• Emergency
  • 150 108

Cedera Tulang Kering Karena Aktivitas Berlebih

Cedera Tulang Kering Karena Aktivitas Berlebih

Bagi yang punya hobi jogging atau lari pagi, mungkin pernah mengalami rasa sakit di bagian tulang kering. Cedera yang disebut shin splints ini memang kerap terjadi karena aktivitas berlebih, terutama setelah berolahraga. Cedera ini dapat sembuh dengan perawatan biasa di rumah, tapi tak jarang butuh bantuan medis untuk mempercepat penyembuhan.

 


Mengenal Cedera Tulang Kering

Tungkai bawah terdiri dari dua tulang, yakni tulang kering (tibia) dan tulang betis (fibula). Setiap tulang memiliki lapisan pembungkus yang disebut periosteum, tempat menempelnya otot. Bila lapisan periosteum tersebut teriritasi, meradang, atau mengalami robekan kecil karena aktivitas yang berlebih, maka cedera tulang kering/shin splints akan terjadi.

Dalam dunia medis, cedera tulang kering disebut medial tibial stress syndrome. Gejalanya berupa rasa sakit di sepanjang bagian depan dari tulang kering, terutama setelah aktivitas berlebih, misalnya setelah berolahraga. Kondisi ini dapat terjadi pada kedua tungkai bawah. Peningkatan aktivitas membuat otot tungkai bawah bekerja lebih keras hingga memicu peradangan, pembengkakan, dan rasa nyeri pada periosteum tulang kering.

 

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Cedera Tulang Kering?

Pada umumnya. cedera ini terjadi pada atlet, khususnya pelari. Terutama bagi pelari yang meningkatkan rutinitas latihan. Kondisi ini sering juga dialami para dancer/penari, yang kerap melakukan gerakan berulang menggunakan tungkai bawah.

Pemula yang baru memulai program olahraga lari juga rentan terhadap kondisi ini. Risikonya akan meningkat bila olahraga lari dilakukan pada permukaan keras, permukaan yang tidak datar (perbukitan dan pantai)  serta berolahraga di mana orang itu kerap lari kemudian berhenti tiba-tiba. Selain itu, profesi tentara juga berisiko tinggi karena aktivitas latihan militer sehari-hari.

 

Gejala Cedera Tulang Kering

Berikut ini gejala paling umum cedera tulang kering:

  • Nyeri pada bagian depan dan sisi luar tulang kering. Rasa nyeri ini pertama kali akan terasa saat tumit menyentuh tanah ketika berlari.
  • Nyeri juga bisa terasa di atas pergelangan kaki sisi dalam. Nyeri akan semakin terasa saat jinjit atau pergelangan kaki diputar ke arah dalam.
  • Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri akan menetap dan tulang kering akan terasa sakit saat disentuh Terkadang rasa nyeri juga disertai dengan bengkak pada tungkai bawah.
Baca Juga:  Tindakan untuk Osteoporosis, Tulang Keropos Orang Tua

 

Penyebab Cedera Tulang Kering

Secara umum, penyebab cedera tulang kering adalah peningkatan aktivitas berlebih yang terjadi secara tiba-tiba serta aktivitas repetitif/berulang pada tungkai bawah. Peningkatan aktivitas itu misalnya menambah jarak tempuh, durasi, intensitas dan rintangan dalam olahraga maupun latihan. Faktor lain yang memengaruhi, antara lain:

  • Memiliki telapak kaki rata (flat foot)
  • Berolahraga dengan alas kaki yang tidak tepat

 

Cara Mengetahui Cedera Tulang Kering

Cedera tulang kering biasanya terdiagnosis oleh dokter melalui tanya jawab (anamnesis) dan pemeriksaan fisik. Dokter akan mencari tahu apakah ada riwayat dan tanda-tanda yang menunjukkan peningkatan aktivitas berlebih pada tungkai bawah serta faktor risiko seperti penggunaan alas kaki yang tidak cocok atau rutinitas berlari di bukit atau pantai berpasir. Terkadang pemeriksaan rontgen diperlukan untuk menyisihkan kemungkinan masalah lain yang menyebabkan rasa nyeri.

 

Pengobatan

Jenis pengobatan bergantung pada tingkat cedera dan kondisi kesehatan umum pasien. Pasien dapat mencoba perawatan di rumah, seperti:

  • Beristirahat dan mengurangi aktivitas yang dapat memicu rasa nyeri
  • Kompres tulang kering dengan es
  • Konsumsi obat pereda nyeri dari apotek
  • Meregangkan otot betis, urat tumit, dan pergelangan kaki
  • Memijat/mengendurkan otot-otot di sekitar tulang kering
  • Bebat tulang kering dengan perban kinesiologi, yakni perban khusus untuk olahraga atletik, guna meringankan rasa sakit dan menyokong tulang kering

Dokter mungkin merekomendasikan rehabilitasi medis untuk membantu mengatasi rasa sakit serta memperkuat otot-otot tungkai bawah.

Baca Juga:  Tindakan untuk Skoliosis, Tulang Belakang Melengkung

 

Mencegah Cedera Tulang Kering

Kita dapat mencegah cedera tulang kering dengan cara berikut ini:

  • Mengenakan alas kaki yang tepat. Dokter dapat merekomendasikan alas kaki yang sesuai dengan rutinitas atau olahraga yang sering dilakukan.
  • Intensitas, frekuensi, dan durasi olahraga sebaiknya ditingkatkan secara perlahan, tidak lebih dari 10 persen peningkatan setiap minggu.
  • Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah berolahraga, termasuk meregangkan tungkai bawah dan pergelangan kaki.
  • Hindari berlari, jogging, atau berjalan cepat di permukaan yang keras atau tidak rata.
  • Latihan penguatan otot tungkai bawah dan pergelangan kaki.
  • Kompres tulang kering dengan es setelah berolahraga
  • Tidak memaksakan diri berolahraga bila merasakan sakit pada tulang kering.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami cedera tulang kering yang tak kunjung reda meskipun telah beristirahat, mengompres dengan es, serta mengonsumsi obat pereda nyeri; Anda sebaiknya segera membuat jadwal konsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan tanya jawab dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis serta merekomendasikan penanganan medis yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan.

 

Ditinjau oleh

dr. Arnold David Pardamean, Sp. OT., AIFO-K., FICS

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi

Primaya Hospital Sukabumi

 

Referensi

Shin Splints. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/shin-splints/. Diakses 10 November 2021

Medial Tibial Stress Syndrome: Evidence-Based Prevention. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2386425/. Diakses 10 November 2021

‘Shin Splints’ – Medial Tibial Stress Syndrome: A Review of the Literature. https://www.researchgate.net/publication/278786039_’Shin_Splints’_-_Medial_Tibial_Stress_Syndrome_A_Review_of_the_Literature. Diakses 10 November 2021

Treatment and Prevention of Shin Splints. https://journals.lww.com/nsca-scj/fulltext/2009/10000/treatment_and_prevention_of_shin_splints.6.aspx. Diakses 10 November 2021

Prevalence Of Shin Splint In Recreational Marathon Runner. https://www.ijphy.org/index.php/journal/article/view/598. Diakses 10 November 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.