• Emergency
  • 150 108

Hepatitis B: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Hepatitis B Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Hepatitis adalah istilah yang mengacu pada masalah kesehatan berupa inflamasi atau peradangan hati. Ada banyak pemicu peradangan hati, Salah satunya adalah virus. Virus hepatitis terdiri atas jenis A, B, C, D, dan E. Ada pula jenis virus hepatitis lain, tapi sangat jarang. Virus hepatitis A, B dan C, adalah virus yang paling umum memicu hepatitis. Ketahui Penyakit Hepatitis B : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan?

 


Mengenal Hepatitis B

Hati memiliki peran yang amat signifikan dalam fungsi tubuh manusia.  Paling umum fungsi hati adalah menetralisir racun dalam tubuh.  Ketika terjadi masalah pada hati, tubuh tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan yang mungkin muncul saat hati terkena penyakit antara lain penumpukan racun atau zat buangan di dalam tubuh, penumpukan lemak, kehilangan energi, dan mudah terserang penyakit. Itu pula yang dapat terjadi bila seseorang terkena hepatitis.

Hepatitis B adalah penyakit yang menyerang hati. Hepatitis B dapat bersifat akut, tapi tak jarang penyakit ini berkembang menjadi kronis dan serius. Dalam kasus hepatitis B akut, pasien umumnya dapat sembuh dengan perawatan yang memadai. Lama infeksi hepatitis akut tak lebih dari 6 bulan. Sedangkan jika penyakit bertahan hingga lebih dari 6 bulan, itu berarti telah masuk tahap kronis sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut sebelum terjadi kondisi hati rusak berat.

Di seluruh dunia, diperkirakan ada 257 juta orang yang mengalami hepatitis B kronis. Sekitar sepertiga individu tersebut tinggal di kawasan timur Asia atau Afrika sub-Sahara. Infeksi virus hepatitis B kronis dapat memicu perkembangan komplikasi seperti gagal hati atau kanker hati. Badan Kesehatan Dunia memperkirakan 1 dari 3 orang secara global terinfeksi virus hepatitis B ataupun hepatitis C.

Banyak orang yang menderita hepatitis B tanpa gejala dalam kasus infeksi akut.  Ada dua kemungkinan perjalanan penyakit hepatitis B yaitu orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis B akut dapat menyingkirkan virus itu sendiri dalam waktu kurang dari 6 bulan. Setelah sembuh, muncul kekebalan tubuh terhadap infeksi virus itu di kemudian hari.  Atau infeksi berlanjut kepada  hepatitis B kronis, dimana ada 4 fase :

  1. Fase toleransi sistem imun : dimana infeksi virus tinggi namun sistem kekebalan tubuh masih kurang sehingga gejala hepatitis tidak tampak jelas
  2. Fase immune clearance : dimana sistem imun tubuh memadai dalam melawan virus hepatitis B, sehingga gejala virus tampak jelas seperti lemas, letih dan lesu.
  3. Fase pengidap inaktif : dimana jumlah virus hepatitis B sudah banyak dieliminasi oleh system imun tubuh namun terdapat sedikit jumlah virus yang bersembunyi dari sistem imun dan dapat berlanjut ke fase berikutnya
  4. Fase reaktivasi : adalah fase dimana virus hepatitis B yang bersembunyi tersebut berkembang lagi sebagai akibat menurunnya sistem imun tubuh
Baca Juga:  Pengaruh Pola Makan yang Tidak Teratur Saat GERD

Adapun hepatitis B kronis lebih banyak terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 4 tahun. Hanya sekitar 10 persen dari kalangan anak usia 4 tahun yang bisa sembuh sendiri. Meski demikian, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin. Indonesia pun memasukkan vaksin hepatitis B dalam program imunisasi dasar bagi anak-anak yang mesti diberikan sejak dini.

 

Penyebab Hepatitis B

Ketika seseorang terinfeksi hepatitis B, virus itu antara lain dapat ditemukan di darah, sperma, atau cairan vagina. Virus menyebar lewat kontak dengan cairan-cairan tubuh itu. Secara global, cara penularan yang paling sering terjadi adalah secara perinatal dan pada masa awal usia kanak-kanak. Jika lewat perinatal, virus ditularkan oleh ibu kepada anak yang dilahirkan. Adapun penularan di kalangan anak terjadi lewat kontak dengan individu yang terinfeksi.

Cara penularan lainnya termasuk:

  • Kontak seksual dengan penderita hepatitis B
  • Pemakaian jarum suntik, tato, atau tindik yang tidak steril
  • Bermain dengan barang yang terkontaminasi cairan infeksius
  • Penyalahgunaan obat-obatan injeksi
  • Transfusi darah penderita hepatitis B

Tak seperti virus hepatitis A, virus hepatitis B tak dapat menular lewat makanan atau minuman. Selain itu, meski virus jenis B bisa hidup di air ludah, virus tersebut tak lazim menyebar lewat ciuman, batuk, bersin, atau sentuhan dengan alat makan. Virus jenis B ini juga sangat jarang menyebar lewat transfusi darah. Sebab, ada tes screening pada semua darah yang didonorkan. Jika didapati ada darah yang terinfeksi virus hepatitis B, darah itu akan dibuang.

Seseorang lebih berisiko terkena infeksi hepatitis B bila:

  • Punya pasangan yang terinfeksi hepatitis B
  • Memiliki penyakit autoimun atau sistem imun rendah ( HIV, diabetes, dan gagal ginjal kronis)
  • Penyalahgunakan narkoba
  • Bekerja di tempat yang sering terpapar cairan tubuh atau darah
  • Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi

 

Gejala

Orang yang terkena hepatitis B bisa mengalami fase akut hingga kronis. Pada fase akut, gejala mungkin tak muncul sama sekali atau hanya ringan. Sedangkan pasien yang telah masuk fase kronis umumnya sudah menunjukkan gejala karena kondisi hati kian rusak. Gejala hepatitis B akut rata-rata dialami sampai 4 bulan. Sedangkan gejala hepatitis B kronis akan terus bertahan hingga pasien sembuh dan kerusakan hati diobati. Meski begitu, ada kemungkinan gejala kronis tak muncul sama sekali hingga bertahun-tahun dan pasien baru diketahui terinfeksi hepatitis ketika fungsi hati sudah menurun drastis.

Secara umum, gejala hepatitis B akut antara lain:

  • Badan terasa capek
  • Demam
  • Mata dan kulit menguning
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Tak berselera makan
  • Nyeri perut
  • Tinja berwarna pucat
  • Urine berwarna gelap
  • Pegal dan linu
Baca Juga:  Radang Pemicu Serangan Jantung

Sedangkan gejala hepatitis B kronis pada fase inaktif tidak akan tampak gejala, namun jika terjadi reaktivasi virus hepatitis B, maka gejala akan sama dengan gejala hepatitis B akut, namun dapat disertai gejala gagal hati kronis seperti :

  • Ascites : yaitu pembengkakan perut akibat tekanan tinggi pada pembuluh darah lambung
  • Buang air besar hitam / merah : sebagai akibat pecahnya pembuluh darah esofagus / tenggorokan akibat tingginya tekanan pembuluh darah
  • Penurunan kesadaran : sebagai akibat racun tubuh yang gagal didetoksifikasi oleh hati

 

Pengobatan

Tubuh dapat melawan infeksi virus hepatitis B dengan antibodi yang diproduksi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, ada kemungkinan pasien bisa sembuh sendiri ketika tertular hepatitis B. Umumnya dokter akan menyarankan pasien untuk banyak beristirahat dan minum air putih untuk mendukung penyembuhan hepatitis B akut.

Sedangkan pengobatan hepatitis B kronis bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Dokter akan melakukan skrining terhadap penderita tersebut untuk menentukan terapi terbaik pada pasiennya.  Pada kasus infeksi hepatitis B berat sampai gagal hati, dapat dipertimbangkan untuk melakukan transplantasi hati demi menyelamatkan jiwa pasien.

 

Kapan ke Dokter

Hepatitis B dapat dicegah dengan pemberian vaksin pada bayi berusia dini. Bila Anda belum pernah menerima vaksin ini, Anda masih dapat mengaksesnya sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Seseorang mungkin mengidap hepatitis B tanpa disadari. Jika Anda yakin ataupun curiga tertular terutama dengan gejala, segera temui dokter untuk mendapat pemeriksaan dan diagnosis. Pasien hepatitis B kronis mesti menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengecek kondisi hati.

 

Reviewed by

dr. Mauludi Rachmantya Tranggana, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bhakti Wara

 

Referensi:

  • About hepatitis B. https://www.hepbnet.org/about.asp#Whatis. Diakses 27 Mei 2022
  • Hepatitis B. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b. Diakses 27 Mei 2022
  • How it feels to live with chronic hepatitis B. https://www.gavi.org/vaccineswork/whenever-i-get-pain-my-side-it-always-accompanied-anxiety-how-it-feels-live-chronic. Diakses 27 Mei 2022
  • Health-related quality of life for adults living with hepatitis B in the United States: a qualitative assessment. https://jpro.springeropen.com/articles/10.1186/s41687-021-00398-8. Diakses 27 Mei 2022
  • The Hepatitis B Virus Interactome: A Comprehensive Overview. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fmicb.2021.724877/full. Diakses 27 Mei 2022
  • Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya. https://www.kemkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html. Diakses 27 Mei 2022
Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.