Aterosklerosis: Penyebab Umum Penyakit Jantung Koroner

Aterosklerosis Penyebab Umum Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan di Indonesia. Dari tahun ke tahun, angka kasus penyakit jantung cenderung naik. Ada berbagai penyebab penyakit jantung. Salah satunya adalah aterosklerosis. Dalam tingkat tertentu, penyakit jantung yang dipicu aterosklerosis bisa berakibat fatal bagi pasien.

 

Mengenal Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah masalah kesehatan yang terjadi ketika terdapat tumpukan kolesterol dan zat lain di dalam dinding pembuluh darah arteri. Tumpukan ini bisa mengeras dan mengganggu aliran darah ke jantung lantaran pembuluh darah tersumbat atau menyempit. Ketika kondisi ini terjadi di pembuluh darah koroner dan menyebabkan penyakit jantung, disebut penyakit jantung koroner. Aterosklerosis bisa berubah menjadi problem serius ketika jantung melemah karena kekurangan oksigen hingga sedikit memicu serangan jantung. Begitu pula jika tumpukan kolesterol merusak dinding pembuluh darah.

Aterosklerosis adalah penyakit degeneratif, yakni kondisi pasien akan memburuk seiring dengan waktu. Pada awalnya, tumpukan zat di dalam pembuluh darah mungkin tidak mengakibatkan gejala. Ketika tumpukan makin banyak dan menebal, barulah pasien mengeluhkan gejala tertentu.

Selain menyebabkan sakit jantung, aterosklerosis dapat memicu stroke ketika aliran darah ke otak menjadi terhambat. Pembuluh darah yang tersumbat di kaki juga dapat mengakibatkan rasa nyeri ketika berjalan CPAD : diasese peripheral artery

 

Gejala Aterosklerosis

Dalam banyak kasus, orang yang mengalami aterosklerosis tidak mengeluhkan gejala hingga pembuluh darahnya tersumbat sampai 40 persen. Gejala juga berlainan tergantung pembuluh darah mana yang tersumbat. Gejala aterosklerosis yang dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner biasanya muncul saat beraktivitas fisik, merasa stres atau marah, atau terpapar udara dingin. Contohnya:

  • Nyeri pada dada, biasanya dada terasa berat, tertekan, atau diremas, kadang disertai sensasi terbakar atau tertusuk
  • Rasa nyeri di perut, leher, punggung, rahang, atau bahu
  • Tubuh terasa lemas
  • Napas pendek
  • Keluar keringat
Baca Juga:  Alami Tekanan Darah Tinggi? Hati-Hati Sakit Jantung

 

Penyebab Aterosklerosis

Sampai kini, belum diketahui penyebab pasti aterosklerosis. Banyak peneliti percaya awal mulanya adalah luka pada bagian terdalam pembuluh darah arteri yang dikenal sebagai endotelium. Adapun luka ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Peningkatan produksi asam amino dalam tubuh
  • Kebiasaan merokok
  • Diabetes
  • Peradangan
  • Kegemukan atau obesitas
  • Pola makan tidak sehat
  • Kurang berolahraga
  • Riwayat penyakit jantung keluarga
  • Stres

 

Deteksi Aterosklerosis

Aterosklerosis bisa terdeteksi dalam pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh atau medical check-up. Bila pasien datang dengan gejala yang mengarah ke masalah pembuluh darah, dokter di rumah sakit jantung akan lebih dulu melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga mungkin akan menjalankan serangkaian tes, antara lain:

Kateterisasi jantung: dokter memasukkan kateter, yaitu alat berbentuk silinder yang tipis, panjang, dan fleksibel, ke arteri koroner. Setelah itu, dokter memasukkan cairan kontras ke kateter untuk menemukan lokasi sumbatan dalam arteri dengan panduan pencitraan sinar-X.

Baca Juga:  Penyakit Jantung Reumatik: Gejala, Penyebab dan Mengobati

Ultrasonografi (USG) doppler: penggunaan gelombang suara yang diarahkan ke pembuluh darah untuk memeriksa aliran darah.

Perbandingan tekanan darah: bila ada perbedaan tekanan darah yang jauh antara di lengan dan tungkai, bisa jadi pembuluh darah menyempit akibat aterosklerosis.

Tomografi terkomputasi (CT scan): pencitraan dengan sinar-X untuk mengecek tumpukan kolesterol dan zat lain dalam arteri, dengan bantuan zat khusus juga dapat melihat penyempitan di pembuluh darah

 

Pengobatan Aterosklerosis

Untuk menangani aterosklerosis, dokter bisa meresepkan obat-obatan untuk menurunkan kadar kolesterol atau tekanan darah serta mencegah komplikasi. Suplemen makanan dan nutrisi juga bisa berguna untuk mengurangi risiko. Obat-obatan itu termasuk:

  • Penurun kolesterol, misalnya lovastatin, simvastatin, pravastatin, rosuvastatin, niasin, kolestipol, kolestiramin, dan kolesevelam
  • Penurun tekanan darah, seperti atenolol, bisoprolol, ramipril, dan losartan
  • Diuretik untuk mengeluarkan cairan dan sodium dari tubuh
  • Pengencer darah untuk mencegah munculnya gumpalan darah, termasuk aspirin, clopidogrel, ticagrelor, dan heparin

Selain pengobatan, dokter mungkin harus melakukan prosedur lain untuk mengatasi sumbatan, termasuk dengan operasi. Prosedur ini antara lain bertujuan melebarkan pembuluh darah (angioplasti), membuat jalur pintas untuk aliran darah (bypass), dan menyingkirkan tumpukan plak dalam arteri (ateroktomi).

 

Pencegahan Aterosklerosis

Aterosklerosis erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat. Karena itu, untuk mencegah masalah yang bisa memicu penyakit jantung ini, cara yang utama adalah menjalani gaya hidup sehat. Contohnya:

  • Tidak merokok/berhenti merokok
  • Berolahraga minimal 30 menit sehari selama 6 hari dalam sepekan
  • Makan makanan menyehatkan, seperti buah, sayuran, dan makanan lain yang rendah lemak dan tinggi kandungan serat
  • Menjaga berat badan normal
  • Mengatasi stres, bila perlu konsultasi dengan dokter
  • Menjaga kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah
Baca Juga:  Penyakit Katup Jantung: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki faktor risiko, Anda harus rutin menjalani pemeriksaan kesehatan sehingga dokter bisa mengambil langkah penanganan secepatnya ketika mendeteksi aterosklerosis. Anda harus mewaspadai gejala yang kian memburuk dari hari ke hari. Penanganan dini bisa mencegah komplikasi, termasuk serangan jantung yang dapat mengancam jiwa.

 

Narasumber:

dr. Fachmi Ahmad M, Sp,JP.FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arteriosclerosis-atherosclerosis/symptoms-causes/syc-20350569

https://www.webmd.com/heart-disease/what-is-atherosclerosis

https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol/atherosclerosis

Bagikan ke :