ANTISIPASI LONJAKAN COVID-19 DAN TATA CARA ISOLASI MANDIRI BAGI PASIEN COVID-19

Jakarta, 14 September 2020 – Dalam menghadapi lonjakan pasien Covid-19, banyak dari masyarakat yang semakin khawatir dan bingung apa yang harus dilakukan jika terkonfirmasi positif Covid-19?

Menurut dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, Chief Executive Officer (CEO) Primaya Hospital Group, masyarakat harus selalu waspada terhadap berbagai gejala yang terjadi. “Jangan sepelekan gejala batuk, demam, flu, atau nyeri-nyeri yang terjadi di tubuh Anda. Gejala tersebut bisa menjadi indikasi awal potensi terpapar Covid-19,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, CEO Primaya Hospital Group.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera lakukan isolasi mandiri di rumah dan lakukan konsultasi kesehatan secara online bersama dokter Anda di Primaya Hospital untuk mengetahui hal-hal yang harus dilakukan jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Jika dokter Anda menyarankan untuk melakukan screening Covid-19, segera kunjungi Fever Clinic Primaya Hospital terdekat. Fever Clinic merupakan ruangan khusus pasien dengan gejala demam, batuk, flu, atau gejala indikasi Covid-19 lainnya agar pasien tersebut dapat dilakukan screening kesehatan lebih lanjut. Screening yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah lengkap, rapid test, dan thorax rontgent atau CT Scan. Jika hasil screening mengindikasikan adanya potensi Covid-19, maka pasien akan diarahkan untuk melakukan SWAB Test. “Namun, para pasien dapat langsung melakukan pemeriksaan SWAB Test tanpa harus melakukan screening Covid-19 terlebih dahulu,”ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, CEO Primaya Hospital Group.

Pasien bergejala dengan hasil screening yang terindikasi (suspek) Covid-19 atau dengan hasil SWAB Test positif Covid-19 akan melakukan perawatan di ruang isolasi Covid-19. Namun, jika pasien tidak mengalami gejala Covid-19 namun menjadi terindikasi (suspek) atau terkonfirmasi positif Covid-19, dokter akan menentukan apakah pasien dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau harus dirawat di rumah sakit. “Kami membedakan ruangan isolasi rawat inap bagi pasien positif Covid-19, pasien terindikasi (suspek) Covid-19, dan pasien infeksius lainnya,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, CEO Primaya Hospital Group.

dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, CEO Primaya Hospital Group menyatakan bahwa untuk mendukung pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi pandemi Covid-19, seluruh cabang rumah sakit di Primaya Hospital menerima perawatan pasien terindikasi (suspek) atau terkonfirmasi positif Covid-19. “Seluruh cabang kami baik di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, Makassar, dan Palangkaraya siap melayani pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran virus kepada pasien non-covid di wilayah gedung rumah sakit kami,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS., CEO Primaya Hospital Group.

dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, CEO Primaya Hospital Group menambahkan bahwa saat ini kami mengalokasikan sekitar 20%-30% bed rawat inap di semua cabang rumah sakit kami untuk ruang isolasi pasien Covid-19. “Meskipun begitu, kami berkomitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19 di area gedung rumah sakit kami walaupun kami melayani pasien Covid-19,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, CEO Primaya Hospital Group.

Dalam penanganan pasien Covid-19, Primaya Hospital melibatkan semua Dokter Spesialis Paru, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, serta Dokter Umum untuk membantu penyembuhan pasien. Untuk pasien di ruang intensif, Dokter Intensive Care Primaya Hospital akan selalu cepat tanggap 24 jam dalam melayani dan memantau kesembuhan pasien.

“Jika terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang signifikan, kami akan memantau cabang rumah sakit Primaya Hospital mana yang dapat mengakomodir penambahan bed. Jika tidak memungkinkan lagi untuk menambah bed akibat penuhnya kapasitas rumah sakit, kami akan berupaya mencari rujukan rumah sakit lain untuk para pasien Covid-19,” ujar dr. Ferdy D. Tiwow, SH. MS, CEO Primaya Hospital Group.

Bagi para pasien terindikasi (suspek) atau terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala yang disarankan untuk melakukan isolasi mandiri oleh dokter, pasien dapat melakukan konsultasi kesehatan secara online bersama dokter Primaya Hospital secara rutin. Seluruh informasi terkait pendaftaran konsultasi online dapat diakses melalui www.primayahospital.com.

Penyembuhan pasien terindikasi (suspek) atau konfirmasi positif Covid-19 melalui isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan dengan efektif jika pasien melakukan panduan yang mengacu pada Centers for Disease Control and Preventiton:

  1. Tetap Berada di Rumah

Pasien hanya boleh keluar rumah hanya untuk mendapat pertolongan medis. Pastikan pasien beristirahat dan minum air putih yang cukup. Konsumsi obat-obatan rekomendasi dokter secara rutin.

  1. Pisahkan Diri Dari Orang Lain dan Hewan Peliharaan

Pilih ruangan yang jauh dari jangkauan orang lain dan hewan peliharaan yang berada di dalam satu rumah. Gunakan kamar mandi dan ruangan terpisah dari orang lain.

  1. Pantau Gejala Anda

Segera cari perawatan medis darurat jika mengalami gejala seperti kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada, muncul gejala baru, ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga, bibir atau wajah kebiruan, atau hal-ha lainnya yang mengganggu kesehatan tubuh.

  1. Lakukan Konsultasi Kesehatan Secara Online

Konsultasikan kesehatan secara online bersama dokter Primaya Hospital guna memperoleh tindakan medis lanjutan. Informasikan kondisi gejala Covid-19 secara rinci kepada dokter.

  1. Gunakan Masker di Hidung dan Mulut

Gunakan masker jika terpaksa harus berada di sekitar orang lain atau hewan peliharaan. Anda tidak perlu menggunakan masker jika Anda sendirian di ruangan Anda. Jika Anda tidak memungkinkan menggunakan masker karena gangguan pernapasan, tutup batuk atau bersin Anda dan jaga jarak minimum 6 kaki (kurang lebih 2 meter) dari orang lain. Masker tidak disarankan bagi seseorang yang kesulitan bernapas, seseorang yang memiliki kesulitan untuk melepaskan maskernya sendiri, atau anak berusia di bawah 2 tahun.

  1. Ikuti Tata Cara Batuk dan Bersin

Tutupi batuk dan bersin Anda menggunakan tisu. Buang tisu bekas di tempat sampah berlapis. Segera cuci tangan Anda setelah bersin.

  1. Bersihkan tangan Anda sesering mungkin

Cuci tangan dengan sabun dan air minimal selama 20 detik. Jika tidak memungkinkan menggunakan sabun dan air, gunakan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60% alkohol. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang belum dicuci.

  1. Hindari Berbagi Barang Rumah Tangga

Jangan berbagi piring, gelas minum, cangkir, peralatan makan, handuk, tempat tidur, atau barang pribadi lainnya dengan orang lain. Cuci barang-barang tersebut dengan sabun dan air atau masukkan ke dalam mesin pencuci piring.

  1. Bersihkan Semua Permukaan yang Sering DIsentuh

Gunakan sarung tangan sekali pakai. Bersihkan area atau benda dengan sabun dan air atau detergen lain jika kotor. Kemudian, gunakan disinfektan rumah tangga. Jika pasien dapat membersihkan ruangannya sendiri, siapkan perlengkapan pembersih pribadi kepada penderita seperti tisu, handuk kertas, pembersih, dan disinfektan. Jika pengasuh atau orang lain perlu membersihkan dan mendisinfeksi ruangan yang digunakan penderita, gunakan masker dan sarung tangan sekali pakai serta berikan jarak selama mungkin antara waktu terakhir pasien menggunakan ruangan yang akan dibersihkan. Bersihkan dan disinfeksi area yang mungkin terdapat darah, tinja, atau cairan tubuh.

  1. Cuci Baju dan Keringkan Cucian

Jika baju pasien harus dicuci orang lain, jangan aduk cucian kotor. Kenakan sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor. Gunakan pengaturan air paling hangat. Lepaskan sarung tangan dan segera cuci tangan setelah mencuci. Keringkan cucian dan jemur di bawah sinar matahari. Cuci tangan setelah menjemur pakaian. Bersihkan dan disinfeksi keranjang pakaian. Cuci tangan setelahnya.

  1. Gunakan Tempat Sampah Berlapis

Gunakan sarung tangan saat membuang sampah, cuci tangan setelahnya. Tempatkan semua sarung tangan sekali pakai, masker, dan barang terkontaminasi lainnya di tempat sampah berlapis. Jika memungkinkan, sediakan tempat sampah berjejer di dekat pasien.

  1. Lacak Kesehatan Orang di Sekitar Pasien

Pengasuh atau orang yang berada satu rumah dengan pasien harus tetap berada di rumah dan memantau kesehatannya secara rutin. Setiap orang yang berada satu rumah dengan pasien harus melakukan karantina mandiri dan sebaiknya meninggalkan rumah 14 hari setelah kontak dekat terakhir dengan penderita atau 14 hari setelah penderita memenuhi kriteria untuk mengakhiri isolasi mandiri di rumah. Sebaiknya, orang yang tinggal satu rumah dengan pasien juga melakukan screening Covid-19 atau SWAB Test untuk mendeteksi adanya potensi paparan Covid-19.

——-

Primaya Hospital Group adalah Rumah Sakit yang menyediakan standar pelayanan prima yang mengutamakan mutu keselamatan pasien. Hal tersebut tercermin dari telah terakreditasinya Primaya Hospital Group tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rembilan  rumah sakit kami telah terakreditasi internasional oleh Joint Commission International (JCI). Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) serta memberikan layanan pasien dengan jaminan Perusahaan/Asuransi/BPJS/KIS dengan teknologi terbaik. Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat. Primaya Hospital Group tersebar di wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang hadir selama 24 jam. Selain itu, kami memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Hanie Dewita (Hanie)

Head of Marketing and Corporate Communication

Primaya Hospital Group

Email  : hanie.dewita@primayahospital.com

Bagikan ke :