• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)

PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)

Lumbar atau punggung bagian bawah tergolong rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, dari cedera, stenosis tulang belakang, hingga herniasi diskus alias saraf terjepit. Untuk mengatasi masalah ini, terdapat opsi pengobatan, terapi fisik, dan operasi. PLIF (posterior lumbar interbody fusion) adalah satu di antara sejumlah jenis operasi yang kerap menjadi pilihan perawatan untuk meredakan gejala sakit punggung akibat masalah pada lumbar.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)

PLIF (posterior lumbar interbody fusion) adalah prosedur bedah minimal invasif yang diterapkan untuk mengatasi masalah pada bagian bawah tulang belakang, terutama lumbar. Prosedur PLIF bertujuan menghilangkan gejala sakit punggung lewat penggantian cakram di antara tulang belakang yang bermasalah dengan alat implan yang disebut spacer.

Melalui prosedur PLIF, dokter akan mengambil cakram di antara tulang belakang yang bermasalah atau rusak, lantas memasang spacer. Prosedur ini umumnya menggunakan pendekatan bedah dari belakang atau posterior tulang belakang dan mungkin ada sebagian ruas tulang belakang serta jaringan lain yang diangkat atau digeser guna mengakses ruang di antara tulang belakang.

Setelah itu, dokter mengangkat cakram tulang belakang yang rusak dan menempatkan implan spacer di antara dua ruas tulang belakang yang berdekatan. OrthoInfo menjelaskan, setelah spacer terpasang, dokter bedah bisa membuat tulang belakang lebih stabil dengan memasang plat atau sekrup logam agar spacer tak bergeser-geser.

Dengan begitu, tulang belakang menjadi lebih stabil dan merangsang tumbuhnya ruas tulang baru yang membuat ruas-ruas tulang belakang itu menyatu. Tekanan terhadap saraf tulang belakang yang gejalanya kerap disebut saraf terjepit pun bisa hilang.

 

Siapa Saja yang Memerlukan PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)

PLIF adalah prosedur yang lazim untuk orang yang mengalami sakit punggung bagian bawah. Namun sumber penyebab sakit punggung itu bermacam-macam dan tak semuanya lantas memerlukan tindakan PLIF. Beberapa kondisi pasien yang mungkin membutuhkan PLIF antara lain:

 

Kapan Seseorang Memerlukan PLIF?

Individu yang mengalami masalah tulang belakang tidak lantas otomatis memerlukan PLIF (posterior lumbar interbody fusion). Dokter biasanya akan mencoba penanganan konservatif terlebih dahulu dengan memberikan obat-obatan, terapi fisik, hingga suntikan epidural guna meredakan gejala sakit punggung.

Ketika pengobatan itu tak efektif berdasarkan pemeriksaan mendalam, barulah dokter dapat menyarankan prosedur posterior lumbar interbody fusion sebagai tindakan bedah minimal invasif sebelum operasi besar.

 

Manfaat/Tujuan

PLIF menawarkan sejumlah manfaat/tujuan utama bagi pasien yang mengeluhkan nyeri yang bersumber dari tulang belakang bagian bawah. Di antaranya:

 

Persiapan Sebelum Menjalani PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)

Seperti tindakan medis lain, PLIF membutuhkan persiapan matang. Pasien perlu berkonsultasi dulu dengan dokter ortopedi dan menjalani sederet pemeriksaan untuk memastikan prosedur tersebut tepat dan aman buat dirinya. Beberapa jenis obat bisa mempengaruhi hasil prosedur PLIF sehingga dokter perlu tahu apa saja obat atau suplemen yang tengah dikonsumsi.

Guna mempercepat pemulihan dan menekan risiko komplikasi, pasien juga mesti berhenti merokok selama beberapa minggu sebelum tindakan terbiasa merokok. Selain itu, pasien biasanya mesti berpuasa sejak semalam sebelumnya karena tindakan ini menggunakan prosedur anestesi.

 

Prosedur dan Pelaksanaan

Pelaksanaan PLIF (posterior lumbar interbody fusion) oleh dokter bedah umumnya mencakup langkah-langkah prosedur berikut ini:

 

Perawatan Pasca PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)

Guna membantu memastikan hasil PLIF sesuai dengan harapan dan pasien lebih cepat pulih dengan optimal, pasien perlu menjalani pemulihan dulu di ruang khusus seusai tindakan. Bila kondisinya sudah memungkinkan, barulah ia dipindahkan ke bangsal rawat inap. Biasanya pasien perlu rawat inap selama beberapa hari.

Dokter atau perawat nantinya menginfokan cara perawatan pasca PLIF terutama ketika sudah pulang dari rumah sakit. Di antaranya soal penggantian perban pada luka bekas sayatan dan memantau tanda-tanda komplikasi yang membahayakan.

 

Adakah Efek Samping Setelah PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion)

Setiap prosedur bedah medis selalu datang dengan efek samping yang bermacam-macam. Khusus PLIF, efek samping yang biasa muncul meliputi:

 

PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion) di Primaya Hospital

PLIF (posterior lumbar interbody fusion) menerapkan standar yang diakui secara global dengan penanganan dokter yang andal dan berpengalaman serta dukungan peralatan teknologi modern. Jadwalkan konsultasi dan pemeriksaan sebelum bisa dilakukan prosedur PLIF dengan hasil maksimal.

Tersedia di :
Primaya Hospital Bekasi Timur Primaya Hospital Bekasi Barat

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.