• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Teknologi Drug Eluting Balloon (DEB): Tidak Semua Penyempitan Jantung Harus Pasang Ring

Primaya Hospital Tangerang Gelar Indonesia DEB Conclave 2025, Angkat Terobosan Tanpa Ring dalam Penanganan Penyakit Jantung Koroner

Keterangan foto: dr. Rony M Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI dari Primaya Hospital Tangerang serta dr. Bambang Budiono, Sp. JP, FIHA, FAPSC, FAPSIC, FSCAI dari Primaya Hospital Makassar sedang melakukan live case pertama di Indonesia untuk menangani DEB pada pasien jantung koroner.

Klik untuk mengunduh foto dan video

Tangerang, 6 Agustus 2025 — Primaya Hospital Tangerang menyelenggarakan Indonesia DEB Conclave 2025, sebuah forum medis yang secara khusus membahas perkembangan dan pemanfaatan teknologi Drug Eluting Balloon (DEB) dalam penanganan penyakit jantung koroner. Acara ini juga menandai penyelenggaraan Live Case penanganan DEB pertama di Indonesia, yang dilakukan langsung oleh dr. Rony M Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI di Primaya Hospital Tangerang pada Sabtu, (2/8).

Mengangkat tema “Navigating Metal-Free Solutions for Multivessel, Diffuse Disease, Bifurcations, CTO and ACS”, forum ini membahas pendekatan intervensi terkini untuk berbagai kondisi kompleks pada pembuluh darah jantung. Teknologi DEB menggunakan balon yang dilapisi obat khusus untuk mencegah penyumbatan ulang yang menjadi solusi intervensi tanpa logam. Kini teknologi ini kian relevan bagi pasien jantung, khususnya mereka yang mencari alternatif tanpa pemasangan ring atau stent.

Indonesia DEB Conclave 2025 turut menghadirkan para pembicara terkemuka di bidang kardiologi intervensi, antara lain dr. Rony M Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI dari Primaya Hospital Tangerang, dr. Bambang Budiono, Sp. JP, FIHA, FAPSC, FAPSIC, FSCAI dari Primaya Hospital Makassar, dr. Dasdo Antonius Sinaga, Sp.JP dari Awal Bros Pekanbaru Hospital, serta Prof. Chin Chee Yang dari National Heart Center Singapore.

 Keterangan foto (dari kiri ke kanan): dr. Bambang Budiono, Sp. JP, FIHA, FAPSC, FAPSIC, FSCAI dari Primaya Hospital Makassar, dr. Rony M Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI dari Primaya Hospital Tangerang  serta dr. Dasdo Antonius Sinaga, Sp.JP dari Awal Bros Pekanbaru Hospital sesudah melakukan live case menangani DEB pada pasien jantung koroner

 Dalam paparannya, dr. Rony menjelaskan bahwa penggunaan Drug Eluting Balloon (DEB) kini menjadi tren karena tidak semua pasien jantung ingin dipasang ring atau stent. “Saat mempertimbangkan DEB, dokter perlu melihat dari aspek PALS—Patient, Anatomy, Long Term, dan Simplify. Pada pasien dengan risiko tinggi seperti diabetes, gangguan ginjal, atau potensi perdarahan, DEB bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan efektif dibandingkan stent konvensional,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, “Pada kondisi anatomi kompleks seperti pembuluh kecil, bifurkasi, atau lesi distal CTO, DEB sering kali lebih tepat. Selain mengurangi risiko komplikasi seperti fraktur stent dan restenosis, DEB juga menjaga fungsi alami pembuluh darah dan memungkinkan tindakan lanjutan di masa depan jika dibutuhkan.”

 CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini sebagai bagian dari visi strategis Primaya Hospital dalam mendukung kemajuan teknologi kardiovaskular (cardio technology) di Indonesia.

“Kami percaya bahwa inovasi medis harus diiringi dengan keterbukaan untuk berbagi pengetahuan dan mendorong kolaborasi. Melalui Indonesia DEB Conclave, kami ingin membuka ruang diskusi dan edukasi tentang kemajuan cardio technology, khususnya teknologi minimal invasif seperti DEB. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Primaya Hospital untuk menghadirkan pilihan terapi yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan bagi pasien, serta memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap medis regional,” ujar Leona.

 Melalui forum ini, Primaya Hospital menegaskan posisinya sebagai jaringan rumah sakit yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus berinvestasi pada peningkatan kapasitas klinis.

– selesai –

Tentang Primaya Hospital Group

Primaya Hospital Group (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk; IDX: PRAY) adalah jaringan rumah sakit yang mengusung standar pelayanan PRIMA – Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, dan Asertif – dengan komitmen utama pada mutu dan keselamatan pasien. Primaya menghadirkan solusi layanan kesehatan yang aman dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk Warga Negara Asing (WNA), dengan dukungan teknologi medis terkini dan tenaga profesional berstandar tinggi. Primaya Hospital melayani pasien dengan berbagai skema pembiayaan, mulai dari asuransi swasta, perusahaan, pasien umum hingga BPJS Kesehatan, untuk memastikan akses layanan yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga tahun 2025, Primaya telah mengoperasikan 20 rumah sakit dan 10 unit usaha yang tersebar di berbagai kota strategis di Indonesia, seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Karawang, Bandung, Sukabumi, Semarang, Pangkal Pinang, Palangkaraya dan Makassar.

Primaya terus memperkuat layanan melalui pengembangan Centers of Excellence (Layanan Unggulan), yang mencakup Heart & Vascular Center, Cancer Center, Sport Clinic & Orthopedic Center, Urology & Nephrology Center, Brain Center, dan Diabetes Melitus & Metabolic Center. Seluruh rumah sakit kami dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern, seperti IGD 24 jam, radiologi, laboratorium, farmasi, ruang poliklinik yang nyaman, ruang laktasi, ATM center, musholla, akses WiFi, area edukasi pasien, kantin keluarga pasien, serta area parkir yang luas, untuk menghadirkan pengalaman layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan bermakna.

Untuk semakin memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, Primaya Hospital Group menyediakan layanan Online Booking yang dapat di akses pada https://primayahospital.com/buat-janji/, chatbot di nomor Whatsapp 082288889702 atau unduh aplikasi Primaya di Appstore ataupun Google Play Store. Pada platform digital tersebut pasien juga dapat melihat jadwal dokter yang dibutuhkan. Dan untuk layanan cepat dan mudah diakses kapanpun dimanapun dapat menghubungi Primaya contact center di nomor 1 500 007. 

 

Kontak Media:

Dini Muharani

Head of PR & Marcom Primaya Hospital Group

Hp: 0811 910 060

Email: dini.muharani@primayahospital.com

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below