• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hamil Anggur: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hamil Anggur: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Masa kehamilan memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin dan saksama untuk menghindari komplikasi yang bisa membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Salah satunya adalah hamil anggur yang bisa menyebabkan janin mengalami keguguran.

Mengenal Hamil Anggur

Hamil anggur adalah istilah awam untuk menyebut komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tak berkembangnya janin dalam kandungan. Secara medis, kondisi ini disebut mola hydatidosa atau hydatidiform mole.

buat jani dokter primaya

Saat terjadi hamil anggur, sel-sel janin tak berkembang dengan benar. Pada akhirnya, bisa terjadi keguguran atau meninggalnya janin dalam kandungan. Kondisi ini bisa diketahui lewat pemeriksaan kehamilan dengan ultrasonografi (USG). Menurut NHS, kondisi hamil molar dapat terdeteksi lewat USG pertama kali pada usia kehamilan 8-14 minggu.

Mola hydatidosa bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni komplet dan parsial. Pada hamil anggur komplet, sel telur yang tak normal atau tanpa inti sel bersatu dengan sperma, tapi tak ada kontribusi materi genetik dari sperma. Walhasil, janin tak terbentuk sebagaimana mestinya.

Sedangkan hamil anggur parsial ditandai dengan terjadinya pembuahan sel telur yang abnormal, tapi dengan kontribusi materi genetik dari sperma. Karena kondisi ini, embrio berkembang tapi secara abnormal atau tidak mencapai tahap lebih lanjut. Kedua jenis mola hydatidosa itu berujung pada keguguran janin.

Gejala

Gejala dan tanda hamil ini bisa didapati pada saat pemeriksaan USG, di antaranya:

  • Flek-Flek Pendarahan perVagina
  • Ukuran rahim lebih besar
  • Gerakan janin tak terdeteksi
  • Tak ada detak jantung janin
  • Merasa mual dan nyeri atau kram perut yang parah saat pagi
  • Tekanan darah tinggi

Penyebab

Hamil anggur tergolong langka tapi bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas. Terdapat sejumlah faktor yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya kondisi ini, seperti:

  • Kelainan genetik pada sel telur atau sperma
  • Usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun
  • Ibu hamil memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit autoimun, atau gangguan tiroid
  • Kekurangan nutrisi, terutama asam folat, sebelum dan saat hamil
  • Pernah mengalami hamil anggur sebelumnya
Baca Juga:  Tips Kehamilan dan Persalinan Ditengah Pandemi Covid-19

Cara Dokter Mendiagnosis

Hamil anggur seringnya teridentifikasi ketika dokter melakukan pemeriksaan kehamilan dengan USG. USG bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan janin dan kondisi rahim. Dalam kasus ini, gambar hasil USG akan menunjukkan janin terlihat tidak normal atau tampak seperti kumpulan massa yang karakteristiknya berbeda dengan janin yang normal.

Selain itu, ibu hamil bisa menjalani pemeriksaan darah human chorionic gonadotropin (hCG) untuk melihat apakah kadar hormon dalam darah sesuai dengan perkembangan kehamilan yang normal. Bila ada indikasi hamil anggur, dokter bisa menyarankan pengambilan sampel jaringan dari rahim untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Cara Mengatasi

Untuk mengangkat jaringan yang terbentuk dalam rahim itu, dokter akan melakukan prosedur kuretase atau evakuasi. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan alat medis khusus untuk membersihkan rahim dari jaringan abnormal lewat leher rahim.

Setelah itu, tim medis akan melakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi pasien dan memastikan tak ada komplikasi yang muncul. Guna mengatasi rasa kehilangan kehamilan, ibu hamil bisa menjalani konseling emosional bersama pasangannya untuk mengusir trauma dan merencanakan kehamilan selanjutnya dengan lebih baik.

Komplikasi

Komplikasi yang utama akibat hamil anggur adalah gugurnya janin dalam kandungan. Kehmilan ini juga bisa memicu komplikasi berupa perdarahan berat yang tergolong sebagai kondisi darurat medis. Selain itu, sel-sel yang abnormal dalam rahim bisa berkembang menjadi ganas dan memicu kemunculan kanker.

Adapun prosedur kuretase dapat mendatangkan risiko infeksi yang bisa berkembang menjadi masalah serius. Risiko yang juga patut menjadi perhatian adalah terganggunya kondisi mental dan emosional ibu dan pasangan karena mendapati fakta bahwa janin dalam kandungan tak berkembang sehingga harus diangkat.

Menurut studi, kasus hamil anggur berulang juga berisiko besar terjadi jika seorang ibu pernah mengalami kondisi ini sebelumnya.

Pencegahan

Hamil anggur tak selalu dapat dicegah. Meski demikian, terdapat sejumlah langkah yang bisa membantu mengurangi risiko terjadinya kondisi ini, antara lain:

  • Pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mendeteksi sejak dini jika terjadi masalah yang butuh perhatian medis
  • Penerapan gaya hidup sehat bagi ibu dan pasangan, termasuk dengan memastikan konsumsi makanan bernutrisi, menghindari rokok dan alkohol, serta rutin berolahraga
  • Memastikan nutrisi berupa asam folat sudah mencukupi sejak merencanakan kehamilan hingga selama masa kehamilan
  • Pemantauan dan pengendalian kondisi kesehatan ibu hamil bila ada masalah kesehatan tertentu yang bisa mempengaruhi kondisi janin dan kehamilan
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya lewat terapi meditasi dan yoga
  • Menjalani pemeriksaan genetik sebelum merencanakan kehamilan untuk mendeteksi risiko adanya kelainan genetik yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya hamil anggur
Baca Juga:  5 Penyebab yang Membuat Gagal ASI Eksklusif

Kapan Harus ke Dokter?

Hamil anggur kerap teridentifikasi pada saat pemeriksaan kehamilan sehingga dokter bisa langsung melakukan tindakan pada saat itu juga. Tapi ada juga kasus hamil anggur yang baru ketahuan setelah muncul gejala berupa nyeri atau kram perut yang parah. Ketika mengalami gejala ini, segera datangi dokter kandungan untuk memastikan kondisi kehamilan dan menentukan langkah selanjutnya yang aman bagi ibu dan janin dalam kandungan.

 

Narasumber:

dr Fredy Lisnan, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • Molar pregnancy. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175. Diakses 19 Desember 2023
  • Frequency of molar pregnancy in women with miscarriage. https://jptcp.com/index.php/jptcp/article/view/3090. Diakses 19 Desember 2023
  • Hydatidiform Mole. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459155/. Diakses 19 Desember 2023
  • Molar pregnancy. https://www.nhs.uk/conditions/molar-pregnancy/. Diakses 19 Desember 2023
  • Management of molar pregnancy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3279094/. Diakses 19 Desember 2023
  • Molar Pregnancy: Symptoms, Risks & Treatment. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/birth-defects/molar-pregnancy/. Diakses 19 Desember 2023
  • Molar pregnancy. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/molar-pregnancy. Diakses 19 Desember 2023
  • What is molar pregnancy?. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/gestational-trophoblastic-disease-gtd/molar-pregnancy/about. Diakses 19 Desember 2023
  • Case-control study of risk factors for partial molar pregnancy. https://www.ajog.org/article/0002-9378(95)90342-9/fulltext. Diakses 19 Desember 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.