• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Cacar Air: Gejala, dan Cara Efektif Mencegah Penyebarannya

Cacar Air Gejala, dan Cara Efektif Mencegah Penyebarannya

Banyak orang mengira cacar air adalah penyakit yang hanya menyerang anak-anak sekali seumur hidup. Memang ada beberapa kasus yang demikian. Namun orang dewasa yang sebelumnya tidak pernah terkena atau menerima vaksin cacar air masih bisa terinfeksi penyakit tersebut.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Cacar Air

Cacar air yang juga dikenal sebagai varicella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Virus ini menular. Ketika seseorang terkena infeksi, akan muncul ruam atau bintik-bintik merah kecil yang gatal pada kulit. Lalu ruam ini berkembang menjadi gelembung berisi cairan hingga membentuk keropeng sebelum akhirnya sembuh.

Virus yang menyebabkan cacar air biasanya menyebar lewat udara misalnya melalui batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi. Ketika terkena infeksi virus ini, seseorang bisa menulari orang lain selama 1-2 hari sebelumnya timbulnya ruam dan sampai semua gelembung menjadi keropeng, umumnya 4-5 hari. Adapun jarak antara kontak dengan virus dan berkembangnya penyakit bervariasi tergantung individu.

Karena virus cacar air ini menular, orang yang terinfeksi mesti mengisolasi diri dengan cara tidur sendiri, menggunakan pakaian dan barang-barang tidak secara bergantian. Menurut NHS, cacar air sangat umum terjadi pada anak berusia diatas 9 bulan hingga 10 tahun. Anak-anak lebih sering terkena infeksi virus varicella antara Maret dan Mei terutama di lingkungan sekolah atau tempat penitipan anak yang ramai.

 

Gejala

Gejala cacar air pada anak-anak dan orang dewasa secara umum sama. Namun biasanya gejala pada orang dewasa lebih parah. Gejala itu antara lain:

  • Demam, badan pegal linu, dan sakit kepala 1-2 hari sebelum muncul ruam
  • Bintik-bintik merah yang gatal muncul di dada, wajah, leher, dan kulit kepala
  • Jika bintik-bintik ini digaruk, bisa meninggalkan bekas luka
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit kepala
  • Gangguan pernapasan

Gejala cacar air ini biasanya menghilang dalam waktu 2-4 minggu setelah ruam pertama kali muncul.

 

Penyebab

Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster. Virus ini amat menular dan bisa menyebar lewat udara. Virus varicella mampu hidup dalam lendir hidung dan tenggorokan sehingga bisa menyebar ke udara saat bersin atau batuk.

Baca Juga:  Apa Itu Bercak Mongol dan Bagaimana Mengatasinya?

Orang yang pernah terinfeksi virus varicella akan memiliki kekebalan terhadap virus tersebut sehingga tidak akan terkena lagi di kemudian hari. Namun virus ini bisa bertahan di sistem saraf dan kembali aktif dalam tubuh sehingga menyebabkan cacar ular atau herpes zoster pada orang dewasa.

Seseorang lebih berisiko terkena cacar air jika:

  • Berusia di atas 9 bulan hingga dewasa
  • Tidak pernah mendapat vaksin cacar air atau tidak pernah terkena cacar air sebelumnya
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang dengan HIV/AIDS, sedang menjalani kemoterapi, atau mengonsumsi obat imunosupresan
  • Tinggal, bekerja, atau sering beraktivitas di tempat yang padat, misalnya sekolah, tempat penitipan anak, atau kantor dengan banyak karyawan
  • Berkontak dengan orang yang terinfeksi virus varicella-zoster
  • Kurang baik dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan

 

Cara Dokter Mendiagnosis Cacar Air

Dokter umumnya dapat menegakkan diagnosis cacar air berdasarkan gejala klinis serta riwayat kesehatan pasien. Dokter akan mengamati ruam bintik atau gelembung cacar pada kulit dan menanyakan gejala yang dialami pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, dokter biasanya sudah bisa memberikan diagnosis.

Meski demikian, sebagian besar diagnosis cacar air sudah cukup bersumber dari gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Selain bintik-bintik merah di kulit, gejala seperti demam, letih lesu, dan sakit kepala sudah bisa menjadi dasar untuk menegakkan diagnosis.

 

Cara Mengatasi Cacar Air

Cacar air biasanya bisa hilang sendiri jika imunitas pasien baik. Tak ada penanganan spesifik untuk anak ataupun orang dewasa yang terkena cacar air. Mereka bisa menjalani perawatan sendiri di rumah, biasanya untuk meredakan rasa gatal di kulit atau gejala lain yang mengganggu. Yang pasti, jangan pernah menggaruk ruam bintik atau gelembung yang muncul karena bisa menyebabkan bekas luka permanen dan infeksi kulit.

Cara yang aman untuk mengatasi gejala cacar air antara lain:

  • Tidur cukup (mengistirahatkan diri)
  • Makan makanan bergizi, minum vitamin untuk meningkatkan imunitas
  • Mandi dengan air hangat dan larutan anti gatal
  • Menggunakan krim atau pelembab setelah mandi untuk mengurangi rasa gatal
  • Menggunakan parasetamol untuk mengatasi demam atau ketidak nyamanan
Baca Juga:  Herpes: Gejala, Mencegah dan Mengobati

 

Komplikasi

Komplikasi cacar air bisa terjadi karena virus sudah menyebar ke bagian tubuh lain atau ada infeksi tambahan oleh bakteri. Terutama pada orang dengan komorbid atau dengan imunitas rendah. Komplikasi yang bisa terjadi termasuk:

  • Sepsis atau penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, seperti kulit, jaringan lunak, tulang, persendian, dan aliran darah
  • Pneumonia atau radang paru-paru
  • Peradangan otak atau ensefalitis

Bagi orang yang terinfeksi cacar air ketika hamil, terutama hamil muda, ada juga potensi komplikasi berupa kelainan saat lahir atau abnormalitas yang dialami bayi ketika lahir.

 

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah cacar air adalah mempraktikkan hidup bersih dan sehat. Cara lainnya termasuk:

  • Menerima vaksin cacar air
  • Menghindari kontak dengan orang sedang yang terkena cacar air
  • Kurangi kontak dengan orang sekitar karena dapat menular melalui udara

Vaksin memang bukan jaminan seseorang tak akan terkena cacar air. Namun apabila terinfeksi, gejala yang dialami umumnya tidak parah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika merasa mengalami gejala cacar air, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar bisa menjalani perawatan dan pengobatan yang tepat. Terutama untuk orang dengan komorbid seperti diabetes, hipertensi, autoimun, walaupun gejala cacar air ringan harus segera konsultasi ke dokter. Jangan tunggu sampai sudah muncul bintik berisi gelembung cair yang lebih mudah menulari orang lain. Dokter bisa memberikan saran langkah yang bisa diambil untuk meredakan gejala dan mencegah infeksi lain.

 

Reviewer

dr. Agni Anastasia Sahulata, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • About Chickenpox. https://www.cdc.gov/chickenpox/about/index.html. Diakses 8 Maret 2023
  • Chickenpox. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3275319/. Diakses 8 Maret 2023
  • Varicella Zoster (Chickenpox). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448191/. Diakses 8 Maret 2023
  • Everything you need to know about chickenpox and why more countries don’t use the vaccine. https://www.ox.ac.uk/research/everything-you-need-know-about-chickenpox-and-why-more-countries-don%E2%80%99t-use-vaccine. Diakses 8 Maret 2023
  • Chickenpox Vaccination: What Everyone Should Know. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/varicella/public/index.html. Diakses 8 Maret 2023
  • Chickenpox. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/chickenpox. Diakses 8 Maret 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.