• Emergency
  • 150 108

Cedera Meniskus, Bisakah Sembuh Total?

Cedera Meniskus, Bisakah Sembuh Total

Cedera meniskus adalah salah satu jenis cedera yang kerap terjadi pada atlet. Tapi masyarakat umum juga bisa mengalaminya, terutama ketika berolahraga atau melakukan kegiatan yang banyak menggunakan lutut. Pertambahan usia juga bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena cedera lutut ini.

 


Mengenal Cedera Meniskus, Cedera Tulang Rawan Lutut

Meniskus adalah jaringan tulang rawan elastis (fibrocartilage)  berbentuk seperti huruf C atau bulan sabit yang berada di antara tulang paha dan tulang kering. Tulang rawan ini menjadi bantalan yang berfungsi meredam guncangan dan melindungi sendi dari beban yang muncul akibat aktivitas yang banyak melibatkan lutut, seperti berjalan, berlari, melompat, serta kegiatan berat lain. Meniskus membuat sendi lutut dapat bergerak dengan lancar, menstabilkan lutut, serta mencegah gesekan tulang paha dan tulang kering saat beraktivitas.

Cedera meniskus terjadi ketika tulang rawan itu mengalami luka atau robek sehingga menyebabkan gangguan mobilitas karena lutut terasa sakit saat digerakkan atau sama sekali tak bisa digerakkan lantaran seperti terkunci. Cedera ini kerap terjadi berbarengan dengan cedera lutut lain, terutama anterior cruciate ligament (ACL). Terdapat setidaknya tiga jenis cedera meniskus yang umum terjadi dan bisa berkembang menjadi cedera yang lebih serius:

  • Robekan radial: ini jenis cedera meniskus yang paling umum. Robekan terjadi di bagian avaskular (tidak ada suplai darah) sehingga sulit sembuh sendiri. Robekan ini dapat meluas hingga bentuknya seperti paruh burung beo (parrot beak tear).
  • Robekan vertikal: sering disebut juga sebagai robekan longitudinal yang terjadi di sepanjang kurva melingkar pada jaringan meniskus. Cedera ini bisa berkembang dan mengakibatkan sendi lutut terkunci.
  • Robekan horizontal: cedera meniskus ini terjadi karena keausan yang terkait dengan pertambahan usia sehingga sering disebut robekan degeneratif.

 

Siapa Saja yang Bisa Terkena Cedera Meniskus

Berdasarkan sejumlah studi kasus, cedera meniskus lebih banyak terjadi pada kalangan pria. Robekan yang terjadi karena trauma lebih lazim dialami orang-orang berumur di bawah usia 40 tahun yang bergaya hidup aktif. Namun yang paling sering mengalami cedera tulang rawan lutut ini adalah para atlet atau pemain olahraga kontak fisik seperti sepak bola dan basket. Adapun orang yang berusia di atas 40 tahun lebih rentan terkena cedera meniskus jika mengalami osteoartritis atau kerusakan tulang rawan sendi yang menyebabkan peradangan kronis.

 

Tanda dan Gejala Cedera Meniskus

Cedera meniskus kerap terjadi secara spontan saat seseorang beraktivitas. Tanda yang kadang muncul adalah suara “pop” yang bersumber dari area lutut. Tanda itu kemudian disusul dengan sejumlah gejala, seperti:

  • Rasa nyeri di lutut bila begerak
  • Lutut membengkak
  • Sulit meluruskan atau menekuk lutut karena seperti terkunci
  • Lutut terasa kaku
Baca Juga:  Gejala Spondilosis dan Faktor Risikonya

Ketika robekan meniskus terjadi, kadang nyeri pada lutut tak langsung terasa. Biasanya itu karena robekannya kecil. Namun seiring dengan waktu rasa nyeri akan bertambah karena lutut mengalami peradangan. Jika robekan tak segera ditangani, robekan makin membesar dan menjadi robek total sehingga potongan meniskus bisa lepas ke persendian menyebabkan rasa seperti terkunci (locking).

 

Penyebab Cedera Meniskus

Ada beragam penyebab cedera meniskus. Penyebab paling umum adalah trauma, benturan atau lutut salah posisi pada saat berolahraga, misalnya saat berlari tiba-tiba memutar arah sehingga lutut terputar menyebabkan meniscus di dalam lutut tertekan dan tergesek dengan keras, sehingga robek. Aktivitas yang menambah beban atau tekanan pada lutut secara mendadak, seperti angkat berat, melompat, dan jongkok, merupakan aktivitas yang sering menyebabkan robekan meniskus.

Pada kalangan lansia yang mengalami osteoarthritis lutut, cedera meniskus umumnya terjadi lantaran tulang rawan sendi lutut permukaannya tidak licin dan mulus lagi (bergerigi) sehingga gampang menyebabkan gesekan yang merobek meniscus. Lansia yang telah mengalami osteoarthritis bisa mengalami cedera meniscus walau melakukan kegiatan biasa saja, misalnya bangkit dari kursi atau tempat tidur atau menaiki tangga.

 

Pengobatan Cedera Meniskus, Bisakah Sembuh Total?

Tubuh manusia memiliki mekanisme penyembuhan diri ketika ada bagian yang rusak. Tak terkecuali meniskus. Namun sering kali meniskus memerlukan tindakan medis untuk dapat sembuh total. Tindakan ini bisa berupa terapi, operasi, atau keduanya. Dokter akan melakukan pemeriksaan dulu untuk menentukan tindakan yang tepat.

Bila robekan tidak terlalu besar, dokter biasanya akan meminta pasien beristirahat tanpa kegiatan berat selama beberapa waktu dan mengikuti terapi fisik guna memulihkan fungsi lutut. Penggunaan obat anti-peradangan non-steroid (NSAD) juga bisa membantu meredakan nyeri dan pembengkakan. Suntikan kortikosteroid juga bisa diberikan ke lutut jika gejala nyeri sangat terasa.

Sedangkan dalam kasus cedera meniskus yang parah yaitu robekkan yang cukup besar atau sampai menyebabkan lutut tidak bisa bergerak normal (locking), dokter umumnya harus melakukan operasi. Tanpa operasi, robekan bisa berkembang dan gejala makin terasa. Operasi meniskus biasanya BISA dilakukan tanpa prosedur rawat inap karena timndakannya adalah minimal invasive menggunakan arthroscopy. Luka operasi sangat minimal, kurang dari 1 cm pada lutut untuk memperbaiki meniskus yang robek. Jika kondisi robekan tak memungkinkan untuk dijahit, dokter biasanya akan membersihkan,merapikan jaringan meniskus yang robek guna mencegah terjadinya gangguan atau hambatan gerakan pada sendi lutut

Baca Juga:  Cedera Saat Fitness, Penyebab dan Penanganannya

Secara umum, operasi cedera meniskus punya tingkat keberhasilan tinggi. Setelah operasi, pasien masih harus menjalani terapi fisik dan rehabilitasi untuk memulihkan fungsi lutut seperti sedia kala. Masa pemulihan ini tergantung meniscus yang rusak dan Tindakan operasinya, bila Cuma dilakukan pemotongan atau pembersihan (menisectomy) maka pasien dalam beberapa hari bisa langsung beraktivitas normal, tapi bila dilakukan penjahitan (repaired) bisa berlangsung selama 6-12 minggu seusai operasi.

 

Tips Mencegah Cedera Meniskus

Cedera meniskus bisa terjadi tanpa bisa diprediksi sebelumnya karena aktivitas yang mendasarinya. Misalnya cedera yang menimpa atlet sepak bola karena dijegal pemain lawan. Namun risiko cedera bisa diminimalkan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Menguatkan otot di sekitar lutut agar lebih kuat menopang lutut
  • Menerapkan teknik yang tepat saat berolahraga
  • Meningkatkan level atau intensitas aktivitas secara perlahan, tidak tiba-tiba
  • Mengenakan penahan atau pelindung lutut
  • Mengenakan alat olahraga sesuai dengan standar keamanan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika curiga mengalami cedera meniskus, Anda bisa melakukan perawatan mandiri dengan mengistirahatkan lutut dan mengompresnya menggunakan kain dingin. Tujuannya adalah meredakan gejala dan pembengkakan. Cedera meniskus bisa menimbulkan komplikasi jika tak mendapat perawatan medis yang memadai. Karena itu, Anda perlu segera ke dokter bila merasakan sakit ketika menekuk atau meluruskan lutut atau kondisi lutut tak kunjung membaik setelah perawatan mandiri beberapa hari.

 

Reviewed by

DR. dr. Muhammad Sakti, Sp.OT(K)

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

Meniscus Tears. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/meniscus-tears/. Diakses 1 April 2022

Meniscal Tears: Current Understanding, Diagnosis, and Management. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7359983/. Diakses 1 April 2022

Meniscus tears – aftercare. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000684.htm. Diakses 1 April 2022

Study: Presence of ‘meniscal symptoms’ should not affect treatment of meniscus tears. https://www.healio.com/news/orthopedics/20210312/study-presence-of-meniscal-symptoms-should-not-affect-treatment-of-meniscus-tears. Diakses 1 April 2022

Torn Meniscus – torn knee cartilage not limited to athletes or sports. https://orthop.washington.edu/patient-care/articles/sports/torn-meniscus.html. Diakses 1 April 2022

 

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.