• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Mengenal Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Mengenal Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Siapa Ibu yang tidak senang dengan kehadiran buah hati? Kehamilan tentu membawa kebahagiaan bagi banyak calon ibu yang mengharapkannya. Namun, mengecek kesehatan kandungan perlu rutin dilakukan untuk mengetahui kondisi kehamilan Anda. Salah satunya untuk mengetahui risiko kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik, yaitu ketika posisi telur yang dibuahi berada di luar rahim.

Konsultasi seputar kehamilan dan perawatan selama hamil bersama Kavacare di nomor Whatsapp 0811 1466 777. Dapatkan layanan homecare terbaik sesuai kebutuhan untuk mendukung kesehatan Anda selama kehamilan.

buat jani dokter primaya

 

Apa Itu Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan di luar rahim akibat pembuahan yang terjadi di luar rahim. Lokasi pembuahan dapat terjadi di tuba falopi, ovarium, di perut, atau bagian bawah pada serviks (leher rahim). Namun, pada lebih dari 90% kasus, telur menempel pada tuba falopi, sehingga kehamilan ini dikenal juga dengan kehamilan tubal.

Ketika ini terjadi, tuba falopi dapat pecah dan menyebabkan Anda mengalami pendarahan hebat yang dapat membahayakan jiwa. Anda harus segera ke dokter dan mengatasi kondisi ini. Kehamilan ini sendiri tidak mungkin dilanjutkan karena telur yang telah dibuahi tidak mungkin bertahan dan berkembang menjadi janin. Hal ini karena telur tidak mendapatkan suplai darah dan nutrisi yang dibutuhkan ketika janin berkembang di luar rahim.[1]

 

Gejala

Gejala-gejala awal dari kehamilan ini biasanya tidak terlihat hingga dilakukan pemeriksaan awal atau ketika gejala berkembang ke arah yang lebih parah. Biasanya, gejala-gejala ini muncul antara minggu ke-4 atau ke-12 setelah pembuahan. [4] Sekalipun kehamilan dinyatakan positif, Anda tidak bisa melanjutkan kehamilan ini sebagaimana kehamilan normal.

1. Tanda Awal Kehamilan Ektopik

Tanda-tanda awal dari kehamilan ektopik ada pendarahan pada vagina dan rasa sakit pada pelvis (rongga panggul). Apabila darah keluar dari tuba falopi, Anda mungkin akan mengalami rasa sakit pada bahu atau keinginan untuk buang air besar. Gejala-gejala ini tergantung di mana darah menumpuk dan saraf mana yang terpengaruh.

2. Gejala-gejala Darurat

Apabila telur yang terbuahi terus berkembang di tuba falopi, kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan pada tuba falopi. Ada kemungkinan terjadinya pendarahan hebat di dalam perut dan gejala-gejala lain termasuk lightheadedness (pusing hingga terasa hendak pingsan) yang berlebihan, pingsan, dan syok. Anda juga mungkin mengalami rasa sakit pada pundak apabila Anda mengalami kehamilan jenis ini.

Kehamilan ini dapat berakibat fatal dan membahayakan nyawa, Anda harus segera menghubungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas.

 

Faktor Risiko

Kontraksi otot polos dan gerak silia (organel yang berbentuk seperti rambut-rambut halus) dalam tuba falopi membantu pergerakan zigot dan embrio. Kerusakan pada tuba falopi, khususnya pada peradangan dapat mengakibatkan disfungsi pada tuba yang dapat membuat zigot atau embrio menempel pada tuba. Terdapat beberapa faktor-faktor lokal, seperti zat toksik, infeksi, sistem kekebalan tubuh, dan hormon, yang dapat menyebabkan peradangan di tuba falopi.[2]

Berikut ini adalah risiko-risiko yang dapat memicu terjadinya kehamilan ektopik.

  • Apabila Anda mengalami tipe kehamilan ini sebelumnya, ada kemungkinan Anda akan mengalami kehamilan ektopik akan terjadi lagi. Kalau ini terjadi, Anda perlu memperhatikan tanda-tanda kehamilan ektopik selanjutnya.
  • Peradangan atau infeksi. Infeksi menular seksual, seperti gonorrhea atau chlamydia dapat mengakibatkan peradangan pada tuba dan organ-organ di sekitarnya, dan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.
  • Pengobatan kesuburan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang melakukan In-Vivo Fertilitation (IVF) atau bayi tabung atau pengobatan serupa memiliki kemungkinan lebih tinggi.
  • Operasi tubal. Operasi dapat memperbaiki tuba falopi yang rusak atau tersumbat dapat meningkatkan risiko.
  • Riwayat operasi pada area perut. Jaringan parut di area ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.
  • Riwayat endometriosis. Endometriosis merupakan perkembangan jaringan endometrium yang bertumbuh di luar jaringan rahim.
  • Pilihan Alat Kontrasepsi. Kesempatan untuk hamil ketika menggunakan Intrauterine Device (IUD) termasuk jarang. Bagaimanapun juga apabila Anda tetap mengalami kehamilan ketika IUD masih terpasang, ada kemungkinan besar kehamilan yang terjadi adalah kehamilan ektopik. Prosedur pengikatan tuba falopi untuk mencegah kehamilan juga dapat meningkatkan resiko kehamilan ektopik apabila terjadi kehamilan setelah Anda melakukan prosedur ini.
  • Merokok sebelum Anda hamil dapat meningkatkan resiko. Maka, semakin banyak Anda merokok, semakin besar pula resikonya.[3]
Baca Juga:  Dampak Buruk dari Stress Terhadap Perkembangan Janin

 

Penanganan

Telur yang dibuahi tidak akan berkembang dengan normal di luar uterus karena janin tidak mungkin mendapat asupan darah dan nutrisi yang baik tanpa plasenta yang tersambung ke rahim. Oleh karena itu, jaringan ektopik ini harus diangkat demi mencegah komplikasi yang berbahaya pada ibu. Berikut merupakan penanganan yang harus dilakukan ketika Anda mendeteksi tanda-tanda kehamilan ektopik:

1. Medication

Kehamilan ektopik yang telah diketahui sejak awal tanpa adanya pendarahan yang tidak stabil atau tidak disertai dengan robekan pada saluran tuba, dapat ditangani dengan obat-obatan yang disebut dengan metotreksat, yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan sel dan menghancurkan sel-sel yang terbentuk. Pengobatan ini dilakukan dengan cara injeksi, tetapi sangat penting untuk memastikan kehamilan ektopik memang terjadi sebelum melakukan pengobatan ini.

2. Laparoscopic procedures

Salpingostomi dan salpingektomi adalah dua jenis operasi laparoskopik yang dilakukan untuk menangani kehamilan ektopik. Prosedurnya dilakukan dengan membentuk sayatan kecil di bagian perut atau dekat dengan area pusar. Selanjutnya, dokter akan menggunakan selang kecil dengan lensa kamera dan cahaya (laparoskop) untuk melihat area tubal.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan dengan Alat Bantu Vakum

Pada salpingostomy, telur yang telah dibuahi itu diangkat dan tuba falopi akan dibiarkan hingga sembuh dengan sendirinya, sedangkan pada prosedur salpingektomi, telur dan saluran di mana telur menempel akan diangkat. Tentu saja, prosedur ini dilakukan berdasarkan seberapa banyak pendarahan yang terjadi pada pasien dan kerusakan pada bagian tuba falopi tersebut. Faktor lainnya adalah apakah bagian lain dari tuba falopi tetap normal atau menunjukkan adanya kerusakan.

3. Emergency surgery

Apabila terjadi pendarahan hebat ketika kehamilan ektopik terjadi, maka Anda akan membutuhkan operasi gawat darurat.   Pada umumnya, operasi ini akan mengangkat bagian tuba falopi yang rusak, walaupun ada pula kasus di mana dokter dapat menyelamatkan tuba falopi.

Selain itu, tindakan gawat darurat untuk mengobati kasus pendarahan hebat ini adalah laparotomi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan cara membuat sayatan pada bagian perut untuk mengangkat jaringan tuba falopi. [1]

 

Pertanyaan Umum:

1. Bisakah Janin Kehamilan Ektopik Berkembang?

Tidak bisa. Untuk menjamin perkembangan yang normal, janin harus berada pada rahim sehingga plasenta dapat terhubung pada dinding rahim. Dengan begitu, janin akan mendapatkan asupan darah dan nutrisi yang diperlukan agar dapat berkembang normal.

2. Mulai Kapan Harus Menemui Dokter?

Kehamilan ektopik sangat berbahaya dan dapat berakibat pada kematian pasien apabila terlambat untuk ditangani. Oleh karena itu, ketika Anda mendeteksi tanda-tanda kehamilan ektopik, Anda harus segera menemui dokter untuk mendapatkan tindakan penanganan. Gejala-gejala dari kehamilan ini adalah rasa sakit pada perut atau pelvis yang diikuti dengan pendarahan dari bagian vagina, lightheadedness yang berlebihan atau pingsan, serta rasa sakit pada pundak.

3. Apakah kehamilan ektopik berbahaya?

Ya, kehamilan ektopik dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan cepat. Hal ini karena telur yang terbuahi dapat membuat tuba falopi pecah sehingga menyebabkan pendarahan hebat. Namun, apabila kehamilan ektopik segera ditangani, umumnya pasien dapat sembuh sedia kala. Rutin melakukan cek kesehatan kandungan adalah salah satu cara untuk mencegah kehamilan ektopik berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr. Albert Novianto, Care Pro dan Dokter Umum Kavacare)

Referensi:

  1. https://www.advancedgynecology.com/procedure/laparotomy/ (12 Desember 2022)
  2. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088 (27 November 2022)
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539860/ (27 November 2022)
  4. https://www.webmd.com/baby/pregnancy-ectopic-pregnancy (27 November 2022)
  5. [1] https://www.webmd.com/baby/pregnancy-ectopic-pregnancy
  6. [2] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539860/
  7. [3] https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088
Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.