• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Penyakit Serebrovaskular: Gejala, Penyebab dan Mengatasinya

Penyakit Serebrovaskular Gejala, Penyebab dan Mengatasinya

Stroke masih menjadi penyakit yang mengkhawatirkan karena bisa berdampak fatal terhadap individu yang mengalaminya. Stroke terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah di otak. Dalam dunia medis, kondisi itu disebut penyakit serebrovaskular. Dalam kesempatan ini akan dibahas apa itu penyakit serebrovaskular, termasuk gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

 


Mengenal Penyakit Serebrovaskular

Serebrovaskular terdiri atas dua kata, yakni serebro yang merujuk pada sebagian besar otak dan vaskular yang berarti pembuluh darah arteri dan vena.

Istilah serebrovaskular mengacu pada sekelompok kondisi yang bisa mengarah pada kejadian serebrovaskular, terutama stroke. Stroke terjadi ketika pasokan darah melalui pembuluh darah ke otak terhambat.

Kurangnya pasokan darah membuat sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrien. Makin lama aliran darah itu terganggu, makin besar tingkat kerusakan yang dialami otak. Stroke bisa berupa sumbatan atau pendarahan

Penyakit serebrovaskular memerlukan perhatian ekstra karena dapat menurunkan kualitas hidup hingga menyebabkan kematian.

 

Gejala Penyakit Serebrovaskular

Gejala penyakit serebrovaskular kerap muncul secara tiba-tiba dan dikategorikan sebagai kondisi gawat darurat. Karena itu, begitu muncul gejala, pasien harus berpacu dengan waktu untuk mendapat perawatan guna memperbesar peluang pemulihan. Gejala itu antara lain:

  • Satu sisi tubuh terasa lemah, dari wajah, tangan, hingga kaki
  • Bicara tidak jelas
  • Kejang
  • Penglihatan kabur
  • Sulit menahan buang air kecil
  • Sakit kepala parah
  • Hilang keseimbangan
  • Sulit bergerak dan berjalan
  • Kebingungan
  • Mual dan muntah
  • Pingsan
  • Pikun
Baca Juga:  Gejala dan Penyebab Sindrom Kepala Meledak

 

Penyebab Penyakit Serebrovaskular

Dalam banyak kasus, penyebab pasti penyakit serebrovaskular sulit disimpulkan. Namun yang pasti pemicunya berkaitan dengan masalah pada pembuluh darah di otak, entah itu penyumbatan atau pendarahan.

Faktor Resiko yang berhubungan erat dengan Stroke adalah :

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Kolesterol
  • Asam urat
  • Kekentalan Darah
  • Gangguan Jantung
  • Merokok

Adapun faktor risiko yang berpengaruh serupa dengan stroke, yakni gaya hidup tidak sehat, seperti:

  • Obesitas
  • Istirahat yang kurang
  • Tidak mampu mengelola Stress

 

Pemeriksaan Penyakit Serebrovaskular

Diagnosis penyakit serebrovaskular bisa dilakukan dengan berbagai tes pencitraan saraf. Misalnya:

  • CT Scan Otak
  • MRI Otak
  • Angiografi Serebral

 

Penanganan Penyakit Serebrovaskular

– Dicari Etiologinya dan faktor resiko
– Pemberian obat pengencer darah dan pendekatan Endovaskuler bila diperlukan
– perubahan life style

Untuk pasien yang sudah terkena dampak penyakit ini, dokter akan merekomendasikan berbagai macam terapi guna memulihkan kualitas hidup pasien. Misalnya terapi fisik, okupasi, dan menelan wicara

 

Komplikasi Penyakit Serebrovaskular

Penyakit serebrovaskular yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang dan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Cacat permanen
  • Kehilangan fungsi kognitif
  • Kelumpuhan sebagian anggota tubuh
  • Kesulitan berbicara
  • Gangguan menelan
  • Kehilangan ingatan
  • Kejang
Baca Juga:  Penyebab Sakit Kepala Terus Menerus

 

Pencegahan

Penyakit serebrovaskular adalah penyakit yang dapat dicegah. Bila ada faktor genetik, setidaknya risiko terkena penyakit ini bisa diminimalkan. Cara yang utama adalah mempraktikkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Memperhatikan nutrisi seimbang dalam menu makanan setiap hari
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Berolahraga secara rutin
  • Menerapkan pola hidup aktif
  • Mengendalikan stres
  • Mengontrol risiko seperti tekanan darah dan kolesterol tinggi,Gula darah
  • Menjalani pemeriksaan rutin bagi yang memiliki risiko penyakit pembuluh darah

 

Kapan Harus ke Dokter?

Harus digarisbawahi bahwa semua kejadian penyakit serebrovaskular memerlukan penanganan darurat. Segera telepon ambulans bila muncul gejala agar pasien bisa segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

 

Reviewed by

dr. Fakhrunnisa, Sp. N

Dokter Spesialis Saraf

Primaya Hospital Bekasi Barat

Referensi:

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.