dr. Stivina Azrial, Sp.THT-BKL adalah seorang Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital, berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi pasien dari segala usia. Beliau menyelesaikan pendidikan kedokterana spesialisnya di Universitas Indonesia (UI). dr. Stivina aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-BKL).
Keahlian & Fokus Layanan
dr. Stivina menangani spektrum luas gangguan kesehatan pada area kepala dan leher, dengan fokus layanan meliputi:
- Gangguan Pendengaran & Keseimbangan: Penanganan telinga berdenging (tinnitus), vertigo, serta penurunan fungsi pendengaran.
- Hidung & Alergi: Tatalaksana rhinitis alergi, sinusitis, polip hidung, dan gangguan penciuman.
- Tenggorok & Jalan Napas: Masalah pada amandel (tonsil), gangguan menelan, suara serak, serta rasa mengganjal di tenggorok.
- THT Anak: Penanganan kasus telinga, hidung, dan tenggorok yang spesifik pada bayi dan anak-anak.
- Infeksi THT: Pengobatan otitis media (infeksi telinga tengah) dan infeksi saluran napas atas yang berulang.
Tindakan & Tatalaksana Medis
Dalam memberikan pelayanan medis, dr. Stivina melakukan berbagai prosedur diagnostik dan terapeutik, di antaranya:
- Endoskopi THT: Pemeriksaan visual menggunakan kamera fleksibel/rigid untuk melihat kondisi di dalam rongga hidung, sinus, dan tenggorok secara akurat.
- Ekstraksi Corpus Alienum: Tindakan pengangkatan benda asing dari telinga, hidung, atau tenggorok dengan teknik minimal trauma.
- Toilet Telinga & Pembersihan Serumen: Prosedur pembersihan liang telinga dari kotoran atau cairan infeksi menggunakan vakum/mikroskop.
- Tonsilektomi & Adenoidektomi: Operasi pengangkatan amandel dan adenoid pada kasus infeksi kronis atau sumbatan napas saat tidur.
- Irigasi Sinus & Bedah Sinus: Tatalaksana untuk penderita sinusitis yang memerlukan tindakan lebih lanjut.
- Tes Audiometri: Evaluasi fungsi pendengaran dan kesehatan gendang telinga.