Sering Mendengkur? Hati-hati Tanda Penyakit Jantung

Sering Mendengkur_ Hati-hati Tanda Penyakit Jantung

Banyak orang beranggapan bahwa mendengkur adalah tanda orang tidur sangat nyenyak. Apalagi bila orang tersebut susah dibangunkan, bahkan ketika banyak suara berisik di dekatnya. Padahal mendengkur justru bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Salah satunya tanda penyakit jantung.

American Heart Association menyebutkan bahwa mendengkur bisa menjadi tanda sleep apnea, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Sleep apnea adalah gangguan kesehatan berupa terhentinya napas selama beberapa saat ketika tidur. Gangguan tidur ini berpotensi serius dan bisa menyebabkan kematian.

 

Mengapa Kita Mengorok Atau Mendengkur?

Mendengkur atau mengorok bukanlah perilaku tidur yang wajar. Orang mendengkur ketika tidak ada cukup ruang bagi lidah di bagian belakang tenggorokan. Umumnya, orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas mendengkur ketika tidur. Sebab, terdapat tumpukan lemak di saluran pernapasan, bahkan di area lidah, yang menghalangi kerja sistem pernapasan. Ini yang mengaitkan kebiasaan mendengkur dengan tanda penyakit jantung.

Saat orang tertidur, otot di langit-langit mulut, lidah, dan tenggorokan akan melemas. Jaringan di tenggorokan yang rileks itu dapat menghalangi jalan napas dan menimbulkan getaran saat bernapas. Bila lemak bertumpuk di jaringan itu, jalan napas akan makin sempit. Akibatnya, aliran napas makin kuat sehingga getaran meningkat. Walhasil, muncul suara dengkuran ketika tidur.

 

Apakah Mendengkur Tanda Penyakit Jantung?

Patut digarisbawahi adalah tidak ada kaitan langsung antara mendengkur dan penyakit jantung. Namun, menurut banyak penelitian, terdapat peningkatan risiko penyakit jantung pada orang yang punya kebiasaan mendengkur. Itu yang memunculkan pendapat bahwa mendengkur bisa jadi tanda penyakit jantung. Jadi ada pula kemungkinan orang mendengkur tapi tak punya masalah jantung.

Terdapat beberapa penyebab orang mendengkur saat tidur yang tak terkait dengan penyakit jantung, seperti:

  • Anatomi mulut: bila langit-langit mulut secara anatomi tebal dan rendah, jalan napas akan sempit dan memicu dengkuran.
  • Masalah pada hidung: hidung tersumbat kronis atau bengkoknya partisi di antara lubang hidung bisa membuat orang mendengkur.
  • Kurang tidur: jaringan otot tenggorokan orang yang kurang tidur cenderung lebih lemas sehingga menghalangi jalan napas.
  • Posisi tidur: orang yang tidur dalam posisi telentang bisa mendengkur karena efek gravitasi pada tenggorokan.
  • Genetis: orang yang memiliki riwayat keturunan anggota keluarga mendengkur mungkin akan mengalami hal yang sama.

Mendengkur diduga kuat menjadi tanda penyakit jantung ketika mengarah ke gejala obstructive sleep apnea (OSA). Gangguan tidur ini terjadi ketika ada masalah pada sistem pernapasan. Indikasi adanya OSA pada seseorang salah satunya biasa mendengkur ketika tidur. Indikasi lainnya meliputi:

  • Rasa kantuk berlebih pada siang hari
  • Orang di dekatnya bisa menyaksikan terhentinya napas selama beberapa saat ketika pasien tidur
  • Susah memusatkan perhatian
  • Merasa tenggorokan sakit dan mulut kering ketika bangun tidur
  • Gelisah saat tidur, susah tidur
  • Tersedak atau terengah-tengah kala tidur di malam hari
  • Tekanan darah tinggi
  • Merasa dada nyeri saat malam
  • Libido menurun
  • Mudah marah
  • Dengkuran amat keras hingga orang lain di sekitarnya merasa sangat terganggu.

 

Kapan Harus ke Dokter Jantung?

Meski mendengkur tidak secara langsung menjadi tanda penyakit jantung, kita patut waspada bila punya kebiasaan itu. Khususnya bila memiliki faktor risiko penyakit jantung, terutama obesitas. Sebaiknya temui dokter segera bila terbiasa mendengkur dengan diiringi indikasi adanya masalah jantung.

Pria lebih sering mendengkur ketimbang wanita. Tapi bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami sleep apnea yang mengarah ke masalah jantung di kemudian hari. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter jantung bisa menjadi cara terbaik untuk melakukan pencegahan dan perawatan sejak dini.

 

Narasumber:

dr. Robert Edward Saragih, Sp.JP, FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.health.harvard.edu/heart-health/why-snoring-could-be-a-sign-your-heart-is-at-risk

https://www.heart.org/en/health-topics/sleep-disorders/sleep-apnea-and-heart-disease-stroke

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/symptoms-causes/syc-20377694

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1791087/

https://pharmascope.org/ijrps/article/view/2997/6646

https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/circulationaha.107.189420

Illustrasi Gambar : Freepic

Bagikan ke :