• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Mengobati Sariawan di Lidah

Cara Mengobati Sariawan di Lidah

Sariawan adalah masalah kesehatan yang tergolong ringan, tapi bisa sangat mengganggu karena menimbulkan ketidaknyamanan dalam kegiatan sehari-hari. Sariawan bisa terjadi di sejumlah bagian mulut, termasuk lidah. Sariawan di lidah bisa bertahan cukup lama dan butuh pengobatan agar kembali nyaman beraktivitas.

 


Mengenal Sariawan

Sariawan adalah inflamasi atau peradangan pada lapisan mukosa atau selaput lendir di dalam mulut, dari gusi, pipi, langit-langit atau dasar mulut, kerongkongan, hingga lidah. Peradangan itu menimbulkan luka yang terasa sakit jika bersentuhan dengan makanan atau benda lain yang masuk ke mulut. Seringkali orang yang terkena sariawan juga merasa tidak nyaman ketika membuka mulut atau berbicara.

Sariawan berkaitan erat dengan kebiasaan merawat kebersihan gigi dan mulut. Dalam sejumlah kasus, peradangan di rongga mulut terjadi karena kurangnya kebersihan gigi dan mulut. Jadi bukan sakit gigi saja yang mungkin dialami orang yang malas menyikat gigi. Selain masalah kebersihan oral, banyak faktor yang bisa menyebabkan sariawan.

Sariawan bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Pada orang dewasa, sariawan bisa menjadi pertanda masalah kekurangan zat besi atau vitamin B, seperti B2-riboflavin, B9-folat, atau B12-kobalamin. Dibanding orang dewasa, sariawan lebih banyak dijumpai pada kalangan remaja dan anak-anak. Kelompok wanita juga lebih kerap terkena sariawan dibanding laki-laki.

Sariawan pada umumnya tidak menular dan bisa hilang sendiri. Ada potensi orang yang pernah mengalami sariawan akan mengalaminya lagi setelah sembuh. Dalam hal ini, ada kemungkinan orang tersebut memiliki masalah kesehatan tertentu yang membuatnya mudah mengalami luka di rongga mulut atau sariawan.

 

Gejala Sariawan

Gejala sariawan yang utama adalah rasa nyeri dan perih di area rongga mulut yang mengalami luka. Intensitasnya akan meningkat ketika bagian yang luka bersentuhan dengan makanan atau benda lain yang masuk ke mulut. Gejala lain yang menyertai termasuk:

  • Bercak merah
  • Luka bernanah
  • Lepuhan
  • Kulit terkelupas
  • Pembengkakan
  • Mulut mati rasa
  • Sindrom mulut terbakar
Baca Juga:  Penyakit Usus Buntu, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Semua gejala ini bisa mengarah pada dehidrasi dan malnutrisi lantaran pasien enggan makan atau minum untuk menghindari rasa sakit dan ketidaknyamanan.

 

Penyebab Sariawan

Ada beragam hal yang bisa menyebabkan sariawan. Untuk mengetahuinya dengan pasti, harus ada pemeriksaan oleh dokter. Ada faktor keturunan yang diduga berpengaruh. Ada juga faktor lingkungan. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab sariawan:

  • Trauma pada area gigi dan mulut
  • Perubahan hormon terkait dengan siklus menstruasi
  • Bibir tergigit saat makan
  • Kebiasaan menggigit-gigit bibir
  • Makanan/minuman yang terlalu panas, pedas, atau asam
  • Stres
  • Gangguan kecemasan
  • Kebiasaan merokok
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Alergi atau sensitif terhadap makanan tertentu
  • Pasta gigi atau obat kumur yang mengandung natrium lauret sulfat
  • Kekurangan zat besi, asam folat, atau B12
  • Infeksi kuman
  • Penyakit lain, seperti penyakit Crohn, penyakit Celiac, penyakit Behcet, dan AIDS
  • Efek samping prosedur medis seperti kemoterapi

 

Cara Mengobati Sariawan di Lidah

Pengobatan sariawan di lidah tergantung apa penyebabnya. Sebagai contoh, bila sariawan terjadi karena alergi terhadap obat, maka penggunaan obat itu harus segera dihentikan. Adapun sariawan karena infeksi mungkin memerlukan pengobatan khusus dengan antibiotik atau antijamur. Sedangkan sariawan akibat kekurangan nutrisi mesti ditangani dengan pemberian zat gizi yang dibutuhkan.

Pada umumnya, selain untuk penyembuhan, pengobatan sariawan bertujuan meredakan gejala yang muncul. Caranya antara lain:

  • Berkumur dengan obat kumur antiseptik
  • Berkumur atau menyemprotkan cairan anestestik
  • Berkumur dengan air garam
  • Mengompres dengan es batu
  • Menggunakan obat oles kortikosteroid
  • Menggunakan obat analgesik atau pereda nyeri

 

Pencegahan Sariawan

Upaya yang paling penting untuk mencegah sariawan adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sebaiknya cek kesehatan gigi dan mulut di dokter gigi setiap enam bulan sekali. Praktikkan pola hidup bersih dan sehat untuk gigi dan mulut, seperti:

  • Menyikat gigi dengan benar dua kali sehari
  • Menggunakan benang gigi atau dental floss guna mengangkat sisa makanan yang bisa menjadi sarang kuman di sela gigi
  • Tidak memakai pasta gigi dan obat kumur dengan kandungan natrium lauret sulfat
Baca Juga:  Penyebab Ngantuk di Pagi Hari, Apa Solusinya? 

Selain itu, terapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang. Pastikan di setiap porsi makan terdapat semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh, terutama vitamin B untuk mencegah sariawan.  Cara lainnya:

  • Tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa memicu iritasi pada mulut
  • Makan dengan perlahan dan tidak sambil berbicara/tertawa
  • Minum cukup air putih minimal 2 liter sehari
  • Tidak merokok
  • Mengendalikan stres

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sariawan pada dasarnya bukan masalah kesehatan yang serius. Namun dampak yang ditimbulkan bisa membahayakan, termasuk risiko kekurangan nutrisi dan kekurangan cairan. Selain itu, ada kemungkinan sariawan yang dialami merupakan tanda adanya penyakit lain yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis. Bila Anda sering mengalami sariawan tanpa tahu apa penyebabnya dan tak sembuh-sembuh meski sudah diberi obat, ada baiknya mengunjungi dokter untuk mendapat kepastian. Konsultasi dengan dokter juga lebih baik sebelum mengobati sariawan di lidah secara mandiri di rumah agar obat yang digunakan dapat dipastikan aman.

 

Reviewed by

dr. Rezky Arisna

Dokter Umum – Primaya Hospital Betang Pambelum

Referensi:

  • Mouth ulcers. https://www.nhs.uk/conditions/mouth-ulcers/. Diakses 13 Agustus 2022
  • Recurrent aphthous ulceration: an epidemiological study of etiological factors, treatment and differential diagnosis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6001102/. Diakses 13 Agustus 2022
  • Diagnostic Features of Common Oral Ulcerative Lesions: An Updated Decision Tree. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5066016/. Diakses 13 Agustus 2022
  • Oral ulceration: causes and management. https://pharmaceutical-journal.com/article/ld/oral-ulceration-causes-and-management. Diakses 13 Agustus 2022
  • Aphthous Ulcers. https://emedicine.medscape.com/article/867080-overview. Diakses 13 Agustus 2022
  • Recurrent Oral Ulcers: current and future therapeutic approaches. https://www.frontiersin.org/10.3389/conf.fphys.2019.27.00093/6118/5th_National_and_1st_International_Symposium_of_Italian_Society_of_Oral_Pathology_and_Medicine_/all_events/event_abstract. Diakses 13 Agustus 2022
Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.