• Emergency
  • 150 108

Panduan Merawat Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Panduan Merawat Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja dan kapan saja, tak peduli berapa usianya. Anak yang baru lahir pun dapat terdiagnosis memiliki masalah yang disebut penyakit jantung bawaan (PJB). Merawat anak PJB tentunya berbeda dengan merawat anak yang tak memiliki kelainan jantung. Orang tua perlu memahami apa itu penyakit jantung bawaan dan bagaimana penanganannya demi kebaikan sang anak.

 


Mengenal Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan adalah masalah pada jantung yang berkembang saat anak masih dalam kandungan. Penyakit ini adalah salah satu jenis kecacatan kelahiran yang paling umum didapati di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Ada banyak macam kelainan jantung bawaan yang dapat mempengaruhi organ tubuh lain. Beberapa jenis penyakit jantung bawaan tak memerlukan penanganan khusus. Tapi ada pula penyakit jantung yang menimbulkan komplikasi sehingga bayi membutuhkan tindakan medis secepatnya pada masa-masa awal kehidupannya.

Jantung adalah organ penting dalam tubuh manusia yang berfungsi memompa darah yang dibutuhkan organ tubuh lain, termasuk otak dan paru-paru. Jantung terbentuk pada awal masa kehamilan, yakni pada tujuh minggu pertama kehamilan.

Jantung yang normal terdiri dari katup, serambi, bilik, katup dan pembuluh darah. dan bilik jantung menerima dan memompa darah dengan urutan sebagai berikut : dari tubuh ke jantung à jantung ke paru-paru à paru-paru ke jantung à jantung ke seluruh tubuh.

Jika pembentukan serambi katup, bilik dan pembuluh darah tak sempurna, maka sirkulasi itu terganggu.

Walhasil, fungsi jantung tak sempurna dan organ tubuh lain pun terpengaruh. Dugaan penyakit jantung bawaan umumnya bisa terdeteksi saat ibu memeriksakan kehamilan dengan ultrasonografi (USG). Saat lahir, bayi yang diduga memiliki PJB akan segera ditangani oleh dokter anak guna didiagnosis dan dirawat lebih lanjut.

 

Siapa Saja yang Bisa Terkena Penyakit Jantung Bawaan

Dari 1.000 kelahiran, terdapat 8 kasus penyakit jantung bawaan pada bayi di Indonesia. Namun penyebab pasti kelainan jantung ini tak diketahui pasti. Ibu hamil berisiko melahirkan anak dengan PJB jika:

  • Memiliki diabetes yang tak terkendali
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Menyalahgunakan obat-obatan
  • Terinfeksi rubella (campak Jerman)
  • Merokok
  • Ada riwayat penyakit jantung pada anggota keluarga lain
Baca Juga:  Jantung Berdetak Lebih Lambat Dari Biasanya, Berbahayakah?

 

Tips Membesarkan dan Merawat Anak PJB

Merawat anak PJB membutuhkan upaya ekstra karena kondisi anak yang lebih rentan. Ayah dan ibu serta anggota keluarga lain mesti bekerja sama demi memastikan perkembangan anak yang baik di tengah penyakit jantung yang dialami.

Pemeriksaan Jantung Secara Rutin                       

Orang tua mesti berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi anak, termasuk soal jadwal pemeriksaan jantung anak. Pemeriksaan rutin penting untuk menghindari anak mengalami komplikasi yang mengancam jiwa. Dari pemeriksaan ini juga dapat diketahui perkembangan kesehatan anak serta tindakan medis apa yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan tersebut.

Beri Pemahaman dan Biasakan Anak Patuhi Protokol Kesehatan                       

Metode untuk merawat anak PJB bergantung pula pada usia si anak. Bila anak sudah masuk usia sekolah, berikan pemahaman mengenai kondisinya agar dia juga dapat turut menjaga diri ketika beraktivitas. Terangkan bahwa ada protokol kesehatan yang mesti ditaati demi kesehatan jantung anak, termasuk meminum obat-obatan rutin jika perlu serta tidak melakukan aktivitas yang terlalu menguras energi.

Nutrisi untuk Anak             

Anak dengan PJB umumnya memiliki berat badan rendah. Sejak bayi, mereka sulit makan dan minum sehingga pertumbuhannya secara umum bisa terganggu. Karena itu, orang tua mesti lebih memperhatikan nutrisi buat anak. Konsultasilah dengan ahli nutrisi bila perlu. Untuk anak yang lebih besar, hindari memberikan makanan yang memiliki kandungan gula, garam, dan lemak tinggi, termasuk daging olahan. Sebab, sumber makanan tersebut dapat menaikkan tekanan darah serta mempengaruhi fungsi kerja jantung.

Aktivitas Fisik Anak            

Anak dengan penyakit jantung bawaan biasanya lebih mudah capek ketika beraktivitas. Tapi bukan berarti anak tak boleh melakukan aktivitas fisik sama sekali. Justru anak tetap harus berkegiatan sehari-hari, termasuk berolahraga secara rutin. Namun tentunya dengan mempertimbangkan kondisi buah hati. Bila perlu, ikuti program rehabilitasi jantung di rumah sakit yang antara lain memberikan panduan kegiatan fisik yang diperlukan penderita penyakit jantung.

Mencegah Infektif (Bakteri) Endokarditis

Perawatan gigi anak secara rutin dan saksama menjadi bagian tak terpisahkan dari cara merawat anak PJB. Pada usia anak-anak, risiko terjadi masalah gigi dan mulut lebih besar, terutama gigi berlubang. Masalah ini bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius karena infeksi bakteri yang disebut endokarditis. Endokarditis kerap dijumpai pada anak dengan PJB. Bila berkembang tanpa penanganan memadai, katup jantung bisa rusak karena endokarditis hingga menyebabkan gagal jantung.

Baca Juga:  Apakah Merokok Jadi Penyebab Utama Penyakit Jantung?

 

Dukungan Emosional dari Orang Tua

Untuk merawat anak PJB, orang tua perlu lebih mendekatkan hubungan dengan anak. Bukan hanya hubungan fisik, tapi juga emosional. Ayah dan ibu harus mendukung anak sepenuhnya secara emosional seiring dengan pertambahan usia anak.

Karena adanya masalah jantung, anak mungkin merasa rendah diri ketika bergaul dengan teman-temannya. Misalnya karena kondisi fisik anak yang lebih kecil dan lebih lemah. Atau lantaran aktivitas fisiknya yang terbatas akibat penyakit jantung bawaan yang diderita, termasuk adanya bekas luka operasi di tubuhnya.

Anak-anak yang belum cukup memiliki kemampuan emosional lebih rentan mengalami masalah emosi. Mereka mungkin akan menjauhkan diri dari lingkungan sekitar lantaran merasa “tidak normal”. Orang tua dapat menunjukkan perannya di sini dengan selalu memastikan kehadirannya buat sang buah hati.

Dampingi dan dukung anak yang mulai beranjak remaja agar bisa beradaptasi dan menerima kondisinya. Jika perlu, mintalah bantuan kepada dokter hingga psikolog anak.

 

Narasumber:

dr Anisa Rahmadhany,Sp.A (K)

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi

Congenital Heart Defects: Caring for Your Child. https://www.uofmhealth.org/health-library/hw256199. Diakses 29 Agustus 2021.

A Parent and Caregiver Resource Guide for Families Living with Congenital Heart Disease. https://mendedhearts.org/wp-content/uploads/2017/02/MLHG_2015.pdf. Diakses 29 Agustus 2021.

Helping your child with congenital heart disease to stay healthy. https://www.gosh.nhs.uk/conditions-and-treatments/procedures-and-treatments/helping-your-child-congenital-heart-disease-stay-healthy/. Diakses 29 Agustus 2021.

Congenital heart disease. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/congenital-heart-disease. Diakses 29 Agustus 2021.

The Care of Children With Congenital Heart Disease in Their Primary Medical Home. https://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/early/2017/10/26/peds.2017-2607.full.pdf. Diakses 29 Agustus 2021.

Feeding Tips for Your Baby with CHD. https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/care-and-treatment-for-congenital-heart-defects/feeding-tips-for-your-baby-with-chd. Diakses 29 Agustus 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.