Banyak Kerjaan di Kantor? Ini Cara Agar Jantung Tetap Sehat

Banyak Kerjaan di Kantor Ini Cara Agar Jantung Tetap Sehat

Menjaga jantung tetap sehat adalah tantangan bagi kebanyakan orang. Mengingat status penyakit jantung sebagai salah satu penyebab kematian utama di Indonesia, kita mesti dapat menaklukkan tantangan itu. Upaya merawat kesehatan jantung dapat dimulai dengan menengok kembali gaya hidup kita sehari-hari. Sebab, tanpa sadar, kita mungkin sering mempraktikkan gaya hidup yang tak baik buat kesehatan jantung.

Misalnya ketika banyak pekerjaan di kantor yang membuat kita tenggelam di dalamnya. Karena sibuk bekerja, kita lebih banyak duduk alih-alih berjalan. Padahal kebiasaan sedentari alias pasif dalam waktu lama amat berbahaya buat jantung. Terlebih bila punya hobi merokok dan makan gorengan.


 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung

Jantung adalah salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Perannya tak kalah penting dibanding otak. Sementara otak menjadi pengendali utama tubuh, jantung merupakan pusat peredaran darah, sumber kehidupan manusia. Dengan menjaga jantung tetap sehat, kita sekaligus dapat memastikan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018 dari Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit jantung dari diagnosis dokter di Indonesia sebesar 1,5 persen. Penyakit jantung koroner menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke. Adapun menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 45 persen kematian di dunia yang terjadi akibat penyakit tidak menular dipicu oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

Gaya hidup tidak sehat adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung, juga stroke. Artinya, jika kita hidup tidak sehat, ada setidaknya dua penyakit berbahaya yang mengintai setiap hari. Menerapkan pola hidup sehat pada usia berapa pun bisa membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Orang yang memiliki penyakit jantung umumnya mengalami penurunan kualitas hidup. Aktivitas mereka menjadi terbatas karena risiko munculnya gejala penyakit jantung. Belum lagi ongkos berobat dan banyaknya waktu yang tersita untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Sederet alasan itu tentunya cukup bagi kita untuk memastikan jantung tetap sehat.

 

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Penyakit Jantung?

Penyakit jantung muncul karena berbagai faktor risiko. Ada risiko yang tak bisa dimodifikasi atau diatasi karena bersifat lahiriah, misalnya umur/usia dan riwayat keluarga atau keturunan. Ketika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit jantung, anggota keluarga lain juga bisa mendapat penyakit tersebut. Faktor lainnya adalah usia. Makin bertambah usia, makin besar risiko mengalami penyakit jantung karena kondisi organ yang mulai menurun.

Tapi lebih banyak faktor risiko yang bisa dimodifikasi, terutama terkait dengan gaya hidup. Orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat jauh lebih berisiko terkena penyakit jantung. Contohnya:

  • Merokok
  • Jarang bergerak aktif/berolahraga
  • Sering begadang
  • Menyalahgunakan obat-obatan terlarang
  • Konsumsi makanan dan minuman tidak sehat
  • Tingkat stres tinggi
  • Pola makan buruk
  • Tidak menjaga berat badan
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes

 

Tips Agar Jantung Tetap Sehat Meski Bekerja Seharian

Walau bekerja seharian, kita masih bisa menjaga jantung tetap sehat dengan mengamalkan sejumlah tips berikut ini:

Konsumsi Makan yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Jantung kita memerlukan makanan yang sehat agar dapat bekerja normal. Makanan ini terutama yang rendah kolesterol, lemak, dan garam. Ketimbang mengonsumsi camilan gorengan dan makanan cepat saji di kantor, lebih baik makan buah dan sayuran atau makanan yang direbus atau dikukus. Jika makan berat, pastikan dalam satu piring sajian terdiri atas gizi yang seimbang dan terapkan pola makan teratur setiap hari.

Aktif Bergerak

Keaktifan bergerak adalah hal wajib untuk kesehatan jantung. Di sela duduk dan bekerja di kantor, luangkan waktu untuk berdiri dan berjalan-jalan setidaknya selama 5 menit tiap 1 jam. Lebih baik gunakan pula tangga untuk naik-turun ketimbang lift.

Berolahraga Setelah Bekerja

Sehabis pekerjaan selesai, badan mungkin terasa lelah. Namun, jika masih memungkinkan, berolahragalah setelah bekerja. Olahraga yang ringan saja. Mungkin bisa melakukan olahraga permainan bersama rekan kerja seperti futsal atau basket. Bisa pula olahraga yang bersifat meditasi seperti yoga.

Mengelola Stress dan Kontrol Emosi

Tekanan dalam kerja berpotensi meningkatkan stres dan emosi. Ujungnya, kerja jantung menjadi lebih keras / cepat dalam memompa darah ke seluruh tubuh sehingga berisiko mengalami kerusakan. Karena itu, kelola stres dan emosi baik-baik di tempat kerja. Misalnya mendengarkan lagu yang menenangkan. Jika perlu, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran medis dalam mengelola stres.

Hindari Merokok

Rokok adalah musuh utama jantung. Kandungannnya yang beracun bisa merusak jantung dalam jangka waktu tertentu. Maka jauhi asap rokok dalam kegiatan sehari-hari, termasuk di tempat kerja. Bahkan perokok pasif juga berisiko mengalami penyakit jantung karena paparan asap yang mengandung nikotin dan lain-lain.

Tidur dan Istirahat yang Cukup

Walau banyak pekerjaan, jangan lupa bahwa tubuh juga butuh istirahat. Pastikan istirahat yang cukup di sela bekerja. Selain itu, tidurlah sesuai dengan kebutuhan. Bila memungkinkan, tidur 8 jam sehari karena itulah yang disarankan demi kesehatan tubuh.

 

Manfaat Rutin Check-Up Jantung

Pertambahan usia menuntut kita lebih awas terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Demi menjaga jantung tetap sehat, jangan lupa melakukan pemeriksaan kesehatan alias check-up jantung. Kebutuhan ini terutama diperlukan bagi orang yang berusia 50 tahun ke atas karena risiko mengalami penyakit jantung lebih besar pada rentang usia tersebut.

Namun bukan berarti orang yang lebih muda aman dari penyakit jantung. Mereka yang berusia 20-an tahun juga bisa terkena penyakit jantung. Karena itu, tidak ada salahnya memeriksakan diri untuk melihat kondisi jantung. Terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko. Lebih baik mengetahui risiko itu sedari dini sehingga bisa menanganinya sejak awal daripada penyakit sudah telanjur masuk ke tingkat yang lebih parah.

 

Ditinjau oleh:

dr. Faizal Pamewa Sp.JP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

Dietary Fats and Cardiovascular Disease: A Presidential Advisory From the American Heart Association. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIR.0000000000000510. Diakses 31 Agustus 2021

Yoga as an Alternative and Complimentary Therapy for Cardiovascular Disease: A Systematic Review. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26787730/. Diakses 31 Agustus 2021

Sedentary Behavior and Cardiovascular Morbidity and Mortality. https://www.ahajournals.org/doi/pdf/10.1161/CIR.0000000000000440. Diakses 31 Agustus 2021

Keep Your Heart Healthy. https://health.gov/myhealthfinder/topics/health-conditions/heart- health/keep-your-heart-healthy. Diakses 31 Agustus 2021

5 Steps to Quit Smoking and Vaping. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy- lifestyle/quit-smoking-tobacco/5-steps-to-quit-smoking#.V9ryWLWKTBJ. Diakses 31

Agustus 2021

Keeping your heart healthy. https://www.heartfoundation.org.au/heart-health- education/keeping-your-heart-healthy. Diakses 31 Agustus 2021

Physical Activity and Your Heart. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/physical-activity- and-your-heart. Diakses 31 Agustus 2021

Riset Kesehatan Dasar 2018. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas- 2018_1274.pdf. Diakses 31 Agustus 2021

Bagikan ke :