ser*******nda bertanya
Dokter yang terhormat,
Saya ingin bertanya tentang kondisi ayah saya yang berumur 52 tahun menderita asma. Ketika asma ayah saya kambuh, nafasnya menjadi ngik-ngik. Obat apa yang sebaiknya diberikan saat menggunakan nebulizer? Berapa persen dosis NaCl yang tepat? Selain itu, ayah saya terkadang mengalami reaksi alergi terhadap beberapa obat, yang ditandai dengan pembengkakan di area wajah. Bagaimana cara mengatasi reaksi alergi ini? Saya sangat menghargai saran dan bantuan dokter. Terima kasih.
Saya ingin bertanya tentang kondisi ayah saya yang berumur 52 tahun menderita asma. Ketika asma ayah saya kambuh, nafasnya menjadi ngik-ngik. Obat apa yang sebaiknya diberikan saat menggunakan nebulizer? Berapa persen dosis NaCl yang tepat? Selain itu, ayah saya terkadang mengalami reaksi alergi terhadap beberapa obat, yang ditandai dengan pembengkakan di area wajah. Bagaimana cara mengatasi reaksi alergi ini? Saya sangat menghargai saran dan bantuan dokter. Terima kasih.
1 Answers
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.
Terima kasih atas pertanyaan Anda mengenai kondisi ayah Anda.
Asma adalah kondisi pernapasan kronis yang memerlukan penanganan yang tepat dan disesuaikan secara individu. Gejala "ngik-ngik" (mengi) saat asma kambuh menunjukkan penyempitan saluran napas.
Mengenai penggunaan nebulizer:
- Obat Nebulizer: Obat yang digunakan untuk nebulizer pada kasus asma kambuh umumnya adalah bronkodilator kerja cepat (seperti Salbutamol/Ventolin) yang berfungsi untuk melebarkan saluran napas. Terkadang, dokter juga dapat meresepkan kortikosteroid inhalasi atau kombinasi obat lain, tergantung pada tingkat keparahan dan respons pasien. Dosis dan jenis obat ini harus diresepkan dan diawasi oleh dokter spesialis.
- Dosis NaCl: Larutan NaCl (saline normal) yang biasa digunakan untuk nebulizer adalah 0,9%. Larutan ini berfungsi sebagai pelarut untuk obat atau untuk melembabkan saluran napas. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter, karena ada kondisi tertentu yang mungkin memerlukan penyesuaian.
Mengenai reaksi alergi:
- Pembengkakan di area wajah setelah mengonsumsi obat merupakan tanda reaksi alergi yang serius (angioedema), yang berpotensi membahayakan. Jika hal ini terjadi, segera cari pertolongan medis darurat karena dapat memengaruhi saluran napas.
- Penting sekali untuk selalu menginformasikan riwayat alergi ayah Anda terhadap obat-obatan kepada setiap dokter atau tenaga medis yang merawatnya, serta catat jenis obat apa saja yang menyebabkan reaksi tersebut. Dokter dapat memberikan edukasi dan rencana penanganan darurat jika reaksi alergi terjadi lagi.
Kami sangat menyarankan agar ayah Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis paru untuk evaluasi menyeluruh mengenai kondisi asma beliau, termasuk penentuan regimen obat nebulizer yang paling sesuai, dosis yang tepat, serta penanganan alergi obat yang pernah dialami.


