• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Persiapan dan Pemulihan Setelah Melahirkan Secara Caesar

Persiapan dan Pemulihan Setelah Melahirkan Secara Caesar

Kebanyakan orang tua memilih persalinan secara normal dalam rencana persiapan melahirkan. Namun kadang persalinan secara caesar perlu untuk situasi tertentu, terutama dalam keadaan darurat. Ketika melahirkan secara caesar, seorang ibu menjalani prosedur layaknya operasi. Buah hati akan dilahirkan dengan cara membuat sayatan bedah pada perut dan rahim ibu di ruang operasi.

Ada beberapa alasan kenapa seorang ibu perlu menjalani operasi caesar untuk melahirkan. Di antaranya:


  • Persalinan terhambat
  • Kontraksi terlalu lemah
  • Bayi terlilit tali pusat
  • Detak jantung bayi abnormal
  • Ada masalah plasenta
  • Bayi terlalu besar
  • Bayi sungsang

Hal-hal tersebut bisa terjadi tanpa diduga. Karena itu, penting untuk memahami persiapan melahirkan secara caesar meski berencana melahirkan normal.

 

Persiapan Melahirkan Caesar

Ada dua jenis melahirkan secara caesar, yakni terencana dan tanpa rencana. Bila terencana, tentu ibu bisa membuat persiapan dengan lebih matang. Ada setidaknya dua hal utama yang perlu diketahui tentang persiapan melahirkan secara caesar.

Yang pertama, ketahui bagaimana prosesnya dan apa saja risikonya. Proses melahirkan secara caesar membutuhkan prosedur ketat. Risikonya pun terbilang lebih tinggi daripada persalinan normal.

Yang kedua, tanyakan soal manajemen rasa sakit dan pemulihan. Ibu akan merasakan sakit di area perut seusai persalinan caesar. Tanyakan kepada dokter bagaimana meredakan rasa sakit itu, termasuk seputar pemulihan. Misalnya berapa lama harus di rumah sakit, apa yang harus dilakukan agar cepat pulih, dan pantangan yang harus dipatuhi.

 

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Operasi Caesar

Di kalangan masyarakat awam, masih ada pandangan bahwa melahirkan lewat vagina lebih baik daripada operasi caesar. Padahal kedua metode persalinan itu tidak bersaing sebagai pilihan terbaik. Ada beberapa informasi penting lainnya yang perlu diketahui mengenai operasi caesar, terutama untuk persiapan melahirkan dengan metode ini.

1. Persalinan caesar adalah operasi besar yang berisiko

Operasi caesar tergolong operasi besar yang berisiko tinggi. Risiko itu termasuk kehilangan darah, infeksi, dan cedera pada organ lain. Jadi harus ada persiapan yang betul-betul matang sebelum menjalaninya.

2. Dalam situasi tertentu, operasi caesar lebih aman

Beberapa situasi membuat ibu dan bayinya lebih aman jika persalinan dilakukan dengan metode caesar. Saat bayi sungsang, misalnya. Bila dengan persalinan normal, risikonya lebih besar bagi bayi. Lalu ketika terjadi plasenta previa alias jalan lahir terhalang plasenta. Persalinan normal bisa menyebabkan perdarahan bagi bayi dan ibunya.

Baca Juga:  Tanda-tanda Kehamilan yang Penting Diketahui

3. Ibu menjalani bius regional

Prosedur operasi caesar umumnya mencakup penggunaan bius regional terhadap ibu sebelum persalinan. Artinya, ibu akan terjaga sepanjang operasi. Namun bius regional membuat pinggang ke bawah tidak merasakan sakit.

4. Pantangan mirip dengan persalinan normal

Pada umumnya, dokter menyarankan ibu tidak mengangkat beban berat selama dua minggu, tak berolahraga selain intensitas ringan seperti berjalan santai selama empat minggu, dan tak berhubungan badan selama enam minggu. Pantangan agar pemulihan berlangsung cepat ini mirip dengan persalinan normal.

5. Jika sudah pernah operasi caesar, tidak selalu harus operasi lagi

Ini pendapat lama yang sudah ketinggalan zaman. Bila sebelumnya melahirkan dengan caesar, nantinya masih bisa menjalani persalinan normal. Tapi tentunya mesti melihat situasi dan kondisi ibu dan bayinya dulu.

 

Proses Persalinan Caesar

Persalinan caesar dilakukan di ruang operasi. Ibu akan menjalani pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan dulu. Kemudian dokter anestesi memberikan bius lokal. Setelah itu, saluran kemih ibu dipasangi kateter dan perut disterilkan. Setelah semua siap, dokter kandungan akan membuat sayatan di perut dan mengeluarkan bayi dari rahim. Bayi lantas ditangani dokter anak dan perawat anak.

Dokter lalu menutup bekas sayatan di perut ibu dan memastikan kondisi ibu stabil. Proses seluruhnya kira-kira berlangsung selama 40-50 menit. Kondisi anak akan distabilkan dulu sebelum dibawa kepada ibu. Ibu dan ayah bisa bertemu dengan bayinya di ruang pemulihan.

 

Persiapan Melahirkan Caesar yang Perlu Diketahui

1. Jaga kebersihan tubuh

Pastikan tubuh terjaga tetap bersih dan bebas dari kuman saat masuk ruang persalinan caesar. Dengan begitu, risiko infeksi saat dan setelah melahirkan bisa dikurangi. Bila perlu, mandi dengan sabun khusus yang bisa diperoleh di apotek untuk membunuh bakteri di kulit.

Baca Juga:  Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil Muda

2. Tak perlu bercukur

Bulu atau rambut di sekitar perut memang akan mengganggu proses operasi. Tapi ibu tak perlu bercukur sendiri karena pisau atau silet yang tajam bisa membuat luka kecil di kulit yang berpotensi mengundang infeksi. Biarkan perawat yang menangani dengan pemotong khusus jika bulu perlu dicukur.

3. Siapkan mental

Persiapan melahirkan secara caesar membutuhkan kesiapan mental. Maka pastikan kondisi mental terjaga terutama dengan dukungan suami. Biasanya rumah sakit juga menyediakan konseling untuk kesehatan mental ibu.

 

Langkah Pemulihan Setelah Operasi Caesar

Dokter akan memberikan panduan pemulihan setelah operasi caesar. Biasanya, ibu harus dirawat 3-4 hari di rumah sakit sebelum bisa pulang. Kunci utama untuk mempercepat pemulihan adalah banyak beristirahat. Namun olahraga ringan juga penting. Misalnya berjalan di lingkungan rumah. Menggerak-gerakan pergelangan kaki secara memutar juga berguna untuk mengurangi risiko komplikasi.

Ihwal makanan, dokter akan memberi rekomendasi makanan yang tepat selama masa pemulihan. Pastikan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan menghindari makanan atau minuman yang tak menyehatkan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Biasanya ibu harus menjalani kontrol seminggu setelah operasi untuk melihat kondisi bekas sayatan. Ibu harus segera mendatangi dokter jika:

  • Merasa sedih dan depresi
  • Merasakan sakit yang hebat di area bekas sayatan
  • Demam hingga lebih dari 38 derajat Celsius
  • Sulit bernapas
  • Keluar cairan berbau tak sedap dari vagina
  • Keluar darah yang deras tiap dua jam setelah berganti pembalut
  • Bekas sayatan terbuka

Menjaga kesehatan diri setelah operasi caesar sama pentingnya dengan merawat bayi yang baru lahir. Untuk itu, libatkan suami dan keluarga dalam persiapan melahirkan.

 

Narasumber

dr. Risma Maharani, SpOG, MKes

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

Cesarean Delivery. https://emedicine.medscape.com/article/263424-overview. Diakses 19 Oktober 2021

Cesarean After Care. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/cesarean-aftercare/. Diakses 19 Oktober 2021

Cesarean Birth from Three Research Perspectives. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1595216/. Diakses 19 Oktober 2021

Cesarean Section or Natural Childbirth? Cesarean Birth May Damage Your Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6394138/.  Diakses 19 Oktober 2021

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.