• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Dampak Bullying pada Kesehatan Fisik dan Mental

Dampak Bullying pada Kesehatan Fisik dan Mental

Perundungan atau bullying belakangan ini sudah menjadi hal yang cukup biasa terjadi di masyarakat dan telah menjadi situasi darurat kesehatan masyarakat. Perundungan biasanya dilakukan dengan ‘halus’ dan tersembunyi, karenanya dampak bullying sangat memengaruhi kondisi para korban.

Dapatkan layanan konsultasi online dengan psikolog bersama layanan homecare Kavacare. Hubungi Kavacare Support melalui Whatsapp di nomor 0811 – 1446 – 777 hari ini.

buat jani dokter primaya

 Apa Itu Perundungan (Bullying)?

Bullying, yang di dalam bahasa Indonesia disebut dengan perundungan atau penindasan, merupakan segala bentuk kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang merasa lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Meskipun kerap terjadi pada anak-anak dan remaja, kasus ini juga dapat menimpa orang dewasa.

Kasus bullying yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia kian memprihatinkan. Hasil kajian Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter tahun 2014 menyebutkan, hampir setiap sekolah di Indonesia ditemukan adanya kasus perundungan, meski ‘hanya’ bullying verbal dan psikologis/mental.

Dampak Fisik Perundungan

Paparan stres akibat perundungan dapat memicu serangkaian perubahan fisik di dalam tubuh, yang disebut sebagai respons fight or flight. Ketika otak mengenali situasi stres, terdapat pelepasan hormon yang mendorong ginjal untuk melepaskan epinefrin atau adrenalin.

Ini dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi, juga kadar gula darah untuk mempersiapkan otot sebelum beraksi. Akibatnya, menekan proses tubuh yang kurang penting, seperti fungsi kekebalan dan pencernaan.

Selain itu, dampak pada fisik yang dapat ditimbulkan perundungan adalah sebagai berikut.

1. Sakit Kepala

Menderita stres dapat meningkatkan risiko sakit kepala karena tegang yang terjadi di sekitar dahi, belakang kepala, dan leher. Meskipun mungkin pada mulanya terasa ringan, semakin sering mengalaminya, rasa sakit pada kepala tersebut bisa semakin memburuk.

2. Nyeri Otot

Perundungan dapat membuat seseorang merasa tegang, sehingga bukan tidak mungkin mereka mengalami rasa sakit di punggung dan tungkai juga. Stres psikologis membuat otot berkontraksi, tidak hanya saat aktif, tetapi juga saat istirahat. Kontraksi terus menerus ini kemudian menyebabkan rasa nyeri pada otot.

3. Gangguan Pencernaan

Bila seseorang menderita sindrom iritasi usus, mendapatkan perundungan mungkin dapat membuat kondisi tersebut memburuk. Hal ini terjadi karena ada hubungan yang erat antara otak dan sistem pencernaan karena jaringan saraf yang memasok usus. Mengalami stres dapat meningkatkan sensitivitas usus dan lambung.

4. Fungsi Kekebalan Tubuh yang Menurun

Mengalami perundungan dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami flu dan infeksi ringan lainnya akibat paparan terus-menerus terhadap situasi stres yang berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi pada hidung dan tenggorokan.

Baca Juga:  Penyakit ADHD - Gejala, Penyebab dan Mengatasinya

5. Sering Berdebar

Stres terus-menerus dapat meningkatkan detak jantung dan sensasi berdebar. Hal ini seringkali dikaitkan dengan kondisi cemas atau anxiety.

Dampak Mental dan Emosional

Penindasan mungkin memiliki reputasi sebagai masalah yang terjadi ‘hanya’ di halaman sekolah, tetapi efek kesehatan mental korbannya jauh melampaui halaman sekolah. Anak-anak yang diintimidasi menghadapi peningkatan risiko masalah sosial dan emosional dalam jangka pendek dan panjang, bahkan hingga dewasa.

1. Dampak Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, intimidasi dapat menyebabkan beberapa hal, seperti:

  • Rendah diri.
  • ‌Sulit tidur.
  • ‌Pikiran menyakiti diri sendiri, bahkan bunuh diri.

2. Dampak Jangka Panjang

Meski pengalaman tidak menyenangkan tersebut bisa mereda seiring waktu, tidak berarti korban perundungan telah melupakannya. Terdapat temuan bahwa anak-anak yang mengalami perundungan berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental saat mereka tumbuh dewasa.

Risiko kesehatan mental yang mungkin timbul dalam jangka waktu panjang tersebut, antara lain:

  • Gangguan kecemasan umum.
  • Gangguan panik.
  • ‌Agorafobia.
  • Menghindari sekolah.

Jenis-Jenis Perundungan

Ada banyak jenis perundungan yang sebenarnya bisa ditemukan di dalam suatu kelompok tertentu. Berikut ini merupakan jenis-jenis perundungan dan penjelasan singkat mengenai hal tersebut.

1. Perundungan Fisik

Jenis ini merupakan bentuk perundungan yang paling jelas dan mudah diidentifikasi. Pelaku biasanya menggunakan kekuatan fisik untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas target perundungan mereka. Kerapnya, pelaku bertubuh lebih besar, kuat, dan agresif daripada teman sebayanya. Contoh tindak bullying fisik, antara lain menendang, memukul, meninju, menampar, mendorong, dan serangan fisik lainnya.

2. Perundungan Verbal

Pelaku bullying verbal menggunakan kata-kata, pernyataan, dan panggilan nama untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas target mereka. Jenis perundungan ini kerapnya sangat sulit diidentifikasi karena para pelaku melakukan aksinya ketika sedang tidak ada orang dewasa di sekitar mereka. Biasanya, pelaku perundungan verbal akan menggunakan hinaan tanpa henti untuk meremehkan, merendahkan, dan menyakiti orang lain. Pelaku memilih target berdasarkan penampilan, tindakan, atau perilaku mereka. Umum juga bagi perundung verbal menjadikan anak-anak dengan kebutuhan khusus sebagai target mereka.

3. Agresi Relasional

Agresi relasional adalah jenis perundungan yang licik dan berbahaya yang sering luput dari perhatian orang tua dan guru. Kadang-kadang, jenis ini disebut juga sebagai perundungan emosional atau perundungan sosial, di mana remaja mencoba menyakiti teman sebayanya atau menyabotase status sosial mereka. Pelaku jenis perundungan ini sering mengucilkan seseorang dari suatu kelompok, menyebarkan berita bohong, memanipulasi situasi, dan merusak kepercayaan. Tujuan melakukan aksi ini adalah untuk meningkatkan status sosial diri sendiri dengan mengendalikan atau mengintimidasi orang lain. Biasanya lebih banyak dilakukan oleh anak-anak perempuan dan tidak hanya di lingkungan sekolah, pada lingkungan kerja pun sangat mungkin ditemukan tipe perundungan ini oleh atasan atau rekan sejawat.

Baca Juga:  Borderline Personality Disorder: Bagaimana Cara Mengatasinya?

4. Perundungan Siber

Perundungan siber atau cyber bullying adalah aksi perundungan dengan menggunakan internet, telepon pintar, atau teknologi lain untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan, atau menargetkan orang lain. Contoh aksi perundungan ini, antara lain mengunggah gambar yang menyakitkan, membuat ancaman daring, dan mengirim surel atau pesan teks yang menyakitkan. Cyber bullying merupakan masalah yang tengah berkembang luas di kalangan anak muda, karena intensitas terhubung dalam jaringan yang besar dan risiko tertangkap yang jauh lebih kecil. Biasanya, pelaku sering mengatakan hal-hal yang tidak akan berani mereka katakan secara langsung kepada target sendiri.

5. Perundungan Seksual

Bullying seksual terdiri dari tindakan berulang, berbahaya, dan memalukan yang menargetkan seseorang secara seksual. Contohnya termasuk pemanggilan nama secara seksual, berkomentar kasar, melakukan gerakan vulgar, melakukan sentuhan yang tidak diundang, menyebutkan proposisi seksual, dan menyebarkan materi pornografi. Dalam kasus ekstrem, perundungan seksual dapat berujung pada kekerasan seksual. Anak perempuan sering menjadi sasaran perundungan ini, baik oleh anak laki-lakii maupun oleh anak perempuan lainnya.

6. Perundungan Berprasangka

Penindasan berprasangka berawal pada prasangka yang dimiliki remaja terhadap orang-orang dari ras, agama, atau orientasi seksual yang berbeda dari mereka. Jenis perundungan ini dapat mencakup semua jenis perundungan lainnya. Ketika bullying ini terjadi, anak-anak menargetkan orang lain yang berbeda dari mereka dan mencoba untuk menyisihkan mereka. Seringkali, jenis perundungan ini sangat parah dan dapat membuka pintu bagi kejahatan rasial.

 

Narasumber:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro & Dokter Umum Kavacare

Referensi:

  • BULLYING. https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/8e022-januari-ratas-bullying-kpp-pa.pdf. Diakses 30 Juni 2023.
  • 6 Types of Bullying Parents Should Know About. https://www.verywellfamily.com/types-of-bullying-parents-should-know-about-4153882. Diakses 30 Juni 2023.
  • Physical Effects of Bullying. https://americanspcc.org/physical-effects-bullying/. Diakses 30 Juni 2023.
  • How Does Bullying Affect Mental Health?. https://www.webmd.com/mental-health/how-does-bullying-affect-mental-health#1. Diakses 30 Juni 2023.

 

Bagikan ke :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.