• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hipertermia: Kenaikan Suhu Tubuh yang Berlebihan

Hipertermia Kenaikan Suhu Tubuh yang Berlebihan

Anda tentu tidak asing dengan kondisi suhu tubuh yang tinggi di kala tubuh tengah sakit. Kenaikan suhu tubuh yang biasa disebut demam ini adalah mekanisme tubuh yang normal dalam memberikan reaksi terhadap kondisi lingkungannya, salah satunya adalah reaksi ketika melawan virus. Namun, suhu tubuh yang tinggi belum tentu menunjukkan tanda adanya demam, ada pula kondisi lain yang disebut hipertermia.

Apabila Anda merasakan gejala-gejala hipertermia, Anda dapat menghubungi layanan telekonsultasi dan homecare Kavacare di nomor 0811 1446 777 untuk mendapatkan informasi penanganan awal terhadap hipertermia.

buat jani dokter primaya

 

Apa Itu Hipertermia?

Penting untuk mengenali perbedaan antara hipertermia dan demam ini agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganannya. Hipertermia sendiri adalah kenaikan suhu tubuh yang tidak normal akibat kegagalan mekanisme tubuh dalam mengatur panas tubuh ketika suhu lingkungan di luar tubuh meningkat. Kelelahan akibat panas (heat fatigue, heat exhaustion), heat cramps (nyeri dan kejang akibat panas), heat syncope dan heat stroke, yaitu pingsan akibat panas adalah bentuk-bentuk umum dari hipertermia.

 

Penyebab Hipertermia

Hipertermia adalah suhu tubuh yang meningkat secara tidak normal akibat terjadinya kegagalan mekanisme pengaturan panas pada tubuh. Berkeringat merupakan mekanisme alami untuk mendinginkan tubuh yang terpapar oleh panas dari lingkungan di luar tubuh, tetapi kadang keringat sendiri tidak cukup untuk mengembalikan suhu tubuh pada kondisi normal. Di saat inilah yang kemudian menyebabkan hipertermia. Kondisi kegagalan tubuh memberikan reaksi terhadap kondisi lingkungan yang terlalu panas dipengaruhi oleh kelembapan udara.

Faktor-faktor gaya hidup juga dapat berkontribusi pada kondisi hipertermia. Misalnya, kurangnya konsumsi air, tinggal di rumah tanpa pendingin ruangan, kurangnya aktivitas gerak tubuh, pakaian yang terlalu tebal, beraktivitas di tempat yang terlalu padat, dan tidak memahami bagaimana mengatur diri pada kondisi panas.

 

Tipe-Tipe Hipertermia

1. Heat Cramps

Kejang pada otot dapat terjadi apabila seseorang kehilangan terlalu banyak elektrolit yang ada pada cairan tubuh lewat produksi keringat. Elektrolit yang umum contohnya adalah kalsium, klorida, magnesium, fosfor, kalium, sodium. Kejang ini biasa terjadi di lengan, tangan, tungkai bagian bawah, dan kaki.

2. Heat Edema

Hipertermia jenis ini ditunjukkan dengan adanya pembengkakan di area pergelangan kaki dan kaki di tengah cuaca panas. Panas dapat mengakibatkan pembuluh darah membesar sehingga cairan pada tubuh mengalir ke arah tangan dan kaki. Hal ini yang membuat terjadinya pembengkakan pada area tersebut ketika tubuh terpapar panas.

3. Heat Syncope

Pada tipe hipertermia ini, seseorang akan mengalami pingsan secara mendadak atau rasa pusing yang biasanya terjadi terlalu lama atau melakukan gerakan berdiri secara mendadak setelah duduk atau berbaring. Faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi pada kondisi ini adalah dehidrasi dan kurangnya kemampuan tubuh untuk beradaptasi pada perubahan cuaca.

4. Heat Exhaustion

Heat exhaustion atau kelelahan yang terjadi akibat panas mempunyai gejala lebih serius daripada heat cramps. Suhu tubuh Anda bisa mencapai 40 derajat celsius dan kondisi ini dapat berakibat pada heat stroke.

5. Heat Rash

Apabila terjadi keringat berlebih di tubuh pada cuaca yang panas dan lembab, kulit dapat mengalami iritasi. Iritasi ini disebut dengan heat rash. Heat rash biasanya berkembang di lipatan siku, di bawah payudara, dekat lipatan pangkal paha atau di dada bagian atas dan leher.

Baca Juga:  Alkalosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

6. Heat Stress

Heat stres biasanya terjadi pada pekerja yang terpapar oleh panas yang ekstrim atau mereka yang bekerja di tengah lingkungan yang panas. Pekerja yang lebih beresiko pada kondisi ini adalah pekerja berusia 65 tahun ke atas, pekerja dengan berat badan berlebih, pekerja dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, atau mereka yang tengah mengkonsumsi obat-obatan yang dapat terpengaruh oleh panas ekstrim.

7. Heat Stroke

Tipe yang paling parah dari hipertermia adalah heat stroke. Kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian karena efeknya pada otak dan organ-organ lain. Heat stroke dapat mengakibatkanya suhu tubuh naik hingga lebih dari 40 derajat celsius, bahkan hingga 41 derajat celsius. Gejala dari heat stroke lain adalah kondisi mental yang berubah, seperti kebingungan, rasa tersinggung, dst, seperti mual-muntah, kulit kemerahan, napas bertambah cepat, dan sakit kepala.

 

Tanda-Tanda Hipertermia

Tanda-tanda hipertermia dapat bervariasi sesuai dengan tipe-tipe hipertermia itu sendiri.

1. Gejala Heat Cramps

Pada hipertermia jenis ini, terdapat tanda-tanda berupa kejang otot di perut, lengan, atau tungkai kaki setelah Anda melakukan aktivitas berat. Kulit Anda akan terasa lembap dan dingin serta tingkat denyut jantung bisa normal, maupun menjadi cepat.

2. Gejala Heat Edema

Bengkak atau terjadinya penggelembungan di jaringan yang terdapat langsung di bawah kulit, biasanya terjadi di bagian tungkai kaki atau lengan;

  • Kulit yang tampak merenggang dan tampak mengilap;
  • Kulit tidak segera kembali seperti semula setelah ditekan;
  • Ukuran perut yang membesar.

3. Gejala Heat Syncope

Tanda-tanda dari tipe hipertermia ini termasuk pingsan, yang terjadi secara tiba-tiba, disertai dengan rasa pusing, kepala terasa ringan (lightheadedness) akibat berdiri terlalu lama atau tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau berbaring.

4. Gejala Heat Rash

Tanda-tandanya adalah munculnya kelompok-kelompok jerawat-jerawat kecil atau bintik-bintik melepuh di kulit.

5. Gejala Heat Stress

Gejala dari heat stress ini termasuk telapak tangan yang berkeringat, kacamata safety yang beruap, dan pusing.

6. Heat Exhaustion

Pada tipe hipertermia ini, kulit akan terasa dingin dan lembab disertai dengan denyut jantung yang bertambah cepat namun lambat. Napas juga akan terasa cepat dan pendek-pendek. Heat exhaustion ini dapat berkembang menjadi heat stroke apabila tidak ditangani dengan cepat. Tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut:

  • Keringat berlebih;
  • Pucat;
  • Kejang otot;
  • Mudah lelah;
  • Letih dan lesu;
  • Pusing;
  • Sakit kepala;
  • Mual atau muntah;

7. Heat Stroke

Kondisi ini adalah kondisi yang paling mengancam nyawa di mana suhu tubuh bisa mencapai angka 40 derajat Celcius. Tanda-tanda heat stroke bisa bervariasi. Namun, gejala-gejala di bawah termasuk kepada tanda terjadinya heat stroke.

  • Pingsan, yang biasanya menjadi tanda awal dari heat stroke;
  • Suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius;
  • Perubahan pada perilaku, seperti kebingungan, agresivitas, atau perilaku lainnya yang tidak biasa;
  • Tidak menunjukkan adanya keringat, sekalipun di tengah cuaca panas;
  • Kulit kering, memerah, dan denyut jantung meningkat hingga denyut ini melemah;
  • Kulit yang terasa dingin akibat adanya pembuluh darah yang kolaps;
  • Perubahan pada EKG yang biasanya berhubungan dengan kerusakan pada jantung;
  • Delirium (penurunan kesadaran) atau koma.
Baca Juga:  Defisiensi Protein C: Gejala, Mencegah dan Mengobati

 

Pertanyaan Umum Seputar Hipertermia

1. Seberapa Umumkah Hipertermia?

Hipertermia merupakan kondisi yang cukup umum terjadi, terutama apabila seseorang beraktivitas di luar ruangan dan di tengah cuaca yang panas. Hipertermia juga umumnya cukup mudah ditangani dan akan segera mereda begitu seseorang yang terkena hipertermia ditangani dengan cepat. Namun, apabila kondisi ini tidak ditangani dengan cepat, hipertermia dapat berakibat fatal dan dapat membahayakan nyawa.

2. Apa Perbedaan Hipertermia dan Demam?

Sekalipun mempunyai tanda umum yang sama, yaitu peningkatan suhu tubuh, hipertermia dan demam adalah kondisi yang berbeda. Demam terjadi karena mekanisme tubuh untuk melawan infeksi virus dan bakteri yang merugikan tubuh, sedangkan hipertermia adalah kegagalan tubuh dalam mengatur suhu inti tubuh yang terpapar oleh panas dari lingkungan.

3. Apa yang Harus Dilakukan Saat Hipertermia?

Hipertermia sendiri merupakan kondisi yang cukup ringan dan dapat ditangani dengan mudah tanpa komplikasi serius yang bersifat jangka panjang. Pencegahannya pun cukup mudah, yaitu dengan mengenakan pakaian dengan bahan ringan dan tipis serta berwarna terang, tetap terhidrasi baik, mencari tempat teduh dan beristirahat di tengah-tengah cuaca panas.

Kalau seseorang menderita penyakit yang terkait panas ini, NIH menganjurkan beberapa pengobatan sebagai berikut:

  • Memindahkan orang tersebut dari tempat panas dan menempatkan mereka untuk berlindung di area yang teduh, dengan alat pendingin ruangan atau di tempat dingin lainnya;
  • Menyuruh orang tersebut untuk mandi atau mengelap badan dengan air dingin;
  • Mengompres bagian pergelangan tangan, leher, ketiak, dan/atau pangkal paha;
  • Jika orang tersebut dapat menelan, tawarkan cairan seperti air atau jus sayur dan buah, tetapi hindari alkohol dan minuman yang mengandung kafein.

4. Berapa Suhu Tubuh yang Dikategorikan Hipertermia?

Hipertermia terjadi ketika tubuh mencapai suhu 40 derajat celsius, bahkan hingga 41 derajat celsius, yang sudah termasuk pada kategori heat stroke.

5. Apakah Hipertermia Bisa Menyebabkan Kematian?

Hipertermia umumnya cukup mudah untuk ditangani dan dapat mereda dengan sendirinya setelah mendapatkan penanganan. Namun, apabila hipertermia tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat mengarah pada heat stroke, yaitu jenis hipertermia yang paling parah.

Kondisi ini dapat mengakibatkan koagulasi intravaskuler (pengentalan darah berlebih) dan kegagalan berbagai organ akibat pelepasan heat shock protein (induksi protein akibat suhu tinggi) dan respons kekebalan tubuh yang terlalu berlebihan. Kegagalan ginjal akut juga mungkin terjadi akibat heat stroke dan sering pula pasien yang telah sembuh dari heat stroke mengalami gangguan neurologis, yaitu penyakit yang menyerang sistem sarah, seperti otak, otot, saraf tulang belakang, dan saraf tepi.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr.Albert Novianto, Care Pro & Dokter Umum di Kavacare)

Referensi:

  • https://www.cdc.gov/niosh/topics/heatstress/heatrelillness.html (9 Desember 2022)
  • https://www.cdc.gov/niosh/topics/heatstress/default.html (9 Desember 2022)
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-stroke/symptoms-causes/syc-20353581 (9 Desember 2022)
  • https://medlineplus.gov/ency/article/002350.htm (9 Desember 2022)
  • https://www.nih.gov/news-events/news-releases/hyperthermia-too-hot-your-health-1 (9 Desember 2022)
  • https://www.rnceus.com/hypo/hypertypes.html (9 Desember 2022)
  • https://www.veinclinics.com/blog/how-to-manage-leg-swelling-in-the-heat/ (9 Desember 2022)
Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.