• Emergency
  • 150 108

Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid

Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid

Lebih dari separuh perempuan kerap merasa sakit perut saat haid. Dari perut, rasa sakit bisa menjalar hingga pinggang, punggung bagian bawah, hingga bagian dalam paha. Rasa sakit itu sudah pasti sangat mengganggu aktivitas para perempuan. Apalagi jika intensitas rasa sakit terbilang tinggi. Produktivitas pun bisa turun ketika sakit perut sangat terasa karena sulit berkonsentrasi dalam bekerja.

 


Sakit Perut Saat Haid Apakah Berbahaya?

Sejatinya, sakit perut saat haid adalah hal yang wajar. Bagi banyak perempuan, nyeri itu menjadi rutinitas saat datang bulang. Dalam istilah medis, sakit perut yang terjadi saat menstruasi ini disebut dismenorhea. Perut kadang juga seperti tertekan sehingga terasa sangat tidak nyaman.

Meski begitu, sakit perut saat haid yang berlangsung lama dan ekstrem tidaklah normal. Dua hingga tiga hari nyer masih bisa dianggap normal. Jika lebih dari itu, apalagi perut terus terasa sakit hingga akhir menstruasi, hati-hati. Mungkin ada masalah kesehatan tertentu yang menyebabkannya.

Namun jangan khawatir berlebihan. Coba cek dulu apakah ada gejala yang menyertai rasa sakit perut saat haid itu. Misalnya:

  • Darah yang keluar amat banyak
  • Siklus menstruasi tak teratur
  • Panggul terasa nyeri walau tak menstruasi
  • Keluar flek darah ketika tidak datang bulan
  • Sulit hamil
  • Muncul rasa sakit saat berhubungan seksual

Bila ada satu atau lebih dari daftar gejala itu yang dialami, harus ada tindak lanjut berupa pemeriksaan medis oleh dokter. Tapi bila tidak pun Anda bisa mendatangi dokter guna mengetahui dengan pasti apa penyebab rasa sakit saat haid yang mengganggu produktivitas itu.

 

Mengapa Hari Pertama Haid Terasa Sakit?

Manusia memiliki lipid atau zat lemak mirip hormon yang bernama prostaglandin. Prostaglandin memicu otot dan pembuluh darah pada rahim menegang atau berkontraksi untuk menghilangkan lapisannya. Prostaglandin juga terlibat dalam respons peradangan dan rasa sakit. Sekelompok senyawa organik ini berada di lapisan rahim.

Pada hari pertama haid, biasanya kadar prostaglandin meningkat. Karena itulah hari pertama haid sering kali terasa sakit. Bahkan mungkin rasa sakit itu sudah muncul beberapa hari sebelum datang bulan. Makin tinggi kadar prostaglandin, makin hebat sakit yang dirasakan pada perut. Tingginya kadar prostaglandin juga dapat menyebabkan mual-mual dan diare.

Seiring dengan luruhnya lapisan rahim, kadar prostaglandin dalam tubuh ikut turun. Karena itulah sakit perut atau kram yang hebat pada satu-dua hari pertama haid akan perlahan reda hingga akhir masa menstruasi.

 

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Sakit Perut Saat Haid?

Semua perempuan pada dasarnya berisiko mengalami sakit perut saat haid atau dismenorhea karena adanya prostaglandin. Namun ada dua macam dismenorhea yang berbeda, yaitu primer dan sekunder. Dismenorhea primer adalah sakit perut yang terjadi karena kontraksi otot rahim. Perempuan yang memiliki kadar prostaglandin lebih banyak akan lebih sering merasakan sakit perut yang intens saat haid dibanding yang kadar prostaglandinnya lebih rendah.

Sedangkan dismenorhea sekunder adalah sakit perut saat menstruasi karena adanya penyakit atau kondisi tertentu yang dialami orang tersebut. Contohnya:

  • Endometriosis (jaringan lapisan rongga rahim tumbuh di luar dinding rahim)
  • Fibroid rahim (tumbuhnya massa non-kanker di rahim)
  • Adenomiosis (jaringan lapisan rongga rahim tumbuh menembus otot rahim)
  • Peradangan panggul (infeksi pada organ reproduksi perempuan)
  • Stenosis spinal (penyempitan tulang belakang)
  • Kista ovarium (munculnya kantong berisi cairan di indung telur)
  • Peradangan usus
Baca Juga:  Deteksi Down Syndrome Pada Janin

Pemasangan alat kontrasepsi intrauterine device atau IUD serta luka dari operasi yang pernah dijalani sebelumnya juga bisa memunculkan risiko rasa sakit pada perut ketika menstruasi. Faktor risiko lain termasuk:

  • Usia (jika mengalami haid sebelum berusia 11 tahun)
  • Darah yang keluar saat menstruasi selalu banyak
  • Siklus haid tak menentu
  • Riwayat keluarga
  • Punya kebiasaan merokok
  • Kelebihan atau kekurangan berat badan
  • Belum pernah melahirkan
  • Kurang makan sayuran
  • Tidak bisa mengendalikan stres

 

Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid

Sakit perut saat haid umumnya bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Biasanya pada hari ketiga nyeri itu sudah mulai mereda. Namun ada beberapa cara untuk mengatasi rasa sakit di perut yang mengganggu aktivitas sehari-hari baik secara alami maupun dengan obat.

1. Mengatasi Sakit Perut Saat Haid Secara Alami

Ada setidaknya 10 cara mengatasi sakit perut saat haid secara alami, yaitu:

2. Minum lebih banyak air

Perut yang terisi gas akan menambah ketidaknyamanan akibat nyeri haid. Minum air putih lebih banyak bisa membantu mengurangi gas dan meredakan ketidaknyamanan. Minumlah air yang hangat karena bisa sekaligus membuat otot lebih rileks.

3. Minum teh herbal

Teh herbal memiliki kandungan yang dapat meredakan peradangan dan kekakuan otot, termasuk otot rahim. Teh herbal seperti chamomile dan teh jahe juga dapat meredakan stres dan membantu mengatasi masalah insomnia.

4. Makan makanan anti-peradangan

Sejumlah bahan pangan mengandung zat anti-peradangan yang dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengendurkan otot rahim. Contohnya beri-berian, tomat, nanas, bawang, dan jahe, Sayuran, kacang-kacangan, dan ikan berlemak juga bisa menjadi alternatif.

5. Hindari makanan tak sehat

Makanan yang mengandung banyak gula, lemak jenuh, dan garam bisa memicu akumulasi gas dan peradangan di perut sehingga sakit perut saat haid bertambah parah.

6. Kurangi kafein

Kafein yang terkandung dalam berbagai jenis minuman bisa menambah penyempitan pembuluh darah sehingga nyeri perut menjadi lebih terasa. Karena itu, kurangi atau bila memungkinkan tak perlu mengonsumsi kafein dulu jika perut terasa sakit saat haid.

7. Konsumsi suplemen

Bila perlu, konsumsi suplemen tertentu yang bisa meredakan peradangan. Misalnya vitamin D, vitamin E, magnesium, dan omega-3. Sebaiknya tanya dokter dulu sebelum memutuskan menggunakan suplemen demi keamanan.

Baca Juga:  Dampak Buruk dari Stress Terhadap Perkembangan Janin

8. Mandi air hangat

Air hangat bisa membantu membuat otot tubuh lebih rileks dan menurunkan tensi sekaligus memperlancar aliran darah sehingga keram otot berkurang.

9. Berolahraga

Meski perut terasa sakit, olahraga tetap bisa dilakukan. Lakukan olahraga yang sederhana seperti joging, peregangan otot, atau yoga. Olahraga bisa membantu tubuh melepaskan hormon endorphin yang membuat suasana hati jadi senang serta meredakan nyeri dan melemaskan otot.

10. Kendalikan stres

Stres membuat rasa sakit pada perut saat menstruasi makin terasa. Gunakan teknik seperti meditasi, latihan pernapasan, atau yoga untuk lepas dari stres. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter bila merasa sulit mengendalikan stres.

11. Terapi pijat

Terapi pijat akan membuat otot di seluruh tubuh lebih kendur, tak terkecuali otot rahim. Pijat juga bisa membantu mengatasi stres.

 

Berbagai Obat Sakit Perut Saat Haid

Selain cara alami, ada berbagai obat sakit perut saat haid yang direkomendasikan dokter, antara lain:

1. Pereda nyeri

Obat yang dijual bebas seperti ibuprofen dan naproksen sodium yang dikonsumsi sehari sebelum perkiraan menstruasi hingga dua-tiga hari berikutnya dapat membantu mengendalikan rasa sakit yang muncul.

2. Obat kontrasepsi

Obat kontrasepsi atau kontrol kehamilan mengandung hormon yang mencegah ovulasi dan mengurangi keparahan sakit perut saat haid.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sakit perut saat haid tak selalu menandakan masalah serius. Namun sebaiknya hubungi dokter jika Anda mengalami sakit hebat padahal sebelumnya rasa sakit cuma ringan. Begitu pula bila rasa sakit disertai ketidaknormalan menstruasi. Misalnya darah yang keluar saat menstruasi lebih banyak daripada biasanya. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis guna mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit yang membutuhkan perawatan sejak dini.

 

Reviewed by

dr. Mervinna Giovanni, M.Biomed, SpOG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi

  • Period Pain. https://medlineplus.gov/periodpain.html. Diakses 19 April 2022
  • Period pain: Overview. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279324/. Diakses 19 April 2022
  • Big Data and Dysmenorrhea: What Questions Do Women and Men Ask About Menstrual Pain? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6205038/. Diakses 19 April 2022
  • Prevalence of menstrual pain in young women: what is dysmenorrhea? https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22792003/. Diakses 19 April 2022
  • Productivity loss due to menstruation-related symptoms: a nationwide cross-sectional survey among 32 748 women . https://bmjopen.bmj.com/content/9/6/e026186. Diakses 19 April 2022
  • Effect of Ginger and Novafen on menstrual pain: A cross-over trial. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1028455918302304. Diakses 19 April 2022
  • Period Pain Is Linked to Missed School Days, Poor Academic Results, Study Shows. https://www.everydayhealth.com/menstruation/menstrual-pain-interferes-with-academic-studies-research-shows/. Diakses 19 April 2022
Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.