POTENSI BAYI DI DALAM KANDUNGAN TERPAPAR COVID-19 DAN PROSES PERSALINAN PASIEN TERINDIKASI COVID-19

Jakarta, 28 Agustus 2020 – Kehamilan saat pandemi Covid 19 tidak dapat dihindari. Namun, para ibu hamil tidak perlu khawatir. Menurut dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur hingga saat ini,  belum ada data dan bukti ibu hamil lebih berisiko terpapar Covid-19 dibandingkan orang yang tidak hamil.

Namun, tidak menutup kemungkinan seorang ibu hamil untuk terpapar Covid-19. Maka dari itu, seorang ibu hamil sebaiknya memantau kondisi kesehatannya secara rutin dan memahami gejala-gejala yang timbul jika ibu hamil terpapar Covid-19. “Gejala-gejala seorang ibu hamil yang terpapar Covid-19 sama dengan gejala orang lain yang tidak terpapar Covid-19. Gejala yang timbul seperti batuk, demam, gangguan pernafasan, atau bahkan hingga tidak merasakan gejala apapun,” ujar dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur.

Perlu diketahui bawah sampai saat ini, belum ditemukan bukti bawah Covid-19 dapat tertular ke bayi yang ada di dalam kandungan jika sang ibu hamil terpapar Covid-19. “Hingga saat ini, belum ditemukan penularan Covid-19 sampai ke air ketuban. Covid-19 belum terbukti dapat masuk melalui plasenta hingga menularkan bayi di dalam kandungan,” ujar dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur. Jadi, potensi penularan Covid-19 hingga saat ini masih melalui droplet sang ibu ketika bayi sudah lahir.

Hal yang dapat mempengaruhi kondisi bayi di dalam kandungan jika seorang ibu terpapar Covid-19 adalah penyakit yang timbul dampak dari Covid-19 untuk sang ibu. Misalnya, ibu hamil yang terpapar Covid-19 mengalami gangguan pernafasan sehingga menyebabkan oksigen yang terhirup ibu hamil jadi berkurang dan berdampak pada penurunan oksigen ke bayi di dalam kandungan. Menurut dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur, tidak ada obat-obatan khusus untuk bayi di dalam kandungan jika sang ibu hamil terpapar Covid-19. Obat-obatan bayi di dalam kandungan tergantung kondisi ibu hamil itu sendiri yang terpapar Covid-19.

Jika seseorang ibu hamil terpapar Covid-19, penyembuhan medis yang dilakukan sama seperti orang terpapar Covid-19 yang tidak hamil. Jika seorang ibu hamil terpapar Covid-19, maka dokter akan melakukan pengecekkan apakah sang ibu hamil memiliki penyakit penyerta (komorbid). “Penyakit komorbid itu dapat mempengaruhi kondisi ibu dan bayi di dalam kandungan. Maka dari itu, diperlukan tindakan cepat terhadap dampak Covid-19 terhadap penyakit komorbid yang diderita sang ibu hamil,” ujar dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur.

Jika berbicara mengenai protokol screening Covid-19, setiap rumah sakit memiliki protokol yang berbeda-beda untuk pemeriksaan screening Covid-19 sang ibu yang sedang hamil. Menurut dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur, belum ada standar tertentu waktu pelaksanaan screening Covid-19 bagi ibu hamil. Namun, biasanya ibu hamil akan melakukan screening Covid-19 pada awal semester atau akhir semester kehamilan.

Khusus ibu hamil yang akan melakukan persalinan, sang ibu bisa melakukan screening Covid-19 pada minggu ke-38 kehamilan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan menjelang waktu persalinan.

Untuk pasien Sectio Caesarea (SC) atau dikenal dengan operasi caesar, screening Covid-19 dapat dilakukan satu minggu sebelum hari H pelaksanaan operasi untuk meminimalisir pencegahan Covid-19 bagi sang bayi dan para tenaga medis saat pelaksaan operasi ceasar.

Namun, terdapat beberapa kondisi pelaksanaan screening Covid-19 bagi ibu hamil yang akan melakukan persalinan normal. Menjelang pembukaan kehamilan, setiap pasien akan diarahkan untuk melakukan screening Covid-19 untuk memastikan risiko terpapar Covid-19 pada sang ibu hamil.

Jika dari hasil screening Covid-19 sang ibu terdapat indikasi mengarah kepada suspek Covid-19, maka proses persalinan akan dilakukan sesuai standar persalinan Covid-19 dan sang ibu hamil yang berencana melakukan persalinan normal akan diarahkan untuk melakukan persalinan dengan metode operasi Caesar untuk mengurangi paparan Covid-19. “Risiko proses kehamilan normal pada sang ibu yang terindikasi Covid-19 lebih besar karena sang ibu akan mengejan saat persalinan dan droplet dapat dengan mudah tersebar, baik ke sang bayi maupun tenaga medis lainnya,” ujar dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur.

Namun, jika jarak antara pelaksanaan screening Covid-19 berdekatan atau bertepatan dengan pembukaan lengkap (pembukaan 10) dan mengharuskan sang ibu melakukan persalinan normal saat itu (tidak memungkinkan melakukan persalinan operasi caesar), maka sang ibu akan melakukan persalinan di ruang persalinan normal khusus pasien Covid-19 dan proses persalinan normal akan dilaksakan sesuai protokol Covid-19. “Biasanya, sang ibu yang terindikasi Covid-19 akan diberikan tirai atau sekat standar medis di tengah badan untuk memisahkan bagian atas dan bagian bawah badan sang ibu sehingga risiko penyebaran droplet sang ibu saat mengejan dapat terminimalisir ke bayi yang baru lahir atau kepada tenaga medis,” ujar dr. Nina Martini Somad, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur.

Pada pasien yang terindikasi Covid-19, proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sesaat setelah bayi lahir tidak dapat dilakukan untuk mengindari paparan Covid-19 melalui droplet sang ibu kepada bayi yang baru lahir. Ibu hamil yang terindikasi Covid-19 dari hasil screening tersebut harus tetap melakukan pemeriksaan swab (sebelum atau sesudah persalinan, bergantung dari kondisi waktu hari H persalinan sang ibu). Bayi sang ibu yang terindikasi Covid-19 akan dipisahkan dengan bayi lainnya untuk dilakukan peninjauan kesehatan lebih lanjut.

Sebaiknya, setiap ibu hamil harus tetap melakukan tindakan antisipatif untuk mencegah terpapar Covid-19 seperti rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir atau menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Selain itu, ibu hamil sebaiknya selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, terutama dengan orang yang batuk atau bersin. Jangan lupa untuk menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah jaga kebersihan pernafasan dengan menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin dengan sikut yang terlipat atau tisu dan jangan lupa untuk membuat tisu bekas tersebut ke dalam sampah tertutup.

——-

Primaya Hospital Group adalah Rumah Sakit yang menyediakan standar pelayanan prima yang mengutamakan mutu keselamatan pasien. Hal tersebut tercermin dari telah terakreditasinya Primaya Hospital Group tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua dari rembilan  rumah sakit kami telah terakreditasi internasional oleh Joint Commission International (JCI). Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) serta memberikan layanan pasien dengan jaminan Perusahaan/Asuransi/BPJS/KIS dengan teknologi terbaik. Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat. Primaya Hospital Group tersebar di wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang hadir selama 24 jam. Selain itu, kami memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Hanie Dewita (Hanie)

Head of Marketing and Corporate Communication

Primaya Hospital Group

Email  : hanie.dewita@primayahospital.com

Bagikan ke :