• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Demam Tifoid (Tipes) : Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Demam Tifoid (Tipes) Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Demam tifoid adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella typhi yang masih banyak terjadi di Indonesia. Infeksi ini bisa menyebabkan penyakit sistemik yang mempengaruhi berbagai organ. Demam ini bisa mengakibatkan komplikasi serius bila tak mendapat penanganan yang memadai.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Demam Tifoid

Demam tifoid adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serotipe Typhi. Penyakit ini kerap didapati di negara-negara dengan sanitasi yang buruk dan standar kebersihan rendah. Di Indonesia, demam tifoid lebih dikenal dengan sebutan tipes atau tifus.

Demam tifoid bisa menimbulkan dampak serius pada kesehatan dan menyebabkan komplikasi jika tak diobati dengan tepat. Orang yang terinfeksi bakteri Salmonella dan mengalami tifus mungkin mengalami gejala ringan hingga berat. Gejala biasanya muncul dalam 8-14 hari setelah terkena infeksi, tapi bisa juga dalam 3-60 hari setelah terpapar.

Bakteri Salmonella penyebab demam tifoid hanya hidup pada manusia. Orang yang sembuh dari penyakit ini bisa tetap membawa bakteri tersebut dan menularkannya kepada orang lain. Karena itu, diperlukan perawatan medis secara menyeluruh guna mencegah penularan dan komplikasi yang bisa berakibat fatal.

 

Gejala

Gejala demam tifoid bisa berbeda pada tiap individu, dari ringan hingga parah. Gejala ini biasanya berkembang secara bertahap beberapa minggu setelah terinfeksi. Gejala yang umum meliputi:

  • Demam tinggi hingga lebih dari 39 derajat Celsius yang berlangsung selama minggu pertama demam bisa naik turun dan menetap. Demam disore/malam hari setelah minggu ke 2
  • Kembung dan sakit perut, biasanya di sekitar pusar dan makin terasa saat ditekan
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Sakit kepala dan kelelahan
  • Diare atau sembelit
  • Tinja berwarna hijau atau cokelat kemerahan, kadang disertai darah atau lendir
  • Ruam kulit dengan bercak-bercak berwarna merah muda pada perut dan dada

 

Penyebab

Penyebab demam tifoid adalah bakteri Salmonella typhi yang bisa menyebar lewat makanan atau air yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi atau pembawa bakteri (carrier). Selain itu, penularan bisa terjadi lewat kontak langsung dengan tinja atau air liur mereka. Menurut WHO, demam tifoid kerap terjadi di tempat-tempat dengan sanitasi buruk dan kekurangan air minum yang aman.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Sesak Nafas Karena Batuk

Begitu masuk ke tubuh, bakteri itu menyebar melalui sistem pencernaan dan menempel pada dinding usus. Organ lain dapat terpengaruh ketika bakteri terbawa aliran darah, misalnya hati, limpa, dan kelenjar getah bening. Bakteri ini akan hidup dan berkembang di dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Demam Tifoid

Dokter umumnya mendiagnosis demam tifoid dengan mengacu pada riwayat klinis pasien, gejala, serta hasil pemeriksaan dan tes laboratorium. Dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami serta kemungkinan terpapar bakteri dari perjalanan, benda yang disentuh, atau makanan/minuman yang dikonsumsi.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek tanda dan gejala khas demam tifoid. Adapun tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah guna melihat tanda-tanda infeksi, antara lain peningkatan jumlah sel darah putih dan penurunan jumlah trombosit. Tes serologi juga mungkin dibutuhkan untuk mendeteksi antibodi.

Guna memeriksa keberadaan bakteri Salmonella, tes terhadap sampel tinja dan kultur darah dari sampel darah pasien dapat dilakukan.

 

Cara Mengatasi Demam Tifoid

Begitu ada diagnosis demam tifoid, pasien perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Penanganan demam tifoid melibatkan pemberian antibiotik seperti siproflaksin, seftriakson, atau azitromisin sesuai dengan kondisi pasien. Umumnya antibiotik diberikan selama 10-14 hari.

Untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi, pasien juga perlu mengonsumsi banyak air putih dan larutan elektrolit, termasuk lewat infus bila sudah terjadi dehidrasi parah. Selama masa pengobatan dan pemulihan, pasien perlu beristirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi yang bisa membantu tubuh pulih lebih cepat.

Baca Juga:  Demam Rematik: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Selalu penting untuk mengikuti saran dan instruksi dari dokter yang merawat dalam mengatasi demam tifoid. Jika gejala tidak membaik setelah pengobatan atau ada komplikasi yang muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Komplikasi

Dalam beberapa kasus, demam tifoid bisa menyebabkan komplikasi serius, antara lain:

  • Perdarahan usus yang bisa merusak dinding usus
  • Perforasi atau lubang pada usus
  • Radang pada jantung atau miokarditis
  • Infeksi dan peradangan pada berbagai organ tubuh, termasuk hepatitis, gangguan ginjal, dan infeksi kelenjar getah bening

 

Pencegahan

Berikut ini sederet cara untuk mencegah demam tifoid:

  • Mendapat vaksin tifus
  • Selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang matang
  • Bila makan buah atau sayur segar, pastikan sudah dicuci atau kupas kulitnya
  • Pastikan kebersihan air yang digunakan untuk masak dan minum
  • Hindari minum minuman dingin dengan es batu jika makan/minum di luar
  • Perhatikan kebersihan pedagang atau warung ketika jajan atau makan di luar

 

Kapan Harus ke Dokter?

Demam tifoid memerlukan perawatan medis untuk lebih memastikan pengobatan yang tepat dan mempercepat pemulihan. Bila merasa ada gejala tifus, langsung cari bantuan medis untuk mendapat diagnosis dan penanganan sesegera mungkin sebelum gejala memburuk dan terjadi komplikasi.

 

Reviewer

dr. Kartariadi Gandadinata, Sp.PD. FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Barat

Referensi:

  • Typhoid. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid. Diakses 15 Mei 2023
  • Overview-Typhoid fever. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/. Diakses 15 Mei 2023
  • Typhoid Fever and Paratyphoid Fever. https://www.cdc.gov/typhoid-fever/typhoid-vaccination.html. Diakses 15 Mei 2023
  • Typhoid Fever. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557513/. Diakses 15 Mei 2023
  • Typhoid fever: A current problem. https://www.ijidonline.com/article/S1201-9712(18)33612-9/fulltext. Diakses 15 Mei 2023
  • Typhoid Fever. https://journals.lww.com/infectdis/fulltext/2006/09000/typhoid_fever__current_concepts.5.aspx. Diakses 15 Mei 2023
  • Typhoid Fever. https://emedicine.medscape.com/article/231135-overview. Diakses 15 Mei 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.