• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Rokok Elektrik: Jenis, Kandungan, dan Risikonya

Rokok Elektrik

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa rokok memiliki dampak kesehatan yang buruk. Itu sebabnya ada banyak peraturan yang menyertai produksi, distribusi, dan konsumsi rokok. Di sisi lain, muncul pula alternatif rokok konvensional berupa rokok elektrik yang disebut-sebut lebih aman. Walau demikian, jenis rokok ini masih penuh perdebatan termasuk soal risikonya sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam memandangnya.

Mengenal Rokok Elektrik

Pada zaman modern seperti sekarang, banyak aspek kehidupan manusia yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi, termasuk dalam hal kebiasaan merokok. Salah satu inovasi yang menarik perhatian banyak orang adalah rokok elektronik. Rokok modern yang juga sering disebut rokok elektrik ini dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada rokok berbahan tembakau yang sudah kesohor sebagai faktor pemicu berbagai masalah kesehatan.

buat jani dokter primaya

Rokok elektrik adalah perangkat elektronik yang didesain sedemikian rupa untuk menghasilkan uap atau asap yang bisa dihirup oleh penggunanya layaknya rokok. Jenis rokok ini menjadi tren yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada kelompok muda.

Kelebihan rokok elektrik yang ditonjolkan adalah perangkat ini tidak menghasilkan asap tembakau yang memiliki banyak kandungan zat berbahaya. Sebab, rokok ini menghasilkan asap dengan metode pemanasan atau induksi, bukan pembakaran seperti rokok konvensional. Walhasil, asap atau uapnya bisa dibuat lebih minimal dan disertai berbagai pilihan aroma yang lebih sedap, seperti wangi bunga dan buah.

Lewat metode tersebut, pengguna masih bisa merasakan sensasi merokok tanpa perlu membakar tembakau seperti rokok konvensional. Walau demikian, dalam pemanasan bahan rokok elektrik, pengguna bisa pula menghirup bahan kimia yang berbahaya, termasuk nikotin atau zat berbahaya lain yang berasal dari bermacam-macam aroma yang digunakan dalam rokok tersebut.

Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bagi para pengguna rokok elektrik. Terlebih, menurut studi, salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik menggunakan rokok elektrik adalah adanya berbagai pilihan aroma atau rasa yang berasal dari bahan kimia tersebut.

Jenis Rokok Elektrik

Ketika membicarakan rokok elektrik, banyak orang langsung mengasosiasikannya dengan vape. Namun sebenarnya ada beragam jenis rokok elektrik dan vape adalah salah satu di antaranya. Berikut ini contohnya:

Baca Juga:  Kenali Gejala Atelektasis, Penyebab Sesak Nafas dan Tubuh Membiru

Cigalike

Cigalike atau e-sigaret adalah jenis rokok elektrik generasi pertama. Rokok elektronik ini memiliki desain seperti rokok konvensional yang punya dua bagian utama, yakni baterai dan cartridge yang berisi cairan rokok. Cartridge ini harus dilepas dan diganti dengan yang baru saat sudah habis atau ketika penggunanya ingin mengganti rasa.

Vape pen

Rokok elektrik berupa vape pen didesain mirip pena atau bolpen yang berukuran lebih besar daripada e-sigaret. Karena itu, cartridge penyimpan cairannya pun memiliki kapasitas lebih besar sehingga dapat lebih lama digunakan dan uap yang dihasilkan lebih banyak. Pada vape pen terdapat fitur pengaturan suhu dan daya agar pengguna bisa mendapatkan pengalaman merokok yang dikehendaki.

Vape mod

Ini jenis rokok elektrik yang lebih modern dengan berbagai macam fitur yang dapat disesuaikan, termasuk baterai yang bisa diisi ulang dan dilepas. Seperti vape pen, pengguna juga dapat mengatur suhu dan daya rokok ini.

Vape pod

Jenis ini banyak digandrungi pengguna baru rokok elektrik karena lebih sederhana dengan desain lebih ramping dan ringan. Sistem pengisian cairannya juga lebih mudah.

Disposable e-cigarette

Bagi perokok yang menginginkan kepraktisan, jenis rokok elektrik ini biasanya menjadi pilihan. Pengguna bisa langsung membuangnya setelah penggunaan sehingga harganya cenderung lebih terjangkau.

Stick

Ada satu merek besar produk rokok yang menggunakan perangkat berbentuk stick dengan filter yang dipanaskan untuk menghasilkan uap. Konsepnya mirip dengan rokok konvensional dan bisa menghasilkan puntung rokok yang merupakan sisa pemanasan rokok elektrik untuk menghasilkan uap.

Kandungan Rokok Elektrik

Walau dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional, rokok elektrik masih mengandung berbagai bahan berbahaya yang perlu diperhatikan. Sejumlah kandungan yang umumnya ditemukan dalam rokok elektrik antara lain:

  • Nikotin: ini merupakan zat adiktif yang bisa dijumpai baik pada rokok elektrik maupun konvensional. Walau kadar nikotin dalam cairan rokok elektrik mungkin lebih kecil daripada rokok konvensional, tetap saja saat ini bisa memicu ketergantungan.
  • Propylene glycol (PG) dan vegetable glycerin (VG): dua bahan yang merupakan zat pelarut dalam cairan rokok elektrik ini dinilai relatif aman, tapi masih butuh riset lebih panjang untuk memastikannya terutama ketika dihirup dalam bentuk uap yang diduga bisa menghambat saluran pernapasan.
  • Bahan perasa: bahan perasa atau aroma yang beragam dalam rokok elektrik bisa menghasilkan senyawa berbahaya saat mengalami proses pemanasan dan dihirup ke saluran pernapasan.
  • Bahan tambahan lain yang berisiko, seperti propilena, asetaldehida, dan formaldehida yang muncul dari proses pemanasan cairan rokok elektrik.
Baca Juga:  Cara Menggunakan Masker yang Benar

Risiko Rokok

Dengan ada banyaknya kandungan yang berbahaya tersebut, rokok elektrik dipandang masih berbahaya layaknya rokok konvensional. Risikonya termasuk:

  • Menyebabkan ketergantungan
  • Merusak kesehatan paru-paru, termasuk memicu penyakit paru obstruktif kronis dan bronkitis
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke
  • Memicu bermacam jenis kanker, terutama kanker paru, mulut, tenggorokan, dan kerongkongan
  • Menyebabkan masalah kesehatan mulut dan gigi

Berbagai peraturan dan batasan untuk rokok dan produk tembakau bertujuan menjaga kesehatan masyarakat secara umum. Walau rokok elektrik dinilai lebih aman dan bisa menjadi cara untuk menghentikan kebiasaan merokok, masih butuh riset lebih lanjut untuk membuktikannya.

Narasumber:

dr. Mariani Rasjid Hs, Sp. P

Spesialis Paru

Primaya Hospital Hertasning

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.