• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Ibu Hamil Berpuasa, Apakah Berbahaya?

Berpuasa adalah salah satu kewajiban umat Muslim saat bulan Ramadhan. Namun, apakah boleh untuk ibu hamil berpuasa? Berikut ini akan kita bahas mengenai adakah bahayanya hingga bagaimana agar puasa ini tidak membahayakan baik janin yang berada dalam kandungan maupun ibundanya.

Pendapat Ahli

Keputusan untuk berpuasa selama hamil adalah pilihan pribadi. Dalam Islam, ibu hamil boleh untuk tidak berpuasa jika ada kekhawatiran terhadap kesehatan bayi atau dirinya sendiri.

buat jani dokter primaya

Saran dr Huthia Andriyana, Sp.OG dari Primaya Hospital Depok: Jawabannya Boleh.

Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan seperti :

-Bumil trimester 1 tidak mual muntah hebat

-Tidak ada penyakit penyerta (hipertensi, DM/Diabetes melitus dengan gula darah tidak terkontrol dan lain-lain.

-Sudah kontrol/USG dan diperbolehkan oleh dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan.

Jika terlewat puasa, bisa memindahkan hari puasanya nanti atau membayar fidyah. Keputusan berpuasa adalah pribadi dan sebaiknya berdiskusi dengan dokter. Pasalnya, berpuasa lebih mudah saat orang lain juga berpuasa daripada sendirian.

Meski demikian, beberapa ahli menyatakan jika ibu hamil berpuasa selama Ramadhan tidak berdampak signifikan pada berat atau panjang janin, serta waktu kelahiran. Namun, bagi ibu hamil yang lelah atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, berpuasa bisa menjadi beban.

Tanda Bahaya

Berpuasa saat hamil memerlukan konsultasi dengan dokter. Penting untuk menjaga hidrasi dan mengenali tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus yang berlebihan atau urine gelap. Jika ada gejala dehidrasi atau perubahan gerakan bayi, segera hentikan puasa dan hubungi dokter.

Baca Juga:  Benarkah Konsumsi Buah Berpengaruh Terhadap Perkembangan Otak Janin?

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu menjadi catatan selama berpuasa, terutama bagi ibu hamil:

  1. Pemantauan Berat Badan

Pastikan berat badan Anda tetap stabil untuk menghindari risiko pada bayi. Jika tidak ada penimbangan selama kunjungan pranatal, timbanglah diri Anda sendiri di rumah secara rutin.

  1. Tanda-Tanda Dehidrasi

Jika Anda merasa sangat haus, buang air kecil menjadi lebih jarang, atau warna urin Anda gelap, ini bisa jadi tanda dehidrasi. Dehidrasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan komplikasi lainnya.

  1. Gejala yang Mengkhawatirkan

Apabila Anda mengalami pusing, kelemahan, kebingungan, atau kelelahan yang berlebihan, bahkan setelah istirahat yang cukup, segera akhiri puasa Anda. Gunakan minuman manis dan camilan asin untuk pemulihan cepat, kecuali jika Anda memiliki kondisi tekanan darah tinggi.

Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi yang kaya air sangat menjadi anjuran. Pertimbangkan juga untuk berpuasa di hari tertentu saja dan hindari makan berlebih. Pilih makanan yang memberi energi bertahap dan hindari yang dapat menyebabkan dehidrasi atau sakit maag.

Pola Makan dan Minum

  • Sahur
  • Buka
  • Sebelum Tidur/habis tarawih ngemil sedikit demi sedikit.
  • Kebutuhan cairan total 2 liter per hari, setara dengan 8 gelas air (bukan hanya air putih, sudah termasuk minuman lain atau makanan berkuah)
Baca Juga:  Pemeriksaan Pap Smear, Tahapan dan Cara Membaca Hasilnya

Apa Yang Harus Dilakukan

Berikut adalah poin-poin yang dapat membantu ibu hamil berpuasa saat bulan Ramadhan dengan lebih mudah:

  1. Konsultasi Kesehatan

Bicarakan dengan dokter Anda untuk memeriksa kondisi kesehatan dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi. Pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih sering selama berpuasa.

  1. Koordinasi dengan Tempat Kerja

Diskusikan dengan atasan Anda mengenai penyesuaian jam kerja selama Ramadhan, seperti pengurangan jam kerja atau penambahan waktu istirahat.

  1. Catatan Makanan

Buatlah buku harian makanan untuk mencatat asupan makanan dan minuman, agar Anda dapat memantau konsumsi nutrisi Anda.

  1. Persiapan Dini

Mulailah berbelanja dan menyelesaikan tugas-tugas penting sebelum Ramadhan tiba, sehingga Anda dapat berfokus pada ibadah dan kegiatan lainnya selama bulan suci.

Dengan mengetahui beberapa informasi diatas serta mengikuti pertimbangannya, ibu hamil dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman.

Batalkan Puasa Jika :

  • Bumil mengalami kunang-kunangan atau pandangan kabur
  • Bumil mengalami keringat dingin
  • Lemas / pusing / nyeri kepala
  • Ada tanda dehidrasi¬† (haus berlebihan, bibir kering dan pecah-pecah, warna urine pekat.

 

Narasumber:

dr. Huthia Andriyana, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Depok

 

Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.