• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Radang Amandel pada Orang Dewasa, Perlukah Operasi?

Radang Amandel pada Orang Dewasa, Perlukah Dioperasi?

Amandel (tonsil) adalah bagian dari kelenjar getah bening yang terletak di tenggorok. Fungsinya yaitu untuk menjebak atau menyaring kuman agar tidak masuk ke paru-paru. Namun, bila amandel mengalami radang maka disebut sebagai radang amandel. Penyebabnya sendiri beragam, salah satunya yakni akibat infeksi kuman.

Umumnya, radang amandel menyerang anak-anak dan usia remaja. Walau demikian, orang dewasa pun dapat terkena juga. Tanpa penangan yang benar, bahkan radang amandel pada orang dewasa bisa menyebabkan radang kronis yang akan kambuh seiring waktu.

buat jani dokter primaya

Mengenal Radang Amandel

Radang amandel (tonsilitis) adalah gangguan kesehatan berupa peradangan pada amandel (tonsil). Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak karena kekebalan tubuh mereka masih lemah. Pada masa tersebut, tonsil akan memproduksi lebih banyak antibodi sebagai zat untuk melawan kuman penyebab infeksi.

Namun, seiring pertumbuhan dan perkembangannya, maka peran tonsil akan tergantikan karena sistem imun tubuh sudah menguat. Jadi, amandel akan menyusut seiring bertambahnya usia.

Meskipun begitu, risiko terkena tonsilitis pada usia dewasa kadang masih terjadi. Karena kekebalan tubuh yang telah meningkat, maka tonsilitis pada orang dewasa dapat hilang sendirinya antara 7 – 10 hari.

Nama Penyakit Radang Amandel (Tonsilitis)
Gejala Utama Pembengkakan pada amandel, sakit tenggorokan
Dokter Spesialis Dokter spesialis THT
Penyebab Utama Bakteri dan virus
Diagnosis Cek fisik, tes swab, hitung sel darah lengkap
Pencegahan Jaga kebersihan tangan dan tubuh, selalu minum dan makanan higienis
Pengobatan Pengobatan non resep, antibiotik, operasi
Komplikasi Demam rematik, abses peritonsil, radang ginjal

 

Siapa yang Berisiko?

Peningkatan risiko tonsilitis kerap terjadi pada mereka yang:

  • Berusia anak-anak dan remaja mulai dari 5 – 15 tahun
  • Tinggal di lingkungan yang sering terpapar bakteri/virus

 

Penyebab

Penyebab radang amandel pada orang dewasa umumnya karena virus. Namun, dalam beberapa kasus juga bisa disebabkan oleh bakteri. Beberapa virus yang menjadi biang dari radang meliputi:

  • Virus influenza
  • Adenovirus
  • Virus herpes simplex
  • Virus Epstein Barr
  • Measles virus
  • Cytomegalovirus
Baca Juga:  Sinusitis : Gejala dan Pengobatannya

 

Gejala

Gejala radang amandel yang paling banyak dilaporkan meliputi:

  • Sakit tenggorokan
  • Sakit saat menelan
  • Amandel yang bengkak
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kesulitan tidur
  • Lesu
  • Batuk-batuk
  • Sakit telinga dan leher

Lalu, untuk gejala yang jarang terjadi meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Perubahan suara
  • Kesulitan membuka mulut
  • Bau mulut

 

Cara Dokter Mendiagnosa

Radang amandel mudah didiagnosa dengan cara wawancara medis dan pemeriksaan fisik . Berikut beberapa cara dokter mendiagnosa tonsilitis:

  • Scarlatina (mengecek ruam)
  • Melihat bagian dalam tenggorokan
  • Mendengar nafas via stetoskop
  • Palpasi leher untuk mengetahui pembengkakan
  • Cek pembesaran limpa
  • Throat swab
  • CBC (hitung sel darah lengkap)

 

Komplikasi

Dalam kasus yang ringan, tonsilitis tidak menyebabkan komplikasi tertentu. Namun, untuk jenis kronis bisa mengakibatkan komplikasi seperti:

  • Abses Peritonsil (Infeksi yang menyebar ke bagian lain)
  • Obstructive sleep apnea
  • Demam rematik (peradangan serius yang memengaruhi organ penting)
  • Artritis reaktif (kondisi kesehatan berupa gangguan sendi)
  • Glomerulonefritis (peradangan ginjal)

 

Pencegahan

Ada beberapa metode pencegahan sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala  serta mencegah penyebab tonsilitis pada orang dewasa seperti:

  • Konsumsi air putih yang cukup
  • Istirahat secara cukup
  • Hindari paparan polusi
  • Hindari zat kimia berbahaya
  • Berhenti merokok
  • Kumur dengan air garam
  • Gunakan pelembab udara (humidifier)
  • Kunyah permen pereda tenggorokan
  • Bila demam, bisa minum paracetamol

 

Pengobatan

Dokter akan melakukan serangkaian pengobatan yang dilakukan dengan dua metode utama yakni berupa:

1. Pemberian Antiobiotik

Untuk tipe radang amandel yang penyebab utamanya berupa infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan antibiotik. Dengan pemberian antibiotik, maka gejala akan lebih cepat reda. Namun, pemberian antibiotik hanya bila kasusnya parah karena dapat mengakibatkan efek samping.

Baca Juga:  Penyakit Meniere: Gejala, Pengobatan, Pencegahan

2. Tonsilektomi (Operasi)

Bila kondisi sudah cukup parah atau kronis, maka akan dilakukan tonsilektomi atau pengangkatan amandel (tonsil) dengan cara operasi. Peluang keberhasilannya cukup besar walaupun ada infeksi jangka panjang. Biasanya, operasi menjadi opsi terakhir pada kasus tonsilitis yang terjadi selama lebih dari 7 kali dalam setahun.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Walaupun radang amandel pada orang dewasa dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang cepat, namun gejalanya cukup menyakitkan. Jadi, bila radang amandel yang Anda derita mengganggu aktivitas harian, maka dapat berkunjung ke dokter spesialis THT.

Apalagi, jika disertai dengan demam tinggi, otot yang melemah, leher kaku, dan tenggorokan sakit yang lebih dari 2 hari. Dengan begitu, tidak akan timbul menjadi radang amandel kronis yang berkepanjangan.

 

Narasumber :

dr. Vika Aryan Sari, Sp.THT-KL

Spesialis THT

Primaya Hospital Bekasi Barat

Referensi:

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544342/. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • Tonsilliitis: Overview. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK401249/. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5714902/. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • Can tonsils grow back?. https://kidshealth.org/en/parents/tonsils-again.html. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • Surgical removal of the tonsils (tonsillectomy). http://www.cochrane.org/CD001802/ENT_surgical-removal-of-the-tonsils-tonsillectomy-for-chronic-or-recurrent-acute-tonsillitis. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4106232/. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • Chronic tonsillitis and biofilms. https://www.dovepress.com/chronic-tonsillitis-and-biofilms-a-brief-overview-of-treatment-modalit-peer-reviewed-fulltext-article-JIR. Diakses pada 06 Oktber 2023.
  • Comparison of pediatricand adult tonsillectomies. http://dx.doi.org/10.1155/2013/265105. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • Strep throat: All you need to know. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/strep-throat.html. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • The difference between a sore throat, strep & tonsillitis. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/ear-nose-throat/Pages/The-Difference-Between-a-Sore-Throat-Strep-and-Tonsillitis.aspx. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • http://www.nhs.uk/Conditions/Tonsillitis/Pages/Treatment.aspx. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • Tonsillectomy versus watchful waiting for recurrent throat infection. https://publications.aap.org/pediatrics/article/139/2/e20163490/60216/Tonsillectomy-Versus-Watchful-Waiting-for?autologincheck=redirected. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • https://medlineplus.gov/tonsillitis.html. Diakses pada 06 Oktober 2023.
  • https://familydoctor.org/condition/tonsillitis/. Diakses pada 06 Oktober 2023.

 

 

 

 

 

Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.