Pengaruh Imunitas Tubuh Saat Puasa dengan Penularan Covid-19

Penularan Covid-19 bisa terjadi dengan mudah pada kelompok yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Karena itu, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap risiko penularan yang meningkat karena turunnya imunitas selama puasa. Kekhawatiran ini bisa dicegah dengan melaksanakan prinsip puasa dan menerapkan cara menjaga imunitas saat puasa.

Dokter spesialis penyakit dalam Primaya Hospital Tangerang (d/h RS Awal Bros), Hj. Vivien Maryam, Sp. PD. menjelaskan dua prinsip puasa. Pertama, puasa adalah menggeser jam makan dan minum. “Jadi kebutuhan makan dan minum selama puasa harus terbayar pada waktu kita tidak berpuasa,” ucapnya. Kedua, ibadah puasa memerlukan asupan nutrisi, gizi, dan cairan seimbang.

Dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD menyebutkan, selama berpuasa, organ-organ dalam tubuh bisa beristirahat, terutama organ pencernaan. Sel juga dapat melakukan regenerasi guna menggenjot imunitas tubuh sehingga dapat melawan kuman atau virus yang masuk. Sel imunitas yang lebih baik seperti limfosit B dan limfosit T akan keluar dari proses pembentukan komponen sel darah selama puasa. Sel-sel itu bisa memproduksi antibodi yang berguna sebagai pertahanan terhadap kuman atau virus dari luar. Dari proses itu, sistem imun akan meningkat sehingga tak perlu ada kekhawatiran berlebih terhadap risiko penularan Covid-19 ketika puasa.

Jaga Imunitas Cegah Penularan Covid-19

Puasa di masa pandemi Covid-19 membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan yang masuk ke tubuh demi menjaga imunitas. Dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD mengatakan faktor penting untuk mencegah penularan Covid-19 lewat imunitas adalah mengonsumsi makanan kaya nutrisi, cukup minum air putih, dan cukup istirahat. Aktivitas fisik yang terlampau berat juga akan mempengaruhi imunitas tubuh saat puasa. Faktor lainnya adalah adanya komorbid yang membuat sistem imun tubuh melemah sehingga virus atau kuman mudah masuk.

Perhatikan Asupan

Jika ketika puasa tubuh terasa lemas, itu tandanya asupan bagi tubuh saat sahur dan berbuka mesti ditinjau ulang. Terlebih jika disertai dengan dehidrasi. Bisa jadi asupan nutrisi sejak waktu buka hingga seusai sahur kurang. Penyebab tubuh lemas antara lain kurangnya cairan dalam tubuh dan turunnya kadar gula darah. Kondisi itu membuat orang mudah mengantuk dan kehilangan konsentrasi.

Tubuh memerlukan setidaknya 2 liter air putih tiap hari. Kebutuhan akan cairan ini tak hanya bisa dipenuhi dari minuman, tapi juga makanan yang mengandung air. Terutama buah-buahan seperti semangka dan melon. Cairan sebanyak 2 liter bisa didapatkan dari minum air putih minimal 8 gelas sehari. Ada rumus yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan itu saat puasa, yakni minum 2 gelas ketika buka, masing-masing 1 gelas seusai isya dan tarawih serta sebelum tidur, dan 3 gelas sewaktu sahur.

Beberapa bahan makanan juga berkontribusi terhadap masalah kebugaran tubuh. Demi mencegah penularan Covid-19 saat puasa, sebaiknya hindari atau setidaknya kurangi makanan yang mengandung banyak garam. Juga minuman kopi dan bersoda. Sebab, asupan bahan-bahan itu bisa memicu gangguan kesehatan, termasuk dehidrasi.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Puasa tak menghalangi aktivitas fisik yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah penularan Covid-19. Tapi tetap perhatikan jenis dan waktu aktivitas. Disarankan olahraga ringan dilakukan pada sore hari menjelang buka puasa. Kurangi kegiatan yang menguras energi pada siang hari. Dalam kaitan dengan pencegahan Covid-19, berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari sebelum pukul 10 juga bisa dilakukan sekitar 15-20 menit. Sinar ultraviolet itu akan membantu produksi vitamin D yang berperan dalam penguatan imunitas tubuh.

Sumber: Press Release Primaya Hospital

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Hanie Dewita (Hanie)                                                          

Head of Marketing and Corporate Communication

Primaya Hospital Group

Email  : hanie.dewita@primayahospital.com

Bagikan ke :