• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengatasi Kulit Sensitif pada Anak yang Sebaiknya Para Bunda Perhatikan

Pada usia anak-anak, kulit mereka cenderung sensitif sehingga mudah teriritasi. Dari pada mengobati, akan lebih baik jika bunda mengetahui bagaimana cara mengatasi kulit sensitif pada anak.

Caranya sangat berkaitan dengan penggunaan produk-produk yang langsung bersentuhan dengan kulit, baik itu pampers ataupun pelembab kulit.

buat jani dokter primaya

Begini Mengatasi Kulit Sensitif pada Anak

mengatasi kulit sensitif pada anak

Sebagai orang tua, tentu ingin buah hatinya selalu dalam kondisi sehat. Meski hanya muncul ruam, tetapi kondisi tersebut biasanya sudah menimbulkan keresahan. Agar kulit sensitif anak tetap terjaga, lakukan beberapa cara mengatasi kulit sensitif pada anak berikut:

1. Berikan Pelembab

mengatasi kulit sensitif pada anak

Bukan hanya orang dewasa yang perlu pelembab, anak juga perlu produk dengan kandungan moisturizer untuk menjaga kulit sensitifnya agar tetap aman. Jangan sembarangan, pilih produk yang aman untuk usia anak-anak.

Selain mempertahankan kelembaban, pelembab juga berguna untuk memperbaiki tekstur kulit si kecil sehingga lebih lembut dan fleksibel. Pengolesan pelembab sebaiknya dilakukan setelah mandi, setelah mandi keringkan dengan handuk yang lembut lalu oleskan pelembab. Penyerapan pelembab akan lebih baik di waktu tersebut.

2. Pilih Produk yang Aman

produk aman

Karena kebutuhan si kecil cukup banyak, tidak sedikit orang tua yang memilih produk untuk buah hatinya secara sembarangan. Sebenarnya tidak perlu produk dengan harga mahal, hanya saja perhatikan tingkat keamanannya.

Saat akan melakukan pembelian, perhatikan terlebih dahulu beberapa hal yang ada pada poin-poin berikut:

  • Gunakan sabun yang bebas dari kandungan SLS (Sodium Lauryl Sulfate) atau Anionik surfaktan. Kandungan tersebut memicu iritasi dan dapat menyerap kelembaban kulit si kecil.
  • Pilih sabun dengan efek licin bahkan setelah Anda bilas dengan air bersih. Bukan sebagai tanda adanya kandungan berbahaya, ciri-ciri ini malah menjadi tanda bahwa sabun tersebut memiliki kandungan pelembab tinggi.
  • Hindari memilih sabun yang meninggalkan efek kesat di kulit. Mengapa begitu? Alasannya karena produk sabun terkait berpotensi membuat kulit bertekstur kering.
  • Hindari produk antiseptik, karena berpotensi membuat kulit menjadi kering sehingga akan lebih sensitif dan mudah gatal.
  • Sebaiknya gunakan produk sabun dan shampo dengan pH seimbang. Pilih produk yang pH-nya low ocular irritation index berlabel pH balanced.
  • Apabila memilih sabun atau produk yang berkaitan dengan kulit si kecil, pilih yang berlabel hypoallergenic atau anti alergi. Dengan begitu produk yang digunakan aman bagi kulit sensitifnya.
  • Pilih produk yang terbuat dari bahan-bahan alami

3. Bijak Memandikan Bayi

memandikan bayi

Sesaat setelah kelahiran bayi, ada baiknya tidak langsung memandikannya sebagai perawatan untuk kulitnya yang masih sangat sensitif. Hanya saja kebanyakan ibu risih ketika melihat adanya selaput lemak yang ada di kulit buah hatinya.

Sebagai informasi, selaput lemak tersebut berfungsi untuk melembabkan dan melindungi kulit dari infeksi dan risiko alergi. Para tenaga medis biasa menyebutnya dengan nama vernix caseosa.

Baca Juga:  Jenis Penyakit Kulit Anak Sering Muncul dan Cara Mengatasinya

Ada banyak pakar kesehatan yang menyarankan para orang tua menunda waktu mandi pertama bayi hingga tanda-tanda vital dan suhu tubuhnya stabil. Perkiraannya sekitar 2-4 jam setelah lahir bayi baru boleh Anda mandikan.

Mandikan si kecil pada air bersuhu 36-37 derajat celcius. Caranya yakni dengan merendam seluruh tubuhnya di bak. Tidak perlu terlalu lama, cukup 10-15 menit saja. Terlalu lama memandikan bayi akan memicu hipotermia.

4. Rawat Area Popok

popok

Masalah yang paling umum muncul pada area popok adalah ruam. Sebab, kulit di area itu cenderung lembab, rentan tergaruk, bersinggungan dengan popok, dan tersumbat. Kondisi seperti ini memicu iritasi, penyakit kulit bayi, kerusakan, dan ruam popok.

Berdasarkan penjelasan The Royal Children’s Hospital Melbourne, popok sekali pakai memiliki daya serap yang tinggi. Dengan begitu area kulit yang terbungkus popok tetap kering dan tidak mudah rusak.

Sedangkan bagi yang lebih suka memakaikan popok kain, sebaiknya berikan tambahan lapisan penyerap dengan daya serap baik. 

5. Hindari Penggunaan Tisu Basah

popok

Saat membersihkan bagian kulit yang tertutup popok, sebaiknya tidak menggunakan tisu basah. Manfaatkan handuk dan kapas yang dibasahi dengan air hangat. Apabila perlu menggunakan sabun, pilih produk dengan kadar pH seimbang.

Setelah selesai membersihkannya, oleskan pelembab secukupnya untuk mengurangi adanya kemungkinan terjadi iritasi kulit.

Pilih pelembab yang mengandung zinc. Hindari mengaplikasikan bedak tabur karena takutnya malah membuat area yang tertutup popok lembab sehingga menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri.

6. Lindungi dari Sinar Matahari

sinar matahari

Pada dasarnya, bayi membutuhkan sinar matahari untuk memperkuat sistem imunnya. Namun waktu dan durasi menjemur bayi harus disesuaikan, waktu yang tepat untuk berjemur adalah antara jam 7 sampai jam 9 pagi, dengan durasi15-20 menit.

Meskipun begitu, bayi tetap perlu mendapatkan perlindungan dari sinar UV dengan penerapan produk yang sesuai dengan kondisi kulitnya. Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), penggunaan sunscreen pada bayi disarankan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, kulit bayi dinilai sudah dapat menerima formula dan kandungan-kandungan yang ada dalam sunscree. sunscreen yang dianjurkan adalah yang mengandung titanium dioxide dan zinc oxide

Aplikasikan sunscreen bayi 15-20 menit sebelum keluar, ulangi pengaplikasinnya  setiap 2 jam sekali. Anda bisa memperkuat perlindungannya dengan menggunakan payung atau penutup pada kereta bayi setiap kali keluar rumah.

7. Batasi Kontak dengan Bahan Kimia

bahan kimia

Penggunaan detergen, sabun mandi, minyak wangi, dan produk untuk anak-anak lain bisa saja membuat kulit sensitif mereka menjadi gatal hingga berakhir iritasi.

Baca Juga:  Gangguan Kulit pada Batita

Berdasarkan fakta itu, akan lebih baik jika memilih produk yang bebas pewarna, pewangi, dan bahan kimia yang tidak bersahabat dengan kulit sensitif anak. Anda dapat mengetahui kandungannya dengan membaca bagian ingredients.

Supaya lebih aman, akan lebih baik jika mengkonsultasikan nya terlebih dahulu ke ahlinya. Dengan begitu kulit bayi semakin terlindung dari iritasi dan masalah kulit lain. 

8. Sentuh Kulit Buah Hati dengan Lembut

mengatasi kulit sensitif pada anak

Di masa kanak-kanak, hampir seluruh organ anak sedang mengalami perkembangan, termasuk kulitnya. Karena masih sangat lembut, kulit mereka cenderung sensitif sehingga harus disentuh dengan lembut.

Saat akan mengeringkan tubuhnya yang basah setelah mandi, jangan sampai menggosoknya terlalu keras. Cukup tempelkan handuk lembut ke kulitnya kemudian usap-usap dengan lembut sampai kadar air yang menempel di kulitnya berkurang.

Perlu Anda perhatikan, usahakan memilih handuk bersih karena handuk kotor yang lama tidak dicuci sering menjadi tempat berkembangnya kuman. Akhirnya, kulit anak bisa tiba-tiba terasa gatal dan timbul ruam.

9. Pilih Bahan Kain Lembut

mengatasi kulit sensitif pada anak

Baik pakaian, seprei, dan produk berbahan kain lain yang bersentuhan dengan kulit, sebaiknya terbuat dari kain lembut. Kain kasar meningkatkan kemungkinan kulit bayi teriritasi.

Tidak hanya lembut, pilih pakaian yang terbuat dari kain menyerap keringat. Keringat yang tidak terserap sempurna akan memunculkan biang keringat dan tentu saja membuat kulit terasa gatal.

Satu lagi hal yang perlu bunda-bunda ketahui yaitu hilangkan bagian merek yang terletak di area belakang leher. Merek tersebut membuat kulit yang bergesekan dengan bahannya terasa gatal hingga berwarna kemerahan.

Itulah ulasan terkait dengan cara mengatasi kulit sensitif pada anak. Perhatikan setiap detailnya agar kesehatan kulit buah hati tetap terjaga meskipun mereka sedang aktif-aktifnya bergerak. Pilih pakaian dengan bahan yang memunculkan efek dingin di kulit dan pastinya menyerap keringat sangat baik.

Narasumber:

dr. Erien Afrinia Asri, Sp. DVE

Spesialis Dermatovenerologi

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.