• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Kenali Sinus Bradikardia, Penyebab Detak Jantung Lambat dan Sesak Nafas

Sinus Brikardia

Apabila denyut jantung Anda tiba-tiba menurun drastis hingga <60 kali/menit dan disertai sesak nafas, maka waspadai gejala sinus bradikardia. Normalnya, jantung orang dewasa yang normal berkisar antara 60 – 100 kali/menit.

Pada beberapa orang, seperti atlet yang sehari-harinya menjalani kegiatan dengan sangat intens, maka brakdikardia dianggap kondisi yang normal. Akan tetapi, bagi orang biasa atau yang punya gaya hidup sedentari, maka gangguan kesehatan satu ini dapat mengancam nyawa.

buat jani dokter primaya

Pengertian Bradikardia

Sinus Bradikardia

Bradikardia atau punya sebutan lain berupa sinus bradikardia adalah kondisi kelainan pada irama jantung di mana frekuensi denyutnya kurang dari normal. Detak jantung normal manusia yakni berkisar antara 60 – 100 kali per menit.

Penamaan sinus bradikardia sendiri berasal dari Bahasa Yunani “Bradys” yang berarti lambat dan “Kardia” yang berarti jantung. Jadi, sinus bradikardia berarti jantung yang melambat namun masih menggunakan ritme sinus.

Dalam memompa darah, jantung menggunakan sinyal listrik yang asalnya dari simpul SA (Sinoatrial Node) dalam sistem saraf. Nah, apabila sinyal listrik tersebut terganggu maka ritme jantung akan terganggu seperti terlalu cepat ataupun terlalu lambat seperti pada bradikardia.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter membutuhkan alat ECG yang akan memperlihatkan ritme sinus pada denyut jantung kurang dari 60 kali/menit. Hal ini karena gejala pada bradikardia berupa jantung berdetak lebih lambat mirip-mirip dengan aritmia.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada mereka yang berusia di atas 65 tahun atau mereka yang sering berolahraga secara intens.

Walaupun bukan termasuk penyakit serius, namun sinus bradikardia dapat menyebabkan sel-sel tubuh terutama sel otak kekurangan oksigen. Apabila terjadi dalam waktu yang lama maka dapat mengakibatkan kematian.

Jadi, pengobatan yang tepat dari dokter merupakan hal yang harus diprioritaskan bagi penderita penyakit ini. Bahkan, jika kondisinya parah, dokter akan merekomendasikan pemasangan alat pacu jantung permanen.

Baca Juga:  Syok Kardiogenik, Kenali Gejala dan Penanganannya
Penyakit Sinus Bradikardia
Gejala Utama Sesak nafas, nyeri dada, pusing, tubuh lemas, tekanan darah rendah
Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular, dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah
Penyebab Infeksi oleh kelompok bakteri Shigella
Diagnosis Penurunan detak jantung akibat masalah pada atrioventrikular atau nodus sinoatrial
Faktor Risiko Usia 65 tahun ke atas, penyakit tertentu, konsumsi zat narkotika
Pengobatan Pemberian obat dan perawatan sesuai penyakit yang mendasarinya
Pencegahan Olahraga teratur, hindari obesitas, diet gizi lengkap, hindari alkohol dan zat narkotika
Komplikasi Gagal jantung, pingsan, kelelahan, stroke iskemik

Siapa yang Berisiko?

Sinus Bradikardia

Mereka yang berada pada kelompok berikut ini lebih berisiko terkena sinus bradikardia:

  • Atlet
  • Usia lanjut (65 tahun ke atas)
  • Perokok aktif/pasif
  • Penyalahgunaan zat narkotika
  • Konsumsi alkohol
  • Penggunaan obat tertentu
  • Kondisi medis tertentu

Penyebab

Mengutip dari situs Cleveland Clinic, bahwa sinus bradycardia berkaitan dengan beberapa faktor seperti:

  • Kekurangan elektrolit
  • Inflamasi (peradangan)
  • Anorexia nervosa (gangguan makan)
  • Infeksi
  • Sick sinus sindrom
  • Obat-obatan (beta bloker, penurunan hipertensi, dll)
  • Terapi radiasi
  • Operasi jantung
  • Sleep apnea
  • Lupus
  • Rheumatoid arthritis
  • Trauma
  • Hypothermia (kedinginan ekstrem)
  • Intracranial hypertension (tekanan pada otak)

Gejala

Pada kebanyakan orang, kondisi ini sama sekali tidak menimbulkan gejala apa pun. Terutama bagi mereka yang aktif secara fisik seperti halnya pada atlet. Bagi para atlet, mereka bahkan memiliki bradikardia karena jantung mereka telah beradaptasi untuk kegiatan fisik agar lebih efisien dalam memompa darah.

Namun, ada beberapa gejala yang tampak bagi sebagian penderita seperti halnya:

  • Sesak nafas
  • Nafas pendek-pendek
  • Sakit dada
  • Kelelahan
  • Palpitasi jantung
  • Kebingungan
  • Kesulitan konsentrasi

Diagnosis

Dokter dapat dengan mudah mengenali kondisi ini yang menjadi penyebab detak jantung lambat dan sesak nafas. Di antaranya yaitu:

  • Tes fisik seperti menggunakan stetoskop
  • Tes ECG (Electrocardiogram)
  • Cek level elektrolit dalam darah
  • Cek level hormon tiroid
  • Toxicology screen (tes racun dalam darah)
  • Troponin (mengetahui indikator kerusakan jantung)
Baca Juga:  IVUS: Cara Mendiagnosis Masalah Pembuluh Darah

Pencegahan

Terdapat beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya bradycardia. Contohnya yaitu:

  • Hindari merokok dan minum alkohol
  • Hindari obat-obatan terlarang seperti narkotika
  • Jaga berat badan agar di range normal
  • Lakukan diet gizi seimbang
  • Olahraga secara rutin 3 – 5 kali per minggu
  • Pengobatan infeksi secepat mungkin
  • Perawatan untuk gangguan makan

Pengobatan

Dalam kondisi sinus bradikardia tanpa gejala, maka tidak ada perawatan khusus yang dokter lakukan. Namun, untuk kondisi yang serius maka harus segera mendapatkan perawatan di instalasi gawat darurat.

Dokter akan melakukan pengobatan berdasarkan penyakit yang mendasarinya. Jadi, beda pasien maka beda pula pengobatan yang dilakukan. Apalagi jika kondisi yang mendasarinya banyak, maka Anda pun membutuhkan perawatan yang kompleks.

Pengobatannya sendiri kerap diberikan melalui suntikan dan juga infus. Untuk kondisi yang parah, maka dokter akan memasang alat pacu jantung transkutan. Lalu, jika tingkat saturasi oksigennya di bawah normal, maka dokter akan memberikan oksigen.

Obat-obatan yang kerap dokter resepkan yakni yang berguna untuk meningkatkan detak jantung. Atau bisa juga obat-obatan untuk mengobati penyakit yang mendasarinya. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Epineprin
  • Atropin
  • Dopamin

Kapan Harus ke Dokter?

Sinus Bradikardia

Bila gejala bradikardia menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari Anda, maka segera periksakan ke dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular.

Segera bawa ke rumah sakit apabila mengalami gejala sebagai berikut:

  • Nyeri dada (angina)
  • Sesak nafas
  • Nafas pendek-pendek (dyspnea)
  • Pening
  • Merasa akan pingsan

Itulah beberapa penjelasan seputar sinus bradycardia yang menjadi penyebab detak jantung lambat dan sesak nafas. Segera periksakan ke dokter apabila mengalami gejala seperti yang kami ulas di atas.

 

Narasumber:

dr. Primasari Ragawanti, Sp. JP, FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Depok

Referensi:

  • Sinus Bradycardia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493201/. Diakses pada 29 November 2023.
  • Sinus Bradycardia. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22473-sinus-bradycardia. Diakses pada 29 November 2023.
  • Evaluating and managing bradycardia. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1050173819300933?via%3Dihub. Diakses pada 29 November 2023.
  • Bradycardia (slow heart rate). https://myhealth.alberta.ca/Health/Pages/conditions.aspx?hwid=aa107571. Diakses pada 29 November 2023.
  • Bradycardia – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bradycardia/symptoms-causes/syc-20355474. Diakses pada 29 November 2023.
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.