Tips Memilih Dokter Anak untuk Konsultasi

Tips Konsultasi Dokter Anak

Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak / sang buah hati. Tak terkecuali ketika memilih dokter anak untuk berkonsuItasi mengenai kesehatan si kecil. Konsultasi dengan dokter anak bisa menjadi sebagian faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Apalagi bagi anak yang memiliki kondisi medis khusus sehingga membutuhkan perawatan dan pemantauan secara intensif oleh dokter spesialis anak.

Memilih dokter anak terbaik tidak memiliki rumus pasti layaknya matematika. Ada faktor subjektivitas yang mempengaruhi keputusan orang tua saat hendak memilih konsultasi dokter anak. Orang tua A mungkin merasa dokter B adalah yang terbaik, tapi orang tua C bisa jadi menganggap dokter D yang paling baik.

Yang pasti, untuk konsultasi dokter anak yang tepercaya, pilih dokter yang namanya ada di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). KKI merupakan lembaga yang berwenang mengurus registrasi dokter dan dokter gigi. Masyarakat bisa mengecek apakah seorang dokter sudah terdaftar di situs KKI.

 

Berikut ini tips memilih dokter anak:

Cari Referensi

Mencari referensi dari orang lain merupakan cara paling lazim sebelum konsultasi dokter anak. Orang tua bisa menemukan referensi dari mana pun. Mulailah dengan bertanya kepada anggota keluarga, baru kemudian ke teman, sahabat, dan rekan kerja. Sebisa mungkin cari referensi dokter anak yang lokasinya paling dekat.

Baca Juga:  Sukses ASI Eksklusif dengan Aman dan Minim Efek Samping

Orang tua juga bisa menelusuri rekam jejak seorang dokter lewat Internet. Banyak topik di berbagai forum online yang membahas referensi dokter. Apakah akan menuruti referensi itu atau tidak, keputusan berada di tangan orang tua.

Dokter Anak yang Komunikatif

Komunikasi sangatlah penting dalam konsultasi dokter anak. Dokter harus dapat menyampaikan penjelasan dan rekomendasi medis secara gamblang kepada orang tua. Buku Pedoman Praktik terbitan Ikatan Dokter Anak Indonesia pun menekankan bahwa dokter anak perlu komunikatif.

Sebab, tingkat kemampuan anak lebih terbatas sesuai dengan usianya. Dokter harus bisa menggunakan komunikasi yang sesuai sehingga anak bisa menerimanya. Dokter anak juga wajib menghargai pendapat dan sikap anak. Anak pun harus mendapat keleluasaan untuk menyampaikan pendapat, keinginan, dan keluhannya sendiri.

Keputusan & Diagnosis yang Diambil Dokter

Sudah sewajarnya dokter yakin dengan keputusan dan diagnosisnya. Bila merasa ada keraguan saat konsultasi dengan dokter anak, orang tua dapat mencari second opinion. Sering meminta pasien menjalani tes bukan tanda bahwa dokter tak kunjung yakin dengan diagnosisnya, namun sebagai penunjang untuk menegakkan diagnosis. Karena itu, wajar jika dokter meminta pasien menjalani tes selama memang dibutuhkan.

Tips Konsultasi Dokter Anak Secara Online

Kemajuan teknologi telah memudahkan orang tua yang hendak melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak. Tak perlu datang ke rumah sakit, apalagi dimasa pandemi saat ini orang tua bisa menjelaskan masalah kesehatan anaknya secara online dan meminta pendapat dari dokter. Namun tak semua keluhan medis bisa selesai hanya dengan konsultasi secara online, apabila dalam kondisi berat sebaiknya anak segera dibawa untuk periksa. Agar konsultasi online berjalan lancar, ikuti tips ini:

Baca Juga:  Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI

Siapkan riwayat kesehatan

Orang tua mesti siap dengan dokumen riwayat kesehatan anak ketika hendak konsultasi dokter anak secara online. Orang tua harus tahu berat badan saat ini, karena hal ini sangat penting bagi dokter spesialis anak untuk menentukan dosis obat yang apabila perlu untuk diberikan. Dan setidaknya orang tua mengetahui apa saja tindakan medis yang pernah anak terima sebelumnya, termasuk obat yang anak konsumsi. Informasi tersebut berguna sebagai dasar bagi dokter untuk memberikan penilaian terhadap kondisi medis anak.

Cek mandiri

Bila konsultasi dengan dokter spesialis anak di rumah sakit, perawat akan mengecek kondisi anak dan mencatatnya sebelum masuk ke ruang praktik dokter. Kondisi itu antara lain tanda vital, berat badan, panjang/tinggi badan, lingkar kepala dan suhu tubuh. Dalam konsultasi dokter anak online, orang tua sebaiknya mengecek mandiri bila memiliki alat. Pengecekan mandiri sebelum konsultasi akan menghemat waktu karena tak perlu mengecek lagi ketika konsultasi tengah berlangsung.

Baca Juga:  Imunisasi Rotavirus, Manfaat, dan Kapan Vaksin Rotavirus Diberikan

Harus jelas

Meski praktis, ada keterbatasan komunikasi dalam konsultasi dokter online. Selain waktu yang terbatas, tentunya pemeriksaan fisik secara langsung akan lebih akurat dibandingkan melalui online dan tidak jarang ada kemungkinan masalah teknis terkait dengan jaringan. Jadi pastikan orang tua sudah memberikan penjelasan sejelas mungkin soal anaknya. Begitu pula orang tua harus yakin sudah paham akan penjelasan dokter. Namun jika keluhan anak blm membaik maka konsultasikanlah secara langsung ke dokter spesialis anak dengan melakukan protokol kesehatan yang baik.

 

 

Klik Disini Untuk Buat Janji Konsultasi dengan Dokter Anak Primaya Hospital

 

Ditinjau oleh:

dr. Andina Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

https://www.idai.or.id/wp-content/uploads/2013/04/Buku-Pedoman-Praktik.pdf

http://www.kki.go.id/

Bagikan ke :