• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Apa itu Keracunan Kehamilan? Ini Gejala dan Cara Menanganinya

keracunan kehamilan

Keracunan kehamilan merupakan kondisi yang perlu waspadai oleh para ibu hamil karena cukup berisiko. Oleh karena itu, penting mengetahui gejala dan penanganannya agar tidak membahayakan ibu dan janin. Berikut informasinya.

Keracunan pada kehamilan dapat terjadi saat usia kehamilan masuk 20 minggu. Namun, bisa juga terjadi lebih awal atau setelah melahirkan. Bahkan kasus yang parah, bahaya keracunan ini dapat menyebabkan kematian.

buat jani dokter primaya

Oleh karena itu, perlu pengetahuan bagi ibu hamil tentang keracunan pada kehamilan agar dapat mendeteksinya sedini mungkin. Jika tidak terdeteksi, tentu akan sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan kondisi janin dalam kandungan.

Pengertian Keracunan Kehamilan

keracunan kehamilan

Keracunan kehamilan adalah kondisi dalam medis yang disebut juga sebagai preeklampsia atau toxemia. Kondisi terjadi kenaikan tekanan darah dan adanya protein dalam urine. Umumnya kondisi ini akan hilang setelah bayi lahir.

Kondisi keracunan ini dapat Anda ketahui dari adanya faktor pembeku darah (platelet) yang rendah, serta terdapat masalah pada organ ginjal dan hati. Lepasnya plasenta dari dinding rahim dan ada penumpukan cairan dalam paru-paru.

Jika tidak segera mendapatkan penanganan, maka bisa berakibat fatal bagi ibu dan janin. Lantas, bagaimana cara menangani keracunan pada kehamilan? Apa penyebab keracunan ini? Seperti apa gejalanya? Yuk, ketahui informasinya di bawah ini!

Penyebab Keracunan Pada Kehamilan

penyebab keracunan kehamilan

Penyebab terjadinya keracunan pada kehamilan belum diketahui pasti. Namun, menurut ahli menduga hal ini dapat terjadi ketika plasenta tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada ibu hamil hingga terjadi keracunan pada kehamilan.

Ibu hamil yang mengalami preeklampsia, bagian pembuluh darah yang berfungsi memasok oksigen dan nutrisi ke plasenta tidak bekerja baik. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah menjadi tidak stabil, akibatnya terjadi risiko keracunan.

Asupan gizi yang buruk saat kehamilan juga bisa menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko keracunan ataupun preeklampsia. Adapun faktor lainnya yang berpotensi menjadi penyebab keracunan pada kehamilan sebagai berikut:

  • Faktor genetik preeklampsia
  • Masalah pada pembuluh darah
  • Memiliki kelainan autoimun
  • Mengandung bayi kembar
  • Kehamilan di atas usia 35 tahun
  • Kehamilan di usia dini atau remaja
  • Ibu hamil mengalami obesitas
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Memiliki riwayat diabetes
  • Memiliki masalah pada organ ginjal

Faktor penyebab preeklampsia ini tidak dapat mencegahnya. Namun, ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan secara rutin sejak awal kehamilan agar dapat mengetahui perkembangan dan kesehatan janin, sehingga dapat terpantau dengan baik.

Gejala Keracunan Pada Kehamilan

gejala keracunan kehamilan

Ada beberapa gejala keracunan yang dapat terjadi pada ibu hamil. Bahkan, terdapat kasus preeklampsia muncul tanpa gejala sama sekali. Namun, gejala paling umum terjadi adalah tekanan darah tinggi dan kadar protein tinggi dalam urine.

Baca Juga:  Manfaat dan Bahaya Minum Air Kelapa Saat Hamil Muda

Berikut gejala keracunan pada kehamilan yang dapat dirasakan ibu hamil lainnya yang perlu diwaspadai dan mendapat perhatian khusus, yaitu di antaranya:

  • Sakit kepala parah terus menerus
  • Kencing sedikit atau tidak sama sekali
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah
  • Kenaikan berat badan dalam satu atau dua hari
  • Nyeri perut bagian atas dibawah tulang rusuk
  • Wajah, tangan, dan kaki bengkak
  • Perubahan refleks atau kondisi mental
  • Penglihatan kabur dan sensitif cahaya
  • Mual dan muntah
  • Sesak nafas

Gejala yang umum seperti mual dan muntah, kemudian sakit kepala dan nyeri adalah kondisi yang kerap dialami ibu hamil. Kondisi ini sulit membedakannya sehingga perlu konsultasi ke dokter jika kondisinya semakin parah agar mendapat penanganan.

Setiap penanganan keracunan pada kehamilan berbeda-beda, hal ini tergantung dari kondisi dan seberapa parah kondisi preeklampsia yang terjadi pada ibu hamil.

Penanganan Kasus Keracunan Kehamilan

kasus keracunan kehamilan

Salah satu penanganan mengatasi keracunan kehamilan yang dapat dilakukan ibu hamil adalah melahirkan. Kondisi ini bisa dilakukan jika usia kehamilan telah memasuki 37 minggu, serta kondisi bayi dalam kondisi baik dan sehat.

Akan tetapi, jika ibu hamil belum cukup bulan untuk melahirkan, maka dokter biasanya akan menyarankan ibu hamil untuk bedrest di rumah sakit. Dokter dapat memeriksa dan juga mengawasi perkembangan kondisi ibu dan janinnya.

Namun pada kondisi ringan, preeklampsia ataupun keracunan pada kehamilan biasanya dokter akan meminta ibu hamil untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dengan melakukan pemantauan tekanan darah dan gejala lainnya oleh dokter.

Sementara pada kasus berat, kondisi keracunan atau preeklampsia ibu hamil penanganan oleh dokter dengan memberikan obat-obatan tertentu, seperti antikonvulsan, antihipertensi, dan kortikosteroid. Tentu dalam pengawasan dokter.

Pencegahan Keracunan Pada Kehamilan 

keracunan kehamilan

Keracunan atau preeklampsia pada ibu hamil sangat berbahaya karena dapat menghilangkan komplikasi, seperti kerusakan hati, gagal ginjal, edema paru, solusio plasenta, dan kelahiran prematur. Bahkan, hingga dapat mengancam nyawa.

Oleh karena itu, ada sejumlah cara mencegah preeklampsia yang dapat dilakukan untuk membantu terhindar dari kondisi tersebut. Meskipun keracunan pada kehamilan tidak dapat mencegah sepenuhnya. Berikut cara mencegah preeklampsia:

1. Konsumsi Makanan Bergizi

Salah satu upaya mencegah kondisi keracunan pada kehamilan adalah konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi. Hindari makanan olahan, gorengan, dan mengurangi konsumsi garam yang tidak baik untuk kesehatan ibu dan janin.

Baca Juga:  Persiapan Penting Sebelum Kelahiran Anak Pertama

2. Minum Air Putih yang Cukup

Cara mencegah keracunan atau preeklampsia pada ibu hamil, pastikan minum air putih yang cukup setiap harinya. Jika wanita yang sedang tidak hamil minum 3 liter air per hari, maka ibu hamil bisa lebih banyak lagi minum air putihnya.

3. Melakukan Olahraga Ringan

Olahraga ringan merupakan aktivitas yang bisa ibu hamil kerjakan untuk menjaga kondisi kesehatannya tetap bugar. Olahraga untuk ibu hamil seperti jalan kaki, berenang, yoga, dan olahraga ringan lainnya selama 30 menit setiap hari.

4. Istirahat yang Cukup

Agar kondisi ibu dan janin tetap sehat, pastikan mendapatkan istirahat yang cukup setiap hari minimal 7-9 jam. Selain itu, konsumsi makanan sehat untuk menjaga kehamilan seperti perbanyak makan sayuran dan buah-buahan yang segar.

5. Disiplin Konsultasi ke Dokter

Konsultasikan ke dokter secara rutin untuk memantau perkembangan dan kondisi kesehatan ibu dan janin. Jika terindikasi ada gejala atau mengalami masalah preeklampsia, dokter akan segera menangani dan memberi obat-obatan tertentu.

Meskipun preeklampsia tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, jika menerapkan serangkaian cara pencegahan di atas, maka setidaknya dapat menghindari dari risiko keracunan. Terpenting cek kehamilan ke dokter secara rutin.

Kapan Harus ke Dokter?

periksa kehamilan

Jika Anda memiliki gejala dan faktor risiko keracunan pada kehamilan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter kandungan. Anda akan mendapat pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi preeklampsia yang sedang mengalaminya.

Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mencegah dan meminimalisir risiko preeklampsia yang berbahaya bagi kehamilan. Jika setelah pemeriksaan tidak ada ditemukan preeklampsia, tetap harus menjaga gaya hidup sehat.

Demikian penjelasan singkat tentang keracunan kehamilan yang perlu waspada oleh ibu hamil karena dapat mengancam jiwa. Rutin cek kesehatan ke dokter kandungan menjadi salah satu cara mencegah resiko keracunan.

 

Narasumber

dr. Debbie C. Dewi

Dokter Umum

Primaya Hospital Betang Pambelum

Referensi:

  • Preeclampsia: Causes, Diagnosis, and Treatments. https://www.healthline.com/health/preeclampsia. Diakses pada 10 Juni 2023.
  • Preeclampsia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745. Diakses pada 10 Juni 2023.
  • Everything you need to know about preeclampsia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/252025#symptoms. Diakses pada 10 Juni 2023.
  • About Preeclampsia and Eclampsia. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/preeclampsia/conditioninfo. Diakses pada 10 Juni 2023.
  • Pre-eclampsia. https://www.nhs.uk/conditions/pre-eclampsia/. Diakses pada 10 Juni 2023.
Bagikan ke :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.