• Emergency
  • 150 108

Obesitas Sebabkan Varises: Bagaimana Mengatasinya?

Obesitas Sebabkan Varises Bagaimana Mengatasinya

Obesitas atau kelebihan berat badan bisa menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Obesitas juga merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan varises. Berat badan berlebih menambah tekanan pada pembuluh darah vena di kaki dan katupnya. Walhasil, vena sulit mengalirkan darah kembali ke jantung. Katup vena di kaki sangat penting karena bisa mencegah darah turun kembali ke kaki. Seiring dengan waktu, tekanan dari berat badan berlebih bisa menyebabkan katup gagal berfungsi sehingga memicu varises.

 


Mengenal Varises

Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah dari tubuh ke jantung. Fungsinya berkebalikan dengan arteri, yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Vena tungkai yang berfungsi normal memiliki katup yang dapat menjaga aliran darah langsung menuju jantung. Varises adalah vena yang membesar dan berbelok belok yang di sebabkan oleh permasalahan katup. Istilah medis untuk kondisi ini adalah insufisiensi vena kronis.

Pada varises pembuluh darah vena membesar  dan terlihat dari kulit berwarna biru atau ungu dan bentuknya seperti kabel yang berpilin-pilin. Kasus varises lebih banyak dijumpai pada kalangan perempuan daripada laki-laki dan umumnya muncul mulai umur 30 tahun.

Varises tidak hanya menjadi masalah kosmetik atau terkait dengan penampilan. Namun bisa juga muncul problem kesehatan yang serius bila vena benar-benar tak mampu lagi menjalankan fungsi utamanya.

Menurut penelitian, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik sering dijumpai pada pasien varises, terutama perempuan. Hasil riset juga menunjukkan penyakit vena ini lebih serius secara klinis pada pasien yang memiliki berat badan berlebih ketimbang pasien lain yang bobotnya lebih rendah.

 

Gejala Varises

Gejala varises yang utama adalah vena yang terlihat melebar dan berwarna biru keunguan serta gejala lain yang menyertai termasuk:

  • Nyeri atau pegal di area vena yang terkena, terutama setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama
  • Kaki membengkak
  • Kaki terasa berat dan lelah
  • Kulit kering, bersisik, dan gatal di sekitar area vena yang terkena
  • Kram kaki saat istirahat, terutama pada malam hari
  • Perubahan warna pada kulit di sekitar pergelangan
Baca Juga:  Aterosklerosis: Penyebab Umum Penyakit Jantung Koroner

Adapun gejala komplikasi varises meliputi:

  • Kulit di area vena yang terkena menjadi tipis sehingga rentan terhadap luka gores
  • Penggumpalan darah di dalam vena
  • Peradangan akibat kerusakan vena atau penggumpalan darah

Biasanya, gejala ini memburuk pada cuaca hangat atau ketika berdiri dalam waktu lama. Berjalan-jalan atau berbaring sembari menaikkan kaki bisa meredakan gejala tersebut.

 

Penyebab Varises

Bukan hanya obesitas sebagai faktor resikonya. Varises muncul ketika tekanan dalam pembuluh darah vena di kaki meningkat. Aliran darah dalam vena di kaki melawan gravitasi untuk dapat menuju jantung. Darah bergerak ke jantung dengan bantuan kontraksi otot kaki, betis dan paha.. Saat otot  menegang, katup vena membuka. Sedangkan ketika otot melemas, katup menutup sehingga darah tak kembali turun. Tatkala katup itu rusak atau melemah, darah bisa menumpuk di vena sehingga vena membesar.

Faktor resiko lain, penyebabnya bisa jadi sering duduk atau berdiri terlalu lama yang dapat membuat darah terkumpul dalam vena di kaki. Sedangkan faktor resiko lain diantaranya:

  • Riwayat keluarga memiliki masalah varises
  • Penuaan
  • Penyakit bawaan
  • Masalah hormon
  • Hamil

 

Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Dokter dapat membuat diagnosis hanya dengan mengamati kaki pasien. Dokter akan menjalankan pemeriksaan fisik untuk menilai derajat keparahan varises itu. Pemeriksaan ini sekaligus bertujuan memastikan metode pengobatan apa yang aman dan tepat untuk pasien.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan melihat dari dekat vena di kaki dan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Untuk menambah kuat diagnosis, dokter bisa menjalankan prosedur diagnostik menggunakan ultrasonografi dopplet, yaitu metode USG untuk mengecek aliran darah dan struktur vena di tungkai.

 

Pengobatan Varises

Penanganan varises di tungkai mencakup perubahan gaya hidup (modifikasi faktor resiko ), penggunaan obat, terapi kompresi, dan prosedur medis untuk menutup atau menghilangkannya. Bergantung pada gejala yang dialami, dokter bisa menyarankan kombinasi metode tersebut, bisa juga tak perlu penanganan sama sekali.

Baca Juga:  Tips Aman Makan Daging Sapi untuk Penderita Kolesterol Tinggi

Untuk pasien yang hamil, dokter bisa merekomendasikan terapi kompresi, yakni mengenakan stoking atau kain ketat untuk membantu aliran darah balik ke tungkai. Selain itu, obat mungkin diperlukan untuk meredakan gejala berupa pegal-pegal di kaki.

Untuk perubahan gaya hidup, dokter akan menyarankan pasien menjaga berat badan yang sehat untuk mengatasi obesitas, menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, serta beraktivitas fisik secara rutin agar aliran darah lancar.

Adapun prosedur medis yang bisa dilakukan mencakup:

  • Ablasi endovenous: menggunakan panas/ radiofrekwensi, untuk menutup vena yang katupnya bermasalah.
  • Skleroterapi: menyuntikkan cairan kimia ke vena agar varises tertutup
  • Pembedahan: menghilangkan varises yang sudah parah

Ada kemungkinan varises muncul lagi seusai penanganan,walaupun kemungkinan kecil. Biasanya terjadi pada pasien yang tidak memodifikasi faktor resikonya.

 

Pencegahan Varises

Anda tak bisa mencegah varises yang muncul karena ada riwayat keluarga atau sedang hamil. Namun ada beberapa faktor yang bisa diatasi untuk mencegah masalah kesehatan ini, seperti:

  • Menjaga berat badan
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak berdiri atau duduk terlampau lama, beristirahat tiap 30 menit
  • Menaikkan kaki ketika duduk atau berbaring
  • Tidak duduk dengan menyilangkan kaki
  • Tidak mengenakan celana ketat

 

Kapan Harus ke Dokter?

Varises merupakan suatu penyalit, bukan hanya semata mata masalah kosmetik. Karna dapat menurunkan kwalitas hidup seseorang. Namun bila ada gejala yang membuat tidak nyaman beraktivitas, sebaiknya temui dokter untuk berkonsultasi.

Dokter bisa menegakkan diagnosis dengan memeriksa gejala yang ada dan membantu menentukan metode penanganan yang tepat untuk mengatasinya.

 

Ditinjau oleh:

dr. Mursid Fadli, Sp.BSubBVE

Dokter Sub Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi: 

https://emedicine.medscape.com/article/1085530-overview

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.