• Emergency
  • 150 108

Kondisi Jantung Lemah Pada Ibu Hamil, Harus Apa?

Kondisi Jantung Lemah Pada Ibu Hamil, Harus Apa

Kehamilan menuntut ibu untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Terutama ibu yang sebelumnya memiliki masalah medis yang serius, termasuk penyakit jantung. Sebab, pada beberapa kelompok ibu, ada risiko peningkatan komplikasi jantung selama kehamilan. Terlebih ada potensi jantung lemah karena perubahan tubuh yang terjadi akibat kehamilan.

 


Mengenal Kesehatan Jantung Saat Hamil

Kaum hawa wajib menyadari bahaya kesehatan yang spesifik seperti kanker serviks dan kanker payudara, yang umumnya menyerang perempuan. Tapi yang tak kalah membutuhkan perhatian adalah penyakit jantung, khususnya bagi perempuan yang hendak hamil.

Kehamilan adalah masa yang spesial dan unik dalam kehidupan perempuan. Tubuh mengalami perubahan secara keseluruhan, termasuk sistem kardiovaskuler atau jantung dan pembuluh darah. Bahkan perubahan itu bisa dikategorikan sebagai stress test karena kinerja jantung mendapat tekanan dari perubahan tersebut.

Karena itu, perempuan yang sebelumnya memiliki penyakit jantung atau ada risiko penyakit jantung lebih rentan mengalami komplikasi masalah kehamilan. Misalnya, ibu mungkin mengalami preeklamsia, yakni tekanan darah dan kadar protein tinggi dalam urine yang melipatgandakan risiko terkena stroke dan serangan jantung dalam 5-15 tahun ke depan. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu.

Memperhatikan kesehatan jantung selama kehamilan adalah kunci menjaga kesehatan secara keseluruhan. Bila bisa dideteksi dini, dokter bisa mengelola masalah jantung itu dan mencegah komplikasi di kemudian hari. Tapi penyakit kardiovaskuler bisa sangat sulit didiagnosis selama kehamilan karena banyak gejala umum penyakit jantung mirip dengan gejala kehamilan.

Contohnya napas pendek, sesak napas, jantung berdebar-debar, dan beberapa bagian tubuh membengkak. Gejala ini serupa dengan penyakit jantung lemah. Berubahnya sistem kardiovaskuler mempengaruhi kinerja jantung dan berpotensi membuat jantung lemah pada ibu hamil. Untuk mengantisipasi problem kesehatan ini, ibu perlu menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai dengan kebutuhan.

 

Penyebab Jantung Lemah pada Ibu Hamil

Bukan hanya fisik, perubahan tubuh pada ibu hamil ada pula yang tak kasatmata. Kita tak bisa melihat berubahnya kinerja jantung dan pembuluh darah, tapi perubahan itu terjadi. Dan terjadinya perubahan ini menjadi salah satu faktor penyebab jantung lemah pada ibu hamil.

Baca Juga:  Henti Jantung (Sudden Cardiac Arrest) Bisa dihindari, Bagaimana Caranya?

Umumnya, perubahan tersebut mencakup:

  • Peningkatan volume darah 40-50 persen
  • Jumlah darah yang dipompa jantung per menit meningkat 30-40 persen
  • Detak jantung naik 10-15 detak per menit
  • Tekanan darah menurun

Perubahan ini normal sebagai bagian dari persiapan tubuh untuk menjalani persalinan. Namun tubuh menjadi lebih tertekan dan jantung harus bekerja lebih keras. Walhasil, kehamilan bisa memperburuk penyakit jantung yang telah ada atau menyebabkan masalah jantung, termasuk jantung lemah.

 

Normalkah Kondisi Jantung Lemah Saat Hamil

Wajar jika jantung bekerja lebih keras saat ibu hamil karena perubahan sistem tubuh. Maka kondisi jantung lemah pada ibu hamil pun tergolong wajar. Umumnya jantung akan kembali ke kinerja semula setelah persalinan. Ibu hanya perlu mengelola gejala yang muncul agar tidak makin buruk dan membahayakan kehamilan.

Biasanya, risiko kehamilan baik pada ibu maupun bayi meningkat bila ibu sudah punya masalah jantung yang parah sebelum hamil. Meski begitu, tergantung jenis dan tingkat keparahan gangguan jantung yang berkembang selama kehamilan, komplikasi serius mungkin terjadi. Komplikasi ini termasuk akumulasi cairan di dalam paru-paru, irama jantung tak normal, dan stroke.

Ibu hamil yang rentan mengalami jantung lemah biasanya merasa sangat lelah dan perlu membatasi aktivitasnya sehari-hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menilai tingkat risiko kehamilan yang bisa membahayakan jiwa ibu dan bayi. Dari pemeriksaan ini, dokter akan menyarankan tindakan yang diperlukan untuk keselamatan ibu dan bayinya.

 

Saat Kondisi Jantung Lemah, Apa yang Harus Dilakukan?

Penyakit jantung bukanlah penghalang kehamilan. Ibu yang punya risiko penyakit jantung lemah pun masih bisa hamil. Namun harus digarisbawahi pentingnya konsultasi dengan dokter jantung dan dokter kandungan sebelum merencanakan kehamilan. Dengan begitu, sudah ada persiapan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan terkait dengan masalah jantung yang bisa saja terjadi saat hamil.

Baca Juga:  Serangan Jantung Saat Olahraga, Apa Penyebabnya?

Tapi, bila ibu baru mengetahui ada masalah jantung lemah saat hamil, tak perlu khawatir berlebihan. Seperti disebutkan sebelumnya, kinerja jantung yang meningkat karena perubahan tubuh selama kehamilan hingga mengakibatkan jantung lemah adalah hal yang wajar. Ibu hanya perlu rutin memeriksakan kehamilan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Bukan hanya dokter kandungan, mungkin ibu juga perlu mendatangi dokter spesialis jantung. Terutama bila masalah jantung memerlukan penanganan khusus. Ibu akan menjalani serangkaian tes guna memastikan kondisi jantung dan menemukan solusi agar kehamilan tidak membahayakan jiwa ibu dan bayinya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu hamil wajib menemui dokter kandungan untuk rutin memeriksakan kehamilan. Tapi bila mendapati gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung lemah, tak perlu menunggu jadwal konsultasi. Ibu bisa langsung mendatangi dokter untuk diperiksa. Gejala yang butuh perhatian karena terkait dengan masalah jantung antara lain:

  • Sulit bernapas
  • Napas pendek saat beraktivitas fisik ataupun ketika rehat
  • Detak jantung tak beraturan
  • Nyeri dada

Munculnya gejala-gejala itu sudah cukup menjadi alasan ibu untuk ke dokter di luar jadwal pemeriksaan kehamilan demi memastikan kondisi ibu dan bayi baik-baik saja.

 

Ditinjau oleh:

dr. William Timotius Wahono, Sp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

Cardiomyopathy in pregnancy. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25037522/. Diakses 2 November 2021

Heart Failure in Pregnancy: A Problem Hiding in Plain Sight. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/JAHA.119.012905. Diakses 2 November 2021

Heart Disorders During Pregnancy. https://www.msdmanuals.com/home/women-s-health-issues/pregnancy-complicated-by-disease/heart-disorders-during-pregnancy. Diakses 2 November 2021

Cardiac Disease In Pregnancy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537261/. Diakses 2 November 2021

Heart disease and pregnancy. https://heart.bmj.com/content/85/6/710. Diakses 2 November 2021

Cardiovascular Considerations in Caring for Pregnant Patients: A Scientific Statement From the American Heart Association. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIR.0000000000000772. Diakses 2 November 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.