• Emergency
  • 150 108

Dampak Detak Jantung Janin Lemah pada Perkembangan Janin

Dampak Detak Jantung Janin Lemah pada Perkembangan Janin

Perkembangan janin adalah proses yang sangat kompleks di dalam tubuh seorang ibu. Dari saat pembuahan hingga pembentukan organ, semua memiliki tahap yang rumit. Ketika jantung sudah terbentuk dan berdetak, proses tumbuh kembang janin bisa lebih dipantau. Detak jantung yang lemah bisa jadi menandakan adanya gangguan terhadap proses tersebut.

 


Mengenal Detak Jantung Janin

Detak jantung janin adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh ibu hamil dan suami pada masa kehamilan. Mendengar suara detak jantung anak yang sedang dikandung bisa memberikan rasa tenang dan gembira. Tapi harus dilihat dulu apakah detak jantung calon buah hati itu lemah atau normal karena berkaitan dengan perkembangan janin.

Dokter atau bidan akan memeriksa kehamilan memakai alat ultrasonografi (USG) untuk mengecek kondisi janin secara keseluruhan, termasuk detak jantungnya. USG adalah alat pemeriksa kehamilan yang menggunakan teknologi gelombang suara untuk mendeteksi detak jantung janin lemah atau tidaknya dalam kandungan. Detak jantung ini dapat terlihat di layar komputer yang tersambung dengan alat tersebut.

USG bisa dilakukan dengan dua cara, yakni lewat vagina (transvaginal) dan lewat perut (abdominal). USG transvaginal biasanya dilakukan sebelum usia kehamilan 8 minggu, sedangkan USG abdominal bisa kapan pun. Cara lain untuk mendeteksi detak jantung janin lemah atau tidaknya adalah dengan stetoskop, tapi ini baru bisa dilakukan pada usia kehamilan 18-20 minggu.

Untuk usia kehamilan trimester awal, dokter bisa mendeteksi detak jantung janin melalui  USG, pada  trimester ketiga hingga menjelang persalinan, dokter biasa memakai Fetal Echocardiography untuk memantau detak jantung, aliran jantung janin serta struktur jantung janin dan Cardiotocography(CTG). Selain mendeteksi detak jantung, CTG dapat dipakai buat memantau kontraksi kehamilan. Beberapa orang mengaku bisa mendengar detak jantung janin dengan menempelkan telinga ke perut ibu hamil. Meski tidak mustahil, kemungkinan mendengar detak jantung langsung lewat telinga amatlah kecil bahkan ketika usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga.

Ketika detak jantung terdeteksi, itu pertanda kehamilan dalam kondisi baik. Penting pula untuk memastikan laju detak jantung janin dalam kondisi normal. Bila lajunya berada di bawah kisaran angka normal berdasarkan usia kehamilan, detak jantung janin bisa dinilai lemah sehingga perlu perhatian ekstra pada perkembangan janin.

Baca Juga:  Rekomendasi Olahraga Aman untuk Penderita Jantung

 

Penyebab Detak Jantung Janin Tidak Terdeteksi

Detak jantung janin baru bisa terdeteksi bila sudah mencapai usia kehamilan tertentu. Jika baru pertama kali datang ke dokter untuk menjalani USG guna memastikan kehamilan setelah terlambat datang bulan, misalnya, jangan langsung berharap bisa langsung mendengar detak jantung janin.

Namun jangan terlampau khawatir ketika belum bisa mendengar detak jantung janin padahal sudah waktunya. Itu bukan berarti perkembangan janin pasti terhambat. Coba ulangi USG pada pemeriksaan selanjutnya untuk memastikan suara detak jantung janin. Ada beberapa penyebab detak jantung janin tak terdeteksi, seperti:

  • Usia kehamilan masih terlalu muda untuk bisa mendeteksi detak jantung janin
  • Janin sedang menghadap belakang atau berada di pojok rahim sehingga alat USG sulit mendeteksinya
  • Suara detak jantung terlalu lemah
  • Ibu hamil memiliki perut lebar sehingga ada kemungkinan janin tak terjangkau alat USG
  • Terjadi kehamilan ektopik atau janin berada di luar kandungan

 

Apa Risiko dari Detak Jantung Janin yang Tidak Terdengar?

Dokter biasanya akan mencoba mengecek detak jantung janin saat ukuran panjang janin sudah mencapai 7 milimeter atau setelah usia kehamilan 7 minggu. Jika detak jantung tak terdeteksi, ibu hamil akan diminta datang kembali pada minggu berikutnya untuk mencoba mendengarnya lagi.

Risiko detak jantung janin tak terdengar setelah usia kehamilan 7 minggu adalah terjadi keguguran. Meski begitu, dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kehamilan tersebut, antara lain menggunakan alat deteksi detak jantung yang teknologinya lebih baik dengan akurasi lebih tinggi. Sebab, bisa jadi suara detak jantung itu terlalu lemah sehingga perlu alat yang lebih mampu mendeteksinya. Hingga kini tak ada kesepakatan bersama berapa detak jantung normal janin. Namun biasanya detak jantung janin tergolong lemah jika di bawah 100 detak per menit.

 

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Jantung janin mulai terbentuk pada usia kehamilan 5 minggu. Pada saat itu juga jantung akan berdetak secara spontan. Detak jantung dapat terdeteksi menggunakan alat USG pada usia kehamilan 6-9 minggu. Namun suaranya belum tentu bisa langsung terdengar. Suara detak jantung baru dapat terdengar untuk pertama kali biasanya pada usia kehamilan 10-12 minggu.

Baca Juga:  Jantung Bocor? Bagaimana Penanganan yang Tepat

Laju detak jantung janin yang normal pada usia kehamilan 6-7 minggu adalah 90-110 detak per menit. Sedangkan saat usia kehamilan menginjak 9 minggu, detak jantung berkisar 140-170 detak per menit. Namun pada usia kehamilan sekitar 20 minggu, detak jantung akan turun menjadi sekitar 140 detak per menit hingga kemudian saat menjelang persalinan berkisar 110-160 detak per menit.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter akan selalu memeriksa kondisi janin secara keseluruhan saat ibu menjalani kontrol kehamilan. Deteksi detak jantung untuk memastikan perkembangan janin biasanya dilakukan pada akhir trimester pertama atau awal trimester kedua. Namun dokter akan menyarankan pemeriksaan detak jantung lebih dini pada usia kehamilan sekitar 7 minggu bila terjadi perdarahan, flek, atau kehamilan sebelumnya bermasalah. Ingat bahwa detak jantung janin tak selalu langsung terdengar saat menjalani pemeriksaan kandungan. Dokter mesti melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan tak ada komplikasi kehamilan, termasuk mengecek risiko keguguran.

 

Reviewed by

dr. Dewi Sri Handayani, Sp. OG

Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi

Primaya Hospital Semarang

 

Referensi:

Embryonic heart rate in the early first trimester: what rate is normal? https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.7863/jum.1995.14.6.431. Diakses 18 Maret 2022

Fetal heart rate in the first and second trimester. https://radiopaedia.org/articles/fetal-heart-rate-in-the-first-and-second-trimester. Diakses 18 Maret 2022

What is the “normal” fetal heart rate? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3678114/. Diakses 18 Maret 2022

Fetal Heart Monitoring. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/fetal-heart-monitoring. Diakses 18 Maret 2022

How Early Can You Hear Baby’s Heartbeat on Ultrasound and By Ear?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/when-can-you-hear-babys-heartbeat. Diakses 18 Maret 2022

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.