• Emergency
  • 150 108

Kondisi yang Dialami Ibu Hamil Saat Perkembangan Janin 29 Minggu

Kondisi yang Dialami Ibu Hamil Saat Perkembangan Janin 29 Minggu

Selamat, sudah berhasil memasuki usia kehamilan 29 minggu. Pada trimester ketiga ini, banyak hal yang berubah bagi ibu hamil. Perkembangan janin yang baik akan membuat ibu kewalahan menghadapi keaktifan janin yang makin meningkat dalam kandungan. Ibu pun harus lebih siap menyambut kedatangan calon buah hati karena hari perkiraan lahir kian dekat.

 


Perkembangan Janin 29 Minggu

Saat usia kehamilan 29 minggu, janin mulai mengalami kondisi yang disebut growth spurt. Artinya, perkembangan janin akan berlangsung lebih cepat. Pada trimester ketiga ini, janin bisa bertambah berat dan panjang hingga tiga kali lipat sebelum akhirnya siap terlahir.

Ukuran panjang janin sekitar 37 sentimeter dengan berat 1,25 kilogram saat ini atau kira-kira seukuran pepaya. Kepala janin akan berkembang lebih besar untuk mengakomodasi perkembangan otak. Otak kini sudah mampu mengendalikan suhu tubuh dan mengatur napas. Aktivitas gelombang otak bisa terdeteksi pada usia kehamilan ini, bahkan janin diduga sudah mulai bisa bermimpi.

Janin akan lebih sering merespons stimulus dari luar. Saat ibu makan, misalnya, janin biasanya lebih aktif seakan-akan senang karena juga akan mendapat makanan dari ibundanya. Di masa kehamilan ini, janin memang cenderung lebih aktif. Otot dan tulang pun lanjut berkembang.

Janin juga sudah bisa mengisap jari sendiri di kandungan. Keriput di kulit mulai menghilang, kulit menjadi lebih halus. Lapisan pelindung kulit berwarna putih yang licin juga pudar. Selain itu, bulu-bulu halus mulai rontok.

Mata janin juga sudah mulai bisa berfokus dan paru-parunya lebih matang. Meski begitu, janin umumnya belum dapat bernapas secara mandiri hingga usia kehamilan 36 minggu. Bila janin lahir prematur, mereka tetap mungkin selamat. Tapi harus ada alat bantu pernapasan yang terpasang.

 

Beberapa Kondisi yang Bisa Dialami Ibu Hamil Saat Usia Kehamilan 29 Minggu

Jika perkembangan janin sesuai dengan rencana dan tak ada masalah pula pada ibu, berat badan ibu pada usia kehamilan ini akan bertambah 9-11,5 kilogram. Perut yang kian membuncit berisi janin yang dinanti-nanti mungkin akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa dialami ibu hamil pada usia kandungan 29 minggu:

1. Masalah pencernaan

Hormon progesteron yang merupakan hormon kehamilan akan membuat jaringan otot di saluran pencernaan mengendur. Walhasil, sistem pencernaan akan melambat sehingga menimbulkan masalah, termasuk refluks asam alias naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan.

Baca Juga:  Apakah yang Perlu Dilakukan Setelah Melahirkan?

2. Konstipasi

Jika tidak menjaga pola makan sehat kaya serat dan jarang minum air putih, ibu hamil rentan mengalami konstipasi alias sembelit pada usia kehamilan ini.

3. Gangguan tidur

Perut yang makin besar akan membuat tidur terasa tidak nyaman. Pada usia kehamilan ini, ibu biasanya lebih jarang tidur 8 jam sehari. Tapi pastikan tetap beristirahat cukup dengan perkembangan janin.

4. Wasir

Wasir alias ambeien kerap terjadi pada ibu hamil di usia kehamilan 29 minggu karena rektum cenderung membengkak. Bila juga ada sembelit, mungkin akan terlihat darah pada tinja. Tapi biasanya gejala hamil ini akan hilang dengan sendirinya saat sudah bersalin.

5. Kerap buang air kecil

Rahim yang mengembang untuk memberi ruang bagi perkembangan janin membuat kandung kemih lebih tertekan. Akibatnya, ibu hamil jadi lebih sering buang air kecil.

6. Rambut lebih tebal

Hormon kehamilan menyebabkan sistem tubuh yang mengendalikan siklus pertumbuhan rambut berubah. Rambut jadi tampak lebih tebal dan sehat. Setelah kehamilan usai, siklus pun akan kembali normal.

7. Varises

Lazim bagi ibu hamil jika mengalami varises di kaki. Penyebabnya adalah tubuh memerlukan lebih banyak darah dan jantung memompa darah lebih cepat. Varises terjadi karena pembuluh darah yang membesar untuk mengakomodasi peningkatan sirkulasi darah.

8. Wajah membengkak

Seperti varises, penyebabnya adalah peredaran darah yang meningkat

9. Napas pendek

Perkembangan janin membuat paru-paru dan diafragma terdesak sehingga ibu hamil lebih sulit bernapas. Tapi ibu hamil tetap bisa mengambil napas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara segar.

10. Payudara menjadi berat

Kelenjar susu sudah mulai bekerja untuk memproduksi air susu ibu sehingga payudara ibu hamil menjadi lebih besar dan berat di usia kehamilan 29 minggu.

11. Kontraksi palsu

Sensasi rahim yang mengencang secara spontan, tak beraturan, dan berlangsung singkat akan lebih sering terasa. Kontraksi palsu ini menandakan tubuh sedang bersiap untuk kontraksi yang sebenarnya di ruang persalinan.

Baca Juga:  Cara Menyuburkan Kandungan Secara Alami

12. Skiatika

Skiatika adalah rasa nyeri pada punggung bagian bawah yang menjalar hingga bokong, paha, dan betis. Penyebabnya adalah perkembangan janin membuat rahim menekan dua saraf skiatika di bagian tubuh tersebut.

13. Kulit berubah

Kulit di area perut akan terasa lebih kering dan gatal. Jika digaruk dengan keras, kulit akan menjadi merah dan luka sehingga meninggalkan bekas yang terkenal dengan sebutan stretch mark.

14. Merasa sangat lelah

Karena bobot yang bertambah, wajar jika ibu hamil merasa lebih lelah. Apalagi jika masih banyak beraktivitas.

 

Tips Saat Usia Kehamilan 29 Minggu

Di usia kehamilan ini, janin menjadi sangat aktif menjelang kelahirannya. Ibu hamil mesti terus memberikan stimulus dan memantau keaktifan janin. Salah satu caranya dengan menghitung tendangan janin secara rutin pada waktu yang sama tiap hari.

Karena janin sudah bisa mendengar apa pun yang di luar, jangan lupa mengajaknya bicara dan memperdengarkan musik bila memungkinkan. Untuk meringankan gejala kehamilan yang tidak nyaman, lebih baik banyak beristirahat saat usia kehamilan ini.

Namun jangan lupa tetap berolahraga yang ringan, termasuk yoga dan senam ibu hamil. Pastikan sudah paham bahwa kelahiran calon buah hati sudah dekat, saatnya mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk menyambut kehadirannya. Tidak perlu sering-sering mendatangi dokter kandungan kecuali ada risiko kehamilan, termasuk masalah perkembangan janin.

 

Narasumber

dr Mervinna Giovanni, M.Biomed, SpOG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Pasar Kemis

 

Referensi:

Understanding the Different Phases of Fetal Growth. https://www.karger.com/Article/Abstract/182543. Diakses 14 Oktober 2021

Prenatal Development. https://courses.lumenlearning.com/boundless-psychology/chapter/prenatal-development/. Diakses 14 Oktober 2021

Stages of Development of the Fetus. https://www.msdmanuals.com/home/women-s-health-issues/normal-pregnancy/stages-of-development-of-the-fetus. Diakses 14 Oktober 2021

Stages of pregnancy. https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/stages-pregnancy. Diakses 14 Oktober 2021

Week-by-week guide to pregnancy. https://www.nhs.uk/start4life/pregnancy/week-by-week/3rd-trimester/week-29/. Diakses 16 Oktober 2021

Pregnancy Week by Week. https://www.thebump.com/pregnancy-week-by-week/29-weeks-pregnant. Diakses 16 Oktober 2021

29 Weeks Pregnant. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/week-by-week/29-weeks-pregnant/. Diakses 16 Oktober 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.