• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Asites: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi

Asites Penyebab, Mencegah dan Mengatasi

Suatu penyakit bisa berkembang menjadi aneka masalah kesehatan lain alias komplikasi. Komplikasi dari penyakit itu bisa mengakibatkan problem yang lebih serius dan memerlukan penanganan khusus. Sebagai contoh, seseorang yang terkena sirosis hati bisa mengalami komplikasi berupa asites.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Asites

Asites adalah penumpukan cairan di rongga peritoneal, yakni ruang di sekitar organ di dalam abdomen atau perut. Asites terjadi karena adanya cairan yang bocor dari pembuluh darah akibat proses penyakit tertentu, terutama sirosis hati yang dibiarkan tidak mendapat penanganan.

Sirosis adalah kondisi ketika hati penuh dengan jaringan parut hingga mengakibatkan hati rusak dan tak bisa berfungsi dengan normal. Kadang asites juga muncul dengan tumor di organ perut. Pada dasarnya asites tidak mengancam jiwa, tapi cairan di rongga perut akan meningkatkan tekanan terhadap liver dan banyak organ lain di sekitarnya, seperti ginjal, limpa, usus, dan pankreas.

Selain itu, infeksi oleh bakteri pada area asites bisa membahayakan dan memerlukan penanganan secepatnya. Seperti dikutip dari Intecophen, asites bisa berujung pada sejumlah komplikasi lain yang membahayakan jiwa pasien dan memerlukan perawatan dalam jangka panjang.

Asites muncul dari tekanan tinggi pada pembuluh darah di hati dan rendahnya kadar protein yang disebut albumin. Cairan yang menumpuk di organ perut bisa dikeringkan, tapi ada kemungkinan terakumulasi lagi setelah beberapa minggu atau bulan. Bila hal ini terjadi, diperlukan penanganan medis khusus agar cairan tak menumpuk lagi.

 

Gejala

Gejala asites bisa berkembang secara bertahap ataupun dengan cepat. Asites ringan bisa terasa seperti pertambahan berat badan biasa. Berikut ini gejala asites secara umum:

  • Perut begah dan kembung
  • Pertambahan berat badan
  • Sakit perut
  • Sesak napas
  • Napas pendek
  • Pembengkakan (edema) pada kaki
  • Memar
  • Gangguan fungsi dan struktur otak (ensefalopati)
  • Rasa kenyang
  • Perut terasa berat
  • Mual atau gangguan pencernaan
  • Muntah
  • Wasir
  • Kelelahan
  • Nyeri punggung
  • Sembelit

 

Penyebab

Penyebab asites paling umum adalah kerusakan organ hati akibat sirosis. Adapun penyebab utama sirosis salah satunya adalah infeksi kronik dari hepatitis B dan hepatitis C, serta minum minuman beralkohol secara berlebihan. Tumor dan kanker juga bisa memicu asites selain problem kesehatan seperti gangguan jantung dan infeksi.

Baca Juga:  Waspada, Inilah Ciri-Ciri Penyakit Maag yang Sudah Parah

Seiring dengan rusaknya hati, organ ini menjadi lebih kaku sehingga meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah. Kondisi ini disebut hipertensi portal. Peningkatan tekanan itu menyebabkan cairan merembes keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di rongga peritoneal.

Kondisi dan faktor risiko yang memicu asites antara lain:

  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Infeksi hepatitis B atau C
  • Peradangan hati kronis
  • Kelebihan zat besi dalam tubuh (hemokromatosis)
  • Kanker organ perut seperti liver, pankreas, rahim, dan usus besar
  • Gagal jantung kongestif
  • Infeksi rongga perut
  • Peradangan pankreas
  • Tuberkulosis

 

Cara Dokter Mendiagnosis Asites

Asites biasanya bisa terdeteksi dengan pemeriksaan fisik dan ultrasonografi (USG). Dokter juga akan menanyakan soal gejala yang dialami pasien. Prosedur lain yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab asites dan mengecek fungsi organ meliputi:

  • Parasentesis, yakni mengambil sampel cairan dari perut menggunakan jarum khusus
  • Tes fungsi hati
  • Tes fungsi ginjal
  • Tes darah untuk mengecek kadar protein dan elektrolit
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI)
  • Pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan)

MRI dan CT scan sama-sama prosedur pencitraan untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam perut. Bedanya adalah MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet, sementara CT scan memakai pemindaian dengan komputer dan sinar-X.

 

Cara Mengatasi Asites

Penanganan asites bertujuan menghentikan penumpukan cairan dan mengeluarkan cairan yang telah terakumulasi di rongga perut. Dokter pertama-tama akan mengidentifikasi dan menangani kondisi yang menyebabkan penumpukan itu. Cara lainnya termasuk penggunaan obat diuretik untuk mengurangi cairan dari dalam tubuh dan prosedur parasentesis.

Parasentesis dilakukan dengan menyuntikkan jarum ke perut untuk mengambil cairan dari dalam rongga perut. Dalam prosedur ini, dokter akan memberikan anestesi sehingga pasien tidak merasakan apa pun ketika jarum disuntikkan ke perut.

Adapun guna meringankan gejala seperti nyeri, mual, dan muntah, dokter akan meresepkan obat yang sesuai. Dokter juga akan meminta pasien mengurangi konsumsi garam dan tidak menggunakan pengganti garam yang mengandung potasium karena obat-obatan untuk mengatasi asites bisa meningkatkan kadar potasium dalam tubuh.

Baca Juga:  Gastroenteritis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Dalam kasus yang lebih berat ketika cairan kembali menumpuk setelah dikeringkan dengan parasentesis, pasien mungkin memerlukan prosedur transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS) hingga transplantasi hati bila ginjal sudah rusak berat akibat sirosis.

 

Komplikasi

Asites bisa menyulitkan aktivitas seperti makan, minum, dan mobilitas dari satu tempat ke tempat lain. Asites juga bisa berujung pada masalah pernapasan. Komplikasi lain yang bisa terjadi termasuk:

  • Infeksi organ dalam perut
  • Gagal ginjal
  • Hernia

 

Pencegahan

Untuk mencegah asites, langkah utama yang penting untuk diambil adalah mengupayakan pencegahan sirosis hati dan kondisi lain yang bisa memicu penumpukan cairan di rongga perut. Caranya antara lain:

  • Tidak minum minuman beralkohol
  • Melakukan imunisasi untuk mencegah hepatitis B
  • Skrining hepatitis B dan hepatitis C
  • Mengurangi konsumsi makanan/ minuman dengan tinggi kandungan lemak dan kolesterol
  • Melakukan upaya preventif sekunder pada orang dengan hepatitis B dan hepatitis C dengan cara berobat secara rutin atau cek berkala.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika menderita sirosis hati, pastikan menjalani perawatan yang tepat agar terhindar dari risiko komplikasi asites. Begitu pula bila mengalami kondisi lain yang berpotensi memicu penumpukan cairan di rongga perut. Jika mengalami gejala asites, segera beri tahu dokter dan ikuti petunjuk dokter untuk mencegah kondisi memburuk.

 

Reviewed by

dr. Barry A. P, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • Ascites: Treatment, Complications, and Prognosis. https://www.intechopen.com/chapters/56674. Diakses 5 Februari 2023
  • Ascites: diagnosis and treatment. https://www.jpaget.nhs.uk/media/294347/NU-64-Ascites-llt-web-v1.pdf. Diakses 5 Februari 2023
  • Ascites. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=134&contentid=79. Diakses 5 Februari 2023
  • Guidelines on the management of ascites in cirrhosis . https://gut.bmj.com/content/70/1/9. Diakses 5 Februari 2023
  • Ascites. https://www.statpearls.com/ArticleLibrary/viewarticle/17881. Diakses 5 Februari 2023
  • Evaluation of adults with ascites. https://www.uptodate.com/contents/evaluation-of-adults-with-ascites. Diakses 5 Februari 2023
  • Ascites. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14792-ascites. Diakses 5 Februari 2023
  • Ascites. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/ascites. Diakses 5 Februari 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.