya, pilih dokter yang namanya ada di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). KKI merupakan lembaga yang berwenang mengurus registrasi dokter dan dokter gigi. Masyarakat bisa mengecek apakah seorang dokter sudah terdaftar di situs KKI. Berikut ini tips memilih dokter anak: Cari Referensi Mencari referensi dari orang lain merupakan cara paling lazim sebelum konsultasi dokter anak. Orang tua bisa menemukan referensi dari mana pun. Mulailah dengan bertanya kepada anggota keluarga, baru kemudian ke teman, sahabat, dan rekan kerja. Sebisa mungkin cari referensi dokter anak yang lokasinya paling dekat. Orang tua juga bisa menelusuri rekam jejak seorang dokter lewat Internet. Banyak topik di berbagai forum online yang membahas referensi dokter. Apakah akan menuruti referensi itu atau tidak, keputusan berada di tangan orang tua. Dokter Anak yang Komunikatif Komunikasi sangatlah penting dalam konsultasi dokter anak. Dokter harus dapat menyampaikan penjelasan dan rekomendasi medis secara gamblang kepada orang tua. Buku Pedoman Praktik terbitan Ikatan Dokter Anak Indonesia pun menekankan bahwa dokter anak perlu komunikatif. Sebab, tingkat kemampuan anak lebih terbatas sesuai dengan usianya. Dokter harus bisa menggunakan komunikasi yang sesuai sehingga anak bisa menerimanya. Dokter anak juga wajib menghargai pendapat dan sikap anak. Anak pun harus mendapat keleluasaan untuk menyampaikan pendapat, keinginan, dan keluhannya sendiri. Keputusan & Diagnosis yang Diambil Dokter Sudah sewajarnya dokter yakin dengan keputusan dan diagnosisnya. Bila merasa ada keraguan saat konsultasi dengan dokter anak, orang tua dapat mencari second opinion. Sering meminta pasien menjalani tes bukan tanda bahwa dokter tak kunjung yakin dengan diagnosisnya, namun sebagai penunjang untuk menegakkan diagnosis. Karena itu, wajar jika dokter meminta pasien menjalani tes selama memang dibutuhkan. Tips Konsultasi Dokter Anak Secara Online Kemajuan teknologi telah memudahkan orang tua yang hendak melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak. Tak perlu datang ke rumah sakit, apalagi dimasa pandemi saat ini orang tua bisa menjelaskan masalah kesehatan anaknya secara online dan meminta pendapat dari dokter. Namun tak semua keluhan medis bisa selesai hanya dengan konsultasi secara online, apabila dalam kondisi berat sebaiknya anak segera dibawa untuk periksa. Agar konsultasi online berjalan lancar, ikuti tips ini: Siapkan riwayat kesehatan Orang tua mesti siap dengan dokumen riwayat kesehatan anak ketika hendak konsultasi dokter anak secara online. Orang tua harus tahu berat badan saat ini, karena hal ini sangat penting bagi dokter spesialis anak untuk menentukan dosis obat yang apabila perlu untuk diberikan. Dan setidaknya orang tua mengetahui apa saja tindakan medis yang pernah anak terima sebelumnya, termasuk obat yang anak konsumsi. Informasi tersebut berguna sebagai dasar bagi dokter untuk memberikan penilaian terhadap kondisi medis anak. Cek mandiri Bila konsultasi dengan dokter spesialis anak di rumah sakit, perawat akan mengecek kondisi anak dan mencatatnya sebelum masuk ke ruang praktik dokter. Kondisi itu antara lain tanda vital, berat badan, panjang/tinggi badan, lingkar kepala dan suhu tubuh. Dalam konsultasi dokter anak online, orang tua sebaiknya mengecek mandiri bila memiliki alat. Pengecekan mandiri sebelum konsultasi akan menghemat waktu karena tak perlu mengecek lagi ketika konsultasi tengah berlangsung. Harus jelas Meski praktis, ada keterbatasan komunikasi dalam konsultasi dokter online. Selain waktu yang terbatas, tentunya pemeriksaan fisik secara langsung akan lebih akurat dibandingkan melalui online dan tidak jarang ada kemungkinan masalah teknis terkait dengan jaringan. Jadi pastikan orang tua sudah memberikan penjelasan sejelas mungkin soal anaknya. Begitu pula orang tua harus yakin sudah paham akan penjelasan dokter. Namun jika keluhan anak blm membaik maka konsultasikanlah secara langsung ke dokter spesialis anak dengan melakukan protokol kesehatan yang baik. Klik Disini Untuk Buat Janji Konsultasi dengan Dokter Anak Primaya Hospital Ditinjau oleh: dr. Andina Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. idai. or. id/wp-content/uploads/2013/04/Buku-Pedoman-Praktik. pdf http://www. kki. go. id/ - Published: 2020-11-22 - Modified: 2020-11-22 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/dokter-ortopedi/ - Kategori: Ortopedi Jika Anda merasakan keluhan sakit pada tulang atau persendian, Anda bisa buat janji bertemu dokter ortopedi agar dokter bisa membantu menemukan sumbernya dan menentukan cara terbaik untuk meredakannya. Anda perlu memahami seluk-beluk ortopedi lebih dulu bila belum pernah berobat di dokter ortopedi. Pemahaman itu mencakup apa penyakit yang biasa ditangani dokter ortopedi hingga tindakan medis yang dijalankan. Apa Itu Dokter Ortopedi Dokter ortopedi adalah dokter yang memiliki spesialisasi di bidang muskuloskeletal atau otot, sendi, dan tulang. Dokter ortopedi berfokus pada diagnosis, pengobatan, dan terapi kondisi yang mempengaruhi tulang, persendian, otot, tendon, ligamen, tulang rawan, serta saraf pada pasien segala usia, dari bayi baru lahir hingga kalangan lanjut usia. Sistem muskuloskeletal terdiri atas kerangka tubuh dan mekanisme yang membuatnya berfungsi. Dokter ortopedi menggunakan pendekatan bedah dan non-bedah untuk menangani berbagai masalah muskuloskeletal, seperti cedera saat olahraga, nyeri sendi, dan sakit punggung. Dokter ortopedi bisa bertugas di klinik rumah sakit, unit gawat darurat, atau bergabung dalam tim dokter klub olahraga. Penyakit Apa Saja yang Dapat Ditangani Ada anggapan bahwa dokter ortopedi hanya bisa merawat pasien patah tulang. Namun sebenarnya ruang lingkup penanganan penyakit dokter ortopedi lebih luas, misalnya: Cedera saat olahraga Nyeri sendi Sakit punggung Artritis Osteoporosis Radang sendi Tulang retak Kanker tulang Keseleo Sakit leher Saraf terjepit Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Oleh Dokter Ortopedi Dokter ortopedi akan menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasien. Operasi atau bedah bukanlah cara satu-satunya, bahkan ini merupakan jalan terakhir jika cara lain tidak memungkinkan. Beberapa tindakan medis oleh dokter ortopedi antara lain. Terapi fisik: dokter ortopedi bisa merekomendasikan terapi fisik untuk membantu pasien memulihkan fungsi area tubuh yang mengalami masalah. Olahraga: terdapat beberapa jenis olahraga khusus untuk membantu pemulihan dan menguatkan tubuh guna mencegah masalah berulang. Pengobatan: obat-obatan dapat membantu meredakan rasa sakit dan memulihkan kondisi tubuh pasien. Dokter ortopedi mungkin meresepkan obat pereda nyeri atau pelemas otot untuk membantu meredakan rasa sakit sembari menjalankan tindakan lain guna membantu penyembuhan. Pijat: tindakan medis berupa pemijatan pada area yang bermasalah akan membantu meningkatkan kesembuhan dan mengurangi rasa sakit. Operasi: dalam kasus tertentu, operasi adalah pilihan terbaik guna mengatasi masalah yang terjadi dan mencegah sakit lebih parah. Kapan Saya Harus ke Dokter Ortopedi Terdapat lebih dari 300 tulang dan sendi pada tubuh manusia. Jika ada salah satu saja yang bermasalah, aktivitas sehari-hari bisa terganggu. Berikut ini tanda seseorang perlu membuat buat janji temu dengan dokter ortopedi: Sulit beraktivitas dengan lancar tiap hari karena masalah tulang dan sendi Masalah terus terasa lebih dari 12 minggu Ruang gerak terbatas karena rasa sakit Sulit seimbang saat berjalan atau berdiri Rasa sakit akibat keseleo atau terkilir tak kunjung hilang dalam 48 jam Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum ke Dokter Ortopedi di Tengah Covid-19? Dalam kasus tertentu, seseorang harus segera mendapat penanganan dokter ortopedi untuk mencegah kondisi memburuk. Misalnya pasien yang mengalami kecelakaan dan patah tulang. Berbeda dengan orang yang merencanakan untuk menemui dokter ortopedi guna mengkonsultasikan masalahnya atau melanjutkan pengobatan. Patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan jaga jarak minimal 1 meter, rajin mencuci tangan, dan mengenakan masker. Bikin janji dengan dokter ortopedi secara online lewat telepon agar terhindar dari antrean di rumah sakit. Jangan sampai mengkompromikan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ketika mendatangi dokter di rumah sakit. Klik Disini untuk Buat Janji dengan Dokter Ortopedi Primaya Hospital Referensi: https://www. healthline. com/find-care/articles/orthopedists/what-is-an-orthopedic-doctor#procedures https://se-ortho. com/orthopedic-specialist-you/ https://www. medicalnewstoday. com/articles/what-is-orthopedics#conditions https://www. webmd. com/orthopedics/default. htm https://www. osgpc. com/5-signs-you-should-see-an-orthopedic-doctor/ - Published: 2020-11-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/mammografi-di-rumah-sakit/ - Kategori: Onkologi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Mammografi adalah metode screening kanker payudara paling efektif hingga saat ini. Lewat mammografi di rumah sakit, dokter dapat mendeteksi adanya gejala kanker payudara sejak dini sehingga bisa langsung mengambil langkah intervensi untuk perawatan hingga penyembuhan pasien. Kanker payudara pada perempuan ada dalam daftar teratas penyakit kanker di negara berkembang. Tindakan pencegahan dapat mengurangi risiko kasus, tapi tak bisa mengatasi sebagian besar kanker payudara yang terdiagnosis pada stadium lanjut. Itu sebabnya deteksi dini, termasuk lewat mammografi, perlu untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan mengendalikan pertambahan kasus. Mammografi menggunakan sinar-X untuk menciptakan gambar detail jaringan payudara. Sinar-X dalam mammografi berdosis rendah. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), mammografi dapat mendeteksi 85 persen kanker payudara. Mammografi juga mampu mendeteksi kanker beberapa tahun sebelum pasien merasakan benjolan pada payudaranya. Namun tidak semua perempuan merasa nyaman menjalani pemeriksaan mammografi. Sebab, dalam pemeriksaan, payudara harus menempel dan menekan pada alat mammografi. Dalam jurnal The Breast edisi Agustus 2013, sebanyak 25-46 persen perempuan mengaku tak mau kembali menjalani mammografi karena merasa sakit saat pemeriksaan. Meski demikian, kesadaran menjalani pemeriksaan mammografi secara rutin perlu bagi perempuan, terutama yang tergolong berisiko terkena kanker payudara. Toh, peralatan mammografi kini kian berkembang dan dapat mengurangi ketidaknyamanan pasien. Berikut ini tips menjalani mammografi di rumah sakit agar merasa lebih nyaman dan hasilnya berkualitas. Konsultasi dengan Dokter Terlebih Dahulu Anda wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani mammografi. Dokter akan menjelaskan prosedur mammografi dengan lengkap. Anda bisa menanyakan apa pun mengenai prosedur itu, termasuk risiko dan efek sampingnya. Terangkan kepada dokter bila Anda mendapati adanya perubahan atau masalah pada payudara. Sampaikan pula riwayat medis yang berpotensi mempengaruhi risiko Anda terkena kanker payudara, seperti penggunaan hormon, ada keluarga yang mengalami kanker payudara, atau Anda pernah terkena kanker payudara sebelumnya. Pilih Rumah Sakit yang Aman & Terpercaya Banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas mammografi. Pilih satu yang punya reputasi dan terkenal aman serta terpercaya. Beberapa rumah sakit punya fasilitas mammografi khusus dan menjalankan banyak prosedur mammografi dalam sehari. Cari rekomendasi dari keluarga atau teman yang punya pengalaman mammografi. Anda bisa juga menelusuri informasi mengenai kandidat rumah sakit di Internet untuk mengecek kredibilitasnya. Jadwalkan Tes Mamografi Jalani mammografi ketika kondisi payudara sedang kencang. Sebab, hal ini akan membuat Anda merasa lebih nyaman. Waktu terbaik adalah satu atau dua minggu setelah mengalami menstruasi. Umumnya payudara menjadi lunak seminggu sebelum dan selama menstruasi. Pahami Risiko & Efek Sampingnya Risiko utama mammografi adalah hasilnya tak selalu sempurna. Ada kalanya mammografi tak mampu mendeteksi kanker payudara. Kanker dapat tersembunyi di balik jaringan payudara yang normal sehingga tak terlihat pada hasil mammografi. Mammografi juga mungkin mendeteksi abnormalitas yang tampak seperti kanker padahal normal. Adapun dosis sinar-X yang kecil meminimalkan risiko radiasi. Beberapa pasien merasa tidak nyaman saat pemeriksaan, tapi ada pula yang biasa-biasa saja. Ketidaknyamanan hingga rasa sakit itu bergantung pada kondisi pasien ketika menjalani mammografi. Faktor yang menyebabkan antara lain ukuran payudara, waktu pemeriksaan terkait dengan siklus menstruasi, dan variasi posisi saat mammografi. Beri tahu petugas atau dokter jika merasa kesakitan. Anda juga bisa mengonsumsi obat antinyeri seperti aspirin satu jam sebelum menjalani mammografi untuk mengurangi rasa sakit yang muncul dalam pemeriksaan. Ditinjau oleh: dr. Wiliam, SpRad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. who. int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/ https://thedefender. cancer. org/content/dam/cancer-org/cancer-control/en/booklets-flyers/tips-on-getting-a-mammogram-english. pdf https://pitapink-ykpi. or. id/tentang-kanker-payudara/ - Published: 2020-11-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah-onkologi/dokter-onkologi/ - Kategori: Bedah Onkologi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Onkologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan tumor dan kanker. Dokter yang khusus menangani penyakit tersebut merupakan dokter onkologi. Di Indonesia, kanker tercatat sebagai penyakit penyebab kematian nomor tiga di bawah jantung dan stroke. Upaya pencegahan penyakit kanker antara lain lewat gaya hidup yang sehat, seperti rutin berolahraga dan menjauhi makanan tidak sehat. Apa Itu Dokter Onkologi? Dokter onkologi memiliki spesialisasi dalam memeriksa, mendiagnosis, dan merawat orang dengan penyakit kanker atau ada dugaan terkena kanker. Terdapat tiga bidang utama, yakni medis, bedah, dan radiasi. Onkologi medis: menangani kanker dengan kemoterapi atau pengobatan lain, misalnya terapi hormon atau imunoterapi Onkologi bedah: mengangkat tumor lewat pembedahan serta juga bisa melakukan biopsi untuk mendiagnosis kanker. Onkologi radiasi: merawat pasien kanker dengan terapi radiasi. Bidang dokter onkologi lainnya mencakup: Onkologi ginekologi: menangani kanker ovarium, serviks, atau rahim Onkologi pediatris: merawat pasien kanker anak-anak. Onkologi hematologi: mendiagnosis dan mengobati kanker darah, misalnya leukemia, myeloma, dan limfoma. Penyakit Apa Saja yang Dapat Ditangani Dokter onkologi dapat menangani segala jenis kanker. Beberapa dokter onkologi mengkhususkan diri dalam pemberian terapi tertentu, misalnya kemoterapi dan terapi radiasi. Dokter onkologi lain berfokus pada pengobatan kanker pada organ spesifik, antara lain: kanker tulang kanker darah kanker otak kanker payudara kanker serviks kanker kepala dan leher kanker hati kanker paru-paru kanker prostat kanker kulit kanker testis Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Tidak hanya bertugas mengobati pasien kanker. Mereka juga akan memeriksa gejala yang muncul untuk memastikan apakah ada kanker atau tidak serta menentukan tingkat keparahan atau stadium kanker. Perannya meliputi: Menjelaskan kepada pasien diagnosis dan stadium kanker, menggambarkan lokasi kanker, apakah telah menyebar, dan apakah mempengaruhi bagian lain tubuh Mendiskusikan semua pilihan pengobatan dan merekomendasikan pengobatan terbaik Membantu menjaga kualitas hidup pasien dengan menangani keluhan terkait dengan kanker dan gejala lain serta efek samping pengobatan kanker Dokter onkologi menggunakan berbagai cara untuk membuat diagnosis kanker, seperti pemeriksaan riwayat kesehatan, tes darah, biopsi, dan endoskopi. Setelah dokter mengetahui jenis kanker dan stadiumnya, langkah selanjutnya adalah melakukan pengobatan medis. Tindakan medis itu mencakup: Operasi: pembedahan guna mengangkat kanker Kemoterapi: penggunaan obat untuk membunuh sel kanker Terapi radiasi: pemakaian energi sinar radiasi tinggi, misalnya sinar-X, untuk menyingkirkan sel kanker Transplantasi sumsum tulang: perbaikan atau pembaruan sumsum tulang baik dari donor maupun sel induk pasien sendiri Imunoterapi: terapi biologis memanfaatkan sistem kekebalan tubuh Terapi hormon: pengobatan dengan cara menghilangkan hormon yang memicu kanker Kapan Saya Harus ke Dokter? Bila mengalami gejala yang berkaitan dengan kanker, Anda dapat menemui dokter umum terlebih dahulu. Pasien umumnya mendapat rujukan ke dokter onkologi setelah ada dugaan terkena kanker atau sudah ada diagnosis kanker. Peluang kesembuhan pasien kanker bergantung pada tingkat keparahan penyakit itu ketika dalam perawatan. Karena itu, makin dini kanker terdeteksi, makin banyak pilihan pengobatan untuk memperbesar peluang kesembuhan. Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum ke Dokter Onkologi di Tengah Covid-19? Pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta, termasuk kanker, lebih rentan kondisinya dibanding. Namun pandemi Covid-19 tak semestinya menghalangi upaya deteksi dini dan pengobatan kanker. Pemerintah telah mensosialisasi imbauan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Siapkan diri sebaik-baiknya untuk mengikuti imbauan tersebut guna mencegah penularan Covid-19. Untuk mengurangi risiko, Anda bisa membuat janji dulu dengan melalui website primayahospital. com/buat-janji. Ditinjau oleh: dr. Abdul Rachman, SpB(K)Onk Dokter Spesialis Bedah Onkologi Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. kemkes. go. id/article/view/20011400002/jenis-kanker-ini-rentan-menyerang-manusia. html https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/cancer-treatment/about/pac-20393344 https://www. healthline. com/health/cancer/what-is-an-oncologist#tests - Published: 2020-11-17 - Modified: 2020-11-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/menyusui-muncul-darah/ - Kategori: Anak Kebanyakan ibu ingin sukses menjalankan program ASI eksklusif dengan cara menyusui buah hatinya selama mungkin. Tapi tak jarang mereka berhenti di tengah jalan karena berbagai penyebab. Salah satunya kondisi medis yang membuat ibu sulit memberikan ASI eksklusif. Banyak gejala kondisi medis yang menghambat keberhasilan program ASI eksklusif. Namun tak semua hal yang tampak janggal menjadi tanda bahwa ada masalah kesehatan pada ibu yang tengah menyusui. Di antaranya munculnya darah pada ASI. Darah bisa membuat warna ASI berubah menjadi kemerahan, merah muda, jingga, atau cokelat. Namun zat pewarna tertentu dalam makanan ibu juga bisa mengubah warna ASI. Jadi, sebelum Anda berpikir bahwa warna merah pada ASI eksklusif itu darah, ingat dulu baik-baik apa yang baru saja Anda makan. Yang pasti, jangan panik dulu ketika mendapati ada warna merah darah pada ASI. Darah yang tercampur dalam ASI tidak selalu menandakan adanya masalah serius. Berikut ini beberapa penyebab muncul darah saat memberikan ASI eksklusif. Puting Lecet Ini penyebab umum munculnya darah pada ASI. Luka, goresan, eksim, dan kulit yang melepuh pada areola dan puting juga bisa menimbulkan darah. Ketika puting lecet dan berdarah, darah itu akan terbawa oleh bayi saat menyusu. Adapun saat memerah atau memompa susu, Anda bisa melihat darah tercampur ASI. Namun, begitu tak ada lagi luka, warna ASI akan kembali normal. Pembengkakan Vaskuler Nama lain penyebab ASI berdarah ini adalah sindrom pipa berkarat (rusty pipe syndrome). Dalam minggu pertama setelah persalinan, ada aliran darah yang lebih banyak ke payudara seiring dengan produksi ASI. Darah dari proses tersebut bisa meresap ke saluran ASI hingga membuat kolostrum atau ASI awal terlihat berwarna seperti karat, yakni cokelat atau oranye. Warnanya mirip air yang keluar dari pipa berkarat. Lanjutkan ASI eksklusif walau warna ASI demikian karena tidak membahayakan. Warna karat itu akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Pecahnya Pembuluh Darah Kecil (Kapiler) Pada setiap payudara, terdapat pembuluh darah kecil bernama kapiler. Ketika Anda menggunakan pompa payudara dengan tidak benar, pembuluh darah ini bisa rusak. Benturan atau trauma lain pada payudara juga bisa merusak kapiler. Ketika kapiler rusak, darah dari dalamnya bisa keluar dan tercampur dengan ASI. Intraductal Papilloma Jinak Saat terjadi perdarahan atau muncul darah dari puting yang tak berkaitan dengan luka pada puting, ada kemungkinan penyebabnya adalah intraductal papilloma. Intraductal papilloma adalah tumor jinak yang berkembang di payudara. Tumor ini bisa tumbuh dalam saluran ASI dan merusak saluran tersebut hingga menyebabkan perdarahan dari puting. Pemberian ASI eksklusif dari puting langsung bisa berlanjut jika bayi masih mau menyusu. Tapi, bila bayi memuntahkannya, gunakan pompa untuk memerah ASI dan berikan lewat botol. Biasanya warna merah akan memudar dan hilang dalam 3-7 hari. Mastitis Mastitis adalah infeksi pada payudara yang bisa terjadi dalam proses pemberian ASI eksklusif. Warna ASI menjadi merah karena darah dari infeksi. Gejala lainnya adalah rasa nyeri dan pembengkakan pada payudara. Payudara juga bisa memerah dan ibu mengalami demam. Pemicu mastitis antara lain akumulasi volume ASI di payudara. Untuk mencegah mastitis, berikan ASI kepada bayi setiap waktu. Jika Anda mendapati warna merah darah saat memberikan ASI eksklusif kepada bayi, jangan panik. Hubungi dokter dan berkonsultasilah bila Anda merasa ragu dan warna ASI tak kunjung kembali normal. Ditinjau oleh: dr. Dwi Haryadi, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. healthline. com/health/parenting/blood-in-breast-milk https://breastfeeding. support/blood-in-breast-milk/ - Published: 2020-11-16 - Modified: 2020-11-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/sukses-asi-eksklusif-aman-minim-efek-samping/ - Kategori: Anak Air susu ibu adalah sumber nutrisi terbaik bagi sebagian besar bayi. ASI dapat mengurangi sejumlah risiko kesehatan tertentu bagi ibu dan bayi. Karena itulah program sukses ASI eksklusif sangat penting. Program ini berupa pemberian ASI kepada bayi hingga setidaknya berumur 6 bulan tanpa tambahan makanan dan minuman lain. Rumah sakit banyak mempromosikan cara menyukseskan program ASI eksklusif dengan aman dan minim efek samping. Menurut penelitian, kandungan nutrisi dari ASI sudah cukup bagi bayi setidaknya hingga berumur 6 bulan. Pengecualian hanya diperuntukkan bagi bayi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sehingga membutuhkan asupan tambahan, termasuk obat-obatan. Adapun bagi ibu yang kesulitan memproduksi ASI, ada cara alami yang aman dan jauh dari efek samping untuk memperlancar ASI sehingga program ASI eksklusif dapat sukses. Makanan Pelancar ASI Kapasitas setiap ibu dalam memproduksi ASI memang berbeda. Beberapa di antaranya tidak bisa menghasilkan ASI dengan kuantitas dan kuantitas sesuai dengan kebutuhan bayi. Kementerian Kesehatan menyarankan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan D bagi para ibu. Vitamin C akan membantu penerapan zat besi dalam tubuh yang berguna bagi ibu dan bayi. Selain itu, makanan yang mengandung vitamin D penting dalam penyerapan kalsium yang dapat memperlancar produksi ASI. Berikut ini sejumlah makanan yang kandungannya dapat memperlancar produksi ASI. Daun Katuk Berbagai penelitian menemukan daun katuk dapat menggenjot produksi ASI. Ada kandungan vitamin A, B, C, dan K serta betakaroten, efedrin, fosfor, serat, zat besi, kalsium, mangaan, dan laktogogum. Katuk juga bisa menjadi antioksidan. Fenugreek Orang Indonesia lebih mengenal fenugreek sebagai kelabet atau kelabat. Ada pandangan bahwa biji-bijian herbal ini merupakan galactogogue potensial yang bisa merangsang kelenjar payudara menghasilkan lebih banyak ASI. Sebuah studi menemukan perempuan yang meminum secangkir the fenugreek tiga kali sehari memproduksi ASI lebih banyak ketimbang perempuan yang tidak meminumnya. Bayam dan Sayuran Hijau Bahan makanan berupa bayam dan sayuran hijau lain sangat mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Terdapat kandungan enzim phytoestrogen yang bisa membuat produksi ASI lebih banyak. Selain itu, ada zat besi yang bermanfaat untuk stamina ibu selama periode menyusui. Oatmeal Oatmeal memiliki kandungan zat besi yang bisa meningkatkan produksi ASI. Anda bisa mengonsumsinya sebagai sarapan di mangkuk, bisa juga mencampurnya dengan makanan lain, seperti kue. Segala Jenis Protein Protein berguna untuk meningkatkan produksi ASI sekaligus menjaga daya tahan tubuh ibu. Makanan sumber protein yang baik antara lain makanan laut dan kedelai. Tips untuk Ibu Agar Sukses ASI Eksklusif WHO dan UNICEF serta pemerintah Indonesia sendiri mendukung kampanye ASI eksklusif karena kesehatan bayi akan berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat secara umum. Halangan utama untuk kesuksesan ASI eksklusif adalah para ibu mesti kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Kementerian Kesehatan memiliki dua tips bagi ibu bekerja agar sukses ASI eksklusif. Atur waktu Bikin jadwal pemberian ASI kepada buah hati. Misalnya sebelum berangkat kerja dan sesudah pulang kerja menyusui langsung. Saat hari libur, usahakan memberikan ASI tanpa botol. Cara ini sekaligus dapat memperlancar produksi ASI. Perah di kantor Ketika di tempat kerja, luangkan waktu untuk memerah ASI dan menyimpannya secara benar. Kantor biasanya menyediakan ruang laktasi khusus. Bila tak ada, cari ruangan yang aman dan bersih. Jangan memerah susu di toilet. Anda bisa menggunakan tangan atau pompa, pilih cara yang paling nyaman. Simpan perahan ASI di cooler bag dan bawa pulang sehingga bayi tetap bisa menerima ASI lewat botol ketika ibu bekerja esoknya. Selain kedua tips tersebut, para ibu mesti mengetahui teknik dasar menyusui. Anda bisa memperolehnya dari kursus laktasi di rumah sakit sebelum persalinan. Dukungan dari suami dan keluarga juga penting bagi mental ibu. Kondisi stres hanya akan membuat produksi ASI tidak lancar dan program ASI eksklusif pun gagal. Ditinjau oleh: dr. Dwi Haryadi, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: https://promkes. kemkes. go. id/? p=8926 https://www. promkes. kemkes. go. id/? p=8966 https://www. webmd. com/parenting/baby/ss/slideshow-increase-milk-supply https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC4585338/ - Published: 2020-11-15 - Modified: 2020-11-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-normal-dengan-olahraga-menurut-dokter/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Persiapan melahirkan adalah tahap penting bagi ibu hamil menjelang persalinan. Tanpa persiapan yang memadai, persalinan akan menjadi proses yang menyulitkan. Terutama para ibu yang merencanakan persalinan normal. Banyak jenis persiapan yang perlu, termasuk dengan olahraga. Terdapat berbagai macam gerakan olahraga yang tepat untuk persiapan melahirkan normal. Coba beberapa gerakan latihan ini untuk membantu proses melahirkan normal. Latihan dasar panggul (Senam Kegel) Dasar panggul terdiri atas lapisan otot yang bisa meregang dari tulang kemaluan hingga ujung tulang belakang. Latihan dasar panggul akan membantu menguatkan lapisan otot tersebut yang bakal menegang saat proses persalinan. Ibu hamil yang memiliki otot dasar panggul lemah bisa mengeluarkan sedikit air seni ketika batuk atau bersin. Dunia kedokteran mengenal kondisi itu sebagai inkontinensia stres. Dalam rangka persiapan melahirkan, semua ibu hamil sebaiknya melakukan latihan dasar panggul untuk memperkuat otot tersebut. Bukan hanya bagi mereka yang mengalami inkontinensia stres. Cara melakukan latihan dasar panggul seperti menahan keinginan buang air, yakni: Tutup lubang anus seperti menahan buang air besar. Pada saat yang sama, tarik masuk vagina seperti menahan buang air kecil. Mula-mula lakukan gerakan ini dengan cepat, meregangkan dan melemaskan otot Setelah itu, regangkan dan lemaskan secara perlahan. Tahan otot ketika meregang kira-kira 10 detik sebelum melemaskannya. Lakukan latihan ini dalam 3 kali sesi setiap hari. Setiap sesi terdiri atas 8 kali peregangan dan pelemasan otot. Ibu hamil bisa melakukan latihan dasar panggul atau senam kegel kapan pun dan di mana pun. Misalnya sambil menonton televisi. Saat berlatih, pusatkan perhatian dan usahakan serileks mungkin. Squat Squat atau gerakan berjongkok juga menjadi persiapan melahirkan penting untuk kelancaran persalinan normal. Hal ini dapat membantu melemaskan otot dasar panggul dan menguatkan perineum (area kulit di antara liang vagina dan anus). Terdapat beberapa gerakan squat yang berguna untuk persiapan melahirkan, antara lain: Jongkok barbel Bila ada barbel di rumah, gunakan saat melakukan gerakan jongkok ini. Caranya: Berdiri tegak dengan kedua kaki terbuka. Tangan memegang barbel lurus ke depan untuk menyeimbangkan berat badan. Bila tak ada barbel tak apa-apa, luruskan saja tangan ke depan selama bisa seimbang. Ibu hamil juga bisa melakukannya sembari bersandar pada tembok di belakang. Perlahan turunkan tubuh hingga posisi jongkok. Tak perlu terlalu dalam berjongkok. Yang penting terasa nyaman dan tidak kesusahan untuk berdiri lagi. Kembali ke posisi semula. Jongkok sumo Seperti namanya, gerakan jongkok ini mirip dengan gerakan sumo. Caranya: Berdiri dengan kedua kaki terbuka lebar, lebih lebar dari bahu. Ujung jari menyerong. Mulai turunkan badan perlahan-lahan. Kembali ke posisi awal. Upayakan kedua kaki tidak bergerak saat melakukan gerakan ini. Jongkok kursi Latihan jongkok untuk persiapan melahirkan ini mirip dengan jongkok barbel, tapi menggunakan kursi. Caranya serupa dengan jongkok barbel. Namun gerakan jongkoknya di atas kursi dan tahan selama 1-2 detik sebelum kembali ke posisi semula. Variasi gerakan lainnya adalah jongkok lebih dalam. Gerakan ini juga mirip jongkok barbel, tapi posisi jongkok lebih dalam atau turun ke bawah. Latihan otot perut Melatih otot perut juga penting untuk persiapan melahirkan. Caranya: Posisikan seluruh tubuh seperti kotak dengan lutut tertekuk di bawah pinggul dan tangan dengan jari terbuka di bawah bahu. Angkat perut untuk menjaga punggung tetap lurus. Tarik otot perut dan angkat punggung, tahan beberapa detik. Kembali ke posisi awal. Saat ini masih ada mitos yang berkembang bahwa ibu hamil tak boleh berolahraga secara fisik. Padahal sebaliknya, olahraga sangat bermanfaat buat kesehatan ibu hamil dan meningkatkan peluang melahirkan normal. Yang penting, lakukan olahraga dengan intensitas yang tepat atau tidak berlebihan. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil tak bisa berolahraga untuk persiapan melahirkan, seperti: Terjadi perdarahan atau ada cairan keluar dari vagina Janin lebih sedikit bergerak Rahim berkontraksi Sakit kepala Merasa lemas di bagian sendi dan otot Dada terasa nyeri Terengah-engah Konsultasikan dengan dokter jika mendapati kondisi itu ketika berolahraga selama kehamilan. Ditinjau oleh: dr. Fredy Lisnan, Sp. OG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. medicalnewstoday. com/articles/290217#types-of-exercise https://parenting. firstcry. com/articles/10-effective-pregnancy-exercises-for-normal-delivery/ https://www. nhs. uk/conditions/pregnancy-and-baby/pregnancy-exercise/ https://www. healthline. com/health/pregnancy/squats - Published: 2020-11-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/kateterisasi-jantung-jangan-lakukan-saat-kondisi-ini/ - Kategori: Penyakit Jantung, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Kateterisasi jantung adalah prosedur umum untuk mengatasi gangguan fungsi jantung. Prosedur ini berlangsung jutaan kali di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh dunia setiap tahun. Selain sebagai pengobatan, kateterisasi jantung bisa menjadi sarana diagnosis terkait dengan masalah jantung dan pembuluh darah. Kateterisasi jantung memiliki standar atau pedoman dalam pelaksanaannya. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, misalnya, menerbitkan buku Pedoman Laboratorium Kateterisasi Jantung dan Pembuluh Darah. Ada pula Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Teknik Kardiovaskuler. Baik pasien maupun tenaga kesehatan mesti menaati pedoman ini demi mencegah risiko dan memastikan keberhasilan kateterisasi jantung. Aturan Kateterisasi Jantung Aturan kateterisasi jantung mengikat pasien dan tim dokter yang akan menjalankan prosedur ini. Contoh aturan itu adalah pelaksana kateterisasi harus memastikan ada tanda tangan persetujuan pasien atau keluarga pasien. Pasien juga mesti mendapat pelayanan yang layak sejak proses serah-terima, di ruang kateterisasi, hingga kepulangannya. Dari sisi pasien, terdapat pula beragam aturan. Misalnya pasien tidak bisa mengenakan aksesori seperti gelang, kalung, arloji, dan kacamata serta tidak membawa alat elektronik ke ruang kateterisasi jantung. Pasien juga wajib mengenakan pakaian khusus dari rumah sakit. Ada juga aturan yang melarang seseorang menjalani kateterisasi jantung jika memiliki kondisi tertentu. Kondisi Seseorang Dilarang Melakukan Kateterisasi Jantung Meski tak ada kontraindikasi pasti yang absolut, ada beberapa kondisi pasien yang bisa membuat dokter urung menjalankan kateterisasi jantung. Contoh kondisi tersebut antar lain: Sedang demam Ada infeksi aktif Mengalami anemia berat Elektrolit tak seimbang Hipertensi sistemik tak terkendali Diatesis perdarahan Toksisitas digitalis Kontraindikasi ini bersifat relatif. Ketika risiko komplikasi lebih besar, dokter bisa menyarankan prosedur lain sesuai dengan kebutuhan klinis atau menunggu keadaan pasien membaik terlebih dulu. Operator kateterisasi jantung bisa pula memodifikasi teknik sebaik mungkin agar bisa mendapatkan hasil tanpa menempatkan pasien dalam situasi yang membahayakan. Untuk itu, pasien perlu menjalani serangkaian tes agar tim dokter bisa menilai kondisinya sebelum melangsungkan prosedur kateterisasi jantung. Risiko & Efek Samping Kateterisasi Jantung Dokter menjalankan kateterisasi jantung untuk memeriksa fungsi pemompaan darah pada jantung. Dokter juga bisa melihat kinerja pembuluh darah di sekitar jantung dalam mengalirkan darah dan oksigen. Dalam prosesnya, terdapat sejumlah risiko dan efek samping bagi pasien, seperti” Memar, perdarahan, nyeri, atau infeksi di tempat pemasangan kateter Kerusakan atau robekan pada arteri tempat memasukkan kateter Serangan jantung Stroke Aritmia atau detak jantung tidak teratur Kerusakan ginjal Gumpalan darah Tekanan darah rendah Penumpukan darah atau cairan di kantong di sekitar jantung Bila tengah hamil atau mengira hamil, Anda harus memberi tahu dokter karena ada risiko terhadap janin dalam kandungan. Paparan radiasi sinar-X dalam prosedur kateterisasi jantung bisa menyebabkan bayi lahir dalam kondisi cacat. Pastikan pula untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang menyusui. Bagi beberapa orang, ada risiko reaksi alergi terhadap pewarna dalam kateterisasi jantung. Jika Anda punya alergi atau sensitif terhadap obat-obatan, pewarna kontras, yodium, atau lateks, beri tahu dokter Anda. Selain risiko di atas, mungkin ada risiko lain, tergantung detail kondisi medis Anda. Pastikan untuk mendiskusikan apa pun masalah kesehatan yang sedang Anda alami dengan dokter sebelum menjalani kateterisasi jantung. Ditinjau oleh: dr Faizal Pamewa Sp. JP Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Makassar Referensi: http://www. inaheart. org/upload/image/Buku_Pedoman_Cathlab. pdf https://m. hukumonline. com/pusatdata/detail/lt553df0f8308af/nprt/lt50ed170e2a71c/peraturan-menteri-kesehatan-no-91-tahun-2014-standar-pelayanan-teknik-kardiovaskuler https://www. ahajournals. org/doi/pdf/10. 1161/01. CIR. 84. 5. 2213? download=true https://www. msdmanuals. com/professional/cardiovascular-disorders/cardiovascular-tests-and-procedures/cardiac-catheterization - Published: 2020-11-12 - Modified: 2020-11-09 - URL: https://primayahospital.com/jantung/kenapa-kateterisasi-jantung-diperlukan/ - Kategori: Penyakit Jantung Kenapa kateterisasi jantung diperlukan? Kateterisasi jantung adalah salah satu prosedur penanganan terhadap masalah jantung yang sering menjadi pilihan. Dalam kateterisasi jantung, dokter menggunakan alat bernama kateter berupa tabung seperti slang yang fleksibel. Dokter memasukkan alat ini ke pembuluh darah di leher, lengan, atau selangkanan, lalu mengarahkannya ke aorta dan jantung. Setelah itu, dokter akan memeriksa kinerja jantung dan pembuluh darah dengan melakukan serangkaian tes, termasuk menyuntikkan pewarna kontras untuk memeriksa aliran darah. Dokter bisa melakukan kateterisasi pada jantung bagian kanan, kiri, atau keduanya. Prosedur ini dapat bersifat diagnostik, terapeutik, atau intervensi. Artinya, dokter bisa menjalankan kateter jantung untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah atau melakukan intervensi yang dapat membuat pasien tak perlu menjalani operasi jantung yang lebih besar. Siapa yang Membutuhkan Kateterisasi Jantung Pasien yang memiliki gejala penyakit jantung tidak serta-merta harus menjalani kateterisasi. Dokter akan melangsungkan serangkaian pemeriksaan terhadap pasien sebelum memutuskan bahwa langkah yang perlu adalah kateterisasi jantung. Pemeriksaan itu antara lain elektrokardiogram, stress test, atau CT scan. Mengacu pada hasil pemeriksaan itu, dokter bisa menyarankan Angiografi untuk konfirmasi bagi pasien yang memiliki keluhan: Nyeri dada Sesak napas Nyeri atau ada tekanan di bahu Ada tekanan atau nyeri di lengan, rahang, leher, atau punggung Intinya, dari prosedur tersebut, dokter antara lain dapat: - Mengecek kemungkinan adanya penyakit jantung, antara lain jantung koroner - Memeriksa fungsi jantung, misalnya apakah kinerja otot jantung dalam memompa darah masih baik - Menemukan dan mengatasi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, termasuk serangan jantung - Membantu menentukan apakah perlu melakukan tindakan lanjutan dan apa tindakan yang tepat untuk mengobati masalah jantung pada pasien Dokter juga bisa menjalankan kateterisasi jantung untuk melakukan biopsi alias mengambil sebagian kecil jaringan pada jantung untuk memeriksanya di bawah mikroskop. Kondisi Perlu Tindakan Kateterisasi Jantung Tak semua orang yang memiliki keluhan terkait dengan jantung mesti menjalani kateterisasi. Secara umum, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang memerlukan kateterisasi, seperti: Baru saja pulih dari serangan jantung Pernah mengalami serangan jantung parah Hasil elektrokardiogram atau tes lain abnormal, mengindikasikan adanya penyakit jantung Hendak menjalani operasi jantung Memiliki katup jantung buatan Ada cacat bawaan pada jantung dari lahir Tapi ada kalanya pasien dengan kondisi tersebut tak bisa menjalani kateterisasi. Sebab, walau tergolong non-invasif alias relatif aman dan tidak menyakitkan, terdapat sejumlah risiko bagi pasien tertentu. Misalnya orang tersebut sedang mengalami demam atau ada infeksi. Risikonya lebih tinggi pada sebagian pasien dengan kondisi itu. Karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum memberikan lampu hijau untuk prosedur kateterisasi. Maka pasien mesti aktif dan kooperatif dalam konsultasi demi memastikan keamanan dan keselamatan pasien itu sendiri. Kateterisasi jantung berlangsung di ruangan khusus yang bernama Cath Lab. Pasien umumnya hanya mendapat bius lokal dalam prosedur ini sehingga terjaga selama kateterisasi berlangsung. Dokter atau tenaga kesehatan lain akan menjelaskan tahap demi tahap kateter jantung di fasilitas pelayanan kesehatan setempat kepada pasien. Agar kateterisasi berjalan lancar, pahami penjelasan itu dan ikuti panduan dari dokter. Termasuk mematuhi apa saja larangannya. Ditinjau oleh: dr. Darwi Maulana Sp. JP Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/cardiac-catheterization/about/pac-20384695 https://www. health. harvard. edu/medical-tests-and-procedures/cardiac-catheterization-a-to-z https://inhealth. co. id/assets/collections/doc/gazette-2017-compressed-5beaa86abf75c. pdf - Published: 2020-11-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/dokter-spesialis-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Kelainan jantung dan pembuluh darah di sekitar jantung membutuhkan penanganan khusus demi peluang kesembuhan yang lebih baik. Dokter umum tak memiliki spesialisasi dalam penanganan penyakit jantung. Karena itu, rumah sakit memiliki dokter spesialis jantung untuk melayani para pasien penyakit jantung. Apa Itu Dokter Spesialis Jantung Dokter spesialis jantung adalah dokter yang mengkhususkan diri pada penyakit jantung dan sistem peredaran darah (kardiovaskular). Dokter jantung terlatih dalam mendiagnosis, merawat, dan mencegah beragam kondisi yang terkait dengan penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, hingga stroke yang berpotensi mengancam jiwa. Beberapa dokter spesialis jantung juga mengambil subspesialis untuk lebih mendalami bidangnya. Contohnya: Elektrofisiologi jantung (diagnosis dan pengobatan gangguan kelistrikan jantung) Kardiogeriatri (berfokus pada pasien penyakit jantung lansia) Ekokardiografi (diagnosis memakai USG dua dimensi, tiga dimensi, dan Doppler) Gagal jantung dan transplantasi (berkonsentrasi pada pasien gagal jantung) Kardiologi intervensi (secara khusus menangani pengobatan penyakit jantung berbasis kateter) Kardiologi nuklir (menggunakan bantuan radioaktif untuk mendiagnosis penyakit jantung) Penyakit Apa Saja Yang Dapat Ditangani Oleh Dokter Jantung Dokter spesialis jantung terbagi menjadi dua bidang konsentrasi, yakni dewasa dan anak-anak. Sebab, penanganan penyakit jantung pada orang dewasa dan anak-anak berbeda. Dokter jantung antara lain menangani penyakit berikut ini: Angina (nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah) Aritmia (detak jantung tidak teratur) Masalah katup jantung Murmur jantung Kardiomiopati (penyakit otot jantung) Edema Serangan jantung Penyakit arteri, misalnya aterosklerosis, arteritis, ateroma Penyakit jantung bawaan, seperti kebocoran jantung Tindakan Medis Yang Dapat Dilakukan Oleh Dokter Spesialis Jantung Tugas dokter jantung yang utama adalah meningkatkan peluang dan kualitas hidup pasien setelah mengalami penyakit jantung. Mereka juga menaruh perhatian pada edukasi dan pencegahan penyakit jantung. Dalam menjalankan tugas tersebut, dokter jantung dapat melakukan tindakan medis berupa intervensi, pengobatan, dan perawatan. Intervensi: angioplasti, memasang ring jantung dan alat pacu, kateterisasi jantung, terapi enhanced external counter pulsation (EECP), transplantasi jantung Pengobatan: pemberian obat seperti inhibitor ACE, anti-aritmia, terapi beta-blocker Perawatan: merekomendasikan diet, memeriksa perkembangan kondisi pasien, membantu memulihkan mental pasien. (lebih... ) - Published: 2020-11-10 - Modified: 2020-11-08 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/ct-scan-deteksi-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Radiologi CT scan merupakan pemeriksaan diagnostik medis. Bagaimana CT Scan bekerja untuk deteksi Covid-19? Seperti metode pemindaian sinar-X lain, pemeriksaan CT scan menghasilkan beberapa citra atau gambar dari dalam tubuh. Teknologi CT scan akan menyusun sejumlah gambar itu menjadi gambar tiga dimensi yang rinci. Radiolog bisa melihat hasil pemindaian itu pada monitor komputer atau cetakan dari printer dan menginterpretasikan sebagai penunjang diagnosis dokter. Pandemi Covid-19 turut mengangkat pamor CT scan sebagai alat penunjang diagnosis di samping tes usap (swab test) dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Covid-19 menjadi fenomena global setelah pertama kali muncul di Wuhan, Cina, pada akhir 2019. Virus penyebab Covid-19 adalah jenis baru sehingga manusia tak memiliki kekebalan terhadapnya. Gejala Covid-19 yang utama antara lain demam, batuk kering, dan sesak napas. Beberapa pasien juga mengalami kecapekan, lemas, dan kehilangan daya indra penciuman. Ada pula pasien positif Covid-19 dengan gejala diare dan bahkan tanpa gejala sama sekali. Meski gejala Covid-19 terbilang ringan, penularannya begitu mudah. Orang yang memiliki penyakit komorbid atau penyerta, seperti penyakit paru dan diabetes, lebih berisiko meninggal akibat Covid. Begitu pula orang yang berusia senja, lebih dari 65 tahun. Kondisi ini membuat para pakar berupaya menemukan cara penanganan terbaik, termasuk untuk mendeteksi pasien positif. Salah satunya dengan pemeriksaan CT scan. Apakah CT Scan Efektif Untuk Deteksi Covid-19? Pemeriksaan CT scan pertama kali muncul sebagai alat deteksi Covid-19 di Cina. Para dokter Cina memakai hasil CT scan untuk mengidentifikasi kasus positif Covid. Jurnal Radiology memuat hasil studi para ilmuwan Tiongkok yang melaporkan CT scan pada dada menemukan 97% kasus infeksi Covid. Sebagai perbandingan, para periset menemukan 48% pasien mendapat hasil negatif dari tes usap, tapi ternyata terjangkit Covid. Praktisi medis Cina lantas ramai menggunakan pemeriksaan CT scan untuk diagnosis Covid pada awal pandemi. Ketika Covid mulai menyebar ke negara lain, pemeriksaan CT scan bukanlah rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk diagnosis. WHO menganjurkan swab test dengan PCR. Adapun rapid test atau tes cepat berguna untuk screening pasien. Tapi, per Juni 2020, WHO menerbitkan panduan penggunaan teknik pencitraan pada dada dalam penanganan Covid-19. Panduan itu memeriksa bukti dan membuat rekomendasi untuk penggunaan pencitraan dada pada pasien dewasa dalam kondisi akut yang berstatus suspek, probabel, ataupun positif Covid-19. Teknik pencitraan itu mencakup radiografi, CT scan, dan ultrasonografi (USG). Para pakar di Amerika Serikat pun menemukan pemeriksaan CT scan sebagai metode terbaik untuk mendeteksi pasien Covid-19 pada tahap awal. Mereka menyatakan hasil CT scan sangat akurat karena organ dalam bisa terlihat dalam format tiga dimensi. Dengan demikian, dokter bisa melihat berbagai tanda dan gejala beragam penyakit, termasuk Covid. Menurut penelitian itu, pemeriksaan CT scan bisa menemukan pola spesifik pada paru yang menandakan virus corona telah dua pekan lebih bercokol di sana. Pola tersebut antara lain bintik putih buram dan bercak-bercak. Walau gejala Covid belum muncul, pola ini sudah bisa terlihat. Dengan deteksi dini itu, risiko penularan Covid dari seseorang bisa berkurang. Deteksi Virus Corona dengan CT Scan Paru Pemeriksaan CT scan pada dada umumnya bertujuan mendeteksi tanda dan gejala penyakit yang berkaitan dengan jantung dan paru. Contohnya masalah pada pembuluh darah koroner, kinerja otot jantung, dan kanker paru. CT scan dada memiliki peran baru sebagai pendeteksi virus corona setelah Covid-19 merebak. Pemeriksaan CT scan menghasilkan gambar yang lebih rinci dan akurat ketimbang rontgen konvensional. Maka efek infeksi virus corona pada paru pun bisa terlihat dari hasil pemindaian. Virus corona secara spesifik menargetkan paru-paru. Dari pemeriksaan CT scan paru, para tenaga medis menemukan ground-glass opacification/opacity (GGO), yakni bercak atau bintik putih yang buram dan menggumpal. GGO menandakan adanya abnormalitas pada paru seseorang. Dalam riset di Cina dan Amerika Serikat, banyak pasien positif Covid memiliki kondisi paru demikian dari pemeriksaan CT scan. Di Indonesia, sejumlah rumah sakit telah menyediakan layanan pemeriksaan CT scan paru untuk mendeteksi Covid. Anda bisa menghubungi rumah sakit di daerah Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan tersebut. Ditinjau oleh: dr. Dewi Elfrida, Sp. Rad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. who. int/publications/i/item/use-of-chest-imaging-in-covid-19 https://pubs. rsna. org/doi/10. 1148/radiol. 2020200642 http://www. actamedindones. org/index. php/ijim/article/download/1430/pdf - Published: 2020-11-09 - Modified: 2020-11-08 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-ct-scan-kepala-persiapan-prosedurnya/ - Kategori: Radiologi Pemeriksaan CT scan pada kepala adalah metode pencitraan tomografi terkomputasi menggunakan sinar-X untuk mendapatkan gambar tiga dimensi dari tengkorak, otak, dan bagian terkait lain dari kepala. CT scan bisa menghasilkan gambar yang lebih detail dibanding pemindaian sinar-X biasa, yang umumnya dokter lakukan untuk mengecek pembuluh darah dan jaringan lunak dalam tubuh, Pemeriksaan CT scan pada kepala umumnya berlangsung untuk mendeteksi berbagai masalah medis pada area kepala, misalnya: Cedera kepala dan tengkorak retak serta perdarahan pada pasien yang mengalami luka pada kepala Perdarahan akibat pecah atau bocornya pembuluh darah otak yang disertai rasa sakit kepala hebat yang mendadak muncul Gumpalan darah atau perdarahan pada otak pasien dengan gejala stroke Tumor otak Pembesaran rongga otak pada pasien hidrosefalus Kelainan bentuk tengkorak Persiapan Menjalani Pemeriksaan CT Scan Kepala Pasien memerlukan persiapan khusus sebelum menjalani pemeriksaan CT scan. Salah satunya menggunakan pakaian yang nyaman dan tak terlalu ketat. Pasien juga mungkin mesti bersalin pakaian dengan gaun rumah sakit. Tak perlu memakai perhiasan, termasuk anting-anting, atau benda logam lain pada hari-H pemeriksaan. Perempuan mesti melepas bra jika ada kandungan logam, seperti kawat. Bila pemeriksaan CT scan menggunakan cairan kontras, pasien harus berpuasa selama beberapa jam sebelumnya. Pasien juga wajib menginformasikan kepada dokter semua jenis obat yang tengah dikonsumsi dan ada-tidaknya alergi. Dokter mungkin meresepkan obat khusus untuk mengurangi reaksi alergi jika pasien memiliki alergi terhadap material cairan kontras. Sebaiknya jadwalkan pemeriksaan CT scan dengan membuat janji sebelumnya. Bila pasien punya riwayat penyakit seperti asma, diabetes, penyakit jantung, ginjal, atau tiroid, dokter juga perlu tahu. Sebab, kondisi itu bisa meningkatkan risiko efek yang berlawanan. Perempuan hamil berisiko mengalami masalah pada janin jika menjalani pemeriksaan CT scan karena penggunaan radiasi. Maka pasien perlu memberi tahu dokter jika sedang hamil. Peralatan yang Digunakan Terdapat banyak peralatan dalam pemeriksaan CT scan. Alat pemindai tentu menjadi yang utama. Selain itu, ada meja tempat pasien berbaring, komputer, cairan kontras, hingga tombol panggilan darurat jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Pemeriksaan ini berlangsung dalam sebuah ruang khusus. Tempat pasien menjalani pemeriksaan dan lokasi petugas operator mesin terpisah oleh dinding kaca. Alat pemindai Alat pemeriksaan CT scan ini bundar seperti donat. Ada spesifikasi khusus alat CT scan yang wajib terpenuhi untuk memberikan hasil yang berkualitas. Meja periksa Pasien berbaring pada meja ini selama pemeriksaan. Meja akan bergerak melewati alat pemindai beberapa kali untuk menghasilkan sejumlah gambar. Cairan kontras Pasien mungkin memerlukan cairan kontras akan hasil yang muncul lebih detail dan akurat terbaca. Tabung sinar-X Alat ini berupa tabung yang berputar di sekeliling kepala dalam proses pemeriksaan. Komputer Komputer khusus tersedia sebagai alat pemroses data hasil pemeriksaan CT scan. Ada petugas radiologi yang bertugas mengoperasikan komputer ini. Tombol panggilan Ada tombol panggilan dekat pasien berbaring. Tombol ini berfungsi sebagai pemberi informasi kepada operator atau perawat bahwa pasien memerlukan bantuan saat pemeriksaan. Interkom Guna memberikan arahan dan memantau jalannya pemeriksaan CT scan, ada interkom yang menghubungkan komunikasi operator dengan pasien. Posisi Pasien Dalam pemeriksaan CT scan kepala, pasien harus telentang dengan kepala ke arah gantry atau rumah tabung sinar-X. Pasien harus tepat di garis tengah pemindai. Operator bisa menggunakan tali pengikat khusus untuk mempertahankan posisi kepala. Pasien juga harus sedikit menundukkan dagu ke arah dada. Bisa pula operator mengarahkan gantry agar posisinya pas. Posisi ini penting agar pemindaian tidak mengenai bola mata. Pasien mesti rileks dan diam selagi pemeriksaan berlangsung. Jika merasa tidak nyaman, pasien bisa memberi tahu perawat atau operator lewat interkom. Prosedur Pemeriksaan Prosedur CT scan kepala berbeda-beda tergantung kondisi pasien dan tujuan pemeriksaan. Umumnya, prosedur itu meliputi: Memasukkan cairan kontras lewat pembuluh darah pada lengan atau lewat oral jika pemeriksaan membutuhkan cairan tersebut. Pasien berbaring pada meja pemeriksaan yang akan masuk ke mesin pemindai. Operator berada dalam ruang terpisah, tapi masih bisa berkomunikasi dengan pasien. Selagi pemindai berputar, sinar-X akan melalui tubuh selama beberapa saat. Pemindai mendeteksi gambar dari organ tubuh yang menyerap sinar-X, lalu mengirimnya ke komputer. Komputer kemudian mengolahnya menjadi gambar untuk interpretasi. Pasien tak boleh bergerak selama prosedur. Pasien mungkin harus beberapa kali menahan napas dalam pemeriksaan. Jika sudah ada hasil yang memadai, operator menghentikan prosedur dan membantu pasien bangkit dari meja periksa. Pemeriksaan CT scan kepala mungkin berlangsung tanpa perlu rawat inap, tapi bisa pula pasien mesti menginap untuk menjalani perawatan lanjutan. Ditinjau oleh: dr. Dewi Elfrida, Sp. Rad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. medicinenet. com/cat_scan/article. htm#why_are_ct_scans_performed https://www. hopkinsmedicine. org/health/treatment-tests-and-therapies/computed-tomography-ct-or-cat-scan-of-the-brain https://www. radiologyinfo. org/en/info. cfm? pg=headct - Published: 2020-11-08 - Modified: 2020-11-08 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-ct-scan-untuk-deteksi-penyakit-anda/ - Kategori: Radiologi Pemeriksaan CT scan atau computed tomography scan adalah salah satu metode medis yang bisa membantu dokter mendeteksi beragam penyakit. Teknologi CT scan mampu memberikan hasil yang akurat dan rinci sebagai penunjang diagnosis. Rumah sakit Indonesia telah lama menerapkan CT scan guna mendiagnosis penyakit, yakni sejak 1970. Awalnya, pemeriksaan CT scan hanya menargetkan kepala. Berkat kemajuan teknologi, kini rumah sakit bisa memakai CT scan pada bagian tubuh lain untuk mendeteksi berbagai penyakit, khususnya penyakit tidak menular seperti kanker hingga Covid-19. Abnormalitas pada seluruh tubuh bisa terdeteksi dengan CT scan, dari kepala, paru-paru, sampai kaki. Dokter dapat menggunakan hasil CT scan untuk mendeteksi penyakit Anda sedari dini. Jadi Anda bisa selekasnya mendapatkan tindakan medis guna memperbesar peluang atau mempercepat kesembuhan. Pemeriksaan CT scan memanfaatkan teknologi radiografi sinar-X untuk menghasilkan citraan medis. Dengan bantuan komputer, dokter bisa melihat kelainan pada organ dalam tubuh Anda dan menentukan langkah penanganan apa yang tepat. Manfaat pemeriksaan CT scan lebih banyak terasa ketika dalam kondisi darurat. Misalnya buat seseorang yang baru saja terlibat kecelakaan lalu lintas dan menderita luka parah. Hasil CT scan bisa dokter pakai untuk melihat organ internal orang tersebut guna menyelamatkan nyawanya. Bagian-bagian Tubuh yang Dipindai Pemeriksaan CT scan dapat berjalan pada seluruh tubuh manusia. Tapi ada beberapa bagian yang lebih kerap menjadi target pemeriksaan, yakni kepala, dada, panggul dan rongga perut, serta tulang. Kepala Dokter menjalankan pemeriksaan CT scan pada kepala antara lain untuk menilai keparahan cedera dan keseriusan sakit kepala serta memeriksa gejala penyakit seperti stroke, perdaraham, aneurisma, dan tumor otak. Keluhan sinus juga bisa mendapat tindakan CT scan. Begitu pula bila Anda akan menjalani terapi radiasi untuk kanker otak. Dalam beberapa kasus darurat, pemeriksaan CT scan bisa menemukan luka dalam dan perdarahan internal dengan cepat sehingga bisa membantu menyelamatkan nyawa. Dada Pemeriksaan CT scan pada dada bertujuan memeriksa kelainan yang menjadi temuan dalam tes pencitraan lain serta menunjang diagnosis berbagai gejala penyakit. Misalnya batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, dan masalah dada lain. Dokter juga bisa memakai CT scan sebagai alat diagnosis kanker paru-paru pada stadium awal sehingga lebih mungkin sembuh. Hasil CT scan pada dada juga bisa dokter manfaatkan ketika hasil tes lain, seperti rontgen, elektrokardiogram, echocardiogram, dan stress test, tak dapat memberikan informasi yang memadai mengenai jantung Anda. Lewat pemeriksaan CT scan, dokter bisa memperoleh informasi tambahan mengenai: Struktur jantung dan kinerja pemompaan darah pada jantung Masalah pada otot jantung akibat serangan jantung Volume plak dalam pembuluh darah koroner Panggul dan rongga perut CT scan bisa menemukan masalah yang memicu penyakit pada usus halus dan usus besar, juga pada organ dalam lain pada rongga perut serta panggul seperti hati, pankreas, ginjal, dan kantong empedu. Pasien yang datang dengan keluhan sakit perut akut juga bisa menjalani pemeriksaan CT scan untuk mengetahui penyebabnya. Dokter juga tak jarang memakai hasil CT scan untuk memeriksa kanker dalam panggul dan rongga perut. Tulang Ketika hasil pemeriksaan lain tidak bisa memberikan kepastian, dokter bisa melangsungkan pemeriksaan CT scan untuk menilai kerusakan tulang, jaringan lunak, sendi, atau masalah lain. CT scan bisa menghasilkan informasi lebih detail mengenai kondisi tulang, termasuk pada pasien patah tulang yang sekiranya memerlukan operasi segera. Langkah-langkah Pemeriksaan CT Scan Pemeriksaan CT scan berlangsung dalam ruangan khusus di rumah sakit. Pelaksananya umumnya petugas yang memang bertugas sebagai operator mesin CT scan. Operator memulai prosedur dengan meminta Anda berbaring pada meja pemeriksaan, bisa telentang, tengkurap, ataupun miring. Mungkin Anda memerlukan pengikat dan bantal untuk membantu mempertahankan posisi selama pemeriksaan. Bila pemeriksaan memakai bahan kontras, perawat akan menyuntikkannya lewat jalur intravena (IV) ke pembuluh darah pada lengan. Setelah itu, meja pemeriksaan akan bergerak cepat melewati pemindai untuk menentukan posisi yang tepat. Lantas meja bergerak perlahan melalui mesin untuk memulai proses pemindaian. Selagi proses pemindaian, operator mungkin akan meminta Anda menahan napas. Operator juga mungkin meminta Anda menunggu sejenak meski pemindaian telah selesai untuk memastikan hasilnya sudah memadai. Proses ini umumnya berlangsung sekitar 30 menit. Dalam pemeriksaan CT scan, Anda akan mendengar suara dengung, klik, dan desir serta tersorot lampu terang. Bila merasa tidak nyaman, sesak napas, atau pening, Anda harus segera memberi tahu operator atau perawat. Pemeriksaan CT scan umumnya tak memerlukan rawat inap. Pasien bisa langsung pulang setelah proses pemeriksaan. Ditinjau oleh: dr. Dewi Elfrida, Sp. Rad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/ct-scan/about/pac-20393675 https://www. webmd. com/cancer/what-is-a-ct-scan#1 https://www. radiologyinfo. org/en/info. cfm? pg=bodyct Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-11-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/penyakit-penyerta-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Penyakit Covid-19 lebih berisiko bagi orang yang sebelumnya mengidap penyakit (dalam istilah medis disebut Komorbid). Beberapa waktu lalu, laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa 94 persen kasus kematian Covid-19 di Amerika Serikat terjadi pada pasien dengan komorbiditas atau memiliki penyakit penyerta. Pasien yang memiliki Komorbid ini lebih memerlukan perhatian karena kondisinya lebih rentan sehingga ketika tertular Covid-19 bisa berdampak fatal. Daftar Kementerian Kesehatan memuat 12 penyakit penyerta Covid-19 yang paling banyak pada pasien positif Covid. Lima di antaranya adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit paru, dan penyakit ginjal. Orang yang telah memiliki penyakit ini harus lebih ketat menerapkan protokol kesehatan demi menghindari penularan Covid-19. Hipertensi Menurut laporan penelitian di European Heart Journal, orang yang menderita hipertensi dua kali lipat lebih berisiko meninggal akibat Covid-19. Di Indonesia, penyakit ini menempati urutan pertama sebagai penyakit penyerta Covid-19. Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Penyebab darah tinggi bermacam-macam, antara lain faktor usia, kelebihan berat badan, kurang berolahraga, dan konsumsi garam berlebih. Tanpa upaya pengobatan, tekanan darah tinggi bisa dalam jangka waktu tertentu bisa menyebabkan kerusakan pada organ dalam, termasuk jantung dan ginjal. Karena itu, orang yang mengidap hipertensi sangat berisiko mengalami kondisi yang lebih parah ketika terkena Covid-19. Diabetes Melitus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia menyebut diabetes melitus sebagai salah satu penyakit penyerta Covid-19 yang meningkatkan risiko keparahan pada pasien positif. Penyebabnya adalah terdapat fluktuasi kadar gula darah pada pengidap diabetes dan berhubungan dengan kekentalan darah akibat gula darah yang tidak stabil. Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif sehingga memerlukan pengendalian dan pengobatan secara intensif. Pemicu penyakit ini di antaranya gaya hidup tidak sehat, faktor keturunan, dan usia. Pengidap diabetes melitus perlu lebih memperhatikan pengobatannya selain menerapkan protokol kesehatan. Di berbagai belahan dunia, penyakit ini menempati daftar lima besar penyakit penyerta Covid-19 yang berbahaya. Penyakit Jantung Penyakit jantung menjadi penyakit penyerta Covid-19 yang meningkatkan risiko kematian hingga tiga kali lipat. Pengidap penyakit jantung akan mengalami gejala Covid yang lebih berat ketimbang pasien positif Covid yang tak punya penyakit tersebut. Menurut temuan di Inggris, sebanyak 9 dari 10 pasien Covid yang meninggal memiliki komorbid tersebut. Mengapa demikian? Kondisi pasien dengan komorbid jantung sudah terdapat abnormalitas struktur dan fungsi/ kekuatan. Pada kondisi infeksi, demam menyebabkan metabolisme meningkat, kebutuhan oksigen bertambah, batuk dan produksi lendir saluran nafas membuat tubuh semakin lelah. Dan juga berhubungan dengan reseptor ACE2 yang terdapat pada covid-19 dan organ jantung Penyakit Paru Covid-19 secara langsung berhubungan dengan organ paru-paru. Sebab, target utama Covid 19 adalah sistem pernapasan. Sedangkan paru-paru merupakan organ vital dalam kehidupan manusia. Terdapat berbagai macam Komorbid paru yang dapat memperburuk kondisi saat terserang Covid-19, seperti asma, bronkitis, serta kanker paru. Infeksi Covid menyebabkan gejala pneumonia yang dapat merusak organ paru secara cepat hingga berpotensi merenggut jiwa pasien. Penyakit Ginjal Orang dengan penyakit ginjal lebih berisiko terhadap penyakit lain, termasuk Covid-19. Ginjal adalah organ yang berfungsi membersihkan aliran darah dengan bekerja sebagai filter untuk mengeluarkan air dan produksi limbah dari tubuh. Pada pasien penyakit ginjal, organ tersebut tak mampu bekerja secara semestinya. Pada kondisi gagal ginjal kronis pasien menjalani cuci darah yang menyebabkan kondisi imun penderita gagal ginjal lebih rentan yang akan memperburuk gejala bila terpapar covid-19. Orang-orang yang memiliki penyakit penyerta sebaiknya lebih memperhatikan dirinya. Contohnya dengan selalu menjaga gaya hidup sehat serta terus rutin menjalani pengobatan. Tentu tanpa lupa menerapkan protokol kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Ditinjau oleh: dr. Kathi Swaputri Kancana, SpPD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. kemkes. go. id/resources/download/info-terkini/covid%20dalam%20angka/covid%20dalam%20angka%20-%2008082020. pdf https://www. escardio. org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/High-blood-pressure-linked-to-increased-risk-of-dying-from-COVID-19 https://www. idf. org/aboutdiabetes/what-is-diabetes/covid-19-and-diabetes/1-covid-19-and-diabetes. html http://www. inaheart. org/perki/upload/files/Penyakit%20Jantung%20dan%20Covid. pdf https://www. webmd. com/lung/covid-and-pneumonia#1 https://www. kidney. org/coronavirus/kidney-disease-covid-19 - Published: 2020-11-04 - Modified: 2020-11-04 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-usg-4d-cara-kerja-manfaat-kapan-usg-4d-diperlukan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Wajar bila calon ibu merasa penasaran terhadap janin dalam kandungan. Pemeriksaan USG 4D hadir menjawab rasa penasaran tersebut. Teknologi ultrasonografi 4 dimensi membuat calon ibu bisa lebih mudah mengamati keadaan janin, termasuk wajah dan jenis kelaminnya. Kehadiran teknologi ini memperbaiki kekurangan yang ada pada teknik USG sebelumnya. Sebetulnya USG 4D dan USG 3D memiliki banyak kesamaan. Dengan kedua teknik USG itu, calon ibu bisa melihat bentuk mulut dan hidungnya, kaki, tangan, dan organ lain. Tapi USG 4D bisa menampilkan aktivitas gerak bayi secara langsung dalam bentuk video, seperti menguap dan menendang, bahkan ketika menjulurkan lidah. Anda tak bisa menemukan hal serupa pada teknik pemeriksaan USG 2D. Pemeriksaan USG 4D termasuk aman karena menggabungkan dua seksi gambar 2 dimensi menjadi satu. Tapi para ahli merekomendasikan pemeriksaan ini hanya untuk kepentingan pemeriksaan kandungan, bukan untuk foto atau kenang-kenangan. Sebab, pemakaian gelombang suara yang terlalu berlebih dalam pemeriksaan USG bisa membahayakan janin dalam kandungan. Manfaat USG 4D Fungsi pemeriksaan USG 4D hanyalah untuk tujuan medis. Dokter kandungan memerlukan hasil pemeriksaan USG 4D untuk mengetahui keadaan janin sehingga bisa melakukan intervensi segera jika mendapati ada masalah kesehatan. Meski demikian, para orang tua boleh saja menarik manfaat pemeriksaan USG 4D untuk mengetahui jenis kelamin atau menyaksikan buah hati beraktivitas dalam kandungan ibundanya. Dalam soal risiko masalah kesehatan janin, dokter membutuhkan hasil pemeriksaan USG 4D guna memudahkan pendeteksian. Dokter bisa mengamati dengan teliti organ janin saat bergerak-gerak. Dengan demikian, dokter akan lebih mudah menemukan gangguan atau kondisi abnormal jika ada. Setelah mendapati adanya masalah itu, dokter pun bisa mengambil tindakan yang perlu sesegera mungkin. Makin dini deteksi, kemungkinan keberhasilan tindakan makin besar. Dokter juga bisa menggabungkan hasil pemeriksaan USG 4D dengan tindakan medis lain untuk menegakkan diagnosis. Misalnya tes darah calon ibu. Penggabungan hasil pemeriksaan itu akan makin menguatkan diagnosis dan membantu dokter memilih prosedur apa yang paling tepat untuk perawatan. Cara Kerja USG 4D Cara kerja USG 4D serupa dengan USG 3D, yakni memakai cairan gel yang khusus. Dokter atau perawat akan mengoleskan gel itu ke permukaan perut bunda. Fungsi gel itu adalah sebagai penghantar gelombang suara yang membuat alat USG lebih mudah menangkap citra janin dalam kandungan. Dokter memakai alat USG atau transduser untuk memindai gambar janin dengan cara menggerak-gerakkannya pada permukaan perut bunda. Gerakan itu akan menghasilkan rekaman aktivitas janin. Aktivitas berupa video lantas akan terlihat pada monitor yang tersambung dengan alat USG. USG 4D umumnya bisa memberikan hasil seturut kebutuhan. Tapi ada beberapa faktor yang membuat pemeriksaan USG 4D gagal menghasilkan gambar, antara lain: Janin menghadap punggung bunda sehingga wajahnya tak terlihat Lapisan perut bunda terlalu tebal Air ketuban dalam kandungan terlalu keruh atau terlalu sedikit Kapan Bunda Memerlukan USG 4D Pemeriksaan USG 4D bisa berlangsung kapan pun. Tapi, untuk mendapatkan manfaatnya yang pasti, dokter kebanyakan menyarankan bunda menjalani USG 4D ketika usia kandungan lebih dari 27 minggu. Waktu terbaik adalah usia kehamilan 27-32 minggu. Sebab, pada saat itu, janin sudah mulai membentuk organ dan masih ada ruang dalam kandungan baginya untuk bergerak. Fitur wajahnya juga sudah mulai kelihatan. Adapun ketika umur kandungan 33 minggu lebih, ada kemungkinan janin sudah mulai turun dari posisinya sehingga sulit menghasilkan gambar sesuai dengan harapan. Khusus bagi bunda yang mengalami keluhan terkait dengan kandungan atau kehamilannya termasuk berisiko, dokter akan memberikan saran kapan perlu pemeriksaan USG 4D. Konsultasikan segala permasalahan yang bunda dapati saat mengandung agar bisa menemukan solusi sesegera mungkin. Ditinjau oleh: dr. Edo Brendo Stevano, SpOG, MARS Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. topdoctors. co. uk/medical-articles/the-benefits-of-4d-ultrasound https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC3239390/#:~:text=In%20comparison%20with%202D%20ultrasound,the%20direction%20of%20the%20limbs. - Published: 2020-11-02 - Modified: 2020-11-02 - URL: https://primayahospital.com/anak/manfaat-imunisasi-tifoid/ - Kategori: Anak Imunisasi dasar dan lanjutan merupakan program pemerintah untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia. Sebagian vaksin disediakan oleh pemerintah secara gratis sehingga bersifat wajib, sedangkan sebagian lain merupakan pilihan. Imunisasi tifoid termasuk yang bersifat pilihan. Adanya perbedaan imunisasi wajib dan pilihan bukanlah penanda penting atau tidaknya imunisasi tersebut. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, semua imunisasi sama pentingnya. Kesehatan anak akan lebih terjamin jika mendapat imunisasi dasar dan lanjutan sesuai dengan kebutuhannya. Apa Manfaat Imunisasi Tifoid Tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Penyakit ini muncul karena masalah kebersihan lingkungan. Gejala utama penyakit yang juga kerap disebut tifus ini adalah demam. Gejala lainnya meliputi: Sakit kepala Merasa lelah dan lemas Nyeri otot Berkeringat Batuk kering Selera makan hilang sehingga berat badan turun Sakit perut Masalah pencernaan Ruam Perut membengkak Jika tak dilakukan penanganan segera, pasien demam tifoid akan kerap mengigau dan hanya bisa berbaring dengan mata setengah tertutup. Pada beberapa orang, gejala-gejala ini bisa muncul lagi dalam dua pekan setelah demam turun. Imunisasi tifoid yang diberikan pada anak bermanfaat untuk mencegah penyakit tersebut. Imunisasi ini penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan yang tidak higienis. Kapan Imunisasi Dapat Diberikan? Terdapat dua jenis vaksin untuk imunisasi tifoid. Salah satunya vaksin dari bakteri Salmonella yang telah dimatikan atau tidak aktif. Satu lagi berupa bakteri hidup yang dilemahkan. Vaksin dari bakteri tidak aktif diberikan lewat suntikan, sedangkan dari bakteri hidup melalui mulut. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan mana jenis imunisasi tifoid yang dibutuhkan. Vaksin tifoid dari bakteri yang tidak aktif dapat diberikan kepada orang yang berusia 2 tahun ke atas. Jika orang itu tinggal di daerah yang berisiko, pemberian imunisasi tifoid disarankan dilanjutkan dengan vaksinasi setiap 2 tahun sekali. Adapun vaksin dari bakteri hidup bisa diberikan kepada orang yang berusia 6 tahun ke atas. Caranya, satu kapsul diminum setiap hari dengan total empat kapsul. Setiap kapsul harus ditelan secara utuh dengan air dingin sekitar satu jam sebelum makan. Berapa Kali Imunisasi Tifoid Diberikan? Imunisasi tifoid diberikan setidaknya satu kali. Pengecualian berlaku bagi orang-orang yang tinggal di wilayah yang berisiko tinggi terkena tifoid. Begitu juga buat orang yang kontak dekat dengan penderita tifus serta mereka yang hendak berkunjung ke daerah yang rawan tifus. Imunisasi bisa dilakukan beberapa kali. Sebagai booster atau penguat dari imunisasi dasar, vaksin tifoid bisa diberikan setiap lima tahun sekali. Efek Samping Vaksin Tifoid Efek samping jika lewat suntikan umumnya ringan, seperti: Rasa nyeri saat disuntik Bagian kulit yang disuntik memerah atau membengkak Demam Sakit kepala Rasa tidak nyaman Begitu pula efek samping jika lewat mulut, antara lain Sakit kepala Sakit perut Diarea Mual Muntah Meski demikian, ada risiko lebih besar buat orang-orang dengan kondisi tertentu, misalnya: Punya alergi yang berkaitan dengan vaksin tifoid Daya tahan tubuh lemah Sedang hamil atau menyusui Sedang atau baru saja mengonsumsi obat-obatan atau antibiotik malaria Dalam beberapa kasus, dokter bisa menunda pemberian imunisasi dasar tifoid. Berkonsultasilah dulu kepada dokter sebelum meminta vaksin tifoid. Ditinjau oleh: Dr Ria Yoanita,SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. who. int/immunization/research/development/typhoid/en/ https://www. cdc. gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/typhoid. html - Published: 2020-11-01 - Modified: 2020-11-02 - URL: https://primayahospital.com/anak/bayi-tumbuh-gigi-ini-cara-mengatasinya/ - Kategori: Anak Bayi tumbuh gigi adalah periode yang menggembirakan tapi juga mengkhawatirkan. Di satu sisi, tumbuhnya gigi pada bayi menandakan perkembangan yang sesuai dengan harapan. Bayi bisa mulai diberi makan makanan padat karena dapat mengunyah. Di sisi lain, bayi akan lebih rewel dibanding biasanya ketika mulai tumbuh gigi. Gejala Bayi Tumbuh Gigi Periode bayi tumbuh gigi bervariasi pada setiap bayi. Umumnya gigi mulai muncul pada tahun pertama. Bahkan ada bayi yang lahir dengan gigi. Meski begitu, ada juga bayi yang mulai tumbuh gigi setelah berusia setahun. Anda dapat memeriksanya secara langsung dengan membuka mulut bayi secara hati-hati. Seringnya ada gejala bayi tumbuh gigi yang bisa menjadi penanda bahwa sudah mulai ada gigi pada si kecil. Gejala ini berbeda-beda pada setiap bayi. Di antaranya: Gusi menjadi merah Pipi memerah Bayi sering menggosok-gosok telinga Bayi menggigit-gigiti banyak benda Keluar air liur lebih banyak Lebih rewel ketimbang biasanya Susah makan Susah tidur Kondisi yang kerap dikaitkan dengan gejala bayi tumbuh gigi lainnya adalah demam. Namun demam bisa jadi merupakan gejala kondisi lain yang lebih serius. Orang tua perlu memeriksakan buah hatinya jika terjadi demam tinggi dan tidak turun-turun. Yang pasti, bayi tampak merasa sakit ketika mulai tumbuh gigi. Meski begitu, kadar sakit yang dirasakan tiap bayi berlainan. Beberapa mungkin akan menjadi sangat rewel karena rasa tak nyaman akibat bayi tumbuh gigi. Tapi ada pula yang masih bisa mudah ditenangkan. Biasanya gejala ini muncul dalam tiga hingga lima hari sebelum bayi tumbuh gigi dan hilang dengan sendirinya begitu gigi menembus kulit gusi. Cara Mengatasi Keluhan Saat Bayi Tumbuh Gigi Orang tua yang menghadapi bayi tumbuh gigi bisa merasa senewen hingga emosional, terutama yang baru memiliki anak pertama. Orang tua tak perlu panik jika berada dalam situasi seperti ini. Kuncinya ada pada perhatian kepada bayi yang perlu ditingkatkan. Berikut ini cara mengatasi keluhan saat bayi tumbuh gigi. Teething ring Teething ring atau teether adalah mainan terbuat dari karet atau plastik yang aman untuk digigit-gigit ketika bayi tumbuh gigi. Teething ring berfungsi meredakan rasa tidak nyaman yang muncul dan mengalihkan bayi dari rasa sakit. Anda dapat mendinginkan teething ring dulu di dalam kulkas sebelum memberikannya kepada bayi. Tapi jangan terlalu dingin karena justru dapat merusak gusi bayi, terlebih jika memasukkannya ke freezer. Makanan untuk dikunyah Selain menggunakan teething ring, Anda bisa memberikan makanan sehat untuk dikunyah pada periode bayi tumbuh gigi. Makanan itu antara lain buah seperti apel dan melon serta sayuran seperti wortel. Olah dulu makanan itu sesuai dengan kebutuhan. Misalnya wortel perlu direbus dulu sebentar agar tak terlalu keras. Anda juga bisa memberikan biskuit bayi selain sayuran dan buah. Namun hindari makanan yang mengandung banyak gula karena berisiko menyebabkan kerusakan gigi pada bayi. Jangan lupa awasi bayi ketika mengunyah makanan untuk berjaga-jaga bila mereka tersedak. Gosok gusi Anda bisa membantu meredakan rasa sakit ketika bayi tumbuh gigi dengan menggosok gusinya. Gunakan kain bersih ketika menggosok. Gosok dengan lembut dan tanpa paksaan. Bila bayi menolak, hentikan segera karena malah bisa membuatnya bertambah rewel. Parasetamol dan ibuprofen Bila merasa bayi tampak kesakitan, Anda bisa memberikan parasetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis. Konsultasikan dulu ke dokter anak sebelumnya. Parasetamol atau ibuprofen biasanya diberikan untuk meringankan gejala bayi tumbuh gigi dan anak kecil berusia 3 bulan atau lebih. Hibur dan dampingi Kehadiran orang tua bisa membantu menenangkan bayi ketika tumbuh gigi. Ajaklah mereka bermain untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit pada gusi. Ketika bayi tumbuh gigi, itulah saatnya orang tua mulai harus lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut sang buah hati. Gigi yang tumbuh harus dirawat dengan cara rutin disikat menggunakan sikat khusus bayi. Selain itu, hindari makanan manis karena bisa merusak gigi. Ditinjau oleh: Dr Ria Yoanita,SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: http://www. unpad. ac. id/2013/10/kesehatan-gigi-susu-dapat-pengaruhi-tumbuh-kembang-anak/ https://www. idai. or. id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kapan-anak-mulai-menggosok-gigi https://www. mayoclinic. org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/teething/art-20046378 https://www. nhs. uk/conditions/pregnancy-and-baby/teething-tips/ https://www. nhs. uk/conditions/pregnancy-and-baby/teething-and-tooth-care/ - Published: 2020-10-29 - Modified: 2020-11-02 - URL: https://primayahospital.com/anak/pertanyaan-seputar-asi-eksklusif/ - Kategori: Anak Air susu ibu atau ASI eksklusif memberikan manfaat besar bagi bayi untuk proses tumbuh kembangnya. Banyak ibu yang tentu sudah memahami apa manfaat ASI eksklusif. Sayangnya, masih ada pula yang belum mengerti. Bahkan tidak sedikit yang mengaku paham tapi ternyata pemahamannya belum sepenuhnya benar. Pemahaman terhadap ASI eksklusif memiliki peran penting dalam upaya pemberian ASI eksklusif yang sukses kepada buah hati. Meski demikian, pemahaman seputar ASI eksklusif membutuhkan pelaksanaan yang konkret alias ibu benar-benar memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, tidak semata-mata menjadi teori di dalam kepala. Untuk membantu memahami seputar ASI eksklusif, berikut ini beberapa pernyataan yang sering diajukan. Bagaimana Jika Susu Formula Diberikan Saat ASI Eksklusif? Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ASI eksklusif berarti bayi hanya menerima air susu yang berasal dari ibu. Tak boleh ada cairan atau zat padat, termasuk air putih, selama periode ASI eksklusif. Pengecualian berlaku untuk rehidrasi oral atau pemberian vitamin, sirop, mineral, atau obat. Itu artinya pemberian susu formula menggagalkan program ASI eksklusif. Periode pemberian ASI eksklusif berlangsung selama 6 bulan sesudah bayi lahir. Jadi selama itu bayi hanya boleh menerima air susu ibu langsung untuk memastikan keberhasilan ASI eksklusif. Kandungan gizi dan nutrisi dalam ASI sudah memadai bagi kebutuhan bayi. Susu formula dapat menjadi pelengkap setelah 6 bulan atau seusai periode ASI eksklusif. Meski demikian, asupan terbaik tetaplah ASI. Bagaimana Cara Menyimpan dan Mencairkan ASI Perah? Ikatan Dokter Anak Indonesia memiliki panduan cara menyimpan dan mencairkan ASI perah yang benar. Cara menyimpan ASI perah: Cuci tangan sebelum memerah dan menyimpan ASI. Pastikan kebersihan wadah ASI. Sebaiknya pakai botol kaca atau plastik yang bebas bisphenol A atau BPA. Tutup rapat botol. Jangan isi botol terlalu penuh karena volume ASI bakal naik dalam proses pembekuan. Hindari menyimpan botol ASI di bagian pintu freezer. Sesuaikan jumlah ASI dengan kebutuhan bayi. Beri label berupa nama bayi dan tanggal perah ASI pada botol. Pisahkan perahan ASI baru dengan ASI beku perahan sebelumnya. Buang sisa ASI jika tidak habis, jangan bekukan lagi. Agar ASI rata tercampur, putar-putar botol. Hindari mengocok ASI karena kandungan pentingnya bisa rusak. Jenis tmpat penyimpanan mempengaruhi berapa lama ASI tersebut valid dan aman untuk konsumsi bayi. Bila menggunakan frezer plus lemari es satu pintu, durasinya 2 minggu. Jika memakai freezer plus lemari es dua pintu, lama penyimpananan 3-6 bulan. Adapun penyimpanan di freezer dengan pintu di atas memberikan usia lebih lama pada ASI perah, yakni 6-12 bulan. Cara mencairkan ASI perah: Lihat label untuk mengecek tanggal. Cairkan yang lebih dulu masuk penyimpanan. ASI tak mesti hangat ketika bayi meminumnya. Sebelum mencairkan, pindahkan botol ASI beku dari freezer ke lemari es selama semalam. Atau masukkan ke wadah berisi air dingin hingga mencapai suhu yang sesuai untuk pemberian ASI. Jangan mencairkan ASI dalam microwave karena justru bisa merusak kandungan ASI. Jangan mencairkan ASI di atas kompor secara langsung. Lebih baik gunakan wadah berisi air hangat. Teteskan sedikit ASI ke pergelangan tangan untuk memastikan ASI telah hangat. Berikan ASI dalam 24 jam setelah cair. Buang sisanya. Memberikan Obat Pada Bayi, Apakah Menggagalkan ASI Eksklusif? Menurut panduan WHO, pemberian obat tidak menggagalkan ASI eksklusif. Ada beberapa kondisi bayi yang memang membutuhkan obat untuk keselamatan dirinya. Jika tak mendapat obat, justru nyawanya terancam. Namun sebaiknya tetap konsultasikan pemberian obat kepada dokter anak untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan sang buah hati. Bagaimana Cara Memberikan ASI Eksklusif Jika Ibu Bekerja? Ibu bekerja sering menghadapi kendala dalam pemberian ASI eksklusif. Sebab, umumnya jatah cuti melahirkan hanya 3 bulan. Itu pun ada yang mengharuskan 1,5 bulan sebelum hari perkiraan lahir dan 1,5 bulan sesudah persalinan. Solusi atas masalah ini adalah pemberian ASI perah dalam botol. Pemberian ASI perah tidak menggagalkan ASI eksklusif karena air susu tetap berasal dari ibu, bukan susu formula. Pemerintah pun memberikan perlindungan kepada ibu bekerja untuk tetap dapat menyediakan ASI bagi bayinya lewat sejumlah peraturan. Misalnya penyediaan fasilitas khusus di tempat kerja untuk memerah ASI. Upayakan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Bila memungkinkan, tetap pertahankan pemberian ASI hingga usia anak 2 tahun untuk lebih banyak meraup manfaat dari ASI. Ditinjau oleh: dr. Citra Amelinda, Sp. A, M. Kes Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. idai. or. id/artikel/klinik/asi/asi-eksklusif-pada-ibu-yang-bekerja http://pergizi. org/images/stories/downloads/PP/pp%2033%202012%20ttg%20pemberian%20asi%20ekslusif. pdf https://ombudsman. go. id/artikel/r/artikel--hak-menyusui-bagi-ibu-yang-bekerja http://ejournal. litbang. kemkes. go. id/index. php/hsr/article/download/3050/3019 https://www. idai. or. id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-hak-bayi https://www. idai. or. id/artikel/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah - Published: 2020-10-28 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/anak/cara-memberi-asi-eksklusif/ - Kategori: Anak - Translation Priorities: Optional Air susu ibu atau ASI eksklusif adalah asupan terbaik bagi buah hati untuk pertumbuhan fisik dan intelektualnya. Karena itulah para tenaga kesehatan selalu menyarankan pemberian ASI eksklusif kepada ibu yang baru melahirkan. Pemberian ASI eksklusif harus berlangsung selama enam bulan sejak bayi lahir tanpa tambahan asupan lain, termasuk air putih. Ada pengecualian untuk vitamin, mineral, atau obat-obatan bila bayi memang memerlukannya dalam kurun enam bulan itu. Tapi periode enam bulan saja tidak cukup. Memberikan ASI eksklusif haruslah tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi bayi. Cara terbaik memberikan ASI eksklusif adalah dengan teknik latch on. Latch on adalah posisi ketika bayi menyusu dengan mulut melekat pada payudara ibu. Teknik ini membantu bayi menerima ASI secara memadai. Menerapkan Posisi Latch On pada Bayi American Pregnancy Association memberikan panduan menerapkan posisi latch on pada bayi dalam proses menyusui. Pastikan posisi ibu nyaman, misalnya duduk di kursi dengan bantalan empuk dan kursi kecil di depan untuk menaruh kaki. Bila perlu dan ada, gunakan bantal khusus menyusui bagi bayi. Pastikan posisi perut bayi dan ibu menempel berhadap-hadapan. Jangan mengarahkan tubuh ke bayi, melainkan biarkan bayi yang menyandar ke tubuh ibu. Jaga agar telinga, bahu, dan panggul bayi sejajar agar bayi bisa menelan ASI lebih mudah. Hidung bayi harus berada di depan putting ibu. Ibu mungkin harus menahan payudara untuk membantu memandu mulut bayi mengarah ke puting. Pegang payudara dalam posisi jari membentuk huruf C atau U. Pastikan jari jauh dari putting agar tidak mengganggu proses menyusui. Arahkan putting ke bagian atas bibir atau hidung, bukan langsung ke tengah mulut. Kepala bayi harus sedikit ke belakang, dagu harus mengarah ke atas. Jangan memaksa memasukkan puting ke mulut bayi. Rangsang saja agar mulut bayi terbuka dengan mengoles-oleskan puting ke mulut bayi. Upayakan bayi menyusu dari bagian bawah areola. Cermati apakah bibir atas dan bawah bayi menjorok atau terlipat ke luar seperti bibir ikan. Bila tidak demikian, ibu bisa menggunakan jari untuk membantu posisi bibir bayi seperti itu. Tips Menyusui dengan Teknik Latch On yang baik Dalam pemberian ASI eksklusif dan sesudahnya, terdapat beberapa syarat untuk bisa mengatakan teknik latch on sudah baik, yakni: Bayi membuka mulut lebar-lebar Bagian bawah bibir terlipat ke luar Dagu bayi di bawah payudara Bagian atas areola lebih banyak terlihat Bentuk pipi bayi tidak kempot saat menyedot ASI Tak terdengar bunyi decak dari bayi, hanya ada suara menelan Bayi merasa nyaman, tidak gelisah Ibu tidak merasa sakit Bayi merasa kenyang setelah menyusu, tandanya antara lain lepas dari puting dengan sendirinya atau tertidur Bila saat memberikan ASI eksklusif tidak memenuhi kriteria latch on itu, ibu bisa menempuh beberapa cara berikut ini: Berganti posisi menyusu Pindah ke tempat lain yang lebih sepi dan tenang Posisikan bayi langsung ke dada ibu dalam keadaan terbuka Manfaat Latch On dengan Benar Manfaat utama latch on dalam proses pemberian ASI eksklusif adalah memastikan bayi menyerap kuantitas ASI secara maksimal. Jadi bayi tidak akan terus-terusan rewel karena masih merasa lapar dan haus. Selain itu, teknik latch on membantu menguatkan ikatan yang terjalin antara ibu dan sang buah hati selama menyusui. Manfaatkan kursus bagi ibu hamil yang tersedia di rumah sakit untuk mencari tahu lebih lanjut apa itu latch on dan bagaimana cara terbaik memberikan ASI eksklusif. Setiap ibu memiliki preferensi sendiri dalam hal posisi pemberian ASI, entah itu sambil duduk atau berbaring. Yang pasti, ibu harus memastikan melakukan teknik latch on dengan benar agar bisa mendapatkan manfaatnya. Ditinjau oleh: dr. Citra Amelinda, Sp. A, M. Kes Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2020-10-27 - Modified: 2020-10-26 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-untuk-anak/ - Kategori: Anak Vaksin pada bayi dan anak memiliki manfaat besar bagi kesehatan mereka di masa depan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan vaksinasi telah banyak mengurangi penyakit, disabilitas, kematian, dan ketidaksetaraan di seluruh dunia. Kementerian Kesehatan pun mendukung pemberian vaksin anak melalui program imunisasi rutin lengkap yang terdiri atas imunisasi dasar dan lanjutan. Program ini terdapat di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Imunisasi dasar adalah pemberian vaksin sebelum anak berusia 1 tahun. Sedangkan imunisasi lanjutan adalah pengulangan imunisasi dasar untuk meningkatkan kekebalan serta menjaga perlindungan tubuh tetap optomal. Di luar dua jenis imunisasi itu, terdapat imunisasi tambahan berupa vaksinasi pada kelompok umur tertentu yang berisiko paling tinggi mengalami penyakit menurut kajian epidemiologis dalam kurun waktu tertentu. Untuk bayi sampai anak usia berusia 3 tahun, terdapat enam jenis vaksin wajib yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh mereka. Berikut ini penjelasannya. Vaksin BCG Vaksin BCG berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap kuman penyebab penyakit tuberkulosis. Bayi mendapat vaksin ini sebelum berusia 2 bulan. Tapi Kementerian Kesehatan masih menyetujui pemberian vaksin BCG ini pada rentang usia 0-12 bulan demi menjangkau masyarakat lebih luas. Namun bagi bayi berusia di atas 3 bulan, Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian tes tuberkulin sebelumnya untuk mengetahui keberadaan kuman tuberkulosis. Vaksin Polio Polio merupakan penyakit endemis di Indonesia, maka vaksin polio berperan penting dalam mengatasi masalah kesehatan ini. Bayi dan anak mendapat vaksin polio beberapa kali sebagai imunisasi dasar. Pemberian pertama adalah segera sesudah bayi lahir. Imunisasi berikutnya berlangsung ketika bayi berumur 2, 3, dan 4 bulan. Anak bisa memperoleh vaksin polio lanjutan setahun setelah imunisasi polio keempat, lalu ketika berusia 5-6 tahun. Vaksin Hepatitis B Pemberian vaksin ini bertujuan mencegah anak terserang penyakit hepatitis B yang bisa menyebabkan hati gagal berfungsi hingga kanker hati. Bayi menerima vaksin hepatitis B saat usianya kurang dari 12 jam. Imunisasi berikutnya diberikan saat bayi berusia 1 bulan dan 6 bulan. Anak bisa mendapat pengulangan imunisasi ketika berusia 10-12 tahun. Bila sampai berumur 5 tahun vaksin anak hepatitis B belum didapatkan, anak harus segera menjalani imunisasi kejar. Vaksin DPT Untuk vaksin DPT dalam program imunisasi dasar, bayi mendapat 3 kali vaksinasi sejak mulai bayi berumur 2 bulan. Bayi menerima vaksin DPT1 saat usianya 2-4 bulan, lalu DPT2 ketika berumur 3-5 bulan, kemudian DPT3 ketika berusia 4-6 bulan. Anak dapat memperoleh vaksinasi ulangan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus ini dua kali, yakni setahun sesudah DPT3 serta ketika usianya 5-7 tahun. Vaksin Haemophilus Influenzae Type B (HIB) Vaksin HIB bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh dari serangan kuman Haemophilus Influenzae tipe B. Kuman ini bisa mengakibatkan berbagai penyakit serius, antara lain pada saluran pernapasan dan radang otak atau meningitis. Waktu pemberian vaksin HIB pada bayi sama dengan pemberian DPT (dalam bentuk DPT kombo). Vaksin Campak Sebagai imunisasi dasar, bayi mendapat vaksin campak saat berumur 9 bulan. Untuk imunisasi lanjutan, vaksin campak diberikan ketika anak berusia 2 tahun dan kemudian 6 tahun. Tujuan pemberian vaksin ini adalah melindungi anak dari penyakit campak yang sangat menular. Selain keenam vaksin tersebut, terdapat banyak vaksin lain yang memiliki manfaat besar bagi bayi dan anak. Meski masih ada keraguan mengenai vaksinasi, para orang tua tak perlu khawatir karena vaksin telah melalui serangkaian pengujian. Para ahli telah memastikan keamanannya lebih dulu sebelum memberikannya kepada bayi dan anak. Ditinjau oleh: dr. Ayi Dilla Septarini, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. who. int/bulletin/volumes/86/2/07-040089/en/ http://bppsdmk. kemkes. go. id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small. pdf https://www. kemkes. go. id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya. html http://hukor. kemkes. go. id/uploads/produk_hukum/PMK_No. _12_ttg_Penyelenggaraan_Imunisasi_. pdf - Published: 2020-10-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-caesar-kedua/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Bagi ibu yang pada kehamilan pertama harus menjalani persalinan caesar, memutuskan apa prosedur persiapan melahirkan berikutnya bisa menjadi hal yang kompleks. Tak jarang para ibu memilih proses lahiran caesar untuk kehamilan kedua. Meski demikian, bisa pula lahiran pertama caesar sedangkan yang kedua normal. Ibu bisa memilih mana yang terbaik, tapi tentu menyesuaikan dengan kondisi kehamilan. Dokter akan memberikan saran yang sesuai setelah melakukan pemeriksaan kehamilan secara komprehensif. Penyebab Operasi Caesar Kedua Diperlukan Dokter akan meminta ibu menjalankan persiapan melahirkan caesar kedua ketika menemukan masalah. Tujuannya adalah sebagai langkah intervensi untuk menyelamatkan nyawa calon ibu dan bayinya. Masalah ini bisa sama dengan kehamilan pertama, bisa pula berbeda. Meski ibu memilih persiapan melahirkan normal, dokter tak akan menyarankan jika risikonya terlalu besar. Salah satu faktor utama yang kerap membuat ibu memilih persiapan melahirkan dengan caesar untuk kehamilan kedua adalah khawatir terhadap risiko rahim robek. Memang, kemungkinan ibu mengalami rahim robek atau rupture uteri pada persalinan normal lebih besar jika sebelumnya melahirkan secara caesar. Masalah ini muncul ketika terjadi robekan pada dinding rahim, biasanya pada luka di bekas lokasi operasi caesar sebelumnya. Akibatnya, bisa terjadi perdarahan pada ibu dan bayi kekurangan oksigen. Dokter harus buru-buru menjalankan persiapan persalinan caesar bagi ibu sebelum kondisi kurangnya oksigen menyebabkan kerusakan pada otak bayi. Risiko Operasi Caesar Kedua untuk Ibu Persiapan melahirkan caesar kedua harus mempertimbangkan risikonya. Prinsipnya, persalinan caesar kedua akan lebih rumit ketimbang yang pertama. Walau begitu, belum ada riset yang memastikan berapa kali batas aman operasi caesar bagi ibu. Risiko operasi caesar kedua untuk ibu meliputi: Masalah dengan plasenta. Misalnya plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim (plasenta akreta) atau plasenta menutupi lubang serviks (plasenta previa). Masalah ini bisa memicu perdarahan parah hingga histerektomi. Komplikasi terkait dengan adhesi. Adhesi adalah jaringan parut yang muncul dalam persalinan caesar. Adhesi yang padat akan membuat operasi caesar lebih sulit dan meningkatkan risiko perdarahan. Komplikasi terkait dengan sayatan. Terdapat potensi masalah dari sayatan dalam lahiran caesar. Contohnya hernia. Persiapan Melahirkan Operasi Caesar Kedua Persiapan melahirkan secara caesar kedua tidak serumit pelaksanaan di meja operasi. Pengalaman dalam persalinan pertama akan sangat membantu. Secara umum, persiapan melahirkan operasi caesar pertama dan kedua tidak berbeda jauh. Perlengkapan bagi ibu dan bayi sudah mutlak harus lengkap. Dukungan suami dan keluarga pun mesti solid. Yang tak kalah penting harus menjadi perhatian adalah ketenangan ibu sebelum operasi berlangsung. Belajar dari pengalaman pertama, ibu mesti bisa lebih tenang menghadapi persalinan kedua ini. Ibu tak perlu merasa khawatir berlebihan karena perasaan itu akan mempengaruhi mental. Proses Pemulihan Operasi Caesar Kedua Waktu pemulihan ibu dari operasi caesar kedua di rumah sakit kurang-lebih sama dengan operasi pertama, yakni 3-4 hari. Tapi bisa pula lebih lama jika dokter perlu memantau lebih lanjut kondisi ibu dan bayinya. Adapun durasi pemulihan dari bekas jahitan bakal lebih lama dibanding operasi pertama. Ini yang juga harus menjadi fokus ketika melakukan persiapan melahirkan dengan operasi caesar kedua. Rasa nyeri pada bekas jahitan bisa lebih lama dan lebih kuat. Untuk mempercepat pemulihan, ibu bisa meminta nasihat dari dokter yang menangani. Kunci utamanya adalah banyak beristirahat, kurangi aktivitas fisik yang berat, jaga gizi dan nutrisi, serta konsumsi obat hanya jika perlu. Ditinjau oleh: dr. Wulandari, Sp. OG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. healthline. com/health/pregnancy/c-section-tips-for-fast-recovery#C-section-recovery https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/c-section/about/pac-20393655 https://www. parents. com/pregnancy/giving-birth/how-many-c-sections-can-a-woman-have/ https://healthcare. utah. edu/womenshealth/pregnancy-birth/multiple-c-sections. php - Published: 2020-10-25 - Modified: 2020-11-02 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/jika-anda-positif-covid-19/ - Kategori: Covid-19 Jika Anda terkonfirmasi positif Covid-19, Anda akan diarahkan ke ruang khusus bernama Fever Clinic untuk dilakukan Screening Covid-19 dan pemeriksaan SWAB tes. Jika Anda memiliki gejala, baik ringan maupun berat, Anda akan dilakukan perawatan di rumah sakit dalam ruangan isolasi. Jika Anda tidak memiliki gejala, tenaga medis akan menentukan apakah Anda dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau melakukan perawatan di rumah sakit. BAGAIMANA CARA ISOLASI MANDIRI? Isolasi mandiri menjauhkan seseorang yang terinfeksi virus dari orang lain, bahkan di dalam rumahnya. Siapa saja yang harus melakukan isolasi mandiri? Orang yang memiliki gejala COVID-19 dan dapat pulih di rumah Orang yang tidak memiliki gejala tetapi telah dites positif terinfeksi Covid-19 APA YANG ANDA LAKUKAN JIKA ANDA HARUS MELAKUKAN ISOLASI MANDIRI? Tetap Berada di Rumah Keluar rumah hanya untuk mendapat pertolongan medis Istirahat yang cukup Minum air putih yang cukup Minum obat seperti asetaminofen Hubungi dokter Anda Hindari transportasi publik Pisahkan Diri Dari Orang Lain dan Hewan Peliharaan Pilih ruangan yang jauh dari jangkauan orang lain dan hewan peliharaan Gunakan kamar mandi terpisah Pantau Gejala Anda Ikuti instruksi perawatan dari dokter Anda Cari Pertolongan Darurat Jika Mengalami Gejala Sebagai Berikut: Kesulitan bernapas Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada Terjadi kebingungan dalam deteksi kondisi tubuh Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga Bibir atau wajah kebiruan Atau hal lainnya yang mengganggu kesehatan tubuh Lakukan Konsultasi Kesehatan Secara Online Konsultasikan kesehatan secara online bersama dokter Anda guna memperoleh tindakan medis lanjutan. Informasikan kondisi gejala Covid-19 Anda kepada dokter. Gunakan Masker di Hidung dan Mulut Gunakan masker jika terpaksa harus berada di sekitar orang lain atau hewan peliharaan Anda tidak perlu menggunakan masker jika Anda sendirian di ruangan Anda Jika Anda tidak memungkinkan menggunakan masker karena gangguan pernapasan, tutup batuk atau bersin Anda dan jaga jarak minimum 6 kaki dari orang lain. Masker tidak disarankan bagi anak berusia di bawah 2 tahun, seseorang yang kesulitan bernapas, atau seseorang yang memiliki kesulitan untuk melepaskan maskernya sendiri Ikuti Tata Cara Batuk dan Bersin Anda Tutupi batuk dan bersin Anda Buang tisu bekas di tempat sampah berlapis Segera cuci tangan Anda Bersihkan tangan Anda sesering mungkin Cuci tangan dengan sabun dan air minimal selama 20 detik atau gunakan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60% alcohol Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang belum dicuci Sabun dan air adalah pilihan terbaik Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung yang belum dicuci Hindari Berbagi Barang Rumah Tangga Jangan berbagi piring, gelas minum, cangkir, peralatan makan, handuk, atau tempat tidur dengan orang lain di rumah Anda Cuci barang-barang tersebut secara menyeluruh setelah digunakan dengan sabun dan air atau masukkan ke dalam mesin pencuci piring Bersihkan Semua Permukaan yang Sering DIsentuh Bersihkan dan desinfektan permukaan yang sering disentuh dan kamar mandi Anda. Kenakan sarung tangan sekali pakai. Biarkan orang lain membersihkan dan mendisinfeksi permukaan di area umum, tetapi Anda harus membersihkan kamar tidur dan kamar mandi Anda jika memungkinkan. Gunakan sarung tangan ketika melakukan pembersihan Jika pengasuh atau orang lain perlu membersihkan dan mendisinfeksi kamar tidur atau kamar mandi penderita, maka pengasuh atau orang lain harus memakai masker dan sarung tangan sekali pakai sebelum membersihkan. Mereka harus menunggu selama mungkin setelah orang yang sakit menggunakan kamar mandi Bersihkan dan disinfeksi area yang mungkin terdapat darah, tinja, atau cairan tubuh Gunakan pembersih dan disinfektan rumah tangga. Bersihkan area atau benda dengan sabun dan air atau detergen lain jika kotor. Kemudian, gunakan disinfektan rumah tangga. LAKUKAN PERUBAHAN POSISI TIDUR JIKA ANDA MENGALAMI BATUK ATAU KESULITAN NAFAS Lakukan dalam 30 menit hingga 2 jam, yaitu: Berbaring tengkurang sepenuhnya (rata tempat tidur) Berbaring miring ke kanan (rata tempat tidur) Duduk (30-60 derajat) kemiringan badan dan kepala dalam posisi duduk Berbaring miring ke kiri (rata tempat tidur) Ulangi ke posisi pertama MERAWAT PENDERITA GEJALA ATAU POSITIF COVID-19 DI RUMAH Berikan Dukungan Membantu memenuhi kebutuhan dasar (pertimbangkan jaga jarak dalam pemenuhan kebutuhan) Pastikan penderita banyak asupan cairan dan istirahat yang cukup Bantu penderita mengikuti petunjuk dokter untuk perawatan dan pengobatan Berikan obat sesuai indikasi, khususnya jika demam, agar membantu orang tersebut merasa lebih baik. Bantu berbelanja bahan makanan, memasak, dan mendapatkan barang-barang lain yang mungkin mereka butuhkan. Rawat hewan peliharaannya dan batasi kontak antara orang lain Perhatikan Jika Terdapat Tanda Kesehatan Darurat Siapkan nomor telepon dokter dan hubungi rumah sakit terdekat untuk keadaan darurat seperti berikut: Kesulitan bernapas Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada Terjadi kebingungan dalam deteksi kondisi tubuh Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga Bibir atau wajah kebiruan Atau hal lainnya yang mengganggu kesehatan tubuh Lindungi Diri Anda Batasi kontak Siapkan kamar tidur dan kamar mandi terpisah dari penderita. Usahakan untuk menjauh setidaknya 6 kaki dari penderita Buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara Hindari kunjungan yang tidak perlu, terutama kunjungan oleh orang-orang yang berisiko tinggi untuk sakit parah. Pengasuh harus orang yang tidak memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19. Pengasuh... - Published: 2020-10-23 - Modified: 2020-10-27 - URL: https://primayahospital.com/anak/tanda-bayi-lapar-dan-cukup-menerima-asi-eksklusif/ - Kategori: Anak Bayi yang lapar cenderung akan rewel dan membuat orang tua kerepotan. Solusi terbaik masalah ini adalah memastikan bayi telah mendapatkan air susu ibu (ASI) secara memadai. Bagi bayi baru lahir, akan lebih baik lagi jika mendapatkan ASI eksklusif. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif kepada bayi sejak lahir hingga berusia 6 bulan. ASI eksklusif mengandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Itu artinya bayi tidak memerlukan tambahan asupan selain ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan pertama usianya, termasuk air putih. Dalam kondisi tertentu, bayi boleh mendapatkan tambahan lain, seperti obat-obatan dan vitamin tetes. Pemberian itu tidak menggagalkan program ASI eksklusif, tapi harus sesuai dengan petunjuk dokter. Tanda Bayi Lapar Ingin Menyusu Bayi memiliki cara tersendiri untuk mengutarakan keinginannya, termasuk ketika lapar ingin menyusu. Dia akan memperlihatkan tanda lapar menggunakan suara dan gerakan. Tangisan kerap menjadi tanda bayi sudah sangat lapar. Seiring dengan makin bertambahnya usia, bayi dapat mengembangkan cara baru untuk memberi tahu bahwa dia sedang lapar. Memahami tanda lapar dari buah hati amatlah penting untuk mengetahui kapan dan seberapa sering ibu harus memberikan ASI Berikut ini beberapa contoh tanda bayi lapar ingin menyusu baik itu dalam periode ASI eksklusif maupun sesudahnya. Bayi Usia 0-6 Bulan (ASI Eksklusif) Menaruh atau memasukkan tangan ke mulut Mengarahkan kepala ke dada ibu atau botol Menggerak-gerakkan bibir Menjilat bibir Mengepalkan tangan Mengisap-isap dengan lidah atau mulut Bayi Usia 6-24 Bulan Berusaha meraih makanan Menunjuk-nunjuk makanan Membuka mulut ketika disodori sendok atau makanan Girang ketika melihat makanan Menggerakkan tangan atau membuat suara terus-terusan untuk memberi tahu bahwa ia masih lapar Tanda Bayi Sudah Cukup Menerima ASI Eksklusif Orang tua tak cukup hanya mengetahui tanda bayi lapar ingin menyusu. Ketika sudah kenyang, bayi juga akan memberikan tanda. Dengan memahami tanda tersebut, ibu bisa mencegah bayi muntah karena terlalu banyak menerima ASI eksklusif. Masalahnya, kadang orang tua salah mengartikan tanda bayi kekenyangan sebagai tanda bahwa ia masih lapar. Misalnya ketika bayi menangis. Ini bisa menjadi tanda bahwa bayi sangat kelaparan atau sudah kenyang. Berikut ini sejumlah contoh tanda bayi sudah kekenyangan sehingga tak perlu melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau asupan lain. Bayi Usia 0-6 Bulan (ASI Eksklusif) Melonggarkan isapan saat menyusu Melepas puting atau botol Menutup mulut Menjauhkan kepala dari dada ibu atau botol Tangan bergerak bebas Tubuh relaks Tenang, tidak gelisah Mengantuk Bayi Usia 6-25 Bulan Menjauhkan makanan dengan tangan Menutup mulut saat ibu menyodorkan makanan Menjauhkan kepala dari makanan Terus membuat suara atau menggerakkan tangan untuk memberi tahu dia sudah kenyang Bagi bayi yang masih dalam periode ASI eksklusif, ibu wajib mengetahui tanda bayi lapar dan cukup menerima ASI eksklusif. Ini penting untuk memastikan pemberian ASI eksklusif tetap berlanjut hingga selesai selama 6 bulan. Yang juga harus menjadi perhatian, ASI eksklusif memang bagus untuk tumbuh kembang anak, tapi harus sesuai dengan kebutuhan sang buah hati. Bila kurang tidak baik, begitu pula sebaliknya jika terlalu banyak. Konsultasikan dengan dokter anak jika perlu agar berhasil memberikan ASI eksklusif hingga tuntas. Ditinjau oleh: dr Acni Hartati, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: Hodges EA, Wasser HM, Bentley ME. Development of feeding cues during infancy and toddlerhood. MCN Am J Matern Child Nurs. 2016 Jul-Aug;41(4):244-251. WHO. Infant and young child feeding. Geneve. 2020 https://www. idai. or. id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui - Published: 2020-10-22 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-caesar/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Persiapan melahirkan caesar atau melalui prosedur operasi menuntut perhatian lebih dari calon ibu dan ayah. Bisa jadi persiapan ini sangat membingungkan bagi calon ibu baru. Tak adanya pengalaman menjadi faktor yang mempengaruhi. Tapi selalu ada jalan untuk mengorek informasi mengenai persiapan melahirkan caesar, terutama dari rumah sakit yang menjadi bakal tempat persalinan kelak. Persalinan caesar umumnya menjadi cara bagi ibu untuk mengantarkan buah hatinya ke dunia ketika persalinan normal tak memungkinkan. Penyebab ibu tak bisa melahirkan dengan prosedur normal dan harus menjalani operasi caesar bermacam-macam, seperti: Proses persalinan mandek, tandanya adalah bukaan tak kunjung bertambah meski kontraksi sudah menguat selama beberapa jam. Detak jantung bayi melemah. Posisi bayi abnormal, misalnya sungsang. Janin kembar. Ada masalah plasenta. Tali pusat mengembang. Calon ibu punya masalah kesehatan tertentu, misalnya yang berkaitan dengan jantung dan otak. Panggul ibu terlalu kecil. Sebelumnya sudah melahirkan secara caesar. Persiapan Melahirkan Sebelum Operasi Caesar Terdapat dua macam prosedur caesar, yakni yang sesuai dengan rencana dan darurat. Calon ibu bisa memiliki waktu lebih banyak untuk persiapan melahirkan caesar sesuai rencana. Ini berkebalikan dengan persiapan melahirkan secara caesar karena kondisi darurat. Untuk tindakan caesar yang direncanakan, tahap persiapan melahirkan bermula sepekan sebelum operasi berlangsung. Pada hari itu, Anda akan bertemu dengan dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan informasi mengenai operasi caesar. Dalam pertemuan ini, Anda dapat mengajukan pertanyaan apa pun mengenai prosedur tersebut. Anda juga akan menjalani tes darah untuk mengecek sel darah merah. Rumah sakit pun akan memberikan obat-obatan yang mesti Anda konsumsi sebelum prosedur, seperti antibiotik dan antimual. Selain itu, Anda bakal diminta menandatangani formulir kesediaan menjalani operasi caesar. Dalam persiapan melahirkan ini, Anda harus membekali diri dengan berbagai informasi yang relevan. Karena itu, manfaatkan pertemuan sepekan sebelum operasi ini dengan baik. Yang harus Anda antisipasi pada hari-H operasi antara lain: Puasa beberapa jam sebelum operasi. Tanyakan detail berapa lamanya kepada dokter. Anda harus mengenakan pakaian khusus operasi dari rumah sakit. Dokter akan memberikan anestesi spinal atau tulang belakang untuk pelaksanaan operasi. Dengan anestesi itu, Anda masih akan siuman selama operasi. Hanya bagian pinggul ke bawah yang mati rasa. Dokter mungkin memberikan bius total jika melihat kondisi calon ibu tak memungkinkan kalau hanya mendapat bius spinal. Bila perlu, tim operasi akan mencukur bulu kemaluan. Peralatan yang Perlu Dibawa ke Rumah Sakit Persiapan melahirkan secara caesar juga mencakup penyediaan peralatan pribadi dan bayi sebelum menuju rumah sakit. Yang paling utama adalah dokumen, misalnya kartu tanda penduduk dan kartu BPJS Kesehatan. Adapun peralatan lain mencakup: Baju dan celana ganti untuk empat hari Bra khusus untuk menyusui atau pakaian yang nyaman untuk menyusui Peralatan mandi Tisu kering dan tisu basah Pembalut Gadget dan charger Headset jika butuh mendengarkan musik agar merasa tenang Baju ganti untuk bayi saat pulang Topi, kaus kaki, dan sarung tangan buat bayi Selimut Bedong Popok Waktu Pemulihan Operasi Caesar Persiapan melahirkan caesar mesti pula memperhitungkan waktu pemulihan di rumah sakit hingga bisa pulang. Umumnya, ibu butuh waktu 3-4 hari pemulihan sebelum bisa pulang. Jika terdapat masalah pada jahitan, ibu, atau bayi, durasi tinggal di rumah sakit untuk pemulihan bisa lebih lama. Seusai operasi, ibu akan masuk kamar perawatan dan tak boleh banyak beraktivitas. Usahakan terus berbaring kurang-lebih sehari, kecuali untuk kebutuhan mendesak. Adapun ibu yang menjalani persalinan normal bisa langsung bangkit dari tempat tidurnya, duduk, dan berjalan di kamar tak lama setelah pasca-operasi. Selama pemulihan di rumah sakit, dokter akan memantau kondisi ibu dan bekas jahitan dari operasi caesar serta bayi yang baru lahir. Pemulihan bekas jahitan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga dua tahun. Karena itulah dokter umumnya merekomendasikan jarak kehamilan bagi ibu yang menjalani operasi caesar adalah dua tahun. Mintalah saran dari dokter yang menangani agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Ditinjau oleh: dr. Ita Rosita, Sp. OG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/c-section/about/pac-20393655 https://www. nhs. uk/conditions/caesarean-section/what-happens/ - Published: 2020-10-19 - Modified: 2020-10-20 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/gangguan-kehamilan-berakibat-fatal-untuk-perkembangan-janin/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Komplikasi atau gangguan kehamilan adalah masalah yang terjadi selama kehamilan. Gangguan ini bisa terjadi pada ibu atau janin atau dua-duanya, semuanya berisiko terhadap perkembangan janin. Ada calon ibu yang baru mengalami masalah tersebut saat hamil, tapi ada juga yang sudah memilikinya sebelumnya. Menurut WHO, pada 2017, setidaknya 800 perempuan meninggal akibat masalah kehamilan dan persalinan yang sebenarnya bisa dicegah. Perkembangan janin penting untuk dipantau dalam pemeriksaan kehamilan secara berkala. Gangguan kehamilan yang terjadi akan bisa segera ditangani dan diatasi demi keselamatan ibu dan anak lewat pemeriksaan. Terdapat beberapa gangguan kehamilan yang bisa berakibat fatal untuk perkembangan janin. Karena itulah calon ibu sebaiknya memeriksakan kehamilannya sesuai dengan saran dokter, terutama bila ada potensi gangguan. Anemia Anemia adalah kondisi ketika kadar sel darah merah di dalam tubuh lebih rendah daripada ukuran normal. Salah satu jenisnya adalah anemia defisiensi besi. Gangguan ini banyak didapati pada ibu hamil. Jika tidak ditangani, risikonya besar pada perkembangan janin. Di antaranya bayi lahir dengan bobot lebih rendah dari normal serta kekurangan zat besi. Dalam kasus yang lebih parah, anemia bisa menyebabkan kematian pada ibu dan/atau bayi. Ibu hamil yang memiliki anemia akan mendapat suplemen zat besi dan asam folat dari dokter. Selain itu, disarankan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, daging, dan kacang-kacangan. Infeksi Saluran Kemih Ibu hamil mungkin mengalami infeksi saluran kemih jika kerap merasa nyeri ketika berkemih. Rasa nyeri ini juga diiringi sensasi seperti terbakar. Perlu segera konsultasi ke dokter jika mengalaminya. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri. Dampak gangguan kehamilan ini besar pada perkembangan janin, seperti bayi lahir prematur dan berat badannya kurang. Infeksi saluran kemih biasanya diatasi dengan antibiotik. Untuk mencegahnya, ibu hamil harus menjaga kebersihan vaginanya dan tidak sering-sering menahan keinginan berkemih. Kondisi Kesehatan Mental Kondisi kesehatan mental calon ibu amat penting dalam proses kehamilan hingga selepas persalinan. Perempuan yang mengalami gangguan pada mentalnya saat hamil perlu mendapat pertolongan segera. Rasa khawatir, stres, sedih, malu, hingga takut yang muncul ketika hamil perlu dicurigai sebagai gangguan kehamilan. Gangguan ini bisa menjadi depresi yang akhirnya membuat calon ibu tak bisa sepenuhnya memperhatikan kesehatan sendiri dan juga calon bayinya. Walhasil, perkembangan janin akan terganggu. Preeklamsia Gangguan kehamilan ini umumnya terjadi akibat komplikasi tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Calon ibu yang memiliki tekanan darah tinggi mesti mewaspadainya karena dapat berakibat fatal untuk perkembangan janin. Risiko yang bisa terjadi antara lain kelahiran prematur hingga kematian bayi. Masalah pada plasenta juga bisa menyebabkan preeklamsia. Calon ibu wajib memeriksakan diri selama kehamilan untuk mendeteksi risiko ini sejak dini. Diabetes Gestasional Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes yang berkembang pada periode kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Gangguan ini dipicu kerja hormon yang dihasilkan selama kehamilan yang mempengaruhi produksi insulin. Akibatnya pada perkembangan janin antara lain bertanya di atas normal dan bisa menyebabkan kematian. Untuk mengantisipasinya, calon ibu sebaiknya tetap rutin berolahraga dan makan makanan sehat serta rendah gula. Plasenta Previa Plasenta previa adalah gangguan kehamilan yang terjadi ketika plasenta atau ari-ari tetap berada di bawah rahim hingga trimester ketiga. Seharusnya plasenta berada di atas menjelang persalinan. Tergantung posisinya, plasenta previa dapat menghalangi jalan lahir sepenuhnya atau sebagian. Plasenta previa bisa mempengaruhi perkembangan janin, termasuk pada otak. Tanda gangguan ini di antaranya perdarahan saat hamil. Dokter akan meminta calon ibu yang mengalami kondisi ini untuk mengurangi aktivitas fisik dan lebih banyak beristirahat demi menekan risiko. Gangguan kehamilan bisa berdampak sangat fatal untuk perkembangan janin, termasuk menyebabkan kematian. Ikuti jadwal pemeriksaan dan konsultasi kehamilan untuk menekan risikonya. Ditinjau oleh: Dr Cepi Teguh P, Sp. OG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. kemkes. go. id/resources/download/info-terkini/rakerkesnas-2019/SESI%20I/Kelompok%201/1-Kematian-Maternal-dan-Neonatal-di-Indonesia. pdf https://www. cdc. gov/reproductivehealth/maternalinfanthealth/pregnancy-complications. html http://yankes. kemkes. go. id/read-pentingnya-mendeteksi-perkembangan-janin-dan-bayi-6664. html http://promkes. kemkes. go. id/download/jrk/files45265Layout_Peningkatan_Kesehatan_Ibu_dan_Anak_untuk_Bidan_dan_Perawat. pdf - Published: 2020-10-18 - Modified: 2020-10-18 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/deteksi-kanker-payudara-sebelum-terlambat/ - Kategori: Bedah, Onkologi Walaupun kanker payudara termasuk salah satu jenis kanker mematikan, sesungguhnya kanker payudara bisa disembuhkan. Menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang penting agar dapat terhindar dari kanker payudara tetapi tentunya jangan lupa untuk melakukan deteksi dini. Semakin cepat sel kanker payudara diketahui, semakin cepat pula pengobatan dilakukan, sehingga peluang kesembuhan semakin besar. Pemeriksaan dokter kadang menemukan adanya kanker payudara setelah muncul gejala, tapi banyak perempuan dengan kanker payudara sama sekali tak menunjukkan gejala. Karena itulah penyaringan atau screening kanker payudara sangat penting. Salah satu cara screening itu adalah dengan mammografi. Diagnosis kanker payudara yang terlambat akan membuat pilihan tindakan dokter untuk penyembuhan pasien lebih terbatas. Kesadaran masyarakat juga memainkan peran penting dalam hal ini. Pasalnya, masih banyak yang belum mengetahui cara deteksi kanker payudara. Sejauh ini, metode screening kanker payudara yang paling terbukti efektif adalah mammografi. Metode ini akan jauh lebih baik bila ada kombinasi dengan deteksi kanker payudara manual. Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan telah menuruti saran WHO untuk mempromosikan pengendalian kasus kanker payudara secara nasional. Promosi itu antara lain lewat sosialisasi cara deteksi kanker payudara secara manual (SADARI/SADANIS). Maka itu, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan payudara. Lakukan dengan cara mudah melalui SADARI dan SADANIS. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) SADARI merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudara. SADARI bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. Pemeriksaan ini direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya. Bagi wanita yang masih haid, pemeriksaan dilakukan setiap hari ke-7 sampai 10, dihitung mulai dari hari pertama haid atau setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause. Keadaan seperti apakah yang harus menjadi perhatian? Pada saat melakukan SADARI, keadaan yang harus menjadi perhatian adalah: Teraba benjolan. Penebalan kulit. Perubahan ukuran dan bentuk payudara. Pengerutan kulit payudara. Keluar cairan dari puting payudara. Nyeri. Pembengkakan lengan atas. Teraba benjolan pada ketiak atau sekitar leher. Langkah-Langkah Melakukan SADARI 1. Perhatikan dengan teliti payudara Anda di depan cermin, dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan bila terdapat benjolan atau perubahan bentuk, warna, dan ukuran pada payudara (secara normal ukuran pada payudara kanan dan kiri tidak sama persis). 2. Angkatlah kedua lengan ke atas sampai kedua tangan berada di belakang kepala dan tekan ke arah depan. Kemudian tekanlah kedua tangan Anda dengan kuat pada pinggul dan gerakkan kedua lengan dan siku ke arah depan sambil mengangkat bahu. Cara ini akan menegangkan otot-otot dada Anda sehingga perubahan-perubahan seperti cekungan atau benjolan akan lebih terlihat. 3. Angkatlah lengan kiri Anda lalu rabalah payudara kiri dengan tiga ujung jari tengah tangan kanan yang dirapatkan. Perabaan dapat dilakukan dengan cara: Gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari atas (posisi jam 12) dengan mengikuti arah jarum jam, bergerak ke tengah ke arah puting susu. Gerakan dari atas ke bawah dan sebaliknya. Gerakan dari bagian luar payudara ke arah puting susu Kemudian lakukan perabaan dengan gerakan yang sama pada payudara kanan Anda dengan menggunakan jari-jari dari tangan kiri. 4. Tekan secara pelan daerah di sekitar puting kedua payudara dan amatilah apakah terdapat keluar cairan yang tidak normal (tidak biasanya), seperti putih kekuning-kuningan yang terkadang bercampur darah. Pada wanita yang masih menyusui, bedakan dengan ASI. Proses tersebut dapat dilakukan saat mandi dengan menggunakan air sabun untuk memudahkan melakukan gerakannya. 5. Dapat pula dilakukan saat berbaring dengan cara tangan kiri di bawah kepala. Letakkan bantal kecil di bawah punggung. Rabalah seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan yang telah diuraikan pada langkah nomor 3. Kemudian lakukan pemeriksaan yang sama pada payudara sebelah kanan. 6. Berilah perhatian khusus pada payudara bagian atas tepi luar dekat lipat ketiak (kuadran superolateral kanan dan kiri) karena tumor payudara banyak ditemukan di daerah tersebut. Hal lain yang penting untuk diketahui dalam melakukan SADARI yaitu mengetahui batas-batas dari payudara sehingga seluruh payudara dapat diraba secara berurutan dan sistematis sehingga tidak ada bagian yang terlewatkan. Batas-batas payudara: Batas atas adalah jarak 1-2 jari dibawah ruas tulang selangka (clavicula). Batas bawah adalah garis lingkar kulit bawah payudara. Batas terluar adalah garis tengah ketiak ke arah bawah. Batas terdalam adalah garis tengah ruas dada. Jika ditemukan kelainan-kelainan seperti tersebut di atas atau terasa adanya perubahan bila dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) Selain melakukan SADARI, Anda juga disarankan melakukan pemeriksaan rutin payudara klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh dokter yang kompeten. Sering kali seseorang baru akan menyadari adanya benjolan pada payudara saat benjolan sudah berukuran cukup besar (sekitar 1cm), oleh sebab itu perlu juga melakukan skrining dengan menggunakan USG payudara dan mammografi (disesuaikan dengan usia). Hasil dari kedua tes tersebut saling melengkapi data yang satu dengan yang lain Mammografi Mammografi menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi kanker payudara. Menurut beberapa penelitian, prosedur mammografi secara rutin tiap tahun dapat membantu... - Published: 2020-10-16 - Modified: 2020-10-15 - URL: https://primayahospital.com/bedah/proses-pemulihan-setelah-operasi-laparoskopi/ - Kategori: Bedah Operasi Laparoskopi adalah tindakan medis untuk melihat isi perut atau panggul menggunakan alat bernama laparoskop. Alat ini berbentuk seperti teleskop kecil dengan sumber cahaya dan kamera. Dokter memerlukan cahaya untuk menyinari struktur dalam perut agar lebih mudah mengamatinya. Untuk memasukkan laparoskop, dokter harus membuat sayatan kecil pada perut. Prosedur laparoskopi termasuk minimal invasif. Tak perlu membuat lubang besar untuk menjalankan pembedahan. Walhasil, pasien bisa pulih lebih cepat ketimbang operasi konvensional. Sebab, luka bekas operasi sangat kecil dan minim. Dalam beberapa kasus, pasien tak perlu menjalani rawat inap seusai laparoskopi. Meski demikian, pengalaman laparoskopi setiap orang bisa berbeda-beda. Banyak faktor yang berpengaruh, seperti: Jenis operasi Lama prosedur Keterampilan tim pelaksana Kelengkapan dan kualitas fasilitas Respons pasien terhadap rasa sakit Maka proses pemulihan tiap individu setelah operasi laparoskopi pun bisa berlainan. Bagi beberapa orang, pemulihan bisa berlangsung beberapa hari saja. Tapi bukan mustahil orang lain membutuhkan waktu hingga beberapa pekan untuk dapat pulih dan beraktivitas seperti biasa. Efek Samping Obat Anestesi Mulai Mereda Seusai operasi laparoskopi, pasien akan merasa pening dan kebingungan karena sisa efek anestesi atau bius yang dokter gunakan dalam prosedur operasi. Beberapa mungkin juga merasa mual-mual dan muntah. Ini gejala yang wajar dan segera berhenti seiring dengan hilangnya efek anestesi. Perawat akan memonitor kondisi pasien selama beberapa jam hingga sudah betul-betul sadarkan diri dan bisa makan-minum serta berkemih. Selama sekitar 24 jam, pasien mungkin lebih sering mengantuk dan kehilangan koordinasi tubuh. Karena itu, sebaiknya pasien laparoskopi datang bersama pendamping. Rasa Sakit Kembali Muncul Pasca Operasi Laparoskopi Pasien mungkin merasakan sakit atau tidak nyaman pada bagian bawah perut beberapa hari pasca-laparoskopi. Rasa sakit juga mungkin muncul pada bahu. Ini juga efek samping yang normal dari operasi. Pasien biasanya mendapat obat penghilang rasa sakit ketika meninggalkan rumah sakit. Pasien sebaiknya mengonsumsi obat tersebut hanya jika rasa sakit yang kembali muncul sangat mengganggu. Dokter juga akan menyarankan pasien membatasi aktivitas selama beberapa hari ketika sudah pulang. Hal ini bertujuan mencegah rasa sakit berlebih kembali muncul pada luka bekas operasi. Luka Bekas Jahitan Mulai Pulih Laparoskopi akan meninggalkan jahitan pada bekas sayatan. Dokter juga akan membalutnya dengan perban. Dokter akan menginformasikan apakah perlu melepas jahitan dalam beberapa hari setelah operasi atau tidak. Jika perlu, perawat atau dokter itu sendiri yang akan melepasnya di rumah sakit. Pasien bisa mengganti sendiri perban atau meminta pertolongan petugas rumah sakit. Biasanya, pasien baru dapat mandi 24 jam pasca-laparoskopi. Jangan khawatir bila bekas sayatan basah. Yang penting, segera keringkan setelah mandi dengan tisu atau kain lembut. Menjaga bekas luka tetap bersih dan kering akan membantu menghilangkan rasa nyeri. Sudah Boleh Kembali Pulang dan Istirahat Pasien yang menjalani laparoskopi diagnostik umumnya bisa langsung pulang pada hari yang sama. Ketika sudah pulih dari efek obat bius, perawat akan memastikan bahwa pasien bisa meninggalkan rumah sakit. Proses pemantauan ini umumnya berlangsung dalam tiga atau empat jam. Setelah sampai rumah, pasien harus beristirahat total. Sebaiknya pasien tidak membawa kendaraan sendiri ketika pulang. Begitu juga saat di rumah, harus ada yang menemani untuk memberikan bantuan jika pasien butuh sesuatu. Sedangkan pasien laparoskopi operatif biasanya harus menjalani rawat inap, meski tidak tertutup kemungkinan bisa pulang beberapa jam seusai operasi. Keputusan dokter membolehkan pasien pulang bergantung pada hasil pemantauan pasca-laparoskopi. Ditinjau oleh: dr. Richard, SpB, MKes, FINACS, FICS Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. hopkinsmedicine. org/health/treatment-tests-and-therapies/laparoscopy https://www. acog. org/en/Patient%20Resources/FAQs/Special%20Procedures/Laparoscopy https://www. rcog. org. uk/globalassets/documents/patients/patient-information-leaflets/recovering-well/laparoscopy. pdf - Published: 2020-10-15 - Modified: 2020-10-15 - URL: https://primayahospital.com/bedah/jenis-jenis-bedah-laparoskopi/ - Kategori: Bedah Laparoskopi adalah prosedur medis untuk melihat organ dalam perut atau abdomen. Khususnya bagi perempuan, dokter juga bisa memakai prosedur ini untuk mengecek kondisi panggul. Di Indonesia, teknik laparoskopi ada sejak 1990-an. Penggunaannya yang pertama adalah untuk mengangkat batu empedu. Setelah itu, banyak rumah sakit menjadikan laparoskopi prosedur baku buat mengatasi masalah kantung empedu. Laparoskopi menggunakan alat khusus berbentuk tabung tipis dengan kamera dan lampu. Alat ini bernama laparoskop. Dokter akan memasukkan alat tersebut setelah membuat sayatan kecil pada perut. Gambar yang tertangkap oleh kamera lalu tayang pada monitor komputer yang tersambung dengannya. Dokter lantas melihat gambar tersebut untuk membuat diagnosis atau melakukan operasi jika menemukan masalah. Ada dua jenis laparoskopi berdasarkan tujuannya. Yang pertama adalah laparoskopi diagnostik. Yang kedua laparoskopi operatif. Dokter bisa menjalankan salah satunya dalam sebuah prosedur laparoskopi, bisa pula dua-duanya sekaligus. Laparoskopi Diagnostik Laparoskopi diagnostik adalah prosedur yang membuat dokter dapat secara langsung mengamati bagian dalam perut atau panggul untuk menjalankan diagnosis. Prosedur ini berlangsung di rumah sakit dengan anestesi umum sehingga pasien tak sadarkan diri selama operasi dan tak merasakan sakit. Dokter mengawali prosedur dengan memeriksa bagian perut tempat dokter akan membuat sayatan. Setelah memastikan keamanan, dokter membuat sayatan kecil dan memasukkan gas karbon dioksida lewat alat bernama trocar. Gas ini akan membantu meluaskan area yang akan menjalani pemeriksaan sehingga dokter bisa melihat organ dengan lebih leluasa dan jelas. Dokter lantas memasukkan laparoskop untuk mengamati bagian dalam perut. Khusus untuk laparoskopi diagnostik untuk ginekologi, dokter mungkin memasukkan cairan khusus ke serviks agar dokter bisa melihat saluran tuba. Seusai pemeriksaan, dokter mengangkat semua peralatan dan menjahit bekas sayatan. Laparoskopi Operatif Laparoskopi operatif telah menjadi pendekatan standar untuk berbagai tindakan bedah. Tujuan laparoskopi adalah mengoreksi kelainan yang terjadi pada bagian dalam perut atau panggul. Selain mengamati bagian dalam perut, dokter akan sekaligus menggunakan instrumen operasi saat menjalankan laparoskopi operatif. Jadi dokter membuat dua sayatan pada perut. Satu sayatan untuk memasukkan laparoskop, sayatan lain buat tempat masuknya peralatan operasi. Dokter menggunakan peralatan itu antara lain untuk mengambil sampel jaringan, menjalankan biopsi, atau mengangkat bagian organ yang bermasalah. Beberapa prosedur yang menggunakan laparoskopi operatif meliputi: Pengangkatan kantong empedu, usus buntu, atau kista Sterilisasi perempuan atau tubektomi Mengatasi kehamilan ektopik Biopsi Terdapat tiga komponen utama untuk menjalankan laparoskopi operatif, yakni keterampilan pelaksana, kelengkapan instrumen, dan fasilitas ruang operasi yang memadai. Instrumen dan teknik bedah yang kian berkembang membuat bidang laparoskopi operatif makin luas. Dokter bisa melanjutkan laparoskopi diagnostik dengan tindakan operatif ketika menemukan patologi atau kelainan. Penggunaan teknik laparoskopi robotik dengan teknologi yang lebih canggih juga akan membantu dokter menemukan sekaligus mengatasi kelainan pada pasien. Pemanfaatan laparoskopi robotik saat ini masih dalam tahap awal di Indonesia. Baik laparoskopi diagnostik maupun operatif sama-sama memberikan keuntungan bagi pasien karena sejumlah kelebihannya. Dengan laparoskopi, luka sayatan operasi lebih kecil sehingga meninggalkan bekas yang kecil pula. Rasa nyeri pada bekas sayatan juga minim. Lama waktu pemulihan pun lebih singkat. Bahkan pasien bisa pulang pada hari yang sama tanpa perlu rawat inap. Selain itu, tingkat presisi laparoskopi tinggi dengan risiko komplikasi rendah. Ditinjau oleh: dr. Richard, SpB, MKes, FINACS, FICS Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. cancer. org/treatment/understanding-your-diagnosis/tests/endoscopy/laparoscopy. html https://fascrs. org/patients/diseases-and-conditions/a-z/laparoscopic-surgery-what-is-it https://medlineplus. gov/ency/article/003918. htm https://emedicine. medscape. com/article/1848486-overview http://journal. ui. ac. id/index. php/eJKI/article/download/4009/3411 - Published: 2020-10-13 - Modified: 2020-10-15 - URL: https://primayahospital.com/bedah/kondisi-perlu-bedah-laparoskopi/ - Kategori: Bedah Laparoskopi telah menjadi teknik bedah yang banyak menjadi pilihan para dokter. Teknik bedah ini tergolong minimal invasif sehingga memberikan banyak manfaat bagi pasien. Luka pasien menjadi lebih minim daripada teknik operasi konvensional. Durasi operasi dan masa pemulihan pun menjadi lebih singkat. Selain itu, bekas lukanya amat minim sehingga penampilan relatif tak terganggu. Laparoskopi adalah teknik operasi yang bisa berlangsung tanpa perlu membuka perut pasien. Operasi berjalan dengan membuat sayatan beberapa lubang kecil dengan diameter 2-10 milimeter. Karena itulah orang kerap menyebut laparoskopi sebagai operasi lubang kunci. Dalam laparoskopi, dokter bisa menjalankan diagnosis sekaligus melakukan tindakan perbaikan. Dokter menggunakan alat khusus bernama laparoskop yang berfungsi layaknya kamera mungil yang memiliki lampu dengan memasukkannya ke salah satu lubang. Kamera ini tersambung dengan monitor dalam ruang operasi. Dokter akan melihat gambar yang tercipta dari kamera itu lewat monitor. Adapun pada lubang lain, dokter memasukkan alat-alat bedah untuk melakukan operasi. Siapa yang Membutuhkan Bedah Laparoskopi Banyak alasan bagi dokter untuk melakukan laparoskopi. Biasanya, dokter menyarankan laparoskopi bagi pasien yang datang dengan keluhan pada sekitar dada atau perut. Dengan laparoskopi, dokter bisa mengetahui penyebab munculnya gejala tersebut dan mengambil tindakan. Tujuan umum laparoskopi mencakup: Diagnosis dan perawatan endometriosis, nyeri panggul kronis, dan penyakit radang panggul Mencari tahu penyebab infertilitas atau masalah yang menyebabkan sulit hamil Mengatasi fibroid, batu empedu, kista ovarium, kelenjar getah bening, atau kehamilan ektopik Menanggulangi berbagai abnormalitas, termasuk inkontinensia urine, prolaps organ panggul, dan beberapa jenis kanker Mengevaluasi kondisi kanker, seperti kanker ovarium, rahim, dan leher rahim atau serviks Kondisi yang Memerlukan Bedah Laparoskopi Ada beberapa kondisi orang yang membutuhkan bedah laparoskopi baik untuk diagnosis maupun tindakan perawatan. Dokter sering menjalankan laparoskopi ketika hasil pemeriksaan fisik, sinar-X, atau CT scan kurang jelas untuk diagnosis dan perawatan. Ketika menemukan penyebab masalah dalam laparoskopi, dokter akan segera melakukan operasi jika perlu. Berikut ini contoh kondisi yang memerlukan bedah laparoskopi: Endometriosis Jika ada gejala dan tanda endometriosis tapi obat-obatan tak efektif, dokter mungkin menyarankan laparoskopi. Dokter menggunakan laparoskop untuk melihat kondisi dalam panggul. Jika menemukan jaringan endometriosis, dokter bisa mengangkatnya saat itu juga. Fibroids Fibroid adalah tumbuhnya massa sel dalam dinding rahim atau di luar rahim. Kebanyakan fibroid bersifat jinak atau tidak berkembang menjadi kanker. Namun ada juga yang bisa mengganas dan menjadi kanker. Fibroid menyebabkan rasa nyeri hingga perdarahan hebat. Dokter dapat memakai laparoskopi untuk menghilangkannya. Kista ovarium Sejumlah perempuan memiliki kista yang berkembang dalam ovariumnya. Dalam beberapa kasus, kista ini bisa hilang sendiri. Bila kista tak kunjung hilang dan menimbulkan rasa nyeri, dokter dapat merekomendasikan laparoskopi untuk mengangkatnya. Kehamilan ektopik Kehamilan ektopik adalah masalah kehamilan yang terjadi ketika janin berada di luar rahim. Ibu hamil yang mengalaminya akan merasa nyeri pada bagian perut dan perdarahan hebat. Laparoskopi bisa mengatasi masalah ini. Gangguan fungsi dasar panggul Bedah laparoskopi dapat menjadi solusi untuk masalah seperti inkontinensia urine yang menyebabkan orang mengompol karena sulit menahan kemih atau prolaps organ panggul alias hernia. Amankah Bedah Laparoskopi Dilakukan? Bedah laparoskopi sama amannya dengan operasi konvensional. Bahkan dalam beberapa kondisi, laparoskopi lebih aman karena tindakannya invasif minimal. Saat awal tindakan laparoskopi, dokter akan memeriksa bagian perut tempat masuknya peralatan untuk memastikan bahwa pembedahan aman. Ketika laparoskopi berlangsung dan terjadi inflamasi berlebih atau dokter menemukan faktor lain yang menghalangi pandangan, dokter mungkin memperbesar sayatan agar operasi berjalan aman. Risiko tetap ada, seperti komplikasi yang berkaitan dengan penggunaan anestesi dan perdarahan atau infeksi. Kemungkinan munculnya risiko bergantung pada prosedur operasi. Rumah sakit akan menetapkan prosedur ketat untuk laparoskopi guna mencegah risiko dan memastikan keamanan. Ditinjau oleh: dr. Richard, SpB, MKes, FINACS, FICS Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. webmd. com/digestive-disorders/laparoscopic-surgery#1 https://www. nhs. uk/conditions/laparoscopy/what-happens/ https://www. acog. org/en/Patient%20Resources/FAQs/Special%20Procedures/Laparoscopy http://ises-pbei. com/ - Published: 2020-10-12 - Modified: 2020-10-15 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pentingnya-pemeriksaan-usg-4d/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Ultrasonografi 4 dimensi (USG 4D) telah menjadi tindakan medis yang lazim dalam pemeriksaan kandungan. Pemeriksaan USG 4D adalah versi terbaru dari tiga dimensi atau 3D. Perbedaan utamanya terletak pada hasil USG. Hasil pemeriksaan USG 3D berupa gambar, sedangkan USG 4D berbentuk video atau gambar janin yang bergerak. Pemeriksaan USG 4D menggunakan teknologi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari dalam tubuh. Bagi ibu hamil, pemeriksaan ini membantu dokter mendiagnosis masalah kandungan, mencari penyebabnya, dan menentukan tindakan yang sesuai. USG 4D juga berperan dalam diagnosis masalah kesehatan lain, misalnya untuk mendeteksi penyebab rasa sakit, pembengkakan, atau infeksi pada organ tubuh. Pemeriksaan USG 4D tergolong aman, non-invasif, dan tidak memakai radiasi. Prosedur USG 4D juga tidak memerlukan persiapan khusus layaknya tindakan lain yang lebih rumit. Mengapa Diperlukan? Selama masa kehamilan, dokter bisa menerapkan pemeriksaan USG 4D untuk berbagai keperluan. Dokter mungkin meminta Anda menjalani pemeriksaan USG 4D jika menduga ada gangguan kesehatan dari ultrasonografi sebelumnya yang memakai teknologi lebih rendah, misalnya USG 2D. Bisa juga ketika dokter mendapati potensi masalah setelah melihat hasil tes darah. Dari hasil USG 4D, dokter akan lebih mudah memastikan diagnosis dan mengambil tindakan sesudahnya. Tapi orang tua juga mungkin memerlukan pemeriksaan USG 4D untuk mengetahui jenis kelamin buah hati. Walau demikian, para praktisi kesehatan tidak merekomendasikan USG 4D untuk kebutuhan non-medis seperti itu, apalagi jika berulang-ulang. Berikut ini contoh tujuan pemeriksaan USG 4D ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga: Memonitor pertumbuhan dan posisi janin Menentukan jenis kelamin Mengkonfirmasi kehamilan ganda (kembar) Mengamati plasenta untuk mendeteksi masalah Mengecek risiko abnormalitas atau cacat janin Melihat air ketuban Memastikan janin mendapat asupan oksigen cukup Mengukur janin Pentingnya Melakukan USG 4D Pemeriksaan USG 4D memakai teknologi yang lebih canggih ketimbang generasi sebelumnya. USG 3D bisa memberikan tampilan detail janin dalam gambar. Dokter akan menerangkan bagian tubuh bayi, seperti mata, hidung, dan mulut, dari warna jingga keemasan pada hasil USG 3D. Sedangkan pemeriksaan USG 4D menghasilkan video yang merekam janin ketika bergerak. Karena itu, dokter dan orang tua bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang janin dalam kandungan dari hasil USG 4D. Banyak kajian menyebutkan pemeriksaan USG 4D aman bagi ibu ataupun janin. Manfaatnya pun lebih banyak karena dokter bisa lebih gampang melihat potensi masalah dan menjelaskannya kepada orang tua. Sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah memerlukan pemeriksaan USG 4D ketika mengkonsultasikan kehamilan. Bagi calon ibu yang tergolong memiliki risiko tinggi, umumnya dokter menyarankan USG ini. Kehamilan tergolong berisiko tinggi jika: Ibu mengidap penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, masalah pernapasan, tiroid, dan penyakit menular seksual. Usia ibu lebih dari 35 tahun atau kurang dari 20 tahun. Status gizi ibu buruk atau berlebih, tandanya antara lain kelebihan berat badan (obesitas) Ada riwayat persalinan prematur Banyak mengalami perdarahan saat hamil Panggul ibu terlalu sempit Ukuran bayi terlalu besar Posisi janin sungsang Menjalani USG adalah bagian tak terpisahkan dari pemeriksaan kehamilan untuk memastikan keselamatan janin dan ibu hingga persalinan, terutama saat trimester kedua dan ketiga. USG 2D pada banyak kasus sudah dapat digunakan untuk melakukan skrining kondisi umum kehamilan, namun pada kasus tertentu terkadang dibutuhkan pemeriksaan USG 4D. Tapi tak semua orang membutuhkan pemeriksaan USG 4D, yang mensyaratkan biaya lebih tinggi ketimbang USG 3D dan 2D. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk memastikan apakah Anda perlu pemeriksaan USG 4D atau cukup dengan menggunakan USG 3D atau 2D. Ditinjau oleh: dr. Wiliam Timotius Wahono, SpOG Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. webmd. com/baby/3d-4d-ultrasound https://www. idsmed. com/news/the-importance-of-ultrasonography-in-pregnancy_409. html https://www. radiologyinfo. org/en/info. cfm? pg=genus https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC3239390/ - Published: 2020-10-11 - Modified: 2020-10-12 - URL: https://primayahospital.com/anak/menunda-imunisasi-anak/ - Kategori: Anak Orang tua wajar khawatir untuk mengikuti program imunisasi anak dasar dari pemerintah ketika pandemi Covid-19 belum usai. Covid sangat mudah menular. Anak-anak pun masuk kategori rentan terjangkit Covid. Jumlah kasus positif pun kian hari kian meningkat. Tapi seyogianya pandemi tak membuat orang tua memutuskan menunda imunisasi anak. Menurut UNICEF, sejak Maret 2020, terjadi penurunan angka imunisasi anak di seluruh Indonesia. Pada Mei 2020, misalnya, vaksinasi difteri, pertusis, dan tetanus (DPT3) serta campak dan rubella (MR1) turun 35 persen ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya. Para orang tua tak mau mengambil risiko tertular Covid dalam proses imunisasi anak di puskesmas ataupun rumah sakit dan klinik. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa program imunisasi dasar anak sangat penting untuk kesehatan anak. Pemberian vaksin akan menjaga anak dari risiko terkena penyakit menular pada masa mendatang. Seturut data UNICEF, IDAI menemukan angka imunisasi terus turun selama pandemi Covid. Selain orang tua yang enggak membawa anaknya imunisasi, penyebab penurunan itu adalah terhentinya sejumlah layanan posyandu dan puskesmas beberapa daerah akibat wabah. Mengapa Tidak Boleh Menunda Imunisasi Anak? IDAI meminta orang tua tidak menunda imunisasi anak demi kemaslahatan bersama. Ketika menunda imunisasi, risiko terjadinya wabah suatu penyakit menular bertambah. Makin banyak orang menunda imunisasi, makin besarlah risiko tersebut. Sebab, imunisasi pada dasarnya bertujuan mencegah kemunculan wabah. Kementerian Kesehatan dan IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi tepat jadwal penting untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut. Pandemi Covid-19 bisa memicu pandemi penyakit lain akibat turunnya angka imunisasi anak. Bila terjadi dua pandemi atau lebih dalam waktu bersamaan, tak terbayangkan dampak yang terasa oleh masyarakat. IDAI menyarankan, jika memang harus menunda imunisasi anak, jangan sampai melewati jadwal rekomendasi. Ada pilihan imunisasi kejar atau catch-up immunization, yakni imunisasi untuk mengejar atau melengkapi imunisasi yang tertunda. Contohnya anak telat atau belum menerima vaksin campak ketika umurnya 9-12 bulan. Orang tua bisa mengikutkan sang anak imunisasi campak kemudian hari. Ikuti panduan IDAI untuk mendapatkan rekomendasi imunisasi kejar yang sesuai. Tips Mencegah Penularan Virus Corona Saat Imunisasi Penularan virus corona bisa terjadi tak mengenal waktu dan tempat. Saat imunisasi anak, penularan pun mungkin terjadi sejak keluar dari rumah, dalam perjalanan, hingga pulang dari tempat imunisasi. Berikut ini tips untuk mencegah penularannya: Bikin janji temu Sebaiknya tidak langsung datang ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik untuk ikut imunisasi anak. Buatlah janji temu dahulu agar penyedia layanan imunisasi bisa mempersiapkan diri, termasuk menyiapkan vaksin yang dibutuhkan. Orang tua pun dapat memilih kapan kira-kira waktu saat lokasi imunisasi itu sepi. Umumnya, fasilitas imunisasi sepi pada awal pekan atau jam kerja kantor. Bila perlu, orang tua bisa minta izin atau mengambil cuti pada hari itu demi mendapatkan hari yang sepi guna mencegah penularan virus corona. Seleksi tempat imunisasi Orang tua mungkin sudah punya langganan tempat imunisasi. Saat pandemi begini, orang tua perlu melihat lagi lokasi itu, apakah aman buat buah hati untuk ikut imunisasi. Pastikan tempat itu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kalau bisa, pilih rumah sakit yang memisahkan antara jalur pasien biasa dan jalur imunisasi anak. Dengan begitu, risiko penularan akan kecil lantaran tak ada tatap muka antara pasien dan anak. Lebih bagus lagi jika lokasi imunisasi tak merawat pasien Covid dan menyediakan fasilitas imunisasi drive-thru alias tanpa masuk ke ruang praktik dokter. Orang tua bisa lebih yakin soal keamanan membawa anaknya imunisasi ke tempat demikian. Terapkan protokol kesehatan Orang tua juga harus memperhatikan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona saat imunisasi anak. Memakai masker itu wajib. Anak cukup dengan face shield jika tak betah atau belum bisa mengenakan masker. Padukan dengan rajin cuci tangan dan jaga jarak. Protokol itu bertujuan menjaga satu sama lain agar tidak saling menulari. Hindari memegang benda di lokasi imunisasi. Bawa hand sanitizer senantiasa untuk membersihkan tangan jika tak bisa menjangkau keran air dan sabun. Ditinjau oleh: dr. Fith Dahlan, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. idai. or. id/about-idai/idai-statement/rekomendasi-imunisasi-anak-pada-situasi-pandemi-covid-19 https://covid19. idionline. org/wp-content/uploads/2020/04/15. IDAI-Imunisasipdf. pdf http://sehatnegeriku. kemkes. go. id/baca/rilis-media/20200608/4234107/wajib-imunisasi-meski-pandemi-covid-19-idai-jangan-sampai-terjadi-double-outbreak/ https://www. unicef. org/indonesia/media/6066/file/Routine%20immunization%20for%20children%20during%20the%20COVID-19%20pandemic%20in%20Indonesia:%20Perceptions%20of%20parents%20and%20caregivers. pdf - Published: 2020-10-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/fakta-imunisasi-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Fakta bahwa Imunisasi anak sebagai langkah perlindungan terhadap ancaman penyakit menular merupakan hak anak. Pemberian imunisasi telah sesuai dengan sederet peraturan perundang-undangan yang melindungi kehidupan anak, dari Undang-Undang Dasar 1945 hingga Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Kesehatan. Sayangnya, masih ada sebagian orang tua yang ragu akan pentingnya imunisasi anak. Keraguan antara lain muncul akibat faktor pengetahuan orang tua mengenai imunisasi. Pemerintah dan praktisi kesehatan bisa berperan mendorong edukasi bagi orang tua agar lebih paham bahwa imunisasi bisa melindungi kesehatan sang buah hati. Selama ini masih ada mitos tentang imunisasi anak yang menggelayuti orang tua sehingga berat untuk membawa putra-putri mereka ikut vaksinasi. Mitos yang salah ini seakan-akan menenggelamkan kebenaran fakta bahwa imunisasi itu sederhana, aman, dan efektif. Berikut ini daftar mitos dan fakta imunisasi anak yang wajib bunda ketahui, berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDI) dan informasi Badan Kesehatan Dunia (WHO): Sanitasi dan higiene Mitos: Bila hidup bersih dan sehat, pasti tak terkena penyakit. Tak perlu vaksinasi. Fakta: Penerapan pola hidup bersih dan sehat memang bisa membuat kita terlindung dari penyakit. Tapi ada beberapa penyakit menular yang tetap bisa menyerang tak peduli seberapa bersihnya kita, misalnya polio dan campak. Imunisasi anak bisa mencegah penyakit tersebut. Bila program vaksinasi berhenti, penyakit-penyakit itu bisa muncul lagi dan menyebar menjadi wabah. Efek samping vaksin Mitos: Pemberian vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya dan bahkan fatal dalam jangka panjang. Fakta: Risiko kesehatan yang muncul akibat tak menjalani vaksinasi jauh lebih berbahaya ketimbang efek samping vaksin. Reaksi yang muncul dari vaksin sebagian besar hanya temporer dan ringan, misalnya rasa nyeri pada bagian yang disuntik dan demam. Jarang terjadi dampak yang serius. Ada pemantauan dan investigasi yang ketat terhadap masalah tersebut. Sedangkan risiko tak menjalani vaksin bisa berupa lumpuh hingga hilangnya nyawa. Misalnya akibat polio, penyakit yang terbukti bisa tertanggulangi lewat imunisasi anak. Bayi mati mendadak Mitos: Ada kasus bayi mati mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS) akibat pemberian kombinasi vaksin difteri, tetanus, pertusis (DTP) dan polio. Fakta: Usia bayi ketika bisa mengalami kematian mendadak bersinggungan dengan masa pemberian vaksin DTP dan polio. Tapi tak ada temuan bahwa vaksinasi menyebabkan SIDS. Dengan kata lain, terjadinya SIDS cuma kebetulan bertepatan dengan masa vaksinasi dan tetap terjadi walau bayi tak mendapat vaksin. Pemberantasan penyakit Mitos: Pemberantasan penyakit yang menjadi sasaran vaksin sudah nyaris berhasil. Vaksinasi tak perlu lagi. Fakta: Pembawa atau agen penyakit menular yang bisa tertanggulangi dengan imunisasi anak masih ada meski di suatu negara penyakit itu telah jarang. Agen tersebut bisa datang dari negara lain, melampaui perbatasan, dan menyerang orang-orang yang belum mendapat perlindungan dari vaksin di negara baru. Karena itu, vaksinasi tetap perlu untuk menjaga dan melindungi masyarakat, bukan hanya diri sendiri. Penyakit itu musibah Mitos: Terkena penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi itu hanya musibah. Fakta: Imunisasi anak adalah upaya pencegahan terhadap risiko terkena penyakit yang berpotensi memicu kondisi gawat dan bahkan kematian pada anak-anak hingga orang dewasa. Bila bisa mencegah dengan mudah, tak ada alasan untuk mengambil risiko tertimpa “musibah” itu. Sistem imun anak Mitos: Sistem imun anak tak sanggup menahan beberapa vaksin yang diberikan secara berbarengan sehingga bisa memunculkan efek samping yang membahayakan. Fakta: Tak ada bukti kombinasi vaksin bisa mempengaruhi sistem imun anak. Paparan bakteri pada anak bahkan lebih banyak ketimbang vaksin. Dari memakan makanan menggunakan tangan saja, ada potensi beragam zat asing yang masuk dan menimbulkan reaksi imun. Pemberian sejumlah vaksin secara bersamaan justru bermanfaat karena tak memboroskan waktu dan dana. Jumlah suntikan pun menjadi lebih sedikit. Flu itu biasa Mitos: Flu atau influenza itu penyakit biasa sehingga tak perlu vaksin. Fakta: Setiap tahun tercatat 300 ribu hingga 500 ribu kematian akibat flu di seluruh dunia. Orang-orang tertentu, seperti anak kecil, ibu hamil, dan lanjut usia, menanggung risiko lebih tinggi jika terkena flu. Demikian juga mereka yang memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan asma. Vaksinasi bisa menekan risiko itu. Lagi pula, flu bisa membuat orang kehilangan waktu, tenaga, dan uang karena harus berobat. Jadi vaksin influenza tetap perlu. Penyakit bikin kebal Mitos: Orang akan kenal sendiri terhadap penyakit jika sudah kena. Tak perlu vaksin lagi. Fakta: Vaksinasi membuat orang kebal tanpa perlu tertular penyakit. Sementara itu, risiko tertular penyakit bisa fatal. Sebagai contoh, rubela membuat bayi lahir cacat. Hepatitis B bisa memicu kanker hati. Campak menyebabkan kematian. Kandungan merkuri Mitos: Vaksin membahayakan kesehatan karena ada kandungan merkuri. Fakta: Terdapat bahan organik thiomersal yang memiliki kandungan merkuri dalam vaksin. Fungsinya adalah mengawetkan. Tapi tak ada bukti bahwa kandungan thiomersal dalam vaksin meningkatkan risiko kesehatan. Anak jadi autis Mitos: Imunisasi anak memicu autisme Fakta: Masyarakat heboh ketika pada 1998 ada studi yang menghubungkan autisme dengan vaksin MMR. Studi itu ternyata keliru dan ditarik dari peredaran. Namun kehebohan berlanjut hingga sekarang dan dipercayai sebagai kebenaran. Ditinjau oleh: dr. Sjully Mamahit, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi https://www. who. int/vaccines/questions-and-answers Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-10-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/perkembangan-janin-terhambat/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit - Translation Priorities: Optional Perkembangan janin terhambat alias intrauterine growth restriction (IUGR) adalah masalah serius yang memerlukan penanganan segera. Dokter kandungan atau bidan bisa mendeteksi penyebab perkembangan janin terhambat saat melakukan pemeriksaan trimester. Idealnya, ibu hamil memeriksakan kehamilannya sebanyak empat kali, yakni masing-masing sekali pada trimester pertama dan kedua serta dua kali pada trimester ketiga. Bila ada temuan gejala IUGR saat pemeriksaan, dokter bisa segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan ibu dan janin dalam kandungan. Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat Perkembangan janin terhambat karena janin tak mendapatkan nutrisi dan oksiden yang memadai di dalam kandungan untuk tumbuh secara normal. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab terhambatnya perkembangan janin terkait dengan kondisi ibu, bayi, dan plasenta. Faktor Ibu Penyakit kronis yang berdampak pada jantung, ginjal, hati, atau paru-paru. Misalnya tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, dan penyakit autoimun. Kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi zat berbahaya lain, termasuk obat-obatan. Infeksi, misalnya cytomegalovirus atau rubella. Kurang mengonsumsi nutrisi, misalnya karena kondisi ekonomi. Tempat tinggal daerah dataran tinggi atau tempat lain yang kurang oksigen. Mengalami anemia. Hamil pada usia muda atau terlalu tua. Faktor Bayi Cacat bawaan. Kelainan genetik atau kromosom. Infeksi Kelahiran ganda (kembar). Faktor Plasenta Plasenta berukuran kecil. Aliran darah melalui plasenta tak normal. Ada tumor jinak. Fibroid uterus di belakang plasenta. Tali pusat masuk ke plasenta. Plasenta memisah dari rahim. Risiko Pertumbuhan Janin Terhambat Faktor risiko penyebab perkembangan janin terhambat bermacam-macam, antara lain: Hamil pada usia di bawah 17 tahun atau lebih dari 35 tahun Genetik Kehamilan kembar Sebelumnya pernah mengalami perkembangan janin terhambat Interval kehamilan dengan sebelumnya terlalu pendek Malnutrisi Perawakan ibu pendek Gangguan autoimun Merokok Mengonsumsi alkohol Menggunakan obat terlarang Ada penyakit penyerta, seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes Dari faktor risiko itu, ada potensi komplikasi yang berbahaya bagi ibu hamil serta janin dalam rahim sejak masa kehamilan hingga persalinan, yakni: Sulit bersalin secara normal Gangguan pernapasan pada bayi akibat menghirup feses saat dalam kandungan (sindrom aspirasi meconium) Bobot bayi kurang Kadar gula darah rendah (hipoglikemia) Jumlah sel darah merah tinggi Tingkat sistem kekebalan tubuh rendah Gangguan tumbuh kembang anak Bagaimana Cara Mencegahnya? Sebagai upaya pencegahan, hal utama yang menjadi kewajiban adalah memeriksakan kehamilan sesuai dengan rekomendasi. Terlebih bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko penyebab perkembangan janin terhambat. Selain pemeriksaan kehamilan, terdapat sejumlah cara bagi ibu hamil untuk menekan risiko perkembangan janin terhambat, seperti: Memeriksakan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan atau bidan. Bila dokter bisa mengetahui gejala IUGR lebih awal, penanganan lebih berpeluang berhasil. Memantau pergerakan janin dalam kandungan. Bila janin jarang bergerak, bisa jadi itu tanda ada masalah. Konsumsi obat yang memang sesuai dengan resep dokter. Makan makanan sehat dan bergizi. Cukup istirahat dan hindari stres. Terapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga. Segera periksakan diri jika merasa punya faktor penyebab perkembangan janin terhambat. Makin cepat terdeteksi, makin banyak pilihan cara untuk memulihkan pertumbuhan buah hati. Ditinjau oleh: Dr. Ridwan Mahmuddin, SpOG Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. aafp. org/afp/1998/0801/p453. html https://www. childrensmn. org/services/care-specialties-departments/fetal-medicine/conditions-and-services/intrauterine-growth-restriction/ - Published: 2020-10-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/vaksin-anak/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan pemberian vaksin anak hingga dewasa terbukti bisa mengurangi beban masyarakat yang ditimbulkan oleh infeksi penyakit menular. Para pakar pun terus berupaya memastikan keamanan vaksin melalui penelitian-penelitian yang sudah terpublikasi secara internasional. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mewajibkan pemberian vaksin pada si kecil untuk mencegah sejumlah penyakit. Imunisasi kian vital di daerah endemis atau daerah tempat berjangkitnya suatu penyakit secara luas. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah menyediakan panduan jadwal pemberian imunisasi sesuai dengan usia. Orang tua dapat mengakses imunisasi wajib secara gratis di puskesmas atau posyandu. Selain vaksin wajib, vaksin pilihan tak kalah penting sebagai upaya pencegahan penyakit. Berikut ini beberapa vaksin yang tersedia di Indonesia untuk buah hati tercinta beserta manfaat dan jadwal pemberiannya. Vaksin Hepatitis B Vaksin hepatitis B bermanfaat mencegah penyakit hepatitis B, yaitu penyakit yang menyerang hati. Hepatitis B bisa memicu gagal hati, kanker, dan jaringan parut. Dalam kasus kronis, penderita hepatitis B membutuhkan pengobatan intensif hingga transplantasi hati. Jadwal vaksin hepatitis B: 4 kali. Pertama 12 jam sesudah bayi lahir, lalu ketika bayi berumur 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin Polio Vaksin polio tetap perlu meski WHO sudah menyatakan Indonesia bebas polio. Polio adalah penyakit yang bisa memicu kelumpuhan permanen dan sangat menular. Jadwal vaksin polio: 4 kali. Pertama sesaat setelah bayi lahir berupa vaksin tetes. Lalu saat usia bayi 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin BCG BCG adalah kependekan dari Bacillus Calmette–Guérin. Vaksin BCG bermanfaat mencegah penyakit tuberkulosis (TB). Dalam beberapa kasus, TB bisa berkembang menjadi meningitis yang lebih gawat. Jadwal vaksin BCG: 1 kali, saat usia 1 bulan. Vaksin DPT Manfaat vaksin DPT adalah melindungi si kecil dari ketiga penyakit tersebut. Difteri bisa menyebabkan sesak napas hingga gagal jantung. Tetanus bisa membuat otot kaku dan menyebabkan kematian. Pertusis adalah penyakit batuk yang parah dan bisa membuat anak sulit bernapas. Jadwal vaksin DPT: 3 kali, saat usia 2, 3, 4 atau 2,4,6 bulan. Vaksin Pneumokokus Manfaat vaksin pneumokokus adalah mencegah penyakit yang dipicu bakteri pneumokokus, antara lain pneumonia dan meningitis. Nama lainnya adalah vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine). Jadwal vaksin pneumokokus: 3 kali, ketika si kecil berumur 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin Rotavirus Vaksin rotavirus memiliki manfaat mencegah peradangan pada saluran pencernaan akibat infeksi virus. Infeksi ini bisa menyebabkan diare hingga anak mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan. Terdapat dua vaksin rotavirus untuk anak, yaitu monovalen dan pentavalen. Jadwal vaksin rotavirus: Monovalen 2 kali, saat umur 6-14 minggu dan 16-24 minggu. Pentavalen 3 kali. Pertama saat umur 2 bulan, kedua dan ketiga dengan interval 4-10 minggu sesudah pemberian vaksin sebelumnya. Vaksin Influenza Seperti namanya, pemberian vaksin influenza berguna untuk melindungi si kecil dari penyakit flu. Flu sangat mudah menular dan bisa berkembang menjadi penyakit yang parah hingga menyebabkan kematian. Jadwal vaksin influenza: Tak ada ketentuan pasti. WHO merekomendasikan pemberian vaksin ini kepada anak berusia 6 bulan-5 tahun. Vaksin Campak Manfaat vaksin ini adalah mencegah campak. Penyakit campak muncul akibat infeksi virus. Gejala yang paling kentara antara lain munculnya ruam merah pada kulit dan demam tinggi. Jadwal vaksin campak: 3 kali, pertama saat usia 9 bulan. Yang kedua dan ketiga adalah vaksin penguat saat usia 18 bulan dan 5-7 tahun. Vaksin MMR Manfaat vaksin MMR mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubela (measles, mumps, rubella). Tiga penyakit itu sangat menular dan bisa menyebabkan kondisi gawat, termasuk kematian. Jadwal vaksin MMR: 2 kali, ketika anak berumur 15 bulan dan 5 tahun. Vaksin Varisela Vaksin varisela bermanfaat melindungi sang buah hati dari serangan cacar air. Gejalanya bentol merah berisi cairan bening dan gatal seluruh tubuh disertai demam. Penyebabnya adalah virus varicella. Jadwal vaksin varisela: 1 kali, ketika usia 1-18 tahun. Vaksin HPV Vaksin HPV bermanfaat mencegah penyakit akibat infeksi human papillomavirus. Penyakit ini menyebabkan kulit kelamin hingga kanker. Jadwal vaksin HPV: 2-3 kali, ketika berusia 10-18 tahun Vaksin Japanese Encephalitis Manfaat vaksin jenis ini untuk mencegah penyakit akibat virus Japanese Encephalitis (JE) dari nyamuk yang bisa menyebabkan radang otak. Gejala penyakit ini mirip flu, bahkan bisa tak ada sama sekali. Jadwal vaksin Japanese Encephalitis: 2 kali, terutama daerah endemis, saat si kecil berumur 1 tahun dan 2-3 tahun. Vaksin Dengue Jenis vaksin ini melindungi dari penyakit demam berdarah. Penyakit demam berdarah bisa menyebabkan kematian bila tak mendapat penanganan yang tepat. Jadwal vaksin dengue: 3 kali dengan interval 6 bulan, saat usia 9-18 tahun. Ditinjau oleh: Dr. Desy Dewi Saraswati,SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. who. int/bulletin/volumes/86/2/07-040089/en/ https://www. idai. or. id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017 - Published: 2020-10-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/diagnosis-kanker-dari-gejala-dan-tindakan-pencegahannya/ - Kategori: Onkologi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Diagnosis kanker sejak dini akan membantu perawatan pasien secara medis. Diagnosis ini penting karena kanker telah menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Menurut Komite Penanggulangan Kanker Nasional, ada 348. 809 pasien kanker baru setiap tahun. Dari jumlah itu, sekitar 80 persen tak terobati. Sebanyak 20 persen dari 80 persen angka pasien kanker tak terobati itu memilih fasilitas kesehatan di luar negeri untuk mendapat pengobatan. Walhasil, ada biaya ekstra untuk pengobatan kanker. Hal ini bisa diantisipasi antara lain dengan diagnosis kanker sejak dini. Pentingnya Diagnosis Kanker Sejak Dini Ketika ada anggota keluarga yang mendapat diagnosis kanker, semestinya anggota keluarga lain tahu dan bisa mengambil langkah antisipasi. Sebab, keturunan menjadi salah satu faktor pemicu kanker. Dengan adanya antisipasi sedari dini, dokter dapat segera menemukan kanker itu dan memulai pengobatan. Karena itu, mengetahui jenis kanker yang paling kerap terjadi dan gejalanya sangatlah penting. Peluang keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi jika ada deteksi dan diagnosis kanker dini. Terdapat dua komponen utama deteksi dini kanker, yaitu edukasi mengenai diagnosis dini dan screening dini. Mengenali gejala yang mungkin menjadi tanda awal adanya kanker dan mengambil tindakan segera adalah langkah awal diagnosis dini. Beberapa tanda awal kanker antara lain: - Terdapat benjolan - Luka tak bisa sepenuhnya sembuh - Terjadi perdarahan yang abnormal - Gangguan pencernaan yang konstan - Suara serak kronis Kanker payudara dan kanker servis termasuk di antara sejumlah jenis kanker yang membutuhkan diagnosis kanker sejak dini demi keberhasilan pengobatan. Adapun screening mengacu pada tes sederhana untuk mengidentifikasi orang yang diduga memiliki kanker tapi belum menunjukkan gejala. Screening kanker payudara, misalnya, menggunakan mamografi. Sedangkan screening kanker servis memakai Pap smear. Jenis-Jenis Kanker, Gejala dan Tindakan Pencegahannya Terdapat lebih dari 100 jenis kanker di seluruh dunia. Beberapa di antaranya umum ditemukan pada individu tertentu. Misalnya kanker prostat hanya terjadi pada pria, sedangkan diagnosis kanker payudara lebih banyak didapati pada perempuan. Satu hal yang perlu diingat, banyak jenis kanker yang tak memiliki gejala awal. Jikapun ada gejala, ada kemungkinan gejala itu muncul dengan kondisi lain. Itu sebabnya penting dilakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis kanker, selain menjalankan langkah pencegahan. Berikut ini beberapa jenis kanker beserta gejalanya: Kanker Darah Kanker yang juga disebut leukemia ini menyerang sel pembentuk sel darah dalam sumsum tulang. Gejalanya: - Demam, keringat dingin saat malam hari - Merasa lelah dan lemas - Kehilangan berat badan secara drastis - Pembengkakan liver dan kelenjar getah bening - Sering mimisan - Mudah memar atau berdarah - Nyeri tulang Kanker Hati Sekitar 85 persen penyakit kanker hati ditemukan di negara berkembang di seluruh dunia. Gejalanya: - Kehilangan berat badan secara drastis - Tidak punya selera makan atau mudah kenyang saat hanya makan sedikit - Mual dan muntah - Pembengkakan liver - Nyeri di dekat tulang bahu kanan - Pembengkakan abdomen - Kulit gatal tanpa diketahui penyebabnya - Kulit dan putih mata atau sklera menguning Kanker Payudara Kanker yang lebih banyak menyerang perempuan pada organ payudara. Gejalanya: - Ada benjolan pada payudara, ketiak, atau tulang selangka - Pembengkakan payudara - Kulit payudara memerah dan tidak rata serta terjadi iritasi - Rasa nyeri pada payudara atau putting - Retraksi putting (puting masuk ke dalam) Kanker Serviks Kanker servis atau leher rahim ini adalah kanker nomor dua yang paling sering menyerang wanita. Penyebab utamanya adalah infeksi human papilloma virus. Kanker ini bisa muncul tanpa gejala, tapi bisa jadi ada tanda seperti nyeri pada tulang panggul atau saat berhubungan seksual. Menstruasi yang tak teratur juga bisa menjadi tanda awal. Pencegahan kanker bisa dimulai dari sendiri dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Di antaranya rajin berolahraga dan menjaga gizi seimbang. Bila menemukan tanda awal atau ada anggota keluarga yang menderita kanker, diperlukan diagnosis kanker sejak dini dengan cara memeriksakan diri ke rumah sakit. Konsultasikan kepada dokter gejala yang dialami untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Ditinjau oleh: dr. Budi Darma,Sp. PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. who. int/cancer/publications/cancer_early_diagnosis/en/ https://www. who. int/cancer/treatment/en/ https://www. who. int/cancer/detection/en/ http://yayasankankerindonesia. org/tentang-kanker/jenis-jenis-kanker https://www. cancer. gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer - Published: 2020-10-02 - Modified: 2020-11-19 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/penyebab-gagal-asi-eksklusif/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Para ibu tentu menginginkan yang terbaik untuk bayi. Ada rasa khawatir ketika tinggi dan berat badan mereka tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan. Program air susu ibu atau ASI eksklusif bisa menjawab kekhawatiran itu. Namun ada kemungkinan para Ibu Gagal memberikan ASI eksklusif yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Mengikuti rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan mengimbau pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan. Menurut penelitian, bayi yang mendapat ASI eksklusif sampai setidaknya enam bulan lebih sedikit mengalami gangguan tumbuh kembang dan penyakit gastrointestinal. Maka, ketika ada tanda-tanda gagal ASI eksklusif, ibu harus segera mengambil tindakan untuk mengatasinya. Kegagalan ini berkaitan dengan kondisi psikis serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai produksi ASI dan pemberian ASI yang benar. Berikut ini di antaranya: 1. Menganggap Produksi ASI Sedikit Sebagian ibu mungkin merasa produksi ASI mereka sedikit. Perasaan ini bisa berujung pada risiko gagal ASI eksklusif. Kondisi ini disebut persepsi ketidakcukupan ASI (PKA), yakni ketika ibu merasa ASI yang ia produksi tak cukup buat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Secara global, PKA adalah satu di antara sejumlah penyebab utama gagal ASI eksklusif. Ibu yang mengalami PKA akan terus merasa tidak mampu memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Padahal kenyataannya tidak demikian. Karena perasaan itu terus ada, ibu akhirnya tidak melanjutkan pemberian ASI sebelum enam bulan yang menyebabkan gagal ASI eksklusif. Terdapat sejumlah faktor pemicu PKA, terutama kondisi psikis ibu yang tertekan atau cemas serta kurang percaya diri setelah melahirkan. 2. Kurangnya Nutrisi Ibu Kebutuhan nutrisi ibu menyusui lebih tinggi ketimbang ibu hamil. Namun tak sedikit ibu yang justru mengurangi asupan makanannya setelah melahirkan dengan dalih ingin mengembalikan berat badan ke kondisi semula. Diet agar berat badan ideal memang penting, tapi jangan sampai mengabaikan asupan nutrisi. Kurangnya nutrisi ibu akan menyebabkan gagal ASI eksklusif. Bayi tidak akan bisa memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang meski mendapat ASI hingga enam bulan. Untuk itu, ibu perlu memperhatikan asupannya tiap hari. Selain mempengaruhi bayi, kurangnya asupan nutrisi akan berdampak pada kesehatan ibu sendiri baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. 3. Memberikan ASI dalam Botol Para ibu mungkin belum mengetahui soal ini. ASI eksklusif adalah pemberian ASI langsung dari ibu lewat proses menyusui. Maka pemberian ASI dalam botol berarti telah gagal ASI eksklusif. Ibu yang juga merupakan wanita karier paling sering menghadapi masalah ini. Sebab, mereka tak bisa menyusui langsung ketika harus bekerja, sementara cuti melahirkan hanya tiga bulan. Pemberian ASI lewat botol tidak memunculkan momen ikatan batin antara bayi dan ibu. Ada pula risiko ASI tercemar dalam proses pemerahan, penyimpanan, hingga pemberian kepada bayi. Bayi juga bisa kehilangan insting menyusui secara langsung bila terlalu banyak mendapat ASI dalam botol. 4. Memberikan Air Putih Pemberian air putih kepada bayi juga menyebabkan gagal ASI eksklusif. Ibu hanya boleh memberikan ASI tanpa cairan atau makanan padat apa pun kecuali mineral, vitamin, atau obat dalam bentuk sirup atau tetes hingga umur bayi enam bulan untuk bisa sukses menjalankan ASI eksklusif. Lagi pula, sesuai dengan anjuran WHO, bayi usia enam bulan ke bawah tidak memerlukan air putih karena organ ginjalnya belum berfungsi secara optimal. Sebagian besar ASI pun terdiri atas air. Pemberian air putih juga bisa membuat bayi kembung dan memicu masalah lain, termasuk tidak mau meminum ASI lantaran merasa perutnya sudah penuh. 5. Tekad yang Kurang Kuat Tekad yang kuat merupakan faktor penting dalam mencapai keberhasilan ASI eksklusif. Jika ibu mudah menyerah pada keadaan yang menghalangi pemberian ASI, ujungnya adalah gagal ASI eksklusif. Bukan hanya ibu yang berperan dalam memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif. Ayah atau suami juga bertanggung jawab mendukung program ini demi buah hati. Ditinjau oleh: dr. Putu Aditya,M. Biomed, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: http://ejournal. litbang. kemkes. go. id/index. php/kespro/article/download/3919/3763 http://promkes. kemkes. go. id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi https://media. neliti. com/media/publications/39929-ID-asi-eksklusif-dan-persepsi-ketidakcukupan-asi. pdf http://sehatnegeriku. kemkes. go. id/baca/rilis-media/20180820/4227503/pengetahuan-dan-tekad-kuat-ibu-berdampak-pada-keberhasilan-menyusui/ Sumber gambar : https://www. freepik. com/free-vector/motherhood-concept-illustration_7119281. htm#page=1&query=baby%20breastfeeding&position=2 - Published: 2020-10-01 - Modified: 2020-09-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung/risiko-kateterisasi-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Kateterisasi jantung adalah salah satu prosedur terhadap jantung yang paling banyak dilakukan. Di Amerika Serikat, menurut laporan American Heart Association, lebih dari satu juta prosedur kateterisasi jantung dijalankan setiap tahun. Layaknya prosedur invasif lain, terdapat risiko dan komplikasi yang kemungkinan dapat terjadi, tetapi dengan kian majunya teknologi peralatan yang digunakan untuk kateterisasi jantung, peningkatan keterampilan operator, serta teknik yang lebih baru, risiko itu bisa ditekan dan lebih meningkat keamanannya. Manfaat Kateterisasi Jantung Kateterisasi jantung merupakan prosedur yang bisa bersifat diagnostik atau terapeutik. Dalam prosedurnya, dokter bisa melakukan berbagai intervensi tergantung kebutuhan klinis. Kateterisasi jantung dapat membantu dokter mendiagnosis dan tatalaksana penyakit jantung. Manfaat dari kateterisasi jantung, yaitu: Deteksi dan pengobatan intervensi pada penyempitan atau penyumbatan arteri koroner Mengukur hemodinamik jantung sisi kiri dan sisi kanan Evaluasi dan pengobatan intervensi pada gangguan irama jantung Evaluasi dan pengobatan intervensi pada penyakit katup jantung Evaluasi dan pengobatan intervensi penyakit jantung bawaan Apa Saja Risiko Kateterisasi Jantung Kateterisasi jantung memiliki risiko yang ringan seperti rasa tidak nyaman pada area sekitar selang kateter hingga resiko berat seperti kematian. Risiko komplikasi serius dalam prosedur diagnostik kateterisasi jantung biasanya kurang dari 1%, sedangkan risiko kematian sebesar 0,05%. Tingkat komplikasi tiap pasien berbeda, tergantung pada beberapa faktor, termasuk demografi pasien, anatomi vaskular, kondisi komorbid, presentasi klinis, prosedur, dan pengalaman operator. Risiko kateterisasi jantung yang mungkin terjadi meliputi: Perdarahan atau memar di lokasi kateter dimasukkan ke dalam tubuh (selangkangan, lengan,atau pergelangan tangan) Rasa sakit di tempat kateter dimasukkan ke dalam tubuh Gumpalan darah atau kerusakan pada pembuluh darah tempat kateter dimasukkan Infeksi di area kateter dimasukkan ke dalam tubuh Gangguan irama jantung saat tindakan Komplikasi yang lebih serius, tapi jarang terjadi, termasuk: Nyeri dada atau serangan jantung. Risiko terjadinya infark miokard akut sekitar 0. 1% Penyumbatan arteri koroner yang tiba-tiba Robekan pada lapisan pembuluh darah arteri koroner Gangguan fungsi ginjal akibat zat kontras yang digunakan Secara umum risiko terjadi stroke pada tindakan kateterisasi jantung adalah rendah, sekitar 0. 05%- 0. 1% pada prosedur diagnostik dan 0. 18% - 0. 4% pada tindakan intervensi. Risiko kematian pada kateterisasi jantung kurang dari 0. 05% untuk prosedur diagnostik. Pada pasien hamil terdapat risiko pada janin dari prosedur kateterisasi jantung. aparan radiasi selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir cacat. Jika anda hamil atau menduga hamil, beri tahu dokter anda. Pastikan juga untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang dalam masa menyusui. Selain komplikasi diatas, terdapat pula risiko reaksi alergi terhadap zat kontras yang digunakan dalam prosedur ini. Jika Anda alergi atau peka terhadap obat-obatan, zat kontras, yodium, atau lateks, beri tahu dokter Anda. Informasikan pula kepada dokter bila anda memiliki penyakit gagal ginjal atau masalah ginjal lainnya. Pastikan untuk mendiskusikan kondisi medis anda dengan dokter sebelum prosedur kateterisasi jantung dilakukan. Ditinjau oleh: dr. Fitri Handayani, SpJP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. ncbi. nlm. nih. gov/books/NBK531461/#:~:text=The%20risk%20of%20major%20complications,of%200. 05%25%20for%20diagnostic%20procedures. https://www. health. harvard. edu/blog/are-there-benefits-of-cardiac-catheterization-for-stable-coronary-artery-disease-2020052119817 Sumber gambar : https://www. freepik. com/free-photo/top-view-world-heart-day-with-copy-space_9241757. htm - Published: 2020-09-30 - Modified: 2020-09-27 - URL: https://primayahospital.com/jantung/pengobatan-penyakit-jantung-koroner/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit jantung koroner adalah penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, biasanya disebabkan oleh atherosklerosis. Atherosklerosis adalah penumpukan kolesterol dan timbunan lemak (disebut plak) di dinding bagian dalam arteri. Plak ini dapat mengurangi aliran darah ke otot jantung dan mengurangi suplai darah sehingga jantung menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkannya untuk bekerja dengan baik. Gejala yang dapat dirasakan berupa nyeri dada yang disebut angina maupun serangan jantung. Apa faktor risiko penyakit Jantung koroner? Faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dibagi menjadi faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor Risiko yang tidak dapat dimodifikasi (yang tidak dapat diubah) meliputi: - Jenis kelamin laki-laki. Pria memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung daripada wanita. - Usia lanjut. Penyakit jantung koroner lebih mungkin terjadi seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 65 tahun. - Riwayat penyakit jantung keluarga. Pasien dengan riwayat penyakit jantung pada keluarga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner. Faktor risiko yang dapat diubah meliputi: - Merokok dan paparan asap tembakau - Kolesterol darah tinggi - Tekanan darah tinggi - Diabetes yang tidak terkontrol - Kurang aktivitas fisik - Kelebihan berat badan atau obesitas - Stres Semakin banyak faktor risiko yang Anda miliki, semakin besar risiko Anda terkena penyakit jantung koroner. Bagaimana Cara Mendiagnosis Jantung Koroner? Dokter jantung dapat mengetahui apakah anda memiliki penyakit jantung koroner melalui informasi gejala, riwayat medis, dan faktor risiko, pemeriksaan fisik, dan tes diagnostik. Tes diagnostik meliputi: - Elektrokardiogram (EKG) : merekam sinyal kelistrikan dalam jantung. EKG dapat mendeteksi serangan jantung yang pernah atau sedang berlangsung. - Ekokardiogram : menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, untuk menilai struktur dan fungsi jantung. - Tes stres olahraga : menggunakan elektrokardiogram untuk mengevaluasi aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung saat istirahat dan saat beraktivitas. - Tes Laboratorium: sejumlah tes darah digunakan untuk menilai faktor risiko dan mendiagnosis penyakit jantung. - CT scan koroner : memindai jantung untuk melihat penumpukan plak yang bisa memicu penyakit jantung koroner. - Pencitraan Nuklir : mirip dengan tes stres olahraga, aliran darah ke otot jantung akan diukur saat istirahat dan selama olahraga. Pelacak radioaktif disuntikkan ke aliran darah, dan dilakukan pendeteksian area jantung yang menerima pasokan darah lebih sedikit. - Kateterisasi jantung : dengan cara memasukkan alat berupa kateter ke pembuluh darah arteri di pangkal paha, lengan atau pergelangan tangan hingga naik ke jantung, kemudian dilakukan penyuntikan zat kontras melalui kateter dan dilakukan pendeteksian penyumbatan arteri koroner dengan menggunakan sinar x. Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Jantung Koroner? Pengobatan penyakit jantung koroner meliputi pengontrolan faktor risiko, konsumsi obat secara teratur, maupun menjalani prosedur invasif dan / atau pembedahan. Mengobati jantung koroner penting untuk mengurangi risiko serangan jantung. Mengurangi faktor risiko dilakukan dengan cara perubahan gaya hidup yang meliputi berhenti merokok, perubahan pola makan untuk mengurangi kolesterol, mengontrol tekanan darah, dan mengelola gula darah, dan olah raga secara teratur. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengendalikan faktor risiko penyakit jantung, obat-obatan mungkin diresepkan seperti pada kondisi kadar kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi. Prosedur intervensi umum untuk mengobati jantung koroner dapat dilakukan dengan cara pemasangan ring jantung untuk menjaga pembuluh darah arteri tetap terbuka agar aliran darah arteri koroner kembali lancar. Operasi cangkok bypass arteri koroner (CABG) dimana satu atau lebih arteri koroner yang tersumbat dilewati oleh cangkok pembuluh darah untuk mengembalikan aliran darah normal ke jantung. Cangkok ini biasanya berasal dari pembuluh darah yang terletak di dada atau tungkai. Ditinjau oleh: dr. Fitri Handayani, SpJP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: Heart Disease and Stroke Statistics 2017 Update: A Report from the American Heart Association Statistics Committee and Stroke Statistics Subcommittee. Circulation. 2017, January 25, http://circ. ahajournals. org/content/early/2017/01/25/CIR. 0000000000000485. http://p2ptm. kemkes. go. id/uploads/VHcrbkVobjRzUDN3UCs4eUJ0dVBndz09/2018/09/Mengenali_tanda_dan_gejala_serangan_dini_penyakit_jantung_dr_Bambang_Dwiputra_Hari_Jantung_Sedunia_2018. pdf https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/diagnosis-treatment/drc-20350619 Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/woman-holding-decorative-heart-red_9318854. htm? query=heart&collectionId=2063 - Published: 2020-09-29 - Modified: 2020-09-27 - URL: https://primayahospital.com/bedah-onkologi/prosedur-laparoskopi-untuk-program-hamil/ - Kategori: Bedah Onkologi Teknik Operasi Laparoskopi adalah prosedur pembedahan dengan sayatan minimal untuk keperluan diagnostik atau terapi berbagai penyakit dan kelainan pada organ reproduksi wanita yang mengganggu proses kehamilan. Tak sedikit pasangan yang menempuh jalan operasi laparoskopi demi segera mendapatkan buah hati. Faktanya, penyakit atau kelainan yang diterapi dengan operasi laparoskopi memperbesar kesempatan terjadinya pembuahan yang akhirnya meningkatkan peluang kehamilan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana prosedur laparoskopi untuk program hamil? Tujuan Laparoskopi Untuk Program Hamil Laparoskopi merupakan metode bedah minimal hanya dengan membuat sayatan 0,5-1 cm. Karena itulah orang-orang juga mengenal laparoskopi sebagai operasi lubang kunci (keyhole surgery). Lewat lubang ini, dokter memasukkan alat seperti tabung tipis yang kecil dan memiliki kamera bernama laparoskop untuk memeriksa bagian yang bermasalah. Untuk program hamil, dokter akan mengevaluasi struktur sistem reproduksi pada wanita, termasuk ovarium, rahim, dan saluran tuba. Dokter bisa segera melakukan tindakan perbaikan jika menemukan masalah. Laparoskopi bukanlah tindakan awal untuk program hamil. Dokter mungkin baru merekomendasikannya setelah mencoba sederet metode lain. Berikut ini beberapa alasan dokter menyarankan laparoskopi untuk program hamil: Kelainan pada uterus , saluran tuba dan indung telur Perlengketan di rongga panggul akibat infeksi atau penyakit radang panggul Kasus endometriosis derajat sedang atau berat Nyeri hebat saat menstruasi atau saat berhubungan badan. Prosedur Laparoskopi Laparoskopi dilakukan di Kamar Operasi dengan anestesi umum alias bius total. Artinya, pasien dalam keadaan tak sadarkan diri dan tak merasakan sakit selama operasi. Dokter akan memberikan petunjuk mengenai persiapan menjalani operasi. Biasanya, pasien harus berpuasa selama 8 jam sebelumnya. Pada hari-H, begitu efek bius bekerja, dokter bedah memulai prosedur operasi dengan membuat sayatan kecil di area perut dekat pusar. Lewat sayatan ini, dokter mengisi perut dengan gas karbon dioksida agar bisa dengan mudah mengamati organ dalam tubuh. Dokter kemudian memasukkan teleskop untuk memantau satu per satu organ yang berhubungan dengan fungsi reproduksi. Dalam proses ini, dokter juga bisa sekaligus melakukan biopsi jaringan. Kadang perlu dua atau tiga sayatan kecil lain untuk membantu penanganan organ yang bermasalah. Pemantauan berfokus pada keberadaan kista, Leiomyoma, perlekatan antar organ dan fungsi tuba. Dokter juga akan melihat bentuk dan ukuran organ reproduksi. Guna mengidentifikasi masalah sumbatan pada saluran tuba yang menghalangi pembuahan, dokter menyuntikkan cairan biru methilen melalui leher rahim. Pasca Prosedur Laparoskopi Pasien akan diobservasi di ruang pemulihan. Setelah pasien istirahat di ruang rawat, keesokan harinya pasien diizinkan pulang dan tidak perlu menunggu waktu lama untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Saat haid berikutnya pasien bisa langsung merencanakan program kehamilan. Ditinjau oleh: dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp. OG Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. medicalnewstoday. com/articles/308285#reasons-for-a-pelvic-laparoscopy https://parenting. firstcry. com/articles/laparoscopy-for-infertility-advantages-risks-and-more/ https://www. webmd. com/digestive-disorders/laparoscopic-surgery#1 - Published: 2020-09-28 - Modified: 2020-09-27 - URL: https://primayahospital.com/urologi/efek-samping-eswl/ - Kategori: Urologi Tindakan ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) adalah teknik pengobatan penyakit batu ginjal baik yang berada di ginjal maupun di ureter yang tak membutuhkan pembedahan. Dalam metode EWSL, dokter memanfaatkan gelombang kejut berenergi tinggi untuk memecahkan batu ginjal menjadi serpihan sekecil butiran pasir. Dengan begitu, serpihan tersebut bisa keluar dari tubuh bersama urine. Walau tindakan ESWL cenderung aman dan tak membutuhkan persiapan layaknya prosedur operasi, pasien dan dokter tetap perlu mewaspadai adanya efek samping serta risiko yang berpotensi muncul. Dokter bersama timnya tentu akan berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan tindakan ESWL berjalan lancar. Di sisi lain, pasien juga perlu kooperatif dengan aktif mencari tahu apa itu tindakan ESWL dan apa saja yang harus mereka lakukan, termasuk persiapan dan pantangan untuk kondisi tertentu. Kondisi Tidak Disarankan Untuk Menjalani Terapi ESWL Tindakan ESWL bukanlah metode satu-satunya untuk mengobati segala bentuk penyakit batu ginjal. Ada beberapa faktor yang membuat pasien tidak bisa menjalani terapi ini. ESWL bisa manjur sebagai terapi untuk pasien yang memiliki batu ginjal berukuran kecil, yakni maksimal 2 sentimeter. Terapi ini juga baik untuk batu ginjal yang berada di ginjal ataupun bagian ureter yang dekat dengan ginjal. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu mendorong batu ke dalam ginjal dengan uteroskop, baru menjalankan tindakan ESWL. Dokter umumnya tidak menyarankan terapi ESWL bila pasien: Sedang hamil. Penggunaan gelombang suara dan sinar-X dalam terapi bisa membahayakan bayi dalam kandungan. Memiliki gangguan perdarahan yang menyebabkan darah yang keluar susah berhenti, berlebihan, atau tidak normal. Bermasalah dengan ginjalnya, misalnya ada infeksi pada ginjal atau saluran kemih atau kanker ginjal. Ada fungsi atau struktur ginjal yang abnormal. Dokter akan meminta pasien menjelaskan kondisinya sebelum melakukan ESWL. Pasien mesti memberikan informasi sejelas dan selengkap mungkin agar terapi bisa berjalan sesuai dengan harapan. Efek Samping yang Timbul Setelah Menjalani ESWL Pasien harus memahami bahwa terapi ini juga memiliki efek samping, antara lain: Ada darah yang keluar bersama urine Nyeri di punggung bagian bawah Rasa sakit saat berkemih karena adanya batu yang ikut keluar Rasa sakit dan nyeri bisa muncul selama beberapa pekan. Selain itu, ada risiko komplikasi yang mungkin terjadi, seperti: Batu ginjal terperangkap di saluran kemih Perdarahan di sekitar ginjal Infeksi di ginjal atau saluran kemih Dokter bersama tim medis akan berupaya mengelola efek samping dan risiko yang mungkin muncul ini. Pasien sebaiknya segera mengontak dokter bila merasa: Sakit yang sangat terasa di punggung dan tidak kunjung hilang Perdarahan yang banyak atau penggumpalan darah di urine Sakit kepala Jantung berdetak cepat Demam menggigil Muntah-muntah Ada bau tak sedap dari urine Sensasi terbakar ketika berkemih Produksi urine amat kecil Tips Sebelum Menjalani Tindakan ESWL Persiapan menjalani tindakan ESWL berlangsung sekitar seminggu sebelumnya. Jangan meminum aspirin atau obat-obatan yang mengandung aspirin, ibuprofen, atau obat lain yang bisa menghalangi proses pembekuan darah. Pasien biasanya harus berpuasa beberapa jam sebelum terapi berlangsung. Sehari sebelum hari-H, makan sarapan ringan dan makan siang saja. Usahakan hanya minum air putih seusai makan siang hingga menjelang tidur. Hindari minuman yang mengandung susu. Bila perlu, minum minuman yang mengandung elektrolit pada malam harinya. Tindakan ESWL biasanya berlangsung sekitar 60 menit dan pasien bisa langsung pulang setelahnya. Sebaiknya ada pendamping bagi pasien yang sekaligus mengantar-jemputnya. Ditinjau oleh: dr. Khoirul Kholis, SpU Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. hopkinsmedicine. org/brady-urology-institute/specialties/divisions-programs/minimally-invasive-surgery/kidney-stones/eswl. html https://www. uwhealth. org/healthfacts/genitourinary/5371. pdf Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/pain-kidneys-man-holds-sore-back_4360435. htm#page=1&query=kidney%20stone&position=9 - Published: 2020-09-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/tindakan-eswl/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Penyakit batu ginjal adalah masalah kesehatan yang bisa berdampak serius dalam jangka panjang dan membutuhkan penanganan segera. Salah satu cara menangani batu ginjal adalah dengan tindakan ESWL atau extracorporeal shock wave lithotripsy. Tindakan ESWL merupakan metode pengobatan penyakit batu ginjal yang praktis dan efisien memakai gelombang kejut. Dengan metode ini, pasien penyakit batu ginjal tak perlu lagi menjalani operasi besar untuk mengambil batu ginjal dari dalam tubuhnya. Tindakan ESWL bahkan sama sekali tak memerlukan sayatan ke kulit. Karena itu, metode ESWL menjadi satu-satunya penanganan non-invasif terhadap penyakit batu ginjal. Alternatif tindakan ESWL yang sama-sama memakai metode litotripsi adalah dengan laser, yakni memasukkan uteroskop dan serat fiber lewat uretra untuk menghancurkan batu ginjal menggunakan laser agar bisa keluar melalui saluran kencing. Siapa yang Memerlukan Tindakan ESWL Tindakan ESWL memang metode pengobatan penyakit batu ginjal yang paling praktis. Tapi tidak semua orang yang memiliki batu ginjal bisa menjalaninya. Terdapat beberapa hal yang menentukan apakah seseorang dapat menjalani tindakan ESWL atau tidak, antara lain ukuran, jumlah, lokasi, dan material batu ginjal. Metode ESWL cocok untuk mengobati penyakit batu ginjal yang ukurannya kurang dari 2 sentimeter. Selain itu, dokter mesti bisa melihat lokasi batu ginjal dengan sinar-X agar mudah mengarahkan gelombang kejut. Umumnya, dokter menjalankan ESWL untuk batu ginjal yang berada di saluran kemih. Dokter biasanya menyarankan metode ESWL jika: Batu ginjal tidak bisa keluar sendiri dan menyebabkan rasa sakit yang tak terus-menerus Aliran urine tertutup sepenuhnya Pasien hanya punya satu ginjal yang berfungsi normal dan dokter waswas batu itu mempengaruhi fungsi ginjal yang tinggal satu tersebut Terjadi perdarahan serius Batu kian besar Pasien punya ginjal hasil transplantasi dan dokter khawatir batu ginjal dapat merusaknya Mengapa ESWL Diperlukan Pasien memerlukan terapi ESWL untuk mengeluarkan batu ginjal tanpa operasi. Dengan demikian, pasien bisa menghindari komplikasi akibat penyakit batu ginjal yang membahayakan kesehatan, seperti gagal ginjal, sepsis, sumbatan saluran kemih, perdarahan, dan infeksi saluran kemih. Dokter akan menggelar sejumlah tes untuk memastikan apakah pasien bisa mendapat terapi ESWL. Kadang dokter membutuhkan terapi ESWL lebih dari sekali untuk menuntaskan pemecahan batu ginjal. Keunggulan ESWL Keunggulan utama ESWL untuk pengobatan penyakit batu ginjal adalah pasien bisa sembuh tanpa perlu operasi. Sebelum muncul temuan metode ESWL, operasi adalah jalan untuk mengobati penyakit batu ginjal. Tapi cara ini memerlukan prosedur yang lebih rumit. Risiko komplikasi tindakan ESWL lebih minim ketimbang operasi. Selain itu, pemulihan pasien lebih cepat sehingga tidak harus terlalu lama menjalani rawat inap di rumah sakit. Pasien bisa langsung pulang seusai terapi. Ujungnya, biaya tindakan ESWL lebih murah. Satu hal yang perlu menjadi perhatian, terapi ESWL tidak bisa menggantikan upaya pencegahan penyakit batu ginjal. Misalnya minum banyak air putih agar tidak kekurangan cairan. Adakah Risiko Tindakan ESWL Tindakan ESWL merupakan prosedur yang aman. Anak-anak hingga orang dewasa dapat menjalaninya selama memenuhi kriteria. Tapi ada beberapa risiko ESWL yang patut mendapat perhatian, antara lain: Rasa sakit ketika pecahan batu ginjal keluar lewat saluran kemih Aliran urine terhambat karena adanya serpihan batu ginjal yang terperangkap di saluran kemih. Dokter bisa mengeluarkan serpihan ini dengan uteroskop. Infeksi saluran kemih Perdarahan di sekitar area luar ginjal Memar pada area yang menjalani ESWL Pasien harus segera memberi tahu dokter atau petugas medis bila mengalami gejala risiko-risiko tersebut. Ditinjau oleh: dr. Khoirul Kholis, SpU Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. hopkinsmedicine. org/health/conditions-and-diseases/kidney-stones/extracorporeal-shock-wave-lithotripsy-eswl https://www. uofmhealth. org/health-library/hw204232#:~:text=How%20Well%20It%20Works,kidney%20or%20in%20the%20ureter. - Published: 2020-09-24 - Modified: 2020-09-24 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-mri-definisi-tujuan-keunggulan-dan-risikonya/ - Kategori: Radiologi Saat di rumah sakit, Anda mungkin pernah melihat poster atau pamflet dengan gambar mesin berwarna putih berbentuk seperti tabung silinder tertutup dengan orang berbaring di lubangnya. Mesin itu merupakan mesin pencitraan resonansi magnetik atau magnetic resonance imaging (MRI). Dokter menggunakan metode pemeriksaan MRI untuk membantu menegakkan diagnosis atau mengamati progres pengobatan. Pemeriksaan MRI Adalah MRI adalah teknik pemindaian radiologi yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar struktur tubuh. Mesin MRI berbentuk seperti tabung yang dikelilingi oleh magnet melingkar yang besar. Dalam pemeriksaan MRI, pasien ditempatkan di tempat tidur yang kemudian dimasukkan ke lubang magnet. Medan magnet yang kuat akan terbentuk dan menyelaraskan proton atom hidrogen yang kemudian terkena pancaran gelombang radio. Hasilnya berupa sinyal yang dideteksi oleh bagian penerima pada mesin MRI. Komputer lalu memproses informasi penerima dan menghasilkan gambar. Gambar dan resolusi dari MRI cukup detail dan dapat mendeteksi perubahan kecil pada struktur di dalam tubuh. Dalam beberapa prosedur, bahan kontras seperti gadolinium digunakan untuk meningkatkan akurasi gambar. Kenapa Anda Memerlukan Pemeriksaan MRI Pemeriksaan MRI digunakan untuk menghasilkan gambar organ, tulang, atau jaringan lunak tubuh, termasuk sistem saraf. Dokter menjalankan pemeriksaan MRI guna mendiagnosis penyakit atau luka. Dokter juga bisa menilai seberapa baik pengobatan yang tengah berjalan. MRI dapat dilakukan pada berbagai bagian tubuh Anda. MRI diperlukan umumnya ketika teknik pencitraan lain tak bisa memberikan informasi yang memadai untuk penanganan kondisi pasien lebih lanjut. Misalnya dokter belum bisa menegakkan diagnosis setelah menjalankan CT scan atau pemindaian menggunakan sinar-X. Dalam hal ini, dokter bisa menyarankan pemeriksaan MRI bagi pasien. Pemeriksaan MRI bisa digunakan untuk memeriksa berbagai kondisi, antara lain: Kerusakan atau sumbatan pembuluh darah Penyakit jantung Kerusakan otak Kanker Multiple sclerosis (MS) Infeksi tulang Kerusakan sendi Masalah saraf di leher Cedera sumsum tulang belakang Stroke Masalah mata Masalah telinga bagian dalam MRI juga dapat dilakukan untuk memeriksa kesehatan organ seperti payudara dan ovarium pada wanita, ginjal, hati, pankreas, serta prostat pada pria. Keunggulan Pemeriksaan MRI Pemeriksaan MRI memberikan informasi yang berbeda dengan teknik pencitraan lainnya. Keunggulan teknologinya yang utama adalah dapat mengkarakterisasi dan membedakan jaringan menggunakan sifat fisik dan biokimianya. Dengan MRI, aliran darah, cairan di sumsum tulang belakang, serta kontraksi dan relaksasi organ juga bisa dievaluasi. Resolusi gambar yang dihasilkan dari MRI pun lebih tinggi sehingga memudahkan dokter dalam membaca hasilnya. Keunggulan pemeriksaan MRI lainnya termasuk: Bersifat non-invasif (tanpa pembedahan) Tanpa radiasi Zat kontras MRI jarang menghasilkan reaksi alergi Gambar struktur jaringan lunak sangat jelas dan detail dibanding teknik pencitraan lain Dapat dengan mudah membuat ratusan gambar dari hampir semua arah dan orientasi apa pun Dapat mencakup sebagian besar tubuh. Dapat digunakan untuk melihat apakah kanker telah menyebar dan membantu menentukan pengobatan terbaik Apa Saja Risiko & Efek Sampingnya Meski tidak menggunakan radiasi seperti dalam CT scan, pemeriksaan MRI memakai medan magnet yang kuat. Medan magnet ini begitu kuat hingga mampu mempengaruhi benda apa pun yang terbuat dari logam di sekitarnya. Maka risikonya amat besar bagi pasien yang memiliki implan logam, seperti alat pacu jantung. Pasien ini tak boleh memasuki mesin MRI. Risiko dan efek samping lainnya meliputi: Kebisingan: ada suara bising hingga mencapai 120 desibel dalam mesin pemeriksaan MRI tertentu. Pasien mungkin akan diberi alat penyumbat telinga sebelum masuk ke mesin. Stimulasi saraf: sensasi berkedut yang muncul dari proses di dalam mesin MRI. Masalah zat kontras: bagi pasien gagal ginjal berat yang memerlukan dialisis mungkin akan bermasalah dengan penggunaan zat kontras gadolinium. Masalah kehamilan: disarankan ibu hamil tidak menjalani pemeriksaan MRI pada trimester pertama kehamilan dalam kaitan dengan penggunaan zat kontras yang mungkin mempengaruhi janin. Klaustrofobia: mesin MRI umumnya tertutup di sekelilingnya dan sempit sehingga tidak nyaman bagi pengidap klaustrofobia. Tapi kini sudah ada mesin MRI terbaru yang lebih terbuka sehingga lebih ramah bagi pasien yang punya fobia terhadap tempat yang sempit dan tertutup. Ditinjau oleh: Tim Dokter Radiologi Primaya Hospital Bekasi Barat : Dr. Viva Agusnialy,Sp. Rad Dr. Sri pardiastiti,Sp. rad Dr. Masbimoro,Sp. Rad Dr. Dewi Agus Setyawati,Sp. Rad Referensi: https://www. webmd. com/a-to-z-guides/what-is-an-mri#1 https://www. medicalnewstoday. com/articles/146309 Sumber gambar : https://www. freepik. com/free-vector/colored-flat-medical-mri-composition-mri-room-hospital-treatment-vector-illustration_7200882. htm#page=1&query=mri&position=1 - Published: 2020-09-22 - Modified: 2020-09-22 - URL: https://primayahospital.com/bedah/persiapan-menjalani-laparoskopi-ini-prosedurnya/ - Kategori: Bedah Laparoskopi merupakan tindakan bedah atau operasi yang digunakan untuk mendiagnosis atau merawat berbagai macam kondisi. Dalam operasi laparoskopi, dokter bedah membuat sayatan kecil. Biasanya panjangnya sekitar 1 sentimeter. Karena itulah bedah laparoskopi juga sering disebut sebagai operasi lubang kunci. Dari sayatan itu, dokter bedah memasukkan laparoskop atau alat berbentuk tabung yang memiliki kamera. Gambar yang ditangkap oleh laparoskop akan ditampilkan pada monitor di ruang bedah yang digunakan dokter untuk menjalankan pembedahan atau sekadar pemeriksaan. Mengapa Diperlukan Laparoskopi Dalam melakukan diagnosis, dokter sering menggunakan metode non-invasif, seperti ultrasonografi (USG), CT scan, atau MRI. Tapi kadang satu-satunya cara untuk menegakkan diagnosis adalah dengan mengamati langsung bagian tubuh yang bergejala dengan menggunakan laparoskop. Anda mungkin memerlukan laparoskopi jika: Mengalami nyeri parah dan/atau kronis di perut atau panggul Ada benjolan di perut Didiagnosis menderita kanker di area sekitar perut Gangguan haid yang tidak jelas penyebabnya Ingin membatasi kehamilan Mengalami masalah kehamilan Untuk orang dengan gejala sakit di area perut, operasi laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis: Tumor/kanker Penyumbatan Perdarahan yang tidak bisa dijelaskan Infeksi Bagi wanita, laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis dan/atau mengobati: Fibroid: pertumbuhan massa yang terbentuk di dalam atau di luar rahim. Sebagian besar fibroid tidak bersifat kanker. Kista ovarium: kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium. Endometriosis: kondisi di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luarnya. Prolaps panggul: kondisi di mana organ reproduksi masuk atau keluar dari vagina. Laparoskopi juga bisa digunakan untuk: Mengatasi kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) Mengangkat rahim atau histerektomi, misalnya mengobati kanker rahim Ligasi tuba, prosedur kontrasepsi berupa pemblokiran saluran tuba Mengatasi inkontinensia atau ketidakmampuan menahan air kencing akibat berbagai faktor Kapan Laparoskopi Dilakukan Dokter umumnya menggunakan laparoskopi guna melakukan identifikasi dan diagnosis terhadap sumber nyeri dari bagian panggul atau perut. Biasanya, dokter memutuskan laparoskopi diperlukan ketika metode non-invasif tidak dapat membantu diagnosis. Teknik pencitraan lain yang serupa juga bisa dijalankan, seperti: USG, menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar tubuh CT scan, rangkaian sinar-X khusus yang mengambil gambar penampang tubuh MRI scan, menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar tubuh Laparoskopi dilakukan jika tes ini tidak memberikan informasi yang cukup untuk menegakkan diagnosis. Prosedur ini juga dapat dipakai untuk mengambil sampel jaringan bagian tertentu di dalam perut. Persiapan Sebelum Menjalani Bedah Laparoskopi Sebelum menjalani laparoskopi, pasien akan diminta melakukan persiapan. Bila tindakan bedah ini dilakukan untuk mengobati penyakit dan tak berhubungan dengan kehamilan, beri tahu dokter jika Anda sedang hamil atau ada dugaan hamil. Dengan demikian, risiko gangguan pada kehamilan akibat laparoskopi bisa ditekan. Begitu pula jika ada alergi. Pasien mungkin perlu menjalani sejumlah tes sebelum laparoskopi, misalnya tes darah, urinalisis, elektrokardiogram, dan rontgen dada. Anda pun bisa jadi perlu menjalani tes pencitraan yang non-invansif lebih dulu, dari USG sampai MRI. Serangkaian tes ini bisa membantu dokter memahami lebih lanjut kondisi pasien guna meningkatkan efektivitas laparoskopi. Pasien umumnya mesti berpuasa selama 6-8 jam sebelum laparoskopi. Sebaiknya Anda datang ke rumah sakit bersama anggota keluarga atau pengantar yang bisa mengantar pulang seusai laparoskopi. Sebab, bedah laparoskopi kerap dijalankan dengan anestesi umum yang membuat pasien merasa mengantuk sehingga berbahaya jika mengemudi sendiri. Prosedur Bedah Laparoskopi Laparoskopi biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Artinya, pasien bisa pulang pada hari yang sama dengan operasi. Prosedur utama bedah laparoskopi antara lain: Pasien berganti pakaian dengan gaun operasi khusus dari rumah sakit Pasien diberi anestesi umum agar tidak merasakan sakit saat laparoskopi Dokter memulai prosedur dengan pemasangan alat-alat yang diperlukan Dokter membuat sayatan di area perut Dokter memasukkan laparoskop dan perut dipompa dengan gas karbon dioksida agar diperoleh gambar yang lebih jelas Gambar dari laparoskop tampil di monitor Tergantung kebutuhan, dokter bisa membuat sayatan kecil lain untuk menjalankan pembedahan Seusai operasi, gas dikeluarkan dari perut dan sayatan dijahit Ditinjau oleh: Dr. Julias Arief Komala,Sp. B Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Bekasi Barat Sumber: https://www. healthline. com/health/laparoscopy#purpose https://www. nhs. uk/conditions/laparoscopy/ - Published: 2020-09-22 - Modified: 2020-09-22 - URL: https://primayahospital.com/bedah/bedah-laparoskopi-apa-keuntungan-dan-efek-sampingnya/ - Kategori: Bedah Laparoskopi merupakan teknik operasi yang berbeda dengan bedah konvensional. Teknik yang bisa dibilang lebih maju ini kini lebih banyak digunakan ketimbang bedah konvensional karena memiliki sejumlah keuntungan bagi pasien. Meski begitu, tetap ada efek samping yang patut diwaspadai sebagaimana tindakan medis lain. Apa Itu Tindakan Laparoskopi Tindakan bedah laparoskopi sering disebut pula sebagai bedah teropong atau bedah lubang kunci. Sebab, dalam operasi, hanya diperlukan sayatan kecil untuk memasukkan alat seperti teropong kamera yang bernama laparoskop. Sayatan itu kira-kira selebar 1 sentimeter, jauh lebih kecil dibanding sayatan bedah konvensional yang setidaknya mencapai 10 sentimeter. Kamera ini memberikan gambaran dalam organ pasien yang bisa dilihat lewat monitor oleh dokter. Dengan demikian, dokter bedah bisa memeriksa kondisi dalam tubuh pasien tanpa meninggalkan trauma besar pada pasien. Laparoskopi dikenal sebagai pembedahan invasif minimal. Artinya, masa perawatan pasien di rumah sakit hingga pemulihan lebih singkat, rasa sakit lebih sedikit, dan bekas luka lebih kecil. Bedah laparoskopi biasanya digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi perut dan panggul. Tindakan ini juga banyak digunakan untuk melakukan prosedur pembedahan seperti pengangkatan jaringan yang sakit atau rusak dan biopsi. Prosedur ini paling kerap dipakai dalam studi dan perawatan sistem reproduksi wanita (ginekologi), juga untuk masalah sistem pencernaan (gastroenterologi) dan kondisi yang mempengaruhi sistem kemih (urologi). Keuntungan Bedah Laparoskopi Dibanding bedah konvensional, bedah laparoskopi memberikan banyak keuntungan. Berikut ini di antaranya: Bekas luka lebih kecil Keluar dari rumah sakit lebih cepat Rasa sakit akan akan minimal dan penyembuhan luka lebih singkat saat bekas luka sembuh, dan penyembuhan lebih cepat Anda bisa lebih cepat kembali beraktivitas normal Rawat inap lebih singkat Dengan metode konvensional, misalnya operasi usus, Anda mungkin menghabiskan seminggu atau lebih di rumah sakit, sementara pemulihan mungkin memakan waktu 4-8 minggu. Jika menjalani operasi laparoskopi, Anda mungkin hanya perlu tinggal di rumah sakit selama dua malam, sementara pemulihan selama 2-3 minggu. Efek Samping Bedah Laparoskopi Secara umum, risiko dan efek samping bedah laparoskopi lebih kecil ketimbang bedah konvensional bila dikerjakan oleh tenaga ahli. Dalam beberapa kasus, bisa terjadi kerusakan pada pembuluh darah, usus, lambung, serta saluran kemih dan kandung kemih. Namun ini sangat jarang terjadi. Di bawah ini beberapa contoh efek samping bedah laparoskopi: Nyeri pasca-operasi: Sesaat setelah operasi laparoskopi, ada kemungkinan terjadi nyeri pada bagian yang dioperasi. Setelah beberapa jam, rasa nyeri berkurang. Jika nyeri terasa sangat menyakitkan dan berkelanjutan, harus segera hubungi dokter. Infeksi pada bekas sayatan: Pasien operasi laparoskopi mungkin mengalami infeksi di sekitar sayatan. Tapi efek samping ini sangat jarang terjadi. Pengobatan yang diperlukan untuk jenis infeksi ini antara lain antibiotik. Reaksi alergi: Bagi beberapa orang, ada kemungkinan reaksi alergi terjadi setelah operasi laparoskopi. Demam: Kadang-kadang terjadi setelah operasi laparoskopi, disertai dengan muntah dan mual. Pilihlah rumah sakit dengan dokter yang telah berpengalaman melakukan bedah laparoskopi. Jangan lupa menyampaikan riwayat kesehatan Anda sebelum tindakan bedah berlangsung dan ikuti seluruh prosedur yang dibutuhkan. Ditinjau oleh: Dr. Julias Arief komala,Sp. B Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. webmd. com/digestive-disorders/laparoscopic-surgery#1 https://www. nhs. uk/conditions/laparoscopy/ Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-vector/surgeon-character-performs-laparoscopic-operation_5063318. htm#page=1&query=laparoscopic%20surgery&position=1 - Published: 2020-09-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/mengapa-memerlukan-pemeriksaan-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan jantung telah menjadi kebutuhan di tengah masyarakat yang kian rentan terhadap masalah kardiovaskular. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kardiovaskular termasuk gangguan jantung, adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Setiap tahun, sebanyak 17,9 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, sebanyak 1,5 persen alias 15 dari 1. 000 penduduk menderita penyakit jantung koroner. Penyakit ini juga menjadi penyebab kematian utama di Indonesia menurut survei tahun 2014 dengan angka 12,9 persen. Atas dasar itu, setiap orang selayaknya memandang penting pemeriksaan jantung demi kesehatan, terutama yang memiliki risiko terkena penyakit jantung. Siapa yang Memerlukan Pemeriksaan Jantung Pada prinsipnya, setiap orang memerlukan check up jantung. Kementerian Kesehatan menganjurkan orang berusia di atas 40 tahun menjalani pemeriksaan jantung secara berkala. Kebutuhan tersebut lebih besar bagi yang pernah mendapat perawatan karena penyakit jantung atau berisiko tinggi mengalami penyakit jantung. Risiko itu terkait dengan kondisi kesehatan seseorang yang bisa memicu penyakit jantung. Misalnya: Kadar kolesterol tinggi Tekanan darah tinggi Mengidap diabetes mellitus Kelebihan berat badan (obesitas) Orang yang memiliki pola hidup atau kebiasaan yang berpotensi mengganggu kesehatan juga masuk kriteria memerlukan tes jantung, yaitu: Sering makan makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol Kurang beraktivitas fisik Minum minuman beralkohol Merokok Sering begadang Selain itu, orang yang telah mendapat diagnosis mengalami gangguan fungsi jantung dari dokter pun butuh pemeriksaan jantung secara berkala. Gangguan itu antara lain: Aterosklerosis (penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah yang mengarah ke jantung) Aritmia (gangguan irama jantung) Penyakit jantung bawaan Kardiomiopati (kelainan otot jantung) Kelainan katup jantung Mengapa Setiap Orang Perlu Cek Kesehatan Jantung Pemeriksaan jantung dapat membantu mengetahui apakah Anda berisiko mengalami masalah jantung, apakah Anda saat ini memiliki masalah jantung, dan perawatan apa yang Anda butuhkan. Orang yang tidak menunjukkan gejala bukan berarti terbebas dari masalah jantung. Tidak jarang orang merasa sehat-sehat saja tapi kemudian mendadak kolaps karena mengalami serangan jantung, termasuk saat berolahraga. Insiden ini beberapa kali terjadi dan menimpa figur publik sehingga menyita perhatian masyarakat. Hasil pemeriksaan akan memberikan gambaran kinerja jantung secara spesifik. Dari hasil pemeriksaan, dokter bisa segera mengambil tindakan ketika mendapati ada masalah yang mungkin atau sedang terjadi. Tindakan itu bukan hanya berupa pengobatan atau prosedur medis lain, tapi bisa juga berbentuk anjuran modifikasi gaya hidup dari tidak sehat menjadi lebih sehat. Modifikasi atau perbaikan gaya hidup merupakan tindakan pencegahan yang bertujuan menekan risiko penyakit jantung. Manfaat Melakukan Pemeriksaan Jantung Kebutuhan akan tes jantung makin tinggi melihat betapa besar manfaatnya untuk kesehatan. Terdapat banyak jenis pemeriksaan yang sebagian besar bersifat non-invasif, yang berarti dokter tidak memasukkan perangkat ke dalam tubuh pasien saat pemeriksaan. Contohnya elektrokardiogram dan ekokardiogram, stress test, CT scan, MRI, serta angiografi. Dokter bisa mencari tahu ada-tidaknya penyakit jantung untuk selanjutnya memberikan penanganan yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan. Peluang kesembuhan pasien makin besar jika makin dini deteksi pada penyakit jantung Khusus bagi mereka yang sebelumnya telah mendapat perawatan karena kondisi jantungnya bermasalah, pemeriksaan jantung juga bermanfaat sebagai evaluasi. Dalam pemeriksaan, dokter antara lain bisa melihat sistem kelistrikan jantung dan memeriksa alat pacu jantung atau perangkat implan lain yang terpasang. Ditinjau oleh: dr. Yusak Alfrets P, SpJP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. who. int/health-topics/cardiovascular-diseases/#tab=tab_1 https://www. pjnhk. go. id/artikel/mencegah-penyakit-jantung-koroner-pjk-sebuah-investasi-mahal http://www. inaheart. org/news_and_events/news/2019/9/26/press_release_world_heart_day_perki_2019 https://www. kemkes. go. id/article/print/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-. html - Published: 2020-09-17 - Modified: 2020-09-17 - URL: https://primayahospital.com/jantung/pemeriksaan-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Pemeriksaan jantung penting untuk mendeteksi penyakit jantung sejak dini sebelum muncul gejala. Tujuannya adalah membantu dokter memberikan tindakan medis yang tepat pada tahap paling awal penyakit untuk memperbesar peluang kesembuhan. Para praktis medis telah menerima secara luas dan merekomendasikan beberapa jenis pemeriksaan jantung. Sebagian besar pemeriksaan jantung berupa tindakan non-invasif alias tanpa pembedahan. Kebutuhan individu terhadap jenis pemeriksaan jantung yang tepat melihat berbagai faktor yang mendasari, seperti usia, jenis kelamin, serta riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Dalam pemeriksaan, dokter bisa mengevaluasi kondisi individu yang sama sekali tak menunjukkan tanda atau gejala penyakit jantung. Evaluasi itu antara lain mengukur: Kadar kolesterol LDL dan HDL dalam darah Kadar gula darah Tekanan darah Kinerja organ jantung Detak jantung Tes Treadmill Jantung Tes treadmill adalah bagian dari stress test untuk menguji kinerja jantung saat beraktivitas fisik. Dalam tes ini, Anda berjalan di atas treadmill yang membuat jantung bekerja semakin keras. Sementara itu, elektrokardiogram (EKG) memantau ritme kelistrikan jantung. Dokter juga mengukur tekanan darah dan memantau apakah Anda memiliki gejala seperti nyeri dada atau kelelahan. Kelainan pada tekanan darah, detak jantung, atau gejala fisik dapat menjadi tanda penyakit arteri koroner. Penyakit arteri koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah di sekitar jantung tersumbat atau menyempit akibat timbunan lemak sehingga mengganggu aliran darah dan oksigen ke jantung. Tes treadmill bertujuan mengetahui apakah ada pembuluh darah yang mengandung timbunan lemak hingga 70 persen atau lebih. Dokter biasanya membutuhkan pemeriksaan jantung lain untuk mengkonfirmasi hasil tes treadmill. Cek EKG (Elektrokardiogram) Elektrokardiogram menggunakan mesin dan elektroda untuk merekam sinyal listrik di jantung. Dokter akan mencetak rekaman itu dan menggunakannya sebagai bahan diagnosis. Dokter biasa menggunakan elektrokardiogram untuk membantu mendiagnosis masalah jantung pada orang-orang dari segala usia, seperti aritmia (irama jantung tidak normal) dan penyakit jantung koroner. EKG juga bisa mengevaluasi seberapa baik pengobatan bagi pasien penyakit jantung tertentu, misalnya yang sebelumnya menjalani pemasangan alat pacu jantung. Pemeriksaan CT Scan CT scan alias pemindaian tomografi terkomputerisasi merupakan pemeriksaan jantung yang bertujuan menemukan penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah pada penderita penyakit jantung. CT scan efektif untuk mendeteksi penyumbatan yang terjadi akibat tumpukan lemak sebelum gejala berkembang. Pemeriksaan CT scan menghasilkan gambar tiga dimensi. Dokter akan membaca gambar itu untuk mengetahui tingkat keparahan sumbatan yang berisiko menimbulkan masalah kardiovaskular. Pemeriksaan MRI Jantung MRI alias magnetic resonance imaging atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio untuk menghasilkan gambar detail organ dalam tubuh. Dokter bisa menjalankan MRI untuk pemeriksaan jantung, termasuk melihat fungsi kinerja jantung dan berapa banyak ventrikel kiri bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Pemeriksaan MRI membantu dokter mendiagnosis berbagai masalah jantung, seperti kerusakan jaringan akibat serangan jantung, kurangnya aliran darah di otot jantung, penyempitan atau sumbatan pada aorta, gangguan katup jantung, hingga tanda-tanda tumor. Elektrofisiologi Jantung Pemeriksaan jantung memakai metode elektrofisiologi bertujuan mencatat aktivitas dan jalur kelistrikan pada jantung. Dokter dapat menggunakannya untuk mendeteksi penyebab detak jantung tak teratur (aritmia) dan menemukan cara penanganan terbaik. Bila mendapati ada masalah jaringan, dokter bisa melakukan ablasi atau penghancuran jaringan tersebut guna menormalkan irama detak jantung. Ditinjau oleh: dr. Yusak Alfrets P, SpJP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. webmd. com/heart-disease/heart-disease-tests https://www. health. harvard. edu/heart-disease-overview/cardiac-exercise-stress-testing-what-it-can-and-cannot-tell-you - Published: 2020-09-16 - Modified: 2020-09-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/kiat-sukses-asi-eksklusi/ - Kategori: Anak Bagi kalangan ibu, terlebih yang baru melahirkan anak pertama, kiat sukses ASI eksklusif adalah hal yang amat penting. Terutama bagi ibu bekerja atau tidak punya pengetahuan yang komprehensif mengenai betapa vitalnya peran ASI. ASI (air susu ibu) merupakan kandungan nutrisi terbaik bagi bayi. ASI antara lain mengandung berbagai vitamin, mineral, protein, lemak, dan karbohidrat yang penting untuk tumbuh kembang bayi yang maksimal. Karena itulah Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan menggalakkan program ASI eksklusif. Program ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja secara langsung kepada bayi hingga berumur enam bulan. Berdasarkan penelitian, ASI eksklusif berguna membuat bayi tumbuh dan berkembang optimal serta terhindar dari berbagai risiko penyakit agar Ibu bisa ikut merasakan manfaat ASI eksklusif, berikut ini kiat sukses ASI eksklusif yang wajib bunda ketahui terutama penyakit-penyakit infeksi. Konsumsi Makanan Bergizi Kecukupan gizi ibu akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Makin bergizi makanan yang dikonsumsi, makin tinggi kualitas dan kuantitas ASI. Itulah sebabnya ibu menyusui perlu memastikan dirinya mengonsumsi makanan bergizi sebagai kiat sukses ASI eksklusif. Disiplin dan Percaya Diri Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyebutkan disiplin dan percaya diri merupakan faktor yang penting untuk keberhasilan ASI eksklusif. Disiplin terkait dengan pemberian ASI secara berkala. Artinya, ibu mesti memberikan ASI kapan pun bayi membutuhkan, untuk bulan-bulan awal, bayi diharapkan bisa menyusui ASI tiap 2 jam. Selain disiplin, ibu yang percaya diri dalam menyusui lebih berpeluang sukses dalam program pemberian ASI eksklusif. Ibu harus sejak awal percaya pada dirinya bahwa dia mampu menghasilkan dan memberikan ASI yang optimal. Kepercayaan diri ini bisa terbentuk dengan menanamkan optimisme serta menghindari stres yang berlebihan. Memahami Teknik Dasar Menyusui Kiat sukses ASI eksklusif selanjutnya adalah memastikan bahwa ibu telah menguasai teknik dasar menyusui dan bisa menerapkannya. Teknik ini berupa cara pemberian ASI kepada bayi dengan pelekatan serta posisi yang benar. Terdapat tiga macam cara menyusui, yakni duduk, berbaring, dan seperti memegang bola. Masing-masing memiliki teknik tersendiri. Menurut Kementerian Kesehatan, tanda posisi bayi yang benar saat menyusui antara lain: Bagian depan tubuh bayi menempel pada tubuh ibu Dagu bayi menempel pada payudara ibu Dada bayi menempel pada bagian dasar payudara ibu Telinga bayi segaris lurus dengan leher dan lengan bayi Mulut bayi terbuka lebar, bagian bawah bibir terbuka Isapan bayi dalam dan perlahan Puting susu tidak terasa sakit Dukungan Suami & Keluarga Bukan hanya ibu yang bertugas menjalankan kiat sukses ASI eksklusif. Ibu membutuhkan peran dari suami dan anggota keluarga lain sebagai pendukung di belakangnya. Dukungan itu akan menambah motivasi dan kepercayaan diri ibu dalam pemberian ASI. Bentuk dukungan suami dan keluarga antara lain kesiapsiagaan membantu kebutuhan menyusui, seperti menjaga suasana tenang dan kondusif. Konsultasi Laktasi dengan Dokter yang Berpengalaman Demi memastikan kesuksesan ASI eksklusif, ibu juga mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman. Dalam konsultasi laktasi ini, ibu bisa meminta langsung kiat sukses ASI eksklusif sekaligus mengungkapkan apa saja keluhan dan halangan yang muncul dalam upaya memberikan ASI secara eksklusif kepada buah hati. Datanglah dengan suami ketika konsultasi agar suami juga menerima informasi dari dokter yang dapat digunakan untuk memberikan dukungan kepada ibu. Ditinjau oleh: dr. Baginda P. Hutahaean, SpA, MSi. Med Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: http://promkes. kemkes. go. id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi https://www. kemkes. go. id/article/view/19080800004/berikan-asi-untuk-tumbuh-kembang-optimal. html - Published: 2020-09-15 - Modified: 2020-09-10 - URL: https://primayahospital.com/anak/jadwal-imunisasi-anak-idai/ - Kategori: Anak Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Lewat imunisasi, anak mendapat kekebalan terhadap penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan, bahkan mengancam jiwa. Caranya, dokter memasukkan vaksin alias sejumlah kecil kuman penyebab penyakit tersebut yang sudah mati atau dilemahkan. Kuman ini bisa berupa virus (misalnya virus campak) atau bakteri (contohnya Haemophilus influenzae). Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi seakan-akan benar-benar ada infeksi. Sistem ini akan menangkis "infeksi" dan mengingat kuman yang masuk. Nantinya, ketika kuman tersebut masuk ke tubuh, sistem kekebalan tubuh sudah mengenalinya sehingga bisa langsung melawan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyediakan panduan jadwal imunisasi anak usia 0-18 tahun bagi para orang tua. Dengan panduan ini, orang tua bisa menuntun anak untuk memperoleh imunisasi sesuai dengan kebutuhan berdasarkan usia. Jadwal Imunisasi Anak Menurut IDAI IDAI melalui Satuan Tugas Imunisasi menyusun jadwal imunisasi anak dari rekomendasi imunisasi sebelum-sebelumnya serta jadwal imunisasi nasional dari Kementerian Kesehatan. Terdapat bukti sahih yang mendasari rekomendasi imunisasi tersebut. IDAI berharap para orang tua memenuhi rekomendasi ini agar anak-anak Indonesia mendapat kekebalan dari infeksi penyakit. - Published: 2020-09-14 - Modified: 2020-09-10 - URL: https://primayahospital.com/anak/tanda-bayi-tumbuh-gigi/ - Kategori: Anak Ketika bayi tumbuh gigi, orang tua kerap mengalami kerepotan karena munculnya masalah baru yang berkaitan dengan gejala yang terjadi. Bayi yang tumbuh gigi akan menjadi rewel dan kehilangan nafsu makan. Periode ini memang bisa membuat frustrasi, tapi orang tua dapat mengatasinya dengan mengetahui lebih lanjut seputar tanda bayi tumbuh gigi dan bagaimana menenangkan buah hati. Sindrom Teething (Sindrom Bayi Tumbuh Gigi) Wajar jika bayi menjadi rewel ketika mulai tumbuh gigi. Ini adalah bagian dari sindrom bayi tumbuh gigi yang biasanya bermula ketika bayi berusia 6 bulan. Pertumbuhan gigi bayi hingga lengkap berjumlah 20 diiringi dengan sindrom yang kerap membuat bayi tidak nyaman sehingga lebih membutuhkan perhatian. Orang tua sebaiknya tidak terbawa emosi ketika menghadapi sindrom ini. Amarah tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, dibutuhkan penanganan ekstra lembut dan penuh perhatian untuk membuat bayi merasa lebih nyaman selama periode sindrom tumbuh gigi. Kapan Bayi Mulai Tumbuh Gigi? Bayi lahir dengan 20 gigi yang berada di bawah garis gusi. Gigi ini umumnya mulai muncul ketika bayi berusia 6-12 bulan. Ada pula yang lebih cepat. Gigi bayi akan lengkap berjumlah 20 ketika usianya mencapai 2 tahun, bisa pula lebih lama. Periode bayi tumbuh gigi bisa dikelompokkan menjadi empat tahap berdasarkan usia, yakni usia: 6-12 bulan: tumbuh gigi seri paling depan 16-23 bulan: tumbuh gigi taring 13-19 bulan: tumbuh gigi geraham pertama 22-24 bulan: tumbuh gigi geraham kedua Apa Saja Tanda Bayi Tumbuh Gigi? Sindrom bayi tumbuh gigi yang bermula ketika bayi berusia 6 bulan beririsan dengan waktu ketika imunitas yang didapatkan bayi dari ibunya lewat plasenta mula hilang. Artinya, bayi mulai mengembangkan sistem imun sendiri. Karena itu, sindrom ini kerap salah dikira sebagai gejala demam. Begitu pula sebaliknya, gejala demam keliru disangka sebagai tanda bayi tumbuh gigi. Tanda bayi tumbuh gigi antara lain: Mudah rewel Penyebabnya adalah bayi tidak nyaman karena erupsi gigi. Banyak-banyaklah memeluk bayi agar timbul rasa nyaman. Berikan juga makanan yang lembut dan dingin untuk meredakan rasa sakit di gusi, misalnya yoghurt. Bila perlu, kompres pipi dengan kain dingin. Keluar banyak air liur Bayi tumbuh gigi akan lebih banyak mengeluarkan air liur. Air liur yang berlebih bisa menyebabkan ruam di sekitar mulut hingga leher karena bakteri. Rajin-rajinlah membersihkan liur bayi untuk mencegahnya. Batuk-batuk Selain memicu ruam, air liur berlebih membuat bayi kadang batuk atau muntah (gumoh). Segera seka muntahan bila ada dan ganti baju bayi. Jika batuk berlangsung terus dan disertai demam tinggi, Anda sebaiknya menemui dokter. Menggigit-gigit Bayi tumbuh gigi akan kerap menggigit-gigit apa pun karena itu bisa mengurangi tekanan dari bawah gusi. Orang tua bisa memberikan es yang terbuat dari campuran buah dan sayur yang dibekukan. Bisa pula memberinya teether atau mainan khusus untuk digigit-gigit. Demam Demam yang menjadi tanda bayi tumbuh gigi adalah yang masih di bawah 37 derajat Celsius. Jika lebih dari itu, apalagi disertai gejala flu, sebaiknya orang tua langsung menghubungi dokter untuk berkonsultasi. Menggosok-gosok pipi dan menarik-narik telinga Penyebabnya adalah rasa sakit pada gusi yang menjalar hingga telinga dan pipi. Umumnya ini terjadi ketika gigi geraham mulai tumbuh. Orang tua bisa membantu meredakan rasa sakit itu dengan menggosok dan memijat gusi bayi memakai jari yang bersih selama kurang-lebih 1 menit. Perlukah Membawa Bayi ke Dokter Saat Tumbuh Gigi? Sindrom bayi tumbuh gigi adalah hal wajar sebagai tahap tumbuh kembang bayi. Orang tua tak perlu merasa panik atau khawatir, juga emosional, karena bayi menjadi lebih rewel. Orang tua baru perlu membawa bayi ke dokter jika mendapati gejala lain yang mencurigakan. Misalnya demam di atas 37 derajat Celsius dan terus-menerus diare serta muntah. Begitu pula jika bayi sangat rewel tiap hari. Sebab, ada kemungkinan terdapat masalah selain sindrom bayi tumbuh gigi yang memerlukan penanganan medis. Ditinjau oleh: dr. Enny Karyani, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. webmd. com/parenting/baby/teething-symptoms-remedies#1 https://www. mouthhealthy. org/en/az-topics/t/teething http://yankes. kemkes. go. id/read-pentingnya-menjaga-kesehatan-gigi-pada-anak-7500. html http://yankes. kemkes. go. id/read-tumbuh-gigi-pada-anak-dan-cara-merawat-8050. html Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/newborn-child-relaxing-bed-after-bath-shower_4429875. htm#page=1&query=baby%20teething&position=9 - Published: 2020-09-13 - Modified: 2020-09-10 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-usg-4d/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Pemeriksaan USG 4D telah menjadi kebutuhan bagi pasangan yang menantikan kedatangan buah hati. Metode ultrasonografi yang menghasilkan gambar empat dimensi ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai kondisi janin di dalam kandungan. Proses tumbuh kembang janin pun dapat dipantau dengan lebih saksama, termasuk ada-tidaknya kelainan yang berisiko bagi bayi ataupun ibu yang mengandung. Hasil berbeda akan didapatkan jika menggunakan metode USG 3D atau USG 2D. Keunggulan Pemeriksaan USG 4D Pemeriksaan USG 4D lebih unggul dibanding 3D dan 2D. Keunggulan itu antara lain: Teknologi lebih maju Hasil USG berupa gambar bergerak/video Kualitas hasil lebih detail dan jelas Gerakan janin bisa diketahui, misalnya sedang menguap Kelainan lebih mudah terdeteksi dan akurat Jenis kelamin lebih jelas terlihat Ikatan orang tua dengan bayi bisa lebih kuat berkat gambar yang mendekati kenyataan Efek Samping Pemeriksaan USG 4D Secara umum, pemeriksaan USG 4D aman dilakukan. Hingga saat ini, tidak ada risiko pemeriksaan USG 4D yang diketahui. Namun hanya dokter kandungan atau tenaga medis yang berkompeten yang boleh menjalankan USG 4D. Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, ketika gelombang suara yang digunakan dalam pemeriksaan masuk ke tubuh, jaringan tubuh menjadi sedikit panas dan bisa menghasilkan gas dalam cairan atau jaringan tubuh. Tapi efek samping gas ini belum diketahui. Selain itu, pemeriksaan USG yang terlalu sering dan lama berpotensi mengganggu kondisi janin. Kapan USG 4D Perlu Dilakukan? Pemeriksaan USG 4D bisa dilakukan ketika struktur organ janin sudah terbentuk atau setelah usia kehamilan mencapai 26 minggu. Dengan begitu, hasil yang didapatkan akan sesuai dengan harapan karena bagian tubuh janin bisa lebih terang terlihat. Selain itu, pada usia kehamilan tersebut posisi janin sudah jarang berubah-ubah. Pasangan orang tua umumnya meminta USG 4D untuk melihat lebih jelas kondisi bayi, terutama jenis kelamin. Tapi dokter kandungan bisa juga menyarankan USG 4D jika mencurigai ada kelainan yang sulit dideteksi dengan USG 2D ataupun 3D. Berikut ini beberapa alasan USG 4D perlu dilakukan: Mengkonfirmasi hari perkiraan kelahiran Mendeteksi detak jantung bayi Memastikan kehamilan tidak ektopik (di luar kandungan) Mengkonfirmasi jumlah janin dalam kandungan Memastikan janin berkembang sesuai dengan rencana Mengukur bayi, misalnya berat dan tingginya, lingkar kepala, dan lain-lain Mengecek jumlah air ketuban Memeriksa kelainan Melihat jenis kelamin Memperlihatkan kondisi janin kepada orang tua untuk memberikan informasi bahwa tak ada masalah pada proses tumbuh kembang janin Pemeriksaan USG hanya perlu dilakukan untuk kebutuhan medis. Penyedia jasa USG yang bersifat komersial besar kemungkinan tidak bisa memberikan penjelasan memadai mengenai proses tumbuh kembang janin karena berorientasi pada bisnis. Ingat, akan banyak waktu dan kesempatan untuk mengambil gambar dan video bayi ketika sudah lahir. Sembari menunggu waktu yang berharga itu, ikuti petunjuk dokter dalam menjalani pemeriksaan USG 4D, 3D, atau 2D demi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan hingga proses persalinan. Ditinjau oleh: dr. Edo Brendo Stevano, SpOG Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. webmd. com/baby/3d-4d-ultrasound https://www. news-medical. net/health/Ultrasound-scans-is-there-a-difference-between-3D-and-4D-scans. aspx Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/doctor-ultrasound-machine_5311603. htm#page=1&query=ultrasonography%204d&position=0 - Published: 2020-09-11 - Modified: 2020-09-10 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-mri/ - Kategori: Radiologi Pemeriksaan MRI menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar penampang organ dalam dan struktur di tubuh secara detail. Mesin pemindai MRI umumnya berbentuk tabung besar dengan meja di tengahnya untuk dimasuki pasien dengan cara berbaring. MRI berbeda dengan CT scan dan sinar-X karena tidak menggunakan radiasi yang bisa berbahaya bagi pasien. Fungsi Pemeriksaan MRI Dalam dunia medis, perkembangan teknologi MRI merupakan hal yang sangat penting. Dokter, ilmuwan, dan peneliti kini dapat memeriksa bagian dalam tubuh manusia dengan sangat detail tanpa perlu melakukan pembedahan. Pemeriksaan MRI antara lain berfungsi untuk memeriksa: anomali otak dan sumsum tulang belakang tumor, kista, dan anomali lain di berbagai bagian tubuh risiko kanker payudara pada wanita cedera atau kelainan pada persendian, seperti punggung dan lutut jenis masalah jantung tertentu penyakit hati dan organ perut lainnya risiko penyakit pada bagian panggul wanita kondisi rahim wanita yang mengalami gangguan kehamilan Terdapat satu jenis pemeriksaan MRI yang bisa digunakan untuk mengamati struktur otak dan menentukan bagian otak mana yang bermasalah, yakni MRI fungsional atau fMRI. Pemeriksaan MRI ini digunakan untuk mengetahui kinerja otak dan menilai status neurologis serta risiko bedah saraf. Persiapan Sebelum MRI Pemeriksaan MRI memanfaatkan medan magnet yang kuat. Maka pasien harus melepaskan semua aksesori yang terbuat dari logam. Adapun pasien yang memiliki implan logam, misalnya alat pacu jantung, tidak diperkenankan menjalani MRI kecuali atas arahan dari dokter. Kunci utama dalam pemeriksaan MRI adalah ketenangan. Pasien harus tenang sebelum, saat, hingga sesudah MRI agar proses berjalan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan. Bila merasa gugup, pasien harus memberi tahu dokter. Kadang diperlukan obat penenang agar pasien merasa relaks. Ini terutama bagi pasien yang memiliki klaustrofobia atau ketakutan berlebih terhadap ruangan yang sempit dan tertutup. Sebab, dalam proses MRI, pasien akan berada di dalam mesin tertutup yang bisa memantik klaustrofobia. Tidak ada aturan pasti harus puasa sebelum MRI. Namun dokter umumnya akan memberitahukan aturan makan dan minum ketika konsultasi sebelum MRI berlangsung. Pasien juga sebaiknya bersiap dengan datang lebih awal ke lokasi pemeriksaan setidaknya 30 menit sebelum jadwal pemeriksaan. Prosedur Pemeriksaan MRI Pemeriksaan MRI dijalankan dengan prosedur ketat di ruangan khusus. Pasien akan mendapat penjelasan tentang bagaimana MRI berjalan dari dokter atau radiolog sebelum proses berlangsung. Sebelum menaiki tempat berbaring di mesin MRI, pasien harus berganti pakaian sesuai dengan yang disediakan rumah sakit serta melepas semua aksesori yang terbuat dari logam. Lalu pasien akan dibantu berbaring dan dibuat senyaman mungkin, termasuk dengan menyediakan bantal serta selimut. Karena akan ada suara bising dalam proses MRI, mungkin disediakan penyumbat telinga atau headphone. Pasien juga bisa mendengarkan musik dari headphone tersebut selama prosedur berlangsung. Sebelum proses MRI, dokter akan menyuntikkan zat kontras ke pembuluh darah di lengan. Zat kontras atau pewarna ini akan membantu dokter melihat struktur di dalam tubuh Anda dengan lebih jelas. Zat yang sering digunakan dalam pemeriksaan MRI disebut gadolinium. Pasien yang berbaring di meja periksa akan dimasukkan ke mesin MRI. Tubuh pasien mungkin sepenuhnya berada di dalam mesin, tapi bisa juga tidak. Tergantung tujuan pemeriksaan MRI yang dilakukan. Ketika tubuh di dalam tabung, medan magnet dan suara akan muncul dan menghasilkan sinyal yang kemudian ditangkap oleh komputer guna membuat serangkaian gambar. Pemeriksaan MRI biasanya berlangsung selama 20-90 menit. Seusai proses, pasien bisa pulang langsung. Sebaiknya pasien pulang dengan ditemani pendamping, terutama bagi yang harus mendapat obat penenang untuk menjalani MRI. Ditinjau oleh: dr. Michael Andreanus Sundah, SpRad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. nibib. nih. gov/science-education/science-topics/magnetic-resonance-imaging-mri https://www. medicalnewstoday. com/articles/146309#during-a-scan Sumber gambar: https://www. freepik. com/free-vector/brain-mri-hospital-cartoon-doctor-patient-medical-examination_2238325. htm#page=2&query=MRI&position=40 - Published: 2020-09-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/keunggulan-ct-scan/ - Kategori: Penyakit, Radiologi - Translation Priorities: Optional Pemeriksaan CT scan atau computerized tomography scan telah menjadi instrumen penting dalam pencitraan medis untuk melengkapi sinar-X dan ultrasonografi medis. CT scan menghasilkan gambar jaringan lunak, tulang, dan pembuluh darah di tubuh manusia. Gambar yang dihasilkan lebih jelas ketimbang pemindaian dengan sinar-X biasa. CT scan kini banyak digunakan untuk membantu pencegahan atau deteksi penyakit. Pemeriksaan CT Scan Adalah Pemeriksaan CT scan memanfaatkan kecanggihan komputer dan menggunakan mesin sinar-X yang berputar untuk menghasilkan gambar penampang tubuh yang bisa di rekonstruksi guna keperluan diagnosa maupun tindakan medis yang akan dilakukan. Sekilas alat CT scan mirip dengan mesin MRI atau magnetic resonance imaging. Bedanya adalah bagian atas alat CT scan terbuka seperti terowongan, sementara mesin MRI umumnya tertutup. CT scan dapat digunakan untuk menghasilkan gambar organ di kepala, dada, perut, lutut, hingga tulang belakang. Dalam prosesnya, pasien akan berbaring dan melewati alat pemindai yang berputar. Alat ini mengambil serangkaian citra sinar-X dari berbagai sudut. Hasil pencitraan lantas dikirim ke komputer dan digabungkan sehingga tercipta gambar irisan atau penampang tubuh melintang. Hasil pemeriksaan CT scan membantu dokter mendiagnosis dan menentukan beragam kondisi pasien, dari gangguan otot, patah tulang, hingga kanker. Dalam situasi darurat, CT scan juga dapat membantu dokter lebih cepat menentukan tingkat keparahan luka dalam atau perdarahan yang terjadi. Keberadaan CT scan juga penting dalam diagnosis, pengobatan, dan penelitian kanker. Kenapa Anda Memerlukan Pemeriksaan CT Scan Pemeriksaan CT scan merupakan prosedur non-invasif tanpa rasa sakit yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan hampir setiap bagian tubuh. Umumnya, CT scan diperlukan ketika foto polos dengan sinar x biasa tidak mampu menghasilkan gambar yang cukup detail mengenai cedera atau gangguan yang terjadi, terutama dalam situasi darurat. Anda mungkin memerlukan pemeriksaan CT scan untuk memindai : Abdomen untuk mendeteksi masalah di hati, ginjal, pankreas, atau saluran kemih Sistem kardiovaskular untuk memetakan aliran darah serta membantu diagnosis masalah seperti edema paru dan gangguan ginjal Jantung untuk membantu mendiagnosis dan memantau penyakit arteri koroner atau dalam rangka operasi penggantian katup Kepala untuk mengidentifikasi tumor, perdarahan, trauma tulang, dan penyumbatan aliran darah. Paru-paru untuk mengetahui perubahan pada paru-paru akibat fibrosis atau masalah paru lainnya Tulang untuk membantu diagnosis cedera tulang atau kerusakan sendi Keunggulan Pemeriksaan CT Scan Ada sejumlah keunggulan CT scan, terutama dibanding MRI dan pemindaian sinar-X. Di antaranya: Bisa mendapatkan gambar dengan cepat Informasi yang dihasilkan jelas dan spesifik Bisa menghasilkan gambar sebagian kecil atau seluruh tubuh dalam satu pemeriksaan Relatif lebih murah dari pemeriksaan MRI Bisa digunakan untuk menentukan kapan operasi dibutuhkan Membantu menegakkan diagnosis Apa Saja Risiko dan Efek Sampingnya Risiko dan efek samping dari pemeriksaan CT scan terutama bersumber dari penggunaan radiasi. Dalam prosedur CT scan, pasien akan terpapar radiasi dalam waktu singkat. Tingkat paparan radiasi dalam CT scan lebih tinggi dibanding sinar-X biasa. Sebab, informasi yang dihasilkan dari CT scan lebih detail. Dosis radiasi yang rendah dalam CT scan belum terbukti menyebabkan kerusakan jangka panjang. Meski begitu, dengan dosis yang lebih tinggi, ada potensi peningkatan risiko kanker. Adanya radiasi juga mungkin mempengaruhi janin bagi pasien yang tengah hamil. Karena itu, pasien mesti memberi tahu dokter bila sedang hamil atau ada dugaan kuat hamil. Meskipun radiasi dari CT scan tidak mungkin melukai bayi, dokter mungkin merekomendasikan jenis pemeriksaan lain, seperti ultrasonografi atau MRI, untuk mencegah bayi terpapar radiasi. Dalam situasi tertentu, dokter bisa menggunakan zat kontras atau pewarna untuk mendapatkan gambar lebih jelas. Zat ini dimasukkan ke tubuh pasien lewat mulut atau disuntikkan ke pembuluh darah di lengan, bisa juga lewat rektum. Buat beberapa orang, penggunaan zat ini bisa menimbulkan masalah kesehatan atau reaksi alergi. Walau memiliki risiko dan efek samping, pemeriksaan CT scan memberikan manfaat yang lebih besar. Dokter akan menggunakan dosis radiasi serendah mungkin untuk mendapatkan informasi medis yang dibutuhkan. Selain itu, mesin dan teknik yang lebih baru membutuhkan lebih sedikit radiasi daripada yang digunakan sebelumnya. Ditinjau oleh: dr. Michael Andreanus Sundah, SpRad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. webmd. com/cancer/what-is-a-ct-scan#1 https://www. radiologyinfo. org/en/info. cfm? pg=safety-hiw_04 - Published: 2020-09-08 - Modified: 2020-09-07 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/perbedaan-pemeriksaan-usg-4d-3d-dan-2d/ - Kategori: Radiologi Momen ketika mengetahui bahwa Anda dan pasangan akan menjadi orang tua tentunya amat menggembirakan. Terlebih bila itu menjadi kehamilan pertama dalam keluarga. Inilah saatnya mempersiapkan diri untuk menjalani rutinitas baru demi memastikan kehamilan berjalan lancar hingga tiba waktunya bersalin. Salah satu caranya adalah dengan pemeriksaan USG atau ultrasonografi. Di rumah sakit umumnya terdapat pilihan pemeriksaan USG 4D, 3D, dan 2D. Anda dapat memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Fungsi USG 4D, 3D, dan 2D sama meski ada sejumlah perbedaan terkait dengan hal teknis, dari kecanggihan alat yang digunakan hingga hasil dan tarifnya. Dari tiga pilihan itu, pemeriksaan USG 4 dimensi adalah yang paling unggul. Saat ini sebenarnya sudah ada teknologi USG 5D yang lebih unggul, tapi belum begitu familiar digunakan. Apa Itu Pemeriksaan USG 4D Pemeriksaan USG 4D adalah metode ultrasonografi yang bisa menunjukkan gerak janin dalam kandungan layaknya video. Anda dan dokter kandungan dapat melihat janin dengan lebih detail, seperti bagaimana bentuk telinga dan hidungnya. Bahkan gerakan dinding atau katup jantung janin serta aliran darah bisa terdeteksi. Begitu pula aktivitas janin di dalam perut. Misalnya ketika janin mengisap atau memainkan jari atau sedang menguap. Walhasil, dokter kandungan dapat mendeteksi kelainan sejak dini jika ada sehingga bisa mengambil tindakan segera. Perbedaan Pemeriksaan USG 4D, 3D, dan 2D Pemeriksaan USG 4D, 3D, dan 2D mempunyai sejumlah perbedaan yang bisa menjadi bahan pertimbangan ketika hendak memilih mana yang hendak digunakan. Pemeriksaan USG 2D Ini pemeriksaan USG standar. Dengan pemeriksaan USG 2D, hasilnya berupa gambar hitam-putih yang memperlihatkan posisi janin secara datar. Hanya dokter kandungan yang bisa memahami dan menginterpretasikan hasil USG 2D. Walau begitu, organ dalam janin tetap bisa terlihat dengan USG 2D. Umumnya dokter menjalankan pemeriksaan USG 2D pada masa trimester pertama. Pemeriksaan USG 3D Pemeriksaan USG ini lebih maju dibanding 2D. Hasil USG 3D berupa gambar diam, tapi lebih jelas dan terang. Anda juga bisa lebih mengerti kondisi janin ketimbang melihat hasil gambar USG 2D. Pemeriksaan USG 3D biasanya dijalankan pada usia kandungan di atas 26 minggu karena saat itu janin sudah lebih banyak dalam keadaan diam sehingga hasil USG lebih mudah didapatkan. Tarif USG 3D lebih mahal ketimbang USG 2D. Pemeriksaan USG 4D Dibanding dua jenis USG sebelumnya, pemeriksaan USG 4D adalah yang paling mahal tarifnya. Namun harga itu sejalan dengan apa yang bisa diperoleh dari USG 4D. Hasil USG 4D mirip dengan USG 3D, tapi dalam format video. Gambarnya pun lebih detail dan tajam serta dapat disimpan dalam bentuk soft file di flashdisk atau cakram padat (CD). Dokter lebih mudah menilai kondisi janin dengan USG 4D. Seperti USG 3D, pemeriksaan USG 4D juga disarankan dilakukan setelah usia kehamilan lebih dari 26 minggu. Pemeriksaan USG bersifat opsional alias boleh dilakukan boleh tidak. Namun USG penting dalam proses persiapan persalinan karena dapat memberikan informasi mengenai kondisi janin, termasuk perkiraan kelahiran serta risiko kehamilan dan persalinan yang mungkin terjadi. Bagi calon orang tua yang penasaran, USG juga menjadi cara untuk mengetahui jenis kelamin calon buah hati. Baik pemeriksaan USG 4D, 3D, maupun 2D sama-sama aman karena tidak menggunakan radiasi dan non-invasif. Anda bisa meminta saran dokter kandungan untuk memilih mana metode USG yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Ditinjau oleh: Dr William, SpRad Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. webmd. com/baby/3d-4d-ultrasound https://www. news-medical. net/health/Ultrasound-scans-is-there-a-difference-between-3D-and-4D-scans. aspx https://www. webmd. com/baby/ultrasound#1 - Published: 2020-09-07 - Modified: 2020-09-07 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/pemeriksaan-mammografi-persiapan-prosedur-dan-risikonya/ - Kategori: Onkologi Mammografi adalah metode pencitraan medis khusus memanfaatkan sinar-X dalam dosis rendah untuk melihat bagian dalam payudara. Pemeriksaan mammografi berguna untuk membantu deteksi dini dan diagnosis penyakit payudara, terutama kanker, pada wanita. Sinar-X adalah sarana pemeriksaan medis non-invasif (tanpa operasi) yang paling sering digunakan dalam pendeteksian suatu penyakit. Paparan sinar-X digunakan untuk menghasilkan citra atau gambar bagian dalam payudara. Persiapan Sebelum Menjalani Mammografi Anda disarankan melakukan konsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum menjalani pemeriksaan. Diskusikan tentang temuan gejala atau tanda masalah pada payudara Anda. Informasikan pula jika Anda pernah menjalani operasi sebelumnya, sedang menjalani terapi hormon, atau ada riwayat kanker payudara baik pada diri sendiri maupun keluarga. Waktu terbaik untuk menjalani mammografi umumnya seminggu setelah menstruasi karena pada saat itu payudara mengeras sehingga hasil pemindaian lebih baik. Selain itu, beri tahu dokter bila Anda tengah hamil atau mungkin hamil. Tidak ada ketentuan puasa sebelum menjalani mammografi. Obat-obatan rutin juga bisa diminum, kecuali ada arahan tertentu dari dokter. Anda tidak diperkenankan menggunakan bedak, krim, losion, atau deodoran di sekitar dada pada hari pemeriksaan. Bahan-bahan itu bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan. Anda juga sebaiknya tak mengenakan perhiasan karena akan diminta dilepas saat pemeriksaan berlangsung. Prosedur Pemeriksaan Mammografi Prosedur mammografi dijalankan petugas khusus yang memiliki keahlian di bidang mammografi. Saat prosedur berlangsung, Anda akan diminta melepas pakaian bagian atas dan mengenakan gaun khusus dari rumah sakit. Kebanyakan petugas yang memeriksa adalah wanita. Anda akan diminta berdiri di depan mesin sinar-X dengan bertelanjang dada. Plat plastik dari mesin kemudian akan menekan payudara dengan perlahan hingga datar. Anda mungkin merasa tidak nyaman saat payudara ditekan, tapi proses ini berlangsung singkat, hanya dalam hitungan detik hingga menit. Penekanan ini diperlukan untuk mendapatkan hasil pencitraan sejelas mungkin dengan dosis radiasi rendah. Pemindaian dilakukan pada payudara dalam beberapa posisi agar petugas bisa mendapatkan gambar jaringan payudara yang memadai. Dua gambar diambil dari masing-masing payudara. Proses secara keseluruhan berlangsung sekitar 20-30 menit. Setelah Menjalani Pemeriksaan Begitu proses pemeriksaan selesai, petugas akan memeriksa kualitas gambar yang dihasilkan. Bila ternyata hasilnya tidak memadai karena masalah teknis, Anda mungkin harus mengulang tes. Jika hasilnya dirasa cukup, Anda dapat kembali mengenakan pakaian. Anda mungkin merasakan sedikit nyeri akibat penekanan payudara. Anda bisa mengkonsumsi aspirin atau ibuprofen untuk meredakannya. Namun pada umumnya Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa segera seusai mammografi. Hasil pemeriksaan akan dikirim kepada dokter untuk dibaca. Tanyakan kapan Anda bisa menerima hasil itu dan bagaimana interpretasinya. Kenali Risiko dan Efek Sampingnya Risiko dan efek samping mammografi terkait dengan penggunaan radiasi sinar-X dalam prosesnya. Tapi dosis radiasi sangatlah rendah. Menurut studi pada 2016 yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine, sekitar 125 dari 100. 000 perempuan yang menjalani mammogram rutin per tahun menunjukkan dampak radiasi. Tapi, dari kelompok yang sama, mammografi diketahui bisa mencegah sebanyak 968 kematian akibat kanker payudara Hasil mammogram juga ada kemungkinan tidak tepat alias bisa terjadi false positive. Sekitar 5-15 persen mammografi screening membutuhkan mammografi lanjutan atau ultrasonografi untuk mendapat kepastian. Mammografi adalah prosedur pemeriksaan yang singkat dan tak menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan. Anda tak perlu takut menjalaninya karena manfaatnya lebih besar. Pilih rumah sakit dengan fasilitas mammografi yang memadai agar mendapatkan hasil yang optimal. Ditinjau oleh: Dr. Ido N Bramantya, SpRad Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/mammogram/about/pac-20384806 https://www. radiologyinfo. org/en/info. cfm? pg=mammo#overview https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC3132967/ - Published: 2020-09-06 - Modified: 2020-09-07 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/mammografi-untuk-mendeteksi-kanker-payudara/ - Kategori: Onkologi Mammografi adalah salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara, khususnya pada perempuan berumur 50 tahun ke atas. Menurut Breast Cancer Surveillance Consortium, sensivitas mammografi secara keseluruhan mencapai sekitar 37 persen. Artinya, mammografi dapat secara tepat mengidentifikasi sekitar 87 persen perempuan yang betul mengidap kanker payudara. Sensitivitas mammografi pada perempuan berusia di atas 50 tahun lebih tinggi ketimbang yang lebih muda. Sensitivitasnya juga lebih tinggi pada perempuan dengan payudara berlemak. Apa Itu Mammografi? Mammografi adalah metode deteksi kanker menggunakan sinar-X dengan kadar rendah. Mammografi bisa menghasilkan citra payudara secara detail. Saat ini mammografi merupakan metode berbasis populasi terbaik yang tersedia untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Mammografi dapat menunjukkan mikrokalsifikasi yang lebih kecil dari 100 µm. Mikrokalsifikasi adalah bintik kecil seperti kapur pada payudara yang terbentuk dari kalsium. Adanya mikrokalsifikasi bisa menjadi pertanda kanker payudara. Mammografi bahkan bisa mendeteksi kanker payudara jauh lebih dini ketimbang dengan metode periksa payudara sendiri (SADARI). Kapan Anda Perlu Menjalani Mammografi? Pemeriksaan Mammografi umumnya dilakukan pada wanita berusia 35 tahun ke atas. Beberapa badan kesehatan menyarankan mammografi dilakukan pada usia 40 tahun ke atas. Tapi, pada prinsipnya, tidak ada ketentuan usia ideal untuk menjalani mammografi. Perempuan berumur 35 tahun ke atas disarankan menjalani mammografi screening satu hingga dua sekali, terutama bila memiliki risiko terkena kanker payudara. Mengapa Pemeriksaan Mammografi Diperlukan? Mammografi diperlukan untuk mendeteksi kanker payudara pada wanita. Terdapat dua jenis mammografi berdasarkan tujuannya, yakni: Mammografi screening Jenis mammografi ini bertujuan mencari tanda-tanda kanker. Mammografi screening umumnya rutin dilakukan setiap tahun untuk melihat apakah ada perubahan pada jaringan payudara. Fungsinya adalah mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Deteksi dini kanker payudara bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan menyediakan lebih banyak pilihan pengobatan. Mammografi diagnostik Jenis mammografi ini bertujuan membantu diagnosis pada perempuan yang memiliki tanda kanker payudara. Jika dalam mammografi screening ditemukan ada gejala seperti benjolan, dokter bisa merekomendasikan mammografi diagnostik. Tanda kanker payudara lain yang memungkinkan mammografi diagnostik antara lain adanya keluhan nyeri pada payudara serta keluarnya cairan dari putting. Siapa Saja yang Memerlukan Pemeriksaan Mammografi Secara umum, perempuan berusia di atas 35 tahun memerlukan pemeriksaan mammografi guna mengetahui adanya tanda kanker payudara sejak dini. Pemeriksaan ini lebih dibutuhkan bagi perempuan yang masuk kelompok berisiko mengidap kanker payudara. Kelompok yang memiliki risiko kanker payudara antara lain: Berumur lebih dari 50 tahun Risiko kanker payudara meningkat pada wanita yang berusia di atas 50 tahun. Menurut penelitian, risiko tertinggi kanker payudara ada pada perempuan berumur lebih dari 70 tahun. Hamil di atas usia 30 tahun Perempuan yang hamil saat usianya lebih dari 30 tahun lebih berisiko terkena kanker payudara dibanding yang umurnya lebih muda. Penyebabnya adalah adanya mutasi genetik seiring dengan bertambahnya usia. Paparan estrogen dan progesteron Perempuan yang mendapat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun dan mengalami menopause di atas usia 55 tahun didapat lebih berisiko mengidap kanker payudara. Sebab, ada paparan estrogen dan progesteron dalam waktu lama. Menjalani terapi hormon Risiko kanker payudara lebih tinggi pada perempuan yang menjalani terapi hormon saat memasuki masa menopause. Terapi ini dilakukan untuk memulihkan hormon seksual perempuan. Risiko meningkat jika terapi berjalan selama lebih dari 5 tahun. Ada riwayat kanker payudara pada keluarga Adanya keluarga yang pernah mengalami kanker payudara berarti risiko terkena kanker payudara lebih tinggi ketimbang yang tidak ada riwayat tersebut. Anda dapat berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menjalani mammografi. Berikan penjelasan dan informasi yang lengkap jika ada gejala dan tanda yang berhubungan dengan kanker payudara jika ada. Ditinjau oleh: Dr. M Taufik, SpB Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. bcsc-research. org/statistics/screening-performance-benchmarks/screening-sens-spec-false-negative https://www. webmd. com/breast-cancer/mammograms#:~:text=Mammography%20can%20be%20your%20best,can%20increase%20breast%20cancer%20survival. https://www. medscape. com/answers/1945498-167944/what-is-the-role-of-mammography-in-breast-cancer-screening Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/doctor-holding-pen-hand-analyzing-x-ray-medical-picture-while-working-laptop_2396328. htm#query=mammography&position=7 - Published: 2020-09-04 - Modified: 2020-09-02 - URL: https://primayahospital.com/urologi/benarkah-sakit-pinggang-merupakan-gejala-batu-ginjal/ - Kategori: Urologi Batu ginjal dan saluran kemih adalah salah satu penyakit yang sering dialami tanpa kita sadari. Salah satu penyebabnya adalah karena gejala batu ginjal sering tidak memberikan gejala, ataupun memiliki gejala yang menyerupai tanda dari penyakit lain. Padahal gejala khas dari batu ginjal dan saluran ureter adalah nyeri yang dinamakan nyeri ‘kolik’ pada pinggang, yaitu nyeri khas berupa nyeri pada salah satu sisi pinggang yang tajam dan sifatnya spasmodik, atau intensitasnya hebat pada satu waktu, dan dapat menurun atau hilang pada beberapa saat selanjutnya, hal ini biasanya disebabkan karena adanya gerakan peristaltik pada saluran ureter yang umumnya disebabkan karena adanya batu ginjal yang turun ke ureter. Masalahnya, beberapa penyakit lain juga memiliki gejala sakit pinggang. Gejala itu sering kali disalahartikan sebagai tanda seseorang mengalami problem batu ginjal. Meski demikian, rasa nyeri di pinggang yang merupakan gejala batu ginjal punya ciri khusus, yakni tidak mereda meski mengubah posisi, disertai dengan penjalaran nyeri ke perut bawah, kadang disertai mual dan muntah serta gangguan kencing seperti anyang-anyangan. Orang yang mengalami sakit pinggang biasa umumnya membaik setelah duduk relaks atau berbaring. Penyebab Sakit Pinggang Sebagai informasi, terdapat sejumlah penyebab sakit pinggang yang bukan merupakan gejala batu ginjal, di antaranya: Masalah otot Otot di perut, punggung, dan bahkan dada bisa menyebabkan gejala sakit pinggang. Adapun penyebab masalah otot meliputi: Cedera otot, seperti terkilir dan radang Jarang atau jarang berolahraga Berada dalam satu posisi pada jangka waktu lama Infeksi saluran kemih Gejala infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh tumbuhnya bakteri dan menginfeksi ginjal dapat juga memberikan nyeri pada pinggang. Karena saluran kencingnya yg relatif lebih pendek, maka infeksi seringkali terjadi pada wanita, walaupun begitu banyak juga pria yang mengalami keluhan infeksi saluran kemih. Selain sakit pinggang, gejala infeksi saluran kemih adalah dapat disertai demam, meriang serta adanya gejala rasa sakit saat berkemih, dan sering ingin berkemih. Selain itu ditemukannya darah dan leukosit dalam pemeriksaan urine, apalagi bakteri, akan sangat membantu dalam menegakan diagnosis infeksi saluran kemih. Namun begitu, tidak jarang adanya infeksi saluran kemih yang berulang, disebabkan karena adanya batu saluran kemih yang tidak terdeteksi sebelumnya. Masalah liver, empedu atau pankreas Liver, empedu dan pankreas berada di bagian perut atau abdomen, tepat di bawah tulang rusuk. Sedangkan ginjal berlokasi di belakang abdomen atau kita namakan retro peritoneal. Karena itu, gejala batu ginjal pada beberapa kasus mirip dengan gejala organ lain disekitarnya. Biasanya, penyakit liver atau pankreas diikuti dengan mual dan nyeri tekan pada bagian ulu hati, dapat juga disertai mata menguning jika terdapat gangguan organ liver dan saluran empedu. Masalah tulang belakang Sejumlah masalah tulang belakang juga menimbulkan rasa sakit pinggang serupa gejala batu ginjal. Salah satunya dalam bahasa awam adalah syaraf yang terjepit (HNP maupun osteofit). Nyeri akibat penyakit tulang belakang bisa dirasakan pada salah satu bagian pinggang atau dua-duanya sekaligus, atau menjalar ke kaki, tergantung dari setinggi apa syaraf tulang belakangnya yang terganggu. Baca juga : Teknologi PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) Sebagai Terapi Saraf Terjepit di Tulang Belakang Gejala Batu Ginjal Sakit pinggang khas seperti yang sudah dijelaskan di awal adalah merupakan gejala batu saluran kemih, yang dapat juga diikuti gejala lain yang berhubungan, seperti mual, muntah, anyang-anyangan hingga sulit berkemih. Setiap orang baik tua, muda dengsn jenis kelamia pria maupun wanita, terutama mereka yang tinggal di wilayah dengan iklim tropis seperti Indonesia lebih rentan mengalami penyakit batu saluran kemih. Batu ginjal dan saluran kemih seringkali tidak menimbulkan gejala, namun seringkali menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini. Untuk itu sebaiknya kita mengenali gejala batu saluran kemih yang berpotensi berbahaya, diantaranya: Demam dan menggigil Mual-mual dan muntah hebat Sesak yang disertai jumlah air kencing sedikit (umumnya orang normal kencing minimal 1. 5 liter per 24 jam atau setara botol besar air minum kemasan) Ada darah maupun keruh dalam urine Sakit saat berkemih ataupun anyang-anyangan Ketika batu ginjal turun dan menyumbat organ saluran kemih bagian bawah yaitu kandung kemih dan urethra, gejala yang muncul dapat berupa: Sulit berkemih hingga tiba-tiba tidak bisa berkemih Nyeri atau pegal pada buah zakar hingga selangkangan Urine keruh atau kemerahan dan berbau menyengat Dokter umumnya mempersempit dugaan potensi penyebab sakit pinggang dengan meminta riwayat medis pasien. Orang yang pernah memiliki masalah batu ginjal dan saluran kemih bisa kembali mengalaminya, terutama jika memiliki faktor risiko dan tidak mengubah pola hidup. Pasien juga akan diminta menjalani pemeriksaan tambahan untuk membantu dokter memberikan diagnosis yang tepat, antara lain: Tes darah dan fungsi ginjal Tes urine Ultrasonografi Ct scan urologi atau ct urografi (atau rontgen jika tidak tersedia) Bila sudah dipastikan bahwa sakit pinggang yang dialami adalah gejala batu ginjal dan saluran kemih, maka dokter akan mengambil tindakan lebih lanjut. Keputusan itu tergantung dari hasil pemeriksaan untuk mengetahui ukuran, jenis, dan lokasi batu saluran kemih berada. Pemeriksaan tersebut sangat penting dalam keputusan dokter menentukan prosedur selanjutnya yang akan diambil. Umumnya sebagian besar kasus batu saluran kemih memiliki prognosis yang baik jika diterapi dengan... - Published: 2020-09-03 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/infeksi-saluran-kemih/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Infeksi saluran kemih adalah penyakit akibat adanya organisme asing ataupun patogen seperti bakteri yang masuk dan tumbuh ke dalam saluran kemih, yang termasuk ginjal, ureter, kandung kemih dan urethra. Menurut WHO, infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI) pernah dialami lebih dari 50% wanita, dan menjadi salah satu pengeluaran utama di sektor kesehatan dunia. Perempuan menjadi lebih rentan karena memiliki saluran kemih (urethra) yang relatif lebih pendek dibandingkan pria. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi saluran kemih adalah E. coli, sedangkan jenis bakteri lainnya meliputi Staphylococcus saprophyticus, Klebsiella, Enterococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Proteus. Jenis-jenis infeksi saluran kemih berdasarkan lokasinya, yakni: Sistitis: infeksi saluran kemih bawah (kandung kemih) Pielonefritis: infeksi saluran kemih atas (ginjal) Uretritis: infeksi pada uretra Penyebab Infeksi Saluran Kemih Saluran kemih berfungsi menyalurkan air kencing atau urine, yang merupakan produk sisa metabolisme untuk membuang racun atau zat yg tidak digunakan dari dalam tubuh. Urine berasal dari hasil filtrasi darah dalam pembuluh darah di ginjal yang kemudian turun ke ureter hingga kandung kemih. Urine disimpan di kandung kemih sampai dibuang lewat uretra dalam mekanisme berkemih. Bakteri bisa masuk lewat uretra saat berkemih. Bakteri ini bisa menyebar ke atas hingga mencapai kandung kemih dan ginjal. Perempuan menjadi lebih rentan karena saluran urethra hanya memiliki panjang sekitar 4 cm (pria mencapai 16-20cm), sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan ginjal. Faktor lain yang menjadi penyebab antara lain: Aktivitas seksual: Terutama perempuan, frekuensi hubungan seksual bisa meningkatkan risiko infeksi. Alat kontrol kehamilan: Perempuan yang memakai alat kontrol kehamilan seperti diafragma dan spermisida lebih berisiko mengalami infeksi. Menopause: Setelah menopause, berkurangnya hormon estrogen membuat saluran kemih lebih mudah terinfeksi. Kateter: Penggunaan kateter karena tidak bisa berkemih bisa mengundang bakteri masuk ke saluran kemih. Saluran abnormal: Anatomi saluran kemih yang abnormal sehingga tak bisa berkemih secara wajar juga menjadi faktor infeksi. Masalah imun: Ketika kekebalan tubuh berkurang, misalnya karena mengidap diabetes, bakteri lebih mudah masuk. Batu Saluran Kemih: Batu dapat menjadi sumber infeksi karena merupakan benda asing yang menjadi tempat berkembangnya bakteri di dalam saluran kemih. Gejala Infeksi Saluran Kemih Gejalanya tak selalu terlihat atau terasa. Tapi gejala umumnya meliputi: Keinginan kuat dan konstan untuk berkemih, sehingga frekwensi berkemih meningkat atau sering disebut anyang-anyangan Ada sensasi terbakar saat berkemih Sering berkemih tapi dalam volume sedikit Urine tampak keruh Urine berwarna kemerahan atau coklat Bau urine tidak sedap dan menyengat Disertai nyeri perut bawah ataupun nyeri pinggang Karena gejalanya tidak khas, kondisi yang dialami kerap diabaikan atau disalahartikan terutama pada orang dewasa. Pengobatan Konsumsi antibiotik menjadi metode pengobatan yang lazim baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Antibiotik bisa membunuh bakteri pemicu infeksi. Jenis antibiotik bergantung pada tingkat keparahan dan frekuensi infeksi serta usia pasien. Bila tak segera diobati, ISK dapat menimbulkan komplikasi, seperti: Kerusakan ginjal atau gagal ginjal permanen Bayi lahir prematur atau bobotnya rendah pada ibu hamil Penyempitan uretra pada pria atau striktur Sepsis, kondisi serius yang bisa mengancam nyawa yang disebabkan oleh reaksi tubuh pada infeksi Beberapa bakteri dapat menyebabkan terjadinya pembentukan batu saluran kemih Diagnosis bisa dilakukan lewat analisis urine. Dokter akan memastikannya lewat pemeriksaan di bawah mikroskop. Bila terdapat sel darah merah/eritrosit maupun leukosit dalam urine, itu bisa menjadi salah satu tanda. Walau begitu, munculnya darah tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Jika perlu, dilakukan pemeriksaan ultrasonografi dan CT scan saluran kemih Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Yaitu dengan banyak minum air putih dan menjaga kebersihan area sensitif. Pada anak-anak, mengganti popok tanpa menunggu penuh akan menghambat pertumbuhan bakteri yang bisa memicu infeksi. Ditinjau oleh: dr. Regi Septian, SpU Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. urologyhealth. org/urologic-conditions/urinary-tract-infections-in-adults https://www. who. int/gpsc/information_centre/cauda-uti_eccmid. pdf https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447 - Published: 2020-09-02 - Modified: 2020-09-02 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-menyuburkan-kandungan-setelah-berhenti-kb/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Keluarga Berencana atau KB adalah program pemerintah merencanakan kehamilan. Pasangan menikah diimbau mengikuti program ini demi kepentingan bersama, terutama setelah memiliki anak atau untuk menjaga jarak kelahiran anak. Namun ada kalanya muncul keinginan berhenti KB dengan alasan tertentu. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana cara menyuburkan kandungan selepas menjalani program KB. Terdapat berbagai jenis KB yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, di antaranya: - IUD: singkatan dari intrauterine device, berupa alat yang dimasukkan ke uterus perempuan untuk mencegah sperma membuahi sel telur. - Kondom: alat kontrasepsi yang umumnya dikenakan oleh pria untuk mencegah sperma masuk ke tubuh perempuan. - Pil hormon: pil yang mengandung hormon progesteron atau progesteron-estrogen yang harus dikonsumsi rutin. - Implan: pemasangan alat hormonal di dalam lengan atas yang bisa menghindari kehamilan hingga setidaknya tiga tahun. - Suntik: mirip dengan metode pil, suntikan harus dilakukan secara rutin dan karena sifat efektivitasnya sementara. - Tubektomi: jenis KB permanen dengan cara menutup tuba falopi lewat prosedur operasi supaya rahim tak bisa dimasuki sel telur. Kapan Bisa Hamil Setelah Berhenti KB Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi kapan seorang perempuan bisa hamil lagi setelah berhenti KB. Yang pasti, jenis KB yang digunakan akan sangat berpengaruh. Umumnya, periode yang dibutuhkan untuk bisa hamil lagi setelah berhenti KB adalah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Makin lama KB yang dijalani sebelumnya, makin lama pula cara menyuburkan kandungan kembali. Tips Cara Menyuburkan Kandungan Setelah Berhenti KB Cara menyuburkan kandungan setelah berhenti KB pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya tak mengikuti KB. Selain dari pihak perempuan, ada peran pihak laki-laki atau suami dalam upaya menyuburkan kandungan setelah lepas KB. Jaga kesehatan Menjaga kesehatan adalah cara menyuburkan kandungan yang amat penting. Anda dapat mengupayakannya dengan menerapkan hidup sehat, seperti rajin berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang. Jauhi pula kebiasaan yang mengganggu kesehatan, misalnya merokok dan kerap begadang. Bila perlu, konsumsi suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh. Cegah stres Stres dapat mempengaruhi kesuburan perempuan. Perempuan yang kerap dilanda stres umumnya memiliki siklus menstruasi yang tak teratur. Ini akan membuat penghitungan masa subur lebih sulit. Stres akan membuat kerja hormon terganggu yang pada akhirnya bisa menghalangi kesuburan. Jalani tes Tes medis bisa menjadi cara menyuburkan kandungan setelah lepas dari KB juga sekaligus dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan yang mungkin memicu risiko fatal jika perempuan hamil. Tes tersebut antara lain: Pemeriksaan pap smear Tes darah hormonal Tes urine Test ovulasi Tes organ reproduksi Tiga cara menyuburkan kandungan setelah berhenti KB di atas bukanlah penentu utama. Sebab, banyak faktor lain yang bisa menghambat kehamilan lantaran perempuan tak subur lagi, seperti usia yang makin tua, ada penyakit, dan berat badan tidak ideal. Peluang Hamil Setelah Berhenti KB Peluang hamil setelah berhenti KB tentu lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang tak mengikuti KB. Meski begitu, tetap ada kemungkinan hamil begitu lepas dari KB. Namun sekali lagi mesti ditekankan bahwa peluang itu tergantung jenis KB yang dijalani. Jika sebelumnya mengikuti KB hormonal, peluang hamil lebih rendah. Sebaliknya, bila KB yang dijalani non-hormonal, potensi hamil lebih tinggi. Cara menyuburkan kandungan pada perempuan yang baru lepas dari KB hormonal membutuhkan upaya ekstra. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter bila punya rencana hamil lagi setelah berhenti KB. Ditinjau oleh: dr. Putu Aditya,M. Biomed, Sp. OG Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: http://kesga. kemkes. go. id/images/pedoman/ABPK%20Final. pdf https://www. sehatq. com/forum/mengembalikan-kesuburan-setelah-suntik-kb-tiap-1-bulan https://www. sehatq. com/forum/apakah-setelah-lepas-kb-bisa-langsung-hamil https://www. sehatq. com/forum/efek-ikut-kb-suntik-3-bulan-1x-q15081 Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/doctor-consulting-patient-using-uterus-anatomy-model_6591943. htm#page=1&query=fertilize%20the%20womb&position=11 - Published: 2020-08-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/reaksi-tubuh-saat-terinfeksi-virus-corona/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Penyakit akibat virus corona (Covid-19) merupakan jenis baru sehingga tak banyak yang diketahui tentangnya. Salah satunya mengenai gejala yang muncul ketika seseorang terinfeksi virus corona. Itu sebabnya diperlukan tindakan dan langkah khusus baik oleh otoritas maupun masyarakat umum dalam menghadapi pandemi ini. Sembari para pakar melakukan penelitian tentang virus corona dan berupaya menemukan vaksinnya, masyarakat harus mematuhi protokol yang berlaku. Apalagi saat ini banyak ditemukan orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menularkan corona tanpa disadari. Selain menerapkan protokol, masyarakat perlu memahami informasi seputar virus corona untuk pencegahan. Informasi ini termasuk apa yang terjadi ketika virus corona menginfeksi tubuh dan apa saja gejala-gejala Covid-19. Apa yang Terjadi Ketika Virus Corona Masuk ke Dalam Tubuh? Virus corona masuk ke dalam tubuh dari droplet atau percikan cairan dari batuk, bersin, atau napas orang yang terjangkit Covid-19. Cairan itu juga bisa masuk dari tangan yang menyentuh benda yang permukaannya mengandung virus. Ketika tangan yang terkena virus itu menyentuh mata, hidung, atau mulut, ada risiko penularan ke dalam tubuh. Ketika virus corona masuk, tubuh akan merespons lewat sistem kekebalannya dalam 14 hari. Reaksi tubuh ini yang memicu timbulnya gejala Covid-19, seperti: Demam Sesak napas Batuk Kelelahan Sakit kepala Sakit tenggorokan Mual dan muntah Diare Dari mata, hidung, atau mulut, virus corona akan masuk ke saluran pernapasan hingga ke paru-paru. Dalam proses ini, bisa terjadi radang paru-paru yang menimbulkan gangguan pernapasan. Karena itu, gejala yang muncul melebihi flu biasa lantaran virus corona bisa bergerak masuk lebih dalam. Banyak pasien Covid-19 yang bisa sembuh setelah hanya menunjukkan gejala batuk dan demam. Tapi ada pula yang infeksinya lebih parah sehingga timbul sindrom kesulitan pernapasan akut yang lebih membahayakan. Sindrom ini menyebabkan napas lebih cepat, begitu juga detak jantung. Pasien juga akan mengalami pusing-pusing dan mengeluarkan banyak keringat. Kebanyakan pasien yang mengalami sindrom pernapasan ini membutuhkan ventilator. Ventilator adalah alat bantu napas yang dibutuhkan bagi pasien agar memperoleh oksigen yang cukup. Dengan bantuan ventilator, pasien yang mengalami gangguan napas dapat bernapas secara normal. Gejala Lain yang Timbul Akibat Terinfeksi Virus Corona Dalam sejumlah kasus positif Covid-19, terdapat beberapa gejala yang sama sekali tak berkaitan dengan gejala flu. Hal inilah yang sekarang tengah diteliti lebih lanjut oleh para pakar. Gejala tersebut antara lain: Mata merah Ruam merah pada kulit Gangguan fungsi hati atau kerusakan hati Gangguan fungsi ginjal atau kerusakan ginjal Masalah jantung Tak bisa menghidu atau kehilangan fungsi indera penciuman Nyeri dada Bibir atau wajah kebiruan Para peneliti juga menemukan adanya gumpalan darah yang berbahaya di kaki, paru-paru, dan arteri pasien virus corona. Gumpalan ini pada kadar tertentu bisa memicu stroke. Sejumlah anak dan remaja yang dirawat dengan gejala Covid-19 juga menunjukkan gejala sindrom inflamasi. Sindrom itu disebut sindrom inflamasi multisystem anak yang antara lain terdapat pada penyakit Kawasaki. Adanya variasi gejala virus corona ini berarti masyarakat mesti ekstra waspada ketika berkegiatan di luar rumah. Jangan lupa mematuhi protokol kesehatan. Bila merasa memiliki gejala atau punya riwayat kontak dengan pasien corona, segeralah hubungi fasilitas kesehatan dan lakukan pemeriksaan sebagai langkah preventif. Ditinjau oleh: Dr. dr. M. Harun Iskandar, Sp. PD, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. webmd. com/lung/coronavirus-covid-19-affects-body#1 https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/steps-when-sick. html - Published: 2020-08-30 - Modified: 2020-08-30 - URL: https://primayahospital.com/paru/pengobatan-kanker-paru/ - Kategori: Onkologi, Paru Kanker merupakan penyakit yang muncul akibat tumbuhnya sel di dalam tubuh di luar kendali. Kanker paru terjadi ketika awal kemunculan sel itu adalah dari paru. Ada bermacam pilihan pengobatan kanker paru, dari kemoterapi sampai terapi fotodinamik. Terdapat sejumlah faktor yang menentukan mana pengobatan yang dianggap paling sesuai, yakni: Jenis kanker paru Ukuran dan posisi kanker Stadium (tingkat keparahan) kanker Kesehatan pasien secara keseluruhan Kemoterapi Pengobatan ini dilakukan dengan menyuntikkan obat antikanker ke pembuluh darah atau dengan cara diminum. Tidak semua pasien kanker paru membutuhkan kemoterapi. Kemoterapi dapat menjadi pilihan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan tumor sehingga mudah mengangkatnya serta membunuh sel kanker yang mungkin masih tertinggal. Kemoterapi tidak direkomendasikan bagi orang dengan kondisi kesehatan yang buruk. Radioterapi Radioterapi merupakan pengobatan kanker paru dengan sinar atau partikel berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Radioterapi dapat digunakan sebagai pengobatan utama, kadang bersama kemoterapi. Khususnya bila tumor tak bisa diangkat karena ukuran atau lokasinya, juga bila pasien tak cukup sehat atau tak ingin menjalani operasi. Terapi Target Terdapat sejumlah obat yang dikembangkan secara khusus untuk pengobatan kanker paru. Pemberian obat ini ditargetkan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker secara spesifik. Pengobatan kanker ini umumnya digunakan ketika radioterapi dan operasi sudah tak memungkinkan atau kemoterapi tidak memberikan efek yang diharapkan. Imuno Onkologi Pengobatan kanker paru dengan imuno onkologi bertujuan memodifikasi sistem kekebalan tubuh untuk mengenali bahwa sel kanker adalah benda asing dan harus diserang. Imuno onkologi kadang dikombinasikan dengan pengobatan kanker lain, misalnya radioterapi, kemoterapi, dan terapi target. Operasi Operasi adalah pengobatan kanker dengan cara mengangkat kanker lewat prosedur pembedahan. Cara ini biasa ditempuh ketika kanker masih dalam stadium awal. Operasi juga merupakan peluang terbaik untuk penyembuhan kanker. Terdapat beberapa jenis operasi kanker paru. Dokter akan menentukan mana yang paling tepat sesuai dengan diagnosis. Krioterapi Pilihan pengobatan kanker ini digunakan untuk membunuh sel kanker dengan cara membekukannya. Krioterapi dapat mengecilkan tumor yang menghalangi jalan napas sehingga membantu meredakan gejala kanker paru yang berkaitan dengan pernapasan. Terapi ablasi Terapi ini dijalankan dengan menggunakan gelombang radio berenergi tinggi untuk memanaskan tumor. Pengobatan ini kerap dilakukan untuk pasien stadium awal yang lokasi tumornya di tepi luar paru, khususnya bila operasi tidak memungkinkan. Terapi ablasi biasanya digunakan dalam prosedur rawat jalan dengan anestesi lokal. Pasien juga bisa diberi obat-obatan agar merasa relaks. Terapi fotodinamik Jenis pengobatan kanker paru ini kerap dijalankan sebagai prosedur untuk pasien stadium awal. Terapi dengan cahaya ini umumnya dijalankan bareng pilihan pengobatan lain untuk hasil yang maksimal. Terapi fotodinamik dapat menjadi pilihan untuk mengobati kanker yang belum menyebar ke luar paru dan berada di area yang mudah dijangkau dengan alat yang digunakan. Dari sederet pilihan pengobatan kanker paru tersebut, ada yang bisa dijalankan sebagai satu-satunya cara, tapi ada pula yang mesti dikombinasikan. Dokter akan menentukan jenis pengobatan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Kanker paru adalah salah satu pembunuh utama di dunia, termasuk di Indonesia. Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker paru dengan menjalankan pola hidup sehat. Satu yang penting adalah menghindari kebiasaan merokok. Pengobatan kanker paru membutuhkan biaya dan waktu. Karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati. Ditinjau oleh: dr. Annisa Sutera Insani, SpP Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. webmd. com/lung-cancer/default. htm https://www. cdc. gov/cancer/lung/basic_info/what-is-lung-cancer. htm http://kanker. kemkes. go. id/guidelines_read. php? id=2&cancer=5 https://www. cancercenter. com/cancer-types/lung-cancer Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-vector/lungs_5840612. htm#page=1&query=lung%20cancer&position=44 - Published: 2020-08-29 - Modified: 2020-08-26 - URL: https://primayahospital.com/urologi/operasi-batu-ginjal/ - Kategori: Urologi Operasi menjadi salah satu solusi ampuh untuk mengatasi masalah batu ginjal. Namun tenaga medis profesional akan memeriksa kondisi pasien lebih dulu secara menyeluruh sebelum memutuskan dilakukan operasi batu ginjal. Pemeriksaan itu bertujuan mengetahui ukuran, lokasi, dan tipe batu ginjal pasien. Ketiganya merupakan faktor yang menentukan apakah perlu dilakukan operasi atau tidak. Operasi kemungkinan besar tidak diperlukan jika ukuran batu terbilang kecil. Batu berukuran kurang dari 4 milimeter punya peluang 80 persen untuk keluar sendiri lewat air kecil, sementara peluang batu 5 milimeter 20 persen. Pasien akan diminta meminum banyak cairan untuk membantu mengalirkan batu ginjal. Selain itu, ada obat-obatan yang mungkin dibutuhkan agar batu ginjal keluar lebih mudah dan cepat. Dokter akan menyarankan operasi jika ditemukan komplikasi seperti sumbatan saluran kemih, infeksi, ataupun rasa nyeri yang ekstrim dan ukuran batu yang besar ukuran lebih dari 2 sentimeter. Indikasi Operasi Batu Ginjal Ketika pasien mengeluhkan gejala batu ginjal, dokter akan melakukan evaluasi. Prosedur standar yang dilakukan uituk menyimpulkan batu ginjal adalah intravenous pyelogram (IVP). Saat ini banyak fasilitas kesehatan yang menggunakan pemindaian computed tomography (CT scan). Pasien juga akan diminta menjalani tes darah. Tujuannya adalah mengetahui fungsi ginjal. Selain itu, tes urine diperlukan guna mendeteksi infeksi yang disebabkan oleh batu ginjal. Indikasi operasi batu ginjal dibutuhkan antara lain: Batu sangat besar dan tak bisa keluar sendiri Timbul rasa sakit tak tertahankan Batu menghalangi aliran urine dari ginjal Terjadi infeksi pada saluran kemih Pengobatan Tanpa Operasi: Terapi ESWL Terdapat sejumlah pilihan selain operasi batu ginjal. Salah satunya terapi ESWL atau extracorporeal shock wave lithotripsy. Berbeda dengan operasi, terapi ESWL hanya menggunakan mesin untuk memecah batu ginjal dari luar. Tidak ada alat apa pun yang dimasukkan ke tubuh pasien dan prosesnya hanya selama 1-1,5 jam. Prosedur terapi ESWL dijalankan dengan menembakkan gelombang kejut ke arah lokasi batu ginjal. Ini termasuk untuk mengeluarkan batu berukuran besar. Pasien dalam posisi berbaring, sementara alat berada di sekitar pinggang Lokasi batu ginjal dideteksi dengan sinar-X dan USG Tidak perlu pembiusan Batu ginjal yang tertembak akan pecah menjadi serpihan dan bisa keluar lewat saluant kemih. Terapi ESWL tidak mewajibkan pasien menjalani rawat inap. Setelah tindakan, pasien bisa memulihkan diri dalam waktu sekitar 2 jam dan langsung pulang. Ada kemungkinan terdapat jejak darah pada urine beberapa hari setelah terapi, tapi pasien bisa langsung beraktivitas secara normal. Potensi terjadi efek samping yang membahayakan, seperti infeksi, pun sangat jarang. Terapi ESWL lebih praktis dan efisien terutama jika ukuran batu masih memungkinkan untuk dipecah dan tidak ada komplikasi yang mengharuskan untuk dilakukan operasi batu ginjal. Ditinjau oleh: dr. Khoirul Kholis, Sp. U Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. webmd. com/kidney-stones/surgery-for-kidney-stone#1 https://www. niddk. nih. gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones/treatment https://www. medicinenet. com/kidney_stones/article. htm Sumber gambar: https://www. freepik. com/premium-vector/kidney-disease-treatment-design-concept-with-tiny-people_6237444. htm#page=1&query=kidney&position=27 - Published: 2020-08-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/dokter-rehabilitasi-medik/ - Kategori: Penyakit, Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Dalam dunia kedokteran, terdapat spesialisasi kedokteran fisik dan rehabilitasi medik. Spesialisasi ini juga disebut sebagai physiatry. Peran dokter rehabilitasi medik adalah mengupayakan penyembuhan dan rehabilitasi pasien yang mengalami kondisi tertentu akibat cedera atau penyakit. Berbeda dengan dokter spesialis lain, dokter ini menjalankan tugasnya secara holistik. Fokusnya bukan hanya pada penyembuhan penyakit, tapi juga pemulihan fungsi tubuh pasien seperti sedia kala lewat terapi. Di Indonesia, terdapat Perhimpunan Besar Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) yang menjadi tempat bernaung para dokter rehabilitasi medik. Kondisi yang Ditangani Alih-alih menggunakan obat-obatan, dokter rehabilitasi medik berfokus pada terapi modalitas fisik untuk menangani kondisi pasien. Seperti dikutip dari American Academy of Physical Medicine and Rehabilitation, kondisi yang biasa ditangani antara lain: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Kanker payudara Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Rehabilitasi kanker Patah pinggul Limfedema Obesitas Ortostatik Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Terapi yang Dilakukan Dalam praktik rehabilitasi, terdapat sebuah tim yang berperan dalam terapi untuk pemulihan pasien dan mengurangi dampak disabilitas serta ketutunan. Tim ini terdiri atas dokter rehabilitasi medik, fisioterapis, terapi okupasi, terapi wicara, psikolog, hingga petugas sosial. Terapi yang dilakukan mencakup: Terapi Okupasi Terapi ini berfokus pada upaya mengembalikan kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang diperlukan, seperti makan, mengenakan pakaian, dan mandi. Dengan begitu, pasien bisa mandiri. Dokter akan memeriksa dan menilai pasien guna meningkatkan keterampilan motorik halus, mengembalikan keseimbangan, atau membantu pasien mempelajari cara meningkatkan kemampuan fungsional mereka lewat penggunaan peralatan adaptif. Terapi ini umumnya diperuntukkan bagi anak-anak difabel, penderita depresi, pasien cedera tulang belakang, orang yang kehilangan fungsi kognitif, dan lain-lain. Terapi Fisik dan Latihan Terapi ini dijalankan oleh fisioterapis sesuai dengan instruksi dokter. Terapi ini bertujuan memulihkan fungsi fisik yang terganggu atau beradaptasi dengan alat bantu. Fisioterapis akan membantu pasien memulihkan kekuatan dan stabilitas fungsional serta mengurangi rasa sakit melalui latihan fisik dengan target tertentu. Objeknya antara lain orang yang baru saja mengalami cedera fisik, penderita stroke, atau baru diamputasi sehingga harus menggunakan alat bantu untuk beraktivitas fisik. Terapi Wicara Dokter rehabilitasi medik menyediakan layanan terapi wicara bagi mereka yang memiliki masalah bicara. Terapi ini dapat membantu mengobati berbagai masalah yang melibatkan bahasa, komunikasi, suara, hingga kemampuan menelan makanan atau minum. Untuk bayi baru lahir, terapi wicara dapat membantu mengatasi kondisi seperti cerebral palsy atau Down syndrome. Anak yang gagap dan disleksia juga bisa mengikuti terapi wicara. Begitu juga orang dewasa yang punya kondisi seperti stroke atau Parkinson. Kapan Harus Mengunjungi Dokter Anda disarankan segera mengunjungi dokter rehabilitasi medik jika: Cedera yang menyebabkan rasa sakit dan/atau menghambat fungsi fisik. Penyakit, disabilitas, atau menjalani perawatan atas penyakit yang menyebabkan keterbatasan fungsi fisik. Sakit punggung kronis, sakit leher, sakit karena cedera, atau sakit kronis akibat artritis. Pernah mengalami stroke atau kerusakan saraf lainnya yang membatasi fungsi fisik. Baru pulih dari operasi. Sedang mempertimbangkan operasi sebagai cara untuk mengurangi rasa sakit kronis. Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Bertemu Dokter Rehabilitasi Medik Dokter rehabilitasi medik umumnya bekerja dengan surat rujukan dari dokter yang sebelumnya menangani pasien. Dari surat rujukan dan catatan riwayat kesehatan pasien, dokter dapat menilai kondisi pasien dan menentukan terapi apa yang tepat baginya. Anda dapat pula menghubungi langsung dokter rehabilitasi medik di rumah sakit. Buatlah janji bertemu dulu sembari menyiapkan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan keluhan yang dialami untuk ditanyakan ketika konsultasi. Ditinjau oleh: dr. Imran Safei, SpKFR Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. aapmr. org/about-physiatry/about-physical-medicine-rehabilitation http://p2ptm. kemkes. go. id/uploads/N2VaaXIxZGZwWFpEL1VlRFdQQ3ZRZz09/2017/12/Peran_dan_Dukungan_PERDOSRI_dalam_implementasi_meningkatkan_Derajat_Kesehatan_Masyarakat_dan_Penyandang_Disabilitas_dr_Dian_Naka_Eriawati_SpKFR. pdf Perdosri write book kedokteran fisik & rehabilitasi 2012 Sumber gambar: https://www. freepik. com/premium-photo/modern-rehabilitation-physiotherapy-man-work-with-man-client_5236061. htm#page=1&query=Medic%20rehabilitation&position=5 - Published: 2020-08-27 - Modified: 2020-08-26 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/trimester-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mengetahui informasi seputar masa penantian kelahiran sang buah hati. Salah satunya mengenai trimester kehamilan. Pengetahuan tentang trimester kehamilan akan membuat calon ibu dan ayah bisa menyiapkan diri sepenuhnya, termasuk bila ada faktor risiko yang membahayakan baik calon ibu maupun janinnya. Calon ibu, khususnya, dapat memahami bagaimana perkembangan janin bisa mempengaruhi tubuhnya. Pengertian Trimester Kehamilan Pada umumnya, kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu terhitung sejak hari pertama masa haid normal terakhir. Periode 40 minggu itu dibagi menjadi tiga periode. Itulah yang dikenal sebagai trimester kehamilan. Setiap trimester berlangsung antara 12 dan 14 minggu, atau sekitar 3 bulan. Trimester Pertama (0-13 minggu) Periode terpenting untuk perkembangan janin. Dalam trimester ini, struktur tubuh dan sistem organ janin berkembang. Terjadi perubahan besar pada tubuh ibu yang kerap menimbulkan berbagai gejala, seperti mual-mual, muntah, mudah lelah serta emosional, sering berkemih, dan nyeri pada payudara. Meski demikian, kondisi tiap ibu bisa berbeda-beda. Sebagian besar kasus keguguran dan cacat lahir terjadi pada periode ini. Trimester Kedua (14-26 minggu) Dalam trimester kehamilan ini, banyak gejala tak nyaman dari trimester pertama yang hilang. Ibu sudah jarang atau tak pernah lagi mual-mual. Tidur juga lebih nyaman dan tak mudah lelah. Tapi ada beberapa gejala baru yang mungkin mengganggu, misalnya sakit punggung dan perut serta kram kaki. Sudah mulai terasa ada pergerakan janin. Trimester Ketiga (27-40 minggu) Ini periode trimester kehamilan terakhir, saat ibu sudah berharap-harap cemas akan kelahiran buah hatinya. Aktivitas fisik akan mulai banyak terhambat karena kondisi tubuh ibu. Ada beberapa gejala yang mungkin terjadi, seperti susah tidur, sesak napas, wasir, dan varises. Makanan Sehat Ibu Hamil Trimester Pertama Janin sangat membutuhkan asupan gizi pada trimester kehamilan pertama. Ibu sebaiknya banyak makan makanan yang kaya kandungan asam folat untuk membantu perkembangan sistem saraf bayi. Makanan yang mengandung vitamin B6 juga bisa membantu meredakan gejala mual-mual. Rinciannya: Asam folat: Terdapat pada kacang-kacangan, buah jeruk, sayuran berdaun hijau. Kalsium: Terdapat pada produk susu (susu, yogurt, dan keju) dan sayuran hijau gelap. Zat Besi: Terdapat pada daging, unggas, makanan laut, kacang-kacangan, dan sayuran. Kolin: Terdapat pada daging merah dan telur. Vitamin B12: Terdapat pada daging, unggas, makanan laut, serta roti dan sereal. Vitamin B6: Terdapat pada susu, wortel, telur, sayuran hijau, makanan laut. Asam lemak omega-3: Terdapat pada ikan berlemak, biji chia, biji rami. Larangan Ibu Hamil Trimester Pertama Trimester kehamilan pertama adalah periode yang amat menentukan bagaimana nantinya kondisi bayi serta ibu. Ada beberapa larangan bagi ibu hamil pada trimester pertama: Merokok dan minum alkohol Makan daging mentah Bersauna Terlalu banyak kafein Makan terlalu banyak Cara Menghitung Trimester Kehamilan Trimester kehamilan dihitung dari hari pertama periode haid terakhir. Dari penghitungan ini bisa diketahui jadwal pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan sekaligus diperoleh hari perkiraan lahir (HPL) bayi. Cek tabel di bawah ini untuk lebih jelasnya. Trimester Bulan Minggu Pertama 1 1-4 2 5-8 3 9-13 Kedua 4 14-17 5 18-21 6 22-26 Ketiga 7 27-30 8 31-35 9 36-40 Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan, pemeriksaan kehamilan wajib dilakukan minimal empat kali selama periode kehamilan. Pada trimester kehamilan sekali, trimester kedua sekali, dan trimester ketiga dua kali. Dengan mengetahui informasi seputar trimester kehamilan, Anda dapat memenuhi kewajiban ini demi kelancaran proses kehamilan hingga persalinan. Ditinjau oleh: dr. Putu Aditya,M. Biomed, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: http://promkes. kemkes. go. id/pentingnya-pemeriksaan-kehamilan-anc-di-fasilitas-kesehatan http://bppsdmk. kemkes. go. id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Asuhan-Kebidanan-Kehamilan-Komprehensif. pdf https://www. babycentre. co. uk/a1046500/pregnancy-meal-planners-trimester-by-trimester https://www. ucsfhealth. org/conditions/pregnancy/trimesters https://news. sanfordhealth. org/womens/dos-and-donts-during-first-trimester-pregnancy/ Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-vector/pregnancy-character-woman-female-body-condition-illustration_6126167. htm#query=Pregnancy%20Trimester&position=45 - Published: 2020-08-26 - Modified: 2020-08-23 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/perbedaan-ct-scan-dan-mri/ - Kategori: Radiologi Sebagai upaya mengetahui secara detail kondisi sistem atau jaringan dalam tubuh pasien, dokter kerap memilih antara CT scan dan MRI. CT scan atau pemindaian tomografi menggunakan komputer (computed tomography scan) adalah tindakan medis menggunakan sinar-X. Sedangkan MRI atau magnetic resonance imaging memanfaatkan medan magnet dan gelombang frekuensi radio. Keduanya sama-sama menghasilkan citraan atau gambar detail dari bagian dalam tubuh untuk mendeteksi adanya keabnormalan. Gambar ini digunakan dokter untuk mengambil langkah selanjutnya terhadap pasien yang diperiksa. Perbedaan CT Scan dan MRI Meski memiliki kemiripan, ada perbedaan yang mencolok selain peralatan yang digunakan. Salah satunya biaya CT scan umumnya lebih terjangkau ketimbang MRI. Walau demikian, hasil MRI disebut lebih detail daripada gambar dari CT scan. Perbedaannyajuga meliputi cara penggunaannya. Dalam prosedur CT scan, pasien akan berbaring di meja periksa yang lalu bergerak melewati lubang pemindai. Dalam prosedur MRI juga terdapat meja periksa untuk berbaring, tapi meja itu masuk ke lubang ruang tertutup. Karena itu, ada kemungkinan muncul rasa tidak nyaman ketika berada di dalam mesin MRI. Perbedaan yang lain mencakup risiko bagi pasien. Risiko CT scan - Menggunakan radiasi - Berbahaya bagi janin dalam kandungan - Ada kemungkinan muncul reaksi terhadap penggunaan cairan pewarna kontras Risiko MRI - Berbahaya bagi pengguna alat logam dalam tubuh, misalnya alat pacu jantung, implan, atau sendi artifisial - Suara yang berisik bisa mengganggu pendengaran - Suhu tubuh bisa meningkat - Klaustrofobia Kapan Harus Pilih CT Scan atau MRI? Pasien bisa menjalani salah satu di antaranya. Tapi ada kemungkinan pasien menjalani kedua prosedur tersebut, biasanya CT scan dulu sebelum MRI. Dokterlah yang bisa memberikan rekomendasi berdasarkan gejala pasien. Di bawah ini beberapa poin perbedaan: Detail gambar Bila dibutuhkan gambar yang lebih detail dari jaringan lunak, ligamen, atau organ dalam tubuh, dokter umumnya menyarankan MRI. Sedangkan CT scan bisa jadi direkomendasikan untuk mendapatkan gambar dari organ dalam tubuh atau terjadi trauma kepala atau patah tulang. Klaustrofobia Perbedaannya tak ada dalam hal rasa sakit yang dialami selama pemeriksaan. Keduanya sama-sama tidak menimbulkan sakit. Namun bagi pasien yang memiliki masalah klaustrofobia atau kecemasan berlebih ketika berada di ruang tertutup yang sempit, CT scan lebih direkomendasikan karena mesinnya terbuka. Biaya Biaya CT scan yang lebih terjangkau membuatnya lebih banyak dipilih walau gambar yang dihasilkan MRI lebih detail. Meski demikian, bagi pengguna BPJS Kesehatan, biaya keduanya bisa gratis asalkan memenuhi syarat administrasi dan medis. Dalam beberapa kasus, MRI diperlukan setelah prosedur CT scan. Karena itu, perbedaannya juga bersifat saling melengkapi. Ada keterbatasan CT scan ketika digunakan untuk mendiagnosis masalah jaringan lunak. Salah satu contohnya pada atlet profesional yang mengalami cedera atau korban kecelakaan. Dokter bisa melakukan rontgen atau CT scan pada bagian yang cedera untuk mengetahui apakah ada fraktur atau patah tulang. Bila tidak ada patah tulang, dokter mungkin akan meminta dilakukan MRI untuk memperoleh gambar yang jauh lebih detail untuk menilai tingkat kerusakan, jika ada, pada ligamen dan jaringan lunak lain di bagian yang cedera. Informasi dari hasil MRI juga bisa membantu dokter untuk menentukan program perawatan terbaik sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Ditinjau oleh: dr. Dewi Elfrida, Sp. Rad Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/ct-scan/about/pac-20393675 https://www. medicinenet. com/ct_scan_vs_mri/article. htm Sumber gambar: https://www. freepik. com/premium-vector/ct-mri-diagnosis-clinic-flat_4488086. htm#page=1&query=ct%20scan&position=4 - Published: 2020-08-25 - Modified: 2020-08-23 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-ct-scan/ - Kategori: Radiologi CT scan hadir sebagai sarana medis sejak 1970-an untuk mendeteksi penyakit atau gangguan kesehatan di dalam tubuh. Diagnosis dokter bisa lebih akurat jika menggunakan CT scan jika dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen yang lebih dulu ada. Di Cina, komisi kesehatan setempat bahkan menggunakan CT scan dalam penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Apa Itu CT Scan? CT scan atau computed tomography scan merupakan prosedur pencitraan medis dengan sinar-X dan menggunakan komputer untuk menghasilkan gambar yang lebih detail dalam bentuk irisan-irisan. Pemeriksaan ini dilangsungkan dari berbagai sudut sehingga gambar bisa terlihat hingga bagian paling rinci tanpa perlu operasi. Alat CT scan berupa mesin dengan lubang seperti terowongan dan tempat berbaring di dalamnya. Pasien dewasa mesti berbaring di meja periksa dalam mesin tersebut untuk menjalani pemindaian. Berapa Kisaran Biaya CT Scan Pemeriksaan CT scan bisa dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia yang memiliki peralatan tersebut. Biaya CT scan di setiap rumah sakit bervariasi, dari Rp 1 jutaan. Faktor yang menentukan besaran biaya antara lain bagian tubuh pasien yang menjalani pemindaian dan kelas perawatan pasien. Bagi pasien peserta BPJS Kesehatan, prosedur CT scan bisa dilakukan tanpa biaya jika memenuhi syarat dan ketentuan yang dipatok BPJS Kesehatan. Proses CT scan tidak berlangsung lama, umumnya berkisar 30 menit. CT scan lazimnya dilakukan untuk: - Memeriksa atau mendeteksi penyakit, salah satunya kanker - Memeriksa keberadaan tumor atau infeksi - Melihat kondisi tulang, misalnya pada korban kecelakaan yang mengalami patah tulang - Memantau kondisi pasien yang menjalani pengobatan, misalnya pasien kanker Apa Perbedaan CT Scan dan MRI Prosedur CT scan sering dibandingkan dengan MRI alias magnetic resonance imaging dalam menghasilkan gambar bagian dalam tubuh pasien. Kedua metode ini memiliki kemiripan, tapi CT scan lebih kerap digunakan lantaran hasilnya yang detail tapi biayanya relatif lebih murah. Meski begitu, keputusan menggunakan CT scan atau MRI bergantung pada dokter yang telah memeriksa kondisi pasien. Perbedaan CT scan dan MRI secara umum meliputi: CT scan menggunakan sinar-X, sedangkan MRI memakai medan magnet yang kuat dan gelombang frekuensi radio. CT scan menggunakan radiasi. Informasi organ dalam, misalnya otak dan sistem reproduksi, dari MRI lebih rinci. CT scan berlangsung lebih cepat dan tidak menyakitkan. MRI berlangsung lebih lama, lebih berisik, dan bisa menimbulkan klaustrofobia atau rasa cemas berlebih lantaran berada di ruang tertutup. Biaya CT scan relatif lebih terjangkau. Bagaimana Cara Kerja CT Scan CT scan bekerja dengan cara penyinaran sinar-X pada berbagai sudut, lalu membentuk gambar tiga dimensi dari bagian tubuh yang diperiksa. Komputer mengolah gambar dari sinar-X itu untuk menghasilkan citraan tiga dimensi yang menunjukkan kondisi organ yang dipindai. Pemeriksaan dengan CT scan diperlukan untuk memberikan informasi detail mengenai jaringan organ dalam tubuh, dari otak, paru-paru, hingga pembuluh darah. Pada pasien stroke, misalnya, bisa diketahui bagian otak yang mengalami perdarahan atau penyumbatan yang memicu stroke. Dokter juga dapat menyarankan CT scan dalam persiapan tindakan bedah, antara lain bedah otak. Pasien kanker juga memerlukan CT scan dalam radioterapi untuk pengobatan kanker secara berkelanjutan. Pasien yang akan menjalani CT scan akan diminta berbaring di meja yang kemudian masuk ke mesin pemindai. Sebelumnya, dokter akan memeriksa pasien dan meminta pasien melakukan persiapan. Umumnya, pasien yang menjalani CT scan dengan suntikan cairan kontrak diharuskan berpuasa beberapa jam sebelum pemindaian dilakukan. Pasien juga mesti menginformasikan dokter bila memiliki alergi tertentu. Ditinjau oleh: dr. Dewi Elfrida, Sp. Rad Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. mayoclinic. org/tests-procedures/ct-scan/about/pac-20393675 https://www. webmd. com/cancer/what-is-a-ct-scan https://www. fda. gov/radiation-emitting-products/mri-magnetic-resonance-imaging/benefits-and-risks https://translational-medicine. biomedcentral. com/articles/10. 1186/s12967-020-02324-w - Published: 2020-08-24 - Modified: 2020-08-23 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/pemeriksaan-pap-smear-manfaat-dan-bagaimana-caranya/ - Kategori: Onkologi Pemeriksaan pap smear diperlukan sebagai upaya deteksi dini terhadap kanker leher rahim atau kanker serviks. Menurut WHO, terdapat sejumlah pemeriksaan atau tes yang bisa digunakan untuk mendeteksi kanker servis. Tapi pemeriksaan pap smear adalah satu-satunya tes yang telah banyak digunakan dalam populasi besar serta terbukti mengurangi kasus dan kematian akibat kanker serviks. Apa itu Pap Smear? Pap smear atau juga sering disebut pap test adalah prosedur screening terhadap potensi kanker serviks. Pemeriksaan pap smear dilakukan untuk melihat keberadaan sel kanker atau pra-kanker pada serviks. Pap smear sangat dibutuhkan bagi wanita, terutama yang berusia 21-65 tahun dan telah aktif melakukan hubungan seksual. Direkomendasikan wanita berusia di atas 21 tahun menjalani pap smear setiap satu hingga tiga tahun sekali. Tujuannya adalah mendeteksi dini potensi kanker serviks yang dipicu oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Virus ini bisa menular lewat kontak kulit atau kontak seksual. Manfaat Pap Smear bagi Wanita Pemeriksaan pap smear sangat bermanfaat bagi wanita karena kanker serviks secara spesifik menyerang wanita. Bila diketahui risiko kanker serviks dari pap smear, dokter bisa segera mengambil tindakan pengobatan dengan segera. Menurut European Guidelines for Quality Assurance in Cervical Cancer Screening edisi kedua, kombinasi pemeriksaan pap smear dengan program screening reguler dan tindakan lanjutan yang sesuai bisa mengurangi tingkat kematian akibat kanker hingga 80 persen. Wanita yang tengah merencanakan kehamilan juga sangat membutuhkan pap smear. Sebab, jika seorang wanita terdiagnosis menderita kanker serviks ketika hamil, terdapat sederet risiko yang membahayakan baik bagi sang calon ibu maupun janin, seperti: Keguguran Kelahiran prematur Gangguan pertumbuhan janin Gangguan saat persalinan Sel kanker menjangkau janin Adapun manfaat menjalani pap smear secara rutin meliputi: Keyakinan bahwa tak ada dugaan masalah pada leher rahim Mencegah atau mengobati kanker serviks sejak dini Mendeteksi kelainan sel yang bisa memicu kanker serviks bahkan sebelum ada gejala Makin dini diketahui, makin mudah tindakan pengobatan pada kanker serviks Deteksi dini bisa meningkatkan peluang kesembuhan Cara Pemeriksaan Pap Smear Dalam pemeriksaan pap smear, Anda akan berbaring di meja periksa. Kedua kaki diangkat dan ditempatkan ke penopang dalam posisi lebar dan tertekuk, seperti posisi ketika akan melahirkan secara normal. Dokter lantas memasukkan alat seperti cocor bebek atau spekulum untuk membuka vagina. Dalam proses ini, dokter lalu mengorek leher rahim dengan sikat yang halus atau kapas guna mengambil sampel sel yang kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan pap smear tidak menimbulkan rasa sakit baik saat tindakan ataupun setelahnya. Tapi bisa jadi muncul rasa tak nyaman ketika spekulum digunakan untuk membuka vagina dan ketika pengambilan sampel sel. Bila pasien gugup atau khawatir, proses pemeriksaan juga akan terhambat. Untuk digarisbawahi, pap smear tidak didesain untuk mendeteksi kanker serviks. Pemeriksaan oleh dokter hanya untuk mengetahui ada-tidaknya sel yang abnormal sehingga bisa dilakukan tindakan untuk menyimpulkan penyebabnya dan mengatasinya. Hasil pemeriksaan pun tidak menjamin 100 persen akurat. Akurasi antara lain bergantung pada proses pengambilan hingga membawa sampel ke laboratorium. Bila ditemukan sel yang abnormal, umumnya dokter akan meminta pasien menjalani tes dalam 4-6 bulan kemudian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ditinjau oleh: dr. H. Arif Budiman Syahputra, SpOG. MKes Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. who. int/medical_devices/diagnostics/selection_in-vitro/selection_in-vitro-meetings/sub-id-62-28/en/ https://www. who. int/cancer/detection/cervical_cancer_screening/en/ https://www. webmd. com/women/guide/pap-smear#1 - Published: 2020-08-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/diagnosis-kanker-otak/ - Kategori: Onkologi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Kanker otak adalah kondisi ketika sel-sel otak berkembang secara abnormal dan tak terkontrol hingga memunculkan massa jaringan atau tumor di otak. Diagnosis kanker otak serupa dengan kebanyakan jenis kanker lain, yakni melibatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang serta anamnesis. Kanker otak digolongkan menjadi dua jenis, yakni primer dan sekunder. Dari diagnosis kanker, bisa diketahui jenisnya apakah primer atau sekunder. Kanker otak primer adalah kanker awal mulanya dari otak. Jenis kanker otak ini paling sering terjadi. Sedangkan kanker otak sekunder bersumber dari organ tubuh lain yang menyebar sampai ke otak. Gejala Kanker Otak Dalam diagnosis kanker otak, gejala yang dikeluhkan akan diperiksa dokter. Gejala yang muncul bervariasi, bergantung pada lokasi tumor, dan tingkat stadium penyakit tersebut. Gejala yang umum antara lain: Sakit kepala yang tak seperti biasanya Sakit kepala konstan Kepala bertambah sakit saat berkegiatan, termasuk bersin dan batuk Gangguan penglihatan, seperti kabur Kelelahan ekstrem Kejang-kejang Kehilangan keseimbangan Pemeriksaan Fisik Kanker Otak Pemeriksaan fisik dibutuhkan dalam penegakan diagnosis kanker otak. Dokter akan memeriksa sistem saraf untuk mengetahui fungsi berbagai bagian otak dan tubuh. Di antaranya fungsi bicara, penglihatan, pendengaran, dan gerakan. Pemeriksaan yang disebut neurologis ini mencakup: Pengecekan refleks (sentakan lutut) Pengujian kekuatan otot tungkai saat berjalan untuk melihat keseimbangan dan koordinasi tubuh Tes otak, seperti aritmetika atau memori sederhana Melihat gerakan mata dan pupil karena saraf optik terhubung dengan otak Tingkatan Stadium Kanker Otak Setelah pemeriksaan dalam diagnosis kanker otak, dapat diketahui klasifikasinya. Berbeda dengan jenis kanker lain yang menggunakan klasifikasi berupa stadium, kanker otak memakai pengelompokan berupa tingkat (grade). Sistem klasifikasi yang digunakan dikembangkan oleh WHO, yakni: Grade I: Sel tumor belum bersifat kanker dan masih sangat lambat berkembang serta terlihat identik dengan sel yang sehat. Grade II: Sel tumor sudah bersifat kanker tapi perkembangannya masih lambat. Sel terlihat abnormal bila dilihat menggunakan mikroskop. Tumor mungkin telah mulai menyebar ke jaringan di dekatnya. Grade III: Tumor bersifat kanker dan berkembang lebih cepat. Sel kanker menunjukkan abnormalitas dan bereproduksi secara aktif sehingga bisa menyebar ke bagian lain di otak. Grade IV: Tumor berkembang cepat dan memiliki sejumlah karakteristik yang abnormal. Tumor ini seringnya telah menyebar ke bagian lain di otak dan bahkan bisa memproduksi pembuluh darah sendiri untuk menyokong perkembangannya. Cara Mencegah Kanker Otak Menurut WHO, sebanyak 30-50% kematian akibat kanker bisa dicegah dengan cara mengubah atau menghindari faktor risiko utama serta mempraktikkan upaya pencegahan yang telah terbukti. Dalam soal kanker otak, faktor risiko itu antara lain usia, keturunan, serta paparan radiasi yang mempengaruhi otak. Anda dapat setidaknya mengurangi risiko terkena kanker otak dengan cara berikut ini: Menghindari bahan makanan yang mengandung insektisida dan pestisida Menghindari zat karsinogen Menjauhi rokok dan alkohol Menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga dan makan makanan sehat Menghindari paparan radiasi sebisa mungkin Sebagai langkah pencegahan, Anda juga dapat melakukan deteksi dini sebelum diagnosis kanker. Hubungi dokter segera jika ada riwayat anggota keluarga yang mengidap kanker, terutama kanker otak. Terutama bila ada gejala yang berkaitan dengan kanker otak yang muncul secara konstan dan mulai mengganggu. Ditinjau oleh: dr. Firman Hendrik, SpS Primaya Hospital Tangerang Referensi: http://kanker. kemkes. go. id/guidelines_read. php? id=4&cancer=6 http://kanker. kemkes. go. id/guidelines/PNPKOtak. pdf https://www. webmd. com/cancer/brain-cancer/brain-cancer-symptoms https://kankere. com/article/content/kanker-otak-13 https://www. cancer. net/cancer-types/brain-tumor/risk-factors Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/encephalography-brain-paper-cutout-with-purple-ribbon-epilepsy-awareness-seizure-disorder-mental-health-concept_7314668. htm#page=2&query=brain+cancer&position=5 - Published: 2020-08-20 - Modified: 2020-08-20 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyakit-arteri-koroner-penyebab-gejala-dan-perawatannya/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit arteri koroner sebagai bagian dari masalah kardiovaskular merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016, tingkat kematian akibat penyakit jantung di dunia adalah 122 orang per 100 ribu populasi. Dibanding penyakit pemicu kematian lain seperti tuberkulosis, stroke, kanker, dan diabetes, angka itu lebih besar. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan prevalensi penyakit arteri koroner lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki, yakni 1,6% berbanding 1,3%. Sedangkan berdasarkan wilayah tempat tinggal, warga kota lebih banyak yang menderita penyakit ini dibanding masyarakat desa dengan perbandingan 1,6% : 1,3%. Apa Itu Penyakit Arteri Koroner Penyakit arteri koroner adalah istilah umum untuk menyebut kondisi menumpuknya lemak dan zat-zat inflamasi, yang kemudian disebut dengan plak, di dinding pembuluh darah jantung yang bisa memicu serangan jantung. Penyakit ini juga sering disebut sebagai penyakit jantung koroner. Kondisi ini juga dikenal dengan nama iskemia. Penyempitan arteri yang kronis dari waktu ke waktu akan membuat aliran darah semakin berkurang hingga sampai terhenti sama sekali jika plak sepenuhnya menutup pembuluh darah jantung. Penyebab Penyakit Arteri Koroner Penyebab penyakit jantung koroner adalah tumpukan plak di dinding pembuluh darah yang mengarah ke jantung. Plak ini tersusun atas kolesterol, lemak, dan zat lain. Dalam beberapa kasus, plak ini bisa pecah sehingga trombosit akan bekerja memperbaiki arteri hingga terbentuk gumpalan darah yang bisa menghambat aliran darah ke otot jantung. Faktor risiko penyakit arteri koroner umumnya kadar kolesterol LDL yang tinggi dan kadar kolesterol HDL rendah, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, obesitas, dan diabetes. Kebiasaan merokok juga berkontribusi terhadap munculnya penyakit ini. Bagi kalangan perempuan, periode menopause juga menjadi faktor. Gejala Penyakit Arteri Koroner Penyakit arteri koroner bisa mulai muncul pada masa kanak-kanak sehingga di masa remaja sudah bisa ditemukan plak yang terbentuk di pembuluh darah pada kebanyakan orang. Namun gejala umumnya baru kentara ketika tumpukan plak sudah parah. Gejala yang paling umum ditemukan adalah nyeri dada atau angina. Penderita penyakit jantung koroner juga biasanya mudah lelah, napasnya pendek, serta nyeri di leher dan lengan. Gejala lain yang bisa dirasakan di dada antara lain: Tidak nyaman Tertekan Sesak Berat Panas terbakar Terasa penuh Seperti diremas Perawatan Penyakit Arteri Koroner Terdapat beberapa jenis perawatan penyakit arteri koroner. Ada yang harus dilakukan di rumah sakit, ada pula yang dapat dijalankan di rumah. Perawatan di rumah meliputi perubahan gaya hidup, seperti menjauhi makanan yang mengandung kolesterol, gula, dan sodium. Pasien yang merokok harus berhenti. Selain itu, pasien mesti lebih aktif setiap hari dan belajar mengendalikan stres. Pasien juga mungkin akan diminta mengonsumsi obat-obatan sebagai pelengkap. Obat ini akan membuat jantung lebih sehat dan meredakan gejala yang muncul. Misalnya nitrogliserin, statin, dan aspirin. Adapun perawatan penyakit jantung koroner di rumah sakit mencakup kateterisasi jantung dan bedah pintas koroner atau sering disebut operasi cabg (operasi bypass jantung). Kateterisasi jantung merupakan suatu prosedur yang bertujuan untuk melihat letak dan keparahan penyempitan yang terjadi di arteri koroner serta membuka sumbatan tersebut dengan ring yang dimasukan melalui prosedur ini. Seusai kateterisasi jantung, pasien bisa pulang dari rumah sakit dalam beberapa hari. Sedangkan operasi bypass jantung dilakukan dengan mengambil pembuluh darah dari bagian tubuh yang lain untuk membuat jalan baru di area arteri koroner yang tersumbat. Bypass termasuk operasi besar dan pemulihannya membutuhkan waktu lebih lama. Anda perlu menemui dokter segera jika mencurigai ada gejala penyakit jantung koroner untuk mendapat perawatan yang tepat. Ditinjau oleh: dr. Marisa Khairani Hazrina, SpJP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: http://p2ptm. kemkes. go. id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-jantung-sedunia-hjs-tahun-2019-jantung-sehat-sdm-unggul https://www. webmd. com/heart-disease/coronary-artery-disease - Published: 2020-08-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/diagnosis-kanker-paru/ - Kategori: Onkologi, Penyakit - Translation Priorities: Optional Terdapat banyak gejala yang mengarah pada kanker paru. Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul tidak selalu menandakan adanya kanker paru. Untuk menegakkan diagnosis kanker paru, diperlukan tindakan berupa anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan patologi anatomi. Sejumlah tindakan tersebut penting dalam penegakan diagnosis kanker, termasuk untuk menentukan tingkatan stadium dan pengobatan yang dibutuhkan. Gejala Kanker Paru Tingkat kematian akibat kanker paru di Indonesia ditemukan paling tinggi pada laki-laki. Seringnya gejala yang muncul terabaikan sehingga diagnosis kanker terlambat dilakukan. Berikut ini beberapa gejala kanker paru: Batuk berkepanjangan Batuk adalah gejala yang lazim pada banyak penyakit, dari yang ringan sampai berat. Orang yang terjangkit influenza bisa batuk-batuk. Begitu juga bila alergi. Tapi, jika batuk terjadi secara konstan, waspadalah karena itu bisa jadi gejala kanker paru. Batuk berdahak dan berdarah Dahak pada batuk juga tak selalu menandakan kanker paru. Berbeda bila dahak itu disertai darah. Anda mesti segera memeriksakan diri bila kerap batuk berdahak dan berdarah untuk mendapat pemeriksaan, termasuk dalam rangka diagnosis kanker. Napas tersengal Adanya tumor pada organ pernapasan bisa memicu masalah pernapasan, termasuk tersengal-sengal. Orang yang diduga mengalami kanker paru kerap terengah-engah meski tidak melakukan aktivitas fisik, bahkan ketika sekadar duduk dan berbaring. Rasa nyeri dan sesak pada dada Gejala kanker paru ini mirip dengan penyakit jantung. Rasa nyeri dan sesak pada dada akan muncul secara konstan bila ada kanker. Sering kali rasa sakit ini menyebar hingga ke bagian tubuh lain, seperti bahu dan punggung. Kelelahan ekstrem Dalam diagnosis kanker, gejala berupa kelelahan yang amat sangat ditemukan pada penderita kanker. Rasa lelah ini biasanya dibarengi dengan penurunan berat badan dan nafsu makan secara drastis. Pemeriksaan Fisik Kanker Paru Pemeriksaan fisik dalam rangka diagnosis kanker paru meliputi pemantauan pada tampilan umum pengidap kanker yang mengalami penurunan serta ketidaknormalan pada fisik. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya benjolan pada leher, ketiak, atau dinding dada. Dalam diagnosis, dokter juga akan memeriksa tanda pembesaran hepar. Tanda yang dijumpai dalam pemeriksaan fisik untuk diagnosis kanker paru berbeda-beda. Faktor yang mempengaruhi antara lain lokasi dan ukuran tumor serta wilayah penyebarannya. Bila ditemukan kelenjar getah bening yang membesar di area leher, aksila (dekat ketiak), dan supraklavikula (dekat leher), bisa berarti tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening. Dalam menjalankan pemeriksaan fisik, dokter akan menggunakan skema status performa Karnofsky yang direkomendasikan WHO. Tingkatan Stadium Kanker Paru Dari diagnosis kanker paru, bisa ditentukan tingkatan stadium yang dialami penderita. Terdapat lima stadium utama yang menunjukkan tingkat perkembangan kanker dan jenis pengobatan yang sesuai. Stadium I Kanker masih berada di paru, belum menyebar ke jaringan lain. Stadium II Kanker berada di paru dan mulai menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Stadium III Kanker ditemukan di paru dan kelenjar getah bening di tengah dada. Pada stadium ini terdapat dua subtipe: IIIA: jika kanker menyebar hanya ke kelenjar getah bening di sisi dada tempat kanker pertama kali bermula IIIB: jika kanker menyebar ke sisi dada sebaliknya atau di atas tulang selangka Stadium IV Tingkatan paling lanjut dalam kanker paru. Kanker telah menyebar ke kedua paru dan organ lain, seperti lever. Cara Mencegah Kanker Paru Faktor pemicu kanker paru yang utama adalah gaya hidup yang tidak sehat. Sebelum mendapat diagnosis kanker paru, Anda dapat melakukan pencegahan terutama lewat perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Tidak merokok Bila belum merokok, sebaiknya tidak mencoba. Cobalah berhenti jika telanjur terbiasa merokok. Hindari asap rokok Meski Anda tidak merokok, tetap ada risiko terkena kanker paru dari paparan asap rokok. Maka sebaiknya hindari asap rokok, terutama ketika berkegiatan di luar rumah. Pastikan ventilasi rumah baik Udara yang kotor dan terhirup bisa menjadi pemicu kanker paru. Maka pastikan ventilasi rumah dalam kondisi baik, termasuk terapkan prinsip bebas asap rokok di rumah. Rutin berolahraga Aktivitas fisik bisa membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah beragam penyakit. Makan makanan sehat Hindari makanan yang mengandung karsinogen atau zat pemicu kanker. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan. Ditinjau oleh: dr. Fajar Budiono, SpP Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Tangerang Referensi: http://kanker. kemkes. go. id/guidelines/PPKParu. pdf http://yayasankankerindonesia. org/article/hari-kanker-sedunia-2020-kanker-paru-di-indonesia-sebabkan-lebih-dari-26-ribu-orang-meninggal https://www. cdc. gov/cancer/lung/basic_info/symptoms. htm https://www. lungcancer. org/find_information/publications/163-lung_cancer_101/268-types_and_staging Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/pink-flowers-form-light-pink_5198727. htm#page=1&query=lung%20cancer&position=6 - Published: 2020-08-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-medik-untuk-pasien-pasca-stroke/ - Kategori: Penyakit, Rehab Medik - Translation Priorities: Optional Seseorang yang sedang menjalani pemulihan pasca serangan stroke memerlukan lebih dari obat-obatan. Untuk pasien pasca stroke, layanan kesehatan yang dibutuhkan termasuk rehabilitasi medik. Program rehabilitasi medik penting karena stroke dapat menyebabkan gangguan signifikan dalam bahasa, kognisi, motorik, dan keterampilan sensorik dalam jangka panjang. Apa itu Rehabilitasi Pasca Stroke Rehabilitasi medik pasca stroke adalah program pemulihan yang membantu pasien mempelajari kembali keterampilan yang tiba-tiba hilang akibat stroke. Program ini juga dapat membuat pasien kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi yang sekarang. Selain itu, rehabilitasi medik bisa mencegah atau mengurangi risiko timbulnya masalah kesehatan baru yang berkaitan dengan stroke. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan tujuan rehabilitasi medik pasca stroke adalah memperbaiki sejumlah fungsi yang terganggu. Pasien juga dibantu beradaptasi kembali secara sosial dan mental guna mengembalikan hubungan interpersonal, aktivitas sosial, serta kehidupan pribadi. Mengapa Rehabilitasi Pasca Stroke Diperlukan Stroke adalah salah satu pembunuh utama di dunia. Di Indonesia, stroke masuk sepuluh besar pembunuh dengan perbandingan jumlah penderita 12 : 1. 000. Artinya, 12 dari 1. 000 orang cenderung mengalami stroke. Serangan stroke dapat menyebabkan masalah fisik dan psikososial yang kompleks dan berlangsung dalam waktu lama. Banyak penelitian yang membuktikan rehabilitasi medik memainkan peran kunci dalam mengatasi masalah itu sehingga pasien bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Dalam rehabilitasi medik, misalnya, pasien bisa belajar cara mandi dan berpakaian hanya dengan satu tangan dan berkomunikasi secara efektif. Tujuan utama dokter dalam rehabilitasi medik untuk pasien pasca stroke antara lain: Menstabilkan kondisi medis pasien Mengendalikan kondisi yang mengancam jiwa Mencegah timbulnya stroke lain Membatasi komplikasi yang terkait dengan stroke Mengembalikan fungsi pasien sehingga pasien tetap mandiri Siapa yang Memerlukan Rehabilitasi Pasca Stroke Pada dasarnya, semua pasien stroke memerlukan rehabilitasi medik. Yang paling memerlukan adalah pasien yang mengalami dampak paling besar dari stroke yang menyerang. Menurut penelitian, pasien stroke bisa mengalami dampak gangguan dalam waktu lama, dari satu hingga lima tahun. Gangguan itu antara lain mobilitas, kelelahan, konsentrasi, dan kehilangan keseimbangan, gangguan bicara, gangguan menelan. Sederet gangguan ini memerlukan program pemulihan yang bersifat jangka panjang pula. Meski demikian, berapa lama program rehabilitasi medik ini berjalan bergantung pada masalah yang dialami setiap pasien. Persiapan Sebelum Rehabilitasi Pasca Stroke Persiapan utama sebelum mengikuti rehabilitasi adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Bila Anda peserta asuransi, Anda juga perlu mengecek apakah perlindungan asuransi mencakup program ini. Anda akan mendapat informasi mengenai program yang akan dijalankan. Dukungan keluarga juga dibutuhkan dalam kelangsungan rehabilitasi medik demi kelancaran pemulihan. Selain itu, diperlukan motivasi pribadi yang tinggi untuk menjalani tahap demi tahap rehabilitasi hingga mencapai kesembuhan. Bagaimana Rehabilitasi Dilakukan Program rehabilitasi medik pasca stroke dimulai sejak pasien masih dirawat di rumah sakit. Serangkaian program dilakukan, dari diagnosis hingga evaluasi, guna mencegah terjadinya kecacatan jangka panjang pada pasien. Program ini dijalankan di bawah pengawasan dokter spesialis kedokteran dan rehabilitasi medik dan tim yang meliputi fisioterapi, dengan terapi, terapi wicara, perawat, dokter gizi, dan tenaga medis lain yang dibutuhkan seturut dengan keadaan pasien. Program tersebut mencakup latihan fisik dari yang paling sederhana, seperti menggerakkan jari, hingga berdiri dan berjalan. Anda juga bisa belajar menggunakan alat bantu mobilitas, seperti tongkat dan kursi roda. Terapi lainnya mencakup terapi wicara untuk berkomunikasi dan terapi okupasi untuk membantu meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot. Rehabilitasi medik untuk pasien pasca stroke rutin dilakukan beberapa kali dalam sepekan, bisa dua hingga tiga kali. Tingkat keberhasilan pemulihan bergantung pada kondisi masing-masing pasien, termasuk motivasi dan semangat menjalani program rehabilitasi hingga tuntas. Ditinjau oleh: Dr. Deasy Erika,Sp. KFR Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: http://www. yankes. kemkes. go. id/read-terapi-latihan-pasien-pasca-stroke-di-rumah-7777. html https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/stroke/in-depth/stroke-rehabilitation/art-20045172 http://p2ptm. kemkes. go. id/uploads/VHcrbkVobjRzUDN3UCs4eUJ0dVBndz09/2017/10/Kebijakan_dan_Strategi_Pencegahan_dan_Pengendalian_Stroke_di_Indonesia_dr_Lily_Sriwahyuni_Sulistyowati_MM1. pdf Sumber gambar: https://www. freepik. com/premium-photo/grandmother-senior-woman-grandson-with-using-walker-during-rehabilitation_2515567. htm#page=1&query=stroke%20rehabilitation&position=1 - Published: 2020-08-17 - Modified: 2020-08-13 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/dokter-spesialis-radiologi/ - Kategori: Radiologi Radiologi merupakan cabang kedokteran yang menggunakan teknologi radiasi, elektromagnetik, dan akustik untuk melihat ke dalam tubuh manusia. Bidang ini memiliki peranan yang penting dalam membantu menentukan diagnosis penyakit bersama dengan disiplin ilmu lainnya. Selain peran diagnosik, radiologi juga memiliki sub-bagian radiologi intervensional yang dapat digunakan untuk melakukan terapi. Dokter yang memegang keahlian ilmu ini disebut sebagai radiologist atau dokter spesialis radiologi. Bidang Kerja Dokter Spesialis Radiologi Dokter spesialis radiologi menggunakan metodologi pencitraan untuk mendiagnosis dan menangani pasien serta memberikan pilihan terapi. Dokter yang berpraktik di bidang radiologi berspesialisasi dalam radiologi diagnostik, radiologi intervensional, atau radiologi onkologi. Radiologi diagnostik Bidang radiologi ini berfokus pada pemeriksaan struktur dalam tubuh. Gambar pencitraan yang dihasilkan akan membantu dokter memahami penyebab gejala, memantau seberapa baik tubuh merespons perawatan, serta menjadi sarana screening terhadap penyakit seperti kanker atau gangguan jantung. Beberapa alat radiologi diagnostik yang digunakan meliputi: Computed Tomography (CT Scan): menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar bagian-bagian tubuh. Magnetic Resonance Imaging (MRI): menggunakan magnet dan gelombang radio untuk mengambil gambar tubuh. Magnetic Resonance Angiography (MRA): memberikan gambar pembuluh darah di dalam tubuh Anda. Mamografi: sinar-X yang digunakan untuk menemukan kanker dan tumor di payudara. Ultrasonografi: menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat struktur dalam tubuh. Radiologi intervensional Bidang radiologi ini berfokus pada penggunaan alat pencitraan diagnostik untuk memandu prosedur operasi. Kebanyakan prosedur intervensi menerapkan prosedur invasif minimal dan menghindari operasi terbuka dan laparoskopi. Contoh prosedur radiologi intervensional: Embolisasi untuk mengontrol perdarahan Perawatan kanker untuk mengecilkan tumor di tubuh Biopsi jarum dari banyak organ seperti paru-paru dan kelenjar tiroid Penempatan kateter Radiologi onkologi Bidang radiologi ini juga sering disebut radiologi terapeutik. Fokusnya adalah pengobatan kanker dan penyakit lain dengan radiasi. Radiasi digunakan untuk membunuh sel kanker sekaligus mencegahnya kembali atau berkembang biak. Radiologi onkologi umumnya dimanfaatkan untuk mengobati kanker atau meredakan gejala kanker. Peran Serta Tugas Dokter Spesialis Radiologi Dokter spesialis radiologi memiliki peran dalam penanganan beragam penyakit dan masalah kesehatan lain, seperti kanker, paru, jantung dan pembuluh darah, serta ortopedis. Karena itulah dokter ini kerap bersinggungan dengan dokter spesialis lain dalam tugasnya. Antara lain bertugas menafsirkan radiografi (sinar-X), ultrasonografi, mammogram, CT, dan MRI. Dokter radiologi juga sering sangat terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam kedokteran. Dari patah tulang hingga masalah paru yang kompleks, dari sakit punggung sampai kanker, pemeriksaan radiologi ada untuk membantu pasien dan tenaga medis sampai diagnosis sehingga dapat dibuat keputusan penanganan yang sesuai bagi pasien. Singkatnya, tugas dan peran dokter radiologi adalah: Bertindak sebagai konsultan ahli bagi dokter rujukan Anda (dokter yang merujuk Anda ke dokter radiologi) dengan membantu dia dalam memilih jenis pemeriksaan yang tepat, menafsirkan citra medis yang dihasilkan, dan menggunakan hasil tes radiologi untuk menentukan perawatan yang sesuai. Mengobati penyakit dengan cara radiasi (onkologi) atau intervensi terapeutik yang dipandu gambar. Mengkorelasikan temuan dari citra medis dengan pemeriksaan dan tes lainnya. Merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut yang sesuai atau perawatan bila diperlukan kepada dokter rujukan. Kapan Harus Menemui Dokter Spesialis Radiologi Dalam kebanyakan kasus, dokter utama pasien yang meminta pasien menemui dokter spesialis radiologi untuk penanganan kondisinya. Dokter memerlukan informasi dari hasil pemeriksaan radiologi itu untuk membantu menegakkan diagnosis atau menentukan tindakan lanjutan yang diperlukan sesuai dengan kondisi pasien. Persiapan Sebelum Pemeriksaan Radiologi Persiapan untuk menjalani pemeriksaan radiologi tergantung jenis tes yang akan dilakukan. Secara umum, berikut ini persiapan yang bisa dilakukan. Sampaikan kondisi kesehatan dengan jujur dan jelas, termasuk apakah ada alergi atau sedang hamil. Tinggalkan perhiasan dan barang berharga lain di rumah karena harus dilepas saat pemeriksaan. Beri tahu dokter obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi. Datang lebih awal, setidaknya 30 menit menjelang dimulainya pemeriksaan. Berkonsultasilah kepada dokter atau petugas yang menangani untuk mendapat informasi lebih lanjut. Informasi itu termasuk soal kewajiban berpuasa, karena beberapa tes radiologi mewajibkan pasien berpuasa beberapa jam sebelum pemeriksaan. Ditinjau oleh: Tim Dokter Radiologi Primaya Hospital Bekasi Barat : Dr. Viva Agusnialy,Sp. Rad Dr. Sri pardiastiti,Sp. rad Dr. Masbimoro,Sp. Rad Dr. Dewi Agus Setyawati,Sp. Rad Referensi: https://www. rad-aid. org/resource-center/radiology-serving-the-world/what-is-radiology https://www. acr. org/Practice-Management-Quality-Informatics/Practice-Toolkit/Patient-Resources/About-Radiology#:~:text=Radiologists%20are%20medical%20doctors%20that,tomography%20(PET)%20and%20ultrasound. https://www. ama-assn. org/specialty/radiology-interventional-and-diagnostic https://www. radiologyinfo. org/en/info. cfm? pg=article-your-radiologist Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/doctor-with-stethoscope-with-technology-digital-network-effect-mammography-x-ray-system-machine-hospital_5995657. htm#page=1&query=doctor%20radiology&position=3 - Published: 2020-08-16 - Modified: 2020-08-13 - URL: https://primayahospital.com/rehab-medik/rehabilitasi-medik-untuk-pasien-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung, Rehab Medik Rehabilitasi medik berperan besar dalam pemulihan kondisi pasien. Salah satunya pasien penyakit jantung. Orang yang menderita penyakit jantung tidak hanya mengalami masalah kesehatan fisik, tapi juga mental dan sosial. Dalam hal inilah rehabilitasi medik dibutuhkan agar pasien bisa pulih sepenuhnya dan dapat kembali beraktivitas secara optimal dan produktif. Apa Itu Rehabilitasi Jantung Rehabilitasi medik jantung atau kardiovaskular adalah program rawat inap, rawat jalan terkait dengan edukasi dan aktivitas fisik yang dirancang untuk membantu pasien meningkatkan kesehatan dan pulih dari penyakit jantung. Rehabilitasi jantung meliputi terapi latihan , dukungan moral, dan edukasi tentang gaya hidup sehat. Program rehabilitasi medik jantung dibagi menjadi beberapa fase. Fase I: Dilakukan saat pasien masih dalam perawatan medis di rumah sakit. Tujuannya untuk menghindari tirah baring dalam waktu lama serta mengurangi rasa nyeri setelah operasi sekaligus relaksasi. Fase II: Dilakukan setelah pasien selesai perawatan. Tujuannya untuk menekan risiko penyakit jantung dan memulihkan kondisi fisik, mental, dan sosial pasien. Fase ini bisa berlangsung selama 3-6 bulan. Fase III: Dilakukan seusai rehabilitasi medik fase II. Tujuannya untuk memastikan faktor risiko terkontrol dan kebiasaan hidup sehat bisa diterapkan secara mandiri. Fase ini bisa berjalan selama 6-12 bulan. Fase IV: Program jangka panjang menyangkut aktivitas fisik untuk menjaga fungsi jantung dan gaya hidup sesuai dengan kondisi pasien. Mengapa Rehabilitasi Jantung Diperlukan Sejumlah penelitian menemukan bahwa program rehabilitasi jantung dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan mengurangi risiko masalah jantung di masa depan. Organisasi yang membidangi kesehatan jantung merekomendasikan program rehabilitasi ini, termasuk American Heart Association dan American College of Cardiology. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung atau masalah jantung lain, rehabilitasi medik jantung adalah bagian penting untuk pemulihan. Rehabilitasi ini bisa mencegah serangan jantung terjadi lagi, yang mungkin bisa lebih serius. Anda juga bisa memulai gaya hidup baru yang sehat guna menekan kemungkinan kembali terjadinya masalah jantung. Siapa yang Memerlukan Rehabilitasi jantung Semua orang, baik pria maupun wanita, yang punya riwayat penyakit jantung memerlukan program rehabilitasi medik ini. Terutama bagi pasien gangguan jantung yang baru saja selesai menjalani tindakan medis di rumah sakit. Penyakit jantung itu meliputi serangan jantung, gagal jantung, dan aritmia. Adapun tindakan medis yang dimaksud mencakup transplantasi jantung, perbaikan atau penggantian katup jantung, dan operasi bypass. Persiapan Sebelum Rehabilitasi Jantung Jika Anda pernah mengalami serangan jantung atau operasi jantung, atau ada kondisi penyakit jantung lain, tanyakan kepada dokter mengenai program rehabilitasi medik jantung. Bila Anda memiliki asuransi, cek apakah program ini tercakup dalam polis. Dokter dan timnya akan memeriksa dan membuat program rehabilitasi medik jantung yang sesuai. Program ini bisa dimulai saat Anda masih berada di rumah sakit. Program akan berjalan terus selama beberapa bulan saat Anda sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan selesai jika Anda dianggap telah berhasil pulih sepenuhnya. Bagaimana Rehabilitasi Jantung Dilakukan Rehabilitasi medik jantung dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis rehabilitasi medik dan timnya. Program ini berlangsung di rumah sakit, di rumah pasien, dan di tengah komunitas. Dokterlah yang akan menentukan bagaimana program yang paling sesuai karena kondisi setiap pasien berbeda-beda. Rehabilitasi ini mencakup olahraga, konseling, dan edukasi. Tim dokter akan memberikan layanan tersebut, termasuk mengevaluasi program yang dijalankan secara berkala. Rehabilitasi medik adalah program jangka panjang. Program ini amat penting untuk membantu pemulihan pasien agar bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala, atau setidaknya mendekati keadaan pasien sebelum sakit. Ditinjau oleh: Deasy Erika, Sp. KFR Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: http://www. inaheart. org/upload/image/buku_panduan_rehabilitasi_kardiovaskular. pdf https://www. cdc. gov/features/cardiac-rehabilitation/index. html Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/red-heart-stethoscope-top-view-blue-background-listening-heartbeat-concept_9627555. htm#page=1&query=cardiac%20rehabilitation&position=20 - Published: 2020-08-13 - Modified: 2020-08-12 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/bayi-keluar-rumah-di-era-new-normal/ - Kategori: Anak, Covid-19 Covid-19 bisa menyerang siapa saja, dari orang dewasa, balita, hingga bayi yang baru lahir. Kasus balita Covid-19 telah banyak ditemukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Menurut sigi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health yang dipublikasikan di Lancet Global Health Journal pada Mei 2020, diprediksi ada 6. 000 kematian baru balita akibat Covid-19 dalam enam bulan ke depan. Risiko balita Covid-19 makin besar setelah diberlakukan era new normal alias normal baru. Pada era ini, kegiatan di luar rumah sudah mulai ramai lagi. Idealnya, orang-orang tetap menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas. Misalnya dengan mengenakan masker dan menjaga jarak. Tapi masih banyak yang tak mematuhi protokol ini sehingga risiko penyebaran Covid-19 tetap besar. Tentunya anak-anak, termasuk balita, juga turut rentan terpapar virus corona ketika membawa bayi keluar rumah di era new normal. Dalam hal ini, orang tua dan anggota keluarga lain memiliki peran penting dalam menjaga sang buah hati terhindar dari ancaman corona. Apa yang Perlu Dipersiapkan Kebanyakan kasus balita Covid-19 bermula dari anggota keluarga inti yang lebih dulu terinfeksi. Misalnya dari ayah atau ibu yang bekerja dan terjangkit di tempat kerja atau dalam perjalanan. Sungguhpun demikian, balita juga bisa tertular dari teman sepermainan atau siapa pun ketika keluar rumah. Untuk mengantisipasinya, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan berikut ini. Info Valid Orang tua mesti paham mana info tentang Covid-19 yang valid di tengah banyaknya hoaks yang bertebaran. Dari info ini, orang tahu bisa tahu apa yang harus dilakukan terkait dengan keamanan balita di masa pandemi. Bila informasi yang dimiliki keliru, besar kemungkinan perlakuan pada anak juga demikian. Status Zona Risiko keamanan suatu wilayah dari Covid-19 ditandai dengan warna. Zona merah untuk wilayah yang terjangkit corona dengan laju penularan tinggi Zona oranye untuk wilayah yang terjangkit tapi laju penularan di bawah zona merah Zona kuning untuk wilayah yang terjangkit tapi laju penularan terkendali Zona hijau untuk wilayah tanpa kasus positif Terapkan pembatasan sesuai dengan zona wilayah masing-masing. Bila wilayahnya masih masuk zona merah, sebaiknya batasi aktivitas anak di luar rumah. Peralatan Protokol Kesehatan Ikuti protokol kesehatan untuk mencegah kasus balita Covid-19, seperti menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Jangan lupa juga masker, dan bila perlu face shield. Ini terutama ketika hendak mengajak balita ke pusat keramaian seperti mal dan restoran. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membawa bayi keluar rumah Terdapat sejumlah hal penting yang mesti diperhatikan agar balita aman dari Covid-19 ketika keluar rumah. Di antaranya: Kasus Positif di Sekitar Rumah Bila terdapat kasus positif Covid-19 di sekitar rumah, sebaiknya larang anak bermain keluar. Cara teraman untuk terhindar dari corona dalam hal ini adalah berdiam di rumah. Bagaimana Arus Keluar-Masuk Orang Di lingkungan yang ramai oleh orang keluar-masuk, risiko kasus balita Covid-19 lebih besar. Sebab, tak ada kontrol terhadap orang-orang itu. Mungkin saja ada yang terinfeksi virus tapi tak bergejala. Kondisi Kesehatan Balita Balita lebih rentan tertular virus karena daya tahan tubuhnya belum memadai. Bila sedang tak enak badan atau memang ada masalah imun, lebih baik tidak membawa bayi keluar rumah. Anak berhak mendapat perlindungan kesehatan, terutama di tengah masa pandemi saat ini. Orang tua sebaiknya melihat situasi dengan cermat sebelum mengajak bayi keluar rumah demi menghindari bertambahnya kasus balita Covid-19. Ditinjau oleh: Dr. Desiana Dharmayani SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: https://covid19. kemkes. go. id/protokol-covid-19/pedoman-umum-perlindungan-anak-penanganan-covid-19-versi-2/#. XwIGyigzZEY https://www. who. int/campaigns/connecting-the-world-to-combat-coronavirus/healthyathome/healthyathome---healthy-parenting? gclid=EAIaIQobChMIjuitn8u26gIVz30rCh35LQrGEAAYASAAEgILMvD_BwE https://news. un. org/en/story/2020/05/1063822 - Published: 2020-08-12 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/apa-bedanya-rapid-test-antibodi-dengan-antigen/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan masih menyisakan pertanyaan tentang apa itu rapid test. Penamaan rapid test mengacu pada kecepatan pemeriksaan. Dibanding swab test, proses pemeriksaan hingga hasilnya keluar lebih cepat. WHO sebagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi kesehatan global mengakui rapid test. Dalam pernyataan keilmuan yang dirilis pada April 2020, WHO menyebutkan soal apa itu rapid test antibodi dan antigen. Apa Itu Rapid Test Antibodi Rapid test antibodi adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dijalankan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi corona, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian. Dalam penelitian, respons antibodi pada sebagian besar pasien Covid-19 baru muncul pada pekan kedua setelah infeksi. Kekuatan respons ini berbeda pada setiap orang. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit penyerta. Selain itu, ada potensi reaksi silang kemunculan antibodi akibat adanya jenis virus selain SARS-CoV-2. Sebab, rapid test tidak secara spesifik memeriksa SARS-CoV-2. Artinya, hasil tes bisa jadi positif atau reaktif tapi bukan disebabkan oleh Covid-19. Apa Itu Rapid Test Antigen (Swab Antigen) Swab Antigen atau yang lebih dikenal dengan Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Itu sebabnya rapid antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi. Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi. Seperti rapid test antibodi, ada kemungkinan hasil rapid test antigen tak akurat. Salah satu alasannya virus yang dipelajari antigen bisa jadi bukanlah SARS-CoV-2, melainkan virus lain seperti influenza. Alur Pemeriksaan Rapid Test Antibodi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menjelaskan apa itu rapid test antibodi dan antigen serta alur pemeriksaannya. Jika Hasil Negatif Peserta tes diarahkan agar menjalani isolasi mandiri. Bila gejala makin berat saat isolasi, harus langsung ke fasilitas kesehatan. Jika gejala tak meningkat, harus test lagi sepuluh hari kemudian. Bila setelah tes lagi hasil masih negatif, gejala yang muncul bukan Covid-19. Bila setelah tes lagi hasil positif, peserta menjalani swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19. Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. Jika Hasil Positif Peserta tes segera diminta mengikuti swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut. Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19. Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. Alur Pemeriksaan Rapid Test Antigen Jika Hasil Negatif Peserta tes diarahkan agar menjalani isolasi mandiri. Bila gejala makin berat saat isolasi, harus langsung ke fasilitas kesehatan. Jika tak ada gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam 10 hari, mesti tes antibodi. Bila hasil tes antibodi negatif, gejala yang muncul bukan Covid-19. Bila hasilnya positif, peserta menjalani swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut Bila saat isolasi muncul gejala ISPA dalam kurang dari 10 hari, harus rapid antigen ulang. Bila hasil tes antigen negatif, harus tes antibodi 10 hari kemudian. Bila hasilnya positif, peserta menjalani swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut Bila hasil tes RT-PCR negatif, berarti bukan Covid-10. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19. Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. Jika Hasil Positif Peserta tes segera diminta mengikuti swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut. Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19. Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. Ditinjau oleh: Dr Ria Yoanita SpA Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. who. int/news-room/commentaries/detail/advice-on-the-use-of-point-of-care-immunodiagnostic-tests-for-covid-19 https://covid19. go. id/p/protokol/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-coronavirus-disease-covid-19 - Published: 2020-08-11 - Modified: 2020-08-12 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/bekali-anak-agar-terhindar-virus-corona/ - Kategori: Covid-19 New normal di masa pandemi virus corona adalah kondisi ketika kebiasaan lama digantikan dengan yang baru. Kebiasaan baru itu didasari protokol kesehatan, seperti: Mengenakan masker ke mana pun pergi Selalu menjaga jarak Menerapkan etika bersin dan batuk Dari protokol itu, setiap sektor dalam masyarakat menerapkan prosedur sendiri-sendiri. Misalnya jika naik transportasi umum ke luar kota mesti menyertakan hasil rapid test atau swab test yang menyatakan negatif virus corona. Lalu adanya kebijakan work from home atau bekerja dari rumah karena kantor tak boleh diisi penuh sesuai dengan kapasitasnya. Semua protokol dalam new normal itu ditetapkan untuk menghindari penularan Covid-19. Yang jadi masalah, anak-anak pasti punya pemahaman berbeda mengenai tatanan hidup baru ini. Setelah berbulan-bulan mesti berdiam di rumah, ada yang mulai diizinkan beraktivitas di luar. Padahal virus corona masih ada dan jumlah kasus positif terus bertambah. Tidak mustahil mereka turut terinfeksi dan mesti dirawat di rumah sakit. Terlebih bila sudah boleh belajar di sekolah. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada anak di era new normal, berikut ini tips bagi para orang tua. Bekali Diri Anda dengan Informasi Virus Corona yang Akurat Informasi seputar Covid-19 wira-wiri di media massa dan media sosial. Anda harus dapat memilah mana yang akurat dan mana yang diragukan. Caranya adalah tidak mudah percaya pada kabar yang tak jelas sumbernya, terutama yang berasal dari media sosial. Sumber yang kredibel adalah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan WHO yang disiarkan oleh media massa. Cari Tahu yang Sudah Diketahui oleh Anak tentang Virus Corona Anak tentu sudah tahu tentang virus corona karena besarnya fenomena ini. Yang perlu Anda perhatikan adalah apa saja yang sudah diketahui oleh mereka tentang corona. Mungkin ada kekeliruan informasi yang dianggap betul oleh mereka. Bila demikian, Anda harus segera meluruskannya demi terhindar dari virus. Jelaskan Fakta Virus Corona dengan Bahasa yang Mudah Dimengerti Anak Anak punya daya serap berbeda terhadap suatu informasi. Apalagi informasi baru tentang Covid-19. Maka tugas orang tua adalah menjelaskan fakta virus corona dengan bahasa yang bisa dimengerti mereka. Salah satu caranya adalah menggunakan gambar atau infografis serta video agar lebih menarik ketimbang tulisan atau cuma kata-kata. Buat Anak agar Tetap Merasa Tenang dan Aman Covid-19 harus diwaspadai, tapi bukan berarti harus panik. Sebaiknya tidak menakut-nakuti anak soal corona. Berikan pemahaman bahwa virus ini berbahaya karena belum ada vaksin dan obatnya. Sikap Anda yang tidak khawatir berlebihan juga dapat membantu mereka merasa tenang dan aman. Selain itu, rajin-rajinlah mendampingi anak dalam bermain serta belajar di rumah agar mereka tak merasa jenuh. Ajarkan Anak Cara Efektif untuk Mencegah Virus Corona Orang tua wajib mengajarkan anak cara-cara yang efektif untuk mencegah penularan corona. Yang paling disarankan adalah memberikan teladan yang nyata dalam aktivitas sehari-hari, seperti selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan sabun. Jadi bukan hanya memerintahkan anak cuci tangan, tapi mencontohkan dan mendampingi mereka. Kunci utama upaya agar anak terhindar dari Covid-19 di era new normal adalah membekali diri dulu dengan informasi yang akurat dan tepat, lalu memberikan contoh nyata kepada mereka di rumah. Situs Gugus Tugas dan WHO menjadi sumber informasi paling tepercaya. Di situs itu ada bagian tanya-jawab seputar virus corona. Ada pula informasi tentang hoaks corona yang sedang menyebar dan mesti ditangkal segera, terutama untuk mencegah anak tertular virus corona. Ditinjau oleh: Desy Dewi Saraswati SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Referensi: https://covid19. go. id/ https://www. who. int/indonesia/news/novel-coronavirus - Published: 2020-08-10 - Modified: 2020-08-30 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/pengobatan-kanker-otak/ - Kategori: Bedah Saraf, Onkologi Kanker otak terjadi ketika terbentuk massa atau tumbuhnya sel-sel abnormal di bagian otak yang menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis kanker otak. Pilihan pengobatan kanker otak bergantung pada jenis kanker dan lokasi serta ukurannya. Tanda serta gejala kanker otak berbeda-beda. Faktor yang berpengaruh antara lain lokasi, ukuran, serta laju pertumbuhan sel kanker. Berikut ini tanda dan gejala yang umumnya dialami penderita kanker otak: Sakit kepala yang tidak seperti biasanya Sakit kepala menjadi lebih sering terjadi dan lebih parah Mual dan muntah tanpa penyebab jelas Penglihatan terganggu Kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh Sulit berbicara Kejang-kejang Gangguan pendengaran Bila merasakan tanda dan gejala seperti disebutkan di atas, Anda sebaiknya segera menemui dokter untuk mendapat pemeriksaan. Jika terdiagnosis pada stadium awal, pengobatan kanker akan lebih berpeluang menjanjikan kesembuhan. Operasi Pengangkatan Kanker di Otak Operasi adalah tindakan pengobatan kanker otak yang utama. Operasi akan dilakukan oleh tim dokter spesialis dan perawat. Namun tidak semua pasien dapat menjalani pengobatan kanker otak dengan prosedur operasi. Bila kanker menyerang bagian yang sulit atau berisiko, operasi tak bisa dilakukan. Begitu pula bila kondisi kesehatan pasien buruk. Operasi bisa dilakukan untuk mengangkat kanker seluruhnya atau mengangkat sebagian guna menghambat laju pertumbuhannya sehingga meredakan gejala yang dialami. Terdapat dua jenis pengobatan kanker dengan operasi pengangkatan: Kraniotomi: operasi pengangkatan kanker otak lewat lubang yang dibuat di tulang tengkorak. Sayatan dibuat di atas area kanker. Prosedur ini bisa dijalankan dengan anestesi lokal ataupun umum. Neuroendoskopi: operasi menggunakan endoskop untuk memvisualkan kanker guna memungkinkan akses invasif ke area kanker. Operasi dijalankan lewat lubang kecil yang dibuat pada tengkorak, dikombinasikan dengan mikroskop bedah. Kemoterapi Pengobatan kanker ini menggunakan obat antikanker untuk menghancurkan sel kanker. Obat dimasukkan ke tubuh dengan beberapa cara: Disuntikkan langsung ke pembuluh darah Lewat tulang belakang Langsung ke otak Diminum Pengobatan kanker otak dengan beberapa obat kemoterapi mungkin lebih sulit karena adanya pelindung alami otak terhadap zat yang terkandung dalam darah. Kemoterapi dilakukan dalam periode tertentu, bisa setiap beberapa hari ataupun beberapa minggu. Frekeuensinya bergantung pada obat yang dipakai dalam kemoterapi serta obat lain yang tengah dikonsumsi pasien. Radioterapi Radioterapi sebagai pengobatan kanker otak dengan gelombang berenergi bisa membantu meringankan gejala kanker, termasuk sakit kepala. Radioterapi umumnya dijalankan untuk mengobati kanker otak sekunder atau kanker otak yang bermula dari organ lain di tubuh. Tujuannya adalah mengecilkan kanker, meringankan tekanan pada tengkorak, serta mengurangi gejala. Radioterapi terdiri atas beberapa sesi dan dilakukan dalam beberapa pekan, tergantung kondisi kanker dan pasien. Pengobatan di Rumah Pengobatan kanker otak di rumah sering kali dibutuhkan selain prosedur medis di rumah sakit. Dalam hal ini, dibutuhkan peran serta anggota keluarga dalam perawatan. Pengobatan ini umumnya bersifat suportif, tergantung gejala dan kebutuhan pasien. Misalnya pasien mengalami gejala sulit berjalan, ada ahli terapi fisik yang dapat membantu. Ada pula ahli terapi wicara buat pasien yang punya masalah dalam hal bicara atau menelan makanan. Para ahli ini merupakan bagian dari tim medis yang telah dilatih secara khusus untuk memberikan perawatan dan pengobatan kanker di rumah. Pengobatan di rumah untuk pasien kanker juga meliputi pemberian obat-obatan, perawatan luka, juga pemantauan efek samping. Sebab, seperti pengobatan kanker lain, pengobatan kanker paru menimbulkan efek samping yang harus diperhatikan. Ditinjau oleh: dr. Aristianti, SpBS Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. cancercenter. com/cancer-types/brain-cancer https://www. ucsfhealth. org/conditions/brain-tumor/treatment https://www. cancer. net/cancer-types/brain-tumor/types-treatment - Published: 2020-08-09 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/radiologi/pemeriksaan-radiologi/ - Kategori: Radiologi, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Radiologi memiliki peran signifikan dalam penanganan kondisi medis tertentu yang dialami pasien. Tiga bidang radiologi, yaitu radiologi diagnostik, radiologi intervensional, dan radiologi onkologi, membantu dokter utama yang menangani pasien dalam penegakan diagnosis dan pengobatan penyakit. Hasil pemeriksaan radiologi juga dapat mencegah operasi invasif yang tidak perlu. Fungsi dan Tujuan Pemeriksaan radiologi membuat dokter dapat melihat bagian dalam tubuh pasien untuk mendapatkan petunjuk mengenai kondisi medis yang dialami. Beragam mesin dan teknik radiologi dapat digunakan untuk menghasilkan citra struktur dan aktivitas dalam tubuh. Jenis pencitraan yang dipakai dokter bergantung pada gejala dan bagian tubuh yang diperiksa. Fungsi dan tujuan utama pemeriksaan radiologi adalah membantu dokter dalam upaya mendiagnosis dan mengobati penyakit dengan memberi mereka informasi dari hasil tes radiologi yang tepat waktu dan dapat diandalkan. Untuk memastikan keandalan hasil tes, dibutuhkan perhatian ekstra sejak pemeriksaan dimulai hingga penyampaian hasil tes kepada dokter yang meminta. Hampir setiap rumah sakit memiliki layanan radiologi yang terintegrasi. Hal ini bertujuan memudahkan koordinasi antara dokter utama dan bagian radiologi dalam rangka penanganan pasien rumah sakit tersebut. Siapa yang Memerlukan Bidang radiologi berkaitan dengan banyak bidang lain dalam kedokteran. Kemungkinan besar Anda memerlukan pemeriksaan radiologi setelah mendapat rekomendasi atau dirujuk dari dokter lain. Dokter rujukan ini adalah dokter utama yang membutuhkan hasil tes radiologi dalam penanganan kondisi Anda. Adapun kondisi tersebut antara lain: Patah tulang Otot robek Kehamilan Gejala kanker atau tumor Arteri atau pembuluh darah lain yang tersumbat Benda asing di dalam tubuh Trauma dan kecelakaan Infeksi Jenis-Jenis Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan radiologi melibatkan peralatan dan mesin khusus untuk mendapatkan citra atau gambar yang menjadi hasil pemeriksaan. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di ruangan dokter ataupun ruang khusus karena memerlukan alat dan kondisi khusus demi mendapatkan hasil yang dapat diandalkan. Terdapat beberapa jenis pemeriksaan radiologi, di antaranya: Radiografi atau rontgen: sinar-X untuk menggambarkan tulang, dada, dan perut CT: Singkatan dari “computed tomography”, menggunakan mesin sinar-X berbentuk donat di sekitar pasien untuk menghasilkan citra berdasarkan perhitungan komputer MRI: Singkatan dari “magnetic resonance imaging”, memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio serta pemrosesan komputer untuk menghasilkan citra Ultrasonografi: biasanya dipakai untuk pemeriksaan kehamilan, menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bergerak yang bisa dilihat di monitor Mammogram: menggunakan sinar-X untuk memeriksa jaringan payudara Fluoroskopi: menggunakan sinar-X yang menghasilkan gambar tubuh yang bergerak secara real-time dalam pelaksanaan prosedur medis, seperti stent untuk pembuluh yang menyempit atau kateterisasi serta pencitraan saluran pencernaan Pencitraan nuklir: penggunaan zat radioaktif untuk menghasilkan citra Kondisi Medis yang dapat Dideteksi Melalui Pemeriksaan Radiologi Tidak semua kondisi medis memerlukan pemeriksaan radiologi. Dokter utama yang akan membuat keputusan apakah seorang pasien perlu mendapat pemeriksaan radiologi atau tidak. Berikut ini contoh kondisi medis yang membutuhkan tes radiologi: Rontgen/sinar-X : Pneumonia, kanker paru, sesak napas Pemeriksaan CT Scan : Patah tulang yang kompleks, perdarahan internal, infeksi, tumor Pemeriksaan USG (ultrasonografi) : Masalah jantung, infeksi, tumor Pemeriksaan MRI : Masalah otak dan saraf tulang belakang, ligamen sobek, tumor Pencitraan nuklir : Kanker, masalah jantung, otak, atau saraf Daftar di atas sekadar contoh. Masih banyak kondisi medis lain yang mungkin memerlukan pemeriksaan radiologi. Anda dapat konsultasi dengan dokter bila merasa butuh layanan radiologi. Ditinjau oleh: dr. Michael Andreanus Sundah SpRad Dokter Spesialis Radiologi Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. webmd. com/cancer/cancer-what-radiologist#1 https://cmescience. com/reasons-why-radiology-is-so-crucial-to-medical-care/ https://www. rad-aid. org/resource-center/radiology-serving-the-world/what-is-radiology - Published: 2020-08-06 - Modified: 2020-08-04 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/hasil-rapid-test-reaktif/ - Kategori: Covid-19 Hasil rapid test Covid-19 reaktif bukanlah sebuah malapetaka. Rapid test sebagai alat screening awal untuk mendeteksi Covid-19 bukanlah penentu seseorang positif atau negatif corona. Tes ini dilakukan hanya untuk melihat keberadaan antibodi di dalam tubuh yang bisa menjadi dugaan awal bahwa seseorang positif Covid-19. Dibutuhkan setidaknya dua kali rapid test untuk memastikan keberadaan antibodi. Setelah itu, bisa jadi diperlukan swab test atau tes usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR test) guna menegakkan diagnosis. Tes lain juga mungkin dibutuhkan, seperti CT scan dan roentgen. Ketika hasil rapid test Covid-19 positif, ada beberapa kemungkinan yang terjadi: Orang itu tengah terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 Orang itu pernah terkena SARS-CoV-2 tapi bisa melawannya Orang itu terinfeksi virus selain SARS-CoV-2 Jadi apa yang harus dilakukan jika hasil rapid test Covid-19 positif? Respons terhadap hasil rapid test positif atau reaktif bisa dua macam, tergantung gejalanya. Hasil Rapid Test Reaktif dan Tidak Bergejala Kalau hasil rapid test Anda positif tapi tak menunjukkan gejala, Anda disarankan melakukan isolasi mandiri selama setidaknya 14 hari. Sebab, bisa jadi Anda masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Isolasi atau karantina mandiri dengan penerapan jaga jarak fisik berguna untuk mencegah penularan ke orang lain, terutama keluarga, yang tanpa disadari. Hasil Rapid Test Reaktif dan Bergejala Jika hasil rapid test Anda positif dan bergejala, Anda mungkin perlu dirujuk ke rumah sakit khusus penanganan Covid-19. Gejala itu meliputi demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, dan sesak napas. Dalam prosesnya, Anda dan petugas kesehatan akan mengikuti protokol penanganan Covid-19. Di rumah sakit Covid-19, Anda akan diperiksa oleh dokter terkait untuk dinilai kondisinya. Skenario ini umumnya dilanjutkan dengan pemeriksaan swab test atau PCR test. Perlu Dilakukan Pemeriksaan Swab Test PCR Swab test atau PCR test adalah alat diagnosis Covid-19 yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Rapid test semestinya diikuti dengan swab test untuk menegakkan diagnosis kasus corona. Bila hasil rapid test reaktif, swab PCR test bisa menjadi penentu apakah orang tersebut memang positif terinfeksi Covid-19. Ada dua skenario hasil swab test lanjutan dari hasil rapid test yang positif: Swab test positif Dokter akan melihat kondisi pasien beserta gejalanya. Pasien bisa diminta melakukan isolasi mandiri di rumah jika gejala yang muncul tak terlalu berat dan tidak ada penyakit penyerta yang berbahaya. Keberadaan penyakit penyerta, misalnya kadar kolesterol tinggi dan diabetes, bisa memperparah kondisi pasien yang terjangkit Covid-19. Jika dokter menilai tak memungkinkan bagi pasien untuk menjalani isolasi sendiri, pasien akan dimasukkan ke ruang perawatan di rumah sakit agar mendapat penanganan intensif. Swab test negatif Jika hasil swab test negatif, pasien tidak serta-merta bisa pulang. Dokter tetap akan memeriksa kondisi dan gejala pasien untuk membuat keputusan. Bisa jadi dokter meminta pasien pulang tapi dengan tetap melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan. Bisa pula pasien tersebut diharuskan menjalani rawat inap, tapi terpisah dari ruang perawatan pasien positif Covid-19. Rapid test sebagai pendeteksi dini kasus Covid-19 tidak bisa dianggap sebagai satu-satunya alat diagnosis. Apa pun hasil rapid test, reaktif ataupun non-reaktif, swab test alias PCR test tetap diperlukan sebagai penegak diagnosis. Ditinjau oleh: Dr M. Irfan SpPD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. fda. gov/media/136623/download - Published: 2020-08-05 - Modified: 2020-08-04 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-menghitung-usia-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Calon ibu sebaiknya mengetahui bagaimana cara menghitung usia kehamilan. Makin dini usia kehamilan diketahui, risiko kehamilan hingga persalinan bisa makin ditekan. Dalam dunia kebidanan, ada beragam cara menghitung usia kehamilan. Cara-cara itu didasari rumus yang diterapkan lewat teori yang bisa dipelajari secara formal di kampus kebidanan ataupun fakultas kedokteran. Namun ada pula cara manual yang lebih mudah dipahami. Ada juga cara menghitung kehamilan menggunakan alat dengan bantuan teknologi. Semua cara itu bermanfaat bagi persiapan melahirkan calon ibu serta janin yang dikandungnya. Manfaat Mengetahui Usia Kehamilan Sejak Dini Bukan hanya dokter, perawat, dan bidan yang harus paham cara menghitung usia kehamilan. Manfaat mengetahui usia kehamilan sejak dini juga akan didapatkan calon ibu dalam persiapan melahirkan, di antaranya: Memantau perkembangan janin, termasuk jika ada masalah Memperkirakan hari lahir Menjadwalkan pemeriksaan trismester kehamilan Memperkirakan berbagai faktor risiko setelah persalinan Berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) Usia kehamilan dihitung dari periode pembuahan sampai bayi lahir. Untuk menghitung usia kehamilan yang sederhana adalah dengan dasar hari pertama haid terakhir atau HPHT. Hitungan dengan cara ini mengasumsikan pembuahan terjadi pada hari ke-14 dalam siklus haid. Tingkat kesalahannya sekitar 2 minggu. Untuk menerapkan cara menghitung usia kehamilan ini, Anda harus mengetahui kapan hari pertama haid terakhir. Cara ini lebih direkomendasikan bagi calon ibu yang punya siklus haid teratur 28 hari. Terdapat dua rumus yang disebut Naegele’s rule dalam penghitungan usia kehamilan untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL) ini: 1. Jika HPHT terjadi pada Januari-Maret. Misalnya HPHT pada 20 Maret 2020. Hitungannya: Tahun: 2020 Bulan: 3+9 = 12 Hari: 20+7 = 27 Hari perkiraan lahir: 27-12-2020 atau 27 Desember 2020 2. Jika HPHT terjadi pada April-Desember. Misalnya HPHT pada 20 Mei 2020. Hitungannya: Tahun: 2020+1 = 2021 Bulan: 5-3 = 2 Hari: 20+7 = 27 Hari perkiraan lahir: 27-2-2021 atau 27 Februari 2021 Rumus HPHT Naegele ini tak bisa dipraktikkan calon ibu dengan siklus haid kurang atau lebih dari 28 hari. Bagi calon ibu ini, bisa dipakai rumus HPHT Parikh, yakni HPHT + 9 bulan + (siklus haid-21 hari). Misalnya HPHT 20 Mei 2020 dengan siklus haid calon ibu 33 hari. Maka hitungannya 20 Mei 2020 + 9 bulan + (33-21) = 8 Februari 2021. Berdasarkan Hasil USG Selain cara HPHT di atas, bisa juga menggunakan hasil ultrasonografi atau USG. Namun tidak sembarang orang bisa membaca hasil USG. Dokter kandungan yang akan memantau dan membacakan hasil USG. Selain menghitung usia kehamilan, USG dapat digunakan untuk memantau perkembangan janin guna persiapan melahirkan. Terdapat dua metode pemeriksaan USG, yaitu: Transvaginal: pada masa awal kehamilan, menggunakan alat yang dimasukkan ke vagina Transabdominal: pada usia trismester kehamilan lanjut, menggunakan alat yang ditempelkan ke perut Dalam pemeriksaan USG, dokter kandungan akan menghitung diameter kantong kehamilan saat usia kehamilan kurang dari atau sama dengan 6 minggu. Ketika usia kehamilan 7-14 minggu, perkembangan janin mulai dihitung, khususnya panjang janin dari bokong hingga kepala. Untuk usia kehamilan di atas 12 minggu, dokter akan menghitung lingkar kepala janin. Dibanding metode HPHT, hasil USG trimester I lebih akurat sebagai cara menghitung usia kehamilan. Maka lakukan setidaknya satu kali USG pada masa pemeriksaan trismester kehamilan demi kelancaran persiapan melahirkan. Ditinjau oleh: dr. Dian Burhansyah, SpOG, MKes, FMAS Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: http://bppsdmk. kemkes. go. id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Asuhan-Kebidanan-Kehamilan-Komprehensif. pdf https://www. bidankita. com/hamil-lewat-waktu-antara-galau-dan-excited/2/ - Published: 2020-08-04 - Modified: 2020-08-05 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/pemeriksaan-pap-smear/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Onkologi Penting untuk mengetahui apa itu pemeriksaan pap smear dan bagaimana tes ini diperlukan bagi kaum perempuan. Pap smear dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi kanker serviks. Kanker ini juga kerap disebut kanker leher rahim atau mulut rahim. Di Indonesia, kanker serviks adalah pembunuh kaum wanita nomor dua setelah kanker payudara. Karena itu, para perempuan sangat disarankan menjalani pap smear secara rutin. Terutama mereka yang berusia 21-65 tahun dan melakukan aktivitas seksual secara aktif. Kanker serviks muncul dari infeksi human papillomavirus (HPV). Pemeriksaan pap smear bisa mendeteksi adanya sel yang mungkin berubah menjadi sel kanker akibat infeksi virus tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu pemeriksaan pap smear, berikut ini pertanyaan yang penting. Kapan Pemeriksaan Dilakukan? Wanita disarankan menjalani pemeriksaan pap smear saat berusia 21 tahun bagi yang sudah melakukan aktivitas seksual. Pemeriksaan rutin tergantung dari hasil sebelumnya dan usia, bisa tiap 1 tahun, 3 tahun atau tiap 5 tahun. Meski sebelumnya telah menerima vaksin HPV, perempuan tetap berisiko terinfeksi HPV sehingga tetap direkomendasikan menjalani pap smear walau risiko infeksi lebih kecil. Persiapan Sebelum Menjalani Pemeriksaan Ada beberapa hal penting sebelum menjalani pemeriksaan pap smear agar proses berjalan dengan lancar dan hasilnya lebih akurat. Misalnya, bila jadwal pap smear Anda bertepatan dengan masa haid, mintalah dokter untuk melakukan penjadwalan ulang karena akan mempengaruhi akurasi hasil. Demi akurasi, persiapan yang harus Anda lakukan setidaknya 3 hari sebelumnya: Tidak berhubungan seksual Tidak menggunakan semprotan atau bedak di sekitar vagina Tidak memasukkan apa pun ke dalam vagina, termasuk obat-obatan, krim, dan tampon Tidak membersihkan vagina menggunakan douche Apakah akan Terasa Sakit? Pemeriksaan pap smear tidak sakit. Jika Anda baru pertama kali menjalaninya, mungkin ada sedikit rasa tidak nyaman. Anda harus buang air kecil sebelum masuk ruang periksa agar merasa lebih nyaman. Kebanyakan orang mengatakan rasanya seperti cubitan kecil. Meski begitu, setiap orang punya batas rasa sakit yang berlainan sehingga apa yang rasanya sakit untuk satu orang mungkin tidak sakit sama sekali bagi orang lain. Bagaimana jika Hasil Pemeriksaan Saya Abnormal? Bila ditemukan sel abnormal, dokter akan segera meminta Anda menjalani tes lanjutan. Makin dini lesi pra kanker diketahui, peluang keberhasilan pengobatan akan makin besar. Ditinjau oleh: dr. Ratna Wijayanti, SpOG Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. who. int/cancer/detection/cervical_cancer_screening/en/ https://www. webmd. com/women/guide/pap-smear#1 https://www. cancer. org. au/cancer-information/causes-and-prevention/early-detection-and-screening/understanding-your-cervical-screening-test-results https://www. acog. org/patient-resources/faqs/gynecologic-problems/abnormal-cervical-cancer-screening-test-results https://www. cdc. gov/Cancer/Cervical/pdf/guidelines. pdf Sumber gambar : https://www. freepik. com/premium-photo/hands-holding-teal-ribbon-ovarian-cervical-cancer_3456303. htm#page=1&query=pap%20smear&position=4 - Published: 2020-08-03 - Modified: 2020-08-03 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/tahapan-pemeriksaan-pap-smear/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Onkologi Pemeriksaan pap smear penting bagi perempuan, tapi tidak semua perempuan memerlukannya. Pap smear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim. Karena itu, perempuan menjadi objek utama pemeriksaan ini dibanding laki-laki. Meski demikian, hanya ada beberapa kategori perempuan yang disarankan menjalani pap smear dalam kaitan dengan risiko kanker serviks. Siapa yang Memerlukan Pemeriksaan Pap Smear? Perempuan berusia 21-65 tahun disarankan menjalani pemeriksaan pap smear secara rutin. Terlebih bila telah aktif secara seksual. Sebab, kanker serviks yang dipicu oleh infeksi human papillomavirus bisa menular lewat hubungan seksual dan kontak kulit. Pemeriksaan pap smear dapat menyelamatkan hidup Anda. Dalam pemeriksaan ini, sel kanker serviks bisa ditemukan sejak dini. Peluang keberhasilan pengobatan kanker serviks sangat tinggi jika penyakitnya diketahui sejak dini. Pap smear juga bisa menemukan sel-sel serviks yang abnormal sebelum menjadi kanker (pra-kanker). Di banyak negara maju, pap smear direkomendasikan setiap tiga tahun sekali. Sedangkan di Indonesia disarankan satu tahun sekali. Sebab, per 2020, kanker serviks adalah pembunuh nomor dua wanita di Indonesia setelah bertahun-tahun sebelumnya sempat menempati peringkat pertama penyebab kematian perempuan di negara ini. Menurut Yayasan Kanker Indonesia, wanita yang telah aktif secara seksual mesti paham soal pap smear, termasuk kapan harus menjalani pemeriksaan. Tanda seorang wanita memerlukan pap smear antara lain: Mengalami keputihan yang warnanya kekuning-kuningan dan kehijauan disertai bau dan rasa gatal Terjadi perdarahan seusai hubungan seksual Terjadi perdarahan di luar jadwal menstruasi Terlambat menstruasi tapi tidak ada tanda kehamilan Nyeri ketika melakukan hubungan seksual Tahapan Pap Smear Pap smear bisa dilakukan saat sedang tidak dalam masa haid. Selain itu, jangan memakai douche untuk membersihkan vagina sekurang-kurangnya tiga hari sebelum tindakan. Persiapan lainnya adalah tidak berhubungan seksual dan tidak memakai tampon setidaknya dua hari sebelumnya serta tidak menggunakan alat kontrasepsi. Anda juga harus membersihkan kantong kemih sebelum memulai tahapan pemeriksaan pap smear. Memakai baju khusus Posisi pasien dalam pemeriksaan pap smear mirip dengan proses persalinan normal. Maka baju khusus mungkin diperlukan agar prosesnya berjalan lebih mudah. Berbaring di meja periksa Usahakan serileks mungkin ketika berbaring di meja periksa. Taruh kedua kaki di tempat yang telah disediakan atau dalam posisi lebar. Pemeriksaan vagina Dokter akan memeriksa vagina bagian luar terlebih dahulu sebelum memulai tahapan pap smear di dalam vagina. Pembukaan vagina Dokter membuka vagina dan memasukkan alat seperti cocor bebek bernama spekulum. Proses ini dilakukan dengan perlahan dan hati-hati. Pengambilan sampel sel Dokter mengambil sampel sel dari dalam vagina menggunakan alat seperti sikat halus atau kapas atau semacam spatula. Sampel lalu dimasukkan ke alat periksa seperti tabung atau gelas kaca untuk dibawa ke laboratorium. Pelepasan spekulum dan pemeriksaan sampel Seusai pengambilan sampel sel, spekulum dilepas. Tahap pap smear telah selesai. Pasien tinggal menunggu hasil pemeriksaan sampel di laboratorium. Cara Membaca Hasil Tes Pemeriksaan Pap Smear Hasil tes pap smear bisa positif atau negatif. Jika negatif, berarti tidak didapati sel yang abnormal. Dengan demikian, pasien bisa disimpulkan tidak menderita kanker serviks. Adapun bila hasilnya positif berarti ditemukan sel abnormal. Meski demikian, hasil positif tidak selalu menandakan adanya kanker serviks. Berikut ini beberapa sel abnormal yang mungkin terdeteksi dari hasil pap smear positif: Sel skuamosa atipikal (ASCUS): Terdapat sel yang abnormal, tapi kerusakannya tidak begitu parah untuk bisa disebut sebagai sel pra-kanker. Dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan keberadaan human papillomavirus. Lesi intraepitel skuamosa: Sel yang abnormal menunjukkan kerusakan sedang hingga parah. Ada potensi perubahan sel itu menjadi sel kanker. Sel glandular atipikal: Terdapat sel abnormal yang memproduksi lendir atau mukus. Namun belum pasti sel ini adalah sel pra-kanker. Sel skuamosa dan adenokarsinoma: Sel abnormal yang diduga kuat adalah sel kanker. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Terutama bagi wanita yang masuk kelompok yang disarankan menjalani pemeriksaan pap smear secara rutin. Ditinjau oleh: dr. Fredy Lisnan, SpOG Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. webmd. com/women/guide/pap-smear#1 http://awalbros. com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-pap-smear/ - Published: 2020-08-02 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-dpt/ - Kategori: Anak, Penyakit - Translation Priorities: Optional Imunisasi DPT penting diberikan kepada anak-anak untuk kesehatan mereka saat ini hingga pada masa mendatang. Namun masih terdapat anak-anak di Indonesia yang belum menerima imunisasi lengkap, bahkan sama sekali tak pernah diimunisasi sejak lahir. Menurut data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan tahun 2014-2016, ada setidaknya 1,7 juta anak di Indonesia yang belum diimunisasi atau belum lengkap diimunisasi. Akibatnya, mereka rentan sakit lantaran tubuhnya tak mendapat kekebalan yang bisa diperoleh dari imunisasi. Salah satu imunisasi dasar itu adalah DPT alias difteri, pertusis, tetanus. Tiga penyakit ini sama-sama berisiko menimbulkan kematian. Penyebabnya adalah bakteri. Difteri bahkan sempat mewabah hingga merenggut banyak korban jiwa di setidaknya di 20 provinsi di Indonesia pada 2017. Apa Manfaat Imunisasi Dasar DPT Sebelum mencari tahu manfaat imunisasi anak DPT, sebaiknya pahami dulu apa itu difteri, pertusis, dan tetanus. Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Gejala difteri antara lain sulit bernapas dan menelan, sakit tenggorokan, serta demam, kadang disertai mengorok. Anak berusia 1-10 tahun amat rentan terhadap penyakit ini. Penderitanya bisa meninggal ketika toksinnya menimbulkan peradangan pada jantung. Pertusis adalah penyakit sistem pernapasan yang seringnya dipicu oleh bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini juga kerap disebut sebagai batuk rejan karena gejala utamanya adalah batuk berkepanjangan disertai demam serta pilek. Penderitanya bisa meninggal jika penyakit tak ditangani hingga menyebabkan pneumonia dan bahkan kerusakan otak. Tetanus adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Gejalanya berkaitan dengan fungsi saraf dan otot, seperti susah membuka mulut dan otot kaku serta kejang. Bakteri penyebab tetanus masuk lewat luka, misalnya dari goresan di tangan atau kaki. Tetanus bisa menyebabkan kematian jika racun telah menyebar. Imunisasi dasar DPT bermanfaat menekan risiko terserang penyakit-penyakit tersebut. Bila tubuh telah menerima vaksin DPT, daya tahannya akan lebih kuat ketika ada bakteri penyebab difteri, pertusis, dan tetanus yang masuk ke tubuh. Dengan demikian, potensi penularan ke orang lain juga dapat ditekan. Kapan Dapat Diberikan? Kementerian Kesehatan telah memberikan panduan mengenai kapan imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan dapat diberikan. Menurut Kementerian Kesehatan, imunisasi dasar dapat diberikan ketika anak berumur 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pemberian vaksin DPT kerap dikombinasikan dengan imunisasi HB atau hepatitis B. Berapa Kali Vaksin DPT Diberikan? Imunisasi dasar DPT dapat diberikan tiga kali. Adapun sebagai imunisasi lanjutan, vaksin DPT bisa didapatkan sekali lagi, yakni ketika usia anak 18 bulan. Kementerian Kesehatan menyatakan imunisasi dasar saja tidak cukup untuk menciptakan kekebalan yang maksimum bagi anak. Karena itulah dibutuhkan imunisasi lanjutan. Vaksin DPT juga bisa didapatkan lagi di luar imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan, termasuk untuk orang dewasa yang belum pernah menerimanya. Efek Samping Vaksin DPT Layaknya vaksin lain, vaksin dalam imunisasi dasar dan lanjutan DPT memiliki efek samping yang ringan, seperti: Demam Kelelahan Nafsu makan hilang Bagian kulit yang disuntik membengkak Sakit kepala Pada anak-anak, gejala ini bisa membuat mereka rewel. Orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan imunisasi dasar DPT jika anak memiliki kondisi khusus, seperti alergi atau tengah sakit. Dokter mungkin akan menunda jadwal pemberian imunisasi anak atau melakukan tindakan lain demi kepentingan anak. Ditinjau oleh: dr. Dedi Saputra, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: http://sehatnegeriku. kemkes. go. id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/ http://www. diskes. jabarprov. go. id/application/modules/pages/files/PENYULUHAN-IMUNISASI_webs. pdf https://www. kemkes. go. id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya. html https://www. who. int/vaccine_safety/initiative/tools/DTP_vaccine_rates_information_sheet. pdf? ua=1 Sumber gambar : https://www. freepik. com/free-photo/young-doctor-is-holding-hypodermic-syringe-with-vaccine-vial-rubber-gloves-gray-wall_7955671. htm#page=1&query=immunization%20baby&position=6 - Published: 2020-07-30 - Modified: 2020-07-22 - URL: https://primayahospital.com/konsultasi-online/apa-itu-telemedicine/ - Kategori: Konsultasi Online Konsultasi online seputar masalah kesehatan yang marak beberapa tahun belakangan kian menjadi pilihan di tengah masa pandemi Covid-19. Layanan ini juga kerap disebut sebagai telemedicine, telemedis, atau telekonsultasi. Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan pun telah memiliki program Temenin alias Telemedicine Indonesia dalam rangka penyediaan konsultasi online di rumah sakit hingga Puskesmas. Sebetulnya layanan konsultasi online atau telemedicine tidak hadir secara khusus karena adanya pandemi virus corona. Layanan sudah ada jauh sebelumnya. Bedanya adalah dulu yang digunakan adalah radio, telepon, dan telegram, bukan perangkat teknologi digital seperti saat ini. Apa Itu Telemedicine - Konsultasi Online Kesehatan Telemedicine atau konsultasi online didefinisikan oleh American Academy of Family Physicians sebagai praktik penggunaan teknologi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara jarak jauh. Seorang dokter di satu tempat menggunakan teknologi komunikasi untuk melayani pasien yang berada di tempat lain. Menurut WHO, praktik telemedicine bisa dibedakan menjadi dua, yakni asinkronis dan sinkronis. Perbedaan keduanya terletak pada pengiriman data terkait yang diperlukan dalam konsultasi online. Dengan telemedicine asinkronis, data pasien bisa dikirim lewat email kepada dokter. Lalu dokter mempelajari data itu untuk kemudian menyampaikan diagnosis. Sedangkan telemedicine sinkroinis dilakukan dengan cara interaktif secara langsung, misalnya lewat video call. Jadi baik dokter maupun pasien dapat berinteraksi secara langsung untuk konsultasi. Meski demikian, data pasien dapat lebih dulu dikirim ke dokter untuk dijadikan dasar diagnosis yang melengkapi konsultasi online. Tujuan Penggunaan Telemedicine WHO menjelaskan ada empat elemen yang berkaitan erat dengan telemedicine, yakni: Bertujuan memberikan dukungan klinis Berguna untuk mengatasi hambatan geografis dan jarak Melibatkan penggunaan berbagai jenis perangkat teknologi informasi Bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat Dari penjelasan elemen itu, tujuan telemedicine tidak terbatas pada layanan konsultasi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan telemedicine. Di antaranya pengiriman data pasien yang jauh dari rumah sakit untuk dilakukan diagnosis secara cepat, seperti radiologi dan pemeriksaan jantung. Telemedicine juga bisa dilakukan antar-fasilitas kesehatan untuk pertukaran data pasien. Dengan demikian, pasien tetap dapat memperoleh manfaat pemeriksaan kesehatan dari dokter meski jauh dari fasilitas medis. Misalnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah pelosok. Dalam hal ini, dokumen seperti foto, video, dan rekam medis cukup dikirimkan ke dokter untuk mendapat diagnosis segera. Fungsi Telemedicine Fungsi utama telemedicine adalah mempermudah pelayanan medis oleh fasilitas kesehatan, terutama bagi masyarakat yang sulit terjangkau atau mengakses fasilitas tersebut. Namun dibutuhkan dukungan infrastruktur dan pemahaman mengenai teknologi informasi yang memadai dalam penerapan telemedicine. Khusus dalam soal konsultasi kesehatan menggunakan Internet, dibutuhkan koneksi yang stabil dan kuat agar layanan berjalan lancar. Dengan adanya dukungan tersebut, telemedicine dapat berfungsi sepenuhnya sesuai dengan tujuannya untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat secara jarak jauh. Telemedicine juga berfungsi memudahkan sistem rujukan pasien antar-rumah sakit atau dari puskesmas ke rumah sakit. Data cukup dikirim dengan teknologi sehingga mengurangi risiko kerusakan atau hilang di tengah jalan. Pasien pun tak perlu lagi risau akan lupa membawa dokumen ketika datang ke rumah sakit rujukan. Jadi dapat disimpulkan fungsi telemedicine antara lain: - Mempercepat dan memudahkan sistem rujukan - Membantu pertolongan pertama pada pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit - Membantu akses kesehatan bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan - Membantu mengurangi kepadatan rumah sakit sehingga layanan di rumah sakit bisa lebih maksimal bagi pasien yang membutuhkan Dalam situasi pandemi, telemedicine atau konsultasi online disarankan menjadi pilihan meski masyarakat masih bisa menjangkau fasilitas medis. Jadi bukan hanya mereka yang tinggal di daerah terpencil yang bisa memperoleh manfaat telemedicine, melainkan masyarakat secara umum. Ditinjau oleh: Dr Khoirul Fahrizal Rokim Primaya Hospital Karawang Referensi: https://temenin. kemkes. go. id/layanan_medis/ https://www. who. int/goe/publications/goe_telemedicine_2010. pdf https://www. aafp. org/media-center/kits/telemedicine-and-telehealth. html https://www. persi. or. id/images/regulasi/permenkes/pmk202019. pdf Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-07-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/operasi-ditengah-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Keamanan operasi di tengah Covid-19 menjadi topik yang banyak dibahas, terutama oleh mereka yang mesti naik meja bedah di masa pandemi saat ini. Secara umum, operasi ketika pandemi belum berakhir memang berisiko lebih tinggi. Namun itu bukan berarti operasi tidak aman. Setiap rumah sakit tentu memiliki prosedur tersendiri yang mengacu pada protokol kesehatan dalam pelaksanaan operasi di tengah Covid-19. Rumah sakit akan menginformasikan pasien dan keluarganya soal prosedur ini. Harapannya, risiko penularan virus corona bisa diminimalkan bila semua pihak terkait mematuhi prosedur tersebut. Di setiap rumah sakit ada dua macam operasi, yakni operasi terencana dan operasi darurat. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaan operasi. Operasi terencana telah dijadwalkan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan operasi darurat adalah operasi yang mendesak dilakukan, bahkan pada saat itu juga. Operasi Terencana Sejumlah perhimpunan dokter bedah menyarankan operasi terencana ditunda di tengah Covid-19. Begitu pula beberapa lembaga kesehatan di mancanegara, seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat. Sebab, operasi jenis ini tak mendesak dilakukan. Namun penundaan ini tetap diputuskan dengan memperhatikan kondisi pasien. Dokter yang akan memberikan penilaian berdasarkan pemeriksaan apakah operasi saat pandemi Covid-19 bagi pasien tersebut bisa ditunda. Dan apabila ditunda hingga berapa lama. Contoh operasi terencana antara lain: Hernia Katarak Mastektomi Tumor Operasi non-medis, seperti operasi wajah dan implan payudara Operasi Darurat Operasi di tengah Covid-19 yang bersifat darurat memerlukan perhatian lebih besar. Sebab, operasi jenis ini tak bisa ditunda karena berhubungan dengan risiko pasien kehilangan nyawa atau menderita sakit lebih parah. Dalam beberapa kasus, operasi darurat tergolong mendesak sehingga harus segera dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Contoh operasi darurat antara lain: Trauma akut Kardiotoraks Gastrointestinal Urogenital Ginekologi Neurologis Vaskular Patah tulang terbuka Pilih Rumah Sakit yang Aman dan Tepercaya Ketika mesti menjalani operasi di tengah Covid-19, pemilihan rumah sakit bisa menjadi faktor kunci keberhasilan operasi. Rumah sakit tersebut mesti aman dan tepercaya sehingga pasien dan keluarganya bisa menepis kekhawatiran menyangkut risiko penularan Covid-19. Terlebih Covid-19 adalah penyakit yang mudah menyerang orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Pasien operasi tertentu tentu lebih rentan terkena virus corona. Penyakit yang diidap pun bisa menjadi lebih parah ketika pasien terjangkit virus corona. Penyakit penyerta menjadi salah satu faktor penyebab meninggalnya pasien corona. Menurut CDC, pasien dengan kondisi tertentu enam kali lipat lebih berpotensi dirawat di rumah sakit dan 12 kali lipat lebih berisiko meninggal ketimbang pasien yang tak memiliki kondisi tersebut. Karena itu, pasien dan keluarganya wajib memilih rumah sakit yang aman dan tepercaya untuk melakukan operasi saat pandemi Covid-19. Rumah sakit itu mesti telah memiliki dan menerapkan prosedur yang dibuat berdasarkan protokol kesehatan. Misalnya ada pengaturan jarak dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang aman. Pasien berhak menerima informasi sejelas mungkin mengenai pelaksanaan operasi di tengah Covid-19 apakah harus ditunda atau tidak. Konsultasikan dengan dokter yang menangani untuk menerima penjelasan tersebut. Penundaan bukan berarti operasi di tengah Covid-19 tidak aman. Rumah sakit tertentu kini lebih berfokus pada penanganan pandemi sehingga harus menetapkan skala prioritas bagi pasien. Ditinjau oleh: dr. Saiful Islam, SpBD Primaya Hospital Karawang Referensi: https://europepmc. org/article/pmc/pmc7245259 https://www. hopkinsmedicine. org/health/treatment-tests-and-therapies/types-of-surgery https://www. cdc. gov/mmwr/volumes/69/wr/mm6924e2. htm Sumber gambar: Freepic - Published: 2020-07-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/konsultasi-online/beda-konsultasi-kesehatan-online-dan-telemedicine/ - Kategori: Konsultasi Online, Penyakit - Translation Priorities: Optional Adanya layanan konsultasi kesehatan online seputar kesehatan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat umum. Layanan yang juga sering disebut sebagai telekonsultasi ini bisa membantu masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan tanpa perlu datang ke rumah sakit. Layanan konsultasi tertentu bahkan bisa diakses secara gratis. Konsultasi kesehatan online atau telekonsultasi kerap dipadankan dengan telemedicine. Keduanya memang berkaitan erat, tapi ada perbedaan yang cukup signifikan dalam penerapannya. Kementerian Kesehatan lewat Peraturan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine telah memberikan definisi dan penjelasan mengenai telemedicine dan telekonsultasi. Walau begitu, peraturan tersebut hanya mengatur telemedicine dan konsultasi online antar-fasilitas pelayanan kesehatan. Pada praktiknya, konsultasi online juga bisa dilakukan langsung oleh pasien kepada dokter di rumah sakit menggunakan teknologi informasi. Apa Itu Konsultasi Online atau Telekonsultasi Menurut Peraturan Menteri Kesehatan 20/2019, telekonsultasi atau konsultasi online klinis adalah pelayanan konsultasi yang dilakukan secara jarak jauh untuk membantu menegakkan diagnosis dan/atau memberi pertimbangan atau saran tata laksana. Konsultasi ini bisa dilaksanakan dalam bentuk tertulis, suara, dan/atau video. Serupa dengan konsultasi di rumah sakit, telekonsultasi klinis juga mesti masuk rekam medis pasien. Rumah sakit wajib menaati peraturan ini karena bernaung di bawah Kementerian Kesehatan. Apa Itu Telemedicine Peraturan Menteri Kesehatan yang sama mendefinisikan telemedicine sebagai pelayanan medis jarak jauh oleh kalangan profesional di dunia kesehatan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pelayanan ini mencakup pertukaran informasi diagnosis, penelitian dan evaluasi, pencegahan penyakit, pengobatan, serta pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan demi meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun dalam peraturan itu telemedicine hanya dilakukan antar-fasilitas pelayanan kesehatan. Jadi komunikasi tidak melibatkan pasien secara langsung. Pelayanan telemedicine harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki izin praktik di fasilitas pelayanan kesehatan. Pelayanan telemedicine meliputi: Teleradiologi Tele-elektrokardiografi Tele-ultrasonografi Telekonsultasi klinis Layanan telemedicine lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perbedaan antara Telekonsultasi dan Telemedicine Dari penjelasan tersebut, bisa diketahui perbedaan antara telekonsultasi alias konsultasi online dan telemedicine. Telekonsultasi merupakan bagian dari telemedicine sehingga cakupannya lebih sempit. Adapun telemedicine mengacu pada layanan kesehatan jarak jauh secara umum yang tidak hanya berupa konsultasi online. Bila mengacu pada penerapan konsultasi online di lapangan, pasien bisa berkonsultasi langsung dengan dokter mengenai kesehatannya. Jadi konsultasi tidak hanya dilakukan oleh satu rumah sakit dengan rumah sakit lain. Cakupan konsultasi online: Komunikasi perihal keluhan dari pasien kepada dokter Pemberian diagnosis dari dokter kepada pasien Pemberian saran tata laksana dari dokter kepada pasien, seperti pengobatan dan tindakan medis Cakupan telemedicine: Radiologi Elektrokardiografi Ultrasonografi obstetrik Konsultasi klinis Peraturan Menteri Kesehatan 20/2019 belum mengatur soal konsultasi online yang ramai disediakan lewat aplikasi atau situs rumah sakit belakangan ini. Setiap penyedia layanan konsultasi memiliki prosedur dan syarat tersendiri dalam penerapannya. Ada yang bisa langsung berkonsultasi tapi hanya lewat chat alias obrolan. Ada pula yang mensyaratkan pendaftaran sebelumnya untuk membuat jadwal konsultasi sehingga lebih terencana. Konsultasi online yang terencana itu pun bisa dilakukan lewat chat ataupun video call. Konsultasi online dengan video call lebih disarankan karena situasinya lebih menyerupai konsultasi reguler di rumah sakit secara tatap muka. Akan lebih baik lagi jika sudah ada data riwayat medis pasien yang dikirim ke rumah sakit tersebut untuk membantu dokter menegakkan diagnosis secara lebih cepat dan akurat. Ditinjau oleh: dr. Alienda Dwi Arani Primaya Hospital Karawang Referensi : https://www. persi. or. id/images/regulasi/permenkes/pmk202019. pdf - Published: 2020-07-26 - Modified: 2020-07-22 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-ditengah-pandemi/ - Kategori: Covid-19, Kebidanan dan kandungan Persiapan melahirkan haruslah benar-benar matang agar proses persalinan berlangsung lancar. Di tengah pandemi Covid-19, persiapan ini butuh upaya ekstra demi memastikan keamanan ibu dan bayi dari ancaman virus corona. Untuk itu, peran orang tua dan tenaga kesehatan yang menangani persalinan amat dibutuhkan. Kementerian Kesehatan telah menerbitkan pedoman untuk penanganan ibu hamil, melahirkan, dan nifas serta bayi yang baru lahir pada masa pandemi. Pedoman ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, ibu hamil, dan keluarganya. Harapannya adalah baik ibu maupun bayi bisa tetap memperoleh pelayanan esensial. Risiko yang muncul juga bisa dikenali sejak dini sehingga bisa mendapat pertolongan segera. Selain itu, tenaga kesehatan juga bisa terhindar dari risiko terinfeksi Covid-19 dalam penanganan persalinan. Persiapan Melahirkan di Tengah Pandemi Covid-19 Prinsip utama dalam persiapan melahirkan di kala pandemi ini adalah menerapkan protokol kesehatan supaya tak terjangkit Covid-19. Ibu hamil dan keluarganya wajib menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Batasi pula aktivitas di luar rumah dan tetap rutin berolahraga dan menjaga pola makan demi kesehatan ibu dan bayi. Persiapan melahirkan bagi ibu hamil juga mencakup rencana pemeriksaan trimester kehamilan atau tiga bulanan. Berikut ini panduan dari Kementerian Kesehatan: Screening atau penyaringan faktor risiko diperlukan dalam pemeriksaan pertama kehamilan. Karena itu, ibu hamil dianjurkan datang ke dokter untuk diketahui apakah ada faktor risiko yang bisa mengganggu persiapan melahirkan. Sebaiknya buat janji dulu sebelum datang ke rumah sakit agar tak menunggu terlalu lama. Kenakan masker. Pemeriksaan kehamilan pada trimester kedua bisa ditunda. Pemeriksaan bisa digantikan dengan konsultasi online. Tapi bila ada tanda bahaya, ibu hamil harus menuju rumah sakit segera. Pemeriksaan kehamilan pada trimester ketiga wajib dilakukan satu bulan sebelum hari perkirakan lahir bayi. Rutin memantau kondisi sendiri sehingga bisa langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika ada tanda risiko bahaya. Deteksi gerakan janin secara mandiri mulai usia kehamilan 20 minggu. Setelah 28 minggu, pastikan ada minimal 10 gerakan janin per 2 jam. Ibu hamil tak perlu mengikuti senam kehamilan di rumah sakit. Sebagai ganti, bisa ikut kelas online dan dibarengi dengan rutin olahraga dan makan makanan dengan gizi seimbang. Pilihan Tempat Melahirkan yang Aman dan Tepercaya Persiapan melahirkan di tengah pandemi Covid-19 juga mesti memperhatikan tempat persalinan. Pastikan lokasi melahirkan itu aman dan tepercaya, terutama dalam kaitan dengan wabah virus corona. Anda bisa memilih melahirkan di bidan atau rumah sakit. Yang jelas, pastikan lokasinya tidak menjadi rujukan pasien Covid-19. Lebih baik lagi jika fasilitas pelayanan kesehatan itu memiliki gedung sendiri atau ruang terpisah dari gedung perawatan lain untuk penanganan persalinan. Dengan demikian, risiko penularan corona saat persalinan bisa diminimalkan. Anda bisa pula memilih melahirkan di rumah. Tapi konsultasikan dulu hal ini dengan dokter yang menangani. Sebab, risiko persiapan persalinan di rumah lebih besar ketimbang di fasilitas khusus karena masalah peralatan. Apalagi jika ada faktor risiko yang bisa membahayakan persalinan. Penanganan Khusus bagi Ibu Hamil dengan Covid-19 Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia juga memberikan rekomendasi penanganan khusus persiapan melahirkan bagi ibu hamil dengan Covid-19. Meski merupakan pasien positif atau pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, ibu hamil tetap berhak mendapatkan pelayanan persalinan. Bila memiliki gejala Covid-19, ibu hamil disarankan menjalani tes untuk memastikan kondisinya. Ibu hamil yang berstatus positif dan PDP akan menjalani perawatan di ruangan khusus yang terpisah. Selama perawatan di ruangan ini, ibu hamil rutin dipantau dan dievaluasi kondisinya. Pemberian obat-obatan harus sesuai dengan diagnosis dokter untuk menghindari memburuknya gejala. Dalam persiapan melahirkan, akan ada tim dokter lintas disiplin yang terlibat. Dalam persiapan melahirkan, ibu hamil dengan Covid-19 dan keluarganya mesti membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai wabah penyakit ini. Persalinan di tengah pandemi Covid pada dasarnya aman selama menuruti pedoman dan protokol kesehatan yang telah ditentukan, Narasumber: dr. Putu Aditya, M. Biomed, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Betang Pambelum Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-07-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/anak/perlukah-bayi-menggunakan-masker-ketika-hendak-ke-rumah-sakit/ - Kategori: Anak, Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Pemerintah telah menetapkan imbauan protokol kesehatan untuk merespons situasi pandemi Covid-19. Protokol itu mencakup penggunaan masker dan jaga jarak fisik di area publik, termasuk rumah sakit. Protokol itu berguna untuk mencegah penularan virus corona. Tapi muncul pertanyaan, perlukah bayi menggunakan masker ketika hendak ke rumah sakit? Menurut WHO, mengenakan masker adalah bagian dari cara mencegah dan mengendalikan serta membatasi penyebaran penyakit virus saluran pernapasan tertentu, termasuk Covid-19. Masker bisa digunakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Namun WHO juga meminta untuk mempertimbangkan kemungkinan bahaya dan risiko penggunaan masker di kalangan tertentu, antara lain anak-anak. Tidak ada anjuran bayi menggunakan masker oleh WHO. Ikatan Dokter Anak Indonesia pun menyatakan tidak mungkin bayi menggunakan masker. Efektivitas Penggunaan Masker pada Bayi Hingga kini belum ada penelitian yang menguji apakah efektif bayi menggunakan masker dalam pencegahan Covid-19. Namun para dokter sepakat bahwa penggunaan masker pada bayi akan membawa risiko bagi keselamatan bayi. Sebab, masker akan menghambat aliran oksigen masuk ke tubuh bayi. Bayi, terutama yang berusia di bawah 2 tahun, masih sangat rentan dan membutuhkan banyak oksigen. Jika oksigen terhambat, jiwa bayi justru bisa terancam. Berikut ini alasan kenapa tidak disarankan bayi menggunakan masker: Saluran pernapasan bayi lebih kecil. Bila terhambat masker, bayi bisa kekurangan oksigen dan meninggal. Masker membuat bayi sulit bernapas sehingga rewel. Bayi tak bisa melepas masker sendiri ketika merasa sulit bernapas. Tidak ada produsen masker khusus bayi yang mendapat persetujuan pakar Tips Membawa Bayi ke Rumah Sakit Di tengah imbauan diam di rumah, mungkin ada keperluan mendesak yang mengharuskan membawa bayi ke luar rumah. Salah satunya ke rumah sakit, entah untuk konsultasi entah imunisasi anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia menganjurkan vaksin pada anak memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya ruang imunisasi anak dibedakan dengan ruang konsultasi dan perawatan biasa. Jika Anda berencana ke rumah sakit bersama bayi, berikut ini tips yang bisa dilakukan: Sebaiknya hanya orang tua bayi menggunakan masker, bukan bayinya. Face shield pada bayi juga tidak diperlukan karena sama-sama menghalangi masuknya oksigen. Tunda kedatangan ke rumah sakit bila orang tua atau bayi sedang tidak enak badan. Pemberian imunisasi anak tidak boleh ditunda, karena penundaan imunisasi dapat menyebabkan bayi / anak tidak terlindungi dari penyakit berbahaya lainnya. Jika memang ada halangan, penundaan imunisasi maksimal 2 minggu. Pilih rumah sakit khusus anak yang tidak menerima rujukan pasien Covid-19. Pilih rumah sakit yang memiliki gedung perawatan sendiri untuk anak. Jaga kebersihan diri dan sekitar bayi. Selalu jaga jarak 1-2 meter dari orang lain. Harus digarisbawahi, rumah sakit melarang sama sekali membawa bayi ke rumah sakit untuk membesuk, terutama di masa pandemi. Sebab, sistem imun anak belum memadai sehingga rentan terinfeksi ketika berada di rumah sakit. Mengingat tak adanya panduan bayi menggunakan masker oleh WHO ataupun perhimpunan dokter anak, sebaiknya orang tua tidak memaksakan diri. Terlebih masker bukanlah jaminan bahwa seseorang akan terhindar dari virus corona. Penggunaan masker bisa menimbulkan rasa aman yang semu. Tak ada manfaat bayi menggunakan masker yang secara gamblang dirasakan. Diperlukan langkah lain yang berkaitan dengan protokol kesehatan untuk mencegah corona. Bila masih ragu, gunakan fasilitas konsultasi online dengan dokter anak dulu sebelum datang ke rumah sakit. Narasumber: dr. Alogo Octavianus Napitupulu, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Betang Pambelum Sumber gambar : Freepic - Published: 2020-07-23 - Modified: 2020-07-21 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/jenis-pemeriksaan-untuk-diagnosis-covid-19/ - Kategori: Covid-19 Dalam rangka diagnosis Covid-19, terdapat dua jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah swab test atau RT-PCR. Yang kedua adalah rapid test atau tes serologis. Keduanya memiliki prosedur dan mekanisme yang berbeda dalam menentukan hasil tes untuk diagnosis. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), swab test menggunakan metode polymerase chain reaction atau PCR lebih direkomendasikan untuk diagnosis Covid-19. Namun rapid test juga memiliki peran penting dalam deteksi dini penularan virus corona di masyarakat. Dari deteksi dini, tim yang bertugas menangani Covid-19 bisa menentukan langkah selanjutnya guna mencegah penularan lebih luas. Pemeriksaan RT-PCR (Swab Test) Pemeriksaan RT PCR merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi materi genetik virus. Pemeriksaan PCR dapat menggunakkan sampel swab nasofaring (melalui hidung) dan swab orofaring (melalui tenggorokan). Alat yang digunakan menggunakan swab khusus yang digunakan untuk pemeriksaan PCR kemudian dimasukkan kedalam tabung penampung( viral transport media/ VTM). Metode PCR terdiri dari beberapa tahap yaitu proses pelepasan dan penggandaan materi genetik virus sehingga dapat dideteksi dengan alat. Pemeriksaan ini dilakukan dalam ruangan laboratorium dan peralatan PCR yang sesuai dengan standar Biosafety Level 2. Faktor yang berpengaruh pada pemeriksaan PCR antara lain faktor pengambilan sampel, transportasi sampel, hingga proses pengerjaan sampelnya. Untuk proses pengerjaan sampel hingga dikeluarkan hasil dapat memakan waktu yang cukup lama dibandingkan pemeriksaan laboratorium lainnya. Untuk memastikan adanya seseorang terinfeksi virus SARS COV-2 ini dianjurkan menggunakan PCR SARS COV-2. Pemeriksaan Serologis (Rapid Test) Rapid test lebih berperan sebagai cara penyaringan awal terhadap kasus positif Covid-19. Hasil rapid test tak bisa dijadikan penopang diagnosis pasien Covid-19. Sebab, pemeriksaan serologis ini hanya bertujuan melihat ada atau tidaknya sistem kekebalan tubuh yang muncul sebagai respons terhadap masuknya virus. Virus ini tidak selalu SARS-CoV-2 atau penyebab Covid-19. Waktu pemeriksaan juga mempengaruhi hasil rapid test. Bisa jadi belum ada respons dari sistem imun karena virus corona baru saja masuk. Karena itu, hasil rapid test yang positif atau reaktif tidak selalu menandakan orang yang dites positif corona. Diperlukan tes berulang hingga swab test untuk menegakkan diagnosis. Walau demikian, orang dengan hasil rapid test positif bisa disaring dan diisolasi sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19 sembari menunggu kepastian diagnosis. Prosedur rapid test lebih sederhana dan singkat dibanding swab test. Biayanya pun lebih murah. Cara yang paling jamak adalah dengan mengambil sampel darah dari ujung jari. Sampel ini lalu diperiksa menggunakan alat rapid test untuk melihat sistem imun. Bila ditemukan respons sistem imun atau reaktif, ada potensi infeksi virus corona. Begitu pula sebaliknya. Hasil ini bisa diketahui dalam hitungan menit hingga jam sejak pengambilan sampel. Perbedaan RT-PCR dan Rapid Test Dari penjelasan di atas bisa ditarik poin perbedaan RT-PCR dan rapid test menyangkut metode, sampel yang diambil, lama pemeriksaan hingga hasil keluar, biaya, hingga diagnosis Covid-19. Metode Swab test: pemeriksaan di laboratorium khusus dengan metode PCR Rapid test: menggunakan alat rapid test Sampel Swab test: lendir dari pangkal hidung atau tenggorokan Rapid test: darah dari ujung jari Lama pemeriksaan Swab test: berjam-jam hingga berhari-hari, tergantung antrean sampel yang diperiksa Rapid test: dalam hitungan menit hingga jam Biaya Swab test: lebih tinggi Rapid test: lebih murah Diagnosis Swab test: sebagai penegak kasus positif atau negatif Rapid test: sebagai penyaring atau deteksi dini kasus Covid Saat ini swab test dan rapid test bisa dilakukan secara mandiri di rumah sakit yang memiliki fasilitas. Sejumlah rumah sakit juga bisa memeriksa secara drive thru atau tanpa turun dari kendaraan untuk rapid test. Ada pula tes dengan kunjungan ke rumah sesuai dengan kebutuhan. Ditinjau oleh: dr. Regina A. Meilinda,Sp. PK Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://kawalcovid19. id/content/1183/rapid-test-atau-swab-test-apa-bedanya-mana-yang-lebih-baik - Published: 2020-07-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/urologi/penyakit-batu-ginjal/ - Kategori: Penyakit, Urologi - Translation Priorities: Optional Penyakit batu ginjal adalah kondisi ketika terjadi endapan material keras berupa garam dan mineral di dalam ginjal. Ukuran batu ginjal kecil, tapi bisa bertambah besar dari hari ke hari. Dalam beberapa kasus, batu ini menetap di ginjal dan tidak menimbulkan masalah. Tapi ada kemungkinan batu turun ke saluran kemih dan memicu gangguan serius, termasuk tersumbatnya saluran sehingga timbul rasa sakit saat berkemih. Menurut laporan penelitian yang dimuat di Asian Journal of Urology pada 2018, penyakit batu ginjal adalah salah satu penyakit urologi yang kerap dijumpai di Asia, termasuk di Indonesia. Adapun penderitanya kebanyakan berusia di atas 30 tahun. Beberapa gejala penyakit batu ginjal antara lain: Rasa sakit seperti tertusuk di pinggang dan punggung, seringnya menjalar hingga bawah perut dan pangkal paha. Rasa sakit ini kerap datang tiba-tiba. Perasaan sangat ingin berkemih. Sakit saat berkemih. Urine berwarna merah atau gelap karena darah. Mual dan muntah. Pada laki-laki, ada rasa sakit pada ujung penis. Penyebab Penyakit Batu Ginjal Terdapat sejumlah penyebab penyakit batu ginjal. Salah satunya faktor keturunan. Orang yang Orang tuanya / saudaranya punya penyakit batu ginjal rentan mengalami penyakit serupa. Penyebab lainnya: Volume Urine Rendah Penyebab utamanya yaitu volume urine yang rendah mungkin disebabkan oleh dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, antara lain lantaran asupan minuman yang tidak mencukupi. Ketika volumenya rendah, urine terkonsentrasi dan berwarna gelap. Akibatnya, garam lebih sulit larut dan berpotensi mengendap. Pola makan Mineral berupa kalsium yang terlalu tinggi dalam tubuh bisa memicu pembentukan batu ginjal. Kalsium masuk ke tubuh melalui asupan makanan atau minuman, seperti susu dan sayuran. Namun kalsium dibutuhkan untuk penguatan tulang. Jenis kalsium yang menjadi faktor penyebab penyakit batu ginjal adalah oksalat, yang antara lain berasal dari produk kedelai, teh, bayam, cokelat, serta suplemen kalsium. Masalah Usus Masalah usus tertentu yang menyebabkan diare, seperti penyakit Crohn's atau kolitis ulseratif dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal kalsium oksalat. Diare membuat sejumlah besar cairan hilang dari tubuh sehingga volume urine turun. Obesitas Obesitas dapat memicu perubahan kadar asam dalam urine hingga menyebabkan pembentukan batu ginjal. Kondisi medis Beberapa kondisi medis meningkatkan risiko batu ginjal. Misalnya pertumbuhan abnormal satu atau lebih kelenjar paratiroid, yang mengontrol metabolisme kalsium. Ini dapat menyebabkan batu ginjal. Obat Beberapa obat, termasuk suplemen kalsium dan vitamin C, ditengarai sebagai penyebab batu ginjal. Pengobatan Penyakit Batu Ginjal Pengobatannya bergantung pada jenis batu, tingkat keparahan, dan lama gejala yang dialami. Kadang batu ginjal bisa keluar sendiri lewat urine, terutama yang berukuran kecil. Obat-obatan Obat yang sering diresepkan antara lain tamsulosin. Obat ini membuat saluran kemih lebih relaks sehingga batu lebih mudah keluar. Operasi Operasi bisa jadi dibutuhkan untuk menghilangkan batu dari ginjal atau saluran kemih jika batu tak kunjung keluar, rasa sakit kian tak tertahankan, atau fungsi ginjal terganggu akibat infeksi. Saat ini, operasi batu ginjal tak selalu dijalankan dengan pembedahan. Jenis operasi batu ginjal di antaranya: Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (Tindakan ESWL): Dilakukan dengan menembakkan gelombang kejut menggunakan mesin hingga batu pecah menjadi bagian-bagian lebih kecil agar bisa keluar lewat saluran kemih. Tidak ada pembedahan atau memasukkan alat apa pun ke tubuh. Ureteroskopi (URS): Menggunakan teleskop mungil yang dimasukkan lewat kandung kemih untuk mendeteksi batu ginjal, lalu batu diambil dengan alat khusus. Setelah batu diambil, dokter memasang stent temporer pada saluran kemih untuk menguras urine di ginjal. Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL): Sering diterapkan pada batu yang ukurannya lebih besar. Prosedurnya meliputi pembedahan pada pinggang atau punggung untuk melihat posisi batu. Batu akan dipecah dan disedot begitu terdeteksi. Pencegahan Penyakit Batu Ginjal Batu ginjal bisa muncul lagi meski sudah diambil. Karena itu, diperlukan tindakan pencegahan, seperti: Minum cukup air, setidaknya 3 liter per hari Mengurangi asupan garam Sering makan buah dan sayuran Kurangi atau hindari makanan yang mengandung oksalat tinggi Kurangi atau hindari protein hewani Kurangi atau hindari sodium Tambah asupan kalsium Penyakit batu ginjal bisa muncul dengan gejala yang tak begitu terasa. Beberapa orang menganggap rasa sakit di pinggang atau punggung disebabkan oleh kram atau nyeri otot, padahal itu gejala batu ginjal. Konsultasi dengan dokter dibutuhkan guna mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat. Ditinjau oleh: dr. Dwi Iswanto, Sp. U Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://www. urologyhealth. org/urologic-conditions/kidney-stones https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755 https://www. ncbi. nlm. nih. gov/pmc/articles/PMC6197415/ - Published: 2020-07-20 - Modified: 2020-07-20 - URL: https://primayahospital.com/konsultasi-online/jenis-penyakit-konsultasi-dokter-online/ - Kategori: Konsultasi Online Konsultasi dokter online lewat bantuan teknologi Internet hadir untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan tanpa perlu datang ke rumah sakit. Layanan ini juga didukung oleh Kementerian Kesehatan lewat kerja sama dengan sejumlah penyedia jasa konsultasi online dokter baik lewat situs web maupun aplikasi di telepon seluler pintar. Kepraktisan menjadi salah satu alasan kenapa konsultasi dokter online digemari. Alasan lain adalah terdapat layanan konsultasi yang gratis meski terbatas. Layanan ini pun berguna untuk mengatasi cyberchondria alias kekhawatiran berlebih yang timbul pada seseorang setelah membaca informasi di Internet tentang suatu penyakit dengan gejala yang sama dengan yang ia rasakan. Cyberchondria terjadi ketika seseorang melakukan diagnosis sendiri berdasarkan informasi yang ia baca di Internet, biasanya situs kesehatan. Padahal diagnosis harus ditegakkan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan. Daripada melakukan diagnosis sendiri, lebih baik mengakses konsultasi online dengan dokter yang beragam Internet. Jenis-Jenis Penyakit Konsultasi Dokter Online Banyak jenis penyakit yang bisa dikonsultasikan secara online. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum ataupun dokter spesialis, sesuai dengan keluhan dan gejala yang dialami. Bila menggunakan aplikasi konsultasi online, Anda bisa memilih kategori penyakit yang tersedia untuk dikonsultasikan. Adapun bila menggunakan layanan konsultasi online di rumah sakit, prosesnya mirip dengan konsultasi biasa. Anda mesti mendaftarkan diri dulu, baru mendapat jadwal antrean konsultasi. Dalam layanan ini, Anda sendiri yang memilih dokter mana yang akan dimintai konsultasi. Jenis penyakit itu antara lain: Alergi Diabetes Kulit dan kelamin Gizi Kanker Kebidanan dan kandungan Gigi dan mulut Mata Seksualitas Telinga-hidung-tenggorok Tulang Kolesterol Jantung Flu Ginjal dan hati Virus Infeksi Psikologis Cedera luar Hal yang Dilakukan Apabila Memerlukan Pemeriksaan Lebih Lanjut Konsultasi online adalah alternatif konsultasi tatap muka langsung di rumah sakit, bukan sebagai pengganti. Itu artinya Anda tetap mungkin diminta datang ke rumah sakit untuk melanjutkan konsultasi agar lebih jelas. Demikian pula jika dari konsultasi itu ternyata dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jika Anda memang disarankan mendapat pemeriksaan lebih lanjut dari konsultasi online, tips berikut ini bisa membantu. Cari Second Opinion Sama dengan konsultasi biasa, Anda juga bisa mencari second opinion alias pendapat dokter lain mengenai tindakan terhadap keluhan dan gejala yang dialami. Kekeliruan diagnosis bukanlah hal yang mustahil dalam dunia kedokteran. Risiko kekeliruan ini makin besar di tengah tren konsultasi online. Maka disarankan mencari second opinion atas diagnosis dokter pertama. Apalagi second opinion diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit sebagai hak pasien. Tanyakan Biaya Anda boleh menanyakan soal perkiraan biaya tindakan lebih lanjut yang disarankan dari konsultasi online. Dokter mungkin tidak tahu persis biayanya, tapi bisa memberikan estimasi. Dengan begitu, Anda dapat menyiapkan dana jika memang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Meminta informasi lebih lanjut Dokter bisa meminta pasien menjalani pemeriksaan lebih lanjut dalam berbagai hal. Misalnya ke radiologi atau laboratorium, bisa juga diminta menjalani tes ultrasonografi (USG) atau bahkan langsung ke unit gawat darurat. Anda mesti minta informasi lebih lanjut soal pemeriksaan ini, termasuk apakah ada pantangan sebelumnya atau tidak. Perkembangan teknologi telah memudahkan konsultasi dokter online seputar masalah kesehatan. Anda dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan dengan selalu memastikan keamanan data diri di Internet dan kualifikasi dokter supaya mendapatkan hasil yang diharapkan. Narasumber: dr. Ricky Setiawan Koord. Dokter Umum Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://primayahospital. com/konsultasi-online/ https://www. healthline. com/health/cyberchondria-modern-day-hypochondriac - Published: 2020-07-15 - Modified: 2020-07-13 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/mau-konsultasi-online-selama-corona-ini-tipsnya/ - Kategori: Covid-19, Konsultasi Online Pandemi virus corona telah mengubah segalanya, termasuk dalam hal konsultasi kesehatan. Kini telah tersedia beragam layanan konsultasi online dari dokter ataupun rumah sakit. Lewat konsultasi online atau telekonsultasi, risiko penularan Covid-19 bisa dikurangi karena tak ada kontak fisik. Terdapat setidaknya dua cara konsultasi online dengan dokter, yakni: - Chat - Video call Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun cara yang paling mendekati adalah video call karena ada tatap muka antara pasien dan dokter. Agar telekonsultasi berjalan lancar, pastikan koneksi Internet stabil. Bukan hanya itu, ada beberapa hal lain yang juga dibutuhkan supaya konsultasi online terasa layaknya konsultasi biasa. Berikut ini tipsnya: Siapkan Resume Medis atau Dokumen Riwayat Kesehatan Seperti konsultasi biasa, resume medis atau dokumen riwayat kesehatan dibutuhkan agar dokter bisa mendapatkan informasi kesehatan pasien. Informasi ini akan lebih jelas tersampaikan jika dalam bentuk data dokumen. Data dapat dikirim lewat e-mail atau cara lain sesuai dengan prosedur konsultasi online. Bisa saja riwayat kesehatan disampaikan secara verbal. Tapi ada kemungkinan kesalahpahaman karena hal teknis, seperti waktu yang terbatas atau suara yang kurang terdengar jelas. Bila ada dokumen, dokter bisa melihat dan mempelajari sendiri untuk kemudian memberikan diagnosis dan nasihat lebih akurat. Jelaskan Keluhan yang Dirasakan Waktu konsultasi online yang terbatas lebih baik dimanfaatkan untuk menjelaskan keluhan yang dirasakan. Sebisa mungkin jelaskan dengan gamblang keluhan saat konsultasi. Misalnya sakit kepala. Bagaimana sakitnya, apakah nyeri atau seperti berputar. Lalu berapa lama sakit dirasakan, apakah terus-terusan atau datang dan pergi. Makin jelas informasi keluhan, dokter makin mendapat informasi yang dibutuhkan dalam layanan konsuktasi. Tunjukkan Bagian yang Bermasalah Dalam telekonsultasi, ada keterbatasan dalam pemeriksaan bagian yang dikeluhkan. Misalnya ada masalah pada punggung. Bagian manakah tepatnya masalah itu muncul? Apakah di dekat pinggul, atau dekat leher, atau tengah-tengah? Karena itu, sebaiknya tunjukkan bagian yang bermasalah ketika konsultasi online secara langsung. Dengan demikian, dokter dapat mengidentifikasi masalah tersebut secara lebih jelas. Tips konsultasi online terutama berlaku untuk masalah yang terasa secara fisik dan tidak sensitif. Tidak Semua Penyakit Bisa Ditangani Berbeda dengan konsultasi biasa, tak semua keluhan penyakit dapat dilayani dalam konsultasi online. Ini terutama untuk penyakit dalam atau kronis yang membutuhkan penanganan secara khusus. Dalam hal ini, cara lebih baik adalah dengan konsultasi tatap muka langsung. Tips lain yang tak kalah penting terkait dengan persoalan teknis dalam telekonsultasi. Misalnya pasien tak begitu paham soal penggunaan gadget. Maka diperlukan pendamping yang membantu saat konsultasi berlangsung. Selain itu, bila punya peralatan medis yang mendukung, sediakan sebelum dan saat konsultasi. Contohnya tensimeter untuk mengukur kadar tekanan darah atau termometer untuk mengukur suhu, tergantung keluhan pasien. Beberapa rumah sakit menyediakan layanan konsultasi lewat aplikasi atau situs khusus. Pasien dapat mempelajari lebih dulu prosedur atau cara konsultasi online di situs rumah sakit agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam konsultasi. Prosedur itu antara lain soal pendaftaran konsultasi. Jadi layanan tak bisa diakses secara langsung saat itu juga. Diperlukan pendaftaran untuk membuat janji temu dengan dokter serta pengisian data. Serupa dengan konsultasi biasa, pasien juga mungkin mendapat resep obat dari dokter. Jangan lupa minta penjelasan secara lengkap mengenai resep itu. Misalnya apakah dapat langsung membeli dari rumah sakit terkait dan bagaimana pembayaran serta pengirimannya. Meski pandemi Covid-19 membatasi pergerakan orang, dokter dan rumah sakit tetap berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Diharapkan konsultasi online bisa menjadi alternatif layanan bagi masyarakat tanpa perlu datang ke rumah sakit. Ditinjau oleh: dr. Marturia Inriani Aruperes, M. Kes Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://primayahospital. com/konsultasi-online/ https://www. persi. or. id/images/regulasi/permenkes/pmk202019. pdf - Published: 2020-07-14 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/olahraga-di-tengah-pandemi/ - Kategori: Covid-19, Penyakit - Translation Priorities: Optional Olahraga di tengah pandemi Covid-19 tidak mustahil dilakukan. Bahkan semestinya olahraga kian digiatkan untuk lebih menjaga kebugaran tubuh. Tubuh yang bugar dan sehat akan lebih sulit dimasuki virus karena daya tahan tubuh yang lebih kuat. Dibarengi dengan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, olahraga bisa memberikan manfaat besar bagi setiap orang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mengampanyekan #HealthyAtHome atau #SehatdDiRumah lewat kegiatan fisik di tengah pandemi. Menurut WHO, olahraga tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tapi juga mental. Olahraga di tengah pandemi tetap mesti dengan melihat protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona. Karena itulah tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan lantaran rentan menjadi sarana penularan Covid-19. Makanya, Menteri Pemuda dan Olahraga menerbitkan surat edaran Nomor 6. 11. 1/Menpora/VI/2020 Tahun 2020 untuk mengatur kegiatan olahraga yang bernaung di bawah Kemenpora. Sebelumnya, kompetisi sepak bola, basket, dan olahraga tim lainnya banyak yang ditangguhkan, diselesaikan lebih awal, bahkan dibatalkan akibat pandemi. Menyambut era new normal, Kementerian Olahraga memberikan panduan lewat surat edaran itu bagi organisasi yang hendak kembali menggelar kompetisi olahraga di tengah pandemi. Melihat fakta di atas, bagi masyarakat umum, jenis olahraga di tengah pandemi yang disarankan adalah yang bersifat individual dan bisa dilakukan di rumah sendiri tanpa melibatkan banyak orang. Dengan demikian, risiko penularan virus corona bisa ditekan. Di bawah ini di antaranya: Jumping Jack Jenis olahraga ini bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Tak perlu pula peralatan khusus. Cukup dengan sepatu olahraga yang nyaman. Manfaat: Menekan risiko penyakit jantung; menguatkan otot paha, betis, bokong, dan bahu. Cara: Berdiri dengan kedua kaki lurus dan kedua tangan di samping Melompat sambil melebarkan kaki dan kedua tangan ke atas hampir bersentuhan Melompat lagi sambil menurunkan kedua tangan dan mengembalikan kaki ke posisi semula Lompat Tali Mirip dengan jumping jack, jenis olahraga yang juga dikenal dengan nama skipping ini dilakukan dengan cara melompat. Bedanya adalah dibutuhkan peralatan berupa tali yang khusus untuk olahraga ini. Manfaat: Meningkatkan koordinasi tubuh; menjaga kesehatan jantung; menguatkan otot kaki Cara: Berdiri tegak dengan kedua tangan menggenggam gagang tali. Tali harus menggantung di belakang kaki. Ayunkan tali menggunakan telapak dan pergelangan tangan melewati kepala. Lompat ketika tali terayun menuju kaki. Sit Up Sit up adalah olahraga sederhana, tapi mesti dilakukan dengan cara yang benar. Ada beberapa cara melakukan sit up. Pilih yang paling nyaman. Manfaat: Menguatkan otot perut; memperbaiki postur badan; meningkatkan fleksibilitas Cara: Dalam posisi berbaring, tekuk lutut dengan telapak kaki menempel di lantai. Lebar kaki setara dengan pinggul. Kedua tangan memegang bagian belakang kepala membentuk sudut. Sambil membuang napas, dorong bagian atas tubuh ke atas hingga tegak. Sambil menarik napas, balik ke posisi berbaring semula. Saat melakukan sit up, pandangan harus lurus. Yoga Terdapat banyak gerakan yoga sebagai pilihan olahraga di tengah pandemi. Setiap gerakan memiliki tingkat kemudahan berbeda. Manfaat: Menjaga kebugaran fisik dan psikis; memperbaiki postur tubuh Cara: Di kanal YouTube tersedia beberapa gerakan yang bisa dipraktikkan. Pilihlah yang gerakannya paling mudah dulu dan jangan pernah memaksakan diri melakukan gerakan yang sulit sebagai pemula. Plank Plank kelihatannya simpel. Tapi butuh upaya ekstra untuk konsisten melakukan gerakan olahraga ini. Manfaat: Memperbaiki postur tubuh; meningkatkan fleksibilitas tubuh; memperkuat otot Cara: Tubuh lurus menghadap lantai atau matras. Topang tubuh dengan kedua lengan membentuk sudut 90 derajat. Siku dan ujung kaki menjadi tumpuan. Posisi tubuh mesti lurus horizontal, tarik otot perut ke dalam. Pertahankan posisi selama beberapa detik. Ulangi dan tingkatkan durasi plank secara berkala. Pandemi bukanlah halangan untuk berolahraga, tapi justru bisa memberikan motivasi tambahan lantaran dapat membantu meningkatkan kebugaran. Selain pilihan di atas, bisa juga berolahraga di luar rumah. Namun tentu olahraga di tengah pandemi mesti selalu memperhatikan protokol pencegahan virus corona agar tidak justru merugikan kesehatan. Ditinjau oleh: dr. M. Sonny Oliver Primaya Hospital Tangerang Sumber gambar : Freepic Referensi: https://www. who. int/news-room/campaigns/connecting-the-world-to-combat-coronavirus/healthyathome/healthyathome---physical-activity https://covid19. hukumonline. com/wp-content/uploads/2020/06/surat_edaran_menteri_pemuda_dan_olahraga_nomor_6_11_1_menpora_vi_2020_tahun_2020. pdf - Published: 2020-07-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/mau-menikah-di-tengah-covid-19-ini-prosedur-dari-kemenag/ - Kategori: Covid-19, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Menikah di tengah Covid-19 apakah bisa? Jawaban singkatnya: tentu bisa. Tapi ada yang mesti digarisbawahi: pernikahan pada masa pandemi virus corona berbeda dengan pernikahan biasa. Sebab, ada prosedur yang mesti ditaati demi kebaikan bersama. Salah satu prosedur itu dikeluarkan Kementerian Agama sebagai panduan buat yang mau menikah di tengah Covid-19 baik di dalam maupun di luar kantor urusan agama (KUA). Kemenag menerbitkan Surat Edaran tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Nikah pada Masa Pandemi Covid-19 pada 10 Juni 2020. Surat itu memberikan keleluasaan sekaligus prosedur untuk melangsungkan akad nikah di tengah Covid-19. Terdapat setidaknya 10 poin prosedur dalam surat edaran Kemenag. Bagi yang hendak menikah di tengah Covid-19, poin-poin tersebut harus dijadikan acuan. Berikut ini penjelasannya secara singkat: Kapan pencatatan pernikahan di KUA kecamatan bisa dilakukan? Setiap hari kerja sesuai dengan jadwal kerja pelayanan KUA terkait. Bagaimana cara mendaftar menikah? - Lewat online di situs Simkah. kemenag. go. id - Telepon KUA kecamatan - E-mail KUA kecamatan - Datang langsung ke KUA kecamatan Bagaimana prosedur pendaftaran, pemeriksaan, pelaksanaan akad nikah? Prosedur mengacu pada protokol kesehatan dan mengurangi kontak fisik sebisa mungkin dengan petugas KUA. Apakah akad nikah bisa di luar KUA? Akad nikah bisa di KUA ataupun di luar KUA. Berapa banyak yang boleh ikut serta dalam akad? - Jika akad di KUA atau di rumah, maksimal peserta 10 orang - Jika akad di masjid atau gedung pertemuan, maksimal peserta 20 persen dari kapasitas ruangan dengan jumlah paling banyak 30 orang Bagaimana pengaturan akad nikah di KUA? KUA kecamatan yang akan mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan proses akad nikah dengan mengacu pada protokol kesehatan. Bagaimana pengaturan akad nikah di luar KUA? Kepala KUA kecamatan dapat menjalin koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat keamanan, untuk memastikan protokol kesehatan terpenuhi. Bagaimana jika protokol kesehatan tidak terpenuhi? Penghulu wajib menolak memberikan pelayanan pernikahan dengan memberikan surat tertulis dan diketahui aparat keamanan. Bagaimana pelaksanaan new normal atau tatanan normal baru dalam pelayanan akad nikah? Kepala KUA kecamatan akan berkoordinasi dengan ketua gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dalam rencana new normal. Siapa yang berwenang memantau dan mengendalikan pelaksanaan new normal dalam pelayanan akad nikah? Wewenang ada di kepala kantor Kementerian Agama tingkat kabupaten/kota. Tips Menikah di Tengah Covid-19 Menikah di tengah Covid-19 artinya sudah siap dengan segala pembatasan yang diatur dalam protokol kesehatan baik untuk akad maupun resepsi pernikahan. Hal ini penting untuk mengantisipasi penularan virus corona di kalangan tamu dan keluarga sendiri. Berikut ini tips menikah di tengah Covid-19 yang berpatokan pada protokol kesehatan dan surat edaran Kemenag: Batasi Jumlah Tamu yang Hadir dan Jaga Jarak Sesuaikan jumlah tamu dengan ketentuan dalam surat edaran Kemenag. Selain itu, atur jarak antartamu 1-2 meter. Misalnya dengan membuat tanda silang di lantai sebagai jarak. Akad nikah dan resepsi bisa disiarkan secara online, seperti menggunakan YouTube, bagi tamu yang tak bisa hadir. Gunakan Masker & Sediakan Hand Sanitizer Semua orang dalam akad nikah wajib mengenakan masker, tak terkecuali kedua calon pengantin. Panitia bisa menyediakan masker bila ada yang lupa membawa. Sediakan pula hand sanitizer untuk membersihkan tangan setelah menyentuh benda-benda atau bersalaman dengan para tamu. Lokasi Pernikahan Memiliki Sirkulasi yang Baik Sebaiknya pilih tempat menikah dengan sirkulasi baik di tengah Covid-19. Tujuannya adalah mengantisipasi adanya virus yang lebih mudah menyebar di tempat tertutup dan pengap. Misalnya resepsi digelar di taman yang terbuka sehingga aturan jaga jarak pun bisa lebih mudah dilaksanakan. Hindari Prasmanan Virus corona penyebab Covid-19 bisa menyebar lewat peralatan makan dalam resepsi pernikahan. Karena itu, sebaiknya hindari menyediakan sajian dalam bentuk prasmanan. Nasi kotak lebih aman bagi tamu undangan buat yang hendak menikah di tengah Covid-19. Menikah di tengah Covid-19 tidak mustahil dilakukan selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berkonsultasilah dengan pihak berwenang, seperti petugas KUA dan gugus tugas penanganan Covid-19 setempat. Jika perlu, lakukan rapid test buat keluarga sebelumnya untuk memastikan akad nikah dan resepsi bisa terselenggara dengan lancar dan tak menjadi kluster penularan corona yang baru. Ditinjau oleh: dr. Marturia Inriani Aruperes, M. Kes Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://kemenag. go. id/berita/read/513506/pelaksanaan-akad-nikah-saat-pandemi-bisa-di-luar-kua--ini-syaratnya - Published: 2020-07-12 - Modified: 2020-07-09 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/bayi-tertular-virus-corona/ - Kategori: Anak, Covid-19 Virus corona bisa menyerang siapa saja. Pria ataupun wanita, kaya ataupun miskin, tua ataupun muda. Bahkan seorang bayi dapat tertular virus corona. Hingga artikel ini ditulis, pasien corona termuda di Indonesia adalah bayi berusia 6 hari di Nusa Tenggara Barat. Sedangkan di dunia, pasien corona termuda adalah bayi dari Cina yang baru berumur 30 jam. Menurut sejumlah penelitian, gejala virus corona pada anak-anak atau berusia di atas 5 tahun tergolong ringan. Bahkan ada beberapa pasien yang tak menunjukkan gejala sama sekali. Tapi jumlah anak yang meninggal karena terinfeksi virus corona lebih sedikit dibanding orang dewasa secara global. Namun tidak demikian dengan bayi yang terjangkit corona. Kondisi bayi di bawah usia 5 tahun lebih rentan karena sistem imun yang belum memadai. Penelitian terhadap lebih dari 2. 100 anak di Cina yang diduga atau terkonfirmasi positif Covid-19 selama Desember 2019-Februari 2020 menunjukkan hanya 11 persen bayi di bawah 1 tahun yang mengalami gejala parah atau kritis. Sedangkan anak usia 1-5 tahun hanya sekitar 7 persen yang menunjukkan gejala parah. Adapun anak usia 6-10 tahun sebanyak 4 persen, anak 11-15 tahun 4 persen, dan usia 16 tahun ke atas 3 persen. Dengan demikian, orang tua tetap wajib waspada terhadap risiko penularan virus corona pada bayinya. Kenali Gejala Virus Corona pada Bayi Dibanding pada orang dewasa, gejala virus corona pada anak-anak lebih ringan. Namun gejala tersebut serupa, seperti: Demam Pilek Batuk Muntah Diare Gejala ini mirip penyakit influenza pada umumnya. Karena itu, diperlukan kewaspadaan dan kecermatan orang tua ketika mendapati gejala tersebut pada sang buah hati. Dalam beberapa kasus, ada gejala sindrom inflamasi multisystem anak yang diduga berkaitan dengan infeksi Covid-19. Gejala tersebut antara lain: Nyeri perut Ruam merah Bibir pecah-pecah Mata merah Kelenjar bengkak di salah satu atau kedua sisi leher Tangan dan/atau kaki bengkak Cara Mencegah Bayi Tertular Covid-19 Di tengah banyaknya informasi seputar virus corona yang berseliweran, orang tua mesti bisa membedakan mana yang valid dan mana yang hoaks. Ini penting sebagai upaya mencegah bayi tertular Covid-19. Upaya terbaik mencegah penularan virus corona pada bayi adalah dengan menghindari kontak dengan orang yang berisiko terjangkit Covid-19. Caranya, hindari kerumunan sebisa mungkin dan jaga jarak dengan orang yang sakit, terutama yang punya gejala corona, setidaknya 2 meter. Cara lainnya bergantung pada kesadaran menerapkan protokol kesehatan oleh setiap anggota keluarga yang berpotensi menularkan virus corona ke bayi di dalam rumah. Demi mencegah bayi tertular Covid-19, setiap anggota keluarga atau orang lain yang punya akses ke bayi wajib: Rajin mencuci tangan, termasuk mandi keramas, terutama setelah beraktivitas di luar rumah Jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain ketika berada di luar rumah Terapkan etika bersin dan batuk, yakni menutup mulut dan hidung dengan kain atau tisu Selalu jaga kebersihan diri dan benda di sekitar rumah Jika Anda menduga bayi terinfeksi virus corona, sebaiknya segera datangi layanan kesehatan terkait. Terutama jika ada riwayat kontak dengan pasien corona sebelumnya, baik oleh bayi itu sendiri maupun orang lain yang kemudian melakukan kontak dengan si bayi. Ditinjau oleh: dr. Ackni Hartati, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. hopkinsmedicine. org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-in-babies-and-children https://www. unicef. org/stories/novel-coronavirus-outbreak-what-parents-should-know - Published: 2020-07-10 - Modified: 2020-07-09 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/trimester-kehamilan-selama-covid-19/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Pada Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Pada saat itu juga, segala rutinitas di dunia berubah. Aktivitas online lebih banyak dilakukan demi mencegah penularan Covid-19. Tak terkecuali di dunia kesehatan, di mana rumah sakit menyediakan konsultasi online sebagai alternatif konsultasi tatap muka dengan dokter. Rumah sakit sebagai pihak yang berkaitan langsung dengan pandemi Covid-19 mengubah pelayanannya untuk beradaptasi dengan situasi pandemi. Perubahan itu antara lain mencakup prosedur pemeriksaan kehamilan yang kini bisa dilakukan lewat konsultasi online. Untuk merespons situasi ini, Kementerian Kesehatan pun telah mengeluarkan Pedoman Pelayanan bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru Lahir selama Pandemi Covid-19. Pedoman ini diperuntukkan bagi fasilitas kesehatan demi kepentingan pasien serta tenaga medis. Pemeriksaan Trimester Kehamilan Pertama Menurut Kementerian Kesehatan, pemeriksaan kehamilan trimester pertama setidaknya dilakukan satu kali, saat usia kehamilan memasuki 11 minggu. Pemeriksaan ini mencakup screening pada ibu hamil dan janin dalam kandungan. Salah satunya adalah ultrasonografi atau USG. Juga tes darah. Meski dalam situasi pandemi, sebaiknya tetap datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan. Terlebih bila ada riwayat gangguan kesehatan pada masa kehamilan sebelumnya. Setelah itu, konsultasi online bisa dilakukan kecuali terjadi situasi gawat, seperti perdarahan di vagina. Pemeriksaan Trimester Kehamilan Kedua Seperti trimester pertama, pemeriksaan kehamilan trimester kedua juga disarankan sekali saja, ketika usia kehamilan di atas 16 minggu. Dalam pemeriksaan, dokter kandungan akan memantau perkembangan bayi. Dokter juga akan memeriksa untuk mengetahui ada-tidaknya kelainan. Pemeriksaan Trimester Kehamilan Ketiga Berbeda dengan pemeriksaan trimester pertama dan kedua, Kementerian Kesehatan menyarankan ibu hamil diperiksa sekurangnya dua kali pada trimester ketiga. Masa kehamilan ini amat vital dalam menentukan kelancaran proses persalinan. Maka konsultasi online tak direkomendasikan karena adanya keterbatasan dalam pemeriksaan. Pada trimester ketiga, ibu hamil akan menjalani USG dan tes darah serta urine. Perkembangan kondisi janin juga akan dipantau, termasuk posisinya dalam kandungan dan plasenta. Ibu hamil dapat memonitor sendiri detak jantung janin dalam kandungan menggunakan alat yang dijual di toko kesehatan. Alat ini relatif terjangkau dan mudah digunakan di rumah secara mandiri dengan mengacu pada panduan penggunaannya. Konsultasi Kesehatan dengan Dokter Secara Online Di luar rekomendasi pemeriksaan kehamilan secara langsung di fasilitas kesehatan sesuai dengan masa trimester kehamilan tersebut, ibu hamil bisa melakukan konsultasi online. Cari rumah sakit yang menyediakan layanan ini seturut kebutuhan. Ada sejumlah penyedia konsultasi online seputar kesehatan, termasuk kehamilan, yang tak mematok biaya alias gratis. Tapi umumnya konsultasi ini lebih terbatas dan hanya bisa dilakukan lewat tulisan tanpa tatap muka. Seperti konsultasi biasa, konsultasi online di beberapa rumah sakit mensyaratkan pendaftaran sebelumnya. Setelah mendaftar, konsultasi bisa dilakukan sesuai dengan jadwal dokter yang tersedia dan disepakati. Khusus buat ibu hamil yang hendak melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan, pastikan selalu mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya menjaga jarak dan mengenakan masker. Covid-19 lebih mudah menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Ibu hamil adalah salah satu di antaranya. Karena itu, lebih baik memeriksakan diri di fasilitas kesehatan apabila memang diperlukan saja. Cara terbaik mencegah penularan Covid-19 adalah tetap di rumah. Manfaatkan fasilitas konsultasi online untuk memastikan keselamatan ibu hamil serta janin dalam kandungan. Ditinjau oleh: dr. Rikka Mulya Wirman, SpOG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: http://www. kesga. kemkes. go. id/images/pedoman/Pedoman%20bagi%20Ibu%20Hamil,%20Bersalin,%20Nifas%20dan%20BBL%20di%20Era%20Pandemi%20COVID%2019. pdf http://promkes. kemkes. go. id/pentingnya-pemeriksaan-kehamilan-anc-di-fasilitas-kesehatan - Published: 2020-07-09 - Modified: 2020-07-09 - URL: https://primayahospital.com/konsultasi-online/hak-dan-kewajiban-pelayanan-konsultasi-online/ - Kategori: Konsultasi Online Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan panduan untuk pelayanan konsultasi online kesehatan. Panduan itu tertuang di Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dalam peraturan tersebut, dijelaskan sejumlah hal mengenai layanan telemedicine antar-fasilitas pelayanan kesehatan alias fasyankes. Pelayanan telemedicine yang dimaksud mencakup teleradiologi; teleelektrokardiografi; teleultrasonografi; telekonsultasi klinis; dan pelayanan konsultasi Telemedicine lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Didalam Permenkes tersebut juga diatur terkait hak & kewajiban pemberi & peminta telekonsultasi Fasyankes adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk mengupayakan pelayanan kesehatan promotive, preventif, kuratif, ataupun rehabilitatif yang dilaksanakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan/atau masyarakat. Adapun jawaban konsultasi berupa kesimpulan atau hasil analisis dari dokter atau ahli lainnya disebut sebagai expertise. Expertise dihasilkan dari pembacaan terhadap gambar, foto, atau dokumen pemeriksaan yang membantu menegakkan diagnosis pasien. Hak Fasyankes Pemberi Konsultasi Fasyankes pemberi konsultasi adalah fasilitas kesehatan yang menerima permintaan dan memberikan konsultasi online kepada peminta. Misalnya rumah sakit A hendak meminta pendapat mengenai kondisi seorang pasien kepada rumah sakit B. Maka rumah sakit B bertindak sebagai fasyankes pemberi konsultasi online. Hak fasyankes tersebut meliputi: Menerima informasi medis berupa gambar, citra (image), teks, biosinyal, video dan/atau suara yang baik dengan menggunakan transmisi elektronik untuk menjawab konsultasi dan/atau memberi Expertise; dan Menerima imbalan jasa Pelayanan Telemedicine. Kewajiban Fasyankes Pemberi Konsultasi Di samping memiliki hak, fasyankes pemberi konsultasi online juga punya sejumlah kewajiban. Kewajiban ini mencakup: Menyampaikan jawaban konsultasi dan/atau memberikan Expertise sesuai standar; Menjaga kerahasiaan data pasien; Memberikan informasi yang benar, jelas, dapat dipertanggung jawabkan, dan jujur mengenai hasil konsultasi dan/atau Expertise; dan Menyediakan waktu konsultasi 24 (dua puluh empat) jam dalam sehari, 7 (tujuh) hari dalam seminggu. Hak Fasyankes Peminta Konsultasi Ada fasyankes pemberi konsultasi, ada pula fasyankes peminta konsultasi. Posisinya berkebalikan dengan pemberi konsultasi. Dengan pengandaian kejadian di atas, berarti rumah sakit A bertindak sebagai peminta konsultasi online. Hak fasyankes peminta konsultasi meliputi: Memperoleh jawaban konsultasi dan/atau menerima Expertise sesuai standar; dan Menerima informasi yang benar, jelas, dapat dipertanggung-jawabkan, dan jujur mengenai hasil konsultasi dan/atau Expertise. Kewajiban Fasyankes Peminta Konsultasi Sama seperti fasyankes pemberi konsultasi, ada kewajiban yang mengikat fasyankes peminta konsultasi. Kewajiban itu mencakup: Mengirim informasi medis berupa gambar,pencitraan, teks, biosinyal, video dan/atau suara dengan menggunakan transmisi elektronik sesuai standar mutu untuk meminta jawaban konsultasi dan/atau memperoleh Expertise; Menjaga kerahasiaan data pasien;dan memberikan informasi yang benar, jelas, dapat dipertanggung-jawabkan, dan jujur mengenai hasil konsultasi dan/atau Expertise kepada pasien; Dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2019, diharapkan pelayanan konsultasi online antar-fasilitas pelayanan kesehatan bisa berlangsung dengan lancar. Layanan ini ditujukan untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan, terutama di kawasan terpencil. Kawasan ini umumnya tak memiliki fasilitas dan tenaga medis yang memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, ujungnya, masyarakatlah yang menerima manfaat terbesar dari adanya layanan konsultasi online ini. Bagi masyarakat di daerah pelosok, layanan medis dari rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai lebih sulit dijangkau dibandingkan dengan warga perkotaan. Karena itulah konsultasi online atau telemedicine antar-fasilitas pelayanan kesehatan harus ada dan perlu diatur sesuai dengan standar. Bila masing-masing pihak, baik peminta konsultasi maupun pemberi konsultasi, memahami serta menerapkan hak dan kewajibannya sesuai dengan peraturan, pasien bisa memperoleh manfaat layanan ini sepenuhnya. Berdasarkan uraian-uraian di atas, website maupun aplikasi yang menawarkan ragam layanan dalam bidang kesehatan, salah satunya, konsultasi online dengan para dokter telah menjamur, masyarakat harus tetap berhati-hati dalam menggunakan layanan tersebut. Hal ini mengingat tidak semua website maupun aplikasi merupakan fasyankes, melainkan sekadar platform atau penyelenggara sistem elektronik yang menghubungkan Anda dengan penyedia layanan kesehatan. Ditinjau oleh: Gede Merta Mertana,S. Kep. ,Ns. ,MKM Head of Quality & Patient Safety Committee Primaya Hospital Bekasi Timur Sumber gambar : Freepic Referensi : https://www. persi. or. id/images/regulasi/permenkes/pmk202019. pdf - Published: 2020-07-08 - Modified: 2020-07-09 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-normal/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Persiapan melahirkan secara normal kerap menjadi faktor yang menimbulkan kekhawatiran bagi para calon ibu baru. Sebab, tidak ada pengalaman ketika menanti kehadiran sang buah hati sebelumnya. Padahal kedatangan putra atau putri baru semestinya menjadi momen yang menyenangkan. Meski begitu, wajar jika masih ada perasaan khawatir saat persiapan melahirkan. Bahkan tak mustahil ibu yang sudah punya momongan masih cemas apakah semua persiapannya sudah matang ketika hendak melahirkan lagi. Prosedur Melahirkan di Rumah Sakit Prosedur melahirkan normal di rumah sakit bisa jadi berbeda, tergantung kelas dan jenis layanan serta aturan rumah sakit itu sendiri. Namun secara umum terdapat kesamaan prosedur yang memudahkan pasien. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, sebaiknya bunda memahami dulu prosedur operasi standar (SOP) rumah sakit yang akan menjadi tempat melahirkan. Pastikan suami dan anggota keluarga lain juga paham. Prosedur itu biasanya meliputi: - Pendaftaran calon ibu - Pembayaran - Pemilihan kelas - Penanganan persalinan, misalnya soal infus dan induksi - Aturan di kamar bersalin dan kamar perawatan Yang pasti, rumah sakit akan membantu persiapan melahirkan sepenuhnya dengan memastikan suasana yang tenang dan relaks serta aman bagi bunda serta anggota keluarga. Dari pihak keluarga, satu hal yang paling vital dalam persiapan melahirkan adalah biaya. Sebelum memilih rumah sakit, bandingkan tarif melahirkan untuk mendapatkan rumah sakit yang sesuai dengan bujet. Jangan hanya melihat tarif melahirkan normal, tapi juga secara caesar untuk berjaga-jaga. Sebab, tarif operasi caesar lebih tinggi ketimbang persalinan normal. Bukan tidak mungkin dari awalnya persalinan normal diubah menjadi caesar karena pertimbangan kondisi calon ibu atau janin. Prosedur persiapan melahirkan ini berbeda bagi peserta BPJS Kesehatan. Sebab, tarif persalinan menggunakan BPJS bebas biaya alias gratis. Namun ada sederet syarat dan ketentuan yang mesti dipatuhi untuk bisa menikmati layanan tersebut. Perlengkapan Melahirkan untuk Dibawa ke Rumah Sakit Dalam persiapan melahirkan normal, jangan lupa juga untuk memastikan perlengkapan untuk dibawa ke rumah sakit. Perlengkapan ini mencakup kebutuhan untuk bunda dan bayi yang baru dilahirkan. Perlengkapan untuk bunda saat melahirkan - Baju tidur dan jubah mandi - Baju berkancing agar mudah menyusui - Sandal - Pembalut - Bra dan bra menyusui - Breast pad - Kaus kaki (beberapa pasang) - Celana dalam - Ikat rambut - Perlengkapan mandi: sikat gigi, pasta gigi, sampo, sabun, losion, deodoran Perlengkapan untuk bayi - Pakaian untuk pulang ke rumah - Selimut - Pakaian hangat - Kaus kaki dan sarung tangan bayi - Topi - Popok - Tisu basah - Tisu kering Segala jenis perlengkapan untuk persiapan melahirkan tersebut harus disiapkan untuk kebutuhan setidaknya tiga hari. Sebab, masa persalinan hingga perawatan untuk pemulihan bunda dan bayi biasanya memakan waktu tiga hari. Bagi suami atau pendamping, mungkin diperlukan identitas diri seperti kartu tanda penduduk untuk pendaftaran. Khusus buat peserta BPJS Kesehatan, jangan lupa bawa surat rujukan dan kartu BPJS. Menjalani persiapan melahirkan bisa menjadi pengalaman mendebarkan yang tak terlupakan, terutama untuk anak pertama. Rumah sakit lazimnya menyediakan kursus atau kelas persalinan bagi yang hendak menyambut kedatangan buah hati. Tanyakan ke dokter kandungan perihal kursus tersebut. Manfaatkan kursus ini untuk mendapat pengetahuan seputar persiapan melahirkan. Pengetahuan itu tak hanya mencakup prosedur dan perlengkapan melahirkan, tapi juga teknik dan cara agar persalinan berjalan lancar. Bagi calon ibu baru, kursus ini akan sangat memberikan manfaat. Ditinjau oleh: dr. Christina Sitorus,Sp. OG Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Primaya Hospital Bekasi Barat Referensi: https://id. theasianparent. com/perlengkapan-melahirkan-bayi https://medlineplus. gov/ency/patientinstructions/000543. htm https://www. ibi. or. id/id/article_view/A20150117018/konsep-persalinan-normal. html https://www. ibupedia. com/artikel/kehamilan/17-pertanyaan-wajib-sebelum-melahirkan-dengan-bpjs - Published: 2020-07-07 - Modified: 2020-07-06 - URL: https://primayahospital.com/anak/bayi-tumbuh-gigi/ - Kategori: Anak Periode bayi tumbuh gigi adalah masa-masa yang dinanti sekaligus membuat khawatir hati. Pertumbuhan gigi bayi dipengaruhi oleh gizi dan nutrisi yang diasup, terutama kalsium dan vitamin D. Keduanya sangat berperan besar dalam pembentukan gigi bayi. Jika gigi bayi tumbuh tak sesuai dengan tahapan pada umumnya, bunda harus segera bertindak untuk mengatasinya. Tahapan Pertumbuhan Gigi Bayi Secara umum, pertumbuhan gigi pada bayi mulai dari usia 5 atau 6 bulan. Pertumbuhan gigi akan berlanjut hingga usia bayi 2-3 tahun. Berikut tahapannya: Usia 5-6 bulan Gusi mulai membengkak dan berwarna merah yang menandakan bayi mulai tumbuh gigi. Pada periode ini, gigi yang muncul adalah dua gigi seri di rahang bawah bagian depan. Biasanya dua gigi ini kerap tumbuh pada waktu yang bersamaan, tapi bisa juga salah satu lebih dulu. Pada periode ini, bayi kerap rewel karena merasa tak nyaman. Bisa pula muncul demam. Usia 7-12 Bulan Gigi seri di rahang atas umumnya mulai terbentuk saat umur bayi 7 bulan. Pada periode ini, bayi umumnya sudah mendapat makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sehingga butuh mengunyah. Rasa tidak nyaman saat anak tumbuh gigi ketika usianya 7 bulan bisa diatasi dengan memberikan puree atau jus yang bertekstur lembut. Usia 8-16 Bulan Menyusul gigi seri kedua bayi yang tumbuh di samping gigi seri pertama. Kemunculan gigi di sebelah gigi seri ini umumnya secara berpasangan dari atas, baru kemudian muncul gigi seri kedua rahang bawah pada usia 10-16 bulan. Usia 13-19 Bulan Bayi dapat lancar mengunyah pada umur ini karena gigi geraham telah terlihat. Gigi geraham muncul pada rahang atas di usia 13-19 bulan dan rahang bawah rahang pada usia 14-18 bulan. Usia 16-23 Bulan Gigi taring mulai tumbuh pada bayi di usia 16 bulan. Pertumbuhan gigi taring ini dimulai dengan tumbuhnya gigi taring rahang atas pada usia 16-22 bulan, diikuti dengan gigi taring rahang bawah pada usia 17-23 bulan. Mulai adanya gigi taring di atas dan bawah menandakan bayi bisa diberi makanan dengan tekstur padat dan berserat. Usia 23-33 Bulan Gigi gerham kedua mulai tumbuh pada usia 23-31 bulan pada rahang bawah dan 25-33 bulan pada rahang atas. Pada usia ini, gigi geraham kedua mulai tumbuh dengan baik di rahang atas maupun bawah. Usia 2-3 tahun Anak sudah mulai lancar mengunyah pada usia ini karena jumlah giginya telah lengkap semua yaitu berjumlah 20 gigi. Yang Harus Dilakukan Bunda Saat Bayi Tumbuh Gigi Bagi bunda, perasaan senang akan muncul ketika tahu bayinya mulai tumbuh gigi. Tapi pada periode ini bayi juga sering rewel. Namun tak perlu bingung karena bayi yang sedang tumbuh gigi kerap merasa tak nyaman. Untuk mengetahui bahwa rewelnya bayi disebabkan oleh gigi yang tumbuh, lihat apakah ada tanda-tanda berikut ini: - Sering menggigit-gigit benda - Air liur lebih banyak keluar - Suka menghisap-hisap - Sering menggaruk mulut atau gusi dan telinga - Sulit makan dan tidur - Demam ringan - Gangguan pencernaan Bila menemukannya, bunda harus tahu apa yang harus dilakukan saat anak mulai tumbuh gigi. Di antaranya: - Memberikan teether atau alat seperti mainan untuk digigit-gigit bayi. Simpan dulu teether di kulkas selama beberapa saat agar terasa dingin dan nyaman saat digigit. - Memijat dengan lembut atau mengusapi gusi bayi menggunakan lap yang sebelumnya dibasahi untuk meredakan nyeri. - Memberikan buah dingin yang banyak mengandung air seperti semangka dan melon bila buah hati sudah bisa memakan makanan padat atau puree/jus dingin bila belum bisa. Harus ditekankan bahwa tiap bayi memiliki proses pertumbuhan gigi yang berbeda. Jadi tahapan bayi tumbuh gigi di atas tidak berlaku secara kaku. Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gigi. Karena itu, bunda tak perlu panik ketika mendapati tahapan tumbuh gigi pada bayi tidak sesuai. Alih-alih khawatir, bunda bisa melakukan sejumlah cara agar gigi bayi cepat tumbuh. Misalnya menambah asupan yang mengandung kalsium dan vitamin D, seperti keju dan yoghurt serta ikan. Yang tak boleh dilupakan adalah membiasakan menggosok gigi bayi yang mulai tumbuh untuk membersihkan plak. Terutama jika bayi sudah banyak memakan makanan manis seperti cokelat. Jika perlu, masalah seputar bayi tumbuh gigi bisa dikonsultasikan ke dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Pusat Layanan Ibu dan Anak Primaya Hospital Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Narasumber: Drg. Julia Andriani Dokter Gigi Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. chla. org/blog/rn-remedies/your-infant-teething-know-the-signs-and-symptoms https://www. medicinenet. com/tooth_eruption_chart/views. htm https://www. pregnancybirthbaby. org. au/how-your-babys-teeth-develop https://www. pharmaceutical-journal. com/cpd-and-learning/learning-article/tooth-eruption-and-teething-in-children/20069598. article? firstPass=false McIntyre GI & McIntyre GT. Teething troubles? Br Dent J 2002;192(5):251–255. doi:10. 1038/sj. bdj. 4801349 https://www. ada. org/~/media/ADA/Publications/Files/patient_56. pdf? la=en - Published: 2020-07-06 - Modified: 2020-06-30 - URL: https://primayahospital.com/jantung/kateterisasi-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung Kateterisasi jantung menjadi satu di antara sejumlah modalitas diagnostik untuk melihat kondisi jantung yang bermasalah dan memiliki peran amat penting untuk merencanakan strategi pengobatan nya. Secara umum kateterisasi dibagi menjadi kateterisasi jantung kiri dan kateterisasi jantung kanan. Prosedur medis ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah bersama tim profesional di rumah sakit. Apa Itu Kateterisasi Jantung? Kateterisasi jantung dilakukan dengan suatu alat bernama kateter yang berbentuk seperti selang panjang, tipis, dan elastis, dan memiliki diameter sekitar 1. 7 mm hingga 2 mm. Dokter akan menggunakan alat ini untuk mendeteksi kondisi jantung dengan cara memasukkannya ke pembuluh darah dan mengarahkannya ke jantung. Untuk melakukan pemeriksaan pada kedua pembuluh koroner, dengan atau tanpa pemeriksaan di ventrikel kiri. Dokter akan menyarankan angiografi koroner kepada orang sesuai indikasi medis, misalnya pada pasien yang kerap mengeluhkan sakit dada, dan pada pemeriksaan non invasif seperti treadmill test, thallium scanning atau CT angiografi menunjuk kan adanya bukti iskemia (otot jantung yang mengalami penurunan suplai aliran darah) atau terdeteksi adanya penyempitan dengan pemeriksaan CT angiografi. Pada kelainan jantung tertentu perlu dilakukan kateterisasi jantung kanan untuk menilai adanya pirau dan mengukur tekanan di ruang ruang jantung kanan dan pembuluh paru, serta melakukan pengukuran saturasi oksigen. Mengapa Kateterisasi Jantung/ angiografi koroner Diperlukan? Dokter bisa menyarankan pasien menjalani kateterisasi jantung untuk mengetahui masalah jantung atau menentukan penyebab potensial rasa sakit pada dada yang dikeluhkan. Sebab, pemeriksaan secara eksternal tak bisa memberikan informasi akurat mengenai gejala tersebut. Secara umum, selama prosedur kateterisasi, dokter bisa: Mengkonfirmasi adanya penyakit jantung bawaan Mendeteksi masalah pada pembuluh darah koroner untuk memastikan penyebab nyeri dada Mengetahui masalah pada katup jantung Mengukur kadar oksigen dalam jantung Mengukur tekanan dalam jantung Melakukan biopsi jaringan dari jantung Mengevaluasi dan merencanakan opsi tindakan selanjutnya yang diperlukan Persiapan yang Perlu Dilakukan untuk Menjalani Kateterisasi Jantung Dokter akan menginformasikan apa saja yang perlu disiapkan sebelum menjalani kateterisasi jantung. Umumnya pasien mesti berpuasa tidak makan kurang lebih 4 jam sebelum prosedur dijalankan, tetapi boleh minum air hingga 1 jam sebelum tindakan untuk menghindari terjadinya dehidrasi dan berpotensi menimbulkan efek samping di organ ginjal. Adanya makanan atau cairan di dalam perut dapat meningkatkan risiko komplikasi. Bila tidak dapat berpuasa, pasien mesti memberi tahu dokter agar jadwal kateterisasi jantung bisa diatur ulang. Bagi pasien yang menjalani terapi obat-obatan, dokter juga mesti diberi informasi sebelum kateterisasi. Pasien yang memiliki kondisi tertentu juga harus berkonsultasi kepada dokter, misalnya mengalami gangguan fungsi ginjal atau masalah pembekuan darah. Kateterisasi dijalankan dengan bius lokal ataupun pada kondisi tertentu memerlukan obat penenang. Karena itu, sebaiknya pasien tidak datang sendiri ke rumah sakit. Harus ada pendamping untuk membantu pasien seusai kateterisasi, sekaligus untuk menandatangani surat persetujuan tindakan medis. Bagaimana Cara/Prosedur Kateterisasi Jantung Sebelum kateterisasi jantung dilakukan, pasien harus mengenakan pakaian gaun rumah sakit. Pasien bisa mendapat bius total atau bius lokal saja sesuai kebutuhan. Bila hanya mendapat bius lokal, pasien akan tetap sadar selama prosedur kateterisasi berlangsung. Perawat mungkin perlu mencukur bulu pada lokasi yang akan dipasangi kateter. Kateter lalu akan dimasukkan ke pembuluh darah arteri atau vena pada lengan atau pangkal paha dan diarahkan ke jantung kiri atau kanan. Begitu kateter mencapai jantung, dokter akan melakukan diagnosis. Salah satu caranya dengan memasukkan cairan kontras lewat kateter sehingga dokter bisa melihat kondisi pembuluh darah dan bilik jantung memakai mesin sinar-X khusus. Cara lainnya adalah dengan biopsi untuk mengambil sampel jaringan jantung guna diteliti lebih lanjut. Kateterisasi jantung umumnya berlangsung selama 10 menit hingga 30 menit, tergantung jenis pemeriksaan dan kompleksitas kelainan jantungnya. Tergantung kebutuhan, dokter juga bisa sekaligus melakukan tindakan pengobatan pada jantung yang bermasalah. Tindakan itu antara lain: - Ablasi: mengoreksi detak jantung yang tidak teratur (aritmia) - Angioplasti: mengatasi penyempitan atau sumbatan pada arteri yang menghalangi aliran darah - Valvuloplasti: membuka katup jantung yang mengalami penyempitan dengan menggunakan balon khusus - Trombektomi: membersihkan gumpalan darah di dalam pembuluh koroner atau pembuluh paru dengan cara menghisap dengan menggunakan kateter khusus ketika terjadi serangan jantung atau emboli paru akut yang bisa berpotensi fatal jika tak segera dilakukan pertolongan. Risiko Katerisasi Jantung Seperti halnya tindakan medis invasif lain, terdapat risiko kateterisasi jantung. Tapi tingkat risiko ini tergolong rendah. Namun risiko lebih tinggi pada orang yang menderita diabetes atau masalah ginjal, atau berusia 75 tahun ke atas. Risiko kateterisasi jantung yang lain mencakup: - Alergi pada cairan kontras yang dimasukkan lewat kateter - Perdarahan, infeksi, dan memar pada lokasi dimasukkannya kateter - Gumpalan darah yang memicu serangan jantung atau stroke - Gangguan pada arteri tempat dimasukkannya kateter - Gangguan irama jantung atau aritmia - Robeknya jaringan jantung Menurut berbagai data dari literatur, kemungkinan terjadinya komplikasi dalam kateterisasi jantung sangat kecil, yakni kurang dari 1 persen. Adapun risiko kematian kurang dari 0,2 persen, serangan jantung akut kurang dari 0,5 persen, stroke kurang dari 0,7 persen, dan gangguan irama jantung kurang dari 0,5 persen. Ditinjau oleh: dr. Bambang Budiono,Sp. JP,FIHA,FAPSC,FAPSIC,FSCAI Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh... - Published: 2020-07-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyakit-gangguan-irama-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Gangguan irama jantung merupakan salah satu penyakit jantung yang membutuhkan penanganan segera meski secara umum tak membahayakan. Meski demikian, gejala gangguan irama jantung bisa tak terasa dan berakibat fatal. Bahkan ada risiko kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit jantung ini. Apa Itu Gangguan Irama Jantung? Gangguan irama jantung atau aritmia adalah kondisi tidak normalnya irama atau laju detak jantung. Gangguan itu bisa berupa laju detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau ritmenya tidak teratur. Pemicu penyakit jantung ini adalah gangguan aliran impuls listrik ke sel-sel jantung miokardium. Jumlah kasus aritmia jantung di Indonesia mencapai jutaan dan jenis yang paling sering ditemukan adalah fibrilasi atrium. Penyakit aritmia jantung terjadi saat impuls listrik yang mengoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan benar. Detak jantung yang tak teratur antara lain ditandai dengan rasa berdebar-debar. Kebanyakan gangguan irama jantung tidak berbahaya. Namun bila penyakit jantung ini muncul akibat kondisi jantung yang lemah atau rusak, bisa timbul gejala dan komplikasi yang parah serta memicu kematian. Dokter mengidentifikasi detak jantung yang normal dengan menghitung berapa kali jantung berdetak setiap menit (bpm) saat rehat. Jumlah detak jantung normal berbeda pada setiap orang. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebutkan kisarannya 60-100 bpm. Kita dapat mengukur detak jantung sendiri dengan merasakan denyut nadi pada bagian tubuh. Lokasi paling baik untuk mengukur detak jantung lewat nadi adalah: Pergelangan tangan Bagian dalam siku Sisi kiri atau kanan leher Bagian atas kaki Jenis-Jenis Gangguan Irama Jantung Secara umum, penyakit jantung berupa aritmia terdiri atas dua jenis utama, yakni bradikardia dan takikardia. Bradikardia adalah gangguan irama jantung lambat, ditandai dengan jumlah detak jantung kurang dari 60 bpm. Sedangkan takikardia adalah gangguan irama jantung cepat, ditandai dengan jumlah detak jantung lebih dari 100 bpm. Satu jenis lagi adalah ritme detak jantung tak teratur. Berikut ini jenis gangguan irama jantung lainnya: 1. Fibrilasi atrium Penyakit jantung fibrilasi atrium adalah keadaan saat serambi atau atrium jantung berdenyut tidak teratur. Dalam kondisi normal, irama detak jantung yang teratur bisa lancar mengalirkan darah dari atrium ke bilik atau ventrikel jantung. Dalam fibrilasi atrium, proses ini terganggu. Fibrilasi atrium hampir selalu dibarengi dengan takikardia. 2. Takikardia ventrikel Penyakit jantung ini terjadi akibat impuls listrik abnormal dari ventrikel yang menyebabkan laju detak jantung cepat melebihi normal. Orang yang pernah mengalami serangan jantung rentan terkena takikardia ventrikel. 3. Fibrilasi ventrikel Kondisi ini ditandai dengan gagalnya ventrikel memompa darah secara benar atau tidak adanya darah yang dipompakan keluar dari jantung. Irama jantung sangat sangat cepat, tidak teratur dan tak terkoordinasi. 4. Sindrom QT panjang Terjadi ketika sistem kelistrikan jantung tidak berfungsi normal. Hal ini bisa memicu ganguan irama jantung lainnya yang mengganggu fungsi pompa jantung Gejala dan Tanda-tanda Gejala dan tanda gangguan irama jantung bisa saja tidak dirasakan dan tidak didapatkan pada beberapa orang. Ada kalanya gangguan irama jantung kebetulan didapatkan pada pemeriksaan kesehatan. Gangguan irama jantung dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan, seperti stroke, gagal jantung dan kematian mendadak. Orang yang mengalami gejala atau tanda-tanda aritmia bisa jadi gangguan jantung belum parah. Tapi sebaliknya, ketika gejala tak terasa, ada kemungkinan aritmia yang dialami sudah parah dan harus segera ditangani. Gangguan irama jantung dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan, seperti stroke dan gagal jantung. Gejala dan tanda-tanda aritmia tergantung jenisnya. Berikut ini di antaranya: Sesak napas Dada berdebar-debar Pusing Nyeri dada Pingsan Banyak berkeringat Kebingungan Cara Pengobatan Seperti penyakit jantung lain, ada beberapa cara pengobatan gangguan irama jantung. Dokter akan menentukan cara pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang dialami pasien, terutama setelah mengetahui jenis aritmia yang diderita. Salah satu cara menegakkan diagnosis aritmia adalah dengan ekokardiogram dan elektrokardiogram. Cara lainnya adalah uji beban jantung lewat latihan fisik, misalnya dengan berjalan di treadmill. Prosedur pengobatan aritmia meliputi: Pemasangan alat pacu jantung untuk membantu mengendalikan irama jantung Obat-obatan untuk mengurangi episode terjadinya gangguan irama jantung Kardioversi bertujuan mengembalikan irama jantung kembali normal dengan menggunakan kejutan listrik dan atau obat-obatan Pemasangan defibrilator implan untuk memonitor gangguan irama jantung dan membantu menormalkan detak jantung ketika terdeteksi adanya gangguan Adapun pengobatan yang kerap dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung ini adalah terapi ablasi. Prosedurnya menggunakan kateter perkutan/dibawah kulit yang ditujukan ke jantung. Dengan bantuan kateter ini, dokter jantung akan me-ablasi jaringan yang menimbulkan gangguan irama jantung untuk memulihkan kondisi pasien. Ditinjau oleh: dr. Faizal Pamewa,Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar Referensi: https://www. heart. org/en/health-topics/arrhythmia https://www. health. harvard. edu/a_to_z/cardiac-arrhythmias-a-to-z https://pjnhk. go. id/artikel/mengenal-gangguan-irama-jantung-aritmia-serta-bagaimana-pencegahan-dan-penanganannya - Published: 2020-07-03 - Modified: 2020-06-30 - URL: https://primayahospital.com/jantung/penyakit-arteri-koroner/ - Kategori: Penyakit Jantung Penyakit arteri koroner adalah salah satu jenis penyakit jantung yang paling umum di dunia. Penyakit ini juga kerap disebut sebagai penyakit jantung koroner atau penyakit jantung iskemik. Menurut Kementerian Kesehatan, penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di Indonesia. Pada 2013, angka kematiannya mencapai 37 persen. Salah satu tanda awal penyakit arteri koroner bagi sebagian orang adalah serangan jantung. Gejala yang lazim terjadi adalah angina atau rasa nyeri pada dada. Angina bisa terjadi saat terdapat penumpukan plak yang terlalu banyak di dalam arteri. Arteri menjadi sempit dan memicu angina karena aliran darah ke jantung dan bagian lain tubuh terhalang. Gejala lainnya meliputi: - Rasa lemas - Mual - Berkeringat dingin - Nyeri pada lengan atau pundak - Napas pendek Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit arteri koroner dapat melemahkan otot jantung. Akibatnya bisa berupa gagal jantung, kondisi serius yang terjadi ketika jantung tak bisa memompa darah sebagaimana mestinya. Penyebab Penyakit Arteri Koroner Penyakit arteri koroner dipicu oleh penumpukan plak di dinding pembuluh darah arteri yang memasok darah ke jantung serta bagian tubuh lain. Plan ini terbentuk dari kolesterol dan zat lain yang mengendap di dalam arteri. Arteri akan menyempit dan mengeras akibat plak yang terus menumpuk. Dalam jangka waktu tertentu, plak akan menutup akses aliran darah. Kejadian ini disebut aterosklerosis. Faktor lain yang memperbesar risiko penyakit arteri koroner termasuk: - Kelebihan berat badan - Jarang berkegiatan secara fisik - Terbiasa makan tidak sehat - Kebiasaan merokok Riwayat penyakit jantung dalam keluarga juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit arteri koroner. Khususnya jika anggota keluarga yang memiliki penyakit jantung pada usia 50 tahun ke bawah. Untuk mendeteksi risiko penyakit arteri koroner, tenaga medis akan mengukur tekanan darah, kadar kolesterol dalam darah, serta kadar gula darah. Dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan lain untuk mendiagnosis penyakit arteri koroner, misalnya elektrokardiogram, penggunaan sinar-X pada dada, dan kateterisasi jantung. Terapi yang Dapat Dilakukan Jika terdiagnosis menderita penyakit arteri koroner, pasien bisa menjalani terapi untuk memulihkan diri. Terapi ini diterapkan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih SEHAT, yaitu : Seimbangkan diet Enyahkan rokok Hadapi stress Atasi hipertensi Teratur olahraga Terapi ini didampingi dengan konsumsi obat-obatan untuk menekan risiko penyakit arteri koroner. Prosedur lanjutan juga mungkin direkomendasikan jika kondisi tak kunjung pulih, di antaranya: - Angioplasti: untuk menghancurkan plak yang menumpuk dan memperlebar arteri yang tersumbat. Angioplasti dapat dilakukan dengan atau tanpa pemasangan cincin. - Operasi bypass: operasi untuk memulihkan aliran darah ke jantung - Enhanced external counterpulsation: prosedur non-invansif untuk merangsang pembentukan pembuluh darah kecil baru guna secara alami memotong arteri yang tersumbat. Tindakan ini dapat dilakukan jika prosedur angioplasti dan operasi bypass tidak memungkinkan untuk dilakukan, misalnya pertimbangan umur atau faktor risiko yang memperberat operasi yang akan dilakukan. Program terapi yang penting bagi orang yang menderita penyakit arteri koroner dan pernah mengalami serangan jantung, gagal jantung, atau masalah jantung lain adalah rehabilitasi jantung. Rehabilitasi ini dapat membantu kualitas hidup pasien dan mencegah terjadinya masalah jantung yang lain. Program ini dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis. Di dalamnya tercakup aktivitas fisik, edukasi untuk hidup sehat, konsumsi obat, serta konseling untuk meredakan stres dan meningkatkan kesehatan mental guna memulihkan kondisi dari penyakit arteri koroner. Ditinjau oleh: dr. Darwin Maulana,Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar Sumber gambar : Freepic Referensi: https://www. heart. org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/coronary-artery-disease https://www. cdc. gov/heartdisease/coronary_ad. htm - Published: 2020-07-02 - Modified: 2021-07-04 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/dampak-herd-immunity-corona/ - Kategori: Covid-19 Ratusan negara yang terjangkit Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 punya cara masing-masing untuk mengatasi pandemi ini. Kebanyakan melakukan pembatasan pergerakan dan karantina wilayah. Namun ada pula yang disebut menerapkan herd immunity meski dampak herd immunity corona kontroversial. Herd immunity adalah perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan baik lewat vaksinasi maupun imunitas yang berkembang dari infeksi sebelumnya. Namun dampak herd immunity corona disebut berbahaya karena virus ini jenis baru dan sangat mudah menular. Penerapan herd immunity tanpa adanya vaksinasi berisiko menimbulkan jatuh banyak korban jiwa karena infeksi yang menyebar tak terkendali. Bagaimana Skema Herd Immunity Dilakukan Skema herd immunity bisa dilihat antara lain di Swedia, negara di Eropa. Meski pandemi Covid-19 merajalela, di negara itu tidak ada pembatasan secara ketat meski tetap ada imbauan jaga jarak dan rutin cuci tangan. Pusat belanja, restoran, dan tempat umum lain masih dibiarkan buka. Walhasil, dampak herd immunity corona di sana tampak dari tingkat kematian pasien yang sangat tinggi. Cara kerja herd immunity berjalan dengan membiarkan sebuah populasi terpapar oleh virus. Menurut sejumlah pakar epidemiologi, setidaknya 50-70 persen dari populasi harus terjangkit virus ini terlebih dulu untuk mencapai herd immunity. Bahkan ada pula yang menyebutkan sekurangnya 90 persen populasi yang terpapar untuk mewujudkan herd immunity. Orang yang terinfeksi virus dan lalu sembuh lazimnya telah memiliki antibodi yang kuat terhadap virus yang sama. Tubuh memproduksi antibodi sebagai respons terhadap virus atau bakteri yang masuk. Bila seseorang pernah melawan suatu penyakit, sistem imunnya telah mengenali penyebab penyakit itu dan tahu cara mengalahkannya secara lebih cepat dan lebih baik di kemudian hari. Maka risiko orang itu tertular oleh penyakit yang sama lebih kecil, bahkan kebal. Karena itu, makin banyak orang yang sembuh dari infeksi, makin banyak pula yang memiliki imunitas atau kekebalan. Dalam skema herd immunity, mereka dapat berperan layaknya tembok pelindung bagi orang lain yang belum terinfeksi dalam suatu populasi. Apa yang Terjadi Jika Prosedur Herd Immunity Dipraktikkan di Indonesia Melihat skema di atas, ada risiko yang tinggi jika prosedur herd immunity diterapkan di Indonesia. Saat ini vaksin Covid-19 belum mencapai angka minimal 50-90% sehingga dampak herd immunity corona akan terasa lebih berat lantaran tanpa ada vaksinasi massal yang merata. Cara terbaik untuk menerapkan herd immunity adalah dengan dibarengi imunisasi dan vaksinasi. Vaksin dimasukkan ke tubuh untuk membantu sistem imun mempelajari virus dan melawannya tanpa harus sakit. Masalahnya, vaksin virus corona masih dicari. Menurut WHO, tanpa vaksinasi, dampak herd immunity corona bisa membahayakan populasi. Bisa terjadi hingga sembilan gelombang infeksi hingga tercapai herd immunity. Jika vaksin tak tersedia dan infeksi virus menyebar, banyak orang yang akan terpapar hingga terjangkit penyakit. Dengan demikian, bisa dipastikan dampak herd immunity corona jika diterapkan di Indonesia antara lain terlihat dari tingginya angka positif dan kematian. Terlebih di Indonesia masih ada masalah soal sarana medis untuk menangani corona. Misalnya alat pelindung diri yang mahal dan terbatas serta masalah kapasitas rumah sakit. Mengapa Herd Immunity Terlalu Berisiko Jika Diterapkan di Indonesia Dampak herd immunity corona paling dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Dibutuhkan kedisiplinan dan pengetahuan yang memadai dalam penerapan herd immunity. Apalagi yang dihadapi adalah Covid-19, penyakit yang baru dan masih diteliti oleh para ahli. Herd immunity terlalu berisiko jika diterapkan di Indonesia mengingat masih banyaknya warga yang belum berdisiplin. Misalnya sudah ada imbauan jaga jarak dan mengenakan masker, tapi masih saja ada yang tidak mematuhinya. Jikapun memakai, masker sering cuma dicantolkan ke telinga tanpa menutup hidung atau mulut. Tempat publik pun masih ramai oleh orang-orang yang tak mengenakan masker dan mengabaikan aturan jaga jarak. Masyarakat seolah-olah belum tahu betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi. Ini pula yang tiap hari disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Dampak herd immunity corona berupa tingginya angka kasus positif dan kematian ada di depan mata jika diterapkan di Indonesia. Ditinjau oleh: dr. Meirdhania Andina, SpA, M. Kes Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/herd-immunity-and-coronavirus/art-20486808 https://www. gavi. org/vaccineswork/what-herd-immunity https://metro. co. uk/2020/03/14/world-health-organisation-questions-uk-coronavirus-approach-12397312/ http://www. emro. who. int/in-press/commentaries/unlocking-towns-and-cities-covid-19-exit-strategy. html - Published: 2020-07-01 - Modified: 2020-06-29 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pola-makan-untuk-sakit-gerd/ - Kategori: Penyakit Dalam Pola makan untuk sakit GERD atau gastroesopageal reflux disease penting diperhatikan dalam pengobatan. GERD adalah penyakit lambung yang disebabkan oleh gangguan pada katup penghubung antara kerongkongan dan lambung. Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan padahal seharusnya berada di lambung. Kondisi ini disebut refluks asam lambung yang terutama memicu munculnya rasa panas seperti terbakar di dada. Salah satu penyebab GERD adalah gaya hidup tak sehat, termasuk pola makan yang tidak teratur. Itu sebabnya pengobatan GERD tidak bisa dilakukan dengan sekadar minum obat. Yang tak kalah penting adalah pengubahan pola makan menjadi lebih teratur. Ini berkaitan dengan proses pencernaan manusia. Rata-rata lambung mengolah makanan 3-4 jam, tergantung jenis dan sifat makanan. Pola makan semestinya disesuaikan dengan kondisi lambung yang kosong dalam sistem pencernaan. Ketika orang terlambat makan, asam lambung akan meningkat dan pada akhirnya berlebihan. Seketika muncul rasa nyeri dan memicu refluks asam lambung yang menyebabkan GERD. Gejala lain GERD adalah rasa mual dan kembung, muncul sendawa, rasa pahit atau asam di mulut, dan kerongkongan sakit ketika menelan. Namun GERD berbeda dengan maag meski ada kemiripan gejala. Maag terjadi karena adanya luka atau kerusakan pada dinding lambung. Kondisi maag bisa bertambah buruk akibat GERD. Pola Makan untuk Sakit GERD Orang yang kerap mengalami GERD perlu segera meninjau ulang pola makannya. Hal yang penting diperhatikan dalam pola makan untuk sakit GERD antara lain waktu makan, jenis makanan, porsi, frekuensi, dan cara makan. Frekuensi makan yang disarankan adalah tiga kali sehari dengan jarak sekitar 4 jam dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Porsi makan juga harus dijaga agar tidak kelebihan atau justru kurang. Makanan yang berlebih akan tersimpan di dalam tubuh dan memicu kelebihan berat badan. Dinding lambung juga berisiko terluka bila terlalu banyak makanan yang dicerna. Untuk membantu pencernaan, ada enzim dan probiotik dalam mulut yang akan muncul jika mengunyah makanan dengan saksama. Pengaturan pola makan untuk sakit GERD juga mencakup jenis makanan yang baik dan pantangannya. Adapun pengolahan makanan yang disarankan adalah dengan direbus atau dikukus, bukan digoreng. Pantangan makanan dalam pola makan untuk sakit GERD antara lain 1. Pedas Rasa pedas dari makanan akan memicu kontraksi pada sistem pencernaan yang akhirnya menyebabkan munculnya rasa panas. Bila terlalu banyak, bisa muncul rasa mual dan ingin muntah. 2. Asam Makanan asam akan merangsang peningkatan asam lambung dan memicu iritasi bila terlalu banyak di dalam tubuh. Karena itu, pola makan untuk sakit GERD meliputi pantangan terhadap makanan asam seperti jeruk, stoberi, yoghurt, dan cuka. 3. Sulit dicerna Lambung akan bekerja ekstra jika mendapat asupan makanan yang sulit dicerna. Akibatnya, produksi asam lambung meningkat dan bisa menimbulkan rasa nyeri dan iritasi. Contoh makanan yang susah dicerna adalah daging dan gorengan. 4. Mengandung gas Tekanan dalam perut bisa naik hingga akhirnya memicu GERD akibat makanan yang mengandung gas. Contohnya brokoli, sawi, nangka, dan kol. Begitu pula minuman bersoda. Tips Mencegah GERD Terdapat sejumlah tips pengobatan selain mengatur pola makan untuk sakit GERD. Misalnya memilih pakaian yang longgar agar tubuh terasa nyaman tanpa tekanan. Lalu tidak langsung berbaring atau membungkuk setelah makan, melainkan jaga tubuh dalam keadaan tegak. Gunanya, sistem pencernaan akan lebih mudah bekerja karena makanan lancar turun ke lambung sesuai dengan gaya gravitasi. Kebiasaan tidur selepas makan juga mesti ditinggalkan. Waktu ideal tidur adalah 2-3 jam sesudah makan karena pada periode itu makanan sudah dicerna di lambung dan masuk ke usus. Selain itu, gunakan bantal ketika tidur agar asam lambung tak naik ke kerongkongan lantaran posisi kepala lebih tinggi daripada perut. Posisi tidur yang disarankan adalah miring ke kiri atau ke kanan untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul oleh asam lambung. Rutin berolahraga juga bagus sebagai tambahan perubahan pola makan untuk sakit GERD. Aktivitas fisik akan membuat lemak dalam tubuh terbakar dan menimbulkan relaksasi. Waktu olahraga yang disarankan adalah pagi hari, ketika asam lambung menumpuk dari malam hari sebelumnya. Ditinjau oleh: dr. Nugraheni Irda, Sp. PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital Sumber gambar : Freepic Referensi: https://studigastroenterologi. com/panduan-khusus-perubahan-pola-makan-bagi-penderita-gerd/ https://www. webmd. com/heartburn-gerd/ss/slideshow-foods-fight-gerd - Published: 2020-06-30 - Modified: 2020-07-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/keterlambatan-bicara-pada-anak/ - Kategori: Anak Setiap orangtua pasti menantikan kata pertama yang terucap dari buah hati tercinta. Tapi bagaimana jika Anda tidak kunjung mendengar sepatah kata pun terlontar dari bibir mungil Si Kecil? Dokter, anak saya sudah 2 tahun, kok bicaranya cuma 1 kata saja seperti mama, papa, tata ya? Anak-anak lain seusianya kok sudah banyak bicaranya? Dok, anak saya sudah hampir 3 tahun, kok bicaranya seperti bahasa planet ya dok, hanya wawawawa, bagaimana bila tidak bisa mengikuti saat sekolah playgroup nanti ya dok? Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali ditanyakan oleh orangtua ketika membawa berobat ke dokter anak. Lambat bicara pada anak memang dapat menimbulkan kecemasan orangtua, namun terkadang anak dengan gangguan bicara dan bahasa terlambat mendapat perhatian karena orangtua berpikir Ah, tidak apa-apa, nanti juga bisa bicara atau Dia hanya terlambat mulai saja, nanti dia pasti akan mengejar. Keterlambatan bicara dan bahasa dialami oleh 5-8% anak usia prasekolah. Agar dapat mengetahui kapan seorang anak terlambat bicara, terlebih dahulu kita perlu mengenal tahapan perkembangan bicara normal. Apa saja yang menyebabkan keterlambatan bicara? Keterlambatan bicara dapat disebabkan gangguan pendengaran, gangguan pada otak (misalnya retardasi mental, gangguan bahasa spesifik reseptif dan/atau ekspresif), autisme, atau gangguan pada organ mulut yang menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata (dikenal sebagai gangguan artikulasi), gangguan perilaku, gangguan perkembangan umum, kurang stimulasi, masalah psikososial, maupun penyebab lainnya. Beberapa gangguan dapat terjadi bersamaan, misalnya anak dengan gangguan pendengaran juga memiliki gangguan perilaku. Untuk menegakkan diagnosis penyebab keterlambatan bicara, perlu pemeriksaan yang teliti oleh dokter, yang terkadang membutuhkan pendekatan multidisiplin oleh dokter anak, dokter THT, dan psikolog atau psikiater anak. Tata laksana keterlambatan bicara bergantung pada penyebabnya, dan juga melibatkan kerja sama antara dokter anak, dokter spesialis lain yang terkait, terapis wicara, dan tentunya orangtua. Apa tanda bahaya gangguan bicara dan bahasa pada anak berdasarkan usianya? Usia 0-6 bulan : Waspada bila tidak menoleh jika dipanggil namanya dari belakang, tidak ada babbling. Usia 6-12 bulan : Waspada bila bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan. Usia 12-18 bulan : Waspada bila tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan. Usia 18-24 bulan : Waspada bila tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan. Apabila terdapat salah satu tanda waspada di atas, bawalah anak Anda ke dokter anak. Secara umum, pada usia berapapun, bawalah anak ke dokter jika ia menunjukkan kemunduran dalam kemampuan berbicara atau kemampuan sosialnya. Apa yang dapat dilakukan orangtua? Orangtua dan lingkungan terdekat memegang peranan penting dalam perkembangan bicara dan bahasa seorang anak. Kosakata anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang didengarnya pada masa kritikal perkembangan bicaranya. Hal-hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mengoptimalkan perkembangan bicara dan bahasa anak antara lain: Rajin berbicara dan berkomunikasi dengan anak, dimulai pada masa bayi. Kapanpun, di manapun Anda berada bersama anak Anda, katakanlah apa yang sedang terjadi, apa yang sedang Anda lakukan, sebutkan nama benda-benda yang ditemui, mangajak bayi dan anak bercakap-cakap, memberi respon terhadap ocehan bayi dengan kata-kata sederhana, menjawab pertanyaan, atau bernyanyi. Walau bayi yang sangat muda belum bisa berbicara, kata-kata yang didengarnya akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya. Membacakan cerita dengan suara yang jelas adalah cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Bayi dan anak kecil biasanya tertarik pada cerita yang bersajak. Sembari membaca, anak dapat diajak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk. Gawai dan televisi bukan metode stimulasi yang baik. Pahami tahap perkembangan normal pada anak. Lakukan pemeriksaan deteksi dini gangguan perkembangan secara berkala di fasilitas kesehatan Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa sebaiknya dapat dikenali oleh orangtua sedini mungkin, agar tata laksana yang diberikan dapat memaksimalkan kapasitas bicara dan bahasa yang dimiliki anak. Ditinjau oleh: dr. Ria Yoanita, Sp. A Primaya Evasari Hospital Referensi Feldman HM. How young children learn language and speech. Pediatr Rev. 2019;40(8):398-411. Soebadi, A. Keterlambatan bicara. 2013. https://www. idai. or. id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara (diakses tanggal 1 Juli 2020). Sambo, CM. Mencegah terlambat bicara pada anak. 2017. https://www. idai. or. id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mencegah-terlambat-bicara-pada-anak (diakses tanggal 1 Juli 2020). - Published: 2020-06-29 - Modified: 2020-06-29 - URL: https://primayahospital.com/anak/seputar-ruam-popok/ - Kategori: Anak Pernahkah Bunda mendapati bokong dan lipat paha si kecil kemerahan? Kemerahan di area bokong pada bayi dan anak yang memakai popok disebut sebagai ruam popok. Ruam popok merupakan salah satu penyakit kulit tersering pada bayi dan anak yang popoknya selalu basah dan jarang diganti. Pada bayi, prevalensi ruam popok berkisar antara 7% sampai 35% dengan puncak insidens pada usia kurang dari 12 bulan. Keadaan apa yang berisiko mengalami ruam popok? Bayi dengan diare memiliki risiko lebih tinggi terjadi ruam popok karena iritasi pada kulit, bayi yang mendapat ASI memiliki risiko lebih rendah dibanding yang diberi susu formula, kemungkinan karena bayi yang diberi ASI memiliki pH tinja yang lebih rendah, juga penggunaan antibiotik spektrum luas yang meningkatkan risiko daire dan infeksi jamur sekunder sehingga lebih mudah mengalami ruam popok. Apa penyebab ruam popok? Ruam popok paling sering disebabkan oleh iritasi akibat kontak dengan bahan dari popok, atau kontak dengan urin atau feses yang jarang dibersihkan. Tidak jarang kulit yang sudah teriritasi menjadi terinfeksi akibat kelembaban di area tersebut. Biasanya infeksi yang terjadi adalah infeksi jamur. Berbahayakah ruam popok pada bayi dan anak? Ruam popok pada bayi dan anak memang tidak sampai mengancam jiwa, namun akan sangat mengganggu anak dan menyebabkan ia rewel. Daerah bokong dan lipat paha merupakan area yang lembab. Bila terjadi ruam dan tidak diatasi dengan baik, dapat terjadi infeksi sekunder, terutama oleh jamur. Bila tidak ditangani lebih awal, ruam yang terinfeksi dapat menyebabkan luka dan ketidaknyamanan pada anak saat defekasi. Penanganan sedini mungkin sangat penting bagi anak yang mengalami ruam popok. Bagaimanakah cara mencegah agar tidak terjadi ruam popok? Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah dengan menjaga area popok bersih dan kering. Beberapa strategi sederhana berikut dapat membantu mengurangi kemungkinan ruam popok pada kulit bayi : Ganti popok sesering mungkin. Segera pindahkan popok basah atau kotor. Jika si kecil berada di penitipan anak, minta anggota staf untuk melakukan hal yang sama. Bilas pantat si kecil dengan air hangat setiap penggantian popok. Handuk basah, bola kapas, dan tisu bayi dapat membantu membersihkan kulit si kecil dengan lembut. Jangan gunakan tisu dengan alkohol atau pewangi. Jika Bunda ingin menggunakan sabun, pilih jenis yang ringan, bebas pewangi. Tepuk-tepuk kulit dengan lembut dengan handuk bersih atau biarkan sampai mengering. Jangan menggosok pantat si kecil karena dapat mengiritasi kulit. Jangan menggunakan popok terlalu ketat. Popok yang ketat mencegah aliran udara ke daerah popok, menimbulkan kelembaban, dan memudahkan terjadinya ruam popok, juga radang di bagian pinggang atau paha. Beri si kecil waktu lebih lama tanpa popok. Jika memungkinkan, biarkan si kecil tanpa popok. Setelah mengganti popok, cucilah tangan Bunda hingga bersih. Mencuci tangan dapat mencegah penyebaran bakteri atau jamur ke bagian lain tubuh si kecil. Apa yang dapat dilakukan Bunda bila si kecil mengalami ruam popok? Berikut 5 langkah atau cara untuk mengatasi ruam popok pada anak, yaitu: A (air out) : membiarkan area popok kering di udara terbuka selama mungkin. B (barrier) : aplikasikan krim yang mengandung zink oksida atau petroleum pada area popok untuk melindungi kulit (barrier) di area popok. C (clean) : menjaga area popok tetap bersih dengan cara segera mengganti popok yang kotor. D (disposable diapers) : selama anak mengalami ruam popok sebaiknya menggunakan popok sekali pakai. E (educate) : memberikan informasi cara mencegah berulangnya ruam popok. Kapan saatnya menghubungi dokter? Bila didapatkan tanda-dan gejala berikut: Tampak kemerahan serta tidak kunjung membaik setelah dirawat 2-3 hari Muncul luka yang bernanah Terdapat demam Ruam disertai rasa nyeri hebat Tampak ruam berwarna merah terang dengan bintik-bintik kemerahan di bagian tepi Bila terdapat infeksi jamur dan bakteri, dokter akan memberikan krim anti jamur dan antibiotika. Demikan juga bila ada faktor alergi dan cenderung sering kambuh, setelah sembuh bisa digunakan krim emolien untuk memperbaiki barier kulit di sekitar popok. Ditinjau oleh: dr. Ria, Sp. A Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital Sumber gambar : Freepic Referensi : Irfanti RT, Betaubun AI, Arrochman F, dkk. Diaper dermatitis. CME. 2020;47:50-6. Esser MS, Johnson TS. An integrative review of clinical characteristics of infants with diaper dermatitis. 2019;0:1-10. Horii KA, et al. Overview of diaper dermatitis in infants and children. www. uptodate. com/home. Accessed June 30, 2020. Peytavi B, Kanti V. Prevention and treatment of diaper dermatitis. Pediatr Dermatol. 2018;35:19–23. Krowchuk D. Diaper rash. Dalam: McInerny TK, Adam HM, Campbell DE, Dewitt TG, Foy JM, Kamat DM, penyunting. American academy of pediatrics textbook of pediatric care. Edisi kedua. Elk Groove Village: American academy of pediatrics. 2017. - Published: 2020-06-28 - Modified: 2020-08-26 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tahapan-perkembangan-janin/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Perkembangan janin dalam kandungan berjalan dalam sejumlah tahapan. Untuk memastikan apakah janin berkembang optimal pada setiap tahapnya, maka bunda harus mengetahui usia kehamilan secara pasti. Perhitungan usia kehamilan yang biasa dipakai adalah usia kehamilan sejak hari pertama menstruasi terakhir yang disebut gestational age. Berbeda dengan usia konsepsi yang menggambar usia janin yang sesungguhnya yaitu lamanya waktu sejak terjadinya pembuahan, dimana pada siklus ovulasi normal, pembuahan terjadi sekitar 14 hari setelah hari pertama menstruasi terakhir. Sehingga usia konsepsi (usia janin) biasanya 2 minggu lebih muda disbanding usia kehamilan. Rata rata usia kehamilan adalah 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir. Bagaimana menentukan usia kehamian? Pada siklus haid yang teratur dan tidak memakai kontrasepsi hormonal, usia kehamilan dapat dihitung dari hari pertama haid teakhir. Namun pada kondisi ibu dengan ahid tidak teratur atau ibu lupa haid terakhir maka penentuan usia kehamilan yang paling akurat adalah dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) di trimester satu. Sehingga begitu telat haid, dan test pack positif, segera kunjungi dokter kandungan bunda untuk memastikan lokasi dan usia kehamilan. Usia kehamilan dihitung secara tiga bulanan, yang disebut sebagai trimester kehamilan. Dengan demikian, diperoleh tiga hitungan trimester kehamilan: - Trimester pertama: 1-13 minggu - Trimester kedua: 14-27 minggu - Trimester ketiga: 28-41 minggu Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 1 Dalam trimester pertama, pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk memastikan letak kehamilan, usia kehamilan, mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada organ reproduksi dan memastikan apakah ada kelainan pada perkembangan dan pertumbuhan janin di awal. Sehingga pemeriksaan pada trimester pertama sangat disarankan dilakukan minimal 1 kali. Jadi bunda sebaiknya jangan menunggu mendekati waktu melahirkan untuk memeriksakan kandungan ke dokter . Perkembangan janin pada trimester awal adalah sebagai berikut; -0-2 minggu sejak konsepsi/3-4 minggu dari siklus haid terakhir Ovum yang telah dibuahi oleh sperma di tuba fallopi, akan membelah dan membentuk bola-bola sel yang kemudian akan tertanam di dalam Rahim. Bola sel ini kemudian akan membentuk beberapa lapisan dan rongga berisi cairan dan mulai terbentuk yang berisi cairan dan terlihat saat saat pemeriksaan USG. Embrio sudah terbentuk berukuran 0. 2 mm. 3-4 minggu post konsepsi/5-6 minggu dari siklus haid terakhir Embrio yang tadinya lurus berubah menjadi melengkung seperti huruf C dan mulai pembentukan organ. Mulai terbentuk tabung diseluh panjang embrio yang akan menjadi otak dan tabung saraf (medulla spinalis), jantung mulai terbentuk dan berdenyut. Struktur sederhana yang akan menjadi mata dan telinga terbentuk serta tonjolan yang akan mejadi anggota gerak atas dan bawah mulai terbentuk. Embrio memiliki panjang sekitar 6 mm pada tahap ini. 5-6 minggu post konsepsi/7-8 minggu sejak siklus haid terakhir Setengah dari panjang embrio adalah kepala, karena perkembangan ota yang sangat pesat. Empat ruangan jantung mulai terbentuk. Panjang embrio 14 mm. Calon mata dan telinga mulai bermigrasi kea rah kepala. dikepala. Ginjal mulai terbentuk. 7-8 minggu post konsepsi/9-10 minggu sejak siklus haid terakhir Panjang embio sekitar 31 mm. Embrio berubah bentuk karena mulai terbentuk wajah dan embrio menjadi lurus, tonjolan ekor menghilang. Semua organ vital sudah terbentuk. Mulai terbentuk jari tangan dan kaki. Mulai terbentuk kelopak mata. Calon rambut mulai terbentuk. Tulang mulai dibentuk dan lengan dapat ditekuk disiku. Usus terbentuk dan berkembang dnegan cepat 9-10 minggu post konsepsi/11-12 minggu sejak siklus haid terakhir Pada periode ini embrio disebut fetus. Semua bagian tubuh terbentuk. Janin sudah terlihat bergerak saat pemeriksaan USG, dan ginjal mulai memproduksi urin 11-12 minggu post konsepsi/13-14 minggu sejak siklus haid terakhir Jenis kelamin kadang dapat terdeteksi. Janin mulai menelan air ketuban. Panjang janin sekitar 86 mm dengan berat janin sekitar 45 gram. Leher sudah terlihat jelas. Karena trimester pertama adalah tahapan perkembangan organ, maka menghindari penggunaan berbagai macam obat atau tindakan yang dapat mengganggu pembentukan organ janin atau yang dapat memicu kecacatan pada janin harus dihindari. Trimester pertama seringkali disertai dnegan mual muntah pada ibu hamil, namun nutrisi sangat berperan penting sejak awal kehamilan, sehingga konsultasikan dengan dokter akndungan bunda bagaimana mengatasi mual muntah pada kehamilan awal dan menjamin asupan nutrisi tetap terpenuhi. Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 2 Memasuki trimester 2, pemantauan laju pertumbuhan janin menjadi lebih penting, namun pemantauan terhadap kelainan struktur janin yang belum tampak di trimester pertama juga tetap dilakuka pada setiap pemeriksaan. Jika kehamilan tanpa resiko, minimal lakukan sekali pemeriksaan kehamilan dengan dokter kandungan bunda pada trimester 2. Namun pemeriksaan berkala akan lebih baik karena dapat mendeteksi setiap gangguan pada janin lebih awal. Perkembangan janin pada trimester 2 adalah sebagai berikut: 13-14 minggu post konsepsi/15-16 minggu sejak haid terakhir Kepala janin masih terlihat jauh lebih besar, kaki dan tangan terbentuk dan dapar ditekuk dan bergerak bebas. Organ kelamin hampir terbentuk sempurna. Kuku mulai terbentuk. Wajah terbentuk sempurna. Panjang jani sekitar 120 mm dengan berat sekitar 110 gram. Kelopak mata masih menutup 15-16 minggu post konsepsi/17-18 minggu sejak haid terakhir Sebagian besar bunda sudah dapat merasakan gerakan janin. Sejak usia ini pertumbuhan janin sangt pesat. Kulit janin transparan. Mulut mulai melakukan gerakan mengisap, gerakan mata yang lamat... - Published: 2020-06-26 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/elektrokardiogram/ - Kategori: Penyakit Jantung, Terbaru, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Deteksi sejak dini dibutuhkan untuk menekan risiko akibat penyakit ini. Salah satu caranya dengan elektrokardiogram atau biasa disingkat EKG untuk mengetahui kondisi jantung. Tes EKG jantung dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan dokter spesialis jantung. Pemeriksaan ini menggunakan peralatan khusus dan harus ditangani oleh tenaga medis yang memadai untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Apa Itu Elektrokardiogram (Tes EKG)? Elektrokardiogram adalah tes untuk mengukur aktivitas elektrik atau kelistrikan jantung. Dalam setiap detak, impuls atau gelombang elektrik bergerak melalui jantung. Otot akan menegang dan memompa darah dari jantung akibat adanya gelombang ini. Dari tes EKG ini bisa diketahui kelainan pada jantung pasien untuk dilakukan langkah selanjutnya. Dari proses EKG jantung, dokter akan mendapat dua informasi mengenai keadaan jantung pasien. Pertama, dokter bisa mengetahui jangka waktu perjalanan gelombang listrik melewati jantung lewat pengukuran interval pada elektrokardiogram. Waktu yang dibutuhkan oleh gelombang listrik untuk berjalan dari satu bagian jantung ke bagian lain dapat menunjukkan apakah aktivitas kelistrikan jantung normal atau tidak. Kedua, dari pengukuran jumlah aktivitas kelistrikan yang melewati otot jantung, dokter dapat melihat apakah ada bagian jantung yang membesar atau bekerja terlampau keras. Hal itu menunjukkan adanya kelainan pada kerja jantung. Kenapa Tes EKG (Elektrokardiogram) Diperlukan? Tes EKG diperlukan untuk membantu diagnosis kondisi jantung pasien. EKG jantung juga dibutuhkan untuk memantau secara rutin kondisi orang yang sudah terdiagnosis mengalami masalah jantung. Dokter dapat menggunakan elektrokardiogram untuk menelisik dugaan gejala masalah jantung, misalnya nyeri dada, jantung berdebar, pusing, atau napas pendek, yang dikeluhkan pasien. EKG jantung bisa membantu mendeteksi: - Aritmia: detak jantung tak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat - Penyakit jantung koroner: kondisi ketika suplai darah ke jantung terhambat atau terganggu oleh adanya penumpukan lemak - Serangan jantung: kondisi ketika suplai darah ke jantung tiba-tiba terhenti - Kardiomiopati atau lemah jantung: kelainan otot jantung yang membuat jantung sulit memompa darah Jenis-Jenis Elektrokardiogram Terdapat tiga jenis utama tes EKG jantung, yakni: - Resting EKG: dilakukan pada pasien dalam posisi berbaring - Stress EKG: dilakukan pada pasien sembari menggunakan sepeda statis atau treadmill - Ambulatory EKG: memasangkan elektroda yang terhubung dengan mesin EKG jantung portabel mini pada pinggang untuk memonitor jantung di rumah selama sehari atau lebih Jenis elektrokardiogram yang digunakan bergantung pada gejala dan masalah jantung yang dikeluhkan pasien. Stress EKG jantung, misalnya, diperuntukkan bagi pasien dengan gejala masalah jantung yang muncul akibat aktivitas fisik. Adapun ambulatory EKG lebih cocok jika gejala muncul tanpa diduga dan tak menentu. Prosedur Pelaksanaan Pemeriksaan EKG Jantung Tes EKG cepat, aman, dan tidak menyakitkan. Tes EKG jantung secara umum dilakukan dengan kondisi pasien berbaring secara nyaman. Bila jantung sudah dipasangi alat penyokong fungsi, alat itu mesti dilepas untuk sementara agar hasil elektrokardiogram lebih tepat. Dalam tes, lempengan logam tipis berupa elektroda akan dipasangkan pada tubuh pasien. Dokter kemudian memandu pasien untuk mengambil, menahan, dan mengembuskan napas menggunakan patokan waktu. Dari proses ini, aktivitas jantung akan terekam elektrokardiogram. Pemeriksaan EKG jantung hanya berlangsung selama 5-10 menit. Dokter akan menganalisis hasil tes EKG itu dan kemudian memberikan penjelasan kepada pasien. Dari hasil tersebut, dokter juga akan mengambil langkah medis yang diperlukan sesuai dengan kondisi yang dialami pasien. Karena itu, ada kemungkinan dokter meminta pasien menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Efek Samping Pemeriksaan Jantung EKG Meski digunakan untuk mengukur aktivitas kelistrikan jantung, elektrokardiogram tidak mengalirkan aliran listrik ke tubuh. Tes EKG secara umum tidak menimbulkan rasa sakit dan dilakukan dalam waktu singkat. Tidak ada efek samping serius yang berpotensi muncul dalam pemeriksaan EKG jantung. Efek samping yang muncul umumnya alergi akibat pemasangan elektroda pada tubuh. Untuk mencegahnya, pasien harus menjelaskan kondisinya secara menyeluruh kepada dokter sebelum menjalani tes. Ada kemungkinan terjadi ketidaknyamanan saat elektroda dilepas dari kulit dalam proses elektrokardiogram. Mirip dengan melepas plester pada kulit. Untuk stress EKG, tenaga medis yang melakukan pemeriksaan akan memantau kondisi pasien dengan jeli dan segera menghentikan tes jika pasien mulai menunjukkan gejala masalah. Ditinjau oleh: dr. Addiena P. , SpJP-FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Evasari Hospital Referensi: https://www. nhs. uk/conditions/electrocardiogram/ https://www. webmd. com/heart-disease/electrocardiogram-ekgs - Published: 2020-06-24 - Modified: 2020-06-28 - URL: https://primayahospital.com/anak/manfaat-asi-eksklusif-2-tahun/ - Kategori: Anak, Terbaru Air susu ibu atau ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan/minuman tambahan atau pengganti kepada bayi hingga berusia 6 bulan. ASI telah memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan bayi sampai umurnya 6 bulan. Karena itulah tidak dibutuhkan sumber asupan lain selama periode itu selama ASI yang dihasilkan berkualitas. Tapi, setelah 6 bulan, pemberian ASI eksklusif bukan berarti harus berhenti. ASI tetap dapat diberikan kepada bayi hingga usianya 2 tahun. Pemberian ASI hingga usia bayi 2 tahun justru banyak memberikan manfaat. Bahkan manfaat ini tidak hanya bisa didapatkan oleh bayi, tapi juga ibu. Manfaat Pemberian ASI Sejak Lahir Hingga Usia 2 Tahun Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa manfaat ASI eksklusif lebih besar dibanding susu pengganti, termasuk susu formula. Itu sebabnya lembaga kesehatan dunia, terutama WHO, mengimbau semua ibu yang mampu memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Berikut ini manfaat pemberian ASI sejak lahir hingga usia 2 tahun: 1. Memberikan nutrisi kepada bayi Jika mengira ASI eksklusif tak lagi memiliki nilai nutrisi setelah setahun, itu keliru. ASI selalu mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan bayi. Misalnya protein, kalsium, dan vitamin. 2. Meningkatkan sistem imun Bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih jarang sakit dan tingkat mortalitasnya rendah. Sistem imun bayi akan kian meningkat jika lebih lama mendapat ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. 3. Meningkatkan perkembangan otak Kandungan nutrisi dalam ASI membantu perkembangan otak bayi. Proses menyusui juga punya andil, misalnya ketika bayi menyusu dalam posisi berbeda sehingga mereka tidak terpaku pada posisi yang sama seperti ketika meminum susu dari botol. 4. Ibu jadi lebih sehat Ibu yang memberikan ASI eksklusif lebih kecil risikonya mengalami kanker payudara. Risiko penyakit kanker lain juga lebih kecil, seperti kanker endometrial dan ovarian. 5. Menenangkan bayi dan ibu Baik ibu maupun bayi bisa lebih tenang dalam proses menyusu hingga usia 2 tahun. Sebab, ada jalinan batin dalam proses itu. Ibu terutama bisa lebih tenang dan nyaman, misalnya setelah capek pulang kerja. Tips Agar Ibu Sukses Memberikan ASI Hingga Bayi Usia 2 Tahun Forum World Health Assembly yang digagas WHO mematok target pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan minimal 50 persen pada 2025. Namun akan jauh lebih baik bila ASI bisa lanjut diberikan sampai usia bayi 2 tahun. Meski begitu, terdapat berbagai hambatan yang mempengaruhi pemberian ASI oleh ibu, terutama para wanita karier. Di bawah ini sejumlah tips agar ibu sukses memberikan ASI hingga bayi berusia 2 tahun: 1. Atur waktu Agar lebih mudah dan lancar, ibu sebaiknya mengatur waktu pemberian ASI eksklusif dan lanjutan setiap hari. Pengaturan ini bergantung pada rutinitas ibu. Bila bekerja, ibu mungkin dapat memberikan ASI pada pagi sebelum berangkat dan sore atau malam setelah pulang. Sementara itu, di kantor ibu tetap dapat menyiapkan ASI dengan memerahnya untuk diberikan lewat botol saat siang. 2. Siapkan stok Setelah selesai memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, produksi ASI tetap berjalan terus. Karena itu, ASI harus selalu diberikan kepada bayi. Termasuk lewat botol. Siapkan stok ASI jika dibutuhkan saat ibu sedang tak ada di rumah. Jadi tak perlu menggunakan susu formula karena ASI masih tersedia. 3. Rutin memompa Terutama bagi wanita karier, harus rutin memompa ASI walau program ASI eksklusif sudah tuntas. Ibu bisa menggunakan tangan, pompa manual, ataupun pompa elektrik. Gunakan cara yang paling nyaman dan patok target berapa botol sehari agar rutinitas terjaga. 4. Jaga asupan bergizi Makanan dan minuman yang diasup ibu mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Maka hindari konsumsi yang tidak sehat dan utamakan makanan bergizi demi kesehatan buah hati. 5. Hindari stres Stres adalah salah satu faktor yang membuat ASI tidak keluar secara semestinya. Agar tidak stres, ibu bisa berolahraga seperti meditasi atau yoga. 6. Minta dukungan sekitar Peran orang-orang di sekitar ibu juga membantu kelangsungan program ASI eksklusif hingga tahap lanjutan. Jangan sungkan meminta bantuan ketika hendak memberikan ASI kepada bayi. Cara lain yang bisa ditempuh adalah berkonsultasi dengan dokter. Ini terutama bila ada masalah dalam pemberian ASI eksklusif, misalnya kuantitasnya terbatas. Ditinjau oleh: dr. Marturia Inriani Aruperes Primaya Hospital Tangerang Referensi: http://promkes. kemkes. go. id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi https://www. kemkes. go. id/article/view/18082100002/rahasia-anak-berkembang-optimal-dan-tidak-mudah-sakit-beri-asi-eksklusif-dan-pola-asuh-tepat. html https://www. who. int/health-topics/breastfeeding https://www. kemkes. go. id/article/view/19080300001/begini-cara-pemberian-asi-yang-benar. html http://promkes. kemkes. go. id/? p=8926 - Published: 2020-06-23 - Modified: 2020-06-28 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-tifoid/ - Kategori: Anak, Terbaru - Tag: imunisasi dasar, imunisasi tifoid Imunisasi tifoid adalah salah satu program Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan epidemi dan endemi demam tifoid. Indonesia sendiri merupakan salah satu wilayah endemis tifoid. Kelompok umur yang paling banyak terkena tifoid adalah 3-19 tahun. Karena itu, vaksin tifoid diperlukan sebagai langkah antisipasi sejak dini. Apa Manfaat Vaksin Tifoid Demam tifoid lebih dikenal sebagai tifus atau tipes di kalangan masyarakat umum. Penyakit infeksi sistemik ini disebabkan bakteri Salmonella typhi, biasanya melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit akut ini memiliki sejumlah gejala, seperti: Demam berkepanjangan Sakit kepala Mual Kehilangan nafsu makan Masalah pencernaan, antara lain diare Imunisasi dengan vaksin tifoid dibutuhkan untuk membentuk antibodi yang akan melawan bakteri penyebab gejala-gejala tifus tersebut. Imunisasi tifoid tidak diwajibkan, tapi penting bagi orang-orang yang rentan terpapar bakteri Salmonella. Ada tiga jenis vaksin tifoid yang direkomendasikan WHO, yakni: Vaksin konjugat tifoid suntik (TVC) yang diperuntukkan bagi anak berusia 6 bulan hingga orang dewasa berusia 45 tahun Vaksin polisakarida tak terkonjugasi bagi anak berumur 2 tahun ke atas Vaksin Ty21a yang diberikan berupa kapsul dan diberikan secara oral bagi yang berusia di atas 6 tahun Kapan Imunisasi Tifoid Dapat Diberikan? Ikatan Dokter Indonesia menyarankan imunisasi tifoid diberikan kepada anak di atas usia 24 bulan. Setelah itu, vaksin tifoid bisa diberikan tiga tahun sekali. Adapun imunisasi yang dilakukan secara oral disarankan diakukan kepada anak yang umurnya 6 tahun ke atas. Anak kecil rentan terjangkit tifoid, terutama bila sering membeli jajanan yang higienitasnya diragukan. Sekalipun gejalanya ringan, demam tifoid bisa menyebabkan komplikasi yang parah. Anak bisa demam berkepanjangan hingga lebih dari satu pekan. Umumnya, suhu tubuh anak yang demam tifoid naik dari hari ke hari. Kenaikan ini biasanya berlangsung pada sore hari. Umpamanya hari ini suhu anak naik hingga 38 derajat Celsius, esok hari bisa menjadi 38,5 derajat, lalu 38,8 derajat, dan seterusnya. Masyarakat yang tinggal di wilayah endemis atau kesulitan mengakses sanitasi yang baik direkomendasikan untuk mendapat vaksin tifoid. Demikian pula mereka yang hendak mengunjungi wilayah endemis tifoid. Harus digarisbawahi bahwa imunisasi tidak melindungi tubuh 100 persen dari penyakit tifoid. Masih ada kemungkinan sakit, tapi vaksin tifoid bisa mengurangi risiko mengalami sakit yang parah ketika terjangkit. Berapa Kali Imunisasi Tifoid Diberikan? Imunisasi tifoid dengan cara injeksi bisa diberikan beberapa kali, dimulai dari saat umur anak 24 bulan. Jarak pemberian selanjutnya adalah tiga tahun. Interval ini ditetapkan supaya ada waktu yang cukup untuk pembentukan antibodi supaya imunitas anak lebih kuat. Seseorang bisa terkena tifoid lebih dari sekali meski sudah mendapat vaksin, terutama bila tidak menerapkan pola hidup sehat atau tinggal di tempat dengan sanitasi buruk. Penyebaran tifoid Gejala tifoid yang tampaknya sudah mereda pun bisa muncul alias kambuh lagi. Dalam hal ini, imunisasi tifoid tidak dibutuhkan, melainkan hanya antibiotik. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella di tubuh pasien. Biasanya, dokter hanya meminta pasien meminum antibiotik hingga habis untuk menuntaskan pengobatan demam tifoid. Efek Samping Vaksin Tifoid Semua jenis vaksin tifoid terbilang aman. Efek samping imunisasi tifoid paling terlihat pada bekas suntikan yang membengkak. Risiko lainnya adalah demam, pusing, dan mual. Tapi ada kelompok orang yang sebaiknya tidak diberi atau menunda imunisasi tifoid demi menghindari dampak yang lebih berbahaya, di antaranya: Memiliki alergi yang parah Punya masalah sistem imun Sedang hamil atau menyusui Sedang menjalani pengobatan malaria atau meminum antibiotik Bila sedang demam ringan, imunisasi masih diperbolehkan, tergantung diagnosis dokter. Bicarakan dengan dokter bila memiliki kondisi yang sekiranya berbahaya untuk menerima vaksin tifoid. Ditinjau oleh: dr. Citra Amelinda, SpA, MKes, IBCLC Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://primayahospital. com/layanan/imunisasi-anak/ http://bppsdmk. kemkes. go. id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small. pdf https://www. who. int/immunization/diseases/typhoid/en/ https://www. cdc. gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/typhoid. html - Published: 2020-06-22 - Modified: 2020-06-24 - URL: https://primayahospital.com/anak/asi-eksklusif-untuk-bayi/ - Kategori: Anak, Terbaru Air susu ibu (ASI) merupakan makanan yang paling ideal bagi bayi. Karena itu, pemerintah menggencarkan program ASI eksklusif bagi para ibu yang baru melahirkan. ASI adalah sumber asupan yang aman, bersih, dan mengandung antibodi yang berguna untuk melindungi bayi dari banyak penyakit yang rentan menyerang anak. Pengertian ASI Eksklusif ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir hingga usianya enam bulan tanpa ada tambahan atau pengganti berupa makanan atau minuman lain, termasuk air putih. Karena menjadi satu-satunya sumber asupan, namanya disebut ASI eksklusif. Pemerintah memberikan perhatian pada program ini lewat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk anak-anak (UNICEF) juga memberikan dukungan pada program ASI eksklusif. Dukungan itu disampaikan lewat kampanye inisiasi menyusu dini (IMD) bagi bayi dalam satu jam pertama setelah kelahiran, menyusui kapan pun saat bayi meminta, serta menghindari pemakaian dot, botol, dan empeng. Manfaat Pemberian ASI Eksklusif untuk Bayi Terdapat beberapa manfaat ASI eksklusif bagi bayi maupun ibu sendiri. Manfaat itu dibuktikan lewat sejumlah penelitian yang diakui secara internasional. Berikut ini di antaranya: Melindungi bayi dari serangan penyakit ASI eksklusif membantu meningkatkan sistem imun bayi. Dengan demikian, ancaman penyakit terhadap bayi bisa ditangkal lewat daya tahan tubuh yang kuat. Hal ini penting karena anak-anak, terutama bayi yang baru lahir, sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Meningkatkan tumbuh kembang otak dan fisik Anak-anak yang waktu bayi mendapat ASI eksklusif didapati memiliki kemampuan lebih baik dalam hal intelegensia dibanding yang tidak memperoleh asupan ASI. Perkembangan fisiknya pun lebih baik. Lebih sehat ketika besar Karena daya tahan tubuh yang baik berkat ASI eksklusif saat kecil, anak pun lebih sehat dan tidak gampang sakit ketika besar. Selain itu, risiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas lebih kecil. Ibu yang memberikan ASI eksklusif tak ketinggalan mendapat manfaat pula. Manfaat itu antara lain mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium. Pemberian ASI eksklusif juga membantu meningkatkan ikatan batin dengan bayi serta mengatasi rasa cemas yang mungkin muncul seusai persalinan. Berapa Lama Pemberian ASI Eksklusif Lembaga kesehatan dunia sepakat bahwa periode pemberian ASI eksklusif adalah enam bulan pertama setelah kelahiran. Pada periode itu, asupan dari ASI saja sudah cukup untuk menyediakan energi dan nutrien yang memadai bagi bayi. Setelah periode tersebut, ASI disarankan tetap diberikan hingga setidaknya anak berusia dua tahun. Namun, pada periode selanjutnya, diperlukan makanan dan minuman tambahan agar kebutuhan gizi dan nutrisi anak terpenuhi. Peraturan pemerintah tentang ASI eksklusif menyediakan panduan tentang pola pemberian makanan yang paling baik bagi bayi hingga umurnya 2 tahun, di antaranya: Pemberian ASI segera dalam waktu satu jam selepas kelahiran bayi Pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai dengan kebutuhan mulai usia 6 bulan Pemberian ASI secara berkelanjutan hingga bayi berumur 2 tahun Dalam program ASI eksklusif yang digalakkan pemerintah, tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas kesehatan berkewajiban membantu pelaksanaan program ini. Kewajiban itu antara lain membantu inisiasi menyusu dini oleh ibu kepada bayi yang baru lahir paling singkat satu jam. Bayi akan diletakkan di dada ibu dalam keadaan tengkurap selama inisiasi ini supaya kulit bayi dan ibu melekat satu dengan yang lain. Ditinjau oleh: dr. Citra Amelinda, SpA, MKes, IBCLC Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: http://promkes. kemkes. go. id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi https://www. kemkes. go. id/article/view/18082100002/rahasia-anak-berkembang-optimal-dan-tidak-mudah-sakit-beri-asi-eksklusif-dan-pola-asuh-tepat. html https://www. who. int/health-topics/breastfeeding http://hukor. kemkes. go. id/uploads/produk_hukum/PP%20No. %2033%20ttg%20Pemberian%20ASI%20Eksklusif. pdf - Published: 2020-06-21 - Modified: 2020-06-28 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-bcg/ - Kategori: Anak, Terbaru - Tag: imunisasi bcg Imunisasi dasar melindungi orang dari risiko terjangkit kuman berupa virus atau bakteri yang membahayakan kesehatan. Kuman itu antara lain Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit tuberkulosis. Untuk menangkal bakteri ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian vaksin BCG atau bacille Calmette-Guerin sejak dini. Apa Manfaat Vaksin BCG Menurut WHO, tuberkulosis lebih banyak menewaskan orang dewasa berusia antara 15 dan 59 tahun dibanding penyakit lain. Di Indonesia, setidaknya 840. 000 orang menderita tuberkulosis pada 2018. Data itu menunjukkan perlunya imunisasi dengan vaksin BCG untuk masyarakat. Manfaat utama vaksin BCG adalah mengurangi hingga mencegah risiko terjangkit kuman penyebab tuberkulosis. Penyakit tuberkulosis yang parah, salah satunya meningitis tuberkulosis, juga bisa dicegah hingga 70 persen. Menurut penelitian, imunisasi vaksin BCG ini lebih efektif dalam melaksanakan fungsinya bila diberikan pada bayi. Kapan Imunisasi BCG Dapat Diberikan? Pemberian vaksin BCG merupakan bagian dari program imunisasi WHO sejak 1960-an. Vaksin BCG terbuat dari kuman Mycobacterium tuberculosis yang dilemahkan. Menurut panduan Kementerian Kesehatan, vaksin BCG diberikan bagi anak berusia satu bulan. Vaksin ini kerap dibarengi dengan imunisasi polio 1. Efektivitas vaksin ini telah terbukti pada bayi, tapi hasilnya pada anak remaja hingga dewasa lebih bervariasi. Secara umum, hanya anak bayi yang disarankan mendapat vaksin BCG. Pertimbangan khusus pemberian imunisasi BCG berlaku bagi anak yang lebih besar yang berisiko tertular tuberkulosis. Pemberian vaksin BCG mesti ditunda dalam beberapa kondisi tertentu, misalnya: Berat badan bayi kurang dari 2,5 kilo atau dalam kondisi tidak sehat Anak lahir dari ibu yang positif HIV, sementara hasil tes HIV bayi belum keluar Sudah mendapat vaksin lain dalam empat pekan terakhir Sedang sakit demam atau sakit parah lainnya Berapa Kali Imunisasi BCG Diberikan? Seseorang hanya memerlukan satu kali imunisasi BCG sepanjang hidupnya saat bayi. Namun ada kemungkinan seseorang mendapat vaksin BCG lebih dari sekali dalam situasi khusus. Misalnya tenaga medis yang kerap menangani kasus kesehatan yang membutuhkan obat-obatan yang resistan terhadap tuberkulosis. Tapi ada juga kelompok orang yang tidak boleh menerima imunisasi BCG. Di antaranya: Pernah atau sedang mengidap tuberkulosis Sedang hamil Dalam pengobatan kanker atau kondisi lain yang membuat sistem imun tubuh lemah Positif HIV Hasil tes kulit tuberkulin positif Efek Samping Vaksin BCG Imunisasi BCG diberikan dengan terlebih dahulu dilakukan tes kulit tuberkulin atau tes Mantoux. Hasil tes yang positif menandakan adanya kekebalan tubuh terhadap tuberkulosis. Dalam hal ini, vaksin BCG tidak disarankan lantaran manfaatnya hampir tak ada. Di sisi lain, terdapat risiko munculnya efek samping. Efek samping vaksin BCG secara umum jarang terjadi. Efek samping itu antara lain demam yang berlangsung sementara serta pembengkakan kelenjar di leher atau ketiak. Tak diperlukan obat apa pun untuk meredakan efek samping itu karena akan pulih dengan sendirinya. Imunisasi vaksin BCG diberikan dengan suntikan ke bagian atas lengan kiri. Pada bekas kulit yang disuntik biasanya muncul benjolan kecil dan memerah. Dari situ juga akan muncul bisul kecil dengan ukuran kurang dari satu sentimeter selama beberapa pekan yang kemudian mengecil dan sembuh sendiri. Untuk menekan risiko munculnya efek samping imunisasi vaksin BCG, lakukan hal berikut ini: Jaga kebersihan bagian yang disuntik Pakai air hangat dan bersih saat hendak membersihkan bagian itu Hindari penggunaan salep, krim, atau obat antiseptik Bekas suntikan tak boleh diplester, melainkan harus dijaga selalu kering Bila perlu, gunakan perban yang kering dengan plester untuk menjaganya tetap menempel pada kulit Langkah penting lainnya adalah selalu konsultasikan kondisi sebelum mendapat imunisasi vaksin BCG dengan dokter yang menangani. Ditinjau oleh: dr. Citra Amelinda, SpA, MKes, IBCLC Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur Referensi: https://www. who. int/biologicals/areas/vaccines/bcg/en/ http://promkes. kemkes. go. id/? p=8986 https://tbindonesia. or. id/informasi/tentang-tbc/situasi-tbc-di-indonesia-2/ - Published: 2020-06-19 - Modified: 2020-06-18 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cara-menyuburkan-kandungan-secara-alami/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan Setelah menikah, tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan hadir sang buah hati. Sembari menanti, banyak pilihan cara menyuburkan kandungan secara alami. Cara ini menjadi pilihan banyak kaum Hawa yang enggan menggunakan obat-obatan kimiawi lantaran dipandang lebih aman bagi kesehatan dan lebih murah. Bila Anda dan pasangan sehat-sehat saja dan secara teratur berhubungan intim tanpa alat kontrasepsi, biasanya kehamilan bisa terjadi dalam waktu satu tahun setelah pernikahan. Namun interval waktu ini bisa saja berbeda pada setiap pasangan. Sebagai antisipasi, Anda dapat menerapkan cara menyuburkan kandungan secara alami ini demi mempercepat penantian itu. Jaga pola hidup sehat Cara menyuburkan kandungan secara alami yang paling dasar adalah menerapkan dan menjaga pola hidup sehat. Usahakan setidaknya 3 kali berolahraga dalam sepekan. Tak perlu olahraga berat, joging selama satu jam saja sudah cukup untuk menjaga kebugaran. Lebih baik lagi bila Anda terbiasa melakukan olahraga yang menggerakkan semua organ tubuh. Misalnya aerobik. Sebab, kondisi tubuh bakal lebih sehat. Selain itu, hindari kebiasaan tak sehat seperti merokok, sering begadang, atau minum kopi. Makan makanan sehat Terkait dengan pola hidup sehat, makanan yang sehat juga merupakan salah satu cara menyuburkan kandungan secara alami. Hindari makanan cepat saji atau jajanan yang tak menyehatkan. Pastikan mendapat asupan dengan nutrisi dan gizi seimbang. Nutrisi berkaitan langsung dengan kesehatan. Perhatikan asupan serat, karbohidrat, protein, dan lemak esensial harian sesuai dengan kebutuhan. Asupan makanan yang mengandung asam folat juga perlu. Asam folat memang lebih berpengaruh dalam proses kehamilan, tapi penting pula untuk mengasupnya sejak dini sebagai cara menyuburkan kandungan secara alami. Hindari stres Stres bisa menimbulkan gangguan psikis dan hormonal. Masalah ini bisa mempengaruhi kesuburan wanita. Bila terjadi stres, frekuensi hubungan intim juga bisa berkurang sehingga peluang kehamilan lebih kecil. Perhatikan siklus ovulasi Setiap wanita memiliki siklus ovulasi masing-masing. Anda harus tahu siklus ini agar mendapat tanggal yang tepat ketika dalam puncak kesuburan untuk berhubungan intim. Terdapat berbagai alat pendeteksi ovulasi, tapi Anda juga bisa menggunakan sistem kalender untuk melihat siklus ini. Jaga berat badan ideal Menurunkan berat badan bisa menjadi salah satu cara menyuburkan kandungan secara alami. Sebab, hormon estrogen yang berpengaruh dalam proses kehamilan dipengaruhi oleh lemak tubuh. Jika berat badan ideal, peluang kehamilan bakal lebih besar. Kesimpulan : Cara Menyuburkan Kandungan Poin-poin di atas dapat dicoba sebagai cara menyuburkan kandungan secara alami. Tapi ada kemungkinan dibutuhkan peran dokter, terutama jika ada tanda-tanda infertilitas. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), infertilitas didefinisikan sebagai adanya gangguan pada sistem reproduksi sehingga seorang wanita tak bisa hamil secara klinis setelah 12 bulan atau lebih berhubungan intim secara rutin tanpa alat kontrasepsi. Dalam hal ini, konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dibutuhkan untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat. Menurut Kementerian Kesehatan, infertilitas pada perempuan bisa disebabkan oleh masalah hormon, adanya sumbatan, atau faktor lokal seperti kelainan kongenital vagina. Bila demikian, cara menyuburkan kandungan secara alami bisa dibarengi dengan tindakan medis yang dibutuhkan. Jika Anda menemukan tanda-tanda infertilitas, segera temui dokter agar bisa diambil tindakan segera. Akan lebih baik jika pemeriksaan fertilitas bisa dilakukan sebelum pernikahan. Dengan begitu, prosedur yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah kesuburan dapat dilaksanakan sejak dini sehingga peluang kehamilan pun lebih besar. Ditinjau oleh: dr. Wiliam Timotius Wahono, Sp. OG Dokter Spesialis Obstetri and Ginekologi Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://www. webmd. com/baby/features/8-ways-to-boost-your-fertility#1 http://www. yankes. kemkes. go. id/read--infertilitas-7828. html https://americanpregnancy. org/planning/get-pregnant-naturally/ - Published: 2020-06-18 - Modified: 2021-01-06 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-normal-lancar/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru Persalinan normal adalah proses melahirkan yang banyak dinanti para calon ibu. Tapi bukan berarti proses persalinan normal lebih mudah dibanding persalinan caesar. Persalinan normal dan caesar sama baiknya, tapi persiapan melahirkan normal dan caesar agar berjalan lancar berbeda satu sama lain. Demi kelancaran persiapan melahirkan normal, satu hal yang harus dilakukan ibu hamil adalah melakukan pemeriksaan kehamilan. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain, asalkan oleh tenaga medis yang memiliki kualifikasi dan kompetensi. Pada kehamilan tanpa resiko, pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal empat kali selama periode kehamilan. Pemeriksaan pertama dilakukan pada trimester pertama, minimal sekali pada trimester kedua, dan minimal dua kali pada trimester ketiga. Namun pada kehamilan berisiko, pemeriksaan dapat diperlukan lebih sering disesuaikan dengan kondisi ibu dan janin untuk mendapatkan luaran kehamilan yang terbaik. Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk mengetahui kondisi ibu dan janin, serta mengevaluasi resiko-resiko yang dimiliki ibu hamil tersebut selama hamil dan saat persalinan. Dengan pemeriksaan kehamilan yang baik dapat dipastikan ibu hamil selalu dalam keadaan baik, janin bertumbuh dan berkembang dengan baik, serta dapat dilakukan antisipasi terhadap komplikasi yang mungkin terjadi saat kehamilan dan persalinan. Dengan demikian diharapkan ibu hamil siap secara fisik dan mental untuk menghadapi proses persalinan hingga pemulihan pasca melahirkan, termasuk dalam soal pemberian air susu ibu atau ASI eksklusif. Persiapan melahirkan normal dapat dilakukan sejak awal hamil, asalkan ibu hamil tidak ditemukan kontraindikasi untuk melahirkan normal. Persiapan Melahirkan Normal Agar persalinan normal berjalan lancar, salah satu faktor utama yang menentukan adalah kesiapan mental dan keyakinan ibu hamil itu sendiri. Kekhawatiran ibu hamil dapat membuat persiapan melahirkan serta proses persalinan tidak berjalan lancar. Oleh karena itu, bunda yang ingin melahirkan normal, harus tenang, mantapkan hati dan tekad serta yakin bahwa persalinan itu sendiri akan berhasil. Sebisa mungkin jauhi informasi yang berpotensi menambah kekhawatiran dan pupuk kepercayaan diri bahwa bunda pasti bisa melahirkan normal. . Kekhawatiran untuk melahirkan normal dapat diminimalisasi bahkan dihilangkan oleh adanya dukungan suami, keluarga dan petugas kesehatan untuk menciptakan suasana yang menenangkan bunda. Persiapan melahirkan secara normal lainnya mencakup: 1. Mengikuti kelas persalinan Di setiap rumah sakit, umumnya terdapat kelas persalinan bagi para calon ibu. Beberapa rumah sakit bahkan menggratiskan sejumlah sesi bagi calon ibu yang memeriksakan diri di sana. Ikuti kelas ini untuk menambah pengetahuan tentang kehamilan dan tips tips dalam persalinan sehingga menguatkan tekad dan mental untuk persiapan melahirkan. 2. Senam hamil Dalam kelas persalinan akan diajarkan beberapa senam hamil agar persalinan berjalan lancar. Bunda bisa berlatih sendiri di rumah setelahnya. Gerakan senam itu antara lain: - Kegel untuk melatih otot panggul bawah. Caranya, tarik otot area intim hingga ke dubur, tahan beberapa detik, lalu kendurkan. Ulangi beberapa kali. - Berjongkok untuk menguatkan otot panggul dan paha. Caranya, ambil posisi jongkok sambil berpegangan pada benda agar tak jatuh selama beberapa detik. - Yoga cobbler’s pose dengan duduk bersila, kedua telapak tangan dan kaki menempel. Lalu gerakkan lutut naik dan turun selama beberapa menit. Gunanya menguatkan otot panggul. - Latihan panggul untuk menguatkan otot panggul. Caranya, ambil posisi seperti merangkak dengan kedua tangan ke depan untuk menahan tubuh. Lalu tarik otot dubur secara perlahan, tahan beberapa detik, lalu kendurkan. Ulangi beberapa kali. Kendala atau komplikasi kehamilan dan persalinan Bunda yang sedang hamil, selain perlu pemahaman tentang kehamilan dan persalinan, diperlukan juga pengetahuan tentang kendala serta kontraindikasi persalinan normal, serta langkah antisipasi dan juga penanganan yang akan dilakukan. Dengan demikian, bunda dan keluarga telah mempersiapkan diri jika terjadi kendala saat persalinan sehingga luaran kehamilan tetap yang terbaik. Kontraindikasi atau kendala yang mungkin terjadi saat kehamilan atau persalinan diantaranya: 1. Kelainan letak/posisi janin Dalam persiapan melahirkan normal akan dinilai bagian terbawah janin. Perubahan posisi janin dapat terjadi kapan saja bahkan mendekati waktu persalinan terutama pada ibu multiparitas atau kondisi yang sangat memudahkan janin berputar (ketuban berlebihan atau dinding perut sangat longgar). Jika saat mendekati persalinan, janin masih sungsang (kepala janin di bagian atas), bunda dapat melakukan beberapa manuver seperti gerakan sujud (knee chest position) sehingga janin berputar menjadi kepala di bagian bawah. Jika janin dengan presentasi sungsang, maka proses persalinan dilakukan di RS oleh dokter ahli kandungan dan kebidanan sehingga dapat dinilai apakah persalinan normal dengan sungsang dapat dilakukan normal atau perlu tindakan operasi sesar. Janin dengan letak lintang dilahirkan melalui operasi sesar. 2. Masalah tali pusat Ada dua kemungkinan masalah tali pusat, yakni lilitan tali pusat atau posisi tali pusat (di leher atau badan bayi) didepan bagian terendah janin yang secara medis disebut tali pusat terkemuka jika ketuban belum pecah atau tali pusat menumbung jika ketuban pecah. Apakah adanya lilitan tali pusat merupakan indikasi harus operasi sesar? Tentu saja tidak bunda. Janin dengan lilitan tali pusat boleh mencoba persalinan normal namun dengan pemantauan ketat oleh tenaga yang kompeten. Lilitan tali pusat perlu dinilai oleh dokter ahli kandungan bunda sebelum persalinan yang mencakup jumlah lilitan dan apakah lilitan tersebut longgar atau ketat. Lilitan tali pusat dapat... - Published: 2020-06-18 - Modified: 2021-09-30 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/apa-itu-rapid-test/ - Kategori: Covid-19, Terbaru Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak pertanyaan tentang apa itu rapid test, swab, dan PCR serta apa perbedaannya. Ketiganya adalah istilah yang berkaitan dengan diagnosis Covid-19. Membekali diri dengan pengetahuan tentang ketiga hal tersebut penting di masa pandemi ini. Pengertian Rapid Test, Swab, dan PCR Tenaga medis mungkin sudah tahu apa itu rapid test, swab, dan PCR. Tapi tidak demikian dengan masyarakat awam. Rapid test, swab, dan PCR adalah istilah dalam metode pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya Covid-19 dalam tubuh seseorang. Dokter menegakkan diagnosis Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan tersebut. Namun swab dan PCR sebenarnya berkaitan, berbeda dengan rapid test. Berikut ini penjelasannya: Apa itu Rapid test Media massa sudah banyak menyampaikan penjelasan tentang apa itu rapid test setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan. Rapid test adalah metode pemeriksaan / tes secara cepat didapatkan hasilnya. Pemeriksaan ini menggunakan alat catridge untuk melihat adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Tes ini dijalankan dalam rangka menyaring pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) dengan mengambil sampel darah dari kapiler ( jari ) atau dari vena. Rapid test juga sering disebut sebagai tes serologis. Dalam hal diagnosis Covid-19, akurasi rapid test bisa mencapai 90 persen. Proses untuk mengetahui hasil tes ini sangat cepat, bisa hanya dalam waktu 30 – 60 menit dan sebaiknya dilakukan di laboratorium oleh petugas yang mempunyai kompetensi . Harga alatnya pun terjangkau. Itu menjadi salah satu kelebihan rapid test sehingga dapat digunakan untuk memeriksa banyak orang sekaligus dalam satu waktu. Rapid tes untuk deteksi virus SARS co-2 saat ini ada yang bisa mendeteksi antibodi dan ada yang bisa antigennya . Tetapi yang dapat mendeteksi antigen banyak laboratorium belum banyak yang melakukan. Rapid tes yang untuk mendeteksi antibodi tidak dapat mendeteksi pada awal sakit , karena mungkin belum terbentuk antibodi atau kadar antibodinya masih rendah. Sehingga bila hasil pemeriksaan non reaktif , harus diulang lagi pada hari 7 – 14 hari kemudian untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar tidak mengandung virus dalam tubuhnya. Terutama bila yang bersangkutan ada riwayat terpapar virus SARS co-2. Pemeriksaan Swab Test - PCR Swab dan PCR tak terpisahkan dalam metode tes untuk menegakkan diagnosis Covid-19. Swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan ( sampel ) . Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus. Adapun PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction. PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Uji ini akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2. Dibanding rapid test, pemeriksaan RT-PCR lebih akurat. Metode ini jugalah yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19. Namun akurasi ini dibarengi dengan kerumitan proses dan harga alat yang lebih tinggi. Selain itu, proses untuk mengetahui hasilnya lebih lama ketimbang rapid test. Apa Perbedaannya Rapid Test, Swab, dan PCR? Dari penjelasan tentang apa itu rapid test, dan PCR di atas, bisa diketahui perbedaannya seperti terangkum berikut ini: Apa yang diambil Rapid test IgG IgM: sampel darah dengan tusuk jari atau darah dari vena Swab Antigen: sampel dari saluran pernapasan (melalui hidung) Swab-PCR: sampel dari rongga nasofaring dan atau orofarings (melalui hidung dan tenggorokan) Bagaimana prosedurnya Rapid test: Sederhana dan lebih cepat Swab Antigen: Sederhana dan lebih cepat Swab-PCR: Lebih rumit dan memakan waktu Apa hasilnya Rapid test: reaktif atau non reaktif Swab-Antigen : positif atau negatif Swab-PCR: positif atau negatif Baik rapid test maupun PCR memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Keduanya bisa dipakai dalam rangka diagnosis Covid-19. Rapid test direkomendasikan bagi masyarakat untuk tes skrining yang hendak secara mandiri mengetahui kondisinya terkait dengan Covid-19. Terlebih saat ini banyak rumah sakit yang sudah mampu memberikan pelayanan rapid test secara komprehensif dan praktis. Ditinjau oleh: dr. V. Fridawati, Sp. PK Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Tangerang Referensi: https://kawalcovid19. id/content/1183/rapid-test-atau-swab-test-apa-bedanya-mana-yang-lebih-baik https://www. labtestsonline. org. au/learning/index-of-conditions/covid-19/learn-more-about-covid-19 - Published: 2020-06-16 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-hepatitis-b/ - Kategori: Anak, Terbaru Imunisasi dasar penting untuk melindungi tubuh dari ancaman virus sesuai dengan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan. Terdapat beberapa vaksin yang diwajibkan bagi anak-anak pada usia tertentu. Salah satunya vaksin hepatitis B. Hepatitis B adalah infeksi viral yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit kronis dan akut. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global dan merupakan tipe hepatitis yang paling serius. Diperkirakan sekitar 780. 000 orang di seluruh dunia meninggal akibat dampak hepatitis B, antara lain sirosis hati dan kanker hati. Risiko ini bisa ditekan lewat imunisasi. Vaksin hepatitis B dapat melawan virus hepatitis B yang sangat menular dan bisa menyebar lewat kontak dengan darah atau cairan tubuh lain dari penderita. Virus hepatitis B bisa bertahan hingga setidaknya tujuh hari di luar tubuh manusia. Bagi tenaga medis, virus ini merupakan salah satu ancaman kesehatan di tempat kerja. Apa Manfaat Vaksin Hepatitis B Vaksin hepatitis B efektif dan aman untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B. WHO merekomendasikan semua bayi mendapat imunisasi vaksin hepatitis B segera setelah lahir, paling lama 24 jam sesudah kelahiran. Pemberian vaksin ini menjadi indikator keberhasilan program imunisasi di suatu negara. Perlindungan vaksin hepatitis B menurut penelitian bisa sampai setidaknya 20 tahun. Bahkan ada kemungkinan vaksin tetap efektif seumur hidup. Bagi negara miskin dan berkembang, WHO mendesak agar imunisasi digalakkan sesuai dengan situasi epidemiologi wilayah masing-masing. Penyakit yang berkaitan dengan virus hepatitis B, terutama sirosis hati dan kanker hati. Berdasarkan data WHO, sirosis hati masuk 20 besar penyakit paling mematikan di seluruh dunia. Adapun kanker hati adalah kanker yang paling banyak nomor enam di seluruh dunia. Pemberian vaksin hepatitis B bermanfaat untuk menekan risiko penyakit-penyakit tersebut. Tubuh akan mendapat pertolongan dari vaksin itu untuk membentuk antibodi guna melawan virus yang masuk ke tubuh. Kapan Imunisasi Hepatitis B Dapat Diberikan? Secara umum, imunisasi hepatitis B bisa diberikan kapan pun. Khusus bayi yang baru lahir wajib mendapat vaksin hepatitis B. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan waktu terbaik untuk memberikan vaksin ini adalah dalam 12 jam setelah lahir. Imunisasi itu kemudian diikuti dengan pemberian vaksin hepatitis B monovalen pada usia 0, 1, dan 6 bulan. Adapun vaksin hepatitis B diberikan kepada bayi bersamaan dengan imunoglobulin hepatitis B (HBlg) pada bagian tubuh lain jika ibu yang melahirkan merupakan HBsAG positif. Jika imunisasi hepatitis B dikombinasikan dengan vaksin difteri, tetanus, dan pertusis aselular (DTPa), jadwal vaksinasi adalah 0, 2, 4, dan 6 bulan. Sedangkan jika dikombinasikan DTPw, jadwalnya 0, 2, 3, dan 4 bulan. Bagi bayi prematur, ada sejumlah faktor yang mesti dilihat sebelum memberikan imunisasi hepatitis B. Di antaranya berat badannya. Vaksin baru bisa diberikan ketika bobot bayi sudah 2. 000 gram atau usianya 2 bulan. Berapa Kali Imunisasi Hepatitis B Diberikan? Tidak ada ketentuan maksimal pemberian imunisasi hepatitis B. Bayi umumnya menerima vaksin hepatitis B hingga 4 kali sampai usianya 6 bulan, tergantung kondisi dan vaksin lain yang diberikan. Yang pasti, vaksin harus diberikan sesaat setelah bayi lahir. Meski begitu, anak remaja hingga dewasa juga boleh menerima imunisasi hepatitis B. Terutama bila ada risiko terpapar virus hepatitis. Orang-orang itu misalnya: Sedang dalam pemeriksaan penyakit menular seksual Berbagi jarum suntik atau alat injeksi lain Melakukan hubungan suami-istri dengan orang yang terinfeksi hepatitis B Tenaga medis yang rentan terpapar virus di tempat kerja Penghuni lembaga pemasyarakatan Korban kekerasan seksual Wisatawan yang hendak datang ke daerah yang memiliki kasus hepatitis B tinggi Pengidap infeksi HIV, diabetes, atau ginjal Tinggal dengan pengidap hepatitis B Efek Samping Vaksin Hepatitis B Semua obat umumnya memiliki efek samping, termasuk vaksin hepatitis B. Program imunisasi yang digalakkan mesti diikuti dengan sosialisasi mengenai efek samping vaksin ini. Efek samping vaksin hepatitis B tergolong ringan dan bisa hilang tanpa perawatan medis, walau ada kemungkinan dampak yang lebih serius. Efek samping imunisasi itu meliputi: Luka pada bagian tubuh yang disuntik Demam Nyeri pada sekitar tubuh yang disuntik Alergi Beberapa orang, terutama anak yang lebih besar dan dewasa, bisa jatuh pingsan dan mengalami pusing setelah imunisasi hepatitis B. Berkonsultasilah dengan dokter soal perlu-tidaknya vaksin hepatitis B bagi Anda. Ditinjau oleh: dr. Dedi Saputra, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Karawang Referensi: http://gkia. org/Uploads/Materi/Filename/150609012017_4. %20Imunisasi%20-%20Kemenkes%20RI. pdf https://www. who. int/immunization/diseases/hepatitisB/en/ https://www. who. int/ith/vaccines/hepatitisB/en/ https://primayahospital. com/layanan/imunisasi-anak/ - Published: 2020-06-15 - Modified: 2020-06-18 - URL: https://primayahospital.com/jantung/manfaat-ekokardiografi-bagi-penderita-penyakit-jantung/ - Kategori: Penyakit Jantung, Terbaru Penyakit jantung masih menjadi penyakit yang paling mematikan di dunia. Posisinya sebagai pembunuh nomor satu di dunia tak tergoyahkan dari tahun ke tahun. Ini membuktikan betapa seriusnya penyakit ini. Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, penyakit jantung dapat berdampak fatal pada penderitanya. Ekokardiografi merupakan prosedur yang bisa digunakan untuk mendeteksi kondisi jantung seseorang sejak dini. Apa Itu Ekokardiografi atau USG Jantung Ekokardiografi (EKG) adalah peralatan medis untuk memeriksa struktur dan fungsi jantung menggunakan gelombang ultrasonik. Ekokardiografi juga sering disebut USG jantung karena fungsinya sama dengan yang digunakan dokter kandungan untuk memeriksa janin pada masa kehamilan. Lewat ekokardiografi, dokter bisa memeriksa bagian-bagian jantung untuk membantu menegakkan diagnosis pada pasien penyakit jantung. Bagian yang diperiksa antara lain bilik jantung, katup jantung, otot jantung, dan pembuluh darah di sekitar jantung. Peralatan ini mirip elektrokardiografi. Namun elektrokardiografi digunakan untuk memeriksa aktivitas kelistrikan jantung. Kedua alat itu dapat digunakan dalam pemeriksaan satu kasus penyakit jantung yang sama. Jenis EKG yang Sering Digunakan Terdapat beberapa jenis ekokardiografi yang sering digunakan untuk memeriksa penyakit jantung. Semuanya menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghasilkan gambar dari jantung. Berikut ini contohnya: 1. Ekokardiografi Transthoracic Ini jenis ekokardiografi yang paling sering digunakan dalam kasus penyakit jantung. Prosedurnya tidak menyakitkan dan tidak invasif alias tanpa operasi atau memasukkan instrumen ke tubuh pasien. Cara kerjanya mirip dengan USG kandungan. Bedanya, alat transduser diletakkan pada dada hingga dihasilkan gambar jantung. 2. Ekokardiografi Stres Ekokardiografi ini merupakan bagian dari tes stres pada jantung. Pasien akan diminta berolahraga, misalnya dengan berjalan di treadmill, sehingga detak jantung lebih cepat. Pada beberapa kasus penyakit jantung, antara lain jantung koroner, masalah lebih mudah diketahui ketika jantung bekerja lebih keras. 3. Ekokardiografi Transesofagus Ketika dokter kesulitan melihat beberapa bagian jantung lewat ekokardiografi transthoracic, prosedur ekokardiografi ini bisa dilakukan. Caranya dengan memasukkan transduser lewat kerongkongan sehingga gambar jantung terlihat lebih detail. 4. Ekokardiografi Janin Ekokardiografi ini dijalankan untuk mengetahui kondisi jantung bayi dalam kandungan. Dokter bisa merekomendasikan prosedur ini bila ada dugaan masalah jantung pada bayi. 5. Ekokardiografi Tiga Dimensi Hasil ekokardiografi ini berupa gambar tiga dimensi yang memberikan penampakan detail bagian jantung. Ekokardiografi juga kerap digunakan dalam rangka operasi katup jantung. Persiapan yang Dilakukan Sebelum USG Jantung Ekokardiografi dilakukan di rumah sakit yang memiliki perlengkapan. Tak ada persiapan khusus untuk menjalani sebagian besar jenis ekokardiografi. Pasien penyakit jantung tak diminta berpuasa dan boleh minum obat sebelumnya. Tapi tetap diperlukan konsultasi dengan dokter. Pengecualian berlaku bagi yang hendak menjalani ekokardiografi transesofagus. Prosedur USG jantung ini mensyaratkan puasa selama 8 jam sebelum pemeriksaan berlangsung. Hal ini penting untuk mencegah pasien penyakit jantung mual dan muntah ketika menjalani pemeriksaan. Adapun bila akan menjalani ekokardiografi stres, pasien sebaiknya tidak makan makanan berat 4 jam sebelumnya. Gunakan pakaian dan celana yang nyaman agar leluasa ketika diminta melakukan aktivitas fisik dalam pemeriksaan. Umumnya ekokardiografi berlangsung 15-30 menit, hingga dokter mendapatkan informasi yang cukup untuk mendiagnosis penyakit jantung pasien. Manfaat USG Jantung atau Ekokardiografi Ekokardiografi bermanfaat bagi penderita penyakit jantung atau ketika ada gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung. Gambar atau ekokardiogram akan diteliti dokter untuk mengetahui kondisi struktur dan fungsi jantung. Informasi yang muncul dari ekokardiogram antara lain: Gumpalan darah di bilik jantung Cairan di kantung sekitar jantung Masalah pada aorta atau pembuluh darah yang terhubung ke jantung Masalah pada fungsi pompa jantung Masalah pada fungsi katup jantung Tekanan pada jantung Ekokardiografi juga menjadi kunci untuk menentukan kondisi otot jantung, terutama setelah seseorang terkena serangan jantung. Penyakit jantung bawaan pada bayi juga bisa terdeteksi dari prosedur ini. Ditinjau oleh: Dr Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Karawang Sumber: https://www. nhlbi. nih. gov/health-topics/echocardiography http://www. yankes. kemkes. go. id/read-echocardiografi-4702. html - Published: 2020-06-14 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mitos-demam-berdarah/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru Layaknya penyakit lain, demam berdarah diselubungi mitos yang sering mengaburkan fakta. Mitos demam berdarah hidup di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya memahami potensi risiko kesehatan dari penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini. Pemahaman terhadap penyakit demam berdarah memiliki peran penting dalam upaya pemulihan seseorang yang terkena infeksi virus tersebut. Infeksi dengue lazimnya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejala terserang virus ini bisa jadi tak terlihat atau sangat ringan. Dalam kasus yang parah, dapat terjadi kematian. Hingga saat ini tak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan demam berdarah. Namun gejala yang dialami pasien dapat dikelola hingga kondisinya pulih. Fakta dan Mitos Demam Berdarah WHO memasukkan demam berdarah sebagai 1 di antara 10 ancaman wabah penyakit potensial. Epidemi ini cenderung memiliki pola musiman dengan penularan memuncak selama atau setelah musim hujan. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap wabah demam berdarah, termasuk tingkat populasi nyamuk yang tinggi, suhu udara yang baik, curah hujan, dan kelembapan yang mempengaruhi pola reproduksi dan makan nyamuk, juga periode inkubasi virus dengue. Faktor lainnya adalah kurangnya intervensi kontrol populasi nyamuk di lingkungan, seperti jarang membersihkan lingkungan. Di Indonesia, penyakit demam berdarah masih menjadi masalah serius terutama di kawasan timur dan padat penduduk. Setiap tahun terjadi peningkatan kasus demam berdarah dan sejumlah daerah sampai menerapkan status kejadian luar biasa atau KLB karena wabah demam berdarah yang parah. Mitos demam berdarah bisa jadi turut berperan dalam fenomena ini, di antaranya: 1. Demam berdarah hanya terjadi di dataran rendah Mitos demam berdarah ini hanya separuh benar. Selama ini memang kebanyakan kasus demam berdarah ditemukan di dataran rendah yang lembap dan bersuhu lebih tinggi. Tapi, faktanya, ada pula kasus di dataran tinggi, termasuk di negara beriklim subtropis, meski cuma sedikit. 2. Tak bisa kena demam berdarah dua kali Di banyak kelompok masyarakat berkembang mitos demam berdarah ini. Tapi fakta berbicara bahwa seseorang bisa mengalami demam berdarah lebih dari sekali dalam hidupnya. Virus dengue terdiri atas empat tipe. Bila seseorang pernah terkena infeksi satu tipe virus itu, bukan tidak mungkin dia terinfeksi lagi tapi oleh virus dengue lain yang juga menyebabkan demam berdarah. 3. Demam berdarah ditularkan lewat kontak fisik Mitos demam berdarah yang satu ini amat membahayakan pasien. Sebab, pasien terancam tak mendapatkan perhatian yang dibutuhkan ketika mengalami gejala awal demam berdarah karena orang-orang di sekitarnya takut tertular gara-gara kontak fisik. Penelitian menyebutkan transmisi virus dengue terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes yang membawa virus itu. Belum ada studi yang memastikan demam berdarah bisa ditularkan lewat kontak fisik. 4. Pasien demam berdarah tak boleh makan pisang Seseorang yang sakit lazimnya boleh makan apa pun yang bergizi, termasuk pasien demam berdarah. Pisang termasuk buah yang bergizi tinggi sehingga justru direkomendasikan dimakan oleh pasien demam berdarah. 5. Orang dewasa lebih aman dari infeksi demam berdarah Anak-anak memang paling rentan terhadap gigitan nyamuk Aedes pembawa virus dengue. Tapi mitos demam berdarah bahwa orang dewasa lebih aman tidaklah benar. Infeksi demam berdarah tak mengenal usia. Bahkan mereka yang tergolong lanjut usia bisa pula mengalami demam berdarah setelah digigit nyamuk Aedes. 6. Obat nyamuk dan losion menjamin tak terkena demam berdarah Belum ada temuan obat demam berdarah. Obat nyamuk dan losion antinyamuk hanya berfungsi menurunkan risiko digigit nyamuk Aedes. Jadi bukan berarti orang yang menggunakannya pasti aman dari gigitan nyamuk. Penting untuk memahami fakta dan mitos demam berdarah ini. Terutama orang tua yang memiliki anak kecil dan tinggal di kawasan perkotaan dengan populasi padat. Peran orang tua sangatlah besar dalam memberikan pendidikan dan teladan bagi anak untuk hidup bersih dan sehat sehingga jauh dari risiko terkena penyakit demam berdarah. Ditinjau oleh : dr. Budi darma Siahaan, Sp. Pd Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: https://www. ecdc. europa. eu/en/dengue-fever/facts/factsheet https://www. onlymyhealth. com/national-dengue-day-2019-here-are-10-facts-and-myths-about-dengue-1557914460 https://www. chp. gov. hk/en/features/102301. html - Published: 2020-06-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pencegahan-demam-berdarah/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam, Terbaru - Translation Priorities: Optional Pencegahan demam berdarah tak bosan-bosan ditekankan di lingkungan rumah ataupun sekolah. Peringatan akan pentingnya mencegah penyakit mematikan ini memang sudah seharusnya tak pernah surut mengingat besarnya potensi bahaya yang mengancam. Demam berdarah merupakan penyakit yang muncul akibat virus dengue yang masuk ke tubuh manusia lewat gigitan nyamuk Aedes. Ada dua jenis nyamuk Aedes penyebab demam berdarah, yakni Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pencegahan demam berdarah mencakup tindakan mencegah perkembangbiakan kedua jenis nyamuk tersebut. Penyakit demam berdarah lebih sering muncul di tengah populasi padat penduduk dengan daya imunitas rendah. Selain itu, kondisi lingkungan yang tak terawat turut berkontribusi terhadap peningkatan kasus infeksi demam berdarah. Nyamuk Aedes senang tinggal dan berkembang biak di genangan air yang berada di lingkungan permukiman. Misalnya kaleng, ban bekas, wadah minuman, selokan, dan talang. Penyakit demam berdarah biasanya merebak hingga menjadi wabah pada musim hujan. Tapi tak tertutup kemungkinan kasus infeksi demam berdarah merebak pada musim lain karena nyamuk Aedes mudah berkembang biak ketika kondisi lingkungan mendukung. Pencegahan Demam Berdarah di Rumah Langkah pencegahan demam berdarah bisa dimulai dari diri sendiri. Kementerian Kesehatan menganjurkan cara 3M Plus dalam rangka mencegah terjadinya penyakit demam berdarah. Gerakan 3M Plus telah disosialisasi dan digaungkan dalam banyak kesempatan, terutama di acara-acara yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Pencegahan demam berdarah dengan 3M Plus bisa dilakukan sendiri di rumah, yakni: Menguras Tempat penampungan air di rumah mesti dikuras dan dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sarang nyamuk. Contohnya ember, bak mandi, toren, kendi, botol, tempat minum burung, dan drum. Pengurasan saja tidak cukup karena ada kemungkinan telur nyamuk masih menempel di dinding penampungan air tersebut. Karena itu, penting untuk menggosok atau menyikat dinding-dinding penampungan air sebagai pencegahan demam berdarah. Disarankan pengurasan dilakukan setiap hari guna memutus siklus perkembangbiakan nyamuk, terutama ketika musim hujan. Nyamuk bisa bertahan hidup di tempat kering hingga enam bulan. Menutup Nyamuk dapat dengan mudah hinggap dan berkembang biak di tempat penampungan air yang terbuka. Itu sebabnya penting untuk menutup penampungan rapat-rapat hingga tak ada celah bagi nyamuk untuk menyelusup dan berkembang biak di sana. Langkah pencegahan demam berdarah ini juga mencakup tindakan mengubur barang bekas yang berpotensi mengundang nyamuk. Barang-barang bekas di sekitar rumah bisa dikubur dalam tanah agar lingkungan tampak bersih dan terawat. Namun akan lebih baik jika menyingkirkan barang-barang yang sudah tak terpakai lagi dengan cara membuang atau menjualnya sehingga tak membuat rumah menjadi penuh dan pengap. Memanfaatkan kembali Prinsip menjaga kebersihan dalam 3M Plus termasuk memanfaatkan kembali barang bekas yang masih bisa dipakai. Daripada teronggok di sudut-sudut rumah dan menjadi sarang nyamuk, barang tersebut lebih baik diolah agar bisa digunakan kembali. Adapun Plus yang dimaksud di sini adalah langkah-langkah pencegahan demam berdarah tambahan, misalnya Menggunakan obat nyamuk Memasang kawat kasa pada ventilasi Meletakkan pakaian kotor di wadah tertutup sebelum dicuci Selalu merapikan barang-barang di rumah Menanam tanaman pengusir nyamuk Rutin membersihkan talang air Ikut kerja bakti bersama di lingkungan rumah Menggunakan losion antinyamuk Pencegahan demam berdarah diperlukan karena terdapat potensi wabah ketika ada warga yang terinfeksi. Ketika demam berdarah mewabah dan terjadi kejadian luar biasa atau KLB, itu berarti bahayanya lebih besar terhadap keselamatan warga. Demi menghindari risiko kesehatan tersebut, masyarakat mesti tergerak untuk mengikuti anjuran 3M Plus dari Kementerian Kesehatan demi keselamatan diri dan keluarga. Ditinjau oleh: dr. Budi darma Siahaan, Sp. Pd Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Betang Pambelum Referensi: http://awalbros. com/umum/gejala-dbd-menjaga-lingkungan/ http://promkes. kemkes. go. id/upaya-pencegahan-dbd-dengan-3m-plus https://www. google. com/url? sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=37&ved=2ahUKEwjlyICgj6voAhXaXisKHdhhAdo4HhAWMAZ6BAgHEAE&url=https%3A%2F%2Fosf. io%2Fvcz3e%2Fdownload%2F%3Fformat%3Dpdf&usg=AOvVaw1oliMEfZA0LVTFvXypBL23 - Published: 2020-06-10 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/rapid-test-antibodi/ - Kategori: Covid-19, Terbaru Apa itu Rapid Test ? atau tes cepat antibodi adalah pemeriksaan serologi antibodi terhadap SARS-CoV2. Berbeda dengan pemeriksaan rapid test antigen yang menilai adanya antigen virus, pemeriksaan rapid test antibodi menilai ada / tidaknya antibodi yang dibentuk oleh tubuh akibat respons imun tubuh terhadap virus SARS-CoV2. Antibodi ini biasanya terbentuk pada pekan ke-2 setelah gejala muncul dan dapat bertahan hingga pekan ke-7. Rapid Test Untuk Deteksi Covid-19 Covid-19 adalah infeksi virus SARS-CoV2 yang merupakan salah satu virus dari jenis Coronavirus yang saat ini menyebabkan pandemi di dunia. Virus ini dapat menyebabkan pneumonia atau radang paru disertai berbagai komplikasinya termasuk ke organ lain. Di sisi lain, virus dapat hidup di tenggorok manusia dan menyebabkan carrier yakni orang tanpa gejala (OTG) tetapi bisa menularkan virus tersebut ke orang lain. Di Indonesia angka kejadian infeksi Covid-19 dan angka kematian akibat penyakit tersebut sampai saat ini terus meningkat. Pemeriksaan Rapid Test Antibodi Pemeriksaan rapid test antibodi menggunakan sampel darah yang bisa diambil di jari atau sampel yang berasal dari serum darah. Pemeriksaan rapid test ini dapat dipakai untuk skrining pasien yang terinfeksi covid-19, namun tidak dapat dipergunakan sebagai metode diagnostik covid-19. Pasien yang menunjukkan hasil rapid test SARS-CoV2 positif perlu menjalani pemeriksaan RT-PCR baik swab hidung dan tenggorok ataupun dahak yang bertujuan untuk konfirmasi infeksi Covid-19. Jika hasil rapid test SARS-CoV2 negatif maka pemeriksaan ini dapat diulang setelah sepuluh hari. Pemeriksaan rapid test SARS-CoV2 memiliki kelebihan antara lain tes ini mudah dilakukan, hasilnya cepat keluar, dan dapat digunakan untuk skrining infeksi Covid-19 pada populasi. Namun kekurangan tes ini adalah pada orang yang terinfeksi Covid-19 dibutuhkan waktu untuk dibentuknya antibodi oleh tubuh sehingga dapat dideteksi pada pemeriksaan rapid test. Selain itu, terdapat kemungkinan reaksi silang dengan infeksi Coronavirus lainnya. Ditinjau oleh: dr. Gina Amanda, SpP Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2020-06-09 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/dampak-psikologis-pasien-corona/ - Kategori: Covid-19, Kejiwaan, Terbaru Pasien corona tidak hanya rentan terhadap dampak fisik penyakit yang dideritanya. Ada dampak psikologis yang berpotensi mengganggu kehidupan pasien hingga berakibat fatal. Menurut data WHO, Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menyerang segala macam ras manusia dan segala usia. Sudah ratusan negara yang mencatatkan kasus positif corona dengan jutaan pasien di seluruh dunia. Para pasien ini tidak berarti terkena aib dan harus dikucilkan. Sebaliknya, mereka membutuhkan dukungan, kasih sayang, dan kebaikan. WHO menyarankan penggunaan frasa “orang dengan Covid-19” untuk mengacu pada pasien corona, bukan “korban”. WHO juga menggarisbawahi pentingnya privasi para pasien sehingga kehidupan pribadi mereka dan keluarganya tak terganggu. Perangkat pengurus lingkungan dari rukun tetangga dapat berperan aktif dalam melindungi pasien corona. Mengatasi Dampak Psikologis Pasien Corona Wajar bagi pasien corona jika mengalami tekanan psikologis. Banyaknya kabar seputar penyakit Covid-19 bisa memicu rasa gelisah dan khawatir yang berlebihan. Perasaan itu pada akhirnya bisa membuat pasien mengalami stres dan gangguan mental yang berujung pada memburuknya kondisi kesehatan. Berikut ini tips mengatasi dampak psikologis pasien corona: Pilah-pilah informasi Covid-19 adalah penyakit baru sehingga peneliti masih berupaya menggali informasi yang valid. Di media sosial dan Internet, banyak informasi yang diragukan kebenarannya malah berseliweran. Pasien corona mesti cermat memilah informasi dari sumber tepercaya. Jangan mudah percaya meski info itu dibagikan oleh anggota keluarga atau teman dekat. Cek silang dengan informasi dari Kementerian Kesehatan, WHO, dan media massa nasional. Begitu pula orang di sekitar pasien corona. Sebaiknya tidak asal menyebar informasi tanpa diketahui kebenarannya. Terapkan gaya hidup sehat Pasien corona wajib menerapkan gaya hidup sehat demi kesehatan fisik dan mental. Asupan makanan dengan gizi berimbang akan menjaga daya tahan tubuh. Ditambah olahraga, minum cukup air putih, serta istirahat yang cukup, risiko gangguan psikologis bisa dikurangi. Olahraga yang bisa dilakukan untuk kesehatan mental antara lain yoga dan meditasi. Tetap berkomunikasi Isolasi bisa membuat pasien corona mengalami gangguan psikologis yang dipicu rasa kesepian. Untuk mengatasinya, tetaplah buka jalur komunikasi dengan orang-orang sekitar. Rutinlah melakukan video call atau sekadar mengobrol lewat aplikasi pesan tiap hari. Makin sering mengobrol, risiko dampak psikologis makin bisa ditekan. Isi obrolan dengan pesan positif dan gurauan, hindari topik tentang virus corona. Fokus ke hal lain Rasa penasaran mengikuti berita tentang corona pasti ada. Tapi sebaiknya tidak terus-terusan memperhatikan berita. Manfaatkan waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan lain yang disukai. Menjalani hobi akan membuat hati senang dan tenang. Sebaliknya, jika perhatian terpusat pada berita seputar corona, rasa gelisah akan terus ada. Tanamkan optimisme Pesimisme terkait dengan masalah mental dan depresi. Karena itu, lebih baik bersikap optimistis dan memenuhi pikiran dengan hal-hal positif. Vaksin atau obat corona memang belum ditemukan. Tapi, menurut Ikatan Dokter Indonesia, tingkat kesembuhan pasien corona bisa mencapai 97 persen di seluruh dunia. Itu artinya peluang sembuh dari corona amatlah besar. WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global. Tapi status itu hanya menandakan penyebarannya yang meluas di berbagai negara. Bukan berarti Covid-19 adalah penyakit yang menjadi lebih mematikan. Pasien corona justru perlu dibantu ketimbang dicap negatif. Begitu juga tenaga medis yang tiap hari bekerja menangani pasien. Perlu kesadaran dan kerja sama masyarakat untuk mengatasi masalah global ini. Ditinjau oleh: dr. Rivo Mario Warou Lintuuran, Sp. KJ Dokter Spesialis Kejiwaan Primaya Hospital Bekasi Timur Sumber: https://www. who. int/docs/default-source/coronaviruse/mental-health-considerations. pdf - Published: 2020-06-08 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/penyebaran-virus-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Penyebaran virus corona berlangsung dengan cepat di sejumlah negara. Menurut penelitian di University of Texas di Austin, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di jurnal Emerging Infectious Disease, rantai penularan corona berlangsung kurang dari satu minggu dan lebih dari 10 persen pasien tertular oleh orang yang telah terinfeksi virus tapi belum menunjukkan gejala. Dalam penanganan virus corona, mereka disebut orang tanpa gejala (OTG). Adapun sebuah riset di Jerman menunjukkan virus yang berada dalam tubuh pasien Covid-19 amatlah banyak sejak awal terjangkit. Itu salah satu alasan cepatnya penyebaran virus corona. Penelitian itu mencoba mencari tahu bagaimana pasien Covid-19 yang tampak telah sembuh dengan hilangnya gejala masih menunjukkan hasil positif ketika dites dengan swab menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Orang-orang ini masih dapat menulari orang lain yang berinteraksi dengannya. Bagaimana Penyebaran Virus Corona Virus corona menyebar dari satu orang ke orang lain dalam jarak dekat. Penyebarannya serupa dengan penyakit pernapasan lain, seperti flu. Droplet atau percikan dari air ludah atau ingus orang yang terinfeksi terlontar ketika bersin atau batuk. Bila mengenai orang lain, terutama bagian wajah, droplet ini berpotensi membuat orang tersebut turut terinfeksi karena virus bisa masuk ke tubuh lewat hidung, mulut, bahkan rongga mata. Menurut WHO, lontaran droplet bisa mencapai 1 meter. Karena itu, jarak aman yang direkomendasikan antara satu orang dan orang lain adalah 2 meter. Penyebaran virus corona yang terkandung dalam droplet juga bisa terjadi ketika orang menyentuh benda yang terkena percikan tersebut. Virus corona bisa bertahan beberapa menit hingga berhari-hari pada sebuah benda, tergantung materialnya. Dalam sejumlah penelitian, virus ini disebut bisa bertahan hingga 72 jam lebih pada permukaan benda mengkilap, seperti kaca dan stainless steel. Sedangkan dalam kardus, kertas, dan tisu selama kurang-lebih 3 jam. Meski begitu, efektivitas virus dalam menjangkiti manusia bisa menurun selama periode tersebut. Pencegahan Penyebaran Virus Corona Dalam sederet penelitian, ada potensi amat besar penyebaran virus corona dari OTG. Orang yang tak menunjukkan gejala positif Covid-19 cenderung melakukan aktivitas seperti biasa. Menurut WHO, masa inkubasi virus corona berlangsung selama 2-14 hari. Pada kurun waktu itu, gejala bisa saja sangat ringan atau bahkan tak muncul sama sekali. Karena itu, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) diminta melakukan karantina selama 14 hari demi mengantisipasi penularan. Protokol kesehatan penanganan Covid-19 telah mengatur sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus corona bagi yang merasa sehat maupun tidak sehat. Jika Anda merasa sehat tapi memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari ke belakang ke wilayah yang terjangkit Covid-19 atau pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19, sebaiknya hubungi hotline center corona di nomor 119 ext. 9 untuk informasi lebih lanjut. Sedangkan bila Anda memiliki keluhan sebagai berikut: Batuk dan pilek Demam hingga di atas 38 derajat Celsius Sebaiknya lebih banyak beristirahat di rumah dan minum obat jika keluhan tetap ada. Jika ada gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas atau napas pendek, segeralah berobat ke fasilitas kesehatan. Tidak harus ke rumah sakit rujukan Covid-19, bisa ke puskesmas dulu. Puskesmas telah menerapkan screening pasien dalam rangka penanganan Covid-19. Bisa pula ke rumah sakit swasta yang juga memberlakukan screening demi keamanan pasien. Dalam screening, Anda akan ditanyai oleh tenaga medis terkait dengan Covid-19. Bila memenuhi kriteria terduga pasien Covid-19, Anda akan dirujuk ke rumah sakit rujukan agar mendapat penanganan lebih lanjut. Sedangkan bila tak memenuhi kriteria, Anda akan diperiksa dan dirawat di fasilitas kesehatan tersebut sesuai dengan diagnosis dokter. Penyebaran virus corona dari OTG harus diwaspadai. Berbekal protokol Covid-19 dari Kementerian Kesehatan serta aturan jaga jarak, masyarakat bisa turut berkontribusi mencegah penyebaran virus yang berbahaya ini. Ditinjau oleh: dr. Sitti Nurisyah, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Makassar Sumber: https://labblog. uofmhealth. org/lab-report/how-quickly-does-coronavirus-spread https://news. utexas. edu/2020/03/16/coronavirus-spreads-quickly-and-sometimes-before-people-have-symptoms-study-finds/ https://www. medrxiv. org/content/10. 1101/2020. 03. 05. 20030502v1 - Published: 2020-06-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/tetap-sehat-selama-wfh/ - Kategori: Covid-19, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Di masa pandemi Covid-19, muncul kabar yang menyebutkan bahwa salah satu manfaat minum air putih adalah dapat membunuh virus corona. Kabar yang muncul pertama kali di media sosial ini lalu menyebar dan menjadi pembahasan di mana-mana. Beberapa ragu terhadap pernyataan itu, tapi ada pula yang percaya. Sementara itu, pembuat kabar telah membuat klarifikasi yang menyatakan kesalahan informasi tentang manfaat air putih tersebut. Menurut WHO, minum air putih memang bermanfaat buat menjaga kesehatan. Terutama di masa pandemi, ketika aktivitas olahraga lebih terbatas dengan adanya imbauan stay at home atau diam di rumah. Imbauan ini juga mencakup work from home alias bekerja dari rumah. Namun tak ada bukti dari penelitian yang menyatakan membunuh virus corona merupakan salah satu manfaat minum air putih. Manfaat Minum Air Putih WHO menyarankan orang minum air putih minimal delapan gelas sehari untuk kesehatan secara umum. Air putih berguna menjaga cairan dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Air putih memang pada akhirnya masuk ke sistem pencernaan, termasuk lambung. Tapi virus corona tak lantas akan terbawa air dan mati oleh asam lambung, seperti yang disebutkan dalam kabar yang beredar. Manfaat minum air putih yang dikaitkan dengan upaya pencegahan virus corona memang tidaklah akurat. Tapi bukan berarti rutinitas minum air putih bisa diremehkan. Manfaat minum air putih yang berhubungan dengan kesehatan antara lain: Membantu melumasi persendian Membersihkan rongga mulut Membantu kelancaran sirkulasi tubuh Menjaga dan meningkatkan kinerja otak Membantu kelancaran pencernaan Mencegah penyakit batu ginjal Membantu kinerja sistem pernapasan Bagi yang sedang menjalani work from home, berikut ini tips menjaga kesehatan selain dengan mengambil manfaat minum air putih: 1. Siapkan tempat kerja khusus Tempat kerja khusus akan mendukung kesehatan selama periode work from home. Gunakan kursi dan meja yang nyaman yang memang dikhususkan untuk bekerja. Hindari bekerja di kasur. Selain tak bagus buat kesehatan, bekerja di tempat yang tak mendukung di rumah akan mengganggu konsentrasi yang akhirnya berpengaruh pada hasil kerja. 2. Rutin bergerak Jangan lupa bangkit dari kursi untuk sekadar melemaskan otot. Setidaknya lakukan ini sejam sekali agar tubuh tidak kaku. 3. Pilih dekat jendela Bekerja di dekat jendela akan membuat udara segar dan sinar matahari mudah masuk, yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Terutama bila di luar terdapat tanaman atau pepohonan yang rindang. 4. Bikin jadwal kerja Beberapa orang menerapkan work from home di luar jam kerja kantor. Artinya, pekerjaan bisa dilakukan kapan pun asalkan selesai sesuai dengan yang diharapkan. Tapi tetap butuh jadwal yang pasti agar tubuh bisa beradaptasi dengan ritme kerja ini dan tak jatuh sakit akibat jam kerja yang tak menentu. 5. Jangan lupa berolahraga Meski diharuskan bekerja dari rumah, tak berarti olahraga mesti ditinggalkan. Apalagi jika sebelumnya sudah rutin berolahraga. Ganti olahraga outdoor dengan yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Misalnya senam aerobik atau yoga. Bisa juga menggunakan treadmill atau sepeda statis jika ada. Work from home memang dapat menekan risiko penularan virus corona. Tapi tetap harus diperhatikan protokol kesehatan penanganan corona. Apalagi jika masih ada anggota keluarga yang masih harus bekerja di kantor atau beraktivitas di luar. Rajin mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu upaya pencegahan yang paling mudah dilakukan. Ditinjau oleh: dr. Fabiola Maureen Shinta Adam, Sp. PD, KEMD. Dokter Spesialis Endrokinologi Primaya Hospital Makassar Sumber: https://www. who. int/southeastasia/outbreaks-and-emergencies/novel-coronavirus-2019/fact-or-fiction - Published: 2020-06-05 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/mitos-dan-fakta-virus-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit Dalam, Terbaru Informasi seputar fakta virus corona menjadi sebuah poin penting yang mempengaruhi penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Fakta ini kerap tertutupi oleh mitos yang akhirnya membuat masyarakat suatu wilayah rentan terpapar virus corona dan akhirnya terjangkit Covid-19. Dalam kasus yang lebih parah, penularan bisa terjadi dalam waktu yang sangat cepat sehingga jumlah pasien positif di wilayah tersebut pun meningkat yang pada akhirnya membuat penanganan menjadi kian sulit. Masyarakat perlu memahami fakta virus corona dan memisahkannya dari mitos yang justru menyesatkan. WHO memiliki laman khusus di situsnya yang merangkum mitos dan fakta virus corona bagi masyarakat. Bukan cuma masyarakat awam yang mesti mengetahui informasi ini, tapi juga para tenaga medis. Terutama tenaga medis yang tak berkaitan langsung dengan penanganan corona. Hal ini penting karena penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona merupakan jenis baru. Para ilmuwan masih terus melakukan penelitian lebih lanjut guna memami secara menyeluruh virus dan penyakit corona. Berikut ini mitos dan fakta virus corona yang dihimpun dari situs WHO dan informasi yang berkembang di masyarakat: Mitos: Sinar matahari bisa membunuh virus corona karena mengandung ultraviolet Fakta: Tak ada bukti sinar ultraviolet bisa mematikan corona. Sinar matahari hanya berguna untuk produksi vitamin D di dalam tubuh yang bisa meningkatkan daya tahan terhadap serangan virus Mitos: Pengering tangan bisa membunuh virus corona Fakta: Meski mengandung panas, pengering tangan yang bisa terdapat di samping wastafel tak bisa membunuh virus Mitos: Semprotan disinfektan tak berbahaya bagi tubuh Fakta: Bahan disinfektan termasuk berbahaya bila sering terkena tubuh. WHO tidak menyarankan penggunaan disinfektan terhadap tubuh manusia Mitos: Orang yang lolos pemeriksaan suhu pasti negatif corona Fakta: Suhu tubuh tinggi hanyalah salah satu gejala terjangkit virus corona. Perlu swab test untuk memastikannya Mitos: Minum alkohol dapat mencegah penularan corona Fakta: Konsumsi alkohol tak terbukti bisa mencegah corona. Alkohol hanya disarankan sebagai bahan hand sanitizer untuk mencuci tangan ketika tak ada akses ke air dan sabun Mitos: Corona pasti bisa menular lewat paket kiriman Fakta: Virus corona memang bisa menempel pada permukaan benda, tapi hanya dalam jangka waktu tertentu. Demi keamanan, buka paket di luar rumah, buang langsung kardus kemasan, dan segera cuci tangan dengan air dan sabun setelah membuka paket Mitos: Hewan piaraan bisa menularkan corona Fakta: Belum ada bukti bahwa corona bisa menyebar dari hewan piaraan seperti anjing dan kucing Mitos: Sudah ditemukan obat atau vaksin corona di China Fakta: Penelitian untuk menemukan obat atau vaksin corona masih berlangsung di banyak negara, termasuk di Indonesia Mitos: Obat malaria bisa menyembuhkan corona Fakta: Obat malaria klorokuin bukanlah obat corona dan tak efektif menyembuhkan pasien corona Mitos: Pasien Covid-19 yang meninggal karena punya penyakit penyerta Fakta: Tidak semua pasien Covid-19 meninggal akibat penyakit penyerta. Corona menyerang sistem pernapasan yang bisa mengakibatkan penderitanya gagal napas dan meninggal Mitos: Air laut bisa membunuh virus corona Fakta: Orang tetap bisa tertular corona ketika berenang di laut atau piknik di pantai dengan orang lain yang positif Covid-19 Mitos: Obat kumur bisa membunuh virus corona Fakta: Tak ada penelitian yang membuktikan obat kumur dalam mematikan corona Mitos: Meletakkan bawang di sudut-sudut rumah bisa mencegah corona Fakta: Tak ada bukti praktik ini dapat membunuh corona Mitos: Minyak wijen bisa mencegah corona masuk ke tubuh Fakta: Minyak wijen tak bisa membunuh corona Mitos: Pasien Covid-19 berusia muda cukup isolasi diri di rumah untuk pulih Fakta: Isolasi diri secara mandiri bisa dilakukan hanya jika gejala yang dialami tidak berat dan sesuai dengan protokol kesehatan Mitos: Antibiotik efektif mencegah corona Fakta: Antibiotik hanya efektif dalam melawan bakteri, bukan virus Mitos: Virus corona bisa melayang-layang di udara Fakta: Corona akan jatuh ke permukaan setelah terlontar dari batuk atau bersin. Karena itulah penting menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain Mitos: Corona menyebar lewat sinyal telepon seluler Fakta: Corona menyebar lewat droplet. Sejauh ini, tak ditemukan virus yang bisa menyebar lewat sinyal telepon seluler Mitos: Minum air putih bisa membunuh virus corona Fakta: Tidak ada bukti air putih dapat membunuh virus corona Mitos: Orang tak bisa kena virus corona lebih dari sekali Fakta: Masih ada potensi terjangkit corona setelah sembuh, meski kemungkinannya lebih kecil Demikian mitos dan fakta virus corona yang saat ini berkembang. Menutup mitos dan membantu penyebaran informasi tentang fakta virus corona bisa menjadi kontribusi masyarakat umum dalam mencegah laju pertambahan kasus positif Covid-19. Dengan mengetahui fakta-fakta ini, diharapkan warga menjadi kian sadar akan betapa seriusnya penyakit tersebut dan segera mengambil langkah yang penting untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungannya. Ditinjau oleh: dr Andi Kurniawan, Sp. PD, FINASIM Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Karawang Sumber: https://www. who. int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters - Published: 2020-06-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/masa-inkubasi-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Masa inkubasi Covid-19 masih terus diteliti oleh para ahli karena virus corona yang memicu penyakit ini merupakan jenis baru. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan masa inkubasi corona mencapai 1-14 hari. Tapi WHO juga menemukan banyak kasus Covid-19 dengan masa inkubasi cuma 5 hari. Sebuah laporan riset tentang virus corona yang dimuat di jurnal Annals of Internal Medicine pada 10 Maret 2020 menyatakan rata-rata masa inkubasi Covid-19 adalah 5 hari. Para peneliti menemukan kemiripan masa inkubasi corona ini dengan virus penyebab sindrom pernapasan akut berat (SARS). Tapi dalam riset itu juga dijelaskan bahwa masa inkubasi bisa lebih dari 14 hari dalam beberapa kasus. Sebelumnya, penelitian yang hasilnya dimuat di Eurosurveillance pada 6 Februari 2020 menemukan rata-rata masa inkubasi Covid-19 adalah 6 hari. Masa Inkubasi Covid-19 di Indonesia Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, masa inkubasi Covid-19 di Indonesia adalah 5-6 hari. Pernyataan ini diungkapkan dalam konferensi pers pada Jumat, 10 April 2020, di Graha Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Dengan demikian, kasus positif corona yang dilaporkan pada hari ini sebetulnya merupakan kasus infeksi yang terjadi 5-6 hari sebelumnya. Masa inkubasi adalah periode sejak seseorang terpapar infeksi hingga muncul tanda atau gejala penyakit yang ditimbulkan. Masa ini sangat penting diketahui dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Orang yang tak sadar dirinya terinfeksi sehingga tak muncul gejala akan dengan mudah menulari orang lain selama masa inkubasi. Karena itulah penting untuk mematuhi aturan jaga jarak guna mencegah penularan. Virus corona menular lewat droplet atau percikan dari bersin atau batuk orang yang positif Covid-19. Droplet ini bisa terlontar hingga sejauh 1 meter. Untuk keamanan, jaga jarak hingga 2 meter dengan orang lain saat beraktivitas di luar rumah. Gejala Covid-19 bisa saja sangat ringan atau tak muncul sama sekali padahal seseorang sudah terinfeksi corona. Karantina Mandiri Covid-19 Dari data masa inkubasi Covid-19, bisa dikeluarkan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran virus corona di suatu wilayah. Salah satu caranya adalah dengan karantina mandiri. Karantina mandiri direkomendasikan bagi pasien positif corona tapi tak menunjukkan gejala atau gejalanya sangat minim. Umumnya, para pasien ini berusia muda di bawah 60 tahun tanpa komplikasi penyakit. Protokol penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan menjelaskan siapa saja orang yang semestinya melakukan karantina atau isolasi mandiri dalam kaitan dengan penyebaran virus corona, yakni: Orang yang menunjukkan gejala sakit yang berkaitan dengan Covid-19, seperti demam/pilek/batuk/sakit tenggorokan/sesak napas, dan tidak punya risiko penyakit penyerta, misalnya diabetes Orang dalam pemantauan atau ODP yang punya riwayat bepergian ke daerah yang terpapar corona baik di dalam maupun di luar negeri Orang tanpa gejala (OTG) yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 Selama periode karantina mandiri, mereka juga mesti mematuhi protokol terkait, misalnya: Tak berbagi alat makan dengan orang lain Jaga jarak minimal 2 meter Selalu mengenakan masker Selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer Pantau suhu tubuh secara berkala Amati gejala yang muncul dari hari ke hari Kamar terpisah dari orang lain Selama menjalani karantina, mereka tak diperkenankan beraktivitas di luar rumah selama 14 hari berturut-turut, sesuai dengan perkiraan maksimal masa inkubasi Covid-19. Pemantauan terhadap kondisi diri sendiri perlu dilakukan secara intensif agar bisa segera diambil tindakan jika gejala bertambah parah. Orang yang menjalani karantina mandiri harus segera dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 bila kondisinya memburuk. Perawatan di rumah sakit dengan peralatan memadai dan tenaga medis terlatih akan membantu pemulihan pasien Covid-19. Ditinjau oleh: dr. Nurhayati, Sp. P, FISR Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Karawang Referensi: https://www. who. int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses https://www. worldometers. info/coronavirus/coronavirus-incubation-period/ https://annals. org/aim/fullarticle/2762808/incubation-period-coronavirus-disease-2019-covid-19-from-publicly-reported https://www. eurosurveillance. org/content/10. 2807/1560-7917. ES. 2020. 25. 5. 2000062#html_fulltext - Published: 2020-06-03 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/screening-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Paru, Terbaru Penyaringan atau screening Covid-19 adalah langkah penting dalam mencegah penularan penyakit yang diakibatkan virus corona ini. Screening merupakan tindakan awal yang dilakukan petugas kesehatan terhadap pasien yang datang ke rumah sakit. Tindakan ini menentukan langkah selanjutnya, apakah pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit khusus rujukan Covid-19, perlu menjalani tes permulaan, atau bisa diperiksa secara umum sesuai dengan keluhan. Screening Covid-19 dilakukan oleh petugas medis yang berkompeten sesuai dengan pedoman protokol penanganan Covid-19 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan. Screening bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas hingga rumah sakit. Prosedur ini penting demi keamanan pasien itu sendiri serta orang lain yang berada di sekitarnya, termasuk petugas medis yang menangani. Dalam screening, diperlukan kerja sama dari pasien demi mendapatkan hasil yang valid. Ketidakjujuran dalam pemberian keterangan akan berakibat fatal karena berpotensi menyebarkan virus corona ke orang-orang yang berinteraksi dengan pasien, khususnya dokter dan perawat. Cara Screening Covid-19 Berdasarkan protokol penanganan Covid-19, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan mengatakan ada dua cara screening Covid-19 yang bisa dilakukan di puskesmas. Cara pertama adalah rapid test untuk memeriksa keberadaan antibodi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah terduga pasien corona. Cara kedua adalah lewat swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini dijalankan dengan mengambil sampel cairan dari pangkal hidung atau tenggorokan pasien. Tapi, sebelum prosedur screening Covid-19 itu dilakukan, pasien akan diminta menjalani wawancara serta pemeriksaan epidemiologi. Petugas akan menanyakan sejumlah hal yang berkaitan dengan Covid-19. Misalnya: Pernahkah datang ke wilayah yang masuk zona merah terpapar Covid-19 dan apa saja aktivitasnya di sana Apakah pernah berinteraksi dengan terduga pasien Covid-19 Apakah mengalami gejala yang berhubungan dengan Covid-19 Apakah pernah mengikuti acara yang dihadiri orang dalam jumlah banyak saat pandemi corona Dari jawaban atas pertanyaan di atas serta pertanyaan lain yang berkaitan, petugas akan menentukan tindakan selanjutnya baik itu rapid test maupun swab test. Saat ini juga terdapat cara screening Covid-19 online menggunakan aplikasi. Tapi screening ini hanya berupa penilaian diri sendiri atau self-assesment yang mirip dengan tahap wawancara dalam screening di fasilitas kesehatan. Kementerian Kesehatan mendukung aplikasi screening corona ini karena menurut WHO, sebanyak 80 persen pasien Covid-19 bergejala ringan bisa mendapat perawatan mandiri di rumah hingga pulih. Adapun rumah sakit diprioritaskan bagi pasien dengan gejala dan komplikasi berat. Prioritas Screening Covid-19 Umumnya, screening Covid-19 dilakukan pada semua pasien dengan gejala Covid-19 yang datang ke fasilitas kesehatan dari puskesmas hingga rumah sakit. Sebab, jika tak dilakukan penyaringan dan ternyata pasien positif Covid-19, semua orang yang berhubungan akan turut terpapar. Namun tes Covid-19 baik rapid test maupun swab test dengan PCR diprioritaskan hanya bagi beberapa kelompok, yakni pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG). Primaya Hospital menjelaskan bahwa PDP dan ODP adalah orang yang menunjukkan gejala demam serta batuk atau sesak napas dan punya riwayat bepergian ke zona merah atau berkontak dengan pasien Covid-19. Sedangkan OTG adalah orang tak memiliki gejala tapi punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Menurut Kementerian Kesehatan, ada tiga kriteria kelompok OTG , yaitu: Tenaga medis yang memeriksa, merawat, dan mengantar pasien serta membersihkan ruang perawatan pasien Covid-19 tanpa alat pelindung diri (APD) standar. Orang yang berada di ruangan yang sama dengan pasien Covid-19 sejak dua hari sebelum gejala pasien muncul hingga 14 hari kemudian. Orang yang bepergian bersama pasien Covid-19 sejak dua hari sebelum gejala pasien muncul hingga 14 hari kemudian. Screening Covid-19 adalah protokol penanganan virus corona yang wajib dilakukan. Terduga pasien harus memberikan keterangan yang jujur untuk membantu mencegah penyebaran corona. dr. Dewi Danawati, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/testing. html https://www. kemkes. go. id/article/view/20031700001/Dokumen-Resmi-dan-Protokol-Penanganan-COVID-19. html https://primayahospital. com/paket-pemeriksaan/ - Published: 2020-06-02 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bahaya-penyakit-demam-berdarah/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru, Umum Penyakit demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan yang mesti diwaspadai hingga saat ini. Jutaan kasus demam berdarah terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Menurut WHO, penyakit ini acap dijumpai di kawasan negara beriklim tropis ataupun subtropis, terutama Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik, termasuk Indonesia. Data Kementerian Kesehatan pada Januari 2019 menyebutkan jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue sebanyak 13. 683 orang dari 34 provinsi. Dari belasan ribu kasus itu, sebanyak 132 pasien meninggal dunia. Sedangkan jumlah kasus pada Januari 2018 sebanyak 6. 167 dengan pasien meninggal 43 orang. Itu artinya terjadi peningkatan hingga dua kali lipat lebih. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti. Satu gigitan saja dari nyamuk ini bisa membuat manusia terkena penyakit demam berdarah. Fase Penyakit Demam Berdarah Orang yang terkena penyakit demam berdarah bisa tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jikapun ada, gejala itu ringan. Misalnya demam. Tapi ada pula yang mengalami gejala infeksi berat hingga membuat jiwanya terancam. Umumnya penderita melewati tiga fase penyakit demam berdarah dari awal gejala sampai penyembuhan. Fase Demam Disebut juga sebagai febrile phase, fase ini ditandai dengan naiknya suhu tubuh hingga mencapai 40 derajat Celsius dan munculnya bintik atau ruam merah pada kulit. Demam tinggi ini biasanya dialami 2-7 hari dan diikuti turunnya sel darah trombosit. Suhu tubuh bisa tiba-tiba turun pada hari ketiga hingga keempat, lalu naik lagi secara mendadak pada hari berikutnya. Demam bifasik ini sering disertai dengan gejala lain, misalnya Muntah-muntah Sakit kepala Nyeri otot, tulang, dan sendi Badan lemas Sakit tenggorokan Fase Kritis Dalam fase kritis atau critical phase inilah pasien penyakit demam berdarah kerap lalai dan berisiko kehilangan nyawa. Sebab, pada fase ini suhu tubuh pasien menurun dan gejala demam tak lagi terasa. Yang tak disadari adalah terdapat potensi kebocoran plasma darah dan perdarahan di tubuh pasien, termasuk di hidung dan gigi, hingga memicu syok dan membuat nyawanya terancam. Pasien semestinya sudah masuk rumah sakit untuk menjalani pemantauan dan pemeriksaan secara detail, terutama cairan di dalam tubuh. Fase kritis biasanya terjadi sekitar tujuh hari sejak gejala awal demam. Lama fase ini 24-48 jam. Bila pasien tak mendapat penanganan yang tepat, kondisinya akan makin parah dan jiwanya tak terselamatkan. Fase Pemulihan Pada recovery atau convalescent phase ini, pasien penyakit demam berdarah masuk masa pemulihan yang berlangsung selama 48-72 jam sesudah fase kritis. Meski disebut fase pemulihan, pasien belum sepenuhnya aman. Cairan dalam tubuh mesti terus dipantau agar tidak kurang ataupun berlebih. Pasien dianjurkan meminum banyak air putih dan beristirahat total. Nafsu makan pasien umumnya sudah membaik pada fase ini. Tapi dokter yang memeriksa juga bisa memberikan infus bila dirasa perlu untuk menjaga kondisi pasien. Trombosit pasien akan naik hingga mencapai batas normal pada fase ini hingga pulih total. Masa Kritis Penyakit Demam Berdarah Turunnya suhu tubuh setelah naik secara mendadak adalah salah satu tanda masa kritis penyakit demam berdarah. Hilangnya demam ini kerap disalahartikan bahwa pasien sudah pulih. Padahal pasien justru perlu mendapat penanganan lebih intensif di rumah sakit untuk menyelamatkan jiwanya. Kelompok yang rentan pada masa kritis penyakit demam berdarah adalah anak-anak. Orang tua yang tak menyadari anaknya mengalami masa kritis demam berdarah akan merasa demam yang sebelumnya ada hanya demam biasa. Apalagi bila di sekitarnya tak ada yang sedang dirawat karena terkena penyakit demam berdarah. Tanda masa kritis selain hilangnya demam antara lain: Perut terasa nyeri Mual Masih merasa lesu Ada rasa gelisah Pucat Pasien penyakit demam berdarah semestinya langsung dirawat di rumah sakit ketika sudah dinyatakan positif. Saat terjadi demam yang antara lain disertai munculnya bintik-bintik merah di kulit, segera periksakan diri dan minta tes darah untuk melihat kadar trombosit sesuai dengan anjuran dokter. Tindakan awal ini akan menentukan pemulihan kondisi pasien selanjutnya. Ditinjau oleh: dr. Budi darma Siahaan, Sp. Pd Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Betang Pambelum Sumber: http://p2p. kemkes. go. id/kesiapsiagaan-menghadapi-peningkatan-kejadian-demam-berdarah-dengue-tahun-2019/ https://www. who. int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/dengue-fever/symptoms-causes/syc-20353078 https://www. cdc. gov/dengue/healthcare-providers/clinical-presentation. html - Published: 2020-06-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/demam-berdarah-dengue/ - Kategori: Anak, Penyakit, Terbaru, Umum - Translation Priorities: Optional Demam berdarah dengue (DBD) merupakan infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue. Terdapat 4 subtipe virus dengue, yaitu DENV1, DENV 2, DENV 3,dan DENV 4. Penyakit DBD paling sering ditularkan melalui perantaraan gigitan nyamuk aedes aegyepti betina. Nyamuk lain seperti aedes albopticus juga dapat menjadi sumber penularan. Ibu hamil yang mengalami infeksi demam berdarah dengue juga dapat menularkan virus dengue kepada janin yang dikandungnya, tetapi belum terbukti terjadinya penularan melalui Air Susu Ibu (ASI). Penularan yang sangat jarang terjadi adalah melalui transfusi darah, transplantasi organ atau melalui kecelakaan tertusuk jarum dari bekas penderita demam dengue. Penyakit DBD ini banyak terjadi di Negara dengan iklim subtropis-tropis termasuk di Indonesia. Saat ini angka kejadian demam berdarah dengue masih tinggi tetapi angka kematiannya sudah menurun. Infeksi dengue bisa mengenai semua usia, pada anak- anak usia tersering adalah usia 10-14 tahun. Gejala Demam berdarah dengue (DBD) Manifestasi infeksi virus dengue bervariasi dengan spektrum yang luas, mulai dari infeksi tanpa gejala (asimtomatik), demam yang tidak khas, demam dengue (dengue fever) dengan atau tanpa disertai perdarahan, demam berdarah dengue (DBD/dengue hemorrhagic fever), sampai keadaan yang paling berat yang dapat menyebabkan kematian yaitu sindrom syok dengue (SSD ) atau dengue syok syndrome (DSS). Perjalanan infeksi demam dengue dapat dilihat pada tabel , yang terdiri dari 3 fase Fase demam Fase ini terjadi pada hari ke 1-3 demam, yang ditandai demam tinggi mendadak. Gejala penyerta lain adalah nyeri kepala, nyeri dibelakang bola mata,dan nyeri otot. Dapat juga timbul mual, muntah, nyeri perut. Pada fase ini sering sulit dibedakan dengan gejala infeksi virus lainnya. Pada hari pertama demam jika dilakukan pemeriksaan laboratorium NS 1 (pemeriksaan protein antigen virus) dapat memberikan hasil yang positif. Pada hari ke 2 demam dapat timbul perdarahan spontan ringan berupa bintik perdarahan pada kulit atau melalui uji provokasi (Rumple Leede), mimisan dan, atau gusi berdarah. Pada fase ini tidak semua penderita mengalami perdarahan spontan. Hal ini yang membedakan penderita hanya mengalami demam dengue atau demam berdarah dengue. Pada akhir hari ke 3 demam selain gejala tersebut diatas pada pemeriksaan laboratorium di jumpai penurunan jumlah keping darah (trombosit) atau yang sering disebut trombositopenia. Pemeriksaan darah putih (leukosit) menunjukkan penuruan (leukopenia). Fase Kritis Fase kritis dimulai pada hari ke 4 sampai hari ke 6 atau hari ke 7 setelah timbul demam. Pada fase ini justru penderita tidak mengalami demam atau demam sudah turun. Pada fase ini karena demam sudah turun, orangtua seringkali beranggapan anak sudah sembuh. Hal ini berakibat terjadi keterlambatan pasien dibawa ke RS, dan pasien datang dalam kondisi syok. Pada fase ini permeabilitas pembuluh darah meningkat, yang berakibat terjadinya kebocoran plasma ke rongga tubuh. kebocoran plasma darah ke rongga tubuh sering tampak pada jaringan ikat longgar seperti kelopak mata, sehingga kelopak mata tampak bengkak. Kebocoran plasma juga bisa terjadi pada rongga dada dan rongga perut . Hal ini dapat mengakibatkan pasien sesak napas, lingkar perut bertambah, disertai nyeri perut yang meningkat. Kebocoran plasma yang masif dapat mengakibatkan terjadinya peredaran darah yang tidak lancar atau dengue syok syndrome. Hal ini ditandai dengan anggota gerak menjadi pucat dan teraba dingin, pulsasi nadi tidak kuat, sesak napas, gelisah dan tekanan darah turun. Dengue syok syndrome selain diakibatkan kebocoran plasma akibat permeabilitas kapiler yang meningkat juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan masif seperti perdarahan saluran cerna. Perdarahan terjadi karena kadar trombosit yang rendah atau karena gangguan faktor pembekuan darah. Kebocoran plasma yang masif berakibat darah menjadi kental yang pada pemeriksaan laboratorium tampak sebagai nilai hematokrit yang meningkat. Pada perdarahan yang masif pemeriksaan hematoktrit bisa turun dibawah angka normal. Pada fase ini selain diperlukan monitor gejala klinis, juga diperlukan monitor pemeriksaan laboratorium. Pada hari ke 4/5 demam jejak antibodi sudah bisa dideteksi dengan pemeriksaan Imunoglobulin (Ig)G/M anti dengue. Hasil Ig G yang positif menunjukkan riwayat infeksi dengue pada masa lampau, sedangkan hasil Ig M anti dengue positif merupakan petanda adanya infeksi akut. Karena adanya reaksi silang hasil IgG dan IgM dengan infeksi lain selain dengue membuat dokter harus menyingkirkan adanya penyakit lain selain demam dengue/ demam berdarah dengue. Pencitraan seperti pemeriksaan ultrasonografi ataupun foto dada dapat dilakuakan sesuai indikasi. Fase penyembuhan/rekovalesen Pada fase ini mulai terjadi masa penyembuhan. Fase ini dimulai pada hari ke 7 setelah demam, yang ditandai suhu sedikit meningkat. Dapat dijumpai kemarahan pada anggota gerak disertai rasa gatal. Tatalaksana Tidak ada terapi spesifik untuk infeksi dengue. Pada fase awal tanpa warning sign (muntah-muntah hebat, nyeri perut hebat, dehidrasi) penderita dapat di rawat di rumah dengan pemberian cairan secara oral yang adekuat serta pemberian obat penurun demam. Obat penurun demam dan pengurang nyeri dapat mengurangi gejala nyeri otot, nyeri sendi dan demam. Pilihan terbaik adalah asetaminofen atau yang sering dikenal sebagai parasetamol. Obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs/non-steroidal anti- inflammatory drugs), seperti ibuprofen dan aspirin harus dihindari. NSAIDs meningkatkan risiko perdarahan dengan menganggu fungsi trombosit dan dapat berakibat iritasi lambung. Selain itu aspirin dapat mengakibatkan efek sindroma... - Published: 2020-05-28 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/paru/aman-ke-rumah-sakit-selama-corona/ - Kategori: Paru, Terbaru Tenaga medis menjadi garda depan dalam upaya penanganan penyebaran virus corona. Tak pelak, rumah sakit turut sibuk selama pandemi Covid-19 belum reda. Situasi ini membuat sebagian masyarakat ragu ketika hendak berobat ke rumah sakit, terutama yang ditunjuk sebagai rujukan pasien corona. Padahal sudah ada protokol kesehatan yang mesti diterapkan untuk memastikan keamanan pasien, pengunjung, dan tenaga medis di rumah sakit corona. Terdapat ratusan rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia baik milik pemerintah maupun swasta. Semua rumah sakit ini telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan. Protokol ini mengacu pada standar yang ditentukan WHO. Di antaranya mekanisme screening atau penyaringan pasien yang datang dengan gejala Covid-19 serta pemisahan area perawatan pasien corona dengan pasien umum. Dengan demikian, rumah sakit corona tetap bisa didatangi oleh pasien umum. Tapi pasien juga diwajibkan menaati protokol, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak fisik minimal 2 meter. Protokol ini disiapkan agar aman ke rumah sakit selama corona. Pasien juga perlu memperhatikan keamanan sendiri dengan cara-cara berikut ini. Daftar secara online Saat ini banyak rumah sakit yang telah melayani pendaftaran berobat lewat online. Misalnya melalui aplikasi di ponsel pintar. Bisa juga mendaftar dengan menelepon lebih dulu. Pendaftaran tanpa tatap muka ini akan mengurangi risiko penularan corona di rumah sakit. Kenakan masker Pemerintah telah mewajibkan penggunaan masker di ruang publik, termasuk rumah sakit corona. Gunanya adalah mencegah terkena percikan cairan dari bersin atau batuk pasien corona. Orang yang tampak sehat pun sebetulnya bisa juga positif corona. Mereka disebut orang tanpa gejala atau OTG. Penggunaan masker juga merupakan antisipasi terhadap risiko penularan dari OTG. Gunakan transportasi pribadi Sebisa mungkin menghindari penggunaan alat transportasi umum, terutama yang sering penuh sesak oleh penumpang. Sebaiknya gunakan transportasi pribadi bila ada. Risiko penyebaran corona di sarana transportasi umum amatlah besar. Sesuaikan dengan tujuan Dalam pelayanan kesehatan tertentu, Anda bisa datang ke rumah sakit khusus ketimbang rumah sakit umum. Misalnya hendak memeriksakan kandungan, bisa datang ke rumah sakit ibu dan anak atau langsung ke bidan di dekat rumah. Meski begitu, kunjungan ke fasilitas kesehatan ini juga mesti sesuai dengan protokol kesehatan. Ikuti screening Rumah sakit corona dan umum melakukan screening pada setiap pengunjung, termasuk pasien. Dalam screening akan ditanyakan sejumlah hal yang berkaitan dengan corona untuk menentukan tindakan pada pasien. Bila menunjukkan gejala corona dan punya riwayat yang berkaitan dengan corona, pasien bisa langsung diminta mengikuti tes. Sedangkan jika dinilai aman, pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan keluhan yang dirasakan. Dalam screening, jawab pertanyaan dengan jujur demi keamanan bersama. Petugas medis juga berisiko terpapar Covid-19 dalam screening hingga pemeriksaan di ruang perawatan. Bahkan resepsionis dan petugas kesehatan pun demikian. Bila merasa punya riwayat yang berkaitan dengan corona, misalnya baru datang dari tempat yang masuk zona merah Covid-19 atau pernah berinteraksi langsung dengan pasien positif corona, beri tahu petugas yang melakukan screening. Dengan begitu, petugas bisa menentukan tindakan yang tepat untuk penanganan selanjutnya. Terkena corona bukanlah aib sehingga tak perlu ditutup-tutupi. Justru keterbukaan akan mendukung upaya penyembuhan terhadap pasien corona karena dokter dan tenaga medis lain dapat segera bertindak melakukan penanganan. Sumber: https://hfsc. org/home/coronavirus/coronavirus-tips/ Ditinjau oleh: dr. Annisa Sutera Insani, Sp. P Dokter Spesialis Paru Prumaya Hospital Bekasi Timur - Published: 2020-05-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/penyakit-akibat-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Seseorang yang positif terjangkit Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bisa sembuh jika mendapat perawatan yang tepat dan kondisi tubuhnya mendukung. Namun terdapat kemungkinan parahnya penyakit akibat corona yang berdampak fatal. Penyakit ini umumnya sudah diderita oleh orang tersebut atau sering dikatakan sebagai penyakit penyerta. Covid-19 disebabkan oleh virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada Desember 2019. Seperti virus lain, virus ini bisa mati sendiri bila daya tahan tubuh orang yang terpapar dalam kondisi baik dan pasien dirawat secara intensif. Sebaliknya, risiko tertular penyakit hingga berakibat meninggal sangat besar jika orang tersebut tengah sakit. Belum ada vaksin untuk corona saat ini. Pencegahan menjadi cara utama untuk mengatasi penyebaran corona di setiap negara yang terkena dampak. Menurut WHO, tingkat kematian pasien corona sekitar 4 persen secara global. Risiko lebih besar dihadapi pasien dengan usia lebih tua, di atas 60 tahun. Sebab, ada potensi bertambah parahnya penyakit akibat corona yang sebelumnya mereka idap. Komplikasi Penyakit Akibat Corona Orang yang positif terjangkit corona bisa jadi tak menunjukkan gejala sama sekali. Ini kebanyakan dialami oleh orang berusia muda. Bagi orang-orang ini, penanganan bisa dilakukan secara mandiri lewat isolasi di rumah. Tapi orang yang sebelumnya punya penyakit bawaan berpotensi mengalami komplikasi penyakit akibat corona yang lebih serius sehingga butuh perawatan di rumah sakit. Berikut ini komplikasi penyakit akibat corona yang mesti diwaspadai karena bisa berujung fatal pada pasien Covid-19: 1. Gagal napas akut Virus corona menyerang sistem pernapasan, terutama paru-paru. Salah satu komplikasi penyakit akibat corona adalah gagal napas akut. Ketika terjadi gagal napas akut, paru-paru tak bisa memompa cukup oksigen ke dalam darah atau tak dapat mengeluarkan cukup karbon dioksida. Bisa jadi dua hal itu terjadi secara berbarengan sehingga nyawa pasien tak terselamatkan. 2. Pneumonia Di China, lonjakan kasus pneumonia adalah tanda awal menyebarnya virus corona. Pneumonia membuat kantong udara di paru-paru meradang sehingga susah bernapas. Ilmuwan yang mempelajari paru-paru pasien Covid-19 menemukan banyak cairan dan nanah di dalam paru-paru, terutama yang sakitnya parah. 3. Sindrom gangguan pernapasan akut Ini juga salah satu komplikasi penyakit akibat corona yang paling umum terjadi. Paru-paru yang terserang corona akan makin rusak dengan adanya sindrom ini. Pasien akan membutuhkan alat bantu napas seperti ventilator hingga pulih. 4. Sakit jantung akut Penelitian terhadap pasien Covid-19 di China menemukan adanya masalah jantung akut, termasuk aritmia. Pasien di Washington, DC, juga menunjukkan komplikasi penyakit akibat corona serupa. 5. Sepsis Sepsis terjadi ketika tubuh salah bereaksi terhadap infeksi. Zat kimia yang dilepaskan ke aliran darah untuk melawan penyakit tidak memicu respons yang tepat, dan justru membuat organ rusak. Jika proses ini tidak berhenti, pasien bisa mengalami syok sepsis yang ditandai dengan turunnya tekanan darah. Menurut penelitian yang dimuat di jurnal The Lancet, sepsis merupakan komplikasi penyakit akibat corona yang banyak menimbulkan kematian. Pasien yang rentan adalah yang sebelumnya menderita diabetes atau penyakit jantung serta punya daya tahan tubuh yang kurang kuat. Berdasarkan sejumlah penelitian, virus corona lebih berbahaya bagi orang yang sistem imunnya tak memadai, terutama orang tua. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menguatkan sistem imun dan menjaga pola hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit. Bila merasa ada gejala, segera datang ke rumah sakit yang punya fasilitas tes corona baik yang rujukan maupun swasta seperti Primaya Hospital. Makin cepat ditangani, risiko makin bisa dikendalikan. Ditinjau oleh: dr. Fajar Budiono, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Tangerang Sumber: https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/coronavirus/symptoms-causes/syc-20479963 https://www. hopkinsmedicine. org/health/conditions-and-diseases/coronavirus https://www. webmd. com/lung/coronavirus-complications#1 https://www. thelancet. com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30920-X/fulltext - Published: 2020-05-26 - Modified: 2020-05-27 - URL: https://primayahospital.com/paru/penyebaran-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Terbaru Penyebaran corona menurut WHO secara umum terjadi lewat droplet atau percikan cairan dari batuk atau bersin pasien Coronavirus Disease (Covid-19). Orang yang menghirup atau terkena droplet itu akan terinfeksi virus corona hingga terjangkit Covid-19. Yang menjadi pertanyaan: apakah penularan virus corona bisa melalui udara? WHO menyatakan virus corona tidak terbang di udara (airborne) dan tak bisa mencapai jarak sekitar 2 meter dari lokasi percikan. Meski begitu, beberapa penelitian terbaru menyebutkan corona dapat mencapai jarak hingga 8 meter dalam kondisi tertentu. Penelitian oleh ilmuwan dari MIT, Amerika Serikat, ini dimuat jurnal American Medical Association. Adapun laporan penelitian yang dimuat di New England Journal of Medicine menyebutkan virus corona bisa bertahan hingga tiga jam di udara, empat jam di tembaga, bahkan 24 jam di karton dan dua-tiga hari di benda berbahan stainless steel serta plastik. Meski begitu, penelitian itu tidak menyatakan penyebaran corona bisa melalui aerosol. Risiko Penyebaran Corona Lewat Udara Sejauh ini, para ilmuwan sepakat bahwa cara penyebaran corona yang paling utama adalah melalui droplet. Risiko penularan lewat udara belum bisa dibuktikan. Namun ada risiko penyebaran dari benda yang terkena percikan cairan yang mengandung virus corona. Karena itulah penting untuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer saat melakukan kegiatan di luar rumah. Inilah bentuk penyebaran corona yang mesti diwaspadai oleh masyarakat. Terlebih ketika tidak ada aturan lockdown atau karantina wilayah secara total sehingga warga masih bisa beraktivitas meski terbatas. Berikut ini perilaku yang berpotensi menjadi sarana penyebaran corona di tengah masyarakat. 1. Abai terhadap kebersihan tangan Tangan sebagai organ yang paling banyak menyentuh anggota tubuh lain telah lama disebut sebagai salah satu sumber utama penyebaran penyakit. Ketika tangan menyentuh benda yang dihinggapi corona, virus itu akan menempel dan berpotensi besar masuk ke tubuh saat tangan memegang wajah, terutama mulut dan hidung. Karena itu, mencuci tangan harus dijadikan kebiasaan. Cucilah tangan sesuai dengan panduan WHO. Bila tak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer yang berbahan alkohol. Apalagi jika sering beraktivitas di luar, termasuk sebelum dan sesudah makan. 2. Tidak segera bersih-bersih Orang yang berkegiatan di luar berpotensi menyebarkan corona ketika pulang ke rumah. Virus itu bisa menempel pada organ tubuh hingga pakaian dan celana. Itu sebabnya mesti segera bersih-bersih begitu tiba dari luar, apalagi dari pusat aktivitas seperti pasar dan angkutan umum. Jangan pegang apa pun dulu setelah datang, terutama anggota keluarga di rumah. Segera lepas baju dan celana dan masukkan ke tempat pakaian kotor, lalu mandi dan keramas. Dengan begitu, potensi penularan corona bisa ditekan. 3. Tidak pakai masker Orang yang terkena Covid-19 tidak selalu menunjukkan gejala berat. Ada pula orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menyebarkan corona ke sekitarnya. Sebagai langkah antisipasi, kenakan selalu masker saat bepergian. Apalagi jika ada gejala ringan seperti batuk dan pilek, meski ini tidak selalu menandakan positif corona. Tidak harus mengenakan masker medis, saat ini bisa pula memakai masker kain asalkan memenuhi kriteria keamanan. Andai tidak positif pun mengenakan masker tetap bermanfaat untuk mencegah penyebaran corona dari orang lain. 4. Tidak jaga jarak Pemerintah Indonesia telah mengumumkan aturan jaga jarak fisik (physical distancing) untuk menekan penyebaran corona. Bila tidak mematuhi aturan ini, orang berisiko terular corona karena droplet bisa terlontar hingga 2 meter dari orang yang positif corona. Virus corona hingga saat ini tak ditemukan bisa melayang dan menyebar lewat udara. Tapi virus dari droplet tetap bisa hinggap ke orang lain ketika terlontar dari bersin atau batuk orang yang positif. Masyarakat bisa membantu mencegah penyebaran corona dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta senantiasa mengikuti imbauan pemerintah. Ditinjau oleh: dr. Fajar Budiono, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Tangerang Sumber: https://www. who. int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters https://www. who. int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1 https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/infection-control-recommendations. html? CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww. cdc. gov%2Fcoronavirus%2F2019-ncov%2Finfection-control%2Fcontrol-recommendations. html https://wwwnc. cdc. gov/eid/article/26/7/20-0885_article https://www. nejm. org/doi/full/10. 1056/NEJMc2004973 - Published: 2020-05-25 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/masker-kain-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Banyak ilmuwan dan tenaga medis di seluruh dunia mengadakan riset dalam rangka mengatasi pandemi penyakit virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih meluas. Salah satunya mengenai penggunaan masker kain corona untuk mencegah Covid-19. Hal ini dilatarbelakangi ketersediaan masker medis yang terbatas di berbagai negara. Jikapun ada, harganya lebih mahal hingga tiga kali lipat. Efektivitas penggunaan masker kain corona masih menjadi pembahasan hingga saat ini. Di Indonesia, masyarakat umum diimbau mengenakan masker kain ketika beraktivitas di luar ruangan. Sedangkan masker medis diprioritaskan hanya bagi pasien corona dan petugas kesehatan, terutama yang merawat pasien corona. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) lebih dulu mengeluarkan panduan penggunaan masker kain corona bagi warga setempat. Tapi, di sisi lain, WHO menyatakan penggunaan masker kain corona oleh orang sehat belum punya pijakan bukti yang memadai dalam kaitannya dengan pencegahan penyakit Covid-19. Manfaat Masker Kain Corona Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, masker kain bisa digunakan sebagai pengganti masker medis untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di tengah masyarakat umum. Banyaknya kasus orang tanpa gejala (OTG) juga mendasari sosialisasi masker kain corona. Orang yang tidak sadar bahwa dirinya positif corona bisa saja menulari orang lain tanpa sengaja ketika berinteraksi tanpa masker. Satu tetesan (droplet) cairan saja bisa menyebabkan orang lain terkena Covid-19. Untuk mengantisipasi kejadian itu, masyarakat diimbau mengenakan masker ke mana pun pergi di area publik. Namun manfaat masker kain corona tersebut bisa didapatkan selama memenuhi persyaratan untuk mendukung efektivitasnya. Syarat itu antara lain masker kain hanya bisa dikenakan selama empat jam secara terus-menerus. Setelah empat jam, masker harus dilepas untuk dicuci dan diganti dengan yang baru. Sebab, material kain lebih mudah ditembus virus corona ketimbang masker medis. Syarat lainnya adalah: Terpakai secara pas dari atas hidung hingga dagu dan kedua sisi wajah Dilengkapi dengan tali yang diikat ke belakang kepala atau karet yang dipasang di telinga Terdiri atas beberapa lapis kain, setidaknya dua lapis Bahan kain kuat, tidak mudah rusak ketika dicuci Bahan anti-air atau tahan terhadap cairan lebih disarankan Penggunanya tetap harus dapat bernapas dengan mudah Sebelum mengenakan masker, cuci tangan Jangan menyentuh-nyentuh masker, apalagi menurunkannya hingga ke dagu Lepas masker dengan cara membuka tali atau karetnya langsung, bukan dengan menarik masker Kapan Harus Memakai Masker Kain Corona Baik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 maupun CDC merekomendasikan penggunaan masker kain bagi masyarakat umum ketika berada di luar ruangan. Terutama saat di tengah situasi yang menyulitkan untuk penerapan aturan jaga jarak fisik (physical distancing), seperti di pasar, supermarket, dan angkutan umum. WHO mendorong negara-negara yang terkena dampak pandemi Covid-19 untuk merekomendasikan masker non-medis bagi warga masing-masing, termasuk masker kain corona, lantaran masker medis lebih dibutuhkan oleh tenaga kesehatan. Panduan WHO menyebutkan soal siapa, kapan, dan bagaimana memakai masker yang benar agar efektif, di antaranya: Sedang batuk dan pilek Dekat atau berada di kawasan yang terpapar Covid-19, misalnya serumah dengan pasien dalam pengawasan atau orang dalam pemantauan Dibarengi dengan mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air atau penyanitasi tangan (hand sanitizer) berbahan alkohol Melepas dan menggantinya dengan yang baru sesuai dengan rekomendasi lama pemakaian WHO menyatakan akan memperbarui panduan penggunaan masker ketika sudah ada bukti mengenai efektivitas masker kain corona. Sementara itu, masyarakat bisa mengenakan masker kain baik buatan sendiri maupun beli di luar sepanjang memenuhi persyaratan. Penggunaan masker kain jauh lebih baik ketimbang tidak mengenakan masker sama sekali. Ditinjau oleh : dr. Fitrie Rahayu Sari, Sp. P Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Tangerang Sumber: https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/diy-cloth-face-coverings. html https://www. who. int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks https://apps. who. int/iris/rest/bitstreams/1274280/retrieve - Published: 2020-05-22 - Modified: 2020-05-27 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-kehamilan-saat-pandemi/ - Kategori: Covid-19, Kebidanan dan kandungan, Terbaru Kehamilan, tanpa adanya keadaan pandemi pun sudah menjadi hal yang membutuhkan perhatian ekstra bagi seorang wanita. Apalagi di masa-masa seperti saat ini, seorang calon Ibu harus mempersiapkan dirinya lebih baik lagi dalam menjalani kehamilan dan persalinan nantinya. Salah satunya adalah dengan memperkaya ilmu dan informasi mengenai kehamilan dan Covid-19 melalui sumber-sumber yang dapat dipercaya. Covid-19 adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru yang belum lama ini ditemukan (SARS-COV-2). Perlu ditekankan bahwa Covid-19 ini merupakan penyakit baru yang masih terus diteliti dan dipelajari oleh para ahli kesehatan dan peneliti ilmiah. Resiko Ibu hamil terinfeksi Covid-19 Berdasar data terkini, Ibu hamil memiliki resiko yang sama besarnya untuk terinfeksi Covid-19 dibandingkan dengan orang dewasa lainnya yang tidak sedang hamil. Ibu hamil dengan Covid-19 positif tanpa gejala juga memiliki angka kejadian yang tinggi di Indonesia, yaitu sebanyak 13,8%. Di sisi lain, kita juga mengetahui bahwa Ibu hamil, disebabkan oleh perubahan pada tubuh dan sistem imunitasnya, justru memiliki resiko yang meningkat untuk beberapa penyakit infeksi pernapasan, termasuk influenza. Oleh sebab masih banyaknya hal yang belum kita ketahui mengenai infeksi Covid-19 ini, maka Ibu hamil tetap harus sedapat mungkin berusaha melindungi dirinya dari infeksi penyakit. Trimester Kehamilan Penting bagi seorang Ibu untuk merawat diri dan bayi yang sedang dikandungnya, termasuk di dalamnya adalah pemeriksaan antenatal. Sangatlah wajar, jika Ibu menjadi khawatir untuk memeriksakan kandungannya di fasilitas kesehatan di tengah pandemi. Berdasar rekomendasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), pemeriksaan antenatal Trimester 1 bersifat tidak wajib jika tidak disertai keluhan yang mengkhawatirkan. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, pemeriksaan pada Trimester 2 dapat melalui tele konsultasi klinis (telemedicine). Pemeriksaan antenatal pada Trimester 3 wajib dilakukan dengan tujuan utama untuk mempersiapkan proses persalinan. Untuk mengurangi resiko terpapar dengan pasien Covid-19, Ibu hamil dapat mencari Rumah Sakit yang memberikan fasilitas pelayanan kesehatan terpisah antara pasien dengan penyakit infeksius dan pasien non-penyakit infeksius. Selain daripada itu, jika terjadi kegawatdaruratan seperti mual-muntah hebat, perdarahan, gerak janin berkurang, ketuban pecah, nyeri kepala hebat, tekanan darah tinggi, ataupun kejang, maka Ibu hamil wajib mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Tips Kehamilan dan Persalinan di tengah Pandemi Covid-19 Kehamilan dan persalinan di tengah pandemi Covid-19 ini pastinya akan lebih menantang. Namun, bukan tidak mungkin untuk seorang Ibu tetap dapat menjalani prosesnya dengan nyaman dan aman. Seorang Ibu hamil berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan mental yang berkualitas sejak sebelum, saat, dan sesudah melahirkan. Jadi, untuk menjaga keamanan dan kenyaman Ibu hamil semasa pandemi ini, disarankan untuk: Sedapat mungkin untuk tetap tinggal di rumah (stay at home) Menjaga kebersihan diri dan rutin mencuci tangan Menghindari orang-orang yang sedang sakit Mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin Memonitor gerak janin Memonitor gejala-gejala infeksi Covid-19 (demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, diare) Mengetahui tanda-tanda kegawatdaruratan pada ibu hamil seperti yang sudah disebut di atas Melakukan tele konsultasi klinis dengan dokter Merencanakan dengan matang untuk persalinan Support dari keluarga Ditinjau oleh: dr Fredy Lisnan, Sp. OG Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Primaya Hospital Karawang - Published: 2020-05-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/tentang-virus-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Kabar tentang virus corona mendominasi pembicaraan di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Dari media massa hingga media online, virus corona menjadi topik yang hangat. Informasi tentang virus ini memang mesti dipahami oleh semua orang mengingat kasus positif Covid-19 yang masih tinggi di berbagai negara. Apalagi virus corona SARS-CoV-2 ini merupakan jenis baru sehingga diperlukan riset yang banyak dan mendalam oleh para pakar untuk memahaminya lebih lanjut. Apa Itu Virus Corona Virus corona sebenarnya tidak hanya mengacu pada Covid-19. Corona merupakan keluarga virus yang telah lama ada dan diketahui menyebabkan penyakit pada hewan serta manusia. Beberapa jenis virus corona yang telah teridentifikasi memicu penyakit yang menyebabkan kematian, seperti sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) dan sindrom pernapasan akut berat (SARS). Seperti penyebab Covid-19, dulu orang belum tahu tentang virus corona yang memicu kedua penyakit itu saat pertama kali muncul. Bagaimana Virus Corona Menyebar WHO menyatakan virus corona jenis baru ini menyebar lewat droplet atau percikan cairan yang dilontarkan ketika pasien positif Covid-19 bersin atau batuk. Hingga kini, belum ditemukan bukti tentang virus corona yang bisa menyebar lewat udara (airborne). Namun virus ini dapat menempel pada permukaan benda dalam jangka waktu tertentu, dari hitungan menit hingga hari. Apa yang Diserang Virus Corona Seperti MERS dan SARS, Covid-19 merupakan sindrom penyakit pernapasan. Virus corona menyerang sistem pernapasan pada paru-paru. Tapi pasien Covid-19 yang meninggal tak selalu diakibatkan oleh kegagalan kerja paru. Adanya penyakit penyerta yang lebih dulu diderita pasien dapat membuat kondisi pasien memburuk hingga akhirnya berakibat fatal. Apa Gejala Pasien Positif Corona WHO menyatakan gejala orang yang positif terjangkit corona adalah batuk, pilek, demam, sakit kepala, dan sesak napas. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan pasien positif juga menunjukkan gejala berupa berkurang hingga hilangnya kemampuan indra penciuman. Ada juga kasus positif dengan masalah pencernaan, rasa lelah yang ekstrem, dan nyeri sendi. Baca juga : Beda Batuk Gejala Corona Covid-19 dengan Batuk Biasa Berapa Lama Gejala Corona Muncul Peneliti tentang virus corona menemukan masa inkubasi virus ini berkisar 2-14 hari. Artinya, gejala baru muncul 2 hari setelah terjangkit virus dan memuncak dalam 14 hari. Tapi ada juga yang menemukan masa inkubasi corona selama 2-5 hari. Bagaimana Pencegahan Virus Corona Pemerintah semua negara yang terkena dampak Covid-19 sepakat tentang cara pencegahan virus corona, yakni lewat aturan jaga jarak (physical distancing) minimal 2 meter dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Masyarakat diharapkan berdiam di rumah selama pandemi untuk mengurangi risiko terjangkit corona dari aktivitas di luar. Apa Obat Virus Corona Di tengah pandemi corona, peneliti masih berupaya menemukan obat atau vaksin virus corona. Apakah Pasien Positif Corona Bisa Sembuh Seperti virus lain, virus corona bisa mati dengan sendirinya berkat sistem pertahanan tubuh. Pasien positif corona dapat sembuh jika melakukan langkah sesuai dengan protokol kesehatan, termasuk mengisolasi diri. Bila gejala berat, pasien memerlukan perawatan khusus di rumah sakit rujukan yang khusus menangani kasus Covid-19. Siapa yang Rentan Tertular Corona Kasus positif corona didapati pada semua kelompok usia, dari bayi hingga manula. Namun orang yang paling berisiko terjangkit virus corona adalah yang memiliki daya tahan tubuh lemah, terutama yang berusia 60 tahun ke atas. Bagaimana Bila Ada Gejala Corona Pemerintah telah menunjuk sejumlah rumah sakit sebagai rujukan penanganan pasien positif Covid-19. Tapi pemeriksaan gejala tak harus dilakukan di rumah sakit rujukan. Sejumlah rumah sakit swasta memiliki fasilitas serupa dan bisa melayani rapid test serta swab test corona. Dalam pemeriksaan ini juga diberlakukan protokol kesehatan demi keamanan pasien dan pengunjung rumah sakit serta para tenaga medis. Penyebaran Covid-19 harus menjadi perhatian semua orang. Mengetahui hal-hal penting tentang virus corona akan berguna untuk membantu upaya pencegahan penyebaran penyakit ini. Ditinjau oleh: dr. M. Harun Iskandar,Sp. PD, Sp. P (K) Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Makassar Sumber: https://www. who. int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 - Published: 2020-05-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/batuk-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Batuk adalah gejala yang kerap muncul pada berbagai penyakit, dari yang ringan hingga berat. Batuk menjadi alat diagnosis yang penting bagi dokter dan tenaga medis lain untuk menangani suatu penyakit. Salah satunya penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. Tapi bagaimana mengetahui perbedaan batuk corona dengan batuk biasa? Batuk corona sangatlah mirip dengan batuk biasa. Itu sebabnya orang yang tengah sakit batuk direkomendasikan mengenakan masker untuk mencegah risiko penularan bila benar positif terjangkit Covid-19. Agar mendapat diagnosis yang tepat, bisa menjalani tes di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah ataupun rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas seperti Primaya Hospital. Dokter yang menerima pasien dengan gejala batuk akan menanyakan beberapa hal untuk memberikan diagnosis, seperti: Sudah berapa lama batuk, beberapa hari, berminggu-minggu? Kapan batuk paling parah, pagi, siang, malam? Bagaimana batuknya, kering, basah, terus-menerus, keras, lembut? Apakah ada gejala lain, muntah, pusing, susah tidur, lemas? Dokter bisa jadi curiga batuk corona jika gejala batuk adalah kering, terus-menerus, dan disertai sesak napas karena virus corona menyerang jaringan paru-paru. Selain itu, gejala menonjol yang kerap menyertai batuk corona adalah demam dan kelelahan. Batuk kering tidak menghasilkan dahak. Suara batuk kering biasanya kasar dan bersumber dari bagian belakang tenggorokan. Ciri batuk corona yang lain adalah batuk kering yang muncul secara tiba-tiba. Bagi beberapa orang, batuk kerap muncul karena kebiasaan, misalnya sering merokok. Sedangkan batuk corona muncul tanpa ada pemicu yang jelas. Dalam penelitian di China, sebanyak 60 persen lebih pasien positif Covid-19 menunjukkan gejala batuk. Meski begitu, tak selamanya batuk tersebut kering. Batuk kering bisa pula berubah menjadi basah. Sebagai contoh, pneumonia infeksi paru-paru sering dimulai dengan batuk kering yang dapat menyebabkan sesak napas. Ketika infeksi berlanjut, kantong udara paru-paru dapat terisi oleh sekresi peradangan, seperti cairan jaringan paru-paru dan darah, dan kemudian batuk menjadi basah. Pada tahap ini, dahak menjadi berbusa dan berwarna merah darah. Gejala Kunci Selain Batuk Corona Batuk yang disertai demam dan sesak napas adalah gejala corona yang dijumpai pada kebanyakan kasus Covid-19. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada beberapa sinyal gejala lain yang muncul dalam dua hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus corona. Berikut ini di antaranya: 1. Nyeri tubuh dan kedinginan Pasien Covid-19 melaporkan gejala nyeri di sekujur tubuh dan kedinginan hingga tubuh menggigil terutama pada malam hari. 2. Kebingungan mendadak CDC menyebutkan kondisi pasien corona lebih gawat ketika mengalami gejala kebingungan mendadak. Contohnya menjadi tak waspada terhadap sekitar dan tak bisa bangkit dari tempat tidur. 3. Masalah pencernaan Penelitian di China terhadap sekitar 200 pasien awal Covid-19 menunjukkan adanya gejala berupa masalah pencernaan pada sebagian pasien. Di antaranya diare. 4. Konjungtivitis Mata merah atau konjungtivitis dijumpai pada 1-3% pasien corona di China dan Korea Selatan. Mata merah adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus. 5. Kehilangan fungsi indra penciuman Gejala awal yang menyertai batuk corona adalah anosmia atau hilangnya kemampuan indra penciuman. Pada kasus Covid-19 sedang di Korea Selatan, sekitar 30 persen pasien didapati menunjukkan gejala ini. Sedangkan di Jerman, dua dari tiga kasus positif corona menunjukkan gejala serupa. Covid-19 sebagai penyakit baru yang belum ada vaksinnya masih terus dipelajari hingga kini. Termasuk soal gejalanya. Untuk memastikan seseorang positif terjangkit corona, diperlukan tes khusus fasilitas kesehatan. Jika mengalami batuk disertai gejala lain yang mengarah ke corona, sebaiknya segera memeriksakan diri secara khusus dengan prosedur Covid-19 agar segera mendapat diagnosis yang tepat. Sumber: https://www. cdc. gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms. html https://www. healthline. com/health-news/flu-allergies-coronavirus-different-symptoms Ditinjau oleh: dr. Budhi Imansyah, Sp. P, FISR Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2020-05-18 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/patologi-klinik/penularan-virus-corona/ - Kategori: Covid-19, Patologi Klinik, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Penularan virus corona tergolong amat cepat di seluruh dunia. Seseorang yang positif terjangkit Covid-19 bisa dengan mudah menulari orang-orang di sekitarnya lewat droplet atau percikan cairan yang keluar dari batuk atau bersin. Itu sebabnya salah satu cara yang dianjurkan WHO untuk mencegah penularan virus ini adalah lewat aturan physical distancing atau jaga jarak fisik. Selama puasa, aturan ini lebih giat digaungkan karena potensi penularan tetaplah besar. Potensi penularan virus corona selama puasa terpusat pada aktivitas menjelang dan setelah berbuka. Tradisi masyarakat Indonesia yang gemar berburu takjil atau makanan dan minuman untuk buka puasa, misalnya, rentan menjadi pusat penularan baru. Sebab, di situ terjadi interaksi yang dekat antara sesama pembeli maupun pembeli dengan penjual. Terlebih bila warga tidak menjaga jarak dan tak mengenakan pelindung seperti masker. Penularan virus corona juga berpotensi terjadi di masjid yang masih mengadakan tarawih. Bukan hanya tarawih, segala aktivitas lain yang mengundang banyak massa memicu risiko terjadinya penularan corona. Karena itu, khusus dalam rangka Ramadan, Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan imbauan dan rekomendasi bagi warga muslim demi mencegah penularan virus corona selama puasa. Imbauan Mencegah Penularan Virus Corona Selama Puasa Baik MUI maupun Kementerian Agama mengacu pada protokol pencegahan penularan virus corona yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Sebelum memasuki Ramadan, warga muslim diimbau tidak melaksanakan ibadah di tempat berkumpulnya banyak orang, antara lain salat Jumat. Kini, selama puasa, jemaah juga diimbau tidak beribadah salat tarawih di masjid secara berkelompok. Imbauan lainnya termasuk: Tidak melakukan sahur on the road Tidak buka puasa bersama di luar Sahur dan buka secara individu atau dengan keluarga inti Tarawih secara individu atau dengan keluarga inti Tilawah atau tadarus Alquran di rumah Tidak mengadakan atau menghadiri Nuzulul Quran dalam bentuk tablig akbar Tidak melakukan iktikaf di masjid atau musala pada 10 malam terakhir bulan puasa Tidak tarawih atau takbiran keliling Silaturahmi cukup lewat media sosial atau video call Pelaksanaan salat Idul Fitri menunggu fatwa MUI Dengan melaksanakan imbauan tersebut, diharapkan potensi penularan virus corona selama puasa bisa ditekan. Tradisi mudik Lebaran juga sebaiknya ditunda dulu karena aktivitas ini juga sangat berpotensi menambah jumlah kasus penularan corona. Pemerintah pun telah melarang masyarakat mudik demi pencegahan penularan Covid-19. Cara Mencegah Penularan Virus Corona WHO dan pemerintah lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah menerbitkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona secara umum. Bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah menjadi poin utama bagi masyarakat untuk membantu menekan laju pertambahan kasus Covid-19. Adapun protokol lainnya mencakup: Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah Jaga jarak minimal 2 meter Segera ganti baju dan mandi sepulang dari aktivitas di luar Rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer Tidak sembarangan menyentuh benda saat berkegiatan di luar Mengkarantina diri selama 14 hari sepulang bepergian dari luar kota, terutama wilayah zona merah atau terjangkit Covid-19 Semua orang berpotensi terjangkit virus corona dan menularkan Covid-19 kepada orang lain. Selama puasa, tetap jaga kesehatan dengan mematuhi protokol pencegahan corona serta imbauan dari lembaga terkait. Jika mendapati gejala Covid-19 seperti batuk kering, pilek, dan panas tinggi, sebaiknya segera periksakan diri dengan mendatangi rumah sakit yang telah menerapkan protokol pencegahan virus corona di wilayah masing-masing. Ditinjau oleh: dr. Hadian Widyatmojo, SpPK Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Karawang Sumber: https://www. who. int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1 https://adminku. kemenag. go. id/public/data/files/users/1/files/SE%20No. 6%20Tahun%202020. pdf - Published: 2020-05-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/berjemur-saat-corona/ - Kategori: Covid-19, Paru, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Berjemur saat corona tengah mewabah disebut-sebut sejumlah dokter bisa membantu mencegah virus yang menyebabkan Covid-19 itu. Alasan utamanya adalah sinar matahari yang didapatkan dari berjemur memicu tubuh meningkatkan produksi vitamin D yang bisa menaikkan daya tahan terhadap serangan virus, termasuk virus corona. Faktanya, vitamin D memang berkontribusi terhadap sistem imun manusia. Orang yang positif corona dalam beberapa penelitian ditemukan tak memiliki nutrisi dan protein yang memadai. Hal ini terutama dijumpai pada pasien berisiko tinggi, seperti penderita diabetes dan pneumonia. Badan layanan kesehatan nasional Inggris (NHS) menyebutkan tiga kelompok orang yang berisiko kekurangan vitamin D dan memerlukan tambahan asupan vitamin D, yakni: Orang yang tinggal di institusi khusus, seperti panti wreda Orang yang selalu melindungi tubuh sepenuhnya ketika keluar Orang yang jarang keluar rumah atau tak pernah sama sekali terkena sinar matahari Tapi masalah kekurangan vitamin D tak bisa diatasi hanya dengan berjemur saat corona. Kapan Waktu Berjemur Saat Corona Efektivitas berjemur saat corona di antaranya dipengaruhi waktu ketika berjemur. Salah-salah, berjemur saat corona malah meningkatkan radiasi sinar ultraviolet yang membahayakan tubuh. Menurut WHO, ada tiga macam radiasi ultraviolet (UV), yakni UVA, UVB, dan UVC. Perbedaannya terletak pada aktivitas biologis dan kemampuannya menembus kulit manusia. UVA: Jenis sinar ultraviolet yang paling banyak mencapai permukaan bumi, hingga 95 persen. Dapat menembus hingga lapisan dalam kulit dan menyebabkan perubahan warna kulit. Sinar ini juga memicu penuaan dan keriput. Penelitian terbaru menunjukkan sinar ini juga meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka waktu lama. UVB: Sangat aktif secara biologis, tapi tak bisa menembus lapisan superfisial kulit. Sinar ini memicu pertumbuhan kanker kulit, tapi kebanyakan UVB tersaring oleh atmosfer. UVC: Radiasi yang paling berbahaya, tapi tak bisa menjangkau permukaan bumi karena seluruhnya tersaring oleh atmosfer. Dari informasi itu, masyarakat awam perlu menyesuaikan waktu berjemur saat corona dengan indeks ultraviolet yang relatif aman bagi tubuh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki data indeks UV yang bisa dijadikan acuan waktu berjemur saat corona bagi masyarakat. Makin rendah indeks, bahaya radiasi makin kecil. Indeks ini berubah seiring dengan perubahan waktu. Di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, misalnya, warga disarankan berjemur sekitar pukul 08. 00 karena pada waktu itu indeks UV 0-2 alias risikonya rendah. Data indeks UV ini dibagikan di akun Instagram serta website BMKG untuk diakses masyarakat luas. Asupan Vitamin D Pokok Meski bisa menambah vitamin D dalam tubuh, berjemur saat corona juga berisiko menimbulkan bahaya kesehatan. Apalagi jika tak dibarengi dengan pengetahuan tentang indeks UV dan berjemur dalam jangka waktu lama setiap hari. Asupan vitamin D pokok sejatinya bisa didapatkan dari bahan pangan yang kita konsumsi. Vitamin D banyak dikandung ikan berlemak seperti salmon dan tuna. Selain vitamin D, terdapat magnesium, kalsium, dan asam omega-3 yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Bahan pangan lain yang bisa menjadi alternatif asupan vitamin D selain berjemur saat corona antara lain: Susu dan keju Telur Yoghurt Sayuran hijau Kacang kedelai Jamur Udang Sejauh ini belum ada penelitian tentang efektivitas berjemur saat corona dalam kaitannya dengan upaya pencegahan penularan Covid-19. Bagi yang merasa kekurangan vitamin D, ikuti panduan indeks UV dari BMKG agar bisa berjemur dengan lebih aman. Asupan makanan dan minuman yang mengandung vitamin D juga penting. Konsultasilah dengan dokter bila merasa membutuhkan suplemen vitamin D demi menguatkan daya tahan tubuh melawan corona. Ditinjau oleh: dr. Budhi Imansyah, Sp. P, FISR Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Barat Sumber gambar : freepik. com Referensi : https://www. nhs. uk/live-well/healthy-body/how-to-get-vitamin-d-from-sunlight/ https://www. bmkg. go. id/cuaca/indeks-uv. bmkg https://www. who. int/uv/faq/whatisuv/en/index2. html - Published: 2020-05-16 - Modified: 2020-06-15 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tanda-tanda-demam-berdarah/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru Tanda-tanda demam berdarah mudah dikenali, tapi tak jarang terlewat atau dianggap sebagai gejala penyakit lain. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dari nyamuk betina Aedes aegypti dan, dalam kasus yang lebih jarang, Aedes albopictus ini memiliki tanda khusus baik yang terlihat maupun tidak terlihat secara langsung. Terdapat empat serotipe virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Artinya, menurut WHO, seseorang mungkin terinfeksi virus itu hingga empat kali. Virus ini berkembang di negara tropis dan subtropis, terutama Asia Tenggara dan Afrika. Kawasan yang rentan adalah urban atau perkotaan dan semi-urban. Kementerian Kesehatan menyebutkan demam berdarah pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 di Surabaya. Saat itu, 58 orang terinfeksi dan 24 orang meninggal. Angka kematian yang tinggi ini antara lain disebabkan oleh informasi yang kurang, termasuk tanda-tanda demam berdarah. Sejak saat itu, kasus demam berdarah menyebar dan ditemukan di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Tingkat insiden demam berdarah di Indonesia terus meningkat sejak 1968. Penyakit ini kerap mewabah pada musim hujan, yang berperan dalam siklus hidup nyamuk pembawa virus dengue. Daerah yang lembap dengan tingkat mobilitas warga tingi dan padat penduduk lebih berisiko dihinggapi penyakit ini. Tanda-tanda Demam Berdarah Ketika muncul tanda-tanda demam berdarah tapi tak segera dilakukan penanganan, akibatnya bisa fatal. Ada setidaknya lima penyakit lain yang punya kemiripan gejala dengan tanda demam berdarah, yakni Tifus Campak Infeksi saluran pernapasan atas Zika Chikungunya Tanda-tanda demam berdarah berupa bintik merah bisa disalahartikan sebagai campak. Terutama jika penderitanya belum pernah mengalami demam berdarah atau campak dan tak ada orang di sekitarnya yang terkena demam berdarah. Padahal terdapat perbedaan signifikan antara bintik merah demam berdarah dan campak. Bintik merah demam berdarah umumnya muncul dua hari setelah demam dan berangsur hilang pada hari keempat atau kelima. Sedangkan bintik merah campak tampak sesudah tiga hari demam dan terus bertahan hingga lebih dari sepekan. Bintik merah demam berdarah juga biasanya berada di area tertentu saja, sementara campak di seluruh tubuh. Selain bintik merah, tanda-tanda demam berdarah antara lain: Demam tinggi hingga 40 derajat Celsius Badan lemas Kepala nyeri, terutama di bagian belakang mata Sendi nyeri Mual dan muntah Batuk-batuk Sulit menelan makanan karena nyeri Sesak napas Nyeri perut Tanda-tanda demam berdarah ini wajib dikenali agar penderitanya bisa segera diperiksa dan diobati untuk mencegah risiko kematian. Apa yang Perlu Dilakukan Ketika Tanda-tanda Demam Berdarah Muncul Tidak usah panik ketika menemukan tanda-tanda demam berdarah. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat sesuai dengan fase yang dilewati. Ketika fase awal berupa demam tinggi, harus banyak-banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi makanan bergizi juga diperlukan untuk mengimbangi gejala yang muncul. Bisa jadi diperlukan obat penurun panas jika demam sangat tinggi, terutama bagi anak-anak untuk mencegah kejang-kejang. Saat ini juga menjadi waktu yang krusial untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter akan memeriksa kondisi pasien dan menyarankan tes darah untuk memastikan apakah itu benar tanda-tanda demam berdarah. Jika terbukti positif, fase kritis lebih aman dilewati di rumah sakit dengan bantuan layanan medis yang lengkap dan intensif. Tenaga medis akan memantau perkembangan kondisi pasien maksimal hingga melewati fase kritis guna memastikan kesembuhannya. Fase kritis biasanya berlangsung 24-48 jam, tergantung kondisi pasien. Ini adalah fase yang tak boleh dianggap untuk menghindari komplikasi dan risiko kematian. Ditinjau oleh : Dr Tolhas Banjarnahor, SpPD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang Sumber gambar : google. com Referensi: https://www. who. int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue https://www. kemkes. go. id/download. php? file=download/pusdatin/infodatin/infodatin%20dbd%202016. pdf https://www. who. int/health-topics/dengue-and-severe-dengue#tab=tab_1 - Published: 2020-05-15 - Modified: 2020-08-05 - URL: https://primayahospital.com/anak/imunisasi-anak-saat-pandemi-covid-19/ - Kategori: Anak, Terbaru Imunisasi anak saat pandemi Covid-19 adalah hal yang penting untuk dilakukan dengan tetap memperhatikan jadwal imunisasi, physical distancing dan sarana kesehatan yang dipilih. Perlu diketahui, hampir semua negara mengalami infeksi virus COVID-19 termasuk Indonesia. Lamanya suatu daerah terkena infeksi ini belum dapat dipastikan, meskipun diperkirakan berlangsung singkat akan tetap meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa Imunisasi Anak Saat Pandemi menjadi Penting? Hampir setiap tahun ada KLB (Kejadian Luar Biasa) atau “wabah” di Indonesia, yang menyerang bayi, balita, anak, cucu, keponakan, saudara kita hingga mengalami sakit berat, cacat, bahkan meninggal. KLB (Kejadian Luar Biasa) atau “wabah” yang pernah terjadi di Indonesia salah satunya adalah Polio pada tahun 2005 - 2006 yang mengakibatkan 351 anak Indonesia cacat lumpuh. Mesikpun pada tahun 2014, Indonesia telah resmi dinyatakan bebas Polio oleh WHO. Namun cakupan Imunisasi rutin di Indonesia masih terbilang kurang memuaskan, dapat dilihat dari cakupan Vaksin DPT 3 dan Vaksin MR (measles & rubella) pada tahun 2019 yang tidak mencapai 90% dari target. Perlu diketahui bahwa Imunisasi tidak meningkatkan risiko infeksi Covid 19 dan belum ada imunisasi atau vaksin untuk mencegah infeksi virus Covid 19. Pelayanan Imunisasi Saat Pandemi Covid 19 Prinsipnya adalah Aman untuk petugas, bayi dan komunitas. yang harus dilakukan diantaranya: Pisahkan dengan pelayanan anak sakit. Membatasi jumlah pengantar, orang tua atau pengantar harus menggunakan masker. Lakukan Triage (pengelompokan pasien berdasarkan berat atau ringannya penyaki) melalui : Skrining demam > 37,5 suhu ketiak. Anamnesis: riwayat demam , batuk, pilek, riwayat kontak dengan penderita covid, tinggal atau berpergian ke daerah endemis Perhatikan Kondisi Ruangan dan Terapkan Physical Distancing Lakukan Imunisasi Anak dengan perjanjian. Tidak menumpuk dan hanya didampingi oleh satu pengantar. Ruangan cukup lega dengan sirkulasi yang baik. Menerapkan prisin berjarak 1-2 m antar pengunjung rumah sakit. Sediakan tempat untuk mencuci tangan atau hand sanitizer. Setelah vaksinasi tunggu selama 30 menit. Kondisi Petugas yang selalu Prima Petugas dalam keadaan yang sehat Memakai APD yg sesuai Mencuci tangan yang benar Tips Pemberian Vaksin Saat Pandemi Covid-19 Sesuai dengan jadwal imunisasi anak Untuk mengurangi kunjungan, berikan vaksin kombinasi dan atau vaksin bersamaan. Berikan vaksin yang dapat mencegah PNEUMONIA seperti HiB, PCV, MR, MMR, dan Influenza Pasien yang terkonfirmasi COVID 19 atau PDP harus menunda hingga sembuh dengan ketentuan hasil 2 kali swab negatif dan 14hari setelah gejala hilang. Apabila pernah melakukan kontak dengan pasian covid-19 maka perlu menunda sampai isolasi mandiri hingga 14 hari, bila tidak bergejala maka dapat diberikan vaksin. Baca juga : Jenis Imunisasi, Dampak serta Jadwal Imunisasi Anak Imunisasi Tanpa Harus ke Rumah Sakit Imunisasi anak tanpa harus ke Rumah Sakit dapat dilakukan dengan cara Home Care Vaccine atau Drive Thru Vaccine, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan: Home Care Vaccine, yang perlu diperhatikan yaitu : Cold chain vaccine (memastikan bahwa vaksin disimpan dan diangkut dalam kisaran suhu yang direkomendasikan WHO) Efisiensi vaksin (SDM, logisitik, waktu menunggu 30 menit setelah imunisasi) Memiliki SIP (Surat Ijin Praktek) atau Surat tugas dari Rumah Sakit. Drive Thru Vaccine, yang perlu diperhatikan yaitu : Cold chain vaccine (memastikan bahwa vaksin disimpan dan diangkut dalam kisaran suhu yang direkomendasikan WHO) Prosedur Pemberian Vaksin Efisiensi Vaksin (SDM, logisitik) Kesimpulannya melakukan imunisasi dasar untuk anak saat pandemi terutama vaksinasi dasar perlu diberikan, dengan memperhatikan jadwal imunisasi, physical distancing dan sarana kesehatan yang dipilih. Untuk mengurangi kunjungan berikan vaksinasi kombinasi atau pemberian vaksinasi secara bersamaan. Pemberian imunisasi tidak meningkatkan kejadian covid 19, dan tetap monitoring kejadian-kejadian lanjutan Pasca melakukan Imunisasi. Narasumber : Dr. Robert Soetandio SpA, M. Si. Med Primaya Hospital Tangerang - Published: 2020-05-14 - Modified: 2020-05-27 - URL: https://primayahospital.com/gizi/puasa-saat-corona/ - Kategori: Covid-19, Gizi, Terbaru Puasa saat corona masih belum berakhir akan menjadi pengalaman tersendiri bagi masyarakat muslim tak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Penyakit Covid-19 yang dipicu oleh virus corona membuat ibadah puasa pada bulan Ramadan berbeda dengan ibadah puasa pada tahun-tahun sebelumnya. Tantangan menjaga daya tahan tubuh saat puasa saat ini sekaligus bermanfaat untuk mencegah corona. Selama bulan suci Ramadan, masyarakat muslim yang sehat dan tak berhalangan menjalankan puasa sejak fajar hingga petang. Diawali dengan makan sahur, puasa berlanjut hingga waktu berbuka ketika matahari telah tenggelam. Sepanjang berpuasa, tak ada asupan makanan atau minuman. Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan seputar daya tahan tubuh karena masyarakat menjalankan puasa saat corona belum mereda. Virus corona lebih mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah. Dikhawatirkan puasa membuat ketahanan tubuh melawan penyakit kian berkurang sehingga orang lebih rentan terjangkit Covid-19. Terlebih bila masih melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk belanja ke pasar ataupun bekerja. Kekhawatiran ini bisa ditepis antara lain dengan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan buka puasa. Menurut dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang (d/h RS Awal Bros), kebutuhan makan dan minum harus dipenuhi saat tengah tak berpuasa. Selain itu, diperlukan asupan gizi, nutrisi, serta cairan yang seimbang saat menjalani puasa. WHO memiliki rekomendasi panduan menjaga asupan yang dibutuhkan tubuh selama puasa. Panduan ini juga bisa dipraktikkan dalam puasa saat corona. Minum banyak air Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air. WHO menyarankan banyak minum air antara waktu buka dan sahur untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi saat puasa esok harinya. Jumlah minimal air minum yang disarankan adalah 10 gelas sehari. Makan makanan mengandung air Selain dari minuman, kebutuhan cairan bisa didapatkan dari makanan yang mengandung air. Terutama buah-buahan seperti semangka, tomat, atau timun. Pastikan ada buah yang menyertai hidangan sahur dan buka. Gizi berimbang saat buka WHO menyebutkan berbuka puasa dengan makan tiga buah kurma adalah cara buka yang menyehatkan. Kurma adalah sumber serat yang bagus. Setelah kurma, barulah makan makanan dengan gizi berimbang yang mengandung nutrien dan vitamin penting bagi tubuh. Hindari makanan instan dan tinggi kandungan garam, gula, serta lemak. Makan dengan perlahan dan secukupnya. Harus makan sahur Puasa saat corona mesti dijalani dengan tubuh prima. Maka pastikan makan sahur sehingga ada tenaga untuk beraktivitas selama puasa. Ini penting terutama bagi para manula dan ibu hamil, juga anak-anak yang telah berpuasa. Makanan sahur yang direkomendasikan adalah yang ringan dan mengandung sayuran. Sumber karbohidrat dari gandum utuh lebih baik, dilengkapi dengan makanan berprotein tinggi, termasuk telur. Tips Penting Lain Puasa Saat Corona Menjaga daya tubuh dalam ibadah puasa saat corona tidak cukup hanya dengan mengikuti panduan WHO di atas. Olahraga juga disarankan terus dilakukan meski pandemi corona belum berakhir. Tentunya olahraga dengan tetap mematuhi aturan jaga jarak yang ditetapkan pemerintah. Olahraga ringan masih bisa dijalankan di rumah, seperti sit-up dan push-up. Bisa pula senam dengan mengikuti panduan dari video YouTube. Atau bagi yang punya peralatan, bisa memakai sepeda statis atau treadmill. Intinya, olahraga tetap dibutuhkan demi daya tahan tubuh ketika puasa saat corona. Bila dirasa perlu, suplemen multivitamin mungkin dibutuhkan terutama bagi yang aktivitasnya masih padat selama puasa. Upaya tersebut akan lebih efektif jika dibarengi dengan kepatuhan terhadap imbauan pemerintah mengenai tata cara ibadah puasa. Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran tentang panduan ibadah Ramadan di tengah pandemi corona. Poin pokoknya adalah menghindari interaksi yang berpotensi menyebarkan virus corona di antara jemaah, antara lain dengan beribadah di rumah. Ditinjau oleh : Oleh: dr. Andalia Fitri, SpPD Primaya Hospital Bekasi Utara Referensi: http://www. emro. who. int/nutrition/nutrition-infocus/dietary-recommendations-for-the-month-of-ramadan. html https://kemenag. go. id/home/artikel/43328/surat-edaran-menteri-agama-nomor-6-tahun-2020-tentang-panduan-ibadah-ramadan-dan-idul-fitri-1-syawal-1441h-di-tengah-pandemi-wabah-covid-19 - Published: 2020-05-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mencegah-penyakit-hemofilia/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam, Terbaru - Translation Priorities: Optional Penyakit hemofilia adalah kelainan proses pembekuan darah yang membuat perdarahan berlangsung lebih lama dari waktu normal. Penyebabnya adalah kurangnya protein faktor pembekuan darah yang mengendalikan perdarahan. Protein faktor pembekuan darah yang kurang hingga memicu penyakit hemofilia adalah faktor VIII (8) atau IX (9). Bila kekurangan faktor VIII, penyakit itu disebut hemofilia A. Ini jenis hemofilia yang umum. Sedangkan jika kekurangan faktor IX disebut hemofilia B. Baca juga : Pengertian Hemofilia serta Pengobatannya Keduanya sama-sama kelainan pembekuan darah yang membuat perdarahan lebih lama. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, penyakit genetik ini cukup langka dengan perbandingan 1 : 10. 000 atau hanya ada satu penderita di antara 10 ribu orang untuk hemofilia A. Adapun perbandingan penderita hemofilia B lebih besar, yaitu 1 : 50. 000. Kedua jenis penyakit hemofilia itu lebih banyak diderita pria daripada perempuan. Terdapat tiga level keparahan penyakit hemofilia berdasarkan banyaknya faktor pembekuan darah yang hilang dari plasma darah, yakni: Ringan: umumnya perdarahan terjadi karena luka berat atau operasi. Tak pernah terjadi perdarahan spontan. Sedang: bisa mengalami perdarahan sebulan sekali. Perdarahan bisa terjadi karena luka sedang, termasuk perawatan gigi. Jarang terjadi perdarahan spontan. Berat: sering mengalami perdarahan otot dan sendi hingga dua kali per pekan. Perdarahan kerap terjadi secara spontan tanpa penyebab jelas. Pencegahan Penyakit Hemofilia Karena penyakit hemofilia muncul karena faktor keturunan, hingga saat ini tak ada cara untuk mencegahnya. Bila dalam garis keturunan keluarga ada riwayat hemofilia, sebaiknya dilakukan tes untuk mengetahui apakah ada gen yang terbawa. Pemeriksaan juga diperlukan untuk berkonsultasi mengenai langkah ke depan, termasuk rencana memiliki anak, karena adanya faktor hemofilia. Orang dengan hemofilia hanya bisa melakukan pencegahan terhadap risiko perdarahan yang mungkin terjadi saat beraktivitas. Jika mengidap hemofilia, Anda harus menyiapkan langkah antisipasi terhadap risiko perdarahan, antara lain dengan mengenali gejala perdarahan. Dengan demikian, anda bisa bersiap ketika menghadapi risiko tersebut. Langkah pencegahan yang utama adalah terhadap kemungkinan perdarahan akibat luka atau cedera, terutama bagi penderita penyakit hemofilia sedang dan ringan. Tips yang bisa dianjurkan meliputi: Hindari penggunaan perabot yang berisiko menimbulkan luka, seperti keset yang licin atau meja dengan ujung lancip. Selalu pastikan lantai tidak licin, terutama di kamar mandi. Lampu penerangan harus baik agar mata bisa melihat dengan jelas. Singkirkan furnitur yang tidak perlu agar lebih leluasa bergerak di dalam rumah. Gunakan pengaman yang perlu ketika beraktivitas di luar rumah. Tetap berolahraga, tapi hanya yang ringan. Pengobatan Penyakit Hemofilia Cara terbaik pengobatan penyakit hemofilia adalah dengan mengganti faktor pembekuan darah sehingga darah bisa membeku dengan baik. Umumnya pengobatan ini dilakukan dengan injeksi produk pengganti yang disebut konsentrat ke pembuluh darah vena penderitanya. Dokter biasanya meresepkan obat untuk menghentikan episode perdarahan dan mencegah perdarahan. Dukungan keluarga dan orang terdekat sangat penting bagi penderita penyakit hemofilia. Mereka bisa membantu memberikan pertolongan pertama bila terjadi perdarahan sewaktu-waktu. Untuk perdarahan pada bagian tungkai, misalnya, terdapat rumus RICE sebagai pertolongan pertama, yakni: Rest: istirahatkan kaki dengan menumpangkannya di atas benda empuk, seperti bantal Ice: kompres bagian yang mengalami perdarahan dengan es Compression: tekan menggunakan kain dan bebat untuk mengurangi perdarahan Elevation: posisikan kaki lebih tinggi dari dada Di Indonesia terdapat komunitas orang dengan hemofilia sebagai wadah berbagi informasi dan bantuan. Bila mengalami penyakit hemofilia, perkumpulan semacam ini penting untuk sarana komunikasi. Ditinjau oleh: Dr. Diah Ari Safitri, Sp. PD, KHOM,FINASIM Dokter Spesialis Penyakit Dalam Referensi: https://ghr. nlm. nih. gov/condition/hemophilia https://pusdatin. kemkes. go. id/article/view/15042000001/hari-hemofilia-sedunia. html https://www. cdc. gov/ncbddd/hemophilia/facts. html https://www. wfh. org/en/home - Published: 2020-05-12 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/hematologi/pengertian-hemofilia/ - Kategori: Hematologi, Onkologi, Penyakit Dalam, Terbaru Dalam sistem peredaran darah manusia, dikenal kondisi yang disebut hemofilia. Pengertian hemofilia mengacu pada terganggunya sistem tersebut, tepatnya berupa kelainan pembekuan darah. Hemofilia merupakan penyakit yang berbahaya dan mengancam nyawa sehingga harus ditangani secara serius. Hemofilia terjadi ketika darah tidak bisa membeku dengan baik. Akibatnya, orang yang menderita hemofilia bisa mengalami perdarahan hebat setelah cedera atau operasi. Bahkan perdarahan spontan atau tiba-tiba. Darah memiliki protein yang disebut faktor pembekuan yang berperan dalam menghentikan perdarahan. Penderita hemofilia memiliki kadar faktor VIII (8) atau IX (9) yang rendah. Pengertian Hemofilia Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hemofilia merupakan ranah dokter spesialis penyakit dalam. Pengertian hemofilia menurut dokter adalah penyakit koagulasi darah kongenital karena kekurangan faktor pembekuan VIII atau faktor IX. Penyakit ini genetik atau diturunkan dari orang tua dan bisa menyerang siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Meski begitu, penderita hemofilia terbanyak adalah laki-laki. Perempuan rentan mengidap hemofilia bila ayahnya mengalami gangguan tersebut, sementara ibunya merupakan carrier atau pembawa sifat. Pria dengan hemofilia akan menurunkan gen serupa kepada semua anak perempuannya yang kemudian menjadi carrier. Terdapat dua jenis hemofilia, yaitu: Hemofilia A atau klasik jika kekurangan faktor VIII Hemofilia B jika kekurangan faktor IX Adapun tingkat keparahan hemofilia ditentukan berdasarkan kadar faktor pembekuan darah dalam hemofilia ataupun hemofilia B dengan rincian: Hemofilia ringan: jika faktor pembekuan 5-40%. Bila terjadi perdarahan, pembekuan berlangsung lebih lama. Jarang muncul perdarahan sendi atau otot secara spontan. Hemofilia sedang: jika faktor pembekuan 1-5%. Pembekuan darah berlangsung lebih lama. Perdarahan timbul karena trauma berat. Perdarahan sendi atau memar dapat mudah terjadi tanpa trauma berat. Hemofilia berat: jika faktor pembekuan kurang dari 1%. Perdarahan sendi atau otot bisa terjadi tiba-tiba tanpa penyebab. Penyebab dan Pengobatan Hemofilia Berpatokan pada pengertian hemofilia sebagai gangguan genetik, artinya penyakit ini merupakan warisan dan tak menular. Penyebabnya adalah mutasi atau perubahan pada salah satu gen yang memberikan perintah untuk membuat protein faktor pembekuan darah. Mutasi ini bisa membuat protein tak bisa berfungsi dengan baik atau bahkan lenyap. Gen hemofilia berada di kromosom X. Laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu Y (XY), sedangkan perempuan punya dua kromosom X (XX). Laki-laki mewarisi kromosom X dari ibunya dan Y dari ayahnya. Sedangkan perempuan mendapat kromosom X dari tiap orang tua. Dengan demikian, berdasarkan pengertian hemofilia, laki-laki lebih rentan mengalami kelainan ini ketimbang perempuan. Ketika mendapat warisan kromosom X dengan gen yang bermutasi pada faktor VIII atau IX, terbuka risiko terkena hemofilia. Selama ini, pengobatan hemofilia dilakukan dengan pemberian obat-obatan dan penggantian faktor pembekuan darah yang hilang secara berkala. Dengan begitu, pembekuan darah bisa berlangsung secara normal. Pengganti faktor itu disuntikkan secara langsung lewat vena, tidak bisa melalui mulut atau oral. Sekitar 15-20 persen penderita hemofilia mengembangkan antibodi yang menghambat fungsi faktor pembekuan darah sehingga perdarahan lebih parah. Perawatan pada penderita dengan antibodi yang disebut inhibitor ini lebih kompleks dan memakan biaya lebih besar. Orang dengan hemofilia dianjurkan tidak banyak beraktivitas fisik untuk mencegah perdarahan. Terutama jika menderita hemofilia berat yang dapat memunculkan perdarahan spontan tanpa penyebab. Bila terjadi benturan pada bagian tubuh, segera istirahatkan dan kompres dengan es untuk meringankan nyeri. Konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Ditinjau oleh : Dr. Femiko Morauli Natalya Sitohang, Sp. PD-KHOM, FINASIM Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Primaya Hospital Bekasi Barat Sumber: https://ghr. nlm. nih. gov/condition/hemophilia https://pusdatin. kemkes. go. id/article/view/15042000001/hari-hemofilia-sedunia. html https://www. cdc. gov/ncbddd/hemophilia/facts. html https://www. wfh. org/en/home Sumber gambar : Google images - Published: 2020-05-11 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/kanker-tulang/ - Kategori: Ortopedi, Terbaru - Tag: Kanker, kanker tulang Kanker tulang memang relatif tidak begitu dikenal orang dibanding jenis kanker lain. Tapi penyakit langka ini tak kalah mematikan. Kanker tulang terjadi ketika timbul sel kanker pada jaringan tulang. Sel tumor ganas itu bisa muncul dari dalam tulang, bisa pula merupakan dampak dari adanya kanker pada jaringan organ lain di dalam tubuh. Di seluruh dunia, hanya ada 1 persen penderita kanker tulang dari total pengidap kanker. Penderitanya mulai dari anak-anak hingga kalangan lanjut usia. Seluruh tulang bisa menjadi lokasi pertumbuhan sel kanker. Tapi kanker tulang paling banyak terjadi di panggul, lengan, dan tungkai. Terdapat empat stadium kanker tulang, yakni Stadium 1: sel kanker di satu area tulang Stadium 2: sel kanker mulai menyebar di area tulang Stadium 3: sel kanker menyebar ke lebih dari satu area di tulang yang sama Stadium 4: sel kanker menyebar ke organ dalam lain di sekitar tulang Jenis-jenis atau Lokasi Umum Kanker Tulang Kanker tulang dibedakan menurut lokasi ditemukannya sel kanker di tubuh. Terdapat tiga jenis kanker tulang berdasarkan lokasinya: Osteosarcoma Osteosarcoma adalah jenis kanker tulang yang paling umum. Sel kanker ini memproduksi tulang muda. Biasanya osteosarcoma ditemukan di lengan atau kaki. Kebanyakan orang yang didiagnosis menderita jenis kanker ini berusia di bawah 25 tahun dan lebih sering menimpa pria ketimbang perempuan. Dalam beberapa kasus, osteosarcoma bisa tumbuh di luar tulang (extraskeletal sarcoma). Chondrosarcoma Chondrosarcoma adalah tipe kanker langka yang bermula dari tulang atau kadang dalam jaringan lunak di dekat tulang. Lokasi tumor ganas yang memproduksi tulang rawan ini umumnya di paha, panggul, dan pundak pada orang dewasa hingga kalangan lanjut usia. Ewing sarcoma Ewing sarcoma merupakan jenis kanker tulang yang umumnya menyerang anak-anak hingga remaja dan orang dewasa. Sel kanker ini tumbuh di tulang atau jaringan sekitar tulang lengan, kaki, tulang belakang, dan panggul. Tumor ganas ini bisa menyebar hingga ke organ lain, seperti paru-paru. Penyebab Kanker Tulang Hingga kini, penyebab pasti kanker tulang sering kali tidak diketahui. Orang bisa tiba-tiba mengalami gejalanya dan butuh penanganan segera. Tapi ada beberapa hal yang berpotensi besar meningkatkan risiko kemunculan kanker tulang, termasuk: Pernah menjalani radioterapi, misalnya karena menderita kanker lain. Paparan radiasi dalam dosis tinggi bisa menyebabkan perubahan pada sel tulang, meski risiko ini sangatlah kecil. Mengalami gangguan tulang, misalnya penyakit Paget atau Ollier. Ada kondisi genetik seperti sindrom Li-Fraumeni yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker, termasuk kanker tulang. Mengidap kanker mata yang langka bernama retinoblastoma atau bayi yang lahir dengan masalah hernia pusar. Pengobatan Kanker Tulang Dibutuhkan pemeriksaan secara menyeluruh atas gejala kanker tulang yang dikeluhkan penderita untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat. Dokter akan memeriksa kondisi kesehatan pasien serta lokasi, jenis, dan stadium kankernya. Dari pemeriksaan itu, dokter mengambil langkah pengobatan yang bisa bersifat tunggal ataupun kombinasi beberapa cara dan lintas disiplin, antara lain: Pembedahan Dalam metode ini, dokter bisa melakukan pengangkatan tulang ataupun amputasi. Pengangkatan tulang biasa dilakukan ketika sel kanker belum menyebar ke organ lain. Lebih dari 90 persen pasien kanker tulang bisa diobati dengan metode pengangkatan tanpa perlu amputasi. Tulang yang diambil lantas digantikan dengan prostesis atau tulang buatan. Terapi obat-obatan Pengobatan kanker tulang dengan terapi obat-obatan dilakukan untuk membunuh sel kanker tanpa pembedahan. Dokter yang menangani pengobatan ini adalah onkolog atau spesialis kanker. Obat diberikan lewat suntikan atau secara oral. Terapi itu meliputi kemoterapi, imunoterapi, dan terapi tertarget (targeted therapy). Radioterapi Radioterapi memanfaatkan radiasi dari sinar-X untuk membunuh sel kanker. Langkah ini biasa ditempuh jika tidak memungkinkan dilakukan pembedahan. Penyintas kanker tulang masih bisa berkegiatan dan bahkan berprestasi di bidang yang diminati. Untuk itu, pengobatan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan demi memastikan sel kanker lenyap atau bisa ditangani. Ditinjau oleh: Dr. Arrio Yusman, Sp. OT Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Barat Sumber: https://www. mayoclinic. org/diseases-conditions/bone-cancer/symptoms-causes/syc-20350217 https://www. webmd. com/cancer/ss/slideshow-bone-cancer-guide http://p2ptm. kemkes. go. id/infographic-p2ptm/stroke/3-jenis-kanker-tulang-primer Sumber gambar : https://www. scientificanimations. com/ - Published: 2020-05-10 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/awas-perhatikan-gejala-kanker-tulang/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit, Terbaru - Tag: Kanker, kanker tulang - Translation Priorities: Optional Dunia memperingati Hari Kanker Tulang setiap tanggal 11 April. Peringatan itu bertujuan menyadarkan masyarakat akan bahaya kanker tulang, termasuk memberikan informasi mengenai gejala kanker tulang yang kerap tak diketahui. Menurut Yayasan Kanker Indonesia, prevalensi kanker tulang di Indonesia terus meningkat sejak 2010, terutama pada anak-anak. Kanker tulang adalah gangguan kesehatan berupa tumbuhnya sel kanker atau tumor ganas di daerah sarkoma, yakni tulang, otot, jaringan ikat, pembuluh darah, dan lemak. Di Indonesia, jenis kanker ini salah satu yang paling sering menimpa anak-anak bersama kanker darah, kanker mata, kanker sel saraf, kanker kelenjar getah bening, dan kanker tenggorokan. Gejala kanker tulang ini sering didapati pada anak menjelang usia remaja atau di atas 10 tahun hingga dewasa. Berdasarkan kemunculannya, kanker tulang dibedakan menjadi dua, yakni kanker tulang primer dan kanker tulang sekunder. Kanker tulang primer terjadi ketika sel kanker tumbuh langsung dari dalam tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder muncul akibat dampak kanker lain, misalnya kanker paru-paru atau kanker payudara. Adapun menurut lokasi tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh terdapat tiga jenis kanker tulang, yaitu: Osteosarcoma: tumor ganas tumbuh dari jaringan osteoid pada tulang, umumnya di lengan atas atau lutut Chondrosarcoma: sel kanker tumbuh dari jaringan tulang rawan, umumnya di kaki bagian atas, panggul, atau bahu Ewing sarcoma: sel kanker berasal dari jaringan lunak, misalnya lemak, otot, dan pembuluh darah. Umumnya menyerang panggul, tulang punggung, lengan, dan kaki Gejala Kanker Tulang Pada Fisik Dalam rangka pencegahan, masyarakat mesti memahami gejala kanker tulang. Gejala kanker ini ada yang terlihat secara fisik atau kasatmata, tapi ada pula yang tak terlihat. Gejala kanker tulang pada fisik yang utama adalah pembengkakan pada bagian tulang yang terkena kanker. Pembengkakan ini kadang dibarengi dengan munculnya warna merah pada kulit. Bila sel kanker menyerang bagian tulang di sekitar sendi, ada kemungkinan penderitanya sulit menggerakkan bagian tersebut. Rasa nyeri yang muncul sebagai gejala kanker tulang biasanya diawali dengan perasaan lunak pada tulang yang terserang. Rasa nyeri ini bisa muncul dan hilang secara terus-menerus, terutama pada malam hari dan saat beristirahat. Gejala Kanker Tulang yang Tidak Terlihat Selain yang terlihat, terdapat gejala kanker tulang yang tak terlihat, seperti: Penurunan berat badan padahal asupan makanan normal Demam tinggi hingga 38 derajat Celsius Rasa lelah yang sangat padahal sudah beristirahat Dalam beberapa kasus, sel kanker ini bisa melemahkan dan membuat tulang rapuh sehingga mudah retak atau patah jika cedera. Gejala kanker tulang ini kerap disalahartikan sebagai artritis. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Timbul Gejala Kanker Tulang? Rasa nyeri dan pembengkakan tidak selalu menandakan gejala kanker tulang. Anda harus mengamati gejala lain baik yang terlihat maupun yang tak terlihat. Orang yang rentan mengalami kanker tulang adalah yang tidak menerapkan pola hidup sehat, seperti sering merokok, begadang, dan kurang berolahraga. Faktor pemicu lainnya antara lain kerap menjalani terapi radiasi eksternal, punya cacat tulang turunan dan implan logam, serta genetik. Bila Anda sedang dalam pengobatan kanker dengan dosis tinggi, kanker tulang juga berpotensi muncul. Anda sebaiknya segera menemui dokter bila punya faktor pemicu tersebut untuk mengetahui lebih pasti. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menjalankan tes terkait dengan gejala kanker tulang yang dikeluhkan, antara lain: Biopsi: pemeriksaan sampel jaringan dari tulang untuk mendeteksi jenis kanker dan tingkat keparahan Sinar-X: pemeriksaan untuk melihat ada-tidaknya pertumbuhan tulang yang tidak wajar akibat tumor ganas Scan: pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tulang, termasuk lokasi sel kanker yang tumbuh di dalamnya Waktu pemeriksaan menentukan penanganan lebih lanjut terhadap kanker tulang yang diderita. Makin dini diketahui, kanker tulang akan lebih tertangani oleh dokter. Ditinjau oleh : Dr. Arrio Yusman, Sp. OT Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Barat Sumber: https://www. webmd. com/cancer/ss/slideshow-bone-cancer-guide http://p2ptm. kemkes. go. id/infographic-p2ptm/stroke/3-jenis-kanker-tulang-primer http://yayasankankerindonesia. org/article/mewaspadai-bahaya-kanker-tulang - Published: 2020-05-08 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/gizi/asupan-gizi-sehat-selama-berpuasa-di-tengah-pandemi-covid-19/ - Kategori: Gizi, Terbaru Bulan Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi covid-19 yang sedang menerpa diberbagai wilayah Indonesia. Di tengah pandemi ini, setiap orang dituntut untuk menjaga kesehatan tubuh. Berpuasa dimasa pandemi covid-19 bukanlah menjadi halangan dalam menjaga dan meningkatkan imunita tubuh. Selama berpuasa, asupan makan yang ideal adalah makanan bergizi seimbang yaitu seimbang dalam kandungan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah, serta konsumsi cukup air. Penuhi Gizi Selama Berpuasa di Tengah Covid-19 Bahan makanan yang mengandung karbohidrat utamakan karbohidrat kompleks agar lebih mengenyangkan dalam waktu lama,contohnya nasi, kentang, mie, bihun, atau roti. Bahan makanan sumber protein dapat berasal dari hewani (ayam, ikan, telur) dan nabati (tahu, tempe, kacang merah). Sumber serat pilihlah dari sayuran dan buah tinggi vitamin, mineral dan antioksidan. Contoh sayuran seperti bayam, brokoli, wortel, tomat, kembang kol,dsb. Sedangkan buah pilihlah yang berair banyak seperti jeruk, papaya, jambu merah, anggur, melon, semangka, buah naga selain mengandung vitamin C juga mengandung antioksidan yang baik untuk imunitas tubuh. Namun perlu diperhatikan bahwa selama berpuasa, terjadi perubahan metabolisme tubuh akibat adaptasi berpuasa, oleh karenanya dalam memilih makanan, hindarilah bahan makanan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan asam urat contohnya daging merah, udang, kerang, kepiting, makanan/minuman beralkohol (tape). Hindari juga makanan berkolesterol tinggi karena dapat meningkatkan lemak dalam darah seperti jeroan, gorengan, makanan bersantan dsb. Tips Konsumsi Makanan Saat Sahur Saat sahur, makanan yang dimakan sebaiknya berupa menu sederhana agar lebih mudah disajikan. Dahulukan minum air putih kemudian dilanjutkan makan nasi lengkap dan disertai buah. Jika perlu dapat minum susu atau snack setelahnya. Mendekati imsak minumlah air putih 3-4 gelas. Sedangkan saat berbuka puasa, bukalah dengan minuman atau makanan ringan untuk mengembalikan energi dan cairan seperti buah potong atau diblender, maupun makan kurma. Setelah sholat magrib, makanlah dengan menu lengkap. Usahakan minum air putih 4-5 gelas saat masa berbuka hingga waktunya beristirahat (misalnya 2 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam dan 1 gelas sebelum tidur malam). Istirahat yang cukup Istirahat yang cukup selama berpuasa sangatlah penting. Hindari tidur terlalu larut malam, karena kurang istirahat akan mengacaukan metabolisme tubuh dan menyebabkan imunitas tubuh melemah. Setidaknya tidur malam selama 6-8 jam agar memberikan kesehatan yang optimal. Beraktivitas fisik selama berpuasa tetap seperti rutinitas biasa seperti melakukan kegiatan rumah tangga. Jika ingin berolahraga, maka pilihlah olahraga ringan terutama 2-4 jam sebelum waktunya berbuka puasa. Demikianlah tips berpuasa sehat selama pandemic Covid-19, semoga bermanfaat dan memberikan kesehatan bagi kita semua hingga wabah ini berakhir. Ditinjau oleh : dr. Ni Nyoman Sri Yuliani, Sp. GK Poli Gizi, RS Primaya Palangka Raya - Published: 2020-05-06 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/balita-gizi-buruk/ - Kategori: Anak, Terbaru - Tag: anak, balita Nutrisi yang baik sangat penting untuk mencegah balita gizi buruk dan memastikan perkembangan buah hati, terutama pada usia awal. Nutrisi ini bisa didapatkan bahkan sejak bayi dalam kandungan. Fase utama kebutuhan gizi balita adalah sejak masa kandungan hingga berumur dua tahun. Saat itu, organ-organ yang penting, termasuk otak, membutuhkan asupan nutrisi yang baik untuk bisa berkembang sepenuhnya. Ketika nutrisi tidak tercukupi, terjadi risiko balita gizi buruk. Untuk melancarkan pertumbuhan anak, diperlukan diet seimbang dengan nutrisi seperti vitamin, kalsium, zat besi, lemak, protein, dan karbohidrat. Penyebab Balita Gizi Buruk Balita gizi buruk atau malnutrisi adalah kondisi ketika anak tidak menerima nutrien, mineral, dan kalori yang cukup untuk membantu perkembangan organ vital. Gizi buruk akan berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan anak. Dalam hal ini, kelebihan asupan nutrisi juga menyebabkan balita gizi buruk. Karena itulah penting untuk menjalankan diet gizi seimbang untuk menjaga kadar nutrien yang cukup di dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab balita gizi buruk: Kurang makan: Kurangnya asupan makanan bisa memicu kekurangan nutrien yang penting hingga berujung pada gizi buruk. Makan tidak teratur: Makan secara tidak teratur bisa memicu masalah pencernaan dan malnutrisi. Gangguan pencernaan: Beberapa anak mungkin mengalami gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn’s, yang membatasi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrien meski mengonsumsi makanan sehat. Kurang ASI: Air susu ibu bagi anak yang baru lahir sangat penting karena mengandung nutrien penting. Kurangnya ASI berisiko menyebabkan bayi gizi buruk. Kurang aktivitas: Pencernaan tidak akan berjalan lancar jika anak kurang beraktivitas hingga memicu malnutrisi. Fasilitas layanan dasar buruk: Sejumlah layanan dasar, misalnya sanitasi, yang buruk juga bisa memicu masalah gizi. Tanda-tanda Balita Gizi Buruk Menurut Kementerian Kesehatan, status gizi balita diukur berdasarkan umur, berat badan, dan tinggi badan. Pengukuran ini bisa dilakukan di layanan Posyandu di tiap wilayah untuk mengetahui ada-tidaknya tanda gizi buruk balita. Penting untuk mengetahui tanda balita gizi buruk sedari dini. Tanda gizi buruk pada balita tergantung jenis nutrisi yang tidak seimbang dalam tubuhnya, antara lain: Sering merasa cepat lelah Mudah marah Sering sakit karena daya tahan tubuh rendah Kulit kering dan bersisik Pertumbuhan terhambat Perut buncit Ketika sakit atau luka susah sembuh Massa otot berkurang Pertumbuhan intelektual dan perilaku pelan Gangguan pencernaan Pengobatan Balita Gizi Buruk Diagnosis yang tepat pada masalah balita gizi buruk penting untuk mencegah konsekuensi yang lebih berat pada masa mendatang. Ketika diketahui ada tanda gizi buruk, sebaiknya balita segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengobatan balita gizi buruk bisa dilakukan sendiri di rumah jika masih pada tahap awal. Bila sudah terlalu berat, masalah gizi itu mesti ditangani di rumah sakit. Pengobatan gizi buruk di rumah antara lain dilakukan dengan: Konsumsi makanan bernutrisi dalam interval tertentu Pastikan anak mengikuti pola makan diet seimbang Mematuhi anjuran diet dari dokter Minum air sekurangnya 1,5 liter per hari Baca juga : Pusat Layanan Ibu dan Anak Primaya Hospital Sedangkan pengobatan di rumah sakit membutuhkan obat-obatan dan suplemen bagi balita. Bila balita tak bisa makan sendiri, diperlukan infus. Selain itu, perawatan dan pengawasan secara intensif dan berkelanjutan sangat dibutuhkan pada kasus gizi buruk balita yang lebih parah. Untuk mencegah masalah gizi ini, para orang tua diharapkan menerapkan pola makan diet seimbang pada anak dan memastikan layanan dasar mereka tercukupi. Ditinjau oleh: dr. Andi Faradillah, Sp. GK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Makassar Sumber: https://www. who. int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition https://www. nhs. uk/conditions/malnutrition/symptoms/ https://www. kemkes. go. id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-anak-balita. pdf - Published: 2020-05-05 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/anak/apa-penyebab-balita-sering-sakit/ - Kategori: Anak, Terbaru Balita sering sakit menjadi salah satu keluhan yang paling banyak dilontarkan orang tua. Anak usia balita memang lebih rentan terhadap serangan penyakit, antara lain pilek. Anak-anak bisa mengalami pilek mulai usia enam bulan, ketika imunitas dari ibu berkurang dan mereka membangun sistem imun sendiri. Risiko balita sering sakit bertambah ketika mereka masuk ke lingkungan baru. Misalnya balita dititipkan ke daycare atau tempat penitipan anak saat orang tua bekerja. Begitu pula saat mereka mulai masuk sekolah untuk anak usia dini atau taman kanak-kanak. Penyakit Umum pada Balita Banyak jenis penyakit yang umum pada balita, baik yang infeksi maupun non-infeksi. UNICEF menyebutkan anak usia di bawah lima tahun terutama rentan terhadap penyakit infeksi seperti malaria, pneumonia, diare, dan tuberkulosis. Tapi pilek atau flu lebih sering terjadi, terutama dalam keluarga besar. Balita sering sakit pilek hingga tujuh atau delapan kali dalam setahun. Salah satu penyebabnya adalah mereka kian sering terpapar virus seiring dengan pertambahan usia dan aktivitas yang dilakukan. Virus ada di mana-mana terlepas dari kebiasaan kita mencuci tangan. Setidaknya terdapat 200 jenis virus pilek yang berbeda dan virus-virus itu terus bermutasi. Balita akan membangun kekebalan tubuh atau imunitas melawan virus ketika terpapar. Tapi sistem pertahanan itu butuh waktu hingga bertahun-tahun untuk terbangun sepenuhnya. Anak yang lebih sering berada di luar ruangan, misalnya bersekolah, lebih sering terpapar virus. Bila balita punya kakak yang sekolah, virus juga bisa terbawa oleh mereka hingga ke rumah. Balita Sering Sakit karena Sistem Imun Sistem imun pada balita belum cukup kuat untuk menghadapi serangan virus atau kuman dari luar. Makin bertambah usia anak, sistem imun makin baik sehingga tubuh lebih terlindungi terhadap ancaman penyebab penyakit dan frekuensi sakit pun berkurang. Orang tua bisa membantu meningkatkan sistem imun anak dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat, seperti buah-buahan dan sayuran hijau. Bila perlu, anak bisa diberi tambahan multivitamin sesuai dengan resep dokter. Balita juga bisa sakit karena gangguan sistem imun atau yang sering disebut sebagai autoimun. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun justru menyerang tubuh sendiri karena gagal mengenali ancaman virus dari luar. Menurut WHO, penyakit imun pada anak disebabkan oleh: Genetik Stres Mikroorganisme Kimia (farmasi dan kontaminasi lingkungan) Balita Sering Sakit karena Lingkungan Lingkungan juga berkontribusi terhadap banyaknya keluhan balita sering sakit. Anak lebih rentan terhadap dampak perubahan cuaca ketimbang orang dewasa. Selain itu, paparan polusi lingkungan bisa menyebabkan penyakit yang berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Orang tua yang merokok di lingkungan rumah berpotensi membuat balita sering sakit. Penyakit tersebut terutama berhubungan dengan pernapasan, seperti asma dan penyakit telinga bagian tengah. Paparan asap rokok secara terus-menerus dapat berujung pada penyakit kardiovaskuler dan kanker. Balita sering sakit ketika bermain di luar, tapi hal ini justru berguna kelak ketika mereka bertambah besar. Kala berada di luar ruangan, mereka akan terpapar virus secara alami. Saat itu, sistem imun akan membentuk antibodi agar kebal atau lebih tahan terhadap virus di kemudian hari. Kesimpulannya, balita sering sakit merupakan hal yang wajar karena daya tahan tubuh mereka lebih lemah. Tapi bila frekuensi sakit mengkhawatirkan, misalnya rutin sebulan sekali hingga harus dibawa ke rumah sakit, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebagai antisipasi, orang tua sebaiknya menerapkan gaya hidup sehat di rumah. Balita seharusnya diajari cara mencuci tangan secara benar dan diajak berolahraga secara berkala. Tak lupa berikan gizi seimbang agar daya tahan tubuh buah hati lebih kuat. Ditinjau oleh: dr. Fith Dahlan, SpA Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Makassar Sumber gambar : freepik. com Referensi: https://healthcare. utah. edu/the-scope/shows. php? shows=0_5nzgsffm https://www. who. int/heca/advocacy/publications/HECIbr2. pdf https://www. unicef. org/health/childhood-diseases https://www. who. int/ceh/capacity/immune_diseases. pdf? ua=1 - Published: 2020-05-05 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/jantung/henti-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Jantung - Translation Priorities: Optional Jakarta, 6 Mei 2020 - Sudden Cardiac Arrest (SCA) adalah kondisi jantung berhenti bekerja dan berkontraksi sehingga tidak ada aliran darah yang cukup untuk menghidupi otot jantung dan organ vital lainnya. dr. Ivan Noersyid, Sp. JP, Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Bekasi Timur memberikan informasi lengkap terkait kondisi henti jantung sebagai berikut. Pada dasarnya, jantung dilengkapi dengan sistem listrik yang berfungsi untuk membangkitkan implus-implus yang menyebabkan timbulnya kontraksi otot jantung. Henti jantung dapat terjadi dalam kondisi jantung tidak bekerja namun masih terdapat aliran listrik. “Hal tersebut dapat terjadi karena gangguan irama atau beberapa faktor lainnya. Jadi, kontraksi jantungnya bergetar saja namun jantung tidak memompa aliran darah,” ujar dr. Ivan Noersyid, Sp. JP. Tidak semua pasien yang mengalami henti jantung akan meninggal dunia. Henti jantung harus melalui beberapa proses. Menurut dr. Ivan Noersyid, Sp. JP, tahapan henti jantung dimulai dari kematian otot-otot jantung. “Setiap 4 menit, bagian-bagian otot jantung di dalam tubuh akan mengalami kematian. Semakin lama penanganan seseorang yang mengalami henti jantung, maka akan semakin banyak otot jantung yang mengalami kematian. Jika seseorang mengalami henti jantung namun tidak dilakukan tindakan medis lebih lanjut, maka orang tersebut dapat mengalami kematian,” ujar dr. Ivan Noersyid, Sp. JP. Seseorang yang mengalami henti jantung, dibuktikan dengan tidak teraba nadi karotis, akan dilakukan pengecekkan irama jantung melalui Elektokardiogram (EKG). Terdapat dua kondisi irama jantung yang terlihat dari hasil EKG yaitu (1) kondisi irama asistol berupa aris datar atau dengan kata lain irama jantungnya datar (tidak berirama) dan irama pulseless electrical activity (PEA) dan (2) kondisi irama seperti garis seperti rumput (ventrikular takikardi atau fibrilasi). Untuk pasien dengan kondisi irama jantung asistol atau PEA, maka pasien akan dilakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru yaitu tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu. “Hal yang dilakukan adalah kompresi dinding dada (pemompaan jantung dari dinding luar dada), pemberian nafas baik melalui alat bantuan pernafasan, pemberiam cairan atau obat,” ujar dr. Ivan Noersyid, Sp. JP. Proses Resusitasi Jantung Paru untuk pasien dengan irama jantung datar akan di evaluasi selama 10 hingga 20 menit. Jika dalam waktu lebih dari 30 menit tidak ada perubahan dari pasien, maka kemungkinan harapan hidup pasien sangat kecil. Jika hasil EKG menunjukkan irama seperti garis rumput (ventrikular takikardi atau fibrilasi), maka pasien akan dilakukan defibrilasi atau diestrum sebagai terapi utama selain di lakukam Resusitasi Jantung Paru (RJP). Dengan dilakukan defibrilasi, gangguan irama jantung yang terjadi dapat di restart ulang. Jika iramanya kembali normal, pasien tersebut akan dilakukan pemeriksaan gelombang listrik pada pembuluh nadi. Jadi seseorang dapat tampak seolah-oleh hidup dengan adanya gelombang listrik tersebut padahal jantungnya tidak bekerja. Jika denyut nadi tidak teraba, maka akan dilakukan proses Resusitasi Jantung Paru seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Di sisi lain, jika denyut nadi kembali berdenyut atau terdereksi, maka akan ditinjau apakah pasien tersebut masih bernafas atau tidak. Jika masih bernafas, maka pasien akdiberikan bantuan pernapasan seperti pemasangan selang bantu pernapasan berupa ventilator. Kemudian, pasien akan dilakukan pengecekkan terhadap tekanan darah dan dilakukan evaluasi lanjutan terhadap irama jantung, kecepatan nadi, dan pemeriksaan kondisi penyakit di tubuh pasien untuk melihat potensi penyebab henti jantung. “Pada intinya, pasien henti jantung masih dapat diselamatkan jika dilakukan evakuasi ke rumah sakit dalam waktu yang cepat. Semakin cepat Resusitasi Jantung Paru dilakukan akan semakin tinggi harapan hidup pasien,” ujar dr. Ivan Noersyid, Sp. JP. Henti jantung tidak selalu disebabkan karena adanya riwayat penyakit jantung pada pasien. Pasien henti jantung dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti diare yang berakibat pada kekurangan cairan berlebih. tension pneumothorax, dan berbagai riwayat penyakit lainnya. Sebagai contoh, jika pembuluh darah kekurangan cairan, maka pembuluh darah akan kekurangan oksigen sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal. Jika pasien mengalami tension pneumothorax, maka pasien akan mengalami kondisi dimana udara yang terkumpul pada rongga pleura tidak dapat keluar namun udara dari dinding dada dan paru-paru terus masuk ke rongga tersebut sehingga akan menekan paru-paru dan jantung. Jika pasien telah ditemukan riwayat penyakit yang menyebabkan henti jantung, maka pasien tersebut akan diberikan treatment atau pengobatan definitif (utama) yang berbeda bergantung pada riwayat penyakitnya Jika pasien henti jantung di diagnosis mengalami serangan jantung, maka pasien masih dapat dibantu melalui kateterisasi jantung. Jika pasien mengalami kekurangan cairan, maka pasien akan diberikan cairan agar jantung bisa bekerja. “Semua penyebab henti jantung akan di evaluasi untuk diberikan tindakan medis yang tepat” ujar dr. Ivan Noersyid, Sp. JP. “Untuk pasien dengan riwayat penyakit jantung, diharapkan pasien tersebut tidak melakukan aktivitas atau olahraga berat agar terhindar dari henti jantung,” ujar dr. Ivan Noersyid, Sp. JP. Terdapat dua kategori pasien dalam melakukan pencegahan henti jantung. Kategori pertama adalah untuk pasien preventif primer bagi seseorang yang tidak memiliki gejala penyakit apapun tapi orang tersebut berusia lebih dari 40 tahun, memiliki faktor risiko seperti tensi tinggi, memiliki riwayat keturunan jantung, memiliki riwayat merokok dan meminum alkohol, atau riwayat yang berpotensi henti jantung lainnya. Untuk seseorang dengan kategori tersebut, sebaiknya dilakukan... - Published: 2020-04-15 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/covid-19/deteksi-dini-covid-19/ - Kategori: Covid-19, Tindakan Medis - Translation Priorities: Optional Jakarta, 16 April 2020 – Di tengah wabah Covid-19, banyak masyarakat yang ingin memeriksakan dirinya terkait dengan pemaparan Covid-19. Namun, mereka takut ke rumah sakit untuk melakukan deteksi dini Covid-19. Padahal, deteksi dini Covid-19 sangat penting dilakukan untuk melakukan penanggulangan dini terpaparnya Covid-19. Saat ini, Primaya Hospital Group (d/h RS Awal Bros Group) yang berlokasi di Evasari Jakarta, Tangerang, Bekasi Barat, Bekasi Utara, Bekasi Timur, Karawang, Makassar, dan Betang Pambelum Palangka Raya secara serempak menyediakan paket pemeriksaan Covid-19 yang dapat dilakukan tanpa harus masuk ke gedung rumah sakit. “Sebagai rumah sakit yang mengutamakan keselamatan dan keamanan pasien, kami memiliki berbagai paket pemeriksaan Covid-19 dengan prosedur kesehatan yang sesuai standar medis yang berlaku,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS selaku Chief Executive Officer (CEO) Primaya Hospital Group. Saat ini, Primaya Hospital menyediakan paket pemeriksaan praktis Covid-19 di dalam mobil bagi masyarakat tanpa perlu memasuki ruangan gedung rumah sakit. Pemeriksaan ini disebut dengan Pemeriksaan Rapid Test Antibodi (IgM / IgG) dengan metode Drive Thru dimana para pasien dapat melakukan pemeriksaan di dalam mobil. Pasien dapat melakukan pendaftaran pemeriksaan Rapid Test Antibodi Drive Thru melalui website www. primayahospital. com. “Walaupun berada di dalam mobil, pasien tetap harus menggunakan masker. Petugas akan mendatangi pasien, melakukan wawancara atau screening singkat, dan melakukan pengambilan sampel darah di dalam mobil,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital Group. Para pasien yag sudah mengambil darah tidak perlu menunggu hasil pemeriksaan di rumah sakit. Para pasien langsung dapat kembali ke rumah dan petugas Primaya Hospital akan mengirimkan hasil pemeriksaan melalui nomor WhatsApp atau alamat e-mail pasien dalam waktu maksimum 1x24 jam. “Pemeriksaan ini lebih disarankan bagi seseorang dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Namun, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan ini jika merasa memiliki gejala demam, batuk, atau sesak nafas meskipun tidak memiliki riwayat bepergian ke area terjangkit atau ada riwayat kontak dengan pasien Positif COVID-19,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital Group. Apabila hasil pemeriksaan negatif, maka pasien akan disarankan untuk melakukan tes ulang setelah 7 hari dari waktu pelaksanaan tes pertama. Namun, jika hasil pemeriksaan positif, maka pasien akan diinformasikan melalui telepon untuk mendapatkan saran pemeriksaan selanjutnya, baik konsultasi dengan dokter maupun tindakan-tindakan medis lainnya seperti Hematologi Lengkap, CRP, CT Scan atau Thorax, dan PCR Test atau Swab Test. Pemeriksaan Rapid Test Antibodi bertujuan untuk melihat adanya Antibodi terhadap virus SARS-CoV2 penyebab munculnya Covid-19. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan Antibodi Ig M dan Ig G SARS Cov2 adalah dengan mengambil sampel darah pasien. Pengambilan sampel darah dapat melalui darah kapiler (ujung jari) maupun dari darah vena (misal darah di bagian lengan). “Jika di dalam tubuh terdapat infeksi virus, maka tubuh akan membentuk antibodi IgM dan IgG terhadap virus SARS-Cov2 dan atibodi tersebut akan terdeteksi pada pemeriksaan terhadap sampel darah pasien,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital Group. Dr. Ferdy D. Tiwow, CEO Primaya Hospital menambahkan bahwa pembentukan antibodi Ig M dan Ig G terhadap infeksi virus memerlukan waktu. Ig M akan terdeteksi 3-7 hari setelah infeksi dan Ig G akan terdeteksi setelah 8-10 hari setelah infeksi. Dikarenakan hal tersebut, dokter yang melakukan pemeriksaan akan mencocokkan gejala klinis yang dialami pasien dengan hasil Rapid Test dan akan memberikan informasi lebih lanjut terhadap hasil tes. ------- Primaya Hospital Group adalah Rumah Sakit yang menyediakan standar pelayanan prima yang mengutamakan mutu keselamatan pasien. Hal tersebut tercermin dari telah terakreditasinya Primaya Hospital Group tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rembilan rumah sakit kami telah terakreditasi internasional oleh Joint Commission International (JCI). Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) serta memberikan layanan pasien dengan jaminan Perusahaan/Asuransi/BPJS/KIS dengan teknologi terbaik. Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat. Primaya Hospital Group tersebar di wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang hadir selama 24 jam. Selain itu, kami memiliki area parkir yang luas Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: Hanie Dewita (Hanie) Head of Marketing and Corporate Communication Primaya Hospital Group - Published: 2020-04-08 - Modified: 2021-11-01 - URL: https://primayahospital.com/saraf/bahaya-meningitis/ - Kategori: Saraf Jakarta, 9 April 2020 – Saat ini, banyak orang yang belum menyadari bahaya Meningitis. Padahal, menurut dr. Istiana Sari, Sp. S, Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Bekasi Utara (d/h RS Awal Bros), meningitis adalah penyakit yang sangat menular. dr. Istiana Sari, Sp. S mengatakan bahwa penyakit meningitis adalah peradangan meningen yaitu peradangan yang terjadi pada selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. “Peradangan tersebut disebabkan oleh infeksi akibat virus, bakteri, atau jamur yang ditularkan melalui percikan cairan hidung dan tenggorokan yang terciprat saat batuk atau bersin dari penderita Meningitis, “ ujar dr. Istiana Sari, Sp. S. Menurut dr. Henny Herawati, Sp. S, Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Karawang (d/h RS Awal Bros), meningitis sendiri juga bisa disebabkan oleh penyakit primer pendahulu. “Misal, pasien memiliki riwayat TBC paru, maka antibodi pasien akan melemah sehingga kuman dapat menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan di selaput otak. Kasus lain misalnya telinga membengkak, gigi berlubang hingga membengkak, atau terdapat infeksi daerah sinus namun tidak diobati hingga tuntas sehingga kuman dapat menyebar ke otak,” ujar dr. Henny Herawati, Sp. S. dr. Istiana Sari, Sp. S menambahkan bahwa pada saat daya tahan tubuh menurun, sistem antibodi tidak dapat secara maksimal melawan infeksi sehingga kuman bisa menyebar ke sum sum tulang belakang dan selaput otak. Meningitis juga bisa terjadi bila seseorang mengalami kecelakaan atau benturan di bagian kepala yang menyebabkan tulang kepala retak atau terbuka sehingga bakteri masuk ke selaput otak. “Untuk khasus tertentu, proses operasi bagian otak yang tidak tepat dapat mengakibatkan bakteri masuk ke otak akibat terbukanya kepala saat operasi,” ujar dr. Istiana Sari, Sp. S. Meningitis bisa menyerang segala usia. “Usia yang paling rentan terhadap meningitis adalah bayi di bawah usia 1 tahun dan dewasa usia lanjut akibat rentannya daya tahan tubuh. Selain itu, usia remaja 15 - 24 tahun juga rentan terhadap meningitis jika menerapkan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau berpergian ke club di tengah orang banyak sehingga tanpa disadari memiliki potensi tertular meningitis,” ujar dr. Istiana Sari, Sp. S Gejala awal yang timbul akibat meningitis dapat bermacam-macam seperti nyeri kepala, nyeri leher, nyeri otot, mual, muntah, nafsu makan menurun, lesu, dan cepat mengantuk. Gejala yang lebih parah yang dapat terjadi yaitu kejang, kaku kuduk (leher), penurunan kesadaran, nyeri kepala berat, demam tinggi di atas 38 derajat, gangguan penglihatan, kejang, gangguan konsentrasi, gangguan pendengaran, gangguan keseimbangan tubuh, atau lumpuh. “Biasanya, gejala-gejala ringan tersebut dapat terjadi sekitar 1 hingga 2 minggu. Jika dibiarkan, gejala-gejala berat dapat terjadi,” ujar dr. Henny Herawati, Sp. S. Jika seseorang terindikasi meningitis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan analisis riwayat kesehatan. Seseorang yang terindikasi meningitis dapat di diagnosis melalui alat CT Scan atau MRI serta melakukan pengecekkan darah untuk mengetahui indikasi meningitis. Kemudian, pasien dapat dilakukan lumbal fungsi yaitu pengambilan cairan otak agar dapat memastikan penyebab terjadinya meningitis seperti virus, bakteri, atau jamur. “Jika sudah ditemukan sumber penyebab meningitis, maka pasien tersebut akan diberikan pengobatan sesuai sumbernya. Jika karena bakteri, maka pasien akan diberikan antibiotik, jika karena virus akan diberikan antivirus, dan jika karena jamur akan diberikan anti jamur. Pasien juga dapat diberikan cairan melalui infus jika ia kekurangan cairan di dalam tubuh dan pemasangan oksigen jika diperlukan,” ujar dr. Istiana Sari, Sp. S. Menurut dr. Henny Herawati, Sp. S, untuk kasus meningitis akibat penyakit primer pendahulu seperti TBC, pneumonia, pembengkakan gigi, atau penyakit pendahulu lainnya; maka pasien juga akan diberikan obat sesuai penyebab penyakit pendahulunya. Jangka waktu penyembuhannya sendiri sebenarnya tidak dapat diprediksi. “Jangka waktu penyembuhan pasien meningitis tergantung kecepatan pasien membawa kasus ini ke tim medis. Jika diperiksa pada saat gejala ringan, maka pengobatan akan lebih cepat selesai. Sebaliknya, jika di bawa ke rumah sakit ketika gejala yang terjadi cukup berat seperti kejang-kejang dan tidak sadarkan diri, maka tingkat penyembuhannya akan semakin lama atau bahkan semakin kecil. Tidak hanya itu, jangka waktu penyembuhan pasien juga bergantung pada kecepatan diagnosis dan ketepatan pemberian terapi,” dr. Henny Herawati, Sp. S. Ketika dalam masa pengobatan, pasien meningitis harus meningkatan daya tahan tubuh, jangan stres, ikuti petunjuk dokter, makan-makanan bergizi tinggi protein, dan jangan lupa untuk mencegah penularan ke orang lain. Menurut dr. Istiana Sari, Sp. S, risiko kematian pasien meningitis yang sudah melakukan terapi dan pengobatan pada bayi dengan usia kurang 1 tahun adalah sebesar 20-30%, untuk usia anak yang lebih besar dari 1 tahun risiko kematiannya sekitar 2%, dan untuk orang dewasa risiko kematiannya sekitar 19-37%. “Data tersebut secara umum mengacu pada data WHO,” ujar dr. Istiana, Sp. S. Jika pasien sudah sembuh dari meningitis, pasien harus tetap melakukan kontrol rawat jalan untuk mengindari adanya potensi komplikasi lanjutan. “Jika pasien mengalami cacat pasca meningitis, maka pasien dapat dilakukan fisioterapi atau terapi-terapi lainnya sesuai dengan kondisi pasien,” ujar dr. Henny Herawati, Sp. S. Perlu diperhatikan bahwa proses penyembuhan meningitis tidak dapat disembuhkan hanya dengan proses rawat jalan. “Perlu dilakukan pemeriksaan secara komprehensif... - Published: 2020-02-13 - Modified: 2021-11-01 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/transgender-bukan-sebuah-penyakit/ - Kategori: Kejiwaan Terdapat kontroversi terhadap masyarakat yang melakukan perubahan jenis kelamin atau biasa disebut dengan transgender. Banyak yang mempertanyakan apakah terdapat keterkaitan antara gangguan jiwa dengan keinginan melakukan perubahan jenis kelamin pada seorang transgender. Berikut ini informasi terkait transgender menurut dr. Alvina, Sp. KJ, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Alvina, Sp. KJ mengatakan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa transgender bukan sebuah penyakit sehingga tidak ada upaya di bidang medis untuk menyembuhkannya. Terdapat beberapa hal yang membuat seseorang mengubah jenis kelaminnya, misal orang tersebut merasa dirinya dilahirkan dengan jenis kelamin yang salah seperti yang dialami oleh transgender. “Orang-orang yang memutuskan untuk mengubah jenis kelamin biasanya merasa dirinya tidak nyaman dengan jenis kelaminnya saat lahir,” ujar dr. Alvina, Sp. KJ. Seorang transgender biasanya memang sejak dini merasa bahwa dirinya terperangkap dalam tubuh yang salah. Biasanya, transgender akan berusaha mengubah dirinya menjadi sesuai dengan jenis kelamin yang ia rasakan sebagai jenis kelaminnya. Mengubah diri tentunya perlu waktu, tenaga, dan biaya sehingga perubahan juga disesuaikan dengan kondisi tersebut dan tentunya juga memikirkan faktor lingkungan. “Transgender sendiri termasuk identitas gender sehingga bukan sesuatu gangguan jiwa yang membutuhkan terapi. Terapi psikiatri diperlukan bila seseorang mengalami gangguan jiwa termasuk bila seorang transgender mengalami gangguan jiwa,” ujar dr. Alvina, Sp. KJ. Identitas gender adalah pengalaman internal dan individual yang mendalam mengenai gender sehingga seseorang tentu menghayatinya untuk dirinya sendiri. Para transgender sendiri pada umumnya tidak mempengaruhi orang lain untuk ikut mengubah jenis kelaminnya. Biasanya, para transgender akan merasa menjadi dirinya yang seutuhnya dan sebenarnya ketika mengubah jenis kelaminnya. Sama halnya seperti pergaulan cisgender, pergaulan transgender sendiri tentu berbeda-beda. Cisgender sendiri adalah orang yang memiliki identitas gender yang sama dengan jenis kelamin saat lahir. Para transgender akan menjalani kehidupan seperti cisgender atau manusia pada umumnya setelah melakukan perubahan kelaimn. “Setelah mengubah jenis kelaminnya, para transgender berharap bisa merasa lebih baik, lebih tenang, dan lebih damai karena sudah menjadi dirinya secara utuh,” ujar dr. Alvina, Sp. KJ. Dampak menjadi transgender tentu berbeda-beda. “Sekali lagi, transgender itu sendiri bukan merupakan penyakit yang harus dilakukan terapi. Namun, mungkin dalam prosesnya, para transgender akan menjadi terbuka tentang transgender-nya dan mengalami penolakan atau ejekan atau hinaan yang bisa berdampak pada mentalnya sendiri. Pastinya, transgender akan merasa tidak nyaman saat masyarakat menghakimi atau mengejeknya,”ujar dr. Alvina, Sp. KJ. Jika terdapat transgender di lingkungan sekitarnya, dr. Alvina, Sp. KJ menghimbau agar masyarakat sebaiknya bersikap baik dan memperlakukan transgender tersebut sebagai seorang manusia yang memiliki hak asasi sama seperti orang lainnya. “Masyarakat juga bisa membantu mengarahkan transgender untuk datang kepada tenaga profesional bila ia mengalami kebingungan tentang kondisi dirinya,”ujar dr. Alvina, Sp. KJ. ---------- Primaya Hospital Group adalah Rumah Sakit yang menyediakan standar pelayanan prima yang mengutamakan mutu keselamatan pasien. Hal tersebut tercermin dari telah terakreditasinya Primaya Hospital tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan empat dari empat belas rumah sakit kami telah terakreditasi internasional oleh Joint Commission International (JCI). Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) serta memberikan layanan pasien dengan jaminan Asuransi/BPJS/KIS dengan teknologi terbaik dan harga terjangkau. Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group tersebar di beberapa wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya adalah layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang hadir selama 24 jam. Selain itu, kami memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi. Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: Hanie Dewita (Hanie) Head of Marketing and Corporate Communication Primaya Hospital Group - Published: 2020-02-06 - Modified: 2020-05-27 - URL: https://primayahospital.com/paru/cara-menggunakan-masker-yang-benar/ - Kategori: Covid-19, Paru, Terbaru - Tag: dokter spesialis paru, dr.Budi Imansyah SpP Maraknya Coronavirus membuat masyarakat khawatir tertular penyakit yang saat ini sedang mewabah di dunia. Banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli masker dengan tujuan agar terhindar dari paparan virus tersebut. Namun, banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara menggunakan masker yang benar. Mengapa perlu mengetahui cara menggunakan masker yang benar? Menurut WHO, coronavirus adalah virus saluran napas yang sumber penyebaran utamanya adalah melalui cipratan (droplets) dari seseorang terinfeksi coronavirus ketika batuk atau bersin, atau cairan/cipratan liur atau cairan yang keluar dari hidung. Maka dari itu, penting untuk menerapkan kebersihan jaluran napas. Seperti menutup mulut ketika batuk atau bersin menggunakan tisu dan segera membuangnya ke tempat sampah, serta menggunakan masker. Cara Menggunakan Masker yang Benar Menurut Dokter Spesialis Paru Berikut ini cara mudah terhindar dari berbagai jenis virus menurut Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Budi Imansyah, SpP: Cuci Tangan Pastikan tangan bersih sebelum menyentuh masker. Hal ini penting karena tangan adalah media yang mudah dihinggapi kuman. Jangan sampai kuman yang ada di tangan berpindah ke masker saat kita hendak menggunakannya. Maka dari itu, penting untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Memegang Tali Ketika Menggunakan Masker Saat hendak mengaplikasikan masker ke bagian mulut, hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara memegangnya. Cara yang benar ketika memegang masker adalah dengan memegang bagian tali maskernya lalu dikaitkan ke bagian kepala. Posisi Masker Saat memasang masker, masker bagian yang berwarna harus menghadap ke luar dan masker bagian putih harus menghadap ke dalam atau menghadap hidung dan mulut. Posisi Kawat di Atas Saat memasang masker, pastikan sisi kawat yang bisa ditekuk berada di atas. Upayakan tidak ada celah pada masker. Caranya, tekuk kawat atau bagian keras masker sampai rapat mengikuti lekuk hidung. Kaitkan kedua karet ke telinga dan pastikan masker terpasang sempurna. Penggunaan Masker Sekali Pakai Masker hanya dapat digunakan untuk satu kali pakai. Begitu selesai digunakan, lepaskan masker lalu lipat masker bekas tanpa menyentuh bagian dalam masker. Buang masker bekas ke tempat sampah. Ilustrasi gambar oleh Freepik Narasumber: dr. Budi Imansyah, SpP Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Barat Artikel terkait: Jangan Abaikan Tidur Mendengkur Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan Paru Tuntas Pengobatan Tuberkulosis (TB) - Published: 2020-01-24 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/penyakit-autoimun-apakah-bisa-disembuhkan/ - Kategori: Paru, Penyakit - Translation Priorities: Optional Mengapa kasus virus menyerupai pneumonia tersebut dapat terjadi? Virusnya adalah Coronavirus merupakan virus yang ditransmisikan secara zoonotic, yaitu antara hewan ke manusia. Pada SARS-CoV berasal dari musang, sedangkan MERS-CoV ditransmisikan melalui unta. Pada kejadian luar biasa di Wuhan, China, sebagian besar pasien pneumonia of unknown origin memiliki kesamaan pernah bepergian ke pasar hewan laut. Infeksi ini bisa tjd paling mungkin krn hygienitas dan kondisi pasien yg imunocomromised. Apakah sudah teridentifikasi jenis virus yang menyerupai pneumonia tersebut? Coronavirus(CoV) merupakan bagian dari virus yang menyebabkan spektrum penyakit dari melasma hingga penyakit yang lebih berbahaya seperti Middle East Respiratory Syndrome(MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO menyatakan pneumonia of unknown etiology di KotaWuhan, Hubei, China. Pneumonia ini disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru(2019-nCoV) yang belum pernah terdeteksi pada manusia. Apa saja gejala-gejala yang dapat timbul dari virus tersebut? Gejalanya demam, lemas, batuk dan sesak atau kesulitan bernapas. Beberapa kondisi ditemukan lebih berat. Pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi. Apa dampak terburuk dari seseorang yang terkena virus tersebut? Karena gejalanya sama seperri oneumonia lainnya, dampak terburuk adalah infeksi berat (sepsis), kondisi syok, gagal napas dan meninggal. Bagaimana cara mencegah tertular penyakit tersebut? Karena blm ada vaksin yg spesifik untuk virus tersebut, maka yg bisa dilakukan adalah - Melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik. - Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70-80% handrub. - Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. Ketika meiliki gejala saluran napas, gunakan masker dan berobat ke fasilitas layanan kesehatan Jika akan melakukan perjalanan ke tempat yg sudah ditemukan kasusnya pencegahan yg dpt dilakukan adalah - Hindari menyentuh hewan atau burung. - Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup. - Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas. - Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan. - Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan. - Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit. Bagaimana cara menyembuhkan penyakit tersebut jika sudah tertular? Apa tindakan medis yang harus dilakukan? Jika ada keluhan dan gejala seperti yg sudah disebutkan agar segera berobat ke fasitas kesehatan terdekat. Dan jika mengalami gejala tersebut bisa dilakukan foto toraks, jika sesuai gambaran pneumonia dan ada kriteria SUSPEK maka dilakukan uji diagnostik bisa dilakukan swab tenggorok atau pemeriksaan dahak. Tindakan medis yg diberikan: - rujuk ke RS rujukan - jika tdk bisa dirujuk: rawat ruang isolasi, lakukan foto toraks berkala, terapi simptomatik , terapi cairan , ventilator mekanik (bila gagal napas) , bila disertai infeksi bakteri dapat diberikan antibiotik. Indikasi-indikasi medis apa yang dapat menyatakan bahwa seseorang terserang virus tersebut? Indikasi medis SUSPEK : pasien dgn gejala yg telah disebutkan dalam kondisi yg berat yg membutuh perawatan di RS DAN tanpa etiologi yg jelas DAN minimal 1 dari kriteria : - riwayat perjalanan ke Wuhan, China selama 14 hari terakhir, ATAU - pasien merupakan petugas kesehatan yang merawat pasien infeksi akut respirasi yg berat. Pasien dgn kondisi gejala yg disebutkan di atas DAN minimal 1 kriteria: - kontak erat dgn pasien probable case nCoV selama 14 hr terakhir, ATAU - berkunjung ke pasar hewan hidup di Wuhan, China, ATAU - berkunjung atau perugas kesehatan di RS yg dilaporkan menangani kasus nCoV Menurut berita, virus tersebut berasal dari Tiongkong, apakah mungkin virus tersebut juga dapat muncul di Indonesia dengan sendirinya? Bisa menjadi muncul di Indonesia jika memang terbukti ada penularan dari manusia ke manusia. Krn kasusnya pertama kali ditemukan di daerah Wuhan di China. Sumber infeksi yang mungkin adalah pasar hewan laut Huanan di Wuhan. Pada tanggal 1 Januari 2020, pasar tsb ditutup untuk dilakukan desinfeksi dan evaluasi sanitasi. Hal ini dipikirkan karena hampir semua pasien merupakan pedagang atau pengunjung pasar tsb. Namun ada 1 kasus yg tdk ada riwayat kunjungan ke pasar tsb, sehingga dipikorkan mengenai penularan dari manusia ke manusia. Kalau dengan sendirinya tanpa ada riwayat kontak atau bepergian ke Wuhan, harusnya tidak ada di Indonesia. Apakah virus tersebut berbeda dengan Pneumonia? Sebenarnya bukan berbeda, karena pneumonia itu bisa disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Jd nama penyakitnya itu pneumonia sedangkan penyebabnya yaitu coronavirus Apakah virus tersebut memiliki kesamaan dengan Pneumonia? Seperti yg sudah dijelaskan pneumonia merupakan penyakit yg disebabkan oleh coronavirus yg blm diketahui jenisnya. Untuk gejala penyakitnya sama seperti pneumonia lainnya, yg berbeda adalah krn muncul pertama kali di wuhan, china jd ada faktor... - Published: 2020-01-07 - Modified: 2020-08-23 - URL: https://primayahospital.com/umum/waspada-bahaya-muntaber-leptospirosis-demam-dengue-infeksi-saluran-pernapasan-dan-eczema-kulit-saat-musim-hujan-dan-banjir/ - Kategori: Terbaru, Umum - Tag: Banjir, dokter umum JAKARTA, 5 Januari 2020 – Walaupun banjir telah surut dan curah hujan sudah tidak setinggi pada saat tahun baru, kita harus tetap waspada terhadap potensi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Kewaspadaan harus dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari keamanan rumah, aset, dan yang lebih penting lagi adalah kesehatan keluarga di rumah. dr. Vian Setyawan, Kepala IGD Primaya Hospital Bekasi Barat memberikan informasi terkait dengan potensi penyakit yang dapat timbul pada musim hujan dan banjir. Banjir dapat dipastikan menyebabkan higienitas lingkungan menjadi buruk. Lingkungan yang banyak genangan air juga menjadi lahan yang baik sebagai perkembangbiakan nyamuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi muntaber, leptospirosis, demam dengue, infeksi saluran pernapasan, dan eczema kulit. Perlu diperhatikan bahwa penyakit tersebut dapat saling menularkan. Infeksi pencernaan seperti muntaber atau typhoid dapat muncul dari konsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Infeksi pernapasan dapat menular dari batuk atau pilek melalui udara. Infeksi dengue dapat menular karena virus dengue dengan mudah tersebar akibat banyaknya nyamuk sebagai sarana pembawa virus tersebut. Kondisi tersebut jika tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai dampak kesehatan yang buruk seperti muntaber dapat menyebabkan dehidrasi berat, dengue dapat menyebabkan perdarahan organ dalam, leptospirosis menyebabkan infeksi otak, dan infeksi saluran napas dapat menyebabkan sesak napas berat. Kondisi terminal tersebut dapat menyebabkan kematian. Untuk mencegah penyakit tersebut, melakukan pemeliharaan rutin pada sistem sanitasi wajib dilakukan tanpa menunggu musim hujan tiba. Jika sampai musim hujan tiba, apalagi jika banjir melanda, risiko terkena penyakit-penyakit di atas akan jauh lebih tinggi. Banjir merupakan suatu bencana alam. Perlu ketanggapan dan kerja sama berbagai pihak dalam mengantisipasi banjir. Sebaiknya masyarakat mengetahui tempat pengungsian yang mudah dicapai dan aman dari bencana, baik untuk pengungsi maupun tenaga bantuan. Biasakan untuk menyediakan persediaan papan sandang pangan yang layak dan mengetahui posko medis untuk penanganan pertama serta transportasi untuk penanganan medis lanjut. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan pasca bencana banjir melanda: 1. Menjaga kebersihan. Segera bersihkan dan keringkan rumah untuk mencegah pertumbuhan jamur serta bersihkan barang-barang yang sempat terendam. Jangan lupa bersihkan barang-barang dengan campuran yang mengandung anti-bakteri. Tutupi wadah air dan keringkan genangan untuk mencegah perkembangan nyamuk. 2. Menjaga kesehatan. Obati luka-luka yang terbuka dengan antiseptik dan tutup luka tersebut agar cepat mengering. Perhatikan higienitas dan batas kadaluarsa makanan atau minuman. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan. 3. Menjaga keselamatan. Pastikan barang-barang yang menggunakan listrik dalam kondisi layak digunakan sebelum menyalakan aliran listrik rumah untuk mencegah tersetrum atau kebakaran. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: Hanie Dewita (Hanie) Head of Marketing and Corporate Communication Primaya Hospital Group Email: hanie. dewita@primayahospital. com - Published: 2019-12-03 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/rambut-rontok-karena-ketombe/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Terbaru, Umum Memiliki rambut indah tentu menjadi idaman bagi semua orang. Tapi karena aktivitas yang padat, kadang kita mengabaikan kondisi rambut. Rambut menjadi mudah basah karena berkeringat, juga mudah lepek dan kusut, akhirnya rambut rontok karena ketombe. Mencegah Rambut Rontok karena Ketombe Salah satu penyebab rambut rontok adalah rambut rontok karena ketombe. Masalah-masalah rambut memang terdengar sepele, seperti ketombe misalnya. Tapi ternyata kalau kita biarkan terus-menerus akan merusak keindahan rambut dan penampilan. Seperti halnya jerawat yang sering dikaitkan dengan kemalasan seseorang membersihkan wajah, rambut yang berketombe juga dianggap dipicu oleh kurangnya merawat kondisi rambut dan kulit kepala. Ketombe ternyata merupakan masalah yang umum dialami. Data National Institute of Health menyebutkan, hampir separuh orang dewasa mengalami gangguan ketombe. Ketombe adalah nama awam untuk dermatitis seboroik. Hal ini terjadi pada kulit kepala karena terlalu banyak jamur yang biasanya muncul di area kulit yang berminyak. Kondisi tersebut menyebabkan kulit kepala menjadi merah, muncul serpihan putih, dan gatal pada kulit. dr. Sa’da Barira, SpKK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Primaya Hospital Batam mengatakan bahwa ketombe berasal dari infeksi jamur Pytosporum Ovale dan jamur mallssezia. Uniknya, kondisi itu juga dipengaruhi daya tahan kulit kepala masing-masing orang. Setiap kulit kepala menghasilkan sebum dan tumbuh jamur pada permukaan kulit kepalanya. Namun, hal itu tidak selalu menjadikan kulit kepala berketombe. Meski ketombe adalah hal yang biasa terjadi, tetapi kondisi ini perlu diatasi. Sayangnya, para ahli mengatakan tidak ada obat yang benar-benar manjur menyingkirkan ketombe. Walau begitu, ketombe jangan diabaikan karena bisa menghambat folikel rambut dan mencegah rambut baru tumbuh. Dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kebotakan. Tips mencegah rambut rontok karena ketombe menurut dokter spesialis kulit Pilih shampoo yang paling cocok. Jika sudah menemukan shampoo tersebut, gunakanlah rutin setiap hari hingga ketombe dapat dikendalikan. Setelah itu, jadwalkan menjadi 2-3 kali seminggu. Jika satu jenis shampoo bekerja dalam satu waktu, dan tampak mulai kehilangan efektivitasnya, coba shampoo jenis lain. Pastikan untuk membiarkan shampoo setidaknya 5 menit di kepala agar kandungan shampoo dapat bekerja. Jika selama beberapa minggu sudah mencoba shampoo anti ketombe namun ketombe masih saja membandel, atau kulit kepala masih gatal atau justru merah dan bengkak, segera konsultasikan dengan Dokter. Narasumber: dr. Sa’da Barira, SpKK Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Primaya Hospital Batam Ilustrasi gambar oleh Freepik Artikel terkait: Cacar Air pada Anak, Apa Penyebabnya? Jerawat Musuh Kaum Remaja Gangguan Kulit pada Batita - Published: 2019-12-02 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/paru/bahaya-polusi-udara/ - Kategori: Paru, Terbaru Sadar atau tidak, kegiatan yang kita lakukan di luar rumah, melalui jalanan kendaraan, kebakaran hutan, membuat kita terpapar polusi udara. Padahal, bahaya polusi udara nyata untuk tubuh, khususnya pada paru-paru. Apa itu polusi udara? Definisi polusi udara adalah udara yang terkontaminasi polutan konsentrasi tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada makhluk hidup. Polutan terdiri dari partikel debu atau asap kendaran bermotor, nitrogen dioksida (dari asap kendaran bermotor dan asap polutan indoor), sulfur dioksida (pembakaran bahan bakar) dan ozon di permukaan bumi. Polutan dibagi menjadi 2 yaitu polutan indoor yang dihasilkan dari pembakaran bahan rumah tangga (kayu, batu bara, minyak tanah) dan polutan outdoor (dari luar rumah). Polusi udara sangat erat hubungannya dengan perubahan iklim. Polusi udara sulit dihindari karena polutan mikroskopis dapat masuk ke sistem pertahanan tubuh kita. Polutan mikroskopis tersebut kemudian masuk ke saluran napas dan sirkulasi darah sehingga dapat merusak paru, jantung dan otak. Data dari WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa 9 dari 10 orang di dunia bernapas dengan udara yang berpolusi. WHO juga menyatakan bahwa 7 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara. Apa bahaya polusi udara pada kesehatan paru? Ada banyak bahaya polusi udara bagi paru-paru, di antaranya: Asma. Asma merupakan penyakit paru kronik yang dipicu oleh inflamasi. Inflamasi tersebut mengakibatkan penyempitan saluran napas sehingga muncul rasa dada tertekan, sesak napas, mengi dan batuk. Serangan asma jika tidak diobati dapat berakibat fatal hingga kematian. Banyak bagian dari polusi udara yang dapat memicu serangan asma, yaitu: asap, debu, pollen, ozon, karbon monoksida, sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Penyakit paru obsturktif kronik (PPOK). PPOK merupakan penyakit paru kronik yang mengakibatkan penyempitan saluran napas, yang bersifat kronik dan ireversibel. PPOK akibat dari terhirupnya pajanan polutan dan asap rokok. Kanker paru. Kanker paru merupakan penyebab kematian utama di dunia. Hasil penelitian berbasis rumah sakit dari 100 RS di Jakarta menunjukkan bahwa kanker paru merupakan kasus terbanyak pada laki-laki dan nomor 4 terbanyak pada perempuan, dan merupakan penyebab kematian utama pada laki-laki dan perempuan. Kanker paru sering dihubungkan dengan merokok. Selain itu, kanker paru juga salah satu dampak bahaya polusi udara. Debu partikel dan ozone dalam polusi udara juga dapat berperan dalam kanker paru. Bahaya polusi udara pada kesehatan paru dapat dideteksi dini Deteksi dini dapat dilakukan untuk melihat apakah tubuh terkena bahaya polusi udara atau tidak. Cara deteksi dini dengan uji fungsi paru (spirometri) untuk mengetahui hambatan aliran udara di paru dan foto thorax untuk mengetahui adakah kelainan pada paru. Bisa diperiksakan berkala 3-6 bulan sekali jika ada keluhan atau 1 tahun sekali untuk evaluasi. Tips menghindari polusi udara menurut dokter spesialis paru Primaya Hospital Membatasi berjalan atau beraktifitas di luar pada waktu sibuk. Membatasi menghabiskan waktu di area yang padat seperti area trafic light yang banyak kendaraan bermotor berhenti) Jika melakukan aktifitas di luar rumah, usahakan untuk melakukan aktifitas di area yang sedikit polusi Membatasi penggunaan mobil di hari yang tingkat polusinya tinggi Jangan membakar sampah yang dapat mengakibatkan kesehatan terganggu. Narasumber: dr. Annisa Sutera Insani, SpP Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Timur Ilustrasi gambar oleh Clément Falize Artikel terkait: Tuntas Pengobatan Tuberkulosis (TB) Asma Kambuh? Begini Cara Mencegahnya Cegah Penyakit Tuberkulosis - Published: 2019-12-02 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/gejala-dan-pencegahan-ispa/ - Kategori: Penyakit, Terbaru, Umum - Tag: dokter umum, ispa - Translation Priorities: Optional Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bisa menyerang siapa saja apalagi bila kondisi tubuh sedang menurun. Penyakit ISPA disebabkan oleh virus dan mengganggu jalur pernapasan seperti di area hidung, trakea, dan paru-paru. Padahal, pencegahan ISPA bukanlah hal yang sulit. Dokter Alridho selaku Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa penyakit saluran pernafasan atas atau bawah biasanya menular. ISPA juga dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan. Keparahan penyakit ISPA bergantung pada jenis penyebabnya. Penyebab-penyebab misalnya faktor lingkungan hingga faktor utama yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan penyakit. “Contoh patogen penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di antaranya rhinovirus, respiratory syncytial virus, parainfluenza virus, influenza virus, severe acute respiratory syndrome-coronavirus (SARS-CoV),”ujar dokter Primaya Hospital Bekasi Barat tersebut. Menurut Dokter Alridho hampir semua orang pernah mengalami ISPA hingga beberapa kali setiap tahunnya. Serangan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada orang sehat biasanya dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa hari (3 – 6 hari). “ISPA sangat menular dan bisa ditularkan lewat batuk dan bersin (droplet), tangan yang tidak dicuci setelah kontak dengan cairan hidung dan mulut,”pungkasnya. Gejala dan Pencegahan ISPA Menurut Dokter Primaya Hospital Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Alridho, menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi ISPA di antaranya adalah faktor lingkungan. Rumah yang pengap, ventilasi yang tidak baik di rumah maupun kamar kecil, serta populasi padat penghuni serta musim pancaroba merupakan faktor lingkungan ISPA. Sedangkan faktor lainnya penyebab ISPA adalah kelelahan, gizi buruk, anemia, dan kedinginan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) di antaranya: Demam Batuk Nyeri tenggorokan Hidung tersumbat, bersin, pilek (coryza)‏ Badan pegal–pegal (myalgia)‏ Mata berair Kesulitan bernafas Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan cara mencuci tangan sesering mungkin serta menutup mulut dan hidung pada saat batuk atau bersin. Gunakan tissue, sapu tangan, atau masker hidung saat batuk atau bersin. “Langkah paling sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah ISPA adalah beristirahat dan memiliki pola tidur yang cukup. Selain itu, perhatikan asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi dan tenggorokan tidak mengering. Sebaiknya juga jauhkan diri dari asap rokok karena akan memperparah kondisi ISPA,” tutup Dokter Alridho. Narasumber: dr. Alridho Dokter Umum Primaya Hospital Bekasi Barat Ilustrasi gambar oleh Freepik Artikel terkait: Etika Batuk Dan Bersin Cuci Tangan Itu Penting. Mengapa? Pencegahan Tifus dengan Menjaga Kebersihan Diri dan Sanitasi Lingkungan - Published: 2019-11-24 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/urologi/penyakit-hematuria-kencing-darah/ - Kategori: Terbaru, Urologi - Tag: Dokter spesialis urologi, Primaya Hospital Bekasi Utara Jika pada suatu waktu Anda menyadari bahwa kencing (urine) Anda berwarna kuning pekat hingga gelap kecoklatan ataupun kemerahan, bisa jadi urine anda mengandung darah. Kencing bercampur darah atau dalam istilah medis dikenal dengan penyakit hematuria adalah suatu kelainan kencing yang harus diwaspadai karena normalnya kencing kita tidak boleh mengandung sel darah merah (kecuali pada mereka yang sedang menstruasi). Menurut dr. Regi Septian M. Kes. , SpU yang bertugas di Primaya Hospital Bekasi Utara, ”Penyakit Hematuria dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, dari penyebab ringan hingga penyakit serius yang memerlukan tindak lanjut segera. Namun yang pasti gejala ini merupakan sebuah tanda yang tidak boleh diabaikan karena harus segera dicari tahu penyebabnya. ” Jenis-Jenis Penyakit Hematuria Pada penderita hematuria, warna urine dapat terlihat jelas berwarna merah maupun berwarna jernih (normal). Secara umum terdapat 2 jenis hematuria, yaitu: Hematuria makroskopik. Keadaan dimana urin secara kasat mata dapat terlihat jelas berwarna merah pekat seperti darah segar ataupun berwarna gelap kecoklatan. Hematuria mikroskopik. Keadaan dimana urin dapat terlihat jernih, namun pada pemeriksaan mikroskop dapat ditemukan sel darah merah (eritrosit) Iebih dari 5 sel darah merah per lapangan pandang urine. Karena itu warna urine pada penderita hematuria dapat muncul dengan derajat warna yang berbeda. Seperti kuning jernih, merah muda, kuning kemerahan, merah pekat seperti darah segar, kecoklatan, hingga warna hitam pekat yang mengindikasikan adanya sel darah merah dalam urine. Namun karena sifatnya sangat subjektif bagi setiap orang yang mengamati, maka diperlukan metode uji yang terukur di laboratorium. Gejala Penyakit Hematuria Umumnya gejala hematuria tidak terasa nyeri. Namun apabila dalam perjalanannya disertai perdarahan yang cukup banyak, dapat juga terjadi pembentukan bekuan darah. Hal itu menyebabkan dalam proses pengeluaran bekuan darah bersama kencing, dapat muncul gejala iritasi. Gejala iritasi ditandai sering berkemih, ataupun nyeri pinggang maupun perut bawah yang seringkali mengganggu. Keadaan ini juga dapat menyebabkan keadaan gawat darurat seperti sumbatan bekuan darah pada saluran kemih luar (urethra) yang ditandai dengan tidak bisa berkemih atau retensi urine sehingga harus segera dibawa ke fasilitas gawat darurat di rumah sakit terdekat. Akan lebih baik jika rumah sakit tersebut memiliki layanan dokter spesialis urologi agar dapat segera ditangani dengan prosedur yang sesuai. Penyebab Penyakit Hematuria Penyebab dari hematuria sendiri dapat bermacam-macam. Mulai dari penyebab ringan seperti infeksi, hingga yang berat seperti batu saluran kemih, trauma, keganasan hingga peradangan kandung kemih idiopatik (sistitis hemoragik) dan lain sebagainya. Beberapa penyebab hematuria yang paling berisiko terutama pada usia dewasa adalah: Batu ginjal, ureter, buli atau sepanjang saluran kemih lainnya, Infeksi pada saluran kemih, Adanya suatu keganasan pada saluran kemih (terutama tumor kandung kemih dan prostat), Pembesaran prostat jinak (BPH), Inflamasi atau peradangan kandung kemih (misalnya sistitis hemoragik), Trauma saluran kemih (misalnya riwayat pemasangan selang kencing sebelumnya, kecelakaan, riwayat operasi dsb), Gangguan dari sistem urogenital atau sistem perkemihan sendiri ataupun dapat disebabkan kelainan diluar sistem perkemihan; seperti gangguan pembekuan darah, kelainan sistem hematologi lainnya dsb. Konsumsi obat pengencer darah (aspilet, warfarin dsb) Tidak semua urine yang berwarna merah adalah tanda penyakit hematuria Selain itu beberapa jenis obat dapat menyebabkan urine berwarna merah. Misalnya rifampicin, siklofosfamid, pirazinamid, atau beberapa jenis makanan seperti bit, buah naga dapat menyebabkan urine berwarna merah. Obat-obatan serta makanan tersebut kadang menyamarkan diagnosis penyakit hematuria. Selain itu hindari pemeriksaan urine pada saat menstruasi, karena dapat memberikan hasil yang menyamarkan kesimpulan dokter. Ilustrasi gambar oleh Freepik Artikel terkait: Kegawatdaruratan Urologi Kebiasaan Merokok Picu Batu Saluran Kemih Menjaga Kesehatan Ginjal - Published: 2019-11-24 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/urologi/diagnosis-penyakit-hematuria/ - Kategori: Terbaru, Urologi - Tag: Dokter spesialis urologi Kencing bercampur darah dalam istilah medis dikenal dengan penyakit hematuria. Penyakit tersebut harus diwaspadai karena normalnya kencing kita tidak boleh mengandung sel darah merah. Hal pertama yang harus dilakukan jika mendapati suatu keadaan yang dicurigai sebagai hematuria adalah segera pergi ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Diagnosis penyakit hematuria dapat dilakukan dengan banyak cara. Namun diagnosis penyakit hematuria perlu dikenali lebih dulu penyebabnya. Dokter akan menentukan apakah ada gejala lain yang mendahului atau menyertai gejala penyakit. Umumnya seorang dokter akan mendasari diagnosis penyakit berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang tambahan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah dan urine serta ultrasonografi, CT scan, atau MRI saluran kemih. Diagnosis Penyakit Hematuria dengan Anamnesis atau Wawancara Dalam menggali suatu penyebab hematuria, biasanya seorang dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis. Biasanya disingkirkan terlebih dahulu kemungkinan trauma dan infeksi. Setelah itu kemudian dokter akan bertanya mengenai: Bagaimanakah sifat hematuria tersebut apakah hilang timbul ataukah terus menerus, Bagaimana derajat hematuria tersebut, apakah urine disertai gumpalan darah ataupun bekuan darah panjang seperti cacing yang mengindikasikan adanya sumber darah dari saluran kemih atas. Apa saja gejala yang menyertai hematuria tersebut, karena beberapa penyebab seperti adanya batu saluran kemih seringkali memberikan gejala nyeri pinggang maupun perut bawah. Sedangkan penyebab keganasan biasanya disertai dengan penurunan berat badan yang drastis ataupun adanya nyeri pinggang yang persisten. Lebih spesifik, menurut dokter spesialis urologi di Primaya Hospital Bekasi Utara, dr Regi Septian M. Kes. ,SpU, “Pada penyakit hematuria yang disebabkan oleh keganasan (misalnya tumor kandung kemih) akan hilang timbul tetapi seringkali tidak nyeri. Namun, jika sudah terdapat gumpalan darah, maka dapat juga menimbulkan gejala sering berkemih, hingga terjadinya sumbatan kencing. Patut dicurigai juga jika seseorang memiliki riwayat keturunan, kebiasaan merokok, atau berat badan yang menurun secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir,” kata dr Regi. Sedangkan pada penyebab lain misalnya karena infeksi ataupun batu saluran kemih, biasanya hematuria disertai dengan gejala kencing yang mengganggu. Gejala tersebut misalnya kencing sedikit-sedikit dan sering, terasa panas dan perih, ataupun kumpulan gejala berkemih lainnya yang dinamakan LUTS atau lower urinary tract symptoms. Paparan infeksi lain seperti tuberkulosis, dan parasit lain juga bisa saja menyebabkan gejala serupa (untuk hematuria yang disebabkan oleh batu saluran kemih, akan kita bahas lebih lanjut pada topik tersendiri). Diagnosis Penyakit Hematuria dengan Pemeriksaan Kesehatan Selanjutnya dalam mempertajam diagnosis suatu hematuria maka biasanya dokter akan memerlukan pemeriksaan fisik yang mengarah kepada suatu kelainan spesifik dan juga pemeriksaan penunjang seperti: Pemeriksaan laboratorium seperti; pemeriksaan darah, fungsi ginjal (jika diperlukan), hingga pemeriksaan mikroskopik kencing, Ultrasonografi sistem saluran kemih dan prostat Rontgen abdomen polos atau dengan kontras (IVP) CT urografi MRI Sistoskopi (teropong kandung kemih) Umumnya dari rangkaian pemeriksaan penunjang, kita dapat menentukan kemungkinan penyebab hematuria. Misalnya dari tes pemeriksaan kencing dapat diperkirakan penyebab hematuria karena infeksi jika ditemukan bakteri. disebabkan batu jika ditemukan kandungan kristal ataupun sel dinding saluran kemih yang dinamakan epitel, tentu pada prakteknya hal tersebut dapat lebih kompleks karena tidak jarang kasus ini bertumpang tindih, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa imaging saluran kemih hingga peneropongan ke dalam kandung kemih (sistoskopi). “Walaupun penyakit hematuria seringkali tidak menimbulkan keluhan spesifik pada penderitanya, namun jangan sampai gejala ini diabaikan atau gagal disadari. Apabila penyakit hematuria dibiarkan terus menerus, maka dapat terjadi kerusakan fungsi organ saluran kemih. Dapat juga hingga mengancam jiwa. ” Ujar dokter spesialis urologi Primaya Hospital Bekasi Utara tersebut. Untuk tatalaksana hematuria sendiri, setiap kasus ditangani berdasarkan penyebabnya, namun untungnya kini, berbagai modalitas terapi dan pembedahan kini dapat dilakukan dengan metode minimal invasif, sehingga tidak diperlukan sayatan, sehingga menguntungkan pasien karena rasa nyeri yang minimal, serta hasil waktu rawat inap (hospital length of stay) yang singkat (1-3 hari). Ilustrasi gambar oleh Freepik Artikel terkait: Penyakit Hematuria atau Kencing Mengandung Darah Kebiasaan Merokok Picu Batu Saluran Kemih Menjaga Kesehatan Ginjal - Published: 2019-10-30 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/pencegahan-tifus-jaga-sanitasi/ - Kategori: Penyakit, Terbaru, Umum - Tag: dokter umum, Penyakit Tifus - Translation Priorities: Optional Menjaga kebersihan diri sangat diperlukan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, banyak orang yang tidak memahami bagaimana cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan benar padahal hal ini sudah menjadi rutinitas yang dilakukan. Banyak yang belum memahami bahwa menjaga lingkungan termasuk salah satu cara pencegahan tifus. Dengan memelihara kebersihan diri dan sanitasi lingkungan, maka kondisi fisik dan psikis akan optimal. PHBS adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. dr. Alridho selaku Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa masyarakat hendaknya mengerti dan memahami PHBS. Hal ini bertujuan agar masyarakat semakin aware terhadap penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat. Aspek yang dianggap penting dalam kesehatan lingkungan adalah lingkungan, perilaku, kesehatan. Berikut ini terdapat 6 tingkat pencegahan penyakit yaitu: Pencegahan tingkat I sebelum terkena penyakit (premordial prevention) contohnya kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)‏ Promosi kesehatan (health promotion)‏ Perlindungan khusus (specific protection)‏ Diagnosa dini penanganan yang cepat dan tepat (early diagnosis & prompt treatment)‏ Pembatasan kecacatan (disability limitation)‏ Rehabilitasi (rehabilitation)‏ Penyakit Karena Lingkungan Tidak Sehat Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Alridho menjelaskan bahwa salah satu penyakit ysng terjadi karena lingkungan tidak sehat adalah penyakit tifus. Penyakit tifus merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Penyakit ini diakibatkan oleh lingkungan yang kurang bersih dan makanan yang tidak higienis. Penyakit tifus dapat menular dengan berbagai cara seperti penularan melalui air dan makanan yang tercemar oleh air seni dan tinja penderita penyakit ini. Penyakit tifus dapat juga ditularkan oleh kotoran yang dibawa oleh lalat dan kecoa serta menempel di tempat-tempat yang dihinggapinya. “Penularan kuman terjadi melalui mulut yang masuk lambung dan ke kelenjar limfoid usus kecil. Kuman tersebut masuk peredaran darah menuju hati dan limpa sehingga menyebabkan penyakit tifus. ” ujar dokter Primaya Hospital Bekasi Barat tersebut. Gejala dan Pencegahan Tifus Penyakit tifus pada dasarnya memiliki gejala yang umum. Oleh sebab itu, kita perlu memahami gejala tifus agar dapat ditangani secara cepat. Gejala penyakit tifus diantaranya adalah: Demam tinggi lebih dari seminggu, terutama pada sore dan malam hari Sakit kepala Lidah kotor, mulut kering, mual, muntah, dan nafsu makan menurun Sakit perut dan diare pada anak-anak atau sembelit (sulit buang air besar) pada orang dewasa Pembengkakan hati dan/ limpa sehingga terasa nyeri bila diraba Badan lemas Pencegahan tifus dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan diantaranya melalui: Biasakan melindungi makanan dari hewan pembawa penyakit seperti lalat, kecoa, dan tikus. Cuci tangan dengan sabun setelah buang air dan sebelum makan. Hindari membeli jajanan di tempat-tempat yang kurang bersih. Sediakan air minum yang memenuhi syarat. Vaksinasi tifoid. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas. Perhatikan pula sanitasi lingkungan agar tetap bersih supaya tidak mudah terkena penyakit akibat lingkungan sekitar yang tidak sehat seperti penyakit tifus. Narasumber: dr. Alridho Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Barat Ilustrasi gambar oleh Gallery DS Artikel terkait: Mengenal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Waspada Menghadapi Musim Pancaroba Atasi Sembelit dengan Makanan Kaya Serat - Published: 2019-10-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/mata/kebutaan-karena-katarak/ - Kategori: Mata, Penyakit, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Mata, Primaya Hospital Bekasi Utara - Translation Priorities: Optional Mata selain sebagai indra penglihatan dia juga berfungsi sebagai organ yang penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu mata seringkali disebut sebagai jendela dunia. Hal ini disebabkan melalui mata manusia dapat menyerap jutaan informasi visual yang digunakan untuk melakukan banyak kegiatan. Kerusakan pada mata dapat juga terjadi pada setiap manusia. Hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang mengalami penurunan fungsi penglihatan hingga menyebabkan kebutaan. Kebutaan karena katarak dapat terjadi. Oleh sebab itu perlu menjaga kesehatan mata. Kebutaaan karena katarak menurut dokter spesialis mata Primaya Hospital Kebutaan sendiri dapat dibagi menjadi 2 tipe kebutaan yang sifatnya reversibel ataupun kebutaan yang ireversibel. Kebutaan yang sifatnya reversibel dapat disembuhkan. Sedangkan kebutaan yang bersifat irreversibel adalah kebutaan permanen yang dapat menurunkan kualitas hidup Menurut data dari WHO pada tahun 2010 angka gangguan fungsi penglihatan sekitar 285 juta jiwa, sekitar 4. 24 % dari populasi, dengan angka kebutaan yang mencapai 39 juta jiwa dan sisanya masuk dalam golongan low vision yaitu sekitar 246 juta jiwa. Di Indonesia sendiri menurut data dari kementerian kesehatan pada tahun 2014 penderita kebutaan di indonesia mencapai 2. 2 % dari total populasi. Dengan prevalensi terbesar di usia 65 tahun ke atas. Dari angka kebutaan ini penyebab terbanyak adalah kebutaan karena katarak yang merupakan suatu kebutaan yang sifatnya reversibel atau dapat disembuhkan. Di Indonesia sendiri angka kebutaan karena katarak masih memegang angka yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan peningkatan jumlah penduduk di atas 65 tahun dan perubahan gaya hidup yang menyebabkan peningkatan resiko penderita katarak. Gaya hidup dan penyakit tersebut misalnya diabetes melitus, hipertensi, kolesterolemia eksposure sinar matahari, merokok, riwayat trauma pada mata, penggunaan steroid, dan alkohol. Mengapa dapat terjadi kebutaan karena katarak? Katarak merupakan suatu proses degeneratif atau penuaan yang terjadi pada lensa mata, yang terletak dibelakang iris mata. Lensa mata ini berfungsi sebagai media refraksi yang memfocuskan cahaya yang masuk ke mata kita sehingga membentuk bayangan yang jelas dan tajam. Seiring dari bertambahnya usia, lensa mata kita akan mengalami penurunan dalam hal fleksibiltas, kejernihannya dan ketebalannya. Sehingga hal ini menyebabkan adanya perubahan warna dari lensa mata kita. Hal ini menyebabkan penurunan fungsi penglihatan, gejala yang ditimbulkan bervariasi mulai dari gangguan penglihatan kabur/buram, seperti ada asap/ kabut, hingga hanya dapat melihat bayangan atau membedakan terang gelap. Kebanyakan kelainan katarak ini tumbuh perlahan-lahan. Bila masih stadium awal tidak terlalu mengganggu fungsi penglihatan dan sering kali masih dapat di antisipasi dengan pemberian kacamata atau memperbaiki penerangan lingkungan kerja/rumah. Tetapi bila katarak semakin menebal maka gangguan penglihatan akan semakin signifikan dan mengganggu kualitas hidup penderita. Jenis-Jenis Katarak Katarak dapat dibedakan berdasarkan kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, ada beberapa tipe katarak seperti: Katarak nuklearis. Kekeruhan terjadi di bagian sentral dari lensa mata, merupakan katarak yang paling banyak ditemui dimana awalnya penderita akan merasa jelas enak untuk membaca dekat, tapi buram untuk melihat jauh akan tetapi seiring waktu katarak akan makin menebal dan berwarna putih ke coklatan sehingga penglihatan akan sangat buram Katarak kortikal. Kekeruhan terjadi pada tepi lensa, penderita katarak jenis ini penglihatan jauhnya relatif belum terganggu dan masih dapat dibantui dengan kacamata hingga kekeruhan tumbuh berjalan ke arah sentral lensa. Katarak subkasularis posterior. Katarak muncul sebagai kekeruhan dibelakang lensa,tepat di aksis visual sehingga penderita akan kesulitan untuk membaca dekat dan penglihatan akan terganggu ditempat yang terang, menimbulkan efek glare pada malam hari, katarak ini leboih cepat progresive dibandingkan katarak lainnya Katarak kongenital. Katarak ini didapat pada saat bayi dilahirkan atau juga bisa terjadi pada masa anak-anak. Katarak ini biasanya disebabkan oleh faktor genetik atau berhubungan dengan infeksi atau trauma dalam kandungan. Katarak ini biasanya sering dikaitkan dengan kelainan seperti myotonic dystrofi, galactosemia, neurofibromatosis tipe 3 atau rubella. Katarak jenis ini harus secepatnya diangkat bila sudah terdeteksi karena dapat menyebabkan kebutaan yang sifatnya permanen. Kelainan-katarak ini tidak dapat diobati hanya dengan obat saja. Obat-obatan fungsinya hanya untuk memperlambat perjalanan penyakit katarak. Penderita katarak harus dilakukan prosedur operasi katarak dan penanaman lensa kalau ingin melihat lebih jelas lagi. Untungnya saat ini dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi operasi katarak saat ini di tambah dengan bermacam-macam lensa tanam yang tersedia dipasaran membuat operasi katarak menjadi sangat aman, efektif dan cepat sehingga penderita katarak kembali dapat melakukan aktifitas rutinnya tanpa ada gangguan Mencegah kebutaan karena katarak Tidak ada penelitian yang membuktikan bagaimana cara menghindari timbulnya katarak. Tapi beberapa literatur menyarankan beberapa strategi agar dapat menghambat pembentukan katarak seperti : Lakukan pemeriksaan mata secara rutin. Pemeriksaan mata dapat membantu mendeteksi katarak dan problem mata lainnya pada stage yang sangat awal. Sebaikanya untuk pasien diatas 40 tahun dilakukan pemeriksaan rutin 1 tahun sekali. Berhenti merokok. Merokok merupakan kebiasaan yang buruk hal ini selain dapat mempercepat katarak dapat juga merusak organ tubuh lain yang penting. Menangani masalah kesehatan lainnya. Jangan menganggap enteng masalah kesehatan seperti diabetes melitus, darah tinggi dan kelainan lemak darah. Hal ini akan meningkatkan resiko kelainan degeneratif seperti halnya katarak. Pola makan yang sehat. Makanan yang sehat seperti... - Published: 2019-10-29 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gigi/pengobatan-gigi-saat-kehamilan/ - Kategori: Gigi, Penyakit, Terbaru - Tag: Dokter Gigi Umum, Primaya Hospital Bekasi Utara - Translation Priorities: Optional Kita tahu bahwa kondisi kesehatan ibu hamil sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang dan kesehatan janin yang di kandungnya. Tidak terkecuali dengan kesehatan gigi dan mulut. Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk diduga mampu memicu terjadinya kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah. Di Indonesia sendiri kesadaran ibu hamil akan kesehatan gigi dan mulut masih cukup rendah yang juga disebabkan karena rasa takut pergi ke dokter gigi dan mitos-mitos bahaya perawatan gigi terhadap janin. Secara ilmiah, amankah pengobatan gigi saat kehamilan? Apakah akan membahayakan janin? Masalah gigi dan mulut yang dapat timbul saat kehamilan ada banyak. Di antaranya adalah karies gigi (gigi berlubang), karang gigi dan radang gusi, penyakit radang jaringan periodontal, dan tumor gusi jinak. Bakteri dari gigi berlubang dapat terbawa oleh aliran air liur dan darah ibu menuju janin dan dapat meningkatkan risiko gigi dari janin terkena karies dini. Selain itu kadar hormon yang fluktuatif pada ibu hamil mempengaruhi kondisi gusi sehingga gusi ibu hamil dapat terlihat membengkak, memerah, dan mudah berdarah seperti pada peradangan. Gigi juga dapat menjadi goyah dan susah untuk digunakan makan. Pada beberapa kasus dapat muncul benjolan pada gusi yang membulat, merah dan licin. Kondisi-kondisi ini biasanya akan berangsur mereda setelah proses persalinan. Perawatan dan pengobatan gigi saat kehamilan menurut dokter gigi Primaya Hospital Pemeriksaan atau screening gigi dan mulut rutin sangat aman untuk dilakukan pada sepanjang usia kehamilan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gejala dan tanda awal pada penyakit gigi dan mulut sebelum lebih parah. Penambalan gigi berlubang pada dasarnya aman untuk dilakukan kapanpun tapi disarankan untuk dilakukan pada awal hingga perteng ahan kehamilan dan dalam waktu visit yang tidak terlalu lama. Hal ini mempertimbangkan kondisi kesehatan dan perut ibu hamil memungkinkan untuk duduk di dental chair. Pengobatan gigi saat kehamilan harus mempertimbangkan usia janin. Untuk perawatan-perawatan yang invasif seperti pembersihan karang gigi dan pencabutan gigi aman untuk dilakukan setelah usia kandungan memasuki trimester kedua dan kondisi umum dari ibu hamil sehat dan normal. Penanganan pada nyeri gigi dan gusi dapat dilakukan dengan pemberian medikasi, baik obat antibiotik maupun anti nyeri. Golongan obat-obatan yang aman dikonsumsi untuk pengobatan gigi saat kehamilan digolongkan ke dalam kategori "B". Amoksisilin, di luar dari riwayat alergi individual, adalah jenis antibiotik yang paling aman dikonsumsi ibu hamil, sedangkan untuk antibiotik golongan lain masih sedikit informasi tentang keamanan konsumsinya pada ibu hamil. Obat-obatan anti-nyeri atau analgesik yang aman untuk ibu hamil adalah parasetamol dan aspirin. Kesimpulannya dalam melakukan perawatan gigi pada saat kehamilan harus mempertimbangkan usia janin, kondisi kesehatan umum dari ibu, dan juga kemungkinan lama waktu perawatan di dental chair. Ketiga hal tersebut apabila sudah memenuhi syarat keamanan. Maka perawatan gigi dapat dilakukan pada ibu hamil. Akan tetapi lebih baik jika sebelum kehamilan sudah rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin ke dokter gigi. Apalagi sebelum menjadi penyakit gigi dan mulut di saat tengah-tengah kehamilan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Narasumber: drg. Abyan Teguh Saputro Dokter Gigi Primaya Hospital Bekasi Utara Ilustrasi gambar oleh Ryan Crotty Artikel terkait: Bleaching Gigi Jangan Anggap Enteng Sakit Gigi Karies Gigi Akibat Kebiasaan Buruk - Published: 2019-10-23 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/gejala-spondilosis-dan-faktor-risikonya/ - Kategori: Ortopedi, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Ortopedi, Spondilosis Banyak orang yang terdiagnosis spondilosis melalui pemeriksaan X-ray tidak memiliki gejala spondilosis apapun di kesehariannya. Faktanya, pada 27%-37% orang tanpa gejala spondilosis, terdapat spondilosis lumbar (spondilosis di punggung bawah) pada tubuh mereka jika dilakukan pemeriksaan. Gejala Spondilosis Menurut Dokter Spesialis Ortopedi Primaya Hospital Kompresi saraf oleh saraf terjepit. Pada beberapa orang, spondilosis kondisi ini menyebabkan rasa sakit di leher atau bahu serta sakit kepala. Gejala mati rasa dan kesemutan bisa dirasakan jika saraf terjepit. Jika saraf sangat terjepit, kelemahan ekstremitas yang terkena dapat terjadi. Kompresi saraf oleh disk yang menonjol dan taji tulang pada sendi facet. Kondisi ini menyebabkan penyempitan lubang di mana akar saraf keluar dari kanal tulang belakang (foraminal stenosis). Bahkan jika tonjolan tidak cukup besar untuk langsung mencubit saraf, disk yang menggembung dapat menyebabkan peradangan lokal dan menyebabkan saraf di tulang belakang menjadi lebih sensitif, meningkatkan rasa sakit. Komplikasi disk hernia dan saraf terjepit. Disk hernia dan saraf terjepit di tulang belakang dapat menyebabkan rasa sakit yang berasal dari punggung bawah, kemudian menjalar ke kaki. Kondisi tersebut sering menyebabkan mati rasa dan kesemutan (sensasi pin dan jarum) pada tangan atau kaki. Nyeri punggung dapat terjadi karena dua hal: Nyeri punggung karena disk hernia. Gejala nyeri punggung yang terjadi akan bertambah buruk jika berdiri lama, duduk, dan menekuk ke depan. Nyeri tersebut seringkali membaik dengan sering mengubah posisi duduk dan berjalan. Nyeri punggung karena osteoartritis sendi facet. Nyeri ini biasanya lebih buruk dengan berjalan dan berdiri. Lantas akan terasa lega dengan membungkuk ke depan. Faktor Risiko Spondilosis Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Tulang Belakang dari Primaya Hospital Makassar, dr. Jainal Arifin, Sp. OT-K (Spine), M. Kes mengatakan bahwa spondilosis memang lebih sering menyerang lansia tapi sebernarnya penyakit spondilosis juga bisa terjadi pada semua usia. Untuk itu kita perlu mengenali faktor risikonya. Berikut ini adalah faktor resiko penyakit spondilosis, di antaranya: Biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun. Kelebihan berat badan, mengakibatkan beban ekstra pada sendi tulang belakang. Riwayat mengalami cedera. Trauma membuat seseorang lebih rentan untuk terjadinya spondilosis. Memiliki postur tubuh yang buruk. Kondisi ini bisa membuat beban pada sendi, otot dan ligamen secara tidak benar dalam waktu lama yang mengarah pada perubahan proses degeneratif. Genetika adalah faktor risiko lain untuk spondilosis. Jika banyak orang dalam keluarga menderita spondilosis, kemungkinan ada kecenderungan genetik yang lebih kuat terhadap spondilosis. Narasumber: dr. Jainal Arifin, SpOT-K (Spine) M. Kes Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialisasi Tulang Belakang Primaya Hospital Makassar Ilustrasi gambar oleh freepik Artikel terkait: Pengobatan Spondilosis Mengenal Penyakit Spondilosis dan Penyebabnya Nyeri Punggung: Gejala dan Ragam - Published: 2019-10-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/pengobatan-spondilosis/ - Kategori: Bedah, Ortopedi, Penyakit, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Ortopedi, Spondilosis - Translation Priorities: Optional Spondilosis sesungguhnya adalah proses degeneratif. Menurut Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Tulang Belakang dari Primaya Hospital Makassar, dr. Jainal Arifin, Sp. OT-K (Spine), M. Kes tidak ada metode yang diketahui dapat mencegah proses patologis degeneratif. Namun, beberapa tindakan mungkin bermanfaat untuk mencegah sakit leher dan punggung yang disebabkan oleh spondilosis. Selain itu, pengobatan spondilosis juga dapat dilakukan. Beberapa pencegahan spondilosis untuk mengurangi gejala yang timbul adalah: Duduk dan berdiri dengan benar. Belajar mengangkat dengan benar. Berolahraga secara teratur. (Latihan aerobik sangat baik. ) Raih dan pertahankan berat badan yang sehat. Makan sehat (diet seimbang, rendah lemak, kaya buah-buahan dan sayuran). Berhenti merokok. Hindari penggunaan alkohol secara berlebihan. Beristirahatlah yang banyak. Pengobatan Spondilosis Menurut Dokter Primaya Hospital Sebenarnya tidak ada pengobatan untuk mengembalikan tubuh dari spondilosis yang telah muncul, karena itu adalah proses degeneratif. dr. Jainal Arifin, Sp. OT-K (Spine), M. Kes selaku Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Tulang Belakang dari Primaya Hospital Makassar mengatakan bahwa perawatan untuk spondilosis menargetkan sakit punggung dan sakit leher yang dapat disebabkan oleh spondilosis. Karena itu, pengobatan spondilosis mirip dengan pengobatan sakit punggung dan sakit leher. “Perawatan yang tersedia termasuk dalam beberapa kategori: obat-obatan, perawatan diri, olahraga dan terapi fisik, terapi tambahan (chiropractics dan akupunktur), prosedur invasif minimal seperti injeksi, dan operasi,” tukasnya. Tidak ada obat yang telah terbukti untuk membalikkan proses degeneratif spondilosis. Perawatan rasa sakit dari spondilosis biasanya termasuk obat-obat antiinflamasi, analgesik (obat penghilang rasa sakit), dan pelemas otot. Obat antiinflamasi nonsteroid, atau NSAID, bisa sangat efektif dalam meredakan sakit punggung dan leher akibat spondilosis. Beberapa dari obat-obatan ini, seperti ibuprofen tersedia tanpa resep. Analgesik (obat penghilang rasa sakit), seperti acetaminophen dan tramadol, digunakan untuk mengobati rasa sakit. Jika rasa sakitnya sangat parah, kadang-kadang obat narkotik diresepkan untuk beberapa hari pertama. Pengobatan Spondilosis dengan Pembedahan “Spondilosis adalah kondisi kronis, sedangkan pembedahan untuk pasien dengan nyeri punggung bawah kronis masih kontroversial. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan perbaikan dengan keluhan rasa sakit, sebagian besar penelitian tidak. Sedangkan perawatan non-bedah seperti terapi fisik dan manajemen nyeri menunjukkan lebih banyak hasil. ” Dokter spesialis ortopedi tersebut menjelaskan. Beberapa pasien juga tetap mengalami nyeri punggung kronis setelah operasi. Namun, operasi kadang-kadang diperlukan ketika spondilosis atau stenosis tulang belakang menyebabkan masalah saraf yang parah atau memburuk, kerusakan saraf progresif, atau kesulitan berjalan. Pembedahan jarang diperlukan pada pasien dengan nyeri punggung akut, kecuali jika ada masalah neurologis progresif. Ini karena sebagian besar pasien membaik secara perlahan setelah perawatan dengan obat-obatan dan terapi fisik. Sebagian besar pasien membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah nyeri punggung muncul pertama kali. Pembedahan kadang-kadang dilakukan untuk sciatica akut (jika masalah saraf seperti kelemahan dan mati rasa lebih parah dan memburuk daripada membaik) dan sindrom cauda equina. Sindrom cauda equina adalah sindrom di mana saraf di bagian bawah sumsum tulang belakang dikompresi oleh diskus intervertebralis atau massa yang menyebabkan masalah neurologis. Operasi Dekompresi Tulang Operasi dekompresi tulang belakang melibatkan berbagai prosedur bedah yang dapat menghilangkan tekanan pada saraf di belakang karena stenosis tulang belakang, disk intervertebralis hernia, atau stenosis foraminal (penyempitan jalur saraf). Teknik umum untuk dekompresi meliputi: Laminektomi adalah prosedur untuk mengangkat lengkung tulang kanal tulang belakang (lamina) kemudian meningkatkan ukuran kanal tulang belakang dan mengurangi tekanan pada sumsum tulang belakang. Diskektomi adalah prosedur untuk mengangkat sebagian diskus intervertebralis yang menekan akar saraf atau kanal tulang belakang. Foraminotomi atau foraminektomi adalah prosedur untuk memperluas lubang akar saraf untuk keluar dari saluran tulang belakang. Selama foraminektomi, umumnya lebih banyak jaringan diangkat daripada selama foraminotomi. Pengangkatan osteofit adalah prosedur untuk menghilangkan taji tulang dari area yang menyebabkan saraf terjepit. Corpectomy adalah prosedur untuk mengangkat tubuh dan disk tulang belakang. Penggabungan vertebra kadang-kadang dikombinasikan dengan satu atau lebih dari prosedur ini untuk menstabilkan tulang belakang. Pengobatan Spondilosis dengan Obat Suntikan Terdapat beberapa prosedur yang dapat menangani nyeri akut, terutama nyeri radikuler yang menjalar ke anggota gerak. Prosedur dan Suntikan Minimal Invasif seperti Steroid (kortison) dapat disuntikkan ke ruang epidural (ruang di sekitar sumsum tulang belakang). Prosedur ini dikenal juga sebagai suntikan epidural. Steroid juga dapat disuntikkan ke dalam facet joint yang menghubungkan ruas tulang belakang pada jaringan lunak, atau langsung ke ruang diskus intervertebralis. Prosedur lain untuk nyeri punggung dan leher termasuk suntikan intradiscal (injeksi kortison langsung ke diskus intervertebralis), suntikan steroid, anestesi, atau keduanya, injeksi steroid facet sendi, injeksi steroid ke dalam sendi sakroiliaka, injeksi steroid ke dalam otot piriformis untuk piriformis syndrome, dan radiofrequency denervation (penghancuran saraf yang menyakitkan menggunakan arus frekuensi radio). Narasumber: dr. Jainal Arifin, SpOT-K (Spine) M. Kes Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialisasi Tulang Belakang Primaya Hospital Makassar Ilustrasi gambar oleh freepik Artikel terkait: Gejala Spondilosis dan Faktor Risikonya Mengenal Penyakit Spondilosis dan Penyebabnya Mencegah Masalah Tulang Belakang di Tempat Kerja - Published: 2019-10-22 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/mengenal-penyakit-spondilosis-dan-penyebabnya/ - Kategori: Ortopedi, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Ortopedi, Spondilosis Bila Anda mengalami nyeri atau sakit pada tulang belakang, hal tersebut perlu diwaspadai. Bisa saja Anda mengalami penyakit spondilosis yang pada umumnya menyerang lansia tapi bisa terjadi juga disegala usia. Apa itu penyakit spondilosis? Menurut dr. Jainal Arifin, Sp. OT-K (Spine), M. Kes selaku Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Tulang Belakang dari Primaya Hospital Makassar, Spondilosis merupakan sebuah fenomena penuaan pada tulang dan ligamen di tulang belakang. Penyakit spondilosis dapat berupa tonjolan tulang (taji, spur, atau osteofit), seiring bertambahnya usia. Selain itu bisa juga muncul masalah pada disk intervertebralis. Disk invertebralis adalah struktur yang terletak di antara dua tulang belakang berturut-turut dari kolom. Bentuknya menyerupai pad dan bertindak sebagai peredam kejut selama gerakan seperti berjalan, melompat. Pada spondilosis, disk invertebralis mengalami degenerasi dan melemah, kemudian dapat menyebabkan herniasi dan penonjolan disk. “Spondilosis pada umumnya sering terjadi. Gejala ini sering kali dilaporkan antara usia 20 dan 50 tahun. Lebih dari 80% orang di atas usia 40 tahun memiliki bukti spondilosis pada studi X-ray. Tingkat di mana spondilosis terjadi sebagian terkait dengan kecenderungan genetik serta riwayat cedera,” ujar dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis tulang belakang tersebut. Penyebab Penyakit Spondilosis Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Tulang Belakang dari Primaya Hospital Makassar, dr. Jainal Arifin, Sp. OT-K (Spine), M. Kes menjelaskan bahwa untuk lebih memahami penyebab spondilosis, ada baiknya untuk mengetahui sedikit lebih lanjut tentang struktur tulang belakang. Tulang belakang itu terdiri dari tulang (leher, punggung tengah dan punggung bawah), disk, otot, dan saraf. Struktur tulang belakang berbentuk seperti tabung guna melindungi saraf. Tulang belakang ini ditopang dan diberi bantalan oleh disk yang terdiri dari gel dan air yang kuat dan fleksibel. Seiring bertambahnya usia, disk mengalami dehidrasi kemudian menjadi lebih tipis dan menjadi keras. Selanjutnya keadaan tersebut memberikan sedikit topangan pada tulang belakang yang bertumpu pada disk. Tubuh ini akan mengimbanginya dengan memproduksi benjolan kecil tulang tambahan untuk menopang tulang belakang dan membuat tulang belakang menjadi kaku. Tulang tambahan dikenal sebagai taji tulang atau osteofit. Osteofit dapat menyebabkan tulang belakang menjadi terlalu kaku sehingga gejalanya berupa kaku dan nyeri. “Perubahan struktur tulang juga dapat menekan saraf dan di sekitarnya, yang menyebabkan gejala nyeri yang lebih luas,” jelas dr. Jainal Arifin, SpOT-K (Spine) M. Kes. Narasumber: dr. Jainal Arifin, SpOT-K (Spine) M. Kes Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialisasi Tulang Belakang Primaya Hospital Makassar Ilustrasi gambar oleh Joyce McCown Artikel terkait: Pengobatan Spondilosis Gejala Spondilosis dan Faktor Risikonya Osteoporosis Pada Wanita - Published: 2019-10-21 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/tips-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru - Tag: Dr. Christina Sitorus. Sp. OG, Tips Kehamilan Halo bunda-bunda cantik, terutama bunda yang sedang dalam masa kehamilan. Kali ini dr. Christina Sitorus, Sp. OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Barat berbagi tips sederhana untuk mengurangi kekwatiran dan ketakutan yang kerap muncul menjelang persalinan Pahami kondisi bunda dan kehamilan bunda dengan baik Jika bunda yakin bahwa kehamilan bunda baik maka bunda akan lebih siap menghadapi persalinan. Bagaimana memastikan bahwa kondisi kandungan baik? Melakukan pemeriksaan kehamilan dengan dokter kandungan adalah cara terbaik untuk kondisi kehamilan serta resiko resiko tertentu pada kehamilan bunda, selain mengetahui pasti usia kehamilan dan waktu perkiraan lahir. Kapan kunjungan pertama ke dokter kandungan dilakukan? Kunjungan ke dokter kandungan pertama kali disarankan sesegera mungkin karena penentuan usia kandungan paling akurat dalam 3 bulan pertama kehamilan . Selain itu, penapisan resiko kehamilan melalui tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (pemeriksaan USG dan laboratorium) oleh dokter kandungan dapat dilakukan sedini mungkin. Dengan demikian bunda memiliki waktu yang lebih panjang untuk melakukan antisipasi dan optimalisasi luaran kehamilan dan hal ini akan membuat bunda lebih tenang menghadapi persalinan Dapatkan informasi yang benar seputar persalinan Pemahaman yang benar tentang kehamilan, persalinan bahkan menyusui dan perawatan bayi baru lahir akan mengurangi kewatiran dan membuat bunda lebih percaya diri menjalani persalinan. Pemahaman yang benar dapat diperoleh melalui konsultasi dengan dokter kandungan, kelas bersalin serta media seperti website atau you tube yang terpercaya dan sebaiknya diskusikan informasi tersebut dengan dokter bunda untuk menghindari salah persepsi. Beberapa hal yang perlu dipahami sebelum persalinan: Tanda tanda bersalin dan hal hal yang dilakukan jika tanda tersebut muncul Tahapan persalinan dan hal hal yang mempermudah setiap tahap persalinan seperti pilihan untuk mengatasi nyeri, serta usaha untuk memperlancar setiap tahap persalinan. Kemungkinan resiko pada setiap tahap persalinan dan antisipasinya serta penanganan jika resiko tersebut muncul Dengan pemahaman ini, bunda bersama pasangan serta keluarga dapat membuat pilihan tentang plan persalinan yang nyaman buat bunda. Ketahui hal hal yang membuat bunda kwatir dan bentuk mindset/affirmasi positif Segera diskusikan setiap hal yang membuat bunda kwatir tentang kehamilan serta persalinan pada setiap kunjungan dengan dokter bunda. Bunda juga dapat membagikan kekwatiran bunda dengan orang orang yang bunda percayai seperti suami, orangtua atau teman sehingga rasa kwatir tersebut tidak menjadi beban. Hindari mendengarkan cerita atau pengalaman yang tidak baik atau menakutkan seputar persalinan, karena hal tersebut hanya akan menambah kekwatiran bunda. Bentuk pikiran dan affirmasi positif bahwa bunda pasti dapat melalui persalinan dengan baik dan lancar. Ikuti kelas bersalin Mengikuti kelas bersalin seperti yoga prenatal, senam hamil, latihan relaksasi, kelas hipnoborthing bersama ibu ibu hamil lainnya dapat membuat bunda lebih semangat dan percaya diri menghadapi persalinan Tim dan suasana pendukung selama persalinan Pendampingan oleh tim pendukung selama persalinan seperti suami, keluarga serta teman yang menenangkan dapat memberi ketenangan dan mengurangi nyeri selama bersalin dan memperlancar persalinan. Menciptakan suasana yang dapat menenangkan bunda saat bersalin seperti mendengarkan musik favorit bunda, memegang tangan atau memeluk suami atau menerapkan teknik pernafasan atau relaksasi yang telah didapatkan melalui kelas bersalin dapat megurangi nyeri atau stres saat bersalin. Sumber foto: Camylla Battani Narasumber: dr. Christina Sitorus, Sp. OG - Published: 2019-10-06 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/saraf/kenali-gejala-stroke/ - Kategori: Penyakit, Saraf, Terbaru - Tag: dokter spesialis saraf - Translation Priorities: Optional Stroke adalah manifestasi klinis akut akibat disfungsi neurologis pada otak, medulla spinalis dan retina baik sebagian atau menyeluruh yang menetap selama ≥ 24 jam atau menimbulkan kematian akibat gangguan pembuluh darah. Mengenal gejala stroke dapat membantu penyembuhan karena semakin dini pengobatannya maka makin besar kemungkinan untuk pulih. Ada beberapa jenis stroke dengan gejala stroke yang berbeda Jenis-jenis stroke tersebut bisa dikenali menurut penyebabnya, yaitu: Stroke Iskemik. Adalah stroke yang disebabkan oleh infark. Stroke ini dibuktikan melalui pemeriksaan radiologi, patologi atau bukti lain yang menunjukkan iskemik otak, medulla spinalis atau retina. Stroke perdarahan. Stroke ini dapat disebabkan oleh perdarahan intracranial atau subarachnoid. Perdarahan intracranial terjadi pada parenkim otak maupun ventrikel tanpa didahului trauma, sementara perdarahan subarachnoid terjadi di rongga subarachnoid (antara membran arachnoid dan piamater). Transient ischemic attack (TIA). Stroke ini didefinisikan sebagai disfungsi nerologis sementara akibat iskemik fokal termasuk iskemik retina dan medulla spinalis, tanpa bukti adanya infark. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi nasional stroke adalah 8,3 per 1000 penduduk. Berdasarkan data stroke registry tahun 2012-2014, sebanyak 67% dari total stroke adalah iskemik, dan 33% lainnya adalah stroke hemoragik. Gejala stroke yang paling sering tampak menurut dokter spesialis saraf Primaya Hospital Salah satu ciri stroke adalah timbulnya gejala yang sangat mendadak dan jarang didahului oleh gejala pendahuluan (warning sign) seperti nyeri kepala, mual, muntah dan sebagainya. Manifestasi klinik stroke atau gejala stroke yang muncul, sangat tergantung kapada daerah otak yang terganggu aliran darah. Gejala lain yang tampak juga bergantung pada fungsi daerah otak yang menderita iskemik tersebut. Gejala stroke yang perlu dikenali di antaranya adalah: Kelemahan otot wajah yang ditandai dengan wajah turun kesalah satu sisi, terlihat tidak simetris Kelemahan separuh anggota gerak yang ditandai dengan tidak mampu mengangkat lengan dan tungkai, lemas pada salah satu sisi Kesemutan atau baal pada wajah, lengan dan tungkai pada sisi yang terganggu Kehilangan kemampuan berbicara atau kesulitan berbicara ditandai dengan bicara cadel, tidak beraturan, tidak dapat memahami ucapan orang lain atau bahkan tidak mampu bicara sama sekali Kehilangan kemampuan melihat secara tiba-tiba, penglihatan kabur atau penglihatan ganda Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya Gangguan fungsi keseimbangan seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi Terapi Stroke Serta Pengobatan Penyakit Stroke Ada dua modalitas terapi stroke iskemik yang menjadi rekomendasi internasional, yaitu trombolisis dan trombektomi. Pengobatan penyakit stroke ini hanya dapat dilakukan pada beberapa jam pertama ketika seseorang terkena serangan stroke. Terapi stroke trombolisis. Merupakan pengobatan penyakit stroke melalui tindakan pemberian obat pengencer darah (Alteplase atau r-TPA). Terapi stroke trombektomi. Merupakan pengobatan penyakit stroke melalui tindakan kateterisasi pembuluh darah (endovascular mechanical thrombectomy). Prosedur trombektomi ini dapat mengeluarkan bekuan darah dari pembuluh darah otak yang tersumbat, sehingga aliran darah menjadi lancar kembali. Tindakan trombektomi dilakukan di ruang kateterisasi (cath lab), dengan pasien dalam kondisi sadar (cukup dengan bius lokal). Terapi stroke di Primaya Hospital dapat melayani penderita stroke secara cepat, tepat dan komprehensif. Dengan layanan yang lebih cepat dan terpadu, maka potensi pasien mengalami kecacatan bisa diminimalisir. Fasilitas nya terdiri dari fasilitas diagnosis, antara lain: CT Scan, MRI, DSA. Pengobatan penyakit stroke di Primaya Hospital ditangani oleh dokter spesialis saraf, dokter spesialis bedah saraf, serta tim medis yang cakap di bidangnya. Selengkapnya tentang terapi stroke dapat dilihat disini. Narasumber: dr. Sesmi Betris, Sp. S Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Bekasi Utara Artikel terkait: Rehabilitasi Medik untuk Pasien Stroke Terapi Trombolitik (rTPA) Cegah Cacat dan Kematian Akibat Stroke Mengenal Lebih Dekat Penyakit Stroke - Published: 2019-09-04 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/bedah/luka-bakar-bagaimana-cara-mengatasinya/ - Kategori: Bedah, Terbaru - Tag: dokter spesialis bedah, Luka Bakar, Primaya Hospital Bekasi Utara Menurut definisi, luka bakar adalah kerusakan yang terjadi pada area kulit yang bisa disebabkan karena panas, bahan kimia, sengatan listrik, radiasi sinar matahari, dan radiasi. Ciri paling umum luka bakar adalah kerusakan kulit yang parah hingga menyebabkan kematian sel kulit yang terbakar. Kebanyakan luka bakar adalah luka ringan yang biasa terjadi di rumah atau ketika bekerja. Sering kali Anda mendapatkan luka bakar ringan dari air panas, setrika, atau menyentuh kompor panas di dapur. Perawatan di rumah biasanya untuk penyembuhan dan mencegah masalah lain seperti infeksi. Perlu kita ketahui bahwa luka bakar melukai lapisan kulit dan juga bisa melukai bagian lain dari tubuh, seperti otot, pembuluh darah, saraf, mata dan organ didalam tubuh Anda seperti paru-paru. Jenis-Jenis Luka Bakar Menurut Dokter Primaya Hospital Luka bakar sendiri memiliki jenis dan derajat luka bakar yang berbeda. Jenis luka bakar dapat dibagi berdasarkan penyebabnya (panas, listrik, zat kimia, gesekan, atau radiasi), derajat (kedalaman kulit yang terkena), intensitasnya (ringan sampai berat berdasarkan luas permukaan kulit yang terkena) pada luka bakar tersebut. Berikut ini adalah jenis luka bakar yang harus Anda tahu, antara lain: Luka bakar panas (luka bakar termal) Luka bakar jenis ini disebabkan oleh api, uap, benda panas, atau cairan panas. Luka bakar akibat cairan panas cukup sering terjadi di rumah tangga. Luka bakar suhu dingin Luka bakar ini disebabkan oleh paparan kulit untuk kondisi basah, berangin, atau terlalu dingin. Luka bakar listrik Luka bakar jenis ini adalah luka bakar yang disebabkan oleh kontak dengan listrik atau akibat sambaran petir. Luka bakar kimia Luka bakar ini disebabkan oleh kontak dengan rumah tangga atau bahan kimia industri dalam atau bentuk cair, padat, gas. Makanan alami berupa cabai, berisi zat yang dapat menyebabkan irtiasi ke kulit, juga menyebabkan sensasi luka terbakar. Luka bakar radiasi Luka bakar ini disebabkan oleh paparan sinar matahari, tanning, sunlamps, sinar-X, atau terapi radiasi untuk pengobatan kanker. Luka bakar gesekan Luka bakar ini disebabkan oleh kontak dengan permukaan yang keras. Proses gesekan tersebut biasanya menyebabkan pengikisan kulit dan menimbulkan energi panas. Derajat Keparahan Luka Bakar Terdapat klasifikasi untuk derajat keparahan luka bakar yang membutuhkan penanganan berbeda. Luka bakar didefinisikan dengan derajat pertama, kedua, ketiga, atau keempat, tergantung pada berapa banyak lapisan kulit dan jaringan yang terbakar. Semakin dalam luka bakar dan lebih besar area yang terbakar, lebih serius luka bakar yang terjadi. Luka Bakar Derajat Pertama Derajat luka bakar pertama hanya mengenai lapisan pertama kulit. Dapat disembuhkan dengan cara mengalirkan air dingin di atas luka bakar selama beberapa menit hingga rasa panas dan nyeri berkurang. Jika setelah dialiri air dingin luka bakar tersebut masih juga menyebabkan nyeri yang hebat, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk mengurangi rasa sakit yang diderita, atau datang berobat ke Dokter di Primaya Hospital Bekasi Utara. Luka Bakar Derajat Kedua Derajat luka bakar kedua yang melukai lapisan kulit yang lebih dalam, perlu untuk dialiri dengan air dingin untuk mengurangi rasa panas atau nyeri. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri dan membalut luka bakar ini dengan kain kasa (tanpa kapas) yang telah ditetesi antibiotik agar terhindar dari infeksi. Luka Bakar Derajat Ketiga Derajat luka bakar ketiga, melukai semua lapisan kulit dan jaringan di bawah kulit. Luka bakar ini selalu membutuhkan perawatan medis. Luka Bakar Derajat Keempat Derajat luka bakar keempat adalah luka bakar yang meluas melalui kulit dengan melukai otot, ligamen, tendon, saraf, pembuluh darah, dan tulang. Luka bakar ini selalu membutuhkan perawatan medis, biasanya dengan kondisi pasien yang kritis. Tips Menangani Korban Luka Bakar Jauhkan korban dari sumber panas yang membuatnya terbakar, apabila memungkinkan hentikan sumber panasnya. Dinginkan daerah tubuh yang terbakar dengan air mengalir selama 20 menit, segera setelah trauma. Tutup luka dengan bahan steril yang tidak lengket. Jangan gunakan es, ait es, pasta gigi, krim, atau bahan berminyak seperti mentega. Lepaskan pakaian, asesoris dan perhiasan dari daerah yang dekat dengan luka bakar di tubuh korban. Pastikan korban tetap dalam kondisi yang hangat, misalnya diselimuti namun tidak mengenai luka bakarnya. Narasumber: dr. Azril Habibi, SpB, FINACS, FICS Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Bekasi Utara Ilustrasi gambar oleh rawpixel Artikel terkait: Usus Buntu Bagaimana Gejalanya? Penyakit Tiroid dan Pembedahan Nyeri Perut Pada Anak - Published: 2019-08-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/fisioterapi-dan-rehabilitasi-medik/terapi-gelombang-kejut-eswt/ - Kategori: Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik, Terbaru - Tag: Rehab Medik Apa itu Terapi Gelombang Kejut? Terapi gelombang kejut (shockwave) adalah prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang kejut bertekanan tinggi yang ditransmisikan melalui jaringan pada daerah yang sakit dan juga meningkatkan kesembuhan jaringan lunak yang sakit. ESWT mengefektifkan mekanisme penghambat nyeri tubuh untuk menyembuhkan bagian yang sakit. Setelah itu tubuh akan mengeluarkan endorfin yang dikenal sebagai hormon pemberi rasa rileks dan dapat menghambat timbulnya kembali rasa nyeri serta melancarkan peredaran darah. Siapa yang Perlu Menjalani Terapi Gelombang Kejut dan Hasil yang Diharapkan ESWT digunakan untuk mengobati berbagai jenis nyeri muskuloskeletal, penyakit, dan gangguan kesehatan, terutama yang menyerang jaringan ikat di tulang. Terapi ini merupakan pilihan pengobatan lanjutan yang akan dipertimbangkan bila pengobatan konservatif tidak dapat mengatasi nyeri pasien. Pengobatan konservatif misalnya istirahat, terapi es, obat pereda nyeri, suntik steroid, dan fisioterapi. Walaupun umumnya aman, namun terapi gelombang kejut tidak disarankan bagi: Anak Wanita hamil Pasien yang mengonsumsi obat untuk menghambat pembekuan darah (antikoagulan) dan obat antiplatetet Pasien yang memiliki tumor tulang dan masalah metabolisme tulang tertentu Pasien pengidap kelainan saraf dan sirkulasi Pasien yang memakai alat pacu jantungatau implan alat bantu lainnya Pasien yang terkena infeksi pada kaki Pasien yang telah disuntik steroid dalam tiga bulan terakhir Masalah Kesehatan yang Membutuhkan Terapi Gelombang Kejut Menurut Dokter Primaya Hospital Plantar fasciitis atau fasciosis. Kondisi yang ditandai dengan nyeri tajam di tumit karena peradangan plantar fascia, yang menghubungkan tulang dengan jari kaki. Tendonitis Achilles. Kondisi yang disebabkan oleh tendon Achilles yang terlalu sering digunakan. Tendon ini terletak di antara otot betis dan bagian belakang kaki bawah. Kalsifikasi tendonitis. Nyeri akibat penumpukan kalsium di tendon, yang menimbulkan tekanan dan iritasi Epikondilitis lateral atau tennis elbow. Kondisi yang ditandai dengan peradangan dan nyeri pada tendon di siku akibat penggunaan berlebih dari otot lengan bawah, lengan, dan tangan. Morton neuroma. Nyeri pada tumit karena penebalan jaringan ikat di sekitar saraf di antara bagian bawah jari kaki (umum ditemukan pada wanita, biasanya karena sering memakai sepatu hak tinggi atau ketat) Taji tumit. Nyeri akibat deposit kalsium menonjol di bagian bawah tulang tumit. Cara Kerja Terapi Gelombang Kejut Setelah rekam medis pasien diperiksa, prosedur akan dimulai dengan menandai area tubuh yang sakit dan memicu nyeri. Lalu, gel khusus dioleskan di bagian-bagian tersebut. Alat genggam ESWT diatur posisinya untuk memancarkan gelombang kejut di area sasaran terapi. Alat ini akan menghantarkan tekanan udara secara perlahan melalui gel ultrasonik. Prosedur ini membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Selama prosedur, pasien biasanya merasakan sedikit nyeri. Saat gelombang kejut dipancarkan, spesialis ortopedi dapat mengubah kekuatan gelombang kejut agar pasie tidak terlalu kesakitan. Denyut energi dari gelombang kejut yang dimasukkan ke tubuh akan menirukan proses penyembuhan alami tubuh, sehingga prosedur ini sangat efektif untuk memicu penyembuhan. Setelah prosedur selesai, pasien biasanya dapat berdiri dan berjalan seperti biasa. Obat pereda nyeri, obat anti-peradangan, atau terapi es tidak disarankan karena dapat menghambat proses penyembuhan. Pasien dapat langsung melakukan aktivitas sehari-hari, namun harus menghindari aktivitas berat selama 48 jam. Kebanyakan pasien mengalami peningkatan signifikan setelah satu sesi saja. Terapi ini memiliki tingkat keberhasilan sekitar 80%, yang meningkat hingga 90% pada sesi kedua. Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Terapi Gelombang Kejut Dengan terapi gelombang kejut, pasien tidak akan memerlukan pembedahan, obat bius, atau obat-obat lainnya. Maka dari itu, prosedur ini tidak memiliki efek samping, jika dipersiapkan dengan baik. Namun, beberapa pasien mengaku merasakan sensasi gatal, hipersensitif, bercak merah, memar atau pembengkakan, mati rasa, dan kulit terasa hangat – yang semuanya hilang dalam beberapa hari. Narasumber: Dr. Deasy Erika , SpKFR Primaya Hospital Bekasi Barat Ilustrasi gambar oleh Fokus Helse & Trening Artikel terkait: Latihan Fisik Pasien Gagal Ginjal Mengawal Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini Rehabilitasi Medik Kembalikan Fungsi Tubuh yang Bermasalah - Published: 2019-08-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/bedah/nyeri-perut-pada-anak/ - Kategori: Bedah, Terbaru - Tag: dokter spesialis bedah, Primaya Hospital Bekasi Utara Lebih dari 1/3 anak mengeluh sakit perut dan ini menyebabkan orang tua membawa ke dokter. Sakit atau nyeri perut pada anak bisa bersifat akut dan kronis (berulang). Berdasarkan penyebab bisa disebabkan masalah fungsional ataupun masalah bedah. Untuk itu kita perlu tahu tanda dan gejala serta indikasi untuk membedakan penyebabnya dan menentukan kapan pembedahan perlu dilakukan. Apa yang terjadi saat terasa nyeri perut pada anak? Pada kasus bedah, nyeri perut pada anak umumnya disebabkan peradangan pada usus buntu (appendicitis), dan umumnya terjadi pada anak usia 6-10 tahun. Gejala awal pada kasus appendicitis biasanya dimulai dengan keluhan nyeri ulu hati yang bisa disertai mual dan muntah. Kadang usus buntu disertai nyeri perut yang tidak jelas lokasinya atau ada nyeri di sekitar pusar (umbilikus) dan sedikit diare. Sehingga jika anak dibawa berobat pada kondisi ini, sering mendapat diagnosis sakit maag. Tetapi seiring dengan waktu, nyeri perut akan terasa di perut kanan bawah dan biasanya disertai dengan demam. Sehingga bila anak berjalan akan membungkuk karena nyeri, atau mengeluh nyeri saat mereka batuk. Appendicitis akut merupakan kasus bedah emergensi. Proses perjalanan appendicitis terjadi dari proses peradangan ringan, dimana dari mulai gejala awal sampai muncul gejala khas terjadi dalam 24 jam. Pada kasus anak yang setelah 24 jam muncul keluhan nyeri perut kanan bawah, bisa terjadi kebocoran usus buntu yang mengalami peradangan (perforasi appendikas). Perforasi appendikas ditandai dengan nyeri seluruh perut, perut kembung, muntah dan demam tinggi, dan selanjutnya dapat terjadi dengan pembentukkan abscess setelah 2-3 hari. Bila sampai terjadi kebocoran usus buntu, kondisi ini merupakan suatu kondisi yang mengancam nyawa. Apabila terjadi, harus segera menjalani tindakan operasi besar dan membutuhkan perawatan yang lebih lama. Appendicitis dapat terjadi karena berbagai macam penyebab, antara lain penyumbatan (obstruksi) oleh fecalith (feses yang mengeras yang masuk ke dalam saluran usus buntu) atau cacing (Oxyurus vermicularis), akan tetapi paling sering disebabkan penyumbatan oleh fecalith dan kemudian diikuti oleh proses peradangan. Pemeriksaan yang dilakukan saat terjadi nyeri perut pada anak menurut dokter Primaya Hospital Pada kasus sakit perut berulang / kronis kita perlu melakukan beberapa pemeriksaan tambahan. Misalnya USG atau CT Scan untuk mengetahui apakah penyebabnya di saluran cerna ataupun disaluran kemih. Dengan pemeriksaan tersebut, kita bisa melakukan tindakan lebih awal dengan demikian resiko dan komplikasi bisa dikurangi. Penanganan Appendicitis akut dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu (appendiks), yaitu melalui sayatan kecil pada perut kanan bagaian bawah. Jika tidak terjadi kompilkasi pasien dapat pulang kerumah dalam waktu 2-3 hari setelah dilakukan operasi. Narasumber: dr. Agustine Asie, Sp. B, FINACS, FICS Spesialis Bedah Primaya Hospital Bekasi Utara Ilustrasi gambar oleh freepik Artikel terkait: Usus Buntu Bagaimana Gejalanya? Penanganan Penyakit Ambeien Sehari-hari Solusi Bedah yang Lebih Baik untuk si Buah Hati - Published: 2019-08-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/catatan-trimester-awal-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru - Tag: Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Primaya Hospital Bekasi Utara Cara termudah, murah dan bisa dilakukan dimanapun untuk pemeriksaan kehamilan saat ini yaitu dengan pemeriksaan air seni atau urine melalui test pack. Hasil positif dari test pack ini ditunjukkan dengan adanya 2 garis pada indikator pemeriksaan. Hal ini untuk beberapa Bunda merasakan senang bagi Bunda yang sudah menunggu-nunggu buah hati, namun ada Bunda yang lain merasa khawatir. Ada kekhawatiran bila kehamilannya nanti diprediksi tidak sehat atau janin mengalami kecacatan. Namun jangan khawatir, Bunda dapat memeriksakan kandungan sejak masa trimester awal kehamilan. Pertama kali Bunda dinyatakan hamil, Bunda akan mencari klinik atau rumah sakit praktek dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya. Namun beberapa Bunda mungkin enggan langsung melakukan pemeriksaan sebab khawatir USG (ultrasonography) dapat mengganggu janin. Padahal, Bunda tidak perlu khawatir karena USG berbeda dengan Rontgen (sinar X). Pemeriksaan kehamilan USG menggunakan gelombang suara, sedangkan Sinar X terbukti memang memberikan efek samping terhadap janin. Bagi ibu hamil di trimester pertama, biasanya USG transvaginal (melalui vagina) lebih efektif dibanding USG transabdomen (lewat dinding perut). USG transabdomen belum bisa mendeteksi adanya janin jika kehamilan belum berusia 6 atau 7 minggu. Pada usia kehamilan yang baru memasuki minggu ke-4, gambaran janin masih sangat kecil sehingga dibutuhkan penerima gelombang suara melalui USG transvaginal. Pentingnya USG di Trimester Awal Kehamilan Menurut Dokter Primaya Hospital Banyak wanita yang lupa dengan HPHT alias Hari Pertama Haid Terakhir mereka, sehingga dibutuhkan bantuan USG untuk menghitung usia kehamilan dan perkiraan waktu persalinan secara akurat. Untuk mendeteksi kantong kehamilan dan bentuk rahim. Diperlukan untuk melihat gambaran janin lebih jelas. Apakah janin terletak di dalam atau di luar kandungan, mungkinkah janin lebih dari satu alias kembar, juga mengonfirmasi detak jantung janin. Perkembangan janin seperti ukuran dan organ kelamin dalam. Kelainan-kelainan dan risiko kehamilan seperti keguguran. Untuk pemeriksaan USG yang lebih akurat bisa dilakukan saat usia kehamilan berada pada minggu 8 sampai 13. Pemeriksaan kehamilanUSG di trimester awal kehamilan sangat penting dan patut Bunda pertimbangkan walaupun hanya memberi gambaran yang sangat kecil. Pemeriksaan USG pada usia tersebut dapat mendeteksi adanya kemungkinan kelainan janin melalui pemeriksaan USG NT (Nuchal Translucency). Prosedur tersebut yaitu USG Nuchal Translucency (NT). Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat tumpukan cairan di belakang leher bayi. Jika jumlah cairannya berlebih, patut dicurigai adanya masalah pada janin. Masalah yang mungkin timbul di trimester awal kehamilan Masalah tersebut seperti down syndrome, Trisomi 18 atau kelainan jantung janin. Untuk prosedur USG NT bisa dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Tapi pastikan alat yang digunakan mendukung. Pemeriksaan juga baru bisa dilakukan ketika usia janin 11 minggu karena sebelum itu ukuran janin masih terlalu kecil. Jika usia janin melewati 14 minggu maka cairan nuchal sudah diserap oleh sistem limfatik bayi. Tingkat keakuratan pemeriksaan USG ini mencapai 77 persen. Untuk mendapat level keakuratan lebih maksimal, biasanya dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah yang dimaksud merupakan teknik pemeriksaan yang bisa dibilang terbaru di bidang obstetri terutama bidang fetomaternal. Teknik pemeriksaan ini adalah NIPT ( Non Invasive Prenatal Test). Nah, dengan teknologi yang tinggi, sel ini sudah dapat ditangkap melalui darah ibu dan dilakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada permasalahan genetik pada sel tersebut. Pemeriksaan baru dapat dilakukan di atas 10 minggu menunggu sel tersebut cukup banyak agar dapat ditangkap dengan adekuat oleh alat pemeriksaan canggih. Apa saja kelainan yang dapat dideteksi? Kelainan utama yang dapat diperiksa dengan menggunakan teknik ini adalah jumlah kromosom (atau aneuploidi). Kromosom adalah untaian DNA yang berisi pesan-pesan penting untuk pembentukan dan perkembangan manusia. Kromosom berjumlah 23 pasang (46 buah) dengan 1 pasang berupa kromosom sex yang menentukan laki-laki atau perempuan. Kelainan jumlah kromosom yang mungkin cukup dikenal adalah trisomi 21 (Down syndrome), trisomi 18 (Edward syndrome), trisomi 13 (Patau syndome). Kehebatan teknik pemeriksaan kehamilan ini adalah memiliki kemampuan deteksi yang sangat tinggi, hingga 98 persen, lebih tinggi dari teknik pemeriksaan kelainan kromosom lain yang ada sebelumnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Narasumber: dr. Erik Jaya Triyadi, Sp. OG Dokter Spesialis Obgyn Primaya Hospital Bekasi Utara Ilustrasi gambar oleh jcomp Artikel terkait: Kehamilan Bayi Kembar Deteksi Down Syndrome Pada Janin Pemeriksaan Kehamilan Awal - Published: 2019-08-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/akupunktur/terapi-akupunktur-untuk-orang-tua/ - Kategori: Akupunktur, Terbaru - Tag: dokter spesialis akupunktur medik, Primaya Hospital Bekasi Utara Ada yang bertanya apakah terapi akupunktur untuk orang tua aman untuk dilakukan? Akupunktur merupakan terapi menggunakan jarum pada lokasi titik akupunktur untuk mengatasi berbagai keluhan. Terapi ini sudah dilakukan sejak 5000 tahun silam untuk mengatasi keluhan penyakit. Dulu, terapi akupunktur dilakukan oleh ahli akupunktur (sinshe) yang di pelajari secara turun temurun dan berdasarkan pengalaman. Ilmu akupunktur saat ini di Indonesia telah dimasukkan dalam ilmu kedokteran fisik dan dipelajari secara medis. Dokter yang mempelajarinya di sebut dokter spesialis akupunktur. Geriatri adalah orang tua yang mengalami kondisi medis, sedangkan lansia adalah orang yang berusia 60 tahun keatas. Orang tua sering sekali mengalami keluhan disebabkan karena usia tuanya dan kondisi fisik yang mengalami keausan (degeneratif), Kondisi ini tidak mungkin dihilangkan namun bisa dikurangi dengan obat dan terapi. Oleh karena nya kebanyakan orang tua menkonsumsi banyak obat untuk mengatasi keluhannya. Nah disini akupunktur bisa menjadi salah satu pilihan terapi yang dilakukan untuk mengatasi keluhan yang dialami. Terapi Akupunktur Untuk Orang Tua Terapi akupunktur untuk orang tua dapat membantu keluhan tidak nafsu makan. Pada banyak orang tua yang memiliki pola makan yang kurang, biasanya disebabkan oleh kecenderungan orang tua yang sangat sensitif. Maka tak jarang mereka mengalami stress dengan lebih mudah. Pada kondisi ini, terapi akupunktur untuk orang tua dapat membantu menambah nafsu makan. Selain itu, terapi akupunktur untuk orang tua juga dapat menangani keluhan susah tidur yang dialami. Terapi akupunktur dapat menstimulasi hormon endorphin (morfin endogen) yang menimbulkan rasa mengantuk dan juga meningkatkan kadar serotonin dalam darah yang berperan dalam proses tidur. Terapi akupunktur untuk orang tua sudah banyak dilakukan pada pasien-pasien dengan usia tua. Sampai saat ini belum ditemukan efek yang buruk dalam terapi ini selama dilakukan dengan baik oleh dokter ahli akupunktur. Narasumber: dr. Ainil Masthura, Sp. AK Dokter Spesialis Akupunktur Primaya Hospital Bekasi Utara Ilustrasi gambar oleh jcomp Artikel terkait: Peran Akupunktur Medik pada Pelayanan Kesehatan Tingkatkan Peluang Kehamilan Dengan Akupunktur Medik Manfaat Akupunktur: Menyembuhkan Insomnia - Published: 2019-08-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/mengenal-kesehatan-dan-keselamatan-kerja/ - Kategori: Penyakit, Terbaru, Umum - Tag: dokter umum, Keselamatan kerja - Translation Priorities: Optional Berkembangnya perekonomian di Indonesia secara langsung meningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para pekerja. Namun disisi lain para pekerja juga berpotensi terpaparnya bahaya saat bekerja seperti penyakit akibat kerja dan kecelakaan pada saat bekerja. Data keselamatan kerja dari ILO melaporkan bahwa 1 pekerja meninggal setiap 15 detik akibat kecelakaan di tempat kerja atau sakit akibat kerja. Setiap 15 detik terdapat sekitar 160 kecelakaan kerja di dunia. Dr. Reza Ramdhoni selaku Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa sebenarnya pengertian K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah ilmu yang mempelajari tentang segala analisis, evaluasi serta solusi yang dapat diambil dalam hal mengoptimalkan keselamatan bagi pekerja, bagi orang lain disekitar pekerja itu, bagi alat-alat yang digunakan. Serta untuk menjaga kesehatan si pekerja itu agar lebih optimal, produktivitasnya lebih tinggi sehingga kesejahteraan si pekerja lebih baik lagi. Dan yang paling penting adalah prodiktivitas perusaahaan akan meningkatkan pendapatan. BPJS Ketenagakerjaan mencatat di Indonesia tidak kurang dari 9 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di tempat kerja setiap harinya. “Oleh karena itu pentingnya pengetahuan akan kesehatan dan keselamatan kerja agar karyawan dapat bekerja dalam kondisi yang sehat, nyaman dan aman sehingga dapat terus mendorong produktivitas dari perusahaan,” ujar Dokter Reza. Menurut Dokter Reza Ramdhoni, tempat Anda bekerja bisa menjadi salah satu pemicu dari berbagai penyakit yang mungkin Anda alami saat ini. Faktanya, tidak hanya orang yang bekerja diluar ruangan saja yang bisa mengalami penyakit akibat kerja tetapi yang bekerja di dalam ruangan juga bisa mengalami penyakit akibat kerja. “K3 ini sangat menunjang sekali untuk kualitas hidup seseorang dan ini tidak hanya untuk dirinya pribadi tetapi ketika dia sebagai kepala rumah tangga sekaligus juga seorang pekerja, dengan kualitas hidup yang baik saat dia bekerja maka otomatis kesejahteraan keluarganya juga akan meningkat,”tukasnya. Manfaat K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Menurut Dokter Primaya Hospital Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. Reza Ramdhoni mengatakan bahwa manfaat yang didapat dari K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk perusahaan dan pekerja adalah bagaimana suatu institusi itu dapat melindungi pekerja, orang disekitar dan peralatan yang ada ditempat kerja itu sehingga proses produktivitasnya bisa efisien dan meningkatkan kesejahteraan si pekerjanya itu. “Jadi ketika K3 itu dijalankan dampaknya akan langsung dirasakan oleh perusahaan itu sendiri,” terangnya. Ada beberapa cabang K3 yaitu kesehatan kerja, keselamatan dan higenis kerja serta ergonomik dan sikap atau perilaku si pekerja itu sendiri. Semua cabang K3 ini saling terkait. K3 ini harus memiliki komponen-komponen yang bisa meningkatkan kualitas bekerja dan lingkungan kerja. Sehingga produktivitas kerjanya meningkat dan tempat kerjanya akan mendapatkan keuntungan yang tak ternilai. K3 ini sudah ada perundangannya sejak th 1970. Seharusnya semakin meningkatnya kualitas pendidikan suatu bangsa ketika ada peraturan SOP haruslah dijalankan. Semakin hari kualitas K3 di Indonesia dianggap semakin baik dan ini tergambar dari perusahaan yang mengkapanyekan K3, sehingga muncul istilah zero accident itulah yang menjadi dasar bahwa kita sadar akan k3. Penyakit Akibat Kerja, Hal Yang Perlu Diawasi Demi Keselamatan Kerja Dr. Reza Ramdhoni selaku Dokter Umum dari Primaya Hospital Bekasi Timur menyatakan bahwa suatu perusahaan yang memproduksi suatu barang dengan perusahaan yang tidak memproduksi barang tentunya akan berbeda mengenai penyakit akibat kerja yang akan ditimbulkan. Klasifikasinya ada yang berpengaruh dari faktor biologis, kimia, trauma dan fisik. Kalau pada perusahaan yang bergerak dibidang jasa maka klasifikasinya seperti bagaimana perilakunya pekerja kantoran. Hal ini akan memberikan dampak berupa penyakit akibat kerja bahkan kecelakaan kerja yang berbeda-beda setiap bidangnya. Penerapan perlakuan K3-nya sesuai bidang tersebut berbeda. Faktor-faktor munculnya Penyakit Akibat Kerja di perusahaan: Unsafe actions, yaitu dari sifat kerjanya si pekerja itu sendiri. Unsafe condition, tempat kerjaannya (situasi). “Penyakit akibat kerja dapat dilakukan pencegahannya yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri yang terbaik baik pekerjanya,” kata Dokter Reza. Disamping itu, faktor usia juga berpengaruh terhadap K3. Karenaya, ada batasan usia kerja (minimal usia kerja dan usia pensiun). “Ini berpengaruh karena semakin usia penuaan berjalan akan semakin rentan seorang manusia akan menderita suatu penyakit. Apalagi dibarengi pola hidup kurang sehat semasa mudanya. Nah, ini akan menurunkan kualitas kesehatan si pekerja itu sendiri,” imbuhnya. Untuk penyakit akibat kerja lainnya juga bisa dilihat dari kondisi psikologis. Salah satunya adalah gangguan mental akibat tekanan pada pekerjaan. Itu termasuk katagori penyakit akibat kerja dimana tekanan-tekanan yang diterima pekerja itu tidak bisa diimbangi oleh pekerjanya sehingga merasa tertekan. Banyak kasus dimana si pekerja merasa putus asa dengan pekerjaannya sehingga kerjaannya di suatu perusahaan itu tidak benar dan merugikan perusahaan itu sendiri. “Makanya ada peraturan seperti adanya jatah cuti tahunan, cuti untuk ibu hamil dan menyusui ataupun cuti haid. Hal ini sebagai insentive psikologis bagi para pekerja, sehingga sebaiknya cuti itu diambil,” tutup Dokter Reza. Ilustrasi gambar oleh freepik Artikel terkait: Waspada Menghadapi Musim Pancaroba MENARI (Meraba Nadi Sendiri) Dapat Cegah Penyakit Gangguan Irama Jantung Jangan Anggap Remeh Nyeri Lutut Anda - Published: 2019-08-19 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/radang-pemicu-serangan-jantung/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Konsultan Kardiovaskular, Radang, Serangan Jantung, spesialis penyakit dalam - Translation Priorities: Optional Tahukah anda apa itu peradangan atau inflamasi? Pasti anda berpikir peradangan merupakan penyakit yang ringan saja seperti radang tenggorokan, tapi ternyata peradangan atau inflamasi kronis adalah pemicu serangan jantung. Apakah benar seperti itu? Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Primaya Hospital Tangerang mengatakan bahwa inflamasi kronis itu mempunyai kontribusi terhadap penyumbatan pembuluh darah, dimana penyumbatan pembuluh darah itu terjadi akibat proses inflamasi karena adanya kolesterol jahat (LDL- Low-Density Lipoprotein). LDL tersebut akan terinflamasi sehingga peradangan kronis tersebut menyebabkan kolesterolnya tertimbun di dalam pembuluh darah. Kemudian, makin lama makin bertambah sehingga menyebabkan gejala. “Dan jika proses inflamasi tersebut berjalan begitu hebatnya dan pembuluh darah pecah maka menyebabkan serangan jantung pada pasien-pasien yang terdapat bibit jantung koroner,” ujarnya. Menurut Dokter Yudistira, inflamasi kronis itu biasanya tidak dirasakan oleh pasien sehingga pasien merasa tidak ada gejala. Tetapi karena prosesnya berlangsung lama dan terus menerus sehingga lama-lama dapat menyebabkan gejala tersebut. Misalnya saja akibat dari inflamasi dapat menyebabkan serangan jantung, hal ini terjadi melalui proses yang sudah berlangsung lama. Sehingga terkadang kita menemukan pasien tersebut sudah dalam keadaan telat serta sudah mengalami serangan jantung. “Oleh karenanya, peradangan itu menyebabkan silent killer bagi penderita-penderita yang terdapat kolesterol yang tinggi,”tandasnya Faktor Meningkatnya Peradangan Kronis, Pemicu Serangan Jantung Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Primaya Hospital Tangerang, dr. Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV menjelaskan bahwa faktor pemicu dari meningkatnya peradangan kronis adalah karena adanya makanan yang tidak sehat seperti makanan yang punya kadar gula atau karbohidrat tinggi. Makanan tersebut terkadang akan menyebabkan proses oksidasi. “Nah proses oksidasi itulah yang menyebabkan inflamasi kronis. Ditambah pasien tersebut memiliki riwayat darah tinggi,” imbuhnya. Darah tinggi ini menyebabkan aliran darah jantung tersebut terkena ke pembuluh yang ada sumbatan sehingga inflamasi kronis pun akan bertambah. Apalagi kalau pasien memiliki gaya hidup merokok. Merokok ini dapat menyebabkan inflamasi kronis yang sangat cepat. “Jadi apabila seseorang dengan kondisi perokok lalu kerap makan makanan berkadar gula tinggi atau karbohidrat tinggi dapat menyebabkan proses inflamasi akan meningkat. Ditambah juga makan asin dan kurang zat serat menyebabkan adanya tensi tinggi sehingga menyebabkan inflamasi kronis kian bertambah. Cara Pencegahan Agar Terhindar Dari Peradangan Kronis Menurut Dokter Primaya Hospital Sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Primaya Hospital Tangerang, dr. Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV menyatakan bahwa mencegah inflamasi kronis yang merupakan pemicu serangan jantung dapat kita lakukan sehari-hari. Baik dengan menerapkan pola hidup yang sehat termasuk dalam mengonsumsi makanan yang baik. Cara hidup yang sehat misalnya dengan menjauhi stress. Stress akan meningkatkan tekanan darah yang naik atau naik-turun. “Oleh karena itu sebaiknya lakukan olahraga yang rutin sehingga tekanan darah menjadi stabil dan juga jaga asupan makanan. Pilih makanan yang banyak serat seperti buah-buahan. Kurangi jumlah karbohidrat yang masuk atau batasi makanan berkadar gula tinggi,” terangnya. Ubahlah gaya hidup tidak sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok atau sebaiknya kurangi asupan zat-zat atau makanan yang mengandung kadar lemak jahat yang banyak disekitar kita. Karena lemak yang jahat akan menimbun didalam tubuh dan sering kita tidak sadari kalau teroksidasi atau terinflamasi lama kelamaan bisa menjadi silent killer. Ilustrasi gambar oleh freepik Artikel terkait: Mendeteksi Penyakit Jantung Menurut Dokter Jantung Kenali dan Cegah Penyakit Katup Jantung 10 Mitos tentang Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah - Published: 2019-08-19 - Modified: 2020-06-28 - URL: https://primayahospital.com/saraf/definisi-nyeri-tatalaksananya/ - Kategori: Saraf, Terbaru - Tag: dokter spesialis saraf, Penanganan Nyeri, Primaya Hospital Bekasi Utara Definisi Nyeri adalah suatu kondisi dimana seseorang merasakan perasaan yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang telah rusak atau yang berpotensi untuk rusak. Sedangkan definisi saraf adalah serat serat yang menghubungkan organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Tentang Saraf. Sistem saraf merupakan jaringan sel saraf yang bertanggung jawab untuk mentransfer impuls dari otak ke seluruh tubuh agar bisa menjalankan fungsi organ. Sistim saraf dibagi menjadi 2 yaitu sistim saraf pusat dan sistim saraf tepi. Sistim saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak terdiri dari bagian bagian yang memiliki fungsi berbeda, seperti mengatur gerakan, bicara, sentuhan, rasa sakit, suhu, bahasa, penglihatan,dsb. Di otak terdapat batang otak yang persyarafannya terhubung langsung ke sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang mengeluarkan serabut saraf yang mempercabangi seluruh bagian tubuh. Sistim saraf tepi adalah sistim saraf yang menghubungkan sistim saraf pusat ke berbagai organ tubuh. Definisi Nyeri: Penyebabnya Nyeri berhubungan dengan banyak penyakit. Banyak penyakit yang dapat menimbulkan rasa nyeri di persarafan, seperti infeksi HIV, herpes, cedera, kanker, diabetes, penyakit autoimun,penekanan akar saraf di tulang belakang, diabetes, kekurangan vitamin B6, B12, dsb. Definisi nyeri saraf adalah nyeri akibat serabut saraf yang rusak, cedera atau mengalami gangguan fungsi. Rasa nyeri timbul akibat respon saraf yang menerima rasa nyeri baik dari dalam maupun dari luar tubuh lalu membawa sensasi tersebut ke dalam otak. Nyeri saraf tidak selalu disertai nyeri yang hebat, namun hampir selalu disertai tingkat kepekaan nyeri yang tidak normal berupa ketidaknyamanan terus menerus hingga nyeri yang tidak tertahankan. Rasa tidak nyaman tersebut dapat berupa mati rasa, panas, geli, nyeri seperti tertusuk,seperti sengatan listrik,rangsangan ringan mencetuskan rasa nyeri, kesemutan. Selain akibat kerusakan saraf tepi, kerusakan dan cedera pada otak dan sumsum tulang belakang juga menyebabkan nyeri saraf. Jenis nyeri saraf juga dilihat dari tipe saraf yang terkena. Sedangkan definisi nyeri akut adalah sensasi jangka pendek yang menyadarkan kita akan adanya cedera. Seringkali nyeri diabaikan dan hanya dianggap sebagai gejala, bukan sebagai penyakit yang harus diobati sehingga menjadi nyeri kronis. Nyeri kronis adalah nyeri yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Sistem saraf anda menerima sinyal rasa sakit dan nyeri yang konstan dari tubuh selama berbulan bulan bahkan bertahun tahun. Nyeri kronis dapat menimbulkan rasa terbakar, mati rasa, rasa seperti diiris atau ditusuk. Hal ini terjadi karena kerusakan pada saraf. Nyeri jangka panjang dapat menyebabkan kegelisahan, depresi,ketergantungan obat penghilang nyeri, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, sakit kepala. Hal ini dapat menghambat aktivitas sehari hari. Definisi Nyeri: Pengobatan dan Tatalaksana Mengobati gangguan yang menyebabkan rasa nyeri adalah tujuan utama untuk meredakan nyeri. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes untuk mendiagnosa penyebab nyeri. Tes yang digunakan untuk mendiagnosa penyebab nyeri adalah CT Scan, MRI, discography, myelogram, EMG, USG. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan fungsi, sehingga dapat melakukan kegiatan sehari hari. Selain dengan obat obatan penghilang rasa nyeri, nyeri dapat dikurangi dengan psikoterapi, blok saraf. Tatalaksana untuk nyeri saraf bertujuan untuk mengobati kondisi penyebab nyeri serta perawatan untuk meredakan gejala nyeri. Untuk menentukan tatalaksana yang tepat diperlukan diagnosa penyebab nyeri, contohnya nyeri akibat kerusakan saraf pada diabetes diperlukan obat penghilang nyeri dan obat untuk memperbaiki sel saraf, nyeri karena kerusakan saraf akibat kekurangan vitamin memerlukan tablet suplemen, nyeri akibat tekanan mekanik pada serabut saraf memerlukan tindakan intervensi nyeri atau pembedahan. Untuk mengobati ketidaknyamanan dan gejala yang mengganggu akibat kerusakan saraf dapat digunakan berbagai jenis obat, yaitu obat nyeri, obat anti depresi, (mengganggu penghantaran sinyal saraf), obat anti konvulsan ( menghentikan sinyal saraf), pembiusan lokal atau suntikan penghambat saraf (nerve block) untuk mencegah sinyal nyeri agar lebih nyaman. Selain obat obatan, diperlukan fisioterapi. Pengelolaan nyeri merupakan hal yang kompleks dan berbeda untuk setiap pasien. Apa itu suntikan penghambat saraf (nerve block)? Seringkali nyeri diabaikan dan hanya dianggap sebagai gejala, bukan sebagai penyakit yang perlu diobati. Tidak semua nyeri dapat diatasi dengan penggunaan obat obatan anti nyeri. Nyeri yang berlangsung lama atau nyeri kronis sering sulit ditangani sehingga memerlukan obat dengan dosis tinggi. Penggunaan obat anti nyeri jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan obat anti nyeri dan juga berpotensi menyebabkan kematian akibat over dosis. Suntikan penghambat saraf adalah tehnik intervensi untuk mengatasi nyeri sub akut, kronik,nyeri yang sulit diatasi, digunakan bersama dengan modalitas terapi lainnya. Pengobatan nyeri umumnya mengkombinasikan terapi obat, intervensi, fisioterapi dan psikoterapi. Suntikan penghambat saraf merupakan prosedur invasif minimal dengan USG atau C arm guidance yang dapat mengurangi nyeri untuk jangka panjang. Pengobatan ini tidak hanya bertujuan untuk meredakan berat dan lamanya nyeri, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari hari. Narasumber: dr. Istiana Sari,SpS,FIPM,M. Med Primaya Hospital Bekasi Utara d/h RS Awal Bros Bekasi Utara Ilustrasi gambar oleh jcomp Artikel terkait: Mengenal Nyeri Lebih Dekat Kenali Jenis Sakit Kepala Anda - Published: 2019-08-18 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kapan-harus-mulai-cuci-darah/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam, Penyakit dalam, Penyakit Ginjal Klinik Dialisis atau cuci darah adalah prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah berbahaya di dalam tubuh pada penyakit ginjal stadium akhir (penyakit ginjal kronis). Pada kondisi normal, sebenarnya proses ini dilakukan oleh ginjal. Namun, kapan harus mulai cuci darah jika pasien sudah memiliki penyakit ginjal kronis? Dr. Indah Fitriani, SpPD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Bekasi Timur mengatakan bahwa keputusan memulai dialisis memang hal yang sulit karena terapinya berlangsung seumur hidup yang seringkali menyebabkan ketidaknyamanan dan risiko-risiko lain bagi pasien. Jika pertanyaannya adalah kapan harus mulai cuci darah, maka jawabannya adalah “Dialisis harus dimulai ketika manfaat dari berkurangnya tanda atau gejala uremikum melampaui risiko dan efek samping lain terhadap kualitas hidup pasien,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam tersebut. Keputusan untuk memulai dialisis dapat dilihat dari uremia-related signs and symptoms, estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR), laju penurunan eGFR, kualitas hidup pasien, dan pilihan pasien. Keputusan untuk melakukan inisiasi dialisis ini seringkali kompleks. Pendekatan umum dapat dilakukan dengan kondisi: Pasien dengan eGFR >15 ml/menit/1,73 m2. Pada pasien ini, tidak dilakukan inisiasi dialisis walaupun terdapat gejala yang mungkin terkait gagal ginjal stadium akhir (ESRD) karena biasanya pasien ini masih responsif dengan medikamentosa sehingga dialisis sangat jarang dilakukan. Pasien asimtomatik dengan eGFR 5-15 ml/menit/1,73 m2. Pada kondisi pasien ini, dilakukan evaluasi ketat. Tidak dilakukan dialisis tanpa adanya tanda atau gejala terkait ESRD. Pasien dengan eGFR 5-15 ml/menit/1,73 m2 dengan tanda atau gejala yang mungkin terjadi karena ESRD akan dilakukan tatalaksana konservatif. Jika tanda atau gejala terkait ESRD refrakter terhadap terapi, maka harus dilakukan inisiasi dialisis. Kecuali, jika adanya indikasi absolut dialisis sebaiknya jangan ditunda. Pasien dengan eGFR - Published: 2019-07-04 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/urologi/kegawatdaruratan-urologi/ - Kategori: Terbaru, Urologi - Tag: Dokter spesialis urologi, ginjal, Kegawatdaruratan urologi, penyakit ginjal Kegawatdaruratan urologi merupakan kegawatan di bidang urologi yang bisa disebabkan oleh karena trauma maupun bukan trauma. Kegawatdaruratan urologi ini adalah kondisi kegawatan yang mencakup organ urinaria (saluran kencing) baik laki-laki dan perempuan, serta organ reproduksi (genitalia) pria, dan kelenjar suprarenal. Lambok Simorangkir, SpU selaku Dokter Spesialis Urologi dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan kegawatdaruratan urologi dapat disebabkan oleh trauma urogenitalia ataupun non traumatika. “Trauma urogenital lebih sering dijumpai pada pria usia 15-45 tahun, terutama disebabkan oleh kecelakan lalu lintas. ” ujar Dokter Spesialis Urologi tersebut. Trauma urogenitalia ini terdiri dari: Trauma ginjal. Trauma ginjal paling sering terjadi pada sistem urogenital, 5% dari seluruh kasus trauma, 10% dari seluruh trauma abdomen. Trauma ureter. Trauma ureter relatif jarang, terutama disebabkan trauma iatrogenik, luka tusuk dan luka tembak. Trauma kandung kemih. Trauma kandung kemih terutama disebabkan oleh blunt trauma, juga disebabkan oleh trauma iatrogenik. Trauma urethra. Trauma urethra terutama disebabkan oleh straddle injury. Trauma genitalia eksternal. Trauma genitalia eksterna lebih sering dijumpai pada pria dan disebabkan oleh aktifitas olah raga. Menurut Dokter Lambok, penatalaksanaan kegawatdaruratan urologi oleh trauma urogenitalia ini memiliki prioritas pertama penanganan pasien trauma yaitu dengan stabilisasi pasien dan penanganan life-threatening injuries. Tindakan pertama yang dilakukan adalah dengan mengamankan airway, kontrol perdarahan eksternal dan resusitasi syok. Kemudian dapat dilakukan pemeriksaan fisik, riwayat kejadian, riwayat penyakit dan sebagainya. “Tindakan definitif baru dilakukan segera setelah pasien stabil. ”ujarnya. Kegawatdaruratan Urologi: Non Trauma Dokter Spesialis Urologi dari Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Lambok Simorangkir, SpU mengatakan bahwa kedaruratan non trauma seringkali tidak terdiagnosis sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan organ yang dapat mengancam jiwa. “Penyakit di dalam sistem urogenitalia ini bisa dengan cepat mengancam kelangsungan organ tersebut, karenanya diperlukan penanganan yang tepat,” kata Dokter Lambok. Kedaruratan urologi non trauma ini terdiri dari: Urosepsis (infeksi berat) Sumbatan aliran urine akut (retensi urine, anuria, kolik) Hematuria (perdarahan) strangulasi atau gangguan aliran darah pada organ, seperti pada torsio testis, priapismus, parafimosis Sumber Gambar: JC Gellidon Artikel terkait: Pentingnya Pahami Alarm Tubuh Kebiasaan Merokok Picu Batu Saluran Kemih Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk Pecahkan Batu Ginjal - Published: 2019-07-03 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/bedah/pengobatan-hernia-dengan-laparoskopi/ - Kategori: Bedah, Terbaru - Tag: dokter spesialis bedah Saat ini teknologi kedokteran mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terdapat dua teknik operasi hernia yang umum dilakukan, yakni operasi terbuka dan laparoskopi. Banyak masyarakat yang ketakutan bila menjalani pembedahan karena akan merasakan sakit yang luar biasa dan pemulihan yang lama. Namun hal itu tidak terjadi bilamana kita melakukan operasi pengobatan hernia dengan teknologi pembedahan minimal invasif atau laparaskopi. Dr. Charley Dokma Tua Simanjuntak, B. Med. Sc. , SpB selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Evasari Hospital Jakarta menjelaskan bahwa hernia secara definisi adalah menonjolnya suatu organ melalui suatu titik lemah pada dinding yg seharusnya membatasi organ tersebut. Hernia yang paling sering terjadi adalah hernia inguinal (wilayah sekitar lipatan paha). Pada hernia inguinal terjadi penonjolan organ dari dalam rongga perut seperti usus dan lemak perut melalui sebuah kelemahan pada dinding perut yang mengakibatkan menonjolnya organ tersebut ke daerah lipatan paha atau bahkan bisa mencapai kantung kemaluan pada laki-laki. Kategori Penyakit Hernia Secara medis, hernia dapat dikategorikan menjadi dua yaitu pertama, hernia bawaan yang terjadi pada bayi dan anak-anak. Kedua, hernia yang didapat (acquired), yang terjadi pada pasien dewasa. “Biasanya hernia bawaan pada bayi dan anak-anak sering terjadi pada mereka yang lahir prematur,”jelasnya. Sedangkan Hernia didapat, biasanya pada pasien dewasa. Hernia pada usia dewasa ini disebabkan oleh kenaikan tekanan dalam perut yang terus menerus. Misalnya, karena batuk yang sering dan berulang, sering mengangkat beban berat dan gangguan prostat yang mengakibatkan harus mengejan untuk berkemih. Kenaikan tekanan ini akhirnya memicu kelemahan dinding perut sehingga terjadilah hernia. Perlu disadari bahwa gejala penyakit hernia lipat paha ini berupa benjolan pada lipat paha yang dapat hilang timbul. Hernia bisa juga menetap dan dapat membesar jika dibiarkan. Pada bayi atau anak-anak biasanya muncul saat menangis keras atau setelah aktifitas fisik seperti berlari. Benjolan dapat mengecil atau bahkan menghilang saat bayi atau anak tidur. Pada beberapa pasien, benjolan tersebut dapat terjepit dan terperangkap sehingga tidak dapat masuk lagi ke dalam rongga perut. Bahayanya adalah jika organ yang terjepit tersebut mengalami kondisi kekurangan oksigen akibat tidak adanya darah yang dapat mengalir karena kuatnya jepitan cincin hernia. Kondisi ini merupakan kedaruratan dan harus segera dioperasi. Pasien dapat merasakan gejalanya seperti nyeri hebat pada benjolan, warna kulit benjolan menjadi merah dan pada kasus yang lanjut dapat disertai dengan perut kembung dan muntah. Pengobatan Hernia Menurut Dokter Spesialis Bedah Primaya Hospital Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Charley Dokma Tua Simanjuntak, B. Med. Sc. , SpB mengatakan bahwa sampai saat ini hernia hanya bisa diobati melalui tindakan operasi. Pada bayi dan anak, dilakukan tindakan untuk menutup saluran yang menghubungkan rongga perut dan kantong kemaluan yang seharusnya tertutup dengan sendirinya saat lahir. Pada pasien dewasa, dimana hernia disebabkan oleh kelemahan dinding perut, dilakukan pemasangan alat bantu bernama mesh yang berguna untuk memperkuat daerah dinding perut yang melemah tersebut. Tindakan operasi untuk pengobatan hernia juga dapat dilakukan secara terbuka. Dengan cara ini akan terdapat luka yang ukurannya sekitar 5-7 cm (tergantung usia dan ukuran tubuh pasien). Selain itu, dapat juga menggunakan teknik laparoskopi. Laparoskopi menggunakan kamera dan alat yang dimasukkan ke dalam rongga perut melalui luka sekitar 2 cm pada beberapa titik di perut pasien. Manfaat Laparoskopi Sebagai Pengobatan Hernia Menurut Dr. Charley Dokma Tua Simanjuntak, B. Med. Sc. , SpB selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Evasari Hospital Jakarta bahwa pada pasien anak, apalagi dengan kondisi prematur, terkadang dapat ditemukan hernia pada kedua sisi lipat paha walaupun yang terlihat dari luar hanya satu sisi. Dengan menggunakan teknik laparoskopi, dokter dapat memeriksa sisi selain yang dikeluhkan dan dapat melakukan tindakan apabila memang diperlukan. “Karena luka yang diakibatkan tindakan laparoskopi lebih kecil dibanding operasi terbuka, nyeri yang dirasakan pasien pun lebih minimal. Nyeri yang minimal ini berarti lebih cepatnya masa perawatan pasca bedah dan pasien dapat segera kembali ke aktifitas normalnya. ” kata Dokter Spesialis Bedah Umum tersebut. Prosedur tindakan laparoskopi ini memerlukan pasien dalam kondisi dibius umum (bius total). Setelah itu dokter akan membuat luka di daerah pusar yang pada saat sembuh tersamar dengan garis pada pusar. Kemudian, tindakan laparoskopi ini menggunakan juga gas khusus yang tidak berbahaya bagi tubuh manusia dan akan dimasukkan ke dalam rongga perut. Ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus melalui luka yang sudah dibuat. Setelah perut terisi gas, kamera khusus akan dimasukkan ke dalam rongga perut. Kemudian alat khusus inilah yang menggantikan kerja kedua tangan dokter bedah di dalam rongga perut pasien. Biasanya operasi berlangsung sekitar 1 jam dan setelah operasi pasien boleh makan dan dapat rawat jalan keesokan harinya. Artikel terkait: Hernia, Jangan Anggap Sepele Penanganan Penyakit Ambeien Sehari-hari Usus Buntu Bagaimana Gejalanya? - Published: 2019-07-03 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/mencegah-gangguan-tulang-belakang/ - Kategori: Ortopedi, Terbaru - Tag: Artikel kesehatan, Orthopedi, tulang belakang Seringkali para pekerja di kantor mengalami keluhan nyeri punggung atau gangguan tulang belakang. Sebaiknya para pekerja dapat memastikan kegiatan kesehariannya itu dapat memberikan keleluasaan atau ‘nafas’ atas tulang belakang Anda. Nyeri pada punggung atau tulang belakang sangat bervariasi dan bisa menjadi hal yang serius bila tidak segera ditangani. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter orthopaedi dan traumatologi agar dapat penanganan dengan tepat. Dr. Arrio Yusman, SpOT selaku Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa masalah tulang belakang atau keluhan atas nyeri punggung dapat dicegah dengan mengatur posisi duduk saat bekerja atau dengan olahraga ringan yang dilakukan secara teratur. Fungsi tulang belakang diantaranya pertama, memiliki fungsi perlindungan atas saraf pusat dan cabang saraf serta melindungi banyak organ internal. Kedua, tulang belakang juga memiliki fungsi tempat melekatnya alat gerak seperti ligament, tendon dan otot. Ketiga, berfungsi sebagai komponen pendukung tubuh yaitu kepala, bahu dan dada serta dapat memberikan distribusi keseimbangan dan berat. Keempat, memiliki fungsi fleksibilitas dan mobilitas yaitu bisa melakukan gerakan membungkuk (forward bending), gerakan lurus (backward bending), menekuk samping kiri dan kanan, rotation (left and right) dan dapat melakukan kombinasi gerakan tersebut. Beberapa Macam Gangguan Tulang Belakang Berbagai macam gangguan tulang belakang di antaranya adalah: Peregangan Otot Dan Tendon Peregangan Ligamen Fraktur Vertebra Masalah Pada Diskus Osteoporosis Instability Penekanan tulang belakang Faktor lainnya Sekitar 85-90% orang, pernah mengalami nyeri punggung dalam hidupnya, sebagian akibat pekerjaan. “Kejadian akut dan kelainan akibat akumulasi cedera serta akibat dari posisi atau kebiasaan yang salah dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan tulang belakang,” ujar Dokter Arrio. Faktor risiko gangguan tulang belakang di antaranya adalah kondisi kesehatan secara umum, genetik, riwayat cedera pada tulang belakang sebelumnya, kebiasan buruk, misalnya jarang bergerak, obesitas, kegiatan di tempat kerja. Penyebab masalah tulang belakang di tempat kerja yaitu posisi duduk, posisi berdiri, posisi mengangkat barang yang salah, posisi mengemudi, posisi membawa barang yang salah dan berbagai hal yang lainnya. Mencegah Gangguan Tulang Belakang Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat, Dr. Arrio Yusman, SpOT menyatakan bahwa agar tulang belakang tetap sehat sebaiknya kita menjaganya dengan mengurangi stres, menyeimbangkan pola makan, tidak merokok, menjaga berat badan yang ideal, mempertahankan pada posisi tubuh yang benar serta tetap berolahraga (menjaga kekuatan, fleksibilitas dan endurance). Berikut ini adalah beberapa posisi tubuh yang benar: Posisi duduk yang benar: Kaki menyentuh tanah, atau terdapat sandaran Pertahankan panggul dan lutut dalam tinggi yang sama Pertahankan agar posisi tulang belakang tegak Pandangan lurus ke depan, tanpa leher menegang Saraf pusat dan cabang saraf Banyak organ internal Posisi berdiri yang benar: Berdiri tegak Jika perlu sediakan sandaran untuk kaki Jika berdiri dalam waktu lama, sediakan sandaran untuk tangan Kepala menghadap ke depan Posisi berdiri sambil mengoperasikan komputer: Jarak antara layar monitor dengan wajah 20-30 cm Kemiringan layar 20’ Tinggi layar atas sejajar dengan tinggi pandangan Tinggi meja sejajar dengan siku Tekuk satu kaku agar rileks, dan menghindari tegang di tulang belakang Cara mengangkat yang benar: Tekuk lutut untuk mengambil barang, jangan membungkuk Angkat obyek dan dekatkan ke tubuh Kembali ke posisi berdiri dengan tumpuan menggunakan kaki, jangan menggunakan punggung Teknik mengangkat barang: Jangan lakukan gerakan cepat atau mendadak saat mengangkat Jangan menekuk dan memutar dalam waktu yang sama Posisikan barang yang diangkat sedekat mungkin dengan badan, jangan dijauhkan. Jika ada alat bantu, atau orang lain yang dapat menolong, pergunakan itu. Jangan diangkat sendiri Angkat menggunakan kaki, jangan punggung Posisi duduk yang ideal saat mengemudi: Posisi sandaran kepala ditengah Genggaman pada setir pada jam 3 dan jam 9 Punggung menempel pada sandaran Pengobatan Untuk Gangguan Tulang Belakang Dr. Arrio Yusman, SpOT selaku Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan bahwa bilamana nyeri punggung saat bekerja sebaiknya hal yang harus kita lakukan adalah: Berusaha hidup sehat, aktif bergerak, dan olahraga Stop merokok Perbaiki posisi saat bekerja Jangan berada pada satu posisi dalam waktu lama. Jika duduk dalam beberapa periode, cobalah berdiri dan berjalan-jalan untuk relaksasi Konsultasi ke dokter jika keluhan dirasa lebih dari dua minggu Waspadai keluhan yang berulang dan pada tempat yang sama Namun menurut Dokter Arrio Yusman, pengobatan dapat dilakukan pada penderita permasalahan tulang belakang dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan rontgen tulang belakang oleh Dokter. Jika diperlukan dilakukan pemeriksaan MRI tulang belakang untuk mengetahui ada tidaknya jepitan saraf. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan apakah terjadi pengeroposan tulang, dan berbagai pemeriksaan lain. “Jika kelainan tidak berat, akan diberikan pengobatan oral, atau fisioterapi. Tetapi, bilamana terjadi kelainan dan dengan fisioterapi tidak memberikan hasil, kemungkinan akan diberikan terapi injeksi untuk mengatasi nyeri,” ujar Dokter Arrio. Jika semua terapi tidak memberikan hasil, maka akan dilakukan terapi pembedahan, dan bila masih memungkinkan dengan teknik minimal invasif. Ilustrasi gambar oleh freepik. Artikel terkait: Menabung Tulang, Cegah Osteoporosis Teknologi PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) Sebagai Terapi Saraf Terjepit di Tulang Belakang Osteoporosis Pada Wanita - Published: 2019-07-01 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/anak/pertumbuhan-gigi-pada-bayi/ - Kategori: Anak, Gigi, Terbaru - Tag: dokter spesialis anak Perkembangan tulang dan gigi bayi sudah terjadi sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, nutrisi selama kehamilan memiliki peranan penting pada perkembangan tulang dan gigi janin. Agar tulang dan gigi kuat, kecukupan asupan nutrisi ibu saat hamil harus jadi perhatian. Bila tulang dan gigi kuat, maka akan mendukung fisik sang buah hati tumbuh kuat pula, termasuk pertumbuhan gigi pada bayi. Dr. Rosary, Sp. A selaku Dokter Spesialis Anak dari Primaya Evasari Hospital Jakarta menjelaskan bahwa pertumbuhan gigi pada bayi timbul pada umur yang bervariasi. Namun umumnya pertumbuhan gigi pada bayi muncul pada usia bayi 6-9 bulan. Sebagian bayi cepat mengalami pertumbuhan gigi, misalnya sejak usia 3-4 bulan. Tetapi ada juga yg lama baru gigi terlihat, misalnya baru pada usia di atas 1 tahun. Hal ini dapat dipengaruhi genetik dari orangtua. Jadi kapankah kita harus khawatir bila bayi tidak juga tumbuh giginya? American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk memeriksakan bayi ke dokter gigi apabila sampai usia 18 bulan belum tampak erupsi gigi. Seluruh gigi susu akan selesai tumbuh pada usia 3 tahun. Biasanya gigi yang muncul pertama adalah gigi seri depan, gigi seri samping, gigi geraham pertama, gigi taring, dan terakhir gigi geraham kedua. Namun apabila pertumbuhan tidak sesuai urutan, menurut AAP hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Gizi Untuk Pertumbuhan Gigi Pada Bayi Menurut Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Dokter Spesialis Anak dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Rosary, Sp. A menyatakan bahwa adapun hal-hal yg perlu diperhatikan untuk menunjang pertumbuhan gigi pada bayi salah satunya adalah nutrisi. “Sejak ibu hamil, menyusui, sampai pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayi pastikan terdapat kandungan kalsium dan vitamin D yang cukup untuk memnunjang pertumbuhan pada bayi gigi yang baik,” ujar Dokter Spesialis Anak tersebut. Sumber kalsium utama adalah produk dairy (susu, keju, yoghurt). Selain itu juga terdapat dari makanan lain seperti ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau seperti bayam, dan tahu. Sumber makanan yang mengandung vitamin D, antara lain ikan laut, kuning telur, jamur, dan susu. Saat bayi sudah mendapat MPASI, tekstur makanan sebaiknya meningkat sesuai perkembangan usianya. Pemberian makanan yang lebih padat seperti biskuit bayi dan finger food (biasanya dapat diberikan pada usia 9 bulan) juga dapat menstimulasi pertumbuhan gigi bayi. Teether atau mainan gigit juga dapat dipakai untuk merangsang keluarnya gigi. Teether juga dapat dipakai untuk mengurangi nyeri bila gigi sudah mulai erupsi. “Kebersihan mulut harus diperhatikan untuk menunjang pertumbuhan gigi yang baik. Sebelum gigi tumbuh, gusi dapat dibersihan dengan waslap atau kassa yg dibasahi dengan air bersih setiap hari,” terangnya. Tanda Pertumbuhan Gigi Pada Bayi Sebagai Dokter Spesialis Anak dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dokter Rosary mengatakan bahwa kita perlu mengenal tanda bayi saat mulai tumbuh gigi. Tanda-tanda bayi tumbuh gigi antara lain: Bayi tampak mengeluarkan liur lebih banyak dan ruam di sekitar mulut akibat iritasi terhadap liur Bayi tampak lebih sering menggigit atau memasukaan tangan Gusi tampak lebih merah dan bengkak Perubahan pola tidur dan makan karena rasa tidak nyaman pada gusi Rewel yang hilang timbul Suhu terasa agak hangat akibat pembengkakan pada gusi “Namun, pertumbuhan gigi pada bayi biasanya tidak menyebabkan demam tinggi, diare, pilek, batuk, serta rewel yg berkepanjangan,”imbuhnya. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan saat tumbuh gigi, yaitu: Memberikan tekanan/pijatan pada gusi bayi dapat mengurangi rasa nyeri, baik dengan jari yg sudah dicuci bersih sebelumnya, atau dengan menggunakan waslap dingin. Teether yang didinginkan di lemari es juga dapat diberikan untuk mengurangi nyeri, namun teether yang berisi cairan sebaiknya dihindari karena berisiko rusak dan terjadi kebocoran bila bayi menggigit terlalu keras. Pemberian makanan seperti buah dingin dan teething rusk/biskuit juga merupakan salah satu upaya yang dapat dikerjakan apabila bayi sudah dapat makan makanan yang lebih padat. Apabila hal-hal di atas sudah dilakukan namun bayi masih merasakan nyeri, dapat diberikan obat penghilang nyeri yg aman untuk bayi seperti parasetamol. Perawatan Gigi Bayi Para orang tua hendaknya tidaklah lupa membersihkan gigi sang buah hati. Hal ini dapat dilakukan sejak munculnya gigi pertama dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi sesuai umur. Ukuran pasta gigi yang disarankan yaitu lapisan tipis pada bulu sikat gigi sampai usia 2 tahun, dan seukuran biji kacang polong pada anak usia 2-6 tahun. Ketika gigi sudah lengkap, Dokter Rosary menyarankan untuk menyikat gigi dua kali sehari terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. Kebiasaan minum menggunakan botol dot di malam hari sebaikmya dihindari karena dapat meningkatkan terjadinya kerusakan gigi susu. “American Dental Association merekomendasikan memeriksakan anak ke dokter gigi pada usia 1 tahun. Bisa juga periksa di usia 6 bulan setelah gigi pertama muncul, untuk mendeteksi dini adanya masalah pada gigi,” tutupnya. Ilustrasi gambar oleh Mohammad Ali Jafarian Artikel terkait: Kebiasaan Buruk yang Mempengaruhi Susunan Gigi Anak Proses Tumbuh Gigi Pada Bayi Pentingnya Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir - Published: 2019-07-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/atrial-fibrilasi/ - Kategori: Penyakit, Terbaru, Umum - Tag: dr. Edwin Sukmadja, Meraba Nadi Sendiri - Translation Priorities: Optional Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Penyakit jantung dan stroke juga merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui faktor risiko dan mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke sedini mungkin. dr. Edwin Sukmadja selaku Dokter Umum dari Primaya Hospital Tangerang mengatakan bahwa salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung dan stroke adalah atrial fibrilasi. Atrial fibrilasi merupakan kondisi adanya ketidakteraturan pada denyut karena ada gangguan sinyal listrik pada serambi jantung. Atrial fibrilasi adalah gangguan irama jantung yang sering ditemui. Faktor Risiko Penyakit Jantung: Atrial Fibrilasi Atrial fibrilasi dapat menjadi sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan tepat. Bilamana terjadi gerakan jantung yang tidak teratur akan menimbulkan gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah di jantung dan otak. “Penyumbatan pembuluh darah di jantung ini bisa berisiko menimbulkan penyakit jantung koroner, sedangkan penyumbatan pembuluh darah di otak akan mengakibatkan stroke,” ujar Dokter Edwin. Orang dengan gangguan atrial fibrilasi memiliki risiko 5 kali lipat terkena stroke dan 3 kali lipat terkena gagal jantung dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan pada atrial fibrilasi. Meskipun hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa penyebab atrial fibrilasi, namun ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap atrial fibrilasi, yaitu: Usia tua (>65 tahun) Obesitas Hipertensi Diabetes mellitus Konsumsi alkohol berlebihan Riwayat stroke Kelainan kelenjar tiroid Riwayat atrial fibrilasi di keluarga Apa saja gejala yang dapat timbul pada penderita atrial fibrilasi? Dokter Edwin menyatakan gejala dari atrial fibrilasi adalah detak jantung sering merasa berdebar-debar serta terasa tidak teratur, mudah merasa lelah, kerap merasa pusing dan bahkan bisa pingsan. Sensasi atrial fibrilasi bila dianalogikan akan terasa seperti ada genderang, petir, atau gerakan ikan di dalam dada penderitanya. “Gangguan atrial fibrilasi seringkali tidak disadari oleh penderitanya karena tidak menimbulkan gejala yang khas. Karenanya, diperlukan deteksi dini terhadap atrial fibrilasi agar tidak berlanjut menimbulkan komplikasi seperti stroke dan gagal jantung,”terang Dokter Edwin. Deteksi Atrial Fibrilasi dengan MENARI Masyarakat pada umumnya hanya mengetahui penyakit jantung bila ada yang mengalami serangan jantung atau gagal jantung dengan ciri-ciri nyeri pada dada. Padahal, ada beragam penyakit jantung dan gejalanya juga berbeda-beda, bahkan tidak terlihat atau terasa. Seperti pada pembahasan ini seseorang dapat mengalami atrial fibrilasi dimana kondisi ketika irama jantungnya tidak beraturan. Dokter Umum dari Primaya Hospital Tangerang, dr. Edwin Sukmadja menjelaskan bahwa atrial fibrilasi ini kerap tidak menimbulkan gejala dan biasanya baru terdiagnosis saat muncul komplikasi (seperti stroke dan penyakit jantung), maka pemeriksaan dini diperukan dan salah satu pemeriksaan yang mudah untuk deteksi dini atrial fibrilasi adalah dengan meraba nadi sendiri (MENARI). “Meraba nadi sendiri (MENARI) dapat mendeteksi gangguan irama jantung sekitar 32,7%,” kata Dokter Edwin. Pemeriksaan MENARI sebaiknya dilakukan setiap pagi, terutama pada orang dengan usia lebih dari 60 tahun. Cara melakukan pemeriksaan MENARI adalah: Mengangkat tangan kiri sejajar dengan dada Kemudian raba dengan tiga jari tangan kanan sampai menemukan denyut nadi Setelah menemukan denyut nadi, rasakan dan hitung denyut nadi anda selama satu menit Normalnya dalam satu menit jumlah denyut nadi yang bisa kita rasakan adalah 60-100 kali. Apabila denyut nadi yang kita rasakan lebih dari 100 kali per menit atau kurang dari 60 kali per menit dalam keadaan istirahat, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Tidak hanya jumlah denyut tetapi keteraturan denyut nadi perlu dicermati. Bila denyut nadi kita tidak teratur, misalnya kadang terasa cepat, kadang terasa lambat atau bahkan terasa berhenti sesaat, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter. Denyut nadi yang terlalu cepat (lebih dari 100 kali per menit) dan tidak teratur bisa jadi merupakan tanda dari gangguan atrial fibrilasi. Penanganan Atrial Fibrilasi Atrial Fibrilasi adalah gangguan irama jantung (aritmia) yang sering terjadi karena disebabkan oleh kondisi denyut jantung tidak beraturan dan sering kali cepat. Apabila seseorang ditemukan kecurigaan menderita atrial fibrilasi setelah dari pemeriksaan MENARI maka penanganan lebih lanjut dapat dilakukan ke dokter. Penanganan yang biasanya diberikan apabila seseorang menderita atrial fibrilasi adalah: Mengontrol irama atau kecepatan denyut jantung (dengan obat-obatan atau tindakan ablasi) Mengubah gaya hidup Gaya hidup yang dianjurkan pada penderita atrial fibrilasi untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung diantaranya dengan melakukan olahraga teratur, mengukur tekanan darah secara rutin, hindari minuman beralkohol, menerapkan pola makan seimbang, menghindari stress, serta berhenti merokok. Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan jantung untuk meminimalisir terjadinya penyakit jantung atau untuk pengobatan jantung koroner serta terapi stroke. Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital didukung oleh dokter jantung serta dokter bedah jantung handal untuk melakukan operasi jantung, serta angiografi (kateter jantung). Untuk pencegahan, kami memfasilitasi pemeriksaan fisik jantung melalui tes treadmill jantung, EKG (elektrofisiologi), pemeriksaan jantung elektrofisiologi. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis jantung. Temukan jadwal dokter jantung kami di sini. Ilustrasi gambar oleh Bel Marra Health Artikel terkait: Mendeteksi Penyakit Jantung Menurut Dokter Jantung Kenali dan Cegah Penyakit Katup Jantung... - Published: 2019-07-01 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/gigi/proses-bayi-tumbuh-gigi/ - Kategori: Anak, Gigi, Terbaru - Tag: Pertumbuhan Gigi Anak Salah satu momen berharga yang dinanti orang tua adalah saat bayi mulai tumbuh giginya. Tumbuh gigi merupakan proses alami yang terjadi pada bayi. Ketika bayi tumbuh gigi, ada gejala seperti rasa gatal dan sakit pada gusi bayi. Hal ini membuat bayi menjadi tidak nyaman dan rewel, maka para orang tua harus membuatnya merasa nyaman. drg. Merdiana Dwi Trasti, SpKGA selaku Dokter Spesialis Gigi Anak dari Primaya Evasari Hospital Jakarta menjelaskan bahwa pada dasarnya, proses bayi tumbuh gigi pertama mulai usia 6-12 bulan. Berdasarkan panduan American Academy of Pediatric Dentistry, gigi sulung pada bayi dimulai dari usia 6 bulan hingga lengkap di usia 3 tahun. Proses tumbuh gigi sendiri biasanya diawali dengan gusi yang kemerahan, dan terkadang bengkak karena adanya buldging atau penebalan gusi karena proses tumbuh gigi. “Bayi akan menjadi sedikit rewel karena rasa tidak nyaman pada gusi nya dan terkadang menjadi sulit makan,” ujar Dokter Gigi Merdiana. Seringkali pada bayi usia 7 bulan, belum ditemukan tanda tanda akan tumbuh gigi pada gigi seri bawah maupun atas. Kondisi ini terbilang wajar mengingat proses tumbuh gigi seri pertama bawah dan atas sendiri bervariasi dari usia 6 hingga 12 bulan. Merangsang Bayi Tumbuh Gigi Menurut Dokter Spesialis Gigi Anak Primaya Hospital Dokter Spesialis Gigi Anak dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, drg. Merdiana Dwi Trasti, SpKGA mengatakan bahwa Pada usia 6-12 bulan umumnya gigi yang akan tumbuh lebih dulu adalah 2 gigi seri bawah dan dilanjutkan dengan 2 gigi seri atas. Jika memang belum terdapat tanda-tanda proses tumbuh gigi seperti di atas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain : Perbanyak makan makanan dengan tekstur yang lebih kasar. Untuk snack time dapat diberikan finger food sayuran atau buah dengan tekstur halus namun cukup padat. Misalnya wortel, brokoli, kembang kol, timun, pepaya, pisang dan melon. Menggosok gusi dengan kasa 1 kali sehari. Untuk bayi yang belum tumbuh gigi, area gusi sebaiknya tetap dibersihkan 1 kali sehari sebelum tidur. Penggunaan kain kasa yang dililitkan pada jari bertujuan untuk mebersihkan gusi dari sisa makanan. Kasa juga sekaligus dapat memperlancar peredaran darah gusi bayi. Berikan teether dari bahan karet yang aman. Teether bisa dalam bentuk ring ataupun sikat gigi karet yang mudah digenggam dan harus dibawah pengawasan orang tua. Beberapa hal tersebut diatas dapat membantu merangsang gusi dan otot pengunyahan bayi. Sehingga proses tumbuh gigi dapat berlangsung lebih optimal. “Jika hingga usia 12 bulan belum ada tanda pertumbuhan gigi seri pertama, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter gigi anak. ” Terang Dokter Gigi Merdiana Bagaimana Jika Tidak Kunjung Bayi Tumbuh Gigi? Pada dasarnya setiap bayi memiliki kemampuan berbeda-beda dalam setiap tumbuh kembangnya. Para orang tua tidak perlu khawatir selama memerhatikan apakah terdapat faktor genetik dan faktor medis yang menyebabkan pertumbuhan gigi tersebut dapat terhambat. Bisa juga dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi sang buah hati agar dapat merangsang pertumbuhan giginya. “Sebaiknya sedari dini sudah dibiasakan untuk memeriksakan kesehatan gigi anak secara rutin untuk mengetahui tumbuh kembang giginya,” tukas Dokter Gigi Merdiana. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar oleh Ian E. Artikel terkait: Perlukah Air Putih Untuk Bayi? Bayi Perempuan Perlukah disunat? Tips dan Trik Cara Menyapih Anak - Published: 2019-06-26 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kehamilan-bayi-kembar/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru - Tag: Dr. Christina Sitorus. Sp. OG, Hamil Bayi Kembar Kehamilan bayi kembar adalah kebahagiaan yang menakjubkan yang dialami oleh wanita. Namun apakah seseorang yang tidak memiliki gen kembar bisa mendapatkan bayi kembar? Bagaimana proses mendapatkan bayi kembar tersebut? Berikut penjelasannya. Dr. Christina Sitorus, SpOG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan bahwa seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan hamil kembar masih memiliki kemungkinan untuk bisa mendapatkan kehamilan bayi kembar. Seperti pada kehamilan dengan proses dengan cara reproduksi berbantu. Misalnya wanita yang menjalani program hamil dengan menggunakan obat-obatan penyubur seperti obat pemicu ovulasi, in fitro vertilization (IVF) atau program bayi tabung ini memiliki ririsko hamil kembar serta kehamilan di usia yang lebih tua juga berisiko kembar. Pada dasarnya proses persalinan pada kehamilan kembar sama dengan kehamilan tunggal. Namun pada persalinan bayi kembar umumnya dilakukan antisipasi perdarahan post partum mengingat volume rahim pada kehamilan kembar lebih besar dibanding kehamilan tunggal sehingga meningkatkan faktor risiko setelah persalinan. “Kehamilan kembar bukanlah indikasi mutlak untuk caesar, terdapat kondisi tertentu dimana kehamilan kembar dapat dilakukan secara normal,” ujar Dokter Christina. Kehamilan Bayi Kembar: Apakah Pasti Prematur? Pengelompokan berat lahir janin pada kehamilan kembar sama dengan kehamilan tunggal. Tapi kehamilan kembar dikaitkan dengan risiko berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram). Sehingga salah satu target tata laksana kehamilan kembar adalah mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin agar janin memiliki berat lahir cukup atau ≤ 2500 gram. Menurut Dokter Christina Sitorus selaku Obgyn dari Primaya Hospital Bekasi Barat, sekitar 60% kehamilan kembar itu mengalami persalinan prematur. Namun, bagaimana caranya agar bayi kembar terlahir tidak prematur? Yaitu dengan melakukan kontrol kehamilan yang rutin ke dokter spesialis kandungan dapat mengurangi risiko persalinan prematur pada kehamilan kembar. “Karena dengan kontrol teratur dan rutin maka kebutuhan nutrisi pada ibu dapat dioptimalisasi, kemudian pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dievaluasi dan dioptimalkan serta faktor risiko yang terjadi pada setiap kehamilan dapat dikenali dan ditatalaksana sedini mungkin,”ungkapnya. Pada ibu dengan kehamilan bayi kembar dianjurkan untuk memiliki pola makan yang baik. Pada kehamilan kembar perlu dilakukan tujuan utama untuk optimalisasi nutrisi pada ibu yang bertujuan untuk: Memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan janinnya Mengurangi kejadian risiko pada kehamilan kembar Untuk mengurangi risiko persalinan prematur Mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan Risiko Kehamilan Bayi Kembar Menurut Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Barat, Dr. Christina Sitorus, SpOG mengatakan bahwa kehamilan kembar memiliki risiko 6x lebih tinggi untuk persalinan prematur dibanding kehamilan tunggal. Sehingga salah satu tujuan atau target tata laksana dari kelahiran kembar adalah mengupayakan janin lahir sampai cukup bulan seperti pada kehamilan tunggal. Risiko dari kehamilan bayi kembar ini adalah jumlah janin pada kehamilan kembar berbanding lurus terhadap peningkatan risiko kehamilan ibu dan janin. “Kehamilan kembar diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko pada ibu dan janinnya. Seperti risiko persalinan prematur, resiko janin dengan berat lahir rendah serta risiko janin dengan gangguan pertumbuhan,”tandasnya. Peningkatan risiko kehamilan bayi kembar pada ibu seperti: Peningkatan mual muntah lebih besar diawal kehamilan Risiko anemia khususunya anemia defisiansi besi Peningkatan kejadian hipertensi dalam kehamilan Preeklampsi Persalinan premature Penyakit diabetes dalam kehamilan Peningkatan risiko caesar Peningkatan risiko perdarahan post partum Peningkatan kejadian plasenta pervia Peningkatan risiko pada bayi: Janin dengan gangguan pertumbuhan Janin dengan berat lahir rendah Risiko kematian janin dalam kandungan Risiko cacat pada janin Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar oleh Rose Elena Artikel terkait: Deteksi Down Syndrome Pada Janin Catatan Penting Kehamilan Tips Memilih Dokter Kandungan Untuk Konsultasi - Published: 2019-06-25 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/mata/gangguan-mata-mitos-dan-fakta/ - Kategori: Mata, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Mata, Dr. Seivilia Artanti. Sp.M Mata memiliki peran penting dalam beraktifitas terutama untuk melihat. Menjaga kesehatan mata sangatlah diperlukan agar menghindari kita dari berbagai penyakit gangguan mata yang bisa menghambat aktifitas kita. Pandangan kabur, silau saat melihat cahaya di malam hari adalah sebagian dari ciri-ciri mata kita mulai mengalami permasalahan atau gangguan mata. Untuk itu waspadai gejalanya dan periksakan ke dokter spesialis mata bila mengalami gejala-gejala tersebut. Dr. Seivilia Artanti, Sp. M selaku Dokter Spesialis Mata dari Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan bahwa salah satu gangguan mata yang kerap terjadi di Indonesia dan mengalami prevelensi penyakit mata tertinggi ada pada penyakit katarak. “Katarak sebenarnya ada yang bawaan dari bayi atau disebut katarak kongenital, katarak pada usia muda juga bisa terjadi hal ini disebabkan karena penggunaan Kortikosteroid (penggunaan obat-obatan yang berlebihan) atau meminum jamu-jamuan,” ujar dokter spesialis mata tersebut. Gangguan mata lainnya adalah glaukoma. Glaukoma biasanya ditandai dengan kaburnya pengelihatan dan berkurangnya pandangan ke samping. Bila tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kebutaan. Pada keadaan normal, mata manusia dipenuhi oleh cairan yang berfungsi untuk memberikan nutrisi pada mata. Tetapi, bila cairan ini berlebihan, maka tekanan di dalam mata akan meningkat dan merusak saraf optik yang terletak di bagian belakang mata. Glaukoma ini bisa diatasi dengan obat-obatan dan tindakan pembedahan. Dokter Spesialis Mata dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Seivilia Artanti, Sp. M menyatakan bahwa ada beragam mitos dan fakta mengenai penyakit gangguan mata atau kebiasaan yang berakibat pada gangguan mata. Semua mitos dan fakta tersebut mesti ditelisik kembali kebenarannya agar masyarakat dapat memiliki pemahaman yang tepat tentang kesehatan mata. Berikut ini ada beberapa mitos dan fakta gangguan mata, yaitu: Beberapa Fakta dan Mitos Gangguan Mata Menurut Dokter Mata Primaya Hospital Apakah mata langsung menghadap matahari bisa merusak mata? Menurut Dokter Seivilia bila mata kita langsung menghadap matahari memang tidak langsung mengalami suatu penyakit mata, tapi hal ini dapat mempercepat terjadinya kerusakan pada mata. Apakah mata juling bisa disembuhkan? Dokter Seivilia mengatakan bahwa mata juling dapat disembuhkan dengan tindakan bedah (operasi) dan biasanya dilakukan oleh dokter spesialis mata. Untuk mata juling tidak ada terapi sebelum dilakukannya operasi dan tidak ada batasan usia, hanya saja kalau tindakan operasi juling dilakukan pada saat usia lebih dini itu lebih baik. Kalau untuk mata juling tidak bisa dipastikan apakah bisa dengan 1x operasi atau tidak, tergantung tingkat keparahannya. Kalau misalnya baru sekali operasi masih ada sedikit kemiringan bisa saja akan dilakukan operasi kembali. Apakah membaca dalam gelap bisa merusak mata? Bermain handphone di dalam gelap atau membaca dalam gelap bisa merusak mata. Hal ini disebabkan pupil akan lebih melebar saat kita dalam gelap sehingga cahaya yang masuk kedalam mata itu intensitasnya lebih tinggi dibanding saat normal. Ini bisa menyebabkan kerusakan pada sentral retina (makula). Juga, saat kita melihat dalam gelap menyebabkan mata cepat lelah, kepala pusing dan leher pegal. Oleh karenanya dibutuhkan mengisirahatkan mata (memejamkan mata) agar mata tidak lelah dan lakukan kegiatan membaca pada kondisi cukup sinar. Dokter Spesialis Mata dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Seivilia Artanti, Sp. M menyarankan bahwa kelelahan pada mata juga terjadi dikalangan para pekerja. Apabila kita beraktifitas di depan layar komputer selama 20 menit maka hendaknya Anda harus mengalihkan pandangan sejauh 20 feet atau 6 meter. Hal ini bisa dilakukan dalam waktu 20 detik. “Periksakan kesehatan mata Anda secara rutin minimal 1 tahun sekali untuk mengetahui kondisi mata kita,” tutup dokter spesialis mata tersebut. Ilustrasi gambar oleh Vanessa Bumbeers Artikel terkait: Jangan Remehkan Mata Lelah Akibat Gadget Cara Merawat Mata dengan Benar Bila Menggunakan Lensa Kontak? Mengistirahatkan Mata, Bagaimana Caranya? - Published: 2019-06-25 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/mata/menjaga-kesehatan-mata/ - Kategori: Mata, Terbaru - Tag: Dr. Seivilia Artanti. Sp.M, Spesialis mata Mata adalah jendela untuk kita dapat melihat banyak hal. Perawatan mata diperlukan untuk yang memiliki permasalahan mata ataupun untuk mata yang sehat. Menjaga kesehatan mata dilakukan agar mata tidak mudah lelah dan bisa menimbulkan sakit mata. Dr. Seivilia Artanti, Sp. M selaku Dokter Spesialis Mata dari Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk mata normal, namun apabila sudah mengalami masalah sebaiknya periksa mata minimal 1 tahun sekali. Tapi ada baiknya untuk mata normal tetap periksa kesehatan mata juga minimal 1 tahun sekali. Cara Menjaga Kesehatan Mata Menurut Dokter Primaya Hospital Dokter Spesialis Mata dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Seivilia Artanti, Sp. M menjelaskan bahwa melakukan perawatan mata secara teratur adalah bagian dari cara menjaga kesehatan mata kita. Seperti misalnya berupaya untuk menghindari terlalu dekat dalam membaca maupun menonton televisi. Jangan terlalu terpaku berlama-lama melihat layar komputer atau gadget serta tidak mengucek mata dengan kasar dan sebagainya. Menurut Dokter Seivilia Artanti saat ini sedang berupaya untuk mengampanyekan agar masyarakat sadar betul terhadap kesehatan mata dan perawatan mata. Misalnya dengan tidak mengobati mata sendiri tanpa resep dari dokter. “Sebenarnya obat-obatan yang dijual di apotik itu mungkin hanyalah obat tetes mata untuk penyakit mata yang ringan. Jadi kalau keluhan mata ringan memungkinan seseorang beli obat bebas di apotik. Namun, sebaiknya jangan menggunakan obat tetes mata tanpa resep dokter. Karena obat-obatan tanpa resep dokter apabila digunakan dengan tidak semestinya itu bisa menimbulkan bahaya seperti kebutaan. ” jelas dokter spesialis mata tersebut. Beberapa masyarakat juga masih banyak yang menggunakan obat herbal sebagai alternatif dalam pengobatan mata. Padahal sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan. Misalnya obat herbal dapat menyembuhkan sakit mata dengan menggunakan daun sirih. Dokter Seivila menambahkan bahwa daun sirih sangat tidak dianjurkan untuk meneteskan mata. Karena biasanya daun sirih sehabis di didihkan pada air panas kemudian dirimbang itu tidak pasti apakah daun tersebut bersih dan apakah air tersebut juga higenis karena saat kita merimbang mata biasanya airnya sudah dingin. “Mungkin matanya lagi luka infeksi ditambah dengan dirimbang seperti itu memudahkan jamur masuk ke mata,”terangnya. Penyembuhan Sakit Mata Dr. Seivilia Artanti, Sp. M selaku Dokter Spesialis Mata dari Primaya Evasari Hospital Jakarta menyatakan bahwa sakit mata itu adalah sakit yang sebenarnya dapat sembuh sendiri. “Memang memungkinkan disaat kita sakit mata dan memakai obat tetes mata dikatakan sembuh, padahal sebenarnya memang sudah akan sembuh dengan sendirinya,” ujar Dokter Seivilia. Pada pasien katarak, penyembuhan sakit mata juga dapat dilakukan dengan Phacoemulsifikasi yang merupakan salah satu teknologi teknik operasi mata yang tidak membuat luka besar dan penyembuhan cepat. Operasinya pun hanya berlangsung sekitar 20 menit. Sedangkan penyembuhan penyakit mata pada bayi prematur (Retinopathy of prematurity - ROP)biasanya sedari awal sudah dilakukan screening pada bayi yang lahir prematur. Bayi yang lahir prematur belum matang seluruh anggota tubuhnya termasuk dalam matanya, biasanya saraf matanya belum sempurna. Retinopathy of prematurity juga bisa terjadi akbiat infeksi rubella saat ibu sedang hamil. Pengobatan untuk ROP adalah terapi laser atau krioterapi. Ilustrasi gambar oleh Bacila Vlad Artikel terkait: Pentingnya Pahami Alarm Tubuh Cara Merawat Mata dengan Benar Bila Menggunakan Lensa Kontak? Gangguan Mata: Mitos dan Fakta - Published: 2019-05-28 - Modified: 2022-01-18 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/tips-mudik/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Tips Mudik Masyarakat Indonesia menjadikan mudik sebagai sebuah tradisi dalam merayakan hari raya idul fitri. Dr. Irsyal Rusad, SpPD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Bekasi Timur mengatakan bahwa menjaga stamina sangatlah diperlukan agar mudik dapat dinikmati dengan nyaman dan tanpa gangguan kesehatan. Berikut adalah tipsnya: Istirahat yang cukup sebelum mudik. Usahakan lakukan perjalanan mudik setelah berbuka puasa. Di rest area pergunakan waktu untuk bisa melakukan olahraga ringan atau gerakan relaksasi khususnya kaki, tangan dan leher. Manfaatkan juga rest area untuk BAK atau BAB agar terhindar dari penyakit infeksi saluran kemih ataupun pencernaan. Sebaiknya tidak membeli makanan atau minuman dipinggir jalan yang belum tentu higenis. Bawa buah dan kue kering sebagai kudapan saat perjalanan. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi dan segerakan istirahat bila sudah sampai tujuan agar memulihkan kondisi. Informasi kesehatan lainnya dapat dicek di primayahospital. com. Temukan jadwal dokter penyakit dalam kami di sini untuk melakukan konsultasi. - Published: 2019-05-08 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/stres-kerja-tidak-semuanya-buruk/ - Kategori: Kejiwaan, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Kejiwaan, kejiwaan, Kesehatan Mental Banyak pekerja yang tidak menyadari saat dirinya memiliki gangguan kesehatan mental. Gangguan mental ini dapat terjadi akibat beban pekerjaan yang terlalu berat dan berkepanjangan. Umumnya, ini disebut stres kerja. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kesehatan mental pekerja adalah tempat kerja. Alvina, SpKJ selaku Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan bahwa stres kerja berkaitan dengan burnout, kepuasan kerja dan kesehatan fisik maupun mental. Penyebabnya adalah: Pengawasan yang buruk Konflik dengan teman kerja Tuntutan kerja yang tinggi Lembur Definisi Burnout dalam Stres Kerja Menurut Dokter Primaya Hospital “Burnout adalah suatu keadaan penurunan kondisi fisik dan emosional akibat pemaparan diri yang berkepanjangan seperti terhadap lingkungan kerja yang penuh tekanan/stres,” ujar dokter spesialils kesehatan jiwa tersebut. Pemaparan berkepanjangan terhadap stressor lingkungan dan situasi dapat menyebabkan kelelahan emosional, tidak nyaman dengan diri serta kurangnya pencapaian personal. Stres kerja terjadi karena beban kerja yang meningkat ataupun problem tenaga kerja misalnya, Kekurangan tenaga kerja yang kemudian mengakibatkan kepuasan atas pekerjaan menjadi buruk. Stressor pun dapat terjadi karena merupakan suatu kondisi yang penuh dengan tekanan seperti adanya konflik dengan teman kerja, beban kerja dan tuntutan kerja yang tinggi, buruknya pengawasan, kurangnya dukungan. Hal yang mengakibatkan kesehatan fisik dan mental yang buruk. Tidak Semua Stres Kerja Buruk Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Alvina, SpKJ mengatakan bahwa pemaparan stressor berkepanjangan dapat menyebabkan rusaknya sistem biologis yang dapat menghambat mekanisme kompensasi dan antisipasi. Hal-hal tersebut dapat berakibat pada kesehatan memburuk seperti sakit kepala, insomnia, disfungsi sosial dan depresi. Burnout secara langsung dapat memengaruhi keluaran kesehatan melalui penurunan sumber daya yang dibutuhkan untuk coping. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, fatigue, berbagai keluhan fisik dan penarikan diri dari sosial. Pada dasarnya tidak semua stres itu buruk. “Stres yang positif justru dapat menjadi motivasi. Dapat juga meningkatkan performa kognitif dan meningkatkan kapasitas fisik,” terang dokter spesialis kesehatan jiwa tersebut. Cara mengatasi burnout yaitu dengan recognize (mengenali), reverse (membalikan) dan resilience (ketahanan). Burnout tersebut dapat diatasi selama kita mampu untuk mengelola stres, memiliki manajemen waktu yang baik, melakukan olahraga secara teratur. Makan makanan yang sehat, Tidur dalam waktu yang cukup dan berkualitas, mengetahui kapan harus meminta dukungan baik dari jaringan sosial, maupun teman kerja dan atasan serta mencari waktu untuk istirahat sejenak untuk pergi berlibur atau menjalankan hobi Anda. Dengan kesehatan mental pekerja yang baik diharapkan para pekerja bisa memiliki kinerja yang baik dan performa yang optimal. Perusahaan dapat secara aktif berpartisipasi menjaga kesehatan mental para pekerjanya dengan : - meninjau kembali beban kerja dan kecukupan tenaga kerja - memberikan cuti pada pekerja - menjamin tersedianya waktu untuk istirahat pada jam kerja - melaksanakan olahraga bersama secara rutin - menyediakan fasilitas untuk relaksasi seperti taman, ruang untuk beribadah - menyediakan wadah untuk menampung keluhan dan aspirasi para pekerja serta menindaklanjutinya Ilustrasi gambar oleh freepik. Artikel terkait: Apa Beda Perilaku Kompulsif dan Impulsif? Jangan Sampai Pekerjaan Membuat Kesehatan Jiwa Terganggu Ayo Kenali Gejala Depresi - Published: 2019-04-07 - Modified: 2020-12-28 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/pemeriksaan-ercp-untuk-batu-empedu/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Batu Empedu, ERCP Endoskopic Retrograde Cholangiopancreatography (Pemeriksaan ERCP) hadir di Indonesia sebagai solusi untuk meminimalisir pembedahan pada pasien penyakit batu empedu atau cholelithiasis. Alat tersebut bisa menjangkau batu empedu sehingga bisa dikeluarkan tanpa harus melalui proses operasi. Dokter Suwito Indra, Sp. PD-KGEH, FINASIM selaku Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastro Entero Hepatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan bahwa Pemeriksaan ERCP adalah prosedur tindakan untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan atau gangguan yang terjadi pada pankreas, saluran empedu, dan kandung empedu. “Pemeriksaan ERCP adalah kombinasi dari dua jenis pemeriksaan, yaitu endoskopi dan foto rontgen. ” ujar dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Prosedur Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik atau Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) ini memungkinkan dokter untuk mengambil gambar dan melihat kondisi saluran empedu dan pankreas secara lebih detail. Prosedur ini dapat memberikan informasi penting yang tidak dapat diperoleh dengan jenis pemeriksaan diagnostik lain, seperti USG, CT scan, atau MRI. Pemeriksaan ERCP dilakukan dengan bantuan alat endoskopi. Yaitu selang tipis dan elastis yang dilengkapi dengan kamera dan lampu di bagian ujungnya. Alat ini akan dimasukkan melalui mulut pasien, melewati kerongkongan (esofagus), kemudian masuk ke lambung dan usus 12 jari (duodenum), tepatnya di bagian akhir dari saluran empedu dan pankreas (papilla vateri). Kawat pemandu (guidewire) dan kateter akan dimasukkan ke saluran empedu atau pankreas. Hal ini dilakukan untuk memasukkan cairan kontras yang berguna membuat gambar detail saat dilakukan foto rontgen. “ERCP dapat disertai dengan tindakan pengobatan. Misalnya mengeluarkan batu empedu di saluran empedu atau mengobati penyempitan saluran akibat tumor yang menyebabkan penumpukan cairan pankreas atau empedu. ” jelas Dokter Suwito, dokter spesialis penyakit dalam. Pemeriksaan ERCP Menurut Primaya Hospital Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastro Entero Hepatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Suwito Indra, Sp. PD-KGEH, FINASIM mengatakan Endoskopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) umumnya digunakan untuk mendiagnosis berbagai gangguan yang terjadi pada saluran empedu atau pankreas, antara lain: Choledocholithiasis (batu saluran empedu) Pankreatitis akut Pankreatitis kronis Pankreas divisum, yaitu kelainan pada pankreas yang menyebabkan saluran pankreas gagal menyatu selama perkembangannya, sehingga pankreas memiliki dua saluran yang terpisah Kanker pankreas atau kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma) Kelainan sfingter oddi, yaitu katup otot yang mengendalikan aliran cairan empedu dan pankreas Trauma atau komplikasi operasi yang terjadi di saluran empedu dan pankreas Selain itu, ERCP juga digunakan sebagai tindakan pengobatan terhadap berbagai gangguan medis yang terjadi pada saluran empedu atau pankreas. Tindakan pengobatan tersebut, meliputi: Melebarkan saluran pankreas atau empedu yang mengalami penyempitan Mengeluarkan atau menghancurkan batu saluran empedu Membuka sfingter oddi yang menutup (sphincterotomy) Secara keseluruhan ERCP merupakan metode yang baik sebagai penanganan batu empedu, tidak memerlukan waktu yang lama dan sedikit invasif terhadap pasien, sehingga bisa dijadikan salah satu pilihan dalam penanganan batu empedu. Ilustrasi gambar oleh: Marcelo Leal Artikel Terkait: Mengenal Penyakit Batu Empedu Apa Sebab Pembesaran Kelenjar Getah Bening? Donor Hati - Published: 2019-03-27 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/hemodialisa-untuk-gagal-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Cuci Darah, Dokter spesialis penyakit dalam, Hemodialisa, Terapi Hemodialisa Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya peningkatan angka kejadian penyakit ginjal kronik setiap tahunnya yang menyebabkan peningkatan angka kesakitan dan kematian atas penyakit tersebut. Biasanya pasien dengan ginjal kronik dapat sampai ke tingkat cuci darah secara bertahap namun progresif. Terapi hemodialisa untuk gagal ginjal merupakan pilihan. St. Rabiul Zatalia Ramadhan, Sp. PD-KGH selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi dari Primaya Hospital Makassar menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronik merupakan kondisi kerusakan ginjal yang berlangsung ≥3 bulan. Kerusakan yang terjadi dapat berupa gangguan struktur ginjal atau fungsi ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) - Published: 2019-03-25 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/apa-sebab-pembesaran-kelenjar-getah-bening/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam, Kelenjar Getah Bening “Pembesaran kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi atau akibat obat-obatan biasanya akan mengecil atau tidak teraba lagi. Jika infeksi teratasi atau obat-obatan yang memicu pembesaran tersebut dihentikan pemberiannya. " Kelenjar getah bening tersebar di tubuh manusia dan terhubung melalui jaringan pembuluh getah bening. Namun hanya ada beberapa bagian yang dapat teraba misalnya saja pada bagian leher, bawah dagu, ketiak, dan sela paha. Dr. Rochsismandoko, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik & Diabetes dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa Kelenjar Getah Bening (KGB) adalah organ yang berbentuk seperti kacang merah dan merupakan bagian dari sistem limfatik yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh dan terdapat di seluruh tubuh kita dengan jumlah sekitar 600 buah, berukuran mulai dari beberapa mm sampai 2 cm. “Kelenjar getah bening ini berisi kumpulan sel yang membentuk pertahanan tubuh, terutama sel limfosit B dan T yang merupakan bagian dari sel darah putih, juga ada sel plasma, moosit, histiosit,”jelasnya. Fungsi Kelenjar Getah Bening Menurut Dr. Rochsismandoko, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik & Diabetes dari Primaya Hospital Tangerang ini mengatakan kalau fungsi utama kelenjar getah bening adalah sebagai penyaring untuk mengidentifikasi dan melawan infeksi. Perannya dijalankan oleh sel limfosit B dan T. Sel limfosit ini akan beredar didalam aliran darah dan jika menemukan target sel yang terinfeksi (antigen) akan melekat dan kemudian merangsang respon kekebalan dari sel limfosit untuk membentuk antibodi tertentu. Penyebab Pembesaran Kelenjar Getah Bening Menurut Dokter Primaya Hospital Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik & Diabetes dari Primaya Hospital Tangerang, Dr. Rochsismandoko, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE menyatakan bahwa ada persepsi yang salah kaprah selama ini dari masyarakat bahwa kelenjar getah bening itu merupakan penyakit yang menakutkan. “Kelenjar getah bening dalam keadaan normal dapat teraba didaerah bawah rahang, ketiak dan lipat paha. Jika didapatkan pembesaran yang abnormal atau kasat mata dan disertai rasa nyeri atau gejala-gejala lain. Misalnya demam, sakit menelan, sulit bernafas, nyeri otot atau tulang, gangguan nafsu makan, berat badan menurun, mudah lelah, inilah saatnya memerlukan pemeriksaan yang lebih lanjut,”ungkap Dokter Rochsismandoko. Pembesaran kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain: Infeksi Infeksi yang sering menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening; infeksi saluran nafas bagian atas/sakit tenggorokan, campak, infeksi telinga, infeksi gigi, infeksi kulit, moonucleosis, HIV, penyakit infeksi lain yang jarang seperti tuberkulosis, penyakit menular seksual (sifilis), toksoplasmosis (infeksi parasit akibat kontak dengan kotoran kucing atau makan daging kurang matang), cat scratch fever (akibat cakaran atau gigitan kucing). Gangguan sistim kekebalan Seperti lupus, rematoid artritis. Kanker Limfoma, leukemia, penyebaran kanker dari organ lain. Obat-obatan Beberapa jenis obat dapat memicu pembesaran kelenjar getah bening, seperti: allopurinol, atenolol (tenormin), captopril, carbamazepine (tegretol), cephalosporin, hydralazine (apresoline), penicillin, phenytoin (dilantin), primidone (mysoline), pyrimethamine, quinidine, sulfonamides. “Pembesaran kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi atau akibat obat-obatan biasanya akan mengecil atau tidak teraba lagi. Jika infeksi teratasi atau obat-obatan yang memicu pembesaran tersebut dihentikan pemberiannya,” terang Dokter Rochsismandoko. Untuk pembesaran kelenjar getah bening akibat penyakit gangguan sistim kekebalan atau kanker biasanya akan menetap lebih lama. Jika penyebabnya kanker pada kelenjar getah bening itu sendiri kadang diperlukan operasi. Jika pembesarannya sudah menekan jaringan sekitar atau mengganggu mobilitas daerah yang terdampak. Mendeteksi Pembesaran Getah Bening Untuk mengetahui apakah penyebab pembesaran kelenjar getah bening, dokter akan menanyakan secara mendalam riwayat penyakit sekarang dan juga yang terdahulu. Biasanya dibutuhkan pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium, foto rontgen, CT Scan atau MRI tergantung kebutuhan dan urgensinya. Ilustrasi gambar oleh Lucija Ros - Published: 2019-03-20 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/preeklampsia-setelah-melahirkan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Tag: Dokter spesialis kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Preeklampsia pasca persalinan (postpartum pre-eclampsia) atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan ini bisa terjadi pada wanita memiliki tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urinenya setelah melahirkan. Menangani preeklampsia setelah melahirkan diperlukan penanganan medis segera karena dapat membahayakan ibu mengalami komplikasi serius setelah melahirkan. Dian Burhansah, SpOG, M. Kes, FMAS selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa postpartum pre-eclampsia merupakan hipertensi yang terjadi dalam waktu 48 jam dan bisa sampai 6 minggu pasca persalinan disertai gangguan organ. Preeklampsia setelah melahirkan ini memiliki kriteria tensi ≥ 140/90mmHg dan disertai minimal satu gejala seperti; protenuria ≥ +1, sakit kepala/penglihatan kabur, edema paru, peningkatan fungsi hati dan ginjal, trombositopenia, serta gangguan pertumbuhan janin. Penyebab preeklampsia hingga kini masih belum diketahui secara pasti. “Meskipun demikian, penyebab preeklampsia setelah melahirkan adalah pada pasien dengan preeklampsia ini mengalami gangguan pertumbuhan serta perkembangan plasenta yang menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah pada ibu sehingga menyebabkan timbulnya gejala-gejala hipertensi dan lain sebagainya. ” Ujar Dokter Dian. Adapun faktor risiko terjadi preeklampsia diantaranya: Memiliki riwayat atau masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, penyakit autoimun (lupus), atau sindroma antifosfolipid Memiliki riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya Hamil pada usia diatas 35 tahun atau kurang dari 18 tahun Hamil pertama kali Obesitas Kehamilan kembar Jarak kehamilan sangat jauh (10 tahun atau lebih) dari kehamilan sebelumnya Selain itu juga faktor genetik, diet makanan atau nutrisi, serta gangguan pembuluh darah Cegah Preeklampsia Setelah Melahirkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Dian Burhansah, SpOG, M. Kes, FMAS mengatakan preeklampsia setelah persalinan memang kondisi yang jarang terjadi tapi perlu diwaspadai bila muncul gejala sebagai berikut: Tekanan darah naik ≥ 140/90 mmHg Sakit kepala hebat Penglihatan menjadi kabur Sakit perut bagian atas (biasanya di bawah tulang rusuk di sisi kanan) Mudah lelah Nyeri otot atau persendian Pembengkakan pada kaki Volume urine berkurang atau jarang buang air kecil Berat badan naik secara mendadak Menangani preeklampsia setelah melahirkan (postpartum pre-eclampsia) dengan tepat diperlukan agar terhindar dari komplikasi. Pencegahan preeklampsia dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke fasiltas kesehatan seperti cek tekanan darah rutin saat hamil dan sesudah melahirkan, menjaga berat badan selama kehamilan, melakukan pola makan sehat dengan gizi yang seimbang. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi Gambar: John Looy Artikel terkait: Deteksi Down Syndrome Pada Janin Catatan Penting Kehamilan Berbahayakah Bila Sering Telat Haid? - Published: 2019-03-18 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/critical-illness-stroke/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam, Gejala Stroke, penanganan stroke, stroke Seiring dengan berkembangan zaman banyak terjadi perubahan atas gaya hidup, lingkungan, stress, pola makan sehingga kerentanan terhadap munculnya berbagai macam penyakit pun terjadi. Hal ini memudahkan berbagai penyakit kronis menyerang dan bisa mengancam nyawa. Dr. Ario Perbowo Putra, Sp. PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan bahwa critical illness adalah suatu penyakit yang mengancam nyawa. Penyebab dari critical illness tersebut bisa bermacam-macam, misalnya saja karena gangguan metabolilsme, penyakit intrakranial, penyakit degeneratif dan lain sebagainya. “Tapi pada intinya critical illness itu merupakan penyakit yang sudah gawat, sehingga biasanya membutuhkan ruang intensif (ICU/HCU) dalam perawatannya,”ujarnya. Beberapa critical illness yaitu krisis hiperglikemia, stroke, kanker stadium akhir, jantung koroner, hipertensi emergensi, gagal ginjal stadium akhir dan lainnya. Penyebab Stroke Penyakit Stroke yang merupakan critical illness bisa menimbulkan kematian mendadak, oleh karenanya seseorang dengan penyakit Stroke harus selalu dilakukan monitoring karena dianggap mengancam nyawa. Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Penyebab seseorang bisa terkena penyakit stroke, diantaranya adalah: Stroke iskemik, disebabkan karena adanya jendalan darah yang menyumbat pembuluh darah. Stroke hemoragik, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah mengalir keluar. Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA), disebabkan karena kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat (kurang dari 24 jam atau bisa hanya dalam hitungan menit). Hal ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Cegah Stroke Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Ario Perbowo Putra, Sp. PD menjelaskan bahwa adanya hipertensi yang disertai diabetes dan kolesterol tinggi adalah kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke. “Stroke adalah salah satu critical illness yang harus dilihat dari objective-nya, faktor apa saja yang menyebabkan kritis misalnya, seseorang memiliki penyakit dasar tapi tidak menanggulanginya sedari dini,”jelas Dokter Ario. Gejala stroke biasanya menyerang pada salah satu sisi bagian tubuh. Gejala stroke tersebut biasanya ditandai dengan: Sakit kepala atau pusing mendadak dan hingga vertigo Hilang keseimbangan tubuh Kelelahan Penglihatan mulai samar atau buram Mati rasa pada salah satu sisi bagian tubuh (wajah/tangan/kaki) Berbicara dan pendengarannya tidak jelas (mengalami gangguan) Dokter Ario menyatakan bahwa bilamana seorang pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit sebelumnya tapi masih menolak melakukan pengobatan, lama-kelamaan penyakit tersebut akan berkembang menjadi critical illness. Critical Illness juga bisa dicetuskan oleh kondisi akut seperti adanya infeksi, jika infeksi atau proses akutnya tidak tertangani maka akan berdampak buruk. “Jadi kalau ada keluhan berulang jangan di sepelekan dan segera ke dokter, sehingga dokter akan melihatnya secara holistik atau menyeluruh serta dapat mengatasi penyebabnya,”tukas Dokter Ario. Untuk itu, supaya tidak terjadi critical illness seperti penyakit Stroke hendaknya kita harus selalu hidup sehat, menjaga pola makan, rajin olahraga dan istirahat yang cukup. Ilustrasi Gambar: freepik. com - Published: 2019-03-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/deteksi-down-syndrome-pada-janin/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Tag: Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Down Syndrome - Translation Priorities: Optional Setiap ibu mendambakan dapat memiliki bayi yang sehat. Sekarang ini, untuk memastikan kesehatan janin tersebut selama kehamilan dapat melalui serangkaian tes agar mengetahui apakah terdapat kelainan dan lainnya. Misalnya untuk mendeteksi down syndrome pada janin. Dr. Rizky Azenda, SpOG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa deteksi down syndrome pada janin dalam kandungan dapat dilakukan semenjak usia kehamilan 9 – 11 minggu dengan menggunakan NIPT (Non Invasive Prenatal Testing). NIPT ini berguna untuk melihat sel janin yang sangat sedikit terlarut di darah ibu. Pada usia kehamilan 11-15 minggu deteksi down syndrome pada janin bisa menggunakan USG Trimester Pertama yaitu NT (Nuchal Translucency), Nasal Bone, Ductus Venosus, Regurgitasi Trikuspid. Memasuki usia kehamilan 22-26 minggu deteksi tersebut dapat dilakukan menggunakan Soft Marker USG, Dolicocephaly, Doucle Buble, Echogenic Intracardiac Echo, Hyperecjogenic Bowel dan Nuchal Fold. “Tapi deteksi pasti janin terhadap down syndrome bisa menggunakan NIPT atau Amniocentesis Karyotyping,” ujar Dokter Rizky. Janin terkena down syndrome karena adanya kelainan kromosom atau pembelahan kromosom 21 yang tidak sempurna. Sehingga bukannya sepasang atau 2 namun kromosom tersebut menjadi 3 atau disebut trisomi 21. Faktor risikonya janin tersebut down syndrome adalah usia pasangan diatas 35 tahun, perokok dan mengonsumsi alkohol. Pencegahan Down Syndrome Pada Janin Menurut Dokter Primaya Hospital Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang, Dr. Rizky Azenda, SpOG mengatakan bahwa biasanya para ibu tidak merasakan adanya perbedaan pada gejala kehamilan atas janin yang terkena down syndrome. Menurut Dokter Rizky down syndrome hanya bisa dicegah dengan PGS (Preimplantation Genetic Screening) pada saat IVF (In Vitro Fertilisation) atau bayi tabung. “Namun down syndrome bisa dikurangi risikonya dengan menikah dan hamil saat usia dibawah 35 tahun. Juga menjalankan pola makan dan gaya hidup sehat, mengonsumsi vitamin prenatal,” terangnya. Bilamana sudah mengetahui bahwa janin tersebut down syndrome sebaiknya para ibu berusaha untuk mengoptimalisasi potensi janin saat kehamilan. Proses persalinan terbaik bag janin down syndrome tergantung indikasi onstetri pada saat usia kehamilan 9 bulan, apakah posisinya melintang atau plasenta pervia. Apabila sudah terlahir sebagai bayi down syndrome, maka cara terbaik membesarkannya adalah para orang tua hendaknya membaca referensi serta berkomunikasi yang baik dengan dokter tumbuh kembang anak, disertai mengikuti terapi bicara dan terapi perkembangan anak. Tidak pula tetap penuhi anak tersebut dengan penuh kasih sayang. Para anak dengan down syndrome tetap bisa menggapai cita-cita mereka untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan sebagainya. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar oleh Luma Pimentel Artikel terkait: Menangani Preeklampsia Setelah Melahirkan Pemeriksaan Awal Kehamilan Tips Memilih Dokter Kandungan Untuk Konsultasi - Published: 2019-03-11 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/mata/kenali-penyakit-katarak/ - Kategori: Mata, Terbaru - Tag: Katarak, Operasi katarak, Spesialis mata Mata mempunyai fungsi yang penting. Namun, banyak orang tidak terlalu memperhatikan kesehatan mata hingga bilamana terjadi penurunan terhadap kualitas penglihatan baru akan diperiksakan ke dokter. Salah satu penyakit mata yang kerap terjadi adalah katarak. Biasanya penyakit katarak ini dianggap sebagai penyakit mata pada lansia. Apakah benar demikian? Ratih Andriana Mutia,Sp. M,M. kes selaku Dokter Spesialis Mata dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan mengenai penyakit katarak agar kita bisa lebih mengenali jenis penyakit tersebut. Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan kaburnya penglihatan. Lensa mata yang keruh menyebabkan jalannya cahaya berkurang atau terhambat. “Akibatnya, lensa mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk,” jelasnya. Sejumlah faktor bisa berperan untuk Anda memiliki risiko terkena penyakit katarak. Siapa saja yang bisa terkena penyakit katarak? Orang yang sudah berusia lebih dari 40 tahun Penderita diabetes yang cenderung memiliki angka kadar gula darah tinggi Orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebihan Orang yang memiliki kebiasaan menggunakan obat tetes mata sembarangan Orang yang memang memiliki kebiasaan merokok dan terkena paparan asap rokok Orang yang sering terpapar sinar matahari Untuk menjaga kesehatan mata, kita diharapkan bisa rutin kontrol ke dokter spesialis mata minimal 1 tahun sekali. Tapi, bila kita sudah memiliki gejala-gejala berikut ini sebaiknya harus segera diperiksa ke dokter: Pandangan Kabur seperti berkabut Terlihat ada warna putih di bagian hitam mata Rasa silau saat terkena cahaya Penglihatan lebih baik pada cahaya yang redup Pengobatan Penyakit Katarak Dokter Spesialis Mata dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Ratih Andriana Mutia,Sp. M,M. kes mengatakan bahwa bila seseorang sudah terkena penyakit katarak maka operasi katarak merupakan satu-satunya penanganan katarak pada lansia. Namun keputusan untuk menjalani operasi tersebut mempertimbangkan akan terganggunya aktivitas sehari-hari atau tidak, seperti menyetir kendaraan atau membaca. “Dalam operasi katarak, lensa yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa tiruan. Lensa tiruan ini terbuat dari plastik atau silikon, dan dapat digunakan untuk seumur hidup. Sedangkan pada kondisi di mana lensa tiruan tidak bisa dipasang, pasien harus mengenakan kacamata atau lensa kontak pasca operasi katarak untuk memperbaiki penglihatan,” terang Dokter Ratih. Operasi katarak ini dapat dilakukan dengan bius lokal agar mata menjadi mati rasa, dan biasanya tanpa rawat inap. Rasa tidak nyaman di mata umumnya dapat dirasakan hingga beberapa hari pasca operasi. Pada pasien dengan katarak di kedua mata, maka operasi akan dilakukan secara terpisah hingga pasien sembuh dari operasi pertama, yaitu sekitar 6-12 minggu. Sumber Gambar:Simon Wijers - Published: 2019-03-11 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-penyakit-batu-empedu/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Batu Empedu, Dokter spesialis penyakit dalam Banyak orang yang bingung terhadap penyakit batu empedu. Karena letak lambung dan kantong empedu berdekatan, yakni di ulu hati, maka bila salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama seperti penyakit maag. Untuk itu, kita harus mengenali bagaimana penyakit ini. Suwito Indra, Sp. PD-KGEH, FINASIM selaku Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastro Entero Hepatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa batu empedu merupakan partikel keras yang berkembang di dalam kandung empedu ataupun saluran empedu. Sebagai gambaran, di Asia ini kasus batu empedu berkisar antara 4,35% – 10,7%. Di Indonesia, penyakit ini lebih banyak disebabkan karena batu kolestrol yang timbul karena pola makan yang tinggi lemak dan gaya hidup. “Garam empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak dan kolesterol, ketika jumlah kolesterol lebih tinggi daripada garam empedu, akhirnya menyebabkan kandung empedu jenuh,” ujarnya. Kejenuhan batu empedu tersebut karena adanya protein musin yang memekatkan garam empedu itu menjadi massa yang lebih keras yang disebut batu kolesterol. Normalnya batu kolesterol ini masih bisa dibuang ke usus dua belas jari, namun karena sudah bertumpuk dan terakumulasi sehingga menyebabkan penyumbatan maka inilah yang dinamakan batu empedu. Pengobatan Batu Empedu Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastro Entero Hepatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Suwito Indra, Sp. PD-KGEH, FINASIM menyatakan bahwa faktor risiko dari penyakit ini tidak hanya lemak saja. Faktor risiko dari batu empedu biasanya di singkat menjadi 4F, yaitu Fat (lemak), Forty (Umur), Female (Wanita), dan Family (Genetik). Bila ada batu di dalam saluran empedu dapat menyebabkan sumbatan aliran empedu dan infeksi. Maka, akibatnya penderitanya dapat terlihat kuning (terutama tampak pada mata), disertai nyeri ulu hati seperti orang sakit maag dan demam. Pada hampir sebagian besar kasus, penyakit ini tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, terkadang batu ini akan menyumbat bagian ujung empedu sehingga akan memicu rasa sakit mendadak yang cukup hebat. Nyeri ini disebut dengan nyeri kolik, dan dapat bertahan selama hitungan jam. Pada pengobatan batu empedu, salah satu prosedur modern untuk mengatasi sumbatan saluran empedu adalah dengan metode ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangiopancreatography). Dengan metode ERCP ini dapat dilihat tempat terjadinya sumbatan saluran empedu dan sekaligus dapat dilakukan upaya mengatasi sumbatan tersebut. Sumber Gambar: JC Gellidon - Published: 2019-03-07 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/gizi/gizi-yang-baik-untuk-anak/ - Kategori: Gizi, Terbaru - Tag: Dokter Gizi Klinik, gizi Seperti kita ketahui bahwa peranan gizi yang baik untuk anak akan memaksimalkan tumbuh kembang pada anak tersebut. Ini menjadi hal yang serius karena kekurangan gizi atau gizi kronis akan mengakibatkan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, stunting di Indonesia mencapai 37,2 persen (9 juta balita). Penanganan stunting menjadi prioritas pemerintah sebab perkembangan anak yang tidak maksimal akan menjadi cermin masa depan Indonesia. Dr. Nuvi Nusarintowati, Sp. A(K) selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi Anak dari Primaya Evasari Hospital Jakarta menjelaskan bahwa orang tua harus memerhatikan gizi yang baik untuk anaknya. Perkembangan keterampilan makan pada anak meliputi periode awal umur 0-3 bulan yang merupakan gerakan refleks, umur 3-6 bulan anak sudah dapat melakukan gerakan volunter atau fase oral, umur 6 bulan keatas adalah pertumbuhan dan maturasi neurologis serta proses belajar. “Anak hanya mengetahui prinsip lapar-kenyang karena usianya tersebut,” ujar Dokter Nuvi. Tanda-tanda anak siap makan adalah: Kontrol kepala, bayi dapat menahan kepalanya dalam posisi tegak Sudah bisa duduk dengan baik Refleks dorong lidah sudah hilang, diawali memasukkan tangan ke dalam mulut, reflex muntah perlahan bergeser ke arah belakang Membuka mulut saat sendok didekatkan ke mulutnya Rasa ingin tahu pada apa yang orang lain makan Pola makan dan pola tidur berubah seperti nafsu makan bertambah, tampak lapar, menyusu 8-10x dalam sehari “Makan adalah suatu proses belajar, sehingga perlu dipahami prinsip pemberian makan agar hasilnya dapat optimal,” jelas Dokter Nuvi. Diperlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi yaitu dengan memilih makanan yang seimbang antara makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien diperlukan dalam jumlah yang lebih besar (karbohidrat, protein, lemak) sedangkan mikronutrien diperlukan dalam jumlah kecil namun diperlukan untuk kesehatan yang optimal (vitamin dan mineral). Masalah Gizi Anak Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi Anak dari Primaya Evasari Hospital, Dr. Nuvi Nusarintowati, Sp. A(K) mengatakan bahwa perlu untuk memenuhi gizi yang seimbang mendekati makanan keluarga dengan konsistensi naik bertahap. Tantangannya adalah menyiapkan menu makan yang sehat namun enak sehingga diharapkan masalah gizi pada anak bisa teratasi. Berikut ini adalah masalah gizi pada anak ditandai dengan: Penurunan berat badan Berat badan di bawah rata-rata usianya Tinggi badan di bawah rata-rata usianya Gagal tumbuh paling sering terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan “Dampak kurang nutrisi pada anak diantaranya dapat mengganggu respons kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi dan defisit pertumbuhan menyebabkan keterlambatan kognitif dan psikomotor sehingga anak dapat mengalami masalah perilaku atau gangguan belajar,”terangnya. Para orang tua diharapkan membuat aturan makan pada anak seperti: Jadwal: Teratur termasuk cemilan Paling lama 30 menit Di antara makan diberikan air putih Lingkungan/suasana: Suasana menyenangkan tanpa paksaan Tidak sambil bermain Prosedur: Porsi kecil Padat terlebih dulu Makan sendiri (dicoba) Angkat makanan bila dalam 15 menit tidak disentuh Menyeka mulut/membersihkan saat waktu makan selesai Sumber Gambar: kazuend - Published: 2019-03-07 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mengapa-bisa-menopause-dini/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Tag: Menopause, Spesialis kebidanan dan kandungan - Translation Priorities: Optional Setiap wanita yang mengalami menstruasi pasti nantinya akan menuju menopause atau masa berakhirnya siklus menstruasi. Hal ini merupakan proses alami karena perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita. Menopause pada tiap wanita berbeda-beda, tapi umumnya terjadi pada sekitar usia 50 tahun. Lalu bagaimana bila pada usia sebelum 40 tahun wanita tersebut mengalami menopause? Inilah biasa disebut menopause dini atau prematur. Dr. Rizky Azenda, SpOG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan tentang pengertian menopause dini. Menurut POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), menopause dini didefinisikan sebagai tidak haid atau berhentinya haid selama 12 bulan berturut-turut pada usia < 40 tahun dengan kadar hormon sesuai dengan keadaan menopause. “Pendekatan paling baik dalam menangani menopause dini adalah mengetahui penyebab dan memberikan tatalaksana yang sesuai,” ujar Dokter Rizky. Menopause dini dapat terjadi secara spontan. Penyebabnya adalah berbagai faktor, di antaranya: Wanita dengan riwayat keluarga menopause dini atau prematur lebih cenderung mengalami menopause dini atau prematur. Wanita yang merokok mengalami menopause 2 tahun lebih cepat dibandingkan bukan perokok. Selain itu gejala menopause yang timbul lebih parah dibanding bukan perokok. Abnormalitas kromosom seperti sindrom Turner, trisomi 13, dan trisomi 18. Pasien dengan sindrom Turner pada umumnya tidak membentuk ovarium secara normal saat lahir dan siklus menstruasi tidak normal. Gangguan metabolik seperti galaktosemia, miotonik distrofi Penyakit autoimun seperti penyakit tiroid, hiperparatiroidism, dan Addison’s disease. Penyakit autoimun, seperti penyakit tiroid dan rheumatoid arthritis. Meskipun jarang, sistem kekebalan tubuh yang biasanya melawan penyakit, bisa keliru menyerang indung telur dan membuatnya tidak menghasilkan hormon. Infeksi tertentu seperti tuberculosis, malaria, dan wanita dengan HIV. Infeksi ini tidak terkontrol dengan baik dengan obat-obatan, sehingga dapat terjadi menopause dini. Wanita dengan HIV mungkin juga memiliki hot flash yang lebih parah daripada wanita tanpa HIV. Terinduksi. Diakibatkan intervensi medis seperti kemoterapi, pengobatan GnRH terlalu lama, atau intervensi bedah seperti bilateral oophorectomy. Dampak Menopause Dini Menurut Primaya Hospital Dampak dari menopause dini dapat dibagi menjadi dua, yakni dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek termasuk gangguan vasomotor sesuai ciri menopause seperti: Flushing Kekeringan vagina Dispareunia Inkontinensia urin Gangguan psikologis seperti mudah lupa, iritabel, insomnia, dan gangguan konsentrasi. Sedangkan dampak jangka panjang termasuk di antaranya: Infertilitas Osteoporosis Peningkatan risiko kematian prematur, gangguan kardiovaskular, dan stroke yang disebabkan oleh defisiensi estrogen. Hidup Berkualitas Meski Menopause Dini Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang, Dr. Rizky Azenda, SpOG mengatakan bahwa pasien dengan menopause dini dapat memiliki hidup berkualitas dengan melakukan gaya hidup sehat. Misalnya dengan tidak merokok dan tetap berolahraga selama 30 menit sebanyak 3 kali per minggu. Selain itu, dapat dilakukan diet sesuai dengan pasien menopause: Diet kaya serat, buah – buahan, sayuran, dan protein. Konsumsi garam < 1 sendok teh per hari Kolesterol < 300 mg / hari Suplementasi vitamin D 800 IU/hari Suplementasi kalsium 1 gram / hari Calcium 1200 mg Zat besi 9 mg per hari Hindari makanan berlemak Cara Menghindari Menopause Dini Hingga saat ini belum terdapat cara mencegah maupun memprediksi terjadinya menopause dini yang terbukti secara klinis. “Tips terhindar dari menopause dini tentunya adalah mengurangi faktor-faktor yang dapat dimodifikasi dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, konsumsi diet seimbang, dan menjaga berat badan,” terangnya. Menopause dini dapat secara tidak langsung menyebabkan penyakit lain karena fitur defisiensi estrogen yang terdapat di dalamnya. Pasien dengan defisiensi estrogen pada usia dini memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Beberapa penyakit yang dapat muncul diantaranya: Osteoporosis Peningkatan risiko penyakit jantung iskemik dan angina. Hal ini disebabkan estrogen memiliki sifat kardioprotektif, meningkatkan HDL, dan menurunkan LDL, kolesterol, serta trigliserida. Hal ini ditunjukan dengan adanya reseptor estrogen pada sistem kardiovaskular. Gangguan neruologis Disfungsi psikoseksual Gangguan mood Demensia Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar oleh Freepik Artikel terkait: Kenali Menopause Lebih Dekat Cegah Kanker Serviks Kanker Serviks Skrining dan Pencegahan - Published: 2019-02-25 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/mengonsumsi-pil-kb-kenali-manfaatnya/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru - Tag: Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Pil KB, Pil Kontrasepsi Banyak yang beranggapan mengonsumsi Pil KB ini merupakan cara untuk mencegah kehamilan, padahal sebenarnya alat kontrasepsi berbentuk pil ini memiliki banyak manfaat lainnya. Seiring dengan kemajuan teknologi kesehatan Pil KB tidak hanya digunakan sebagai kontrasepsi, tapi juga digunakan untuk mengatasi gangguan hormon. Pil KB memiliki 2 jenis yaitu kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron serta Mini Pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron saja. Dr. Cepi Teguh, SpOG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Evasari Hospital Jakarta menjelaskan bahwa Pil KB memiliki kelebihan dibandingkan jenis alat kontrasepsi lainnya karena lebih praktis sebab bentuknya tablet sehingga tidak perlu disuntikan atau dimasukan ke rahim. “Saat berhenti minum Pil KB pun tidak mempengaruhi kesuburan meski terkadang bisa makan waktu 2-3 bulan untuk bisa hamil,”jelasnya. Manfaatnya selain sebagai alat kontrasepsi, Pil KB ini bisa digunakan untuk mencegah timbulnya jerawat karena hormonal dan osteoporosis. Selain itu manfaat lainnya adalah dengan mengonsumsi Pil KB dapat membantu mengatur siklus haid menjadi teratur serta mengurangi nyeri saat haid. Aturan Mengonsumsi Pil KB Menurut Dokter Primaya Hospital Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn) dari Primaya Evasari Hospital, Dr. Cepi Teguh, SpOG mengatakan bahwa sebaiknya kita memerhatikan aturan dalam mengonsumsi Pil KB dengan tepat. Pil KB ini memiliki efek samping seperti spotting, mual dan pusing. Pil KB bisa dikonsumsi saat haid atau saat tidak sedang haid tetapi harus dipastikan tidak hamil. “Saat tidak haid pil baru merespon setelah 1 minggu mengonsumsinya,”ujar Dokter Cepi. Dalam mengonsumsi Pil KB, usia tidak menjadi patokan seseorang dalam mengonsumsi Pil KB tersebut sebagai alat kontrasepsi. Sebaiknya wanita yang mengosumsi Pil KB termasuk kedalam usia reproduksi. “Pil KB ini dianjurkan bagi pasangan yang tidak ingin menunda kehamilan terlalu lama,”imbuhnya. Tingkat efektivitas Pil KB dalam mengatur jarak kehamilan sehingga berhasil dalam menahan kehamilan seorang wanita ada diatas 90% apabila diminum secara teratur. Bagi wanita, selama mengonsumsi Pil KB ini tidak ada pantangan makanan ataupun olahraga. Yang terpenting adalah tetap memiliki pola hidup sehat seperti makanan sehat, olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi Gambar: Thought Catalog Artikel terkait: Berbahayakah Bila Sering Telat Haid? Kenali Menopause Lebih Dekat Mengapa Bisa Menopause Dini? - Published: 2019-02-24 - Modified: 2021-06-08 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/kanker-kelenjar-getah-bening/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam, Getah Bening, Kanker Kelenjar Getah Bening, kemoterapi, konsultan hematologi klinik Di sepanjang tubuh kita terdapat kelenjar getah bening, kita harus mewaspadainya bila ada gangguan pada kelenjar tersebut karena bisa berbahaya kalau menjadi gejala kanker. Kanker kelenjar getah bening termasuk jenis kanker yang ganas yang menyerang sistem limfatik atau pertahanan tubuh. Kanker kelenjar getah bening, secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu Limfoma Non Hodgkin dan Limfoma Hodgkin. Limfoma Non Hodgkin merupakan keganasan darah yang paling sering mengenai usia dewasa. Diah Ari Safitri, SpPD-KHOM, FINASIM selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa pada kanker darah, umumnya gejala yang sering timbul adalah lemas karena anemia, perdarahan karena jumlah trombosit rendah, atau infeksi karena sel darah putih yang kurang. Akan tetapi pada limfoma seringkali keluhan awal yang timbul adalah benjolah pada daerah kelenjar getah bening yang tidak nyeri. “Kelenjar getah bening berada di seluruh tubuh kita dan bergabung dalam sistem limfatik bersama dengan tonsil, limpa dan timus,” terangnya. Stadium Kanker Kelenjar Getah Bening Limfoma ini mengenai sel limfosit yang berada pada limfatik, dengan diagnosis yang dipengaruhi oleh keterlibatan jenis sel limfosit. Pada Limfoma Hodgkin, terdapat sel Reed-Sternberg yang tidak ditemukan pada limfoma tipe yang lain. “Penentuan tipe limfoma yang tepat sangatlah penting karena berkaitan dengan pilihan terapi yang akan diberikan. Ahli patologi dapat membedakan jenis limfoma berdasarkan pemeriksaan biopsi jaringan,”ujar Dokter Diah. Menurut Dokter Diah Safitri, stadium Limfoma ini dibagi menjadi 4 yaitu: Stadium I jika hanya mengenai 1 area kelenjar getah bening Stadium II jika mengenai 2 atau lebih area kelenjar getah bening pada sisi diafragma yang sama Stadium III jika kanker terdapat pada kelenjar getah bening pada kedua sisi diafragma Stadium IV jika kanker telah menyebar ke seluruh tubuh dan mengenai organ di luar kelenjar getah bening (hati, tulang, paru). Terapi Kanker Kelenjar Getah Bening Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik dari Primaya Hospital Tangerang, dr. Diah Ari Safitri, SpPD-KHOM, FINASIM mengatakan bahwa terapi kanker atau pilihan pengobatan limfoma ditentukan berdasarkan faktor penyakit, penderita dan ketersediaan obat. “Yang termasuk faktor penyakit misalnya adalah jenis dan subtipe limfoma, serta stadium limfoma. Faktor penderita meliputi umur, penyakit penyerta lain pada pasien misal jantung, diabetes, serta kondisi penderita secara umum. Sedangkan faktor terakhir adalah ketersediaan obat. ” jelasnya. Terapi pada limfoma ini dapat meliputi pengobatan tunggal atau kombinasi dengan radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi. Kemoterapi pada kanker kelenjar getah bening merupakan salah satu terapi utama pada pengobatan Limfoma Hodgkin maupun Non Hodgkin. Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. Obat yang dimasukkan ke tubuh ini akan masuk ke aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh. “Tujuan dari pemberian kemoterapi pada kanker kelenjar getah bening adalah untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker,” tandasnya. Efek samping kemoterapi dapat mengenai seluruh tubuh, dan tergantung dari dosis serta jenis obat yang digunakan. Kemoterapi biasanya dilakukan dengan mengikuti suatu siklus. Misalnya pada Limfoma Non Hodgkin, kemoterapi dilakukan setiap 21 hari dan diulang sebanyak 6 kali. Evaluasi kemoterapi untuk menilai keberhasilan pengobatan dapat dilakukan di tengah dan di akhir program. Dokter Diah menyatakan, sebelum dilakukan kemoterapi biasanya penderita akan dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bahwa kondisi penderita cukup siap dalam melakukan kemoterapi. “Setelah kemoterapi, penderita juga akan diminta datang kembali untuk melakukan pengecekan dan pengendalian efek samping kemoterapi yang timbul,”kata Dokter Diah. Beberapa efek samping dapat dicegah dengan pemberian obat-obatan sebelum kemoterapi dilakukan. Meskipun demikian, masih dapat timbul efek samping lain setelah dilakukannya kemoterapi. Ilustrasi gambar: freepik. com Artikel terkait: Apa Sebab Pembesaran Kelenjar Getah Bening? Mengenal Penyebab Kanker Tiroid - Published: 2019-02-10 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/saraf/kenali-sindrom-kepala-meledak/ - Kategori: Saraf, Terbaru - Tag: dokter spesialis saraf, Sindrom kepala meledak Banyak masyarakat yang belum mengenal penyakit sindrom kepala meledak atau Exploding Head Syndrome (EHS). Ini merupakan kondisi medis yang serius karena membuat seseorang tidak bisa tidur. Jenis suara yang didengar seperti dengingan hingga ledakan. Biasanya berlangsung beberapa detik atau terdengar mendadak. Dr. Lilir Amalini, Sp. S, CFIDN selaku Dokter Spesialis Saraf Primaya Evasari Hospital menjelaskan bahwa Exploding Head Syndrome (EHS) adalah salah satu bentuk parasomnia. Parasomnia adalah hal-hal yang tidak seharusnya terjadi dalam siklus tidur Anda. Pada EHS Anda akan merasakan mendengar suara yang amat keras sesaat sebelum anda tertidur atau saat anda terbangun di malam hari. Rasanya seolah-olah terjadi ledakan dalam kepala. Menurut Dokter Lilir dari literatur yang didapatkan bahwa wanita lebih sering mengalaminya dibanding laki-laki, walaupun sampai saat ini belum diketahui jumlah pastinya. Ditemukan usia paling muda 10 tahun, namun pada usia diatas 50 tahun lebih banyak terjadi. “Rata-rata kejadian onset saat usia 58 tahun,” ujar Dokter Lilir. Kenali Sindrom Kepala Meledak Dokter Spesialis Saraf Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Lilir Amalini, Sp. S, CFIDN mengatakan bahwa gejala sindrom kepala meledak ini tidak seperti namanya karena penderita Exploding Head Syndrome (EHS) tidak merasakan nyeri kepala. “Pada EHS Anda akan merasa mendengar suara yang amat keras seperti ledakan bom, petasan, tembakan atau petir yang menggelegar sesaat sebelum tidur atau saat terbangun di malam hari. Pada umumnya penderita EHS terbangun dengan rasa ketakutan dan bisa disertai melihat kilatan cahaya ataupun kedutan pada otot,”terangnya. Para ahli menyatakan ada beberapa kemungkinan penyebab sindrom kepala meledak antara lain kejang parsial pada bagian lobus temporal otak, pergeseran bagian kecil dalam tuba eustachius di telinga tengah ataupun stres atau kecemasan yang berlebihan. Meskipun begitu ada kemungkinan penyebab lain dari suara keras tersebut seperti penyakit gangguan tidur lainnya, efek samping obat yang sedang diminum, kondisi psikologis lainnya ataupun akibat dari penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Tips Hindari Sindrom Kepala Meledak Dr. Lilir Amalini, Sp. S, CFIDN yang merupakan Dokter Spesialis Saraf Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan umumnya sindrom kepala meledak ini tidak diperlukan test khusus EHS. Namun jika benar-benar mengganggu maka kemungkinan dokter akan menyarankan pemeriksaan Polysomnography (PSG). PSG adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosa gangguan tidur. Alat tersebut akan merekam gelombang otak, denyut jantung, pola nafas serta gerakan tangan dan kaki Anda selama tidur. “Jika anda merasa memerlukan obat, sebaiknya anda langsung menemui dokter”tukasnya. Dokter Lilir menyatakan ada beberapa macam diagnosis banding pada sindrom kepala meledak atau Exploding Head Syndrome (EHS) diantaranya adalah nocturnal headache atau tipe nyeri kepala malam hari (hypnic headache, cluster headaches dan migrain). Kelainan pada rongga subarachnoid otak, tumor otak. Semua hal tersebut biasanya disertai nyeri kepala intensitas sedang hingga berat. Tips Hindari Sindrom Kepala Meledak: EHS dapat terjadi saat Anda kurang tidur, maka dianjurkan cukup tidur yaitu 6-8 jam tiap malam. Lakukanlah relaksasi seperti berjalan kaki sejenak, membaca sebelum tidur, mandi air hangat, beribadah atau apapun yang bisa membuat anda rileks. Hindari alkohol karena dapat menyebabkan gangguan tidur. Ditinjau oleh: Dr. Lilir Amalini, Sp. S, CFIDN Dokter Spesialis Saraf Primaya Evasari Hospital Jakarta Ilustrasi Gambar: Freepik - Published: 2019-02-09 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/bedah/usus-buntu-bagaimana-gejalanya/ - Kategori: Bedah, Terbaru - Tag: bedah umum, dokter spesialis bedah umum, Usus Buntu Usus buntu (appendix) adalah bagian usus yang terletak di bagian awal dari usus besar (caecum). Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi pada usus buntu tersebut. Usus buntu tidak memiliki fungsi tapi jika tersumbat bisa membahayakan dan berakibat fatal kalau tidak segera ditangani. Dr. Julias Arief Komala, Sp. B, selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa secara prinsip terjadinya peradangan atau appendicitis bisa terjadi akibat suatu sumbatan dari lumen usus buntu yang menyebabkan gangguan sirkulasi mukus, sehingga timbul peningkatan tekanan di dalam lumen usus buntu tersebut. “Sumbatan yang tersering adalah dari mengerasnya feses atau fecalith (fecal=kotoran; lithos=batu, kotoran yang membatu),” ujar Dokter Julias. Kita sebaiknya mewasapadai apa saja gejala penyakit usus buntu ini. Gejala penyakit ini sangat tergantung dari derajat perjalanan sakitnya, pada fase awal dimana terjadi peradangan lokal maka biasanya pasien bisa merasakan keluhan nyeri seperti sakit maag/gastritis. Namun, dalam perjalanan selanjutnya tekanan intra lumen usus buntu akan mengakibatkan gangguan sirkulasi pada usus buntu dan meradang. “Inilah yang sering dikatakan sebagai gejala klasik usus buntu dimana pasien akan merasakan nyeri yang terus menerus dan menetap di perut bagian kanan bawah (Acute Appendicitis). ” Terang Dokter Julias. Selanjutnya, disaat tekanan semakin tinggi maka akan menimbulkan kerusakan sel sehingga timbul risiko terjadinya kerusakan atau kebocoran pada dinding usus buntu (Appendicitis Perforasi). Pada fase ini isi lumen usus buntu (feses, pus dan bakteri) keluar kedalam rongga perut, sehingga menimbulkan infeksi menyeluruh pada rongga perut (Peritonitis). “Oleh karena ini pada fase ini risiko komplikasi serta kegawatan perjalanan penyakit usus buntu semakin tinggi,”tandasnya. Kapan Usus Buntu Harus dibawa ke Rumah Sakit Menurut Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Hospital Bekasi Barat, Dr. Julias Arief Komala, Sp. B, sebaiknya pasien dibawa ke dokter saat keluhan sudah dirasakan adanya nyeri yang berpindah dari nyeri di ulu hati dan berpindah ke perut kanan bawah. Biasanya setelah 12-24 jam pertama sejak gejala awal. Radang usus buntu atau appendicitis sebaiknya dilakukan tindakan operasi karena apabila tidak maka akan meningkatkan risiko perlekatan dan risiko kebocoran usus buntu yang menimbulkan komplikasi lebih berat. Walaupun ada kemungkinan gejala mereda setelah diberikan pengobatan, namun keputusan diambil oleh dokter bedah yang berpengalaman. “Pengobatan secara medika mentosa bisa dianjurkan apabila belum ditemukan tanda abdomen acute, bisa diberikan antibiotik yang sesuai. Bila keluhan menetap dalam 24-36 jam pertama sejak timbul gejala awal maka tindakan operatif (operasi) perlu dipertimbangkan,” jelasnya. Dr. Julias Arief Komala, Sp. B memberikan tips agar terhindar dari penyakit usus buntu adalah dengan melakukan diet tinggi serat dan banyak minum air putih. Sehingga BAB (Buang Air Besar) lancar dan tidak keras. Ilustrasi gambar: freepik. com - Published: 2019-01-31 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/umum/rumah-sakit-awal-bros-lakukan-tevar-pada-aorta-jantung/ - Kategori: Penyakit, Terbaru, Umum - Tag: Bedah Jantung, TEVAR - Translation Priorities: Optional Jakarta, 30 Januari 2019 – Primaya Hospital yang merupakan jaringan rumah sakit swasta nasional adalah grup rumah sakit yang memiliki jumlah akreditasi dari Joint Commission International (JCI) terbanyak di Indonesia. Pada (19/1) Primaya Hospital di Tangerang berhasil melakukan tindakan TEVAR (Thoracic Endovascular Aortic Repair) pada penanganan pasien dengan kondisi aneurisma aorta. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Primaya Hospital Tangerang, Dr. Rony M. Santoso, SpJP mengatakan bahwa kasus penyakit kardiovaskular di Indonesia prevelensinya meningkat. Aneurisma aorta ini terjadi karena adanya benjolan pada dinding aorta sehingga melemahkan fungsi aorta tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, tindakan TEVAR ini dinilai sebagai terapi yang memiliki mobilitas yang cukup bagus. TEVAR adalah metode yang minimal invasif sehingga pasien tidak perlu dilakukan tindakan operasi bedah (open repair), namun hanya memasang stent graft ke dalam pembuluh darah jantung (aorta). Stent graft ini adalah alat untuk menyangga aorta yang melebar dengan dimasukkan menggunakan kateter. “Tingkat keberhasilan TEVAR ini mendekati 100% karena sebelum tindakan selalu di re-check dengan MSCT jadi ukurannya tidak akan meleset. Tindakan tersebut berlangsung sekitar 1-2 jam bergantung dari kasusnya,” ujar Dokter Rony. Karena TEVAR ini merupakan tindakan minimal invasif, maka kita hanya melakukan sedasi atau bius ringan. Waktu penanganan lebih singkat, sebab kalau tindakan operasi konvensional bisa memakan waktu lebih dari 3 jam. “Waktu pemulihan juga lebih cepat, pasien sebenernya cukup untuk minum obat secara teratur saja dan menjaga pola makan. Justru tadinya pasien yang tidak bisa olahraga jadi bisa melakukan olahraga ringan dan beraktifitas normal. ”jelas Dokter Rony. Direktur Primaya Hospital Tangerang dr. Elizabeth MH. Kes mengatakan bahwa Primaya Hospital berupaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran dan kepedulian akan kesehatan. Didukung dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis yang berpengalaman, Primaya Hospital melayani mulai dari pencegahan, deteksi dini dan pengobatan. Primaya Hospital berupaya memberikan sistem pelayanan yang baik dan mutu berkualitas. Dengan tenaga ahli yang memiliki kompetensi baik dibidangnya dan mumpuni sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan berstandar internasional. “Primaya Hospital yang memiliki heart center ini ingin terus dikembangkan sehingga dapat menangani layanan yang lebih kompleks atau advanced. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang baik mengenai tindakan atau layanan dari penyakit vaskuler ini,” jelas Dokter Elizabeth. - Published: 2019-01-27 - Modified: 2020-10-12 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/catatan-menurut-dokter-spesialis-kandungan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru - Tag: dokter spesialis kandungan, Kehamilan Menurut banyak dokter spesialis kandungan, kondisi tubuh setiap wanita saat hamil memang berbeda-beda. Kerap kali wanita tidak mengetahui dirinya sedang hamil, biasanya mereka menyadarinya ketika usia kandungan memasuki 1 bulan. Padahal, mengetahui kehamilan lebih awal diperlukan untuk bisa segera memenuhi kebutuhan nutrisi, agar perkembangan janin dalam kandungan jadi lebih optimal dan ibu tetap menjaga kesehatannya. Dr. Ana Maria, Sp. OG selaku dokter spesialis kehamilan dan kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan tentang bagaimana mengetahui kehamilan seseorang normal atau ada kelainan. “Usia kehamilan awal sampai dengan 10 minggu, sebaiknya harus dipastikan beberapa hal yaitu kehamilan di dalam atau di luar rahim, ada atau tidak ada janin, serta ada atau tidak ada detak jantung,” ujar dokter spesialis kandungan tersebut. Dokter spesial kandungan Ana Maria menambahkan bahwa bilamana janin tersebut atau detak jantungnya tidak ditemukan pada kehamilan 10 minggu, maka bisa dipastikan memang tidak ada. “Pada usia kehamilan sekitar 12 minggu harus mulai dideteksi kemungkinan adanya kelainan pada janin maupun plasenta dan dipastikan kembali pada usia kehamilan sekitar 16 minggu,” tandasnya. Pemeriksaan Kehamilan USG Menurut Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital Dokter spesialis kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Ana Maria, Sp. OG mengatakan bahwa USG bisa dilakukan untuk memeriksakan kondisi kehamilan yang dapat menggambarkan perkembangan janin serta organ reproduksi ibu hamil. Masih banyak yang belum mengetahui mengenai alat ultrasonografi (USG) Transvaginal, USG 3D dan USG 4D. Dokter Obgyn Ana Maria menyatakan USG transvaginal ini dilakukan dengan memasukkan probe melalui vagina. Oleh karenanya bisa lebih dekat ke sasaran, yakni kantong kehamilan. Selain itu, transvaginal biasanya memiliki resolusi lebih baik dibanding transabdominal, sehingga lebih bisa mengamati secara detail. Sedangkan USG 3D atau USG 4D memberikan sensasi yang lebih mengesankan karena kehamilan juga tampak 3-dimensi. “Waktu terbaik untuk USG 3D/4D adalah usia kehamilan 6-7 bulan,” terangnya. Dokter Spesialis Kandungan: Asupan Yang Penting Selama Hamil Selama hamil, Dokter Obgyn Ana Maria dari Primaya Hospital Bekasi Timur ini menyarankan agar para ibu memerhatikan asupan makanan yang dianjurkan adalah yang mengandung banyak protein (daging, telur dan ikan) serta sayur-sayuran dan buah. Bila menyukai sayur atau buah mentah (karedok, lalapan dll), harus dipastikan dalam keadaan bersih ketika dikonsumsi. “Pada hakekatnya ibu hamil adalah ibu sehat dan bukan ibu sakit, sehingga tidak diperlukan larangan yang berlebihan, kecuali memang alergi,” ungkap dokter spesialis kandungan, dr. Ana Maria. Ia menambahkan bahwa beberapa makanan yang berbau menyengat dan menyebabkan mencret bila dikonsumsi terlalu banyak sebaiknya dibatasi, misalnya: durian, nangka, nanas, jengkol dan makanan pedas atau sangat pedas. “Selamat menikmati kehamilan, tidak perlu cemas atau ketakutan menghadapi kehamilan. Sampaikan kepada dokter bila ada yang dirasakan kurang nyaman,” tutup dokter spesialis kandungan tersebut. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi Gambar:Alicia Petresc Artikel terkait: Tips Memilih Dokter Kandungan Untuk Konsultasi Manfaat Mengetahui Usia Kehamilan Deteksi Down Syndrome Pada Janin - Published: 2019-01-25 - Modified: 2023-07-25 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/percutaneus-laser-disc-decompression/ - Kategori: Ortopedi, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Ortopedi, Nyeri tulang belakang, Saraf terjepit Banyak masyarakat yang mengalami keluhan nyeri pinggang atau nyeri pada tulang belakang, namun baru berkonsultasi ke dokter apabila nyeri tersebut tidak kunjung sembuh setelah melakukan serangkaian pengobatan alternatif. Hal ini bisa menimbulkan penyakit nyeri pinggang yang sudah kronik. Kasus nyeri yang biasa terjadi umumnya saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Ari Sigit D. P, Sp. OT(K) - Spine selaku Dokter spesialis Orthopedi konsultan Tulang Belakang dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa Teknologi PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) adalah suatu alternatif pengobatan pada kasus saraf terjepit pada usia muda. Hernia Nukleus Pulposus (HNP) dan saraf terjepit pada usia tua (Spinal stenosis) dengan metode pengecilan bantalan tulang (Disc) ini menggunakan sinar laser yang disuntikan pada bantalan tulang yang megalami penonjolan (bulging). “Metode ini dikerjakan tanpa sayatan sama sekali,”ujar Dokter Ari Sigit. Menurut Dokter Ari Sigit, Teknologi PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) ini berkembang pada tahun 1990, Namun di Indonesia baru berkembang pada awal tahun 2000-an. Metode ini sekarang sedang booming karena banyak penderita HNP tidak mau dioperasi secara langsung pada kesempatan pertama berobat ke dokter orthopedi khusus tulang belakang. “Prosedur PLDD ini sangat sederhana karena tidak membutuhkan pembiusan, tidak perlu puasa, dan pasien bisa langsung pulang atau one day care setelah di observasi dalm 1-2 jam serta recovery lebih cepat,”jelas Dokter Ari Sigit Tahapan PLDD untuk mengatasi nyeri pinggang atau tulang belakang Dokter spesialis Orthopedi konsultan Tulang Belakang dari Primaya Hospital Tangerang, dr. Ari Sigit D. P, Sp. OT(K) – Spine mengatakan kalau angka keberhasilan teknik PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) dilaporkan bervariasi antara 60-70% bergantung dari kasusnya. “Setiap bulannya, Primaya Hospital Tangerang mengerjakan rata-rata 10-15 kasus. Teknik PLDD ini di Indonesia masih tergolong baru,”tandasnya. Berikut ini adalah tahapan-tahapan pada prosedur PLDD yang dilakukan dikamar operasi: Pasien sadar, tak perlu puasa, posisi tengkurap di meja operasi Dilakukan gambar/Marking pada titik yang akan dilakukan PLDD (bisa 1/2/3 level) dengan bantuan alat C-arm Asepsis dan antisepsis daerah tindakan Dilakukan penyuntikan pada bantalan yang menonjol dengan bantuan C-arm Pastikan jarum suntik pada bantalan dengan pemberian kontras dan Nacl Jarum dihubungkan dengan tip laser ke mesin laser Dilakukan proses heating sampai mencapai 1200 joule pada pinggang dan 800 joule pada leher dengan panjang gelombang yang sesuai masing 2 lokasi Prosedur selesai Ilustrasi Gambar: Raw Pixel - Published: 2019-01-23 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/donor-hati/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam, Penyakit dalam, Rumah Sakit di Bekasi TImur Donor hati atau menyumbangkan organ hati untuk orang yang mengalami sakit dengan kondisi khusus sangatlah diperlukan dan merupakan perbuatan terpuji. Donor hati ini tidak hanya bisa dilakukan dari mayat atau orang yang sudah meninggal namun masih memiliki fungsi organ hati yang baik, namun dapat dilakukan oleh orang yang masih hidup dan memiliki fungsi organ hati yang baik. Dr. Barry A. Putra, Sp. PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa pasien yang berhak memperoleh donor hati ini adalah pasien dengan penyakit hati kronis atau dalam bahasa medis disebut sebagai sirosis hati / End Stage Liver Disease (ESLD). Tindakan operasi untuk mengganti hati yang rusak dengan hati yang sehat, baik hati yang berasal dari donor kadaver (mayat) maupun donor hidup (living donor) atau biasa disebut transplantasi hati ini memiliki prosedur yang sangat ketat. “Donor hati direkomendasikan sebagai satu-satunya terapi definitif pada pasien dengan sirosis hati (ESLD),” ujar Dokter Barry. Hati berfungsi sebagai penahan racun didalam tubuh kita, maka menjaga kesehatan hati perlu dilakukan. Bila kita mengalami gejala seperti hilangnya nafsu makan, mudah lelah, mual dan muntah, kulit menjadi kekuningan, warna urin menjadi gelap, sering nyeri perut dan pembesaran pada perut, mudah memar serta kerap bengkak pada tungkai kaki maka hendaknya diwaspadai. “Untuk mengetahui penyakit hati bisa terevaluasi dari pemeriksaan SGOT dan SGPT,”tandasnya. Syarat untuk melakukan donor hati (Transplantasi Hati) Bila pendonor hati termasuk living donor maka biasanya hati yang diambil tidak lebih dari 60%. Hati yang tersisa tersebut akan melakukan regenerasi untuk menganti sel-sel yang rusak. Biasanya regenerasi tersebut bisa berlangsung hingga 2 tahun. Untuk itu, para pendonor hati tidak perlu khawatir selama syarat dalam mendonor hati terpenuhi seperti sehat dan compatibel dengan si penerima donor hati. Syarat mendonor hati diantaranya: Tidak dengan paksaan Kondisi psikologis yang baik Kondisi kesehatan yang stabil Tidak memiliki riwayat penyakit seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes, kanker dan HIV Memiliki golongan darah dan tipe jaringan yang sama Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. Barry A. Putra, Sp. PD mengatakan bahwa biasanya tidak ada masalah kesehatan yang berarti setelah mendonor hati. “Kalaupun ada efeknya seperti pada umunya operasi, maka efek samping bagi pendonor hati adalah perdarahan saat operasi dan nyeri pasca operasi. Sementara efek samping terberat bagi penerima donor adalah reaksi penolakan organ transplan,” tutup Dokter Barry. Ilustrasi Gambar: Matheus Ferrero - Published: 2019-01-17 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/pemeriksaan-awal-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Kehamilan menjadi hal yang menyenangkan sekaligus masa yang rentan. Sebab itu perlu untuk menjaga kesehatan bagi ibu dan janin dalam kandungannya dengan melakukan pemeriksaan kehamilan. Untuk meneruskan garis keturunan, para pasangan pun biasanya melakukan program hamil setelah menikah. Meskipun sebaiknya pemeriksaan kesehatan dan kandungan harus dilakukan sejak sebelum menikah. Hal ini dikarenakan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kandungan tersebut agar dapat ditangani sedini mungkin bila terjadi gangguan kesehatan dan kandungan menjelang program kehamilan. Dr. Ana Maria, Sp. OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa pada awal kehamilan sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan darah rutin atau darah lengkap, pemeriksaan urinelengkap dan juga pemeriksaan opsional seperti HIV/AIDS, VDRL, TORCH. Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mempersiapkan masa kehamilan yang sehat dan mengetahui resiko bilamana ada gangguan sehingga dapat dilakukan pencegahan yang tepat. “Jadi pemeriksaan di awal kehamilan ini dapat memperkecil resiko gangguan lainnya yang sekiranya bisa menghambat masa kehamilan. Biasanya dokter menganjurkan pemeriksaan laboratorium dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada masa kehamilan trimester pertama, kedua dan ketiga,” jelasnya. Pemeriksaan Kehamilan Dengan Dokter Spesialis Kandungan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. Ana Maria, Sp. OG mengatakan ketika sang ibu melakukan program hamil dan mengalami keterlambatan datang bulan. Saat ini alat test pack untuk test kehamilan ini memang sudah memadai, tetapi tes dengan alat test pack ini tidak bisa menentukan apakah kehamilan di dalam atau di luar rahim, hamil anggur atau hamil normal dan patologis lainnya. Menurut Dokter Ana Maria, test kehamilan sebaiknya dilakukan bilamana sudah terlambat haid selama 2 minggu, dan dihitung dari hari pertama haid terakhir. “Test kehamilan itu bila menunjukkan tanda positif pasti hamil, tapi test kehamilan dengan tanda negatif belum tentu tidak hamil,” ujar Dokter Ana Maria. Untuk memastikannya Dokter Ana Maria menyatakan bahwa dapat dilakukan pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) bila sudah terlambat haid dua minggu. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kehamilan tersebut di dalam atau di luar kandungan. "Kehamilan normal atau patologis (hamil anggur, tidak ada janin dsb), juga bisa mendeteksi adanya kelainan seperti myoma atau kista,” tandas Dokter Ana Maria. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi Gambar: Vasi Bob Artikel terkait: Sariawan Pada Ibu Hamil Tips Memilih Dokter Kandungan Untuk Konsultasi Hipertensi Dalam Kehamilan - Published: 2019-01-13 - Modified: 2024-11-03 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/metode-robotic-surgery/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru - Tag: Kebidanan kandungan - Translation Priorities: Optional Saat ini perkembangan teknologi di bidang kedokteran terus meningkat. Perkembangan teknologi dan alat kesehatan ini bertujuan sebagai penunjang para dokter dalam melakukan tugasnya agar memberi kemudahan supaya dapat memberikan hasil terbaik bagi pasien. Metode Robotic Surgery ini diharapkan dapat menunjang dan mengarahkan lebih detail terhadap tindakan apa saja yang perlu di lakukan. Dr. Cepi Teguh P, Sp. OG. Selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan bahwa Metode Robotic Surgery adalah sistem pembedahan minimal invasif dengan menggunakan “lengan/tangan” robot yang dikontrol dan diprogram oleh ahli Bedah, untuk membantu dalam memposisikan dan manipulasi instrumen bedah sehingga dapat melakukan gerakan-gerakan yang rumit. “Alat dari Robotic Surgery ini terbagi dua yaitu ‘master console’ tempat si ahli bedah bekerja yang tempatnya terpisah dari pasien, dan ‘manipulator robot’ (tempat robotic arms) dan merupakan bagian robot yang berhubungan dengan pasien,” terang Dokter Cepi. Apa saja keunggulan Robotic Surgery? Menurut Dokter Cepi Teguh dengan melakukan robotic surgery ini pasien bisa mendapatkan perbaikan klinis yang lebih baik pasca operasi dengan lama rawat lebih singkat, nyeri lebih teratasi, perdarahan lebih sedikit, resiko infeksi lebih rendah, dan jaringan parut yang terbentuk lebih sedikit. “Pada akhirnya pemulihan aktivitas dan produktivitas pasien dapat dicapai lebih cepat,”jelas Dokter Cepi Teguh. Perbandingan Bedah Laparoskopi Konvensional dan Bedah Robotik Keterbatasan/Masalah Laparoskopi Konvensional Potensi/Jawaban Bedah Robotik Penglihatan 2-dimensi atas lapangan operasi pada layar monitor menganggu persepsi kedalaman Sistem ‘binocular’ dan ‘polarizing filters’ menciptakan penglihatan 3-dimensi atas lapangan operasi Gerakan yang dihasilkan dapat bersifat ‘counterintuitive’ (bila menggerakkan instrument ke kanan akan tampak seperti ke kiri akibat ‘mirror-image effect’) Gerakan yang dihasilkan sifatnya ‘intuitive’ (bila menggerakkan instrumen ke kanan juga akan menghasilkan gambar gerakan ke kanan pada layar monitor) Kamera yang dipegang asisten tidak stabil Ahli bedah mengontrol kamera yang dijaga pada posisinya oleh lengan robotik, sehingga pembedahan bisa ‘solo’ Berkurangnya derajat kebebasan gerak dari instrumen laparoskopi yang lurus Pergelangan mikro di dekat ujung instrument menyerupai gerakan pergelangan tangan manusia Ahli bedah terpaksa sering mengadopsi postur tubuh yang tidak mengenakkan selama operasi Ergonomic operatifnya superior: ahli bedah duduk dengan nyaman di ‘master console’ Learning curve yang panjang Learning curve yang pendek Pada dasarnya tahapan operasi Bedah Robotik tidak jauh berbeda dengan tindakan Laparoskopi Konvensional. Pasien akan dilakukan pembiusan umum terlebih dahulu, sayatan kurang lebih 0,5 – 1 cm di 4 titik yang sudah ditentukan ahli bedah. Kemudian lengan robot dipasangkan di titik tersebut, ahli bedah akan mengendalikannya dari ruang Console. “Efek samping metode robotic surgery atau bedah robotik ini sangat minimal,”tandasnya. Bidang Ilmu Terkait Robotic Surgery dr. Cepi Teguh, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Evasari Hospital. Menjelaskan bahwa ada beberapa bidang ilmu terkait dalam menggunakan tekonologi robotic surgery diantaranya adalah: Urologi : Jenis operasi yang dapat dilakukan dengan alat robotik adalah: radikal prostatektomi (umumnya transperitoneal), pyeloplasti, nefrektomi, donor nefrektomi, adrenalektomi, sistektomi dan reimplantasi ureter. Ginekologi Histerektomi total dan radikal, Miomektomi dan kistektomi, Reanastomosis Tuba. Bedah Jantung dan Toraks Operasi repair katup mitral, penutupan defek septum atrial, revaskularisasi jantung melalui anastomosis arteri mammaria interna dengan left anterior descending coronary artery (berikut mediastinotomi yang diperlukan). Bedah Telinga Hidung Tenggorokan Transoral bedah robotik (TORS) telah banyak dilakukan untuk operasi keganasan lidah dan tonsil. Bedah Onkologi Operasi keganasan mammae dan tiroid. Bedah Digestif Gastrektomi, gastric bypass, reseksi kolon, herniorafi, appendektomi, kolesistektomi, reseksi usus, hemikolektomi, reseksi pancreas, hepato-biliary surgery, dan bedah intra rectal. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi Gambar: Marlon Lara Artikel terkait: Plasenta Akreta Dalam Kehamilan Tips Memilih Dokter Kandungan Untuk Konsultasi Hipertensi Dalam Kehamilan - Published: 2019-01-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/sariawan-pada-ibu-hamil/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Tag: Kebidanan dan kandungan, Pencegahan sariawan, Sariawan pada ibu hamil - Translation Priorities: Optional Sariawan adalah penyakit yang muncul pada jaringan lunak pada mulut atau pada dasar gusi yang berbentuk luka kecil dan dangkal dengan tepiannya yang berwarna merah akibat peradangan. Sariawan ini dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Adakah ibu hamil yang mengalami masalah ini selama kehamilan. Apa penyebabnya? Dr. Ana Maria, Sp. OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa Sariawan pada ibu hamil ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon. “Selain itu sariawan pada ibu hamil bisa terjadi karena kurang higenis pada daerah gigi dan mulut, kurang vitamin C, asam folat atau vitamin B12 juga menyebabkan timbulnya sariawan,”jelas dokter Ana Maria. Selama masa kehamilan, para ibu disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan seperti sayur dan buah. Kandungan yang terdapat pada sayur dan buah dapat memenuhi asupan gizi bagi ibu hamil dan menghindari munculnya berbagai penyakit termasuk sariawan. Apakah sariawan yang terus menerus dikarenakan ibu hamil tersebut stres? Dokter Ana Maria mengatakan bahwa faktor stres dalam hal ini adalah sebagai faktor pemicu bukan penyebab. Pencegahan Sariawan Menurut Dokter Primaya Hospital Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. Ana Maria, Sp. OG menyatakan pencegahan sariawan pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara menjaga higenitas (kebersihan) di daerah gigi dan mulut. Membersihkan daerah gigi dan mulut dengan sikat gigi dan berkumur air secara teratur. Pencegahan lain adalah dengan memenuhi asupan gizi terutama kebutuhan vitamin C, asam folat dan vitamin B12 yang banyak didapat pada sayur dan buah. Biasanya sariawan ini akan sembuh dengan sendirinya, tetapi apabila mengganggu sekali dapat diobati dengan sebelumnya konsultasi ke dokter spesialis gigi dan mulut agar mendapat pengobatan untuk sariawan yang aman untuk ibu hamil. Umumnya sariawan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika sariawan tidak sembuh dalam waktu 7 hari sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi Gambar: William Stitt Artikel terkait: Perlukah Ibu Hamil Berpuasa? Pemeriksaan Awal Kehamilan Plasenta Akreta Dalam Kehamilan - Published: 2019-01-13 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/plasenta-akreta-dalam-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Tag: Kebidanan dan kandungan, plasenta akreta - Translation Priorities: Optional Kehamilan adalah masa yang sangat dinantikan bagi setiap wanita setelah pernikahan. Ketika sang ibu hamil, banyak hal yang harus diketahui untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat hingga persalinan tiba. Salah satu yang sering dialami oleh ibu hamil adalah plasenta akreta. Kondisi ini menyebabkan plasenta sulit dikeluarkan pada proses akhir persalinan. Apakah plasenta akreta ini berbahaya bagi ibu hamil? Dr. Ana Maria, Sp. OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa Plasenta akreta merupakan bagian dari plasenta adhesiva, yang mana plasenta adhesiva adalah penempelan abnormal plasenta ke dinding rahim yang disebabkan oleh pembuluh darah dan bagian lain plasenta tumbuh terlalu dalam atau melewati dinding rahim. Saat seorang wanita melahirkan, normalnya setelah lahir bayi plasenta akan terlepas dengan sendirinya dari dinding rahim. Namun, pada kasus plasenta akreta, sebagian atau seluruh plasenta tidak dapat lepas bahkan melekat kuat pada dinding rahim. “Hal ini dapat menyebabkan perdarahan massif karena rahim tidak dapat berkontraksi hingga bisa menimbulkan kematian,”ujar Dokter Ana Maria. Kita dapat mengetahui seseorang tersebut menderita plasenta akreta atau tidak dengan melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). USG ini lebih sering dipilih untuk mendiagnosa plasenta akreta dibandingkan MRI dikarenakan lebih tersedia, lebih murah dan tidak invasif. Penyebab Plasenta Akreta pada kehamilan Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Ana Maria, Sp. OG bahwa sampai saat ini belum diketahui secara pasti faktor penyebab plasenta akreta, diduga kondisi dinding rahim yang tidak normal oleh berbagai kondisi adalah penyebabnya. Plasenta akreta termasuk dalam plasenta adhesiva, sementara itu plasenta adhesiva terbagi menjadi 3 berdasarkan derajat invasinya : Plasenta akreta : plasenta melekat pada otot polos rahim/myometrium (75%) Plasenta inkreta : plasenta menembus myometrium (18%) Plasenta perkreta : plasenta menembus dinding luar rahim bahkan sampai ke organ sekitar terutama kandung kemih (7%) Yang paling berbahaya tentu saja plasenta perkreta karena merupakan derajat paling tinggi dari plasenta adhesiva dan sudah menembus dinding luar rahim sampai pada organ sekitar rahim. “Tindakan yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi biasanya pada beberapa kasus plasenta akreta dapat dilakukan kuret pasca persalinan. Tetapi bilamana perdarahan tidak teratasi dengan dilakukan kuret atau derajatnya sudah lebih tinggi seperti pada plasenta inkreta dan plasenta perkreta biasanya akan dilakukan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi),” terangnya. Pencegahan Plasenta Akreta Dokter Ana Maria mengatakan kalau sampai saat ini belum ada cara spesifik untuk mencegah munculnya sindrom ini, hanya bisa dideteksi lebih awal dengan USG dan faktor risiko. Jika seorang ibu yang menderita plasenta akreta untuk merencanakan kehamilan dapat dilakukan kuret sehingga masih bisa hamil lagi. Tetapi pada kasus yang lebih berat seperti plasenta inkreta dan plasenta perkreta biasanya dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi) sehingga tidak bisa hamil lagi. Biasanya plasenta akreta baru diketahui ketika kesulitan melahirkan plasenta (plasenta tidak bisa lepas dengan sendirinya). Jika plasenta akreta diketahui lebih awal saat kehamilan, maka sebisa mungkin tidak dilakukan persalinan normal dan dipersiapkan kelahiran melalui operasi caesar saat bayi sudah cukup bulan. Pada kasus plasenta inkreta dan plasenta perkreta akan dilakukan operasi caesar sekaligus pengangkatan rahim (caesar histerektomi). “Kehamilan dengan plasenta akreta/inkreta/perkreta merupakan kehamilan dengan risiko amat tinggi, penanganannya harus komprehensif oleh dokter spesialis dari berbagai bidang (kandungan, anestesi, anak, urologi, bedah, radiologi) dan di Rumah Sakit yang memiliki sarana lengkap (kamar operasi yang siap 24 jam, bank darah, NICU dan ICU),” kata Dokter Ana Maria. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar: Heather Mount Artikel terkait: Hipertensi Dalam Kehamilan Metode Robotic Surgery Pemeriksaan Awal Kehamilan - Published: 2018-12-25 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/tht/radang-amandel-karena-es/ - Kategori: Terbaru, THT Radang amandel atau disebut dengan tonsilitis adalah infeksi yang terjadi pada tonsil. Radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Radang ini gejalanya bervariasi, biasanya ditandai dengan batuk, sakit kepala, nyeri saat menelan, mual, sakit di sekitar leher, pilek, dan juga demam. Gejala radang amandel karena bakteri berbeda dengan yang disebabkan oleh virus. Bilamana penyakit amandel tersebut terjadi karena bakteri, biasanya gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian tenggorokan, timbul bintik-bintik nanah di sekitar amandel disertai demam. Sedangkan penyakit amandel yang disebabkan karena virus, gejalanya cenderung lebih ringan seperti batuk dan pilek. Banyak yang beranggapan bahwa es dapat menyebabkan penyakit amandel ini. Dr. Vika Aryan Sari, Sp. THT - Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa anggapan bahwa es sebabkan amandel tidaklah salah karena es dapat sebagai pencetus radang amandel sebab bersifat iritatif dan memudahkan masuknya kuman. Ada hal-hal yang memudahkan kuman-kuman tersebut masuk yang kemudian menyebabkan penyakit radang amandel, seperti pergantian cuaca, udara yang kotor yang dapat menurunkan kekebalan tubuh serta makanan-makanan tertentu seperti es, es krim, permen dan makanan yang terlalu manis. “Seseorang yang terkena penyakit radang amandel biasanya mengalami kesulitan dalam menelan dan mengharuskannya menghindari minuman dingin seperti es krim,” ujar Dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan tersebut. Pengobatan Radang Amandel Dr. Vika Aryan Sari, Sp. THT selaku Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan bahwa pengobatan amandel dapat dilakukan dengan memberikan antibiotik apabila amandel tersebut disebabkan karena bakteri. Selain itu, pemulihan dapat ditunjang dengan istirahat yang cukup serta makan makanan yang lunak. Penderita dapat minum air putih yang banyak serta diberikan obat untuk mengurangi gejala yang ada. Pengobatan amandel dengan cara operasi dilakukan bilamana seseorang dengan penyakit amandel yang cukup parah dan sering kambuh. “Sebenarnya tidak ada obat khusus untuk menangani tonsilitis. Obat biasanya diberikan untuk meringankan gejala saja,” jelas Dokter Vika. Bagaimana Mencegah Penyebaran Radang Amandel? Dokter Vika menganjurkan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek, serta memakai masker saat berada di tempat umum. Untuk itu masyarakat diharapkan dapat mengenali gejala penyakit amandel, dan segera periksa ke dokter jika penyakit ini terasa sangat terganggu. Ilustrasi gambar oleh Exclusive Vectors on Freepik - Published: 2018-12-20 - Modified: 2020-10-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/konsultasi-dokter-kandungan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru Banyak wanita yang melakukan konsultasi dokter kandungan atau dokter obgyn pada saat program kehamilan, saat sedang hamil atau bilamana ingin mengetahui kesehatan reproduksi pada wanita. Dokter Obgyn atau Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi ini sangat membantu para wanita dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sistem reproduksi maupun kandungan, karena pemeriksaan organ reproduksi secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi. Ketika para wanita ingin memeriksakan kondisi kesehatan reproduksinya, banyak yang merasa malu atau gugup. Untuk itu kenyamanan dalam memilih dokter kandungan atau dokter obgyn yang tepat sangatlah diperlukan. Banyak wanita yang kerap kali bergonta-ganti dokter demi memilih konsultasi dokter kandungan yang paling nyaman. Kebingungan dalam memilih dokter obgyn yang terbaik adalah hal yang wajar. Konsultasi Dokter Kandungan: Tips Memilih Dokter Spesialis Kandungan Beberapa langkah berikut bisa Anda cermati sebagai tips untuk mendapatkan konsultasi dokter kandungan yang paling cocok untuk Anda: Cari Referensi Anda berhak untuk mencari tahu dokter obgyn atau dokter kandungan untuk kebutuhan apa, seperti misalnya untuk pemeriksaan rutin atau terdapat hal lain yang membutuhkan kekhususan dalam penanganan. Ada dokter subspesialis kandungan bilamana kondisi kehamilan Anda beresiko tinggi atau anda memiliki TORCH dan sebagainya. Apabila Anda sudah mengetahui kebutuhan pemeriksaannya maka Anda bisa memilih referensi dokter obgyn berdasarkan rekam jejaknya. Rekam jejak dokter obgyn bisa diperoleh dari saran teman atau anggota keluarga yang pernah berkonsultasi dengan dokter obgyn tersebut, referensi yang ada pada website, forum-forum online dan Anda bisa mencari tahu asal universitasnya dengan akreditasi dari jurusan dokter spesialis kandungan di universitas tersebut seperti apa. Dokter Obgyn yang Komunikatif Komunikasi yang baik sangat diperlukan saat Anda melakukan konsultasi dokter kandungan untuk kehamilan. Pilihlah dokter obgyn yang komunikatif misalnya bersedia dihubungi setiap saat bilamana terjadi kondisi darurat. Atau Anda bisa memilih dokter yang dapat menjawab pertanyaan serta menjelaskannya dengan cara yang mudah dipahami. Kemudahan dan kenyamanan saat konsultasi sangatlah diperlukan. Keputusan Yang Diambil Dokter Perhatikan setiap keputusan yang diambil oleh dokter dan evaluasi dari setiap hasil pertemuan Anda dengan dokter tersebut. Adakah pro-kontra dari kebijakan yang diambil dikalangan dokter obgyn tersebut. Anda berhak untuk membahasnya dengan dokter kandungan / dokter obgyn supaya lebih memahami arah kebijakan yang diambil dokter tersebut agar mempunyai sudut pandang yang sama. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Artikel terkait: Metode Robotic Surgery Pemeriksaan Awal Kehamilan Plasenta Akreta Dalam Kehamilan - Published: 2018-12-18 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/bedah-digestif/penyakit-pankreas/ - Kategori: Bedah Digestif, Terbaru - Tag: Bedah Digestif, diabetes mellitus Pankreas adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peranan penting untuk menjalankan fungsi dari endokrin dan eksokrin. Endokrin bertugas mengeluarkan hormon insulin kemudian akan mengubah gula menjadi sumber energi bagi tubuh. Sedangkan eksokrin adalah kelenjar yang berfungsi mengeluarkan enzim, seperti misalnya kelenjar lendir, kelenjar minyak, kelenjar air mata, dan sebagainya. Dr. Fajar Firsyada, Sp. B(k)BD – Dokter Spesialis Bedah Digestif dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan bahwa penyakit pankreas ini terjadi akibat adanya gangguan fungsi endokrin ataupun eksokrin dari organ tersebut. “Apabila ada gangguan endokrin pankreas salah satunya adalah insulin yang menyebabkan penyakit Diabetes Mellitus dan bilaman terjadi gangguan fungsi eksokrin dapat menimbulkan penyakit seperti Pankreastitis,”ujar Dokter Fajar. Penyebab dan Gejala Penyakit Pankreas Dr. Fajar Firsyada, Sp. B(k)BD selaku Dokter Spesialis Bedah Digestif dari Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan penyebab dan gejala dari penyakit ini tergantung dari jenis penyakit pankreas itu sendiri, misalnya: Diabetes Mellitus (DM) apabila terdapat keluhan klasik 3P (poliuri, polidipsi, polifagi). Poliuri adalah sering berkemih terutama pada malam hari, polidipsi adalah rasa haus terus menerus, polifagi adalah makan yang berlebihan. Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan kadar gula darah puasa dan peningkatan Hba1c. Pankreastitis apabila ditandai dengan nyeri pada perut khususnya didaerah epigastrium dan ditandai dengan peningkatan kadar amilase dan lipase darah. Hindari Penyakit Pankreas Untuk menghindari atau mencegah penyakit ini dengan Dr. Fajar Firsyada, Sp. B(k)BD yang merupakan Dokter Spesialis Bedah Digestif dari Primaya Hospital Bekasi Barat menyarankan untuk mebatasi atau mengurangi makanan yang tinggi karbohidrat atau gula, sehingga beban kerja pankreas tidaklah berat. “Mulai kurangi makanan berkarbohidrat untuk mengurangi risiko Diabetes Mellitus sedangkan pada kasus pankreastitis ini fungsi eksokrin dan endokrin diistirahatkan dengan cara mengurangi konsumsi karbohidrat dan kurangi lemak,”jelas Dokter Fajar. Bilamana seseorang sudah mengalami gangguan pankreas maka pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan yang sesuai dengan jenis masalah di pankreasnya. Misalnya pada kasus Diabetes Mellitus (DM) ini terapi DM termasuk pada pengaturan makan dan olah raga yang teratur. Namun bila penyakit itu berupa tumor atau kanker, maka pengobatannya dengan cara operasi. Ilustrasi Gambar: freepik. com - Published: 2018-11-29 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/saraf/bahaya-permainan-skip-challenge/ - Kategori: Saraf, Terbaru - Tag: dokter saraf terbaik di jakarta, Skip Challenge Beberapa waktu lalu sempat marak permainan skip challenge di kalangan remaja. Cara bermain skip challenge atau passed out dilakukan dengan cara menekan sekeras-kerasnya bagian dada selama beberapa waktu untuk membuat seseorang kekurangan oksigen sehingga kehilangan kesadaran atau pingsan. Permainan ini sudah marak sekitar 20 tahun lalu di Amerika Serikat dan telah menelan banyak korban. Sungguh disayangkan permainan yang menantang maut ini sempat meramaikan negara Indonesia. Dr. Lilir Amalini, Sp. S – Dokter Spesialis Saraf dari Primaya Evasari Hospital menjelaskan mengenai tantangan penuh bahaya permainan ini. “Akibat dari menahan napas disertai menekan bagian dada, maka semua organ tubuh kita mendapatkan ancaman kekurangan pasokan oksigen yang akut,” ujar dokter Lilir. Organ yang paling rentan kekurangan oksigen adalah otak. Otak berfungsi sebagai pusat pengaturan kesadaran dan semua aktifitas tubuh. Hal itulah yang menyebabkan pada permainan skip challenge ini dapat pingsan sesaat dan bisa disertai kejang-kejang karena otak telah mengalami cidera akut. Hipoksia (kekurangan oksigen) yang menyebabkan kehilangan kesadaran atau kejang ini berpotensi menimbulkan kerusakan otak permanen jika berlangsung lebih dari 3-4 menit. Kerusakan Otak Akibat Skip Challenge Pada kerusakan otak akibat hipoksia ringan, gejala yang muncul umumnya hanya pusing, terasa berputar, pandangan agak kabur, denyut jantung atau nadi meningkat, napas cepat, tekanan darah meningkat, kepala seperti terasa melayang atau terasa berat. Dapat pula terjadi berkurangnya fungsi indera perasa (sensorik) dan berkurangnya pendengaran. Perubahan proses-proses mental seperti gangguan intelektual atau memori dan munculnya tingkah laku aneh seperti euphoria (rasa senang yang berlebihan) juga merupakan gejala kerusakan otak. Selain itu kemampuan koordinasi psikomotor juga akan berkurang. Namun, jika menahan napas lebih lama lagi misalnya 4-6 menit dapat menyebabkan kerusakan otak tingkat sedang misalnya sianosis (kulit kebiruan), kejang-kejang hingga hilang kesadaran (LOC – Loss of Consciousness). Kerusakan otak sedang ini memiliki risiko yang tinggi juga karena bisa saja gejalanya tidak bisa pulih lagi. Karena dari periode kejang-kejang dan tidak sadar atau pingsan sangat mudah berlanjut menjadi tiba- tiba berhenti bernapas (apnea), yang bilamana tidak ditolong oleh tenaga medis/paramedis akan berlanjut kepada kematian. Perdarahan Otak Seseorang yang kekurangan oksigen tingkat berat akan terjadi gejala kerusakan otak yang berat, misalnya saja dengan menahan napas yang lama selama 6 menit. Hal ini akan mengakibatkan banyaknya sel otak yang mati. Pada orang yang tidak mendapat supplai oksigen selama 10 menit, bisa berujung pada resiko henti napas, henti jantung dan berujung pada kematian. Pada kerusakan otak berat ini disinyalir sudah ‘kebablasan’ karena otak sudah rusak berat dan tidak tertolong lagi. Kalaupun bisa ditolong oleh tenaga terlatih dan alat bantu napas (ventilator) biasanya sudah terjadi kematian batang otak (brain death) dan bersifat irreversible. Apabila dada ditekan sekencang-kencangnya akan berakibat pada pembuluh darah yang membesar dan jalan napas yang terganggu. “Asupan oksigen yang berkurang menyebabkan kerusakan otak yang permanen. Bahkan hal seperti muntah pun dapat terjadi dimana muntah saat tidak sadar memiliki risiko tersedak dan dapat masuk ke paru-paru sehingga bisa menimbukan infeksi (penumonia aspirasi). Denyut jantung terganggu karena kemungkinan terangsangnya saraf vagus yang berperan mengatur denyut jantung. Bila jatuh ke lantai, maka kepala akan terbentur dan mengalami perdarahan otak,” terang dokter Lilir Pertolongan Pertama Bila kita melihat seseorang melakukan skip challenge dan kemudian pingsan, segera lakukan pertolongan. Bilamana pada permainan tersebut mengalami pingsan 3-4 menit maka: Segera menghubungi petugas medis Bawa korban ketempat yang aman dan jangan dikerubungi Baringkan korban Longgarkan pakaian Angkat kedua kaki lebih tinggi daripada kepala Miringkan badan jika terjadi muntah dan kejang Jangan beri minum apabila belum sadar penuh “Sebaiknya hindari permainan skip challenge karena dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan berefek pada kematian,” tandas dokter lilir selaku dokter spesialis saraf dari Primaya Evasari Hospital d/h Rumah Sakit Awal Bros Evasari Bros. Ditinjau oleh: Dr. Lilir Amalini, Sp. S Dokter Spesialis Saraf Primaya Evasari Hospital d/h Rumah Sakit Awal Bros Evasari Jakarta Ilustrasi Gambar: NeONBRAND - Published: 2018-11-28 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/ortopedi/gejala-nyeri-punggung/ - Kategori: Ortopedi, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Kebanyakan orang menganggap nyeri punggung dianggap sebagai hal yang biasa, padahal kondisi ini juga bisa mengganggu aktifitas sehari-hari. Gejala nyeri punggung berupa rasa sakit yang datang dan pergi, sendi, yang terasa kaku atau sulit digerakkan dan rasa tegang. Nyeri punggung biasanya dipicu postur tubuh yang salah saat duduk, berdiri, membungkuk, atau efek mengangkat benda yang berat. Dokter Ahmed, Sp. OT – Dokter Spesialis Orthopedi Primaya Evasari Hospital mengatakan bahwa nyeri punggung dapat dirasakan pada sepanjang tulang belakang, dari leher hingga panggul. Nyeri punggung sendiri ada bermacam-macam, antara lain, Nyeri Leher. Nyeri leher yakni sakit dan kekakuan pada leher. Skiatika. Skiatika adalah nyeri karena iritasi dan tekanan pada saraf skiatik yang menjalar dari punggung bawah hingga telapak kaki. Whiplash. Whiplash merupakan cedera pada leher karena gerakan tiba-tiba. Ankylosing Spondylitis. Ini adalah kondisi peradangan kronis yang memengaruhi tulang belakang serta sendi dan otot-otot yang terkait. Slipped Disc. Slipped Disc adalah pergeseran cakram sendi tulang punggung yang menyebabkan sakit yang terus-menerus, sensasi kesemutan, bahkan mati rasa. Selain kondisi-kondisi di atas, nyeri punggung bisa terbagi menjadi dua kategori besar, yakni nyeri punggung bawah dan nyeri punggung atas atau tengah. Nyeri Punggung Bawah Nyeri punggung bawah/Low Back Pain (LBP) adalah salah satu gangguan musculoskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Kondisi ini dibedakan menjadi dua, yakni Acute Low Back Pain (nyeri punggung bawah akut) dan Chronic Low Back Pain (nyeri punggung bawah kronik). Untuk Acute Low Back Pain, gejalanya berupa rasa nyeri menyerang tiba-tiba. Rentang waktunya hanya sebentar, antara beberapa hari sampai beberapa minggu. Rasa nyeri ini bisa hilang atau sembuh. Sementara Chronic Low Back Pain, merupakan rasa nyeri yang menyerang lebih dari 3 bulan, atau rasa nyeri yang berulang-ulang atau kambuh kembali. Nyeri Punggung Atas atau Tengah Punggung bagian atas dan tengah disebut sebagai punggung bagian toraks. Rasa nyeri biasanya dirasakan dari bagian bawah leher hingga bagian bawah tulang rusuk. “Nyeri punggung bagian toraks dapat muncul sebagai akibat dari beberapa hal, seperti trauma atau cedera tiba-tiba seperti jatuh saat berolah raga, kecelakaan saat berkendara, postur tubuh yang buruk sepanjang waktu, duduk terus-menerus di depan komputer,dan mengenakan tas ransel dengan beban yang berat,” ujar Dokter spesialis orthopedi tersebut. Para pekerja biasanya banyak yang mengalami gejala nyeri punggung. Menurut dr. Ahmed, Sp. OT selaku Dokter Spesialis Orthopedi Primaya Evasari Hospital Jakarta menyatakan bahwa pencegahan nyeri punggung bagi para pekerja bisa dilakukan dengan memperbaiki sikap kerja saat bekerja, untuk mengurangi tekanan pada tulang punggung. Pekerja diharapkan untuk bekerja dengan mengurangi postur-postur yang kurang benar seperti membungkuk saat mengangkat dan mendorong beban. Pekerja harus menjaga berat badan ideal, supaya indeks massa tubuh (IMT) yang tidak beresiko, dapat menurunkan resiko terjadinya keluhan nyeri punggung bagian bawah. Selain itu, perbanyak istirahat atau melakukan peregangan otot saat bekerja. Istirahat dengan melakukan peregangan yang dianjurkan yaitu 15 menit setiap 2 jam bekerja, dan istirahat panjang yaitu selama 1 jam setiap 4 jam bekerja. “Berat beban yang diangkat juga tidak boleh melebihi batas kemampuan tubuh. Jika beban terlalu berat, gunakan alat bantu yang tersedia,” tukasnya. Ilustrasi gambar oleh rawpixel. - Published: 2018-11-28 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/deteksi-dini-kanker-payudara/ - Kategori: Onkologi, Terbaru Kanker payudara merupakan kanker yang tersering menyerang wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kanker payudara timbul akibat pertumbuhan yang cepat dari sel abnormal di payudara. Bila tidak segera diobati, kanker payudara bisa menyebar ke tulang, paru, hati dan otak. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan dokter. Siapa saja yang berisiko terkena kanker payudara? Menurut dr. Tiur Herlina Juliana Situmorang, Sp. B – Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Evasari Hospital, faktor risiko dapat dirunut dari riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara. Mengenai gejala timbulnya penyakit ini, biasanya karena pertambahan usia (> 30 tahun), menstruasi pertama pada usia kurang dari 12 tahun. Selain itu kanker payudara umumnya tumbuh juga pada perempuan yang mengalami menopouse pada usia mulai dari 55 tahun. Wanita yang tak memiliki anak atau mengalami kehamilan pada usia dari 30 tahun, dan tidak menyusui juga berisiko. “Sementara kebiasaan mengonsumsi alkohol, merokok, kebiasaan konsumsi makanan berlemak juga merupakan risikonya. Penggunaan terapi pengganti hormon dalam jangka panjang dapat memicu kanker payudara. Pernah ada riwayat operasi payudara atau tumor di daerah payudara, dan pernah menjalani pengobatan/radiasi di daerah dada merupakan indikator kanker payudara juga. ” Dokter Tiur, Spesialis Bedah Umum berkata. Oleh sebab itu, perlu untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Deteksi Dini Kanker Payudara Kanker payudara merupakan kanker yang paling mudah di deteksi. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Pemeriksaan ini harus dilakukan setiap satu bulan sekali. Jika masih mengalami menstruasi, SADARI dilakukan pada 7-10 hari setelah menstruasi dimulai. Namun jika Anda sudah menopouse SADARI dapat dilakukan kapan saja. “SADARI adalah cara mudah untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin,” tandas dokter spesialis bedah umum tersebut. deteksi dini kanker payudara, Primaya Evasari Hospital SADARI tidak sulit untuk dilakukan. Perhatikan langkah-langkah untuk melakukan SADARI berikut: Berdiri di depan cermin dalam keadaan pakaian yang terbuka dan pastikan pencahayaan ruangan baik. Setelah itu taruh lengan di samping tubuh, perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, serta bentuk puting payudara. Kemudian letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat, sambil perhatikan payudara Anda dari kiri ke kanan juga sebaliknya. Selanjutnya, membungkuklah di depan cermin, hingga payudara Anda terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk mengetahui apakah ada perubahan tertentu pada payudara. Tautkan tangan di belakang kepala untuk kemudian tekan ke dalam. Periksalah kedua payudara Anda, termasuk di bagian bawah. Tekan secara perlahan area puting payudara dengan menggunakan jari telunjuk dan jempol. Cermati kembali, apakah ada sekresi, seperti darah yang keluar dari puting Anda. Selain melalui SADARI, kanker payudara juga dapat ditandai dengan memperhatikan hal-hal berikut: Benjolan pada payudara Keluar cairan dari puting, terutama berwarna merah Puting tertarik ke dalam Pada tahap lanjut, kulit payudara akan terlihat kasar, seperti kulit jeruk Bentuk payudara menjadi asimetri Primaya Evasari Hospital memiliki layanan unggulan Woman and Children Center. Pusat Kesehatan Ibu dan Anak tersebut menjaga kesehatan tubuh dan sistem reproduksi sejak dini. Dapat dilakukan USG (ultrasonografi) dan mamografi untuk mendeteksi keberadaan kanker payudara dalam proses general check-up yang dilakukan setiap tahunnya oleh para wanita. Ilustrasi gambar oleh Brooke Cagle. dan Freepic - Published: 2018-11-28 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/makanan-pasien-penyakit-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru Pasien gagal ginjal harus menjaga pola serta nutrisi makannya dengan ketat. Karena, banyak makanan yang mungkin bergizi untuk orang yang tidak memiliki gagal ginjal, justru bisa memperparah kondisi penyakit ini. Makanan pasien penyakit ginjal yang sering dianjurkan adalah diet rendah protein. Dokter Jufriza Fathoni, MARS – Dokter Umum Bersertifikat Hemodialisa yang juga Koordinator Unit Hemodialisis Primaya Evasari Hospital mengatakan nutrisi pada penyakit ginjal kronik memiliki tujuan terapi diet pada pasien dengan kondisi tersebut yaitu: Untuk menurunkan akumulasi sisa nitrogen Membatasi gangguan metabolik karena uremia Mencegah malnutrisi Memperlambat progresi dari penyakit ginjal kronik Peningkatan asupan protein atau asam amino akan mempengaruhi hemodinamik ginjal yang berperan terhadap kerusakan fungsi dan jaringan ginjal. “Diet rendah protein pada pasien penyakit ginjal kronik memiliki manfaat untuk menurunkan akumulasi bahan buangan yang tidak dapat diekskresikan oleh ginjal. Di samping juga dapat mengurangi gejala uremia, menurunkan proteinemia dan memperlambat inisiasi dialisis. Oleh sebab itu solusi makanan pasien penyakit ginjal adalah diet rendah protein,” ujar Dokter Jufriza. Makanan Pasien Penyakit Ginjal Kapan sebaiknya pasien mulai diet rendah protein? Para Nefrologist menganjurkan bahwa diet rendah protein sudah bisa dimulai pada saat LFG 60 ml/mnt/1. 73 m (Penyakit Ginjal Kronik stadium 3). Pengurangan tersebut dilakukan secara progresif berdasarkan stadium PGK dan banyaknya intake protein dari setiap pasien. Modifikasi diet protein pada pasien penyakit ginjal kronik yaitu: Protein sangat rendah, kurang dari 0,3 g/kg BB Diet protein rendah, 0,6-0,8 g/kg BB Diet protein normal, 1-1,2 g/kg BB Menurut Dokter Jufriza selaku Dokter Umum Bersertifikat Hemodialisa di Primaya Evasari Hospital Jakarta bahwa diet rendah protein disarankan untuk menambahkan dengan α-ketoacid atau asam amino esensial untuk menghindari malnutrisi. Hal ini memiliki manfaat yaitu asidosis metabolic, menyediakan asam amino esensial, memperbaiki metabolisme protein, menurunkan ekskresi protein urine dan menghambat perjalanan penyakit ginjal kronik. Pada kebutuhan energi bila diet hanya mengandung sedikit kalori maka akan menganggu keseimbangan nitrogen dan menyebabkan pasien kehilangan massa otot. Diet dengan 35 kcal/kg/hari diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen pada pasien Chronic Kidney Disease (Penyakit Ginjal Kronik). Kebutuhan energi pada pasien penyakit ginjal kronik yang sehat tidak berbeda dengan orang dewasa sehat. Faktor yang mempengaruhi terapi nutrisi pada dialisis: Tipe membrane dialysis (single use – re use) Rata- rata kehilangan asam amino pada satu sesi HD : 6-8 gram Pasien CAPD terjadi kehilangan protein 5 – 12 gram perhari Perubahan dalam metabolisme asam amino dan absorpsi di usus Kondisi asidosis metabolic Penilaian status nutrisi, monitoring dan intervensi nutrisi sangatlah penting dalam penatalaksanaan pasien penyakit ginjal kronik. Perubahan metabolisme menyebabkan penyakit ginjal kronik pada stadium 1-5. Penatalaksanaan nutrisi yang berbeda dibutuhkan evaluasi dan terapi yang spesifik. Tujuannya untuk memperlambat progresivitas penyakit ginjal, memperbaiki kualitas hidup, menurunkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada penyakit ginjal kronik. - Published: 2018-11-28 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/terapi-pengganti-ginjal/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru Ginjal adalah salah satu organ yang penting bagi tubuh kita. Ginjal memastikan jumlah yang tepat cairan dalam tubuh kita. Jika fungsi ginjal terganggu maka akan mengganggu proses penyaringan darah. Akibatnya, zat yang bersifat racun beredar dalam darah akan menuju organ-organ lain di dalam tubuh sehingga menyebabkan sakit bahkan hingga kematian. Saat ini dengan kemajuan teknologi kedokteran yang semakin tinggi dapat dilakukan terapi pengganti ginjal. Dokter Jufriza Fathoni, MARS – Dokter Umum Bersertifikat Hemodialisa yang juga Koordinator Unit Hemodialisis Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan fungsi ginjal itu untuk membuang zat yang berbahaya atau racun dari dalam tubuh, mengatur keseimbangan cairan, memproduksi hormon serta mengatur keseimbangan asam basa dan elektrolit dalam tubuh. “Seseorang dapat mengalami gangguan ginjal bila sisa metabolisme tubuh menumpuk dan cairan berlebih,” ujar Dokter Jufriza. Gejalanya pun dari yang ringan bisa menjadi berat, oleh karena itu bila tidak ditangani dengan baik dapat mengancam jiwa. Beberapa faktor resiko penyakit ginjal diantaranya: Jantung, Hipertensi, Diabetes Berusia di atas 45 tahun Mengalami dehidrasi Mengalami infeksi parah Konsumsi obat-obatan tertentu / jamu / jengkol Batu pada saluran ginjal Klasifikasi dan Gejala Gagal Ginjal Dokter Jufriza Fathoni, MARS yang telah bersertifikasi hemodialisa dan berpraktik di Primaya Evasari Hospital Jakarta ini menjelaskan bahwa klasifikasi gagal ginjal terdiri dari dua jenis. Jenis pertama adalah gagal ginjal akut, biasanya terjadi secara mendadak atau kurang dari 3 bulan. Bilamana penanganan dilakukan dengan baik maka ada kemungkinan sembuh. Namun bila penanganannya buruk akan berakibat pada penyakit gagal ginjal kronik. Kedua, adalah gagal ginjal kronik yang mana terjadi penurunan fungsi ginjal secara progresif dan irreversible (tidak dapat kembali ke kondisi semula) lebih dari 3 bulan. Masyarakat baiknya awas terhadap penyakit gagal ginjal. Kenali gejalanya sehingga bisa mencari pengobatan dengan lebih cepat, sebelum penyakit gagal ginjal berkembang lebih parah. Berikut adalah gejala Gagal Ginjal: Bengkak pada seluruh tubuh Tekanan darah tinggi Rasa lelah berlebihan & tubuh terasa sangat lemas Insomnia/sulit tidur di malam hari Mual, muntah hebat Rasa gatal pada seluruh tubuh tanpa sebab yang jelas Kejang berulang/kram pada otot terutama otot kaki Kesadaran yang menurun Cegukan yang susah reda Terapi Pengganti Ginjal Dokter Jufriza Fathoni, MARS selaku Koordinator Unit Hemodialisis Primaya Evasari Hospital Jakarta menyatakan terapi pengganti ginjal adalah pengobatan untuk gagal ginjal berat, penyakit ginjal kronis stadium 5 dan penyakit ginjal tahap akhir (End Stage Renal Disease). Untuk terapi pengganti ginjal yang sudah memasuki stadium akhir/terminal akan dilakukan hemodialisis (cuci darah), peritoneal dialysis, atau transplantasi ginjal. Tips Untuk Penderita Gagal Ginjal: Bertanya kepada dokter mengenai prosedur hemodialisa Sampaikan kekhawatiran Anda terhadap dokter Jika perlu, kunjungi fasilitas hemodialisis Berdiskusi dengan pasien hemodialisis yang Anda kenal Baca dan cari tahu mengenai hemodialisis dari berbagai sumber - Published: 2018-11-26 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/menghitung-usia-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru Tidak semua ibu hamil bisa menghitung usia kehamilannya, apalagi pada kehamilan pertamanya. Meski terkesan sepele, namun mengetahui usia kehamilan merupakan hal penting bagi Ibu. Dokter Ita Rosita, Sp. OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi memaparkan manfaat menghitung usia kehamilan, seperti: Memantau perkembangan janin. Menghitung usia kehamilan tidak hanya berguna untuk mengetahui umur janin. Lebih dari itu banyak manfaat yang bisa para Ibu dapatkan bila rutin menghitung usia kehamilan. Salah satunya yakni dapat memantau perkembangan janin jika ada yang tidak normal. Setelah Ibu mengetahui usia janin, tentunya para ibu juga tahu perkembangannya apa saja yang sudah bisa dilakukan oleh janin. Misalnya, saat usia kandungan memasuki trimester kedua, janin sudah bisa bergerak. Selain itu kita juga bisa mengetahui lebih cepat tanda-tanda normal atau tidak normal terkait perkembangan janin yang dikandung. Perisapan cuti kehamilan. Bagi para Ibu yang bekerja bisa memperkirakan untuk pengajuan cuti melahirkan jauh-jauh hari. Sehingga Ibu akan lebih tenang dan nyaman saat proses melahirkan nanti karena tidak diganggu oleh tumpukan pekerjaan kantor. Sebaiknya, Ibu mengajukan cuti melahirkan satu minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Belanja peralatan bayi. Ketika kehamilan sudah memasuki usia delapan bulan, para Ibu sudah bisa mencicil untuk membeli perlengkapan bayi. Utamakan Hitungan Per Minggu. Dokter Ita Rosita mengatakan bahwa tidak sedikit para ibu bingung dalam menentukan usia kehamilan yaitu berdasarkan minggu atau bulan. “Menghitung usia kehamilan dalam minggu dapat memberikan yang terbaik untuk si buah hati sesuai dengan usianya,”ujar Dokter Ita Rosita - Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi. Bahkan, bila penasaran dengan perkembangan janin tiap minggunya, para Ibu dapat mencari tahu dengan membaca buku tahapan perkembangan janin. Perlu diketahui, usia kehamilan dikatakan cukup bulan pun bila berada pada usia 37 minggu sampai 40 minggu. Ragam Cara Menghitung Usia Kehamilan Ada beberapa metode yang digunakan untuk menghitung usia kehamilan, seperti: Metode Kalender Menghitung usia kehamilan dengan cara manual dapat dilakukan dengan menghitung Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan lama siklus haid rata-rata setiap bulannya. Tanpa data tersebut, tentu Ibu tidak akan bisa menghitung usia kehamilan menggunakan aplikasi ponsel. Metode yang paling sering digunakan dokter kandungan untuk menentukan usia kehamilan dan HPL, yakni Naegele. Pertama tentukanlah HPHT, lalu gunakan rumus: HPL = HPHT + 7 (tanggal), HPHT – 3 (bulan), HPHT + 1 (tahun) Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi dengan 3 (Januari, Februari, Maret) maka rumusnya adalah + 9 untuk mengetahui bulannya dan untuk tahunnya tidak usah diubah. Metode Tinggi Fundus Uteri Bagian atas rahim terletak di antara tuba fallopi yang disebut fundus. Cara menghitung usia kehamilan dengan metode tinggi fundus uteri ini bisa dilakukan menggunakan jari dan tali pengukur. Metode ini relatif lebih mudah dari metode lainnya. Pertama, tentukan dimana letak tulang kemaluan perempuan. Kemudian lakukan pengukuran menggunakan dua jari sebagai satuan ukurannya (jari telunjuk atau tengah), mulai dari tulang kemaluan sampai puncak rahim, maka bisa dipastikan usia kehamilannya makin tua. Selain jari, bisa juga dengan tali ukur yang biasa digunakan penjahit. Tujuan tali ukur ini yaitu agar talinya bisa melekuk sesuai dengan bentuk perut Ibu. Metode Pemeriksaan USG Dengan metode secara medis ini, maka penentuan usia janin dan perkembangannya bisa diperkirakan secara akurat. Ada tiga cara yang biasa digunakan saat pemeriksaan USG untuk menentukan usia kehamilan, yaitu: Gestatinal Sac (GS), dengan cara mengukur diameter kantong kehamilan. GS baru bisa dilakukan jika usia kehamilan sudah berusia 6-12 minggu. Crown Rump Length (CRL), mengukur jarak antara kepala dan bokong janin. Metode ini bisa dilakukan pada usia kehamilan 7-14 minggu. Biparietal Diameter (BPD), setelah usia janin lebih dari 12 minggu, baru usia kehamilan bisa diperhitungkan dengan metode BPD. Caranya dengan mengukur besar diameter kepala janin. Metode ini digunakan untuk mengontrol kondisi dan perkembangan janin di dalam kandungan. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar oleh Ashton Mullins Artikel terkait: Perlukah Ibu Hamil Berpuasa? Hipertensi Dalam Kehamilan Sariawan Pada Ibu Hamil - Published: 2018-11-21 - Modified: 2020-06-28 - URL: https://primayahospital.com/onkologi/deteksi-dengan-pemeriksaan-mammografi/ - Kategori: Onkologi, Terbaru - Tag: Gejala Kanker Payudara, Mammografi Pemeriksaan mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Deteksi dengan pemeriksaan mammografi telah terbukti dapat mengurangi kematian akibat kanker payudara. Kanker payudara adalah keganasan yang banyak terjadi pada wanita. Penyebabnya antara lain adalah adanya riwayat kanker dalam keluarga, serta tidak menyusui atau menarche lebih awal. Risiko kanker payudara meningkat jika seseorang mengalami pembesaran kelenjar aksiler atau penyakit paget pada puting susu. Jika menemukan hal-hal tersebut, baiknya pasien segera memeriksakan diri ke dokter. Namun, kanker payudara dapat disembuhkan jika ditemukan dalam kondisi yang belum parah. Oleh sebab itu penting untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Pendeteksian dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya pemeriksaan mammografi, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Baiknya pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dilakukan dengan teratur. Deteksi Dengan Pemeriksaan Mammografi Untuk Kanker Payudara Pada dasarnya deteksi dengan pemeriksaan mammografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv). Mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Penemuan dan pendeteksian dini tersebut telah terbukti dapat mengurangi kematian akibat kanker payudara. Primaya Hospital memiliki layanan untuk deteksi dini gejala kanker payudara dengan alat mammografi. Beberapa negara menyarankan untuk mammografi rutin (1-5 tahun sekali) bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai metode screening untuk mendiagnosa kanker payudara sedini mungkin. Mammografi sebaiknya dilakukan 3 tahun sekali untuk pasien berusia 40-45 tahun. Namun, khusus bagi yang berisiko tinggi seperti tubuh gemuk, belum punya anak, dan ada riwayat kanker dalam keluarga, mammografi bisa dilakukan setiap 2 tahun sekali. Adapun ketika memasuki usia 50 tahun, mammografi bisa dilakukan 2-3 tahun sekali. Begitu pula ketika wanita telah berusia di atas 60 tahun, mammografi dilakukan sekitar 1-2 tahun sekali. Tidak perlu takut dengan mammografi karena alat mammografi di Primaya Hospital ini sudah terkomputerisasi. Sistem komputerisasi ini memungkinkan penekanan secukupnya untuk mendapatkan gambaran akurat kondisi kelenjar susu. Dapat terlihat kepadatan suatu tumor dengan jaringan sekitarnya. Kepadatan ini terlihat jelas terutama pada wanita paruh baya karena absorbsi sinar X oleh jaringan tumor akan lebih banyak daripada jaringan sekitarnya. Dengan mammografi kita bisa mengenal keganasan payudara pada penderita yang secara klinis teraba benjolan, baik pada payudara yang sama maupun kontralateral (sebaliknya). Deteksi dengan pemeriksaan mammografi ini juga mampu untuk melihat mikroklasifikasi yang terkadang merupakan satu-satunya yang mengarah pada keganasan. Mammografi juga sebagai penilaian yang teliti pada kasus-kasus keganasan payudara untuk melihat respons penyinaran atau sitostatika. Indikasi pemeriksaan mammografi: Adanya benjolan pada payudara Adanya rasa tidak enak pada payudara Pada penderita dengan riwayat resiko tinggi untuk mendapatkan Referensi : http://www. p2ptm. kemkes. go. id/artikel-sehat/enam-langkah-sadari-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara - Published: 2018-11-01 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/cegah-kanker-serviks/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kanker serviks lebih besar dibandingkan seharusnya. Cegah kanker serviks dengan mengenali faktor-faktor tersebut. Berdasarkan data histopatologik Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Kanker di Indonesia Tahun 2001, diperkirakan di Indonesia sebanyak 20 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Kanker Serviks merupakan kanker pembunuh perempuan nomor 1 di Indonesia. Dr. Meutia Ria Octaviana, SpOG, Mkes – Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang akan menjelaskan bagaimana cara mencegah kanker serviks. Kanker serviks atau kanker rahim ini bisa berisiko menyerang setiap wanita tanpa memandang usia dan gaya hidup. Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Biasanya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Bagaimana dampak kanker serviks pada perempuan? Biasanya wanita yang terkena kanker serviks ini berada pada usia reproduktif 30-50 tahun. Tentunya kanker serviks akan mengganggu kualitas hidup baik psikis, fisik dan kesehatan sosial. Sehingga akan menimbulkan dampak sosial dan ekonomi (secara finansial) dan akan berpengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana kehidupan keluarga. Dokter Meutia Ria Octaviana, SpOG, Mkes, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, mengatakan bahwa 99,7% Kanker Serviks disebabkan oleh HPV onkogenik (penyebab kanker). HPV 16 & 18 merupakan penyebab utama pada 70 % kasus kanker serviks di dunia. Cegah Kanker Serviks: Kenali Faktor Risikonya Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kanker serviks lebih besar dibandingkan seharusnya. Yakni jika seorang wanita menikah di usia di bawah 20 tahun atau melakukan hubungan seksual sebelum usia 20 tahun. Faktor lainnya misalnya melahirkan lebih dari 3 kali, berganti-ganti pasangan seksual, hingga merokok. Kanker serviks merupakan kanker yang dapat ditularkan melalui kontak kulit kelamin karena perpindahan HPV. Menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual adalah pilihan yang bijaksana untuk cegah kanker serviks, namun tidak sepenuhnya melindungi perempuan dari infeksi HPV. Cegahan Kanker Serviks Dengan Vaksinasi “Pencegahan primer kanker serviks dapat dilakukan melalui edukasi dan vaksinasi. Sedangkan pencegahan sekunder kanker serviks berupa melakukan skrining yaitu melakukan Pap smear atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat),” ujar Dokter Meutia. Vaksin HPV menargetkan HPV tipe 16 & 18 dan ditujukan untuk perempuan usia 10-55 tahun. Dengan mencegah penularan kedua tipe tersebut, vaksin sudah mencegah lebih dari 70% kasus kanker serviks. Hal ini disebabkan karena mayoritas kanker serviks yang terjadi adalah karena kedua virus tersebut. Vaksin HPV terbukti efektif mencegah infeksi HPV onkogenik 16 dan 18. Pemberian Vaksin HPV adalah dengan tiga kali suntuk (3 dosis) yakni pada bulan ke-0, bulan ke-1, serta bulan ke-6. “Vaksinasi sangat baik apabila dilakukan bersamaan dengan skrining. Vaksinasi dengan skrining bersama-sama dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif,” terang dokter spesialis obgyn tersebut. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar oleh rawpixel Artikel terkait: Kanker Serviks Skrining dan Pencegahan Pemeriksaan Awal Kehamilan Hipertensi Dalam Kehamilan - Published: 2018-10-04 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diabetes-tipe-2-obat-saja-tidak-cukup/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) cukup tinggi. Diabetes tipe 2 adalah bentuk umum dari diabetes mellitus. Jika sel tidak dapat mengenali insulin, hormon ini tidak dapat membantu sel untuk menggunakan glukosa sebagai energi. Akibatnya, glukosa akan terus berdiam di dalam darah dan lama-lama menumpuk. Pankreas akan menghasilkan insulin lebih banyak karena ada glukosa yang tinggi di dalam darah, sedangkan sel tubuh tidak dapat menggunakannya untuk menyerap glukosa. Kelainan inilah yang menyebabkan gejala diabetes tipe 2. Diabetes Tipe 2 dan Gaya Hidup Dokter Irsyal Rusad, SpPD – Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa aspek gaya hidup dan pola makan ini sebenarnya lebih penting lagi, sebagai pendekatan pertama yang dipertimbangkan dalam menangani penderita diabetes tipe 2. “Bahkan banyak penderita diabetes yang seharusnya gula darahnya dapat terkontrol dengan baik hanya dengan diet, perubahan gaya hidup, dan dengan obat-obatan yang minimal,” ujar dokter Irsyal. Sayangnya, kebanyakan pasien diabetes, bahkan pasien dengan penyakit kronis lainnya menganggap bawah obat adalah pilihan pertama, the first resort of denfense, bukan sebaliknya. Mereka barangkali rajin makan obat, tapi untuk diet, namun olahraga misalnya sangat sulit sekali. Mereka sering masih tetap bertahan melakukan gaya hidup yang sama seperti sebelumnya, sebelum jatuh sakit. Obat, pada penyandang diabetes tipe 2 harus diberikan bersamaan dengan pendekatan terapi lainnya. Terutama pola makan yang sehat (diet), olahraga, aktifitas fisik yang cukup. Bahkan, pada kasus dibetes tipe 2 yang baru didiagnosis memiliki obesitas dan gula darah yang tidak begitu tinggi, pendekatan terapi utama adalah diet dan olahraga. “Obat baru diberikan setelah pendekatan ini dan bilamana gula darah belum terkontrol dengan baik,” pungkasnya. Lalu, pada penyandang diabetes tipe 2, banyak hal yang mempengaruhi kadar gula darah. Disamping karbohidrat yang dikonsumsi, aktifitas fisik yang dilakukan, organ tubuh seperti hati, pankreas, organ pencernaan, ginjal, dan massa otot juga berperan dalam mengendalikannya. Obat-obat diabetes pada umumnya hanya berkerja pada salah satu organ itu. Ada obat-obatan yang berkerja meningkatkan produksi insulin oleh pankreas. Bila hanya mengandalkan pengendalian kadar gula darah dengan obat ini, tanpa mengikuti diet yang dianjurkan bisa saja gula darah terkontrol tetapi mungkin memerlukan dosis yang cukup besar. Obat-obatan Pada Diabetes Tipe 2 Perlu diketahui bahwa penggunaan obat-obatan yang memacu meningkatkan produksi insulin. Di samping mempunyai efek samping juga dapat menyebabkan sel pankreas yang memproduksi insulin tersebut mengalami semacam kelelahan karena tidak dapat lagi memproduksi insulin. Dalam keadaan seperti ini, pasien tersebut harus mendapatkan insulin dari luar. Insulin dari luar dapat mengendalikan kadar gula darah. Tapi penggunaan Insulin apalagi dalam dosis yang tinggi bukan tanpa masalah. Insulin yang diberikan dari luar juga mempunyai bermacam efek yang tidak diinginkan. Karena itu pada penderita diabetes tipe 2 yang mendapatkan insulin, olahraga dan diet tetap diberikan bersamaan. Di samping diet yang sehat, olahraga, aktifitas fisik, dan obat yang dikonsumsi. Kadar gula darah juga dipengaruhi perilaku kita sendiri, stres dan bahkan lingkungan kita berada. “Jadi, sikap, reaksi, perilaku, kebiasaan Anda dalam menghadapi penyakit ini sangat penting. Bahkan dukungan keluarga, kelompok, dan pengetahuan Anda tentang penyakit diabetes juga perlu sekali. Karena itu, agar gula darah Anda terkontrol dengan baik, obat saja tidak cukup. Lakukan perubahan pada gaya hidup dan pola makannya,” tutup dokter Irsyal. Ilustrasi gambar oleh Exclusive Vectors on Freepik - Published: 2018-10-04 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/infeksi-hpv-dan-kanker-serviks/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Translation Priorities: Optional Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan infeksi HPV dan mengenai organ reproduksi wanita. Kanker ini sesungguhnya adalah kanker yang paling mudah dicegah melalui skrining atau pemeriksaan rutin. Namun, hingga kini faktanya lebih dari 85% kematian kanker serviks terjadi di negara-negara berkembang. Dokter Kiko Marpaung, M. Ked (OG), SpOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan dari Primaya Hospital Bekasi Timur, menjelaskan bahwa gejala kanker serviks dibagi menjadi dua yaitu stadium dini dan stadium lanjut. Pada stadium dini, kanker serviks tidak memiliki gejala spesifik, sehingga seringkali tidak dikenali. Sedangkan pada stadium lanjut, gejalanya muncul dengan lebih jelas. Misalnya perdarahan pasca senggama ketika di luar haid. Selain itu penderita merasakan nyeri panggul yang mungkin disertai keputihan kental yang berbau. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Skrining Kanker Serviks Kanker Serviks dapat dicegah dengan skrining. Tepatnya, dengan melakukan skrining maka Kanker Serviks dapat terlacak sejak dini, sehingga penderita mendapatkan pengobatan cepat. Skrining pada dasarnya adalah pendeteksian penyakit pada orang yang tidak menunjukkan gejala. Sebaiknya skrining dilakukan secara rutin, sebab skrining telah menyelamatkan ribuan nyawa. Skrining kanker serviks yang paling umum dilakukan adalah papsmear. Dengan melakukan papsmear secara rutin, kanker serviks dapat ditangani dengan cepat sehingga meminimalisir risiko. Kanker serviks jarang terjadi pada wanita yang rutin melakukan serviks. Penyebab utama kanker serviks adalah Human Papillomavirus Genital atau HPV. Virus tersebut dapat menular, dan penyebarannya yang utama adalah melalui hubungan seksual. Hanya saja, terjadinya kanker serviks karena infeksi HPV tidak bisa dilacak dengan cepat. Hal ini disebabkan karena perkembangan virusnya lambat. Anda dapat terinfeksi oleh HPV bertahun-tahun yang lalu namun baru dapat terlacak pemeriksaan saat ini. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur tersebut, yang paling berisiko tinggi tertular penyakit kanker serviks karena virus HPV adalah seseorang yang memiliki pasangan berhubungan seksual lebih dari satu. Infeksi HPV dan Kanker Serviks Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV, sebaiknya melakukan papsmear. Jika mendapatkan hasil papsmear abnormal, berarti orang tersebut memiliki infeksi HPV. Selain melalui papsmear, dapat dilakukan juga pemeriksaan DNA HPV, untuk menemukan tipe HPV risiko tinggi. Perlu diingat bahwa tidak seluruh orang yang terinfeksi HPV akan terkena kanker serviks. Pada umumnya, sebagian besar wanita akan terinfeksi HPV dalam hidupnya, namun hanya sedikit yang berkembang menjadi kanker serviks. Pada kebanyakan kasus, infeksi HPV akan mereda dengan sendirinya. Namun, kadang infeksi HPV tidak akan hilang meskipun setelah bertahun-tahun. Keadaan ini disebut dengan "persisten", yang mana dapat berkembang menjadi kanker serviks. Siapa yang berisiko terkena kanker serviks? Seseorang yang tidak pernah melakukan Papsmear Seseorang dengan hasil Papsmear abnormal namun tidak ditindaklanjuti atau diobati sesuai anjuran dokter. Seseorang dengan infeksi HPV persisten Seseorang yang merokok Seseorang yang menderita masalah kekebalan tubuh: HIV, transplantasi organ, terapi steroid, kemoterapi. Bagaimana menurunkan risiko kanker serviks? Papsmear teratur dan ditindaklanjuti jika dianjurkan Tidak menganut seks bebas Tidak merokok, makan makanan sehat dan berolahraga Gunakan kondom Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Artikel terkait: Cegah Kanker Serviks Metode Robotic Surgery Sariawan Pada Ibu Hamil - Published: 2018-09-24 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/bahaya-pengawet-makanan/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: ginjal, pengawet makanan Masyarakat harus memiliki kesadaran dalam memilih makanan yang aman untuk dikonsumsi dengan tidak mengandung bahan pengawet berbahaya. Bahaya pengawet makanan dapat menimbulkan penyakit seperti ginjal. dr. Ratna Soewardi, SpPD-KGH – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi dari Primaya Hospital Tangerang membahas mengenai bahaya pengawet makanan untuk ginjal kita. Bahaya Pengawet Makanan Penggunaan bahan pengawet berbahaya seperti, boraks, formalin, methanil yellow, dan rhodamin b merupakan jenis yang berbahaya bagi kesehatan ginjal kita. Namun ada zat pengawet alami berasal dari bahan alami seperti gula dan garam. Keduanya bersifat higroskopis atau menyerap air, sehingga bisa mematikan sel-sel bakteri. Ginjal yang baik akan menyaring zat yang dibutuhkan tubuh dan membuang zat lainnya sebagai sisa metabolism tubuh, namun jika ginjal telah mengalami kegagalan, zat-zat yang tidak dibutuhkan itu menumpuk dalam jantung dan menjadi racun yang akan mengganggu kesehatan tubuh. Kerusakan Ginjal ini dipicu oleh beberapa sebab, namun yang paling sering terjadi karena adanya kesalahan dalam konsumsi makanan dan minuman tertentu. Makanan yang dapat menyehatkan ginjal Kayumanis Minyak zaitun Bawang Kubis Apel Putih telur Meskipun menyehatkan, Anda tetap tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Ada baiknya kita mulai lagi mengatur pola hidup kita agar menjadi lebih sehat, dan mulai menghindari makanan atau minuman yang mengandung pewarna atau pengawet buatan agar ginjal kita senantiasa bekerja dengan normal dan tidak beresiko mengalami kegagalan. Bahaya pengawet makanan bisa sangat bervariasi tergantung usia serta riwayat kesehatan seseorang dampaknya. Cara untuk mencegah munculnya dampak bahaya pengawet makanan ke penyakit ginjal adalah lebih banyak mengkonsumsi air mineral. Banyaknya penggunaan zat kimia sebagai bahan pengawet tentunya memengaruhi beratnya kerja ginjal. Dengan pola makan sehat maka tubuh pun akan sehat. Makanan yang bisa menurunkan fungsi dari ginjal diantaranya makanan dengan gula, lemak dan protein tinggi, makanan cepat saji berpengawet, minuman beralkohol. Untuk itu Primaya Hospital yang memiliki dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal-hipertensi sangat memperhatikan kesehatan masyarakat untuk merawat kesehatan ginjalnya, melalui layanan konsultasi dan penanganan permasalahan ginjal Anda. Temukan jadwal dokter di sini. Ilustrasi gambar oleh rawpixel - Published: 2018-09-23 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-diabetes-mellitus-tipe-2/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: diabetes - Translation Priorities: Optional Diabetes berkembang jauh lebih cepat daripada yang diantisipasi di Indonesia. Penyakit Diabetes Mellitus ini biasanya dikenal dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis. Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah kondisi dimana insulin tetap diproduksi dalam tubuh namun jumlahnya sangat sedikit dan tidak mencukupi dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Dokter Tolhas Banjarnahor, SpPD, FINASIM – Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Tangerang akan menjelaskan tentang Diabetes Mellitus Tipe 2 ini. Mengapa Seseorang Mengidap Diabetes Mellitus Tipe 2? Diabetes Mellitus tipe 2 disebut juga dikenal dengan sebutan adult-onset atau diabetes yang tidak bergantung pada insulin (non-insulin-dependent diabetes melitus/NIDDM). Kondisi ini membuat tubuh Anda memiliki insulin yang cukup namun tubuh kehilangan kemampuannya untuk memanfaatkannya dengan benar. Diabetes Melitus tipe 2 ini terjadi karena adanya gangguan pengiriman gula ke sel tubuh akibat produksi pankreas yang tidak mencukupi. Penyebab lainnya adalah sel lemak dan otot tubuh retensi terhadap insulin. Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 Gejala yang biasa muncul adalah Cepat lelah. Sering merasa haus. Penglihatan yang kabur. Menurunnya berat badan. Rasa lapar yang bertambah sering. Sering buang air kecil, terutama di malam hari. Luka yang lambat sembuh atau sering mengalami infeksi. Untuk mendiagnosis penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dapat dilakukan tes urine dan tes darah. “Tes darah dapat digunakan untuk mengetahui kadar gula dalam darah. Jika hasilnya kadar gula dalam darah 2 jam sesudah makan lebih dari 200 mg% maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut menderita diabetes. Sebab kadar gula darahnya melebihi batas ambang normal,” ujar dr. Tolhas Banjarnahor, SpPD, FINASIM – Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Tangerang. Prinsip pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah dengan edukasi pasien dalam menjaga diabetes mellitusnya agar tetap normal , melakukan aktifitas fisik (berolahraga), terapi nutrisi medis dan terapi farmakologik. “Pengelolaan diabetes yang optimal memerlukan strategi pencegahan, skrining/penapisan, diagnosis, pengobatan dan edukasi yang tepat dan sesuai dengan evidence based medicine” tutup dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Periksakan kondisi Anda, kosultasilah dengan dokter spesialis penyakit dalam kami. Jadwal dokter dapat dilihat di sini. Ilustrasi gambar oleh Wei Tang. - Published: 2018-09-23 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/hipertensi-dalam-kehamilan/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Terbaru - Tag: hipertensi Hipertensi adalah masalah medis yang umum ditemui selama kehamilan. Inilah yang perlu diketahui ibu hamil agar lebih meningkatkan kesadaran merawat diri. Penyakit Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) adalah salah satu penyebab kesakitan dan kematian ibu mau pun janin. Kira-kira 15-25% wanita yang didiagnosis awal dengan hipertensi dalam kehamilan akan mengalami Pre-Eklamsia Berat (PEB). Sulit memprediksi yang mana akan mengalami PEB. Dr. Meutia Ria Octaviana, Sp. OG, M. Kes – Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa hipertensi dalam kehamilan adalah penyakit yang harus diwaspadai. Dengan penanganan yang baik, hipertensi tidak akan berkembang atau membahayakan, dan dapat hilang setelah kelahiran. Namun jika dibiarkan, hipertensi saat hamil bisa membahayakan. Klasifikasi Hipertensi Dalam Kehamilan Ada beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan, antara lain hipertensi kronik, hipertensi kronik dengan preeklamsia, hipertensi gestasional, preeklamsia dan eklamsia. Hipertensi kronik. Didapatkan sebelum kehamilan, usia kehamilan < 20 minggu, dan tidak menghilang setelah 12 minggu pasca persalinan. Preeklamsia-eklamsia. Hipertensi dan proteinuria yang didapat setelah usia kehamilan 20 minggu. Hipertensi kronik dengan preeklamsia. Hipertensi kronik ditambah proteinuria. Hipertensi gestational. Timbulnya hipertensi pada kehamilan yang tidak disertai proteinuria hingga 12 minggu pasca persalinan. Gejala Hipertensi Dalam Kehamilan Berikut adalah tanda-tanda hipertensi dalam kehamilan. Konsultasikan pada dokter kandungan Anda apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut: Ditemukannya kelebihan protein dalam urin (proteinuria) atau tanda-tanda tambahan masalah ginjal. Sakit kepala yang parah. Perubahan penglihatan, penglihatan menjadi kabur atau sensitivitas cahaya. Nyeri pada perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk Anda di sisi kanan. Mual atau muntah. Urin dari buang air kecil menurun. Penurunan kadar trombosit dalam darah. Gangguan pada fungsi hati. Sesak napas, hal ini disebabkan oleh cairan di paru-paru. Kenaikan tiba-tiba pada berat badan dan pembengkakan (edema), khususnya di wajah dan tangan, sering menyertai preeklampsia. Tapi hal-hal ini juga terjadi di banyak kehamilan normal, sehingga kadang tidak dianggap sebagai tanda-tanda preeklampsia. Hipertensi dan Pre Eklampsia Hipertensi adalah timbulnya desakan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg, diukur 2x selang 4 jam setelah penderita istirahat. Sedangkan Pre Eklampsia Ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan: Desakan darah ≥140/90 mmHg - < 160/110 mmHg Proteinuria +1 atau 300 mg/24 jam jumlah urine Pre Eklamsia Berat adalah preeklamsia dengan tekanan darah sistolik ³160 mmHg dan tekanan darah diastolic ³ 110 mmHg disertai proteinuria yang diukur secara kualitatif sebesar +2 persisten atau lebih (gr/liter). Gejala dan tanda: Sistolik ≥ 160 mmHg, diastolik ≥ 90 mmHg Proteinuria : ≥ 5 gr/jumlah urine 24 jam atau +4 Oliguria (< 400-500cc/24 jam) Kreatinin serum meningkat Edema paru & cyanosis Nyeri epigastrium & nyeri kuadran atas kanan abdomen Gangguan otak & visus Gangguan fungsi hepar Hemolisis mikroangiopatik Trombositopenia Eklamsia adalah preeklamsia yang disertai dengan kejang tonik-klonik disusul dengan koma. Sebagian kecil wanita dengan eklamsia memiliki tekanan darah yang normal/pre-eklamsia ringan. Asal Mula Hipertensi Dalam Kehamilan – Pre eklampsia Terjadi perubahan pada end organ (spasme vaskuler, perdarahan dan nekrosis) Perfusi plasenta berkurang hingga janin mengalami kekurangan nutrisi dan hipoksia hingga terjadi PJT (Pertumbuhan Janin Terhambat) Peningkatan curah jantung Peningkatan volume cairan ekstraseluler Hemokonsentrasi Filtrasi glomeruli berkurang oligouria –anuria Terganggunya faktor pembekuan Disseminated Intravascular Coagulopathy (DIC) Gangguan keseimbangan elektrolit Komplikasi Hipertensi Dalam Kehamilan Edema serebri hingga Kejang (eklamsia) Perdarahan serebral hingga Koma lama Sindroma HELLP hingga DIC Abruptio placentae hingga Syok hemoragik Edema pulmonum hingga Gagal napas Oligouria, anuria - Kegagalan ginjal akut Edema kapsula glisoni, ruptur hepar - Perdarahan Intra Abdominal Ketidakseimbangan elektrolit Edema sampai perdarahan retina Gangguan penglihatan sampai kebutaan Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Ilustrasi gambar oleh freestocks. org Artikel terkait: Manfaat Mengetahui Usia Kehamilan Pemeriksaan Awal Kehamilan Plasenta Akreta Dalam Kehamilan - Published: 2018-09-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/kondisi-gangguan-bipolar/ - Kategori: Kejiwaan, Terbaru - Tag: bipolar, kejiwaan Gangguan bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung. Nama lain dari gangguan bipolar adalah manik depresif. Dani Tri Astuti, M. Psi. , Cht. , Psi – psikolog dari Primaya Hospital Tangerang mengatakan bahwa banyak masyarakat yang menganggap gangguan ini sebagai sesuatu yang tabu serta masih belum sepenuhnya menyadari keberadaan penyakit bipolar dan bagaimana mendeteksi dan menanganinya. Terdapat dua episode dalam gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase turun). Pada periode mania, penderita menjadi terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada periode depresi, penderita akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari. Berdasarkan perputaran episode suasana hati, ada sebagian penderita bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Ada juga yang mengalami perputaran cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya tanpa adanya periode normal (rapid cycling). Selain itu, ada juga penderita gangguan bipolar yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. “Contohnya, ketika penderita merasa sangat berenerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state),” ujar Dani psikolog Primaya Hospital Tangerang Penyebab Gangguan Bipolar Hingga kini, para ahli belum mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya gangguan bipolar. Beberapa berpendapat bahwa kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat pengontrol fungsi otak. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa gangguan ini berkaitan dengan faktor genetik (keturunan). Beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar adalah mengalami stress tingkat tinggi, pengalaman traumatik, kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang, dan memiliki riwayat keluarga dekat (saudara kandung atau orang tua) yang menderita kondisi bipolar. Diagnosis Gangguan Bipolar Menurut psikolog Dani Tri Astuti, dibutuhkan evaluasi psikologis untuk mendiagnosis gangguan bipolar. “Dalam hal ini Psikolog/Dokter biasanya menanyakan tentang pola perilaku pasien, suasana hati yang dirasakannya, dan apa yang dipikirkannya. Selain itu, Psikolog/Dokter juga biasanya meminta pasien atau keluarga pasien memberi informasi yang berkaitan dengan episode mania atau depresi,” terangnya. Karena ada kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gejala yang sama seperti kondisi bipolar, yaitu hipotiroid dan hipertiroid maka pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan dua penyakit tersebut juga perlu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien. Pengobatan Gangguan Bipolar Tujuan penanganan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan. Selain memperbaiki pola hidup, penanganan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan terapi psikologis (contohnya terapi perilaku kognitif). Untuk itu jangan ragu untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan mental kita atau orang terdekat kita ke psikolog/psikiater demi kesehatan mental yang baik. Kesehatan mental merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Keduanya harus sama-sama dijaga. Primaya Hospital memiliki klinik psikologi dan psikiater terbaik untuk membantu Anda. Temukan jadwal dokter Primaya Hospital di sini. Ilustrasi gambar oleh Thư Anh. - Published: 2018-09-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/perilaku-kompulsif-dan-impulsif/ - Kategori: Kejiwaan, Terbaru - Tag: dokter kejiwaan, perilaku impulsif, perilaku kompulsif, psikolog Perilaku kompulsif dan impulsif adalah istilah yang menggambarkan dua bentuk perilaku, dan memiliki perbedaan di antara keduanya. Menjadi kompulsif adalah ketika seseorang memiliki dorongan yang tak tertahankan untuk melakukan sesuatu. Menjadi impulsif adalah ketika seseorang bertindak berdasarkan instingnya. Perbedaan utama antara perilaku impulsif dan perilaku kompulsif adalah bahwa sementara perilaku kompulsif terencana, perilaku impulsif tidak direncanakan. “Contoh dari perilaku impulsif diantaranya adalah Ketidakmampuan untuk melawan agresi, kleptomania, pyromania, trichotillomania (menarik rambut seseorang),” terang Dani Tri Astuti, M. Psi. , Cht. , Psi – psikolog dari Primaya Hospital Tangerang. Perbedaan Perilaku Kompulsif dan Impulsif Perilaku Kompulsif Perilaku Kompulsif adalah suatu gangguan anxeietas (kecemasan) di mana pikiran dipenuhi dengan pikiran yang menetap dan tidak dapat dikendalikan dan individu dipaksa untuk terus-menerus mengulang tindakan tertentu, menyebabkan distress yang signifikan dan mengganggu keberfungsian sehari-hari. Psikolog Dani mengatakan bahwa seseorang dapat melakukan pengulangan suatu tindakan, fisik atau mental yang luar biasa tinggi. Hal inilah yang menyebabkan orang tersebut mengalami Gangguan Obesesif Kompulsif (Obsessive Compulsif Disorder). “Contohnya adalah seseorang mungkin merasakan kompulsi untuk terus mencuci tangan atau mengecek kunci pagar berulang. Hal ini juga ditandai dengan kegelisahan seseorang untuk melakukan sesuatu dan bersifat impulsif, dimana si penderita menganggap setelah melakukan hal itu, kecemasannya akan berkurang,” ujar Dani Tri Astuti psikolog Primaya Hospital Tangerang. Wanita maupun pria dapat terkena penyakit perilaku kompulsif atau gangguan obsesif kompulsif dan perilaku impulsif. Perilaku Impulsif Impulsif itu sendiri memiliki arti bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati. Sehingga apabila perilaku seseorang yang tiba-tiba berubah, tiba-tiba di luar rencana, atau sebuah sikap yang tidak didukung alasan yang kuat. Dan pada umumnya sikapnya tergolong irrasional. Maka disimpulkan individu tersebut termasuk pribadi impulsif. Ciri pribadi impulsif adalah kalau bicara atau berbuat seringkali tidak disertai alasan-alasan atau penalaran-penalaran Bagaimana cara mengatasi sikap impulsif? Tentu harus latihan self control, relaksasi progresif untuk mengatasi masalah emosinya yang berubah-ubah, dan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) atau terapi kognitif dan perilaku. Bila Anda dan orang terdekat memiliki gangguan perilaku kompulsif ataupun impulsif segera berkonsultasi dengan psikolog atau dokter spesialis kesehatan jiwa untuk berbagi mengenai hal-hal yang Anda rasa mengganggu agar mendapat penanganan yang sesuai. Temukan jadwal psikolog atau dokter Primaya Hospital di sini. Ilustrasi gambar oleh Daiga Ellaby - Published: 2018-09-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-penyakit-gagal-ginjal-kronis/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam, gagal ginjal kronis Penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal kronis (GGK) merupakan suatu kondisi di mana ginjal tidak berfungsi dengan baik untuk waktu yang lama. Fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal. dr. Ratna Soewardi, SpPD-KGH – dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan mengenai penyakit ginjal kronis yang merupakan penyakit umum yang berkaitan dengan proses penuaan. Karena semakin tua usia seseorang, maka risikonya semakin tinggi. Apa Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Kronis? Penyakit dan kondisi yang menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis adalah Diabetes, Hipertensi, Peradangan pada ginjal dan beberapa penyakit lainnya termasuk penyumbatan di dalam pembuluh-pembuluh darah di dalam ginjal yang menyalurkan darah ke ginjal. Meskipun adapula faktor resiko lainnya yang dapat merusak ginjal yaitu faktor pertambahan usia, jenis kelamin (biasanya pada pria lebih sering terkena), riwayat keluarga dan bilamana seseorang sering menggunakan jenis-jenis obat-obatan tertentu seperti obat-obat anti-radang non-steroid (NSAID) secara terus menerus juga dapat merusak ginjal. Gejala Penyakit Gagal Ginjal Kronis Kehilangan berat badan dan nafsu makan Pembengkakan di tumit, kaki, atau tangan (karena retensi air) Napas yang pendek Adanya protein atau darah dalam urin Anda (protein mungkin tidak terlihat namun dapat dideteksi melalui uji urin) Meningkatnya rasa ingin buang air kecil, terutama di malam hari Insomnia Kulit terasa gatal Kram pada otot Tekanan darah tinggi atau Hipertensi Mual Disfungsi ereksi pada pria (ketidakmampuan untuk menjaga ereksi) Pengobatan Penyakit Gagal Ginjal Kronis Pengobatan untuk penyakit gagal ginjal kronis adalah: Menjaga tekanan darah dan memeriksanya secara berkala Menjalani pengobatan untuk hipertensi, diabetes dan obat yang bersifat diuretik dapat mencegah terjadinya penumpukan cairan dalam tubuh Berolahraga secara rutin sangat membantu pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan Mengikuti pola makan yang dirancang sedemikian rupa untuk membuat ginjal tetap sehat Beberapa pasien perlu menjalani dialisis ginjal (cuci darah) bia pengobatan tidak berhasil. Dialisis membantu membersihkan ginjal dari zat-zat sisa metabolisme dalam darah ketika ginjal tak mampu menjalankan tugasnya. Dialisis ginjal ini dapat bersifat sementara ataupun permanen. Cangkok ginjal/transplantasi “Gejala sakit ginjal bisa dihindari jika perawatan dimulai pada tahap awal,” ujar dokter spesialis penyakit dalam Primaya Hospital tersebut. Layanan dalam penanganan dan perawatan kesehatan ginjal tersedia di Primaya Hospital. Periksa jadwal dokter di sini. Ilustrasi gambar oleh rawpixel Artikel terkait: Dialisis pada Penyakit Ginjal Kronis: Kapan Harus Memulai? Hemodialisa Untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronik Terapi Pengganti Ginjal - Published: 2018-09-21 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/bedah/penanganan-penyakit-ambeien/ - Kategori: Bedah, Penyakit, Terbaru - Tag: ambeien, bedah umum, dokter spesialis bedah umum - Translation Priorities: Optional Penyakit ambeien cukup sering di temukan di masyarakat. Ambeien atau Hemaroid adalah penonjolan di daerah anal canal yang diakibatkan pelebaran vena hemoroidalis dan turunnya bantal anus/anal cushing. Hal ini terjadi karena terjadi peningkatan tekanan dalam pembuluh darah vena di sekitar anus atau dubur sehingga menghalangi aliran darah menuju anus. Dr. Muhamad Taufik, Sp. B – Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa masih kurangnya informasi penanganan dan pencegahan penyakit ambeien ini. Pada dasarnya pria dan wanita memiliki resiko yang sama untuk dapat terkena ambeien atau wasir. “Penyebab penyakit ambeien atau wasir adalah seseorang yang susah buang air besar atau seringkali orang tersebut duduk dalam keadaan yang sama dan lama, terlalu sering mengangkat beban berat, mengejan terlalu keras, obesitas, kurangnya serat dalam tubuh, batuk terus menerus, dan makan makanan terlalu pedas,” ujar dokter spesialis bedah umum tersebut. Faktor Risiko, Gejala, dan Cara Mencegah Penyakit Ambeien Faktor Risiko Penyakit Ambeien Makanan kurang serat Konstipasi Kebiasaan defekasi Hormonal Penyakit serosis Kehamilan Gejala Penyakit Ambeien Pendarahan dubur Setelah BAB (buang air besar) ada sensasi rasa mengganjal Panas dan gatal pada anus atau dubur Terdapat lendir setelah BAB (buang air besar) Cara Mencegah Ambeien Perbanyak konsumsi makanan berserat Banyak minum air putih Hindari duduk terlalu lama Olahraga secara teratur Menjaga kebersihan daerah anus Penanganan dan Pengobatan Penyakit Ambeien Sehari-hari, untuk menangani penyakit ambeien, biasakan mandi air hangat dengan merendam daerah anus Anda dalam air hangat. Selain itu jangan duduk dipermukaan yang keras, gunakan bantal sebagai dudukan. Anda juga dapat mengompres daerah anus dengan es yang dibungkus handuk bersih. Pengobatan Ambeien Obat-obatan (krim, salep, atau supositoria diberikan dengan cara dimasukkan ke lubang dubur) atau diberikan penghilang rasa sakit Trombektomi ambeien eksternal (dokter akan melakukan sayatan dan drainase sederhana, untuk menghilangkan gumpalan darah) Ligasi pita karet Suntikan (skleroterapi) Teknik koagulasi menggunakan sinar laser atau inframerah Operasi ambien bilamana berbagai cara sudah tidak berhasil yaitu dengan Hemoroidektomi (mengangkat jaringan berlebih yang menyebabkan perdarahan) dan Hemorrhoidopexy (juga disebut sebagai stapling) adalah prosedur menjepit ambeien yang keluar dari dinding rektum (dubur) ke anus sehingga dapat kembali ke tempatnya di dalam rektum Anda dan memotong aliran darah sehingga jaringan akan menyusut dan diserap kembali. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Tangerang di 021-55749999. Semoga bermanfaat. - Published: 2018-09-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/mengenal-penyebab-kanker-tiroid/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam Penyebab kanker tiroid yang utama adalah jika orang tersebut pernah mengalami penyakit tiroid jinak. Tiroid adalah kelenjar endokrin yang memproduksi hormon tiroid, yang bertugas meningkatkan metabolisme sel dan sintesis protein. Pertumbuhan sel tidak normal yang terjadi di dalam kelenjar tiroid mampu memicu timbulnya penyakit ini. dr. Rochsismandoko, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin-Metabolik-Diabetes dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan agar kita mengenal penyakit kanker tiroid ini. Tiroid berperan penting dalam produksi dan pengaturan hormon, serta pengaturan fungsi metabolisme. Kelenjar ini mengeluarkan tiga hormon yaitu T3 (triiodothyronine) dan T4 (tiroksin), yang mengendalikan metabolisme, serta kalsitonin yang mengatur kadar kalsium dalam darah. Kanker tiroid biasanya mempengaruhi sel-sel yang membuat dan mengelola hormon tersebut. Termasuk dalam sel ini yaitu sel folikel (untuk T3 dan T4), sel-sel parafolikular (kalsitonin), stroma (jaringan pendukung), dan sel-sel kekebalan. Terdapat empat jenis kanker tiroid, yaitu: Karsinoma papiler, merupakan jenis kanker tiroid yang paling sering terjadi. Kanker ini paling sering dialami oleh wanita di bawah usia 40 tahun. Karsinoma folikuler, satu dari 10 kejadian kanker tiroid merupakan jenis folikuler. Karsinoma meduler, merupakan jenis kanker tiroid yang jarang terjadi. Karsionoma anaplastik, jenis kanker ini merupakan kanker tiroid yang paling jarang ditemui, namun jenis yang paling ganas. Umumnya terjadi pada mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Penyebab Kanker Tiroid dan Gejalanya Rochsismandoko, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin-Metabolik-Diabetes dari Primaya Hospital Tangerang mengatakan bahwa penyebab atau faktor resiko seseorang terkena kanker tiroid adalah orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak, faktor genetika, paparan radiasi, jenis kelamin (kanker tiroid mengenai lebih banyak perempuan daripada laki-laki karena kemungkinan berkaitan dengan hormon yang dimiliki wanita pada saat pelepasan menstruasi ataupun hamil), pola makan (kurangnya yodium atau enzim dalam tubuh yang tidak terpenuhi). Gejala kanker tiroid yaitu: Benjolan di tenggorokan Perubahan kualitas suara (suara serak) Rasa sakit pada bagian leher Kesulitan dalam menelan Pembengkakan kelenjar getah bening leher Kesulitan bernapas Saat ini pengobatan kanker tiroid dapat dilakukan dengan cara melalui tindakan pembedahan (menghilangkan tumor kecil yang belum menyebar ke seluruh kelenjar tiroid , atau yang telah menyebar ke seluruh kelenjar tiroid , dan kelenjar getah bening), perawatan iodium radioaktif, terapi pengganti hormon, pasien kanker anaplastik sering di terapi dengan radiasi sinar eksternal (dari luar) dan kemoterapi. Ilustrasi gambar oleh Nhia Moua - Published: 2018-08-24 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/mata/mengistirahatkan-mata/ - Kategori: Mata, Terbaru Saat ini rasanya gadget sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari–hari. Tak hanya kalangan dewasa, saat ini anak–anak pun sudah sangat akrab dengan aneka gadget. Setelah bangun tidur tak jarang lebih banyak dihabiskan dengan meilhat gadget. Apalagi di era media sosial seperti saat ini, rasanya semua bisa dilihat dari gadget. Mulai dari hal–hal yang berkaitan dengan lifestyle, hobi, pengetahuan dan sebagainya. Mata terus bekerja padahal mengistirahatkan mata itu penting. Walaupun menyenangkan, tapi keseringan main gadget juga berdampak kurang baik untuk kesehatan mata. Pernah kalian berfikir jika mata butuh istirahat dari melihat aneka gadget dalam waktu tertentu. Karena jika dipaksakan lama-lama bisa mengganggu kesehatan mata. Apalagi jika penggunaan gadget tersebut di ruangan yang minim cahaya atau bahkan gelap. Mata mempunyai syaraf yang harus dijaga. Dan retina memiliki sel batang dan sel kerucut. Saat gelap atau terang, sel tersebut akan menyesuaikan agar bisa melihat terang atau gelap. Mata akan terganggu saat kita dalam posisi baca atau duduk yang salah. Oleh sebab itu posisi tubuh dan jarak pandang dari mata ke ponsel penting untuk menjaga kesehatan mata. "Ponsel yang jaraknya dekat dengan mata, posisi tubuh yang tidak baik saat memainkan gadget,” ungkap dokter spesialis mata tersebut saat ditanyakan mengenai apa-apa saja yang buruk untuk mata. Kita juga tidak disarankan melihat gadget terlalu lama saat minim cahaya. Hal ini menyebabkan mata akan bekerja keras mengadaptasi cahaya yang masuk pada mata. Lensa akan menggembung jika dibiarkan terlalu lama bekerja melihat layar saat gelap. Jadi sebaiknya sejam hingga dua jam perlu istirahatkan mata dengan melihat benda–benda jaraknya jauh. Cara Mengistirahatkan Mata “Yang dimaksud dengan mengistirahatkan mata bukan istirahat dari ponsel dan malah melihat TV atau komputer. Namun istirahatkan dengan melihat melihat benda jauh–jauh. Misalnya cukup duduk di teras sambil meilhat sekitar,” ungkap dokter spesialis mata tersebut. Jika hal ini terus dibiarkan, mata bisa memerah, berair, panas, hingga sakit kepala bahkan sampai mual dan muntah. Bahkan jika terus dibiarkan dan tidak berobat, akibatnya akan menjadi glukoma. Glukoma sebenarnya adalah penyakit bawaan dari lahir. Tapi, kalau ada yang terkena glukoma padahal tidak memiliki bawaan, biasanya dari pola hidup. Misalnya karena mata terlalu sering mendapatkan tekanan pada bola mata. Hal ini terjadi tidak hanya pada lensa tetapi juga otot mata, keduanya bekerja keras agar lensa bisa fokus pada objek yang kita lihat. “Akibatnya penglihatan tidak luas, karena saraf sudah tidak mendapatkan aliran darah lagi. Jika kronis sudah tidak ketahuan, maka perlu cek ke dokter mata,” ungkap dokter spesialis mata Hafizah. Tips Agar Mata Tak Mudah Lelah Saat duduk posisi tulang punggung harus lurus. Ini agar mata bisa pas mencari focus yang sesuai Jarak pandangan dengan gadget atau computer, minimal dua jengkal kita atau 30 cm Posisi lampu sebaiknya di belakang posisi kita saat menggunakan laptop Hindari menggunakan HP di tempat gelap terlalu lama Setelah satu sampai dua jam di depan leptop, usahakan istirahatkan mata selama dua sampai lima menit. Dengan melihat ke luar ruangan Cuci mata atau kompres mata dengan air dingin saat terasa lelah Ilustrasi gambar oleh Soroush Karimi - Published: 2018-07-29 - Modified: 2020-07-29 - URL: https://primayahospital.com/bedah/penyakit-tiroid-dan-pembedahan/ - Kategori: Bedah, Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: pembedahan, penyakit tiroid, rumah sakit, terapi tiroid Penyakit Tiroid menjelaskan mengenai Thyroid (tiroid) dan Pembedahan. Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh Anda. Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid), menurut Abdul, Sp. B(k) – Dokter Spesialis Bedah konsultan Onkologi dari Primaya Hospital Tangerang. Kelenjar paratiroid yang juga merupakan permasalahan tiroid berada di leher yang mana kelenjar ini berada bersamaan dengan adanya kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid sering disebut sebagai kelenjar anak gondok. Kelenjar paratiroid akan menghasilkan hormon paratiroid (parathormon). Kelenjar paratiroid terletak di posterior (belakang) lobus fungsi kelenjar tiroid. Bentuk/struktur kelenjar Paratiroid: Berwarna kekuning-kuningan Diameter 4-7mm Mirip jaringan lemak Biasanya ditemukan 4 buah yaitu: 2 di kutub atas tiroid dan 2 di kutub bawah Berat keseluruhan 120-140mgr Selain itu Dokter - Dokter Spesialis Bedah konsultan Onkologi juga menerangkan mengenai Kanker Tiroid yaitu: Kanker sistem endrokin terbanyak Nodul pada tiroid: 10-30% merupakan keganasan Di Indonesia, kanker ini menempati urutan 9 terbanyak Penyakit Tiroid lainnya adalah Nodul tiroid. Nodul Tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang terbentuk dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista, dan jumlahnya juga bisa lebih dari satu. Nodul tiroid jarang menyebabkan gejala, sehingga umumnya hanya terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum. Namun apabila nodul yang tumbuh berukuran besar, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan. Terkadang nodul tiroid dapat memproduksi hormon tiroksin sehingga menimbulkan gejala hipertiroidisme. Indikasi operasi pada nodul tiroid: Hasil FNAB mencurigakan keganasan atau lesi folikuler Massa pada tiroid dengan paralisis pita suara Nodul Tiroid pada pasien usia < 20 tahun atau > 60 tahun dengan ditemukannya sel-sel atipic pada FNAB Terdapat riwayat paparan radiasi dan di leher Hyperfunctioning Thyroid Nodul pada pasien muda yang gagal dengan terapi medikal atau menolak terapi medikal Symptomatic Multinodular Goiter (disfagia, kesulitan tidur terlentang, suara serak) Pembedahan dan Terapi Penyakit Tiroid Pembedahan: Open Open + Endoscopic: midline, facelift Endolaparoscopy Robotic surgery Terapi hormon tiroid: Pada kasus jinak dimana pasien menjalani total tiroidektomi, levotiroksin digunakan hanya sebagai substitusi. Syaratnya adalah kadar FT4 harus normal Pada kasus ganas dan pasien menjalani total tiroidektomi, levotiroksin digunakan untuk substitusi sekaligus supresi yaitu menekan kadar TSHs untuk memastikan terhentinya pertumbuhan sel kanker tiroid mikroskopis dan residual Jadi kesimpulannya pengetahuan dan pengenalan anatomi dari tiroid harus dipahami oleh ahli bedah, penanganan Nodul Tiroid yang dicurigai keganasan dengan pembedahan, pembedahan harus dilakukan dalam keadaan euthyroid. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat. Narasumber: dr. Abdul, Sp. B(k) Dokter Spesialis Bedah konsultan Onkologi Primaya Hospital Tangerang Ilustrasi oleh Exclusive Vectors on Freepik - Published: 2018-06-21 - Modified: 2020-11-09 - URL: https://primayahospital.com/gizi/hindari-obesitas/ - Kategori: Gizi, Terbaru - Tag: apa itu obesitas, diet, dokter spesialis gizi, dokter spesialis gizi terbaik, obesitas Kata-kata “hati-hati obesitas,” sering terdengar saat Idul Fitri sebab hari tersebut memperingati hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh. Makan sajian nikmat pada hari lebaran, seperti ketupat, rendang, opor, kue kering dan masih banyak lagi adalah hal yang normal. Namun jangan terbuai dengan menu nikmat lebaran ini terlebih lagi apabila pola makan tidak diatur dan dikontrol karena tanpa diduga, berat badan akan bertambah tanpa disadari, dengan kata lain kita bisa menjadi obesitas atau kelebihan berat badan. Apa itu Obesitas? Obesitas akhir-akhir ini semakin sering terdengar. Betapa tidak, jika dilihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 jumlah orang gemuk di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan data mencatat bahwa Indonesia berada pada peringkat 10 negara kelebihan berat badan atau obesitas terbanyak. Kondisi ini merupakan kondisi berlebihnya lemak tubuh sehingga terjadi kelebihan berat badan. Begitu tingginya angka penderita dan banyaknya komplikasi kesehatan yang ditimbulkan, membuat obesitas masuk ke dalam kategori penyakit. Bahaya Obesitas Kelebihan berat badan sebaiknya dihindari karena bisa membahayakan tubuh. Selain mengarah kepada penampilan, seseorang yang menderita kelebihan berat badan memiliki risiko mudah terkena penyakit lainnya seperti diabetes tipe 2, darah tinggi, kolesterol, asam urat, osteoatritis atau peradangan sendi. Kondisi ini juga bisa memicu terjadinya serangan jantung dan gangguan pernafasan. Tidak hanya itu obesitas bisa megakibatkan serangan stroke, gangguan kesuburan, hingga depresi. Penyebab Obesitas Pola makan yang tidak benar merupakan penyebab terjadinya obesitas. Apalagi di masa saat ini begitu banyak makanan yang mengandung tinggi lemak dan garam. Begitu pula makanan yang manis-manis dan berkarbohidrat tinggi. Ketika asupan kalori yang kita makan jauh lebih besar daripada yang keluar di situlah berpotensi terjadi obesitas. Berdasarkan hasil riset kesehatan, Indonesia memang mengalami peningkatan prevalensi kelebihan berat badan hingga hampir 30 persen, tidak jauh berbeda dengan angka prevalansi dunia. Riau merupakan salah satu provinsi dengan angka penderita obesitas yang tinggi. Deteksi Obesitas Untuk mengetahui seseorang menderita obesitas atau tidak sebaiknya dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Pengukuran komposisi tubuh dapat dilakukan dengan menggunakan timbangan komposisi tubuh. Alat ini bekerja untuk menghitung kadar lemak tubuh, kandungan otot, tulang, kadar air hingga usia sel metabolik. Namun ketika timbangan komposisi tubuh tidak ada, cara yang mendekati adalah melalui perhitungan indeks massa tubuh (IMT), di mana berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter. Hasil penghitungan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kelompok. Jika indeksnya di bawah 18,5 , artinya berat badan kurang , 18,5-22,9 berat badan ideal, 23-24,9 berat badan lebih (overweight), 25-29,9 obesitas derajat 1, di atas 30 masuk dalam kategori obesitas derajat 2. Misalnya berat badan 70 kg, lalu tinggi badan 170 cm (1,70 meter). Maka indeks massa badan adalah 70/(1,7x1,7) = 24,22. Dari angka tersebut, masuk ke kategori berat badan berlebih (overweight). Pengaturan pola makan yang sehat diperlukan bagi penderita obesitas. Sangat disarankan agar seseorang tidak sembarangan melakukan diet karena salah justru bisa mendatangkan kerugian bagi tubuh. Tidak jarang seseorang karena mau mengurangi berat badan dia melakukan diet yang salah. Contohnya tidak makan di saat jam makan (skipping meal), tidak mengonsumsi jenis makanan tertentu padahal asupan itu diperlukan oleh tubuhnya sehingga malah menimbulkan masalah baru. Pemeriksaan obesitas tidak selalu baru dilakukan ketika seseorang menderita penyakit karena obesitas. Ibarat pepatah yang mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati maka pemeriksaan kesehatan bisa saja dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami obesitas atau tidak dan melakukan terapi sebelum penyakit lain bermunculan. Penanganan Obesitas Untuk penanganan penderita, biasanya dilakukan treatment dan edukasi dalam penyusunan pola makanan dan asupan kalorinya. Tetapi dalam kondisi tertentu ada juga pasien yang diberikan obat. Dalam hal treatment memang semuanya akhirnya berpulang dari pasien apakah mau memenuhi penyusunan pola makan yang diberikan atau tidak. Biasanya pasien menuruti anjuran dari dokter. Ada kalanya diet yang salah mengakibatkan terjadi apa yang dinamakan sebagai sindrom yoyo, ibarat bermain yoyo yang naik dan turun. Seseorang yang memutuskan diet ketat dengan cara mengurangi asupan makanan secara drastis bisa saja tidak lama kemudian justru berat badannya naik lagi dan akan sulit menurunkannya. Untuk menghindari obesitas, disarankan untuk tidak berlebihan mengkonsumsi makanan yang manis-manis, makanan berminyak terutama lemak jenuh, sebaliknya tingkatkan asupan makanan kaya serat seperti dari buah, sayur, kacang-kacangan, serta gandum utuh. Jika merasa harus diet, datanglah ke dokter agar dapat konsultasi untuk mengetahui komposisi tubuh, berapa yang akan dikurangi secara bertahap dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung diet tersebut. Narasumber: dr. Imelda Goretti, M. Gizi, SpGK Dokter Spesialis Gizi Klinik Ilustrasi oleh yanalya - Published: 2018-05-27 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/mata/cara-merawat-mata-dengan-lensa-kontak/ - Kategori: Mata, Terbaru - Tag: Dokter Spesialis Mata Terbaik di Bekasi, Dr. Ratih Andriana Mutia Sp. M, Lensa Kontak, Merawat mata Lensa kontak berfungsi sebagai pengganti kaca mata, namun perlu diimbangi dengan cara merawat mata yang benar. Lensa kontak sangat memudahkan kita dalam beraktifitas dan tidak perlu khawatir akan kondisi kacamata yang mungkin memiliki risiko baret, pecah, patah atau hilang. Selain membantu melihat lebih jelas, lensa kontak juga tidak mengganggu penampilan. Banyak orang yang menggunakan lensa kontak sebagai salah satu pilihan yang populer untuk membantu penglihatan Anda yang bermasalah dan terkadang menjadi aksen pada penampilan. Dokter Ratih Andriana Mutia SpM, dokter spesialis mata Primaya Hospital Bekasi Barat, mengatakan untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan lensa kontak. “Kalau Anda tidak merawat lensa kontak Anda dengan baik dan benar, maka mata Anda dapat mengalami iritasi ataupun infeksi mata,” ujar dokter spesialis mata tersebut. Meski memiliki banyak keunggulan dari sisi perawatan, lensa kontak membutuhkan lebih banyak perhatian dibandingkan kacamata. Kondisi lensa kontak harus selalu higienis agar tidak menimbulkan masalah kesehatan seperti infeksi mata dan komplikasi penglihatan lainnya. Oleh sebab itu, orang yang menggunakan lensa kontak perlu memperhatikan kebersihan agar tidak menjadi penyakit. Cara Merawat Mata Dengan Lensa Kontak Dokter spesialis mata Primaya Hospital Bekasi Barat ini memberikan tips bagaimana merawat mata dengan benar bila menggunakan lensa kontak: Setiap pengguna lensa kontak harus punya kacamata. Jadi kalau mata merah, jangan pakai lensa kontak namun pakailah kacamata dahulu. Jangan memaksakan menggunakan lensa kontak jika mata sedang tidak sehat. Kalau mata sering merah setiap pakai lensa kontak, hentikan pemakaian lensa kontak tersebut. Tidak semua orang memiliki mata yang cocok untuk menggunakan lensa kontak, sebab perhatikan mata Anda terhadap gejala yang muncul karena penggunaan lensa kontak. Selalu cuci bersih dan keringkan tangan sebelum memasang atau melepas lensa kontak Anda. Jangan menyentuh lensa kontak dengan tangan yang kotor. Ketika tangan Anda tidak bersih dan menyentuh lensa kontak, akan ada kemungkinan iritasi mata. Selalu melepas lensa kontak sebelum tidur. Selelah apapun Anda saat berkegiatan, jangan sampai lupa melepas lensa kontak. Banyak orang yang terkena masalah karena tidur dengan lensa kontak terpasang. Gunakan cairan pembersih khusus lensa kontak sesuai anjuran dokter atau apotek. Rutin periksakan mata Anda minimal 1 tahun sekali. Berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis mata sangat disarankan. Tidak seluruh kerusakan dapat Anda lihat atau rasakan secara langsung. Oleh sebab itu pastikan Anda melakukan pemeriksaan secara holistik. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi oleh freepik exclusive vectors - Published: 2018-05-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/kanker-serviks-dapat-dicegah/ - Kategori: Kebidanan dan kandungan, Penyakit, Terbaru - Tag: Mencegah kanker serviks, rumah sakit terbaik di Bekasi, Serviks, Virus HPV - Translation Priorities: Optional Kanker serviks adalah suatu keganasan yang letaknya ada di rongga serviks atau di bagian serviks atau leher rahim. Setiap 1 jam di Indonesia, satu penderita kanker ini meninggal. Oleh sebab itu, penting untuk kita mempelajari kanker serviks. Dokter Bayu Agus Widianto Sp. OG - Dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan mengenai kanker serviks. Gejala Waktu adalah hal yang penting dalam penyembuhan kanker, semakin cepat dideteksi semakin baik. Perhatikan gejala-gejala awal kanker ini. Keputihan yang berbau dan sedikit mengganggu Berdarah pada saat melakukan hubungan suami isteri Pendarahan tanpa henti selama berbulan-bulan Kanker Serviks dan HPV “Kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Human Papillomavirus itu macam-macam tapi yang menyebabkan kanker yang mengenai wanita ini biasanya adalah tipe 16 dan 18. Ada pula yang disebabkan oleh tipe 51, tipe inilah yang sudah berbahaya,” ujar dokter spesialis kandungan dan kebidanan tersebut. Namun, siapa yang berisiko terkena kanker ini? Setiap wanita berisiko terutama orang-orang yang berhubungan badan terlalu awal. Bagaimana cara bekerjanya Human Papillomavirus? Virus ini masuk ke dalam bagian dari serviks, virus tersebut masuk ke dalam tubuh bersifat lokal, dan virus HPV akan berdiam selama bertahun-tahun, biasanya sampai 10 tahun. “Makanya gejala itu selalu muncul 10 tahun setelah pertama kali terkena HPV,” tambah dokter Bayu Agus. Pencegahan Kanker ini dapat dicegah. Yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker ini adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual terlalu dini. Selain itu lakukanlah skrining atau deteksi secara rutin, seperti pap smear ataupun hybrid capture atau melihat HPV-nya dengan pemeriksaan laboratorium. Apabila sudah melakukan screening, nanti hasilnya akan berupa klasifikasi mulai dari awal sampai yang lesi pra-kanker, hingga kondisi kanker. Apabila masil lesi pra-kanker awal, pasien masih bisa melakukan imunisasi. Dokter Bayu, dokter spesialis kebidanan dan kandungan tersebut menyimpulkan bahwa kanker serviks mengancam semua perempuan. Oleh sebab itu diharapkan para perempuan melakukan screening atau pemeriksaan secara rutin. Yang paling baik adalah jika muncul kesadaran untuk melakukan vaksinasi sebagai pencegahan. Jangan takut, kanker serviks bisa dicegah dan diobati selama belum mencapai stadium akhir. Dengan menyadari faktor-faktor risiko serta penyebab dari kanker ini, diharapkan banyak orang dapat melindungi diri serta orang-orang terkasih. Periksakan kesehatan Anda di Primaya Hospital Bekasi Barat jika ada gejala yang membuat Anda khawatir, dan jangan ragu untuk mengonsultasikan kesehatan Anda. Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan. Artikel terkait: Perlukah Ibu Hamil Berpuasa? Pemeriksaan Awal Kehamilan Kanker Serviks Skrining dan Pencegahan - Published: 2018-05-27 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/urologi/tindakan-eswl-untuk-pecahkan-batu-ginjal/ - Kategori: Terbaru, Urologi - Tag: Batu Ginjal, Dr. Muhammad Fitrah. Sp.U, ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), Pemecahan batu ginjal tanpa operasi Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan prosedur tindakan untuk memecahkan batu di saluran kemih yang dilakukan dari luar tubuh. Jadi tanpa melukai tubuh dan tanpa memasukan alat apapun ke dalam tubuh, jelas dokter Muhammad Fitrah, Sp. U - Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Bekasi Barat. “Prosedurnya bisa dilakukan saat pasien sadar tanpa pembiusan hanya diberikan obat penghilang rasa sakit. Lalu, pasien dengan posisi tidur, alat ESWL itu ditempelkan ke badan pasien dan dengan gelombang kejut. Batu ginjal akan dipecahkan sehingga pecahan-pecahan batu tadi yang ada di dalam tubuh pasien. Bisa dikeluarkan melalui kencing pasien,”ujar dokter spesialis urologi tersebut. Mengapa melakukan Tindakan ESWL? “Kenapa kita sampai melakukan tindakan ESWL? Hal itu kita lakukan tindakan apabila pasien mengalami batu saluran kemih. Batu itu bisa mulai dari ginjal, disaluran bagian bawah yang kita sebut ureter bahkan sampai ke batu di kandung kemih atau biasa disebut batu bulih-bulih,” terang dokter spesialis Primaya Hospital Bekasi Barat. Prosedur ini bisa kita lakukan pada batu-batu yang ukurannya optimal untuk tindakan ESWL yaitu kurang dari 2 cm atau 20 mm. Tindakan ESWL ini dilakukan sekitar 1-1,5 jam tergantung dari besarnya batu itu sendiri dan posisi batu itu sehingga kita bisa tahu bahwa dari alat ini ada batas maksimalnya. “Antara batu ginjal dengan batu ureter memiliki perbedaan jumlah tembakannya. Jadi pasien tidak perlu takut karena tindakan ini tanpa memasukkan alat apapun dan pasien dapat dengan santai dilakukan,” tandasnya. Sebelum dilakukan tindakan ESWL ini kita melakukan pemeriksaan penunjang. Di antaranya pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi darah dan fungsi faktor perdarahan serta faktor pembekuan darah. Sebab, hal itu penting pada saat ditembak nanti. Selama prosedur tindakan ini pasien tidak usah berpuasa karena pada saat dilakukan tindakan ini tidak perlu pembiusan. Pada terapi ESWL, pasien hanya diberikan obat penghilang rasa sakit saja. Dan yang perlu diingat dan hati-hati adalah pasien dengan gangguan pendarahan. Apabila pasien itu mengkonsumsi obat-obat pengencer darah dan pada ibu hamil maka prosedur tindakan ESWL ini tidak bisa dilakukan karena akan berbahaya. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. - Published: 2018-05-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/paru/tbc-tuberculosis/ - Kategori: Paru, Penyakit, Terbaru - Tag: Dokter spesialis paru terbaik di Bekasi, Dr. Etty Sumiyeti. Sp.P. M.Kes, rumah sakit terbaik di Bekasi - Translation Priorities: Optional Tuberkulosis yaitu suatu kuman dengan nama Mycobacterium tuberculosis yang sering menyerang paru karena penyebaran dari kuman TBC adalah melalui udara atau air borne infection. Penyakit ini disebut TB Paru (Tuberkulosis Paru) karena sebanyak 78% memang mengenai paru. Namun, sebenarnya tuberkulosis itu bisa juga mengenai kelenjar getah bening, tulang, ginjal, atau mengenai otak yang disebut meningitis TB. “Jadi penularan dapat terjadi melalui saluran nafas pada waktu kita bertemu dengan penderita TBC yang positif. Kebetulan penderita tersebut batuk, lalu terhirup oleh kita yang sehat sehingga kita tertular oleh penyakit itu karena memang penularannya melalui udara,” ujar dr. Etty Sumiyeti, Sp. P. M. Kes - Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi. Pencegahan Tuberkulosis Bagaimana cara mencegahnya? Dokter spesialis tersebut menjelaskan bahwa pencegahannya adalah sebaiknya bila kita dikeramaian umum atau kendaraan umum menggunakan masker. Penyakit ini bisa disembuhkan, hanya saja pengobatannya agak lama karena sifat khusus dari kuman mycobacterium tuberculosis yaitu pengobatannya minimal 6 bulan. “Pada umumnya sebagian kalau berobat teratur bisa sembuh dengan baik. Tapi kalau berobat terputus-putus itu menimbulkan kumannya menjadi resisten terhadap obat,” terangnya. Masalah itulah yang menyebabkan Indonesia tidak tuntas pengobatan TBC. Hal ini disebabkan karena pasien atau penderita tidak tekun berobat selama 6 bulan sehingga menimbulkan kuman resisten. “Bila kita tertular oleh kuman yang resisten itu pengobatannya lebih sulit, lebih lama lagi dan dengan obat yang khusus,” imbuhnya. Salah satu gejala TBC adalah batuk selama kurang 3 bulan kemudian demam, berat badan menurun, kadang-kadang muncul sesak napas. Bisa juga paling sering adalah batuk berdarah. “Jadi pasien datang dengan keluhan batuk berdarah, setelah di foto rontgen kemudian kita baru mengetahui bahwa ini adalah Tuberculosis Paru,” jelas dokter Etty. Pada umumnya pasien TB diberi 4 panduan obat. 4 panduan obat itu diminum 2 bulan pertama yaitu fase intensif sisanya 4 bulan kemudian akan diberikan obat sekitar 2 atau 3 obat sampai 6 bulan. Tapi bilamana ada penyakit penyerta diabetes seperti HIV maka harus mendapatkan pengobatan tertentu. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. - Published: 2018-05-27 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/tht/apa-itu-penyakit-amandel/ - Kategori: Terbaru, THT - Tag: Amandel, Dokter spesialis THT, dr. Vika Aryan Sari. Sp-THT.KL, rumah sakit terbaik di Bekasi, Tonsilitis Amandel adalah dua buah jaringan berbentuk oval yang berada dibagian kanan dan kiri mulut kita. Fungsi amandel adalah sebagai pertahanan tubuh lokal atau imunitas lokal disaluran nafas atas. Kadang kala terjadi peradangan pada jaringan amandel yang disebut dengan tonsillitis atau penyakit amandel," ujar dr. Vika Aryan Sari, Sp-THT. KL adalah Dokter Spesialis THT dari Primaya Hospital Bekasi. Gejalanya adalah: Nyeri saat menelan disertai demam Sulit untuk makan dan minum Kemudian pada pemeriksaan kita dapatkan amandel yang bengkak, kemerahan, sering disertai detritus atau putih-putih di daerah amandel disertai dengan pembengkakan pada daerah leher kanan dan kiri. “Sebagian besar tonsilitis disebabkan oleh virus dan apabila karena virus maka biasanya gejalanya tidak terlalu berat dan bisa sembuh sendiri sedangkan bila disebabkan oleh bakteri biasanya akan lebih berat, lebih sakit, lebih lama sembuhnya,” ujar dokter Vika. Tips menanggulangi penyakit amandel Apabila kita memang memiliki radang amandel maka untuk mencegah peradangan berulang kita harus sering banyak minum air putih. Kemudian jaga makanan-makanan dari makanan-makanan yang mengiritasi seperti es, gorengan, minyak, dan pedas. “Tapi apabila memang Anda sudah terindikasi untuk di operasi harus diangkat amandelnya maka tidak perlu khawatir karena teknologi saat ini memungkinkan untuk pengangkatan amandel dengan prosedur yang lebih ringan, pendarahannya lebih sedikit dan penyembuhan nyerinya juga lebih rendah,” tutup dokter spesialis THT Primaya Hospital Bekasi tersebut. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Pressfoto. ru - Published: 2018-05-27 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/gangguan-kulit-pada-batita/ - Kategori: Kulit dan Kelamin, Penyakit, Terbaru - Tag: Dokter spesialis Kulit dan Kelamin Terbaik di Bekasi, dr. Bambang Dwipayana. Sp.KK, rumah sakit terbaik di Bekasi - Translation Priorities: Optional Ada berbagai penyakit atau gangguan kulit yang umumnya dialami oleh batita. Sebaiknya para orang tua mengetahuinya. Untuk mencegah agar hal tersebut tak terulang lagi. dr. Bambang Dwipayana, Sp. KK – spesialis kulit dari Primaya Hospital Bekasi mengatakan bahwa biang keringat yang dalam istilah medis disebut miliaria sering menyerang pada saat cuaca panas. Pencegahannya yaitu Pilihlah pakaian yang berbahan katun karena mudah menyerap keringat. “Namun jika sudah basah, maka jangan lupa untuk menggantinya, karena pakaian yang basah tidak bisa menyerap keringat dan bisa mengakibatkan terjadinya penumpukan keringat,” ujar dokter Bambang. Sedangkan bila anak yang mengalami alergi makanan tertentu, umumnya bisa menimbulkan reaksi berupa bentol-bentol merah di kulit yang bisa terjadi di seluruh tubuh dan berpindah-pindah. “Untuk mencegah terjadinya alergi makanan, maka makanan yang diduga menjadi penyebabnya tidak dikonsumsi lagi,”tambahnya. Gangguan Kulit Eksim Penyakit kulit lainnya pada batita adalah jenis eksim. Eksim adalah radang pada kulit yang terjadi pada orang-orang yang memiliki kecenderungan alergi atau atopi. Eksim Atopi merupakan sifat bawaan, sehingga tidak bisa dicegah. “Namun, eksim ini bisa terjadi pula akibat terlalu lama berada diruangan ber-AC serta penggunaan bahan-bahan perawatan kulit anak yang mengandung pewangi atau pewarna bisa mengiritasi kulit anak yang memiliki eksim atopi,”tandasnya. Untuk itu ketahuilah reaksi kulit pada anak sedini mungkin sehingga kita bisa tahu pencegahannya. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. - Published: 2018-05-27 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/kejiwaan/kenali-gejala-depresi/ - Kategori: Kejiwaan, Terbaru - Tag: Depresi, Dokter Spesialis Kejiwaan, Dr. Feranindhya Agiananda. SpKJ (K), Psikiater, rumah sakit terbaik di Bekasi Kehidupan di perkotaan membuat seseorang rentan mengalami tekanan yang dampak berdampak pada kesehatan jiwa dan raga. Salah satu dampaknya adalah depresi. Kenali gejala depresi lebih awal, dan beri penanganan yang tepat. Dr. Feranindhya Agiananda. SpKJ (K) - Spesialis Kesehatan Jiwa/Psikiater Primaya Hospital Bekasi menjelaskan bahwa belakangan ini kita banyak mendengar bahwa banyak fenomena orang-orang mengalami suatu kondisi yang disebut sebagai depresi. “Depresi itu adalah kondisi ketidakstabilan mental emosional yang biasanya memang ditandai dengan adanya gangguan suasana perasaan, pikiran dan perilaku yang terlihat sebagai kondisi murung, sedih, tidak bersemangat dan biasanya menganggu aktifitas sehari-hari,”ujarnya. Banyak orang yang menganggap bahwa depresi ini merupakan suatu tanda dari kelemahan mental seseorang sehingga banyak kemudian mencoba untuk mengabaikan penyakit tersebut. “Namun sebetulnya depresi ini adalah sebuah penyakit yang dapat diobati, karena memang kondisi depresi ini bisa terjadi pada semua orang, pada semua usia, tidak mengenal apakah itu seorang laki-laki atau perempuan atau dengan berbagai status sosial ekonomi,”tandasnya. Gejala Depresi Untuk mengetahui apakah kita terkena depresi, biasanya dapat dilihat dari adanya perubahan kondisi emosional dari seseorang. Seseorang yang biasanya aktif, kemudian akan menarik diri dari lingkungannya. Kerap terlihat murung, sedih, kehilangan minat untuk melakukan hal-hal yang biasanya dia sukai. Kemudian biasanya dia juga disertai dengan penurunan nafsu makan, adanya gangguan tidur, kelelahan yang tidak biasanya kemudian juga dapat disertai dengan penurunan gairah seksual, keinginan untuk bersosialisasi dengan rekan sejawatnya dan juga kadang disertai dengan beberapa keluhan fisik seperti misalnya sakit kepala, mual, berdebar-debar dan gangguan pencernaan. Apabila kita terkena depresi jangan khawatir karena depresi ini adalah suatu penyakit yang dapat diobati. “Pengobatan yang utama dari depresi biasanya adalah dengan pemberian pengobatan yang kita sebut sebagai anti depresan. Dengan pengobatan yang baik dan tepat depresi dapat disembuhkan,”jelas Dokter Feranindhya. Primaya Hospital Bekasi memiliki layanan kesehatan jiwa yang lengkap dan komprehensif. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Exclusive Vectors on Freepik - Published: 2018-05-27 - Modified: 2020-12-06 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/ragam-diabetes-mellitus/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: diabetes mellitus, Dokter spesialis penyakit dalam terbaik di Bekasi, rumah sakit terbaik di Bekasi Dokter Dara Deanita yang merupakan dokter umum dari Primaya Hospital Bekasi menjelaskan mengenai ragam diabetes mellitus dengan mengkalsifikasikannya menjadi: Ragam Diabetes Mellitus berdasarkan ketergantungan terhadap insulin 1) Tipe tergantung insulin (DMTI/IDDM) Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa. Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal. Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. 2) Tipe tak tergantung insulin (DMTTI/NIDDM) Non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM) merupakan tipe diabetes melitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen. Pada NIDDM ditemukan ekspresi SGLT1 yang tinggi, rasio RBP4 dan hormon resistin yang tinggi, peningkatan laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis pada hati, penurunan laju reaksi oksidasi dan peningkatan laju reaksi esterifikasi pada hati. Diabetes melitus tipe 2 dapat dicegah atau diperlambat munculnya dengan mengembangkan Pola Hidup Sehat: Pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah Olahraga 3 kali dalam seminggu, masing-masing setidaknya 20 menit Jaga berat badan ideal Menghindari rokok Mengurangi asupan alkohol Ragam Diabetes Mellitus: Diabetes Kehamilan (GDM) Diabetes melitus gestasional (GDM) adalah diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya. Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan. Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Risiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka. Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan vaskular. Dokter Dara Deanita selaku dokter umum Primaya Hospital Bekasi juga menjelaskan faktor risiko terkena diabetes antara lain: Riwayat Keluarga Obesitas Atau Kegemukan Usia Yang Semakin Bertambah Gejala diabetes mellitus Sering buang air kecil Mudah lapar dan haus Berat badan menurun Luka sulit sembuh Impoten Kesemutan Dikatakan menderita Diabetes Mellitus apabila menderita dua dari tiga gejala yaitu: Keluhan TRIAS: Keluhan Utama diabetes melitus secara klasik disebut sebagai trias diabetes (polifagi, poliuri, polidipsi). Namun, belakangan lebih disukai untuk menggunakan patokan 3 gejala utama diabetes sebagai polidipsi (banyak makan dan minum), poliuria (banyak kencing) dan penurunan berat badan. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120 mg/dl Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl Tes toleransi glukosa Oral (TTGO) Untuk itu Dokter Dara Deanita menghimbau kepada para penderita diabetes untuk melakukan pengelolaan diabetes miletus: Perencanaan makanan Olahraga (aktivitas fisik) Minum obat teratur Edukasi/Penyuluhan Primaya Hospital Bekasi sangat peduli terhadap kasus Diabetes Mellitus, para dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum Primaya Hospital terus mengampanyekan untuk para penderita Diabetes Mellitus agar selalu menjaga pola hidup sehat dan rutin kontrol kesehatan di Primaya Hospital. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh wei tang - Published: 2018-05-27 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/umum/virus-zika-ayo-kenali-dan-cegah/ - Kategori: Terbaru, Umum - Tag: rumah sakit terbaik di Bekasi, Virus Zika Virus Zika (ZIKV) merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus ini dapat menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam Zika atau penyakit Zika. Virus ini belum banyak dikenal oleh khalayak umum, oleh sebab itu yuk pelajari virus ini lebih lanjut. Gejala Virus Zika Dr. Bunga Sukmapermata selaku dokter umum dari Primaya Hospital Bekasi menjelaskan bahwa gejala dari virus zika hampir sama dengan Demam Berdarah Dengue dan pasien yang punya riwayat perjalanan ke negara di benua Amerika. Demam Zika adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegpti – jenis nyamuk yang juga menularkan demam berdarah dan chikungunya. Nyamuk Aedes Aegpti menyebarkan virus Zika dengan cara mengisap virus dari orang yang terinfeksi, kemudian menularkannya ke orang yang sehat. “Pertolongan pertama untuk penderita Zika adalah dengan konsumsi obat penurun panas lalu langsung temui dokter,” ujar dokter Bunga. Kita bisa mencegah virus ini dengan menggunakan lotion nyamuk, hindari juga pergi ke negara endemiknya dan jaga lingkungan tetap bersih. “Virus ini paling mengerikan bila terkena pada ibu hamil karena bisa membuat gangguan pertumbuhan janin,” tambah dokter Primaya Hospital tersebut. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021-88855222. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Prakasit Khuansuwan - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/bedah/pembedahan-anak-dengan-laparoskopi/ - Kategori: Anak, Bedah, Terbaru - Tag: dokter spesialis bedah, laparoskopi Pembedahan dengan sayatan yang minimal saat ini semakin menjadi trend sebagai pelayanan unggulan rumah sakit. Dahulu, operasi sering meninggalkan bekas luka cukup besar, rasa nyeri pasca bedah yang signifikan dan pemulihannya pun memerlukan waktu yang lebih lama. Sedangkan untuk pembedahan anak, saat ini banyak pembedahan minimal invasif yang menjadi pilihan utama sebagai solusi permasalahan pembedahan anak. Dr. Alifi Maulidyan, SpBA – Dokter Spesialis Bedah Anak dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan pembedahan minimal invasif memerlukan peralatan yang kecil dan sayatan lebih sedikit dibandingkan pembedahan tradisional. Dengan metode ini, pembedahan anak umumnya pulih dalam dalam waktu yang lebih singkat dan luka operasi pun sangat tersamar. Biasanya anak bahkan dapat kembali kembali ke aktivitas normal, bermain dalam waktu yang sangat singkat. Keuntungan Pembedahan Minimal Invasif untuk pembedahan anak dibandingkan Pembedahan Konvensional cedera yang minimal pada jaringan tubuh. Pembedahan minimal invasif dilakukan dengan cara melakukan sayatan yang kecil di rongga perut, kemudian dengan bantuan kamera akan mencari permasalahan di rongga perut secara akurat. Dengan demikian, bagian tubuh yang mengalami manipulasi sangat minimal dan tindakan pun akan sangat terfokus & akurat. nyeri yang jauh lebih ringan dibanding pembedahan tradisional, mengingat sayatan yang sangat minimal mengurangi perdarahan scar/bekas luka dan jaringan parut yanglebih minimal masa perawatan yang lebih singkat Bagaimana Pembedahan Anak Invasif Dilakukan? Pembedahan minimal invaid filakukan dengan memasukkan port melalui sayatan yang kecil (key-hole incisions) di rongga perut atau dada. Umumnya, jumlah sayatan yang diperlukan adalah 3-4 buah. Kamera dengan diameter yang kecil -disebut endoscope- akan dimasukkan melalui port. Kamera inilah yang memberikan pencitraan resolusi tinggi mengenai kondisi di dalam perut anak. Instrumen lain (seukuran diameter pulpen) akan masuk melalui port untuk melakukan prosedur pembedahan. Metode ini sangat berbeda dengan teknik tradisional. Sayatan yang umumnya lebih besar pada bedah konvensional berhubungan dengan jaringan sehat lebih banyak mengalami cedera, rasa nyeri pasca bedah lebih signifikan dan penmulihanpun lebih lama. Single Incision Laparoscopic Surgery/Pembedahan Laparoskopi Satu Sayatan Dengan inovasi teknologi kesehatan, saat ini pembedahan minimal invasif pada perut memungkinkan untuk dilakukan hanya dengan satu sayatan kecil pada pusar (umbilikus). Port khusus akan dimasukkan, dan kemudian prosedur pembedahan dilakukan seluruhnya melalui sayatan di pusar. Permasalahan bedah anak yang sangat cukup sering - seperti radang usus buntu (appendisitis), hernia, dan undesensus testis dapat dilakukan melalui pendekatan single incision laparoscopic surgery. Mengingat bekas sayatan pada teknik ini amatlah kecil, kadang teknik ini juga dikenal sebagai almost no scar surgery. Kondisi Apa Saja yang Bisa Ditangani Dengan Bedah Minimal Invasif? radang usus buntu (appendisitis) hernia undesensus testis (testis tidak turun) reseksi saluran cerna biopsi hati (liver biopsy) kolesistektomi (pengangkatan kandung empedu) splenectomy kista/massa ovarium anak dan remaja evaluasi nyeri perut kronis evaluasi trauma penyakit Hirschsprung stenosis pilorus hipertrofi Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan janin. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak menyediakan imunisasi anak dan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan pendengaran BERA serta OAE dan medical check up dengan dokter spesialis anak. Temukan jadwal dokter anak kami di sini. Simak juga tips untuk menemukan dokter anak yang bagus dan tepat untuk buah hati Anda di sini untuk melakukan konsultasi dokter anak. Artikel terkait: Mengenal Lebih Dini Penyakit Jantung Bawaan Anak Menjalin Kedekatan Orang Tua dan Anak DBD (Demam Berdarah Dengue) pada Anak - Published: 2018-04-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/gigi/bahaya-gigi-berlubang/ - Kategori: Gigi, Penyakit, Terbaru - Tag: dokter gigi, dokter gigi terbaik, gigi berlubang - Translation Priorities: Optional Rendahnya tingkat kesadaran dalam menjaga kebersihan dan pemeriksaan gigi secara rutin membuat banyak orang beresiko terkena gangguan gigi berlubang. Jika dibiarkan terus menerus, gigi berlubang akan berpengaruh pada kesehatan. Bahkan akan menimbulkan penyakit kronis yang berakibat fatal. Drg. Rai Swastini - Dokter Gigi Primaya Hospital Bekasi Timur mengatakan bahwa masalah gigi yang dianggap sepele justru bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh karena jika tidak ditangani dengan benar, gigi berlubang bisa menyebabkan infeksi dalam jaringan tubuh. Apakah Gigi Berlubang Itu? Gigi berlubang adalah gigi yang ada lubang hitam atau tanda hitam di bagian permukaan gigi, di samping gigi atau di bagian depan gigi. Penyebab gigi menjadi berlubang adalah sisa makanan yang tertimbun dan tidak disikat dengan bersih akhirnya menyebabkan karies. Bila sudah sampai ke bagian saraf gigi maka akan sakit dan tidak bisa tidur selama 2 malam. Hal itu harus dilakukan perawatan saraf gigi serta dilakukan 3 kali kunjungan untuk pengobatannya. Setelah dirawat itu akan diisi lagi, saraf giginya untuk kembali normal menjadi ke gigi yang sehat. Kemudian bila gigi sudah berlubang, lubangnya dibagian email itu akan ditambal permanen. Tapi kalau sudah mulai bagian saraf itu harus dilakukan perawatan saraf. Untuk pencegahannya adalah menyikat gigi pada pagi dan malam dan berkunjung ke dokter gigi 6 bulan sekali meskipun sedang tidak sakit gigi. Bagi orang yang merokok sebaiknya dibersihkan karang giginya setiap 6 bulan sekali sehingga gigi tidak cepat berlubang ataupun goyang. Serta janganlah makan yang manis-manis seperti coklat, gula-gula, ataupun makanan snack yang cepat membuat gigi berlubang. Untuk para anak-anak jangan meminum susu botol (dot) karena bisa menyebabkan gigi berlubang bila tidak rajin pula untuk menggosok giginya pagi dan malam. Primaya Hospital memiliki poliklinik gigi dengan fasilitas lengkap untuk merawat dan menjaga kesehatan gigi Anda. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Timur di 021 8267 9999. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Teerawut Masawat - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/gizi/pentingnya-konsep-gizi-seimbang/ - Kategori: Gizi, Terbaru - Tag: gizi seimbang, konsep gizi seimbang Saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep gizi berimbang. Jika kelebihan gizi akan menjadi masalah, kekurangan gizi pun menjadi masalah. Seperti apa konsep gizi seimbang secara sederhana yang bisa dipahami oleh masyarakat awam? dr. Monique C. Widjaja, MGizi, SpGK – Dokter Spesialis Gizi Klinis dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan bahwa konsep gizi seimbang: makanan yang dikonsumsi memenuhi unsur-unsur zat gizi yang lengkap (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan serat) dalam jumlah cukup tidak berlebihan dan tidak kekurangan, dan sesuai untuk kebutuhan tubuh. Bagaimana Praktik gizi seimbang dalam keluarga Frekuensi makan 3xsehari Makanan yang disajikan memenuhi kelengkapan zat gizi dalam jumlah cukup dan sesuai dengan kebutuhan keluarga Makanan yang disajikan bervariasi Tidak jajan di luar setiap hari Olahraga cukup Pengertian konsep "Piring Makanku" yang memenuhi kaidah gizi seimbang setengah dari piring makan berupa sayur dan buah beraneka jenis dan warna seperempat berupa protein baik hewani (telur/ayam/ikan/daging) maupun nabati (kacang2an), batasi konsumsi produk olahan seperempat berupa karbohidrat kompleks (biji2an/beras) artinya membatasi karbohidrat simpleks (gula, tepung2an dan produk turunan dari tepung) Konsumsi minyak secukupnya, sebisa mungkin bukan berasal dari gorengan Konsep Gizi Seimbang Untuk Berbagai Kondisi Gizi Seimbang Untuk Anak Usia Dini. Makan beraneka ragam makanan, kenalkan semua jenis makanan. Kurangi makanan yang manis/berasal dari tepung-tepungan dan turunannya, dan makanan yang terlalu asin/gurih. Biasakan untuk makan sayur dan buah beraneka ragam. Untuk menunjang pertumbuhan perhatikan asupan kalsium dan vit D. Jangan lupa aktivitas fisik yang cukup. Gizi Seimbang Untuk Perempuan Aktif Dan Produktif. Makan beraneka ragam makanan. Kurangi makanan cepat saji dan makanan olahan. Cukup minum air putih atau teh kopi tanpa gula. Perhatikan juga asupan kalsium dan vitamin D. Makan sayur dan buah beraneka ragam dalam jumlah yang cukup. Olahraga cukup. Cukup istirahat. Hindari stres. Konsep Gizi Seimbang Itu Menjauhkan Penyakit Terhindar Dari Obesitas Makan dalam jumlah cukup dan sesuai kebutuhan. Hindari cemilan / makanan dengan kadar gula/ garam terlalu banyak. Banyak makan sayur dan buah. Yang penting konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Sehingga semua nutrisi terpenuhi. Olahraga cukup minimal 3x seminggu. Hindari stres. Stop merokok dan minum alkohol. Mencegah Stunting Stunting artinya tinggi badan yang kurang atau anak pendek. Tinggi badan kurang menunjukkan kekurangan gizi yang sudah lama terjadi atau jangka panjang. Mencegah stunting dimulai sejak awal kehamilan. Kehamilan yg sehat juga ditentukan oleh status gizi ibu. Jadi anak perempuan/remaja perempuan harus disiapkan status gizinya agar dapat melahirkan anak yang sehat. Kebutuhan gizi saat hamil juga harus diperhatikan. Kecukupan berbagai zat gizi ditentukan dari apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Jangan terlalu membatasi atau berlebihan dalam hal makan. Setelah anak lahir, berikan ASI (Airs Susu Ibu). Konsumsi makanan ibu menyusui juga harus diperhatikan. Jika tidak memungkinkan ASI maka baru diberi susu formula yang tepat dan sesuai kebutuhan. Kecukupan nutrisi bayi sejak lahir juga menentukan status gizi anak. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Brooke Lark - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-kencing-manis-diabetes-mellitus/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: diabetes mellitus, penyakit kencing manis Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus) adalah penyakit serius yang kasusnya mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Jutaan orang di dunia didiagnosis terjangkit kencing manis karena gaya hidup tidak sehat dan kurang berolahraga. Dr. Khomimah, Sp. PD-KEMD, FINASIM - Dokter Spesialis Penyakti Dalam Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik dari Primaya Hospital Bekasi menjelaskan bahwa penyakit kencing manis ini bisa terjadi pada anak-anak hingga orang lanjut usia. Meskipun ini penyakit yang tidak bisa disembuhkan namun sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Penyakit kencing manis adalah suatu penyakit gangguan metabolik, yaitu gangguan metabolisme gula yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi melebihi normal. Hal ini disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh atau terganggunya kerja insulin dalam tubuh. Penyebab Penyakit Kencing Manis Apa sebenarnya penyebab terjadinya diabetes mellitus? Tidak ada penyebab yang pasti tetapi merupakan gabungan dari beberapa faktor resiko yaitu: Kegemukan Mereka yang jarang untuk olahraga Pola makan yang berlebihan Mereka yang memiliki anggota keluarga menderita diabetes atau kencing manis Mereka yang pernah, mengalami, menderita hipertensi kemudian penyakit jantung koroner atau gangguan pada metabolisme lemak atau disebut juga ‘hiperkolesterolemia’. Jadi apabila ada disekitar kita atau diri kita sendiri yang memiliki faktor risiko tersebut maka harus melakukan pemeriksaan kadar glukosa darahnya. Yaitu yang pertama kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah dua jam sesudah makan atau pemeriksaan HBA1C. Dan bila diperlukan, dilakukan pemeriksaan glukosa darah dengan toleransi tes glukosa oral untuk memastikan apakah yang bersangkutan menyandang diabetes atau tidak. Tatalaksana Penyakit Kencing Manis Penatalaksanaan pada kasus diabetes mellitus atau kencing manis ada lima pilar yaitu: Edukasi artinya bagi penyandang diabetes harus memahami dan harus bersahabat dengan diabetes. Bergaya hidup sehat, melalui pola makan. Melakukan latihan fisik atau meningkatkan aktifitas fisik, latihan fisik atau olahraga yang bersifat aerobic pilihannya yaitu bisa jalan cepat, lari, naik sepeda atau berenang. Lama latihannya sekitar 30 menit sehari dengan frekuensi 5x perminggu atau berselang satu hari. Obat-obatan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Memonitor kadar glukosa darah secara berkala sesuai dengan kepentingan atau sesuai dengan kadar glukosa darah penyandang diabetes. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Wei Tang - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/apa-itu-penyakit-wasir/ - Kategori: Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: umum, wasir Apa itu penyakit wasir? Meski sepele dan tidak mematikan, wasir tetap harus diwaspadai. Penyakit ini ditandai dengan rasa sakit terutama ketika buang air besar. Pola makan kurang serat bisa memperparah kondisi wasir sehingga berkembang ke stadium lanjut. Kenali penyakit wasir dan hindari faktor-faktor penyebabnya. dr. Julias Arief Komala Sp. B - Dokter Spesialis Bedah Umum Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa bahaya ambeien dapat menimpa pria dan wanita yang cenderung memiliki gaya hidup dan kebiasaan buruk, termasuk pola makan tidak sehat. Bahaya ambeien merupakan dampak buruk akibat buang air besar yang dipaksakan sehingga terjadi penekanan pada anus yang memicu pendarahan. Apa Itu Penyakit Wasir? Wasir atau Ambeien (Haemorhoid) adalah suatu keadaan dimana keluar benjolan di daerah anus atau lubang pembuangan akibat pembesaran pembuluh darah balik atau pembuluh darah venna. Pembesaran ini dapat diakibatkan oleh banyak hal, secara prinsip akibat peningkatan tekanan di pembuluh darahnya yang bisa ditimbulkan akibat meneran atau mengejan pada saat buang air besar, sering duduk lama selama pada saat buang air besar . Penyebab lain dari Wasir dapat juga ditimbulkan akibat kehamilan atau sering mengangkat beban berat. Lalu, apakah wasir dapat dihindari? Untuk menghindari wasir kita dapat melakukan pola hidup yang sehat misalnya banyak makan sayur atau makanan yang berserat, banyak minum air putih sekitar 6-8 gelas perhari, banyak makan buah dan tentunya buang air besar yang teratur dan juga tidak terlalu lama di kamar mandi saat buang air besar. Menjaga berat badan juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko wasir. Kunjungi Poli Bedah Primaya Hospital bila Anda memiliki keluhan seputar wasir atau Ambeien (Haemorhoid). Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Timur di 021 8267 9999. Semoga bermanfaat. - Published: 2018-04-11 - Modified: 2024-07-16 - URL: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/gangguan-pencernaan/ - Kategori: Penyakit, Penyakit Dalam, Terbaru - Tag: Dokter spesialis penyakit dalam, evasari, gangguan pencernaan - Translation Priorities: Optional Gangguan pencernaan bisa terjadi oleh siapa saja. Dr. Tirza, Sp. PD – Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan bahwa umumnya masyarakan menyepelekan masalah kesehatan padahal bisa berakibat fatal. Ada beberapa gejala penyakit yang menyerang lambung yaitu perut perih, mual/muntah, selera makan turun, lemas, pusing, sesak dan keringat dingin. “Namun di samping itu adapula gejala BAB berdarah, muntah darah dan nyeri dada terbakar,” imbuh dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Penyebab Gangguan Pencernaan Kita juga dapat mengetahui gangguan tersebut karena adanya kebiasaan makan tidak sehat di antaranya: Kebiasaan mengosumsi makanan yang serba lezat, berlemak dan berkolesterol tinggi Kebiasan makan makanan yang banyak mengandung zat-zat kimia tambahan/additive seperti zat pewarna, penyedap rasa, penyedap bau dan lainnya Kebiasaan makan dan minum minuman keras, misalnya alkohol Makanan yang sudah kadaluarsa (basi) atau tidak bersih Pola makan yang tidak teratur, seringkali terlambat, tergesa-gesa sehingga tidak sempurna mengunyah Menurut dokter Tirza spesialis penyakit dalam, pemeriksaan nyeri lambung (gastritis) dapat dilakukan dengan endoskopi, urea breath test, rontgen dan pemeriksaan feses. Oleh karena itu sangatlah penting kita menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Pencegahan yang dapat dilakukan terhadap gangguan pencernaan ini adalah: Konsumsi makanan yang cukup serat/cairan yang cukup Hindari mengonsumsi mie instan Hindari makanan yang mengiritasi lambung seperti pedas, asam, alcohol, kafein, rokok dan aspirin Makan sedikit-sedikit tapi sering Usahakan buang air besar secara teratur Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Evasari Hospital di 021 420 1515. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Asier Relampagoe Studio - Published: 2018-04-11 - Modified: 2022-03-23 - URL: https://primayahospital.com/saraf/apa-itu-stroke/ - Kategori: Saraf, Terbaru Apa itu stroke? Seiring dengan bertambahnya usia, Anda harus lebih waspada terhadap bahaya berbagai penyakit, salah satunya adalah stroke. Banyak yang beranggapan penyakit ini hanya menimpa orang tua saja, padahal banyak usia muda yang juga bisa terkena serangan penyakit stroke. Banyak orang belum memahami apa itu stroke sebenarnya. Dr. Yusi Amalia, Sp. S - Dokter Spesialis Saraf dari Primaya Hospital Bekasi mengatakan Stroke adalah kondisi rusak atau terganggunya otak secara mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak. Karena itu biasanya stroke berakibat fatal, bahkan bisa mengancam nyawa. Apa Itu Stroke? Stroke adalah salah satu penyakit di bagian saraf yang menyerang pembuluh darah di otak dan merupakan penyebab kecacatan nomer 1 di dunia. Penyakit stroke paling sering menyerang laki-laki dibanding perempuan. Terutama di usia lebih dari 45 tahun keatas. Stroke dibagi menjadi 2 yaitu stroke perdarahan dan stroke penyumbatan. Cara kita mengetahui stroke atau bukan dapat dilihat dari onsetnya, biasanya kalau penderita stroke onsetnya mendadak terus. Untuk mengetahui stroke pertama kali kita lihat biasanya ada gangguan motorik. Biasanya ada kelemahan pada lengan atau kaki. mulut mencong, gangguan bicara atau bisa juga disertai adanya sakit kepala terlebih dahulu. Apabila didapatkan gejala seperti tadi, ditambah onsetnya mendadak, kita harus curiga ini kearah stroke dulu. Apabila kita sudah mendiagnosis terdapat kecurigaan kearah stroke biasanya kita melakukan pemeriksaan-pemeriksaan terlebih dahulu. Salah satu pemeriksaannya adalah CT Scan untuk mengetahui apakah stroke pendarahan atau stroke penyumbatan, pemeriksaan laboratorium untuk mencari faktor resiko dan pemeriksaan lainnya seperti PF Neurologistnya untuk mencari kelemahan ada di sisi sebelah mana. Pengobatan untuk pasien stroke perdarahan akan dilihat sebesar apa perdarahannya, ada indikasi operasi atau tidak. Sedangkan untuk stroke penyumbatan biasanya kita berikan obat-obatan pengencer darah. Untuk preventifnya harus kontrol rutin, menjaga pola makan dan hidup sehat, penanganan stress. Kalau stroke tapi memiliki diabetes dan hipertensi maka harus minum obat rutin untuk menjaga jangan sampai hipertensi atau diabetesnya tidak terkontrol. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. - Published: 2018-04-11 - Modified: 2022-09-04 - URL: https://primayahospital.com/tht/gejala-sinusitis/ - Kategori: Terbaru, THT - Tag: Dokter spesialis THT, sinisitis Apakah yang dimaksud dengan Sinusitis? Sinusitis atau rhinosinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus dan rongga hidung. Sinusitis termasuk penyakit umum yang bisa menjangkit orang-orang pada segala umur. Gejala Sinusitis perlu dipahami dan dikenali. Dr. Selvina Maryones, Sp. THT-KL – Dokter Spesialis Telinga, Hidung & Tenggorokan dari Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskan bahwa Sinus merupakan ruangan-ruangan kecil yang saling berhubungan dan terdapat empat pasang sinus di dalam kerangka kepala manusia yaitu di belakang dahi, di kedua sisi dari batang hidung, di belakang mata, serta di belakang tulang. Gejala Sinusitis Utama Ingus yang kental Ingus di belakang hidung Hidung tersumbat Nyeri wajah penurunan dari fungsi penghidu Gejala Sinusitis Tambahan Nyeri kepala Bau mulut Nyeri di daerah gusi atau gigi rahang atas Batuk Nyeri telinga Demam Mengapa kita bisa terkena Sinusitis? Penyebab utamanya adalah pembengkakan dinding dalam hidung dan mukosa sinus. Pada Anak-anak biasanya dikarenakan alergi. Namun terdapat pula faktor pemicunya diantaranya adalah: Infeksi virus Infeksi Bakteri Infeksi jamur Infeksi gigi Serta kebiasaan merokok Bagaimana Cara Mengobati Sinusitis? Jagalah kebersihan hidung (sinus), khususnya selama serangan alergi dan demam terjadi. Gunakanlah kain lembut yang sebelumnya direndam dengan air hangat lalu ditempelkan pada pipi. Periksakan diri ke dokter, Primaya Hospital memiliki layanan poliklinik THT yang dilengkapi peralatan modern sehingga bisa mendeteksi gejala penyakit dan melakukan perawatan untuk kesehatan Anda. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Timur di 021 8267 9999. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Kate Mangostar - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/tht/minum-es-sebabkan-amandel/ - Kategori: Terbaru, THT - Tag: Amandel Banyak orang menganggap es sebabkan amandel. Namun, mari kenali dulu apa itu amandel sebenarnya. Radang pada amandel atau disebut dengan tonsillitis, merupakan infeksi yang terjadi pada tonsil, kelenjar getah bening di bagian belakang tenggorokan. Peradangan ini ditandai dengan batuk, sakit kepala, nyeri saat menelan, mual, sakit di sekitar leher, pilek, dan juga demam. Penyebab radang amandel atau tonsilitis pada umumnya adalah virus dan selebihnya disebabkan oleh bakteri. Dr. Vika Aryan Sari, Sp. THT – Dokter Spesialis Telinga, Hidung & Tenggorokan dari Primaya Hospital Bekasi menerangkan bahwa penyakit radang amandel biasanya membuat seseorang sulit menelan dan mengharuskannya menghindari minuman dingin seperti es krim. Benarkah Es Sebabkan Amandel? “Pada dasarnya penyebab radang amandel adalah infeksi atau masuknya kuman berupa virus atau bakteri. Tetapi ada hal-hal yang memudahkan masuknya kuman-kuman tersebut, seperti pergantian cuaca, udara yang kotor yang dapat menurunkan kekebalan tubuh kita juga makanan-makanan tertentu seperti es, es krim, permen dan makanan yang terlalu manis. Jadi benar bahwa es dapat mencetuskan radang amandel karena bersifat iritatif dan memudahkan masuknya kuman,” terang dokter Vika. Jika amandel disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik bisa digunakan. Selain dengan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang lunak, minum banyak air putih serta diberikan obat untuk mengurangi gejala yang ada. Bila amandel yang tergolong parah dan kerap kambuh, biasanya dokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal tersebut. Penyakit amandel dapat dicegah penyebarannya dengan selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek, dan memakai masker saat berada di tempat umum. Menjaga kesehatan adalah hal yang perlu kita lakukan. Kenali penyakit lebih dalam dan hindarilah. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Jez Timms - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/tht/bahaya-menggunakan-earphone/ - Kategori: Terbaru, THT - Tag: earphone, telinga, tht Penggunaan alat pendengar seperti earphone, headphone atau headset begitu akrab di telinga kebanyakan orang, karena sering dipakai untuk mendengarkan lagu atau suara lawan bicara dengan suara lebih jelas tanpa mengganggu orang lain. Namun tahukah Anda, bahaya menggunakan earphone? Misalnya penggunaan alat pendengar yang terlalu lama dan sering dapat mengganggu pendengaran bahkan tuli. Bahaya Menggunakan Earphone Dr. Vika Aryan Sari, Sp. THT – Dokter Spesialis Telinga, Hidung & Tenggorokan dari Primaya Hospital Bekasi menerangkan bahwa menggunakan headphone pada volume tinggi atau memakainya dalam jangka waktu yang panjang ternyata memiliki efek buruk pada kesehatan. Penggunaan earphone membuat sumber bunyi terlalu dekat dengan gendang telinga, sehingga suara yang masuk ke telinga terlalu keras dan mengganggu struktur rumah siput di telinga dalam. Rumah siput ini terdiri dari sel-sel rambut yang sangat halus, yang apabila diberikan suara terus-menerus dan keras maka dapat rusak. Kerusakan pada rumah siput berisfat permanen. Sehingga akan menyebabkan tuli yang permanen juga. Karena itu batasi penggunaan earphone dengan rumus 60 per 60. Artinya selama 60 menit perhari dengan volume maksimal 60%. Untuk menjaga kesehatan telinga Anda sebaiknya rutin kontrol setiap 6 bulan sekali ke dokter spesialis THT. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Eveningtao - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/umum/sehat-selama-liburan/ - Kategori: Terbaru, Umum - Tag: liburan, tips, umum Berlibur di antara kesibukan harian memberi begitu banyak manfaat pada diri seseorang, apalagi jika kita bisa sehat selama liburan. Bukan hanya menyeimbangkan hidup, tapi juga mampu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Ketika kita pergi ke tempat baru, setiap orang akan punya pengalaman berbeda dan pandangan baru tentang kehidupan. Itu sebabnya liburan dapat melepas hormon kortisol yang kerap menjadi biang keladi stres sehari-hari. Nah, agar agenda berlibur jadi makin maksimal, tentu tak ada salahnya kalau kita tetap menjaga tubuh agar bugar. Tubuh sehat akan membuat acara liburan semakin berkesan. dr. Achmad Yudha Aulia - General Practitioner Primaya Hospital Bekasi Timur memberikan tips untuk menjaga kesehatan selama berlibur. Tips Sehat Selama Liburan Saat liburan tidak ada salahnya tetap menjaga kebugaran tubuh dengan cara olahraga ringan agar sehat selama liburan. Umumnya ketika liburan kita banyak melakukan kegiatan aktivitas luar ruangan seperti berjalan kaki, makanya jika memungkinkan sebelum berangkat lakukan sedikit pemanasan untuk melemaskan otot yang tegang. Dengan begitu kesehatan kita akan tetap terjaga dan rencana traveling di hari berikutnya dapat berjalan sesuai rencana dengan tubuh yang lebih segar. Disaat kamu traveling dan memiliki jadwal yang cukup padat, satu hal yang penting kamu penuhi yaitu istirahat yang cukup. Jangan paksakan tubuh untuk terus beraktifitas tanpa mengenal waktu dan usahakan tetap tidur tidak kurang dari 6 jam agar kondisi tubuh tetap bugar. Vaksinasi flu sebaiknya dilakukan dua pekan sebelum liburan dimulai. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus flu. Namun dengan melakukan vaksinasi ini belum membuat Anda terbebas dari penularan penyakit, tindakan preventif seperti mencuci tangan tetap harus dilakukan. Suplemen merupakan salah satu barang yang wajib dibawa selama travelling. Apalagi yang merencanakan bepergian jauh dengan menempuh perjalan selama berjam – jam. Sebaiknya minum suplemen nutrisi guna meningkatkan stamina dan mencegah rasa lelah yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Stasiun, terminal, bandara maupun pelabuhan adl tempat2 dmn rawan penularan penyakit. Proteksi diri dgn menggunakan masker misalnya dpt menghindari penularan flu, batuk, pilek. Tidak lupa untuk bawa obat-obatan pribadi Anda agar sehat selama liburan. Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Timur di 021 8267 9999. Semoga bermanfaat. Ilustrasi gambar oleh Charisse Kenion - Published: 2018-04-11 - Modified: 2020-08-22 - URL: https://primayahospital.com/umum/efek-samping-kurang-tidur-untuk-tubuh/ - Kategori: Terbaru, Umum Tidur merupakan kegiatan mengistirahatkan tubuh dan pikiran, apabila tubuh kita kurang tidur maka menimbulkan efek samping yang berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Efek samping kurang tidur dapat muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidur adalah sebuah aktivitas akhir yang banyak dilakukan pada malam hari. Aktivitas tidur dapat membantu mengistirahatkan tubuh dan pikiran karena aktivitas yang dilakukan seharian penuh. Ada banyak sekali dampak berbahaya akibat kurang tidur, dr. Ishvara Riddhi P – General Practitioner Primaya Hospital Bekasi Timur menjelaskannya. Menurut Dokter Riddhi ternyata kurang tidur dapat menurunkan kualitas hormon saat melakukan hubungan intim. "Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada tahun 2002, menyebutkan bahwa orang yang menderita “Sleep Apnea” memiliki tingkat hormon testosteron yang rendah,"ujarnya. Penyakit akan mudah datang ketika tubuh anda terlalu diforsir dengan kegiatan yang memaksa Anda begadang. Banyak risiko penyakit jangka panjang akibat kurang tidur. Dokter Riddhi menyarankan Anda untuk tetap menghindari begadang sebisa mungkin karena tubuh kita dirancang dengan sebuah keseimbangan. Ada saatnya bekerja dan ada saatnya juga untuk istirahat atau tidur. Efek Samping Kurang Tidur Pusing, Susah Konsentrasi dan Gangguan Memori Muka Pucat dan lingkaran hitam di bawah mata Pola Makan tidak teratur Daya Tahan Menurun Mudah Mengantuk Bagaimana Cara Mengurangi Resiko Bahaya Begadang: Perbanyak Minum Air Putih Hindari Makanan Berminyak dan Cepat Saji Konsumsi Vitamin dan Biji Nabati Olahraga Sore Mandi Air Hangat di Pagi Hari Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Timur di 021 8267 9999. Semoga bermanfaat. ## Master Dokter - Published: 2026-07-06 - Modified: 2026-07-06 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-hardiansyah-m-kes-sp-n-fina/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Tangerang dr. Hendra Hardiansyah, M. Kes. , Sp. N, FINA merupakan Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Keunggulan dalam Layanan Neurologi Berbasis Bukti Sebagai dokter Spesialis Neurologi dengan gelar Fellow of the Indonesian Neurological Association (FINA), dr. Hendra Hardiansyah membawa standar keahlian tinggi dalam menangani berbagai tantangan kesehatan saraf. Beliau berfokus pada pendekatan klinis yang komprehensif, mengintegrasikan pemahaman medis mendalam dengan teknologi diagnostik terkini untuk memberikan solusi yang tepat bagi setiap pasien. dr. Hendra memiliki reputasi dalam menangani spektrum gangguan saraf yang luas, mulai dari manajemen kasus stroke yang kompleks, hingga penanganan nyeri kronis dan gangguan degeneratif. Beliau dikenal sangat cermat dalam mengevaluasi kondisi pasien, memastikan setiap tahapan pengobatan didasarkan pada data akurat untuk mengoptimalkan hasil klinis. Bidang Fokus Keahlian: Manajemen Stroke: Penanganan komprehensif fase akut, pencegahan sekunder, dan optimalisasi pemulihan fungsi saraf. Neurologi Klinis: Diagnosis dan terapi untuk migrain, sakit kepala kronis, vertigo, serta gangguan keseimbangan. Kelainan Otot & Saraf Tepi: Penatalaksanaan saraf terjepit, carpal tunnel syndrome, kelemahan otot, serta neuropati. Gangguan Kognitif & Neurodegeneratif: Pendekatan terukur untuk penyakit seperti Parkinson, Alzheimer, dan penurunan daya ingat. Nyeri Saraf: Intervensi untuk nyeri saraf wajah (trigeminal neuralgia) dan berbagai bentuk nyeri neuropatik. Dedikasi dr. Hendra tidak hanya terletak pada penyembuhan fisik, tetapi juga pada upaya memberikan edukasi yang jelas agar pasien dan keluarga dapat menjalani masa perawatan dengan lebih tenang dan terarah. - Published: 2026-07-05 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-elisabeth-shinta-maharani-sp-bmm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Bekasi drg. Elisabeth Shinta Maharani, Sp. BMM merupakan Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Bedah Mulut di Universitas Indonesia, sehingga memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kondisi dan gangguan pada rongga mulut, rahang, gigi, dan struktur terkait melalui tindakan bedah maupun non-bedah. drg. Elisabeth Shinta Maharani, Sp. BMM memiliki keahlian dalam diagnosis, perencanaan, dan tindakan bedah mulut, dengan pendekatan profesional, komunikatif, dan berfokus pada keselamatan serta kenyamanan pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Mulut Indonesia (PERDAMI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Bedah gigi bungsu (impaksi) Bedah korektif rahang dan tulang wajah Penanganan abses, kista, dan tumor mulut Perawatan trauma wajah dan rahang Implan gigi dan persiapan prostodontik Konsultasi pra- dan pasca-bedah mulut Edukasi perawatan mulut dan pencegahan komplikasi pasca-bedah - Published: 2026-07-05 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ray-sirvel-sp-ak/ - Spesialisasi: AKUPUNTUR - Tindakan Medis: Elektroakupunktur, Laser Akupunktur, Manual Akupunktur - Lokasi: Bekasi dr. Ray Sirvel, Sp. Ak merupakan Dokter Spesialis Akupunktur Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Akupunktur Medik di Universitas Indonesia serta memiliki keahlian khusus dalam memberikan pelayanan akupunktur medis sebagai terapi komplementer yang terintegrasi untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, meningkatkan fungsi tubuh, serta mendukung proses pemulihan pasien. Dengan keahlian di bidang Akupunktur Medik, dr. Ray Sirvel, Sp. Ak melakukan pendekatan terapi berdasarkan prinsip kedokteran modern dan evidence-based medicine, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Terapi yang diberikan bertujuan untuk membantu mengurangi keluhan, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung keseimbangan fungsi tubuh. dr. Ray Sirvel, Sp. Ak memiliki keahlian dalam menangani berbagai kondisi yang dapat diberikan terapi akupunktur medis, baik sebagai terapi mandiri maupun sebagai pendamping pengobatan medis lainnya. Setiap tindakan dilakukan melalui evaluasi kondisi pasien untuk menentukan metode terapi yang sesuai dan aman. Beliau merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Indonesia (PDAI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Terapi akupunktur medis untuk membantu mengurangi berbagai keluhan nyeri Penanganan nyeri muskuloskeletal seperti nyeri punggung, leher, bahu, dan sendi Membantu pemulihan cedera otot dan gangguan fungsi gerak Terapi pendamping pada kondisi tertentu seperti sakit kepala dan migrain Membantu mengatasi keluhan terkait gangguan tidur dan stres Terapi untuk membantu mengelola keluhan pencernaan tertentu sesuai indikasi medis Akupunktur sebagai terapi komplementer dalam mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh Edukasi mengenai manfaat, proses, dan keamanan terapi akupunktur medis - Published: 2026-07-05 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-natasha-yuwanita-m-ked-ped-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bekasi dr. Natasha Yuwanita, M. Ked (Ped), Sp. A merupakan Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di universitas Sumatera Utara, serta meraih gelar Magister Kedokteran (M. Ked) bidang Ilmu Kesehatan Anak yang mendukung kompetensinya dalam memberikan pelayanan kesehatan anak secara menyeluruh. dr. Natasha Yuwanita, M. Ked (Ped), Sp. A memiliki keahlian dalam menangani berbagai kondisi kesehatan anak, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, nutrisi, pencegahan penyakit, hingga penanganan berbagai keluhan kesehatan pada bayi, anak, dan remaja. Beliau memberikan pendekatan pelayanan yang komprehensif, komunikatif, dan berorientasi pada kesehatan serta kualitas hidup anak. Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Pemeriksaan kesehatan bayi, anak, dan remaja secara menyeluruh Pemantauan tumbuh kembang anak sesuai tahapan usia, gangguan pertumbuhan, nutrisi, dan masalah makan pada anak Penanganan penyakit anak umum seperti demam, batuk pilek, diare, dan infeksi lainnya Penanganan gangguan saluran pernapasan dan pencernaan pada anak Evaluasi alergi dan keluhan kulit yang berkaitan dengan kondisi anak Konsultasi imunisasi serta pencegahan penyakit pada bayi dan anak Konsultasi nutrisi dan pola makan untuk mendukung tumbuh kembang optimal Edukasi orang tua terkait pola asuh, stimulasi, dan perawatan kesehatan anak Beliau juga aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2026-07-05 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-tressy-charlote-marito-sp-bmm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Bekasi drg. Tressy Charlote Marito, Sp. BMM merupakan Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Bedah Mulut di Universitas Gajah Mada, sehingga memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kondisi dan gangguan pada rongga mulut, rahang, gigi, dan struktur terkait melalui tindakan bedah maupun non-bedah. drg. Tressy Charlote Marito, Sp. BMM memiliki keahlian dalam diagnosis, perencanaan, dan tindakan bedah mulut, dengan pendekatan profesional, komunikatif, dan berfokus pada keselamatan serta kenyamanan pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Mulut Indonesia (PERDAMI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Bedah gigi bungsu (impaksi) Bedah korektif rahang dan tulang wajah Penanganan abses, kista, dan tumor mulut Perawatan trauma wajah dan rahang Implan gigi dan persiapan prostodontik Konsultasi pra- dan pasca-bedah mulut Edukasi perawatan mulut dan pencegahan komplikasi pasca-bedah - Published: 2026-07-05 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-salman-al-wahaby-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Salman Al Wahaby, Sp. OT merupakan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh Pendidikan Spesialis Orthopedi di Universitas Hasanuddin dengan kompetensi dalam menangani berbagai kondisi yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, sendi, otot, ligamen, serta jaringan penunjang lainnya, baik akibat cedera maupun kelainan degeneratif. dr. Salman Al Wahaby, Sp. OT memiliki keahlian dalam diagnosis dan penanganan berbagai kasus orthopaedi dan traumatologi, termasuk cedera tulang dan sendi, gangguan muskuloskeletal, serta kondisi yang membutuhkan penanganan konservatif maupun tindakan pembedahan. Beliau memberikan pelayanan dengan pendekatan yang komprehensif, berbasis evidence-based medicine, serta mengutamakan pemulihan fungsi gerak dan kualitas hidup pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Cedera tulang, sendi, otot, dan jaringan penunjang akibat trauma Penanganan patah tulang (fraktur) dan komplikasinya Nyeri sendi dan gangguan muskuloskeletal Cedera olahraga (sports injury) dan gangguan akibat aktivitas fisik Kelainan degeneratif sendi seperti osteoarthritis Gangguan tulang belakang dan kelainan muskuloskeletal terkait Cedera ligamen, tendon, dan jaringan lunak sekitar sendi Kelainan bentuk tulang dan gangguan fungsi gerak Evaluasi serta interpretasi pemeriksaan penunjang seperti X-Ray, CT Scan, MRI, dan pemeriksaan terkait lainnya Penanganan kondisi orthopaedi dengan terapi konservatif maupun tindakan operatif sesuai indikasi medis - Published: 2026-07-05 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-atika-ghassani-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Tangerang dr. Atika Ghassani, Sp. KFR adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kondisi yang memerlukan rehabilitasi medis untuk membantu mengembalikan fungsi tubuh, meningkatkan kemampuan aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup pasien secara optimal. Dengan kompetensi yang dimiliki dalam bidang kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Atika Ghassani, Sp. KFR mengutamakan pendekatan yang komprehensif, berbasis evaluasi menyeluruh, serta program rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Atika Ghassani, Sp. KFR: Penanganan gangguan gerak dan fungsi tubuh akibat cedera, penyakit, maupun pascaoperasi. Rehabilitasi pascastroke untuk membantu meningkatkan kemampuan bergerak, keseimbangan, komunikasi, dan aktivitas sehari-hari. Penanganan nyeri muskuloskeletal, seperti nyeri leher, nyeri punggung, nyeri bahu, lutut, serta gangguan pada otot dan sendi lainnya. Rehabilitasi pada cedera olahraga guna mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan performa fisik secara optimal. Penanganan gangguan saraf dan kelemahan otot yang menyebabkan keterbatasan fungsi gerak. Rehabilitasi pascaoperasi ortopedi, saraf, maupun kondisi medis lainnya untuk mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kemandirian pasien. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai latihan, pencegahan kekambuhan, penggunaan alat bantu bila diperlukan, serta penerapan gaya hidup yang mendukung proses rehabilitasi. Atika Ghassani, Sp. KFR berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, dengan tujuan membantu memulihkan fungsi tubuh secara maksimal sehingga pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri dan berkualitas. - Published: 2026-07-01 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jonathan-kurnia-wijaya-sp-d-v-e-mres-msc/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Bekasi dr. Jonathan Kurnia Wijaya, Sp. D. V. E. , MRes, MSc merupakan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Hasanuddin serta memiliki kompetensi dalam menangani berbagai permasalahan kulit, rambut, kuku, serta penyakit terkait infeksi dan kesehatan kulit secara menyeluruh. Beliau menempuh pendidikan spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika serta memiliki latar belakang akademik Master of Research (MRes) dan Master of Science (MSc) yang mendukung pendekatan berbasis penelitian dan evidence-based medicine dalam memberikan pelayanan dermatologi. dr. Jonathan Kurnia Wijaya memiliki keahlian dalam melakukan diagnosis, penatalaksanaan, serta tindakan medis dermatologi dan estetika dengan pendekatan yang profesional, komunikatif, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan pasien. Beliau berfokus memberikan solusi yang tepat untuk berbagai kondisi kulit dengan mempertimbangkan kondisi klinis dan tujuan perawatan setiap pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Diagnosis dan penanganan penyakit kulit seperti jerawat, dermatitis, eksim, psoriasis, serta infeksi kulit Evaluasi dan tata laksana gangguan rambut dan kulit kepala, termasuk kerontokan rambut dan kelainan kulit kepala Penanganan gangguan kuku seperti infeksi jamur kuku dan kelainan kuku lainnya Diagnosis dan penanganan penyakit infeksi menular seksual serta gangguan kesehatan area genital Evaluasi dan terapi alergi kulit serta keluhan kulit akibat berbagai faktor pemicu Tindakan dermatologi dan estetika medis seperti peeling, laser, serta perawatan anti-aging sesuai indikasi Konsultasi kesehatan kulit dan pemilihan perawatan kulit yang sesuai kondisi pasien Edukasi mengenai pencegahan penyakit kulit serta perawatan kulit yang tepat - Published: 2026-07-01 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-griselda-puspitasari-sumenanglawo-sp-kp/ - Lokasi: Bekasi dr. Griselda Puspitasari Sumenanglawo, Sp. KP merupakan Dokter Kedokteran Penerbangan (Aerospace Medicine) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau memiliki kompetensi khusus dalam penilaian dan pemantauan kesehatan individu yang menjalani aktivitas penerbangan maupun pekerjaan dengan tuntutan fisiologis tinggi yang menempuh Pendidikan spesialis di Universitas Indonesia. dr. Griselda P. S. Aer. memiliki keahlian dalam melakukan pemeriksaan kesehatan penerbangan, evaluasi kebugaran medis, serta penilaian risiko kesehatan yang berkaitan dengan faktor lingkungan seperti ketinggian, tekanan udara, kelelahan, dan gangguan ritme sirkadian. Pendekatan yang digunakan bersifat profesional, evidence-based, serta mengutamakan keselamatan dan kesiapan medis individu. Beliau merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (PERDOSPI) Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Pemeriksaan kesehatan penerbangan (medical check-up penerbangan) Penilaian kelayakan medis bagi pilot, awak kabin, dan personel penerbangan Evaluasi kesehatan untuk pekerja dengan risiko khusus (shift work, ketinggian, tekanan) Konsultasi kelelahan kerja, jet lag, dan gangguan ritme sirkadian Evaluasi kebugaran medis untuk aktivitas penerbangan dan pekerjaan berisiko tinggi Edukasi kesehatan dan keselamatan penerbangan Pemeriksaan berkala sesuai standar kedokteran penerbangan - Published: 2026-07-01 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-sp-b-subsp-onkk/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Michael, Sp. B, Subsp. Onk(K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Subspesialis Bedah Onkologi di Universitas Udayana serta memiliki keahlian khusus dalam penanganan berbagai kasus tumor dan kanker yang membutuhkan tindakan pembedahan, mulai dari tahap diagnosis, perencanaan terapi, hingga tindakan operatif sesuai indikasi medis. Dengan keahlian di bidang Bedah Onkologi, dr. Michael berfokus pada penanganan kasus keganasan dan tumor dengan pendekatan yang komprehensif, berbasis evidence-based medicine, serta mengutamakan ketepatan tindakan, keamanan pasien, dan pemulihan fungsi serta kualitas hidup pasien. Beliau memiliki pengalaman dalam melakukan evaluasi dan penanganan berbagai kondisi tumor maupun kanker, dengan mempertimbangkan karakteristik penyakit, kondisi pasien, serta kebutuhan terapi secara individual. Pendekatan multidisiplin juga menjadi bagian penting dalam perawatan pasien untuk mendapatkan hasil penanganan yang optimal. Beliau merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Diagnosis dan penanganan tumor jinak maupun ganas Evaluasi serta tata laksana berbagai jenis kanker yang membutuhkan tindakan pembedahan Operasi pengangkatan tumor dan jaringan kanker sesuai indikasi medis Penanganan kanker payudara, termasuk evaluasi benjolan dan kelainan payudara Penanganan tumor pada jaringan lunak dan organ tubuh tertentu Evaluasi benjolan atau massa yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut Tindakan biopsi dan prosedur diagnostik terkait tumor sesuai kebutuhan pasien Perencanaan terapi bedah kanker secara komprehensif dan terintegrasi Edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, dan pemantauan risiko kanker - Published: 2026-06-26 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mouris-titin-dwiputra-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Makassar dr. Mouris Titin Dwiputra, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Makasar . Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak maupun ganas, hernia, luka tusuk/bakar Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas dr. Mouris Titin Dwiputra, Sp. B juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2026-06-24 - Modified: 2026-07-06 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-anak-agung-gede-putra-p-sp-ot-cf-aot-fics-aifo-k/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. A. A. G. Putra Prameswara, Sp. OT-CF (AOT), FICS, AIFO-K merupakan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan Orthopaedic Trauma yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan spesialis orthopedi di Universitas Hasanuddin dengan kompetensi dalam menangani berbagai kondisi pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, sendi, otot, ligamen, serta jaringan penunjang lainnya, khususnya pada kasus cedera dan trauma kompleks. dr. A. A. G. Putra Prameswara, Sp. OT-CF (AOT), FICS, AIFO-K memiliki keahlian dalam diagnosis dan penanganan berbagai kasus orthopaedi dan traumatologi, terutama trauma muskuloskeletal, cedera tulang dan sendi, serta penanganan fraktur kompleks. Beliau berpengalaman dalam melakukan evaluasi dan tata laksana cedera akibat kecelakaan, aktivitas fisik, maupun kondisi lain yang membutuhkan rekonstruksi dan pemulihan fungsi gerak. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI), serta organisasi profesi terkait lainnya. Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Tulang dan sendi akibat trauma Penanganan patah tulang (fraktur) sederhana hingga kompleks Fraktur akibat kecelakaan dan cedera berat (high-energy trauma) Cedera pada anggota gerak atas dan bawah Cedera olahraga (sports injury) dan gangguan akibat aktivitas fisik Cedera jaringan lunak seperti ligamen, tendon, dan otot Kelainan serta gangguan fungsi gerak akibat trauma muskuloskeletal Evaluasi komplikasi pasca fraktur atau tindakan orthopaedi sebelumnya Rekonstruksi dan pemulihan fungsi anggota gerak sesuai indikasi medis Evaluasi serta interpretasi pemeriksaan penunjang seperti X-Ray, CT Scan, MRI, dan pemeriksaan terkait lainnya - Published: 2026-06-22 - Modified: 2026-06-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-setia-budi-salakede-sp-a-subsp-geh-k/ - Spesialisasi: ANAK, ANAK - GASTROHEPATOLOGI - Tindakan Medis: endoskopi anak, Endoskopi saluran cerna anak, gastroskopi anak, gerd anak - Lokasi: Makassar dr. Setia Budi Salakede, SpA, Subsp. GEH (K) adalah seorang Dokter Spesialis Anak Subspesialis Gastrohepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh Pendidikan Konsultan Gastrohepatologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. dr. Setia Budi Salakede, SpA, Subsp. GEH (K) memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan menangani berbagai gangguan sistem pencernaan, hati, dan pankreas pada anak. Beberapa kondisi yang beliau tangani meliputi: Gastroenterologi (Saluran Pencernaan): Endoskopi saluran cerna (gastroskopi dan kolonoskopi) anak diagnostik dan terapeutik Tertelan benda asing (Ingesti korpus alienum) Diare kronik Refluks asam lambung (GERD) Konstipasi kronik Malabsorbsi Evaluasi dan terapi nutrisi bagi anak dengan gangguan pencernaan Hepatologi (Hati): Kuning pada bayi Hepatitis akut dan kronik Penyakit metabolik hati - Published: 2026-06-18 - Modified: 2026-06-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-steven-jonathan-sp-p-fapsr/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Jakarta dr. Steven Sp. P merupakan Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di UKRIDA Hospital, Jakarta Barat. Memberikan pelayanan pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan berbagai penyakit pada sistem pernapasan dan paru. Beliau berkomitmen membantu pasien memperoleh kualitas pernapasan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Adapapun pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Pemeriksaan kesehatan paru dan sistem pernapasan Penanganan infeksi saluran napas akut dan kronik Penanganan tuberkulosis (TBC) paru Penanganan asma bronkial Penanganan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Penanganan pneumonia dan bronkitis Penanganan alergi saluran napas Penanganan efusi pleura dan gangguan paru lainnya Konsultasi berhenti merokok Pemeriksaan fungsi paru (spirometri) Evaluasi gangguan pernapasan dan sesak napas Tindakan medis pulmonologi sesuai indikasi Beliau juga bergabung dalam anggota European Respiratory Society (ERS) – sejak 2017. Beliau juga terlibat aktif dalam memberikan edukasi sebagai Narasumber / Coach untuk acara Coaching TB Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat (2024 dan 2025) dan Dosen pendidik klinis stase Ilmu Penyakit Dalam dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara - Published: 2026-06-18 - Modified: 2026-06-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-santi-iskandar-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Santi Iskandar, Sp. A merupakan Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di UKRIDA Hospital, Jakarta Barat. Beliau menaruh perhatian secara menyeluruh terhadap kondisi pasien anak yang ditangani. Beliau melayani dengan ramah, teliti dan berbasis bukti ilmiah. Untuk mengoptimalkan pelayanan anak sejak dini, beliau juga aktif sebagai konselor laktasi. Pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Pelayanan Kesehatan umum pada bayi, anak dan remaja (0-18 tahun) Diagnosis dan pengobatan penyakit akut dan kronik pada anak Imunisasi dasar lengkap sesuai program nasional Imunisasi lanjutan dan imunisasi tambahan Pemantauan tumbuh kembang anak Konsultasi Nutrisi dan masalah makan pada anak Konsultasi laktasi - Published: 2026-06-17 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-devintha-virani-m-kes-phd-sp-gk-subsp-km/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK, GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI - Lokasi: Makassar dr. Devintha Virani, M. Kes, PhD, Sp. GK, Subsp. KM sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi Pada Kelainan Metabolisme yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Devintha menyelesaikan Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolik di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan Pendidikan Doktor Coventry University di United Kingdom. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni diantaranya: Terapi Medik Gizi pada Berbagai Kondisi Penyakit: Tata laksana nutrisi medis komprehensif pada penyakit akut, kronis, dan metabolik — termasuk jantung, ginjal, kanker, gangguan gastrointestinal, serta kondisi kritis dan perioperatif. Weight Management: Penanganan medis terstruktur pada pasien malnutrisi, overweight, dan obesitas — berbasis asesmen klinis mendalam untuk mencapai status gizi optimal dan kualitas hidup yang lebih baik. Terapi Medik Gizi Personal Berbasis Nutrigenomik: Pendekatan nutrisi yang dipersonalisasi sesuai profil genetik dan metabolik individu — terapi gizi presisi untuk hasil yang lebih tepat sasaran. Sport Nutrition: Pendampingan nutrisi medis bagi atlet dan individu aktif untuk mengoptimalkan performa, mendukung pemulihan, dan mencegah cedera melalui strategi gizi berbasis bukti. Nutrition Behaviour Therapy: Pendampingan perubahan perilaku makan secara terstruktur — membantu pasien membangun kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan untuk mencapai target kesehatan jangka panjang. - Published: 2026-06-17 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andi-sitti-halija-diawanti-n-mustari-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Tindakan Medis: bedah minimal invasif (laparoskopi), Operasi Sectio Caesaria, Persalinan dengan penyulit, Persalinan Normal - Lokasi: Makassar dr. Andi Sitti Halija Diawanti N. Mustari, Sp. OG sebagai dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Andi Sitti Halija menyelesaikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni pemeriksaan dan konsultasi kehamilan dan persalinan diantaranya: Skrining & Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. - Published: 2026-06-17 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-deasy-fatimah-aulia-sp-k-f-r/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Makassar dr. Deasy Fatimah Aulia, Sp. K. F. R sebagai dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Deasy Fatimah Aulia, Sp. K. F. R menyelesaikan Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Adapun Keahlian & Layanan: Muskuloskeletal: Penanganan gangguan otot, tulang, dan sendi seperti nyeri punggung, leher, nyeri bahu, osteoarthritis, dan cedera olahraga. Neuromuskular: Terapi gangguan saraf dan otot, termasuk pasca stroke, cedera otak traumatik, cedera medulla spinalis, dan cedera saraf tepi. Pediatri: Penanganan gangguan tumbuh kembang anak( cerebral palsy, ASD, ADHD, Down Syndrome, Kelainan Neuromuskular) Kardiorespirasi: Rehabilitasi pasien dengan gangguan jantung dan paru untuk meningkatkan daya tahan dan fungsi napas ( Penyakut paru kronik, pasca perawatan intensif, pasca operasi jantung) Geriatri: Layanan bagi lansia untuk menjaga fungsi gerak, keseimbangan, dan kemandirian. - Published: 2026-06-17 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-michelle-felicia-wiryokusuma-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Makassar dr. Michelle Felicia Wiryokusuma, Sp. M sebagai dokter spesialis Mata yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Michelle menyelesaikan Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Pemeriksaan Mata Komprehensif : kesehatan mata menyeluruh untuk deteksi dini dan penatalaksanaan berbagai penyakit mata. Katarak : Diagnosis, evaluasi, dan penatalaksanaan katarak serta konsultasi pra dan pasca operasi katarak, baik phacoemulsifikasi dan SICS Kelainan Refraksi : Pemeriksaan dan koreksi rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), astigmatisme, dan presbiopia. Penyakit Permukaan Mata : Penanganan mata kering, alergi mata, konjungtivitis, blefaritis, dan gangguan permukaan mata lainnya. Glaukoma : Skrining, deteksi dini, pemantauan tekanan intraokular, dan tata laksana awal glaukoma. Retina dan Komplikasi Diabetes : Skrining retinopati diabetik, hipertensi pada mata, dan berbagai kelainan retina yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Oftalmologi Anak dan Strabismus : Pemeriksaan kesehatan mata anak, ambliopia (mata malas), dan deteksi gangguan posisi bola mata (juling). Kegawatdaruratan Mata : Penanganan awal trauma mata, mata merah, infeksi mata, penurunan penglihatan mendadak, dan keluhan mata lainnya. dr. Michelle Juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI). - Published: 2026-06-08 - Modified: 2026-06-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-prissilia-prasetyo-sp-btkv/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Tindakan Medis: Bedah kardiovaskular, Bedah toraks, Penanganan kelainan pembuluh darah - Lokasi: Tangerang dr. Prissilia Prasetyo, Sp. BTKV adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kondisi pada organ dada, jantung, dan pembuluh darah dengan pendekatan medis yang profesional, teliti, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan kompetensi yang dimiliki dalam menangani kasus bedah toraks, kardiak dan vaskular, dr. Prissilia Prasetyo, Sp. BTKV mengutamakan penanganan yang komprehensif serta didukung teknik medis modern untuk membantu proses pemulihan pasien secara optimal. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Prissilia Prasetyo, Sp. BTKV: Bedah toraks, meliputi penanganan gangguan pada rongga dada dan paru-paru yang memerlukan tindakan operasi. Bedah kardiovaskular, termasuk tindakan operasi jantung dan pembuluh darah sesuai indikasi medis. Penanganan kelainan pembuluh darah, seperti penyumbatan, pelebaran pembuluh darah, dan gangguan sirkulasi lainnya. Tindakan medis dan operasi dengan pendekatan yang aman, modern, dan sesuai standar medis. Pendampingan pasien sebelum dan sesudah tindakan operasi guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Edukasi pasien dan keluarga terkait kondisi penyakit, tindakan medis, serta langkah pencegahan dan perawatan lanjutan. dr. Prissilia Prasetyo, Sp. BTKV berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kenyamanan pasien, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan jantung dan pembuluh darah pasien secara menyeluruh. - Published: 2026-06-08 - Modified: 2026-06-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dian-daniella-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Tindakan Medis: Diagnosis dan tata laksana hipertensi, Evaluasi serta penanganan keluhan kelelahan berkepanjangan, Penanganan gangguan saluran cerna, Penanganan penyakit infeksi, Penangananpenyakit metabolik - Lokasi: Tangerang dr. Dian Daniella, Sp. PD adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Beliau memiliki kompetensidalam menangani berbagai penyakit pada organ dalam orang dewasa dengan pendekatan medis yang komprehensif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien. Dengan kompetensi yang dimiliki dalam bidang penyakit dalam, dr. Dian Daniella, Sp. PD mengutamakan penanganan yang tepat berdasarkan kondisi dan kebutuhan setiap pasien, didukung oleh pemeriksaan yang menyeluruh serta terapi sesuai standar medis terkini. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Dian Daniella, Sp. PD: Penangananpenyakit metabolik seperti diabetes melitus (gula darah tinggi), kolesterol tinggi, dan asam urat. Diagnosis dan tata laksana hipertensi (tekanan darah tinggi) serta berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular. Penanganan gangguan saluran cerna, seperti sakit maag, GERD, gangguan lambung, dan keluhan pencernaan lainnya. Penanganan penyakit infeksi pada orang dewasa, termasuk demam, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, dan penyakit infeksi Evaluasi serta penanganan keluhan kelelahan berkepanjangan, gangguan metabolisme, dan berbagai keluhan kesehatan umum pada pasien dewasa. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk deteksi dini dan pengelolaan penyakit kronis. Edukasi pasien dan keluarga terkait pencegahan penyakit, pola hidup sehat, pengobatan, serta perawatan lanjutan guna meningkatkan kualitas hidup pasien. dr. Dian Daniella, Sp. PD berkomitmen memberikan pelayanan medis yang profesional, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Dengan pendekatan yang menyeluruh dan berbasis bukti ilmiah, beliau berupayamembantupasien memperoleh kondisi kesehatan yang optimal dan kualitas hidup yang lebih baik - Published: 2026-06-07 - Modified: 2026-06-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/adzillah-izmi-syahidah-m-psi-psikolog/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Lokasi: Sukabumi Primaya Hospital Sukabumi dengan bangga menghadirkan Adzillah Izmi Syahidah. ,M. Psi. , Psikolog yaitu Psikolog Klinik dengan rekam jejak pendidikan yang kuat, pengalaman klinis mendalam, serta komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan psikolog anak, remaja, dewasa dan klinik. Psikolog Klinik hadir untuk membantu mendapatkan pendampingan professional dalam menjaga kesehatan mental, pengembangan diri, serta kualitas hubungan interpersonal dan keluarga. Adzillah Izmi Syahidah. ,M. Psi. ,Psikolog memiliki kompetensi dalam : Psychological Asessment (WISC, WAIS, IST, etc) CBT (Cognitive Behavioral Therapy) Pendampingan kecemasan dan stress Konseling Family and Parenting Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus Psikoedukasi dan Pengembangan Diri Terapi berbasis komunitas dan edukasi kesehatan mental Sebagai Psikolog Klinik, Adzillah Izmi percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang ketika mendapatkan ruang aman, dukungan profesional, dan pendekatan yang tepat. Pendekatan yang hangat, empatik, dan berbasis ilmiah, beliau siap mendampingi proses pemulihan serta pengembangan diri pasien secara menyeluruh. Dengan kolaborasi tim multidisiplin di Primaya Hospital Sukabumi, setiap pasien mendapatkan perawatan menyeluruh, tepat sasaran, dan mengedepankan kenyamanan. - Published: 2026-06-07 - Modified: 2026-06-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fereza-amelia-m-ked-ped-sp-a-k/ - Spesialisasi: ANAK - NEUROLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Fereza Amelia, M. Ked (Ped) Sp. A (K) sebagai Dokter Spesialis Anak dengan subspesialisasi Neurologi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Sumatera Utara dan melanjutkan pendidikan subspesialis Neurologi Anak di Universitas Indonesia, beliau memiliki kompetensi khusus dalam menangani gangguan sistem saraf pada bayi dan anak. dr. Fereza Amelia, M. Ked (Ped) Sp. A (K) memiliki keahlian dalam diagnosis dan penatalaksanaan berbagai gangguan neurologis pada anak, mulai dari gangguan perkembangan, kejang, hingga kelainan saraf lainnya. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Gangguan tumbuh kembang dan keterlambatan perkembangan anak Kejang dan epilepsi pada anak Gangguan saraf pada bayi dan anak, termasuk kelainan neurologis bawaan Sakit kepala berulang dan gangguan kesadaran pada anak Gangguan motorik, koordinasi, dan tonus otot Evaluasi gangguan perilaku dan belajar yang berkaitan dengan fungsi neurologis Interpretasi pemeriksaan penunjang neurologi serta edukasi kepada orang tua - Published: 2026-06-04 - Modified: 2026-06-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tiara-nien-paramita-sp-a-m-sc/ - Spesialisasi: ANAK - Tindakan Medis: dokter anak di bekasi, dokter spesiais anak di bekasi, dr. Tiara Nien Paramita SpA, Edukasi Kesehatan Orang Tua, Imunisasi Anak, Konsultasi Laktasi & Nutrisi, Manajemen Penyakit Umum Anak, Pemantauan Tumbuh Kembang - Lokasi: Bekasi dr. Tiara Nien Paramita, Sp. A, M. Sc sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Tiara Nien Paramita, Sp. A, M. Sc memiliki latar belakang pendidikan kedokterandan spesialis anak dari Universitas Indonesia. Beliau juga menempuh pendidikan lanjut Alergi Imunologi Anak di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni menangani berbagai kebutuhan kesehatan anak secara umum, dengan fokus pada: Pemantauan Tumbuh Kembang: Memberikan layanan skrining pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Imunisasi Anak: Pelayanan vaksinasi dasar hingga tambahan sesuai jadwal rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Manajemen Penyakit Umum Anak: Penanganan kasus infeksi (demam, diare, ISPA), alergi, dan masalah nutrisi pada bayi dan anak. Konsultasi Laktasi & Nutrisi: Mendampingi ibu dalam masa pemberian ASI serta pemenuhan gizi seimbang untuk mencegah stunting Edukasi Kesehatan Orang Tua: Memberikan pemahaman mendalam mengenai pencegahan penyakit dan penanganan dini di rumah. - Published: 2026-06-04 - Modified: 2026-06-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-abdurrahman-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Tindakan Medis: ESWL, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy, Retrograde Intrarenal Surgery, RIRS, Transurethral Resection, TUR, Ureterorenoscopy, URS - Lokasi: Depok dr. Abdurrahman, Sp. U adalah Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung dan melanjutkan pendidikan Spesialis Urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Selain memberikan pelayanan medis dalam bidang urologi, dr. Abdurrahman juga aktif dalam kegiatan ilmiah dan penelitian yang mencakup berbagai topik kesehatan saluran kemih dan reproduksi pria, seperti refluks vesikoureter, hipospadia, disfungsi ereksi, hingga kasus-kasus tumor urologi yang kompleks. Pasien dapat berkonsultasi dengan dr. Abdurrahman untuk berbagai keluhan dan kondisi urologi, antara lain: Nyeri atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil Anyang-anyangan atau infeksi saluran kemih berulang Batu ginjal, batu ureter, dan batu kandung kemih Kencing berdarah (hematuria) Sulit menahan kencing atau inkontinensia urine Pembesaran prostat dan gangguan berkemih pada pria Disfungsi ereksi dan gangguan kesehatan reproduksi pria Kelainan pada penis dan testis Gangguan saluran kemih pada anak, termasuk hipospadia Kista, tumor, atau kanker pada ginjal, kandung kemih, prostat, dan organ urologi lainnya Selain konsultasi dan penanganan berbagai penyakit urologi, dr. Abdurrahman juga melakukan berbagai tindakan urologi modern, antara lain: Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk memecah batu saluran kemih tanpa pembedahan Ureterorenoscopy (URS) untuk diagnosis dan penanganan batu atau kelainan pada ureter menggunakan alat endoskopi Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) untuk menangani batu ginjal dengan teknologi endoskopi fleksibel yang minim invasif Transurethral Resection (TUR), termasuk TUR Prostat (TURP) dan TUR Kandung Kemih (TURBT), untuk menangani pembesaran prostat maupun tumor kandung kemih melalui prosedur tanpa sayatan luar Dengan bekal pendidikan, pengalaman, dan keterlibatan dalam penelitian ilmiah, dr. Abdurrahman berkomitmen memberikan pelayanan urologi yang komprehensif dan berbasis bukti untuk membantu pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hidris-damanik-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bogor dr. Hidris Damanik, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Hidris Damanik, Sp. M menempuh pendidikan Dokter Spesialis Mata di Universitas Brawijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan mata, diantaranya: Ukur kacamata / gangguan refraksi Layanan katarak Layanan glaukoma Pemeriksaan infeksi pada mata Pemeriksaan mata kering Pemeriksaan mata anak Ekstraksi benda asing Pemeriksaan buta warna Konsultasi penyakit mata lainnya dr. Hidris Damanik, Sp. M juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-saskia-prathana-sp-ba/ - Spesialisasi: BEDAH ANAK - Lokasi: Bogor dr. Saskia Prathana,Sp. BA merupakan dokter Spesialis Bedah Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Saskia Prathana,Sp. BA menempuh pendidikan Spesialis Bedah Anak di Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. Dengan keahlian khusus dalam penanganan bedah pada anak, dr. Saskia, Sp. BA dapat melakukan tindakan operasi dan prosedur bedah pada janin, bayi, anak-anak, hingga remaja. Beliau memiliki keahlian menangani kelainan bawaan (cacat lahir), tumor, penyakit pencernaan, urologi, dan bedah minimal invasif (Laparoskopi) dengan instrumen khusus yang disesuaikan ukuran tubuh anak. Kelainan Bawaan Lahir (Kongenital) Kelainan dinding perut: Omphalocele, Gastroschisis, Hernia (inguinal/pusar). Kelainan saluran cerna: Penyakit Hirschsprung (gangguan saraf usus), atresia esofagus (kerongkongan tidak tersambung), atresia ani (tidak ada lubang anus). Kelainan wajah/mulut: Bibir sumbing dan langit-langit sumbing. Kelainan urologi: Hipospadia/epispadia (lubang kencing tidak di ujung), Undescended Testis (testis tidak turun), hidrokel. Penyakit Pencernaan dan Organ Dalam Usus buntu (Apendisitis). Obstruksi usus (sumbatan) dan intususepsi (usus masuk ke usus lain). Masalah hati, empedu, dan pankreas (misalnya kista empedu atau atresia bilier). Tumor dan Kanker pada Anak Pengangkatan tumor jinak atau ganas (seperti Neuroblastoma, Wilms Tumor pada ginjal, tumor hati). Biopsi tumor. Trauma dan Cedera Penanganan cedera perut, dada, atau patah tulang yang membutuhkan tindakan operasi. Luka bakar berat. Tindakan Bedah Umum Lainnya: Sunat/sirkumsisi. Penanganan infeksi akut yang memerlukan pembedahan (seperti abses besar). dr. Saskia Prathana, Sp. BA juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia (PERBANI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-ronald-winardi-kartika-m-biomedsp-btkv-subsp-vek/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Jakarta Dr. dr. Ronald Winardi Kartika, M. Biomed,Sp BTKV Subsp. VE(K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Thoraks dan Kardiovaskular yang berpraktik di UKRIDA Hospital, memiliki kompetensi dalam diagnosis, tindakan bedah, dan penanganan berbagai penyakit pada rongga dada, paru, jantung, serta pembuluh darah. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan diantanya: Konsultasi dan evaluasi bedah thoraks dan kardiovaskular Penanganan penyakit jantung yang memerlukan tindakan bedah Bedah pembuluh darah Penanganan kelainan katup jantung Penanganan penyakit arteri koroner Penanganan aneurisma pembuluh darah Penanganan tumor paru dan mediastinum Penanganan kelainan rongga dada Penanganan trauma dada Tindakan bedah paru dan thoraks Pemeriksaan pra-operasi dan evaluasi pasca-operasi Tindakan bedah minimal invasif sesuai indikasi Beliau juga aktif dalam berbagai organisasi IDI ( Ikatan Dokter Indonesia) : 2000-saat ini HBTKVI ( Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskuler ) : 2009-saat ini PDHMI ( Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia): 2020-saat ini PPDHMI (Perhimpunan Peminatan Dokter Hipnosis Medik Indonesia): 2021-saat ini - Published: 2026-05-24 - Modified: 2026-05-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yosua-hendriko-manurung-sp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Palangkaraya dr. Yosua Hendriko Manurung, Sp. JP merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Airlangga. Dalam praktiknya, dr. Yosua, Sp. JP memberikan layanan konsultasi dan penanganan berbagai penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, dengan pendekatan medis yang komprehensif dan berbasis evidence-based medicine. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, jika mengalami kondisi berikut: Nyeri dada dan keluhan jantung Penyakit jantung koroner Gangguan irama jantung Gagal jantung Hipertensi dan kolesterol tinggi Penyakit katup jantung Kelainan jantung bawaan Skrining dan pemantauan kesehatan jantung Selain aktif dalam pelayanan klinis, dr. Yosua Hendriko,Sp. JP juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). - Published: 2026-05-24 - Modified: 2026-05-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drr-faber-kristian-munthe-m-kedp-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Palangkaraya dr. Faber Kristian Munthe, M. Ked(P). , Sp. P merupakan Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Beliau menempuh pendidikan Program Studi Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Universitas Sumatera Utara (USU) dengan kompetensi dalam menangani berbagai gangguan sistem pernapasan secara komprehensif. Beliau juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Penyakit paru dan pernapasan seperti batuk kronis, sesak napas, dan nyeri dada Asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia, tuberkulosis (TBC), dan bronkitis Evaluasi gangguan pernapasan akibat alergi atau paparan lingkungan Pemeriksaan fungsi paru (spirometri) dan evaluasi penunjang pernapasan Interpretasi hasil pemeriksaan radiologi dan laboratorium terkait penyakit paru - Published: 2026-05-24 - Modified: 2026-05-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-eddy-bawono-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bogor dr. Eddy Bawono, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital(Bogor). dr. Eddy Bawono, Sp. OG menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Sam Ratulangi, Manado Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Eddy Bawono, Sp. OG merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2026-05-24 - Modified: 2026-05-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nicholas-david-marcellis-sp-b-fics/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bogor dr. Nicholas David Marcellis, Sp. B, FICS. sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMCHospital (Bogor). dr. Nicholas David Marcellis, Sp. B. Fics. menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. dr. Nicholas David Marcellis, Sp. B juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2026-05-12 - Modified: 2026-05-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dicky-aligheri-wartono-sp-btkv-k-fiha-fica-fiacts/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Dicky Aligheri Wartono, SpBTKV(K), FIHA, FICA, FIACTS adalah Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular Konsultan Bedah Jantung Dewasa yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, dengan pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus jantung dan pembuluh darah kompleks, khususnya penyakit aorta dan bedah kardiovaskular lanjutan. dr. Dicky dikenal memiliki keahlian dalam prosedur bedah kompleks, termasuk pendekatan minimal invasif dan teknik hybrid kardiovaskular. dr. Dicky telah mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan internasional , di antaranya International Fellowship in Aortic Surgery & Endovascular Intervention di Seoul National University Hospital, Korea Selatan, serta advanced training di bidang aortic root surgery, mechanical circulatory support, dan minimally invasive cardiovascular surgery di berbagai pusat medis seperti Paris, Singapura, Taiwan, Belgia, China, dan Thailand. Selain praktik klinis, dr. Dicky juga aktif dalam bidang akademik dan penelitian, khususnya terkait penyakit aorta, bedah gagal jantung, transplantasi jantung, serta pengembangan teknik bedah kardiovaskular modern. Beliau sebagai dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Adapun Pelayanan Medis yang dr. Dicky berikan yaitu : Penyakit Aorta dan penanganan kasus aorta kompleks Bedah gagal jantung dan transplantasi jantung Mechanical Circulatory Support Bedah jantung minimal invasif Bedah hybrid kardiovaskular Penanganan komplikasi bedah dan intervensi medis - Published: 2026-05-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ihsan-azka-adriansyah-bmedsci-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Ihsan Azka Adriansyah, BMedSci, Sp. U adalah seorang dokter spesialis urologi di UKRIDA Hospital yang berfokus pada diagnosis dan penanganan masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem saluran kemih pada pria dan wanita, serta sistem reproduksi pria. Beliau senantiasa mengutamakan pendekatan yang personal, informatif, dan profesional dalam setiap penanganan pasien, memastikan pasien dan keluarga memahami pilihan pengobatan terbaik yang tersedia. Sebagai Spesialis Urologi, beliau memiliki kompetensi utama dalam: Urologi Umum: Penanganan kelainan bawaan pada sistem urologi dan penanganan trauma/cedera pada saluran kemih. Endourologi (Bedah Minimal Invasif): Penanganan Batu Saluran Kemih (Batu Ginjal, Ureter, Kandung Kemih) menggunakan prosedur minimal invasif seperti URS (Ureterorenoskopi). Prostat dan Gangguan Berkemih: Diagnosis dan penanganan Pembesaran Prostat Jinak (BPH), termasuk tindakan bedah seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate). Penanganan infeksi saluran kemih berulang dan gangguan frekuensi/inkontinensia berkemih. Uro-Onkologi (Kanker Urologi): Diagnosis dini dan penanganannya Kesehatan Reproduksi Pria: Penanganan kelainan organ reproduksi pria seperti Varikokel, Hidrokel, dan masalah yang berkaitan dengan fungsi seksual serta fertilitas pria. Beliau juga aktif dalam organisasi, diantaranya: Committee of "Japan Indonesia Collaboration for Endourology Training (JICET) 2019", 2019 Jakarta Committee of " 42nd Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association 2019 (ASMIUA)", Banjarmasin Committee of "Continuing Urology Education (CUE) All About Penis (AAP) 2. 0 2019", 2019 Jakarta - Published: 2026-05-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andika-retno-ayuni-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Semarang dr. Andika Retno Ayuni, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang, berdedikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan holistik dan terpadu bagi pasien anak, mulai dari masa bayi baru lahir hingga usia remaja. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Layanan imunisasi wajib dan booster pada anak Penanganan bayi prematur, bayi kuning, infeksi pada bayi Penanganan penyakit infeksi dan penyakit lainnya pada anak Penanganan kejang demam Manajemen gangguan endokrin/penyakit diabetes pada anak Penanganan gangguan tumbuh kembang anak Penanganan keracunan/kekerasan/kecelakaan pada anak Diagnosis dan pengelolaan keterbelakangan mental, cacat perkembangan (cerebral palsy) - Published: 2026-05-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-cynthia-sukotjo-hartono-sp-og-subsp-fer/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI - Lokasi: Semarang dr. Cynthia Sukotjo Hartono, Sp. OG, Subsp. FER sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Beliau memiliki keahlian khusus dalam menangani kondisi: Endokrinologi Reproduksi, Andrologi PCOS,Endometriosis Ginekologi Remaja dan Pediatrik Kontrasepsi hormonal Infertilitas Bedah Reproduksi dan Endoskopi (Laparoskopi, Histeroskopi Operatif) Teknik Reproduksi Berbantu (TBR/IVF) Early Pregnancy Problems, Premature Ovarian FailureKONTRASEPSI Konseling kontrasepsi bermasalah (ekstraksi IUD sulit) - Published: 2026-05-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andica-diamanta-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Semarang dr. Andica Diamanta, Sp. PD sebagai Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Sebagai seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Jakarta, dapat memberikan layanan kesehatan diantaranya: Penyakit Dalam Umum: Pengelolaan infeksi tropis (Demam Berdarah, Tifus), gangguan saluran cerna, serta masalah ginjal dan hati Manajemen Penyakit Metabolik: Penanganan Diabetes Melitus, Hipertensi, dan gangguan kolesterol (dislipidemia) Kedokteran Olahraga Klinis (Exercise Medicine): Memberikan resep latihan fisik yang aman bagi pasien dengan kondisi medis tertentu Geriatri dan Penyakit Kronis: Penanganan masalah kesehatan kompleks pada pasien lansia. Kesehatan Masyarakat & Pencegahan: Edukasi pola hidup sehat berdasarkan standar kesehatan masyarakat dr. Andica Diamanta, Sp. PD juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). ” - Published: 2026-05-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vandalita-kusuma-wardhani-sp-dve/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Semarang dr. Vandalita Kusuma Wardhani, Sp. DVE merupakan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Dermatologi (Kesehatan Kulit) Penanganan Jerawat (Acne Vulgaris):Diagnosis dan terapi medis untuk kasus jerawat ringan, sedang, hingga parah, termasuk penanganan bekas jerawat. Penyakit Kulit Alergi dan Inflamasi: Diagnosis dan manajemen Eczema/Dermatitis Atopik, Dermatitis Kontak, Psoriasis, dan Urtikaria (biduran). Infeksi Kulit: Penanganan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri (Impetigo), virus (Herpes, Cacar Air), jamur (Kurap, Panu), dan parasit (Skabies). Kelainan Pigmen: Penanganan hiperpigmentasi (melasma, flek hitam) dan hipopigmentasi (vitiligo). Tumor dan Kanker Kulit: Deteksi dini, diagnosis, dan penanganan awal tumor jinak maupun ganas pada kulit. Venereologi (Penyakit Menular Seksual) Diagnosis dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin), dan infeksi lainnya. Dermatologi Estetika Medik Prosedur Invasif dan Non-invasif: Melakukan tindakan estetika untuk peremajaan kulit, seperti chemical peeling, mikrodermabrasi, dan terapi laser. Penanganan Rambut dan Kuku: Diagnosis dan terapi medis untuk berbagai jenis kerontokan rambut (alopesia) dan kelainan kuku. - Published: 2026-05-10 - Modified: 2026-05-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jessica-oktavianus-spa/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Sukabumi Primaya Hospital Sukabumi dengan bangga menghadirkan dr. Jessica Oktavianus,SpA dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi dengan rekam jejak pendidikan yang kuat, pengalaman klinis mendalam, serta komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan holistik untuk kesehatan anak. dr Jessica Oktavianus,SpA merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran — Beliau hadir dengan keahlian yang teruji, wawasan yang mendalam, dan pendekatan yang penuh empati kepada pasien. dr Jessica Oktavianus,SpA memiliki kompetensi dalam tumbuh kembang anak, penanganan infeksi pada anak, nutrisi dan kesehatan anak, serta kegawatdaruratan pediatrik dan resusitasi neonatus. Selama perjalanan profesionalnya, dr. Jessica Oktavianus,SpA secara aktif mengikuti berbagai simposium, seminar ilmiah nasional, hingga konferensi besar Pediatrik, seperti Advance Pediatric Resuscitation Course, Basic Life Support & Advanced Cardiac Life Support, Pelatihan Pengendalian dan Pencegahan Resistensi Antimikroba, Workshop dan Publikasi Ilmiah di bidan Kesehatan Anak. Dengan kolaborasi tim multidisiplin di Primaya Hospital Sukabumi, setiap pasien mendapatkan perawatan menyeluruh, tepat sasaran, dan mengedepankan kenyamanan. - Published: 2026-05-07 - Modified: 2026-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-geswin-aditya-hermawan-bmedsci-sp-rad/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Geswin Aditya Hermawan, BMedSci, Sp. Rad sebagai Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Geswin menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Radiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Melalui keahlian di bidang radiologi, dr. Geswin siap membantu memberikan layanan diagnostik yang akurat untuk mendukung penegakan diagnosis dan penanganan kesehatan Anda dengan lebih tepat. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Pemeriksaan radiologi umum seperti X-ray dan USG Pemeriksaan CT scan non kontras dan kontras Interpretasi hasil radiologi untuk mendukung diagnosis dan rencana terapi Evaluasi cedera trauma, tulang, sendi dan organ dalam Deteksi dini kelainan atau penyakit seperti tumor, infeksi dan gangguan vaskular Pemeriksaan radiologi pra-operatif dan pemantauan pasca-operasi Kosnultasi terkait pilihan pemeriksaan radiologi yang paling sesuai untuk kondisi pasien Evaluasi CT angiografi, HSG dan mamografi Ultrasonografi organ abdomen, saluran kemih dan muskolosketal - Published: 2026-05-07 - Modified: 2026-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-mifthah-faridh-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Sorowako dr. Muhammad Mifthah Faridh, SP. OT adalah seorang Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. Keahlian dan Fokus Layanan: Manajemen Traumatologi: Penanganan patah tulang (fraktur) baik yang bersifat tertutup maupun terbuka, serta dislokasi sendi. Masalah Sendi Degeneratif: Tatalaksana pengapuran sendi (Osteoarthritis) pada lutut dan panggul. Cedera Olahraga: Penanganan kerusakan jaringan lunak, ligamen, dan otot akibat aktivitas fisik atau olahraga. Kesehatan Tulang Umum: Diagnosis dan pengobatan osteoporosis serta nyeri tulang/sendi kronis. Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan meliputi: Pembedahan Ortopedi (ORIF/OREF): Prosedur fiksasi tulang dengan menggunakan implan internal maupun eksternal untuk menyambungkan tulang yang patah. Reposisi & Pemasangan Gips: Tindakan non-bedah untuk menstabilkan posisi tulang yang bergeser atau retak. Debridement: Tindakan pembersihan jaringan yang rusak atau terinfeksi pada kasus trauma. Injeksi Intra-artikular: Pemberian suntikan pereda nyeri atau pelumas sendi untuk menangani peradangan sendi. Konsultasi dan Skrining Muskuloskeletal: Evaluasi menyeluruh terhadap kelainan bentuk tulang atau gangguan gerak. - Published: 2026-05-07 - Modified: 2026-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-taufiq-akbar-m-sc-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Sorowako dr. Taufiq Akbar, M. Sc. , Sp. OT adalah seorang Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. Keahlian dan Fokus Layanan: Manajemen Traumatologi: Penanganan patah tulang (fraktur) baik yang bersifat tertutup maupun terbuka, serta dislokasi sendi. Masalah Sendi Degeneratif: Tatalaksana pengapuran sendi (Osteoarthritis) pada lutut dan panggul. Cedera Olahraga: Penanganan kerusakan jaringan lunak, ligamen, dan otot akibat aktivitas fisik atau olahraga. Kesehatan Tulang Umum: Diagnosis dan pengobatan osteoporosis serta nyeri tulang/sendi kronis. Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan meliputi: Pembedahan Ortopedi (ORIF/OREF): Prosedur fiksasi tulang dengan menggunakan implan internal maupun eksternal untuk menyambungkan tulang yang patah. Reposisi & Pemasangan Gips: Tindakan non-bedah untuk menstabilkan posisi tulang yang bergeser atau retak. Debridement: Tindakan pembersihan jaringan yang rusak atau terinfeksi pada kasus trauma. Injeksi Intra-artikular: Pemberian suntikan pereda nyeri atau pelumas sendi untuk menangani peradangan sendi. Konsultasi & Skrining Muskuloskeletal: Evaluasi menyeluruh terhadap kelainan bentuk tulang atau gangguan gerak - Published: 2026-05-07 - Modified: 2026-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muh-wirasto-ismail-m-h-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Sorowako dr. Muh. Wirasto Ismail. , M. H. , Sp. KJ adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis (PPDS I) Ilmu Kedokteran Jiwa Universitas dan Magister Ilmu Hukum, Konsentrasi Hukum Kesehatan, Universitas Hasanuddin Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Gangguan Suasana Perasaan (Mood Disorders): Diagnosis dan penanganan Depresi, termasuk depresi mayor dan distimia, Penanganan Gangguan Bipolar (manik-depresif). Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders): Penanganan Gangguan Kecemasan Umum (GAD), Gangguan Panik, Fobia spesifik, dan Gangguan Kecemasan Sosial. Gangguan Psikotik: Diagnosis dan tata laksana Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Kesehatan Mental Remaja dan Dewasa: Konsultasi dan penanganan masalah stres, penyesuaian diri, dan burnout terkait pekerjaan atau kehidupan, Penanganan masalah hubungan interpersonal dan kesehatan mental di usia produktif. Gangguan Tidur: Diagnosis dan terapi Insomnia, hipersomnia, dan gangguan tidur lainnya yang terkait dengan kondisi psikiatri. Intervensi Farmakologis dan Psikoterapi: Penggunaan terapi obat-obatan psikiatri yang berbasis bukti (evidence-based) dan aman, Melakukan intervensi psikoterapi suportif sebagai bagian dari rencana pengobatan menyeluruh - Published: 2026-05-06 - Modified: 2026-05-06 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-arian-fardin-ignatius-wawolumaja-sp-ot-fics/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Arian Fardin Ignatius Wawolumaja, Sp. OT, FICS sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. menempuh pendidikan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Keahlian & Fokus Layanan: Manajemen Traumatologi: Penanganan patah tulang (fraktur) baik yang bersifat tertutup maupun terbuka, serta dislokasi sendi. Masalah Sendi Degeneratif: Tatalaksana pengapuran sendi (Osteoarthritis) pada lutut dan panggul. Cedera Olahraga: Penanganan kerusakan jaringan lunak, ligamen, dan otot akibat aktivitas fisik atau olahraga. Kesehatan Tulang Umum: Diagnosis dan pengobatan osteoporosis serta nyeri tulang/sendi kronis. Tindakan & Tatalaksana Medis Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dr. Arian, Sp. OT meliputi: Pembedahan Ortopedi (ORIF/OREF): Prosedur fiksasi tulang dengan menggunakan implan internal maupun eksternal untuk menyambungkan tulang yang patah. Reposisi & Pemasangan Gips: Tindakan non-bedah untuk menstabilkan posisi tulang yang bergeser atau retak. Debridement: Tindakan pembersihan jaringan yang rusak atau terinfeksi pada kasus trauma. Injeksi Intra-artikular: Pemberian suntikan pereda nyeri atau pelumas sendi untuk menangani peradangan sendi. Konsultasi & Skrining Muskuloskeletal: Evaluasi menyeluruh terhadap kelainan bentuk tulang atau gangguan gerak. - Published: 2026-05-05 - Modified: 2026-05-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-sangaji-ramadhan-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Makassar dr. Muhammad Sangaji Ramadhan, Sp. U adalah seorang dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berfokus pada diagnosis dan penanganan masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem saluran kemih serta sistem reproduksi pria. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Mendiagnosis penyakit seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, kanker urologi, dan gangguan seksual pria. Sunat/sirkumsisi berbagai metode Prosedur dengan endoskopi/teropong saluran kemih (cystoscopy, ureteroscopy) Penanganan keluhan berkemih Operasi batu ginjal/saluran kemih tanpa sayatan (URS, ESWL) Operasi prostat tanpa sayatan (TURP) Operasi prostat dengan sayatan (Prostatektomi) Operasi tumor/kanker urologi (ginjal, kandung kemih, testis) Bedah rekonstruksi saluran kemih Vasektomi dan tindakan bedah minor lainnya Penanganan infertilitas pria Gangguan ereksi dan ejakulasi Kelainan hormon reproduksi pria - Published: 2026-05-05 - Modified: 2026-05-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dina-fadhilah-monika-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Makassar dr. Dina Fadhilah Monika, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning, berdedikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan holistik dan terpadu bagi pasien anak, mulai dari masa bayi baru lahir hingga usia remaja. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Layanan imunisasi wajib dan booster pada anak Penanganan bayi prematur, bayi kuning, infeksi pada bayi Penanganan penyakit infeksi dan penyakit lainnya pada anak Penanganan kejang demam Manajemen gangguan endokrin/penyakit diabetes pada anak Penanganan gangguan tumbuh kembang anak Penanganan keracunan/kekerasan/kecelakaan pada anak Diagnosis dan pengelolaan keterbelakangan mental, cacat perkembangan (cerebral palsy) - Published: 2026-05-05 - Modified: 2026-05-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ira-aldita-noviyanti-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Makassar dr. Ira Aldita Noviyanti, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berdedikasi tinggi dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai penyakit dan kelainan mata. Adapaun pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Penanganan mata minus dan/atau silinder Penanganan pandangan buram akibat diabetes atau penyakit lainnya Penanganan gangguan penglihatan akibat obat Infeksi area mata Infeksi bola mata Penanganan katarak Penanganan myopia patologis Penanganan sumbatan pembuluh darah mata Penanganan hemangioma koroid Vitrektomi sederhana Vitrektomi kompleks Laser retina Anti VEGF retina - Published: 2026-05-05 - Modified: 2026-05-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-widianto-ilyasa-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Makassar dr. Widianto Ilyasa, Sp. BS adalah seorang dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berdedikasi tinggi dalam memberikan penanganan bedah yang efektif dan aman bagi pasien. Adapun pelayanan medis yang diberikan diantaranya: Mendiagnosis penyakit neurologis seperti tumor otak, stroke, cedera kepala, dan kelainan tulang belakang Melakukan operasi otak (kraniotomi, pengangkatan tumor) Tindakan darurat trauma (perdarahan otak, cedera kepala) Penanganan patah tulang tengkorak Penanganan Hidrosefalus Penanganan Infeksi Otak Penanganan cedera saraf Penanganan Cedera Tulang Belakang Operasi tulang belakang (LBP/herniasi diskus, stenosis spinal) Operasi tumor tulang belakang - Published: 2026-05-04 - Modified: 2026-05-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-budiman-atmaja-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Budiman Atmaja, Sp. KJ merupakan dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau memberikan layanan kesehatan mental secara profesional, empatik, dan berorientasi pada pemulihan pasien. Dengan pendekatan holistik dan berbasis ilmiah, dokter membantu pasien mencapai keseimbangan emosi, pikiran, dan fungsi sosial yang optimal. Beliau mendampingi pasien dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan penuh empati. Setiap pasien ditangani secara individual untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental secara berkelanjutan. Beliau juga aktif dalam mengikuti update ilmu kesehatan jiwa, diantaranya: Gottman Institute “The Seven Principles for Making Marriage Work”, Online Leader Training 2026 Pertemuan Ilmiah PDSKJI West Sumatera, Riau, and Riau Archipelago Region 2025 Minnesotta Multiphasic Personality Inventory - 2 Metaprogress 2024 The 10 World Congress Asian Psychiatry (WCAP) 2024 Pertemuan Ilmiah Tahunan PDSKJI 2017, 2023 Pertemuan Ilmiah Tahunan PDSKJI Jaya 2022 Basic Psychodynamic Psychotherapy Workshop 2020 Behaviour and Drug Addiction (BENEDICT) ‘Detecting Addiction and Preventing Relapse Through Comprehensive Therapy’ 2019 Pertemuan Ilmiah Nasional Kesehatan Jiwa, Adiksi, dan Neurosains (PINKAN) 2017 Pelayanan kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Konsultasi dan Pemeriksaan Kesehatan Mental Penanganan Gangguan Emosi dan Psikologis Depresi Gangguan kecemasan Stres dan burnout Gangguan suasana hati (mood disorder) Gangguan panik Gangguan obsesif kompulsif (OCD) Gangguan stres pascatrauma (PTSD) Penanganan Gangguan Psikiatri Berat Skizofrenia Gangguan bipolar Penanganan Gangguan Tidur Insomnia Gangguan pola tidur terkait stres atau gangguan psikiatri - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-chanchen-ricardo-tampubolon-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bandung dr. Chanchen Ricardo Tampubolon, SpOGsebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Chanchen Ricardo Tampubolon, SpOGmenempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Diponegoro. Beliau memberikan layanan yang berfokus mendampingi wanita di setiap fase kehidupan dari Pogram Hamil, Kehamilan, hingga menjaga kesehatan reproduksi dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan terpercaya. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-chevie-wirawan-sp-pd-kr-konsultan-rheumatologi/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI - Lokasi: Bandung dr. Chevie Wirawan, Sp. PD-KR. , FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Rheumatologi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Chevie Wirawan, Sp. PD-KR. , FINASIM menempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Konsultan Rheumatologi di Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan untuk menangani: Osteoarthritis Rheumatoid arthritis Nyeri punggung terkait peradangan pada tulang belakang (spondilitis) Tendinitis Lupus Demam rematik Psoriasis arthritis Skleroderma Sindrom antifosfolipid Sindrom Sjögren Radang pembuluh darah (vaskulitis) Polimialgia reumatik - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ataya-aulina-putri-dania/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bandung drg. Ataya Aulina Putri Dania sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. drg. Ataya Aulina Putri Dania menempuh program Pendidikan Profesi Gigi di Universitas Achmad Yani. Tindakan medis yang dapat dilakukan diantaranya: Pemeriksaan rutin gigi dan mulut Scalling Penambalan gigi anak dan dewasa Pencabutan gigi anak dan dewasa Perawatan saluran akar sederhana Pembuatan gigi palsu Pemutihan gigi - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-aulia-imani-sri-prasetyo-m-kes/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bandung drg. Aulia Imani Sri Prasetyo sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. drg. Aulia Imani Sri Prasetyo menempuh program Pendidikan Profesi Gigi di di Universitas Airlangga Surabaya. Tindakan medis yang dapat dilakukan, diantaranya: Pemeriksaan rutin gigi dan mulut Pembersihan karang gigi (scaling) Penambalan gigi berlubang Perawatan saluran akar (endodontik sederhana) Penanganan radang gusi (gingivitis) Pencabutan gigi susu dan gigi permanen Pemutihan gigi (bleaching) Pembuatan gigi tiruan lepasan (parsial atau penuh) - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-susiana-sp-ort/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bandung drg. Susiana, Sp. Ort sebagai Dokter Gigi Spesialis Ortodontik yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. drg. Susiana, Sp. Ort menempuh program Pendidikan Spesialis Ortodontik di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran. Perawatan ortodontik (merapikan susunan gigi), koreksi maloklusi (gigitan tidak normal), perawatan behel/alat ortodontik cekat, perawatan ortodontik lepasan, perawatan estetika gigi dan senyum, perencanaan perawatan pertumbuhan rahang pada anak dan remaja. Tindakan medis yang dapat dilakukan, diantaranya: Pemasangan dan kontrol behel (alat ortodontik cekat) Pemasangan alat ortodontik lepasan Analisis dan diagnosis ortodontik (cephalometric & model studi) Perawatan koreksi posisi gigi dan rahang Retensi pasca perawatan ortodontik Edukasi dan monitoring pertumbuhan rahang. - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-farisah-atsari-sp-pros/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA - Lokasi: Bandung drg. Farisah Atsari, Sp. Pros sebagai Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. Tindakan medis yang dapat dilakukan diantaranya: Pemasangan mahkota gigi (crown) Pemasangan jembatan gigi (bridge) Pembuatan dan pemasangan gigi tiruan lepasan Pembuatan gigi tiruan penuh (full denture) Perbaikan dan penyesuaian gigi tiruan Rehabilitasi fungsi kunyah dan estetika Perawatan kombinasi dengan disiplin lain (interdisipliner) - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sharanjit-dhillon-mked-neu-sp-n-daifidn-f-nr/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Sharanjit Dhillon, MKed (Neu), Sp. N, DAIFIDN, F-NR merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di Universitas Sumatera Utara serta memiliki sertifikasi DAIFIDN, yang memperkuat kompetensinya dalam bidang diagnostik dan penatalaksanaan gangguan sistem saraf secara komprehensif. dr. Sharanjit Dhillon memiliki keahlian dalam menangani berbagai penyakit dan gangguan saraf, baik yang bersifat akut maupun kronis, dengan pendekatan yang teliti, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Stroke dan pemantauan pasca stroke Sakit kepala dan migrain Epilepsi dan gangguan kejang Gangguan saraf tepi seperti kesemutan, baal, dan nyeri saraf Vertigo dan gangguan keseimbangan Gangguan gerak seperti tremor dan penyakit Parkinson Evaluasi dan interpretasi pemeriksaan penunjang neurologi untuk membantu penegakan diagnosis dan perencanaan terapi yang tepat Penanganan nyeri neuropatik Nyeri radikular (saraf terjepit) Nyeri muskuloskeletal Functional rehabilitation Dry needling approach Pelvic floor rehabilitation Neuroplasticity approach Integrasi teknologi dan rehabilitasi saraf - Published: 2026-05-03 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jessie-tanamas-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Jakarta dr. Jessie Tanamas, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal Rehabilitasi Fisik. Layanan yang dapat diberikan: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Patah pinggul Limfedema Obesitas Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Cedera Olahraga PID Sinusitis Osteo Athritis dr. Jessie Tanamas, Sp. KFR juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2026-04-27 - Modified: 2026-04-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andika-chaktiaji-zulfiqar-sp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Jakarta dr. Andika Chaktiaji Zulfiqar, Sp. JP adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, beliau lulusan Universitas Indonesia yang memiliki kompetensi komprehensif dalam bidang penyakit jantung dan pembuluh darah. Beliau menempuh pendidikan dokter umum hingga program spesialis (PPDS) di Universitas Indonesia. Selama perjalanan kariernya, dr. Andika telah berpengalaman sebagai dokter umum di instalasi gawat darurat, bangsal, hingga ICU di beberapa rumah sakit. Dalam pendidikan spesialisnya, beliau menjalani berbagai rotasi penting seperti kardiologi klinis, kardiologi pediatrik, ekokardiografi, intervensi non-bedah, aritmia dan elektrofisiologi, hingga perawatan kardiovaskular kritis. Kondisi yang dapat ditangani : Penyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh darah jantung). Gagal jantung. Aritmia (gangguan irama jantung). Hipertensi (tekanan darah tinggi). Penyakit katup jantung. Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Penyakit jantung bawaan. Gangguan pembuluh darah perifer. - Published: 2026-04-14 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hendar-nugrahadi-priambodo-sp-ot-cf-spine/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Hendar Nugrahadi Priambodo, Sp. OT CF Spine adalah dokter spesialis ortopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki fokus pada penanganan kasus tulang belakang (spine). Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Brawijaya, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis ortopedi di Universitas Indonesia, serta menjalani pelatihan lanjutan sebagai Clinical Fellow Spine di Indonesia Spine Surgeon Association dan di Hôpital Antoine-Béclère, Clamart, Prancis. Dengan keahlian di bidang traumatologi, tulang belakang, dan artroplasti, beliau menangani berbagai permasalahan seperti: HNP (saraf kejepit pada leher dan pinggang) Degenerative disc disease Spinal stenosis Spondilolistesis Skoliosis Kifosis, Fraktur tulang belakang termasuk osteoporotic compression fracture Infeksi tulang belakang (spondilitis) Tumor tulang belakang Nyeri punggung dan leher kronis. Dalam penatalaksanaan, beliau mengedepankan pendekatan modern dan minimal invasif, seperti lumbar disc replacement (artificial disc), minimally invasive spine surgery, endoscopic discectomy, microdiscectomy, spinal decompression, serta tindakan spinal fusion (TLIF/PLIF). Selain itu, beliau juga melakukan koreksi skoliosis, nerve root block, radiofrequency ablation (RFA), vertebroplasty, dan kyphoplasty. - Published: 2026-04-08 - Modified: 2026-04-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-betha-egih-riestiano-sp-bp-re-subsp-t-k-s-h/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Karawang dr. Betha Egih Riestiano, Sp. BP-RE, Subsp. T (K), S. H merupakan Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstuksi Estetika Subspesialis Bedah Tangan yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. Pelayanan medis yang dapat di perikandiantaranya: Bedah Tangan (Hand Surgery) Cedera akut: patah/dislokasi, putus tendon/saraf, fingertip injury, crush injury, luka bakar tangan Jari/tangan terputus: replantasi atau rekonstruksi Keluhan saraf & tendon: CTS, trigger finger, De Quervain Benjolan & sendi: kista ganglion, artritis terpilih, kaku sendi/kontraktur Rekonstruksi & Bedah Mikro Penutupan luka/defek: cangkok kulit (STSG/FTSG) dan flap (lokal/regional) Rekonstruksi pasca trauma berat/infeksi/pengangkatan tumor (wajah & tubuh) Limfedema (tangan/kaki bengkak): prosedur bedah limfatik Luka Bakar Luka bakar akut & kompleks (termasuk listrik/kimia, trauma inhalasi) Release kontraktur dan rekonstruksi untuk mengembalikan fungsi Kelainan Bawaan Bibir sumbing & celah langit-langit (dengan tim) Kelainan jari: syndactyly, polydactyly Kelainan vaskuler/benjolan sejak lahir: hemangioma, malformasi vaskuler, AVM Trauma Wajah (Kasus Terpilih) Fraktur wajah kompleks: pipi, hidung, orbital, rahang, panfasial Rekonstruksi jaringan lunak wajah setelah trauma/operasi Bedah Estetik Kelopak mata (blepharoplasty) Pengencangan wajah: facelift, browlift, neck lift Kontur tubuh: tummy tuck Hidung (rhinoplasty) dan facial contouring Revisi parut & keloid - Published: 2026-04-08 - Modified: 2026-04-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-evan-yulius-saputro-sp-bmm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Karawang drg. Evan Yulius Saputro, Sp. BMM merupakan Dokter Spesiais Bedah Mulut dan Maksilofasial yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. Pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Odontektomi: Tindakan Operasi pencabutan gigi bungsu (gigi impaksi) yang tumbuh miring atau terpendam dan menimbulkan keluhan. Bedah Rahang: Tindakan pembedahan dan penanganan patah tulang rahang akibat trauma maksilofasial. Implant Gigi: Prosedur penanganan dental implant sebagai akar gigi buatan untuk mengganti gigi yang hilang. Penanganan Kista dan Tumor: Operasi penanganan benjolan, kista gigi, atau tumor di area rongga mulut dan rahang. Infeksi Mulut: Perawatan abses gigi atau infeksi berat pada jaringan lunak mulut yang memerlukan tindakan pembedahan. - Published: 2026-04-05 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-christopel-victor-sinaga-sp-t-h-t-b-k-l/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bandung dr. Christopel Victor Sinaga, Sp. T. H. T. B. K. L sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Christopel Victor Sinaga, Sp. T. H. T. B. K. L menempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran di Universitas Gadjah Mada dan RSUP DR. Sardjito Yogyakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni dalam pelayanan diagnostik, terapi maupun tindakan di poliklinik, rawat inap serta kegawatan, diantaranya : Tonsillectomy Adenoidectomy Excisi tumor jinak Septoplasty Turbinoplasty Tympanoplasty tipe 1 dan 2 Penanganan trauma daerah THT Penanganan kegawatan seperti benda asing telinga, hidung, mulut esofagus, epistaxis posterior,trakeostomy Penanganan trauma wajah serta rekonstruksi maksilofacial/fractur wajah) - Published: 2026-04-05 - Modified: 2026-04-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sharifah-shakinah-sp-pd-subsp-p-t-i-k-penyakit-tropik-infeksi/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI - Lokasi: Bekasi dr. Sharifah Shakinah, Sp. PD, Subsp. P. T. I (K) adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan Subspesialisasi di bidang Penyakit Tropik dan Infeksi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau memiliki keahlian khusus mencakup diagnosis, penanganan, dan pencegahan berbagai penyakit infeksi yang kompleks dan sulit, terutama yang umum ditemukan di wilayah tropis. Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Manajemen Infeksi Kompleks: Diagnosis dan penanganan infeksi berat seperti sepsis dan syok septik. Penyakit Tropis: Penanganan penyakit infeksi yang umum di wilayah tropis, termasuk demam berdarah (DBD) berat, malaria, tifoid, dan leptospirosis. Infeksi pada Pasien Imunokompromais: Perawatan pasien dengan kekebalan tubuh lemah, seperti penderita kanker, HIV/AIDS, atau pasca-transplantasi. Resistensi Antimikroba: Panduan penggunaan antibiotik yang tepat untuk infeksi resisten obat. Infeksi Khusus: Penanganan infeksi jamur invasif, infeksi virus kronis (Hepatitis B & C), dan infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs). Vaksinasi Dewasa & Perjalanan: Konsultasi vaksinasi untuk dewasa dan perlindungan sebelum perjalanan ke daerah endemik. - Published: 2026-04-05 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-kristi-widhi-handayani-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bandung dr. Maria Kristi Widhi Handayani, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Maria Kristi Widhi Handayani, Sp. A menempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Diponegoro. Bidang Minat/Fokus Layanan Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi tumbuh kembang anak dan tatalaksana penyakit-penyakit anak. Tindakan/Prosedur medis yang telah dilakukan Vaksinasi - Published: 2026-04-05 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hermin-widjaja-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bandung dr. Hermin Widjaja, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Hermin Widjaja, Sp. OG menempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan di Universitas Sam Ratulangi. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni penanganan terhadap perempuan di usia rerproduksi dalam kehamilan, persalinan dan keluarga berencana serta perempuan yang menghadapi masalah sistem reproduksi khusus nya dalam penanganan program kehamilan diantaranya: Penanganan Program Hamil sampai Bayi Tabung Penanganan Kehamilan, Persalinan, Nifas Fisiologi dan Patologi Pelayanan Keluarga Berencana Penanganan penyakit Ginekologi Pemeriksaan HSG (Histerosalpingografi) - Published: 2026-04-05 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-annika-famiasti-sp-tht-bkl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bandung dr. Annika Famiasti, Sp. THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Annika Famiasti, Sp. THT-BKL menempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan telinga hidung tenggorok, tindakan yang dapat dilakukan diantaranya: Rhinologi – alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi – vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring – Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho – esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) - Published: 2026-04-05 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dea-putri-audina-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bandung dr. Dea Putri Audina Sp. P sebagai Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Dea Putri Audina Sp. P menempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami, khususnya onkologi paru Tindakan/Prosedur medis yang telah dilakukan Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) - Published: 2026-04-01 - Modified: 2026-04-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kevin-julius-tanady-sp-rad-subsp-ri-k/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Kevin Julius Tanady, Sp. Rad, Subsp. RI (K) adalah seorang dokter subspesialis radiologi intervensional. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan dokter spesialis radiologi di Universitas Hasanuddin Makassar. dr. Kevin memulai perjalanan pendidikan kedokterannya dengan lulus dari Pendidikan Dokter Umum Universitas Atma Jaya Jakarta. Selain aktif dalam dunia praktik, dr. Kevin juga terlibat dalam penelitian medis, seperti dalam publikasinya yang berjudul "Case Report Preoperative Transcatheter Arterial Embolization Successfully Minimizes Intraoperative Bleeding in Juvenile Nasopharyngeal Angiofibroma Even Without Internal Carotid Artery Branch Embolization: A Report of Two Cases" pada tahun 2023. Penelitiannya lainnya melibatkan hubungan antara derajat herniasi diskus dengan perubahan Modic type enplate pada pasien yang menjalani MRI Lumbosakral pada tahun 2022. dr. Kevin juga pernah menulis laporan kasus mengenai "Meningocele Manque, a Rare Subtype of Cephalocele" pada tahun 2021. Keahlian tindakan medis beliau meliputi: Digital Substraction Angiography (DSA) kepala dan perifer Penanganan kelainan pembuluh darah kepala dan perifer Penanganan stroke iskemik akut Penanganan penyumbatan pada pembuluh darah perifer Pemberian obat kemoterapi dengan efek samping minimal secara lokoregional (TACE/TACI/IAC) Pemasangan chemoport dan akses vena sentral maupun perifer dengan panduan USG Penanganan perdarahan saluran cerna Penanganan pembesaran prostat (BPH) minimal invasif dengan embolisasi Penanganan myoma uteri minimal invasif dengan embolisasi Penanganan nyeri sendi minimal invasif dengan embolisasi Rekanalisasi Tuba Falopi (RTF) pada infertilitas Drainase cairan dengan panduan USG/CT scan Biopsi dengan panduan USG/CT scan Penanganan tumor tanpa pembedahan menggunakan Microwave Ablation Rekanalisasi Tuba Falopi (RTF) pada kasus infertilitas - Published: 2026-03-30 - Modified: 2026-03-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-endang-sri-wahyuni-sp-b-fics/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Palangkaraya dr. Endang Sri Wahyuni, Sp. B, FICS sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr. Endang Sri Wahyuni, Sp. B menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah Umum di Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar, Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. Tindakan minimal invasive ( Laparoscopy Appendic, cholecystectomy) - Published: 2026-03-29 - Modified: 2026-03-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jessica-oktavianus-trisaputra-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Sukabumi dr. Jessica Oktavianus Trisaputra, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Jessica,Sp. A menempuh pendidikan Spesialis Anak di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak dr. Jessica Oktavianus, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Published: 2026-03-22 - Modified: 2026-03-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-caroline-wojtyla-sp-n-fnr-fne/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Makassar dr. Maria Caroline Wojtyla. Sp. N. , FNR. , FNE. , M. M,AIFO-K. , CDFCC. , Cht adalah seorang dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berfokus pada diagnosis, penanganan, dan pencegahan berbagai kondisi dan penyakit yang memengaruhi sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Beliau memiliki keahlian khusus dengan meraih gelar fellowship, diantaranya: Fellowship Neurorestorasi, keahlian di bidang pemulihan fungsi saraf Ilmu Faal Olahraga Klinis (AIFO-K), keahlian di bidang penanganan cedera olahraga Fellowship Neuroengineering, keahlian di bidang rekayasa saraf Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Penanganan Nyeri Kepala dan Wajah: Diagnosis dan terapi komprehensif untuk berbagai jenis sakit kepala, termasuk migrain, sakit kepala tegang (tension type headache), dan sakit kepala klaster. Stroke dan Penyakit Serebrovaskular: Manajemen dan pencegahan primer serta sekunder pada pasien dengan riwayat stroke (iskemik dan hemoragik), TIA (Transient Ischemic Attack), dan penyakit pembuluh darah otak lainnya. Gangguan Gerak (Movement Disorders): Diagnosis dan penanganan penyakit Parkinson, tremor, distonia, dan kondisi lain yang memengaruhi koordinasi gerak. Epilepsi dan Kejang: Diagnosis akurat, evaluasi, dan manajemen pengobatan epilepsi pada pasien dewasa. Neuropati dan Penyakit Saraf Tepi: Penanganan kondisi yang melibatkan saraf tepi, seperti neuropati diabetik, sindrom terowongan karpal (Carpal Tunnel Syndrome), dan Guillain-Barré Syndrome (GBS). Demensia dan Gangguan Kognitif: Evaluasi dan manajemen awal untuk pasien yang mengalami penurunan daya ingat dan gangguan kognitif, termasuk penyakit Alzheimer dan demensia vaskular - Published: 2026-03-19 - Modified: 2026-03-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-carennia-paramita-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Carennia Paramita, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan penglihatan, mulai dari kelainan refraksi hingga penyakit mata yang lebih kompleks. Dengan pendekatan yang teliti dan komunikatif, beliau berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk menjaga kesehatan mata dan kualitas penglihatan pasien. Didukung dengan pemahaman medis yang komprehensif beliau memberikan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. Beliau juga mengedepankan edukasi agar pasien memahami kondisi mata serta pilihan terapi yang tersedia. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Pemeriksaan kesehatan mata menyeluruh Pemeriksaan dan koreksi kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, silinder, presbiopia) Penanganan infeksi dan peradangan mata Penanganan katarak Penanganan glaukoma Penanganan gangguan retina Penanganan mata kering dan alergi mata Pemeriksaan kesehatan mata pada penyakit sistemik (seperti diabetes dan hipertensi) Tindakan medis dan prosedur oftalmologi sesuai indikasi - Published: 2026-03-11 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-christine-natalia-elvira-rogahang-sp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Palangkaraya dr. Christine Natalia Elvira Rogahang, Sp. GK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan antara lain: Malnutrisi: Kekurangan nutrisi, termasuk marasmus dan kwashiorkor. Obesitas: Penumpukan lemak berlebih yang menyebabkan berat badan melebihi batas normal. Gangguan makan: Seperti bulimia dan anorexia nervosa. Penyakit kronis: Diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan. Gangguan metabolik: Misalnya dislipidemia dan gangguan fungsi hati dan ginjal. Ibu hamil dan menyusui: Memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi selama masa kehamilan dan menyusui. Kanker - Published: 2026-03-11 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dody-kurniawan-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Dody Kurniawan, Sp. OT adalah dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menamatkan pendidikan Dokter di Fakultas kedokteran Universitas Udayana pada 2012 dan Pendidikan Spesialis Orthopaedi & Traumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2021. Beliau merupakan penerima Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan tahun 2017. dr. Dody memiliki kompetensi dan minat khusus pada kasus cidera olahraga, bedah trauma, arthroscopy, arthroplasty, bedah rekonstruksi, serta koreksi deformitas. Selain aktif dalam pelayanan klinis, dr. Dody juga berperan dalam bidang akademik dan penelitian dan sosial. Beliau telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional bereputasi, khususnya di bidang traumatologi, infeksi tulang dan sendi, serta teknik bedah minimal invasif pada kasus ortopedi. Karya ilmiahnya antara lain dipublikasikan di International Orthopaedics, Journal of Clinical Orthopaedics and Trauma, dan International Journal of Surgery Case Reports. Adapun pelayanan medis yang dr. Dody dapat berikan yaitu : Bedah Orthopaedi trauma, Bedah Orthopaedi minimal invasif, Arthroscopy sendi lutut & bahu, serta Arthroplasty Lutut dan panggul (TKR & THR). - Published: 2026-03-05 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-karina-maharani-pramudya-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Tangerang dr. Karina Maharani Pramudya, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia. Beliau juga seorang Konselor Laktasi tersertifikasi. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan anak, meliputi: Perawatan Bayi Baru Lahir Imunisasi Bayi dan Anak Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi tumbuh kembang anak Diagnosa dan Tatalaksana pada pasien anak Konsultasi laktasi, ASI Eksklusif dan MPASI dr. Karina Maharani Pramudya, Sp. A merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Published: 2026-02-25 - Modified: 2026-02-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-miftah-adityagama-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Miftah Adityagama, Sp. U sebagai Dokter Spesiais Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr. Miftah, Sp. U menempuh pendidikan Dokter Spesiais Urologi di Universitas Indonesia - RSCM. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni berfokus pada diagnosis masalah kesehatan pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Masalah berkemih pada wanita dan pria Kelainan genitalia pada anak Infeksi saluran kemih Tindakan PCNL, ESWL, URS, TURP, Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Rezum dr. Miftah Adityagama, SpU juga merupakan anggota dari atan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) - Published: 2026-02-25 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/83502/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Bekasi dr. Aldy Mulia Hati Setya, dr. , Sp. BP-RE. , M. Ked. adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau memiliki keahlian dalam melakukan tindakan pembedahan yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi tubuh yang terganggu akibat kelainan bawaan, cedera, maupun penyakit, sekaligus meningkatkan aspek estetika pasien. Beliau menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Airlangga dan merupakan anggota aktif dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI). dr. Aldy dikenal sebagai dokter yang mengutamakan keamanan pasien, hasil yang natural, serta komunikasi yang mendalam dalam setiap konsultasi. Layanan dr. Aldy mencakup dua bidang utama, yaitu rekonstruksi dan estetika: Bedah Rekonstruksi (Pemulihan Fungsi dan Bentuk): Celah Bibir & Langit-Langit: Operasi perbaikan bibir sumbing pada anak-anak dan dewasa. Luka Bakar: Penanganan fase akut hingga perbaikan jaringan parut (skar) akibat luka bakar. Rekonstruksi Trauma: Perbaikan jaringan lunak pada wajah atau anggota tubuh akibat kecelakaan. Bedah Tumor Kulit: Pengangkatan tumor kulit dengan teknik bedah plastik untuk meminimalkan bekas luka. Bedah Estetika (Peningkatan Penampilan): Blefaroplasti: Prosedur untuk memperbaiki kelopak mata (menghilangkan kantung mata atau membuat lipatan mata). Rinoplasti: Tindakan untuk memperbaiki struktur dan bentuk hidung. Liposuction & Body Contouring: Prosedur penyedotan lemak dan pembentukan kontur tubuh. Fat Grafting: Transfer lemak dari bagian tubuh tertentu ke area yang membutuhkan volume (seperti wajah). Tindakan dan Tatalaksana Medis Teknik Penjahitan Mikro: Untuk hasil luka operasi yang lebih halus dan meminimalkan bekas luka (keloid/skar). Skin Graft & Flap: Prosedur pemindahan jaringan kulit untuk menutup luka yang luas atau dalam. Tindakan Non-Invasif: Seperti injeksi filler atau botox untuk peremajaan wajah tanpa operasi besar. Manajemen Luka Kronis: Penanganan luka yang sulit sembuh dengan pendekatan bedah plastik. Labio/Palatoplasti: Operasi rekonstruksi khusus untuk kasus kelainan bawaan pada area mulut - Published: 2026-02-24 - Modified: 2026-02-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-lilis-iskandar-sp-b-m-mf-ph-d/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Tangerang drg. Lilis Iskandar, Sp. B. M. Mf. , Ph. D adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulusan Universitas Indonesia dan Ph. D lulusan King's College London. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada praktik berbasis bukti (evidence-based practice), bedah ortognatik, dan trauma maksilofasial. Studi doktoralnya di King’s College London berfokus pada rekayasa jaringan tulang (bone tissue engineering) untuk aplikasi bedah mulut dan maksilofasial. Saat ini drg. Lilis juga bekerja sebagai staf pengajar di Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial di Universitas Indonesia. Dalam bidang praktik klinis, drg. Lilis memiliki pengalaman bekerja di berbagai klinik dan rumah sakit. Ia juga pernah menjalani pertukaran pelajar ke Tokyo Medical and Dental University (TMDU), Jepang; serta magang di Dain Dental Hospital, Seoul, Korea Selatan. Berbagai pelatihan dan kursus internasional telah diikutinya, antara lain The Bruges 3D Orthognathic Surgery Course di Belgia, Clinical Observation in Oral and Maxillofacial Surgery Department di Kagoshima University Hospital Jepang, serta seminar dan pelatihan AOCMF mengenai manajemen kasus fraktur maksilofasial, secondary revision surgery, dan orthognathic surgery. drg. Lilis aktif dalam dunia penelitian dengan sejumlah publikasi ilmiah bereputasi internasional yang berfokus pada biomaterial, rekayasa jaringan tulang, dan patologi rahang. Karya ilmiahnya telah diterbitkan di jurnal seperti Bioengineering (Basel), Journal of Dentistry, Journal of Biomaterials Applications, dan International Journal of Oral and Maxillofacial Surgery (IJOMS). Ia juga pernah menjadi presenter dalam konferensi ilmiah internasional seperti International Conference on Oral and Maxillofacial Surgery (ICOMS). Berbagai prestasi telah diraihnya, antara lain Second Runner Up dalam Scientific Poster Presentation pada Kongres Nasional Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (2022), Awardee beasiswa penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta penerima London Alpha Omega Traveling Scholarship. Komitmennya terhadap pembelajaran berkelanjutan dan pelayanan pasien berkualitas tinggi mencerminkan profesionalisme dan dedikasi yang kuat di bidang bedah mulut mulut dan maksilofasial. drg. Lilis pun senantiasa aktif dalam Organisasi Profesi Internasional sebagai anggota aktif dari International Association of Oral and Maxillofacial Surgeons (IAOMS) dan Associate Member dari Strasbourg Osteosynthesis Research Group (SORG). Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Assistant Editor untuk majalah Face to Face dan NextGen Member dari IAOMS. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan oleh drg. Lilis yaitu: Pemeriksaan dan konsultasi perawatan bedah mulut dan maksilofasial Pencabutan gigi sederhana dan kompleks Operasi pencabutan gigi bungsu Insisi drainase dan pengobatan abses/infeksi regio oral dan maksilofasial Penanganan kasus trauma dentoalveolar, oral dan maksilofasial Bedah ortognatik (orthognathic surgery) Penanganan kista, tumor dan kasus patologi lainnya di regio oral dan maksilofasial Pemasangan implan gigi (dental implant) Prosedur bone graft dan sinus lifting Penanganan kasus celah bibir dan lelangit (cleft lip and palate) - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-shinta-chairiah-sp-p-m-m/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Jakarta dr. Shinta Chairiah, Sp. P, M. M sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Paru di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait penyakit dan gangguan pada paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit Infeksi paru (tuberkulosis paru dan ekstra paru,_pneumonia, mikosis paru) Penyakit paru Obstruksi (PPOK, post tuberculosis lung disease) Penyakit paru akibat alergi (asthma, bronchitis) Penyakit paru akibat pekerjaan Pleural disease (efusi, pneumothoraks, empyema, dll) Fibrosis paru dan interstitial lung disease Tindakan intervensi paru (bronkoscopy, pleuroscopy, chest drain, dll) Obstructive sleep apnea - Published: 2026-02-19 - Modified: 2026-02-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hanga-kartika-sari-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Sukabumi Hanga Kartika Sari, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Hanga Kartika Sari, Sp. N menangani spektrum luas penyakit saraf, mulai dari gangguan umum hingga kondisi kronis, meliputi: Penyakit Serebrovaskular (Stroke): Pencegahan primer, penanganan fase akut, serta manajemen pemulihan pasca-stroke. Manajemen Nyeri Kepala & Wajah: Penanganan migrain, nyeri kepala tegang (tension headache), vertigo, dan neuralgia trigeminal. Nyeri Tulang Belakang: Tatalaksana saraf terjepit (HNP), nyeri punggung bawah (LBP), dan nyeri leher kronis. Gangguan Saraf Tepi: Penanganan kesemutan, baal (mati rasa), serta neuropati (sering terjadi pada penderita diabetes). Penyakit Degeneratif Saraf: Evaluasi dan penanganan dini untuk penyakit Parkinson serta gangguan memori (Demensia/Alzheimer). Epilepsi: Manajemen kejang dan kontrol pengobatan jangka panjang. Untuk mendukung kesembuhan pasien, Hanga Kartika Sari, Sp. N melakukan berbagai prosedur diagnostik dan terapi, di antaranya: Pemeriksaan Neurologis Lengkap: Evaluasi fungsi motorik, sensorik, koordinasi, serta fungsi luhur (kognitif). Manajemen Nyeri Neuropatik: Pemberian terapi farmakologi dan intervensi medis untuk meredakan nyeri saraf kronis. Interpretasi Neuroimaging: Menganalisis hasil CT-Scan otak, MRI kepala, dan MRI tulang belakang secara mendetail untuk penegakan diagnosis. Skrining Risiko Stroke: Pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi faktor risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Terapi Pencegahan Kekambuhan: Edukasi gaya hidup dan pengaturan obat-obatan untuk mencegah serangan saraf berulang Hanga Kartika Sari, Sp. N juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) - Published: 2026-02-19 - Modified: 2026-02-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-monty-goerandhi-sp-ort/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Sukabumi drg. Monty Goerandhy, Sp. Ort adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi, berfokus pada diagnosis, pencegahan, dan perawatan penyimpangan letak gigi serta ketidaksesuaian hubungan antar rahang. drg. monty Goerandhy, Sp. Ort menangani berbagai masalah maloklusi (susunan gigi yang tidak rapi) pada pasien anak, remaja, maupun dewasa, meliputi: Gigi Berjejal (Crowding): Merapikan susunan gigi yang bertumpuk akibat kekurangan ruang pada rahang. Gigi Renggang (Diastema): Menutup celah antar gigi untuk estetika dan kesehatan gusi. Gigi Maju (Protrusi): Memperbaiki posisi gigi depan yang terlalu maju ke depan ("tonggos"). Masalah Gigitan (Maloklusi): Menangani kasus underbite (cakil), crossbite (gigitan silang), dan open bite (gigitan terbuka). Ortodonti Preventif & Interseptif: Penanganan dini pada anak-anak untuk mengarahkan pertumbuhan rahang agar gigi permanen tumbuh di posisi yang benar. Dalam memberikan pelayanan, drg. monty Goerandhy, Sp. Ort melakukan berbagai tindakan spesialis sesuai kebutuhan pasien, di antaranya: Pemasangan Behel Konvensional (Metal Braces): Penggunaan kawat gigi berbahan logam untuk pergerakan gigi yang efektif dan terkontrol. Behel Estetik (Ceramic/Sapphire Braces): Kawat gigi dengan bracket transparan atau sewarna gigi bagi pasien yang mengutamakan penampilan selama perawatan. Self-Ligating Braces (Damon System): Teknologi kawat gigi tanpa karet yang lebih minim rasa sakit, lebih higienis, dan cenderung mempercepat waktu kontrol. Clear Aligners: Perawatan merapikan gigi tanpa kawat menggunakan plastik transparan lepas-pasang yang hampir tidak terlihat. Penggunaan Alat Lepasan & Fungsional: Alat khusus untuk mengoreksi kebiasaan buruk atau mengarahkan pertumbuhan rahang pada usia pertumbuhan. Pemasangan Retainer: Tindakan pasca-perawatan behel untuk menjaga agar posisi gigi yang sudah rapi tidak bergeser kembali. Mini Screw (TADs): Penggunaan sekrup kecil sementara sebagai jangkar tambahan untuk menggerakkan gigi pada kasus yang kompleks. - Published: 2026-02-19 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ajeng-setia-nesda/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Sukabumi drg. Ajeng Setia Nesda adalah seorang Dokter Gigi Umum (General Dentist) yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau memiliki dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif. drg. Ajeng Setia Nesda melayani berbagai kebutuhan kesehatan gigi dasar hingga tindakan preventif, meliputi: Pemeriksaan Rutin & Diagnostik: Melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesehatan gigi, gusi, dan jaringan lunak mulut. Kesehatan Gigi Keluarga: Memberikan perawatan bagi pasien dewasa dan pendekatan khusus yang nyaman bagi pasien anak-anak. Kedokteran Gigi Pencegahan: Fokus pada tindakan yang mencegah timbulnya karies (lubang gigi) dan penyakit gusi. Estetika Dasar: Peningkatan tampilan senyum melalui prosedur pembersihan dan pemutihan gigi sederhana. drg. Ajeng Setia Nesda memiliki kompetensi dalam berbagai tindakan kedokteran gigi, di antaranya: Scaling & Polishing: Pembersihan karang gigi dan noda (stain) untuk menjaga kesehatan gusi dan mencegah bau mulut. Penambalan Gigi (Restorasi): Mengatasi gigi berlubang menggunakan bahan komposit sewarna gigi yang estetis dan tahan lama. Pencabutan Gigi Dasar: Tindakan ekstraksi gigi susu pada anak-anak atau gigi dewasa yang sudah tidak dapat dipertahankan. Topical Application Fluoride (TAF): Pemberian nutrisi pada gigi untuk memperkuat email agar tahan terhadap asam penyebab lubang. Fissure Sealant: Penutupan celah gigi geraham yang dalam pada anak guna mencegah penumpukan sisa makanan. Perawatan Gigi Sensitif: Aplikasi bahan khusus untuk mengurangi rasa linu pada gigi yang sensitif terhadap suhu. Manajemen Luka Mulut: Penanganan sariawan kronis atau infeksi ringan pada jaringan gusi - Published: 2026-02-19 - Modified: 2026-02-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fatma-diana-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Fatma Diana, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Mata di Universitas Indonesia dan memiliki kompetensi dalam menangani berbagai gangguan penglihatan serta penyakit mata secara menyeluruh, baik pada anak maupun dewasa. dr. Fatma Diana, Sp. M memiliki keahlian dalam diagnosis, penatalaksanaan, dan tindakan medis maupun bedah pada berbagai kelainan mata. Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Cataract surgeries, including phacoemulsification Other surgeries: trabeculectomy, pterygium excision, evisceration, hordeolum and calazion incision Laser: PRP, Nd-YAG, LPI Retinopathy of prematurity screening OCT, perimetry, biometry contact, biometry optical, radiological examination. Ophthalmic emergencies dr. Fatma Diana, Sp. M juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). - Published: 2026-02-19 - Modified: 2026-02-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-aris-rahmanda-sp-tht-bkl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Jakarta dr. Aris Rahmanda, Sp. THT-BKL merupakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT) dengan subspesialis Bedah Kepala Leher (BKL) yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Spesialis THT – Bedah Kepala Leher di Universitas Indonesia dengan kompetensi mendalam dalam menangani berbagai gangguan THT serta kelainan kepala dan leher secara komprehensif. dr. Aris Rahmanda, Sp. THT-BKL memiliki keahlian dalam diagnosis, penatalaksanaan, dan tindakan bedah THT serta kepala leher, baik pada kondisi medis maupun bedah. Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Gangguan telinga, termasuk infeksi telinga, tuli, dan tinnitus Gangguan hidung dan sinus, seperti polip, sinusitis kronis, dan penyumbatan saluran pernapasan Gangguan tenggorok, suara serak, dan radang tenggorok kronis Tindakan bedah kepala dan leher, termasuk tumor jinak maupun ganas Penanganan gangguan kelenjar tiroid dan leher lainnya Pemeriksaan dan evaluasi pre- dan post-bedah THT Konsultasi pencegahan, edukasi, dan pemantauan kondisi THT dr. Aris Rahmanda, Sp. THT-BKL juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL Indonesia (PERHATI-KL) - Published: 2026-02-18 - Modified: 2026-02-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-marthin-batubara-sp-pd-khom-hemato-onkologi-medik/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI - Lokasi: Tangerang dr. Marthin Batubara Sp. PD KHOM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato Onkologi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau memiliki keahlian khusus dalam diagnosis, pengobatan, dan manajemen penyakit darah (hematologi) dan kanker (onkologi). Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Diagnostik dan terapi pada kelainan darah, keganasan darah (anemia, leukemia dan gangguan pembeluan darah) serta kanker organ lain Diagnostik dan terapi pada keganasan sistemik Kemoterapi Punksi sumsum tulang Biopsi sumsum tulang Terapi suportif pada kanker Terapi medik bidang penyakit dalam lainnya dr. Marthin Batubara Sp. PD KHOM tergabung dalam organisasi profesi diantaranya IDI Jakarta Selatan, PAPDI DKI Jakarta, PERHOMPEDIN DKI Jakarta, PHTDI dan Member of Europian Society of Medical Oncology (ESMO). - Published: 2026-02-18 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sofi-wardati-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Tangerang dr. dr. Sofi Wardati, Sp. KFR adalah dokter spesialis rehabiltasi medik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Sofi Wardati, Sp. KFR memiliki keahlian dalam pendekatan Movement & Fascia Biotensegrity Approach, Neuromuscular-Based Exercise, serta Motor Control Repatterning, yang bertujuan untuk membantu pasien memulihkan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Rehabilitasi Muskuloskeletal dan Ortopedi: Penanganan nyeri akut dan kronis pada tulang, otot, sendi, dan ligamen (seperti nyeri punggung bawah, nyeri lutut, frozen shoulder), Rehabilitasi pasca-operasi ortopedi, fraktur (patah tulang), dan cedera olahraga. Rehabilitasi Neurologi: Pemulihan fungsi pasca stroke dan cedera kepala, Penanganan dan rehabilitasi pasien dengan penyakit saraf kronis (misalnya, Parkinson, Multiple Sclerosis), Rehabilitasi untuk kondisi saraf terjepit (Hernia Nukleus Pulposus/HNP, Carpal Tunnel Syndrome). Rehabilitasi Anak (Pediatrik): Penanganan dan terapi untuk anak-anak dengan gangguan perkembangan motorik, Cerebral Palsy (CP), Down Syndrome, dan autism spectrum disorder (ASD). Manajemen Nyeri Non-Bedah: Melakukan intervensi non-operatif untuk mengurangi nyeri, termasuk terapi injeksi (trigger point injection, joint injection) dan modalitas terapi fisik canggih. Rehabilitasi Geriatri (Lansia): Program untuk pencegahan jatuh, pemeliharaan keseimbangan, dan peningkatan mobilitas pada pasien lanjut usia. Kesehatan Kerja dan Kualitas Hidup: Evaluasi kemampuan kerja dan program rehabilitasi untuk mengembalikan pasien ke lingkungan kerja. - Published: 2026-02-18 - Modified: 2026-02-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-alexander-theodore-samosir-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Sukabumi dr. Alexander Theodore Samosir, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau berdedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif. dr. Alexander Theodore Samosir, Sp. M melayani berbagai gangguan kesehatan mata, dengan fokus utama pada: Katarak: Diagnosis dan penanganan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan penglihatan. Gangguan Refraksi: Penanganan mata minus (miopia), plus (hipermetropia), dan silinder (astigmatisme). Glaukoma: Deteksi dini dan manajemen tekanan bola mata untuk mencegah kerusakan saraf optik. Penyakit Mata Luar & Infeksi: Tatalaksana konjungtivitis, keratitis, serta gangguan pada kelopak mata (seperti bintitan atau kalazion). Retina Dasar: Skrining gangguan retina akibat diabetes (Retinopati Diabetik) atau hipertensi. Dalam memberikan pelayanan, dr. Alexander, Sp. M melakukan berbagai tindakan diagnostik dan operatif, di antaranya: Operasi Katarak (Fakoemulsifikasi): Teknik bedah katarak modern menggunakan getaran ultrasonik dengan sayatan minimal, sehingga pemulihan pasien menjadi jauh lebih cepat. Pemeriksaan Slit-Lamp & Oftalmoskopi: Evaluasi mendalam terhadap struktur internal dan eksternal mata untuk mendeteksi kelainan sekecil mungkin. Tonometri: Pengukuran tekanan bola mata untuk skrining glaukoma. Tes Tajam Penglihatan & Refraksi: Penentuan ukuran kacamata atau lensa kontak yang tepat untuk pasien. Pembersihan & Ekstraksi Benda Asing: Tindakan darurat untuk mengeluarkan debu, logam, atau benda asing yang masuk ke permukaan mata. - Published: 2026-02-14 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-dr-h-ari-fahrial-syam-sppd-kgeh-mmbfinasim-facp-facg/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI - Lokasi: Jakarta Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp. PD-KGEH. , MMB, FINASIM, FACP, FACG adalah Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam serta konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter dan pendidikan spesialis Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Prof. Ari melanjutkan pendidikan Diploma Pascasarjana dan Magister Biologi Molekuler di University of Queensland, Australia, kemudian menuntaskan pendidikan Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi melalui Kolegium Ilmu Penyakit Dalam Indonesia. Gelar Doktor (S3) Ilmu Biomedik diperoleh dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Profesor FKUI pada tahun 2018. Selain berkiprah sebagai klinisi dan akademisi, Prof. Ari memiliki pengalaman kepemimpinan yang luas di tingkat nasional dan internasional. Beliau pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2017–2025), Ketua dan Presiden berbagai organisasi profesi kedokteran, serta terlibat aktif dalam perumusan kebijakan kesehatan nasional sebagai anggota berbagai komite di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peran internasionalnya antara lain sebagai Presiden ASEAN Medical School Network dan Regional Ambassador Association of Academic Health Centres International (AAHCI). Atas kontribusinya, beliau menerima berbagai penghargaan, antara lain Top 10 Dosen FKUI dengan Publikasi Terbanyak di SINTA, Top 500 Peneliti Terbaik SINTA Nasional, serta penghargaan Sivitas Akademika UI atas kontribusi dalam penanggulangan COVID-19. Dalam bidang penelitian, Prof. Ari aktif mengembangkan riset gastroenterologi dengan fokus pada manajemen dispepsia dan infeksi Helicobacter pylori, profil genomik kanker kolorektal Indonesia, epidemiologi global inflammatory bowel disease, peran endoscopic ultrasound intervensional di negara berkembang, serta dampak pandemi COVID-19 terhadap penyakit refluks gastroesofageal, dengan produktivitas ilmiah tinggi dan lebih dari 120 publikasi nasional maupun internasional. Prof Ari juga pernah mengikuti pelatihan di bidang gaatrointestinal pada NUS hospital Singapura, Jichi Hospital Jepang dan mengikuti kursus nutrisi dan Mikrobiota di Swiss dan Swedia. Menjadi pembicara tingkat nasional dan internasional. Adapun tindakan medis yang diberikan oleh Prof Ari di Primaya Hospital Kelapa Gading yaitu : Tindakan Endoskopi Saluran cerna atas dan bawah baik basic maupun advanced endoskopi, termasuk dengan pemeriksaan diagnostik dengan gastroskopi,kolonoskopi, nasal endoskopi, enteroskopi, duodenoskopi, endoskopi ultrasound dan kapsul endoskopi. Tindakan basic dan advanced terapeutik meliputi pengambilan polip saluran cerna, ERCP terapeutik termasuk pengambilan batu dari saluran empedu, pemasangan stent saluran cerna atas dan bawah dan juga stent pankreas maupun stent saluran empedu empedu dan pelebaran saluran cerna atas dan bawah dan saluran empedu. Pemasangan stent (saluran cerna atas dan bawah, stnt pankreas/stent saluran empedu dan pelebaran saluran cerna atas dan bawah dan saluran empedu) Pemeriksaan diagnostik dengan gastroskopi, kolonoskopi, nasal endoskopi, duodenoskopi, endoskopi ultrasound dan kapsul endoskopi. - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ruby-firdaus-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bogor dr. Ruby Firdaus,Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Ruby Firdaus menempuh pendidikan Dokter Spesialis Paru, Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami. Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) dr. Ruby Firdaus juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lusiana-indah-winata-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Bogor dr. Lusiana Indah Winata, Sp. KJ sebagai Spesialis Kedokteran Jiwa yang saat ini berpraktik di FMC Hospital. dr. Lusiana Indah Winata menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan terkait kejiwaan, diantaranya: Gangguan bipolar Gangguan depresi Fobia dan masalah kecemasan (post-traumatic stress disorder/ PTSD, depresi berulang dan lain sebagainya) Gangguan kepribadian (kepribadian ganda, kepribadian paranoid, kepribadian antisosial, dsb) Masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja (masalah tingkah laku, disabilitas intelektual, autisme, hiperaktif, dan masalah perkembangan) Gangguan makan (anoreksia dan bulimia) Masalah yang berkaitan dengan kondisi seksual (gairah seksual menurun, dispareunia, disfungsi seksual, masalah orgasme, dan vaginismus) Kelainan mental organik Masalah tidur (mimpi buruk, masalah siklus tidur, tidur berjalan, hipersomnia, dan insomnia) Gangguan adiksi (Penyalahgunaan obat terlarang, alkohol, atau zat psikoaktif) Gangguan impuls kontrol (gangguan kendali impulsif dan gangguan kecanduan) Gangguan pengendalian impuls (kleptomania, piromania, dan trichotillomania) Obsessive compulsive disorder (OCD) Gangguan somatoform (gangguan somatisasi dan hipokondriasis) Gangguan kesehatan mental pada lansia Skizofernia ( Skizofrenia katatonik, paranoid) dan sebagainya Mengatasi gangguan penyesuaian dengan perubahan hidup, kehilangan, atau situasi stres lainnya dr. Lusiana Indah Winata, Sp. KJ juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-roby-syah-putra-firmansyah-sp-kk-m-kes/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Bogor dr. Roby Syah Putra Firmansyah, Sp. KK, M. Kes sebagai Spesialis Dermatovenereologi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Roby Syah Putra Firmansyah menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan kulit, rambut, kuku, dan organ reproduksi, diantaranya: Penanganan kelainan kulit, rambut, dan kuku pada bayi baru lahir, anak, remaja, dewasa, hingga lansia Penanganan kelainan kulit alergi dan imunologi Penanganan penyakit kulit karena infeksi (bakteri, virus, jamur, atau parasit) Penanganan Infeksi Menular Seksual (IMS) Penanganan Estetik Kulit Tindakan Bedah Kulit Penanganan luka / bekas luka / keloid dr. Roby Syah Putra Firmansyah, Sp. KK, M. Kes juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-puspita-sampekalo-sp-ok/ - Spesialisasi: OKUPASI - Lokasi: Bogor dr. Puspita Sampekalo,Sp. OK merupakan dokter spesialis Kedokteran Okupasi di FMC Hospital. dr. Puspita Sampekalo telah menempuh pendidikan Dokter Spesialis Okupasi di Universitas Indonesia Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait kesehatan kerja, diantaranya: Penilaian kelaikan kerja (Fit To Work) Program dan penilaian kembali bekerja (Return To Work) Diagnosis dan tatalaksana penyakit akibat kerja Walk through survey untuk pemetaan potensial hazard di tempat kerja Pelayanan health risk assesment bagi perusahaan Perencanaan kegiatan sesuai risiko pekerjaan dalam MCU pekerja Konsultasi dan pemeriksaan ergonomi kerja Pelayanan promosi kesehatan dan health talk terkait preventif dan kesehatan kerja Pelayanan program kesehatan kerja bagi perusahaan Pembacaaan audiometri okupasi bagi karyawan yang terpajan bising Pembacaan spirometri okupasi bagi karyawan yang terpajan hazard di tempat kerja dr. Puspita Sampekalo saat ini tercatat sebagai anggota PERDOKI (Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-melaniwati-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bogor drg. Melaniwati, Sp. KG merupakan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi di FMC Hospital. Beliau menyelesaikan program pendidikan kedokteran spesialis Konservasi Gigi di Universitas Trisakti dan lulus pada tahun 2016. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait kesehatan gigi, diantaranya: Scalling dan kuretase Penambalan gigi Perawatan saluran akar gigi anak dan dewasa Gigi tiruan lepasan dan cekat Pencabutan gigi anak dan dewasa drg. Melaniwati, Sp. KG saat ini tercatat sebagai anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-maghfira-fitri-febriani/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bogor drg. Maghfira Fitri Febriani merupakan dokter gigi di FMC Hospital. drg. Maghfira Fitri Febriani menyelesaikan program pendidikan kedokteran gigi di Universitas Achmad Yani Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait kesehatan gigi, diantaranya: Scaling Bleaching Kawat gigi (Orthodonti) Semua jenis penambalan gigi Perawatan saluran akar ((Edodonti) Ekstraksi berbagai kasus termasuk operasi kecil gigi bungsu Open flap kuretase Pembuatan gigi palsu lepasan drg. Maghfira Fitri Febriani saat ini tercatat sebagai anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-inge-mestika-prilia/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bogor drg. Inge Mestika Prilia merupakan dokter gigi di FMC Hospital. Inge Mestika Prilia menyelesaikan program pendidikan kedokteran gigi di Universitas Brawijaya Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait kesehatan gigi, diantaranya: Scaling Bleaching Kawat gigi (Orthodonti) Semua jenis penambalan gigi Perawatan saluran akar ((Edodonti) Ekstraksi berbagai kasus termasuk operasi kecil gigi bungsu Open flap kuretase Pembuatan gigi palsu lepasan Inge Mestika Prilia saat ini tercatat sebagai anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-angelo-soekamto-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bogor dr. Michael Angelo Soekamto, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital . dr. Michael Angelo Soekamto menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Michael Angelo Soekamto juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-indra-lesmana-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bogor dr. Michael Indra Lesmana, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Michael Indra Lesmana menempuh pendidikan Dokter Spesialis Mata di Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan mata, diantaranya: Ukur kacamata / gangguan refraksi Layanan katarak Layanan glaukoma Pemeriksaan infeksi pada mata Pemeriksaan mata kering Pemeriksaan mata anak Ekstraksi benda asing Pemeriksaan buta warna Konsultasi penyakit mata lainnya dr. Michael Indra Lesmana juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nurrakhmadaniyah-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bogor dr. Nurrakhmadaniyah, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Nurrakhmadaniyah menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Penyakit Dalam diFakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Nurrakhmadaniyah juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dhevariza-pra-dhani-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bogor dr. Dhevariza Pra Dhani, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Dhevariza Pra Dhani menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang. Radang sendi (artritis). Cedera ligamen (misalnya cedera ACL). Cedera tendon (tendinitis). Gangguan tulang belakang (skoliosis, dll. ). Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis). Tumor tulang. Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ). Carpal Tunnel Syndrome. Hernia nukleus pulposus. dr. Dhevariza Pra Dhani juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia. - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-edward-yando-napitupulu-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bogor dr. Edward Yando Napitupulu, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi (Saraf ) yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Edward Yando Napitupulu menempuh pendidikan dokter Spesialis Neurologi(Saraf) di Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic Cerebral palsy Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot)Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-erni-marjuny-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bogor dr. Erni Marjuny, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Erni Marjuny menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Penyakit Dalam diFakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Erni Marjuny juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-riang-salbia-tambunan-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bogor dr. Riang Salbia Tambunan, M. Ked(OG), Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Riang Tambunan, Sp. OG menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Sumatera Utara Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Riang Salbia Tambunan, M. Ked(OG), Sp. OG merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fahrenheit-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bogor dr. Fahrenheit, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Fahrenheit, Sp. PD menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Erni Marjuny juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-anita-yolaningtyas-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bogor dr. Anita Yolaningtyas, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Anita Yolaningtyas, Sp. A menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Unversitas Sam Ratulangi Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr. Anita Yolaningtyas, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2026-02-11 - Modified: 2026-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ivena-marella-faustin/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bogor drg. Ivena Marella Faustin merupakan dokter gigi di FMC Hospital. drg. Ivena Marella Faustin menyelesaikan program pendidikan kedokteran gigi di Universitas Hasanuddin Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait kesehatan gigi, diantaranya: Scaling Bleaching Kawat gigi (Orthodonti) Semua jenis penambalan gigi Perawatan saluran akar ((Edodonti) Ekstraksi berbagai kasus termasuk operasi kecil gigi bungsu Open flap kuretase Pembuatan gigi palsu lepasan drg. Ivena Marella Faustin saat ini tercatat sebagai anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-christine-nathalina-sinaga-simanjorang-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bogor dr. Christine Nathalina Sinaga Simanjorang, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di FMC Hospital menempuh pendidikan Dokter Spesialis Jantung Pembuluh darah di Universitas Indonesia dr. Christine Nathalina Sinaga Simanjorang ahli dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah berbagai kondisi yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular. Kondisi yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh darah jantung) Gagal jantung. Aritmia (gangguan irama jantung) Hipertensi (tekanan darah tinggi) Penyakit katup jantung Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) Penyakit jantung bawaan Gangguan pembuluh darah perifer Selain konsultasi, tindakan medis yang dapat dilakukan yaitu EKG, treadmill, Ekokardiografi , dan Kateterisasi Diagnostik Jantung. - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-alfurqon-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi Dr. Al Furqon, Sp. M adalah dokter spesialis mata dengan fokus pada penyakit retina dan perawatan vitreoretina, baik secara medis maupun bedah. Dengan pengalaman bertahun-tahun, beliau berkomitmen memberikan perawatan terbaik sekaligus edukasi kepada pasien, sehingga setiap langkah pengobatan tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Menggabungkan pendidikan tinggi, pengalaman klinis, dan kepemimpinan di organisasi medis, Dr. Al Furqon, Sp. M ahli dalam diagnosis dan penanganan penyakit retina, berpengalaman dalam prosedur phacoemulsifikasi dan bedah vitreoretina, serta selalu mengutamakan edukasi pasien agar setiap pasien memahami kondisi dan pilihan perawatan terbaik bagi mereka. Dengan pendekatan menyeluruh ini, beliau mampu memberikan solusi terbaik untuk segala keluhan retina, mulai dari pemeriksaan rutin hingga prosedur bedah yang kompleks. - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andreas-surya-anugrah-sp-m-fics-aifo-k/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi dr. Andreas Surya Anugrah, Sp. M, FICS, AIFO-K adalah dokter spesialis mata yang memiliki keahlian mendalam dalam bedah plastik dan rekonstruksi mata (oculoplastic), trauma mata, serta bedah katarak dan koreksi penglihatan dengan teknologi laser. Dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Gadjah Mada dan pelatihan lanjutan di berbagai pusat mata terkemuka nasional maupun internasional, dr. Andreas dikenal sebagai dokter yang teliti, komunikatif, dan mengutamakan hasil yang aman serta natural bagi pasien. Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, kemudian memperdalam keahlian melalui Fellowship Bedah Rekonstruksi dan Okuloplasti di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kirana, Jakarta, salah satu pusat rujukan mata terbaik di Indonesia. - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vanessa-maximiliane-tina-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bogor dr. Vanessa Maximiliane Tina, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Vanessa Maximiliane Tina menempuh pendidikan Dokter Spesialis Mata di Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan mata, diantaranya: Ukur kacamata / gangguan refraksi Layanan katarak Layanan glaukoma Pemeriksaan infeksi pada mata Pemeriksaan mata kering Pemeriksaan mata anak Ekstraksi benda asing Pemeriksaan buta warna Konsultasi penyakit mata lainnya dr. Vanessa Maximiliane Tina juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-03-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dika-putrayudasp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bogor dr. Dika Putrayuda, Sp. OG, FICS sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Dika Putrayuda. ,Sp. OG menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Riau. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Dika Putrayuda. ,Sp. OG merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-imanuel-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bogor dr. Imanuel, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Imanuel, Sp. OG menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Sam Ratulangi, Manado Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Imanuel merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-saloma-klementina-saing-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bogor dr. Saloma Klementina Saing ,Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Saloma Klementina menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr Saloma Klementina Saing juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lina-maylani-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bogor dr. Lina Maylani, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Lina Maylani menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal rehabilitasi fisik, diantaranya: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Patah pinggul Limfedema Obesitas Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Cedera Olahraga PID Sinusitis Osteo Athritis dr. Lina Maylani, Sp. KFR juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia. - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-melvin-pascamotan-togatorop-sp-b-m-ked/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bogor dr. Melvin Pascamotan Togatorop, Sp. B, M. Ked. sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Melvin Pascamotan Togatorop menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar, - Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. dr. Melvin Pascamotan Togatorop juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-adi-sentosa-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bogor dr. Adi Sentosa, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Adi Sentosa menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di AMCM Manila, Philippine Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr. Adi Sentosa juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mudianto-sp-b-finacs/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bogor dr. Mudianto, Sp. B, Finacs sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Mudianto, Sp. B, Finacs menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. dr. Mudianto, Sp. B, Finacs juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia. - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-agoes-tino-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bogor dr. Agoes Tino, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Agoes Tino menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. dr. Agoes Tino, Sp. B juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia. - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dimas-bagus-cahyono-putro-sp-tht-bkl/ - Spesialisasi: THT - Tindakan Medis: Endoskopi telinga, Functional Endoscopic Sinus Surgery - Lokasi: Jakarta dr. Dimas Bagus Cahyono Putro, Sp. THT-BKL adalah dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dan spesialisasi dari institusi ternama. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman dan menempuh pendidikan spesialis THT-BKL di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pengalaman klinis dr. Dimas mencakup pelayanan sebagai dokter internsip dan dokter umum di beberapa rumah sakit di berbagai kota di Indonesia, sebelum kemudian berpraktik sebagai dokter spesialis THT-BKL di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, RSU Duta Mulya Majenang, dan RSUD Majenang. Selain praktik klinis, beliau aktif dalam kegiatan ilmiah pada forum nasional maupun internasional, khususnya di bidang bedah plastik wajah. workshop / pelatihan di dalam maupun luar negri dr. Dimas juga memiliki kompetensi penunjang melalui berbagai pelatihan dan kursus seperti ATLS, ACLS, keterampilan bedah dasar, serta workshop temporal bone dissection. Adapun pelayanan medis yang dapat dr. Dimas berikan yaitu Keahlian Khusus (Operasi Endoskopi), Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (FESS / Functional Endoscopic Sinus Surgery) Mahir dalam melakukan tindakan bedah minimal invasif untuk mengobati sinusitis kronis, polip hidung, dan kelainan anatomi hidung. FESS memungkinkan pemulihan yang lebih cepat dan kerusakan jaringan yang minimal. Telinga (Otologi) Diagnosis dan penanganan gangguan pendengaran (tuli konduktif dan sensorineural), Penanganan infeksi telinga, seperti Otitis Media Akut (OMA) dan Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK), Penanganan vertigo dan masalah keseimbangan, Tindakan bedah telinga (misalnya, Timpanoplasti). Hidung (Rinologi) Penanganan Rhinitis Alergi dan non-alergi, Diagnosis dan terapi sinusitis akut dan kronis, Penanganan polip hidung dan kelainan septum hidung (misalnya, deviasi septum). Tenggorokan dan Kepala-Leher (Laringologi & Bedah Kepala-Leher) Diagnosis dan penangananTonsilitis (amandel) dan Faringitis, Penanganan kelainan pita suara dan gangguan suara (disfonia), Diagnosis awal tumor atau massa pada area kepala dan leher (misalnya, kelenjar getah bening atau kelenjar tiroid. Tindakan dan tatalaksana pada kasus cidera wajah. - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudhistira-herlambang-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bogor dr. Yudhistira Herlambang, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Yudhistira Herlambang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neuroogi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain. Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot) Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia dr. Yudhistira Herlambang juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI) - Published: 2026-02-10 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-adlan-pratama-binharyanto-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bogor dr. Adlan Pratama Binharyanto, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Adlan Pratama Binharyanto menempuh pendidikan Dokter Spesialis Paru, Universitas Brawijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami. Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) dr. Adlan Pratama Binharyanto juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) - Published: 2026-02-09 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-kusdiansah-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Depok dr. Muhammad Kusdiansah, Sp. BS merupakan Dokter Spesialis Bedah Saraf dengan Subspesialisasi Neurovascular Surgery. Beliau memberikan penanganan menyeluruh untuk stroke, tumor otak dan trauma saraf, memiliki keahlian khusus: Cerebral Bypass & Moyamoya Brainstem Cavernoa Brain Aneurys & AVM - Published: 2026-02-09 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-anne-suryani-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bogor dr. Anne Suryani , Sp KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Anne Suryani menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Sam Ratulangi Manado. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal rehabilitasi fisik, diantaranya: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Patah pinggul Limfedema Obesitas Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Cedera Olahraga PID Sinusitis Osteo Athritis dr. Anne Suryani juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia. - Published: 2026-02-09 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-christy-efiyanti-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bogor dr. Christy Efiyanti, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Christy Efiyanti menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Penyakit Dalam diFakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Christy Efiyanti juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2026-02-09 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-firman-s-anthonius-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bogor dr. Firman S. Anthonius, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di FMC Hospital. dr. Firman S. Anthonius menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Hasanuddin Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr. Firman S. Anthonius, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2026-02-08 - Modified: 2026-05-06 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-novinda-herwirastri-sp-b-subsp-bve-k/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Novinda Herwirastri, Sp. B, Subsp. BVE (K) merupakan Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Beliau menempuh pendidikan Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular diUniversitas. Keahlian dan Layanan: Varises tanpa sayatan dengan metode laser/glue Perawatan luka kaki diabetes, cegah amputasi Akses cuci darah/Hemodialisa (CDL, Cimino/AV Shunt) Deteksi dini & pencegahan stroke Aneurisma/Pseudoaneurisma pembuluh darah Akses kemoterapi (Chemoport) Kemoterapi dengan kateteisasi Penyakit Arteri Perifer (Penyumbatan pembuluh darah di tangan dan kaki) Penyakit akibat pembekuan darah di pembuluh darah (Deep Vein Thrombosis / Acute Limb Ischemia) Tumor pembuluh darah dan malformasi vaskular Lymfedema (Sumbatan Pembuluh Limfe/Getah Bening) - Published: 2026-02-08 - Modified: 2026-05-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-budi-tedjo-sp-jp-k/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Jakarta dr. Budi Ario Tejo memperoleh gelar Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro, Semarang. Beliau merupakan anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Beliau memberikan layanan konsultasi terkait berbagai gangguan kesehatan jantung dan pembuluh darah, dengan minat klinis meliputi penyakit jantung koroner (angina/serangan jantung), gagal jantung, kardiomiopati, aritmia (gangguan irama jantung), kebocoran katup jantung, penyakit jantung bawaan, perikarditis, tumor jantung, hingga penyakit pembuluh darah seperti varises. - Published: 2026-02-01 - Modified: 2026-04-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yuri-fitri-budiman-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Yuri Fitri Budiman, Sp. KJ adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater) yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya Hospital PGI Cikini (Jakarta), menyelesaikan pendidikan kedokteran dan pendidikan spesialis Kedokteran Jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan dokter umum dan sarjana kedokteran di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan terkait kejiwaan, diantaranya: Gangguan depresi atau gangguan bipolar Fobia dan masalah kecemasan (post-traumatic stress disorder/ PTSD atau serangan panik). Gangguan kepribadian (kepribadian ganda, kepribadian paranoid, kepribadian antisosial, dsb) Masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja (masalah tingkah laku, disabilitas intelektual, autisme, hiperaktif, dan masalah perkembangan). Gangguan makan (anoreksia dan bulimia). Masalah yang berkaitan dengan kondisi seksual (gairah seksual menurun, dispareunia, disfungsi seksual, masalah orgasme, dan vaginismus). Kelainan mental organik. Masalah tidur (mimpi buruk, masalah siklus tidur, tidur berjalan, hipersomnia, dan insomnia) Gangguan adiksi (Penyalahgunaan obat terlarang, alkohol, atau zat psikoaktif). Gangguan impuls kontrol (gangguan kendali impulsif dan gangguan kecanduan). Gangguan pengendalian impuls (kleptomania, piromania, dan trichotillomania) Obsessive compulsive disorder (OCD). Gangguan somatoform (gangguan somatisasi dan hipokondriasis) Gangguan kesehatan mental pada lansia. Skizofernia termasuk skizofrenia katatonik Mengatasi gangguan penyesuaian dengan perubahan hidup, kehilangan, atau situasi stres lainnya - Published: 2026-02-01 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sri-dhuny-atas-asri-sp-pk-fisr-mars/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Jakarta dr. Sri Dhuny Atas Asri, Sp. P(K), MARS adalah Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Dokter Spesialis Paru) lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau memiliki kompetensi tambahan sebagai Konsultan Infeksi Paru serta Fellow Terapi Sistemik Onkologi Toraks, dengan keahlian dalam diagnosis dan tata laksana penyakit paru kompleks, infeksi respirasi, serta kanker paru. Selain aktif sebagai klinisi, dr. Dhuny juga berperan sebagai dosen fakultas kedokteran dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan latar belakang Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), beliau memiliki pengalaman dalam pengelolaan mutu layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran. Di bidang akademik, dr. Dhuny aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, khususnya terkait penyakit paru, tuberkulosis, COVID-19, serta infeksi respirasi kompleks. Beliau terlibat dalam berbagai penelitian nasional dan multisentra, serta memiliki publikasi pada jurnal ilmiah nasional dan internasional bereputasi, termasuk jurnal yang terindeks Scopus dan IEEE, serta berkontribusi dalam penyusunan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tuberkulosis. - Published: 2026-02-01 - Modified: 2026-05-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-raka-janitra-m-ked-neurosurg-sp-bs-finps/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Raka Janitra, M. Ked (Neurosurg), Sp. BS. , FINPS adalah dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di UKRIDA Hospital, berpengalaman dalam menangani berbagai kelainan sistem saraf, meliputi otak, tulang belakang, dan saraf perifer. Dengan pendekatan yang cermat, berbasis teknologi medis terkini, dan berorientasi pada keselamatan pasien, beliau berkomitmen memberikan penanganan optimal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Beliau terus berupaya untuk mengupdate ilmu dan kemampuan melalui seminar dan workshop, salah satunya beliau mengikuti Microneurosurgery, K. E. M Hospital, SETH G. S. - Medical College (Mumbai, India), (2018) Sebagai Spesialis Bedah Saraf, beliau memiliki kompetensi utama dalam: Pelayanan Konsultasi & Evaluasi Bedah Saraf Penanganan Kasus Trauma Saraf : Cedera kepala (traumatic brain injury), Perdarahan otak akibat trauma, Tumor Otak, dan Cedera tulang belakang. Bedah Otak: Operasi tumor otak (jinak dan ganas), Penanganan perdarahan otak (epidural, subdural, intraserebral) Manajemen Nyeri & Gangguan Saraf: Penanganan nyeri saraf kronik, Spasticity management, Nyeri punggung akibat kelainan saraf Selain itu, beliau juga memiliki kompetensi dalam tindakan: Microscopic & Endoscopic Brain Surgery Spinal Stabilization & Instrumentation Microscopic Spine Surgery Radiofrequency & Interventional Pain Management Tidak hanya itu, beliau juga menjadi bagian dari keanggotaan organisasi profesional dokter, yaitu: Indonesian Neurosurgical Pain Society (2024-saat ini) Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (2018-saat ini) Ikatan Dokter Indonesia (2011- saat ini) - Published: 2026-02-01 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-reyhan-pradnya-pradanamked-klin-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Semarang dr. Reyhan Pradnya Pradana, Sp. OT lahir di Semarang merupakan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Beliau Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Solo, tahun 2015. Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, pada tahun 2025. Beliau saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Othopedic. Tindakan medis yang dapat dilakukan diantaranya: Trauma ekstremitas bawah Trauma Ekstremitas Atas Trauma Pediatrik Trauma tulang belakang Cedera Ekstremitas terkait Olahraga Orthopaedi pediatrik Penyakit muskuloskeletal kongenital genetik (postur pendek, akondroplasia, epifiseal, displasia, ollier’s, multi hererditari exostosis) Manajemen fraktur osteoporosis Penyakit degeneratif tulang belakang (stenosis, penyakit diskus degeneratif, herniasi diskus, degeneratif spondylolisthesis, spondylosis) - Published: 2026-02-01 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-elvita-chandra-pranata/ - Spesialisasi: AKUPUNTUR - Lokasi: Semarang dr. Elvita Chandra Pranata lahir di Semarang, Beliau Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, tahun 2017. Beliau saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Akupuntur. - Published: 2026-02-01 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudhanta-suryadilaga-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Semarang dr. Yudhanta Suryadilaga,SpJP FIHA lahir di Semarang, Beliau Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, tahun 2017. Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, pada tahun 2025. Beliau saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Penyakit Jantung dan Penyakit Dalam. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit Jantung Koroner (PJK): Diagnosis dan penatalaksanaan Angina (nyeri dada) dan Infark Miokard Akut (serangan jantung), Evaluasi risiko dan manajemen jangka panjang PJK. Hipertensi dan Dislipidemia: Diagnosis, penanganan, dan penyesuaian target tekanan darah pada kasus hipertensi (tekanan darah tinggi), Penanganan gangguan kolesterol (dislipidemia) untuk pencegahan penyakit jantung. Gagal Jantung (Heart Failure): Diagnosis, pemantauan, dan manajemen pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Diagnosis dan penanganan awal takikardia (detak jantung cepat) dan bradikardia (detak jantung lambat). Ekspetasi Diagnostik Non-Invasif: Interpretasi dan pelaksanaan pemeriksaan penunjang seperti Elektrokardiogram (EKG), Ekokardiografi (USG Jantung), dan Tes Treadmill (Stress Test). Pencegahan Kardiovaskular: Konseling gaya hidup, modifikasi faktor risiko, dan program rehabilitasi jantung. - Published: 2026-01-27 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ferinda-utami-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI, DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Ferinda Utami, Sp. KG adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berdedikasi dalam mempertahankan kesehatan dan keutuhan gigi asli pasien. Beliau menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia (UI) dan merupakan anggota aktif Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI). Beliau dikenal sebagai klinisi yang sangat detail dan teliti, terutama dalam melakukan prosedur perawatan saluran akar yang membutuhkan presisi tinggi. drg. Ferinda berkomitmen untuk memberikan solusi bagi gigi yang rusak parah agar tetap dapat berfungsi dengan baik tanpa harus dilakukan pencabutan, serta memastikan hasil restorasi yang memiliki nilai estetika tinggi. Keahlian dan Fokus Layanan drg. Ferinda memiliki fokus layanan pada upaya pencegahan dan penanganan kerusakan gigi agar gigi tetap sehat secara fungsional maupun penampilan: Endodontik Terpadu: Penanganan infeksi pada saraf gigi (pulpa) akibat lubang yang dalam atau trauma. Restorasi Konservatif: Penambalan gigi dengan teknik minimal invasif untuk menjaga jaringan gigi asli sebanyak mungkin. Estetika Dental: Fokus pada perbaikan bentuk, posisi, dan warna gigi depan untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien. Manajemen Nyeri Gigi: Diagnosis dan tatalaksana nyeri akut pada gigi yang disebabkan oleh peradangan saraf atau abses. Tindakan dan Tatalaksana Medis Dalam praktiknya, drg. Ferinda melakukan berbagai prosedur medis spesialis, meliputi: Perawatan Saluran Akar (PSA): Pembersihan dan pengisian saluran akar gigi untuk menyelamatkan gigi dari pencabutan. Bedah Endodontik (Apektomi): Prosedur bedah kecil untuk mengangkat ujung akar gigi yang terinfeksi kronis. Restorasi Komposit Estetik: Penambalan gigi depan dan belakang dengan material yang sangat mirip dengan warna gigi asli. Inlay, Onlay, dan Overlay Keramik: Restorasi untuk kerusakan gigi yang luas sebagai alternatif mahkota gigi (crown) guna mempertahankan struktur gigi yang tersisa. Pemutihan Gigi (Dental Bleaching): Prosedur mencerahkan gigi baik secara eksternal maupun internal (untuk gigi yang menghitam setelah perawatan saraf). Veneer Gigi: Pemasangan lapisan tipis untuk memperbaiki tampilan gigi yang retak, berubah warna, atau bentuknya tidak proporsional. Penanganan Gigi Sensitif: Terapi khusus untuk mengatasi rasa linu berlebih akibat pengikisan email gigi. - Published: 2026-01-27 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-rifka-amanda/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Rifka Amanda adalah seorang Dokter Gigi Umum (General Dentist) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berdedikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas bagi masyarakat. Beliau merupakan lulusan pendidikan kedokteran gigi dari Universitas Indonesia (UI) dan merupakan anggota aktif dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Keahlian dan Fokus Layanan drg. Rifka melayani berbagai keluhan gigi harian untuk pasien dari berbagai kelompok usia, dengan fokus pada: Kesehatan Gigi Keluarga: Melayani kebutuhan gigi anak-anak, dewasa, hingga lansia. Pencegahan Penyakit Mulut: Tindakan deteksi dini untuk mencegah lubang gigi menjadi lebih parah atau infeksi gusi. Restorasi Gigi Dasar: Mengembalikan fungsi kunyah dan estetika gigi yang rusak akibat lubang atau patahan ringan. Manajemen Kebersihan Mulut: Program pembersihan karang gigi secara rutin untuk menjaga kesegaran napas dan kekuatan gusi. Tindakan dan Tatalaksana Medis Beberapa tindakan medis yang rutin dilakukan oleh drg. Rifka Amanda meliputi: Scaling & Root Planing: Pembersihan menyeluruh karang gigi (tartar) dan plak yang dapat menyebabkan gusi berdarah dan bau mulut. Penambalan Gigi Estetik: Penutupan lubang gigi menggunakan resin komposit sewarna gigi untuk hasil yang natural. Pencabutan Gigi (Exodontia): Tindakan pencabutan gigi yang sudah tidak layak dipertahankan atau gigi susu yang sudah waktunya tanggal. Perawatan Gigi Sensitif: Pemberian gel desensitisasi untuk mengatasi rasa ngilu saat makan atau minum dingin. Aplikasi Fluoride & Sealant: Perlindungan tambahan pada gigi (terutama anak-anak) agar lebih kuat terhadap serangan kuman penyebab karies. Emergency Dental Care: Penanganan awal pada sakit gigi akut, bengkak gusi, atau trauma gigi akibat benturan. - Published: 2026-01-25 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-bagas-marsudi-m-sc-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Depok dr. Bagas Marsudi, M. Sc, Sp. JP, FIHA merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Indonesia, setelah sebelumnya meraih gelar Master of Science in Cardiovascular Science dari University College London (UCL). Dalam praktiknya, dr. Bagas memberikan layanan konsultasi dan penanganan berbagai penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, dengan pendekatan medis yang komprehensif dan berbasis evidence-based medicine. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, jika mengalami kondisi berikut: Nyeri Dada & Keluhan Jantung Penyakit Jantung Koroner Gangguan Irama Jantung Gagal Jantung Hipertensi & Kolesterol Tinggi Penyakit Katup Jantung Kelainan Jantung Bawaan Skrining & Pemantauan Kesehatan Jantung Selain aktif dalam pelayanan klinis, dr. Bagas juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). - Published: 2026-01-19 - Modified: 2026-01-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-stephanie-darda-susilowati-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Depok dr. Stephanie Darda Susilowati, Sp. A merupakan dokter spesialis anak Primaya Hospital Depok yang menempuh pendidikan spesialis anak di Universitas Udayana, Denpasar. Di Primaya Hospital Depok, dr. Stephanie melayani konsultasi kesehatan anak sejak bayi baru lahir hingga usia remaja. Layanan yang diberikan mencakup skrining tumbuh kembang serta edukasi orang tua yang berkelanjutan, guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak secara optimal. Dengan pengalaman klinis yang kuat dan komprehensif, dr. Shela memiliki kompetensi dalam menangani berbagai aspek kesehatan anak, antara lain : Pemeriksaan rutin kesehatan anak Imunisasi Penatalaksanaan infeksi pada Anak Gangguan tumbuh kembang Konsultasi laktasi Konseling keluarga untuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak Penyakit pada anak yang umum dijumpai seperti demam, batuk, diare, dan alergi. Seluruh layanan diberikan dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah serta komunikasi yang ramah dan nyaman bagi anak maupun orang tua. Selain praktek klinis, beliau juga bergabung dalam organisasi profesi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2026-01-19 - Modified: 2026-01-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gracia-angelia-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Depok dr. Gracia Angelia, Sp. OG adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Di Primaya Hospital Depok, dr. Gracia memberikan pelayanan medis berupa konsultasi, pemeriksaan, serta penanganan komprehensif terkait kesehatan kebidanan dan kandungan antara lain: Kehamilan normal dan berisiko tinggi Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) Gangguan menstruasi Perdarahan uterus abnormal Infeksi saluran reproduksi wanita Kista ovarium dan mioma uteri Masalah kesuburan (infertilitas) Gangguan kesehatan organ reproduksi wanita Konsultasi perencanaan kehamilan dan keluarga berencana Pemeriksaan penujang dan tindakan medis yang dapat dilakukan: Pemeriksaan dan pemantauan kehamilan USG kehamilan dan USG ginekologi Penanganan persalinan normal Tindakan bedah kebidanan dan ginekologi sesuai indikasi medis Pemasangan dan pelepasan alat kontrasepsi (IUD, implan, KB) Kuretase dan tindakan ginekologi minor Konsultasi pra dan pasca persalinan dr. Gracia juga merupakan anggota Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) - Published: 2026-01-14 - Modified: 2026-01-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andhiky-raymonanda-madangsai-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Andhiky Raymonanda Madangsai, Sp. PD, AIFO-K merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fellowship Tatalaksana Penyakit Saluran Cerna dengan Endoskopi Tahap Dasar yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. dr. Andhiky Raymonanda Madangsai, Sp. PD, AIFO-K telah menyelesaikan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia tahun 2023 dan melanjutkan pelatihan lanjutan Fellowship Endoskopi dan Tatalaksana Saluran Cerna di tahun 2024, sehingga memiliki kompetensi khusus dalam penanganan penyakit saluran cerna secara diagnostik maupun terapeutik, dan sedang melanjutkan pendidikan Dokter Subspesialis Penyakit Dalam peminatan Gastroenterohepatologi FK Universitas Indonesia Dengan keahlian di bidang penyakit dalam dan endoskopi, dr. Andhiky menangani berbagai gangguan kesehatan organ dalam, khususnya yang berkaitan dengan sistem pencernaan, metabolik, dan penyakit infeksi. Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Gangguan saluran cerna seperti maag, GERD (asam lambung naik), nyeri lambung, mual muntah, diare, dan sembelit. 2. Pemeriksaan dan evaluasi penyakit lambung, usus, dan saluran pencernaan melalui tindakan endoskopi. Penanganan perdarahan saluran cerna dan keluhan pencernaan kronis Penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan asam urat Hipertensi dan pemantauan penyakit kronis Penyakit infeksi, termasuk tifus, demam berdarah, dan infeksi saluran cerna Pemeriksaan laboratorium serta interpretasi hasil (darah, urine, dan penunjang lain) untuk membantu pasien memahami kondisi kesehatannya secara menyeluruh Dr. Andhiky juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2026-01-13 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-danti-utami-setyowati-sp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Pangkalpinang dr. Danti Utami Setyowati, Sp. JP adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Beliau menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Brawijaya, Malang. dr. Danti Utami, Sp. JP memiliki keahlian dalam diagnosis, pencegahan, dan penanganan berbagai kondisi yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular. Beliau mendedikasikan praktiknya untuk menjaga kesehatan jantung pasien, mulai dari pencegahan hingga intervensi kompleks. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Penyakit Jantung Koroner (PJK): Diagnosis dan penatalaksanaan Angina (nyeri dada) dan Infark Miokard Akut (serangan jantung), Evaluasi risiko dan manajemen jangka panjang PJK. Hipertensi dan Dislipidemia: Diagnosis, penanganan, dan penyesuaian target tekanan darah pada kasus hipertensi (tekanan darah tinggi), Penanganan gangguan kolesterol (dislipidemia) untuk pencegahan penyakit jantung. Gagal Jantung (Heart Failure): Diagnosis, pemantauan, dan manajemen pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Diagnosis dan penanganan awal takikardia (detak jantung cepat) dan bradikardia (detak jantung lambat). Ekspetasi Diagnostik Non-Invasif: Interpretasi dan pelaksanaan pemeriksaan penunjang seperti Elektrokardiogram (EKG), Ekokardiografi (USG Jantung), dan Tes Treadmill (Stress Test). Pencegahan Kardiovaskular: Konseling gaya hidup, modifikasi faktor risiko, dan program rehabilitasi jantung. - Published: 2026-01-13 - Modified: 2026-01-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-zulfahmi-sp-jp-k/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Pangkalpinang dr. Zulfahmi, Sp. JP (K) adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fellowship PJB dan Jantung Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Beliau menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Brawijaya, Malang. dr. Zulfahmi, Sp. JP (K) memiliki keahlian dalam diagnosis, pencegahan, dan penanganan berbagai kondisi yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular dewasa dan anak. Memiliki keahlian khusus dalam diagnosis, pengobatan, dan penanganan masalah jantung pada bayi, anak, dan remaja, seperti penyakit jantung bawaan (PJB) gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, dan penyakit jantung lain pada anak. Adapun pelayanan medis yang dapat dilakukan diantaranya: Penyakit Jantung Koroner (PJK): Diagnosis dan penatalaksanaan Angina (nyeri dada) dan Infark Miokard Akut (serangan jantung), Evaluasi risiko dan manajemen jangka panjang PJK. Hipertensi dan Dislipidemia: Diagnosis, penanganan, dan penyesuaian target tekanan darah pada kasus hipertensi (tekanan darah tinggi), Penanganan gangguan kolesterol (dislipidemia) untuk pencegahan penyakit jantung. Gagal Jantung (Heart Failure): Diagnosis, pemantauan, dan manajemen pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Diagnosis dan penanganan awal takikardia (detak jantung cepat) dan bradikardia (detak jantung lambat). Ekspetasi Diagnostik Non-Invasif: Interpretasi dan pelaksanaan pemeriksaan penunjang seperti Elektrokardiogram (EKG), Ekokardiografi (USG Jantung), dan Tes Treadmill (Stress Test). Pencegahan Kardiovaskular: Konseling gaya hidup, modifikasi faktor risiko, dan program rehabilitasi jantung - Published: 2026-01-11 - Modified: 2026-01-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ardy-wildan-sp-pd-subsp-emdk-m-pd-ked/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN - Lokasi: Bekasi dr. Ardy Wildan, Sp. PD, K-EMD, M. Pd. Ked merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr. Ardy menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam serta pendidikan subspesialis Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes di Universitas Indonesia. Sebagai konsultan di bidang endokrin dan metabolik, dr. Ardy Wildan, Sp. PD, K-EMD, M. Pd. Ked memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan hormonal dan metabolik, termasuk diabetes melitus, gangguan tiroid, obesitas, serta sindroma metabolik. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis bukti, dr. Ardy berfokus pada pengelolaan penyakit kronis secara jangka panjang guna mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Selain aktif dalam praktik klinis, dr. Ardy juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang kedokteran (M. Pd. Ked) yang mendukung perannya dalam edukasi kesehatan pasien dan pengembangan layanan medis. dr. Ardy Wildan, Sp. PD, K-EMD, M. Pd. Ked merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Pemeriksaan dan pengelolaan diabetes melitus Penanganan gangguan hormonal, termasuk gangguan tiroid Penatalaksanaan obesitas dan sindroma metabolic Pengelolaan gangguan metabolik seperti dislipidemia dan resistensi insulin Penanganan gangguan endokrin terkait tekanan darah dan keseimbangan hormone Edukasi dan pengelolaan penyakit kronis berbasis gaya hidup Pemeriksaan laboratorium serta interpretasi hasil untuk pemantauan kondisi metabolic Konsultasi pencegahan komplikasi metabolik jangka panjang - Published: 2026-01-11 - Modified: 2026-01-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-nevada-permata-anvini-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA - Lokasi: Bekasi drg. Nevada Permata Anvini, Sp. Perio merupakan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Periodonsia di Universitas Indonesia, dengan kompetensi mendalam dalam diagnosis, pencegahan, dan penatalaksanaan penyakit jaringan penyangga gigi, termasuk gusi dan tulang penyangga gigi. drg. Nevada Permata Anvini, Sp. Perio memiliki keahlian dalam menangani berbagai masalah kesehatan gusi dan jaringan periodontal, seperti gingivitis dan periodontitis, dengan pendekatan yang profesional, evidence-based, serta berfokus pada perawatan jangka panjang untuk mempertahankan kesehatan gigi dan rongga mulut. Beliau juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Indonesia (IPERI). Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Pemeriksaan dan penanganan penyakit gusi (gingivitis dan periodontitis) Scaling dan root planing untuk membersihkan karang gigi di bawah gusi Terapi periodontal non-bedah Tindakan bedah periodontal sesuai indikasi medis Penanganan gusi berdarah, bengkak, dan resesi gusi Perawatan penunjang untuk mempertahankan gigi dan jaringan penyangga gigi Edukasi perawatan kesehatan gusi dan pencegahan penyakit periodontal Evaluasi dan pemantauan kesehatan periodontal secara berkala - Published: 2026-01-11 - Modified: 2026-01-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-arief-purwodito-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Arief Purwodito, Sp. BS sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr. Arief menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Bedah Saraf di Universitas Indonesia. Beliau juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi terkait penanganan: Penanganan saraf kejepit dan tulang belakang Penanganan cedera kepala dan trauma Penanganan tumor otak dan tulang belakang Penanganan gangguan pembuluh darah otak Penanganan nyeri dan gangguan saraf Penanganan gangguan fungsional saraf Layanan bedah minimal invasive - Published: 2026-01-07 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudha-friatna-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Yudha Friatna, Sp. PD sebagai Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Yudha menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dr. Yudha juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). ” Keahlian dan Fokus Layanan: Penyakit Dalam Umum: Pengelolaan infeksi tropis (Demam Berdarah, Tifus), gangguan saluran cerna, serta masalah ginjal dan hati. Manajemen Penyakit Metabolik: Penanganan Diabetes Melitus (kencing manis), Hipertensi (tekanan darah tinggi), serta gangguan lemak darah (Kolesterol/Trigliserida) Gastroentero-Hepatologi: Menangani masalah pencernaan seperti lambung (GERD/Gastritis), gangguan fungsi hati, dan saluran cerna. Kesehatan Ginjal & Hipertensi: Evaluasi fungsi ginjal dan penanganan hipertensi sekunder. Tindakan dan Tatalaksana Medis: Konsultasi dan Diagnosis Komprehensif: Evaluasi mendalam terhadap gejala klinis untuk menentukan akar permasalahan kesehatan pasien. Skrining Kesehatan (Medical Check-Up): Pemeriksaan menyeluruh untuk deteksi dini penyakit degeneratif dan risiko penyakit kronis. Interpretasi Hasil Penunjang Medis: Analisis hasil laboratorium darah, hasil rekam jantung (EKG), serta hasil pencitraan (Rontgen/USG) untuk menentukan strategi pengobatan. Manajemen Penyakit Kronis Jangka Panjang: Pengaturan dosis obat dan pemantauan kondisi pasien secara berkala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. - Published: 2026-01-06 - Modified: 2026-05-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wahyu-purnama-sp-pd-aifo-k-fisqua-frsph/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Wahyu Purnama, SpPD, AIFO-K, FISQua, FRSPH, FIHFAA sebagai Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Wahyu Purnama, Sp. PD menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sebagai seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Jakarta, dapat memberikan layanan kesehatan diantaranya: Penyakit Dalam Umum: Pengelolaan infeksi tropis (Demam Berdarah, Tifus), gangguan saluran cerna, serta masalah ginjal dan hati Manajemen Penyakit Metabolik: Penanganan Diabetes Melitus, Hipertensi, dan gangguan kolesterol (dislipidemia) Kedokteran Olahraga Klinis (Exercise Medicine): Memberikan resep latihan fisik yang aman bagi pasien dengan kondisi medis tertentu Geriatri dan Penyakit Kronis: Penanganan masalah kesehatan kompleks pada pasien lansia. Kesehatan Masyarakat & Pencegahan: Edukasi pola hidup sehat berdasarkan standar kesehatan masyarakat dr. Wahyu Purnama juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). ” - Published: 2026-01-04 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nensy-anggrainy-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Palangkaraya dr. Nensy Anggrainy, Sp. A sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr. Nensy Anggrainy menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Diponegoro, Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr. Nensy Anggrainy, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2025-12-30 - Modified: 2026-06-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gustiandari-fidhya-permanik-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Tangerang dr. Gustiandari Fidhya Permanik, Sp. M adalah seorang dokter spesialis mata yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan rutin, diagnosis, hingga penanganan berbagai gangguan dan penyakit mata. Beliau memiliki keahlian dalam menggunakan teknologi diagnostik terkini untuk mendeteksi masalah mata secara akurat dan merencanakan terapi yang paling efektif. dr. Gustiandari Fidhya melayani pasien dari segala usia, dengan fokus pada upaya menjaga kualitas penglihatan pasien agar tetap optimal. Adapaun pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya : Pemeriksaan Kesehatan Mata Rutin: Skrining dan pemeriksaan tajam penglihatan untuk segala usia. Diagnosis dan penanganan masalah kelainan refraksi (mata minus/rabun jauh, mata plus/rabun dekat, dan silinder/astigmatisma). Konsultasi dan resep kacamata atau lensa kontak yang sesuai. Katarak: Diagnosis, evaluasi, dan penentuan indikasi tindakan untuk penyakit katarak. Konsultasi pra-operasi dan pasca-operasi katarak. Glaukoma: Deteksi dini, diagnosis, dan manajemen pengobatan glaukoma (tekanan bola mata tinggi) untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen. Penyakit Mata Eksternal dan Alergi: Penanganan infeksi mata (konjungtivitis, keratitis) dan peradangan (uveitis). Diagnosis dan pengobatan alergi mata kronis. Oftalmologi Umum: Penanganan kondisi mata terkait penyakit sistemik seperti retinopati diabetes dan retinopati hipertensi. Pemeriksaan mata anak (pediatrik oftalmologi umum). - Published: 2025-12-25 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-elsie-dyana-pretty-stephanie-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Jakarta dr. Elsie Dyana Pretty Stephanie, Sp. KFR adalah dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Pelita Harapan (2006–2012) dan melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Indonesia (2021–2025). Beliau memiliki ketertarikan mendalam dalam rehabilitasi anak dan neuromuskular, yang tercermin dari karya ilmiah dan penelitiannya. Pada tahun 2024, beliau menyelesaikan tesis berjudul Effectiveness of Non-Nutritive Sucking Stimulation on Sucking Ability of Preterm Infants with a History of CPAP, serta meraih 2nd Winner dalam Case Study di 21st Annual Scientific Meeting PERDOSRI melalui penelitian bertema Feasibility of Online Sitting Position Assessment Tool in Children with Spastic Quadriplegia Cerebral Palsy. Selain aktivitas klinis dan akademis, dr. Elsie juga berkontribusi dalam literasi kesehatan anak sebagai editor dan penulis sejumlah buku dan publikasi edukatif, termasuk Lidah, Anak, Perannya Pada Saat Makan (2020), Pengalaman Eksplorasi Oral (2020), serta artikel mengenai Gangguan Komunikasi Anak, Flatfoot pada Anak, Tips Memilih Sepatu, dan Jalan Menjinjit pada Anak (2019). Sebagai dokter rehabilitasi medik, dr. Elsie memberikan pelayanan menyeluruh terkait pemulihan fungsi tubuh, pencegahan kecacatan, dan peningkatan kualitas hidup pasien dengan berbagai kondisi. Pelayanan konsultasi dan rehabilitasi yang sering ditangani meliputi: Laser therapy RSWT Dry Needling Kinesiotaping USG muskuloskeletal Injeksi intraartikular Injeksi soft tissue, dll. - Published: 2025-12-21 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-damba-dwisepto-aulia-sakti-sp-jpk-k-ped-p-j-b/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Jakarta dr. Damba Dwisepto Aulia Sakti, MD, FIHA adalah Dokter Spesialis Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dengan subspesialisasi Kardiologi Anak dan Penyakit Jantung Bawaan. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, Spesialis Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, hingga Fellowship Kardiologi Anak dan Penyakit Jantung Bawaan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam praktik klinisnya, dr. Damba memiliki keahlian di bidang diagnostik dan intervensi kardiologi pediatrik, meliputi ekokardiografi komprehensif, kateterisasi diagnostik untuk penyakit jantung bawaan kompleks, serta berbagai prosedur intervensi non-bedah. Keahlian tersebut mencakup penutupan ASD, VSD, dan PDA dengan device, balloon valvuloplasti pulmonal dan atrium, angioplasti koarktasio aorta, stenting PDA dan RVOT, embolisasi MAPCA, serta penanganan lesi duct-dependent dan kasus pascaoperasi jantung bawaan. Beliau juga berpengalaman dalam pemasangan akses vena sentral, pemasangan pacu jantung sementara, serta tindakan intensif kardiologi di ruang ICU. Di bidang akademik, dr. Damba aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah, khususnya terkait kardiologi intervensi anak dan penyakit jantung bawaan kompleks. Penelitiannya mencakup inovasi prosedur minimal fluoroskopi hingga zero fluoroscopy, teknik intervensi pada anatomi ductus yang kompleks, manajemen paliatif pada Tetralogy of Fallot, serta evaluasi multidisiplin pada komplikasi jantung bawaan. Karya-karya ilmiahnya telah dipresentasikan dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional, termasuk Asia Pacific Pediatric Cardiology Society. - Published: 2025-12-14 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gustiawaty-army-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Jakarta dr. Gustiawaty, Sp. KFR adalah Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpengalaman dalam penanganan berbagai kondisi muskuloskeletal, gangguan saraf, cedera olahraga, serta rehabilitasi pascaoperasi. Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Indonesia pada tahun 2007–2012, dan melanjutkan pendidikan sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik di Universitas Indonesia pada tahun 2020–2024. Sebagai dokter rehabilitasi medik, dr. Tia memberikan pelayanan menyeluruh terkait pemulihan fungsi tubuh, pencegahan kecacatan, dan peningkatan kualitas hidup pasien dengan berbagai kondisi. Pelayanan konsultasi dan rehabilitasi yang sering ditangani meliputi: Nyeri punggung dan leher Stroke Skoliosis Rehabilitasi jantung dan paru (misalnya pada PPOK) Cedera olahraga dan cedera muskuloskeletal Rehabilitasi pada anak dengan autisme atau cerebral palsy Pencegahan jatuh pada lansia dan penanganan fraktur pinggul Gangguan gerak akibat usia lanjut (geriatrik) Limfedema Osteoartritis dan gangguan sendi lainnya Obesitas Rehabilitasi sinusitis Pemulihan pasca operasi atau trauma Penanganan PID (Pelvic Inflammatory Disease) - Published: 2025-12-08 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muthiah-nurul-izzah-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Sukabumi dr. Muthiah Nurul Izzah, Sp. OG, seorang dokter kandungan yang dikenal teliti, ramah, dan memiliki passion yang besar dalam memberikan pelayanan kesehatan perempuan secara menyeluruh. Berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kebidanan dan ginekologi dari beberapa rumah sakit di wilayah Bandung dan Maluku Utara, dr. Muthiah memiliki rekam jejak profesional yang sangat solid. Melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Padjadjaran, beliau memperoleh kompetensi yang komprehensif dalam penanganan kehamilan normal hingga risiko tinggi, ginekologi, dan tindakan operatif modern. Layanan Kebidanan & Kandungan yang Ditangani dr. Muthiah melayani berbagai kebutuhan perempuan dan ibu hamil, di antaranya: Kebidanan: Konsultasi kehamilan Pemeriksaan kehamilan rutin & USG Penanganan kehamilan risiko tinggi Persalinan normal & operasi sesar Edukasi prenatal & postnatal Ginekologi: Gangguan haid Kista, miom, dan masalah hormonal perempuan Infertilitas dasar Infeksi organ reproduksi Tindakan laparoskopi Kuretase dan tindakan ginekologi lainnya Dengan pendekatan yang menenangkan, informatif, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi, dr. Muthiah selalu memastikan pasien merasa aman serta memahami setiap langkah perawatan - Published: 2025-12-07 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-haris-nur-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Sukabumi Primaya Hospital Sukabumi dengan bangga menghadirkan dr. Haris Nur, Sp. N dokter spesialis neurologi dengan rekam jejak pendidikan yang kuat, pengalaman klinis mendalam, serta komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan holistik untuk kesehatan saraf masyarakat. Background pendidikan kedokteran yang ditempuh dari berbagai institusi ternama—mulai dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung hingga menyelesaikan pendidikan spesialis di Universitas Hasanuddin Makassar— dr. Haris Nur,SpN hadir dengan keahlian yang teruji, wawasan yang mendalam, dan pendekatan yang penuh empati kepada pasien. Selama perjalanan profesionalnya, dr. Haris secara aktif mengikuti berbagai simposium, seminar ilmiah nasional, hingga konferensi besar Neurologi, termasuk ajang prestisius seperti The Asian Congress of Neurological Surgeons (ACNS) dan pertemuan ilmiah PERDOSSI. Keterlibatan ini mencerminkan komitmennya untuk terus memperbarui kompetensi sesuai perkembangan terbaru di dunia Neurologi global. dr. Haris Nur, Sp. N memberikan layanan komprehensif untuk berbagai keluhan saraf, seperti: Stroke & penanganan pasca-stroke Sakit kepala kronis & migrain Kejang & epilepsi Gangguan saraf tepi (neuropati) Kelainan sistem saraf pusat Tremor, parkinson, dan gangguan gerak Pemeriksaan neurologis lanjutan Dengan kolaborasi tim multidisiplin di Primaya Hospital Sukabumi, setiap pasien mendapatkan perawatan menyeluruh, tepat sasaran, dan mengedepankan kenyamanan. - Published: 2025-12-03 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-herlan-napitupulu-sp-b-subspbdk/ - Spesialisasi: BEDAH DIGESTIF - Lokasi: Tangerang dr. Herlan Napitupulu, Sp. B. Subsp,BD(K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah Digestif di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait tindakan bedah, khususnya gangguan pada sistem pencernaan. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Kanker usus besar, lambung, pankreas, esofagus dan hati Penyakit radang usus (IBD), seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa Penyakit divertikular dan batu empedu GERD, tukak lambung Hernia Prolaps rektum dan masalah pada anus Penyakit hati dan pankreas Tindakan yang dapat dilakukan berupa tindakan Bedah invasif maupun minimal invasif pada saluran cerna dan endoskopi saluran cerna dr. Herlan Napitupulu, Sp. B. Subsp,BD(K) juga merupakan anggota dari Perhimpunan Ikatan Dokter Bedah Digestif Indonesia (IKABDI) - Published: 2025-12-03 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-setia-wati-astri-arifin-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Tangerang dr. Setia Wati Astri Arifin, Sp. KFR adalah Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabiltasi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabiltasi Medik di Universitas Indonesia. dr. Setia Wati Astri Arifin, Sp. KFR keahlian dalam pendekatan Movement & Fascia Biotensegrity Approach, Neuromuscular-Based Exercise, serta Motor Control Repatterning, yang bertujuan untuk membantu pasien memulihkan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Rehabilitasi Muskuloskeletal dan Ortopedi: Penanganan nyeri akut dan kronis pada tulang, otot, sendi, dan ligamen (seperti nyeri punggung bawah, nyeri lutut, frozen shoulder), Rehabilitasi pasca-operasi ortopedi, fraktur (patah tulang), dan cedera olahraga. Rehabilitasi Neurologi: Pemulihan fungsi pasca stroke dan cedera kepala, Penanganan dan rehabilitasi pasien dengan penyakit saraf kronis (misalnya, Parkinson, Multiple Sclerosis), Rehabilitasi untuk kondisi saraf terjepit (Hernia Nukleus Pulposus/HNP, Carpal Tunnel Syndrome). Rehabilitasi Anak (Pediatrik): Penanganan dan terapi untuk anak-anak dengan gangguan perkembangan motorik, Cerebral Palsy (CP), Down Syndrome, dan autism spectrum disorder (ASD). Manajemen Nyeri Non-Bedah: Melakukan intervensi non-operatif untuk mengurangi nyeri, termasuk terapi injeksi (trigger point injection, joint injection) dan modalitas terapi fisik canggih. Rehabilitasi Geriatri (Lansia): Program untuk pencegahan jatuh, pemeliharaan keseimbangan, dan peningkatan mobilitas pada pasien lanjut usia. Kesehatan Kerja dan Kualitas Hidup: Evaluasi kemampuan kerja dan program rehabilitasi untuk mengembalikan pasien ke lingkungan kerja. - Published: 2025-11-26 - Modified: 2026-01-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ridwan-rasyid-waliyuddin-sp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Jakarta dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp. JP adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Kelapa Gading. dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp. JP memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dan spesialis jantung dari Universitas Indonesia. Beliau juga menempuh pendidikan lanjut sebagai Fellow Electrophysiology yang berfokus pada diagnosis dan tata laksana gangguan irama jantung (aritmia). Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp. JP memiliki dedikasi besar pada dunia bela diri. Beliau merupakan Owner & Head Instructor Grappler’s Haven dan aktif sebagai pelatih Judo, Sambo, dan Grappling di berbagai institusi, termasuk PASPAMPRES dan PBJSI. Kombinasi kompetensi medis dan olahraga membuatnya dikenal sebagai figur yang berkomitmen pada kesehatan kardiovaskular sekaligus kebugaran fisik. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan terkait jantung dan pembuluh darah meliputi: Hipertensi (tekanan darah tinggi) Aritmia (gangguan irama jantung) Penyakit Jantung Koroner (penyempitan pembuluh darah jantung) Gagal Jantung Ablasi jantung Pemasangan alat elektronik kardiak, seperti: Pacu jantung (Pacemaker), Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD), Cardiac Resynchronization Therapy (CRT), dan perangkat kardiak lainnya - Published: 2025-11-26 - Modified: 2026-06-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/heni-gerda-pesau-s-psi-m-psi-psikolog/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Lokasi: Makassar Heni Gerda Pesau, S. Psi. , M. Psi. , Psikolog adalah seorang psikolog klinis profesional yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning, Kota Makassar. Beliau memiliki dedikasi penuh dalam memberikan layanan psikologis yang aman dan suportif bagi anak-anak, remaja, dewasa, hingga keluarga. Dengan latar belakang pendidikan yang komprehensif serta izin praktik resmi, Heni Gerda Pesau, memastikan setiap individu dan keluarga mendapatkan ruang yang aman untuk bertumbuh. Setiap intervensi dan layanan yang diberikan didasarkan pada bukti ilmiah (evidence-based) serta disesuaikan secara personal dengan kebutuhan unik Anda. Untuk membantu Anda mencapai kesejahteraan mental yang optimal, Heni Gerda Pesau menyediakan layanan sebagai berikut: Asesmen Psikologis: Pemeriksaan komprehensif untuk mendiagnosis masalah psikologis (termasuk tes IQ, tes minat bakat, dan evaluasi kepribadian). Asesmen Neuropsikologi: Evaluasi mendalam pada fungsi eksekutif, bahasa, memori, dan atensi, untuk remaja akhir dan dewasa. Tumbuh Kembang & Isu Belajar Anak: Penanganan anak dengan kesulitan belajar spesifik, keterlambatan bicara (speech delay), atau tantangan perkembangan lainnya, melalui kolaborasi erat dengan tenaga medis terkait. Permasalahan Remaja: Konseling hangat untuk membantu remaja menghadapi krisis identitas diri, tekanan teman sebaya (peer pressure), perundungan (bullying), masalah rasa percaya diri, serta fase transisi menuju kedewasaan. Intervensi Psikologis Dewasa: Terapi dan penanganan profesional untuk kesulitan adaptasi, tekanan kerja, konflik relasi, kecemasan, depresi, dan trauma Konseling Keluarga & Pola Asuh: Panduan strategis bagi orang tua dalam menerapkan pola asuh positif (positive parenting), manajemen stres keluarga, serta membangun komunikasi yang sehat antaranggota keluarga. - Published: 2025-11-26 - Modified: 2025-11-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-novie-rahmawati-zirta-sp-pd-subs-emdk/ - Spesialisasi: PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES - Lokasi: Jakarta dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp. PD Subs EMD(K) merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolik Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Subspesialis Endokrin Metabolik Diabetes di FKUI RSCM lulus tahun 2025. Beliau menangani dan membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang dialami pasien dewasa dan lansia, di antaranya : Penyakit Metabolik dan Endokrin: Diagnosis dan tata laksana Diabetes Melitus (Kencing Manis). Penanganan masalah Kolesterol Tinggi dan gangguan metabolisme lainnya. Konsultasi dan pengobatan penyakit Tiroid (gondok). Penyakit Infeksi dan Imunologi: Diagnosis dan penanganan penyakit infeksi umum pada dewasa (misalnya Demam Tifoid, Hepatitis). Pelayanan Vaksinasi Dewasa dan pemberian Vaksin Internasional untuk keperluan perjalanan (seperti Yellow Fever, Meningitis, dll. ) Kardiovaskular dan Hipertensi: Penanganan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dan pencegahan komplikasi jantung. Pencernaan (Gastroenterologi): Diagnosis dan penanganan masalah lambung dan usus (misalnya Gastritis, GERD, dan Irritable Bowel Syndrome). Kesehatan Umum Dewasa dan Lansia: Pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check-up) dan skrining penyakit kronis. Penanganan kondisi kesehatan yang kompleks dan terjadi pada multisistem organ pada pasien lansia. dr. Novie Rahmawati juga aktif sebagai anggota organisasi profesi seperti IDI, PAPDI JAYA dan PERKENI JAYA - Published: 2025-11-16 - Modified: 2025-12-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yasir-hady-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Karawang dr. Yasir Hady, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Yasir Hady menempuh pendidikan Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Universitas Padjadjaran / Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Konsultasi dan Pemeriksaan Mata Tindakan Insisi Kuretase Hordeolum/kalazion (tindakan untuk menangani bintitan) Penanganan trauma kimia, thermal, benda asing pada mata Operasi penanganan trauma robekan Kornea dan Palpebra, hingga Eviserasi/Enukleasi (Pengangkatan Bola Mata) Operasi Pterygium (selaput mata), Pengangkatan Tumor Konjungtiva dan Kelopak Mata Operasi katarak dengan sayatan minimal (phacoemulsifikasi) Operasi Trabekulektomi pada pasien Glaukoma dr. Yasir Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI). - Published: 2025-11-16 - Modified: 2025-11-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-reza-pramayudha-sp-jp-subsp-ki-k-fiha-kardiologi-intervensi/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH, JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI - Lokasi: Karawang dr. Reza Pramayudha, Sp. JP, Subsp. KI (K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Reza Pramayudha menempuh pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, kemudian melanjutkan Fellowship Kardiologi Intervensi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal penyakit jantung dan pembuluh darah dengan fokus intervensi kardiologi, diantaranya: Konsultasi Seputar Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Tindakan Kateterisasi Jantung (Angiografi Koroner/CAG): Prosedur diagnostik untuk melihat kondisi arteri koroner dan mendeteksi sumbatan. Tindakan Angioplasti dan Pemasangan Stent (Ring): Menggunakan balon untuk membuka pembuluh darah yang menyempit akibat plak kolesterol, lalu memasang ring untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Tindakan Pemasangan Alat Pacu Jantung (Pacing): ini termasuk penanganan pada kondisi irama jantung yang berdetak tidak normal (detak jantung terlalu lambat, terlalu cepat dan tidak teraratur) untuk menjaga jantung berdetak dengan frekuensi yang tepat. - Published: 2025-11-13 - Modified: 2025-11-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-chrispian-oktafbipian-sp-pd-kp/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - PARU - Lokasi: Jakarta dr. Chrispian Oktafbipian Mamudi, Sp. PD-KP adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Paru (Pulmonologi) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, yang melanjutkan pendidikan ke Universitas Sam Ratulangi untuk mengambil spesialis penyakit dalam. Setelah itu, dr. Chrispian mengambil peminatan Pulmonologi di Universitas Indonesia. Beliau juga aktif mengikuti pelatihan ataupun seminar, antara lain Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) Menangani berbagai penyakit sistem pernapasan dan paru, antara lain: Infeksi saluran napas atas dan bawah (ISPA, pneumonia, bronkitis) Tuberkulosis paru (TBC) dan infeksi paru kronik lainnya Asma bronkial dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Efusi pleura (penumpukan cairan di rongga paru) - Published: 2025-11-11 - Modified: 2025-11-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/fadhilah-khoirunisa-s-psi-m-psi/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Lokasi: Depok Fadhilah Khoirunnisa, M. Psi. , Psikolog adalah seorang psikolog klinis yang berpraktek di Primaya Hospital Depok. Beliau menyelesaikan pendidikan Magister Profesi Psikolog di Universitas Padjadjaran, dengan Konsentrasii Psikolog Klinik Anak dan Remaja. Beliau berfokus pada kesehatan mental anak, remaja, dan keluarga. Memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kasus perkembangan, emosi, dan sosial, Fadhilah berkomitmen membantu klien mencapai kesejahteraan psikologis melalu pendekatan empatik, berbasis bukti ilmiah, dan disesuaikan dengan kebutuhan individu serta keluarga. Dengan latar belakang yang kuat dalam pengembangan anak dan kolaborasi lintas bidang, Fadhilah aktif terlibat dalam program edukasi, konseling, dan intervensi psikologis yang mendukung tumbuh kembang optimal serta hubungan keluarga yang sehat. Layanan yang diberikan : Konseling individual untuk anak, remaja, dan dewasa Konseling keluarga dan orang tua (parenting dan hubungan keluarga) Assesmen psikologis (perkembangan, emosi, perilaku, dan kepribadian) Pendampingan anak dengan kesulitan regulasi emosi, masalah sosial, atau gangguan perkembangan. Psikoedukasi dan pelatihan sosial-emosional untuk anak usia dini Intervensi berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) - Published: 2025-11-10 - Modified: 2026-01-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-alexander-randy-angianto-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Alexander Randy Angianto, Sp. PD adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus pada tahun 2011 dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan spesialisasi Penyakit Dalam di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2019. Saat ini, dr. Alexander sedang menjalani program Fellowship di bidang Alergi dan Imunologi di Universitas Indonesia. dr. Randy merupakan anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI). dr. Randy aktif dalam penelitian dan berbagi pengetahuan ilmiah di berbagai konferensi medis internasional. Beberapa prestasi beliau mencakup presentasi tentang manifestasi penyakit autoimun pada sindrom Turner dan penelitiannya mengenai gangguan kognitif pada pasien diabetes tipe 2, serta dalam publikasi dan presentasi kasus medis seperti penyakit Cushing dan manajemen efusi pleura maligna. dr. Randy memiliki keahlian dalam pencegahan, diagnosis, dan perawatan berbagai penyakit pada dewasa, serta kompetensi dalam berbagai prosedur medis, termasuk USG abdomen, pungsi ascites, aspirasi dan injeksi intraartikular, dan vaksinasi dewasa. - Published: 2025-11-10 - Modified: 2025-11-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-cristy-arianta-sitepu-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Cristy Arianta Sitepu, Sp. KG merupakan seorang Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialis di bidang Konservasi Gigi dengan fokus pada perawatan endodontik, restorasi gigi estetik, dan pemeliharaan jaringan gigi alami. Dikenal teliti dan komunikatif, drg. Cristy selalu mengutamakan kenyamanan pasien serta hasil perawatan yang optimal dan estetis. Selain aktif berpraktik di beberapa klinik, beliau juga berperan aktif dalam kegiatan ilmiah dan organisasi profesi, seperti Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI), serta pernah menjadi pembicara dalam Seminar Ilmiah Nasional IKORGI VI di Malang tahun 2023. Adapun tindakan medis yang dapat diberikan oleh drg. Cristy yaitu : Penambalan Gigi Simpel Penambalan Gigi Kompleks Penambalan Gigi Estetik Penambalan Gigi Indirect Perawatan Saluran Akar Pemutihan Gigi (Bleaching) Veneer Gigi - Published: 2025-11-10 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-bunga-sukmapermata-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bekasi, Karawang dr. Bunga Sukmapermata, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Kesehatan Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Karawang. dr. Bunga Sukmapermata, Sp. A menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Kristen Indonesia kemudian setelah itu beliau melanjutkan Pendidikan Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan anak menyeluruh, pelayanan yang dapat diberikan: Pemeriksaan lengkap bayi baru lahir, dukungan dan perawatan laktasi, imunisasi dasar, serta skrining kelainan bawaan. Pemantauan tumbuh kembang & stimulasi, imunisasi rutin dan kejar, edukasi nutrisi & MPASI, serta deteksi dini kondisi alergi. Deteksi dini gangguan perkembangan dan autisme, serta penanganan infeksi saluran napas dan pencernaan. Pemantauan gangguan belajar serta strategi stimulasi akademik dan sosial. Penanganan infeksi, alergi, dan penyakit umum hingga kasus anak kompleks. - Published: 2025-11-10 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-handika-saputra-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Muhammad Handika Saputra,Sp. BS sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Muhammad Handika Saputra,Sp. BS menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Jenderal Achmad Yani dan beliau melanjutkan Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Saraf di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan diagnosis seputar gangguan saraf dan konsultasi sebelum tindakan pembedahan pada sistem saraf. dr. Muhammad Handika Saputra,Sp. BS juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-11-10 - Modified: 2025-12-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/fransiska-xaveria-aryani-m-psi-psikolog/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Lokasi: Jakarta Fransiska Xaveria Aryani, M. Psi. , Psikolog, adalah seorang psikolog klinis yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus sebagai Sarjana Psikologi pada tahun 2016 dan melanjutkan pendidikan Magister Profesi Psikologi Klinis hingga lulus pada tahun 2019 dari Universitas Tarumanagara. Fransiska Xaveria Aryani, M. Psi. , Psikolog kini aktif sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, serta Indonesian Art Therapy Community (IATC). Beliau aktif menjadi pembicara dalam berbagai acara sejak tahun 2019, dan juga memiliki beberapa publikasi yang berkaitan dengan emosi dan perilaku pada remaja. Fransiska Xaveria Aryani, M. Psi. , Psikolog memiliki spesialisasi dalam berbagai aspek kesehatan mental anak, remaja, dan dewasa. Seperti anak berkebutuhan khusus, pengembangan diri, gangguan mood dan emosi, serta masalah kecemasan yang meliputi perasaan insecure, overthinking, dan quarter-life crisis. Selain itu, beliau juga berfokus pada masalah hubungan anak dengan orang tua dan keluarga, serta dinamika dalam relasi percintaan dan sosial. - Published: 2025-11-10 - Modified: 2025-12-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-selfy-oswari/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Selfy Oswari, Sp. BS, Subsp. N-Onk(K) adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki keahlian khusus di bidang skull base dan neuroonkologi. Beliau menyelesaikan pendidikan kedokterannya pada tahun 2006 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Selain itu, dr. Selfy juga lulus dari Fakultas Matematika dan Sains Institut Teknologi Bandung pada tahun 2007. Pada tahun 2013, beliau meraih gelar spesialis bedah saraf dari Universitas Padjadjaran Bandung. Untuk memperdalam keahliannya, Dr. Selfy melanjutkan pendidikan klinis dengan mengikuti Clinical Fellowship in Skull Base and Neurooncology di Division of Neurosurgery, University of Toronto, Kanada, pada tahun 2019. Pada tahun 2020, beliau juga memperoleh European Endoscopic Skull Base Diploma dari University of Paris Diderot, Paris, Prancis. dr. Selfy Oswari dikenal karena keahliannya dalam menangani kasus-kasus bedah saraf yang kompleks, khususnya yang melibatkan tumor otak. Adapun pelayanan medis yang dapat dr. Selfy berikan yaitu : pembedahan tumor pituitari per endoskopi melalui hidung (endoscopic transphenoid pituitary surgery), pembedahan tumor dasar tengkorak per endoskopi (endoscopic skull base surgery), pembedahan tumor otak dalam keadaan sadar (awake craniatomy), pelayanan stroke - Published: 2025-11-09 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rabbinu-rangga-pribadi-sp-pd-kgeh/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Rabbinu Rangga Pribadi, Sp. PD-KGEH, adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Kristen Maranatha, kemudian melanjutkan spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterohepatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat ini, beliau berpraktik sebagai staf medis Divisi Gastroenterologi, Pancreatobiliary, dan Endoskopi Digestif di RSCM – FKUI, serta aktif sebagai manajer di Indonesian Clinical Training and Education Center (ICTEC). Selain praktik klinis, dr. Rabbinu aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah di bidang penyakit saluran cerna, hati, pankreas, serta endoskopi digestif, dengan sejumlah karya yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Pada tahun 2024, beliau meraih penghargaan Poster Distinction Award dalam Asian Pacific Digestive Week. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Indonesian Society for Digestive Endoscopy dan aktif di berbagai organisasi profesi kedokteran dalam bidang penyakit dalam dan gastroenterologi. Adapun layanan medis yang diberikan oleh dr. Rabbinu mencakup diagnosis dan penatalaksanaan penyakit saluran cerna, hati, pankreas, dan saluran empedu, serta tindakan endoskopi diagnostik dan terapeutik seperti gastroskopi, kolonoskopi, endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), endoskopi ultrasonografi (EUS), serta penanganan kasus kompleks seperti perdarahan saluran cerna, penyakit radang usus, hingga kanker kolorektal. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sri-handayani-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Sri Handayani, Sp. M adalah Dokter Spesialis Mata dengan keahlian mendalam dalam menjaga kesehatan penglihatan. Beliau memberikan pelayanan komprehensif meliputi pemeriksaan dan konsultasi mata, penanganan kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme), pemeriksaan retina, pengobatan infeksi mata, tindakan kegawatdaruratan mata, serta operasi katarak dengan teknik phacoemulsifikasi dan operasi pterigium. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-silvina-setyoso-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Silvina Setyoso, Sp. A, menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2004–2008) dan melanjutkan studi sarjana kedokteran di University of Melbourne, Australia (2008–2009), sebelum menyelesaikan pendidikan dokter umum di FKUI pada tahun 2010. Ia kemudian melanjutkan pendidikan spesialis anak sebagai residen Ilmu Kesehatan Anak di FKUI–RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta (2013–2017). Latar belakang pendidikannya didukung pula oleh pengalaman sekolah internasional di Singapura, yakni di MacPherson Secondary School dan Tampines Junior College, sebelum kembali ke Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Anak di RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2019 serta aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, di antaranya sebagai pengurus Divisi Jadwal Residen Ikatan Residen Ilmu Kesehatan Anak FKUI (2015–2016), panitia Update in Acid-Base, Water and Electrolyte Disorders in Emergency Setting (2011), dan anggota Student Union of International Class FKUI (2004–2010). Di masa sekolah, ia juga menunjukkan bakat kepemimpinan sebagai Drum Major di Concert Band MacPherson Junior College, Singapura. Selain kiprah akademik dan profesional, ia berkontribusi dalam edukasi masyarakat melalui berbagai artikel populer yang membahas tumbuh kembang dan kesehatan anak, di antaranya Menghadapi Derita Separation Anxiety, Layar Kaca buat Anakku, Dia Tantrum, Kesempatanku buat Menstimulasinya, Mengembangkan Potensi Anakku; Hobinya, Bakatnya, atau Ambisiku? , Memberanikan Anakku yang Penakut, Obat: Kawan atau Lawan? , ASI Eksklusif oleh Ibu Bekerja, Pasti Bisa! ! , Jangan Kucilkan Dia, Dia Perlu Kita, serta Bullying... Sedekat Apa Anakku Dengannya? . Ia juga menulis artikel opini berjudul Normalkan Tumbuh Kembangnya? - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-iqbal-sofyan-sp-m-k/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Muhammad Iqbal Sofyan, Sp. M (K) merupaka Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. dr. Iqbal menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis Mata di FKUI – RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada tahun 2012, kemudian beliau melanjutkan Fellowship Kornea, Katarak, dan Bedah Refraktif di RSCM tahun 2013. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2026-03-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-magdalena-purba-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi, Jakarta dr. Maria Magdalena Purba, Sp. M adalah seorang dokter spesialis mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya Hospital Bekasi Timur, berdedikasi dan berpengalaman. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya, Jakarta pada tahun 2008. Selama masa residensi di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK UI, RSCM Kirana, beliau telah mengembangkan keterampilan klinis dan bedah yang solid. Keahliannya mencakup operasi katarak, operasi LASIK Femtosecond, operasi pterygium, penanganan ulkus kornea, serta berbagai prosedur bedah minor lainnya. Setelah lulus Spesialis Mata, beliau telah berpengalaman bekerja di berbagai institusi kesehatan mata terkemuka di Indonesia hingga akhirnya bergabung di EyeQu LASIK & Eye Center. Keahlian dan praktik medisnya meliputi pemeriksaan mata secara komprehensif, baik untuk pasien anak-anak maupun dewasa, operasi katarak, LASIK dan juga pengobatan serta perawatan penyakit mata. Beliau memiliki komitmen dan integritas yang tinggi untuk memberikan layanan yang terbaik bagi pasien-pasiennya. dr. Maria Magdalena Purba, Sp. M aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang oftalmologi melalui partisipasi dalam berbagai simposium dan workshop, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keterlibatannya dalam penelitian dan studi ilmiah juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu kedokteran mata. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tengku-putri-junita-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Tengku Putri Junita, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, dr. Putri menjalani fellowship dalam bidang kedokteran mata anak (oftalmologi pediatrik) pada tahun 2013 dan fellowship strabismus pada tahun 2025 di RSCM. dr. Putri juga telah banyak mengikuti beberapa training dan kongres di bidang mata anak. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-rahmatul-hayati-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Rahmatul Hayati, Sp. KG adalah seorang Spesialis Konservasi Gigi yang menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia dengan predikat summa cum laude. Beliau memiliki minat dan keahlian mendalam dalam bidang endodontik (perawatan saluran akar), restorasi gigi estetik, serta bedah endodontik, dengan fokus pada pemulihan fungsi dan estetika gigi secara optimal. Selama menempuh pendidikan dan praktik profesionalnya, drg. Rahmatul Hayati aktif mengikuti berbagai seminar, simposium, dan pelatihan internasional, seperti University of Pennsylvania Endodontic Global Symposium serta berbagai workshop yang berfokus pada teknik restoratif dan manajemen kasus endodontik terkini. Keterlibatan aktif ini menjadi bentuk komitmen beliau untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan klinis sesuai perkembangan ilmu kedokteran gigi modern. Adapun pelayanan yang dapat diberikan oleh drg. Rahmatul Hayati meliputi perawatan saluran akar gigi (endodontik), restorasi gigi pasca-endodontik seperti onlay dan crown, restorasi estetik baik direk maupun indirek (termasuk veneer dan crown estetik), serta tindakan bedah endodontik - Published: 2025-11-09 - Modified: 2026-02-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-leonardo-tanamas-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Leonardo Tanamas, Sp. OG merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Universitas Diponegoro dan melanjutkan pendidikan program Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Indonesia pada tahun 2019. Obstetri (Kandungan) dan Perawatan Kehamilan: Antenatal Care (ANC) Rutin: Pemeriksaan kehamilan berkala, pemantauan kesehatan ibu dan janin, serta skrining risiko tinggi kehamilan. Persalinan Normal dan Operasi Caesar: Penanganan persalinan secara komprehensif, termasuk indikasi dan pelaksanaan operasi Sectio Caesarea. Penanganan Komplikasi Kehamilan: Seperti preeklampsia, diabetes gestasional, dan perdarahan kehamilan. Ginekologi (Kesehatan Organ Reproduksi Wanita): Konsultasi dan Penanganan Masalah Menstruasi: Termasuk Dismenore (nyeri haid) dan gangguan siklus haid. Skrining Kanker Serviks: Pelaksanaan Pap Smear dan pemeriksaan pencegahan lainnya. Diagnosis dan Penanganan Penyakit Ginekologi: Seperti Kista Ovarium, Mioma Uteri, dan Endometriosis. Keluarga Berencana (KB) dan Kesuburan: Konsultasi dan pemasangan alat kontrasepsi (IUD, implan, pil). Evaluasi dan penanganan awal infertilitas (gangguan kesuburan). Ultrasonografi (USG) Kebidanan dan Ginekologi: Melakukan pemeriksaan USG 2D/4D untuk memantau perkembangan janin dan mendiagnosis masalah ginekologi. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-alif-rizky-soeratman-sp-b-subsp-onkk/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Alif Rizky Soeratman, Sp. B. , Subsp. Onk (K) adalah seorang dokter spesialis bedah onkologi dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman klinis yang kuat di bidang bedah kanker, khususnya pada area kepala dan leher. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), kemudian melanjutkan spesialis bedah umum di FKUI–RSCM dan meraih gelar Subspesialis Bedah Onkologi di institusi yang sama. Setelah itu, dr. Alif memperdalam keahliannya melalui fellowship Head and Neck di National Cancer Centre Singapore (NCCS), bekerja sama dengan National University of Singapore (NUS) dan Singapore General Hospital (SGH). dr. Alif aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik dan sosial, termasuk menjadi fasilitator skrining serta deteksi dini kanker payudara bersama Bapelkes dan PERABOI, serta turut menjadi bagian dari tim medis RSCM untuk tanggap bencana gempa Palu tahun 2019. Beliau juga terlibat sebagai editor buku Kanker Payudara yang diterbitkan oleh YKPI, serta menjadi Ketua Program Medis Dharmais Thyroid Club. Beberapa karya ilmiah dr alif membahas topik mutasi genetik pada karsinoma tiroid, evaluasi eksisi sarkoma jaringan lunak, dan inovasi dalam tatalaksana bedah laparoskopi. Dengan integritas, ketelitian, dan semangat kolaboratif, beliau terus berupaya memberikan layanan dan pendidikan kedokteran terbaik bagi pasien dan masyarakat Berkompeten melakukan berbagai tindakan medis bedah onkologi meliputi deteksi, diagnostik keganasan, dan operasi tumor, rekonstruksi dan onkoplasti, pengangkatan ekstensi tumor, dan berbagai terapi sistemik. Deteksi dini tumor dan keganasan kepala-leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Diagnostik keganasan pada tumor kepala – leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Operasi pada tumor kepala-leher, tiroid, payudara, kulit dan jaringan lunak Rekonstruksi dan onkoplasti pasca operasi onkologi Endoskopi diagnostic dan terapi pada keganasan kepala-leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Pengangkatan ekstensi tumor-tumor yang melewati area tumor primer Pemasangan akses terapi sitemik sentral/chemoport dan perifer Terapi sistemik (terapi hormonal pada keganasan, kemoterapi pada keganasan, terapi target pada keganasan, imunoterapi pada keganasan) Penanganan paliatif pada keganasan - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-richard-yehuda-limen-sp-b-subsp-bvek/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Richard Yehuda Limen, Sp. B, Subsp. BVE(K) merupakan seorang dokter spesialis bedah dengan subspesialisasi di bidang bedah vaskular dan endovaskular, lulusan Universitas Indonesia. Beliau aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah sejak masa pendidikan spesialis, dengan fokus pada trauma, penyakit vaskular perifer, dan intervensi endovaskular minimal invasif. Karya ilmiahnya meliputi penelitian tentang korelasi parameter laboratorium dengan temuan radiologis pada cedera kepala, laporan kasus endovaskular kompleks pada aneurisma aorta abdominal, serta penelitian prospektif terkait prediksi maturasi fistula arteriovenosa menggunakan ultrasonografi Doppler. Beberapa hasil penelitiannya telah dipresentasikan di forum nasional maupun internasional, seperti Pertemuan Ilmiah PABI (Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia), Asian Society for Vascular Surgery (ASVS) di Guangzhou, dan DASY Conference di Singapura. Selain publikasi, dr. Richard juga aktif sebagai pembicara dalam seminar ilmiah dan workshop yang berkaitan dengan penanganan kaki diabetik, penyakit vena kronis, serta inovasi dalam prosedur endovaskular. Adapun Tindakan Medis yang dapat diberikan oleh dr Richard yaitu : Penanganan masalah luka kaki diabetik dengan gangguan pembuluh darah beserta perawatan nya Penanganan penyakit arteri perifer EVAR dan TEVAR pada kasus aneurisma aorta simpel dan kompleks Penanganan penyakit aorto-illiak Penanganan varices tungkai dengan metode Thermal (Ablasi) dan Non thermal endovenous Penanganan masalah akses pembuluh darah untuk kepentingan hemodialisa dan Akses sulit pada bayi dan anak Penanganan Trauma pembuluh darah Penanganan malformasi dan tumor pembuluh darah Penanganan kasus trombosis akut pada arteri dan vena Implantasi vena cava filter pada kasus DVT Penanganan pada pulmonary embolism Embolisasi pada kasus trauma, tumor, peudoaneurisma, pelvic congestion syndrome Penanganan masalah arteri karotis dan tumor pada carotis Penanganan masalah Hipertensi Porta secara operasi maupun minimal invasif Penanganan limfedema - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-mira-nurtania-supriadi-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK - Lokasi: Jakarta drg. Mira Nurtania Supriadi, Sp. KGA adalah dokter gigi spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau telah menyelesaikan pendidikan dokter gigi umum di Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2005. Kemudian, beliau melanjutkan pendidikan spesialis gigi anak di universitas yang sama pada tahun 2015 dan meraih gelar spesialis Gigi Anak (Sp. KGA). Pada tahun 2022, Drg. Mira juga menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen Rumah Sakit di Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya. drg. Mira berfokus pada pemeriksaan gigi dan mulut pada pasien anak, serta melakukan berbagai tindakan medis seperti penambalan gigi, perawatan endodonsi, pencabutan gigi, dan pembersihan karang gigi. Selain itu, beliau juga memberikan perawatan gigi pada anak-anak berkebutuhan khusus, serta melakukan perawatan modifikasi tumbuh kembang gigi dan rahang. drg. Mira juga menguasai manajemen perilaku dalam perawatan gigi anak, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang nyaman dan mengurangi kecemasan pada pasien anak. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-drg-dewi-nurul-mustaqimah-sp-perio-subsp-pp-k/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Jakarta Prof. Dr. drg. Dewi Nurul Mustaqimah, Sp. Perio (K) MS adalah seorang Dokter yang ahli dibidang Kedokteran Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau telah menamatkan pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia pada tahun 1969, kemudian meneruskan pendidikan Spesialis Peridonsia di Universitas yang sama dan lulus tahun 1982. drg. Dewi Nurul pernah menjabat sebagai Guru Besar Ilmu Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia. Adapun layanan medis yang diberikan Prof. Dewi Nurul, meliputi : Konsultasi Keluhan Gigi yang dikhususkan pada Periodonsia. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-aris-furqon-sp-btkv/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Aris Furqon, Sp. BTKV, adalah seorang dokter spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau telah menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Indonesia pada tahun 2015. Pada tahun 2023, beliau lulus sebagai Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular dari Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan di bidang Clinical Fellowship on Lung Transplantation and Thoracic Surgery di National Taiwan University Hospital. Selain itu, pada tahun 2024, dr. Aris Furqon juga mendapat pengakuan sebagai fellow di bidang Bedah Vaskular dan Endovaskular oleh Kolegium Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular. dr. Aris telah menghasilkan karya ilmiah, di antaranya jurnal yang berjudul “Pneumonectomy in Congenital Lobar Emphysema: A Case Report” yang dipublikasikan dalam Indonesia Journal Chest Vol. 10 pada tahun 2023. Selain itu, pada tahun 2022, beliau juga mempresentasikan poster ilmiah dengan judul yang sama pada SEATS Inaugural Meeting. Karya ilmiah lainnya termasuk jurnal berjudul “Osteosarcoma of the Rib: A Challenge of Diagnosis and Surgical Intervention: A Case Report” yang diterbitkan pada Int J Surg Case Rep pada tahun 2021, serta jurnal tentang "Early Pleurodesis for Malignant Pleural Effusion" yang dipublikasikan dalam Indonesian Chest and Critical Care Medicine Vol. 5 No. 1 pada tahun 2018. dr. Aris Furqon juga aktif dalam presentasi ilmiah, di antaranya adalah poster ilmiah berjudul “A Rare Right Ventricle Myxoma: An Evidence-Based Case Report” yang dipresentasikan pada PIT HBTKI ke XI tahun 2019 dan “Surgical Management of Non-Small Cell Lung Cancer: A Literature Review” yang dipresentasikan pada 28th Annual Meeting ATCSA tahun 2018. Adapun pelayanan medis yang dr. Aris berikan yaitu bedah reseksi paru baik secara terbuka maupun minimal invasive (VATS), operasi pembebasan selaput paru (dekortikasi), operasi pada jalan nafas, operasi pada keringat berlebih, operasi penyempitasn esofagus, operasi pada kasus trauma dada, fiksasi tulang iga yang patah, operasi pada infeksi dinding dada, operasi AV shunt, pemasangan akses vena, operasi perbaikan aorta baik terbuka atau endovaskular (EVAR/TEVAR), operasi pada kaki diabetes. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2026-01-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-feliani-sp-ak/ - Spesialisasi: AKUPUNTUR - Lokasi: Jakarta dr. Feliani, Sp. Ak merupakan seorang dokter spesialis akupunktur yang menamatkan pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur di Universitas Indonesia. Beliau juga aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta berkomitmen dalam mengembangkan terapi akupunktur sebagai bagian dari pelayanan kesehatan modern berbasis bukti ilmiah. Sebagai Dokter spesialis akupunktur medik menangani berbagai kondisi kesehatan dengan fokus utama pada manajemen nyeri dan gangguan fungsional, kondisi yang ditangani meliputi: Manajemen nyeri kronis: Nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Nyeri leherdan bahu (frozen shoulder). Osteoartritis (nyeri sendi lutut). Sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala tegang. Nyer pasca operasi. Fibromyalgia Nyeri neuropati (gangguan saraf). Gangguan Fungsional Lain: Mual dan muntah (misalnya akibat kemoterapi). Insomnia (gangguan tidur). Infertilitas (gangguan kesuburan) sebagai terapi tambahan. Gangguan kecemasan dan depresi. Rehabilitasi pasca stroke. Gangguan kecantikan/estetika (misalnya facial rejuvenation). - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/prof-drg-rahmi-amtha-mds-sp-pm-k-phd/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Jakarta Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp. PM (K), PhD, adalah seorang dokter gigi dan spesialis kedokteran mulut yang memiliki perjalanan pendidikan dan karir yang luar biasa. Beliau lulus dari Pendidikan Dokter Gigi Universitas Trisakti pada tahun 1993, kemudian melanjutkan studi di Universitas Malaya, Malaysia, meraih gelar MDS dalam bidang Kedokteran Gigi pada tahun 2002 dan PhD pada tahun 2009. Pada tahun 2010, beliau memperoleh spesialisasi dalam bidang Periodonsia dari Universitas Indonesia. Selain itu, beliau juga berperan sebagai Konsultan Kedokteran Mulut Non Infeksi dan menjabat sebagai Presiden Ikatan Spesialis Kedokteran Mulut Indonesia sejak 2017. Selain itu, Prof. Rahmi juga aktif publikasi pada Jurnal nasional dan International serta menulis buku "Panduan Dokter Gigi dalam Era New Normal" serta memberikan kontribusi dalam penelitian-penelitian ilmiah seperti mengenai mengenai deteksi dini dan faktor risiko kanker mulut di Indonesia. drg. Rahmi sebagai ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia sejak 2017- Saat ini Beliau juga merupakan anggota asosiasi international oral medicine dan Oral Maxillofacial Pathology. Adapun tindakan medis yang dapat Prog. drg. Rahmi berian yaitu : menegakkan diagnosis dan perawatan lesi dalam rongga mulut terkait infeksi jamur virus, bakteri, variasi normal, manifestasi penyakit sistemik dalam rongga mulut, serta deteksi lesi pre kanker dan kanker rongga mulut - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-rendi-firmono-mars-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA - Lokasi: Jakarta drg. Rendi Firmono, MARS, Sp. Perio, adalah seorang dokter gigi spesialis periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus dari Program Pendidikan Dokter Gigi Umum Universitas Trisakti pada tahun 2006. Beliau kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Respati Indonesia pada tahun 2015. Pada tahun 2021, beliau menyelesaikan Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Universitas Indonesia. drg. Rendi memiliki keahlian di berbagai bidang dalam perawatan gigi, termasuk diagnosis dan perencanaan perawatan, perawatan pencegahan, protokol pengendalian infeksi, pencabutan gigi, serta kedokteran restoratif umum. Beliau juga ahli dalam pemberian anestesi lokal dan perawatan lanjutan periodontitis. Selain itu, Drg. Rendi terampil dalam melakukan prosedur bedah gigi, seperti pengurangan kantong gusi, perawatan gigi goyang, regenerasi periodontal, dan pembentukan tulang (grafting). Keahliannya juga mencakup pemasangan implan, pengobatan peri-implantitis, serta prosedur kosmetik periodontal dan bedah plastik periodontal. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nadia-kusumastuti-sp-bp-re-k/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Jakarta dr. Nadia Kusumastuti, Sp. BP-RE (K), merupakan seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus dari pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2007, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika di universitas yang sama pada tahun 2013. dr. Nadia memiliki berbagai pengalaman internasional, di antaranya Clinical Observership di Asian Medical Center, Seoul, Korea Selatan pada tahun 2013, Clinical Fellowship di Erasmus Medical Center, Rotterdam, Belanda pada tahun 2017, dan Clinical Fellowship di Royal Free Hampstead NHS Hospital, London, United Kingdom pada tahun 2018. dr. Nadia memiliki keahlian dan pengalaman dalam berbagai bidang medis, termasuk penanganan facial nerve palsy (kelumpuhan saraf wajah), rekonstruksi tulang wajah, serta rekonstruksi kelainan kepala dan wajah pada anak. Beliau juga memiliki keahlian dalam menangani luka bakar akut dan subakut, serta komplikasi yang muncul setelah luka bakar. Selain itu, beliau juga ahli dalam menangani tumor jinak di area wajah, luka kronik, penutupan defek pada jaringan lunak, dan perbaikan jaringan lunak yang rusak akibat trauma pada wajah. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kartiwa-hadi-nuryanto-sp-og-k-onk/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN, KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Kartiwa Hadi Nuryanto, SpOG (K) Onk, adalah seorang spesialis obstetri dan ginekologi yang lulus pada tahun 1995 dengan gelar pendidikan dokter umum dari Universitas Padjadjaran. Ia melanjutkan studi spesialisasi di bidang obstetri dan ginekologi di Universitas Indonesia, yang selesai pada tahun 2006, dan kemudian memperoleh gelar Konsultan onkologi ginekologi pada tahun 2015. dr. Kartiwa memiliki berbagai kontribusi ilmiah, di antaranya beberapa artikel review yang mengkaji faktor molekuler dan gaya hidup host yang berhubungan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) dan progresinya menjadi kanker serviks, serta faktor inflamasi pra-perawatan sebagai indikator hasil buruk pada kanker vulva. Beliau juga menulis laporan kasus yang mencakup tantangan dalam diagnosis radiologi, misalnya dalam menentukan invasi miometrium pada kanker endometrium stadium I menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI), serta kasus langka seperti schwannoma pelvis yang meniru fibroid uterin intra-ligamenter. dr. Kartiwa juga terlibat dalam penelitian tentang pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat perkotaan Indonesia mengenai infeksi HPV, kanker serviks, dan vaksinasi HPV, yang penting untuk peningkatan kesadaran kesehatan di masyarakat. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-krista-ekaputri-sp-b-p-r-e/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Jakarta dr. Krista Ekaputri, Sp. B. P. R. E, adalah seorang dokter spesialis bedah plastik yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Belia lulus dari Pendidikan Dokter Umum Universitas Indonesia pada tahun 2010. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya, beliau melanjutkan studi spesialisasi di bidang bedah plastik dan berhasil meraih gelar Dokter Spesialis Bedah Plastik di Universitas Indonesia pada tahun 2018. Sebagai ahli dalam bidang bedah plastik, Dr. Krista berfokus pada perawatan dan rekonstruksi berbagai kondisi medis yang memerlukan intervensi bedah estetika maupun rekonstruktif. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2026-02-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-leo-prawirodihardjo/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta Dr. dr. Leo Prawirodihardjo, SpOG (K) M. Kes, MM, MARS, PhD FISQua, FICS adalah seorang dokter spesialis obstetri ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki berbagai keahlian di bidang medis dan manajerial. Beliau lulus sebagai Dokter Umum dari Universitas Indonesia pada tahun 1989, kemudian melanjutkan studi dan berhasil meraih gelar spesialis obstetri ginekologi di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 1999. Dr. Leo juga meraih gelar Magister Kesehatan Epidemiologi di Universitas Hasanuddin pada tahun 2002 dan Magister Manajemen di Universitas Muslim Indonesia pada tahun 2004. Selain itu, beliau memperoleh gelar Philosophy Doctoral dalam bidang Manajemen dari Universiti Tun Abdul Razak Malaysia pada tahun 2008, serta gelar Doktor Sosiologi dari Universitas Negeri Makassar pada tahun 2013. Pada tahun 2019, beliau meraih Magister Administrasi Rumah Sakit dari Universitas Hasanuddin Makassar. dr. Leo Prawirodihardjo juga aktif dalam berbagai organisasi profesi, di antaranya sebagai Ketua ARSADA (Asosiasi Rumah Sakit Daerah) Sulsel, Ketua PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Sulsel, serta anggota POKJA PAKI PP POGI. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Obstetri Ginekologi-Sosial (HOGSI) Sulsel dan Dewan Pembina Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel. Selain itu, Dr. Leo merupakan anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Sulsel. Keahlian dan pengalaman beliau mencakup berbagai bidang, termasuk kesehatan masyarakat, manajemen rumah sakit, serta obstetri ginekologi sosial. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rita-naya-sp-pd-kgh-finasim-ginjal-hipertensi/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI - Lokasi: Jakarta dr. Rita Naya, Sp. PD, KGH-FINASIM, adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki keahlian khusus di bidang ginjal dan Hipertensi (nefrologi). Beliau lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 2005. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran umum, Dr. Rita melanjutkan pelatihan residensi di bidang Penyakit Dalam di De Los Santos St Medical Center di Filipina pada tahun 2008. dr. Rita mengikuti Fellowship Training Nephrology di St. Luke’s Medical Center di Filipina, yang beliau selesaikan pada tahun 2011. dr. Rita mengkhususkan diri dalam diagnosis, pengelolaan, dan perawatan berbagai penyakit ginjal, termasuk penyakit ginjal kronis, gagal ginjal, hipertensi, Infeksi Saluran Kemih, serta gangguan elektrolit dan keseimbangan cairan. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-leo-saputra-sp-pros/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA - Lokasi: Jakarta drg. Leo Saputra, Sp. Pros, adalah seorang dokter gigi spesialis prostodonsia yang lulus dari Program Pendidikan Dokter Gigi Umum Universitas Trisakti pada tahun 2012. Pada tahun 2017, beliau menyelesaikan pendidikan spesialis prostodonsia di Universitas Indonesia. drg. Leo aktif dalam memberikan berbagai layanan perawatan gigi di bidang restorasi gigi, termasuk pemasangan implan gigi, pemeriksaan gigi rutin, pembersihan gigi, pencabutan gigi, pemasangan veneer, serta pembuatan gigi tiruan tetap dan lepasan. Sebagai seorang dokter gigi spesialis prostodonsia, drg. Leo memiliki keahlian dalam menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan restorasi gigi dan penggantian gigi yang hilang, dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi dan estetika gigi pasien. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vidya-gilang-rejeki-sp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH, JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI - Lokasi: Jakarta dr. Vidya Gilang Rejeki, SpJP Subsp. IKKv. KI (K) adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus sebagai Dokter Umum dari Universitas Indonesia pada tahun 2009. Pada tahun 2015, beliau menyelesaikan pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah. subspesialis perawatan intensif dan perawatan kadiovaskular serta Konsultan kardiologi intervensi Beliau fokus dalam merawat kondisi jantung seperti: Penyakit arteri koroner, Gagal jantung Aritmia (gangguan irama jantung) IVUS Rotablator dan penyakit katup jantung yang memerlukan perawatan intesive Prosedur-prosedur diagnostik dan terapeutik seperti kateterisasi jantung atau pemasangan stent jantung - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-danny-maesadatu-syaharutsa-sp-og-k/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN, KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Danny Maesadatu S, SpOG (K), adalah seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan fokus pada bidang onkologi ginekologi. Ia meraih gelar Dokter Umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2009 dengan predikat cumlaude, kemudian menyelesaikan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di institusi yang sama pada tahun 2018, juga dengan predikat cumlaude. Saat ini, dr. Danny sedang menempuh pendidikan subspesialis Onkologi Ginekologi di FKUI (2023–2025). dr. Danny memiliki pengalaman luas melayani masyarakat di daerah terpencil, termasuk di Kaimana, Papua Barat, serta Daik, Kepulauan Riau. Ia juga aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah di bidang kebidanan dan ginekologi, mencakup topik gizi anak, tuberkulosis genital, kanker serviks, hingga tes HPV DNA, dengan sejumlah publikasi di jurnal internasional bereputasi. Dr. Danny kerap berperan sebagai pembicara maupun trainer dalam workshop terkait deteksi dini kanker payudara dan serviks serta keterampilan laparoskopi. Adapun layanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan kasus-kasus kebidanan dan kandungan secara umum, operasi ginekologi, penanganan kanker ginekologi (seperti kanker serviks, ovarium, dan endometrium), deteksi dini serta tata laksana lesi prakanker serviks, hingga tindakan laparoskopi ginekolog - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-aditya-noor-dwiprakoso-sp-btkv/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Aditya Noor Dwiprakoso, Sp. BTKV adalah seorang dokter spesialis bedah toraks, kardio, dan vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus dari Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Universitas Indonesia pada tahun 2023. Sebelumnya, pada tahun 2015, beliau meraih gelar dokter umum dengan predikat Cumlaude dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dr. Aditya juga dikenal sebagai salah satu mahasiswa berprestasi, yang memperoleh penghargaan sebagai Outstanding Student in the Arts pada tahun 2013 di Universitas Indonesia. Ia aktif dalam berbagai penelitian medis, seperti laporan kasus tentang *Mature Teratoma on Anterior Mediastinum* yang dipublikasikan pada tahun 2024, serta penelitian mengenai hubungan antara *Pulmonary Artery Resistance Index* dengan morbiditas dan mortalitas awal setelah penutupan *Ventricular Septal Defect* pada orang dewasa yang diterbitkan pada tahun 2023. dr. Aditya juga terlibat dalam meta-analisis terkait pengelolaan hipertrofi obstruktif kardiomiopati, serta faktor risiko komplikasi paru akibat fraktur tulang rusuk pada tahun 2019. - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ismail-muhammad-baselim-sp-bs-finss-fics/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Ismail M. Baselim, MD, FINSS, FICS adalah Dokter Spesialis Bedah Saraf lulusan Fakultas Kedokteran YARSI dan menyelesaikan program spesialisasi Bedah Saraf di Universitas Padjadjaran, RS Hasan Sadikin Bandung. Beliau juga menempuh fellowship bidang tulang belakang (spine) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta mendapatkan penghargaan sebagai Fellow of Indonesian Neurospine Society (FINSS) dan Fellow of the International College of Surgeons (FICS). Dalam bidang akademik, dr. Ismail aktif menulis dan mempublikasikan penelitian ilmiah, di antaranya mengenai penanganan metastasis tulang belakang, hematoma epidural pasca operasi, serta teknik alternatif pemasangan pedicle screw yang diterbitkan di jurnal internasional. Beliau juga kerap menjadi peserta aktif berbagai seminar dan workshop nasional maupun internasional di bidang bedah saraf dan tulang belakang. dr. Ismail memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan menangani berbagai kondisi otak dan tulang belakang, seperti tumor, infeksi, hidrosefalus, herniasi diskus, serta cedera akibat trauma. Beliau juga terampil melakukan berbagai tindakan pembedahan tulang belakang, baik melalui operasi terbuka maupun teknik minimal invasif - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ajeng-gracia-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Ajeng Gracia, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata di Primaya Hospital Kelapa Gading. Setelah menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Mata di Universitas Indonesia pada tahun 2016, dr. Ajeng melanjutkan fellowship dalam bidang Glaukoma pada tahun 2019. dr. Ajeng bergabung dengan Indonesia Ophthalmology Association (IOA) sejak tahun 2011 dan aktif sebagai pengurus di Indonesian Glaucoma Society (IGS) sejak tahun 2020. Saat ini aktif sebagai anggota organisasi: Indonesian Glaucoma Society (IGS), member, 2020 - now Pengurus Indonesian Glaucoma Society (IGS), Sie. Website, 2023 - now Indonesia Ophthalmology Association (IOA), 2011 - now Ikatan Dokter Indonesia (IDI), 2009 - now - Published: 2025-11-09 - Modified: 2026-03-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-anak-agung-gede-anom-indraswara-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Anak Agung Gede Anom Indraswara adalah seorang dokter spesialis mata yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya Hospital Bekasi Timur, berdedikasi dan berpengalaman dengan latar belakang Pendidikan Dokter dari Universitas Kristen Indonesia dan Pendidikan Dokter Spesialis Mata dari Universitas Udayana. Dengan pengalaman sebagai dokter umum dan dokter spesialis mata di berbagai rumah sakit terkemuka, beliau menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan mata. dr. Anom memiliki ketertarikan yang mendalam pada bidang katarak dan bedah refraktif khususnya lensa, yang dibuktikan dengan partisipasinya dalam program fellowship di RSCM Kirana. Beliau aktif mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan simposium untuk terus mengembangkan pengetahuannya di bidang oftalmologi, termasuk partisipasinya dalam program observership di Lions Eye Institute, University of Western Australia. Selain pengalaman klinis, dr. Anom juga terlibat dalam penelitian dan penulisan laporan kasus, menunjukkan kemampuannya dalam analisis dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu kesehatan mata. Dengan dedikasi terhadap pasien dan keahlian yang terus berkembang, dr. Anom siap memberikan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas. Tindakan medis yang bisa dilakukan diantaranya: Laser Vision Correction (PRK, LASIK dan SMILE pro) Phacoemulsifikasi Katarak untuk Lensa Premium Implantable Collamer Lens (ICL) Perawatan Mata Komprehensif - Published: 2025-11-09 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudisianil-eshaputra-kamal-sp-mk/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Yudisianil Eshaputra Kamal, SpM (K) merupakan Dokter Spesialis Mata Konsultan Katarak dan Bedah Refraktif yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2000, dr. Yudi memulai karirnya sebagai Dokter Spesialis Mata Konsultan Katarak dan Bedah Refraktif bersama Indonesia National Eye Center pada tahun 2024. dr. Yudi melanjutkan pendalaman keahliannya di Osaka University Hospital Jepang dengan program fellowship “Cornea & Contact Lens Service”. dr. Yudi juga menjabat sebagai Head of Education Program for Ophthalmology Resident di RSCM UI sejak tahun 2013. Beliau telah melakukan lebih dari 5000 mata untuk tindakan Laser Vision Correction, baik dengan teknik LASIK maupun SMILE Pro. Hingga saat ini, dr. Yudi masih memegang predikat sebagai operator SMILE Pro terbanyak di Indonesia - Published: 2025-11-05 - Modified: 2025-11-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mohamad-yogialamsa-ms-sp-ot-subsp-otb-k/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Mohamad Yogialamsa, MS, Sp. OT, Subsp . OTB (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Orthopedi (Bedah Tulang) Konsultan Orthopaedi Tulang Belakang yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr. Mohamad Yogialamsa, MS, Sp. OT, Subsp . OTB (K)menempuh pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi seputar ortopedi meliputi penanganan dan pengobatan masalah muskuloskeletal, seperti tulang, sendi, otot, dan ligamen. Tindakan medis yang dapat dilakukan diantaranya: Tindakan Medis: Injeksi Cairan Sendi Konsultasi Ortopedi Operasi Bahu Skrining Tulang dan Sendi Artroplasti Artroskopi Bedah Ortopedi Bone Densitometry C-Arm Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT) Micro Endoscopic Disectomy (MED) Operasi Saraf Kejepit Osteotomi Laminotomy dll dr. Mohamad Yogialamsa, MS, Sp. OT, Subsp . OTB (K) merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Indonesia (PABOI). - Published: 2025-11-03 - Modified: 2025-11-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-marshell-tendean-sp-pd-kemd-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN - Lokasi: Jakarta dr. Marshell Tendean, Sp. PD-KEMD, FINASIM berpraktik di UKRIDA Hospital dengan memberikan pelayanan medis yang holistik melalui konsultasi dan tatalaksana kesehatan terkait gangguan pada endokrin, metabolik dan diabetes. dr Marshell menyelesaikan pendidikan Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes di Universitas Padjajaran. Penyakit yang dapa ditangani diantaranya : Diabetes Thyroid disorders Obesity Adrenal disorders Pituitary disirders Endocrine reproductive disorders Parathyroid disorders and calcium metabolism Endocrine transition from child to adult Endocrine fisorders of the elderly andropause and menopause Osteoporosis. dr Marshell juga aktif sebagai anggota organisasi profesi berikut: 2015 – Present Indonesia Society of Internal Medicine (PAPDI) 2019 – Present AFKSI (CBT Examination Coordinator Greater Jakarta area 2022 – Present PERKENI - Published: 2025-10-29 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nizma-permaisuari-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Depok dr. Nizma Permaisuari, Sp. M adalah Dokter Spesialis Mata yang berpraktrik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan kedokteran umum dan program spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau memiliki minat mendalam pada bidang oftalmologi dengan pengalaman dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah berskala nasional maupun internasional, khususnya terkait neuro-oftalmologi, strabismus, serta bedah rekonstruksi okular. Selain aktif dalam praktik klinis, dr. Nizma juga berperan aktif dalam kegiatan ilmiah dan konferensi oftalmologi di tingkat Asia-Pasifik, serta telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi selama masa pendidikannya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Pemeriksaan Glaukoma Pemeriksaan Visus Mata Operasi Katarak Phacoemulsification Ekstraksi Benda Asing Insisi Hordeolum Operasi Pterygium Epilasi Tes Buta Warna Tonometri - Published: 2025-10-28 - Modified: 2025-10-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-garry-aditya-pranata-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Garry Aditya Pranata, Sp. PD adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude, serta aktif dalam berbagai organisasi medis seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). dr. Garry memiliki keahlian dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai penyakit yang menyerang organ dalam tubuh. Beliau juga melakukan berbagai prosedur medis, antara lain: USG Abdomen Vaksinasi dewasa Pungsi ascites (pengambilan cairan rongga perut) Pungsi pleura (pengambilan cairan rongga dada) Aspirasi cairan sendi (arthrocentesis) Injeksi intraartikular pada berbagai sendi Dengan pendekatan yang komprehensif dan berorientasi pada pasien, dr. Garry berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan organ dalam Anda. - Published: 2025-10-27 - Modified: 2025-10-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mira-kusuma-wardhani-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Mira Kusuma Wardhani, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki berbagai pengalaman di bidang perawatan anak, khususnya dalam neonatal dan infeksi. Beliau lulus sebagai dokter umum pada tahun 2009 dari Universitas Diponegoro Semarang dan melanjutkan pendidikan spesialis anak di Universitas Sam Ratulangi Manado, yang diselesaikan pada tahun 2017. dr. Mira juga aktif mengikuti program fellowship, dengan fokus pada neonatal. Pada tahun 2022, beliau mengikuti Fellowship Neonatologi di RSAB Harapan Kita Jakarta, dan pada tahun 2024, beliau terdaftar dalam program Fellowship Neonatologi di RSCM Jakarta. dr. Mira memiliki kontribusi besar dalam penelitian medis, dengan studi terkait kadar laktat dan dampaknya terhadap hasil pneumonia pada anak usia 2 hingga 60 bulan pada tahun 2016. dr. Mira juga aktif dalam penelitian, beberapa publikasi beliau meliputi tingkat C-reactive protein yang berhubungan dengan angka kematian pada anak dengan sepsis. Saat ini, beliau merupakan anggota aktif dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). dr. Mira memiliki keahlian dalam melakukan perawatan intensif pada anak dan neonatus. Selain itu, beliau juga dapat memberikan konseling terkait masalah vaksinasi dan tumbuh kembang pada anak. - Published: 2025-10-19 - Modified: 2025-11-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/deddy-tedjasukmana-basuni-sp-kfr-k-mars-mm/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI, KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI - Lokasi: Bekasi dr. Deddy Tedjasukmana Basuni, Sp. KFR (Konsultan Kardiorespirasi), MARS, MM sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi - Konsultan Kardiorespirasi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Deddy Tedjasukmana Basuni, Sp. KFR (Konsultan Kardiorespirasi), MARS, MM menempuh pendidikan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal rehabilitasi fisik, diantaranya: Rehabilitasi pasien dengan gangguan jantung, misalnya pasca serangan jantung, gagal jantung, atau pasca operasi jantung (CABG, PCI) Latihan dan terapi rehabilitasi untuk meningkatkan daya tahan jantung dr. Deddy Tedjasukmana Basuni, Sp. KFR (Konsultan Kardiorespirasi), MARS, MM juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI) dan Yayasan Jantung Indonesia. - Published: 2025-10-19 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-nurzarah-taqwaqomara-winugroho-sp-ort/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Depok drg. Nurzarah Taqwaqomara Winugroho, Sp. Ort merupakan dokter gigi spesialis ortodonti yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan profesi dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan program spesialis ortodonti di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Beliau memiliki pengalaman praktik lebih dari 10 tahun dalam menangani berbagai kasus ortodonti dan aktif mengikuti seminar serta pelatihan ortodonti tingkat nasional maupun internasional, termasuk pelatihan Damon System, Lingual Orthodontic, serta penggunaan Clear Aligners dan Mini Implant Anchorage (TADs). Layanan yang Ditangani Pemeriksaan dan perawatan kelainan posisi gigi dan rahang Pemasangan dan perawatan kawat gigi (fixed orthodontic appliance) Perawatan dengan sistem Damon Perawatan dengan Clear Aligner (kawat gigi transparan) Perawatan ortodonti pada anak dan dewasa Perawatan kasus kompleks dengan mini implant anchorage (TADs) Retainer dan perawatan pasca ortodonti Penanganan gangguan sendi rahang (TMJ disorders) - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-harry-prawiro-tantry-sp-og-b-med-sc-hons/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Harry Prawiro Tantry, Sp. OG, B. Med. Sc. (Hons. ) adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 2021. Sebelumnya, beliau menyelesaikan pendidikan profesi kedokteran Kelas Khusus Internasional di Universitas Indonesia pada tahun 2014. Beliau juga meraih gelar Honours Degree of Bachelor of Medical Science dari Monash University, Australia, pada tahun 2012. Beliau melayani tindakan operasi laparoskopi dan histeroskopi setelah menyelesaikan fellow laparoskopi di Training Endoskopi Ginekologi RSUP Fatmawati pada tahun 2023. Tergabung sebagai pelatih pelayanan kontrasepsi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak tahun 2022, dr. Harry juga telah memberikan pelatihan kontrasepsi bagi dokter-dokter dan bidan-bidan di fasilitas pelayanan kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Di tahun yang sama dr. Harry berhasil menyelesaikan Pelatihan Diagnostik Kelainan Jantung Bawaan Janin (Fetal Echocardiography) Dasar bagi Tenaga Medis di Fasyankes yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Jakarta tanggal 3 Oktober 2022 s/d 15 Desember 2022. dr. Harry turut berkontribusi dalam beberapa publikasi ilmiah jurnal internasional, termasuk jurnal yang diterbitkan di Open Journal of Obstetrics and Gynecology (OJOG) pada tahun 2020 yang membahas penggunaan Hysterosalpingo-foam Sonography untuk mengevaluasi sumbatan tuba pada pasien dengan gangguan kesuburan di Indonesia. Turut aktif dalam pencegahan kanker mulut rahim di Indonesia, beliau juga memiliki publikasi jurnal internasional dengan judul "Patients' Perception Using Digital Documentation in Visual Inspection with Acetic Acid for Cervical Cancer Screening" pada tahun 2022. Beliau juga menulis publikasi ilmiah tentang HIV pada kehamilan yang diterbitkan dengan judul "Reprodutive Health Care for HIV+ Young Women: What Should We Do? " pada tahun 2022. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-dr-yoga-yuniadi-sp-jpkfiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Jakarta Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, adalah seorang dokter Spesialis Jantung Konsultan Aritmia yang memiliki berbagai pencapaian di bidang kedokteran yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus sebagai dokter umum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 1989, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis jantung di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya pada tahun 1999. Pada tahun 2007, beliau meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran dari Universitas Indonesia. Sepanjang karirnya, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi telah aktif melakukan penelitian dan memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam bidang kardiologi. Beberapa penelitian penting yang beliau lakukan antara lain mengenai penggunaan Amplatzer Cardiac Plug untuk pencegahan stroke pada pasien dengan fibrilasi atrium dan ukuran appendix atrium kiri yang lebih besar, serta implantasi sel progenitor hematopoietik untuk meningkatkan kapasitas fungsional pada pasien dengan penyakit arteri koroner stadium akhir dan gagal jantung lanjut. Selain itu, beliau juga berperan dalam penelitian mengenai berbagai terapi untuk gagal jantung kongestif dengan fibrilasi atrium, penggunaan pacemaker tanpa kabel, serta kontroversi peran studi elektrofisiologi pada sindrom Brugada. Kontribusinya dalam berbagai jurnal medis, seperti Jurnal Kardiologi Indonesia, semakin memperkuat reputasinya sebagai ahli jantung yang dihormati, baik di tingkat nasional maupun internasional. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-10-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-martina-hutabarat-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta Dr. dr. Martina Hutabarat, Sp. OG menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2011. Pada tahun yang sama, beliau berhasil meraih gelar Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Universitas Indonesia, sekaligus dianugerahi penghargaan The Best Graduate on Grade IIIA and IVB pada Program Residensi Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2011). Semangat akademik dan dedikasinya dalam bidang penelitian kemudian membawanya meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph. D. ) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2017. Fokus penelitian beliau berkaitan dengan preeklampsia, nutrisi dalam kehamilan, serta mekanisme seluler pada pertumbuhan janin, yang dibuktikan dengan berbagai publikasi ilmiah internasional. Beberapa karya yang telah dipublikasikan antara lain: Impact of Vitamin D and Vitamin D Receptor on The Trophoblast Survival Capacity in Preeclampsia (PloS ONE, 2018), Trophoblast Survival Capacity in Preeclampsia (PloS ONE, 2017), serta sejumlah publikasi mengenai peran autophagy, profil nutrisi, dan marker inflamasi pada preeklampsia. Selain itu, beliau juga memiliki hak kekayaan intelektual atas karya ilmiah berjudul Peran Nutrisi dan Proses Kegagalan Autofagi pada Patomekanisme Preeklampsia (No. C00201704400, Kemenkumham RI, 2017). Keahlian klinis beliau meliputi penanganan preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat, diabetes melitus dalam kehamilan, nutrisi kehamilan, serta pemeriksaan USG kehamilan dan fetomaternal 4D - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-cindy-rahardja-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Cindy Rahardja, Sp. PD, adalah dokter spesialis Penyakit Dalam yang menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2012 dan meraih gelar spesialis Penyakit Dalam dengan predikat cum laude di Universitas Indonesia pada tahun 2022. Beliau merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Batch 1 Tahun 2016 untuk program dokter spesialis, dan memiliki berbagai prestasi akademik dalam bidang penelitian medis. dr. Cindy memiliki minat penelitian dan perkembangan ilmu di bidang penyakit dalam. Beberapa publikasi beliau meliputi The Impact of Chronic Kidney Disease on Diabetic Foot Ulcer: A 3-Year Follow-Up Study (2021) dan A Rare Case of Bilateral Phlegmasia Cerulea Dolens in Advanced Cancer Patient with Unknown Primary Site (2018). dr. Cindy memiliki keahlian dalam pencegahan, diagnosis, dan perawatan berbagai penyakit pada dewasa, serta kompetensi dalam berbagai prosedur medis, termasuk USG abdomen, pungsi ascites, aspirasi cairan sendi, dan vaksinasi dewasa. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jerry-nasarudin-sp-pd-kemd-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN - Lokasi: Bekasi dr. Jerry Nasarudin, Sp. PD-KEMD, FINASIM sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan yang muncul pada organ dalam tubuh, khususnya gangguan pada saluran cerna khususnya endokrin, metabolik dan diabetes, yaitu seperti: Diabetes Kolesterol dan trigliserida tinggi Tekanan darah tinggi Kelainan Genetik Konsultasi lainnya terkait endokrin, metabolik dan diabetes dr. Jerry Nasarudin, Sp. PD-KEMD, FINASIM juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Organisasi: 2022-2025 : Pengurus Bidang Advokasi PAPDI Bekasi 2022-2025 : Pengurus Bidang Advokasi PP PAPDI 2023-2026 : Ketua Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) Jawa Barat - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-11-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nia-novianti-siregar-sp-pd-subsp-hom-k/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Nia Novianti Siregar, Sp. PD, Subsp. HOM (K), adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus dari Pendidikan Dokter Universitas Indonesia pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan studi spesialisasi dan berhasil meraih gelar dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia pada tahun 2017. Selain itu, dr. Nia juga menyelesaikan subspesialisasi dalam bidang Hematologi dan Onkologi Medis di Universitas Indonesia. dr. Nia aktif dalam berbagai organisasi profesional, antara lain sebagai anggota Indonesian Society of Internal Medicine dan European Society of Medical Oncology, serta menjadi bagian dari American Society of Clinical Oncology. Beliau juga bergabung dengan tim Geriatric Oncology di Rumah Sakit Kanker Nasional Dharmais, Jakarta, yang berfokus pada penanganan kanker pada pasien lansia. dr. Nia telah berkontribusi dalam berbagai penelitian ilmiah, beberapa di antaranya meliputi studi tentang kelangsungan hidup tiga tahun pasien kanker lansia di Indonesia (2020), laporan kasus multiple myeloma pada pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis (2019), serta analisis karakteristik dan respons pengobatan pada pasien leukemia limfositik kronik di Rumah Sakit Kanker Nasional Dharmais (2019). Pada tahun 2018, beliau juga terlibat dalam penelitian mengenai model prediksi mortalitas dalam 72 jam pada pasien dengan asidosis ketoasidosis diabetik. Adapun pelayanan medis yang dapat dr. Nia berikan yaitu: Kemoterapi Terapi target Imunoterapi Aspirasi sumsum tulang (bone marrow puncture) Biopsi sumsum tulang Kemoterapi intratekal - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-10-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-caroline-gladys-puspita-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Caroline Gladys Puspita, Sp. OG berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Universitas Indonesia pada tahun 2018, setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan profesi dokter di universitas yang sama pada tahun 2012. dr. Caroline memiliki pengalaman yang luas dalam bidang Obstetri dan Ginekologi, dengan berbagai publikasi ilmiah yang berfokus pada topik-endometriosis, PCOS, dan infeksi. dr. Caroline aktif berpartisipasi dalam konferensi dan presentasi ilmiah, dengan sejumlah penghargaan di antaranya, seperti Juara Presentasi Oral Terbaik di APAGE Regional Congress 2018 di Singapura dan Juara Presentasi Poster Terbaik di Departemen Obstetri dan Ginekologi, Universitas Indonesia, pada tahun 2015. Adapun Pelayanan Medis yang dapat dr. Caroline berikan yaitu: Diagnostik dasar fertilitas Pembedahan minimal invasif Persalinan spontan dan operatif. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-10-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-felix-firyanto-widjaja-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Felix Firyanto Widjaja, Sp. PD, adalah dokter spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2011 dan meraih gelar spesialis dari universitas yang sama pada tahun 2019. Ia aktif dalam berbagai organisasi profesional, termasuk PAPDI Jaya, IDI Jakarta Pusat, serta organisasi editor jurnal medis seperti APAME. dr. Felix saat ini berpraktik di beberapa rumah sakit, serta menjabat sebagai Managing Editor di Medical Journal of Indonesia dan Research Advisor di Indonesian Prenatal Institute. Beliau memiliki ketertarikan , dan berperan aktif dalam berbagai penelitian terkait bidang ilmu penyakit dalam. dr. Felix memiliki keahlian dan pengalaman dalam pencegahan, diagnosis, dan tatalaksana kasus yang berkaitan dengan penyakit dalam, termasuk perawatan luka diabetes dan tindakan foot care diabetes. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-10-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-steven-aristida-sp-og-subsp-fer-fics/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Steven Aristida, SpOG, Subsp. FER, FICS adalah seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialisasi bidang Fertilitas Endokrinologi Reproduksi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan subspesialisnya di Universitas Indonesia pada tahun 2023, setelah sebelumnya meraih gelar spesialis obstetri dan ginekologi dari universitas yang sama pada tahun 2014. Pendidikan kedokterannya dimulai di Universitas Trisakti, di mana beliau lulus pada tahun 2009. dr. Steven juga aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, dengan fokus pada isu-isu kesehatan reproduksi, fertilitas, serta ginekologi. Beberapa publikasi terbarunya mencakup topik seperti gangguan haid dan kesuburan. Tak hanya itu, dr. Steven juga telah melaporkan berbagai kasus yang berhubungan dengan tindakan histeroskopi (teropong rahim), laparoskopi untuk kasus-kasus kista endometriosis, myoma rahim dan adenomyosis, serta kasus ginekologi lainnya. Beliau juga aktif sebagai anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Himpunan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Indonesia (HIFERI). dr. Steven memiliki keahlian dan pengalaman dalam menangani berbagai kasus yang berkaitan dengan kehamilan dan kesehatan reporoduksi wanita, yang meliputi inseminasi dan bayi tabung, konseling dan pemasangan kontrasepsi, dan gangguan menstruasi. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-12-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ryan-herardi-sp-pd-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Ryan Herardi, SpPD, Subsp. GEH(K) merupakan dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia tahun 2010, kemudian beliau melanjutkan pendidikan dokter speasialis penyakit dalam di universitas yang sama, dan lulus pada tahun 2017. Pada tahun 2025, beliau menyelesaikan pendidikan dokter subspesialis gastroenterohepatologi di Universitas Indonesia. dr. Ryan saat ini juga bekerja sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai penelitian di bidang ilmu penyakit dalam, khususnya mengenai gastroenterohepatologi. Beliau juga aktif menjadi pengurus di Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) dan PAPDI cabang DKI Jakarta. Selain keahlian dalam kasus terkait penyakit dalam, dr. Ryan juga memiliki kompetensi dalam berbagai prosedur medis, termasuk esofagogastroduodenoskopi (EGD), kolonoskopi, USG hepatobilier, parasentesis, biopsi hati, aspirasi kista dan abses, endoscopic polipektomi, endoscopic ligasi varises saluran cerna, pemasangan PEG, ERCP, EUS, serta PTBD. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-11-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kresna-adhiatma-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Kresna Adhiatma, Sp. PD, adalah dokter spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, menyelesaikan pendidikan dokter umum di Unika Atma Jaya, Jakarta pada tahun 2011 dan meraih gelar spesialis dari Universitas Indonesia pada tahun 2023. Beliau juga pernah meraih Juara 2 Scientific Competition of Internal Medicine (SCIM) 2023 dalam ajang PIN PAPDI, Bali. dr. Kresna memiliki publikasi ilmiah terkait Vitamin D levels and depression in type 2 diabetes mellitus patients: a cross-sectional study (2023) dan Psychotherapy for Healthcare Provider During COVID-19 Pandemic (2021). Beliau saat ini tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). dr. Kresna memiliki keahlian dan pengalaman dalam pencegahan, diagnosis, dan tatalaksana kasus terkait penyakit dalam. Beliau ahli dalam melakukan beberapa tindakan medis, seperti USG Abdomen, pungsi ascites, aspirasi dan injeksi intraartikular, dan vaksinasi dewasa. Beliau pernah mengikuti training vaksinasi untuk dewasa serta memiliki International certificate for vaccination. Selain itu, beliau juga memiliki keahlian terkait terminal care dan perawatan paliatif. - Published: 2025-10-17 - Modified: 2025-11-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-haekal-alaztha-sp-n-fina/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Haekal Alaztha, Sp. N, FINA adalah seorang dokter spesialis neurologi dengan keahlian dalam neurointervensi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus sebagai dokter pada tahun 2009 dari Universitas Yarsi Jakarta, dan kemudian melanjutkan pendidikan spesialis neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, yang diselesaikan pada tahun 2019. Pada tahun 2021, beliau menyelesaikan fellowship di bidang Neurointervensi di RS Pelni Petamburan, Jakarta. dr. Haekal aktif mengikuti berbagai konferensi internasional dan workshop, seperti International NeuroIntervention Course, Workshop, dan Symposium (BLINC) pada tahun 2024. dr. Haekal aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia (PERDOSSI) dan juga aktif di Group Interventional Neurology Study of Jakarta Neurological Assosiation dari 2021 - Sekarang. pelayanan Neurointervensi meliputi pemeriksaan neurologi umum, pemeriksaan diagnostik cerebral angiografi (DSA) pada kasus stroke, epilepsi, nyeri kepala, syncope/pingsan dll. tindakan terapi stroke akut seperti trombolisis intravena dan intraarteri, trombektomi, Cerebral stent dan cerebral balloon, tindakan cerebrovaskular lain meliputi coiling aneurisma, embolisasi malformasi vaskular maupun tumor. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lucyana-sp-a-ibclc-konselor-laktasi/ - Spesialisasi: ANAK, ANAK - KONSELOR LAKTASI - Lokasi: Jakarta dr. Lucyana, Sp. A, IBCLC adalah seorang dokter Spesialis Anak yang memiliki sertifikasi internasional sebagai Konsultan Laktasi Bersertifikat Dewan Internasional (IBCLC) sejak 2022, saat ini berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus dari Pendidikan Dokter Spesialis Anak Universitas Indonesia pada tahun 2019, dan memiliki latar belakang pendidikan kedokteran umum yang diselesaikan pada tahun 2011 di Universitas Indonesia. Selain itu, dr Lucyana juga mengikuti program pascasarjana di bidang Gizi Pediatrik dan berhasil menyelesaikan program tersebut pada tahun 2021. Sebagai seorang profesional yang berpengalaman, dr. Lucyana juga aktif dalam organisasi, menjabat sebagai Sekretaris Koordinator Wilayah Jakarta Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang DKI Jakarta sejak 2021. dr. Lucyana memiliki sejumlah prestasi akademik dan penelitian, termasuk menjadi lulusan terbaik dalam Evaluasi Nasional Dokter Spesialis Anak pada tahun 2019. Beliau juga telah memenangkan penghargaan atas prestasinya dalam Post Graduate Pediatric Nutrition 2021. Sejumlah penelitian ilmiah juga telah beliau kontribusikan, seperti studi retrospektif mengenai faktor yang mempengaruhi hasil enfalitis akut pada anak-anak, serta peran foto toraks dan X-ray dada sebagai alat bantu diagnostik dalam diagnosis penyakit Kawasaki. Selain itu, dr. Lucyana juga terlibat dalam penelitian mengenai pengobatan Infeksi Sitomegalovirus pada pasien transplantasi organ, serta profil distribusi FSMP di rumah sakit dr. Cipto Mangunkusumo. Adapun pelayanan medis yang diberikan oleh dr. Lucyana yaitu tumbuh kembang, laktasi dan vaksinasi - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-aisyah-ayu-safitri-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Jakarta dr. Aisyah Ayu Safitri, Sp. P adalah dokter spesialis paru yang berpraktik diPrimaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia pada tahun 2022, setelah sebelumnya meraih gelar dokter umum dari Universitas Sumatra Utara pada tahun 2012. dr. Aisyah aktif dalam organisasi profesi sebagai anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selain praktik klinis, dr. Aisyah juga berkontribusi dalam penelitian di bidang pulmonologi, dengan publikasi ilmiah seperti "The Frequency and the Outcome of COVID-19 in Pulmonologist and Pulmonology Resident and Affecting Factors" (2022) serta "Case Report: Pneumonia Like Mass with Spontaneous Resolution" (2023). dr. Aisyah memiliki keahlian dalam berbagai prosedur medis terkait sistem pernapasan, termasuk spirometri, bronkoskopi, pigtail pleura, biopsi paru/pleura, serta pleural drainage. Beliau juga menangani berbagai penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan, termasuk gangguan pada saluran udara dan alveoli. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-aldilla-faiza-sp-a-cimi-konselor-laktasi/ - Spesialisasi: ANAK, ANAK - KONSELOR LAKTASI - Lokasi: Jakarta dr. Aldilla Faiza, Sp. A, CIMI adalah dokter spesialis anak konselor laktasi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus dari Pendidikan Dokter Universitas Padjadjaran pada tahun 2013. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya, beliau melanjutkan studi spesialisasi dan meraih gelar Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia pada tahun 2021. Sebagai anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Aldilla telah berkontribusi dalam penelitian dan pengembangan ilmu kesehatan anak di Indonesia. dr. Aldilla menerima penghargaan evaluasi pediatrik nasional pada tahun 2021. Salah satu penelitian penting yang beliau lakukan adalah mengenai insiden dan faktor risiko pneumonia pada anak-anak dengan cerebral palsy spastik. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-angelina-armine-susanto-putri-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Angelina Armine Susanto Putri, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak yang memiliki prestasi dalam pendidikan di bidang kedokteran anak. Beliau lulus sebagai Lulusan Terbaik Profesi Kedokteran Umum dari Universitas Atma Jaya pada 2009, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis anak di Cardinal Santos Medical Center, Filipina, dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2012. dr. Angelina terus mengembangkan keahlian melalui Program Adaptasi Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2016 dan Fellowship Perinatologi di RS Dr. Cipto Mangunkusumo pada tahun 2019. dr. Angelina juga aktif dalam penelitian ilmiah. Ia terlibat dalam berbagai studi, seperti penelitian mengenai pengaruh probiotik multi-strain pada pneumonia komunitas pada anak, uji diagnostik untuk gastroesofageal reflux pada anak, serta akurasi pemeriksaan urin untuk infeksi saluran kemih. Beliau juga berpartisipasi dalam beberapa konferensi ilmiah internasional dengan poster penelitian, salah satunya mengenai Expanded Dengue Syndrome dan Acalvaria. dr. Angelina memiliki keahlian dan pengalaman dalam pencegahan, diagnosis, dan menangani kasus pada anak, termasuk vaksinasi pada anak, serta memberikan konseling dan tatalaksana mengenai masalah tumbuh kembang pada anak. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yogi-umbarawan-sp-pd-phd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Yogi Umbarawan, SpPD, PhD, merupakan seorang dokter spesialis penyakit, Beliau lulus sebagai dokter umum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2012, kemudian melanjutkan pendidikan S3 di bidang kardiometabolik dan meraih gelar PhD dari Gunma University School of Medicine di Jepang pada tahun 2017. Pada tahun 2023, beliau berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia. dr. Yogi memiliki sejumlah prestasi internasional, di antaranya adalah penerima Young Investigator Award pada pertemuan International Society for Heart Research (ISHR) Cardiovascular and Metabolic Week di Osaka, Jepang, dengan penelitian tentang metabolisme glukosa dalam kondisi jantung yang mengalami beban tekanan berlebih. Beliau juga meraih penghargaan Runner-Up Young Investigator Award pada 81st Annual Scientific Meeting of the Japanese Circulation Society (JCS), serta terpilih sebagai kandidat untuk Metabolism Young Investigator Award dalam jurnal Metabolism: Clinical and Experimental. Penelitian-penelitian tersebut berfokus pada pergeseran substrat energi dari asam lemak ke glukosa yang memperburuk disfungsi jantung saat terjadi beban tekanan. dr. Yogi juga menerima Research Grant dari Gunma University School of Medicine untuk penelitiannya mengenai pergeseran substrat energi dalam kondisi jantung pada tikus yang kekurangan Fatty Acid Binding Protein 4 dan 5. Adapun Pelayanan yang dapat diberikan oleh dr. Yogi Umbarawan, SpPD, PhD yaitu Diabetes & Endokrinologi, Ginjal & Hipertensi. Reumatologi. Gastroenterologi & Hepatologi, Geriatri, Pulomonologi, Psikosomatik & Paliatif. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-darmady-darmawan-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Darmady Darmawan, Sp. A, adalah seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau memiliki pengalaman luas dalam bidang perawatan anak, terutama dalam bidang neonatal. Beliau lulus sebagai dokter umum pada tahun 2001 dari Universitas Katolik Atma Jaya, dan melanjutkan pendidikan spesialis anak di Universitatsklinikum, Berlin, pada tahun 2011. dr. Darmady juga mengikuti program adaptasi spesialis anak di Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2014. Pada 2017, beliau memperdalam keahliannya dengan mengikuti Program Fellowship di Neonatal Intensive Care di RS Ibu dan Anak Harapan Kita. Pada tahun 2022, beliau terdaftar dalam program fellowship Neonatal Intensive Care Unit di RS Ciptomangunkusumo. dr. Darmady juga aktif dalam penelitian, dengan salah satu kajian penting mengenai remisi pada urtikaria kronis autoimun berat yang diobati dengan Omalizumab, serta penelitian tentang hubungan antara rasio monosit-neutrofil dan derajat keparahan infeksi virus dengue pada anak. Kontribusi dr. Darmady di bidang pediatri dan perawatan neonatal semakin memperkuat dedikasinya untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak di Indonesia. Dalam praktik klinis dr. Darmady dapat melayani vaksinasi, tumbuh kembang - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-caesar-wallad-sp-u-subsp-trauma-rekonstruksi-k/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Caesar Wallad, Sp. U, Subsp. Trauma dan Rekonstruksi (K), adalah seorang dokter konsultan di bidang trauma dan rekonstruksi saluran kemih yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading . Beliau menyelesaikan pendidikan spesialis urologi di Universitas Padjadjaran pada 2016 dan mendapatkan gelar konsultan di tahun 2020. Beliau juga menyelesaikan program pendidikan laparoskopi di Kitasato University Hospital dan aktif mengikuti berbagai course Nasional ataupun Internasional Saat ini dr Caesar menjadi pengurus di perhimpunan pusat dan wilayah Jakarta Raya untuk Ikatan Ahli Urologi Indonesia ( IAUI ), Menjadi instruktur bidang laparoskopi dalam Ikatan Endourologi laparoskopi dan robotik urologi Indonesia ( InaSER) dan menjadi pengurus di komunitas Urologi Indonesia bidang rekonstruksi genitalia dan saluran kemih ( InaGURS) Beliau aktif mengerjakan kasus striktur urethra, fistula , rekonstruksi bidang laparoskopi , rekonstruksi kemaluan genitalia hingga menyelesaikan kasus komplikasi medis lainnya. Dr Caesar juga diundang di berbagai forum untuk menjadi pembicara atau membantu menyelesaikan kasus komplikasi intraoperatif. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-asri-dwi-rachmawati-msc-sp-b-subped-k/ - Spesialisasi: BEDAH ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Asri Dwi Rachmawati, MSc, Sp. B Subped (K) merupakan seorang dokter spesialis bedah anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. dr Asri Dwi lulus sebagai dokter umum dari Universitas Indonesia pada tahun 2003, melanjutkan studi di Netherlands Institute for Health Sciences, Belanda, dan meraih gelar Master of Science in Clinical Epidemiology pada tahun 2007. Pada tahun 2013, Dr. Asri kembali ke Indonesia dan menyelesaikan pendidikan spesialis bedah di Departemen Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan pendidikan fellowship di bidang bedah anak di tahun 2015 di tempat yang sama. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-11-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ivan-riyanto-widjaja-sp-a-sub-sp-neurok/ - Spesialisasi: ANAK, ANAK - NEUROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Ivan Riyanto Widjaja, Sp. A Sub. Sp Neuro(K) adalah seorang dokter spesialis anak dengan subspesialisasi neurologi pediatrik yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading . Beliau lulus sebagai Dokter Umum dari Universitas Indonesia pada tahun 2008. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan spesialisasi di bidang Pediatri dan berhasil meraih gelar Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia pada tahun 2014. Pada tahun 2020, dr. Ivan menyelesaikan pendidikan subspesialisasi dalam bidang Neurologi Pediatrik di Universitas Indonesia. dr. Ivan aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah, salah satunya adalah presentasi poster di Kongres Internasional ke-3 dari Developmental Pediatrics Association yang diselenggarakan di Manila, Filipina pada 9-12 Desember 2019. Dalam kesempatan tersebut, beliau mempresentasikan "Anakku Speech-Delay Questionnaire (ASDQ): Preliminary Diagnostic Study for Neurodevelopmental Disorder (NDD) in Children Age 18 Months To 3 Years. " Selain itu, Dr. Ivan juga berpartisipasi dalam presentasi poster pada 15th AOCCN 2019 dengan topik "Limb-Girdle Muscular Dystrophy: Role of Genetic Testing," yang membahas pentingnya tes genetik dalam diagnosis distrofi otot tipe girdle ekstremitas. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan oleh dr. Ivan anatara lain EEG & Pemeriksaan neurodevelopmental - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-11-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jaya-ariheryanto-effendi-sp-a-subsp-neok/ - Spesialisasi: ANAK, ANAK - NEONATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Jaya Ariheryanto Effendi, Sp. A, Subsp. Neo(K) merupakan seorang dokter spesialis anak yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki keahlian dalam bidang perinatologi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 1998. Setelah itu, pada tahun 2009, beliau meraih gelar Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia. Sebagai komitmennya untuk terus mengembangkan kompetensinya, pada tahun 2013, Dr. Jaya mengikuti program fellowship perinatologi di Universitas Indonesia. Tak berhenti di situ, pada tahun 2020, beliau menyelesaikan program Sp2 dalam bidang Perinatologi di Universitas Indonesia. dr. Jaya juga menjadi anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia, adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yaitu perawatan neonatus anak - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-11-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-susanti-himawan-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Susanti Himawan, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak dan konselor menyusui yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau memiliki latar belakang pendidikan dan pelatihan yang luas. Beliau lulus sebagai dokter pada tahun 2009 dari Universitas Atma Jaya, kemudian melanjutkan program Profesional Medical Clinic di universitas yang sama pada tahun 2011. Pada tahun 2014, dr. Susanti menyelesaikan Pendidikan Dokter Anak di Mary Chiles General Hospital, Manila, Filipina, sebelum kembali ke Indonesia untuk adaptasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada tahun 2019. dr. Susanti juga aktif dalam penelitian dan pengembangan profesional. Pada tahun 2020, ia memenangkan kompetisi poster penelitian tentang ASMPID dan menyelesaikan program Telephone & Telemedicine in Clinical Medicine dari Harvard Medical School. Di tahun yang sama, beliau juga menyelesaikan modul Lactation Management Self Study. adapun pelayan medis yang dr. Susanti dapat berikan yaitu konselor menyusui, imunisasi dan tumbuh kembang anak - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-henry-leo-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Henry Leo, Sp. A, lulus sebagai dokter spesialis anak dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2020, setelah menyelesaikan pendidikan profesi dokter di universitas yang sama pada tahun 2011. Beliau aktif menjadi anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Saat ini beliau berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. dr. Henry telah mempublikasikan sejumlah penelitian, termasuk pada 2023 mengenai Central line-associated bloodstream infection yang diterbitkan di Medical Journal of Indonesia dan Evaluating the importance of clinical manifestations and laboratory parameters associated with progression to severe dengue in children di Paediatrica Indonesiana. Beliau juga aktif dalam mengikuti berbagai lokakarya, seminar, dan pelatihan yang berkaitan dengan kesehatan anak sejak tahun 2022. dr. Henry memiliki keahlian dan berpengalaman dalam melakukan pencegahan, diagnosis, dan tatalaksana untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan anak. Beliau juga memiliki keahliah dalam memberikan konseling dan edukasi terkait masalah kesehatan anak. - Published: 2025-10-16 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fathy-z-pohan-sp-a-subps-etia/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Fathy Z. Pohan, Sp. A Subps. ETIA adalah seorang dokter spesialis anak dengan fokus pada bidang Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus Subspesialis ETIA dari Universitas Indonesia pada tahun 2024, setelah sebelumnya lulus Program Pengenalan Dasar Pendidikan ICU Jantung Anak (PJNHK) pada tahun 2017 dan meraih gelar Spesialis Anak dari Universitas Indonesia pada tahun 2013. Beliau menyelesaikan pendidikan profesi dokter di Universitas Indonesia pada tahun 2006. dr. Fathy aktif dalam berbagai organisasi medis, termasuk menjadi anggota Pediatric Cardiac Intensive Care Society pada tahun 2024, dan menjadi anggota serta sekretaris Koordinator Wilayah Jakarta Barat IDAI DKI Jakarta HINGGA 2025. Beliau juga bergabung dengan SATGAS Penanggulangan Bencana PP IDAI pada tahun yang sama. Sebelumnya, pada tahun 2015-2016, dr. Fathy menjabat sebagai sekretaris P2KB IDI cabang Kabupaten Melawi. Selain pelayanan kesehatan anak umum, pelayanan subspesialistik yang dr. Fathy berikan yaitu : Layanan emergency anak Sakit Kritis Anak Layanan sakit kritis jantung anak dan Advance Hemodynamic Monitoring Airway and ventilatory Managament Akses Vaskular Pediatric dan Pediatric Critical Care Ultrasound - Published: 2025-10-16 - Modified: 2026-02-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-marisha-friska-halauwet-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Marisha Friska Halauwet, Sp. B, adalah dokter spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Kristen Indonesia pada tahun 2009 dan meraih gelar spesialis Bedah Umum dari Universitas Indonesia pada tahun 2019. Beliau merupakan anggota aktif Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) JAYA dan memiliki pengalaman luas dalam bidang bedah umum. dr. Marisha fokus pada berbagai prosedur bedah, termasuk tindakan laparoskopik. Ia juga memiliki ketertarikan dalam penelitian, salah satunya mengenai Timing Kolesistektomi Laparoskopik pada Pasien dengan Kolesistolitiasis dan Koledokolitiasis Pasca Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography-Sphincterectomy serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Adapun tindakan medis yang dapat dr. Marisha berikan : Teknik bedah minimal invasif Infeksi usus buntu Hernia atau usus turun Gangguan pada saluran pencernaan Ambeien atau wasir Benjolan atau tumor Kasus-kasus trauma - Published: 2025-10-16 - Modified: 2026-01-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rendy-indraprana-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Rendy Indraprana, Sp. OG, adalah seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, berpengalaman dalam menangani berbagai aspek kesehatan reproduksi wanita, kehamilan, dan persalinan. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2010, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Sebelas Maret, yang berhasil diselesaikan pada tahun 2017. saat ini dr. Rendy menempuh pendidikan subspesialis onkologi ginekologi di Universitas Indonesia dr. Rendy aktif dalam beberapa organisasi profesi, termasuk Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam praktiknya, dr. Rendy memiliki keahlian dalam berbagai prosedur medis dan bedah terkait obstetri dan ginekologi, seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan normal dan operasi caesar, perawatan infertilitas, serta penanganan gangguan kesehatan reproduksi. Beliau juga memiliki kompetensi dalam melakukan tindakan laparoskopi ginekologi, manajemen kehamilan risiko tinggi, serta prosedur bedah untuk kondisi seperti mioma uteri dan endometriosis. Selain itu, beliau juga berperan dalam edukasi dan konsultasi kesehatan reproduksi bagi pasien untuk memastikan kesejahteraan ibu dan bayi. - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-luciana-b-sutanto/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Jakarta Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp. GK, Subsp. PK. adalah seorang dokter spesialis gizi klinis dengan keahlian khusus dalam nutrisi untuk pasien kritis yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialis gizi klinis pada tahun 2004 dan meraih gelar doktor dalam bidang gizi dari Universitas Indonesia pada tahun 2010. Selain itu, ia juga telah mendapatkan sertifikasi sebagai konsultan nutrisi untuk pasien kritis pada tahun 2021. Dalam karier profesionalnya, dr. Luciana aktif sebagai dosen di Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro sejak 2015 dan Universitas Sebelas Maret sejak 2024. Ia juga merupakan dokter spesialis gizi klinis di RS Mitra Keluarga Kemayoran. Selain itu, ia terlibat dalam berbagai organisasi nasional dan internasional, termasuk sebagai Ketua Perhimpunan Nutrisi Indonesia (INA) sejak 2011 dan anggota eksekutif di berbagai asosiasi gizi klinis, seperti INASPEN dan ICNPA. Ia juga menjadi kontributor tetap di IPEN International Parenteral Enteral Nutrition Newsletter dan anggota dewan redaksi World Nutrition Journal. Selain kontribusinya dalam dunia akademik dan organisasi, dr. Luciana juga menerbitkan beberapa buku yang terkenal antara lain Ibu Galau No More (2022), Pengukuran Status Gizi Bagi Pemula (2019), dan Keamanan Bahan Tambahan Pangan (2017). - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-elita-wibisono-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Elita Wibisono, Sp. U adalah seorang dokter spesialis urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus pada tahun 2019 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sebelumnya, ia lulus dengan predikat cumlaude pada Program Pendidikan Dokter Umum di FKUI pada tahun 2012. Selain prestasi akademis, dr. Elita turut berperan aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, dengan beberapa penelitian terkait urologi yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal internasional. Ia juga menulis buku Kapita Selekta Kedokteran edisi ke-4 pada tahun 2014. Selain itu, dr. Elita terlibat dalam berbagai proyek penelitian yang berfokus pada pengobatan urologi, termasuk penelitian tentang laparoscopic living donor nephrectomy, infeksi pascaoperasi pada prosedur urologi, serta peran stimulasi saraf tibialis perkutaneus pada pengobatan kandung kemih hiperaktif. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang urologi. Adapun tindakan medis yang dapat dr. Elita berikan yaitu operasi batu saluran kemih, prostat, infeksi saluran kemih (ISK), pemeriksaan urodinamik dan seluruh tindakan urologi umum. - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-monica-andalusia-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Monica Andalusia, Sp. KJ adalah seorang dokter spesialis kedokteran jiwa yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Cabang Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan spesialis kedokteran jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2020. Pada tahun 2020, beliau melakukan penelitian terkait uji validitas dan reliabilitas instrumen CESD-R (Centre for Epidemiologic Studies Depression-Revised) di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo. dr. Monica juga aktif berpartisipasi dan mengikuti wokrshop dan simposium, salah satunya menjadi pembicara dalam konferensi internasional, 11th Congress of the Asian Society for Child and Adolescent Psychiatry and Allied Professions yang diadakan di Kyoto, Jepang tahun 2023. Adapun pelayanan medis yang dapat dr monica berikan berupa psikoterapi dan penilaian psikometri. - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-12-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fahresa-hilmy-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Fahresa Hilmy, Sp. OT adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia pada tahun 2023, setelah meraih gelar dokter umum dari universitas yang sama pada tahun 2016. dr. Fahresa dalam penelitian dan telah berkontribusi dalam pengembangan terapi regeneratif pada ortopedi. Salah satu penelitian terbaru beliau pada European journal of orthopaedic surgery & traumatology yang berjudul "Evaluation of Adipose-Derived Stem Cells (ASCS) Exosome Implantation and Platelet-Rich Fibrin (PRF) on Critical Long Bone Defects in Sprague-Dawley Rats" (2024). Beliau juga berprestasi di tingkat nasional, dengan meraih juara kedua dalam Final Paper Presentation pada 71st Continuing Orthopaedic Education (COE) of the Indonesian Orthopaedic Association (IOA) di Bali pada tahun 2023. dr. Fahresa merupakan anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) dan memiliki keahlian dalam berbagai prosedur ortopedi, termasuk trauma surgery, Arthroplasty/ Penggantian sendi lutut dan panggul, reconstructive surgery,kaki pengkor (Clubfoot),tulang keropos (Osteoporosis),arthroscopy, sports injury - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nurul-rakhmawati-sp-n-subsp-niook-mars/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Nurul Rakhmawati, Sp. N, Subsp. NIOO(K), MARS adalah dokter spesialis Neurologi dengan keahlian di bidang Neurosonology dan Neurovascular, saat ini berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading . Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Yarsi pada tahun 2011, kemudian meraih gelar dokter spesialis Neurologi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2018. Untuk memperdalam pemahamannya dalam manajemen pelayanan kesehatan, ia menempuh pendidikan Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya pada tahun 2022. Gelar konsultan neurovascular dari KNI-Perdosni 2024. dr. Nurul juga memiliki kontribusi signifikan dalam penelitian, khususnya di bidang stroke dan gangguan neurologis lainnya. Beberapa penelitian yang telah ia lakukan meliputi Manifestasi Neurologis pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Indonesia (2022), The Outcome of Telemedicine Usage in Neurology: A Systematic Review (2022), serta Ischemic Stroke and Severe Acute Respiratory Distress Syndrome in a Patient Confirmed Positive Coronavirus Disease: Case Report (2022). Adapun pelayanan medis dr. Nurul dapat berikan yaitu pelayanan stroke akut dan kronis, pemeriksaan transcranial doppler dan carotic doppler, Manajemen nyeri dan penanganan pasien neurologi secara komprehensif - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ingrid-ayke-widjaya-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Ingrid Ayke Widjaya, Sp. BS adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau memiliki rekam jejak akademik dan profesional yang luar biasa. Beliau lulus sebagai dokter umum dari Universitas Tarumanagara pada tahun 2010, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah saraf, meraih gelar spesialis pada tahun 2021, serta menyelesaikan Fellowship of Cerebrovascular and Endovascular Surgery pada tahun 2023 di Yonsei University, Seoul, Korea Selatan. dr. Ingrid telah berkontribusi dalam beberapa penelitian dan publikasi ilmiah internasional, termasuk intracranial dural arteriovenous fistula presenting like longitudinally extensive transverse myelitis pada tahun 2024, laporan kasus mengenai resolusi spontan aneurisma segmen oftalmik yang terkait dengan aliran darah setelah obliterasi bedah fistula arteriovenosa dural fossa kranial anterior pada tahun 2024, serta profil klinis pasien yang didiagnosis dengan diabetes insipidus sementara setelah reseksi adenoma pituitari transsphenoidal endoskopik pada tahun yang sama. Beliau juga mempublikasikan beberapa laporan kasus lainnya, seperti manajemen kista arachnoid ventrikel ketiga dengan fenestrasi endoskopik pada tahun 2023, dan penempatan flow diverter untuk aneurisma besar setelah embolisasi koil pada tahun 2023. dr. Ingrid aktif dalam Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia dan terus berkomitmen untuk mengembangkan bidang bedah saraf, khususnya dalam menangani kasus-kasus kompleks dan kritis yang melibatkan sistem saraf pusat. Sebagai dokter spesialis bedah saraf, dr. Ingrid menangani berbagai kondisi medis yang kompleks, termasuk tatalaksana stroke akut baik perdarahan (anurisma, AVM) maupun sumbatan baik secara bedah mikro maupun endovaskular, tumor otak, serta berbagai penyakit tulang belakang seperti saraf terjepit, tumor dan penyakit infeksi. Beliau juga berpengalaman dalam menangani cedera kepala dan tulang belakang, infeksi otak seperti abses dan meningitis, kelainan bawaan pada susunan saraf pusat seperti hidrosefalus, juga pembedahan fungsional seperti hemifacial spasme dan trigeminal neuralgia, serta intervensi tatalaksana nyeri dengan blok saraf dan radiofrekuensi - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irene-darmawan-sp-d-v-e/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Irene Darmawan, Sp. D. V. E merupakan seorang spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menempuh Program Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan telah menyelesaikan Program Spesialis tahun 2024. Sebelumnya, dr. Irene menyelesaikan Program Profesi Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2016. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yaitu Dermatologi (pencegahan, diagnosis dan tatalaksana penyakit kulit) Estetik Bedah kulit dan venereologi (penyakit menular seksual). dr. Irene aktif berkontribusi dalam berbagai penelitian dan publikasi yang mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam bidang dermatologi, pengembangan aplikasi DeSkab untuk deteksi dini skabies, serta penelitian terkait peran Malassezia spp. dalam pruritus pada acne vulgaris. Selain itu, dr. Irene juga mengangkat isu-isu kesehatan kulit lainnya, seperti skabies dan kelainan kulit pasca vaksinasi. Beliau juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dan Kelompok Studi Dermatologi Tropis Indonesia (KSDTI). - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-raissa-sp-d-v-e/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Raissa, Sp. D. V. E, adalah seorang spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan Program Profesi Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Unika Atma Jaya pada 2016, yang kemudian dilanjutkan dengan program Pendidikan Dokter Spesialis di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2024. dr. Raissa aktif dalam berbagai perhimpunan dermatologi, termasuk Indonesian Society of Dermatology and Venereology (INSDV/PERDOSKI) dan Kelompok Studi Dermatologi. Beliaku juga aktif dalam berpartisipasi dalam pembuatan presentasi ilmiah baik nasional maupun internasional dr. Raissa juga mempublikasikan jurnal yang mencakup topik terkait peran vitamin D dalam alopesia androgenetik, manajemen herpes zoster, serta terapi psoriasis berat pada anak. Beberapa publikasinya juga mengangkat tantangan dalam diagnosis dan terapi penyakit kulit pada pasien dengan komorbiditas. dr. Raissa memiliki keahlian di bidang dermatologi estetik, kesehatan rambut dan kulit kepala, bedah kulit, serta venereologi. - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rully-ferdiansyah-sp-t-h-t-b-k-l-subsp-nok/ - Spesialisasi: THT, THT-NEUROTOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Rully Ferdiansyah, Sp. T. H. T. B. K. L, Subsp. NO(K) adalah seorang ahli Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala dan Leher dengan subspesialisasi dalam bidang Neurotologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Setelah menamatkan pendidikan spesialis THT-KL di Universitas Indonesia pada 2008, beliau melanjutkan ke jenjang konsultan di bidang Neurotologi pada 2019. dr. Rully memulai karier medisnya dengan meraih gelar dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2002. dr. Rully memiliki keahlian dalam pemeriksaan dan penanganan gangguan pendengaran serta keseimbangan perifer. Tindakan medis yang beliau lakukan meliputi: Pendengaran: Audiometri nada murni dan tutur Timpanometri Otoacoustic Emission (OAE) BERA ASSR Keseimbangan: Identifikasi vertigo posisi Pemeriksaan fungsi keseimbangan perifer Pemeriksaan dengan Frenzel Glasses Rehabilitasi vestibular - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yonas-immanuel-hutasoit-sp-u-subsp-urologi-pediatri/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Yonas Immanuel Hutasoit, SpU, Subsp. Urologi Pediatri adalah dokter spesialis urologi dengan subspesialisasi dalam urologi pediatri yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menempuh Program Fellowship di bidang Bedah Pediatrik dan Rekonstruktif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada tahun 2011 setelah menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2009 dan Program Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2002. dr. Yonas Immanuel Hutasoit, SpU, SubSp. Urologi Pediatri. dr. Yonas aktif dalam berbagai perhimpunan medis, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Indonesian Urological Association Greater Jakarta Chapter, Indonesian Society of Pediatric Urology (InaSPU), dan Indonesian Genitourinary Reconstruction Society (InaGURS) - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-11-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irsan-abubakar-sp-ot-subssp-t-l-b-m/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr Irsan Abubakar, Sp. OT, Subsp. T. L. B. M (K) adalah seorang spesialis ortopedi dan traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, memiliki pengalaman luas dalam bidang medis. Pada tahun 2019, beliau mengikuti Program Orthopaedi and Traumatology di Departemen Orthopaedi dan Traumatologi Universitas Indonesia. Sebelumnya, beliau juga melanjutkan pendidikan fellowship di bidang yang sama di Hiroshima University pada tahun 2018. Pada tahun 2024, beliau memperoleh subspesialis dalam bidang Orthopaedi dan Traumatologi, khususnya pada Hand, Upper Limb, dan Microsurgery di Universitas Indonesia. dr. Irsan juga mengikuti berbagai program clinical attachment fellowship yang memperkaya pengalamannya, di antaranya pada Arthroscopy di International University of Health and Welfare di Tokyo, Jepang dan Course SICOT wrist Arthroscopy di Arthrex lab Singapore, serta dalam bidang Hand, Upper Limb, dan Microsurgery di Salford Hospital, London, Inggris. Beliau aktif menulis dan mempublikasikan berbagai laporan kasus dalam jurnal medis internasional, seperti mengenai rekonstruksi Giant Cell Tumor pada humerus kanan, spinal schwannoma yang menginvasi rongga thoraks, serta laporan mengenai replantasi pada pergelangan tangan. Beberapa publikasinya juga melibatkan penelitian klinis dan analisis mengenai outcome klinis dan laboratorium pada pasien osteosarkoma yang menjalani kemoterapi neoadjuvan. dr. Irsan turut berpartisipasi dalam konferensi internasional dan pertemuan ilmiah, termasuk sebagai pembicara pada Annual Meeting of Cervical Spine Research Society Asia Pasific Section di Jepang dan Korea Selatan. Salah satu karya adalah mengenai 'Double Suture Button Reconstruction' untuk dislokasi kronik pada sendi radioulnar distal yang dipublikasikan di Annals of Medicine and Surgery pada Agustus 2022. - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-suryo-bantolo-s-psi-m-sc-sp-s-mars/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Suryo Bantolo, S. Psi, M. Sc, Sp. S, MARS adalah seorang dokter spesialis Neurologi dengan latar belakang akademik yang kuat di bidang kedokteran dan psikologi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Muhammadiyah pada tahun 2007 dan meraih gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Gadjah Mada di tahun yang sama. Beliau kemudian melanjutkan studi ke jenjang Master of Science di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar dokter spesialis Neurologi dari universitas yang sama pada tahun 2013. Untuk memperdalam keahliannya, ia menyelesaikan fellowship dalam Neuropsikologi Klinis di Universiti Malaya pada tahun 2018 yang mendalami pemeriksaan EEG, EMG, IOM & Injeksi Botox. dr. Suryo meraih gelar Magister Administrasi rumah sakit di universitas Indonesia pada tahun 2022. Saat ini, dr. Suryo aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Dengan kombinasi latar belakang kedokteran, psikologi, dan neuropsikologi, ia memiliki pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara fungsi otak dan kesehatan mental. Adapun pelayanan medis dr. Suryo tangani selain neurologi umum yaitu Pain Management menggunakan USG, PRP dan modalitas lain sesuai indikasi. - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tommy-sarongku-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Tommy Sarongku, Sp. N adalah seorang dokter spesialis saraf yang lulus pada tahun 2023 dari Universitas Udayana, Bali. Sebelumnya, beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran umum di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada tahun 2015. dr. Tommy aktif dalam penelitian terkait berbagai topik neurologi. Pada tahun 2023, beliau melakukan publikasi tentang disabilitas intelektual sebagai komorbiditas pada Sindrom Tourette, yang memberikan pemahaman lebih tentang tantangan dalam diagnosis dan penanganannya. Pada tahun 2022, dr. Tommy juga meneliti tentang manifestasi gejala neurologis pada pasien dengan infeksi Covid-19 berat, yang menunjukkan dampak neurologis akibat virus tersebut. Selain itu, pada tahun 2021, beliau menyelidiki rasio trombosit terhadap limfosit yang tinggi sebagai faktor risiko untuk hasil yang buruk pada pasien stroke iskemik akut. Salah satu kontribusi penting lainnya adalah laporan kasus pada tahun 2021 mengenai herpes zoster yang muncul setelah infeksi Streptococcus suis, yang menunjukkan kompleksitas komplikasi neurologis akibat infeksi. Penelitian-penelitian beliau mencerminkan dedikasinya dalam mengembangkan pemahaman tentang kondisi neurologis dan meningkatkan perawatan pasien. Dalam praktik klinis, dr. Tommy memiliki keahlian dalam penanganan nyeri, stroke akut, infeksi sistem saraf pusat, kejang, serta pencegahan, diagnosis, dan perawatan berbagai penyakit yang berkaitan dengan saraf. - Published: 2025-10-15 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-febriani-valentina-sp-kfr-m-s-k-dfidn-aifo-k/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Jakarta dr. Febriani Valentina, Sp. KFR, M. S. (K), DFIDN, AIFO-K merupakan seorang dokter spesialis fisik dan rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialisasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2020. Beliau sebelumnya meraih gelar profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti pada tahun 2014. dr. Febriani aktif dalam berbagai perhimpunan, termasuk sebagai anggota Hong Kong Institute of Musculoskeletal Medicine, anggota PERDOSRI JAYA, serta Wakil Ketua SIG Musculoskeletal PERDOSRI PUSAT. Beliau juga tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan oleh dr. Febriani yaitu: Laser therapy RSWT Dry Needling Kinesiotapping USG muskuloskeletal Injeksi intraartikular Injeksi Soft tissue Manual therapy, dll. - Published: 2025-10-13 - Modified: 2025-10-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-findi-syamsu-aribowo-sp-b-subsp-onk-k/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Findi Syamsu Aribowo, Sp. B. Subsp Onk (K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Subspesilais Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini . Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Onkologi di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Saat ini beliau melanjutkan pendidikan Program Studi IImu Hukum, Pada Program Magister Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang dan Magister Hukum Kesehatan Universitas Islam Nusantara, Bandung Berkompeten melakukan berbagai tindakan medis bedah onkologi meliputi deteksi, diagnostik keganasan, dan operasi tumor, rekonstruksi dan onkoplasti, pengangkatan ekstensi tumor, dan berbagai terapi sistemik. Deteksi dini tumor dan keganasan kepala-leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Diagnostik keganasan pada tumor kepala - leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Operasi pada tumor kepala-leher, tiroid, payudara, kulit dan jaringan lunak - Published: 2025-10-05 - Modified: 2025-10-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-virginia-beatrix-cindy-tessyano/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Makassar drg. Virginia Beatrix Cindy Tessyano sebagai Dokter Gigi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Virginia Beatrix Cindy Tessyano menempuh studi Kedokteran Gigi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Cabut Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi Pemutihan Gigi Pengobatan Gigi Sensitif Scaling Gigi Tambal Gigi Veneer Gigi drg. Virginia juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia. - Published: 2025-10-03 - Modified: 2025-10-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wilner-singarimbun-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Makassar dr. Wilner Singarimbun, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Wilner Singarimbun, Sp. B menempuh pendidikan Spesialis Bedah di RS Hasan Sadikin Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak maupun ganas, hernia, luka tusuk/bakar Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas Pengangkatan tumor - Published: 2025-10-02 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-syahrizal-sp-pd-subsp-a-i-k-alergi-imunologi/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Syahrizal, Sp. PD, Subsp. A. I (K) merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Alergi Imunologi (Autoimmune) yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Syahrizal, Sp. PD, Subsp. A. I (K) menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Gadjah Mada kemudian melanjutkan Pendidikan Sub Spesialis di Universitas Indonesia. Beliau memiliki keahlian khusus dalam diagnosis, pengobatan, dan manajemen penyakit autoimun, defisiensi imunologi, alergi dengan pendekatan medis yang komprehensif dan gangguan imunitas lainnya seperti: Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) Multiple Sclerosis Penyakit Grave dan Hashimoto/Tiroid Autoimun Gullian-Barre Syndrome Myasthenia Gravis Rheumatoid Arthritis/Rematik Spondilitis Ankilosa Fibromialgia Psoriasis & Psoriatic Arthritis Sjogren's Syndrome Vasculitis Syndrome Celiac/Irritable Bowel Syndrome Penyakit Imunodefisiensi - Published: 2025-10-02 - Modified: 2025-10-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-samanta-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Hendra Samanta, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Hendra Samanta, Sp. N menempuh pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal gangguan system saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot)Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia dr. Hendra Samanta, Sp. N juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2025-09-30 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muthmainnah-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Makassar dr. Muthmainnah Sp. P sebagai Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran respirasi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Muthmainnah Sp. P menempuh pendidkan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami, diantaranya: Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) dr. Muthmainnah Sp. P juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PPDI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2025-09-30 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nathalia-sheila-sangkereng-m-kes-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Makassar dr. Nathalia Sheila Sangkereng,M. Kes,Sp. KJ sebagai Spesialis Kedokteran Jiwa yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Nathalia Sheila Sangkereng,M. Kes,Sp. KJ menempuh pendidikan Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Hasnuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan jiwa, diantaranya: Gangguan depresi atau gangguan bipolar Fobia dan masalah kecemasan (post-traumatic stress disorder/ PTSD atau serangan panik). Gangguan kepribadian (kepribadian ganda, kepribadian paranoid, kepribadian antisosial, dsb) Masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja (masalah tingkah laku, disabilitas intelektual, autisme, hiperaktif, dan masalah perkembangan). Gangguan makan (anoreksia dan bulimia) Masalah yang berkaitan dengan kondisi seksual (gairah seksual menurun, dispareunia, disfungsi seksual, masalah orgasme, dan vaginismus). Kelainan mental organik Masalah tidur (mimpi buruk, masalah siklus tidur, tidur berjalan, hipersomnia, dan insomnia) Gangguan adiksi (Penyalahgunaan obat terlarang, alkohol, atau zat psikoaktif). Gangguan impuls kontrol (gangguan kendali impulsif dan gangguan kecanduan). Gangguan pengendalian impuls (kleptomania, piromania, dan trichotillomania) Obsessive compulsive disorder (OCD) Gangguan somatoform (gangguan somatisasi dan hipokondriasis) Gangguan kesehatan mental pada lansia Skizofernia termasuk skizofrenia katatonik Mengatasi gangguan penyesuaian dengan perubahan hidup, kehilangan, atau situasi stres lainnya dr. Nathalia Sheila Sangkereng,M. Kes,Sp. KJ juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis kedokteran Jiwa Indosnesia (PDSKJI) - Published: 2025-09-29 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-frizt-alfred-tandeansp-jp-subsp-pkv-kfiha-subspesialis-pencitraan-kardiovaskular/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH, JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR - Lokasi: Makassar dr. Frizt Alfred Tandean, Sp. JP(K),FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Pencitraan Kardiovaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Frizt Alfred Tandean,Sp. JP(K),FIHA menempuh pendidikan dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dan Fellowship di RS Harapan Kita. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Ekokardiografi Elektrokardiogram (EKG) Kardioversi Kateterisasi Jantung Pemeriksaan dan Konsultasi Jantung Stress Test USG Dada USG Doppler CT Coronary Angiogram Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) Ekokardiogram dengan Stress Test Pembacaan CT, MRI kardiak dr. Frizt Alfred Tandean,Sp. JP(K),FIHA juga merupakan anggota dari Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia (PERKI) - Published: 2025-09-29 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irma-savitri-ch-rasjad-sp-og-subsp-onk-m-kes-onkologi/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN, KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI - Lokasi: Makassar dr. Irma Savitri CH Rasjad Sp. OG, Subsp. Onk, M. Kes sebagai Spesialis Obgyn Subspesialis Obstetri Ginekologi Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Irma Savitri CH Rasjad Sp. OG, Subsp. Onk, M. Kes menempuh pendidikan spesialis di Fakults Kedokteran Universitas Hasanuddin dan Subspesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-shelly-franciska-sp-og-m-kes/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Shelly Franciska, Sp. OG, M. Kes adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau berkomitmen penuh untuk mendampingi kesehatan wanita di setiap fase kehidupannya. Beliau melayani berbagai kebutuhan medis, mulai dari perencanaan kehamilan, pendampingan selama masa kehamilan, proses persalinan, hingga penanganan masalah kesehatan organ reproduksi wanita. Beliau memiliki minat khusus pada sub-spesialistik bidang beliau yaitu fertilitas endokrinologi reproduksi pada wanita. Selain praktek, beliau kerap menjadi narasumber dalam kegiatan profesional maupun awam, baik di dalam maupun luar negeri, diantaranya : Speaker, APAGE Congress, Shanghai (2025) Speaker, PIB Perfitri Symposium, Bandung (2025) Speaker, 7th LIFE Meeting, Jakarta (2025) Speaker, HiFeri Jaya Scientific Symposium, Jakarta (2025) Guest Speaker, CIMSA Fun Run, Jakarta (2025) Speaker, Sex Education – SMAK 3 Penabur Jakarta (2024) Speaker, Sex Education – SD Petra Jakarta (2024) Adapun pelayanan beliau diantaranya meliputi: Konsultasi Fertilitas dan Infertilitas: Evaluasi dan penanganan infertilitas pada wanita, Konsultasi pasangan dengan kesulitan memperoleh kehamilan Gangguan Endokrin dan Hormon Reproduksi : Gangguan haid (amenore, oligomenore, haid tidak teratur). Sindrom ovarium polikistik (PCOS) Antenatal Care dan tatalaksana persalinan Tindakan dan Pemeriksaan Penunjang: USG transvaginal dan USG ginekologi, Monitoring ovulasi Manajemen Gangguan Reproduksi Wanita: Endometriosis, Mioma uteri terkait infertilitas, Gangguan kesuburan akibat usia (advanced maternal age) - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-angelina-juwita-wibowo-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Angelina Juwita Wibowo, Sp. N, AIFO-K merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital, menangani berbagai gangguan sistem saraf, termasuk penyakit otak, saraf tepi, dan gangguan fungsi saraf. Dengan pendekatan yang komprehensif, komunikatif, dan berbasis bukti ilmiah, beliau berkomitmen membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Beliau pun kerap menjadi narasumber dalam kegiatan ilmiah maupun awam. Beliau mengambil sertifikasi kekhususan dalam fisiologi olahraga menjadi Ahli Ilmu Faal Olahraga-Klinis. Beliau memberikan pelayanan terhadap pasien, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi gangguan sistem saraf pusat dan tepi Pemeriksaan saraf lengkap (neurologis) Penilaian kasus akut dan kronik neurologi Penanganan Penyakit Otak : Stroke iskemik dan perdarahan otak, Sakit kepala dan migrain, Vertigo dan gangguan keseimbangan, Epilepsi dan kejang, Tumor otak (penanganan medik dan rujukan bedah), Infeksi sistem saraf pusat (meningitis, ensefalitis) Gangguan Saraf Tepi dan Otot: Bell’s palsy (kelumpuhan wajah), Saraf terjepit Gangguan Gerak & Neurodegeneratif : Tremor, Parkinson Organisasi yang beliau tekuni, adalah: Ikatan Dokter Indonesia Anggota 2012-sekarang Anggota Muda PERDOSSI cabang Manado Anggota 2015-2019 Anggota PERDOSNI Jaya (Jakarta) Anggota 2019-sekarang - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-martua-rizal-situmorang-sp-n-m-kes/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Martua Rizal Situmorang, Sp. N, M. Kes merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Umum Universitas Udayana. Beliau melanjutkan pendidikan dengan mengambil Program Dokter Spesialis Neurologi dan Program Magister Kesehatandi Universitas Padjadjaran. Beliau memberikan pelayanan terhadap pasien, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi gangguan sistem saraf pusat dan tepi Pemeriksaan saraf lengkap (neurologis) Penilaian kasus akut dan kronik neurologi Penanganan Penyakit Otak : Stroke iskemik dan perdarahan otak, Sakit kepala dan migrain, Vertigo dan gangguan keseimbangan, Epilepsi dan kejang, Tumor otak (penanganan medik dan rujukan bedah), Infeksi sistem saraf pusat (meningitis, ensefalitis) Gangguan Saraf Tepi & Otot: Bell’s palsy (kelumpuhan wajah), Saraf terjepit Gangguan Gerak & Neurodegeneratif : Tremor, Parkinson Selain berpraktik, beliau juga mengajar sebagai Dosen Luar Biasa Program Pendidikan Dokter Spesialis I di Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Dosen Pendidik Klinis di Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (FKIK UKRIDA). dr. Martua juga pernah tergabung dalam Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) sebagai penyurvei. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-milani-suryakanto-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Milani Suryakanto, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menangani berbagai gangguan sistem saraf, termasuk penyakit otak, saraf tepi, dan gangguan fungsi saraf. Dengan pendekatan yang komprehensif, komunikatif, dan berbasis bukti ilmiah, beliau berkomitmen membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Beliau memberikan pelayanan terhadap pasien, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi gangguan sistem saraf pusat dan tepi Pemeriksaan saraf lengkap (neurologis) Penilaian kasus akut dan kronik neurologi Penanganan Penyakit Otak : Stroke iskemik dan perdarahan otak, Sakit kepala dan migrain, Vertigo dan gangguan keseimbangan, Epilepsi dan kejang, Tumor otak (penanganan medik dan rujukan bedah), Infeksi sistem saraf pusat (meningitis, ensefalitis) Gangguan Saraf Tepi & Otot: Bell’s palsy (kelumpuhan wajah), Saraf terjepit Gangguan Gerak & Neurodegeneratif : Tremor, Parkinson - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-steven-sakasasmita-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Steven Sakasasmita, Sp. N adalah Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau alumnus dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana. Beliau menjalani program Spesialis Saraf di Universitas Hasanuddin, Makassar dengan predikat lulusan terbaik. dr. Steven juga mengajar di FKIK UKRIDA. Beliau memberikan pelayanan terhadap pasien, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi gangguan sistem saraf pusat dan tepi Pemeriksaan saraf lengkap (neurologis) Penilaian kasus akut dan kronik neurologi Penanganan Penyakit Otak : Stroke iskemik dan perdarahan otak, Sakit kepala dan migrain, Vertigo dan gangguan keseimbangan, Epilepsi dan kejang, Tumor otak (penanganan medik dan rujukan bedah), Infeksi sistem saraf pusat (meningitis, ensefalitis) Gangguan Saraf Tepi & Otot: Bell’s palsy (kelumpuhan wajah), Saraf terjepit Gangguan Gerak & Neurodegeneratif : Tremor, Parkinson Sejumlah pelatihan dan seminar yang pernah beliau ikuti adalah sebagai berikut, Sertifikat Kompetensi-Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia pada 2018, MDS-AOS 1st Virtual MDS Botulinum Toxin Conference-International Parkinson and Movement Disorder Society pada 2020, dan Rational Polytherapy in Epilepsy Management-Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, juga di tahun 2020. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-susilo-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Susilo, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana. Beliau melanjutkan pendidikan Spesialis Neurologi di Universitas Hasanuddin pada tahun 2018. Beliau memberikan pelayanan terhadap pasien, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi gangguan sistem saraf pusat dan tepi Pemeriksaan saraf lengkap (neurologis) Penilaian kasus akut dan kronik neurologi Penanganan Penyakit Otak : Stroke iskemik dan perdarahan otak, Sakit kepala dan migrain, Vertigo dan gangguan keseimbangan, Epilepsi dan kejang, Tumor otak (penanganan medik dan rujukan bedah), Infeksi sistem saraf pusat (meningitis, ensefalitis) Gangguan Saraf Tepi & Otot: Bell’s palsy (kelumpuhan wajah), Saraf terjepit Gangguan Gerak & Neurodegeneratif : Tremor, Parkinson dr. Susilo pernah mengikuti pelatihan Sertifikat Kompetensi Dokter Spesialis Neurologi yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) di tahun 2019. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sutji-hartati-retna-kurniasih-padmawati-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Sutji Hartati Retna Kurniasih Padmawati, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Kemudian mengambil program Spesialis Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1994. dr. Sutji dapat membantu pasien dengan gangguan memori, menggunakan sistem TDCS (Trans Cranial Direct Current Stimulation). Beliau memberikan pelayanan terhadap pasien, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi gangguan sistem saraf pusat dan tepi Pemeriksaan saraf lengkap (neurologis) Penilaian kasus akut dan kronik neurologi Penanganan Penyakit Otak : Stroke iskemik dan perdarahan otak, Sakit kepala dan migrain, Vertigo dan gangguan keseimbangan, Epilepsi dan kejang, Tumor otak (penanganan medik dan rujukan bedah), Infeksi sistem saraf pusat (meningitis, ensefalitis) Gangguan Saraf Tepi & Otot: Bell’s palsy (kelumpuhan wajah), Saraf terjepit Gangguan Gerak & Neurodegeneratif : Tremor, Parkinson - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-helena-fabiani/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Jakarta dr. Helena Fabiani, M. Gizi, Sp. GK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di UKRIDA Hospital dan Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus dari Program Pendidikan Spesialis Gizi Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, setelah sebelumnya meraih gelar Magister Ilmu Gizi di universitas yang sama dengan predikat cumlaude. Kariernya dimulai dengan gelar dokter yang diperoleh dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, juga dengan predikat sangat memuaskan dan cumlaude pada tingkat sarjana. dr. Helena aktif dalam penelitian dan publikasi, dengan berbagai karya yang berfokus pada pengaruh gizi terhadap kesehatan. Publikasi-publikasinya mencakup topik-topik seperti peran probiotik dalam pemulihan pascaoperasi, pengaruh rasio asam lemak omega-6 dan omega-3 terhadap kadar adiponektin pada obesitas, hingga pengaruh serat pangan terhadap hormon stres pada masa kehamilan. Beberapa karya ilmiahnya dipublikasikan di jurnal internasional terkemuka, seperti World Nutrition Journal dan The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy. dr. Helena memiliki keahlian dan pengalaman dalam memberikan konseling dan edukasi terkait masalah gizi, meliputi pengaturan diet atau modifikasi gaya hidup untuk manajemen berat badan untuk orang dengan masalah berat badan berlebih, obesitas, maupun berat badan kurang dan untuk terapi medik gizi untuk penyakit gangguan metabolik, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kanker, dan penyakit gangguan metabolik lainnya. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yesi-mardhatillah-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Jakarta dr. Yesi Mardhatillah, Sp. THT-KL merupakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala Leher yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani pendidikan profesi dokter di Universitas Diponegoro, Jawa Tengah. Beliau melanjutkan pendidikan dengan mengambil program Spesialis Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala Leher di Universitas Indonesia. Beliau memberikan pelayanan pemeriksaan, diagnosis, serta penanganan berbagai gangguan pada telinga, hidung, tenggorok, serta area kepala dan leher. Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Pemeriksaan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorok Penanganan gangguan pendengaran Penanganan infeksi telinga, hidung, dan tenggorok Penanganan sinusitis Penanganan alergi hidung (rhinitis alergi) Penanganan gangguan suara dan pita suara Penanganan vertigo Penanganan gangguan menelan Pemeriksaan dan penanganan tonsil dan adenoid Penanganan tumor jinak pada area THT-KL Tindakan medis dan prosedur THT sesuai indikasi Dengan pendekatan yang teliti, komunikatif, dan berorientasi pada keselamatan pasien, beliau berkomitmen memberikan pelayanan medis yang optimal serta membantu pasien memahami kondisi kesehatan yang dialami. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-11-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-christopher-surya-suwita-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Christopher Surya Suwita, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. dr. Christopher menjalani pendidikan kedokteran umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2007. Pada 2015, beliau mengambil Program Spesialis Ilmu Penyakit Dalam (IPD) di fakultas yang sama dan lulus dengan predikat cum laude. Saat ini, beliau sedang menjalani Program Spesialis 2 Kardiovaskular IPD FKUI, sambil meraih cita-citanya sebagai dosen pengajar klinis. Beliau menangani dan membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang dialami pasien dewasa, di antaranya : Penyakit jantung Penyakit paru Kelainan darah, kolesterol Penyakit saluran cerna Penyakit hati Kencing manis Darah tinggi Ginjal Obesitas Penyakit infeksi. dr. Christopher berpengalaman melakukan riset dan menulis artikel ilmiah. Tulisannya sudah diterbitkan di berbagai jurnal nasional dan internasional, baik sendiri maupun bersama dengan tim kardiovaskular yang lain. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-11-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-elli-arsita-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Elli Arsita, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. dr. Eli Arsita lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Kemudian melanjutkan pendidikan dengan mengambil program spesialis ilmu penyakit dalam di Universitas Indonesia. Beliau menangani dan membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang dialami pasien dewasa, di antaranya : Penyakit saluran cerna Penyakit hati Kencing manis Darah tinggi Ginjal Obesitas Penyakit jantung Penyakit paru Kelainan darah, kolesterol Penyakit infeksi. Saat ini, selain berpraktik di UKRIDA Hospital, dr. Elli juga mengajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (FKIK Ukrida). Selain itu, beliau pun aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta menjadi pembicara di sejumlah instansi pemerintah seperti Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-guntur-darmawan-sp-pd-fpcp-finasim-aifo-k-cips-rmsk/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta Dr. dr. Guntur merupakan dokter lulusan Universitas Indonesia yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau mengambil spesialis penyakit dalam di De La Salle University Medical Center, Philippines dan program adaptasi penyakit dalam di Universitas Padjadjaran. Beliau telah menyelesaikan program S3 doktoral dengan predikat cum laude di Universitas Padjadjaran. Selain itu, beliau mendalami keilmuan terapi nyeri muskuloskeletal dengan panduan USG dan telah meraih gelar internasional bergengsi Certified Interventional Pain Sonologist (CIPS) dari World Insitute of Pain tahun 2024, Registered in Musculoskeletal Sonography dari APCA tahun 2025, dan Certified Clinical Densitometrist dari International Society for Clinical Densitometry 2025. Beliau menangani dan membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang dialami pasien dewasa, di antaranya : Penyakit nyeri sendi, otot muskuloskeletal dan reumatik Penyakit saluran cerna Penyakit hati Kencing manis Darah tinggi Ginjal Obesitas Penyakit jantung Penyakit paru Kelainan darah, kolesterol Penyakit infeksi. Dr. dr. Guntur aktif sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Ukrida, serta memiliki minat yang tinggi dalam penelitian. Penelitiannya telah banyak dipublikasi di jurnal internasional maupun nasional. Beliau pernah meraih penghargaan internasional, di antaranya Young Investigator Award 2018 di Bangkok. Beliau juga kerap diundang sebagai instruktor di workshop terkait musculoskeletal pain dan usg. Dr. dr. Guntur menguasai beberapa bahasa, antara lain Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Tagalog yang tentunya akan membantu dalam berkomunikasi dengan pasien. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fendra-wician-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Fendra Wician, Sp. PD. , MH adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menamatkan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, lalu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di De La Salle University Medical Center, Filipina, dan pendidikan adaptasi Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Di samping itu, beliau juga aktif dalam mengikuti berbagai pelatihan terkini di bidang penyakit dalam, baik nasional maupun internasional, dalam rangka memberikan pelayanan medis yang terbaik dan terdepan. Kondisi kesehatan pasien yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit saluran cerna Penyakit hati Kencing manis Darah tinggi Ginjal Obesitas Penyakit jantung Penyakit paru Kelainan darah, kolesterol Penyakit infeksi. Selain berpraktik, beliau aktif membagikan ilmunya sebagai dosen Ilmu Penyakit Dalam di FKIK (kini menjadi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) UKRIDA, maupun sebagai instruktur Basic Life Support dan Advanced Cardiac Support di International Training Center American Heart Association. Beliau juga aktif menulis, baik artikel ilmiah maupun buku. dr. Fendra tergabung dalam berbagai organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Philippine College of Physician (PCP), dan American College of Physician (ACP). - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-11-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-henny-tannady-tan-sp-pd-fpcp-mkm/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Henny Tannady Tan, Sp. PD, FPCP, MKM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani masa perkuliahan di jurusan kedokteran pada tahun 2005-2011 di Fakultas Kedokteran UKRIDA. Lalu pada tahun 2016 hingga 2018, ia menjalani Residency Training in Internal Medicine di St. Luke's Medical Center, Filipina. Satu tahun berikutnya, yaitu di tahun 2019, ia menjalani program Diploma in Internal Medicine di Philippine College of Physician Board Examination. Pada 2022, dr. Henny kembali ke Filipina untuk mengambil program fellowship dan menjadi Fellow of Philippines College of Physician, setelah menyelesaikan program Master of Public Health di Universitas Respati, Jakarta. Sementara Program Adaptasi Spesialis Penyakit Dalam , beliau lakukan di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, diantaranya: Penyakit infeksi ( (ISK, Pneumonia, Infeksi kulit dan jaringan lunak, Infeksi intrabdomen dan lainnya) Penyakit saluran cerna Penyakit hati Kencing manis Darah tinggi Ginjal Obesitas Penyakit jantung Penyakit paru Kelainan darah, kolesterol Sejumlah pelatihan dan workshop pernah beliau ikuti, baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya Advanced Cardiac Life Support Re-Certification Course (Filipina), Workshop International Standard for Tuberculosis (Jakarta), dan Workshop Practical Guide to Insulin Therapy (Padang). Selain berpraktik, dr. Henny juga menjadi dosen di Departemen Penyakit Dalam FKIK UKRIDA dan aktif menulis jurnal ilmiah. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-roy-akur-pandapotan-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Roy Akur Pandapotan, Sp. PD adalah dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di UKRIDA Hopital. Beliau memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan berbasis bukti ilmiah. Dikenal dengan pendekatannya yang ramah dan edukatif, dr. Roy berkomitmen untuk membantu pasien memahami kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Beliau memiliki minat khusus dalam bidang hemato-onkologi, dengan fokus pada diagnosis dan penanganan kelainan darah (hematologi) dan serta penyakit kanker (onkologi medik). Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan diantaranya: Pemeriksaan dan pengobatan penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan asam urat Penanganan penyakit infeksi (demam berdarah, tifus, TBC, dan infeksi saluran napas) Pemeriksaan dan tatalaksana penyakit kelainan darah, tumor/kanker, ginjal, hati dan saluran cerna Deteksi dini dan manajemen penyakit kronis Konsultasi kesehatan menyeluruh untuk dewasa dan lansia Dengan dedikasi dan empati tinggi, dr. Roy senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik agar pasien mendapatkan hasil pengobatan yang optimal dan pengalaman perawatan yang nyaman. dr. Roy juga merupakan anggota dari : IDI Jakarta pusat - Perhimpunan ahli penyakit dalam Indonesia Jakarta Raya - PB PERHOMPEDIN (trainee sp2 HOM RSCM) - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-erwin-suryanegara-wahab-m-si-med-sp-b-fics/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Erwin Suryanegara Wahab, M. Si. Med. , Sp. B. , FICS adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di UKRIDA Hospital, berdedikasi tinggi dalam diagnosis dan penanganan berbagai kondisi yang memerlukan intervensi bedah. Dengan fokus pada keselamatan pasien, ketelitian dalam tindakan, dan penggunaan teknik bedah terkini, dr. Erwin berkomitmen untuk memberikan hasil pengobatan yang optimal dan proses pemulihan yang cepat bagi pasien. Beliau selalu berupaya menerapkan teknik bedah terbaru, termasuk prosedur minimal invasif, untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan pasca-operasi. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Bedah Saluran Cerna (Digestif) Umum: Penanganan bedah untuk penyakit usus buntu (apendisitis), hernia (turun berok), penyakit kandung empedu (kolesistitis), dan obstruksi usus. Bedah Trauma dan Gawat Darurat: Penanganan bedah untuk kasus trauma akibat kecelakaan atau cedera berat yang membutuhkan intervensi segera. Bedah Payudara: Diagnosis, biopsi, dan prosedur bedah untuk massa atau tumor pada payudara, termasuk kasus keganasan (kanker). Bedah Kelenjar Tiroid dan Leher: Tindakan bedah untuk benjolan atau pembesaran kelenjar tiroid (goiter/struma) dan kelainan pada leher. Bedah Jaringan Lunak dan Tumor Kulit: Eksisi (pengangkatan) tumor jinak (lipoma, kista) dan tumor ganas (kanker kulit) pada jaringan lunak dan kulit. Prosedur Bedah Minor: Sunat (sirkumsisi), insisi dan drainase abses (pengangkatan nanah), dan penanganan luka kronis. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ika-megatia-b-medsc-sp-b-finacs-fics/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Ika Megatdr. Ika Megatia, B. MedSc. , Sp. B. , FINACS, FICS adalah seorang dokter spesialis bedah umum yang berdedikasi tinggi dalam memberikan penanganan bedah yang efektif dan aman bagi pasien. Beliau menempuh pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia. Dengan keahlian yang luas dalam berbagai prosedur bedah umum, dr. Ika mengutamakan keselamatan pasien dan pemulihan yang cepat. Beliau selalu berupaya menerapkan teknik bedah terbaru, termasuk prosedur minimal invasif, untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan pasca-operasi. Pendekatan dr. Ika sangat mengutamakan komunikasi yang terbuka, di mana beliau memastikan pasien dan keluarga memahami secara jelas tentang kondisi medis, pilihan penanganan bedah, dan proses pemulihan. Adapaun pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Bedah Saluran Cerna (Digestif) Umum: Penanganan bedah untuk penyakit usus buntu (apendisitis), hernia (turun berok), penyakit kandung empedu (kolesistitis), dan obstruksi usus. Bedah Trauma dan Gawat Darurat: Penanganan bedah untuk kasus trauma akibat kecelakaan atau cedera berat yang membutuhkan intervensi segera. Bedah Payudara: Diagnosis, biopsi, dan prosedur bedah untuk massa atau tumor pada payudara, termasuk kasus keganasan (kanker). Bedah Kelenjar Tiroid dan Leher: Tindakan bedah untuk benjolan atau pembesaran kelenjar tiroid (goiter/struma) dan kelainan pada leher. Bedah Jaringan Lunak dan Tumor Kulit: Eksisi (pengangkatan) tumor jinak (lipoma, kista) dan tumor ganas (kanker kulit) pada jaringan lunak dan kulit. Prosedur Bedah Minor: Sunat (sirkumsisi), insisi dan drainase abses (pengangkatan nanah), dan penanganan luka kronis. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jefri-wijaya-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Jefri Wijaya, Sp. B adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Umum yang berdedikasi tinggi dalam diagnosis dan penanganan berbagai kondisi yang memerlukan intervensi bedah. Dengan fokus pada keselamatan pasien, ketelitian dalam tindakan, dan penggunaan teknik bedah terkini, dr. Jefri berkomitmen untuk memberikan hasil pengobatan yang optimal dan proses pemulihan yang cepat bagi pasien. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Bedah Saluran Cerna (Digestif) Umum: Penanganan bedah untuk penyakit usus buntu (apendisitis), hernia (turun berok), penyakit kandung empedu (kolesistitis), dan obstruksi usus. Bedah Trauma dan Gawat Darurat: Penanganan bedah untuk kasus trauma akibat kecelakaan atau cedera berat yang membutuhkan intervensi segera. Bedah Payudara: Diagnosis, biopsi, dan prosedur bedah untuk massa atau tumor pada payudara, termasuk kasus keganasan (kanker). Bedah Kelenjar Tiroid dan Leher: Tindakan bedah untuk benjolan atau pembesaran kelenjar tiroid (goiter/struma) dan kelainan pada leher. Bedah Jaringan Lunak dan Tumor Kulit: Eksisi (pengangkatan) tumor jinak (lipoma, kista) dan tumor ganas (kanker kulit) pada jaringan lunak dan kulit. Prosedur Bedah Minor: Sunat (sirkumsisi), insisi dan drainase abses (pengangkatan nanah), dan penanganan luka kronis. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rico-darmayanto-simorangkir-sp-b-subsp-pedk/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Rico Darmayanto Simorangkir, Sp. B Subsp. Ped(K) adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Pediatri yang berpraktik di UKRIDA Hospital, berdedikasi tinggi dalam diagnosis dan penanganan berbagai kondisi yang memerlukan intervensi bedah. Dengan fokus pada keselamatan pasien, ketelitian dalam tindakan, dan penggunaan teknik bedah terkini, dr. Rico berkomitmen untuk memberikan hasil pengobatan yang optimal dan proses pemulihan yang cepat bagi pasien. Beliau memiliki ketertarikan di bidang bedah kolorektal dan onkologi anak. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Bedah Saluran Cerna (Digestif) Umum: Penanganan bedah untuk penyakit usus buntu (apendisitis), hernia (turun berok), penyakit kandung empedu (kolesistitis), dan obstruksi usus. Bedah Trauma dan Gawat Darurat: Penanganan bedah untuk kasus trauma akibat kecelakaan atau cedera berat yang membutuhkan intervensi segera. Bedah Payudara: Diagnosis, biopsi, dan prosedur bedah untuk massa atau tumor pada payudara, termasuk kasus keganasan (kanker). Bedah Kelenjar Tiroid dan Leher: Tindakan bedah untuk benjolan atau pembesaran kelenjar tiroid (goiter/struma) dan kelainan pada leher. Bedah Jaringan Lunak dan Tumor Kulit: Eksisi (pengangkatan) tumor jinak (lipoma, kista) dan tumor ganas (kanker kulit) pada jaringan lunak dan kulit. Prosedur Bedah Minor: Sunat (sirkumsisi), insisi dan drainase abses (pengangkatan nanah), dan penanganan luka kronis. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-leonirma-tengguna-m-sc-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Leonirma Tengguna, M. Sc. , Sp. A merupakan dokter Spesialis Anak yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau berpraktik dengan memberikan pelayanan menyeluruh terhadap anak-anak dan mendengarkan hal-hal yang menjadi perhatian orang tua pasien. Selain berpraktek beliau kerap membagikan ilmu kesehatan anak dengan menjadi narasumber di berbagai kegiatan edukasi kesehatan anak untuk orang tua maupun untuk siswa/i sekolah, tak hanya itu beliau juga membagikan edukasi melalui akun sosial media pribadi beliau. Adapun pelayanan kesehatan yan dapat dilakukan diantaranya: Pelayanan Kesehatan umum pada bayi, anak dan remaja (0-18 tahun) Diagnosis dan pengobatan penyakit akut dan kronik pada anak Imunisasi dasar lengkap sesuai program nasional Imunisasi lanjutan dan imunisasi tambahan Pemantauan tumbuh kembang anak - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rudy-ciulianto-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Rudy Ciulianto,Sp. A adalah dokter Spesialis Anak yang berpraktik di UKRIDA Hospital memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan berbasis bukti ilmiah terhadap pasien-pasien anak. Dikenal dengan pendekatannya yang ramah kepada anak dan edukatif terhadap orangtua, dr. Rudy berkomitmen untuk membantu orangtua pasien memahami kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Dalam dunia pendidikan kedokteran, beliau menjadi Kepala Departemen Anak di Fakultas Kedokteran UKRIDA sejak tahun 2020 Beliau memiliki sertifikat instruktur pijat bayi-Certified Infant Massage Instructor (CIMI) dan juga Infant & Young Children Feeding Counselor (IYCF Counselor) yang merupakan profesional atau konselor yang terlatih untuk memberikan dukungan, informasi, dan bimbingan praktis kepada ibu/pengasuh tentang praktik pemberian makan bayi dan anak usia dini (seperti menyusui eksklusif, pengenalan makanan pendamping yang tepat waktu, dan nutrisi yang benar) sesuai panduan WHO. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Pelayanan Kesehatan umum pada bayi, anak dan remaja (0-18 tahun) Diagnosis dan pengobatan penyakit akut dan kronik pada anak Imunisasi dasar lengkap sesuai program nasional Imunisasi lanjutan dan imunisasi tambahan Pemantauan tumbuh kembang anak Konsultasi pijat bayi Konsultasi Nutrisi & ASI Konsultasi pemberian makan bayi dan anak usia dini - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-celia-m-ked-neurosurg-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Celia, M. Ked (Neurosurg), Sp. BS adalah dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di UKRIDAHospital, berpengalaman dalam menangani berbagai kelainan sistem saraf, meliputi otak, tulang belakang, dan saraf perifer. Dengan pendekatan yang cermat, berbasis teknologi medis terkini, dan berorientasi pada keselamatan pasien, beliau berkomitmen memberikan penanganan optimal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Pelayanan Konsultasi dan Evaluasi Bedah Saraf Penanganan Kasus Trauma Saraf : Cedera kepala (traumatic brain injury), Perdarahan otak akibat trauma, Cedera tulang belakang Bedah Otak: Operasi tumor otak (jinak dan ganas), Penanganan perdarahan otak (epidural, subdural, intraserebral) Manajemen Nyeri & Gangguan Saraf: Penanganan nyeri saraf kronik, Spasticity management, Nyeri punggung akibat kelainan saraf - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-reggy-trialetta-injo-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Jakarta dr. Reggy Trialetta Injo, Sp. KFR merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabiitasi Medik yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Universitas Kristen Maranatha. dr. Reggy Trialetta Injo mengambil program Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Diponegoro. Beliau berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan rehabilitasi yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan individu. Pelayanan dilakukan melalui kerja sama multidisiplin dengan tenaga fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, serta tim medis lainnya. Layanan kesehatan yang dapat dilakukan diantaranya: Konsultasi dan evaluasi gangguan fungsi gerak Rehabilitasi pasca stroke Rehabilitasi cedera saraf dan tulang belakang Rehabilitasi pasca operasi ortopedi Penanganan nyeri otot dan sendi Penanganan cedera olahraga Penanganan gangguan muskuloskeletal Rehabilitasi pasien geriatri Rehabilitasi pada gangguan perkembangan anak Program latihan terapi dan pemulihan fungsi aktivitas harian Tindakan rehabilitasi medik sesuai indikasi Beliau juga telah memiliki sertifikasi pada: Basic Musculosceletal Ultrasonography Intermediate Musculosceletal Ultrasonongraphy Basic Prolotherapy For Upper Extremity, Lower Extremity and Spine – European School of Prolotherapy Registered in Musculoskeletal (RMSK) sonography - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-esther-handayani/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Esther Handayani merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau telah berpraktik selama lebih dari 28 tahun, terhitung sejak 1996 hingga saat ini. Beliau merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, dengan berbagai keahlian seperti restorative: Temporary filling Composite filling Glass ionomer filling Fissure sealant Pemasangan pin Bleaching Odontectomy Coronoplasty. drg. Esther kerap mengikuti sederet seminar untuk terus memperbaharui wawasan dan meningkatkan keahliannya. Di antaranya, Harvard School of Dental Medicine: "a Roadmap to Successful Implant Therapy" (course); Hands-On - Interpretasi Radiografi dalam Praktik Sehari-hari; Hands-On - Simple Odontectomy, Laser-assissted Flap Surgery & Conventional; dan Simposium Ilmiah Ragam Restorasi Gigi Cekat dan Lepasan Berbasis Implan. Beliau juga aktif menjadi narasumber dan menulis di berbagai media, di antaranya pernah mengisi kolom kesehatan Majalah Ayahbunda No. 02 dengan artikel berjudul "Perawatan Gigi yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan selama Hamil"; menjadi narasumber pada program "Dokterku Elshinta" dengan tema "Perawatan Gigi Ibu Hamil"; dan menjadi narasumber di Net TV yang mengangkat tema "Pengaruh Makanan yang Manis-manis pada Gigi". - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-inez-venecia/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Inez Venecia merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta. Pada tahun 2017, beliau pernah mengikuti kongres tahunan Asia Pacific Dental Student Association (APDSA) di Hong Kong. Lalu, pada 2018, beliau terpilih menjadi APDSA group leader. Layanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Temporary filling Composite filling Glass ionomer filling Fissure sealant Pemasangan pin Bleaching Odontectomy Coronoplasty. drg. Inez menjalani program internship di Puskesmas Pemangkat dan RSUD Pemangkat, Kalimantan Barat, masing-masing selama tiga bulan. Selama enam bulan masa internship di sana, beliau menjadi dokter gigi dengan pasien terbanyak, yaitu 367 pasien dengan berbagai permasalahan gigi. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-irene-mariani-nurisawati/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Irene Mariani Nurisawati merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat. Pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Pemeriksaan dan Konsultasi Rutin: Melakukan pemeriksaan menyeluruh pada gigi, gusi, dan rongga mulut untuk deteksi dini masalah kesehatan gigi. Tindakan Pencegahan (Preventif): Scaling (Pembersihan Karang Gigi):Membersihkan karang dan plak gigi secara profesional untuk mencegah gingivitis dan periodontitis. Perawatan Konservasi Gigi (Restorasi): Penambalan Gigi:Mengatasi gigi berlubang (karies) dengan bahan tambalan estetis yang sesuai dengan warna gigi. Perawatan Saluran Akar (Endodontik) Dasar: Penanganan awal infeksi pada pulpa gigi. Pencabutan Gigi: Melakukan pencabutan gigi sulung (anak-anak) dan gigi permanen yang sudah tidak dapat dipertahankan. Bleaching (Pemutihan Gigi): Tindakan estetika untuk mengembalikan kecerahan alami gigi pasien. Pembuatan gigi tiruan lepasan dengan kehilangan 1-5 gigi. Beliau pernah mengikuti sejumlah pelatihan, di antaranya Endomotor Hands On pada 2023, Training Klar Aligner pada 2022, serta Direct Veneer Hands On dan Seminar Gingivectomy pada 2020. Saat ini, drg. Irene masih aktif di Mediccation Indonesia, sebuah organisasi tenaga kesehatan yang bertujuan untuk membangun jaringan antar tenaga kesehatan lintas profesi, untuk berbagi ilmu dan edukasi. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gracia-jmt-winaktu-sp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Jakarta dr. Gracia JMT Winaktu, Sp. GK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di UKRIDA Hospital dan FMC Hospital. Beliau mengenyam pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Di kampus yang sama, beliau mengambil Program Studi Magister Ilmu Gizi, beberapa tahun sesudahnya. Layanan kesehatan yang dapat dilakukan diantaranya: Konsultasi dan evaluasi status gizi Penatalaksanaan obesitas dan manajemen berat badan Terapi nutrisi pada diabetes mellitus Terapi nutrisi pada penyakit jantung dan pembuluh darah Terapi nutrisi pada penyakit ginjal Terapi nutrisi pada gangguan saluran cerna Terapi nutrisi pada pasien kanker Terapi nutrisi pada penyakit metabolik Penanganan malnutrisi Perencanaan diet untuk kondisi medis khusus Konseling pola makan sehat dan pencegahan penyakit Selain berpraktik, beliau juga menjalani tanggung jawab sebagai dosen di Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (FKIK UKRIDA). dr. Gracia juga aktif mengikuti seminar dan pelatihan, serta menjadi pembicara di berbagai kesempatan. Di antaranya, menjadi pembicara dalam "Pelatihan Asesmen dan Asuhan Pasien Geriatri", "Genomic Testing and Stem Cell from Bench to Clinician Application", "Update Manajemen Pasien Diabetes Mellitus", dan menjadi narasumber di TVRI dengan tema "Mengenal Aneurisma Aorta, Silent Killer yang Dapat Berakibat Fatal, Pendekatan Klinis dan Nutrisinya". - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-11-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-didi-kurniadhi-sp-pd-kkv-finasim-fica-fscai/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Didi Kurniadhi, Sp. PD-KKV, FINASIM, FICA, FSCAI merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovakular yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Indonesia. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam/ konsultan kardiovaskular di Universitas Indonesia. Pelayanan umum penyakit dalam dan bidang kardiovaskular: Hipertensi (tekanan darah tinggi) dan komplikasinya Penyakit jantung koroner (angina pektoris, serangan jantung) Gagal jantung kronik dan akut Gangguan irama jantung (aritmia) Penyakit katup jantung Penyakit pembuluh darah perifer (gangguan sirkulasi darah) Penyakit jantung akibat metabolik atau endokrin (misalnya akibat diabetes atau tiroid) Tindakan : Tes treadmill / uji latih jantung Holter Monitoring (rekaman irama jantung 24 jam) Pemeriksaan fungsi jantung dan pembuluh darah non-invasif Pemantauan tekanan darah 24 jam (ABPM) Tindakan intervensi jantung - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-10-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-robert-noldy-ngantung-sp-pd-kkv-finasim-fscai/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Robert Noldy Ngantung, Sp. PD-KKV, FINASIM, FSCAI merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani pendidikan profesi dokter di Universitas Sam Ratulangi, lalu beliau melanjutkan ke program spesialis yaitu Internal Medicine Residency Training di Davao Doctors Hospital di Filipina. Selanjutnya beliau mengambil Program Adaptasi Ilmu Penyakit Dalam di Universitas Udayana, serta subspesialis konsultan kardiovaskular di Universitas Indonesia. dr. Robert pernah mengikuti sejumlah pelatihan dan seminar, di antaranya adalah Kongres Nasional XVIII-Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia pada 2022 dan The Annual Scientific Meeting-HOPECARDIS. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-elly-ingkiriwang-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Elly Ingkiriwang, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya. Kemudian melanjutkan pendidikan dengan mengambil program Spesialis Kedokteran Jiwa di Universitas Indonesia pada 2007. Beliau pernah mengikuti beberapa pelatihan atau seminar, di antaranya MMPI-2 pada tahun 2007. Di tahun yang sama, beliau ikut serta dalam pelatihan Hipnoterapi Lanjutan, sedangkan di tahun 2009, dr. Elly mengikuti Teaching of Psychiatry di Singapura. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Kesehatan terkait kejiwaan,diantaranya: Gangguan Suasana Perasaan (Mood Disorders): Diagnosis dan penanganan Depresi, termasuk depresi mayor dan distimia, Penanganan Gangguan Bipolar (manik-depresif). Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders): Penanganan Gangguan Kecemasan Umum (GAD), Gangguan Panik, Fobia spesifik, dan Gangguan Kecemasan Sosial. Gangguan Psikotik: Diagnosis dan tata laksana Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Kesehatan Mental Remaja dan Dewasa: Konsultasi dan penanganan masalah stres, penyesuaian diri, dan burnout terkait pekerjaan atau kehidupan, Penanganan masalah hubungan interpersonal dan kesehatan mental di usia produktif. Gangguan Tidur: Diagnosis dan terapi Insomnia, hipersomnia, dan gangguan tidur lainnya yang terkait dengan kondisi psikiatri. Intervensi Farmakologis dan Psikoterapi: Penggunaan terapi obat-obatan psikiatri yang berbasis bukti (evidence-based) dan aman, Melakukan intervensi psikoterapi suportif sebagai bagian dari rencana pengobatan menyeluruh - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-evalina-asnawi-sp-kjk/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Evalina Asnawi, Sp. KJ(K) merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Beliau melanjutkan pendidikan dengan mengambil program Spesialis Kedokteran Jiwa di Universitas Sumatra Utara. Beliau juga aktif dalam mengikuti pelatihan seperti, Master Trainer VCT HIV WHO–Depkes RI (2004), Managing Negative Syndromes of Schizophrenia–PDSKJI (2020), Patient Centered Health Care Concept for 21st Century Health Service–IDI (2020), Bioethics and Medical Humanities (2021), Drugs & Behavioral Addiction–PDSKJI (2021), Neuroscience and Psychiatric Disorder–PDSKJI (2021), Certified EFT Practitioner (CEP)–International Community for Emotional Freedom Techniques Practitioner (2021), Palliative Care Symposium–UGM (2022), The Addiction Master Class Series: Next Stage–IDI (2022), Psychiatry Update for Everyone–PDSKJI (2022). Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Kesehatan terkait kejiwaan,diantaranya: Gangguan Suasana Perasaan (Mood Disorders): Diagnosis dan penanganan Depresi, termasuk depresi mayor dan distimia, Penanganan Gangguan Bipolar (manik-depresif). Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders): Penanganan Gangguan Kecemasan Umum (GAD), Gangguan Panik, Fobia spesifik, dan Gangguan Kecemasan Sosial. Gangguan Psikotik: Diagnosis dan tata laksana Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Kesehatan Mental Remaja dan Dewasa: Konsultasi dan penanganan masalah stres, penyesuaian diri, dan burnout terkait pekerjaan atau kehidupan, Penanganan masalah hubungan interpersonal dan kesehatan mental di usia produktif. Gangguan Tidur: Diagnosis dan terapi Insomnia, hipersomnia, dan gangguan tidur lainnya yang terkait dengan kondisi psikiatri. Intervensi Farmakologis dan Psikoterapi: Penggunaan terapi obat-obatan psikiatri yang berbasis bukti (evidence-based) dan aman, Melakukan intervensi psikoterapi suportif sebagai bagian dari rencana pengobatan menyeluruh - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-10-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fenny-kurniawan-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Fenny Kurniawan, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menempuh pendidikan kedokteran umum di Soochow University, Jiangsu, China, pada 2007. Lalu, beliau melanjutkan dengan program adaptasi dokter umum lulusan luar negeri di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Selanjutnya, beliau meneruskan pendidikan di bidang Ilmu Kedokteran Jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-veronika-prescillia-hartanuh-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Maria Veronika Prescillia Hartanuh, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Katolik Atma Jaya. Beberapa tahun usai lulus, beliau melanjutkan ke Universitas Indonesia dan mengambil program Spesialis Kedokteran Jiwa. dr. Maria memiliki minat yang kuat terhadap consultation-liaison (CL) psychiatric dan perawatan geriatri. Consultation liaison psychiatric sendiri merupakan layanan psikiatri yang menyediakan perawatan psikiatri kepada pasien medis di rumah sakit. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Kesehatan terkait kejiwaan,diantaranya: Gangguan Suasana Perasaan (Mood Disorders): Diagnosis dan penanganan Depresi, termasuk depresi mayor dan distimia, Penanganan Gangguan Bipolar (manik-depresif). Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders): Penanganan Gangguan Kecemasan Umum (GAD), Gangguan Panik, Fobia spesifik, dan Gangguan Kecemasan Sosial. Gangguan Psikotik: Diagnosis dan tata laksana Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Kesehatan Mental Remaja dan Dewasa: Konsultasi dan penanganan masalah stres, penyesuaian diri, dan burnout terkait pekerjaan atau kehidupan, Penanganan masalah hubungan interpersonal dan kesehatan mental di usia produktif. Gangguan Tidur: Diagnosis dan terapi Insomnia, hipersomnia, dan gangguan tidur lainnya yang terkait dengan kondisi psikiatri. Intervensi Farmakologis dan Psikoterapi: Penggunaan terapi obat-obatan psikiatri yang berbasis bukti (evidence-based) dan aman, Melakukan intervensi psikoterapi suportif sebagai bagian dari rencana pengobatan menyeluruh Beliau pernah menghadiri sejumlah konferensi, di antaranya Pertemuan Ilmiah Tahunan VIII Cabang Sumatera Utara “Manajemen Komprehensif Peningkatan Fungsionalitas pada Pasien Skizofrenia dan Bipolar”; Seminar Addiction Update 2022: Ethics, Prescription, and Clinical Aspect on Benzodiazepine Use for Anxiety and Insomnia Disorder; Symposium dan Workshop Continuing Medical Education "ADHD: From A to Z"; dan Workshop "Psychiatric Updates in Medical Practice (PUMP) FKUI 2017": Early Detection of Mental Health Problems in School-Age Children. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-11-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/prof-dr-dr-mardi-santoso-sp-pd-kemd-finasim-face/ - Spesialisasi: PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES - Lokasi: Jakarta Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, Sp. PD-KEMD, FINASIM, FACE merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Beliau menjalani program spesialis penyakit dalam di Universitas Indonesia. Sementara untuk program doktoral pasca sarjana, beliau jalani di UGM. Prof Mardi puni kembali melanjutkan pendidikan sebagai konsultan endokrin di UI. Selain pendidikan formal, beliau juga terus menghadiri dan terlibat dalam kegiatan perkembangan kesehatan dibidangnya serta mengikuti pelatihan yang ada, diantaranya The Thyroid Ultrasound and FNA Biopsy Course. Beliau menangani dan membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang dialami pasien dewasa, di antaranya : Pelayanan Umum Penyakit Dalam Pelayanan Khusus Bidang Endokrinologi: Gangguan Gula Darah & Diabetes Melitus, Gangguan Kelenjar Tiroid, Gangguan Metabolisme dan Berat Badan, Gangguan Hormon Seks & Reproduksi, Gangguan Kelenjar Adrenal & Hipofisis Prof Mardi aktif di berbagai organisasi, yaitu menjadi Dewan Penasehat InaTA (Indonesian Thyroid Association) sejak 2022 hingga saat ini, Dewan penasihat PERKENI JAYA sejak 2021 hingga sekarang, Dewan Penasehat PB AFKSI dari 2017 hingga sekarang. Beliau juga aktif mengajar hingga saat ini sebagai dosen Ilmu Penyakit Dalam FKIK UKRIDA sejak 1987, juga sebagai Visiting Lecture De Le Salle Univ. Medicine and Health Science Faculty sejak 2010. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-duma-wenty-irene-sinambela-sp-dv/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Duma Wenty Irene Sinambela, Sp. DV merupakan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani pendidikan profesi dokter di Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan dengan mengambil program Spesialis Dermatologi dan Venereologi di Universitas yang sama. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Dermatologi (Kesehatan Kulit) Penanganan Jerawat (Acne Vulgaris):Diagnosis dan terapi medis untuk kasus jerawat ringan, sedang, hingga parah, termasuk penanganan bekas jerawat. Penyakit Kulit Alergi dan Inflamasi: Diagnosis dan manajemen Eczema/Dermatitis Atopik, Dermatitis Kontak, Psoriasis, dan Urtikaria (biduran). Infeksi Kulit: Penanganan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri (Impetigo), virus (Herpes, Cacar Air), jamur (Kurap, Panu), dan parasit (Skabies). Kelainan Pigmen: Penanganan hiperpigmentasi (melasma, flek hitam) dan hipopigmentasi (vitiligo). Tumor dan Kanker Kulit: Deteksi dini, diagnosis, dan penanganan awal tumor jinak maupun ganas pada kulit. Venereologi (Penyakit Menular Seksual) Diagnosis dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin), dan infeksi lainnya. Dermatologi Estetika Medik Prosedur Invasif dan Non-invasif: Melakukan tindakan estetika untuk peremajaan kulit, seperti chemical peeling, mikrode Selain itu, beliau pernah mengikuti pelatihan/ seminar Basic Laser Teaching Class-Laser in Medicine and Surgery pada tahun lalu. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dwi-martina-trisnowati-sp-dv/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Dwi Martina Trisnowati, Sp. DV merupakan lulusan dari Universitas Tarumanegara. Beliau melanjutkan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi untuk mengambil program Spesialis Dermatologi dan Venereologi. Selain itu, dr. Dwi pernah mengikuti pelatihan Basic Surgical Skill pada 2022. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Dermatologi (Kesehatan Kulit) Penanganan Jerawat (Acne Vulgaris):Diagnosis dan terapi medis untuk kasus jerawat ringan, sedang, hingga parah, termasuk penanganan bekas jerawat. Penyakit Kulit Alergi dan Inflamasi: Diagnosis dan manajemen Eczema/Dermatitis Atopik, Dermatitis Kontak, Psoriasis, dan Urtikaria (biduran). Infeksi Kulit: Penanganan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri (Impetigo), virus (Herpes, Cacar Air), jamur (Kurap, Panu), dan parasit (Skabies). Kelainan Pigmen: Penanganan hiperpigmentasi (melasma, flek hitam) dan hipopigmentasi (vitiligo). Tumor dan Kanker Kulit: Deteksi dini, diagnosis, dan penanganan awal tumor jinak maupun ganas pada kulit. Venereologi (Penyakit Menular Seksual) Diagnosis dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin), dan infeksi lainnya. Dermatologi Estetika Medik Prosedur Invasif dan Non-invasif: Melakukan tindakan estetika untuk peremajaan kulit, seperti chemical peeling, mikrode - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-elrovita-donata-sp-dv/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Elrovita Donata, Sp. DV merupakan Spesialis Dermatologi dan Venereologi yang berpraktik di UKRIDA Hospital, lulus dari Universitas Katolik Atma Jaya. Beliau menjalani program Spesialis Dermatologi dan Venereologi di Universitas Sam Ratulangi. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Dermatologi (Kesehatan Kulit) Penanganan Jerawat (Acne Vulgaris):Diagnosis dan terapi medis untuk kasus jerawat ringan, sedang, hingga parah, termasuk penanganan bekas jerawat. Penyakit Kulit Alergi dan Inflamasi: Diagnosis dan manajemen Eczema/Dermatitis Atopik, Dermatitis Kontak, Psoriasis, dan Urtikaria (biduran). Infeksi Kulit: Penanganan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri (Impetigo), virus (Herpes, Cacar Air), jamur (Kurap, Panu), dan parasit (Skabies). Kelainan Pigmen: Penanganan hiperpigmentasi (melasma, flek hitam) dan hipopigmentasi (vitiligo). Tumor dan Kanker Kulit: Deteksi dini, diagnosis, dan penanganan awal tumor jinak maupun ganas pada kulit. Venereologi (Penyakit Menular Seksual) Diagnosis dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin), dan infeksi lainnya. Dermatologi Estetika Medik Prosedur Invasif dan Non-invasif: Melakukan tindakan estetika untuk peremajaan kulit, seperti chemical peeling, mikrode dr. Elrovita pernah mengikuti beberapa pelatihan dan seminar, yaitu Dermavest Scientific Fair, Laser Dermatology: From Basic Science to Daily Practice, serta Basic Surgical Skill. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-pierre-alexander-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Pierre Alexander, Sp. OT adalah seorang dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di UKRIDA Hospital, berdedikasi dalam penanganan masalah muskuloskeletal (tulang, sendi, ligamen, tendon, dan saraf) pada pasien dari segala usia. Dengan kompetensi khusus dalam menangani cedera akut (trauma) serta kondisi degeneratif, dr. Pier menggunakan pendekatan diagnostik yang cermat dan teknik bedah minimal invasif modern untuk memastikan pemulihan optimal dan fungsi gerak pasien kembali maksimal. Pelayanan medis yang dapat diberikan diantaranya: Traumatologi dan Cedera Tulang: Penanganan dan pembedahan fraktur (patah tulang) akut dan komplikasi pasca-trauma. Penanganan cedera pada sendi dan jaringan lunak (misalnya, robekan ligamen dan tendon). Bedah Sendi dan Rekonstruksi (Joint Surgery):Diagnosis dan tata laksana kondisi degeneratif sendi, termasuk Osteoarthritis (OA), Tindakan bedah seperti artroskopi untuk diagnosis dan perbaikan kerusakan sendi (misalnya lutut dan bahu). Bedah Tulang Belakang (Spine): Penanganan konservatif dan pembedahan untuk nyeri punggung bawah, HNP (Hernia Nukleus Pulposus/saraf terjepit), dan skoliosis ringan. Ortopedi Anak: Diagnosis dan penanganan kelainan bawaan pada tulang dan sendi anak (misalnya, Clubfoot atau kaki pengkor), Penanganan cedera ortopedi pada anak. Ortopedi Umum dan Tumor Muskuloskeletal: Penanganan infeksi tulang (osteomielitis) dan gangguan tulang metabolik, Diagnosis dan penanganan awal tumor jinak pada tulang dan jaringan lunak. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kristian-goenawan-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Kristian Goenawan, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Selanjutnya, beliau mengambil program Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejumlah pelatihan yang pernah beliau ikuti, di antaranya adalah Laser Vision Correction pada 2020 dan Course & Wetlab Femtolasik di SILC Lasik Center Jakarta-PERDAMI pada 2022. dr. Kristian memiliki keahlian operasi katarak mata dengan teknik Phaco, SICS, dan ECCE. Layanan kesehatan yang dapat dilakukan diantaranya: Pemeriksaan kesehatan mata menyeluruh Pemeriksaan dan koreksi kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, silinder, presbiopia) Penanganan infeksi dan peradangan mata Penanganan katarak Penanganan glaukoma Penanganan gangguan retina Penanganan mata kering dan alergi mata Pemeriksaan kesehatan mata pada penyakit sistemik (seperti diabetes dan hipertensi) Tindakan medis dan prosedur oftalmologi sesuai indikas - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ritsia-anindita-wastitiamurti-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Ritsia Anindita Wastitiamurti, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Setelah lulus dari universitas yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, tersebut, beliau melanjutkan pendidikan di Filipina, dengan mengikuti Residency Training Program di Department of Opthalmology Fatima University Medical Center. Selanjutnya, dr. Ritsia menjalani Program Adaptasi di Universitas Indonesia. Beliau pernah mengikuti Sertifikat Kompetensi-Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia pada 2018. Layanan kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Pemeriksaan kesehatan mata menyeluruh Pemeriksaan dan koreksi kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, silinder, presbiopia) Penanganan infeksi dan peradangan mata Penanganan katarak Penanganan glaukoma Penanganan gangguan retina Penanganan mata kering dan alergi mata Pemeriksaan kesehatan mata pada penyakit sistemik (seperti diabetes dan hipertensi) Tindakan medis dan prosedur oftalmologi sesuai indikasi - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-edward-dian-suwito-sp-og-mars/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Edward Dian Suwito, Sp. OG, MARS merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau lulus dari Universitas Tarumanagara dan melanjutkan pendidikan program Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rizal Medical Center, Manila, Filipina. Beliau kerap memperlengkapi diri dalam update dunia kesehatan dibidangnya dengan menghadiri beragam training, diantaranya: Management of Lactation, Perinatology Indonesia (PERINASIA), Harapan Kita Hospital, Jakarta Platelet Rich Plasma (PRP) - Vulvo Vaginal Laser Surgical Course, International Congress of Aesthetic and Functional Gynecology, Surgery Center at Centuria Medical Makati, Philippines International Advanced in Labour and Risk Management (In ALARM),Society of Obstetricians & Gynecologist of Canada - POGI JAYA, RSCM Jakarta Adapun pelayanan medis yang dapat dilakukan diantaranya: Obstetri (Kandungan) dan Perawatan Kehamilan: Antenatal Care (ANC) Rutin: Pemeriksaan kehamilan berkala, pemantauan kesehatan ibu dan janin, serta skrining risiko tinggi kehamilan. Persalinan Normal dan Operasi Caesar: Penanganan persalinan secara komprehensif, termasuk indikasi dan pelaksanaan operasi Sectio Caesarea. Penanganan Komplikasi Kehamilan: Seperti preeklampsia, diabetes gestasional, dan perdarahan kehamilan. Ginekologi (Kesehatan Organ Reproduksi Wanita): Konsultasi dan Penanganan Masalah Menstruasi: Termasuk Dismenore (nyeri haid) dan gangguan siklus haid. Skrining Kanker Serviks: Pelaksanaan Pap Smear dan pemeriksaan pencegahan lainnya. Diagnosis dan Penanganan Penyakit Ginekologi: Seperti Kista Ovarium, Mioma Uteri, dan Endometriosis. Keluarga Berencana (KB) dan Kesuburan: Konsultasi dan pemasangan alat kontrasepsi (IUD, implan, pil), Evaluasi dan penanganan awal infertilitas (gangguan kesuburan). Ultrasonografi (USG) Kebidanan dan Ginekologi: Melakukan pemeriksaan USG 2D/4D untuk memantau perkembangan janin dan mendiagnosis masalah ginekologi. - Published: 2025-09-22 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irene-maria-elena-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Irene Maria Elena, Sp. OG adalah seorang dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau sangat berpengalaman dalam memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi wanita. Beliau berfokus pada kesehatan reproduksi wanita, kehamilan, persalinan, hingga pasca-persalinan. Menempuh pendidikan Spesialis Spesialis Kebidanan dan Kandungan, East Avenue Medical Center, Manila kemudian melanjutkan program adaptasi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) - Published: 2025-09-22 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lim-jhonny-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Lim Johnny, Sp. OG meupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di UKRIDA Hospital. Beliau menjalani pendidikan profesi dokter di Universitas Indonesia. Di Universitas ini pula, beliau mengambil Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Salah satu pelatihan yang pernah beliau ikuti adalah Basic Gynecological Laparoscopic Surgery Course. - Published: 2025-09-21 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-deviana-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Jakarta dr. Deviana, Sp. THT-KL merupakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok – Bedah Kepala Leher yang bepraktik di UKRIDA Hospital. Beliau memberikan pelayanan pemeriksaan, diagnosis, serta penanganan berbagai gangguan pada telinga, hidung, tenggorok, serta area kepala dan leher, diantaranya: Pemeriksaan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorok Penanganan gangguan pendengaran Penanganan infeksi telinga, hidung, dan tenggorok Penanganan sinusitis Penanganan alergi hidung (rhinitis alergi) Penanganan gangguan suara dan pita suara Penanganan vertigo Penanganan gangguan menelan Pemeriksaan dan penanganan tonsil dan adenoid Penanganan tumor jinak pada area THT-KL Tindakan medis dan prosedur THT sesuai indikasi, diantaranya: Audiometri, Bera, OAE, Sleep Study Dengan pendekatan yang teliti, komunikatif, dan berorientasi pada keselamatan pasien, beliau berkomitmen memberikan pelayanan medis yang optimal serta membantu pasien memahami kondisi kesehatan yang dialami. Selain praktik klinisi, beliau kerap membagikan ilmunya sebagai narasumber di kegiatan ilmiah dan edukasi awam. - Published: 2025-09-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kenneth-gunawan-sp-b-fics/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bekasi dr. Kenneth Gunawan, Sp. B, FICS merupakan Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah di Universitas Indonesia dan memiliki gelar Fellow of the International College of Surgeons (FICS), yang mencerminkan kompetensi dan standar keahlian bedah yang diakui secara internasional. dr. Kenneth Gunawan, Sp. B, FICS memiliki keahlian dalam menangani berbagai kasus bedah umum, baik elektif maupun emergensi, dengan pendekatan yang profesional, presisi, dan berfokus pada keselamatan serta pemulihan pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PABI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Konsultasi bedah umum Penanganan penyakit bedah seperti hernia, benjolan, dan abses Tindakan bedah saluran cerna, termasuk gangguan lambung dan usus Penanganan luka, infeksi, dan perawatan pasca operasi Tindakan bedah minor dan mayor sesuai indikasi medis Evaluasi dan penanganan kasus bedah emergensi Edukasi pra dan pasca operasi serta interpretasi hasil pemeriksaan penunjang - Published: 2025-09-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-michael-andreanus-sundah-sp-rad/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Michael Andreanus Sundah, Sp. Rad merupakan Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga dan memiliki kompetensi dalam melakukan pemeriksaan pencitraan medis untuk diagnosis, evaluasi, dan pemantauan berbagai kondisi kesehatan. dr. Michael Andreanus Sundah, Sp. Rad memiliki keahlian dalam interpretasi berbagai pemeriksaan radiologi, termasuk X-ray, CT scan, MRI, ultrasonografi (USG), dan pemeriksaan radiologi khusus lainnya. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Pemeriksaan radiologi umum seperti X-ray dan USG Pemeriksaan CT scan dan MRI untuk organ dan sistem tubuh Interpretasi hasil radiologi untuk mendukung diagnosis dan rencana terapi Evaluasi cedera trauma, tulang, sendi, dan organ dalam Deteksi dini kelainan atau penyakit seperti tumor, infeksi, dan gangguan vaskular Pemeriksaan radiologi pra-operatif dan pemantauan pasca-operasi Konsultasi terkait pilihan pemeriksaan radiologi yang paling sesuai untuk kondisi pasien - Published: 2025-09-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-tendi-fauzi-septiawan-sp-bmm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Tendi Fauzi Septiawan, Sp. BMM merupakan Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Bedah Mulut di Universitas Padjajaran, sehingga memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kondisi dan gangguan pada rongga mulut, rahang, gigi, dan struktur terkait melalui tindakan bedah maupun non-bedah. drg. Tendi Fauzi Septiawan, Sp. BMM memiliki keahlian dalam diagnosis, perencanaan, dan tindakan bedah mulut, dengan pendekatan profesional, komunikatif, dan berfokus pada keselamatan serta kenyamanan pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Mulut Indonesia (PERDAMI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Bedah gigi bungsu (impaksi) Bedah korektif rahang dan tulang wajah Penanganan abses, kista, dan tumor mulut Perawatan trauma wajah dan rahang Implan gigi dan persiapan prostodontik Konsultasi pra- dan pasca-bedah mulut Edukasi perawatan mulut dan pencegahan komplikasi pasca-bedah - Published: 2025-09-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-paul-samuel-kris-manengkei-sp-rad/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Paul Samuel Kris Manengkei, Sp. Rad merupakan Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Radiologi di Universitas Indonesia dan memiliki kompetensi dalam melakukan pemeriksaan pencitraan medis untuk diagnosis dan pemantauan berbagai kondisi kesehatan. dr. Paul Samuel Kris Manengkei, Sp. Rad memiliki keahlian dalam interpretasi berbagai pemeriksaan radiologi, termasuk X-ray, CT scan, MRI, ultrasonografi (USG), serta pemeriksaan radiologi khusus lainnya. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Pemeriksaan radiologi umum seperti X-ray dan USG Pemeriksaan CT scan dan MRI untuk berbagai organ dan sistem tubuh Interpretasi hasil radiologi untuk mendukung diagnosis dan perencanaan terapi Evaluasi cedera trauma, tulang, sendi, dan organ dalam Deteksi dini kelainan atau penyakit seperti tumor, infeksi, dan gangguan vaskular Pemeriksaan radiologi pra-operatif dan pemantauan pasca-operasi Konsultasi terkait pilihan pemeriksaan radiologi terbaik sesuai kondisi pasien - Published: 2025-09-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-floryanti-sp-rad/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Floryanti, Sp. Rad merupakan Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Radiologi di Universitas Indonesia dan memiliki kompetensi dalam melakukan pemeriksaan pencitraan medis untuk diagnosis, evaluasi, dan pemantauan berbagai kondisi kesehatan. dr. Floryanti, Sp. Rad memiliki keahlian dalam interpretasi berbagai pemeriksaan radiologi, termasuk X-ray, CT scan, MRI, ultrasonografi (USG), dan pemeriksaan radiologi khusus lainnya. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Pemeriksaan radiologi umum seperti X-ray dan USG Pemeriksaan CT scan dan MRI untuk organ dan sistem tubuh Interpretasi hasil radiologi untuk mendukung diagnosis dan rencana terapi Evaluasi cedera trauma, tulang, sendi, dan organ dalam Deteksi dini kelainan atau penyakit seperti tumor, infeksi, dan gangguan vaskular Pemeriksaan radiologi pra-operatif dan pemantauan pasca-operasi Konsultasi terkait pilihan pemeriksaan radiologi yang paling sesuai untuk kondisi pasien - Published: 2025-09-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ardista-rani-lestari-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Ardista Rani Lestari, Sp. KGA merupakan Dokter Spesialis Konservasi Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Konservasi Gigi Anak di Universitas Airlangga, sehingga memiliki kompetensi dalam menjaga, merawat, dan mencegah kerusakan gigi pada anak-anak, dari bayi hingga remaja. drg. Ardista Rani Lestari, Sp. KGA memiliki keahlian dalam diagnosis, perawatan gigi berlubang, perawatan saluran akar anak, serta restorasi gigi dengan teknik konservatif untuk mempertahankan gigi asli. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Anak Indonesia (PDGSKGA). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Pemeriksaan gigi dan mulut rutin anak Pencegahan karies melalui fluoride dan sealant gigi Penanganan gigi berlubang pada anak Perawatan saluran akar (root canal treatment) khusus anak Restorasi gigi untuk mempertahankan gigi asli anak Edukasi perilaku anak agar nyaman saat perawatan gigi Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak - Published: 2025-09-10 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rina-gustuti-sp-og-kfm/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL - Lokasi: Bekasi dr Rina Gustuti, Sp. OG, KFm merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fetomaternal yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Rina Gustutimemiliki keahlian khusus dalam menangani kondisi : Kehamilan risiko tinggi (preeklamsia, pertumbuhan janin terhambat, diabetes melitus gestasional, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, autoimun, dan penyulit lainnya) Kehamilan ganda (kembar dua, tiga, atau lebih) dengan komplikasi. Kehamilan dengan cacat bawaan. Pelayanan fetomaternal berupa konsultasi kehamilan risiko tinggi serta tatalaksananya, usg skrining trimester 1 dan 2, konseling genetik, dan tindakan operasi pada kasus kehamilan dengan penyulit seperti plasenta akreta. Selain itu pelayanan medis terkait kebidanan dan kandungan secara umum seperti: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. - Published: 2025-09-08 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sebastian-mihardja-sp-ot-subsp-tlbm-k-m-kes-fics-aifo-k-ct-cpps/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Sebastian Mihardja, Sp. OT (K) adalah sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dengan Subspesialisasi Hand, Upper Limb, and Microsurgery yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Sebastian Mihardja, Sp. OT (K) menempuh pendidikan Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan untuk menangani: Konsultasi dan penanganan cedera tangan, pergelangan tangan, lengan, siku, dan bahu Rekonstruksi tulang, sendi, ligamen, tendon, dan saraf Replantasi jari, tangan, lengan, atau bahu Penanganan infeksi tangan dan jaringan lunak Artroskopi, fusi sendi, dan penggantian sendi parsial/total Koreksi kelainan kongenital dan gangguan fungsi tangan/anggota gerak atas dr. Sebastian Mihardja, Sp. OT (K) juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2025-09-08 - Modified: 2025-09-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rino-meridian-sp-b-subsp-bve-k/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Jakarta dr. Rino Meridian, Sp. B, Subsp. BVE (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vascular dan Endovascular yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Rino Meridian, Sp. B, Subsp. BVE (K) menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah dan Spesialis II Bedah Vaskular dan Endovaskular di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait bedah vascular dan endovascular. Beliau memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis, melakukan terapi dan mengatasi komplikasi pada kasus penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah arteri, vena dan sistem limfatik di seluruh tubuh kecuali pada daerah otak dan jantung. - Published: 2025-09-08 - Modified: 2026-02-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fadia-hasna-thohari-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Depok dr. Fadia Hasna Thohari, Sp. N adalah Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, serta melanjutkan spesialisasi Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Dengan kompetensi yang luas di bidang neurologi, dr. Fadia menangani berbagai gangguan saraf mulai dari kondisi darurat, penyakit yang bersifat kronis, hingga perawatan komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Layanan Kesehatan yang dapat ditangani : Konsultasi Neurologi untuk keluhan sakit kepala, nyeri saraf, gangguan tidur, dan gejala neurologis lainnya. Penanganan Darurat Neurologi, termasuk stroke akut dan kondisi gawat darurat saraf. Tata laksana Nyeri & Injeksi, baik untuk nyeri kepala kronis, nyeri wajah, maupun nyeri neuropatik. Gangguan Gerak (Movement Disorders): tremor, Parkinson, distonia, dan lainnya. Pemeriksaan & Terapi Gangguan Saraf Tepi, termasuk EMG dan NCS dasar. Penanganan Epilepsi: diagnosis, terapi obat, dan monitoring jangka panjang. Gangguan Tidur, termasuk insomnia, sleep apnea, dan parasomnia. Neurobehavior & Neurocognitive Disorders: demensia, gangguan memori, hingga masalah perilaku akibat gangguan saraf. Neuro-infection & Neuro-immunology: infeksi sistem saraf, autoimun seperti multiple sclerosis. Neuro-otology & Neuro-ophthalmology: gangguan keseimbangan, vertigo, serta gangguan penglihatan terkait saraf. Neuro-oncology: diagnosis dan manajemen tumor otak serta sistem saraf pusat. dr. Fadia senantiasa memberikan pelayanan yang komprehensif dengan pendekatan individual dan berbasis bukti ilmiah, serta mengedepankan komunikasi yang baik agar pasien dan keluarga memahami kondisi serta rencana terapinya. - Published: 2025-09-08 - Modified: 2025-09-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-maelissa-pramaningasih-r-sp-b-subsp-onk-k/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Depok dr. Maelissa Pramaningasih, SpB, Subsp. Onk (K) adalah Dokter Spesialis Bedah dengan kompetensi khusus di bidang Bedah Onkologi (Bedah Tumor) yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menangani tata laksana bedah pada berbagai tumor dan kanker dengan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari skrining, diagnosis, penentuan stadium, tindakan bedah yang tepat, hingga pendampingan pemulihan dan perawatan suportif. Di Primaya Hospital Depok, dr. Maelissa berkolaborasi dengan tim multidisiplin (radiologi, patologi, onkologi medik, rehabilitasi) agar pasien mendapatkan terapi yang aman, efektif, dan personal. dr. Maelissa juga aktif di organisasi profesi antara lain anggota PERABOI Jaya (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) Cabang Jakarta, PABI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia) Cabang Banten dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Selatan. Layanan Kesehatan yang ditangani dr. Maelissa : Konsultasi Bedah Onkologi: evaluasi keluhan/benjolan, second opinion, dan perencanaan terapi. Skrining & Deteksi Dini: payudara, tiroid, kulit, kepala & leher, serta soft tissue tumor. Diagnosis Tumor/Kanker: USG-klinis, rujukan imaging, biopsi (insisi/eksisi/needle) dan penentuan stadium. Tindakan Bedah Payudara: breast-conserving surgery (lumpektomi), mastektomi, sentinel lymph node biopsy, dan diseksi kelenjar getah bening. Bedah Tiroid & Kepala-Leher Tertentu: hemithyroidectomy/thyroidectomy sesuai indikasi onkologi. Bedah Jaringan Lunak & Kulit: eksisi luas (wide excision) untuk lipoma, kista, melanoma/sarkoma jaringan lunak sesuai protokol onkologi. Tindakan Penunjang Onkologi: pemasangan akses/port kemoterapi, debridement & perawatan luka tumor, kontrol nyeri dan perawatan paliatif bedah. Pendampingan Pascaoperasi & Survivorship: pemantauan kekambuhan, perawatan luka, edukasi gaya hidup, serta rencana kontrol jangka panjang. - Published: 2025-09-03 - Modified: 2025-09-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yasmina-diah-kumala-sp-kk-2/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Depok dr. Yasmina Diah Kumala, SpKK adalah dokter spesialis Dermatologi dan Venereologi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Depok. dr. Yasmina Diah menyelesaikan pendidikan spesialis Dermatovenereology di Universitas Brawijaya, Malang. Selain kompetensi dalam bidang filler, botox, skin surgery, laser, pulsed light therapy, hingga electrosurgery, dr. Yasmina juga menangani berbagai kondisi kesehatan kulit dan kelamin, seperti : Penyakit kulit umum (jerawat, eksim, psoriasis, infeksi kulit) Kelainan rambut dan kuku Alergi kulit Penyakit menular seksual Perawatan kulit estetik dan anti-aging - Published: 2025-08-31 - Modified: 2025-09-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-diaswara-prabharani-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Diaswara Prabharani, Sp. U, FICS sebagai Dokter Spesiais Urologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Diaswara Prabharani menempuh pendidikan Dokter Spesiais Urologi di Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni berfokus pada diagnosis masalah kesehatan pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Masalah berkemih pada wanita dan pria Kelainan genitalia pada anak Infeksi saluran kemih Tindakan RIRS, PCNL, ESWL, URS, TURPRetrograde Intrarenal Surgery (RIRS) dr Diaswara Prabharani juga merupakan anggota dari atan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) - Published: 2025-08-25 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-stephanie-widodo-subagio-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Semarang dr. Stephanie Widodo Subagio, Sp. PD, lahir pada 31 Maret 1992. dr. Stephanie Widodo menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran di Universitas Diponegoro Semarang tahun 2014 dan pendidikan profesi dokter di Universitas Diponegoro Semarang. Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam di Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2025. dr. Stephanie Widodo Subagio, Sp. PD saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus – kasus dan tindakan di bidang Penyakit Dalam diantaranya: Mendiagnosis dan menangani penyakit pada orang dewasa dan lansia, baik akut maupun kronis, melalui tindakan nonbedah. Memberikan rekomendasi perawatan penyakit yang diderita pasien dewasa dan lansia. Memberikan layanan vaksinasi dewasa, melakukan upaya penurunan faktor risiko penyakit, menilai keberhasilan terapi, dan merencanakan tindak lanjutnya. Melakukan pemeriksaan fisik dan menilai hasil pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan fungsi paru, analisis cairan tubuh, foto Rontgen, USG, dan CT scan. Memberikan pengobatan terkait diagnosis dan kondisi pasien. Mengatur asupan nutrisi dan tata laksana nutrisi terkait penyakit tertentu bersama dokter gizi, misalnya diabetes mellitus, malnutrisi, obesitas, dan penyakit ginjal kronis. Memberikan penanganan pada keadaan kritis dan kedaruratan medis. - Published: 2025-08-25 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/anna-heliantin-s-psim-psi-psikolog/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Lokasi: Semarang Anna Heliantin, S. Psi. , M. Psi. , Psikolog merupakan seorang psikolog klinis di Primaya Hospital Semarang yang lahir pada 24 Mei 1976. Menyelesaikan pendidikan sarjana psikolog dan Pendidikan Profesi Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Katholik Soegijapranata Semarang (2001). Kemudian beliau melanjutkan Magister Sains Psikologi Major: Perkembangan di Fakultas Psikologi Universitas Soegijapranata Semarang (2021). Beliau berkompetensi terkait Konseling, Psikoterapi, Deteksi Dini Perkembangan Anak, Skrining Kesehatan Mental, Tes IQ, Tes Minat Bakat, Tes Kepribadian, Tes Kesiapan Belajar, Psikoedukasi Pola Asuh, Psikoedukasi Kesehatan Mental. Anna Heliantin, S. Psi. , M. Psi. , Psikolog tergabung dalam organisasi Ikatan Psikolog Klinis Indonesia. - Published: 2025-08-19 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ermono-superaya-sp-btkvfiatcvs/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Tangerang dr. Ermono Superaya, Sp. BTKV,FIATCVS adalah dokter Spesilialis Bedah Thorax, Kardiak dan Vaskular di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis di Universitas Indonesia tahun lulus 2023. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi dan tindakan bedah seputar masalah kesehatan Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular, diantaranya: Pembedahan pada organ-organ di dalam rongga dada, seperti paru-paru, kerongkongan, dinding dada, dan mediastinum Penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung, penyakit jantung bawaan, dan kondisi jantung lainnya yang memerlukan pembedahan Pembedahan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk arteri, vena - Published: 2025-08-18 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irma-rahayu-m-biomed-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Makassar dr. Irma Rahayu, M. Biomed, Sp. P adalah seorang dokter spesialis yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar berdedikasi dalam bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru). Beliau memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan menangani berbagai keluhan serta penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan, mulai dari yang akut hingga kondisi kronis yang kompleks. Gelar M. Biomed (Magister Ilmu Biomedik) yang beliau miliki menunjukkan pemahaman mendalam pada aspek dasar ilmu kedokteran dan fisiologi paru, yang sangat mendukung pendekatan klinis beliau yang menyeluruh dan berbasis bukti (evidence-based). dr. Irma Rahayu berkomitmen untuk memberikan perawatan yang humanis dan edukatif, membantu pasien dan keluarga memahami kondisi paru mereka, serta merencanakan strategi pengobatan terbaik untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Sebagai Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, dr. Irma Rahayu, M. Biomed, Sp. P memiliki kompetensi utama dalam: Penanganan Batuk Akut dan Kronik: Diagnosis dan terapi keluhan batuk yang disebabkan oleh alergi, bronkitis, maupun sebab lain. Penyakit Respirasi Kronik: Manajemen jangka panjang untuk Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Asma (termasuk kasus sulit atau persisten). Penanganan kondisi paru kronik lainnya seperti Cystic fibrosis dan Emfisema. Infeksi Respirasi: Diagnosis dan terapi untuk infeksi paru seperti Pneumonia, Bronkiektasis, dan infeksi jamur paru (Mikosis Paru). Tuberkulosis (TBC): Diagnosis dan pengobatan untuk Tuberkulosis Paru dan Tuberkulosis Ekstra Paru (di luar paru). Kelainan Paru Lainnya: Penanganan penyakit yang berhubungan dengan paru seperti Hipertensi Pulmonal dan Obstructive Sleep Apnea (OSA). Pemeriksaan Fungsi Paru: Melakukan dan menginterpretasikan pemeriksaan fungsi paru, seperti Spirometri. - Published: 2025-08-18 - Modified: 2025-11-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-miftahul-akhyar-latief-ph-d-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Makassar dr. Miftahul Akhyar Latief, Ph. D, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Sp. M) dengan kualifikasi akademis yang luar biasa, ditandai dengan perolehan gelar Doktor (Ph. D) dari Departemen Oftalmologi dan Ilmu Visual, Sekolah Pascasarjana Ilmu Biomedis, Universitas Hiroshima, Jepang. Kombinasi antara keahlian klinis dan latar belakang riset internasional yang mendalam membuat beliau menjadi tenaga medis yang unggul dalam diagnosis dan penanganan penyakit mata. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang terbarukan, dr. Miftahul berkomitmen untuk menyediakan perawatan mata dengan standar global tertinggi, khususnya dalam bidang bedah refraktif. Beliau fokus pada penanganan kelainan refraksi, katarak, dan berbagai kondisi kompleks mata lainnya. Pendekatan beliau dalam praktik adalah berbasis bukti (evidence-based medicine), memastikan bahwa pasien menerima pilihan pengobatan yang paling efektif dan aman. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Bedah Refraktif (LASIK dan PRK): Operasi LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis): Beliau kompeten dalam melakukan prosedur LASIK untuk mengoreksi kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisma, memungkinkan pasien untuk melihat jelas tanpa kacamata atau lensa kontak. Bedah Katarak: Melakukan operasi pengangkatan katarak menggunakan teknik Fakoemulsifikasi yang minimal invasif. Pemilihan dan implantasi lensa intraokular (IOL) premium. Kelainan Refraksi Umum: Diagnosis dan koreksi miopia, hipermetropia, dan astigmatisma. Penanganan presbiopia (mata tua). Glaukoma dan Retina: Diagnosis dini, pemantauan, dan manajemen medikamentosa untuk pasien glaukoma. Penanganan kondisi retina dan pemeriksaan mata diabetik. - Published: 2025-08-18 - Modified: 2025-11-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-kurniaty-pamewa-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK - Lokasi: Makassar drg. Kurniaty Pamewa, Sp. KGA adalah seorang dokter spesialis yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, memiliki fokus utama pada kesehatan gigi dan mulut anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja (usia 18 tahun), termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Bidang spesialisasi beliau adalah Kedokteran Gigi Anak (Sp. KGA), yang melibatkan keahlian dalam penanganan kesehatan gigi secara komprehensif, pencegahan, dan perawatan gigi yang traumatik. Beliau memahami bahwa pengalaman pertama anak di dokter gigi sangat penting untuk membentuk perilaku positif terhadap kesehatan gigi di masa depan. Oleh karena itu, drg. Kurniaty mengedepankan pendekatan yang ramah, sabar, dan menenangkan (manajemen tingkah laku) untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak selama perawatan. Komitmen beliau adalah memastikan setiap anak memiliki senyum yang sehat dan berfungsi optimal melalui perawatan yang bersifat personal dan edukasi yang mudah dipahami bagi orang tua. Sebagai Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Kurniaty, Sp. KGA memiliki kompetensi inti dalam: Pencegahan dan Konservasi Gigi: Pencegahan Karies (Gigi Berlubang):Aplikasi fluoride dan fissure sealant untuk melindungi gigi anak. Penambalan Gigi: Perawatan dan penambalan gigi sulung (gigi susu) dan gigi permanen. Perawatan Khusus untuk Anak: Perawatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus:Memberikan pelayanan gigi dengan modifikasi teknik dan pendekatan khusus sesuai kebutuhan anak. Manajemen Perilaku: Penggunaan teknik komunikasi dan non-farmakologis (seperti Tell-Show-Do) untuk menghilangkan kecemasan anak selama perawatan. Kesehatan Mulut Bayi dan Balita: Konsultasi Kesehatan Gigi Bayi:Edukasi mengenai kebersihan mulut sejak dini dan risiko Nursing Bottle Caries. Perawatan Bedah Minor: Pencabutan gigi sulung yang goyang atau terinfeksi. Penanganan Trauma Gigi dan Penyakit Jaringan Lunak: Diagnosis dan penanganan gigi yang mengalami trauma (patah atau tergeser) akibat benturan. Perawatan saluran akar pada gigi anak (pulpotomi dan pulpektomi). Ortodonti Pencegahan dan Interseptif Dini: Mengidentifikasi dan mengatasi masalah oklusi (gigitan) dan posisi gigi yang berpotensi menjadi parah di masa depan, seperti penggunaan space maintainer (penjaga ruang). - Published: 2025-08-17 - Modified: 2026-01-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dyah-astri-paramaramya-sp-tht-b-k-l/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Jakarta dr. Dyah Astri Paramaramya, Sp. THT, B. K. L sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Cikini. dr. Dyah Astri Paramaramya menempuh pendidikan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Gangguan Telinga Gangguan Hidung Gangguan Tenggorokan Gangguan Tidur Gangguan Leher dan Kepala Operasi Sinus dengan Endoskopi Tonsilektomi Audiometri Bedah Kepala Leher dr. Dyah Astri Paramaramya juga merupakan anggota dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL). - Published: 2025-08-17 - Modified: 2025-09-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-paskariatne-p-dewi-sp-jp-subsp-p-kvk-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Jakarta dr. Paskariatne P Dewi, Sp. JP, Subsp. P. Kv(K), FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. dr. Paskariatne P Dewi menempuh pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Indonesia/NationalCardiovascular Centre Harapan Kita. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah jantung) Gagal jantung (ketidakmampuan jantung memompa darah secara efektif) Aritmia (gangguan irama jantung) Penyakit katup jantung (masalah pada katup jantung) Penyakit jantung bawaan (kelainan jantung sejak lahir) Penyakit pembuluh darah perifer (masalah pada pembuluh darah di luar jantung dan otak) Hipertensi (tekanan darah tinggi) dr. Paskariatne P Dewi adalah anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2025-08-17 - Modified: 2025-09-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-yolla-putri-andriana/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Yolla Putri Andriana sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. drg. Yolla Putri Andriana menempuh pendidikan Dokter Gigi di Universitas Prof. Dr. Moestopo. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan gigi dan mulut secara umum, diantaranya: Pencabutan gigi Odontektomi Sederhana Periodontik Pedodontik Edukasi Kesehatan Gigi Manajemen Perawatan Pasien Konservatif & Endodontik Ortodontik (Ortodontik Lepasan & Cekat) Prostodontik drg Yolla Putri Andriana Juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2025-08-12 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-siti-annisa-nur-fathia-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Karawang dr. Siti Annisa Nur Fathia, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandngan yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Siti Annisa Nur Fathia menempuh pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi mengenai kesehatan kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium - Published: 2025-08-10 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mulfi-azmi-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bandung dr. Mulfi Azmi, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Mulfi Azmi, Sp. PD menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Padjadjaran Bandung. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Mulfi Azmi juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2025-08-10 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ronald-natawidjaja-sp-b-finacs-aifo-k/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bandung dr. Ronald Natawidjaja, Sp. B. , FINACS, AIFO-K adalah Dokter Spesialis Bedah yang menghadirkan layanan bedah dengan standar profesional tinggi, presisi klinis, serta pendekatan yang berfokus pada kenyamanan dan kepercayaan pasien. Saat ini beliau berpraktik di Primaya Rajawali Hospital, Bandung. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah di Universitas Udayana, Denpasar, dan secara konsisten mengembangkan keahlian melalui berbagai pelatihan lanjutan, khususnya di bidang bedah minimal invasif (laparoskopi) dan tata laksana hernia modern. Dalam setiap konsultasi, dr. Ronald mengedepankan pendekatan yang personal, komprehensif, dan berbasis edukasi. Pasien diberikan pemahaman yang jelas mengenai diagnosis, pilihan terapi, serta pertimbangan manfaat dan risiko, sehingga setiap keputusan medis dapat diambil secara tepat, aman, dan terinformasi. Fokus dan ruang lingkup keahlian meliputi: • Hernia dan gangguan dinding perut • Hemoroid (ambeien) • Penyakit saluran cerna: apendisitis, peritonitis, dan abses hati • Tumor jinak maupun ganas • Penyakit kandung empedu • Penanganan kasus trauma dan kondisi gawat darurat bedah Keunggulan layanan beliau terletak pada penerapan teknik laparoskopi modern, yang memberikan hasil optimal dengan trauma jaringan minimal, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, serta pemulihan yang lebih cepat, meliputi: •Laparoskopi diagnostic •Appendektomi laparoskopi •Kolesistektomi laparoskopik Sebagai bagian dari komunitas profesional, dr. Ronald merupakan anggota aktif Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI), Perhimpuan Ahli Bedah Indonesia (PABI), Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopik Indonesia (PBEI), Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia, serta Asia-Pacific Hernia Society (APHS). - Published: 2025-08-10 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ratih-nursiana-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bandung dr. Ratih Nursiana, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Ratih Nursiana, Sp. PD menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Pemeriksaan dan pengelolaan Diabetes Penanganan tekanan darah tinggi (Hipertensi) Kolesterol dan asam urat tinggi Penyakit Tiroid Penyakit Gagal Ginjal Penyakit Reumatik Penyakit Infeksi seperti demam berdarah, tifus, pneumonia, atau infeksi saluran kemih Gangguan pencernaan misalnya maag, GERD (asam lambung naik), sembelit, atau diare Gangguan organ hati Pemeriksaan laboratorium & interpretasi hasil menjelaskan hasil darah, urine, atau tes lain agar pasien paham kondisinya. dr. Ratih Nursiana,Sp. PD juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2025-08-10 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-diana-junita-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Bandung dr. Diana Junita, Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Diana Junita, Sp. KJ menempuh pendidikan Spesialis Kesehatan Jiwa di Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan jiwa, dianaranya: Gangguan depresi atau gangguan bipolar Fobia dan masalah kecemasan (post-traumatic stress disorder/ PTSD atau serangan panik). Gangguan kepribadian (kepribadian ganda, kepribadian paranoid, kepribadian antisosial, dsb) Masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja (masalah tingkah laku, disabilitas intelektual, autisme, hiperaktif, dan masalah perkembangan). Gangguan makan (anoreksia dan bulimia). Masalah yang berkaitan dengan kondisi seksual (gairah seksual menurun, dispareunia, disfungsi seksual, masalah orgasme, dan vaginismus). Kelainan mental organik. Masalah tidur (mimpi buruk, masalah siklus tidur, tidur berjalan, hipersomnia, dan insomnia) Gangguan adiksi (Penyalahgunaan obat terlarang, alkohol, atau zat psikoaktif). Gangguan impuls kontrol (gangguan kendali impulsif dan gangguan kecanduan). Gangguan pengendalian impuls (kleptomania, piromania, dan trichotillomania) Obsessive compulsive disorder (OCD). Gangguan somatoform (gangguan somatisasi dan hipokondriasis) Gangguan kesehatan mental pada lansia. Skizofernia termasuk skizofrenia katatonik Mengatasi gangguan penyesuaian dengan perubahan hidup, kehilangan, atau situasi stres lainnya. dr. Diana Junita juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). - Published: 2025-07-28 - Modified: 2025-07-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mochammad-novad-arsandy-sp-og-2/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Sorowako dr. Mochammad Novad Arsandy Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. dr. Mochammad Novad Arsandy, Sp. OG menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Mochammad Novad Arsandy, Sp. OG merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2025-07-22 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wenny-yaury-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Makassar dr. Wenny Yaury, Sp. OG adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar sangat berpengalaman dalam memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi wanita. Beliau berfokus pada kesehatan reproduksi wanita, kehamilan, persalinan, hingga pasca-persalinan. Keunggulan dr. Wenny terletak pada pendekatannya yang empatik dan personal, memastikan setiap pasien merasa nyaman dan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kondisi kesehatannya. Selain keahlian di bidang Obstetri dan Ginekologi, dr. Wenny juga memiliki sertifikasi resmi sebagai Konselor Laktasi. Ini menjadikannya sumber daya yang sangat berharga dalam membantu ibu hamil mempersiapkan diri untuk menyusui dan mengatasi berbagai tantangan laktasi setelah melahirkan. Komitmen beliau adalah mendampingi setiap wanita melewati berbagai tahapan kehidupan, mulai dari usia remaja, perencanaan kehamilan, proses persalinan yang aman dan nyaman, hingga pemeliharaan kesehatan di masa menopause. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS)- Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause- Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal- Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) Konselor Menyusui (Laktasi) - Published: 2025-07-22 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ika-azdah-murnita-sp-og-m-kes/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Makassar dr. Ika Azdah Murnita, Sp. OG adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Obstetri dan Ginekologi) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan reproduksi dan persalinan terbaik bagi wanita di setiap tahap kehidupannya. Beliau berfokus pada kesehatan ibu hamil, proses persalinan yang aman, serta diagnosis dan penanganan masalah kesehatan organ reproduksi wanita. Dengan pendekatan yang hangat, informatif, dan profesional, dr. Ika selalu berusaha membangun hubungan saling percaya dengan pasiennya. Beliau sangat mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien, baik dalam konsultasi rutin maupun prosedur medis yang kompleks. dr. Ika berdedikasi untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada pasien agar setiap keputusan medis dapat diambil berdasarkan pemahaman yang penuh dan persetujuan bersama (informed consent). Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS)- Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause- Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal- Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) - Published: 2025-07-22 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ikrar-syahmar-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Makassar dr. Ikrar Syahmar, Sp. PD adalah seorang dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar. Beliau sangat berpengalaman dalam diagnosis, penanganan, dan pencegahan berbagai penyakit pada dewasa dan lansia. Beliau dikenal memiliki keahlian dalam menangani penyakit kompleks dan kronis yang seringkali memerlukan pendekatan multidisiplin. dr. Ikrar Syahmar menamatkan pendidikan spesialis penyakit dalam dari salah satu institusi pendidikan kedokteran terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI). Latar belakang pendidikan yang kuat ini melengkapi beliau dengan pengetahuan medis terkini dan keterampilan klinis yang mendalam dalam bidang ilmu penyakit dalam. Pendekatan konsultatif beliau berfokus pada perawatan yang komprehensif dan personal, memastikan pasien memahami kondisi kesehatannya dan berperan aktif dalam rencana pengobatan. Beliau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui manajemen penyakit yang efektif dan promotif. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Penyakit Metabolik dan Endokrin: Diagnosis dan tata laksana Diabetes Melitus (Kencing Manis). Penanganan masalah Kolesterol Tinggi dan gangguan metabolisme lainnya. Konsultasi dan pengobatan penyakit Tiroid (gondok). Penyakit Infeksi dan Imunologi: Diagnosis dan penanganan penyakit infeksi umum pada dewasa (misalnya Demam Tifoid, Hepatitis). Pelayanan Vaksinasi Dewasa dan pemberian Vaksin Internasional untuk keperluan perjalanan (seperti Yellow Fever, Meningitis, dll. ). Kardiovaskular dan Hipertensi: Penanganan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dan pencegahan komplikasi jantung. Pencernaan (Gastroenterologi): Diagnosis dan penanganan masalah lambung dan usus (misalnya Gastritis, GERD, dan Irritable Bowel Syndrome). Kesehatan Umum Dewasa dan Lansia: Pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check-up) dan skrining penyakit kronis. Penanganan kondisi kesehatan yang kompleks dan terjadi pada multisistem organ pada pasien lansia. - Published: 2025-07-22 - Modified: 2025-11-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ahmad-wahyuddin-sp-tht-bkl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Makassar dr. Ahmad Wahyuddin, Sp. THT-BKL adalah seorang spesialis yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berfokus pada diagnosis dan penanganan masalah kesehatan yang berkaitan dengan telinga, hidung, tenggorokan, serta kelainan pada kepala dan leher. Beliau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penanganan medis dan bedah yang efektif. Dengan pengalaman klinis yang luas, dr. Ahmad memberikan pelayanan komprehensif mulai dari pemeriksaan audiologi untuk gangguan pendengaran, penanganan infeksi kronis pada saluran pernapasan atas, hingga tindakan bedah canggih. Beliau dikenal memiliki pendekatan yang teliti dan selalu mengutamakan komunikasi yang jelas dengan pasien dan keluarga mengenai rencana perawatan yang akan dijalankan. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Keahlian Khusus (Operasi Endoskopi), Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (FESS / Functional Endoscopic Sinus Surgery) Mahir dalam melakukan tindakan bedah minimal invasif untuk mengobati sinusitis kronis, polip hidung, dan kelainan anatomi hidung. FESS memungkinkan pemulihan yang lebih cepat dan kerusakan jaringan yang minimal. Telinga (Otologi) Diagnosis dan penanganan gangguan pendengaran (tuli konduktif dan sensorineural), Penanganan infeksi telinga, seperti Otitis Media Akut (OMA) dan Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK), Penanganan vertigo dan masalah keseimbangan, Tindakan bedah telinga (misalnya, Timpanoplasti). Hidung (Rinologi) Penanganan Rhinitis Alergi dan non-alergi, Diagnosis dan terapi sinusitis akut dan kronis, Penanganan polip hidung dan kelainan septum hidung (misalnya, deviasi septum). Tenggorokan dan Kepala-Leher (Laringologi & Bedah Kepala-Leher) Diagnosis dan penangananTonsilitis (amandel) dan Faringitis, Penanganan kelainan pita suara dan gangguan suara (disfonia), Diagnosis awal tumor atau massa pada area kepala dan leher (misalnya, kelenjar getah bening atau kelenjar tiroid). - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-11-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-abinisa-inaya-taim-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Makassar dr. Abinisa Inaya Taim, Sp. JP, FIHA adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar. Beliau memiliki keahlian dalam diagnosis, pencegahan, dan penanganan berbagai kondisi yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular. Beliau mendedikasikan praktiknya untuk menjaga kesehatan jantung pasien, mulai dari pencegahan hingga intervensi kompleks. Gelar FIHA (Fellow of the Indonesian Heart Association) menunjukkan pengakuan atas kontribusi dan kompetensi beliau yang tinggi di bidang kardiologi di Indonesia. dr. Abinisa mengadopsi pendekatan holistik, memastikan setiap pasien tidak hanya mendapatkan perawatan medis yang canggih, tetapi juga edukasi yang kuat mengenai gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit jantung. Beliau berkomitmen untuk memberikan pelayanan dengan standar etika tertinggi dan teknologi medis terkini, demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Penyakit Jantung Koroner (PJK): Diagnosis dan penatalaksanaan Angina (nyeri dada) dan Infark Miokard Akut (serangan jantung), Evaluasi risiko dan manajemen jangka panjang PJK. Hipertensi dan Dislipidemia: Diagnosis, penanganan, dan penyesuaian target tekanan darah pada kasus hipertensi (tekanan darah tinggi), Penanganan gangguan kolesterol (dislipidemia) untuk pencegahan penyakit jantung. Gagal Jantung (Heart Failure): Diagnosis, pemantauan, dan manajemen pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung. Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Diagnosis dan penanganan awal takikardia (detak jantung cepat) dan bradikardia (detak jantung lambat). Ekspetasi Diagnostik Non-Invasif: Interpretasi dan pelaksanaan pemeriksaan penunjang seperti Elektrokardiogram (EKG), Ekokardiografi (USG Jantung), dan Tes Treadmill (Stress Test). Pencegahan Kardiovaskular: Konseling gaya hidup, modifikasi faktor risiko, dan program rehabilitasi jantung. - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-11-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nur-hikmah-fajriani-sp-dv/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Makassar dr. Nur Hikmah Fajriani, Sp. DV adalah seorang dokter spesialis yang memiliki keahlian dalam menangani masalah kesehatan kulit, kelamin, dan estetika medik. Gelar Sp. DV (Dermatologi dan Venereologi) menunjukkan kompetensi beliau dalam mendiagnosis dan mengobati berbagai penyakit yang memengaruhi kulit, kuku, rambut, serta penyakit menular seksual. Beliau berkomitmen untuk memberikan perawatan yang menyeluruh, didukung oleh pengetahuan medis terkini dan penggunaan teknologi diagnosis serta terapi yang modern. dr. Nur Hikmah sangat fokus pada pendekatan personal, memastikan setiap pasien menerima rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan pribadinya. Pendekatan beliau tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi pasien tentang pentingnya perawatan kulit yang benar untuk menjaga kesehatan dan penampilan optimal. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Dermatologi (Kesehatan Kulit) Penanganan Jerawat (Acne Vulgaris): Diagnosis dan terapi medis untuk kasus jerawat ringan, sedang, hingga parah, termasuk penanganan bekas jerawat. Penyakit Kulit Alergi dan Inflamasi: Diagnosis dan manajemen Eczema/Dermatitis Atopik, Dermatitis Kontak, Psoriasis, dan Urtikaria (biduran). Infeksi Kulit: Penanganan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri (Impetigo), virus (Herpes, Cacar Air), jamur (Kurap, Panu), dan parasit (Skabies). Kelainan Pigmen: Penanganan hiperpigmentasi (melasma, flek hitam) dan hipopigmentasi (vitiligo). Tumor dan Kanker Kulit: Deteksi dini, diagnosis, dan penanganan awal tumor jinak maupun ganas pada kulit. Venereologi (Penyakit Menular Seksual) Diagnosis dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin), dan infeksi lainnya. Dermatologi Estetika Medik Prosedur Invasif dan Non-invasif: Melakukan tindakan estetika untuk peremajaan kulit, seperti chemical peeling, mikrodermabrasi, dan terapi laser. Penanganan Rambut dan Kuku: Diagnosis dan terapi medis untuk berbagai jenis kerontokan rambut (alopesia) dan kelainan kuku. - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-devi-kartika-kusumandari-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Makassar dr. Devi Kartika Kusumandari, Sp. B adalah seorang dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berdedikasi tinggi dalam memberikan penanganan bedah yang efektif dan aman bagi pasien. Beliau menempuh pendidikan spesialisnya di salah satu institusi terkemuka di Indonesia, Universitas Brawijaya. Dengan keahlian yang luas dalam berbagai prosedur bedah umum, dr. Devi mengutamakan keselamatan pasien dan pemulihan yang cepat. Beliau selalu berupaya menerapkan teknik bedah terbaru, termasuk prosedur minimal invasif, untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan pasca-operasi. Pendekatan dr. Devi sangat mengutamakan komunikasi yang terbuka, di mana beliau memastikan pasien dan keluarga memahami secara jelas tentang kondisi medis, pilihan penanganan bedah, dan proses pemulihan. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Bedah Saluran Cerna (Digestif) Umum: Penanganan bedah untuk penyakit usus buntu (apendisitis), hernia (turun berok), penyakit kandung empedu (kolesistitis), dan obstruksi usus. Bedah Trauma dan Gawat Darurat: Penanganan bedah untuk kasus trauma akibat kecelakaan atau cedera berat yang membutuhkan intervensi segera. Bedah Payudara: Diagnosis, biopsi, dan prosedur bedah untuk massa atau tumor pada payudara, termasuk kasus keganasan (kanker). Bedah Kelenjar Tiroid dan Leher: Tindakan bedah untuk benjolan atau pembesaran kelenjar tiroid (goiter/struma) dan kelainan pada leher. Bedah Jaringan Lunak dan Tumor Kulit: Eksisi (pengangkatan) tumor jinak (lipoma, kista) dan tumor ganas (kanker kulit) pada jaringan lunak dan kulit. Prosedur Bedah Minor: Sunat (sirkumsisi), insisi dan drainase abses (pengangkatan nanah), dan penanganan luka kronis. - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-emy-wardani-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Makassar dr. Emy Wardani, Sp. N adalah seorang dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar berfokus pada diagnosis, penanganan, dan pencegahan gangguan yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Dengan keahliannya dalam bidang Neurologi, dr. Emy Wardani berkomitmen untuk memberikan penanganan medis terbaik bagi pasien dengan berbagai kondisi neurologis, baik akut maupun kronis. Beliau sangat memperhatikan proses diagnosis yang akurat, yang menjadi kunci dalam menentukan rencana terapi yang paling efektif dan personal bagi setiap pasien. dr. Emy Wardani dikenal memiliki pendekatan yang teliti, mendengarkan keluhan pasien secara menyeluruh, dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai kondisi medis kompleks yang dialami pasien. Tujuan utama beliau adalah meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penanganan gejala dan mengelola perkembangan penyakit saraf. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Penanganan Nyeri Kepala dan Wajah: Diagnosis dan terapi komprehensif untuk berbagai jenis sakit kepala, termasuk migrain, sakit kepala tegang (tension type headache), dan sakit kepala klaster. Stroke dan Penyakit Serebrovaskular: Manajemen dan pencegahan primer serta sekunder pada pasien dengan riwayat stroke (iskemik dan hemoragik), TIA (Transient Ischemic Attack), dan penyakit pembuluh darah otak lainnya. Gangguan Gerak (Movement Disorders): Diagnosis dan penanganan penyakit Parkinson, tremor, distonia, dan kondisi lain yang memengaruhi koordinasi gerak. Epilepsi dan Kejang: Diagnosis akurat, evaluasi, dan manajemen pengobatan epilepsi pada pasien dewasa. Neuropati dan Penyakit Saraf Tepi: Penanganan kondisi yang melibatkan saraf tepi, seperti neuropati diabetik, sindrom terowongan karpal (Carpal Tunnel Syndrome), dan Guillain-Barré Syndrome (GBS). Demensia dan Gangguan Kognitif: Evaluasi dan manajemen awal untuk pasien yang mengalami penurunan daya ingat dan gangguan kognitif, termasuk penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-11-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yunita-christiani-biyang-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Makassar dr. Yunita Christiani Biyang, Sp. N adalah seorang dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan menangani berbagai kondisi yang berkaitan dengan sistem saraf, yang meliputi otak, sumsum tulang belakang, saraf tepi, dan otot. Beliau berdedikasi untuk memberikan pelayanan neurologi yang komprehensif, mulai dari penanganan kondisi akut seperti stroke, hingga manajemen penyakit kronis seperti epilepsi, parkinson, dan nyeri kepala kronis. Pendekatan beliau selalu didasarkan pada bukti ilmiah terkini (evidence-based medicine) dan disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien. dr. Yunita dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menjelaskan kondisi neurologis yang kompleks kepada pasien dan keluarga, memastikan mereka memahami rencana perawatan dan langkah-langkah pencegahan. Tujuannya adalah membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik melalui pemulihan dan pencegahan disabilitas akibat gangguan saraf. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Penanganan Nyeri Kepala dan Wajah: Diagnosis dan terapi komprehensif untuk berbagai jenis sakit kepala, termasuk migrain, sakit kepala tegang (tension type headache), dan sakit kepala klaster. Stroke dan Penyakit Serebrovaskular: Manajemen dan pencegahan primer serta sekunder pada pasien dengan riwayat stroke (iskemik dan hemoragik), TIA (Transient Ischemic Attack), dan penyakit pembuluh darah otak lainnya. Gangguan Gerak (Movement Disorders): Diagnosis dan penanganan penyakit Parkinson, tremor, distonia, dan kondisi lain yang memengaruhi koordinasi gerak. Epilepsi dan Kejang: Diagnosis akurat, evaluasi, dan manajemen pengobatan epilepsi pada pasien dewasa. Neuropati dan Penyakit Saraf Tepi: Penanganan kondisi yang melibatkan saraf tepi, seperti neuropati diabetik, sindrom terowongan karpal (Carpal Tunnel Syndrome), dan Guillain-Barré Syndrome (GBS). Demensia dan Gangguan Kognitif: Evaluasi dan manajemen awal untuk pasien yang mengalami penurunan daya ingat dan gangguan kognitif, termasuk penyakit Alzheimer dan demensia vaskular - Published: 2025-07-21 - Modified: 2025-11-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rahmat-priyangga-rakatama-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Makassar dr. Rahmat Priyangga Rakatama, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Hertasning kota Makassar, berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan rutin, diagnosis, hingga penanganan berbagai gangguan dan penyakit mata. Beliau memiliki keahlian dalam menggunakan teknologi diagnostik terkini untuk mendeteksi masalah mata secara akurat dan merencanakan terapi yang paling efektif. dr. Rahmat melayani pasien dari segala usia, dengan fokus pada upaya menjaga kualitas penglihatan pasien agar tetap optimal. Pendekatan beliau dalam praktik klinis sangat personal dan edukatif. Beliau selalu memastikan pasien memahami kondisi mata mereka dan pilihan penanganan yang tersedia, sehingga dapat mengambil keputusan terbaik untuk kesehatan mata mereka. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Pemeriksaan Kesehatan Mata Rutin: Skrining dan pemeriksaan tajam penglihatan untuk segala usia. Diagnosis dan penanganan masalah kelainan refraksi (mata minus/rabun jauh, mata plus/rabun dekat, dan silinder/astigmatisma). Konsultasi dan resep kacamata atau lensa kontak yang sesuai. Katarak: Diagnosis, evaluasi, dan penentuan indikasi tindakan untuk penyakit katarak. Konsultasi pra-operasi dan pasca-operasi katarak. Glaukoma: Deteksi dini, diagnosis, dan manajemen pengobatan glaukoma (tekanan bola mata tinggi) untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen. Penyakit Mata Eksternal dan Alergi: Penanganan infeksi mata (konjungtivitis, keratitis) dan peradangan (uveitis). Diagnosis dan pengobatan alergi mata kronis. Oftalmologi Umum: Penanganan kondisi mata terkait penyakit sistemik seperti retinopati diabetes dan retinopati hipertensi. Pemeriksaan mata anak (pediatrik oftalmologi umum). - Published: 2025-07-21 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-diah-gemala-ibrahim-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Makassar dr. Diah Gemala Ibrahim, Ph. D, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berdedikasi tinggi dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai penyakit dan kelainan mata. Beliau merupakan sosok profesional dengan kualifikasi akademik yang cemerlang dan pengakuan internasional. Beliau menyelesaikan studi Doktoral (PhD) dari Department of Ophthalmology and Visual Sciences, Graduate School of Biomedical and Health Sciences, Hiroshima University, Japan. Pencapaian ini membuktikan komitmen dr. Diah terhadap inovasi medis dan penelitian terkini di bidang Oftalmologi, khususnya dalam ilmu visual. Dengan keahlian yang didukung oleh riset mutakhir dan teknologi modern, dr. Diah fokus memberikan pelayanan mata yang presisi dan berkualitas tinggi, mulai dari pemeriksaan rutin hingga prosedur bedah kompleks. Pendekatan beliau selalu mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan edukasi yang jelas mengenai kondisi mata serta pilihan penanganan terbaik. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama : Pemeriksaan Kesehatan Mata Rutin: Skrining dan pemeriksaan tajam penglihatan untuk segala usia. Diagnosis dan penanganan masalah kelainan refraksi (mata minus/rabun jauh, mata plus/rabun dekat, dan silinder/astigmatisma). Konsultasi dan resep kacamata atau lensa kontak yang sesuai. Katarak: Diagnosis, evaluasi, dan penentuan indikasi tindakan untuk penyakit katarak. Konsultasi pra-operasi dan pasca-operasi katarak. Glaukoma: Deteksi dini, diagnosis, dan manajemen pengobatan glaukoma (tekanan bola mata tinggi) untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen. Penyakit Mata Eksternal dan Alergi: Penanganan infeksi mata (konjungtivitis, keratitis) dan peradangan (uveitis). Diagnosis dan pengobatan alergi mata kronis. Oftalmologi Umum: Penanganan kondisi mata terkait penyakit sistemik seperti retinopati diabetes dan retinopati hipertensi. Pemeriksaan mata anak (pediatrik oftalmologi umum). - Published: 2025-07-08 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/hanna-nurhasanah-m-psi-psikolog/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Lokasi: Karawang Hanna Nurhasanah, M. Psi, Psikolog merupakan Psikolog Klinis yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. Menempuh pendidikan psikolog klinis di Fakultas Psikologi Sarjana Psikologi, Universitas Islam Bandung. Pelayanan yang dapat diberikan terkait penanganan masalah kesehatan mental, perilaku, serta emosional. Berbagai masalah psikologis,yang dapat ditangani diantaranya: Kecemasan dan depresi Gangguan bipolar Gangguan stres pasca trauma (PTSD) Gangguan makan Gangguan tidur Autisme ADHD Kesulitan belajar Trauma psikologis Perilaku menyakiti diri sendiri - Published: 2025-07-06 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-inez-aulia-rakhmawulan-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Karawang dr. Inez Aulia Rakhmawulan, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Inez Aulia Rakhmawulan menempuh pendidikan Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi telinga hidung tenggorok, tindakan yang dapat dilakukan diantaranya: Rhinologi - alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi - vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring - Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho - esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) dr. Inez Aulia Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-07-06 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-deden-djatnika-sp-pd-khom/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI - Lokasi: Karawang dr. Deden Djatnika, Sp. PD, KHOM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato Onkologi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang dan Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau memiliki keahlian khusus dalam diagnosis, pengobatan, dan manajemen penyakit darah (hematologi) dan kanker (onkologi). Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Diagnostik dan terapi pada kelainan darah, keganasan darah (anemia, leukemia dan gangguan pembeluan darah) serta kanker organ lain Punksi sumsum tulang Biopsi sumsum tulang Terapi suportif pada kanker Terapi medik bidang penyakit dalam lainnya - Published: 2025-07-06 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tranggana-nugrahaputra-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Karawang dr. Tranggana Nugrahaputra, Sp. JP, FIHA merupakan dokter spesialis Jantung & Pembuluh Darah di Primaya Hospital Karawang. dr Tranggana menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Padjajaran dan selesai pada tahun 2024. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah jantung). Gagal jantung (ketidakmampuan jantung memompa darah secara efektif). Aritmia (gangguan irama jantung). Penyakit katup jantung (masalah pada katup jantung). Penyakit jantung bawaan (kelainan jantung sejak lahir). Penyakit pembuluh darah perifer (masalah pada pembuluh darah di luar jantung dan otak). Hipertensi (tekanan darah tinggi) dr Tranggana Nugrahaputra saat ini tercatat sebagai anggota PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia) - Published: 2025-07-06 - Modified: 2025-10-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-narita-dwi-mulya/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Karawang drg. Narita Dwi Mulya adalah seorang Dokter Gigi Umum yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Karawang. drg. Narita Dwi Mulya mendapatkan gelar kedokterannya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Jenderal Achmad Yani. Beliau yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi dan tindakan seputar gangguan kesehatan gigi umum, diantaranya: Scalling Penambalan gigi anak dan dewasa Pencabutan gigi anak dan dewasa Pemasangan gigi tiruan Ortodonti Kegawatdaruratan dalam gigi / dental emergency (Abses, dll) Perawatan akar gigi - Published: 2025-07-06 - Modified: 2026-06-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ricky-setiawan-sp-dve/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Tangerang dr. Ricky Setiawan, Sp. DVE sebagai Spesialis dermatovenereologi dan estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Dermatovenereologi di Fakultas Kedokteran Universitas Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan kulit, rambut, kuku, dan organ reproduksi, diantaranya: Penanganan kelainan kulit, rambut, dan kuku pada bayi baru lahir, anak, remaja, dewasa, hingga lansia Penanganan kelainan kulit alergi dan imunologi Penanganan penyakit kulit karena infeksi (bakteri, virus, jamur, atau parasit) Penanganan Infeksi Menular Seksual (IMS) Penanganan Estetik Kulit Tindakan Bedah Kulit Penanganan luka / bekas luka / keloid dr. Ricky Setiawan juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. - Published: 2025-06-23 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gary-pradhana-sp-btkv/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Palangkaraya dr. Gary Pradhana, Sp. BTKV merupakan dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular yang praktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Menempuh pendidikan Program Pendidikan Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Pembedahan pada organ-organ di dalam rongga dada, seperti paru-paru, kerongkongan, dinding dada, dan mediastinum Penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung, penyakit jantung bawaan, dan kondisi jantung lainnya yang memerlukan pembedahan Pembedahan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk arteri, vena Beliau merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2025-06-23 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lia-sasmithae-sp-pdkhomfinasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI - Lokasi: Palangkaraya dr. Lia Sasmithae, Sp. PD,KHOM,FINASIM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato Onkologi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Beliau memiliki keahlian khusus dalam diagnosis, pengobatan, dan manajemen penyakit darah (hematologi) dan kanker (onkologi). Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Diagnostik dan terapi pada kelainan darah, keganasan darah (anemia, leukemia dan gangguan pembeluan darah) serta kanker organ lain Punksi sumsum tulang Biopsi sumsum tulang Terapi suportif pada kanker Terapi medik bidang penyakit dalam lainnya - Published: 2025-06-23 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-agustinus-ronny-cahyadi-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Palangkaraya drg. Agustinus Ronny Cahyadi, Sp. KG merupakan dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. drg Agustinus Ronny Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konsrvasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait kesehatan gigi, diantaranya: Scalling dan kuretase Penambalan gigi Perawatan saluran akar gigi anak dan dewasa Gigi tiruan lepasan dan cekat Pencabutan gigi anak dan dewasa - Published: 2025-06-17 - Modified: 2025-06-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vania-catleya-estina-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Vania Catleya Estina, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan dokter spesialis anak di Universitas Udayana, Denpasar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: - Imunisasi - Pemeriksaan kesehatan anak - Konsultasi laktasi - Konsultasi tumbuh kembang anak dr. Vania Catleya Estina, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Published: 2025-06-17 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mohammad-anom-wijayanto/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Bekasi dr. Mohammad Anom Wijayanto, Sp. BTKV merupakan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Universitas Indonesia, sehingga memiliki kompetensi dalam penanganan kasus bedah yang berkaitan dengan organ dada, jantung, serta pembuluh darah. dr. Mohammad Anom Wijayanto, Sp. BTKV memiliki keahlian dalam penatalaksanaan berbagai penyakit toraks dan vaskular, baik secara konservatif maupun tindakan bedah, dengan pendekatan yang mengutamakan ketepatan diagnosis, keselamatan pasien, dan hasil terapi yang optimal. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PABI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Penyakit pembuluh darah seperti varises, penyumbatan pembuluh darah, dan gangguan sirkulasi Penanganan penyakit toraks, termasuk kelainan paru dan rongga dada yang memerlukan tindakan bedah Evaluasi dan penanganan penyakit vaskular perifer Tindakan bedah minor dan mayor pada kasus toraks dan vaskular sesuai indikasi Konsultasi pra dan pasca tindakan bedah Penilaian kondisi medis penunjang sebelum operasi Edukasi pasien terkait penyakit toraks dan vaskular serta rencana terapi yang tepat - Published: 2025-06-16 - Modified: 2026-01-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-yamin-lubis-sp-pd-kgeh-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI - Lokasi: Depok dr. Muhammad Yamin Lubis, Sp. PD-KGEH, FINASIM adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh pendidikan Subspesialis Gastroenterologi-Hepatologi (KGEH) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, serta memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan medis di bidang penyakit saluran cerna dan hati. Dengan kompetensi dan dedikasi yang dimilikinya, dr. Yamin Lubis berfokus pada penanganan berbagai penyakit saluran cerna, hati, pankreas dan empedu. Beliau memiliki keahlian endoskopi dan tindakan intervensi lain yang menunjang diagnosis serta terapi secara akurat dan komprehensif. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani antara lain: Penyakit lambung dan usus, seperti gastritis, tukak lambung, sindrom iritasi usus (IBS) Penyakit hati, seperti hepatitis, sirosis hati, perlemakan hati (fatty liver) Gangguan pankreas, seperti pankreatitis akut dan kronis Batu empedu dan saluran empedu Infeksi saluran cerna Perdarahan saluran cerna atas maupun bawah Tumor atau kanker saluran cerna dan hati Gangguan fungsi hati kronis dan komplikasinya Varises esofagus Gangguan pencernaan kronis, seperti diare kronis atau konstipasi berat Tindakan medis yang dapat dilakukan: Endoskopi (gastroskopi dan kolonoskopi) Esophagogastroduodenoscopy (EGD) Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) USG Hepatologi Percutaneous Transhepatic Biliary Drainage (PTBD) Aspirasi abses Paracentesis Biopsi hati Aspirasi kista hati Endoscopic polipektomi Ligasi varises esofagus Cholangioscopy - Published: 2025-06-02 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-syifa-mardhatillah-syafitri-sp-og-subsp-kfm/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN, KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL - Lokasi: Jakarta dr. Syifa Mardhatillah Syafitri, Sp. OG, Subsp. KFM sebagai Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, Subspesialis Kedokteran Fetomaternal yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Beliau pendidikan Kedokteran Umum di Unversitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Obstetri Ginekologi dan Subspesialis Kedokteran Fetomaternal di Universitas Indonesia. dr. Syifa Mardhatillah Syafitri, Sp. OG, Subsp. KFM juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Beliau memiliki keahlian khusus dalam menangani kondisi : Kehamilan risiko tinggi (preeklamsia, pertumbuhan janin terhambat, diabetes melitus gestasional, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, autoimun, dan penyulit lainnya) Kehamilan ganda (kembar dua, tiga, atau lebih) dengan komplikasi Kehamilan dengan cacat bawaan Pelayanan fetomaternal berupa konsultasi kehamilan risiko tinggi serta tatalaksananya, usg skrining trimester 1 dan 2, konseling genetik, dan tindakan operasi pada kasus kehamilan dengan penyulit seperti plasenta akreta - Published: 2025-06-02 - Modified: 2026-02-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-felianty-badralany-sp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Depok dr. Felianty Badralany, Sp. GK sebagai Spesialis Gizi yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Beliau menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Gizi Klinik di FKUI RSCM. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gizi, diantaranya: Malnutrisi: Kekurangan nutrisi, termasuk marasmus dan kwashiorkor. Obesitas: Penumpukan lemak berlebih yang menyebabkan berat badan melebihi batas normal. Gangguan makan: Seperti bulimia dan anorexia nervosa. Penyakit kronis: Diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan. Gangguan metabolik: Misalnya dislipidemia dan gangguan fungsi hati dan ginjal. Ibu hamil dan menyusui: Memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi selama masa kehamilan dan menyusui. dr. Felianty Badralany juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2025-06-02 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-arief-aji-subakti-sp-jpk-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bekasi dr. Arief Aji Subakti, Sp. JP(K), FIHA merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau telah menempuh pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta pendidikan subspesialis Konsultan di Universitas Indonesia, sehingga memiliki kompetensi mendalam dalam menangani berbagai penyakit kardiovaskular secara komprehensif dan berstandar tinggi. dr. Arief Aji Subakti, Sp. JP(K), FIHA memiliki keahlian dalam diagnosis, tata laksana, dan pemantauan penyakit jantung dan pembuluh darah, baik pada kondisi akut maupun kronis. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), serta tergabung sebagai Fellow of the Indonesian Heart Association (FIHA). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Penyakit jantung koroner Gangguan irama jantung (aritmia) Gagal jantung akut dan kronis Hipertensi dan faktor risiko penyakit kardiovaskular Penyakit pembuluh darah Evaluasi nyeri dada, sesak napas, dan keluhan terkait jantung Pemeriksaan jantung penunjang serta interpretasi hasil pemeriksaan (EKG, echocardiography, dan pemeriksaan terkait lainnya) - Published: 2025-06-02 - Modified: 2025-09-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nurvita-nindita-sp-ogsubsp-ferk/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Semarang dr. Nurvita Nindita,SpOG,Subsp. FER(K) lahir di Semarang, 5 Agustus 1983, Menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang tahun 2007, Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstertri Ginekologi di Universitas Diponegoro pada tahun 2016. Beliau setelahnya menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstertri Ginekologi Reproductive Endocrinology Infertility Consultant di Universitas Diponegoro pada tahun 2023. Beliau saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Obstetri Ginekologi. Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Endokrinologi Reproduksi, Andrologi PCOS,Endometriosis Ginekologi Remaja dan Pediatrik Kontrasepsi hormonal Infertilitas Bedah Reproduksi dan Endoskopi (Laparoskopi, Histeroskopi Operatif) Teknik Reproduksi Berbantu (TBR/IVF) Early Pregnancy Problems, Premature Ovarian FailureKONTRASEPSI Konseling kontrasepsi bermasalah (ekstraksi IUD sulit) - Published: 2025-05-27 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andrew-wijaya-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Andrew Wijaya, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Andrew Wijaya, Sp. OG menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan adalah: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi Penanganan Kehamilan: Kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan Penanganan Persalinan: Persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum) Diagnostik: Diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita Terapi: Pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi Wanita Operasi: Operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi Wanita dr. Andrew Wijaya, Sp. OG juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2025-05-27 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kamajaya-mulyana-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Kamajaya Mulyana, Sp. A sebagai Dokter Spesialisasi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Menempuh pendidikan Dokter Spesialisasi Anak di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan anak, meliputi: Perawatan Bayi Baru Lahir Imunisasi Bayi dan Anak Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi ASI dan MPASI Konsultasi tumbuh kembang anak Penanganan Kejang demam anak dr. Kamajaya Mulyana, Sp. A merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2025-05-26 - Modified: 2025-12-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gustaf-david-s-sitorus-sp-jp-k/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Jakarta dr. Gustaf David Sitorus, Sp. JP (K), FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - Subspesialis Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular, dan Kardiologi Intervensi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh fellowship Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular, dan Kardiologi Intervensi di RS Harapan Kita pada tahun 2022 - 2023. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi penyakit seputar bagian Jantung dan Pembuluh Darah, seperti : Hipertensi (tekanan darah tinggi) Aritmia (gangguan irama jantung) Penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah jantung) Gagal Jantung Henti Jantung Syok Kardiogenik dll dr Gustaf adalah anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2025-05-18 - Modified: 2025-05-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-trya-purnamawati-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Semarang dr. Trya Purnamawati,Sp. PD, lahir 30 Oktober 1993. Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang tahun 2017. Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Sebelas Maret Solo pada tahun 2024. Beliau saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Penyakit Dalam diantaranya: Mendiagnosis dan menangani penyakit pada orang dewasa dan lansia, baik akut maupun kronis, melalui tindakan nonbedah. Memberikan rekomendasi perawatan penyakit yang diderita pasien dewasa dan lansia. Memberikan layanan vaksinasi dewasa, melakukan upaya penurunan faktor risiko penyakit, menilai keberhasilan terapi, dan merencanakan tindak lanjutnya. Melakukan pemeriksaan fisik dan menilai hasil pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan fungsi paru, analisis cairan tubuh, foto Rontgen, USG, dan CT scan. Memberikan pengobatan terkait diagnosis dan kondisi pasien. Mengatur asupan nutrisi dan tata laksana nutrisi terkait penyakit tertentu bersama dokter gizi, misalnya diabetes mellitus, malnutrisi, obesitas, dan penyakit ginjal kronis. Memberikan penanganan pada keadaan kritis dan kedaruratan medis. - Published: 2025-05-18 - Modified: 2025-09-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-khairunnisa-ayu-kresnanda-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Semarang dr. Khairunnisa Ayu Kresnanda, Sp. PD lahir 22 December 1987, menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang tahun 2012. Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Diponegoro pada tahun 2019. Beliau saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Penyakit Dalam diantaranya: Mendiagnosis dan menangani penyakit pada orang dewasa dan lansia, baik akut maupun kronis, melalui tindakan nonbedah. Memberikan rekomendasi perawatan penyakit yang diderita pasien dewasa dan lansia. Memberikan layanan vaksinasi dewasa, melakukan upaya penurunan faktor risiko penyakit, menilai keberhasilan terapi, dan merencanakan tindak lanjutnya. Melakukan pemeriksaan fisik dan menilai hasil pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan fungsi paru, analisis cairan tubuh, foto Rontgen, USG, dan CT scan. Memberikan pengobatan terkait diagnosis dan kondisi pasien. Mengatur asupan nutrisi dan tata laksana nutrisi terkait penyakit tertentu bersama dokter gizi, misalnya diabetes mellitus, malnutrisi, obesitas, dan penyakit ginjal kronis. Memberikan penanganan pada keadaan kritis dan kedaruratan medis - Published: 2025-05-04 - Modified: 2025-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-pratiwi-assandi-sp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Bekasi dr. Pratiwi Assandi, Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Pratiwi Assandi, Sp. KJ menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan jiwa. dr Pratiwi Assandi, Sp. KJ juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia. Beliau memiliki keahlian di bidang Kedokteran Jiwa, antara lain: Memberikan layanan konsultasi kepada pasien dengan gangguan medis lain yang memiliki masalah kejiwaan (misalnya gangguan campuran cemas depresi, gangguan cemas menyeluruh, gangguan kepribadian, dll). Menangani pasien dengan gangguan kronis seperti skizofrenia, bipolar, dan depresi berat. - Published: 2025-05-04 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-arini-fitria-jamin-marbun-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Arini Fitria Jamin Marbun, Sp. KG merupakan Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia, dengan kompetensi mendalam dalam diagnosis, pencegahan, dan penatalaksanaan masalah gigi, termasuk perawatan saluran akar dan restorasi gigi. drg. Arini Fitria Jamin Marbun, SpKG memiliki keahlian dalam menjaga kesehatan gigi dan memperpanjang umur gigi melalui tindakan konservatif, dengan pendekatan profesional, evidence-based, dan komunikatif. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Konservasi Gigi Indonesia (PKG). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Penanganan gigi berlubang dan restorasi gigi Perawatan saluran akar (root canal treatment) Penatalaksanaan gigi sensitif dan enamel rusak Pencegahan kerusakan gigi melalui sealant dan fluoride Edukasi perawatan gigi dan pencegahan karies Perawatan estetika gigi terkait konservasi, seperti veneer minimal invasif Evaluasi kesehatan gigi secara rutin untuk mempertahankan gigi asli - Published: 2025-04-28 - Modified: 2025-09-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-cahyo-guntoro-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Depok dr. Cahyo Guntoro, Sp. P adalah Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Menyelesaikan pendidikan Spesialis Paru di Universitas Indonesia, beliau memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai gangguan pernapasan, mulai dari keluhan ringan hingga penyakit paru yang kompleks. Layanan medis yang dapat diberikan oleh dr. Cahyo meliputi: Penanganan batuk akut maupun kronis (alergi, bronkitis, dan lain-lain) Penyakit respirasi kronis seperti PPOK, asma, hingga cystic fibrosis Infeksi saluran pernapasan (pneumonia, bronkiektasis, mikosis paru, dll. ) Tuberkulosis paru maupun luar paru (Pulmonary & Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan paru, termasuk hipertensi pulmonal, obstructive sleep apnea, dan emfisema Tindakan medis seperti: Bronkoskopi Biopsi Paru/transbronkial Test Fungsi Paru Tes Uji Alergi Pernapasan Terapi inhalasi dan nebulisasi Drainase Pleura/Torakosentesis Pemasangan chest tube (selang dada) Thoracic Needle Cytology (TTNC) Transthoracic Needle Aspiration (TTNA) dr. Cahyo aktif dalam organisasi profesi seperti Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta kerap terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah maupun edukasi kesehatan untuk masyarakat. - Published: 2025-04-27 - Modified: 2025-10-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-putri-addina/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Putri Addina, Sp. OG adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading, lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 2019. Sebelumnya, beliau meraih gelar dokter dari Universitas Indonesia pada tahun 2011. dr. Putri aktif berkontribusi dalam berbagai publikasi ilmiah. Beberapa publikasi yang melibatkan beliau, yang membahas tentang kadar Anti Mullerian Hormone pada pasien kanker wanita usia reproduktif, serta presentasi ilmiah di berbagai konferensi seperti PIT KOGI 2018 dan The 5th Biennial Meeting of Asian Society of Gynecologic Oncology di Jepang pada 2017. Selain itu, beliau juga berpartisipasi dalam penulisan buku Current updates on polycystic ovary syndrome, endometriosis adenomyosis yang diterbitkan pada 2014. dr. Putri memiliki keahlian dan pengalaman dalam pencegahan, diagnosis, dan tatalaksana kasus yang berkaitan dengan masalah kehamilan dan kesehatan reproduksi wanita, yang meliputi persalinan baik secara normal maupun operatif, konseling dan perawatan untuk masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan infertilitas, serta prosedur-prosedur bedah minimal invasif. - Published: 2025-04-20 - Modified: 2026-02-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-astrid-priscilla-amanda-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bekasi dr. Astrid Priscilla Amanda, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal Rehabilitasi Fisik. Layanan yang dapat diberikan: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Patah pinggul Limfedema Obesitas Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Cedera Olahraga PID Sinusitis Osteo Athritis dr. Astrid Priscilla Amanda juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2025-04-20 - Modified: 2026-06-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irsyah-dwi-rohmayanti-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Tindakan Medis: alzheimer, demensia, miastenia gravis, Pengobatan Migrain, Perawatan Epilepsi, sakit kepala - Lokasi: Tangerang dr. Irsyah Dwi Rohmayanti, Sp. N adalah merupakan dokter spesialis Saraf di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Brawijaya Malang dan lulus pada tahun 2016. Kemudian menyelesaikan pendidikan dokter spesialis saraf di Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2024. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Sakit kepala atau migrain. Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot) Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia - Published: 2025-04-20 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fransiska-eltania-sp-kfr-m-kes-a3m-aifo-k/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Karawang dr. Fransiska Eltania, Sp. KFR, M. Kes A3M. , AIFO-K sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. Menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Padjajaran, Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik lulus tahun 2025. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal Rehabilitasi Fisik, membantu pasien memulihkan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup, antara lain: Penegakkan diagnosis fungsional Rehabilitasi Anak: Penilaian fungsi tumbuh kembang anak dan penanganannya Rehabilitasi Neuromuskuler: pasca stroke, cedera tulang belakang, cedera otak, neuropati perifer, parkinson, dll Rehabilitasi Kardiorespirasi: gagal jantung, pasca operasi jantung, pneumonia, PPOK, asma,dll Rehabilitasi Muskuloskeletal: pasca fraktur, kelainan bentuk tulang, nyeri otot dan sendi, cedera olahraga, osteoartritis dll Rehabilitasi Geriatri: gangguan keseimbangan dan koordinasi, osteoporosis, dll Penanganan rehabilitasi pasca operasi dan perawatan lama Peresepan orthosis (alat bantu jalan dan aktivitas) dan prostesis (kaki palsu dan tangan palsu) dr. Fransiska Eltania juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI) - Published: 2025-04-15 - Modified: 2026-06-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-edwin-alexander-immanuel-sondakh-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Tindakan Medis: abortus, kehamilan resiko tinggi, kenker serviks, Menopause, Pemeriksaan kehamilan (ante natal care), pramenstruasi (PMS) - Lokasi: Tangerang dr. Edwin Alexander Immanuel Sondakh, Sp. OG adalah merupakan dokter spesialis Kebidanan & Kandungan di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan lulus pada tahun 2016. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter spesialis kebidanan & kandungan di Universitas Sam Ratulangi, Manado dan lulus tahun 2023. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan dan dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) - Published: 2025-04-13 - Modified: 2025-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-olivia-sp-tht-bkl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bekasi dr. Olivia, Sp. THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Olivia, Sp. THT-BKL menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai bagian Telinga, Hidung, Tenggorokan. dr. Olivia juga merupakan anggota dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Beliau memiliki keahlian di bidang Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala Leher. Beberapa kondisi yang sering ditangani antara lain: Penanganan gangguan pendengaran, tuli, infeksi telinga (otitis), vertigo (gangguan keseimbangan), dan tinnitus. Penanganan rinitis alergi, sinusitis akut dan kronis, polip hidung, dan deviasi septum. Gangguan suara, seperti serak kronis, nodul pita suara, dan laringitis. Bedah tiroid, parotis (kelenjar ludah), dan kelenjar getah bening leher. Penanganan trauma kepala-leher, termasuk fraktur tulang wajah dan hidung. - Published: 2025-04-13 - Modified: 2026-05-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/kiagus/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI - Lokasi: Bekasi dr. Kiagus Muhammad Yusuf Arief Akbar, Sp. PD, KGH, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara dan Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Kiagus Muhammad Yusuf menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr Kiagus Muhammad Yusuf Arief Akbar, Sp. PD, KGH, FINASIM juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dan Internasional Society of Nephrology (ISN) - Published: 2025-04-13 - Modified: 2025-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/khalis/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Bekasi dr. Khalis Hamdani, Sp. BTKV, FIATCVS, FICS merupakan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular (BTKV) di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Pembuatan dan perbaikan akses cuci darah (hemodialisis) CDL & Cimino (AV shunt) Penanganan masalah akses pembuluh darah untuk kepentingan hemodialisa dan Akses sulit pada bayi dan anak Pemasangan akses kemoterapi Penanganan masalah luka kaki diabetik dengan gangguan pembuluh darah beserta perawatannya Penanganan penyakit arteri perifer EVAR dan TEVAR pada kasus aneurisma aorta simpel dan kompleks Penanganan penyakit aorto-illiak Penanganan varices tungkai dengan metode Thermal (Ablasi) dan Non thermal endovenous Penanganan trauma pembuluh darah Penanganan malformasi dan tumor pembuluh darah Penanganan kasus trombosis akut pada arteri dan vena Implantasi vena cava filter pada kasus DVT Penanganan pada pulmonary embolism Embolisasi pada kasus trauma, tumor, pseudoaneurisma, pelvic congestion syndrome Penanganan masalah arteri karotis dan tumor pada karotis Penanganan trauma dada (patah tulang iga, cedera paru, jantung, diafragma dan saluran nafas) Penanganan infeksi rongga dada atau paru yang memerlukan pembedahan Coronary artery bypass graft (CABG) Operasi katup jantung Bedah jantung pediatrik dan kongenital Operasi hiperhidrosis Operasi bullae paru Operasi tumor mediastinum Operasi tumor paru dr. Khalis Hamdan saat ini tercatat sebagai anggota Perhimpunan Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (HBTKVI). Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah kesehatan Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular. - Published: 2025-04-13 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hasri-nopianto-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Pangkalpinang dr. Hasri Nopianto, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Hasri Nopianto, Sp. OT menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Universitas Brawijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang Radang sendi (artritis) Cedera ligamen (misalnya cedera ACL) Cedera tendon (tendinitis) Gangguan tulang belakang (skoliosis, dll. ) Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis) Tumor tulang Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ) Carpal Tunnel Syndrome Hernia nukleus pulposus. dr. Hasri Nopianto, Sp. OT juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia. - Published: 2025-04-11 - Modified: 2026-05-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fabianto-santoso-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Bekasi, Karawang dr. Fabianto Santoso, Sp. BS, FICS, FINSS sebagai Dokter Bedah Saraf. yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang, Primaya Hospital Bekasi Utara dan Primaya Hospital Bekasi Timur. dr. Fabianto Santoso menempuh pendidikan Dokter Bedah Saraf di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan maupun tindakan bedah pada saraf, diantaranya: Gangguan pada tulang belakang, seperti malformasi tulang belakang (scoliosis), saraf kejepit, dan peradangan pada tulang belakang yang mengganggu saraf. Cedera tulang belakang atau leher yang memerlukan tindakan. Cedera Kepala yang memerlukan tindakan. Stroke Perdarahan atau Stroke Sumbatan yang memerlukan tindakan. Infeksi otak dan saraf tulang belakang, seperti abses otak dan meningitis. Kanker atau tumor di otak, tengkorak, tulang belakang dan sistem saraf pusat. Kelainan bawaan lahir pada sistem saraf pusat, seperti spina bifida . Kondisi yang memengaruhi aliran cairan otak dan tulang belakang, seperti hidrosefalus. Gangguan pergerakan, seperti epilepsi, carpal tunnel. dr Fabianto juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf (PERSPEBSI). - Published: 2025-03-27 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-listyani-herman-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Tangerang dr. Listyani Herman, Sp. KFR adalah Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau memempuh pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik di Universitas Indonesia. dr. Listyani Herman keahlian dalam pendekatan Movement dan Fascia Biotensegrity Approach, Neuromuscular-Based Exercise, serta Motor Control Repatterning, yang bertujuan untuk membantu pasien memulihkan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Rehabilitasi Muskuloskeletal dan Ortopedi: Penanganan nyeri akut dan kronis pada tulang, otot, sendi, dan ligamen (seperti nyeri punggung bawah, nyeri lutut, frozen shoulder), Rehabilitasi pasca-operasi ortopedi, fraktur (patah tulang), dan cedera olahraga. Rehabilitasi Neurologi: Pemulihan fungsi pasca stroke dan cedera kepala, Penanganan dan rehabilitasi pasien dengan penyakit saraf kronis (misalnya, Parkinson, Multiple Sclerosis), Rehabilitasi untuk kondisi saraf terjepit (Hernia Nukleus Pulposus/HNP, Carpal Tunnel Syndrome). Rehabilitasi Anak (Pediatrik): Penanganan dan terapi untuk anak-anak dengan gangguan perkembangan motorik, Cerebral Palsy (CP), Down Syndrome, dan autism spectrum disorder (ASD). Manajemen Nyeri Non-Bedah: Melakukan intervensi non-operatif untuk mengurangi nyeri, termasuk terapi injeksi (trigger point injection, joint injection) dan modalitas terapi fisik canggih. Rehabilitasi Geriatri (Lansia): Program untuk pencegahan jatuh, pemeliharaan keseimbangan, dan peningkatan mobilitas pada pasien lanjut usia. Kesehatan Kerja dan Kualitas Hidup: Evaluasi kemampuan kerja dan program rehabilitasi untuk mengembalikan pasien ke lingkungan kerja. - Published: 2025-03-27 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-awaludin-wibawa-m-scsp-bmm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Tangerang drg. Awaludin Wibawa, M. Sc,Sp. BMM adalah dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait prosedur kompleks tindakan bedah mulut dan maksilofasial meliputi : Trauma Maksilofasial Terapi kelainan Temporo Mandibula Joint Dental Implant Bedah Mulut Minor : Ekstraksi Gigi Odontektomi Abses Maksilofasial Alveolektomi dan Frenectomy Kista Rongga Mulut Palato dan Labioplasty Eksisi Tongue Tie Selain itu, beliau juga berperan dalam diagnosis serta perawatan kondisi patologis yang memerlukan tindakan bedah, termasuk gangguan sendi rahang dan kelainan kongenital pada struktur wajah. - Published: 2025-03-25 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-cut-yuliza-sp-ort-mars/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Jakarta drg. Cut Yuliza, Sp. Ort adalah seorang dokter spesialis ortodonti yang berpraktik diPrimaya Hospital Kelapa Gading. Beliau memiliki keahlian dalam menangani berbagai permasalahan gigi umum serta perawatan gigi ortodonti. drg. Cut Yuliza menyelesaikan pendidikan Dokter Gigi Umum di Universitas Sumatera Utara pada tahun 1990, kemudian melanjutkan studi Magister Kesehatan Masyarakat di universitas yang sama pada tahun 2004. Pada tahun 2010, beliau berhasil meraih gelar Spesialis Ortodonti setelah menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Universitas Sumatera Utara Pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi konsultasi terkait masalah gigi yang tidak beraturan, disharmoni antara rahang atas dan rahang bawah, serta ketidakseimbangan antara gigi dan pertumbuhan rahang. - Published: 2025-03-24 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-permata-indah-novitarini-sp-ok/ - Spesialisasi: OKUPASI - Lokasi: Jakarta dr. Permata Indah Novitarini, Sp. OK, adalah seorang dokter spesialis okupasi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus pada tahun 2016 dari Universitas Indonesia. Beliau sebelumnya menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2004. dr. Permata meraih kategori Emas untuk implementasi SMK3 serta penghargaan Kategori Emas untuk mitigasi COVID-19 di perusahaan. Pada tahun 2015, beliau juga melakukan penelitian mengenai eye strain pada radiolog. dr. Permata memiliki keahlian dalam berbagai tindakan medis terkait kesehatan kerja, seperti fitness for work, return to work, diagnosis penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja, serta perhitungan kecacatan akibat kerja. Beliau juga berkompeten dalam melakukan medical check-up berbasis okupasi, pengelolaan program wellness di tempat kerja, dan penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3). Selain itu, dr. Permata berpengalaman dalam hazard risk assessment, prosedur tanggap darurat di area kerja, dan penyusunan business continuity plan untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan. - Published: 2025-03-24 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rodinda-marsha-ruth-hutabarat-sp-d-v/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Rodinda Marsha Ruth Hutabarat, Sp. D. V sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan kulit, rambut, kuku, dan organ reproduksi, diantaranya: Penanganan kelainan kulit, rambut, dan kuku pada bayi baru lahir, anak, remaja, dewasa, hingga lansia Penanganan kelainan kulit alergi dan imunologi Penanganan penyakit kulit karena infeksi (bakteri, virus, jamur, atau parasit) Penanganan Infeksi Menular Seksual (IMS) Penanganan Estetik Kulit Tindakan Bedah Kulit Penanganan luka / bekas luka / keloid dr. Rodinda Marsha Ruth juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Jakarta. - Published: 2025-03-23 - Modified: 2026-05-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-leonita-ariesti-putri-sp-kj-msc/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Jakarta dr. Leonita Ariesti Putri, SpKJ, MSc, adalah seorang spesialis kedokteran jiwa yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau meraih gelar Cum Laude pada tahun 2024 setelah menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Sebelumnya, pada tahun 2018, ia tercatat sebagai salah satu mahasiswa teratas di Program Pascasarjana Faculty of Brain Sciences di University College London (UCL) dengan masuk dalam Dean’s List (top 5% mahasiswa). dr. Leonita juga menerima beasiswa LPDP pada tahun 2016 untuk melanjutkan studi masternya, yang berhasil diselesaikan pada tahun 2018 di University College London - Anna Freud Centre. Pada tahun 2015, ia meraih gelar Cum Laude dalam Pendidikan Dokter Umum di Universitas Indonesia. Kontribusinya di dunia medis terlihat jelas melalui sejumlah penelitian yang signifikan, antara lain tentang Efficacy of video based psychotherapy in reducing psychological distress of COVID-19 patients treated in isolation ward pada tahun 2021, serta tentang Measuring Resident's Competencies in Building Working Alliance with Patients pada tahun 2019. Pada 2024, ia juga mengerjakan penelitian mengenai Reliability and preliminary Insight of adapting the Working Alliance Inventory Observer Form for Bahasa Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat dr. Leonita berikan yakni: Pelayanan Psikoterapi Suportif, Kognitif-Perilaku, Psikodinamik, dan Berbasis Mindfulness Pemeriksaan Psikometrik MMPI. - Published: 2025-03-23 - Modified: 2025-10-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-mia-elhidsi-sp-pk/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Jakarta Dr. dr. Mia Elhidsi, Sp. P(K), adalah seorang dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau lulus dari Pendidikan Dokter Umum Universitas Indonesia pada tahun 2007. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan spesialisnya dan meraih gelar dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi dari Universitas Indonesia pada tahun 2016. dr. Mia juga menambah keahliannya dengan mengikuti fellowship di bidang bronkoskopi terapeutik di Hopital Nord, Marseille, Perancis, pada tahun 2019. Pada tahun 2024, dr. Mia menyelesaikan Program Doktor Ilmu Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, dan meraih predikat Summa Cum Laude. dr. Mia publikasi penelitian yang berfokus pada diagnosa dan pengelolaan penyakit paru, terutama kanker paru, serta terapi bronkoskopi. Salah satu karya inovatifnya, yang berjudul "Inovasi Deteksi Dini Kanker Paru Menggunakan Teknologi Bronkoskopi Gelombang Spektrum Cahaya Sempit," memperoleh penghargaan "115 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif – 2023" dari Business Innovation Center (BIC). Selain itu, dr. Mia memiliki kontribusi besar dalam berbagai penelitian mengenai penanganan penyakit paru, termasuk COVID-19, bronkoskopi terapeutik, pleuroskopi, dan penggunaan teknologi canggih seperti Narrow-Band Imaging Bronchoscopy. Beberapa karya pentingnya termasuk "Accuracy of Narrow-Band Imaging Bronchoscopy for Early Diagnosis of Airway Cancer Lesions" (2023), "Therapeutic Bronchoscopy in Benign Central Airway Obstruction" (2022), dan penelitian mengenai efektivitas stem cell dalam pengobatan kasus COVID-19 berat. Pelayanan Medis yang dapat dr. Mia berikan yaitu: Bronkoskopi Pleuroskopi Biopsi paru Terapi kanker paru menggunakan kemoterapi dan prosedur bronkoskopi laser. - Published: 2025-03-17 - Modified: 2026-01-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-salman-paris-harahap-sp-pd-khom/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI - Lokasi: Depok dr. Salman Paris Harahap, Sp. PD-KHOM, FINASIM merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan keahlian Subspesialis Hematologi-Onkologi Medik di Primaya Hospital Depok. Beliau menyelesaikan pendidikan subspesialisnya di Universitas Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, dr. Salman memiliki pengalaman dalam menangani berbagai gangguan yang berkaitan dengan kelainan darah, organ limfa, serta beragam jenis kanker dengan pendekatan komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan terkini. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Gangguan Darah: Anemia (kekurangan sel darah merah), Gangguan trombosit (mudah memar, perdarahan, atau trombosis), Kelainan pembekuan darah, Kelainan sumsum tulang Kanker Darah: Leukemia, Limfoma, Multiple myeloma Pengobatan non bedah pada kanker pada organ padat: Kanker payudara, Kanker paru, Kanker saluran cerna, Kanker organ reproduksi, Kanker kepala dan leher Berbagai metode pengobatan yang dapat dilakukan seperti: Kemoterapi, Terapi target, Imunoterapi, Terapi suportif (untuk mengurangi efek samping dan meningkatkan kualitas hidup pasien) Selain praktik klinis, dr. Salman juga aktif dalam organisasi profesi. Beliau dipercaya sebagai Pengurus Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) Divisi Pendidikan dan Akreditasi, serta menjadi anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2025-03-10 - Modified: 2025-09-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudhistira-prakosa-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Semarang dr. Yudhistira Prakosa, Sp. BS lahir di Semarang, 20 Juli 1991. Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, tahun 2016. Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Syaraf Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 2024. Beliau saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Bedah Saraf. - Published: 2025-03-10 - Modified: 2025-09-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-galuh-hardaningsih-sp-ak/ - Spesialisasi: ANAK - ALERGI IMUNOLOGI - Lokasi: Semarang dr. Galuh Hardaningsih, MSi Med, Sp. A(K) merupakan Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi Anak, lahir di Semarang, 23 Oktober 1981. Menyelesaikan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tahun 2005. Beliau menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 2013, dan menyelesaikan Konsultan Alergi Imunologi Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia tahun 2020. Beliau saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompetensi dalam menangani kasus - kasus dan tindakan di bidang Alergi Imunologi Anak - Published: 2025-03-09 - Modified: 2025-04-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vega-casalita-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi dr. Vega Casalita, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr Vega Casalita menempuh pendidikan Dokter Spesialis Mata di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Konsultasi kesehatan mata Pemeriksaan kelainan refraksi Pemeriksaan dan tindakan kegawatdaruratan mata Operasi katarak phacoemulsifikasi dr. Vega Casalita juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). - Published: 2025-03-05 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yuswandi-affandi-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Karawang dr. Yuswandi Affandi, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Yuswandi Affandi menempuh pendidikan Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi telinga hidung tenggorok, antara lain: Rhinologi - alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi - vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring - Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho - esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) dr Yuswandi Affandi juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-03-05 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fajar-sekti-reliyana-sp-n-2/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Pangkalpinang dr. Fajar Sekti Reliyana, Sp. N sebagai Dokter Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Fajar Sekti Reliyana, Sp. N menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Unissula Semarang dan pendidikan Spesialis Ilmu Saraf di Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Stroke Sakit kepala atau migrain Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot)Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia Vertigo dr Fajar Sekti Reliyana juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) - Published: 2025-03-05 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-eka-sulastri-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Pangkalpinang dr. Eka Sulastri, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Eka Sulastri, Sp. A menempuh pendidikan Kedokteran Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr Eka Sulastri juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2025-03-04 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-daniel-zaputra-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Pangkalpinang dr. Daniel Zaputra, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Daniel Zaputra, Sp. PD menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal penyakit dalam. Layanan yang dapat diberikan: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr Daniel Zaputra juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia - Published: 2025-03-04 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-riama-noveria-sianturi-sp-b-fics-finacs/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Pangkalpinang dr. Riama Noveria Sianturi, Sp. B, FICS, FINACS sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara . dr. Riama Noveria Sianturi menempuh pendidika Dokter Spesialis Bdah Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak maupun ganas, hernia, luka tusuk/bakar Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. dr Riama Noveria Sianturi juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2025-03-04 - Modified: 2025-06-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-risca-rini-aryanti-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bekasi dr. Risca Rini Aryanti, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Kristen Indonesia lalu melanjutkan Pendidikan Spesialis Jantung Pembuluh darah di Universitas Indonesia dr. Risca Rini Aryanti, Sp. JP, FIHA ahli dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah berbagai kondisi yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular. Kondisi yang dapat ditangani : Penyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh darah jantung). Gagal jantung. Aritmia (gangguan irama jantung). Hipertensi (tekanan darah tinggi). Penyakit katup jantung. Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Penyakit jantung bawaan. Gangguan pembuluh darah perifer. Selain konsultasi, tindakan medis yang dapat dilakukan yaitu EKG, treadmill, Ekokardiografi, dan Kateterisasi Diagnostik Jantung. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-aggi-pranata-gunanegara-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bandung dr. Aggi Pranata Gunanegara, Sp. KFR, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Aggi Pranata, Sp. KFR menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal rehabilitasi fisik, diantaranya: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Patah pinggul Limfedema Obesitas Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Cedera Olahraga PID Sinusitis Osteo Athritis dr. Aggi Pranata Gunanegara juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-evi-susanti-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bandung dr. Evi Susanti, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Evi Susanti, Sp. A menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak menyeluruh, antara lain: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr Evi Susanti juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tito-gunantara-sp-ak-onk/ - Spesialisasi: ANAK - HEMATO ONKOLOGI - Lokasi: Bandung dr. Tito Gunantara, Sp. A(K) Onk sebagai Dokter Subspesialis Hemato Onkologi Anak yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Tito Gunantara, Sp. A menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Padjadjaran Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi, diagnostik, terapi dan evaluasi pasien anak usia bayi hingga usia 14 tahun dengan masalah hematologi dan onkologi seperti thalasemia, hemophilia, kemoterapi pada anak. Beberapa kondisi yang ditangani adalah: Penyakit pembekuan darah dan perdarahan, seperti idiophatic thrombocytopenic purpura (ITP) dan hemophilia Gangguan sel darah merah, seperti anemia defisiensi zat besi, thalassemia, dan anemia sel sabit Gangguan sumsum tulang belakang dan sel darah putih, seperti anemia aplastik dan neutropenia Kanker darah, seperti leukemia limfoblastik akut dan limfoma Kanker saraf, seperti neuroblastoma Kanker tulang, seperti osteosarkoma dan sarkoma Ewing Kanker otak, seperti astrositoma dan medulloblastoma Kanker mata, seperti retinoblastoma Kanker ginjal, seperti nefroblastoma dr. Tito Gunantara juga merupakan anggota dari katan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rakhman-adiwinata-sp-an/ - Spesialisasi: ANESTESI - Lokasi: Bandung dr. Rakhman Adiwinata, Sp. An merupakan dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang praktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Rakhman Adiwinata menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang menjadi kompetensi beliau meliputi: Anestesi umum dan regional ( spinal, epidural blok saraf) Anestesi untuk bedah mayor dan minor Pemantauan dan penanganan kondisi kritis di ICU Manajemen nyeri akut dan kronis Anestesi pada pasien anak, geriatri, dan berisiko tinggi Resusitasi dan stabilitasi pasien gawat darurat Konsutasi pra- anestesi Beliau merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-utami-adma-negara-sp-ba/ - Spesialisasi: BEDAH ANAK - Lokasi: Bandung dr. Utami Adma Negara, Sp. BA merupakan dokter Spesialis Bedah Anak yang praktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Utami Adma Negara, Sp. BA menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah kesehatan Bedah Anak, antara lain: Pelayanan bayi neonatus, usia 0-28 hari yang mengalami kelainan bawaan atau kongenital yang memerlukan pembedahan Pelayanan bedah anak usia 1 bulan sampai 18 tahun Pelayanan pediatric digestif/penyakit saluran pencernaan pada anak yang memerlukan pembedahan Pelayanan pediatric onkologi atau penyakit tumor pada anak Pelayanan pediatric urologi atau gangguan pada saluran kemih pada anak yang memerlukan pembedahan - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rian-r-sp-b-subsp-onkk-finacs-ficsm-h/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Bandung dr. Rian R. , Sp. B, Subsp. Onk(K), FINACS, FICS sebagai Dokter Subspesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi sebelum pembedahan penyakit kanker, konsultasi mengenai penyakit tumor payudara, tumor kepala leher, tumor jaringan lunak, dan tumor jarigan kulit. dr. Rian R. , Sp. B, Subsp. Onk(K), FINACS, FICS juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Onkologi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-azeta-arif-sp-otk-m-kes-2/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bandung dr. Azeta Arif, M. Kes. , Sp. OT. ,Subsp. PL(K) sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Hip and Knee Arthroplasty yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Azeta Arif, Sp. OT menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitass Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan diantaranya: Arthroplasti (Operasi Penggantian Sendi): Tindakan bedah untuk kasus pengapuran berat (osteoartritis) pada lutut dan pinggul. Artroskopi (Bedah Minimal Invasif): Rekonstruksi ACL (Anterior Cruciate Ligament), repair meniskus, dan penanganan cedera olahraga pada lutut/pinggul. Trauma Muskuloskeletal: Penanganan patah tulang di sekitar sendi panggul dan lutut (contoh: patah tulang femur, fraktur patella). Manajemen Kelainan Sendi Kronis: Penanganan Avascular Necrosis (AVN) panggul, kaku sendi (stiffness), dan infeksi sendi dr. Azeta Arif, M. Kes. , Sp. OT. ,Subsp. PL(K) juga merupakan anggota dari Perkumpulan Ahli Bedah Orthopedi Indonesia (PABOI) - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-naufal-chairulfatah-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bandung dr. Naufal Chairulfatah, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Naufal, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar, Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. Tindakan minimal invasive ( Laparoscopy Appendic, cholecystectomy) dr. Naufal Chairulfatah juga merupakan anggota dari Perkumpulan Ahli Bedah Orthopedi Indonesia (PABOI) - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-02-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hernandi-putra-prasetia-sp-b-2/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bandung dr. Hernandi Putra Prasetia, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital (Bandung). dr. Hernandi Putra Prasetia menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. Tindakan minimal invasive ( Laparoscopy Appendic, cholecystectomy) dr. Hernandi Putra Prasetia juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-widodo-lumban-tobing-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bandung dr. Widodo Lumban Tobing, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospit. dr. Widodo Lumban Tobing menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak/ganas, hernia, luka tusuk/bakar, Hemoroid / Ambeien Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan. Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas. Tindakan minimal invasive ( Laparoscopy Appendic, cholecystectomy) Tndakan Endoskopi : upper dan lower gi Endoskopi dr. Widodo Lumban Tobing juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2025-03-02 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/65996/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bandung dr. Rachmi Anasthasia Seriulina, Sp. JP sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Rachmi Anasthasia Seriulina menempuh pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Jantung Pembuluh darah di Universitas Padjadjaran Bandung. dr. Rachmi Anasthasia Seriulina ahli dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah berbagai kondisi yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular. Kondisi yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh darah jantung). Gagal jantung. Aritmia (gangguan irama jantung). Hipertensi (tekanan darah tinggi). Penyakit katup jantung. Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) Penyakit jantung bawaan. Gangguan pembuluh darah perifer. Selain konsultasi, tindakan medis yang dapat dilakukan yaitu EKG, treadmill, Ekokardiografi , dan Kateterisasi Diagnostik Jantung. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rizcky-ramdhani-dwi-putra-sp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bandung dr. Rizcky Ramdhani Dwi Putra, Sp. JP sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Rizcky Ramdhani menempuh pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Jantung Pembuluh darah di Universitas Islam Bandung dan Universitas Padjadjaran Bandung. dr. Rizcky Ramdhani ahli dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah berbagai kondisi yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular. Kondisi yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh darah jantung). Gagal jantung. Aritmia (gangguan irama jantung). Hipertensi (tekanan darah tinggi). Penyakit katup jantung. Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) Penyakit jantung bawaan. Gangguan pembuluh darah perifer. Selain konsultasi, tindakan medis yang dapat dilakukan yaitu EKG, treadmill, Ekokardiografi , dan Kateterisasi Diagnostik Jantung. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-05-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-gunawan-widjanarko-sp-og-2/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bandung dr. Hendra Gunawan Widjanarko, Sp. OG merupkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr Hendra Gunawan Widjanarko memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah kesehatan Kebidanan dan Kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) Selain itu, beliau juga memiliki pengalaman dalam menangani kasus preeklamisa, pertumbuhan janin terhambat, diabetes melitus dalam kehamilan, masalah nutrisi dalam kehamilan, USG kehamilan, dan lain sebagainya. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rachmat-sobarna-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bandung dr. Rachmat Sobarna, Sp. OG merupkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Rachmat Sobarna menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Kebidanan dan Kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-eva-yustiana-sp-dve-2/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Bandung dr. Eva Yustiana, Sp. DVE sebagai Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital Bandung. dr. Eva Yustiana, Sp. DVE menempuh program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Universitas Padjajaran Bandung. Bidang Minat/Fokus Layanan Beliau memberikan layanan medis berupa diagnosis dan mengobati berbagai kondisi kulit dan infeksi menular seksual. Tindakan/Prosedur medis yang telah dilakukan: Dermatologi prosedural Prosedur kosmetik Onkologi dan pembedahan kulit dr. Eva Yustiana juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). - Published: 2025-03-02 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-asri-liqditta-bies-sp-p-2/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bandung dr. Asri Liqditta Bies, Sp. P merupakan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Asri Liqditta Bies menempuh pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami, khususnya onkologi paru Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) dr. Asri Liqditta Bies juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Paru Indonesia Cabang Jawa Barat. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-widhy-yudistira-nalapraya-sp-pk-onk/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bandung dr. Widhy Yudistira Nalapraya, Sp. P(K) Onk merupakan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. . dr. Widhy Yudistira menempuh pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami, khususnya onkologi paru Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) Tindakan/Prosedur medis yang telah dilakukan: Tindakan bronkoskopi cryodebulking tumor Bronkoskopi baloon dilatator Medikal Torakoskopi Indwelling pleural kateter pigtail Imunoterapi kemoterapi dan terapi target kanker paru dr. Widhy Yudistira Nalapraya juga merupakan Sekretaris 1 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Jawa Barat 2022-2025 dan Anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Jawa Barat sejak tahun 2020. - Published: 2025-03-02 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ratih-inggiany-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bandung dr. Ratih Inggiany, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. Beliau Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Ratih Inggiany juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2025-03-02 - Modified: 2026-04-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-budhi-suwarma-sp/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bandung dr. Budhi Suwarma, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Budhi Suwarma, Sp. N menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain. Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Myasthenia Gravis (Kelemahan otot) Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia - Published: 2025-03-02 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-evy-shavilla-sp-tht-kl-2/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bandung dr. Evy Shavilla Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Evy Shavilla menempuh pendidikan Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher di Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan telinga hidung tenggorok, tindakan yang dapat dilakukan diantaranya: Rhinologi - alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi - vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring - Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho - esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) - Published: 2025-03-02 - Modified: 2025-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ilman-fathony-martanegara-sp-tht-bkl-2/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bandung dr. Ilman Fathony Martanegara, Sp. THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Rajawali Hospital. dr. Ilman Fathony Martanegara menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Padjadjaran dan melanjutkan kembali menjadi Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher Universitas Padjadjaran Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan telinga hidung tenggorok, tindakan yang dapat dilakukan diantaranya: Rhinologi - alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi - vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring - Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho - esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) - Published: 2025-02-25 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andi-gazali-said-sp-otk-mars/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Tangerang dr. Andi Gazali Said, Sp. OT(K), MARS sebagai Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Hip and Knee yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Universitas Hasanudin. Sebagai konsultan Hip and Knee, dr. Andi Gazali Said, Sp. OT(K) memiliki keahlian dalam diagnosis dan penatalaksanaan masalah lutut dan pinggul. Selain itu juga memberikan pelayanan medis berupa konsultasi dan penanganan: Nyeri tulang belakang (leher, punggung, dan pinggang) akut maupun kronis Saraf terjepit (HNP), stenosis spinal, dan kelainan degeneratif tulang belakang Kelainan bentuk tulang belakang seperti skoliosis dan kifosis Cedera dan trauma tulang belakang Evaluasi dan penanganan gangguan tulang belakang terkait usia dan aktivitas Konsultasi tindakan non-operatif maupun operatif pada kasus tulang belakang Edukasi serta perencanaan rehabilitasi pasca tindakan spine dr Andi Gazali Said juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-02-24 - Modified: 2025-05-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-flora-agustina-sp-ba/ - Spesialisasi: BEDAH ANAK - Lokasi: Tangerang dr. Flora Agustina, Sp. BA sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Bedah Anak Konsultasi Bedah Anak Laparoskopi Anak (SILS) Sirkumsisi Appendicitis dr. Flora Agustina juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia (PERBANI). - Published: 2025-02-24 - Modified: 2025-08-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-elfahmi-anzirnoor-azis-sp-og-k-onk/ - Spesialisasi: ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Tangerang dr. Elfahmi AnzirNoor Azis, Sp. OG (K) Onk sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Hasanuddin, kemudian melanjutkan Subspesialis Onkologi Ginekologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan khususnya onkologi, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr Elfahmi AnzirNoor Azis juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia - Published: 2025-02-16 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rosatya-imanuela-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Palangkaraya dr. Rosatya Imanuela, Sp. PD merupakan dokter Spesialis Penyakit Dalam yang praktik di Primaya Betang Pambelum. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati Beliau merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDPI). - Published: 2025-02-16 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-adrian-pardomuan-purba-sp-b-subsp-bdk/ - Spesialisasi: BEDAH DIGESTIF - Lokasi: Palangkaraya dr. Adrian Pardomuan Purba, Sp. B merupakan dokter Spesialis Bedah Digestif yang praktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait tindakan bedah khsusnya terkait saluran cerna. Beliau merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI). - Published: 2025-02-12 - Modified: 2025-02-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yohanna-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Yohanna, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr. Yohanna, Sp. N menempuh pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf. dr. Yohanna juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-02-10 - Modified: 2025-09-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-bagus-hari-saktian-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Sukabumi dr. Muhammad Bagus Hari Saktian, Sp. P adalah Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya dalam bidang pulmonologi dan kedokteran respirasi. dr. Bagus menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, setelah sebelumnya menempuh pendidikan dokter umum dan sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Jakarta. Sebelum menjadi spesialis, beliau memiliki pengalaman praktik sebagai dokter umum di RS Aminah Ciledug serta mengikuti program internship di RSUD dan Puskesmas di Ende, Nusa Tenggara Timur. Pengalaman ini memperkuat kemampuan klinis dan empatinya dalam menangani pasien dengan beragam latar belakang. Pelayanan Medis: dr. Muhammad Bagus Hari Saktian, Sp. P memberikan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan paru, termasuk: Keluhan batuk akut dan kronik (alergi, bronkitis, dan lainnya) Penyakit respirasi kronik seperti PPOK, asma, cystic fibrosis Infeksi saluran napas (pneumonia, bronkiektasis, mikosis paru) Tuberkulosis paru dan ekstra paru (pulmonary and extra-pulmonary tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan paru, seperti hipertensi pulmonal, obstructive sleep apnea, emfisema, dan lainnya Beliau juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan aktif mengikuti kegiatan ilmiah serta pengembangan profesional di bidangnya. Pelatihan dan Sertifikasi: 2016: Advanced Cardiac Life Support (ACLS) & Advanced Trauma Life Support (ATLS) 2014: Pelatihan Hiperkes 2011: Basic Life Support (BLS) – FK YARSI 2011: Water Rescue – YARSI Relief Agency 2010: Pelatihan Advance Hipnoterapi – IHC 2009: Pelatihan Sirkumsisi dan Bedah Minor – FK YARSI 2009: Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Nasional – FK UNPAD & ISMKI 2009: Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Wilayah 2 – ISMKI Dengan kombinasi antara ilmu, pengalaman klinis, dan dedikasi pada pasien, dr. Muhammad Bagus Hari Saktian, Sp. P siap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Sukabumi dan sekitarnya. - Published: 2025-02-04 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ricky-saunders-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Makassar dr. Ricky Saunders, Sp. A sebagai Dokter Spesialisasi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan Ilmu Kesehatan Anak Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan anak meliputi: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak dr. Ricky Saunders, Sp. A merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2025-02-04 - Modified: 2025-10-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-willis-kwandou-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Makassar dr. Willis Kwandou, Sp. Jp, FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang aktif berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Willis Kwandou, Sp. Jp , FIHA menempuh pendidikan Kedokteran di Universitas Hasanuddin dan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Sam Ratulangi Manado. Adapun pelayanan yang beliau berikan yakni : Ekokardiografi Elektrokardiogram (EKG) Kardioversi Kateterisasi Jantung Pemeriksaan dan Konsultasi Jantung Stress Test USG Dada USG Doppler CT Coronary Angiogram Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) Ekokardiogram dengan Stress Test - Published: 2025-02-04 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-sumarni-sp-jpsubsp-ark-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH, JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA - Lokasi: Makassar DR. dr. Sumarni, Sp. JP,Subsp. Ar(K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung dan Pembuluh Darah Aritmia yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi penyakit seputar bagian Jantung dan Pembuluh Darah, seperti : Hipertensi (tekanan darah tinggi) Aritmia (gangguan irama jantung) Penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah jantung) Gagal Jantung Ablasi,pemasangan alat elektronik kardiak (pacu jantung,ICD,CRT,dll) Dr. dr. Sumarni, Sp. JP,Subsp. Ar(K), FIHA juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan Ikatan Dokter Indonesia. - Published: 2025-02-04 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-aussie-fitriani-ghaznawie-sp-jpk-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH, JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI - Lokasi: Makassar dr. Aussie Fitriani Ghaznawi, Sp. JP, Subsp. Eko (K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Ekokardiografi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Elektrokardiogram (EKG) Kardioversi Kateterisasi Jantung Pemeriksaan dan Konsultasi Jantung Stress Test CT Coronary Angiogram Ekokardiografi TCCD (Transcranial Color Doppler) / TCD (Transcranial Doppler) Ekokardiogram dengan Stress Test Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) USG Doppler USG Dada TEE dr. Aussie Fitriani Ghaznawi, Sp. JP, Subsp. Eko (K), FIHA juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2025-02-02 - Modified: 2025-04-06 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-manuel-mayer-ario-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Depok dr. Manuel Mayer Ario, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Depok. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Gangguan Telinga Gangguan Hidung Gangguan Tenggorokan Gangguan Tidur Gangguan Leher dan Kepala Operasi Sinus dengan Endoskopi Tonsilektomi Audiometri Bedah Kepala Leher dr Manuel Mayer juga merupakan anggota dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL). - Published: 2025-01-29 - Modified: 2025-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-stephanie-adelia-sp-ak/ - Spesialisasi: ANAK - ENDOKRINOLOGI - Lokasi: Semarang dr. Stephanie Adelia, Sp. A(K) sebagai Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrin Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Beliau lahir di Semarang, 15 Agustus 1988. Menyelesaikan pendidikan profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 2011, pendidikan dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 2018, dan menyelesaikan pendidikan dokter subspesialis Konsultan Endokrinologi Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2024. Layanan yang dapat diberikan meliputi: Masalah pertumbuhan Pubertas DM pada anak Mikropenis Gangguan pada kelenjar tiroid (gondok) Gangguan menstruasi pada remaja,dan lain sebagainya - Published: 2025-01-28 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-arufiadi-anityo-mochtar-sp-ogsubsp-urogink/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Semarang dr. Arufiadi Anityo Mochtar, Sp. OG,Subsp. Urogin(K) sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesiais Uroginekologi Rekonstruksi yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Beliau lahir di Semarang, 15 Januari 1969. Menyelesaikan pendidikan profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 1998, pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 2008, magister Biomedik di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 2008, serta menyelesaikan pendidikan dokter subspesialis/konsultan Uroginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2016. Berkompetensi di bidang Uroginekologi Rekonstruksi, diantaranya: Konsultasi keluhan urogenitalia Prolaps organ panggul Inkontinensia urin & OAB Nyeri panggul kronis Rehabilitasi otot dasar panggul Wellness & intimate rejuvenation - Published: 2025-01-22 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-benedictus-deriano-sp-ot-aifo-k/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Benedictus Deriano, Sp. OT, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang Radang sendi (artritis) Cedera ligamen (misalnya cedera ACL) Cedera tendon (tendinitis) Gangguan tulang belakang (skoliosis, dll. ) Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis) Tumor tulang Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ) Carpal Tunnel Syndrome Hernia nukleus pulposus dr. Benedictus Deriano juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2025-01-10 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rony-falty-sibagariang-sp-o-g/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Rony Falty Sibagariang, Sp. O. G sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. dr. Rony Falty Sibagariang menempuh pendidikan dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Rony Falty Sibagariang, Sp. O. G juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) - Published: 2025-01-06 - Modified: 2025-03-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-eka-azwinda-sp-n-mars/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Karawang dr. Eka Azwinda, Sp. N, MARS sebagai Dokter Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Eka Azwinda menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas YARSI dan pendidikan Spesialis Ilmu Saraf di Universitas Sriwijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot)Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia dr. Eka juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI). - Published: 2025-01-06 - Modified: 2025-03-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-suci-leni-mimanda-sp-dve/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Karawang dr. Suci Leni Mimanda, Sp. DVE sebagai Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Suci Leni Mimanda, Sp. DVE menempuh pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Andalas. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal kesehatan kulit dan kelamin, tindakan yang dapat diberikan diantaranya: Penanganan kelainan kulit, rambut, dan kuku pada bayi baru lahir, anak, remaja, dewasa, hingga lansia Penanganan kelainan kulit alergi dan imunologi Penanganan penyakit kulit karena infeksi (bakteri, virus, jamur, atau parasit) Penanganan Infeksi Menular Seksual (IMS) Penanganan Estetik Kulit Tindakan Bedah Kulit Penanganan luka / bekas luka / keloid dr Suci Leni Mimanda juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2025-01-06 - Modified: 2025-03-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irvin-anderson-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Karawang dr. Irvin Anderson, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. Irvin Anderson menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kebidanan dan kandungan, antara lain: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr Irvin Anderson Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-heppy-chandra-waskita-sp-ot-k-hip-and-knee/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Karawang dr. Heppy Chandra Waskita, Sp. OT (K) Hip and Knee sebagai Dokter Spesialis Ortopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Heppy Chandra Waskita menempuh pendidikan Spesialis Ortopedi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakniKonsultasi tulang umum. dr. Heppy Chandra Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-raya-henri-batubara-sp-b-kbd/ - Spesialisasi: BEDAH DIGESTIF - Lokasi: Bekasi dr. Raya Henry B. , Sp. B, Subsp. BD(K) merupakan Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif (BD) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau telah menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis Bedah dan melanjutkan pendidikan subspesialis Konsultan Bedah Digestif di Universitas Indonesia , sehingga memiliki kompetensi mendalam dalam penanganan penyakit dan tindakan bedah pada sistem pencernaan. dr. Raya Henry B. , Sp. B, Subsp. BD (K) memiliki keahlian dalam diagnosis dan tata laksana bedah pada saluran cerna, hati, pankreas, serta organ pencernaan lainnya, baik pada kasus elektif maupun kegawatdaruratan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis keselamatan pasien, beliau memberikan pelayanan bedah yang optimal sesuai indikasi medis. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PABI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Penyakit saluran cerna yang memerlukan tindakan bedah Gangguan lambung dan usus, termasuk tumor dan sumbatan saluran cerna Penyakit hati, empedu, dan pankreas yang memerlukan evaluasi atau tindakan bedah Penanganan hernia (turun berok) Bedah kasus akut abdomen seperti radang usus buntu Konsultasi pra dan pasca tindakan bedah digestif Evaluasi hasil pemeriksaan penunjang untuk menentukan rencana terapi bedah yang tepat - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-devi-hendra/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Devi Hendra, MMRS merupakan Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Gigi serta meraih gelar Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS), sehingga memiliki kompetensi tidak hanya dalam pelayanan klinis gigi, tetapi juga dalam manajemen layanan kesehatan gigi secara profesional. drg. Devi Hendra, MMRS memiliki keahlian dalam perawatan gigi dan mulut, termasuk diagnosis, pencegahan, dan penatalaksanaan berbagai kelainan gigi dan jaringan pendukungnya. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Pemeriksaan gigi dan mulut rutin Penanganan karies, gigi sensitif, dan masalah enamel Perawatan saluran akar (root canal treatment) Pembersihan karang gigi, scaling, dan polishing Penanganan gusi dan jaringan pendukung gigi Konsultasi perawatan estetika gigi seperti pemutihan dan veneer Edukasi perawatan gigi dan mulut untuk pencegahan masalah kesehatan gigi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-03-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-herjuno-ardhi-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI, ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA - Lokasi: Tangerang dr. Herjuno Ardhi, Sp. OT, Subsp. CO, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Orthopedi Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Herjuno Ardhi menempuh pendidikan Dokter Spesialis Ortopaedi & Traumatologi serta Subspesialis Cedera Olahraga di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi terkait Penanganan cedera olahraga (lutut, pergelangan kaki, bahu, siku, dan lainnya): Tindakan artroskopi (operasi minimal invasif untuk sendi seperti lutut dan bahu) Rekonstruksi ligamen (misalnya ACL, PCL, dan ligamen bahu) Perawatan cedera otot, tendon, dan ligamen akibat aktivitas fisik atau olahraga berat Penanganan dislokasi dan instabilitas sendi Rehabilitasi pasca cedera olahraga untuk mempercepat pemulihan fungsi tubuh Operasi fraktur (patah tulang) dan penanganan trauma muskuloskeletal Terapi nyeri sendi dan otot dengan pendekatan ortopedi modern Konsultasi kebugaran dan pencegahan cedera bagi atlet dan masyarakat aktif Evaluasi kondisi muskuloskeletal pada pasien dengan gaya hidup aktif atau pekerja fisik berat dr. Herjuno Ardhi juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rebekka-michiko-hasiolan-napitupulu-sppd-khom/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Rebekka Michiko Hasiolan Napitupulu Sp. PD, KHOM sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. dr. Rebekka menempuh pendidikan Subspesialis Hemato Onkologi di Universias Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan yang muncul pada organ dalam tubuh, khususnya kelainan darah. Pemeriksaan kesehatan umum Konsultasi dan penanganan kanker Perencanaan dan pelaksanaan kemoterapi Layanan onkologi dan gangguan darah Perawatan suportif untuk pasien kanker Penyakit dalam (penanganan kondisi kronis dan akut pada berbagai sistem organ) dr. Rebekka Michiko juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-regi-septiansp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Regi Septian,Sp. U, M. Kes, FICS sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Regi Septian menempuh pendidikan Spesialis Urologi Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi sebelum pembedahan urologi atau saluran kemih. Layanan Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter dan kandung kemih) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Tindakan RIRS, PCNL, ESWL, URS, TUR-P, Li-ESWT dr. Regi Septian juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-dimas-mahardika-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Dimas Mahardika, Sp. BM sebagai Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Dimas Mahardika menamatkan pendidikan Ilmu Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia pada tahun 2006 kemudian melanjutkan Kedokteran Spesialis Bedah Mulut di Universitas Indonesia pada tahun 2013. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait prosedur kompleks tindakan bedah mulut dan maksilofasial meliputi : Trauma Maksilofasial Terapi kelainan Temporo Mandibula Joint Dental Implant Bedah Mulut Minor : Ekstraksi Gigi Odontektomi Abses Maksilofasial Alveolektomi dan Frenectomy Kista Rongga Mulut Palato dan Labioplasty Eksisi Tongue Tie dr. Dimas juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-herry-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Pangkalpinang dr. Herry, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Herry menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medis di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal rehabilitasi fisik, diantaranya: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung dan paru Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Nyeri pinggang Autisme Cerebral Palsy Sindroma Geriatri Cedera Olahraga Sinusitis dr Herry juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-regina-a-meilinda-sp-pk/ - Spesialisasi: PATOLOGI KLINIK - Lokasi: Bekasi dr. Regina A. Meilinda, Sp. PK sebagai Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Regina A. Meilinda, Sp. PK menempuh pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik di Universitas Indonesia. dr. Regina A. Meilinda, Sp. PK memiliki keahlian dalam kegiatan laboratorium yang mencakup hematologi, toksikologi, mikrobiologi dan lain sebagainya. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-reni-wigati-sp-a-k/ - Spesialisasi: ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK - Lokasi: Jakarta Dr. Reni Wigati, Sp. A (K) adalah seorang dokter Spesialis Anak dengan subspesialisasi atau Konsultan Emergensi dan Rawat Intensif Anak (ERIA). Dokter reni merupakan anggota kolegium ikatan dokter anak Indonesia (IDAI), beberapa kondisi medis yang bisa ditangani oleh dokter anak ahli ERIA adalah: Serangan asma yang parah Infeksi bakteri atau virus yang parah dan bisa menyebabkan penurunan kesadaran, seperti pneumonia dan meningitis Cedera serius pada anak akibat kecelakaan atau tenggelam Gagal jantung akibat penyakit jantung bawaan Gagal ginjal akut atau kronis yang berat Kelainan darah dan kanker yang kritis Ketoasidosis akibat diabetes Keracunan Syok septik dan sepsis Tindakan yang bisa dilakukan antara lain: Melakukan perawatan intensif sepanjang waktu sesuai dengan kondisi medis yang dialami oleh anak Memantau fungsi organ vital anak selama dirawat Melakukan resusitasi jantung-paru, otak, ataupun cairan pada pasien yang berstatus kritis Memberikan terapi pernapasan, termasuk dengan memberikan alat bantu pernapasan ventilator Melakukan dialisis dan filtrasi darah Melakukan pemeriksaan EEG dan EKG - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-hanni-siti-ramadhani-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Hanni Siti Ramadhani, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat menangani kelainan gusi dan jaringan pendukung gigi. drg. Hanni Siti Ramadhani, Sp. Perio juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Periodonsia Indonesia (IPERI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hisbullah-sp-an-kic-kakv/ - Spesialisasi: ANESTESI - Lokasi: Makassar dr. Hisbullah, Sp. An, KIC-KAKV merupakan dokter spesialis anestesi di Primaya Hospital Makassar. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait anestesi, memberikan pembiusan kepada pasien yang akan menjalani tindakan bedah bedah / operasi dan prosedur medis lainnya dr. Hisbullah, Sp. An, KIC-KAKV saat ini tercatat sebagai anggota Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-renny-pratiwi-spog/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Renny Pratiwi, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Renny Pratiwi menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Kristen Krida Wacana kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Sam Ratulangi, Manado lulus pada tahun 2016. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Induksi Persalinan Insisi dan Drainase Abses Kista Bartholin Konsultasi Kehamilan Konsultasi Laktasi Konsultasi Program Hamil Kuret Melahirkan Normal Operasi Caesar Operasi Kehamilan Ektopik Pap Smear Pemasangan dan Pelepasan IUD Pemeriksaan HPV DNA Pemeriksaan Hormonal Pemeriksaan Kesuburan Pemeriksaan TORCH Suntik KB Implan KB Tes Kehamilan USG 4 Dimensi USG Kehamilan 2D USG Transvaginal Vaksin HPV CTG (Cardiotocography) Persalinan dengan alat bantu Salpingektomi Terapi Hormon Histerektomi dengan Laparoskopi Histerosalpingografi (HSG) Laparotomi Miomektomi Operasi Prolaps Uteri Pembalikan Ligasi Tuba Pemeriksaan Panggul Penanganan nyeri endometriosis Periksa Hormon Kehamilan Tes Prenatal Hidrotubasi Histeroskopi dr. Renny juga merupakan anggota dari Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hj-vivien-maryam-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI - Lokasi: Tangerang dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD-KGEH sebagai Dokter Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Subspesialis Gastroenterologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan yang muncul pada organ dalam tubuh, khususnya diagnosis dan penanganan penyakit sistem pencernaan, diantaranya: Sistem Pencernaan (Gastroenterologi): Lambung: Penyakit asam lambung (GERD), tukak lambung, gastritis. Usus: Irritable bowel syndrome , penyakit radang usus. Pankreas: Pankreatitis (radang pankreas). Saluran Empedu: Radang saluran dan kantung empedu, batu empedu. Hati (Hepatologi): Hepatitis: Peradangan hati akibat infeksi virus. Masalah Hati Lainnya: Sirosis (pengerasan hati), perlemakan hati (fatty liver), dan gangguan fungsi hati dr Hj Vivien Maryam juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-resita-olanova-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Resita Olanova, Sp. DVE adalah seorang Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berdedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kulit menyeluruh bagi pasien dewasa maupun anak-anak. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia (UI) dan merupakan anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Beliau dapat mendiagnosis masalah kulit, mulai dari keluhan medis hingga prosedur estetika yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien. Keahlian & Fokus Layanan dr. Resita menangani spektrum luas kondisi kulit, kelamin, dan estetika, yang mencakup: Dermatologi Umum: Penanganan eksim, psoriasis, dermatitis atopik, serta infeksi kulit (jamur, bakteri, dan virus). Manajemen Jerawat & Rosacea: Terapi komprehensif untuk jerawat aktif, pencegahan kekambuhan, hingga perbaikan bekas jerawat. Dermatologi Anak: Perawatan khusus untuk kulit bayi dan anak yang cenderung sensitif. Estetika & Anti-Aging: Penanganan tanda-tanda penuaan, kerutan, dan masalah pigmentasi (flek hitam). Kesehatan Menular Seksual: Diagnosis dan pengobatan infeksi menular seksual secara profesional dan konfidensial. Tindakan & Tatalaksana Medis Dalam memberikan pelayanan, dokter menguasai berbagai prosedur medis dan teknologi terkini untuk kesehatan serta estetika kulit, meliputi: Injeksi Secretome (Stem Cell Exosomes): Terapi regeneratif mutakhir menggunakan faktor pertumbuhan (growth factors) untuk mempercepat penyembuhan kulit, mengatasi bopeng (scar) jerawat, mengurangi peradangan, serta sebagai prosedur anti-aging intensif untuk peremajaan kulit. Terapi Laser & Cahaya: Penggunaan teknologi laser untuk memperbaiki tekstur kulit, menghilangkan pigmentasi/flek hitam, dan merangsang kolagen. Injeksi Estetika: Prosedur penyuntikan seperti Skin Booster (asam hialuronat), Botox untuk relaksasi otot wajah, dan Dermal Filler. Chemical Peeling: Prosedur pengelupasan kulit medis untuk mengangkat sel kulit mati, mencerahkan wajah, dan mengatasi jerawat aktif. Elektrokauter & Radiofrekuensi: Tindakan untuk menghilangkan kutil kulit, skin tags, atau benjolan jinak kecil lainnya di permukaan kulit. Bedah Kulit & Biopsi: Tindakan pengambilan sampel jaringan untuk penegakan diagnosis penyakit kulit yang kompleks atau pengangkatan tumor kulit. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-04-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-helena-jelita-mm-mdsc-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Palangkaraya drg. Helena Jelita, MM, MDSc, Sp. Perio sebagai Dokter Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi seputar periodonsia. dr. Helena Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ria-yoanita-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Jakarta dr. Ria Yoanita, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Ria Yoanita menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dr. Ria Yoanita, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan anak, meliputi: Perawatan Bayi Baru Lahir Imunisasi Bayi dan Anak Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi, ASI Eksklusif dan MPASI Konsultasi tumbuh kembang anak Penanganan Kejang demam anak - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-indra-sari-sp-ort/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi, Jakarta drg. Indra Sari, Sp. Ort adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berfokus pada diagnosis, pencegahan, dan perawatan penyimpangan letak gigi serta ketidaksesuaian hubungan antar rahang. Beliau menamatkan pendidikan spesialis ortodonti di UGM dan merupakan anggota aktif Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI). Keahlian dan Fokus Layanan drg. Indra menangani berbagai masalah maloklusi (susunan gigi yang tidak rapi) pada pasien anak, remaja, maupun dewasa, meliputi: Gigi Berjejal (Crowding): Merapikan susunan gigi yang bertumpuk akibat kekurangan ruang pada rahang. Gigi Renggang (Diastema): Menutup celah antar gigi untuk estetika dan kesehatan gusi. Gigi Maju (Protrusi): Memperbaiki posisi gigi depan yang terlalu maju ke depan ("tonggos"). Masalah Gigitan (Maloklusi): Menangani kasus underbite (cakil), crossbite (gigitan silang), dan open bite (gigitan terbuka). Ortodonti Preventif & Interseptif: Penanganan dini pada anak-anak untuk mengarahkan pertumbuhan rahang agar gigi permanen tumbuh di posisi yang benar. Tindakan dan Tatalaksana Medis Dalam memberikan pelayanan, drg. Indra melakukan berbagai tindakan spesialis sesuai kebutuhan pasien, di antaranya: Pemasangan Behel Konvensional (Metal Braces): Penggunaan kawat gigi berbahan logam untuk pergerakan gigi yang efektif dan terkontrol. Behel Estetik (Ceramic/Sapphire Braces): Kawat gigi dengan bracket transparan atau sewarna gigi bagi pasien yang mengutamakan penampilan selama perawatan. Self-Ligating Braces (Damon System): Teknologi kawat gigi tanpa karet yang lebih minim rasa sakit, lebih higienis, dan cenderung mempercepat waktu kontrol. Clear Aligners: Perawatan merapikan gigi tanpa kawat menggunakan plastik transparan lepas-pasang yang hampir tidak terlihat. Penggunaan Alat Lepasan & Fungsional: Alat khusus untuk mengoreksi kebiasaan buruk atau mengarahkan pertumbuhan rahang pada usia pertumbuhan. Pemasangan Retainer: Tindakan pasca-perawatan behel untuk menjaga agar posisi gigi yang sudah rapi tidak bergeser kembali. Mini Screw (TADs): Penggunaan sekrup kecil sementara sebagai jangkar tambahan untuk menggerakkan gigi pada kasus yang kompleks. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mervinna-giovannim-biomedsp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Tindakan Medis: Induksi Ovulasi, Induksi Persalinan, Kuret, Operasi Sectio Caesaria, Pemasangan dan pelepasan kontrasepsi (IUD dan Susuk), Pemeriksaan dan Konsultasi Kesuburan, Pemeriksaan dan Konsultasi Program Hamil, Pemeriksaan infeksi TORCH, Pemeriksaan kehamilan (ante natal care), Persalinan dengan penyulit, Persalinan Normal, Tubektomi (kontrasepsi setril) - Lokasi: Tangerang dr. Mervinna Giovanni, M. Biomed, Sp. OG merupakan dokter spesialis kandungan dan kebidanan di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dan Primaya Hospital Tangerang, Tangerang Kota. Beliau telah menempuh pendidikan Profesi Kedokteran di Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya dan lulus pada tahun 2011. Beliau menyelesaikan magister Program Studi Biomedik, dengan konsentrasi ilmu Kedokteran Klinik Universitas Udayana Bali dan melanjutkan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di RSUP Sanglah/Universitas Udayana, Bali dan lulus pada tahun 2019. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah kesehatan Kebidanan dan Kandungan, diantaranya: Induksi Ovulasi Induksi Persalinan Kuret, Operasi Sectio Caesaria Pemasangan dan pelepasan kontrasepsi (IUD dan Susuk) Pemeriksaan dan Konsultasi Kesuburan Pemeriksaan dan Konsultasi Program Hamil Pemeriksaan infeksi TORCH, Pemeriksaan kehamilan (ante natal care) Persalinan dengan penyulit, Persalinan Normal Tubektomi (kontrasepsi setril) dr Mervinna Giovanni saat ini tercatat sebagai anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hushaemah-syam-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Makassar dr. Hushaemah Syam, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Hushaemah Syam, Sp. A. menempuh pendidikan spesialis di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan anak meliputi: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak Penanganan bayi baru lahir Diagnosis dan manajemen penyakit menular pada bayi, anak-anak dan remaja Menyediakan atau mengawasi perawatan medis umum pada bayi, anak-anak dan remaja untuk kondisi akut dan kronis yang melibatkan setiap dan semua sistem organ, termasuk alergi dan gangguan sistemik auto-imun dr. Hushaemah Syam, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-indracipta-munajat-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI - Lokasi: Makassar drg. Indracipta Munajat Sp. KG sebagai Dokter Gigi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Indracipta Munajat menempuh studi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Gigi berlubang (karises) Infeksi saraf gigi Gigi patah atau rusak Gigi sensitif Gigi avulasi drg Indracipta juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhamad-taufiksp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Tindakan Medis: Abses hati, appendik, eksisi tumor, Hemoroid, Konsultasi Bedah, Laparatomi, usus buntu, wasir - Lokasi: Tangerang dr. Muhamad Taufik, Sp. B sebagai Dokter Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr Muhamad Taufik menempuh pendidikan Spesialis Bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan antara lain: Konsultasi Bedah Abses hati Laparatomi Usus buntu / appendictomy Hemoroid Eksisi tumor (Payudara, lipoma, Kista) dr Muhamad Taufik juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ira-suci-atisp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Ira Suci Ati,Sp. BM sebagai Dokter Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Ira Suci Ati menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait prosedur kompleks tindakan bedah mulut dan maksilofasial meliputi : Trauma Maksilofasial Terapi kelainan Temporo Mandibula Joint Dental Implant Bedah Mulut Minor : Ekstraksi Gigi Odontektomi Abses Maksilofasial Alveolektomi dan Frenectomy Kista Rongga Mulut Palato dan Labioplasty Eksisi Tongue Tie dr. Ira Suci juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ribka-hotnida-kurniati-lumban-tobing-sp-ak/ - Spesialisasi: AKUPUNTUR - Lokasi: Bekasi dr. Ribka Hotnida Kurniati Lumban Tobing, Sp. AK sebagai Dokter Spesialis Akupuntur yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Ribka Hotnida Kurniati Lumban Tobing menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Akupunktur di Universitas Pengakuan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi terkait Akupuntur. dr. Ribka Hotnida juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-komang-desyandana-puteri-omega/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Karawang drg. Komang Desyandana P. adalah seorang Dokter Gigi Umum yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Karawang. drg. Komang Desyandana P. mendapatkan gelar kedokterannya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Jember. Beliau yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar gangguan kesehatan gigi umum. , diantaranya: Pemeriksaan dan diagnosis Scaling Penumpatan gigi Perawatan saluran akar Gigi palsu Pencabutan gigi Pelayanan gigi anak Edukasi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-idries-tirtahusada-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Pangkalpinang dr. Idries Tirtahusada, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Idries Tirtahusada menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: - Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya - Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus - Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal - Nyeri pramenstruasi (PMS) - Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas - Masalah Kesehatan Menopause - Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina - Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita - Gangguan hormonal - Penanganan mioma dan Kista Ovarium - Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks - Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks - USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul - Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr Idries Tirtahusada juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-komang-sri-wulandari/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Komang Sri Wulandari sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Komang Sri Wulandari menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Cabut Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi Pemutihan Gigi Pengobatan Gigi Sensitif Scaling Gigi Tambal Gigi Veneer Gigi drg. Komang Sri juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ridho-ardhi-syaiful-sp-bkbd/ - Spesialisasi: BEDAH DIGESTIF - Lokasi: Bekasi dr. Ridho Ardhi Syaiful, Sp. B(K)BD sebagai Dokter Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Ridho Ardhi Syaiful menempuh pendidikan Kedokteran spesialis Bedah Digestif di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Bedah yang dikhususkan pada Bedah Digestif. dr. Ridho juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-08-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ignatius-pramudya-widjaja-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Pangkalpinang dr. Ignatius Pramudya Widjaja, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan. dr Ignatius Pramudya Widjaja juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ridwan-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Ridwan Mahmuddin, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr. Ridwan Mahmuddin menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Indonesia, lulus tahun 2012 dengan predikat cumlaude. dr Ridwan juga mendapatkan Tadjuluddin Award tahun 2012 yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik dari peserta program pendidikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait Kebidanan dan Kandungan adalah: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum) Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi Wanita Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi Wanita Selain itu beliau juga tergabung dalam tim Smart Fertility Clinic Evasari yang menangani masalah kesuburan dan program Bayi Tabung (IVF). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-lily-mustapa-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Sukabumi drg. Lily Mustapa, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. drg. Lily Mustapa menempuh studi Kedokteran Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan gigi dan mulut terkait akar gigi. drg Lily juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ika-wulan-yuliani-sp-pd-kr/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Ika Wulan Yuliani, Sp. PD-KR sebagai Dokter Penyakit Spesialis Dalam Konsultan Reumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Ika Wulan Yuliani, Sp. PD-KR menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Penyakit Dalam dan Subspesialisasi Reumatologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan untuk menangani: Osteoarthritis Rheumatoid arthritis Nyeri punggung terkait peradangan pada tulang belakang (spondilitis) Tendinitis Lupus Demam rematik Psoriasis arthritis Skleroderma Sindrom antifosfolipid Sindrom Sjögren Radang pembuluh darah (vaskulitis) Polimialgia reumatik - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ilhandy-oetama-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Tangerang dr. Ilhandy Oetama, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis urologi dari Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni berfokus pada diagnosis masalah kesehatan pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Masalah berkemih pada wanita dan pria Kelainan genitalia pada anak Infeksi saluran kemih Tindakan PCNL, ESWL, URS, TURP, Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Rezum dr Ilhandy Oetama, Sp. U juga merupakan anggota dari atan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-lolita-dian-evayani-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Lolita Dian Evayani Sp. BM sebagai Dokter gigi spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Lolita Dian Evayani menempuh pendidikan Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Bedah Mulut Konsultasi Bedah Mulut Operasi Ortognatic Odontektomidrg Lolita juga merupakan anggota dari Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-imelda-hady-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Sorowako dr. Imelda Hady, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. dr. Imelda Hady, Sp. A menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak dr. Imelda Hady juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rina-previana-amiruddin-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN, KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS - Lokasi: Makassar dr. Rina Previana Amiruddin Sp. OG, Subsp. Obginsos sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Rina Previana Amiruddin menempuh pendidikan Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Pemeriksaan kehamilan terpadu pada ibu hamil Persalinan secara normal maupun seksio sesarea Kehamilan remaja Kasus kekerasan pada wanita Keluarga berencana Kehamilan dengan penyakit yang berisiko transmisi ke janin. dr. Rina Previana Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-lucky-murti-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Lucky Murti, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Lucky Murti menyelesaikan profesi Kedokteran Gigi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada tahun 2006, kemudian melanjutkan studi Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia, dan selesai pada tahun 2012. Sebagai Spesialis Konservasi Gigi (Sp. KG), drg. Lucky Murti memiliki kompetensi inti dalam: Perawatan Saluran Akar (Endodontik): Diagnosis dan perawatan saluran akar pada gigi yang mengalami infeksi, pulpitis (radang pulpa), atau kematian saraf. Perawatan saluran akar yang kompleks, seperti gigi dengan saluran akar yang bengkok atau kasus perawatan ulang (retreatment). Restorasi Estetika (Tambal Gigi): Penambalan gigi dengan bahan sewarna gigi (komposit) untuk mengembalikan bentuk, fungsi, dan penampilan alami gigi yang berlubang atau patah. Penutupan celah antar gigi (diastema closure) dan perbaikan bentuk gigi. Kedokteran Gigi Restoratif: Perawatan gigi yang memerlukan restorasi mahkota parsial (inlay dan onlay) untuk menggantikan struktur gigi yang hilang dengan kekuatan maksimal. Perawatan pasak dan inti (post and core) untuk memperkuat gigi setelah perawatan saluran akar. Penanganan Trauma Gigi: Penanganan kegawatdaruratan gigi akibat trauma (patah, geser, atau gigi terlepas) pada anak maupun dewasa, dengan fokus mempertahankan vitalitas gigi. Pemutihan Gigi (Bleaching): Prosedur pemutihan gigi yang aman dan efektif untuk memperbaiki warna gigi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rini-rasianti-permatasari-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Tangerang dr. Rini Rasianti Permatasari, Sp. DVE, FINSDV, FAADV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Shalina Sebayang menamatkan pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Padjadjaran. dr. Rini Rasianti Permatasari, Sp. DVE, FINSDV, FAADV memiliki pengalaman dalam menangani berbagai masalah kulit dan kelamin untuk berbagai kelompok usia, dengan fokus utama pada: Dermatologi Estetika: Penanganan jerawat (acne), bekas jerawat (scar), flek hitam (melasma), serta program peremajaan kulit (anti-aging). Gangguan Rambut & Kulit Kepala: Masalah kerontokan rambut dan kebotakan (alopecia). Penyakit Kulit Umum: Eksim, dermatitis, psoriasis, serta infeksi kulit akibat bakteri, jamur, atau virus. Kesehatan Menular Seksual: Konsultasi dan tatalaksana infeksi menular seksual secara komprehensif. Dalam memberikan pelayanan, dr. Rini Rasianti Permatasari, Sp. DVE, FINSDV, FAADV menguasai berbagai prosedur medis dan teknologi terkini, meliputi: Terapi Laser & Cahaya: Untuk perbaikan tekstur kulit, penghilangan pigmen, dan peremajaan kulit. Injeksi Estetika: Tindakan seperti Skin Booster, injeksi botulinum toxin (botox), dan filler untuk estetika wajah. Chemical Peeling: Prosedur untuk regenerasi kulit dan menangani masalah pigmentasi serta jerawat. Bedah Kulit & Biopsi: Tindakan pengambilan sampel jaringan atau pengangkatan tumor jinak pada kulit. Cauterization (Kauter): Pengangkatan kutil, keratosiss seboroik, atau bintil kulit lainnya. dr. Rini Rasianti juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-m-harizah-achmad-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI - Lokasi: Makassar drg. M. Harizah Achmad, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg M. Harizah Achmad menempuh studi spesialis Kedokteran Gigi Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Airlangga, Surabaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Gigi berlubang (karises) Infeksi saraf gigi Gigi patah atau rusak Gigi sensitif Gigi avulasi drg M Harizah juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-04-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-immanuel-tarigan-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Palangkaraya dr. Immanuel Tarigan, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait penyakit dan gangguan pada paru-paru dan saluran pernapasan. dr. Immanuel Tarigan, Sp. P juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-mardi-sesa-arief-sp-pros/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA - Lokasi: Makassar drg. Mardi Sesa Arief, Sp. Pros sebagai Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Mardi Sesa Arief menempuh studi spesialis Kedokteran Gigi Spesialis Prostodonsi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Implan gigi Memasang mahkota Veener proselen Gigi tiruan Memperbaiki cedera traumatis drg Mardi juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan Ikatan Prostodonsia Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-imran-safei-sp-kfr-k/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI, KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI - Lokasi: Makassar dr. Imran Safei, Sp. KFR (K) sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis Konsultan Geriatri yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Imran Safei menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medis di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Neurorehabilitasi Manajemen nyeri Cedera olahraga Terapi okupasi Fisioterapi Perawatan pasca operasi dr Imran juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-indah-fitriani-sppd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bekasi dr. Indah Fitriani, Sp. PD, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr. Indah Fitriani, Sp. PD, FINASIM menempuh pendidikan Spesialisasi di Universitas Indonesia. dr. Indah Fitriani memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan kesehatan organ dalam — mulai dari diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga infeksi dan gangguan pencernaan. Selain itu dr. Indah juga menjalani Pendidikan fellowship khusus untuk dialisis atau cuci darah. dr. Indah Fitriani, Sp. PD, FINASIM merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi terkait Penanganan Pemeriksaan dan pengelolaan diabetes Penanganan tekanan darah tinggi (hipertensi) Kolesterol dan asam urat tinggi Penyakit infeksi seperti demam berdarah, tifus, pneumonia, atau infeksi saluran kemih Gangguan pencernaan misalnya maag, GERD (asam lambung naik), sembelit, atau diare Kelelahan dan gangguan metabolik membantu mencari penyebab tubuh mudah lelah atau berat badan tidak stabil. Pemeriksaan laboratorium & interpretasi hasil menjelaskan hasil darah, urine, atau tes lain agar pasien paham kondisinya. Konsultasi dan penanganan ginjal dan cuci darah - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-risma-maharani-spog-mkes/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Risma Maharani, Sp. OG, M. Kes merupakan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Hasanudin serta meraih gelar Magister Kesehatan, yang memperkuat kompetensinya dalam memberikan pelayanan kesehatan perempuan secara komprehensif dan berkesinambungan. dr. Risma Maharani, Sp. OG, M. Kes memiliki keahlian dalam menangani kesehatan wanita di berbagai fase kehidupan, mulai dari kehamilan, persalinan, hingga masalah kesehatan reproduksi dan ginekologi. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care) Penanganan kehamilan normal maupun berisiko Persiapan dan pendampingan persalinan Pemeriksaan dan penanganan gangguan haid Konsultasi kesehatan reproduksi wanita Penanganan masalah ginekologi seperti kista, miom, dan infeksi kewanitaan Konsultasi keluarga berencana (KB) Edukasi kesehatan wanita serta interpretasi hasil pemeriksaan penunjang - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-indah-lestari-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Makassar dr. Indah Lestari, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Hasanuddin Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, diantaranya: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr Indah Lestari juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ristum-a-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Pangkalpinang dr. Ristum A, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr Ristum A merupakan alumni Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot) Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-martina-ichsanti-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Martina Ichsanti, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Martina Ichsanti menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Periodonsia di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi keluhan gigi yang dikhususkan pada Periodonsia. drg. Martina juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Periodonsia Indonesia (IPERI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-indra-raymond-spbkv/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Bekasi dr. Indra Raymond, Sp. B (K) V merupakan Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah di Universitas Gajah Mada dan melanjutkan pendidikan subspesialis Konsultan Bedah Vaskular, sehingga memiliki kompetensi khusus dalam menangani berbagai penyakit dan gangguan pembuluh darah secara komprehensif. dr. Indra Raymond, Sp. B (K) V memiliki keahlian dalam diagnosis dan penatalaksanaan penyakit pembuluh darah, baik arteri maupun vena, dengan pendekatan medis dan tindakan bedah yang berorientasi pada keselamatan serta kualitas hidup pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Penyakit pembuluh darah vena seperti varises dan insfisiensi vena kronis Penyakit pembuluh darah arteri, termasuk penyakit arteri perifer Penanganan luka kronis akibat gangguan pembuluh darah (misalnya luka diabetes) Evaluasi dan penanganan sumbatan atau penyempitan pembuluh darah Konsultasi gangguan aliran darah pada tungkai Tindakan bedah dan non-bedah vaskular sesuai indikasi medis Edukasi dan pemantauan pasca tindakan untuk mencegah kekambuhan - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-12-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-merdiana-dwi-trasti-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI, DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Jakarta drg. Merdiana Dwi Trasti, Sp. KGA sebagai Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi dan Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Merdiana Dwi Trasti menempuh pendidikan profesi Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi dan Anak di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan gigi anak. dr. Merdiana juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rivany-irzan-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Rivany Irzan, Sp. OG sebagai Dokter Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Rivany Irzan menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai kesehatan Kebidanan dan Kandungan. dr. Rivany juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-06-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-merlyana-prastika/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Palangkaraya drg. Merlyana Prastika sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. drg Merlyana Prastika menempuh pendidikan Dokter Gigi di Universitas Mahasaraswati. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan gigi dan mulut secara umum, diantaranya: Scalling gigi Penambalan gigi anak dan dewasa Pencabutan gigi anak dan dewasa Splinting gigi goyang Bleaching Penambalan gigi estetik Ortodonti lepasan drg. Merlyana Juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-inge-angelia-sigit-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Sukabumi dr. Inge Angelia Sigit, Sp. S sebagai Dokter Saraf yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Inge Angelia Sigit menempuh studi pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot)Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-riviena-claudia/ - Spesialisasi: UMUM - Lokasi: Bekasi dr. Riviena Claudia sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Kristen Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan umum. dr. Riviena Claudia juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-meutia-dienda-citrawuni-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI, DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Jakarta drg. Meutia Dienda Citrawuni, Sp. KGA adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Pedodontis) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Beliau menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia (UI) dan merupakan anggota aktif dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI). Beliau memiliki dedikasi tinggi dalam menciptakan pengalaman ke dokter gigi yang positif, nyaman, dan tidak menakutkan bagi anak-anak. Sebagai seorang spesialis KGA, drg. Meutia tidak hanya menangani masalah gigi, tetapi juga memantau pertumbuhan serta perkembangan rahang dan gigi anak mulai dari usia bayi hingga remaja. Keahlian dan Fokus Layanan drg. Meutia menangani berbagai kebutuhan kesehatan mulut anak, meliputi: Perawatan Pencegahan (Preventif): Aplikasi fluoride dan pit & fissure sealant untuk mencegah gigi berlubang. Penanganan Gigi Berlubang: Penambalan gigi susu maupun gigi tetap pada anak dengan teknik yang minim rasa sakit. Perawatan Saraf Gigi Anak (Pulpektomi/Pulpotomi): Penanganan gigi anak yang sudah mengalami kerusakan hingga ke bagian saraf agar gigi tetap dapat dipertahankan. Manajemen Trauma Gigi: Penanganan darurat pada gigi anak yang patah atau lepas akibat terjatuh atau kecelakaan. Kebiasaan Buruk (Bad Habits): Konsultasi dan tindakan untuk menghentikan kebiasaan mengisap jempol atau penggunaan empeng yang dapat merusak susunan gigi. Space Maintainer: Pemasangan alat untuk menjaga ruang agar gigi tetap tumbuh di posisi yang benar jika gigi susu tanggal sebelum waktunya. Tindakan dan Tatalaksana Medis Sebagai spesialis kedokteran gigi anak, drg. Meutia memiliki kompetensi dalam melakukan berbagai tindakan operatif dan preventif, di antaranya: Topical Application Fluoride (TAF): Pemberian lapisan pelindung pada gigi anak untuk memperkuat email dan mencegah karies (lubang gigi). Pit and Fissure Sealant: Penutupan celah dalam pada permukaan gigi geraham untuk mencegah sisa makanan tersangkut yang memicu lubang. Penambalan Gigi (Restorasi): Penambalan gigi susu maupun gigi permanen muda dengan bahan yang aman dan estetis (seperti resin komposit atau glass ionomer). Pencabutan Gigi Susu (Ekstraksi): Tindakan pencabutan gigi yang sudah goyang atau yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi agar tidak mengganggu pertumbuhan gigi permanen. Perawatan Saluran Akar Anak (Pulpotomi & Pulpektomi): Pembersihan jaringan saraf yang terinfeksi untuk meredakan nyeri hebat tanpa harus mencabut gigi. Pemasangan Dental Crown (Stainless Steel Crown): Pemasangan mahkota gigi tiruan khusus anak untuk melindungi gigi yang sudah mengalami kerusakan besar atau keropos. Space Maintainer & Space Regainer: Pemasangan alat khusus untuk menjaga ruang agar gigi permanen tetap memiliki tempat untuk tumbuh dengan rapi setelah gigi susu tanggal prematur. Manajemen Trauma Dental: Tindakan darurat untuk memperbaiki gigi yang patah, bergeser, atau lepas (avulsi) akibat benturan. Scaling & Pembersihan Karang Gigi: Pembersihan karang gigi dan noda (stain) pada gigi anak untuk menjaga kesehatan gusi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-inneke-sirowanto-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Tangerang dr. Inneke Sirowanto, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Universitas Hasanuddin, Makassar. dr. Inneke, Sp. OG melayani berbagai kebutuhan medis, mulai dari perencanaan kehamilan, pendampingan selama masa kehamilan, proses persalinan, hingga penanganan masalah kesehatan organ reproduksi wanita. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, psk), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. dr. Inneke Sirowanto,Sp. OG juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rivo-mario-warouw-lintuuran-spkj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Bekasi dr. Rivo Mario Warouw Lintuuran, Sp. KJ merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Jiwa di Universitas Indonesia dan memiliki kompetensi dalam menangani berbagai gangguan kesehatan mental, baik akut maupun kronis, pada remaja maupun dewasa. dr. Rivo Mario Warouw Lintuuran, Sp. KJ memiliki keahlian dalam diagnosis, terapi, dan penatalaksanaan kondisi psikologis dan psikiatris, dengan pendekatan yang empatik, evidence-based, dan komunikatif. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Gangguan mood seperti depresi dan bipolar Gangguan kecemasan, stres, dan gangguan panik Gangguan tidur dan masalah psikososial Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya Konsultasi psikoterapi, terapi perilaku, dan manajemen obat psikiatri Penanganan ketergantungan zat (adiksi) Edukasi kesehatan mental serta strategi pencegahan dan pemulihan - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-mirza-aryanto-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Mirza Aryanto, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Mirza Aryanto menyelesaikan studi Kedokteran Gigi (2006) dan Spesialis Konservasi Gigi (2011) di Universitas Padjadjaran. Sebagai Spesialis Konservasi Gigi (Sp. KG), drg. Mirza Aryanto memiliki kompetensi inti dalam: Perawatan Saluran Akar (Endodontik): Diagnosis dan perawatan saluran akar pada gigi yang mengalami infeksi, pulpitis (radang pulpa), atau kematian saraf. Perawatan saluran akar yang kompleks, seperti gigi dengan saluran akar yang bengkok atau kasus perawatan ulang (retreatment). Restorasi Estetika (Tambal Gigi): Penambalan gigi dengan bahan sewarna gigi (komposit) untuk mengembalikan bentuk, fungsi, dan penampilan alami gigi yang berlubang atau patah. Penutupan celah antar gigi (diastema closure) dan perbaikan bentuk gigi. Kedokteran Gigi Restoratif: Perawatan gigi yang memerlukan restorasi mahkota parsial (inlay dan onlay) untuk menggantikan struktur gigi yang hilang dengan kekuatan maksimal. Perawatan pasak dan inti (post and core) untuk memperkuat gigi setelah perawatan saluran akar. Penanganan Trauma Gigi: Penanganan kegawatdaruratan gigi akibat trauma (patah, geser, atau gigi terlepas) pada anak maupun dewasa, dengan fokus mempertahankan vitalitas gigi. Pemutihan Gigi (Bleaching): Prosedur pemutihan gigi yang aman dan efektif untuk memperbaiki warna gigi. dr. Mirza juga merupakan anggotaterhimpun dalam Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-riyan-adi-kurnia-spu/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Depok, Jakarta dr. Riyan Adi Kurnia, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya PGI Cikini dan Primaya Hospital Depok. menempuh pendidikn dokter Spesialis Urologi di Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni berfokus pada diagnosis masalah kesehatan pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter dan kandung kemih) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Tindakan RIRS, PCNL, ESWL, URS, TUR-P, Li-ESWT dr. Riyan juga merupakan anggota dari ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ied-imilda-m-biomed-sp-ak/ - Spesialisasi: ANAK - NEONATOLOGI - Lokasi: Pangkalpinang dr. Ied Imilda, M. Biomed, Sp. A(K) sebagai Spesialis Anak Subspesialis Neonatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Beliau menempuh Program Spesialis Ilmu Kesehatan Anak dan Program Studi Magister Ilmu Biomedik, Program Pascasarjana, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, kemudian meraih gelar Subspesialis Neonatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Fokus pada perawatan bayi baru lahir, terutama bayi yang memiliki kondisi kesehatan yang berisiko tinggi, seperti bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, atau bayi dengan masalah medis lainnya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak-anak secara menyeluruh, mulai dari bayi hingga remaja, diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak. dr Ied Imilda juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-intan-ramli-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi, Jakarta dr. Intan Ramli, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Kelapa Gading. dr. Intan adalah seorang dokter spesialis mata dari Universitas Sriwijaya, dengan pendidikan lanjutan sebagai Fellow Vitreoretina dari Universitas Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun berpraktik sebagai dokter spesialis mata di berbagai rumah sakit dan klinik terkemuka, dr. Intan memiliki keahlian dalam menangani berbagai penyakit mata, termasuk katarak, vitreoretina, serta kasus infeksi dan imunologi mata. Saat ini, dr. Intan aktif sebagai anggota dari berbagai asosiasi oftalmologi lokal dan internasional, serta terlibat dalam kegiatan amal sosial yang berkaitan dengan kesehatan mata - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-natalia-m-dsc-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK - Lokasi: Makassar drg. Natalia, M. DSc. ,Sp. KGA sebagai Dokter Gigi dengan Spesialis Kedokteran Gigi Anak yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Natalia menempuh studi Program Studi Kedokteran Gigi di Universitas Sam Ratulangi. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Gigi berlubang Sariawan Radang gusi Gigi patah atau retak Gigi miring, berjejal atau tidak rata Gangguan pertumbuhan gigi drg. Natalia juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-07-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rizky-andriani-sp-p-fapsr/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bekasi dr. Rizky Andriani, Sp. P, FAPSR, FISR merupakan Dokter Spesialis Paru Fellow Terapi Sistemik Onkologi Toraks yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Universitas Indonesia serta memiliki keanggotaan dan fellowship profesional di bidang paru, yang memperkuat kompetensinya dalam menangani berbagai penyakit sistem pernapasan secara komprehensif. dr. Rizky Andriani, Sp. P, FAPSR, FISR memiliki keahlian dalam diagnosis dan penatalaksanaan penyakit paru dan saluran napas, baik akut maupun kronis, dengan pendekatan yang evidence-based, komunikatif, dan berorientasi pada keselamatan serta kualitas hidup pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Penyakit paru seperti asma, PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), dan bronkitis Infeksi paru, termasuk pneumonia, tuberkulosis (TBC), dan infeksi saluran napas Batuk kronis, sesak napas, dan gangguan pernapasan lainnya Penyakit paru akibat rokok, polusi, dan faktor lingkungan Evaluasi dan pemantauan fungsi paru Konsultasi berhenti merokok dan pencegahan penyakit paru Interpretasi pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada, CT-scan toraks, dan pemeriksaan laboratorium terkait paru - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rizqa-haerani-saenong-sp-kk-m-kes/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Bekasi dr. Rizqa Haerani Saenong, Sp. D. V. E, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Rizqa Haerani Saenong menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal kesehatan kulit dan kelamin. dr. Rizqa juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-nenden-handayani/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Sukabumi drg. Nenden Handayani sebagai Dokter Gigi Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. drg. Nenden Handayani menempuh studi Kedokteran Gigi dan Mulut di Universitas Padjadjaran Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan gigi dan mulut secara umum. drg Nenden juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-robert-edward-saragih-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI - Lokasi: Bekasi dr. Robert Edward Saragih, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Intervensi Kardiovaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Robert Edward Saragih menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara kemudian ia melanjutkan pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi penyakit dikhususkan pada bagian Jantung. dr. Robert Edward juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-noviani-tri-indriyati-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Noviani Tri Indriyati, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Noviani Tri Indriyati menamatkan pendidikan Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Trisakti, Jakarta. Sebagai Spesialis Konservasi Gigi (Sp. KG), drg. Noviani Tri memiliki kompetensi inti dalam: Perawatan Saluran Akar (Endodontik): Diagnosis dan perawatan saluran akar pada gigi yang mengalami infeksi, pulpitis (radang pulpa), atau kematian saraf. Perawatan saluran akar yang kompleks, seperti gigi dengan saluran akar yang bengkok atau kasus perawatan ulang (retreatment). Restorasi Estetika (Tambal Gigi): Penambalan gigi dengan bahan sewarna gigi (komposit) untuk mengembalikan bentuk, fungsi, dan penampilan alami gigi yang berlubang atau patah. Penutupan celah antar gigi (diastema closure) dan perbaikan bentuk gigi. Kedokteran Gigi Restoratif: Perawatan gigi yang memerlukan restorasi mahkota parsial (inlay dan onlay) untuk menggantikan struktur gigi yang hilang dengan kekuatan maksimal. Perawatan pasak dan inti (post and core) untuk memperkuat gigi setelah perawatan saluran akar. Penanganan Trauma Gigi: Penanganan kegawatdaruratan gigi akibat trauma (patah, geser, atau gigi terlepas) pada anak maupun dewasa, dengan fokus mempertahankan vitalitas gigi. Pemutihan Gigi (Bleaching): Prosedur pemutihan gigi yang aman dan efektif untuk memperbaiki warna gigi. dr. Noviani juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irissandya-dyah-atisuksma-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Semarang dr. Irissandya Dyah Atisuksma, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Irissandya Dyah Atisuksma menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Universitas Gajah Mada. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan tulang umum. dr. Muhammad Nurul juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irlov-nurmei-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Irlov Nurmei, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan adalah: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi Penanganan Kehamilan: Kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan Penanganan Persalinan: Persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum) Diagnostik: Diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita Terapi: Pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi Wanita Operasi: Operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi Wanita dr. Irlov Nurmei, Sp. OG juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-robert-soetandio-m-si-med-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Tangerang dr. Robert Soetandio, M. Si. Med, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro. dr. Robert Soetandio, M. Si. Med, Sp. A melayani konsultasi kesehatan anak sejak bayi baru lahir hingga usia remaja. Layanan yang diberikan mencakup skrining tumbuh kembang serta edukasi orang tua yang berkelanjutan, guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak secara optimal. Dengan pengalaman klinis yang kuat dan komprehensif, beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai aspek kesehatan anak, antara lain : Pemeriksaan rutin kesehatan anak Imunisasi Penatalaksanaan infeksi pada Anak Gangguan tumbuh kembang Konsultasi laktasi Penyakit pada anak yang umum dijumpai seperti demam, batuk, diare, dan alergi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-08-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irsyal-rusad-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bekasi dr. Irsyal Rusad, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Irsyal Rusad menempuh pendidikan pesialis Penyakit Dalam dari Universitas Gadjah (1995), Kemudian menyelesaikan profesi Kedokteran Umum di Universitas yang sama yang selesai pada tahun 1982. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal penyakit dalam. dr. Irsyal juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rochsis-mandokosppd-kemdfinasimface/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES - Lokasi: Tangerang dr. Rochsismandoko, Sp. PD, KEMD,FINASIM,FACE sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrin-Metabolik-Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Rochsismandoko menamatkan pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Sriwijaya. Beliau memiliki keahlian mendalam dalam menangani masalah hormon dan sistem metabolisme tubuh, menangani kasus-kasus penyakit dalam yang kompleks, terutama yang berkaitan dengan kelenjar dan gangguan metabolisme. dr. Rochsismandoko, Sp. PD, KEMD, FINASIM, FACE berfokus pada diagnosis dan tatalaksana gangguan sistem endokrin, yang meliputi: Diabetes Melitus: Penanganan komprehensif diabetes tipe 1, tipe 2, serta manajemen komplikasi kronis akibat diabetes. Gangguan Tiroid: Tatalaksana penyakit kelenjar gondok (Hipertiroid, Hipotiroid, dan tumor tiroid). Masalah Metabolik: Penanganan gangguan kolesterol (dislipidemia), sindrom metabolik, dan obesitas medis. Gangguan Kelenjar Endokrin Lainnya: Masalah pada kelenjar hipofisis (pituitari), kelenjar adrenal, dan gangguan hormon reproduksi terkait sistem endokrin. Osteoporosis: Penanganan masalah kepadatan tulang yang dipengaruhi oleh faktor hormonal. Dalam praktiknya, beliau memberikan pelayanan medis tingkat lanjut, di antaranya: Konsultasi Subspesialis Endokrin: Diagnosis mendalam untuk gejala-gejala klinis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Manajemen Terapi Insulin & Obat Diabetes: Penyesuaian dosis dan jenis terapi yang dipersonalisasi sesuai kondisi pasien. Evaluasi Laboratorium Hormonal: Interpretasi hasil tes hormon yang kompleks untuk menentukan sumber gangguan kesehatan. Skrining & Pencegahan Komplikasi: Pemeriksaan menyeluruh untuk mencegah kerusakan organ akibat penyakit metabolik jangka panjang. Pendekatan Holistik Penyakit Dalam: Sebagai internis senior, beliau memberikan arahan pengobatan yang mempertimbangkan seluruh aspek kesehatan organ dalam pasien. dr. Rochsismandoko juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ronius-wentaria-sp-b-kbd/ - Spesialisasi: BEDAH DIGESTIF - Lokasi: Palangkaraya dr. Ronius Wentaria, Sp. B-KBD sebagai Dokter Spesialis Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Ronius Wentaria menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah di Universitas Sam Ratulangi, Manado dan Digestif di Universitas Hasanudin, Makassar. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi dan pemeriksaan untuk mendeteksi masalah pada sistem pencernaan, seperti tumor, kanker, cedera, atau perdarahan, sistem bilier, empedu dan hati. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Kanker usus besar, lambung, pankreas, esofagus dan hati Penyakit radang usus (IBD), seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa Penyakit divertikular dan batu empedu GERD, tukak lambung Hernia Prolaps rektum dan masalah pada anus Penyakit hati dan pankreas dr. Ronius Juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-nurin-sobrina-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Nurin Sobrina, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Nurin Sobrina menamatkan studi terakhirnya, yakni spesialis Periodonsia di Universitas Airlangga, Surabaya. Sebagai Spesialis Periodonsia, drg. Nurin memiliki kompetensi inti dalam: Diagnosis dan Perawatan Penyakit Periodontal: Diagnosis dan penanganan komprehensif Gingivitis (radang gusi) dan Periodontitis (infeksi gusi dan tulang penyangga gigi) pada tingkat ringan hingga lanjut. Perawatan Non-Bedah (Deep Cleaning): Melakukan Scaling dan Root Planing (SRP) untuk menghilangkan plak, kalkulus (karang gigi), dan toksin bakteri dari permukaan akar gigi. Bedah Periodontal: Prosedur bedah untuk mengurangi kedalaman kantong gusi dan meregenerasi tulang yang hilang (Flap Surgery dan Bone Grafting). Tindakan bedah koreksi estetika, seperti Gingivektomi/Gingivoplasti untuk merapikan garis gusi (senyum gusi/ gummy smile). Penanganan Resesi Gusi: Melakukan prosedur cangkok gusi (Soft Tissue Grafting) untuk menutupi permukaan akar gigi yang terbuka akibat resesi. Penempatan dan Perawatan Implan Gigi: Melakukan penempatan implan gigi, termasuk prosedur pendukung seperti Sinus Lift dan Ridge Augmentation untuk memastikan kondisi tulang rahang siap menerima implan. Perawatan dan pencegahan penyakit di sekitar implan (Peri-Implantitis). dr. Nurin juga merupakan anggota Ikatan Periodonsia Indonesia (IPERI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-08-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rony-m-santoso-sp-jpk-fiha-fapsc-fesc-fscai/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Tangerang dr. Rony M Santoso, SpJP, Subsp. K(K), Subsp. Var (K)FIHA,FESC, FAPSC, FSCAI sebagai Dokter Spesialis Jantung, Sub Spesialisasi Konsultan Kardiovaskular Intervensi,Konsultan Kedokteran Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Rony M Santoso menyelesaikan studi Kedokteran Umum di Universitas Indonesia pada tahun 2001 dan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas yang sama dan selesai pada tahun 2012. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kateterisasi jantung. dr. Rony juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rosilah-sp-rad/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Sukabumi dr. Rosilah, Sp. Rad adalah Dokter Spesialis Radiologi yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau menamatkan pendidikan Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga, Surabaya, salah satu universitas kedokteran ternama di Indonesia. Sebagai seorang radiolog, dr. Rosilah memiliki keahlian dalam menginterpretasikan berbagai jenis pencitraan medis untuk membantu diagnosis dan penanganan penyakit secara akurat. Pemeriksaan pencitraan yang biasa ditangani oleh beliau antara lain: Rontgen (X-ray) USG (Ultrasonografi) CT Scan (Computed Tomography) MRI (Magnetic Resonance Imaging) Peran penting dr. Rosilah sebagai spesialis radiologi adalah memberikan informasi visual yang detail dan akurat mengenai kondisi organ dan jaringan tubuh pasien, sehingga dapat membantu dokter spesialis lain dalam proses diagnosis maupun penentuan tindakan medis lebih lanjut. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-nuryanti-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Nuryanti, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Nuryanti menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Konservasi Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi keluhan gigi yang dikhususkan pada Konservasi Gigi. drg. Nuryanti juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-isman-firdaus-sp-jpk-fiha-fesc-fscai/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI - Lokasi: Bekasi dr. Isman Firdaus, Sp. JP(K), FIHA, FESC, FSCAI sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Intervensi Kardiovaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Isman Firdaus menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi penyakit seputar bagian Jantung dan Pembuluh Darah. dr Isman Firdaus adalah anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-roy-christian-sp-jpk-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Tangerang dr. Roy Christian, Sp. JP(K), FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Roy Christian menyelesaikan studi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Layanan Kateterisasi Jantung. dr. Roy juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-octaria-adelina-sukku-parantean/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Octaria Adelina Sukku Parantean sebagai Dokter gigi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut, Universitas Trisakti Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Layanan konsultasi kesehatan terkait gigi dan mulut, diantaranya: Cabut Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi Pemutihan Gigi Pengobatan Gigi Sensitif Scaling Gigi Tambal Gigi Veneer Gig drg. Rosiana Sutanto juga merupakan anggota dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-11-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-roy-hardjalukita-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Semarang dr. Roy Hardjalukita, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Roy Hardjalukita menempuh studi pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Katholieke Universiteit Leuven, Belgia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal penyakit dalam. dr Roy juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-palwita-soeryadi/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Palwita Soeryadi sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Palwita Soeryadi menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Cabut Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi Pemutihan Gigi Pengobatan Gigi Sensitif Scaling Gigi Tambal Gigi Veneer Gigi drg. Palwita juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-04-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ismon-kusasi-sp-bkv/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Tangerang ddr. Ismon Kusasi, Sp. B. SubSp BVE (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah Vaskuler di Universitas Andalas. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait seputar bedah vaskuler dan endovaskuler. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rr-josephine-retno-widayanti-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Tangerang dr. RR. Josephine Retno Widayanti, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Saraf dari Universitas Indonesia. dr. RR. Josephine Retno Widayanti, Sp. S menangani spektrum luas penyakit saraf, mulai dari gangguan umum hingga kondisi kronis, meliputi: Penyakit Serebrovaskular (Stroke): Pencegahan primer, penanganan fase akut, serta manajemen pemulihan pasca-stroke. Manajemen Nyeri Kepala dan Wajah: Penanganan migrain, nyeri kepala tegang (tension headache), vertigo, dan neuralgia trigeminal. Nyeri Tulang Belakang: Tatalaksana saraf terjepit (HNP), nyeri punggung bawah (LBP), dan nyeri leher kronis. Gangguan Saraf Tepi: Penanganan kesemutan, baal (mati rasa), serta neuropati (sering terjadi pada penderita diabetes). Penyakit Degeneratif Saraf: Evaluasi dan penanganan dini untuk penyakit Parkinson serta gangguan memori (Demensia/Alzheimer). Epilepsi: Manajemen kejang dan kontrol pengobatan jangka panjang. Untuk mendukung kesembuhan pasien, dr. RR. Josephine Retno Widayanti, Sp. S melakukan berbagai prosedur diagnostik dan terapi, di antaranya: Pemeriksaan Neurologis Lengkap: Evaluasi fungsi motorik, sensorik, koordinasi, serta fungsi luhur (kognitif). Manajemen Nyeri Neuropatik: Pemberian terapi farmakologi dan intervensi medis untuk meredakan nyeri saraf kronis. Interpretasi Neuroimaging: Menganalisis hasil CT-Scan otak, MRI kepala, dan MRI tulang belakang secara mendetail untuk penegakan diagnosis. Skrining Risiko Stroke: Pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi faktor risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Terapi Pencegahan Kekambuhan: Edukasi gaya hidup dan pengaturan obat-obatan untuk mencegah serangan saraf berulang dr. Josephine Retno juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-permina-helninafiawati-mars/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Permina Helninafiawati, MARS sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Palwita Soeryadi menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Cabut Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi Pemutihan Gigi Pengobatan Gigi Sensitif Scaling Gigi Tambal Gigi Veneer Gigi drg. Permina juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ismu-setyo-djatmiko-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Sukabumi dr. Ismu Setyo Djatmiko, Sp. OG adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau menempuh pendidikan kedokteran umum dan profesi dokter di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Sriwijaya. Sebagai dokter spesialis kandungan, dr. Ismu Setyo Djatmiko, Sp. OG memiliki keahlian dalam menangani berbagai kondisi kesehatan wanita, termasuk perencanaan kehamilan, kehamilan berisiko tinggi, serta gangguan sistem reproduksi. Beliau juga memiliki kompetensi dalam berbagai prosedur penunjang seperti: Laparoskopi (baik diagnostik maupun operatif) Histeroskopi Inseminasi Intrauterin (IUI) Vaginoplasty Layanan yang diberikan mencakup: Pemeriksaan kehamilan dan persalinan normal maupun dengan tindakan Penanganan gangguan kesuburan (infertilitas) Pemeriksaan dan penanganan kelainan menstruasi Deteksi dini kanker organ reproduksi wanita Penanganan kista ovarium, mioma, endometriosis Kontrasepsi dan program kehamilan Tindakan laparoskopi dan histeroskopi untuk diagnosis dan terapi dr. Ismu Setyo Djatmiko, Sp. OG juga merupakan anggota aktif dari: Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Dengan pendekatan yang profesional, empatik, dan berbasis bukti, dr. Ismu Setyo Djatmiko, Sp. OG berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan wanita di setiap tahap kehidupannya. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rudy-yunanto-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Rudy Yunanto, Sp. BS, FINSS, FINPS merupakan Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Bedah Saraf di Universitas Indonesia dan memiliki pelatihan serta keanggotaan profesional tingkat lanjut, termasuk sebagai Fellow of Indonesian Neurosurgical Spine Society (FINSS) dan Fellow of Indonesian Neuromodulation & Pain Society (FINPS). dr. Rudy Yunanto, Sp. BS, FINSS, FINPS memiliki keahlian dalam diagnosis dan penanganan berbagai gangguan sistem saraf pusat dan tepi, termasuk kelainan tulang belakang dan nyeri saraf, baik dengan pendekatan konservatif maupun tindakan bedah. Beliau dikenal dengan pendekatan yang komprehensif, berorientasi pada keselamatan pasien, serta berbasis pada indikasi medis yang tepat. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Nyeri saraf dan nyeri tulang belakang (leher, punggung, dan pinggang) Saraf terjepit (HNP), stenosis spinal, dan kelainan tulang belakang lainnya Cedera kepala dan cedera tulang belakang Tumor otak dan tumor sistem saraf Gangguan saraf perifer Penanganan nyeri kronis berbasis neuromodulasi Evaluasi neurologis serta interpretasi pemeriksaan penunjang seperti CT Scan, MRI, dan pemeriksaan saraf lainnya - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-propanita-heilianti-wijayani-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Propanita Heilianti Wijayani, Sp. KG merupakan Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia, dengan kompetensi mendalam dalam diagnosis, pencegahan, dan penatalaksanaan masalah gigi, termasuk perawatan saluran akar dan restorasi gigi. drg. Propanita Heilianti Wijayani, Sp. KG memiliki keahlian dalam menjaga kesehatan gigi dan memperpanjang umur gigi melalui tindakan konservatif, dengan pendekatan profesional, evidence-based, dan komunikatif. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Konservasi Gigi Indonesia (PKG). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Penanganan gigi berlubang dan restorasi gigi Perawatan saluran akar (root canal treatment) Penatalaksanaan gigi sensitif dan enamel rusak Pencegahan kerusakan gigi melalui sealant dan fluoride Edukasi perawatan gigi dan pencegahan karies Perawatan estetika gigi terkait konservasi, seperti veneer minimal invasif Evaluasi kesehatan gigi secara rutin untuk mempertahankan gigi asli - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-intan-suri-bagindasp-ak/ - Spesialisasi: AKUPUNTUR - Lokasi: Tangerang dr. Intan Suri Baginda, Sp. Ak sebagai Dokter Akupunktur yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Intan Suri Baginda menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Akupunktur di Universitas Indonesia. Sebagai Dokter spesialis akupunktur medik, dr. Intan Suri, Sp. Ak dapat menangani berbagai kondisi kesehatan dengan fokus utama pada manajemen nyeri dan gangguan fungsional. Kondisi yang umumnya ditangani meliputi: Manajemen Nyeri Kronis: Nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Nyeri leher dan bahu (frozen shoulder). Osteoartritis (nyeri sendi lutut). Sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala tegang. Nyeri pasca operasi. Fibromyalgia. Nyeri neuropati (gangguan saraf). Gangguan Fungsional Lain: Mual dan muntah (misalnya akibat kemoterapi). Insomnia (gangguan tidur). Infertilitas (gangguan kesuburan) sebagai terapi tambahan. Gangguan kecemasan dan depresi. Rehabilitasi pasca stroke. Gangguan kecantikan/estetika (misalnya facial rejuvenation) dr Intan Suri Baginda juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ita-rosita-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Ita Rosita, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan. dr. Ita Rosita juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sachraswaty-sp-bsp-bp-re-k/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Makassar DR. dr. Sachraswaty R. L. , Sp. B, Sp. BPRE, Subsp. KF (K) sebagai Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Konsultan Kraniomaksilofasial yang berpraktiik di Primaya Hospital Makassar. DR. dr. Sachraswaty R. L. , Sp. B, Sp. BPRE, Subsp. KF (K) menempuh pendidikan Spesialis Bedah di Fakultas Kedokteran Unversitas Hasanuddin dan Subspesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Memperbaiki bibir sumbing atau cacat bawaan lainnya. Memperbaiki luka bakar atau bekas luka Membesarkan atau mengecilkan payudara. Memperbaiki bentuk hidung (rhinoplasty). Menghilangkan lemak pipi, dagu, perut, bokong, dan lengan. Transplantasi rambut. Operasi rekonstruksi karena trauma DR. dr. Sachraswaty R. L. , Sp. B, Sp. BPRE, Subsp. KF (K) juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-rahma-natalia-hardjakusumah/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Rahma Natalia Hardjakusumah sebagai Dokter Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Rahma Natalia Hardjakusumah menamatkan pendidikan Spesialis Kedokteran Gigi Anak di Universitas Indonesia. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari drg. Rahma: Pemeriksaan dan Konsultasi Rutin: Melakukan pemeriksaan menyeluruh pada gigi, gusi, dan rongga mulut untuk deteksi dini masalah kesehatan gigi. Tindakan Pencegahan (Preventif): Scaling (Pembersihan Karang Gigi):Membersihkan karang dan plak gigi secara profesional untuk mencegah gingivitis dan periodontitis. Perawatan Konservasi Gigi (Restorasi): Penambalan Gigi:Mengatasi gigi berlubang (karies) dengan bahan tambalan estetis yang sesuai dengan warna gigi. Perawatan Saluran Akar (Endodontik) Dasar: Penanganan awal infeksi pada pulpa gigi. Pencabutan Gigi: Melakukan pencabutan gigi sulung (anak-anak) dan gigi permanen yang sudah tidak dapat dipertahankan. Bleaching (Pemutihan Gigi): Tindakan estetika untuk mengembalikan kecerahan alami gigi pasien. Pembuatan gigi tiruan lepasan dengan kehilangan 1-5 gigi. dr. Rahma juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-saiful-islam-sp-b-m-kes/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Karawang dr. Saiful Islam, Sp. B, M. Kes adalah seorang Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Karawang. dr. Saiful Islam mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Sebelas Maret. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah umum, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi kasus bedah umum, meliputi penilaian pra-operasi, penentuan indikasi tindakan, serta tindak lanjut pasca-operasi secara komprehensif. Penanganan penyakit bedah saluran cerna dasar, termasuk usus buntu, hernia, obstruksi usus. Tindakan bedah elektif dan emergensi seperti appendektomi, herniotomi/hernioplasti. Tindakan bedah minor, meliputi insisi dan drainase abses, debridement luka, serta penjahitan luka. Penanganan luka dan infeksi jaringan lunak. Penanganan kelainan anorektal dasar, seperti hemoroid, fissura ani, dan fistula ani. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2022-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-rai-swastini/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Rai Swastini sebagai Dokter Spesialis Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur dan Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Rai Swastini menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Gigi di Universitas Trisakti. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi keluhan gigi umum. drg. Rai Swastini juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ivana-tanoko-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Semarang dr. Ivana Tanoko, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan mata. dr Ivana Tanoko juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-salman-ardi-syamsu-sp-bkonk/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Makassar dr. Salman Ardi Syamsu, Sp. B, Subsp. Onk (K) sebagai Subspesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Salman Ardi Syamsu, Sp. B, Subsp. Onk (K) menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah di Universitas Hasanuddin. Berkompeten melakukan berbagai tindakan medis bedah onkologi meliputi deteksi, diagnostik keganasan, dan operasi tumor, rekonstruksi dan onkoplasti, pengangkatan ekstensi tumor, dan berbagai terapi sistemik. Deteksi dini tumor dan keganasan kepala-leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Diagnostik keganasan pada tumor kepala - leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Operasi pada tumor kepala-leher, tiroid, payudara, kulit dan jaringan lunak Rekonstruksi dan onkoplasti pasca operasi onkologi Endoskopi diagnostic dan terapi pada keganasan kepala-leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Pengangkatan ekstensi tumor-tumor yang melewati area tumor primer Pemasangan akses terapi sitemik sentral/chemoport dan perifer Terapi sistemik (terapi hormonal pada keganasan, kemoterapi pada keganasan, terapi target pada keganasan, imunoterapi pada keganasan) Penanganan paliatif pada keganasan dr. Salman Ardi Syamsu, Sp. B, Subsp. ONk (K) Juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Ind - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-11-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ricky-foniman/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Makassar drg. Ricky Foniman adalah seorang dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar dan Hertasning, berdedikasi dalam memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif untuk pasien dari segala usia. Beliau memiliki komitmen kuat untuk memelihara kesehatan senyum pasien, baik melalui tindakan pencegahan, pengobatan, maupun restorasi gigi. Pendekatan beliau dalam praktik adalah memberikan perawatan yang nyaman, minim rasa sakit, dan berorientasi pada edukasi pasien. drg. Ricky percaya bahwa pencegahan adalah kunci utama kesehatan gigi yang optimal, sehingga beliau selalu meluangkan waktu untuk menjelaskan kondisi gigi dan mulut pasien serta memberikan panduan perawatan yang tepat di rumah. Dengan sikap yang ramah, teliti, dan profesional, drg. Ricky Foniman siap menjadi mitra Anda dan keluarga dalam menjaga kesehatan gigi agar tetap optimal. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari drg. Ricky Foniman: Pemeriksaan dan Konsultasi Rutin: Melakukan pemeriksaan menyeluruh pada gigi, gusi, dan rongga mulut untuk deteksi dini masalah kesehatan gigi. Tindakan Pencegahan (Preventif): Scaling (Pembersihan Karang Gigi): Membersihkan karang dan plak gigi secara profesional untuk mencegah gingivitis dan periodontitis. Perawatan Konservasi Gigi (Restorasi): Penambalan Gigi:Mengatasi gigi berlubang (karies) dengan bahan tambalan estetis yang sesuai dengan warna gigi. Perawatan Saluran Akar (Endodontik) Dasar: Penanganan awal infeksi pada pulpa gigi. Pencabutan Gigi: Melakukan pencabutan gigi sulung (anak-anak) dan gigi permanen yang sudah tidak dapat dipertahankan. Bleaching (Pemutihan Gigi): Tindakan estetika untuk mengembalikan kecerahan alami gigi pasien. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ivander-purvance-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Semarang dr. Ivander Purvance, Sp. OT sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Ivander Purvance menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan tulang umum. dr Ivander Purvance juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-03-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sammy-saleh-al-huraiby-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Tangerang dr. Sammy Saleh Al Huraiby, Sp. OT sebagai Bedah Orthopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Sammy Saleh, Sp. OT menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Orthopaedics Surgeon di Universitas Indonesia. dr. Sammy Saleh Al Huraiby, Sp. OT memiliki keahlian dalam diagnosis dan penanganan masalah tulang, sendi, otot, dan ligamen, dengan pendekatan yang komprehensif dan berorientasi pada pemulihan fungsi serta kualitas hidup pasien. Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Trauma and Fracture Treatment Reconstruction Neglected Fracture Minimal Invasive Surgery Arthroscopy Total Knee Arthroplasty Total Hip Arthroplasty Unicompartmental Knee Arthroplasty Sport injury treatment Stemcell and Radiofrequency dr. Sammy Saleh juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ivo-flora-panjaitan-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Karawang dr. Ivo Flora Panjaitan, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Ivo Flora Panjaitan menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal penyakit dalam, diantaranya Konsultasi Penyakit Dalam dewasa dan lansia Gangguan Endokrin - Metabolik (misal: Diabetes Mellitus, Tiroid) Gangguan Ginjal - Hipertensi (Misal: Sindroma Nefrotik, gagal ginjal) Gangguan Alergi - Imunologi (Misal: Asma, Rhinitis Alergi) Gangguan Tropik - Infeksi (misal: Demam Berdarah, Filariasi Gangguan Gastroentero - Hepatologi (misal: GERD, Dispepsia, Gastritis, Pankreatitis, Hepatitis) Gangguan Rematologi (Misal: Osteoporosis, Penyakit Lupus Gangguan Hematologi - Onkologi (Misal: Anemia, Penyakit Limpa/ limfoma) Penyakit Geriatri (Misal: Demensia, Malnutrisi, Osteoarthritis) Gangguan Intoksikasi (Misal: Keracunan Makanan, Zat berbahaya, dll) Gangguan Syok Sepsis/ Kardiogenik/ Hipovolemik Kegawatdaruratan Penyakit Dalam dr. Ivo Flora Panjaitan Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-samsul-afandi-sp-p-fisr/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Semarang dr. Samsul Afandi, Sp. P, FISR sebagai Dokter Spesialis Paru yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Samsul Afandi menempuh studi pendidikan Spesialis Pulmonologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal penyakit paru. dr Samsul juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Selain itu, beliau juga terhimpun dalam organisasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jainal-arifin-m-kes-sp-ot-k-spine/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Makassar Dr. dr. Jainal Arifin, M. Kes. , Sp. OT (K)Spine, FICS sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Jainal Arifin menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang. Radang sendi (artritis). Cedera ligamen (misalnya cedera ACL). Cedera tendon (tendinitis). Gangguan tulang belakang (skoliosis, dll. ). Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis). Tumor tulang. Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ). Carpal Tunnel Syndrome Hernia nukleus pulposus dr Jainal Arifin juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-05-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sanggap-indra-sitompul-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Palangkaraya dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. Jp, FIHA sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Sanggap Indra Sitompul menempuh pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Airlangga, Surabaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi seputar Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, jika mengalami kondisi berikut: Nyeri dada dan keluhan jantung Penyakit jantung koroner Gangguan irama jantung Gagal jantung Hipertensi dan kolesterol tinggi Penyakit katup jantung Kelainan jantung bawaan Skrining dan pemantauan kesehatan jantung dr. Sanggap Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-rizki-dwiandhana-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Rizki Dwiandhana, Sp. KGA sebagai Dokter Spesialis Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Rizki Dwiandhana menempuh pendidikan Kedokteran Gigi Anak di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi keluhan gigi yang dikhususkan pada gigi anak. drg. Rizki juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-11-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-santoso-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Semarang dr. Santoso, Sp. N sebagai dokter Dokter Saraf yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Santoso menempuh pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di Universitas Hasanuddin Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan Konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf. dr Santoso juga merupakan anggota Perhimpunan organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-rosiana-sutanto/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Rosiana Sutanto sebagai Dokter gigi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. drg. Rosiana Sutanto menempuh pendidikan Dokter Gigi di Universitas Universitas Trisakti. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Layanan konsultasi kesehatan terkait gigi dan mulut, diantaranya: Cabut Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi Pemutihan Gigi Pengobatan Gigi Sensitif Scaling Gigi Tambal Gigi Veneer Gigi drg. Rosiana Sutanto juga merupakan anggota dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-irma-laila-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Karawang dr. Irma Laila, Sp. A sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Irma Laila menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak menyeluruh, diantaranya: Mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak serta mendeteksi gangguan terkait Memberikan edukasi kepada para ibu tentang keamanan, gaya hidup, dan cara menyusui bayi yang tepat Bertanggung jawab terhadap imunisasi anak Memonitor kondisi bayi yang terlahir prematur dan memberikan penanganan yang dibutuhkan Mendiagnosis penyakit dan kondisi tertentu pada anak, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, infeksi telinga, alergi pada anak, infeksi kulit, malnutrisi, dan kanker pada anak Menangani beragam kondisi yang dapat menyerang anak, termasuk kelainan genetik, cedera fisik, penyakit infeksi, alergi, kelainan autoimun, masalah gizi, hingga kanker pada anak Memeriksa dan mengobati masalah kesehatan fisik atau gangguan mental, seperti gangguan tumbuh kembang, depresi, dan kecemasan dr. Irma Laila Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sari-anggraini-m-ked-sp-t-h-t-k-l/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bekasi dr. Sari Anggraini, M. Ked, Sp. T. H. T. K. L sebagai Dokter THT yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Sari Anggraini menempuh pendidikan Spesialis Telinga Hidung Tenggorok di Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan terkait telinga hidung tenggorok. Layanan: Gangguan Telinga Gangguan Hidung Gangguan Tenggorokan Gangguan Tidur Gangguan Leher dan Kepala Operasi Sinus dengan Endoskopi Tonsilektomi Audiometri Bedah Kepala Leher dr. Sari juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-04-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sefri-noventi-sofia-spjpmsi-med-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Semarang dr. Sefri Noventi Sofia, Sp. JP, Msi. Med, FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi penyakit seputar bagian Jantung dan Pembuluh Darah. dr Sefri Noventi Sofia adalah anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-06-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-selvy-amalia-puspitasari/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Semarang drg. Selvy Amalia Puspitasari lahir di Semarang, 13 Februari 1994. Menyelesaikan pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada pada tahun 2016 dan pendidikan profesi dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2018. Saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang sebagai dokter gigi, yang berkompeten melakukan penambalan gigi, scaling / pembersihan karang gigi, perawatan saluran akar, dan pencabutan gigi anak. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-selvina-maryones-rossary-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bekasi dr. Selvina Maryones Rossary, Sp THT-BKL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. dr. Selvina Maryones menempuh pendidikan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher di Universitas Gadjah Mada. Kondisi kesehatan yang dapat ditangai diantaranya: Gangguan area tenggorokan dan jalan napas yang ditandai dengan suara serak, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas akibat dari obstruksi jalan napas. Kondisi ini dapat dipicu oleh cedera pada pita suara, infeksi virus, serta GERD kronis. Gangguan pendengaran yang dapat dipicu oleh faktor usia, penumpukan kotoran di telinga, paparan suara berfrekuensi tinggi, cedera kepala, tumor atau kanker, stroke, dan infeksi bakteri atau virus. Gangguan keseimbangan, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) yang dapat disebabkan oleh gangguan pada telinga. Gangguan menelan atau disfagia yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada tenggorokan, hingga batuk dan tersedak. Kondisi ini perlu ditangani karena berisiko mengganggu asupan nutrisi tubuh. Tonsilitis, yaitu peradangan pada amandel (tonsil) yang terletak di bagian belakang tenggorokan dan pangkal lidah. Gangguan di leher dan kepala, seperti masalah di tulang tengkorak, rongga mulut, kelenjar air liur. Namun, tidak semua masalah kepala dan leher dapat ditangani oleh dokter spesialis THT-BKL. Sinusitis, yaitu peradangan pada rongga sinus yang terletak di dalam tulang tengkorak dan terhubung melalui saluran udara. Laringitis, yaitu peradangan dan pembengkakan pada laring yang dapat memengaruhi pita suara. Sleep apnea, gangguan tidur yang menyebabkan henti napas atau napas menjadi sangat pendek saat tidur. Septum hidung menyimpang, yaitu bergesernya septum hidung (dinding yang membelah lubang hidung kiri dan kanan) secara drastis menjauhi garis tengah. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan sinusitis kronis. Polip hidung, yaitu suatu penyakit dimana ada jaringan lunak yang tumbuh di saluran hidung. Kanker nasofaring, yaitu keganasan yang menyerang area nasofaring dari tenggorokan. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala gangguan berbicara, mendengar, dan bernapas. Timpanoplasty, tindakan operasi bedah untuk memperbaiki gendang telinga yang rusak atau berlubang. Otoacoustic Emission (OAE), tes pendengaran yang mengukur fungsi sel rambut di rumah siput (koklea) telinga. BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry), pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis THT-BKL untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada usia dini. Beliau merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-BKL). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-shinta-puspitasari/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Shinta Puspitasari sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Kelapa Gading. drg Shinta Puspitasari menempuh pendidikan Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Memiliki kemampuan dalam edukasi kesehatan gigi, perawatan gigi dasar hingga menengah, serta tindakan estetika seperti direct veneer, bleaching,pembuatan gigi tiruan lepasan. Berpengalaman bekerja sebagai dokter gigi di berbagai klinik dan rumah sakit drg. Shinta juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-03-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sesmi-betris-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Sesmi Betris, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Sesmi Betris menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dan dilanjutkan dengan pendidikan Spesialis di Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Dementia Management Elektroensefalografi (EEG) Konsultasi Penyakit Parkinson Konsultasi Penyakit Saraf Konsultasi Stroke Pengobatan Migrain Perawatan Epilepsi Perawatan Parkinson Rehabilitasi Saraf dr. Sesmi juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-johana-prihatini-sp-pd-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bekasi dr. Johana Prihatini, Sp. PD, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Johana Prihatini menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia. Beliau memiliki keahlian dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai penyakit yang menyerang organ-organ dalam tubuh. Kondisi yang dapat ditangani meliputi: Penyakit metabolik seperti : diabetes, kolesterol, asam urat, hipertensi, penyakit jantung Penyakit infeksi seperti : infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan dan infeksi urogenital. Selain konsultasi, tindakan medis yang dapat dilakukan yaitu gastroscopy dan kolonoscopy untuk mengetahui saluran cerna bagian atas dan saluran cerna bagian bawah - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-slamet-riyadi-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI, DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Bekasi drg. Slamet Riyadi, Sp. BM sebagai Dokter Spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. drg Slamet Riyadi menempuh pendidikan Bedah Mulut dan Maksilofasial di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi sebelum tindakan pembedahan pada bagian mulut. drg. Slamet juga merupakan anggota dari Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-sri-yualita-prasida-dewi-sp-pros/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Sri Yualita Prasida Dewi, Sp. Pros sebagai Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Sri Yualita Prasida Dewi menempuh pendidikan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi gigi yang dikhususkan pada Prostodonsia. drg. Sri Yualita juga merupakan anggota dari Ikatan Prostodonsia Indonesia (IPROSI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-shintya-djayakusli-sp-m-m-kes/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Makassar dr. Shintya Djayakusli , Sp. M, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Shintya Djayakusli menempuh pendidikan spesialis Mata di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Pemeriksaan Glaukoma Pemeriksaan Visus Mata Operasi Katarak Phacoemulsification Ekstraksi Benda Asing Insisi Hordeolum Operasi Pterygium Epilasi Tes Buta Warna Tonometri dr. Shintya iuga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-julianus-a-uwuratuw-sp-b-kbd/ - Spesialisasi: BEDAH DIGESTIF - Lokasi: Makassar dr. Julianus A. Uwuratuw, Sp. B, Subsp. BD (K) sebagai Dokter Subspesialis Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan Subspesialis Bedah Digestif Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Kanker usus besar, lambung, pankreas, esofagus dan hati Penyakit radang usus (IBD), seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa Penyakit divertikular dan batu empedu GERD, tukak lambung Hernia Prolaps rektum dan masalah pada anus Penyakit hati dan pankreas Tindakan yang dapat dilakukan berupa tindakan Bedah invasif maupun minimal invasif pada saluran cerna dan Endoskopi saluran cerna dan pemberian kemoterapi dr Julianus A. Uwuratuw juga merupakan anggota dari Perhimpunan Ikatan Dokter Bedah Digestif Indonesia (IKABDI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-thalita-audi/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Thalita Audi sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. drg. Thalita Audi menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia. Beliau juga menambah ilmu melalui Pelatihan Hands On : Step by Step to Create Natural Direct Veneer in Your Daily Practice (Jakarta Great Dentistry VIII, 2020). Beliau juga pernah terlibat aktif sebagai Tim Darurat Medis Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia selama satu tahun. drg. Thalita Audi memiliki keahlian dalam menangani Kesehatan gigi dan mulut. Beliau juga tergabung dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-julias-arief-komala-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bekasi dr. Julias Arief Komala, Sp. B adalah seorang dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Kristen Indonesia sebelum meraih gelar dokter spesialis bedah dari Universitas Sam Ratulangi, Manado, pada tahun 2012. dr. Julias aktif dari berbagai organisasi bedah, termasuk Persatuan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PABI), Perhimpunan Hernia Indonesia (PERHERI), The Endoscopic and Laparoscopic Surgeons of Asia (ELSA), dan Asia-Pacific Hernia Society (APHS), dr. Julias terus mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang bedah. Beliau memiliki keahlian dalam diagnosis, perawatan serta pengobatan masalah kesehatan dan penyakit yang membutuhkan tindakan bedah. Kondisi yang dapat ditangani meliputi: Infeksi usus buntu Hernia atau usus turun Gangguan pada saluran pencernaan Ambein atau wasir Benjolan atau tumor dan kasus- kasus trauma Tindakan Laparoskopi dan Bedah Anak - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-timurwati-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Makassar drg. Timurwati, Sp. BM sebagai Dokter Spesialis Bedah Mulut yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg Timurwati menempuh pendidikan Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial di Universitas Indonesia. Beliau memiliki keahlian di bidang bedah mulut dan maksilofasial. Beberapa kondisi yang sering ditangani antara lain: Ekstraksi Gigi Kompleks Bedah Koreksi Rahang Perawatan Cedera Pengangkatan Tumor atau Kista di dalam mulut atau rahang Infeksi yang parah atau meluas di area mulut, rahang, dan wajah. drg. Timurwati juga merupakan anggota dari Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-11-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-tony-agust-purnomo-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Bekasi drg. Tony Agust, Sp. BM sebagai Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut yang berpaktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg. Tony Agust menempuh pendidikan Dokter Gigi dan Spesialis Bedah Mulut di Universitas Gadjah Mada. Beliau memiliki keahlian di bidang bedah mulut dan maksilofasial. Beberapa kondisi yang sering ditangani antara lain: Ekstraksi Gigi Kompleks Bedah Koreksi Rahang Perawatan Cedera Pengangkatan Tumor atau Kista di dalam mulut atau rahang Infeksi yang parah atau meluas di area mulut, rahang, dan wajah Perawatan/Pemasangan Implant Gigi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-junita-siusanti-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Semarang dr. Junita Siusanti, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr. Junita Siusanti menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medis di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal Rehabilitasi Fisik. dr. Junita Siusanti juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-tri-hastuti-handayani-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Karawang drg. Tri Hastuti Handayani, Sp. KG sebagai Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. drg Tri Hastuti Handayani menempuh pendidikan Kedokteran Gigi Umum di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Pemeriksaan dan konsultasi dan tindakan perawatan gigi, diantaranya: Pemeriksaan dan diagnosis Scaling Penumpatan gigi Perawatan saluran akar Gigi palsu Pencabutan gigi Pelayanan gigi anak Edukasi Perawatan saluran akar Konsultasi dan penangan nyeri gigi Gigi berlubang dalam drg. Tri Hastuti Juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-06-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-vindie-putri/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Semarang drg Vindie Putri lahir di Jakarta, 9 Oktober 1988. Menyelesaikan pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran pada tahun 2012. Saat ini berpraktek di Primaya Hospital Semarang sebagai dokter gigi umum. Beliau berkompeten melakukan tindakan pencabutan, penambalan, PSA, Crown, Scaling, Splinting, Gigi tiruan. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sisilya-maria-umboh-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Palangkaraya dr. Sisilya Maria Umboh, Sp. M sebagai Dokter Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Sisilya Maria Umboh menempuh pendidikan Dokter Spesialis Mata di Universitas Diponegoro dan fellowship Katarak Bedah Refraktif di Jakarta Eye Center Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Pemeriksaan penunjang: Visus, autorefraksi, keratometri, biometri, USG mata, Non Contact Tonometry, Funduskopi, CT Scan dan MRI Tes Ichihara, Fluoreskin, Anel tes Fitting lensa kontak dan pemasangan prothesa mata (Bola mata palsu) Memberikan pelayanan lensa katarak dan operasi katarak pachoemulsifikasi Ekstraksi Benda Asing Insisi Hordeolum / Kalazion Operasi Pterygium dengan graft tanpa di jahit Epilasi bulu mata Operasi glaukoma Repair kelopak mata Repair lensa Repair bola mata (trauma) Penanganan non bedah pada gawat darurat mata (emergency) dr Sisilya Maria Juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-indira/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK - Lokasi: Makassar drg. Indira Ayu, Sp. KGA sebagai Spesialsis Kedoteran Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. drg. Indira Ayu, Sp. KGA menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Muslim Indonesia dan Spesialis Ilmu Kedokteran Gigi Anak di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Gigi berlubang Sariawan Radang gusi Gigi patah atau retak Gigi miring, berjejal atau tidak rata Gangguan pertumbuhan gigi drg. Indira Ayu, Sp. KGA juga merupakan anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kartariadi-gandadinata-sp-pd-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bekasi dr. Kartariadi Gandadinata, Sp. PD, FINASIM, AIFO-K sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Kartariadi Gandadinata menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Padjadjaran Bandung. Beliau memiliki keahlian dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai penyakit yang menyerang organ-organ dalam tubuh. Kondisi yang dapat ditangani meliputi: Penyakit metabolik seperti : diabetes, kolesterol, asam urat, hipertensi, penyakit jantung Penyakit infeksi seperti : infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan dan infeksi urogenital Selain konsultasi, tindakan medis yang dapat dilakukan yaitu gastroscopy dan kolonoscopy untuk mengetahui saluran cerna bagian atas dan saluran cerna bagian bawah - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-05-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-wara-listyabudi-sp-ort/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS, DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI - Lokasi: Semarang drg. Wara Listyabudi, Sp. Ort adalah seorang Dokter Spesialis Ortodonsia yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Semarang. drg Wara Listyabudi mendapatkan gelar kedokterannya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Padjadjaran. drg Wara tergabung dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi ortodonsia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jane-mary-carolina-rintjap-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Makassar dr. Jane Mary Carolina Rintjap, Sp. THT-KL sebagai Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Gangguan Telinga Gangguan Hidung Gangguan Tenggorokan Gangguan Tidur Gangguan Leher dan Kepala Operasi Sinus dengan Endoskopi Tonsilektomi Audiometri Bedah Kepala Leher dr Jane Mary Carolina Rintjap juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, dan Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-siti-tersiani-kamil-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Siti Tersiani Kamil, Sp. U sebagai Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Siti Tersiani Kamil menempuh pendidikan Ilmu Urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi sebelum pembedahan urologi atau saluran kemih. dr. Siti Tersiani juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-06-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-wulandari/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Palangkaraya drg. Wulandari sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Beliau menempuh pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan gigi dan mulut secara umum, diantaranya: Scalling gigi Penambalan gigi anak dan dewasa Pencabutan gigi anak dan dewasa Splinting gigi goyang Bleaching Penambalan gigi estetik Ortodonti lepasan drg. Wulandari Juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-irmawati-rahim-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Sorowako drg. Irmawati Rahim, Sp. BM sebagai Dokter Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi dan tindakan pembedahan, menangani penyakit pada mulut, gigi, rahang dan lidah. drg. Irmawati Rahim, Sp. BM juga merupakan anggota dari Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-karuniawan-purwantono-spot-k/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Karuniawan Purwantono, Sp. OT (K) sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang. Radang sendi (artritis). Cedera ligamen (misalnya cedera ACL). Cedera tendon (tendinitis). Gangguan tulang belakang (skoliosis, dll. ). Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis). Tumor tulang. Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ). Carpal Tunnel Syndrome. Hernia nukleus pulposus dr. Karuniawan juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-yanny-alfonsus-bessie-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA - Lokasi: Makassar drg. Yanny Alfonso Bessie, Sp. Perio adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Periodonti. Beliau menempuh pendidikan dokter Spesialis Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Adapun layanan yang dapat beliau berikan yakni : Gigi goyang tanpa sebab yang jelas. Gusi bengkak dan kemerahan akibat radang gusi atau gingivitis. Gusi berdarah. Gusi hitam. Penyakit gusi akibat kondisi tertentu seperti diabetes, HIV, malnutrisi, kehamilan, dan gangguan genetik. Cedera di jaringan periodontal akibat benturan atau kecelakaan. Infeksi jaringan periodontal. Periodontitis atau radang jaringan periodontal, termasuk yang jenis parah seperti aggressive periodontitis, -periodontitis kronis, dan necrotizing periodontal disease. Resesi gusi atau gusi turun. Resesi tulang alveolar. Pocket gusi. Gummy smile. drg. Yanny Alfonso Bessie telah menyelesaikan stu Spesialis Kedokteran Gigi Periodonsia di Universitas Padjadjaran. Selain itu, Beliau terhimpun dalam Ikatan Periodonsia Indonesia (IPERI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sitti-nurisyah-sp-p-k/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Makassar dr. Sitti Nurisyah, Sp. P (K) sebagai Dokter Spesialis Paru Subspesialis Asma dan PPOK yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Sitti Nurisyah menempuh pendidikan spesialis Spesialis Pulmonologi di Universitas Airlangga, Surabaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Asma Bronkitis kronis Emfisema Asma PPOK overlap Bronkiektasis dr. Sitti Nurisya Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-yudi-wijaya-mm-kes-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Pangkalpinang drg. Yudi Wijaya, MM. Kes, Sp. BM sebagai Dokter Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. drg Yudi Wijaya menempuh pendidikan Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial di Universitas Padjajaran Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi dan tindakan pembedahan, menangani penyakit pada mulut, gigi, rahang dan lidah. drg. Yudi Wijaya juga merupakan anggota dari Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sitti-rabiul-zatalia-ramadhan-sp-pdkgh/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI - Lokasi: Makassar dr. Sitti Rabiul Zatalia Ramadhan, Sp. PD, Subsp. GH sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Sitti Rabiul Zatalia Ramadhan, Sp. PD, Subsp. GHmenempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Penyakit ginjal bawaan lahir Kanker atau tumor ginjal, misalnya tumor Wilms Sindrom nefrotik Penyakit ginjal polikistik (PKD) Gagal ginjal akut dan kronis Penyakit ginjal terkait diabetes atau nefropati diabetik Penyakit ginjal akibat hipertensi Nekrosis tubular akut Glomerulonefritis akut dan kronis Kolik renal Sindrom nefritik Batu saluran kemih Infeksi saluran kemih Lupus nefritis Infeksi ginjal (pielonefritis) dr. Sitti Rabiul Zatalia Ramadhan, Sp. PD, Subsp. GH merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan PERNEFRI - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-yusi-heptorina-suharno-sp-kg/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Bekasi drg. Yusi Heptorina Suharno, Sp. KG sebagai Dokter Spesialis Konservasi Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. drg Yusi Heptorina Suharno menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia. Pengalaman dan keahlian dalam bidang preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk mempertahankan gigi asli, seperti: Penambalan gigi estetik (direk & indirek) Perawatan saluran akar (endodontik) Bleaching gigi Pemasangan mahkota/veneer, hingga penggunaan teknologi digital untuk kasus kompleks drg. Yusi Heptorina juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Jakarta Timur. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kathi-swaputri-kancana-sppd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bekasi dr. Kathi Swaputri Kancana, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan yang muncul pada organ dalam tubuh seperti: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr Kathi Swaputri Kancana juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sjully-mamahit-m-kes-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Makassar dr. Sjully Mamahit, M. Kes, Sp. A, CIMI sebagai Dokter Spesialis Anak Konselor Laktasi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Sjully Mamahit menempuh pendidikan Spesialis Anak di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan anak meliputi: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak Penanganan bayi baru lahir Diagnosis dan manajemen penyakit menular pada bayi, anak-anak dan remaja Menyediakan atau mengawasi perawatan medis umum pada bayi, anak-anak dan remaja untuk kondisi akut dan kronis yang melibatkan setiap dan semua sistem organ, termasuk alergi dan gangguan sistemik auto-imun Penanganan pasien di neonatus intensif care dr. Sjully juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-bella-aulia-frida/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Tindakan Medis: nyeri gigi dan infeksi ringan, Pencabutan gigi, Perawatan gigi berlubang, Perawatan gusi - Lokasi: Tangerang drg. Bella Aulia Frida adalah seorang dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang berdedikasi dalam memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif untuk pasien dari segala usia. Beliau memiliki komitmen kuat untuk memelihara kesehatan senyum pasien, baik melalui tindakan pencegahan, pengobatan, maupun restorasi gigi. Pendekatan beliau dalam praktik adalah memberikan perawatan yang nyaman, minim rasa sakit, dan berorientasi pada edukasi pasien. drg. Bella percaya bahwa pencegahan adalah kunci utama kesehatan gigi yang optimal, sehingga beliau selalu meluangkan waktu untuk menjelaskan kondisi gigi dan mulut pasien serta memberikan panduan perawatan yang tepat di rumah. Dengan sikap yang ramah, teliti, dan profesional, drg. Bella Aulia Frida siap menjadi mitra Anda dan keluarga dalam menjaga kesehatan gigi agar tetap optimal. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari drg. Bella Aulia Frida: Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh, untuk deteksi dini masalah gigi dan gusi. Perawatan gigi berlubang, seperti penambalan dan perawatan dasar gigi. Perawatan gusi, termasuk pembersihan karang gigi dan penanganan radang gusi. Pencabutan gigi, sesuai indikasi medis dan kondisi pasien. Penanganan nyeri gigi dan infeksi ringan, untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi. Edukasi dan pencegahan kesehatan gigi dan mulut, termasuk cara menyikat gigi yang benar dan perawatan gigi sehari-hari. Perawatan gigi anak dan dewasa, dengan pendekatan yang nyaman dan ramah pasien - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rr-supiyanti-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi dr. RR. Supiyanti, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr RR. Supiyanti menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal kesehatan mata. dr. RR. Supiyanti juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Bekasi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-moara-gatho-perwirayudha-spbmmf/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi Drg. Moara Gatho Perwirayudha SpBMMF sebagai Dokter gigi spesialis Bedah Mulut yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Moara Gatho Perwirayudha menempuh pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Bedah Mulut Cabut gigi Tambal Gigi Scalling Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi dll. drg. Moara Gatho juga merupakan anggota dari Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-khoirul-kholis-sp-u/ - Spesialisasi: FUNCTIONAL AND NEUROLOGY, UROLOGI - Lokasi: Makassar dr. Khoirul Kholis, Sp. U, Subsp. FEN (K) sebagai Dokter Urologi Subspesialis Female, Functional and Neurology yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Kanker pada saluran kemih, termasuk ginjal hingga kelenjar adrenal. Kandung kemih turun ke vagina (sistokel). Penyakit saluran kemih, seperti batu ginjal, gagal ginjal, infeksi saluran kemih, cystitis, inkontinensia urine, dan kandung kemih terlalu aktif dr Khoirul Kholis juga merupakan anggota dari atan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/fika-frahesti-yunita-mpsi/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Lokasi: Tangerang Fika Frahesti Yunita, MPsi sebagai Psikolog Klinis yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Tangerang Dani Tri Astuti menempuh studi pendidikan Psikologi di Universitas Tarumanegara. Fika Frahesti Yunita, MPsi memiliki keahlian dalam melakukan asesmen psikologis, konseling individu, serta program intervensi untuk mendukung kesehatan mental anak, remaja, dan dewasa. Beliau juga aktif sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Pelayanan yang dapat diberikan meliputi: Konseling psikologis untuk anak, remaja, dan dewasa Terapi perilaku, emosional, dan sosial Asesmen psikologis untuk kecerdasan, kepribadian, dan kemampuan adaptasi Konsultasi psikologi klinis terkait stres, kecemasan, dan depresi Konsultasi psikologi keluarga dan parenting Edukasi kesehatan mental dan strategi coping Program intervensi untuk peningkatan kesejahteraan psikologis - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-06-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-khomimah-sp-pd-kemd-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES - Lokasi: Bekasi dr. Khomimah, Sp. PD-KEMD, FINASIM sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan yang muncul pada organ dalam tubuh, khususnya gangguan pada saluran cerna khususnya endokrin, metabolik dan diabetes. dr Khomimah juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-08 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sri-tanty-fuji-a-harahap-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Tindakan Medis: Biometrik Mata Foto Fundus Mata, Biopsy insisi retrobullar, Keratometer, Oftalmoskopi, Operasi Katarak, Operasi Mata Operasi Pterigium, Orbitotomi lateral, Pemeriksaan dan Konsultasi Mata, Pemeriksaan Glaukoma, Pemeriksaan Visus Mata, Pengobatan Kalazion, Tes Buta Warna, Tonometri - Lokasi: Bekasi dr. Sri Tanty Fuji A Harahap, Sp. M sebagai Dokter Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara dan Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Sri Tanty Fuji A Harahap, Sp. M menempuh pendidikan Spesialis Mata di Universitas Sriwijaya, dengan pendidikan lanjutan sebagai Fellowship Onkologi di RSCM. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan mata, antara ain: Biometrik Mata Foto Fundus Mata Keratometer Operasi Katarak Operasi Mata Operasi Pterigium Oftalmoskopi Pemeriksaan Glaukoma Pemeriksaan Visus Mata Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Pengobatan Kalazion Tes Buta Warna Tonometri Biopsy insisi retrobullar Orbitotomi lateral dr Sri Tanty juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2022-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/fisioterapis/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bekasi - - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-khrisanti-dinata-spa/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Tangerang dr. Khrisanti Dinata, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. dr. Khrisanti Dinata, Sp. A melayani konsultasi kesehatan anak sejak bayi baru lahir hingga usia remaja. Layanan yang diberikan mencakup skrining tumbuh kembang serta edukasi orang tua yang berkelanjutan, guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak secara optimal. Dengan pengalaman klinis yang kuat dan komprehensif, beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai aspek kesehatan anak, antara lain : Pemeriksaan rutin kesehatan anak Imunisasi Penatalaksanaan infeksi pada Anak Gangguan tumbuh kembang Konsultasi laktasi Penyakit pada anak yang umum dijumpai seperti demam, batuk, diare, dan alergi. dr Khrisanti Dinata juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/gardenia-junissa-siregarm-psi-psikolog/ - Spesialisasi: PSIKOLOG - Tindakan Medis: Asesmen dan evaluasi psikologis, Edukasi kesehatan mental dan pengelolaan stres, Konseling dan psikoterapi, Pendampingan masalah psikologis - Lokasi: Tangerang Gardenia Junissa Siregar, M. Psi. , Psikolog adalah seorang psikolog profesional yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang berdedikasi dalam memberikan layanan psikologis, khususnya bagi anak-anak, remaja, dan keluarga. Beliau memiliki keahlian dalam melakukan asesmen, diagnosis, dan intervensi untuk berbagai masalah emosional, perilaku, dan perkembangan. Dengan latar belakang pendidikan yang komprehensif (M. Psi, dan izin praktik sebagai Psikolog), Gardenia Junissa Siregar menerapkan pendekatan yang holistik dan berpusat pada klien, memastikan setiap individu dan keluarga merasa didukung dalam mencapai kesehatan mental dan kesejahteraan optimal. Beliau percaya bahwa setiap masalah perilaku atau emosi pada anak adalah sebuah komunikasi, dan tugas beliau adalah membantu anak-anak serta orang tua untuk memahami dan merespons komunikasi tersebut secara efektif. Pendekatan yang digunakan selalu didasarkan pada bukti ilmiah dan disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing klien. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari Gardenia Junissa Siregar, M. Psi. , Psikolog : Asesmen dan evaluasi psikologis, untuk memahami kondisi emosi, kepribadian, dan fungsi kognitif pasien. Konseling dan psikoterapi, untuk membantu mengatasi stres, kecemasan, depresi, serta masalah emosi dan perilaku lainnya. Pendampingan masalah psikologis pada anak, remaja, dan dewasa, termasuk masalah belajar, perilaku, dan penyesuaian diri. Penanganan gangguan psikologis terkait kondisi medis, seperti stres akibat penyakit kronis atau perawatan jangka panjang. Dukungan kesehatan mental di lingkungan kerja dan keluarga, untuk meningkatkan fungsi sosial dan keseimbangan emosional. Edukasi kesehatan mental dan pengelolaan stres, guna membantu individu mengenali dan mengelola masalah psikologis secara mandiri. Kolaborasi dengan tenaga medis lainnya, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terpadu dan menyeluruh - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-stefanus-sumilat-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Makassar dr. Stefanus Sumilat, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Stefanus Sumilat menempuh pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni pemeriksaan dan konsultasi kehamilan dan persalinan diantaranya: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-l-yudhantoro-sp-ot-aifo-k-fics/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Karawang dr. L. Yudhantoro, Sp. OT, AIFO-K, FICS sebagai Dokter Spesialis Ortopedi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr. L. Yudhantoro, menempuh pendidikan Spesialis Ortopedi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi tulang dan sendi, diantaranya: Konsultasi dan evaluasi keluhan tulang, sendi, dan otot, termasuk penilaian pra dan pasca tindakan. Penanganan trauma muskuloskeletal, seperti fraktur sederhana, dislokasi, dan cedera. Penatalaksanaan non-bedah, meliputi pemasangan gips/bidai, reduksi tertutup, dan injeksi sendi. dr. Yudhantoro Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lambok-simorangkir-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Lambok Simorangkir, Sp. U merupakan Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai gangguan pada sistem saluran kemih dan sistem reproduksi pria, dengan pendekatan medis yang komprehensif dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan pasien. dr. Lambok Simorangkir, Sp. U berpengalaman dalam pelayanan urologi baik pada kasus umum maupun kasus yang memerlukan penanganan lanjutan. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Gangguan saluran kemih seperti infeksi saluran kemih (ISK), batu ginjal, dan batu saluran kemih Pembesaran prostat jinak (BPH) dan gangguan berkemih pada pria Gangguan urologi pada pria, termasuk nyeri atau keluhan pada testis Masalah urologi pada wanita Gangguan fungsi ginjal dan saluran kemih Evaluasi dan penanganan nyeri pinggang terkait sistem urologi Pemeriksaan penunjang dan interpretasi hasil laboratorium serta radiologi urologi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-03-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-langgeng-sp-an/ - Spesialisasi: ANESTESI - Lokasi: Bekasi dr. Langgeng Raharjo, Sp. An-TI, Subsp. An. Kv (K) merupakan dokter spesialis anestesi di Primaya Hospital Bekasi Barat. Menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anestesi di Universitas Diponegoro. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait anestesi, memberikan pembiusan kepada pasien yang akan menjalani tindakan bedah bedah / operasi dan prosedur medis lainnya dr. Langgeng Raharjo, Sp. An-TI, Subsp. An. Kv (K) saat ini tercatat sebagai anggota Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-04-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lazuardy-rachman-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Lazuardy Rachman Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Induksi Persalinan Insisi dan Drainase Abses Kista Bartholin Konsultasi Kehamilan Konsultasi Program Hamil Kuret Melahirkan Normal Operasi Caesar Operasi Kehamilan Ektopik Pap Smear Pemasangan dan Pelepasan IUD Pemeriksaan HPV DNA Pemeriksaan Hormonal Pemeriksaan Kesuburan Pemeriksaan TORCH Suntik KB Implan KB Tes Kehamilan USG 4 Dimensi USG Kehamilan 2D USG Transvaginal Vaksin HPV Hidrotubasi Histeroskopi Miomektomi Operasi Prolaps Uteri Pembalikan Ligasi Tuba Pemeriksaan Panggul Penanganan nyeri endometriosis Periksa Hormon Kehamilan Tes Prenatal Salpingektomi Terapi Hormon CTG (Cardiotocography) Histerektomi Histerektomi dengan Laparoskopi Kanulasi Tuba Operasi Kista Ovarium Pengobatan Endometriosis Sedot Kista Ovarium Histerosalpingografi (HSG) Laparotomi Pemeriksaan Menopause USG Folikel dr Lazuardy Rachman juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-stevy-dian-fitriani-sp-kk-m-kes/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Bekasi dr. Stevy Dian Fitriani, Sp. D. V. E, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Stevy Dian Fitriani menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas YARSI Jakarta dan melanjutkan pendidikan Spesialis Kulit Kelamin di Universitas Hasanuddin Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal kesehatan kulit dan kelamin. dr. Stevy Dian juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lili-sianawati-msc-spa/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Semarang dr. Lili Sianawati Msc, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan anak menyeluruh. dr. Lili Sianawati Msc, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-seivilia-artanti-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Seivilia Artanti, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga dan memulihkan kesehatan penglihatan pasien. Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran spesialis mata di Universitas Indonesia dan merupakan anggota aktif Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Keahlian dan Fokus Layanan dr. Seivilia melayani berbagai keluhan kesehatan mata bagi pasien anak maupun dewasa, meliputi: Kesehatan Mata Umum: Penanganan mata merah, infeksi bakteri/virus (konjungtivitis), alergi mata, dan mata kering (dry eye syndrome). Gangguan Refraksi: Pemeriksaan dan koreksi penglihatan untuk penderita rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan silinder. Katarak: Diagnosis dini dan penanganan kekeruhan lensa akibat proses penuaan maupun faktor lainnya. Glaukoma: Deteksi tekanan bola mata dan pengelolaan saraf optik untuk mencegah kebutaan permanen. Skrining Mata Anak: Deteksi dini kelainan mata pada anak, seperti mata malas (ambliopia) atau mata juling (strabismus). Tindakan dan Tatalaksana Medis Dalam memberikan pelayanan medis, dr. Seivilia melakukan serangkaian tindakan diagnostik dan operatif, di antaranya: Pemeriksaan Slit Lamp & Funduskopi: Evaluasi mendetail terhadap segmen depan dan saraf bagian dalam mata. Operasi Katarak: Prosedur pembedahan untuk mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa intraokular (IOL). Tonometri: Pemeriksaan tekanan intraokular untuk deteksi risiko glaukoma. Ekstraksi Benda Asing: Tindakan pengangkatan partikel atau benda asing yang menempel pada permukaan kornea atau konjungtiva. Tindakan Bedah Kelopak Mata Dasar: Penanganan benjolan pada kelopak mata seperti kalazion atau hordeolum (bintitan) yang tidak membaik dengan obat. Refraksi & Preskripsi Kacamata: Penentuan ukuran lensa yang akurat untuk mengoptimalkan ketajaman penglihatan - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lilir-amalini-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Jakarta dr. Lilir Amalini adalah seorang Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital Kelapa Gading. Beliau menggabungkan ilmu saraf klinis dengan teknik intervensi nyeri modern dan kedokteran olahraga. Beliau memiliki sertifikasi CFIDN (Certified Functional Integrated Dry Needling), sebuah keahlian khusus dalam menangani nyeri otot dan saraf melalui stimulasi titik picu, serta gelar AIFO-K (Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis). Kombinasi keahlian ini menjadikan beliau pakar dalam Manajemen Nyeri Terpadu, di mana pasien tidak hanya mendapatkan pengobatan secara farmakologi, tetapi juga tindakan intervensi untuk memulihkan fungsi gerak dan otot secara optimal. Keahlian dan Fokus Layanan dr. Lilir memiliki fokus utama pada pemulihan fungsi saraf dan penghilangan nyeri melalui pendekatan: Manajemen Nyeri Otot & Saraf (Musculoskeletal Pain): Penanganan nyeri leher (tengeng), nyeri punggung bawah (LBP), saraf terjepit (HNP), dan nyeri bahu. Neurologi Klinis: Penanganan stroke, vertigo, migrain, dan nyeri kepala kronis. Intervensi Dry Needling: Penggunaan jarum halus untuk melemaskan otot yang tegang secara kronis (trigger points) yang sering menjadi penyebab nyeri saraf semu. Kedokteran Olahraga (Exercise Medicine): Pemberian resep latihan fisik khusus untuk rehabilitasi pasien saraf guna meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan. Tindakan dan Tatalaksana Medis Functional Integrated Dry Needling (FIDN): Tindakan memasukkan jarum tipis ke dalam titik picu otot (trigger points) untuk melepaskan ketegangan otot, memperlancar aliran darah, dan meredakan nyeri saraf yang disebabkan oleh tekanan otot. Manajemen Saraf Terjepit: Evaluasi dan terapi komprehensif untuk pasien dengan keluhan kesemutan, baal, atau lemah anggota gerak. Medical Exercise Prescription: Penyusunan program latihan fisik yang presisi untuk pasien pasca-stroke atau pasien dengan keterbatasan gerak akibat gangguan saraf. Neuro-Restorasi: Terapi untuk mengembalikan fungsi saraf yang terganggu akibat cedera atau penyakit degeneratif. Pemeriksaan Neurologis Digital: Interpretasi hasil penunjang seperti MRI atau CT-Scan untuk menentukan lokasi titik nyeri secara akurat. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sundoro-wiriosudarmo-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. H. Soendoro Wiriosudarmo, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait Kebidanan dan Kandungan adalah: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum) Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi Wanita Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi Wanita dr. H. Soendoro Wiriosudarmo, Sp. OG juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-selvi-josten-sp-pk-m-kes/ - Spesialisasi: LABORATORIUM - Lokasi: Makassar dr. Selvi Josten, Sp. PK, M. Kes. sebagai Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Menempuh pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik di Universitas Hasanuddin. Beliau memiliki keahlian dalam kegiatan laboratorium yang mencakup hematologi, toksikologi, mikrobiologi dan lain sebagainya. . dr. Selvi Josten, Sp. PK, M. Kes. juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Indonesia (PDS PATKLIN). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-supris-yurit-erfin-pamungkas-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Karawang dr. Supris Yurit Erfin Pamungkas, Sp. PD sebagai Dokter Spesilais Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Supris Yurit Erfin Pamungkas menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi penyakit dalam, antara lain: Konsultasi Penyakit Da am dewasa dan lansia Gangguan Endokrin Metabolk (Diabetes Mellitus, Tiraid) Gangguan Ginjal-Hipertensi (Sinaroma Nefrotik, gagal ginjal) Ganggaon Alergi - Imunokig Asma, Rhinitis Alergi) Gangguan Tropik Inteksi Demam Bordarah, Filariasi Gangguan Gastroentero-Hecatologi (GERD. Dispepsin, Gastotis Pankreatitis, Hepatitis) Gangguan Rematologi (Osteoporosis, Penyakit Lupus) Gangguan Hematologi Orkologi (Anemia, Poryakı: Limpa/imtomal Penyakit Geriatri [Demensia, Ma nutr si, Osteoarthritisa Gangguan Intoksikasi (Keracunan Makanan, Zat berbahaya) Gangguan Syok Sepsis/Kardiogeni, Hipovolemik Kogawatdaruratan Penyakit Dolom dr. Supris Yurit Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-04-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-lucky-savitry-widyakusuma-sp-og-k/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Lucky Savitry Widyakusuma, Sp. OG (K)-Urogin. R-E sebagai Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, Subspesialis Uroginekologi dan Rekonstruksi yang berpraktek di Primaya Evasari Hospital. dr. Lucky Savitry Widyakusuma, Sp. OG (K)-Urogin. R-E menempuh pendidikan Dokter Umum, Spesialis Obgyn, dan Subspesialis Uroginekologi dan Resproduksi di Universitas Indonesia. Beliau memiliki pengalaman 29 tahun di bidang Obstetri dan Ginekologi, dan saat ini khususnya menangani kasus-kasus Uroginekologi dan Rekonstruksi. dr. Lucky Savitry Widyakusuma, Sp. OG (K)-Urogin. R-E merupakan Dokter PNS dan juga tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-m-farhan-djamal-hasan-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Muhamad Farhan Djamal Hasan, Sp. OG, Subsp. Onk sebagai Dokter Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi Ginekologi yang berpraktek di Primaya Evasari Hospital. Beliau menempuh pendidikan Dokter di Universitas Indonesia yang lulus pada tahun 2014 dan melanjutkan pedidikan Subspesialis Onkologi & Ginekologi - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang lulu pada tahun 2025. dr. Muhamad Farhan Djamal Hasan, Sp. OG telah mengikuti pelatihan khusus untuk Gynecological Endoscopic Surgery dan juga Pelatihan Laparoskopi Oklusi Tuba dengan Anestsi Lokal (LOTAL) pada tahun 2016. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Penanganan mioma dan Kista Ovarium Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) Beliau juga tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (POGI). Gynecological Endoscopic Surgery Trainee, on Indonesian Gynecological Endoscopic Society (IGES). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-suryadi-susanto-spa/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Tangerang dr. Suryadi Susanto, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di University of the East Ramon Magsaysay Memorial Medical Center Philippines. dr. Robert Soetandio, M. Si. Med, Sp. A melayani konsultasi kesehatan anak sejak bayi baru lahir hingga usia remaja. Layanan yang diberikan mencakup skrining tumbuh kembang serta edukasi orang tua yang berkelanjutan, guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak secara optimal. Dengan pengalaman klinis yang kuat dan komprehensif, beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai aspek kesehatan anak, antara lain : Pemeriksaan rutin kesehatan anak Imunisasi Penatalaksanaan infeksi pada Anak Gangguan tumbuh kembang Konsultasi laktasi Penyakit pada anak yang umum dijumpai seperti demam, batuk, diare, dan alergi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-susan-sri-anggraeni-purwohusodo-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi dr. Susan Sri Anggraeni Purwohusodo, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Susan Sri Anggraeni Purwohusodo menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Mata di Universitas Sumatera Utara, Medan. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Pemeriksaan dan Konsultasi Mata. dr. Susan juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Bekasi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-susi-heryati-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Sukabumi dr. Susi Heryati, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Susi Heryati menempuh studi pendidikannya sebagai Dokter Spesialis Mata di Universitas Padjajaran, Bandung Jawa Barat. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Pemeriksaan Glaukoma Pemeriksaan Visus Mata Operasi Katarak Phacoemulsification Ekstraksi Benda Asing Insisi Hordeolum Operasi Pterygium Epilasi Tes Buta Warna Tonometri dr Susi juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-novitria-zahrotul-malikha-sp-ort/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Novitria Zahrotul Malikha, Sp. Ort merupakan Dokter Spesialis Orthodonti yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Orthodonti di Universitas Gadjah Mada, sehingga memiliki kompetensi mendalam dalam menangani masalah susunan gigi dan rahang, serta perawatan estetika dan fungsional gigi. drg. Novitria Zahrotul Malikha, Sp. Ort memiliki keahlian dalam diagnosis, perencanaan, dan tindakan orthodonti, termasuk pemasangan behel, aligner transparan, dan perawatan ortodonti lainnya, dengan pendekatan profesional, komunikatif, dan berfokus pada kenyamanan pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti Indonesia (PDSOI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Konsultasi dan evaluasi maloklusi (susunan gigi tidak rapi) Perawatan orthodonti dengan behel logam, keramik, atau aligner transparan Perbaikan gigitan dan fungsi rahang Penatalaksanaan masalah estetika gigi Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan rahang anak Edukasi perawatan gigi selama dan setelah perawatan orthodonti Pemeriksaan dan perencanaan jangka panjang untuk kesehatan gigi dan rahang optimal - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-04-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-m-hidayat-budi/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Semarang Dr. dr. M. Hidayat Budi, ST, M. Si Med, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr M. Hidayat Budi Kusumo menempuh studi lulusan Spesialis Bedah Universitas Diponegoro ini Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan sebelum tindakan bedah umum. dr M Hidayat juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (IKABI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sutopo-marsudi-widodo-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Palangkaraya dr. Sutopo Marsudi Widodo, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Sutopo Marsudi Widodo menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal rehabilitasi fisik, diantaranya: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Patah pinggul Limfedema Obesitas Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Cedera Olahraga PID Sinusitis Osteo Athritis dr. Sutopo Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-shalina-sebayang-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Tangerang Dr. dr. Shalina Sebayang, Sp. D. V. E, FINSDV, FAADV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Shalina Sebayang menamatkan pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Padjadjaran, Bandung. Dr. dr. Shalina Sebayang, Sp. D. V. E memiliki pengalaman dalam menangani berbagai masalah kulit dan kelamin untuk berbagai kelompok usia, dengan fokus utama pada: Dermatologi Estetika: Penanganan jerawat (acne), bekas jerawat (scar), flek hitam (melasma), serta program peremajaan kulit (anti-aging). Gangguan Rambut & Kulit Kepala: Masalah kerontokan rambut dan kebotakan (alopecia). Penyakit Kulit Umum: Eksim, dermatitis, psoriasis, serta infeksi kulit akibat bakteri, jamur, atau virus. Kesehatan Menular Seksual: Konsultasi dan tatalaksana infeksi menular seksual secara komprehensif. Dalam memberikan pelayanan, Dr. dr. Shalina Sebayang, Sp. D. V. E menguasai berbagai prosedur medis dan teknologi terkini, meliputi: Terapi Laser & Cahaya: Untuk perbaikan tekstur kulit, penghilangan pigmen, dan peremajaan kulit. Injeksi Estetika: Tindakan seperti Skin Booster, injeksi botulinum toxin (botox), dan filler untuk estetika wajah. Chemical Peeling: Prosedur untuk regenerasi kulit dan menangani masalah pigmentasi serta jerawat. Bedah Kulit & Biopsi: Tindakan pengambilan sampel jaringan atau pengangkatan tumor jinak pada kulit. Cauterization (Kauter): Pengangkatan kutil, keratosiss seboroik, atau bintil kulit lainnya. dr. Shalina juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-05-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-suwito-indra-sp-pd-kgeh-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Suwito Indra, Sp. PD-KGEH, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Kelapa Gading . Beliau menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, kemudian beliau melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Sam Ratulangi, Manado (2006). Pada tahun 2012 hingga 2014 beliau menempuh pendidikan Subspesialis Gastroenterohepatologi di Universitas Indonesia, Jakarta. dr. Suwito tergabung dalam beberapa organisasi, yaitu Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI). dr. Suwito memiliki keahlian dan pengalaman dalam menangani berbagai kasus yang berkaitan dengan saluran cerna dan hati, dan dapat melakukan beberapa tindakan medis seperti esofagodudenoskopi (EGD), kolonoskopi, Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP), USG Hepatologi, Percutaneous Transhepatic Biliary Drainage (PTBD), Percutaneous Transhepatic Gallbladder Drainage (PTGBD), aspirasi abses, parasentesis, biopsi hati, endoscopic polipektomi, serta cholangioscopy - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-syafriani-tanjung-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Syafriani Tanjung, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Syafriani Tanjung menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi di Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan adalah: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi Penanganan Kehamilan: Kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan Penanganan Persalinan: Persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum) Diagnostik: Diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita Terapi: Pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi Wanita Operasi: Operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi Wanita dr. Syafriani juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-m-taufik-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Tangerang dr. M. Taufik, Sp. B sebagai Dokter Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr M. Taufik menamatkan pendidikan Spesialis Bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi sebelum bedah umum, diantaranya: Bedah Saluran Cerna (Digestif) Umum: Penanganan bedah untuk penyakit usus buntu (apendisitis), hernia (turun berok), penyakit kandung empedu (kolesistitis), dan obstruksi usus. Bedah Trauma dan Gawat Darurat: Penanganan bedah untuk kasus trauma akibat kecelakaan atau cedera berat yang membutuhkan intervensi segera. Bedah Payudara: Diagnosis, biopsi, dan prosedur bedah untuk massa atau tumor pada payudara, termasuk kasus keganasan (kanker). Bedah Kelenjar Tiroid dan Leher: Tindakan bedah untuk benjolan atau pembesaran kelenjar tiroid (goiter/struma) dan kelainan pada leher. Bedah Jaringan Lunak dan Tumor Kulit: Eksisi (pengangkatan) tumor jinak (lipoma, kista) dan tumor ganas (kanker kulit) pada jaringan lunak dan kulit. Prosedur Bedah Minor: Sunat (sirkumsisi), insisi dan drainase abses (pengangkatan nanah), dan penanganan luka kronis. dr. M. Taufik juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-syakri-syahrir-sp-u-k/ - Spesialisasi: UROLOGI, UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Makassar Dr. dr. Syakri Syahrir, Sp. U, Subsp. TRK (K) sebagai Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Trauma dan Rekonstruksi Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Syakri Syahrir menamatkan studi Spesialis Urologi di Universitas Airlangga, Surabaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Hipospadia Kelainan organ genital Fistual Trauma urogenital Obstruksi sambungan ureteropelvik Penanganan batu saluran kemih ESWL Operasi pada saluran kemih Penanganan prostat Gangguan berkemih dr. Syakri juga merupakan anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-m-taufiq-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. M. Taufiq Sp. OT (K) - Hip and Knee adalah sebagai Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Hip and Knee yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. M. Taufiq Sp. OT (K) menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Ortopedi di Universitas Hasanuddin kemudian melanjutkan program Studi Subspesialis di Hospital University Kebangsaan Malaysia, Sakide Hospital (Jepang) dan Fellowship rekonstruksi Hip and Knee di RSCM. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan untuk menangani: Konsultasi spesialis ortopedi hip & knee Cedera pada sendi gerak seperti bahu, siku, pergelangan tangan, panggul, lutut dan ankel Cedera pada tulang, otot, saraf , tendon, ligament pada lutut Rekonstruksi sendi panggul dan lutut (total hip and total knee replacement) Operasi penggantian sendi (hip & knee arthroplasty) dr. M. Taufiq Sp. OT (K) - Hip and Knee juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-syifa-komalasari-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Tangerang dr. Syifa Komalasari, Sp. DVE, FINSDV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Shalina Sebayang menamatkan pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Padjadjaran. dr. Syifa Komalasari, Sp. DVE, FINSDV memiliki pengalaman dalam menangani berbagai masalah kulit dan kelamin untuk berbagai kelompok usia, dengan fokus utama pada: Dermatologi Estetika: Penanganan jerawat (acne), bekas jerawat (scar), flek hitam (melasma), serta program peremajaan kulit (anti-aging). Gangguan Rambut & Kulit Kepala: Masalah kerontokan rambut dan kebotakan (alopecia). Penyakit Kulit Umum: Eksim, dermatitis, psoriasis, serta infeksi kulit akibat bakteri, jamur, atau virus. Kesehatan Menular Seksual: Konsultasi dan tatalaksana infeksi menular seksual secara komprehensif. Dalam memberikan pelayanan, dr. Syifa Komalasari, Sp. DVE, FINSDV memiliki keahlian berbagai prosedur medis dan teknologi terkini, meliputi: Terapi Laser & Cahaya: Untuk perbaikan tekstur kulit, penghilangan pigmen, dan peremajaan kulit. Injeksi Estetika: Tindakan seperti Skin Booster, injeksi botulinum toxin (botox), dan filler untuk estetika wajah. Chemical Peeling: Prosedur untuk regenerasi kulit dan menangani masalah pigmentasi serta jerawat. Bedah Kulit & Biopsi: Tindakan pengambilan sampel jaringan atau pengangkatan tumor jinak pada kulit. Cauterization (Kauter): Pengangkatan kutil, keratosiss seboroik, atau bintil kulit lainnya. dr. Syifa juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia(PERDOSKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-kosin-salim-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Pangkalpinang dr. Kosin Salim, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Kosin Salimmenempuh pendidikan Dokter Penyakit Dalam di Universitas Sriwijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan yang muncul pada organ dalam tubuh. dr Kosin Salim juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tamariska-gerdawaty-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Karawang dr. Tamariska Gerdawaty, Sp. KFR sebagai Dokter Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Tamariska Gerdawaty menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi - Universitas Padjajaran Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni mengenai rehabilitasi medis yang diperlukan, diantaranya: Layanan dokter spesialis rehabilitasi medik : Penegakkan diagnosis fungsional Rehabilitasi Anak : Penilaian fungsi tumbuh kembang anak dan penanganannya Rehabilitasi Neuromuskuler : pasca stroke, cedera tulang belakang, cedera otak Rehabilitasi muskuloskeletal : pasca fraktur, kelainan bentuk tulang, nyeri otot dan sendi, cedera olahraga, dll Penanganan rehabilitasi pasca operasi dan perawatan lama Rehabilitasi cardiorespirasi: gagal jantung, pasca operasi jantung, pneumonia, PPOK, asma,dll Peresepan orthosis (alat bantu jalan dan aktivitas) dan prostesis (kaki palsu dan tangan palsu) Pelayanan tindakan : Dry needling (suatu tindakan insersi jarum pada trigger point). Tujuannya adalah untuk menangani nyerin pada otot Taping, straping, bandaging Laser: untuk mengurangi nyeri dan peradangan, mempercepat penyembuhan luka, regenerasi sel. Therapeutic exercise Fitting orthosis/prosthesis (kaki palsu dsb) Uji/evaluasi fungsi (menelan, komunikasi, sensori, kapasitas aerobik, kekuatan otot dan lingkup gerak sendi, perkembangan neuromotorik, kognisi, kemandirian, dll) dr. Tamariska Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-silvony-chandra-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bekasi dr. Silvony Chandra, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Silvony Chandra menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal Rehabilitasi Fisik. dr. Silvony juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mandasari-mandarana-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Palangkaraya dr. Mandasari Mandarana, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Mandasari Mandarana menempuh pendidikan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 2007. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi seputar gangguan kesehatan pada mata. dr. Mandasari Juga merupakan anggota dari Dokter Ahli Mata Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tantri-kurniawati-sptht-kl-m-kes/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Karawang dr. Tantri Kurniawati, SpTHT- KL, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Tantri Kurniawati menempuh pendidikan Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi telinga hidung tenggorok, antara lain: Rhinologi - alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi - vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring - Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho - esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) dr. Tantri Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-taufik-tjahyadi-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Makassar dr. Taufik Tjahyadi Sp. N sebagai Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Taufik Tjahyadi menamatkan studi Spesialis Saraf di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Stroke Epilepsi Tumor sistem saraf Multiple sclerosis Demensia, misalnya pada penyakit Alzheimer Gangguan gerak Myasthenia gravis Infeksi sistem saraf pusat, seperti meningitis, abses otak, dan radang otak (ensefalitis) Penyakit Lou Gehrig atau penyakit ALS Gangguan saraf tulang belakang Migrain atau sakit kepala parah Neuropati perifer Tremor Penyakit Parkinson Saraf terjepit Nyeri terkait gangguan saraf dr. Taufik juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-marhamah-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN, KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS - Lokasi: Makassar dr. Marhamah Asaad Maidin, Sp. OG, Subsp. Obginsos sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Marhamah menempuh pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi Universitas Hasanuddin pada tahun 2008. Sebelumnya, beliau juga berhasil menamatkan pendidikan Kedokteran Umum di universitas yang sama pada tahun 2003. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Pemeriksaan kehamilan terpadu pada ibu hamil Persalinan secara normal maupun seksio sesarea Kehamilan remaja Kasus kekerasan pada wanita Keluarga berencana Kehamilan dengan penyakit yang berisiko transmisi ke janin. dr. Marhamah Juga merupakan anggota dari Perkumpulan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-06 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-maria-christina-angela-ratna-pramesti-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Sukabumi dr. Maria Christina Angela Ratna Pramesti, Sp. U sebagaiDokter Urologi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Maria Christina Angela Ratna Pramesti menempuh studi pendidikan Kedokteran Spesialis Urologi di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni berfokus pada diagnosis masalah esehatan pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter dan kandung kemih) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Tindakan RIRS, PCNL, ESWL, URS, TUR-P, Li-ESWT dr Maria juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mariani-djuanda-spkfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Jakarta dr. Mariani Djuanda, Sp. KFR sebagai Dokter Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital PGICikini. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal Rehabilitasi Fisik. dr. Mariani Djuanda menempuh pendidikan Dokter Rehabilitasi Medis di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal rehabilitasi fisik, diantaranya: Rehabilitasi penanganan kasus muskuloskeletal Rehabilitasi neuromuskuler (saraf pusat dan tepi) Rehabilitasi kardiorespirasi Rehabilitasi kasus pasca cedera olahraga Rehabilitasi geriatri Rehabilitasi pediatri dr. Mariani juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-marisa-khairani-hsp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bekasi dr. Marisa Khairani H,Sp. JP sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Marisa Khairani menempuh pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Angiografi Koroner Cath Lab Ekokardiografi Elektrofisiologi Jantung Elektrokardiogram (EKG) Kardioversi Kateterisasi Jantung Pemeriksaan dan Konsultasi Jantung Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Stress Test TCCD (Transcranial Color Doppler) / TCD (Transcranial Doppler) USG Dada USG Doppler CT Coronary Angiogram Adjunctive Coronary Imaging menggunakan Intravascular Ultrasound (IVUS) Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) CABG Ekokardiogram dengan Stress Test Enhanced External Counter Pulsation (EECP) Intervensi Pembuluh Darah Perifer Rotablation Terapi Ablasi Jantung dr. Marisa juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-martha-saulina-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Tangerang dr. Martha Saulina, Sp. DVE, FINSDV, FAADV sebagai Dokter Spesialis Dermatovenerologi Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Shalina Sebayang menamatkan pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Sriwijaya. . dr. Martha Saulina, Sp. DVE, FINSDV, FAADV memiliki pengalaman dalam menangani berbagai masalah kulit dan kelamin untuk berbagai kelompok usia, dengan fokus utama pada: Dermatologi Estetika: Penanganan jerawat (acne), bekas jerawat (scar), flek hitam (melasma), serta program peremajaan kulit (anti-aging). Gangguan Rambut & Kulit Kepala: Masalah kerontokan rambut dan kebotakan (alopecia). Penyakit Kulit Umum: Eksim, dermatitis, psoriasis, serta infeksi kulit akibat bakteri, jamur, atau virus. Kesehatan Menular Seksual: Konsultasi dan tatalaksana infeksi menular seksual secara komprehensif. Dalam memberikan pelayanan, dr. Martha Saulina, Sp. DVE, FINSDV, FAADV menguasai berbagai prosedur medis dan teknologi terkini, meliputi: Terapi Laser & Cahaya: Untuk perbaikan tekstur kulit, penghilangan pigmen, dan peremajaan kulit. Injeksi Estetika: Tindakan seperti Skin Booster, injeksi botulinum toxin (botox), dan filler untuk estetika wajah. Chemical Peeling: Prosedur untuk regenerasi kulit dan menangani masalah pigmentasi serta jerawat. Bedah Kulit & Biopsi: Tindakan pengambilan sampel jaringan atau pengangkatan tumor jinak pada kulit. Cauterization (Kauter): Pengangkatan kutil, keratosiss seboroik, atau bintil kulit lainnya. dr. Martha, Sp. DVE juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-02-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tito-phurbojoyo-spjp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Tangerang dr. Tito Phurbojoyo, Sp. JP (K), FIHA sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Tito Phurbojoyo menamatkan pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Layanan Konsultasi penyakit Jantung. dr. Tito juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-matahari-arsy-harum-permata-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Jakarta dr. Matahari Arsy Harum Permata, Sp. DVE adalah seorang Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berpraktik di Jakarta. Beliau menamatkan pendidikan kedokteran umum dan pendidikan spesialis di Universitas Indonesia (UI). Selain dikenal sebagai praktisi klinis yang handal, dr. Matahari juga aktif sebagai narasumber kesehatan di berbagai media nasional, memberikan edukasi mengenai perawatan kulit yang tepat dan berbasis bukti medis (evidence-based medicine). Beliau berkomitmen untuk memberikan solusi kesehatan kulit yang tidak hanya berfokus pada kecantikan luar (estetika), tetapi juga kesehatan kulit secara menyeluruh. Keahlian & Fokus Layanan dr. Matahari memiliki pengalaman dalam menangani berbagai masalah kulit dan kelamin untuk berbagai kelompok usia, dengan fokus utama pada: Dermatologi Estetika: Penanganan jerawat (acne), bekas jerawat (scar), flek hitam (melasma), serta program peremajaan kulit (anti-aging). Gangguan Rambut & Kulit Kepala: Masalah kerontokan rambut dan kebotakan (alopecia). Penyakit Kulit Umum: Eksim, dermatitis, psoriasis, serta infeksi kulit akibat bakteri, jamur, atau virus. Kesehatan Menular Seksual: Konsultasi dan tatalaksana infeksi menular seksual secara komprehensif. Tindakan & Tatalaksana Medis Dalam memberikan pelayanan, dr. Matahari menguasai berbagai prosedur medis dan teknologi terkini, meliputi: Terapi Laser & Cahaya: Untuk perbaikan tekstur kulit, penghilangan pigmen, dan peremajaan kulit. Injeksi Estetika: Tindakan seperti Skin Booster, injeksi botulinum toxin (botox), dan filler untuk estetika wajah. Chemical Peeling: Prosedur untuk regenerasi kulit dan menangani masalah pigmentasi serta jerawat. Bedah Kulit & Biopsi: Tindakan pengambilan sampel jaringan atau pengangkatan tumor jinak pada kulit. Cauterization (Kauter): Pengangkatan kutil, keratosiss seboroik, atau bintil kulit lainnya - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tiur-herlina-juliana-spb/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Tiur Herlina Juliana, Sp. B adalah Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital PGI Cikini. dr. Tiur mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak maupun ganas, hernia, luka tusuk/bakar Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas Beliau tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-maude-renata-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Sukabumi dr. Maude Renata, Sp. PD sebagai Dokter Internist yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Maude Renata menempuh studi pendidikan Speisalis Penyakit Dalam di Universitas San Juan De Dios Educational Foundation, kemudian melanjutkan program adaptasi di Universitas Indonesia-RSCM. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, diantaranya: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr Maude juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tolhas-banjarnahor-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Tangerang dr. Tolhas Banjarnahor, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau berpengalaman dalam diagnosis, penanganan, dan pencegahan berbagai penyakit pada dewasa dan lansia. Layanan kesehatan yang dapat diberikan diantaranya: Penyakit Dalam Umum: Pengelolaan infeksi tropis (Demam Berdarah, Tifus), gangguan saluran cerna, serta masalah ginjal dan hati. Manajemen Penyakit Metabolik: Penanganan Diabetes Melitus (kencing manis), Hipertensi (tekanan darah tinggi), serta gangguan lemak darah (Kolesterol/Trigliserida) Gastroentero-Hepatologi: Menangani masalah pencernaan seperti lambung (GERD/Gastritis), gangguan fungsi hati, dan saluran cerna. Kesehatan Ginjal dan Hipertensi: Evaluasi fungsi ginjal dan penanganan hipertensi sekunder. Konsultasi dan Diagnosis Komprehensif: Evaluasi mendalam terhadap gejala klinis untuk menentukan akar permasalahan kesehatan pasien. Skrining Kesehatan (Medical Check-Up): Pemeriksaan menyeluruh untuk deteksi dini penyakit degeneratif dan risiko penyakit kronis. Interpretasi Hasil Penunjang Medis: Analisis hasil laboratorium darah, hasil rekam jantung (EKG), serta hasil pencitraan (Rontgen/USG) untuk menentukan strategi pengobatan. Manajemen Penyakit Kronis Jangka Panjang: Pengaturan dosis obat dan pemantauan kondisi pasien secara berkala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mauludi-rachmantya-tranggana-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Pangkalpinang dr. Mauludi Rachmantya Tranggana, Sp. PD adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Mauludi Rachmantya Tranggana mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDPI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar penyakit dalam. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tommy-halauwet-spb/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Tommy Halauwet, Sp. B sebagai Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital Kelapa Gading . dr. Tommy Halauwet menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah Umum di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak maupun ganas, hernia, luka tusuk/bakar Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas dr Tommy Halauwet juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tonggo-m-marini-sp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Bekasi dr. Tonggo M Marini, Sp. GK sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Bekasi Timur. dr Tonggo M Marini menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Gizi Klinik - Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Gizi dan Pola Makan. dr. Tonggo juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Gigi Klinik Indonesia (PDGKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-meirdhania-andina-sp-a-mkes/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bekasi dr. Meirdhania Andina, Sp. A, Mkes sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Meirdhania Andina menempuh pendidikan SSpesialis Anak di Universitas Sebelas Maret. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan anak menyeluruh. Layanan yang dapat diberikan: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Penyakit Anak Konsultasi tumbuh kembang anak dr. Meirdhania juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-toni-m-a-sp-pd-sp-jp-k-mmrs-fascc/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Sukabumi dr. Toni M. A. , Sp. PD, Sp. JP (K), MMRS, FasCC sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi dan tindakan pembedahan, menangani penyakit pada jantung dan pembuluh darah. dr. Toni M. A. , Sp. PD, Sp. JP (K), MMRS, FasCC juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-meky-tanjung-spb/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bekasi dr. Meky Tanjung, Sp. B merupakan Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah di Universitas Sam Ratulangi dan memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kasus bedah umum, baik elektif maupun kegawatdaruratan, dengan pendekatan yang aman, terukur, dan berorientasi pada pemulihan pasien. dr. Meky Tanjung, Sp. B memiliki keahlian dalam penanganan penyakit bedah pada saluran pencernaan, jaringan lunak, serta tindakan bedah minor hingga mayor. Dalam praktiknya, beliau mengutamakan evaluasi yang menyeluruh, komunikasi yang baik dengan pasien, serta pemilihan tindakan yang sesuai dengan indikasi medis. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PABI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Konsultasi bedah umum Penanganan kasus bedah saluran cerna seperti hernia, usus buntu (apendisitis), dan wasir Tindakan bedah jaringan lunak, termasuk benjolan, lipoma, dan kista Penanganan luka, abses, dan infeksi jaringan lunak Tindakan bedah minor rawat jalan Evaluasi dan persiapan tindakan bedah elektif Perawatan pasca operasi serta pemantauan pemulihan pasien - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-trianggoro-budilistyo/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Semarang Dr. dr. Trianggoro Budisulistyo, Sp. N, Subsp. NN(K), Dipl of Pain-RA lahir di Jakarta,22 Agustus 1972. Menyelesaikan pendidikan profesi dokter di FK UNDIP Semarang, tahun 2001. Menyelesaikan pendidikan Spesialis Neurologi di FK UNDIP ( Universitas Diponegoro) Semarang, tahun 2006. DR dr Trianggoro melanjutkan pendidikan Konsultan Nyeri di FK UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang, dan selesai tahun 2014. Beliau baru saja menyelesaikan pendidikan Doktoral nya bulan Mei 2024. Saat ini beliau berpraktek di Primaya Hospital Semarang dan berkompeten untuk menangani kasus -kasus neurologi secara khusus penanganan terkait nyeri. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-melvina-nidya-sandra-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi dr. Melvina Nidya Sandra, Sp. M merupakan Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Mata di Universitas Gadjah Mada dan memiliki kompetensi dalam menangani berbagai gangguan penglihatan dan penyakit mata secara komprehensif. dr. Melvina Nidya Sandra, Sp. M memiliki keahlian dalam diagnosis, penatalaksanaan, dan tindakan medis maupun bedah pada berbagai kelainan mata, dengan pendekatan yang profesional dan komunikatif. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Pemeriksaan mata rutin dan pemeriksaan kesehatan mata anak maupun dewasa Gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan presbiopia Katarak dan tindakan operasi katarak Glaukoma, termasuk pemantauan tekanan intraokular dan terapi Infeksi mata dan inflamasi mata, seperti konjungtivitis dan uveitis Penyakit retina, termasuk retinopati diabetik dan degenerasi makula Pemeriksaan penunjang mata dan interpretasi hasil untuk memastikan diagnosis dan perencanaan terapi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-tumpal-rajagukguk-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bekasi dr. Tumpal Rajagukguk, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Tumpal Rajagukguk menempuh pendidikan Spesialis Anak di San Juan De Dios Educational Foundation. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan anak menyeluruh. Layanan yag dapat diberan: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Penyakit Anak Konsultasi tumbuh kembang anak dr. Tumpal juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-meutia-ria-octaviana-sp-og-mkes/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Tangerang dr. Meutia Ria Octaviana, Sp. OG, MKes sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Universitas Hasanuddin. dr. Meutia Ria, Sp. OG, MKes melayani berbagai kebutuhan medis, mulai dari perencanaan kehamilan, pendampingan selama masa kehamilan, proses persalinan, hingga penanganan masalah kesehatan organ reproduksi wanita. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, psk), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. dr. Meutia Ria juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-michelle-angelina-m-biomed-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Sukabumi dr. Michelle Angelina, M. Biomed, Sp. OG sebagai Dokter Kebidanan dan Kandungan yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Michelle Angelina menempuh studi pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan terkait kebidanan dan kandungan, antara lain: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan, keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. dr Michelle juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-v-fridawati-sp-pk/ - Spesialisasi: PATOLOGI KLINIK - Lokasi: Tangerang dr. V. Fridawati, Sp. PK sebagai Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. V. Fridawati menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Universitas Indonesia, Lulus tahun 1998 dr. V. Fridawati memiliki keahlian dalam kegiatan laboratorium yang mencakup hematologi, toksikologi, mikrobiologi dan lain sebagainya. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-veronica-suwonosp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Lokasi: Makassar dr. Veronica Suwono,Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kejiwaan yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Veronica Suwono menempuh pendidikan Spesialis Kejiwaan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan jiwa, diantaranya: Gangguan depresi atau gangguan bipolar Fobia dan masalah kecemasan (post-traumatic stress disorder/ PTSD atau serangan panik). Gangguan kepribadian (kepribadian ganda, kepribadian paranoid, kepribadian antisosial, dsb) Masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja (masalah tingkah laku, disabilitas intelektual, autisme, hiperaktif, dan masalah perkembangan). Gangguan makan (anoreksia dan bulimia). Masalah yang berkaitan dengan kondisi seksual (gairah seksual menurun, dispareunia, disfungsi seksual, masalah orgasme, dan vaginismus). Kelainan mental organik. Masalah tidur (mimpi buruk, masalah siklus tidur, tidur berjalan, hipersomnia, dan insomnia) Gangguan adiksi (Penyalahgunaan obat terlarang, alkohol, atau zat psikoaktif). Gangguan impuls kontrol (gangguan kendali impulsif dan gangguan kecanduan). Gangguan pengendalian impuls (kleptomania, piromania, dan trichotillomania) Obsessive compulsive disorder (OCD). Gangguan somatoform (gangguan somatisasi dan hipokondriasis) Gangguan kesehatan mental pada lansia. Skizofernia termasuk skizofrenia katatonik Mengatasi gangguan penyesuaian dengan perubahan hidup, kehilangan, atau situasi stres lainnya dr. Veronica juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vetty-uli-roida-silaban-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Tangerang dr. Vetty Uli Roida Silaban, Sp. B sebagai Dokter Spesialis Bedah Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Vetty Uli Roida Silaban menyelesaikan studi Spesialis Bedah di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi sebelum bedah umum, diantaranya: Bedah Saluran Cerna (Digestif) Umum: Penanganan bedah untuk penyakit usus buntu (apendisitis), hernia (turun berok), penyakit kandung empedu (kolesistitis), dan obstruksi usus. Bedah Trauma dan Gawat Darurat: Penanganan bedah untuk kasus trauma akibat kecelakaan atau cedera berat yang membutuhkan intervensi segera. Bedah Payudara: Diagnosis, biopsi, dan prosedur bedah untuk massa atau tumor pada payudara, termasuk kasus keganasan (kanker). Bedah Kelenjar Tiroid dan Leher: Tindakan bedah untuk benjolan atau pembesaran kelenjar tiroid (goiter/struma) dan kelainan pada leher. Bedah Jaringan Lunak dan Tumor Kulit: Eksisi (pengangkatan) tumor jinak (lipoma, kista) dan tumor ganas (kanker kulit) pada jaringan lunak dan kulit. Prosedur Bedah Minor: Sunat (sirkumsisi), insisi dan drainase abses (pengangkatan nanah), dan penanganan luka kronis. dr. Vetty Uli juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Ahli Bedah Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mire-riyana-m-biomed-spa/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Semarang dr. Mire Riyana M. Biomed, SpA sebagai Dokter Anak yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Mire Riyana menempuh pendidikan Spesialis Anak di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan anak menyeluruh. dr Mire juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vika-aryan-sari-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bekasi dr. Vika Aryan Sari, Sp. THT sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Vika Aryan Sari menempuh pendidikan Kedokteran Kedokteran Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai bagian Telinga, Hidung, Tenggorokan. dr. Vika Aryan juga merupakan anggota dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-moch-purnomo-isnaeni-nasution-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Karawang dr. Moch Purnomo Isnaeni Nasution, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Moch Purnomo Isnaeni Nasution menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal penyakit dalam, anrata lain: Konsultasi Penyakit Dalam dewasa dan lansia Gangguan Endokrin - Metabolik (misal: Diabetes Mellitus, Tiroid) Gangguan Ginjal - Hipertensi (Misal: Sindroma Nefrotik, gagal ginjal) Gangguan Alergi - Imunologi (Misal: Asma, Rhinitis Alergi) Gangguan Tropik - Infeksi (misal: Demam Berdarah, Filariasi Gangguan Gastroentero - Hepatologi (misal: GERD, Dispepsia, Gastritis, Pankreatitis, Hepatitis) Gangguan Rematologi (Misal: Osteoporosis, Penyakit Lupus Gangguan Hematologi - Onkologi (Misal: Anemia, Penyakit Limpa/ limfoma) Penyakit Geriatri (Misal: Demensia, Malnutrisi, Osteoarthritis) Gangguan Intoksikasi (Misal: Keracunan Makanan, Zat berbahaya, dll) Gangguan Syok Sepsis/ Kardiogenik/ Hipovolemik Kegawatdaruratan Penyakit Dalam Tindakan seperti Gastroscopy, Colonoscopy, Punksi Ascites dr. Moch Purnomo Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vinda-rassuna-sp-p-fisr/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bekasi dr. Vinda Rassuna, Sp. P, FISR sebagai Dokter Spesialis Paru (Pulmonologi) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Vinda Rassuna menempuh pendidikan Spesialis Paru di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal penyakit paru. dr. Vinda Rassuna juga merupakan anggota dari erhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mochamad-iqbal-hassarief-putra-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bekasi dr. Mochamad Iqbal, Sp. PD, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr. Mochamad Iqbal menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia. Beliau memiliki keahlian dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai penyakit yang menyerang organ-organ dalam tubuh. Kondisi yang dapat ditangani meliputi: Penyakit metabolik seperti : diabetes, kolesterol, asam urat, hipertensi, penyakit jantung Penyakit infeksi seperti : infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan dan infeksi urogenital - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-19 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-vindina-retha-sptht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bekasi dr. Vindina Retha, Sp. T. H. T. B. K. L sebagai Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan THT. Layanan: Gangguan Telinga Gangguan Hidung Gangguan Tenggorokan Gangguan Tidur Gangguan Leher dan Kepala Operasi Sinus dengan Endoskopi Tonsilektomi Audiometri Bedah Kepala Leher dr Vindina Retha juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, dan Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-susilo-prihranto-sppd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Tindakan Medis: Diagnosis dan tata laksana hipertensi, gagal ginjal, keluhan organ hati, keluhan pencernaan - Lokasi: Jakarta dr. Susilo Prihranto, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta Pusat dr. Susilo Prihranto menempuh pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan yang muncul pada organ dalam tubuh, diantaranya: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Susilo Prihranto juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mochammad-irsyad-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Sorowako dr. Mochammad Irsyad, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako . dr. Mochammad Irsyad menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Penyakit Dalam diFakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Mochammad Irsyad, Sp. PD juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-03-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wahju-hidajati-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Jakarta dr. Wahju Hidajati, Sp. KFR sebagai Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktek di Primaya Evasari Hospital. dr. Wahju Hidajati, Sp. KFR menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia yang lulus pada tahun 2007 dr Wahju Hidajati memiliki skill untuk menangani dewasa, anak, hingga bayi yang memerlukan perawatan khusus pada bagian fisik dan rehabilitasi juga permasalahan postur Tidak hanya aktif sebagai dokter, beliau juga menempuh pendidikan Magister Sistem Informatika dan juga pendidikan informal lainnya seperti kursus bahasa inggris untuk level master dan Training kemampuan berkomunikasi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wahyu-sulistio-wibowosp-b-kbd/ - Spesialisasi: BEDAH DIGESTIF - Lokasi: Makassar dr. Wahyu Sulistio Wibowo,Sp. B. KBD sebagai Dokter Ahli Bedah Digestif yang saat ini berpraktek di Primaya Hospital Makassar. dr. Wahyu Sulistio telah selesai menempuh pendidikan Spesialis Bedah tahun 2003 dan Subspesialis Bedah Digestif tahun 2006 di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Beliau juga menempuh Pendidikan Bedah Digestif dan Endoskopi, Onomichi, Hiroshima Jepang tahun 2006-2007 Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Kanker usus besar, lambung, pankreas, esofagus dan hati Penyakit radang usus (IBD), seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa Penyakit divertikular dan batu empedu GERD, tukak lambung Hernia Prolaps rektum dan masalah pada anus Penyakit hati dan pankreas Operasi Bariatrik Tindakan yang dapat dilakukan berupa tindakan Bedah invasif maupun minimal invasif pada saluran cerna dan Endoskopi saluran cerna dan pemberian kemoterapi. dr. Wahyu juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-12-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mohamad-rezha-faisal-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Mohamad Rezha Faisal, Sp. OG, Subsp. Obginsos adalah Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialistik Obstetri dan Ginekologi Sosial yang menempuh pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Sriwijaya, kemudian melanjutkan pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Sosial di Universitas Padjajaran. Beliau memiliki keahlian khusus dalam melakuka pemeriksaan, pendirian diagnosis dan menatalaksana kasus-kasus kehamilan dan penyakit kandungan yang membutuhkan penanganan holistik bekerjasama dengan spesialis lain. Kasus yang ditangani meliputi: Pemeriksaan kehamilan terpadu pada ibu hamil Persalinan secara normal maupun seksio sesarea Kehamilan remaja Kasus kekerasan pada wanita Keluarga berencana Kehamilan dengan penyakit yang berisiko transmisi ke janin. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-waluyo-sugito-spot-k-onk/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Waluyo Sugito, Sp. OT. Subsp. Onk. Ort. R(K) adalah seorang dokter spesialis ortopedi dengan subspesialisasi dalam onkologi ortopedi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2005, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis ortopedi di Universitas Indonesia pada tahun 2016. Sebagai bagian dari pengembangan kariernya, dr. Waluyo menempuh pendidikan lanjutan sebagai fellow di bidang Onkologi Ortopedi di University Medical Center Groningen, Belanda, pada tahun 2019. Beliau juga menjalani fellowship serupa di Universitas Indonesia pada tahun 2019 hingga 2020. dr. Waluyo memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kasus ortopedi, termasuk yang berkaitan dengan tumor tulang. Salah satu publikasi penting beliau adalah mengenai intraosseous lipoma pada tibia, yang dipublikasikan dalam sebuah laporan kasus pada tahun 2018. Selain itu, beliau juga terlibat dalam penelitian yang berkaitan dengan sel punca kanker dari osteosarkoma primer pada tahun 2016 dan penanganan aggressive recurrent giant cell tumor pada ulna distal dengan metastasis pulmonal pada tahun 2015. Keahlian dan pengalaman beliau menjadikannya sebagai salah satu praktisi yang sangat dihormati dalam bidang ortopedi, khususnya dalam onkologi ortopedi. dr. Waluyo memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan menangani berbagai jenis tumor tulang dan jaringan lunak, baik yang jinak maupun ganas. Beliau melakukan berbagai tindakan medis, termasuk biopsi tulang untuk memastikan diagnosis, operasi pengangkatan tumor pada tulang dan jaringan sekitarnya, serta rekonstruksi tulang menggunakan implan atau cangkok tulang setelah pengangkatan tumor. Selain itu, dr. Waluyo juga berperan dalam perawatan pasien dengan metastasis tulang akibat kanker dari organ lain, serta menangani patah tulang akibat kerapuhan tulang yang disebabkan oleh kanker. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mohammad-irfan-sppd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Bekasi dr. Mohammad Irfan Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Mohammad Irfan menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Darussalam - Banda Aceh. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Penyakit Dalam. Layanan: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Mohammad Irfan juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mokhammad-ikhsan-nurkholis-sp-a-k/ - Spesialisasi: ANAK - KARDIOLOGI - Lokasi: Makassar dr. Mokhammad Ikhsan Nurkholis, Sp. A (K) sebagai Spesialis Anak Subspesialis Kardiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan Konsultan Kardiologi Anak FK Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Patent foramen ovale (PFO) Cacat septum atrium Koarktasio aorta Kelainan katup mitral Patent ductus arteriosus Tetralogy of Fallot Transposisi arteri besar Defek septum ventrikel -Atrial fibrilasi Atrial flutter Long QT syndrome Sindrom Wolff-Parkinson-White -Kardiomiopati dilatasi Kardiomiopati hipertrofi Miokarditis dr Mokhammad Ikhsan Nurkholis juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-warigit-dri-atmoko-sp-pd-m-kes-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Semarang dr. Warigit Dri Atmoko, Sp. PD adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Semarang. dr Warigit Dri Atmoko mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. dr Warigit tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDPI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar penyakit dalam. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-11-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-syahrial-m-hutauruk-sp-tht-klk/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bekasi dr. Syahrial M. Hutauruk, Sp. THT-KL(K) sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Syahrial M. Hutauruk menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai bagian Telinga, Hidung, Tenggorokan. dr. Syahrial juga menjabat sebagai Sekretaris Umum di Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia pada tahun 2013 - 2016. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-monique-carolina-widjaja-sp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Tangerang dr. Monique Carolina Widjaja, M. Gizi Sp. GK sebagai Dokter Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Monique Carolina Widjaja menamatkan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Tarumanagara tahun 2006, kemudian pada tahun 2013 beliau kembali menamatkan pendidikan Spesialis Gizi Klinik di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi Gizi dan Pola Makan, diantaranya: Program Penurunan Berat Badan (Dietetik): Perancangan diet seimbang dan terstruktur untuk mengatasi overweight dan obesitas, termasuk konsultasi gizi untuk bedah bariatrik (jika diperlukan). Program Kenaikan Berat Badan: Penanganan dan intervensi gizi untuk pasien dengan kekurangan gizi, malnutrisi, atau kondisi yang menyebabkan sulit naik berat badan. Terapi Gizi Penyakit Metabolik: Perancangan diet spesifik untuk pengelolaan Diabetes Melitus, Hipertensi, Dislipidemia (kolesterol tinggi), dan kondisi metabolik lainnya. Gizi pada Kondisi Khusus: Terapi gizi untuk pasien dengan penyakit ginjal, penyakit hati, gangguan saluran cerna, dan kondisi pasca-operasi. Gizi Pra dan Pasca Bedah: Optimasi status gizi pasien sebelum dan sesudah menjalani prosedur pembedahan untuk mempercepat proses penyembuhan. Gizi pada Ibu Hamil dan Menyusui: Konsultasi gizi untuk memastikan asupan nutrisi optimal selama masa kehamilan dan menyusui. dr. Monique Carolina juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mual-bobby-enrico-parhusip-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Palangkaraya dr. Mual Bobby Enrico Parhusip, Sp. P sebagai Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Mual Bobby Enrico Parhusip menempuh pendidikan Spesialis Paru Konsultan Onkologi di Universitas Sumatera Utara, Medan. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami. Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) Tindakan intervensi ( Bronkoskopi, thoraks drain) dr. Mual Bobby Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muchtar-sp-bp/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Bekasi dr. Muchtar, Sp. BP-RE merupakan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur dan Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas Indonesia, dengan kompetensi dalam menangani tindakan bedah yang bertujuan memperbaiki fungsi sekaligus penampilan secara aman dan terencana. dr. Muchtar, Sp. BP-RE memiliki keahlian dalam bidang bedah rekonstruksi maupun estetik, baik untuk kebutuhan medis maupun estetika, dengan pendekatan yang mengutamakan keselamatan pasien, fungsi optimal, dan hasil yang proporsional. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Bedah rekonstruksi akibat trauma, luka, atau kelainan bawaan Penanganan luka kronis dan luka pasca operasi Bedah rekonstruksi pasca tumor atau kanker Tindakan bedah plastik estetik sesuai indikasi medis Koreksi jaringan parut (scar revision) Konsultasi bedah plastik untuk perbaikan fungsi dan penampilan Evaluasi pra dan pasca tindakan bedah plastik - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-widyawati-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Makassar dr. Widyawati, Sp. D. V. E, Subs. D. T sebagai Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Subspesialis Dermatologi Tropis yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Widyawati menempuh pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Infeksi kulit Peradangan atau alergi Jerawat Kanker kulit Penyakit autoimun, seperti psoriasis dan lupus Kulit kering Penuaan dini, seperti keriput dan garis halus Perubahan warna kulit, misalnya muncul bercak kehitaman atau bercak putih pada kulit Kutu kemaluan Ulkus kelamin Sifilis Klamidia Gonore Infeksi virus HPV dr. Widyawati juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan PERDOSKI - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-melva-merlyanaspkfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bekasi dr. Melva Merlyana, Sp. KFR merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp. KFR) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Diponegoro, dengan kompetensi dalam menangani pasien yang membutuhkan pemulihan fungsi gerak, rehabilitasi pasca cedera, dan manajemen nyeri. dr. Melva Merlyana, Sp. KFR memiliki keahlian dalam diagnosis, penatalaksanaan, serta program rehabilitasi untuk pasien dengan gangguan muskuloskeletal, neurologis, atau cedera traumatik. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Rehabilitasi pasca cedera otot, tulang, sendi, dan ligamen Manajemen nyeri kronis dan akut, termasuk nyeri punggung, leher, dan sendi Pemulihan fungsi gerak pasca stroke atau gangguan neurologis lainnya Program terapi fisik dan latihan rehabilitatif khusus Evaluasi dan penatalaksanaan kelainan postur atau gangguan gerak Rehabilitasi pasca operasi ortopedi atau bedah tulang Konsultasi edukasi pencegahan cedera dan pemeliharaan kebugaran - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-enri-danni-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bekasi dr. Muhammad Enri Danni, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Kesehatan Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Muhammad Enri Danni menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Gadjah Mada kemudian setelah itu beliau melanjutkan pendidikan Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan anak menyeluruh. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-willy-adhimarta-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF, BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR - Lokasi: Makassar dr. Willy Adhimarta, Sp. BS sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Neurovaskular dengan pengalaman lebih dari 8 tahun yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Willy Adhimarta menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Bedah Saraf di Universitas Padjajaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni melakukan tindakan operasi/bedah : Aneurisme otak Malformasi arteri-vena Stroke hemoragik Penyakit vaskular tulang belakang Mikrobedah Bypass cerebral, dan sebagainya dr. Willy juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Bedah Saraf Indonesia (PERPEBSI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-ihsan-kitta-m-kes-sp-otk/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI, ORTOPEDI-ANAK - Lokasi: Makassar dr. Muhammad Ihsan Kitta, M. Kes, Sp. OT, Subsp. A sebagai Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Pediatric yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Muhammad Ihsan Kitta menempuh pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Ortopedi di Universitas Hassanudin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang. Radang sendi (artritis). Cedera ligamen Cedera tendon (tendinitis). Gangguan tulang belakang (skoliosis, dll. ). Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis). Tumor tulang. Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ). Carpal Tunnel Syndrome. Hernia nukleus pulposus Penanganan patah tulang dan gangguan tulang kongenital pada anak dr. Muhammad Ihsan Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-ikhwan-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Jakarta dr. Muhammad Ikhwan, Sp. THT-BKL adalah seorang Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok - Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Beliau menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-BKL). Dalam praktiknya, dr. Muhammad Ikhwan dikenal sebagai klinisi yang ramah dan detail dalam menangani berbagai keluhan THT, baik pada pasien anak-anak maupun dewasa. Beliau berfokus pada diagnosis yang akurat serta penanganan medis maupun bedah yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. Keahlian & Fokus Layanan dr. Muhammad Ikhwan menangani berbagai gangguan pada area kepala dan leher, meliputi: Otologi (Telinga): Penanganan gangguan pendengaran, infeksi telinga (otitis), telinga berdenging (tinnitus), hingga masalah kotoran telinga yang mengeras. Rinologi (Hidung): Tatalaksana alergi hidung (rhinitis), sinusitis, polip hidung, serta gangguan fungsi penciuman. Laringologi & Faring (Tenggorok): Penanganan radang amandel (tonsilitis), nyeri menelan, radang tenggorok kronis, dan gangguan suara. Gangguan Tidur: Diagnosis dan penanganan awal untuk mendengkur dan sleep apnea. Kepala & Leher: Evaluasi benjolan di area leher dan gangguan kelenjar air liur. Tindakan & Tatalaksana Medis Beberapa tindakan medis dan prosedur yang dapat dilakukan oleh dr. Muhammad Ikhwan meliputi: Ekstraksi Corpus Alienum: Tindakan pengangkatan benda asing yang masuk ke dalam telinga, hidung, atau tenggorok. Endoskopi THT: Pemeriksaan visual menggunakan kamera kecil untuk melihat kondisi di dalam rongga hidung atau tenggorok secara mendetail. Tonsilektomi & Adenoidektomi: Operasi pengangkatan amandel dan adenoid pada kasus infeksi berulang atau sumbatan jalan napas. Irigasi Telinga & Toilet Telinga: Pembersihan liang telinga dari kotoran atau cairan infeksi dengan teknik yang aman dan higienis. Timpanoplasti: Prosedur pembedahan untuk memperbaiki gendang telinga yang robek atau bocor. Pembedahan Sinus: Tindakan operatif untuk mengatasi peradangan sinus kronis yang tidak membaik dengan obat-obatan - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-11-28 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-windy-woro-paramyta-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Bekasi dr. Windy Woro Paramyta, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok - Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Windy Woro Paramyta menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher - Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai bagian Telinga, Hidung, Tenggorokan. dr. Windy Woro juga merupakan anggota dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-theresia-asti-prasasti-darma-sudjono-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Sorowako dr. Theresia Asti Prasasti Darma Sudjono, Sp. PD merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Inco Sorowako . dr. Theresia Asti Prasasti menempuh Pendidikan Dokter Spesiais Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, meliputi: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati dr. Theresia Asti Prasasti Darma Sudjono juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wira-kimahesa-anggoro-spjp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Tangerang dr. Wira Kimahesa Anggoro, SpJP sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Wira Kimahesa Anggoro menyelesaikan pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Brawijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Layanan konsultasi terkait jantung. dr. Wira juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-phetrus-johanmkesphdsp-otk/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI, ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Makassar dr. Muhammad Phetrus Johan, M. Kes, Ph. D,Sp. OT, Subsp. Onk. Ort. R sebagai Dokter Spesialis Ortopedi Subspesiialis Onkologi Ortopaedi dan Rekonstruksi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Muhammad Phetrus Johan Kitta menempuh pendidikan arjana Kedokteran di Universitas Hasanuddin pada tahun 2005 dan dilanjutkan dengan Program Profesi Dokter yang beliau selesaikan pada tahun 2007. Kemudian pada tahun 2014 beliau menyelesaikan Combined Degree yaitu Spesialis Ortopedi dan Magister Ilmu Biomedik yang juga beliau lakukan di Universitas Hasanuddin, Makassar. Selanjutnya, pada tahun 2019 beliau mendapatkan gelar Doctor of Philosophy untuk Applied Biomedicine (Orthopaedic Surgery) di Hiroshima University. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang. Radang sendi (artritis). Cedera ligamen (misalnya cedera ACL). Cedera tendon (tendinitis). Gangguan tulang belakang (skoliosis, dll. ). Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis). Tumor tulang. Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ). Carpal Tunnel Syndrome. dr. Muhammad Phetrus Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-12-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wulandari-eka-sari-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Wulandari Eka Sari, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Wulandari Eka Sari menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai kesehatan Kebidanan dan Kandungan. dr. Wulandari juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia Jawa Barat. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-samiadji-sp-bp/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Lokasi: Tangerang d. Muhammad Samiadji, Sp. BP sebagai Dokter Bedah Plastik yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Muhammad Samiadji menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Kristen Indonesia dan Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas Indonesia. dr. Muhammad Samiadji, Sp. BP memiliki keahlian dalam bidang bedah rekonstruksi maupun estetik, baik untuk kebutuhan medis maupun estetika, dengan pendekatan yang mengutamakan keselamatan pasien, fungsi optimal, dan hasil yang proporsional: Pelayanan medis dan tindakan yang dapat ditangani diantaranya: Bedah rekonstruksi akibat trauma, luka, atau kelainan bawaan Penanganan luka kronis dan luka pasca operasi Bedah rekonstruksi pasca tumor atau kanker Tindakan bedah plastik estetik sesuai indikasi medis Koreksi jaringan parut (scar revision) Konsultasi bedah plastik untuk perbaikan fungsi dan penampilan Evaluasi pra dan pasca tindakan bedah plastik dr. Samiadji juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-muhammad-sofiansyah-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Jakarta dr. Muhammad Sofiansyah, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Paru di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait penyakit dan gangguan pada paru-paru dan saluran pernapasan. Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) dr. Muhammad Sofiansyah juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yogi-rosbianto-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Sukabumi dr. Yogi Rosbianto, Sp. BS adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Yogi Rosbianto mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan sebelum tindakan bedah pada saraf, diantaranya: Konsultasi Bedah Saraf Laminektomi Lumbar Puncture Operasi Radiologi Stereotaktik VP Shunt Stabilisasi tulang belakang Craniotomy tumor Craniotomy trauma dr Yogi tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-munawar-ambar-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Bekasi dr. Munawar Ambar, Sp. KK sebagai Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Munawar Ambar menempuh pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kulit dan kelamin. dr. Munawar juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Tindakan Medis yang dapat diberikn: Electrocauterization Konsultasi Kulit dan Kelamin Pengangkatan Kutil Pengobatan Melasma Skrining Sifilis Barbed Suture Lift Aptos Thread Lift Biopsi Kulit Collagen Induction Therapy Pengobatan Cacar Ular Pengobatan Kutil Kelamin Pengobatan Lentigo Perawatan Pengencangan Kulit Tes Alergi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-03 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yose-waluyo-sp-kfr-k/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI, KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL - Lokasi: Makassar Dr. dr. Yose Waluyo, Sp. KFR, Subsp. MS (K) sebagai Dokter Spesialis Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Subspesialis Muskuloskeletal yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Yose Waluyo menempuh studi spesialisnya di Universitas Airlangga, Surabaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni : Neurorehabilitasi Manajemen nyeri Cedera olahraga Terapi okupasi Fisioterapi Perawatan pasca operasi dr. Yose juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-12-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mursid-fadli-sp-b-subbve/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Bekasi dr. Mursid Fadli, Sp. B, Subsp. BVE (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vascular dan Endovascular. dr. Mursid Fadli menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas YARSI kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah dan Spesialis II Bedah Vaskular dan Endovaskular di Universitas Indonesia. Beliau memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis, melakukan terapi dan mengatasi komplikasi pada kasus penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah arteri, vena dan sistem limfatik di seluruh tubuh kecuali pada daerah otak dan jantung. dr Mursid Fadli kompeten dalam melakukan prosedur pembedahan baik bedah terbuka maupun minimal invasif. Kasus-kasus yang dapat ditangani diantaranya yaitu kasus varises, aneurisma (pelebaran pembuluh darah), penyumbatan pembuluh darah, kasus yang berkaitan dengan akses pembuluh darah, dll. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yosua-hardja-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Palangkaraya dr. Yosua Hardja, Sp. U sebagai Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Yosua Hardja menempuh pendidikan Spesialis Urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait kesehatan pada saluran kemih dan genital diantaranya: Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter dan kandung kemih) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Tindakan PCNL, URS, TUR-P dr. Yosua Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudi-ambeng-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Palangkaraya dr. Yudi Ambeng, Sp. U sebagai Dokter Spesialis Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Yudi Ambeng menempuh pendidikan Spesialis Urologi di Universitas Airlangga, Surabaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Urologi. dr. Yudi Juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-mutmainnah-sp-kk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Makassar dr. Mutmainnah, Sp. DVE sebagai Dokter Spesialis Dermatologi Venerologi Estetika yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Mutmainnah menempuh pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Infeksi kulit Peradangan atau alergi Jerawat Kanker kulit Penyakit autoimun, seperti psoriasis dan lupus Kulit kering Penuaan dini, seperti keriput dan garis halus Perubahan warna kulit, misalnya muncul bercak kehitaman atau bercak putih pada kulit Kutu kemaluan Ulkus kelamin Sifilis Klamidia Gonore Infeksi virus HPV dr. Mutmainnah Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-04-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudika-iwan-kaharap-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Palangkaraya dr. Yudika Iwan Kaharap, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Yudi Ambeng menempuh gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi, Manado pada tahun 2005. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yaknikonsultasi seputar gangguan kesehatan pada mata. dr. Yudi Juga merupakan anggota dari Dokter Ahli Mata Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudistira-panji-santoso-sp-pd-kkv/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER - Lokasi: Tangerang dr. Yudistira Panji Santoso, Sp. PD, KKV sebagai Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskuler yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Yudistira Panji Santoso menyelesaikan pendidikan profesi Kedokteran Umum di Universitas Atma Jaya pada tahun 2000, kemudian beliau melanjutkan melanjutkan studi Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Padjadjaran, Bandung dan selesai pada tahun 2006. Sebagai seorang Konsultan Kardiovaskular, dr. Yudistira berfokus pada pencegahan dan pengobatan kondisi medis seperti: Penyakit Jantung Koroner: Manajemen penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung. Gagal Jantung (Heart Failure): Penanganan kondisi jantung yang tidak mampu memompa darah secara optimal. Hipertensi Berat & Komplikasi: Pengelolaan tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol atau telah berdampak pada organ jantung dan ginjal. Aritmia: Evaluasi gangguan irama jantung (berdebar atau detak tidak teratur). Penyakit Katup Jantung: Diagnosis dan tatalaksana kebocoran atau penyempitan katup jantung. Penyakit Metabolik: Penanganan Diabetes dan Kolesterol tinggi yang berisiko memicu serangan jantung atau stroke. Tindakan danTatalaksana Medis Elektrokardiogram (EKG): Rekam jantung untuk mendeteksi gangguan irama dan tanda kerusakan otot jantung. Ekokardiografi (USG Jantung): Prosedur pencitraan visual untuk melihat struktur, ukuran, dan fungsi pompa jantung secara detail. Treadmill Test: Pemeriksaan beban jantung untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner saat beraktivitas fisik. Manajemen Pre-Operatif Jantung: Evaluasi kesiapan jantung pasien sebelum menjalani prosedur bedah besar. Pengelolaan Obat Jantung Jangka Panjang: Optimasi terapi obat untuk mencegah kekambuhan serangan jantung atau pembengkakan jantung. dr. Yudistira juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-03-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yudith-elonia-esten-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Karawang dr. Yudith Elonia Esten, Sp. N sebagai Dokter Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Yudith Elonia Esten menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas YARSI dan pendidikan Spesialis Ilmu Saraf di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain. Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot) Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia dr. Yudith Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yulia-ariani-sp-ak/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bekasi dr. Yulia Ariani, Sp. A(K) sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Yulia Ariani menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Anak - Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan anak menyeluruh. dr. Yulia juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nathalia-safitri-sp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Semarang dr. Nathalia Safitri, Sp. GK merupakan dokter spesialis gizi klinik Primaya Hospital Semarang . Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum, profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 2013, dan pendidikan dokter spesialis gizi klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2021. Adapun pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi terkait gizi klinik dan berbagai terapi diantaranya: Program turun/naik berat badan sehat Meal planning & healthy lifestyle Nutrisi untuk penyakit kronis (Diabetes Mellitus, Hipertensi, Kolesterol) Nutrisi ibu hamil/menyusui & anak-remaja Nutrisi olahraga & kebugaran - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nathalia-v-mappewali-sp-og-m-kes/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN, KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS - Lokasi: Makassar dr. Nathalia V. Mappewali, Sp. OG, Subsp. Obginsos, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Nathalia V. Mappewali menempuh pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Pemeriksaan kehamilan terpadu pada ibu hamil Persalinan secara normal maupun seksio sesarea Kehamilan remaja Kasus kekerasan pada wanita Keluarga berencana Kehamilan dengan penyakit yang berisiko transmisi ke janin. dr. Nathalia Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yulius-fajar-martanu-spu/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Yulius Fajar Martanu, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya PGI Cikini. dr. Yulius Fajar menempuh pendidikan Dokter SpesialisUrologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni berfokus pada diagnosis masalah esehatan pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter dan kandung kemih) Masalah Prostat seperti Pembesaran Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Tindakan RIRS, PCNL, ESWL, URS, TUR-P, Li-ESWT dr. Fajar juga merupakan anggota dari ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dan Anggota Indonesian Society of Endurology (InaSE) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ndaru-bintang-ahmadanspb/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Bekasi dr. Ndaru Bintang Ahmadan,SpB sebagai Dokter Spesialis Bedah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Ndaru Bintang Ahmadan menempuh pendidikan Spesialis Bedah Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi sebelum tindakan pembedahan umum. Layanan yang dapat diberikan: Konsultasi Bedah Operasi Hernia Abses hati Tumor Peritonitis Usus Buntu Hemoroid dr. Ndaru Bintang juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (IKABI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yusak-alfrets-porotuo-sp-jp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Karawang dr. Yusak Alfrets Porotuo, Sp. JP sebagai Dokter Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Yusak Alfrets Porotuo menempuh pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Jantung dan Pembuluh Darah, diantaranya: Pelayanan Konsultasi Angina Pektoris Penyakit Jantung Koroner Gagal Jantung Akut dan Kronis Kelainan Katup Jantung Gangguan Irama Jantung Radang Dinding dan Selaput Jantung Kelainan Jantung Bawaan (Kongenital) Kelainan Otot Jantung Penyakit Jantung Rematik Penyakit Pembuluh Darah Arteri dan Vena Pelayanan Diagnostik Elektrokardiografi Ekokardiografi Monitor Holter Treadmill Test 6 Minute Walking Test CT-scan Koroner Ultrasonografi Vaskular dr. Yusak Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nellysp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Makassar dr. Nelly, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Nelly menempuh pendidikan Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Pemeriksaan Glaukoma Pemeriksaan Visus Mata Operasi Katarak Phacoemulsification Ekstraksi Benda Asing Insisi Hordeolum Operasi Pterygium Epilasi Tes Buta Warna Tonometri dr. Nelly Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yusi-amalia-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Yusi Amalia, Sp. N, FNK merupakan Dokter Spesialis Neurologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di Universitas Indonesia serta mengikuti Fellowship Neurofisiologi Klinis dan Intraoperative Neuromonitoring (IOM), yang memperkuat kompetensinya dalam evaluasi fungsi saraf serta pemantauan sistem saraf secara presisi. dr. Yusi Amalia, Sp. N memiliki keahlian dalam diagnosis dan penatalaksanaan berbagai gangguan sistem saraf, baik akut maupun kronis, dengan pendekatan yang berbasis ilmiah, komprehensif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Gangguan saraf seperti sakit kepala, migrain, vertigo, dan nyeri neuropatik Stroke dan gangguan pembuluh darah otak, termasuk evaluasi dan tindak lanjut Gangguan kejang dan epilepsi Gangguan saraf perifer seperti kesemutan, kebas, dan kelemahan otot Gangguan kesadaran dan fungsi saraf lainnya Pemeriksaan neurofisiologi klinis (EEG, EMG, dan pemeriksaan fungsi saraf lainnya) Intraoperative Neuromonitoring (IOM) untuk mendukung keselamatan tindakan pembedahan saraf dan tulang belakang Interpretasi pemeriksaan penunjang seperti CT-scan, MRI otak, dan pemeriksaan laboratorium terkait neurologi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-05-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yusuf-galenta-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Palangkaraya dr. Yusuf Galenta, Sp. JP, FIHA sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Yusuf Galenta menempuh pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Indonesia. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, jika mengalami kondisi berikut: Nyeri dada dan keluhan jantung Penyakit jantung koroner Gangguan irama jantung Gagal jantung Hipertensi dan kolesterol tinggi Penyakit katup jantung Kelainan jantung bawaan Skrining dan pemantauan kesehatan jantung dr. Yusuf Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nila-santia-dewi-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Semarang dr. Nila Santia Dewi, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Kepala Leher yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Semarang. dr Nila Santia Dewi mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro. dr Nila tergabung dalam anggota Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar gangguan kesehatan telinga hidung tenggorokan – kepala leher. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nilam-smaradhania-sp-b-k-onk/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Makassar dr. Nilam Smaradhania, Sp. B, Subsp. Onk(K) sebagai Spesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Beliau menempuh pendidikan Konsultan Bedah Onkologi FK Universitas Hasanuddin. Berkompeten melakukan berbagai tindakan medis bedah onkologi meliputi deteksi, diagnostik keganasan, dan operasi tumor, rekonstruksi dan onkoplasti, pengangkatan ekstensi tumor, dan berbagai terapi sistemik. Deteksi dini tumor dan keganasan kepala-leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Diagnostik keganasan pada tumor kepala - leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Operasi pada tumor kepala-leher, tiroid, payudara, kulit dan jaringan lunak Rekonstruksi dan onkoplasti pasca operasi onkologi Endoskopi diagnostic dan terapi pada keganasan kepala-leher, tiroid, payudara, kulit, dan jaringan lunak Pengangkatan ekstensi tumor-tumor yang melewati area tumor primer Pemasangan akses terapi sitemik sentral/chemoport dan perifer Terapi sistemik (terapi hormonal pada keganasan, kemoterapi pada keganasan, terapi target pada keganasan, imunoterapi pada keganasan) Penanganan paliatif pada keganasan dr Nilam Smaradhania juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nina-manggiasih-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi dr. Nina Manggiasih, Sp. M sebagai Dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Bekasi Timur. dr Nina Manggiasih menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Mata di Universitas Padjadjaran Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakniKonsultasi perihal kesehatan mata. dr. Nina Manggiasih juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-08-25 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-zikanovelia-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Pangkalpinang dr. Zikanovelia, Sp. P adalah seorang Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr. Zikanovelia mendapatkan gelar kedokteran setelah menamatkan pendidikan di Universitas Brawijaya. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan paru yang dialami. Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) Tumor paru Spirometri / fungsi paru Beliau yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-a-faradillahsp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Makassar Dr. dr. A. Faradillah, M. Kes, Sp. GK, Subsp. KM sebagai Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. Dr. dr. A. Faradillah, M. Kes, Sp. GK, Subsp. KM menempuh studi Spesialis Gizi Klinik di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gizi, diantaranya: Malnutrisi: Kekurangan nutrisi, termasuk marasmus dan kwashiorkor Obesitas: Penumpukan lemak berlebih yang menyebabkan berat badan melebihi batas normal Gangguan makan: Seperti bulimia dan anorexia nervosa Penyakit kronis: Diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan Gangguan metabolik: Misalnya dislipidemia dan gangguan fungsi hati dan ginjal Ibu hamil dan menyusui: Memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi selama masa kehamilan dan menyusui. Dr. dr. A. Faradillah, M. Kes, Sp. GK, Subsp. KM juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-abd-rahman-umar-sp-pd-kr/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM, PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI - Lokasi: Makassar dr. Abd. Rahman Umar, Sp. PD, Subsp. R sebagai Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Rheumatologi yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Abdul Rahman Umar menempuh pendidikan spesialis Penyakit Dalam dan pendidikan Subspesialis Rheumatologi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni pemeriksaan dan konsultasi kesehatan terkait penyakit : Osteoarthritis Rheumatoid arthritis Asam urat Nyeri punggung terkait peradangan pada tulang belakang (spondilitis) Fibromialgia Rakitis Tendinitis Lupus Demam rematik Psoriasis arthritis Skleroderma Sindrom antifosfolipid Sindrom Sjögren Infeksi tulang dan otot Radang pembuluh darah (vaskulitis) Polimialgia reumatik Trauma kerja dan olahraga Vaskulitis dr. Abd. Rahman juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nita-mariana-sp-ba/ - Spesialisasi: BEDAH ANAK - Lokasi: Makassar Dr. dr. Nita Mariani, Sp. BA, Subsp. D. A (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak Subspesialis Bedah Digestif yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Nita Mariana menempuh pendidikan Spesialis Bedah Anak di Universitas Padjadjaran, Bandung. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penanganan gangguan kongenital pada anak termasuk saluran cerna, saluran kemih Penanganan kasus tumor pada anak Penanganan infeksi saluran cerna pada anak Penanganan kasus trauma pada anak dr. Nita Juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-agnilia-octia-sarisp-kj/ - Spesialisasi: KESEHATAN JIWA - Tindakan Medis: Cognitive Behavioral Therapy, Pembuatan Surat Keterangan Kesehatan Jiwa (SKKJ) untuk Keperluan Administratif, Psikoedukasi, Psikofarmaka, Psikoterapi Modifikasi Perilaku, Psikoterapi Suportif, Terapi Relaksasi - Lokasi: Tangerang dr. Agnilia Octia Sari, Sp. KJ sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr Agnilia Octia Sari menempuh Kedokteran Spesialis Kedokteran Jiwa di Universitas Gadjah Mada. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Kesehatan terkait kejiwaan, diantaranya: Cognitive Behavioral Therapy Pembuatan Surat Keterangan Kesehatan Jiwa (SKKJ) untuk Keperluan Administratif Psikoedukasi Psikofarmaka Psikoterapi Modifikasi Perilaku Psikoterapi Suportif Terapi Relaksasi dr Agnilia juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nitya-prasanta-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Karawang dr. Nitya Prasanta, Sp. PD adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam di Primaya Hospital Karawang. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialisnya di FK Universitas Airlangga Surabaya LAYANAN SPESIALIS PENYAKIT DALAM Konsultasi Penyakit Dalam dewasa dan lansia Gangguan Endokrin - Metabolik (misal: Diabetes Mellitus, Tiroid) Gangguan Ginjal - Hipertensi (Misal: Sindroma Nefrotik, gagal ginjal) Gangguan Alergi - Imunologi (Misal: Asma, Rhinitis Alergi) Gangguan Tropik - Infeksi (misal: Demam Berdarah, Filariasi Gangguan Gastroentero - Hepatologi (misal: GERD, Dispepsia, Gastritis, Pankreatitis, Hepatitis) Gangguan Rematologi (Misal: Osteoporosis, Penyakit Lupus Gangguan Hematologi - Onkologi (Misal: Anemia, Penyakit Limpa/ limfoma) Penyakit Geriatri (Misal: Demensia, Malnutrisi, Osteoarthritis) Gangguan Intoksikasi (Misal: Keracunan Makanan, Zat berbahaya, dll) Gangguan Syok Sepsis/ Kardiogenik/ Hipovolemik Kegawatdaruratan Penyakit Dalam - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-andy-setiawansp-an/ - Spesialisasi: ANESTESI - Lokasi: Tangerang dr. Andy Setiawan, Sp. An-TI, Subsp. TI (K) merupakan dokter spesialis anestesi di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau telah menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan lulus pada tahun 2012. Beliau menyelesaikan pendidikan Anestesi di Pusat Medis Advent Manila pada tahun 2015. Beliau menyelesaikan Program Adaptasi Anestesi, Perawatan Kritis, dan Manajemen Nyeri di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2018. Pada tahun 2022, beliau menyelesaikan studi Sub-spesialis (Critical Care Consultant) Universitas Hasanuddin. Adapun pelatihan yang pernah diikuti diantaranya : Advance cardiac life support, since 2012 Advanced Trauma Life Support, since 2016 Ultrasonography in Daily Practice – PDUI, Jakarta, 2012 Penanganan Stroke terkini, Makassar, 2013 Pediatric Airway Management Workshop : Pediatric Airway Devices and Simulated Critical Events, Bacolod, 2013 Fundamental Critical Care Support, Jakarta, 2014 PAIN Forum : Healing the Hurt, Improving the Quality of Care Through Pain Assessment, Control, and Treatment, Quezon City, 2014 Workshop: Current Management Concepts in Unanticipated Difficult Airway, Manila, 2015 Workshop Asynchrony Mechanical Ventilation, Makassar, 2019 Ophtalmic Anesthesia Workshop, Makassar, 2020 Win focus symposium, 202-2024 Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah terkait anestesi, diantaranya: General anesthesia Regional anesthesia Anesthesia on Hight Risk Patients Non Operating room anesthesia Critical Care Resucitation Emergency Care Pain Management dr. Andy Setiawan saat ini tercatat sebagai anggota PERDICI dan INASIA - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nova-setyaningsih-mkk/ - Spesialisasi: UMUM - Lokasi: Karawang dr. Nova Setyaningsih, MKK sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Nova Setyaningsih menempuh pendidikan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Achmad Yani dan S2 Magister Kedokteran Kerja di Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Medical Check Up, Vaksin Orang Dewasa, Infus Vitamin C, Nebulizer, Perawatan Luka, Penjahitan Luka, dll. dr Nova Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-bambang-budionosp-jpfihafapscfapsicfscai/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH, JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI - Lokasi: Makassar dr. Bambang Budiono,Sp. JP, Subsp. KI (K), FIHA,FAPSC,FAPSIC,FSCAI sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Intervensi Kardiovaskular yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Bambang Budiono menempuh Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Indonesia. Beliau memberikan layanan medis berupa konsultasi seputar masalah kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah, kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah jantung) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-novi-ariyanti-spjp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bekasi dr. Novi Ariyanti, Sp. JP, FIHA merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Diponegoro serta memiliki gelar Fellow of the Indonesian Heart Association (FIHA), yang menegaskan kompetensinya dalam menangani berbagai penyakit kardiovaskular secara komprehensif. dr. Novi Ariyanti, SpJP, FIHA memiliki keahlian dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah, baik pada kondisi akut maupun kronis, dengan pendekatan yang berbasis bukti, komunikatif, dan berfokus pada keselamatan serta kualitas hidup pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung koroner Hipertensi (tekanan darah tinggi) dan gangguan faktor risiko kardiovaskular Gangguan irama jantung (aritmia) Gagal jantung dan pemantauan penyakit jantung kronis Nyeri dada, sesak napas, dan keluhan kardiovaskular lainnya Pemeriksaan penunjang jantung seperti EKG, ekokardiografi, dan treadmill test Edukasi pencegahan penyakit jantung serta interpretasi hasil pemeriksaan penunjang - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-15 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-novi-lutfiyanti-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Jakarta dr. Novi Lutfiyanti, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Novi Lutfiyanti menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan adalah: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, pekerja seks komersial/PSK), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi Penanganan Kehamilan: Kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan Penanganan Persalinan: Persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum) Diagnostik: Diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita Terapi: Pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi Wanita Operasi: Operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi Wanita dr. Novi Lutfiyanti juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wempy-thioritz-sp-kj/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS, KESEHATAN JIWA - Lokasi: Makassar dr. Wempy Thioritz, Sp. KJ, Subsp. Kom (K) sebagai Dokter Spesialis Kejiwaan Konsultan Psikiatri Komunitas yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Wempy Thioritz menempuh studi spesialis Kedokteran Jiwa di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan jiwa, diantaranya: Gangguan depresi atau gangguan bipolar Fobia dan masalah kecemasan (post-traumatic stress disorder/ PTSD atau serangan panik) Gangguan kepribadian (kepribadian ganda, kepribadian paranoid, kepribadian antisosial, dsb) Masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja (masalah tingkah laku, disabilitas intelektual, autisme, hiperaktif, dan masalah perkembangan). Gangguan makan (anoreksia dan bulimia). Masalah yang berkaitan dengan kondisi seksual (gairah seksual menurun, dispareunia, disfungsi seksual, masalah orgasme, dan vaginismus). Kelainan mental organik. Masalah tidur (mimpi buruk, masalah siklus tidur, tidur berjalan, hipersomnia, dan insomnia) Gangguan adiksi (Penyalahgunaan obat terlarang, alkohol, atau zat psikoaktif) Gangguan impuls kontrol (gangguan kendali impulsif dan gangguan kecanduan) Gangguan pengendalian impuls (kleptomania, piromania, dan trichotillomania) Obsessive compulsive disorder (OCD) Gangguan somatoform (gangguan somatisasi dan hipokondriasis) Gangguan kesehatan mental pada lansia Skizofernia termasuk skizofrenia katatonik Mengatasi gangguan penyesuaian dengan perubahan hidup, kehilangan, atau situasi stres lainnya dr. Wempy juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-centery-sp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Tindakan Medis: Craniotomy trauma, Craniotomy tumor, Konsultasi Bedah Saraf, Laminektomi, Lumbar Puncture Operasi Radiologi Stereotaktik, Stabilisasi tulang belakang, VP Shunt - Lokasi: Tangerang dr. Centery, Sp. BS sebagai Dokter Bedah Saraf. yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr Centery menempuh pendidikan Spesialis Bedah Saraf di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan sebelum tindakan bedah pada saraf, diantaranya: Konsultasi Bedah Saraf Laminektomi Lumbar Puncture Operasi Radiologi Stereotaktik VP Shunt Stabilisasi tulang belakang Craniotomy tumor Craniotomy trauma dr Centery juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf (PERSPEBSI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nuch-sabunga-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Palangkaraya dr. Nuch Sabunga, Sp. THT-KL sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Nuch Sabunga menempuh pendidikan Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher di Universitas Hasanuddin, Makassar. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan telinga hidung tenggorok, tindakan yang dapat dilakukan diantaranya: Rhinologi - alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi - vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring - Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho - esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) dr. Nuch Sabunga Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-christian-yonathansp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Tindakan Medis: Bedah tulang belakang, cedera olahraga, cedera tulang dan sendi, gangguan gerak, nyeri sendi, nyeri tulang belakang - Lokasi: Tangerang dr. Christian Yonathan, Sp. OT adalah seorang dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang berdedikasi dalam penanganan masalah muskuloskeletal (tulang, sendi, ligamen, tendon, dan saraf) pada pasien dari segala usia. Dengan kompetensi khusus dalam menangani cedera akut (trauma) serta kondisi degeneratif, dr. Christian menggunakan pendekatan diagnostik yang cermat dan teknik bedah minimal invasif modern untuk memastikan pemulihan optimal dan fungsi gerak pasien kembali maksimal. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Christian Yonathan, Sp. OT: Penanganan cedera tulang dan sendi, seperti patah tulang, keseleo, dan cedera akibat jatuh atau kecelakaan. Pengobatan nyeri dan gangguan pada tulang belakang, seperti nyeri punggung, nyeri leher, saraf terjepit, hingga kelainan tulang belakang. Bedah tulang belakang (spine surgery), baik untuk kasus cedera, kelainan, maupun gangguan saraf, dilakukan sesuai indikasi medis dan kebutuhan pasien. Pengobatan nyeri sendi dan gangguan gerak, termasuk nyeri lutut, bahu, dan pinggul. Penanganan penyakit sendi, seperti pengapuran (osteoartritis) dan peradangan sendi. Perawatan cedera olahraga, baik pada atlet maupun masyarakat umum. Tindakan medis dan operasi ortopedi, dengan pendekatan yang aman dan sesuai standar medis. Pendampingan pemulihan dan rehabilitasi, bekerja sama dengan tim fisioterapi untuk membantu pasien kembali beraktivitas secara optimal. dr. Christian berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, jelas, dan berorientasi pada kenyamanan pasien, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi gerak. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nugraheni-irda-sp-pd-m-kes/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Tindakan Medis: Biopsi Endoskopi, Gastroskopi (EGD), Kolonoskopi - Lokasi: Jakarta dr. Nugraheni Irda, Sp. PD, M. Kes, FINASIM - Fellow Endoskopi adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Internis) yang berpengalaman dalam menangani berbagai keluhan kesehatan kompleks pada orang dewasa. Beliau menamatkan pendidikan spesialisnya di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Sebagai seorang Fellow Endoskopi, dr. Nugraheni memiliki keahlian khusus dalam prosedur diagnostik dan terapeutik menggunakan alat endoskopi untuk memeriksa saluran pencernaan secara visual, guna memberikan diagnosis yang lebih akurat dan tindakan minimal invasif. Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati Konsultasi dan tindak lanjut hasil medical check up Keahlian & Fokus Layanan Beliau berfokus pada pencegahan, diagnosis, serta tata laksana penyakit non-bedah, termasuk namun tidak terbatas pada: Gangguan Saluran Cerna: Gastritis, GERD, tukak lambung, hingga masalah pada kolon. Penyakit Metabolik & Endokrin: Diabetes Melitus, gangguan tiroid, dan dislipidemia (kolesterol). Kesehatan Ginjal & Hipertensi: Pengelolaan tekanan darah tinggi dan pemantauan fungsi ginjal (termasuk layanan hemodialisa). Penyakit Tropis & Infeksi: Penanganan demam berdarah, tifus, dan infeksi bakteri/virus lainnya. Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Dengan kualifikasi sebagai Fellow Endoskopi, dr. Nugraheni dapat melakukan tindakan medis khusus seperti: Gastroskopi (EGD): Prosedur pemeriksaan visual pada kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari untuk mendeteksi luka, peradangan, atau tumor. Kolonoskopi: Pemeriksaan bagian dalam usus besar guna deteksi dini kanker kolorektal atau polip. Biopsi Endoskopi: Pengambilan sampel jaringan kecil melalui endoskop untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Tata Laksana Penyakit Dalam Komprehensif: Mulai dari konsultasi medis, pemeriksaan fisik mendalam, hingga interpretasi hasil laboratorium dan penunjang (seperti USG perut atau EKG). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-claudia-marissa/ - Spesialisasi: UMUM - Lokasi: Bekasi dr. Claudia Marissa merupakan Dokter yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan medis umum dan konsultasi kesehatan untuk pasien dari berbagai usia. dr. Claudia Marissa dikenal dengan pendekatan profesional, komunikatif, dan berfokus pada keselamatan serta kenyamanan pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi: Konsultasi kesehatan umum untuk dewasa dan anak Pemeriksaan rutin dan pemeriksaan penunjang dasar Penanganan penyakit ringan hingga sedang Edukasi pencegahan penyakit dan gaya hidup sehat Konsultasi terkait nutrisi, kebugaran, dan pencegahan penyakit - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-12-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nur-hafiz-ramadhona-sp-and/ - Spesialisasi: ANDROLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Nur Hafiz Ramadhona, Sp. And sebagai Spesialis Andrologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. dr Nur Hafiz Ramadhona menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Andrologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kesehatan reproduksi pria. dr. Nur Hafiz juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (PERSANDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-maruli-mangunsong-sp-s-m-epid/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Sukabumi DR. dr. Maruli Mangunsong, Sp. N, M. Epid adalah Dokter Spesialis Saraf yang saat ini aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau menamatkan pendidikan kedokteran umum di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), kemudian melanjutkan pendidikan spesialisasi di bidang Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP). Untuk memperdalam bidang ilmu kesehatan masyarakat, khususnya epidemiologi, beliau meraih gelar Magister Epidemiologi serta gelar Doktor (S3) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Sebagai dokter yang berpengalaman di bidang neurologi dan epidemiologi, DR. dr. Maruli Mangunsong, Sp. N, M. Epid memberikan layanan konsultasi dan penanganan berbagai gangguan sistem saraf, di antaranya: Sakit kepala, migrain, dan nyeri kepala kronis Stroke / gangguan pada otak Nyeri leher, punggung, dan tulang belakang / nyeri muskuloskletal Cedera otak dan cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk meningitis Epilepsi (kejang) Miastenia gravis (kelemahan otot) Penyakit Parkinson dan gangguan gerakan lainnya Neuropati perifer (kebas dan kesemutan di tangan serta kaki) Gangguan gerak. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis bukti, beliau berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dari sisi klinis tetapi juga berdasarkan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat dan pencegahan. DR. dr. Maruli Mangunsong, Sp. N, M. Epid merupakan anggota aktif dari: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Sebagai bagian dari tim medis di Primaya Hospital Sukabumi, beliau siap memberikan layanan neurologi yang profesional, ramah, dan berfokus pada keselamatan serta kualitas hidup pasien. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nur-surya-wirawan-m-kes-sp-an-kmn/ - Spesialisasi: ANESTESI-MANAJEMEN NYERI - Lokasi: Makassar dr. Nur Surya Wirawan, Sp. An adalah seorang Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Makassar. dr. Nur Surya Wirawan mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Hasanuddin, Makassar pada tahun 2007. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan seputar anestesiologi dan terapi intensif. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-dr-muhammad-sakti-sp-otk/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Makassar Dr. dr. Muhammad Sakti, Sp. OT, Subsp. CO sebagai Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Muhammad Sakti menempuh studi Spesialis Orthopedi dan Traumatologi di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani: Patah tulang. Radang sendi (artritis). Cedera ligamen (misalnya cedera ACL). Cedera tendon (tendinitis) Penyakit degeneratif sendi (osteoartritis). Tumor tulang. Gangguan pada kaki (kaki datar, dll. ). Carpal Tunnel Syndrome. Prosedur ganti sendi panggul dan lutut Operasi arthroskopi Penanganan cedera olahraga dr. Muhammad Sakti juga merupakan anggota dari Perhimpunan IKATAN DOKTER INDONESIA (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-03-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nurhayati-sp-p-fisr/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Karawang dr. Nurhayati, Sp. P, FISR sebagai Dokter Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Nurhayati menempuh pendidikan Spesialis Paru, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Keluhan Batuk Akut dan Kronik (Alergi, Bronkitis, dsb) Penyakit Respirasi Kronik (PPOK, Asma, Cystic fibrosis dsb) Infeksi Respirasi (Pneumonia, Bronkiektasis, Mikosis paru, dsb) Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru (Pulmonary and Extra-Pulmonary Tuberculosis) Penyakit yang berhubungan dengan Paru (Hipertensi Pulmonal, Obstructive Sleep Apnea, Emfisema, dsb) dr. Nurhayati Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesilais Paru Indonesia (PDPI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-erlindah-ernawatisp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Tindakan Medis: gangguan saraf, nyeri saraf, penyakit saraf kronis, rehabiitasi saraf, stroke - Lokasi: Tangerang dr. Erlindah Ernawati, Sp. N adalah seorang dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Berfokus pada diagnosis, penanganan, dan pencegahan gangguan yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Dengan keahliannya dalam bidang Neurologi, dr. Erlindah berkomitmen untuk memberikan penanganan medis terbaik bagi pasien dengan berbagai kondisi neurologis, baik akut maupun kronis. Beliau sangat memperhatikan proses diagnosis yang akurat, yang menjadi kunci dalam menentukan rencana terapi yang paling efektif dan personal bagi setiap pasien. dr. Erlindah dikenal memiliki pendekatan yang teliti, mendengarkan keluhan pasien secara menyeluruh, dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai kondisi medis kompleks yang dialami pasien. Tujuan utama beliau adalah meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penanganan gejala dan mengelola perkembangan penyakit saraf. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Erlindah Ernawati, Sp. N : Penanganan stroke, baik pada fase akut maupun pemulihan, untuk mencegah komplikasi dan kecacatan. Pengobatan gangguan saraf, seperti sakit kepala dan migrain, epilepsi (kejang), vertigo, serta gangguan keseimbangan yang menyebabkan mudah jatuh atau sulit berjalan stabil. Penanganan gangguan saraf akibat cedera atau penyakit, termasuk kelemahan anggota gerak, kesemutan, dan saraf terjepit. Diagnosis dan penanganan penyakit saraf kronis, seperti Parkinson, Alzheimer, dan gangguan daya ingat lainnya. Evaluasi dan pengelolaan nyeri saraf, seperti nyeri wajah dan nyeri akibat gangguan saraf. Pemeriksaan dan pemantauan fungsi saraf, untuk membantu menentukan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat. Pendampingan rehabilitasi saraf, bekerja sama dengan tim medis lain untuk membantu pemulihan fungsi dan keseimbangan pasien. dr. Erlindah memberikan pelayanan yang menyeluruh, berfokus pada keselamatan, ketepatan diagnosis, dan kenyamanan pasien, dengan tujuan membantu pasien menjalani hidup yang lebih sehat dan mandiri. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nurima-ulya-dwita-sp-btkv/ - Spesialisasi: BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER - Lokasi: Bekasi dr. Nurima Ulya Dwita, Sp. BTKV sebagai Spesialis Bedah Thoraks, Kardiak dan Vaskular yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat . Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait bedah thoraks, kardiak dan vaskular. dr Nurima Ulya Dwita juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fernita-leo-soetjipto-soepodosp-bp/ - Spesialisasi: BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI - Tindakan Medis: Bedah koreksi kelainan bawaan, Bedah rekonstruksi, estetik medis, luka dan jaringan lunak, Rekonstruksi pasca pengangkatan tumor atau kanker - Lokasi: Tangerang dr. Fernita Leo Soetjipto Soepodo, Sp. BP adalah Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi yang berpraktik di Primaya Hospital, Kabupaten Tangerang. Beliau menangani tindakan medis untuk memperbaiki fungsi, bentuk, dan penampilan tubuh, baik akibat kelainan bawaan, cedera, penyakit, maupun kebutuhan estetik medis. Beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Fernita Leo Soetjipto Soepodo, SpBP : Bedah rekonstruksi, untuk memperbaiki bentuk dan fungsi tubuh akibat kecelakaan, luka bakar, infeksi, atau pasca operasi. Penanganan luka dan jaringan lunak, termasuk luka kompleks, luka kronis, dan perawatan luka pasca tindakan bedah. Rekonstruksi pasca pengangkatan tumor atau kanker, untuk membantu mengembalikan fungsi dan penampilan area yang terdampak. Bedah koreksi kelainan bawaan, seperti bibir sumbing dan kelainan bentuk lainnya. Tindakan estetik medis, seperti perbaikan kontur wajah dan tubuh, serta prosedur untuk membantu meningkatkan penampilan secara aman dan bertanggung jawab. Pendekatan bedah yang aman dan terencana, sesuai standar medis dan kebutuhan masing-masing pasien. Dokter Fernita berkomitmen memberikan pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien, fungsi tubuh, dan hasil yang natural, dengan pendekatan profesional dan empati. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-i-putu-aditya-bawasp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Tindakan Medis: Audiologi, Bedah tumor kepala dan leher, Broncho - esofagologi, Otologi, patah tulang wajah, Rhinologi, tonsilitis - Lokasi: Tangerang dr. I Putu Aditya Bawa, Sp. T. H. T. B. K. L sebagai Dokter THT yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr I Putu Aditya Bawa menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan terkait telinga hidung tenggorok diantaranya: Rhinologi - alergi (misal: rhinitis, sinusitis, polip hidung, epistaksis) Otologi (misal: infeksi telinga, benda asing di telinga) Audiologi - vestibuler (misal: gangguan dengar & bicara, vertigo) Faring - Laring (tonsilitis, suara serak, abses leher dalam) Rekonstruksi fraktur maksilofacial/wajah (patah tulang wajah) Bedah tumor kepala dan leher (benjolan di kepala/leher) Broncho - esofagologi (gangguan menelan, benda asing di tenggorokan) dr I Putu juga merupakan anggota dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-nusarintowati/ - Spesialisasi: ANAK - KARDIOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Nuvi Nusarintowati, Sp. A, Subsp. Kardio(K) adalah seorang dokter Spesialis Anak dengan Subspesialisasi Jantung Anak yang memiliki pengalaman luas dalam bidangnya yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 1996, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis anak di universitas yang sama dan lulus pada tahun 2008. Selanjutnya, beliau menempuh pendidikan subspesialis jantung anak dan meraih gelar tersebut pada tahun 2015 di Universitas Indonesia. dr. Nuvi aktif dalam organisasi profesi, yaitu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). dr. Nuvi memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan menangani berbagai penyakit jantung bawaan maupun didapat pada anak-anak. Beberapa tindakan medis yang umum dilakukan oleh dokter jantung anak meliputi pemeriksaan ekokardiografi, kateterisasi jantung untuk diagnosis dan intervensi, serta penanganan gagal jantung dan aritmia pada pasien pediatrik. Selain itu, beliau juga berperan dalam pemantauan perkembangan pasien dengan kelainan jantung sejak bayi hingga remaja serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai perawatan dan pengobatan jantung anak. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ni-nyoman-sri-yuliani-sp-gk/ - Spesialisasi: GIZI KLINIK - Lokasi: Palangkaraya dr. Ni Nyoman Sri Yuliani Sp. GK sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Ni Nyoman Sri Yuliani menempuh pendidikan Spesialis Gizi Klinik di Universitas Diponegoro, Semarang. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan antara lain: Malnutrisi: Kekurangan nutrisi, termasuk marasmus dan kwashiorkor. Obesitas: Penumpukan lemak berlebih yang menyebabkan berat badan melebihi batas normal. Gangguan makan: Seperti bulimia dan anorexia nervosa. Penyakit kronis: Diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan. Gangguan metabolik: Misalnya dislipidemia dan gangguan fungsi hati dan ginjal. Ibu hamil dan menyusui: Memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi selama masa kehamilan dan menyusui. Kanker dr. Ni Nyoman Sri Yuliani Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ondo-renaisan-sitorussp-b-spb/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Ondo Renaisan Sitorus, Sp. B adalah Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital PGI Cikini. dr. Ondo mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Sebelas Maret. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak maupun ganas, hernia, luka tusuk/bakar Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas Beliau tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-jayarasti-kusumanegara-sp-btkv/ - Spesialisasi: BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA - Lokasi: Makassar dr. Jayarasti Kusumanegara, Sp. BTKV , Subsp. JD (K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular Subspesialis Bedah Jantung Dewasa yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Jayarasti Kusumanegara menempuh pendidikan Spesialis Bedah Universitas Hasanuddin dan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Universitas Airlangga. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Pembuatan dan perbaikan akses cuci darah (hemodialisis) CDL & Cimino (AV shunt) Penanganan masalah akses pembuluh darah untuk kepentingan hemodialisa dan Akses sulit pada bayi dan anak Pemasangan akses kemoterapi Penanganan masalah luka kaki diabetik dengan gangguan pembuluh darah beserta perawatannya Penanganan penyakit arteri perifer EVAR dan TEVAR pada kasus aneurisma aorta simpel dan kompleks Penanganan penyakit aorto-illiak Penanganan varices tungkai dengan metode Thermal (Ablasi) dan Non thermal endovenous Penanganan trauma pembuluh darah Penanganan malformasi dan tumor pembuluh darah Penanganan kasus trombosis akut pada arteri dan vena Implantasi vena cava filter pada kasus DVT Penanganan pada pulmonary embolism Embolisasi pada kasus trauma, tumor, pseudoaneurisma, pelvic congestion syndrome Penanganan masalah arteri karotis dan tumor pada karotis Penanganan trauma dada (patah tulang iga, cedera paru, jantung, diafragma dan saluran nafas) Penanganan infeksi rongga dada atau paru yang memerlukan pembedahan Coronary artery bypass graft (CABG) Operasi katup jantung Bedah jantung pediatrik dan kongenital Operasi hiperhidrosis Operasi bullae paru Operasi tumor mediastinum Operasi tumor paru dr Jayarasti juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia (HBTKVI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yanti-ria-sp-tht/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Tangerang dr. Yanti Ria, Sp. THT sebagai Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Yanti Ria,Sp. THT menyelesaikan studi Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara pada tahun 1997 dan melanjutkan spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan di Universitas Airlangga pada tahun 1997. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Layanan konsultasi telinga hidung tenggorok, diantaranya: Gangguan Pendengaran & Keseimbangan: Penanganan telinga berdenging (tinnitus), vertigo, serta penurunan fungsi pendengaran. Hidung & Alergi: Tatalaksana rhinitis alergi, sinusitis, polip hidung, dan gangguan penciuman. Tenggorok & Jalan Napas: Masalah pada amandel (tonsil), gangguan menelan, suara serak, serta rasa mengganjal di tenggorok. THT Anak: Penanganan kasus telinga, hidung, dan tenggorok yang spesifik pada bayi dan anak-anak. Infeksi THT: Pengobatan otitis media (infeksi telinga tengah) dan infeksi saluran napas atas yang berulang. Dalam memberikan pelayanan medis, dr. Stivina melakukan berbagai prosedur diagnostik dan terapeutik, di antaranya: Endoskopi THT: Pemeriksaan visual menggunakan kamera fleksibel/rigid untuk melihat kondisi di dalam rongga hidung, sinus, dan tenggorok secara akurat. Ekstraksi Corpus Alienum: Tindakan pengangkatan benda asing dari telinga, hidung, atau tenggorok dengan teknik minimal trauma. Toilet Telinga & Pembersihan Serumen: Prosedur pembersihan liang telinga dari kotoran atau cairan infeksi menggunakan vakum/mikroskop. Tonsilektomi & Adenoidektomi: Operasi pengangkatan amandel dan adenoid pada kasus infeksi kronis atau sumbatan napas saat tidur. Irigasi Sinus & Bedah Sinus: Tatalaksana untuk penderita sinusitis yang memerlukan tindakan lebih lanjut. Tes Audiometri: Evaluasi fungsi pendengaran dan kesehatan gendang telinga. dr. Yanti,Sp. THT juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & anggota dari Perhimpunan Ahli Telinga, Hidung dan Tenggorokan – Kepala Leher - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-yenny-wiarni-abbas-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Bekasi dr. Yenny Wiarni Abbas, Sp. A sebagai Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Yenny Wiarni Abbas menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Kristen Indonesia kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Kesehatan Anak di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan anak menyeluruh. dr. Yenny Wiarni juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-oscar-djauhari-sp-tht/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Sukabumi dr. Oscar Djauhari , Sp. THT sebagai Dokter THT yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr Oscar Djauhari menempuh studi pendidikan Kedokteran Spesialis Telinga Hidung Tenggorok di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan telinga hidung tenggorok, diantaranya: Gangguan Telinga Gangguan Hidung Gangguan Tenggorokan Gangguan Tidur Gangguan Leher dan Kepala Operasi Sinus dengan Endoskopi Tonsilektomi Audiometri Bedah Kepala Leher dr Oscar juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ketut-indrianimh-kessp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Tindakan Medis: Imunisasi, Konsultasi laktasi, Konsultasi tumbuh kembang anak, Pemeriksaan kesehatan anak - Lokasi: Tangerang dr. Ketut Indriani, MH. Kes, Sp. A sebagai Dokter Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. dr Ketut Indriani menempuh endidikan Dokter Spesialis Anak di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan anak menyeluruh diantaranya: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak dr Ketut juga merupakan anggota dariIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-panahatan-aritonang-spm/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Panahatan Aritonang, Sp. M sebagai Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. Beliau menempuh Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal kesehatan mata, diantaranya: Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Pemeriksaan Glaukoma Pemeriksaan Visus Mata Operasi Katarak Phacoemulsification Ekstraksi Benda Asing Insisi Hordeolum Operasi Pterygium Epilasi Tes Buta Warna Tonometri dr. Panahatan Aritonang juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-krisma-perdana-harjasp-ak/ - Spesialisasi: AKUPUNTUR - Tindakan Medis: low back pain, nyeri bahu, nyeri haid, nyeri kepala, nyeri lambung, nyeri lutut, obesitas - Lokasi: Tangerang dr. Krisma Perdana Harja, Sp. Ak sebagai Dokter Akupunktur yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. dr Krisma Perdana Harja menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Akupunktur di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Kesehatan terkait akupunktur, diantaranya: Kasus nyeri akut maupun kronis, seperti nyeri punggung bawah (low back pain), nyeri bahu, nyeri lutut, nyeri lambung, nyeri kepala, nyeri haid, nyeri lutut Gangguan fungsi organ pencernaan (Sembelit, maag, GERD) Gangguan ksehatan mental seperti cemas dan sulit tidur / insomnia Gangguan sistem saraf seperti kelumpuhan paska stroke, Bells's Palsy, kesemutan Membantu program hamil pada kasus infertilitas Obesitas Serta berbagai keluhan kesehatan lainnya dr Krisma juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-pandang-tedi-adriyanto-m-sc-sp-pd-finasim/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Sukabumi dr. Pandang Tedi Adriyanto, M. Sc, Sp. PD, FINASIM adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialis Penyakit Dalam di Universitas Gadjah Mada, serta mengikuti pelatihan lanjutan Fellow Hemodialisis di RS Hasan Sadikin Bandung. Dalam praktiknya, dr. Pandang memberikan layanan konsultasi dan penanganan berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sistem organ dalam tubuh. Beliau memiliki kompetensi dalam mendiagnosis serta menangani penyakit kronis maupun akut yang berkaitan dengan: Gangguan saluran cerna (seperti maag, gastritis, tukak lambung, GERD) Penyakit hati (hepatitis, sirosis) Penyakit ginjal, termasuk terapi hemodialisa Hipertensi dan penyakit jantung Gangguan paru (asma, PPOK, infeksi paru) Penyakit metabolik (diabetes melitus, kolesterol tinggi, gangguan tiroid) Penyakit infeksi, termasuk demam tifoid, DBD, tuberkulosis Kelainan darah dan gangguan imunologi Pemeriksaan menyeluruh untuk medical check-up dewasa dr. Pandang Tedi Adriyanto, M. Sc, Sp. PD, FINASIM tergabung dalam: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-finsania-permatasari-spkfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bekasi dr. Finsania Permatasari, Sp. KFR sebagai Spesialis Rehabilitasi Medis yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait perihal Rehabilitasi Fisik. Layanan yang dapat diberikan: Nyeri punggung dan leher Perubahan terkait dengan usia dan biologis Rehabilitasi jantung Stroke Skoliosis Pencegahan lansia jatuh saat beraktivitas Patah pinggul Limfedema Obesitas Rehabilitasi paru pada penyakit paru obstruktif kronis Autisme Cerebral Palsy Geriatri Cedera Olahraga PID Sinusitis Osteo Athritis dr. Finsania Permatasari juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-patria-adri-wibhawa-spn/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Patria Adri Wibhawa, Sp. N merupakan Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di Universitas Diponegoro dan memiliki kompetensi dalam menangani berbagai gangguan sistem saraf secara komprehensif, baik pada kondisi akut maupun kronis. dr. Patria Adri Wibhawa, Sp. N memiliki keahlian dalam diagnosis dan penatalaksanaan penyakit saraf dengan pendekatan yang evidence-based, komunikatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Sakit kepala dan migrain Stroke serta pemantauan pasca-stroke Nyeri saraf, kesemutan, dan kelemahan anggota gerak Vertigo dan gangguan keseimbangan Kejang dan epilepsi Gangguan saraf perifer dan gangguan neuromuskular Evaluasi gangguan fungsi saraf dan interpretasi pemeriksaan penunjang seperti CT-scan, MRI otak, serta pemeriksaan laboratorium terkait neurologi - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-firman-hendrik-h-sp-s/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Tangerang dr. Firman Hendrik H, Sp. S sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Saraf dari Universitas Indonesia. dr. Firman Hendrik H, Sp. S menangani spektrum luas penyakit saraf, mulai dari gangguan umum hingga kondisi kronis, meliputi: Penyakit Serebrovaskular (Stroke): Pencegahan primer, penanganan fase akut, serta manajemen pemulihan pasca-stroke. Manajemen Nyeri Kepala & Wajah: Penanganan migrain, nyeri kepala tegang (tension headache), vertigo, dan neuralgia trigeminal. Nyeri Tulang Belakang: Tatalaksana saraf terjepit (HNP), nyeri punggung bawah (LBP), dan nyeri leher kronis. Gangguan Saraf Tepi: Penanganan kesemutan, baal (mati rasa), serta neuropati (sering terjadi pada penderita diabetes). Penyakit Degeneratif Saraf: Evaluasi dan penanganan dini untuk penyakit Parkinson serta gangguan memori (Demensia/Alzheimer). Epilepsi: Manajemen kejang dan kontrol pengobatan jangka panjang. Untuk mendukung kesembuhan pasien, dr. Firman Hendrik H, Sp. S melakukan berbagai prosedur diagnostik dan terapi, di antaranya: Pemeriksaan Neurologis Lengkap: Evaluasi fungsi motorik, sensorik, koordinasi, serta fungsi luhur (kognitif). Manajemen Nyeri Neuropatik: Pemberian terapi farmakologi dan intervensi medis untuk meredakan nyeri saraf kronis. Interpretasi Neuroimaging: Menganalisis hasil CT-Scan otak, MRI kepala, dan MRI tulang belakang secara mendetail untuk penegakan diagnosis. Skrining Risiko Stroke: Pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi faktor risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Terapi Pencegahan Kekambuhan: Edukasi gaya hidup dan pengaturan obat-obatan untuk mencegah serangan saraf berulang dr Firman Hendrik, Sp. S juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fith-dahlan-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Makassar dr. Fith Dahlan, Sp. A sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr. Fith Dahlan, Sp. A menempuh pendidikan spesialis di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan anak meliputi: Imunisasi Pemeriksaan kesehatan anak Konsultasi laktasi Konsultasi tumbuh kembang anak Penanganan bayi baru lahir Diagnosis dan manajemen penyakit menular pada bayi, anak-anak dan remaja Menyediakan atau mengawasi perawatan medis umum pada bayi, anak-anak dan remaja untuk kondisi akut dan kronis yang melibatkan setiap dan semua sistem organ, termasuk alergi dan gangguan sistemik auto-imun dr. Fith Dahlan, Sp. A juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-06-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-perwira-bintang-sp-ot-k-spine/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Palangkaraya dr. Perwira Bintang, Sp. OT (K) Spine sebaga Dokter Ortopedi Konsultan Spine yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Perwira Bintang menempuh pendidikan Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Universitas Gadjah Mada. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi ortopedi yang dikhususkan pada spine. dr. Perwira Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-10-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fitria-yogasari-sp-rad/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Sukabumi dr. Fitria Yogasari, Sp. Rad adalah seorang Dokter Spesialis Radiologi yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. Beliau menyelesaikan Program Studi Spesialis Kedokteran Radiologi di Universitas Gadjah Mada dr. Fitria Yogasari memiliki keahlian dalam menginterpretasi hasil pencitraan medis seperti foto Rontgen, USG, HSG, CT scan, dan MRI. Spesialis radiologi bekerja untuk membantu dokter lain dalam mendiagnosis dan merawat pasien dengan memberikan informasi visual yang akurat tentang kondisi medis dr. Fitria tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fitrie-rahayu-sari-sp-p/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Tangerang dr. Fitrie Rahayu Sari, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Paru dari Universitas Sebelas Maret. dr. Fitrie Rahayu Sari, Sp. P memiliki keahlian dalam diagnosis dan penatalaksanaan penyakit paru, baik akut maupun kronis, dengan pendekatan yang berbasis medis, preventif, dan edukatif. Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Penyakit paru dan pernapasan seperti batuk kronis, sesak napas, dan nyeri dada Asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia, tuberkulosis (TBC), dan bronkitis Evaluasi gangguan pernapasan akibat alergi atau paparan lingkungan Pemeriksaan fungsi paru (spirometri) dan evaluasi penunjang pernapasan Konsultasi berhenti merokok dan edukasi kesehatan paru Interpretasi hasil pemeriksaan radiologi dan laboratorium terkait penyakit paru Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-04-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-phoppy-paulina-limbong-sp-tht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Palangkaraya dr. Phoppy Paulina Limbong, Sp. THT-KL sebagaDokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Phoppy Paulina Limbong menempuh pendidikan Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai bagian Telinga, Hidung, Tenggorokan. dr. Phoppy Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-r-muhamad-ramdanisp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Tangerang dr. R. Muhamad Ramdani, Sp. M adalah seorang dokter Spesialis Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dan Primaya Hospital Tangerang, berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan rutin, diagnosis, hingga penanganan berbagai gangguan dan penyakit mata. Beliau memiliki keahlian dalam menggunakan teknologi diagnostik terkini untuk mendeteksi masalah mata secara akurat dan merencanakan terapi yang paling efektif. dr. Ramdani melayani pasien dari segala usia, dengan fokus pada upaya menjaga kualitas penglihatan pasien agar tetap optimal. Pendekatan beliau dalam praktik klinis sangat personal dan edukatif. Beliau selalu memastikan pasien memahami kondisi mata mereka dan pilihan penanganan yang tersedia, sehingga dapat mengambil keputusan terbaik untuk kesehatan mata mereka. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari dr. R. Muhamad Ramdani, Sp. M : Pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan rabun silinder. Diagnosis dan pengobatan penyakit mata, termasuk infeksi mata, mata kering, dan peradangan pada mata. Penanganan katarak, mulai dari evaluasi hingga tindakan medis sesuai indikasi. Penanganan gangguan saraf mata dan retina, yang dapat memengaruhi ketajaman penglihatan. Pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh, untuk deteksi dini penyakit mata dan pencegahan gangguan penglihatan. Pemantauan kesehatan mata pada penyakit sistemik, seperti diabetes dan hipertensi, yang dapat berdampak pada mata. Edukasi dan konsultasi kesehatan mata, agar pasien dapat menjaga kesehatan mata dalam aktivitas sehari-hari - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fitry-handayani-spjp/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bekasi dr. Fitry Handayani, Sp. JP sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembulu Darah di Universitas Diponegoro Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Angiografi Koroner Cath Lab Elektrofisiologi Jantung Elektrokardiogram (EKG) Kardioversi Kateterisasi Jantung Pemasangan Stent Jantung Pemeriksaan dan Konsultasi Jantung Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Stress Test CT Coronary Angiogram Ekokardiografi TCCD (Transcranial Color Doppler) / TCD (Transcranial Doppler) Rotablation Ekokardiogram dengan Stress Test Enhanced External Counter Pulsation (EECP) CABG Adjunctive Coronary Imaging menggunakan Intravascular Ultrasound (IVUS) Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) USG Doppler USG Dada Intervensi Pembuluh Darah Perifer dr Fitry Handayani adalah anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-prema-hapsari-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Makassar dr. Prema Hapsari, Sp. PD sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Prema Hapsari menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Airlangga, Surabaya. Pelayanan medis yang dapat beliau berikan berupa konsultasi terkait Penyakit Dalam, diantaranya: Konsultasi Penyakit Dalam Gagal ginjal Diabetik Hipertensi Penyakit Tiroid Keluhan Sistem Pencernaan Keluhan Organ Hati. dr. Prema Juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fransisca-janne-siahaya-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Jakarta dr. Fransisca Janne Siahaya, Sp. B adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Umum yang memiliki kompetensi luas dalam menangani berbagai kondisi medis yang memerlukan tindakan operatif. Beliau menamatkan pendidikan spesialis bedah di Universitas Sam Ratulangi dan aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (IKABI). Keahlian & Fokus Layanan dr. Fransisca menangani berbagai keluhan bedah yang meliputi organ dalam, jaringan lunak, hingga kasus infeksi, dengan fokus pada: Bedah Saluran Cerna: Penanganan usus buntu (appendicitis), hernia (turun berok), serta gangguan pada kandung empedu (batu empedu). Bedah Onkologi Dasar: Diagnosis dan pengangkatan tumor atau benjolan pada payudara, kulit, dan jaringan lunak lainnya. Manajemen Trauma & Luka: Penanganan luka kecelakaan, luka bakar, hingga luka kronis yang sulit sembuh. Bedah Endokrin Dasar: Penanganan masalah pada kelenjar tiroid (gondok). Tindakan & Tatalaksana Medis Beberapa tindakan medis dan prosedur pembedahan yang dilakukan oleh dr. Fransisca meliputi: Appendektomi: Operasi pengangkatan usus buntu, baik secara konvensional maupun dengan teknik minimal invasif. Herniotomi & Hernioplasti: Operasi perbaikan hernia menggunakan teknik jahitan maupun pemasangan mesh. Kolesistektomi: Prosedur pengangkatan kandung empedu akibat peradangan atau batu empedu. Eksisi & Biopsi: Pengangkatan benjolan (lipoma, kista, atau tumor) untuk keperluan pengobatan maupun pemeriksaan laboratorium (PA). Sirkumsisi Medis: Tindakan sunat dengan indikasi medis (seperti fimosis) maupun atas permintaan pasien dengan metode yang aman. Perawatan Luka Kompleks: Pembersihan jaringan mati (debridement) untuk mempercepat proses penyembuhan luka. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-03-20 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-fredy-lisnan-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Karawang dr. Fredy Lisnan, Sp. OG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Fredy Lisnan menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Trisakti dan dilanjutkan dengan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Southern Philippines Medical Center. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Fredy Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-priska-asrana-baidah-spog/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Bekasi dr. Priska Asrana Baidah, SpOG sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Priska Asrana Baidah menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dilanjutkan dengan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di almamater yang sama. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi mengenai kesehatan Kebidanan dan Kandungan. dr. Priska juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-richard-sp-bm-kesfinacsfics/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Tindakan Medis: Hemoroid, Operasi Hernia, Peritonitis, Tumor, usus buntu - Lokasi: Tangerang dr. Richard, Sp. B,M. Kes,FINACS,FICS sebagai Dokter Bedah Umum yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dan Primaya Hospital Tangerang. dr Richard menempuh studi spesialis Bedah Umum di Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi sebelum bedah, diantaranya: Konsultasi Bedah Operasi Hernia Tumor Peritonitis Usus Buntu Hemoroid dr Richard, Sp. B juga merupakan anggota Ikatan Ahli Bedah Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-03-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-frieda-handayani-sp-a-k/ - Spesialisasi: ANAK - GASTROHEPATOLOGI - Lokasi: Jakarta dr. Frieda Handayani, Sp. A, Subsp. GH(K) adalah seorang Dokter Spesialis Anak Subspesialis Gastrohepatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading dan Primaya Evasari Hospital. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Unika Atma Jaya pada tahun 1998, kemudian meraih gelar spesialis anak dari Universitas Indonesia pada tahun 2011. Untuk mendalami keahliannya di bidang pencernaan anak, dr. Frieda melanjutkan pendidikan subspesialis gastrohepatologi anak di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya pada tahun 2015. dr. Frieda aktif dalam organisasi profesi, termasuk sebagai anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Beliau juga aktif mengikuti berbagai kegiatan seminar dan lokakarya untuk terus memperbarui pengetahuan beliau dalam memberikan tatalaksana pada pasien. dr. Frieda memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan menangani berbagai gangguan sistem pencernaan, hati, dan pankreas pada anak. Beberapa kondisi yang beliau tangani meliputi: Gastroenterologi (Saluran Pencernaan): Endoskopi saluran cerna (gastroskopi dan kolonoskopi) anak diagnostik dan terapeutik Tertelan benda asing (Ingesti korpus alienum) Diare kronik Refluks asam lambung (GERD) Konstipasi kronik Malabsorbsi Evaluasi dan terapi nutrisi bagi anak dengan gangguan pencernaan Hepatologi (Hati): Kuning pada bayi Hepatitis akut dan kronik Penyakit metabolik hati - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-prori-fatwa-noor-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Prori Fatwa Noor, Sp. OT merupakan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Universitas Hasanudin, dengan kompetensi dalam menangani berbagai gangguan dan cedera pada sistem muskuloskeletal, baik akibat trauma maupun kondisi degeneratif. dr. Prori Fatwa Noor, Sp. OT memiliki keahlian dalam diagnosis dan penanganan masalah tulang, sendi, otot, dan ligamen, dengan pendekatan yang komprehensif dan berorientasi pada pemulihan fungsi serta kualitas hidup pasien. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Nyeri dan gangguan pada tulang serta sendi, seperti nyeri lutut, bahu, pinggang, dan punggung Cedera olahraga dan cedera akibat trauma (keseleo, robekan ligamen, fraktur) Penanganan patah tulang (fraktur) dan dislokasi sendi Penyakit degeneratif sendi seperti osteoarthritis Gangguan muskuloskeletal pada aktivitas sehari-hari Evaluasi dan perencanaan tindakan orthopaedi sesuai indikasi medis Edukasi rehabilitasi dan pemulihan pasca cedera atau tindakan - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-07-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-puji-leksono-msi-med-sp-a/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Semarang dr. Puji Leksono, Msi. Med, Sp. A sebagai Dokter Anak yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Puji Leksono menempuh studi spesialis Anak di Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakniKonsultasi kesehatan anak menyeluruh. dr Puji juga merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-06-24 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ganang-dewo-kencono-sps/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Semarang dr. Ganang Dewo Kencono, Sp. S merupakan dokter spesialis Neurologi Primaya Hospital Semarang yang lahir di Purworejo pada 28 Januari 1976. Menyelesaikan pendidikan profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Solo, dan pendidikan dokter spesialis Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Beliau berkompeten melakukan tindakan injeksi intra artikuler blind, injeksi periartikuler. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-pujiwati-sp-pd-kgh/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Pujiwati, Sp. PD-KGH, FINASIM adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal & Hipertensi (Nefrologi) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital. memiliki keahlian mendalam dalam menangani berbagai masalah sistem kemih serta pengelolaan tekanan darah tinggi yang kompleks. Beliau menamatkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia pada tahun 2006, dan melanjutkan pendidikan Subspesialis (Konsultan) Ginjal dan Hipertensi di universitas yang sama pada tahun 2017. dr. Pujiwati juga memegang gelar FINASIM, sebuah bentuk pengakuan tertinggi atas kompetensi dan dedikasinya dalam bidang ilmu penyakit dalam di Indonesia. Sebagai seorang konsultan ginjal hipertensi, dr. Pujiwati berfokus pada pencegahan, diagnosis, serta manajemen penyakit ginjal kronis maupun akut, di antaranya: Gagal Ginjal: Penanganan gagal ginjal akut (AKI) dan penyakit ginjal kronis (CKD). Hipertensi Kompleks: Pengelolaan tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol atau yang berkaitan dengan gangguan organ lain. Nefropati Diabetik: Penanganan kerusakan ginjal akibat komplikasi Diabetes Melitus. Gangguan Mineral & Elektrolit: Keseimbangan cairan tubuh dan asam basa. Infeksi Saluran Kemih (ISK): Penanganan infeksi ginjal dan saluran kemih yang berulang. Penyakit Autoimun pada Ginjal: Seperti Lupus Nefritis. dr. Pujiwati memiliki kompetensi dalam melakukan dan mengawasi prosedur medis khusus, termasuk: Hemodialisis (Cuci Darah): Perencanaan dan pengawasan prosedur dialisis bagi pasien gagal ginjal. CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis): Manajemen metode cuci darah melalui rongga perut secara mandiri. Biopsi Ginjal: Prosedur pengambilan sampel jaringan ginjal untuk menentukan jenis penyakit ginjal secara akurat. USG Ginjal & Saluran Kemih: Interpretasi pencitraan untuk mendeteksi batu ginjal, kista, atau penyumbatan. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sandha-medika-permana-spu/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Sandha Medika Permana, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Sandha Medika Permana menempuh pendidikan Spesialis Urologi di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan terkait saluran kemih. Layanan Penanganan batu saluran kemih (ginjal, ureter dan kandung kemih) Masalah Prostat Masalah seksual dan kesuburan pada pria Tindakan RIRS, PCNL, ESWL, URS, TUR-P, Li-ESWT dr. Sandha juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-putri-iradita-islianti-sp-u/ - Spesialisasi: UROLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Putri Iradita Islianti, Sp. U sebagai Dokter Urologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Hospital Bekasi Timur. dr Putri Iradita Islianti menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Urologi di Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan pada saluran kemih. dr. Putri Iradita juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gerri-rivendra-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Pangkalpinang dr. Gerri Rivendra, Sp. OG sebagai Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan. dr Gerri Rivendra juga merupakan anggota dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gerry-raymond-joviolo-sptht-kl/ - Spesialisasi: THT - Lokasi: Palangkaraya dr. Gerry Raymond Joviolo, Sp. THT-KL sebagai Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan dengan keluhan sebagai berikut: Gangguan hidung, sinus, alergi, mimisan, polip Infeksi telinga Gangguan pendengaran dan bicara, pusing berputar Benda asing di Telinga Hidung Tenggorok Nyeri tenggorok, suara serak, abses leher, gangguan menelan Tumor di bidang THT Tindakan yang dapat dilakukan antara lain: Tonsilektomi (Operasi amandel) dan adenoidektomi Operasi sinus dan konka Reposisi fraktur hidung Miringoplasty Pemasangan grommet Tes pendengaran dr Gerry Raymond Joviolo juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, dan Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2022-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-putri-rachmawati-dewi-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Semarang dr. Putri Rachmawati Dewi, Sp. JP, FIHA sebagai dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Semarang. dr Putri Rachmawati Dewi menempuh studi pendidikan Dokter Spesialis Jantung di Universitas Diponegoro. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi Jantung dan Pembuluh Darah. dr Putri juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-02-11 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gianta-dharma/ - Spesialisasi: UMUM - Lokasi: Bekasi dr. Gianta Dharma sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Padjadjaran Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan umum. dr. Gianta Dharmajuga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-07-21 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-putu-aditya-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Palangkaraya dr. Putu Aditya, Sp. OG sebagai Dokter Kandungan yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. dr Putu Aditya menempuh pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Udayana. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) Laparoskopi diagnostik dan operatif dr. Putu Aditya Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-subrady-leosp-bs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Tangerang dr. Subrady Leo, Sp. BS sebagai Dokter Bedah Saraf yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr. Subrady Leo,Sp. BS sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Subrady Leo menamatkan pendidikan Spesialis Bedah Saraf di Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi seputar bedah saraf, diantaranya: Cedera Kepala yang memerlukan tindakan Cedera tulang belakang atau leher yang memerlukan tindakan Stroke Perdarahan atau Stroke Sumbatan yang memerlukan tindakan Gangguan pada tulang belakang, seperti malformasi tulang belakang, saraf kejepit, dan peradangan pada tulang belakang yang mengganggu saraf Infeksi otak dan saraf tulang belakang, seperti abses otak dan meningitis Kanker atau tumor di otak, tengkorak, tulang belakang dan sistem saraf pusat Kelainan bawaan lahir pada sistem saraf pusat, seperti spina bifida Kondisi yang mempengaruhi aliran cairan otak dan tulang belakang, seperti hidrosefalus Gangguan pergerakan, seperti epilepsi, carpal tunnel syndrome, dan penyakit Parkinson Tumor kelenjar hipofisis dan kelenjar endokrin dr. Subrady,Sp. BS juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-16 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gina-amanda-spp/ - Spesialisasi: PARU - Lokasi: Bekasi dr. Gina Amanda, Sp. P sebagai Spesialis Paru yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait penyakit dan gangguan pada paru-paru dan saluran pernapasan, antara lain: Asma Bronkiektasis Bronkitis Cystic fibrosis Emfisema Hipertensi pulmonal Obstructive sleep apnea Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) Penyakit paru-paru interstisial Pneumonia Tuberkulosis dr Gina Amanda juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-18 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-sulaemansp-anm-kes/ - Spesialisasi: ANESTESI - Lokasi: Tangerang dr. Sulaeman, Sp. An, M. Kes adalah Dokter Spesialis Anestesi yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Beliau berperan penting dalam memastikan keamanan dan kenyamanan pasien sebelum, selama, dan setelah tindakan operasi maupun prosedur medis tertentu. Beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Sulaeman, SpAn, M. Kes : Pemberian anestesi (pembiusan), baik anestesi umum, regional, maupun lokal, sesuai dengan jenis tindakan dan kondisi pasien. Pemantauan kondisi vital pasien selama operasi, seperti pernapasan, tekanan darah, dan fungsi jantung, untuk menjaga keselamatan pasien. Manajemen nyeri, termasuk pengendalian nyeri pasca operasi dan nyeri kronis dengan pendekatan medis yang tepat. Penilaian kondisi pasien sebelum tindakan medis, untuk menentukan jenis anestesi yang paling aman dan sesuai. Penanganan pasien dengan kondisi khusus, seperti pasien lansia, pasien dengan penyakit penyerta, atau pasien dengan risiko tinggi. Perawatan pasca anestesi, untuk memastikan pasien pulih dengan baik setelah tindakan medis atau pembedahan. Kolaborasi dengan tim medis, termasuk dokter bedah dan perawat, guna memberikan pelayanan yang aman dan terpadu. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2022-08-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-surya-dharma/ - Spesialisasi: UMUM - Lokasi: Tangerang dr. Surya Dharma sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan pengalaman lebih dar 10 tahun yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. dr Surya menempuh pendidikan Spesialisnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi penyakit dikhususkan pada bagian Jantung. dr Surya juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-03-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-susi-sulastri/ - Spesialisasi: UMUM - Lokasi: Tangerang dr. Susi Sulastri sebagai Dokter Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis. Menempuh pendidikan Dokter Umum di UKRIDA Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan medis terkait kesehatan umum. dr. Susi Sulastri merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-17 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-freddy-sitorus-sps-k/ - Spesialisasi: SARAF - Tindakan Medis: distonia, EEG, meningitis, radang otak, Sclerosis lateral amyotrophic, tremor - Lokasi: Jakarta dr. Freddy Sitorus, Sp. S (K) sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta Pusat. Beliau menempuh Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi perihal gangguan saraf atau penyakit saraf, diantaranya: Sakit kepala atau migrain Gangguan kesehatan mental dan perilaku Nyeri di leher, punggung, dan tulang belakang Cedera otak atau cedera tulang belakang Penyakit Alzheimer dan Demensia (gangguan daya ingat) Sclerosis lateral amyotrophic (ALS) Cerebral palsy (CP) Radang otak, termasuk Meningitis Epilepsi (Kejang) Miastenia gravis (Kelemahan otot) Penyakit Parkinson (gangguan gerakan tubuh) Neuropati perifer (kebas pada kaki serta tangan) Tremor atau dystonia dr. Freddy Sitorus juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-04-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gomgom-henrico-sirait-sp-n/ - Spesialisasi: SARAF - Lokasi: Palangkaraya dr. Gomgom Henrico Sirait, Sp. N sebagai Dokter Spesialis Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Betang Pambelum. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait gangguan sistem saraf. dr. Gomgom Henrico Sirait, Sp. N juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-08-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rachel-marsella-r-spkk/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Bekasi dr. Rachel Marsella R, SpKK sebagai Dokter Kulit dan Kelamin yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. dr Rachel Marsella R menempuh pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi kesehatan kulit dan kelamin. Tindakan Medis: Electrocauterization Konsultasi Kulit dan Kelamin Pengangkatan Kutil Pengobatan Melasma Skrining Sifilis Barbed Suture Lift Aptos Thread Lift Biopsi Kulit Collagen Induction Therapy Pengobatan Cacar Ular Pengobatan Kutil Kelamin Pengobatan Lentigo Perawatan Pengencangan Kulit Tes Alergi dr. Rachel juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-06-14 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-wendelin-widia-madhinm-kessp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Tindakan Medis: Bedah tulang belakang, cedera olahraga, cedera tulang dan sendi, nyeri sendi dan gangguan gerak - Lokasi: Tangerang dr. Wendelin Widia Madhin, M. Kes, Sp. OT adalah seorang dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang berdedikasi dalam penanganan masalah muskuloskeletal (tulang, sendi, ligamen, tendon, dan saraf) pada pasien dari segala usia. Dengan kompetensi khusus dalam menangani cedera akut (trauma) serta kondisi degeneratif, dr. Wendelin menggunakan pendekatan diagnostik yang cermat dan teknik bedah minimal invasif modern untuk memastikan pemulihan optimal dan fungsi gerak pasien kembali maksimal. Latar belakang akademik beliau diperkuat dengan gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M. Kes), yang memberikan beliau perspektif luas dalam pencegahan cedera, rehabilitasi, dan kualitas hidup jangka panjang pasien pasca-operasi. Beliau berkomitmen untuk memberikan perawatan yang humanis, edukasi yang komprehensif, serta solusi yang paling efektif bagi setiap pasien. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari dr. Wendelin Widia Madhin, M. Kes, Sp. OT : Penanganan cedera tulang dan sendi, seperti patah tulang, keseleo, dan cedera akibat jatuh atau kecelakaan. Pengobatan nyeri dan gangguan pada tulang belakang, seperti nyeri punggung, nyeri leher, saraf terjepit, hingga kelainan tulang belakang. Bedah tulang belakang (spine surgery), baik untuk kasus cedera, kelainan, maupun gangguan saraf, dilakukan sesuai indikasi medis dan kebutuhan pasien. Pengobatan nyeri sendi dan gangguan gerak, termasuk nyeri lutut, bahu, dan pinggul. Penanganan penyakit sendi, seperti pengapuran (osteoartritis) dan peradangan sendi. Perawatan cedera olahraga, baik pada atlet maupun masyarakat umum. Tindakan medis dan operasi ortopedi, dengan pendekatan yang aman dan sesuai standar medis. Pendampingan pemulihan dan rehabilitasi, bekerja sama dengan tim fisioterapi untuk membantu pasien kembali beraktivitas secara optimal. dr. Wendelin berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, jelas, dan berorientasi pada kenyamanan pasien, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan fungsi gerak - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rachmania-widowati-diarto-putri-spa/ - Spesialisasi: ANAK - Lokasi: Tangerang dr. Rachmania Widowati Diarto Putri, sebagai Spesialis Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. dr. Khrisanti Dinata, Sp. A melayani konsultasi kesehatan anak sejak bayi baru lahir hingga usia remaja. Layanan yang diberikan mencakup skrining tumbuh kembang serta edukasi orang tua yang berkelanjutan, guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak secara optimal. Dengan pengalaman klinis yang kuat dan komprehensif, beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai aspek kesehatan anak, antara lain : Pemeriksaan rutin kesehatan anak Imunisasi Penatalaksanaan infeksi pada Anak Gangguan tumbuh kembang Konsultasi laktasi Penyakit pada anak yang umum dijumpai seperti demam, batuk, diare, dan alergi. dr. Rachmania Widowati juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Terhimpun dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-26 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gustri-kusuma-sp-m/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Jakarta dr. Gustri Kusuma, Sp. M adalah seorang Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berdedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan mata yang komprehensif. Beliau merupakan lulusan kedokteran spesialis mata dari Universitas Indonesia (UI) dan anggota aktif dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Keahlian & Fokus Layanan dr. Gustri melayani berbagai gangguan kesehatan mata, dengan fokus utama pada: Katarak: Diagnosis dan penanganan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan penglihatan. Gangguan Refraksi: Penanganan mata minus (miopia), plus (hipermetropia), dan silinder (astigmatisme). Glaukoma: Deteksi dini dan manajemen tekanan bola mata untuk mencegah kerusakan saraf optik. Penyakit Mata Luar & Infeksi: Tatalaksana konjungtivitis, keratitis, serta gangguan pada kelopak mata (seperti bintitan atau kalazion). Retina Dasar: Skrining gangguan retina akibat diabetes (Retinopati Diabetik) atau hipertensi. Tindakan & Tatalaksana Medis Dalam memberikan pelayanan, dr. Gustri melakukan berbagai tindakan diagnostik dan operatif, di antaranya: Operasi Katarak (Fakoemulsifikasi): Teknik bedah katarak modern menggunakan getaran ultrasonik dengan sayatan minimal, sehingga pemulihan pasien menjadi jauh lebih cepat. Pemeriksaan Slit-Lamp & Oftalmoskopi: Evaluasi mendalam terhadap struktur internal dan eksternal mata untuk mendeteksi kelainan sekecil mungkin. Tonometri: Pengukuran tekanan bola mata untuk skrining glaukoma. Tes Tajam Penglihatan & Refraksi: Penentuan ukuran kacamata atau lensa kontak yang tepat untuk pasien. Pembersihan & Ekstraksi Benda Asing: Tindakan darurat untuk mengeluarkan debu, logam, atau benda asing yang masuk ke permukaan mata. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-11-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-h-arif-budiman-syahputra-sp-ogmkes/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Tangerang dr. Arif Budiman Syahputra, Sp. OG(K), FICS, FISQua, S. H. , M. H. , M. Kes. sebagai Dokter Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait kebidanan dan kandungan, diantaranya: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, psk), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. dr. Arif Budiman Syahputra juga merupakan anggota dari : IDI - POGI - HOGSI - IGES indonesia - ISGE international - ICS - ISQua - MHKI - PERADI - IKADIN - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-rachmawati-sp-kk-m-kes/ - Spesialisasi: KULIT DAN KELAMIN - Lokasi: Makassar dr. Rachmawati, Sp. KK, M. Kes sebagai Dokter Spesialis Kulit Kelamin yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Rachmawati menempuh pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni: Infeksi kulit Peradangan atau alergi Jerawat Kanker kulit Penyakit autoimun, seperti psoriasis dan lupus Kulit kering Penuaan dini, seperti keriput dan garis halus Perubahan warna kulit, misalnya muncul bercak kehitaman atau bercak putih pada kulit Kutu kemaluan Ulkus kelamin Sifilis Klamidia Gonore Infeksi virus HPV dr. Rachmawati Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia(PERDOSKI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-04-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hadian-widyatmojo-sp-pk/ - Spesialisasi: PATOLOGI KLINIK - Lokasi: Karawang dr. Hadian Widyatmojo, Sp. PK adalah seorang Spesialis Patologi Klinik di Primaya Hospital Karawang. Beliau mendapat gelar tersebut di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Beliau menyelesaikan Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-raden-wawan-kurniawan-sp-og-mkes/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Tangerang dr. Raden Wawan Kurniawan, Sp. OG, MKes sebagai Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Universitas Padjadjaran. dr. Raden Wawan, Sp. OG, MKes melayani berbagai kebutuhan medis, mulai dari perencanaan kehamilan, pendampingan selama masa kehamilan, proses persalinan, hingga penanganan masalah kesehatan organ reproduksi wanita. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Skrining dan Konseling Reproduksi Holistik: pranikah, prakehamilan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi pada populasi rentan (lansia, disabilitas, psk), keguguran berulang, kontrasepsi & keluarga berencana (KB), infertilitas, gangguan siklus haid, kehamilan risiko tinggi, infeksi menular seksual, dan penyakit ginekologi. Penanganan Kehamilan: kehamilan normal dan berisiko tinggi, termasuk diagnosis dan pengelolaan komplikasi kehamilan. Penanganan Persalinan: persalinan normal dan berisiko tinggi, termasuk operasi sectio caesarea, penanganan komplikasi persalinan, dan perawatan pascapersalinan (postpartum). Diagnostik: diagnosis kehamilan, penyakit ginekologi, dan kondisi lain terkait kesehatan reproduksi wanita. Terapi: pengelolaan kondisi kehamilan, penyakit ginekologi, dan masalah kesehatan reproduksi wanita. Operasi: operasi obstetri (sectio caesarea) dan operasi ginekologi (miomektomi, kistektomi, histerektomi, kontrasepsi mantap/MOW), serta prosedur lain terkait sistem reproduksi wanita. dr. Raden Wawan juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-09 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-gardika-praba-ramdana-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Sukabumi dr. Gardika Praba Ramdana, Sp. B adalah seorang Dokter Spesialis Bedah yang aktif melayani pasien di Primaya Hospital Sukabumi. dr Gardika Praba Ramdana mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan melakukan tindakan operasi (bedah) untuk mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh diantaranya: Usus buntu, peritonitis, abses hati, tumor jinak maupun ganas, hernia, luka tusuk/bakar Penyakit pada empedu, tulang, sistem pencernaan Gangguan sistem reproduksi, rongga dada, dan sistem saraf Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan, pendarahan, dan penyumbatan saluran napas dr. Gardika Praba juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-02 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hafiz-nafiuddin-sp-ot/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Jakarta, Tangerang dr. Hafiz Nafiuddin, Sp. OT adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital Tangerang. Beliau berpengalaman dalam menangani gangguan pada sistem muskuloskeletal, termasuk tulang, sendi, ligamen, dan otot. Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran umum di Universitas Brawijaya dan melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Universitas Padjajaran, Bandung. Beliau dikenal sebagai klinisi yang fokus pada penanganan kasus trauma tulang serta cedera akibat kecelakaan maupun aktivitas fisik lainnya. dr. Hafiz juga aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Keahlian & Fokus Layanan Manajemen Traumatologi: Penanganan patah tulang (fraktur) baik yang bersifat tertutup maupun terbuka, serta dislokasi sendi. Masalah Sendi Degeneratif: Tatalaksana pengapuran sendi (Osteoarthritis) pada lutut dan panggul. Cedera Olahraga: Penanganan kerusakan jaringan lunak, ligamen, dan otot akibat aktivitas fisik atau olahraga. Kesehatan Tulang Umum: Diagnosis dan pengobatan osteoporosis serta nyeri tulang/sendi kronis. Tindakan & Tatalaksana Medis Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dr. Hafiz meliputi: Pembedahan Ortopedi (ORIF/OREF): Prosedur fiksasi tulang dengan menggunakan implan internal maupun eksternal untuk menyambungkan tulang yang patah. Reposisi & Pemasangan Gips: Tindakan non-bedah untuk menstabilkan posisi tulang yang bergeser atau retak. Debridement: Tindakan pembersihan jaringan yang rusak atau terinfeksi pada kasus trauma. Injeksi Intra-artikular: Pemberian suntikan pereda nyeri atau pelumas sendi untuk menangani peradangan sendi. Konsultasi & Skrining Muskuloskeletal: Evaluasi menyeluruh terhadap kelainan bentuk tulang atau gangguan gerak. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-radite-nusasenjaya-mkk-spok/ - Spesialisasi: OKUPASI - Lokasi: Bekasi dr. Radite Nusasenjaya, M. KK. , Sp. Ok merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Okupasi di Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Kedokteran Klinis (M. KK), dengan kompetensi dalam menjaga kesehatan pekerja, mencegah risiko occupational disease, dan menilai kelayakan kerja. dr. Radite Nusasenjaya, M. KK. , Sp. Ok memiliki keahlian dalam evaluasi kesehatan pekerja, manajemen cedera terkait pekerjaan, serta promosi dan pencegahan penyakit akibat lingkungan kerja. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PDSKOI). Pelayanan medis yang dapat diberikan meliputi konsultasi dan penanganan: Pemeriksaan kesehatan pekerja rutin (medical check-up occupational) Penilaian kelayakan kerja dan kecocokan tugas sesuai kondisi medis Manajemen cedera kerja dan penyakit akibat pekerjaan Konsultasi pencegahan risiko occupational disease Edukasi kesehatan dan keselamatan kerja Rehabilitasi medis terkait cedera atau gangguan fungsi akibat pekerjaan Interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium dan tes medis untuk pekerja - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-haidir-bima-sp-bkv/ - Spesialisasi: BEDAH VASKULER - Lokasi: Makassar dr. Haidir Bima, Sp. B, Subsp. BVE(K) sebagai Dokter Spesialis Bedah Vascular dan Endovascular yang berpraktik di Primaya Hospital Makassar. dr Haidir Bima menempuh pendidikan dokter spesialis bedah di Universitas Hasanuddin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait seputar bedah vaskuler dan endovaskuler. Layanan yang dapat diberikan diantaranya: Penanganan masalah luka kaki diabetik dengan gangguan pembuluh darah beserta perawatan nya Penanganan penyakit arteri perifer EVAR dan TEVAR pada kasus aneurisma aorta simpel dan kompleks Penanganan penyakit aorto-illiak Penanganan varices tungkai dengan metode Thermal (Ablasi) dan Non thermal endovenous Penanganan masalah akses pembuluh darah untuk kepentingan hemodialisa dan Akses sulit pada bayi dan anak Penanganan Trauma pembuluh darah Penanganan malformasi dan tumor pembuluh darah Penanganan kasus trombosis akut pada arteri dan vena Implantasi vena cava filter pada kasus DVT Penanganan pada pulmonary embolism Embolisasi pada kasus trauma, tumor, peudoaneurisma, pelvic congestion syndrome Penanganan masalah arteri karotis dan tumor pada carotis Penanganan masalah Hipertensi Porta secara operasi maupun minimal invasif Penanganan limfedema dr. Haidir Bima merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-indroko-sampurno-prihadi/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg Indroko Sampurno Prihadi sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Indroko Sampurno Prihadi menamatkan pendidikan Kedokteran Gigi dan Mulut di Universitas Trisakti. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari drg. Indroko: Pemeriksaan dan Konsultasi Rutin: Melakukan pemeriksaan menyeluruh pada gigi, gusi, dan rongga mulut untuk deteksi dini masalah kesehatan gigi. Tindakan Pencegahan (Preventif): Scaling (Pembersihan Karang Gigi):Membersihkan karang dan plak gigi secara profesional untuk mencegah gingivitis dan periodontitis. Perawatan Konservasi Gigi (Restorasi): Penambalan Gigi:Mengatasi gigi berlubang (karies) dengan bahan tambalan estetis yang sesuai dengan warna gigi. Perawatan Saluran Akar (Endodontik) Dasar: Penanganan awal infeksi pada pulpa gigi. Pencabutan Gigi: Melakukan pencabutan gigi sulung (anak-anak) dan gigi permanen yang sudah tidak dapat dipertahankan. Bleaching (Pemutihan Gigi): Tindakan estetika untuk mengembalikan kecerahan alami gigi pasien. Pembuatan gigi tiruan lepasan dengan kehilangan 1-5 gigi. dr. Indroko juga merupakan anggota dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-01 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-maximilianus-felix-cipta-sp-perio/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS - Lokasi: Jakarta drg. Maximilianus Felix Cipta, Sp. Perio sebagai Dokter Gigi Spesialis Periodonsia yang berpraktik di Primaya Hospital PGI Cikini. drg. Maximilianus Felix menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, lulus sebagai Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni layanan konsultasi kesehatan terkait gigi dan mulut serta tindakan terkait kesehatan jaringan penyangga gigi (periodonsia), diantaranya: Diagnosis dan penatalaksanaan penyakit gusi (gingivitis, periodontitis). Perawatan jaringan penyangga gigi untuk mencegah gigi goyang atau tanggal. Tindakan pembersihan mendalam (scaling & root planing) untuk mengatasi karang gigi dan infeksi gusi. Bedah periodontal untuk regenerasi tulang dan jaringan gusi yang rusak. Edukasi pencegahan dan pemeliharaan kesehatan gusi agar gigi tetap kuat dan sehat dalam jangka panjang. drg. Maximilianus Felix juga merupakan anggota dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-haris-maruli-sp-bkonk/ - Spesialisasi: BEDAH ONKOLOGI - Lokasi: Bekasi dr. Haris Maruli, Sp. B(K) Onk sebagai Spesialis Bedah Onkologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait bedah onkologi. dr Haris Maruli juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-affi-listriani/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Affi Listriani sebagai Dokter Gigi Umum yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Affi Listriani menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, lulus pada tahun 2009. Berikut adalah beberapa fokus kompetensi utama dari drg. Affi: Pemeriksaan dan Konsultasi Rutin: Melakukan pemeriksaan menyeluruh pada gigi, gusi, dan rongga mulut untuk deteksi dini masalah kesehatan gigi. Tindakan Pencegahan (Preventif): Scaling (Pembersihan Karang Gigi):Membersihkan karang dan plak gigi secara profesional untuk mencegah gingivitis dan periodontitis. Perawatan Konservasi Gigi (Restorasi): Penambalan Gigi:Mengatasi gigi berlubang (karies) dengan bahan tambalan estetis yang sesuai dengan warna gigi. Perawatan Saluran Akar (Endodontik) Dasar: Penanganan awal infeksi pada pulpa gigi. Pencabutan Gigi: Melakukan pencabutan gigi sulung (anak-anak) dan gigi permanen yang sudah tidak dapat dipertahankan. Bleaching (Pemutihan Gigi): Tindakan estetika untuk mengembalikan kecerahan alami gigi pasien. Pembuatan gigi tiruan lepasan dengan kehilangan 1-5 gigi. dr. Affi juga merupakan anggota dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-harris-istianggoro-spbs/ - Spesialisasi: BEDAH SARAF - Lokasi: Bekasi dr. Harris Istianggoro, Sp. BS sebagai Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara . Beliau menempuh pendidikan Dokter Spesialis Bedah Saraf di Universitas Indonesia Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Bedah Saraf Bedah Tumor Otak dengan Fluoresence Konsultasi Bedah Saraf Laminektomi Lumbar Puncture Operasi Radiologi Stereotaktik dr Harris Istianggoro juga merupakan anggota dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-haryanto-utama-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Tangerang dr. Haryanto Utama, Sp. PD sebagai Dokter Penyakit Dalam yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. Beliau berpengalaman dalam diagnosis, penanganan, dan pencegahan berbagai penyakit pada dewasa dan lansia. Layanan kesehatan yang dapat diberikan diantaranya: Penyakit Dalam Umum: Pengelolaan infeksi tropis (Demam Berdarah, Tifus), gangguan saluran cerna, serta masalah ginjal dan hati. Manajemen Penyakit Metabolik: Penanganan Diabetes Melitus (kencing manis), Hipertensi (tekanan darah tinggi), serta gangguan lemak darah (Kolesterol/Trigliserida) Gastroentero-Hepatologi: Menangani masalah pencernaan seperti lambung (GERD/Gastritis), gangguan fungsi hati, dan saluran cerna. Kesehatan Ginjal dan Hipertensi: Evaluasi fungsi ginjal dan penanganan hipertensi sekunder. Konsultasi dan Diagnosis Komprehensif: Evaluasi mendalam terhadap gejala klinis untuk menentukan akar permasalahan kesehatan pasien. Skrining Kesehatan (Medical Check-Up): Pemeriksaan menyeluruh untuk deteksi dini penyakit degeneratif dan risiko penyakit kronis. Interpretasi Hasil Penunjang Medis: Analisis hasil laboratorium darah, hasil rekam jantung (EKG), serta hasil pencitraan (Rontgen/USG) untuk menentukan strategi pengobatan. Manajemen Penyakit Kronis Jangka Panjang: Pengaturan dosis obat dan pemantauan kondisi pasien secara berkala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. dr Haryanto Utama, Sp. PD juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-09-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-randy-sebastian-sp-b/ - Spesialisasi: BEDAH UMUM - Lokasi: Sukabumi dr. Randy Sebastian, Sp. B sebagai Dokter Ahli Bedah yang saat ini berpraktik di Primaya Hospital Sukabumi. dr. Randy Sebastian menempuh studi pendidikan Spesialis Bedah di Universitas Padjadjaran. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi kesehatan sebelum tindakan bedah umum. dr Randy juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-27 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-andrian-wahyono-putra/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Jakarta drg. Andrian Wahyono Putra adalah seorang Dokter Gigi Umum (General Dentist) yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dengan fokus pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif bagi seluruh anggota keluarga. Beliau menamatkan pendidikan kedokteran gigi di Universitas Padjajaran. Keahlian dan Fokus Layanan drg. Andrian melayani berbagai keluhan gigi dan mulut umum, meliputi: Pemeriksaan & Konsultasi Umum: Deteksi dini masalah gigi berlubang, penyakit gusi, dan kelainan rongga mulut lainnya. Kesehatan Gigi Keluarga: Melayani pasien dari berbagai rentang usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Pencegahan (Preventif): Upaya menjaga kesehatan gigi agar tetap sehat dan kuat melalui perawatan rutin. Restorasi Dasar: Perbaikan gigi yang rusak ringan hingga sedang untuk mengembalikan fungsi kunyah. Tindakan dan Tatalaksana Medis Beberapa tindakan medis yang rutin dilakukan oleh drg. Andrian meliputi: Scaling & Root Planing: Pembersihan karang gigi dan noda (stain) untuk mencegah radang gusi (gingivitis) dan bau mulut. Penambalan Gigi (Restorasi Komposit): Menutup lubang gigi menggunakan bahan tambal yang kuat dan sewarna dengan gigi asli. Pencabutan Gigi (Exodontia): Tindakan pencabutan gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan atau atas indikasi medis tertentu. Aplikasi Fluoride: Tindakan pencegahan untuk memperkuat email gigi agar tidak mudah berlubang. Perawatan Gigi Sensitif: Pemberian bahan desensitisasi untuk meredakan rasa linu pada gigi yang sensitif. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-pramiadi-sp-rad-m-sc/ - Spesialisasi: RADIOLOGI - Lokasi: Karawang dr. Pramiadi, Sp. Rad, M. Sc adalah seorang Dokter Spesialis Radiologi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Pramiadi mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beliau bisa memberikan layanan konsultasi terkait Radiologi, diantaranya: Pemeriksaan Radiologi Diagnostik Umum Rontgen (X-Ray) untuk evaluasi kelainan tulang, paru, abdomen, dan kasus emergensi. Ultrasonografi (USG) USG abdomen, hepatobilier, ginjal & saluran kemih, tiroid, jaringan lunak. CT Scan kepala, thoraks, abdomen, dan ekstremitas untuk kasus trauma, infeksi, tumor, dan kegawatdaruratan. MRI (Magnetic Resonance Imaging) MRI otak, tulang belakang, muskuloskeletal, dan jaringan lunak untuk evaluasi lanjutan yang komprehensif. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-05-07 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-helena-turnip-sp-kfr/ - Spesialisasi: KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - Lokasi: Bekasi, Jakarta dr. Helena Turnip, Sp. KFR sebagai dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat dan Primaya Evasari Hospital. dr. Helena Turnip merupakan lulusan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Universitas Indonesia. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani diantaranya: Muskuloskeletal – Penanganan gangguan otot, tulang, dan sendi seperti nyeri punggung, leher, osteoarthritis, dan cedera olahraga. Neuromuskular – Terapi gangguan saraf dan otot, termasuk pasca stroke dan cedera saraf. Pediatri – Penanganan gangguan tumbuh kembang pada anak. Kardiorespirasi – Rehabilitasi pasien dengan gangguan jantung dan paru untuk meningkatkan daya tahan dan fungsi napas. Geriatri – Layanan bagi lansia untuk menjaga fungsi gerak, keseimbangan, dan kemandirian. dr. Helena Turnip juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-05-23 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-ary-shinta-a-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Bekasi drg. Ary Shinta A, Sp. KGA sebagai Dokter Gigi dengan bidang spesialisasi Kedokteran Gigi Anak yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Utara. drg Ary Shinta A menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Gigi Anak - Universitas Airlangga. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan meliputi: Cabut Gigi Pemasangan Crown Gigi Pembersihan Gigi Pemeriksaan dan Konsultasi Perawatan Gigi Pemutihan Gigi Pengobatan Gigi Sensitif Scaling Gigi Tambal Gigi Veneer Gigi drg. Ary juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-12-12 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ratih-andriana-mutia-sp-m-m-kes/ - Spesialisasi: MATA - Lokasi: Bekasi dr. Ratih Andriana Mutia, Sp. M, M. Kes sebagai Dokter Mata yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. dr Ratih Andriana Mutia menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Mata di Universitas Padjajaran, Bandung. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi perihal kesehatan mata. dr. Ratih juga merupakan Anggota Dewan Kehormatan Etik Kedokteran Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia cabang Bekasi. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-22 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-gunawan-sp-pd/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - Lokasi: Jakarta dr. Hendra Gunawan, Sp. PD-KKV, FINASIM adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular. Beliau memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis dan menangani berbagai penyakit organ dalam, dengan fokus utama pada sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Beliau menyelesaikan pendidikan spesialis serta subspesialisnya di Universitas Indonesia (UI) dan telah menyandang gelar FINASIM (Fellow of the Indonesian Society of Internal Medicine), yang menunjukkan pengakuan kompetensi tinggi di tingkat nasional. dr. Hendra dikenal sebagai klinisi yang berpengalaman dalam menangani kasus-kasus jantung kompleks yang disertai dengan penyakit penyerta lainnya. Sebagai seorang Konsultan Kardiovaskular, dr. Hendra berfokus pada pencegahan dan pengobatan kondisi medis seperti: Penyakit Jantung Koroner: Manajemen penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung. Gagal Jantung (Heart Failure): Penanganan kondisi jantung yang tidak mampu memompa darah secara optimal. Hipertensi Berat & Komplikasi: Pengelolaan tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol atau telah berdampak pada organ jantung dan ginjal. Aritmia: Evaluasi gangguan irama jantung (berdebar atau detak tidak teratur). Penyakit Katup Jantung: Diagnosis dan tatalaksana kebocoran atau penyempitan katup jantung. Penyakit Metabolik: Penanganan Diabetes dan Kolesterol tinggi yang berisiko memicu serangan jantung atau stroke. Tindakan & Tatalaksana Medis Elektrokardiogram (EKG): Rekam jantung untuk mendeteksi gangguan irama dan tanda kerusakan otot jantung. Ekokardiografi (USG Jantung): Prosedur pencitraan visual untuk melihat struktur, ukuran, dan fungsi pompa jantung secara detail. Treadmill Test: Pemeriksaan beban jantung untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner saat beraktivitas fisik. Manajemen Pre-Operatif Jantung: Evaluasi kesiapan jantung pasien sebelum menjalani prosedur bedah besar. Pengelolaan Obat Jantung Jangka Panjang: Optimasi terapi obat untuk mencegah kekambuhan serangan jantung atau pembengkakan jantung. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-01-10 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-hendra-hermanto-sp-ot-m-kes/ - Spesialisasi: ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI - Lokasi: Pangkalpinang dr. Hendra Hermanto, Sp. OT, M. Kes sebagai Spesialis Orthopedi dan Traumatologi yang berpraktik di Primaya Hospital Bhakti Wara. dr Hendra Hermanto menempuh pendidikan profesi Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Universitas Hasanudin. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi terkait menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi. dr Hendra Hermanto juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-12-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-aurelia-ariane-karlina-mm-sp-kga/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Tangerang drg. Aurelia Ariane Karlina, MM, Sp. KGA yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. drg Aurelia Ariane Karlina menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, lulus pada tahun 2009. Sebagai Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Aurelia memiliki kompetensi inti dalam: Pencegahan dan Konservasi Gigi: Pencegahan Karies (Gigi Berlubang):Aplikasi fluoride dan fissure sealant untuk melindungi gigi anak. Penambalan Gigi: Perawatan dan penambalan gigi sulung (gigi susu) dan gigi permanen. Perawatan Khusus untuk Anak: Perawatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus:Memberikan pelayanan gigi dengan modifikasi teknik dan pendekatan khusus sesuai kebutuhan anak. Manajemen Perilaku: Penggunaan teknik komunikasi dan non-farmakologis (seperti Tell-Show-Do) untuk menghilangkan kecemasan anak selama perawatan. Kesehatan Mulut Bayi dan Balita: Konsultasi Kesehatan Gigi Bayi:Edukasi mengenai kebersihan mulut sejak dini dan risiko Nursing Bottle Caries. Perawatan Bedah Minor: Pencabutan gigi sulung yang goyang atau terinfeksi. Penanganan Trauma Gigi dan Penyakit Jaringan Lunak: Diagnosis dan penanganan gigi yang mengalami trauma (patah atau tergeser) akibat benturan. Perawatan saluran akar pada gigi anak (pulpotomi dan pulpektomi). Ortodonti Pencegahan dan Interseptif Dini: Mengidentifikasi dan mengatasi masalah oklusi (gigitan) dan posisi gigi yang berpotensi menjadi parah di masa depan, seperti penggunaan space maintainer (penjaga ruang). dr. Aurelia juga merupakan anggota dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-02-05 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ratna-soewardi-sp-pdkgh/ - Spesialisasi: PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI - Lokasi: Tangerang dr. Ratna Soewardi, Sp. PD(K)GH sebagai Dokter Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi. yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang. dr Ratna Soewardi menempuh pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas San Juan De Dios Educational Foundation dan melanjutkan pendidikan Konsultan Ginjal-Hipertensi St. Luke’s Medical Center. Sebagai seorang konsultan ginjal hipertensi, dr. Ratna Soewardi, Sp. PD berfokus pada pencegahan, diagnosis, serta manajemen penyakit ginjal kronis maupun akut, di antaranya: Gagal Ginjal: Penanganan gagal ginjal akut (AKI) dan penyakit ginjal kronis (CKD). Hipertensi Kompleks: Pengelolaan tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol atau yang berkaitan dengan gangguan organ lain. Nefropati Diabetik: Penanganan kerusakan ginjal akibat komplikasi Diabetes Melitus. Gangguan Mineral dan Elektrolit: Keseimbangan cairan tubuh dan asam basa. Infeksi Saluran Kemih (ISK): Penanganan infeksi ginjal dan saluran kemih yang berulang. Penyakit Autoimun pada Ginjal: Seperti Lupus Nefritis. dr. Ratna Soewardi, Sp. PD memiliki kompetensi dalam melakukan dan mengawasi prosedur medis khusus, termasuk: Hemodialisis (Cuci Darah): Perencanaan dan pengawasan prosedur dialisis bagi pasien gagal ginjal. CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis): Manajemen metode cuci darah melalui rongga perut secara mandiri. Biopsi Ginjal: Prosedur pengambilan sampel jaringan ginjal untuk menentukan jenis penyakit ginjal secara akurat. USG Ginjal & Saluran Kemih: Interpretasi pencitraan untuk mendeteksi batu ginjal, kista, atau penyumbatan. dr. Ratna juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & terhimpun dalam organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-ratna-wijayanti-sp-og/ - Spesialisasi: KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - Lokasi: Karawang dr. Ratna Wijayanti, Sp. OG sebagai Dokter Obgyn yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang. dr Ratna Wijayanti menempuh pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi mengenai kesehatan kebidanan dan kandungan, diantaranya: Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Kehamilan serta Persalinan dan komplikasinya Dugaan adanya ancaman keguguran dan penanganan Abortus Pemeriksaan pada Gangguan Menstruasi & Perdarahan Uterus yang tidak normal Nyeri pramenstruasi (PMS) Gangguan kesuburan & dugaan infertilitas Masalah Kesehatan Menopause Kelainan bawaan Reproduksi, termasuk rahim dan vagina Perawatan Payudara pasca melahirkan Pemasangan alat kontrasepsi pada wanita Gangguan hormonal Penanganan mioma dan Kista Ovarium Diskusi mengenai kesehatan seksual antar pasangan, termasuk rasa sakit saat berhubungan seks Pemeriksaan Pap smear untuk menguji kanker serviks USG Abdomen untuk memeriksa organ panggul Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dr. Ratna Juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). - Published: 2022-04-11 - Modified: 2025-06-30 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-bambang-priyanto-sp-bm/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT - Lokasi: Semarang drg. Bambang Priyanto, Sp. BM merupakan dokter spesialis bedah mulut Primaya Hospital Semarang yang lahir di Tegal, 25 November 1946. Menyelesaikan pendidikan profesi dokter gigi di Universitas Trisakti Jakarta dan kemudian spesialis bedah mulut Fakultas Paska Sarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Beliau berkompetensi menangani kasus traumatologi maksilofasial, neoplasma, kista rongga mulut, infeksi maksilofasial, kelainan bawaan wajah dan rongga mulut (termasuk Impaksi Gigi) - Published: 2022-04-11 - Modified: 2024-09-29 - URL: https://primayahospital.com/doctor/dr-henry-pakpahan-sp-jp-fiha/ - Spesialisasi: JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - Lokasi: Bekasi dr. Henry Pakpahan, Sp. JP, FIHA sebagai Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat. Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni Konsultasi penyakit seputar bagian Jantung dan Pembuluh Darah. dr Henry Pakpahan adalah anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. - Published: 2022-04-11 - Modified: 2026-01-04 - URL: https://primayahospital.com/doctor/drg-deni-syafri/ - Spesialisasi: DOKTER GIGI - Lokasi: Karawang drg. Deni Syafri sebagai Dokter Gigi yang berpraktik di Primaya Hospital Karawang drg Deni menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Baiturrahmah Padang Adapun pelayanan medis yang dapat beliau berikan yakni konsultasi dan tindakan perihal gigi, diantaranya: Pemeriksaan dan diagnosis Scaling Penumpatan gigi Perawatan saluran akar Gigi palsu Pencabutan gigi Pelayanan gigi anak Edukasi dr. Deni juga merupakan anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia ## Laman - Published: 2026-07-07 - Modified: 2026-07-07 - URL: https://primayahospital.com/competence-center/ Primaya Competence Center - Pelatihan Kesehatan Profesional Daftar Sekarang PCC - Primaya Competence Center Fasilitas Pelatihan Bersertifikasi Tenaga Kesehatan Bekerjasama dengan instansi dan kolegium pusat sertifikasi, menyediakan pelatihan terakreditasi manajemen rumah sakit & perawatan kesehatan berstandar internasional. Lihat Jadwal Pelatihan Mengapa Primaya Competence Center? Dibawah naungan Primaya Hospital Group dengan pengalaman lebih dari 1 dekade melayani di bidang kesehatan, kami yakin mampu memberikan pelatihan dengan penerapan prinsip manajemen klinis dan rumah sakit sesuai dengan standar internasional. Makna Logo Infinity (∞) Tercermin pada logo yang menyerupai lambang infinity, yang berarti menuntut ilmu secara terus-menerus dan tidak ada batasnya. Pertumbuhan & Kegiatan Kami 33Jumlah Pelatihan1. 123 Peserta (2021) 38Jumlah Pelatihan1. 375 Peserta (2022) 54Jumlah Pelatihan1. 956 Peserta (2023) Jadwal Pelatihan Tersertifikasi Penatalaksanaan Perioperatif (Perawat Kamar Bedah) 28 Feb - 09 Mar 2026Rp 4. 000. 000 Kajian hukum, etika, standar asuhan, skill station posisi pasien hingga penutupan luka. Info & Daftar Pelatihan Resusitasi Neonatus 14 - 15 Feb 2026Rp 4. 000. 000 Langkah awal resusitasi, penggunaan VTP, intubasi endotrakeal, dan etika akhir kehidupan. Info & Daftar Advance Cardiac Life Support (ACLS) Jan - Des 2026Rp 2. 500. 000 Building Learning Commitment (BLC), filosofi ACLS, aspek etik dan legal kegawatdaruratan, materi antikorupsi, serta pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Info & Daftar Pelatihan Keperawatan Intensif Dasar (PKID) 26 Jan - 01 Feb 2026Rp 3. 500. 000 Kebijakan dan legal etik, keterampilan klinis medis dasar Info & Daftar Pelatihan Triage Rumah Sakit 04 - 07 Feb 2026Rp 2. 000. 000 ESI (Emergency Severity Index), dokumentasi triase, dan eskalasi dalam kondisi bencana. Info & Daftar Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) 15 - 20 Juli 2025Rp 2. 000. 000 Etik kegawatdaruratan, BHD, triase pasien, dan penatalaksanaan sistem sirkulasi & pernapasan. Info & Daftar Galeri Flyer Pelatihan Lainnya Info & Pendaftaran (021) 5575 8888 ext. 7300/7301 Khatarina : 0811 904 675 / 0812 8609 1987 Jerni : 0812 9736 7172 Grace : 0811 980 5647 khatarina. sebayang60@gmail. com diklat. pcc@primayahospital. com Primaya Hospital Tangerang, Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang 15117 Cara Pembayaran Bank Mandiri 123-00-0332266-8a. n. PT Fortuna Insan Cendekia Bank BRI 043401000468308a. n. PT Famon Awai Bros Sedaya Transfer selambatnya H-14 pelatihan ke panitia. Bukti transfer dikirimkan ke kontak WA. © 2026 Primaya Competence Center - Primaya Hospital Group Professional. Integritas. Loyalitas. × - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/mcu-atlet-klub-olahraga/ - Translation Priorities: Optional PRIMAYA SPORT PERFORMANCE PROGRAM Athlete Performance & Injury Prevention Program Pemeriksaan kesehatan olahraga bersama dokter orthopedi olahraga untuk membantu atlet menjaga performa, meminimalkan risiko cedera, dan meningkatkan kesiapan fisik sebelum latihan maupun kompetisi. Register Your Team Consult via WhatsApp Exclusive Program for Sports Clubs, Athlete Communities & Active Lifestyle Groups Sports Medicine Injury Prevention Sport Performance Orthopedic Sports Assessment Athlete Wellness Designed for Athletes & Sports Communities Aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko cedera pada lutut, bahu, ankle, otot, maupun ligamen apabila tidak dilakukan evaluasi secara berkala. Melalui program ini, Primaya Hospital menghadirkan layanan sport medical assessment untuk membantu atlet tetap aktif, kompetitif, dan siap menghadapi setiap pertandingan. Program Benefits Sports Injury Screening Pemeriksaan awal risiko cedera olahraga pada atlet dan komunitas aktif. Musculoskeletal Evaluation Evaluasi sendi, otot, postur, dan kondisi muskuloskeletal. Performance Assessment Membantu atlet menjaga performa dan kesiapan fisik. Injury Prevention Education Edukasi pencegahan cedera saat latihan maupun pertandingan. Recovery Recommendation Rekomendasi recovery dan return to sport secara optimal. Sports Orthopedic Consultation Konsultasi bersama dokter orthopedi olahraga berpengalaman. Meet the Orthopedic Sports Specialist dr. Evan, M. Kes, Sp. OT. Subsp. CO (K), FICS, AIFO-K Dokter spesialis orthopedi konsultan cedera olahraga yang berpengalaman menangani berbagai kasus sports injury, ACL injury, shoulder injury, knee injury, hingga sports rehabilitation. Berpengalaman dalam penanganan athlete recovery, arthroscopy, dan sports medicine untuk membantu atlet kembali aktif secara optimal. View Doctor Profile Suitable For Football Club Basketball Club Badminton Community Running Club Cycling Community Fitness & Gym Community Martial Arts Club Swimming Club Our Sports Collaboration Experience Trusted collaboration experience with sports clubs, athlete communities, leagues, and sports organizations across Indonesia. PSM Makassar Persis Solo Lavani ICM Badminton DBL PERBASI Kota Bekasi LIMA KONI Kota Sukabumi GMC Basketball Cepak Bola Go Silat by IPSI AKTI Basket Board Grassroot Indonesia Interdisciplinary Combat Council Indonesia Open Gymnastic Selari Community The Grind Games WTC x Kumparan Register Your Sports Community Limited slots available for selected sports clubs and athlete communities. Your Performance Starts with Prevention Membantu atlet tetap aktif, kompetitif, dan siap menghadapi setiap pertandingan melalui pendekatan sports medicine dan injury prevention. Register Now - Published: 2026-04-14 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/survei-fmc/ - Translation Priorities: Optional Loading... - Published: 2026-04-07 - Modified: 2026-04-07 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/diabetic-mellitus-metabolic-center/ - Translation Priorities: Optional Diabetic Mellitus & Metabolic Center Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit dengan jumlah pasien terbanyak di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga berdampak pada sistem metabolik, pembuluh darah, fungsi ginjal, mata, saraf, hingga jantung. Karena itu, penanganan diabetes membutuhkan pendekatan yang terpadu, terukur, dan berkesinambungan. Tidak semua kasus diabetes sama dan kami memahami itu. Primaya Hospital Diabetic Mellitus & Metabolic Center menghadirkan tim spesialis yang terlatih menangani spektrum penuh kondisi metabolic dari diabetes tipe 1 dan tipe 2, resistensi insulin, obesitas kompleks, hingga komplikasi kronis yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Dipimpin oleh dokter spesialis berpengalaman dan didukung teknologi modern, Primaya Hosptial berkomitmen membantu pasien meraih kendali kesehatan dan remisi. Mengapa Memilih Diabetic Mellitus & Metabolic Center Primaya Hospital? Penanganan multidisiplin dalam satu tempat Teknologi modern untuk pemantauan dan pengendalian gula darah Tim dokter berpengalaman & edukator diabetes tersertifikasi Program individual yang menyesuaikan kondisi dan gaya hidup pasien Layanan diagnostik lengkap dari laboratorium, imaging, hingga evaluasi komplikasi Kolaborasi erat dengan pusat layanan lain seperti jantung, mata, ginjal, dan rehabilitasi. Pendekatan Terpadu untuk Diabetes dan Gangguan MetabolikDiabetic Mellitus & Metabolic Center Primaya Hospital menekankan tiga pilar utama:1. Deteksi DiniMengidentifikasi risiko dan kelainan metabolik sejak awal untuk mencegah komplikasi. 2. Pengelolaan KomprehensifMenangani diabetes secara medis, nutrisi, aktivitas fisik, dan perubahan gaya hidup. 3. Pemantauan BerkelanjutanMenggunakan teknologi dan kontrol berkala untuk memastikan stabilitas kesehatan jangka panjang. Layanan Diagnostik Lengkap: Konsultasi, Pemeriksaan, dan Deteksi DiniPasien akan menjalani konsultasi menyeluruh dengan dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, dilanjutkan dengan pemeriksaan yang dipersonalisasi sesuai kondisi masing-masing. A. Pemeriksaan Laboratorium KomprehensifGula darah puasa, 2 jam post prandial, gula darah sewaktuHbA1c (penilaian kendali gula darah 3 bulan terakhir)Profil lipidPemeriksaan fungsi ginjal (Ureum, Kreatinin, eGFR)Pemeriksaan fungsi hatiPemeriksaan tiroid (TSH, FT4)Tes toleransi glukosa / OGTTPemeriksaan asam uratB. Pemeriksaan Komplikasi DiabetesPemeriksaan neuropati menggunakan alat deteksi saraf non-invasifPemeriksaan kaki diabetik (sirkulasi, perubahan bentuk, risiko ulkus)Pemeriksaan retina bekerja sama dengan Pusat Layanan Mata untuk menilai retinopatiFoto rontgen atau USG bila dibutuhkanC. Pemeriksaan Metabolik dan ObesitasAnalisis komposisi tubuh (fat mass, visceral fat, basal metabolic rate)Evaluasi resistensi insulinPenilaian risiko sindrom metabolikPemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan kondisi serta mencegah komplikasi jangka panjang. Teknologi Modern untuk Pengendalian Diabetes Lebih TepatTeknologi diabetes telah berkembang pesat. Layanan kesehatan diabetes pasien kami seharusnya menjadi fokus utama seiring hadirnya setiap teknologi baru. Di Primaya Hospital Diabetic Mellitus and Metabolic Center, kami menawarkan berbagai klinik dan kelas yang disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan unik Anda serta teknologi yang tersedia. Teknologi unggulan meliputi:Continuous Glucose Monitoring (CGM)Pemantauan gula darah 24 jam tanpa harus sering melakukan finger-prick. Insulin Pump TherapyAlat pompa insulin yang bekerja otomatis untuk mengontrol gula darah dengan lebih stabil. Body Composition AnalyzerAlat pengukur komposisi tubuh untuk menentukan strategi penurunan berat badan dan perbaikan metabolisme. Doppler VaskularUntuk menilai aliran darah pada kaki diabetik dan mencegah komplikasi luka. Retinal imaging / OCT (bekerja sama dengan Pusat Layanan Mata)Untuk mendeteksi dini kerusakan retina akibat diabetes. Advanced Wound Care TechnologyTermasuk negative pressure wound therapy (NPWT) untuk penyembuhan luka diabetik. Teknologi ini memungkinkan pemantauan yang lebih presisi dan perawatan yang lebih cepat dan efektif. Layanan Kuratif: Penanganan Terintegrasi untuk Diabetes & MetabolikPrimaya Hospital menyediakan spektrum perawatan lengkap untuk semua tipe diabetes dan gangguan metabolik. 1. Penanganan Diabetes MelitusDiabetes tipe 1Diabetes tipe 2Diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan)PrediabetesTerapi diberikan secara berkala, terarah, dan disesuaikan dengan respons tubuh pasien. 2. Penanganan Gangguan Metabolik LainnyaObesitasHipertensi terkait metabolikDislipidemiaResistensi insulinSindrom metabolikGangguan tiroidAsam urat tinggi3. Intervensi Medis dan Terapi TerpaduPenyesuaian obat antidiabetesTerapi insulin intensifInsulin Pump TherapyContinuous Glucose Monitoring (CGM)Terapi nutrisi medis (Medical Nutrition Therapy)Program olahraga terstrukturKonsultasi gizi dan perencanaan diet personal4. Penanganan Komplikasi DiabetesPusat layanan ini bekerja kolaboratif dengan:Pusat Layanan Mata (Retinopati Diabetes)Pusat Layanan Jantung (Penyakit jantung akibat diabetes)Pusat Layanan Ginjal dan Hemodialisis (Nefropati Diabetes)Wound Care Center (Ulkus Kaki Diabetik)Rehabilitasi MedikPendekatan multidisiplin ini memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan lengkap dari hulu ke hilir. Rehabilitasi, Edukasi, dan Pendampingan BerkelanjutanPrimaya Hospital memahami bahwa pengelolaan diabetes tidak berhenti pada terapi obat saja. Karena itu, kami menghadirkan program rehabilitasi dan edukasi untuk membantu pasien mencapai kontrol diabetes yang optimal. Program rehabilitasi meliputi:Rehabilitasi metabolik untuk stabilisasi gula darahProgram diet khusus diabetesLatihan fisik terarah melalui rehabilitasi medikKonseling psikologis bila dibutuhkanKunjungan kontrol dan monitoring rutinPanduan penggunaan insulin, CGM, dan insulin pumpEdukasi Diabetes oleh Diabetes EducatorPasien akan dibimbing mengenai:Cara membaca hasil pemeriksaanPenanganan hipoglikemia dan hiperglikemiaManajemen obat dan insulinPemilihan makanan harianPerawatan kaki diabetikPola aktivitas fisik yang amanTujuannya adalah agar pasien mampu mengelola diabetes secara mandiri dan mencegah komplikasi. Tim Medis Terlatih dan BerpengalamanLayanan ini ditangani oleh tim medis terintegrasi:Dokter Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan EndokrinDokter Spesialis Gizi KlinikDokter Spesialis Jantung, Uronefrologi, dan MataDiabetes Educator bersertifikasiDietisien profesionalTim Wound CareTim Rehabilitasi MedikPerawat terlatih untuk pemantauan diabetesSetiap tenaga medis bekerja dengan standar mutu tinggi untuk memastikan pasien memperoleh layanan yang aman, ramah, dan komprehensif. Siapa yang Dianjurkan Mengunjungi Diabetic & Metabolic Center? Layanan ini cocok untuk:Pasien dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2Wanita hamil dengan risiko diabetes gestasionalPasien prediabetesPasien obesitas dan sindrom... - Published: 2026-03-30 - Modified: 2026-03-30 - URL: https://primayahospital.com/klinik-perusahaan/ - Translation Priorities: Optional Tingkatkan Produktivitas melalui Pengelolaan Kesehatan Karyawan yang Tepat Primaya Hospital menghadirkan layanan Inhouse Clinic sebagai solusi terintegrasi untuk membantu perusahaan mengelola kesehatan karyawan secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Dengan dukungan tenaga medis profesional, sistem pelaporan berbasis data, serta jaringan layanan kesehatan yang luas, perusahaan dapat memastikan penanganan kesehatan karyawan dilakukan secara tepat dan efisien. Konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda Mengapa Pengelolaan Kesehatan Karyawan Menjadi Penting? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesehatan karyawan memiliki dampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Temuan dari Studi Ilmiah:Masalah kesehatan fisik dan mental berkontribusi terhadap absenteeism dan presenteeism, yang menurunkan produktivitas kerja¹Program kesehatan di tempat kerja terbukti dapat mengurangi tingkat absensi secara signifikan²Karyawan dengan kondisi kesehatan yang baik menunjukkan kinerja yang lebih stabil dan produktif³Pendekatan yang bersifat preventif dan terintegrasi menjadi kunci dalam mengelola dampak tersebut secara efektif. Apa Itu Inhouse Clinic? Inhouse Clinic adalah fasilitas layanan kesehatan yang disediakan di dalam lingkungan perusahaan dan dikelola secara profesional oleh Primaya Hospital. Layanan ini mencakup: Pemeriksaan dan konsultasi medis Penanganan kasus kesehatan ringan hingga awal Pengelolaan obat dan tindakan medis dasar Pelaporan kesehatan karyawan secara berkala Integrasi dengan layanan rujukan rumah sakit Manfaat Implementasi Inhouse Clinic Pengurangan Absensi dan ProduktivitasEfisiensi Biaya KesehatanPeningkatan ProduktivitasPeningkatan Kepuasan dan Retensi KaryawanStudi menunjukkan bahwa program kesehatan kerja dapat membantu:Mengurangi jumlah hari sakit karyawan²Menurunkan dampak presenteeism¹Program kesehatan kerja menunjukkan return on investment (ROI) yang positif, terutama melalui penurunan biaya medis⁴Intervensi preventif terbukti lebih efisien dibandingkan penanganan kuratif jangka panjang⁵Kesehatan yang lebih baik berkorelasi dengan peningkatan performa kerja dan output³Program kesehatan yang baik berkontribusi terhadap kepuasan kerja dan retensi tenaga kerja⁶ Mengapa Memilih Primaya Hospital? Primaya Hospital menyediakan layanan Inhouse Clinic dengan pendekatan yang terstruktur dan terintegrasi. 1. Jaringan Layanan KesehatanDidukung oleh jaringan rumah sakit di berbagai kota, memudahkan proses rujukan dan kesinambungan layanan2. Tenaga Medis ProfesionalDokter dan perawat dengan pengalaman klinis serta standar pelayanan yang terjaga3. Sistem Pelaporan dan MonitoringPenyediaan laporan kesehatan karyawan secara berkala untuk mendukung pengambilan keputusan perusahaan4. Integrasi LayananTerhubung dengan layanan rumah sakit, laboratorium (Westerindo), dan sistem penjaminan/asuransi (Link Medis Sehat)5. Pendekatan KemitraanFokus pada solusi jangka panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaanDampak bagi PerusahaanImplementasi Inhouse Clinic memberikan manfaat yang terukur, antara lain:Penurunan tingkat absensiPengendalian biaya kesehatanPeningkatan produktivitas karyawanDukungan terhadap program kesehatan perusahaanSiapa yang Membutuhkan Layanan Ini? Perusahaan dengan jumlah karyawan menengah hingga besarIndustri dengan aktivitas operasional tinggiPerusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi biaya kesehatanOrganisasi yang mengutamakan keberlanjutan kinerja karyawan Mulai Kolaborasi AndaPrimaya Hospital siap mendukung perusahaan Anda dalam membangun sistem layanan kesehatan yang terintegrasi dan berbasis data. Ajukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan AndaPengelolaan kesehatan karyawan yang tepat tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga pada stabilitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data memungkinkan perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola kesehatan karyawan. ReferensiWorld Health Organization. Mental health in the workplace. https://www. who. int/teams/mental-health-and-substance-use/promotion-prevention/mental-health-in-the-workplaceBMC Public Health. Workplace health promotion and its effect on absenteeism. https://bmcpublichealth. biomedcentral. com/articles/10. 1186/s12889-018-6096-2Journal of Occupational and Environmental Medicine. The relationship between employee health risks and productivity. https://journals. lww. com/joem/Abstract/2009/04000/Health_and_Productivity_Management. 6. aspxAmerican Journal of Health Promotion. Meta-evaluation of workplace health promotion economic return. https://journals. sagepub. com/doi/10. 4278/ajhp. 5. 1. 1Health Affairs. Workplace wellness programs and cost savings. https://www. healthaffairs. org/doi/10. 1377/hlthaff. 2009. 0626International Journal of Workplace Health Management. Employee wellbeing and organizational outcomes. https://www. emerald. com/insight/publication/issn/1753-8351 - Published: 2025-09-30 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/analyst-coverage/ - Translation Priorities: Optional Analyst Coverage Investor Relations Contact: vieri. suherman@primayahospital. comAnalyst Coverage - Published: 2025-09-30 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/analyst-coverage/ - Translation Priorities: Optional Analyst Coverage Investor Relations Contact: vieri. suherman@primayahospital. comAnalyst Coverage - Published: 2025-08-28 - Modified: 2025-10-19 - URL: https://primayahospital.com/primayafair2025/ - Translation Priorities: Optional, Optional Primaya Fair 2025 Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-19 Primaya Hospital dengan tema “19 Years with You – Caring Beyond Boundaries”, tahun 2025 menjadi momen istimewa bagi Primaya Hospital Group karena untuk pertama kalinya Primaya Fair digelar di dalam pusat perbelanjaan dengan konsep exhibition yang modern dan interaktif. Melalui Primaya Fair, pengunjung akan mendapatkan pengalaman menyeluruh mulai dari informasi layanan kesehatan terkini, sesi edukasi seputar kesehatan, hingga kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para dokter spesialis. Acara ini tidak hanya menjadi pameran kesehatan, tetapi juga sarana edukasi publik yang menghadirkan interaksi lebih dekat antara masyarakat dan tenaga medis. Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat enam layanan unggulan Primaya Hospital, yaitu: Heart & Vascular Cancer Sport Clinic & Orthopedic Uro-Nephrology Brain & Neuro Diabetic & Metabolic Promo Tujuan Mendekatkan layanan kesehatan Primaya Hospital kepada masyarakat melalui konsep exhibition, health talk dan mini mcu. Memberikan edukasi kesehatan yang interaktif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Menginspirasi masyarakat untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Jadwal Primaya Fair 2025 Jadwal Primaya Fair 2025 Tanggal 15 – 19 Oktober 2025 Tempat Mall of Indonesia, Main Atrium A1, Ground Floor Waktu 10. 00 – 21. 00 Tiket Gratis Aktivitas 1. Exhibition / Pameran ProdukTerdapat booth yang memamerkan produk dan layanan unggulan dari Primaya Hospital Group (Heart & Vascular, Cancer, Sport & Orthopedic, Urology & Nephorology, Brain & Spine dan Diabetic & Metabolic) dan booth anak Perusahaan (EyeQu, Kavaracare, SmartIVF, Westerindo). Tak hanya itu, pengunjung akan diberikan penawaran menarik dalam bentuk:Gratis Mini MCU (Gula, Kolesterol, Asam Urat)Kuis berhadiah menarikKonsultasi singkat dengan dokter spesialis2. Health TalkPrimaya Fair 2025 menghadirkan Health Talk eksklusif bersama para dokter spesialis dari Primaya Hospital Group. Setiap harinya, akan ada sesi edukasi kesehatan dengan topik-topik terkini seputar Jantung, Kanker, Orthopedi, Gizi, dan Anak dengan gaya bahasa ringan dan inspiratif serta mudah dipahami. DAY 1 DAY 2 DAY 3 DAY 4 DAY 5 WaktuTopikNama Narasumber13. 30 – 15. 00Jantung Berdebar Tanpa Sebab? Awas Aritmia Mengancamdr. Sebastian Andy, Sp. JP, Subsp. Ar(K), FIHA16. 30 – 18. 00Wanita Sehat, Keluarga Kuat: Yuk, Cegah Kanker Wanita Sejak Dini! dr. Findi Syamsu A. , Sp. B, Subs. Onk (K)dr. Marihot Pasaribu, M. Kes, Sp. OG. , Subsp. Onk WaktuTopikNama Narasumber10. 00 – 11. 30FAST Action: 5 Menit Kenali Gejala Stroke dan Perawatan Pasca Stroke di Rumah (FAST: Face, Arm, Speech, Time)dr. David Susanto, Sp. N, FINA, AIFO-Kdr. Eddy Wiria, PhD, Co-Founder & CEO Kavacare13. 30 – 15. 00Strong Move, Safe Move. Cegah dan Tangani Cedera Olahragadr. Evan, SpOT (K) Cedera Olahraga, M. Kes, FICS, AIFO-Kdr. Monica Harviza, Sp. KO16. 30 – 18. 00Unmasking Nasopharyngeal Cancer: Dari Gejala Ringan ke Pencegahan & Terapi yang Menyelamatkan Hidupdr. A. Budi Sulistya, Sp. THT-KL(K), MARSdr. Maryam Fathima, Sp. Onk. (Dokter Radiologi Onkologi Radiasi) WaktuTopikNama Narasumber10. 00 – 11. 30Brain Rot: Tren Viral atau Ancaman Kesehatan OtakFadhilah Khoirunissa, Sp. Psi, M. Psi13. 30 – 15. 00Living Sweet, Living Smart, Cara Cerdas Kendalikan Diabetesdr. Evi Verawati, M. Gizi, Sp. GKdr. Luthfi Sp. PD16. 30 – 18. 00From Steam to Freedom: Hidup Nyaman Tanpa Gangguan Prostatdr. Richardo Raditya Handoko, Sp. Udr. Yulius Fajar Martanu, Sp. U WaktuTopikNama Narasumber11. 00 – 12. 30Kenali Infeksi Saluran Kemih pada Anak dan Dewasadr. Reza Fahlevi, Sp. A(K) (Dokter Anak Konsultan Urology)dr. Regi Septian, Sp. U14. 00 – 15. 30“Rahasia Baru Kesuburan”Kenalan dengan PRP, Solusi Modern untuk Promildr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp. OG(K)FER, MARS (Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi)dr. Komang Ardi Wahyuningsih, M. Biomed. , Sp. KKLP, Subsp. FOMC16. 30 – 18. 00“Back Pain Alert! ”Saraf Kejepit Bisa Bikin Lumpuh, Kenali Sejak Awaldr. Muhamad Aulia Rahman, Sp. BS-FTB, FINSS (Dokter Spesialis Bedah Saraf)dr. Lilir Amalini, Sp. N, CFIDN, AIFO-K WaktuTopikNama Narasumber11. 00 – 12. 30Skoliosis: “Postur Indah, Hidup Lebih Sehat”• dr. Ajiantoro, Sp. OT (K) Spine – Dokter Bedah Tulang• dr. Grace Haryanto, Sp. KFR – Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik14. 00 – 15. 30Solusi Baru Jantung Koroner Tanpa Ring• dr. Rony M. Santoso, SpJP, Subsp. K(K), Subsp. Var(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI(Dokter Spesialis Jantung, Subspesialis Konsultan Kardiovaskular Intervensi & Konsultan Kedokteran Vaskular)16. 30 – 18. 00From Blurry to Brilliant: Advances in Laser Vision Correction• dr. Anak Agung Gede Anom Indraswara, Sp. M – Dokter Spesialis Mata Bagi Anda yang ingin ikut serta dalam sesi Health Talk, memiliki kesempatan mendapatkan gimmick menarik secara langsung serta penawaran spesial dari Primaya Hospital. Pendaftaran ditutup. Sampai jumpa di Primaya Fair 2026 - Published: 2025-06-23 - Modified: 2025-07-03 - URL: https://primayahospital.com/kerjasama-perusahaan/ - Translation Priorities: Optional Solusi Kesehatan Terpercaya untuk Perusahaan Anda Karyawan sehat = Performa bisnis meningkat. Kami bantu perusahaan Anda menciptakan lingkungan kerja yang produktif lewat layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan terpercaya. ? ? ? ? Apa yang Bisa Kami Bantu? ? ? ? ? Medical Check Up (MCU) KorporatCek kesehatan rutin yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan — dari karyawan baru hingga level eksekutif. ? ? ? ? Pelayanan On-Site & Klinik PerusahaanTim medis kami bisa datang langsung ke kantor Anda, atau bantu kelola klinik perusahaan agar layanan makin dekat dan efisien. ? ? ? ? Program Edukasi & WellnessWebinar kesehatan, sesi mindfulness, vaksinasi, hingga deteksi dini penyakit — semua kami siapkan untuk mendukung kesejahteraan tim Anda. ? ? ? ? Akses Prioritas Layanan DaruratKaryawan Anda akan kami layani dengan cepat saat kondisi mendesak, di seluruh jaringan Primaya Hospital. ? ? ? ? Kenapa Banyak HR & GA Pilih Kami? Jaringan Rumah Sakit di Seluruh IndonesiaPrimaya hadir di lebih dari 10 kota besar, mudah diakses kapan saja. Tenaga Medis Andal & Teknologi ModernKami menggabungkan keahlian dokter spesialis dengan peralatan canggih. Laporan MCU yang Jelas & PraktisRekap data kesehatan karyawan Anda kami buat transparan, digital, dan siap dipresentasikan ke manajemen. Tim Account Manager KhususAnda tidak perlu repot. Kami punya tim yang fokus mengurus kebutuhan perusahaan Anda — dari awal sampai akhir. ? ? ? ? Yuk, Ngobrol Lebih Lanjut! Kami tahu tiap perusahaan unik. Tim kami siap bantu Anda cari solusi kesehatan terbaik — tanpa ribet, tanpa basa-basi. ? ? ? ? Paket MCU Spesial Perusahaan? ? ? ? Penawaran Menarik untuk Grup Karyawan? ? ? ? Sesi Konsultasi Gratis - Published: 2025-05-22 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/investment-highlight/ - Translation Priorities: Optional Primaya Hospital Group: Eksekusi Terarah di Tengah Lanskap yang Berubah Pencapaian 2024 & Target 2025 - Published: 2025-05-22 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/investment-highlight/ - Translation Priorities: Optional Primaya Hospital Group: Eksekusi Terarah di Tengah Lanskap yang Berubah Pencapaian 2024 & Target 2025 - Published: 2025-05-22 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/investment-highlight-1q25/ - Translation Priorities: Optional Primaya Hospital Group: Eksekusi Terarah di Tengah Lanskap yang Berubah Primaya Hospital Group (PRAY) membukukan kinerja yang stabil pada kuartal pertama 2025, dengan mampu menghadapi dinamika perubahan pola pasien dan tekanan eksternal, sambil tetap menjaga keyakinan terhadap pencapaian target tahunannya. PRAY mencatat pendapatan sebesar Rp539,9 miliar di 1Q25, tumbuh 5% YoY, meskipun sedikit menurun 3% dibandingkan 4Q24 karena faktor musiman. EBITDA mencapai Rp126,9 miliar, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, namun turun 7% QoQ, mencerminkan tekanan margin sementara akibat perubahan komposisi pasien dan penurunan pemanfaatan layanan rawat inap. EBITDA margin tercatat sebesar 23,4%, turun dari 24,6% di kuartal sebelumnya dan 24,9% pada 1Q24. Pada kuartal ini terjadi pergeseran komposisi pasien yang signifikan, di mana pendapatan rawat jalan meningkat 28% YoY, sementara pendapatan rawat inap turun 5% YoY. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan regulasi dan prosedur eksternal yang mempengaruhi cara penanganan dan klasifikasi beberapa jenis kasus. Sejalan dengan itu, jumlah hari rawat inap menurun 14% YoY, dan tingkat okupansi tempat tidur turun menjadi 43% dari 56% tahun lalu, juga dipengaruhi oleh penambahan lebih dari 250 tempat tidur baru dalam satu tahun terakhir. Terlepas dari tantangan operasional tersebut, PRAY terus menjalankan agenda strategisnya. Pembangunan Primaya Hospital Kelapa Gading menunjukkan kemajuan yang baik, meskipun pembukaannya sedikit mundur dan kini diperkirakan akan berlangsung pada Juli 2025. Sementara itu, Primaya Hospital BSD masih sesuai jadwal dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun. Kedua fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jangka panjang dan memperkuat margin perusahaan, sejalan dengan visi PRAY dalam menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas tinggi. Dari sisi regulasi dan pasar, PRAY telah merespons secara proaktif terhadap perubahan industri. Pergeseran komposisi OP-IP sebagian mencerminkan penyesuaian kebijakan BPJS yang masih berlangsung, termasuk aturan rujukan dan klasifikasi penanganan yang lebih ketat. Grup telah melakukan persiapan menyeluruh untuk implementasi KRIS, dan seluruh rumah sakit PRAY telah memenuhi standar sejak awal tahun. Secara positif, hubungan dengan mitra asuransi swasta juga menunjukkan peningkatan, dibandingkan dengan tahun lalu. Ke depan, PRAY tetap berkomitmen terhadap target tahunannya di FY25, termasuk target pendapatan, margin EBITDA, dan volume pasien. Namun, mengingat ketidakpastian kondisi makroekonomi, perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian finansial dengan menurunkan proyeksi belanja modal (capex) FY25 dari Rp900 miliar menjadi Rp750 miliar, guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan dengan pendekatan investasi yang disiplin. - Published: 2025-05-22 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/investment-highlight-2025/ - Translation Priorities: Optional Pencapaian 2024 & Target 2025 Belanja Modal (Capex) dan Ekspansi Jaringan:Sepanjang tahun 2024, Perseroan mengeluarkan Rp 571 miliar untuk kebutuhan Belanja Modal (Capex), mayoritas digunakan untuk pengadaan peralatan medis serta pembangunan dua rumah sakit baru. Untuk tahun 2025, Perseroan menargetkan Capex sebesar Rp 900 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk penyelesaian dua rumah sakit baru: Primaya Hospital Kelapa Gading yang akan dibuka pada Q2 2025 dan Primaya Hospital BSD pada akhir tahun. Kedua rumah sakit ini akan memiliki kapasitas awal masing-masing 200 tempat tidur, dengan infrastruktur yang siap dikembangkan ke depan. Kinerja Keuangan dan Proyeksi Pertumbuhan:Tahun 2024 mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 73% dari target, didorong oleh peningkatan signifikan pada volume pasien dan pembukaan fasilitas baru. Untuk tahun 2025, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10–15%, berasal dari peningkatan pelayanan di rumah sakit yang sudah beroperasi serta kontribusi dari rumah sakit dan unit usaha baru. Target pertumbuhan EBITDA untuk 2025 berada pada kisaran 20–25%, ditopang oleh efisiensi biaya di bidang farmasi dan layanan medis, optimalisasi beban BPJS, serta inisiatif standardisasi operasional grup. Di segmen swasta, PRAY juga akan melakukan penyesuaian harga sebesar 6–8% guna menjaga margin. Pertumbuhan Volume PasienSepanjang tahun 2024, Perseroan melayani lebih dari 1,7 juta pasien rawat jalan dan mencatatkan 133. 854 hari rawat inap. Pada tahun 2025, target pertumbuhan volume pasien rawat jalan dan rawat inap masing-masing berada di kisaran 10–15% dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan bertambahnya kapasitas tempat tidur dari 2. 017 menjadi 2. 502 tempat tidur. Inisiatif Pelayanan Khusus & DigitalisasiPenguatan Center of Excellence (COE) terus menjadi fokus, termasuk peluncuran layanan kedokteran nuklir di Primaya Hospital Kelapa Gading pada pertengahan 2025. Di sisi lain, PRAY juga terus mengembangkan layanan digital untuk menunjang efisiensi operasional dan pengalaman pasien. Ketahanan Terhadap Dinamika RegulasiPRAY siap menghadapi berbagai perubahan kebijakan, termasuk implementasi KRIS oleh BPJS Kesehatan pada Juli 2025. Seluruh jaringan rumah sakit telah dipersiapkan untuk memenuhi standar KRIS, mencerminkan komitmen PRAY dalam mendukung program pemerintah. Strategi pengendalian biaya dan efisiensi operasional juga telah diimplementasikan untuk mengantisipasi dampak regulasi terhadap profitabilitas. Diversifikasi Bisnis dan Rencana MenengahSelain memperkuat lini utama rumah sakit, PRAY juga mengembangkan unit usaha pendukung seperti layanan fertilitas (IVF) dan pusat layanan mata “Eye Qu”. Di tahun 2025, Perseroan menargetkan menambah 1–2 unit usaha baru. Dalam jangka menengah, PRAY berencana memperluas jaringan rumah sakit menjadi 25 rumah sakit dengan kapasitas 5. 000 tempat tidur pada tahun 2030, dan mendorong transformasi menjadi penyedia layanan kesehatan tersier. - Published: 2025-04-29 - Modified: 2025-06-23 - URL: https://primayahospital.com/mcu-perusahaan/ - Translation Priorities: Optional Solusi Kesehatan Terpercaya untuk Perusahaan Anda Karyawan sehat = Performa bisnis meningkat. Kami bantu perusahaan Anda menciptakan lingkungan kerja yang produktif lewat layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan terpercaya. ? ? ? ? Apa yang Bisa Kami Bantu? ? ? ? ? Medical Check Up (MCU) KorporatCek kesehatan rutin yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan — dari karyawan baru hingga level eksekutif. ? ? ? ? Pelayanan On-Site & Klinik PerusahaanTim medis kami bisa datang langsung ke kantor Anda, atau bantu kelola klinik perusahaan agar layanan makin dekat dan efisien. ? ? ? ? Program Edukasi & WellnessWebinar kesehatan, sesi mindfulness, vaksinasi, hingga deteksi dini penyakit — semua kami siapkan untuk mendukung kesejahteraan tim Anda. ? ? ? ? Akses Prioritas Layanan DaruratKaryawan Anda akan kami layani dengan cepat saat kondisi mendesak, di seluruh jaringan Primaya Hospital. ? ? ? ? Kenapa Banyak HR & GA Pilih Kami? Jaringan Rumah Sakit di Seluruh IndonesiaPrimaya hadir di lebih dari 10 kota besar, mudah diakses kapan saja. Tenaga Medis Andal & Teknologi ModernKami menggabungkan keahlian dokter spesialis dengan peralatan canggih. Laporan MCU yang Jelas & PraktisRekap data kesehatan karyawan Anda kami buat transparan, digital, dan siap dipresentasikan ke manajemen. Tim Account Manager KhususAnda tidak perlu repot. Kami punya tim yang fokus mengurus kebutuhan perusahaan Anda — dari awal sampai akhir. ? ? ? ? Yuk, Ngobrol Lebih Lanjut! Kami tahu tiap perusahaan unik. Tim kami siap bantu Anda cari solusi kesehatan terbaik — tanpa ribet, tanpa basa-basi. ? ? ? ? Paket MCU Spesial Perusahaan? ? ? ? Penawaran Menarik untuk Grup Karyawan? ? ? ? Sesi Konsultasi Gratis - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/rups/ - Translation Priorities: Optional, Optional RUPS Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Pengumuman RUPS Tahunan - 2026 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Pengumuman RUPS Tahunan - 2025 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Pengumuman RUPS Tahunan - 2024 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Pengumuman RUPS Tahunan dan Luar Biasa - 2023 - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/presentasi-perusahaan/ - Translation Priorities: Optional Presentasi Perusahaan Company Profile Primaya Hospital Group Unduh PDF - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/public-expose/ - Translation Priorities: Optional Public Expose Materi Presentasi Public Expose - 2026 Materi Presentasi Public Expose - 2025 Materi Presentasi Public Expose - 2024 Materi Presentasi Public Expose - 2023 Rencana Penyelenggaraan Public Expose - 2023 - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/transaksi-afiliasi/ - Translation Priorities: Optional Transaksi Afiliasi Laporan Informasi Pengambilalihan Saham/Akuisisi Saham PT Lynas Medikal oleh PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. Penandatanganan Perjanjian Utang Wajib Konversi dalam Rangka Pengambilalihan Saham PT Jala Mas Putra Rejeki Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi Kerja Sama Pengelolaan RS Rajawali Bandung Laporan KJPP - Transaksi Afiliasi Kerja Sama Pengelolaan RS Rajawali Bandung Penyampaian Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi Kerja Sama Pengelolaan RS Rajawali Bandung Transaksi Afiliasi Peningkatan Modal ABMC Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi Peningkatan Modal ABMC Laporan Kantor Jasa Penilai Publik - Transaksi Afiliasi Peningkatan Modal ABMC - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/rups/ - Translation Priorities: Optional RUPS Announcement on The Summary of The Minutes of The Annual General Meeting of Shareholders Financial Year 2026 Invitation to The Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Power of Attorney To Attend The Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Rules of Conduct Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Agenda of The Annual General Meeting Of Shareholders For The Financial Year Ended 2026 Announcement of Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Pengumuman RUPS Tahunan - 2025 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Pengumuman RUPS Tahunan - 2024 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Pengumuman RUPS Tahunan dan Luar Biasa - 2023 - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/company-profile/ - Translation Priorities: Optional Company Profile Company Profile Primaya Hospital Group Unduh PDF - Published: 2025-04-10 - Modified: 2025-04-10 - URL: https://primayahospital.com/investor-relation/shareholder-information/public-expose/ - Translation Priorities: Optional Public Expose Materi Presentasi Public Expose - 2025 Materi Presentasi Public Expose - 2024 Materi Presentasi Public Expose - 2023 Rencana Penyelenggaraan Public Expose - 2023 Ikhtisar Informasi Pemegang Saham Laporan Keuangan Laporan Tahunan Prospektus CSR Profil Kepemimpinan Struktur Organisasi Struktur Grup Tata Kelola Perusahaan Piagam Komite Audit Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Hamburger Toggle Menu - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/affiliate-transactions/ - Translation Priorities: Optional Affiliate transactions Disclosure of Information on the Share Purchase or Acquisition of PT Lynas Medikal Signing of Mandatory Convertible Loan Agreement in Connection with the Acquisition of Shares in PT Jala Mas Putra Rezeki Disclosure of Information on Affiliate Transactions in the Management of Rajawali Bandung Hospital KJPP Report - Affiliate Transactions for the Management of Rajawali Bandung Hospital Submission of Transparency of Information on Affiliate Transactions in the Management of Rajawali Bandung Hospital ABMC Capital Increase Affiliate Transactions Disclosure of Information on ABMC Capital Increase Affiliate Transactions Public Appraisal Service Office Report - ABMC Capital Increase Affiliate Transactions - Published: 2025-04-10 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/public-expose/ - Translation Priorities: Optional Public Expose Materi Presentasi Public Expose - 2026 Materi Presentasi Public Expose - 2025 Materi Presentasi Public Expose - 2024 Materi Presentasi Public Expose - 2023 Rencana Penyelenggaraan Public Expose - 2023 - Published: 2025-03-11 - Modified: 2025-03-12 - URL: https://primayahospital.com/kolaborasi-mudik/ - Translation Priorities: Optional Bareng Primaya, Jaga Sehat Pemudik! Kerjasama Program Kesehatan Mudik untuk Perusahaan dan Asuransi Mudik 2025 makin dekat! Saatnya berkolaborasi untuk menghadirkan event terbaik bagi para pemudik. Primaya Hospital membuka peluang kerja sama dengan perusahaan & asuransi untuk mendukung kesehatan selama perjalanan mudik. Mengapa Primaya Hospital Pilihan Terbaik? Jaringan Luas & Strategis Tersebar di kota-kota utama jalur mudik, siap melayani pemudik di mana pun mereka berada. Layanan Kesehatan Komprehensif Dari Posko Kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan, hingga Skrining Pengemudi, kami menyediakan semua yang dibutuhkan. Tim Medis Profesional & Berpengalaman Dokter dan perawat terlatih siap memberikan pelayanan terbaik. Dilengkapi dengan peralatan medis terkini untuk hasil yang akurat. Kolaborasi Layanan Kesehatan yang Kami Tawarkan Posko Kesehatan Siap siaga 24/7 di titik-titik strategis jalur mudik. Pemeriksaan Kesehatan Dari Posko Kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan, hingga Skrining Pengemudi, kami menyediakan semua yang dibutuhkan. Skrining Pengemudi Deteksi dini potensi risiko kesehatan bagi pengemudi Ajukan Kerja Sama Sekarang! Wujudkan Mudik Aman & Sehat Bersama Kami! Bersama Primaya Hospital, kita ciptakan mudik yang lebih bermakna dan menyehatkan. - Published: 2025-02-11 - Modified: 2025-02-11 - URL: https://primayahospital.com/pha-form/ - Translation Priorities: Optional Formulir Pendaftaran Pasien - Published: 2024-12-03 - Modified: 2025-05-25 - URL: https://primayahospital.com/komunitas/ - Translation Priorities: Optional Komunitas Primaya Hospital Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi. Diabetes 4 interaksi 16 anggota Gabung Gigi dan Mulut 46 interaksi 12 anggota Gabung Jantung 35 interaksi 22 anggota Gabung Kehamilan 94 interaksi 24 anggota Gabung Kesehatan Mental 42 interaksi 18 anggota Gabung Kesehatan Otot dan Tulang 79 interaksi 21 anggota Gabung Kesehatan Wanita 171 interaksi 10 anggota Gabung Kulit dan Kecantikan 167 interaksi 10 anggota Gabung Mata 28 interaksi 9 anggota Gabung Nutrisi 29 interaksi 8 anggota Gabung Parenting 100 interaksi 18 anggota Gabung Penyakit Dalam 133 interaksi 11 anggota Gabung Penyakit Infeksi 113 interaksi 8 anggota Gabung Pernafasan/Kesehatan Paru 29 interaksi 5 anggota Gabung Pertanyaan Umum 109 interaksi 35 anggota Gabung Telinga, Hidung, dan Tenggorokan 36 interaksi 5 anggota Gabung Komunitas Primaya Hospital – Bertanya, Belajar, dan Terhubung dalam Ruang Sehat BersamaHalaman Komunitas di situs resmi Primaya Hospital adalah ruang digital interaktif yang didedikasikan untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi kesehatan secara mudah, terbuka, dan edukatif. Di sini, Anda dapat mengajukan berbagai pertanyaan seputar kesehatan, mulai dari keluhan ringan hingga isu medis yang lebih kompleks, dan mendapatkan tanggapan dari dokter spesialis maupun dukungan teknologi AI (kecerdasan buatan). Komunitas ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam memahami kesehatan secara mandiri, dengan tetap berpedoman pada prinsip medis yang benar. Kami percaya bahwa akses terhadap edukasi kesehatan yang terpercaya adalah langkah penting menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas. Fitur Utama Halaman Komunitas:Bertanya dengan Bebas: Anda dapat bertanya tentang berbagai topik, mulai dari kesehatan anak, kehamilan, penyakit dalam, kesehatan mental, pola makan sehat, hingga tata laksana pengobatan. Pertanyaan Anda akan dilayani dengan pendekatan edukatif dan penuh empati. Dijawab oleh Dokter & Didukung oleh Teknologi: Pertanyaan yang masuk akan ditanggapi oleh dokter spesialis dari jaringan Primaya Hospital, serta didukung oleh sistem AI yang dikembangkan berdasarkan referensi medis yang terpercaya. Jawaban yang diberikan bertujuan untuk membantu Anda memahami isu kesehatan secara lebih menyeluruh dan informatif. Ruang Belajar Bersama: Anda juga bisa membaca pertanyaan dari pengguna lain dan melihat bagaimana dokter maupun sistem menjawabnya. Hal ini menciptakan ruang edukasi kolektif yang bermanfaat bagi seluruh pengunjung. Privasi Terjaga: Anda bebas bertanya secara anonim, tanpa perlu mencantumkan identitas pribadi. Kami memastikan bahwa semua interaksi dilindungi oleh standar privasi dan etika medis yang tinggi. Akses Mudah dan Tanpa Biaya: Layanan komunitas ini dapat diakses kapan saja melalui situs resmi primayahospital. com/komunitas tanpa biaya. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun, dari mana pun, dapat memperoleh informasi medis yang kredibel. Disclaimer:Informasi yang diberikan di halaman Komunitas ini bersifat umum dan ditujukan untuk edukasi, bukan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Jika Anda mengalami keluhan serius atau membutuhkan penanganan medis lanjutan, segera konsultasikan langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten. Jawaban dari AI tidak dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan medis. Primaya Hospital berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyedia layanan kesehatan, tetapi juga mitra dalam perjalanan Anda menuju gaya hidup yang lebih sehat dan terinformasi. Melalui halaman Komunitas ini, kami hadir lebih dekat, lebih terbuka, dan siap mendukung Anda dengan pendekatan yang humanis dan berbasis ilmu. Kunjungi halaman Komunitas Primaya Hospital sekarang, dan jadilah bagian dari gerakan masyarakat yang lebih peduli dan paham kesehatan. - Published: 2024-10-28 - Modified: 2024-10-28 - URL: https://primayahospital.com/cart/ - Translation Priorities: Optional Remove item Thumbnail image Product Price Quantity Subtotal × Paket Vaksin HPV Gardasil 9 – 3x Suntik – Primaya Hospital Pasar Kemis Rumah Sakit: Primaya Hospital Pasar Kemis Tanggal Kunjungan: 2024-10-30 Rp 7. 500. 000 Paket Vaksin HPV Gardasil 9 – 3x Suntik – Primaya Hospital Pasar Kemis quantity Rp 7. 500. 000 Update Cart Cart Totals Subtotal Rp 7. 500. 000 Total Rp 7. 500. 000 Proceed to Checkout - Published: 2024-10-28 - Modified: 2024-10-28 - URL: https://primayahospital.com/checkout/ - Translation Priorities: Optional Patient Details Profil Pasien (optional) Silahkan pilihMuhammad Fairuz FatinRatna Puspita First Name *Tanggal Lahir *Nomor KTP *Phone *Email Address * Your Order Product Subtotal Paket Vaksin HPV Gardasil 9 – 3x Suntik – Primaya Hospital Pasar Kemis × 1 Rumah Sakit: Primaya Hospital Pasar Kemis Tanggal Kunjungan: 2024-10-30 Rp 7. 500. 000 Subtotal Rp 7. 500. 000 Total Rp 7. 500. 000 Have a coupon? Click here to enter your coupon code If you have a coupon code, please apply it below. Apply Sorry, it seems that there are no available payment methods. Please contact us if you require assistance or wish to make alternate arrangements. Since your browser does not support JavaScript, or it is disabled, please ensure you click the Update Totals button before placing your order. You may be charged more than the amount stated above if you fail to do so. Update totals Place order View Available Coupons - Published: 2024-09-26 - Modified: 2024-09-26 - URL: https://primayahospital.com/mcu-jantung-2024/ - Translation Priorities: Optional Medical Check Up Hari Jantung Sedunia 2024 Syarat dan Ketentuan Harga spesial berlaku selama periode 29 September s. d. 31 Oktober 2024 Harga spesial berlaku untuk jaminan umum/pribadi MCU hanya dapat dilakukan di rumah sakit yang dipilih saat pembelian paket - Published: 2024-09-26 - Modified: 2024-09-26 - URL: https://primayahospital.com/mcu-jantung-old/ Medical Check Up Hari Jantung Sedunia 2024 Syarat dan Ketentuan Harga spesial berlaku selama periode 29 September s. d. 31 Oktober 2024 Harga spesial berlaku untuk jaminan umum/pribadi MCU hanya dapat dilakukan di rumah sakit yang dipilih saat pembelian paket - Published: 2024-08-29 - Modified: 2026-06-22 - URL: https://primayahospital.com/bmi-calculator/ - Translation Priorities: Optional BMI Calculator - Pahami Berat Badan Ideal Anda Primaya Hospital menyediakan BMI Calculator yang mudah digunakan. Dengan memasukkan data tinggi badan dan berat badan Anda, Anda akan langsung mendapatkan hasil perhitungan BMI dan kategorinya. Kalkulator BMI Hitung Body Mass Index (BMI) berdasarkan berat badan dan tinggi badan Anda. Berat Badan (kg) Tinggi Badan (cm) Hitung BMI Apa itu BMI Calculator? BMI atau Body Mass Index adalah cara pengukuran yang sederhana sekaligus efektif untuk mengukur masa lemak tubuh seseorang berdasarkan berat badan dan tinggi badan. BMI dihitung dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Mengapa BMI Penting? Indikator Risiko Kesehatan: BMI dapat memberikan gambaran awal tentang risiko seseorang terkena berbagai penyakit terkait berat badan seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Tujuan Penurunan atau Penambahan Berat Badan: Dengan mengetahui BMI, seseorang dapat menetapkan target berat badan yang sehat dan realistis. Monitoring Perubahan Berat Badan: BMI dapat digunakan untuk memantau perubahan berat badan dari waktu ke waktu dan melihat efektivitas program diet atau olahraga. Bagaimana Cara Menghitung BMI? Anda dapat menghitung BMI secara manual dengan menggunakan rumus di atas, atau lebih mudahnya, menggunakan BMI Calculator yang tersedia secara online. Interpretasi Hasil BMI Hasil perhitungan BMI akan memberikan kategori sebagai berikut: Kurus: BMI di bawah 18,5 Normal: BMI antara 18,5 hingga 24,9 Kelebihan Berat Badan: BMI antara 25 hingga 29,9 Obesitas: BMI 30 atau lebih Penting untuk diingat: BMI hanyalah sebuah estimasi dan tidak selalu akurat untuk semua individu, terutama atlet atau orang dengan massa otot yang tinggi. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kesehatan Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. - Published: 2024-08-29 - Modified: 2024-08-29 - URL: https://primayahospital.com/bmr-calculator/ - Translation Priorities: Optional BMR Calculator - Kenali Kebutuhan Kalori Harian Anda Gunakan BMR Calculator Primaya Hospital di primayahospital. com/bmr-calculator untuk mengetahui BMR Anda. Selain tinggi badan dan berat badan, Anda juga perlu memasukkan usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik Anda. Calculate BMR Gender: Male Female Calculate BMR Apa itu BMR Calculator? BMR atau Basal Metabolic Rate adalah jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh Anda untuk menjalankan fungsi-fungsi dasar seperti bernapas, berdetak jantung, dan menjaga suhu tubuh saat beristirahat total. BMR Calculator membantu Anda menghitung berapa banyak kalori yang terbakar oleh tubuh Anda setiap hari tanpa melakukan aktivitas fisik apa pun. Mengapa BMR Penting? Dasar Perhitungan Kebutuhan Kalori: BMR adalah titik awal untuk menghitung total kebutuhan kalori harian Anda. Dengan mengetahui BMR, Anda dapat mengatur asupan kalori untuk mencapai tujuan berat badan Anda. Membuat Rencana Diet yang Efektif: BMR membantu Anda membuat rencana diet yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda. Memahami Metabolisme: BMR dapat memberikan gambaran tentang seberapa cepat tubuh Anda membakar kalori. Faktor yang Mempengaruhi BMRUsia: BMR cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Jenis Kelamin: Pria umumnya memiliki BMR yang lebih tinggi daripada wanita. Tinggi Badan: Orang yang lebih tinggi cenderung memiliki BMR yang lebih tinggi. Berat Badan: Berat badan yang lebih tinggi juga berkorelasi dengan BMR yang lebih tinggi. Massa Otot: Semakin banyak massa otot, semakin tinggi BMR Anda. Memaksimalkan BMRUntuk meningkatkan BMR, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:Tingkatkan Massa Otot: Lakukan latihan kekuatan secara teratur. Jangan Kelaparan: Membatasi kalori secara ekstrem dapat memperlambat metabolisme. Cukup Tidur: Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. - Published: 2024-05-29 - Modified: 2024-05-29 - URL: https://primayahospital.com/vaksin-flu/ - Translation Priorities: Optional ? ? ? ? Lindungi Kesehatan Anda dan Keluarga dari Virus Influenza ? ? ? ? Dapatkan vaksin influenza untuk anak-anak dan dewasa, bahkan ibu hamil, mulai dari Rp 319. 000*! Vaksin ini sangat penting untuk mencegah infeksi dan komplikasi akibat virus flu. Lindungi tubuh Anda dan keluarga, serta ibu hamil dan janin dari risiko infeksi flu selama dan setelah masa kehamilan. - Published: 2024-03-26 - Modified: 2024-03-26 - URL: https://primayahospital.com/promo-nasabah-prudential/ Promo Harga Khusus Pemegang Kartu Prudential - Published: 2024-02-29 - Modified: 2025-01-01 - URL: https://primayahospital.com/mcu-rutin/ - Translation Priorities: Optional Medical Check Up Rutin Pastikan tubuh fit menjalani aktivitas. Lakukan medical check up untuk ketahui kondisi tubuh. Pendaftaran ditutup Promo Lainnya - Published: 2024-02-12 - Modified: 2024-05-20 - URL: https://primayahospital.com/promo-pemilu/ - Translation Priorities: Optional Promo Pemilu 2024 Tunjukkan tinta di jarimu dan dapatkan harga spesial untuk Injeksi Vit. C + Multivitamin di seluruh Primaya Hospital Syarat dan Ketentuan Pendaftaran dapat dilakukan melalui website primayahospital. com maupun langsung di Primaya Hospital terdekat. Harga di atas belum termasuk biaya disposable. Biaya tambahan mengikuti tarif rumah sakit yang dituju. Pendaftaran di rumah sakit, berlaku mulai 15 Feb 2024: tunjukkan tinta di jarimu pada saat melakukan pendaftaran kepada petugas Administrasi. Pendaftaran melalui website, berlaku mulai 14 Feb 2024: upload foto tinta di jarimu pada saat melakukan pendaftaran. Periode program 14 – 29 Februari 2024. Program berlaku untuk pembayaran umum/pribadi. Formulir Pendaftaran Pendaftaran ditutup - Published: 2023-12-11 - Modified: 2025-01-01 - URL: https://primayahospital.com/vaksin-pneumonia/ - Translation Priorities: Optional Pendaftaran Vaksin Pneumonia Buat Janji temu untuk mendapatkan vaksin pneumonia untuk anak dan dewasa di jaringan rumah sakit Primaya Hospital Group yang berlokasi di Jakarta, Bekasi, Depok, Karawang, Semarang, dan Pangkalpinang. Peningkatan jumlah kasus pneumonia secara mendadak di Cina pada akhir 2023 menyebabkan kekhawatiran akan munculnya wabah seperti Covid-19 pada awal 2020. Terlebih beberapa negara lain seperti Inggris dan Amerika Serikat, termasuk Indonesia, juga melaporkan adanya kasus serupa. Pada 2005, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 1,6 juta orang meninggal tiap tahun akibat penyakit pneumokokus. Perkiraan itu mencakup kematian 700 ribu-1 juta anak berumur kurang dari 5 tahun, sebagian besar asal negara berkembang. Anak berusia kurang dari 2 tahun menanggung beban utama penyakit ini. Imunisasi pneumonia dapat menjadi salah satu jalan untuk mengatasi masalah di negara berkembang ini, termasuk di Indonesia. Apa Manfaat Vaksin Pneumonia? Anak berusia kurang dari 2 tahun, lansia berumur lebih dari 65 tahun, dan orang-orang lain dengan kondisi medis tertentu tergolong berisiko tinggi terkena infeksi pneumokokus. Kondisi itu antara lain mengidap HIV, terkena gagal ginjal, kronis, menderita diabetes hingga butuh insulin, memiliki penyakit jantung bawaan, dan mengalami masalah fungsi limpa. Imunisasi anak PCV sangat efektif mencegah kelompok berisiko tersebut terkena infeksi hingga harus dirawat di rumah sakit, bahkan meninggal. Imunisasi anak PCV akan mengurangi angka perawatan pasien pneumokokus di rumah sakit, angka kematian, serta tanggungan biaya pengobatan di rumah sakit. Terdapat dua macam vaksin untuk penyakit pneumokokus, yaitu:PCV13: vaksin anak untuk umur kurang dari 2 tahun dan anak usia 2 tahun ke atas yang memiliki kondisi medis tertentu. Orang dewasa harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima jenis vaksin PCV ini. PPSV23: vaksin untuk orang dewasa serta anak berumur lebih dari 2 tahun dengan kondisi medis tertentu, juga buat orang dewasa yang terbiasa merokok. Pneumokokus merupakan penyakit menular yang bisa memicu beragam masalah kesehatan, termasuk infeksi serius di paru-paru, darah, tulang belakang, serta lapisan otak. Pneumokokus terutama berbahaya bagi bayi. Manfaat utama imunisasi anak PCV adalah mencegah penularan penyakit berbahaya tersebut. Kapan Waktu yang tepat Memberikan Imunisasi Pneumonia? Imunisasi anak PCV menyasar balita berumur 2, 4, dan 6 bulan sesuai dengan saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dosis dasar vaksin anak PCV itu lalu ditambah dengan imunisasi pada umur 12-15 bulan. Orang yang tak lagi berusia anak juga dapat menerima vaksin PCV bila termasuk berisiko tinggi terhadap penyakit pneumokokus, terutama para lansia. Berapa Kali Vaksin PCV Diberikan? Vaksin anak PCV diberikan 3 kali dalam dosis dasar, lalu 1 kali berupa booster. Dengan demikian, total imunisasi anak PCV sebanyak 4 kali. Bila anak berumur 7-12 bulan belum mendapat vaksin PCV, imunisasi dijalankan 2 kali dengan interval pemberian dosis pertama dan kedua selama 2 bulan. Adapun untuk anak usia 1 tahun ke atas yang belum menjalani imunisasi anak PCV, vaksin diberikan 1 kali saja. Walau begitu, anak itu bisa menerima imunisasi booster dalam jangka waktu sekurangnya 2 bulan sesudah vaksinasi pertama. Sedangkan orang dewasa berumur 50 tahun ke atas cukup menerima 1 kali vaksin PCV. Khusus buat kelompok dewasa berisiko tinggi, imunisasi PCV juga cukup 1 kali. Pencegahaan Infeksi Mycoplasma Pneumonia Infeksi mycoplasma pneumoniae bisa terjadi pada siapa pun terlepas dari usianya. Seseorang juga bisa terkena infeksi bakteri ini lebih dari sekali. Hingga saat ini belum ada vaksin spesifik yang bisa digunakan sebagai langkah pencegahan karena pemicunya berbeda dengan bakteri penyebab pneumonia pada umumnya. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan cara-cara berikut ini:Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik, terutama sesudah batuk atau bersih, selepas dari toilet, atau sebelum menyentuh muka. Sebagai alternatif sabun dan air, hand sanitizer bisa digunakan. Menutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin atau menggunakan bagian dalam lengan bila tak ada tisuSegera membuang tisu yang baru saja dipakai ke tempat sampahJika tak ada tisu, gunakan lengan bagian dalam untuk menutup hidung dan mulutMenjaga kekebalan tubuh dengan mempraktikkan pola hidup sehat, termasuk rajin berolahraga, tidur cukup, dan makan makanan sehatMenjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, terutama dengan gejala infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan bersin Efek Samping Vaksin Pneumonia Layaknya vaksin lain, terdapat efek samping vaksin PCV bagi anak. Efek samping itu meliputi bengkak, merah, dan rasa nyeri pada lokasi bekas suntikan. Anak juga bisa mengalami demam seusai imunisasi. Risiko reaksi alergi ada, tapi sangat kecil. Demam akibat vaksin anak PCV hanya ringan dan tidak membahayakan. Semua gejala itu pun akan berangsur-angsur hilang dengan segera. Pendaftaran ditutup Promo Lainnya - Published: 2023-11-19 - Modified: 2023-11-19 - URL: https://primayahospital.com/testimonial/ Primaya Hospital Testimonial Temukan kisah nyata dan ulasan inspiratif dari pasien kami. Dapatkan gambaran langsung tentang pengalaman perawatan unggul di Primaya Hospital melalui review positif dari pasien kami. Jelajahi testimoni yang mencerminkan kualitas layanan kesehatan kami dan buat keputusan yang tepat untuk kesehatan Anda. Primaya Testimonials 7 Videos Berawal dari Nyeri Dada - Testimoni Pasien Operasi Bypass Jantung (CABG) 0:16 Pengalaman Pasien Kateterisasi Jantung (Pemasangan Ring Jantung) 0:16 Dua Kali Serangan Jantung - Cerita Pasien Operasi Pemasangan Ring Jantung (PCI) 0:16 Keyakinan Besar untuk Sembuh dari Cedera Lutut (Anterior Cruciate Ligament) Penanganan Pasien Nyeri Pinggang Akibat Batu Ginjal Alami Patah Tulang Saat Liburan Cedera Meniskus yang dialami oleh Yanto Basna Deskripsi Deskripsi Pak Orlando, sebagai seseorang yang gemar berolahraga tidak pernah menyangka bahwa dirinya mengalami sakit jantung hingga harus menjalani operasi Bypass jantung (CABG). Bagaimana cara Pak Orlando berhasil melewati masa-masa kritisnya? Diagnosa dan tindakan apa yang dilakukan oleh tim Dokter Primaya Hospital Bekasi Barat untuk membantu Pak Orlando mendapatkan perawatan yang tepat? Deskripsi Deskripsi Pak Bambang tidak pernah menyangka akan mengalami serangan jantung berulangkali hingga dilakukan pemasangan enam ring jantung. Sampai akhirnya beliau direkomendasikan seorang teman untuk datang ke Primaya Hospital Tangerang dan bertemu dr. Rony M Santoso, Sp. JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI, bagaimana cara tim medis Primaya Hospital membantu Pak Bambang mengalahkan trauma saat menjalani kateterisasi jantung? Deskripsi Deskripsi Dua kali mengalami serangan jantung, membawa Pak Hopiandy untuk membuat pilihan yang tepat. Pak Hopiandy mengalami serangan jantung yang kedua ketika diperjalanan, membuat beliau harus memutuskan pilihan rumah sakit yang tepat ketika dalam keadaan darurat. Kini Pak Hopiandy kembali sehat setelah dilakukan operasi pemasangan ring jantung (PCI). Deskripsi Deskripsi Mario Palandeng seorang atlet profesional skateboard yang mengalami cedera lutut hingga harus dilakukan tindakan Operasi ACL, namun dengan semangatnya Mario mampu berjalan lagi setelah 2 hari pasca operasi. Tindakan apa yang dilakukan oleh dr. Evan, M. Kes, Sp. OT(K), FICS, AIFO-K untuk menangani kondisi yang di alami pasien? Simak kisahnya berikut ini. Deskripsi Deskripsi Alami nyeri pinggang akibat penyumbatan saluran kemih hingga pembengkakan ginjal. Berawal dari keluhan nyeri pinggang dan demam tinggi selama 2 hari, dr. Aris Hermawanto, MARS tidak menyangka dirinya mengalami penyumbatan di saluran kemih sampai menyebabkan kedua ginjalnya membengkak. Deskripsi Deskripsi Pak Ali mengalami patah tulang saat berlibur di Pangandaran, Jawa Barat dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan pertama untuk dilakukan operasi pemasangan pen. Namun terjadi infeksi setelah menjalani operasi. Apa yang Pak Ali lakukan untuk mendapatkan penanganan selanjutnya? Tindakan apa yang dilakukan oleh dr. Heppy Chandra Waskita, Sp. OT (K) Hip and Knee untuk menangani kondisi yang di alami pasien? Simak kisahnya berikut ini. Deskripsi Deskripsi Cedera meniskus adalah salah satu jenis cedera yang kerap terjadi pada atlet, terutama ketika berolahraga atau melakukan kegiatan yang banyak menggunakan lutut. Sebab, gerakan berlari, menendang, hingga melompat bisa memberi tekanan berlebih pada lutut. Tindakan apa yang dilakukan oleh dr. Evan, M. Kes, Sp. OT(K), FICS, AIFO-K untuk menangani kondisi yang di alami pasien? Simak kisahnya berikut ini. - Published: 2023-11-05 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/history/ - Translation Priorities: Optional Histori Transaksi Semua Transaksi Menunggu Pembayaran Pesanan Aktif Pesanan Selesai Dibatalkan Bayar di Rumah Sakit #87544 - Nurlina 2026-07-13 Primaya Hospital Makassar Produk Total General Check Up – Gold Rp 2. 899. 000 Bayar di Rumah Sakit #87543 - Abdullah 2026-07-13 Primaya Hospital Makassar Produk Total General Check Up – Gold Rp 2. 899. 000 Bayar di Rumah Sakit #87529 - Basaria Manalu 2026-07-10 Primaya Hospital Bekasi Barat Produk Total General Check Up – Gold Rp 2. 899. 000 Bayar di Rumah Sakit #87482 - Krisno 2026-07-07 Primaya Hospital Depok Produk Total General Check Up – Silver Rp 1. 299. 000 Bayar di Rumah Sakit #87388 - Stevanie Suryanto 2026-07-08 Primaya Hospital Kelapa Gading Produk Total PreMarital Check Up - Couple Rp 5. 399. 000 Load more - Published: 2023-10-10 - Modified: 2025-08-14 - URL: https://primayahospital.com/iframe-buat-janji/ - Translation Priorities: Optional Pilih Lokasi*Pilih Poli*Dokter*Pembayaran*Pilih PembayaranPribadiAsuransiPerusahaanBPJSTanggal Berobat* Tanggal Berobat*Jam Berobat*Nama Asuransi*Foto Kartu Asuransi *Nama Perusahaan*Foto Jaminan Perusahaan *No Kartu BPJS*No Surat Rujukan BPJS*Cek RujukanBerikutnyaNama Lengkap*Tanggal Lahir Pasien*Email*(Alur pendaftaran akan dijelaskan via email)No. Handphone*No. KTP*Apakah Anda*Pasien LamaPasien BaruPernyataan*Saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar dan lengkap *Buat AkunApakah Anda bersedia untuk dibuatkan akun primaya hospital? Password*Website URL*Konfirmasi Password*KembaliBuat Janji - Published: 2023-09-25 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/notification/ - Translation Priorities: Optional Notifikasi - Published: 2023-09-21 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/siaran-pers/ - Translation Priorities: Optional Siaran Pers Terbaru - Published: 2023-06-18 - Modified: 2023-06-18 - URL: https://primayahospital.com/akper/ Selamat Datangdi Akademi Keperawatan Primaya HospitalPendaftaran Akademi Keperawatan Primaya Akademi Keperawatan Primaya adalah institusi yang dibangun sebagai salah satu wujud komitmen Primaya Hospital Group untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien dan seluruh masyarakat, dengan mempersiapkan Perawat yang unggul mulai sejak dini. Tidak saja ketrampilan dan pengetahuan, namun juga pelayanan yang didasari oleh jiwa melayani yang tulus, yang akan ditanamkan sejak dini kepada semua peserta didik. Visi Menjadi panutan bagi institusi pendidikan kesehatan di Indonesia dalam mengembangkan ilmu keperawatan, mendidik, dan menghasilkan lulusan Perawat yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur. Misi Mendidik dan menghasilkan Perawat yang profesional dan penuh kepedulian pada pasien dan sesama. Fasilitas Kami Ruang belajar yang nyaman dilengkapi dengan sarana pendukung Ruang kelas nyaman, AC, dan akses internet di seluruh area kampus Laboratorium praktek keperawatan Dosen lulusan kampus unggulan Magang bersertikat di Primaya Hospital Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023/2024 Persyaratan Umum Calon pendaftar mahasiswa baru adalah lulusan pendidikan formal: lulusan SMA/MA/SMK Sederajat Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (parsial maupun total) Tinggi badan minimal laki-laki: 155cm, wanita: 150cm Kelengkapan Berkas Scan bukti pembayaran pendaftaran melalui bank atas nama Yayasan Prima Medika dengan nomor rekening :Bank Mandiri 136-00-0066625-2Scan PDF identitas diri: KTP, Akte Kelahiran, dan KKScan PDF ijazah dan transkrip nilaiFile JPG foto berwarna terbaruScan PDF Surat Keterangan Sehat Jasmani & Rohani dan surat tidak buta warna dari RS/Puskesmas Cara Pendaftaran Mengisi formulir website primayahospital. com/akperMelalui WhatsApp 0822-2048-1010Datang langsung ke Kampus Akademi Keperawatan Primaya Hospital SemarangDatang ke Primaya Hospital Semarang(pilih salah satu) Jadwal Pendaftaran Jalur Khusus : 1 Mei – 30 Juni 2023Potongan biaya SPA: Rp2. 000. 000Syarat:1. Rerata nilai rapor semester 4 dan 5> 7. 00 atau nilai ujian sekolah > 7. 002. Memenuhi syarat kesehatanJalur Beasiswa 1 Mei – 31 Agustus 2023Beasiswa Yayasan, KIPK. Jalur Reguler 1 Juli – 31 Agustus 2023Daftar → Tes Masuk → Pengumuman Biaya Pendidikan Hubungi Kami - Published: 2023-06-13 - Modified: 2024-03-14 - URL: https://primayahospital.com/en/why-choose-us/ About us Awards Gallery About us Here for youPrimaya Hospital Group is committed to delivering excellent service by prioritizing the quality of patient’s safety and security. Our hospitals have been accredited by Indonesian Commission on Accreditation of Hospitals (ACAHO/KARS), and two of our hospital have been internationally accredited by the Joint Commission International (JCI) since 2014. By 2023, Primaya Hospital Group manages 16 operating hospitals strategically located and spread across Indonesia, with 2000+ inpatient bed capacity, and supported by 3800+ medical professionals including 900+ specialists. Our hospitals are equipped with advanced medical technology such as CT Scan 128 with AI Tech, MRI 1,5 Tesla, Catheter lab with Coronary Angiography, Rotablator, Endovenous Laser Therapy. Our hospitals provide comprehensive healthcare services with 4 centers of excellence: mother and child center, heart and vascular center, trauma / orthopedic center, and cancer center. Primaya Hospital continues to develop several services such as urology center, brain and neuro center, eye center to be our next center of excellence. To fulfill patient’s needs, Primaya Hospital Group also offers other health services such as clinical laboratories, homecare, telemedicine, fertility clinic, and medical evacuation. In the future, Primaya Hospital Group will continue to grow in terms of quality and quantity. Awards Implementasi Integrasi Sistem Antrian Online dan Integrasi Sistem Klaim BPJS Kesehatan Penghargaan CSR BPJS Ketenagakerjaan Penghargaan BEST CEO 2022 Official Medical Partner Lavani Penghargaan BRI Life Top 15 Rumah Sakit Favorit Nasabah Penghargaan BRI Life Top 15 Rumah Sakit Favorit Nasabah Penghargaan Perta Life Provider Terbaik Penghargaan Perta Life Provider Terbaik Gallery Kamar Perawatan Kamar Perawatan Klinik Tumbuh Kembang Anak Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruang Monitoring MRI MRI Ruang Operasi Ruang Operasi Ambulance Ruang Hemodialisa Ruang Konsultasi Ruang Tunggu MCU Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center Fisioterapi Patient Experience Lihat Semua Play thumbnail mario palandeng Play Berawal dari Nyeri Dada - Testimoni Pasien Operasi Bypass Jantung (CABG) Play Pengalaman Pasien Kateterisasi Jantung Pemasangan Ring Jantung Play thumbnail hopyandi Previous Next Why Primaya Hospital? Possessing National (ICAHO/KARS) and International (JCI) Accreditations Primaya Hospital is committed to providing excellent services by prioritizing the quality of patient’s safety and security which reflects on the national accreditation of Primaya Hospital by Indonesian Commission on Accreditation of Hospital (ICAHO/KARS) and two of Primaya Hospital's hospitals internationally which have been internationally accredited by the Joint Commission International (JCI). Excellent Healthcare Services Primaya Hospital is capable in providing comprehensive healthcare services for the people of Indonesia as well as foreign citizens (foreigners). The payment method at Primaya Hospital ranges from a personal payment, company guarantees, insurance, to BPJS. Primaya Hospital provides services with good technology and quality in accordance with community needs, that is to provide health solutions for the community. Ease of Access To reach public’s health needs, Primaya Hospital Group is located in many strategic locations throughout several regions and major cities in Indonesia that makes it easily accessible so that the community's need for healthcare services can be sufficiently fulfilled. Complete Facilities Primaya Hospital has complete service facilities including Emergency, Radiology, Laboratory, and Pharmacy services that serve the community 24 hours a day. In addition, Primaya Hospital has a large parking area, patient education room, comfortable poly space, lactation room, play area at Children's Poly, ATM Center, Musholla, Wi-Fi for patients' families, canteens, and a comfortable lobby area. Primaya Hospital has excellent services for patients, namely Heart and Blood Vessel Services, Mother and Child Services, Trauma Services, and Oncology Services (Cancer. - Published: 2023-06-13 - Modified: 2024-03-14 - URL: https://primayahospital.com/mengapa-memilih-kami/ Tentang Kami Penghargaan Gallery Tentang Kami Hadir untuk andaPrimaya Hospital berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas yang mengutamakan mutu keselamatan dan keamanan pasien. Rumah Sakit kami telah terakreditasi secara nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dan dua dari rumah sakit kami mendapatkan akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI) sejak tahun 2014. Hingga tahun 2023, Grup Primaya Hospital telah menghadirkan 16 rumah sakit yang terletak strategis dan tersebar berbagai wilayah di Indonesia, dengan 2000+ tempat tidur rawat inap, dan didukung oleh 3800+ tenaga medis profesional berpengalaman termasuk 900+ dokter spesialis. Rumah Sakit Primaya Hospital dilengkapi dengan teknologi yang mumpuni seperti CT Scan 128 dengan AI Tech, MRI 1,5 Tesla, Cath lab dengan Coronary Angiography, Rotablator, Endovenous Laser Therapy. Primaya Hospital menyediakan pelayanan kesehatan yang komprehensif dengan 4 layanan unggulan yaitu pusat layanan ibu & anak, jantung dan pembuluh darah, trauma/ortopedi, dan kanker. Primaya Hospital terus mengembangkan beberapa layanan lainnya seperti layanan urologi, otak dan saraf, dan mata untuk kedepannya dapat menjadi layanan unggulan. Untuk memenuhi kebutuhan pasien, Grup Primaya Hospital juga menyediakan layanan kesehatan lainnya seperti laboratorium klinis, homecare, telemedicine, klinik fertilitas dan evakuasi medis. Kedepannya Grup Primaya Hospital akan terus bertumbuh baik secara kualitas maupun kuantitas. Penghargaan Implementasi Integrasi Sistem Antrian Online dan Integrasi Sistem Klaim BPJS Kesehatan Penghargaan CSR BPJS Ketenagakerjaan Penghargaan BEST CEO 2022 Official Medical Partner Lavani Penghargaan Perta Life Provider Terbaik Penghargaan Perta Life Provider Terbaik Penghargaan BRI Life Top 15 Rumah Sakit Favorit Nasabah Penghargaan BRI Life Top 15 Rumah Sakit Favorit Nasabah Gallery Kamar Perawatan Kamar Perawatan Klinik Tumbuh Kembang Anak Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruang Monitoring MRI MRI Ruang Operasi Ruang Operasi Ambulance Ruang Hemodialisa Ruang Konsultasi Ruang Tunggu MCU Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center Fisioterapi Patient Experience Lihat Semua Play thumbnail mario palandeng Play Berawal dari Nyeri Dada - Testimoni Pasien Operasi Bypass Jantung (CABG) Play Pengalaman Pasien Kateterisasi Jantung Pemasangan Ring Jantung Play thumbnail hopyandi Previous Next Mengapa Primaya Hospital? Terakreditasi Nasional (KARS) dan Internasional (JCI) Primaya Hospital memberikan pelayanan yang prima dengan mengutamakan mutu keselamatan dan keamanan pasien yang tercermin dengan telah terakreditasinya Primaya Hospital tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rumah sakit Primaya Hospital telah terakreditasi Internasional oleh Joint Commission International (JCI). Pelayanan Kesehatan yang Baik Primaya Hospital mampu memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA). Primaya Hospital melayani pasien dengan metode pembayaran pribadi serta jaminan perusahaan, asuransi, atau BPJS. Primaya Hospital memberikan pelayanan dengan teknologi dan mutu yang baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Primaya Hospital akan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Kemudahan Akses Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group tersebar di beberapa wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Fasilitas yang Lengkap Primaya Hospital memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya yaitu layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, Primaya Hospital memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi yang nyaman. Primaya Hospital memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah, Layanan Ibu dan Anak, Layanan Trauma, serta Layanan Onkologi (Kanker). - Published: 2023-04-27 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/laporan-tahunan/ - Translation Priorities: Optional Download Laporan Tahunan dan Keberlanjutan - Tahun Buku 2025 Download Laporan Tahunan dan Keberlanjutan - Tahun Buku 2024 Download Laporan Tahunan dan Keberlanjutan - Tahun Buku 2023 Download Laporan Tahunan dan Keberlanjutan - Tahun Buku 2022 - Published: 2023-04-27 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/annual-report/ - Translation Priorities: Optional Download the Annual & Sustainability Report for the Financial Year Ended 2025 Download the Annual & Sustainability Report for the Financial Year Ended 2024 Download the Annual & Sustainability Report for the Financial Year Ended 2023 Download the Annual & Sustainability Report for the Financial Year Ended 2022 - Published: 2023-04-19 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/jadwalku/ - Translation Priorities: Optional Jadwalku Buat Janji Belum ada jadwal yang terdaftar di sistem kami - Published: 2023-04-12 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/informasi-pemegang-saham/ - Translation Priorities: Optional RUPS Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2026 Pengumuman RUPS Tahunan - 2026 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2025 Pengumuman RUPS Tahunan - 2025 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan - 2024 Pengumuman RUPS Tahunan - 2024 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Surat Kuasa untuk Menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Pengumuman RUPS Tahunan dan Luar Biasa - 2023 Public Expose Materi Presentasi Public Expose - 2025 Materi Presentasi Public Expose - 2024 Materi Presentasi Public Expose - 2023 Rencana Penyelenggaraan Public Expose - 2023 Transaksi Afiliasi Transaksi Afiliasi Peningkatan Modal ABMC Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi Peningkatan Modal ABMC Laporan Kantor Jasa Penilai Publik - Transaksi Afiliasi Peningkatan Modal ABMC Presentasi Perusahaan Company Profile Primaya Hospital Group - Published: 2023-04-12 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/shareholder-information/ - Translation Priorities: Optional RUPS Invitation Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Power of Attorney to Attend The Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Rules for the Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2026 Materials Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Announcement of Annual General Meeting of Shareholders - 2026 Summary of the Minutes of the Annual General Meeting of Shareholders - 2025 Invitation Annual General Meeting of Shareholders - 2025 Power of Attorney to Attend The Annual General Meeting of Shareholders - 2025 Rules for the Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2025 Materials Annual General Meeting of Shareholders - 2025 Announcement of Annual General Meeting of Shareholders - 2025 Summary of the Minutes of the Annual General Meeting of Shareholders - 2024 Invitation Annual General Meeting of Shareholders - 2024 Power of Attorney to Attend The Annual General Meeting of Shareholders - 2024 Rules for the Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2024 Materials Annual General Meeting of Shareholders - 2024 Announcement of Annual General Meeting of Shareholders - 2024 Summary of the Minutes of the Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2023 Materials Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2023 Rules for the Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2023 Power of Attorney to Attend The Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2023 Invitation Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2023 Announcement of Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders - 2023 Public Expose Public Expose Presentation Material - 2025 Public Expose Presentation Material - 2024 Public Expose Presentation Material - 2023 Plan of Public Expose - 2023 Affiliate transactions ABMC Capital Increase Affiliate Transactions Disclosure of Information on ABMC Capital Increase Affiliate Transactions Public Appraisal Service Office Report - ABMC Capital Increase Affiliate Transactions Company Profile Company Profile Primaya Hospital Group - Published: 2023-04-10 - Modified: 2026-07-07 - URL: https://primayahospital.com/kalkulator-kehamilan-online/ - Translation Priorities: Optional Kalkulator Kehamilan Online Ketahui Usia Kehamilan dan Perkiraan Tanggal Melahirkan (Hari Perkiraan Lahir) Kalkulator Kehamilan Masukkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) untuk mengetahui perkiraan usia kehamilan, trimester, dan Hari Perkiraan Lahir (HPL). Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) Tanggal Bulan Tahun Lama Siklus Haid Rata-rata Boleh tidak diisi. Rentang umum 22–45 hari. Hitung Sekarang Selamat Bunda! Usia kehamilan Bunda saat ini adalah - dengan Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada - Trimester 1 - Trimester 2 - Trimester 3 - Perkembangan Janin - - - - - - Daftar Konsultasi Dokter Untuk mendapatkan informasi lengkap dan konsultasi terkait kehamilan, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Detail Perkiraan Kehamilan Perkiraan Pembuahan Perkiraan Usia Kehamilan Perkiraan Siap Dilahirkan Perkiraan Tanggal Kelahiran Trimester Pertama Trimester Kedua Trimester Ketiga Pengertian Kalkulator KehamilanKalkulator kehamilan adalah alat untuk membantu menghitung perkiraan tanggal kelahiran bayi berdasarkan hari pertama haid terakhir dan lama siklus menstruasi wanita sekaligus menjadi acuan terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin serta perubahan yang dialami ibu hamil. Alat dalam bentuk digital ini juga bisa digunakan untuk menghitung usia kehamilan dalam hitungan hari, minggu dan bulan. Kalkulator kehamilan umumnya tersedia sebagai program online yang dapat diakses di situs-situs kesehatan serta aplikasi di smartphone atau gawai lain. Keberadaan kalkulator ini penting karena bisa membantu para calon ibu beserta suami dan keluarga untuk mengetahui masa kehamilan dan perkiraan tanggal persalinan. Dengan begitu, calon ibu bisa mengatur persiapan menjelang kelahiran buah hati. Selain itu, ibu bisa lebih memahami perubahan pada tubuhnya guna memantau kondisi janin serta mendeteksi jika terjadi masalah yang membutuhkan tindakan medis segera. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists seperti dikutip dari Forbes, hanya 1 dari 20 orang yang melahirkan sesuai dengan hari perkiraan lahir, maka kalkulator kehamilan tidak dapat menggantikan fungsi dokter kandungan dalam memberikan prediksi hari perkiraan lahir dan memeriksa kesehatan calon ibu serta janin yang dikandung. Peran dokter sangat penting untuk memastikan secara akurat kesehatan ibu dan janin hingga perkiraan hari kelahirannya. Mekanisme Kerja Kalkulator Kehamilan Kalkulator kehamilan bermanfaat untuk menghitung usia kehamilan serta memperkirakan tanggal melahirkan. Berikut ini cara kerjanya. 1. Menghitung usia kehamilan berdasarkan siklus menstruasiGuna mengetahui usia kehamilan berdasarkan siklus menstruasi, perlu diketahui dulu tanggal awal menstruasi terakhir atau hari pertama haid terakhir (HPHT). Setelah itu, usia kehamilan bisa dihitung dengan rumus Naegele. Metode ini mengasumsikan ovulasi terjadi sekitar 14 hari setelah hari pertama siklus haid terakhir. Caranya:Tentukan HPHT (hari pertama haid terakhir)Tambahkan 7 hari ke tanggal tersebutKurangi 3 bulan dari bulan tersebutTambahkan 1 tahun jika hari perkiraan lahir melewati tahun berikutnyaMisalnya HPHT seorang Wanita adalah tanggal 5 bulan 10 tahun 2022 maka hari perkiraan lahir adalah tanggal 12 bulan 7 tahun 20232. Menggunakan tanggal perkiraan melahirkan untuk menghitung usia kehamilanUntuk menghitung usia kehamilan menggunakan taksiran hari persalinan (THP) atau hari perkiraan melahirkan atau EDD (estimated due date), caranya adalah:Kurangi tanggal EDD dengan tanggal hari iniHitung jumlah minggu di antara EDD dan tanggal hari ini, dibagi 7 hari Faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi kalkulator kehamilanTerdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tingkat keakuratan kalkulator kehamilan, seperti:Tanggal ovulasi (pelepasan sel telur yang matang dan siap dibuahi) tidak teraturTanggal awal siklus haid tidak teraturFaktor genetik, seperti usia ibu, kondisi kesehatan ibu, dan faktor genetik yang terkait dengan tumbuh-kembang janinKondisi atau penyakit yang dialami calon ibu, misalnya diabetes, hipertensi, dan kelainan kromosomKekeliruan memasukkan data ketika memakai kalkulator kehamilan Cara Menggunakan Kalkulator KehamilanPenggunaan kalkulator kehamilan terbilang sederhana karena tinggal memasukkan data yang sudah ada. Berikut ini langkah-langkahnya. Langkah-langkah menggunakan kalkulator kehamilan onlineBuka situs kalkulator kehamilan onlineMasukkan data yang diperlukan, seperti hari pertama haid terakhir yang mencakup tanggal, bulan, dan tahunIsi lama siklus haid rata-rataDari situ akan diketahui tanggal perkiraan pembuahan, usia janin, kapan siap dilahirkan, tanggal kelahiran, serta trimester pertama, kedua, dan ketiga. Cara menghitung usia kehamilan secara manualPenghitungan usia kehamilan secara manual dapat dilakukan dengan rumus Naegele berdasarkan siklus menstruasi seperti dijelaskan sebelumnya atau dengan melihat tanggal perkiraan melahirkan. Rumus NaegeleMisalnya saat ini adalah tanggal 24 April 2023 dan HPHT adalah 1 Januari 2023. Maka begini hitungannya:Tanggal 1 Januari ditambah 7 hari = 8Bulan Januari dikurangi 3 bulan = OktoberTahun tidak perlu ditambahkan karena dalam hari perkiraan lahir (EDD) masih dalam tahun yang sama, yaitu 8 Oktober 2023Bila saat ini tanggal 24 April 2023, berarti hitungan usia kehamilan adalah 4-5 bulan atau awal trimester kedua. Tanggal perkiraan melahirkan (EDD)Contoh cara menghitung usia kehamilan secara manual jika EDD adalah 15 Oktober 2023 dan saat ini adalah 24 April 2023:15 Oktober 2023 – 24 April 2023 = 174 hari174 : 7 = 24,86Jika dibulatkan, usia kehamilan adalah sekitar 25 minggu atau 5 bulan. Manfaat Kalkulator KehamilanTerdapat sejumlah manfaat kalkulator kehamilan yang praktis dan mudah digunakan, antara lain:1. Memantau perkembangan janinSelama masa kehamilan, janin terus berkembang dan butuh perawatan khusus. Dengan mengetahui usia kehamilan berdasarkan hitungan kalkulator kehamilan, calon ibu dan dokter bisa memantau tumbuh-kembang janin secara berkala dan melakukan tindakan segera bila muncul masalah. 2. Merencanakan pemeriksaan kehamilan dan... - Published: 2023-04-02 - Modified: 2026-04-29 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/laporan-keuangan/ - Translation Priorities: Optional, Optional Download Financial Report Q1 - 2026 Download Laporan Keuangan Tahunan - 2025 Download Financial Report Q3 - 2025 Download Financial Report Q2 - 2025 Download Financial Report Q1 - 2025 Download Laporan Keuangan Tahunan - 2024 Download Financial Report Q3 - 2024 Download Financial Report Q2 - 2024 Download Financial Report Q1 - 2024 Download Laporan Keuangan Tahunan - 2023 Download Laporan Keuangan Q3 - 2023 Download Laporan Keuangan Q2 - 2023 Download Laporan Keuangan Q1 - 2023 Download Laporan Keuangan Tahunan - 2022 - Published: 2023-04-02 - Modified: 2026-04-29 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/financial-statements/ - Translation Priorities: Optional, Optional Download Financial Report Q1 - 2026 Download Annual Financial Report - 2025 Download Financial Report Q3 - 2025 Download Financial Report Q2 - 2025 Download Financial Report Q1 - 2025 Download Annual Financial Report - 2024 Download Financial Report Q3 - 2024 Download Financial Report Q2 - 2024 Download Financial Report Q1 - 2024 Download Annual Financial Report - 2023 Download Financial Report Q3 - 2023 Download Financial Report Q2 - 2023 Download Financial Report Q1 - 2023 Download Annual Financial Report - 2022 - Published: 2023-03-06 - Modified: 2023-03-07 - URL: https://primayahospital.com/hpi/ Skrining Kesehatan Wanita Pilihan Tepat untuk Wanita Hebat Beli Sekarang KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukupBerpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website primayahospital. com/mcuKami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mailDatang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menjalani skrining Covid-19 di pintu masuk Rumah Sakit. Jika lolos skrining, pasien dapat masuk ke area MCU Rumah Sakit sesuai petunjuk petugas security. Kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan paket medical check up yang dipilih. Jika tidak lolos skrining pasien akan diarahkan ke Fever Clinic dan semua pemeriksaan akan dilakukan di Fever Clinic WOMEN'S HEALTH CHECK UP Direkomendasikan untuk wanita yang ingin mengetahui kondisi tubuh dan kesehatan organ vital wanita khususnya payudara dan skrining kanker mulut rahim. Rp. 879,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis KandunganPap Smear Rp. 1,059,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumUSG Mammae Rp. 3,319,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis Kandungan, konsul ke 2Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumCA 125Pap SmearUSG AbdomenUSG Mammae Rp. 6,299,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis Kandungan, konsul ke 2Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumHematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)HbA1CAST/SGOTALT/SGPTGamma GT (GGT)Kreatinin + eGFRUreumAsam uratFosfatase Alkali (ALP)Bilirubin Total/Direk/IndirekKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaAnti HBsAnti HCVHBsAgCA 125Pap SmearUSG AbdomenThorax PAEKGUSG Mammae Formulir Pendaftaran Medical Check Up - Published: 2023-02-16 - Modified: 2023-03-22 - URL: https://primayahospital.com/mcu-bca/ Promo Medical Check Up - Bank BCA Program Harga Spesial hanya berlaku untuk transaksi dengan QRIS di myBCA/ BCA mobile/ Sakuku, Debit BCA atau Kartu Kredit BCA KLIK DISINI untuk mengetahui Syarat dan ketentuan Medical Check Up Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui https://primayahospital. com/mcu-bca/ namun payment dapat dilakukan di Rumah SakitPendaftaran dilakukan maksimal H-3 sebelum waktu pelaksanaan MCUProgram Harga Spesial hanya berlaku untuk transaksi Kartu Kredit BCA, Kartu Debit BCA dan QRIS BCA (Sakuku, BCA Mobile, MyBca)Berlaku di seluruh jaringan Primaya HospitalWaktu pengambilan sample/pemeriksaan akan diinformasikan melalui telepon atau WhatsApp oleh team RS setelah pasien mendaftar melalui www. primayahospital. com. Waktu pemeriksaan disesuaikan dengan jam operational RS yang dipilih. Periode kerjasama dan program berlaku 1 Februari – 31 Desember 2023 Women Health Screening Rp. 499,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumKonsultasi Dokter SpesialisPap Smear Rp. 659,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumKonsultasi Dokter SpesialisUSG Mammae Rp. 1,399,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumKonsultasi Dokter SpesialisUSG MammaeCA 15-3Hematologi Lengkap Cardiovascular & Internal Exam Rp. 279,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumThorax PAEKGMakan Rp. 1,179,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumGlukosa Darah (Puasa)Kolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaThorax PATreadmill TestEKG Rp. 1,779,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter SpesialisGlukosa Darah (Puasa)Kolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaTreadmill TestEKGEchokardiografi Rp. 5,509,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumKonsultasi Dokter SpesialisHematologi LengkapHbA1CKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaUreumKreatinin + eGFRTreadmill TestEKGCT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium ScoringEchokardiografiMakan Rp. 6,139,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter SpesialisHematologi LengkapGlukosa Darah (Puasa)Kolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaUreumKreatinin + eGFRAlbuminTroponin TNT Pro BNPUrine LengkapTreadmill TestEKGCT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring Rp. 639,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumKonsultasi Dokter SpesialisHematologi LengkapLaju Endap Darah (LED)AST/SGOTALT/SGPTUreumKreatinin + eGFRUrine Lengkap Pre-Study Program Rp. 469,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumHematologi LengkapUrine LengkapThorax PAEKG Rp. 629,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumAnti HIVThorax PA Rp. 879,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumGolongan Darah (ABO)Anti HIVHBsAgVDRLEKG Rp. 1,049,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumUrine LengkapAnti HIVHBsAgVDRLThorax PAEKG Rp. 1,289,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumHematologi LengkapGolongan Darah (ABO)Urine LengkapAnti HIVHBsAgVDRLALT/SGPTThorax PAEKG Rp. 1,639,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumHematologi LengkapGolongan Darah (ABO)Anti HIVHBsAgAnti HCVVDRLThorax PAEKG Rp. 2,199,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter UmumHematologi LengkapGolongan Darah (ABO)Urine LengkapPaket Drug TestAnti HIVHBsAgAnti HCVVDRLMalariaThorax PAEKGAudiometri Formulir Pendaftaran Medical Check Up - Published: 2023-02-07 - Modified: 2023-02-07 - URL: https://primayahospital.com/mcu-assistant-result/ Rekomendasi untuk Anda Berdasarkan profil risiko, riwayat keluarga, dan kondisi saat ini, kami merekomendasikan paket pemeriksaan kesehatan berikut ini. Kami sarankan Anda untuk mengambil paket ini, bersama dengan beberapa pemeriksaan lanjutan lainnya Perbandingan Isi Paket Business Email*Paket MCU*Lihat isi paketAddonKirim - Published: 2023-02-07 - Modified: 2023-11-19 - URL: https://primayahospital.com/mcu-assistant/ Pilih Paket Medical Check Up yang Tepat Pilih Rumah Sakit*Select HospitalFMC Hospital (Bogor)FMC Hospital (Bogor)Primaya Evasari HospitalPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital East BekasiPrimaya Hospital HertasningPrimaya Hospital Hertasning (Makassar)Primaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Kelapa GadingPrimaya Hospital Kelapa GadingPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital North BekasiPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital West BekasiPrimaya Rajawali Hospital (Bandung)Primaya Rajawali Hospital (Bandung)UKRIDA Hospital (Jakarta Barat)UKRIDA Hospital (Jakarta Barat)Pilih Jenis Kelamin*Silahkan pilihPriaWanitaUsia*Pilih Tujuan PemeriksaanCalon Pelajar ke Luar Negeri – ChinaCalon Pelajar ke Luar Negeri – JapanCalon Pelajar ke Luar Negeri – MalaysiaCalon Pelajar ke Luar Negeri – USACalon Pelajar Sekolah Asrama (Boarding School)Calon Pelajar Sekolah Kedinasan (Institusi Pemerintahan)Pemeriksaan Kesehatan Karyawan TahunanPemeriksaan Kesehatan Pra NikahPemeriksaan Kesehatan Pra-KaryawanPemeriksaan Kesehatan PriaPemeriksaan Kesehatan UmumPemeriksaan Kesehatan WanitaPerjalanan Haji dan UmrohPerjalanan Wisata (Domestik dan International)Skrining JantungSkrining KankerSkrining StrokePilih Bagian TubuhPilih Gejala/Keluhan yang Anda RasakanEmail*Kirim - Published: 2023-01-25 - Modified: 2025-08-28 - URL: https://primayahospital.com/en/pha/ - Translation Priorities: Optional Primaya Health Assistance adalah layanan untuk pasien yang ingin melakukan tindakan operasi elektif untuk mendapatkan layanan dan rekomendasi dokter terbaik dari rumah sakit sesuai kebutuhan dan budget pasien. Primaya Health Assistance Primaya Hospital sangat peduli dengan kesehatan dan kenyamanan Anda. Oleh karena itu, kami menyediakan beragam bantuan untuk mempermudah Anda dalam menemukan solusi kesehatan yang tepat. Rekomendasi dokter dan rumah sakit: Kami memiliki tim ahli yang akan membantu Anda menemukan dokter spesialis yang sesuai dan rumah sakit terbaik dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Konsultasi gratis: Kami menyediakan layanan konsultasi gratis yang akan membantu Anda menghitung estimasi biaya pengobatan dan mengatur jadwal konsultasi dan tindakan dengan dokter. Penjemputan pasien: Kami menyediakan layanan penjemputan pasien di rumah, bandara, dan stasiun kereta untuk kenyamanan Anda. Prioritas Dukungan: Kami selalu siap untuk membantu Anda kapan saja Anda membutuhkan. Anda dapat menghubungi kami melalui telepon, email, atau whatsApp. Informasi Medis: Kami juga memberikan Informasi Medis yang up to date dan dapat dipercayai untuk memudahkan anda dalam mengetahui informasi kesehatanNikmati kemudahan dan kenyamanan dengan bantuan kami. Hubungi kami sekarang dan rasakan perbedaan dalam menemukan solusi kesehatan yang tepat. Butuh Rekomendasi Dokter Terbaik, Rumah Sakit dan Perkiraan Biaya Operasi? Tunggu Apalagi, Hubungi PIC Kami untuk Konsultasi Gratis terkait Tindakan/Operasi Elektif Anda Contact Center Formulir Layanan Unggulan Jantung dan Pembuluh Darah Ibu dan Anak Onkologi Ortopedi Gastroentero Hepatologi Urologi Kecantikan Mata Stroke Pertanyaan yang Sering Ditanyakan 1. Apa itu Primaya Health Assistance? Primaya Health Assistance adalah layanan yang ditujukan bagi pasien yang ingin melakukan operasi elektif dan ingin mendapatkan layanan terbaik dari dokter dan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan dan budget pasien. 2. Apa saja layanan yang disediakan oleh Primaya Hospital? Primaya Hospital menyediakan beragam bantuan, seperti rekomendasi dokter dan rumah sakit, konsultasi gratis, penjemputan pasien, prioritas dukungan, dan informasi medis yang dapat dipercayai. 3. Apa manfaat dari menggunakan layanan Primaya Health Assistance? Dengan menggunakan layanan Primaya Health Assistance, pasien dapat memperoleh kemudahan dan kenyamanan dalam menemukan solusi kesehatan yang tepat, termasuk pemilihan dokter dan rumah sakit, estimasi biaya pengobatan, serta penjemputan pasien di rumah, bandara, dan stasiun kereta. 4. Bagaimana cara menghubungi Primaya Hospital? Untuk menghubungi Primaya Hospital, pasien dapat menghubungi melalui whatsapp atau formulir pendaftaran pada halaman ini. 5. Apa itu operasi elektif? Operasi elektif adalah operasi yang direncanakan sebelumnya dan tidak memerlukan tindakan darurat. 6. Apakah Primaya Health Assistance tersedia di seluruh Indonesia? Primaya Health Assistance tersedia di beberapa kota di Indonesia. Namun, untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami. 7. Bagaimana cara memperoleh rekomendasi dokter dan rumah sakit dari Primaya Health Assistance? Pasien dapat menghubungi Primaya Health Assistance untuk memperoleh rekomendasi dokter dan rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan dan budget pasien. 8. Apakah konsultasi gratis dari Primaya Health Assistance hanya tersedia untuk pasien yang ingin melakukan operasi elektif? Konsultasi gratis dari Primaya Health Assistance tidak hanya tersedia untuk pasien yang ingin melakukan operasi elektif. Konsultasi juga tersedia untuk pasien yang membutuhkan informasi medis lainnya. 9. Apakah layanan penjemputan pasien dari Primaya Health Assistance tersedia 24 jam? Layanan penjemputan pasien dari Primaya Health Assistance tersedia 24 jam, tergantung dari kesediaan dan kesepakatan dengan pihak rumah sakit. 10. Apakah Primaya Hospital hanya melayani operasi elektif? Tidak, Primaya Hospital juga melayani tindakan medis lainnya, seperti konsultasi dokter, rawat inap, dan pemeriksaan medis lainnya. 11. Apakah informasi medis yang diberikan oleh Primaya Health Assistance terpercaya? Informasi medis yang diberikan oleh Primaya Health Assistance berasal dari sumber yang terpercaya dan diupdate secara berkala. 12. Bagaimana cara memesan layanan Primaya Health Assistance? Pasien dapat memesan layanan Primaya Health Assistance melalui whatsapp PIC yang tertera pada halaman website ini. Primaya Health Assistance - Estimasi Biaya Pengobatan dan Rekomendasi Dokter TerbaikSelamat datang di Primaya Health Assistance, layanan kesehatan online terbaik yang membantu Anda menemukan solusi kesehatan yang tepat untuk kebutuhan Anda. Dapatkan rekomendasi dokter spesialis dan rumah sakit terdekat dengan fasilitas terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. (lebih... ) - Published: 2023-01-25 - Modified: 2025-08-28 - URL: https://primayahospital.com/pha/ - Translation Priorities: Optional, Optional Primaya Health Assistance adalah layanan untuk pasien yang ingin melakukan tindakan operasi elektif untuk mendapatkan layanan dan rekomendasi dokter terbaik dari rumah sakit sesuai kebutuhan dan budget pasien. Primaya Health Assistance Primaya Hospital sangat peduli dengan kesehatan dan kenyamanan Anda. Oleh karena itu, kami menyediakan beragam bantuan untuk mempermudah Anda dalam menemukan solusi kesehatan yang tepat. Rekomendasi dokter dan rumah sakit: Kami memiliki tim ahli yang akan membantu Anda menemukan dokter spesialis yang sesuai dan rumah sakit terbaik dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Konsultasi gratis: Kami menyediakan layanan konsultasi gratis yang akan membantu Anda menghitung estimasi biaya pengobatan dan mengatur jadwal konsultasi dan tindakan dengan dokter. Penjemputan pasien: Kami menyediakan layanan penjemputan pasien di rumah, bandara, dan stasiun kereta untuk kenyamanan Anda. Prioritas Dukungan: Kami selalu siap untuk membantu Anda kapan saja Anda membutuhkan. Anda dapat menghubungi kami melalui telepon, email, atau whatsApp. Informasi Medis: Kami juga memberikan Informasi Medis yang up to date dan dapat dipercayai untuk memudahkan anda dalam mengetahui informasi kesehatanNikmati kemudahan dan kenyamanan dengan bantuan kami. Hubungi kami sekarang dan rasakan perbedaan dalam menemukan solusi kesehatan yang tepat. Butuh Rekomendasi Dokter Terbaik, Rumah Sakit dan Perkiraan Biaya Operasi? Tunggu Apalagi, Hubungi PIC Kami untuk Konsultasi Gratis terkait Tindakan/Operasi Elektif Anda Contact Center Formulir Layanan Unggulan Jantung dan Pembuluh Darah Ibu dan Anak Onkologi Ortopedi Gastroentero Hepatologi Urologi Kecantikan Mata Stroke Pertanyaan yang Sering Ditanyakan 1. Apa itu Primaya Health Assistance? Primaya Health Assistance adalah layanan yang ditujukan bagi pasien yang ingin melakukan operasi elektif dan ingin mendapatkan layanan terbaik dari dokter dan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan dan budget pasien. 2. Apa saja layanan yang disediakan oleh Primaya Hospital? Primaya Hospital menyediakan beragam bantuan, seperti rekomendasi dokter dan rumah sakit, konsultasi gratis, penjemputan pasien, prioritas dukungan, dan informasi medis yang dapat dipercayai. 3. Apa manfaat dari menggunakan layanan Primaya Health Assistance? Dengan menggunakan layanan Primaya Health Assistance, pasien dapat memperoleh kemudahan dan kenyamanan dalam menemukan solusi kesehatan yang tepat, termasuk pemilihan dokter dan rumah sakit, estimasi biaya pengobatan, serta penjemputan pasien di rumah, bandara, dan stasiun kereta. 4. Bagaimana cara menghubungi Primaya Hospital? Untuk menghubungi Primaya Hospital, pasien dapat menghubungi melalui whatsapp atau formulir pendaftaran pada halaman ini. 5. Apa itu operasi elektif? Operasi elektif adalah operasi yang direncanakan sebelumnya dan tidak memerlukan tindakan darurat. 6. Apakah Primaya Health Assistance tersedia di seluruh Indonesia? Primaya Health Assistance tersedia di beberapa kota di Indonesia. Namun, untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami. 7. Bagaimana cara memperoleh rekomendasi dokter dan rumah sakit dari Primaya Health Assistance? Pasien dapat menghubungi Primaya Health Assistance untuk memperoleh rekomendasi dokter dan rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan dan budget pasien. 8. Apakah konsultasi gratis dari Primaya Health Assistance hanya tersedia untuk pasien yang ingin melakukan operasi elektif? Konsultasi gratis dari Primaya Health Assistance tidak hanya tersedia untuk pasien yang ingin melakukan operasi elektif. Konsultasi juga tersedia untuk pasien yang membutuhkan informasi medis lainnya. 9. Apakah layanan penjemputan pasien dari Primaya Health Assistance tersedia 24 jam? Layanan penjemputan pasien dari Primaya Health Assistance tersedia 24 jam, tergantung dari kesediaan dan kesepakatan dengan pihak rumah sakit. 10. Apakah Primaya Hospital hanya melayani operasi elektif? Tidak, Primaya Hospital juga melayani tindakan medis lainnya, seperti konsultasi dokter, rawat inap, dan pemeriksaan medis lainnya. 11. Apakah informasi medis yang diberikan oleh Primaya Health Assistance terpercaya? Informasi medis yang diberikan oleh Primaya Health Assistance berasal dari sumber yang terpercaya dan diupdate secara berkala. 12. Bagaimana cara memesan layanan Primaya Health Assistance? Pasien dapat memesan layanan Primaya Health Assistance melalui whatsapp PIC yang tertera pada halaman website ini. Primaya Health Assistance - Estimasi Biaya Pengobatan dan Rekomendasi Dokter TerbaikSelamat datang di Primaya Health Assistance, layanan kesehatan online terbaik yang membantu Anda menemukan solusi kesehatan yang tepat untuk kebutuhan Anda. Dapatkan rekomendasi dokter spesialis dan rumah sakit terdekat dengan fasilitas terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. (lebih... ) - Published: 2023-01-24 - Modified: 2024-08-21 - URL: https://primayahospital.com/hari-gizi/ - Translation Priorities: Optional Paket Hari Gizi KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukupBerpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui websiteKami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mailDatang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. - Published: 2023-01-11 - Modified: 2023-01-11 - URL: https://primayahospital.com/kanker-anak/ Deteksi Dini Kanker Anak Ayah dan Bunda, waspadai kanker yang dapat terjadi pada buah hati. KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukup Berpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website Kami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mail Datang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menjalani skrining Covid-19 di pintu masuk Rumah Sakit. Jika lolos skrining, pasien dapat masuk ke area MCU Rumah Sakit sesuai petunjuk petugas security. Kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan paket medical check up yang dipilih. Jika tidak lolos skrining pasien akan diarahkan ke Fever Clinic dan semua pemeriksaan akan dilakukan di Fever Clinic - Published: 2022-12-12 - Modified: 2022-12-12 - URL: https://primayahospital.com/hariibu/sukses/ Terima kasih telah melakukan pendaftaran medical check up. Silahkan cek email Anda untuk informasi lebih lanjut. BUAT PENDAFTARAN BARU - Published: 2022-12-08 - Modified: 2022-12-12 - URL: https://primayahospital.com/hariibu/ Skrining Kesehatan Wanita Pilihan Tepat untuk Wanita Hebat Beli Sekarang KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukupBerpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website primayahospital. com/mcuKami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mailDatang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menjalani skrining Covid-19 di pintu masuk Rumah Sakit. Jika lolos skrining, pasien dapat masuk ke area MCU Rumah Sakit sesuai petunjuk petugas security. Kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan paket medical check up yang dipilih. Jika tidak lolos skrining pasien akan diarahkan ke Fever Clinic dan semua pemeriksaan akan dilakukan di Fever Clinic WOMEN'S HEALTH CHECK UP Direkomendasikan untuk wanita yang ingin mengetahui kondisi tubuh dan kesehatan organ vital wanita khususnya payudara dan skrining kanker mulut rahim. Rp. 3,319,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis Kandungan, konsul ke 2Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumCA 125Pap SmearUSG AbdomenUSG Mammae Rp. 6,299,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis Kandungan, konsul ke 2Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumHematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)HbA1CAST/SGOTALT/SGPTGamma GT (GGT)Kreatinin + eGFRUreumAsam uratFosfatase Alkali (ALP)Bilirubin Total/Direk/IndirekKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaAnti HBsAnti HCVHBsAgCA 125Pap SmearUSG AbdomenThorax PAEKGUSG Mammae Rp. 1,059,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumUSG Mammae Rp. 879,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis KandunganPap Smear Formulir Pendaftaran Medical Check Up - Published: 2022-12-08 - Modified: 2022-12-15 - URL: https://primayahospital.com/holiday-season/ Pendaftaran Medical Check Up Beli Sekarang KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukupBerpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website primayahospital. com/mcuKami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mailDatang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menjalani skrining Covid-19 di pintu masuk Rumah Sakit. Jika lolos skrining, pasien dapat masuk ke area MCU Rumah Sakit sesuai petunjuk petugas security. Kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan paket medical check up yang dipilih. Jika tidak lolos skrining pasien akan diarahkan ke Fever Clinic dan semua pemeriksaan akan dilakukan di Fever Clinic TRAVELLER'S SCREENING Selain tiket transportasi dan penginapan, saat ini ada baiknya menyiapkan kondisi yang prima sebelum melakukan perjalanan. Traveller's Screening cocok untuk Anda yang ingin melakukan perjalanan ibadah maupun berlibur. Pilih paket sesuai kebutuhan Anda berikut ini : Rp. 1,939,000 Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik) Hematologi Lengkap Urine Lengkap Glukosa Darah (Puasa) Golongan Darah (ABO) AST/SGOT ALT/SGPT Kreatinin + eGFR Ureum Asam urat Kolesterol Total Kolesterol HDL Kolesterol LDL Trigliserida Thorax PA EKG Vaksin Influenza Beli Sekarang Rp. 359,000 Detail Paket Konsultasi Dokter UmumInject Multivitamin Beli Sekarang Rp. 1,639,000 Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)Golongan Darah (ABO)AST/SGOTALT/SGPTKreatinin + eGFRUreumAsam uratKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaThorax PAEKG Beli Sekarang Formulir Pendaftaran Medical Check Up - Published: 2022-11-07 - Modified: 2026-04-26 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/ikhtisar/ - Translation Priorities: Optional Ikhtisar PerusahaanPrimaya Hospital merupakan grup rumah sakit swasta di Indonesia dengan berbagai pelayanan komprehensif yang menargetkan segmen kelas menengah ke atas. Primaya Hospital pertama dibangun di Tangerang pada tahun 2006, oleh Profesor Yos Effendi Susanto, seorang pakar manajemen rumah sakit dan kesehatan masyarakat yang telah berpengalaman membangun dan mengembangkan berbagai rumah sakit di Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Berawal dari 1 rumah sakit dengan 100 tempat tidur, Primaya Hospital terus bertumbuh. Hingga di tahun 2025, Primaya Hospital Group telah menghadirkan 20 jaringan rumah sakit dengan lebih dari 3. 000 tempat tidur. Seluruh jaringan rumah sakit tersebut terletak strategis dan tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Primaya Hospital mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada November 2022, sebagai PT Famon Awal Bros Sedaya TBK dengan kode PRAY. Primaya Hospital menawarkan berbagai center of excellence diantaranya pusat layanan ibu dan anak, pusat layanan jantung dan pembuluh darah, pusat layanan trauma, pusat layanan kanker, pusat layanan urologi, brain and neurocenter, pusat layanan mata, dan sports clinic and orthopaedic center. Seluruh layanan kesehatan tersebut didukung oleh lebih dari 1. 100 dokter spesialis (baik purna waktu maupun paruh waktu dan termasuk dokter gigi spesialis), dan 2. 800 perawat dan bidan, serta lebih dari 800 tenaga penunjang medis lainnya. Selain itu, Primaya Hospital juga menawarkan layanan kesehatan lainnya yaitu laboratorium klinis, homecare, dan medical evacuation serta berbagai layanan kesehatan lainnya. Dalam rangka ekspansi kegiatan usaha, Perseroan berencana untuk melakukan pendirian rumah sakit baru dan/atau akuisisi rumah sakit, klinik, atau layanan kesehatan lainnya yang berpotensi baik dan dapat menciptakan sinergi dengan kegiatan usaha dan strategi Primaya Hospital saat ini. Primaya Hospital memiliki visi yaitu menjadi jaringan pelayanan kesehatan atau rumah sakit terkemuka yang berstandar internasional. Selanjutnya, untuk mencapai visi tersebut, Primaya Hospital memiliki misi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan penuh kepedulian. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Primaya Hospital berpegang teguh pada nilai-nilai Perusahaan yang diimplementasikan pada seluruh pemangku kepentingan, sebagai berikut. Profesional : Berkomitmen untuk bekerja sesuai dengan kemampuan terbaik di bidangnya, penuh tanggung jawab, dan sesuai etika profesi pekerjaan. Rapi : Senantiasa melakukan pekerjaan secara sistematis, teratur, bersih, tuntas, dan menyenangkan. Ibadah : Menghargai perbedaan latar belakang setiap individu, berpikir positif, dan semangat dalam bekerja. Mendengarkan : Berusaha memahami dan menghargai pendapat orang lain. Proses saling mendengar akan membangun komunikasi yang efektif. Asertif : Mampu berkomunikasi yang baik dan jujur. Primaya Hospital telah memperoleh akreditasi tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (“KARS”) dan akreditasi internasional atas dua rumah sakit oleh Joint Commission International (“JCI”). PT FAMON AWAL BROS SEDAYA Tbk. Kantor Pusat:Graha Cempaka Mas Blok D/5-6, Jl. Let. Jend. Suprapto, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta 10640Tel. (+62 21) 4290 0203/04,Fax. (+62 21) 428 70578Email: sekretaris. corp@primayahospital. com - Published: 2022-11-07 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/profil-kepemimpinan/ - Translation Priorities: Optional DEWAN KOMISARIS Prof. Yos Effendi SusantoKomisaris UtamaSetya Handojo SinggihKomisaris Independen DIREKSI Ir. Arfan Awaloedidn, MARSDirektur UtamaLeona A. KarnaliDirektur dan CEOYoshen DanunDirektur KOMITE REMUNERASI & NOMINASI Setya Handojo SinggihKetuaProf. Yos Effendi SusantoAnggota KOMITE AUDIT Setya Handojo SinggihKetuaAisyah JulianaAnggotaArief MuharsyahbanaAnggota - Published: 2022-11-07 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/prospektus/ - Translation Priorities: Optional Download Prospektus Awal - 2022 - Published: 2022-11-07 - Modified: 2026-04-12 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/overview/ - Translation Priorities: Optional Company OverviewPrimaya Hospital is a private hospital group in Indonesia, providing comprehensive services that target the middle to upper-class segments. Primaya Hospital was first established in Tangerang in 2006 by Professor Yos Effendi Susanto, an expert in hospital management and public health with over 40 years of experience building and developing various hospitals in Indonesia. Starting from a single hospital with 100 beds, Primaya Hospital has continued to grow. By 2025, Primaya Hospital Group has established a network of 20 hospitals with over 3. 000 beds, strategically located and spread across the islands of Java, Sumatra, Kalimantan, and Sulawesi. Primaya Hospital was listed on the Indonesia Stock Exchange in November 2022 as PT Famon Awal Bros Sedaya TBK under the code PRAY. Primaya Hospital offers various centers of excellence, including a mother and child center, heart and vascular center, trauma center, cancer center, urology center, brain and neurocenter, eye center, and sports clinic and orthopedic center. These healthcare services are supported by over 1. 100 specialist doctors (both full-time and part-time, including dental specialists), 2,800 nurses and midwives, and over 800 medical support staff. In addition, Primaya Hospital also offers other health services such as clinical laboratories, homecare, and medical evacuation as well as various other healthcare services. In order to expand its business activities, the Company plans to establish new hospitals and/or acquire hospitals, clinics, or other health services with good potential and that can create synergy with Primaya Hospital’s current business activities and strategies. Primaya Hospital's vision is to become a leading healthcare network or hospital that adheres to international standards. To achieve this vision, Primaya Hospital has a mission to provide professional healthcare services with compassion. In carrying out its business activities, Primaya Hospital adheres to the Company's values, which are implemented across all stakeholders, as follows:Professional: Committed to work in accordance with the best abilities in their field, full of responsibility and in accordance with the ethics of the work profession. Orderly: Always carrying out work systematically, regularly, cleanly, thoroughly and pleasantly. Service: Appreciating individual religion differences, thinking positively and enthusiastically at work. Listening: Trying to understand and respect the opinions of others, the process of listening to each other will build effective communication. Assertive: Possessing the ability to communicate well and honestly. Primaya Hospital has obtained national accreditation from the Hospital Accreditation Commission ("KARS") and international accreditation for two hospitals from Joint Commission International ("JCI"). PT FAMON AWAL BROS SEDAYA Tbk. Head Office:Graha Cempaka Mas Blok D/5-6, Jl. Let. Jend. Suprapto, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta 10640Tel. (+62 21) 4290 0203/04,Fax. (+62 21) 428 70578Email: sekretaris. corp@primayahospital. com - Published: 2022-11-07 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/prospektus/ - Translation Priorities: Optional Download Prospektus Awal - 2022 - Published: 2022-11-07 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/leadership-profile/ - Translation Priorities: Optional DEWAN KOMISARIS Prof. Yos Effendi SusantoKomisaris UtamaSetya Handojo SinggihKomisaris Independen DIREKSI Ir. Arfan Awaloedidn, MARSDirektur UtamaLeona A. KarnaliDirektur dan CEOYoshen DanunDirektur KOMITE REMUNERASI & NOMINASI Setya Handojo SinggihKetuaProf. Yos Effendi SusantoAnggota KOMITE AUDIT Setya Handojo SinggihKetuaAisyah JulianaAnggotaArief MuharsyahbanaAnggota - Published: 2022-11-01 - Modified: 2022-11-03 - URL: https://primayahospital.com/privasi/ Privasi Anda sangat penting bagi kami. Kebijakan privasi ini (“Kebijakan Privasi”) menjelaskan bagaimana kami menangani dan mengamankan informasi pribadi yang Anda berikan kepada kami melalui Platform kami. Dengan menggunakan Platform kami, Anda setuju untuk terikat dengan ketentuan-ketentuan dalam Kebijakan Privasi ini. Kebijakan Privasi ini merupakan bagian dari Syarat dan Ketentuan kami. Harap diperhatikan bahwa istilah-istilah yang didefinisikan dan digunakan dalam Syarat dan Ketentuan kami diadopsi di sini, kecuali dinyatakan lain dalam Kebijakan Privasi ini. Semua referensi untuk “Anda” dalam Kebijakan Privasi ini merujuk ke Pelanggan dan Primaya Hospital (sebagaimana berlaku). 1. INFORMASI ANDAInformasi yang dikumpulkan saat Anda menggunakan Platform, menerima atau menyediakan Layanan, meliputi:A. Informasi Pribadi AndaInformasi pribadi Anda meliputi nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, dan alamat email yang Anda berikan saat mendaftar di Platform kami. Informasi ini juga mencakup informasi pengidentifikasi pribadi lainnya yang Anda tambahkan ke akun, seperti biografi. B. Informasi Kesehatan Pribadi PelangganInformasi kesehatan pribadi Pelanggan meliputi jenis kelamin, kondisi kesehatan yang diketahui, pengobatan, alergi, vaksinasi, riwayat medis, target kesehatan, entri jurnal kesehatan, sekaligus resep, laporan, dan berkas medis yang diunggah oleh Pelanggan dari waktu ke waktu di Platform. C. Informasi Bisnis dari Penyedia LayananPrimaya Hospital akan memberikan informasi profil masing-masing cabang sekaligus layanan kesehatan yang ditawarkan melalui Platform. Primaya Hospital juga akan memberikan preferensi metode pembayaran dan alamat penagihan kami untuk pembayaran terkait Layanan yang kami sediakan. Primaya Hospital dapat menyimpan detail kartu kredit atau informasi mengenai metode pembayaran lainnya. D. Data OperasiUntuk meningkatkan pengalaman penggunaan Platform Anda, Primaya Hospital menggunakan cookie, log server, dan mekanisme serupa lainnya untuk mengaktifkan fungsi-fungsi tertentu, meningkatkan layanan, memantau penggunaan layanan, dan untuk tujuan pemasaran di dalam dan luar Platform. Mekanisme ini digunakan untuk menyimpan preferensi pengguna, mempertahankan pengaturan sesi, membantu otentikasi otomatis untuk layanan yang sering digunakan jika dibutuhkan oleh pengaturan Anda, dan mengaktifkan persyaratan fungsional serupa lainnya. Anda dapat menggunakan pengaturan peramban untuk menonaktifkan cookie saat menggunakan layanan web kami. Namun, hal ini dapat menyebabkan beberapa fitur dan layanan Primaya Hospital tidak berfungsi dengan baik. Mitra-mitra pihak ketiga kami juga dapat secara otomatis menerima dan menyimpan informasi non-pribadi atau data yang anonim mengenai aktivitas online Anda sepanjang waktu. 2. PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN INFORMASIA. UmumData pengidentifikasi pribadi yang Anda berikan dapat dikumpulkan dan digunakan oleh Primaya Hospital untuk tujuan berikut atau terkait tujuan berikut:Mengizinkan Anda untuk menggunakan atau mengakses fitur-fitur interaktif atau mengamankan area-area Platform saat Anda memilih untuk melakukannya;Melakukan penyelidikan yang relevan terhadap informasi yang Anda berikan;Menangani atau menyelesaikan keluhan, pertanyaan, atau penyelidikan apa pun yang melibatkan Anda;Melakukan aktivitas apapun terkait ketentuan kepatuhan internal Primaya Hospital, termasuk yang berkaitan dengan peraturan, kebijakan, dan prosedur internal Primaya Hospital;Meninjau dan memantau komunikasi elektronik dan akun pribadi;Pengarsipan atau informasi apa pun yang dibutuhkan atau diminta oleh otoritas pemerintahan, regulator, dan/atau hukum (termasuk permintaan dari otoritas, regulator, dan/atau hukum luar negeri);Memproses informasi pribadi yang sensitif (yang mungkin termasuk informasi kesehatan pribadi terkait kondisi medis atau demografi) untuk memantau dan memberikan manfaat atau tujuan tambahan lainnya sesuai yang dibutuhkan secara wajar untuk ketentuan atau persetujuan terhadap layanan pihak ketiga;Permintaan uji tuntas dari regulator, mitra pengimbang (counterparty), klien Primaya Hospital, dan institusi keuangan;Informasi kontak darurat;Tujuan lain apa pun yang diwajibkan atau disahkan oleh hukum. Kami juga akan menangani informasi tertentu sesuai yang dideskripsikan di bawah ini. B. Informasi Kesehatan Pribadi PelangganInformasi kesehatan pribadi Pelanggan yang diberikan melalui Platform dan/atau melalui penggunaan Layanan, yang tidak terbuka secara umum, tidak akan dibagikan, diungkapkan, atau ditampilkan ke siapapun selain Pelanggan sendiri, Medical Consultant dan Primaya Hospital, kepada siapa Pelanggan memilih untuk berkonsultasi, yang akan digunakan oleh Primaya Hospital dan Medical Consultant untuk memberikan layanan kepada Anda. Medical Consultant dan Primaya Hospital akan memiliki akses ke informasi kesehatan pribadi Anda. Medical Consultant dan Primaya Hospital diperbolehkan untuk memperbarui informasi kesehatan pribadi Anda dengan menambahkan catatan peninjauan, target kesehatan, memantau umpan balik yang relevan, sebagai bagian dari Layanan yang Anda minta. Primaya Hospital dapat menghentikan Layanan apa pun yang diberikan kepada Pelanggan mana pun, kapan pun, sesuai kebijaksanaan tunggal mereka, dan dalam kasus ini, Primaya Hospital tidak akan memiliki akses lagi ke informasi kesehatan pribadi Pelanggan yang relevan setelah penghentian. Pelanggan diperbolehkan untuk membagikan informasi kesehatan pribadi mereka kepada pihak lain atas risiko sendiri. Primaya Hospital tidak bertanggung jawab atas kepatuhan pihak lain, yang akan melihat dan menggunakan informasi yang diungkapkan oleh Pelanggan, terhadap kebijakan privasi. C. Informasi PembayaranPenyedia pembayaran pihak ketiga kami akan memiliki akses ke metode pembayaran dan detail alamat penagihan Anda saat Anda melakukan atau menerima pembayaran (yang relevan) untuk rencana langganan kami. Pihak-pihak ketiga ini terikat oleh kewajiban- kewajiban kontrak bisnis terkait keamanan dan kerahasiaan. Kami tidak bertanggung jawab atas pelanggaran privasi atau keamanan apapun yang timbul akibat atau terkait penyedia pembayaran pihak ketiga. Primaya Hospital dapat menyimpan detail kartu kredit atau metode pembayaran online lainnya yang mungkin Anda gunakan. D. Informasi KontakPlatform akan mengirimkan Anda komunikasi (email dan notifikasi lain) dari waktu ke... - Published: 2022-10-13 - Modified: 2025-01-01 - URL: https://primayahospital.com/tanya-dokter/ - Translation Priorities: Optional Buat PertanyaanKulit Oleh: T**aDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan7 views1 answers0 votesbenjolan dileher Oleh: AISA******WATIDijawab oleh Sudah dijawab • Pertanyaan Umum15 views1 answers0 voteskemerahan setelah facial Oleh: s***aDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan11 views1 answers0 votesbibir vagina Oleh: p***iDijawab oleh Sudah dijawab • Penyakit Dalam12 views1 answers0 votesKram perut tiada henti Oleh: Ar****naDijawab oleh Sudah dijawab • Kesehatan Wanita14 views1 answers0 votesBatuk pilek Oleh: R***iDijawab oleh Sudah dijawab • Parenting9 views1 answers0 votesMenstruasi Oleh: P***iDijawab oleh Sudah dijawab • Kesehatan Wanita13 views1 answers0 votesSpesialis kulit Oleh: R**aDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan398 views3 answers0 voteskonsul Oleh: f**aDijawab oleh Sudah dijawab • Pertanyaan Umum30 views1 answers0 votesKesehatan jiwa dan mental Oleh: T***aDijawab oleh Sudah dijawab • Kesehatan Mental26 views1 answers0 votesRencana kehamilan Oleh: Tr*****gaDijawab oleh Sudah dijawab • Kehamilan27 views1 answers0 votesKebotakan rambut Oleh: Far*******kurDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan, Pertanyaan Umum40 views1 answers0 votesMasalah Rambut Oleh: A***lDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan24 views1 answers0 votesgejala kaget berlebihan Oleh: na****raDijawab oleh Sudah dijawab • Jantung34 views1 answers0 votesNyeri dana Oleh: Kevin **********ratamaDijawab oleh Sudah dijawab • Jantung41 views1 answers0 votes123... 76Berikutnya » Catatan : Pertanyaan yang dijawab pada halaman Tanya Dokter hanya seputar Medis, untuk pertanyaan lainnya melalui Hubungi Kami... . Diabetes 4 interaksi Gabung Gigi dan Mulut 46 interaksi Gabung Jantung 35 interaksi Gabung Kehamilan 94 interaksi Gabung Kesehatan Mental 42 interaksi Gabung Kesehatan Otot dan Tulang 79 interaksi Gabung Kesehatan Wanita 171 interaksi Gabung Kulit dan Kecantikan 167 interaksi Gabung Mata 28 interaksi Gabung Nutrisi 29 interaksi Gabung Parenting 100 interaksi Gabung Penyakit Dalam 133 interaksi Gabung Penyakit Infeksi 113 interaksi Gabung Pernafasan/Kesehatan Paru 29 interaksi Gabung Pertanyaan Umum 109 interaksi Gabung Telinga, Hidung, dan Tenggorokan 36 interaksi Gabung Promo Terbaru - Published: 2022-10-13 - Modified: 2022-10-18 - URL: https://primayahospital.com/tanya-dokter/ask-question/ Tanya Dokter Judul Pertanyaan KategoriJantungKehamilanParentingKesehatan Otot dan TulangPertanyaan UmumKesehatan WanitaKesehatan MentalNutrisiKulit dan KecantikanGigi dan MulutDiabetesPenyakit InfeksiMataTelinga, Hidung, dan TenggorokanPernafasan/Kesehatan ParuPenyakit DalamYour EmailYour NameCatatan : Pertanyaan yang dijawab pada halaman Tanya Dokter hanya seputar Medis, untuk pertanyaan lainnya melalui Hubungi Kami. - Published: 2022-10-13 - Modified: 2022-10-13 - URL: https://primayahospital.com/dwqa-user-profile/ QuestionsJawabanPosts(0)CommentsAjukan _PertanyaanKulit Oleh: T**aDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan7 views1 answers0 votesbenjolan dileher Oleh: AISA******WATIDijawab oleh Sudah dijawab • Pertanyaan Umum15 views1 answers0 voteskemerahan setelah facial Oleh: s***aDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan11 views1 answers0 votesbibir vagina Oleh: p***iDijawab oleh Sudah dijawab • Penyakit Dalam12 views1 answers0 votesKram perut tiada henti Oleh: Ar****naDijawab oleh Sudah dijawab • Kesehatan Wanita14 views1 answers0 votesBatuk pilek Oleh: R***iDijawab oleh Sudah dijawab • Parenting9 views1 answers0 votesMenstruasi Oleh: P***iDijawab oleh Sudah dijawab • Kesehatan Wanita13 views1 answers0 votesSpesialis kulit Oleh: R**aDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan398 views3 answers0 voteskonsul Oleh: f**aDijawab oleh Sudah dijawab • Pertanyaan Umum30 views1 answers0 votesKesehatan jiwa dan mental Oleh: T***aDijawab oleh Sudah dijawab • Kesehatan Mental26 views1 answers0 votesRencana kehamilan Oleh: Tr*****gaDijawab oleh Sudah dijawab • Kehamilan27 views1 answers0 votesKebotakan rambut Oleh: Far*******kurDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan, Pertanyaan Umum40 views1 answers0 votesMasalah Rambut Oleh: A***lDijawab oleh Sudah dijawab • Kulit dan Kecantikan24 views1 answers0 votesgejala kaget berlebihan Oleh: na****raDijawab oleh Sudah dijawab • Jantung34 views1 answers0 votesNyeri dana Oleh: Kevin **********ratamaDijawab oleh Sudah dijawab • Jantung41 views1 answers0 votes123... 76Berikutnya »Crop - Published: 2022-10-04 - Modified: 2025-02-18 - URL: https://primayahospital.com/primaya-chatbot/ - Translation Priorities: Optional Primaya Chatbot - Pendaftaran Konsultasi Dokter melalui WhatsApp Pendaftaran rawat jalan melalui Primaya Chatbot dilayani oleh robot yang beroperasi selama 24 Jam. Daftar Konsultasi Dokter Bagaimana Cara Appointment melalui Chatbot? Simpan nomor 0822 8888 9702 di WhatsApp Anda dan klik Hai untuk memulai percakapan. Pilih menu “Buat Janji dengan Dokter”. Lengkapi data diri sesuai jenis pasien (baru/lama). Jika pasien baru, siapkan foto ktp. Pilih cabang Primaya Hospital tempat dokter praktek. Pilih Jenis Pembayaran dan siapkan foto dokumen pendukung sesuai dengan pembayaran yang dipilih. (kartu asuransi, surat jaminan perusahaan, kartu bpjs dan surat rujukan. Pilih poli, dokter dan jadwal konsultasi. Selesai. Rincian jadwal konsultasi dan kode booking akan dikirim langsung di WhatsApp. Daftar Konsultasi Dokter - Published: 2022-08-28 - Modified: 2022-12-12 - URL: https://primayahospital.com/mcu-1951951/ Pendaftaran Medical Check Up KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukupBerpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website primayahospital. com/medical-check-upKami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mailDatang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menjalani skrining Covid-19 di pintu masuk Rumah Sakit. Jika lolos skrining, pasien dapat masuk ke area MCU Rumah Sakit sesuai petunjuk petugas security. Kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan paket medical check up yang dipilih. Jika tidak lolos skrining pasien akan diarahkan ke Fever Clinic dan semua pemeriksaan akan dilakukan di Fever Clinic General Medical Check Up Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas usia 25 tahun yang ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh atau bagi Anda yang merasa tubuh mudah lelah, stamina menurun, hingga sering mengalami pegal dan nyeri. Pemeriksaan kesehatan mendasar yang disarankan untuk dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun. General Medical Check Up Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas usia 25 tahun yang ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh atau bagi Anda yang mudah memar tanpa alasan jelas, stamina menurun, hingga sering merasakan nyeri pada bagian dada dan perut. Pemeriksaan kesehatan mendasar yang disarankan untuk dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun. Formulir Pendaftaran Medical Check Up - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-21 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/ - Translation Priorities: Optional Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Piagam Komite Audit - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/csr/ - Translation Priorities: Optional DUKUNG PROGRAM PENANGGULANGAN GANGGUAN PENGLIHATAN, PRIMAYA HOSPITAL BEKASI BARAT GELAR KEGIATAN OPERASI KATARAK GRATIS PRIMAYA HOSPITAL TURUNKAN PULUHAN TENAGA MEDIS UNTUK MEMBERIKAN LAYANAN KHITANAN GRATIS DALAM KEGIATAN BAKTI SOSIAL - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/piagam-komite-nominasi-dan-remunerasi/ - Translation Priorities: Optional Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/piagam-komite-audit/ - Translation Priorities: Optional Piagam Komite Audit - Published: 2022-08-17 - Modified: 2025-04-22 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/ - Translation Priorities: Optional Ikhtisar Informasi Pemegang Saham RUPS Public Expose Presentasi Perusahaan Transaksi Afiliasi Laporan Keuangan Laporan Tahunan Prospektus CSR Profil Kepemimpinan Struktur Organisasi Struktur Grup Tata Kelola Perusahaan Piagam Komite Audit Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Hamburger Toggle Menu Company OverviewPrimaya Hospital is a private hospital group in Indonesia, providing comprehensive services that target the middle to upper-class segments. Primaya Hospital was first established in Tangerang in 2006 by Professor Yos Effendi Susanto, an expert in hospital management and public health with over 40 years of experience building and developing various hospitals in Indonesia. Starting from a single hospital with 100 beds, Primaya Hospital has continued to grow. By 2022, the Primaya Hospital Group had established a network of 15 hospitals with over 2000 beds, strategically located and spread across the islands of Java, Sumatra, Kalimantan, and Sulawesi. Primaya Hospital was listed on the Indonesia Stock Exchange in November 2022 as PT Famon Awal Bros Sedaya TBK under the code PRAY. Primaya Hospital offers various centers of excellence, including a mother and child center, heart and vascular center, trauma center, cancer center, urology center, brain and neurocenter, eye center, and sports clinic and orthopedic center. These healthcare services are supported by over 800 specialist doctors (both full-time and part-time, including dental specialists), 2,078 nurses and midwives, and 895 other medical support staff. In addition, Primaya Hospital also offers other health services such as clinical laboratories, homecare, and medical evacuation as well as various other healthcare services. In order to expand its business activities, the Company plans to establish new hospitals and/or acquire hospitals, clinics, or other health services with good potential and that can create synergy with Primaya Hospital's current business activities and strategies. Primaya Hospital's vision is to become a leading healthcare network or hospital that adheres to international standards. To achieve this vision, Primaya Hospital has a mission to provide professional healthcare services with compassion. In carrying out its business activities, Primaya Hospital adheres to the Company's values, which are implemented across all stakeholders, as follows:Professional: Committed to work in accordance with the best abilities in their field, full of responsibility and in accordance with the ethics of the work profession. Orderly: Always carrying out work systematically, regularly, cleanly, thoroughly and pleasantly. Service: Appreciating individual religion differences, thinking positively and enthusiastically at work. Listening: Trying to understand and respect the opinions of others, the process of listening to each other will build effective communication. Assertive: Possessing the ability to communicate well and honestly. Primaya Hospital has obtained national accreditation from the Hospital Accreditation Commission ("KARS") and international accreditation for two hospitals from Joint Commission International ("JCI"). PT FAMON AWAL BROS SEDAYA Tbk. Head Office:Graha Cempaka Mas Blok D/5-6 Jl. Let. Jend. Suprapto, Jakarta Pusat 10640, IndonesiaTel. (+62 21) 421 7746/47,Fax. (+62 21) 428 70578Email: sekretaris. corp@primayahospital. com - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/corporate-governance/ - Translation Priorities: Optional Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi Piagam Komite Audit - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/corporate-governance/charter-of-audit-committee/ - Translation Priorities: Optional Piagam Komite Audit - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/corporate-governance/charter-of-nomination-and-remuneration-committee/ - Translation Priorities: Optional Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-04-27 - URL: https://primayahospital.com/en/investor-relation/csr/ - Translation Priorities: Optional DUKUNG PROGRAM PENANGGULANGAN GANGGUAN PENGLIHATAN, PRIMAYA HOSPITAL BEKASI BARAT GELAR KEGIATAN OPERASI KATARAK GRATIS PRIMAYA HOSPITAL TURUNKAN PULUHAN TENAGA MEDIS UNTUK MEMBERIKAN LAYANAN KHITANAN GRATIS DALAM KEGIATAN BAKTI SOSIAL - Published: 2022-08-17 - Modified: 2026-03-30 - URL: https://primayahospital.com/hubungan-investor/ - Translation Priorities: Optional Ikhtisar PerusahaanPrimaya Hospital merupakan grup rumah sakit swasta di Indonesia dengan berbagai pelayanan komprehensif yang menargetkan segmen kelas menengah ke atas. Primaya Hospital pertama dibangun di Tangerang pada tahun 2006, oleh Profesor Yos Effendi Susanto, seorang pakar manajemen rumah sakit dan kesehatan masyarakat yang telah berpengalaman membangun dan mengembangkan berbagai rumah sakit di Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Berawal dari 1 rumah sakit dengan 100 tempat tidur, Primaya Hospital terus bertumbuh, hingga di tahun 2022, Primaya Hospital Group telah menghadirkan 15 jaringan rumah sakit dengan lebih dari 2000 tempat tidur. Seluruh jaringan rumah sakit tersebut terletak strategis dan tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Primaya Hospital mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada November 2022, sebagai PT Famon Awal Bros Sedaya TBK dengan kode PRAY. Primaya Hospital menawarkan berbagai center of excellence diantaranya pusat layanan ibu dan anak, pusat layanan jantung dan pembuluh darah, pusat layanan trauma, pusat layanan kanker, pusat layanan urologi, brain and neurocenter, pusat layanan mata, dan sports clinic and orthopaedic center. Seluruh layanan kesehatan tersebut didukung oleh lebih dari 800 dokter spesialis (baik purna waktu maupun paruh waktu dan termasuk dokter gigi spesialis), dan 2. 078 perawat dan bidan, serta 895 tenaga penunjang medis lainnya. Selain itu, Primaya Hospital juga menawarkan layanan kesehatan lainnya yaitu laboratorium klinis, homecare, dan medical evacuation serta berbagai layanan kesehatan lainnya. Dalam rangka ekspansi kegiatan usaha, Perseroan berencana untuk melakukan pendirian rumah sakit baru dan/atau akuisisi rumah sakit, klinik, atau layanan kesehatan lainnya yang berpotensi baik dan dapat menciptakan sinergi dengan kegiatan usaha dan strategi Primaya Hospital saat ini. Primaya Hospital memiliki visi yaitu menjadi jaringan pelayanan kesehatan atau rumah sakit terkemuka yang berstandar internasional. Selanjutnya, untuk mencapai visi tersebut, Primaya Hospital memiliki misi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara professional dengan penuh kepedulian. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Primaya Hospital berpegang teguh pada nilai-nilai Perusahaan yang diimplementasikan pada seluruh pemangku kepentingan, sebagai berikut. Profesional : Berkomitmen untuk bekerja sesuai dengan kemampuan terbaik di bidangnya, penuh tanggung jawab, dan sesuai etika profesi pekerjaan. Rapi : Senantiasa melakukan pekerjaan secara sistematis, teratur, bersih, tuntas, dan menyenangkan. Ibadah : Menghargai perbedaan latar belakang setiap individu, berpikir positif, dan semangat dalam bekerja. Mendengarkan : Berusaha memahami dan menghargai pendapat orang lain. Proses saling mendengar akan membangun komunikasi yang efektif. Asertif : Mampu berkomunikasi yang baik dan jujur. Primaya Hospital telah memperoleh akreditasi tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (“KARS”) dan akreditasi internasional atas dua rumah sakit oleh Joint Comission International (“JCI”). PT FAMON AWAL BROS SEDAYA Tbk. Kantor Pusat:Graha Cempaka Mas Blok D/5-6 Jl. Let. Jend. Suprapto, Jakarta Pusat 10640, IndonesiaTel. (+62 21) 421 7746/47,Fax. (+62 21) 428 70578Email: sekretaris. corp@primayahospital. com - Published: 2022-07-25 - Modified: 2022-07-25 - URL: https://primayahospital.com/order-promo/ Order Promo - Published: 2022-07-24 - Modified: 2024-08-21 - URL: https://primayahospital.com/cari-jadwal-dokter/ - Translation Priorities: Optional Cari Jadwal Dokter - Primaya Hospital Lihat jadwal dokter Primaya Hospital dari berbagai macam spesialisasi dan poli. Temukan jadwal dokter jantung, jadwal dokter kandungan, jadwal dokter anak, jadwal dokter penyakit dalam, jadwal dokter gigi, serta jadwal dokter lainnya. Jadwal dokter spesialis terbaik di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Makassar, Karawang, Palangkaraya, Sukabumi, Semarang, Pangkalpinang, dan Depok. Search Hasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanHasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanLihat lebih banyak Rumah SakitPilih salah satuPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital HertasningRajawali HospitalUkrida HospitalPrimaya Hospital Kelapa GadingFMC HospitalSpesialisasi Pilih salah satu AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI Lokasi Pilih salah satu Bandung Bekasi Bogor Depok Jakarta Karawang Makassar Palangkaraya Pangkalpinang Semarang Sorowako Sukabumi Tangerang Cari Dokter Pilih Spesialisasi Dokter Lihat Semua AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI - Published: 2022-07-24 - Modified: 2022-08-04 - URL: https://primayahospital.com/en/find-doctor/ Find Doctor's Schedule - Primaya Hospital See the schedule of Primaya Hospital doctors from various specialties and polyclinics. Find a cardiologist's schedule, obstetrician's schedule, pediatrician's schedule, internal medicine doctor's schedule, dentist's schedule, and other doctor's schedules. Search Hasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanHasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanLihat lebih banyak Rumah SakitPilih salah satuPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital HertasningRajawali HospitalUkrida HospitalPrimaya Hospital Kelapa GadingFMC HospitalSpesialisasi Pilih salah satu AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI Lokasi Pilih salah satu Bandung Bekasi Bogor Depok Jakarta Karawang Makassar Palangkaraya Pangkalpinang Semarang Sorowako Sukabumi Tangerang Cari Dokter Choose a Doctor's Specialization View All AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI - Published: 2022-07-20 - Modified: 2025-11-16 - URL: https://primayahospital.com/popup-buat-janji/ - Translation Priorities: Optional Buat Janji Pilih Lokasi*Pilih Poli*Dokter*Nyeri danaPembayaran*Pilih PembayaranPribadiAsuransiPerusahaanBPJSTanggal Berobat* Tanggal Berobat*Jam Berobat*Nama Asuransi*Foto Kartu Asuransi *Nama Perusahaan*Foto Jaminan Perusahaan *No Kartu BPJS*No Surat Rujukan BPJS*Cek RujukanBerikutnyaNama Lengkap*Tanggal Lahir Pasien*Email*(Alur pendaftaran akan dijelaskan via email)No. Handphone*No. KTP*Apakah Anda*Pasien LamaPasien BaruContact Email*Pernyataan*Saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar dan lengkap *Buat AkunApakah Anda bersedia untuk dibuatkan akun primaya hospital? Password*Konfirmasi Password*KembaliBuat Janji - Published: 2022-07-20 - Modified: 2022-08-10 - URL: https://primayahospital.com/cari-jadwal-dokter-2/ Cari Jadwal Dokter - Primaya Hospital Lihat jadwal dokter Primaya Hospital dari berbagai macam spesialisasi dan poli. Temukan jadwal dokter jantung, jadwal dokter kandungan, jadwal dokter anak, jadwal dokter penyakit dalam, jadwal dokter gigi, serta jadwal dokter lainnya. Search Hasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanHasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanLihat lebih banyak Rumah SakitPilih salah satuPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital HertasningRajawali HospitalUkrida HospitalPrimaya Hospital Kelapa GadingFMC HospitalSpesialisasi Pilih salah satu AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI Lokasi Pilih salah satu Bandung Bekasi Bogor Depok Jakarta Karawang Makassar Palangkaraya Pangkalpinang Semarang Sorowako Sukabumi Tangerang Cari Dokter Pilih Spesialisasi Dokter Lihat Semua AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI - Published: 2022-07-13 - Modified: 2022-07-20 - URL: https://primayahospital.com/phr-dummy/ Search Hasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanHasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanLihat lebih banyak Rumah SakitPilih salah satuPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital HertasningRajawali HospitalUkrida HospitalPrimaya Hospital Kelapa GadingFMC HospitalSpesialisasi Pilih salah satu AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI Lokasi Pilih salah satu Bandung Bekasi Bogor Depok Jakarta Karawang Makassar Palangkaraya Pangkalpinang Semarang Sorowako Sukabumi Tangerang Cari Dokter - Published: 2022-07-05 - Modified: 2023-03-13 - URL: https://primayahospital.com/homecare/ Layanan Homecare dari Primaya Hospital x Kavacare Primaya Hospital x Kavacare menghadirkan dokter dan perawat homecare untuk membantu memberikan ketenangan pikiran dan kedamaian hati dengan cara memberikan layanan pendampingan, tindakan, terapi, serta konsultasi di rumah bagi orang-orang yang Anda kasihi. Layanan Homecare kami mencakup wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Selain Homecare, Kavacare juga melayani Medical Assistance untuk berobat di dalam dan ke luar negeri. Mengapa memilih Homecare dengan Kavacare? Diskusi Care Plan, laporan kunjungan akan direview tim dokter Alat Kesehatan dan obat-obatan dibawa Bersama kedatangan perawat Perawat berpengalaman di Rumah Sakit, keluarga tenang Semua tindakan yang dilakukan dalam layanan Homecare Kavacare berada di bawah pengawasan tim dokter. Keluarga akan mendapatkan resume medis pasien setelah pelayanan. HUBUNGI KAVACARE Pertanyaan Umum Seputar Homecare Kavacare 1. Kapan Saya Membutuhkan Dokter atau Perawat Homecare? Ketika seseorang kesulitan mobilisasi karena penyakitnya menyebabkan keterbatasan gerak atau karena baru saja melahirkan sehingga membutuhkan bantuan pendampingan, saat itu lah seseorang membutuhkan layanan homecare Kavacare. Dengan datangnya dokter serta perawat homecare, pasien yang memiliki keterbatasan gerak dapat tetap mendapatkan perawatan professional di rumah dengan nyaman, di tengah keluarga terkasih. Tim Kavacare dapat berkordinasi dengan dokter penanggungjawab pasien (DPJP) untuk membuat rencana perawatan di rumah. 2. Apa Saja Layanan Homecare yang Tersedia? Kavacare menghadirkan layanan homecare dokter, homecare perawat, dan homecare ahli terapi (fisioterapi, terapi wicara, serta terapi okupasi). Saat kunjungan, tim medis kami dapat memberikan terapi atau tindakan medis lain seperti pemasangan alat kesehatan (infus, ngt, kateter), perawatan luka, cek lab di rumah, dan lainnya. 3. Berapa Lama Pendampingan Perawat Homecare Berlangsung? Kavacare menyesuaikan layanan homecare sesuai dengan permintaan dan kebutuhan Anda. Pendampingan perawat medis pribadi di rumah dapat berlangsung mulai dari 2 jam hingga 24 jam sehari, dan pendampingan perawat pribadi non medis dapat mendampingi harian (mulai dari 14 jam). 4. Bisakah Saya Menjadwalkan Fisioterapi di Rumah? Kavacare dapat menghadirkan fisioterapis profesional di rumah Anda. Selain fisioterapi, tersedia juga terapi wicara, terapi menelan, dan terapi okupasi di rumah. Hubungi Kavacare Support untuk mulai menjadwalkan layanan fisioterapi di rumah. 5. Saya membutuhkan layanan medis segera ke rumah. Apakah saya bisa menggunakan layanan homecare? Untuk pasien dengan keadaan darurat sebaiknya dibawa langsung ke UGD atau dijemput ambulans untuk ke UGD. Hubungi 150-108 Dapatkan Layanan Perawatan Di Rumah Untuk Anda dan Keluarga Mulailah dengan menghubungi kami untuk berdiskusi dengan Case Manager untuk membuat rencana perawatan yang dirancang khusus untuk Anda dan orang-orang yang Anda cintai dengan nyaman di rumah sendiri. HUBUNGI KAVACARE Promo Layanan HomeCare Medical Assistance Kavacare Primaya Hospital x Kavacare menghadirkan layanan medical assistance untuk memberikan rekomendasi dokter dan rumah sakit di dalam maupun ke luar negeri sesuai kondisi medis dan budget Anda secara gratis. HUBUNGI KAVACARE Mengapa menggunakan layanan Medical Assistance? Dapatkan second opinion pengobatan Anda dari dokter di berbagai negara Medical konsultan akan membantu hitung estimasi biaya berobat secara gratis Pendampingan seluruh rangkaian pengobatan, sebelum hingga selesai berobat Tidak perlu khawatir, layanan Medical Assistance dari Kavacare sepenuhnya GRATIS dan menggunakan layanan kami tidak akan membuat biaya pengobatan Anda bertambah. HUBUNGI KAVACARE - Published: 2022-07-03 - Modified: 2026-06-10 - URL: https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/sport-clinic-orthopedic-center/ - Translation Priorities: Optional Sport Clinic & Orthopedic Center Primaya Hospital houses an Sport Clinic & Orthopedic Center for the treatment of bone, joint, and related structural disorders. Our available services include consultations, thorough examinations, medical care, surgeries for bone and joint problems caused by injuries, infections, nutritional or metabolic disorders, and more. Treatment for fractures, arthritis, osteoporosis, and knee replacement surgery can also be performed. As part of the Sport Clinic & Orthopedic Center team, the orthopedic surgeons at Primaya Hospital are available at all times to handle emergency cases, such as injuries from accidents. 1. Diagnostic Services: Doctor Consultations and Medical Check-upsOur Sport Clinic & Orthopedic Center primarily handles injuries and disorders of the bones and other supporting tissues. Generally, treatments in this specialty involve surgeries and other surgical procedures. In addition, Primaya Hospital’s orthopedic and traumatology team also provides consultations, examinations, and non-surgical treatments for related conditions. Examinations that can be handled include:Bone Mineral Density (BMD) Test: a test to measure bone density in order to anticipate the risk of fractures due to osteoporosis or bone lossLaboratory Examination/Testing: examination by taking tissue samples to be analyzed in a laboratoryX-Ray Examination: an imaging test using X-ray technology to find the cause of pain through images of body tissuesCT-Scan Examination: a radiology examination that produces more detailed images than an X-RayMRI Examination: an imaging test using magnetic field technology to obtain images of soft tissue anatomyPET-Scan: an imaging test using a PET scanner and radioactive tracer to produce multidimensional images of the body organs being examinedIn addition to the examinations mentioned above, Primaya Hospital’s Sport Clinic & Orthopedic Center also offers other health screenings related to bones and joints. This includes physical examinations to identify clear signs of disease such as swelling, infection, and bruising. From these various examinations, our medical team will make an initial and final diagnosis, as well as determine which treatment would be the most appropriate. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check UpBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Curative Services: Case Variation and ManagementPrimaya Hospital’s Sport Clinic & Orthopedic Center provides treatment services for new referral cases and emergency cases based on the needs of our patients. Our Orthopedic Service Center also offers care for patients who come by appointment for follow-ups or initial examinations. At Primaya Hospital, our patient treatment is tailored based on the results of the examination. The treatment methods can be either surgical or non-surgical, including:Minimally invasive surgery: surgery with small incisions for various body organsArthroscopy: the use of an arthroscope to examine various joint problemsExternal fixation: the use of splints, casts, or other devices on the outside of the body to treat bone fracturesInternal fixation: the use of pins, plates, or other devices inside the body to treat bone fracturesBone grafting: surgery to repair or replace severely damaged boneLimb lengthening surgery: a surgical procedure to lengthen a limbReconstruction: soft tissue reconstruction to treat bone and ligament injuriesSpinal fusion: a surgical technique to join two or more vertebraeAmputation: the removal of a limb to prevent more serious complicationsArthroplasty: surgery to repair or replace joints in the knee or hipTypes of cases that can be treated at our Orthopedics and Traumatology Service Center include:Closed fracture (a broken bone that does not break the skin)Open fracture (a broken bone that breaks the skin)Stress fracture (a small crack in a bone)Geriatric fracture (a broken bone due to old age)Dislocation (a joint that has come out of its original position)Bone or joint injuries due to overuseInfectionsBurnsRheumatismSports injuriesOsteoarthritis of the hip, knee, and shoulderBuat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Patient Rehabilitation and Recovery ServicesPrimaya Hospital provides holistic services that include rehabilitation and recovery for patients at our Sport Clinic & Orthopedic Center. The duration of recovery from a fracture depends on the type and severity of the injury. It can take up to several weeks or months for the bone to fully heal. Rehabilitation is imperative to speed up recovery and help patients rebound fast to their day-to-day activities. A. Post-operation RehabilitationOur rehabilitation services aim to restore physical, mental, cognitive, and daily living skills that have experienced a decline in function following surgery. Examples include:Occupational therapy: therapy for patients experiencing physical, sensory, or cognitive issues to help them perform daily activitiesPhysiotherapy: therapy to restore, maintain, and maximize the mobility, function, and well-being of patientsSpeech-language therapy: therapy for patients experiencing swallowing or communication disordersB. Patient Recovery in the Care UnitPrimaya Hospital provides a care unit as a place for monitoring and handling patients post-operation. The medical team will closely monitor the patient's condition until they are stable and ready to be discharged from the care unit. From here, the patient can either continue with inpatient care or outpatient care, depending on the type of surgery and the patient's condition.... - Published: 2022-07-03 - Modified: 2026-07-06 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-orthopedi-dan-traumatologi/ - Translation Priorities: Optional Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi untuk penanganan gangguan tulang, sendi, dan struktur terkait. Layanan yang tersedia meliputi konsultasi, pemeriksaan menyeluruh, perawatan medis, dan bedah untuk masalah tulang dan sendi akibat cedera, infeksi, gangguan nutrisi atau metabolisme, serta lainnya. Pengobatan patah tulang, artritis, osteoporosis, dan operasi penggantian lutut juga dapat dilakukan. Sebagai bagian dari tim Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi, ahli bedah ortopedi Primaya Hospital tersedia setiap saat untuk menangani pasien dalam kasus darurat seperti cedera akibat kecelakaan. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check Up Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi di terutama menangani cedera dan gangguan pada tulang dan jaringan pendukung lainnya. Pada umumnya, penanganan di bidang spesialis ini terdiri atas operasi dan prosedur bedah lainnya. Tapi tim ortopedi dan traumatologi di Primaya Hospital juga melayani konsultasi, pemeriksaan, dan pelaksanaan tindakan non-bedah untuk kondisi terkait. Pemeriksaan yang dapat ditangani termasuk: Pemeriksaan Densitas Tulang (BMD): tes untuk mengukur kepadatan tulang guna mengantisipasi risiko patah tulang akibat osteoporosis atau pengeroposan tulang Pemeriksaan Laboratorium: pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium Pemeriksaan X-Ray: tes pencitraan dengan teknologi sinar-X untuk menemukan penyebab sakit lewat gambar jaringan tubuh Pemeriksaan CT-Scan: pemeriksaan radiologi yang menghasilkan gambar lebih detail daripada X-Ray Pemeriksaan MRI: tes pencitraan dengan teknologi medan magnet untuk mendapatkan gambaran anatomi jaringan lunak PET-Scan: tes pencitraan menggunakan alat pindai PET scanner dan pelacak radioaktif guna menghasilkan gambar multidimensi organ tubuh yang diperiksa Selain sejumlah pemeriksaan di atas, Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi di Primaya Hospital melayani jenis pemeriksaan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan tulang dan persendian. Termasuk pemeriksaan fisik untuk melihat tanda penyakit yang jelas, seperti pembengkakan, infeksi, ataupun memar. Dari serangkaian pemeriksaan itu, tim dokter akan membuat diagnosis awal dan akhir sekaligus menentukan tindakan pengobatan yang tepat. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check Up Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi di Primaya Hospital menyediakan layanan pengobatan untuk kasus rujukan baru dan kasus darurat sesuai dengan kebutuhan. Pusat Layanan Orthopedi juga menyediakan layanan perawatan bagi pasien yang datang berdasarkan jadwal janji untuk kontrol ataupun pemeriksaan awal. Di Primaya Hospital, penanganan kasus pasien disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Metode penanganan itu bisa berupa bedah ataupun non-bedah, di antaranya: Bedah invasif minimal: operasi dengan sayatan kecil untuk berbagai organ tubuh Artroskopi: penggunaan alat artroskop untuk memeriksa berbagai masalah persendian Fiksasi eksternal: penggunaan belat, gips, atau alat lain di bagian luar tubuh untuk mengatasi fraktur tulang Fiksasi internal: penggunaan pin, pelat, atau lat lain di bagian dalam tubuh untuk mengatasi fraktur tulang Cangkok tulang: operasi perbaikan atau penggantian tulang yang sudah rusak parah Operasi pemanjangan tungkai: prosedur bedah untuk memanjangkan tungkai Rekonstruksi: rekonstruksi jaringan lunak untuk mengatasi cedera tulang dan ligamen Fusi spinal: teknik operasi untuk menyambungkan dua ruas tulang belakang atau lebih Amputasi: pengangkatan anggota tubuh untuk mencegah komplikasi yang lebih serius Artoplasti: operasi perbaikan atau penggantian sendi pada lutut atau pinggul Jenis kasus yang dapat ditangani di Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi termasuk: Fraktur tertutup (patah tulang yang tidak merusak kulit) Fraktur terbuka (patah tulang yang merusak kulit) Fraktur stres (retak kecil pada tulang) Fraktur geriatri (patah tulang karena usia tua) Dislokasi (sendi keluar dari posisi aslinya) Cedera tulang atau sendi akibat penggunaan berlebihan Infeksi Luka bakar Rematik Cedera olahraga Osteoartritis pinggul, lutut dan bahu Buat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan Cepat Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Primaya Hospital menyediakan layanan holistik yang mencakup rehabilitasi dan pemulihan pasien di Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi. Lamanya pemulihan patah tulang bergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera. Diperlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan hingga tulang dapat benar-benar pulih. Untuk mempercepat pemulihan dan membantu pasien kembali ke kehidupan sehari-hari, diperlukan rehabilitasi. A. Rehabilitasi Post Operasi Layanan rehabilitasi bertujuan memulihkan daya fisik, mental, kognitif, dan keterampilan hidup sehari-hari yang mengalami penurunan fungsi seusai operasi. Contohnya: Terapi okupasi: terapi bagi pasien yang mengalami masalah fisik, sensorik, atau kognitif untuk membantu pasien melakukan kegiatan sehari-hari Fisioterapi: terapi untuk memulihkan, mempertahankan, dan memaksimalkan mobilitas, fungsi, serta kesejahteraan pasien Terapi wicara-bahasa: terapi bagi pasien yang mengalami gangguan menelan atau berkomunikasi B. Pemulihan Pasien di Ruang Perawatan Primaya Hospital menyediakan ruang perawatan sebagai tempat pengawasan dan penanganan pasien pasca-operasi. Tim medis akan memantau secara ketat kondisi pasien hingga dinyatakan stabil dan dapat keluar dari ruang perawatan. Dari sini, pasien bisa menjalani rawat inap atau rawat jalan, tergantung jenis operasi dan penyakit yang dialami pasien. Periksa Kesehatan Jantung, Daftar Melalui Website Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 4. Teknologi dan Fasilitas yang Dimiliki Primaya Hospital tidak hanya mempunyai tim medis yang kredibel dan ahli dalam bidang masing-masing. Teknologi yang modern dan berstandar internasional pun tersedia guna memaksimalkan tindakan demi kesembuhan pasien. Fasilitas juga disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi pasien selama... - Published: 2022-05-19 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/heart-race/ - Translation Priorities: Optional Deskripsi ProgramPrimaya Heart Race 2025 bertujuan mengajak masyarakat untuk #gerakbarengprimaya, bergaya hidup sehat melalui kegiatan olahraga sambil berdonasi. Merupakan event olahraga dengan aktivitas berjalan, berlari dan bersepeda yang dilakukan secara virtual, dimanapun dan kapanpun. Seluruh KM aktivitas peserta akan dikonversi ke dalam nilai rupiah yang didonasikan untuk kegiatan bakti sosial Operasi Katarak. Detail Kegiatan Primaya Heart Race 2025:Tipe Program: Team Based (5-10 Orang)Pendaftaran: 16 Juli – 30 Juli 2025Waktu event: 03 Agustus – 30 Agustus 2025Kategori: Jalan dan lari, BersepedaBiaya Pendaftaran: Rp115. 000/orang (Include Jersey dan Medal*)*khusus peserta Top FinisherTujuan EventPrimaya Heart Race tahun ini akan dilaksanakan dengan tujuan memberikan donasi, dimana setiap kilometer yang dicapai oleh tim peserta akan dikonversi ke dalam nilai rupiah untuk didonasikan. Donasi akan ditujukan untuk penyelenggaraan Bakti Sosial Operasi Katarak. Ketentuan UmumPeriode program Primaya Heart Race 2025 berlangsung pada tanggal 03 Agustus – 30 Agustus 2025. Aktivitas dilakukan secara berkelompok, dengan jumlah anggota minimal 5 orang dan maksimal 10 orang. Tersedia dua kategori aktivitas: Jalan & Lari atau Bersepeda. Tiap kelompok wajib menunjuk satu orang sebagai PIC (Person in Charge). PIC kelompok bertugas mendaftarkan seluruh anggota tim melalui website https://primayahospital. com/heart-race/ dengan klik tombol "Daftar Sekarang". Data pendaftaran harus lengkap, akurat, dan email yang digunakan harus sesuai sama dengan akun Aplikasi GERAK. Aktivitas dihitung berdasarkan aplikasi: GERAK atau Strava, Garmin, Suunto, Polar & Coros yang disambungkan ke aplikasi GERAK. Disarankan peserta melakukan sinkronisasi aktivitas setiap hari atau minimal dua hari sekali. Aktivitas dapat dilakukan di luar ruangan, treadmill, atau sepeda statis, dengan catatan menggunakan device yang bisa tersambung ke GERAK. Aktivitas dapat dipantau melalui leaderboard di aplikasi GERAK secara realtime. Aktivitas terakhir harus di sinkronisasi paling lambat 30 Agustus 2025 pukul 23:59 WIB. Selama Periode race, Leaderboard bersifat UNOFFICIAL (sementara/belum final), proses Audit Submission/Activity Olahraga dilakukan oleh sistem dan panitia setiap harinya dengan waktu 7 - 10 hari setelah race berakhir dan peserta berhak melakukan aju banding dengan mengirimkan data pendukung yang dikirimkan ke tim Auditor GERAK. Weekly Challenge IndividualKumpulkan poin setiap minggunya raih kesempatan mendapatkan hadiah menarik. Week 1 (3-9 August 2025)20 PointReached 19 km for Walk/Run categoryReached 76 km for Ride category30 PointRepost @primayarunner latest feed and tag your team on IG Story also tag @primayarunner and @primayahospital use hashtag #primayaheartrace & #gerakbarengprimayaCollect 50 points in WEEK 1 to get a chance to win a Belt Bag for 20 people. Week 2 (10 - 16 August 2025)20 PointReached 25 km for Walk/Run categoryReached 100 km for Ride category30 PointPost a picture on IG Story while running or cycling tag @primayarunner and @primayahospital use hashtag #primayaheartrace & #gerakbarengprimayaCollect 100 points in WEEK 2 to get a chance to win a Tumbler for 20 people. *All points earned are cumulativeWeek 3 (17 - 23 August 2025)20 PointReached 32 km for Walk/Run categoryReached 128 km for Ride category40 PointPost a picture on IG Feed while running or cycling tag @primayarunner and @primayahospital use hashtag #primayaheartrace & #gerakbarengprimayaCollect 160 points in WEEK 3 to get a chance to win a Running Cap for 10 people. *All points earned are cumulativeWeek 4 (24 - 30 August 2025)20 PointReached 40 km for Walk/Run categoryReached 160 km for Ride category50 PointPost a video on IG feed while running or cycling tag @primayarunner and @primayahospital use hashtag #primayaheartrace & #gerakbarengprimayaCollect 230 points in WEEK 4 to get a chance to win a Earphone Bluetooth for 10 people. *All points earned are cumulativeJoin 4 Week Challenges & Collect 230 points! Get a chance to win the Grand Prize Garmin Venue Sq 2! Skema Konversi KM ke RupiahPencapaian kilometer akan dikonversi ke dalam poin dengan perhitungan sebagai berikut:(Kategori Jalan & Lari) 1 Poin = 1 Kilometer(Kategori Bersepeda) 1 Poin = 4 Kilometer - Published: 2022-05-18 - Modified: 2024-05-05 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-kulit-dan-kecantikan/ Pusat Layanan Kulit dan Kecantikan Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Kulit dan Kecantikan untuk merawat dan memperbaiki kondisi kulit pasien dari segala usia dan gender. Primaya Hospital juga menyediakan layanan konsultasi kulit serta bedah kosmetik bertaraf internasional untuk meningkatkan penampilan dan menjaga kesehatan kulit. Tim spesialis kulit dan kecantikan Primaya Hospital dibekali keahlian dalam bidangnya dan didukung teknologi serta fasilitas terkini demi keamanan dan kepuasan pasien. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check UpPusat Layanan Kulit dan Kecantikan Primaya Hospital selalu siap menerima konsultasi dan melakukan pemeriksaan kulit dengan memastikan privasi pasien tetap terjaga. Apa pun keluhan yang dialami, pasien dapat datang kepada tim dokter dan perawat yang akan melayani secara profesional. Tim ahli Primaya Hospital akan membantu pasien menemukan sumber masalah kulit dan kecantikan yang dikeluhkan sekaligus merekomendasikan tindakan yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan. Jenis tindakan yang dapat ditangani Pusat Layanan Kulit dan Kecantikan Primaya Hospital meliputi: Chemical peeling: pengelupasan kulit secara kimiawi untuk menggantikan sel kulit yang mati sehingga terbentuk sel kulit baru yang lebih sehatCollagen induction therapy (microneedling): penggunaan jarum-jarum khusus yang kecil dan steril untuk terhadap wajah untuk memperbaiki garis, kerutan, bekas jerawat/bopeng, pori-pori besar, tekstur kulit yang tidak rata, dan untuk terapi kebotakan rambutLaser Nd:YAG : prosedur kosmetik dengan menggunakan teknologi laser untuk mengatasi berbagai masalah flek, peremajaan wajah, dllFiller wajah: penyuntikan zat tertentu untuk mengisi garis dan kerutan serta menambah volume area bibir atau pipi secara non-permanenBotox: penyuntikan obat botulinum toxin antara lain untuk memperbaiki tampilan garis dahi, garis kerutan di sekitar mata, dan garis kerutan di antara alis pada orang dewasa . Selain itu penyuntikan botox dapat digunakan untuk mengurangi keringat berlebih dan bau badanLaser CO2 conventional dan CO2 fractional: penggunaan laser karbon dioksida untuk mengobati kerusakan kulit akibat sinar matahari, kerutan, bekas luka, kutil, tanda lahir, dan masalah kulit lainOxygeneo: metode pengelupasan, infusi, dan oksigenasi kulit untuk menghilangkan sel kulit mati, menghidrasi, dan mengoksidasi kulit dari dalamMikrodermabrasi: prosedur kosmetik menggunakan kristal halus untuk menghilangkan lapisan kulit luar dan membuat kulit lebih halus serta tampak lebih mudaIntraceutical: pemberian serum oksigen ke lapisan terdalam kulit sehingga lebih efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit Vagina ozone: perawatan organ kewanitaan dengan cara menyemprotkan zat ozon menggunakan peralatanLaser vagina: prosedur laser non-bedah untuk peremajaan saluran vaginaExillis: penggunaan alat yang memanfaatkan frekuensi radio dan energi gelombang suara untuk mengencangkan dan meremajakan kulitInfus whitening: prosedur untuk membuat kulit tampak lebih putih dengan memasukkan suplemen, vitamin, antioksidan, dan zat lain ke dalam kulitMesotherapy: memasukkan obat dengan Teknik penyuntikan tertentu ke dalam kulit untuk menyamarkan flek, mengurangi jerawat dan membuat kulit lebih cerahPemeriksaan dermoskopi: untuk skrining tahi lalat jinak dan ganas serta kelainan kulit kuku, dan rambut lainnyaJenis pemeriksaan kesehatan kulit lainnyaPrimaya Hospital menyarankan pasien datang untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menjalani tindakan. Konsultasi diperlukan agar tim medis kami dapat lebih memahami kebutuhan pasien sehingga bisa memberikan perawatan yang aman dan sesuai demi hasil yang optimal. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check UpBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Di Primaya Hospital, semua dokter spesialis kulit telah tersertifikasi dan berdedikasi untuk membantu memulihkan dan meningkatkan penampilan serta kesehatan kulit pasien. Pusat Layanan Kulit dan Kecantikan Primaya Hospital mengkhususkan diri dalam diagnosis dan pengobatan berbagai masalah dermatologis klinis, dari jerawat hingga kanker kulit. Bagi pasien yang mengalami masalah seputar kulit dan kecantikan hingga mempengaruhi kepercayaan diri atau kesehatan, tim dermatologi Primaya Hospital yang berpengalaman siap memberikan perawatan ahli berkualitas tinggi. Layanan kuratif Primaya Hospital antara lain:Produk kosmetik berkualitas untuk perawatan kulit yang aman dan cocok bagi semua jenis kulitPerawatan wajah menggunakan Botox, filler dan skin booster untuk memperbaiki ketidaksempurnaan tanpa operasiOperasi pengangkatan tahi lalatOperasi pengangkatan tumor jinak kulitLaserRadiofrequencyChemical peelingMikrodermabrasiMesotherapyJenis kasus yang dapat ditangani termasuk:Penyakit kulit yang umum pada anak-anak dan orang tuaPeradangan kulit akibat alergiInfeksi kulitMasalah rambut dan kukuMasalah kulit akibat efek samping penggunaan obatTumor kulitPemfigus (penyakit kulit serius berupa luka lecet atau lepuhan pada bagian dalam mulut, hidung, tenggorokan, dan kelamin)Pengangkatan tahi lalatPenanganan jerawatKutilRuamBuat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Primaya Hospital menyediakan layanan lengkap dari diagnosis, tindakan, hingga pemulihan dan rehabilitasi. Pasien perlu mengikuti program rehabilitasi untuk mempersingkat masa pemulihan dan kembali dapat menjalani kehidupan yang normal. Pemulihan pasien pasca-operasi dimulai dari ruang perawatan. Setelah kondisi pasien dinyatakan sudah stabil, pasien bisa menuju ruang rawat inap atau langsung pulang, tergantung jenis operasi yang dilakukan. A. Rehabilitasi Post OperasiPeriode pasca-operasi setiap pasien bergantung pada ruang lingkup operasi dan aturan perawatan pasca-operasi. Metode rehabilitasi dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan, di antaranya fisioterapi, ultrasonik, terapi arus stimulasi atau terapi injeksi, atau pijat. Khusus fisioterapi, fokusnya adalah latihan ringan yang antara lain dirancang untuk meningkatkan sirkulasi dan gerakan. Dokter akan memberikan panduan rehabilitasi pasca-operasi sepulang dari rumah sakit, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan demi hasil operasi yang optimal.... - Published: 2022-05-18 - Modified: 2026-06-10 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-stroke/ - Translation Priorities: Optional Brain & Neuro Center Primaya Hospital menyediakan Brain & Neuro Center yang didukung oleh tim medis terlatih dan fasilitas bertaraf internasional. Keberadaan tim medis dan fasilitas yang berkualitas ini penting karena telah terbukti berperan besar dalam pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, hingga pemulihan pasien stroke. Penanganan pasien di Brain & Neuro Center menerapkan standar yang diakui secara global. Dalam memberikan layanan, tim Primaya Hospital memastikan keamanan, keselamatan, dan kesehatan pasien sebagai prioritas utama. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check UpStroke adalah salah satu penyakit paling mematikan di seluruh dunia. Karena itu, Brain & Neuro Center di Primaya Hospital memiliki layanan preventif dan deteksi dini terhadap stroke. Pasien dapat datang ke Primaya Hospital untuk berkonsultasi atau menjalani pemeriksaan medis guna mengantisipasi risiko stroke. Tim medis yang terdiri atas dokter lintas bidang serta perawat dan tenaga kesehatan lain akan melakukan pemeriksaan sebelum stroke berkembang dan berdampak pada kualitas hidup pasien. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:Pemeriksaan Neurologis: pemeriksaan sistem saraf pusat untuk melihat apakah ada kelainanTes Darah: pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah untuk menilai risiko seseorang terkena strokeTes Pemindaian Otak menggunakan CT-Scan: pengecekan otak dengan teknologi sinar-X atau medan magnet untuk mengetahui pasien mengalami stroke iskemik atau hemoragikEkokardiografi: pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat risiko penggumpalan darah pada pasien strokeTim dokter di Brain & Neuro Center juga melayani jenis pemeriksaan lainnya yang berkaitan dengan stroke. Hasil pemeriksaan itu akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan tingkat risiko atau menegakkan diagnosis stroke pada pasien. Bila risiko stroke terdeteksi sejak dini lewat serangkaian pemeriksaan ini, ada peluang lebih besar untuk mencegah serangan stroke lebih parah yang dapat menurunkan kualitas hidup. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check UpBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Brain & Neuro Center di Primaya Hospital memahami penanganan kasus per kasus stroke sepenuhnya. Bagi pasien stroke, waktu adalah kunci. Makin cepat penanganan sejak gejala stroke muncul, makin besar peluang pemulihan. Itu sebabnya tim medis di Primaya Hospital yang telah mendapat pelatihan khusus dalam penanganan stroke akan sesegera mungkin menegakkan diagnosis dan melakukan perawatan demi memberi pasien kesempatan terbaik untuk sembuh. Jenis tindakan yang dapat dilakukan antara lain:Dekompresi kraniektomi: prosedur bedah tulang tengkorak untuk meningkatkan volume dalam otakJenis kasus yang dapat ditangani:Stroke iskemik: stroke yang terjadi ketika pembuluh darah yang mensuplai otak menyempit atau tersumbat sehingga mengganggu aliran darah dan oksigen ke otakStroke hemoragik: stroke yang dipicu perdarahan di otak akibat pecahnya pembuluh darah pada otakStroke ringan: gejala stroke yang terjadi dalam waktu singkat ketika aliran darah ke otak terganggu sesaatBuat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Stroke dapat menyebabkan masalah pada fungsi wicara, penglihatan, ingatan, keseimbangan, atau gerakan. Pasien stroke juga bisa mengalami kelumpuhan. Karena itu, pasien sering kali harus mempelajari kembali fungsi dasar seperti berjalan, berbicara, makan, dan lainnya setelah stroke. Untuk itu, Brain & Neuro Center di Primaya Hospital menyediakan layanan rehabilitasi dan pemulihan pasien. Di sini, pelayanan tidak berhenti hanya setelah perawatan atau operasi. Primaya memiliki tim dokter multidisiplin yang akan berkolaborasi untuk membantu rehabilitasi dan pemulihan pasien. A. Rehabilitasi Post OperasiPrimaya Hospital menggunakan metode rehabilitasi stroke berbasis teknologi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pasien. Tim medis berkomitmen untuk memulihkan kemampuan pasien seoptimal mungkin lewat serangkaian program rehabilitasi. Dalam program rehabilitasi ini, keluarga pasien juga dilibatkan demi memperbesar peluang pemulihan. Di antaranya:Fisioterapi: latihan dengan atau tanpa alat guna meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh serta kekuatan ototTerapi psikologi: terapi untuk meningkatkan kondisi mental pasien pasca-strokeTerapi gizi: pemeriksaan dan pemberian rekomendasi untuk memenuhi kebutuhan gizi demi mempercepat masa pemulihanB. Pemulihan Pasien di Ruang PerawatanSeusai operasi, pasien stroke umumnya harus menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit. Tapi sebelumnya pasien harus ditempatkan di ruang perawatan demi pemulihan pasca-operasi. Selama di ruang perawatan, kondisi pasien akan dipantau secara ketat oleh tim medis. Periksa Kesehatan Jantung, Daftar Melalui WebsiteBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 4. Teknologi dan Fasilitas yang Dimiliki Primaya Hospital menggunakan teknologi terdepan dalam penanganan pasien di Brain & Neuro Center. Fasilitas yang dimiliki juga mendukung perawatan pasien sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan teknologi dan fasilitas bertaraf internasional ini bertujuan memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, aman, dan efektif. Craniotomy: prosedur pengangkatan sebagian tulang tengkorak sebagai bagian dari operasi otak EVD: alat untuk mengeluarkan sebagian cairan otak untuk mengurangi tekanan di bagian dalam kepala Shunting: penggunaan alat untuk mengurangi cairan yang menumpuk di otak dengan cara mengalirkan cairan ke bagian tubuh lain Acute Care (Intensive): fasilitas yang dirancang khusus untuk merawat pasien stroke akut secara intensif Post Acute Care (Inpatient): perawatan stroke pasca-akut, termasuk rehabilitasi atau layanan paliatif, bagi pasien di rumah sakit Stroke Rehabilitation: layanan rehabilitasi bagi pasien setelah menjalani perawatan stroke Buat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 5. Tim Medis Berpengalaman dan KompetenPrimaya Hospital menghadirkan... - Published: 2022-05-18 - Modified: 2026-06-10 - URL: https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/pusat-layanan-stroke/ - Translation Priorities: Optional Brain & Neuro Center Primaya Hospital menyediakan Brain & Neuro Center yang didukung oleh tim medis terlatih dan fasilitas bertaraf internasional. Keberadaan tim medis dan fasilitas yang berkualitas ini penting karena telah terbukti berperan besar dalam pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, hingga pemulihan pasien stroke. Penanganan pasien di Brain & Neuro Center menerapkan standar yang diakui secara global. Dalam memberikan layanan, tim Primaya Hospital memastikan keamanan, keselamatan, dan kesehatan pasien sebagai prioritas utama. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check UpStroke adalah salah satu penyakit paling mematikan di seluruh dunia. Karena itu, Brain & Neuro Center di Primaya Hospital memiliki layanan preventif dan deteksi dini terhadap stroke. Pasien dapat datang ke Primaya Hospital untuk berkonsultasi atau menjalani pemeriksaan medis guna mengantisipasi risiko stroke. Tim medis yang terdiri atas dokter lintas bidang serta perawat dan tenaga kesehatan lain akan melakukan pemeriksaan sebelum stroke berkembang dan berdampak pada kualitas hidup pasien. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:Pemeriksaan Neurologis: pemeriksaan sistem saraf pusat untuk melihat apakah ada kelainanTes Darah: pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah untuk menilai risiko seseorang terkena strokeTes Pemindaian Otak menggunakan CT-Scan: pengecekan otak dengan teknologi sinar-X atau medan magnet untuk mengetahui pasien mengalami stroke iskemik atau hemoragikEkokardiografi: pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat risiko penggumpalan darah pada pasien strokeTim dokter di Brain & Neuro Center juga melayani jenis pemeriksaan lainnya yang berkaitan dengan stroke. Hasil pemeriksaan itu akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan tingkat risiko atau menegakkan diagnosis stroke pada pasien. Bila risiko stroke terdeteksi sejak dini lewat serangkaian pemeriksaan ini, ada peluang lebih besar untuk mencegah serangan stroke lebih parah yang dapat menurunkan kualitas hidup. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check UpBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Brain & Neuro Center di Primaya Hospital memahami penanganan kasus per kasus stroke sepenuhnya. Bagi pasien stroke, waktu adalah kunci. Makin cepat penanganan sejak gejala stroke muncul, makin besar peluang pemulihan. Itu sebabnya tim medis di Primaya Hospital yang telah mendapat pelatihan khusus dalam penanganan stroke akan sesegera mungkin menegakkan diagnosis dan melakukan perawatan demi memberi pasien kesempatan terbaik untuk sembuh. Jenis tindakan yang dapat dilakukan antara lain:Dekompresi kraniektomi: prosedur bedah tulang tengkorak untuk meningkatkan volume dalam otakJenis kasus yang dapat ditangani:Stroke iskemik: stroke yang terjadi ketika pembuluh darah yang mensuplai otak menyempit atau tersumbat sehingga mengganggu aliran darah dan oksigen ke otakStroke hemoragik: stroke yang dipicu perdarahan di otak akibat pecahnya pembuluh darah pada otakStroke ringan: gejala stroke yang terjadi dalam waktu singkat ketika aliran darah ke otak terganggu sesaatBuat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Stroke dapat menyebabkan masalah pada fungsi wicara, penglihatan, ingatan, keseimbangan, atau gerakan. Pasien stroke juga bisa mengalami kelumpuhan. Karena itu, pasien sering kali harus mempelajari kembali fungsi dasar seperti berjalan, berbicara, makan, dan lainnya setelah stroke. Untuk itu, Brain & Neuro Center di Primaya Hospital menyediakan layanan rehabilitasi dan pemulihan pasien. Di sini, pelayanan tidak berhenti hanya setelah perawatan atau operasi. Primaya memiliki tim dokter multidisiplin yang akan berkolaborasi untuk membantu rehabilitasi dan pemulihan pasien. A. Rehabilitasi Post OperasiPrimaya Hospital menggunakan metode rehabilitasi stroke berbasis teknologi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pasien. Tim medis berkomitmen untuk memulihkan kemampuan pasien seoptimal mungkin lewat serangkaian program rehabilitasi. Dalam program rehabilitasi ini, keluarga pasien juga dilibatkan demi memperbesar peluang pemulihan. Di antaranya:Fisioterapi: latihan dengan atau tanpa alat guna meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh serta kekuatan ototTerapi psikologi: terapi untuk meningkatkan kondisi mental pasien pasca-strokeTerapi gizi: pemeriksaan dan pemberian rekomendasi untuk memenuhi kebutuhan gizi demi mempercepat masa pemulihanB. Pemulihan Pasien di Ruang PerawatanSeusai operasi, pasien stroke umumnya harus menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit. Tapi sebelumnya pasien harus ditempatkan di ruang perawatan demi pemulihan pasca-operasi. Selama di ruang perawatan, kondisi pasien akan dipantau secara ketat oleh tim medis. Periksa Kesehatan Jantung, Daftar Melalui WebsiteBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 4. Teknologi dan Fasilitas yang Dimiliki Primaya Hospital menggunakan teknologi terdepan dalam penanganan pasien di Brain & Neuro Center. Fasilitas yang dimiliki juga mendukung perawatan pasien sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan teknologi dan fasilitas bertaraf internasional ini bertujuan memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, aman, dan efektif. Craniotomy: prosedur pengangkatan sebagian tulang tengkorak sebagai bagian dari operasi otak EVD: alat untuk mengeluarkan sebagian cairan otak untuk mengurangi tekanan di bagian dalam kepala Shunting: penggunaan alat untuk mengurangi cairan yang menumpuk di otak dengan cara mengalirkan cairan ke bagian tubuh lain Acute Care (Intensive): fasilitas yang dirancang khusus untuk merawat pasien stroke akut secara intensif Post Acute Care (Inpatient): perawatan stroke pasca-akut, termasuk rehabilitasi atau layanan paliatif, bagi pasien di rumah sakit Stroke Rehabilitation: layanan rehabilitasi bagi pasien setelah menjalani perawatan stroke Buat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 5. Tim Medis Berpengalaman dan KompetenPrimaya Hospital menghadirkan... - Published: 2022-05-17 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-urologi-dan-ginjal/ - Translation Priorities: Optional Pusat Layanan Urologi dan Ginjal Primaya Hospital menghadirkan Pusat Layanan Urologi dan Ginjal sebagai salah satu layanan unggulan di Primaya Hospital Group. Dengan dukungan dokter spesialis dan tim medis yang berpengalaman dan profesional, layanan ini mencakup pencegahan, pemeriksaan, tindakan, dan rehabilitasi untuk gangguan kesehatan pada ginjal, saluran kemih, kandung kemih, prostat, dan organ lain yang berkaitan. Pusat Layanan Urologi dan Ginjal Primaya Hospital menggunakan teknologi terbaru untuk memastikan pasien mendapatkan layanan terbaik berstandar internasional. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check UpMemahami faktor risiko pribadi, seperti riwayat kesehatan keluarga, dan mengenali tanda atau gejala tertentu adalah langkah pertama dan penting untuk mendeteksi sejak dini risiko gangguan urologi. Karena itu, Primaya Hospital menyediakan layanan preventif lewat konsultasi dokter serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna mengantisipasi penurunan kualitas hidup akibat gangguan urologi yang telanjur parah. Layanan diagnostik Primaya Hospital meliputi: Uji bersihan kreatinin: tes untuk melihat apakah fungsi ginjal dalam menyaring zat buangan berupa kreatinin masih baik atau tidak dengan cara mengecek sampel urine dan darah. Glomerular filtration rate (GFR): tes darah untuk mengecek seberapa baik kemampuan penyaringan ginjal dengan mengukur berapa banyak darah yang tersaring. Bila pemeriksaan dengan menggunakan ureum dan kreatinin maka menggunakan estimated (eGFR) kecuali bila ada marker inulin. Nitrogen urea darah (NUD): tes untuk mengukur jumlah zat buangan hasil pencernaan protein berupa urea nitrogen dalam darah. USG dan CT Scan: pemeriksaan diagnostik untuk melihat organ dalam tanpa pembedahan dengan teknologi ultrasonografi dan pencitraan digital menggunakan sinar-X. Biopsi ginjal: pengambilan sampel jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop guna mengetahui tanda-tanda kerusakan pada ginjal. Tes urine: pemeriksaan kandungan urine dengan mengambil sampel urine untuk mendeteksi apakah ada gangguan kesehatan (saluran kemih)Pemeriksaan tekanan darah: pengecekan tekanan pada pembuluh darah arteri saat jantung berdenyut untuk melihat risiko tekanan darah tinggi atau rendah. Jenis pemeriksaan kesehatan urologi dan ginjal lainnyaDaftar Medical Check Up Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Primaya Hospital memiliki tim medis yang ahli dalam bidang masing-masing untuk memastikan pasien mendapat perawatan terbaik atas berbagai gangguan urologis yang dialami. Tim medis Primaya Hospital akan bekerja sama untuk menentukan penanganan yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan pasien. Tindakan yang dapat dilakukan Primaya Hospital antara lain:Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh ginjalOperasi untuk menangani penyumbatan aliran urine dari ginjal dengan memasukkan stentOperasi pengangkatan kandung kemihTerapi untuk mengeluarkan batu ginjalVasektomi untuk menutup aliran spermaOperasi pengangkatan kistaOperasi prostat Tanpa sayatanAdapun jenis kasus yang dapat ditangani di antaranya:Batu ginjalGangguan prostatKelainan bawaan ginjalBatu saluran kemihHipospadia (kelainan berupa lubang penis berada di bagian bawah, bukan di ujung)Penyempitan saluran kemihInkontinensia urine (kesulitan menahan keluarnya urine)Penyakit ginjal polikistik (munculnya sejumlah kista pada ginjal)Infeksi saluran kemihKandung kemih turunHematuria (kencing berdarah)Pembesaran prostatDisfungsi ereksi (impotensi)Disfungsi seksual wanitaGangguan urologi anak-anak3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Tak hanya melakukan diagnosis dan mengobati pasien, Pusat Layanan Urologi dan Ginjal Primaya Hospital juga memiliki layanan rehabilitasi dan pemulihan pasien. Layanan ini menjadi satu kesatuan dalam proses penanganan pasien agar pasien dapat segera kembali menjalani rutinitasnya seusai tindakan. A. Rehabilitasi Post OperasiRehabilitasi terutama penting bagi pasien pasca-operasi. Perawatan pasca-operasi bertujuan memastikan hasil operasi yang optimal. Jenis rehabilitasi akan disesuaikan dengan jenis tindakan operasi serta penyakit yang ditangani lewat operasi itu. B. Pemulihan Pasien di Ruang PerawatanSetelah operasi, pasien akan menjalani pemulihan di ruang perawatan. Selama pemulihan ini, tim medis akan memantau kondisi pasien dengan saksama dan terus-menerus untuk mengantisipasi penurunan kondisi. Tergantung jenis operasi yang dilakukan, pasien harus beberapa saat berada di ruang perawatan untuk pemulihan sebelum dapat menuju kamar rawat inap. 4. Teknologi dan Fasilitas yang Dimiliki Primaya Hospital menggunakan teknologi terbaru dalam memberikan layanan urologi dan ginjal kepada pasien. Penggunaan teknologi ini mendukung keberadaan fasilitas pelayanan bertaraf internasional yang dimiliki Primaya Hospital. Misalnya:URS: pemeriksaan saluran kemih bagian atas dengan memasukkan alat berupa tabung kecil bernama uteroskop ureterorenoskop TUR-(P atau BT): operasi untuk memulihkan aliran urine yang terganggu karena pembesaran prostat ataupun tumor kandung kemihPCNL: prosedur untuk menghilangkan batu ginjal kecil dengan membuat luka tusukan kecil pada kulitESWL: prosedur pemecahan batu ginjal lewat terapi kejut tanpa sayatan agar lebih mudah keluar dalam bentuk pecahan kecilUroflowmetri: mengukur jumlah, kekuatan, serta kecepatan aliran urine saat buang air kecil, sering disebut tes pancaran kencingLaser (UTUC, tumor, TURP/TUEB): penggunaan laser untuk mengatasi berbagai masalah urologi dan ginjalRetrograde intra renal surgery (RIRS): operasi untuk memecah dan mengeluarkan batu ginjal tanpa sayatan pada permukaan kulitESWT therapy: penggunaan terapi kejut untuk berbagai masalah urologi (disfungsi ereksi) dan nyeri kronisHemodialisis: prosedur cuci darah untuk ginjal yang sudah tak dapat berfungsiCAPD: metode cuci darah melalui perut tanpa mesin dengan alat khusus5. Tim Medis Berpengalaman dan Kompeten Pusat Layanan Urologi dan Ginjal Primaya Hospital mempunyai tim medis yang terdiri atas dokter spesialis dan dokter bedah urologi serta perawat yang berpengalaman dan terlatih untuk memberikan layanan terbaik bagi pasien. Tim medis juga mendapat dukungan staf non-medis yang siap melayani secara profesional dengan mengutamakan kepentingan pasien. Didukung oleh dokter spesialis... - Published: 2022-05-17 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/urology-nephrology-center/ - Translation Priorities: Optional Urology and Nephrology Center Primaya Hospital houses a Urology and Nephrology Center as one of its forefront services. Supported by experienced and professional specialist doctors and medical teams, our service encompasses prevention, examination, treatment, and rehabilitation for health disorders related to kidneys, urinary tract, bladder, prostate, and other associated organs. Primaya Hospital’s Urology and Nephrology Center utilizes the latest technology to ensure patients receive the best care under international standards. 1. Diagnostic Services: Doctor’s Consultation and Medical Check-upUnderstanding personal risk factors, such as family medical history, and recognizing certain signs or symptoms is the first and crucial step in the early detection of urological disorders. For this reason, Primaya Hospital offers preventive services through doctor consultations and comprehensive health check-ups to anticipate a decline in quality of life caused by preceding urological conditions. Primaya Hospital's diagnostic services include:Creatinine clearance test: a test to see if kidney function in filtering waste products in the form of creatinine is still good by checking urine and blood samplesGlomerular filtration rate (GFR): a blood test to check how well the kidneys are filtering by measuring how much blood is filteredBlood urea nitrogen (BUN): a test to measure the amount of waste product from protein digestion in the form of urea nitrogen in the bloodUltrasound and CT Scan: diagnostic examinations to view internal organs without surgery using ultrasonography technology and digital imaging using X-raysKidney biopsy: taking a kidney tissue sample to be examined under a microscope to identify signs of kidney damageUrine test: examination of urine content by taking a urine sample to detect any health problemsBlood pressure measurement: checking the pressure in the arteries when the heart beats to assess the risk of high or low blood pressureOther types of Urology and Nephrology health examinationsMedical Check-Up RegistrationWith Experienced and Competent Specialist Doctors CLICK HERE 2. Curative Services: Case Variation and ManagementPrimaya Hospital houses a team of medical experts in their respective fields to ensure that our patients receive the best care for various urological disorders. Primaya Hospital’s medical team works collaboratively to determine the most appropriate treatment based on each patient’s needs. Procedures that can be performed at Primaya Hospital include:Surgery to remove part of or the entire kidney. Surgery to connect an artery and a vein so that blood can flow directly. Surgery to treat blockages in the flow of urine from the kidney by inserting a stent. Surgery to remove the bladder. Therapy to remove kidney stones. Vasectomy to block the flow of sperm. Surgery to remove a cyst. The types of cases that can be treated include, among others:Kidney stonesProstate disordersCongenital kidney abnormalitiesUrinary tract stonesHypospadias (a condition where the opening of the penis is on the underside, not at the tip)Narrowing of the urethra (urethral stricture)Urinary incontinence (difficulty controlling the release of urine)Polycystic kidney disease (the appearance of multiple cysts on the kidneys)Urinary tract infection (UTI)Bladder prolapseHematuria (blood in the urine)Prostate enlargementErectile dysfunction (impotence)Female sexual dysfunctionPediatric urological disorders3. Patient’s Rehabilitation and Recovery ServicesNot only does Primaya Hospital’s Urology and Nephrology Center diagnose and treat patients, but we also offer rehabilitation and recovery services. These services are an integral part of the patient care process to ensure that patients can quickly return to their routine after treatment. Post-operation RehabilitationRehabilitation is imperative for post-operative patients. Post-operative care aims to ensure optimal surgical outcomes. The type of rehabilitation will be tailored to the type of surgery performed and the condition being treated through the surgery. Patient Recovery in the Care RoomAfter surgery, patients will undergo recovery in the care room. During this recovery period, our medical team will closely and continuously monitor the patient’s condition to anticipate any potential decline. Depending on the type of surgery performed, patients might need to remain in the care room for a while before moving to a regular inpatient room. 4. Owned Technology and FacilitiesPrimaya Hospital uses the latest technology in providing Urology and Nephrology services to patients. The use of this technology supports Primaya Hospital’s world-class service facilities. For example: Rezum : minimally invasive therapy for enlarged prostate (BPH) using water vaporURS (Ureteroscopy): examination of the upper urinary tract by inserting a small tube-like instrument called a ureteroscope. TUR (Transurethral Resection): surgery to restore disrupted urine flow due to prostate enlargement. PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy): procedure to remove small kidney stones by making a small puncture wound in the skin. ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy): procedure to break kidney stones using shock wave therapy so they can be more easily passed in small fragments. Uroflowmetry: measuring the amount, force, and speed of urine flow during urination, often called a urine flow test. Laser (UTUC, tumor, TURP/TUEB): the use of lasers to address various urological and kidney problems. Retrograde intrarenal surgery (RIRS): surgery to break and remove kidney stones without incisions on the skin surface. ESWT therapy (Extracorporeal Shock... - Published: 2022-04-26 - Modified: 2023-02-07 - URL: https://primayahospital.com/jadwal-primaya-talk/ Jadwal Primaya Talk Mau lihat seluruh rekaman Primaya Talk? Kunjungi tautan dibawah ini Instagram Youtube - Published: 2022-04-24 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/en/gastroentero-hepatologi-center/ - Translation Priorities: Optional Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi Primaya Hospital siap membantu menangani segala permasalahan kesehatan seputar pencernaan dan hati dengan menghadirkan Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi. Tim dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi Primaya Hospital siap memfasilitasi pemeriksaan dan perawatan yang lengkap dan holistik. Tim medis Primaya paham bahwa masalah pencernaan dan hati bisa sangat mengganggu kehidupan, terutama penyakit kronis. Karena itu, tim Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi sepenuhnya berfokus pada pemulihan kesehatan secara optimal dan peningkatan kualitas hidup pasien. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check UpPusat Layanan Gastroentero Hepatologi di Primaya Hospital menangani berbagai kondisi yang mempengaruhi saluran pencernaan dan hati. Kami menyediakan rangkaian lengkap layanan konsultasi, diagnostik, dan terapeutik bagi pasien rawat inap dan rawat jalan. Pasien akan mendapat layanan bertaraf internasional untuk pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan semua jenis gangguan pencernaan dan hati. Pemeriksaan Darah Lengkap: penghitungan kadar sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakitPemeriksaan Elektrolit: tes darah untuk mengukur kadar elektrolit dalam tubuh guna melihat apakah ada ketidakseimbangan elektrolitAnalisa Gas Darah: tes darah yang membutuhkan sampel dari pembuluh darah di tubuh untuk mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuhPemeriksaan Mikrobiologi: pemeriksaan terhadap sampel darah, urine, feses, lendir, atau kerokan kulit untuk mengecek keberadaan penyebab penyakit seperti jamur, bakteri, virus, atau parasit lainPemeriksaan Radiologis: pemeriksaan menggunakan radiasi atau prosedur pencitraan lain untuk menemukan tanda-tanda masalah kesehatanPusat Layanan Gastroentero Hepatologi juga melayani jenis pemeriksaan kesehatan lain yang disesuaikan dengan keluhan, gejala, dan kebutuhan pasien. Semua pemeriksaan itu dilakukan dengan dukungan peralatan dan fasilitas modern di Primaya Hospital. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check UpBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Primaya Hospital menyediakan layanan penanganan kasus gangguan pencernaan dan hati yang luas dan lengkap:termasuk gastroenterologi, hepatologi, pankreatologi, penyakit radang usus, endoskopi, dan terapi nutrisi. Dokter spesialis di Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi sanggup menjalankan prosedur pengobatan yang kompleks dan berkolaborasi dengan dokter bedah jika pasien memerlukan operasi. Jenis tindakan yang bisa ditangani di Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi antara lain:Pengobatan batu empedu: antara lain dengan operasi, obat-obatan, atau gelombang kejut ESWLBiopsi hati: pengambilan sampel jaringan hati untuk diperiksa di bawah mikroskopTes fungsi hati: pemeriksaan kadar enzim dan protein dalam darah untuk mengecek fungsi hatiFibroscan: penggunaan teknologi gelombang suara ultrasonik untuk menilai kesehatan hatiUSG perut: prosedur ultrasonografi untuk melihat kondisi hati serta sistem saluran empedu-pankreasOperasi prolaps rektum: prosedur bedah untuk mengatasi turunnya bagian ujung usus besar ke bagian anusJenis kasus yang dapat ditangani:Gangguan pencernaan: gangguan pada sistem pencernaan dari mulut hingga anus, seperti refluks asam lambung (GERD), tukak lambung, penyakit empedu, diare, penyakit pankreas, penyakit radang usus (IBD), dan sindrom iritasi usus (IBS)Gagal hati: kerusakan sebagian besar hati sehingga fungsi normalnya tergangguHepatitis akut dan kronis: penyakit hati akibat virus yang dialami dalam jangka waktu pendek dan panjangPerlemakan hati: kondisi ketika terjadi penumpukan lemak di hatiSirosis hati: kerusakan hati karena terbentuknya jaringan parutPenyakit hati terkait obat: gangguan fungsi hati karena konsumsi obat-obatanPenyakit hati autoimun: penyakit hati akibat sistem imun keliru menyerang sel hati yang sehatPenyakit hati alkoholik: penyakit hati akibat konsumsi alkohol berlebihanTumor hati: pertumbuhan sel yang abnormal di hati, bisa menjadi kanker hatiBuat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Gangguan pencernaan dan hati bisa mempengaruhi bukan hanya organ pencernaan dan hati, melainkan seluruh kondisi fisik dan mental pasien. Maka Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi di Primaya Hospital menyediakan layanan rehabilitasi dan pemulihan pasien. Layanan ini bertujuan meningkatkan, memperbaiki, dan menyiapkan kondisi fisik dan mental pasien sebelum atau sesudah operasi. A. Rehabilitasi Post OperasiSeusai operasi, bisa terjadi abnormalitas pada saluran pencernaan yang antara lain ditandai dengan mual, muntah, dan gangguan buang air besar. Kondisi ini bisa ditangani dengan langkah rehabilitasi pasca-operasi. Tim medis Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi dapat membantu pasien mengatasi masalah tersebut agar dapat lebih nyaman dalam menjalani kegiatan lewat program intervensi atau terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien. B. Pemulihan Pasien di Ruang PerawatanDemi memaksimalkan pemulihan, Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi menyediakan ruang perawatan bagi pasien pasca-operasi. Pasien perlu berada di ruang pemulihan untuk beberapa saat setelah operasi. Tim medis akan memfasilitasi pemulihan dengan memantau kondisi pasien secara berkelanjutan hingga kondisi pasien stabil dan bisa berpindah ke ruang rawat inap atau pulang, tergantung jenis operasi yang dijalani. Periksa Kesehatan Jantung, Daftar Melalui WebsiteBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 4. Teknologi dan Fasilitas yang Dimiliki Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi di Primaya Hospital menggunakan peralatan dan fasilitas modern untuk mengoptimalkan layanan bagi pasien, termasuk alat endoskopi berteknologi tinggi. Penggunaan teknologi dan fasilitas berstandar internasional ini selaras dengan ikhtiar Primaya Hospital menjadikan Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi sebagai layanan unggulan. Teknologi dan fasilitas yang dimiliki antara lain:Gastroscopy: prosedur endoskopi (penggunaan alat berupa tabung fleksibel tipis bernama endoskop) untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas yang meliputi rongga mulut dan kelenjar ludah, kerongkongan, lambung, dan usus halus.... - Published: 2022-04-24 - Modified: 2026-07-06 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-gastroentero-hepatologi/ - Translation Priorities: Optional Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi Primaya Hospital siap membantu menangani segala permasalahan kesehatan seputar pencernaan dan hati dengan menghadirkan Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi. Tim dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi Primaya Hospital siap memfasilitasi pemeriksaan dan perawatan yang lengkap dan holistik. Tim medis Primaya paham bahwa masalah pencernaan dan hati bisa sangat mengganggu kehidupan, terutama penyakit kronis. Karena itu, tim Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi sepenuhnya berfokus pada pemulihan kesehatan secara optimal dan peningkatan kualitas hidup pasien. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check Up Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi di Primaya Hospital menangani berbagai kondisi yang mempengaruhi saluran pencernaan dan hati. Kami menyediakan rangkaian lengkap layanan konsultasi, diagnostik, dan terapeutik bagi pasien rawat inap dan rawat jalan. Pasien akan mendapat layanan bertaraf internasional untuk pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan semua jenis gangguan pencernaan dan hati. Pemeriksaan Darah Lengkap: penghitungan kadar sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit Pemeriksaan Elektrolit: tes darah untuk mengukur kadar elektrolit dalam tubuh guna melihat apakah ada ketidakseimbangan elektrolit Analisa Gas Darah: tes darah yang membutuhkan sampel dari pembuluh darah di tubuh untuk mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuh Pemeriksaan Mikrobiologi: pemeriksaan terhadap sampel darah, urine, feses, lendir, atau kerokan kulit untuk mengecek keberadaan penyebab penyakit seperti jamur, bakteri, virus, atau parasit lain Pemeriksaan Radiologis: pemeriksaan menggunakan radiasi atau prosedur pencitraan lain untuk menemukan tanda-tanda masalah kesehatan Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi juga melayani jenis pemeriksaan kesehatan lain yang disesuaikan dengan keluhan, gejala, dan kebutuhan pasien. Semua pemeriksaan itu dilakukan dengan dukungan peralatan dan fasilitas modern di Primaya Hospital. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check Up Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Primaya Hospital menyediakan layanan penanganan kasus gangguan pencernaan dan hati yang luas dan lengkap:termasuk gastroenterologi, hepatologi, pankreatologi, penyakit radang usus, endoskopi, dan terapi nutrisi. Dokter spesialis di Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi sanggup menjalankan prosedur pengobatan yang kompleks dan berkolaborasi dengan dokter bedah jika pasien memerlukan operasi. Jenis tindakan yang bisa ditangani di Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi antara lain: Pengobatan batu empedu: antara lain dengan operasi, obat-obatan, atau gelombang kejut ESWL Biopsi hati: pengambilan sampel jaringan hati untuk diperiksa di bawah mikroskop Tes fungsi hati: pemeriksaan kadar enzim dan protein dalam darah untuk mengecek fungsi hati Fibroscan: penggunaan teknologi gelombang suara ultrasonik untuk menilai kesehatan hati USG perut: prosedur ultrasonografi untuk melihat kondisi hati serta sistem saluran empedu-pankreas Operasi prolaps rektum: prosedur bedah untuk mengatasi turunnya bagian ujung usus besar ke bagian anus Jenis kasus yang dapat ditangani: Gangguan pencernaan: gangguan pada sistem pencernaan dari mulut hingga anus, seperti refluks asam lambung (GERD), tukak lambung, penyakit empedu, diare, penyakit pankreas, penyakit radang usus (IBD), dan sindrom iritasi usus (IBS) Gagal hati: kerusakan sebagian besar hati sehingga fungsi normalnya terganggu Hepatitis akut dan kronis: penyakit hati akibat virus yang dialami dalam jangka waktu pendek dan panjang Perlemakan hati: kondisi ketika terjadi penumpukan lemak di hati Sirosis hati: kerusakan hati karena terbentuknya jaringan parut Penyakit hati terkait obat: gangguan fungsi hati karena konsumsi obat-obatan Penyakit hati autoimun: penyakit hati akibat sistem imun keliru menyerang sel hati yang sehat Penyakit hati alkoholik: penyakit hati akibat konsumsi alkohol berlebihan Tumor hati: pertumbuhan sel yang abnormal di hati, bisa menjadi kanker hati Buat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan Cepat Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Gangguan pencernaan dan hati bisa mempengaruhi bukan hanya organ pencernaan dan hati, melainkan seluruh kondisi fisik dan mental pasien. Maka Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi di Primaya Hospital menyediakan layanan rehabilitasi dan pemulihan pasien. Layanan ini bertujuan meningkatkan, memperbaiki, dan menyiapkan kondisi fisik dan mental pasien sebelum atau sesudah operasi. A. Rehabilitasi Post Operasi Seusai operasi, bisa terjadi abnormalitas pada saluran pencernaan yang antara lain ditandai dengan mual, muntah, dan gangguan buang air besar. Kondisi ini bisa ditangani dengan langkah rehabilitasi pasca-operasi. Tim medis Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi dapat membantu pasien mengatasi masalah tersebut agar dapat lebih nyaman dalam menjalani kegiatan lewat program intervensi atau terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien. B. Pemulihan Pasien di Ruang Perawatan Demi memaksimalkan pemulihan, Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi menyediakan ruang perawatan bagi pasien pasca-operasi. Pasien perlu berada di ruang pemulihan untuk beberapa saat setelah operasi. Tim medis akan memfasilitasi pemulihan dengan memantau kondisi pasien secara berkelanjutan hingga kondisi pasien stabil dan bisa berpindah ke ruang rawat inap atau pulang, tergantung jenis operasi yang dijalani. Periksa Kesehatan Jantung, Daftar Melalui Website Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 4. Teknologi dan Fasilitas yang Dimiliki Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi di Primaya Hospital menggunakan peralatan dan fasilitas modern untuk mengoptimalkan layanan bagi pasien, termasuk alat endoskopi berteknologi tinggi. Penggunaan teknologi dan fasilitas berstandar internasional ini selaras dengan ikhtiar Primaya Hospital menjadikan Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi sebagai layanan unggulan. Teknologi dan fasilitas yang dimiliki antara lain: Gastroscopy: prosedur endoskopi... - Published: 2022-04-24 - Modified: 2022-05-17 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-mata/ Pusat Layanan Mata Primaya Hospital mempunyai Pusat Layanan Mata untuk membantu pasien mengatasi masalah penglihatan dan meningkatkan kesehatan mata. Tim medis yang bertugas di Pusat Layanan Mata senantiasa siap melayani konsultasi, pemeriksaan, dan tindakan yang dibutuhkan pasien. Dokter spesialis dan subspesialis Primaya Hospital berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bertaraf internasional dengan memanfaatkan teknologi terbaru dan fasilitas memadai. 1. Layanan Diagnostik: Konsultasi Dokter dan Medical Check UpPusat Layanan Mata di Primaya Hospital menawarkan layanan konsultasi dan pemeriksaan mata secara menyeluruh bagi semua kalangan. Pasien yang datang dengan keluhan seputar penglihatan dapat menanyakan apa pun untuk memahami lebih lanjut kondisi yang dialami. Konsultasi dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan peralatan modern guna menegakkan diagnosis atas masalah mata yang dikeluhkan. Pemeriksaan yang dilayani Primaya Hospital antara lain:Pemeriksaan fisik mata: pengecekan kondisi fisik mata secara lengkap, dari kelopak mata, kornea, lensa, pupil, hingga retina dan saraf mataPemeriksaan gerakan otot mata: tes untuk melihat kemampuan otot mata dalam menggerakkan bola mata sesuai dengan penglihatanTes ketajaman penglihatan (uji refraksi): tes untuk mengukur kemampuan mata dalam melihat suatu objek pada jarak tertentuPemeriksaan lapang pandang: tes untuk mengukur seberapa luas mata dapat melihat ke segala arah dengan fokus pada satu titikTes buta warna: tes penglihatan untuk mengetahui apakah mata dapat membedakan warna dengan gambar dengan angka atau pola tertentu yang diberi warnaTonometri: tes untuk mengukur tekanan pada bola mataPusat Layanan Mata di Primaya Hospital juga melayani berbagai jenis pemeriksaan kesehatan mata lainnya. Sebagai langkah pencegahan dan penanganan lebih baik, pasien dapat memeriksakan kondisi matanya meski tak memiliki keluhan yang berarti. Pemeriksaan mata rutin disarankan setidaknya setiap dua tahun sekali, terutama bila memiliki masalah mata. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check UpBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif: Variasi dan Penanganan Kasus Primaya Hospital menggabungkan keahlian tim medis di Pusat Layanan Mata yang mencakup dokter ahli bedah mata terbaik untuk menangani berbagai masalah mata, dari katarak, masalah retina, glaukoma, hingga perawatan mata. Prosedur untuk masalah mata itu mulai dari yang sederhana seperti pemeriksaan mata untuk mengecek kemampuan penglihatan dalam jarak tertentu hingga operasi untuk kasus yang lebih berat. Jenis tindakan yang bisa ditangani di Pusat Layanan Mata antara lain:Operasi glaukomaOperasi katarakOperasi korneaOperasi retinaLaser retinaBedah okuloplasti untuk memperbaiki struktur dan fungsi sekitar mataPemberian obat ke mata lewat suntikan Jenis kasus yang dapat ditangani termasuk:Glaukoma: kerusakan saraf mata akibat tingginya tekanan di dalam bola mataKatarak: masalah kekeruhan pada lensa mata dengan gejala umum berupa penglihatan yang tampak keruh atau berkabutAbrasi kornea: kornea mengalami luka antara lain akibat benturan benda tumpul pada mataRetinopati diabetes: kerusakan retina yang diakibatkan oleh diabetes mellitusAblasio retina: retina lepas dari jaringan tempatnya menempel pada mataRobekan retina: retina robek karena trauma atau karena tertarik oleh badan kaca yg mengentalRabun jauh: mata tidak bisa melihat dengan jelas objek pada jarak jauhRabun dekat: mata tidak bisa melihat dengan jelas objek pada jarakAstigmatisme: gangguan penglihatan akibat masalah kelengkungan korneaKonjungtivitis: peradangan pada selaput bening mata akibat infeksiSindrom mata kering: mata tidak memiliki cairan yang cukup sebagai pelumasLubang makula: cacat pada bagian tengah retina di belakang mataUevitis: peradangan pada lapisan tengah mata Buat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Layanan Rehabilitasi dan Pemulihan Pasien Pusat Layanan Mata di Primaya Hospital dilengkapi dengan layanan rehabilitasi dan pemulihan pasien. Seusai operasi, pasien mungkin harus menjalani rawat inap di rumah sakit sebagai bagian dari rehabilitasi dan pemulihan. Sepulang dari rumah sakit, pasien tetap harus memperhatikan kondisinya dan menjalani kontrol untuk memastikan tidak terjadi komplikasi dan mengoptimalkan pemulihan. A. Rehabilitasi Post OperasiRehabilitasi bertujuan menuntun pasien agar dapat kembali ke aktivitas normal secara bertahap. Dalam rehabilitasi, pasien akan diminta menjaga kebersihan tubuh dan terutama mata, menghindari aktivitas fisik yang berat, serta tidak menggosok mata yang dioperasi. Tenaga medis di Pusat Layanan Mata Primaya Hospital patuh pada kewajibannya melakukan rehabilitasi untuk mempercepat penyembuhan fisik dan psikis pasien. B. Pemulihan Pasien di Ruang PerawatanPasien biasanya perlu menjalani pemulihan di ruang perawatan pasca-operasi. Tujuan pemulihan adalah menstabilkan kondisi pasien sebelum pasien dapat pulang atau masuk ke kamar rawat inap. Lama masa pemulihan pasien di ruang perawatan bervariasi, tergantung jenis tindakan dan kondisi pasien. Selama di ruang pemulihan, tim medis akan terus-menerus memantau kondisi pasien untuk memastikan tidak terjadi komplikasi pasca-operasi. Periksa Kesehatan Jantung, Daftar Melalui WebsiteBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 4. Teknologi dan Fasilitas yang DimilikiSebagai bagian dari upaya memberikan layanan optimal, Pusat Layanan Mata di Primaya Hospital dilengkapi dengan teknologi modern dan fasilitas terbaik bertaraf internasional. Dikombinasikan dengan tim dokter yang terlatih dan tersertifikasi, peralatan medis memiliki peran yang amat penting dalam penanganan pasien mulai dari pemeriksaan diagnostik hingga tindakan. Teknologi dan fasilitas yang dimiliki termasuk: Phacoemulsifikasi: operasi katarak dengan alat khusus untuk membersihkan lensa yang keruh dengan teknologi ultrasonik tanpa jahitanOperasi glaukoma: berbagai jenis operasi untuk mengatasi glaukoma, seperti trabekulektomi dan implan glaukomaInjeksi anti VEGF: penyuntikan obat untuk mencegah tumbuhnya pembuluh darah... - Published: 2022-04-24 - Modified: 2026-07-06 - URL: https://primayahospital.com/en/center-of-excellence/pusat-layanan-gastroentero-hepatologi/ - Translation Priorities: Optional Gastroenterology and Hepatology Center Primaya Hospital is ready to assist with all health issues in relation to the digestive system and liver through housing our own Gastroenterology and Hepatology Center. Primaya Hospital’s team of gastroenterology and hepatology specialists is prepared to provide comprehensive and holistic examinations and treatments. Our medical team at Primaya understands that digestive and liver problems, especially chronic conditions, can significantly impact daily life. Therefore, our Gastroenterology and Hepatology Center is fully focused on optimal health recovery and improving our patients' quality of life. 1. Diagnostic Services: Doctor’s Consultation and Medical Check-up Primaya Hospital’s Gastroenterology and Hepatology Center treats a wide range of conditions affecting the digestive system and liver. We offer a full range of consultation, diagnostic, and therapeutic services for both inpatient and outpatient care. Patients will receive international-standard services for the prevention, screening, diagnosis, and treatment of all types of digestive and liver disorders. Complete Blood Count (CBC): the measurement of red blood cell count, white blood cell count, and platelet count to detect the possibility of disease Electrolyte Panel/Test: a blood test to measure the levels of electrolytes in the body to see if there is an electrolyte imbalance Arterial Blood Gas (ABG) Analysis: a blood test that requires a sample from an artery in the body to measure the levels of oxygen and carbon dioxide in the blood Microbiological Examination/Testing: the examination of samples of blood, urine, feces, mucus, or skin scrapings to check for the presence of disease-causing agents such as fungi, bacteria, viruses, or other parasites Radiological Examination/Imaging: an examination using radiation or other imaging procedures to find signs of health problems Our Gastroenterology and Hepatology Center also offers other types of health examinations tailored to our patient's complaints, symptoms, and individual needs. All examinations at Primaya Hospital are carried out with the support of modern equipment and facilities. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check Up Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Curative Services: Case Variation and Management Primaya Hospital provides comprehensive and extensive services for the treatment of digestive and liver disorders. This includes gastroenterology, hepatology, pancreatology, inflammatory bowel disease, endoscopy, and nutritional therapy. Our specialists at the Gastroenterology and Hepatology Center are capable of performing complex treatment procedures and collaborate with surgeons when surgical intervention is inquired. Types of procedures that can be handled at our Gastroenterology and Hepatology Service Center include: Gallstone treatment: including surgery, medication, or Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) Liver biopsy: taking a liver tissue sample to be examined under a microscope Liver function tests: examining the levels of enzymes and proteins in the blood to check liver function Liver transplantation: removing the patient's damaged liver to be replaced with a liver from a donor FibroScan: the use of ultrasonic sound wave technology to assess liver health Abdominal ultrasound: an ultrasonography procedure to view the condition of the liver and the biliary-pancreatic system Rectal prolapse surgery: a surgical procedure to treat the dropping of the lower part of the large intestine through the anus Types of cases that can be treated: Digestive disorders: disorders of the digestive system from the mouth to the anus, such as gastroesophageal reflux disease (GERD), peptic ulcers, biliary disease, diarrhea, pancreatic disease, inflammatory bowel disease (IBD), and irritable bowel syndrome (IBS) Liver failure: damage to most of the liver, impairing its normal function Acute and chronic hepatitis: liver disease caused by a virus, experienced in short and long term Fatty liver disease: a condition when there is a buildup of fat in the liver Liver cirrhosis: liver damage due to the formation of scar tissue Drug-induced liver disease: impaired liver function due to medication consumption Autoimmune liver disease: liver disease caused by the immune system mistakenly attacking healthy liver cells Alcoholic liver disease: liver disease caused by excessive alcohol consumption Liver tumors: abnormal cell growth in the liver, which can become liver cancer Buat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan Cepat Bersama Dokter Spesialis Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Patient’s Rehabilitation and Recovery Services Digestive and liver disorders can affect not only the digestive organs and liver but also the patient's overall physical and mental condition. On account of it, Primaya Hospital’s Gastroenterology and Hepatology Center provides rehabilitation and recovery services. These services are aimed at improving, restoring, and preparing the patient’s physical and mental condition before or after surgery. A. Post-operation Rehabilitation After surgery, abnormalities in the digestive tract may occur, which can include symptoms such as nausea, vomiting, and bowel movement disorders. These conditions can be managed through post-operative rehabilitation. Our medical team at the Gastroenterology and Hepatology Center can assist our patients in overcoming these issues to help them feel more comfortable in their daily activities through personalized intervention or therapy programs tailored based on the patient's condition. B. Patient Recovery in Care... - Published: 2022-04-14 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/ - Translation Priorities: Optional, Optional I am a:PatientCorporateCommunityReferral Doctor or AgentMake an appointmentMedical Check UpMCU PerusahaanKerjasama PerusahaanKerjasama KomunitasKomunitasKerjasama Rujukan Layanan Unggulan Temukan Yang Anda Cari Lihat semua Pendaftaran Rawat JalanMedical Check UpLayanan UnggulanLayanan PenunjangTeknologi Keunggulan | Layanan unggulan | teknologi | layanan penunjang Mengapa Primaya Hospital? Terakreditasi Nasional (KARS) dan Internasional (JCI) Primaya Hospital memberikan pelayanan yang prima dengan mengutamakan mutu keselamatan dan keamanan pasien yang tercermin dengan telah terakreditasinya Primaya Hospital tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rumah sakit Primaya Hospital telah terakreditasi Internasional oleh Joint Commission International (JCI). Pelayanan Kesehatan yang Baik Primaya Hospital mampu memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA). Primaya Hospital melayani pasien dengan metode pembayaran pribadi serta jaminan perusahaan, asuransi, atau BPJS. Primaya Hospital memberikan pelayanan dengan teknologi dan mutu yang baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Primaya Hospital akan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Kemudahan Akses Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group tersebar di beberapa wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Fasilitas yang Lengkap Primaya Hospital memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya yaitu layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, Primaya Hospital memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi yang nyaman. Primaya Hospital memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah, Layanan Ibu dan Anak, Layanan Trauma, serta Layanan Onkologi (Kanker). Layanan Unggulan Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital memiliki keunggulan dalam layanan jantung dan pembuluh darah guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan jantung yang berkualitas. Layanan jantung dan pembuluh darah di Primaya Hospital didukung oleh tenaga medis, paramedis, dan petugas non-medis yang profesional serta dilengkapi oleh peralatan medis yang modern. Pusat Layanan Ibu dan Anak Sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan Ibu dan tumbuh kembang anak, Primaya Hospital menyediakan Pusat Layanan Ibu dan Anak melalui berbagai layanan kesehatan untuk wanita, anak-anak, dan bayi seperti kesehatan kewanitaan, kebugaran wanita (senam dan yoga hamil), kehamilan, pijat bayi, laktasi, tumbuh kembang anak, dan berbagai jenis layanan lainnya. Pusat Layanan Trauma Pusat Layanan Trauma merupakan salah satu layanan unggulan terkait tata laksana pasien dengan kondisi kedaruratan yang disebabkan cedera atau trauma. Pusat Layanan Trauma didukung oleh berbagai Dokter Spesialis Bedah dan Non-Bedah yang berpengalaman di bidang trauma. Selain itu, Pusat Layanan Trauma di Primaya Hospital ditangani oleh perawat yang terampil, kompeten, dan telah mendapat pelatihan khusus di bidang trauma seperti Basic Life Support (BLS), Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Pusat Layanan Onkologi (Kanker) Pelayanan Onkologi Primaya Hospital didukung oleh tenaga medis profesional dan kompeten di bidangnya serta dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Adapun jenis layanan yang dapat ditangani diantaranya yaitu Mammografi, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, Vaksin, Bronkoskopi, Endoskopi dan Pembedahan Tumor. Dengan adanya layanan ini, diharapkan berbagai penyakit kanker dapat terdeteksi dan tertangani sejak dini, komplikasi dapat diminimalisir, serta kesembuhan pasien dan usia harapan hidup penderita kanker semakin meningkat. Teknologi Terakreditasi Nasional (KARS) dan Internasional (JCI) Primaya Hospital memberikan pelayanan yang prima dengan mengutamakan mutu keselamatan dan keamanan pasien yang tercermin dengan telah terakreditasinya Primaya Hospital tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rumah sakit Primaya Hospital telah terakreditasi Internasional oleh Joint Commission International (JCI). Pelayanan Kesehatan yang Baik Primaya Hospital mampu memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA). Primaya Hospital melayani pasien dengan metode pembayaran pribadi serta jaminan perusahaan, asuransi, atau BPJS. Primaya Hospital memberikan pelayanan dengan teknologi dan mutu yang baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Primaya Hospital akan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Kemudahan Akses Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group tersebar di beberapa wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Fasilitas yang Lengkap Primaya Hospital memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya yaitu layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, Primaya Hospital memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi yang nyaman. Primaya Hospital memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah, Layanan Ibu dan Anak, Layanan Trauma, serta Layanan Onkologi (Kanker). Layanan Penunjang Terakreditasi Nasional (KARS) dan Internasional (JCI) Primaya Hospital memberikan pelayanan yang prima dengan mengutamakan mutu keselamatan dan keamanan pasien yang tercermin dengan telah terakreditasinya Primaya Hospital tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rumah sakit Primaya Hospital telah terakreditasi Internasional oleh Joint Commission International (JCI). Pelayanan Kesehatan... - Published: 2022-04-14 - Modified: 2026-05-04 - URL: https://primayahospital.com/en/ - Translation Priorities: Optional, Optional I am a:PatientCorporateCommunityReferral Doctor or AgentMake an appointmentMedical Check UpMCU PerusahaanKerjasama PerusahaanKerjasama KomunitasKomunitasKerjasama Rujukan Center of Exellence Find What You're Looking For Lihat semua Outpatient RegistrationMedical Check UpCenter of ExcellenceMedical Support ServicesTechnology Excellences | Center of Excellence | Technology | Supporting Services Why Primaya Hospital? Possessing National (ICAHO/KARS) and International (JCI) Accreditations Primaya Hospital is committed to providing excellent services by prioritizing the quality of patient’s safety and security which reflects on the national accreditation of Primaya Hospital by Indonesian Commission on Accreditation of Hospital (ICAHO/KARS) and two of Primaya Hospital's hospitals internationally which have been internationally accredited by the Joint Commission International (JCI). Excellent Healthcare Services Primaya Hospital is capable in providing comprehensive healthcare services for the people of Indonesia as well as foreign citizens (foreigners). The payment method at Primaya Hospital ranges from a personal payment, company guarantees, insurance, to BPJS. Primaya Hospital provides services with good technology and quality in accordance with community needs, that is to provide health solutions for the community. Ease of Access To reach public’s health needs, Primaya Hospital Group is located in many strategic locations throughout several regions and major cities in Indonesia that makes it easily accessible so that the community's need for healthcare services can be sufficiently fulfilled. Complete Facilities Primaya Hospital has complete service facilities including Emergency, Radiology, Laboratory, and Pharmacy services that serve the community 24 hours a day. In addition, Primaya Hospital has a large parking area, patient education room, comfortable poly space, lactation room, play area at Children's Poly, ATM Center, Musholla, Wi-Fi for patients' families, canteens, and a comfortable lobby area. Primaya Hospital has excellent services for patients, namely Heart and Blood Vessel Services, Mother and Child Services, Trauma Services, and Oncology Services (Cancer. Center of Excellence Cardiac and Vascular Center Primaya Hospital provides excellent services in Cardiovascular and Blood Vessel Services to meet the needs of qualified services for heart health. Supported by professional medical personnel, paramedics and non-medical personnel, Cardiovascular and Cardiac services at Primaya Hospital are equipped with modern medical equipment. Mother and Child Service Center As a form of commitment to maternal health and child development, Primaya Hospital provides Mother and Child Service Center through various healthcare services for women, children and infants including women's health, women's fitness (pregnancy gymnastic and yoga), pregnancy, baby massage, lactation, child development and various other types of services. Trauma Service Center Trauma Service Center is one of the leading services related to the management of patients with emergency conditions caused by injury or trauma. The Trauma Service Center is supported by a variety of surgical and non-surgical specialist doctors who are experienced in the field of trauma. In addition, the Trauma Service Center at Primaya Hospital is handled by skilled, competent nurses, and has received special training in the field of trauma such as Basic Life Support (BLS), Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), and Emergency First Aid (PPGD). Oncology Service Center (Cancer) Primaya Hospital provides Oncology services supported by professional and competent medical personnel and equipped with modern facilities. Primaya Hospital provides Mammography, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, Vaccines, Bronchoscopy, Endoscopy and Tumor Surgery. With this wide range of services, it is expected that various cancers can be detected and treated early, complications can be minimized, and the patient's recovery and the life expectancy of cancer sufferers can increase. Teknologi Terakreditasi Nasional (KARS) dan Internasional (JCI) Primaya Hospital memberikan pelayanan yang prima dengan mengutamakan mutu keselamatan dan keamanan pasien yang tercermin dengan telah terakreditasinya Primaya Hospital tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rumah sakit Primaya Hospital telah terakreditasi Internasional oleh Joint Commission International (JCI). Pelayanan Kesehatan yang Baik Primaya Hospital mampu memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA). Primaya Hospital melayani pasien dengan metode pembayaran pribadi serta jaminan perusahaan, asuransi, atau BPJS. Primaya Hospital memberikan pelayanan dengan teknologi dan mutu yang baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Primaya Hospital akan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Kemudahan Akses Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group tersebar di beberapa wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Fasilitas yang Lengkap Primaya Hospital memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya yaitu layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, Primaya Hospital memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi yang nyaman. Primaya Hospital memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah, Layanan Ibu dan Anak, Layanan Trauma, serta Layanan Onkologi (Kanker). Layanan Penunjang Terakreditasi Nasional (KARS) dan Internasional (JCI) Primaya Hospital memberikan pelayanan yang prima dengan mengutamakan mutu keselamatan... - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/logout/ Login - Primaya Hospital Contact Center 1500 007 Chatbot Brosur Hubungi Kami Akun Saya ID Menu Tentang KamiMengapa Memilih KamiNilai KamiTonggak SejarahManajemenPress ReleaseHubungi Kami CloseRumah Sakit KamiFMC Hospital (Bogor)Primaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital Hertasning (Makassar)Primaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Kelapa GadingPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Rajawali Hospital (Bandung)UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) CloseJadwal DokterMedical Check UpPelayanan PasienLayanan UnggulanLayanan PenunjangTeknologiTelemedicineHomecareLayanan Fertilitas ClosePromoArtikel ID Akun Saya Keranjang Close    Chatbot    Akun Saya    Pencarian    1 500 007 Welcome Back! Login to your account below Forgotten Password? Sign Up Primaya Hospital adalah jaringan rumah sakit berstandar Internasional dengan layanan kesehatan yang modern dan professional. Tentang Kami Nilai Kami Tonggak Sejarah Manajemen   Hubungan Investor Ikhtisar Investment Highlight Tata Kelola Perusahaan Layanan Kami Layanan Unggulan Layanan Penunjang Teknologi Telemedicine Medical Check Up   Karir Lowongan Kerja Form Isian Kandidat Lokasi Kami Kelapa Gading Cikini Jakarta Evasari Jakarta Jakarta Barat Bogor Bandung Tangerang Bekasi Barat Bekasi Timur Bekasi Utara Makassar Karawang Palangkaraya Sorowako Sukabumi Pasar Kemis Pangkal Pinang Semarang Depok Hertasning Makassar Akreditasi Copyright ©2026 - Primaya Hospital. All right reserved Buat Janji Rekomendasi Dokter Cek Kesehatan Komunitas Login to your account below Forgotten Password? Sign Up Fill the forms bellow to register All fields are required. Log In Retrieve your password Please enter your username or email address to reset your password. Log In Tanya Sasya Sahabat Sehat Primaya Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan. Select an available coupon below - Published: 2022-04-10 - Modified: 2022-05-31 - URL: https://primayahospital.com/harikartini/ PROMO HARI KARTINI PAKET PAP SMEAR Rp399. 000Pap smear adalah prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita. Pap smear juga dapat menemukan sel-sel abnormal (sel prakanker) di leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker. PAKET UGS MAMMAE Rp399. 000USG Mammae adalah salah satu pemeriksaan radiologi pada payudara yang menggunakan teknologi gelombang suara. Jenis pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi gangguan dan berbagai bentuk kelainan pada payudara, seperti kista dan tumor. PAKET MAMMOGRAPHY Rp399. 000Mammografi adalah tes pemindaian untuk melihat gambaran kelenjar payudara dan jaringan di sekitarnya. Syarat dan KetentuanPemesanan paket promo melalui formulir dibawah ini. Periode pembelian 21 April - 31 Mei 2022Pasien akan mendapatkan e-voucher yang dapat di redeem sampai dengan 31 Juli 2022 di RS yang ditujuPasien wajib melakukan reservasi minimal H-1 sebelum kunjunganSetiap pembelian paket Hari Kartini, FREE telekonsultasi dokter umum di aplikasi Link SehatBerlaku untuk pasien UmumKhusus pemeriksaan Mammography menggunakan rujukan dari Dokter Umum Persiapan Sebelum Pemeriksaan Pasien diminta untuk tidak berhubungan intim selama beberapa hari sebelum pap smear. Pasien tidak dianjurkan untuk menggunakan produk pembersih vagina (vaginal douching). Jika sedang menstruasi, pasien biasanya perlu menunggu hingga 5 hari sebelum menjalani pap smear. promo berakhir - Published: 2022-03-01 - Modified: 2022-11-01 - URL: https://primayahospital.com/vaksin-booster-covid-19/ PENDAFTARAN VAKSINASI BOOSTER COVID-19Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital maupun di lokasi yang Anda tentukan. Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam implementasi Perpres Nomor 33 Tahun 2022, Primaya Hospital menyediakan layanan Vaksin Covid-19 dosis ke-3 (Booster) bagi masyarakat umum. Syarat & Ketentuan:Warga Negara IndonesiaVaksin dosis ke-3 (booster). Jarak pemberian dosis booster minimal 3 bulan dari dosis ke-2. Peserta wajib membawa KTP/KK (berlaku untuk seluruh wilayah). Peserta wajib mendaftarkan diri melalui formulir dihalaman ini dan pastikan telah mendapatkan bukti pendaftaran yang akan diverifikasi oleh petugas. *Peserta dalam keadaan sehat, berjarak 28 hari dari vaksin non COVID-19 dan tidak memiliki gejala COVID-19. *Peserta dengan penyakit penyerta dapat membawa surat kelayakan untuk divaksinasi dari dokter. *Penyintas COVID-19 dapat divaksin dengan jarak sesuai ketentuanPeserta menggunakan baju yang longgar di area lengan atas untuk memudahkan penyuntikan. Jenis vaksin yang diberikan sesuai ketentuan dan ketersediaan di masing-masing Rumah Sakit. *Rumah Sakit berhak menolak jika peserta tidak memenuhi syarat dan ketentuan di atas. Keterangan:Silahkan datang ke Rumah Sakit yang dipilih saat pendaftaranDatang sesuai waktu yang telah dipilih untuk menghindari antrian dan kerumunan (disarankan berada di lokasi 15 menit sebelumnya)Siapa yang Sudah Bisa Mendapatkan Vaksin Booster Covid-19? Masyarakat yang termasuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin booster dapat mengecek tiket dan jadwal vaksinasi di website dan aplikasi PeduliLindungi. Tiket tersebut dapat digunakan di fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat pada waktu yang sudah ditentukan. Melalui website, masyarakat bisa mengunjungi pedulilindungi. id dan mengecek status dan tiket vaksinasi dengan memasukkan “Nama Lengkap” dan “NIK”, lalu klik periksa. Jika melalui aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa mengikuti langkah-langkah berikut:Buka aplikasi PeduliLindungiMasuk dengan akun yang terdaftarKlik menu “Profil” dan pilih “Status Vaksinasi & Hasil Tes Covid-19”Status dan jadwal vaksinasi booster akan muncul di akunUntuk cek tiket, masuk ke menu “Riwayat dan Tiket Vaksin”sumber: KemenkesKeterangan:Pendaftaran ini bertujuan untuk mendapatkan kuota pelaksanaan vaksinasi. Kami akan melakukan update terkait jadwal pelaksanaan Vaksin Covid-19 lebih lanjut melalui E-mail/WhatsApp/Telepon. Setelah melakukan pendaftaran, Anda akan mendapatkan E-mail/WhatsApp/Telepon konfirmasi terkait jadwal pelaksanaan vaksinasi. Pendaftaran vaksin booster covid-19 ini berlaku untuk semua cabang Primaya Hospital. pendaftaran saat ini belum tersedia Tanya Jawab Seputar Vaksinasi Covid-19 Narasumber : Prof Dr Yos E Susanto, MA, MPH, Ph. D Apakah Manfaat Vaksin Covid-19 ? Mencegah terjangkit penyakit Covid-19Jika sampai terjangkit, mencegah menjadi beratMelindungi orang di sekitar kitaJika sebagian besar di vaksinasi : kekebalan, komunitas, membantu agar pandemi reda. Apakah vaksin Covid-19 efektif ? Cukup efektif mencegah terjangkit penyakit Covid-19 (tergantung varian virus, daya tahan, jenis vaksin)Sangat efektif mencegah jadi berat/kematianSampai sekarang masih efektif terhadap varian- varian baruJuga efektif terhadap lansia Apakah vaksin Covid-19 bisa menyebabkan terjangkit penyakit Covid-19 ? Tak bisa, yang disuntikkan itu virus mati/bagian dari virus, bukan virus hidup Apakah vaksin Covid-19 aman ? Vaksin Covid-19 yang dipakai sudah lolos uji klinis fase 3, di berbagai negara (termasuk Indonesia), total pesertanya puluhan ribuStudi keamanan vaksin masih berlanjut Apakah vaksin Covid-19 bisa menyebabkan alergi berat (syok anafilaksis) ? Seperti obat lainnya, vaksin Covid-19 bisa menyebabkan syok anafilaksis, tetapi sangat- sangat jarang (1-2 kasus per 100 ribu) Apakah ada efek samping vaksin Covid-19 yang lain, selain alergi berat ? Efek lokal : sakit, merah, bengkak (keras)Efek umum : ngantuk, lapar, lemas, mual, pusing, sakit sendi, demam, alergi ringan,Studi efek samping masih berlanjut Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita hipertensi ? Boleh, asal terkontrol (tekanan darah < 180/110)Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita diabetes ? Boleh, jika dalam keadaan terkontrol atau sedang minum obat teraturSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan kepada penderita asma ? Boleh jika dalam kondisi terkontrol (tak sesak)Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita HIV ? Boleh jika dalam kondisi terkontrol dan minum obat teraturSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita epilepsi ? Boleh jika dalam kondisi terkontrolSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Jadi untuk penderita penyakit apa, vaksin Covid-19 tak boleh diberikan ? Alergi berat waktu vaksinasi ke-1Sedang sakit akut (misal demam), di tunda dulu sampai sembuhSementara ini kebijakan Kemenkes (kebijakan ini sifatnya dinamis): vaksin tak diberikan kepada yang sedang menderita penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, penyakit liver; vaksin ditunda jika sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima transfusi. Jika sudah stabil/terkontrol, dan atau dokter yang merawat mengijinkan, bisa divaksin. Contoh, orang pasca stent/operasi bypass jantung, jika sudah tak ada sumbatan, stabil/terkontrol, bisaSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 dianjurkan untuk orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19? Ya, bisa divaksin setelah 3 bulan sejak terkonfirmasi Covid-19Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke ibu menyusui ? BolehSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke lansia ? Boleh, tanpa batasan umur, asal tidak dalam kondisi rapuh/lemah (sebelum divaksinasi, akan diskrining)Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11... - Published: 2021-11-28 - Modified: 2024-12-29 - URL: https://primayahospital.com/mcu/ - Translation Priorities: Optional Pendaftaran Medical Check Up KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukupBerpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui www. primayahospital. com namunpayment dapat dilakukan di Rumah SakitPendaftaran dilakukan maksimal H-3 sebelum waktu pelaksanaan MCUBerlaku di seluruh jaringan Primaya HospitalWaktu pengambilan sample/pemeriksaan akan diinformasikan melalui telepon atau WhatsApp oleh team RS setelah pasien mendaftar melalui www. primayahospital. com. Waktu pemeriksaan disesuaikan dengan jam operational RS yang dipilih. Periode kerjasama dan program berlaku 1 Januari – 31 Desember 2024Pengambilan sampel Urine & Darah akan dilakukan di ruang MCUHasil pemeriksaan dapat diterima maksimal 10 hari kerja dari pengambilan sample Kategori General Check Up Traveller's Screening Women's Health Check Up Men's Check Up Pre-Employee Health Check Up Stroke Screening Student Health Check Up Healthy Heart Screening Pre-Marital Health Check Up Cancer Screening GENERAL MEDICAL CHECK UP Berbagai jenis paket pemeriksaan kesehatan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Rp. 1,599,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)AST/SGOTALT/SGPTKreatinin + eGFRUreumAsam uratKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaThorax PAEKGMakan Rp. 2,589,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)Glukosa Darah (2 Jam PP)HbA1CAST/SGOTALT/SGPTKreatinin + eGFRUreumAsam uratKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaUSG AbdomenThorax PAMakan Rp. 7,929,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis JantungKonsultasi Dokter Spesialis THTKonsultasi Dokter Spesialis MataHematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)Glukosa Darah (2 Jam PP)HbA1CAST/SGOTALT/SGPTGamma GT (GGT)Kreatinin + eGFRUreumAsam uratFosfatase Alkali (ALP)Kolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaLipoprotein (a) – Lp(a)Apo B (Apolipoprotein B)Agregasi TrombositUSG AbdomenThorax PATreadmill TestEKGRefraksiTonometri Aplanasi/SchiotzAudiometriEchokardiografiMakan WOMEN'S HEALTH CHECK UP Direkomendasikan untuk wanita yang ingin mengetahui kondisi tubuh dan kesehatan organ vital wanita khususnya payudara dan skrining kanker mulut rahim. Rp. 879,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis KandunganPap Smear Rp. 1,059,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumUSG Mammae Rp. 3,319,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis Kandungan, konsul ke 2Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumCA 125Pap SmearUSG AbdomenUSG Mammae Rp. 6,299,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis KandunganKonsultasi Dokter Spesialis Kandungan, konsul ke 2Konsultasi Dokter Spesialis Onkologi / Bedah UmumHematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)HbA1CAST/SGOTALT/SGPTGamma GT (GGT)Kreatinin + eGFRUreumAsam uratFosfatase Alkali (ALP)Bilirubin Total/Direk/IndirekKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaAnti HBsAnti HCVHBsAgCA 125Pap SmearUSG AbdomenThorax PAEKGUSG Mammae MEN'S HEALTH CHECK UP Direkomendasikan untuk pria yang ingin mengetahui kondisi tubuh dan kesehatan organ vital pria khususnya tingkat kesuburan dan skrining tumor prostat. Rp. 1,899,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis Bedah UrologiAnalisa SpermaPSA TotalUroflowmetri Rp. 6,799,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis Bedah UrologiHematologi LengkapUrine LengkapGlukosa Darah (Puasa)HbA1CAST/SGOTALT/SGPTGamma GT (GGT)Kreatinin + eGFRUreumAsam uratFosfatase Alkali (ALP)Kolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaBilirubin Total/Direk/IndirekAnti HBsAnti HCVHBsAgAnalisa SpermaPSA TotalUSG AbdomenThorax PAEKGUroflowmetriUSG Tractus Urinary EMPLOYEE HEALTH CHECK UP Skrining kesehatan untuk tenaga kerja guna memastikan tenaga kerja yang diterima dapat bekerja dengan optimal. Rp. 629,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapUrine LengkapThorax PA Rp. 1,199,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapUrine LengkapPaket Drug TestGlukosa Darah (Puasa)HBsAgThorax PA Rp. 1,899,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapUrine LengkapPaket Drug TestGlukosa Darah (Puasa)Glukosa Darah (Sewaktu)ALT/SGPTKreatinin + eGFRKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaHBsAgThorax PAEKG Rp. 8,429,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Konsultasi Dokter Spesialis JantungKonsultasi Dokter Spesialis THTKonsultasi Dokter Spesialis MataHematologi LengkapUrine LengkapHbA1CUreumAsam uratKreatinin + eGFRGlukosa Darah (Puasa)Glukosa Darah (2 Jam PP)ALT/SGPTAST/SGOTFosfatase Alkali (ALP)Gamma GT (GGT)Lipoprotein (a) – Lp(a)CEAApo B (Apolipoprotein B)Agregasi TrombositKolesterol TotalKolesterol HDLKolesterol LDLTrigliseridaTonometri Aplanasi/SchiotzRefraksiThorax PAUSG AbdomenAudiometriEchokardiografiTreadmill TestEKGRuang tunggu executiveMakan (2x) STUDENT HEALTH CHECK UP Pemeriksaan Kesehatan untuk memenuhi persyaratan utama bagi calon pelajar Sekolah Kedinasan (Institusi Pemerintah), Sekolah Asrama (Boarding School), dan ke Luar Negeri. Rp. 529,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Paket Drug TestStereo Test/Colour Test (Ishihara Test)Surat Keterangan Bebas NarkobaSurat Keterangan SehatSurat Keterangan Bebas Buta Warna Rp. 1,099,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapPaket Drug TestStereo Test/Colour Test (Ishihara Test)RefraksiThorax PASurat Keterangan Bebas NarkobaSurat Keterangan SehatSurat Keterangan Bebas Buta Warna Rp. 2,799,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapGolongan Darah (ABO)Urine LengkapStereo Test/Colour Test (Ishihara Test)RefraksiAnti HIVHBsAgAnti HCVVDRLMalariaThorax PA Rp. 1,139,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapGolongan Darah (ABO)Urine LengkapStereo Test/Colour Test (Ishihara Test)RefraksiALT/SGPTGlukosa Darah (Sewaktu)Thorax PA Rp. 1,139,000 Beli Sekarang Detail Paket Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik)Hematologi LengkapGolongan... - Published: 2021-08-06 - Modified: 2021-08-23 - URL: https://primayahospital.com/promo-15-tahun/ 15th Anniversary Primaya HospitalPromo berlaku di seluruh cabang Primaya Hospital maupun secara online melalui Aplikasi LinkSehat. Dapatkan special price di hari ulang tahun Primaya Hospital yang ke-15 Hanya di tanggal 25 Agustus 2021 dan berlaku di seluruh cabang Primaya Hospital Spesial Price untuk Pasien Baru1) Biaya konsultasi tatap muka Rp 150. 000,- bersama Dokter Spesialis Primaya Hospital (Khusus Palangkarya / Betang Pambelum, Sukabumi, dan Pangkalpinang / Bhakti Wara biaya konsultasi tatap muka Rp. 75. 000,-)2) Free konsultasi online bersama Dokter Umum Primaya Hospital di aplikasi LinkSehat3) Cashback Rp 15. 000,- konsultasi online bersama Dokter Spesialis Primaya Hospital Melalui Aplikasi LinkSehat Special Price Bagi Pasien Lama1) Potongan Rp 15. 000,- untuk konsultasi tatap muka bersama Dokter Spesialis di Primaya Hospital2) Free konsultasi online bersama Dokter Umum Primaya Hospital di aplikasi LinkSehat3) Cashback Rp 15. 000,- konsultasi online bersama Dokter Spesialis Primaya Hospital Melalui Aplikasi LinkSehat *diluar biaya obat, pemeriksaan penunjang, dan tindakan*hanya berlaku pembayaran pribadi (tidak berlaku untuk asuransi, perusahaan, atau BPJS) Periode pendaftaran: 10 - 23 Agustus 2021 Hanya untuk poliklinik:•Spesialis Jantung•Spesialis Obgyn•Spesialis Orthopedi•Spesialis Penyakit Dalam•Spesialis Urologi•Spesialis Anak •Dokter Umum (khusus Online melalui LinkSehat) Pendaftaran Telah Ditutup - Published: 2021-07-06 - Modified: 2021-09-19 - URL: https://primayahospital.com/screening-covid-19-v2/ Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya. Sandi: - Published: 2021-07-03 - Modified: 2021-08-28 - URL: https://primayahospital.com/buat-janji-his-integration/ Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya. Sandi: - Published: 2021-06-13 - Modified: 2021-06-13 - URL: https://primayahospital.com/log-ambulance-status-icu/ Operator call center wajib mencatat di formulir jika telah terdapat cabang Primaya Hospital yang mengkonfirmasi untuk menjemput pasien. Operator call center juga wajib mencatat waktu penjemputan. - Published: 2021-06-12 - Modified: 2021-06-13 - URL: https://primayahospital.com/log-form-request-order-ambulance/ Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya. Sandi: - Published: 2021-05-26 - Modified: 2021-05-26 - URL: https://primayahospital.com/brosur/diet-dan-gizi/ Brosur Digital - Published: 2021-04-27 - Modified: 2021-04-27 - URL: https://primayahospital.com/panduan-mendapatkan-ehac-sebelum-melakukan-perjalanan/ Panduan Mendapatkan eHAC Sebelum Melakukan Perjalanan E-HAC adalah singkatan dari Electronic - Health Alert Card yaitu Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang merupakan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya. Aplikasi e-HAC yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dibuat untuk menjawab tantangan di era globalisasi saat ini. Pada saat ini lalu lintas kedatangan penumpang ke dan dari Indonesia sulit dihindari sehingga dibutuhkan sebuah sistem untuk monitoring secara cepat terhadap seluruh calon pengunjung yang akan datang ke Indonesia melalui pintu gerbang pelabuhan laut maupun bandara. Setiap calon penumpang sebelum bepergian ke dan dari Indonesia, baik menggunakan perjalanan laut maupun udara, wajib melakukan pendaftaran melalui eHac. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Aplikasi eHac yang dapat di download di Playstore maupun Appstore maupun melalui halaman Paspor Sehat di website pasporsehat. comPrimaya Hospital telah bekerja sama dengan eHAC sehingga para calon penumpang perjalanan dapat melihat hasil pemeriksaan COVID-19 yang dilakukan di Primaya Hospital langsung di Aplikasi eHAC maupun di halaman Paspor Sehat. Bagaimana Cara Mendapatkan eHac Melalui Website Paspor Sehat? Daftar tes Covid-19 melalui primayahospital. com/screeningSetelah mendaftar tes Covid-19, buat akun dan verifikasi di pasporsehat. comPilih lokasi Primaya Hospital yang dituju di website Paspor Sehat. Kunjungi cabang Primaya Hospital yang dipilih untuk melakukan pemeriksaan covid-19. Hasil pemeriksaan covid-19, dapat diunduh dari website Paspor Sehat dan siap digunakan untuk perjalanan. Sistem Health Alert Card (HAC) diharapkan dapat mendukung kemudahan akses pelayanan kepada semua calon penumpang dengan tujuan Negara Indonesia untuk di data sebagai kontrol bagi negara terhadap resiko terjadinya penyebaran penyakit yang dibawa oleh penumpang. Klik link di sini untuk melakukan pendaftaran Swab Antigen, PCR Test dan Pemeriksaan Covid-19 lainnya. - Published: 2021-03-25 - Modified: 2021-09-20 - URL: https://primayahospital.com/vaksin-gotong-royong/ VAKSINASI GOTONG ROYONG Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital maupun di lokasi yang Anda tentukan. Apa itu Vaksinasi Gotong Royong? Vaksinasi Gotong Royong adalah pemberian vaksin COVID-19 kepada karyawan dan keluarga yang pendanaanya ditanggung oleh perusahaan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 10 Tahun 2021, vaksinasi mandiri ini bisa dilakukan di fasilitas pelayanan Kesehatan (fasyankes) swasta. Siapa yang dapat Menerima Vaksinasi Gotong Royong? Karyawan/karyawati dan keluarga Organisasi nirlaba internasional di Indonesia Perwakilan negara asing di Indonesia Bagaimana Cara Ikut Program Vaksinasi Gotong Royong? Daftar vaksin gotong royong melalui Kadin, info selengkapnya : https://vaksin. kadin. id Perusahaan bekerja sama dengan fasyankes swasta Fasyankes berkoordinasi dengan dinas Kesehatan kabupaten/kota. Sasaran penerima diberikan kartu vaksinasi COVID-19/sertifikat elektronik setelah vaksinasi Fasyankes melaporkan hasil melalui Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi COVID-19 Sumber : Siti Nadia Tarmizi (Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan) Keterangan: Pre-registrasi ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melaksanakan vaksin Covid-19. Pelaksanaan vaksin Covid-19 akan dilakukan setelah mendapat konfirmasi dari pemerintah bahwa rumah sakit swasta diizinkan untuk melakukan vaksinasi. Spesifikasi produk dan harga menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah di kemudian hari. Dengan pendaftaran ini, kami akan memprioritaskan pasien dari urutan pertama mendaftar hingga terakhir dalam hal pelaksanaan vaksin Covid-19. Pendaftaran ini tidak menjamin bahwa setiap pasien dapat memperoleh vaksinasi (bergantung pada kondisi dan kebijakan pemerintah). Pendaftaran vaksin gotong royong ini berlaku untuk semua cabang Primaya Hospital. Tanya Jawab Seputar Vaksinasi Covid-19 Narasumber : Prof Dr Yos E Susanto, MA, MPH, Ph. D Apakah Manfaat Vaksin Covid-19 ? Mencegah terjangkit penyakit Covid-19 Jika sampai terjangkit, mencegah menjadi berat Melindungi orang di sekitar kita Jika sebagian besar di vaksinasi : kekebalan, komunitas, membantu agar pandemi reda. Apakah vaksin Covid-19 efektif ? Cukup efektif mencegah terjangkit penyakit Covid-19 (tergantung varian virus, daya tahan, jenis vaksin) Sangat efektif mencegah jadi berat/kematian Sampai sekarang masih efektif terhadap varian- varian baru Juga efektif terhadap lansia Apakah vaksin Covid-19 bisa menyebabkan terjangkit penyakit Covid-19 ? Tak bisa, yang disuntikkan itu virus mati/bagian dari virus, bukan virus hidup Apakah vaksin Covid-19 aman ? Vaksin Covid-19 yang dipakai sudah lolos uji klinis fase 3, di berbagai negara (termasuk Indonesia), total pesertanya puluhan ribu Studi keamanan vaksin masih berlanjut Apakah vaksin Covid-19 bisa menyebabkan alergi berat (syok anafilaksis) ? Seperti obat lainnya, vaksin Covid-19 bisa menyebabkan syok anafilaksis, tetapi sangat- sangat jarang (1-2 kasus per 100 ribu) Apakah ada efek samping vaksin Covid-19 yang lain, selain alergi berat ? Efek lokal : sakit, merah, bengkak (keras) Efek umum : ngantuk, lapar, lemas, mual, pusing, sakit sendi, demam, alergi ringan, Studi efek samping masih berlanjut Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita hipertensi ? Boleh, asal terkontrol (tekanan darah < 180/110) Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita diabetes ? Boleh, jika dalam keadaan terkontrol atau sedang minum obat teratur Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan kepada penderita asma ? Boleh jika dalam kondisi terkontrol (tak sesak) Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita HIV ? Boleh jika dalam kondisi terkontrol dan minum obat teratur Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita epilepsi ? Boleh jika dalam kondisi terkontrol Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Jadi untuk penderita penyakit apa, vaksin Covid-19 tak boleh diberikan ? Alergi berat waktu vaksinasi ke-1 Sedang sakit akut (misal demam), di tunda dulu sampai sembuh Sementara ini kebijakan Kemenkes (kebijakan ini sifatnya dinamis): vaksin tak diberikan kepada yang sedang menderita penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, penyakit liver; vaksin ditunda jika sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima transfusi. Jika sudah stabil/terkontrol, dan atau dokter yang merawat mengijinkan, bisa divaksin. Contoh, orang pasca stent/operasi bypass jantung, jika sudah tak ada sumbatan, stabil/terkontrol, bisa Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 dianjurkan untuk orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19? Ya, bisa divaksin setelah 3 bulan sejak terkonfirmasi Covid-19 Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke ibu menyusui ? Boleh Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke lansia ? Boleh, tanpa batasan umur, asal tidak dalam kondisi rapuh/lemah (sebelum divaksinasi, akan diskrining) Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke ibu hamil ? Tidak boleh (kebijakan Kemenkes ini sifatnya dinamis) Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke anak-anak ? Tak Boleh, vaksin yang sekarang beredar belum ada hasil uji klinis ke anak-anak Saat ini sudah mulai dilakukan uji klinik terhadap anak-anak Berapa lama vaksin Covid-19 memberikan kekebalan ? Sekitar 2 minggu setelah vaksinasi ke-1 sudah mulai Vaksinasi ke-2 yang benar- benar meningkatkan kekebalan. Sampai berapa lama kekebalan bertahan, masih dalam studi. Sumber: WHO, 16 Feb 2021 Berapa kali vaksin Covid-19... - Published: 2021-01-28 - Modified: 2026-04-13 - URL: https://primayahospital.com/change-password/ - Translation Priorities: Optional Password Lama*Password Baru*Phone Number*Ulangi Password Baru*KirimEdit formulir ini - Published: 2021-01-24 - Modified: 2022-03-06 - URL: https://primayahospital.com/paket-isolasi-mandiri/ Paket Isolasi Mandiri TATA CARA ISOLASI MANDIRI BAGI PASIEN COVID-19 Penyembuhan pasien terindikasi (suspek) atau konfirmasi positif Covid-19 melalui isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan dengan efektif jika pasien melakukan panduan yang mengacu pada Centers for Disease Control and Preventiton: 1. Tetap Berada di Rumah Pasien hanya boleh keluar rumah hanya untuk mendapat pertolongan medis. Pastikan pasien beristirahat dan minum air putih yang cukup. Konsumsi obat-obatan rekomendasi dokter secara rutin. 2. Pisahkan Diri Dari Orang Lain dan Hewan Peliharaan Pilih ruangan yang jauh dari jangkauan orang lain dan hewan peliharaan yang berada di dalam satu rumah. Gunakan kamar mandi dan ruangan terpisah dari orang lain. 3. Pantau Gejala Anda Segera cari perawatan medis darurat jika mengalami gejala seperti kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada, muncul gejala baru, ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga, bibir atau wajah kebiruan, atau hal-ha lainnya yang mengganggu kesehatan tubuh. 4. Lakukan Konsultasi Kesehatan Secara Online Konsultasikan kesehatan secara online bersama dokter Primaya Hospital guna memperoleh tindakan medis lanjutan. Informasikan kondisi gejala Covid-19 secara rinci kepada dokter. 5. Gunakan Masker di Hidung dan Mulu Gunakan masker jika terpaksa harus berada di sekitar orang lain atau hewan peliharaan. Anda tidak perlu menggunakan masker jika Anda sendirian di ruangan Anda. Jika Anda tidak memungkinkan menggunakan masker karena gangguan pernapasan, tutup batuk atau bersin Anda dan jaga jarak minimum 6 kaki (kurang lebih 2 meter) dari orang lain. Masker tidak disarankan bagi seseorang yang kesulitan bernapas, seseorang yang memiliki kesulitan untuk melepaskan maskernya sendiri, atau anak berusia di bawah 2 tahun. 6. Ikuti Tata Cara Batuk dan Bersin Tutupi batuk dan bersin Anda menggunakan tisu. Buang tisu bekas di tempat sampah berlapis. Segera cuci tangan Anda setelah bersin. 7. Bersihkan tangan Anda sesering mungkin Cuci tangan dengan sabun dan air minimal selama 20 detik. Jika tidak memungkinkan menggunakan sabun dan air, gunakan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60% alkohol. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang belum dicuci. 8. Hindari Berbagi Barang Rumah Tangga Jangan berbagi piring, gelas minum, cangkir, peralatan makan, handuk, tempat tidur, atau barang pribadi lainnya dengan orang lain. Cuci barang-barang tersebut dengan sabun dan air atau masukkan ke dalam mesin pencuci piring. 9. Bersihkan Semua Permukaan yang Sering Disentuh Gunakan sarung tangan sekali pakai. Bersihkan area atau benda dengan sabun dan air atau detergen lain jika kotor. Kemudian, gunakan disinfektan rumah tangga. Jika pasien dapat membersihkan ruangannya sendiri, siapkan perlengkapan pembersih pribadi kepada penderita seperti tisu, handuk kertas, pembersih, dan disinfektan. Jika pengasuh atau orang lain perlu membersihkan dan mendisinfeksi ruangan yang digunakan penderita, gunakan masker dan sarung tangan sekali pakai serta berikan jarak selama mungkin antara waktu terakhir pasien menggunakan ruangan yang akan dibersihkan. Bersihkan dan disinfeksi area yang mungkin terdapat darah, tinja, atau cairan tubuh. 10. Cuci Baju dan Keringkan Cucian Jika baju pasien harus dicuci orang lain, jangan aduk cucian kotor. Kenakan sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor. Gunakan pengaturan air paling hangat. Lepaskan sarung tangan dan segera cuci tangan setelah mencuci. Keringkan cucian dan jemur di bawah sinar matahari. Cuci tangan setelah menjemur pakaian. Bersihkan dan disinfeksi keranjang pakaian. Cuci tangan setelahnya. 11. Gunakan Tempat Sampah Berlapis Gunakan sarung tangan saat membuang sampah, cuci tangan setelahnya. Tempatkan semua sarung tangan sekali pakai, masker, dan barang terkontaminasi lainnya di tempat sampah berlapis. Jika memungkinkan, sediakan tempat sampah berjejer di dekat pasien. 12. Lacak Kesehatan Orang di Sekitar Pasien Pengasuh atau orang yang berada satu rumah dengan pasien harus tetap berada di rumah dan memantau kesehatannya secara rutin. Setiap orang yang berada satu rumah dengan pasien harus melakukan karantina mandiri dan sebaiknya meninggalkan rumah 14 hari setelah kontak dekat terakhir dengan penderita atau 14 hari setelah penderita memenuhi kriteria untuk mengakhiri isolasi mandiri di rumah. Sebaiknya, orang yang tinggal satu rumah dengan pasien juga melakukan screening Covid-19 atau SWAB Test untuk mendeteksi adanya potensi paparan Covid-19. PELAJARI SELENGKAPNYA - Published: 2020-12-07 - Modified: 2020-12-07 - URL: https://primayahospital.com/vaksin-covid-19/sukses/ Terima kasih telah melakukan pendaftaran. Silahkan cek email Anda untuk informasi lebih lanjut. BUAT PENDAFTARAN BARU - Published: 2020-12-07 - Modified: 2021-05-04 - URL: https://primayahospital.com/vaksin-covid-19/ VAKSINASI GOTONG ROYONGPelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital maupun di lokasi yang Anda tentukan. Apa itu Vaksinasi Gotong Royong? Vaksinasi Gotong Royong adalah pemberian vaksin COVID-19 kepada karyawan dan keluarga yang pendanaanya ditanggung oleh perusahaan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 10 Tahun 2021, vaksinasi mandiri ini bisa dilakukan di fasilitas pelayanan Kesehatan (fasyankes) swasta. Siapa yang dapat Menerima Vaksinasi Gotong Royong? Karyawan/karyawati dan keluargaOrganisasi nirlaba internasional di IndonesiaPerwakilan negara asing di IndonesiaBagaimana Cara Ikut Program Vaksinasi Gotong Royong? Mendaftar melalui Kadin, info selengkapnya : https://vaksin. kadin. idPerusahaan bekerja sama dengan fasyankes swasta sebagai vaksinator. Fasyankes berkoordinasi dengan dinas Kesehatan kabupaten/kota. Sasaran penerima diberikan kartu vaksinasi COVID-19/sertifikat elektronik setelah vaksinasiFasyankes melaporkan hasil melalui Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi COVID-19Sumber : Siti Nadia Tarmizi (Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan)KeteranganPrimaya Hospital siap menjadi vaksinator atau pelaksana vaksin untuk menjalankan program vaksin gotong royong. Bagi perusahaan yang berencana menunjuk Primaya Hospital sebagai vaksinator, dapat mengisi formulir daftar vaksin covid-19 dibawah ini. Tanya Jawab Seputar Vaksinasi Covid-19 Narasumber : Prof Dr Yos E Susanto, MA, MPH, Ph. D Apakah Manfaat Vaksin Covid-19 ? Mencegah terjangkit penyakit Covid-19Jika sampai terjangkit, mencegah menjadi beratMelindungi orang di sekitar kitaJika sebagian besar di vaksinasi : kekebalan, komunitas, membantu agar pandemi reda. Apakah vaksin Covid-19 efektif ? Cukup efektif mencegah terjangkit penyakit Covid-19 (tergantung varian virus, daya tahan, jenis vaksin)Sangat efektif mencegah jadi berat/kematianSampai sekarang masih efektif terhadap varian- varian baruJuga efektif terhadap lansia Apakah vaksin Covid-19 bisa menyebabkan terjangkit penyakit Covid-19 ? Tak bisa, yang disuntikkan itu virus mati/bagian dari virus, bukan virus hidup Apakah vaksin Covid-19 aman ? Vaksin Covid-19 yang dipakai sudah lolos uji klinis fase 3, di berbagai negara (termasuk Indonesia), total pesertanya puluhan ribuStudi keamanan vaksin masih berlanjut Apakah vaksin Covid-19 bisa menyebabkan alergi berat (syok anafilaksis) ? Seperti obat lainnya, vaksin Covid-19 bisa menyebabkan syok anafilaksis, tetapi sangat- sangat jarang (1-2 kasus per 100 ribu) Apakah ada efek samping vaksin Covid-19 yang lain, selain alergi berat ? Efek lokal : sakit, merah, bengkak (keras)Efek umum : ngantuk, lapar, lemas, mual, pusing, sakit sendi, demam, alergi ringan,Studi efek samping masih berlanjut Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita hipertensi ? Boleh, asal terkontrol (tekanan darah < 180/110)Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita diabetes ? Boleh, jika dalam keadaan terkontrol atau sedang minum obat teraturSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan kepada penderita asma ? Boleh jika dalam kondisi terkontrol (tak sesak)Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita HIV ? Boleh jika dalam kondisi terkontrol dan minum obat teraturSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke penderita epilepsi ? Boleh jika dalam kondisi terkontrolSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Jadi untuk penderita penyakit apa, vaksin Covid-19 tak boleh diberikan ? Alergi berat waktu vaksinasi ke-1Sedang sakit akut (misal demam), di tunda dulu sampai sembuhSementara ini kebijakan Kemenkes (kebijakan ini sifatnya dinamis): vaksin tak diberikan kepada yang sedang menderita penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, penyakit liver; vaksin ditunda jika sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima transfusi. Jika sudah stabil/terkontrol, dan atau dokter yang merawat mengijinkan, bisa divaksin. Contoh, orang pasca stent/operasi bypass jantung, jika sudah tak ada sumbatan, stabil/terkontrol, bisaSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 dianjurkan untuk orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19? Ya, bisa divaksin setelah 3 bulan sejak terkonfirmasi Covid-19Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke ibu menyusui ? BolehSumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke lansia ? Boleh, tanpa batasan umur, asal tidak dalam kondisi rapuh/lemah (sebelum divaksinasi, akan diskrining)Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke ibu hamil ? Tidak boleh (kebijakan Kemenkes ini sifatnya dinamis)Sumber: Surat Edaran Kemenkes, 11 Feb 2021 Apakah vaksin Covid-19 boleh diberikan ke anak-anak ? Tak Boleh, vaksin yang sekarang beredar belum ada hasil uji klinis ke anak-anakSaat ini sudah mulai dilakukan uji klinik terhadap anak-anak Berapa lama vaksin Covid-19 memberikan kekebalan ? Sekitar 2 minggu setelah vaksinasi ke-1 sudah mulai Vaksinasi ke-2 yang benar- benar meningkatkan kekebalan. Sampai berapa lama kekebalan bertahan, masih dalam studi. Sumber: WHO, 16 Feb 2021 Berapa kali vaksin Covid-19 diberikan ? Vaksin yang beredar di Indonesia saat ini (Sinovac): 2 kali, dengan jarak penyuntikan 2 minggu (usia 18-59 thn) dan 4 minggu (usia 60 thn ke atas) Setelah divaksin apakah saya tak perlu menjalankan 4M ? Selama pandemi belum lenyap, kita tetap wajib 4M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan)Setelah pandemi, kebiasaan perilaku hidup sehat tetap harus dijaga Kapan saya giliran di vaksin ? Tahap 1 : tenaga kesehatanTahap 2 : petugas publik dan lansiaTahap 3 : masyarakat di daerah rawan Covid-19Tahap 4... - Published: 2020-11-11 - Modified: 2021-11-12 - URL: https://primayahospital.com/promo-di-seluruh-cabang/ Promo di Seluruh Cabang Primaya Hospital SEMUA CABANG Tangerang Bekasi Barat Bekasi Timur Bekasi Utara Karawang Jakarta Palangkaraya Makassar INCO SOROWAKO PASAR KEMIS SUKABUMI BHAKTI WARA SEMARANG PGI CIKINI - Published: 2020-11-10 - Modified: 2022-01-06 - URL: https://primayahospital.com/promosi/ PROMO Nikmati promo kesehatan menarik dari Primaya Hospital. Pilih promo di cabang rumah sakit yang Anda tuju atau pilih promo yang berlaku di semua cabang rumah sakit. SEMUA CABANG Tangerang Bekasi Barat Bekasi Timur Bekasi Utara Karawang Evasari Jakarta Palangkaraya Makassar INCO SOROWAKO PASAR KEMIS SUKABUMI BHAKTI WARA SEMARANG PGI CIKINI HIGHLIGHT - Published: 2020-11-01 - Modified: 2021-06-01 - URL: https://primayahospital.com/risiko-menunda-ke-rumah-sakit/ Risiko Menunda ke Rumah Sakituntuk Vaksinasi Anak dan Pemeriksaan Jantung Primaya Hospital melakukan pemisahan alur bagi pasien terindikasi dan tidak terindikasi Covid-19. Pasien yang terindikasi Covid-19 pada proses screening awal akan diarahkan ke ruangan khusus bernama fever clinic dan tidak dapat bergabung dengan pasien lainnya di dalam gedung rumah sakit. Amankah Vaksinasi Anak di Rumah Sakit? Menunda ke rumah sakit untuk vaksinasi, khususnya pada anak, akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Walaupun di tengan pandemi, pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan secara rutin sesuai jadwal yang telah disarankan oleh dokter Anda. Berikut ini tips melakukan vaksinasi di tengah pandemi covid-19:Pilih rumah sakit yang menerapkan pemisahan alur pasien terindikasi dan tidak terindikasi Covid-19. Jangan gunakan masker dan face shield pada bayi. Untuk mengurangi kunjungan, berikan vaksin kombinasi dan atau vaksin bersamaan. Berikan vaksin yang dapat mencegah PNEUMONIA seperti HiB, PCV, MR, MMR, dan Influenza. Pasien yang terkonfirmasi Covid-19 harus menunda program vaksinasi hingga sembuh atau dengan hasil PCR test negatif secara berulang. Apabila pernah melakukan kontak dengan pasien Covid-19, maka pasien perlu menunda vaksinasi hingga isolasi mandiri selesai dilakukan sesuai anjuran dokter. Bila tidak bergejala, maka pasien dapat diberikan vaksin. Apakah Aman Melakukan Pemeriksaan Jantung di Tengah Pandemi Covid-19? Menurut WHO, penyakit kardiovaskular (gangguan jantung) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Menunda ke rumah sakit untuk pemeriksaan penyakit jantung, khususnya di tengah Covid-19, akan membahayakan kehidupan para pasien penyakit jantung. Tidak jarang orang merasa sehat-sehat saja tapi kemudian mendadak kolaps karena mengalami serangan jantung, termasuk saat berolahraga. Insiden ini beberapa kali terjadi dan menimpa figur publik sehingga menyita perhatian masyarakat. Seperti pemeriksaan vaksin di atas, pemeriksaan jantung aman dilaksanakan di rumah sakit di tengah pandemi Covid-19. Terdapat banyak jenis pemeriksaan jantung dapat dilakukan diantaranya elektrokardiogram, elektrofisiologi, pemeriksaan fisik jantung, CT scan, MRI, serta angiografi. Peluang kesembuhan pasien makin besar jika semakin dini deteksi pada penyakit jantung. Klik Disini untuk Buat Janji dengan Dokter Spesialis Kami Artikel Kesehatan Gagal Jantung: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Serangan Jantung: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya Sindrom Eisenmenger Akibat Penyakit Jantung Bawaan Kondisi Stress yang Menyebabkan Serangan Jantung Sekilas Tentang Tamponade Jantung - Published: 2020-10-29 - Modified: 2020-11-01 - URL: https://primayahospital.com/layanan-jantung-pembuluh-darah/ Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Sebagai layanan unggulan Primaya Hospital, Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah senantiasa didukung oleh tenaga medis (seperti Dokter Spesialis Jantung dan Dokter Bedah Jantung), paramedic, dan petugas non-medis yang profesional. Layanan unggulan ini dilengkapi dengan peralatan modern yang dioperasikan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Dokter Bedah Jantung terlatih setara dengan pelayanan rumah sakit jantung terbaik. Fasilitas serta Pelayanan Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah: Konsultasi Dokter JantungSalah satu hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah adalah melalui konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung. Primaya Hospital menyedikan Dokter Spesialis Jantung terbaik untuk menjawab dan memenuhi setiap pertanyaan dan kebutuhan Anda. Medical Check UpLakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memelihara kesehatan jantung Anda minimal 1 tahun sekali dengan program medical check up yang disediakan oleh Primaya Hospital. Pemeriksaan jantung yang dimiliki oleh Primaya Hospital sangat lengkap sebagaimana pemeriksaan pada rumah sakit jantung terbaik. Terdapat banyak metode untuk memeriksa kesehatan jantung yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung yang ada di Primaya Hospital sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tersebut. Pemeriksaan RutinKonsultasi rutin 3 bulan sekali sangat disarankan untuk dilakukan , terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi. Dokter Spesialis Jantung kami akan memberikan informasi perkembangan kesehatan Anda secara transparan sehingga Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana tingkat kesehatan jantung Anda. Banyak penyakit bermula dari Diabetes, periksakan kondisi tubuh Anda sebelum terlambat. Dapatkan promo pemeriksaan diabetes yang berlaku pada tanggal 14 November ~ 14 Desember 2020. Pemeriksaan atau Diagnostik oleh Dokter JantungPrimaya Hospital memiliki banyak fasilitas untuk menangani pemeriksaan kesehatan jantung serta pembuluh darah sebagaimana rumah sakit jantung terbaik. Dokter Spesialis Jantung kami adalah dokter jantung terlatih yang dapat melakukan pemeriksaan menggunakan berbagai alat yang modern seperti diantaranya:Rekam jantung (pemeriksaan jantung Elektrokardiogram atau EKG)Uji latih jantungRekam listrik jantung 24 jamRekam tekanan darah 24 jamUltrasonography (USG) jantung atau pembuluh darahRontgen dadaPemotretan jantung dengan Computerized Tomography Scan (CT Scan)Angiografi koroner dan angiografi pembuluh darah tepiKateterisasi jantungPemeriksaan Jantung Elektrofisiologi Terapi atau Pengobatan oleh Dokter JantungPrimaya Hospital senantiasa menyediakan banyak cara untuk mengobati kondisi kesehatan jantung pasien yang beragam. Pembedahan jantung dapat dilakukan oleh Dokter Bedah Jantung yang handal dengan beberapa fasilitas diantaranya:Pemasangan stent (untuk kasus penyakit jantung koroner)Pemasangan stent (untuk kasus penyakit pembuluh darah tepi)Pemasangan pacu jantung permanenTerapi gangguan kelistrikan atau irama jantungBedah jantung terbuka oleh Dokter Spesialis Bedah Jantung terbaik di bidangnyaTerapi serta pengobatan untuk gagal jantungTerapi serta pengobatan untuk tekanan darah tinggiPenanganan Kegawatdaruratan Jantung – 24 jamPenyakit jantung adalah hal yang fatal dan kritis dimana setiap detik penanganannya sangat berarti bagi para penderita jantung. Primaya Hospital memahami kebutuhan Anda sehingga kami selalu mempersiapkan pelayanan terbaik kami selama 24 jam untuk Anda. Sebagaimana rumah sakit jantung, Primaya Hospital melakukan penanganan kegawatdaruratan jantung yang meliputi:Penanganan gawat darurat jantungPelebaran pembuluh koroner dan pemasangan stent – tanpa penundaan oleh Dokter Spesialis JantungPemasangan pacu jantung sementaraPenyediaan penjemputan ambulans Artikel Kesehatan Jantung - Published: 2020-10-27 - Modified: 2026-04-08 - URL: https://primayahospital.com/layanan-wanita-dan-anak/ - Translation Priorities: Optional Pusat Layanan Wanita dan Anak Primaya Hospital sangat peduli terhadap kesehatan wanita dan tumbuh kembang anak secara optimal. Hal ini terbukti dengan tersedianya berbagai layanan kesehatan untuk wanita oleh para Dokter Spesialis Kandungan serta layanan kesehatan untuk anak-anak dan bayi oleh para Dokter Spesialis Anak. Sebagai salah satu layanan unggulan, Pusat Layanan Wanita dan Anak di Primaya Hospital senantiasa menyediakan berbagai layanan kesehatan kewanitaan, kebugaran wanita (senam dan yoga hamil), kehamilan, pijat bayi, laktasi, tumbuh kembang anak, imunisasi anak, serta berbagai jenis layanan lainnya. Primaya Hospital menyediakan Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Kandungan terbaik untuk Anda. Layanan Kesehatan Wanita oleh Dokter Spesialis Kandungan Pelayanan yang kami berikan didukung oleh tenaga kesehatan Dokter Spesialis Kandungan yang ahli dan terbaik di bidangnya. Ragam pelayanan yang kami sediakan beberapa di antaranya adalah: Ginekologi umum oleh Dokter Obgyn Ginekologi onkologi oleh Dokter Obgyn Perawatan antenatal oleh Dokter Spesialis Anak Keluarga berencana oleh Dokter kandungan Pelayanan untuk infertilitas oleh Dokter Kandungan Kehamilan normal dan berisiko tinggi oleh Dokter Kandungan Diagnostik dan bedah laparoskopi terapeutik Bedah ginekologi Penilaian gejala dan permasalahan menopause Kolposkopi oleh dokter kandungan Pemeriksaan kehamilan Ultrasonography (USG) 3D atau pemeriksaan kehamilan Ultrasonography (USG) 4D atau oleh dokter kandungan Layanan Kesehatan Anak oleh Dokter Anak Kepedulian Primaya Hospital terhadap kesehatan anak dibuktikan dengan tersedianya Neonatal Intensive Care Unit (NICU), serta Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk menjaga kesehatan buah hati Anda. Unit ini selalu dijaga oleh para dokter anak dan tenaga medis terbaik. Selain itu, Primaya Hospital juga menyediakan imunisasi anak serta pemeriksaan lainnya seperti Oto Accoustic Emission (OAE) atau deteksi dini pendengaran untuk bayi serta Brain Evoked Response Auditory (BERA) oleh Dokter Spesialis Anak untuk batita. Layanan yang diberikan oleh Primaya Hospital dilakukan oleh Dokter Spesialis Anak terbaik serta dapat dipercaya. Beberapa pelayanan yang disediakan di antaranya adalah: Layanan neonatologi Diagnosis dan penanganan masalah kesehatan umum seperti infeksi dan masalah alergi Penyediaan imunisasi anak dasar dan imunisasi anak booster Penilaian tumbuh kembang anak oleh dokter anak Layanan gastroenterologi Artikel Kesehatan Wanita & Anak - Published: 2020-10-25 - Modified: 2025-04-16 - URL: https://primayahospital.com/hari-diabetes/ - Translation Priorities: Optional DETEKSI POTENSI DIABETES UNTUK HARI TUA YANG BERKUALITAS Ciptakan hari tua yang berkualitas dengan mengendalikan potensi diabetes yang mungkin ada di dalam tubuh Anda. Ada banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang dapat terkena diabetes seperti riwayat diabetes dalam keluarga, obesitas/kegemukan, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gaya hidup/pola makan yang salah, kurang aktifitas dan stress. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada organ tubuh lain seperti ginjal, jantung, mata, saraf dan dapat menyebabkan gangren dan amputasi pada anggota gerak seperti jari kaki. Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia, Primaya Hospital menyediakan berbagai jenis paket pemeriksaan diabetes yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Apa saja Paket Medical Check Up Diabetes yang tersedia? KLIK DISINI untuk melihat Paket MCU Diabetes Silver Rp. 350. 000 Paket deteksi awal diabetes meliputi:Pemeriksaan Fisik Dokter Umum, Glukosa Darah Puasa (GDP), Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial (GD2 Jam PP), ditambah Rapid Test KLIK DISINI untuk melihat Paket MCU Diabetes Gold Rp. 700. 000 Paket hemat diabetes meliputi:Pemeriksaan Fisik Dokter Umum, Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Pemeriksaan Laboratorium: Glukosa Darah Puasa (GDP), Glukosa 2 Jam Post Prandial (GD 2 Jam PP), Fungsi Hati (SGOT dan SGPT), Fungsi Ginjal (Ureum, Creatinin + eGFR), Asam Urat, , ditambah Rapid Test KLIK DISINI untuk melihat Paket MCU Diabetes Platinum Rp. 1. 050. 000 Paket lengkap diabetes meliputi:Pemeriksaan Fisik Dokter Umum, Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Pemeriksaan Laboratorium: Glukosa Darah Puasa (GDP), Glukosa 2 Jam Post Prandial (GD 2 Jam PP), HbA1c, Fungsi Hati (SGOT dan SGPT), Fungsi Ginjal (Ureum, Creatinin + eGFR), Asam Urat, Pemeriksaan Jantung EKG, ditambah Rapid Test KLIK DISINI untuk mengetahui Persiapan Sebelum Menjalani Medical Check Up Istirahat dan tidur yang cukupBerpuasa, minimal 10 sampai 12 jam untuk menetralisir makanan yang dimakan sebelumnya. Hanya berpuasa makan, namun tetap boleh konsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh yakni 8 sampai 10 gelas atau 2 liter per hari. Jika memiliki hasil MCU sebelumnya, mohon membawa hasil MCU tersebut. Menyampaikan informasi dengan jujur saat pemeriksaan atau konsultasi dengan dokter. Dalam kondisi yang sehat (tidak diperbolehkan dalam keadaan demam di atas 37. 5 derajat celcius, batuk, sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi covid-19) KLIK DISINI untuk mengetahui Prosedur Medical Check Up Lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website primayahospital. com/hari-diabetesKami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mailDatang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menjalani skrining Covid-19 di pintu masuk Rumah Sakit. Jika lolos skrining, pasien dapat masuk ke area MCU Rumah Sakit sesuai petunjuk petugas security. Kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan paket medical check up yang dipilih. Jika tidak lolos skrining pasien akan diarahkan ke Fever Clinic dan semua pemeriksaan akan dilakukan di Fever Clinic Pendaftaran ditutup Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PIC masing-masing cabang Primaya Hospital di bawah ini:Primaya Hospital Bekasi Barat : Tanti 081284328546 / Customer Care : 08111888592Primaya Hospital Bekasi Timur : Arga 081280060086/ Customer Care : 087775666662Primaya Hospital Bekasi Utara : Novita 08119447654Primaya Hospital Evasari Jakarta : Ninik 082123400066 / Dayu 0895331597273Primaya Hospital Tangerang : Gina 08568660781 / Customer Care : 081319309041Primaya Hospital Betang Pambelum Palangka Raya : Setny 0811527701Primaya Hospital Makassar : Fikran 081241981376Primaya Hospital Karawang : Meida 08111777811 - Published: 2020-10-25 - Modified: 2021-02-25 - URL: https://primayahospital.com/pemeriksaan-antibodi-kuantitatif/ CEK KEKEBALAN TUBUH ANDA TERHADAP COVID-19 Pendaftaran melalui website tidak bisa dilakukan untuk hari yang sama ketika Anda mendaftar pada formulir di bawah ini.   KLIK DISINI untuk mengetahui informasi seputar Pemeriksaan Antibodi Total SARS-CoV-2 Kuantitatif Apa itu Pemeriksaan Antibodi SARS COV2 kuantitatif ? Pemeriksaan Antibodi SARS COV2 kuantitatif adalah suatu pemeriksaan untuk mendeteksi suatu protein yang disebut antibodi, khususnya antibodi spesifik terhadap SARS COV2 ini. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada orang-orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, orang yang sudah mendapatkan vaksinasi, serta dapat digunakan untuk mengukur antibodi pada donor plasma konvalesen yang akan ditransfusikan. Bagaimana Proses Pemeriksaan Antibodi Kuantitatif? Prinsip pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini menggunakan pemeriksaan laboratorium imunoserologi pada sebuah alat automatik (autoanalyzer) untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 atau pemeriksaan ini biasa disebut dengan ECLIA (Electro chemiluminescence immunoassay). ECLIA akan mendeteksi, mengikat, serta mengukur antibodi netralisasi. Antibodi netralisasi yaitu antibodi yang dapat berikatan spesifik pada bagian struktur protein Spike SARS COV2 (protein yang terdapat pada permukaan virus Covid-19) sebelum virus Covid-19 memasuki sel-sel pada tubuh kita dengan menggunakan label-label yang berikatan spesifik dengan antibodi netralisasi tersebut. Jenis sampel yang dapat digunakan sangat mudah didapatkan yaitu sampel serum dan plasma dengan cara diambil darah vena. Bagaimana Tingkat Sensitifitas Pemeriksaan Antibodi Kuantitatif? Dari hasil uji yang ada, didapatkan tingkat spesifisitas (spesifik) pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini bisa mencapai 99–100% karena tidak ditemukan adanya reaksi silang dengan penyakit infeksi atau penyakit kronis lainnya selain penyakit akibat virus Covid-19. Di sisi lain, tingkat sensitivitas tes kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 cukup tinggi yaitu 98-100% setelah 14 hari seseorang mendapatkan vaksinasi atau setelah terinfeksi Covid-19, baik melalui konfirmasi tes PCR dan atau setelah mengalami gejala sehingga pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini sangat mempresentasikan hasil pemeriksaan dengan kondisi pasien saat itu. Apakah ada syarat tertentu untuk melakukan tes ini? Tidak ada batasan usia, riwayat penyakit, jenis kelamin, ras, atau kategori lainnya sehingga semua orang dapat melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 iniBelum ada publikasi hasil uji penelitian batasan pasien penyakit tertentu seperti komorbid, autoimun, atau penyakit lainnya yang tidak diperbolehkan melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini. Namun, saat ini telah dilakukan uji penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil kadar antibodi spesifik SARS COV yang lebih tinggi signifikan pada pasien yang mengalami gejala berat dibandingkan pasian dengan gejala sedang, ringan, bahkan pada pasien tidak bergejala. Apa Tujuan Melakukan Pemeriksaan Kuantitatif Antibodi Sars Cov 2? Sebelum pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini diperkenalkan, sebelumnya sudah ada pemeriksaan antibodi SARS COV kualitatif yang tidak kalah pentingnya dikarenakan sangat berguna untuk screening pasien yang mengalami infeksi SARS COV 2. Sedangkan, pemeriksaan antibodi kuantitatif ini digunakan untuk mengetahui seberapa banyak antibodi yang mampu melindungi kita lebih cepat dan lebih dini dalam menghadapi infeksi SARS COV 2. Apa perbedaan Pemeriksaan Antibodi Kuantitatif dan Kualitatif? Perbedaan signifikan antara pemeriksaan kuantitatif dan kualitatif adalah perbedaan target antibodi yang dideteksi. Antibodi kualitatif mendeteksi antibodi nucleocapsid (protein nucleocapsid terdapat pada cangkang yang melindungi inti virus Covid-19) sedangkan antibodi kuantitatif mendeteksi antibodi Spike (protein Spike terdapat pada permukaan virus Covid-19) yang mampu melekat pada permukaan sel-sel yang akan diinfeksi oleh SARS COV2. Pilihan Lokasi Pemeriksaan:Personal Walk In (datang ke rumah sakit)Personal Home Care (pemeriksaan antibodi total SARS-CoV-2 Kuantitatif di rumah tanpa minimum peserta dengan tambahan biaya Rp 500. 000,- per kunjungan)On Site (pemeriksaan antibodi total SARS-CoV-2 Kuantitatif di kantor atau perusahaan tanpa minimum peserta dengan tambahan biaya Rp 500. 000,- per kunjungan)Prosedur PendaftaranLakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui website primayahospital. com/pemeriksaan-antibodiKami akan melakukan pengecekan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih setelah bukti transfer kami terima. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi reschedule jadwal pendaftaran melalui telepon/ WhatsApp / e-mailDatang ke cabang Primaya Hospital yang dituju sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menjalani skrining Covid-19 di pintu masuk Rumah Sakit. Jika lolos skrining Covid-19, pasien dapat melakukan pemeriksaan antibodi total SARS-CoV-2 Kuantitatif. Jika hasil skrining awal pasien terindikasi covid-19, maka pemeriksaan akan ditunda hingga pasien dinyatakan sehat oleh dokter. Syarat dan ketentuan:Informasikan jadwal dan waktu pemeriksaan antibodi total sesuai kebutuhan Anda. Buatlah perjanjian minimal 1 hari sebelumnya untuk pemeriksaan di rumah sakit. Jadwal perjanjian home care dan on site akan diinformasikan oleh petugas kami melalui whatsApp/e-mail/telepon. Tidak tersedia di hari minggu & tanggal merah. Pemeriksaan antibodi total dilakukan oleh Dokter UmumPaket Personal Home Care dan On Site tersedia untuk area 10 km dari lokasi Primaya Hospital. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PIC masing-masing cabang Primaya Hospital di bawah ini:Primaya Hospital Bekasi Barat : Tanti 081284328546 / Customer Care : 08111888592Primaya Hospital Bekasi Timur : Arga 081280060086/ Customer Care : 087775666662Primaya Hospital Bekasi Utara : Doni : 0811 1995 221, Admisi : 0812 9286 4217Primaya Hospital Evasari Jakarta : Ninik 082123400066 / Dayu 0895331597273Primaya Hospital Tangerang : Pitri 087771671806 / Customer Care... - Published: 2020-10-12 - Modified: 2020-10-20 - URL: https://primayahospital.com/dokter-anak/ Dokter Spesialis Anak - Primaya Hospital dr. Desiana Dharmayani, Sp. ADokter Spesialis AnakPrimaya Evasari HospitalBuat Janji dr. Desy Dewi Saraswati, Sp. ADokter Spesialis AnakPrimaya Evasari HospitalBuat Janji dr. Dewi Anggraeni, Sp. A Dokter Spesialis AnakPrimaya Evasari HospitalBuat Janji dr. Jaya Ariheryanto, Sp. A Dokter Spesialis AnakPrimaya Evasari HospitalBuat Janji dr. Ria Yoanita, Sp. A Dokter Spesialis AnakPrimaya Evasari HospitalBuat Janji dr. Arie Dian Fatmawati, Sp. ADokter Spesialis AnakPrimaya Hospital Bekasi BaratBuat Janji dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKesDokter Spesialis AnakPrimaya Hospital Bekasi TimurBuat Janji dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKesDokter Spesialis AnakPrimaya Hospital Bekasi TimurBuat Janji dr. Felix, SpA Dokter Spesialis AnakPrimaya Hospital Bekasi UtaraBuat Janji - Published: 2020-07-16 - Modified: 2021-10-28 - URL: https://primayahospital.com/en/konsultasi-dokter-online/ Online consultation with specialist doctors from Primaya Hospital di Android atau buka linksehat. com untuk konsultasi online (telekonsultasi) dengan dokter Primaya Hospital. How to do online consultation through LinkSehat? Download the LinkSehat application or go to linksehat. com. Select the "Make Appointment" menu. Choose the Primaya Hospital branch where the doctor practices. Choose a doctor and schedule a teleconsultation. Complete personal data and payment. Finished. Details of the teleconsultation schedule will be sent via email. When the consultation schedule arrives, open the LinkSehat application then click the chat symbol to start consulting with the doctor. INFORMATION ABOUT ONLINE CONSULTATION What is Telemedicine? Telemedicine is a healthcare service performed by doctors using information and communication technology to diagnose, treat, prevent, and / or evaluate the health condition of patients in accordance with their competence and authority. By using telemedicine services, patients can consult health issues online with general practitioners and qualified specialists to discuss health care options, where patients will get important health information efficiently and quickly. The team of doctors involved in supporting this service can come from various backgrounds and areas of expertise, such as general practitioners, pediatricians, internal medicine specialists, obstetrics and gynecology specialists, surgeons and other specialties. In providing telemedicine services, these doctors adhere to their competence and authority, as evidenced by a registration certificate (STR) and a practice permit (SIP) in regard to the quality of service and patient safety. What are the Benefits and Advantages of Telemedicine? Meeting with doctors in hospitals during the pandemic or the Covid-19 outbreak as it is now is difficult and might be avoided by the public. Applying self-isolation and physical distancing is still the first choice for the community. In addition, the time needed to go to the hospital and the cost of travel that may not be small makes the community increasingly discouraged from going to the hospital just like the present situation. Some of the conditions above raise the need for a solution on how to be able to consult with a doctor but still in a safe situation. The answer is telemedicine. Telemedicine is presented to be one option that is able to answer those needs. There are many advantages to choosing to do health services with telemedicine including:Telemedicine services can save time and reduce the amount of time patients wait before they get their turn to consult. This certainly will greatly help patients in allocating a short amount of time in getting a consultation with a doctor. Telemedicine services can save costs ranging from the cost of travel to the hospital to the costs incurred related to activities going to this hospital. Telemedicine services help patients decide on the next step whether the patient is sufficient to consult only from home, or need to visit a doctor at the clinic, or must enter the emergency room when the illness is adjusted to the conditions and results of the assessment by the doctor during the teleconsultation. Telemedicine services can also help minimize transmission and spread of disease due to the large number of patients who travel to hospitals or gather people in hospitals for medical services. Telemedicine services help ensure that Indonesians can access information easily and factually through online consultations, including information on Covid-19. How does telemedicine work from the medical side? Telemedicine services are provided by doctors to patients through digital media such as chat applications and face to face video, this is referred to as teleconsultation. The doctor will conduct an interview about the patient's complaint (anamnesa) and see the patient's condition through audiovisual assistance then do the recording and assessment and decide on the type of therapy and prescribe medication and advice / advice what needs to be known to be done by the patient. In conditions where the doctor sees the patient's condition requires sufficient attention such as the degree of illness is quite serious, the doctor will advise patients to come to the hospital and conduct supporting examinations that help confirm the diagnosis such as laboratory and radiological examinations or other supporting examinations if needed. For mild illness conditions, the consultation can be completed by teleconsultation, but for moderate to severe pain conditions, the patient will still be directed by a doctor to come to the clinic or emergency department (ER). During teleconsultation, the doctor will make records in the patient's medical record file and at the same time will see the medical record or history record of the patient's disease if the patient has ever gone to the hospital before. The doctor will guarantee the security and confidentiality of patient data contained in the medical record file in accordance with statutory regulations. Information for further action if there is a purchase of drugs, radiology, lab, etc. ? From the results of the teleconsultation, if the doctor provides drug therapy,... - Published: 2020-07-14 - Modified: 2020-07-23 - URL: https://primayahospital.com/konsultasi-dokter-online/ Konsultasi Online dengan Dokter Spesialis Primaya Hospital Konsultasi Online di Setiap Cabang Primaya HospitalTidak perlu khawatir konsultasi ke bersama dokter kami. Kini, kami menyediakan layanan konsultasi online di setiap cabang rumah sakit kamiInformasi & PendaftaranPendaftaran hanya dapat dilakukan melalui WhatsApp pada nomor di bawah ini:Bekasi Barat : 0812 8452 3911Bekasi Timur : 0877 7566 6662Bekasi Utara : 0857 8112 5095Tangerang : 0811 8701 113Karawang : 08111 777 811Makassar : 0852 9991 7878Evasari : 0822 9894 4955Betang Pambelum : +62 811-527-701Inco Sorowako- Dokter Spesialis : +62 823-4820-0458 (Inco Sorowako)- Dokter Umum : +62 823-4820-0459 (Inco Sorowako)INFORMASI MENGENAI KONSULTASI ONLINE   Apa itu Telemedicine? Telemedicine merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dokter dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, dan/atau mengevaluasi kondisi kesehatan pasien sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya. Dengan menggunakan layanan telemedicine, pasien dapat berkonsultasi masalah kesehatan secara online dengan dokter umum maupun dokter spesialis terkualifikasi untuk membicarakan pilihan layanan kesehatan, di mana pasien akan mendapatkan informasi kesehatan penting dengan efisien dan cepat. Tim dokter yang terlibat dalam mendukung layanan ini dapat berasal dari berbagai latar belakang dan bidang keahlian, seperti dokter umum, dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter spesialis bedah dan ljuga spesialisasi yang lainnya. Dalam memberikan layanan telemedicine para dokter tersebut berpegang pada kompetensi dan kewenangannya, yang dibuktikan dengan surat tanda registrasi (STR) dan surat ijin praktik (SIP) dengan tetap memperhatikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Apa Manfaat dan Keunggulan Telemedicine? Bertemu dengan dokter di rumah sakit pada masa pandemi atau wabah Covid-19 seperti sekarang ini merupakan sesuatu yang sulit dan mungkin dihindari oleh masyarakat. Penerapan self-isolation dan physical distancing adalah hal yang masih menjadi pilihan pertama bagi masyarakat tersebut. Selain itu waktu yang diperlukan untuk ke rumah sakit dan biaya perjalanan yang mungkin tidak kecil membuat masyarakat semakin mengurungkan niat pergi ke rumah sakit dalam situasi seperti sekarang. Beberapa kondisi di atas memunculkan adanya kebutuhan terhadap suatu solusi bagaimana untuk dapat melakukan konsultasi dengan dokter namun tetap dalam situasi yang aman, sehingga telemedicine hadir menjadi salah satu pilihan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Ada banyak keuntungan dengan memilih melakukan layanan kesehatan dengan telemedicine diantaranya: Layanan telemedicine dapat menghemat waktu dan memangkas lamanya pasien menunggu sebelum mendapat giliran berkonsultasi. Hal ini tentunya akan sangat membantu pasien dalam mengalokasikan waktu yang cukup singkat dalam mendapatkan konsultasi oleh dokter. Layanan telemedicine dapat menghemat biaya mulai dari biaya perjalanan ke rumah sakit sampai dengan biaya yang dikeluarkan terkait kegiatan pergi ke rumah sakit ini. Layanan telemedicine membantu pasien memutuskan langkah selanjutnya apakah pasien cukup melakukan konsultasi hanya dari rumah saja, atau perlu mengunjungi dokter di poliklinik, atau harus masuk ruang gawat darurat saat sakit disesuaikan dengan kondisi dan hasil pengkajian oleh dokter selama telekonsultasi. Layanan telemedicine juga dapat membantu meminimalkan penularan dan penyebaran penyakit akibat banyaknya pasien yang melakukan perjalanan ke rumah sakit atau berkumpulnya orang di rumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan. Layanan telemedicine membantu memastikan bahwa masyarakat Indonesia dapat mengakses informasi dengan mudah dan faktual melalui konsultasi online, termasuk informasi mengenai Covid-19.   Bagaimana cara kerja telemedicine dari sisi medis? Pelayanan telemedicine dilakukan oleh dokter kepada pasien melalui media digital seperti aplikasi chat dan tatap muka lewat vidio, hal ini disebut sebagai telekonsultasi. Dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan pasien (anamnesa) dan melihat keadaan pasien melalui bantuan audiovisual kemudian melakukan pencatatan dan pengkajian serta memutuskan jenis terapi dan memberikan resep obat serta advis/nasihat apa yang perlu diketahui untuk dilakukan oleh pasien. Dalam kondisi di mana dokter melihat kondisi pasien cukup membutuhkan perhatian seperti derajat penyakit cukup serius, maka dokter akan memberikan anjuran kepada pasien untuk datang ke rumah sakit serta melakukan pemeriksaan penunjang yang membantu penegakkan diagnosa seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi atau pemeriksaan penunjang lainnya apabila dibutuhkan. Untuk kondisi sakit ringan maka konsultasi dapat diselesaikan melalui telekonsultasi, namun untuk kondisi sakit sedang sampai berat maka pasien akan tetap diarahkan oleh dokter agar datang ke poliklinik atau unit gawat darurat (UGD). Selama melakukan telekonsultasi dokter akan melakukan pencatatan di dalam berkas rekam medik pasien dan sekaligus akan melihat rekam medik atau catatan riwayat sakit yang sudah dimiliki pasien apabila pasien pernah berobat ke rumah sakit sebeumnya. Dokter akan menjamin keamanan serta kerahasiaan data pasien yang ada di dalam berkas rekam medik tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Informasi tindakan selanjutnya jika ada pembelian obat, tindakan radiologi, lab, dsb? Dari hasil telekonsultasi, jika dokter memberikan terapi obat maka dokter akan menuliskan resep obat tersebut melalui aplikasi resep online. Resep online akan diterima oleh Farmasi RS dan petugas Farmasi RS akan menyiapkan obat serta menghubungi pasien untuk menanyakan apakah obat diantar atau diambil sendiri oleh pasien ke RS sekaligus memberikan informasi dan edukasi kepada pasien atau keluarga pasien bagaimana cara penggunaan obat. Jika dokter memberikan advis untuk melakukan pemeriksaan penunjang (Radiologi, Laboratorium, USG, dll) maka dokter akan menuliskan surat rujukan/order pemeriksaan tersebut dan... - Published: 2020-07-12 - Modified: 2021-04-28 - URL: https://primayahospital.com/en/informasi-terkait-pemeriksaan-covid-19/ Information Related to COVID-19 Examination The following is a guide to registration for Covid-19 examination:Read the complete information about Covid-19 and examination below. Choose a Covid-19 examination package, do an online screening of Covid-19 examination, register, and book an inspection schedule via the website hereYou will get an automatic e-mail reply ( no reply e-mail ) containing account number information to make payment for examination packages and e-mail address information for sending proof of payment transfer. Make payments via the transfer method to the account number written in the automatic reply e-mail ( no reply e-mail ) based on the Primaya Hospital branch location that you choose. Send proof of payment via e-mail contained in the automatic reply e-mail ( no reply e-mail ) in accordance with the location of the Primaya Hospital branch you choose. You will get payment confirmation, registration number, and examination time according to the queue number via e-mail from each Primaya Hospital branch you choose. You can visit the Primaya Hospital branch that you have chosen in accordance with the schedule and time of the visit that has been determined. Provide the registration number information to our officers. MAKE AN APPOINTMENT What is COVID-19? On February 11, 2020, World Health Organization (WHO) announced the official name for the disease caused by a new type of Corona Virus that caused an outbreak in Wuhan, Hubei Province, China at the end of 2019. The official name of the disease is COVID-19 which is an acronym for 'CO' namely ' corona ',' VI 'for' virus', and 'D' for 'disease'. The virus that causes it is called SARS-CoV2 (previously known as 2019-nCOV). Coronavirus belongs to a group of viruses that generally infect the respiratory tract of the nose, sinuses, or upper throat. This group of viruses has been around for a long time and most of them are harmless but a small number of types can cause infections that create the risk of death, such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). How is COVID-19 Transmitted? The SARS-CoV2 virus can be transmitted from COVID-19 patients to healthy people through:inhalation of saliva or droplets from the patient when coughing or sneezing. close contact with an infected person (touching, shaking hands, or speaking at close range without wearing a mask). contact with objects contaminated with the virus and touching the nose, eyes, or mouth without washing hands with soap first. Who Can be Infected by COVID-19? Corona virus can infect anyone. However, parents, especially those over 60 years of age, have a double risk of getting infected by Covid-19. Likewise, people with low immune systems such as cancer patients who receive chemotherapy or autoimmune sufferers who use steroids and / or immunomodulatory. The effects of this disease will also be more dangerous if it infects elderly people, pregnant women, people who have comorbidities such as diabetes, heart, kidney, cancer, or people whose immune systems are weak. What are the Symptoms of COVID-19? Symptoms of Corona virus infection or COVID-19 can resemble flu-like symptoms such as fever, runny nose, dry cough, sore throat, and headache. Symptoms can become severe, in which the patient has a high fever, persistent cough, shortness of breath and chest pain. In general, there are 3 symptoms that can indicate a person is infected with the Corona virus, namely:Fever (with body temperature above 38 degrees Celsius)CoughShortness of breathThe symptoms above will appear within 2 to 14 days after exposure to the Corona virus. Case Definitions (Suspect, Probable, Confirmation, and Close Contact)Based on the Decree of the Indonesian Minister of Health Number HK. 01. 07 / MENKES / 413/2020 concerning the Guidelines for the Prevention and Control of Covid-19, there are four terms in the Covid-19 case: suspect, probable, confirmed, and close contact. What is a Suspected Case? Previous suspected cases of Covid-19 referred to the term patient under surveillance (PDP); patients who are suspected of having Covid-19 based on certain criteria below are classified as suspect cases. Criterion AIn criterion A, a suspected case occurs if the patient meets more than one clinical criterion and more than one of the following epidemiological criteria:Clinical CriteriaHave acute fever / a history of fever with a temperature of 38 degrees Celsius and above and cough, orHas three or more of the following acute symptoms / signs:Fever / history of feverCoughExhaustedHeadacheMyalgia (muscle pain)sore throatCoryza / runny nose / stuffy noseHard to breatheAnorexia / nausea / vomitingDiarrheaDecreased consciousnessEpidemiological CriteriaIn the last 14 days before symptoms develop:Have lived or worked in a place with a high risk of infection, orHave lived or traveled in a country or area of Indonesia that reports local transmission, orWork in health facilities both as medical and non-medical officers as well as officers who carry out investigations and monitoring cases and Covid-19 contacts. Criterion... - Published: 2020-07-12 - Modified: 2020-07-16 - URL: https://primayahospital.com/en/konsultasi-online/ - Translation Priorities: Optional Online Consultation Services via LinkSehat Application How to Online Consultation via LinkSehat? 1. Enter linksehat. com on your web browser, then create an account (sign up)2. After successfully logging in, click on the menu "Make an Appointment"3. Find and select the Primaya Hospital branch you want to go to4. Select a doctor and specify a consultation schedule5. Enter data needed, then the appointment details will appear6. Verify and read the informed consent that appears7. After agreeing to the informed consent, continue payment8. The appointment confirmation will be sent via email9. During the consultation, open linksehat. com and click the green chat logo on the front page10. Write questions on diseases or complaints to be submitted to the doctor to start the consultation via chat / video call MAKE AN APPOINTMENT How to buy medicine? After the consultation is done and if the doctor recommends a drug, a prescription will be sent to the pharmaceutical team. After that, you will be contacted by the Hospital to confirm the purchase of the drugs. You can monitor whether the prescription, is being prepared, is ready to be taken, has been sent, or has been received via website linksehat. com. Free Online Consultation Service for Covid-19Covid-19 pandemic still remains a public concern. However, the need for your health services cannot be postponed. Primaya Hospital provides free health consultation services for Covid-19 with our doctors through online consultation via LinkSehat application. * free consultation applies to covid-19 services in the linksehat application Facebook Instagram Online Consultation at Each Primaya Hospital BranchThere is no need to worry about consulting with our doctor as Primaya Hospital now provides online consulting services in every branch of our hospital. InformationWest Bekasi: 0812 8452 3911East Bekasi: 0877 7566 6662North Bekasi: 0857 8112 5095Tangerang : 0811 8701 113Karawang : 08111 777 811Makassar : 0852 9991 7878Evasari : 0895-3315-97273Betang Pambelum : +62 811-527-701Inco Sorowako- Specialist Doctor : +62 823-4820-0458 (Inco Sorowako)- General Physician : +62 823-4820-0459 (Inco Sorowako)INFORMATION ABOUT ONLINE CONSULTATION What is Telemedicine? Telemedicine is a healthcare service performed by doctors using information and communication technology to diagnose, treat, prevent, and / or evaluate the health condition of patients in accordance with their competence and authority. By using telemedicine services, patients can consult health issues online with general practitioners and qualified specialists to discuss health care options, where patients will get important health information efficiently and quickly. The team of doctors involved in supporting this service can come from various backgrounds and areas of expertise, such as general practitioners, pediatricians, internal medicine specialists, obstetrics and gynecology specialists, surgeons and other specialties.  In providing telemedicine services, these doctors adhere to their competence and authority, as evidenced by a registration certificate (STR) and a practice permit (SIP) in regard to the quality of service and patient safety. What are the Benefits and Advantages of Telemedicine? Meeting with doctors in hospitals during the pandemic or the Covid-19 outbreak as it is now is difficult and might be avoided by the public.  Applying self-isolation and physical distancing is still the first choice for the community.  In addition, the time needed to go to the hospital and the cost of travel that may not be small makes the community increasingly discouraged from going to the hospital just like the present situation. Some of the conditions above raise the need for a solution on how to be able to consult with a doctor but still in a safe situation. The answer is telemedicine. Telemedicine is presented to be one option that is able to answer those needs. There are many advantages to choosing to do health services with telemedicine including: Telemedicine services can save time and reduce the amount of time patients wait before they get their turn to consult.  This certainly will greatly help patients in allocating a short amount of time in getting a consultation with a doctor. Telemedicine services can save costs ranging from the cost of travel to the hospital to the costs incurred related to activities going to this hospital. Telemedicine services help patients decide on the next step whether the patient is sufficient to consult only from home, or need to visit a doctor at the clinic, or must enter the emergency room when the illness is adjusted to the conditions and results of the assessment by the doctor during the teleconsultation. Telemedicine services can also help minimize transmission and spread of disease due to the large number of patients who travel to hospitals or gather people in hospitals for medical services. Telemedicine services help ensure that Indonesians can access information easily and factually through online consultations, including information on Covid-19.   How does telemedicine work from the medical side? Telemedicine services are provided by doctors to patients through digital media such as chat applications and face to face video, this is referred to... - Published: 2020-06-26 - Modified: 2026-07-02 - URL: https://primayahospital.com/artikel-kesehatan/ - Translation Priorities: Optional, Optional Artikel Kesehatan Primaya Hospital Kategori Artikel Tindakan Medis Penyakit Obat ALL Akupunktur Bedah Bedah Digestif Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik Gigi Gizi Hematologi Kebidanan dan kandungan Kejiwaan Kulit dan Kelamin Mata Onkologi Ortopedi Paru Patologi Klinik Penyakit Dalam Saraf Terbaru THT Umum Urologi Artikel Terbaru Primaya Talk Primaya Talk 10 Videos Yuk Simak Gejala dan Cara Mencegah Flu Singapura! #demam #ruam #sakit 1:01 Mata mulai kabur dan berkabut karena katarak? (dr. Zulfikri Khalil Novriansyah, Sp. M) 0:58 Cluster Headache - dr. Juliet Christy Gunawan, Sp. N 1:01 Batuk lebih dari minggu? Terus ada batuk darah juga? Kira-kira kenapa ya? 1:27 CT Scan Calcium Score: Deteksi Penyakit Jantung Koroner! (dr. Khairani Ummah, Sp. JP, FIHA) 2:15 Benjolan di payudara bikin khawatir? Periksa dengan VABB! (dr. Abdul Rachman, Sp. B (K) Onk) 1:36 Kenapa ya kalau habis olahraga detak jantung jadi terasa lebih cepat naik? 🫀 1:50 Emangnya Bisa Ya Menunda Haid Biar Haji/Umroh Lancar? (dr. Ridwan Mahmuddin, Sp. OG) 1:11 RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery: Mengatasi Batu Ginjal Tanpa Operasi (dr. Muhammad Fitrah, Sp. U) 1:02 Kini hadir laser glaukoma di Primaya Hospital Bekasi Barat! (dr. Dinda Arken Devona, Sp. M) 1:22 - Published: 2020-06-15 - Modified: 2025-04-22 - URL: https://primayahospital.com/konsultasi-online/ - Translation Priorities: Optional Konsultasi Online dengan Dokter Primaya Hospital di LinkSehat Download aplikasi LinkSehat di Android atau kunjungi linksehat. com untuk konsultasi online (teleconsultation) dengan dokter Primaya Hospital. Bagaimana Cara Konsultasi Online Melalui LinkSehat? Download aplikasi LinkSehat atau buka linksehat. com. Pilih menu “Buat Janji”. Pilih cabang Primaya Hospital tempat dokter praktek. Pilih dokter dan jadwal telekonsultasi. Lengkapi data diri dan pembayaran. Selesai. Rincian jadwal telekonsultasi akan dikirim lewat email. Ketika jadwal konsultasi tiba, buka aplikasi LinkSehat lalu klik simbol chat untuk mulai konsultasi dengan dokter. DOWNLOAD APLIKASI LINKSEHAT Manfaatkan Konsultasi Dokter Online di LinkSehatKesehatan Anda tetap menjadi prioritas utama. Jangan tunda untuk mendapatkan layanan medis yang Anda butuhkan. Anda bisa melakukan konsultasi medis secara online dengan dokter umum dari Primaya Hospital atau lainnya melalui aplikasi LinkSehat dan situs LinkSehat. com. Primaya Hospital menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara online bersama para dokter kami melalui aplikasi LinkSehat. *Konsultasi tersedia sesuai dengan jadwal praktik masing-masing dokter. Facebook-f Instagram Butuh bantuan? Kirim WhatsApp ke 0858-9000-8500 atau email ke helpdesk@linksehat. com Bagaimana cara membeli obat? Jika dokter meresepkan obat, tim Primaya Hospital akan menghubungi Anda untuk mengonfirmasi pemesanan obat. Status pemesanan obat bisa Anda pantau lewat situs LinkSehat. comINFORMASI MENGENAI KONSULTASI ONLINE Apa itu Telemedicine? Telemedicine merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dokter dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, dan/atau mengevaluasi kondisi kesehatan pasien sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya. Dengan menggunakan layanan telemedicine, pasien dapat berkonsultasi masalah kesehatan secara online dengan dokter umum maupun dokter spesialis terkualifikasi untuk membicarakan pilihan layanan kesehatan, di mana pasien akan mendapatkan informasi kesehatan penting dengan efisien dan cepat. Tim dokter yang terlibat dalam mendukung layanan ini dapat berasal dari berbagai latar belakang dan bidang keahlian, seperti dokter umum, dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter spesialis bedah dan ljuga spesialisasi yang lainnya. Dalam memberikan layanan telemedicine para dokter tersebut berpegang pada kompetensi dan kewenangannya, yang dibuktikan dengan surat tanda registrasi (STR) dan surat ijin praktik (SIP) dengan tetap memperhatikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Apa Manfaat dan Keunggulan Telemedicine? Bertemu dengan dokter di rumah sakit pada masa pandemi atau wabah Covid-19 seperti sekarang ini merupakan sesuatu yang sulit dan mungkin dihindari oleh masyarakat. Penerapan self-isolation dan physical distancing adalah hal yang masih menjadi pilihan pertama bagi masyarakat tersebut. Selain itu waktu yang diperlukan untuk ke rumah sakit dan biaya perjalanan yang mungkin tidak kecil membuat masyarakat semakin mengurungkan niat pergi ke rumah sakit dalam situasi seperti sekarang. Beberapa kondisi di atas memunculkan adanya kebutuhan terhadap suatu solusi bagaimana untuk dapat melakukan konsultasi dengan dokter namun tetap dalam situasi yang aman, sehingga telemedicine hadir menjadi salah satu pilihan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Ada banyak keuntungan dengan memilih melakukan layanan kesehatan dengan telemedicine diantaranya:Layanan telemedicine dapat menghemat waktu dan memangkas lamanya pasien menunggu sebelum mendapat giliran berkonsultasi. Hal ini tentunya akan sangat membantu pasien dalam mengalokasikan waktu yang cukup singkat dalam mendapatkan konsultasi oleh dokter. Layanan telemedicine dapat menghemat biaya mulai dari biaya perjalanan ke rumah sakit sampai dengan biaya yang dikeluarkan terkait kegiatan pergi ke rumah sakit ini. Layanan telemedicine membantu pasien memutuskan langkah selanjutnya apakah pasien cukup melakukan konsultasi hanya dari rumah saja, atau perlu mengunjungi dokter di poliklinik, atau harus masuk ruang gawat darurat saat sakit disesuaikan dengan kondisi dan hasil pengkajian oleh dokter selama telekonsultasi. Layanan telemedicine juga dapat membantu meminimalkan penularan dan penyebaran penyakit akibat banyaknya pasien yang melakukan perjalanan ke rumah sakit atau berkumpulnya orang di rumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan. Layanan telemedicine membantu memastikan bahwa masyarakat Indonesia dapat mengakses informasi dengan mudah dan faktual melalui konsultasi online, termasuk informasi mengenai Covid-19. Bagaimana cara kerja telemedicine dari sisi medis? Pelayanan telemedicine dilakukan oleh dokter kepada pasien melalui media digital seperti aplikasi chat dan tatap muka lewat vidio, hal ini disebut sebagai telekonsultasi. Dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan pasien (anamnesa) dan melihat keadaan pasien melalui bantuan audiovisual kemudian melakukan pencatatan dan pengkajian serta memutuskan jenis terapi dan memberikan resep obat serta advis/nasihat apa yang perlu diketahui untuk dilakukan oleh pasien. Dalam kondisi di mana dokter melihat kondisi pasien cukup membutuhkan perhatian seperti derajat penyakit cukup serius, maka dokter akan memberikan anjuran kepada pasien untuk datang ke rumah sakit serta melakukan pemeriksaan penunjang yang membantu penegakkan diagnosa seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi atau pemeriksaan penunjang lainnya apabila dibutuhkan. Untuk kondisi sakit ringan maka konsultasi dapat diselesaikan melalui telekonsultasi, namun untuk kondisi sakit sedang sampai berat maka pasien akan tetap diarahkan oleh dokter agar datang ke poliklinik atau unit gawat darurat (UGD). Selama melakukan telekonsultasi dokter akan melakukan pencatatan di dalam berkas rekam medik pasien dan sekaligus akan melihat rekam medik atau catatan riwayat sakit yang sudah dimiliki pasien apabila pasien pernah berobat ke rumah sakit sebeumnya. Dokter akan menjamin keamanan serta kerahasiaan data pasien yang ada di dalam berkas rekam medik tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.... - Published: 2020-05-21 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/tanya-jawab-covid-19/ Tanya Jawab Seputar Covid-19 : Gejala, Penularan dan Pecegahannya Apa itu COVID-19? Tanggal 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh Corona virus jenis baru yang menimbulkan wabah di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir tahun 2019. Nama resmi penyakit tersebut adalah COVID-19 yang merupakan akronim dari ‘CO’ yakni ‘corona’, ‘VI’ untuk ‘virus’, dan ‘D’ untuk ‘disease’ atau penyakit. Virus penyebabnya dinamakan SARS-CoV2 (sebelumnya disebut sebagai 2019-nCOV). Coronavirus adalah termasuk kelompok virus yang umumnya menginfeksi saluran pernafasan pada hidung, sinus, atau tenggorokan bagian atas. Kelompok virus ini sudah ada sejak lama dan kebanyakan tidak berbahaya, tetapi sebagian kecil jenisnya dapat menyebabkan infeksi yang berisiko pada kematian, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Bagaimana Cara Penularan COVID-19? Virus SARS-CoV2 dapat menular dari pasien COVID-19 kepada orang sehat melalui:Menghirup percikan ludah atau droplet dari pasien saat batuk atau bersin. Kontak erat dengan orang yang sudah terinfeksi (bersentuhan, berjabat tangan, berbicara dengan jarak dekat tanpa menggunakan masker). Kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi virus dan menyentuh area hidung, mata, dan mulut tanpa cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. Siapa Saja yang Dapat Terkena COVID-19? Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja. Akan tetapi, orang tua terutama yang berusia di atas 60 tahun memiliki risiko dua kali lipat untuk tertular Covid-19. Demikian pula dengan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti penderita kanker yang dalam kemoterapi atau penderita autoimun yang menggunakan steroid dan/atau imunomodulator. Efek penyakit ini juga akan lebih berbahaya bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, ginjal, kanker, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Apa Gejala Penyakit COVID-19? Gejala infeksi virus Corona atau COVID-19 dapat meyerupai gejala flu (flu like symptom) seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Gejala dapat saja memberat yaitu pasien mengalami demam tinggi, batuk terus menerus, sesak napas, dan nyeri dada. Secara umum, terdapat 3 gejala yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona yaitu:Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)BatukSesak NafasGejala di atas akan muncul dalam waktu 2 sampai 14 hari setelah terpapar virus Corona. Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Mengalami Gejala Covid-19? Jika Anda mengalami demam 38oC atau lebih serta mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak nafas serta terdapat:Riwayat perjalanan ke daerah yang terjangkit COVID-19 baik di luar maupun dalam negeri. Riwayat kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Maka Anda harus:Lakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dan hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat publik. Gunakan masker. Jaga jarak dengan anggota keluarga dan orang lain minimal 1-1,5 Meter. Memisahkan peralatan makan dengan anggota keluarga. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku lengan saat bersin atau batuk. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. Hubungi 119 Ext 9 atau pergi ke Fasilitas Kesehatan atau Rumah Sakit jika gejala dirasakan memberat (demam terus menerus, batuk memberat, dan sesak nafas memberat). Saat pergi ke fasilitas kesehatan atau Rumah Sakit, jangan lupa untuk menggunakan masker, ikuti etika batuk atau bersin yang benar, serta hindari menggunakan transportasi umum. Bagaimana Cara Menentukan Diagnosis COVID-19? Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien memiliki riwayat bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona dalam waktu 14 hari terakhir dan apakah ada riwayat kontak erat dengan pasien yang positif atau diduga COVID-19 dalam waktu 14 hari terakhir. Untuk memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan diantaranya sebagai berikut:Pemeriksaan Hematologi Lengkap dengan sampel darah untuk melihat angka Leukosit (sel darah putih) dan hitung jenis (Diff Count) sel Limfosit. Pada pasien dengan penyakit COVID-19, angka Leukosit biasanya normal atau turun dan angka hitung jenis sel Limfosit biasanya turun. Pemeriksaan Rapid Test Antibodi untuk melihat adanya Antibodi terhadap virus SARS-CoV2. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan Antibodi Ig M dan Ig G SARS Cov2 adalah dengan mengambil sampel darah pasien. Pengambilan sampel darah dapat melalui darah kapiler (ujung jari) maupun dari darah vena (misal darah di bagian lengan). Jika di dalam tubuh terdapat infeksi virus, maka tubuh akan membentuk antibodi IgM dan IgG terhadap virus SARS-Cov2 dan atibodi tersebut akan terdeteksi pada pemeriksaan terhadap sampel darah pasien. Pembentukan antibodi Ig M dan Ig G terhadap infeksi virus memerlukan waktu. Ig M akan terdeteksi 3-7 hari setelah infeksi dan Ig G akan terdeteksi setelah 8-10 hari setelah infeksi. Dikarenakan hal tersebut, Dokter yang melakukan pemeriksaan akan mencocokkan gejala klinis yang dialami pasien dengan hasil Rapid Test dan akan memberikan informasi lebih lanjut terhadap hasil test. Pemeriksaan PCR Test dengan sampel swab tenggorokan untuk mendeteksi adanya virus SARS-CoV2. Pemeriksaan ini memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi untuk mendiagnosis kondisi terpapar Covid-19. Sebab, sekali virus Corona menginfeksi tubuh, maka virus akan terdeteksi melalui swab yang... - Published: 2020-05-17 - Modified: 2020-06-16 - URL: https://primayahospital.com/form-kandidat/ Formulir Data Karyawan Saudara diminta mengisi formulir ini dalam rangka proses seleksi di perusahaan kami. Mohon diisi sesuai kenyataan sebenarnya. Jika dikemudian hari terungkap bahwa keterangan yang diberikan tidak sesuai kenyataan, perusahaan berhak membatalkan lamaran ini dan atau memutuskan hubungan kerja dan menuntut sesuai dengan hukum yang berlaku. - Published: 2020-04-10 - Modified: 2022-04-17 - URL: https://primayahospital.com/informasi-terkait-pemeriksaan-covid-19/ Informasi Terkait Pemeriksaan COVID-19 Primaya Hospital memberikan beragam pilihan pemeriksaan Covid-19 sesuai dengan kebutuhan Anda! Sebelum memilih paket pemeriksaan Covid-19, mari kenali istilah-istilah di bawah ini:Kasus Suspek adalah orang yang memiliki gejala demam dan batuk atau sesak nafas dan ada salah satu riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal atau ada riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19. Kasus Probable adalah kasus suspek dengan ISPA berat, gagal nafas atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus Konfirmasi adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kontak Erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19Pelaku Perjalanan adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri maupun luar negeri pada 14 hari terakhir. BOOKING JADWAL Apa itu COVID-19? Tanggal 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh Corona virus jenis baru yang menimbulkan wabah di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir tahun 2019. Nama resmi penyakit tersebut adalah COVID-19 yang merupakan akronim dari ‘CO’ yakni ‘corona’, ‘VI’ untuk ‘virus’, dan ‘D’ untuk ‘disease’ atau penyakit. Virus penyebabnya dinamakan SARS-CoV2 (sebelumnya disebut sebagai 2019-nCOV). Coronavirus adalah termasuk kelompok virus yang umumnya menginfeksi saluran pernafasan pada hidung, sinus, atau tenggorokan bagian atas. Kelompok virus ini sudah ada sejak lama dan kebanyakan tidak berbahaya, tetapi sebagian kecil jenisnya dapat menyebabkan infeksi yang berisiko pada kematian, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Bagaimana Cara Penularan COVID-19? Virus SARS-CoV2 dapat menular dari pasien COVID-19 kepada orang sehat melalui:Menghirup percikan ludah atau droplet dari pasien saat batuk atau bersin. Kontak erat dengan orang yang sudah terinfeksi (bersentuhan, berjabat tangan, berbicara dengan jarak dekat tanpa menggunakan masker). Kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi virus dan menyentuh area hidung, mata, dan mulut tanpa cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. Siapa Saja yang Dapat Terkena COVID-19? Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja. Akan tetapi, orang tua terutama yang berusia di atas 60 tahun memiliki risiko dua kali lipat untuk tertular Covid-19. Demikian pula dengan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti penderita kanker yang dalam kemoterapi atau penderita autoimun yang menggunakan steroid dan/atau imunomodulator. Efek penyakit ini juga akan lebih berbahaya bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, ginjal, kanker, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Apa Gejala Penyakit COVID-19? Gejala infeksi virus Corona atau COVID-19 dapat meyerupai gejala flu (flu like symptom) seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Gejala dapat saja memberat yaitu pasien mengalami demam tinggi, batuk terus menerus, sesak napas, dan nyeri dada. Secara umum, terdapat 3 gejala yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona yaitu:Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)BatukSesak NafasGejala di atas akan muncul dalam waktu 2 sampai 14 hari setelah terpapar virus Corona. Definisi Kasus (Suspek, Probable, Konfirmasi dan Kontak Erat)Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 01. 07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 mendefinisikan empat istilah dalam kasus Covid-19, yaitu suspek, probable, konfirmasi, dan kontak erat. Apa Itu Kasus Suspek? Kasus suspek Covid-19 sebelumnya merujuk pada istilah pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien yang dicurigai terjangkit Covid-19 berdasarkan kriteria tertentu di bawah ini tergolong sebagai kasus suspek. Kriteria A Dalam kriteria A, kasus suspek terjadi jika pasien memenuhi lebih dari satu kriteria klinis dan lebih dari satu kriteria epidemiologis berikut ini. Kriteria KlinisMengalami demam akut/riwayat demam dengan suhu 38 derajat Celsius ke atas dan batuk, atauMemiliki tiga atau lebih gejala/tanda akut di bawah ini:Demam/riwayat demamBatukKelelahanSakit kepalaMyalgia (nyeri otot)Nyeri tenggorokanCoryza/pilek/hidung tersumbatSesak napasAnoreksia/mual/muntahDiareKesadaran menurunKriteria Epidemiologis Dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala:Pernah tinggal atau bekerja di tempat dengan risiko penularan tinggi, atauPernah tinggal atau bepergian di negara/daerah di Indonesia yang melaporkan adanya penularan lokal, atauBekerja di fasilitas kesehatan baik sebagai petugas medis maupun non-medis serta petugas pelaksana penyelidikan dan pemantauan kasus serta kontakKriteria B Dalam kriteria B, seseorang menjadi kasus suspek jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berat. Kriteria C Dalam kriteria C, kasus suspek berlaku untuk orang yang:Tidak menunjukkan gejalaTidak memenuhi kriteria epidemiologisPemeriksaan antigen SARS-CoV-2 menunjukkan hasil positif Apa Itu Kasus Probable? Terdapat empat kriteria untuk menentukan kasus probable Covid-19, yaitu:Kriteria A Memenuhi kriteria klinis dalam kasus suspekPunya riwayat kontak erat dengan kasus probable atau terkonfirmasi atau berkaitan dengan kluster Covid-19Kriteria B Memenuhi kriteria kasus suspekHasil pemeriksaan radiologi mengarah ke Covid-19Kriteria C Kemampuan indra penciuman atau indra perasa menghilang tanpa penyebab jelasKriteria DOrang dewasa yang meninggal karena gagal napas akibat cairan yang memenuhi kantong oksigen paru-paru (distres pernapasan)Punya riwayat kontak erat dengan kasus probable atau terkonfirmasi atau terkait dengan kluster Covid-19 Apa Itu Kasus Konfirmasi? Kasus konfirmasi terjadi jika seseorang memenuhi salah satu dari tiga kriteria berikut ini:Hasil pemeriksaan tes usap RT-PCR positifHasil pemeriksaan antigen SARS-CoV-2 positif dan memenuhi kriteria kasus probable atau kriteria A dan B kasus... - Published: 2020-04-10 - Modified: 2022-02-11 - URL: https://primayahospital.com/paket-pemeriksaan/ Paket Pemeriksaan COVID-19 PANDUAN PENDAFTARAN PEMERIKSAAN COVID-19 Berikut ini adalah panduan pendaftaran pemeriksaan Covid-19:Baca dengan teliti informasi lengkap mengenai Covid-19 dan pemeriksaannya di bawah ini. Pendaftaran dilakukan secara online H+2 di website primayahospital. com. Pilih paket pemeriksaan Covid-19, lakukan screening online pemeriksaan Covid-19, lakukan registrasi, dan booking jadwal pemeriksaan via website di siniAnda akan memperoleh e-mail balasan otomatis (no reply e-mail) yang berisi informasi nomor rekening untuk melakukan pembayaran paket pemeriksaan dan informasi alamat e-mail untuk mengirimkan bukti transfer pembayaran. Lakukan pembayaran melalui metode transfer ke nomor rekening yang terdapat dalam e-mail balasan otomatis (no reply e-mail) sesuai dengan lokasi cabang Primaya Hospital yang Anda pilih. Kirimkan bukti transfer melalui e-mail yang terdapat dalam e-mail balasan otomatis (no reply e-mail) sesuai dengan lokasi cabang Primaya Hospital yang Anda pilih. Setelah Anda mengirimkan bukti transfer, kami akan melakukan pengecekkan terhadap jadwal pemeriksaan yang telah Anda pilih. Jika jadwal yang Anda pilih telah penuh, petugas kami akan melakukan konfirmasi re-schedule jadwal pendaftaran melalui telepon / WhatsApp / e-mail Anda. Anda akan mendapatkan konfirmasi pembayaran, nomor registrasi, serta waktu pemeriksaan sesuai dengan nomor antrian melalui e-mail dari masing-masing cabang Primaya Hospital yang Anda pilih. Anda dapat mengunjungi cabang Primaya Hospital yang telah Anda pilih sesuai dengan jadwal dan jam kunjungan pemeriksaan yang telah ditentukan. Berikan informasi nomor registrasi kepada petugas kami. Seluruh pembayaran tidak dapat dilakukan refund (pengembalian dana). INFORMASI & HARGA PEMERIKSAAN COVID-19 SWAB ANTIGEN (Rp 99. 000,00,) (Kecuali Makassar, Palangkaraya & Sorowako)Swab Antigen atau yang lebih dikenal dengan Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Itu sebabnya swab antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi. Swab Antigen saat ini tersedia di seluruh cabang Primaya Hospital. Hasil tes akan dikirimkan melalui e-mail dan WhatsApp di hari yang sama. PCR / SWAB TEST (Rp 275. 000,00) (Luar Pulau Jawa : Rp 300. 000,00)Paket pemeriksaan praktis di luar gedung rumah sakit maupun di ruangan Fever Clinic menggunakan PCR Test. Proses ini dilakukan dengan pengambilan sampel swab bagian belakang hidung atau tenggorokan. Hasil tes akan dikirimkan melalui e-mail dan WhatsApp pada hari berikutnya (H+2). Pemeriksaan ini disarankan bagi seseorang dengan kategori suspek. Namun, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan ini jika merasa memiliki gejala demam, batuk, atau sesak nafas meskipun tidak memiliki riwayat bepergian ke negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal atau ada riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable CovidRAPID TEST ANTIBODI (Rp 150. 000,00)Paket pemeriksaan praktis di luar gedung rumah sakit maupun di ruangan Fever Clinic menggunakan rapid test antibodi (IgM / IgG). Proses ini dilakukan dengan pengambilan darah kapiler di ujung jari atau darah vena lengan tangan. Hasil tes akan dikirimkan melalui e-mail dan WhatsApp dalam waktu maksimum 1×24 jam. Pemeriksaan ini lebih disarankan bagi seseorang dengan kategori suspek. Namun, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan ini jika merasa memiliki gejala demam, batuk, atau sesak nafas meskipun tidak memiliki riwayat bepergian ke negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal atau ada riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19. Lakukan Screening Covid-19 dengan cara klik daftar dibawah ini. INFORMASI PAKET HOMECARE PCR / SWAB TEST Pemeriksaan PCR / SWAB test di rumah, di kantor atau di lokasi yang Anda kehendaki (untuk pemeriksaan minimal 10 orang atau lebih). Pemeriksaan PCR (PCR Test) adalah salah satu pemeriksaan untuk menegakkan diagnosa COVID-19 dengan mengambil sampel swab bagian belakang hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi adanya virus SARS-CoV2. Mohon informasikan alamat atau lokasi tempat pemeriksaan PCR / SWAB test. Lokasi harus berada di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, Makassar. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PIC masing-masing cabang Primaya Hospital di bawah ini:Primaya Hospital Bekasi Barat : Agus 08128258156Primaya Hospital Bekasi Timur : Icha 081398700053Primaya Hospital Bekasi Utara : Adm. +62 877-7385-3636Primaya Hospital Evasari Jakarta : Ninik 082123400066Primaya Hospital Tangerang : Gina 08568660781Primaya Hospital Betang Pambelum Palangka Raya : Setny 0811527701Primaya Hospital Makassar : Fikran 081241981376Primaya Hospital Karawang : Nungki 08111777811Primaya Hospital Bhaktiwara : Wahyu 0821 7970 1619Primaya Hospital Pasar Kemis : Andika 081317170256Primaya Hospital Sukabumi : Irfan 085659575147 DAFTAR LAYANAN & JAM OPERASIONAL Fever Clinic : Ruang khusus pemeriksaan Covid-19 Drive Thru : Pemeriksaan di luar gedung rumah sakit Sunting Nama Rumah SakitHari & Jam OperasionalRapid Test AntibodyPCR/Swab TestSwab Antigen Primaya Hospital Tangerang DaftarArea Fever Clinic Rapid Test : Senin-sabtu, Jam 09:00-16:00 WIB PCR Test : Senin-sabtu, Jam 09:00-16:00 WIB Swab Antigen : Senin-sabtu, Jam 09:00-16:00 WIB Drive Thru Rapid Test : Senin-sabtu, Jam 09:00-16:00 WIB PCR Test : Senin-sabtu, Jam 09:00-16:00 WIB Swab Antigen : Senin-sabtu, Jam 09:00-16:00 WIB *minggu/tanggal merah : Jam 09:00-13:00 WIB Primaya Hospital Bekasi Barat DaftarArea Fever Clinic Rapid Test dan Serology : Senin-Sabtu, 24 jam PCR Test : Senin-Sabtu, Jam 08. 00 s. d 14. 00 WIB Swab Antigen : Senin-Sabtu, Jam 08. 00 s. d 14. 00 WIB Drive Thru Rapid Test... - Published: 2020-04-10 - Modified: 2022-02-10 - URL: https://primayahospital.com/screening/ Screening COVID-19 Mohon maaf, saat ini sedang ada perbaikan dalam sistem. . Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami akan segera kembali dan mohon kesabarannya. Terima kasih atas pengertiannya × Tutup peringatan Mohon maaf, kami sedang melakukan peningkatan fitur pendaftaran covid-19. Apabila membutuhkan bantuan, silakan menghubungi kami melalui Telepon. × Tutup peringatan - Published: 2020-03-09 - Modified: 2020-03-18 - URL: https://primayahospital.com/publikasi/laporan-tahunan/ Laporan Tahunan Saat ini belum ada data - Published: 2020-03-09 - Modified: 2020-05-10 - URL: https://primayahospital.com/en/publikasi/laporan-tahunan/ Laporan Tahunan Saat ini belum ada data - Published: 2019-09-04 - Modified: 2019-09-04 - URL: https://primayahospital.com/pelatihan-fccs/ PELATIHAN FCCS Fundamental Critical Care Support RS Awal Bros Batam 23-24 November 2019 Pengantar Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1778/Menkes/SK/XII/20010 tanggal 13 Desember 2010 bahwa Standar Ketenagaan Tenaga Kesehatan yang bekerja di ICU harus mempunyai Sertifikat FCCS dan juga tuntutan pelayanan kesehatan (termasuk pelayanan di ICU) yang semakin hari dituntut untuk lebih berkualitas tinggi demi keselamatan pasien (patient safety). Untuk kepentingan tersebut diperlukan standar pelayanan dasar yang memadai dan universal namun “up to date”. Pedoman dasar pelayanan pasien di ICU yang universal dan bersifat mendunia adalah FCCS. PERDICI yang merupakan organisasi/wadah dari dokter dokter intensive care (intensivist) di Indonesia yang menggeluti dalam bidang ilmu kedokteran intensive care (intensive care medicine) dan pemegang lisensi kursus FCCS, bertanggung jawab demi tercapainya tujuan tersebut diatas. Dengan diselenggarakan kursus FCCS diharapkan peserta mempunyai pengetahuan dan ketrampilan dasar untuk bisa mengelola pasien di ICU secara up to date dibawah supervisi dokter intensivist. Dalam kursus FCCS ini pengantar bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, sedangkan bahasa dalam Textbook FCCS, soal pre dan post test menggunakan bahasa Inggris. PELAKSANAAN Ruang DIKLAT lt 7 , RS Awal Bros Batam, Jl Gajah Mada Kav 1 No 1 Batam, Kepulauan Riau Link Lokasi PESERTA Dokter Spesialis, Dokter Umum yang bekerja di Emergency Department dan ICU Rumah Sakit, Fellow Critical Care. Terbatas bagi 30 orang peserta SERTIFIKAT Society of Critical Care Medicine (SCCM) yang belaku secara Internasional selama 4 (empat) tahun. Sertifikat PERDICI berakreditasi IDI. BIAYA PENDAFTARAN Rp 4. 500. 000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah) /person) tanpa penginapan Rp 5. 000. 000, - (lima juta rupiah (2 malam, sharing room) CARA PEMBAYARAN Transfer ke: Bank Mandiri : 109 001 569 7279 a/n RUMAH SAKIT AWAL BROS BATAM Bukti transfer dapat di WA 082174002777 atau kirim via email : diklat. btm@primayahospital. com TATA CARA PENDAFTARAN PESERTA Peserta membayar biaya pendaftaran kursus ke ke bank sebagaimana tersebut diatas, baik melalui ATM / menggunakan form setor tunai. Bukti transfer di WA 082174002777 atau di email ke diklat. btm@primayahospital. com Batas akhir pendaftaran tanggal 31 Oktober2019 atau peserta telah memenuhi kuota 30 orang Peserta dianggap terdaftar sebagai peserta FCCS apabila telah melakukan pembayaran sebagaimana tersebut diatas. Bagi peserta FCCS yang telah membayar, akan mendapat textbook FCCS (yang dipakai untuk belajar) dari Society Critical Care Medicine (Amerika). Pembatalan/pengunduran diri dilakukan sebelum tanggal batas akhir pendaftaran, maka biaya registrasi akan dikembalikan dengan potongan sebesar Rp 1. 000. 000,- (satu juta rupiah). Biaya pendaftaran tidak akan dikembalikan jika pembatalan / pengunduran diri dilakukan setelah tanggal batas akhir registras Informasi : Hp Andi 082174002777 Telp 0778-431777 TATA TERTIB PELAKSANAAN Peserta harus tiba dilokasi tepat pukul 7. 30 WIB untuk registrasi ulang dengan membawa Pas Foto berwarna 4X6 sebanyak 1 lembar. Pre-Test akan dilaksanakan pukul 08. 00 WIB. Jika peserta datang terlambat, tidak diberikan perpanjangan waktu. pelatihan akan dimulai pukul 08. 15 WIB, jika peserta terlambat maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti materi sampai dengan pelaksanaan kursus selesai, sehingga dengan demikian peserta tidak memenuhi jam kehadiran, berarti dinyatakan TIDAK LULUS. Peserta wajib mengikuti Pre dan Post Test. Peserta wajib mengikuti seluruh kuliah dan skill station. Jika peserta tidak mengikuti 1 (satu) mata kuliah dan/atau 1 (satu) skill station dianggap TIDAK LULUS dan yang bersangkutan dapat mengikuti kursus pada waktu dan tempat yang akan datang dengan membayar uang pendaftaran kembali. Peserta kursus tidak diperkenankan mendokumentasikan slide dan soal-soal dalam bentuk apapun. link sumber : https://perdici. org/fccs-course/ Materi Kursus MATERI KURSUS - Recognition and Assessment of the Seriously Ill Patient - Airway Management - Cardiopulmonary / Cerebral Resuscitation - Monitoring Blood Flow, Oxygenation and Acid Base Status - Diagnosis and Management of Shock - Diagnosis and Management of Acute Respiratory Failure - Mechanical Ventilation - Acute Coronary Syndromes - Management of Life-Threatening Electrolyte and Metabolic Disturbances - Life-Threatening Infections: Diagnosis and Antimicrobial Therapy Selection - Special Considerations - Critical Care in Pregnancy - Neurological Support - Critical Care in Infants and Children The Basics - Basic Trauma and Burn Management - Ethics in Critical Care Medicine Skill Stations - Skill Stations - Integrated Airway Management and Hypovolemic Shock Scenario - Recognition and Assessment of the Seriously ill Patient - Mechanical Ventilation - Non-Invasive Positive Pressure Ventilation (NPPV) - Integrated Hemorrhagic Shock Scenario - Integrated Traumatic Brain Injury - Integrated Sepsis Scenario - Integrated Severe Sepsis Scenario PENDAFTARAN : - Published: 2019-02-27 - Modified: 2023-01-29 - URL: https://primayahospital.com/en/nilai-kami/ Vision Becoming a Leading Network of Healthcare Services or Hospitals with International Standards. Mission Providing Professional Healthcare Services Compassionately PRIMAYA Philosophy The word PRIMA is the company's values that have been embedded in every employee's heart. The word YA gives an emphasis that all employees are always eager to provide PRIMA services. Slogan We are always available and ready to serve patients by providing the best service with high motivation so that we are able to finish our duty completely. Quality Policy Providing healthcare services quickly, precisely, friendly and integrated in accordance with professional standards along with continuous improvement efforts to produce satisfied and loyal customers. Company Values ProfessionalCommitted to work in accordance with the best abilities in their field, full of responsibility and in accordance with the ethics of the work profession. OrderlyAlways carrying out work systematically, regularly, cleanly, thoroughly and pleasantly. ServiceAppreciating individual religion differences, thinking positively and enthusiastically at work. ListeningTrying to understand and respect the opinions of others, the process of listening to each other will build effective communication. AssertivePossessing the ability to communicate well and honestly. - Published: 2019-02-27 - Modified: 2019-07-16 - URL: https://primayahospital.com/en/jadwal-dokter/ Cari Jadwal Dokter - Primaya Hospital Contact Center 1500 007 Chatbot Brosur Hubungi Kami Akun Saya ID Menu Tentang KamiMengapa Memilih KamiNilai KamiTonggak SejarahManajemenPress ReleaseHubungi Kami CloseRumah Sakit KamiFMC Hospital (Bogor)Primaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital Hertasning (Makassar)Primaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Kelapa GadingPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Rajawali Hospital (Bandung)UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) CloseJadwal DokterMedical Check UpPelayanan PasienLayanan UnggulanLayanan PenunjangTeknologiTelemedicineHomecareLayanan Fertilitas ClosePromoArtikel ID Akun Saya Keranjang Close    Chatbot    Akun Saya    Pencarian    1 500 007 Semua Rumah Sakit FMC Hospital (Bogor) Primaya Evasari Hospital Primaya Hospital Bekasi Barat Primaya Hospital Bekasi Timur Primaya Hospital Bekasi Utara Primaya Hospital Betang Pambelum Primaya Hospital Bhakti Wara Primaya Hospital Depok Primaya Hospital Hertasning (Makassar) Primaya Hospital Inco Sorowako Primaya Hospital Karawang Primaya Hospital Kelapa Gading Primaya Hospital Makassar Primaya Hospital PGI Cikini Primaya Hospital Pasar Kemis Primaya Hospital Semarang Primaya Hospital Sukabumi Primaya Hospital Tangerang Primaya Rajawali Hospital (Bandung) UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) Home » Cari Jadwal Dokter Cari Jadwal Dokter - Primaya Hospital Lihat jadwal dokter Primaya Hospital dari berbagai macam spesialisasi dan poli. Temukan jadwal dokter jantung, jadwal dokter kandungan, jadwal dokter anak, jadwal dokter penyakit dalam, jadwal dokter gigi, serta jadwal dokter lainnya. Jadwal dokter spesialis terbaik di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Makassar, Karawang, Palangkaraya, Sukabumi, Semarang, Pangkalpinang, dan Depok. Search Hasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanHasil pencarian dokter - Primaya Hospital{results_count_total} dokter ditemukanLihat lebih banyak Rumah SakitPilih salah satuPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital HertasningRajawali HospitalUkrida HospitalPrimaya Hospital Kelapa GadingFMC HospitalSpesialisasi Pilih salah satu AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-FERTILITAS ENDOKRINOLOGI DAN REPRODUKSI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-OBGINSOS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN-UROGIN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI - KARDIORESPIRASI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-GERIATRI KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI-MUSKULOSKELETAL KEDOKTERAN JIWA-KOMUNITAS KEDOKTERAN NUKLIR KEDOKTERAN OLAHRAGA KESEHATAN JIWA KULIT DAN KELAMIN LABORATORIUM LAIN-LAIN MATA OFTAMOLOGI OKUPASI ONKOLOGI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN ORTHOPEDI ONKOLOGI ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI ORTOPEDI-ANAK ORTOPEDI-CEDERA OLAHRAGA ORTOPEDI-ONKOLOGI DAN REKONSTRUKSI PARU PARU - ONKOLOGI THORAKS PATOLOGI KLINIK PENYAKIT DALAM PENYAKIT DALAM - GASTROENTEROLOGI HEPATOLOGI PENYAKIT DALAM - GINJAL HIPERTENSI PENYAKIT DALAM - HEMATOLOGI ONKOLOGI PENYAKIT DALAM - KARDIO VASKULER PENYAKIT DALAM - PARU PENYAKIT DALAM - RHEUMATOLOGI PENYAKIT DALAM-ALERGI IMUNOLOGI PENYAKIT DALAM-ENDOKRIN PENYAKIT DALAM-PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI PENYKIT DALAM - ENDOKRINOLOGI METABOLIK DAN DIABETES POLI ANTI AGING & ESTETIK PSIKOLOG RADIOLOGI RADIOTERAPI SARAF SARAF-NEUROVASKULAR THT THT - ONKOLOGI THT-ALERGI IMUNOLOGI THT-NEUROTOLOGI UMUM UROLOGI UROLOGI-FEMALE UROLOGI-TRAUMA DAN REKONSTRUKSI Lokasi Pilih salah satu Bandung Bekasi Bogor Depok Jakarta Karawang Makassar Palangkaraya Pangkalpinang Semarang Sorowako Sukabumi Tangerang Cari Dokter Pilih Spesialisasi Dokter​ Lihat Semua AKUPUNTUR ANAK ANAK - ALERGI IMUNOLOGI ANAK - EMERGENSI DAN RAWAT INTENSIF ANAK ANAK - ENDOKRINOLOGI ANAK - GASTROHEPATOLOGI ANAK - HEMATO ONKOLOGI ANAK - KARDIOLOGI ANAK - KONSELOR LAKTASI ANAK - NEFROLOGI ANAK - NEONATOLOGI ANAK - NEUROLOGI ANAK - RESPIROLOGI ANAK-PERINATOLOGI ANDROLOGI ANESTESI ANESTESI-MANAJEMEN NYERI BEDAH ANAK BEDAH ANAK-BEDAH DIGESTIF BEDAH DIGESTIF BEDAH ONKOLOGI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI BEDAH SARAF BEDAH SARAF-NEUROVASKULAR BEDAH THORAK DAN KARDIOVASKULER BEDAH TORAKS KARDIAK DAN VASKULAR - BEDAH JANTUNG DEWASA BEDAH UMUM BEDAH VASKULER DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS DOKTER GIGI SPESIALIS - ORTODONTI DOKTER GIGI SPESIALIS-BEDAH MULUT DOKTER GIGI SPESIALIS-GIGI ANAK DOKTER GIGI SPESIALIS-KONSERVASI GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS-PERIODONSIA DOKTER GIGI SPESIALIS-PROSTODONSIA FUNCTIONAL AND NEUROLOGY GIZI KLINIK GIZI KLINIK-NUTRISI PADA KELAINAN METABOLISME GIZI IMAGING OTOLOGI INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH - KARDIOVASKULAR INTERVENSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-ARITMIA JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-EKOKARDIOGRAFI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH-PENCITRAAN KARDIOVASKULAR KEBIDANAN DAN KANDUNGAN Kebidanan dan Kandungan - Fetomaernal KEBIDANAN DAN KANDUNGAN - FETOMATERNAL KEBIDANAN DAN... - Published: 2019-01-29 - Modified: 2019-01-29 - URL: https://primayahospital.com/operasi-bedah-jantung_batam/ PEMBEDAHAN BY-PASS PEMBULUH DARAH KORONER Coronary Artery By-pass Graft (CABG) Pembedahan By-pass Pembuluh Darah Koroner atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) adalah suatu operasi jantung untuk membuat “jalan pintas” atau bypass terhadap pembuluh arteri koroner (jantung) yang tersumbat atau menyempit. Pembedahan membantu orang-orang yang arteri koronernya telah menyempit atau terhalang oleh bahan berlemak yang disebut plak. Bypass memungkinkan lebih banyak darah dan oksigen mengalir ke otot jantung. Mengapa perlu dilakukan CABG? Operasi CABG biasanya direkomendasikan untuk orang-orang dengan penyakit jantung koroner yang: Terus mengalami nyeri dada yang tidak membaik dengan obat-obatan, dan angioplasti dengan stenting tidak bisa (atau gagal) dilakukan; atau Memiliki penyumbatan yang menurut dokter dapat menyebabkan serangan jantung atau kematian Bagaimana dokter memutuskan Anda memerlukan tindakan CABG? Untuk memutuskan apakah Anda merupakan calon untuk dilakukan tindakan CABG, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik. Ia akan memeriksa sistem kardiovaskular Anda, dengan fokus pada jantung, paru-paru, dan denyut nadi Anda. Dokter Anda juga akan bertanya tentang gejala apa saja yang Anda miliki, seperti nyeri dada atau sesak napas. Dia akan ingin tahu seberapa sering dan seberapa lama gejala Anda muncul dan seberapa parah gejala tersebut Anda rasakan. Beberapa pemeriksaan penunjang lain dilakukan untuk mengetahui arteri mana yang tersumbat, seberapa banyak mereka tersumbat, dan apakah ada kerusakan jantung. Apa yang dilakukan saat tindakan CABG? Operasi itu sendiri biasanya memakan waktu 3 hingga 6 jam. Anda akan mendapatkan anestesi umum, yang berarti Anda tidak akan "bangun” dan merasakan sakit. Dokter bedah akan membuka rongga dada membuka tulang rusuk Anda. Dia mungkin menghentikan jantung Anda untuk sementara waktu selama prosedur berlangsung. Darah Anda akan terus beredar melalui tubuh Anda dengan bantuan mesin jantung-paru. Kemudian dia akan membuat "jalan pintas-bypass" Anda. Pertama, dokter bedah akan mengambil arteri yang sehat dari dada atau pergelangan tangan Anda, atau pembuluh darah dari kaki Anda. Ini disebut "graft“. Lalu, dokter akan melampirkan arteri itu di atas dan di bawah salah satu pembuluh darah koroner yang tersumbat. Ketika operasi Anda selesai, darah akan mengalir kembali ke jantung Anda melalui graft baru Anda. Anda mungkin membutuhkan beberapa graft dalam satu tindakan yang sama. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut meterkait tindakan operasi CABG dan pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah, Anda dapat mengkonsultasikannya kepada dokter kami. Anda dapat menghubungi kami melalui : Customer Care RS Awal Bros Batam 0778-431777 ext 1991/1992 Atau bila Anda merasa keluhan Anda membutuhkan penanganan segera, Anda dapat menghubungi : UNIT GAWAT DARURAT RS Awal Bros Batam : 0778-431777 ext 777 atau (+62) 085-100-200-777 - Published: 2019-01-29 - Modified: 2022-02-07 - URL: https://primayahospital.com/en/beranda/ Lokasi Rumah Sakit Primaya Hospital Primaya Hospital Kelapa Gading FMC Hospital (Bogor) UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) Primaya Rajawali Hospital (Bandung) Primaya Hospital Hertasning (Makassar) Primaya Hospital Depok Primaya Hospital PGI Cikini Primaya Hospital Semarang Primaya Hospital Sukabumi Primaya Hospital Pasar Kemis Primaya Hospital Bhakti Wara Primaya Hospital Karawang Primaya Hospital Bekasi Utara Primaya Hospital Inco Sorowako Primaya Hospital Betang Pambelum Primaya Hospital Tangerang Rumah Sakit Primaya Hospital Ujung Batu Rumah Sakit Primaya Hospital A Yani Rumah Sakit Primaya Hospital Pekanbaru Rumah Sakit Primaya Hospital Panam Primaya Hospital Makassar Primaya Jakarta Hospital Primaya Hospital Bekasi Timur Primaya Hospital Bekasi Barat Rumah Sakit Primaya Hospital Batam COVID-19 Examination The following are the types of Covid-19 checks that you can do at Primaya Hospital: PCR TEST RAPID TEST SWAB ANTIGEN CEK KEKEBALAN TUBUH RONTGEN THORAX Register Covid-19 Test Promotion Sebelumnya Selanjutnya We are Ready to Provide Excellent Service Get international standard services that are supported by the latest technology. Served by a team of experienced and competent doctors, and all employees who serve wholeheartedly at Primaya Hospital. We always strive to provide excellent service for all customers. Primaya Hospital’s Excellences Possessing National (ICAHO/KARS) and International (JCI) Accreditations Primaya Hospital is committed to providing excellent services by prioritizing the quality of patient’s safety and security which reflects on the national accreditation of Primaya Hospital by Indonesian Commission on Accreditation of Hospital (ICAHO/KARS) and two of Primaya Hospital's hospitals internationally which have been internationally accredited by the Joint Commission International (JCI). Excellent Healthcare Services Primaya Hospital is capable in providing comprehensive healthcare services for the people of Indonesia as well as foreign citizens (foreigners). The payment method at Primaya Hospital ranges from a personal payment, company guarantees, insurance, to BPJS. Primaya Hospital provides services with good technology and quality in accordance with community needs, that is to provide health solutions for the community Ease of Access To reach public’s health needs, Primaya Hospital Group is located in many strategic locations throughout several regions and major cities in Indonesia that makes it easily accessible so that the community's need for healthcare services can be sufficiently fulfilled. Complete Facilities Primaya Hospital has complete service facilities including Emergency, Radiology, Laboratory, and Pharmacy services that serve the community 24 hours a day. In addition, Primaya Hospital has a large parking area, patient education room, comfortable poly space, lactation room, play area at Children's Poly, ATM Center, Musholla, Wi-Fi for patients' families, canteens, and a comfortable lobby area. Primaya Hospital has excellent services for patients, namely Heart and Blood Vessel Services, Mother and Child Services, Trauma Services, and Oncology Services (Cancer. Center Of Excellence Cardiac and Vascular CenterPrimaya Hospital provides excellent services in Cardiovascular and Blood Vessel Services to meet the needs of qualified services for heart health. Supported by professional medical personnel, paramedics and non-medical personnel, Cardiovascular and Cardiac services at Primaya Hospital are equipped with modern medical equipment. Mother and Child Service CenterAs a form of commitment to maternal health and child development, Primaya Hospital provides Mother and Child Service Center through various healthcare services for women, children and infants including women's health, women's fitness (pregnancy gymnastic and yoga), pregnancy, baby massage, lactation, child development and various other types of services. Trauma Service CenterTrauma Service Center is one of the leading services related to the management of patients with emergency conditions caused by injury or trauma. The Trauma Service Center is supported by a variety of surgical and non-surgical specialist doctors who are experienced in the field of trauma. In addition, the Trauma Service Center at Primaya Hospital is handled by skilled, competent nurses, and has received special training in the field of trauma such as Basic Life Support (BLS), Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), and Emergency First Aid (PPGD). Oncology Service CenterPrimaya Hospital provides Oncology services supported by professional and competent medical personnel and equipped with modern facilities. Primaya Hospital provides Mammography, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, Vaccines, Bronchoscopy, Endoscopy and Tumor Surgery. With this wide range of services, it is expected that various cancers can be detected and treated early, complications can be minimized, and the patient's recovery and the life expectancy of cancer sufferers can increase. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2024-08-13 - URL: https://primayahospital.com/en/tonggak-sejarah/ - Translation Priorities: Optional Historical Milestone Primaya Hospital is a transformation and new form of Awal Bros Hospital. This name change was made in March 2020 as proof of the commitment of Awal Bros Group Hospital in providing better service quality to all levels of society throughout Indonesia. 2006Prof dr Yos E Susanto, PhD established Rumah Sakit Global Medika di Tangerang. 2008Partnering with RS Awal Bros managed by Ir H Arfan Awaloeddin, MARS to establish Global Awal Bros Hospital in Bekasi 2011RS Awal Bros in Makassar was established and all hospital names were uniformed into RS Awal Bros 2014Acquired and managed RS Evasari 2016Partnering with PT Saratoga Investama, Tbk in the development of RS Awal Bros 2017Establishing RS Awal Bros in East Bekasi 2018Establishing RS Awal Bros in Palangkaraya 2019Establishing RS Awal Bros in North Bekasi and managed RS Inco Sorowako 2020RS Awal Bros Tangerang, Bekasi, Jakarta, Makassar and Palangkaraya changed their brand name to Primaya Hospital and opened the 9th Primaya Hospital in Karawang 2021Managed RS PGI Cikini and establishing Primaya Hospital in Pangkal Pinang, Semarang, Sukabumi and Pasar Kemis 2022Establishing Primaya Hospital in Depok 2023Establishing Primaya Hospital Hertasning in Makassar Branch of Awal Bros Hospital: Sunting NoBranchEstablished / Joined 1Primaya Hospital TangerangAugust 25, 2006 2Primaya Hospital West BekasiAugust 8, 2008 3Primaya Hospital MakassarJuly 25, 2011 4Primaya Hospital EvasariOctober 25, 2011 5Primaya Hospital East BekasiNovember 1, 2017 6Primaya Hospital Betang PambelumJuly 7, 2018 7Primaya Hospital Inco SorowakoJanuary 1, 2019 8Primaya Hospital North BekasiAugust 1, 2019 9Primaya Hospital Karawang April 1, 2020 10Primaya Hospital SukabumiMay 3, 2021 11Primaya Hospital Pasar KemisMay 11, 2021 12Primaya Hospital Bhakti WaraMay 20, 2021 13Primaya Hospital SemarangNovember 11, 2021 14Primaya Hospital PGI CikiniJanuary 12, 2022 15Primaya Hospital Depok December 12, 2022 16Primaya Hospital HertasningJanuary 29, 2024 - Published: 2019-01-29 - Modified: 2022-08-22 - URL: https://primayahospital.com/en/manajemen/ Management Despite the change in the hospital’s name, the composition of Primaya Hospital's share ownership is still the same as the composition of the Hospital's share ownership with the previous name: Awal Bros. Hospital. The Primaya Hospital founders consist of Prof. dr. Yos E. Susanto, PhD, and Ir. H. Arfan Awaloeddin. The founders will always guarantee the experience and strength of management who manage Primaya Hospital so that it can become one of the largest hospital networks in Indonesia. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2021-01-22 - URL: https://primayahospital.com/en/pelayanan-kami/ ANCILLARY SERVICES Emergency Services (UGD)Emergency situations can happen anytime and anywhere. This emergency service has professional resources and a sufficient facility, equipped with a medical ward, isolation room and evaluation room. This service is available 24 hours a day and is very reliable to you and your family. Ambulance Service for Emergency, inter-hospital transfer, home to hospital transfer, patient return, ambulance escort, and disaster response. during the transfer, patients will be accompanied by our medical team. Primaya Hospital Emergency Call NumbersPrimaya Hospital Tangerang: +6221-5574-9999Primaya Hospital Bekasi Barat: +6221-8885-5222Primaya Hospital Bekasi Timur: +6221-8267-8880Primaya Hospital Bekasi Utara: +6221-8889-3000Primaya Hospital Karawang: +62267-8417-777Primaya Hospital Inco Sorowako: +62811-4232-45Primaya Evasari Hospital / Jakarta: +6221-4246-630Primaya Hospital Betang Pambelum/Palangkaraya: +62536-4212-888Primaya Hospital Makassar: +62411-4562-00Primaya Hospital received a gold seal of approval in quality and patient safety from Joint Commission International for four of our hospitals. We provide the best quality services which emphasize speed, hospitality, accuracy, and responsiveness to fulfill our patients’ needs. We are committed to always put our patients’ safety first in everything that we do. Our professional and caring doctors, nurses, and staffs are ready to provide their support. Patient InwardGeneral treatment room at Primaya Hospital provides comfort and friendly services in a luxurious facility. Maternity Care RoomPrimaya Hospital provides special rooms for the treatment of mothers giving birth. These rooms are designed to provide comfort for the mothers, babies and their family who might accompany them during labor. Child Care CenterTo provide PRIMA services to children (toddlers age up to 12 years old), Primaya Hospital provides space and treatment rooms specially designed to meet nursing and comfort needs during child care hospital stays. Special Treatment RoomPrimaya Hospital owns special treatment rooms that treats patients with certain medical conditions, the medical treatment will be provided at separate areas from the general treatment rooms. Medical Check Up (MCU)Healthy lifestyles are yet to gain acceptance amidst many of us. Job related stress, unhealthy eating habits, inadequate rest, high levels of pollution - all contribute to our health problems today. Medical Check Up is health examination that aims for early detection to discover a disease in its early stages. To fulfill your needs, Primaya Hospitals provide several Medical Check Up packages that you and your family can use. Before a medical checkup is carried out, the doctor will ask for consent from the patient. Aside from some discomfort for some patients, physical examination usually has no severe risks. An average medical checkup may include the following:Updated health history. Your doctor may ask for an update on new developments and changes in your health history. This may include questions about your job and relationships, medications, allergies, supplements, or any recent surgeries. Vital sign checks. This includes taking a blood pressure reading and checking your heart rate and respiratory rate. Your blood pressure should be checked at least once every year to once every three years, depending on your history. Visual exam. Your doctor will review your appearance for signs of any potential conditions. They’ll check the parts of your body that could visually indicate any existing health issuesLaboratory tests. Your doctor may draw blood for several laboratory tests. These can include a complete blood count and a complete metabolic panel. The panel tests your blood plasma and can indicate any issues that exist in your kidneys, liver, blood chemistry, and immune system. This helps detect irregularities in your body that might indicate a larger problem. Screening tests. A screening test is done to detect potential health disorders or diseases in people who do not have any symptoms of disease. Screening test is valuable for its ability to detect potential problems, while minimizing unclear, ambiguous, or confusing results. Common screening test. The following are some examples of common screening tests: mammogram, breast exam, papsmear, cholesterol test, osteoporosis screening, prostate cancer screening, testicular exam, colon cancer test, lung cancer screening, and depression test. ICU/NICU/PICUIntensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), and the Pediatric Intensive Care Unit (PICU) are facilitated with international standard facilities. It has sophisticated facilities such as monitor, incubator, ventilator, CPAP and light therapy. Those three facilities are rooms for intensive patient care, ICU is for adult patients, NICU is for newly born patients and PICU is for babies, toddlers, and patients under 17 years old. Intensive Care Unit (ICU)Intensive care units (ICU) are specialist hospital wards that provide treatment and monitoring for people who are very ill. Intensive care is needed if someone is seriously ill and requires intensive treatment and close monitoring, or if they're having surgery and intensive care can help them recover. Most people on an ICU have problems with one or more organs. For example, they may be unable to breathe on their own. Neonatal Intensive Care Unit (NICU)Babies who need to go to the unit are often admitted within the first 24... - Published: 2019-01-29 - Modified: 2026-03-19 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-jantung-dan-pembuluh-darah/ - Translation Priorities: Optional Cardiac and Vascular Center The Cardiac and Vascular Center, Primaya Hospital's flagship service, is often backed up by medical staff (such as cardiologists and cardiac surgeons), paramedics, and non-medical professionals. This excellent facility is equipped with cutting-edge technology and is operated by professional cardiologists and cardiac surgeons, providing facilities comparable to those found in a world-class heart hospital. 1. Preventive Services: Consultation with a Doctor, and Physical ExaminationsConsultation with a cardiologist is one of the things that can be done to avoid heart and blood vessel disease. Primaya Hospital has the best Cardiologist on staff to answer all of your questions and meet your needs. Cardiac Exams at Primaya Hospital, just as examinations done at international heart clinics, are very thorough. There are a variety of ways to verify your heart health that can be customized to your specific needs and preferences, including:EKG, or electrocardiogram, is used to diagnose heart disorders like arrhythmias (abnormal heart rhythms) and coronary artery disease. Cardiac treadmill test: This is a cardiovascular exercise test. Electrophysiology: identifying the cause of an abnormal heartbeat (arrhythmia) and determining the most effective treatment. If a tissue problem is discovered, the doctor may perform ablation, or tissue destruction, to restore normal heartbeat rhythm. Take a 24-hour blood pressure reading. Heart or blood vessel ultrasonography (USG)X-ray of the chestComputerized Tomography Scan (CT Scan) for cardiac imaging to detect blockage or narrowing of blood vessels in patients with heart disease. Magnetic Resonance Imaging (MRI) is used to diagnose a variety of cardiac issues, including tissue damage from a heart attack, a loss of blood flow in the heart muscle, aortic narrowing or blockage, heart valve disorders, and tumor symptoms. Use the medical check-up service offered by Primaya Hospital to perform regular health tests to improve your heart health at least once a year. Before performing these regular health checks, always consult with a cardiologist at Primaya Hospital. Regular checkups every three months are strongly advised, particularly for people with diabetes and hypertension. Our cardiologists provide you with clear details about your health status so you can understand how your heart’s condition thoroughly. 2. Curative Services: Heart Case Variation and ManagementPrimaya Hospital still has a variety of treatment options for patients with different heart health issues. Heart surgery is a procedure that can be done by a reputable heart surgeon with a variety of services, including:Stent installation (for cases of coronary heart disease)Stent installation (for cases of peripheral artery disease)Permanent pacemaker installationTreatment of electrical or heart rhythm irregularitiesOpen heart surgery performed by the finest Cardiac Surgeons in the fieldHeart failure therapy and medicationTherapy and medication for High blood pressureCases that can be handled include:Aneurysm: aortic artery distension in the abdomen, chest, or both. Arrhythmias: heart rhythm abnormalities characterized by a rapid, sluggish, or irregular heartbeat. Atherosclerosis: Atherosclerosis is the narrowing and hardening of arteries caused by plaque buildup in the blood vessels. Congenital Heart Disease (CHD) is a heart defect that occurs before birth or when the baby is still in the womb. Endocarditis: is an inflammation of the heart's inner lining. Atrial fibrillation: is a form of arrhythmia (heart rhythm disorder) marked by a rapid and irregular heartbeat. Heart Failure: When the heart is unable to pump blood throughout the body, it is known as heart failure. Venous and Lymphatic Disorders: problems with the heart's veins and blood vessels, as well as lymph vessels (destroying old red blood cells). Hyperlipidemia is a condition in which a person's (High Blood Cholesterol). High blood pressure. High blood pressure in the arteries of the lungs and the right side of the heart is known as pulmonary hypertension. Cardiomyopathy: heart muscle abnormalities. Heart Disease and PregnancyCarotid Artery Disease: deposits or plaque accumulation on the surface of the arteries. Coronary Artery Disease (CAD): a collection of heart and blood vessel diseases and disorders. Peripheral Artery Disease (PAD): is a disorder in which the blood vessels narrow due to plaque accumulation from different substances in the blood. Cardiovascular Genetic Diseases: heart disease caused by genetic factors that are passed on from generation to generation. Amyloid Heart Disease is characterized by excessive amyloid accumulation in the kidneys, heart, or digestive organs. Coronary Heart Disease (CHD) is a condition in which fat deposits obstruct the flow of blood to the heart. Heart valve dysfunction is a condition in which the heart valve does not operate properly. Pericardial disease is a condition in which fluid builds up in the pericardium (the lining of the heart). Cerebrovascular disorder is a condition that affects the brain's blood vessels. Inflammatory Heart Disease and Cardiac SarcoidosisA heart attackThoracic Outlet Syndrome (TOS) is a disorder in which the chest nerve or the blood vessels in the arm nerve are squeezed. Renal Artery Stenosis refers to the narrowing of the arteries that provide blood to the kidneys.... - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-wanita-dan-anak/ - Translation Priorities: Optional Mother and Child Service Center Primaya Hospital is very concerned about maternal health and optimal child development. This is proven by the availability of various healthcare services for women by obstetricians and healthcare services for children and infants by pediatricians. As one of the pre-eminent services, the Mother and Child Service Center at Primaya Hospital always provides a variety of women's healthcare services, women's fitness (pregnancy and yoga yoga), pregnancy, baby massage, lactation, child growth and development, child immunization, and various other types of services. Primaya Hospital provides you with the best Pediatricians and obstetricians. Facilities and Services Mother and Child Service CentersWomen's Healthcare services by GynecologistsPrimaya Hospital provides obstetricians or obstetricians who are reliable in their fields. The obstetrician at Primaya Hospital will serve you by prioritizing friendliness and comfort for the health of you and your fetus. The services provided are not limited only to the service of pregnant women or mothers who are waiting for pregnancy and birth. Primaya Hospital Gynecologist at the Mother and Child Service Center also provides services for women's health in general. The services we provide are supported by skilled and best obstetricians in the field. The range of services we provide, some of which are:General gynecology by Doctor Ob-gynGynecological oncology by Doctor Ob-gynAntenatal care by a PediatricianFamily planning by obstetriciansServices for infertility by obstetriciansNormal and high-risk pregnancies by obstetriciansDiagnostic and therapeutic laparoscopic surgeryGynecological surgeryAssessment of symptoms and problems of menopauseColposcopy by an obstetrician3D Ultrasonography (USG) pregnancy examination or 4D Ultrasonography (USG) pregnancy examination by an obstetricianChildren's Healthcare services by PediatriciansPrimaya Hospital's concern for children's health is proven by the availability of the Neonatal Intensive Care Unit (NICU), as well as the Pediatric Intensive Care Unit (PICU) to maintain the health of your baby. This unit is always guarded by the best pediatricians and medical personnel. In addition, Primaya Hospital also provides child immunizations and other examinations such as Oto Acoustic Emission (OAE) or early hearing detection for infants and Brain Evoked Response Auditory (BERA) by Pediatricians for toddlers. The services provided by Primaya Hospital are performed by the best and most trusted Pediatricians. Some of the services provided include:Neonatology servicesDiagnosis and treatment of general health problems such as infections and allergic problemsProvision of basic child immunization and booster child immunizationAssessment of child growth and development by pediatriciansGastroenterology servicesReliable PediatricianPrimaya Hospital strives to provide the best Pediatricians to serve your baby. Pediatricians at Primaya Hospital consist of various specialist doctors with different and varied subspecialties, ranging from Pediatricians, Pediatric Cardiac Sub-Specialists, Pediatrician Consultants, and other Subspecialty Doctors. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2025-01-01 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-kanker/ - Translation Priorities: Optional Cancer Center Primaya Hospital has an Cancer Center that is supported by professional and competent medical personnel in their fields and is equipped with modern facilities. Supported by reliable oncology specialists in their fields, The Cancer Center focuses on healing and treating cancer patients. Facilities at the Cancer CenterServices provided at the Primaya Hospital Cancer Center consist of consultation, prevention, detection and therapy. Cancer is basically a disease that arises due to genetics or lifestyle. A healthy lifestyle can reduce the risk of cancer in a person. Primaya Hospital provides oncology specialists who can provide healthy lifestyle consultations to prevent the emergence of cancer. Cancer is one of the highest causes of death in various countries, including Indonesia. Therefore, Primaya Hospital provides cancer prevention in the form of an HPV (Human Papillomavirus) vaccine to prevent cervical cancer. Given the importance of early detection of cancer, Primaya Hospital also provides Mammography, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, and Endoscopy facilities. The earlier the detection of cancer, the greater the chance for recovery. To detect further cancer, Primaya Hospital also has an examination using sophisticated tools such as Computerized Tomography Scan (CT Scan) 128 Slices and Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1. 5 Tesla so that the diagnosis of cancer is more accurate and the therapy given to certain cancers can be better targeted. It is conducted due to the fact that cancer in certain areas of the body is very difficult to detect by regular examination. In addition to prevention, Primaya Hospital can also carry out therapy for cancer by performing chemotherapy actions in the form of injecting anti-cancer substances to prevent the growth of cancer cells or kill the cancer cells. Cancer Center facilities at Primaya Hospital are an integrated cancer center supported by experts such as Surgical Oncology Specialists, Specialist Doctors for Blood Disorders (Hemato Oncology), and equipped with special treatment rooms to treat cancer patients and space for dispensing cancer drugs in order to integrate services for cancer patients. Primaya Hospital is committed to providing the best service for cancer sufferers. It is hoped that with the best specialist doctors and the facilities we provide, cancer can be detected early so that it can be treated immediately and complications can be minimized. Primaya Hospital sincerely aims to increase the life expectancy of cancer patients. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2020-05-21 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/pusat-layanan-trauma/ Trauma Service Center The Trauma Service Center at Primaya Hospital is an excellent service that provides comprehensive services in the management of patients with emergencies due to injury or trauma. Trauma Service Center has an important role for the public and communities because it can deal with work accidents, road accidents or public places, to accidents at home. In the case of an accident, time is really crucial. Therefore, every second counts very much at the trauma service center at Primaya Hospital. Commitment to Trauma Service CentersCompetent TeamPrimaya Hospital's trauma care center is supported by a team of competent doctors and consists of Surgeons, Neurosurgery Specialists, Orthopedic Surgeons, Digestive Surgeons, and Non-Surgical Doctors who are experienced in dealing with emergencies. The team of doctors at Primaya Hospital is supported by skilled nurses who have received special training in the field of trauma such as Basic Life Support (BLS), Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), and Emergency First Aid (PPGD). The entire medical team is fully committed to maintaining patient health. Complete Services and FacilitiesStriving to maintain the safety and health of the public and communities, the services we provide are holistic consisting of inspection, treatment and rehabilitation services. We carefully evaluate the patient's condition through the complete facilities available including X-Ray, Computerized Tomography Scan (CT Scan), laboratory, and Magnetic Resonance Imaging (MRI). In addition, the services provided also include:24-hour Emergency Department (IGD) with complete facilitiesOperating room with complete facilities that are ready to operate 24 hoursIntensive Care Unit (ICU) with complete facilitiesSurgical ward that is ready to accommodate pre and post-operative trauma patientsLaboratory and radiology that operates 24 hours a dayAmbulance that has been specifically designed to serve the mobility of trauma patients from the scene to Primaya HospitalRehabilitationPrimaya Hospital trauma service center has reliable physiotherapy services. Physiotherapy is a service provided to individual patients and families that aims to improve, maintain, and restore patient health. Experienced doctors and skilled medical personnel are the leading Primaya Hospital medical rehabilitation unit. Physiotherapy serves speech therapy to stroke therapy. Primaya Hospital's medical rehabilitation team is ready to assist the recovery of our patients. - Published: 2019-01-29 - Modified: 2026-05-04 - URL: https://primayahospital.com/en/layanan-unggulan/ - Translation Priorities: Optional CENTER OF EXELLENCE Heart and Vascular CenterPrimaya Hospital provides excellent services in Cardiovascular and Blood Vessel Services to meet the needs of qualified services for heart health. Supported by professional medical personnel, paramedics and non-medical personnel, Cardiovascular and Cardiac services at Primaya Hospital are equipped with modern medical equipment. Brain & Neuro CenterPrimaya Hospital provides a Brain & Neuro Center supported by a highly trained medical team and international-standard facilities. These qualified professionals and advanced facilities play a vital role in the prevention, diagnosis, treatment, and recovery of stroke patients. Cancer CenterPrimaya Hospital provides Cancer services supported by professional and competent medical personnel and equipped with modern facilities. Primaya Hospital provides Mammography, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, Vaccines, Bronchoscopy, Endoscopy and Tumor Surgery. . Sport Clinic & Orthopedic CenterPrimaya Hospital has an Orthopedic and Traumatology Center for managing disorders of the bones, joints, and related structures. The available services include consultations, comprehensive examinations, medical treatments, and surgical procedures for bone and joint problems caused by injuries, infections, nutritional or metabolic disorders, and other conditions. Urology CenterWith the support of experienced and professional specialists and medical teams, this service includes prevention, examination, treatment, and rehabilitation for health disorders affecting the kidneys, urinary tract, bladder, prostate, and other related organs. Mother and Child CenterAs a form of commitment to the health of mothers and the growth and development of children, Primaya Hospital provides a Mother and Child Care Center through various health services for women, children, and infants such as women’s health, women’s fitness (pregnancy exercise and yoga), pregnancy, baby massage, lactation services, child development, and many other services. Diabetic & Metabolic CenterPrimaya Hospital’s Diabetes Mellitus & Metabolic Center brings together a team of specialists trained to manage the full spectrum of metabolic conditions—from type 1 and type 2 diabetes, insulin resistance, and complex obesity, to chronic complications requiring a multidisciplinary approach. Led by experienced specialists and supported by modern technology, Primaya Hospital is committed to helping patients achieve better health control and remission. Gastroentero Hepatologi CenterPrimaya Hospital is committed to addressing a wide range of digestive and liver health conditions through its Gastroenterology and Hepatology Center. Our team of gastroenterology and hepatology specialists provides comprehensive diagnostic services and advanced treatment options tailored to each patient’s needs. With a strong focus on optimal recovery, the center is dedicated to improving patients’ overall health and enhancing their quality of life. - Published: 2019-01-28 - Modified: 2019-01-28 - URL: https://primayahospital.com/laparoskopi_batam/ Laparoskopi APAKAH LAPAROSKOPI ITU? Laparoskopi atau Bedah teropong merupakan tindakan operasi yang dilakukan melalui sayatan mini didinding perut dan memasukkan teropong kamera kedalam perut. Bila dibandingkan dengan tindakan bedah konvensional, dimana rata-rata membutuhkan sayatan minimal 10 cm, laparoskopi hanya membutuhkan sayatan 1cm saja. Laparoskopi dilakukan dalam kondisi anestesi umum. sayatan sepanjang 1cm dilakukan pada pusar perut dan memasukkan gas CO2 kedalam perut untuk membuat ruang pembedahan. Dengan menggunakan peralatan video High Definition yang tersambung dengan kamera laparoskopi, kondisi organ didalam perut dan organ pelvik seperti rahim, saluran telur, ovarium, appendiks, kandung kemih dan usus dapat tervisualisasi dengan sangat baik dan dapat dilakukan pembesaran / zoom hingga 60x sehingga laparoskopi memberikan gambaran yang sangat detil kepada dokter operator dan operasi yang dilakukan dapat dilakukan dengan sangat teliti. JENIS OPERASI YANG DAPAT DILAKUKAN MELALUI LAPAROSKOPI Hampir semua kasus ginekologi dan sebagian kasus bedah dapat dilakukan melalui prosedur laparoskopi. Laparoskopi juga dapat berperan sebagai prosedur diagnostik untuk mengevaluasi kasus nyeri pelvik dan infertilitas. Sebagai tindakan operatif, laparoskopi dapat digunakan pada tindakan untuk mengambil: Kista Ovarium Salphioovorectomy / pengangkatan saluran telur dan ovarium Mioma Histerektomi / angkat rahim Pada beberapa kasus tertentu laparoskopi dapat dilakukan pada kasus turun peranakan ataupun kasus kanker. KEUNTUNGAN LAPAROSKOPI Tidak terlalu nyeri. Disebabkan sayatan operasi yang sangat kecil maka jaringan otot yang dipotong juga makin sedikit sehingga pasca operasi akan memberikan nyeri yang jauh lebih sedikit dibanding operasi konvensional. Penyembuhan yang cepat. Dengan sayatan yang sangat mini pasien biasanya dapat melakukan aktifitas normal dalam 1 minggu. Perawatan rumah sakit lebih cepat. Dengan laparoskopi perawatan pasca operasi biasanya hanya membutuhkan waktu 1-2hari. sementara pada operasi konvensional membutuhkan rawat inap antara 3-5hari. Akurasi pembedahan yang tinggi. Dengan keunggulan lapang pandang operasi yang dapat diperbesar akan memberikan gambaran yang lebih luas terhadap kelainan di rongga perut sehingga ketelitian saat operasi akan lebih tepat dan tinggi dan kerusakan organ sekitar seminimal mungkin. Hal ini berperan penting pada kasus infertilitas. Risiko perlekatan pasca operasi lebih sedikit. Dalam laparoskopi tangan dokter operator/bedah tidak masuk kedalam perut sehingga kerusakan organ dalam perut tidak terjadi. Operasi dilakukan melalui alat instrumen yang sangat kecil. sehingga hal ini akan memberikan hasil nyeri pasca operasi dan perlekatan yang jauh lebih sedikit. Infeksi dan demam jauh lebih sedikit. Seringkali pasien yang menjalani operasi konvensional mengalami demam beberapa hari setelah operasi dan bahkan terjadi infeksi luka operasi yang disebabkan sayatan pada kulit perut yang sangat lebar. Hal ini lebih jarang terjadi pada tindakan laparoskopi. APA YANG AKAN SAYA ALAMI SETELAH MENJALANI LAPAROSKOPI? Pada saat anda bangun setelah operasi, anda akan merasa sedikit nyeri tenggorokan, mengantuk, dan sedikit mual akibat dari anestesia umum. Terkadang anda akan merasa perut sedikit kembung akibat penggunaan gas saat laparoskopi. Gejala-gejala ini akan reda dengan sendirinya secara cepat. Jika anda merasa baik setelah operasi dan telah diperiksa oleh dokter anda, anda dapat pulang ke rumah pada hari yang sama dengan hari operasi. Anda akan diberikan obat pereda nyeri saat pulang. Namun pada kasus operasi yang lebih rumit, anda akan dianjurkan untuk dirawat 1 hari untuk observasi hingga anda merasa jauh lebih baik. APA RISIKO LAPAROSKOPI Meskipun sayatan didinding perut sangat kecil, laparoskopi memiliki risiko yang sama dengan operasi konvensional. Dengan penggunaan alat energi / laser/ cauter pada saat laparoskopi sangat tinggi maka memiliki risiko terjadi injury pada organ dalam sekitar 0,3%. Pada kasus yang sangat rumit, maka akan dapat dilakukan conversi dari laparoskopi ke operasi konvensional meskipun sangat jarang terjadi. DITANGAN DOKTER OPERATOR YANG HANDAL DAN TERLATIH, LAPAROSKOPI MERUPAKAN TINDAKAN YANG SANGAT AMAN. SEAMAN TINDAKAN OPERASI KONVENSIONAL. RS AWAL BROS MINIMALLY INVASIVE GYNECOLOGY SURGERY UNIT Unit Minimally Invasive Gynecology Surgery dari RS Awal Bros memberikan beberapa pilihan tindakan laparoskopi. Kami memiliki tim bedah laparoskopi ginekologi yang terlatih dan dapat memberikan keterangan lebih jauh akan pro dan kontra tindakan laparoskopi sesuai dengan kondisi penyakit anda. Kami akan memberikan pilihan yang terbaik bagi anda. - Published: 2019-01-28 - Modified: 2019-01-28 - URL: https://primayahospital.com/ortotik-prostetik_batam/ Ortotik Prostetik Adalah suatu ilmu Teknik dalam bidang medis yang melayani pengukuran, desain, pembuatan, pengepasan, dan penyelesaian akhir alat bantu (ortose) bagi anggota tubuh yang mengalami nyeri, lumpuh, / cacat dan pengganti anggota gerak (protese) pada anggota gerak tubuh yang hilang, seperti cacat dari lahir, amputasi karena kecelakaan / penyakit. Secara umum ortotik prostetik melayani pembuatan protese anggota gerak atas dan bawah (tangan dan kaki palsu), ortose (alat bantu), seperti korset untuk nyeri punggung, alat bantu jalan, dll. Ortotik prostetik bertujuan untuk : Restoration of function (Pengembalian fungsi) Correction of deformity (koreksi kecacatan) Prevention of deformity (mencegah kecacatan lebih lanjut) Mengurangi nyeri Kosmetik Produk – produk ortotik prostetik Ortose / Alat Bantu Korset Digunkan oleh pasien yang mengalami masalah pada bagian dan punggung, seperti nyeri, scoliosis, patah tulang, dll Elastis korset TLSO korset Boston korset Alat bantu jalan Krus Tongkat Walker Penguat dan koreksi Digunakan oleh pasien yang mengalami masalah pada anggota gerak (tangan dan kaki), seperti nyeri, jepitan syaraf, patah, kecacatan akibat kecelakaan dan bawaan Knee brace : Untuk nyeri lutut Elbow brace : untuk nyeri siku AFO : Ortose pergelangan kaki sampai kaki KAFO : Ortose lutut sampai kaki HKAFO : Ortose dari pinggul sampai kaki Sepatu ortopedi : Untuk pasien yang mengalami flat foot/kaki ceper,dll Protese / Anggota Gerak Palsu Anggota gerak atas Protese atas siku Protese tepat siku Protese bawah siku Anggota gerak bawah Protese atas lutut Protese tepat lutut Protese bawah lutut Protese pergelangan kaki ke bawah (Syme protese, Chopart protese, Pyrograf protese) - Published: 2019-01-28 - Modified: 2019-01-28 - URL: https://primayahospital.com/appendektomi-laparoskopi_batam/ Appendektomi Laparoskopi Dengan metode appendektomi Laparoskopi, operasi tidak lagi menggunakan tindakan penjahitan sehingga tidak meninggalkan bekas. Appendektomi Laparoskopi adalah operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi) yang dilakukan dengan tehnik bedah laparoskopi. Laparoskopi adalah bagian dari Teknik endoskopi, berasal dari kata lapar yang berarti abdomen dan oskopi yang artinya melihat melalui skope. Laparoskopi memang khusus untuk melihat rongga perut atau rongga perut atau rongga diluar usus melalui pencitraan pada monitor video menggunakan teleskop dan system endokamera. Bedah laparoskopi berbeda dengan bedah konvesional karena laparoskopi hanya membuthkan akses minmal ke tubuh pasien. Pada bedah konvesional, sayatan di perut bisa sepanjang belasan sentimeter. Sementara pada bedah laparoksopi, akses yang dibutuhkan hanya 2 milimiter sampai 10 milimeter. Dengan bedah apendktomi laparoskopi, hanya dibutuhkan tiga lubang kecil untuk memasukkan alat. Lantaran akses yang dibuthkan kecil, tindakan penjahitan tak dibuthkan lagi. Lubang kecil yang dihasilkan cukup ditutup dengan plester pembalut (band aid) khusus. Setelah luka tersebut kering pun, tak aka nada bekas luka parut memanjang yang kadang menakutkan. Teknik operasi ini tanpa melihat dan menyentuh langsung organ yang di operasi. Bedah laparoskopi menggunakan minimal tiga lubang sebagai akses. Lubang pertama dibuat di bawah pusar. Keuntungan bedah appendektomi Laparoskopi Luka sayatannya kecil. Ini mmebuat orang tak perlu lagi merasa ketakutan menjalani oeprasi karena gambaran sayatan yang Panjang. Luka sayatannya yang kecil juga meminimkan kerusakan jaringan sehingga waktu penyembuhannya relative lebih cepat dibandingkan tekhnik bedah konvensional Rasa sakit pasca operasi lebih ringan Jangka waktu yang diperlukan untuk mengkonsumsi obat analgetik dan obat antibiotic intra vena lebih singkat Gangguan pergerakan atau kelumpuhan usus sementara yang biasa menyertai bedah konvensional juga lenyap Nyaris tidak meninggalkan bekas operasi. Ini tentu sangat bermanfaat bagi kaum wanita mengingat keindahan tubuh acap menjadi pertimbangan yang utama Karena banyak menawarkan kenyamanan untuk pasien juga untuk dokter bedahnya maka tindakan laparoskopik ini sering disebut sebagai tindakan operasi yang amat “bersahabat” Pada kasus apendistis / radang usus buntu pada pasien wanita yang juga mengalami keluhan pada organ reproduksi, tindakan laparoskopik amat sangat membantu dalam menegakkan diagnose. Pasien gemuk dengan dinding perut tebal, oeprasi akan menjadi lebih mudah jika dilakukan dengan laparoskopik. Dokter bedah yang melakukan Teknik ini beserta seluruh tim yang tergabung dalam kamar oeprasi tentunya harus kompeten. Perlu adaptasi spesifik antara mata dan gerak tangan, perlu kepekaan karena “tactile control” hilang. RS Awal Bros Batam juga dilengkapi dengan alat dan tenaga ahli yang membantu melaksanakan Teknik operasi ini. Hal ini disediakan dengan tujuan memberikan kenyamanan pelayanan bagi pasien dalam penanganan keluhan Appendix (usus buntu) - Published: 2019-01-28 - Modified: 2019-01-28 - URL: https://primayahospital.com/angiografi_batam/ Angiografi, Deteksi Dini Jantung Koroner Penyakit jantung koroner saat ini di Indonesia sudah sangat meningkat jumlahnya. Bahkan di kota – kota besar di Indonesia, seperti di negara maju lainnya, Penyakit Jantung Koroner telah menjadi penyebab utama dari kematian. Sebab dan gejala dari penyakit jantung coroner Penyakit jantung coroner disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah jantung (pembuluh darah coroner). Lama kelamaan sumbatan akan menjadi semakin besar sehingga pembuluh darah yang bersangkutan akan menjadi sempit. Akibatnya otot jantung di daerah tersebut akan mengalami kekurangan aliran darah. Jika sumbatan menjadi total maka akan menimbulkan serangan jantung (heart attack) yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Gejala dari sumbatan pembuluh darah coroner adalah nyeri dada. Nyeri dada dapat juga disertai dengan sesak nafas, mual, keringat dingin atau rasa mau pingsan. Apabila hal ini berlangsung lebih dari 15 menit, dkategorikan sebagai serangan jantung. Jika anda mengalami nyeri dada tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau ke dokter spesialis jantung sebelum berdampak fatal bagi kesehatan anda. Faktor – faktor risiko dari penyakit jantung coroner Merokok Kadar kolesterol totdal dan LDL tinggi atau kolesterol HDL Rendah Tekanan darah tinggi (hipertensi) Kencing manis Keturunan : riwayat penyakit jantung coroner dalam keluarga Usia lebih dari 50 tahun Kegemukan Stress, banyak piker atau tekanan batin Kurang olahraga Faktor – faktor dalam darah seperti kadar asam urat, kadar fibrinogen, aggregasi trombosit, Lp(a), apo A1, apo B dan homocysteine. Jika anda memiliki beberapa faktor risiko tersebut di atas, sebaiknya anda memeriksakan kesehatan jantung anda kepada dokter spesilais jantung. Ingat pengendalian faktor risiko sedini mungkin dapat mencegah anda dari penyakit jantung coroner/stroke di kemudian hari. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit jantung coroner Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya sumbatan di pembuluh darah coroner baik secara langsung maupun tidak langsung. Alat – alat yang digunakan termasuk : EKG, treadmill, echocardiografi, multi-slice CT Scan dan kateterisasi jantung / Angiografi coroner masih merupakan Gold-standard, artinya merupakan Teknik yang terbaik dan terakurat yang diakui di dunia untuk mendeteksi sumbatan. Keakuratan atau ketepatan yang didapat adalah sangat tinggi (99-100%) Angiografi Angiografi pada umumnya merupakan suatu tindakan medis/prosedur diagnostic invasive melalui sinar X-Ray yang berfungsi sebagai pendeteksi penyempitan atau sumbatan pembuluh darah jantung/coroner Prosedur Angiografi Seperti proses tindakan operasi bypass, pasien diharapkan juga mempersiapkan diri termasuk untuk tidak makan setelah tengah malam sebelum hari pelaksanaan tindakan Tindakan Angiografi dilakukan setelah memberikan pembiusan local dilipat paha kanan atau pergelangan tangan kanan Sebuah selang halus (kateter) akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri sehingga mencapai pembuluh darah aorta dan ditempatkan pada posisi muara arteri coroner Zat kontras disuntikkan melalui kateter tersebut dan mengisi arteri coroner yang dimaksud untuk selanjutnya dilakukan sina x pengambilan gambar saat arteri coroner telah terisi zat kontras Hasil pencitraan atau sinar x tersebut akan memperlihatkan besar penyumbatan yang terjadi pada arteri coroner. Melalui hasil inilah, dapat diketahui jenis tindakan yang sesuai bagi pasien. Dokter akan merekomendasikan tindak lanjut pengobatan tergantung pada hasil angiogram yakni tindakan intervensi dengan balon/pemasangan stent atau tindakan operasi bypass. Tindakan angiografi kini dapat dilakukan di RS Awal Bros Batam. Dengan dukungan fasilitas dan dokter spesialis jantung yang berpengalaman, pendeteksian jantung coroner dapat dilakukan dengan tingkat keakuratan yang sangat tinggi. Hal yang paling penting adalah bahwa penyakit jantung saat ini menjadi penyebab utama dari kematian. Oelh karena itu, sayangilah jantung Anda dengan menghindari hal – hal yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung serta rajin melakukan olahraga secara teratur. - Published: 2019-01-28 - Modified: 2019-01-29 - URL: https://primayahospital.com/operasi-penggantian-sendi-lutut_batam/ Operasi Penggantian Sendi Lutut Jika anda mengidap osteoarthristis (OA), rasa sakit yang Anda rasakan pada lutut Anda disebabkan karena ausnya tulang rawan. Walaupun anda dapat mengobati gejala – gejala pada lutut AO (seperti rasa sakit, kaku, dan kesulitan pergerakan) dengan berbagai cara dari mengurangi berat badan hingga minum obat hingga terapi obat suntikan. Namun, sakit serta ketidakberdayaan Anda semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Jangan Menunda Diagnosa awal pada lutut OA dengan perawatan yang sesuai adalah sangat penting bagi mobilitas jangka Panjang Anda di masa mendatang. Jika dokter Anda merekomendasikan Anda untuk mnjalani operasi pergantian lutut, jangan Anda tunda. Menunda operasi dapat menurunkan kualitas hidup Anda bahkan lebih dari lutut OA itu sendiri, baik sebelum dan hingga dua tahun setelah operasi. Pilihan pengganti lutut yang unik Benar atau salah? Lutut anda bergerak menekuk dan lurus ibarat engsel Salah : Lutut anda bukanlah engsel yang hnaya bergerak ke satu arah saja Benar : Permukaan sendi lutut anda berputar dan bergeser satu sama lain ketika Anda menekuknya. Dengan kata lain, lutut anda berputa, lutut anda berputar secara alami ketika ditekuk. Jenis implant Rotating dirancang bagi pasien yang menginginkan gerak normal sekaligus aus yang minimal pada implant. Peneitian yang dilakukan oleh para dokter bedah Ortopedik selama beberapa tahun, menunjukkan bahwa tingkat kepuasan sebesar 97% berada pada pasien yang menjalani penggantian lutut dengan Rotating platform setelah lima tahun operasi. Tanyakan pada dokter bedah Ortopedik Anda apakah Rotating Platform merupakan impian yang sesuai untuk anda. Beberapa besar putaran pergerakan Lutut Anda? Ketika anda menekuk lutut Anda, maka lutut anda berputar secara alamiLutut anda tidak hanya menekuk dan lurus ibarat engsel. Lutut alami Anda berputar ketika ditekuk, begitu juga dengan lutut Anda yang baru. Apakah ada implant yang dirancang khusus bagi pria dan wanita? Apakah sayay emmerlkan salah satu darinya? Tidak ada bukti klinis yang menunjukkan suatu implant dirancang khusus menunjukkan keberhasilan suatu jenis implant (bertahan lama) berhubungan dengan suatu jenis kelamin tertentu. Juga tidak akan diketahui beberapa lama implant akan bertahan. Lebih dari 60% dari operasi penggantian sendi lutut terdapat pada wanita, dengan tingkat kepuasan antara 90% hingga 95%. Dokter bedah anda memiliki berbagai jenis ukuran dan tipe implant yang tersedia yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Apakah bedah minimal invasive (Minimally Invasive Surgery – MIS) merupakan pilihan baik untuk dipertimbangkan? Terdapat beberapa penelitian tentang bedah minimal invasive (MIS) yang menunjukkan berbagai keuntungan seperti misalnya pendarahan yang lebih sedikit, periode rawat inap yang lebih singkat dan pergerakan yang lebih baik. Namun pada penelitian lainnya, didapati banyaknya komplikasi, penempatan implant yang tidak tepat dan tidak adanya perbedaan pada periode penyembuhan. Dikarenakan MIS masih bisa dikatakan tergolong Teknik operasi baru, tidak akan diketahui selama 10 hingga 15 tahun apakah Teknik operasi ini mempengaruhi fungsi dan daya tahan implant dalam jangka Panjang. Anda sebaiknya mendiskusikannya dengan dokter bedah anda apakah MIS merupakan Teknik pembedahan yang tepat bagi anda atau tidak. Jenis pembiusan apa yang akan digunakan pada saat oeprasi? Ada dua jneis pembiusan yang umum digunakan untuk operasi penggantian lutut, pembiusan total, dimana pasien akan dibuat tidur, dan pembiusan lokal, dimana pasien akan dibuat mati rasa (kebas) dari pinggul ke bawah. Biasanya dengan menggunakan epidural. Jenis pembiusan yang mana yang akan digunakan tergantung dari kondisi pasien, serta rekomendasi dari dokter bedah anda dan dokter anestesi. Bicarakan dengan dokter bedah dan dokter anestesi and ajika anda memiliki kekhawatiran mengenai pembiusan yang digunakan pada saat operasi. Apa saja resiko dalam menjalani operasi ini? Berikut adalah beberapa kemungkinan terjadinya komplikasi yang anda hadapi pasca operasi. Bicarakan dengan dokter anda untuk mengetahui lebih lanjut untuk pencegahannya. Pembekuan darah atau deep venous thrombosit (DVT) dapat terjadi ketika darah dalam pembuluh darah besar dalam kaki membentuk gumpalan darah di dalamnya. Infeksi : Penyebab umum terjadinya infeksi selepas tindakan operasi adalah bakteri yang masuk ke dalam aliran darah melalui mulut. Infeksi saluran kencing atau infeksi kulit. Namun demikian, pada saat menjalani operasi, tim medis anda akan mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi. Tindakan operasi pengganti lutut yang akan digunakan tergantung dari umur, berat badan, tingkat aktivitas dan faktor lainnya. Terdapat potensi resiko dam pemulihan sangat memakan waktu. Jika anda memiliki kondisi yang sekiranya dapat membatasi proses rehabilitasi, maka anda sebaiknya tidak menjalani operasi ini. Hanya dokter bedah ortopedik yang dapat menyatakan apakah operasi pergantian lutut ini tepat bagi Anda Apakah saya akan mengalami rasa sakit yang amat sangat pasca operasi? Pada sebagian besar pasien, rasa sakit pasca operasi dapat ditolerir, diobati dan mereda secara berangsur – angsur setelah beberapa bulan. Para dokter bedah dan pegawai rumah sakit memberikan berbagai pilihan dalam mengatasi rasa sakit dan membuat pasien merasa nyaman pasca operasi, seperti misalnya suntikan kebas (mati rasa), pengobatan melalui infus, obat – obatan penghilang rasa sakit dan anti pembengkakan. Apa yang akan saya hadapi dalam beberapa hari pasca operasi? Pemulihan dan rehabilitasi adalah aspek – aspek penting dari oeprasi pengganti lutut anda. Anda akan... - Published: 2018-12-26 - Modified: 2021-05-05 - URL: https://primayahospital.com/memilih-dokter-obgyn-yang-tepat/ TIPS MEMILIH DOKTER OBGYN Banyak wanita yang melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obgyn pada saat program kehamilan, saat sedang hamil atau bilamana ingin mengetahui kesehatan reproduksi pada wanita. Dokter Obgyn atau Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi ini sangat membantu para wanita dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sistem reproduksi maupun kandungan, karena pemeriksaan organ reproduksi secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi. Perlu diketahui bahwa di Indonesia angka ibu melahirkan yang meninggal akibat perdarahan mencapai 28% menurut Kementrian Kesehatan tahun 2010. Angka itu lebih buruk dibanding dengan beberapa negara lain, seperti Afrika. Oleh sebab itu menjaga kesehatan reproduksi sejak mempersiapkan kehamilan adalah hal yang penting. Ketika para wanita ingin memeriksakan kondisi kesehatan reproduksinya, banyak yang merasa malu atau gugup. Untuk itu kenyamanan dalam memilih dokter spesialis obgyn yang tepat sangatlah diperlukan. Banyak wanita yang kerap kali bergonta-ganti dokter demi memilih konsultasi dengan dokter spesialis obgyn yang paling nyaman. Tips Memilih Dokter ObgynBeberapa langkah berikut bisa Anda cermati sebagai tips untuk mendapatkan dokter spesialis obgyn yang paling cocok untuk Anda:Cari ReferensiAnda berhak untuk mencari tahu dokter spesialis obgyn untuk kebutuhan apa, seperti misalnya untuk pemeriksaan rutin atau terdapat hal lain yang membutuhkan kekhususan dalam penanganan. Ada dokter subspesialis kandungan bilamana kondisi kehamilan Anda beresiko tinggi atau anda memiliki TORCH dan sebagainya. TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma gondii (toxo), yaitu gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu toxoplasma, rubella, cytomegalovirusdan herpes. Keempat jenis penyakit infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Dokter Obgyn yang KomunikatifKomunikasi yang baik sangat diperlukan saat Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obgyn untuk kehamilan. Pilihlah dokter obgyn yang komunikatif misalnya bersedia dihubungi setiap saat bilamana terjadi kondisi darurat. Atau Anda bisa memilih dokter yang dapat menjawab pertanyaan serta menjelaskannya dengan cara yang mudah dipahami. Kemudahan dan kenyamanan saat konsultasi sangatlah diperlukan. Keputusan Yang Diambil DokterPerhatikan setiap keputusan yang diambil oleh dokter dan evaluasi dari setiap hasil pertemuan Anda dengan dokter tersebut. Adakah pro-kontra dari kebijakan yang diambil dikalangan dokter obgyn tersebut. Anda berhak untuk membahasnya dengan spesialis obgyn supaya lebih memahami arah kebijakan yang diambil dokter tersebut agar mempunyai sudut pandang yang sama. Primaya Hospital peduli terhadap kesehatan ibu dan wanita, kami menyediakan dokter obgyn yang andal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak adalah salah satu layanan unggulan Primaya Hospital. Hal ini terbukti dengan tersedianya berbagai layanan kesehatan untuk wanita oleh para spesialis obgyn. Temukan jadwal konsultasi dengan dokter kandungan untuk Anda di sini. - Published: 2018-12-13 - Modified: 2025-10-06 - URL: https://primayahospital.com/buat-janji/ - Translation Priorities: Optional Buat Janji Pendaftaran melalui website melalui formulir di bawah ini. Bila terdapat kendala, silakan menghubungi Contact Center 1 500 007. -Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 0811-8100-108 dengan format: Nama pasien#Tanggal lahir (DD/MM/YYYY)#Nama dokter tujuan#Poliklinik tujuan#tanggal berobat#BPJS upload foto Kartu identitas pasien, foto kartu BPJS, foto KK, dan foto Surat rujukan Pendaftaran dilakukan H-1Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 085299917878Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 087784981817Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 087775666662Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 0811188232 dengan format: Nama Lengkap / Tanggal lahir / Poli yang Dituju / Tanggal dan jam berobat / BPJS / Nomor Kartu BPJS / Asal Rujukan / No Rujukan / Nomor yang bisa dihubungi. Pendaftaran khusus dilakukan sehari sebelum berobat serta pada pukul 09:00-14:00 dan di hari Senin - JumatPilih Profil PasienSilahkan pilihHendra (TEST)Tambahkan profil baruRumah Sakit*Select HospitalFMC Hospital (Bogor)Primaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital Hertasning (Makassar)Primaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Kelapa GadingPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Rajawali Hospital (Bandung)UKRIDA Hospital (Jakarta Barat)Pembayaran*Pilih PembayaranPribadiAsuransiPerusahaanBPJSNama Asuransi*Foto Kartu Asuransi *Nama Perusahaan*Foto Jaminan Perusahaan *No Kartu BPJS*No Surat Rujukan BPJS*Cek RujukanCompany Name*Poli*Tanggal Berobat*Dokter*Jam Berobat*Nama Lengkap*Tanggal Lahir Pasien*Email*(Alur pendaftaran akan dijelaskan via email)No. Handphone*No. KTP*Apakah Anda*Pasien LamaPasien BaruPernyataan*Saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar dan lengkap *Buat JanjiEdit formulir ini Daftar juga bisa melalui: - Published: 2018-12-13 - Modified: 2025-10-06 - URL: https://primayahospital.com/en/buat-janji/ - Translation Priorities: Optional Appointment Registration through the website via the form below. If you experience any issues, please contact our Contact Center at 1 500 007-Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 0811-8100-108 dengan format: Nama pasien#Tanggal lahir (DD/MM/YYYY)#Nama dokter tujuan#Poliklinik tujuan#tanggal berobat#BPJS upload foto Kartu identitas pasien, foto kartu BPJS, foto KK, dan foto Surat rujukan Pendaftaran dilakukan H-1Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 085299917878Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 087784981817Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 087775666662Untuk melakukan pendaftaran, silakan mengirim pesan WhatsApp (WA) ke nomor 0811188232 dengan format: Nama Lengkap / Tanggal lahir / Poli yang Dituju / Tanggal dan jam berobat / BPJS / Nomor Kartu BPJS / Asal Rujukan / No Rujukan / Nomor yang bisa dihubungi. Pendaftaran khusus dilakukan sehari sebelum berobat serta pada pukul 09:00-14:00 dan di hari Senin - JumatPilih Profil PasienSilahkan pilihHendra (TEST)Tambahkan profil baruRumah Sakit*Select HospitalFMC Hospital (Bogor)Primaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital Hertasning (Makassar)Primaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Kelapa GadingPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Rajawali Hospital (Bandung)UKRIDA Hospital (Jakarta Barat)Pembayaran*Pilih PembayaranPribadiAsuransiPerusahaanBPJSEmail*Nama Asuransi*Foto Kartu Asuransi *Nama Perusahaan*Foto Jaminan Perusahaan *No Kartu BPJS*No Surat Rujukan BPJS*Cek RujukanPoli*Tanggal Berobat*Dokter*Jam Berobat*Nama Lengkap*Tanggal Lahir Pasien*Email*(Alur pendaftaran akan dijelaskan via email)No. Handphone*No. KTP*Apakah Anda*Pasien LamaPasien BaruPernyataan*Saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar dan lengkap *Buat JanjiEdit formulir ini You can also schedule an appointment via: - Published: 2018-11-25 - Modified: 2019-06-12 - URL: https://primayahospital.com/en/?page_id=3541 Page not found - Primaya Hospital Contact Center 1500 007 Chatbot Brosur Hubungi Kami Akun Saya ID EN Menu Tentang KamiMengapa Memilih KamiNilai KamiTonggak SejarahManajemenPress ReleaseHubungi Kami CloseRumah Sakit KamiFMC Hospital (Bogor)Primaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Hospital Bhakti WaraPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital Hertasning (Makassar)Primaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Kelapa GadingPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital TangerangPrimaya Rajawali Hospital (Bandung)UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) CloseJadwal DokterMedical Check UpPelayanan PasienLayanan UnggulanLayanan PenunjangTeknologiTelemedicineHomecareLayanan Fertilitas ClosePromoArtikel ID EN Akun Saya Keranjang Close    Chatbot    Akun Saya    Pencarian    1 500 007 Oops !! We Can't Seem to Find The Page You're Looking For Primaya Hospital adalah jaringan rumah sakit berstandar Internasional dengan layanan kesehatan yang modern dan professional. Tentang Kami Nilai Kami Tonggak Sejarah Manajemen   Hubungan Investor Ikhtisar Investment Highlight Tata Kelola Perusahaan Layanan Kami Layanan Unggulan Layanan Penunjang Teknologi Telemedicine Medical Check Up   Karir Lowongan Kerja Form Isian Kandidat Lokasi Kami Kelapa Gading Cikini Jakarta Evasari Jakarta Jakarta Barat Bogor Bandung Tangerang Bekasi Barat Bekasi Timur Bekasi Utara Makassar Karawang Palangkaraya Sorowako Sukabumi Pasar Kemis Pangkal Pinang Semarang Depok Hertasning Makassar Akreditasi Copyright ©2026 - Primaya Hospital. All right reserved Buat Janji Rekomendasi Dokter Cek Kesehatan Komunitas Login to your account below Forgotten Password? Sign Up Fill the forms bellow to register All fields are required. Log In Retrieve your password Please enter your username or email address to reset your password. Log In Tanya Sasya Sahabat Sehat Primaya Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan. Select an available coupon below - Published: 2018-10-02 - Modified: 2018-10-02 - URL: https://primayahospital.com/pelatihan-penata-anestesi/ Pelatihan Penata Anestesi PELATIHAN PENATA ANESTESI GEL. II Dalam upaya pemenuhan kompetensi tenaga Penata Anestesi, RS Awl Bros Batam Kekerja sama dengan Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) dan Balai Pelatihan Kesehatan Batam (Bapelkes) mengadakan pelatihan Penata Anestesi Angkatan II, 2018 TERBATAS 20 orang Terakreditasi PPSDM Kementrian Kesehatan RI (SK No: 88/H/A. P/II/2018) 3 Kredit 409 JPL IPAI 15 SKP Waktu Pelatihan 22 Oktober 2018 s/d 20 April 2019 Tempat Pelatihan BAPELKES Batam Jalan Marina City, Tanjung Uncang, Batu Aji, Tj. Uncang, Batu Aji, Kota Batam, Riau RS Awal Bros Batam Jl. Gajah Mada Kav. 1, Batam Persyaratan Peserta Minimal D3 Keperawatan Pengalaman di pelayanan Anestesi Minimal 2 tahun Memiliki surat rekomendasi : Pimpinan/Direktur tempat bekerja Dokter Anestesi tempat bekerja Organisasi Profesi IPAI wilayah Foto Copy Ijasah Foto Copy KTP Pas foto 4x6 : 3 lembar ; 3x4 2 lembar latar belakang merah Pendaftaran Melalui DIKLAT RS. Awal Bros Batam Telp (0778) 431-777 ext 8010 Andi Sukriadi : HP/WA 082174002777 Berkas dikirim melaui e-mail : diklat. btm@primayahospital. com Investasi Rp : 15. 000. 000 Biaya termasuk: Modul Pelatihan, Modul Praktek, Seminar Kit & Biaya Angkat Sumpah Profesi Tidak temasuk biaya akomodasi dan transport selama kegiatan pelatihan dan magang stase anestesi di 4 rumah sakit Materi Pelatihan : Materi Dasar Kebijakan Diklat Tenaga Kesehatan Visi Misi dan Indikator Mutu Depatartemen Anestesi dan Terapi Intensif RS. Awal Bros Etika, Aspek Legal Penata Anestesi Peningkatan Mutu dan Patient Safety Komunikasi Terapeutik Materi Inti Fisiologi sistem pernapasan Pengelolaan jalan napas dan ventilasi Fisiologi kardiovaskuler Resusitasi jantung paru dan defibrilasi Pemantauan hemodinamik dasar EKG dasar Fisiologi ginjal Syok dan terapi cairan Akses vaskuler Fisiologi sistem syaraf pusat Farmakologi obat emergensi Konsep dasar mesin anestesi Asuhan Keperawatan Anestesi Umum Asuhan Keperawatan Anestesi Regional Asuhan Keperawatan Anestesi Operasi Emergensi Asuhan Keperawatan Anestesi Operasi Obstetric Asuhan Keperawatan Anestesi Operasi Bedah Anak Asuhan Keperawatan Anestesi Operasi Minimal Invasive Asuhan Keperawatan Anestesi Operasi Bedah Syaraf Asuhan Keperawatan Anestesi di Luar Kamar Bedah Transportasi pasien pasca anestesi Sterilisasi, desinfeksi dan control infeksi Membangun komitmen belajar Anti korupsi Rencana Tindak Lanjut Materi Penunjang Membangun komitmen belajar Anti korupsi Rencana Tindak Lanjut - Published: 2018-09-30 - Modified: 2024-05-21 - URL: https://primayahospital.com/ugd/ - Translation Priorities: Optional Nomor Telepon Gawat Darurat Setiap Detik Berharga, Selamatkan Jiwa. Simpan Nomor Ambulance Hubungi Ambulance Call Center Primaya Hospital Ambulance Call Center - Kondisi Gawat Darurat? Hubungi 1-500-007Sudah punya nomor ambulance di ponsel masing-masing? Jika belum, kini saatnya menyimpan nomor layanan ambulance di handphone Anda. Ketika ada kondisi gawat darurat, entah pada diri sendiri ataupun orang lain, nomor Ambulance Call Center bisa langsung dihubungi guna mendapat pertolongan medis sesegera mungkin. Pelayanan Ambulance di Primaya HospitalPrimaya Hospital sebagai rumah sakit yang memiliki tim medis berkompeten dan peralatan terkini menyediakan layanan ambulance selama 24 jam. Ambulance Primaya Hospital menjadi bagian unit gawat darurat yang ditangani oleh dokter jaga kompeten dan dokter spesialis on call 24 jam. Siapa Saja yang Memerlukan Ambulance? Siapa pun yang membutuhkan bantuan medis darurat bisa mengakses nomor ambulance 1-500-007. Anda bisa menghubungi ambulance bila Anda atau orang lain dalam kondisi berikut ini:Kondisinya bisa memburuk atau mengancam jiwa dalam perjalanan ke rumah sakitMengalami cedera atau membahayakan jiwanya. Membutuhkan keterampilan dan/atau peralatan paramedis atau petugas kesehatan daruratTerlambat sampai ke rumah sakit bila mengemudi sendiriTerlalu lemah atau sama sekali tak sanggup datang sendiri ke rumah sakitKeunggulan Ambulance Call CenterTersedia 24 JamSatu Nomor untuk Seluruh Cabang Primaya HospitalCall Center yang Mudah dihubungiTim Dokter, Perawat & Pengemudi BerkompetenArmada Ambulance Modern & Peralatan yang CanggihPertolongan Pertama: Basic & Advance Life SupportDokter Spesialis On-Call 24 JamRadius Penjemputan Hingga 40KmPetugas call center yang bersiaga di instalasi gawat darurat memiliki timeline sejak panggilan masuk ke nomor ambulance hingga keberangkatan ambulance. Timeline kami berlangsung selama 10 menit. Artinya, jarak antara panggilan telepon dari pasien hingga ambulance berangkat adalah 10 menit. Jika ambulance di cabang Primaya Hospital yang dihubungi sedang melayani pasien lain, operator call center akan menghubungkan dengan cabang Primaya Hospital terdekat lainnya. Cabang Primaya Hospital inilah yang akan mengerahkan ambulance yang diperlukan pasien. Kapan Ambulance Diperlukan? Layanan ambulance utamanya diperlukan untuk kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa. Contohnya:Hilang kesadaranKeadaan bingung akutPusing terus-menerusSakit dadaKesulitan bernapasPerdarahan hebat yang tidak bisa dihentikanReaksi alergi parahLuka bakar yang parahPasien paling membutuhkan layanan ambulance ketika menunjukkan gejala stroke atau serangan jantung. Sebab, kedua masalah kesehatan itu membutuhkan penanganan medis selekas mungkin. Setiap detik sangat berarti untuk menjaga keselamatan jiwa pasien. Bagaimana Cara Memesan Ambulance di Primaya Hospital? Untuk memesan ambulance di Primaya Hospital, cukup hubungi call center 1-500-007. Operator Ambulance Call Center Primaya Hospital akan segera mencatat permintaan pasien dan melakukan koordinasi dengan tim medis yang bertugas. Primaya Hospital berkomitmen memberikan layanan ambulance 24 jam untuk kebutuhan medis. Bagi Primaya Hospital, keselamatan pasien adalah yang utama. FMC Hospital (Bogor) 1500007 Primaya Evasari Hospital 1500007 Primaya Hospital Bekasi Barat 1500007 Primaya Hospital Bekasi Timur 1500007 Primaya Hospital Bekasi Utara 1500007 Primaya Hospital Betang Pambelum 1500007 Primaya Hospital Bhakti Wara 1500007 Primaya Hospital Depok 1500007 Primaya Hospital Hertasning (Makassar) 1500007 Primaya Hospital Inco Sorowako 1500007 Primaya Hospital Karawang 1500007 Primaya Hospital Kelapa Gading 1500007 Primaya Hospital Makassar 1500007 Primaya Hospital Pasar Kemis 1500007 Primaya Hospital PGI Cikini 1500007 Primaya Hospital Semarang 1500007 Primaya Hospital Sukabumi 1500007 Primaya Hospital Tangerang 1500007 Primaya Rajawali Hospital (Bandung) 1500007 Rumah Sakit Primaya Hospital A Yani 0761-29000 Rumah Sakit Primaya Hospital Batam 0778-431777 ext 777 Rumah Sakit Primaya Hospital Panam 082390120877 Rumah Sakit Primaya Hospital Pekanbaru 08117518119 Rumah Sakit Primaya Hospital Ujung Batu 082387671093 UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) 1500007 - Published: 2018-08-27 - Modified: 2026-05-04 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/ - Translation Priorities: Optional, Optional LAYANAN UNGGULAN Heart and Vascular CenterPrimaya Hospital memiliki keunggulan dalam layanan jantung dan pembuluh darah guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan jantung yang berkualitas. Layanan jantung dan pembuluh darah di Primaya Hospital didukung oleh tenaga medis, paramedis, dan petugas non-medis yang profesional serta dilengkapi oleh peralatan medis yang modern. Brain & Neuro CenterPrimaya Hospital menyediakan Brain & Neuro Center yang didukung oleh tim medis terlatih dan fasilitas bertaraf internasional. Keberadaan tim medis dan fasilitas yang berkualitas ini penting karena telah terbukti berperan besar dalam pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, hingga pemulihan pasien stroke. Cancer CenterPelayanan Kanker Primaya Hospital didukung oleh tenaga medis profesional dan kompeten di bidangnya serta dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Adapun jenis layanan yang dapat ditangani diantaranya yaitu Mammografi, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, Vaksin, Bronkoskopi, Endoskopi dan Pembedahan Tumor. Sport Clinic & Orthopedic CenterPrimaya Hospital memiliki Pusat Layanan Orthopedi dan Traumatologi untuk penanganan gangguan tulang, sendi, dan struktur terkait. Layanan yang tersedia meliputi konsultasi, pemeriksaan menyeluruh, perawatan medis, dan bedah untuk masalah tulang dan sendi akibat cedera, infeksi, gangguan nutrisi atau metabolisme, serta lainnya. Urology CenterDengan dukungan dokter spesialis dan tim medis yang berpengalaman dan profesional, layanan ini mencakup pencegahan, pemeriksaan, tindakan, dan rehabilitasi untuk gangguan kesehatan pada ginjal, saluran kemih, kandung kemih, prostat, dan organ lain yang berkaitan. Women & Children CenterSebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan wanita dan tumbuh kembang anak, Primaya Hospital menyediakan Pusat Layanan Wanita dan Anak melalui berbagai layanan kesehatan untuk wanita, anak-anak, dan bayi seperti kesehatan kewanitaan, kebugaran wanita (senam dan yoga hamil), kehamilan, pijat bayi, laktasi, tumbuh kembang anak, dan berbagai jenis layanan lainnya. Diabetic & Metabolic CenterPrimaya Hospital Diabetic Mellitus & Metabolic Center menghadirkan tim spesialis yang terlatih menangani spektrum penuh kondisi metabolic dari diabetes tipe 1 dan tipe 2, resistensi insulin, obesitas kompleks, hingga komplikasi kronis yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Dipimpin oleh dokter spesialis berpengalaman dan didukung teknologi modern, Primaya Hosptial berkomitmen membantu pasien meraih kendali kesehatan dan remisi. Gastroentero Hepatologi CenterPrimaya Hospital siap membantu menangani segala permasalahan kesehatan seputar pencernaan dan hati dengan menghadirkan Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi. Tim dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi Primaya Hospital siap memfasilitasi pemeriksaan dan perawatan yang lengkap. Karena itu, tim Pusat Layanan Gastroentero Hepatologi sepenuhnya berfokus pada pemulihan kesehatan secara optimal dan peningkatan kualitas hidup pasien. - Published: 2018-07-24 - Modified: 2018-07-24 - URL: https://primayahospital.com/trainingacls/ Training Advance Cardiac Life Support (ACLS) 3-5 Agustus 2018, Pukul 07:00 s/d 16:30 Gedung serbaguna lantai 3, RS Awal Bros Bekasi Barat Biaya Pelatihan Rp. 2. 750. 000,- The Clinical Intervention of ACLS: - Basic life support - Advanced or invasive airway devices - Knowledge to recognize rhythms in need of emergency interventions - AEDs and conventional defibrillators - Transcutaneous to stimulate cardiac contractions - Intravenous to correct electrolyte, glucose or volume problems - A pharmacopoeia of drug - State-of-the-art protocols for treating patients - Up-to-date strategies for rapid assessment and treatment Persyaratan Peserta - Dokter umum, Dokter spesialis, Perawat (ICU, ICCU, UGD) - Pas foto berwarna merah ukuran 4x6 (4 lembar) - Foto copy ijazah dokter (diserahkan pada saat acara) - Bagi perawat harus mengikuti kursus BCLS dan menyerahkan surat keterangan bekerja di (ICU, ICCU, UGD) dari institusi Instruktur Indonesian Cardiologist & Anestesi Qualified of Trainer Privider of ACLS Amerucan Heart Association Fasilitias - 1 Buah buku ACLS - Alat praktek lengkap ACLS - Makan siang, coffee break - Tas - Sertifikat Info dan Pendaftaran Anna Windradhi : 0822 9849 9601 | anna_windradhi@yahoo. com Bonowati : 0815 8482 6088 | bonowati88@gmail. com Cara Pembayaran 1. Transfer, selambat-lambatnya 14 hari sebelum hari pelatihan ke: A/C : 0424. 01. 000. 477. 304 Atas nama : PT. Famon Global Awal Bros Bank : Bank Rakyat Indonesia Bukti transfer diserahkan pada hari pelatihan 2. Cash, pada hari pelatihan RS Awal Bros Bekasi Jl. KH. Noer Ali. Kav. 17-18, Kalimalang, Bekasi 17144 - Published: 2018-07-16 - Modified: 2018-07-16 - URL: https://primayahospital.com/vloggercilikcompetition/ VLOGGER CILIK COMPETITION DALAM RANGKA HARI ANAK NASIONAL Kategori Usia : Anak Usia Sekolah Dasar (kelas 1 s/d 6 SD) Ketentuan Lomba : - Follow Instagram @awalbrospku - Upload Video anak memperkenalkan profesi yang ada dirumah sakit dan mengenakan pakaian yang sesuai dengan tema yang dibicarakan (paling lama tanggal 22 Juli 2018 pukul 23. 59 WIB) - Tuliskan caption yang menarik sesuai dengan tema - Akun instagram tidak di private - Wajib mention instagram @awalbrospku dan gunakan hashtag #vloggercilikawalbrospku #awalbrospku #20thawalbros #daririauuntukindonesia #pedulidanmemahami - Video terbaik akan menjadi pemenang dan berhak mendapatkan hadiah menarik - Pengumuman pemenang pada hari Senin, 23 Juli 2018 (Hari Anak Nasional) - Published: 2018-07-14 - Modified: 2021-10-09 - URL: https://primayahospital.com/jadwal-dokter/ Jadwal Dokter dengan Perjanjian melalui pendaftaran online Lihat jadwal dokter Primaya Hospital dari berbagai macam spesialisasi dan poli. Temukan jadwal dokter jantung, jadwal dokter kandungan, jadwal dokter anak, jadwal dokter penyakit dalam, jadwal dokter gigi, serta jadwal dokter lainnya. Pendaftaran untuk konsultasi dokter online (telemedicine) tidak bisa melalui website ini.  Silahkan melakukan pendaftaran melalui WhatsApp yang tertera pada halaman konsultasi dokter online.   Buat Janji melalui Website Buat Janji melalui WhatsApp Chatbot - Published: 2018-04-21 - Modified: 2026-03-19 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-jantung-dan-pembuluh-darah/ - Translation Priorities: Optional Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Sebagai layanan unggulan Primaya Hospital, Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah senantiasa didukung oleh tenaga medis (seperti Dokter Spesialis Jantung dan Dokter Bedah Jantung), paramedic, dan petugas non-medis yang profesional. Layanan unggulan ini dilengkapi dengan peralatan modern yang dioperasikan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Dokter Bedah Jantung terlatih setara dengan pelayanan rumah sakit jantung bertaraf internasional. 1. Layanan Preventif : Konsultasi Dokter dan Medical Check UpSalah satu hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah adalah melalui konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung. Primaya Hospital menyedikan Dokter Spesialis Jantung terbaik untuk menjawab dan memenuhi setiap pertanyaan dan kebutuhan Anda. Pemeriksaan jantung yang dimiliki oleh Primaya Hospital sangat lengkap sebagaimana pemeriksaan pada rumah sakit jantung bertaraf internasional. Terdapat banyak metode untuk memeriksa kesehatan jantung yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda diantarnya:Cek EKG, Elektrokardiogram: mendiagnosis masalah jantung, seperti aritmia (irama jantung tidak normal) dan penyakit jantung koroner. Tes treadmill Jantung: Uji latih jantungElektrofisiologi: mendeteksi penyebab detak jantung tak teratur (aritmia) dan menemukan cara penanganan terbaik. Bila mendapati ada masalah jaringan, dokter bisa melakukan ablasi atau penghancuran jaringan tersebut guna menormalkan irama detak jantung. Rekam tekanan darah 24 jamUltrasonography (USG) jantung atau pembuluh darahRontgen dadaPemotretan jantung dengan Computerized Tomography Scan (CT Scan), mendeteksi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah pada penderita penyakit jantungPemeriksaan Magnetic resonance imaging (MRI), mendiagnosis berbagai masalah jantung, seperti kerusakan jaringan akibat serangan jantung, kurangnya aliran darah di otot jantung, penyempitan atau sumbatan pada aorta, gangguan katup jantung, hingga tanda-tanda tumor. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memelihara kesehatan jantung Anda minimal 1 tahun sekali dengan program medical check up yang disediakan oleh Primaya Hospital. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung yang ada di Primaya Hospital sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tersebut. Konsultasi rutin 3 bulan sekali sangat disarankan untuk dilakukan, terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi. Dokter Spesialis Jantung kami akan memberikan informasi perkembangan kesehatan Anda secara transparan sehingga Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana tingkat kesehatan jantung Anda. Daftar Konsultasi Dokter dan Medical Check UpBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 2. Layanan Kuratif : Variasi dan Penanganan Kasus JantungPrimaya Hospital senantiasa menyediakan banyak cara untuk mengobati kondisi kesehatan jantung pasien yang beragam. Pembedahan jantung merupakan salah satu cara mengobati kondisi Kesehatan yang dapat dilakukan oleh Dokter Bedah Jantung handal dengan beberapa fasilitas diantaranya:Pemasangan stent (untuk kasus penyakit jantung koroner)Pemasangan stent (untuk kasus penyakit pembuluh darah tepi)Pemasangan pacu jantung permanenTerapi gangguan kelistrikan atau irama jantungBedah jantung terbuka oleh Dokter Spesialis Bedah Jantung terbaik di bidangnyaTerapi serta pengobatan untuk gagal jantungTerapi serta pengobatan untuk tekanan darah tinggiBeberapa Kasus yang Dapat Ditangani :Aneurisma: penggelembungan pada pembuluh darah Aorta di bagian perut, dada atau keduanya. Aritmia : gangguan irama jantung, ditandai dengan detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur. Aterosklerosis : penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada pembuluh darahPenyakit Jantung Bawaan: kelainan fungsi jantung yang muncul sejak lahir atau masih dalam kandungan. Endokarditis : infeksi pada lapisan bagian dalam jantungFibrilasi atrium: salah satu jenis aritmia (gangguan irama jantung) yang ditandai dengan denyut jantung yang tidak beraturan dan cepat. Gagal jantung : kondisi saat jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Gangguan Vena dan Limfatik: gangguan pada vena atau pembuluh darah ke jantung dan pembuluh limfa (penghancur sel darah merah tua)Hiperlipidemia (Kolesterol Darah Tinggi)Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)Hipertensi pulmonal: Tekanan darah tinggi pada pembuluh darah arteri di paru-paru dan sisi kanan jantungKardiomiopati: kelainan pada otot jantungKehamilan dan Penyakit JantungPenyakit Arteri Karotis (penumpukan endapan atau plak pada permukaan arteri)Penyakit Arteri Koroner (CAD) : kelompok penyakit dan gangguan yang mendera jantung dan pembuluh darahPenyakit Arteri Perifer: kondisi ketika terjadi penyempitan pembuluh darah yang akibat penumpukan plak dari berbagai zat di dalam darah. Penyakit Genetik Kardiovaskular (penyakit jantung dikarenakan faktor genetik yang yang diturunkan)Penyakit Jantung Amiloid (Penumpukan Amiloid secara abnormal pada ginjal, jantung atau organ pencernaan)Penyakit Jantung Koroner (penyakit pada pembuluh darah jantung tersumbat oleh timbunan lemak)Penyakit Katup Jantung (gangguan pada katup jantung sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya)Penyakit Perikardial: kondisi di mana perikardium (selaput pembungkus jantung) mengalami penumpukan cairan. Penyakit Serebrovaskular: penyakit pembuluh darah di otakSarkoidosis Jantung dan Penyakit Jantung RadangSerangan jantungSindrom Outlet Toraks : kondisi di mana saraf dada atau pembuluh darah di saraf lengan tertekan. Stenosis Arteri Ginjal: penyempitan arteri yang mengangkut darah menuju ginjal. Takikardia Ventrikel: kondisi di mana ventrikel (bilik bawah jantung) berdenyut sangat cepat. Trombosis Vena Dalam dan Embolisme Paru: penyumbatan pembuluh darah di paru-paru)Buat Janji Bertemu Dokter, Mudah dan CepatBersama Dokter Spesialis Jantung Berpengalaman dan Kompeten KLIK DISINI 3. Rehabilitasi JantungRehabilitasi medik berperan besar dalam pemulihan kondisi pasien, salah satunya untuk pasien penyakit jantung. Orang yang menderita penyakit jantung tidak hanya mengalami masalah kesehatan fisik, tapi juga mental dan sosial. Dalam hal inilah rehabilitasi medik dibutuhkan agar pasien bisa pulih sepenuhnya dan dapat kembali beraktivitas secara... - Published: 2018-04-21 - Modified: 2026-04-08 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-wanita-dan-anak/ - Translation Priorities: Optional Pusat Layanan Wanita dan Anak Primaya Hospital sangat peduli terhadap kesehatan wanita dan tumbuh kembang anak secara optimal. Hal ini terbukti dengan tersedianya berbagai layanan kesehatan untuk wanita oleh para Dokter Spesialis Kandungan serta layanan kesehatan untuk anak-anak dan bayi oleh para Dokter Spesialis Anak. Sebagai salah satu layanan unggulan, Pusat Layanan Wanita dan Anak di Primaya Hospital senantiasa menyediakan berbagai layanan kesehatan kewanitaan, kebugaran wanita (senam dan yoga hamil), kehamilan, pijat bayi, laktasi, tumbuh kembang anak, imunisasi anak, serta berbagai jenis layanan lainnya. Primaya Hospital menyediakan Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Kandungan terbaik untuk Anda. Fasilitas dan Pelayanan Pusat Layanan Wanita dan Anak Layanan Kesehatan Kewanitaan oleh Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital menyediakan Dokter Spesialis Kandungan atau Dokter Obgyn yang handal di bidangnya. Dokter Spesialis Kandungan di Primaya Hospital akan melayani Anda dengan mengutamakan keramahan serta kenyamanan demi kesehatan Anda dan janin. Pelayanan yang disediakan tidak hanya terbatas pada pelayanan kehamilan atau ibu yang menantikan kehamilan serta kelahiran. Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital di Pusat Layanan Wanita dan Anak juga menyediakan pelayanan untuk kesehatan wanita pada umumnya. Pelayanan yang kami berikan didukung oleh tenaga kesehatan Dokter Spesialis Kandungan yang ahli dan terbaik di bidangnya. Ragam pelayanan yang kami sediakan beberapa di antaranya adalah: Ginekologi umum oleh Dokter Obgyn Ginekologi onkologi oleh Dokter Obgyn Perawatan antenatal oleh Dokter Spesialis Anak Keluarga berencana oleh Dokter kandungan Pelayanan untuk infertilitas oleh Dokter Kandungan Kehamilan normal dan berisiko tinggi oleh Dokter Kandungan Diagnostik dan bedah laparoskopi terapeutik Bedah ginekologi Penilaian gejala dan permasalahan menopause Kolposkopi oleh dokter kandungan Pemeriksaan kehamilan Ultrasonography (USG) 3D atau pemeriksaan kehamilan Ultrasonography (USG) 4D atau oleh dokter kandungan Layanan Kesehatan Anak oleh Dokter Anak Kepedulian Primaya Hospital terhadap kesehatan anak dibuktikan dengan tersedianya Neonatal Intensive Care Unit (NICU), serta Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk menjaga kesehatan buah hati Anda. Unit ini selalu dijaga oleh para dokter anak dan tenaga medis terbaik. Selain itu, Primaya Hospital juga menyediakan imunisasi anak serta pemeriksaan lainnya seperti Oto Accoustic Emission (OAE) atau deteksi dini pendengaran untuk bayi serta Brain Evoked Response Auditory (BERA) oleh Dokter Spesialis Anak untuk batita. Layanan yang diberikan oleh Primaya Hospital dilakukan oleh Dokter Spesialis Anak terbaik serta dapat dipercaya. Beberapa pelayanan yang disediakan di antaranya adalah: Layanan neonatologi Diagnosis dan penanganan masalah kesehatan umum seperti infeksi dan masalah alergi Penyediaan imunisasi anak dasar dan imunisasi anak booster Penilaian tumbuh kembang anak oleh dokter anak Layanan gastroenterologi Dokter Spesialis Anak yang Handal Primaya Hospital berusaha menyediakan Dokter Spesialis Anak terbaik untuk melayani buah hati Anda. Dokter Spesialis Anak di Primaya Hospital terdiri dari berbagai dokter spesialis dengan subspesialisasi berbeda dan beragam, mulai dari Dokter Spesialis Anak, Dokter Subspesialis Jantung Anak, Dokter Spesialis Anak Konsultan, serta Dokter Subspesialisasi lainnya. Simak artikel informasi kebidanan dan kandungan di sini serta artikel kesehatan anak untuk Anda di sini. - Published: 2018-04-21 - Modified: 2020-05-19 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-trauma/ Pusat Layanan Trauma Pusat Layanan Trauma di Primaya Hospital merupakan layanan unggulan untuk memberikan pelayanan komprehensif dalam tata laksana pasien dengan kedaruratan yang disebabkan cedera atau trauma. Pusat Layanan Trauma memiliki peranan yang penting untuk masyarakat serta komunitas karena dapat menanggulangi kecelakaan kerja, kecelakaan di jalan atau tempat umum, hingga kecelakaan di rumah. Pada kasus kecelakaan, waktu adalah hal yang krusial. Maka dari itu, setiap detik sangat berarti pada Pusat Layanan Trauma di Primaya Hospital. Komitmen Pusat Layanan TraumaTim yang KompetenPusat Layanan Trauma Primaya Hospital didukung oleh tim dokter yang kompeten dan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah, Dokter Spesialis Bedah Saraf, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi, Dokter Spesialis Bedah Digestif, serta Dokter Non-Bedah yang berpengalaman menangani kegawatdaruratan. Tim dokter di Primaya Hospital dilengkapi dengan perawat yang terampil dan telah mendapat pelatihan khusus di bidang trauma seperti Basic Life Support (BLS), Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Seluruh tim medis berkomitmen penuh untuk menjaga kesehatan pasien. Pelayanan dan Fasilitas yang Lengkap Dengan fokus pada usaha menjaga keselamatan serta kesehatan masyarakat dan komunitas, layanan yang kami berikan bersifat holistik yang terdiri dari layanan pemeriksaan, penanganan, hingga rehabilitasi. Evaluasi keadaan pasien kami lakukan dengan teliti melalui fasilitas lengkap yang tersedia diantaranya yaitu X-Ray, Computerized Tomography Scan (CT Scan), laboratorium, serta Magnetic Resonance Imaging (MRI). Selain itu layanan yang diberikan juga termasuk:Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam dengan fasilitas yang lengkap. Kamar operasi dengan fasilitas lengkap yang siap beroperasi 24 jam. Ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan fasilitas lengkap. Bangsal bedah yang siap menampung pasien trauma pre dan pasca bedahLaboratorium dan radiologi yang beroperasional 24 jam. Ambulans yang telah dirancang khusus untuk melayani mobilitas pasien trauma dari tempat kejadian ke Primaya HospitalRehabilitasiPusat Layanan Trauma Primaya Hospital memiliki pelayanan fisioterapi yang handal. Fisioterapi adalah suatu pelayanan yang diberikan kepada pasien individu dan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan memulihkan kesehatan pasien. Dokter yang berpengalaman dan tenaga medis yang ahli menjadi unggulan unit rehabilitasi medis Primaya Hospital. Fisioterapi melayani terapi wicara hingga terapi stroke. Tim rehabilitasi medis Primaya Hospital siap untuk membantu pemulihan pasien-pasien kami. Simak artikel kesehatan terkait trauma di sini. - Published: 2018-04-21 - Modified: 2025-01-01 - URL: https://primayahospital.com/layanan-unggulan/pusat-layanan-kanker/ - Translation Priorities: Optional, Optional Pusat Layanan Kanker Primaya Hospital memiliki Pusat Layanan Kanker yang didukung oleh tenaga medis profesional dan kompeten di bidangnya serta dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Pusat Layanan Kanker memiliki fokus pada penyembuhan dan pelayanan pasien penyakit kanker yang didukung oleh Dokter Spesialis Onkologi yang handal di bidangnya. Fasilitas di Pusat Layanan Kanker Layanan yang diberikan di Pusat Layanan Kanker Primaya Hospital terdiri dari konsultasi, pencegahan, deteksi, hingga terapi. Penyakit kanker pada dasarnya adalah penyakit yang muncul akibat genetik ataupun gaya hidup. Gaya hidup yang sehat dapat menurunkan risiko terjadinya kanker pada seseorang. Primaya Hospital menyediakan Dokter Spesialis Onkologi yang dapat memberikan konsultasi gaya hidup sehat demi mencegah munculnya penyakit kanker. Kanker adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, Primaya Hospital menyediakan pencegahan kanker berupa vaksin HPV (Human Papillomavirus) untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Mengingat pentingnya deteksi dini penyakit kanker, Primaya Hospital juga menyediakan fasilitas Mammografi, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, serta Endoskopi. Semakin dini deteksi penyakit kanker, semakin besar peluangnya untuk sembuh. Untuk mendeteksi lebih lanjut penyakit kanker tersebut, Primaya Hospital juga memiliki pemeriksaan dengan menggunakan alat canggih seperti Computerized Tomography Scan (CT Scan) 128 Slice dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1,5 Tesla sehingga diagnosis terhadap penyakit kanker lebih akurat dan terapi yang diberikan terhadap penyakit kanker tertentu dapat lebih tepat sasaran. Hal tersebut dilakukan karena penyakit-penyakit kanker di area tubuh tertentu sangat sulit untuk dideteksi dengan pemeriksaan biasa. Selain pencegahan, Primaya Hospital juga dapat melakukan terapi untuk penyakit kanker dengan melakukan tindakan kemoterapi berupa penyuntikan zat anti kanker untuk mencegah pertumbuhan sel kanker maupun mematikan sel kanker tersebut. Fasilitas Pusat Layanan Kanker di Primaya Hospital merupakan pusat kanker terpadu yang didukung oleh para tenaga ahli seperti Dokter Spesialis Bedah Onkologi, Dokter Spesialis untuk Kelainan Darah (Hemato Oncology), serta dilengkapi ruang perawatan khusus untuk merawat pasien kanker dan ruang untuk meracik obat kanker sehingga pelayanan bagi pasien kanker bisa saling terintegrasi. Primaya Hospital berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk penderita penyakit kanker. Diharapkan dengan dokter-dokter spesialis terbaik dan fasilitas yang kami sediakan, penyakit kanker dapat terdeteksi secara dini sehingga dapat segera tertangani dan komplikasi dapat diminimalisir. Primaya Hospital dengan tulus bertujuan untuk meningkatkan usia harapan hidup penderita kanker. Simak tips artikel-artikel terkait kesehatan Kanker di sini. - Published: 2018-04-10 - Modified: 2024-08-13 - URL: https://primayahospital.com/tonggak-sejarah/ - Translation Priorities: Optional TONGGAK SEJARAH Primaya Hospital adalah transformasi dan wujud baru dari RS Awal Bros. Perubahan nama ini dilakukan pada Bulan April 2020 sebagai bukti dari komitmen RS Awal Bros Group dalam memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada semua lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. 2006Prof dr Yos E Susanto, PhD mendirikan Rumah Sakit Global Medika di Tangerang 2008Bermitra dengan RS Awal Bros yang dikelola oleh Ir H Arfan Awaloeddin, MARS untuk mendirikan RS Global Awal Bros di Bekasi 2011Mendirikan RS Awal Bros Makassar dan seluruh nama rumah sakit diseragamkan menjadi RS Awal Bros 2014Melakukan akuisisi dan mengelola RS Evasari 2016Bermitra dengan PT Saratoga Investama, Tbk dalam pengembangan RS Awal Bros 2017Mendirikan RS Awal Bros di Bekasi Timur 2018Mendirikan RS Awal Bros di Palangkaraya 2019Mendirikan RS Awal Bros Bekasi Utara dan mengelola RS Inco Sorowako 2020RS Awal Bros Tangerang, Bekasi, Jakarta, Makassar dan Palangkaraya berubah nama merek (brand) menjadi Primaya Hospital dan membuka Primaya Hospital ke-9 di Karawang 2021Mengelola RS PGI Cikini dan mendirikan Primaya Hospital di Pangkal Pinang, Semarang, Sukabumi, dan Pasar Kemis 2022Mendirikan Primaya Hospital Depok 2023Mendirikan Primaya Hospital Hertasning di Makassar Adapun cabang Primaya Hospital Group terdiri dari: Sunting NoCabangAlamatBerdiri / Bergabung Tahun 1Primaya Hospital TangerangJl. MH. Thamrin no. 3, Kebon Nanas Cikokol Tangerang, Banten 25 Agustus 2006 2Primaya Hospital Bekasi BaratJl. KH. Noer Ali No. Kav. 17-18, RT. 001/RW. 009, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan. , Kota Bekasi, Jawa Barat 171448 Agustus 2008 3Primaya Hospital MakassarJl. Jendral Urip Sumoharjo no. 43 Makassar, Sulawesi Selatan 25 Juli 2011 4Primaya Hospital EvasariJl. Rawamangun no. 47, Pramuka Jakarta Pusat 25 Oktober 2011 5Primaya Hospital Bekasi TimurJl. H. M. Joyomartono, RT. 03/RW. 21, Margahayu Bekasi Timur, Jawa Barat 1 November 2017 6Primaya Hospital Palangka RayaJl. Tjilik Riwut km 6. 5, Palangka Raya, Kalimantan Tengah 7 Juli 2018 7Primaya Hospital Inco SorowakoJl. Diponegoro No 1 Sorowako Kecamatan Nuha, Luwu Timur. Sulawesi Selatan 1 Januari 2019 8Primaya Hospital Bekasi UtaraJl. Kaliabang Villa Indah Permai (Golden City) Blok G No. 1 Teluk Pucung Bekasi Utara, Jawa Barat 1 Agustus 2019 9Primaya Hospital KarawangKavling Komersial Galuh Mas, Jl. Arteri Galuh Mas, Desa Puseur Jaya, Jambe Timur, Karawang, Jawa Barat 1 April 2020 10Primaya Hospital SukabumiJl. R. A. Kosasih No. 45, Sukaraja, Kec. Sukaraja, Sukabumi Regency, Jawa Barat03 Mei 2021 11Primaya Hospital Pasar KemisJl. Raya Pasar Kemis RT. 04 RW. 02, Kel. Kutajaya, Kec. Pasar Kemis, Kab. Tangerang, Banten11 Mei 2021 12Primaya Hospital Bhakti WaraJl. Solihin GP No. 180, Kel. Gajah Mada, Kec. Rangkui, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33139 Bangka Belitung20 Mei 2021 13Primaya Hospital SemarangJl. Kedungmundu No. 24, Kec. Tembalang, Kota Semarang11 November 2021 14Primaya Hospital PGI CikiniJl. Raden Saleh Raya No. 40, RT. 12/RW. 2, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1033012 Januari 2022 15Primaya Hospital DepokJI. H. Dimun Raya RT. 001 RW. 024, Kel Sukamaju , Kec Cilodong, Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Indonesia12 Desember 2022 16Primaya Hospital HertasningJl. Aroeppala No. 99c, Karunrung, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 9022129 Januari 2024 17Rajawali HospitalJl. Rajawali Barat No. 38, Maleber, Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40184Maret 2024 18UKRIDA HospitalJl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510Juli 2025 19FMC HospitalJl. Raya Bogor KM. 51 Cimandala - Sukaraja, Bogor2025 20Primaya Hospital Kelapa GadingSCBB No. 05-06, Jl. Agung Sedayu City2025 https://www. youtube. com/watch? v=XHOmBV4js_E - Published: 2018-04-10 - Modified: 2022-08-22 - URL: https://primayahospital.com/manajemen/ MANAJEMEN Walaupun berubah nama, komposisi kepemilikan saham Primaya Hospital Group masih sama dengan komposisi kepemilikan saham Rumah Sakit dengan nama RS Awal Bros Group. Adapun founder Primaya Hospital Group adalah Prof. dr. Yos E. Susanto PhD dan Ir. H. Arfan Awaloeddin. Para founder akan senantiasa memberikan jaminan atas pengalaman dan kekuatan manajemen sehingga Primaya Hospital dapat menjadi salah satu jaringan Rumah Sakit terbesar di Indonesia. - Published: 2018-02-25 - Modified: 2021-06-13 - URL: https://primayahospital.com/brosur/ Brosur Digital SEMUA BROSUR Diet & Gizi Ibu & Anak THT Informasi Umum Teknologi Jantung Nyeri & Trauma Pencernaan Gula & Diabetes Covid-19 Hipertensi Foot Clinic Paru Mata Saraf & Stroke Urologi Kanker Sport Clinic Penyakit Lainnya - Published: 2018-02-06 - Modified: 2024-12-29 - URL: https://primayahospital.com/hubungi-kami/ - Translation Priorities: Optional HUBUNGI KAMI Email*Nama*Telepon Genggam*Email*Lokasi*Silahkan pilihPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital BhaktiwaraPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital HertasningRumah Sakit RajawaliPrimaya Hospital Kelapa GadingLainnyaPesan*Apakah anda manusia? *KirimEdit formulir iniNote : Pendaftaran rawat jalan H-1 melalui website via halaman Buat Janji. Untuk membuat jadwal bertemu dengan dokter kami pada hari yang sama, silakan menghubungi rumah sakit via telepon. - Published: 2018-02-06 - Modified: 2024-12-29 - URL: https://primayahospital.com/en/hubungi-kami/ - Translation Priorities: Optional CONTACT US Website URL*Nama*Telepon Genggam*Email*Lokasi*Silahkan pilihPrimaya Hospital TangerangPrimaya Hospital Bekasi BaratPrimaya Hospital Bekasi TimurPrimaya Hospital Bekasi UtaraPrimaya Hospital MakassarPrimaya Hospital Inco SorowakoPrimaya Hospital KarawangPrimaya Hospital Betang PambelumPrimaya Evasari HospitalPrimaya Hospital Pasar KemisPrimaya Hospital SukabumiPrimaya Hospital BhaktiwaraPrimaya Hospital SemarangPrimaya Hospital PGI CikiniPrimaya Hospital DepokPrimaya Hospital HertasningRumah Sakit RajawaliPrimaya Hospital Kelapa GadingLainnyaPesan*Apakah anda manusia? *KirimEdit formulir ini - Published: 2018-01-04 - Modified: 2024-03-11 - URL: https://primayahospital.com/telepon-kami/ Telepon Kami FMC Hospital (Bogor) Jl. Raya Bogor KM. 51 Cimandala - Sukaraja, Bogor Phone 1500007 E-mail: mkt. fmc@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/fmc/ Directions CALL Primaya Evasari Hospital Jl. Rawamangun no. 47, Pramuka Jakarta Pusat Phone 1500007 E-mail: pendaftaran. evasari@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/evasari/ Directions CALL Primaya Hospital Bekasi Barat Jl. KH. Noer Ali No. Kav. 17-18, RT. 001/RW. 009, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan. , Kota Bekasi, Jawa Barat 17144 Phone 1500007 E-mail: admin. bks@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/bekasi-barat/ Directions CALL Primaya Hospital Bekasi Timur Jl. H. M. Joyomartono, RT. 03/RW. 21, Margahayu Bekasi Timur Phone 1500007 E-mail: pendaftaran. bkstmr@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/bekasi-timur/ Directions CALL Primaya Hospital Bekasi Utara Jl. Kaliabang Villa Indah Permai (Golden City) Blok G No. 1 Teluk Pucung Bekasi Utara Phone 1500007 E-mail: admin. bekasiutara@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/bekasi-utara/ Directions CALL Primaya Hospital Betang Pambelum Jl. Tjilik Riwut km 6. 5, Palangka Raya, Kalimantan Tengah Palangka Raya Phone 1500007 E-mail: admisi. pky@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/palangkaraya/ Directions CALL Primaya Hospital Bhakti Wara Jl. Solihin GP No. 180, Kel. Gajah Mada, Kec. Rangkui, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33139 Phone 1500007 E-mail: mkt. bwp@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/bhakti-wara/ Directions CALL Primaya Hospital Depok Jl. H. Dimun Raya RT. 001 RW. 024, Kel Sukamaju , Kec Cilodong, Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Indonesia Phone 1500007 E-mail: mkt. dpk@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/depok/ Directions CALL Primaya Hospital Hertasning (Makassar) Jl. Aroeppala No. 99c, Karunrung, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221 Phone 1500007 E-mail: it. phhe@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/hertasning/ Directions CALL Primaya Hospital Inco Sorowako Jl. Diponegoro No 1 Sorowako Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan Phone 1500007 E-mail: admission. rsinco@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/sorowako/ Directions CALL Primaya Hospital Karawang Jl. Arteri Galuh Mas Kav. Komersil Galuh Mas Blok X Karawang - 41361 Karawang Phone 1500007 E-mail: adm. krw@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/karawang/ Directions CALL Primaya Hospital Kelapa Gading SCBB No. 05-06, Jl. Agung Sedayu City Phone 1500007 E-mail: mkt. kg@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/kelapa-gading/ Directions CALL Primaya Hospital Makassar Jl. Jend. Urip Sumoharjo no. 43 Makassar Phone 1500007 E-mail: admission. mks@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/makassar/ Directions CALL Primaya Hospital Pasar Kemis Jl. Raya Pasar Kemis RT. 04 RW. 02, Kel. Kutajaya, Kec. Pasar Kemis, Kab. Tangerang 15560 Phone 1500007 E-mail: mkt. pkt@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/pasar-kemis/ Directions CALL Primaya Hospital PGI Cikini Jl. Raden Saleh Raya No. 40, RT. 12/RW. 2, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330 Phone 1500007 E-mail: it. ckn@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/pgi-cikini/ Directions CALL Primaya Hospital Semarang Jl. Kedungmundu No. 24, Kec. Tembalang, Kota Semarang Phone 1500007 E-mail: mkt. smg@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/semarang/ Directions CALL Primaya Hospital Sukabumi Jl. R. A. Kosasih No. 45, Sukaraja, Kec. Sukaraja, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43192 Phone 1500007 E-mail: mkt. skb@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/sukabumi/ Directions CALL Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin no. 3, Kebon Nanas Cikokol Tangerang Phone 1500007 E-mail: admrj. tgr@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/tangerang/ Directions CALL Primaya Rajawali Hospital (Bandung) Jl. Rajawali Barat No. 38, Maleber, Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40184 Phone 1500007 Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/rajawali/ Directions CALL Rumah Sakit Primaya Hospital A Yani Website : https://primayahospital. com/? post_type=branch&p=508 Directions Rumah Sakit Primaya Hospital Batam Website : https://primayahospital. com/? post_type=branch&p=100 Directions Rumah Sakit Primaya Hospital Panam Website : https://primayahospital. com/? post_type=branch&p=506 Directions Rumah Sakit Primaya Hospital Pekanbaru Website : https://primayahospital. com/? post_type=branch&p=507 Directions Rumah Sakit Primaya Hospital Ujung Batu Website : https://primayahospital. com/? post_type=branch&p=509 Directions UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510 Phone 1500007 E-mail: mkt. uk@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/ukrida/ Directions CALL - Published: 2017-12-17 - Modified: 2020-12-29 - URL: https://primayahospital.com/karir/ KARIR Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Primaya Hospital. Sistem perekrutan kami tidak pernah memungut biaya, tidak bekerjasama dengan agen perjalanan manapun dan hanya menggunakan email berdomain @primayahospital. com Berikut lokasi Primaya Hospital yang sedang membuka rekruitmen : FMC UKRIDA PASAR KEMIS BSD FERTILITY CENTER EYE CENTER CORPORATE KELAPA GADING PANGKAL PINANG BANDUNG WESTERINDO HERTASNING PGI CIKINI DEPOK PGI CIKINI SEMARANG SUKABUMI Inco Sorowako Karawang Bekasi Utara Evasari Jakarta Bekasi Timur Palangkaraya Ujung Batu A. Yani Tangerang Panam Pekanbaru Makassar Bekasi Barat Batam   Employee Physicians     Employee Physicians   Perawat Endoskopi Kualifikasi: Pendidikan terakhir minimal Profesi NERS Pengalaman kerja 1-2 tahun sebagai perawat Endoskopi Memiliki STR Memiliki sertifikat BTCLS, Endoscopy Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan orang lain disiplin dan teliti ISI FORM LAMARAN Perawat Hemodialisa Kualifikasi: Pendidikan terakhir minimal Profesi NERS Pengalaman kerja 1-2 tahun sebagai perawat HD Memiliki STR Memiliki sertifikat BTCLS & Hemodialisa Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan orang lain, disiplin dan teliti ISI FORM LAMARAN Perawat Bedah Kualifikasi: Pendidikan terakhir minimal Profesi NERS Pengalaman kerja 1-2 tahun sebagai perawat kamar bedah Memiliki STR Memiliki sertifikat BTCLS, Bedah Dasar Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan orang lain, disiplin dan teliti ISI FORM LAMARAN Okupasi Terapi Kualifikasi: Perempuan/Laki-laki Usia maksimal 35 tahun Pendidikan terakhir min. D3 Okupasi Terapi Fresh Graduate/Pengalaman Memiliki STR Aktif Komunikatif, empati tinggi, dan mampu bekerja sama dalam tim maupun individual Memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam melakukan aktivitas pelayanan Terapi Okupasi untuk Dewasa dan Anak. Bersedia bekerja Full Time ISI FORM LAMARAN Marketing Komunitas Kualifikasi: Pendidikan minimal D3/S1 (Marketing, Komunikasi, Manajemen, Kesehatan Masyarakat atau jurusan terkait) Pengalaman minimal 1 tahun di bidang Marketing Komunitas, Event, atau Relationship Marketing (diutamakan healthcare) Memahami karakteristik, demografi dan jaringan komunitas di wilayah Jakarta Barat ISI FORM LAMARAN Perawat Rawat Jalan Kualifikasi: Pendidikan minimal Profesi Ners Minimal 2-3 tahun sebagai perawat di rumah sakit/klinik Memiliki STR aktif Mampu berkomunikasi efektif dengan dokter spesialis sesuai kebutuhan komunikasi klinis Memiliki kemampuan administrasi BPJS Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan tim maupun individu, disiplin ISI FORM LAMARAN   Employee Physicians   Apoteker (AP) Pendidikan S1 Farmasi dengan Profesi Apoteker Memiliki STRA aktif dan Surat Kompetensi Apoteker Memiliki pengalaman 1 tahun di Rumah Sakit ISI FORM LAMARAN Asisten Apoteker (AA) Pendidikan D3/S1 Farmasi Memiliki STRTTK aktif Fresh Graduate atau Memiliki pengalaman 1 tahun di Rumah Sakit ISI FORM LAMARAN Rehab Medik (FS) Pendidikan D4/S1 Fisioterapi dengan Profesi Fisioterapi Memiliki STR aktif Memiliki pengalaman 2 tahun di Rumah Sakit ISI FORM LAMARAN Lowongan Perawat NICU - Pendidikan D3/S1 Keperawatan - Memiliki STR aktif - Memiliki sertifkat pelatihan unit intensif - Diutamakan memiliki pengalaman 2 tahun ISI FORM LAMARAN Lowongan Perawat Hemodialisa - Minimal D3/S1 Keperawatan - Memiliki sertifikat pelatihan Hemodialisa - Pengalaman minimal 2 tahun - Memiliki STR Aktif ISI FORM LAMARAN Lowongan Terapis Okupasi - Pendidikan D4/D3 terapi okupasi - Diutamakan fresh graduate/Pengalaman kerja minimal 1 tahun di Rumah Sakit (Pengalaman lebih diminati) - Tertarik bekerja dengan pasien anak berkebutuhan khusus - Bersedia bekerja full time - Aktif, fleksibel, mampu bekerja dalam tim - Dapat berkomitmen di perusahaan ini lebih dari 2 tahun atau lebih ISI FORM LAMARAN Lowongan Terapis Wicara - Pendidikan D3 Akademi Wicara - Diutamakan fresh graduate/Pengalaman kerja minimal 1 tahun di Rumah Sakit (Pengalaman lebih diminati) - Tertarik bekerja dengan pasien anak berkebutuhan khusus - Bersedia bekerja full time - Aktif, fleksibel, mampu bekerja dalam tim - Dapat berkomitmen di perusahaan ini lebih dari 2 tahun atau lebih ISI FORM LAMARAN Lowongan Perawat ICU - Pendidikan D3/S1 Keperawatan - Memiliki sertifikat pelatihan Keperawatan Intensif Dasar / HIPERCCI - Memiliki pengalaman minimal 2-3 tahun - Memiliki STR aktif - Mampu Asistensi Intubasi & Operasional Ventilator ISI FORM LAMARAN Perawat Kamar Bedah Kualifikasi Pendidikan D3/S1 Keperawatan Memiliki STR aktif Memiliki sertifikat BTCLS, Pelatihan Bedah Dasar ISI FORM LAMARAN Admin & Kasir (AKS) Kualifikasi: Pendidikan minimal D3 segala jurusan. Lebih disukai Latar Belakang Kesehatan (Rekam Medis/ Farmasi) Fresh graduate atau memiliki pengalaman posisi serupa di RS lebih diutamakan Bersedia bekerja secara shift ISI FORM LAMARAN Marketing Executive Kualifikasi: Lulusan S1, Lebih disukai dari Jurusan Marketing/ Kesehatan Masyarakat Memiliki pengalaman 2 tahun di Industri Kesehatan, Asuransi atau Rumah Sakit Memiliki keterampilan interpersonal skill, mudah berkomunikasi verbal dan non Verbal Mampu bekerja secara tim dan berorientasi dengan target Mampu membuat acara kreatif dan memahami seluruh persiapan terkait dapat membuat event Diutamakan memiliki kemampuan dalam Digital Marketing, design poster dan konten kreatif Memiliki jaringan yang luas ISI FORM LAMARAN Perawat Anestesi Kualifikasi: Pendidikan D3/S1 Keperawatan Memiliki STR aktif Memliki sertifkat BTCLS, Pelatihan Anestesi Diutamakan memiliki pengalaman 2 tahun ISI FORM LAMARAN Radiografer Kualifikasi: Minimal D3/D4 Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Diutamakan memiliki... - Published: 2017-12-17 - Modified: 2022-03-15 - URL: https://primayahospital.com/en/karir/ CAREER Beware of fraud in the name of Primaya Hospital. Our recruitment system never collects fees and only uses email with the domain @ primayahospital. com The following are Primaya Hospital locations that are currently recruiting: FMC UKRIDA PASAR KEMIS BSD FERTILITY CENTER EYE CENTER CORPORATE KELAPA GADING PANGKAL PINANG BANDUNG WESTERINDO HERTASNING PGI CIKINI DEPOK PGI CIKINI SEMARANG SUKABUMI Inco Sorowako Karawang Bekasi Utara Evasari Jakarta Bekasi Timur Palangkaraya Ujung Batu A. Yani Tangerang Panam Pekanbaru Makassar Bekasi Barat Batam   Employee Physicians     Employee Physicians   Perawat Endoskopi Kualifikasi: Pendidikan terakhir minimal Profesi NERS Pengalaman kerja 1-2 tahun sebagai perawat Endoskopi Memiliki STR Memiliki sertifikat BTCLS, Endoscopy Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan orang lain disiplin dan teliti ISI FORM LAMARAN Perawat Hemodialisa Kualifikasi: Pendidikan terakhir minimal Profesi NERS Pengalaman kerja 1-2 tahun sebagai perawat HD Memiliki STR Memiliki sertifikat BTCLS & Hemodialisa Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan orang lain, disiplin dan teliti ISI FORM LAMARAN Perawat Bedah Kualifikasi: Pendidikan terakhir minimal Profesi NERS Pengalaman kerja 1-2 tahun sebagai perawat kamar bedah Memiliki STR Memiliki sertifikat BTCLS, Bedah Dasar Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan orang lain, disiplin dan teliti ISI FORM LAMARAN Okupasi Terapi Kualifikasi: Perempuan/Laki-laki Usia maksimal 35 tahun Pendidikan terakhir min. D3 Okupasi Terapi Fresh Graduate/Pengalaman Memiliki STR Aktif Komunikatif, empati tinggi, dan mampu bekerja sama dalam tim maupun individual Memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam melakukan aktivitas pelayanan Terapi Okupasi untuk Dewasa dan Anak. Bersedia bekerja Full Time ISI FORM LAMARAN Marketing Komunitas Kualifikasi: Pendidikan minimal D3/S1 (Marketing, Komunikasi, Manajemen, Kesehatan Masyarakat atau jurusan terkait) Pengalaman minimal 1 tahun di bidang Marketing Komunitas, Event, atau Relationship Marketing (diutamakan healthcare) Memahami karakteristik, demografi dan jaringan komunitas di wilayah Jakarta Barat ISI FORM LAMARAN Perawat Rawat Jalan Kualifikasi: Pendidikan minimal Profesi Ners Minimal 2-3 tahun sebagai perawat di rumah sakit/klinik Memiliki STR aktif Mampu berkomunikasi efektif dengan dokter spesialis sesuai kebutuhan komunikasi klinis Memiliki kemampuan administrasi BPJS Jujur, mau mengembangkan diri dan belajar hal baru, cepat tanggap, mampu bekerja sama dengan tim maupun individu, disiplin ISI FORM LAMARAN   Employee Physicians   Apoteker (AP) Pendidikan S1 Farmasi dengan Profesi Apoteker Memiliki STRA aktif dan Surat Kompetensi Apoteker Memiliki pengalaman 1 tahun di Rumah Sakit ISI FORM LAMARAN Asisten Apoteker (AA) Pendidikan D3/S1 Farmasi Memiliki STRTTK aktif Fresh Graduate atau Memiliki pengalaman 1 tahun di Rumah Sakit ISI FORM LAMARAN Rehab Medik (FS) Pendidikan D4/S1 Fisioterapi dengan Profesi Fisioterapi Memiliki STR aktif Memiliki pengalaman 2 tahun di Rumah Sakit ISI FORM LAMARAN Lowongan Perawat NICU - Pendidikan D3/S1 Keperawatan - Memiliki STR aktif - Memiliki sertifkat pelatihan unit intensif - Diutamakan memiliki pengalaman 2 tahun ISI FORM LAMARAN Lowongan Perawat Hemodialisa - Minimal D3/S1 Keperawatan - Memiliki sertifikat pelatihan Hemodialisa - Pengalaman minimal 2 tahun - Memiliki STR Aktif ISI FORM LAMARAN Lowongan Terapis Okupasi - Pendidikan D4/D3 terapi okupasi - Diutamakan fresh graduate/Pengalaman kerja minimal 1 tahun di Rumah Sakit (Pengalaman lebih diminati) - Tertarik bekerja dengan pasien anak berkebutuhan khusus - Bersedia bekerja full time - Aktif, fleksibel, mampu bekerja dalam tim - Dapat berkomitmen di perusahaan ini lebih dari 2 tahun atau lebih ISI FORM LAMARAN Lowongan Terapis Wicara - Pendidikan D3 Akademi Wicara - Diutamakan fresh graduate/Pengalaman kerja minimal 1 tahun di Rumah Sakit (Pengalaman lebih diminati) - Tertarik bekerja dengan pasien anak berkebutuhan khusus - Bersedia bekerja full time - Aktif, fleksibel, mampu bekerja dalam tim - Dapat berkomitmen di perusahaan ini lebih dari 2 tahun atau lebih ISI FORM LAMARAN Lowongan Perawat ICU - Pendidikan D3/S1 Keperawatan - Memiliki sertifikat pelatihan Keperawatan Intensif Dasar / HIPERCCI - Memiliki pengalaman minimal 2-3 tahun - Memiliki STR aktif - Mampu Asistensi Intubasi & Operasional Ventilator ISI FORM LAMARAN Perawat Kamar Bedah Kualifikasi Pendidikan D3/S1 Keperawatan Memiliki STR aktif Memiliki sertifikat BTCLS, Pelatihan Bedah Dasar ISI FORM LAMARAN Admin & Kasir (AKS) Kualifikasi: Pendidikan minimal D3 segala jurusan. Lebih disukai Latar Belakang Kesehatan (Rekam Medis/ Farmasi) Fresh graduate atau memiliki pengalaman posisi serupa di RS lebih diutamakan Bersedia bekerja secara shift ISI FORM LAMARAN Marketing Executive Kualifikasi: Lulusan S1, Lebih disukai dari Jurusan Marketing/ Kesehatan Masyarakat Memiliki pengalaman 2 tahun di Industri Kesehatan, Asuransi atau Rumah Sakit Memiliki keterampilan interpersonal skill, mudah berkomunikasi verbal dan non Verbal Mampu bekerja secara tim dan berorientasi dengan target Mampu membuat acara kreatif dan memahami seluruh persiapan terkait dapat membuat event Diutamakan memiliki kemampuan dalam Digital Marketing, design poster dan konten kreatif Memiliki jaringan yang luas ISI FORM LAMARAN Perawat Anestesi Kualifikasi: Pendidikan D3/S1 Keperawatan Memiliki STR aktif Memliki sertifkat BTCLS, Pelatihan Anestesi Diutamakan memiliki pengalaman 2 tahun ISI FORM LAMARAN Radiografer Kualifikasi: Minimal D3/D4 Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Diutamakan memiliki pengalaman... - Published: 2017-12-16 - Modified: 2023-01-03 - URL: https://primayahospital.com/en/promos/ PROMO - Published: 2017-12-16 - Modified: 2018-06-21 - URL: https://primayahospital.com/pelayanan-kami/ LAYANAN KAMI Layanan Kegawatdaruratan Unit Gawat Darurat dilayani oleh seorang Dokter Residen Senior dalam bidang anestesiologi dan didukung oleh Dokter Konsultan Jaga (on call) dari berbagai disiplin ilmu. Di samping para tenaga profesional tersebut, Unit Gawat Darurat dilengkapi juga dengan peralatan untuk keselamatan hidup (ventilator portable, defibri- lator, dan lain - lain) dan ambulan yang siap melayani 24 jam. Pelayanan Ambulan untuk Kegawatdaruratan : Transfer Interhospital Transfer dari rumah ke rumah sakit Pemulangan pasien Ambulan Pengawalan Bencana, termasuk tim medis dan semua kategori kasus Rawat Inap Ruang Perawatan Umum Ruang perawatan umum Primaya Hospital memberikan kenyamanan, pelayanan yang ramah, kemewahan interior. Ruang Perawatan Bersalin Primaya Hospital menyediakan kamar perawatan untuk ibu melahirkan. Ruangan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan untuk Ibu, bayi dan keluarga yang mendampingi ibu selama proses persalinan. Ruang Perawatan Anak Untuk memberikan layanan PRIMA kepada anak (usia balita hingga 12 tahun), Primaya Hospital menyediakan ruang dan kamar perawatan yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan keperawatan dan kenyamanan selama anak menjalani proses perawatan di rumah sakit. Ruang Perawatan Khusus Primaya Hospital memiliki kamar perawatan khusus yang menjaga pasien dengan kondisi medis tertentu yang terpisah dari orang lain ketika mereka menerima perawatan medis. Medical Check Up Medical Check Up Primaya Hospital menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat. Layanan diagnostik dengan fasilitas kedokteran terkini tersebut ditunjang oleh tenaga kesehatan profesional sehingga memberikan keakuratan dan ketepatan diagnosis. Pelayanan Penunjang INTENSIF CARE UNIT Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU)/ Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Primaya Hospital memiliki fasilitas sarana berstandar Internasional, dilengkapi dengan peralatan mutakhir termasuk : - Ventilator - Patient Monitor Hemodialisa Hemodialisis Primaya Hospital siap melayani pasien 24 jam. Didukung kerjasama tim yang beranggotakan dokter umum yang bersertifikat HD, dokter penyakit dalam, dokter nefrologi, serta perawat yang terampil, mahir dan bersertifikat. Unit Hemodialisa Primaya Hospital adalah unit pelayanan yang modern, menyeluruh dan terintegrasi untuk mengatasi masalah pasien dengan gangguan ginjal termal. Laboratorium Laboratory Primaya Hospital dapat melakukan berbagai pemeriksaan laboratorium seperti haematologi lengkap, bio-kimia darah, hormon/endokrin, imunologi dan virus, faktor-faktor pembekuan darah, patologi anatomi, mikrobiologi, dll. Dengan dukungan berbagai peralatan laboratorium yang lengkap dan terkini berbagai pemeriksaan dapat dilaksanakan di Primaya Hospital. IMC Primaya Hospital memiliki IMC (Intermediate Care) dimana pasien yang membutuhkan perhatian khusus dalam penangannya namun tidak memerlukan alat bantu ventilator. Kamar Operasi Primaya Hospital Memiliki 3 kamar operasi : kamar operasi Bersih, kamar operasi terkontaminasi dan kamar operasi tidak bersih. Alat-alat operasi dengan teknologi tinggi yaitu : mesin laparaskopi, radiofrekuensi, Mesin anestesi, C-arm, dll. Unit Rehabilitasi Medik Pusat Layanan Rehabilitasi Medik di Primaya Hospital menyediakan berbagai layanan untuk membantu pasien mencegah cedera dan penyakit, mengembalikan fungsi dan kekuatan tubuh, serta mengurangi rasa sakit. Tenaga ahli yang terdiri dari dokter, fisioterapis, terapis okupasi, terapis wicara, dan perawat dengan menggunakan perangkat teknologi modern yang sesuai untuk berbagai usia dan kondisi fisik. Tujuan adalah meminimalkan kecacatan dan membantu kembali ke gaya hidup yang lebih mandiri dan produktif. - Published: 2017-12-16 - Modified: 2018-04-22 - URL: https://primayahospital.com/cerita-pasien-kami/ PATIENT STORIES Wisnu, 55Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Leony, 26Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Saskia, 31Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Andrian, 23Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Fauzi, 26Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Andre, 30Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Jessica, 34Pasien Ibu dan Anak Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Marsha, 25Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More - Published: 2017-12-16 - Modified: 2023-01-09 - URL: https://primayahospital.com/promos/ PROMO Kategori Promo Silahkan pilih salah satu kategori Medical Check Up Vaksin Melahirkan Fisioterapi Pemeriksaan Kehamilan USG Payudara & Papsmear Cek Kesehatan Karyawan Deteksi Dini Stroke Cek Kesehatan Calon Pelajar Cek Kesehatan Pra Nikah Gigi Deteksi Dini Kanker Skrining Jantung Vaksin Flu Layanan Lokasi Promo Silahkan pilih salah satu lokasi Bekasi Barat Palangkaraya PGI Cikini Jakarta Bekasi Timur Sukabumi Tangerang Makassar Pangkalpinang Bekasi Utara Semarang Sorowako Depok Karawang Evasari Jakarta Pasar Kemis Tangerang Hertasning Makassar - Published: 2017-12-15 - Modified: 2021-01-10 - URL: https://primayahospital.com/nilai-kami/ Visi Menjadi Jaringan Pelayanan Kesehatan atau Rumah Sakit Terkemuka yang Berstandar Internasional. Misi Memberikan Pelayanan Kesehatan Secara Profesional dengan Penuh Kepedulian Filosofi Primaya Kata PRIMA merupakan nilai-nilai perusahaan yang telah melekat di setiap hati karyawan. Sedangkan, kata YA menegaskan bahwa seluruh karyawan senantiasa bersemangat untuk memberikan pelayanan yang PRIMA Slogan Selalu ada dan siap melayani pasien dengan memberikan pelayanan yang terbaik dan semangat kerja yang tinggi sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas Kebijakan Mutu Memberikan pelayanan kesehatan secara cepat, tepat, ramah dan terpadu sesuai dengan standar profesi dengan upaya perbaikan secara terus menerus sehingga menghasilkan pelanggan yang puas dan setia atau loyal Nilai ProfesionalBerkomitmen untuk bekerja sesuai dengan kemampuan terbaik dibidangnya, penuh tanggung jawab, dan sesuai etika profesi pekerjaan. RapiSenantiasa melakukan pekerjaan secara sistematis, teratur, bersih, tuntas, dan menyenangkan. IbadahMenghargai perbedaan latar belakang setiap individu, berpikir positif, dan semangat dalam bekerja. MendengarkanBerusaha memahami dan menghargai pendapat orang lain. Proses saling mendengar akan membangun komunikasi yang efektif. AsertifMampu berkomunikasi dengan baik dan jujur. - Published: 2017-12-14 - Modified: 2022-04-03 - URL: https://primayahospital.com/beranda/ Lokasi Rumah Sakit Primaya Hospital Primaya Hospital Kelapa Gading FMC Hospital (Bogor) UKRIDA Hospital (Jakarta Barat) Primaya Rajawali Hospital (Bandung) Primaya Hospital Hertasning (Makassar) Primaya Hospital Depok Primaya Hospital PGI Cikini Primaya Hospital Semarang Primaya Hospital Sukabumi Primaya Hospital Pasar Kemis Primaya Hospital Bhakti Wara Primaya Hospital Karawang Primaya Hospital Bekasi Utara Primaya Hospital Inco Sorowako Primaya Hospital Betang Pambelum Primaya Hospital Tangerang Rumah Sakit Primaya Hospital Ujung Batu Rumah Sakit Primaya Hospital A Yani Rumah Sakit Primaya Hospital Pekanbaru Rumah Sakit Primaya Hospital Panam Primaya Hospital Makassar Primaya Jakarta Hospital Primaya Hospital Bekasi Timur Primaya Hospital Bekasi Barat Rumah Sakit Primaya Hospital Batam PEMERIKSAAN COVID-19 Berikut ini adalah jenis-jenis pemeriksaan Covid-19 yang dapat Anda lakukan di Primaya Hospital: PCR TEST RAPID TEST SWAB ANTIGEN CEK KEKEBALAN TUBUH RONTGEN THORAX Lakukan pendaftaran pemeriksaan Covid-19 di sini Promosi Primaya Talk Lihat Semua Promo Semua Promo Keunggulan Primaya Hospital Terakreditasi Nasional (KARS) dan Internasional (JCI) Primaya Hospital memberikan pelayanan yang prima dengan mengutamakan mutu keselamatan dan keamanan pasien yang tercermin dengan telah terakreditasinya Primaya Hospital tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rumah sakit Primaya Hospital telah terakreditasi Internasional oleh Joint Commission International (JCI). Pelayanan Kesehatan yang Baik Primaya Hospital mampu memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA). Primaya Hospital melayani pasien dengan metode pembayaran pribadi serta jaminan perusahaan, asuransi, atau BPJS. Primaya Hospital memberikan pelayanan dengan teknologi dan mutu yang baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Primaya Hospital akan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Kemudahan Akses Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group tersebar di beberapa wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Fasilitas yang Lengkap Primaya Hospital memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya yaitu layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, Primaya Hospital memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi yang nyaman. Primaya Hospital memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah, Layanan Ibu dan Anak, Layanan Trauma, serta Layanan Onkologi (Kanker). Layanan Unggulan Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh DarahPrimaya Hospital memiliki keunggulan dalam layanan jantung dan pembuluh darah guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan jantung yang berkualitas. Layanan jantung dan pembuluh darah di Primaya Hospital didukung oleh tenaga medis, paramedis, dan petugas non-medis yang profesional serta dilengkapi oleh peralatan medis yang modern. Pusat Layanan Ibu dan AnakSebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan Ibu dan tumbuh kembang anak, Primaya Hospital menyediakan Pusat Layanan Ibu dan Anak melalui berbagai layanan kesehatan untuk wanita, anak-anak, dan bayi seperti kesehatan kewanitaan, kebugaran wanita (senam dan yoga hamil), kehamilan, pijat bayi, laktasi, tumbuh kembang anak, dan berbagai jenis layanan lainnya. Pusat Layanan TraumaPusat Layanan Trauma merupakan salah satu layanan unggulan terkait tata laksana pasien dengan kondisi kedaruratan yang disebabkan cedera atau trauma. Pusat Layanan Trauma didukung oleh berbagai Dokter Spesialis Bedah dan Non-Bedah yang berpengalaman di bidang trauma. Selain itu, Pusat Layanan Trauma di Primaya Hospital ditangani oleh perawat yang terampil, kompeten, dan telah mendapat pelatihan khusus di bidang trauma seperti Basic Life Support (BLS), Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Pusat Layanan OnkologiPelayanan Onkologi Primaya Hospital didukung oleh tenaga medis profesional dan kompeten di bidangnya serta dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Adapun jenis layanan yang dapat ditangani diantaranya yaitu Mammografi, Ultrasonography (USG) Mammae, Pap Smear, Vaksin, Bronkoskopi, Endoskopi dan Pembedahan Tumor. Dengan adanya layanan ini, diharapkan berbagai penyakit kanker dapat terdeteksi dan tertangani sejak dini, komplikasi dapat diminimalisir, serta kesembuhan pasien dan usia harapan hidup penderita kanker semakin meningkat. Cerita Pasien Kami Wisnu, 55Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Leony, 26Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Saskia, 31Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Andrian, 23Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Fauzi, 26Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Andre, 30Pasien Penyakit Dalam Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More Jessica, 34Pasien Ibu dan Anak Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua Read More... ## Produk - Published: 2026-06-29 - Modified: 2026-06-29 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-sunat-anak-pasar-kemis/ - Price: 4,200,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya - Tag Produk: libur seolah, sirkumsisi anak, sunat anak Paket: Bius Lokal Rp4. 200. 0000 Bius Total Rp. 6. 200. 000 Syarat & Ketentuan : Berlaku untuk jaminan umum / pribadi Tindakan dengan Dokter Spesialis Bedah Umum / Urologi Berlaku untuk tindakan tanpa penyulit Berlaku hingga 31 Januari 2027 Temukan tindakan sunat anak di Primaya Hospital Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. - Published: 2026-06-29 - Modified: 2026-06-29 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-sunat-bayi-pasar-kemis/ - Price: 4,200,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan - Tag Produk: sirkumsisi bayi, sunat bayi Syarat & Ketentuan : Berlaku untuk jaminan umum / pribadi Tindakan dengan Dokter Spesialis Bedah Umum / Urologi Berlaku untuk tindakan tanpa penyulit Berlaku hingga 31 Januari 2027 - Published: 2026-06-24 - Modified: 2026-06-24 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-jantung-bandung/ - Price: 388,000.00 IDR - Lokasi: Rajawali Bandung - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya, Skrining Jantung Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi dan sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Lakukan skrining di Primaya Rajawali Bandung secara berkala apabila Anda memiliki: tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, diabetes, riwayat pebyakit jantung dan keluarga, kebiasaan merokok. 1. Skrining Risiko Jantung & Kolesterol Rp388. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Kolesterol HDL Kolesterol LDL Trigliserida EKG Cocok untuk Anda yang: • Memiliki riwayat kolesterol tinggi • Memiliki keluarga dengan penyakit jantung • Perokok aktif atau pasif • Ingin mengetahui risiko penyakit jantung sejak dini Manfaat: Membantu menilai faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah melalui pemeriksaan kolesterol dan aktivitas listrik jantung. 2. Skrining Lengkap (EKG + Treadmill + Kolesterol) Rp. 788. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Kolesterol HDL Kolesterol LDL Trigliserida EKG Treadmill Test Cocok untuk Anda yang: • Berusia di atas 40 tahun • Memiliki faktor risiko penyakit jantung • Aktif berolahraga dan ingin mengetahui kondisi jantung saat aktivitas fisik • Membutuhkan pemeriksaan jantung yang lebih komprehensif Manfaat: Membantu mengevaluasi respons jantung saat beraktivitas dan mendeteksi gangguan yang mungkin tidak terlihat saat istirahat. 3. Skrining Lanjutan (Echo + Kolesterol) Rp700. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Kolesterol HDL Kolesterol LDL Trigliserida Echokardiografi (Echo) Cocok untuk Anda yang: • Memiliki keluhan jantung berdebar atau sesak napas • Memiliki riwayat penyakit jantung • Membutuhkan evaluasi struktur dan fungsi jantung Manfaat: Ekokardiografi membantu melihat kondisi ruang jantung, katup jantung, serta fungsi pompa jantung secara lebih detail. - Published: 2026-06-24 - Modified: 2026-06-24 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-reumatologi-bandung/ - Price: 450,000.00 IDR - Lokasi: Rajawali Bandung - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up Kenali Gejala Autoimun dan Rematik Sejak Dini. Jangan abaikan jika Anda mengalami nyeri sendi yang tidak kunjung membaik, kaku sendi di pagi hari, bengkak pada persendian, mudah lelah berkepanjangan, keluhan yang datang dan pergi berulang kali. 1. Skrining Autoimun Rp2,2 Juta Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Rheumatologi Urine Lengkap ANA Profile ANA Cocok untuk Anda yang mengalami: • Nyeri sendi berkepanjangan • Mudah lelah tanpa sebab jelas • Ruam kulit yang berulang • Riwayat penyakit autoimun dalam keluarga Manfaat: Membantu mendeteksi penyakit autoimun lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. 2. Deteksi Dini Nyeri Sendi & Rematik Rp1,45 Juta Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Rheumatologi Rheumatoid Factor (RF) Anti CCP Cocok untuk Anda yang mengalami: • Nyeri dan kaku sendi terutama di pagi hari • Bengkak pada persendian • Keluhan rematik yang berulang Manfaat: Membantu mendeteksi rheumatoid arthritis dan gangguan rematik lainnya sebelum menyebabkan kerusakan sendi yang permanen. 3. Skrining Nyeri Lutut Rp450. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Rheumatologi Foto Lutut (AP + Lateral) + Skyline Cocok untuk Anda yang mengalami: • Nyeri lutut saat berjalan atau naik tangga • Lutut terasa kaku atau berbunyi • Aktivitas terganggu akibat keluhan lutut Manfaat: Membantu mengevaluasi kondisi sendi lutut dan mendeteksi gangguan sejak tahap awal. 4. Paket Injeksi Sendi untuk Redakan Nyeri (Basic) Rp755. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Rheumatologi Injeksi Intraartikuler Basic Cocok untuk: • Nyeri sendi akibat peradangan • Keluhan osteoarthritis ringan hingga sedang • Pasien yang membutuhkan terapi untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi 5. Paket Injeksi Sendi untuk Redakan Nyeri (Advance) Rp2,77 Juta Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Rheumatologi Injeksi Intraartikuler Advance Manfaat: Membantu mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas sendi, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik sesuai indikasi medis. Temukan skrining reumatologi di Primaya Rajawali Bandung. - Published: 2026-06-24 - Modified: 2026-06-24 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-anak-bandung/ - Price: 499,000.00 IDR - Lokasi: Rajawali Bandung - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya - Tag Produk: anemia anak, kanker anak, leukimia, skrining anak, thalasemia Jangan Tunggu Gejala Menjadi Berat Anemia, thalasemia, maupun gangguan darah lainnya pada anak sering kali menunjukkan gejala yang mirip dan tidak spesifik. Perhatikan jika anak: mudah lelah,ucat, sulit fokus belajar, berat badan sulit naik, sering sakit atau demam berulang 1. Paket Skrining Anemia Rp499. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hemato-Onkologi Anak Hematologi Rutin + Diff Count Gambaran Darah Tepi Cocok untuk anak yang mengalami: • Mudah lelah atau lesu • Wajah tampak pucat • Nafsu makan menurun • Sulit berkonsentrasi Manfaat: Membantu mendeteksi anemia sejak dini agar tumbuh kembang anak tetap optimal. 2. Paket Skrining Anemia Hemolitik Rp715. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hemato-Onkologi Anak Hematologi Rutin + Diff Count Gambaran Darah Tepi Hitung Retikulosit Bilirubin Total, Direk & Indirek Cocok untuk anak yang mengalami: • Pucat yang berulang • Mata atau kulit tampak kekuningan • Mudah lelah tanpa sebab jelas Manfaat: Membantu mengevaluasi kemungkinan penghancuran sel darah merah yang terjadi lebih cepat dari normal. 3. Paket Skrining Thalasemia Rp1. 288. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hemato-Onkologi Anak Hematologi Rutin + Diff Count Feritin Hb-Elektroforesis Cocok untuk: • Anak dengan riwayat keluarga thalasemia • Anak yang sering mengalami anemia berulang • Skrining sebelum perencanaan keluarga di masa depan Manfaat: Membantu mendeteksi thalasemia dan membedakannya dari anemia akibat kekurangan zat besi. 4. Paket Skrining Leukemia Rp722. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hemato-Onkologi Anak Hematologi Rutin + Diff Count Gambaran Darah Tepi LDH (Lactate Dehydrogenase) Asam Urat Cocok untuk anak yang mengalami: • Demam berulang tanpa sebab jelas • Mudah memar atau mimisan • Lemas berkepanjangan • Pembesaran kelenjar getah bening Manfaat: Membantu mendeteksi kelainan darah yang memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis. - Published: 2026-06-24 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-antenatal-care-anc-bandung/ - Price: 311,000.00 IDR - Lokasi: Rajawali Bandung - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Wanita - Tag Produk: ANC, antenatal care, pemeriksaan kehamilan, usg kehamilan Pantau kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin secara optimal dengan Paket ANC Primaya Rajawali Hospital. Tersedia pilihan pemeriksaan USG 2D dan USG 4D yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan selama masa kehamilan. ANC Basic 2D Rp311. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Pemeriksaan USG 2D ANC Standar 2D Rp499. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Pemeriksaan Hematologi Rutin Pemeriksaan Golongan Darah (ABO) Pemeriksaan USG 2D ANC Advance 2D Rp677. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Pemeriksaan Hematologi Rutin Pemeriksaan Golongan Darah (ABO) Pemeriksaan Urine Lengkap Pemeriksaan Glukosa Darah Sewaktu Pemeriksaan USG 2D - Published: 2026-06-24 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-kondiloma-bandung/ - Price: 2,793,000.00 IDR - Lokasi: Rajawali Bandung - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya - Tag Produk: kandiloma, kutill kelamin, penyakit kelamin Jaga kesehatan area intim dengan penanganan yang tepat dan nyaman bersama dokter berpengalaman di Primaya Rajawali Hospital. Paket Kondiloma Sedasi Rp. 3,750 juta Tindakan dilakukan dengan bantuan sedasi untuk membantu pasien lebih rileks dan nyaman selama prosedur. Cocok untuk pasien yang merasa cemas atau memerlukan kenyamanan lebih saat tindakan pada area sensitif. Paket Kondiloma Tanpa Sedasi Rp. 2,793 juta Tindakan dilakukan dengan anestesi lokal sehingga area yang ditangani menjadi mati rasa. Pasien tetap sadar selama prosedur dan dapat beraktivitas kembali setelah masa observasi sesuai anjuran dokter. Paket Termasuk: - Voucher Hemat 25% Konsultasi dan Perawatan Luka - Voucher Hemat 15% Obat dan BHP Cocok untuk keluhan: • Benjolan seperti kutil di area genital • Kutil kelamin akibat infeksi HPV • Lesi di area intim yang mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri - Published: 2026-06-23 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-penyakit-dalam-bandung/ - Price: 388,000.00 IDR - Lokasi: Rajawali Bandung - Tipe produk: variable - Kategori produk: Produk Lainnya Tubuh sering memberi sinyal kecil sebelum penyakit jadi lebih serius. Jangan tunggu bergejala, mulai skrining dari sekarang. Pilihan Paket : 1. Skrining Diabetes Kenali Risiko Diabetes Sejak Dini hanya Rp499. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam HbA1c Glukosa Darah Puasa Glukosa Darah 2 Jam PP 2. Skrining Ginjal Jaga Fungsi Ginjal Tetap Optimal hanya Rp388. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Asam Urat Kreatinin + eGFR Ureum Urine Lengkap 3. Skrining Liver Lindungi Kesehatan Hati Anda hanya Rp677. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam SGOT SGPT USG Upper Abdomen 4. Skrining Metabolik Kenali Gangguan Tiroid Lebih Awal hanya Rp766. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Free T4 (FT4) 5. Skrining Tiroid Kenali Gangguan Tiroid Lebih Awal hanya Rp766. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Free T4 (FT4) TSHs Glukosa Darah Puasa Asam Urat - Published: 2026-06-23 - Modified: 2026-06-23 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-paru/ - Price: 399,000.00 IDR - Lokasi: Rajawali Bandung - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paru-paru dapat mengalami gangguan tanpa gejala yang jelas. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah kesehatan paru lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Paket Skrining Paru Prima Rp399. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Paru Rontgen Thorax PA Spirometri Cocok untuk: • Perokok aktif maupun pasif • Sering terpapar polusi udara • Memiliki batuk berkepanjangan atau sesak napas • Ingin memantau kesehatan paru secara berkala Paket Skrining Paru Prima Konsultan Rp450. 000 Paket meliputi: Konsultasi Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi Thorax Rontgen Thorax PA Spirometri Cocok untuk: • Memiliki faktor risiko kanker paru • Riwayat keluarga dengan penyakit paru atau kanker paru • Perokok jangka panjang • Membutuhkan evaluasi lebih mendalam oleh dokter konsultan Apa Itu Spirometri? Spirometri adalah pemeriksaan fungsi paru untuk mengukur kapasitas dan aliran udara saat bernapas. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan paru seperti asma, PPOK, maupun penurunan fungsi paru sejak dini. - Published: 2026-06-22 - Modified: 2026-06-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-sirkumsisi-kelapa-gading/ - Price: 5,800,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan - Tag Produk: sirkumsisi, sunat One Daya Care sirkumsisi metode tindakan Bipolar. Minimal perdarahan, minimal nyeri serta pulih lebih cepat. Bius lokal Rp5. 800. 000,- Kamar One Day Care 1 Bed 1 Room (maksimal 6 jam) Konsultasi dokter spesialis pra tindakan Pemeriksaan laboratorium (Hematologi Rutin, Indikator Pembekuan Darah, Gula Darah Sewaktu) Tindakan & farmasi Kontrol 1x pasca tindakan Administrasi rawat jalan Celana sunat + goodie bag Hadiah mainan untuk anak Bius umum Rp7. 500. 000,- Kamar One Day Care 1 Bed 1 Room (maksimal 6 jam) Konsultasi dokter spesialis pra tindakan Pemeriksaan laboratorium (Hematologi Rutin, Indikator Pembekuan Darah, Gula Darah Sewaktu) Tindakan & farmasi Kontrol 1x pasca tindakan Administrasi rawat jalan Celana sunat + goodie bag Hadiah maina - Published: 2026-06-22 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/ct-calsium-score-kelapa-gading/ - Price: 250,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Administrasi, CT Scan Heart Calcium Scoring, Konsultasi Dokter MCU - Lokasi: Kelapa Gading - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan - Tag Produk: ct calcium score, sakit jantung, sumbatan pembuluh darah jantung Saat ini sudah tidak perlu khawatir untuk mengetahui kesehatan pada pembuluh darah jantung Anda. Tersedia paket screening sumbatan pembuluh darah jantung dengan pemeriksaan CT calsium score yang terjangkau dan akurat di Primaya Hospital Kelapa gading - Published: 2026-06-21 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-batu-ginjal-kelapa-gading/ - Price: 500,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Administrasi, Konsultasi Dokter Spesialis Urologi, Urine Lengkap - Lokasi: Kelapa Gading - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan - Tag Produk: skrining ginjal, usg ginjal Nyeri saat buang air kecil? Waspada batu ginjal! Jangan abaikan gejala yang muncul. Skrining sejak dini membantu mendeteksi masalah sebelum menjadi lebih serius. Temukan skrining batu ginjal di Primaya Hospital Kelapa Gadainh - Published: 2026-06-10 - Modified: 2026-06-11 - URL: https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-saluran-kemih-anak/ - Price: 799,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up - Tag Produk: gangguan saluran kemih anak, saluran kemih anak, urologi anak Paket pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kelainan pada ginjal dan saluran kemih pada anak, meskipun belum terdapat keluhan. Pemeriksaan ini membantu menilai kesehatan sistem perkemihan anak serta mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak di masa mendatang. Paket Medical Check Up ini dapat dilakukan untuk anak usia 0-18 tahun. Detail paket: Konsultasi Dokter Spesialis Anak Urine Lengkap USG Tractus Urinarius Snack Manfaat Pemeriksaan Mendeteksi dini infeksi saluran kemih yang mungkin tidak bergejala. Menilai kondisi ginjal dan saluran kemih melalui pemeriksaan USG. Mengidentifikasi kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih. Mendeteksi adanya batu saluran kemih, pelebaran saluran kemih, atau kelainan struktur lainnya. Membantu evaluasi anak dengan riwayat infeksi saluran kemih berulang, gangguan berkemih, atau riwayat kelainan ginjal dalam keluarga. Mendapatkan penilaian dan rekomendasi kesehatan secara komprehensif dari dokter spesialis anak. Persiapan Pemeriksaan: Disarankan konsumsi air putih/susu/ASI sesuai usia 1-2 jam sebelum pemeriksaan USG tractus urinarius dan menahan buang air kecil (BAK) hingga pemeriksaan USG selesai. Syarat dan Ketentuan: Sudah termasuk biaya administrasi Paket berlaku sampai dengan 31 Agustus 2026 Paket berlaku untuk jaminan umum/pribadi - Published: 2026-06-10 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/produk/prostat-sehat/ - Price: 499,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Keterlihatan produk: featured - Kategori produk: Medical Check Up Berapa kali terbangun malam ini untuk ke kamar mandi? Yang terasa sepele sekarang, bisa jadi tanda penting yang tidak boleh diabaikan. Skrining Awal Saluran Kemih Rp499. 000 Konsultasi Dokter Umum Urine Lengkap, Ureum, Kreatinin+eGFR, USG Tractus Urinarius Free Meal Saluran Kemih PRIMA Rp1,199 juta Konsultasi Dokter Spesialis Urologi Urine Lengkap, Ureum, Kreatinin+eGFR, CT Scan Urografi Free Meal Prostat PRIMA Rp1,399 juta Konsultasi Dokter Spesialis Urologi Urome Lengkap, USG Tractus Urinarius, PSA Total, Uroflowmetri Free Meal Syarat dan Ketentuan: Sudah termasuk biaya administrasi Berlaku untuk pasien berusia 18 tahun keatas Paket berlaku sampai dengan 31 Agustus 2026 Paket berlaku untuk jaminan umum/pribadi - Published: 2026-05-28 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-ginjal-betang-pambelum/ - Price: 350,000.00 IDR - Lokasi: Betang Pambelum - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up Skrining ginjal bermanfaat untuk mendeteksi dini penyakit ginjal, menilai fungsinya, dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Pemeriksaan ini disarankan bagi individu berisiko tinggi seperti penderita diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga dengan gangguan ginjal. Paket Ginjal Dasar Free Konsultasi Dokter Umum Skrining Laboratorium (Ureum, Kreatinin, eGFR, Urine Lengkap, Asam Urat) Paket Ginjal Prima Free Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Skrining Laboratorium (Ureum, Kreatinin, eGFR, Urine Lengkap, Asam Urat, Hematologi Lengkap) Syarat & Ketentuan: Biaya sudah termasuk administrasi Hanya untuk pembayaran pribadi/umum Berlaku sampai 31 Desember 2026 - Published: 2026-05-27 - Modified: 2026-05-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/ekokardiografi-anak-betang-pambelum/ - Price: 1,000,000.00 IDR - Lokasi: Betang Pambelum - Umur: Anak-anak/Remaja - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Skrining Jantung Sayangi Buah Hati Anda Deteksi Penyakit Jantung Bawaan Sejak Dini Ekokardiografi (USG Jantung) adalah peralatan medis untuk memeriksa struktur dan fungsi jantung menggunakan gelombang ultrasonik. Paket Termasuk Konsultasi Dokter Spesialis Anak Konsulen Jantung Anak Echocardiography Syarat & Ketentuan Biaya sudah termasuk administrasi Hanya untuk pembayaran pribadi/umum Berlaku sampai 31 Desember 2026 - Published: 2026-05-27 - Modified: 2026-05-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-diabetes/ - Price: 500,000.00 IDR - Lokasi: Betang Pambelum - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up Skrining diabetes melitus adalah prosedur pemeriksaan kadar glukosa darah yang bertujuan untuk mendeteksi penyakit diabetes atau prediabetes sejak dini. Temukan skrining diabete melitus di Primaya Hospital Betang pambelum Paket Gula Manis Paket Termasuk: Free Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Skrining Laboratorium (Gula Darah Puasa, Gula Darah 2 Jam Setelah Makan, HbA1C) Paket Gula Prima Paket Termasuk: Free Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Skrining Laboratorium (Darah Lengkap, Gula Darah Puasa, Gula Darah 2 Jam Setelah Makan, HbA1C, Urine Lengkap) - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-flu-dan-pneumonia-gold-primaya-hospital-betang-pambelum/ - Price: 400,000.00 IDR - Lokasi: Betang Pambelum - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Vaksin Penyakit dan virus tak kenal waktu, maka dari itu yuk vaksin flu dan pneumonia agar tetap sehat dan terlindungi! Primaya Hospital Betang Pambelum hadir dengan Paket Vaksinasi Influenza dan Pneumonia yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan anda! Vaksinasi Influenza Rp400. 000 Vaksinasi Pneumonia Rp1. 400. 000 Vaksinasi Combo Rp1. 800. 000 Keterangan: Vaksinasi dilakukan oleh Dokter Umum Hanya untuk pembayaran pribadi Paket sudah temasuk biaya administrasi Belum termasuk biaya konsultasi Berlaku sampai Desember 2026 - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/foraminal-block/ - Lokasi: Betang Pambelum - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Nyeri menjalar ke leher, punggung, atau anggota gerak lain akibat saraf terjepit? Foraminal Block solusinya. Suntikan anti-inflamasi tepat sasaran dengan teknologi modern untuk pemulihan efektif. Keterangan: Sudah termasuk biaya konsultasi Dokter Spesialis Sudah termasuk biaya administrasi Berlaku sampai Desember 2026 Biaya tergantung dari jenis tindakan, kondisi pasien, dan rekomendasi dokter - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/ijeksi-intervensi-nyeri-betang-pambelum/ - Lokasi: Betang Pambelum - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Solusi nyeri tanpa operasi. Atasi nyeri kronis lebih cepat dan aman dengan intervensi USG oleh spesialis ahli. Keterangan: Sudah termasuk biaya konsultasi Dokter Spesialis Sudah termasuk biaya administrasi Berlaku sampai Desember 2026 Biaya tergantung dari jenis tindakan, kondisi pasien, dan rekomendasi dokter - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-internasional-betang-pambelum/ - Price: 650,000.00 IDR - Lokasi: Betang Pambelum - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya, Vaksin Vaksin internasional berfungsi untuk mencegah penularan penyakit meningitis dan polio. Penting dilakukan sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri khususnya ibadah (seperti haji dan umroh) Paket Combo (Meningitis dan Polio) Sudah termasuk E-Sertifikat Vaksinasi (E-ICV) Keterangan: Pendaftaran minimal satu hari sebelum vaksinasi Sudah termasuk biaya admin dan jasa dokter Membawa fotokopi Paspor & KTP - Published: 2026-05-25 - Modified: 2026-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-meningitis-betang-pambelum/ - Price: 350,000.00 IDR - Lokasi: Betang Pambelum - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Vaksin meningitis bermanfaat untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi bakteri penyebab meningitis (peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang) Keterangan: Pendaftaran minimal satu hari sebelum vaksinasi Sudah termasuk biaya admin dan jasa dokter Membawa fotokopi Paspor & KTP - Published: 2026-05-20 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/total-wellness-package/ - Price: 120,000.00 IDR - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung, Skrining Umum, Vaksin Paket pemeriksaan kesehatan yang dirancang untuk membantu memantau kondisi tubuh, menjaga daya tahan tubuh, serta mendeteksi risiko penyakit lebih dini agar Anda tetap sehat dan produktif. 1. Heart Screening Pemeriksaan Rekam Jantung / Elektrokardiografi (EKG) Parameter Pemeriksaan: Irama jantung Menilai apakah detak jantung normal, terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Deteksi gangguan jantung dini Membantu menemukan indikasi aritmia, gangguan aliran listrik jantung, atau pembesaran jantung. Pemantauan fungsi jantung Memberikan gambaran aktivitas listrik jantung untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung secara umum. Outcome untuk Pasien: Mengetahui kondisi jantung sejak dini Membantu mencegah risiko komplikasi jantung Memberikan rasa aman sebelum beraktivitas padat atau olahraga 2. Metabolic Screening Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa, Asam Urat, dan Kolesterol Total Parameter Pemeriksaan: Glukosa Darah Puasa Untuk mengetahui risiko diabetes atau prediabetes. Asam Urat Membantu mendeteksi kadar asam urat tinggi yang dapat menyebabkan nyeri sendi dan gout. Kolesterol Total Menilai risiko penyumbatan pembuluh darah, stroke, dan penyakit jantung. Outcome untuk Pasien: Mengetahui kondisi metabolik tubuh secara menyeluruh Membantu deteksi dini diabetes, kolesterol tinggi, dan asam urat Menjadi dasar untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup lebih sehat 3. Immune Booster Konsultasi Dokter Umum & Infus Vitamin B Kompleks Parameter & Manfaat: Konsultasi dokter umum Evaluasi kondisi kesehatan dan keluhan pasien sebelum tindakan. Infus Vitamin B Kompleks Membantu memenuhi kebutuhan vitamin tubuh untuk menjaga stamina dan metabolisme. Outcome untuk Pasien: Membantu meningkatkan daya tahan tubuh Membantu tubuh terasa lebih fit dan bertenaga Membantu pemulihan setelah aktivitas padat atau kondisi tubuh menurun 4. Influenza Vaccine Konsultasi Dokter Umum & Vaksin Influenza (Vaxigrip Tetra) Parameter & Manfaat: Screening dokter sebelum vaksinasi Memastikan kondisi pasien aman untuk menerima vaksin. Vaksin Influenza Vaxigrip Tetra Membantu melindungi tubuh dari beberapa strain virus influenza yang umum beredar. Outcome untuk Pasien: Membantu menurunkan risiko terkena flu Mengurangi risiko komplikasi akibat influenza Membantu menjaga produktivitas dan aktivitas sehari-hari tetap optimal - Published: 2026-05-10 - Modified: 2026-05-12 - URL: https://primayahospital.com/produk/hypertension-check-up/ - Price: 350,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Hypertension Check Up Rp350. 000 Paket pemeriksaan kesehatan yang dirancang untuk membantu mendeteksi dini faktor risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular, serta memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh. Cocok untuk individu dengan tekanan darah tinggi, riwayat keluarga hipertensi, gaya hidup sedentari, atau yang ingin menjaga kesehatan jantung sejak dini. Paket Medical Check Up ini dapat dilakukan untuk usia ≥18 tahun. Pemeriksaan dalam Paket: Konsultasi Dokter Umum Kolesterol Total: Pemeriksaan darah untuk menilai kadar kolesterol total di dalam tubuh. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan metabolisme lemak sejak dini serta memantau efektivitas pola hidup sehat atau terapi yang sedang dijalani. Trigliserida: Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar trigliserida, yaitu jenis lemak yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Pemeriksaan ini membantu menilai risiko gangguan metabolik dan kesehatan kardiovaskular secara menyeluruh. Glukosa Darah Puasa: Pemeriksaan kadar gula dalam tubuh setelah puasa 8-10 jam untuk menilai kadar gula dasar di dalam tubuh EKG (Elektrokardiografi): Pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung guna menilai irama, denyut, dan fungsi jantung. EKG membantu mendeteksi gangguan irama jantung, pembesaran jantung, gangguan aliran darah ke jantung, serta tanda awal penyakit jantung yang dapat berkaitan dengan hipertensi. Pemeriksaan ini cepat, aman, dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Meals Persiapan Pemeriksaan: Disarankan puasa 10-12 jam sebelum pemeriksaan (air putih tetap diperbolehkan) Essential Heart Check Up Rp. 550. 000 Paket pemeriksaan kesehatan jantung dan metabolik yang dirancang untuk membantu mendeteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular, gangguan metabolisme, serta memantau fungsi organ penting yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Cocok untuk individu dengan riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, gaya hidup kurang aktif, maupun yang ingin menjaga kesehatan jantung secara optimal. Pemeriksaan dalam Paket Konsultasi Dokter Umum Kolesterol Total: Pemeriksaan darah untuk menilai kadar kolesterol total di dalam tubuh. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan metabolisme lemak sejak dini serta memantau efektivitas pola hidup sehat atau terapi yang sedang dijalani Trigliserida: Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar trigliserida, yaitu jenis lemak yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Pemeriksaan ini membantu menilai risiko gangguan metabolik dan kesehatan kardiovaskular secara menyeluruh HDL (High Density Lipoprotein): Dikenal sebagai “kolesterol baik” karena membantu membawa kolesterol berlebih dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang. Kadar HDL yang baik membantu melindungi kesehatan jantung LDL (Low Density Lipoprotein): Dikenal sebagai “kolesterol jahat” karena kadar yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke Glukosa Darah Puasa: Pemeriksaan kadar gula dalam tubuh setelah puasa 8-10 jam untuk menilai kadar gula dasar di dalam tubuh Ureum: Pemeriksaan untuk menilai hasil metabolisme protein dalam tubuh dan membantu mengevaluasi fungsi ginjal serta kondisi hidrasi tubuh Kreatinin + eGFR: Pemeriksaan fungsi ginjal untuk menilai kemampuan ginjal menyaring limbah dalam darah. Gangguan fungsi ginjal dapat berkaitan dengan hipertensi dan penyakit kardiovaskular EKG (Elektrokardiografi): Pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung guna menilai irama, denyut, dan fungsi jantung. EKG membantu mendeteksi gangguan irama jantung, pembesaran jantung, gangguan aliran darah ke jantung, serta tanda awal penyakit jantung yang dapat berkaitan dengan hipertensi. Pemeriksaan ini cepat, aman, dan tidak menimbulkan rasa nyeri Meals Persiapan Pemeriksaan: Disarankan puasa 10-12 jam sebelum pemeriksaan (air putih tetap diperbolehkan). Add On: Ekokardiografi Jantung Rp699. 000 CT Calcium Score Jantung* Rp1. 099. 000 *) Pemeriksaan CT Calcium Score Jantung dapat dilakukan di semua jaringan kecuali Primaya Rajawali Hospital. - Published: 2026-04-22 - Modified: 2026-05-02 - URL: https://primayahospital.com/produk/disney-on-ice-2026/ - Price: 199,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Produk Lainnya Immune Booster Rp199. 000 Berfungsi untuk meningkatkan sistem imun atau mekanisme pertahanan tubuh, agar tubuh tetap selalu sehat. Vitamin B kompleks berperan penting dalam berbagai proses tubuh, terutama terkait energi dan metabolisme tubuh. Paket: Konsultasi dokter umum Infus vitamin B kompleks (termasuk bahan medis habis pakai dan vitamin) Berlaku untuk remaja usia ≥ 17 tahun dan dewasa Vaksinasi Influenza (Vaxigrip Tetra) Rp399. 000 Vaksinasi bertujuan untuk membentuk pertahanan tubuh (buatan) terhadap virus influenza pada anak dan dewasa, yang terdiri dari 4 strain yaitu : 2 tipe A (H1N1 & H3N2) 2 tipe B (Victoria & Yamagata) Paket: Konsultasi dokter umum Vaksinasi influenza (termasuk bahan medis habis pakai dan vaksin) Berlaku untuk anak usia > 9 tahun dan dewasa (1 dosis) Skrining Kesehatan Tulang Rp449. 000 Berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini. Vitamin D 25-OH merupakan indikator utama status vitamin D dalam tubuh Kalsium untuk melihat total kadar kalsium di dalam tubuh Berlaku untuk semua usia - Published: 2026-04-15 - Modified: 2026-04-16 - URL: https://primayahospital.com/produk/active-kartini-prima-breast/ - Price: 399,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Mammography - Lokasi: Bekasi Barat, Kelapa Gading, Makassar, Tangerang - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: > 40 tahun - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan PRIMA Breast Screening merupakan paket untuk mendeteksi kanker payudara melalui pemeriksaan mammografi sesuai untuk wanita aktif usia ≥40 tahun. - Published: 2026-04-15 - Modified: 2026-04-19 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-active-kartini/ - Price: 399,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up PRIMA Breast Screening - USG Mammae Rp399. 000 Wanita usia < 40 tahun Syarat dan ketentuan: Disarankan dilakukan pada 7-10 hari setelah haid Jika terdapat keluhan benjolan pada payudara, pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja PRIMA Cervix Screening Rp1. 619. 000 Konsultasi dokter Spesialis Obgyn (Sp. 1) Pap Smear Thin Prep HPV DNA Genotyping Syarat & Ketentuan : Tidak sedang dalam keadaan haid Tidak melakukan hubungan seksual dalam 24-48 jam sebelum pemeriksaan Tidak menggunakan produk vaginal seperti douching/pembersih vagina dalam 24-48 jam sebelum pemeriksaan Basic Fertility Screening Rp899. 000 Konsultasi dokter Spesialis Obgyn (Sp. 1) Analisa sperma (Spermiogram) USG Transvaginal (TVUS) Syarat & Ketentuan : Analisa Sperma (Spermiogram) Melakukan puasa ejakulasi 2–5 hari (tidak berhubungan seksual atau masturbasi) Istirahat yang cukup sebelum pemeriksaan Hindari rokok dan alkohol dalam 24 jam sebelum pemeriksaan USG Transvaginal (TVUS) Disarankan tidak dalam kondisi haid Kandung kemih dikosongkan 1-2 jam sebelum pemeriksaan - Published: 2026-04-14 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/produk/healthy-young-kartini/ - Price: 1,329,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Estradiol, FSH, LH - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: Anak-anak/Remaja - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Wanita Berani Mengenali Tubuhmu dengan Skrining Dini Kanker payudara dan leher rahim adalah kanker terbanyak yang diidap oleh wanita Indonesia, dengan lebih dari 408. 000 kasus baru tercatat pada 2022 (Globocan, 2022). Healthy Young Kartini adalah paket pemeriksaan kesehatan untuk remaja putri dan perempuan muda sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan sejak dini. Terinspirasi dari semangat Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kualitas hidup perempuan, program ini bertujuan membantu generasi muda memahami kondisi tubuhnya, terutama untuk mendeteksi dini gangguan hormonal. - Published: 2026-04-14 - Modified: 2026-04-14 - URL: https://primayahospital.com/produk/healthy-wise-kartini/ - Price: 1,289,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Administrasi, Asam urat, EKG, Glukosa Darah 2 Jam PP, Glukosa Darah Puasa, Hematologi Lengkap, Konsultasi Dokter Umum, Kreatinin + eGFR, Ureum, Urine Lengkap, USG Mammae - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: > 50 tahun - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Wanita Berani Mengenali Tubuhmu dengan Skrining Dini Kanker payudara dan leher rahim adalah kanker terbanyak yang diidap oleh wanita Indonesia, dengan lebih dari 408. 000 kasus baru tercatat pada 2022 (Globocan, 2022). - Published: 2026-04-14 - Modified: 2026-05-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-kehamilan-kartini/ - Price: 739,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Wanita Kartini Mom-To-Be Konsultasi Dokter Spesialis Obgyn Pemeriksaan USG 4D (termasuk print out hasil USG) Healthy Pregnancy Kartini Konsultasi Dokter Spesialis Obgyn Pemeriksaan USG 4D (termasuk print out hasil USG) Laboratorium (Hematologi lengkap, urine lengkap, GDP, GD2PP, rapid HbsAg) Free meals - Published: 2026-04-14 - Modified: 2026-04-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-hari-kartini-evasari-jakarta/ - Price: 250,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya Scaling Gigi Rp250. 000 Pap Smear Konvensional Rp699. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Pap Smear Konvensional Pap Smear Thinprep + HPV Genotyping Rp1. 500. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Pap Smear Thinprep + HPV Genotyping - Published: 2026-04-06 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-hiv-dan-aids-sukabumi/ - Price: 199,000.00 IDR - Lokasi: Sukabumi - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up Paket A: Rp249. 000 Konsultasi Dokter Umum Pemeriksaan Lab HIV Administrasi Paket B: Rp199. 000 Konsultasi Dokter Umum Administrasi - Published: 2026-03-10 - Modified: 2026-03-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-ginjal/ - Price: 499,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Skrining Pria GINJAL SIAGA Rp499. 000 Konsultasi Spesialis Urologi Uroflowmetri (tes aliran urin) GINJAL SEHAT Rp 1. 100. 000 Konsultasi Spesialis Urologi Lab Ginjal (Ureum, Kreatinin, Urin Lengkap) USG Saluran Kemih - Published: 2026-03-10 - Modified: 2026-03-11 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-ginjal-dan-prostat/ - Price: 1,600,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Depok, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Skrining Pria Konsultasi Spesialis Urologi PSA Total (penanda prostat) USG Saluran Kemih Uroflowmetri - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-03-08 - URL: https://primayahospital.com/produk/woman-cancer-screening/ - Price: 1,709,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Kanker, Skrining Wanita Serviks Sehat Rp1. 709. 000 Pap Smear Thin Prep + HPV DNA Skrining Kesehatan Wanita Rp2. 299. 000 Pap Smear Thin Prep + HPV DNA USG Mammae Skrining Kesehatan Wanita Lengkap Rp5. 199. 000 Pap Smear Thin Prep + HPV DNA USG Mammae Darah Lengkap CEA AFP CA 19-9 CA 15-3 CA 125 Rontgen Thorax/Dada - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-03-08 - URL: https://primayahospital.com/produk/advanced-man-cancer-screening/ - Price: 2,899,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: AFP (Alfa Feto Protein), CA 19-9, CEA, Hematologi Lengkap, PSA Total, Thorax PA, USG Abdomen - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Kanker, Skrining Pria Lakukan deteksi dini untuk kesehatan yang lebih baik. Menurut WHO (2020), terdapat 20 milyar kasus baru kanker dan hampir setengahnya berujung dengan kematian. - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-03-08 - URL: https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-malaysia/ - Price: 1,929,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Anti HCV, Anti HIV, Golongan Darah (ABO), HBsAg, Hematologi Lengkap, Konsultasi Dokter Umum, Malaria, Refraksi, Stereo Test/Colour Test (Ishihara Test), Thorax PA, Urine Lengkap, VDRL - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Calon Pelajar Overseas Student Health Check Up – Malaysia Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Malaysia. Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-03-08 - URL: https://primayahospital.com/produk/premarital-check-up/ - Price: 2,299,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Pranikah Persiapkan masa depan, mulai dari kesehatan Female Rp 3. 199. 000 Hematologi Lengkap Gambaran Darah Tepi Urine Lengkap Golongan Darah (ABO) HBsAg Anti HCV Anti HIV Anti Toxoplasma IgM Anti Rubella IgM TPHA VDRL Thorax PA USG Kandungan/Gynaecology Male Rp 2. 299. 000 Analisa Sperma Hematologi Lengkap Gambaran Darah Tepi Golongan Darah (ABO) HBsAg Anti HCV Anti HIV TPHA VDRL Thorax PA Couple Rp 5. 399. 000 Analisa Sperma Hematologi Lengkap Gambaran Darah Tepi Urine Lengkap Golongan Darah (ABO) HBsAg Anti HCV Anti HIV Anti Toxoplasma IgM Anti Rubella IgM TPHA VDRL Thorax PA USG Kandungan/Gynaecology - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-03-08 - URL: https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-usa/ - Price: 1,729,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Glukosa Darah (Sewaktu), Golongan Darah (ABO), Hematologi Lengkap, IGRA, Konsultasi Dokter Umum, Refraksi, Stereo Test/Colour Test (Ishihara Test), Thorax PA, Urine Lengkap - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Calon Pelajar Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara United States of America (U. S. A. or USA). Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-03-08 - URL: https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-china/ - Price: 1,629,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: ALT/SGPT, Anti HIV, Glukosa Darah (Sewaktu), Golongan Darah (ABO), HBsAg, Hematologi Lengkap, Konsultasi Dokter Umum, Refraksi, Stereo Test/Colour Test (Ishihara Test), Thorax PA, VDRL - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Skrining Calon Pelajar Overseas Student Health Check Up – China Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Tiongkok (China). Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2026-03-07 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/produk/runner-health-check-up/ - Price: 2,799,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: ALT/SGPT, Asam urat, AST/SGOT, CK-MB, CK-NAC, EKG, Elektrolit Serum (Na, K, Cl), Glukosa Darah Puasa, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter Spesialis Jantung, Kreatinin + eGFR, Treadmill Test, Trigliserida, Ureum, Urine Lengkap - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Produk Lainnya Pastikan langkah sehat, untuk lari lebih jauh - Published: 2026-03-04 - Modified: 2026-03-05 - URL: https://primayahospital.com/produk/student-health-check-up-domestic-school/ - Price: 529,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Konsultasi Dokter Umum, Paket Drug Test (Amphetamine, Canabis, Kokain, Opiat, Benzodiazepin), Stereo Test/Colour Test (Ishihara Test) - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Calon Pelajar Student Health Check Up – Domestic School Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan utama bagi calon pelajar Sekolah Kedinasan (Institusi Pemerintahan) maupun sekolah lainnya di dalam negeri. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±90 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2026-03-04 - Modified: 2026-06-19 - URL: https://primayahospital.com/produk/student-health-check-up-boarding-school/ - Price: 929,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Hematologi Lengkap, Konsultasi Dokter Umum, Paket Drug Test (Amphetamine, Canabis, Kokain, Opiat, Benzodiazepin), Refraksi, Stereo Test/Colour Test (Ishihara Test), Thorax PA - Lokasi: Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Makassar, PGI Cikini, Semarang, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Calon Pelajar Student Health Check Up – Boarding School Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan utama bagi calon pelajar Sekolah Asrama (boarding school) maupun sekolah lainnya di dalam negeri. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2026-03-04 - Modified: 2026-03-05 - URL: https://primayahospital.com/produk/overseas-student-health-check-up-jepang/ - Price: 929,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Golongan Darah (ABO), Hematologi Lengkap, Konsultasi Dokter Umum, Refraksi, Stereo Test/Colour Test (Ishihara Test), Thorax PA, Urine Lengkap - Lokasi: Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bhakti Wara, Depok, PGI Cikini, Semarang, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Calon Pelajar Overseas Student Health Check Up – Jepang Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Jepang. Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2026-03-03 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/general-check-up-platinum/ - Price: 12,099,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Agregasi Trombosit, ALT/SGPT, Asam urat, AST/SGOT, Audiometri, CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring, Echokardiografi, EKG, Fosfatase Alkali (ALP), Gamma GT (GGT), Glukosa Darah 2 Jam PP, Glukosa Darah Puasa, HbA1C, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik), Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Lipoprotein (a) - Lp(a), Makan, MRI Brain, Refraksi, Spirometri, Thorax PA, Tonometri Aplanasi, Treadmill Test, Ureum, Urine Lengkap, USG Abdomen - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Umur: > 25 tahun - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum General Check Up – Platinum Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±5 jam* Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas usia 25 tahun yang ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh atau bagi Anda yang mudah memar tanpa alasan jelas, stamina menurun, hingga sering marasakan nyeri pada bagian dada dan perut. Pemeriksaan kesehatan komprehensif yang disarankan untuk dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun, meliputi: pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati, gula darah, jantung, dan paru-paru, USG Abdomen (perut), pemeriksaan THT dan mata, skrining kanker, HbA1c (rata-rata gula darah 3 bulan terakhir, hingga skrining risiko jantung. Hasil MCU akan diterima dalam waktu ± 1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel - Published: 2026-03-02 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/general-check-up-gold/ - Price: 2,899,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: ALT/SGPT, Asam urat, AST/SGOT, EKG, Glukosa Darah 2 Jam PP, Glukosa Darah Puasa, HbA1C, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik), Kreatinin + eGFR, Makan, Thorax PA, Treadmill Test, Ureum, Urine Lengkap, USG Abdomen - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Umur: > 25 tahun - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum General Check Up – Gold Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±180 menit* Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas usia 25 tahun yang ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh atau bagi Anda yang merasa tubuh mudah lelah, stamina menurun, dan sering merasa nyeri di bagian perut. Pemeriksaan kesehatan mendasar yang disarankan untuk dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun, meliputi: pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati, gula darah, jantung, dan paru-paru dan dilengkapi dengan USG Abdomen (perut). Hasil MCU akan diterima dalam waktu ± 1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel - Published: 2026-03-02 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/general-check-up-silver/ - Price: 1,299,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: ALT/SGPT, Asam urat, AST/SGOT, EKG, Glukosa Darah Puasa, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik), Kreatinin + eGFR, Makan, Thorax PA, Ureum, Urine Lengkap - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum General Check Up – Silver Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas usia 25 tahun yang ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh atau bagi Anda yang merasa tubuh mudah lelah, stamina menurun, hingga sering mengalami pegal dan nyeri. Pemeriksaan kesehatan mendasar yang disarankan untuk dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun, meliputi: pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati, gula darah, jantung, dan paru-paru. Hasil MCU akan diterima dalam waktu ± 1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel - Published: 2026-03-01 - Modified: 2026-03-05 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-sirkumsisi-sukabumi/ - Price: 2,850,000.00 IDR - Lokasi: Sukabumi - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Fasilitas & Layanan Termasuk: Tindakan dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum. Sudah termasuk biaya laboratorium, obat-obatan, dan alat kesehatan. Mendapatkan celana sunat. Termasuk 1x kontrol pasca tindakan. Mendapatkan merchandise menarik. Syarat & Ketentuan: Berlaku untuk pasien dengan jaminan pribadi atau umum. Harga tidak termasuk biaya jika terdapat terapi penyulit atau terapi tambahan lainnya. Promo berlaku hingga 31 Desember 2026 - Published: 2026-03-01 - Modified: 2026-03-05 - URL: https://primayahospital.com/produk/operasi-katarak-phacoemulsifikasi-sukabumi/ - Price: 11,800,000.00 IDR - Lokasi: Sukabumi - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Keunggulan Prosedur: Prosedur penanganan katarak tanpa memerlukan sayatan lebar. Operasi dilakukan dengan mudah, cepat, dan tanpa jahitan. Aman untuk pasien katarak bawaan hingga lansia. Syarat & Ketentuan: Berlaku hanya di Primaya Hospital Sukabumi. Khusus untuk layanan one day care. Berlaku hingga periode akhir Desember 2026. Berlaku untuk pasien dengan jaminan umum dan perusahaan. Tidak berlaku untuk jaminan asuransi. Apabila ada faktor penyulit, biaya akan dibebankan di luar paket. Jika terdapat tindakan di luar paket, akan dikenakan biaya tambahan (add on) - Published: 2026-03-01 - Modified: 2026-03-01 - URL: https://primayahospital.com/produk/aritmia-holter-monitoring-kelapa-gading/ - Price: 4,750,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Cek Irama Jantung, Tanpa Khawatir. Holter BTL (menggunakan kabel) 3 hari – Rp4,75 juta Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Holter CardioScan (menggunakan wireless) 3 hari – Rp6,5 juta 5 hari – Rp9,1 juta Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Syarat dan ketentuan: Berlaku sampai dengan 30 Juni 2026 Sudah termasuk jasa expertise Sudah termasuk biaya administrasi Pemasangan Holter ke pasien hanya di Primaya Hospital Kelapa Gading Untuk konsultasi Dokter Spesialis Jantung Subspesialis Aritmia atau ke Profesor akan dikenakan tambahan biaya Rp150–900 ribu - Published: 2026-03-01 - Modified: 2026-06-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-hemodialisis-kelapa-gading/ - Price: 1,250,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Perawatan Maksimal, Kesehatan Ginjal Optimal HD Reguler 1x terapi Rp1. 250. 000 8x terapi Rp9. 000. 000 HD High Flux 1x terapi Rp1. 950. 000 8x terapi Rp15. 000. 000 HDF 1x terapi Rp2. 700. 000 4x terapi Rp10. 200. 000 - Published: 2026-02-28 - Modified: 2026-02-28 - URL: https://primayahospital.com/produk/persalinan-eracs-bekasi-utara/ - Price: 22,000,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Persalinan ERACS President Suite Rp45. 000. 000 Suite Rp38. 000. 000 Deluxe Rp33. 000. 000 Kelas 1 Rp31. 000. 000 Kelas 2 Rp26. 500. 000 Kelas 3 Rp22. 000. 000 Benefit: Voucher disc vaksin 20% (diluar jasa dokter) Foto Bayi dengan Story Our Birth untuk Deluxe, Suite & President Suite Paket Produk Bayi (Hampers) untuk Kelas 2, Kelas 1, Deluxe, Suite & President Suite Romantic Dinner untuk Paket kelas Suite dan President Suite Akte Kelahiran (Domisili Bekasi) Syarat dan ketentuan: Tindakan Cito / penyulit tidak termasuk (jasa dokter operator, anestesi dan sewa kamar) Tindakan dihari libur diberlakukan perhitungan Cito Paket hanya berlaku untuk pasien umum & berlaku hingga 31 Desember 2026 Penggunaan sesuai dengan obat dan alkes yang telah ditentukan Penambahan hari rawat inap, maka akan dikenakan biaya kamar sesuai tarif umum - Published: 2026-02-28 - Modified: 2026-02-28 - URL: https://primayahospital.com/produk/persalinan-sc-bekasi-utara/ - Price: 21,000,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket: President Suite Rp43. 000. 000 Suite Rp36. 000. 000 Deluxe Rp31. 000. 000 Kelas 1 Rp29. 000. 000 Kelas 2 Rp25. 500. 000 Kelas 3 Rp21. 000. 000 Benefit: Voucher disc vaksin 20% (diluar jasa dokter) Foto Bayi dengan Story Our Birth untuk Deluxe, Suite & President Suite Paket Produk Bayi (Hampers) untuk Kelas 2, Kelas 1, Deluxe, Suite & President Suite Romantic Dinner untuk Paket kelas Suite dan President Suite Akte Kelahiran (Domisili Bekasi) Syarat dan Ketentuan: Tindakan Cito / penyulit tidak termasuk (jasa dokter operator, anestesi dan sewa kamar) Tindakan dihari libur diberlakukan perhitungan Cito Paket hanya berlaku untuk pasien umum & berlaku hingga 31 Desember 2026 Penggunaan sesuai dengan obat dan alkes yang telah ditentukan Penambahan hari rawat inap, maka akan dikenakan biaya kamar sesuai tarif umum - Published: 2026-02-24 - Modified: 2026-02-24 - URL: https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-sakit-kepala-evasari-hospital-jakarta/ - Price: 500,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya CT Scan Brain (Non-Contrast) Rp500. 000 CT Scan Brain Trauma (Non-Contrast) Rp1. 250. 000 Syarat & Ketentuan: Harga sudah termasuk biaya administrasi. Belum termasuk biaya konsultasi Dokter Spesialis. Berlaku untuk jaminan pribadi (umum). Pendaftaran maksimal dilakukan H-1. Promo berlaku hingga 31 Juli 2026. - Published: 2026-02-24 - Modified: 2026-02-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-jantung-sehat-evasari-jakarta/ - Price: 450,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya, Radiologi Paket: CT Scan Heart Calcium Scoring Rp450. 000 Echocardiography Colour Doppler Rp500. 000 CT Scan Angiography Cardiac + Calcium Scoring Rp2. 000. 000 Syarat dan ketentuan: Sudah termasuk biaya administrasi Belum termasuk biaya konsultasi Dokter Spesialis Berlaku untuk jaminan umum Pendaftaran maksimal H-1 Berlaku hingga 31 Juli 2026 - Published: 2026-02-24 - Modified: 2026-02-24 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-kanker-payudara-evasari-jakarta/ - Price: 300,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya, Radiologi Mammography Rp300. 000 USG Mammae Rp300. 000 Syarat dan ketentuan: Belum termasuk biaya konsultasi Dokter Spesialis Berlaku untuk jaminan umum Pendaftaran maksimal H-1 Berlaku hingga 31 Desember 2026 - Published: 2026-02-24 - Modified: 2026-02-24 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-jantung-anak-evasari-jakarta/ - Price: 650,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya Detail Paket: Pemeriksaan: Echocardiography Colour Doppler + Ro Thorax Biaya Administrasi Syarat & Ketentuan: Belum termasuk biaya konsultasi Dokter Spesialis. Berlaku untuk jaminan umum. Pendaftaran maksimal H-1. Berlaku hingga 31 Juli 2026. - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/mcu-imlek-tangerang/ - Price: 888,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Produk Lainnya Prosperity Lunar Package Rp888. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam EKG (Elektrokardiogram) Laboratorium (darah lengkap, urin lengkap, gula darah puasa, dan profil lemak) Syarat dan ketentuan: Paket berlaku untuk pembayaran pribadi/umum Paket berlaku sampai 28 Februari 2026 - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-influenza-tangerang/ - Price: 299,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Vaksin Influenza Anak (Vaksin Tetra) Rp388. 000 Influenza Dewasa (Vaksin Flue Bio) Rp299. 000 Syarat dan ketentuan: Paket berlaku untuk pembayaran pribadi/umum Paket berlaku sampai 31 Desember 2026 - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-influenza-tangerang-2/ - Price: 1,400,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Syarat dan ketentuan: Vaksin dilakukan oleh Dokter Umum Paket berlaku untuk pembayaran pribadi/umum Paket berlaku sampai 31 Desember 2026 - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-meningitis-tangerang/ - Price: 330,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Syarat dan ketentuan: Sudah termasuk E-Sertifikat Vaksinasi (E-ICV) Vaksin dilakukan oleh Dokter Umum Paket berlaku untuk pembayaran pribadi/umum Paket berlaku sampai 31 Desember 2026 - Published: 2026-02-22 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/usg-fetomaternal-bekasi-utara/ - Price: 1,000,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan USG Fetomaternal, Deteksi Gangguan Kehamilan Sejak Dini Pemeriksaan terbaik di waktu yang tepat: Trimester 1 (11–14 Minggu) Trimester 2 (18–24 Minggu) Sesuai Anjuran Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi Subspesialis Kedokteran Fetomaternal Syarat dan ketentuan: Administrasi Konsultasi Dokter Obstetri Ginekologi Subspesialis Kedokteran Fetomaternal 1x Pemeriksaan USG Fetomaternal 1x Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku sampai dengan 31 Desember 2026 - Published: 2026-02-18 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/mcu-imlek-kelapa-gading/ - Price: 600,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up Pastikan kondisi tubuh tetap prima untuk menyambut momen hangat berkumpul bersama keluarga di Tahun Baru Imlek. ACTIVE Rp600. 000 Konsultasi Dokter Umum Pemeriksaan: Postural Analisis, EKG, Thorax AP, Audiometri, Visus Mata & Buta Warna, Spirometri Laboratorium: Glukosa Darah Sewaktu CARDIO PLUS Rp1. 100. 000 Konsultasi Dokter Umum Pemeriksaan: Postural Analisis, EKG,, Expertise, Thorax AP, USG Abdomen, Spirometri Laboratorium: Glukosa Darah Puasa, Total Lipid Syarat dan Ketentuan: Berlaku 11 Februari 2026 – 11 Maret 2026 Berlaku hanya untuk pembayaran pribadi/umum Harga sudah termasuk administrasi dan jasa expertise - Published: 2026-02-18 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-kesehatan-jantung-kelapa-gading/ - Price: 490,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Produk Lainnya Skrining Gangguan Jantung Berdebar Rp490. 000 EKG, USG Echocardiografi Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Subsp. Aritmia Skrining Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung Rp490. 000 CT Calcium Score Telekonsultasi Dokter MCU CT Angiography (Kontras) Rp3. 250. 000 EKG Cek Fungsi Ginjal (Ureum, Kreatinin) Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Syarat dan Ketentuan Berlaku 5 Februari – 30 April 2026 Hanya berlaku untuk pasien dengan jaminan umum Sudah termasuk biaya administrasi - Published: 2026-02-18 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/smart-brain-screening-kelapa-gading/ - Price: 990,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Produk Lainnya Smart Brain Screening Deteksi Dini Gejala Organ Otak Anda MRI Brain (Non Kontras) Rp990. 000 Termasuk konsultasi Dokter Spesialis Bedah Saraf Syarat dan Ketentuan: Berlaku 5 Februari – 30 April 2026 Hanya berlaku untuk pasien dengan jaminan umum Sudah termasuk biaya administrasi - Published: 2026-02-17 - Modified: 2026-02-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/deteksi-aktivitas-otak-bekasi-timur/ - Price: 999,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Timur - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Deteksi Aktivitas Otak Rp999. 000 Pemeriksaan EEG Konsultasi Dokter Spesialis Neurologi Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan asuransi dan umum Sudah termasuk administrasi Berlaku hingga 31 Desember 2026 - Published: 2026-02-05 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-kesehatan-pria/ - Price: 999,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Kanker, Skrining Pria Deteksi Dini, Harapan Lebih Berarti Kanker sering berkembang diam-diam. Tapi saat ditemukan lebih awal, peluang hidup dan kualitas hidup bisa jauh lebih baik. Primaya Hospital menghadirkan berbagai paket Skrining Kanker Komprehensif untuk wanita & pria — mulai dari payudara, serviks, pencernaan, hingga nasofaring. Karena bagi kami, skrining bukan cuma soal hasil, tapi tentang mendampingi setiap langkah dengan teknologi terbaik dan kepedulian sepenuh hati. Lindungi diri hari ini. Jaga masa depan mulai sekarang. Skrining Kesehatan Pria Rp2,9 jt Laboratorium: Darah Lengkap + CEA, AFP, CA 19-9, PSA Total Rontgen Thorax USG Whole Abdomen Skrining Pencernaan Rp999. 000 Analisa Feses USG Whole Abdomen Skrining Hidung Rp1,5 jt Konsultasi THT + Endoskopi Penanda Tumor Nasofaring (EBV) - Published: 2026-02-05 - Modified: 2026-06-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-kanker-wanita/ - Price: 599,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Kanker, Skrining Wanita Skrining Kesehatan Wanita Rp2. 300. 000 Cek kesehatan serviks dan payudara untuk deteksi dini kanker wanita. Pap Smear & HPV DNA USG Payudara Skrining Wanita Lengkap Rp5. 200. 000 Pemeriksaan menyeluruh untuk risiko kanker wanita. Pap Smear & HPV DNA USG Payudara Tes darah & penanda tumor Rontgen dada Serviks Sehat Rp1. 710. 000 Deteksi dini kanker serviks. Pap Smear Tes HPV Payudara Sehat Rp599. 000 Cek payudara untuk deteksi benjolan sejak dini. USG Payudara / Mammografi - Published: 2026-01-30 - Modified: 2026-02-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/terapi-uap-tangerang/ - Price: 1,200,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan Paket Nebulizer 6x Rp2,7 jt dengan pemeriksaan dokter Paket Nebulizer 3x Rp1,6 jt dengan pemeriksaan dokter Paket Nebulizer 6x Rp2,3 jt tanpa pemeriksaan dokter Paket Nebulizer 3x Rp1,2 jt tanpa pemeriksaan dokter Syarat dan ketentuan: Paket tidak termasuk Nebulizer Micromist Paket berlaku untuk pembayaran pribadi / umum Paket berlaku sampai 31 Desember 2026 - Published: 2026-01-26 - Modified: 2026-01-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-gizi-dasar/ - Price: 499,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Utara, Evasari, Karawang, Kelapa Gading, Makassar - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Paket Gizi Dasar Rp499. 000 Mengetahui massa otot, lemak, metabolisme, dan status gizi secara akurat. Konsultasi Spesialis Gizi Klinik Bioelectrical Impedance Analysis (BIA / InBody) - Published: 2026-01-26 - Modified: 2026-01-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-nutrigenomik/ - Price: 3,299,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Mengetahui respons genetik tubuh terhadap makanan, metabolisme, risiko penyakit, dan pengelolaan berat badan yang lebih personal Konsultasi Spesialis Gizi Klinik Nutrigenomics Test (70 Gen, 12 Panel) - Published: 2026-01-26 - Modified: 2026-01-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-gizi-prima/ - Price: 2,099,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Utara, Evasari, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Semarang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Konsultasi Spesialis Gizi Klinik Laboratorium (Darah Lengkap, Gula Darah Puasa, Kolesterol Total, LDL, HDL, Trigliserida, Asam Urat, SGPT, Vitamin D, Fungsi Tiroid (TSHs dan FT4) Bioelectrical Impedance Analysis (BIA, inbody) - Published: 2026-01-20 - Modified: 2026-01-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-mcu-narkoba-bekasi-barat/ - Price: 460,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Pemeriksaan Dokter Umum Surat Keterangan Sehat Bebas Narkoba Pemeriksaan 6 parameter Narkotika: Amphetamine Metamphetamine Benzodiazepamine Marijuana Opium Cocain - Published: 2026-01-20 - Modified: 2026-01-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-antenatal-care-anc-bekasi-barat/ - Price: 550,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan ANC Siaga Rp550. 000 1x Konsultasi Spesialis Kebidanan dan Kandungan 1x USG 2D + cetak ANC Utama Rp1. 700. 000 3x Konsultasi Spesialis Kebidanan dan Kandungan 3x USG 2D + cetak ANC Optimal Rp3. 600. 000 6x Konsultasi Spesialis Kebidanan dan Kandungan 6x USG 2D + cetak ANC Paripurna Rp4. 800. 000 6x Konsultasi Spesialis Kebidanan dan Kandungan 6x USG 2D + cetak 1x Konsultasi Subspesialis Fetomaternal 1x USG Fetomaternal - Published: 2026-01-20 - Modified: 2026-01-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-scaling-pasar-kemis/ - Price: 299,000.00 IDR - Lokasi: Depok - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan Scaling gigi atau pembersihan karang gigi adalah tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga profesional untuk membersihkan plak dan karang gigi yang menempel di permukaan gigi yang tidak bisa dihilangkan dengan menyikat gigi biasa. Mengapa scaling gigi penting? Berikut manfaatnya: Mencegah penyakit gusi, seperti radang gusi Menghilangkan bau mulut akibat bakteri Mencegah gigi berlubang Menjaga gigi tetap putih bersih Scaling 1 orang : Rp299. 000 Scaling 3 orang : Rp699. 000 - Published: 2026-01-20 - Modified: 2026-01-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-eswl-pasar-kemis/ - Price: 9,900,000.00 IDR - Lokasi: Pasar Kemis - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Tipe produk: simple - Kategori produk: Produk Lainnya Lepas dari nyeri batu ginjal dengan tindakan ESWL yang aman dan cepat Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan prosedur tindakan untuk memecahkan batu di saluran kemih yang dilakukan dari luar tubuh. - Published: 2025-12-22 - Modified: 2025-12-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/80585/ - Price: 2,739,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Vaksin Perlindungan Jangka Panjang untuk Ibu IBU TANGGUH Vaksin HPV (Gardasil 9) 1 dosis: Rp2. 739. 000 3 dosis: Rp7. 679. 000 Hadiah terbaik untuk Ibu adalah kesehatan, mulai langkah pencegahan hari ini Periode & Ketentuan Harga berlaku 18–31 Desember 2025 Batas redeem hingga 31 Januari 2026 Berlaku untuk pasien jaminan umum/pribadi Pembelian melalui website atau langsung di rumah sakit Pemeriksaan dilakukan di rumah sakit yang dipilih saat pembelian Karena menjaga Ibu hari ini adalah melindungi masa depan buah hati. - Published: 2025-12-10 - Modified: 2026-07-01 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-wisata-kesehatan-karawang/ - Price: 1,499,000.00 IDR - Lokasi: Karawang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Umur: > 25 tahun - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up Paket A Rp3. 499. 000 Konsultasi Dokter Umum Pemeriksaan BiA Audiometri EKG Rontgen Thorax USG Whole Abdomen Laboratorium Lengkap: Darah Lengkap, Glukosa, Urine Lengkap, Kolesterol Total, Fungsi Ginjal, Fungsi Hati, Hepatitis B Paket B Rp2. 499. 000 Konsultasi Dokter Umum EKG Rontgen Thorax Laboratorium Lengkap: Darah Lengkap, Gula Darah, Urine Lengkap, Kolesterol Total, Fungsi Ginjal, Fungsi Hati, Hepatitis B Paket C Rp1. 499. 000 Konsultasi Dokter Umum Laboratorium Lengkap: Darah Lengkap, Gula Darah, Urine Lengkap, Kolesterol Total - Published: 2025-12-03 - Modified: 2025-12-07 - URL: https://primayahospital.com/produk/cardiac-screening-kelapa-gading/ - Price: 590,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Silver Rp 590. 000 Pemeriksaan & Penjelasan Hasil Dokter Umum Pemeriksaan Dokter Spesialis Jantung EKG CT Scan Heart Calcium Scoring Gold Rp 1. 750. 000 Pemeriksaan & Penjelasan Hasil Dokter Umum Pemeriksaan Dokter Spesialis Jantung Laboratorium: Hematologi Lengkap, HbA1C, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Trigliserida EKG Treadmill Test Breakfast Diamond Rp 7. 500. 000 Pemeriksaan & Penjelasan Hasil Dokter Umum Pemeriksaan Dokter Spesialis Jantung Laboratorium: Hematologi Lengkap, HbA1C, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Trigliserida, D-dimer EKG Treadmill Test CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) / Calcium Scoring Echokardiografi Breakfast - Published: 2025-12-02 - Modified: 2025-12-02 - URL: https://primayahospital.com/produk/sectio-caesaria-package-evasari/ - Price: 19,000,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Produk Lainnya Kamar perawatan: Kelas 3 Rp 19. 000. 000 Kelas 2 Rp 22. 500. 000 Kelas 1 Rp 31. 000. 000 Deluxe Rp. 35. 000. 000 Suite Rp 40. 000. 000 President Suite Rp 45. 000. 000 - Published: 2025-11-30 - Modified: 2025-11-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/senior-staycation-and-care-kelapa-gading/ - Price: 6,000,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Umur: Dewasa, Lansia - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya, Skrining Umum Premium care untuk kualitas hidup yang lebih baik Kamar Perawatan Deluxe (One Bed One Room) Visitasi Dokter Umum Thorax AP, EKG Laboratorium: Hematologi Lengkap, Glukosa Darah Sewaktu, Elektrolit Serum (Na, K, Cl), Ureum, Kreatinin + eGFR, AST / SGOT, ALT / SGPT - Published: 2025-11-30 - Modified: 2025-11-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/lifestyle-wellness-screening-kelapa-gading/ - Price: 1,200,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Umur: Dewasa - Tipe produk: variable - Kategori produk: Produk Lainnya, Skrining Umum Basic Rp 1. 200. 000 Pemeriksaan & Penjelasan Hasil Dokter Umum EKG Thorax AP Laboratorium: Hematologi Lengkap, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, LDL, Trigliserida, Urine Lengkap, Glukosa Darah (2 Jam PP), Glukosa Darah (Puasa) Pemeriksaan Postur Tubuh Advance Rp 3. 550. 000 Pemeriksaan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Pemeriksaan & Penjelasan Hasil Dokter Umum Ishihara Test (Stereo Test/Colour Test) EKG Radiologi: Treadmill Test, Thorax AP USG Whole Abdomen Laboratorium: Hematologi Lengkap, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, LDL, Trigliserida, Ureum, Kreatinin eGFR, Kalsium (Ca), Urine Lengkap, Glukosa Darah (2 Jam PP), Glukosa Darah (Puasa) Pemeriksaan Postur Tubuh Breakfast - Published: 2025-11-30 - Modified: 2025-11-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/golden-age-health-screening-kelapa-gading/ - Price: 10,750,000.00 IDR - Lokasi: Kelapa Gading - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: Lansia - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Skrining Umum Basic Rp 10. 570. 000 Pemeriksaan & Penjelasan Hasil Dokter Umum Pemeriksaan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Orthopedi & Jantung T&L Echocardiografi Colour Doppler Radiologi: EKG, Rontgen Thorax AP, BMD 5 Series (Whole Body) Pemeriksaan Postur Tubuh Laboratorium: Hematologi Lengkap, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Trigliserida, Ureum, Kreatinin eGFR, Asam urat, Urine Lengkap, HbA1C, AST/SGOT, ALT/SGPT, Gamma GT (GGT), Neutrophil Alkaline Phosphatase (NAP), Bilirubin Total/Direk/Indirek, Protein Total/Albumin/Globulin, HBsAg, Anti HCV, CEA, CA 15-3, CA 125 Breakfast & Lunch Basic Rp 19. 500. 000 Pemeriksaan & Penjelasan Hasil Dokter Umum Pemeriksaan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Orthopedi, Saraf & Jantung T&L Echocardiografi Colour Doppler Radiologi: MRI Whole Body, BMD 5 Series (Whole Body), Trans Cranial Doppler (TCD) Pemeriksaan Postur Tubuh Laboratorium: Hematologi Lengkap, Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Trigliserida, Ureum, Kreatinin eGFR, Asam urat, Urine Lengkap, HbA1C, AST/SGOT, ALT/SGPT, Gamma GT (GGT), Neutrophil Alkaline Phosphatase (NAP), Bilirubin Total/Direk/Indirek, Protein Total/Albumin/Globulin, HBsAg, Anti HCV, CEA, CA 15-3, CA 125 Breakfast & Lunch - Published: 2025-11-13 - Modified: 2026-07-03 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-dasar-diabetes/ - Price: 899,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Bogor, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Kelapa Gading, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Umur: > 25 tahun, > 35 tahun, > 40 tahun, > 50 tahun, > 60 tahun, < 35 tahun, Dewasa, Lansia - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum Diabetes Dasar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dokter Umum Darah Lengkap Urine Lengkap Glukosa Darah Puasa Glukosa Darah 2 jam pp Hba1c Free meals - Published: 2025-11-13 - Modified: 2026-01-06 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-vaksin-influenza/ - Price: 300,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Vaksin Paket Vaksin Influenza Flubio Vaxigrip Tetra (1 dosis) Vaxigrip Tetra (2 dosis) Vaxigrip Tetra (4 dosis) Combo Influenza + Pneumonia (Prevenar 13) Combo Influenza + Pneumonia (Prevenar 20) Keterangan: Flubio dan Prevenar 20 tidak tersedia di Primaya Hospital Pasar Kemis - Published: 2025-11-05 - Modified: 2025-11-05 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-haji-dan-umroh-evasari/ - Price: 590,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Vaksin Polio & Meningitis Termasuk jasasuntik dokter umum Termasuk biaya administrasi Sudah termasuk sertifikat vaksinasi Internasional (E-ICV) - Published: 2025-11-02 - Modified: 2025-11-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-hari-stroke-comprehensive/ - Price: 5,500,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Karawang, Makassar, Semarang, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Comprehensive Brain Screening Rp5. 500. 000 Dokter Spesialis Saraf Laboratorium (Darah lengkap, Profil lemak darah (HDL/LDL/Kolesterol Total, Trigliserida), Gula darah puasa, HbA1C, D-dimer, Agregasi Trombosit, Fungsi ginjal (Ureum/Creatinin/Asam Urat) Rontgen thorax/dada EKG MRI+MRA Brain (non kontras) - Published: 2025-10-28 - Modified: 2025-11-03 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-hari-stroke-basic/ - Price: 2,500,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Basic Stroke Risk Screening Dokter Spesialis Saraf Laboratorium (Darah lengkap, Profil lemak darah (HDL/LDL/Kolesterol Total, Trigliserida), Gula darah puasa, HbA1C, Fungsi ginjal (Ureum/Creatinin/Asam Urat) USG Doppler Carotis - Published: 2025-10-28 - Modified: 2025-10-28 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-hari-stroke-intermediate-complete/ - Price: 2,700,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up Intermediate Stroke Risk Screening Rp2. 700. 000 Dokter Spesialis Saraf Laboratorium (Darah lengkap, Profil lemak darah (HDL/LDL/Kolesterol Total, Trigliserida), Gula darah puasa, HbA1C, Fungsi ginjal (Ureum/Creatinin/Asam Urat) Rontgen thorax/dada EKG Trans Cranial Doppler (TCD)+Carotis Complete Stroke Risk Screening Rp4. 000. 000 Dokter Spesialis Saraf Laboratorium (Darah lengkap, Profil lemak darah (HDL/LDL/Kolesterol Total, Trigliserida), Gula darah puasa, HbA1C, Fungsi hormon tiroid (Free T4), D-dimer, Agregasi Trombosit, Fungsi ginjal (Ureum/Creatinin/Asam Urat) Rontgen thorax/dada EKG Trans Cranial Doppler (TCD)+Carotis) - Published: 2025-10-26 - Modified: 2026-01-14 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-umrah-meningitis-dan-polio-bekasi-barat/ - Lokasi: Bekasi Barat - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Persyaratan vaksin meningitis/polio: Dalam keadaan FIT (tidak demam, batuk, pilek) Tidak ada alergi terhadap vaksin dan tidak sedang hamil (apabila sedang dalam pengobatan atau sedang mengkonsumsi obat ,mohon konfirmasi ke petugas medis) Tekanan darah normal (di cek pada hari H) Pada saat kedatangannya mendaftar ke bagian administrasi di lantai 1 dengan membawa fotokopi dan ktp asli (apabila belum mempunyai ktp membawa fotokopi kartu keluarga dan aslinya ), dan fotokopi paspor, apabila ada nama tambahan pada halaman ke 2 mohon difotokopi juga. serta menyiapkan lamat email yang aktif. Jika ada pengobatan TB atau kanker atau penyakit autoimun , cuci darah (HD) disertakan surat rekomendasi dari spesialis yang merawat bahwa layak untuk divaksin Vaksin meningitis yang digunakan untuk usia 2 tahun keatas - Published: 2025-09-18 - Modified: 2025-09-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/usg-vaskuler-bekasi-utara/ - Price: 650,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket termasuk Konsultasi Dokter Bedah Toraks dan Vaskuler USG Doppler Vasculer Extremity Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-18 - Modified: 2025-09-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-kanker-serviks-bekasi-utara/ - Price: 4,300,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Paket termasuk Konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Vaksin gardasil 0,5 ml dan jasa tindakan injeksi Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-18 - Modified: 2025-09-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/papsmear-bekasi-utara/ - Price: 850,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket termasuk Konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Papsmear Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-18 - Modified: 2025-09-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-audiometri/ - Price: 400,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket termasuk Konsultasi Dokter Spesialis THT Audiometri Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-18 - Modified: 2025-09-18 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-fisioterapi-bekasi-utara-2/ - Price: 2,600,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket termasuk Konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi 2 modalitas fisioterapi Exercise sederhana ( - Published: 2025-09-15 - Modified: 2025-09-16 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-anc-bekasi-barat/ - Price: 450,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya, Skrining Wanita Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan pemeriksaan kehamilan yang rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin Jasa konsultasi Dokter Spesialis Obgyn USG 2D Administrasi Berlaku untuk jaminan umum dan rawat jalan (Berlaku hanya untuk pasien baru) - Published: 2025-09-15 - Modified: 2025-09-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-nyeri-lutut-bekasi-utara/ - Price: 650,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Ortopedi Genu Sky Line Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan: Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-14 - Modified: 2025-09-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-hari-jantung-sedunia/ - Price: 299,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Essensial Heart Check Up Rp 1. 499. 000 Konsultasi Spesialis Darah lengkap Gula darah puasa KOlesterol total, HDL, LDL, Trigliserida EKG Treadmill Simple Treadmill Rp 899. 000 Konsultasi Spesialis Treadmill Simple EKG Rp 299. 000 Konsultasi Spesialis EKG Syarat dan ketentuan: Batas redeem sampai dengan 31 Desember 2025 Harga special berlaku untuk jaminan umum/pribadi MCU hanya dapat dilakukan di rumah sakit yang dipilih saat pembelian paket - Published: 2025-09-10 - Modified: 2025-09-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-pencernaan-bekasi-utara/ - Price: 900,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket sudah termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam USG Whole Abdomen Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan: Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-10 - Modified: 2025-09-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-prostat-bekasi-utara/ - Price: 850,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Basic Rp850,000 Konsultasi Dokter Spesialis Urologi PSA Total Urine lengkap Biaya administrasi rawat jalan Advance Rp 1,200,00 Konsultasi Dokter Spesialis Urologi PSA Total USG Tractus Urinasry Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-10 - Modified: 2025-09-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/laser-batu-ginjal-rirs-bekasi-barat/ - Price: 75,000,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery) adalah metode penembakan laser untuk batu ginjal/saluran kemih yang tidak bisa dilakukan dengan ESWL, untuk batu multiple, batu keras, atau batu yang letaknya sulit. Sudah Termasuk: 2x tindakan pemasangan DJ Stent dan RIRS/laser batu ginjal Pemeriksaan rontgen, laboratorium Rawat inap selama tindakan Obat-obatan dan alat kesehatan Visit dokter Ruang rawat inap kelas 3 Administrasi Ketentuan: Biaya bila tanpa ada penyulit Berlaku untuk jaminan umum Free upgrade kelas perawatan - Published: 2025-09-10 - Modified: 2025-09-10 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-usg-fetomaternal-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Price: 1,250,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Konsultasi Dokter Obstetri Ginekologi Subspesialis Kedokteran Fetomaternal, USG Fetomaternal - Lokasi: Bekasi Barat - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Deteksi gangguan kehamilan sejak dini dengan USG Fetomaternal Paket termasuk: USG Fetomaternal Konsultan Dokter Obstetri Ginekologi Subspesialis Kedokteran Fetomaternal Print 4x Foto 4D dan diberikan soft file Hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku sampai dengan 31 Desember 2025 - Published: 2025-09-10 - Modified: 2025-09-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/usg-4d-bekasi-utara/ - Price: 850,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Utara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Obgyn USG 4D + Print out/lembar film USG Biaya administrasi rawat jalan Syarat & Ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2025 - Published: 2025-07-20 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/promo-skin-tag-evasari-jakarta/ - Price: 500,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Tindakan untuk menghilangkan kutil Harga mulai 500. 000 Pendaftaran maksimal H-1 Berlaku sampai dengan 31 Desember 2025 - Published: 2025-07-20 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-chemical-peeling-evasari-jakarta/ - Price: 450,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Pendaftaran maksimal H-1 Berlaku sampai dengan 31 Desember 2025 - Published: 2025-07-20 - Modified: 2025-07-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-kombo-evasari-jakarta/ - Price: 2,000,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Pendaftaran maksimal H-1 Berlaku sampai dengan 31 Desember 2025 - Published: 2025-07-17 - Modified: 2025-07-17 - URL: https://primayahospital.com/produk/annual-employee-health-check-up/ - Price: 5,799,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: ALT/SGPT, Asam urat, AST/SGOT, Audiometri, CEA, EKG, Fosfatase Alkali (ALP), Gamma GT (GGT), Glukosa Darah 2 Jam PP, Glukosa Darah Puasa, HbA1C, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter Spesialis Mata, Konsultasi Dokter Umum, Kreatinin + eGFR, Lipoprotein (a) - Lp(a), Refraksi, Thorax PA, Tonometri, Treadmill Test, Trigliserida, Ureum, Urine Lengkap, USG Abdomen - Lokasi: Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Semarang, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Umur: > 25 tahun - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Pra-Karyawan Annual Employee Health Check Up Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±5 jam* Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas usia 25 tahun yang ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh atau bagi Anda yang mudah memar tanpa alasan jelas, stamina menurun, hingga sering merasakan nyeri pada bagian dada dan perut. Pemeriksaan kesehatan komprehensif yang disarankan untuk dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun, meliputi : pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati, gula darah, jantung, paru-paru, USG Abdomen (perut), pemeriksaan THT dan mata, skrining kanker, HbA1c (rata-rata gula darah 3 bulan terakhir), hingga skrining risiko jantung. Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2025-07-09 - Modified: 2025-07-09 - URL: https://primayahospital.com/produk/schooler-medical-check-up/ - Price: 2,709,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Produk Lainnya Schooler Medical Check Up (6-11 YO) Rp2. 709. 000 Konsultasi Dokter Umum Konsultasi Dokter Spesialis Anak Konsultasi Dokter Spesialis Mata Konsultasi Dokter Spesialis Gigi Hematologi Lengkap Vitamin D 25-OH Serum Iron (SI) TIBC Free T4 (FT4) TSHs Urine Lengkap Glukosa Darah (Sewaktu) AST/SGOT ALT/SGPT Kreatinin + eGFR Ureum Refraksi Schooler Medical Check Up (12-18 YO) Rp3. 119. 000 Konsultasi Dokter Umum Konsultasi Dokter Spesialis Anak Konsultasi Dokter Spesialis Mata Konsultasi Dokter Spesialis Gizi Konsultasi Dokter Spesialis Gigi Hematologi Lengkap Vitamin D 25-OH Serum Iron (SI) TIBC Free T4 (FT4) TSHs Kolesterol Total Kolesterol HDL Kolesterol LDL Trigliserida Urine Lengkap Glukosa Darah (Puasa) AST/SGOT ALT/SGPT Kreatinin + eGFR Ureum Refraksi - Published: 2025-07-08 - Modified: 2025-07-08 - URL: https://primayahospital.com/produk/pre-schooler-medical-check-up/ - Price: 1,699,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Calon Pelajar Konsultasi Dokter Umum Konsultasi Dokter Spesialis Anak Konsultasi Dokter Spesialis Mata Konsultasi Dokter Spesialis Gigi Hematologi Lengkap Vitamin D 25-OH Serum Iron (SI) TIBC Refraksi - Published: 2025-06-16 - Modified: 2025-06-16 - URL: https://primayahospital.com/produk/usg-4d-bekasi-timur/ - Price: 999,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Timur - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Pemeriksaan USG 4D memungkinkan visualisasi janin yang lebih detail untuk membantu dokter dalam mendeteksi tumbuh kembang bayi secara lebih akurat. Selain manfaat medis, USG 4D juga menjadi cara yang indah untuk membangun ikatan emosional dengan si kecil sejak dini. Banyak ibu dan ayah merasa lebih terhubung dan siap menjalani masa kehamilan setelah momen ini! - Published: 2025-06-15 - Modified: 2025-06-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/percutaneous-coronary-intervention-bekasi-barat/ - Price: 73,500,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Percutaneous Coronary Intervention adalah prosedur medis yang bertujuan untuk membuka penyumbatan pada arteri koroner (Pembuluh darah jantung) yang menyebabkan penyempitan atau tersumbat. Sudah termasuk: Tindakan dan visitasi dokter Obat selamadi rumah sakit dan obat pulang Alat kesehatan Rawat inap CVCU (1 hari) Rawat inap VIP (1 hari) Voucher free echocardiografi - Published: 2025-06-15 - Modified: 2025-06-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/coronary-angiography-bekasi-barat/ - Price: 11,900,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Coronary Angiography merupakan prosedur diagnostik yang digunakan untuk memvisualisasikan arteri koroner (pembuluh darah yang memasok darah ke jantung). Prosedur ini membantu mendeteksi penyempitan / penyumbatan arteri koroner yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Sudah termasuk: Tindakan dokter dan obat Ruangan One Day Care (1 hari) Rontgen thoraks Laboratotium Free Echocardiografi - Published: 2025-06-15 - Modified: 2025-06-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-jantung-inco-sorowako-2/ - Price: 1,555,000.00 IDR - Lokasi: Sorowako - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Skrining jantung bukan untuk yang sakit, tapi untuk yang ingin tetap sehat Melakukan skrining secara berkala sangatlah penting, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, perokok, memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes. Paket termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Biaya administrasi EKG Treadmill test Cek profile lipid - Published: 2025-05-27 - Modified: 2025-05-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/pemeriksaan-genomik-nutrigenomik-hertasning/ - Price: 4,961,000.00 IDR - Lokasi: Hertasning - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Ketahui rekomendasi pengelolaan berat badan yang paling sesuai dengan karakteristik genetikmu, sehingga dapat membantu mencegah penyakit kronis - Published: 2025-05-27 - Modified: 2025-05-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/okupasi-terapi-kombinasi-fisioterapi-hertasning/ - Price: 915,000.00 IDR - Lokasi: Hertasning - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Keluhan yang dirasakan: Pasien pasca stroke Post amputasi Frozen shoulder Kelemahan pada otot Pasien dengan gangguan motorik dan sensorik Anak cerebral palsy Pasien anak atau dewasa dengan gangguan keseimbangan tubuh - Published: 2025-05-27 - Modified: 2025-05-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/medical-check-up-for-athlete-bekasi-timur/ - Price: 350,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Timur - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Basic Rp 350. 000 EKG Konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Executive Rp 600. 000 EKG SGOT, SGPT, Ureum, Creatinin + eGFR Konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga - Published: 2025-05-26 - Modified: 2025-05-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/dermal-infusion-primaya-evasari/ - Price: 400,000.00 IDR - Lokasi: Evasari - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Dermal Infusion adalah treatment modern yang menggabungkan eksfoliasi, pembersihan pori, dan penyerapan serum aktif secara bersamaan - Published: 2025-05-25 - Modified: 2025-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/okupasi-terapi-dewasa-hertasning/ - Price: 765,000.00 IDR - Lokasi: Hertasning - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Kesulitan bergerak setelah stroke atau cedera? Primaya Hospital Hertasning hadir dengan Paket Okupasi Terapi Dewasa hanya di Rp765. 000! Jika Anda mempunyai keluhan seperti kelemahan pada otot, frozen shoulder, maupun gangguan keseimbangan, terapi ini dapat membantu pemulihan fungsi tubuh dan kemandirian aktivitas harian Anda! - Published: 2025-05-25 - Modified: 2025-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/tumbuh-kembang-anak-hertasning/ - Price: 765,000.00 IDR - Lokasi: Hertasning - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Apakah si kecil menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan, gangguan perilaku, atau kesulitan belajar? Jangan tunggu lama, segera jadwalkan konsultasi di Primaya Hospital Hertasning! Cocok untuk anak dengan: Gangguan perkembangan (ASD, ADHD, cerebral palsy, dll) Kesulitan belajar & koordinasi Gangguan tidur, bermain, dan perilaku Gangguan gerak & integrasi sensori - Published: 2025-05-25 - Modified: 2025-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-tht-rawat-jalan-pasar-kemis/ - Price: 750,000.00 IDR - Lokasi: Pasar Kemis - Tipe produk: variable - Kategori produk: Produk Lainnya Keluhan seperti telinga berdenging, hidung tersumbat, suara serak, atau sakit tenggorokan sering kali dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan, gejala-gejala ini bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Yuk, jadwalkan janji kesehatan THT Anda sekarang di Primaya Hospital Pasar Kemis! - Published: 2025-05-22 - Modified: 2025-05-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-sirkumsisi-makassar/ - Price: 3,650,000.00 IDR - Lokasi: Makassar - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Tahukah Anda? Sirkumsisi juga dapat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim anak, mengurangi risiko infeksi, serta mendukung tumbuh kembang si kecil! - Published: 2025-05-16 - Modified: 2025-06-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/kontrol-tekanan-darah/ - Price: 569,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Kontrol Tekanan Darah, Jaga Detak Hidupmu Saatnya Cek Kesehatan Jantung Anda. - Published: 2025-05-07 - Modified: 2025-05-12 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-haji-dan-umroh-makassar/ - Price: 350,000.00 IDR - Lokasi: Makassar - Tipe produk: variable - Kategori produk: Vaksin Vaksin Meningitis Polisakarida Rp350. 000 Masa perlindungan vaksin 3 tahun Vaksin Meningitis Conjugate Rp 950000 Masa prlindungan vaksin 5 tahun Dapat digunakan untuk anak usia - Published: 2025-05-02 - Modified: 2025-05-19 - URL: https://primayahospital.com/produk/heart-monitor-primaya-hospital-makassar/ - Price: 1,558,000.00 IDR - Lokasi: Makassar - Umur: > 25 tahun, > 35 tahun, > 60 tahun, Dewasa, Lansia - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Paket Basic Rp 1. 558. 000,- - Holter Monitoring 24 Jam - 1x Konsultasi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Paket Plus Rp 2. 750. 000,- - Holter Monitoring 24 Jam - Treadmill Test - 1x Konsultasi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Paket Pro Rp 4. 400. 000,- - Holter Monitoring 24 Jam - Treadmill Test - Pemeriksaan Laboratorium : Hormon Tiroid (FT3, FT4, TsHs), Elektrolit Serum, Magnesium - 1x Konsultasi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Paket Ultimate Rp 6. 180. 000,- - Holter Monitoring 24 Jam - Treadmill Test - USG Jantung - Rekam Jantung - Pemeriksaan Laboratorium : Hormon Tiroid (FT3, FT4, TsHs), Elektrolit Serum, Magnesium, Fungsi Ginjal (Ureum, Kreatinin), Kolestrol Total, HDL, LDL, Trigliserida, Gula Darah Sewaktu - 1x Konsultasi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Paket Pemantauan Tekanan Darah 24 Jam Rp 1. 808. 000,- - Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) 24 Jam - Rekam Jantung - 1x Konsultasi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - Published: 2025-04-27 - Modified: 2025-05-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/kesehatan-kulit-wajah-tangerang/ - Price: 5,732,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Umur: > 25 tahun, > 35 tahun, > 60 tahun, < 35 tahun, Dewasa - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Paket Hollywood Glowing Termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Laser Rejuvenation (Whole Face) Paket Skin Rejuvenation Termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Laser Nd Yag (whole Face) Topikal Anestesi Paket Scar Treatment Termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Laser Nd Yag (whole Face) Topikal Anestesi Paket Derma Pigment Termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Laser Nd Yag 1/3 wajah Topikal Anestesi - Published: 2025-04-22 - Modified: 2025-05-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/usg-4d-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Price: 199,000.00 IDR - Lokasi: Pasar Kemis - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: > 35 tahun, > 60 tahun, < 35 tahun, Dewasa - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Yuk, abadikan momen berharga melihat wajah buah hati dan pantau setiap detail perkembangannya dengan USG 4D di Primaya Hospital Pasar Kemis Dapatkan penawaran khusus dalam rangka semangat Kartini, hanya di Rp199. 000! - Published: 2025-04-20 - Modified: 2025-04-20 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-prostat-primaya-hospital-depok/ - Price: 50,000.00 IDR - Lokasi: Depok - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Produk Lainnya, Skrining Umum Menjaga kesehatan prostat kini semakin aman dan mudah dengan layanan skrining kami di Primaya Hospital Depok, melalui berbagai pilihan skrining yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Jadwalkan skrining kesehatan Anda sekarang! - Published: 2025-04-20 - Modified: 2025-11-03 - URL: https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-gangguan-otak-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Price: 1,199,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Otak adalah pusat kendali tubuh kita. Deteksi dini potensi gangguan otak dapat membantu Anda mengambil langkah proaktif untuk otonomi diri yang lebih baik. Jadwalkan pemeriksaan EEG Anda di Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2025-04-20 - Modified: 2025-04-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/terapi-wasir-bekasi/ - Price: 18,000,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Sakit wasir mengganggu aktivitas Anda? Kini ada solusi modern dengan pemulihan lebih cepat melalui terapi radiofrekuensi! Metode ini efektif untuk mengobati wasir dengan gelombang radiofrekuensi yang minimal invasif. Jadwalkan terapi Anda dengan kami di Primaya Hospital Bekasi Barat. - Published: 2025-04-20 - Modified: 2025-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-kelainan-dan-kanker-darah-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Price: 333,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Umur: > 35 tahun, > 60 tahun, < 35 tahun, Dewasa, Lansia - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Kelainan dan kanker darah mungkin tidak menunjukkan gejala awal. Deteksi dini melalui pemeriksaan sederhana dapat membantu mengidentifikasi risiko dan memungkinkan intervensi lebih awal untuk hasil yang lebih baik. Jadwalkan skrining Anda sekarang di Primaya Hospital Bekasi Barat! - Published: 2025-04-18 - Modified: 2025-05-06 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-skrining-diabetes/ - SKU: diabetes - Price: 419,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: ALT/SGPT, Asam urat, AST/SGOT, Glukosa Darah 2 Jam PP, Glukosa Darah Puasa, HbA1C, Hematologi Rutin, Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik), Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Rasio Albumin-Kreatinin Urin, Ureum - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Rajawali Bandung, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Umur: > 25 tahun, > 35 tahun, > 60 tahun, < 35 tahun, Dewasa, Lansia - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Produk Lainnya, Skrining Pria, Skrining Umum, Skrining Wanita Primaya Hospital menghadirkan Paket Skrining Diabetes untuk membantu Anda memantau dan mengelola kondisi gula darah secara komprehensif. Tersedia tiga pilihan paket sesuai kebutuhan: 1. Diabetes Sederhana – Rp 419. 000 Konsultasi Dokter Umum Pemeriksaan Gula Darah Puasa Pemeriksaan HbA1C 2. Diabetes Lengkap – Rp 739. 000 Konsultasi Dokter Umum Pemeriksaan Gula Darah Puasa Pemeriksaan HbA1C Pemeriksaan Darah Rutin Gula Darah 2 Jam Setelah Makan Free Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam 3. Diabetes Prima – Rp 1. 359. 000 Konsultasi Dokter Umum Pemeriksaan Gula Darah Puasa Pemeriksaan HbA1C Pemeriksaan Darah Rutin Gula Darah 2 Jam Setelah Makan Fungsi Hati dan Ginjal Asam Urat Urin Lengkap Rasio Albumin-Kreatinin Urin Free Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Published: 2025-04-15 - Modified: 2025-04-15 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-radioterapi-primaya-hospital-tangerang/ - Price: 20,999,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang efektif, pemeriksaan radiologi menjadi langkah penting untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan radiologi di Primaya Hospital Tangerang! - Published: 2025-04-15 - Modified: 2026-03-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/tindakan-endoskopi-dan-kolonoskopi-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Price: 5,350,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Kesehatan saluran pencernaan penting untuk kualitas hidup Anda. Deteksi dini potensi masalah melalui endoskopi dan kolonoskopi dapat membantu mencegah komplikasi serius. Pelajari lebih lanjut kebutuhan badan Anda dan jadwalkan pemeriksaan di Primaya Hospital Bekasi Barat! - Published: 2025-04-09 - Modified: 2025-04-09 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-fisioterapi-primaya-hospital-sukabumi/ - Price: 600,000.00 IDR - Lokasi: Sukabumi - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Jangan biarkan nyeri dan keterbatasan gerak menghambat aktivitas Anda. Primaya Hospital Sukabumi hadir dengan solusi efektif fisioterapi untuk berbagai kondisi muskuloskeletal, cedera olahraga, pemulihan pasca operasi, dan banyak lagi! - Published: 2025-04-09 - Modified: 2025-05-06 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-massage-pasca-persalinan-sukabumi/ - Price: 350,000.00 IDR - Lokasi: Sukabumi - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: > 25 tahun, > 35 tahun, < 35 tahun, Dewasa - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Masa pasca persalinan adalah waktu yang luar biasa namun menantang bagi tubuh Anda. Saatnya ikut massage di Primaya Hospital Sukabumi dan dapatkan perawatan yang efektif untuk membantu pemulihan fisik dan emosional Anda! - Published: 2025-04-09 - Modified: 2025-05-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-terapi-wicara-primaya-hospital-sukabumi/ - Price: 650,000.00 IDR - Lokasi: Sukabumi - Umur: > 2 tahun, < 35 tahun, Anak-anak/Remaja - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Jangan biarkan kesulitan berbicara menghambat anak Anda dalam berinteraksi dan meraih potensi diri. Primaya Hospital Sukabumi hadir dengan terapi wicara, solusi efektif mulai dari keterlambatan bicara, pelafalan yang kurang jelas, gagap, hingga kesulitan berbahasa! Gold Rp1. 500. 000 Konsultasi Dokter Spesialis (2x) Exercise Semi Intensif (30-60 menit Terapi Wicara (6x) Silver Rp750. 000 Konsultasi Dokter Spesialis (1x) Exercise Semi Intensif (30-60 menit Terapi Wicara (3x) Bronze Rp650. 000 Exercise Semi Intensif (30-60 menit Terapi Wicara (3x) - Published: 2025-03-27 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/women-health-package-primaya-hospital-tangerang/ - Price: 299,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Kanker, Skrining Wanita 1 dari 8 wanita Indonsia berisiko kanker payudara. Jangan tunda lagi deteksi dini demi meningkatkan kesempatan kesembuhan. - Published: 2025-03-25 - Modified: 2026-06-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/skrining-kesehatan-telinga-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Price: 450,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Telinga yang sehat juga penting untuk kualitas hidup yang lebih baik, lho. Yuk, mulai mendengar kebutuhan kesehatan telinga kita dengan skrining di Primaya Hospital Bekasi Barat Pastikan pendengaran Anda tetap #prima tanpa gangguan! Skrining Pendengaran Rp450. 000 Konsultasi Dokter Spesialis THT-BKL Audiometri Telinga Bersih 1 Rp450. 000 Konsultasi Dokter Spesialis THT-BKL Endoscopy THT Telinga Bersih 2 Rp590. 000 Konsultasi Dokter Spesialis THT-BKL Endoscopy THT Irigasi telinga 2 sisi - Published: 2025-03-23 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/coronary-risk-check-up/ - Price: 12,000,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Agregasi Trombosit, ALT/SGPT, Asam urat, AST/SGOT, CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring, Echokardiografi, EKG, Fosfatase Alkali (ALP), Gamma GT (GGT), Glukosa Darah Puasa, HbA1C, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter Spesialis Jantung, Konsultasi Dokter Umum, Kreatinin + eGFR, Prothrombin Time (PT) + INR (Test multiple), Thorax PA, Treadmill Test, Trigliserida, Troponin I, Ureum, Urine Lengkap - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Jaga jantung, jaga hidup dan kesayanganmu - Published: 2025-03-23 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/heart-attack-risk-check-up/ - Price: 2,400,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: CT Scan Heart Calcium Scoring, Konsultasi Dokter Spesialis Jantung - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Jaga jantung, jaga hidup dan kesayanganmu - Published: 2025-03-23 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/comprehensive-heart-check-up/ - Price: 11,500,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Agregasi Trombosit, Apo B (Apolipoprotein B), CK-NAC, CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring, Echokardiografi, EKG, Glukosa Darah Puasa, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter Spesialis Jantung, Konsultasi Dokter Umum, Thorax PA, Treadmill Test, Trigliserida, Troponin I, USG ABI (Ankle Brachial Index) - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Jaga jantung, jaga hidup dan kesayanganmu - Published: 2025-03-20 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/pijat-bayi-primaya-hospital-semarang/ - Price: 560,000.00 IDR - Lokasi: Semarang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Sebagai orang tua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil, bukan? Salah satu cara untuk mendukung tumbuh kembangnya adalah dengan pijat bayi! Pijat bayi bukan hanya membantu si kecil tidur lebih nyenyak, tapi juga mendukung relaksasi dan kesehatan tubuhnya. Primaya Hospital Semarang hadir dengan perawatan untuk bayi Anda yang lebih nyaman, bahagia, dan tumbuh dengan sehat! Paket sudah termasuk: 4x Pijat bayi Sesi konsultasi dengan bidan Pijat bayi dilakukan oleh bidan terlatih - Published: 2025-03-20 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-kesehatan-wanita-primaya-hospital-semarang/ - Price: 600,000.00 IDR - Lokasi: Semarang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Skrining kesehatan wanita membantu mendeteksi masalah kesehatan seperti kanker serviks, payudara, gangguan hormonal yang mungkin tidak menunjukkan gejala awal. Dengan deteksi dini di Primaya Hospital Semarang, Anda dapat mengambil langkah pencegahan lebih cepat dan menjalani hidup yang lebih sehat! Pilihan paket: Vaksin HPV: Rp4. 595. 000 Vaksin 3x oleh dokter umum Konsultasi dengan Dokter Spesialis Obgyn Vaksin HPV 9: Rp8. 750. 000 Vaksin 3x oleh Dokter Umum Konsultasi dengan Dokter Spesialis Obgyn Perlindungan virus HPV yang lebih luas Skrining Payudara: Rp888. 000 USG dilakukan oleh Dokter Radiologi Subspesiais Woman Imaging Konsultasi dengan Dokter Subspesiais Onkologi Papsmear: Rp600. 000 Konsultasi dengan Dokter Spesialis Obgyn Pengambilan sample oleh Dokter Spesialis Obgyn Hasil papsmear oleh Dokter Spesialis - Published: 2025-03-20 - Modified: 2025-05-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-primaya-hospital-semarang/ - Price: 12,500,000.00 IDR - Lokasi: Semarang - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: > 25 tahun, > 35 tahun, < 35 tahun, Dewasa - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Kami memahami betapa pentingnya persiapan yang matang untuk memastikan pengalaman persalinan yang aman, nyaman, dan penuh perhatian Primaya Hospital Semarang menyediakan Layanan Persalinan Spesial dan lengkap untuk mendukung kebutuhan persalinan Anda dengan Full Happiness! Fasilitas sudah meliputi: Paket Sectio rawat inap selama 4 hari 3 malam Paket ERACS atau Normal rawat inap selama 3 hari 2 malam Home visit oleh bidan 1x post rawat inap Pijat bayi oleh bidan Senam hamil selama hamil sampai menjelang persalinan Pemeriksaan laboratorium untuk bayi (golongan darah, TSH, bilirubin, darah rutin) Skrining pendengaran bayi (OAE) Vaksin untuk bayi (Polio dan Hepatitis B) Upgrade kamar rawat inap Paket termasuk pelayanan ibu dan bayi Penjemputan dengan Ambulance Primaya* Obat selama perawatan* Obat pulang* - Published: 2025-03-19 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-mudik-prima/ - Price: 120,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Asam urat, Glukosa Darah Puasa, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter Umum - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum - Tag Produk: Campaign Mudik Mudik Tenang, Sehat Terjaga! Primaya Hospital Selalu Ada! Sebelum berangkat mudik, pastikan kesehatanmu dalam kondisi prima! Paket Mudik PRIMA + Booster Vit C Rp299. 000 Konsultasi Dokter Umum Glukosa Darah (Puasa) Asam Urat Kolesterol Total Vitamin C 1000 MG Paket Mudik PRIMA Rp250. 000 Konsultasi Dokter Umum Glukosa Darah (Puasa) Asam Urat Kolesterol Total Paket Booster Vit C Rp120. 000 Konsultasi Dokter Umum Vitamin C 1000 MG Jangan sampai masalah kesehatan mengganggu momen bahagia bersama keluarga. - Published: 2025-03-17 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/voucher-peserta-pruactive/ - Price: 119,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki, Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Selamat! Jika kamu berhasil menyelesaikan tantangan Lari & Jalan 21K PRUActive Virtual 2025, ada hadiah spesial menantimu! ? ? ? ? E-Voucher Hemat Suntik Vitamin C di seluruh Primaya Hospital ? ? ? ? ? ? ? ? Dari Rp 199. 000 Hanya Rp 119. 000! *? ? ? ? Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap bugar! ? ? ? ? Jangan sampai terlewat! Promo ini hanya berlaku dari 20 Maret – 20 April 2025. ? ? ? ? Cara Klaim Voucher: Lakukan reservasi minimal H-3 melalui website Primaya Hospital Pastikan kamu adalah peserta yang telah menyelesaikan tantangan 21K Tukarkan e-voucher di Primaya Hospital terdekat ? ? ? ? KLIK DI SINI UNTUK RESERVASI ? ? ? ? Tetap sehat, tetap aktif, dan nikmati manfaatnya! ? ? ? ? - Published: 2025-03-16 - Modified: 2026-06-12 - URL: https://primayahospital.com/produk/radial-shock-wave-therapy/ - Price: 700,000.00 IDR - Lokasi: Pasar Kemis - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Primaya Hospital Pasar Kemis hadir dengan Terapi Gelombang Kejut RSWT (Radial Shock Wave Therapy), solusi efektif untuk mengatasi nyeri pada jaringan lunak yang non-invasif! Terapi ini memakai gelombang suara berenergi tinggi yang ditargetkan pada pain point tertentu untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mempercepat pemulihan jaringan. Segera daftarkan diri Anda untuk tubuh yang lebih nyaman! Pilihan Paket: 1x Terapi: Rp700. 000 3x Terapi: Rp1. 800. 000 6x Terapi: Rp3. 400. 000 Sudah termasuk dengan: Tindakan RSWT sesuai indikasi Konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi Biaya administrasi - Published: 2025-03-16 - Modified: 2025-05-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-tumbuh-kembang-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Price: 1,100,000.00 IDR - Lokasi: Pasar Kemis - Umur: Anak-anak/Remaja - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Primaya Hospital Pasar Kemis berkomitmen untuk memberikan perawatan yang tepat agar anak Anda bisa mencapai perkembangan optimal sejak dini! Kami hadir dengan pilihan jenis terapi terdiri dari: Paket Fisioterapi Terapi Okupasi Terapi Wicara Layanan yang diberikan: 6x Terapi: Rp1. 100. 000 Keterangan: Terapi sebanyak 6x kunjungan Sudah termasuk biaya administrasi 6x kunjungan Pelayanan terapi selama 60 menit Belum termasuk konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi - Published: 2025-03-16 - Modified: 2025-05-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-vaksin-primaya-hospital-semarang/ - Price: 520,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Vaksin HPV (Cervarix), Vaksin HPV (Gardasil), Vaksin Influenza, Vaksin Pneumonia, Vaksin Prevenar - Lokasi: Semarang - Umur: Anak-anak/Remaja - Tipe produk: variable - Kategori produk: Vaksin Sebagai orang tua, tentu Anda ingin melihat buah hati tumbuh sehat dan ceria setiap hari. Salah satu cara terbaik untuk melindungi mereka dari penyakit berbahaya adalah dengan memberikan vaksinasi yang tepat ? ? ? ? Di Primaya Hospital Semarang, kami siap membantu Anda memberikan perlindungan maksimal bagi si kecil melalui vaksinasi yang aman dan efektif! Pilihan Paket: Vaksin Inflluenza: Rp520. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Anak Vaksin Influenza (Vaxigrip Tetra) Vaksin Pneumonia: Rp1. 470. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Anak Vaksin Prevenar 13 Vaksin Rotateq: Rp1. 800. 000 3x Konsultasi Dokter Spesialis Anak 3x Vaksin Rotateq (Pentavalen) Vaksin DPT: Rp3. 750. 000 3x Konsultasi Dokter Spesialis Anak 3x Vaksin DPT+ (Infanrix) Vaksin HPV: Rp4. 595. 000 3x Konsultasi Dokter Spesialis Anak 3x Vaksin Gardasil (Quadrivalent HPV) Vaksin HPV 9: Rp8. 750. 000 3x Konsultasi Dokter Spesialis Anak 3x Vaksin Gardasil (Quadrivalent HPV) - Published: 2025-03-16 - Modified: 2025-05-04 - URL: https://primayahospital.com/produk/senam-hamil-primaya-hospital-semarang/ - Price: 240,000.00 IDR - Lokasi: Semarang - Jenis Kelamin: Wanita - Umur: > 25 tahun, > 35 tahun, < 35 tahun, Dewasa - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Senam Hamil tidak hanya bisa menjaga tubuh tetap aktif, tetapi juga mempersiapkan fisik dan mental untuk persalinan yang lancar! Paket Senam Hamil Primaya Hospital Semarang dirancang khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit, meningkatkan sirkulasi darah, dan membuat tubuh Anda lebih fleksibel ? ? ? ? Paket termasuk: 4x Senam Hamil Sesi konsultasi dengan bidan Pemeriksaan denyut jantung janin dengan doppler Snack Dapatkan 1x Sesi Senam Hamil & Special Gift Gratis! - Published: 2025-03-13 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-haji-dan-umroh-primaya-evasari-hospital/ - Price: 399,999.00 IDR - Lokasi: Evasari - Tipe produk: variable - Kategori produk: Vaksin Siap untuk perjalanan Anda ke Tanah Suci? Sebelum berangkat, pastikan Anda melindungi diri dengan vaksin meningitis untuk menjaga kesehatan selama umroh! Primaya Evasari Hospital menyediakan layanan vaksinasi meningitis yang cepat dan aman agar Anda dapat menjalani ibadah umroh tanpa khawatir akan risiko kesehatan! Pilihan Paket: Best Value (Meningitis, Influenza, Pneumonia): Rp1. 659. 999 Paket Meningitis: Rp399. 999 Paket Influenza: Rp429. 999 Paket Pneumonia: Rp1. 179. 999 Sudah termasuk Sertifikat Vaksinasi (Buku Kuning) - Published: 2025-03-13 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/jantung-sehat-primaya-hospital-semarang/ - Price: 838,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring, Echokardiografi, Konsultasi Dokter Spesialis Jantung, Treadmill Test - Lokasi: Semarang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Jantung Jantung yang sehat adalah kunci untuk hidup yang panjang dan penuh energi. Namun, seringkali kita mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan jantung hingga terlambat. Primaya Hospital Semarang mengajak Primayans untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan hati Anda dengan skrining jantung! Pilihan Paket: Skrining Jantung (Echo): Rp838. 000 Jantung Kuat: Rp899. 000 Jantung Prima: Rp1. 350. 000 Jantung Sehat: Rp5. 480. 000 Dapatkan Immune Booster gratis di setiap pembelian Rp1. 000. 000 ! - Published: 2025-03-11 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/general-check-up-titanium/ - Price: 29,050,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum Titanium Wanita Rp 33. 650. 000 Konsultasi Dokter Umum Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Konsultasi Dokter Spesialis THT Konsultasi Dokter Spesialis Mata Konsultasi Dokter Spesialis Saraf Konsultasi Dokter Spesialis Kandungan Konsultasi Dokter Spesialis Gigi Hematologi Lengkap Urine Lengkap Glukosa Darah (Puasa) Glukosa Darah (2 Jam PP) HbA1C AST/SGOT ALT/SGPT Kreatinin + eGFR Ureum Asam urat Kolesterol Total Kolesterol HDL Kolesterol LDL Trigliserida Gamma GT (GGT) Fosfatase Alkali (ALP) Lipoprotein (a) - Lp(a) Agregasi Trombosit HBsAg Anti HBs Anti HCV Rasio Albumin-Kreatinin Urin Vitamin D 25-OH CEA AFP (Alfa Feto Protein) CA 19-9 Free T4 (FT4) TSHs D-dimer Rheumatoid Factor (RF) Kalsium (Ca) Fosfor Prothrombin Time (PT) + INR (Test multiple) Pap Smear Thin Prep HPV DNA Genotyping FSH Estradiol CA 15-3 CA 125 Thorax PA USG Whole Abdomen Panoramic BMD 5 Series (Whole Body) CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring MRI + MRA Brain USG Mammae EKG Treadmill Test Refraksi Tonometri Aplanasi/Schiotz Audiometri Echokardiografi Spirometri Pap Smear Liquid Titanium Pria Rp 29. 050. 000 Konsultasi Dokter Umum Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Konsultasi Dokter Spesialis THT Konsultasi Dokter Spesialis Mata Konsultasi Dokter Spesialis Saraf Konsultasi Dokter Spesialis Gigi Hematologi Lengkap Urine Lengkap Glukosa Darah (Puasa) Glukosa Darah (2 Jam PP) HbA1C AST/SGOT ALT/SGPT Kreatinin + eGFR Ureum Asam urat Kolesterol Total Kolesterol HDL Kolesterol LDL Trigliserida Gamma GT (GGT) Fosfatase Alkali (ALP) Lipoprotein (a) - Lp(a) Agregasi Trombosit HBsAg Anti HBs Anti HCV Rasio Albumin-Kreatinin Urin Vitamin D 25-OH CEA AFP (Alfa Feto Protein) CA 19-9 Free T4 (FT4) TSHs D-dimer Rheumatoid Factor (RF) Kalsium (Ca) Fosfor Prothrombin Time (PT) + INR (Test multiple) Free PSA Thorax PA USG Whole Abdomen Panoramic BMD 5 Series (Whole Body) CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring MRI + MRA Brain EKG Treadmill Test Refraksi Tonometri Aplanasi/Schiotz Audiometri Echokardiografi Spirometri - Published: 2025-03-06 - Modified: 2026-05-21 - URL: https://primayahospital.com/produk/ortopedi-osteoporosis-risk-screening/ - Price: 699,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: BMD 5 Series (Whole Body), Konsultasi Dokter Spesialis Orthopedi - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up Cegah lebih awal, untuk gerak yang leluasa - Published: 2025-03-06 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/urologi-healthy-prostat-screening/ - Price: 1,500,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Konsultasi Dokter Spesialis Urologi, Konsultasi Dokter Umum, Kreatinin + eGFR, Ureum, Urine Lengkap, USG Tractus Urinary - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Jenis Kelamin: Laki - Laki - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Pria Sehatkan saluran berkemih, jaga kualitas hidup anda - Published: 2025-03-06 - Modified: 2025-03-26 - URL: https://primayahospital.com/produk/brain-risk-assesement/ - Price: 5,900,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Agregasi Trombosit, Glukosa Darah Puasa, HbA1C, Hematologi Lengkap, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter Spesialis Saraf, Konsultasi Dokter Umum, Lipoprotein (a) - Lp(a), MRI Brain, Trigliserida - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Depok, Karawang, Makassar, Semarang, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum Jaga kesehatan otak, cegah masalah sejak dini - Published: 2025-03-06 - Modified: 2025-04-22 - URL: https://primayahospital.com/produk/brain-cephalgia-risk-assesement/ - Price: 6,900,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: CT Scan Brain, CT Scan Cervical Soft Tissue (Leher), D-dimer, Hematologi Lengkap, Konsultasi Dokter Spesialis Gigi, Konsultasi Dokter Spesialis Saraf, Konsultasi Dokter Umum, Panoramic - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Produk Lainnya, Skrining Umum Jaga kesehatan otak, cegah masalah sejak dini - Published: 2025-03-03 - Modified: 2025-10-02 - URL: https://primayahospital.com/produk/medical-check-up-my-first-time-primaya-hospital-semarang/ - Price: 570,000.00 IDR - Lokasi: Semarang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum Silver Rp 570. 000 Pemeriksaan Fisik Konsultasi Dokter Radiologi rontgen thoraks Pemeriksaan laboratorium -Urine lengkap -Darah lengkap Gold Rp 1. 448. 000 Pemeriksaan Fisik Konsultasi Dokter Radiologi rontgen thoraks EKG Pemeriksaan laboratorium -Urine lengkap -Darah lengkap -Profil hati -Profil ginjal -Gula Darah -Profil lemak - Published: 2025-02-27 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/vacuum-assisted-breast-biopsy-primaya-hospital-tangerang/ - Price: 32,850,000.00 IDR - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan Metode pengangkatan tumor payudara dengan bantuan vakum dan alat khusus yang yang disebut Mammotome - Published: 2025-02-27 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/say-goodbye-nyeri-lutut-dengan-stem-cell-secretome-primaya-hospital-semarang/ - Price: 2,200,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Injeksi Ha, Konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Konsultasi Dokter Spesialis Orthopedi, X-Ray Genu - Lokasi: Semarang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Salah satu manfaat Stem Cell dan Secretome yaitu unu meregenerasi jaringan, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi lutut yang kebanyakan terjadi karena nyeri Osteoarthritis (OA) Paket Stem Cell Secretome Lutut Sehat Rp 2. 200. 000,- Paket Stem Cell Secretome Lutut Sehat Rp 3. 300. 000,- - Published: 2025-02-18 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-fibroscan-lengkap-primaya-hospital-tangerang/ - Price: 2,999,999.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: ALT/SGPT, Anti HCV, Asam urat, AST/SGOT, FibroScan, Glukosa Darah 2 Jam PP, Glukosa Darah Puasa, HbA1C, HBsAg, Hematologi Rutin, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Kolesterol Total, Konsultasi Dokter Subspesialis Sp. PD-KGEH, Konsultasi Dokter Umum, Kreatinin + eGFR, Trigliserida, Ureum, Urine Lengkap - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan FibroScan dapat mendeteksi gangguan liver dengan tindakan non-invasif, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. - Published: 2025-02-18 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-fibroscan-hemat-primaya-hospital-tangerang/ - Price: 1,499,999.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: FibroScan, Konsultasi Dokter Subspesialis Sp. PD-KGEH - Lokasi: Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan FibroScan dapat mendeteksi gangguan liver dengan tindakan non-invasif, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. - Published: 2025-02-14 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/respiratory-disease-screening/ - Price: 1,339,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Konsultasi Dokter Spesialis Anak / Penyakit Dalam / Paru, Panel Respiratory Disease - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Umum Ketahui penyebab infeksi pernapasan berulangmu Deteksi 24 patogen yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan temasuk virus HMPV - Published: 2025-02-13 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/digestive-cancer-screening-advanced/ - Price: 1,400,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam, MRI Whole Abdomen, USG Abdomen - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Kanker Lakukan deteksi dini untuk kesehatan yang lebih baik. Menurut WHO (2020), terdapat 20 milyar kasus baru kanker dan hampir setengahnya berujung dengan kematian. Digestive Cancer Screening (Basic) Rp1. 400. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam USG Whole Abdomen Digestive Cancer Screening (Advanced) Rp6. 400. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam MRI Whole Abdomen - Published: 2025-02-13 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/lung-cancer-screening/ - Price: 4,900,000.00 IDR - Jenis Pemeriksaan: CA 125, CEA, CT Scan Thorax (Lung - Mediastinum), Cyfra 21-1, Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Onkologi Pulmo / Paru - Lokasi: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Betang Pambelum, Bhakti Wara, Depok, Evasari, Hertasning, Karawang, Makassar, Pasar Kemis, PGI Cikini, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Medical Check Up, Skrining Kanker Lakukan deteksi dini untuk kesehatan yang lebih baik. Menurut WHO (2020), terdapat 20 milyar kasus baru kanker dan hampir setengahnya berujung dengan kematian. - Published: 2025-02-12 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-tindakan-eswl-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Price: 8,999,999.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan, Produk Lainnya Lepas dari nyeri batu ginjal dengan tindakan ESWL yang aman dan cepat - Published: 2025-02-03 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/konsul-dokter-spesialis-gizi-klinik-primaya-hospital-karawang/ - Lokasi: Karawang - Tipe produk: simple - Kategori produk: Produk Lainnya Setelah menikmati makanan yang menggoda seperti makanan berlemak, asin, dan manis, sekarang saatnya kembali kejalur sehat dengan diet dan Gizi Seimbang. Jadi, mari bersama-sama membuat pilihan makanan yang sehat dan Konsultasikan gizi kalian untuk hidup lebih sehat di Primaya Hospital Karawang. - Published: 2025-02-03 - Modified: 2025-03-27 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-influenza-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Price: 465,000.00 IDR - Lokasi: Bhakti Wara - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Lindungi tubuh dari infeksi virus influenza - Published: 2025-02-02 - Modified: 2025-12-03 - URL: https://primayahospital.com/produk/melahirkan-sectio-caesaria-primaya-hospital-karawang/ - Price: 23,999,000.00 IDR - Lokasi: Karawang - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: variable - Kategori produk: Paket Tindakan Kini Telah Hadir PAKET PERSALINAN SC dengan Teknik Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) di Primaya Hospital Karawang. Persalinann caesar Anda akan lebih nyaman dengan pemulihan lebih cepat, perawatan lebih singkat, dan aktif lebih cepat. Konsultasikan terlebih dahulu persalinan Anda bersama Primaya Hospital Karawang. - Published: 2025-01-28 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-eracs-kelas-2-bhakti-wara/ - Price: 20,000,000.00 IDR - Lokasi: Bhakti Wara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi ama rawat inap sang Ibu dan tentunya membuat Ibu lebih cepat beraktivitas kembali. - Published: 2025-01-28 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-eracs-kelas-3-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Price: 15,000,000.00 IDR - Lokasi: Bhakti Wara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi lama rawat inap sang Ibu dan tentunya membuat Ibu lebih cepat beraktivitas kembali. - Published: 2025-01-28 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-hepatitis-b-1-dosis-bhakti-wara/ - Price: 329,000.00 IDR - Lokasi: Bhakti Wara - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Primaya Hospital Bhakti Wara menawarkan paket vaksinasi Hepatitis B yang efektif dan terjangkau untuk melindungi Anda dan keluarga dari penyakit hepatitis B yang serius. Hepatitis B adalah penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan hati dan penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi. - Published: 2025-01-28 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/vaksin-hepatitis-b-3-dosis-bhakti-wara/ - Price: 950,000.00 IDR - Lokasi: Bhakti Wara - Tipe produk: simple - Kategori produk: Vaksin Primaya Hospital Bhakti Wara menawarkan paket vaksinasi Hepatitis B yang efektif dan terjangkau untuk melindungi Anda dan keluarga dari penyakit hepatitis B yang serius. Hepatitis B adalah penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan hati dan penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi. - Published: 2025-01-27 - Modified: 2025-01-30 - URL: https://primayahospital.com/produk/paket-persalinan-eracs-vip-bhakti-wara/ - Price: 26,000,000.00 IDR - Lokasi: Bhakti Wara - Jenis Kelamin: Wanita - Tipe produk: simple - Kategori produk: Paket Tindakan ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi ama rawat inap sang Ibu dan tentunya membuat Ibu lebih cepat beraktivitas kembali. - Published: 2025-01-20 - Modified: 2025-05-25 - URL: https://primayahospital.com/produk/deteksi-dini-penyakit-jantung-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Price: 285,000.00 IDR - Lokasi: Bekasi Barat - Tipe produk: variable - Kategori produk: Medical Check Up, Paket Tindakan, Skrining Jantung Dengan mengetahui kondisi jantung Anda lebih dini, Anda dapat mengambil langkah pencegahan efektif melalui prosedur skrining jantung lengkap serta konsultasi dengan Dokter Spesialis kami untuk pengelolaan kesehatan yang tepat. Jangan tunda untuk memberikan perhatian yang layak bagi jantung Anda, yuk daftar skrining di Primaya Hospital Bekasi Barat! ## Promo - Published: 2024-08-14 - Modified: 2024-08-14 - URL: https://primayahospital.com/promo/laparoskopi-bhakti-wara/ - Promo Location: Pangkalpinang Mini Laparoskopi adalah sebuah Teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar. Selain itu laparoskopi merupakan Teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. Harga paket mulai dari Rp 22. 000. 000,- Paket termasuk Kamar perawatan Jasa tindakan dan visit dokter spesialis Obat-obatan - Published: 2024-08-14 - Modified: 2024-08-14 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-endoskopi-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Promo Location: Pangkalpinang Endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam organ internal Anda. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendiagnosis masalah pada tubuh anda tanpa melakukan pembedahan besar. Endoskopi terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung bagian tubuh mana yang diperiksa. Prosedur ini dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai macam penyakit. Selain itu, endoskopi juga menjadi pemeriksaan penunjang beberapa Tindakan medis, seperti pengambilan sampel jaringan untuk biopsy dan operasi. Berikut adalah jenis prosedur yang paling umum dan dapat dilakukan di Primaya Hospital Bhakti Wara : Endoskopi Bronkoskopi Kolonoskopi Harga paket mulai dari Rp 3. 500. 000,- - Published: 2024-08-05 - Modified: 2024-08-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/gastric-balloon/ - Promo Location: Bekasi Barat Metode penurunan berat badan terkini atasi obesitas Prosedur penurunan berat badan dengan memasang balon tanpa metode operasi dan pembiusan RP 64. 999. 999 - Published: 2024-08-05 - Modified: 2024-08-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/kesehatan-anak-bekasi/ - Promo Location: Bekasi Barat Skrining Masalah Makan Rp 1. 8 jt Konsultasi Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi Metabolik Pemeriksaan laboratorium (Hematologi lengkap, feritin, kultur urin, dan faeses lengkap) Skrining Gangguan Tinggi Badan Rp 3 jt Konsultasi Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi Metabolik Pemeriksaan laboratorium (Hematologi lengkap, vitamin D, Bone Age, dan analisa kromosom - Published: 2024-08-05 - Modified: 2024-08-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/deteksi-neuropathy-bekasi/ - Promo Location: Bekasi Barat Anda memiliki keluhan sering kesemutan, baal, nyeri tanpa penyebab jelas, muncul sensasi terbakar atau sensasi sedang memakai kaos kaki / sarung tangan, kehilangan refleks tubuh, kehilangan kemampuan dalam koordinasi tubuh dan kelemahan pada otot Anda. Segera periksakan diri Anda dengan paket Deteksi Neuripathy untuk mendapatkan terapi yang tepat dan cepat. Rp 5. 766. 000 Paket termasuk: Konsultasi Dokter Neurologi Laboratorium (Hematologi lengkap, HbA1C, Ureum, Creatinin, T3,T4, dan TSH) Pemeriksaan EMG Vitamin B12 - Published: 2024-08-04 - Modified: 2024-08-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-typhoid-primaya-hospital-inco-sorowako/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Sorowako Paket Vaksin Typhoid (Typhim VI) Rp 360. 000 Paket termasuk: Free konsultasi Dokter Umum Umur 2 tahun keatas Berlaku sampai 31 Desember 2024 Syarat dan ketentuan berlaku - Published: 2024-07-25 - Modified: 2024-07-25 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-anak-bekasi/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Bekasi Barat Memperingati Hari Anak Nasional dan HUT 16 Primaya Hospital Bekasi Barat Dison 16% Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan pribadi Diskon hanya untuk harga vaksin Berlaku sampai dengan 31 Agustus 2024 - Published: 2024-07-17 - Modified: 2024-07-17 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-primaya-hospital-makassar/ - Promo Location: Makassar Bius Total Rp 5. 700. 000 Bius Lokal Rp 3. 700. 000 Tindakan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum / Urologi / Bedah Anak Paket sudah termasuk biaya laboratorium, obat-obatan dan celana sunat Untuk pembayaran pribadi / umum Untuk tindakan tanpa penyulit - Published: 2024-07-17 - Modified: 2024-07-17 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-layanan-cabg-primaya-hospital-makassar/ - Promo Location: Makassar Paket Layanan CABG (Operasi Bypass Jantung Koroner) President Suite Rp 252 jt Suite Rp 235 jt Kelas 1 Rp 215 jt Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan pribadi Tidak trmasuk penyulit/komplikasi Tidak termasuk pemeriksaan penunjang pre-op Obat paten, vitamin, suplemen dan non medis dikenakan biaya tambahan diluar paket - Published: 2024-07-09 - Modified: 2024-07-09 - URL: https://primayahospital.com/promo/obesitas/ - Promo Location: Bekasi Barat Obesitas adalah kondisi medis berupa berat badan di atas normal karena penumpukan lemak berlebih. Hal ini terjadi karena asupan kalori lebih tinggi dibandingkan dengan kalori yang digunakan. Weight Loss Program ini menggunakan terapi obat yang aman dikombinasikan dengan pengaturan gizi seimbang oleh Dokter Spesialis Gizi yang berpengalaman. Harga mulai Rp 3. 800. 000 Paket termasuk: 4x pertemuan konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinik 2x pengukuran komposisi tubuh dengan BIA Terapi obat untuk 4 bulan - Published: 2024-07-07 - Modified: 2024-07-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/sirkumsisi-hertasning/ - Promo Location: Hertasning Makassar Bius Total Rp 5. 700. 000 Bius Lokal Rp 3. 700. 000 Tindakan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum / Urologi Paket sudah termasuk biaya laboratorium, obat-obatan dan celana sunat Untuk pembayaran pribadi / umum Untuk tindakan tanpa penyulit - Published: 2024-07-07 - Modified: 2024-10-01 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-hertasning/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Hertasning Makassar Paket Persalinan Normal Suite: Rp 13. 988. 000 Kelas 1: Rp 11. 450. 000 Paket Persalinan Caesar Suite: Rp 25. 800. 000 Kelas 1: Rp 19. 500. 000 Keterangan paket: Rawat inap 4 hari Laboratorium Obat dan alat kesehatan Visit Dokter Foto bayi Pijat bayi Penjemputan ambulance 1 kamar 1 pasien - Published: 2024-07-01 - Modified: 2024-07-01 - URL: https://primayahospital.com/promo/sirkumsisi-sorowako/ - Promo Location: Sorowako Bius Total Rp 5. 700. 000 Bius Lokal Rp 3. 700. 000 Tindakan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum Paket sudah termasuk biaya laboratorium, obat-obatan dan celana sunat Untuk pembayaran pribadi / umum Untuk tindakan tanpa penyulit - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-ginjal-semarang/ - Promo Location: Semarang Paket MCU Fungsi Ginjal Rp 395. 000 Hematologi rutin Kreatinin + eGFR Urine Lengkap Paket Hemodialisa Perdana Rp 1. 540. 000 Konsultasi Dokter Spesialis (Penyakit Dalam) Visit Dokter Umum Hemodialisa (Single Use) Paket Skrining Hemodialisa Rp 1. 215. 000 Hematologi Rutin Kreatinin + eGFR Ureum Anti HIV (Rapid) HBsAg (Rapid) Anti HCV IgM Elektrolit Serum (Na,K,Cl) Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/mri-15t-semarang/ - Promo Location: Semarang Hemat 50% Untuk pasien jaminan umum - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/cuci-darah-semarang/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Semarang Melayani pasien jaminan: Umum Asuransi Perusahaan - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/pemeriksaan-telinga-semarang/ - MCU - Bagian Tubuh: Telinga - Promo Location: Semarang Rp 765. 000 Paket pemeriksaan meliputi: Audiometri Endoskopi telinga bilateral Konsultasi Dokter Spesialis THT-KL - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/immune-booster-semarang/ - Promo Location: Semarang Suntik Vitamin C Rp 99. 000 Sudah termasuk biaya administrasi dan konsultasi dokter umum - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-dpt-semarang/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Semarang Rp 3. 488. 000 Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis anak Vaksin infanrix hexa (3x) dan jasa tindakan vaksinasi - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-hpv-semarang/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Semarang Rp 4. 400. 000 Harga 3x Injeksi Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan Vaksin gardasil dan jasa tindakan injeksi - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-rotateg-semarang/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Semarang Rp 1. 600. 000 Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis Vaksin rotateg 3x - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-influenza-semarang/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Semarang Rp 430. 000 Sudah termasuk: Biaya administrasi Konsultasi dokter spesialis Vaksin dan jasa tindakan vaksinasi dokter spesialis - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-akupunktur-medik-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Location: Bekasi Barat Akupunktur merupakan terapi menggunakan jarum pada lokasi titik akupunktur untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Berbagai kondisi yang dapat ditangani dengan akupunktur seperti membantu mengatasi obesitas dan juga anti aging. Obesitas Rp 5. 265. 400 Anti-aging Rp 5. 265. 400 Obesitas + Anti-aging Rp 6. 475. 000 Paket termasuk: Konsultasi dokter spesialis akupunktur Terapi akupunktur dan elektroakupunktur sebanyak 12x pertemuan Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan umum Promo berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-06-18 - Modified: 2024-06-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/layanan-endoskopi-anak-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Barat Apa yang perlu dilakukan apabila anak menelan benda asing? Bila anak Anda menelan benda asing (magnet, peniti, kancing, mainan, baterai, dsb), segera bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) apalagi jika anak Anda tiba-tiba tidak dapat berbicara, batuk, menangis, sulit bernafas atau nafas berbunyi, sakit perut dan menolak makanan, ataupun muntah-muntah. Pengeluaran benda asingdapat dilakukan dengan prosedur endoskopi, menggunakan alat berbentuk teropong kecil yang akan dimasukkan melalui mulut. Dapatkan layanan endoskopi anak gawat darurat 24 jam pada kasus tertelan benda asing dengan Dokter Anak Fellowship Gastroenterologi Anak di IGD Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-06-10 - Modified: 2024-06-10 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-jantung-inco-sorowako/ - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Skrining Jantung - Promo Location: Sorowako Rp 1. 555. 000 Paket termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Biaya admin EKG Treadmill Cek Profile Lipid Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak dapat digabung dengan promo lain - Published: 2024-06-10 - Modified: 2024-06-10 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-kanker-serviks-primaya-hospital-inco-sorowako/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Sorowako Gardasil (Quadrivalent Huiman) 2x injeksi Rp 2. 800. 000 3x injeksi Rp 4. 000. 000 Harga sudah termasuk konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan - Published: 2024-06-10 - Modified: 2024-06-10 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-kanker-serviks-primaya-hospital-inco-sorowako-2/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Sorowako Gardasil 9 (HPV-9) 2x injeksi Rp 5. 799. 999 3x injeksi Rp 8. 350. 000 Harga sudah termasuk konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan - Published: 2024-06-07 - Modified: 2024-06-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/layanan-ibu-dan-anak-primaya-hospital-makassar/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Makassar Fasilitas: USG 2D, 3D, 4D, Transvaginal, Fetomaternal Vaksinasi dan Imunisasi Kamar Bersalin Kamar Operasi Ruang Perawatan VIP NICU & PICU In Vitro Fertilisation (IVF) Layanan: Obgyn Fetomaternal Onkologi Ginekologi Fertilitas Uroginekologi Anak Jantung Anak Tulang Anak Bedah Anak Gigi Anak - Published: 2024-06-07 - Modified: 2024-06-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/trauma-center-makassar/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Makassar Fasilitas : X-Ray USG CT Scan 126 slices MRI 1. 5 tesla Kamar Operasi Laparascopy Arthroscopy PLDD (Laser Bantalan Tulang) Mikroskop Bedah Saraf ICU Fisioterapi Layanan: Bedah Umum Bedah Tulang Bedah Saraf Bedah Digestif Bedah Urologi Mata THT Bedah Thorax & Vaskuler Bedah Thorax & Endovaskuler Bedah Plastik Rekonstruksi & Estetika Rehab Medik - Published: 2024-06-06 - Modified: 2024-06-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/layanan-jantung-dan-pembuluh-darah-makassar/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Makassar Fasilitas Layanan: Rekam Jantung (EKG) USG Jantung (Echocardiography) Treadmill Test Holter Monitoring 24 jam CT Scan Jantung Pemasangan ring jantung (Primary PCI & Elective PCI) Intravascular Ultrasound (IVUS) Rotablator Coronary Artery Bypass (CABG) Koreksi dan Mengganti Katup Jantung Endovenous Thermal Ablation Endovascular Aneurysm Repair (EVAR) Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR) Revascularization for Peripheral Arterial Occlusive Disease (PAOD) Kelainan Kongenital Pembuluh Darah & Malformasi Pembuluh Darah - Published: 2024-06-06 - Modified: 2024-06-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/layanan-onkologi-makassar/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Makassar Fasilitas: X-Ray USG CT Scan 128 slices MRI 1. 5 tesla Kemoterapi Imunoterapi Kamar Operasi 24 jam Bio Safety Cabinet Pemasangan Akses Vaskular Kemoterapi (Chemoport) Layanan: Poli Bedah Onkologi Poli Hematologi & Onkologi Medik Poli Onkologi TH Poli Onkologi Tulang Poli Onkologi Obgyn - Published: 2024-06-05 - Modified: 2025-07-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/terapi-varises-bekasi-barat/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Barat Laser Varises (EVLA) Salah satu teknik tindakan minimal invasif pada kaki varises dengan menggunakan metode laser sehingga pengerjaan lebih cepat dan waktu pemulihan lebih singkat. Tindakan ini terutama dikerjakan pada pembuluh darah bagian paha. Glue Varises /LEM Tindakan minimal invasif lainnya pada kaki varises dengan menggunakan metode seperti lem yang juga cepat dan waktu pemulihan lebih singkat. Bedanya tindakan ini dikerjakan terutama pada pembuluh darah bagian lutut ke bawah dan pembuluh darah tambahan seperti daerah betis hingga tumit. Terapi kombinasi Laser dan Glue Varises dapat membuat kaki terasa lebih ringan dan keluhan hilang dalam waktu singkat. - Published: 2024-06-05 - Modified: 2024-06-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/li-eswt-bekasi-utara/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Utara Terobosan baru untuk mengatasi disfungsi ereksi sekaligus meningkatkan performa seksual. Memperbaiki suplai darah ke organ intim dengan gelombang kejut intensitas rendah di titik tertentu pada alat vital - Published: 2024-06-05 - Modified: 2024-06-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/eswl-bekasi-utara/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Utara ESWL Bekasi Utara Terapi menghancurkan batu ginjal tanpa pembedahan untuk batu saluran kemih kurang dari 20 mm dengan pemecahan yang menggunakan gelombang kejut - Published: 2024-06-05 - Modified: 2024-06-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/pcnl-bekasi-utara/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Utara Tindakan penghancuran dan pengambilan batu ginjal ukuran besar (> 2 cm) secara minimal invasif dengan insisi pada pinggang sekitar 1,5 cm. - Published: 2024-06-05 - Modified: 2024-06-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/uroflowmetri-bekasi-utara/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Utara Pemeriksaan khusus dibidang urologi untuk mengetahui kualitas pancaran berkemih seseorang. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosis gejaka ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan saat buang air kecil. - Published: 2024-06-05 - Modified: 2024-06-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/rirs-bekasi-utara/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Utara Teknik Operasi Minimal Invasif RIRS dengan Laser Holmiun dan kamera fleksibel merupakan teknik menghancurkan serta mengeluarkan fragmen batu (optimal untuk ukuran > 2 cm) dari ginjal dan saluran kemihtanpa sayatan namun memiliki efektivitas yang tinggi dan unggul dibandingkan metode lain. - Published: 2024-06-05 - Modified: 2024-06-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/hemorrhoidoplasty-bekasi-utara/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Utara Primaya Hospital Bekasi Utara memiliki layanan Laser Hemorrhoideplasty yang merupakan prosedur untuk pengobatan wasir dengan metode laser. Selanjutnya, prosedur akan dilakukan oleh ahli bedah yang memungkinkan pasien untuk mencapai hasil terbaik dan pemulihan lebih cepat sehingga pasien dapat kembali ke rutinitas sehari-hari dengan kualitas hidup lebih baik. Keunggulan: Lebih sedikit potensi risiko dan komplikasi Lebih sedikit rasa sakit Pemulihan cepat - Published: 2024-06-05 - Modified: 2024-06-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/rirs-bekasi-barat/ - Promo Categories: Layanan - Promo Location: Bekasi Barat Tindakan laser batu ginjal dengan metode RIRS adalah prosedur bedah endoskopi yang memungkinkan dokter menjangkau ginjal lewat saluran kemih tanpa melalui operasi terbuka. Tindakan RIRS menggunakan ureteroskop dan teknologi laser untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu ginjal di lokasi yang sulit dijangkau dengan prosedur lain. Keunggulan tindakan RIRS Waktu pemulihan pasien lebih singkat Pasien cukup menjalani rawat inap satu hari Risiko komplikasi minim Perdarahan minim atau bahkan tidak ada Bisa diterapkan pada pasien dewasa dan anak Tidak ada rasa sakit saat prosedur berjalan Tidak membahayakan jaringan ginjal - Published: 2024-06-03 - Modified: 2024-06-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksinasi-influenza-primaya-hospital-inco-sorowako/ - Promo Location: Sorowako Vaksin Influvac Rp 449. 999 Ketentuan: Termasuk konsultasi dokter umum Jasa tindakan vaksin oleh dokter umum Sudah termasuk biaya administrasi Untuk anak: 6 bulan - 17 tahun Untuk dewasa: 18 tahun - 65 tahun - Published: 2024-06-03 - Modified: 2024-06-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-primaya-hospital-inco-sorowako/ - Promo Location: Sorowako Persalinan Normal Suite: Rp 15. 000. 000 Kelas 1: Rp 12. 500. 000 Kelas 3: Rp 10. 000. 000 Persalinan Caesar Suite: Rp 26. 000. 000 Kelas 1: Rp 21. 000. 000 Kelas 3: Rp 16. 000. 000 Paket termasuk: Rawat inap 4 hari Biaya laboratorium, obat dan alat kesehatan Visitasi dokter - Published: 2024-05-26 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/laser-advatx-primaya-evasari-hospital/ - Promo Location: Evasari Jakarta Rayakan kecantikanmu dengan Laser ADVATx yang dapat menangani keluhan kulit dengan instan tanpa anestesi, tanpa rasa sakit, dan tanpa downtime. Laser ADVATx/Gol. Ringan Rp 1. 750. 000 Laser ADVATx/Gol. Sedang Rp 2. 000. 000 Laser ADVATx/Gol. Berat Rp 2. 250. 000 Laser ADVATx/Gol. Khusus Rp 2. 500. 000 - Published: 2024-05-26 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/laser-advatx-primaya-evasari-hospital/ - Promo Location: Evasari Jakarta Laser ADVATx Rayakan kecantikanmu dengan Laser ADVATx yang dapat menangani keluhan kulit dengan instan tanpa anestesi, tanpa rasa sakit, dan tanpa downtime. Laser ADVATx/Gol. Ringan Rp 1. 750. 000 Laser ADVATx/Gol. Sedang Rp 2. 000. 000 Laser ADVATx/Gol. Berat Rp 2. 250. 000 Laser ADVATx/Gol. Khusus Rp 2. 500. 000 - Published: 2024-05-23 - Modified: 2024-05-23 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/paket-akupunktur-primaya-evasari-hospital/ - Promo Location: Evasari Jakarta Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 350. 000 6 sesi Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 200. 000 6 sesi - Khusus Pasien IVF Paket Akupunktur Pasca Stroke Rp. 1. 650. 000 6 sesi - Khusus Pasien Pasca Stroke Paket Akupunktur Pasca Stroke Rp. 3. 300. 000 12 sesi - Khusus Pasien Pasca Stroke Masalah yang dapat ditangani: Kasus nyeri akut ataupun kronis: nyeri punggung bawah, nyeri kepala, nyeri bahu, nyeri lutut, nyeri lambung, nyeri haid Gangguan fungsi organ pencernaan: sembelit, maag, GERD Gangguan kesehatan mental seperti cemas dan sulit tidur (insomnia) Gngguan sistem saraf seperti kelumpuhan pasca stroke, bell's palsy, kesemutan Membantu program hamil pada kasus infertilitas Serta berbagai keluhan kesehatan lainnya - Published: 2024-05-23 - Modified: 2024-05-23 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-akupunktur-primaya-evasari-hospital/ - Promo Location: Evasari Jakarta Paket Akupunktur Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 350. 000 6 sesi Paket Akupunktur Reguler Rp. 1. 200. 000 6 sesi - Khusus Pasien IVF Paket Akupunktur Pasca Stroke Rp. 1. 650. 000 6 sesi - Khusus Pasien Pasca Stroke Paket Akupunktur Pasca Stroke Rp. 3. 300. 000 12 sesi - Khusus Pasien Pasca Stroke Masalah yang dapat ditangani: Kasus nyeri akut ataupun kronis: nyeri punggung bawah, nyeri kepala, nyeri bahu, nyeri lutut, nyeri lambung, nyeri haid Gangguan fungsi organ pencernaan: sembelit, maag, GERD Gangguan kesehatan mental seperti cemas dan sulit tidur (insomnia) Gngguan sistem saraf seperti kelumpuhan pasca stroke, bell's palsy, kesemutan Membantu program hamil pada kasus infertilitas Serta berbagai keluhan kesehatan lainnya - Published: 2024-05-13 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/promo/women-health-screening-primaya-hospital-tangerang/ - Promo Location: Tangerang USG Mammae RP. 637. 999 Termasuk: Hasil expertise Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Onkology Mammography Rp. 439. 999 Termasuk: Hasil expertise Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Onkology Papsmear RP. 448. 800 Termasuk : Konsultasi Dokter Spesialis Obgyn Paket berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-05-13 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/promo/cegah-kanker-serviks/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Tangerang Vaksin Cervarix Rp. 3. 049. 999 Melindungi dari dua Varian Vaksin Gardasil 9 Rp. 7. 749. 999 Melindungi dari 9 Varian Syarat dan Ketentuan: Paket termasuk 3 kali Vaksinasi Tindakan Vaksinasi dilakukan oleh Dokter Umum Hanya berlaku untuk pembayaran Umum Paket berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-05-13 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/immune-booster/ - Promo Categories: Vaksin Flu - Promo Location: Tangerang Cegah penyakit dengan meningkatkan imun tubuh Injeksi Vitamin C Rp. 219. 999 Injeksi Vaksin Influenza Rp. 274. 999 Syarat dan Ketentuan: Booking minimal H-1 sebelum pemeriksaan Pembayaran berlaku hanya untuk Umum Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-05-13 - Modified: 2024-05-13 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-body-shaping-pasca-melahirkan-primaya-hospital-tangerang/ - Promo Location: Tangerang Paket sudah termasuk: Free Tester Healthy Catering 1x Konsultasi dilakukan 4x (dalam 1 bulan) dan analaisa gizi klinik dilakukan di awal dan di akhir sebagai evaluasi Jika pasien berhalangan datang dapat dilakukan via daring pada konsultasi ke 2-4 Pemeriksaan laboratorium - Published: 2024-05-02 - Modified: 2024-05-02 - URL: https://primayahospital.com/promo/brain-health-package-primaya-hospital-bhakti-wara/ - MCU - Bagian Tubuh: Kepala - Promo Location: Pangkalpinang Brain Health Package Rp. 1. 650. 000 Sudah termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Urologi CT Scan Brain Ketentuan: Paket berlaku sampai 31 Desember 2024 Paket belum termasuk obat-obatan - Published: 2024-05-02 - Modified: 2024-05-02 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-pemeriksaan-kehamilan-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Promo Categories: Pemeriksaan Kehamilan - Promo Location: Pangkalpinang Paket Pemeriksaan Kehamilan Rp. 1. 600. 000 Sudah termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Obgyn USG 2D Ketentuan: Paket berlaku sampai 31 Desember 2024 Paket untuk 3x pertemuan Paket belum termasuk obat-obatan - Published: 2024-04-29 - Modified: 2024-04-29 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-cervix-gardasil-9-bekasi-timur/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Bekasi Timur Paket Vaksin Servix Gardasil 9 di Primaya Hospital Bekasi Timur adalah paket layanan medis yang bertujuan untuk melindungi wanita dari risiko terkena kanker serviks. Biaya 1x injeksi vaksin Gardasil 9 dengan harga Rp. 2. 499. 000. Selain itu, paket ini juga sudah termasuk konsultasi dengan dokter umum yang akan memberikan informasi dan penjelasan terkait vaksin kanker serviks serta mengevaluasi kondisi kesehatan pasien sebelum diberikan vaksin. Paket ini juga mencakup jasa tindakan injeksi yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih serta biaya administrasi rawat jalan yang sudah termasuk dalam harga paket. Syarat dan ketentuan: Biaya paket untuk 1x penyuntikan Paket berlaku untuk jaminan umum dan asuransi Harga paket sudah termasuk biaya konsultasi, tindakan oleh dokter umum dan administrasi Masa berlaku paket hingga 31 Desember 2024 Dengan memilih paket ini, wanita dapat merasa lebih tenang dan nyaman karena telah melakukan upaya pencegahan terhadap kanker serviks, salah satu jenis kanker yang dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan. - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksinasi-demam-berdarah-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Bekasi Barat Vaksinasi Demam Berdarah Dosis lengkap melindungi diri dan keluarga dari virus Demam Berdarah Direkomendasikan untuk usia 6-45 tahun Vaksinasi diberikan 2 dosis, dengan jarak antar dosis 3 bulan Rp. 715. 000 1x vaksin DBD 1x konsultasi Dokter Umum Rp. 1. 399. 000 2x vaksin DBD 2x konsultasi Dokter Umum - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-radiologi-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Location: Bekasi Barat Promo Radiologi Potongan harga 15% Untuk layanan: CT Scan MRI Rontgen Panoramic - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-05-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak-primaya-hospital-bekasi-barat/ - MCU - Bagian Tubuh: Mata - Promo Location: Bekasi Barat Dengan Phaco Emulsifikasi, Dokter Spesialis Mata tidak perlu membuat sayatan lebar sehingga operasi katarak dilakukan dengan cepat, mudah, aman dan tanpa jahitan. Operasi ini juga aman untuk semua pasien dengan katarak bawaan hingga pasien lansia. Rp. 8. 299. 000 Syarat dan ketentuan: Tindakan pacho emulsifikasi 1 (satu) mata oleh dokter spesialis mata Termasuk obat, alat kesehatan dan lensa untuk tindakan Termasuk obat bawa pulang pasca operasi Tindakan ODC (One Day Care) Berlaku untuk pasien umum Berlaku sampai bulan Oktober 2024 - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-screening-varises-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Location: Bekasi Barat Paket Screening Varises Rp. 300. 000 Termasuk pemeriksaan: Konsultasi Dokter Bedah Vaskuler / Bedah Thoraks Kardiovaskuler USG Dopler - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-eracs-primaya-hospital-bekasi-barat-2/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Bekasi Barat Paket Persalinan ERACS ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi ama rawat inap sang Ibu dan tentunya membuat Ibu lebih cepat beraktivitas kembali. Kelas 3 Rp. 13. 500. 000 Kelas 2 Rp 17. 000. 000 Kelas 1 Rp. 20. 000. 000 VIP Rp. 21. 500. 000 - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-eracs-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Pangkalpinang Paket Persalinan ERACS ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi ama rawat inap sang Ibu dan tentunya membuat Ibu lebih cepat beraktivitas kembali. VVIP Rp. 28. 299. 000 VIP Rp. 26. 000. 000 Kelas 1 Rp. 23. 000. 000 Kelas 2 Rp. 20. 000. 000 Kelas 3 Rp. 15. 000. 000 Syarat dan ketentuan: Sudah termasuk untuk perawatan bayi sehat Tidak termasuk tindakan CITO atau dengan penyulit - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-10-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-multivitamin-primaya-hospital/ - Promo Location: Pangkalpinang Paket Multivitamin Paket A Rp. 149. 000 Konsultasi Dokter Umum dan injeksi vitamin C Paket B Rp. 250. 000 Konsultasi Dokter Umum dan infus vitamin C Paket C Rp. 299. 000 Konsultasi Dokter Spesialis dan infus vitamin C Sesuai perjanjian - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-tes-narkoba-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Promo Location: Pangkalpinang Paket Tes Narkoba Rp. 380. 000 Biaya sudah termasuk administrasi - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksinasi-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Pangkalpinang Paket Vaksinasi Paket 5IN 1 Rp. 950. 000 Difteri Tetanus Acellular Pertusis Polio Hoemophilus Influenza tipe B Paket 5IN 1 Rp. 1. 120. 000 Difteri Tetanus Acellular Pertusis Hepatitis B Polio Hoemophilus Influenza tipe B Paket sudah termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Anak Jasa tindakan dokter Administrasi - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-05-19 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-gizi-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Location: Bekasi Barat Salah satu peran gizi dalam upaya preventif timbulnya malnutrisi di rumah sakit, yaitu dengan melaksanakan langkah awal berupa skrining gizi. Skrining gizi merupakan proses yang cepat dan sederhana untuk mendeteksi pasien yang berisiko malnutrisi sebelum memasuki proses Nutricion Care Process (NCP)/Proses Asuhan Gizi Terstandart (PAGT). Skrining gizi terbukti mampu mencegah penurunan status gizi yang biasa terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Paket Gizi Rp. 275. 000 Termasuk pemeriksaan: Dokter Gizi Klinik Pengukuran komposisi tubuh dengan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) Paket Gizi + Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rp. 475. 000 Termasuk pemeriksaan: Dokter Gizi Klinik Dokter Spesialis Penyakit Dalam Pengukuran komposisi tubuh dengan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-06-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/ginjal-pada-anak/ - Promo Location: Bekasi Barat Lakukan deteksi dini gangguan ginjal pada anak sebelum terlambat. Gejala gangguan ginjal pada anak antara lain: demam berulang, udah lelah, sesak napas, batuk atau pilek, penurunan produksi urine, dan pembengkakan pada tubuh. Rp 1. 650. 000 Paket termasuk Pemeriksaan Dokter Spesialis Anak Bidang Nephrology Pemeriksaan Tekanan Darah USG Ginjal Pemeriksaan Laboratorium: Ureum, Kreatinin, Elektrolit, dan Urine Lengkap Berlaku untuk jaminan umum - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-deteksi-dini-kanker-kolorektal/ - Promo Location: Bekasi Barat Kanker usus besar/Kolorektal sering kali tidak menimbulkan gejala diawal. Namun jika anda sering mengalami gejala gangguan pencernaan,seperti diareatau sembelit, dan memiliki keluarga yang menderita kanker usus besar, dianjurkan untukberkonsultasi dengan dokter. Makin Awal terdeteksi, kemungkinan kanker usus besar untuk sembuh juga akan makin besar. Promo berlaku di Primaya Hospital Bekasi Barat sampai dengan 31 Desember 2024 Reservasi melalui: Mimi : 0815 1989 0815 Tanti : 0812 8432 8546 Agus : 0812 8258 156 Lusi : 0821 1088 5857 - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-04-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/senam-hamil/ - Promo Categories: Pemeriksaan Kehamilan - Promo Location: Bekasi Barat Senam hamil dan yoga prenatal adalah jenis olahraga yang sesaui untuk ibu hamil Yuk sehat bareng Primaya Bekasi Barat! Biaya Rp. 150. 000,- / pertemuan Setiap hari Sabtu, jam 10. 30-12. 00 Auditorium lantai 7, Primaya Hospital Bekasi Barat - Published: 2024-04-28 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/healthy-skin-energy-booster-infusion-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Location: Bekasi Barat Healthy Skin & Energy Booster Infusion Manfaat vitamin C dan B: mencerahkan warna kulit, sebagai antioksidan, memperlambat kerusakan kulit, rambut, dan kuku akibat radikal bebas, meningkatkan imunitas tubuh, membuat tubuh menjadi lebih berenergi. Injeksi vitamin C dan B Complex Rp 399. 000 Syarat dan ketentuan: Promo berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 Berlaku untuk jaminan umum Dengan perjanjian 1 hari sebelumnya Termasuk konsultasi Dokter Spesialis Dermatologi dan Venerologi - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak-primaya-hospital-depok/ - Promo Location: Depok Paket Termasuk : One Day Care Bersifat Elektif Belum Termasuk Biaya Pemeriksaan laboratorium dan Radiologi (Pre-OP) Syarat & Ketentuan: Berlaku untuk Pasien umum Tidak dapat digabungkap dengan Promo Lain Berlaku di Primaya Hospital Depok - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-sunat-primaya-hospital-depok/ - Promo Location: Depok Paket Termasuk : Tindakan oleh dokter Bedah Umum Pemeriksaan Lab (Hematologi Lengkap, Clotting Time, (CT) dan Bleeding Time Obat Pulang Sudah termasuk biaya administrasi Syarat & Ketentuan: Berlaku untuk Pasien umum Tidak dapat digabungkan dengan promo lain Berlaku di Primaya Hospital Depok - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-fisioterapi-primaya-hospital-depok/ - Promo Categories: Fisioterapi - Promo Location: Depok Paket General Exercise Rp2. 499. 000 10x kedatangan (Free 1x) Paket 2 MOD Rp1. 549. 000 5x kedatangan (Free 1x) Paket 3 MOD Rp2. 199. 000 5x kedatangan (Free 1x) Paket 4 MOD Rp2. 849. 000 5x kedatangan (Free 1x) Paket 5 MOD Rp3. 499. 000 5x kedatangan (Free 1x) Syarat & Ketentuan: Paket dibayarkan pada awal pertemuan Paket tidak bisa diuangkan kembali Paket berlaku max. 2 bulan sejak awal pembayaran Paket harus sesuai dengan program awal yang diberikan dokter Spesialis Kesehatan Fisik dan Rehabilitasi Hanya untuk pembayaran umum - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-kehamilan/ - MCU - Bagian Tubuh: Perut - Promo Categories: Pemeriksaan Kehamilan - Promo Location: Depok Paket ANC Trismester I USG 4D (1x) Konsultasi Dokter Spesialis Obgynn (1x) Paket ANC Trismester II USG 4D (2x) Konsultasi Dokter Spesialis Obgynn (2x) Paket ANC Trismester III USG 4D (3x) Konsultasi Dokter Spesialis Obgynn (3x) Harga Sudah Termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Kandungan USG 4D dan Biaya Administrasi ---- Paket Skrining Kehamilan Pemeriksaan Lab Anti CMV IgM, Anti Rubella IgM, Anti HIV (rapid I), Hbsag, Golongan Darah, Hematologi Rutin, Urine Lengkap, Gula Darah Sewaktu Sudah termasuk Biaya Administrasi - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-jantung-primaya-hospital-sukabumi/ - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Location: Sukabumi BASIC Rp. 1. 500. 000 ADVANCE Rp 4. 750. 000 Syarat dan ketentuan: Paket MCU jantung hanya berlaku untuk pasien umum Penambahan pemeriksaan diluar paket akan dikenakan biaya tambahan Pendaftaran H-1 Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/persalinan-eracs-sukabumi/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Sukabumi Paket Persalinan ERACS Mulai dari Rp. 21. 500. 000 ERACS merupakan metode yang dilakukan untuk pemulihan lebih cepat pasca operasi sesar sehingga dapat mengurangi lama rawat inap sang Ibu dan tentunya membuat ibu lebih cepat beraktivitas kembali. - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-echocardiography-sukabumi/ - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Skrining Jantung - Promo Location: Sukabumi Paket Echocardiography Rp. 1. 225. 000 Syarat dan ketentuan: Paket hanya berlaku unruk pembayaran umum Penambahan pemeriksaan diluar paket akan dikenakan biaya tambahan Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/treadmill-test-sukabumi/ - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Skrining Jantung - Promo Location: Sukabumi Paket Treadmill Test Rp. 1. 005. 000 Syarat dan ketentuan: Paket hanya berlaku unruk pembayaran umum Penambahan pemeriksaan diluar paket akan dikenakan biaya tambahan Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-depok/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Depok Dapatkan Paket Persalinan di Primaya Hospital Depok Paket sudah termasuk: Biaya persalinan Ibu dan paket bayi sehat Antigen untuk pasien dan 1 pendamping pasien Vaksin Hepatitis B untuk bayi Dekorasi kamar, exlusive merchandise dan baby foto mulai dari kelas suite Syarat dan ketentuan: Hanya untuk pembayaran umum Harga berlaku tnpa penyulit / komplikasi Informasi lebih lanjut dapat melalui Primaya Contact Center 1 500 007 - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/pemeriksaan-mri-depok/ - Promo Location: Depok Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah pemeriksaan dengan teknik pengambilan gambar detail organ dari berbagai sudut yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio. MRI aman digunakan untuk ibu hamil dan anak. Metode ini dapat menghasilkan gambar organ yang lebih jelas, termasuk untuk pemeriksaan tumor. Keunggulan MRI diantaranya adalah detail gambar yang tinggi untuk pencitraan jaringan lunak yang tidak menimbulkan risiko dampak radiasi serta gambar yang dihasilkan mempermudah informasi diagnostik. Pemeriksaan MRI dapat membantu mendiagnosis kondisi kesehatan di daerah dada, perut, ataupun panggul. Paket pemeriksaan MRI 1,5 Tesla di Primaya Hospital Depok untuk membantu Anda dan keluarga menjaga kesehatan dengan harga terjangkau. - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-urologi-depok/ - Promo Location: Depok Pernahkah Primayans tahu bahwa masalah kesehatan seperti sakit batu ginjal, gangguan prostat, dan kandung kemih adalah penyakit dibidang urologi Harga: Rp. 909. 000,- Paket sudah termasuk: Konsultasi Dokter Spesialis Urologi USG 2D dengan foto (1 film) Pemeriksaan Laboratorium (PSA Total) Biaya administrasi Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya Berlaku di Primaya Hospital Depok Informasi dan Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0851 7424 8008. Tim kami akan dengan senang hati menjawab pertanyaan Anda, menjadwalkan konsultasi, dan membantu Anda memulai perjalanan menuju pemulihan dari masalah batu ginjal. Percayakan perawatan Anda kepada Primaya Hospital Depok, di mana perawatan medis berkualitas dan pelayanan yang ramah bertemu untuk memberikan Anda solusi terbaik untuk masalah urologi. - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-jantung-depok/ - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Skrining Jantung - Promo Location: Depok Paket Skrining Jantung Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 1. 400. 000,- Paket sudah termsuk: Konsultasi Dokter Spesialis Jantung Treadmil test dan EKG Pemeriksaan Laboratorium (Kolesterol Total, HDL, LDL dan Trigliserida) Biaya administrasi Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya Berlaku di Primaya Hospital Depok Informasi dan Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0851 7424 8008. Percayakan perawatan Anda kepada Primaya Hospital Depok, di mana perawatan medis berkualitas dan pelayanan yang ramah bertemu untuk memberikan Anda solusi terbaik untuk masalah kesehatan jantung. - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-diabetes-depok/ - Promo Location: Depok Paket Skrining Diabetes Melitus Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 609. 000,- Paket sudah termsuk: Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Pemeriksaan Laboratorium: Glukosa darah (puasa), Glukosa darah (2 jam PP), HbA1C Biaya administrasi Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya Berlaku di Primaya Hospital Depok Informasi dan Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0851 7424 8008. Percayakan perawatan Anda kepada Primaya Hospital Depok, di mana perawatan medis berkualitas dan pelayanan yang ramah bertemu untuk memberikan Anda solusi terbaik untuk masalah diabetes melitus. - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-papsmear-depok/ - Promo Categories: Deteksi Dini Kanker - Promo Location: Depok Paket Papsmear Primaya Hospital Depok Prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita Harga: Rp. 550. 000,- Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Sudah termasuk konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Sudah termasuk pemeriksaan patologi klinik Berlaku di Primaya Hospital Depok Informasi dan Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0851 7424 8008. Percayakan perawatan Anda kepada Primaya Hospital Depok, di mana perawatan medis berkualitas dan pelayanan yang ramah bertemu untuk memberikan Anda solusi terbaik untuk masalah kesehatan leher rahim. - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-drug-test-depok/ - Promo Location: Depok Paket MCU Drug Test - Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 300. 000,- Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya Informasi dan Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0851 7424 8008. Percayakan perawatan Anda kepada Primaya Hospital Depok, di mana perawatan medis berkualitas dan pelayanan yang ramah bertemu untuk memberikan Anda solusi terbaik untuk kebutuhan MCU drug test. - Published: 2024-04-24 - Modified: 2024-04-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-varises-depok/ - Promo Location: Depok Paket Skrining Varises Primaya Hospital Depok Harga: Rp. 550. 000,- Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pasien umum Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya Berlaku di Primaya Hospital Depok Informasi dan Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0851 7424 8008. - Published: 2024-04-14 - Modified: 2024-04-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-makassar/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Makassar Paket Persalinan Persalinan Normal: Kelas 3 Rp. 7. 500. 000 Kelas 2 Rp. 8. 800. 000 Kelas 1 Rp. 11. 450. 000 Suite Rp. 13. 988. 000 Persalinan Suite: Kelas 3 Rp. 15. 000. 000 Kelas 2 Rp. 16. 500. 000 Kelas 1 Rp. 19. 500. 000 Suite Rp. 28. 500. 000 Keterangan paket: - Rawat inap 4 hari - Laboratorium - Obat - Alat kesehatan - Visit dokter - Foto bayi - Pijat bayi Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-10-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksinasi-meningitis-karawang/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Karawang Rp 399. 000 Syarat dan ketentuan: Termasuk konsultasi dokter umum Sudah termasuk administrasi Termasuk buku kuning Berlaku untuk keberangkatan umrah Tidak sedang hamil Berlaku untuk anak di atas 2 tahun - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-sectio-caesaria-primaya-hospital-karawang/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Karawang Paket Melahirkan Sectio Caesaria Kelas III Rp. 18. 500. 000 Kelas II Rp. 20. 500. 000 Kelas I Rp. 23. 500. 000 Deluxe Rp. 25. 500. 000 Suite Rp. 29. 000. 000 President Suite Rp. 33. 000. 000 Syarat dan ketentuan: - Berlaku untuk jaminan umum / personal - Harga paket tanpa penyulit / komplikasi - Tidak berlaku bagi pasien CITO - Pendaftaran H-1 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-selective-nerve-root-block-injection-primaya-hospital-karawang/ - Promo Location: Karawang Paket Selective Nerve Root Block Injection Penanganan nyeri kronis pada tulang belakang, pinggang, dan bagian tubuh lainnya Rp. 2. 200. 000 Paket termasuk: - Konsultasi dan tindakan oleh dokter spesialis bedah saraf - Menggunakan USG Guidance - Obat - obatan - Biaya administrasi - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-pneumonia-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Paket Vaksin Pneumonia - Vaksin Anak Rp. 1. 300. 000 - Vaksin Dewasa Rp. 1. 250. 000 Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan umum/pribadi Vaksin anak untuk usia 2 bulan - 14 tahun Vaksin dewasa untuk usia > 14 - 65 tahun Paket berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-hpv-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Paket Vaksin HPV Cegah kanker serviks (rahim) dengan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) Vaksin HPV Gardasil Quadrivalen 3 x suntik Rp. 4. 000. 000 Vaksin HPV Gardasil 9 1 x suntik Rp. 2. 700. 000 3 x suntik Rp. 7. 500. 000 Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan umum/pribadi Paket promo tidak dapat digabungkan dengan paket lainnya Peserta melakukan pendaftaran minimal 1 hari sebelumnya Harga belum termasuk obat-obatan atau penunjang lainnya Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Paket Melahirkan Normal VIP : Rp. 14. 000. 000 Kls 1 : Rp. 13. 000. 000 Kls 2 : Rp. 11. 500. 000 Kls 3 : Rp. 10. 000. 000 Paket SC VIP : Rp. 26. 500. 000 Kls 1 : Rp. 24. 000. 000 Kls 2 : Rp. 22. 000. 000 Kls 3 : Rp. 20. 000. 000 Paket SC ERACS VIP : Rp. 28. 000. 000 Kls 1 : Rp. 25. 500. 000 Paket SC ERACS Plus VIP : Rp. 31. 000. 000 Kls 1 : Rp. 28. 500. 000 Syarat dan ketentuan Berlaku untuk pasien umum (pembayaran pribadi) Perawatan 2 hari 1 malam (persalinan normal) Perawatan 3 hari 2 malam (SC) Belum termasuk pemeriksaan penunjang pre-operasi Berlaku untuk kasus tanpa penyulit / komplikasi Paket termasuk screening pendengaran bayi (OAE) Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/47680/ - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Skrining Proktologi (Deteksi wasir, abses dan tumor anus) Rp. 180. 000 Paket termasuk : Pemeriksaan fisik/rectal thouce/colok dubur Konsultasi dokter spesialis bedah Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk jaminan umum/pribadi Paket promo tidak dapat digabungkan dengan paket lainnya Peserta melakukan pendaftaran minimal 1 hari sebelumnya Harga belum termasuk obat-obatan atau penunjang lainnya Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-varises-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Skrining Varises Rp. 450. 000 Paket termasuk : Konsultasi dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular (BTKV) USG Doppler Vasculer Syarat dan ketentuan Berlaku untuk jaminan umum/pribadi Paket promo tidak dapat digabungkan dengan paket lainnya Peserta melakukan pendaftaran minimal 1 hari sebelumnya Harga belum termasuk obat-obatan atau penunjang lainnya Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-influenza-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Promo Categories: Vaksin, Vaksin Flu - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Vaksin Influenza Flubio Rp. 349. 900 Vaxigrip Rp. 449. 900 Syarat dan ketentuan Termasuk jasa konsultasi dokter umum Jasa tindakan vaksin oleh dokter umum Sudah termasuk admin Berlaku hanya untuk pasien umum Berlaku sampai dengan Juni 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Paket Sirkumsisi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak (anastesi umum) VIP : Rp. 15. 000. 000 Kls 1 : Rp. 14. 000. 000 Kls 2 : Rp. 13. 200. 000 Kls 3 : Rp. 12. 000. 000 Paket ODC dengan Dokter Spesialis Bedah Anak (anastesi lokal) Rp. 4. 500. 000 Paket sirkumsisi dengan Dokter Spesialis Bedah Umum (anastesi umum) VIP : Rp. 12. 000. 000 Kls 1 : Rp. 11. 000. 000 Kls 2 : Rp. 10. 250. 000 Kls 3 : Rp. 9. 500. 000 Syarat dan ketentuan Berlaku hanya untuk pasien umum Paket belum termasuk tindakan persiapan operasi (pemeriksaan penunjang, konsultasi, thorax dan ekg ) Berlaku untuk tindakan tanpa penyulit Berlaku sampai 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-08 - Modified: 2024-04-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-laparoskopi-primaya-hospital-pasar-kemis/ - Promo Location: Pasar Kemis Tangerang Paket Laparoskopi - Primaya Hospital Pasar Kemis Appendictomy (Operasi Usus Buntu) Rp. 30. 000. 000 Cholecsystectomy (Operasi Kandung Empedu) Rp. 40. 000. 000 Inguinal Hernia Repair (khusus untuk anak) Rp. 30. 000. 000 *) Dilakukan oleh dokter spesialis bedah anak Syarat dan ketentuan: Paket berlaku untuk pasien umum Kamar perawatan kls 3 dapat upgrade ke kelas 1 (syarat dan ketentuan berlaku) Paket belum termasuk tindakan persiapan operasi (pemeriksaan penunjang, konsultasi, thorax dan ekg ) Berlaku untuk kasus tanpa penyulit Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/paket-skrining-kanker-prostat-primaya-hospital-pgi-cikini/ - MCU - Bagian Tubuh: Prostat - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Skrining Kanker Prostat Basic Rp. 600. 000 - Konsultasi Dokter Spesialis Urologi - PSA total - Urine lengkap Skrining Kanker Prostat Komprehensif Rp. 1. 100. 000 - Konsultasi Dokter Spesialis Urologi - PSA total - Urine lengkap - USG tractus urinary - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-kanker-prostat-primaya-hospital-pgi-cikini/ - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Skrining Kanker Prostat Basic Rp. 600. 000 - Kosultasi Dokter Spesialis Urologi - PSA Total - Urine Lengkap Skrining Kanker Prostat Komprehensif Rp. 1. 100. 000 - Kosultasi Dokter Spesialis Urologi - PSA Total - Urine Lengkap - USG Tractus Urinary - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-hpv-primaya-hospital-pgi-cikini/ - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Cegah Kanker Serviks ( Rahim) dengan Vaksin Human Papiloma Virus ( HPV) Vaksin HPV (Gardasil) 1x Suntik Rp. 1. 250. 000 3x Suntik Rp. 3. 600. 000 Harga sudah termasuk vaksin, biaya injeksi oleh dokter umum, dan alat kesehatan - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-osteoporosis-nyeri-lutu-primaya-hospital-pgi-cikini/ - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Paket Skrining Osteoporosis Rp. 750. 000 Paket termasuk - Konsultasi dan pemeriksaan Dokter Spesialis Ortopedi - Bone Mineral Densitometry (BMD) 3 lokasi Paket Skrining Nyeri Lutut Rp. 600. 000 Paket termasuk - Konsultasi dan pemeriksaan Dokter Spesialis Ortopedi - Rontgen Genu Skyline Bilateral Hanya berlaku dengan pembayaran pribadi - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-ginjal-dan-saluran-kemih-primaya-hospital-pgi-cikini/ - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Rp. 99. 000. 000 Paket termasuk: Konsultasi dan pemeriksaan fisik oleh Dokter Spesialis Urologi Rectal touche USG Urologi Laboratorium: Ureum, Kreatinin, eGFR, Asam Urat, urine lengkap Syarat dan ketentuan: Berlaku hingga 30 Juni 2024 Hanya berlaku dengan pembayaran pribadi - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-lebaran-primaya-hospital-bekasi-timur/ - Promo Location: Bekasi Timur Paket MCU Lebaran Rp. 449. 900 - Gula darah puasa - Asam urat - Kolesterol total - Kolesterol HDL - Kolesterol LDL - Trigliserida Syarat dan ketentuan: - Paket berlaku untuk pasien umum dan asuransi - Harga paket sudah termasuk biaya administrasi dan konsultasi dokter umum - Berlaku hingga 30 April 2024 - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-immune-booster-primaya-hospital-karawang/ - Promo Location: Karawang Paket Immune Booster Injeksi Vitamin C Rp. 120. 000 Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat kulit lebih cerah berseri - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/kaki-sehat-dan-mulus-tanpa-varises-primaya-hospital-karawang/ - Promo Location: Karawang Kaki Sehat dan Mulus Tanpa Varises Metode ini dapat secara efektif mengatasi varises, khususnya derajat ringan dan berukuran kecil Rp. 999. 000 Paket termasuk: - Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak Vaskular - Suntik varises / vial oleh Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak Vaskular - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-varises-primaya-hospital-karawang/ - Promo Location: Karawang Paket Skrining Varises Rp. 250. 000 Paket termasuk: - Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak Vaskular - USG Doppler Vascular - Biaya Administrasi - Published: 2024-04-07 - Modified: 2024-04-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-karawang/ - Promo Location: Karawang Paket Sirkumsisi Rp. 4. 999. 000 Ketentuan: - Sudah termasuk kontrol setelah tindakan - Sudah termasuk obat pulang dan baiaya admin - Sudah termasuk pemeriksaan laboratorium - Berlaku untuk penjaminan pribadi - Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Dilakukan oleh dokter spesialis - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/mini-laparoskopi-semarang/ - Promo Location: Semarang Mini Laparoskopi : Minimal Sayatan, Hasil Maksimal Mini laparoskopi adalah sebuah teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar. Selain itu laparoskopi merupakan teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat - alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. Harga paket Mini Laparoskopi mulai dari Rp. 22 juta Paket Termasuk Kamar perawatan Jasa tindakan dokter spesialis Jasa visit dokter spesialis Obat - obatan selama perawatan dan saat pulang Hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-evla-semarang/ - Promo Location: Semarang EVLA ( Endovenous Laser Ablation ) adalah metode baru dalam pengobatan varises dengan pemanasan laser tanpa operasi. Harga Paket EVLA ( Endovenous Laser Ablation ) mulai dari Rp. 39 Juta Paket Termasuk Kamar perawatan Jasa tindakan dokter Spesialis Jasa visit dokter spesialis Obat-obatan selama perawatan, dan saat pulang Hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit Hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-vaksin-hepatitis-b-primaya-hospital-bhaktiwara-pangkalpinang/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Pangkalpinang Primaya Hospital Bhakti Wara menawarkan paket vaksinasi Hepatitis B yang efektif dan terjangkau untuk melindungi Anda dan keluarga dari penyakit hepatitis B yang serius. Hepatitis B adalah penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan hati dan penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi. Berikut adalah detail paket vaksinasi Hepatitis B kami: 1 Dosis Vaksin - Rp. 329. 000 (Dewasa dan Anak-anak) Paket ini mencakup satu dosis vaksin Hepatitis B. Tersedia untuk dewasa dan anak-anak. 3 Dosis Vaksin - Rp. 900. 000 (Dewasa) Paket ini mencakup tiga dosis vaksin Hepatitis B untuk dewasa. Vaksinasi Hepatitis B adalah langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga Anda dari penyakit ini yang dapat memengaruhi kesehatan hati Anda. Untuk informasi lebih lanjut dan untuk membuat janji vaksinasi, silakan hubungi tim kami: Wahyu: 0821 7970 1619 Safitri: 0852 6768 3196 Kami akan dengan senang hati membantu Anda dengan informasi lebih lanjut dan menjadwalkan vaksinasi sesuai kebutuhan Anda. Jaga kesehatan hati Anda dengan vaksinasi Hepatitis B yang berkualitas dari Primaya Hospital Bhaktiwara Pangkalpinang. - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-fisioterapi-primaya-hospital-semarang/ PAKET FISIOTERAPI di Primaya Hospital Semarang PAKET FIT A Harga Rp 1. 255. 000,- untuk 6x terapi Edukasi terapi basic exercise Laser SWD/MWD/Ultrasound Administrasi PAKET B Harga Rp 1. 200. 000,- untuk 6x terapi Edukasi terapi basic exercise Laser TENS/ES/IFC Administrasi PAKET C Harga Rp 950. 000,- untuk 6x terapi Edukasi terapi basic exercise SWD/MWD/Ultrasound TENS/ES/IFC Administrasi PAKET D Harga Rp 860. 000,- untuk 6x terapi Edukasi terapi basic exercise Infra Red Therapy TENS/ES/IFC Administrasi PAKET E Harga Rp 915. 000,- untuk 6x terapi Edukasi terapi basic exercise Infra Red Therapy SWD/MWD/Ultrasound Administrasi - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-multivitamin-primaya-hospital-bhakti-wara/ - Promo Location: Pangkalpinang Paket Multivitamin A Rp. 149. 000 Konsultasi dokter umum dan injeksi vitamin C Paket Multivitamin B Rp. 250. 000 Konsultasi dokter umum dan infus multivitamin Paket Multivitamin C Rp. 299. 000 Konsultasi dokter spesialis dan infus multivitamin *) Sesuai perjanjian Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-10-01 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-healthy-woman-primaya-hospital-semarang/ - Promo Location: Semarang MCU Healthy Woman Rp. 1. 450. 000 Paket pemeriksaan meliputi: Konsultasi dokter umum Hematologi lengkap Serum iron (SI) Vitamin D USG Mammae Biaya administrasi - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-screening-varises-primaya-hospital-semarang/ - Promo Location: Semarang Paket Screening Varises Primaya Hospital Semarang Rp. 275. 000 Paket termasuk: USG Konsultasi Dokter Spesialis BEdah Thorax Kardiovaskular Paket berlaku untuk pasien umum/pribadi - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/gastric-ballon-primaya-hospital-semarang/ - Promo Location: Semarang Gastric Ballon Prosedur penurunan berat badan dengan memasang balon ke dalam organ lambung. Biaya mulai dari Rp 69. 000. 000 - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-primaya-hospital-semarang/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Semarang Persalinan normal: Kelas I Rp. 14. 000. 000 Suite Rp. 16. 000. 000 President Suite Rp. 18. 000. 000 Persalinan Caesar: Kelas I Rp. 26. 000. 000 Suite Rp. 30. 000. 000 President Suite Rp. 33. 000. 000 Paket termasuk: Pemeriksaan laboratorium Obat - obatan selama perawatan dan saat pulang Hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit Paket tidak termasuk tindakan CITO atau dengan penyulit Paket Caesar tidak berlaku untuk caesar kedua dan seterusnya - Published: 2024-04-04 - Modified: 2024-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-pemeriksaan-telinga/ Paket Pemeriksaan Telinga Rp. 765. 000 Paket pemeriksaan meliputi: Audiometri Endoskopi telinga bilateral Konsultasi Dokter Spesialis THT - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Bekasi Utara Paket Melahirkan Normal Kelas III: Rp. 9. 000. 000,- Kelas II: Rp. 10. 000. 000,- Kelas I: Rp. 12. 000. 000,- Deluxe: Rp. 12. 500. 000,- Dapatkan: Voucher senam / yoga hamil untuk 2x kedatangan Voucher konsultasi dokter spesialis Gizi + BIA Voucher vaksin hemat 20% (diluar jasa dokter) Foto bayi Akta kelahiran (Domisili kota Bekasi) Voucher 1 pak menu sehat Paket produk bayi Syarat dan ketentuan: Belum termasuk tindakan CITO / penyulit (jasa dokter operator, anestesi dan sewa kamar) Penggunaan sesuai dengan obat dan alat kesehatan yang telah ditentukan Apabila ada penambahan hari rawat inap, maka akan dikenakan biaya kamar sesuai tarif umum Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-promo-hemorrhoid-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Location: Bekasi Utara Halo sahabat Prima. . Hemorrhoid atau yang sering dikenal dengan Ambeien/wasir adalah pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah di usus besar bagian akhir (rektum) . Ambeien/wasir merupakan penyakit yang dapat menyerang segala usia, mulai dari usia dewasa 20 tahun ke atas sampai dengan orang tua dengan gejala seperti nyeri, keluarnya benjolan sampai berdarah saat BAB . Atasi masalah penyakit ambeien/wasir anda dengan paket Hemorrhoid, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut: - Perkiraan tersebut belum termasuk: Tindakan CITO / penyulit ( Jasa dokter operator, anestesi dan sewa kamar) - Tindakan di hari libur diberlakukan perhitungan CITO - Penggunaan sesuai dengan obat dan alkes yang telah ditentukan - Apabila ada penambahan hari rwat inap, maka akan dikenakan biaya kamar sesuai tarif umum - Paket hanya berlaku untuk pasien umum - Berlaku sampai dengan 31 Desember 2024 . Konsultasikan dahulu keluhan anda dengan Dokter Spesialis Bedah kami di Primaya Hospital Bekasi Utara Jln. Kaliabang, Perumahan Golden City, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi (10 menit dari Summarecon Mal Bekasi) . - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-tindakan-li-eswt-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Location: Bekasi Utara Paket Tindakan Li-ESWT untuk menangani disfungsi ereksi Paket A Rp 10. 000. 000 - 4 kali konsultasi Dokter Spesialis Urologi / Andrologi - 4 kali tindakan Li-ESWT Paket B Rp 20. 000. 000 - 8 kali konsultasi Dokter Spesialis Urologi / Andrologi - 8 kali tindakan Li-ESWT Syarat dan ketentuan: Hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-papsmear-bekasi-utara/ - Promo Categories: USG Payudara & Papsmear - Promo Location: Bekasi Utara Paket Papsmear Primaya Hospital Bekasi Utara Prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita Harga: Rp. 650. 000,- Syarat dan ketentuan: - Berlaku untuk pasien umum - Sudah termasuk konsultasi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan - Papsmear - Biaya administrasi rawat jalan - Berlaku hingga 31 Desember 2024 Percayakan perawatan Anda kepada Primaya Hospital Bekasi Utara, di mana perawatan medis berkualitas dan pelayanan yang ramah bertemu untuk memberikan Anda solusi terbaik untuk masalah kesehatan leher rahim. - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-bekasi-utara/ Paket Sirkumsisi Primaya Hospital Bekasi Utara Sirkumsisi dengan Dokter Umum Rp. 1. 400. 000 Sirkumsisi dengan Dokter Spesialis (Bius lokal) Rp. 2. 400. 000 Sirkumsisi dengan Dokter Spesialis (Bius umum) Rp. 8. 000. 000 Syarat dan ketentuan: Tidak termasuk tindakan CITO / penyulit (jasa dokter operator, anestesi dan sewa kamar) Tindakan dihari libur diberlakukan perhitungan CITO Penggunaan sesuai dengan obat dan alkes yang telah ditentukan Paket belum termasuk kamar perawatan dengan tarif umum Paket hanya berlaku untuk pasien umum Free upgrade kamar Deluxe - Suite A untuk 1x24 jam untuk paket sirkumsisi dengan dokter spesialis bius umum Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/usg-4d-bekasi-utara/ - Promo Categories: Pemeriksaan Kehamilan - Promo Location: Bekasi Utara Paket USG 4D di Primaya Hospital Bekasi Utara menawarkan pemeriksaan USG 4 dimensi dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp. 850. 000,-. Paket ini sudah termasuk konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, USG 4 dimensi biasa, print out/lembar film USG, serta biaya administrasi rawat jalan. Dengan pilihan paket ini, calon ibu dapat melihat bayi yang sedang dikandungnya secara lebih jelas dan detail, sehingga dapat memperkuat ikatan emosional dengan bayi sejak dini. Selain itu, dengan adanya konsultasi dokter spesialis, calon ibu juga dapat memperoleh informasi dan saran medis yang diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan. - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-kanker-serviks-bekasi-utara/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Bekasi Utara Paket Vaksin Kanker Serviks di Primaya Hospital Bekasi Utara adalah paket layanan medis yang bertujuan untuk melindungi wanita dari risiko terkena kanker serviks. Paket ini terdiri dari 3x injeksi vaksin Gardasil 0. 5ml dengan harga Rp. 4. 100. 000. Selain itu, paket ini juga sudah termasuk konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang akan memberikan informasi dan penjelasan terkait vaksin kanker serviks serta mengevaluasi kondisi kesehatan pasien sebelum diberikan vaksin. Paket ini juga mencakup jasa tindakan injeksi yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih serta biaya administrasi rawat jalan yang sudah termasuk dalam harga paket. Dengan memilih paket ini, wanita dapat merasa lebih tenang dan nyaman karena telah melakukan upaya pencegahan terhadap kanker serviks, salah satu jenis kanker yang dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan. - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-10-02 - URL: https://primayahospital.com/promo/fisioterapi-bekasi-utara/ - Promo Categories: Fisioterapi - Promo Location: Bekasi Utara Paket Fisioterapi di Primaya Hospital Bekasi Utara adalah paket layanan medis yang bertujuan untuk membantu pasien memulihkan kekuatan fisik dan mobilitas setelah mengalami cedera atau kondisi medis tertentu. Paket Fisioterapi Rp. 2. 500. 000 Paket termasuk: Konsultasi Doktyer Spesialis Rehabilitasi Medik 2 modalitas fisioterapi Exercise sederhana (< 30 menit) fisioterapi Biaya administrasi rawat jalan Syarat dan ketentuan: Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sectio-caesaria-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Bekasi Utara Paket Sectio Caesaria Kelas III Rp. 18. 000. 000 Kelas II Rp. 21. 000. 000 Kelas I Rp. 24. 000. 000 Deluxe Rp. 25. 000. 000 Paket Sectio Caesaria + ERACS Kelas III Rp. 20. 000. 000 Kelas II Rp. 23. 000. 000 Kelas I Rp. 27. 000. 000 Deluxe Rp. 27. 500. 000 Dapatkan: Voucher senam / yoga hamil untuk 2x kedatangan Voucher konsultasi dokter spesialis Gizi + BIA Voucher vaksin hemat 20% (diluar jasa dokter) Foto bayi Akta kelahiran (Domisili kota Bekasi) Voucher 1 pak menu sehat Paket produk bayi Syarat dan ketentuan: Belum termasuk tindakan CITO / penyulit (jasa dokter operator, anestesi dan sewa kamar) Penggunaan sesuai dengan obat dan alat kesehatan yang telah ditentukan Apabila ada penambahan hari rawat inap, maka akan dikenakan biaya kamar sesuai tarif umum Paket hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/laser-batu-ginjal-metode-urs-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Location: Bekasi Utara URS adalah prosedur untuk melihat ke dalam saluran kemih yang menghubungkan kandung kemih dengan ginjal. URS dilakukan untuk memecah dan mengeluarkan batu ginjal dari ureter dan ginjal. Kelas III Rp. 54. 000. 000 Kelas II Rp. 60. 000. 000 Kelas I Rp. 67. 500. 000 Deluxe Rp. 68. 000. 000 Paket termasuk: Konsultasi dokter UGD Tindakan laser URS 2x visit dokter spesialis urologi 1x visit dokter spesialis anestesi 2x visit dokter umum EKG, rontgen & laboratorium Tes antigen Obat - obatan - Published: 2024-04-03 - Modified: 2024-04-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-smoker-bekasi-utara/ - MCU - Bagian Tubuh: Paru-paru - Promo Location: Bekasi Utara Tahukah Anda bahwa kanker paru-paru adalah penyebab kematian nomor 1 pada seluruh pasien kanker pria? dan salah satu penyebabnya adalah perokok aktif/perokok berat. Karena itu, deteksi dini kanker paru menjadi penting dengan melakukan Medical Check Up bagi perokok aktif maupun perokok pasif. . Jaga kesehatan anda dan orang tercinta dengan melakukan MCU khusus smoker di Primaya Hospital Bekasi Utara dan konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Paru kami. Paket MCU Smoker Rp. 1. 000. 000 - Konsultasi Dokter Spesialis Paru - Hematologi lengkap - Glukosa darah sewaktu - Thoraks AP - Spirometri - Konsultasi dokter umum Syarat dan ketentuan: - Hanya berlaku untuk pasien umum - Berlaku hingga 31 Desember 2024 - Published: 2024-03-25 - Modified: 2024-03-25 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-primaya-hospital-hertasning/ - Promo Location: Makassar Dapatkan Paket Persalinan di Primaya Hospital Hertasning Paket sudah termasuk: Rawat inap 4 hari Laboratorium Obat dan alat kesehatan Visit dokter Foto bayi Pijat bayi Berlaku hingga 31 Desember 2024 Informasi lebih lanjut dapat melalui Primaya Contact Center 1 500 007 - Published: 2024-02-08 - Modified: 2024-03-13 - URL: https://primayahospital.com/promo/cancer-screening-woman-paket-screening-kanker-untuk-wanita/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Kanker - MCU - Bagian Tubuh: Payudara, Rahim - Promo Categories: Deteksi Dini Kanker, Medical Check Up, USG Payudara & Papsmear Primaya Hospital menyajikan Paket Medical Check Up khusus untuk wanita, dengan fokus pada deteksi dini kanker. Paket ini dirancang untuk memberikan pemantauan kesehatan secara menyeluruh, khususnya pada aspek kesehatan reproduksi dan risiko kanker. Detail Pemeriksaan: Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik): Mengalami pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter berpengalaman untuk mengevaluasi kondisi umum dan mendeteksi potensi masalah kesehatan. Konsultasi Dokter Spesialis Kandungan: Pertemuan dengan dokter spesialis kandungan guna membahas kesehatan reproduksi dan menjalani pemeriksaan khusus terkait. Hematologi Lengkap: Pemeriksaan darah lengkap untuk menilai kondisi hematologi, termasuk jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Urine Lengkap: Analisis urin untuk memeriksa kesehatan ginjal dan organ-organ lainnya. Cyfra 21-1: Pemeriksaan tumor marker untuk deteksi dini berbagai jenis kanker. CA 125: Pemeriksaan tumor marker khusus untuk kanker ovarium. CA 15-3: Pemeriksaan tumor marker untuk kanker payudara. CEA (Carcinoembryonic Antigen): Pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker, terutama pada saluran pencernaan. AST/SGOT, ALT/SGPT, Gamma GT (GGT): Pemeriksaan enzim hati untuk menilai kesehatan fungsi hati. Pap Smear: Pemeriksaan sitologi serviks untuk mendeteksi perubahan sel abnormal yang dapat mengindikasikan kanker serviks. USG Mammae: Pemeriksaan ultrasonografi pada payudara untuk mendeteksi perubahan atau benjolan yang mencurigakan. Dengan Paket Medical Check Up ini, Primaya Hospital berkomitmen untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan terkini dan terpercaya, membantu wanita menjaga kesehatan mereka dengan deteksi dini, serta memberikan informasi yang berharga untuk perawatan yang lebih baik. - Published: 2024-02-08 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/cek-ekg-konsultasi-jantung/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Jantung - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Medical Check Up, Skrining Jantung - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Evasari Jakarta, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Primaya Hospital mempersembahkan Paket Medical Check Up yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu Anda, dengan fokus pada kesehatan jantung. Dengan biaya terjangkau, Anda dapat menjalani pemeriksaan yang penting untuk memastikan kesehatan jantung Anda. Detail Pemeriksaan: 1. Konsultasi Dokter Spesialis Jantung: Pertemuan pribadi dengan dokter spesialis jantung berpengalaman yang akan membahas riwayat kesehatan Jantung Anda, memberikan penilaian menyeluruh, serta memberikan saran atau rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan jantung Anda. 2. EKG (Elektrokardiogram): Pemeriksaan ini merekam aktivitas listrik jantung, memberikan informasi detil mengenai irama dan fungsi jantung. EKG membantu dalam deteksi dini potensi kelainan jantung, seperti aritmia atau gangguan konduksi. Dengan Paket Medical Check Up Healthy Heart Screening - EKG, Primaya Hospital memberikan solusi terjangkau untuk memantau dan menjaga kesehatan jantung Anda. Kami memahami bahwa setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang unik, dan paket ini dirancang untuk memberikan akses mudah dan efisien ke pemeriksaan kesehatan jantung yang berkualitas. Jaga kesehatan jantung Anda, investasikan dalam pencegahan, dan lakukan langkah-langkah awal untuk hidup yang lebih sehat. - Published: 2024-02-08 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/treadmill-test-konsultasi-jantung/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Jantung - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Skrining Jantung - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Evasari Jakarta, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Primaya Hospital mempersembahkan Paket Medical Check Up yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu Anda, dengan fokus khusus pada kesehatan jantung. Dengan biaya terjangkau, paket ini dirancang untuk memberikan pemantauan mendalam terhadap kesehatan jantung Anda, melibatkan pemeriksaan khusus menggunakan treadmill test. Detail Pemeriksaan: 1. Konsultasi Dokter Spesialis Jantung: Pertemuan pribadi dengan dokter spesialis jantung berpengalaman untuk membahas riwayat kesehatan Anda, evaluasi risiko, dan mendapatkan penilaian kesehatan jantung yang menyeluruh. Dokter akan memberikan saran atau rekomendasi berdasarkan hasil pemeriksaan. 2. Treadmill Test: Pemeriksaan ini melibatkan latihan fisik ringan pada treadmill yang dipantau dengan teliti. Tujuan utamanya adalah untuk mengevaluasi sejauh mana jantung Anda mampu menanggapi tekanan fisik, memeriksa detak jantung, tekanan darah, dan aktivitas listrik jantung selama aktivitas fisik. Dengan Paket Medical Check Up Healthy Heart Screening - Treadmill, Primaya Hospital memberikan solusi komprehensif untuk pemantauan kesehatan jantung Anda. Kami mengakui bahwa setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang unik, dan paket ini menawarkan pemeriksaan yang lebih lanjut dengan melibatkan treadmill test sebagai langkah preventif. Investasikan dalam kesehatan jantung Anda, lakukan pencegahan, dan raih hidup yang lebih sehat. - Published: 2024-02-08 - Modified: 2024-03-13 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-jantung-silver/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Jantung - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Skrining Jantung Primaya Hospital menghadirkan Paket Medical Check Up kelas Silver yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan individu Anda, dengan fokus khusus pada kesehatan jantung. Dengan biaya terjangkau, paket ini menawarkan kombinasi pemeriksaan komprehensif untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kesehatan jantung Anda. Detail Pemeriksaan: 1. Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik): Pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter berpengalaman untuk mengevaluasi kondisi umum tubuh Anda dan mendeteksi potensi masalah kesehatan. 2. Konsultasi Dokter Spesialis Jantung: Pertemuan pribadi dengan dokter spesialis jantung untuk membahas riwayat kesehatan Anda, mengidentifikasi faktor risiko, dan memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan jantung. 3. Treadmill Test: Pemeriksaan ini melibatkan latihan fisik ringan pada treadmill yang dipantau dengan teliti. Bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana jantung Anda mampu menanggapi tekanan fisik, memeriksa detak jantung, tekanan darah, dan aktivitas listrik jantung selama aktivitas fisik. 4. EKG (Elektrokardiogram): Pemeriksaan ini merekam aktivitas listrik jantung, memberikan gambaran detil mengenai irama dan fungsi jantung. EKG membantu dalam deteksi dini potensi kelainan jantung, seperti aritmia atau gangguan konduksi. Dengan Paket Medical Check Up Healthy Heart Screening - Silver, Primaya Hospital memberikan layanan kesehatan yang holistik dan efektif. Menyajikan kombinasi pemeriksaan yang luas, paket ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan jantung Anda, memungkinkan langkah-langkah pencegahan yang lebih baik dan peningkatan kualitas hidup Anda secara keseluruhan. Investasikan dalam kesehatan Anda hari ini untuk masa depan yang lebih sehat. - Published: 2024-02-08 - Modified: 2024-03-13 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-jantung-gold/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Jantung - MCU - Bagian Tubuh: Jantung - Promo Categories: Medical Check Up, Skrining Jantung Primaya Hospital mempersembahkan Paket Medical Check Up kelas Gold yang dirancang untuk memberikan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan jantung Anda. Dengan biaya yang memadai, paket ini menggabungkan pemeriksaan lengkap untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi kesehatan jantung Anda. Detail Pemeriksaan: 1. Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik): Pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter berpengalaman untuk mengevaluasi kondisi umum tubuh Anda dan mendeteksi potensi masalah kesehatan. 2. Konsultasi Dokter Spesialis Jantung: Pertemuan pribadi dengan dokter spesialis jantung untuk membahas riwayat kesehatan Anda, mengidentifikasi faktor risiko, dan memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan jantung. 3. Hematologi Lengkap: Pemeriksaan darah lengkap untuk menilai kondisi hematologi, termasuk jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. 4. Glukosa Darah (Puasa): Pemeriksaan glukosa darah untuk menilai kadar gula darah dalam kondisi puasa, membantu mendeteksi risiko diabetes. 5. Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Trigliserida: Pemeriksaan lipid untuk menilai tingkat kolesterol dan trigliserida dalam darah, memberikan informasi penting tentang kesehatan pembuluh darah. 6. Treadmill Test: Pemeriksaan ini melibatkan latihan fisik pada treadmill yang dipantau dengan teliti untuk mengevaluasi respons jantung terhadap tekanan fisik. 7. EKG (Elektrokardiogram): Pemeriksaan merekam aktivitas listrik jantung, memberikan gambaran detil mengenai irama dan fungsi jantung. 8. USG ABI (Angkle Branchial Index): Pemeriksaan ultrasonografi pada pembuluh darah di pergelangan kaki untuk menilai aliran darah perifer. 9. Echokardiografi: Pemeriksaan ultrasonografi jantung untuk mendapatkan gambaran rinci tentang struktur dan fungsi jantung. Dengan Paket Medical Check Up Healthy Heart Screening - Gold, Primaya Hospital memberikan layanan pemeriksaan yang komprehensif untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan jantung Anda. Dengan hasil pemeriksaan ini, Anda dapat merencanakan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan. Investasikan dalam kesehatan Anda dan rasakan manfaatnya sepanjang hidup. - Published: 2024-02-08 - Modified: 2024-03-13 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-jantung-platinum/ Primaya Hospital menghadirkan Paket Medical Check Up kelas Platinum yang menawarkan pemeriksaan paling komprehensif untuk mengevaluasi kesehatan jantung Anda. Dengan biaya yang kompetitif, paket ini menyediakan serangkaian pemeriksaan lengkap yang mencakup deteksi dini, evaluasi mendalam, dan gambaran menyeluruh tentang kondisi kesehatan jantung Anda. Detail Pemeriksaan: 1. Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik): Pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter berpengalaman untuk mengevaluasi kondisi umum tubuh Anda dan mendeteksi potensi masalah kesehatan. 2. Konsultasi Dokter Spesialis Jantung: Pertemuan pribadi dengan dokter spesialis jantung untuk membahas riwayat kesehatan Anda, mengidentifikasi faktor risiko, dan memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan jantung. 3. Hematologi Lengkap: Pemeriksaan darah lengkap untuk menilai kondisi hematologi, termasuk jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. 4. Glukosa Darah (Puasa): Pemeriksaan glukosa darah untuk menilai kadar gula darah dalam kondisi puasa, membantu mendeteksi risiko diabetes. 5. Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, Trigliserida, Apo B (Apolipoprotein B): Pemeriksaan lipid yang melibatkan pengukuran Apo B untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular. 6. Agregasi Trombosit: Pemeriksaan untuk mengevaluasi fungsi trombosit dalam pembekuan darah. 7. Thorax PA: Pemeriksaan radiografi dada untuk menilai kondisi organ dalam dada, termasuk jantung dan paru-paru. 8. Treadmill Test: Pemeriksaan ini melibatkan latihan fisik pada treadmill yang dipantau dengan teliti untuk mengevaluasi respons jantung terhadap tekanan fisik. 9. EKG (Elektrokardiogram): Pemeriksaan merekam aktivitas listrik jantung, memberikan gambaran detil mengenai irama dan fungsi jantung. 10. CT Scan Angiography Jantung (Cardiac) + Calcium Scoring: Pemeriksaan pencitraan tingkat tinggi untuk menilai struktur dan fungsi pembuluh darah jantung. 11. CK-NAC: Pemeriksaan enzim jantung untuk menilai kerusakan sel jantung. 12. USG ABI (Angkle Branchial Index): Pemeriksaan ultrasonografi pada pembuluh darah di pergelangan kaki untuk menilai aliran darah perifer. 13. Echokardiografi: Pemeriksaan ultrasonografi jantung untuk mendapatkan gambaran rinci tentang struktur dan fungsi jantung. Dengan Paket Medical Check Up Healthy Heart Screening - Platinum, Primaya Hospital memberikan layanan pemeriksaan terbaik untuk mengoptimalkan pemantauan dan pencegahan penyakit kardiovaskular. Ini adalah investasi penting dalam kesehatan jantung Anda, memberikan pemahaman yang mendalam tentang kondisi Anda dan memungkinkan dokter untuk memberikan rekomendasi perawatan yang paling efektif. Jaga kesehatan jantung Anda dan nikmati hidup yang lebih sehat dengan Paket Platinum ini. - Published: 2024-02-06 - Modified: 2024-02-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/hemat-10-mcu-spesial-valentine-2024/ Medical Check Up Spesial Valentine Program promo merupakan potongan harga sebesar 10% untuk seluruh paket Medical Check Up pada website dengan cara melakukan pendaftaran melalui website https://primayahospital. com/mcu/ Pada saat pendaftaran menggunakan kode "JanganTungguSakit" pada kolom "kode promo", secara otomatis harga normal akan mendapat potongan sebesar 10% Program ini akan berlaku di seluruh Primaya Hospital Group Periode program 08 - 29 Februari 2024 Pemeriksaan tambahan di luar paket dikenakan tarif masing-masing rumah sakit dan tidak mendapatkan promo diskon 10% Program hanya berlaku untuk jaminan umum/pribadi - Published: 2024-02-04 - Modified: 2024-02-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/free-konsultasi-dokter-spesialis-primaya-hospital-hertasning/ - Promo Location: Makassar Halo Primayans! Yuk, dapatkan konsultasi gratis dokter spesialis untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda Syarat dan ketentuan: Berlaku untuk pembayaran pribadi Berlaku sampai 14 Februari 2024 Hanya berlaku di Primaya Hospital Hertasning Informasi lebih lanjut: Customer Care 0821 23886969 - Published: 2023-11-19 - Modified: 2023-11-19 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-skrining-batu-saluran-kemih-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Location: Bekasi Utara Pernahkah Primayans tau bahwa masalah kesehatan seperti sakit batu ginjal, gangguan prostat, dan kandung kemih adalah penyakit dibidang urologi Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terlepas dari usia dan jenis kelamin penderitanya baik pada pria maupun wanita Kini Primaya Hospital Bekasi Utara menghadirkan Paket Skrining Batu Saluran Kemih, dimana salah satu pemeriksaan ini masuk dalam salah satu layanan unggulan Primaya Hospital Bekasi Utara yaitu Urology Center Skrining batu saluran kemih dilakukan untuk mengetahui gangguan yang terjadi di saluran kemih baik pria maupun wanita yang disebabkan oleh adanya batu pada ginjal maupun saluran kemih lainnya. Kini jangan ragu untuk mengajak keluarga serta kerabat tercinta untuk datang dan konsultasikan masalah kesehatan anda bersama dengan dokter spesialis kami di Primaya Hospital Bekasi Utara - Published: 2023-10-08 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/cancer-screening-man-paket-screening-kanker-untuk-pria/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Kanker - MCU - Bagian Tubuh: Prostat - Promo Categories: Deteksi Dini Kanker - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Evasari Jakarta, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Primaya Hospital memahami betapa pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker pada pria. Paket "Cancer Screening Man" kami dirancang khusus untuk memberikan pemantauan dan pemeriksaan yang komprehensif guna menjamin kesehatan Anda. Berikut adalah detail dari paket ini: Paket Rp. 3. 259. 000 Paket ini mencakup berbagai pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis kami yang berpengalaman untuk deteksi dini penyakit kanker dan masalah kesehatan lainnya pada pria. Komponen paket meliputi: Konsultasi Dokter (Pemeriksaan Fisik): Evaluasi fisik oleh dokter untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyakit atau masalah kesehatan yang mungkin perlu diinvestigasi lebih lanjut. Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Urologi: Konsultasi khusus dengan dokter spesialis urologi untuk memeriksa dan mengevaluasi kondisi urologis yang mungkin Anda alami. Hematologi Lengkap: Pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi perubahan dalam komponen darah yang dapat menjadi tanda masalah kesehatan. Urine Lengkap: Pemeriksaan urine yang komprehensif untuk memantau kesehatan sistem urinari Anda. Cyfra 21-1: Pemeriksaan ini membantu dalam deteksi dini beberapa jenis kanker, terutama kanker paru-paru. CEA (Carcinoembryonic Antigen): Pemeriksaan ini membantu dalam pemantauan dan deteksi kanker tertentu seperti kanker kolorektal. PSA Total (Prostate-Specific Antigen Total): Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai kesehatan prostat dan deteksi dini kanker prostat. AST/SGOT, ALT/SGPT, Gamma GT (GGT): Pemeriksaan fungsi hati yang penting untuk menilai kesehatan hati Anda. Uroflowmetri: Pemeriksaan ini digunakan untuk mengevaluasi aliran urin dan fungsi kandung kemih. Paket "Cancer Screening Man" kami adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan pria dan mendeteksi masalah kesehatan potensial secara dini. Untuk informasi lebih lanjut dan untuk membuat janji, silakan hubungi Primaya Hospital Makassar. Kesehatan Anda adalah prioritas kami, dan kami siap memberikan perawatan terbaik untuk Anda. - Published: 2023-10-02 - Modified: 2023-10-02 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak-phacoemulsification-primaya-hospital-makassar/ - MCU - Bagian Tubuh: Mata - Promo Location: Makassar Primaya Hospital Makassar memberikan solusi lengkap untuk mengatasi masalah katarak dengan dua pilihan paket yang memenuhi kebutuhan berbeda. Kami memahami pentingnya kualitas penglihatan Anda, dan itulah mengapa kami telah merancang paket operasi katarak phacoemulsification yang berbeda. Paket Gold Rp. 20. 000. 000 Paket Gold kami adalah pilihan unggulan untuk pasien yang menginginkan layanan premium dan perawatan yang komprehensif. Dengan biaya Rp. 20. 000. 000, Anda akan mendapatkan: Konsultasi pre-operasi oleh dokter spesialis mata Konsultasi pasca operasi oleh dokter spesialis mata Lensa anti-radiasi Paket Silver Rp. 18. 000. 000 Paket Silver kami cocok untuk mereka yang mencari pilihan terjangkau dengan kualitas perawatan yang tetap tinggi. Dengan biaya Rp. 18. 000. 000, Anda akan mendapatkan: Konsultasi pre-operasi oleh dokter spesialis mata Lensa standar Informasi Pendaftaran: Untuk mendaftar atau mendapatkan informasi lebih lanjut tentang paket operasi katarak Phacoemulsification di Primaya Hospital Makassar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0812 4198 1376. Tim kami akan dengan senang hati menjawab pertanyaan Anda dan membantu Anda memulai perjalanan menuju penglihatan yang lebih baik. Percayakan mata Anda kepada Primaya Hospital Makassar, di mana perawatan berkualitas bertemu dengan perasaan nyaman dan profesionalisme tinggi. Kami peduli pada kesehatan mata Anda. - Published: 2023-10-02 - Modified: 2023-10-02 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-eswl-extracorporeal-shock-wave-lithotripsy-primaya-hospital-makassar/ - Promo Location: Makassar Kami mengerti bahwa masalah batu ginjal bisa sangat mengganggu dan memerlukan perawatan yang tepat. Dengan Paket ESWL kami di Primaya Hospital Makassar, kami menawarkan solusi yang efektif dan terjangkau untuk mengatasi masalah batu ginjal. Harga: Rp. 7. 300. 000 (termasuk tindakan, konsultasi, dan obat) Apa yang Anda dapatkan dengan Paket ESWL kami: Tindakan ESWL yang Profesional: Anda akan mendapatkan tindakan ESWL yang dilakukan oleh tim medis yang berpengalaman dan terlatih dengan menggunakan teknologi terkini. ESWL adalah metode non-invasif yang menggunakan gelombang kejut untuk menghancurkan batu ginjal tanpa memerlukan sayatan atau operasi besar. Konsultasi dengan Dokter: Sebelum tindakan ESWL, Anda akan berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk mengevaluasi kondisi Anda dan merencanakan perawatan yang sesuai. Obat-obatan: Biaya paket mencakup obat-obatan yang mungkin Anda butuhkan selama perawatan dan pemulihan. Informasi dan Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendaftar, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0895 8001 33714. Tim kami akan dengan senang hati menjawab pertanyaan Anda, menjadwalkan konsultasi, dan membantu Anda memulai perjalanan menuju pemulihan dari masalah batu ginjal. Percayakan perawatan Anda kepada Primaya Hospital Makassar, di mana perawatan medis berkualitas dan pelayanan yang ramah bertemu untuk memberikan Anda solusi terbaik untuk masalah batu ginjal Anda. - Published: 2023-10-02 - Modified: 2023-10-02 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-usg-primaya-hospital-makassar/ - Promo Categories: Pemeriksaan Kehamilan - Promo Location: Makassar Primaya Hospital Makassar menyediakan beragam paket USG yang dirancang untuk memberikan pelayanan medis berkualitas dan informasi yang akurat kepada pasien. Dengan teknologi canggih dan tim dokter yang berpengalaman, kami siap membantu Anda dalam memantau kesehatan dan perkembangan janin, serta berbagai kondisi kesehatan lainnya. Berikut adalah daftar paket USG yang kami tawarkan: 1. Paket USG + Film - Rp. 600. 000 Konsultasi dokter spesialis obgyn 1x USG 2D + film 1x Paket ini cocok untuk pemeriksaan umum dan pemantauan kehamilan awal. 2. Paket USG Transvaginal - Rp. 650. 000 Konsultasi dokter spesialis obgyn 1x USG Transvaginal + film 1x Paket ini cocok untuk pemeriksaan yang memerlukan visualisasi yang lebih detail dan akurat. 3. Paket USG Skrining - Rp. 1. 000. 000 Konsultasi dokter subspesialis fetomaternal 1x USG 4D 1x Paket ini cocok untuk skrining kehamilan yang lebih mendalam dan melihat perkembangan janin dalam tiga dimensi. 4. Paket USG Skrining Trimester - Rp. 2. 300. 000 Konsultasi dokter subspesialis fetomaternal 3x USG 4D 3x Paket ini cocok untuk pemantauan kehamilan dalam tiga dimensi yang lebih terperinci selama beberapa trimester kehamilan. Kami juga menawarkan konsultasi dokter yang berkualitas sebagai bagian dari setiap paket USG kami. Dengan pilihan yang beragam, kami ingin memastikan bahwa pasien kami mendapatkan perawatan dan informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan hubungi kami di nomor berikut: 0812 4198 1376. Kami siap memberikan pelayanan terbaik dan membantu Anda dalam perjalanan kesehatan Anda. - Published: 2023-04-04 - Modified: 2023-11-19 - URL: https://primayahospital.com/promo/dental-scalling-pembersihan-karang-gigi/ - MCU - Bagian Tubuh: Gigi - Promo Categories: Gigi - Promo Location: Evasari Jakarta Syarat dan Ketentuan : Berlaku untuk pasien umum, peusahaan dan Asuransi Berlaku sampai dengan Mei 2023 Harga yang tertera per rahang, namun apabila di temukan penyulit lain akan di konfirmasikan ke pasien kenaikan tarifnya. Berlaku untuk semua dokter spesialis Gigi. Konfirmasi melalui no CC untuk perjanjian - Published: 2023-04-04 - Modified: 2023-04-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/injeksi-vitamin-c/ - Promo Location: Evasari Jakarta Syarat dan Ketentuan : Berlaku untuk pasien umum, peusahaan dan Asuransi Berlaku sampai dengan Mei 2023. Dapat dilakukan di Poli Umum dan Poli Spesialis Harga belum termasuk Jasa Dokter dan apabila ada obat yg di bawa pulang . - Published: 2023-02-20 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/pre-marital-health-check-up-woman/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah - Promo Categories: Cek Kesehatan Pra Nikah, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Evasari Jakarta, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Pre-Marital Health Check Up - Woman Skrining kesehatan yang dilakukan sebelum menikah untuk mengetahui kondisi kesehatan calon istri meliputi pemeriksaan penyakit menular dan pemeriksaan TORCH. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±7 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2023-02-20 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/pre-marital-health-check-up-man/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah - Promo Categories: Cek Kesehatan Pra Nikah, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Evasari Jakarta, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Pre-Marital Health Check Up - Man Skrining kesehatan yang dilakukan sebelum menikah untuk mengetahui kondisi kesehatan calon suami meliputi pemeriksaan penyakit menular dan pemeriksaan TORCH. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±7 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2023-02-20 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/stroke-screening-platinum/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Stroke - MCU - Bagian Tubuh: Kepala - Promo Categories: Deteksi Dini Stroke, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Evasari Jakarta, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Deteksi dini pada seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi sangat diperlukan mengingat stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya stroke dan skrining kelainan/gangguan pada jaringan otak. Hasil MCU akan diterima dalam waktu 1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2023-02-20 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/stroke-screening-silver/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Skrining Stroke - MCU - Bagian Tubuh: Kepala - MCU - Gejala: Bicara pelo - Promo Categories: Deteksi Dini Stroke, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Evasari Jakarta, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Deteksi dini pada seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi sangat diperlukan mengingat stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya stroke dan skrining kelainan/gangguan pada jaringan otak. Hasil MCU akan diterima dalam waktu 1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2023-02-16 - Modified: 2023-02-16 - URL: https://primayahospital.com/promo/pap-smear-bekasi-utara/ - Promo Categories: USG Payudara & Papsmear - Promo Location: Bekasi Utara Paket Pap Smear di Primaya Hospital Bekasi Utara adalah paket pemeriksaan kesehatan untuk wanita yang mencakup konsultasi dengan dokter kandungan, tes Pap Smear, dan biaya administrasi rawat jalan. Harga paket ini adalah Rp. 600. 000. Tes Pap Smear adalah metode yang digunakan untuk mendeteksi dini kanker serviks pada wanita dan sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin. Dengan paket ini, Anda akan mendapatkan layanan kesehatan yang komprehensif dan terjangkau untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda. - Published: 2022-11-14 - Modified: 2022-11-14 - URL: https://primayahospital.com/promo/hari-diabetes/ - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Halo Primayans! Spesial Hari Diabetes Sedunia Primaya Hospital memberikan penawaran menarik untuk skrining diabetes dan medical check up komprehensif untuk Anda dan keluarga. . Ayo manfaatkan penawaran menarik ini - Published: 2022-11-14 - Modified: 2022-11-14 - URL: https://primayahospital.com/promo/hari-ayah/ - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Halo Primayans! Spesial Hari Ayah Nasional Primaya Hospital memberikan penawaran menarik untuk seluruh Ayah agar lebih memperhatikan kesehatannya lagi . Ayo manfaatkan penawaran menarik ini - Published: 2022-11-08 - Modified: 2022-11-08 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-anc-bekasi/ - Promo Categories: Pemeriksaan Kehamilan - Promo Location: Bekasi Barat Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil. Tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan, dan nifas dengan baik dan selamat serta menghasilkan bayi yang sehat. Konsul Spesialis Kandungan 4x Free USG 2D (print foto) harga Rp. 2. 198. 000 Konsul Spesialis Kandungan 6x Free USG 2D (print foto) harga Rp. 2. 937. 000 Konsul Spesialis Kandungan 9x Free USG 2D (print foto) harga Rp. 4. 399. 00 Berlaku sampai : 31-12-2022 Keterangan: Hanya berlaku untuk pembayaran pribadi/umum Appointment minimal 1 hari sebelumnya Pembayaran paket dibayarkan pada saat kedatangan pertama Tidak ada refund/pembatalan di pertengahan berjalannya paket Pemeriksaan tambahan di luar paket akan dikenakan biaya sesuai tarif RS Berlaku Desember 2022 Info Lebih Lanjut Mimi : 0815 1989 0815 Lusi : 082110885857 tanti : 081284328546 Agus : 08128358156 Primaya Call : 021 8868888 Primaya Hospital Bekasi Barat Jl. KH. Noer Ali No. Kav. 17-18, RT. 001/RW. 009, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Sel. , Kota Bks, Jawa Barat 17144 - Published: 2022-11-01 - Modified: 2022-11-01 - URL: https://primayahospital.com/promo/pre-registrasi-vaksin-dbd/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Infeksi dengue merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor dengan penyebaran tercepat di dunia. Indonesia secara konsisten menjadi salah satu dari tiga negara teratas dengan beban dengue tertinggi secara global. Meskipun berbagai upaya promosi pengendalian dengue telah dilakukan Dengue masih tetap menjadi tantangan masalah kesehatan publik. Lindungi diri serta kesehatan Anda dan keluarga dengan melakukan Vaksinasi Demam Berdarah Dengue. Pastikan nama Anda terdaftar dalam pre-registrasi Vaksinasi DBD untuk mendapatkan vaksin lebih awal. Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di seluruh cabang Primaya Hospital maupun di lokasi yang Anda tentuka Bagaimana Cara Ikut Program Vaksinasi Demam Berdarah? Mendaftar melalui Website, untuk mendapatkan kuota vaksinasi. Estimasi ketersediaan vaksin paling cepat pada bulan Maret 2023. Primaya Hospital siap menjadi vaksinator atau pelaksana vaksin untuk menjalankan program vaksin demam berdarah. Bagi perusahaan yang berencana menunjuk Primaya Hospital sebagai vaksinator, dapat mengisi formulir daftar vaksin dbd dibawah ini. - Published: 2022-10-02 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/mens-health-check-up-gold/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Pria - MCU - Bagian Tubuh: Prostat - Promo Categories: Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Men's Health Check Up - Gold Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±90 menit* Direkomendasikan untuk pria berusia di atas 35 tahun yang ingin mengetahui kesehatan organ vital pria. Deteksi dini penyakit pada organ vital pria yang dilengkapi dengan skrining tumor prostat dan pemeriksaan saluran urine. Disarankan untuk dilakukan 1 kali dalam setahun. Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-10-02 - Modified: 2024-03-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/mens-health-check-up-platinum/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Pria - MCU - Bagian Tubuh: Jantung, Paru-paru, Perut, Prostat - Promo Categories: Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Men's Health Check Up - Platinum Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±6 jam* Direkomendasikan untuk pria yang ingin mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh dan kesehatan organi vital pria khususnya tingkat kesuburan dan skrining tumor prostat. Pemeriksaan komprehensif yang meliputi pemeriksaan darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, gula darah, jantung, dan paru-paru. Pemeriksaan ini juga meliputi pemeriksaan organ vital pria dengan analisa sperma, skrining tumor prostat, pemeriksaan saluran urine, hingga skrining penyakit menular Hepatitis A, B, dan C. Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-10-02 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/pre-employee-health-check-up-basic/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Pra-Karyawan - Promo Categories: Cek Kesehatan Karyawan, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Pre-Employee Health Check Up - Basic Skrining kesehatan untuk tenaga kerja guna memastikan tenaga kerja yang diterima dapat bekerja dengan optimal. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±60 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-10-02 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/annual-employee-health-check-up/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Karyawan Tahunan - Promo Categories: Cek Kesehatan Karyawan, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Annual Employee Health Check Up Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±5 jam* Direkomendasikan untuk pria & wanita di atas usia 25 tahun yang ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh atau bagi Anda yang mudah memar tanpa alasan jelas, stamina menurun, hingga sering merasakan nyeri pada bagian dada dan perut. Pemeriksaan kesehatan komprehensif yang disarankan untuk dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun, meliputi : pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati, gula darah, jantung, paru-paru, USG Abdomen (perut), pemeriksaan THT dan mata, skrining kanker, HbA1c (rata-rata gula darah 3 bulan terakhir), hingga skrining risiko jantung. Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±1-2 hari kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-10-02 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-malaysia/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Calon Pelajar ke Luar Negeri – Malaysia - Promo Categories: Cek Kesehatan Calon Pelajar, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Overseas Student Health Check Up - Malaysia Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Malaysia. Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-10-02 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/student-health-check-up-domestic-school/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Calon Pelajar Sekolah Kedinasan (Institusi Pemerintahan) - Promo Categories: Cek Kesehatan Calon Pelajar, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Student Health Check Up - Domestic School Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan utama bagi calon pelajar Sekolah Kedinasan (Institusi Pemerintahan) maupun sekolah lainnya di dalam negeri. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±90 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-09-09 - Modified: 2022-09-09 - URL: https://primayahospital.com/promo/hemat-50-livin-by-mandiri/ - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Berlaku sampai dengan 31 Desember 2022 setiap hari Senin-Jumat Syarat dan Ketentuan Program Program berupa pemberian cashback 50% (Lima Puluh Persen) dari nilai Transaksi dengan Nilai maksimal cashback adalah sebesar Rp50. 000, (Lima Puluh Ribu Rupiah) / Pengguna selama periode Program berlangsung (“Cashback”). Berlaku untuk transaksi minimal Rp 100. 000,00. Kuota program transaksi cashback adalah sebanyak 100 transaksi per hari yang berlaku secara cross merchant untuk seluruh merchant peserta Program kategori Rumah Sakit. 1 (satu) user dibatasi hanya menerima cashback maksimal 2 (dua) kali transaksi dalam 1 (satu) bulan. Cashback diterima dalam bentuk saldo yang akan dikreditkan ke rekening nasabah Livin’ by Mandiri setiap hari JUMAT di minggu berikutnya setelah transaksi berhasil, dalam bentuk saldo ke nomor Rekening Tabungan di Mobile Banking Mandiri Pengguna yang terdaftar di MANDIRI. Ketentuan Cashback dapat berubah atau berhenti sewaktu- waktu sesuai sesuai dengan kebijakan MANDIRI yang akan diinfokan melalui link FAQ Program. Cashback berlaku untuk pembelian semua varian produk di PRIMAYA HOSPITAL. Promo Cashback tidak dapat digabungkan dengan promo Mobile Banking Mandiri lainnya. MANDIRI berhak menggugurkan hak Pengguna atas Cashback apabila ditemukan tindakan yang dianggap oleh MANDIRI sebagai penyalahgunaan, kecurangan dan/atau Transaksi mencurigakan lainnya. - Published: 2022-09-07 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/pre-employee-health-check-up-35-years-old/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Pra-Karyawan - Promo Categories: Cek Kesehatan Karyawan, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Pre-Employee Health Check Up < 35 Years Old Skrining kesehatan untuk tenaga kerja guna memastikan tenaga kerja yang diterima dapat bekerja dengan optimal. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±60 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-09-07 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/pre-employee-health-check-up-over-35-years-old/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Pemeriksaan Kesehatan Pra-Karyawan - Promo Categories: Cek Kesehatan Karyawan, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Pre-Employee Health Check Up > 35 Years Old Skrining kesehatan untuk tenaga kerja guna memastikan tenaga kerja yang diterima dapat bekerja dengan optimal. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±3-5 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-09-07 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-jepang/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Calon Pelajar ke Luar Negeri – Japan - Promo Categories: Cek Kesehatan Calon Pelajar, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Overseas Student Health Check Up - Jepang Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Jepang. Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-09-07 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-china/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Calon Pelajar ke Luar Negeri – China - Promo Categories: Cek Kesehatan Calon Pelajar, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Overseas Student Health Check Up - China Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara Tiongkok (China). Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-09-07 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/overseas-student-health-check-up-usa/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Calon Pelajar ke Luar Negeri – USA - Promo Categories: Cek Kesehatan Calon Pelajar, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Overseas Student Health Check Up - United States of America (U. S. A. or USA) Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan pengajuan visa untuk menempuh pendidikan di negara United States of America (U. S. A. or USA). Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari negara asal ke negara tujuan. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam kerja setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-09-07 - Modified: 2024-04-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/student-health-check-up-boarding-school/ - MCU - Tujuan Pemeriksaan: Calon Pelajar Sekolah Asrama (Boarding School) - Promo Categories: Cek Kesehatan Calon Pelajar, Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Hertasning Makassar, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, Pasar Kemis Tangerang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Student Health Check Up - Boarding School Pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi persyaratan utama bagi calon pelajar Sekolah Asrama (boarding school) maupun sekolah lainnya di dalam negeri. Estimasi waktu pemeriksaan dan pengambilan sample: ±120 menit* Hasil MCU akan diterima dalam waktu ±2-4 jam setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel. - Published: 2022-08-15 - Modified: 2022-09-16 - URL: https://primayahospital.com/promo/paketmerdeka/ - Promo Categories: Medical Check Up, Vaksin - Promo Location: Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Depok, Karawang, Makassar, Palangkaraya, Pangkalpinang, PGI Cikini Jakarta, Semarang, Sorowako, Sukabumi, Tangerang Promo telah selesai. - Published: 2022-07-25 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/konsultasi-geriatric-center/ - Promo Location: Bekasi Barat Pelayanan GERIATRI diberikan untuk para Lansia yang berusia lebih dari 60 tahun keatas dan memiliki lebih dari satu penyakit Fisik maupun Psikis Pasien Geriatri adalah Orang tua berusia diatas 60 tahun yang memiliki penyakit lebih dari 2 (dua)/majemuk/ multipatologi akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani, dan atau kondisi sosial yang bermasalah atau pasien dengan usia 70 (tujuh puluh) tahun keatasyang memiliki 1 (satu) penyakit fisik Dan atau psikis. Paket Konsultasi Geriatri Sehat 1. Paket Konsultasi Geriatric center 3 dokter spesialis + adm Rp. 650. 000 2. Paket Konsultasi Geriatric center 4 dokter spesialis + adm Rp. 850. 000 - Published: 2022-07-24 - Modified: 2022-07-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/konsultasi-psikolog-anak-evasari/ - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Tetap healing memasuki masa pendidikan tatap muka (PTM) Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, dapatkan diskon 10 % konsultasi dengan psikolog anak Ade Dian Komala, M. Psi, Psikolog Psikolog Anak, Primaya Evasari Hospital Jadwal praktek Selasa dan Kamis 14. 30 - 17. 30 WIB Berlaku mulai tanggal 23 Juli s/d 13 Agustus 2022 Informasi lebih lanjut dapat melalui Customer Care (0877 6540 0110) - Published: 2022-07-24 - Modified: 2022-07-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/anc-palangkaraya/ - Promo Categories: Pemeriksaan Kehamilan - Promo Location: Palangkaraya Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil. Tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan, dan nifas dengan baik dan selamat serta menghasilkan bayi yang sehat. Paket ANC : Konsultasi Dokter Spesialis Obgyn 4x USG 4D Tarif : Rp. 1. 000. 000,- Kontak : 0822-8888-9702 Keterangan : 1. Hanya berlaku untuk jaminan pribadi / umum 2. Pembayaran dilakukan pada saat kedatangan pertama 3. Tidak ada refund / pembatalan dipertengahan berjalannya paket 4. Pemeriksaan diluar paket akan dikenakan biaya sesuai tarif RS - Published: 2022-07-14 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-bekasi-barat/ - Promo Location: Bekasi Barat 1. Paket Sircumsisi/ sunat dengan dr Spesialis Bedah umum harga Rp. 1. 350. 000,- ( non OK ) 2. Paket Sircumsisi / sunat dengan dr Spesialis Bedah umum harga Rp. 4. 500. 000,- ( OK ) Syarat dan Ketentuan Termasuk jasa Dokter Spesialis Bedah Umum Termasuk alat, obat, dan tindakan Tidak termasuk penyulit atau terapi tambahan Dapatkan Goddybag dan Souvenir menarik. Informasi pendaftaran; Tanti, 081284328546 Agus, 08128258156 Mimi, 081519890815 Lusi, 082110885857 - Published: 2022-07-14 - Modified: 2022-07-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-hexaxim-sukabumi/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Sukabumi Vaksin Hexaxim adalah vaksin yang digunakan untuk melindungi dari penyakit difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, poliomyelitis dan penyakit serius yang disebabkan oleh Haemophilus Hib. Harga Paket Rp. 3. 450. 000 *Syarat & Ketentuan: Paket Berlaku untuk Pembayaran jaminan umum belum termasuk obat minum (bila ada) Paket berlaku sampai bulan Desember 2022 Informasi & Pendaftaran 0812 8206 1429 - Published: 2022-07-14 - Modified: 2022-09-02 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-sirkumsisi-semarang/ - Promo Location: Semarang Paket Khitan Primaya Hospital Semarang, Harga Rp. 3. 000. 000 Paket termasuk : Kamar perawatan One Day Care jasa tindakan dokter Spesialis Bedah Umum obat-obatan selama perawatan dan saat pulang hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit Informasi lebih lanjut 081 227 228 887 - Published: 2022-07-05 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-rawat-luka-post-sc/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Sukabumi Perawatan pasca operasi Sectio Caesarea (SC) adalah perawatan yang dilakukan untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri. Paket Post SC Rp. 600. 000 *Syarat & Ketentuan Berlaku Informasi & Pendaftaran 0812 8206 1429 PRIMAYA HOSPITAL SUKABUMI Jl. R. A. Kosasih No. 45 Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat Hunting : (0266) 22 1166 Ambulance : 150 108 IGD : (0266) 248 2255 SPGDT : 0812 9460 3542 Chatbot : 0822 8888 9702 WA : 0812 8206 1429 - Published: 2022-07-03 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-tes-narkoba-pangkalpinang/ - Promo Categories: Medical Check Up - Promo Location: Pangkalpinang PAKET TES NARKOBA PRIMAYA HOSPITAL BHAKTI WARA Rp 380. 000,- *Sudah termasuk biaya administrasi Informasi lebih lanjut: (0717)422605 082179701619 (Wahyu) PRIMAYA HOSPITAL BHAKTI WARA Jl. Solihin GP No. 180 Kel. Gajah Mada Kec. Rangkui, Kota Pangkalpinang 33139 Telp: (0717)422605 | IGD : (0717)424747 - Published: 2022-07-03 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-flu-anak-dewasa/ - Promo Categories: Vaksin, Vaksin Flu - Promo Location: Bekasi Timur PAKET VAKSI INFLUENZA Primaya Hospital bekasi Timur Harga Rp. 355. 000 Vaksin Anak (diatas usia 6 bln) dan dewasa Syarat & Ketentuan Untuk pasien jaminan umum dan perusahaan Diselenggarakan 5 Juli s. d 30 September 2022 - Published: 2022-07-03 - Modified: 2022-07-25 - URL: https://primayahospital.com/promo/vaksin-pneumonia-anak-dewasa/ - Promo Categories: Vaksin - Promo Location: Bekasi Timur PAKET VAKSI PNEUMONIA Primaya Hospital bekasi Timur Harga Rp. 1. 099. 000 Vaksin Anak (mulai dari 2 bln) dan dewasa (sd >/= 65 thn ) Syarat & Ketentuan Untuk pasien jaminan umum dan perusahaan Diselenggarakan 5 Juli s. d 30 September 2022 - Published: 2022-06-28 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-vaksinasi-flu-pneumonia-phbb/ - Promo Categories: Vaksin, Vaksin Flu Dapatkan Harga Khusus Medical Chek Up Vaksinasi Flu & Pneumonia 23 Primaya Hospital Bekasi Barat l Vaksinasi Flu Dewasa Rp. 355. 000,- l Vaksinasi Pneumonia Dewasa Rp. 1. 099. 000,- S&K: * Berlaku untuk pasien Umum dan perusahaan * Periode 1 Juli 2022 s. d 30 September 2022 * Sudah termasuk obat dan alkes jika di perlukan Informasi dan pendaftaran: Telp: 021-8868888 ext 121 Appointment 2 hari sebelumnya ke nomor WA: 0811-1339966 - Published: 2022-06-26 - Modified: 2022-06-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-pangkalpinang/ - Promo Categories: Medical Check Up PAKET MEDICAL CHECK UP PRIMAYA HOSPITAL BHAKTI WARA Paket PRIMA “A” Rp 976. 000,- Pemeriksaan Dokter Umum Darah Lengkap Kreatinin SGPT Gula Darah Urine Lengkap HbsAg Foto Thorax Paket PRIMA “C” Rp 718. 000,- Pemeriksaan Dokter Umum Darah Rutin Hba1c Kolesterol Total Kolesterol LDL Kolesterol HDL Trigliserida Asam Urat Paket PRIMA “B” Rp 524. 100,- Pemeriksaan Dokter Umum Darah Rutin Gula Darah Kolesterol Total Kolesterol LDL Kolesterol HDL Trigliserida Asam Urat Paket PRIMA “D” Rp 1. 030. 000,- Pemeriksaan Dokter Umum Darah Rutin Hba1c Kolesterol Total Kolesterol LDL Kolesterol HDL Trigliserida Asam Urat Elektrolit Serum (Na, K, Cl) Biaya di atas sudah termasuk administrasi Informasi Lebih Lanjut : (0717) 422605 082179701619 (Wahyu) PRIMAYA HOSPITAL BHAKTI WARA Jl. Solihin GP No. 180 Kel. Gajah Mada, Kec. Rangkui, Kota Pangkalpinang 33139 Telp : (0717)422605 | IGD : (0717)424747 - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-prp-platelet-rich-plasma/ - Promo Location: Semarang My Real Healing Paket PRP (platelet-rich plasma) merupakan plasma darah yang telah diperkaya dengan trombosit. Salah satu kelebihan PRP adalah kemampuannya dalam merangsang penyembuhan tulang dan jaringan lunak. Harga Rp. 4. 000. 000 Paket termasuk : * Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Ortopedi * Biaya admin * Paket hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/radiofrequency-ablation-semarang/ - Promo Location: Semarang Manajemen Nyeri dengan RFA ( Radiofrequency Ablation ) Tindakan RFA ( Radiofrequency Ablation ) adalah teknik penanganan nyeri yang menggunakan gelombang radio untuk memancarkan panas pada saraf, sehingga rasa nyeri pun menjadi berkurang secara signifikan. Kelas Harga Kelas 3 Rp. 16. 975. 000 Kelas 2 Rp. 18. 575. 000 Kelas 1 Rp. 20. 435. 000 Suite Rp. 22. 690. 000 President Suite Rp. 26. 310. 000 Paket Termasuk Kamar perawatan Jasa tindakan dokter Spesialis Jasa visit dokter spesialis Obat-obatan selama perawatan, dan saat pulang Hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/yoga-prenatal-bekasi-timur/ - Promo Location: Bekasi Timur YOGA PRENATAL Primaya Hospital Bekasi Timur Biaya Rp. 50 Rb /pertemuan Paket Rp. 180 Rb/ 4x pertemuan Yang akan diselenggarakan, Setiap: Hari : Sabtu Waktu : Sesi I : 10. 30 - 11. 30 wib Sesi II : 11. 00 - 13. 00 wib Tempat : Auditorium lantai 1 Primaya Hospital Bekasi Timur Pendaftaran WA CSO : +62 813-1097-2391 - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-laparaskopi-sukabumi/ - Promo Location: Sukabumi Bedah laparaskopi ginekologi adalah prosedur pembedahan yang melibatkan penyisipan laparoskop ke dalam rongga panggul dan perut untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan ginekologi, termasuk gangguan pada rahim, saluran tuba, dan ovarium. dengan teknik bedah minimal invasif karena memungkinkan pasien untuk melakukan intervensi tanpa harus membuka perut dengan membuat sayatan kecil Paket Laparaskopi Ginekologi Kelas III Rp. 35. 000. 000 Kelas II Rp. 38. 000. 000 Kelas I Rp. 41. 000. 000 Suite Rp. 45. 500. 000 P. Suite Rp. 49. 500. 000 *Syarat & Ketentuan Berlaku Informasi & Pendaftaran : 0812 8206 1429 PRIMAYA HOSPITAL SUKABUMI Jl. R. A. Kosasih No. 45 Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat Hunting : (0266) 22 1166 Ambulance : 150 108 IGD : (0266) 248 2255 SPGDT : 0812 9460 3542 Chatbot : 0822 8888 9702 WA : 0812 8206 1429 - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-stroke-tangerang/ - Promo Location: Tangerang Skrining Stroke Rp. 499. 000* Termasuk: - Pemeriksaan Laboratorium (Glukosa Darah Puasa, Trigliserida, Kolesterol Total, HDL, LDL Direk) - Konsultasi Hasil oleh dokter spesialis saraf - BMI Measurement Paket Berlaku mulai dari 1 Mei s. d. 31 Juli 2022 - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-06-20 - URL: https://primayahospital.com/promo/radiofrequency-tightening-evasari/ Terapi menggunakan gelombang radiofrekuensi yang merangsang pembentukan kolagen baru pada kulit, agar kulit kendur dan berkerut kembali kencang dan kenyal. 12x perawatan : 1. 200. 000,- 6x perawatan : 750. 000,- 3x perawatan : 450. 000,- 1x perawatan : 175. 000,- Syarat dan ketentuan : Berlaku untuk jaminan umum Waktu pemeriksaan Senin - Jum’at jam 08-17 WIB Pendaftaran H-1 kedatangan Berlaku s/d 30 Juni 2022 Informasi : Customer Care 0877 6540 0110 - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-injeksi-vit-c-evasari/ - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Dapatkan Paket Injeksi Vit C dengan harga Rp. 150. 000,-, paket termasuk: Mencerahkan warna kulit Memperlambat kerusakan kulit, rambut dan kuku, akibat radikal bebas Membantu memperbaiki kerusakan sel kulit, rambut dan kuku Meningkatkan imunitas tubuh Syarat dan ketentuan : Berlaku untuk jaminan umum Waktu pemeriksaan Senin - Jum’at jam 08-17 WIB Pendaftaran H-1 kedatangan Berlaku s/d 30 Juni 2022 Informasi : Customer Care 0877 6540 0110 ------------------------ Primaya Evasari Skin Health & Beauty Center - Published: 2022-06-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/chemical-peeling-evasari/ - Promo Location: PGI Cikini Jakarta Mengangkat sel kulit mati dengan zat kimia yang aman, agar tekstur kulit halus, licin, bebas kerut dan lebih cerah. Harga Rp. 310. 000,- 1x peeling & 1x konsultasi (Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin) FREE KONSULTASI DOKTER SPESIALIS Syarat dan ketentuan : - Berlaku untuk jaminan umum - Waktu pemeriksaan Senin - Jum’at jam 08-17 WIB - Pendaftaran H-1 sebelum kedatangan - Berlaku s/d 30 Juni 2022 Informasi : Customer Care 0877 6540 0110 - Published: 2022-05-29 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-endoskopi-semarang/ - Promo Location: Semarang Endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam organ internal Anda. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendiagnosis masalah pada tubuh Anda tanpa melakukan pembedahan besar. Endoskopi terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung bagian tubuh mana yang diperiksa. Prosedur ini dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai macam penyakit. Selain itu, endoskopi juga menjadi pemeriksaan penunjang beberapa tindakan medis, seperti pengambilan sampel jaringan untuk biopsi dan operasi. Berikut adalah jenis prosedur endoskopi yang paling umum, dan dapat dilakukan di Primaya Hospital Semarang: Bronkoskopi pada paru-paru. Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Enteroskopi pada usus halus. Sigmoidoskopi pada rektum dan bagian bawah usus besar yang disebut sigmoid. Kolonoskopi pada usus besar. Ureteroskopi pada ureter. Sistoskopi pada kandung kemih. Laparoskopi pada area perut atau panggul. Histeroskopi pada bagian dalam rahim. Prosedur ini merupakan minimal invasive dengan hasil maksimal. Harga paket mulai dari Rp. 3. 000. 000 - Published: 2022-05-24 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/skrining-stroke-cepat-akurat-fast-stroke-imaging/ - Promo Location: Semarang PROSEDUR CT SCAN, HASIL SETARA MRI. Memastikan Stroke dengan cepat dan akurat: Syarat dan Ketentuan Paket sudah termasuk biaya administrasi dan Konsultasi Dokter Spesialis Syaraf Paket sudah termasuk pemeriksaan laboratorium Ureum dan Kreatinin Paket berlaku untuk pembayaran pribadi ( cash/debit/kredit ) Harga paket Rp. 3. 128. 800 - Published: 2022-05-17 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/hut-bhakti-wara-ke-19/ - Promo Location: Pangkalpinang Dalam Rangka Ulang Tahun Primaya Hospital Bhakti Wara ke-19 Dapatkan Diskon Konsultasi Dokter 20% Dokter Spesialis 50% Dokter Umum Syarat dan Ketentuan : *Berlaku pada tanggal 20 Mei 2022 *Berlaku hanya di pelayanan poliklinik *Hanya untuk pasien umum Informasi lebih lanjut : Wahyu (082179701619) Remizar (085289327002) Primaya Hospital Bhakti Wara Jalan Solihin GP No. 180, Kel. Gajah Mada Kec. Rangkui, Kota Pangkalpinang 33139 Telp: (0717)422605 | IGD: (0717)424747 - Published: 2022-05-16 - Modified: 2022-07-21 - URL: https://primayahospital.com/promo/mcu-bhakti-wara/ - Promo Categories: Medical Check Up Dapatkan paket Medical Care di Primaya Hospital Bhakti Wara, Harga Rp 976. 000,-, meliputi: Pemeriksaan Dokter Umum Darah Lengkap Kreatinin SGPT Gula Darah Urine Lengkap HbsAg Foto Thorax Biaya di atas sudah termasuk administrasi Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Telp. (0717) 422605 Whatsapp : 082179701619 (Wahyu) 085289327002 (Remizar) Primaya Hospital Bhakti Wara Jl. Solihin GP No. 180 Kel. Gajah Mada, Kec. Rangkui, Pangkalpinang 33139 Telp: (0717) 422 605 IGD: (0717) 424 747 - Published: 2022-04-25 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-operasi-katarak/ - Promo Location: Bekasi Barat Primaya Hospital memiliki teknologi Phaco Emulsifikasi yaitu teknik operasi katarak yang paling mutakhir. Banyak orang awam yang menyebut teknologi ini sebagai teknologi laser mata. Dengan teknik ini, Dokter Spesialis Mata akan menggunakan getaran ultrasonik untuk menghancurkan lensa mata yang terkena katarak. Operasi Katarak ini aman untuk semua pasien, termasuk bayi dengan katarak bawaan hingga pasien lansia. Dengan Phaco Emulsifikasi, Dokter Spesialis Mata tidak perlu membuat sayatan lebar sehingga operasi katarak dapat dilakukan dengan cepat, mudah, aman, dan tanpa jahitan sehingga pasien yang sudah melakukan operasi katarak dapat kembali mengerjakan aktivitas normal dalam waktu singkat. - Published: 2022-04-24 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-booster-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Location: Bekasi Utara Halo sahabat Prima. . Untuk tetap menjaga Kesehatan kita selama masa liburan, sudah sangat penting kita menjaga imun tubuh dengan cara menjaga asupan nutrisi yang tepat, salah satu cara dengan konsumsi suplemen dan vitamin untuk mendapatkan asupan nutrisi tambahan . Asupan nutrisi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh dikala pandemi Covid-19 adalah vitamin C yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh karena kandungan antioksidan. Vitamin C juga dapat mencegah kerusakan dan memperbaiki sel yang rusak akibat virus dan bakteri . Kini Primaya Hospital Bekasi Utara menghadirkan paket Booster Daya Tahan Tubuh Mulai dari Rp 220. 000,- . Primaya Hospital Bekasi Utara Jl. Kaliabang Villa Indah Permai (Golden City) Blok G no. 1 Teluk Pucung Bekasi Utara (10 menit dari Summarecon Bekasi) . Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center : (021) 888 9 2000 IGD 24 Jam : (021) 888 9 3000 Daftar via Chatbot : 0822 8888 9702 - Published: 2022-04-24 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-elektrokauter/ - Promo Location: Sukabumi Elektrokauter adalah tindakan medis yang dilakukan untuk menghilangkan jaringan abnormal seperti kutil di kulit maupun menghentikan perdarahan. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat bernama electrokauter yang bekerja dengan cara memanfaatkan aliran listrik dan menghasilkan efek panas untuk membakar maupun memotong jaringan. Dapatkan paket Elektrokauter mulai dari Rp. 500. 000,- Paket Elektrokauter Kecil = Rp 500. 000,- Paket Elektrokauter Sedang = Rp 900. 000,- Paket Elektrokauter Besar = Rp 1. 450. 000,- Syarat dan ketentuan berlaku paket elektrokauter: Paket berlaku untuk jaminan umum Paket diluar konsultasi dokter spesialis kulit & kelamin Paket belum termasuk obat pulang Paket berlaku mulai 25 April 2022 s/d 31 Desember 2022 Informasi & Pendaftaran : 0812 8206 1429 PRIMAYA HOSPITAL SUKABUMI Jl. R. A. Kosasih No. 45 Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat Hunting : (0266) 22 1166 Ambulance : 150 108 IGD : (0266) 248 2255 SPGDT : 0812 9460 3542 Pendaftaran Berobat melalui WhatsApp Chatbot : 0822 8888 9702 WhatsApp : 0812 8206 1429 - Published: 2022-04-24 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-lebaran-sukabumi/ - Promo Categories: Medical Check Up - Promo Location: Sukabumi Paket MCU Spesial Lebaran Rp 500. 000,- Paket Pemeriksaan Konsultasi dokter umum Gula darah (puasa) Asam urat Kolesterol total Kolesterol LDL Kolesterol HDL Trigliserida Syarat & Ketentuan: Sudah termasuk konsultasi Dokter dihari yang sama Harus puasa 6-8 jam sebelum pemeriksaan Berlaku untuk jaminan umum Informasi & Pendaftaran : 0812 8206 1429 PRIMAYA HOSPITAL SUKABUMI Jl. R. A. Kosasih No. 45 Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat Hunting : (0266) 22 1166 Ambulance : 150 108 IGD : (0266) 248 2255 SPGDT : 0812 9460 3542 Pendaftaran Berobat melalui WhatsApp Chatbot : 0822 8888 9702 WhatsApp : 0812 8206 1429 - Published: 2022-04-15 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-paket-tur-p/ - Promo Location: Sukabumi Promo Paket TUR-P di Primaya Hospital Sukabumi Kelas III Rp. 29. 000. 000 Kelas II Rp. 32. 000. 000 Kelas I Rp. 26. 000. 000 Suite Rp. 41. 000. 000 P. Suite Rp. 46. 000. 000 *Syarat & Ketentuan Berlaku Informasi & Pendaftaran : 0812 8206 1429 PRIMAYA HOSPITAL SUKABUMI Jl. R. A. Kosasih No. 45 Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat Hunting : (0266) 22 1166 Ambulance : 150 108 IGD : (0266) 248 2255 SPGDT : 0812 9460 3542 Chatbot : 0822 8888 9702 WA : 0812 8206 1429 - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/paket-pemeriksaan-diabetes-di-semarang/ PEMERIKSAAN DIABETES BASIC : Rp 1. 099. 000,- Konsultasi dokter Pemeriksaan Laboratorium EKG PEMERIKSAAN DIABETES ADVANCE : Rp 1. 400. 000,- Konsultasi dokter spesialis mata dan penyakit dalam Konsultasi ahli gizi Pemeriksaan Laboratorium EKG Funduskopi Syarat & Ketentuan Paket Pemeriksaan Diabetes sbb : Paket sudah termasuk biaya administrasi Paket berlaku untuk pembayaran pribadi (cash/debit/kredit) Pembayaran melalui perusahaan dan asuransi bisa dilakukan tanpa melampirkan rincian paket Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/paket-medical-check-up-jantung-di-semarang/ Dapatkan berbagai paket pemeriksaan kesehatan jantung di Primaya Hospital Semarang, harga mulai dari Rp. 800. 000,- JANTUNG PRIMA 1 : Rp 800. 000,- Konsultasi dokter spesialis Treadmill JANTUNG PRIMA 2 : Rp 999. 000,- Konsultasi dokter spesialis Echocardiography JANTUNG PRIMA 3 : Rp 1. 119. 000,- Konsultasi dokter spesialis CT Scan Heart Calsium Scoring JANTUNG PRIMA 4 : Rp 3. 799. 000,- Konsultasi dokter spesialis Laboratorium Calsium Score CT Scan Angiography Jantung Syarat & Ketentuan Paket Jantung Prima sbb : Paket sudah termasuk biaya administrasi Paket berlaku untuk pembayaran pribadi (cash/debit/kredit) Pembayaran melalui perusahaan dan asuransi bisa dilakukan tanpa melampirkan rincian paket Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/healthy-woman-package-primaya-hospital-semarang/ Healthy Woman Package Maintain of your beauty body Dapatkan berbagai paket pemeriksaan untuk Wanita dan penawaran menarik dibawah ini: Paket USG Payudara : Rp 799. 000,- Paket Papsmear : Rp 550. 000,- Hemat 50% Tindakan Pemeriksaan USG 2D dan USG 4D Syarat & ketentuan : Paket USG Payudara & Papsmear sudah termasuk administrasi dan konsultasi dokter spesialis Promo berlaku sd 30 Juni 2022 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/promo-pemeriksaan-bia-bioelectrical-impedance-analysis/ "Seberapa Ideal Tubuh Anda? " Ketahui komposisi ideal tubuh anda dengan BIA. Ketahui berapa : Body Fat Mass, Skeletal Muscle Mass, Body Mass Index, Percent Body Fat, Total Body Water. PAKET IDEAL Rp. 299. 000 Paket termasuk : * Konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinik * Pengukuran Komposisi Tubuh dengan BIA * Biaya admin * Paket hanya berlaku untuk pembayaran cash, debit atau kartu kredit * Berlaku sampai 30 Juni 2022 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/free-upgrade-kamar-perawatan-primaya-hospital-bekasi-barat/ Primaya Hospital Bekasi Barat menyediakan program free upgrade naik kelas kamar perawatan satu tingkat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pasien rawat inap. Syarat dan ketentuan: 1. Masa berlaku promo sampai 31 Maret 2022. 2. Berlaku pembayaran Pribadi, jaminan perusahaan, BPJS-TK, dan Asuransi. 3. Tidak berlaku pada pasien dengan hak kamar VIP. 4. Sesuai ketersediaan kamar perawatan. Informasi & Pendaftaran Hubungi: 0812 8452 3911 (07:00~19:00) - Published: 2022-04-14 - Modified: 2022-04-14 - URL: https://primayahospital.com/en/promo/paket-screening-penyakit-jantung-bawaan/ Sayangi buah hati Anda dengan melakukan screening penyakit jantung bawaan sejak dini. Harga Rp. 600. 000, termasuk: Echocardiography Konsultasi Dokter Spesialis Anak (Konsulen Jantung Anak) Informasi & Pendaftaran Tanti 0812 8432 8546 - Published: 2022-03-27 - Modified: 2022-10-25 - URL: https://primayahospital.com/promo/healthy-woman-package-primaya-hospital-semarang/ - Promo Categories: USG Payudara & Papsmear - Promo Location: Semarang Healthy Woman Package Maintain of your beauty body Dapatkan berbagai paket pemeriksaan untuk Wanita dan penawaran menarik dibawah ini: Paket USG Payudara : Rp 799. 000,- Paket Papsmear : Rp 550. 000,- Hemat 50% Tindakan Pemeriksaan USG 2D dan USG 4D Syarat & ketentuan : Paket USG Payudara & Papsmear sudah termasuk administrasi dan konsultasi dokter spesialis Promo berlaku sd 30 Juni 2022 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-03-27 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-jantung-di-semarang/ - Promo Categories: Medical Check Up - Promo Location: Semarang Dapatkan berbagai paket pemeriksaan kesehatan jantung di Primaya Hospital Semarang, harga mulai dari Rp. 800. 000,- JANTUNG PRIMA 1 : Rp 800. 000,- Konsultasi dokter spesialis Treadmill JANTUNG PRIMA 2 : Rp 999. 000,- Konsultasi dokter spesialis Echocardiography JANTUNG PRIMA 3 : Rp 1. 119. 000,- Konsultasi dokter spesialis CT Scan Heart Calsium Scoring JANTUNG PRIMA 4 : Rp 3. 799. 000,- Konsultasi dokter spesialis Laboratorium Calsium Score CT Scan Angiography Jantung Syarat & Ketentuan Paket Jantung Prima sbb : Paket sudah termasuk biaya administrasi Paket berlaku untuk pembayaran pribadi (cash/debit/kredit) Pembayaran melalui perusahaan dan asuransi bisa dilakukan tanpa melampirkan rincian paket Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-03-27 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-pemeriksaan-diabetes-di-semarang/ - Promo Location: Semarang PEMERIKSAAN DIABETES BASIC : Rp 1. 099. 000,- Konsultasi dokter Pemeriksaan Laboratorium EKG PEMERIKSAAN DIABETES ADVANCE : Rp 1. 400. 000,- Konsultasi dokter spesialis mata dan penyakit dalam Konsultasi ahli gizi Pemeriksaan Laboratorium EKG Funduskopi Syarat & Ketentuan Paket Pemeriksaan Diabetes sbb : Paket sudah termasuk biaya administrasi Paket berlaku untuk pembayaran pribadi (cash/debit/kredit) Pembayaran melalui perusahaan dan asuransi bisa dilakukan tanpa melampirkan rincian paket Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke nomor 081 227 228 887 - Published: 2022-03-25 - Modified: 2022-09-16 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-persalinan-eracs-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Categories: Melahirkan - Promo Location: Bekasi Barat Dapatkan Promo Paket Persalinan ERACS di Primaya Hospital Bekasi Barat, mulai dari Rp. 13. 500. 000 Kelas 3 Rp. 13. 500. 000 Kelas 2 Rp. 17. 000. 000 Kelas 1 Rp. 20. 000. 000 VIP Rp. 21. 500. 000 Kelas 1 akan menempati kamar VIP Kelas VIP akan menempati kamar SWEET ROOM Hanya berlaku untuk jaminan umum - Published: 2022-03-25 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/free-upgrade-kamar-perawatan-primaya-hospital-bekasi-barat/ - Promo Location: Bekasi Barat Primaya Hospital Bekasi Barat menyediakan program free upgrade naik kelas kamar perawatan satu tingkat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pasien rawat inap. Syarat dan ketentuan: 1. Masa berlaku promo sampai 31 Maret 2022. 2. Berlaku pembayaran Pribadi, jaminan perusahaan, BPJS-TK, dan Asuransi. 3. Tidak berlaku pada pasien dengan hak kamar VIP. 4. Sesuai ketersediaan kamar perawatan. Informasi & Pendaftaran Hubungi: 0812 8452 3911 (07:00~19:00) - Published: 2022-03-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-smoker/ - Promo Categories: Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Utara Paket Medical Check Up Smoker, dapatkan pemeriksaan kesehatan dengan harga Rp. 800. 000 Konsultasi Dokter Spesialis Paru (Sp. P) Hematologi Lengkap Glukosa Puasa (Sewaktu) Thorax AP Spirometri Konsultasi Dokter Umum Syarat dan ketentuan Hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku sampai dengan 31 Desember 2022 Pemesanan hubungi Contact Person : 0811 1825 030 Primaya Hospital Bekasi Utara Jl. Kaliabang Villa Indah Permai (Golden City) Blok G No. 1 Teluk Pucung Bekasi Utara Telp. 021-88892000 E-mail Informasi : marketing. bekasiutara@primayahospital. com E-mail Pendaftaran : admin. bekasiutara@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/bekasi-utara/ - Published: 2022-03-20 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-mcu-bekasi-utara/ - Promo Categories: Medical Check Up - Promo Location: Bekasi Utara Dapatkan Promo Medical Check Up di Primaya Hospital Bekasi Utara mulai dari Rp. 500. 000 * Harga sudah termasuk biaya administrasi Syarat dan ketentuan Hanya berlaku untuk pasien umum Berlaku sampai dengan 31 Desember 2022 Pemesanan hubungi Contact Person : 0811 1825 030 Primaya Hospital Bekasi Utara Jl. Kaliabang Villa Indah Permai (Golden City) Blok G No. 1 Teluk Pucung Bekasi Utara Telp. 021-88892000 E-mail Informasi : marketing. bekasiutara@primayahospital. com E-mail Pendaftaran : admin. bekasiutara@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/bekasi-utara/ - Published: 2022-03-17 - Modified: 2022-03-17 - URL: https://primayahospital.com/promo/medical-check-up-jantung/ - Promo Categories: Medical Check Up Dapatkan promo paket Medical Check Up Jantung di Primaya Hospital Bekasi Utara, mulai dari Rp. 1. 250,000 Syarat dan ketentuan: 1. Hanya berlaku untuk pasien umum 2. Berlaku hingga 31 Desember 2022 Pemesanan hubungi Contact Person : 0811 1825 030 Primaya Hospital Bekasi Utara Jl. Kaliabang Villa Indah Permai (Golden City) Blok G No. 1 Teluk Pucung Bekasi Utara Telp. 021-88892000 E-mail Informasi : marketing. bekasiutara@primayahospital. com E-mail Pendaftaran : admin. bekasiutara@primayahospital. com Website : https://primayahospital. com/rumah-sakit/bekasi-utara/ - Published: 2022-03-01 - Modified: 2022-03-01 - URL: https://primayahospital.com/promo/pendengaran-anda-terganggu-cek-fungsi-pendengaran-anda-segera-di-primaya-hospital-karawang/ Paket Pemeriksaan Audiometri Rp. 299. 000 Paket termasuk: Audiometri Ekspertise Jasa Dokter Khusus pembayaran umum dan jaminan perusahaan Belum termasuk biaya konsultasi (jika diperlukan) Pendaftaran : 08111 4020 332 Berlaku hingga 31 Maret 2022 Primaya Hospital Karawang Jl. Arteri Galuh Mas Kav. Komersil Galuh Mas Blok X Karawang - 41361 Karawang Telp. 0267 8417000 - Published: 2022-03-01 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/pendengaran-anda-terganggu-cek-fungsi-pendengaran-anda-segera-di-primaya-hospital-bekasi-utara/ - Promo Location: Bekasi Utara Paket Pemeriksaan Audiometri Rp. 299. 000 Paket termasuk: Audiometri Ekspertise Jasa Dokter Khusus pembayaran umum Belum termasuk biaya konsultasi (jika diperlukan) Pendaftaran : 0811 1825 030 Primaya Hospital Bekasi Utara Jl. Kaliabang Villa Indah Permai (Golden City) Blok G No. 1 Teluk Pucung Bekasi Utara Telp. 021-88892000 - Published: 2021-12-30 - Modified: 2021-12-30 - URL: https://primayahospital.com/promo/spesial-hari-ibu-tangerang/ Dapatkan paket promo hari Ibu dari Primaya Hospital Tangerang Mommography, USG Mammae dan Papsmear Rp399. 000,- (Pilih salah satu) Keterangan: Masa berlaku promo hingga 31 Januari 2022 Paket berlaku untuk pasien pembayaran umum Untuk Paket Mammografi dan USG Mammae, Free Konsultasi hasil dengan Dokter Umum Untuk Paket Pap Smear dilakukan oleh Bidan, Free Konsultasi hasil dengan Dokter Obgyn Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya . Informasi dan pendaftaran silakan hubungi 0813 1930 9041 (WA) - Published: 2021-12-30 - Modified: 2021-12-30 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-akhir-tahun-tangerang/ Dapatkan paket promo akhir tahun dari Primaya Hospital Tangerang Paket Medical Check up mulai dari Rp139. 000,- Injeksi Vitamin C + Multivitamin Rp119. 000,- Syarat dan ketentuan Paket berlaku hingga 31 Januari 2022 Paket hanya berlaku untuk pembayaran umum Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya Informasi dan pendaftaran silakan hubungi 0813 1930 9041 (WA) - Published: 2021-12-26 - Modified: 2022-02-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-hari-ibu-primaya-hospital-makassar/ Dapatkan berbagai promo kesehatan spesial hari Ibu, mulai dari 495rb Peduli Ibu Rp. 495. 000 USG Mammae + Konsultasi Dokter Kasih Ibu Rp. 3. 650. 000 Vaksin Ca Serviks + Konsultasi Dokter (3x suntikan) Cegah Kanker dengan Deteksi Dini dan Vaksin yang Tepat Informasi & Pendaftaran : 0812 4198 1376 Primaya Hospital Makassar Jl. Jendral Urip Sumoharjo no. 43 Makassar Telp. +62 411 454567 - Published: 2021-12-26 - Modified: 2021-12-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-mcu-makassar/ Dapatkan berbagai promo medical check up spesial akhir tahun, mulai dari 678rb, Paket Sehat Prima Rp. 855. 000 Konsultasi Dokter EKG Glukosa Puasa Glukosa 2 Jam PP Kolesterol Total HDL Trigliserida HbA1C Paket Bugar Prima Rp. 678. 000 Konsultasi Dokter Kolesterol Total HDL LDL Trigliserida HbA1C Syarat dan Ketentuan Paket berlaku hingga 10 Januari 2022 Paket hanya berlaku untuk pembayaran umum Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya Informasi & Pendaftaran : 0812 4198 1376 Primaya Hospital Makassar Jl. Jendral Urip Sumoharjo no. 43 Makassar Telp. +62 411 454567 - Published: 2021-11-09 - Modified: 2021-11-09 - URL: https://primayahospital.com/promo/free-upgrade-kelas-keperawatan-promo-hari-pahlawan/ Informasi & Pendaftaran melalui : Hotline : (0267) 8417 000 SOD : 0811 1174 456 - Published: 2021-11-07 - Modified: 2021-11-07 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-paket-pahlawan-covid/ Primaya Hospital Karawang Jl. Arteri Galuh Mas Kav. Komersil Galuh Mas Blok X Karawang – 41361 Karawang Telp. 0267 8417000 - Published: 2021-11-01 - Modified: 2024-01-03 - URL: https://primayahospital.com/promo/pelatihan-acls/ Pelatihan Advance Cardiac Life Support (ACLS) yang diselenggarakan oleh Primaya Hospital bekerjasama dengan PERKI Pusat (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia) merupakan pelatihan penanganan kegawatdaruratan di level advanced dan hanya dapat diikuti oleh dokter (umum/spesialis) dan perawat (ICU, ICCU, IGD). Pelatihan ACLS bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan dalam menolong pasien dengan aritmia yang mengancam nyawa melalui kerjasama tim dalam melakukan resusitasi. Selain itu, peserta juga akan diberikan pembekalan tentang bagaimana cara mengidentifikasi dan menangani pasien dengan Acute Coronary Syndrom (ACS) serta Stroke. Pelatihan dilaksanakan di Ruang Auditorium lantai 7 Primaya Hospital Tangerang (Jl. MH. Thamrin No. 3 Cikokol, Tangerang 15117) Biaya Pelatihan Rp. 3. 750. 000,- Materi Workshop BLS (Basic Life Support) Penatalaksaan Jalan Napas & Terapi Oksigen Latihan Keterampilan Aritmia Sindroma Koroner Akut Algoritme VF/VT tanpa nadi, PEA dan Asistol Algoritme Bradikardi dan Takikardi Penanganan VF/VT tanpa nadi, PEA dan Asistol Penanganan Bradikardi dan Takikardi Persyaratan Peserta Dokter Umum, Dokter Spesialis, Perawat (ICU, ICCU, IGD) Pas foto berwarna merah ukuran 4x6 (3 lembar) Fotocopy ijazah dokter Staf Pengajar dan Pembimbing : Tim PERKI HOUSE Fasilitas 1 buah modul ACLS Alat praktek lengkap ACLS Makan siang, coffee break Seminar Kit/tas pelatihan Sertifikat IDI 14 SKP Info Pendaftaran Telp : 021-5575-8888 ext 7300/7301 HP: Khatarina 0811904675 / 081286091987 Jerni: 081297367172 Email : khatarina. sebayang60@gmail. com atau Khatarina. sebayang@primayahospital. com Cara Pembayaran 1. Transfer selambat-lambatnya 14 hari sebelum hari pelatihan ke : A/C: 0434 01 000 468 308 Atas Nama: PT. Famon Awal Bros Sedaya Bank: Bank Rakyat Indonesia Bukti transfer dikirimkan ke panitia 2. Cash pada hari pelatihan Primaya Hospital Group Jl. MH. Thamrin No. 3 Cikokol, Tangerang 15117 - Published: 2021-10-28 - Modified: 2021-10-28 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-pemeriksaan-kanker-payudara/ Promo Pemeriksaan Kanker Payudara di Primaya Hospital Tangerang Deal Price Rp. 399. 000 Untuk Pemeriksaan Mammography | USG Mammae (pilih salah satu jenis pemeriksaan yang di inginkan) Informasi dan Pendaftaran, Hubungi: Customer Care (021) 5575 8888 Ext. 1005 atau 0813 1930 9041 Radiologi : (021) 5575 8888 Ext. 1700 - Published: 2021-09-22 - Modified: 2024-05-21 - URL: https://primayahospital.com/promo/layanan-gratis-antar-jemput-ambulance/ Nikmati Layanan Antar Jemput Ambulance Khusus Pasien Emergency (Gawat Darurat) dan Rawat Inap Syarat & Ketentuan : - Maksimal Jarak radius 30 KM dari Primaya Hospital Tangerang - Hanya berlaku untuk pembayaran non BPJS - Hanya untuk Pelayanan emergency & rawat inap Informasi Lebih lanjut, Hubungi : Telp : 1-500-007 Hp : 0822 6000 2030 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin no. 3, Kebon Nanas Cikokol Tangerang Telp. +62 21 5575 8888 - Published: 2021-05-30 - Modified: 2021-05-30 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-deteksi-dini-fungsi-tiroid-primaya-hospital-makassar/ Paket Deteksi Dini Fungsi Tiroid - Primaya Hospital Makassar Total Paket Deteksi Dini Fungsi Tiroid Rp. 1. 200. 000, terdiri dari: Konsultasi dan pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Pemeriksaan Laboratorium: FT4 dan TSHs USG Thyroid Info dan pendaftaran: FIKRAN : 0812 4198 1376 Primaya Hospital Makassar Jl. Jendral Urip Sumoharjo no. 43 Makassar Telp. +62 411 454567 - Published: 2021-05-27 - Modified: 2021-05-27 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-ramadhan-sehat-lebaran-happy/ RAMADHAN SEHAT, LEBARAN HAPPY Hallo Sahabat Primaya Hospital, bagaimana puasa di bulan ramadhan ditahun ini, apakah berjalan dengan lancar ? . Dengan bentuk kepedulian kami dengan kesehatan sahabat Prima yang telah melaksanakan ibadah puasa 1 bulan full, kini kami hadir dengan paket pemeriksaan kesehatan seperti check Pencernaan Lengkap, Jantung Sehat dan Bebas Diabetes . Periode pemeriksaan mulai dari tanggal 10 Mei - 10 Juni 2021 Maka jangan ragu untuk konsultasikan kesehatan anda kepada kami di Primaya Hospital Bekasi Utara Jalan Kaliabang, Perumahan Golden City, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi (hanya 10 menit dari Mall Summarecon Bekasi) . Call Center : (021) 888 9 2000 IGD 24 Jam : (021) 888 9 3000 Daftar via WA : 0811 182 5030 #PrimayaHospital #HereforYou #AmanTerpercaya - Published: 2021-05-17 - Modified: 2021-08-09 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-paket-melahirkan-primaya-hospital-tangerang/ - Promo Categories: Melahirkan Promo Paket Melahirkan Primaya Hospital Tangerang Caesarian (SC) Rp. 16. 999. 000 Re-Caesarian (Re-Sc) Rp. 19. 999. 000 FREE: Swab antigen untuk pasien dan penunggu pasien Breast care Vaksin bayi Hepatitis B Kontrol dengan dokter Spesialis anak post rawat 1x Paket sudah termasuk: Penempatan kamar perawatan di kelas 1 Kamar perawatan selama 3 hari 2 malam Paket sudah termasuk biaya untuk ibu dan bayi Keterangan: Masa berlaku promo April-Desember 2021 Hanya untuk pembayaran umum Harga berlaku tanpa penyulit/komplikasi Informasi pendaftaran: Customer Service : 021 5575 8888 ext 1005 WhatsApp : 0813 1930 9041 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang, 15117 Telp : (021) 5575 8888 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2021-05-16 - Modified: 2021-08-09 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-paket-antenatal-care-anc/ Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil. Tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan, dan nifas dengan baik dan selamat serta menghasilkan bayi yang sehat. Paket ANC (3x) Rp. 990. 000 Paket ANC (6x) Rp. 1. 695. 000 Benefit yang didapatkan: Voucher diskon penunjang (Laboratorium) Voucher diskon obat Free USG 2D (tanpa print foto) Keterangan: Hanya berlaku untuk pembayaran pribadi/umum Appointment minimal 1 hari sebelumnya Pembayaran paket dibayarkan pada saat kedatangan pertama Tidak ada refund/pembatalan di pertengahan berjalannya paket Pemeriksaan tambahan di luar paket akan dikenakan biaya sesuai tarif RS Berlaku Mei-Desember 2021 Informasi dan Pendaftaran: Customer Care Telp (021) 5575 8888 ext. 1005 WhatsApp 0813 1930 9041 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang 15117 Telp: (021) 5575 8888 ! UGD : (021) 5574 9999 - Published: 2021-04-26 - Modified: 2024-05-21 - URL: https://primayahospital.com/promo/free-pickup-ambulance-primaya-hospital-bekasi-timur/ - Promo Location: Bekasi Timur Free Pickup Ambulance - Primaya Hospital Bekasi Timur Call Center (24 Jam) : 1-500-007 Kecelakaan Kerja 0812 8500 8503 Informasi lebih lanjut hubungi: ICHA 0813 987 000 53 NIA 0813 818 275 33 Primaya Hospital Bekasi Timur Jl. H. M. Joyomartono No. 47 Margahayu, Bekasi Timur 17311 Telp : (021) 8267 9999 - Published: 2021-04-26 - Modified: 2024-02-05 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-pemasangan-kawat-gigi/ Paket Pemasangan Kawat Gigi di Primaya Hospital Bekasi Timur dengan Dokter Spesialis Orthodonti Rp. 5. 500. 000* dapat dicicil 3x, hanya untuk pembayaran umum. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi spesialis orthodonti kami: drg. Indra sari, Sp. Ort Rabu dan Jumat | 17:00~20:00 WIB drg. Novitria Zahrotul, Sp. Ort Selasa dan Sabtu | 10:00 - 13:00 WIB Contact Person NIA 0813 818 275 33 Primaya Hospital Bekasi Timur Jl. H. M. Joyomartono, RT. 03/RW. 21, Margahayu Bekasi Timur Telp : (021) 8267 9999 - Published: 2021-04-21 - Modified: 2021-04-22 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-hari-kartini-primaya-hospital-tangerang/ Selamat Hari Kartini ~ untuk wanita kuat di Seluruh Indonesia. Primaya Hospital Tangerang memberikan Promo USG Mammae, Mammografi, dan Pemeriksaan Pap Smear. Pemeriksaan Mammografi Rp. 399. 000 USG Mammae Rp. 399. 000 Pemeriksaan Pap Smear Rp. 399. 000 Informasi dan Pendaftaran Customer Care Telp (021) 5575 8888 ext. 1005 WhatsApp 0813 1930 9041 Radiologi Telp (021) 5575 8888 ext. 1700 Syarat dan Ketentuan: * Paket berlaku hingga 30 Juni 2021 * Paket berlaku untuk pasien pembayaran umum * Untuk paket Mammography dan USG Mammae, free konsultasi Dokter Umum * Untuk paket Papsmear dilakukan oleh bidan, free konsultasi hasil dengan Dokter Obgyn * Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya. - Published: 2021-03-18 - Modified: 2021-03-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/yoga-prenatal-primaya-hospital-bekasi-utara/ Yoga Prenatal di Primaya Hospital Bekasi Utara Biaya Rp. 50. 000 / pertemuan Paket Rp. 180. 000 / 4x pertemuan Setiap sabtu, pukul 10. 00 - 11. 00 WIB Pendaftaran H-1 Tempat di Aula Lantai 5, Primaya Hospital Bekasi utara Pendaftaran: Floretta : 0813 1820 5030 Doni : 0852 2018 6020 Primaya Hospital Bekasi Utara Alamat : Jln. Kaliabang, perumahan Golden City, Teluk Pucung Bekasi Utara, Kota Bekasi (5 menit dari Summarecon Mal Bekasi) Call center : (021) 888 9 2000 - Published: 2021-03-08 - Modified: 2021-03-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-screening-sahabat-ginjal/ Cintai Ginjalmu dengan melakukan screening rutin Paket SAHABAT GINJAL SEHAT Rp. 235. 000 Pemeriksaan fisik Dokter MCU Ureum Kreatinin Asam Urat Urine Lengkap Paket SAHABAT GINJAL PRIMA Rp. 880. 000 Pemeriksaan fisik Dokter MCU USG Perut Bagian Bawah Ureum Kreatinin Asam Urat Urine Lengkap HBA1C EKG Informasi dan Pendaftaran Customer Care Telp (021) 5575 8888 ext. 1005 WhatsApp 0813 1930 9041 Administrasi WhatsApp 0811 8701 113 Syarat dan Ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien pembayaran umum. . Peket berlaku sejak Maret s/d Mei 2021 Buat Perjanjian minimal 1 hari sebelumnya. Pemeriksaan tambahan diluar paket akan dikenakan biaya sesuai tarif RS. PRIMAYA HOSPITAL TANGERANG Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang 15117 Telp: (021) 5575 8888 | UGD : (021) 5574 9999 - Published: 2021-03-08 - Modified: 2024-05-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-immune-booster/ - Promo Categories: Vaksin Flu PAKET IMMUNE BOOSTER - "Imun Meningkat, Badan Sehat" Vaksin Influenza Rp 300. 000,- Vaksin Pneumonia Rp 890. 000,- Injeksi vitamin C 1000 mg Rp 109. 000,- Injeksi vitamin C 1000 mg + Multivitamin Rp 129. 000,- Informasi dan Pendaftaran Customer Care Telp (021) 5575 8888 ext. 1005 WhatsApp 0813 1930 9041 Administrasi WhatsApp 0811 8701 113 Syarat dan Ketentuan Paket hanya berlaku untuk pasien pembayaran umum. . Peket berlaku sejak Maret s/d Mei 2021 Buat Perjanjian minimal 1 hari sebelumnya. Pemeriksaan tambahan diluar paket akan dikenakan biaya sesuai tarif RS. PRIMAYA HOSPITAL TANGERANG Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang 15117 Telp: (021) 5575 8888 | UGD : (021) 5574 9999 - Published: 2021-02-04 - Modified: 2021-02-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-medical-check-up-chinese-new-year-2021/ Promo Medical Check Up Chinese New Year 2021 Primaya Hospital Tangerang Paket ANGPAO Rp. 139. 000 Glukosa Puasa Asam Urat Kolesterol total EKG Paket LAMPION Rp. 229. 000 Glukosa Puasa Asam Urat Kolesterol total EKG SGOT SGPT Gratis konsultasi Dokter Umum untuk paket Angpao dan Lampion Info dan Pendaftaran: Customer Care Telp (021) 5575 8888 ext. 1005 WhatsApp 0813 1930 9041 Administrasi WhatsApp 0811 8701 113 Syarat dan Ketentuan: Berlaku dari tanggal 1-28 Februari 2021 Paket hanya berlaku untuk pembayaran umum Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya - Published: 2021-02-04 - Modified: 2021-02-24 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-valentine-primaya-hospital-tangerang/ Promo Valentine - Primaya Hospital Tangerang Dapatkan potongan harga 14% untuk paket isolasi mandiri dan paket family service Syarat dan ketentuan Berlaku dari tanggal 14-28 Februari 2021 Paket hanya berlaku untuk pembayaran umum Info dan Pendaftaran: Customer Care Telp (021) 5575 8888 ext. 1005 WhatsApp 0813 1930 9041 Administrasi WhatsApp 0811 8701 113 - Published: 2021-01-10 - Modified: 2022-06-26 - URL: https://primayahospital.com/promo/family-care-service/ Jadwalkan kunjungan dokter, ahli terapi, dan perawat ke rumah Anda di wilayah Tangerang. Start from Rp. 200. 000 Kunjungan Perawat ke Rumah – Pemasangan NGT, Kateter, dan Infus. – Perawatan luka (setelah operasi, gangreen, luka diabetes, kanker, dll) – Pemberian obat injeksi (vitamin dan obat dari Dokter) – Perawatan Trakeostomi – Perawatan Kolostomi Kunjungan Bidan ke Rumah – Pemeriksaan payudara (Breast Care) – Pemeriksaan kehamilan – Memandikan bayi & pijat bayi – Perawatan tali pusat – Perawatan setelah persalinan (Normal & SC) Kunjungan Dokter ke Rumah – Konsultasi dan Pengobatan – Tindakan medis non intensif Terapi Rehabilitasi di Rumah – Fisioterapi Anak dan Dewasa – Terapi Wicara – Terapi Okupasi – Terapi Pasca Stroke – Terapi untuk anak kebutuhan khusus Pemeriksaan Laboratorium di Rumah – Pengambilan dan Pengecekan darah – Pemeriksaan Rapid Antibodi – Pemeriksaan Swab PCR Jadwalkan Homecare Wilayah Tangerang Hubungi Kavacare Support di nomor 0811 1446 777. - Published: 2020-12-20 - Modified: 2021-02-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-hari-ibu-tangerang/ Dapatkan Promo spesial hari Ibu di Primaya Hospital Tangerang. Pilih salah satu Item yang Anda inginkan dengan harga Rp. 399. 000 Mammography USG Mammae Pemeriksaan Pap Smear Syarat dan Ketentuan : Masa berlaku promo hingga 31 Januari 2021 Paket hanya berlaku untuk pasien pembayaran umum Untuk Paket Mammography dan USG Mammae -> Free Konsultasi Dokter Umum Untuk Paket Papsmear dilakukan oleh bidan -> Free Konsultasi Hasil dengan Dokter Obgyn Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya Informasi dan Pendaftaran Radiologi : (021) 5575 888 ext. 1700 Customer Service Telp : (021) 5575 888 ext. 1005 WhatsApp : 0813 1930 9041 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang, 15117 Telp : (021) 5575 8888 WA : 0811 8701 113 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2020-12-20 - Modified: 2021-02-04 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-cek-kesehatan-di-primaya-hospital-tangerang/ Dapatkan berbagai paket menarik untuk PCR/Swab Test, Swab Antigen, Rapid test dan berbagai paket tambahan seperti paket sehat bugar, paket sehat primia, paket influenza, dan Injeksi Vitamin C & Multivitamin. Paket Single (1 orang) PCR Rp. 1. 189. 000 (Hasil H+1) Swab Antigen Rp. 245. 000 Rapid Test Rp. 145. 000 Paket Couple (2 orang) PCR Rp. 1. 089. 000 (Hasil H+1) Swab Antigen Rp. 240. 000 Rapid Test Rp. 135. 000 Paket Family (4 orang) PCR Rp. 949. 000 (Hasil H+1) Swab Antigen Rp. 235. 000 Rapid Test Rp. 120. 000 Dapatkan paket tambahan : Paket Sehat Bugar Rp. 139. 000 Glukosa puasa, Kolesterol Total, Asam Urat, EKG & Konsultasi dokter umum Paket Sehat Prima Rp. 229. 000 Glukosa puasa, Kolesterol Total, EKG. SGOT, SGPT & Konsultasi dokter umum Paket Influenza Rp. 285. 000 Injeksi Vitamin C + Multivitamin Rp. 119. 000 Syarat dan Ketentuan : Masa berlaku promo hingga 15 Januari 2021 Apabila telah mengambil paket PCR atau Rapid test, Pasien dapat memilih paket tambahan dengan harga menarik. Pengambilan sampel PCR H+1 dimulai pukul 08. 00-10. 30( hasil H+1). Waktu pengambilan sampel Swab antigen. Drive thru senin - sabtu jam 08. 00-15. 00 & Fever Clinic 15. 00-22. 00 Tarif promo diatas adalah harga per satuan/per orang; Paket hanya berlaku untuk pasien pembayaran umum. Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya. Informasi dan Pendaftaran Customer Care Telp (021) 5575 888 ext. 1005 WhatsApp 0813 1930 9041 Pendaftaran melalui WhatsApp : 0811 8701 113 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang, 15117 Telp : (021) 5575 8888 WA : 0811 8701 113 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2020-09-20 - Modified: 2021-03-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-persalinan-primaya-hospital-makassar/ Promo Persalinan Primaya Hospital Makassar Mulai dari 6. 5 Juta Paket Persalinan Normal Kelas 1 Rp. 10. 000. 000,- Kelas 2 Rp. 8. 500. 000,- Kelas 3 Rp. 6. 500. 000,- Primaya Hospital Makassar Jl. Jendral Urip Sumoharjo no. 43 Makassar Telp. +62 411 454567 E-mail Informasi : mkt. mks@primayahospital. com E-mail Pendaftaran : admission. mks@primayahospital. com - Published: 2020-08-02 - Modified: 2021-03-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/layanan-rehabilitasi-medik-primaya-hospital-tangerang/ Datangkan langsung terapis profesional ke rumah. Dapatkan promo layanan rehabilitasi medik di Primaya Hospital Tangerang. LAYANAN Paket latihan fisioterapi (4 kunjungan) Harga Rp1. 000. 000,- Paket terapi okupasi (4 kunjungan) Harga Rp1. 000. 000,- Paket terapi wicara (4 kunjungan) Harga Rp1. 000. 000,- Terapi per kunjungan Harga Rp300. 000,- SYARAT DAN KETENTUAN: Harga tidak termasuk alat medis Harga untuk rumah yang berjarak kurang dari 10 km dari Primaya Hospital Tangerang INFORMASI DAN PENDAFTARAN Customer care 021 5575 8888 ext. 1005 PRIMAYA HOSPITAL TANGERANG Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang 15117 Telp : (021) 5575 8888 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2020-08-02 - Modified: 2021-03-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-pemasangan-cincin-pada-pembuluh-darah-koroner/ Paket Pemasangan Cincin Pada Pembuluh Darah Koroner Rp. 95. 000. 000,00 Prosedur ini bertujuan untuk membuka penyempitan atau sumbatan akibat gumpalan darah pada pembuluh darah koroner dengan tujuan mengembalikan suplai darah ke otot jantung. Biaya Paket Sudah Termasuk: Kamar perawatan kelas 1 selama 3 hari Pemeriksaan laboratorium Obat 1 Cincin (stent) Pemeriksaan IVUS (Intravascular Ultrasound) Primaya Hospital Makassar Jl. Jend. Urip Sumoharjo No. 43, Makassar, 90232 Telp : 0852 9991 7878 IGD : (0411) 456 200 - Published: 2020-06-25 - Modified: 2020-12-20 - URL: https://primayahospital.com/promo/home-care-pcr-test/ Home Care PCR Test adalah Pemeriksaan PCR / SWAB test di lokasi yang Anda kehendaki (untuk pemeriksaan minimal 10 orang atau lebih). Pemeriksaan PCR (PCR Test) adalah salah satu pemeriksaan untuk menegakkan diagnosa COVID-19 dengan mengambil sampel swab bagian belakang hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi adanya virus SARS-CoV2. Informasi dan Pendaftaran Home Care PCR / SWAB Test Bekasi Barat Agus : 0812 8258 156 Bekasi Utara Neni : 0812 9286 4217 Bekasi Timur Rhifki : 0882 9096 9611 / 0877 7566 6662 Evasari Jakarta : (08:00 ~ 16:00) Ninik : 0821 2340 0066 Dayu : 0812 1185 0746 Karawang Meida : 08 111 777 811 Tangerang Dian : 0821 1241 4688 Gina : 0856 8660 781 Makassar Fikran : 0812 4198 1376 Mohon informasikan alamat atau lokasi tempat pemeriksaan PCR / SWAB test. Lokasi harus berada di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Makassar. - Published: 2020-06-17 - Modified: 2020-06-17 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-medical-check-up-primaya-hospital-tangerang/ Promo Paket Medical Check Up di Primaya Hospital Tangerang Paket Sehat Bugar Harga Rp. 139. 000,- Glukosa puasa Kolesterol total Asam urat EKG Paket Sehat Prima Harga Rp. 229. 000,- Glukosa puasa Kolesterol total Asam urat EKG SGOT SGPT Vaksin Influenza Harga Rp. 285. 000,- Vaksin Pneumonia Harga Rp. 865. 000,- Syarat dan Ketentuan Masa berlaku promo hingga Agustus 2020 Paket hanya berlaku untuk pasien pembayaran umum Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya Dapatkan Paket Medical Check Up di Primaya Hospital Tangerang Informasi pendaftaran: Customer Service : 021 5575 8888 ext 1005 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang, 15117 Telp : (021) 5575 8888 WA : 0811 8701 113 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2020-06-17 - Modified: 2021-03-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-melahirkan-sc-caesarian/ Promo Paket Melahirkan SC (Caesarian) di Primaya Hospital Tangerang Best Price Rp. 15. 500. 000,- Paket sudah termasuk Berlaku di kamar perawatan kelas 1 Kamar perawatan selama 3 hari 2 malam Paket termasuk biaya untuk ibu dan bayi Free breast care massage (Perawatan agar saluran ASI menjadi lancar) Free vaksin Hepatitis B untuk bayi Dapatkan Promo Paket Melahirkan SC (Caesarian) di Primaya Hospital Tangerang Informasi pendaftaran: Customer Service : 021 5575 8888 ext 1005 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang, 15117 Telp : (021) 5575 8888 WA : 0811 8701 113 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2020-06-17 - Modified: 2021-08-09 - URL: https://primayahospital.com/promo/mengempiskan-wasir-dengan-laser-hemorrhoidoplasty/ Mengempiskan Wasir dengan Laser Hemorrhoidoplasty di Primaya Hospital Tangerang Best Price Rp. 16. 250. 000,- Laser Hemorrhoidoplasty adalah tindakan minimal invasive dengan menggunakan teknologi laser. Teknologi laser ini akan menyebabkan mengempisnya jaringan hemorrhoid (wasir) yang menonjol/membesar. Keunggulan Tanpa sayatan Tidak ada pemotongan jaringan hemoroid Minim rasa sakit Hanya dirawat 1 hari dan bisa langsung beraktivitas Syarat dan ketentuan Masa berlaku promo April-Desember 2021 Paket berlaku perawatan 2 hari 1 malam Paket hanya berlaku untuk pasien pembayaran umum Harga berlaku tanpa penyulit/komplikasi Buat perjanjian minimal 1 hari sebelumnya, ke poliklinik bedah umum. Informasi pendaftaran: Customer Care: Telp (021) 5575 8888 ext 1005 WhatsApp : 0813 1930 9041 Poliklinik Bedah Umum Telp (021) 5575 8888 ext 1800 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang, 15117 Telp : (021) 5575 8888 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2020-06-15 - Modified: 2020-06-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-sport-injury/ Paket meliputi: 6x Pertemuan Biaya admin Ultrasound Terapy Exercise Sederhana ( - Published: 2020-06-15 - Modified: 2020-06-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-radiculopati-cervical-lumbal/ Paket meliputi: 6x Pertemuan Biaya admin Diathermy (SWD/MWD/UKG) Traction Cervical / Lumbal TENS Exercise Sederhana ( - Published: 2020-06-15 - Modified: 2020-06-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-fracture-upper-extremity/ Paket meliputi: 6x Pertemuan Biaya admin Diathermy (SWD/MWD/UKG) Traction Cervical / Lumbal TENS Exercise Sederhana ( - Published: 2020-06-15 - Modified: 2020-06-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-bells-palsy/ Paket meliputi: Electrical Stimulation (ES) / Faradisasi Massage / Manipulasi / Relaksasi Otot 6x Pertemuan Biaya admin Infra Red Radiation (IRR) Dapatkan Promo Paket Treatment Bell's Palsy di Primaya Hospital Karawang Jl. Arteri Galuh Mas Kav. Komersil Galuh Mas Blok X Karawang – 41361 Karawang Telp. 0267 8417000 - Published: 2020-06-11 - Modified: 2020-06-11 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-muskoloskeletal-lbp/ Paket Treatment Muskoloskeletal LBP Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hampir 50% orang dewasa pernah mengalami kondisi ini. Data ini semakin besar dengan bertambahnya usia penderita. Data di Amerika tahun 2009 menunjukkan bahwa dari 154 pensiunan tentara Amerika sebanyak 64% mengalami nyeri punggung bawah sedang sampai berat dalam 18 bulan setelah pensiun. Dapatkan Paket Treatment Muskoloskeletal LBP di Primaya Hospital Karawang Harga Rp. 1. 849. 900,- Paket Meliputi : 6x pertemuan Biaya admin Ultrasound Terapi (US) TENS Exercise Sederhana ( - Published: 2020-06-11 - Modified: 2020-06-15 - URL: https://primayahospital.com/promo/paket-treatment-inhalasi/ Paket Treatment Inhalasi di Primaya Hospital Karawang Terapi aerosol inhalasi adalah salah satu pengobatan yang umum digunakan untuk mengatasi keluhan akibat penyakit paru-paru obstruktif kronis, seperti batuk dan sesak napas. Metode aerosol efektif untuk mengurangi intensitas serangan dan tingkat keparahan penyakit tersebut. Terapi ini juga dapat meningkatkan kondisi kesehatan penderita PPOK dan kemampuannya dalam beraktivitas. Paket 4x Pertemuan Harga Rp. 1. 479. 900,- Paket 6x Pertemuan Harga Rp. 2. 199. 900,- Paket meliputi: Biaya admin Nebulizer + CFT + IRR Pendaftaran : 08111 777 811 Dapatkan Promo Paket Treatment Inhalasi di Primaya Hospital Karawang Jl. Arteri Galuh Mas Kav. Komersil Galuh Mas Blok X Karawang – 41361 Karawang Telp. 0267 8417000 - Published: 2020-06-10 - Modified: 2021-08-09 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-bmd-tangerang/ Promo Pemeriksaan BMD di Tangerang - Deteksi Risiko Pengeroposan Tulang Dengan BMD Pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density) adalah pemeriksaan yang menggunakan alat khusus untuk mendeteksi osteoporosis atau penurunan densitas tulang. Osteoporosis diakibatkan karena penurunan massa tulang dan peningkatan resiko patah tulang. Harga Promo : Rp. 550. 000,- Densitometri 3 Titik Rp. 750. 000,- Densitometri 3 Titik Syarat dan ketentuan : Masa berlaku promo Juni - Desember 2021 Harga belum termasuk konsultasi dokter Hanya untuk pembayaran umum Tidak berlaku untuk pasien jaminan asuransi dan perusahaan Tidak dapat digabungkan dengan promo lain Buatlah perjanjian minimal sehari sebelumnya ke unit radiologi Informasi pendaftaran: Customer Service : 021 5575 8888 ext 1005 0813 1930 9041 Primaya Hospital Tangerang Jl. MH. Thamrin No. 3, Cikokol, Tangerang, 15117 Telp : (021) 5575 8888 IGD : (021) 5574 9999 - Published: 2020-06-10 - Modified: 2020-06-10 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-pcr-test-paket-perjalanan-dinas/ Lengkapi perjalanan dinas Anda dengan pemeriksaan PCR test dan konsultasi dokter umum. Anda akan mendapat surat keterangan hasil PCR test dan surat keterangan sehat dari dokter umum (jika Anda dalam kondisi sehat dan hasil PCR test negatif) Harga Rp. 1. 700. 000,- (PCR Test + pemeriksaan dokter) Lakukan pendaftaran H-1 melalui www. primayahospital. com dan kunjungi cabang Primaya Hospital terdekat sesuai jadwal yang telah ditentukan. - Published: 2020-05-29 - Modified: 2022-09-06 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-vaksin-kanker-serviks-dan-pap-smear/ - Promo Categories: USG Payudara & Papsmear - Promo Location: Bekasi Utara Promo Vaksin Kanker Serviks dan Pap Smear - Primaya Hospital Bekasi Utara Paket Vaksin Kanker Serviks Rp. 3. 800. 000 Konsultasi dan penyuntikan pertama oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan, penyuntikan selanjutnya oleh dokter umum. Vaksin Gardasil 3 kali Paket Pap Smear Rp. 600. 000 Sudah termasuk konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan Dapatkan promo Vaksin Kanker Serviks dan Pap Smear di Primaya Hospital Bekasi Utara. Primaya Hospital Bekasi Utara Alamat : Jln. Kaliabang, perumahan Golden City, Teluk Pucung Bekasi Utara, Kota Bekasi (5 menit dari Summarecon Mal Bekasi) Call center : (021) 888 9 2000 - Published: 2020-05-27 - Modified: 2021-03-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-operasi-katarak-bekasi-utara/ Promo Operasi Katarak - Primaya Hospital Bekasi Utara Penyakit Katarak menyebabkan lensa mata menjadi keruh sehingga dapat menghalangi cahaya yang masuk. Indera Penglihatan penderita penyakit katarak menjadi terganggu bahkan bisa mengakibatkan kebutaan apabila semakin parah dan tidak ditangani secara baik. Operasi katarak modern dengan mesin Phacoemulsifikasi jauh memberikan hasil operasi yang lebih baik di bandingkan dengan metode operasai katarak sebelumnya. Promo Operasi Katarak di Primaya Hospital Bekasi Utara mulai dari Rp. 8. 500. 000 berlaku sampai dengan 30 Juni 2020. Paket Silver : Rp. 9. 000. 000 Paket Gold : Rp. 13. 500. 000 Dapatkan Promo Operasi Katarak di Primaya Hospital Bekasi Utara Primaya Hospital Bekasi Utara Alamat : Jln. Kaliabang, perumahan Golden City, Teluk Pucung Bekasi Utara, Kota Bekasi (5 menit dari Summarecon Mal Bekasi) Call center : (021) 888 9 2000 - Published: 2020-05-19 - Modified: 2021-03-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/khitan-anak-bekasi-utara/ Promo Khitan Anak - Primaya Hospital Bekasi Utara Tindakan dengan: Dokter Umum (bius lokal) : Rp. 1. 200. 000 Dokter Bedah (bius lokal) : Rp. 2. 500. 000 Dokter Bedah (bius umum) : Rp. 6. 000. 000 Syarat dan ketentuan: * FREE 1 hari kamar perawatan deluxe untuk tindakan dengan Dokter Bedah (bius umum) * Paket hanya berlaku untuk pasien umum, tidak berlaku untuk pasien jaminan asuransi atau perusahaan. * Paket sudah termasuk obat, alat kesehatan & pemeriksaan laboratorium * Paket tidak termasuk kamar perawatan (jika diperlukan rawat inap) Dapatkan Promo Khitan Anak di Primaya Hospital Bekasi Utara Primaya Hospital Bekasi Utara Alamat : Jln. Kaliabang, perumahan Golden City, Teluk Pucung Bekasi Utara, Kota Bekasi (5 menit dari Summarecon Mal Bekasi) Call center : (021) 888 9 2000 - Published: 2019-11-01 - Modified: 2021-03-18 - URL: https://primayahospital.com/promo/promo-medical-check-up-pranikah-bekasi-utara/ Pemeriksaan MCU juga penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah, tampil fit di hari istimewa dapat mencegah penyakit sejak dini . Nikmati paket pemeriksaan pranikah di Primaya Hospital Bekasi Utara dengan promo Rp 2. 000. 000 / orang sampai dengan 31 desember 2021 . Paket pemeriksaan meliputi : - Pemeriksaan dokter umum - Hematologi lengkap - Golongan darah - Anti Toxoplasma IgM - Rubella IgM - Rubella IgG - Serologi Imunologi : HBsAg - Anti HIV - Urine Lengkap - Xray Trorax AP . Primaya Hospital Bekasi Utara Alamat : Jln. Kaliabang, perumahan Golden City, Teluk Pucung Bekasi Utara, Kota Bekasi (5 menit dari Summarecon Mal Bekasi) Call center : (021) 888 9 2000 IGD 24 Jam : (021) 888 9 3000